FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :««««««««««««««««««««««« b.Usia :««««««««««««««««««««««« c.Jenis kelamin :««««««««««««««««««««««« d.Tinggi badan :««««««««««««««««««««««« e.Berat badan :««««««««««««««««««««««« f.Agama :««««««««««««««««««««««« g.Suku :««««««««««««««««««««««« h.Pendidikan :««««««««««««««««««««««« i.Pekerjaan :««««««««««««««««««««««« j.Alamat :««««««««««««««««««««««« 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda ± tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

c.Posted on Maret 9. 2. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml.Gambaran lesi dari tumor. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. f.Brain atrofi. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. b. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien. d. naik turunnya vaskularisasi dan infark. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal. 3. Test awal yang dilakukan meliputi : . yaitu : a.Inflamasi. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. hematoma dan abses.5 menit. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya. menurut posisi jam 12. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan.Brain contusion. Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg.Perubahan vaskuler : malformasi. e.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3. PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIENž Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan.Hydrocephalus.

e. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri. sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras.Posisi terlentang dengan tangan terkendali. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan. Filed under: A. disebut sel limfosit reaktif (SLR). 5. d.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit. Pada orang normal . c. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer. Melakukan pernapasan dengan aba ± aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg.Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan.Ukur ntake dan out put. f. g.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam.PROSEDUR a.Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. b. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun. b. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. c. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9.Pendahuluan Dalam keadaan normal.Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. meskipun . Antigen tersebut disebut autoantigen. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan. sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing. 4.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.

Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun . lensa mata. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR). Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu. dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C.Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit.Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5. misalnya pada lanjut usia 3. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung.Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6. Burnett mengajukan teori forbidden clones. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun. dapat timbul penyakit autoimmun 2. dan saraf pusat. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun.SLR berpasangan dengan autoantigen. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah. B. FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun. tidak selalu terjadi respon autoimun.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma. Bila sawar tersebut rusak. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun.Teori-teori autoimunitas 1.

juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus. jantung.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2. ginjal dan kelenjar gondok. 2008 by harnawatiaj A. usus. IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit.Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua . Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2.Sklerosis Sistemik 1. paru. sinovium.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4.Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9.Ditemukan autoantibody 3. dan arteri .Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D.Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1.

Biasanya kalainan ini asimptomatik c.bangsa. kelenjer lemak di epidermis. Dengan demikian. rambut dan lemak menghilang. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic. Kulit tampak kering dan retak-retak. kelenjar keringat. Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis. Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan. Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris. dan kulit menjadi tegang. Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. ternyata pada scleroderma. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya.Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan. b. keringat berkurang. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. Klien tidak dapat dicubit. jarang pada anak-anak. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. hilangnya alat-alat seperti rambut. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah.Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. sangat berguna sebagai gejala diagnostic. atau antara trombosit dan leukosit. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun.Gejala klinis dan konplikasi a. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. Karena timbul dini. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif.

Jarang ditemukan jari clubbing. d. efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru. EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e. dan uremia. perdarahan. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung.Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f. pemakaian diuretic yang berlebihan.Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b. ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru. Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2. kerjanya menurunkan depot katekolamin. kalsifikasi subkutan c. Kelainan ginjal sering timbul akut. mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi). ileum e. kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal.Penatalaksanaan a.Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi.paru dan kelainan pada gambaran radiologist. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan .Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg).Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h. pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut. Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma . suatu obat alfa adrenergic. 5. sekali sehari c)Metildopa. Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu.Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6. misalnya karene operasi besar.Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum . misalnya dyspnea d¶effort atau nafas pendek. Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan. Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari .Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas. proteinuria > 1+.Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang. 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. diberikan peroral.

Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. jantung.d)Reserpin. Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer.5-2. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. pemanasan. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria. B.Arthritis Reumatoid 1. paru.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara. dehidrasi.0 g/hari b. usus halus. sehingga terjadi pembengkakan. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare. juga merupakan penghambat simpatis. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid. dan sebagainya e.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat. Latihan range of motion aktif/pasif. dan persiapan operasi f.5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat. malnutrisi. Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya. dosis 0. tidak berlangsung lama Rekontruksi d. . ginjal. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh. Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun. Pemberian 0.penisilamin. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari. kegagalan ginjal. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk.Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma. muntah. 7-10 mg/minggu. terutama untuk atralgia dan mialgia.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan.

Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi.Diagnosa . proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus. Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan. Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. 4. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya.2. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun. Di belakang lutut yang terkena. Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. pergelangan tangan. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. sindroma Sjögren atau peradangan mata.Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. terutama menjelang sore hari. Pada AR.Patofisiologi Pada AR. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai. kaki. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. bisa terbentuk kista. 3. 5. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. Biasanya peradangan bersifat simetris. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. tangan. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung. sikut dan pergelangan kaki. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. Pada p[eradangan kronik. jari kaki.

semakin kuat obatnya. Gout h. kortikosteroid dan obat imunosupresif. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi. Artritispsoriatik f. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal. PenyakitLyme d. Osteoartritis.sehingga diperlukan pemantauan ketat. Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. Obat anti peradangan non-steroid.kadang jumlah sel darah putih berkurang . Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri. . 2. Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen. 4. Mengenali artritis rematoid. 3.Pemeriksaan darah . Pseudogout i. Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut.Faktor rematoid di dalam darah 5. Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4. 6. kemungkinan menderita artritis rematoid: 1.Pemeriksaan cairan sendi. Pola gejalanya sangat khas. tidaklah mudah. Biasanya. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi. Spondilitisankilosing g.Biopsi nodul.sebagian besar menderita anemia . Artritisgonokokal c.Artritis pada persendian tangan.Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena. maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. SindromaReiter e. obat slow-acting.Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis.Perubahan yang khas pada foto rontgen.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat . Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. tetapi untuk mencegah kekakuan.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan. Demamrematik b.Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3. Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri. biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah. tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1. maka semakin hebat potensi efek sampingnya.Rontgen.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid.

Penisilamin. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi. sakit otot dan kelainan mata. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya. Jika . Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang. penisilamin. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat. 1. penyakit otot. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. Jika terjadi efek samping tersebut. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. Jika obat ini efektif. Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu. Efek sampingnya berupa ruam kulit. maka pemberian obat ini dihentikan. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. maka pemakaiannya segera dihentikan. dosisnya dikurangi secara bertahap. kelainan ginjal.Senyawa emas.Hydroxycloroquine. Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Jika terjadi efek samping yang serius. Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah. Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. yaitu berupa ruam kulit. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali. Efek sampingnya biasanya ringan. 2. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. Obat slow-acting. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan. Selama pengobatan berlangsung. 3. maka pemakaian obat harus dihentikan. yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi.

peradangan paru-paru. osteoporosis. kelainan sel darah dan ruam kulit. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi.Sulfasalazine. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. memar. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah. Setelah peradangan mereda. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin.terjadi perbaikan. mudah terkena infeksi. Kortikosteroid. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan. Jika pemberian obat tidak membantu. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi. Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping. azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. kelainan hati. kadar gula darah yang tinggi dan katarak. bisa dilakukan latihanlatihan. Untuk mengobati persendian yang kaku. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. 4. biasanya dilakukan pembedahan untuk . yang melibatkan hampirsetiaporgan. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid. seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). Terapi lainnya. mungkin perlu dilakukan pembedahan. terapi fisik. tetapi jangan sampai terlalu lelah. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi. digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid). padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. Efek sampingnya berupa penyakit hati. tekanan darah tinggi. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping. tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan. Obat imunosupresif. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.

hidroksiurea. fluorourasil dan sitarabin). supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. 2. Pada anemia jenis ini. Jika kekurangan salah satu darinya.Pergerakanyangkaku. bisa terjadi anemia megaloblastik. Selain zat besi. Gejala lainnya adalah: .Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Hilangnya rasa ditungkai. Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya. Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus. Selain zat besi.Warna kulit menjadi lebih gelap . C. hidroksiurea. fluorourasil dan sitarabin).Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Anemia Pernesiosa 1.mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan.Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: . Jika kekurangan salah satu darinya.Linglung . bisa terjadi anemia megaloblastik.Penurunan berat badan . sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas).termasuk warna kuning dan biru .Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar . Pada anemia jenis ini. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas).Buta warna tertentu. 3. Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki).Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat.Lidah licin .Kesemutan ditangan dan kaki . Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.Pucat . kaki dan tangan .Anoreksia . sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah.

Diagnosa Biasanya. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah. Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1. bisa dilakukan tes Schilling. Gambaran sum-sum tulang megaloblastik..Penurunan fungsi intelektual. Jika penyebabnya masih belum pasti. MCV • 100fmol/l. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. Jika diduga terjadi kekurangan. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena.Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12. sehingga menyebabkan aklorhidria.yaitu analisa lambung.karena itu diberikan melalui suntikan. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa.Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. neutrofilo hiperpigmentsi. tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik. Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6.Depresi . IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9. Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster). Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. 5. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). Filed under: 9. bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya.Pemeriksaan yang lebih spesifik. 7.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12. Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama. Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya. Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. 2. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung. 2008 by harnawatiaj . 4.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. lalu penyerapannya diukur kembali. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa.

Mengurangi lamanya perawatan d. sedang atau tebal. seperti .Berdasarkan letak a.PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ).Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen.Split thickness yaiu skin graft yang tipis.Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah . atau drum dermatome.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1. Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas.PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ).Tujuan khusus : a. b. 4.Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3.1. dermatom bertenaga listrik atau udara. 2.Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b. namun lazimnya berasal dari daerah paha.Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3.Mencegah kontraktur c.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b. (yudini. leher. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan. Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ³host´ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ³resipien´ atau ³graft bed´.Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c. Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain .Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e. tangan dan kaki 2.Berdasarkan ketebalannya a. pisau graft kulit. punggung atau perut. pantat.2007) 2.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1.Mempercepat penyembuhan luka b.Berdasarkan sumber donornya a.

5.cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut. tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1. c.punggung. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien.Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor.Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien.Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien. b. Pada pemasangan di lokasi resipien.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal. perdarahan pada daerah resipien harus baik.Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan). d.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya.Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium .Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi. d. b.untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali. Tehnik cangkok jala ini disebut ³mesh´ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah.Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi. c.Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar.beberapa persayaratannya : a.5 kali sampai 6-9 kali luas semula. sehingga luasnya mencapai 1. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a. Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala.

buka balutan setelah 2 minggu post op.2.lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril.Skin graft pada tangan dan kaki. bengkak. rawat luka 2 hari sekali.Keadan umum b.Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga.Amati tanda-tanda infeksi. 3) Perawatan luka pada donor a.PERAWATAN SKIN GRAFT .Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6. e.Bila luka bersih.9% (normal salin). sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema.Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien.Keringkan dengan kasa steril d. hati-hati¢e. nyeri tekan. bila ada bau busuk.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a.Gangguan sirkulasi (ada spalak) d. d.5 cm) e. 7.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0. 2) Urutan perawatan luka a. c.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0.Perdarahan post op c. rawat setiap hari. b.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b.Tutup dengan menggunakan gaas steril.Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril. c.Luka donor yang hanya diberi sufratulle.Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket.

Jika ncairan terkumpul di bawah graft. dan organisme penyebab l.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d.BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k. 8. c. j.Reaksi penolakan/alergi c. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h.bau.Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j.Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima. f.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b. d. kelompok dan masyarakat baik .Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f. 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan.Pus bersihkan dengan bethadine. jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan.Reaksi tubuh : tidak magnetis.bengkak.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e.Bila ada tanda infeksi (merah. b. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. keluarga. g.KOMPLIKASI a.Ganti verban setiap hari.pus).Tutup dengan gaas steril dan elastis verban.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi .Buka balutan harus sangat hati-hati.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu. buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi.a.SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban). kecuali ada tanda infeksi segera buka.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ³perpindahan kekiri´ diduga proses infeksi c.Infeksi b. i. e. h. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset.Bersihkan skin graft dengan savlon 1%.Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i. tidak menghantar listrik I.

yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan. masalah dengan citra tubuh j. cedera vaskuler langsung. gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. stress.Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian. dangkal . masalah tentang peran fungsi.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6.sirkulasi Tanda : hipotensi.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. d. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. menangis h. nyeri).)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan). ketergantungan. perubahan membran alveolar/kapiler. 1990) 1. . edema berlebihan. gangguan massa otot. analgesik narkotik. sensitif untuk disentuh.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. 5. menarik diri. perubahan tonus b.Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a. ansietas. menyangkal. tahanan. steroid 2. 4. ketidak mampuan menelan. efek prilaku.Sirkulasi e. imobilisasi.)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. meringis.Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan. reaksi orang lain. penurunan refleks g. Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. berteriak. pembentukan trombus. takikardi ( syok. marah.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya µ anti-inflamasi. diteka. 2. sekresi oral i. perencanaan. kecacatan Tanda : ansietas.gejala : masalah tentang keintiman hubungan f.Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat. cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk. pekerjaan. hipovolemia. mengi. diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1. keuangan . 3. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. ansietas.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit.Pernafasan : Gejala : takipnea.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi. menangis.

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda ± tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 ± 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 ± 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 ± 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

(c.)Intervensi (a.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi. g. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi. demam . Pertahankan posisi yang diinginkan. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan. kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari. tonus dan kekuatan. (e.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan.dengan cepat. prognosis. (1.)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit. f.)Ubah posisi dengan sering.)Kaji kulit untuk luka. perdarahan. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft. prognosis dan harapan yang akan datang. (d.)Kurang pengetahuan tentang kondisi. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit. perubahan warna.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis. Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi. Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik.)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat.. (f. (c. benda asing.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang. (e.)Kaji ulang patologi. (1. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f. contoh : nyeri berat. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. dorong penggunaan trapeze bila mungkin. (d. (b. (b.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi.)Intervensi (a. (2. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot. kemerahan. prognosis dan pengobatan.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu. Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. Sering mengakibatkan penurunan BB. (2. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB.

)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten. (c.)Intervensi (a. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol. j.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya. (1. h.)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah.)Intervensi (a.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya. (1. membicarakan diri tentang hal negatif. (2.tinggi. . Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi. (2. berhubungan dengan immobilisasi.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1. (b. Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah.)Gangguan pemenuhan ADL . i. (b. juga dukungan untuk orang terdekat.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien). Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien. (b. (d. (c.)Perhatikan prilaku menarik diri. bau tak enak.)Intervensi (a. Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain. Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya. (2. (c. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara.)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi.

Filed under: 9. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri. yaitu fasia tranversalis. m. lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ).Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien. yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis. Disebelah atas. Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut. Sumber-sumber dari instansi. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9. oblikus abdominis internus. Dasar dari tindakan. Kemudian ketiga otot dinding perut. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien. Evaluasi. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor. (d.Mengidentifikasi respon klien. Dibagian belakang. c. m. b. lemak peritoneal dan peritoneum. oblikus abdominis externus. m. melekat pada iga. Peritoneum. 2008 by harnawatiaj I. Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis. Integritas lapisan . tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. 3. yang meliputi 3 hal : a. Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. struktur ini melekat pada tulang belakang. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks. Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul.

Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 ± 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. dapat dilakukan operasi satu tahap. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut. fasia dan kulit. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. Dinding kantong dibuang. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen. luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong. Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. Bila kantong omfalokel kecil. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 ± 10 tahun. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir. torakalis VI s/d XII dan n. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . keadaan ini disebut omfalokel. lumbalis I. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. juga pada saat berkemih. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong. iliaka sirkum fleksa superfisialis. Dari kaudal terdapat a. dapatan maupun iatogenik. keadaan ini disebut gastroschisis. isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut. lambung kadang hati. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 ± 4 bulan. II. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut.

Penyakit usus seperti Colitis ulserative. 5. Rota virus dan Astrovirus. Coxechasi dan Poliomyelitis). II. yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan. 12. 2008 by harnawatiaj I. 10. protozoa dan jamur. 8. Compilobacter. Salmonella.Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. crohn disease dan enterocolitis. 3.Gangguan metabolik atau malabsorbsi. 7. Etiologi Faktor Infeksi 1.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas. 11.Obat-obatan seperti antibiotik. hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare).Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan. Shigella.Infeksi bakteri : Vibrio coma. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya.Infeksi parental. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan . Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis. sepertiOtitis Media Akut.Obstruksi usus.telanjang. C. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus. Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan. Filed under: 1. Patofisiologi A.Alergi makanan : susu dan protein. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9. Adeno virus. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun. 4. 9. 2. III.Infeksi parasit : Cacing. Tonsilopharingitis dan sebagainya. Ecserchia coli. Yersenia dan Acromonas.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 ± 250 gram. Bukan faktor infeksi 6.

6. d. kulit kering.Hiponatremi.Hipokalsemi 4. b.Dehidrasi 2. Mikroorganisme patogen Zat ± zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV.Syok hipovolemik 7. .pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare. 2. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare. VI.Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 ± 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB. turgor kulit jelek.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 ± 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ± 90 ml/kgBB.Respirasi cepat dan dalam.Anorexia. g.Asidosis.Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB. 3. konvulsi. lemah.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 ± 250 gr.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel. f. pucat. e. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a. 3. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar. Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1. V. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah.Cardiac disrythmias 5.Vomiting. c. iritabel. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1.Hipokalemi.

Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis.Diet. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi. luka baker.VII. penderita harus dirawat di RS. 2.Untuk umur 1 tahun lebih .Seperti pengobatan dehidrasi ringan b. 3. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9.ASI/susu yang sesuai c. B. luka tembak.Diagnosis. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka. C. Pada dehidrasi berat.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. BB 7 kg lebih : teh. luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat.Defisiensi disakarida 5. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan . 2008 by harnawatiaj A. sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas. 2/3 penuh ditambah oralit. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit. berukuran 2-5 x 0. Filed under: 1. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit. atau kaleng. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik.Oralit + cairan b.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. pecahan kaca.Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang.Dehidrasi.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani. biskuit. bubur dan seterusnya selain oralit.Bila tidak minum ASI : 1. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. Toksin ini labil pada pemanasan. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1. 4. ramping.4-0.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang. 2.

mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah . 3.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris. mudah terangsang.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 ± 14 hari. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak. trismus. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. 2.Spasme yang khas . gelisah. lengan kaku dan tangan mengepal kuat. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. timbul mendadak dengan kaku kuduk.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas). Timbul kejang tetanik bermacam grup otot. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. 10.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. 6. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah. 5. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat.tetanus local : otot terasa sakit. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi. yaitu: 1. 8. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi. 7. Kedua.Kesukaran menelan. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik ² meluas.sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat. Anak tetap sadar. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak. 9. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele. D. dan mempengaruhi sistem saraf pusat. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini. yaitu badan kaku dengan epistotonus.Tetanus general merupakan bentuk paling sering.atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. bibir tertekan kuat pada gigi. 2.gelisah. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat.Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4.

pengobatan yang terlambat.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis. I. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun). 3.Fraktura kompresi. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya. b. 2.000-12. spondilitis leher.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J.Penatalaksanaan a.Atelektaksis karena obstruksi secret 4. abses retrofaringeal. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat). ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral. Paling menonjol adalah disfungsi saraf III.Antitoksin .Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan. ~ Mengatur cairan dan elektrolit. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1. mastoiditis.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari). G. Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu. preumonia lobaris atas. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi. VII. H. period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan.000 ca. IV.otitis media atau luka kepala dan muka. F.Komplikasi 1.Asfiksia 3. usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar.Diagnosis Biasanya tidak sukar. abses gigi yang hebat.Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang.Obat-obatan 1. pembesaran getah bening leher. E. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum. kenaikan suhu tubuh yang tinggi. ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu.Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi. miositis leher. Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus. 2.

K.M. 2008 by harnawatiaj I. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50.Antibiotik Penizilin prokain 1.Pencegahan 1. juta 1.Antitoksin 20.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2.u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1. ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya.M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max. INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik .Etiologi B. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3.000 iu/kg BB/hari). 2.m/5 hari. sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati.5-1. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1.0 mg/kg BB/1. II.V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A.4 dan 5 bulan. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar. ~ Diazepam 0.Imunisasi aktif toksoid tetanus. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun. dll. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB.Morfologi C. 2.Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1.Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati.Fungsional Uraian : A. diikuti proliferasi jaringan ikat. 4. degenerasi dan regenerasi. Filed under: 9. 200 mg/hari). Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas.000 iu/1.M/4 jam.

disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1. .mikronodular 2. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas. gembung. danfoetor hepatik. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi. 2. berat badan menurun.sirosis dini) dekompensasi (aktif. mual. C. sirkulasi hiperkenetik. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. 3. sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten.makronodular 3.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid. infeksi seperti malaria. gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. bicara gagok/slurred speech. B. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. edema pretibial.campuran Uraian : 1. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. subfebris. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah. muka dan lengan atas. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi. Ensefalopati hepatik. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini.

sinusoid. Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa. Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran . Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen. dan status quo (stasioner). regresif. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules . Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis. Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang. misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya.Bisa disebabkan satu faktor saja. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif).terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati . insufisiensi trikuspidal.Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . yakni kegagalan hati. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi.retikulo endotel.2. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis). III. dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati.septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik.septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva. dan hipertensi portal. histologi jaringan dan dibagi atas progresif.biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi. trombosis vena porta waktu lahir. Gambaran klinis. biokimia darah. Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. biasa kongenital.

vena kolateral pada dinding perut. timbul peradangan luas. dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut. ikterus. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. Pada kasus lain. hipokrom normositer. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. atau hipokrom makrositer. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun. V. yang masih baik. Darah : bisa dijumpai HB rendah. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis. hipokrom mikrositer. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya.Pemeriksaan Penunjang 1. perasaan perut gembung. dan pemeriksaan penunjang lainnya.nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. edema pretibial dan asites. nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). laboratorium. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor. spider nevy. mual. gangguan siklus haid.Manifestasi klinis 1. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati . sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati. IV. haid berhenti. 2. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. anemia normokrom normositer. bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus. epistaksis. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. hematemesis dan melena.

Pemeriksaan laboratorium bilirubin.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati. kadar Na 500-1000.luasnya kerusakan parenkim hati. caput medussae. b. pinggang. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. Bila terjadi kerusakan sel hati.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . kadar CHE akan turun. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). dan tubuh bagian bawah. leher. Bisa juga dijumpai hemoroid. pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati.serum (mu. bahu. prognosis kurang baik. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V). ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. biasa hati membesar pada awal sirosis. dada.mol/dl0 50 Alb. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. konsistensi hati biasanya kenyal/firm.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). bila hati mengecil artinya. Pada sirosis hati. 2. mempunyai prognosis yang jelek. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase. dan atrofi testis pada pria. ginekomastia. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. Dalam hal ensefalopati. pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer.

splenomegali. dilakukan pemeriksaan mikroskopis. dll. homogenitas. red whale marking. perdarahan dan eksudat. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta. permukaan. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. hepatoma/tumor. kista. Pada beberapa kasus. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. vena kolateral dinding perut. Yang dilihat pinggir hati. ginekomastia. dll. filling defek. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. 2. ikterus. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. Juga dapat dilihat besar. amilase dan lipase. timbul spider nevi. kelainan tumor hati. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). limpa. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. pelebaran saluran empedu/HBD. atrofi testis. maka gambaran klinis. pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia. caput medusae. pembesaran. ensefalopati. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. Selain tanda tersebut. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati. gambaran vena hepatika. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. eritema palmaris. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. Angiografi : angiografi selektif.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : . Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. hemoroid. sel retikuloendotel dan limpa. asites. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati.Kegagalan hati (hepatoseluler) . Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. bentuk dan homogenitas hati. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. VI.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. vena porta. sel tumor. seperti tumor atau kista hidatid.

Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari. Pertama melakukan pemasangan NG tube. istirahat yang cukup. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver. Hemokromatosis. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0. amokisilin. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. Bila perdarahan banyak. dan menambah ekskresi melalui urin. Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna.1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali.Peritonitis bakterial spontan 6. dilakukan klisma.5 g/hr dan total cairan 1. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui. susunan diet TKTP. untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). b)Perdarahan varises esofagus.bila perlu dikombinasi dengan furosemid. 0.Ensefalopati 5.v.9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal. 2. tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb . disamping melakukan aspirasi cairan lambung. pemberian neomisin per oral. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat. lemak secukupnya.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya. protein dikurangi. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia. Diberikan vasopresin 2 amp.Asites 4. Bila tidak tersedia fasilitas diatas. diberikan diet rendah garam 0.Sindrom hepatorenal 7. diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum. aminoglikosida. dicoba melakukan parasentesis abdominal . Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. 1.3. Bila timbul ensefalopati. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan).5 l/hr.

usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/ l 5. Hemoglobin (Hb) g/dL 12. Limfosit % 20. Batang1 % 2.0.5 ± 5.0.0 ± 1.9 (P). Lihat http:// www.0. Kalium mmol/L 3.1.0 ± 75.< 15 (L. Protein total g/L 66. Eritrosit (sel darah merah) juta/ l 4.0. MCHC/KHER g/dL 32. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet. Urea mg/dL 8 ± 25.org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan. 40. 4. Trigliserid mmol/L 0. Albumin g/L 38 ± 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 ± 150 (P). Radio IV/10. dengan nilai rujukan. Jl. 60 ± 400 (L).0 (L).6 ± 5.0 ± 10. < 30 (P.0 ± 16. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal.0 ±.5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3.0 ± 18.11 ± 2. Segmen1 % 50.0 (P).0. SGPT (ALT) U/L < 36. yang ditunjukkan pada kolum µNilai Rujukan¶ atau µNilai Normal¶ pada laporan laboratorium.0.0 ± 1. Klorid mmol/L 95 ± 108. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil.0 ± 6.Bilirubin langsung mg/dL 0. Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521.aidsinfonet.0. Eosinofil % 1.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan. usia < 50).2.0 ± 31.6 ± 5. 80 ± 316 (L).0 ± 70.0 ± 0. usia 50) .0 ± 40.0.0. Filed under: 9. Bilirubin total mg/dL 0. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan .5 (L). < 20 (L. 50.0 ± 45. Laju endap darah (LED) mm < 25 (P. usia < 50).4. Alkalin fosfatase U/L 64 ± 306 (P).0 Trombosit 103/ l 150 ± 400 Catatan: 1. Jakarta 12130.0 ± 6.0 ± 48. Amilase U/L < 125. HDL mmol/L < 4.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava.15 Lain Glukosa mmol/L 3.0 (P).0 ± 3.9.0 MCH/HER pg 27.0 ± 36.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0. 92. MCV/VER fl 82. 13.0 ± 8. Monosit % 2.0. SGOT (AST) U/L < 35. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9. Hematokrit % 39. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia.0 ± 87. Asam Urat mmol/L 54 ± 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai µnormal¶. Natrium mmol/L 135 ± 150.0 ± 4.

Aspirasi virus pneumonia. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire¶s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. tenggelam. Jenis ketidakstabilan akut. 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. Menyerupai perubahan pada IRDS. Filed under: A. amniotic fluid embolic. kimia corrosive. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru.cara pemakaiannya. Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. O2 konsentrasi meningkat. bacterial. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. kongesti atelektasis. perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. hydrocarbon. Hampir tenggelam dan trauma dada. pneumonia septic) . Tidak ada standar nilai rujukan. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9. hemorrhagic. Jakarta. nilai laboratorium lain dapat berbeda. post traumatic paruparu. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. post infusion paru. Non pulmonary : Shock (traumatic. dan ventilasi paru.

Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. susah bernafas. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia . Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 ± 3 hari sesudah trauma atau kesakitan. Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. methadone barbiturat). seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan.Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum. Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis. keadaan abnormal ventrikel kiri. Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru. Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit.

3. Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan. 11. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 ± 45 mmHg.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi. . 10. 13.Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia. 8. 12.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhipEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru. Tekanan maximum jalan napas 50 ± 70 mmHg. 9.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi ± perfusi terganggu.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan. 7. 6. 4. 2. HR) stabil. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic. shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap. BP.Perubahan nutrisi.p O2 C pHypoksimia. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik ¡ menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasipStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasipkekakuan paru-paru) alveolar.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator. lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral. Hemodinamic parameter (CO.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan. 5. Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting. Diagnosa Keperawatan 1. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg. 14.

Membran mukosa mulut baik. alat monitor khususpKetepatan pemeriksaan gas darah. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic.Mempertahankan oksigenasi secara adekuat. cardiac output (CVP.pKegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal.Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi. Integritas kulit baik.Tekanan kapiler paru normal. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli. Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien. terpenuhinyapBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. 1982) tingkat rasa nyaman. Berat badan stabil.p . Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi. Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah. Keseimbangan intake dan output. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps. Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2. TKTP diberikan. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output). PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah haruspdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor. utuh. Pelaksanaan 1. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi. untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William. atau swan-Ganz cateter). Komunikasi nonverbal dapat diartikan. Karena peningkatanpKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake.

tepat di bawah diafragma kiri. Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya.3. Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 ± 200 ml per jam tinja). kortikosteroid.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 ± 250 gram (Syaiful Noer. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital. 1999 : 501). anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus.Individu dan family coping. Selang yang dapat mengempis ini. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri . RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. kardia. lambung dan usus sampai anus. 4. fundus. Pemberian O2. 1996 ).Pencegahan cedera paru berlanjut. B. dan pathogen parasitic. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. korpus dan . Filed under: 5. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. 2008 by harnawatiaj A. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. virus. Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. menurun-kanpUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru.

Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. dan trichuris trichuria. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. calcivirus. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. Untuk sekresi dan absorbsi. minirotavirus dan virus bulat kecil. c. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. bacillus cereus. cryptosporidium. staphylococcus aureus. E. E. dan yersinia enterocolitica. E. coli. clostridium perfringens. cGMP (cyclic guaniosin monophospate). Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar.Insiden Data departemen kesehatan RI. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. coli pathogen (EPEC. D. dan parasit usus. shigella spp.pilorus. entamoeba histolitica.EIEC).Infeksi internal. clostridium defficile. salmonella spp. E. vibrio cholerae. ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive. C. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. strongiloides stercoralis. isospora billi.2 episode diare . menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal.Etiologi Faktor infeksi a.6 ± 2. campylobacter jejuni. Rektum berlanjut pada anus. coli infasif (EIEC). bakteri.ETEC. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. sarcocystis suihominis. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. giarsia lamblia. bagian bawah disebut ileum. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. astrovirus. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran.Infeksi parenteral. Bila jumlah ini dilampaui. coronavirus. dan sebagainya. shigelloides. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. b. Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. fasiolapsis buski. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. plesiomonas. bagian tengah disebut yeyunum. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. capillaria philippinensis.

Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. Yersinia dan Perfringens tipe C. . Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel).Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. S. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1.setiap tahunnya untukgolongan umur balita.1%. 2. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). dan bersifat sekretorik eksudatif. atau melalui aktivitas seksual. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host). Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. Enteriditis. tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. Paratyphi B.Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. tetapi tentu saja ada batasannya. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak. dan dehidrasi berat 23 %. Shigela. makanan yang tidak matang. motilitas lambung.56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi. S. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. maka akan terjadi diare. yang merusak sel mukosa. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. S. rotavirus). Typhimurium. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E.5 liter). tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille). seperti keasaman lambung. Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. Choleraesuis. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. Coli (EIEC). S. soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. masih belum terjadi diare. E. Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B. dehidrasi sedang 7. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus.

Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. F. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama. kolerifrom. Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. V. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. serta suara menjadi serak. Kedua disentriform. pasien gelisah. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. sehingga mengganggu absorpsi air. muka pucat.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. cholarae Virus : Mikroskop elektron. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. muntah.Penyebab diare lainnya. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. nyeri perut sampai kejang perut. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul).Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. salmonella. coli. dan elektrolit. turgor kulit menurun. Biakan : kuman aerob dan anaerob. tulang pipi menonjol. G. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. lidah kering. . E. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur.

Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit. (b). atau 4 tetes/kgBB/menit. 8 tetes/kgBB/ menit. 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. 2. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari.Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit. Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. 3.. 2.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : . 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit. Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa).H. 125 ml/kg BB/hari. berat badan 3 ± 10 kg.Pemberian cairan : jenis cairan.Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 ± 3 kg. Bila anak tidak mau minum. Dehidrasi berat (a). atau 10 tetes/kgBB/menit. b. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 ± 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). Cairan parenteral : 1). yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). Selanjutnya . 4). atau 3 tetes/ kgBB/m. 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam. Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. 2). 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik. (c).Obat-obatan. teruskan dengan intravena 2 tetes/. Formula lengkap sering disebut juga oralit. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh.Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 ± 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit.Untuk anak umur 1 bulan ± 2 tahun. Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 ± 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde).kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit.Dietetik. cara memberikan dan jumlah cairan. 3). atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. Jenis cairan a. KCI dan glukosa.Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.

a. Klorpromazin dosis 0.Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan .Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan. Pada kasus ini.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a.Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan. atau pada rekaman kehi. b. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a.5 ± 1 mg /kg bb /hari. Obat spasmolitik.Obat-obatan a.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d. ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah.Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali.Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8. b.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral. b. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim). jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e. Hari kedua ± keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh.Dihentikannya pemberian susu b. Ini didasarkan pada penilaian klinis. 1997). Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling. asal diberikan perawatan medis tang efesien. I. Dehidrasi ringan . a.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan ± lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f. Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. dilanjutkan selama 24 jam c.Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d.Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi. Cara memberikannya : a.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa. c.Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari.Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite).Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg.Perawatan bayi dengan terapi intra vena d. c. b.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh).angan berat badanterakhir.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. c.Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g. Antibiotik (Ngastiyah.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1. c. 3.Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c.Dengan ditingkatkannya pemberian susu. Kembali susu atau makanan biasa.

Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. obat-obatan yang sesuai.Dukungan bagi orang tua. seperti kloramfenikol atau streptomisin. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal. d.Selama fase akut. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. 2. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor.e. maka anak dizinkan pulang.Pemberian obat-obatan. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. jika muntah parah. . Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh.Perawatan rutin a. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya.Inspeksi dan perawatan mulit bayi e. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. dapat diberikan secara parenteral b. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. Filed under: 9. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini.Perawatan bokong anak. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. Walaupun demikian. Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. f. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi .Persiapan pulang ke rumah.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak. c. bayi dirawat dalam incubator. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel.

Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah. pada bubble trap disebut juga arterial pressure.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer). Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh.5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3. venous blood line/ outlet/ VBL.Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita.Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL. jarum. Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1. misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ««NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik. Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah. aliran darah yang keluar kurang. terjadi bila ada hambatan dari arteri. Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong. 2. menimbulkan borosnya pemakaian cairan. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump. Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga . disebut juga fistula pressure.

klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok. Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk.Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3.aliran darah melambat dan penderita menggigil. 30/50cc Conductivity meter . 10cc. 5cc. nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2.5cc.Peralatan kesehatan dan obat-obatan. kassa.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2. Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis. Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1.

dll . 2008 by harnawatiaj 1. Novocain Alcohol.90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah . bethadine Heparin. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9. batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc. insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0.Obat-obatan : Lidocain. protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D. 5 cc.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim.

dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru. biru diatas Gantungkan NaCl 0. pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL. masukkan ke dalam tabung gelas. hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL. masukkansAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : ± / negatif . ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik. VBL dan infus set 100 ml/msJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis.Cuci tangan Letakkan GB pada holder. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ™ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ™ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc ± 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinsesBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc).9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL. yaitu yang tanda merah dibawah. (untuk hubungan tekanan arteri. klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. VBL. tekanan vena.

sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet .Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1.Izin hemodialisis 3. procain inj) Punksi vena (outlet).5 ± 1 cm ke arah medialsVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1. 5.Persiapan mental 2. fiksasi. Posisi.Pompa darah (blood pump stop.16/ abocath.Semua klem dibuka. Observasi KU (ukur TTV) 2. fiksasi.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj. tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar.14 s/d G.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3. tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula). kecuali klem infus set 100 ml/m. tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0.Persiapan fisik :Timbang BB.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2. Dengan AV fistula no G. sampais4. Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua. biasanya di lengan).

Qd : 300 ± 500 ml/m 3. N. makan/minum.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya. Nadi setiap 1 jam.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m. 12.6.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol. masalah selama HD.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet. arteri pressure. Tipe GB. setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9. untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.Semua sambungan dikencangkan 4. hidupkan air/ blood leak detector 10.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 ± 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 ± 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : ««.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. Cairan priming yang masuk.Ukur TD.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan). UFR 5. udara harus diamankan lebih dulu 3. BB. Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1. P. lebih sering.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam. N. keluhan selama HD. CATATAN !!!! 1. 8.TMP. Umur. U Dosis selanjutnya : «« U . 2.Temperatur : 36-400C 4.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure.Qb : 200 ± 300 ml/m 2.Isi formulir HD antara lain : Nama. S. TD.

venous. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. Qb tinggi (250 ± 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah). UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu. Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer. PENGAMATAN OBSERVASI. Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada). Bilas dengan NaCl setiap : ½ ± 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh. outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2.Intermitten : Dosis awal : «« U Dosis selanjutnya : ««. U Heparinisasi regional Dosis awal : «« U Dosis selanjutnya : «. MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1.. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV .MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial.PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl. dialysate. U Protamin : «. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal.

kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2. P 11. ditekan kembali dengan bantal pasir 4. ujun VBL diklem. nadi 3.3. 8.Blood pump stop 4.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U ± 300 U heparin inj 4. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine. lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan . bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti.Jarum outlet dicabut.Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat.Bekas punksi femoral lebih lama.Lepas klem pada kedua kanula 6.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop. 5.Pakai sarung tangan 2.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12. setelah perdarahan berhenti. 10. lebih lama 5. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3. N.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2. jarum inlet dicabut .Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 ± 100 cc)s 100 ml/m (NaCl masuk : sdijalankan 7.Ukur TD. S.Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1.Ujung ABL diklem.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5.Fiksasi .Ukur TTV : TD.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3.

memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. dari mulai menghidupkan mesin. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. Setelah penghentian hemodialisis. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. penusukan jarum. mengawasi penimbangan berat badan pasien. memprogram penurunan berat badan. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. program penurunan BB . sirkulasi cairan NaCl pada mesin. mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. Menimbang BB . mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. makan dan minum. mengawasi penimbangan berat badan. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. mengukur suhu badan. dosis heparin. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. meyediakan alatalat. Pada pre hemodialisis.7. waktu pelaksanaan. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. setelah mencoba mengatasi sendiri. Lalu menekan tombol BFR. untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. jika kondisi pasien memungkinkan. pengaturan posisi tubuh. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. pembatasan cairan. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah. Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. dilakukan pengukuran tekanan darah. memasang alat pada mesin. prinsip hemodialisis. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. kecepatan aliran heparin dan UFR. membuka klem venous dan arteri blood line.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya. venous pressure.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar. BB sebelum dan sesudah HD. priming dan keluhan pasien setelah HD. diet. Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. mempersiapkan alat-alat. pemasukan heparin (bolus). pemberian anestesi lokal (kalau perlu). mengukur suhu. monitoring pernafasan. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi. perawatan cimino. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan.

HD ZONE | 8 Komentar » Halaman Sebelumnya ² Halaman Berikutnya » . namun tetap dalam pengawasan perawat. tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat.Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan.Pada tahap penghentian Filed under: D. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya. Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri. b. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi. Mengukur suhu badan.Pada tahap pelaksanaan c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful