P. 1
PENGERTIAN ANATOMI DAN FISIOLOGI

PENGERTIAN ANATOMI DAN FISIOLOGI

4.5

|Views: 21,421|Likes:
Published by Juni Nabil

More info:

Published by: Juni Nabil on Apr 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2015

pdf

text

original

PENGERTIAN ANATOMI DAN FISIOLOGI

PENGERTIAN ANATOMI DAN FISIOLOGI Berasal dari bahasa latin, yaitu: • Anatomi 1. Ana =bagian, memisahkan 2. Tomi (tomie) = Tomneinei = iris, potong • Fisiologi 1. Fisis (Phisys) = alam atau cara kerja 2. Logos (logi) = ilmu pengetahuan Anatomi dan fisiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan atau potongan tubuh dan bagaimana alat tubuh itu bekerja. SIKAP ANATOMI Suatu keadaan dimana tubuh berdiri tegak dengan posisi: 1. Tungkai (lengan dan kaki) lurus ke bawah dengan telapak tangan mengadap ke depan 2. Jari-jari tangan lurus terbuka 3. Kepala tegak menghadap ke depan Istilah Letak/ Sikap Anatomi • Superior = Bagian atas • Inferior = Bagian bawah • Anterior = Bagian depan • Posterior = Bagian belakang • Internal = Bagian dalam • External = Bagian luar • Dekstra = Bagian kanan • Sinistra = Bagian kiri • Lateral = Bagian samping • Medial = Bagian tengah • Sentral = Bagian pusat • Perifer = Bagian tepi • Profunda = Dalam • Superfisial = Dangkal • Asendens = Bagian yang naik • Desendens = Bagian yang turun • Kranial = Bagian kepala • Kaudal = Bagian ekor • Ventral = Bagian depan ruas tulang belakang • Dorsal = Bagian belakang ruas tulang belakang • Pariental = Selaput bagian dalam • Viseral = Selaput bagian luar • Tranversal = Melintang • Longitudinal = Membujur Arah-arah Gerakan • Fleksio = Membengkokkan/ melipat sendi • Ekstensio = Meluruskan kembali sendi

• Abduksio = Gerakan menjauhi badan • Abduksi = Gerakan mendekati badan • Rotasio = Gerakan memutar sendi • Sirkumduksio = Gerakan sirkular atau pergerakan gabungan fleksi, ekstensio, abduksio dan adduksio Istilah Lain • Proksimal = Mendekati batang tubuh • Distal = Menjauhi batang tubuh • Palmar = Ke arah palmaris manus (anggota gerak atas) • Plantar = ke arah plantar pedis (anggota gerak bawah) • Ulnar = Ke arah ulna (tulang hasta) • Radial = Ke arah radius (tulang pengumpil) • Tibial = Ke arah tibia (tulang kering) • Fibular = Ke arah fibula (tulang betis) CAIRAN TUBUH Pengertian Air beserta unsur-unsur di dalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel disebut cairan tubuh (60% dari berat badan), cairan ini sebagian berada di luar sel (ekstra selular) dan sebagian lagi di dalam sel (intra selular). Cairan tubuh terdiri dari: 1. Cairan ekstra sel : 20% 1. Cairan interstisial = 15% Merupakan medium di tengah-tengah sel hidup, sel menerima garam, makanan serta oksigen dan melepaskan semua hasil buangannya ke dalam caira itu juga. 2. Plasma darah = 5% Merupakan sistem transport yang melayani semua sel melalui medium cairan ekstraselular 2. Cairan intra sel : 60% Mengandung elektrolit, kalium, fosfat dan bahan makanan seperti glukosa dan asam amino. Kerja enzim dalam sel adalah konstan memecahkan dan membangun kembali sebagaimana dalam semua metabolisme untuk mempertahanklan keseimbangan cairan. Pertukaran Cairan dalam Jaringan Cairan dalam plasma berada di bawah tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan interstisial. Oleh karena itu cairan cairan itu cendrung untuk keluar dari pembuluh kapiler, akan tetapi di dalam plasm ada protein, sedangkan cairan interstisial mengandung sedikit protein. Protein plasma ini mengeluarkan tekanan osmotik yang berusaha mengisap cairan masuk pembuluh kapiler. Pada ujung kapiler arteri, tekanan hidrostatik lebih besar dari tekanan osmotik, maka imbangan kekuatan kekuatan mendorong cairan masuk jaringan. Sedangkan pada ujung kapiler vena tekanan hidrostatik kurang, tekanan osmotik mengatasinya dan menarik kembali masuk kapiler. Secara normal cairan yang meninggalkan kapiler lebih banyak daripada caira yang kembali masuk ke dalamnya, kelebihan ini disalurkan melalui limfe (getah bening). Pertukaran antara cairan intra seluler dan ekstra selular juga tergantung pada tekanan osmotik, akan tetapi membran sel mempunyai permiabilitas selektif dan dilalui oleh beberapa bahan seperti oksigen, karbondioksida, dan ureum secara bebas, dan juga memompakan bahan lain

masuk atau keluar untuk mempertahankan perbedaan konsentrasi dalam cairan intra selular dan ekstra selular, misalnya kalium dikonsentrasikan dalam intra selular sedangkan natrium dipompakan keluar. SISTEM MUSKULOSKELETAL A. ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN-ORGAN DALAM SISTEM MUSCULOSKELETAL Muskuloskeletal terdiri atas :  Mu sk u l e r /Ot o t : Otot, tendon,dan ligamen  Sk e l e t al /R a n gk a : Tulang dan sendi 1. Muskuler/Otot 1.1 Otot Semua sel-sel otot mempunyai kekhususan yaitu untuk berkontraksi. Terdapat lebih dari 600 buah otot pada tubuh manusia. Sebagian besar otot-otot tersebut dilekatkan pada tulang-tulang kerangka tubuh oleh tendon, dan sebagian kecil ada yang melekat di bawah permukaan kulit. Fungsi sistem muskuler/otot: Pergerakan. Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian organ internal tubuh. Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap gaya gravitasi. Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mepertahankan suhu tubuh normal. Ciri-ciri sistem muskuler/otot:  Kontrakstilitas. Serabut otot berkontraksi dan menegang, yang dapat atau tidak melibatkan pemendekan otot.  Eksitabilitas. Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf.  Ekstensibilitas. Serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi panjang otot saat rileks.  Elastisitas. Serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi atau meregang Jenis-jenis otot a) Otot rangka, merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka. Serabut otot sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris dengan lebar berkisar antara 10 mikron sampai 100 mikron.  Setiap serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer.  Kontraksinya sangat cepat dan kuat. Struktur Mikroskopis Otot Skelet/Rangka • Otot skelet disusun oleh bundel-bundel paralel yang terdiri dari serabutserabut berbentuk silinder yang panjang, disebut myofiber /serabut otot. • Setiap serabut otot sesungguhnya adalah sebuah sel yang mempunyai

banyak nukleus ditepinya. •Cytoplasma dari sel otot disebut sarcoplasma yang penuh dengan bermacam-macam organella, kebanyakan berbentuk silinder yang panjang disebut dengan myofibril. •Myofibril disusun oleh myofilament-myofilament yang berbeda-beda ukurannya :  yang kasar terdiri dari protein myosin yang halus terdiri dari protein aktin/actin. b) Otot Polos merupakan otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini dapat ditemukan pada dinding berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba, seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi, urinarius, dan sistem sirkulasi darah.  Serabut otot berbentuk spindel dengan nukleus sentral.  Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron (melapisi pembuluh darah) sampai 0,5 mm pada uterus wanita hamil. Kontraksinya kuat dan lamban. Struktur Mikroskopis Otot Polos •Sarcoplasmanya terdiri dari myofibril yang disusun oleh myofilamenmyofilamen.

jenis otot polos Ada dua kategori otot polos berdasarkan cara serabut otot distimulasi untuk berkontraksi pada jalan udara besar traktus respiratorik, pada otot mata yang memfokuskan lensa dan menyesuaikan ukuran pupil dan pada otot erektor pili rambut.  Otot polos unit tunggal (viseral) ditemukan tersusun dalam lapisan dinding organ berongga atau visera. Semua serabut dalam lapisan mampu berkontraksi sebagai satu unit tunggal. Otot ini dapat bereksitasi sendiri atau miogenik dan tidak memerlukan stimulasi saraf eksternal untuk hasil dari aktivitas listrik spontan. c) Otot Jantung Merupakan otot lurik Disebut juga otot seran lintang involunter • Otot ini hanya terdapat pada jantung • Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung juga mempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut. Struktur Mikroskopis Otot Jantung • Mirip dengan otot skelet 2. Skeletal 2.1 Tulang/ Rangka Skeletal disebut juga sistem rangka, yang tersusun atas tulang-tulang. Tubuh kita memiliki 206 tulang yang membentuk rangka. Bagian terpenting adalah tulang belakang.

Fungsi Sistem Skeletal : 1. Memproteksi organ-organ internal dari trauma mekanis. 2. Membentuk kerangka yang yang berfungsi untuk menyangga tubuh dan otototot yang. 3. Melekat pada tulang 4. Berisi dan melindungi sum-sum tulang merah yang merupakan salah satu jaringan pembentuk darah. 5. Merupakan tempat penyimpanan bagimineral seperti calcium daridalam darah misalnya. 6. Hemopoesis Struktur Tulang Tulang terdiri dari sel hidup yang tersebar diantara material tidak hidup (matriks). Matriks tersusun atas osteoblas (sel pembentuk tulang). Osteoblas membuat dan mensekresi protein kolagen dan garam mineral. Jika pembentukan tulang baru dibutuhkan, osteoblas baru akan dibentuk. Jika tulang telah dibentuk, osteoblas akan berubah menjadi osteosit (sel tulang dewasa). Sel tulang yang telah mati akan dirusak oleh osteoklas (sel perusakan tulang). Jaringan tulang terdiri atas : a. Kompak (sistem harvesian matrik dan lacuna, lamella intersisialis) b. Spongiosa (trabecula yang mengandung sumsum tulang dan pembuluh darah) Klasifikasi Tulang berdasarkan penyusunnya 1. Tulang Kompak a. Padat, halus dan homogen b.Pada bagian tengah terdapat medullary cavity yang mengandung ’yellow bone marrow”. c. Tersusun atas unit : Osteon Haversian System d. Pada pusat osteon mengandung saluran (Haversian Kanal) tempat pembuluh darah dan saraf yang dikelilingi oleh lapisan konsentrik (lamellae). e. Tulang kompak dan spongiosa dikelilingi oleh membran tipis yang disebut periosteur, membran ini mengandung: Bagian luar percabangan pembuluh darah yang masuk ke dalam tulang Osteoblas 2. Tulang Spongiosa a.Tersusun atas ”honeycomb” network yang disebut trabekula. b. Struktur tersebut menyebabkan tulang dapat menahan tekanan c.Rongga antara trebakula terisi ”red bone marrow” yang mengandung pembuluh darah yang memberi nutrisi pada tulang. d. Contoh, tulang pelvis, rusuk,tulang belakang, tengkorak dan pada ujung tulang lengan dan paha. Klasifikasi Tulang berdasarkan Bentuknya 1. Tulang panjang, contoh: humerus, femur, radius, ulna 2. Tulang pendek, contoh: tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki 3. Tulang pipih, contoh: tulang tengkorak kepala, tulang rusuk dan sternum 4. Tulang tidak beraturan: contoh: vertebra, tulang muka, pelvis

Pembagian Sistem Skeletal 1. Axial / rangka aksial, terdiri dari : tengkorak kepala / cranium dan tulang-tulang muka columna vertebralis / batang tulang belakang costae / tulang-tulang rusuk sternum / tulang dada 2. Appendicular / rangka tambahan, terdiri dari : tulang extremitas superior a. korset pectoralis, terdiri dari scapula (tulang berbentuk segitiga) dan clavicula (tulang berbentuk lengkung). b. lengan atas, mulai dari bahu sampai ke siku. c. lengan bawah, mulai dari siku sampai pergelangan tangan. d. tangan tulang extremitas inferior: korset pelvis, paha, tungkai bawah, kaki. B. LOW BACK REGION 1. Struktur Ruas tulang punggung dikelompokkan menjadi: 1. Cervical/leher 7 ruas 2. Thoracalis/punggung 12 ruas 3. Lumbalis/pinggang 5 ruas 4. Sakralis/kelangkang 5 ruas 5. Koksigeus/ekor 4 ruas Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan. Pernapasan dada Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. 2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. Pernapasan perut Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. 2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga

udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar . Sistem pencernaan Diagram sistem pencernaan manusia bagian perut Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa sisa makanan melalui anus. Diagram sistem pencernaan Diagram sistem pencernaan 1. Kelenjar ludah 2. Parotis 3. Submandibularis (bawah rahang) 4. Sublingualis (bawah lidah) 5. Rongga mulut 6. Faring 7. Lidah 8. Esofagus 9. Pankreas 10. Lambung 11. Saluran pankreas 12. Hati 13. Kantung empedu 14. duodenum 15. Saluran empedu 16. Kolon 17. Kolon transversum 18. Kolon ascenden 19. Kolon descenden 20. Ileum 21. Sekum 22. Appendiks 23. Rektum 24. Anus

ISTILAH-ISTILAH UMUM DALAM ANATOMI
buat temen-temen yang kebingungan mata kuliah ANATOMI FISIOLOGI TERUTAMA KALAU DI AJAR DR. WINARNO, DR. BASKORO DLL.... TANANG AJ INI ADA ISTILAH

DASAR2 ANATOMI YANG HARUS KITA KETAHUI SEBAGAI MAHASISWA ATRO,,, KLAU SEMUA HAFAL ISTILAH-ISTILAH INI DIJAMIN G AKAN BINGUNG DALAM MENGHADAPI KULIAH DI ATRO WIDYA HUSADA.... NIA KU KSEH ISTILAH ANATOMI YANG SAYA COPY DAR MATA KULIAH DR. WINARNO...

ISTILAH-ISTILAH UMUM DALAM ANATOMI Berlaku di bagian tubuh : Dorsal = menuju arah punggung, atas (dorsum = punggung) Ventral = menuju arah perut, bawah (venter = perut) Cranial = menuju ke arah kepala, depan (cranium = tengkorak) Caudal = menuju arah ekor, belakang (cauda = ekor) Anal = menuju arah anus, belakang (anus = dubur) Berlaku di bagian kepala: Oral = menuju arah mulut, depan (oris = mulut) Apical = menuju arah puncak, atas (apex = puncak) Aboral = menjauhi arah mulut, kebelakang (nucha = kuduk) Nuchal = menuju tengkuk, kebelakang (nucha = kuduk) Rostral = menuju arah hidung (daerah hidung) Berlaku di bagian anggota gerak (extremitas): Proximal = mendekati tubuh, ke atas Distal = menjauhi tubuh, ke bawah Dorsal = punggung tangan atau kaki depan Volar = sisi belakang tangan / kaki depan Palmar = sisi belakang tangan Plantar = sisi belakang kaki belakang Ulnar = sisi luar tangan/ kaki depan Radial = sisi dalam tangan / kaki depan Fibular = sisi luar kaki belakang Tibial = sisi dalam kaki belakang Berlaku untuk orientasi bidang-bidang pada tubuh: Lateral = menjauhi bidang median tubuh, luar Medial = mendekati bidang median tubuh, dalam,tengah Median = bidang tengah tubuh, memisahkan tubuh menjadi dua bagian yang simetris Sagittal = sejajar dengan median, tetapi di luar bidang median Transversal = tegak lurus bidang median, memotong poros tubuh Horizontal = tegak lurus bidang median, sejajar poros tubuh

Berlaku untuk orientasi berbagai arah: Dexter = kanan Sinister = kiri Externus = sebelah luar Intenus = sebelah dalam Profundus = menjauhi permukaan Superficialis = mendekati permukaan, luar Transversus = melintang Longitudinalis = memanjang, menurut sumbu memanjang Ecto = luar (lapisan luar) Meso = tengah (lapis tengah) Endo = dalam (lapis dalam, di dalam) Epi = di atas (tutup) Peri = sekeliling, sekitar Dia = pemisah, penyebaran (diameter = garis tengah) Hypo = di bawah Hyper = di atas Basis = dasar, alas, bawah Apex = puncak, atas Margo = tepi (marginal = tepian) Berbagai sebutan sifat: Magnus = besar Brevis = kecil Major/ majus = besar Minor/ minus = kecil Alba = putih Nigra = hitam Flava = kuning Rubra = merah Grisea = abu-abu Lutea = kuning Chloros = hijau Dorum/ serra = keras Molle = lunak Supra = atas, lebih atas Infra = bawah, lebih bawah Berbagai bentukan / bangunan Facies = muka, permukaan Fovea = lekuk yang bulat Facialis = termasuk permukaan Fascia = lembaran, balut, selaput otot Foramen = lubang Sulcus = lekuk / alur

Fasciculus = berkas Canalis = Saluran, pipa Cavum = Rongga Caverna = rongga (caver-nosus = berongga-rongga) Caput = kepala Condylus = benjol sendi Collum = leher Spina = duri Crista = bingkai, tepian tajam, sisir Sinus = lengkung, rongga kecil, serambi Processus = taju Fissura = celah, robek Incissura = irisan, sobekan Anatomi tubuh manusia atau antropotomi ialah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di sitologi. Tubuh manusia, seperti tubuh hewan, terdiri atas sistem, yang terdiri atas organ-organ, yang terdiri atas jaringan, yang terdiri atas sel. Lihat sejarah anatomi untuk sejarah anatomi, termasuk anatomi manusia. Sistem tubuh manusia * Sistem kardiovaskular: memompa darah ke seluruh tubuh * Sistem pencernaan: pemrosesan makanan yang terjadi di dalam mulut, perut, dan usus * Sistem endokrin: komunikasi dalam tubuh dengan hormon * Sistem kekebalan: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan penyakit * Sistem integumen: kulit, rambut * Sistem limfatik: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran darah * Sistem otot: menggerakkan tubuh * Sistem saraf: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan saraf * Sistem reproduksi: organ seks * Sistem pernafasan: organ yang digunakan bernafas, paru-paru * Sistem rangka: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang * Sistem urin: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin Diagram anatomi manusia

Human body features-nb.svg Diagram anatomi manusia 1. Kepala 2. Wajah:Dahi, Mata, Telinga, Hidung, Mulut, Lidah, Gigi, Rahang, Pipi, Dagu 3. Leher, Tenggorokan, Jakun 4. Bahu 5. Dada, Buah dada, Tulang rusuk 6. Pusar 7. Perut, Pinggul 8. Organ seks 9. Penis/Skrotum atau Klitoris/Vagina * Kaki: 10. Paha 11. Lutut 12. Betis, tulang kering 13. Pergelangan kaki 14. Telapak kaki, Tumit, Jari kaki * Tangan: 15. Lengan 16. Siku/sikut 17. Pergelangan tangan 18. Telapak tangan, Jari tangan (Ibu jari, telunjuk, tengah, manis, kelingking * Tidak bernomor: Tulang belakang, Kulit, Rektum, Anus, Pantat Organ dalam Nama-nama umum organ dalam (secara alfabetis) : Adrenalin – Appendiks – Duodenum – Esofagus – Ginjal – Hati – Jantung – Kandung empedu – Kandung kemih – Kulit – Kunci paha – Limpa – Mata – Otak – Ovarium – Pankreas – Paratiroid – Paru-paru – Lambung – Pituitari – Prostat – Rahim – Thymus – Tiroid – Usus – Vena – Zakar Anatomi otak Amygdala — Batang otak — Cerebellum — Korteks serebral — Hipotalamus — Sistem limbik — medulla — otak tengah — Kelenjar pituitari — pons

Anatomi Tubuh Manusia
Anatomi Tubuh Manusia disusun kedalam beberapa bagian sistem tubuh, yaitu: 1. Sistem Kerangka Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang yang satu sama lainnya saling berhubungan, terdiri dari:

• • • • • • • • • • • • •

Tulang kepala: 8 buah Tulang kerangka dada: 25 buah Tulang wajah: 14 buah Tulang belakang dan pinggul: 26 buah Tulang telinga dalam: 6 buah Tulang lengan: 64 buah Tulang lidah: 1 buah Tulang kaki: 62 buah menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru tempat melekatnya otot-otot untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah

Fungsi kerangka antara lain:

Gelang bahu yaitu persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Pergelangan ini mempunyai mangkok sendi yang tidak sempurna oleh karena bagian belakangnya terbuka.

Gelang bahu terdiri atas tulang selangka yang melengkung berupa huruf S, dan tulang belikat yaitu sebuah tulang ceper berbentuk segi tiga. Gelang bahu berhubungan dengan rangka batang badan hanya pada satu tempat saja. Ujung sebelah tengah tulang selangka dihubungkan dengan pinggir atas

tulang dada oleh sendi dada-selangka. Ujung sebelah luar tulang selangka berhubungan dengan dengan sebuah taju tulang belikat (ujung bahu) dengan perantaraan sendi akromioklavikula. Sendi lutut

Ujung bawah tulang paha mempunyai dua buah benjol sendi yang bertopang pada bidang atas tulang kering. Dengan demikian terbentuklah sebuah sendi yang dinamakan sendi lutut. Pada dinding depan sendi lutut terdapat tempurung lutut. 2. Sistem Otot

Otot punggung sejati merupakan dua buah jurai yang amat rumit susunannya, terletak di sebelah belakang kanan dan kiri tulang belakang, mengisi ruang antara taju duri dan taju lintang. Otot-otot punggung sejati itu hampir sama sekali tertutup oleh otot-otot punggung sekunder yang sebenarnya termasuk otot-otot anggota gerak atas dan bawah. Kedua jurai otot tersebut dinamakan penegak batang badan dan amat penting artinya untuk sikap dan gerakan tulang belakang. 3. Sistem Peredaran darah Jantung berbentuk runjung yang terbalik letaknya. Letak jantung dalam tubuh sedemikian rupa sehingga ujung runjung tersebut (ujung jantung) mengarah ke bawah, ke depan dan ke kiri. Basis jantung mengarah ke atas, ke belakang dan sedikit ke kanan. Pada basis jantung inilah berhimpun aorta, batang nadi paru-paru, batang pembuluh balik atas dan bawah beserta ke dua (atau empat pembuluh balik paru-paru).

Bagian dalam jantung terdiri atas 4 ruang: serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan dan bilik kanan. Serambi kiri dan bilik kiri satu sama lain berhubungan, demikian juga serambi kanan dan bilik kanan. Bagian kiri jantung dipisahkan dari bagian kanan oleh sekat rongga jantung.

4. Sistem pernapasan Paru – paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa/alveoli). Gelembung-gelembung hawa terdiri dari selsel epitel dan endotel. Banyaknya gelembung paru-paru kurang lebih 700.000.000 buah (paru-paru kanan dan kiri). Paru-paru terletak pada rongga dada. Pada rongga dada tengah terletak paru-paru sedangkan pada rongga dada depan terletak jantung.

Paru-paru terdiri dari dua bagian yaitu paru-paru kanan dan paruparu kiri. Paru-paru kanan terbagi atas tiga belah paru (lobus) yaitu belah paru atas, belah paru tengah dan belah paru bawah. Paru-paru kiri terbagi atas dua belah paru yaitu belah paru atas dan belah paru bawah. 5. Sistem Indera Alat Penglihatan Alat penglihatan terdiri atas bola mata, saraf penglihatan, dan alat-alat tambahan mata. Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya menyimpang dari bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan. Ini terjadi karena bagian ini lebih melengkung dari pada bagian lain bola mata. Titik pusat bidang depan dan bidang belakang dinamakan kutub depan dan kutub belakang. Garis penghubungnya adalah sumbu mata atau sumbu penglihat.

Bola mata dapat dibedakan dinding dan isinya. Dindingnya terdiri atas tiga lapis. Lapis luar adalah selaput keras, yang di depan beralih menjadi selaput bening. Lapis tengah dinamakan selaput koroid yang melapisi selaput keras dari dalam. Ke depan selaput koroid tidak mengikuti selaput bening. Di tempat peralihan selaput koroid dan selaput pelangi terdapat bentuk yang lebih tebal dan dikenal sebagai badan siliar. Di tengah selaput pelangi ada lubang yang disebut manik mata. Alat Pendengaran

Alat pendengaran terdiri atas pendengar luar, pendengar tengah dan pendengar dalam. Pendengar luar terdiri atas daun telinga dan liang telinga luar. Daun telinga adalah sebuah lipatan kulit yang berupa rangka rawan kuping kenyal. Bagian luar liang telinga luar berdinding rawan, bagian dalamnya mempunyai dinding tulang. Ke sebelah dalam liang telinga luar dibatasi oleh selaput gendangan terhadap rongga gendangan.

Pendengar tengah terdiri atas rongga gendangan yang berhubungan dengan tekak melalui tabung pendengar Eustachius. Dalam rongga gendangan terdapat tulang-tulang pendengar, yaitu martil, landasan dan sanggurdi. Martil melekat pada selaput gendangan dan dengan sebuah sendi kecil juga berhubungan dengan landasan. Landasan mengadakan hubungan dengan sanggurdi melekat pada selaput yang menutup tingkap jorong pada dinding dalam rongga gendangan.
Kulit Kulit terbagi atas kulit ari dan kulit jangat. Kulit ari terdiri atas beberapa lapis, yang teratas adalah lapis tanduk yang terdiri atas sel-sel gepeng, sedangkan lapis terdalam disebut lapis benih yang senantiasa membuat sel-sel epitel baru.

Kulit jangat berupa jaringan ikat yang mengandung pembuluhpembuluh darah dan saraf-saraf. Tonjolan kulit jangat berupa jari ke dalam kulit ari dikenal dengan papil kulit jangat. Di dalamnya terdapat kapiler darah dan limfe serta ujung-ujung saraf dengan badan-badan perasa. 6. Sistem Pencernaan Rongga mulut

Rongga mulut mulai dari celah mulut dan berakhir di belakang pada lubang tekak. Oleh karena lengkung gigi, rongga mulut dibagi dua bagian yaitu beranda yang terletak di luar lengkung gigi dan rongga mulut yang terdapat di belakangnya. Beranda dibatasi ke luar oleh bibir dan pipi yang mengandung otototot mimik dan karena itu gerakannya amat luas.

Geligi Geligi terdiri atas dua baris gigi tertutup. Setiap baris gigi merupakan suatu garis melengkung yang pada rahang atas agak lain bentuknya daripada rahang bawah. Gigi pada rahang atas dan pada rahang bawah letaknya sedemikian rupa sehingga penampang terbesar setiap gigi rahang atas tepat menempati sela antara dua buah gigi rahang bawah dan sebaliknya. Jadi sewaktu mengunyah setiap gigi bekerja sama dengan dua buah gigi yang berlawanan letaknya. Lambung

Lambung adalah bagian saluran pencernaan makanan yang melebar seperti kantong, terletakdi bagian atas rongga perut sebelah kiri, dan untuk sebagian tertutup oleh alatalat yang letaknya berdekatan seperti hati, usus besar dan limpa. Lambung berhubungan dengan alat-alat itu dan juga dengan dinding belakang rongga perut dengan perantaraan dengan beberapa lipatan salut perut.
7. Sistem Urinaria

Ginjal

Ginjal adalah suatu kelenjar berbentuk seperti kacang yang terletak pada dinding belakang rongga perut setinggi ruas-ruas tulang belakang sebelah atas, ginjal kiri letaknya lebih tinggi daripada ginjal kanan. Sisi ginjal yang menghadap ke dalam berbentuk cekung. Di sini masuk nadi ginjal (dari aorta) ke dalam ginjal. Nadi ini bercabang-cabang dalam jaringan ginjal. Kandung kemih Kandung kemih merupakan tempat berkumpulnya semua air kemih yang terpancar dari saluran ginjal. Dinding kandung kemih yang terdiri atas jaringan otot polos dapat menyesuaikan diri terhadap banyaknya air kemih di dalam kandung kemih, karena dapat mengendor apabila diisi perlahan-lahan dengan air kemih.
8. Sistem Reproduksi Alat reproduksi laki-laki Alat-alat reproduksi laki-laki dibagi atas bagian pembuat mani dan bagian penyalur mani. Bagian pertama berupa kelenjar kelamin, yaitu buah zakar yang membentuk sel-sel mani. Buah zakar kanan dan kiri tergantung di dalam sebuah lipatan kulit yang berbentuk kantong dan terletak di bawah tulang kemaluan yang dinamakan kandung buah zakar (skrotum). Pada sisi belakang setiap buah zakar terdapat anak buah zakar yang tergolong sebagai jalan penyalur.

Sel-sel mani keluar dari buah zakar dan masuk ke dalam anak buah zakar. Di sini sel-sel mani melalui suatu saluran halus yang berliku-liku dan di bagian bawah anak buah zakar beralih menjadi pipa mani, yang berjalan di depan tulang kemaluan ke atas, diiringi oleh nadi buah zakar dan anyaman pembuluh balik. Buah zakar, anak buah zakar dan tali mani diselubungi oleh beberapa kerudung dan juga selapis otot yang bernama otot pegantung yang dapat menarik buah zakar dan anak buah zakar ke atas. Alat reproduksi perempuan Alat-alat reproduksi perempuan terdiri atas indung telur, tabung rahim, rahim, liang senggama dan alat-alat kelamin luar. Indung telur berjumlah dua, terletak pada dinding sisi panggul kecil di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Masing-masing indung telur tergantung pada beberapa ikat dan lipatan salut perut. Indung telur adalah kelenjar kelamin perempuan yang menghasilkan sel-sel kelamin, yaitu selsel telur.

Sel-sel telur dalam indung telur diselubungi oleh oleh suatu selubung yang terdiri atas sel-sel, keseluruhannya berupa bentuk yang dinamakan folikel atau gelembung Graaf. Pada perempuan yang telah masak kelamin, folikel yang berkembang merupakan tonjolan pada permukaan indung telur, yang menyerupai permukaan buah srikaya. Setelah folikel masak, maka akan pecah sambil melemparkan ke luar sel telurnya yang kini terapung dalam rongga perut (kejadian ini disebut ovulasi).
9. Sistem Syaraf Otak Sistem saraf pusat berkembang dari suatu struktur yang berbentuk bumbung. Pada bumbung tersebut dapat dilihat sebuah dasar, sebuah atap dan dua dinding sisi sebagai pembatas suatu terusan yang terletak di tengah. Dalam perkembangan selanjutnya pada beberapa tempat bumbung tadi menjadi tebal, sedangkan pada tempat-tempat lain dindingnya tetap tinggal seperti semula.

Di sebelah depan berkembang dua gelembung yang setangkup letaknya. Gelembung-gelembung ini kemudian menjadi kedua belahan otak besar. Di sebelah belakang terbentuk otak kecil, oleh karena itu atap bumbung di sini menjadi semakin tebal.

Sumsum Belakang

Sumsum belakang menyerupai batang kelubi yang penampangnya jorong. Letaknya dalam terusan tulang belakang anatara rongga tengkorak dan daerah pinggang. Penampangnya dari atas ke bawah semakin kecil, kecuali pada dua tempat, yaitu di daerah leher dan di daerah pinggang. Di tempat-tempat ini sumsum belakang agak melebar.
10. Sistem Endokrin Kelenjar Himofise Kelenjar himofise adalah suatu kelenjar endokrin yang terletak di dasar tengkorak, di dalam fosa hipofise tulang spenoid. Kelenjar himofise memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari semua organ-organ endokrin karena hormon-hormon yang dihasilkannya dapat mempengaruhi aktifitas kelenjar lainnya.

Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang terletak di sebelah kanan batang tenggorok diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi batang tenggorok di sebelah depan. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding pangkal tenggorok. Sumber : Atlas of Human Anatomy Interactive, Icon Learning Sistems, 2003. Raven, P. Prof. dr, Atlas Anatomi, Jakarta, Djambatan, 2005. Syaifudin, H. Drs. B.AC. Anatomi Fisiologi, EGC, 1997.
World Book Encyclopedia Deluxe 2005, Word Book Inc. Chicag

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->