AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN TEKNIK BUDIDAYA KACANG KEDELAI (Glycine max (L.

) Merril)

Disusun Oleh : Kelompok 3

Nurfitri Ramadhani Salamun Taofik

150310080059 150310080061

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2010

diperlukan pengenalan mengenai tanaman kedelai yang lebih mendalam. Bagi petani. Oleh sebab itu. Hasilnya cukup memadai.BAB I PENDAHULUAN Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. namun cara mengusahakannya berbeda daripada di lahan sawah irigasi dan lahan kering. tanaman ini penting untuk menambah pendapatan karena dapat segera dijual dan harganya tinggi. Tanaman ini dapat diusahakan di lahan pasang surut. Oleh karena itu. Kedelai merupakan bahan baku makanan yang bergizi seperti tahu dan tempe. Tanaman ini tidak tahan genangan. Hampir semua lapisan masyarakat menyukai makanan yang terbuat dari kedelai. tidak dianjurkan menanam kedelai di lahan pasang surut yang bertipe luapan air A yang selalu terluapi baik saat pasang besar maupun pasang kecil. diperlukan suplai kedelai tambahan yang harus diimpor karena produksi dalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan tersebut. Untuk pencapaian usaha tersebut. . Lahan budidaya kedelai pun diperluas dan produktivitasnya ditingkatkan.

2.1. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab. 1 SYARAT PERTUMBUHAN 2. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 oC. baik pula ditanami kedelai. asal tidak tergenang air yang akan .1 Iklim y Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis.2 Media Tanam y Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 oC. y Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan.1.BAB II ISI 2. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung. Tanah yang baik ditanami jagung. y Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 oC. y Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. tetapi air tetap tersedia. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik. y Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan.

y Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. 2. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. y Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa. y Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial. y Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. latosol dan andosol. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.pertumbuhan kedelai kurang baik. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik.5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar.3 Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. .87. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0.5 pun kedelai dapat tumbuh. regosol. y Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai.0 tetapi pada pH 4. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl.menyebabkan busuknya akar. grumosol.5. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah.300 m dpl. Pada pH kurang dari 5. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal.1. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik.

berarti sudah mengandung bakteri tersebut. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. Galunggung. Guntur. No. (3) setelah diinokulasi. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam.2. Orba. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Selain itu. No. Wilis. Shakti. Economic Garden.2 PEDOMAN BUDIDAYA 2.452. Biji kedelai mudah .1 Pembibitan Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram Rhizole (legin) dibasahi dengan air sekitar 10 cc. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Limpo Batang. No. Lakon. Clark 63. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137). Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam. Merbabu. Tidar. yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. bersih dari kotoran. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. tetapi tidak lebih dari 6 jam. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan.27.2. Peter. Rinjani. Raung. Taichung. tanah. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum).29. Davros. TK 5. Tambora. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi.

Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif).2. perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari. atau dengan memperpendek jarak tanam. Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. . menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. memupuk. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek.2 Pengolahan Media Tanam Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. 2. dengan kelembaban nisbi ruang • 80%.menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji • 3% dan disimpan di ruangan bersuhu • 25 oC. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu.

Jarak tanam hendaknya teratur. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan tanaman kacang-kacangan. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam. 25 x 25 cm. tetapi setiap 3-4 tahun sekali. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. tinggi 20 cm.3 TEKNIK PENANAMAN Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. Apabila akan dibuat drainase.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. 2. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan . Dengan pengapuran. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. atau 20 x 20 cm. dengan dosis 2-3 ton/ha. kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat.

Pada tanah yang subur. Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:  Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. . Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. jarak tanam lebih renggang. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan.  Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:    Umur tanaman tidak jauh berbeda. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan.tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit.

 Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau. sehingga akan terlihat tidak seragam. kedelai dengan jagung. . biasanya kedelai ditanam bersamaan. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Di lahan sawah dengan irigasi. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Bila ditanam di tanah sawah. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. 2. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari. Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik. kedelai dengan ketela pohon. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan.4 PEMELIHARAAN TANAMAN Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari.  Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen.

Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. pemupukan dapat menaikkan hasil. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga.Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. pemupukan tidak diperlukan. Pada tanah yang kurang subur. y Pemberian pupuk hayati MiG-6PLUS pada masa pemeliharaan adalah saat tanaman mulai berbunga dengan dosis 2 liter per hektar. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. Apabila lahannya luas. sekitar 6 minggu setelah tanam. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. y Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: y y Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. Aplikasi larutan pupuk hayati MiG-6PLUS dapat menggunakan semprotan (bilas dahulu . y Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. Urea=50-100 kg/ha. dapat juga dengan menggunakan herbisida. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha.

Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk. Harap diingat jangan bersamaan atau di campur dengan bahan kimia. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 3. . pemberian air di sawah bisa diatur. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. tanah harus diairi. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. Namun bila tidak ada irigasi. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. Saat menjelang panen.4 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Di lahan sawah irigasi. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. tanah sebaiknya dalam keadaan kering.dengan air bersih) atau langsung disiramkan pada tanah di sekitar perakaran. beri tenggang waktu selama 3 atau 5 hari Sebelum atau sesudah aplikasi pupuk kimia atau pestisida. Pemberian pupuk hayati MiG-6PLUS .

Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. y Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang cabang kering tanaman pelindung yang jatuh. disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC. dicampur dengan benih.5 HAMA DAN PENYAKIT 2. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. bahkan tidak berbuah sama sekali. Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. Dursban 20 EC.5 mm berwarna hitam. ada yang bersayap dan tidak.1 Hama 1. bersih. 2. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong. dan hasilnya akan sedikit. Huslation 40 EC. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. y Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. diberi insektisida Marshal 200 EC. pertumbuhannya terhambat. Kharpos 50 EC. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya. Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur. setelah tanam 50 hari. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC. y Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC.5. dilakukan sebelum benih ditanam. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari. Ulat penggerek polong. Gejala: layu. Hosthathion 40 EC.y Lalat bibit. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). memenuhi syarat. y Wereng kedelai atau kumbang daun. Azodrin 15 WSC. Azodrin 115 WSC. mengolah tanah dengan baik. tidak ditumbuhi .

bunga. setelah menetas. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. kecil sekali (1. dan Agrothion 50 EC. Sumithoin 50 EC. 4. polong bagian luar berubah warna. Surecide 25 EC 3. kapas-kapasan atau kacangkacangan. bahkan seluruh tanaman. hitam bergaris kuning. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. sebelum ulat berkembang biak. Gejala: larva dan kumbang memakan daun. Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC. ulat masuk ke dalam buah sampai besar. pucuk. (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya. memakan buah muda. Bertelur pada permukaan daun. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. 2. kemudian menjadi lalat dan bertelur. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi). . Diazinon 60 EC. Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. Melano Agromyza Phaseoli. pemakan daun dan merusak bunga. polong muda. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. 5. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri. Waktu buah masih hijau. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit). Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur.5 mm) Lalat bertelur pada leher akar. Basudin 50 EC. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering). Azodrin 15 WSC.tanaman inang seperti: terung-terungan.

saat matahari bersinar turun ke polong. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda). Pengendalian: Saat benih ditanam. 8. bertelur di permukaan daun. ulat hidup bergerombol. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. 7. dengan dosis 2 cc/liter air. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi. berkelompok. Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. memakan polong dan bertelur. Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar.6. Azodrin 15 WSC. (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan. Fomodol 50 EC. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. memakan daun. . yang berwarna hitam bintik putih. dan berpencar mencari rumpun lain. Pagi hari berada di atas daun. tanah diberi Furadan 36. kemudian setelah benih ditanam. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Dursban 20 EC. 9. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm. volume larutan 1000 liter/ha. telur di bawah permukaan daun. Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC. tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa. Gejala: kerusakan pada daun. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. Pengendalian: Azodrin 15 WCS.

Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit. 2. saat udara lembab. Gejala: bunga. Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Penularan melalui tanah dan irigasi. Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. Copper Sandoz.5. buah dan daun mengecil. dan tanaman berjarak tanam pendek. dengan dosis 2 gram/liter air. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. menguning.2 Penyakit 1. Dithane M 45.2. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Pemberantasan: belum ada. (2) menyemprotkan Dithane M 45. 3. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. lebih parah jika cuaca cukup lembab. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. Penularan melalui tanah dan irigasi. . Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. daun yang paling rendah rontok. 4. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.

Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang. 7. atau polong sudah kelihatan tua. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah. karena banyak buah yang sudah tua dan kering. 2. Panen yang terlambat akan merugikan. buah akan gugur . Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun).5. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun. Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. Penularan melalui tanah dan irigasi.6. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. kemudian membusuk dan mati. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. (2) menyemprotkan Dithane M45. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. tanaman menjadi kerdil. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit.1 Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning.6 PANEN 2. lalu gugur. 8. 6. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Disamping itu.

agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. 2. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu.akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. Perlu diperhatikan. maka dengan memotong akan lebih cepat. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan.2 Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan.6. tapi tertinggal di dalam tanah. Pada tanah yang keras. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. . Pada tanah ringan dan berpasir. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari. proses pencabutan akan lebih mudah. agar hasilnya segera dapat dijemur. Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut.

Tanah dan iklim merupakan dua komponen lingkungan tumbuh yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kedelai. batang. Varietas memegang peranan penting dalam perkembangan penanaman kedelai karena untuk mencapai produktivitas yang tinggi sangat ditentukan oleh potensi daya hasil dari varietas unggul yang ditanam. kesuburan tanah. . dan pola tanam yang berbeda sehingga kendala satu agroekosistem akan berbeda dengan agroekosistem yang lain. dan merupakan tanaman semusim. Pertumbuhan tanaman kedelaiyang optimal tidak akan mempunyai produktivitas yang baik bila hama dan penyakit tidak dikendalikan dengan baik. dan biji sehingga pertumbuhannya bisa optimal.BAB III PENUTUP Tanaman kedelai umumnya tumbuh tegak. yaitu akar. berbentuk semak. Tujuan pembentukan varietas unggul kedelai ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas kedelai yang tidak dapat dipecahkan melalui pendekatan agronomi. iklim. daun. Tanaman kedelai dapat tumbuh di berbagai agroekosistem dengan jenis tanah. Morfologi tanaman kedelai didukung oleh komponen utamanya. polong.

unpad.ac.com/mobile/documents/search?query=budidaya+kedelai&commit. 7 Desember 2010 http://pustaka.pd f.DAFTAR PUSTAKA http://www.id/wpcontent/uploads/2009/03/budidaya_tanaman_kedelai. 7 Desember 2010 .scribd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful