P. 1
osmosis

osmosis

|Views: 630|Likes:
Published by Widya Anggra

More info:

Published by: Widya Anggra on Apr 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

TEKANAN OSMOSIS

Materi Prasyarat Molaritas (M) Kemolaran menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap volum larutan.
Dirumuskan dengan:

Ci ! Sifat Koligatif

ni V

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasinya.

Materi Inti Osmosis dan Tekanan Osmotik Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah atau pelarut murn melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan laju pelarut. Pada proses osmosis, molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan kesetimbangan laju perpindahan pelarut di antara kedua medium itu.

Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut. kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya. § M atau = kM k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu. = M RT atau = n RT V Keterangan: =Tekanan osmotik M =Molaritas larutan R = Tetapan gas (0. leh karena kemolaran memiliki satuan mol per liter larutan maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut. dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah. Proses ini dinamakan hemolisis.082 L atm mol±1 K±1 T =Suhu (K) Apli tekanan osmotik sama. Untuk larutan encer harga k sama dengan RT. dimana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak. Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain. Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat. dilambangkan dengan .Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan. Misalnya. larutan tersebut dinamakan hipotonik. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah. ¢¡  i Tekanan Osmotik Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki . Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup. larutan tersebut dinamakan hipertonik.

dan larutan hipotonik yaitu larutan dengan konsentrasi terlarut rendah. Secara ilmiah. Osmosis Balik Proses osmosis suatu larutan dapat dihentikan. Hipotonik. Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis sehingga terjadi pengerutan. Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang. baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman. air kelapa muda mempunyai komposisi mineral dan gula yang sempurna sehinggga memiliki kesetimbangan elektrolit yang nyaris sempurna setara dengan cairan tubuh manusia. Proses osmosis juga bahkan dapat dibalikkan arahnya dengan menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis larutan. Air kelapa merupakan contoh larutan isotonik alami. a. . Proses ini dinamakan osmosis balik. b. Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air.Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh. Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam. Contoh bintang laut dan kepiting memiliki cairan sel yang bersifat isotonik dengan lingkungannya. dikenal larutan hipertonik yaitu larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi. larutan isotonik yaitu dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama. smosis balik berguna dalam desalinasi (penghilangan garam) air laut untuk memperoleh air tawar dan garam dapur. Konsentrasi cairan infus atau minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis. Contoh osmosis yang lain di antaranya sebagai berikut. Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap. Tetapi jika sel berada pada larutan hipertonik maka sel akan kehilangan banyak molekul air. dan Hipertonik Dalam sistem analisis. Isotonik. Jika cairan sel bersifat hipotonik maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air.

Membran ini dapat dilewati oleh molekul air.Penerapan tekanan dari luar yang melebihi nilai balik. menyebabkan terjadinya osmosis Pada proses desalinasi. molekul molekul air keluar dari larutan meninggalkan zat terlarut. tetapi tidak dapat dilewati oleh ionion garam dari air laut. . Membran yang dapat digunakan untuk proses osmosis balik adalah selulosa asetat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->