MAKALAH KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

ASUHAN KEPERAWATAN SHOCK

OLEH:

KELOMPOK I
VICKY TRESNIA EGA PAMESA YOVYANA YAZID YUDYA ANDERSON TISRI YOLANDARI 0810321006 0810322019 0810322025 0810322033 0810322034

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS 2011

BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Syok yaitu hambatan di dalam peredaran darah perifer yang menyebabkan perfusi jaringan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sel akan zat makanan dan membuang sisa metabolisme ( Theodore, 93 ), atau suatu perfusi jaringan yang kurang sempurna. Perfusi organ secara langsung berhubungan dengan MAP yang ditentukan oleh volume darah, curah jantung dan ukuran vaskuler. Syock dapat pula didefinisikan sebagai suatu keadaan tidak adekuatnya perfusi jaringan, Keadaan akut yang menyebar secara luas dimana terjadi penurunan perfusi jaringan dan tidak adekuatnya sirkulasi volume darah intravaskuler yang efektif, Suatu bentuk sindroma dinamik yang akibat akhirnya berupa kerusakan jaringan sebab substrat yang diperlukan untuk metabolisme aerob pada tingkat mikroseluler dilepas dalam kecepatan yang tidak adekuat oleh aliran darah yang sangat sedikit atau aliran maldistribusi (Candido, 1996) Jumlah insiden syok semakin semakin meningkat di Indonesia. Tidak jarang kita temui insiden seperti ini. Mahasiswa keperawatan harus mampu mengenal tanda dan gejala syok dan melaksanakan penatalaksanaan pada pasien syok. Sehingga ketika menemukan kasus syok mahasiswa mampu memberikan pertolongan pertama pada klien. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempelajari tentang syok dan penatalaksaannya. II. Tujuan 1. 2. 3. 4. 5. Menjelaskan pengertian syok dan etiologinya Menjelaskan klasifikasi dan tanda gejala syok Menjelaskan proses terjadinya syok Menjelaskan penatalaksanaan pada pasien yang mengalami syok Membuat asuhan keperawatan pada pasien syok

Hipovolemik shock . 3. 2. pelebaran pembuluh darah yang abnormal (reaksi alergi. ETIOLOGI Penyebab utama shock adalah kehilangan darah . Syok terjadi akibat berbagai keadaan yang menyebabkan berkurangnya aliran darah.BAB II PEMBAHASAN ASUHAN KEPERAWATAN SYOK 1.kehilangan volume cairan . volume darah yang rendah (akibat perdarahan hebat atau dehidrasi) atau perubahan pada pembuluh darah (misalnya karena reaksi alergi atau infeksi). Syok adalah gangguan sistem sirkulasi dimana sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai yang menyebabkan tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan.perpindahan cairan dari vaskuler ke sel interstisial 2. Kebanyakan penyebab shock adalah pengurangan pengeluaran kardiak. KLASIFIKASI SYOK • Klasifikasi syok berdasarkan etiologi 1. Anaphilaktik shock Reaksi anaphilaktik yang tidak begitu parah dapat menyebabkan shock anaphilaktik dikarenakan allergen menyebabkan penyebaran vasodilasi dan pergerakan cairan dari darah ke tissue. infeksi). degenerasi miokard. dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar (perdarahan hebat). kelainan katup.perdarahan . infeksi sistemik obat – obatan. Neurogenic shock . Shock dapat dengan cepat menyebabkan kematian bila tidak dilakukan perawatan medis dengan segera. Cardiogenik shock Gangguan kemampuan pompa jantung (cardiac arrest. PENGERTIAN Shock atau renjatan adalah keadaan kesehatan yang mengancam jiwa ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk menyediakan oksigen untuk mencukupi kebutuhan jaringan. 3. aritmia. Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah (serangan jantung atau gagal jantung). termasuk kelainan jantung (misalnya serangan jantung atau gagal jantung). 4.

Berdasarkan berat ringannya keadaan klinis ( nadi . maka dapat diperkirakan jumlah darah yang hilang yang dihitung berdasarkan presentase terhadap total efektif blood volume (EBV) berkisar antara 70 cc/kgBB (pada orang dewasa sampai 200cc/kgBB pada bayi baru lahir. 5. Syok dapat dibagi menjadi 4 kelas. Vena leher merupakan penilaian yang paling baik. Sistem Kardiovaskuler Gangguan sirkulasi perifer – pucat. Dengan melihat kumpuilan gejala klinis ini. Septic shock Organisme penyebab gram negatif (P. Nerogenik shock disebabkan oleh kehilangan signal sistem saraf simpatetik dengan mendadak kepada otot licin di tembok vesel. . bingung Kristaloid + darah 4. Tanpa stimulasi konstan. Vena perifer kolaps. aerogenosa.Penyebab shock paling jarang adalah terlukanya spinal chord yanng menyebabkan shock nerogenik. TANDA DAN GEJALA SYOK a. tekanan nadi . vasokonstriksi perifer adalah faktor yang esensial dalam mempertahankan tekanan darah. Tekanan sistole kurang dari 80 mmHg atau MAP (mean arterial perifer lebih bermakna dibandingkan penurunan tekanan darah. Nadi cepat dan halus. atau menurun 30% lebih. produksi urin dan kesadaran). Klas IV >2000 >40 >140 >35 Tak ada Bingung dan letargik Kristaloid + darah pressure / tekanan arterial rata-rata) kurang dari 60 mmHg. Derajat syok Darah hilang/cc Darah hilang/% EBV Nadi Tekanan darah Tekanan Nadi Respirasi Produksi urin / cc Kesadaran Cairan pengganti Klas < 750 <15 <100 N N 14-20 >30 Agak gelisah kritaloid Klas II 750 -1500 15-30 >100 N 20-30 20-30 gelisah kristaloid Klas III 1500-2000 30-40 >120 30-40 5-15 Gelisah . Escherichia coli. karena tekanan darah adalah produk resistensi pembuluh darah sistemik dan curah jantung. Staphylococcus. tekanan darah . ekstremitas dingin. Streptococcus). • Klasifikasi berdasarkan berat ringanya keadaan klinis. Kurangnya pengisian vena Takikardi. Hipotensi. Klebseilla pneomoni. respirasi . vesel akan menjadi tenang dan menyebabkan pengurangan mendadak pertahanan vaskular dan pengurangan tekanan darah. Autoregulasi aliran darah otak dapat dipertahankan selama tekanan arteri turun tidak di bawah 70 mmHg.

Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal. d. Sistem saraf pusat sampai menyebabkan hipoksia otak. jantung. gelisah. Tahap dekompensasi dimana tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsifungsinya. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun. Sistem Saluran Cerna Bisa terjadi mual dan muntah. penurunan tekanan darah. peningkatan denyut nadi ringan. serta kesadaran yang mulai terganggu. dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh).- CVP rendah. Tahap ini terjadi jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin. Sistem Respirasi c. Obat sedatif dan analgetika jangan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang karena kesakitan. TAHAPAN SYOK Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh). dan pengisian pembuluh darah yang lama. Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan. dan paru. oliguria : produksi urin umumnya akan berkurang pada syok hipovolemik. kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. peningkatan denyut nadi. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Sistem Saluran Kencing Oliguria pada orang dewasa terjadi jika jumlah urin kurang dari 30 ml/jam. pucat. 5. Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat. tungkai. . kulit dingin. e. pasien menjadi gelisah sampai tidak sadar. Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi. Bila tekanan darah rendah b. Tahap ireversibel dimana kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. dan perut dan mengutamakan aliran ke otak. maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. tekanan darah normal. Pernapasan cepat dan dangkal. dan ireversibel (tidak dapat pulih). Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal.

Setelah oksigen dan zat nutrisi diambil oleh jaringan. PATOFISIOLOGI SYOK Tiga faktor yang dapat mempertahankan tekanan darah normal: Pompa jantung. Tahanan pembuluh darah perifer. artinya terjadi vasokonstriksi pembuluh darah kecil. Rendahnya tahanan pembuluh darah perifer dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. Yang dimaksud adalah pembuluh darah kecil. memperbaiki oksigenasi tubuh. Jantung harus berkontraksi secara efisien. Tindakan . yaitu arteriole-arteriole dan kapiler-kapiler. Volume sirkulasi darah. dan mempertahankan suhu tubuh. Penatalaksanaan syok Penatalaksanaan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan. Apabila volume sirkulasi berkurang maka dapat terjadi syok. sistem vena akan mengumpulkan darah dari jaringan dan mengalirkan kembali ke jantung. Darah akan berkumpul pada pembuluh darah yang mengalami dilatasi sehingga aliran darah balik ke jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan turun. berarti terjadi vasodilatasi. Bila tahanan pembuluh darah perifer rendah. Bila tahanan pembuluh darah perifer meningkat. 7. Darah akan dipompa oleh jantung ke dalam arteri dan kapiler-kapiler jaringan.6.

Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. 4. Pada syok septik. Secara umum posisi penderita dibaringkan telentang dengan tujuan meningkatkan aliran darah ke organorgan vital. kecuali untuk menghindari terjadinya luka yang lebih parah atau untuk memberikan pertolongan pertama seperti pertolongan untuk membebaskan jalan napas. harus dibaringkan pada salah satu sisi tubuh (berbaring miring) untuk memudahkan cairan keluar dari rongga mulut dan untuk menghindari sumbatan jalan nafas oleh muntah atau darah. sebaiknya penderita dibaringkan dengan posisi telentang datar. Buka jalan napas korban. Posisi tubuh penderita diletakkan berdasarkan letak luka. 3. Penanganan yang sangat penting adalah meyakinkan bahwa saluran nafas tetap terbuka untuk menghindari terjadinya asfiksia. baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api) 2. Kalau masih ragu tentang posisi luka penderita. atau penderita tidak sadar. Penderita yang mengalami luka parah pada bagian bawah muka. Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi jika ABC clear 6. Periksa kembali pernafasan.ini tidak bergantung pada penyebab syok. penderita jangan digerakkan sampai persiapan transportasi selesai. denyut jantung suhu tubuh korban (dari hipotermi) setiap 5 menit. sumber sepsis harus dicari dan ditanggulangi. Periksa pernafasan korban (Breathing) 4. Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal. Cegah hipotermi dengan menjaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut) 7. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam menghadapi syok: Posisi Tubuh 1. Apabila terdapat trauma pada leher dan tulang belakang. Tidak dibenarkan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. yang juga bisa merupakan penyebab syok. . Periksa nadi dan Cegah perdarahan yang berlanjut (Circulation) 5. Penderita dengan luka pada kepala dapat dibaringkan telentang datar atau kepala agak ditinggikan. Melihat keadaan sekitar apakah berbahaya (danger) . 5. dan pertahankan kepatenan jalan nafas (Airway) 3. 1. 2.

Tetapi bila penderita menjadi lebih sukar bernafas atau penderita menjadi kesakitan segera turunkan kakinya kembali. Bila pernapasan/ventilasi tidak adekuat. Dari respon terhadap pemberian cairan dapat diperkirakan berat ringannya perdahan yang timbul serata tindakan lebih lanjut yang diperlukan. isi vena.Setelah perdarahan diatasi selanjutnya adalah memperbaiki kekurangan cairan intravaskuler dengan memberikan cairan dalam jumlah yang cukup dalam waktu yang singkat. Berikan oksigen 6 liter/menit 4. Umumnya cairan yang diberikan adalah Ringer laktat 20-40cc/kgBB yang diberikan dalam 10-15 menit. dan penggunaan pneumatic anti syok garment (PASG). pilih pembuluh darah yang cukup besar seperti vena mediana cubiti.hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemasangan infuse. berikan oksigen dengan pompa sungkup (Ambu bag) atau ETT. Pantau nadi. 3. bila ada sekresi atau muntah. Tengadah kepala-topang dagu. warna kulit.Ambil sample darah untuk pemeriksaan cross test apabila tansfusi darah harus diberikan. baringkan penderita telentang dengan kaki ditinggikan 30 cm sehingga aliran darah balik ke jantung lebih besar dan tekanan darah menjadi meningkat. Cari dan atasi penyebab syok Metode utama untuk mengntrol perdarahan eksternal adalah : • • • Tekan langsung / balut tekan Elevasi / ditinggikan Pressure point ( penekanan arteri brachealis dan femoralis) Metode lain termasuk pembidaian . produksi urin. Penggunaan turniket adalah cara terakhir apabila cara diatas telah ditempu dan keadaan pasien dalam keadaan syok berat untuk menyelamatkan korban.6. Bila perlu jangan ragu untuk mencari vena dengan vena seksi / venous catdown. . Lakukan penghisapan.Pilih jarum serta slang infuse ukuran besar sehingga memungkinkan pemberian transfuse dengan lancar. indari pemasanagn infuse dikaki. termasuk pemberian transfuse dan tindakan bedah.pada anak dibawah 6 tahun dapat dibrikan infuse melalui jarum khusus yang dimasukkan intraoseus pada tulang tibia bagian medial.Pemberian cairan dapat diulangi 1-2 kali tergantung situasi. Bebaskan jalan napas. kalau perlu pasang alat bantu jalan nafas (Gudel/oropharingeal airway). Pertahankan Sirkulasi Segera pasang infus intravena. Pada penderita-penderita syok hipovolemik. Bisa lebih dari satu infus. tekanan darah. dan (CVP). 2. Pertahankan Respirasi 1. Supaya tidak mudah terjadi phlebitis dan aman .

atau infark ventrikel kanan. kelainan katub atau sekat jantung.Acute mitral regurgitation. .Valvular stenosis. ruptur septum. rasa nyeri daerah torak. Ventrikel kiri gagal bekerja sebagai pompa dan tidak mampu menyediakan curah jantung yang memadai untuk mempertahankan perfusi jaringan. yang pada gilirannya .Disfungsi ventrikel kiri yang berat yang memicu terjadinya kongesti paru dan/atau hipoperfusi iskemik. dapat mempresipitasi (menimbulkan/mempercepat) syok kardiogenik pada pasien dengan infark-infark yang lebih kecil. yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah arteri ke organ-organ vital.Valvular heart disease. . Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpai adanya penyakit jantung.8. Kerusakan jantung mengakibatkan penurunan curah jantung.Komplikasi dari infark miokard akut. atau adanya emboli paru. Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. . . Syok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel. yang mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan. gangguan irama jantung. seperti: ruptur otot papillary. SYOK KARDIOGENIK Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Aliran darah ke arteri koroner berkurang. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan curah jantung. tamponade jantung. seperti infark miokard yang luas.Cardiomyopathy ( myocardiopathy. . peradangan otot jantung).Hypertrophic obstructive cardiomyopathy.Infark miokard akut ( AMI). sehingga asupan oksigen ke jantung menurun. . gangguan otot jantung yang tidak diketahui penyebabnya ).Myocarditis ( inflamasi miokardium. . KLASIFIKASI SHOCK I. . .Gangguan kontraktilitas miokardium. • Patofisiologi Syok Kardiogenik Tanda dan gejala syok kardiogenik mencerminkan sifat sirkulasi patofisiologi gagal jantung. • Etiologi Syok Kardiogenik .

penggunaan kateter arteri pulmonal untuk mengukur tekanan ventrikel kiri dan curah jantung sangat penting untuk mengkaji beratnya masalah dan mengevaluasi penatalaksanaan yang telah dilakukan. diagnosis syok kardiogenik adalah berdasarkan: Keluhan Utama Syok Kardiogenik • • • • • • • • • • • • • Oliguri (urin < 20 mL/jam). bunyi jantung III sering terdengar. kecuali ada blok A-V. Bunyi jantung sangat lemah. Takikardi. Tanda klasik syok kardiogenik adalah tekanan darah rendah. Diaforesis (mandi keringat).meningkatkan iskemia dan penurunan lebih lanjut kemampuan jantung untuk memompa.seperti pada gagal jantung. Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri yang berkelanjutan (LVEDP = Left Ventrikel End Diastolik Pressure) menunjukkan bahwa jantung gagal untuk berfungsi sebagai pompa yang efektif. hipoksia otak yang termanifestasi dengan adanya konfusi dan agitasi. Tanda-tanda bendungan paru: ronki basah di kedua basal paru. serta kulit yang dingin dan lembab. Nadi cepat. Ekstremitas dingin. Disritmia sering terjadi akibat penurunan oksigen ke jantung. Nyeri substernal seperti IMA. penurunan haluaran urin. Perubahan mental. Menurut Mubin (2008). akhirnya terjadilah lingkaran setan. Sianosis. Tanda Penting Syok Kardiogenik • Komplikasi Syok Kardiogenik Cardiopulmonary arrest Disritmi Gagal multisistem organ Stroke Tromboemboli • Penatalaksanaan Medis Syok Kardiogenik : . nadi cepat dan lemah. Mungkin ada hubungan dengan IMA (infark miokard akut). Takipneu dan dalam. Tensi turun < 80-90 mmHg.

bila perfusi jantung tidak adekuat. Digitalis bila ada fibrilasi atrial atau takikardi supraventrikel. Dobutamine menyediakan dukungan inotropik saat permintaan oksigen miokardium meningkat secara minimal. baik perfusi yang cukup maupun terjadi kongesti paru. bila takiaritmi dan atrium fibrilasi. Sulfas atropin. 2. Pasien dengan infark ventrikel kanan memerlukan peningkatan tekanan untuk mempertahankan atau menjaga kardiak output. Dobutamin 2. . Dopamin dan dobutamin (inotropik dan kronotropik). Diperlukan usaha untuk memaksimalkan fungsi ventrikel kiri. • Obat alternatif: Menurut Dean AJ. Digitalis. Berikan oksigen 8 – 15 liter/menit dengan menggunakan masker untuk Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat memperbesar syok yang ada harus Koreksi hipoksia. Dosis dopamin 2-15 mikrogram/kg/m. Beaver KM (2007): 1. Volume expansion. volume expansion dengan 100mL bolus dari normal saline setiap 3 menit sebaiknya dicoba. untuk hasil terbaik dirawat dengan dobutamine (2. bila frekuensi jantung < 50x/menit. o Pasien dengan hipotensi ringan (tekanan darah sistolik 80-90 mmHg) dan kongesti pulmoner.- Patikan jalan nafas tetap adekuat. Inotropic support. Jika tidak ada tanda volume overload atau edema paru. bila cemas. Bila mungkin pasang CVP. • Medikamentosa : Morfin sulfat 4-8 mg IV. hingga. gangguan elektrolit. Anti ansietas. Pemasangan kateter Swans Ganz untuk meneliti hemodinamik. dan akses intravena.5 mikrogram/kg berat badan/menit. 3. Diuretik/furosemid 40-80 mg untuk kongesti paru dan oksigenasi jaringan. pada interval 10 menit). dan keseimbangan asam basa yang terjadi. Emergent therapy. bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi. mempertahankan PO2 70 – 120 mmHg diatasi dengan pemberian morfin. pengaturan jalan nafas (airway control).5-10 mikrogram/kg/m: bila ada dapat juga diberikan amrinon IV. Norepinefrin 2-20 mikrogram/kg/m. Terapi ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik pasien dengan oksigen. bila nyeri.

dopamine meningkatkan ventricular irritability tanpa keuntungan tambahan. muntah-muntah. diare. diuresis. luka baker. pembedahan. asites dan peritonitis • Penatalaksanaan Tujuan utama dalam mengatasi syok hipovolemik adalah : (1) Memulihkan volume intravascular untuk membalik urutan peristiwa sehingga tidak mengarah pada perfusi jaringan yang tidak adekuat. yang berefek alfa-adrenergik yang lebih kuat. o Kombinasi dopamine dan dobutamine merupakan strategi terapeutik yang efektif untuk syok kardiogenik. stimulasi alfa-adrenergik secara bertahap meningkat. (2) Meredistribusi volume cairan.5-1 mikrogram/menit. 4. Cairan intraseluler menempati hamper 2/3 dari air tubuh total sedangkan cairan tubuh ekstraseluler ditemukan dalam salah satu kompartemen intavaskular dan interstitial. o Jika dukungan tambahan untuk tekanan darah diperlukan. Volume cairan interstitial adalah kira-kira 3-4x dari cairan intravascular. • Etiologi Kondisi-kondisi yang menempatkan pasien pada resiko syok hipovolemik adalah : (1) kehilangan cairan eksternal seperti : trauma. maka dapat dicoba norepinephrine. Syok hipovolemik terjadi jika penurunan volume intavaskuler 15% sampai 25%. (2) perpindahan cairan internal seperti : hemoragi internal. meminimalkan berbagai efek samping dopamine dosis tinggi yang tidak diinginkan dan menyediakan bantuan/dukungan inotropik. Terapi reperfusi Reperfusi miokardium iskemik merupakan terapi yang efektif untuk pasien dengan infark miokard akut dan syok kardiogenik. menyebabkan vasokonstriksi perifer. Dosis awal : 0. Pada dosis lebih besar dari 20 mikrogram/kg berat badan/menit. Hal ini akan menggambarkan kehilangan 750 ml sampai 1300 ml pada pria dgn berat badan 70 kg.o Pasien dengan hipotensi berat (tekanan darah sistolik kurang dari 75-80 mmHg) sebaiknya dirawat dengan dopamine. Pada dosis lebih besar dari 5. II. SYOK HIPOVOLEMIK • Pengertian Syok hipovolemik merupakan tipe syok yang paling umum ditandai dengan penurunan volume intravascular. dan .0 mikrogram/kg berat badan/menit. Cairan tubuh terkandung dalam kompartemen intraseluler dan ekstraseluler.

insulin akan diberikan pada pasien dengan dehidrasi sekunder terhadap hiperglikemia. Contohnya : Ringer Laktat dan Natrium clorida 0. untuk meningkatkan arus balik vena yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi Terapi Medikasi Medikasi akan diresepkan untuk mengatasi dehidarasi jika penyebab yang mendasari adalah dehidrasi. syok septik dapat terjadi bila pasien datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. SYOK SEPTIK • Definisi Syok septik adalah syok yang disebabkan oleh infeksi yang menyebar luas yang merupakan bentuk paling umum syok distributif. preparat anti diare untuk diare dan anti emetic untuk muntah-muntah. Pada kasus trauma. Mencakup pemasangan tekanan pada tempat perdarahan atau mungkin diperlukan pembedahan untuk menghentikan perdarahan internal. Penggantian Cairan dan Darah Pemasangan dua jalur intra vena dengan kjarum besar dipasang untuk membuat akses intra vena guna pemberian cairan. lutut diluruskan. Maksudnya memungkinkan pemberian secara simultan terapi cairan dan komponen darah jika diperlukan. sekitar 20 derajat.(3) Memperbaiki penyebab yang mendasari kehilangan cairan secepat mungkin. Military anti syoc trousersn(MAST) Adalah pkain yang dirancang untuk memperbaiki perdarahan internal dan hipovolemia dengan memberikan tekanan balik disekitar tungkai dan abdomen.9 %. Alat ini menciptakan tahanan perifer artificial dan membantu menahan perfusi coroner. Tujuannya. desmopresin (DDVP) untuk diabetes insipidus. trunchus horizontal dan kepala agak dinaikan. Redistribusi cairan Pemberian posisi trendelenberg yang dimodifikasi dengan meninggikan tungkai pasien. Koloid (albumin dan dekstran 6 %). Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus. . Pengobatan penyebab yang mendasar Jika pasien sedang mengalami hemoragi. upaya dilakukan untuk menghentikan perdarahan. III. Contohnya.

Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan syok hipovolemia (takikardia. Dopamin. mempunyai gejala takikardia. darah. Ketika mikroorganisme menyerang jaringan tubuh. Peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernapasan 4. sputum dan drainase luka dilakukan dengan Pemberian suplementasi nutrisi tinggi kandungan protein secara agresif dilakukan Pemberian cairan intravena dan obat-obatan yang diresepkan termasuk antibiotik tekhnik aseptik. Kulit yang dingin dan lembab 2. Pada syok septik hipoksia. Respon imun ini membangkitkan aktivasi berbagai mediator kimiawi yang mempunyai berbagai efek yang mengarah pada syok. Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal. pasien akan menunjukkan suatu respon imun. • Penatalaksanaan Pengumpulan spesimen urin. yang mengarah pada perembesan cairan dari kapiler dan vasodilatasi. Penurunan drastis tekanan darah Sedangkan individu dengan syok neurogenik akan memperlihatkan kecepatan denyut jantung yang normal atau melambat tetapi akan hangat dan kering apabila kulitnya diraba. yaitu peningkatan permeabilitas kapiler. kecuali syok neurogenik akan mencakup : 1. tekanan sistolik hampir normal. Endotoksin basil gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. selama 4 hari dari awitan syok. sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. Bakteri gram negatif menyebabkan infeksi sistemik yang mengakibatkan kolaps kardiovaskuler.5 cc/kg/jam. produksi urin < 0.• Etiologi Mikroorganisme penyebab syok septik adalah bakteri gram negatif. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem. dan Vasopresor untuk optimalisasi volume intravaskuler . terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Pucat 3. vasokonstriksi perifer. dan tekanan nadi yang melebar. tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). kulit hangat. Selain itu. • Gambaran Klinis Manifestasi spesifik akan bergantung pada penyebab syok.

Penilaian A. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring. 2. dan buka mulut. Untuk penderita yang tidak sadar. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok. baik peroral maupun parenteral. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena. baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung.• Komplikasi • Kegagalan multi organ akibat penurunan aliran darah dan hipoksia jaringan yang berkepanjangan Sindrom distres pernapasan dewasa akibat destruksi pertemuan alveolus kapiler karena hipoksia • IV. • Penatalaksanaan Syok Anafilaktik Penatalaksanaan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. B. dan zat vasoaktif lain. Breathing support. asal tersedia obat-obat emergensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi . Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat. posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan udem. segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tandatanda bernapas. adalah: 1. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras. Jalan napas harus dijaga tetap bebas. yaitu dengan melakukan ekstensi kepala. maka tindakan yang perlu dilakukan. tidak ada sumbatan sama sekali. yaitu: A. B. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi. SYOK ANAFILAKTIK Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian terjadi kontak lagi terhadap antigen tersebut. Sebenarnya. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. C dari tahapan resusitasi jantung paru. bisa terjadi bronkospasme yang menurunkan ventilasi. Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan. pengeluaran histamin. Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia. Airway (membuka jalan napas). Pada syok anafilaktik. Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit. tarik mandibula ke depan. akan timbul reaksi hipersensitivitas.

maka diperlukan jumlah 3–4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. bila memberikan larutan kristaloid. B. 1. selain ditolong dengan obat-obatan. yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2–4 ug/menit. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons. Segera berikan adrenalin 0. 5. atau a. 6.3–0. tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. harus segera ditolong dengan lebih aktif. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. intramuskular. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. 2. penderita jangan cepat-cepat dipulangkan. Circulation support. maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. C.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0. Penilaian A. Dalam keadaan gawat. femoralis). 4. Penderita dengan sumbatan jalan napas total. perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin. dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit. Biasanya. Bila tekanan darah tetap rendah. Sedangkan penderita yang telah . krikotirotomi. atau trakeotomi. Kalau terpaksa dilakukan. melalui intubasi endotrakea. karotis. karena dapat meninggal dalam perjalanan. Sedangkan bila diberikan larutan koloid. pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20–40% dari volume plasma.4–0. Dapat diberikan kortikosteroid. dapat ditambahkan aminofilin 5–6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0. misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5–10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel. Kalau syok sudah teratasi. Tetapi. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. segera lakukan kompresi jantung luar.01 mk/kg untuk penderita anak-anak. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik.jalan napas total atau parsial. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus. diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen. Pada dasarnya. 3.

jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. volume interstitial. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat. Mempertahankan Suhu Tubuh Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas. 2. dan intra sel. 5. bila tes kulit positif. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah. 2. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan. plasma pada luka bakar. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif. tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. atau kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru. • Pencegahan Syok Anafilaktik Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat. darah pada perdarahan. Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1–3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%. 3. Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit . Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar. muntah. Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. antara lain: 1. Pemberian Cairan 1. mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak). Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler.mendapat terapi adrenalin lebih dari 2–3 kali suntikan. Pada syok hipovolemik. 3. 4. Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler. 4. mual-mual. harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik.

Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. terkejut. Setelah pasien dibaringkan. 7. 6. atau anestesi umum yang dalam). Pasien merasa pusing dan biasanya jatuh pingsan. 8. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3–4 kali volume perdarahan yang hilang. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus sehingga aliran darah ke otak berkurang.sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels). Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. “Swan Ganz” kateter. • Etiologi Syok Neurogenik 1. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri. Telah diketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP. takut. mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. Gambaran klasik dari syok neurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi perifer. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas. cidera spinal. atau nyeri hebat. V. Adanya syok pada trauma kepala harus dicari penyebab yang lain. Syok neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat vasomotor karena hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh. dan pemeriksaan analisa gas darah. Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat. Hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah sistemik ini diakibatkan oleh cidera pada sistem saraf (seperti: trauma kepala. Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi akibat hilangnya tonus simpatis. Syok neurogenik juga disebut sinkop.harus diganti dengan larutan isotonik. SYOK NEUROGENIK • Definisi Syok Neurogenik Syok neurogenik disebut juga syok spinal merupakan bentuk dari syok distributif. . umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara spontan. Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal). sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang.

Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal. Posisi Trendelenburg 2. 5. sesudah pasien menjadi tidak sadar. nadi tidak bertambah cepat. 3. kapiler dan vena. 1. penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. Suhu lingkungan yang panas. untuk mengurangi daerah vaskuler dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut. sebaiknya dengan menggunakan masker. 4. terkejut. Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen. Sedangkan pada keadaan lanjut. Langkah ini untuk menghindari pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi distres respirasi yang berulang. Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang. maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan. .2. • Manifestasi Klinis Syok Neurogenik Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol. takut. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). barulah nadi bertambah cepat. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg). Ventilator mekanik juga dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi. • Penatalaksanaan Syok Neurogenik Konsep dasar untuk syok distributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dan efedrin.

Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neurogenik harus diterapi sebagai hipovolemia. Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu pada kasus-kasus syok yang meragukan. • Norepinefrin Efektif jika dopamin tidak adekuat dalam menaikkan tekanan darah. berefek serupa dengan norepinefrin. Pada pemberian subkutan. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh diberikan pada pasien syok neurogenik • Dobutamin Berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac output. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan pengaruhnya terhadap jantung Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak mengalami syok hipovolemik. diserap tidak sempurna jadi sebaiknya diberikan per infus. . diserap dengan sempurna dan dimetabolisme cepat dalam badan. agonis alfa yang indikasi kontra bila ada perdarahan seperti ruptur lien) : • Dopamin Merupakan obat pilihan pertama. Awasi pemberian obat ini pada wanita hamil. dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi. Untuk keseimbangan hemodinamik.3. karena dapat menimbulkan kontraksi otot-otot uterus. Obat ini merupakan obat yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). Cairan kristaloid seperti NaCl 0. Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih. Pemberian obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah normal kembali. Pada dosis > 10 mcg/kg/menit. • Epinefrin Pada pemberian subkutan atau im. berikan obat-obat vasoaktif (adrenergik.9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 250-500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah. 4. turgor kulit. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi perifer. Jarang terjadi takikardi. sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Monitor terjadinya hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal dalam menaikkan tekanan darah secara adekuat. akral.

c) Sirkulasi hipotensi. oliguria e) Makanan atau cairan Haus. budaya. Fluid volume deficit : . PERENCANAAN 1. takikardia d) Eliminasi konstipasi. perubahan fungsi mental. finansial. faktor sosial. nadi lemah atau lembut . lembab. gelisah. Altered thought process. alamat. contoh: apakah klien mempunyai pantangan untuk tidak mnerima transfusi darah manusia DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Fluid volume deficit. penurunan BB >2%-8% dari BB. mual / muntah. umur. kulit kering tugor buruk atau pucat. keletihan. warna gelap atau pekat. meskipun demam mungkin terjadi i) Aspek psikologis Perlu dikaji apakah ada perilaku atau emosional yang dapat meningkatkan resiko gangguan cairan dan elektrolit j) Aspek sosiokultural Pada aspek ini. sinkop g) Pernapasan Takipnea. nilai-nilai yang dapat mempengaruhi PKCnya.ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN a) Identitas nama. atau kadang diare. 2. pernapasan cepat dan dangkal h) Keamanan Suhu biasanya abnormal. penurunan volume urin. haluaran urin berkurang. membran mukosa kering. anoreksia. Decrease cardiac output 3. dingin (syok) f) Neurosensoris perubahan prilaku. pekerjaan b) Aktivitas atau istirahat kelemahan umum. jenis kelamin. atau pendidikan yang mempengaruhi terjadinya gangguan PKCnya k) Aspek spiritual Apakah klien mempunyai keyakinan.

Decrease Cardiac Output Tujuan intervensi : a. Mencegah komplikasi iskemia. Meningkatkan venous return. dll). ringer Acetat. . Isosorbid dinitrat d. c.a. c. Iso proterenol. Epinephrine. dekstran. Normosal Kolloid (untuk mengembalikan volume plasma dan mengembalikan tekanan osmotic) : WB. Epinephrine. Therapi obat : a. Memperbaiki kontraksi miokard. b. 2. Terapi intravena (sesuai jenis shock) : Kristaloid (untuk mengembalikan cairan elektrolit) : RL. Therapi Oksigen. Vasoconstrictor agent : Dopamin. Agen yang meningkatkan kontraksi mokard : Dobutamin. PRC. b. Agen yang menambah perfusi miokard : Nitrogilserin. plasma (plasmanat. Menjamin perfusi miokard yang adekuat : a. Meningkatkan cairan vaskuler. Vasopressin b. Mendukung mekanisme kompensasi klien. b. NE. c. Nitropruside.

Perfusi organ secara langsung berhubungan dengan MAP yang ditentukan oleh volume darah. dan perfusi jaringan jelek. neurogenik. Tanda dan gejala syock terlihat berbeda beda tergantung pada tahapan syock yang dialami. kardiogenik. sel tidak mampu menggunakan substrat untuk membuat ATP. Sedang ditingkat sel. akumulasi asam laktat mikokondria bengkak. mikrosom bengkak dan membran ruptur sehingga terjadi digesti intraseluler Jenis syok dapat dikenal melalui penyebabnya yaitu syok hipovolemik. septic. asidosis metabolic. . oliguria. II. atau suatu perfusi jaringan yang kurang sempurna. curah jantung dan ukuran vaskuler. Bagi seorang mahasiswa perawat hendaknya dapat mempelajari lebih dalam tentag syok secara teoritis. KESIMPULAN Syok yaitu hambatan di dalam peredaran darah perifer yang menyebabkan perfusi jaringan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sel akan zat makanan dan membuang sisa metabolisme ( Theodore. 93 ). Namun secara umum Diagnosa klinis syock dinyatakan bila : sistolik kurang dari 80 mmhg.Aagar terwujud suatu lembaga kesehatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai maka penulis menyarankan kepada lembaga kesehatan hendaknya lebih mengutamakan fasilitas kebutuhan oksigenasi sebagai kebutuhan utama manusia. fenomena akibat suplai oksigen yang tidak adekuat yaitu terjadinya : metabolisme anaerob. dan anafilaktik.BAB III PENUTUP I. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas maka kami selaku penulis berpesan kepada semua khusunya bagi tenaga kesehatan agar di dalam setiap tindakan keperawatan selalu mendahulukan kebutuhan klien sebagaimana mestinya.

com (diakses tgl: 28 Maret 2010) .Pemamntauan Pasien Kritis Edisi kedua. Australia:.England. Critical Care Nursing.com/penatalaksanaan-syok/. Bukittinggi.2008. doug dkk.Elsevier. 2010. Penanggulangan Penderita Gawar Darurat Basic Trauma & Cardiac Life Support. 2010. Jevon Philip . http://nursingbegin. Ewen Beverley. 2007.DAFTAR PUSTAKA Elliott. O’Grady.com/berita. A Nurses’s Guide to Caring for Cardiac Intervention Patients. Jakarta:Erlangga. “Asuhan Keperawatan pada Klien dengan syok hipovolemik” http://jrpatrickgaskins. 2007. Eileen. Diakses tanggal 28 Maret 2011 http://www. gaskins.php?pil=3&jd=Segala+Hal+tentang+Syok+Jantung&dn= 20090307204557.kabarindonesia. Diakses tanggal 28 Maret 2011 Patrick. TIM PPGD.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful