sirkuit euler

Graf

• Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. • Gambar di bawah ini sebuah graf yang menyatakan peta jaringan jalan raya yang menghubungkan sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah.
B re b e s T egal P e m a la n g P e k a lo n g a n S la w i Tem anggung W onosob o S a la ti g a P u rw o d a d i B lo ra K endal S e m a ra n g D em ak K udus R em bang

P u rw o k e rto

P u r b a lin g g a

S ra g e n B a n ja rn e g a ra B o y o la li S o lo S u k o h a rjo M a g e la n g P u rw o re jo K la te n W o n o g iri

K ro y a C ila c a p

K ebum en

Sejarah Graf: masalah jembatan Königsberg (tahun 1736)

C

A

D

B

Gambar 1. Masalah Jembatan Königsberg

Graf yang merepresentasikan jembatan Königsberg: Simpul (vertex)  menyatakan daratan Sisi (edge)  menyatakan jembatan

1

• Bisakah melalui setiap jembatan tepat sekali dan kembali lagi ke tempat semula?

Definisi Graf
Graf G = (V, E), yang dalam hal ini: V = himpunan tidak-kosong dari simpul-simpul (vertices) = { v1 , v2 , ... , vn } E = himpunan sisi (edges) yang menghubungkan sepasang simpul = {e1 , e2 , ... , en }
1 e 2 3 2 e 4
5 1

1 e e
2

1 e
3 4

e 3 2 e
5

1

e

e
2

e
3

4

e 4

6

e 4

6

3 e
7

e

8

e

7

G1

G2

G3

Gambar 2. (a) graf sederhana, (b) graf ganda, dan (c) graf semu

Contoh 1. Pada Gambar 2, G1 adalah graf dengan V = { 1, 2, 3, 4 } E = { (1, 2), (1, 3), (2, 3), (2, 4), (3, 4) } G2 adalah graf dengan V = { 1, 2, 3, 4 } E = { (1, 2), (2, 3), (1, 3), (1, 3), (2, 4), (3, 4), (3, 4) } e1, e2, e3, e4, e5, e6, e7} G3 adalah graf dengan V = { 1, 2, 3, 4 } E = { (1, 2), (2, 3), (1, 3), (1, 3), (2, 4), (3, 4), (3, 4), (3, 3) } ={

2

= { e1, e2, e3, e4, e5, e6, e7, e8}

Pada G2, sisi e3 = (1, 3) dan sisi e4 = (1, 3) dinamakan sisiganda (multiple edges atau paralel edges) karena kedua sisi ini menghubungi dua buah simpul yang sama, yaitu simpul 1 dan simpul 3. Pada G3, sisi e8 = (3, 3) dinamakan gelang atau kalang (loop) karena ia berawal dan berakhir pada simpul yang sama.

Jenis-Jenis Graf
• Berdasarkan ada tidaknya gelang atau sisi ganda pada suatu graf, maka graf digolongkan menjadi dua jenis: 1. Graf sederhana (simple graph). Graf yang tidak mengandung gelang maupun sisi-ganda dinamakan graf sederhana. G1 pada Gambar 2 adalah contoh graf sederhana 2. Graf tak-sederhana (unsimple-graph). Graf yang mengandung sisi ganda atau gelang dinamakan graf tak-sederhana (unsimple graph). G2 dan G3 pada Gambar 2 adalah contoh graf tak-sederhana • Berdasarkan jumlah simpul pada suatu graf, maka secara umum graf dapat digolongkan menjadi dua jenis: 1. Graf berhingga (limited graph) Graf berhingga adalah graf yang jumlah simpulnya, n, berhingga. 2. Graf tak-berhingga (unlimited graph)

3

2.Graf yang jumlah simpulnya. (b) graf-ganda berarah Tabel 1 Jenis-jenis graf [ROS99] Jenis Graf sederhana Graf ganda Graf semu Graf berarah Graf-ganda berarah Sisi Tak-berarah Tak-berarah Tak-berarah Bearah Bearah Sisi ganda dibolehkan? Tidak Ya Ya Tidak Ya Sisi gelang dibolehkan? Tidak Tidak Ya Ya Ya 4 . • Berdasarkan orientasi arah pada sisi. 1 1 2 3 2 3 4 4 (a) G4 (b) G5 Gambar 3 (a) graf berarah. tidak berhingga banyaknya disebut graf tak-berhingga. Dua buah graf pada Gambar 3 adalah graf berarah. Tiga buah graf pada Gambar 2 adalah graf tak-berarah. Graf tak-berarah (undirected graph) Graf yang sisinya tidak mempunyai orientasi arah disebut graf tak-berarah. maka secara umum graf dibedakan atas 2 jenis: 1. Graf berarah (directed graph atau digraph) Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah. n.

Rangkaian listrik. A B C A B C F E D F E D (a) (b) 2. Isomer senyawa kimia karbon metana (CH4) H etana (C2H6) propana (C3H8) H C H H 3. Transaksi konkuren pada basis data terpusat Transaksi T0 menunggu transaksi T1 dan T2 Transaksi T2 menunggu transaksi T1 Transaksi T1 menunggu transaksi T3 Transaksi T3 menunggu transaksi T2 5 .Contoh Terapan Graf 1.

writeln(x). Terapan graf pada teori otomata [LIU85]. while x <> 9999 do begin if x < 0 then writeln(‘Masukan tidak boleh negatif’) else x:=x+10. end. Mesin jaja (vending machine) 10 P 5 a b P 5 P 10 5 5 10 c 10 d 6 P .T1 T0 T3 T2 deadlock! 4. Pengujian program read(x). 5. read(x). 4 1 2 3 5 6 7 Keterangan: 1 : read(x) 5 : x := x + 10 2 : x <> 9999 6 : read(x) 3:x<0 7 : writeln(x) 4 : writeln(‘Masukan tidak boleh negatif’).

Graf yang digunakan untuk menjelaskan terminologi pada graf 1. Tinjau graf G1 : simpul 1 bertetangga dengan simpul 2 dan 3. Simpul Terpencil (Isolated Vertex) 7 . Bersisian (Incidency) Untuk sembarang sisi e = (vj. 2) tidak bersisian dengan simpul 4. 4) bersisian dengan simpul 2 dan simpul 4. Ketetanggaan (Adjacent) Dua buah simpul dikatakan bertetangga bila keduanya terhubung langsung. 3) bersisian dengan simpul 2 dan simpul 3. sisi (2. 3. 2.Keterangan: a : 0 sen dimasukkan b : 5 sen dimasukkan c : 10 sen dimasukkan d : 15 sen atau lebih dimasukkan Terminologi Graf 1 1 1 e 2 3 2 e e 1 3 5 4 2 e 3 4 e 5 2 3 4 G1 G2 G3 Gambar 4. vk) dikatakan e bersisian dengan simpul vj . simpul 1 tidak bertetangga dengan simpul 4. atau e bersisian dengan simpul vk Tinjau graf G1: sisi (2. tetapi sisi (1.

Derajat (Degree) Derajat suatu simpul adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut. din(v) = derajat-masuk (in-degree) = jumlah busur yang masuk ke simpul v dout(v) = derajat-keluar (out-degree) 8 .Simpul terpencil ialah simpul yang tidak mempunyai sisi yang bersisian dengannya. Tinjau graf G1: simpul 5 adalah simpul terpencil. 4. Notasi: d(v) Tinjau graf G1: d(1) = d(4) = 2 d(2) = d(3) = 3 Tinjau graf G3: d(5) = 0  simpul terpencil d(4) = 1  simpul anting-anting (pendant vertex) Tinjau graf G2: d(1) = 3 d(2) = 4  bersisian dengan sisi ganda  bersisian dengan sisi gelang (loop) Pada graf berarah. Graf N5 : 1 4 5 3 2 5. Graf Kosong (null graph atau empty graph) Graf yang himpunan sisinya merupakan himpunan kosong (Nn).

E). dout(3) = 0 G5 Lemma Jabat Tangan. dout(1) = 1 din(2) = 1.= jumlah busur yang keluar dari simpul v 1 1 2 3 2 3 4 4 d(v) = din(v) + dout(v) G4 Tinjau graf G4: din(1) = 1. maka ∑d (v) = 2 E v∈ V Tinjau graf G1: d(1) + d(2) + d(3) + d(4) = 2 + 3 + 3 + 2 = 10 = 2 × jumlah sisi = 2 × 5 Tinjau graf G2: d(1) + d(2) + d(3) = 3 + 3 + 4 = 10 = 2 × jumlah sisi = 2 × 5 9 . Dengan kata lain. dout(3) = 1 din(4) = 2. Jumlah derajat semua simpul pada suatu graf adalah genap. dout(2) = 3 din(3) = 1. jika G = (V. yaitu dua kali jumlah sisi pada graf tersebut.

e1. 3. e2.. 1. v2).. . en. 10 .Tinjau graf G3: d(1) + d(2) + d(3) + d(4) + d(5) =2+2+3+1+0=8 = 2 × jumlah sisi = 2 × 4 Contoh 2. v1. .. 4 Penyelesaian: (a)tidak dapat. 2 (b) 2. karena jumlah derajat semua simpulnya genap (2 + 3 + 3 + 4 + 4 = 16). . Dapatkah kita menggambar graf tersebut jika derajat masing-masing simpul adalah: (a) 2. v1). vn) adalah sisi-sisi dari graf G. v2. Lintasan (Path) Lintasan yang panjangnya n dari simpul awal v0 ke simpul tujuan vn di dalam graf G ialah barisan berselang-seling simpul-simpul dan sisi-sisi yang berbentuk v0. (b) dapat. e2 = (v1.. 3. Diketahui graf dengan lima buah simpul. en = (vn-1. 3. karena jumlah derajat semua simpulnya ganjil (2 + 3 + 1 + 1 + 2 = 9). 1.. vn sedemikian sehingga e1 = (v0. 4. 6. vn –1.

Siklus (Cycle) atau Sirkuit (Circuit) Lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama disebut sirkuit atau siklus. Sirkuit 1. 4. Tinjau graf G1: 1. maka G disebut graf tak-terhubung (disconnected graph). 3. 3 pada G1 memiliki panjang 3. 4. Panjang lintasan adalah jumlah sisi dalam lintasan tersebut. 2. 7.3). 1 adalah sebuah sirkuit.4). 2. 8. 3. 1 pada G1 memiliki panjang 3. Terhubung (Connected) Dua buah simpul v1 dan simpul v2 disebut terhubung jika terdapat lintasan dari v1 ke v2.Tinjau graf G1: lintasan 1. Lintasan 1. Panjang sirkuit adalah jumlah sisi dalam sirkuit tersebut. 3 adalah lintasan dengan barisan sisi (1. 2.2). (4. (2. 2. Contoh graf tak-terhubung: 2 5 1 4 6 8 7 3 11 . Jika tidak. G disebut graf terhubung (connected graph) jika untuk setiap pasang simpul vi dan vj dalam himpunan V terdapat lintasan dari vi ke vj.

Dua simpul. E2) sedemikian sehingga E2 = E . 1 1 2 2 3 4 3 graf berarah terhubung lemah graf berarah terhubung kuat 8. Graf berarah G disebut graf terhubung kuat (strongly connected graph) apabila untuk setiap pasang simpul sembarang u dan v di G. Komplemen dari upagraf G1 terhadap graf G adalah graf G2 = (V2. maka u dan v dikatakan terhubung lemah (weakly coonected). Kalau tidak. G disebut graf terhubung lemah. E1) adalah upagraf (subgraph) dari G jika V1 ⊆ V dan E1 ⊆ E. 12 . Upagraf (Subgraph) dan Komplemen Upagraf Misalkan G = (V.E1 dan V2 adalah himpunan simpul yang anggota-anggota E2 bersisian dengannya. u dan v. E) adalah sebuah graf. pada graf berarah G disebut terhubung kuat (strongly connected) jika terdapat lintasan berarah dari u ke v dan juga lintasan berarah dari v ke u.Graf berarah G dikatakan terhubung jika graf tidak berarahnya terhubung (graf tidak berarah dari G diperoleh dengan menghilangkan arahnya). G1 = (V1. terhubung kuat. Jika u dan v tidak terhubung kuat tetapi terhubung pada graf tidak berarahnya.

komponen terhubung kuat (strongly connected component) adalah jumlah maksimum upagraf yang terhubung kuat. Graf di bawah ini mempunyai 2 buah komponen terhubung kuat: 1 4 2 3 5 13 .2 1 3 6 2 1 3 1 2 3 6 4 5 5 5 (a) Graf G1 (b) Sebuah upagraf (c) komplemen dari upagraf (b) Komponen graf (connected component) adalah jumlah maksimum upagraf terhubung dalam graf G. 9 1 5 6 7 11 13 2 3 4 8 10 12 Pada graf berarah. Graf G di bawah ini mempunyai 4 buah komponen.

E1) dari G = (V.9.2). (3. {(1.5)} adalah cut-set.6)} juga cut-set. E) dikatakan upagraf rentang jika V1 =V (yaitu G1 mengandung semua simpul dari G). (4.3). (2. tetapi {(1.5).4)} adalah cut-set.2). Jadi. {(2. (2. (2. Upagraf Rentang (Spanning Subgraph) Upagraf G1 = (V1. Graf Berbobot (Weighted Graph) 14 . Pada graf di bawah.5)} bukan cut-set sebab himpunan bagiannya. (3. cut-set selalu menghasilkan dua buah komponen. (1. (1.5).5). 1 5 1 5 4 6 4 2 6 3 2 3 (a) (b) 11. {(1. (1. (c) bukan upagraf rentang dari G 10.2).5).2)} adalah cut-set. {(1. Himpunan {(1. 1 1 1 2 3 2 3 2 3 4 5 4 5 (a) graf G.5)} juga adalah cut-set. Cut-Set Cut-set dari graf terhubung G adalah himpunan sisi yang bila dibuang dari G menyebabkan G tidak terhubung. Terdapat banyak cut-set pada sebuah graf terhubung.2). (b) upagraf rentang dari G.

Graf lingkaran dengan n simpul dilambangkan dengan Cn. K1 K2 K3 K4 K5 K6 b. Graf Lingkaran Graf lingkaran adalah graf sederhana yang setiap simpulnya berderajat dua.Graf berbobot adalah graf yang setiap sisinya diberi sebuah harga (bobot). 15 . Graf lengkap dengan n buah simpul dilambangkan dengan Kn. Graf Lengkap (Complete Graph) Graf lengkap ialah graf sederhana yang setiap simpulnya mempunyai sisi ke semua simpul lainnya. Jumlah sisi pada graf lengkap yang terdiri dari n buah simpul adalah n(n – 1)/2. a 10 e 15 d 8 12 b 9 c 11 14 Beberapa Graf Sederhana Khusus a.

c. karena simpul-simpunya dapat dibagi menjadi V1 = {a. e. Apabila derajat setiap simpul adalah r. d} dan V2 = {c. g} a g f e G b c d 16 . b. d. sedemikian sehingga setiap sisi pada G menghubungkan sebuah simpul di V1 ke sebuah simpul di V2 disebut graf bipartit dan dinyatakan sebagai G(V1. f. V2). Graf Bipartite (Bipartite Graph) Graf G yang himpunan simpulnya dapat dipisah menjadi dua himpunan bagian V1 dan V2. maka graf tersebut disebut sebagai graf teratur derajat r. Jumlah sisi pada graf teratur adalah nr/2. V1 V2 Graf G di bawah ini adalah graf bipartit. Graf Teratur (Regular Graphs) Graf yang setiap simpulnya mempunyai derajat yang sama disebut graf teratur.

H 2 H 3 W G E graf persoalan utilitas. 1. jika simpul i dan j tidak bertetangga Contoh: 1 2 1 5 2 3 1 3 3 4 2 4 4 1 1 2 2 3 3 4 4 1 2 3 4 5 17 . Matriks Ketetanggaan (adjacency matrix) A = [aij]. jika simpul i dan j bertetangga aij = { 0. topologi bintang Representasi Graf 1.

1 2 3 0 1  1  4 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1  1  0 1 0 2 1  3 1  4 0 5 0  1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0  0  0 0  1 2 3 4 0 1  1  0 1 0 0 1 0 1  0  0 (a) (b) (c) 1 e 2 e 5 1 e e 2 e 3 4 e 4 6 3 e 7 e 8 1 2 3 4 1 2 3 0 1  2  4 0 1 0 1 1 2 1 1 2 0 1  2  0 Derajat tiap simpul i: (a) Untuk graf tak-berarah. d(vi) = (b) Untuk graf berarah. din (vj) = jumlah nilai pada kolom j = dout (vi) = jumlah nilai pada baris i = ∑a j= 1 n ij ∑a i= 1 n n ij ∑a j= 1 ij 18 .

jika simpul i tidak bersisian dengan sisi j jika simpul i bersisian dengan sisi j e 1 e e 4 2 1 2 e 3 5 3 e 4 19 . 1. Matriks Bersisian (incidency matrix) A = [aij].a 10 e 15 d 8 12 b 9 c 11 14 a b c a ∞ 12 b 12 ∞  c ∞ 9  d ∞ 11 e 10 8  e ∞ 10  9 11 8  ∞ 14 ∞  14 ∞ 15  ∞ 15 ∞  d ∞ 2. aij = { 0.

3 (c) Graf Isomorfik (Isomorphic Graph) • Dua buah graf yang sama tetapi secara geometri berbeda disebut graf yang saling isomorfik. 3. 2. 3 1. 4 1 2. 3 1. 4 3 (b) 1 2 3 4 2 1. 4 1. G1 dan G2 dikatakan isomorfik jika terdapat korespondensi satu-satu antara simpul-simpul keduanya dan antara sisisisi keduaya sedemikian sehingga hubungan kebersisian tetap terjaga.e1 1 2 3 1 1  0  4 0 e2 e3 e4 e5 1 0 1 0 1 1 0 0  0 1 1 1  0 0 0 1 3. 3 (a) 1 2 3 4 5 2. Senarai Ketetanggaan (adjacency list) 1 2 3 4 Simpul Tetangga 1 2 Simpul 1 Simpul Tetangga Simpul Simpul Terminal 3 3 5 4 2 4 Simpul 1 2 3 4 2. 3. 4 2. 2. Dua buah graf. • 20 . 3 1.

tetapi G1 tidak isomorfik dengan G3 z a e c b d x y v w (a) G1 (b) G2 21 . • Dua buah graf yang isomorfik adalah graf yang sama. 3 d c v w 4 1 2 a b x y (a) G1 (b) G2 (c) G3 Gambar 6. misalkan sisi e bersisian dengan simpul u dan v di G1.35 G1 isomorfik dengan G2. Ini benar karena sebuah graf dapat digambarkan dalam banyak cara. kecuali penamaan simpul dan sisinya saja yang berbeda. maka sisi e’ yang berkoresponden di G2 harus bersisian dengan simpul u’ dan v’ yang di G2.• Dengan kata lain.

Mempunyai jumlah simpul yang sama.Gambar 6. (b) tiga buah graf isomorfik Dari definisi graf isomorfik dapat dikemukakan bahwa dua buah graf isomorfik memenuhi ketiga syarat berikut [DEO74]: 1. Mempunyai jumlah sisi yang sama 3. 22 . Pemeriksaan secara visual perlu dilakukan. 2.38 (a) Dua buah graf isomorfik. Mempunyai jumlah simpul yang sama berderajat tertentu Namun.36 Graf (a) dan graf (b) isomorfik [DEO74] a a 0  b 1 b 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 c 1 0 1 0 1 AG1 = c 1 d 1 e 0   d e 0 0  0  1 0  x y AG2 = w v z x y w 0 1 1 1 0 1  1 1 0  1 0 1 0 0 0  v 1 0 1 0 1 z 0 0  0  1 0  (a) (b) Gambar 6. ketiga syarat ini ternyata belum cukup menjamin.

jika tidak. Gambar 6.40 K4 adalah graf planar 23 .u x v (a) (b) w y Graf Planar (Planar Graph) dan Graf Bidang (Plane Graph) Graf yang dapat digambarkan pada bidang datar dengan sisi-sisi tidak saling memotong disebut sebagai graf planar. ia disebut graf takplanar.

(b) graf persoalan utilitas bukan graf planar.26.41 K5 bukan graf planar Graf planar yang digambarkan dengan sisi-sisi yang tidak saling berpotongan disebut graf bidang (plane graph). (a) (b) (c) Gambar 6.43 (a) Graf persoalan utilitas (K3. Jumlah wilayah pada graf planar dapat dihitung dengan mudah.Gambar 6. R R 2 R 3 R R 5 4 R 6 1 24 .42 Tiga buah graf planar. Persoalan utilitas (utility problem) H 1 H 2 H 3 H 1 H 2 H 3 W G E W G E (a) (b) Gambar 6. Sisi-sisi pada graf planar membagi bidang menjadi beberapa wilayah (region) atau muka (face).3). Graf (b) dan (c) adalah graf bidang Contoh 6.

Gambar 6. 6 ≥ 3(4)/2 dan 6 ≤ 3(4) – 2.28. n buah simpul. e = 11 dan n = 7.3 karena e = 9.27. Pada graf planar sederhana terhubung dengan f wilayah. Pada Gambar 6. Ketidaksaamaan e ≤ 3n – 6 tidak berlaku untuk graf K3.44 di atas. e ≤ 3n – 6) 25 (6.5) .44 Graf planar yang terdiri atas 4 wilayah Rumus Euler n–e+f=2 yang dalam hal ini. f = jumlah wilayah e = jumlah sisi n = jumlah simpul Contoh 6. n = 6 9 ≤ (3)(6) – 6 = 12(jadi. maka f = 11 – 7 + 2 = 6.44. Pada Gambar 6. dan e buah sisi (dengan e > 2) selalu berlaku ketidaksamaan berikut: e ≥ 3f/2 dan e ≤ 3n – 6 Contoh 6.

Dari penurunan rumus diperoleh e ≤ 2n .29.padahal graf K3.3 bukan graf planar! Buat asumsi baru: setiap daerah pada graf planar dibatasi oleh paling sedikit empat buah sisi. Graf K3.43(a) memenuhi ketidaksamaan e ≤ 2n – 6. karena e = 9.4 Contoh 6.3 pada Gambar 6. 26 . (salah) Teorema Kuratoswki Berguna untuk menentukan dengan tegas keplanaran suat graf.3 bukan graf planar. n = 6 9 ≤ (2)(6) – 4 = 8 yang berarti K3.

47 bukan graf planar karena ia mengandung upagraf (G1) yang sama dengan K3. Graf Kuratowski pertama adalah graf tidak-planar dengan jumlah simpul minimum.(a) (b) (c) Gambar 6. 4. dan graf Kuratowski kedua adalah graf tidak-planar dengan jumlah sisi minimum. Graf G bersifat planar jika dan hanya jika ia tidak mengandung upagraf yang sama dengan salah satu graf Kuratowski atau homeomorfik (homeomorphic) dengan salah satu dari keduanya. Penghapusan sisi atau simpul dari graf Kuratowski menyebabkannya menjadi graf planar. Kedua graf Kuratowski adalah graf teratur. 27 .3. Kedua graf Kuratowski adalah graf tidak-planar 3.30.45 (a) Graf Kuratowski pertama (b) dan (c) Graf Kuratowski kedua (keduanya isomorfik) Sifat graf Kuratowski adalah: 1. Sekarang kita menggunakan Teorema Kuratowski untuk memeriksa keplanaran graf. v x y G1 G2 G3 Gambar 6. 2. Contoh 6.46 Tiga buah graf yang homemorfik satu sama lain. Graf G pada Gambar 6. TEOREMA Kuratowski.

G tidak planar karena ia mengandung upagraf (G1) yang homeomorfik dengan K5 (dengan membuang simpul-simpul yang berderajat 2 dari G1. 28 .47 Graf G tidak planar karena ia mengandung upagraf yang sama dengan K3. Lintasan dan Sirkuit Euler Lintasan Euler ialah lintasan yang melalui masing-masing sisi di dalam graf tepat satu kali.3. a i h d g f e g f e b c h d g e i a b c h c a G G1 K5 Gambar 6.48. diperoleh K5). Pada Gambar 6.48 Graf G.a b c a b c f G e d f e G 1 d Gambar 6. upagraf G1 dari G yang homeomorfik dengan K5.

6. 2. Graf yang mempunyai lintasan Euler dinamakan juga graf semi-Euler (semi-Eulerian graph). 5. Graf tidak berarah memiliki lintasan Euler jika dan hanya jika terhubung dan memiliki dua buah simpul berderajat ganjil atau tidak ada simpul berderajat ganjil sama sekali. 7. b. b. 4. d. 2. Contoh 6. 1. f. 3 Sirkuit Euler pada graf Gambar 6.42(b) : 1.42(d) : a. Graf yang mempunyai sirkuit Euler disebut graf Euler (Eulerian graph). 1. 2. 5. Lintasan Euler pada graf Gambar 6. 6. e. d. f. c. 3. a.42(a) : 3. 4.31.2. 5.. e. 6. 6. 3.42 (a) dan (b) graf semi-Euler (c) dan (d) graf Euler (e) dan (f) bukan graf semi-Euler atau graf Euler TEOREMA 6. 3. 29 . 7. 1 Sirkuit Euler pada graf Gambar 6. 4. a Graf (e) dan (f) tidak mempunyai lintasan maupun sirkuit Euler 2 (a ) 1 (b ) 1 3 2 (c ) 4 6 1 2 5 3 4 7 3 a (d ) d 4 5 6 b (e ) 1 3 2 (f) a b e f c 4 5 c d e Gambar 6.42(c) : 1. 1 Lintasan Euler pada graf Gambar 5. 2. 3.Sirkuit Euler ialah sirkuit yang melewati masing-masing sisi tepat satu kali. c. 2.

dan yang kedua memiliki derajat-masuk satu lebih besar dari derajat-keluar. e. d. b.4. Graf berarah G memiliki sirkuit Euler jika dan hanya jika G terhubung dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan derajat-keluar sama. g. c.3. G memiliki lintasan Euler jika dan hanya jika G terhubung dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan derajat-keluar sama kecuali dua simpul.43 (a) Graf berarah Euler (a. d. a) (b) Graf berarah semi-Euler (d.44 Bulan sabit Muhammad Lintasan dan Sirkuit Hamilton 30 . (Catatlah bahwa graf yang memiliki sirkuit Euler pasti mempunyai lintasan Euler. b. g. c. yang pertama memiliki derajat-keluar satu lebih besar derajat-masuk. a. tetapi tidak sebaliknya) TEOREMA 6.TEOREMA 6. Graf tidak berarah G adalah graf Euler (memiliki sirkuit Euler) jika dan hanya jika setiap simpul berderajat genap. a b f g c e (a ) d a (b ) b a (c ) b d c d c Gambar 6. b) (c) Graf berarah bukan Euler maupun semi-Euler Gambar 6. f.

sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf semi-Hamilton. Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan graf Hamilton.46 (a) Dodecahedron Hamilton. 2.Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat satu kali. 1 2 1 2 1 2 4 3 4 3 4 3 (a) (b) (c) Gambar 6. dan (b) graf yang mengandung sirkuit Hamilton TEOREMA 6. 4.5. 2.45 (a) graf yang memiliki lintasan Hamilton (misal: 3. 4) (b) graf yang memiliki lintasan Hamilton (1. kecuali simpul asal (sekaligus simpul akhir) yang dilalui dua kali. 3. Syarat cukup (jadi bukan syarat perlu) supaya graf sederhana G dengan n (≥ 3) buah simpul adalah graf Hamilton ialah bila 31 . 1. 1) (c) graf yang tidak memiliki lintasan maupun sirkuit Hamilton (a) (b) Gambar 6. Sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat satu kali.

1)/2 buah sirkuit Hamilton yang saling lepas (tidak ada sisi yang beririsan). terdapat (n . d(v) ≥ n/2 untuk setiap simpul v di G). Jika n genap dan n ≥ 4. Mereka memutuskan duduk sedemikian sehingga setiap anggota mempunyai tetangga duduk berbeda pada setiap makan siang. maka di dalam G terdapat (n .47 Graf yang merepresentasikan persoalan pengaturan tempat duduk. Setiap graf lengkap adalah graf Hamilton. (Persoalan pengaturan tempat duduk). Di dalam graf lengkap G dengan n buah simpul (n ≥ 3 dan n ganjil).7.1)/2 = 4. Sembilan anggota sebuah klub bertemu tiap hari untuk makan siang pada sebuah meja bundar.derajat tiap simpul paling sedikit n/2 (yaitu. Berapa hari pengaturan tersebut dapat dilaksanakan? Jumlah pengaturan tempat duduk yang berbeda adalah (9 .33. TEOREMA 6.1)!/2 buah sirkuit Hamilton.2)/2 buah sirkuit Hamilton yang saling lepas.6. Di dalam graf lengkap G dengan n buah simpul (n ≥ 3).8. TEOREMA 6. TEOREMA 6. terdapat (n . 32 . Contoh 6. 9 8 1 7 2 6 3 5 Gambar 6.

dan sebagainya. mengandung sirkuit Euler tetapi tidak mengandung sirkuit Hamilton. mengandung lintsan Euler maupun lintasan Hamilton. Graf pada Gambar (a) mengandung sirkuit Hamilton maunpun sirkuit Euler. 5 1 2 1 5 2 4 6 3 4 3 (a) (b) Gambar 6. mengandung sirkuit Euler dan lintasan Hamilton.Beberapa graf dapat mengandung sirkuit Euler dan sirkuit Hamilton sekaligus.48(b) mengandung sirkuit Hamilton dan lintasan Euler (periksa!). tidak mengandung lintasan Euler namun mengandung sirkuit Hamilton.48 (a) Graf Hamilton sekaligus graf Euler (b) Graf Hamilton sekaligus graf semi-Euler 33 . sedangkan graf pada Gambar 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful