P. 1
RECOVERY JALAN

RECOVERY JALAN

|Views: 26|Likes:
Published by Tatank Bahlawant

More info:

Published by: Tatank Bahlawant on Apr 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2011

pdf

text

original

*

*

Jalan Politeknik terletak pada ___ LU ___ LS dan ___ BB - ___ BT dan teretak provinsi Jawa Barat tepatnya di bagian Bandung selatan Kabupaten Bandung Barat,Kecamatan Parongpong, Desa Ciwaruga . Nama ruas jalan : Ciwaruga-sarijadi No. Link : non status Panjang jalan : 1018 m Nama wilayah BPJ : Kabupaten Bandung Barat Kabupaten : Kabupaten Bandung Barat Status Jalan : Propinsi Fungsi Jalan : Lokal Desain Jenis Perkerasan : Perkerasan lentur

*

*
Drainase jalan sangatlah penting guna mendukung kinerja perkerasan yang ada. Hal ini untuk menghindari sifat destruktif air pada perkerasan. Dengan adanya sistem drainase yang baik pula DDT dapat dipertahankan pada kondisi kadar air optimum. Dikarenakan drainase yang buruk ditakutkan dapat mempengaruhi DDT yang ada. Suatu sistem drainase yang efesien meliputi : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Drainase permukaan jalan Pengumpulan dan penyaluran air permukaan melalui samping Pembuangan melalui gorong ke saluran alamiah Drainase bawah tanah Saluran pencagat untuk menyalurkan air dari daerah luar yang mengalir ke arah jalan Pemeliharaan dan perbaikan dimana diperlukan

Bangunan drainase jalan dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu : a. Bangunan drainase permukaan, yaitu bangunan yang dibuat untuk mengendalikan air (limpasan) permukaan akibat hujan. b. Bangunan drainase bawah permukaan, yaitu bangunan yang dibuat untuk mengalirkan air yang terkumpul dibawah struktur lapisan perkerasan.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu survey kondisi drainase adalah sebagai berikut : Saluran samping : ada/ tidak ada, tersumbat/ tdak tersumbat, teratur/ memadai/ tidak memadai. Jalur Pejalan Kaki: ada/ tidak ada, rata/ tidak rata, rusak/ baik. Bahu : terlalu tinggi/ sama tinggi/ terlalu rendah, miring/ tidak rata.

Tepian atau kerb : ada/ tidak ada, rusak/ baik.

Saluran Samping Ada Tidak ada Tersumbat Tidak tersumbat Teratur Tidak teratur Memadai Tidak memadai

*

Angka 0 7 2 0 0 2 0 3

Penghubung Ada Tidak ada Tersumbat Tidak tersumbat

Angka 0 3 2 0

Bahu Terlalu tinggi Sama tinggi Terlalu rendah Miring Tidak rata Diperkeras Tidak diperkeras

Angka 2 0 2 0 2 0 1

Sumber : Tata Cara Program Pemeliharaan Jalan Kota No.018/T/bnkt/1990

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dalam menilai kondisi sistem drainase yang ada, perlu diperhatikan 3 komponen dalam penilaian, yaitu saluran samping, penghubung, bahu jalan. Dari ketiga komponen tersebut ada suatu keterkaitan yang erat agar sistem drainase berjalan dengan maksimal.

*
Sta 0+000 - 0+100 Identifikasi awal : dilihat dari kontur yang ada, ketika hujan limpahan air dari arah Ciwaruga umumnya teralirkan ke bawah, pada kondisi ini awal kemungkinan air dapat bersifat destruktif. Penilaian kondisi drainase : Saluran samping Penghubung Bahu Total = 14 : ada, tersumbat, tidak teratur, tidak memadai :7 : ada, tersumbat : 2 : terlalu tinggi, tidak rata, tidak diperkeras : 5

Gambar hasil foto :

Kesimpulan : Perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang berarti pada sistem drainase dengan memasukan ke dalam program pemeliharaan berkala.

Sta 0+100 - 0+200 Identifikasi awal : saluran samping banyak terdapat endapan tanah, drainase mengalami penyempitan, banyak tumbuh ilalang sehingga menghampat aliran air pada saat hujan. Terlihat adanya gorong-gorong memotong ke sisi kanan jalan, tetapi fungsinya tidak maksimal dikarenakan tersumbat. Penilaian kondisi drainase : Saluran samping Penghubung Bahu Total = 14 : ada, tersumbat, tidak teratur, tidak memadai :7 : ada, tersumbat : 2 : terlalu rendah, tidak rata, tidak diperkeras : 5

Gambar hasil foto :

Kesimpulan : Perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang berarti pada sistem drainase dengan memasukan ke dalam program pemeliharaan berkala.

KESIMPULAN Sistem Drainase ini bukanlah hanya sekedar pelengkap jalan saja akan tetapi merupakan bagian terpenting yang harus diadakan untuk pengamanan konstruksi jalan itu sendiri dan petunjuk bagi pengguna jalan agar unsure kenyamanan dan keselamatan dapat terpenuhi, sehingga pemeliharaan rutin terhadap komponen harus di gerakkan jika tidak mungkin jalan tersebut akan seperti gambar dibawah ini :

*
Dalam survey kali ini diambil jalan Kampus Polban sebagai objek surveynya. Jalan Kampus Polban statusnya merupakan jalan pribadi/khusus milik Polban, yang batasnya di sebelah utara adalah portal, dan di sebelah selatan adalah gerbang perumahan setra duta. Para pengguna jalan Polban juga tidak hanya berasal dari mahasiswa Polban saja, tapi berasal juga dari masyrakat sekitarnya. Jalan Polban memiliki peranan yang sangat penting dalam aktifitas keseharian orangorang, karena jalan ini merupakan jalan penghubung/lintasan antara Kota Cimahi dengan wilayah Bandung Barat. Jalan sebagai sarana penghubung transportasi, menurut statusnya dibagi menjadi

Survey jalan Polban kali ini dimulai dari Sta 0+000 ² Sta 1+018, yaitu dimulai dari portal atas, sampai portal bawah (dekat sungai), pengamatan yang dilakukan adalah terhadap : ‡ Dimensi Jalan ‡ Perkerasan Jalan Dimensi Jalan Pengukuran dimensi jalan sangatlah penting dalam sebuah perencanaan, karena dari sana akan ditentukan pula lalulintas rencana, umur rencana, dan status/fungsi jalan rencana. Pengukuran dimensi kali ini meliputi panjang jalan, dn lebar jalan. Pengukuran dilakukan per stasiun, dan panjang tiap stasiun adalah 25 m. Berikut adalah data dimensi jalan kampus Polban : Perkerasan Jalan Jenis perkerasan yang digunakan di jalan kampus Polban adalah flexible pavement (perkerasan lentur, aspal), namun banyak ditemukan kerusakan pada badan jalannyaa, hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaara lain disebabkan karena, adanya genangan air di permukaan akibat buruknya saluran drainase dan kemiringan jalan yang tidak sesuai spesifikasi, yang lama kelamaan akan merusak struktur pondasi jalan tersebut. Adanya debit dan beban lalu lintas yang berlebihan (tidak sesuai dengan yang di rencanakan) yang sebetulnya jalan Polban ditujukan hanya untuk warga Polban dengan beban-beban kendaraan yang kecil. Jalan Polban juga memungkinkan untuk dibentuk dengan rigid pavement, hal ini disebabkan karena biaya pengerjaan dan maintenance yang murah dari perkerasan kaku.

Sta Jalan Sta 0+000 Sta 0+025 Sta 0+050 Sta 0+125 Sta 0+175 Sta 0+200 Sta 0+275 Sta 0+300 Sta 0+400 Sta 0+500 Sta 0+600 Sta 0+700 Sta 0+800 Sta 0+900 Sta 1+000 Sta 1+018

Panjang Jalan Yang Diukur 25 m 25 m 25 m 75 m 50 m 25 m 75 m 25 m 100 m 100 m 100 m 100 m 100 m 100 m 100 m 18 m

Lebar Jalan 10.84 m 7.20 m 6.50 m 5.80 m 6.50 m 6.25 m 5.70 m 7.25 m 6.45 m 6.50 m 6.80 m 6.05 m 6.25 m 6.15 m 5.78 m 5.60 m

*
Ketentuan Bahu Jalan Jalur lalu lintas hendaknya dilengkapi dengan bahu jalan, hanya bila jalur lintas dengan median, jalur pemisah atau jalur parkir maka bahu jalan tidak diperlukan lagi. Bahu jalan sebaliknya diperkeras, Bahu yang diperkeras dipertimbangkan apabila ada pertimbangan ekonomi. Lebar Minimum Bahu Jalan Sebelah Luar/ Kiri Lebar minimum bahu jalan sebelah luar/kirir dicantumkan pada tabel 5.6 kolom kedua bila tidak memiliki jalur pejalan kaki/sepeda atau kolom ketiga bila memiliki jalur pejalan kaki/sepeda pada sebelah luar bahu jalan

Lebar Bahu Kiri/Luar(m) Tidak Ada Trotoar Ada Trotoar Standar Pengecualian Lebar Yang Minimum Minimum Diinginkan Tipe I Kelas 1 2.0 1.75 3.25 Kelas 2 2.0 1.75 2.5 Tipe II Kelas 1 2.0 1.50 2.5 0.5 Kelas 2 2.0 1.50 2.5 0.5 Kelas 3 2.0 1.50 2.5 0.5 Kelas4 0.5 0.50 0.5 0.5 Lebar Minimum Bahu Jalan Catatan: Pengecualian Minimum sebaliknya hanya dipakai pada jembatan dengan bentang 50 m atau lebih pada terowongan atau pada daerah dengan ROW terbatas

Klasifikasi Perencanaan

Lebar Bahu Dalam/Kanan Kelas Perencanaan Tipe I Kelas 1 Kelas 2 Tipe II Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Lebar Bahu Jalan Dalam(m) 1.00 0.75 0.5 0.5 0.5 0.5

Sketsa Gambar Jalan POLBAN

Gambar-gambar Peninjauan

Gambar Peninjauan ke-1

Gambar Peninjauan ke-2

Gambar Peninjauan ke-3

Gambar Peninjauan ke-3

Gambar Peninjauan ke-4

Gambar Peninjauan ke-5

Gambar Peninjauan ke-6

Gambar Peninjauan ke-10

Kesimpulannya Di sepanjang jalan POLBAN memiliki bahu jalan sehingga panjang bahu jalannya sama dengan panjang jalan tersebut yaitu sebesar 1018 m. Akan tetapi, bahu jalan tersebut telah dikombinasi seperti salah satunya bahu jalan yang bersatu dengan trotoar sehingga berbeda dengan ketentuan-ketentuan yang telah telah ditetapkan. Pada jalan POLBAN memiliki masalah yang salah satunya disebabkan karena sistem bahu jalan yang tidak memenuhi persyaratan, seperti lebar minimum bahu jalan yang kurang dihiraukan pada saat perencanaan jalan sehinnga mengakibatkan banyak kerusakankerusakan.

*
Kerusakan yang terjadi diakibatkan dari beberapa faktor, salah satunya adalah genangan air. Genangan yang terjadi dikota Bandung berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terutama pada sarana transportasi darat. Genangan air pada badan jalan dapat berdampak perubahan bentuk lapisan permukaan jalan berupa lubang (potholes),bergelombang (rutting), retak-retak dan pelepasan butiran (ravelling) serta gerusan tepi yang menyebabkan pelayanan kinerja jalan menjadi menurun Dalam pengamatan empiris menunjukan bahwa timbulnya genangan air disebabkan oleh sistem drainase jalan yang tidak terintegrasi dengan baik dengan penataan ruang yang tidak terkendali. Penelitian dilakukan di jalan Politeknik.

Jarak Per STA 0.00-0.05 0.05-0.10 0.10-0.15 0.15-0.20 0.20-0.30 0.30-0.40 0.40-0.50 0.50-0.60 0.60-0.70 0.70-0.82 0.82-0.92 0.92-1.02 1.02-1.12 1.12-1.18 Jumlah

Luas Kerusakan Lubang (%) (m2) 80 240 40 120 10 30 3 9 70 0,5 0,33 1,16 1,83 0,83 0,16 1,67 0,16 12,07 420 3 2 7 11 0,5 1 10 1 854,5

Kerusakan Terkelupas (%) (m2)

0,73 0,16

2 1

0,83

5

0,11

8

*
KETERANGAN A = rt l = l g t s LBAN rt l ( l g) C=I f = Lampu Penerangan (jarak antar lampu 40) E = alte F = ati ² ati Rawan Kecelakaan (plang) G= Rambu ² Rambu Jalan H= Hati-hati keluar masuk kendaraan POLBAN (plang) I = Rambu-rambu Jalan (STOP) J = Rambu ² rambu Jalan (B ndaran) K = inding L = Tr t ar = Pembatas Jalan

nb : i beberapa ruas jalan terdapat kereb dan lahan k s ng

Infrastruktur Pelengkap Jalan Infrastruktur pelengkap jalan di jalan Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) kondisinya mengecewakan, hal ini kami katakana setelah melakukan syrvey kondisi fasilitas pelengkap jalan di ruas tersebut. Secara garis besar kami akan menjelaskan beberapa poin tenteang fasilitas pelengkap jalan yang telah kami survey secara langsung. Fasilitas Penerangan Jalan Secara struktur, lampu penerangan jalan yang ada di jalan POLBAN telah memenuhi SNI 7391 : 2008 tentang spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan, namun dari segi tingkat pencahayaan, tata letak lampu dan jarak dari lampu ke lampu selanjutnya belum memenuhi spek. Apalagi secara perawatan dan perbaikannya, banyak lampu penerangan yang tidak bekerja pada malam hari. Marka Jalan Marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau diatas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lambing lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan arah lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas. Survey yang telah kami lakukan kondisi jalan POLBAN hamper 90% tidak memiliki marka jalan.

Perambuan Jalan Rambu lalu lintas adalah salah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambing, huruf, angka, kalimat atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Rambu-rambu yang ada di jalan POLBAN telah kami sket di gambar di belakang. Secara spesifikasi teknis mengenai rambu belum kami temui namun jika melihat dari kondisi traffic dan status jalan khusus yang dimiliki POLBAN, rambu ² rambu yang ada sudah cukup mewakili. Alat Pengatur Lalu Lintas (APIL) Jika dilihat dari kondisi traffic dan status jalan khusus yang dimiliki POLBAN APIL berupa traffic lamp atau sebagainya tidak terlalu dibutuhkan di ruas jalan POLBAN. Pembatas Jalan Kontur jalan di POLBAN dapat dikatakan berada di bukit yang bersebelahan langsung dengan lembah dan sungai yang ada di bawahnya, kondisi ini membutuhkan fasilitas pelengkap jalan berupa pembatas jalan, dari hasil survey kami sudah ada beberapa tempat yang diberi pembatas jalan maupun tembok pembatas, namun secara garis besar kondisi itu belum mencukupi seluruh ruas tersebut

KONDISI UMUM LALU LINTAS
SETELAH MELAKUKAN SURVEY, DIDAPATKAN KLASIFIKASI KENDARAAN DAN LHRNYA sbb:

NO
1 2 3 4

JENIS KENDARAAN MOTOR
MOBIL PENUMPANG

JUMLAH / JAM

PERSENTASE 85.10% 14.48% 0.28% 0.14%

611 104 2 1

TRUK RINGAN TRUK 2 AS

LHR / JAM

718

SURVEY INI DILAKUKAN PADA PUKUL 07.00 - 08.00 PAGI, YANG MERUPAKAN HASIL RATA - RATA DARI HARI KERJA DAN LIBUR DENGAN BANYAK SAMPEL 3 HARI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->