LAPORAN PENDAHULUAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

GANGGUAN ISTIRAHAT DAN TIDUR BERHUBUNGAN DENGAN NYERI AKUT

Oleh : Danang Wibianto

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2011

Istirahat tidak berarti tanpa aktifitas. Pada seseorang yang mengalami hospitalisasi akan mengalami perunahan pola istirahat dan tidur. B.PENDAHULUAN A. psikologis. Perawat dapat membantu klien belajar mengenai pentingnya istirahat dan cara-cara untuk meningkatkan istirahat pada saat di rumah atau dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Perawat harus selalu menyadari kebutuhan klien untuk istirahat. Tujuan Untuk mengatasi ganguan tidur pasien . dan sikap untuk meyelesaikan aktifitas selanjutny. bergairah kembali. dengan mudah dipengaruhi oleh penyakit atau rutinitas pelayanan kesehatan yang tidak dikenal. Latar belakang Istirahat dan tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi ketika orang sedang beristirahat. mereka akan merasa relaks secara mental. Semua orang memiliki kebiasaan masing-masing untuk memperoleh istirahat dan kenyamanan lingkungan untuk bisa beristirahat dan tidur. dan lingkungan fisik klien seperti kebisingan lingkungan dan pola kerja dari pemberi pelayanan. Pola istirahat dab tidur dari seorang yang masuk rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain. Ketika seorang sedang beristirahat meraka berada pada keadaan aktifitas mental dan fisik yang menyegarkan kembal. bebas dari kecemasan . Kurang istirahat dalam periode yang lama menyebabkan penyakit atau memperburuk penyakit yang ada. meskipun setiap orang sering berfikir tentang hal seperti duduk di kursi yang nyaman atau berbaring di tempat yang nyaman. Perubahan pola tidur dan istirahat di pengaruhi oleh status fisiologis. atau berbaring di tempat tidur. dan tenang secara fisik.

visual. Ras dihubungkan dengan pernyataan tubuh tentang kewaspadaan dan menerima impuls sensori. 2. seperti stimulus auditory. . Selama tidur tubuh mengirim sedikit sekali stimulus dari korteks cerebri. TINJAUAN TEORI 1. Stimulus sensori ini mempertahankan keadaan bangun dan waspada. Dua system RAS dan BSR diperkirakan terjadinya kegiatan/ pergerakan yang intermiten dan selanjutnya menekan pusat-pusat otak. nyeri dan stimulus taktil. Individu bangun dari tidur jika celah peningkatan dari stimulus BSR meningkat pada saat tidur.atau reseptor sensori perifer pada RAS.B. Patofisiologi Pengontrolan siklus yang dialami selama tidur berpusat pada kedua tempat khusus di batang otak yaitu Reticularis Activiting System (RAS) dan Bulbar Synchconiting Region BSR) di medulla. Terjadinya insomnia dimungkinkan RAS dan BSR tidak bekerja dengan semestinya di batang otak. Etiologi a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Rasa nyeri Psikologis Suhu tubuh Rasa bosan Pola aktivitas siang hari Keletihan Ketakutan Depresi Kurangnya privasi Gejala emosi Kondisi yang tidak menunjang tidur Rasa khawatir (kecemasan) atau tertekan jiwanya 3. Pengertian Tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus secara bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaa. Siklus tidur ± terjaga mempengaruhi dan mengatur fungsi fisiologis dan respon perilaku.

Selama tidur tubuh mengirim sedikit sekali stimulus dari korteks cerebri. seperti stimulus auditory. Tanda dan Gejala a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Pasien menunjukkan perasaan lelah Iritabel dan gelisah Lesu dan apatis Mata sembab. Individu bangun dari tidur jika celah peningkatan dari stimulus BSR meningkat pada saat tidur. nyeri dan stimulus taktil. Patofisiologi Pengontrolan siklus yang dialami selama tidur berpusat pada kedua tempat khusus di batang otak yaitu Reticularis Activiting System (RAS) dan Bulbar Synchconiting Region BSR) di medulla. kelopak mata bengkak.4. visual. kelopak mata bengkak. konjungtiva merah dan mata terasa pedih. Perhatian terpecah±pecah Sakit kepala Nausea Perubahan tingkah laku dan kepribadian Meningkatkan kegelisahan Gangguan persepsi Bingung dan disorientasi waktu dan tempat Gangguan koordinasi Bicara rancu 5. Tanda dan Gejala a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Pasien menunjukkan perasaan lelah Iritabel dan gelisah Lesu dan apatis Mata sembab. 6.atau reseptor sensori perifer pada RAS. Ras dihubungkan dengan pernyataan tubuh tentang kewaspadaan dan menerima impuls sensori. Terjadinya insomnia dimungkinkan RAS dan BSR tidak bekerja dengan semestinya di batang otak. Stimulus sensori ini mempertahankan keadaan bangun dan waspada. konjungtiva merah dan mata terasa pedih. Dua system RAS dan BSR diperkirakan terjadinya kegiatan/ pergerakan yang intermiten dan selanjutnya menekan pusat-pusat otak. Perhatian terpecah±pecah Sakit kepala Nausea Perubahan tingkah laku dan kepribadian Meningkatkan kegelisahan Gangguan persepsi Bingung dan disorientasi waktu dan tempat Gangguan koordinasi Bicara rancu .

Pemeriksaan Penunjang CT Scan EEG 8. Pengkajian a. 5) Perhatian terpecah±pecah 6) Sakit kepala 7) Nausea . latihan dan rekreasi 4) Kebiasaan dan lingkungan tidur 5) Mempergunakan doa sebelum tidur dan alat-alat khusus 6) Apakah pasien tidur sendirian 7) Obat-obatan yang digunakan sebelum tidur 8) Intake dan stimulant 9) Bagaimana perasaan pasien tentang tidurnya 10) Apakah adea kesukaran tidur 11) Apakah ada perubahan pola tidur b. jatuh dan bangun tidur 2) Jumlah tidur siang dan malam hari. Riwayat tidur meliputi: 1) Waktu berangkat.7. konjungtiva merah dan mata terasa pedih. Pathway Nyeri Aktivasi RAS (Reticularis Activiting System) berlebihan Menjadi bangun atau waspada terus menerus Gangguan istirahat dan tidur 9. kelopak mata bengkak. Tanda-tanda atau gejala-gejala klinis 1) Pasien menunjukkan perasaan lelah 2) Iritabel dan gelisah 3) Lesu dan apatis 4) Mata sembab. waktu dan lamanya 3) Kegiatan sehari-hari.

d. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul Gangguan pola tidur berhubungan dengan kecemasan 11.Membuat jadwal aktivitas . Tinkat kenyamanan: Pemeriksaan fisik dan psikologis yang nyaman b.Ajarkan pasien melakukan gerak badan setiap hari. . Pendidikan kesehatan . c. Aktivitas kolaboratif . b. Kesejahteraan: Pengungkapan kepuasan individu terhadap status kesehatannya. Tidur : Tingkat dan pola tidur untuk pemulihan fisik dan mental e. tetapi bukan pada saat menjelang tidur.Usahakan pasien tidak banyak tidur pada siang hari RASONALISASI: Pasien tidak banyak tidur pada siang hari karena ada aktivitas sehingga tidur pada malam hari lebih adekuat.Diskusikan dengan dokter perlunya meninjau kembali program pengobatan jika berpengaruh pada pola tidur . misalnya keju atau susu . Aktivitas pada siang hari . c. Tanda atau gejala penyimpangan tidur 1) Perubahan tingkah laku dan kepribadian 2) Meningkatkan kegelisahan 3) Gangguan persepsi 4) Bingung dan disorientasi waktu dan tempat 5) Gangguan koordinasi 6) Bicara rancu 10. .Ajarkan pasien untuk tidur pada waktu yang sama dan menghindari tidur pada siang atau sore hari RASIONALISASI: Pasien dapat tidur dengan adekuat. Penyesuaian psikososial: Adaptasi psikososial dari seseorang terhadap perubahan gaya hidup.Ajarkan pasien untuk mengkonsumsi makan-makanan yang berprotein tinggi sebelum tidur. Rencana asuhan keperawatan NOC : a.c.Peningkatan tidur: dukung penggunaan obat tidur yang tidak mengandung supresor fase tidur REM RASIONALISASI: Pasien mendapat pengobatan yang tepat. Kualitas hidup: Pengungkapan kepuasan individu dengan kehidupan saat ini.Ajarkan pasien tehnik-tehnik relaksasi untuk mengurangi kecemasan menjelang tidur. NIC: a. .

jika memungkinkan .Cari teman sekamar yang cocok bagi pasien.Meredupkan atau mematikan lampu sesuai kenyamanan pasien waktu tidur . EVALUASI S = Respon Subjektif klien O = Respon Objektif klien A = Menilai masalah klien dengan NOC P = Rencana yang masih harus dilakukan . Aktifitas lain .Lakukan pemijatan yang nyaman.Menutup pintu kamar pasien .Memasang kelambu tempat tidur atau korden .Bantu pasien untuk mengidentifikasi factor-faktor yang mungkin menyebabkan kurang tidur seperti ketakutan .Berikan lingkungan yang tenang dan damai serta minimalkan gangguan . pengaturan posisi dan sentuhan efektif RASIONALISASI: Mendapatkan suasana yang kondusif untuk tidur. masalah tidak terselesaikan dan konflik .d.Hindari suara keras .Membunyikan musik yang lembut jika diperlukan .

Indofood Tbk. 7th Ed.. Dalam Jurnal Psikologi UI. . 2008. Insomnia. B 2004.242. Kozier . µKemampuan Pengelolaan Emosi pada Karyawan (Studi Kasus PT. New York: Mosby. http://203. Balai Penerbit FKUI. Edisi ketiga. Gloria.190/artikel/3325. New York : Mosby. Nursing Outcome Classification. 2000. Ilmu penyakit dalam Jilid 2. Suyono.DAFTAR PUSTAKA Johnson. Media Aesculapius Fakultas Kedoteran Universitas Airlangga. Joanne& Bulechek. Marion& Maas. New Jersey. P 1992. Junadi. Jakarta. Diakses tanggal 3 maret 2009. Fundamentals of nursing concepts. process and practice.shtml. Jkt)¶. S 2001. Nursing Intervention Clasification. Solomon 2003. Meidean. Jakarta. 1996. Pearson Education Line. Kapita selekta kedokteran. Noviana .130. Mccloskey.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful