BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Perhatian dunia terhadap lingkungan hidup telah diawali sejak konferensi PBB tentang lingkungan hidup di Stockholm pada bulan Juni 1972. Pemerintah Indonesia sendiri menaruh perhatian yang sangat besar dalam menangani masalah lingkungan ini. Dalam bad ke-21 ini sedang terjadi perubahan-perubahan yang besar terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup yaitu semakin menipisnya sumber daya alam, berkurangnya luas ekosistem alam dan terjadinya pemanasan global yang makin meningkat. Soedjiran R. dkk (1985 : 14) berpendapat bahwa meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tekan yang besar sekali terhadap perubahan, tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis (kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan), dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Berkenaan dengan sumber daya alam tersebut, kita harus bijaksana dalam penggunaannya seefisien dan seefektif mungkin. Kita merasa bersyukur diberikan kekayaan yang melimpah ruah oleh Sang Pencipta, namun penggalian atau penebangan yang terus menerus tanpa memperhatikan konservasinya akan merugikan kita sendiri, penggunaan bahan bakar yang berlebihan dapat mengurangi cadangan yang ada, kurangnya kesadaran akan menumbuhkan pohon-pohon yang hijau yang berguna untuk menyerap karbondioksida di udara. 1

2

Pemanasan global akibat pencemaran yang terjadi karena adanya pergeseran jumlah gas-gas di atmosfer antara lain sangat terpengaruh oleh aktivitas industrialisasi dan transportasi secara umum dalam menghasilkan limbah, atau hal-hal lainnya yang bertentangan dengan etika lingkungan tentu saja mereka semua akan menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan. Untuk menanggulangi masalah yang sedang dihadapi maka peran serta masyarakat merupakan salah satu syarat utama bagi keberhasilan usaha pengendalian dan pelestarian lingkungan. Pembangunan tidak mungkin

dilakukan tanpa peran serta semua pihak, terutama di negara yang sedang mambangun seperti Indonesia. Achmad Ganjar dan Anisyah Arief (1997:15) mengemukakan tentang permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia sebagai berikut : 1. Risiko lingkungan yang timbul dari kegiatan, perilaku, sikap dan

kebiasaan masyarakat tradisional. 2. Risiko ‘modern’ yang timbul dari kebiasaan dan cara hidup yang

datang bersama modernisasi. Berkenaan dengan hal tersebut pasal 9 Undang-undang No.4 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengolahan lingkungan, menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggungjawabnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui pengolahan, bimbingan, dan penelitian lingkungan hidup.

3

Pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat dilaksanakan baik melalui jalur pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak/pendidikan dasar sembilan tahun sampai dengan perguruan tinggi, maupun jalur pendidikan non formal. Oleh karena itu pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan nasional memasukkan materi lingkungan kepada jenjang pendidikan yang paling dasar yaitu Sekolah Dasar, dengan banyaknya mata pelajaran yang terintegrasikan dengan ilmu lingkungan. Achmad Ganjar dan Anisyah Arief dalam buku pedoman pembinaan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup di sekolah SD ( 1997 : 95 ) mengemukakan tentang tujuan pendidikan lingkungan untuk anak SD sebenarnya adalah agar siswa memiliki pengetahuan, sikap dan tingkah laku yang rasional dan bertanggungjawab terhadap masalah lingkungan hidup. Dan strategi yang digunakan di dalam pengintegrasian ilmu lingkungan ke dalam kurikulum 1994 adalah menggunakan pendekatan integratif (terpadu). Pendidikan lingkungan hidup sebagai mata kuliah kekhususan program studi tidak dapat ditinggalkan karena sebagai lulusan IKIP atau FKIP , para guru harus berkemampuan mengajarkannya secara terintegrasi di Sekolah Dasar. Hal ini ditegaskan dalam kurikulum PKLH- buku pegangan mahasiswa sebagai calon guru (1989 :146 ) dalam tujuan kurikulernya diharapkan mahasiswa : 1. Mengetahui latar belakang pengertian dan scope, aproach dan methode, fungsi dan manfaat serta evaluasi PKLH. 2. Dapat mengajarkan PKLH pada tingkat SD, SLTP. Dan SLTA serta PLS.

4

3. Sadar

akan

pentingnya

PKLH

dan

menyebarluaskan

serta

mengembangkannya. Mata pelajaran yang mengintegrasikan ilmu lingkungan adalah bahasa yang diantaranya bahasa Inggris. Kurikulum 1996 pendidikan dasar untuk kelas V dan VI SD mata pelajaran bahasa Inggris ( 107 –117) memasukkan materi lingkungan seperti lingkungan sekolah, lingkungan rumah, lingkungan luar rumah, penyakit, pariwisata, dan makanan yang sehat. Banyaknya buku-buku sumber atau referensi yang bertuliskan bahasa Ingris dan juga sebagai alat komunikasi umumnya di berbagai tempat dibelahan dunia ini, menuntut kita untuk membekali mereka dengan kemampuan menggunakan bahasa internasional tersebut sejak dini. Terlebih menjelang diberlakukannya Asian Free Trade Association (AFTA) tahun – tahun mendatang dan kita sekarang ini sedang berada di abad milenium dengan berbagai teknologi mutakhir. Diana Larsen et all. (1991 : 1) menyatakan bahwa “ English as a second language for most of the people of the world has increasingly become the international language for business and commerce, science and technology, and international relation and diplomacy.” “Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua yang sudah dipergunakan secara luas oleh masyarakat dunia bagi kepentingan usaha, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hubungan internasional dan diplomasi”. Jenjang sekolah dasar juga merupakan jenjang yang paling dasar yang merupakan pondasi bagi jenjang selanjutnya. Dengan diberikannya materi

5

lingkungan melalui pengajaran bahasa Inggris yang tepat dan benar diharapkan akan membangkitkan motivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh di jenjang selanjutnya sehingga materi lingkungan yang disampaikan dapat dicerna dengan baik. Hal ini mengharuskan para guru dibekali dengan ilmu yang sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan dalam kurikulum tersebut. Kurikulum 1996 kelas V dan VI SD mata pelajaran bahasa Inggris menyatakan tujuan yang hendak dicapai para siswa yaitu agar siswa memiliki keterampilan membaca, menyimak, berbicara dan menulis sederhana dalam bahasa Inggris dengan penekanan pada keterampilan berbicara melalui tema yang dipilih berdasarkan kebutuhan lingkungan, antara lain pariwisata dan perindustrian. Nasution ( 1977 : 94-95 ) mengemukakan bahwa ketrampilan membaca merupakan kulminasi atau puncak dari ketiga ketrampilan lainnya. Beberapa ketrampilan yang diperlukan dalam membaca bahasa Inggris yang harus dimulai dari yang paling dasar adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. Menguasai kosa kata Mengenali pola kalimat pokok Mengenali sistematika penyajian Menangkap pokok pikiran penulis dan pokok bahasan suatu tulisan Membaca apa yang tersirat Menyesuaikan tempo membaca sesuai dengan bahan bacaan Membaca cepat dengan pemahaman mendalam

.S. Kita sering mendengar bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami tulisan dalam bahasa Inggris. sehingga materi yang disampaikan dapat dimengerti dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. begitu pula guru bahasa harus mengetahui seluk beluk kompetensi bahasa yaitu kompetensi gramatika dan kompetensi wacana atau bacaan. tentu saja harus dikuasai terlebih dahulu unsur pembangunnya yaitu elemen gramatika. Mengapa demikian. Jujun S. Hipotesa Sapir-Whorf menganggap bahwa peranan bahasa dalam menentukan pembentukan pikiran bersifat mutlak menentukan karena pembentukan konsep-konsep tidak sama di semua kultur. (1999 : 37-59) mengemukakan dengan bahasa maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang didapat. para guru harus dibekali dengan teori-teori yang berhubungan dengan tugasnya sebagai pengajar.6 Supaya materi tentang lingkungan yang ditulis dalam bahasa Inggris dapat dimengerti. yaitu karena kelemahan mendasar dalam penguasaan dan penggunaan bahasa. Untuk mengatasinya mereka harus dibiasakan menggunakan bahasa yang baik dan menurut logika. sedang wawasannya adalah morfologi dan sintaksis. Alam pikiran mereka belum sampai pada apa yang ada dalam teks. Elemen ini mengacu pada kesimpulan-kesimpulan umum tentang keteraturan dan ketidakteraturan yang ada dalam bahasa. Agar mencapai tujuan pengajaran bahasa dengan baik. Pengetahuan yang dimaksud pengetahuan yang berhubungan dengan lingkungan. Bahasa disini hanyalah sarana untuk mendapatkan pengetahuan tentang lingkungan.

7 Sesungguhnya masalah lingkungan hidup dengan pemahaman. Adapun kewajiban para guru untuk menginformasikannya melalui media pendidikan di sekolah. sumber daya alam kita. Negara kita memerlukan manusia-manusia yang sadar akan lingkungannya yaitu manusia yang sudah memahamai dan menerapkan sikap dan perilaku yang peduli akan lingkungan dan menerapkan prinsip-prinsip ekologi dan etika lingkungan. tidak merokok. karena masing-masing siswa mempunyai tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. menanam bunga. hal-hal yang berhubungan dengan pemeliharaan. pelestarian lingkungan. Dengan mengacu pada pembahasan di atas mudah-mudahan dapat menuntun siswa untuk ikut serta dalam memelihara kebersihan lingkungan. membersihkan halaman yang kotor. sehingga sudah seharusnya mendukung program ini dengan memelihara kebersihan lingkungan baik di sekolah. Pengaplikasiannya bisa berupa memelihara tanaman-tanaman. sikap dan perilaku sangat subjektif sifatnya. Namun demikian landasan berpijaknya sama yang dapat dijabarkan dari tujuan usaha pemahaman lingkungan. membuang sampah pada tempatnya. Siswa merupakan bagian dari lingkungan. rumah atau masyarakat luas. dan lain sebagainya. yang sekarang ini mendapat perhatian yang serius dari semua pihak. . Oleh karena itu persepsinya akan berbeda pula sesuai dengan kesadaran dan kepribadian masing-masing.

Gerungan berpendapat bahwa sikap bukan dibawa sejak orang dilahirkan. yang selanjutnya disertai dengan adanya Niat maka terbentuklah perilaku tertentu.8 W. dalam hubungannya dengan objeknya. Dr Ahman Sya dalam perkuliahan ilmu filsafat (2000) mengemukakan bahwa jalur manusia pada umumnya dimulai dari pengetahuan – sikap – dan akhirnya perilaku. seperti halnya pada sikap. maka dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. untuk menanggapinya perlu diadakan penelitian secara langsung dan seksama mengenai “Perilaku pemeliharaan kebersihan lingkungan siswa sekolah dasar ( studi korelatif antara pengetahuan siswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang Lingkungan Hidup melalui pelajaran bahasa Inggris dengan sikap dan perilakunya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan ). melainkan dibentuk atau dipelajarinya sepanjang perkembangan orang itu. B.A. Pengetahuan mengenai suatu objek baru menjadi sikap terhadap objek tersebut apabila pengetahuan itu disertai kesiapan untuk bertindak. Hal yang dapat mengubah sikap adalah pengetahuan yang banyak didapat di sekolah. Pengetahuan saja belum menjadi penggerak. Sehubungan dengan permasalahan diatas. Perumusan Masalah Penelitian Dari latar belakang masalah diatas. Bagaimanakah hubungan antara pengetahuan lingkungan melalui pelajaran bahasa Inggris dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan .

. 3.9 lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun pelajaran 2001/2002 ? 2. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh pengetahuan lingkungan dan sikap siswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya terhadap kebersihan lingkungan. Bagaimanakah hubungan sikap dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun pelajaran 2001/2002 ? 3. Apakah keduanya mempunyai hubungan dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun pelajaran 2001/2002 ? C. 2. Untuk mengetahui sejauhmana sikap siswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya terhadap kebersihan lingkungan. Untuk mengetahui sejauh mana perilaku siswa kelas V dan VI SD Bethel terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan.

Hakekat Pengetahuan Lingkungan Pada mulanya manusia hidupnya sangat primitif . sehingga dapat terhindar dari kerusakan ataupun pencemaran lingkungan. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk hal-hal sebagai berikut : 1. manusia akhirnya dapat memperbaiki kehidupannya. Pengetahuan dimulai dari rasa . Studi Literatur 1. Diterapkan.10 D. Pemantapan para guru khususnya guru bahasa Inggris dengan pendekatan komunikatif dan metode eklektik dalam menggunakan mengajarkan pengetahuan lingkungan. segala keperluan hidupnya menggunakan api. tempat tinggalnya berpindah-pindah. kakinya sebagaai kendaraan untuk bepergian kemana-mana. batu. Membantu sekolah untuk menjaga lingkungan sekitarnya tetap bersih nan indah bagi kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. tanpa pakaian lengkap. E. 4. 5. Menunjang program pemerintah dalam upaya pemeliharaan kebersihan lingkungan di sekolah. dikembangkan dan dimanfaatkan di tempat lainnya seperti di rumah. Dengan pengetahuan yang dimiliki melalui pengalaman hidupnya. 2. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang lingkungan melalui media bahasa Inggris terhadap perilaku dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. 3. atupun di masyarakat luas pada umumnya.

S. bagaimana membuat kendaraan seperti gerobak dengan roda supaya perjalanan tidak akan terlalu panjang dan melelahkan.11 ingin tahu. bagaimana mempunyai rumah yang tetap. maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya.” Jujun S. Firman Allah dalam kitab Amsal pasal 1 ayat 5 mengatakan “ Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan. membuat berbagai jenis busana untuk keindahan. pesawat udara untuk pergi ke berbagai tempat yang jauh dengan waktu singkat. Sampai akhirnya di abad milenium ini manusia dapat membangun gedung-gedung yang menjulang tinggi. ( 1999 : 53 ) mengemukakan bahwa pengetahuan yang diperoleh bisa melalui akal pikiran yang disebut ilmu pengetahuan. Manusia mampu mengembangkan pengetahuan disebabkan oleh dua hal utama yakni : a. Singkatnya disertai akalnya. Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. dan kewajibannya yaitu mengembangkan pengetahuan tersebut. . seperti : rasa ingin tahu apa kegunaan api atupun batu yang lebih komplek lagi. Manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang dikaruniai akal pikiran. dan lain sebagainya. kehangatan atau untuk fungsi lainnya. bisa juga melalui wahyu. intuisi ataupun pancaindera ( pemerolehan pengetahuan bukan berdasarkan rasionalisme dan empirisme).

pengetahuan tentang cara dan penggunaan alat untuk menangani masalah-masalah khusus.12 b.S. b. . pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat khusus (knowledge of specifics). Selanjutnya Bloom ( 1979 ) mengklasifikasikan pengetahuan (knowledge) ke dalam : a.” Yang berarti pengetahuan menyebabkan seseorang mengetahui atau orang lain tahu karena ada yang memberi tahu. Dari kombinasi dan perbandingan berbagai pengalaman maka ide yang rumit dapat dihasilkan. Definisi pengetahuan menurut kamus Longman Dictionary of Contemporary English by Paul Procter et all adalah sebagai berikut : “Knowledge concerning to cause someone to know or to become known to (by) someone. Pengetahuan menurut John Locke dalam Jujun S. Pikiran manusia pada saat lahir dianggap selembar kertas lilin licin dimana data yang ditangkap panca indera tergambar disitu. ( 1999 : 103 ) merupakan hasil dari kegiatan keilmuan (pikiran) yang mengkombinasikan sensasi-sensasi pokok. Ahman Sya ( 2000 ) mengemukakan ciri-ciri ilmu pengetahuan sebagai berikut : rasional. Manusia mampu berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. sistematis dan empiris. Dalam perkuliahan ilmu filsafat Dr.

sehingga ada ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang disebut Ekologi (R. R. M.” Menurut Danusaputro dalam Gatot ( 1980 : 67-101 ) manusia di dalam hidupnya harus melindungi. Gatot P. Pengetahuan lingkungan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak karena hubungan antara berbagai organisme hidup di dalam lingkungan pada hakikatnya merupakan kebutuhan primer. serta dapat diikuti dan ditaati oleh semua pihak. yang kadang-kadang terjadi secara sadar atau kurang sadar. Pengetahuan yang bersifat universal. masyarakat mengalami pertumbuhan dinamis sehingga sifat dan tantangan dalam pembangunan juga tumbuh dan berkembang. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tidak ada manusia yang hidup menyendiri.E.S.13 c. Dalam pelaksanaan pembangunan ini. Undang-undang lingkungan hidup pasal 1 butir 13 menyebutkan pengertian pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara . mengamankan alam (lingkungan) agar dapat terselenggara secara teratur dan pasti. (1996 : 12) mendefinisikan tentang lingkungan sebagai berikut : “ Lingkungan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia sebagai pribadi atau dalam proses pergaulan hidup. Soeriaatmadja 1989 : 1). ia senantiasa bersama manusia-manusia lainnya saling berinteraksi di lingkungannya dia berada.

Tujuan pendidikan menurut H. masyarakat lainnya terlebih para guru di sekolah untuk menyadarkan mereka ( para siswa ) untuk turut berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan. dalam perkuliahan landasan pembelajaran ( 2000 ) mengemukakan bahwa dalam belajar terjadi dua hal yaitu : a. Sehingga mungkin berpengaruh juga terhadap perilaku yang baik pula seperti bagaimana mengelola kebersihan lingkungaan. transfer atau penyampaian materi lingkungan yang merupakan bagian dalam pengelolaan . Dalam hal ini dapat diduga bahwa pengetahuan seseorang berhubungan dengan sikapnya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan. 2. Said ( 1989 : 104 ) adalah perbuatan yang hendak dilakukan pendidik pada pendidiknya agar tercapai hasil terakhir dari segala perbuatannya seperti suatu kondisi atau sifat dari masyarakatnya. Dr. Hakekat Pengajaran Bahasa Inggris Penggunaan bahasa di rumah tangga dan di luar kelas berpengaruh atas usaha pendidikan.14 bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. para siswa yang merupakan bagian masyarakat akan dapat menentukan sikap yang baik dalam pengelolaan lingkungan ini baik biotik maupun abiotik. Adalah tugas kita semua baik orang tua. terlebih penggunaan bahasa dalam pengajaran tentu memainkan peranan yang amat penting bagi perkembangan intelektual siswa. Mereka juga dapat mencarikan pemecahan masalah yang timbul dalam lingkungan mereka. Dengan dibekalinya pengetahuan tentang lingkungan ini.M. Maman A.

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang. Jerman dan Inggris. Dengan kata-katalah mengklasifikasikan kejadian dan menyimpannya dalam pikiran untuk kemudian diingat kembali. lebih kurang 71% dari seluruh penulisan ilmiah dilakukan dalam bahasa Perancis. untuk menyampaikan materi dipergunakanlah bahasa. Kosa kata yang diucapakan mencerminkan dunia kita. 2. untuk kepentingan komunikasi antar bangsa dalam rangka menjalin persahabatan dan perdamaian dunia. Inilah salah satu peran bahasa dalam proses perkembangan kognitif siswa. dengan bahasa Inggris menduduki 62 % dari output. tetapi juga mengorganisir pengalaman. Chaedar Alwasilah (142) mengemukakan bahwa kita menggunakan bahasa bukan hanya untuk mengkomunikasikan. dimana bahasa asing menduduki peringkat ke-3 setelah bahasa daerah dan bahasa Indonesia. maka pengajaran dan penguasaan bahasa Inggris menjadi sangat penting. transformasi yaitu perubahan permanent yang diulang-ulang Dalam belajar. Chaedar Alwasilah ( 146 ) mengemukakan beberapa ketrampilan yang diharapkan dari pengajaran Bahasa Inggris adalah sebagai berikut : . Menurut UNESCO. untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.15 b. Fungsi dari pengajaran Bahasa Inggris sesuai dengan tujuan pendidikan nasional adalah sebagai berikut : 1.

Karena itulah sejak dari dasar mereka harus diberikan pelajaran Bahasa Inggris dengan pengajaran bahasa yang tepat. atau yang salah. Serta berkomunikasi dengan guru dan pelajar asing.S. Guru yang . Membaca buku-buku dalam Bahasa Inggris yang masih banyak dipergunakan di sekolah-sekolah. benar dan menarik bagi usia dini sehingga pada tingkatan yang lebih tinggi lagi mereka siap dan mampu mengembangkannya. Sarana untuk mencapai pengetahuan dalam hal ini pengetahuan lingkungan. sikap dan minat para siswa. 4. 5. Namun banyak para pelajar kurang memahami tulisan-tulisan yang berbahasa Inggris. pengajaran yang tidak menarik. Menulis catatan-catatan di dalam kelas yang mempergunakan bahasa asing. Hal yang perlu disadari adalah dasar mereka kurang kuat. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada bangsa asing. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kesuksesan belajar bahasa banyak bergantung pada motivasi. Hal ini dikarenakan pengajaran yang tidak tepat sasaran.16 1. selain matematika dan statistika. Jujun S. Mengikuti dan memahami pelajaran-pelajaran yang diberikan dalam bahasa asing dan oleh pengajar-pengajar tamu. Penelitian membuktikan banyaknya siswa yang belajar bahasa Inggris bertahun-tahun dari SMP sampai perguruan tinggi tidak mendapatkan apaapa tentang bahasa tersebut. ( 1999 : 171 ) mengatakan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir ilmiah. 2. 3.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti sendiri tahun 1988 menunjukkan adanya keterkaitan antara permainan bahasa dan pemerolehan bahasa. 20% method. Peter Goodchild di Internet ( 1997 ) mengemukakan keberhasilan belajar hampir kebanyakan berada pada siswa itu sendiri ( 70% motivation. maka mereka akan memiliki dan memahami hal-hal yang berkenaan dengan lingkungan tersebut. Pengetahuan mengenai suatu objek baru menjadi sikap terhadap objek tersebut apabila pengetahuan itu disertai oleh kesiapan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan terhadap objek itu. Seseorang bersikap sesuatu karena ada masukan pengetahuan tertentu. Bahwa kebersihan di rumah bermanfaat bagi kesehatan manusia. menginjak-nginjak rumput halaman akan merusak keindahan lingkungan. menanam bunga-bunga dalam pot-pot di sekolah serta membuang sampah pada tempatnya akan membuat lingkungan yang mendukung keberhasilan belajar. Sebagi contoh dengan diberikannya pengetahuan lingkungan kepada para siswa.17 ingin berlatih dalam pengajaran bahasa harus dapat merencanakan suatu pelajaran yang mendorong mereka kearah tersebut. Hakekat Sikap Siswa Terhadap Perilaku Dalam Kebersihan Lingkungan Attitude (sikap) dapat merupakan sikap pandangan. Permainan bahasa merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan motivasi. tetapi berbeda dengan pengetahuan yang dimiliki orang. 10% teacher ) 3. Apabila mereka . sikap dan minat. Namun merokok.

W. mungkin mereka hanya melakukannya sebagai kewajiban rutinitas belaka. Attitude mempunyai segi motivasi dan perasaan. 3. 2. . Misalnya kebiasaan menyekat kaki pada kesed sebelum masuk rumah. melainkan dibentuk sepanjang perkembangan orang tersebut. Attitude itu dapat berubah-ubah. Attitude itu tidak berdiri sendiri melainkan mengandung relasi tertentu terhadap suatu objek. Misalnya orang atau siswa yang mendapat giliran tugas disekolahnya tiap hari senin untuk menyapu lantai kelas. namun tetap melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etika lingkungan. maka pengetahuan itu belum menjadi sikap.18 memahaminya. 5. Attitude bukan dibawa sejak ia dilahirkan. Gerungan memberikan 5 ciri-ciri dari apa yang dinamakan Attitude atau sikap sebagai berikut : 1. Dr. 4. Sikap mungkin sekali dinyatakan oleh kebiasaan tingkah laku tertentu. membersihkan kotoran-kotoran yang ada di halaman kelas ataupun menghapus tulisan di papan tulis belumlah dikatakan memiliki sikap ke arah itu. Namun kebiasaan bertingkah laku tertentu belum bisa disamakan dengan sikap. dapat pula kumpulan dari hal-hal tersebut. Objek Attitude dapat merupakan satu hal tertentu.A. dapat menyatakan adanya attitude mengenai kebersihan di lingkungan rumah.

Unsur Kognitif Merupakan aspek penggerak karena pengetahuan atau informasi yang diterima menentukan perasaan atau kemauan bertindak. puas atau tidak puas terhadap suatu objek. maka ia cenderung untuk bertindak mendorong objek tersebut demikian pula sebaliknya. Unsur ini mempunyai jalinan yang erat dengan unsur kecenderungan bertindak. Hal ini sejalan dengan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di IKIP dan FKIP sebagai lembaga yang mencetak para . Jika salah satu menyimpang maka menyebabkan mekanisme perubahan sikap. ( 1999 ) mengemukakan ada tiga aspek atau unsur dalam sikap. Juga merupakan evaluasi emosional individu tentang suatu objek. Individu yang memiliki sikap positif terhadap suatu objek. b.19 David O Sears dkk. yang terdiri atas keyakinan individu itu sendiri terhadap suatu objek. sehingga konsisten tersebut tercapai kembali. Ketiga unsur tersebut berjalan selaras dan konsisten. misal suka atau tidak suka. sebagai berikut : a. Unsur Konatif Unsur ini berkenaan dengan kesediaan individu untuk bertindak terhadap suatu objek yang berasosiasi dengan sikap tersebut. c. Unsur Afektif Memberikan arah terhadap perasaan siswa terhadap suatu objek.

( 1988 : 25 ) dalam penelaahan Ilmu Geografinya mengatakan bahwa universe dari ilmu tersebut dapat dibagi dalam tiga buah kawasan (realm) yaitu : 1.20 guru ( 1989 : 147 ) yang memasukkan ketiga ranah tersebut dalam kegiatan pendidikan yakni : a. . Faktor ekstern. yaitu faktor yang diperolehnya karena interaksi sosial. Gerungan ( 1977:157 ) adalah sebagai berikut : a. 3. 2. faktor intern. ciri-ciri kepribadian dan selektifitas. yaitu faktor dalam diri individu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi sikap menurut W. Hakekat dari lingkungan. ranah afektif ( perasaan dan sikap ) c. Apa yang kita fikirkan dan rasakan tentang lingkungan ( sikap terhadap kebersihan lingkungan ). ranah psikomotorik ( keterampilan dan perbuatan ) Penyatuan ketiga ranah tersebut dalam belajar mengajar. seperti persepsi. misalnya pengetahuan lingkungan yang diperoleh dari sekolah. b. Bagaimana kita berperilaku di dalam lingkungan serta mengubah lingkungan tersebut. dapat dicapai melalui kegiatan-kegiatan yang menerapkan keterampilan proses. ranah kognitif ( pengetahuan ) b. Maman A.A. Dr.

namun sebaliknya bila diberi hukuman. indah ( Asri – motto kota Tasikmalaya ). pendidikan. guru dapat mengatakan ‘bagus’ pada siswa yang membuang sampah ke tempat pembuangan sampah namun . kecil kemungkinan ia akan mengulanginya. dan penelitian lingkungan hidup. 4 tahun 1982 tentang ketentuanketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Sebagai misal bila siswa berperilaku tertentu dan diberi ganjaran maka kemungkinan besar ia akan mengulangi perilaku tersebut di masa mendatang. Berkenaan dengan hal tersebut. bimbingan. Dalam kaitannya dengan kebersihan lingkungan sekolah.21 Ketiga kawasan tersebut berhubungan satu sama lain dan tidak ada satu kawasan yang dapat dimengerti secara terpisah dari yang lainnya. Yang dimadsud dengan sikap siswa terhadap kebersihan lingkungan dalam penelitian ini adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan siswa terhadap lingkungan sekitar sekolah baik biotik maupun abiotik. Hakekat Perilaku Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Sampai tingkatan tertentu sikap mempengaruhi atau mengendalikan perilaku. pasal 9 Undang-undang no. Dengan demikian para siswa turut berpartisipasi dalam usaha pembangunan nasional yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan melalui pengetahuan yang diperoleh di sekolah. bersih.” 4. tetapi faktor-faktor lain juga ikut menentukannya. Sehingga terciptalah lingkungan yang asli. menegaskan : “ Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggungjawabnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan.

Hal-hal demikian tentu saja dapat diikuti oleh siswa lainnya sehingga mengulangi perilaku mana yang pantas bagi kebersihan lingkungan di sekolah. Miftah Thoha ( 1998 : 30 ) mengatakan bahwa perilaku adalah suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Mereka mempercayai orang lain. Mereka takut menjadi orang yang menyimpang. orang tua yang bijak kalau melihat kerajinan anak yang selalu menyapu lantai dengan bersih. dimana tidak ada satupun diantara pertimbanganpertimbangan yang relevan. Demikian halnya yang terjadi di rumah.22 menghukum bagi mereka yang tidak menyiram buang air kecilnya di toilet. c. juga imitasi merupakan mekanisme lain yang membentuk perilaku anak. Orang menampilkan konformitas karena beberapa alasan sebagai berikut : a. David O Sears dkk. misalnya diajak makan bersama di restoran atau dengan mengatakan ‘ kau anak yang baik ‘. Perkataan ini memberikan penguatan bagi anak untuk berperilaku sehat di lingkungan sekitarnya. Selain penguatan. Ini berarti bahwa . b. konformitas (menampilkan tindakan karena orang lain) tetap akan muncul dalam tingkat yang tinggi – sekitar 35% dalam eksperimen penilaian. Mereka menggunakan informasi yang diperoleh dari orang lain. ( 103 ) mengemukakan bahwa dalam situasi tertentu yang terkendali.

Manusia dan lingkungan fisik saling mempengaruhi. sehingga hal ini menimbulkan motif untuk melakukan sesuatu perbuatan dalam mencapai suatu tujuan. lingkungan interaksional 3.23 seseorang individu dengan lingkungannya menentukan perilaku keduanya secara langsung. ( 1989 : 18 ) mengemukakan tentang hubungan manusia dengan alam lingkungannya ditinjau dari sejarah hidup manusia sebagai berikut : a. Manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan fisik. Ismai Arianto dkk. . e. lingkungan fisik 2. Supriyadi ( 1997 : 74 ) membagi lingkungan menjadi tiga bagian utama antara lain : 1. Di lain pihak Handoko ( 1994 ) mengemukakan bahwa terjadinya perilaku disebabkan oleh adanya dorongan dan kebutuhan yang dirasakan. c. b. lingkungan sosial Mohammad Surya ( 1992 : 81 ) menyatakan bahwa faktor lingkungan dalam arti yang luas mempengaruhi proses belajar yang efisien. Hubungan manusia dengan lingkungan fisik sangat kompleks. d. Kebudayaan menjadi faktor perantara hubungan manusia dengan lingkungannya. Manusia mempengaruhi lingkungan fisik.

dan tidak merugikan orang lain. ( 1988 : 20 ) mengemukakan bahwa suatu proses dapat didefinisikan sebagai tindakan yang berturut-turut dan teratur dan secara terus menerus. Achmad Ganjar dan Anisyah Arief ( 1997 : 40 ) mengemukakan tentang jalur formal pengubahan perilaku seseorang. dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan dengan memperhatikan unsur-unsur lingkungan hidup sebaik-baiknya . Pemahaman akan konsep-konsep tentang lingkungan hidup yang tak disertai tindakan dalam menjaga kebersihan lingkungan belumlah sempurna. bekerja. yang terdapat atau berjalan dengan cara tertentu dan menuju pada penyelesaian beberapa hasil. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. pemanfaatan. merupakan tindakan yang terus menerus atau bersambung.24 Secara cermat perilaku yang diharapkan dari para siswa adalah perilaku yang didasarkan pada motif yang dimilikinya yang menaruh hasrat akan kepentingan dan harapan orang lain. Dr.Maman A. seperti diagram berikut ini : Pengejawantahan Niat Penalaran TAHU → PAHAM → NILAI → NORMA → SIKAP → PERILAKU Penghayatan Pemantapan Perilaku terhadap kebersihan lingkungan merupakan bagian dalam usaha pelestarian. beraktifitas. Perilaku ini adalah kemampuan untuk bertindak. tetapi juga tidak merugikan diri sendiri. pengembangan.

mengadakan stabilisasi dalam masyarakat b. dan perilaku yang rasional serta bertanggungjawab tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dengan lingkungannya dalam berbagai aspek kehidupan manusia. kesadaran. pemberian arah bagi perkembangan masyarakat c. H. Kualifikasi . sikap. 5. karena masyarakat telah berkembang menjadi komplek dan perkembangan Iptek yang cepat sekali. Hal ini sejalan dengan pengertian PKLH menurut Warnadi dkk. penyampaian pengetahuan yang banyak sekali dan yang tak dapat dikuasai lagi oleh orang tua. Said ( 1989 : 163 ) mengemukakan fungsi sekolah dalam masyarakat adalah sebagai berikut : a.25 sehingga masyarakat luas dapat merasakan manfaat dari kebersihan lingkungan. d. Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan Melalui Pengajaran Bahasa Inggris Dan Sikap Dengan Perilaku Terhadap Kebersihan Lingkungan Pengetahuan formal yang didapat para siswa kebanyakan berada di sekolah.M. Tujuan pendidikannya adalah perbuatan yang hendak dilakukan pendidik pada pendidiknya agar tercapai hasil terakhir dari segala perbuatannya seperti suatu kondisi atau sifat dari masyarakatnya. ( 82 ) yang mengatakan bahwa pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup adalah suatu pendidikan yang membina siswa agar memiliki pengertian.

c. b. dan keilmuan. Dalam hal ini sejenis peristiwa.H. Stanley M. ( 1999 : 99-105 ) menyatakan bahwa pengetahuan dapat diperoleh dengan menggunakan metode rasionalisme. Mengembangkan ranah psikomotorik. dan fenomena lain dengan pengamatan langsung. empirisme. baik lingkungan fisik.26 Sekolah mempersiapkan siswa-siswanya dengan sekumpulan kecakapan dan ketrampilan yang memberinya akan peningkatan status sosial. Agar lingkungan tersebut dapat mempertahankan hidupnya secara serasi. dalam Jujun S. Mengembangkan ranah kognitif.S.H. Pengetahuan lingkungan adalah pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia sebagai pribadi atau di dalam proses pergaulan hidupnya. tingkah laku. maka manusia melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan tersebut. dan Thomas C. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan sikap. biologis maupun sosial. Tugas pendidik dalam hubungannya dengan perilaku siswa terhadap lingkungan adalah : a. . yaitu yang berhubungan dengan pengembangan melalui observasi. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan otak dan penalaran (pengetahuan) terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Mengembangkan ranah afektif.

Furqanul A. menyimak. dan Chaedar A ( 2000 : 26 ) menyatakan bahwa kompetensi gramatika adalah pengetahuan yang mendasari kemampuan kita menghasilkan dan memahami kalimat-kalimat dalam suatu bahasa. Hal ini sesuai dengan kurikulum bahasa 1994 yang memasukkan masalah lingkungan ke dalam pengajaran bahasa khususnya bahasa Inggris. Informasi-informasi yang dimaksud berkenaan dengan masalah lingkungan. Elemen. berbicara . Pengembangan bahasa meliputi keterampilan membaca.27 Dengan akal pikirannya maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang ada dibenaknya. adalah bahasa yang memampukan dalam pengembangan pengetahuannya. Dan tujuan membaca adalah untuk dapat menyerap informasi dan makna dari tata bahasa. Bentuk tulisan untuk mempersiapkan sesuatu yang langgeng dari bahasa lisan. karena bahasa merupakan alat untuk berpikir ilmiah. Bahasa bisa berbentuk lisan. Selain akal pikiran yang memampukan manusia berpikir menurut suatu alur kerangka perpikir tertentu. Pengetahuan kebahasaan ini berpengaruh terhadap pemerolehan pengetahuan lainnya seperti pengetahuan lingkungan. Clark ( 1972 : 5 ) menjelaskan kemahiran berbahasa adalah kemampuan pembelajar untuk menggunakan bahasa untuk tujuan-tujuan kehidupan nyata.elemen yang harus dikuasai siswa dalam pemahamn kebahasaan ini adalah elemen gramatika dan bacaan. bisa pula tulisan.

David O. Membaca merupakan kulminasi ( puncak ) dari ketiga keterampilan lainnya. Terlebih tuntutan yang ada dalam informasi tersebut untuk dilakukan. Jadi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu perubahan perilakau yang baru secara keseluruhan sebagai . Individu dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Sears dkk ( 1994 : 189 ) mengemukakan salah satu hambatan untuk mengadakan perubahan sikap dalam dunia nyata adalah kurangnya pemunculan informasi bahkan media dapat menimbulkan perubahan sikap secara besar-besaran. c. b. Woodworth dalam W.A. tentu sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap pemahaman yang diterima oleh siswa. Gerungan ( 1988 : 55 ) mengemukakan pendapatnya bahwa pada dasarnya ada empat jenis hubungan antara individu dan lingkungannya sebagai berikut : a. Individu dapat menggunakan lingkungannya. Sikap ini yang cenderung orang berperilaku sesuai informasi yang dibaca mereka. Disampaikannya informasi dengan benar. Pengetahuan kebahasaan mereka mungkin berpengaruh terhadap perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat mereka bersosialisasi.28 dan menulis. Dalam berperilaku terhadap lingkungan. Individu dapat berpartisipasi dengan lingkungannya. Individu dapat bertentangan dengan lingkungannya. d.

kepedulian tentang lingkungan serta permasalahannya. PENJAS. Siswa hendaknya diberi konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. tata guna lahan. dan dengan pengetahuan. terhadap pemecahan permasalahan dan mempertahankan kelestarian fungsifungsi lingkungan. guru bahasa harus dibekali kemampuan akan pengetahuan lingkungan sehingga dalam menyampaikan mata pelajaran bahasanya. populasi. ia juga dapat menyampaikan pengetahuan lingkungan. Karena perilaku siswa terhadap lingkungan dipengaruhi oleh sejauhmana informasi tentang lingkungan tersebut. keterampilan. motivasi dan komitmen untuk bekerja secara individual dan kolektif. sumber daya alam.29 hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungannya. sikap. maka perilaku mereka sangat positif manakala model mentransfer ilmu pengetahuan terintegrasi baik dalam kelas maupun di luar kelas. Hampir kebanyakan mata pelajaran mengintegrasikan ilmu lingkungan ini seperti IPS. dan hal lainnya yang berhubungan dengan lingkungan. Ismail Arianto ( 1989 : 146 ) mengemukakan tentang tujuan kurikuler calon guru adalah sbb : . kesehatan lingkungan. IPA. Tujuan pendidikan lingkungan menurut Achmad Ganjar (1997 : 17) adalah untuk meningkatkan kesadaran. Dalam pengajaran bahasa khususnya bahasa Inggris. AGAMA dan BAHASA sendiri.

Menetapkan batas minimum keberhasilan siswa terhadap lingkungan selalu berkaitan dengan upaya pengembangan perilakunya. B. Sadar akan pentingnya PKLH dan menyebarluaskan serta mengembangkannya. Pemberian tes merupakan alat untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pencapaian pengetahuan mereka. b. Dan sikap mereka diujicobakan dengan menggunakan Skala Likert. Inggris X2 Sikap Y . wawancara maupun angket yang disediakan oleh guru. Dapat mengajarkan PKLH pada tingkat SD. baik melalui pengamatan langsung. SLTP. Berikut bagan hubungan antara variabel-variabel yang bertalian dengan penelitian ini : X1 Pengetahuan lingkungan Perilaku terhadap kebersihan lingkungan P.30 a. fungsi dan manfaat serta evaluasi PKLH. c. Mengetahui latar belakang pengertian dan scope. sedangkan penguasaan berkelanjutan harus dilakukan secara kontinyu pada setiap kegiatan belajar mengajar. aproach dan methode. dan SLTA serta PLS. Penguasaan ilmu pengetahuan tentang lingkungan dan pengetahuan bahasa dilakukan dalam suatu kegiatan belajar mengajar.

31 F. Terdapat hubungan positif antara sikap siswa dengan perilaku siswa terhadap pengelolaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya. 2. 3. Terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan berbahasa Inggris dan pengetahuan lingkung. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan lingkungan dan sikap siswa dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya. 4. maka kesimpulan sementara terhadap penelitian dirumuskan sebagai berikut : 1. . Hipotesis Berdasarkan masalah yang diteliti atau dianalisa. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan lingkungan dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya.

32 BAB II METODOLOGI PENELITIAN Tempat Dan Penelitian Penelitian tentang perilaku pemeliharaan kebersihan lingkungan siswa sekolah dasar (Studi Korelatif antara pengetahuan siswa kelas kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang lingkungan hidup melalui pelajaran bahasa Inggris dengan sikap dan perilakunya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan) dilakukan di sekolah Dasar Bethel Tasikmalaya. Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah metode diskriptif.observasi. Waktu yang diperlukan untuk penelitian dimulai data. yaitu suatu prosedur atau cara memecahkan masalah penelitian dengan memaparkan keadaan obyek yang . Sebagai subyek penelitian adalah para isswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun ajaran 2001/2002.pengambilan sampai penyusunan lampiran adalah sekitar tiga bulan ( cawu 1-cawu 2 ).penyusunan proposal.analisis dari data pengamatan.

Kuesioner (angket) skala likert dan test.Unsil. Intervieu. Dan sebagai alat pengumpul datanya dipergunakan observasi.toko buku atau instansi terkait lainnya. Pengetahuan lingkungan Perilaku terhadap kebersihan lingkungan X1 P.berdasarkan fakta-fakta yang aktual pada saat sekarang. . B.33 diselidiki sebagaimana adanya. Data sekunder diperoleh dari literatur kepustakaan pribadi. Variabel-Variabel Dalam Penelitian Penelitian studi korelatif antara pengetahuan siswa kelas kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang lingkungan hidup melalui pelajaran bahasa Inggris dengan sikap dan perilakunya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan mempunyai 3 macam variabel yaitu: X1 X2 Y = Pengetahuan Lingkungan = Sikap = Perilaku terhadap pemeliharaan kebersihan Gambar : Hubungan antara variabel bebas dengan terikat. Data primer diperoleh dari siswa dan siswi kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya kelas V sebanyak 22 0rang dan kelas VI sebanyak 18 orang.SD Bethel. Inggris X2 Sikap Y . Sehingga metode ini tergolong jenis metode survei.

Pelaksanaan wawancara. 4. Peranan manusia sebagai instrumen penelitian dan pengamatan berperan serta. 6. Kata-kata dan tindakan b.34 Maka metode penelitian ini disebut juga metode penelitian korelasional. koefisien korelasi atau regresi yang diperoleh menunjukan tentang derajat hubungan kausal antara peubah-peubah yang diteliti. 3. Penggunaan dokumen Data penelitian ini menggunakan instrumen yang berbentuk questioner atau angket test pemahaman pengetahuan lingkungan dan test sikap dengan menggunakan skala Likert. Data statistik 2. Sumber dan jenis data a. Teknik Pengumpulan data yang digunakan menurut Lexy J. Penelitian ini tidak melakukan manipulasi terhadap perubahan bahasanya. 5. Sumber tertulis c. Pengamatan dan pencatatan data. . Dalam hal ini. Moleong (1999 : 189 – 214) terdiri dari : 1. Foto d. Pencatatan lapangan.

35 Selain menggunakan Tes pengetahuan. apakah linier atau non linier. X2) terhadap variabel terikat (Y) Rumus Regresi Linier sederhana. sehingga perilaku mereka dapat terdeteksi Contohnya : Apa yang kamu lakukan agar tanaman dalam pot tidak mati ? a. c. b. untuk memperoleh keterangan secara umum. memasalahkan Membiarkannya Menyiramnya setiap pagi Memindahkan ke pot lain bentuk hubungan antara dua atau lebih variabel.∑ XY – ∑ X . Regresi. alat evaluasi lainnya adalah angket. ∑ Y n . yaitu: Y = a + bx B = n . Beberapa teknik dalam menganalisis data tabulasi menurut Furqon (2000) adalah sebagai berikut : a. Uji linier data untuk mengetahui distribusi dari variabel bebas (X1. Rencana Analisis Data Data yang diperoleh diubah sehingga menjadi data tabulasi dengan menggunakan statistik.∑X – ( ∑X )2 . yang berisi daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh para siswa.

diperoleh akan dilakukan uji normalitas data. Dan teknik analisis data Selanjutnya Data yang yang digunakan untuk mengukur derajat keeratan hubungan diukur dengan nilai ‘r’ = koefisien korelasi ∑ XY R = ∑ X2 . ∑Y2 r2 / k t hitung = (1 – r2 ) / n – k . yaitu : X2 = ∑ ( fo – fh )2 fh c. Uji normalitas data menggunakan rumus Chi kuadrat. besar sumbangan variabel bebas terhadap terikat diukur dengan koefisien determinasi ‘r2’ ( r x r ) .1 d. ∑ X/n b. melihat nilai ‘r’ bermakna atau tidak diuji dengan: Tr =r n-2 1 – r2 Untuk melihat berapa Selanjutnya untuk e.36 a = ∑ Y/n-b .

. Validity ini disebut juga validitas kurikulum (Curriculer Validity) Karena diukur dari kesesuaiannya dengan sejumlah bahan yang secara keseluruhan merupakan sebuah kurikulum.37 Validity dan Reliability Hadari Nawawi (1995: 178 –190) mengemukakan bahwa untuk ketepatan dan kemantapan instrumen penelitian digunakan Validity dan Reliability. yang telah diberikan kepada sekelompok individu yang akan menjawab item-item di dalam instrument penelitian. keandalan /stabilitas hasil pengamatan dengan instrument (pengukuran). Soal sebanyak 20 yang relevan dengan tujuan penelitian. Keajegan (Reliabilitas menuntut kemantapan. seandainya orang yang diamati dalam keadaan tak berubah. Untuk jawaban benar mendapat nilai 1dan jawaban salah mendapat nilai 0. Cara yang ditempuh yaitu dengan melalui ukuran sekali (one shot) yaitu pengukuran hanya dilakukan sekali melalui contoh-contoh butir dipetik dari para meter dan membandingkan butir yang satu dengan yang lain. setelah diadakan uji coba soal terhadap 5 orang . Penilaian terhadap pengetahuan lingkungan dilaksanakan dengan memberikan soal yang disesuaikan dengan bahasa dan istilah yang mereka kenal sehari-hari di sekolah/di rumah dengan medianya bahasa Inggris. baik dari kelas V maupun kelas VI berdasarkan apa yang tertera dalam GBPP. sehingga memungkinkan data / informasi terkumpul secara lengkap dan menyeluruh.

STS=5. N. afeksi dan konasi dijadikan dasar dalam menyusun butir-butir test dalam kuesioner. TS=2 dan STS=1. 2. yaitu: SS. Jika sebaliknya maka SS=1. Penyediaan tong-tong sampah harus ada di setiap kelas. Kemudian disusun skala sikap dengan 5 pilihan. yaitu : kognisi. Lalu dibuatlah soal sebanyak 10 untuk mengukur sampai sejauh mana sikap mereka dalam mengaplikasikan materi pengetahuan lingkungan. TS. Contoh : Berilah tanda X pada kolom yang cocok dengan pendapat saudara: Pernyataan 1. S. Cara menskor skala sikap dari Likert.38 Penilaian terhadap instrument lainnya berdasarkan konsep pengukuran sikap dan perilaku berdasarkan buku pedoman PKLH – Pegangan Pengajar (1989 : 83 – 87) yang terdiri dari 3 komponen. N=3. Positif Menurut Saudara SS S X N TS STS Sko r 4 . Pemeliharaan kebersihan lingkungan Pendapat Saudara SS S N TS STS penting untuk setiap kelas. S=2. S = 4. N=3. ST=4. Nilai yang diberikan jika jawaban mendukung pernyataan positif dengan nilai SS = 5. STS. Pernyataan 1.

2. 1. Negatif 4. Positif 7.39 2. Positif 10. Positif 8. Negatif X X X X X X X X X Jumlah 5 4 5 4 3 5 4 2 1 37 Skor tertinggi 50 dan terendah 10. Positif 5. Negatif 6. Jadwal Kegiatan Penelitian No. 7. bila kurang dari 30 berarti ia berlawanan dari harapan. 6. Negatif 9. 3. 8. Pengukuran perilaku menggunakan angket sebanyak 20 daftar pertanyaan. 5. Negatif 3. 4. Kegiatan Pemilihan Lokasi dan Penjajagan Awal Pembuatan/Penyusunan Rancangan Penelitian Pembuatan Instrumen Penelitian Mengurus Perijinan Penelitian Percobaan Instrumen dan Revisinya Melakukan Penelitian (Pengumpulan dan Pencatatan Data) Pengolahan Data Penelitian Penulisan Thesis Waktu (Bulan ke) 1 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 . Bila siswa hanya mencapai skor 30 berarti ia belum memiliki sikap yang diharapkan.

Melakukan pengamatan di lapangan terhadap para siswa yang sedang diteliti dengan menggunakan wawancara. 2. Menyamakan ukuran bagi pengumpulan data agar tidak banyak faktor subjektivitasnya. 2. dan tahap penulisan laporan . dilakukan pemeriksaan data yang sudah terkumpul dengan wawancara terhadap responden. Menjaga kestabilan data dalam waktu yang berbeda. proses analisis. cara dan proses pengumpulan data.40 BAB III RENCANA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA G. Mencari realibilitas angket. 3. . H. Triangulasi Alternatif cara yang dapat digunakan dalam melakukan pemeriksaan terhadap data yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. Mencari reliabilitas pedoman wawancara dilakukan dengan pengamatan di lapangan. dilaksanakan dengan tepat maka digunakan tolak ukur tertentu dengan maksud untuk : 1. Audit Trail Agar seluruh proses penelitian seperti perencanaan.

Batasan Komponen Penelitian Model Tabel Spesifikasi yang digunakan dalam Perancangan Penelitian Questioner (Angket) Test Komponen Obyek Penilaian Pengetahuan Sikap Perilaku 4 6 4 4 2 20 40 % Aspek Ekologi Agama Sosbud Kemanusiaan Seni Jumlah Persentase 6 4 4 4 2 20 40% 1 2 1 5 1 10 20 % I. A. Geografi Perilaku. Jakarta. Depdikbud. (1999). Mempermudah peneliti dalam mengolah data supaya orang lain dapat menggunakannya.41 3. DAFTAR PUSTAKA Abdurachman. Maman. Bandung. Alwasilah. Pengantar Sosiologi Bahasa. (1988). Chaedar. . C. Penerbit Angkasa.

Camp. (2001). Jakarta. (1997). Pengukuran dan Dampak Pertumbuhan Penduduk. .. Bandung. Gerungan. Linguistik Suatu Pengantar. Tasikmalaya ( Unpublished ). W. Program Pasca Sarjana Unsil. T. Remaja Rosda Karya. Penerbit PT. Psikologi Sosial. USA.B. (1991). Delmar Publishers Inc. Khaidir. Depdikbud. Depdikbud. Pengajaran Bahasa Komunikatif..J. Anwar. Penerbit PT Remaja Rosdakarya. An Introduction to Second Language Acquisition Research. Furqon.G.. Indyah.D. Jakarta. Ridha.. Inc. London and New York. Awan. Achmad dan Anisyah Arief. The Benyamin/Cummings Publishing Company... Bandung. (1980). (1983). Environmental Science.42 Alwasilah. Eresco. Managing Our Natural Resources. (1999). Metodologi Penelitian Kualitatif. Mutakin. Daugherty and Carla Kirts. Tesis. Pedoman Pembinaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Sekolah. Furqanul dan Chaedar Alwasilah. Universitas Siliwangi. Permainan-Simulasi-Main Peran dalam Pengajaran Bahasa. (1997). Imran. Hidayat. Bandung. Hubungan antara Pengetahuan tentang Lingkungan Hidup dan Sikap Pembuat Tahu terhadap Pengelolaaan Kebersihan Lingkungan di Sentra Industri Tahu kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis. Maleong. Redwood city. Bandung. Yogyakarta. California. (1991). Penerbit CV Alfabeta. Gadjah Mada University Press. D. Zainal Arifin dan Tatang SM. (2000). Azies. Program Pasca Sarjana (S-2) PKLH. (1983). Tasikmalaya.A. (2001).. (1977). Third Edition.. Depdikbud. Diane et all. Fungsi dan peranan Bahasa – Sebuah Pengantar. L. Bandung. Chiras. Ganjar. Depdiknas. Chaedar. (1990). Pengajaran Membaca Bahasa Inggris. Larsen. Longman. (1991). W. Statistika Terapan untuk Penelitian. Penerbit Angkasa. Jakarta.. Faridha. Action for a Sustainable Future.

(1992). Ilmu Lingkungan. USA. Pengantar Ekologi. Tesis. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Judul asli : Social Psychology. Penerbit Sinar Grafika. London. (1989). Jakarta. dan Peplau L. Dirjen Dikdasmen. Skripsi ( Unpublished ). Program Pasca Sarjana Unsil. Martini. Hukum Lingkungan Indonesia. Nunan. Yogyakarta. Soeriaatmadja. (1989). Hubungan antara Pengetahuan Lingkungan dan Prestasi Belajar dengan Partisipasi siswa dalam Pemeliharaan Lingkungan Sekolah. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Psikologi Sosial : Terjemahan oleh Ardyanto M. (1997). David. Gatot P. Bagian Proyek PKLH. ----------------. (1999). Dikdasmen. Research Method in Language Learning. Holy Bible-Authorized King James Version.. Jakarta.. Jakarta. R. Yusuf.. Sunarto dan Muchlidawati. (2000). (1995). Freedman J. David O. Sulaeman. Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta bekerjasama dengan BKKBN. dan Soekrisno S..M. Ilmu Pendidikan.. Sumantri. Relationship between Language Games and Language Achievement in Writing as Applied to the First Year Student of SMAN 2 Tasikmalaya. . Paulus. Bandung.. Jakarta.E. Eyre and Spottishwoode. Cambride University Press... (1999). Jujun S. (1985). Sears.. Hadari dan H. Penerbit Alumni.M. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di IKIP dan FKIP sebagai Pegangan Pengajar. Bandung. Dirjen Pendidikan Tinggi. (1997).. R. Tarjuki. Instrumen Penelitian Bidang Sosial. H. Depdikbud. Tasikmalaya ( Unpublished ) Warnadi. Soedjiran dkk. (1996). R. Jakarta. Gadjah Mada University Press.A. Maftuchah dkk. Penerbit ITB. Said. Depdikbud. Jakarta. (1988). Pustaka Sinar Harapan.43 Nawawi. Soemartono. Erlangga.L.

Maman Abdurachman selaku Direktur Program Pasca Sarjana (S-2) program studi pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH) Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang sekaligus selaku pembimbing ke-1 penulis. Prof. Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) kelas V dan VI SD Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Provinsi Jawa Barat. KATA PENGANTAR Penulis mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa. . Proposal penelitian ini berupa kerangka atau outline dalam penyusunan Thesis sebagai rencana kerja atau pedoman pelaksanaan penelitian tentang Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan Siswa Sekolah Dasar ( Studi Korelatif antara Pengetahuan Siswa Kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang Lingkungan Hidup melalui Pelajaran Bahasa Inggris dengan Sikap dan Perilakunya dalam Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan ). (1996).44 ---------------. Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar. H. Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 3.. Depdikbud. karena berkat bimbingan dan tuntunanNYA akhirnya selesai juga penulisan usulan penelitian atau ‘Research Proposal’ ini dalam waktu yang sudah ditetapkan oleh para pembimbing peneliti. Dr.

dorongan dan harapan untuk mampu menyelesaikan studi Magister Pendidikan di Unsil sampai pada selesainya usulan penelitian ini. pengetikan memakai komputer ataupun membaca buku-buku sumber bagi terselesaikannya usulan penelitian ini. Tak lupa juga ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Kepala SD Bethel.45 4. Staff sekretariat Bethel yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian .. . Ahman Sya. Juga rekan-rekan seangkatan dengan penulis yang banyak memberikan masukan berupa pendapat.Pd. usulan dan saran-saran dalam rangka pengajuan proposal ini. mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Dr. Sc. Terakhir ucapan syukur penulis kepada istri tersayang dan kedua anak tercinta yang rela direbut waktunya bagi penyeleseian usulan penelitian ini. Penulis juga menghaturkan terima kasih kepada Bapak Muryanto selaku kepala tata usaha program pasca sarjana PKLH yang banyak mendukung dan membantu penulis bagi penyelesaian studi di Unsil khususnya Reseach Proposal ini. M. selaku pembimbing ke-2 penulis yang telah berjerih payah dalam membimbing. dengan memberikan semangat. mengarahkan dalam penyelesaian usulan penelitian ini. God bless them. Penulis ucapkan terima kasih.Pd. Semoga jerih payah selama ini yang diberikan Beliau-beliau terhadap penulis sejak pertama masuk perkuliahan ataupun sebelum perkuliahan dimulai. Staff guru-guru.. S. Juga para dosen pasca sarjana program PKLH yang banyak memberi masukan ilmu pengetahuan baik didalam perkuliahan maupun diluar perkuliahan yang banyak berhubungan dengan usulan penelitian ini.

.........46 Semoga Tuhan memberkati jerih payah mereka selama ini............. AMIEN........................ Tasikmalaya.............................................. i iii ..................................... DAFTAR ISI ................ Nopember 2001 Penyusun DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ................................

.............................. Perumusan Masalah Penelitian .......... Kegunaan Penelitian ................................. .............................................................................................................. ............................................................ 9 M....... ...................................................................................................................... 10 7..................... Tujuan Penelitian ......... 8 L......................................... 14 ............................................................................................................................................ Hakekat Pengajaran Bahasa Inggris ...................................................................................... 10 6................................................................ Hakekat Pengetahuan Lingkungan ................. 10 N.................................................................................................................. 1 K.................................................................................................................................................................................. .............. ....................47 BAB I PENDAHULUAN J................................................................................................................................................ Studi Literatur ............................................. ............. ................................................................................................................. Latar Belakang Masalah ...................................................................................

........................................................................... 21 10......................................................................... .................................... 25 O............................................ F..........................................................................48 8....... Rencana Analisis Data .......................................................................................................................................................................... 32 32 33 34 35 38 ................................................................................. Hipotesis ............................................................... E. Metode Penelitian ............. Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan Melalui Pengajaran Bahasa Inggris Dan Sikap Dengan Perilaku Terhadap Kebersihan Lingkungan ................. ......................................................... 31 BAB II METODOLOGI PENELITIAN A..... D...................................... B............................. ............................................................................ Jadwal Kegiatan Penelitian.......................... Variabel-Variabel Dalam Penelitian ........................................... C.................................................................................................................................... 17 9........ Hakekat Sikap Siswa Terhadap Perilaku Dalam Kebersihan Lingkungan ........... Tempat Dan Penelitian ..... Teknik Pengumpulan data ............................................................................................................... Hakekat Perilaku Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan .......................................................................................... .....

..................... 41 PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI KORELATIF ANTARA PENGETAHUAN SISWA KELAS V & VI SD BETHEL TASIKMALAYA TENTANG LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN SIKAP DAN PERILAKUNYA DALAM PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN Usulan Penelitian ( Thesis ) ............. D............. Audit Trail ................................... 39 39 40 DAFTAR PUSTAKA ..........................................................49 BAB III RENCANA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA Triangulasi ................. Batasan Komponen Penelitian .........................

50 Oleh : PAULUS SULAEMAN NIM : 000201018 NIRM : 4112810100018 PROGRAM PASCA SARJANA PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP (PKLH) UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2001 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful