Makalah Pendidikan Agama dan Ketauhidan Aqidah Akhlak

HUKUM ISLAM DAN PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI ACEH D I S U S U N Oleh : Nama NPM Jurusan Semester : Yosi Olianita : 1011080132 : FKIP Bahasa Inggris : II

Dosen Pembimbing : Muhammad Yusuf, S.Ag

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH ACEH BANDA ACEH 2011

Terima kasih. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Nam dengan un penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan akalah ini dengan penuh kemudahan. Makalah ini memuat tentang ³Hukum Islam dan Penerapan Islam di Aceh´ yang sangat berpengaruh bagi kemajuan perusahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. 19 Maret 2011 Penulis i . Banda Aceh. baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar.

................ Hubungan Syariat Islam dengan Hukum Adat ....... Daftar Isi ........................................... B... .... B.......... ............. BAB II Pembahasan A........... . .......................... 2.................................. Latar Belakang Masalah ................................. 2........................ Saran .. BAB III Penutup A.... B........... Pengertian Hukum Adat ............................ ............... Pengertian Syariat Islam ...... Penertian 1........................ ..... ............................................... 3....... ....... .............................. ....................................................................... .................................. Penerapan Syariat Islam di Aceh ................................................ .......... ...... ..... .. Kesimpulan ......... Analisis 1........... BAB I Pendahuluan 1 1 i ii A......... 11 11 12 5 8 2 3 4 ii ............... ..................................... .................. Daftar Pustaka ................ Pengertian Hukum Islam ...........................................DAFTAR ISI Halaman : Kata Pengantar ................................................................. Rumusan Masalah .............................. ......

Keberlakuan hukum Islam di Indonesia dipengaruhi oleh hukum adat. Bagaimana penerapan syariat Islam di Aceh 1 . Hal ini dipengaruhi oleh sejarah. Aceh merupakan daerah yeng memiliki keistimewaan sebab menerapkan syariat Islam sebagai hukum positif mereka. merubah kaedah kesusilaan menjadi menjadi kaedah hukum yang kemudian berlaku dalam masyarakat mereka. 1. Hal tersebut terjadi pula dalam tatanan masyarakat. Peraturan perundang-undangan yang berlaku di Aceh berdasarkan Syariat Islam. Hukum Islam tersebut kemudian memberikan pengaruh yang besar kepada hukum adat yang berlaku di Aceh. yang merupakan pengaruh dari hukum Islam. Indonesia menganut pluralitas hukum dimana terdapat tiga sistem hukum yang berlaku sebagai hukum positif. serta hukum Islam Hukum Islam bersifat universal. artinya berlaku sama bagi semua pemeluk agama Islam dimanapun. Cicero menyatakan ubi cocietas ibi us.1 Latar Belakang Masalah Manusia tidak dapat lepas dari hukum dalam setiap sendi-sendi kehidupannya. Hal tersebut diakibatkan oleh sejarah bangsa Indonesia yang menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki hukum adatnya masing-masing sebagai hukum positif mereka. yang kemudian mengalami perkembangan yang pesat. Dalam pranata sosial adat mereka. yaitu Islam masuk ke Indonesia berawal di Samudra Pasai.BAB I PENDAHULUAN 1. Bagaimana hubungan syariat Islam dengan hukum adat yang berlaku di Indonesia ? 2.2 Rumusan Masalah 1. sehingga melahirkan hukum positif Aceh yang mengandung syariat Islam. pesisir utara pulau Sumatra. yaitu hukum barat. hukum adat yang didasari oleh asas magis-religius. yang artinya dimana ada masyarakat disitu ada hukum1. tidak terbatas pada nasionalitas seseorang. Bagaimana keberlakuan syariat Islam di Indonesia ? 3. hukum adat.

dan masyarakat. Namun demikian. akhlak atau budi perketi luhur adalah syarat-syarat dari Ihsan². Iman yang berarti kepercayaan Islam merupakan pokok-pokok agama Islam (Ushul adDin). hari akhir. sebagai inti akidah yang kemudian melahirkan syariah. serta akhlak sebagai t ngkah laku. yaitu iman kepada Allah SWT. penafsiran. Iman dan Ihsan atau tasawuf merupakan manivestasi dari akidah. Kerangka dasar agama dan ajaran Islam adalah akidah. serta akhlak terhadap makhluk bukan manusia 2 . serta perincian para ulama tentang akidah mempunyai kecenderungan berbeda-beda yang menimbulkan aliran-aliran atau mahzab-mahzab tertentu di kalangan umat Islam. Ihsan yang berarti kebaikan.1. yakni diri sendiri. Akhlak terhadap sesama makhluk terbagi atas akhlak terhadap manusia. tidak semua cara dalam sufi bertentangan dengan akidah tauhid Islam. malaikat.1 Pengertian Hukum Islam Hukum Islam bersumber dari agama Islam yang diturunkan langsung dari Allah SWT melalui wahyu yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW dalam Al Quran dan As Sunnah. sebagai jalan berupa ibadah dan muamalah. Hal tersebut diakibatkan oleh hasil pemahaman. merupakan etika Islam. terbagi atas akhlak terhadap Allah SWT dan terhadap sesama makhluk. kitabkitab.BAB II PEMBAHASAN 2. Ketiganya bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang bersumber pada tauhid. nabi dan rasul. iman Islam terdiri dari rukun iman yang berjumlah enam. amal (saleh). keluarga. serta qadha dan qadar. i baik kepada Allah SWT maupun kepada makhluk ciptaan-Nya lainnya. dan akhlak. Adapun iman. Menurut ahlul sunnah wal jamaah. namun cara yang digunakan tidak sesuai lagi dengan islam dan aliran sunnah wal jamaah. Akhlak adalah peringai atau tingkah laku yang berkenaan dengan sikap manusia. tetapi menganut cara-cara yang berbeda seperti pada orang sufi yang melakukan panteisme dengan tujuan bersatu dengan Tuhan. Sedangkan tasawuf bertujuan sama dengan ihsan. syariah. pendalaman.1 Pengertian 2.

2 Pengertian Syariat Islam Syariat dalam pengertian etimologis adalah jalan yang harus ditempuh.1. Dengan demikian. mendalami. Ilmu khusus yang memahami. khilafah atau al-ahkam assulthaniyah atau hukum tata Negara. hanya pokok-pokoknya saja yang ditentukan dalam Al-Qur¶an dan As sunnah. dan muamalah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain dan benda dalam masyarakat Ibadah berkaitan dengan rukun Islam. dan haji. bumi. Norma ilahi tersebut berupa ibadah yang mengatur tata cara dan upacara hubungan langsung dengan Tuhan. agar dapat dirumuskan menjadi norma hidup (kaidah konkret) 3 . susunan. sholat.yang ada di sekitar lingkungan hidup. hewan. yaitu proses yang membawa perubahan (penambahan atau pengurangan) mengenai kaidah. sedangkan dalam hubungan publik terdapat hukum jinayat atau hukum pidana. serta mukhasamat atau hukum acara. Dalam norma tersebut. puasa. tidak boleh ada penambahan dan pengurangan sebab tata hubungan dengan Tuhan telah pasti ditetapkan oleh Allah SWT sendiri yang dijelaskan kemudian secara rinci oleh rasul-Nya. serta udara. hubungan manusia dengan benda dan alam lingkungan hidupnya³. hubungan manusia dengan manusia lain dalam kehidupan sosial. Dalam arti teknis. air. wirasah atau hukum kewarisan. Dalam hubungan perdata terdapat hukum munakahat atau hukum perkawinan. syariat adalah seperangkat norma ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Allah. 2. Kaidah-kaidah muamalah terbagi atas kaidah yang mengatur hubungan perdata dan kaidah-kaidah yang mengatur hubungan publik. baik ibadah maupun muamalah. dan hukum perdata lainnya. Muamalah. sedangkan perinciannya terbuka bagi akal manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad untuk mengaturnya lebih lanjut dalam menentukan kaidahnya menurut ruang dan waktu (yang dimanifestasikan berupa hukum positif). yakni syahadat. syiar atau hukum internasional. dan tata cara beibadah sesuai dengan perkembangan zaman. yakni tumbuh-tumbuhan. dan merinci syariat. dalam ibadah tidak diperbolehkan adanya pembaruan atau bid¶ah. zakat.

yaitu hukum rakyat. hukum agama. Kemudian pengalaman tersebut berubah menjadi sistem nilai. akan tetapi apabila dilanggar akan dikenakan sanksi sehingga menimbulkan akibat hukum. yaitu agama. yaitu pandangan baik atau buruk. hukum adat berasal dari aturan-aturan yang hidup dalam masyarakat dimana aturan-aturan tersebut diikuti oleh seluruh masyarakat yang apabila dilanggar akan dikenakan sanksi yang memaksa. Hasil pemahaman tentang syariat yang disebut hukum fiqih dapat berbeda di suatu tempat dengan tempat lainnya. hukum adat adalah kebiasaan adat istiadat yang tidak terkodifikasikan. Itulah yang memungkinkan terjadinya syariat Islam di Aceh yang tidak dimiliki oleh syariat yang berkembang di daerah lain. Ilmu fiqih terbagi atas fiqih ibadah dan fiqih muamalah. Proses terbentuknya hukum adat secara sosiologis (menurut Soerjono Soekanto) adalah dimulai dengan sifat manusia yang tidak dapat hidup sendiri yang kemudian melakukan interaksi baik dengan orang lain maupun dengan lingkungan guna memenuhi kebutuhannya.3 Pengertian Hukum Adat Hukum adat menurut istilah adalah adatrecht. sehingga jika belum terdapat keputusan penguasa. yang menurut Snouck Hurgronje disebut sebagai aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat Aceh. maka belum dikatakan hukum adat. Setelah itu keputusan masyarakat tersebut termanifestasikan dalam keputusan penguasa adat (secara formil). Menurut Van Vollen Houven. Tidak ada hukum adat yang lahir diluar keputusan. dan patut atau tidak patut. 2. hukum kebiasaan.1. Hukum adat menurut Ter Haar. dimana berawal dari kebiasan (yang didasarkan pada nilainilai yang hidup dalam masyarakat) yang oleh masyarakat dikehendaki untuk berlaku pada masyarakatnya sehingga ditambahkan sanksi yang memaksa kedalamnya. merupakan hukum yang menjelma dalam keputusan masyarakat. 4 .yang dapat dilaksanakan manusia muslim baik sebagai manusia pribadi maupun sebagai anggota kehidupan sosial. dan hukum tidak tertulis. disebut ilmu fiqih. adil atau tidak adil. Dengan demikian. Sistem nilai ini dipengaruhi oleh tiga aspek. Interaksi tersebut kemudian menjadi pengalaman yang dinilai baik dan buruk.

Setelah itu. muncullah sikap (kecenderungan untuk berbuat atau tidak berbuat). Asumsi dasarnya 5 . dan pergaulan. salah satunya adalah ajaran yang dibawa oleh Snouck Hurgronje mengenai teori resepsi. Pada jaman penjajahan Belanda. dimana masyarakat Aceh memilih cenderung untuk berbuat dengan berperilaku sesuai dengan hukum Islam dalam hukum adat mereka tersebut. hukum adat merupakan hukum asli bangsa Indonesia yang lahir lebih dahulu dari hukum Islam di Indonesia. yang berlaku adalah hukum adat karena dalam hukum adat masuk unsur unsur hukum Islam. Sistem nilai yang telah bercampur dengan hukum Islam tersebut ternyata dipandang baik oleh masyarakat Aceh. Kemudian dimanifestasikanlah sikap tersebut dalam perilaku mereka. 2. kemudian terbentuklah pola pikir mengenai bagaimana interaksi selanjutnya yang harus dilakukan oleh masyarakat Aceh tersebut. Disinilah pengaruh hukum Islam masuk ke dalam hukum adat yang ada pada masyarakat Aceh. hukum Islam tidak berlaku. Dalam teori tersebut. yang dilakukan berulang-ulang serta terus-menerus yang kemudian disebut kebiasaan. Kebiasaan mereka pun berlaku bagi orang banyak sehingga merupakan kebiasaan umum yang kemudian menjadi norma dimana norma yang selanjutnya terbentuk adalah norma antar pribadi yaitu norma hukum.2 Analisis 2.1 Hubungan Syariat Islam dengan Hukum Adat Syariat Islam merupakan salah satu kerangka dasar hukum Islam.2. sedangkan pada masyarakat adat sendiri hukum Islam yang berlaku bukan lagi hukum Islam sebab sudah menjadi hukum adat.11 tahun 2006 yang mengamanatkan pemberlakuan syariat Islam di seluruh wilayah propinsi Nangroe Aceh Darussalam.pengetahuan. hukum Islam menjadi adatrecht politik yang dilakukan oleh peme rintah Belanda di Indonesia untuk menempatkan hukum Islam dibawah hukum adat. tapi sering dilanggar secara praktek sebab dalam masyarakat. hukum Islam telah diterima secara teori. Berdasarkan sejarah. Disinilah proses terakhir dimana kebiasaan masyarakat Aceh yang telah terpengaruh oleh hukum Islam dalam hukum adat mereka tersebut kemudian menjadi hukum nasional Aceh yang disahkan dengan UU No.

maka mungkin untuk terjadinya pelanggaran di dalam prakteknya. Hal itu disebabkan bahwa hukum Islam mempengaruhi hukum adat. terutama dalam bidang-bidang dalam keluarga dan nilai nilai sosial. sebab dalam hukum apapun. Inilah yang 6 . tetapi menjadi makruh apabila dinilai buruk sehinggar dianjurkan untuk tidak dilakukan. sementara hukum Islam hanya sistem yang bersifat teoritis. Ilmuan lain yang mengikuti pandangan tersebut berpendapat walau kekuatan adat lokal telah termanifestasikan dalam masyarakat Indonesia. walaupun sebagian besar masyarakat beragama. jaiz berubah menjadi sunnah apabila dinilai baik sehingga dianjurkan untuk dilakukan. Norma awal yang tumbuh adalah norma kesusilaan perorangan berupa Jaiz atau kebolehan yang dalam setiap kebolehan tidak terdapat sanksi. ia meyakini bahwa doktrin Islam telah memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan kerajaan. terbentuk oleh keseluruhan norma kesusilaan yang sanksinya dapat dipaksakan. Hal ini benar khususnya di Aceh dan Malaka selama masa-masa awal Islam Asia Tenggara5. Dalam hubungannya. Setelah ditambahkan sanksi yang memaksa. Pada tahap inilah kemudian norma kesusilaan telah menjadi norma hukum. namun hukum Islam juga efektif pada level komunal dan berhasil memodifikasikan beberapa praktek hukum. Setelah terjadi penilaian oleh masyarakat. Hukum adat yang tumbuh dalam masyarakat. Kemudian Rasjidi menanggapi bahwa Snouck Hurgronje telah keliru. para ahli etnologi. dan hukum adat menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki kedudukan keagamaan. menurut Hazairin. sedangkan makruh berubah kedudukan menjadi haram yaitu larangan yang tidak boleh dilakukan. Hukum adat didasari atas prinsip magis religius yang merupakan pengaruh langsung dari agama. antropologi. maka sunnah berubah kedudukan menjadi wajib yaitu keharusan untuk dilakukan. contohnya mengenai aliran animisme dan dinamisme yang dianut oleh bangsa Indonesia. Menurut A Johns. hukum yang telah diterima oleh teori apabila terdapat faktor-faktor tertentu.adalah hukum adat merupakan sistem hukum yang hidup dan diaplikasikan dalam masyarakat.

Kemudian dalam perkembangannya. masyarakat Aceh memutuskan untuk memiliki otonomi daerah yang membuat hukum mereka tersebut diakui dan dilegalkan oleh negara menjadi hukum tertulis mereka. sebab tidak bertentangan dengan nilai-nilai hukum adat mereka. Hukum Islam tersebut kemudian mengakar secara turun temurun sehingga menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dengan hukum adat tersebut. 7 . Hal tersebut menunjukkan bahwasanya Islam telah mengakar di Indonesia sejak lama sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Selain itu..H.2.menjadi dasar syariat Islam sebagai manivestasi dari hukum Islam mampu diberlakukan dalam pranata sosial masyarakat Aceh dalam hakikatnya merupakan propinsi di Indonesia yang juga tunduk pada hukum nasional Indonesia Menurut dialog yang saya adakan dengan dosen hukum adat saya. yang kemudian mampu diterima oleh masyarakat Aceh pada saat itu. yaitu sekitar abad ke 11 melalui samudera Pasai. beliau menyoroti syariat Islam yang menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat aceh. melakukan penelitian yang mendalam mengenai Islam beserta hukumnya.2 Keberlakuan Syariat Islam di Indonesia Syariat Islam diterima di Indonesia disebabkan oleh beberapa alasan. yang salah satunya adalah Snouck Hurgronje. M. Alasan pertama adalah alasan sejarah dimana Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 (berdasarkan catatan Marcopollo) atau sekitar abad ke-11 berdasarkan prasasti yang ada di Indonesia. ibu Meliyana Yustikarini S. beliau juga menambahkan bahwasanya saat Islam masuk ke Indonesia pertama kali melalui Aceh (Samudera Pasai). Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencari dan menemukan kelemahan Islam yang digunakan sebagai politik bangsa Belanda agar masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam tetap tunduk dan patuh dengan bangsa Belanda. masyarakat Aceh sama dengan masyarakat hukum adat. Sehingga berdasarkan pengertiannya. Penelitian yang dilakukan Snouck Hurgronje tersebut dilakukan di Aceh. 2. disebabkan oleh hukum Islam yang datang pada awal masuknya Islam.H. para politikus Belanda.

menjadi hukum positif yang berdasarkan pada peraturan perundang-undangan. dan kaidah Budha bagi umat Budha.2.41 tahun 2004 tentang wakaf. pancasila dan UUD 1945 yang menjadi konstitusi Indonesia ternyata berlandaskan agama yang tertuang dalam pembukaan dan batang tubuh UUD serta sila pertama dalam pancasila. Alasan yang terakhir adalah alasan konstitusional. Di bawah Bab Agama. Atas dasar inilah dalam NKRI tidak boleh berlaku sesuatu atau bertentangan dengan kaidah Islam bagi umat Islam. kaidah Hindu bagi umat Hindu. syariat Nasrani bagi umat Nasrani. 8 .Alasan kedua adalah Alasan penduduk. Selain itu dilatarbelakangi oleh sejarah bahwa hampir semua tokoh pejuang Aceh berasal dari kalangan ulama. UU No. namun dipaksa melaksanakan hukum pidana (wetboek van straftrecht) dan hukum perdata (burgerlijk wetboek). Menurut sensus. sebab merupakan hukum nasional bangsa Indonesia dimana Aceh merupakan territorial Indonesia sehingga wajib tunduk pada hukum tersebut. UU No. pasal-pasal dalam KUHPerdata yang mengatur tentang kewarisan. Materimateri hukum Islam merupakan bagian dari hukum positif Indonesia sebagaimana yang dinyatakan oleh ordonasi dan peraturan pemerintah yang mengatur peradilan agama antara lain pada undang-undang pokok perkawinan UU No. kaidah Nasrani bagi umat Nasrani. serta NKRI wajib menjalankan syariat Islam bagi umat Islam. 1 tahun 1974. Namun. sehingga jelas mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Hal tersebut menyebabkan syariat Islam mudah diterima di Indonesia. 88. Alasan ketiga adalah alasan yuridis dimana hukum Islam yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain dan benda dalam masyarakat. dimana untuk menjalankan syariat tersebut diperlukan perantaraan kekuasaan negara 2.38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. dalam Pasal 29 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan bahwa Negara (Republik Indonesia) berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa6.09% penduduk Indonesia adalah Islam (sensus tahun 1980). dan seterusnya. serta peraturan-peraturan lainnya.3 Penerapan syariat Islam di Aceh Aceh sejak dulu tidak berhubungan dengan Belanda.

22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah dan UU No. Keppres No.11 tahun 2003 tentang mahkamah syari¶ah dan mahkamah syari¶ah propinsi lahir guna melaksanakan hukum Islam yang menentukan wewenang dari mahkamah syari¶ah yang selanjutnya ditetapkan beberapa peraturan daerah (qanun).44 Tahun 1999 memiliki empat keistimewaan. Pada era reformasi.menjadikan masyarakat Aceh mampu menjalankan dan mempertahankan kedudukan dan harkat serta ciri khas bangsa Indonesia yang religius dan memegang kuat adat dalam tatanan hukum yang berlaku di wilayah mereka. IV tahun 1999 tentang GBHN menegaskan daerah istimewa Aceh sebagai daerah otonomi khusus guna mempertahankan integrasi bangsa dan menghargai kesetaraan dan keragaman kehidupan seni budaya. Selanjutnya GBHN ditindaklanjuti oleh UU No. propinsi Aceh resmi ditetapkan sebagai daerah istimewa.11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam di bidang akidah. Propinsi Aceh berdasarkan UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.10 Tahun 2002 tentang peradilan syariat Islam dan Qonun No. 24 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonomi propinsi Aceh. Pelaksanaan syariah oleh mahkamah syariah diatur dalam Qonun No. penyelenggaraan kehidupan adat. Kemudian ditetapkanlah UU No. ibadah. Kemudian diperbaharui oleh UU No. dan syiar Islam yang salah satu ketentuannya adalah kewajiban berbusana Islami bagi pemeluk muslim di seluruh wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Berdasarkan ketentuan pasal 5 ayat (1) UUD 1945 dan pasal 18 UUD 1945.11 tahun 2006 yang mengamanatkan pemberlakuan syariat Islam di seluruh wilayah propinsi Nangroe Aceh Darussalam. penyelenggaran pendidikan. serta peran ulama dalam penetapan kebijakan daerah. TAP MPR No. Indonesia merupakan negara hukum.18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus daerah istimewa Aceh sebagai propinsi Nangroe Aceh Darussalam. maka pelaksanaan otonomi khusus seharusnya diatur berdasarkan UU khusus bagi Aceh. yaitu penyelenggaraan kehidupan beragama. Namun belum ada ketentuan hukum acara mengenai tata cara hukum acara Qonun 9 . sehingga pada tanggal 9 Agustus 2001 ditetapkan UU No.

Hal ini menunjukkan bahwa mahkamah syariah hanya menerapkan setengan syari¶at Islam di Aceh. maka Qonun ini melanggar ayat lakum dinukum wa liya din yang artinya bagimu agamamu. sedangkan Qonun materil belum disahkan. seperti hudud. Kedua Qonun tersebut diistilahkan dalam bahasa fiqh sebagai Qonun formil. Namun yang menjadi tantangan selanjutnya bagi masyarakat Aceh dalam mempertahankan syariat Islam adalah berlakunya hukum barat di Indonesia. qishah. dan bagiku agamaku. karena penerapan syari¶at Islam tanpa dilengkapi ketentuan hukum yang sejajar dan lebih tinggi.tersebut. Aceh merupakan daerah yang mendapat legitimasi untuk menerapkan syariat Islam. asal dalam mengambil rujukan dari Hukum Pidana islam dan KUHAP. sehingga membuat hukuman pidana Islam ditetapkan bukan sekedar simbolis saja.10 Tahun 2002 kekosongan ini diatasi dengan tetap memberlakukan KUHP sebagai dasar hukum. Pelaksanaan syariat Islam yang tidak ditetapkan sepenuhnya disebabkan oleh perbedaan pendapat para ahli. dan ta¶zir terhadap pelaku maksiat dan kriminalitas. Hal ini menunjukkan kekosongan hukum yang membuat tersangka dapat lepas dari jeratan hukum. Selain itu yang membuat fatal adalah Qonun ini dikeluarkan di Aceh yang merupakan wilayah Negara republik Indonesia sehingga bertentangan dengan konstitusi Indonesia. serta kurangnya minat para ulama dan ahli hukum di Indonesia dalam mengkaji secara mendalam dan terarah mengenai syariat Islam dan keberlakuannya di dalam tatanan hukum nasional Indonesia pada umumnya serta di dalam hukum Aceh pada khususnya. 10 . Qonun juga ingin diberlakukan pada orang diluar agama Islam. hanya menjadi celah para penegak hukum untuk melakukan penyimpangan dalam praktiknya. Contohnya adalah Qonun jinayat yang tidak konsisten dimana landasan argumentasinya tidak jelas rujukannya. Penerapan hukum pidana Islam pada mahkamah syariah mempengaruhi tatanan pola hukum secara keseluruhan di Indonesia. sehingga dalam Qonun No. padahal hal tersebut melanggar hak asasi manusia dalam menjalankan agama sesuai kepercayaannya masing-masing.

11 . Untuk memberlakukan syariat Islam di Aceh secara total dan menyeluruh adalah dengan membuat hukum acara Qanun oleh pemerintah Aceh agar Mahkamah Syariah dapat total menjalankan tugasnya dengan tidak hanya menerapkan setengah syari¶at Islam di Aceh. Perpaduan hukum tersebut kemudian mengakar secara turun temurun sehingga menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan. juga disebabkan oleh faktor pejuang Aceh yang mayoritas adalah ulama. membuat Aceh memberlakukan Qonun No. Syariat Islam tersebut kemudian diterima oleh masyarakat Aceh pada saat itu. pada prakteknya hukum positif tersebut tidak seluruhnya berasal dari syariat Islam. Hukum Islam telah berbaur dengan hukum adat yang merupakan akar peraturan bangsa Indonesia dan mampu mempengaruhi praktek hukum di Indonesia. merupakan salah satu dari kerangka dasar agama dan ajaran Islam yang mengatur hubungan publik maupun perdata dalam bentuk norma Ilahi. menciptakan terjadinya kekosongan hukum. Namun meskipun secara konstitusional syariat Islam sah menjadi hukum positif Aceh. yaitu Samudera Pasai di Aceh yang merupakan tempat singgah agama Islam pertama di Indonesia. 1. Sejarah memainkan peranan yang penting. terutama dalam bidang keluarga dan sosial. sebab tidak bertentangan dengan nilai-nilai hukum adat mereka. mampu membuat doktrin Islam mempengaruhi kerajaan.10 Tahun 2002 yang berisi tetap memberlakukan KUHP sebagai dasar hukum. Penerapan syariat Islam di Aceh yang tidak terlepas dari faktor diterimanya syariat Islam dalam tatanan hukum adat Aceh.1 Kesimpulan Syariat Islam adalah bagian dari Hukum Islam.BAB III PENUTUP 3.2 Saran Belum adanya ketentuan hukum acara mengenai tata cara hukum acara Qonun.

suatu pengantar. 2006) Syahar Saidus.com/2009/02/27/sekilas-sistem-pidana-islam/ http://guntur. cet. Hukum Acara Pidana.name20091207jinayatnya%25E2%2580%259Cqanunjinayat%25E2 %2580%259D 12 . Hukum Islam: Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Islam di Indonesia.wordpress. Kesatu (Jakarta: Praja Grafindo persada. 1989) Daud Ali Muhammad. Hukum Islam dalam lintasan sejarah. Ketiga Belas (Jakarta: PT. cet. cet.com/2009/03/07/sanksi-kriminal-dalam-islam/ http://irfanview. 1996) hal. 1996) hal 25 Zuhri Muhammad. Asas-asas hukum Islam. Kesatu (Jakarta: Penerbit Alumni.143 http://acehlong. Raja Grafindo Persada. cet.DAFTAR PUSTAKA Darmawan Prinst. Kesatu (Jakarta:Penerbit Djambatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful