Makalah Stoikiometri

Oleh : Andhi Setyawan Rofie Kelas x5 / 07

SMAN 1 BANGKALAN Tahun Pelajaran 2010 / 2011

. . . . . . . . . 14 . . . . . . .2 Stoikiometri Kimia Analitik Sifat Koligatif Isi . . . . . . . . . . . 4 Aplikasi Stoikiometri dan Kimia Analitik dalam Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Hukum Kekekalan Massa dan Perbandingan Tetap Lavoiser Proust Persamaan Reaksi Kimia Bilangan Avogadro dan Pengertian Mol Hubungan Massa dan Persamaan Reaksi Daftar Pustaka . . ………. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . …………. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .DAFTAR ISI Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . .. .

Jeremias Benjamin Richter (1762-1807) adalah orang yang pertama kali meletakkan prinsip-prinsip dasar stoikiometri. dan unsur apa yang kurang dalam tanah tersebut. 1. Pertanyaan yang sering muncul adalah jika kita memiliki sejumlah gram zat A.Stoikiometri erat kaitannya dengan perhitungan kimia.Sehingga dengan mudah diketahui seberapa banyak unsur yang dikandung dalam tanah. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. baik organik maupun inorganik.Seorang ahli Kimia Perancis. Untuk menyelesaikan soal-soal perhitungan kimia digunakan asas-asas stoikiometri yaitu antara lain persamaan kimia dan konsep mol. Sama halnya dalam tanah yang menyediakan unsur hara bagi tanaman. karena mempelajari ilmu kimia tidak dapat dipisahkan dari melakukan percobaan di laboratorium. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Menurutnya stoikiometri adalah ilmu tentang pengukuran perbandingan kuantitatif atau pengukuran perbandingan antar unsur kimia yang satu dengan yang lain.I. Analisis kualitatif bertujuan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur atau senyawa kimia. Bila kita mengaplikasikannya maka kita akan tahu seberapa banyak unsur hara yang tidak dihasilkan oleh tanah untuk ditambahkan agar menjadi unsur hara yang lain. maka akan didapat suatu larutan yang mengalami reaksi : y Penurunan tekanan uap jenuh (zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. sehingga kecepatan penguapan berkurang) y . sedangkan analisis kuantitatif bertujuan untuk mengetahui jumlah suatu unsur atau senyawa dalam suatu cuplikan. berapa gramkah zat B yang akan dihasilkan? Untuk menjawab pertanyaan itu kita memerlukan stoikiometri. 1. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut.Secara tradisional. Hal ini berkaitan dengan keberadaan suatu unsur atau senyawa. Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut. Adakalanya di laboratorium kita harus mereaksikan sejumlah gram zat A untuk menghasilkan sejumlah gram zat B. Yang mana hal ini memudahkan untuk member nutrisi pada tanah. struktur. dan fungsi kimiawinya. Mengapa kita harus mempelajari aplikasi stoikiometri?Salah satu alasannya. Dalam aplikasinya kimia analitik sangat dibutuhkan dalam kesuburan tanah dan nutrisi tanaman.1 Stoikiometri Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoicheon yang artinya unsur dan metron yang berarti mengukur. PENDAHULUAN 1. kualitatif dan kuantitatif. kimia analitik dibagi menjadi dua jenis.2 Kimia Analitik Kimia analitik adalah cabang ilmu kimia yang berfokus pada analisis cuplikan material untuk mengetahui komposisi.3 Sifat Koligatif Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).

Kenaikan titik didih (adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni) y Penurunan titik beku (zat terlarut non atsiri akan menyebabkan penurunan titik beku) y Tekanan osmosis (tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel/proses osmosis) .

Bila kita mengaplikasikannya maka kita akan tahu seberapa banyak unsur hara yang tidak dihasilkan oleh tanah untuk ditambahkan agar menjadi unsur hara yang lain. Adapun beberapa klasifikasi pupuk yang biasa digunakan dalam pertanian. yaitu : 1) Berdasarkan Proses Pembuatannya y Pupuk Alam Pupuk yg tidak dengan proses2 alami.SUMBER PUPUK ORGANIK 4 II. Guna memperbaiki sifat kimia tanah secara instant 3) Berdasarkan Kadar Kandungan Hara y Berkadar hara tinggi {concentrat} (> 30%) . hukum kekekalan massa dan perbandingan tetap . Ciri : Kelarutan tinggi sehingga lebih cepat tersedia bagi tanaman.KCL 60% K2O .Salah satu pengaplikasiannya yaitu pada penggunaan pupuk. night soil (pupuk kotoran manusia) Ciri pupuk alam : Kelarutan unsur hara yang rendah di dalam tanah. Misal Urea. kompos. Untuk menyelesaikan soal-soal perhitungan kimia digunakan asasasas stoikiometri yaitu antara lain persamaan kimia dan konsep mol. Misal : pupuk kandang.1 Aplikasi Stoikiometri dan Kimia Analitik dalam Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Tanah yang menyediakan unsur hara bagi tanaman.TSP 45% P2O5 . pupuk hijau. PEMBAHASAN 2.Abu dapur 10 ± 30% K2O y Berkadar hara rendah {ordinar} (< 20%) . sehingga ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik. KCL. biologi & kimia tanah.Urea 45% N .Stoikiometri erat kaitannya dengan perhitungan kimia. y Pupuk buatan (anorganik) Pupuk yg dibuat di pabrik.ZK 50% K2O y Berkadar hara sedang (20% ± 30%) .FMP 19% K I. TSP.

Disebut Hk. Contoh : 2 H2O  O2 + 2H2 100 g 88.125 g 10. massa zat yang bereaksi dengan sejumlah tertentu zat lain selalu tetap. Kekekalan Massa : Pada reaksi kimia. yaitu : Pada swuatu reaksi kimia. massa zat pereaksi = massa zat hasil reaksi.7750 .125 g Atau 8 1 9 Proust :Mempelajari unsur-unsur dalam senyawa. Hk.9 g 11.1 g Atau 9 8 1 ContohSoal Hk.1150 0.2925 0.Kekekalan Massa dan Perbandingan Tetap: Hasil pemeriksaan garam dari Madura dan Cirebon menghasilkan : Massa Garam (g) Massa Natrium (g) Massa Klor (g) Madura 0.1775 Cirebon 1. Contoh : O2 + 2 H 2  2 H 2O 10 g 0.6 Lavoiser (1774) :Memanaskan timah dengan O2 dalam wadah tertutup. Ditimbang  dalam reaksi tidak terjadi perubahan massa  Hukum Kekekalan Massa. Atau Suatu senyawa selalu terdiri atas unsur-unsur yang perbandingan massa yang tetap. Perbandingan Massa.

28 g Fe.5 mol . Jadi. Massa satu mol setiap unsur = Ar atau senyawa = Mr dinyatakan dalam satuan gram.6 g H2SO4 Jawab: a. Kekekalan massa.Sb2S3 + HNO3 Sb2O3 + NO2 +S + H2O b.0775/1. Bilangan Avogadro dan Pengertian Mol Reaksi pembentukan air : 2H2 + O2  2H2O Interpretasi dari persamaan ini adalah 2 molekul H2 bereaksi dengan 1 molekul O2 membentuk 2 molekul H2O.mol-1 = 0. dan b. yang disebut bilangan Avogadro (diambil dari nama ahli kimia Italia Amado Avogadro).02 X 1023 atom atau molekul disebut satu mol. artinya jenis dan jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi harus sama.0775 Tunjukkan bahwa garam mempunyai perbandingan unsur yang tetap Jawab : Garam Madura : % Natrium = 0. 1 mol zat : terdiri dari : 6. Contoh : 1. ContohSoal : Lengkapi foefisien rekasi persamaan reaksi di bawah ini : a.3 % % Klor = 0. Bilangan Avogadro = 6.0.7 % Garam Cirebon : % Natrium = 0. ahli kimia bersepakat menggunakan suatu bilangan khas.02 X 1023 partikel dan massanya = Ar atau Mr dalam satuan gram.3 % % Klor = 1. Hitung mol dan jumlah partikel dari : a.2925 x 100% = 39.7 % Ini terbukti bahwa perbandingan massa Na dan Cl dalam garam (dari manapun berasal) selalu tetap. KMnO4 + H2C2O4 + H2SO4 K2SO4 + MnSO4 + CO2 + H2O III. Ukuran molekul sangat kecil.7750 x 100% = 39. Contoh 1.2925 x 100% = 60. II.02 X 1023 Setiap zat yang mengandung 6. 2 H2 + O2  2H2 O 2. Persamaan Reaksi Kimia Suatu reaksi tidak boleh melanggar Hk. Untuk mengatasi hal tersebut.1775/0. sehingga mustahil merekasikan dalam ukuran molekul per molekul. 3 H2 + N2  2 NH3 Angka-angka di depan unsur dan senyawa reaksi (1) dan (2) disebut : koefisien reaksi sebagai penyetaraan reaksi. 28 g Fe = 28g/56g. 9. Persamaan reaksi : 2 mol H2 bereaksi dengan 1 mol O2 membentuk 2 mol H2O. Reaksi pembentukan air dapat diinterpretasikan : 4g H2(2 mol X Ar H2) bereaksi dengan 32g O2 (1 mol X Ar O2) membentuk 36g Air (2 mol X Mr H2O).7750 x 100% = 60.1150/0.6975 1.6975/1.

02 X 1023atom. 2.4 M yang harus diambil M = mol/1 atau mol = M X volume atau volume = mol/M Untuk mendapatkan 0. cair. ContohSoal : a.5 mol X 40 g.02 mol NaOH Jawab : Volume = mol/M = 0.602 X 1023 molekul Contoh 2. Bentuk padat.cm-1) c. berapa volume larutan NaOH 0.mol-1 = 0.1 mol)/(0. NaOH berbentuk padat. baik pereaksi yang lain maupun hasil reaksi.5 mol X 6.5 g/mol = 182. aq = dalam larutan air.5 liter = 5 mol Massa HCl = 5 mol X 36.25 M agar mengandung 0. Bentuk yang sudah diketahui konsentrasinya. Hitung volume larutan NaOH 0.5 mol X 56 g.6g/96g. Bentuk cair.08 liter IV.mol-1 = 0.1 mol X 6.25 mol/l) = 0.1 mol NaOH. harus diambil larutan sebanyak : (0. Untuk mendapatkan 0. g = gas.5 X 18 g. Jika dibutuhkan 0.mol = 9 g H2O atau 9 ml H2O (karena BJ air = 1 g.Seperti : Zn(p) + HCl(l)  ZnCl2(aq)+ H2(g) P = padatan.5 liter Jawab : Mol = M X volume (liter) = 2 M X 2.15 mol X 40 g. Jika dibutuhkan 0.5 mol NaOH. Jika tidak disebut reaksi pembatas (non stoikhiometri). 0.4 mol/l) = 0. maka harus ditimbang 0.15 mol Ca = 0.mol-1 = 3.5 g b. Sebagai gambaran hubungan kuantitatif dalam suatu reaksi sebagai berikut : aA + bB  cC + dD . b.mol-1 = 20 g NaOH. Tentukan massa dari a. timbang sebanyak 20 g NaOH. Reaksi harus dilengkapi dengan wujud zat pada saat reaksi berlangsung.0.02 X 1023 molekul. 2. b. maka harus ditimbang 0.15 mol Ca Jawab: a. 0.6 g H2SO4 = 9.5 mol air.1 mol NaOH. Hitung mol dan massa HCl yang terdapat dalam HCl 2 M bila volumenya 2.5 mol KOH b. Hubungan Massa dan Persamaan Reaksi Bila kuantitas suatu pereaksi diketahui.1 mol 0. maka yang lain dapat dihitung.5 mol KOH = 2. Contoh : a.02 mol/(0. 9. dan l = cairan Jika semua pereaksi habis menjadi hasil reaksi disebut reaksi stoikhiometri.mol-1 = 140 g b.mol-1= 6 g Cara menentukan mol zat di Laboratorium Untuk mengambil zat murni (padat. maka diperlukan zat tersebut : (n X Mr) g.5 mol = 0. atau gas) sebanyak n mol.01 X 1023 atom.25 liter.

jika dimasukkan dalam ruang bersuhu 270C dan tekanan 1 atmosfer ! Jawab : 2Na( p) + 2HCl(a q) 2NaCl(a q) + H2 (g) 2. Volume H2SO4 0. Tentukan massa hidtogen dan nitrogen yang diperlukan untuk membuat 85 g amoniak.C.mol-1 = 0. danD dengan cara : menghitung molA.1 mol««««««««««.5 mol 7.1 mol = 0. b. tentukan belerang yang diperlukan (Ar Fe = 56. b.5 molS gS = 0.5 mol = 7. b.5 liter Ba(NO3)2 2 M direaksikan dengan H2SO4 0. dan volume gas tersebut.5 mol x 32 gS mol-1 = 16 gS b.C.atm. Contoh : a. Tentukan : a.Sebanyak 2. Reaksi yang terjadi. S = 32) Jawab : Fe(p) +S(p)  FeS(p) mol Fe = 28 g x 1 mol Fe/56 g Fe. suhu. Massa zat-zat yg terbentuk.082 liter.mol-1 = 15 g. 270C) adalah V = nRT/P = (0.5 yg diperlukan.D (dari koefisien reaksi a. Jawab : N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) ? ? 85 g 85g/17g.D dari mol dan Mr-nya masing-masing.5 M. c.5 mol 5 mol Hidrogen yang diperlukan = 7. g Dengan mengetahui massa zatA dapat dihitung massaB.5 mol molS = 1/1 x mol Fe = 0.0. 1/2.5 mol X 28 g. Tentukan volume gas H2 yang terbentuk.mol1.C.5 mol X 2 g. d).3 g ? (vol) 0. Contoh : a. mencari kesetaraan molA denganB.K-1X 300K)/1atm = 1.5 mol = 2.05 mol H2 (1atm.3 g natrium direaksikan dengan HCl berlebih. Nitrogen yg diperlukan = 2. Jawab : .5 mol 5 mol 2.05 mol X 0.mol-1 = 70 g Reaksi yang melibatkan zat berupa gas harus menggunakan persamaan gas ideal (PV = nRT) untuk mencari mol atau massa gas dari besarnya tekanan. c.Sebanyak 2. Jika 28 g besi direaksikan dengan belerang menjadi besi sulfida. reaksinya menghitung massaB.23 liter.05 mol Volume 0.mol-1 1/2. g «« g «.5 mol 3/2.xg nmol (b/a x n) mol (c/a x n) mol (d/a x n) mol = «.

a..5mol.5 l X 2 mol.mol-1BaSO4 = 1165 g HNO3 yg terbentuk = 10 mol X 63 g.l-1 = 10 liter c. 2. BaSO4 yg terbentuk = 5 mol X 233 g.HNO3 = 630 g .5 l Ba(NO3)2 (2 M) mengandung 2. Ba(NO3)2 + H2SO4 BaSO4 + 2HNO3 b.l-1 Ba(NO3)2 = 5 mol Ba(NO3)2 Ba(NO3)2 + H2SO4 BaSO4 + 2HNO3 5 mol«««5 mol 5 mol «. 10 mol Volume larutan H2SO4 = 5 mol/0.mol-1.5 M = 5 mol/0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful