P. 1
lingkungan+hidup

lingkungan+hidup

|Views: 394|Likes:
Published by Andhiny Poenya

More info:

Published by: Andhiny Poenya on Apr 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Perumusan Masalah Penelitian
  • C. Tujuan Penelitian
  • D. Kegunaan Penelitian
  • E. Studi Literatur
  • 1. Hakekat Pengetahuan Lingkungan
  • 2. Hakekat Pengajaran Bahasa Inggris
  • 3. Hakekat Sikap Siswa Terhadap Perilaku Dalam Kebersihan Lingkungan
  • 4. Hakekat Perilaku Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan
  • 5. Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan Melalui Pengajaran Bahasa
  • Inggris Dan Sikap Dengan Perilaku Terhadap Kebersihan Lingkungan
  • F. Hipotesis
  • BAB II
  • METODOLOGI PENELITIAN
  • a = ∑ Y/n-b . ∑ X/n
  • SS S N TS STS
  • BAB III
  • RENCANA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
  • G. Triangulasi
  • H. Audit Trail
  • Jumlah 20 10 20 Persentase 40% 20 % 40 %
  • KATA PENGANTAR
  • Penyusun
  • DAFTAR ISI
  • BAB II METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Perhatian dunia terhadap lingkungan hidup telah diawali sejak konferensi PBB tentang lingkungan hidup di Stockholm pada bulan Juni 1972. Pemerintah Indonesia sendiri menaruh perhatian yang sangat besar dalam menangani masalah lingkungan ini. Dalam bad ke-21 ini sedang terjadi perubahan-perubahan yang besar terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup yaitu semakin menipisnya sumber daya alam, berkurangnya luas ekosistem alam dan terjadinya pemanasan global yang makin meningkat. Soedjiran R. dkk (1985 : 14) berpendapat bahwa meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tekan yang besar sekali terhadap perubahan, tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis (kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan), dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Berkenaan dengan sumber daya alam tersebut, kita harus bijaksana dalam penggunaannya seefisien dan seefektif mungkin. Kita merasa bersyukur diberikan kekayaan yang melimpah ruah oleh Sang Pencipta, namun penggalian atau penebangan yang terus menerus tanpa memperhatikan konservasinya akan merugikan kita sendiri, penggunaan bahan bakar yang berlebihan dapat mengurangi cadangan yang ada, kurangnya kesadaran akan menumbuhkan pohon-pohon yang hijau yang berguna untuk menyerap karbondioksida di udara. 1

2

Pemanasan global akibat pencemaran yang terjadi karena adanya pergeseran jumlah gas-gas di atmosfer antara lain sangat terpengaruh oleh aktivitas industrialisasi dan transportasi secara umum dalam menghasilkan limbah, atau hal-hal lainnya yang bertentangan dengan etika lingkungan tentu saja mereka semua akan menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan. Untuk menanggulangi masalah yang sedang dihadapi maka peran serta masyarakat merupakan salah satu syarat utama bagi keberhasilan usaha pengendalian dan pelestarian lingkungan. Pembangunan tidak mungkin

dilakukan tanpa peran serta semua pihak, terutama di negara yang sedang mambangun seperti Indonesia. Achmad Ganjar dan Anisyah Arief (1997:15) mengemukakan tentang permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia sebagai berikut : 1. Risiko lingkungan yang timbul dari kegiatan, perilaku, sikap dan

kebiasaan masyarakat tradisional. 2. Risiko ‘modern’ yang timbul dari kebiasaan dan cara hidup yang

datang bersama modernisasi. Berkenaan dengan hal tersebut pasal 9 Undang-undang No.4 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengolahan lingkungan, menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggungjawabnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui pengolahan, bimbingan, dan penelitian lingkungan hidup.

3

Pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat dilaksanakan baik melalui jalur pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak/pendidikan dasar sembilan tahun sampai dengan perguruan tinggi, maupun jalur pendidikan non formal. Oleh karena itu pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan nasional memasukkan materi lingkungan kepada jenjang pendidikan yang paling dasar yaitu Sekolah Dasar, dengan banyaknya mata pelajaran yang terintegrasikan dengan ilmu lingkungan. Achmad Ganjar dan Anisyah Arief dalam buku pedoman pembinaan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup di sekolah SD ( 1997 : 95 ) mengemukakan tentang tujuan pendidikan lingkungan untuk anak SD sebenarnya adalah agar siswa memiliki pengetahuan, sikap dan tingkah laku yang rasional dan bertanggungjawab terhadap masalah lingkungan hidup. Dan strategi yang digunakan di dalam pengintegrasian ilmu lingkungan ke dalam kurikulum 1994 adalah menggunakan pendekatan integratif (terpadu). Pendidikan lingkungan hidup sebagai mata kuliah kekhususan program studi tidak dapat ditinggalkan karena sebagai lulusan IKIP atau FKIP , para guru harus berkemampuan mengajarkannya secara terintegrasi di Sekolah Dasar. Hal ini ditegaskan dalam kurikulum PKLH- buku pegangan mahasiswa sebagai calon guru (1989 :146 ) dalam tujuan kurikulernya diharapkan mahasiswa : 1. Mengetahui latar belakang pengertian dan scope, aproach dan methode, fungsi dan manfaat serta evaluasi PKLH. 2. Dapat mengajarkan PKLH pada tingkat SD, SLTP. Dan SLTA serta PLS.

4

3. Sadar

akan

pentingnya

PKLH

dan

menyebarluaskan

serta

mengembangkannya. Mata pelajaran yang mengintegrasikan ilmu lingkungan adalah bahasa yang diantaranya bahasa Inggris. Kurikulum 1996 pendidikan dasar untuk kelas V dan VI SD mata pelajaran bahasa Inggris ( 107 –117) memasukkan materi lingkungan seperti lingkungan sekolah, lingkungan rumah, lingkungan luar rumah, penyakit, pariwisata, dan makanan yang sehat. Banyaknya buku-buku sumber atau referensi yang bertuliskan bahasa Ingris dan juga sebagai alat komunikasi umumnya di berbagai tempat dibelahan dunia ini, menuntut kita untuk membekali mereka dengan kemampuan menggunakan bahasa internasional tersebut sejak dini. Terlebih menjelang diberlakukannya Asian Free Trade Association (AFTA) tahun – tahun mendatang dan kita sekarang ini sedang berada di abad milenium dengan berbagai teknologi mutakhir. Diana Larsen et all. (1991 : 1) menyatakan bahwa “ English as a second language for most of the people of the world has increasingly become the international language for business and commerce, science and technology, and international relation and diplomacy.” “Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua yang sudah dipergunakan secara luas oleh masyarakat dunia bagi kepentingan usaha, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hubungan internasional dan diplomasi”. Jenjang sekolah dasar juga merupakan jenjang yang paling dasar yang merupakan pondasi bagi jenjang selanjutnya. Dengan diberikannya materi

5

lingkungan melalui pengajaran bahasa Inggris yang tepat dan benar diharapkan akan membangkitkan motivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh di jenjang selanjutnya sehingga materi lingkungan yang disampaikan dapat dicerna dengan baik. Hal ini mengharuskan para guru dibekali dengan ilmu yang sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan dalam kurikulum tersebut. Kurikulum 1996 kelas V dan VI SD mata pelajaran bahasa Inggris menyatakan tujuan yang hendak dicapai para siswa yaitu agar siswa memiliki keterampilan membaca, menyimak, berbicara dan menulis sederhana dalam bahasa Inggris dengan penekanan pada keterampilan berbicara melalui tema yang dipilih berdasarkan kebutuhan lingkungan, antara lain pariwisata dan perindustrian. Nasution ( 1977 : 94-95 ) mengemukakan bahwa ketrampilan membaca merupakan kulminasi atau puncak dari ketiga ketrampilan lainnya. Beberapa ketrampilan yang diperlukan dalam membaca bahasa Inggris yang harus dimulai dari yang paling dasar adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. Menguasai kosa kata Mengenali pola kalimat pokok Mengenali sistematika penyajian Menangkap pokok pikiran penulis dan pokok bahasan suatu tulisan Membaca apa yang tersirat Menyesuaikan tempo membaca sesuai dengan bahan bacaan Membaca cepat dengan pemahaman mendalam

Pengetahuan yang dimaksud pengetahuan yang berhubungan dengan lingkungan. Jujun S. sedang wawasannya adalah morfologi dan sintaksis. Hipotesa Sapir-Whorf menganggap bahwa peranan bahasa dalam menentukan pembentukan pikiran bersifat mutlak menentukan karena pembentukan konsep-konsep tidak sama di semua kultur.6 Supaya materi tentang lingkungan yang ditulis dalam bahasa Inggris dapat dimengerti. para guru harus dibekali dengan teori-teori yang berhubungan dengan tugasnya sebagai pengajar.S. yaitu karena kelemahan mendasar dalam penguasaan dan penggunaan bahasa. Alam pikiran mereka belum sampai pada apa yang ada dalam teks. (1999 : 37-59) mengemukakan dengan bahasa maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang didapat. Kita sering mendengar bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami tulisan dalam bahasa Inggris. begitu pula guru bahasa harus mengetahui seluk beluk kompetensi bahasa yaitu kompetensi gramatika dan kompetensi wacana atau bacaan. tentu saja harus dikuasai terlebih dahulu unsur pembangunnya yaitu elemen gramatika. Mengapa demikian. Bahasa disini hanyalah sarana untuk mendapatkan pengetahuan tentang lingkungan. Agar mencapai tujuan pengajaran bahasa dengan baik. Untuk mengatasinya mereka harus dibiasakan menggunakan bahasa yang baik dan menurut logika. Elemen ini mengacu pada kesimpulan-kesimpulan umum tentang keteraturan dan ketidakteraturan yang ada dalam bahasa. . sehingga materi yang disampaikan dapat dimengerti dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun kewajiban para guru untuk menginformasikannya melalui media pendidikan di sekolah. hal-hal yang berhubungan dengan pemeliharaan. Oleh karena itu persepsinya akan berbeda pula sesuai dengan kesadaran dan kepribadian masing-masing. dan lain sebagainya. sikap dan perilaku sangat subjektif sifatnya. sumber daya alam kita. karena masing-masing siswa mempunyai tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Siswa merupakan bagian dari lingkungan. yang sekarang ini mendapat perhatian yang serius dari semua pihak. membuang sampah pada tempatnya.7 Sesungguhnya masalah lingkungan hidup dengan pemahaman. rumah atau masyarakat luas. menanam bunga. pelestarian lingkungan. Namun demikian landasan berpijaknya sama yang dapat dijabarkan dari tujuan usaha pemahaman lingkungan. . tidak merokok. Pengaplikasiannya bisa berupa memelihara tanaman-tanaman. Dengan mengacu pada pembahasan di atas mudah-mudahan dapat menuntun siswa untuk ikut serta dalam memelihara kebersihan lingkungan. membersihkan halaman yang kotor. sehingga sudah seharusnya mendukung program ini dengan memelihara kebersihan lingkungan baik di sekolah. Negara kita memerlukan manusia-manusia yang sadar akan lingkungannya yaitu manusia yang sudah memahamai dan menerapkan sikap dan perilaku yang peduli akan lingkungan dan menerapkan prinsip-prinsip ekologi dan etika lingkungan.

Bagaimanakah hubungan antara pengetahuan lingkungan melalui pelajaran bahasa Inggris dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan . seperti halnya pada sikap.8 W.A. Perumusan Masalah Penelitian Dari latar belakang masalah diatas. Pengetahuan saja belum menjadi penggerak. Hal yang dapat mengubah sikap adalah pengetahuan yang banyak didapat di sekolah. melainkan dibentuk atau dipelajarinya sepanjang perkembangan orang itu. B. untuk menanggapinya perlu diadakan penelitian secara langsung dan seksama mengenai “Perilaku pemeliharaan kebersihan lingkungan siswa sekolah dasar ( studi korelatif antara pengetahuan siswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang Lingkungan Hidup melalui pelajaran bahasa Inggris dengan sikap dan perilakunya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan ). Pengetahuan mengenai suatu objek baru menjadi sikap terhadap objek tersebut apabila pengetahuan itu disertai kesiapan untuk bertindak. dalam hubungannya dengan objeknya. Sehubungan dengan permasalahan diatas. Gerungan berpendapat bahwa sikap bukan dibawa sejak orang dilahirkan. Dr Ahman Sya dalam perkuliahan ilmu filsafat (2000) mengemukakan bahwa jalur manusia pada umumnya dimulai dari pengetahuan – sikap – dan akhirnya perilaku. maka dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. yang selanjutnya disertai dengan adanya Niat maka terbentuklah perilaku tertentu.

Bagaimanakah hubungan sikap dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun pelajaran 2001/2002 ? 3. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui sejauh mana perilaku siswa kelas V dan VI SD Bethel terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan. . 2. 3. Apakah keduanya mempunyai hubungan dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun pelajaran 2001/2002 ? C.9 lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun pelajaran 2001/2002 ? 2. Untuk mengetahui sejauhmana sikap siswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya terhadap kebersihan lingkungan. Untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh pengetahuan lingkungan dan sikap siswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya terhadap kebersihan lingkungan.

sehingga dapat terhindar dari kerusakan ataupun pencemaran lingkungan. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk hal-hal sebagai berikut : 1. manusia akhirnya dapat memperbaiki kehidupannya. Menunjang program pemerintah dalam upaya pemeliharaan kebersihan lingkungan di sekolah. segala keperluan hidupnya menggunakan api. 3. Dengan pengetahuan yang dimiliki melalui pengalaman hidupnya. batu.10 D. Membantu sekolah untuk menjaga lingkungan sekitarnya tetap bersih nan indah bagi kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. kakinya sebagaai kendaraan untuk bepergian kemana-mana. 4. atupun di masyarakat luas pada umumnya. 2. tanpa pakaian lengkap. Pengetahuan dimulai dari rasa . E. Diterapkan. Pemantapan para guru khususnya guru bahasa Inggris dengan pendekatan komunikatif dan metode eklektik dalam menggunakan mengajarkan pengetahuan lingkungan. Studi Literatur 1. 5. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang lingkungan melalui media bahasa Inggris terhadap perilaku dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. dikembangkan dan dimanfaatkan di tempat lainnya seperti di rumah. tempat tinggalnya berpindah-pindah. Hakekat Pengetahuan Lingkungan Pada mulanya manusia hidupnya sangat primitif .

seperti : rasa ingin tahu apa kegunaan api atupun batu yang lebih komplek lagi. bisa juga melalui wahyu. Manusia mampu mengembangkan pengetahuan disebabkan oleh dua hal utama yakni : a.11 ingin tahu.S. ( 1999 : 53 ) mengemukakan bahwa pengetahuan yang diperoleh bisa melalui akal pikiran yang disebut ilmu pengetahuan. Sampai akhirnya di abad milenium ini manusia dapat membangun gedung-gedung yang menjulang tinggi. bagaimana membuat kendaraan seperti gerobak dengan roda supaya perjalanan tidak akan terlalu panjang dan melelahkan. Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Singkatnya disertai akalnya. maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. bagaimana mempunyai rumah yang tetap.” Jujun S. membuat berbagai jenis busana untuk keindahan. Firman Allah dalam kitab Amsal pasal 1 ayat 5 mengatakan “ Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan. intuisi ataupun pancaindera ( pemerolehan pengetahuan bukan berdasarkan rasionalisme dan empirisme). dan kewajibannya yaitu mengembangkan pengetahuan tersebut. pesawat udara untuk pergi ke berbagai tempat yang jauh dengan waktu singkat. dan lain sebagainya. Manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang dikaruniai akal pikiran. kehangatan atau untuk fungsi lainnya. .

pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat khusus (knowledge of specifics). ( 1999 : 103 ) merupakan hasil dari kegiatan keilmuan (pikiran) yang mengkombinasikan sensasi-sensasi pokok. Definisi pengetahuan menurut kamus Longman Dictionary of Contemporary English by Paul Procter et all adalah sebagai berikut : “Knowledge concerning to cause someone to know or to become known to (by) someone. .12 b. Pengetahuan menurut John Locke dalam Jujun S. Dalam perkuliahan ilmu filsafat Dr. sistematis dan empiris. Selanjutnya Bloom ( 1979 ) mengklasifikasikan pengetahuan (knowledge) ke dalam : a. b. pengetahuan tentang cara dan penggunaan alat untuk menangani masalah-masalah khusus. Ahman Sya ( 2000 ) mengemukakan ciri-ciri ilmu pengetahuan sebagai berikut : rasional. Pikiran manusia pada saat lahir dianggap selembar kertas lilin licin dimana data yang ditangkap panca indera tergambar disitu. Manusia mampu berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.S. Dari kombinasi dan perbandingan berbagai pengalaman maka ide yang rumit dapat dihasilkan.” Yang berarti pengetahuan menyebabkan seseorang mengetahui atau orang lain tahu karena ada yang memberi tahu.

Gatot P. Pengetahuan lingkungan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak karena hubungan antara berbagai organisme hidup di dalam lingkungan pada hakikatnya merupakan kebutuhan primer. ia senantiasa bersama manusia-manusia lainnya saling berinteraksi di lingkungannya dia berada. (1996 : 12) mendefinisikan tentang lingkungan sebagai berikut : “ Lingkungan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia sebagai pribadi atau dalam proses pergaulan hidup. serta dapat diikuti dan ditaati oleh semua pihak. Soeriaatmadja 1989 : 1). sehingga ada ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang disebut Ekologi (R. mengamankan alam (lingkungan) agar dapat terselenggara secara teratur dan pasti. masyarakat mengalami pertumbuhan dinamis sehingga sifat dan tantangan dalam pembangunan juga tumbuh dan berkembang. Pengetahuan yang bersifat universal. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tidak ada manusia yang hidup menyendiri. M. Dalam pelaksanaan pembangunan ini. Undang-undang lingkungan hidup pasal 1 butir 13 menyebutkan pengertian pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara . R.S.E. yang kadang-kadang terjadi secara sadar atau kurang sadar.13 c.” Menurut Danusaputro dalam Gatot ( 1980 : 67-101 ) manusia di dalam hidupnya harus melindungi.

terlebih penggunaan bahasa dalam pengajaran tentu memainkan peranan yang amat penting bagi perkembangan intelektual siswa. Dr. Hakekat Pengajaran Bahasa Inggris Penggunaan bahasa di rumah tangga dan di luar kelas berpengaruh atas usaha pendidikan. dalam perkuliahan landasan pembelajaran ( 2000 ) mengemukakan bahwa dalam belajar terjadi dua hal yaitu : a. Adalah tugas kita semua baik orang tua. masyarakat lainnya terlebih para guru di sekolah untuk menyadarkan mereka ( para siswa ) untuk turut berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan. Mereka juga dapat mencarikan pemecahan masalah yang timbul dalam lingkungan mereka. Said ( 1989 : 104 ) adalah perbuatan yang hendak dilakukan pendidik pada pendidiknya agar tercapai hasil terakhir dari segala perbuatannya seperti suatu kondisi atau sifat dari masyarakatnya.14 bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. 2.M. Dengan dibekalinya pengetahuan tentang lingkungan ini. Dalam hal ini dapat diduga bahwa pengetahuan seseorang berhubungan dengan sikapnya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan. Sehingga mungkin berpengaruh juga terhadap perilaku yang baik pula seperti bagaimana mengelola kebersihan lingkungaan. Maman A. para siswa yang merupakan bagian masyarakat akan dapat menentukan sikap yang baik dalam pengelolaan lingkungan ini baik biotik maupun abiotik. Tujuan pendidikan menurut H. transfer atau penyampaian materi lingkungan yang merupakan bagian dalam pengelolaan .

tetapi juga mengorganisir pengalaman. untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Jerman dan Inggris. untuk kepentingan komunikasi antar bangsa dalam rangka menjalin persahabatan dan perdamaian dunia. Inilah salah satu peran bahasa dalam proses perkembangan kognitif siswa. untuk menyampaikan materi dipergunakanlah bahasa. Menurut UNESCO. Chaedar Alwasilah ( 146 ) mengemukakan beberapa ketrampilan yang diharapkan dari pengajaran Bahasa Inggris adalah sebagai berikut : . Kosa kata yang diucapakan mencerminkan dunia kita. transformasi yaitu perubahan permanent yang diulang-ulang Dalam belajar. Dengan kata-katalah mengklasifikasikan kejadian dan menyimpannya dalam pikiran untuk kemudian diingat kembali. lebih kurang 71% dari seluruh penulisan ilmiah dilakukan dalam bahasa Perancis. maka pengajaran dan penguasaan bahasa Inggris menjadi sangat penting. dimana bahasa asing menduduki peringkat ke-3 setelah bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Fungsi dari pengajaran Bahasa Inggris sesuai dengan tujuan pendidikan nasional adalah sebagai berikut : 1.15 b. dengan bahasa Inggris menduduki 62 % dari output. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang. Chaedar Alwasilah (142) mengemukakan bahwa kita menggunakan bahasa bukan hanya untuk mengkomunikasikan.

S. pengajaran yang tidak menarik. 4. Karena itulah sejak dari dasar mereka harus diberikan pelajaran Bahasa Inggris dengan pengajaran bahasa yang tepat. Jujun S. Sarana untuk mencapai pengetahuan dalam hal ini pengetahuan lingkungan. 2. selain matematika dan statistika. Membaca buku-buku dalam Bahasa Inggris yang masih banyak dipergunakan di sekolah-sekolah.16 1. ( 1999 : 171 ) mengatakan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir ilmiah. Hal yang perlu disadari adalah dasar mereka kurang kuat. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada bangsa asing. Hal ini dikarenakan pengajaran yang tidak tepat sasaran. Penelitian membuktikan banyaknya siswa yang belajar bahasa Inggris bertahun-tahun dari SMP sampai perguruan tinggi tidak mendapatkan apaapa tentang bahasa tersebut. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kesuksesan belajar bahasa banyak bergantung pada motivasi. atau yang salah. Mengikuti dan memahami pelajaran-pelajaran yang diberikan dalam bahasa asing dan oleh pengajar-pengajar tamu. Namun banyak para pelajar kurang memahami tulisan-tulisan yang berbahasa Inggris. 5. benar dan menarik bagi usia dini sehingga pada tingkatan yang lebih tinggi lagi mereka siap dan mampu mengembangkannya. Menulis catatan-catatan di dalam kelas yang mempergunakan bahasa asing. sikap dan minat para siswa. 3. Serta berkomunikasi dengan guru dan pelajar asing. Guru yang .

tetapi berbeda dengan pengetahuan yang dimiliki orang. 20% method. Permainan bahasa merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan motivasi. Seseorang bersikap sesuatu karena ada masukan pengetahuan tertentu. Bahwa kebersihan di rumah bermanfaat bagi kesehatan manusia. Peter Goodchild di Internet ( 1997 ) mengemukakan keberhasilan belajar hampir kebanyakan berada pada siswa itu sendiri ( 70% motivation. menanam bunga-bunga dalam pot-pot di sekolah serta membuang sampah pada tempatnya akan membuat lingkungan yang mendukung keberhasilan belajar. sikap dan minat. Namun merokok.17 ingin berlatih dalam pengajaran bahasa harus dapat merencanakan suatu pelajaran yang mendorong mereka kearah tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti sendiri tahun 1988 menunjukkan adanya keterkaitan antara permainan bahasa dan pemerolehan bahasa. Pengetahuan mengenai suatu objek baru menjadi sikap terhadap objek tersebut apabila pengetahuan itu disertai oleh kesiapan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan terhadap objek itu. Apabila mereka . 10% teacher ) 3. menginjak-nginjak rumput halaman akan merusak keindahan lingkungan. Hakekat Sikap Siswa Terhadap Perilaku Dalam Kebersihan Lingkungan Attitude (sikap) dapat merupakan sikap pandangan. Sebagi contoh dengan diberikannya pengetahuan lingkungan kepada para siswa. maka mereka akan memiliki dan memahami hal-hal yang berkenaan dengan lingkungan tersebut.

namun tetap melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etika lingkungan. 2. Attitude itu dapat berubah-ubah. melainkan dibentuk sepanjang perkembangan orang tersebut. Namun kebiasaan bertingkah laku tertentu belum bisa disamakan dengan sikap. Objek Attitude dapat merupakan satu hal tertentu. Dr. Gerungan memberikan 5 ciri-ciri dari apa yang dinamakan Attitude atau sikap sebagai berikut : 1. 5. Attitude bukan dibawa sejak ia dilahirkan. dapat pula kumpulan dari hal-hal tersebut. Misalnya kebiasaan menyekat kaki pada kesed sebelum masuk rumah. maka pengetahuan itu belum menjadi sikap. . Misalnya orang atau siswa yang mendapat giliran tugas disekolahnya tiap hari senin untuk menyapu lantai kelas. membersihkan kotoran-kotoran yang ada di halaman kelas ataupun menghapus tulisan di papan tulis belumlah dikatakan memiliki sikap ke arah itu. Sikap mungkin sekali dinyatakan oleh kebiasaan tingkah laku tertentu. dapat menyatakan adanya attitude mengenai kebersihan di lingkungan rumah. mungkin mereka hanya melakukannya sebagai kewajiban rutinitas belaka. Attitude mempunyai segi motivasi dan perasaan. 4.18 memahaminya.W.A. 3. Attitude itu tidak berdiri sendiri melainkan mengandung relasi tertentu terhadap suatu objek.

Unsur Konatif Unsur ini berkenaan dengan kesediaan individu untuk bertindak terhadap suatu objek yang berasosiasi dengan sikap tersebut.19 David O Sears dkk. b. maka ia cenderung untuk bertindak mendorong objek tersebut demikian pula sebaliknya. c. Jika salah satu menyimpang maka menyebabkan mekanisme perubahan sikap. Unsur Kognitif Merupakan aspek penggerak karena pengetahuan atau informasi yang diterima menentukan perasaan atau kemauan bertindak. ( 1999 ) mengemukakan ada tiga aspek atau unsur dalam sikap. Hal ini sejalan dengan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di IKIP dan FKIP sebagai lembaga yang mencetak para . Unsur Afektif Memberikan arah terhadap perasaan siswa terhadap suatu objek. Juga merupakan evaluasi emosional individu tentang suatu objek. sebagai berikut : a. misal suka atau tidak suka. yang terdiri atas keyakinan individu itu sendiri terhadap suatu objek. Ketiga unsur tersebut berjalan selaras dan konsisten. puas atau tidak puas terhadap suatu objek. sehingga konsisten tersebut tercapai kembali. Individu yang memiliki sikap positif terhadap suatu objek. Unsur ini mempunyai jalinan yang erat dengan unsur kecenderungan bertindak.

ciri-ciri kepribadian dan selektifitas. ranah afektif ( perasaan dan sikap ) c. Apa yang kita fikirkan dan rasakan tentang lingkungan ( sikap terhadap kebersihan lingkungan ). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi sikap menurut W. Gerungan ( 1977:157 ) adalah sebagai berikut : a. faktor intern. 2. yaitu faktor yang diperolehnya karena interaksi sosial. Maman A. . ranah psikomotorik ( keterampilan dan perbuatan ) Penyatuan ketiga ranah tersebut dalam belajar mengajar. Dr. Bagaimana kita berperilaku di dalam lingkungan serta mengubah lingkungan tersebut. b.20 guru ( 1989 : 147 ) yang memasukkan ketiga ranah tersebut dalam kegiatan pendidikan yakni : a. 3. yaitu faktor dalam diri individu. ranah kognitif ( pengetahuan ) b. ( 1988 : 25 ) dalam penelaahan Ilmu Geografinya mengatakan bahwa universe dari ilmu tersebut dapat dibagi dalam tiga buah kawasan (realm) yaitu : 1. Hakekat dari lingkungan. dapat dicapai melalui kegiatan-kegiatan yang menerapkan keterampilan proses. misalnya pengetahuan lingkungan yang diperoleh dari sekolah.A. Faktor ekstern. seperti persepsi.

kecil kemungkinan ia akan mengulanginya.21 Ketiga kawasan tersebut berhubungan satu sama lain dan tidak ada satu kawasan yang dapat dimengerti secara terpisah dari yang lainnya. Yang dimadsud dengan sikap siswa terhadap kebersihan lingkungan dalam penelitian ini adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan siswa terhadap lingkungan sekitar sekolah baik biotik maupun abiotik.” 4. bersih. pendidikan. Dengan demikian para siswa turut berpartisipasi dalam usaha pembangunan nasional yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan melalui pengetahuan yang diperoleh di sekolah. Sebagai misal bila siswa berperilaku tertentu dan diberi ganjaran maka kemungkinan besar ia akan mengulangi perilaku tersebut di masa mendatang. namun sebaliknya bila diberi hukuman. Hakekat Perilaku Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Sampai tingkatan tertentu sikap mempengaruhi atau mengendalikan perilaku. menegaskan : “ Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggungjawabnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan. tetapi faktor-faktor lain juga ikut menentukannya. indah ( Asri – motto kota Tasikmalaya ). 4 tahun 1982 tentang ketentuanketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. Berkenaan dengan hal tersebut. bimbingan. pasal 9 Undang-undang no. guru dapat mengatakan ‘bagus’ pada siswa yang membuang sampah ke tempat pembuangan sampah namun . dan penelitian lingkungan hidup. Dalam kaitannya dengan kebersihan lingkungan sekolah. Sehingga terciptalah lingkungan yang asli.

konformitas (menampilkan tindakan karena orang lain) tetap akan muncul dalam tingkat yang tinggi – sekitar 35% dalam eksperimen penilaian. Mereka mempercayai orang lain. orang tua yang bijak kalau melihat kerajinan anak yang selalu menyapu lantai dengan bersih. Perkataan ini memberikan penguatan bagi anak untuk berperilaku sehat di lingkungan sekitarnya. Miftah Thoha ( 1998 : 30 ) mengatakan bahwa perilaku adalah suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Mereka menggunakan informasi yang diperoleh dari orang lain. Hal-hal demikian tentu saja dapat diikuti oleh siswa lainnya sehingga mengulangi perilaku mana yang pantas bagi kebersihan lingkungan di sekolah. b. Mereka takut menjadi orang yang menyimpang. Orang menampilkan konformitas karena beberapa alasan sebagai berikut : a. ( 103 ) mengemukakan bahwa dalam situasi tertentu yang terkendali. Selain penguatan. dimana tidak ada satupun diantara pertimbanganpertimbangan yang relevan. David O Sears dkk. misalnya diajak makan bersama di restoran atau dengan mengatakan ‘ kau anak yang baik ‘. c. Demikian halnya yang terjadi di rumah. Ini berarti bahwa .22 menghukum bagi mereka yang tidak menyiram buang air kecilnya di toilet. juga imitasi merupakan mekanisme lain yang membentuk perilaku anak.

sehingga hal ini menimbulkan motif untuk melakukan sesuatu perbuatan dalam mencapai suatu tujuan. lingkungan interaksional 3. c.23 seseorang individu dengan lingkungannya menentukan perilaku keduanya secara langsung. Supriyadi ( 1997 : 74 ) membagi lingkungan menjadi tiga bagian utama antara lain : 1. Manusia mempengaruhi lingkungan fisik. d. . Kebudayaan menjadi faktor perantara hubungan manusia dengan lingkungannya. lingkungan fisik 2. b. Manusia dan lingkungan fisik saling mempengaruhi. lingkungan sosial Mohammad Surya ( 1992 : 81 ) menyatakan bahwa faktor lingkungan dalam arti yang luas mempengaruhi proses belajar yang efisien. ( 1989 : 18 ) mengemukakan tentang hubungan manusia dengan alam lingkungannya ditinjau dari sejarah hidup manusia sebagai berikut : a. Ismai Arianto dkk. Di lain pihak Handoko ( 1994 ) mengemukakan bahwa terjadinya perilaku disebabkan oleh adanya dorongan dan kebutuhan yang dirasakan. Manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan fisik. Hubungan manusia dengan lingkungan fisik sangat kompleks. e.

Pemahaman akan konsep-konsep tentang lingkungan hidup yang tak disertai tindakan dalam menjaga kebersihan lingkungan belumlah sempurna. bekerja. yang terdapat atau berjalan dengan cara tertentu dan menuju pada penyelesaian beberapa hasil.Maman A. pemanfaatan. beraktifitas. Dr.24 Secara cermat perilaku yang diharapkan dari para siswa adalah perilaku yang didasarkan pada motif yang dimilikinya yang menaruh hasrat akan kepentingan dan harapan orang lain. Achmad Ganjar dan Anisyah Arief ( 1997 : 40 ) mengemukakan tentang jalur formal pengubahan perilaku seseorang. seperti diagram berikut ini : Pengejawantahan Niat Penalaran TAHU → PAHAM → NILAI → NORMA → SIKAP → PERILAKU Penghayatan Pemantapan Perilaku terhadap kebersihan lingkungan merupakan bagian dalam usaha pelestarian. dan tidak merugikan orang lain. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. pengembangan. dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan dengan memperhatikan unsur-unsur lingkungan hidup sebaik-baiknya . tetapi juga tidak merugikan diri sendiri. ( 1988 : 20 ) mengemukakan bahwa suatu proses dapat didefinisikan sebagai tindakan yang berturut-turut dan teratur dan secara terus menerus. merupakan tindakan yang terus menerus atau bersambung. Perilaku ini adalah kemampuan untuk bertindak.

Kualifikasi . Said ( 1989 : 163 ) mengemukakan fungsi sekolah dalam masyarakat adalah sebagai berikut : a. 5. H. Hal ini sejalan dengan pengertian PKLH menurut Warnadi dkk.25 sehingga masyarakat luas dapat merasakan manfaat dari kebersihan lingkungan. penyampaian pengetahuan yang banyak sekali dan yang tak dapat dikuasai lagi oleh orang tua. ( 82 ) yang mengatakan bahwa pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup adalah suatu pendidikan yang membina siswa agar memiliki pengertian. kesadaran. dan perilaku yang rasional serta bertanggungjawab tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dengan lingkungannya dalam berbagai aspek kehidupan manusia. karena masyarakat telah berkembang menjadi komplek dan perkembangan Iptek yang cepat sekali. d.M. sikap. mengadakan stabilisasi dalam masyarakat b. Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan Melalui Pengajaran Bahasa Inggris Dan Sikap Dengan Perilaku Terhadap Kebersihan Lingkungan Pengetahuan formal yang didapat para siswa kebanyakan berada di sekolah. Tujuan pendidikannya adalah perbuatan yang hendak dilakukan pendidik pada pendidiknya agar tercapai hasil terakhir dari segala perbuatannya seperti suatu kondisi atau sifat dari masyarakatnya. pemberian arah bagi perkembangan masyarakat c.

H. Stanley M. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan otak dan penalaran (pengetahuan) terhadap lingkungan dan sumber daya alam. tingkah laku. maka manusia melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan tersebut. Mengembangkan ranah kognitif.H. baik lingkungan fisik. Dalam hal ini sejenis peristiwa. c. biologis maupun sosial. Tugas pendidik dalam hubungannya dengan perilaku siswa terhadap lingkungan adalah : a.26 Sekolah mempersiapkan siswa-siswanya dengan sekumpulan kecakapan dan ketrampilan yang memberinya akan peningkatan status sosial. Mengembangkan ranah afektif. dan Thomas C. empirisme.S. . Agar lingkungan tersebut dapat mempertahankan hidupnya secara serasi. Mengembangkan ranah psikomotorik. dan keilmuan. dan fenomena lain dengan pengamatan langsung. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan sikap. Pengetahuan lingkungan adalah pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia sebagai pribadi atau di dalam proses pergaulan hidupnya. dalam Jujun S. ( 1999 : 99-105 ) menyatakan bahwa pengetahuan dapat diperoleh dengan menggunakan metode rasionalisme. b. yaitu yang berhubungan dengan pengembangan melalui observasi.

Dan tujuan membaca adalah untuk dapat menyerap informasi dan makna dari tata bahasa. Selain akal pikiran yang memampukan manusia berpikir menurut suatu alur kerangka perpikir tertentu. berbicara . Pengetahuan kebahasaan ini berpengaruh terhadap pemerolehan pengetahuan lainnya seperti pengetahuan lingkungan. Hal ini sesuai dengan kurikulum bahasa 1994 yang memasukkan masalah lingkungan ke dalam pengajaran bahasa khususnya bahasa Inggris. adalah bahasa yang memampukan dalam pengembangan pengetahuannya.elemen yang harus dikuasai siswa dalam pemahamn kebahasaan ini adalah elemen gramatika dan bacaan. Informasi-informasi yang dimaksud berkenaan dengan masalah lingkungan. menyimak. Bentuk tulisan untuk mempersiapkan sesuatu yang langgeng dari bahasa lisan. bisa pula tulisan. Furqanul A. Pengembangan bahasa meliputi keterampilan membaca. karena bahasa merupakan alat untuk berpikir ilmiah. Clark ( 1972 : 5 ) menjelaskan kemahiran berbahasa adalah kemampuan pembelajar untuk menggunakan bahasa untuk tujuan-tujuan kehidupan nyata.27 Dengan akal pikirannya maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang ada dibenaknya. Bahasa bisa berbentuk lisan. dan Chaedar A ( 2000 : 26 ) menyatakan bahwa kompetensi gramatika adalah pengetahuan yang mendasari kemampuan kita menghasilkan dan memahami kalimat-kalimat dalam suatu bahasa. Elemen.

Individu dapat bertentangan dengan lingkungannya. Dalam berperilaku terhadap lingkungan.A. David O. Jadi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu perubahan perilakau yang baru secara keseluruhan sebagai . Sikap ini yang cenderung orang berperilaku sesuai informasi yang dibaca mereka. Individu dapat berpartisipasi dengan lingkungannya. c. Woodworth dalam W. Gerungan ( 1988 : 55 ) mengemukakan pendapatnya bahwa pada dasarnya ada empat jenis hubungan antara individu dan lingkungannya sebagai berikut : a. tentu sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap pemahaman yang diterima oleh siswa. Pengetahuan kebahasaan mereka mungkin berpengaruh terhadap perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat mereka bersosialisasi. Terlebih tuntutan yang ada dalam informasi tersebut untuk dilakukan. Membaca merupakan kulminasi ( puncak ) dari ketiga keterampilan lainnya. d. Disampaikannya informasi dengan benar. Individu dapat menggunakan lingkungannya. Individu dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. b. Sears dkk ( 1994 : 189 ) mengemukakan salah satu hambatan untuk mengadakan perubahan sikap dalam dunia nyata adalah kurangnya pemunculan informasi bahkan media dapat menimbulkan perubahan sikap secara besar-besaran.28 dan menulis.

Ismail Arianto ( 1989 : 146 ) mengemukakan tentang tujuan kurikuler calon guru adalah sbb : . kepedulian tentang lingkungan serta permasalahannya. Hampir kebanyakan mata pelajaran mengintegrasikan ilmu lingkungan ini seperti IPS. motivasi dan komitmen untuk bekerja secara individual dan kolektif. maka perilaku mereka sangat positif manakala model mentransfer ilmu pengetahuan terintegrasi baik dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuan pendidikan lingkungan menurut Achmad Ganjar (1997 : 17) adalah untuk meningkatkan kesadaran. Siswa hendaknya diberi konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. IPA.29 hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungannya. Dalam pengajaran bahasa khususnya bahasa Inggris. dan hal lainnya yang berhubungan dengan lingkungan. Karena perilaku siswa terhadap lingkungan dipengaruhi oleh sejauhmana informasi tentang lingkungan tersebut. ia juga dapat menyampaikan pengetahuan lingkungan. AGAMA dan BAHASA sendiri. sumber daya alam. terhadap pemecahan permasalahan dan mempertahankan kelestarian fungsifungsi lingkungan. kesehatan lingkungan. keterampilan. sikap. PENJAS. tata guna lahan. populasi. guru bahasa harus dibekali kemampuan akan pengetahuan lingkungan sehingga dalam menyampaikan mata pelajaran bahasanya. dan dengan pengetahuan.

Berikut bagan hubungan antara variabel-variabel yang bertalian dengan penelitian ini : X1 Pengetahuan lingkungan Perilaku terhadap kebersihan lingkungan P. wawancara maupun angket yang disediakan oleh guru. fungsi dan manfaat serta evaluasi PKLH. sedangkan penguasaan berkelanjutan harus dilakukan secara kontinyu pada setiap kegiatan belajar mengajar. baik melalui pengamatan langsung. Inggris X2 Sikap Y . Pemberian tes merupakan alat untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pencapaian pengetahuan mereka. dan SLTA serta PLS. Dapat mengajarkan PKLH pada tingkat SD. aproach dan methode. Menetapkan batas minimum keberhasilan siswa terhadap lingkungan selalu berkaitan dengan upaya pengembangan perilakunya. Mengetahui latar belakang pengertian dan scope. B. Sadar akan pentingnya PKLH dan menyebarluaskan serta mengembangkannya. c. b.30 a. Penguasaan ilmu pengetahuan tentang lingkungan dan pengetahuan bahasa dilakukan dalam suatu kegiatan belajar mengajar. SLTP. Dan sikap mereka diujicobakan dengan menggunakan Skala Likert.

Terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan berbahasa Inggris dan pengetahuan lingkung. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan lingkungan dan sikap siswa dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya.31 F. 2. 4. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan lingkungan dengan perilaku siswa terhadap pemeliharaan kebersihan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya. 3. . Terdapat hubungan positif antara sikap siswa dengan perilaku siswa terhadap pengelolaan kebersihan lingkungan di kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya. Hipotesis Berdasarkan masalah yang diteliti atau dianalisa. maka kesimpulan sementara terhadap penelitian dirumuskan sebagai berikut : 1.

Waktu yang diperlukan untuk penelitian dimulai data. Sebagai subyek penelitian adalah para isswa kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tahun ajaran 2001/2002. Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah metode diskriptif.pengambilan sampai penyusunan lampiran adalah sekitar tiga bulan ( cawu 1-cawu 2 ).observasi.penyusunan proposal.32 BAB II METODOLOGI PENELITIAN Tempat Dan Penelitian Penelitian tentang perilaku pemeliharaan kebersihan lingkungan siswa sekolah dasar (Studi Korelatif antara pengetahuan siswa kelas kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang lingkungan hidup melalui pelajaran bahasa Inggris dengan sikap dan perilakunya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan) dilakukan di sekolah Dasar Bethel Tasikmalaya.analisis dari data pengamatan. yaitu suatu prosedur atau cara memecahkan masalah penelitian dengan memaparkan keadaan obyek yang .

Dan sebagai alat pengumpul datanya dipergunakan observasi. Data sekunder diperoleh dari literatur kepustakaan pribadi. Inggris X2 Sikap Y . B.Unsil. Variabel-Variabel Dalam Penelitian Penelitian studi korelatif antara pengetahuan siswa kelas kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang lingkungan hidup melalui pelajaran bahasa Inggris dengan sikap dan perilakunya dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan mempunyai 3 macam variabel yaitu: X1 X2 Y = Pengetahuan Lingkungan = Sikap = Perilaku terhadap pemeliharaan kebersihan Gambar : Hubungan antara variabel bebas dengan terikat. Pengetahuan lingkungan Perilaku terhadap kebersihan lingkungan X1 P. Kuesioner (angket) skala likert dan test.33 diselidiki sebagaimana adanya. . Intervieu. Data primer diperoleh dari siswa dan siswi kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya kelas V sebanyak 22 0rang dan kelas VI sebanyak 18 orang.berdasarkan fakta-fakta yang aktual pada saat sekarang.SD Bethel. Sehingga metode ini tergolong jenis metode survei.toko buku atau instansi terkait lainnya.

Pelaksanaan wawancara. koefisien korelasi atau regresi yang diperoleh menunjukan tentang derajat hubungan kausal antara peubah-peubah yang diteliti. Dalam hal ini. Sumber tertulis c.34 Maka metode penelitian ini disebut juga metode penelitian korelasional. . Penggunaan dokumen Data penelitian ini menggunakan instrumen yang berbentuk questioner atau angket test pemahaman pengetahuan lingkungan dan test sikap dengan menggunakan skala Likert. 4. Peranan manusia sebagai instrumen penelitian dan pengamatan berperan serta. Pencatatan lapangan. 6. Teknik Pengumpulan data yang digunakan menurut Lexy J. Penelitian ini tidak melakukan manipulasi terhadap perubahan bahasanya. Foto d. 5. Moleong (1999 : 189 – 214) terdiri dari : 1. Pengamatan dan pencatatan data. Sumber dan jenis data a. 3. Data statistik 2. Kata-kata dan tindakan b.

memasalahkan Membiarkannya Menyiramnya setiap pagi Memindahkan ke pot lain bentuk hubungan antara dua atau lebih variabel. Uji linier data untuk mengetahui distribusi dari variabel bebas (X1.35 Selain menggunakan Tes pengetahuan. Rencana Analisis Data Data yang diperoleh diubah sehingga menjadi data tabulasi dengan menggunakan statistik. sehingga perilaku mereka dapat terdeteksi Contohnya : Apa yang kamu lakukan agar tanaman dalam pot tidak mati ? a. Beberapa teknik dalam menganalisis data tabulasi menurut Furqon (2000) adalah sebagai berikut : a. untuk memperoleh keterangan secara umum. X2) terhadap variabel terikat (Y) Rumus Regresi Linier sederhana. b. yang berisi daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh para siswa.∑ XY – ∑ X . ∑ Y n . c. alat evaluasi lainnya adalah angket. apakah linier atau non linier. yaitu: Y = a + bx B = n .∑X – ( ∑X )2 . Regresi.

besar sumbangan variabel bebas terhadap terikat diukur dengan koefisien determinasi ‘r2’ ( r x r ) .36 a = ∑ Y/n-b . ∑ X/n b. ∑Y2 r2 / k t hitung = (1 – r2 ) / n – k . Dan teknik analisis data Selanjutnya Data yang yang digunakan untuk mengukur derajat keeratan hubungan diukur dengan nilai ‘r’ = koefisien korelasi ∑ XY R = ∑ X2 . yaitu : X2 = ∑ ( fo – fh )2 fh c. melihat nilai ‘r’ bermakna atau tidak diuji dengan: Tr =r n-2 1 – r2 Untuk melihat berapa Selanjutnya untuk e. diperoleh akan dilakukan uji normalitas data.1 d. Uji normalitas data menggunakan rumus Chi kuadrat.

baik dari kelas V maupun kelas VI berdasarkan apa yang tertera dalam GBPP.37 Validity dan Reliability Hadari Nawawi (1995: 178 –190) mengemukakan bahwa untuk ketepatan dan kemantapan instrumen penelitian digunakan Validity dan Reliability. Cara yang ditempuh yaitu dengan melalui ukuran sekali (one shot) yaitu pengukuran hanya dilakukan sekali melalui contoh-contoh butir dipetik dari para meter dan membandingkan butir yang satu dengan yang lain. yang telah diberikan kepada sekelompok individu yang akan menjawab item-item di dalam instrument penelitian. sehingga memungkinkan data / informasi terkumpul secara lengkap dan menyeluruh. Untuk jawaban benar mendapat nilai 1dan jawaban salah mendapat nilai 0. seandainya orang yang diamati dalam keadaan tak berubah. Keajegan (Reliabilitas menuntut kemantapan. Soal sebanyak 20 yang relevan dengan tujuan penelitian. . setelah diadakan uji coba soal terhadap 5 orang . Penilaian terhadap pengetahuan lingkungan dilaksanakan dengan memberikan soal yang disesuaikan dengan bahasa dan istilah yang mereka kenal sehari-hari di sekolah/di rumah dengan medianya bahasa Inggris. Validity ini disebut juga validitas kurikulum (Curriculer Validity) Karena diukur dari kesesuaiannya dengan sejumlah bahan yang secara keseluruhan merupakan sebuah kurikulum. keandalan /stabilitas hasil pengamatan dengan instrument (pengukuran).

Pernyataan 1. N=3. STS. afeksi dan konasi dijadikan dasar dalam menyusun butir-butir test dalam kuesioner. S. yaitu : kognisi. Contoh : Berilah tanda X pada kolom yang cocok dengan pendapat saudara: Pernyataan 1. Lalu dibuatlah soal sebanyak 10 untuk mengukur sampai sejauh mana sikap mereka dalam mengaplikasikan materi pengetahuan lingkungan.38 Penilaian terhadap instrument lainnya berdasarkan konsep pengukuran sikap dan perilaku berdasarkan buku pedoman PKLH – Pegangan Pengajar (1989 : 83 – 87) yang terdiri dari 3 komponen. Penyediaan tong-tong sampah harus ada di setiap kelas. 2. N=3. Nilai yang diberikan jika jawaban mendukung pernyataan positif dengan nilai SS = 5. ST=4. Positif Menurut Saudara SS S X N TS STS Sko r 4 . Jika sebaliknya maka SS=1. TS. STS=5. yaitu: SS. TS=2 dan STS=1. S=2. Pemeliharaan kebersihan lingkungan Pendapat Saudara SS S N TS STS penting untuk setiap kelas. Kemudian disusun skala sikap dengan 5 pilihan. S = 4. Cara menskor skala sikap dari Likert. N.

Positif 7. Kegiatan Pemilihan Lokasi dan Penjajagan Awal Pembuatan/Penyusunan Rancangan Penelitian Pembuatan Instrumen Penelitian Mengurus Perijinan Penelitian Percobaan Instrumen dan Revisinya Melakukan Penelitian (Pengumpulan dan Pencatatan Data) Pengolahan Data Penelitian Penulisan Thesis Waktu (Bulan ke) 1 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 . Negatif X X X X X X X X X Jumlah 5 4 5 4 3 5 4 2 1 37 Skor tertinggi 50 dan terendah 10. Jadwal Kegiatan Penelitian No. bila kurang dari 30 berarti ia berlawanan dari harapan. 4.39 2. 8. 2. 1. 3. Positif 10. 7. Negatif 6. 5. Positif 8. Negatif 4. Negatif 9. 6. Positif 5. Bila siswa hanya mencapai skor 30 berarti ia belum memiliki sikap yang diharapkan. Negatif 3. Pengukuran perilaku menggunakan angket sebanyak 20 daftar pertanyaan.

H. cara dan proses pengumpulan data. . Melakukan pengamatan di lapangan terhadap para siswa yang sedang diteliti dengan menggunakan wawancara.40 BAB III RENCANA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA G. Mencari realibilitas angket. Triangulasi Alternatif cara yang dapat digunakan dalam melakukan pemeriksaan terhadap data yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. dilakukan pemeriksaan data yang sudah terkumpul dengan wawancara terhadap responden. Menjaga kestabilan data dalam waktu yang berbeda. 2. dan tahap penulisan laporan . proses analisis. 3. Audit Trail Agar seluruh proses penelitian seperti perencanaan. Mencari reliabilitas pedoman wawancara dilakukan dengan pengamatan di lapangan. 2. Menyamakan ukuran bagi pengumpulan data agar tidak banyak faktor subjektivitasnya. dilaksanakan dengan tepat maka digunakan tolak ukur tertentu dengan maksud untuk : 1.

41 3. DAFTAR PUSTAKA Abdurachman. (1999). Batasan Komponen Penelitian Model Tabel Spesifikasi yang digunakan dalam Perancangan Penelitian Questioner (Angket) Test Komponen Obyek Penilaian Pengetahuan Sikap Perilaku 4 6 4 4 2 20 40 % Aspek Ekologi Agama Sosbud Kemanusiaan Seni Jumlah Persentase 6 4 4 4 2 20 40% 1 2 1 5 1 10 20 % I. Geografi Perilaku. Maman. (1988). A. . C. Alwasilah. Chaedar. Mempermudah peneliti dalam mengolah data supaya orang lain dapat menggunakannya. Depdikbud. Jakarta. Penerbit Angkasa. Pengantar Sosiologi Bahasa. Bandung.

Tasikmalaya ( Unpublished ). Jakarta. Ganjar. Inc.J.. California. (2000). (1977). (1991). Redwood city.42 Alwasilah. Action for a Sustainable Future. Hidayat. Diane et all. (1990). Faridha. Bandung.. Penerbit PT. Penerbit PT Remaja Rosdakarya. Furqon.. Hubungan antara Pengetahuan tentang Lingkungan Hidup dan Sikap Pembuat Tahu terhadap Pengelolaaan Kebersihan Lingkungan di Sentra Industri Tahu kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis. Program Pasca Sarjana (S-2) PKLH. Depdikbud. (1991). Bandung.A. An Introduction to Second Language Acquisition Research. T. Third Edition. Daugherty and Carla Kirts. Program Pasca Sarjana Unsil. Imran. Anwar. Gadjah Mada University Press. Psikologi Sosial. Achmad dan Anisyah Arief..D. (1999). Tasikmalaya. . Statistika Terapan untuk Penelitian. Depdikbud. W. Zainal Arifin dan Tatang SM. Bandung. The Benyamin/Cummings Publishing Company. Pengajaran Membaca Bahasa Inggris.. Longman. Depdiknas. Linguistik Suatu Pengantar. Delmar Publishers Inc. Mutakin. USA. Awan.. Camp. Penerbit CV Alfabeta. (1983). Ridha. Eresco.B. Metodologi Penelitian Kualitatif. (2001). (1991). Pedoman Pembinaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Sekolah. Managing Our Natural Resources. Depdikbud. Remaja Rosda Karya. Environmental Science. Pengukuran dan Dampak Pertumbuhan Penduduk. Chaedar. (1980). D. Furqanul dan Chaedar Alwasilah.. Maleong. Fungsi dan peranan Bahasa – Sebuah Pengantar. W. Penerbit Angkasa. L. Pengajaran Bahasa Komunikatif. Jakarta. London and New York. Chiras. (1997). Azies. Tesis. Larsen. (1997). Jakarta.G. Gerungan. Universitas Siliwangi. Khaidir.. (1983). Indyah. Permainan-Simulasi-Main Peran dalam Pengajaran Bahasa. Bandung.. Bandung. Yogyakarta. (2001).

Bagian Proyek PKLH. Soedjiran dkk.. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. (1999).. Jakarta. Pengantar Ekologi. Ilmu Pendidikan.. Gadjah Mada University Press. Said. Yusuf. Psikologi Sosial : Terjemahan oleh Ardyanto M. Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Hadari dan H. . Jakarta. (1999). Sulaeman. Dirjen Pendidikan Tinggi. Eyre and Spottishwoode. Relationship between Language Games and Language Achievement in Writing as Applied to the First Year Student of SMAN 2 Tasikmalaya. Hubungan antara Pengetahuan Lingkungan dan Prestasi Belajar dengan Partisipasi siswa dalam Pemeliharaan Lingkungan Sekolah. Ilmu Lingkungan.A.E. Nunan. Hukum Lingkungan Indonesia. Gatot P. Tesis. Yogyakarta.M. Skripsi ( Unpublished ). (1992). Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Dirjen Dikdasmen. Sunarto dan Muchlidawati. USA.. (1996). Jakarta. R. (1997). Tasikmalaya ( Unpublished ) Warnadi. H. R. Program Pasca Sarjana Unsil.L.43 Nawawi. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di IKIP dan FKIP sebagai Pegangan Pengajar.. Freedman J... Soemartono. Dikdasmen. Jakarta..M. dan Soekrisno S. Sumantri. (1985). (1988). Depdikbud. David O. Judul asli : Social Psychology. Sears. (1997). David. Depdikbud. Cambride University Press. Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta bekerjasama dengan BKKBN. Holy Bible-Authorized King James Version. Bandung. Paulus. Martini. Erlangga. Soeriaatmadja. Tarjuki. Jujun S. Jakarta. Jakarta. (1989). (2000). Bandung. ----------------. Pustaka Sinar Harapan. R. (1995). Penerbit Alumni. Maftuchah dkk.. (1989). dan Peplau L. Penerbit Sinar Grafika. Penerbit ITB. Research Method in Language Learning. London..

H. (1996). . Maman Abdurachman selaku Direktur Program Pasca Sarjana (S-2) program studi pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH) Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang sekaligus selaku pembimbing ke-1 penulis. Depdikbud. Provinsi Jawa Barat. Proposal penelitian ini berupa kerangka atau outline dalam penyusunan Thesis sebagai rencana kerja atau pedoman pelaksanaan penelitian tentang Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan Siswa Sekolah Dasar ( Studi Korelatif antara Pengetahuan Siswa Kelas V dan VI SD Bethel Tasikmalaya tentang Lingkungan Hidup melalui Pelajaran Bahasa Inggris dengan Sikap dan Perilakunya dalam Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan ). KATA PENGANTAR Penulis mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dr. Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) kelas V dan VI SD Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar.44 ---------------. Prof. Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 3.. karena berkat bimbingan dan tuntunanNYA akhirnya selesai juga penulisan usulan penelitian atau ‘Research Proposal’ ini dalam waktu yang sudah ditetapkan oleh para pembimbing peneliti.

M. selaku pembimbing ke-2 penulis yang telah berjerih payah dalam membimbing.Pd. Juga rekan-rekan seangkatan dengan penulis yang banyak memberikan masukan berupa pendapat. Ahman Sya.Pd. Tak lupa juga ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Kepala SD Bethel. dorongan dan harapan untuk mampu menyelesaikan studi Magister Pendidikan di Unsil sampai pada selesainya usulan penelitian ini.45 4. God bless them. Penulis ucapkan terima kasih. Sc. Semoga jerih payah selama ini yang diberikan Beliau-beliau terhadap penulis sejak pertama masuk perkuliahan ataupun sebelum perkuliahan dimulai. pengetikan memakai komputer ataupun membaca buku-buku sumber bagi terselesaikannya usulan penelitian ini.. usulan dan saran-saran dalam rangka pengajuan proposal ini. dengan memberikan semangat. . Staff sekretariat Bethel yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian . S. Dr. mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Juga para dosen pasca sarjana program PKLH yang banyak memberi masukan ilmu pengetahuan baik didalam perkuliahan maupun diluar perkuliahan yang banyak berhubungan dengan usulan penelitian ini. mengarahkan dalam penyelesaian usulan penelitian ini. Terakhir ucapan syukur penulis kepada istri tersayang dan kedua anak tercinta yang rela direbut waktunya bagi penyeleseian usulan penelitian ini. Penulis juga menghaturkan terima kasih kepada Bapak Muryanto selaku kepala tata usaha program pasca sarjana PKLH yang banyak mendukung dan membantu penulis bagi penyelesaian studi di Unsil khususnya Reseach Proposal ini.. Staff guru-guru.

................... AMIEN..........46 Semoga Tuhan memberkati jerih payah mereka selama ini........................................................................ Tasikmalaya.................. i iii ............................................... Nopember 2001 Penyusun DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .......... DAFTAR ISI .

......................................................................................................................................................................................... ................................... Kegunaan Penelitian ....................47 BAB I PENDAHULUAN J............................. 9 M.............. ... . ............................................ Studi Literatur ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Tujuan Penelitian ..................................................................... ............................................................................................................................................ 10 6................................................................................................................ ....................... Hakekat Pengetahuan Lingkungan ................................................ Perumusan Masalah Penelitian ................................. 10 N.. ........................................................... 14 .......................................................................................................... Latar Belakang Masalah ..................................... 8 L............................................... 1 K........................ 10 7................................... Hakekat Pengajaran Bahasa Inggris .......................................................................................

................................................................... F.................. Hakekat Perilaku Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan .................... Hakekat Sikap Siswa Terhadap Perilaku Dalam Kebersihan Lingkungan ..................................................................... Variabel-Variabel Dalam Penelitian ........................................... Tempat Dan Penelitian ............... Rencana Analisis Data ................. Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan Melalui Pengajaran Bahasa Inggris Dan Sikap Dengan Perilaku Terhadap Kebersihan Lingkungan ............................................................................................. D.................. ......................................... 31 BAB II METODOLOGI PENELITIAN A................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Metode Penelitian ........................................................ 32 32 33 34 35 38 .............. 17 9...............48 8. Hipotesis ........................ Teknik Pengumpulan data ...... .......................................................................... B.................................................................................................... ....................................................... 21 10........ Jadwal Kegiatan Penelitian......................... E......... C................ 25 O...........................................................................

.......................................... 39 39 40 DAFTAR PUSTAKA .....................................49 BAB III RENCANA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA Triangulasi .... 41 PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI KORELATIF ANTARA PENGETAHUAN SISWA KELAS V & VI SD BETHEL TASIKMALAYA TENTANG LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN SIKAP DAN PERILAKUNYA DALAM PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN Usulan Penelitian ( Thesis ) ............... Audit Trail .............................................. Batasan Komponen Penelitian ..................... D.................

50 Oleh : PAULUS SULAEMAN NIM : 000201018 NIRM : 4112810100018 PROGRAM PASCA SARJANA PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP (PKLH) UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2001 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->