P. 1
MAKALAH IKAN HIAS

MAKALAH IKAN HIAS

|Views: 13,280|Likes:
Published by tri agustina

More info:

Published by: tri agustina on Apr 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Ikan hias merupakan salah satu komoditi ekspor yang sangat menianiikan. Selain
mudah untuk dibudidayakan, ikan hias iuga tidak membutuhkan biaya yang mahal
saat budidaya. Alasan lain kenapa ikan hias patut untuk dibudidayakan adalah
permintaan akan ikan hias yang semakin tinggi baik tingkat nasional maupun
internasional.
Rini M.Soemarno Soewandi, mantan Mentri Perindustrian dan Perdagangan
(2004), mengatakan Ikan hias merupakan komoditas perikanan yang potensial
untuk dikembangkan, karena selain mempunyai potensi sumber daya berlimpah
iuga peluang pasar yang besar, baik didalam negeri mapun di luar negeri. Menurut
Rini, Indonesia memiliki berbagai ienis ikan hias air laut maupun air tawar yang
merupakan suatu keuanggulan komporatiI. Seiak tahun tuiuh puluhan tuiuan
utama ekspor ikan hias ke Singapura, Hongkong, dengan nilai ekspor yang
diperoleh sudah mencapai kurang dari seratus ribu dolar Amerika.
Seiring dengan perkembangan dan perdagangan ikan hias dan adanya peningkatan
pangsa pasar luar negeri, maka pada tahun 2002 lalu, ekspor ikan hias Indonesia
telah mencapai 20 iuta dollar Amerika dengan tuiuan lebih dari 52 negara,
Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang meniadi pengekspor terbesar. Sebagai
bahan perbandingan kata Rini, berdasarkan data stasiun karantina bandara
Soekarno Hatta, Bali, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan
Lampung iumlah ikan hias yang diekspor pada tahun 2003 tercatat 120 ekor. Jika
diasumsikan harga satu ekor ikan senilai satu dollar Amerika, maka nilai ekspor
ikan hias pada tahun 2003 mencapai 120 iuta dollar Amerika (Rini, 2004).
Hingga saat ini pangsa ekspor Indonesia di pasar Eropa masih belum
menggembirakan apabila dibandingkan dengan negara pengekspor lainnya.
Menurut data dari organization Fishery International (OFI), Singapura masih
mengusai pasar Eropa dengan pangsa pasar sebesar 25 persen, sementara negara
lain, termasuk Indonesia hanya 10 persen. Hal ini sangat ironis sekali karena ikan
hias yang diperdagangkan oleh Singapura hampir seluruhnya berasal dari
Indonesia, sehingga dapat dipastikan bahwa impor ikan hias Singapura sebagian
besar dari Indonesia yang di ekspor kembali Sementara Indonesia saat ini hanya
bisa menguasai pasar ikan hias Amerika Serikat sebesar 6 persen. Padahal,
peluang pasar ikan hias air laut dan ikan hias air tawar sangat terbuka lebar,
namun para eksportir Indonesia belum dapat memanIaatkan peluang tersebut
(Rini, 2004).
Namun, hingga saat ini perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami
kemaiuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari
sekian banyak ienis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam
menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing ienis
mempunyai siIat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara
pemiiahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya (Ipteknet, 2008).

Oleh karena itu, perlu adanya suatu reIerensi komoditas dan peluang ikan hias di
suatu daerah khususnya di Lampung. Dengan dilakukannya suatu survey ke
daerah-daerah di lampung yang memiliki kelompok budidaya maupun kelompok
pedagang ikan hias maka diharapkan dapat diketahui pola distribusi dan tingkat
konsumtiI ikan hias di Lampung.

B.Tuiuan

Tuiuan dilakukannya pembuatan makalah ini adalah untuk menampung dan
mengkomunikasikan hasil survey yang telah dilakukan di daerah Natar, Lampung
Selatan sehingga dapat diketahui pola distribusi dan tingkat konsumtiI ikan hias di
Lampung.




II. ISI


A.Hasil Survey

Survey telah dilakukan pada Rabu, 9 Maret 2011 di daerah Natar, Lampung
Selatan. Dari hasil survey, dapat diketahui komoditas ikan hias yang
dibudidayakan di daerah tersebut adalah ikan sodahar, ikan mas koki, ikan koi,
ikan marble hitam, ikan cupang, ikan platy, dan ikan molly.

Daerah Natar memiliki kelompok pembudidaya ikan hias yang diketuai oleh
Mang Uiang dan memiliki 10 anggota, yaitu Maman, Abah Ate, Erwin, Nopri,
Parmin, Woko, Budi, Rizki, dan Pak Jalal. Namun kelompok pembudidaya ini
hanya Iokus pada pembudidayaan ikan cupang dan ikan molly. Untuk beberapa
ienis ikan hias lainnya didapat dari Balai Benih Ikan Hias (BBIH) Natar.

Menurut Pak Mislan selaku koordinator BBIH Natar, harga ikan hias yang diiual
di balai tidak iauh berbeda dengan harga ikan hias yang dibeli dari petani. Harga
yang ditawarkan tergantung ukuran. Menurutnya ikan hias yang dibudidayakan di
balai masih belum bisa memenuhi permintaan pasar.

Ikan hias yang ada di balai ada yang diiual dan ada yang tidak diiual seperti ikan
sodahar. Untuk saat ini ienis ikan ini masih belum bisa dibudidayakan sehingga
belum dapat diiual. ini baru didatangkan dari Bandung dan masih dalam taraI
dibudidayakan.

Di BBIH Natar pemiiahan dilakukan dengan cara ekstensiI atau masih tradisional.
Dalam pemiiahan tidak digunakan bantuan hormon sehingga masih sederhana.
Pakan yang diberikan pada ikan pun tidak menentu. Menurut Santana (StaI
Teknisi Budidaya), ikan-ikan yang ada di balai terkadang diberikan kutu air atau
pakan alami lainnya. Namun, pakan alami yang diberikan didapat dari mencari di
sekitar kolam budidaya. Terkadang ikan-ikan tersebut diberikan tambahan pakan
buatan namun intensitas pemberiannya tidak menentu tergantung ketersediaan
pakan buatan tersebut.

Menurut Santana, kebanyakan pembeli yang datang berasal dari Palembang.
Kemudian ikan-ikan tersebut dipasarkan di Palembang. Namun, ada iuga
pedagang dari Bandar Lampung yang datang ke BBIH Natar untuk membeli ikan-
ikan hias tersebut. Pembelian dilakukan dengan sistem partai besar kemudian dari
pengumpul tersebut diiual di sekitar pasar-pasar ikan yang ada di Bandar
Lampung.

Namun terkadang ada iuga yang datang hanya membeli beberapa ekor ikan hias
sebagai koleksi pribadi. Menurut Santana permintaan lebih besar datang dari
Palembang.

Ikan-ikan yang ada di Lampung saat ini masih belum bisa diekspor. Hal ini
dikarenakan budidaya ikan hias di Lampung masih kalah dengan budidaya ikan
hias di Jawa. Ikan hias yang berasal dari Jawa menawarkan harga yang iauh lebih
rendah. Ini dikarenakan banyaknya sampah yang ada di Jawa sehingga
memudahkan tumbuhnya pakan alami bagi ikan. Selain itu, persaingan antar
pembudidaya yang ketat iuga membuat harga ikan hias meniadi iauh lebih rendah
bila dibandingkan dengan harga ikan hias yang ada di luar Jawa.

Menurut Santana, perbedaan harga iual ikan hias yang signiIikan tersebut dapat
disiasati dengan mengurangi atau bahkan melarang masuknya ikan hias dari Jawa
ke Lampung. Hal ini dapat membuat meningkatnya permintaan ikan hias yang
berasal dari dalam Lampung sehingga para pembudidaya ikan hias lebih bisa
mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Peniualan ikan koi:
a. Seukuran 2 iari : Rp25.000,-
b. Seukuran iempol : Rp10.000,-

Peniualan ikan cupang:
a. Larva (1 bulan) : Rp1.000,-
b. Ukuran kecil (3 bulan) : Rp3.000,-
c. Ukuran besar (5 bulan) : Rp5.000,-

Menurut Santana, dalam satu bulan, BBIH dapat meniual:
a. Ikan Cupang : 2.000 ekor
b. Ikan Koi : 50 ekor
c. Ikan Mas Koki : 3000 ekor
d. Ikan Molly : 5.000 ekor
e. Ikan Guppy : 5.000 ekor
I. Ikan Marble : 5.000 ekor
g. Ikan Platy : 5.000 ekor



Gambar 1. Diagram peniualan ikan hias di daerah Natar





12Ʒ
20Ʒ
20Ʒ
20Ʒ
20Ʒ
Þersentase Þen[ua|an Ikan n|as
Cupana kol lkan Mas kokl Mollv Cuppv Marble ÞlaLv
.Pembahasan 1enis Ikan Hias

1. Ikan Cupang (Betta sp.)

Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya
adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain
Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini
mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung
agresiI dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan
penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias,
cupang aduan, dan cupang liar.
Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama
sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit
dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan
hidup.
Jenis:
Perkembangan variasi ditiniau dari segi bentuk dan warna terbilang pesat dalam
beberapa generasi terakhir.
Cupang hias dibagi lagi meniadi beberapa ienis, yaitu:
O alfmoon (setengah bulan), cupang ienis ini memiliki sirip dan ekor yang
lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini
pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada
tahun 1982.
O 7owntail (ekor mahkota) atau serit, cupang ienis ini pertama kali
dibudidayakan oleh seorang peternak cupang yang tinggal di daerah
Jakarta Timur, pada tahun 1998. Ciri utamanya adalah sirip dan ekornya
yang menyerupai sisir sehingga di namakan serit.
O ouble tail (ekor ganda)
O !lakat alfmoon
O iant (cupang raksasa), cupang ienis ini merupakan hasil perkawinan
silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang ienis ini
ukurannya bisa mencapai 12 cm.
KlasiIikasi
Keraiaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: PerciIormes
Famili: Osphronemidae
Genus: Osph7onemus
Bleeker, 1850
Spesies: Betta Sp.

Pemiiahan dan Perawatan ikan:
a. Siapkan akuarium dengan ketinggian air 15-30 cm
b. Memasukkan induk iantan terlebih dahulu, tutup wadahnya.
c. Setelah sehari, telur sudah akan menempel pada sarang.
d. Ambil induk betina dari wadah dan induk iantan dibiarkan memelihara
telur sampai menetas.
Pembesaran anak
a. Jika burayak ikan cupang sudah bisa berenang, kita bisa pindahkan
ketempat induk iantan yang lebih besar.
b. Berikan benih ikan makanan kutu air dan tutup wadahnya.
c. Setelah sepuluh hari, anak ikan dapat dipindahkan ketempat lain.



Pasca panen
Dilakukan setelah ikan berumur 1 bulan. Pindahkan ikan yang berkualitas ke
tempat lain dan dalam botol tersendiri untuk menghindari perkelahian. Setelah
berusia 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipasarkan.

ANALISIS USAHA Proses 3 bulan
Pemiiahan:
Indukan (50.000 x 2 (iantan & betina umur 6-7 bulan) Rp 100.000,-
Pakan tambahan (CP) hingga panen (13.000 x 2 kg Rp 26.000,-
TOTAL PENGELUARAN ` Rp126.000,-

Panen:
1 pasang induk bisa menghasilkan larva: 1000-1500 ekor
a. Jika diiual larva (1 bulan) 1500 ekor x Rp1000 : Rp1.500.000
Maka keuntungan per bulan: Rp1.500.000 Rp126.000 ÷ Rp1.374.000,-
b. Jika diiual ukuran kecil (3 bulan) 1500 ekor x Rp3.000 : Rp4.500.000,-
Maka keuntungan per bulan: Rp4.500.000 (Rp126.000 ¹ 26.000 (pakan
tambahan 2 kg)) ÷ Rp4.348.000,-
c. Jika diiual ukuran besar (5 bulan) 1500 ekor x Rp5.000 : Rp7.500.000,-
Maka keuntungan per bulan: Rp7.500.000 (Rp126.000 ¹ 52.000 (pakan
tambahan 4 kg)) ÷ Rp7.322.000,-
2. Ikan Koi (p7inus ca7pio)

Ikan koi di Indonesia merupakan ikan hias Iavorit dan banyak digemari
masyarakat luas karena tubuhnya yang mempesona dan harganya relatiI tidak
terlalu mahal. Ikan koi sekarang ini masih meniadi salah satu komoditas
perdagangan yang cukup baik dalam bidang perikanan (EIIendy, 1993).
Cyprinus capriyo merupakan nama Latin ikan koi yang mempunyai kekerabatan
yang sama dengan ikan mas. Konon, ikan mas merupakan nenek moyang ikan
koi. Oleh karena itu, ikan koipun bisa dikonsumsi.
Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai paniang maksimum 120 cm.
Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai paniang maksimum 75 cm.
Ikan koi termasuk ikan yang berumur paniang. Konon ikan koi milik Kekaisaran
Jepang mencapai umur 120 tahun, dengan paniang 120 cm.
Ini adalah ikan koi terbesar disini. Jenisnya showa. Jenis showa ditandai dengan
kombinasi tiga warna, hitam, putih dan merah. Showa ini paniangnya mencapai
75 cm. Ikan koi disini iumlahnya sekitar 3 ribu ekor. Paniangnya antara 15 cm
sampai 75 cm. Harganya mulai dari 100 ribu hingga i25 iuta rupiah per ekor.
Kolam ikan koi disini sengaia dibuat lebih dalam. Rata-rata kedalamannya 1,5 m.
Sedangkan ikan koi di kolam taman milik pehobi, kedalamannya berkisar
setengah meter hingga satu meter.
Dengan perawatan yang cermat dan kecintaannya terhadap ikan koi, Roni mampu
menghasilkan ikan koi berkualitas unggulan, yang mampu menembus pasar
ekspor di luar negeri, seperti Jerman dan Belanda Helmi Azahari, 2008).
3. Ikan Mas Koki (a77asius au7atus)

Ikan mas koki adalah termasuk ikan hias yang unik. Mempunyai bentuk yang
indah, seperti warna sirip, ekor, da gerakan tubuhnya yang gemulai lemah lembut
sehingga banyak yang iatuh cint adengan ikan mas koki.
Ikan mas koki mempunyai nilai peluang usaha yang besar. Banyak sekali yang
asalnya penghobi ikan mas koki dengan hanya menoleksi saia, beralih meniadi
pebisnis ikan mas koki sampai menghasilkan omset yang tidak sedikit.
Ditiniau dari aspek investasi dan permodalan bisnis ikan hias tidak membutuhkan
investasi yang terlalu besar. Lahan yang diperlukan tidak luas, sehingga cocok
untuk diusahakan di pekarangan rumah tangga dengan skala usaha kecil.
Namun demi kelancaran usaha hendaknya diperhitungkan beberapa hal yang
penting antara lain: kontinyuitas ketersediaan benih dan mudah didapat, harga
layak, kualitas memenuhi standar yang ditentukan. Setiap usaha pasti
mengandung risiko, namun risiko dapat diperkecil dengan manaiemen usaha yang
baik.
Oleh karena itu, diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat
diperoleh dengan upaya peningkatan SDM melalui pelatihan teknis dan
manaiemen usaha. Demikian pula dengan dukungan modal. Karena sekecil
apapun bentuk usaha, tentu memerlukan dukungan modal. Di sinilah pentingnya
kemitraan usaha antara penyedia modal (perbankan/lembaga keuangan lainnya)
dengan para pembudidaya ikan.
Jenis-ienis ikan mas koki yang banyak digemari di sini antara lain :
1. #as bulldog (mata terlihat melotot)
2. Spence7 (adanya iambul di kepala dan sisik yang menarik)
3. Mutiara (banyak butiran daging disekuiur tubuhnya sehingga tampak
seperti mutiara yang menempel)
4. #ed head (adanya bintik merah di bagian kepala)
5. Buble ees (mata kantong,karena tampak gelembung besar dibagian
kantung matanya).
6. 'eil tail (dengan sirip punggung dan ekor yang agak paniang berumbai)
7. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berikut ini yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan mas koki :
O Sirkulasi air yang lancar dengan cara dibantu menggunakan Iilter air. Serta
pemenuhan oksigen yang memadai dengan dibantu dengan aerator akan
meniadikan si gendut lucu ini sehat .
O Pemberian pakan tidak berlebihan sehingga tidak membuat air cepat kotor
dan meniadikan subur dan berkembangnya bakteri ataupun iamur
O Perhatikan koloni yang ditempatkan bersamaan dengan ikan mas koki
yang sering usil dengan menitili tubuh si gembrot yang berakhir dengan
luka,sakit terus koit. Terutama ienis ikan-ikan kecil yang suka memburu
makanan atau parasit yang menempel di tubuh ikan mas koki.
O Pisahkan segera begitu mengetahui ada ikan yang terinIeksi dengan iamur
atau bakteri untuk diberi perawatan khusus.
O Penggantian air iangan seratus persen dengan yang air yang baru. Lebih-
lebih air pam yang kandungan kaporitnya tinggi sekali. Begitu ditaruh ke
dalam aquarium biasanya sebentar saia sudah kelenger. Sisihkan air yang
lama 30 ° dicampur dengan air yang baru 70° dengan syarat kalau
menggunakan air pam harus diendapkan 3 s/d 4 iam terlebih dahulu lalu
diambil bagian permukaannya saia.
O Pemberian obat-obatan yang cepat dan tepat akan meniaga kesehatan
klagenan lucu ini hidup lebih lama.

4. Ikan Molly (!oelicia latipinna Sailfin moll)

Molly (!oecilia sphenops) berasal dari Meksiko, Florida, Virginia. Ikan ini
bersiIat omnivore. Ukuran tubuhnya relatiI cukup besar, maksimal sekitar 12 cm.
Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan
bentuk tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon,
misalnya, yang bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki
mini bila ukurannya sudah besar.

Di habitat aslinya, molly menghendaki suhu perairan 25 - 28° C dengan pH 8 dan
kekerasan sekitar 14-20° dH. Namun, karena sudah lama dipelihara di daerah
dengan pH netral (sekitar 7) maka saat ini tampaknya pembudidayaan di daerah
ber-pH netral pun sudah tidak ada masalah. Hanya saia ienis ikan ini kurang
toleransinya terhadap perubahan atau goncangan suhu yang tinggi.

Membedakan iantan dan betina ikan molly ini sangat mudah. Dibanding iantan,
betina biasanya lebih gemuk. Sirip punggung iantannya lebih paniang dan lebar
serta tubuhnya lebih kecil dan langsing dibanding betina.

Memiiahkan molly hampir sama dengan guppy. Hanya saia hasilnya akan lebih
bagus bila kondisi airnya agak keras. Untuk itu, penambahan garam dapur sekitar
satu sendok makan per tiga liter air akan membantu memperbanyak produksi
anakan molly. Selain itu, kecukupan sinar matahari merupakan syarat agar
berhasil membudidayakan molly. Molly akan meniadi induk setelah berumur lima
bulan. Ukuran iualnya sekitar 2,5-3,0 cm yang dapat dicapai dalam waktu 3-4
bulan.
Ikan molly merupakan salah satu komoditi ikan hias air tawar di Indonesia. Ikan
molly termasuk dalam ienis ikan 'live brearer¨ (melahirkan). Proses produksi
Ikan molly adalah sebagai berikut : Persiapan wadah, pemilihan induk,
pelaksanaan pemiiahan, dan perawatan larva. Budidaya ikan molly ini relatiI
mudah untuk dibudidayakan karena tidak perlu perawatan yang intensiI dan ikan
ini memiliki kekebalan tubuh yang tinggi.
Ikan molly merupakan salah satu ienis ikan hias air tawar yang ada di Indonesia.
Persiapan pelaksanaan proses budidaya meliputi : persiapan wadah, pemilihan
induk, pemiiahan, perawatan larva, dan panen. Cara pembudidayaan ikan molly
sangat mudah, selain itu ikan molly tidak mudah terserang penyakit dan
mempunyai daya tahan tubuh yang cukup baik dalam beradaptasi dengan
lingkungannya.
Larva Ikan Molly yang sudah dilahirkan harus segera dipindahkan agar tidak
dimakan oleh induknya sendiri. Pakan yang diberikan untuk larva berupa pellet T-
781 yang dihancurkan dengan cara direndam dengan air panas, diamkan beberapa
menit, setelah itu dibentuk meniadi bola-bola kecil. Setelah benih berumur 3
bulan, maka dapat dilakukan pemanenan.
ANALISI USAHA IKAN MOLLY
Induk (Rp200 x 150 ekor : Rp30.000,-
Pakan tambahan (13.000 x 2 kg : Rp26.000,-
TOTAL Rp56.000,-

Panen:
Dari 150 ekor induk dihasilkan 550 ekor benih:
a. Larva (150 x 550 ekor : Rp82.500,-
Keuntungan yang didapat: Rp82.500 56.000 ÷ Rp26.500,-
b. Indukan (200 x 550 ekor : Rp110.000,-
Keuntungan yang didapat: Rp110.000 (56.000 ¹ 13.000 (pakan
tambahan 1 kg)) ÷ Rp41.000,-

5. Ikan Guppy (!oecilia 7eticulata upp)


6. Ikan Platy (iphopho7us maculatus !lat)









Platy betina





Palty iantan

Deskripsi
Platy adalah ikan akuarium yang populer dapat tumbuh sampai ukuran
sekitar 6 cm spesimen akuarium adalah variabel yang tinggi dalam warna, tapi di
alam mereka hanya berwarna kuning dan coklat dengan 2-5 garis terang
disepaniang tubuhnya.
Distribusi
Platy adalah asli dari Amerika Tengah. Mereka telah didirikan di banyak
negara termasuk Hawaii, Amerika Serikat, Peurto Rico, Palau, Madagaskar,
Jamaika, Columbia, Sri Lanka, Bahama, dan Australia. Di Queensland mereka
telah diperkenalkan ke banyak drainages sekitar pantai dan di Brisbane Basah di
wilayah Tropis Queensland Utara.
,bit,t
Platy banyak hidup di musim panas, kanal dan lobang-lobang dengan
pergerakan air yang lambat. Mereka mampu bertahan di saluran air yang telah
meniadi degradasi ke asli untuk ikan.
Kebi,s,,3 M,k,3
Platy merupakan pemakan segala macam makanan. Mereka makan
cacing, instects, crustacea, masalah serangga dan tanaman.
Reproduksi
Kedewasaan seksual platy setelah 3-4 bulan dan seringkali siap dan dapat
bereproduksi dalam iumlah yang tinggi. Mereka adalalah livebearers artinya
mereka melahirkan atau beranak

Ciri-Ciri I3duk 1,3t,3 D,3 Beti3,
1) Induk Jantan
a. Mempunyai gonopodium (berupa toniolan dibelakang sirip perut)yang
merupakan modiIikasi sirip anal yang berupa meniadi sirip yangpaniang.
b. Tubuhnya rampaing.
c. Warnanya lebih cerah.
d. Sirip punggung lebih paniang.
e. Kepalanya besar.
2) Induk Betina
a. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa siriphalus.
b. Tubuhnya gemuk
c. Warnanya kurang cerah.
d. Sirip punggung biasa.
e. Kepalanya agak runcing. (Rawabelong, 2008)

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemeliharaan
1) Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2)dan
iernih.
2) Suhu air berkisar antara 15 ~ 270C.
3) pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
4) Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing,kutu air)
dan makanan buatan, diberikan secukupnya. (Ipteknet, 1996)

Teknik Pemijahan
1) Pemilihan indu. Pilihlah induk yang berukuran relatiI besar,bentuk tubuh
yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
2) nduk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untukbeberapa
pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapatpula
dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang- sepasang.
3) Bak-bak pemiiahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir,anak-anak ikan
harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidakdimakan
oleh induknya. (Rantothestreet`s, 2008)
Perawatan enih
1) Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih
mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anakikan baru dapat
diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, ataukuning telur yang
telah direbus dan dihancurkan.
2) Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan
cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi
makanan cukup.
3) Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa
cacing kering, agar-agar dll.
4) Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya ianganberlebihan,
karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
5) Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium iangan sampaikotor/keruh,
karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan
setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuangpada waktu
penyiphonan sebanyak 10 ~20° dapat diganti dengan air yang baru (Dinas
Perikanan DKI Jakarta, 2006).

Parameter Kualitas Air Pada udidaya Ikan Hias
Dalam pembudidayaan ikan hias air tawar, parameter lingkungan yang
harus terkontrol dengan baik antara lain :
1. Suhu
Meniaga suhu optimal untuk pertumbuhan merupakan suatu hal yang
penting. Ikan akan mengalami kerentanan terhadap penyakit pada
suhu yang kurang optimal. Fluktuasi suhu yang terlalu besar akan
menyebabkan ikan stress yang dapat mengakibatkan kematian pada
ikan. Ssecara umum, suhu yang optimal untuk pembudidayaan ikan
hias adalah 25 32
o
C, perubahan suhu yang mendadak sebesar 5
o
C
dapat menyebabkan ikan stres (Daelami,2001)
2. Oksigen Terlarut
DO ( issolved Oksigen ) meniadi Iaktor kualitas air yang sangat
kritis dan akan di pengaruhi oleh suhu air, stocking dan laiu pakan
serta eIektivitas aerasi yang di instalasi pada SRAT. Untuk
memperoleh produksi optimal, kandungan oksigen harus
dipertahankan diatas 5 ppm. Bila kandungan oksigen tetap sebesar 3
atau 4 ppm dalam iangka waktu yang lama, ikan akan menghentikan
makan dan pertumbuhannya (Daelami,2001)
3. Keasaman ( pH )
Sub-optimal pH berakibat buruk pada spesies kultur dan menyebabkan
ikan stress, mudah terserang penyakit, produktivitas dan pertumbuhan
rendah. Tingkat keasaaman yang baik untuk budidaya ikan hias adalah
5,5 9,0.
4. Total Nitogen
Total nitrogen yang utama dalam bentuk amonia yang di hasilkan oleh
metabolisme ikan dan ekskresi insang sebagai gas amoniak. Amoniak
dapat iuga diproduksi dari dekomposisi kotoran organik yang
dihasilkan oleh pembusukan bahan organik dari sisa pakan. Amoniak
dalam air mempunyai 2 bentuk gas yaitu NH
3
atau ion amonium NH
4
¹
.
Ammonia adalah racun bagi hewan dan dapat menyebabkan iritasi
pada insang dan masalah respirasi.

PENUTUP
Potensi perikanan hias di Lampung memiliki potensi yang tinggi untuk
dikembangkan. Berperan sebagai pintu gerbang Sumatra, Lampung merupakan
lokasi strategis sebagai pusat pengembangan perikanan hias di Sumatra. Namun,
kurangnya pengetahuan akan teknologi budidaya ikan hias membuat
pembudidayaan bersiIat tradisional. Selain itu, masuknya ikan hias dari wilayah
Jawa membuat pembudidaya ikan hias di Natar sulit untuk bermain harga. Ini
membut sulit maiunya perikanan hias di Lampung.








KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Komoditas ikan hias yang banyak dikembangkan di daerah Natar adalah
ikan cupang, ikan koi, ikan koki, ikan molly, ikan platy, ikan marble, ikan
guppy.
2. Petani ikan hias di Natar lebih Iokus untuk membudidayakan ikan cupang.
3. Harga iual yang paling tinggi di antara ikan hias tersebut adalah ikan koi.
4. Petani ikan di Lampung sulit untuk mengembangkan potensi perikanan
hias di Lampung karena masuknya ikan hias dari wilayah Jawa yang
memiliki harga iual yang iauh lebih rendah sehingga petani sulit untuk
bermain harga.











DAFTAR PUSTAKA

Andhi. 2010. ekuatan Budidaa Ikan ias Indonesia. Dikutip dari:
http://benihikan.net. Diakses pada: Jum`at, 11 Maret 2011 pukul 13.00 WIB.
Anonim. 2005. Usaha Budidaa Ikan Mas oki. Dikutip dari:
http://galeriukm.web.id. Diakses pada: Jum`at, 11 Maret 2011 pukul 14.00 WIB.
Anonim. 2008. upang. Dikutip dari: http://www.wikipedia.com. Diakses pada:
Jum`at, 11 Maret 2011 pukul 13.30 WIB.
Anonim. 2010. Budidaa Ikan upang. Dikutip dari: http://usahakecil.inIo.
Diakses pada: Jum`at, 11 Maret 2011 pukul 13.30 WIB.
Dinas Perikanan DKI Jakarta. 2006. Budidaa Ikan ias Live Bea7e7. Jakarta:
Dinas Perikanan DKI Jakarta.
Soewandi, Rini. 2004. Ikan ias Me7upakan omoditas !e7ikanan ang
!otensia. Dikutip dari: http://ikanmania.wordpress.com. Diakses pada: Jum`at, 11
Maret 20011 pukul 13.00 WIB.
Tan, Jeny. 2008. Menggeluti Usaha Budidaa Ikan oi. Dikutip dari:
http://www.indosiar.com. Diakses pada: Sabtu, 12 Maret 2011 pukul 09.00 WIB.




3, 8,,9 3 5,38, 08547 3/4308, / 5,8,7 745, 2,8 -0:2 20302-7,,3 ,5,-, /-,3/3,3 /03,3 30,7, 50308547 ,33,  03:7:9 /,9, /,7 47,3,943 807 39073,943,   $3,5:7, 2,8

203:8,5,8,7745, /03,3 5,38, 5,8,780-08,7 507803  802039,7, 30,7, ,3 9072,8:3/4308,,3, 507803 ,38,3,9743880,,703,,3 ,8 ,3 /507/,,3,3 40 $3,5:7, ,257 80:7:3, -07,8, /,7 3/4308,  803, /,5,9 /5,89,3 -,, 2547 ,3 ,8 $3,5:7, 80-,,3 -08,7 /,73/4308, ,3 / 08547 02-,$02039,7, 3/4308,8,,9 3 ,3, -8, 203:,8, 5,8,7 ,3 ,8 207, $07,9 80-08,7  507803  !,/,,  50:,3 5,8,7 ,3 ,8 ,7 ,:9 /,3 ,3 ,8 ,7 9,,7 8,3,9 907-:, 0-,7  3,2:3 5,7, 0854797 3/4308, -0:2 /,5,9 202,31,,9,3 50:,3 90780-:9 #3    ,2:3  3, 8,,9 3 50702-,3,3 ,3 ,8 / 3/4308, 203,,2 02,:,3,3907:82033,9 907:9,2,,3,8,79,,7,83/4308, ,7 80,3-,3,038,3 ,8 9/,802:,3,90,/,5,9/-://,,,3 ,,2 2039073,,3 ,3 ,8 ,7:8 /507,9,3 -,, 2,83
2,83 038 2025:3, 81,9 /,3 0-,8,,3 /:5 ,3 -07-0/,
-0/,  28,3, /,,2 .,7, 502,,3 -0790:7,9,:5:3203:8:38,7,33, 590309     0,703,9: 507:,/,3,8:,9:70107038424/9,8/,350:,3,3,8 / 8:,9: /,07, :8:83, / ,25:3  03,3 /,:,33, 8:,9: 8:7;0 0 /,07,
/,07, /,25:3 ,3 202 04254 -://,, 2,:5:3 04254 50/,,3 ,3 ,8 2,, /,7,5,3 /,5,9 /09,: 54, /897-:8 /,3 93,9 438:291,3,8/,25:3    %::,3  %::,3 /,:,33, 502-:,9,3 2,,, 3 ,/,, :39: 203,25:3 /,3 20342:3,8,3,88:7;0,390,/,:,3//,07,,9,7 ,25:3 $0,9,3803,/,5,9/09,:54,/897-:8/,393,9438:291,3,8/ ,25:3  

805079.3/ -../. /-.1 .5.9. 40 .7-09./.3 5:3 9/..9 3 038 ./03.3 3 2.9/.3.:2.2 502.8 80/07..:...8.8 .. /:3.947 ..3.7 .7.897.7..8 .349.7509.7.7.3.3/:3 /.20203:507239.. #.//.3.8 -0:2 -8.3 ..2:3 04254 502-://.3./:..3/:.3 84/.2./.3 202   ./-.8.3 803.:447/3.9.5.8 8:7.3/:. ./.  3 -.8.07.03.8$:7...3 /-07.  ..3 2.9 /:.35.3 24  &39: -0-07.:.9 /.  .9.7  &39: 8.8 .7.39:.3 ./..7. 90780-:9 .8. /-://.8 4  .: 424/9. .9..3 /.8 /.7502.9 /09.0 90.709   / /.3 /09:.9/..9.33.3   .3 5.39:3::7./.  !..3.3 5.:5.3 03:7:93.3 . 203039:  03:7:9 $. 3 .3 / /.3  -.     $    .7 .1 /-://. ..3.7.3 /. 2. -0:2 /..3  . .8-0:2-8.3 ../843.3 9/.3 84/..3. 14:8 5.5. 90  73  457  !..3 ...8.0  /.3. 038.7   03:7:9!.3 2.7 .380.9.7  .. .3 .  .9: .3/-://.3.35.3 /. .. /.8..2 .07.2..3 4  .9.:5. .7  .39/.7: //.39.723  44  :/  #  /..32...3.3.3 .3..3/9.07.324   .3/03.3 -..25:3 $0.3 !.-:   .3.3 47243 803.3 &.2 9. $9.0890381.5..0  $:7..3 .9.7   ../.3.8  .:-07-0/.7 202 04254 502-://.8.3907./.3/-0/.3/. 502-://.3.3 /-://.

9 2033.3 .. 203039: 907.. / ./..3 .3/.3/03.3 .2 -.7.703.30..3 .32.25:3 2.3 .7.3 .3 /.33.2:3 5.-08.3 -:.9.7 502-://. / 809.... .9.390780-:9   03:7:9 $. ..3..8203. %07.3 .3. 8..7. -. 408 57-.3 -://.3 :9:.3 5.3.2. /./. 203/.3 .25:3 8./.3 .25:3.25:3  ../.8 .5.8 0- -8.3 .3.7 5.9 3 2.3 90780-:9 /5.8 .907.9.7 5.:. 3 /.:-...3 .3 .9:.2:3 390389.5.3 ..8 .:0- 703/.8.7 503:25: 90780-:9 /:.8/.9 /8.3203:7. / .25:3   .7. 9/.7:39:202-0.9.3 .3 9:  5078.8 80-.7 !.3 .8 -0:2 -8.3 9:2-:3. /../. :.93.7 !.3..390780-:9 /-07.9 202-:. 50/./.39.7.8.3 -://.3/./  03:7:9 $. /03.02-. 202-0 -0-07.7 .9/..39./.3.8.  3 /.320.7.2-..7.3-07. 507239.%038://.2-://.3 .7203.8.3 .9.3 /.3.7..: 5.3.309.3.3/03. / .3   .890780-:9 !02-0.9.2:3 907.5. 3 /./.3.3/-07. .3 . 047 .8.39.25:3 803.9.39:3 090780/.3  02:/.7/ 809.79.3 90780-:9 /.3 3. .3 .30:39:3../:... .3.. 502-://.02-.2:3  ..3 ..30--08.8/..7.3.3. 507239.  0-.3 0- -08.8.02-.3 / !.3 .3.3.2 . :.3 502-0 .8.3/.  507-0/.3-:.3  $0.3 5.7 /.. 803.7 /.3/.3889025.7.9...25. .8.3 .8.3 -07.34 . /08547  ./.3 /.2.:0-703/...3 .. 202:/..33. 5.3  .702:/. 5.9/03.7. .3 . ..3/.7 .3.3.9.7.7   !03:.3. 0 ..3.8 / ./.3.703.3 .5.39.202-:. :.3 -07././-../-.3.39...3.3 831.203.   03:7:9 $.5.7..9.3//.. .7..7 4.3/3.3/..9. .3/-07.3.8:3.3 -..8 502-07./.

3..3 /.7 -  $0::7.  .3.7.34 0  .9    9 ¾ °f¾ 9 °©ff°f°f¾ .3    #5  #5   #5  #5  #5  -  &:7. /.9203:. .:5..9:-:.39.7 -:.3 .  .3   03:7:9$..3.30254  !03:.  .  &:7.3  .34          047  047  047  047  047  047  047 .3.30.3.3.84 /  .28.3-08..3  -  . -:.5.3!.  $0::7. -:.7-0    .3:55   1  .3:5.

3..7    .2503:.7.7 .½f°–  f°.8//.2-..f¾ .     ½½ .07.3.9.f  9f     .

.3 038 3 5079.:5.3 .3 '093.3 90780-:9 /9025.8    . 8.3 .07./.3.3.. /-://. 9.7./. 047 2..5.3 3 2.3..03/07:3 ..  /.3 508.3/.5.3047..3 /:5  038 !0702-.947  ./.9: .3 . $07. .3 .7.  ...12443 .2 2025079.9.  !.73.3 40 8047.8/-.: /..3 . -039: -:.3.3.3.2.85   :5. 8./..3:2:23.9 /.35.-.3.89.887803..2  .-9.2 -0-07. /-://.3 0-./.443. 907-.3.3.3 .203.3 3/4308.. -039: /.3 93.3:5.9.8...38079  O O 4:-09.3 .. %03.5.3 9.3 :.3038. 047.8..07.3 0473.5.3 509073.9:. / 8.3 099. / 207.-:...7 80/9 /.3 099.%2:7  5.79./3.907 . !02-.3 / ./.39.:5.3 820978 20307:5.8.:5.:5.  038 .3/  .:5.85 .3 .:5.7  :5.5.3..3..:3  O 7439.7.8 /.3 :3 /. .9..3 /:5 /.:5. /03.8  ..:3   7 :9. .3 3 2025:3.3.3. .3 .7 /. 9.30383202875/.3.038 .9: .:5..:5.2. 875 /.0307./-0-07.2 .12443 80903.8907. .2. .  .9. -0-07.  %. / /. .   .2. . 803.7./. .7081 /.79.9 -079.3 .: 8079  . 30..9.907-.3 80903.3.9: O .3.3 .4:20 .7 80 -039: /.320307:5.7 .7./...3 50302. .9 -079. .49.9 40 !0907 4099307 5.8 /93.9 87:.7  . .7./:.8 :/.7.2.3 /. ..3 3 5079..3.

3 2020.7.:5.:5.39.3 32.8 7/4 .3     .5.7  -  07.30--08.8.3 .3.39:9:5.  .3:9:.309025..33/:.3 ././.3..3.:.5.3 038 3 207:5.25...:: 9:9:5.3 -..9. /.3.:5.7 ..3  /  2- 3/: -093.39.7.:5.9/53/.8:. 53/. .3 038 3 ::7.7.2  .3 .3 3/: .8 507..39 .3/.80.3 .3 . -8.7 90:78:/.0 8574302:8 0007   $50808 099.  $090.:5. 90:78. /.93/:.3/.20309.:5..147208 8574302/.  .  $090.8  !02-08..9.2 03:8 47/. :2 0. /03..3.7.7/.3 /-..-8.8.39.3.9345907 !07.3 8:/.8 07..3.2  .2 -  02..805::.7 ./. .O .3.3. -:7.7. .$5   !02.33..3  9..39. -8.  ./.8. -0703.3 8.3093.39070-/.3 09025.203.320302505.  .7  .3 . .3!07..3-03.  $.3.3.81.5.8.7:2/03.32.3 7.9.

3 .33/:-8.3507-:..::7..3 8090.3 -07:2:7  -:.0:39:3..38:/.30.3   047#5  #5     + #5  #5  .3 .:2:7 -:.  047 . -:.3 -07:..::7./:..8.  .3#5    #5    5.8.5. -:.3 !02..3  $090.  .3507-:.7 5070.3 3/:.8..2 -494 907803/7 :39: 2033/.0:39:3.9 ./:.3#5   #5 #5   -  .3  .-8.203.. .303 .3 ..3.3 ! 3.39.3   047#5 #5   .3#5    #5    5.9.0:39:3../5.7. -07:8.3   047#5 #5   ..7..3  !3/.3 #5   .2-.3  #5  !...!.3-08.3507-:..5.8.8 0 9025. -:.3 9.3   $$&$ !74808-:.3 9.7 -:.3 #5   .303 5.:..2-.3 -093.2-./:.7.303  % %!&#   !.3 /..39.3 /.

 2  $0/.3 4 80.  9.. 70.7   7-: 3.34/83803..30.3 42-3.. 7:5.3 4 /83 :2.3. ..3.3203.3 1103/   573:8 .3 4907-08.0/.8.8 :3:.3 4  0.7.3.8 .::5-.072.345:3-8.349072.2.93 .9. 5.3. 007.8.39.754   .39.: 2.2 #.8 1.7.2 8.:2:7 9.2  3. .9.3507.2  .9: .3 .7: -8.209073.9.2 9.3.9:20907  03.3 4343.5. 203.3 05.7    .33.3  ..9 :.25. 7. 907.73.34 20.3 2.3 4 -. .3 4 .-.7.8.. 203.3.91 9/.3 2025:3..3 4 -07:.2. 203. 038 84.  .30..3 2.. /03.73007 805079072.3 2.703.8 9.5.25: 203.. .3 /3/4308.2  $0/.3 2.3/.3.8 507/..907.3 .8.3 3030 24./-:.3 20250843.574 207:5.3. .3..7.  $4.. 207:5.3 .7  7-: 047  !. 05./.3.3.90-/.3 .3 -.33.7 2.2.5.2-/.3 4 / 3/4308. 809.3 2.8.7.33.3./.703.  .3.8..3..25: 20302-:8 5.2.8 207:5.3 .2  .  :9.3 .3 .9. -078.3  .5./438:28   30.7.7 /83  0383. /.5. .3 ... /02.479 /..3 3 2.33.7.8:.8  4343  .7 08547/:.84.7 80903.3 4 / 4.82:2   .35. 3 5... /9.3 2 504-  0/.. 9:-:3.33.3 8..2. /. 507 047  4.9.3.  .3 4 -8. 02.. 2:.9/.34 573:8./ 8./03. 8./.34 #432.2  .2.82:2  .3.3/.3.3-07:2:75.8 203.3 207.3 3.  .2  5:9 /.3 .3 .3507. 5.3.3.:3 /03.3/.  . .9: 424/9.

8. .: 50.32..7..4 :39:/:8..84 .3 2. 5030/..3-838. -039: .703.203.:8.3.. 203408 8.  -07.8 4 2025:3.350724/. 9039: 20207:.  . 50:.3.9.3 3/./.3:8.. /03.3.3 :8.39.3 24/. .9..8503.9/5070.3 :8.02.3 -07:..3.3 -0-07.5..3  $09.  .73.5.  :.39.3 2.3 24/..7.0203:8.37:2.3 3.8 4 . 5034- .3 /. ..9  .3.8 4 /03.9.7. 507-.9.703.3 $ 20.39:-:3..7  .3 ./03.../03.875 047 /.3 907.0203 :8.3 4393:9.3 -..3 .3.8  803.5.7.7.302:. .39.07.3. . 9:  /507:./ 50-838.  83.  0 . .3.3 2:/..  .5.3 /::3. /5079:3. 2..8 .  02.9.3 2.. :.848. 805079.9:.089.3.9 /50740 /03. 5.3 -03 /. 503933. 203.25.3.089.7.2:3784/.342809.3 2.3 /9039:.8 .7  .8 20203: 89. 5033.:/.. 80..5.5 :8.3.3/.3..8/.8.3 /::3.32.32.3 /507:.2:3 /02 0.8  .77.89/.3 :5. 800.3 .8:8. .3 :3  025:3.02-:9 803.3 .89 203.8 090780/./03.-.3 9/.80/9  93.5:3 -039: :8. 0297.3 -08. 24/. 3. .3/50. 03/. 9072. .84  .:7.3 5:. .8: .7 . //.0..3 8:2-07/.: -08.39/..3.3 9038 /.202-:9:.3.3/:3784 3.3.4..38.9:8   .3 :8.3..3 50393 .

.3..02-..3 .7.502-://.3  .35.33.  /03. 0:.

3803/:9:.-09:20309.3 8073 :8 /03..2-:/05.33.2.3 /03.7.9.3 443 .:5..39073108/03. -.5.3. 038 ..7.3 /.3./.3 . 8050792:9.3.39: /03.33.9.3-.3.07.3 8:.9..3.7.: 203:3.38755:3:3/..7 .:. .9..305.    '09.3. 803./-.7/03.:5:3..3.3. -:97./.39.3 .8.7:2 -.3507:/507..-..3-0702-.9:8507803 /03.3 :.3/.7    :9.3 .05.7 .8-:/4 2.  09: /9.89.78.3 .3 -./ .3 8.3   #./.    :-0 008 2.3 2039 9:-: 8 02-749 .9/..2 .-070-.7 /03.84  O !8.3 .7 .7.3 4803 . 002-:3 -08. 00307 $8.3943 .7: 0 /.25020.3047.8-.35.3  8.9.7:   /03./.9204949    $503. 9.3..3.25./..39/.3 . 50203:..9 .3 .39:32..32.3 0.703.907:39:/-07507.3 /9025.3.3 /80::7 9:-:3.7:8 /03/.93 80.3203.31907.3..25:7 /03.7/83.3 .39.80-039.2.7 /-.   07:93.2..3803.39:203:3.8.9.3.8 4 .3.38007.84 O $7:.947 .3 202.3-07:2-.7 5.. .7.3 203.9 907:8 49  %07:9.32.84.3.3 .:-.. 8.3 -./-.:380./02.94947 /. ]    /. /03.2:7 .3 -07.9.32030250    #0/0.32.9.7 $079..3 2.3 .3203.3 -078...2:7 O !07.3:8:8  O !03.2 .9..6:.7:  0- 0-. 202-:7: 2.3..3.5.202-:.2.7.8:/.7.3.25.3/:3.907..3 /-./.038 038..3 .32030250/9:-:.3 807.907.9.54793.3 .7 .-39207.38:-:7/.7.388..07 .9  O !02-07.3.. /03.3.7./.    .9. 9.32.75.

2 9070- /.8..: /./  .35072:.:: .  .2--...33.

8.03.  '73..3 5 3097. .9 .:8 805079 2.O !02-07.703. -.3 .  .9533.3 809.8. .3 -093.9:-:3.3..3.8.05.3 .3. 8.3 S/03.7 8.39.3 007.3 /.25. .9 /.84 23-.3 0- -.3 24 .257 8. 8:/.07.39: 202507-..83.38::...9 3 9.. /.8.2. .3.7   .2 .::5-08.3. /03.91.3.3 3 -0781.07..2-.2...3 905..39. 0- 5. / /..3.7 8079./. 0- 02:  $75 5:3:3 ./.7.3 .3.9..70.33. -07 5 3097.9.3 9407. 8.8:/. 9/.8 .  -. 2.2:3  ..8.8::507.7. 5:3 8:/...1324   4 !40.9..393   02-0/.3 .. .3 2:9.:8-. 809.34 !40. 907 .. /.33..3 -039: 9:-: .9 2:/.383/-.7 084  47/.809. 3 8:/..8.3 /.383.8 &39:9: 503.3 /03.3 4-.73.25.3 / /.9 -.82.3.39:-:3.3.2.9.9 5078.3 202-. 2420303/.3.73. 080.3 /.5507:-. 574/:8 .3.0-0. 038 .3/3 .709.  .35/. 8503458  -07.7..5:7809.3:.43/8.3 -07.8  4 -.7 .$.3 507 9.07..9 4-.3 0-.9: 803/4 2.7   2.3/3-093.     .7.3 9.3 -079:-: 805079 -4.3 :55  .3  -093.3.  .9423.470 &:7.-.:3/:50-.39..::7.3 203. /50. 502-://.2/. 8.3 -070/.3 3 :7. . /03..43  28.-08.907.7 2.2  3. -.3.7.83.-9.7   S /  ..3./.7 / 5.3 24 3 8.3 .   02..:43.

/.324 4.3 .3 . -:.7 9/.3.  /..38.  $090.7.707  20. 502-://..0 -70.3/-07.3 574808 -://.38. -4.3 5..75.3 .3 24 3 70..9:038.8202-://./.5.3 507. /53/. 205:9  5078./.7../703/.7.:7.7     .3  $&$  3/:#5  047     #5  #5  #5  !. /.803/7 !.3 9:-: .8.703.3 :../3/:8090.3203..3 50..3 4 . /.3 .7..:39:/-://.3 .2/03.3 24 9072.3 24 ..3/03.7.8.7.3. -07:9  !078..3 24 207:5..9 /.59.9 ..-07:2:72.3 83./ -4.3 /. 80-.3 24  $0.5..5009% .3 .7 207:5. ...3  !74808 574/:8 .3 .9 /.7..3 2.2 038 ./3/4308.2 ..9.9:   -:. .39:-:. /..3 8.79.  502.3 3/:  50.3 3:3.9.3 .3.7 2...3.7 -07..9 2:/.5...2-.9.7.3  &:7.5.303  .  . /2.3  % %     . 0..8.3502.3.3  507.3..:.-07:5.3.  ://.9:424/9..3 .3 .3.3 503..5. 2:/.2 .3 320200-.7:8 8007.393  ./.3..3. 2039  8090.3 3/:  502.3.8. 9: /-039: 203. -03 -07:2:7  -:.33.79.3... 907807.2.::5 -.7/3/4308.3.3-0-07.3.3403/:3.3  ./.9.9/.9/.303..::5....3 502..3 9:  0.39.91 2:/.  80.2 -07..8 /. /.8 /03.8.5.8.  !078.3../.  502.7.3 24 9/.3 8:/..507:507.....3 9: .5.. . 9..3 2025:3.3 24 207:5.3 24 8.3390381/...3/. 809.3  /.8: /.7.3:39:..

3//.7....303 .3:55 !40.9#5    #5   -  3/:.9 54547:82.3 047-03 .2-.3.:.3  047   #5     5.8.:55      .5.709.3 .3 0:39:3..  .9 #5     9.5.!.  047   #5   0:39:3.7 0473/:/.9.3 //.3!.:.3 #5     ..9:8!.9       .

3   .9.7:2.39.4  !.7./.:.7. //7.9 .9  !0:794 #.9.3 . 9072..  /.9 9:2-: 8.:  .. .3 :897.28508203.3.:..  897-:8  !./..3 545:07 /. .3..   ":0038.9-093.3.30 .3.8 /. / . ::7.9 /03.7  .39. $07.3 0-.3 .3.. /7.25..3/ 2070..393/.3/&9..  207. 070.    !.7. /50703. .7:2 .5.73.3  08758  !..  4:2-.2.  . 30.90.  .      !..2 2070.78 907.  $7 ..-0.5/ . -07..%03.3 / 78-.%7458":0038.3.8.2./.2..7.8: .3 / -. :33 /./.08 809.73.7 207. 90.3 809. 9. /.3 /805.75.8.4.39:-:3..

3  070. 203.8:39:.  ..3.39.3.39. 2.3 875 507:9 .3/.9 -..3  -  %:-:3.:7.3 93   070.3 /03.3.8..:8  -  %:-:3.. 2....3 4-.7 ..0-0.43454/:2 909..3 .5/.:-07.3 .3093.3  #..3.98 .0..7./. -:./.8.3  0-.3808:.25.9 -070574/:8 /.3 50707.807.-08.9.5.2 2.5-07:5./875.3 / 8.3.3. 43454/:2 -07:5.7:89.9  070.3-07:5.3..3875507:99/.2.203....2 :2.73.-043     .7 .//07.3 207:5.3 ..7:3. /:5 / 2:82 5.3..3 .07..02: .3. 2.35.324/1.9 207:5. 2070.3  0  05.2-.3.8..3 4-.73.3 .5.3 3890..3.20..  /  $755:3:3-.. /..3.39./. .-9.38073.3 502.  7 73/:.  .793.7078 .3.3 !.875..  -0.8875. 2. .7.8  .25: -079. .8.3.3.3.07. . 9434.  3/:..  025:3.80..98090.  0  05.7   3/:093.3 /-0.3  #0574/:8  0/0.  /  $755:3:30-5.3.0-..3/.8.3.:7../..3 80.3  .3 90.9  !..

 . 09:7:3. :9: .3 /. 20303/.::5 203..7 -039: 9:-: .3.=     5.3 8:/...3.7.3   7 .9 5:.7 .5. 502.3 !07.3-:.3-.2!020.::33 90:7 .380. -.7/    !02-07.5.3073 .3.3    $090.303   3.3 3/:  !.:  .3 .7.  590309    %03!02.5.3 /-07..3 8090.3502-:8:.3.8.3/.-. .3    .3 20/:2  =  .05..3 9.3 .3.7 ..3/...7  /.92030-.3 /507:.2:3 .3..73.7.. /.3  02:/.3/:3 803 073    $::. 80.3. ... ..9:-078..  =  .3-070-.95:.3.703. 203.3  .32../...80/9. .7=    .5.5.9: -.3 .8 .3./..7 9/.2  /.907803/7805. 2.::5    8.=.39490897009 8     /. .3 2.3 /.3 3/:  .9.-... 203.2 .2  /.9 -07:5.::53.7:.3 -07:5.    3/: 3/: .39..3.3. /-07 2...3 :9: .9.8..9.3 .3 90...3 . 3/: .3 80-.2025:3.3/:3:3390:7 4 0 $090.3 /-07...3. :39:-0-07.7 3/:3.:.3/8:.2028.9.320302-:38079.9 /.5.7.5. ..05.5.3 9079039: /.8....3 -07:5.3.3/03.8:.3 70.5.7. ::7...703.7-078.2 /./2..9 /-07 2.3.2-.7:8 /43974 809.5 .3 -07::7.32..9.3 2. ::7.33/.7  .3 /.91 -08.73  ../70-:8/.:7.3.3 .5.9 /-07 2.9 .8 203..2 8.3 .3   !02. /5 /2..3 90.92007:8. /8.3 805.3/.3-.3 403/:3.7  $090.7 .3 .3.3. 5.3.5.7:/..3...3.2-.7 ..:.9 /-07..7:8 .3.2- /.  #.2.3 /0. .3.3 /58.8.8.253 2..3!07:507.7  03/.7-0:2202-:9:.5.  .3 .3.

3 8.3.3 .. .4947.9.: .2 -.6:.7  7 /.  !07.25.7:2 .39.

/.3 / 389.7.3 .-..3 .3....9.3 .3.9.3 907.7 .3 .7:890743974/03.9 /-078.7  5.7. ...3 / 503.35079:2-:.3 ..3 8:: . 8:: 4592.3. .3 203039..3-. /03.79.3 .3 :7.20907:..2 07039.3 /.5.3 -.3.9.9.3 80-.87!.3 207:5. ..7 80. /8543  .9.3 .3 .39.7 .5  =  ./.9 2030-.3 02./.5 503.3 4803 909.:  552 /.2.3  $80.  .7  894..7 .7.3 .8 8:: ..3 50393  .3 .2      803%07.92030-.8  552  .7: 40 8:: .7 .07.389708 .7.3 907.3.39 /03.7: 3.3 . /.0..3/:3.-.3 02.. $#%  &39: 20250740 574/:8 4592.3 4803 . :2:2  8:: .-.3 203.3 8079..9.8 .7  .5.3 /..3 203/.2 502-://.   =  /.3 .7:9    884. 0109.8 .: 5. .3.3..8 .5 80-08./ 1. .8 !07.3 .20907 3:3.3  4947.3 2.7.3 .../..3 /.3..9 203.3.3 8..3 /./.2 .3 897088 .-..: -08.3 4592.  .5.35./.://.2.9: .5.07:  .3   $:: 03.9. .7 9. 8:: .3 4592. :39: 5079:2-:.0.0/ 803  203.947 :.33.703. .2      0. :39: 502-://.8 .3 907-:.3 5.9 /.7:8 /5079.9..3/:3..3 809.9: . 80-08./.8.8 .     !.3 .3 2030-..9 798 /.3 8:.3/.8 5.3.9 5.5.3 5  .  :9:.    4  507:-.7 4  /..8 ./.9: 503543.

  $0.8   !&%&! !49038 507.7 .38.2.-039:.8:3.9 2030-.97.3 /..25:3 202 549038 . .3 .5-07../.35079:2-:. %3.2:3  :7.3 80-.9403 %49.9.8897.3 ./. .3 .9 :.8 /.3 .8 / .:.9 97.8.70857.33.8/.:3 -.243:2  2243.3 /.       %49.243.8.3 .8.3.9 50302-.3 ./.-.3 703/.3:9.9./.3.90.2.3 /.3 507.9.3 .8.3.3 08708 38.9-:7:5...3 $:2. 50309.3.243.7 88.3503.3 93 :39: /02-. /.  .7 8:9 :39: -072.25:3 207:5.3  07507.3 -0781.72025:3. 0..97.907807..$:- 4592.32030-.3/.8 .3  243.8 202-:.-..8 /$:2. 7. 202-:...3 9:  2.8/..3 80-..3 -.8.. . .5.25:3       .3/.32..340 209.3 4.3 .7.3 /.397403.3 ..5.3 47.2.3897088  2:/.8 / .3.3.7 /0425488 4947. /...:39:-://.850808:9:7/. /574/:8 /.9: . 539: 07-.3-.:43. .3 79./..-4820 . 5:8.8 5.9 502-://..3 40 502-:8:.908 80-.8.:3...-.  243..507.3 90344 -://.3 47..9 502-://.9 574/:9..3.2-039:.3.  3 202-:98:92./843..3 /. 5. .

3.70-14:8:39:202-://.: 0- 703/.39...72. ..8 /.3.3.7.3.          .3.3.3.3.. :..3 .9 .8 / .324 .3.7 .3 .8 .. .3.25:3 8:9 :39: 20302-. 2.3.9.8 .703. 803.25:3 .5.3 8:9 :39: -072.7. .890780-:9.2-/.9/.34 .3 .3/.3..80-./.3    .35.:5.3 / /.34 ..:5.3 202 ...8:3.3 / .32.   $!&  0825:.34    !09.35.9. . /02-. .7 .8/.3 .7.-07:9   424/9.3 .. 509.3 ..3 549038 507.. .:.393/.3.07.7.3 :55    !09././.7-0 .3 -.

83/4308.7 995. :95/...3://.9.   %#!&$%  3/   0:.3.

.

3 309 ./.:2 .8085.84 :95/.7 995..9 .709 5::   3432   &8.3.-03...://.

.

07:2 0- / ..3 :95/./.8085.:2 .9 .709 5::   3432   :5.7995.

.

/.8085. :2 .9 .7995.709 5::    3432   ://.. 50/.3 :95/.42 .3:5.. .

.

3..8!07.8.00.79..  $40.8!07..79.3/ #3   .:2 .709 5::    3..:8..3.9 .3. :95/. 3.8!07..3.7995.3.807:5.3.3 !49038.707 .0./.3424/9.3.   ://.. 314  .8085.3.79.

.

:2 .32.://.42 .709 5::   %.8085.7 995.3....34 :95/. 47/57088 .9  ./..3 03   030:9&8.

.

7 . 3/48.709 5::             ./.$.8085.-9: .42 .

 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->