ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DAERAH (PDAM) SRAGEN

Oleh : LAKSANA AMBAR KUSUMA NIM. 200814008

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRAGEN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dalam berproduksi mengakibatkan produk dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Hal ini menimbulkan masalah bagaimana menyalurkan produk tersebut ke tangan konsumen. Untuk mewujudkannya perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran yang memerlukan berbagai macam biaya pemasaran. Semakin meningkatnya persaingan memperebutkan pasar mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk semakin besar porsinya dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu diperlukan informasi yang bermanfaat untuk mengarahkan usaha pemasaran. Krisis moneter yang melanda Indonesia, diwarnai dengan terbukanya wajah asli perusahaan-perusahaan yang selama ini dianggap tangguh mengalami kebangkrutan. Sementara itu, tuntutan dari pelanggan, ketatnya persaingan usaha dan perubahan teknologi yang sangat cepat, memberikan tekanan bagi manajemen untuk mengusahakan terobosan dan tindakan proaktif dalam mempertahankan dan memajukan usahanya. Padahal usaha untuk melakukan efisiensi, diversifikasi produk, pemanfaatan media dan terobosan lain terbentur pada kendala rendahnya daya beli masyarakat pada saat ini.

Di tengah keadaan yang serba tidak menguntungkan ini manajemen perusahan berupaya untuk selalu mencermati pos-pos pengeluaran sehingga mencapai titik yang efisien, sekaligus memaksimalkan pengendalian untuk menentukan efektivitas. Dalam suatu perusahaan, terdapat pos-pos pengeluaran yang dapat diusahakan untuk ditiadakan atau dikurangi dalam kurun waktu tertentu dan ada pula yang harus tetap diadakan. Salah satu pos pengeluaran yang tetap harus diadakan perusahaan adalah biaya pemasaran. Meskipun dalam kondisi krisis perusahaan dituntut tetap mengalokasikan dan untuk aktivitas pemasaran sehingga tidak terganggu, sebab pemasaran memegang peranan yang sangat besar untuk menunjukkan eksisten usaha. Adanya biaya dapat dikendalikan yaitu keluarannya dapat langsung dihubungkan dengan penjualan (Enginereed Cost) merupakan elemen biaya dimana jumah biaya yang seharusnya diperkirakan dengan tingkat relibilitas yang reasonable, maupun biaya yang tidak terukur yang keluarannya sulit dihubungkan dengan penjualan (Discretionery Cost) merupakan elemen biaya dimana jumlah biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan tergantung pada pertimbangan manajemen, memerlukan pengakuan yang sangat cermat dari pihak manajemen apabila akan mengadakan pengendalian biaya pemasaran. Pengendalian biaya pemasaran menjadi penting dalam hubungannya dengan engineered cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, sedangkan yang termasuk dalam discretionnery cost adalah biaya-biaya

administrasi. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan permasalahannya. . Manfaat dilakukannya evaluasi adalah memberikan masukan bagi manajemen tentang proses pengendalian yang selama ini dilakukan. maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN. B. Kenyataan bahwa pemasaran tetap harus dikeluarkan. menyebabkan manajemen perlu terus mengadakan evaluasi terhadap pengendalian yang selama ini dilaksanakan. kompleknya komponen yang ada pada pusat biaya pemasaran. Bertitik tolak dari uraian diatas. adalah sebagai berikut : ³Apakah analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien ?´. C.yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien. penelitian dan pengembangan. meskipun pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi.

tetapi juga harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. Menurut beberapa ahli pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan. Bagi Penulis Merupakan sarana dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam praktek atau kenyataan yang ada dalam perusahaan. menentukan harga. Tinjauan Pustaka 1. untuk berkembang dan mendapatkan laba. 2. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. sehingga bisa melakukan penyempurnaan jika ada penyimpangan antara biaya pemasaran dan realisasinya. D. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam usaha pemasaran. Kegiatan pemasaran tidak hanya terdiri dari kegiatan menyampaikan produk ke tangan konsumen. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi manajer pemasaran sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan biaya pemasaran. mempromosikan dan mendistribusikan .

Sedangkan menurut Assosiasi Pemasaran Amerika. Orientasi pada kepuasan konsumen b. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi´. 1997 : 8). Upaya perusahaan secara menyeluruh c. promosi serta penyaluran gagasan. yaitu : a. Dengan demikian konsep pemasaran merupakan filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. 1985 : 8) Definisi lain menyebutkan bahwa : Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. kegiatan perusahaan . (William J. penetapan harga. Staton. (Philip Kothler. Sehingga berkembang suatu pemikiran bisnis yang disebut konsep pemasaran. 1997 : 30). 1997 : 13). menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kothler. Ada tiga ketetapan pokok yang mendasari konsep pemasaran (Mursid. pemasaran adalah ³proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. Oleh karena itu.barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial. Laba sebagai tujuan. Kegiatan pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan.

kemudian menilai. sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan.harus diarahkan untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut. Fungsi penjualan c. 2. Fungsi administrasi pemasaran Penggolongan fungsi pemasaran ini bertujuan sebagai pengendalian biaya pemasaran.A. Dari pengertian fungsi pemasaran tersebut. Fungsi pengepakan dan pengiriman e. Fungsi promosi b. Fungsi pemberian kredit dan penagihan f. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba yang diinginkan perusahaan. yaitu menyusun rencana. 3. a. mengarahkan pelaksanaan. menganalisa dan . yang pada dasarnya sudah tentu untuk mencapai laba perusahaan. Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran Setiap pengusaha perlu memahami tugas pokoknya. yaitu : (R. 1991 : 205). Supriyono. Fungsi penggudangan dan penyimpanan d. kegiatan pemasaran dapat dikelompokkan menurut fungsinya.

hambatan apa yang ditemui. serta faktor penunjang apa yang diperlukan demi kelancaran pemasaran.mengendalikan. Pelaksanaan secara aktif dan langsung atas rencana pemasaran yang telah disusun terutama nampak dalam kegiatan penjualan. Tujuan utama pengendalian pemasaran adalah menilai seberapa jauh tujuantujuan yang telah diputuskan telah dicapai. Bila dalam pemasaran ditetapkan apa yang ingin dicapai dan dikerjakan dengan biayabiaya berapa. Suatu perusahaan pemasaran itu terdiri dari analisis situasi. penetapan tujuan dan sasaran perusahaan. serta bertanggung jawab atas administrasi penjualan yang akan banyak membantu perusahaan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk pengendalian pemasaran. Hasil kegiatan pengendalianyang berupa laporan-laporan seberapa jauh rencana dapat dilaksanakan serta hambatan maupun faktorfaktor penunjang pelaksanaan. . 1991 : 428). Perencanaan pemasaran dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan untuk seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan. penantuan strategi pemasaran. maka dalam pengendalian pemasaran dinilai apa yang telah dikerjakan dan dicapai serta jumlah biaya yang telah dikeluarkan. akan merupakan umpan balik bagi perusahaan untuk mengembangkan rencana lama atau guna menyusun rencana baru. Tanggung jawab utama kegiatan operasi penjualan adalah menjamin terjualnya hasil produksi sesuai dengan rencana. taktik program pemasaran serta besarnya anggaran dan pengawasannya (Kothler.

Biaya pemasaran juga meliputi biaya penjualan di mana biaya penjualan ini sebenarnya berhubungan dengan fyngsi untuk memperoleh pesanan dan sekaligus berhubungan dengan fungsi melayani pesanan. . Biaya pemasaran adalah ³semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai´.4. Pengertian Biaya Pemasaran a. Dalam hal ini penelitian difokuskan pada biaya pemasaran. 1991 : 529). yang menyebabkan terjualnya produk yang dihasilkan. Pengertian Biaya Pemasaran Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan unang untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya pemasaran meliputi semua biaya menyelenggarakan kegiatan pemasaran. yaitu biaya untuk memperoleh atau menimbulkan permintaan atau pesanan. Biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mencapai atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan. (Mulyadi. misalanya untuk biaya-biaya yang berhubngan dengan penjual (salesmen). Termasuk dalam biaya untuk memperoleh pesanan antara lain biaya promosi dan adpertensi dan biaya penjualan. biaya yang digunakan di dalam departemen pemasaran.

Berubahnya opengertian biaya pemasaran. b. hal ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dengan akibat dan sulitnya sebab-akibat dihubungkan. misalnya elemen kerugian piutang (bad debt) yng semula merupakan elemen biaya administrasi dan umum. yaitu : . Pada biaya pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat. Pada kenaikan biaya adpertensi dan promosi pada periode tertentu. seringkali baru mengakibatkan kenaikan kenaikan volume penjualan pada periodeperiode berikutnya dan sulit ditentukan apakah kenaikan penjualan tersebut satu-satunya faktor yang menyebabkan adalah adanya promosi penjualan. di mana biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang ataupun jasa dijual sampai diterimanya hasil penjualan menjadi kas.Ditinjau dari segi mulai terjadinya biaya pemasaran. maka kerugian piutang itu merupakan elemen biaya pemasaran. Perlakuan tersebut amat logis karena kerugian piutang adalah risiko pemberian kredit dalam rangka menaikkan volume penjualan. Klasifikasi Biaya Pemasaran Menurut fungsinya biaya pemasaran dibagi menjadi enam. pengertian biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang ataupun jasa.

misalnya biaya perjalanan salesman. pemotongan tunai. Biaya administrasi. misalnya gaji karyawan gudang. Biaya kredit dan penagihan. misalnya biaya bahan untukmembungkus. Biaya pembungkusan dan pengiriman. berdasar daerah penjualan. biaya sewa gudang. 3). Biaya promosi. biaya angkut untuk produk yang dikembalikan (retur penjualan). 4). Penyusunan anggaran biaya pemasaran disusun dengan mempertimbangkan adanya pengaruh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. misalnya gaji karyawan bagian penagihan. Biaya penjualan. kerugian penghapusan piutang. 5). 2). biaya telepon. Biaya penggudangan. biaya contoh (cost of sample). golongan langganan. misalnya biaya gaji karyawan bagian administrasi pemasaran. 6). saluran distribusi dan seterusnya sesuai . bonus dan komisi. Penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat setelah anggaran penjualan disusun. Anggaran penjualan harus dirinci lebih lanjut berdasar produk atau barang yang dijual atau jasa yang disediakan.1). misalnya biaya pameran. golongan penjual.

Biaya Pemasaran Tidak Langsung Biaya pemasaran tidak langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tak dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu. . misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran.dengan kharakteristik/sifat perusahaan. Pengolonggan biaya pemasaran terkendalikan dan tidak terkendalikan bermanfaat untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran. Dalam jangka pendek biaya terkendalikan umumnya adalah elemen biaya variabel dan biaya yang tidak terkendalikan umumnya adalah elemen biaya tetap. b. Biaya Pemasaran Langsung Biaya pemasaran langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek tertentu. Sedangkan dalam jangka panjang konsep biaya terkendalikan dan tidak terkendalikan sangat berbeda dengan konsep variabilitas biaya. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. Menurut Supriyono (1991 : 206) biaya pemasaran bila dihubungkan dengan kegiatan pemasaran digolongkan menjadi : a.

(Mulyadi. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap atas kebijakan manajemen. Dari segi penyusunan anggaran tahunan dapat digolongkan menjadi : (R.Karena dalam jangka panjang biaya tetap dapat dikendalikan oleh tongkatan pimpinan tertentu. (Mulyadi.A. yakni uang.Supriyono. 1993:448). 1993:166-167). yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu satu tahun´. 1986:16) a. sehingga dalam jangka pendek terjadinya biaya ini juga dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajemen. Anggaran Tetap atau Anggaran Statis . Angaran merupakan ³suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif. 5. anggaran digunakan secara luas karena anggaran dinyatakan dalam satuan moneter. Anggaran Biaya Pemasaran Anggaran merupakan sarana yang paling luas digunakan bagi perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan. Biaya yang dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu adalah biaya kebijakan yang terdiri dari Discretionary Variabel Cost dan Discretionary Fixed Cost.

Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut : (Mulyadi. Sekali disetujui. Sebagai Pedoman Kinerja . Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Anggaran Fleksibel atau Anggaran Skala Turun Naik Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan pada deret atau tingkatan kegiatan yang mungkin dicapai perusahaan untuk periode tertentu yang akan datang. Anggaran perusahaan mempunyai manfaat sebagai berikut : a. Secara berkala. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan. 1993:490). Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran. anggaran hanya dapat dirubah dalam kondisi tertentu. b.Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan keoada estimasi satu tingkatan kegiatan yang sifatnya konstan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang akan datang. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun.

sehingga tidak jauh berbeda dari realisasinya nanti. . c. Untuk itu diperlukan data. saling bekerja sama dengan baik untuk menuju sasaran yang ditetapkan. b. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Anggaran berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang. Perencanaan anggaran biaya pemasaran didasarkan pada kondisi dan asumsi yang mendasari berubah maka perencanaan anggaran harus dikoreksi. sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan nanti.. Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik maka taksiran-taksiran yang dimuat di dalamnya harus cukup akurat. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan terjamin. Anggaran biaya pemasaran merupakan alat pengendali kegiatan pemasaran. Sebagai Alat Pengawasan Kinerja Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur. informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam penyusunan anggaran.Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta di dalam penyusunan anggaran tersebut.

Meskipun terdapat banyak sekali kesulitan dalam kaitannya dengan analisis biaya pemasaran. tetapi manajemen tidak dapat mengatakan apa yang akan diperbuat konsumen. Pengendalian biaya pemasaran pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang timbul. Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja. 1997 : 111). Pengendalian biaya pemasaran dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasikan beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah. 1997 : 111). pelanggan. maka pengendalian terhadap biaya pemasaran tetap dapat dilakukan. Banyak tenaga penjual mungkin mempunyai efek yang berbeda pada konsumen yang sama (Mursid. namun dengan analisis yang cermat.6. jam mesin. jam kerja. Faktor psikologis dalam menjual merupakan salah satu sebab utama perbedaan antara biaya produksi dan biaya pemasaran. Penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi atau . dimana biaya yang dibebankan itu harus dikendalikan pula setelah dianalisis oleh fungsi yang berwenang agar setiap kegiatan pemasaran tetap terjaga pada tingkat yang dianggarkan (Mursid. dan produk. Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya anggaran tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

d. Pengukuran atas beban langsung dan tidak langsung departemen. 1997 : 111) : a. Pembebanan tanggung jawab untuk berbagai operasi. Supriyono. Penetapan dasar untuk pembebanan biaya tidak langsung menurut wilayah. atau produk. Agar dapat efektif sistem anggaran yang baik harus dihubungkan dengan perencanaan dan pengendalian. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya pemasaran yang tepat adalah apabila selisih antara rencana dan realisasinya tidak melebihi dari standar pengendalian yang telah ditentukan. pelanggan. Departementalisasi kegiatan atau fungsi. perencanaan yang baik tanpa pengendalian yang efektif berakibat memboroskan dana dan waktu Sebaliknya tanpa perencanaan tidak dapat dilakukan pengendalian ke arah tujuan yang ingin dicapai (R. Agar pengendalian biaya pemasaran dapat berjalan dengan baik . c. 1991:201). b.maka pengendalian biaya pemasaran perlu dibantu dengan menggunakan prosedur-prosedur berikut (Mursid. e.A. . Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel.penilaian prestasi dan umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang.

c. Perbandingan beban aktual dengan beban yang dianggarkan oleh penyelia departemen yang bertanggung jawab atas pengendalian yang berkesinambungan. b. . 7. Menentukan Besarnya Biaya Pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya dengan relatif sama. g. Pengawasan dan Analisis Biaya Pemasaran Dengan melakukan pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat diterapkan pertanggungjawaban atas terjadinya biaya pemasaran. Perencanaan dan Pengarahan Usaha Pemasaran Dengan melakukan pengendalian maka terdapat informasi yang berguna bagi manajemen untuk perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran. Manfaat Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Menurut Supriyanto (1986 : 202) manfaat dengan dilakukannya pengendalian dan analisis biaya pemasaran adalah a. Penggunaan anggaran fleksibel dan biaya srtandar.f. sehingga dapat ditetapkan sia yang bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikan oleh fungsi yang bersangkutan.

Supriyono. Untuk biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya. Sedangkan untuk biaya . Menyusun Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan anggaran biaya pemasaran dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan dicapai oleh suatu perusahaan. 3) Mengalokasikan biaya pemasaran setiap jenis pusat laba yang merupakan usaha pemasaran. 1986 : 205) a. Untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran perlu disusun anggaran fleksibel dan tarif biaya untuk setiap fungsi. 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran.8.A. Untuk itu langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) Mendistribusikan setiap jenis biaya yang dianggarkan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada. Langkah-langkah Dalam Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Dalam pengendalian dan analisis biaya pemasaran perlu ditempuh langkahlangkah sebagai berikut : (R.

1986 : 209) : Tabel II. Pedoman umum dasar distribusi biaya tidak langsung. . 1986 : 209 2) Menetapkan satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi.1 Pedoman Umum Dasar Distribusi Biaya Tidak Langsung Jenis Biaya Tidak Dasar Dsitribusi Setiap Fungsi Langsung Kesejahteraan Karyawan Jumlah karyawan setiap fungsi Asuransi Aktiva Tetap Nilai Aktiva Tetap setiap fungsi Penyusunan Bangunan Luas lantai bangunan yang digunakan setiap fungsi Telepon Frekuensi dan lamanya waktu sambungan Gaji Manajer Pemasaran Jumlah karyawan setiap fungsi Sewa Bangunan Luas lantai bangunan setiap fungsi Supriyono.tidak langsung fungsi diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi. sehingga distribusinya relatif adil dan teliti. Satuan pengukur jasa ini akan dipakai untuk : a) Menentukan persamaan dari anggaran fleksibel dan tarif biaya setiap fungsi. Dasar distribusi yang dipilih tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Dasar distribusi harus mencerminkan manfaat dari biaya yang didistribusikan. disajikan dalam tabel berikut (Supriyono. b) Dasar distribusi dapat digunakan dengan praktis sehingga cepat dilaksanakan.

misalnya kepada setiap daerah pemasaran atau kepada setiap jenis produk. teliti dan praktis. Pedoman umum satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi dapat dipilih dasar distribusi seperti dalam tabel berikut (Supriyono.2 Pedoman Umum Setiap Fungsi Pemasaran Satuan Pengukur Jasa . atau pusat laba yang lain secara adil. 1986 : 210) Tabel II.b) Dasar alokasi biaya pemasaran.

yaitu ditentukan dengan cara mengalikan kapasitas sesungguhnya dengan total tarif.b. dicatat dalam jurnal Biaya Pemasaran dan rekening Buku besar Pembantu Biaya Pemasaran. pengepakan dan pengiriman. 2) Mendistribusikan biaya pemasaran yang sesungguhnya kepada setiap fungsi. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran tidak cukup hanya dengan menentukan profitabilitas setiap pusat biaya dalam usaha pemasaran. penjualan. Dalam amendistribusikan biaya ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran dianggarkan. untuk tujuan tersebut perlu mengukur . Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran ini dim aksudkan untuk mengetahui berapa biaya menurut standar. penggudangan. d. yaitu fungsi promosi. pemberian kredit dan penagihan serta administrasi pamasaran. Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya adalah sebagai berikut : 1) Atas dasar dokumen atau bukti transaksi biaya pemasaran yang sah. c. Dalam hal ini tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien.

2) Memilih dasar atau satuan pengukur yang relatif adil. Satuan pengukur tersebut akan dipakai sebagai dasar penentuan tarif standar dan menganalisa penyimpangan biaya yang terjadi. F. Kerangka Pemikiran Untuk lebih memperjelas dan mempermudah pemahaman penelitian ini. teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi. 3) Menentukan besarnya tarif standar untuk setiap fungsi.kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarif yang dianggarkan atau tarif standar. 5) Mengumpulkan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. 6) Membandingklan biaya yang dibebankan berdasar standar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Menggolongkan biaya pemasaran sesuai dengan fungsi kegiatan pemasaran agar dapat menggambarkan tingkat pertanggungjawaban manajemen atas biaya pemasaran. maka penulis memberikan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : . 4) Menentukan besarnya biaya dibebankan pada setiap fungsi atas dasar tarif standar.

sering dijumpai penyimpangan dari perencanaan. juga melakukan kegiatan produksi produksi dan pemasaran.Biaya Langsung Fungsi Biaya Tidak Langsung Fungsi Biaya Pemasaran GAMBAR I KERANGKA PEMIKIRAN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen dalam mencapai tujuan perusahaan yakni mendapatkan laba. Hal ini berakibat perusahaan melakukan pembelian bahan saat persediaan bahan masih menumpuk. Untuk mencapai tujuan perusahaan. pimpinan menaruh perhatian pada kegiatan pemasaran terutama adalah masalah perluasan daerah pemasaran dan penyebaran distributor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. adanya kesalahan pencatatan transaksi sering tidak sama dengan fisiknya. Penentuan daerah pemasaran dengan memperhatikan perencanaan dengan sistem pengendalian anggaran biaya pemasaran. Kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemasaran. .

Biaya tidak langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara tidak langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya karena diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsinya (Mulyanto. 1991:59). Biaya penyusutan Biaya penyusutan adalah distribusi biaya penyusutan yang diperoleh dari hasil pembagian antara anggaran untuk biaya penyusutan dibagi jumlah luas lantai bangunan guna memenuhi fungsi promosi dan advertensi. Biaya pemasaran Biaya pemasaran adalah biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume pemasaran. 3. 5. Biaya asuransi Biaya asuransi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk jaminan jiwa para karyawan dan jaminan perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen demi kesejahteraan bersama (Mulyanto. Biaya langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya (Mulyanto. 2. sehingga akan diperoleh biaya penyusutan sebagai biaya pemasaran tidak langsung yang memenuhi fungsi biaya penyusutan (Mulyanto. 1991:56).G. . Definisi Operasional Terhadap Variabel yang Digunakan 1. 4. 1991:56). 1991:58).

1991:115). 2. 1995:99). Anggapan Dasar Dan Hipotesis 1. 1995:38). Adanya kemungkinan perluasan daerah pemasaran guna meningkatkan volume penjualan berdasar atas pertimbangan terhadap kebijaksanaan penjualan yang telah ditetapkan. Dari uraian diatas penulis dapat merumuskan sebuah hipotesis sebagai berikut : .semakin besar volume atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah biaya pemasaran variabel. Hal ini berarti bahwa tiap peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda-beda. Indikator-indikator yang menyangkut tentang kondisi perekonomian masih mungkin dikembangkan. H. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima peneliti (Winarno Surakhmad. b. Anggapan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Hipotesis Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksudkan sebagai jawaban sementara dalam menyelidik untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surakdmad. demikian sebaliknya jika volume rendah (Mulyanto.

2. Hal ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut : a. Data Primer Adalah data yang diperoleh langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Dalam perusahaan tersebut terdapat permasalahan yang sama dengan penelitian ini.´Diduga besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen belum efisien. Sedangkan obyek/lokasi penelitian yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. b. yang dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Metode Penelitian 1. berupa anggaran biaya pemasaran. Maksud pemilihan metode survey ini karena penulis ingin mengkaji evaluasi pengendalian biaya pemasaran yang telah ada.´ I. Sumber data a. yaitu suatu anggaran yang lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta . Data-data yang penulis perlukan cukup tersedia. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berkaitan dengan metode penelitiannya. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.

Teknik Pengumpulan Data a. 4) Hasil penjualan sesungguhnya tahun 2010 ± 2011. 2) Biaya pemasaran sesungguhnya untuk setiap fungsi pemasaran antara tahun 2010 ± 2011.terdapat di bagian pemasaran dan biaya pemasaran yang sesungguhnya. Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan objek penelitian untuk mendapatkan data kegiatan pemasaran. 5) Hasil produksi dan rencana produksi tahun 2010 ± 2011. b. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran guna menentukan tingkat ketepatan biaya pemasaran pada setiap fungsi pemasaran dari periode tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011. 3. 6) Data dan informasi lain yang menunjang penelitian. 3) Anggaran penjualan tahun 2010 ± 2011. Data yang diperlukan adalah : 1) Anggaran biaya pemasaran tahun 2010 ± 2011. . Data Sekunder Data yang diperoleh peneliti dan dikumpulkan dari luar perusahaan yang menjadi obyek penelitian diantaranya referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur lain yang relevan.

. 2) Mengelompokan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis-jenis biayanya. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah ada di perusahaan. baik biaya pemasaran langsung maupun tidak langsung. Dari penggolongan ini akan diperoleh total biaya tetap. 4. misalnya data anggaran penjualan. dan biaya variabel. Observasi Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendapatkan data kongkrit guna melengkapi dan menunjang penelitian. c. data biaya pemasaran sesungguhnya dan anggaraan biaya pemasaraan.b. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya tetap. Teknik Analisa Data a. Penyusunan anggaraan biaya pemasaran menurut kajian teori 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis atau elemen biaya pamasaran. total biaya variabel dan total biaya yang dianggarkan.

c) Total biaya. dapat dicari dengan rumus : AFKS == Total biaya tetap+(KSxTV) Dimana: KS : Kapasitas Sesungguhnya TV : Tarif Variabel b. yang meliputi: a) Total biaya variabel perfungsi. d) Kapasitas normal. . Menyusun tabel biaya pemasaran sesungguhnya 1) Mengelompokan biaya pemasaran berdasar jenis biayanya 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. e) Tarif Tetap (TT) perfungsi diperoleh dari :       4) Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari :        5) Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya. b) Total biaya tetap perfungsi.3) Menyusun tabel untuk menghitung tarif pemasaran dan anggaran fleksibel berfungsi.

selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS. Analisis selisih biaya pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : 1) Biaya sesungguhnya perfungsi 2) Total biaya tetap perfungsi 3) Biaya variabel dianggarkan Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel 4) Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya 5) Biaya standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total 6) Selisih Anggaran = biaya sesungguhnya (BS) ± AFKS Sifat selisih : Jika BS > AFKS.c. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara tarif total dengan kapasitas sesungguhnya. selisih kapasitas bersifat menguntungkan . selisih anggaran bersifat menguntungkan 7) Selisih kapasitas = (KN-KST)TT atau AFKS-Biaya Standar Sifat selisih : Jika BST > AFKS. selisih kapasitas bersifat tidak menguntungkan Jika BST < AFKS. d.

Melakukan analisis terhadap hasil penilaian Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. Dari tabel perhitungan di atas dibuat tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antar masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%. Melakukan penilaian pengendalian biaya pemasaran. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. . dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya. Guna menilai biaya pemasaran.8) Total Selisih Selisih Anggaran + Selisih Kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya. perusahaan menggunakan kebijakan dengan batas prosentase penyimpangan sebesar 5 %. e. 1) Jika besarnya selsisih 5 % atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih e5%) 2) Jika besarnya selisih lebih besar dari 5 % dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) f. berdasarkan hasil analisis selisih prosentase biya pemasaran.

Kerangka Pemikiran E.J. Latar Belakang Masalah B. Anggapan Dasar dan Hipotesis F. Tinjauan Pustaka G. Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan . Jadwal Kegiatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang lengkap dalam penelitian ini direncanakan memerlukan waktu 3 (tiga) bulan yaitu terhitung mulai bulan Maret 2005 sampai dengan bulan Mei 2005. Adapun rincian sebagai berikut : K. Perumusan Masalah C. Sejarah Perusahaan B. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A. Metode Penelitian BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A.

Melakukan Analisis Terhadap Hasil Penilaian BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran. Produksi BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A.C. Pembebanan Biaya Pemasaran D. Menyusun Tabel Biaya Pemasaran Sesungguhnya C. Sumber Daya Manusia F. Kesimpulan B. Pemasaran E. Penyusunan Anggaraan Biaya Pemasaran Menurut Kajian Teori B. Analisis Selisih Biaya Pemasaran E. Saran . Personalia D. Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran F.

sehingga perusahaan tidak dapat berkembang. Nama ³SOLO SUIDO SYO´ diganti dengan µKantor Air Minum Sragen´.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SRAGEN A. Pemegang dari perusahaan ini adalah Pemerintah Swapraja Nederlandsch. Dengan berhasilnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Hoodrug Waterleiding Hoofplaats Soerakarta En Omsteken. Pada masa itu. maka Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil alih Perusahaan Air Minum dari kekuasaan Jepang. Pemerintah Jepang tidak mempunyai perhatian sama sekali mengenai air minum. dimana daerah tersebut banyak terdapat mata air. Kabupaten Klaten. Bertindak sebagai wakil Sri Paduka Kangjeng Susuhunan Paku Buwono X dalam perjanjian tersebut adalah Raden Adipati Djoyo Negoro pepatih di Sragen. Dengan demikian Perusahaan Daerah Air Minum di Sragen ini secara tidak langsung telah diambil alih oleh pemerintah Jepang yaitu dengan nama µSOLO SUIDO SYO´. Dalam akte tersebut telah dinyatakan bahwa untuk badan usahanya adalah dalam bentuk NV yang diberi nama NV. JC. Sejarah Berdiri dan Perkembangan PDAM Sragen Pada tahun 1925 pemerintah Hindia Belanda mengadakan pembicaraan dengan Keraton Kasunanan Sragen mengenai pemanfaatan air yang terdapat di Kecamatan Tulung. sedangkan dari Government Hindia Belanda adalah Max Betner Van Der Jogi. antara lain : Umbul Cokro. Doomberg. Pada waktu dibawah kekuasaan Jepang ini pemeliharaan dan perluasan Perusahaan Air Minum sama sekali tidak diadakan. 34 Pada tahun 1960. Nilo dan Nganten. di samping itu pelaksanaan perusahaan tidak didasarkan pada prinsip organisasi perusahaan. yaitu Swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran dengan pemerintahan Nederlandsch Indie. pimpinan perusahaan ini adalah dari Belanda yaitu Ir. Dengan adanya perang Asia Timur. sehingga proses kerusakan jaringan perpipaan semakin cepat. Untuk mempersiapkan pembangunan fasilitas air minum tersebut diadakan perjanjian kerja sama antara dua pemerintah. tentara Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari pemerintah Belanda. Air Minum Sragen dikelola oleh Seksi Air Minum Dinas . Dari sekian banyak mata air diambil yang terbesar dan memenuhi persyaratan yaitu Umbul Ingas Cokro.

didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sragen pada tanggal 16 Februari 1976 melalui PERDA No. Langkah tersebut sekaligus merupakan ketaatan atas Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 Juli 1973 No. Pada dasarnya. Sebelum dikeluarkannya PERDA tersebut.Penghasilan Daerah Kota Tingkat II Sragen. Atas bantuan Colombo Plan dengan pelaksanaan tenaga ahli dari Selandia baru telah mengadakan ³Teec Proses´ yaitu suatu proses perlakuan terhadap pipa dengan cara mengoroki pipa lama yang kemudian dilapisi semen. dan tingkat sosial ekonomi. PDAM Sragen sebagai suatu perusahaan derah. Tahun 1975. Adapun beberapa peristiwa yang perlu dicatat oleh seksi air minum adalah : 1. Pendirian PDAM ini juga disebabkan oleh tuntutan profesionalitas yang mendesak dalam pengelolaan pelayanan air minum kepada masyarakat. 3 Tahun 1977. Jebres. Sebagian dari laba . 3. guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan air minum. Selain perusahaan membutuhkan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidup. EKBANG B/3/11 dna tanggal 11 Juli 1974 No. Pipa transmisi yang melewati sungai Tulung telah putus dan penyambungannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. memaksa PDAM untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap kebutuhan air minum ini. Perkembangan penduduk. karena anggaran yang tersedia sangat terbatas pada kemampuan daerah. Status air minum sebagai suatu seksi dalam Dinas Penghasilan Daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal untuk perluasan.500 m dari Pasar Gedhe sampai Panggung. Surat keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 Februari 1976 dan mulai berlaku pada tanggal 35 ditetapkannya. tingkat kesehatan. Tahun 1974. Debit yang semula hanya 1501/detik akan ditingkatkan. terlebih dahulu telah dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Sragen. Karena itu pada tahun 1979 dibuatlah jaringan pipa tranmisi baru. sambil menunggu penetapan peraturan daerah. tujuan PDAM disamping mencari keuntungan juga turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Karena itu. Tahun 1975. Rehabilitasi pipa sepanjang 12. yang menaikkan debit pengambilan air dari jumlah tersebut menjadi 4001/detik. Sejak itulah PDAM Sragen terus menerus berusaha mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. EKBANG B/3/43 yang pada pokoknya mengharapkan dengan segera pembentukan Daerah Air Minum. tidak lepas dari tujuan pokok di atas. 2.

Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas dalam suatu organisasi. sedangkan untuk daerah tingkat II adalah Gubernur. khususnya para langganan air minum secara lancar. Dalam menjalankan kegiatannya. dan masing-masing bagian dalam organisasi itu menyadari . Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. untuk daerah tingkat I adalah Menteri Dalam 36 Negeri. Lokasi Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen ini. harus mempunyai struktur organisasi yang jelas supaya masing-masing orang dapat bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. murah agar sebagian besar masyarakat dapat menikmati air bersih guna memperbaiki kesejahteraan hidup serta lingkungan. 2. Sebagai perusahaan sudah barang tentu akan mencari keuntungan. karena berada di pinggiran jalan besar. dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara untuk menghindari praktek usaha yang tidak efisien. Melayani masyarakat umum. juga terletak berdekatan dengan perumahanperumahan yang cukup besar. termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsinya. suatu perusahaan sebagai usaha formal. Tugas Dan Fungsi PDAM Sragen Dalam melaksanakan sehari-hari. Suatu perusahaan daerah merupakan suatu badan hukum apabila perusahaan daerah tersebut didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi atasan. B. 3. sehingga membantu memperluas dan mempercepat jangkauan pemasaran air bersih juga memudahkan para 37 pelanggan untuk menjangkaunya apabila akan melakukan pembayaran rekening maupun melakukan pengaduan-pengaduan. selain memikirkan kepentingan umum yaitu khusus bagi para pelanggan air minum C. yang nantinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan daerah. Lokasi ini sangat strategis. Instansi atasan bagi Daerah Ibukota Jakarta adalah Presiden. Melayani Masyarakat umum dalam penyediaan air bersih guna menjaga kelesterian sumber air yang ada. D. sehingga wewenang dan tanggung jawab terhadap semua aktivitas manajemen perusahaan terletak di tangan pemerintah daerah tersebut. berada di Jalan Adi Sucipto 143 Sragen.perusahaan disalurkan sebagai pendapatan Pemerintah Daerah (ABPD). PDAM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. PDAM Sragen merupakan perusahaan yang berbadan hukum. merata dalam jumlah yang cukup sehat.

Unsur Pengawasan Umum yaitu Badan Pengawasan. 061. Kepala Bagian Keuangan Kota Sragen. Surat Keputusan Direksi PDAM Surakrata No. Badan Pengawas Terdiri dari : Ketua : Wali Kota Sragen Wakil Ketua : Setda Kota Sragen Sekretaris : Kasubag Daerah pada Bagian Perekonomian Sragen. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. Keuntungan dari struktur organisasi berbentuk garis dan staf ini adalah adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan yang jelas. dimana bawahan bertanggung jawab langsung pada pimpinan. Unsur Pimpinan yang terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Tehnik dan Direktur Umum. 8 tahun 1994 tanggal 23 Januari 1984. dan Kepala Urusan. yang didasarkan pada : 1. Anggota : Kabag Perekonomian Kota Sragen. SKEMA ORGANISASI PDAM SRAGEN 38 3. tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja PDAM Daerah Sragen.1/1989 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana pada PDAM Kota Dati II Sragen.bahwa antar bagian tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. Kepala SubUnit. 2. dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Unsur Pembantu yaitu Kepala bagian atau Kepala Unit. mempunyai tugas. 28/KPTS/1984. Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kebijaksanaan Badan . PDAM Sragen dalam usahanya untuk meningkatkan dan mempermudah pengawasan serta peningkatan efisien kerja karyawan. Tugas : a. Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. Tugas dan Wewenang Pemegang Jabatan 1. 3. Struktur organisasi PDAM Sragen secara lengkap ditunjukkan oleh gambar terlampir. membentuk struktur organisasi yang cukup jelas. Bentuk struktur organisasi Garis dan Staf. di samping itu pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khususnya di luar bagiannya. 800/024. 39 4. Manajemen PDAM Sragen terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu : 1. Unsur Pelaksana yaitu Kepala Seksi. E. wewenang.1/380/I/1989. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. atau lebih dikenal dengan Direksi. 2.

b) Melakukan administrasi barang. yang terdiri dari : 1) Seksi Pengembangan : a) Memelihara dan menyimpan gambar-gambar teknik yang ada. Menyelenggarakan pekerjaan operasional b. berdasarkan keterangan dari seksi pelayanan langganan. b. pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta pemeliharaannya. Mengusulkan pengubahan tarif pada Badan Pengawas e. d. 41 c) Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali atas pipa pelanggan. Direktur Utama yang tugasnya adalah: a. 3) Seksi Gudang Tehnik a) Bertanggung jawab atas penerimaan. Bagian Distribusi terdiri dari : 1) Seksi Penyambungan. Menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang d. dan pengeluaran barang. b) Bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang. b. 2. Direktur Teknik a. Merencanakan dan melaksanakan pelayanan pada pelanggan. Secara bertahap memberikan laporan keuangan atau operasi perusahaan pada Badan Pengawas. Memimpin bagian-bagian dalam menjalankan tugas. Bagian Perencanaan.Pengawas. dengan tugas : a) Menjamin pendistribusian air kepada para pelanggan secara . 2) Seksi Perencanaan Tehnik Tugas : Membuat perencanaan dalam rangka perluasan pelayanan pelanggan. b. Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara terarah sesuai kebijaksanaan dalam perusahaan. Menyusun perencanaan pembangunan jaringan distribusi air minum. c. penyimpanan. Membantu Direktur Utama dalam memimpin jalannya perusahaan di bidang produksi air. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan Badan Pengawas c. Direktur Teknik ini membawahi : a. 3. Berinisiatif pada pegawai perusahaan f. Menetapkan cara kerja yang efektif 40 g. d) Menyusun proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka pengembangan pipa transmisi dan distribusi. c) Membuat gambar-gambar sesuai dengan perencanaan tehnik dan memperbanyak sesuai dengan kebutuhan.

43 c.merata. b) Urusan Gedung (1) Mengatur kendaraan-kendaraan dinas dalam rangkaian mobilitas perusahaan. 2) Seksi Pemeliharaan. Membawahi : a) Urusan Gedung (1) Melaksanakan kebersihan lingkungan dan ruangan kantor serta bangunan-bangunan lainnya. 3) Seksi Peralatan a) Menjamin berfungsinya peralatan kantor dan kendaraan dinas. tugas : a) Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atau LKMD guna melestarikan fungsi hydrant. c) Merencanakan pemeliharaan asset perushaan dalam bidang distribusi (perpipaan) dalam rangka perluasan jaringan. Bagian Produksi 1) Mengadakan penelitian serta analisa kimia dan bakteriologis. b) Mengadakan pembinaan masyarakat dalam menghemat air bersih dan manajemen warung air. (2) Menjamin berfungsinya kendaraan dinas dalam rangka operasional perusahaan. sehingga kualtias air yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. bertugas : a) Menerima laporan dan melaksanakan tugas berdasarkan informasi dari masyarakat. c) Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan. 42 b) Memeriksa dan memberikan informasi atas kemungkinan terjadinya penyimpangan fungsi hydrant. Membawahi Urusan Hydrant. (3) Membantu Kepala Seksi peralatan di bidang tugasnya. c) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. c) Mengembangkan potensi hydrant sebagai salah satu unsur penunjang perbaikan sarana lingkungan. (2) Menjamin berfungsi peralatan kantor. (3) Dikepalai oleh Kepala urusan dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada seksi peralatan. b) Melaksanakan penyambungan baru sesuai dengan perencanaan. b) Secara periodik melakukan pemeriksaan atas adanya kemungkinan kerusakan bangunan dalam rangka perbaikan. .

2) Melaksanakan pencarian sumber air baru serta membuat sumur alternatif di daerah tertentu. 2) Seksi Sumber Air : a) Menjamin kelancaran produksi air dari sumber air Cokrotulung. Membawahi : a) Urusan Perpompaan (1) Menjaga kelestarian pompa sesuai dengan standart pemakaian. (3) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasinya. 3) Menjaga kebersihan ari menurut syarat yang ditentukan dan mengawasi proses pengolahan air. (3) Membantu Kepala Seksi sumur dalam di bidang tugasnya. d. b) Urusan Pembayaran (1) Menerima pembayaran. c) Menjamin kelancaran produksi air dari sumur dalam Mojosongo dan Sumur Jebres. (2) Membuat laporan penerimaan. 44 c) Membuat laporan penerimaan. d) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasainya. Membawahi Urusan Luar Kota. b) Melaksanakan penagihan rekening dan menyetorkan hasilnya. a) Membantu Kepala Seksi Sumber Air dibidang tugasnya. Bagian Meter Air 1) Seksi Meter Air terdiri dari : . Bagian Produksi terdiri dari : 1) Seksi Laboratorium : a) Melakukan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya pencermaran sumber-sumber air. c) Melaksanakan pemeriksaan kualitas produksi dan distribusi air secara periodik. b) Melakukan penelitian dan analisa dalam rangka pengembangan laboratorium kimia air. (2) Memelihara sarana penunjang atau sarana bantu guna kontinuitas air baku. 3) Seksi Sumur Dalam a) Membantu Kepala Bagian Produksi dibidang tugasnya. mempunyai rekening dan menyetorkan hasilnya. b) Menjaga kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan. b) Menjaga lingkungan sumber-sumber air.

2) Mengatur dna memelihara rumah tangga kantor perusahaan. Seksi Bengkel Meter membawahi : a) Urusan Tera Meter. b) Urusan Perbaikan Meter (1) Mengadministrasikan meter air besar yang ada dilapangan. Bagian Sekretariat terdiri dari : 1) Seksi Rumah Tangga a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. (2) Menganalisa atas hasil pencatatan meter air besar untuk mengetahui kelancaran aliran maupun kebocoran pada suatu wilayah. Bagian Sekretariat 1) Menerima penggandaan dan mengekspedisi surat. (3) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian tera meter air. (3) Membantu Kepala Seksi Meter Air di bidang tugasnya.45 a) Melaksanakan pemasangan meter air untuk pelanggan baru. 6) Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang prosedur permohonan air minum. (1) Mempersiapkan meter air yang telah di tera untuk kegiatan pelaksanaan pasang baru. c) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian secara berkala. Menyelenggarakan sistem kontrol yang efektif. Direktur Umum a. Mengkoordinir dan menyusun anggaran tahunan. 46 4. b. b) Melaksanakan pemutusan aliran atas pelanggan yang dikenakan sanksi maupun atas permintaan pelanggan sendiri. 5) Menyelenggarakan penyuluhan penggunaan air minum yang efisien. 2) Seksi Bengkel Meter a) Membantu kelancaran pelaksanaan terameter air. Menganalisa dan menjabarkan hasil operasi c. 3) Melaksanakan administrasi kepegawaian. (2) Membantu kelancaran pelaksanaan tera meter air. Direktur ini membawahi : a. 4) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. . c) Dikepalai oleh Kepala Seksi dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian meter air. b) Memperbaiki meter air yang rusak.

c) Menyelenggarakan rapat-rapat pertemuan. Bagian Langganan 1) Mengadakan penyelidikan mengenai sebab-sebab turun naiknya air. b) Menjamin keamanan lingkungan kantor sumber air kas pembantu serta fasiltias lain yang dimiliki oleh perusahaan. b) Melaksanakan tata administrasi data-data langganan dan calon . b) Menerima pengadaan. b. dan pengekspedisian surat menyurat. 2) Membuat surat pertanggungjawaban penggunaan uang. c) Menerima pendaftaran tamu serta menyampaikan kepada pejabat yang akan ditemui d) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Membawahi Urusan Keamanan yang tugasnya adalah : a) Membantu Kepala Seksi Administrasi di bidang tugasnya. 4) Mengatur ketepatan waktu dan penelitian pembaca meter. Bagian Langganan terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan a) Menerima pengaduan-pengaduan dari langganan dan melalui atasannya meneruskan kepada urusan-urusan yang bersangkutan. 3) Mengatur proses dan pelayanan permohonan jadi pelanggan. penyimpanan persediaan serta mengetahui atas pembayaran kas dan surat berharga. 2) Seksi Personalia a) Melaksanakan administrasi kepegawaian 47 b) Merencanakan dan melaksanakan peraturan-peraturan dibidang kepegawaian serta mengadakan pembinaan untuk meningkatkan produktivitas pegawai. Bagian Keuangan 1) Menyusun laporan pelaksanaan anggaran perusahaan. pengagendaan. c) Menyimpan dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan tugas-tugas sekretariat. 2) Melaksanakan publikasi air minum berdasarkan pelanggan. c. 3) Seksi Administrasi a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. 48 4) Menyelenggarakan administrasi keuangan.b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang kerumahtanggaan. 3) Menerima penagihan rekening air minum dan menyetorkan ke bank.

Sub Unit Pengawas dan Penelitian Tehnik 1) Meneliti hasil kerja di bidang tehnik dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. 2) Seksi Penagihan a) Menyetor jadwal waktu pelaksanaan tugas penagihan tunggakan rekening pelanggan. b) Berkewajiban memberikan laporan atas hasil efisiensi pembayaran rekening. 3) Seksi Pembaca Meter a) Menyerahkan hasil harian pembacaan meter sebagai bahan pembuatan rekening. c) Berkewajiban memberikan laporan atas terjadinya kerusakan dan penyimpangan meter air.langganan sebagai perbandingan data yang ada di komputer. terdiri dari : a. Unit Pengawas dan Penelitian. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Administrasi Keuangan . 49 c) Memberikan informasi atas pelanggan yang dikenakan sanski maupun yang dicabut sanksinya. Membawahi : a) Urusan Wilayah A (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. b) Urusan Wilayah B (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. 50 Sedangkan Unit-unit yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama adalah : 1. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. b. c) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan atasannya. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. b) Menganalisa atas pemakaian air pelanggan. 2) Membantu Kepala Unit Pengawas dan Penelitian di bidangnya. 3) Melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsnya yang diberikan oleh atasannya.

Menyalin hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan data informasi kerusakan dari di lapangan. Membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas yang bersifat khusus pengelolaan kolam renang. 3) Memberikan saran dan pertimbangan atas hasil kerja pengawasan untuk melancarkan tugas di bidang administrasi keuangan. Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 3. Unit Komputer a. 2) Membantu laporan-laporan tentang administrasi pelanggan. 51 c. Sub Unit Pengelolaan Data Tehnik 1) Membuat Laporan-laporan di bidang keuangan 2) Mengolah data pembayaran rekening 3) Membantu kelancaran administrasi keuangan. Sub Unit Evaluasi 1) Mengadakan evaluasi tentang prosedur penyelenggaraan mekanisme kerja untuk tujuan perbaikan. 52 . 3) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. b. 2) Membuat laporan-laporan di bidang pergudangan. 3) Melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan tugas yang diberikan atasannya. c. Membuat laporan-laporan di bidang administrasi pelanggan. Urusan pengelolaan data Tehnik 1) Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 2) Mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerja atau hasil monitoring lapangan. Unit Kolam Renang a. 2. Sub Unit Pengelolaan Data Pergudangan 1) Membantu kelancaran di bidang pelaksanaan sambungan baru. 2) Membuat laporan baru tentang kegiatan pasang baru. Urusan Pengelolaan Data Rekening 1) Membantu kelancaran pembacaan meter air. 3) Mengolah hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan informasi data kerusakan meter air di lapangan. 2) Membantu Kepala Unti Pengawas dan Penelitian di bidang tugasnya.1) Meneliti hasil kerja di bidang administrasi keuangan dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. b. 3) Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Terdiri dari : a.

Jumlah Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Sragen No Bagian Sub Bagian Jumlah 1. Keadaan Karyawan 1. 2. jumlahnya sebanyak 3 orang. 2. Mereka adalah pegawai tetap perusahaan. Direksi Umum Teknik Unit Tenaga Honorer . Pegawai dengan NPP (Nomor Pokok Perusahaan). Jumlah Karyawan Pada saat penelitiain ini dilakukan PDAM Sragen mempunyai 308 orang karyawan dengan susunan sebagai berikut : Tabel II. Pegawai dengan NIP (Nomor Induk Pegawai). Menjaga kondisi air kolam renang untuk menjamin kesehatan. artinya mereka tidak memiliki kemungkinan untuk diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan dan tidak mugkin mendapat kenaikan gaji. d. c. jadi mereka bukan pegawai tetap perusahaan. d. Sampai dengan tahun 2004. Sampai bulan Februari 2001. jumlahnya adalah 18 orang. Sampai dengan tahun 2004. Sampai dengan bulan Februari 2001. b. 5. 4. dan mereka bukan pegawai negeri.b. Membantu melaksanakan dan memelihara bangunan kolam renang. F. Hubungan Kerja dengan Perusahaan Berdasarkan hubungan kerja dengan perusahaan.1. dan suatu saat dapat ditarik kembali oleh pemerintah daerah. 3. jumlahnya sebanyak 297 orang. Pegawai dengan honor perusahaan 53 Mereka ini bekerja pada perusahaan dan suatu saat mempunyai kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai perusahaan. karyawan PDAM Sragen dibedakan menjadi : a. c. Mempersiapkan tenaga dan berbagai peralatan yang diperlukan kolam renang. Mereka ini adalah pegawai negeri yang diperbantukan di PDAM Sragen. Perusahaan tidak memiliki pegawai dengan honorer. Pegawai dengan honor tetap Mereka ini bekerja di perusahaan dengan honor yang tetap.

Unit Kolam Renang a. Unit Komputer c.1/380/I/1989 tentang SOT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sragen. Bagian Meter Air a. 061. . Bagian Distribusi c. Bagian Langganan a. Bagian Distribusi 3 19 64 30 23 52 39 24 11 10 36 1 1 Jumlah 308 Sumber : Data Primer. tahun 2004. 54 GAMBAR 2 SUSUNAN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SRAGEN Sumber : Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. KEUANGAN CABANG BAGIAN TEKNIK BAGIAN LANGGANAN SUB BAG. Bagian Perencanaan b. Bagian Sekretariat b.Direksi a. Bagian Keuangan c. Bagian Produksi d. Bagian Perencana b. WALIKOTA DIREKTUR BADAN PENGAWAS BAGIAN ADMS. Unit Pengawas dan Penelitian b.

dengan mengelompokkan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis biayanya. baik biaya langsung fungsi maupun biaya tidak langsung fungsi. UMUM ATAU UNIT / IKK BAG. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya pemasaran tetap dan variabel. PENGOLAHAN SUB BAG. Mendeskripsikan Anggaran Biaya Pemasaran Mendeskripsikan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran.ADMS. SUB BAG. LOGISTIK SUB BAG. Dalam hal ini peneliti menyusun data yang telah dibuat oleh PDAM Sragen. HUB. LANGGANAN SUB BAG. ADMS. SUB BAG. PERENCASUB BAG. PERENCASUB BAG. Analisis Biaya Pemasaran 1. KAS PEMBANTU SUB . PRODUKSI SUB BAG. RUMAH 55 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. SAMBUNGAN SUB BAG. TRANSMISI SUB BAG. PEMBACA SUB BAG METER AIR SUB BAG. Deskripsi anggaran biaya pemasaran ini disusun oleh perusahaan dalam bentuk tabel yang dipisahkan dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung. PEMBELIAN SUB BAG.

046. promosi T 6. fungsi penjualan. rencana anggaran biaya pemasaran tersebut .000 21. TABEL III.964.000 Jumlah 47.000 9. fungsi teknik.000 118. listrik V 1.408.540.500. fungsi penagihan serta fungsi administrasi pemasaran untuk membuat perencanaan anggaran biaya pemasaran yang terdiri dari rencana anggaran biaya promosi.000 4.000 11.220.850.350. Gaji karyawan T 101.000 6.) BL FUNGSI 1.000 5. Insentif V 15.405. Gaji manajer & staf T 10.000 8.000 21.000 Jumlah Biaya Dianggarkan 221.000 Jumlah 174.000 6. Apabila tidak ada revisi dari manajer pemasaran.230.000 7.000 10. B.000 212.000 8.000 12.820. sambungan V 6. manajer pemasaran memerintahkan semua kepala fungsi pemasaran yang membawahi masingmasing fungsi yang ada di perusahaan yaitu. rencana anggaran biaya penjualan.000 12.254.000 32.000 9.410. B.900.000 11.420.376.250. rencana anggaran biaya penagihan serta rencana anggaran biaya administrasi pemasaran.1 56 ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 .271.000 2.000 57. B.000 118.000 21.220.000 6.000 7. penyusutan T 16.971.000 7.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 7.760.000 3.000 BTL FUNGSI 1.) 2004 (Rp.000 6.599.000 6.000 12.491.000 274.960.000 20.000 202. fungsi promosi.546.557. fungsi langganan.000 52. B. produksi V 19.000 122. transmisi & distribusi V 6.000 3.000 31. rencana anggaran biaya langganan. B. Suplais kantor V 11.500.455.725.000 11.362. rencana anggaran teknik.000 12.275.750.000 9.000 6.396.000 57.000 18.000 255.237.Pada awal penyusunan anggaran biaya pemasaran. kesjhtrn karyawan T 10.360.000 20.746.200.680. penagihan V 5.000 217.000 1. asuransi T 9.) 2003 (Rp.495.000 11.660.000 1.000.845.600.914.088.000 19.879.000.000 4.956.310.660.981.850.400.196.000 9.000 7.000. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya Rencana anggaran biaya yang telah disusun setiap kepala fungsi pemasaran diserahkan kepada manajer pemasaran untuk diteliti.340.000. B.000 270.625. B. B.000 7.000 5.550. B.000 12.500.254.699.600.000 2.179.) 2002 (Rp.2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.

) Langganan (Rp. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.- .000 1.400.522. Ini berguna dalam penentuan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel. b.625. juga dapat menunjukkan berapa jumlah biaya tetap dan biaya variabel setiap fungsi. Mendiskripsikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.) Teknik (Rp. diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi yang berupa besarnya jumlah karyawan dan luas lantai bangunan yang ditempati oleh setiap fungsi.750.850. Dalam hal ini PDAM Sragen menggunakan empat dasar distribusi biaya pemasaran yaitu biaya kesejahteraan karyawan.000 20. setiap jenis 57 biaya pemasaran yang dianggarkan didistribusikan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada.000 9.disatukan dan ditetapkan menjadi anggaran biaya pemasaran yang akan dibawa manajer pemasaran dalam rapat perusahaan yang dihadiri oleh pimpinan dan semua manajer perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (untuk selanjutnya disebut PDAM) Sragen. promosi T 6. Setelah dilakukan pengelompokkan biaya pemasaran.500. yaitu manajer produksi.000.000 18.800. Gaji karyawan T 11.2 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 58 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.000 2.000 25. B.) Adm..) 12345678 L FUNGSI 1.000 3.850. Untuk biaya tidak langsung. (Rp. adalah : a. manajer personalia dan umum serta manajer akuntansi dan keuangan. Adapun perhitungan distribusi anggaran biaya pemasaran tidak langsung berikut ini dihitung berdasarkan kajian teori yang ada dalam landasan teori yang ada dalam landasan teori.000 1.000 16. Suplais kantor V 1.000 2. Biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi yang menikmati. manajer pemasaran.734. biaya asuransi dan biaya penyusutan. 1) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2001 TABEL III.000. biaya gaji manajer dan staf..000 2.000 1.000 .) Penagihan (Rp.) Penjualan (Rp.000.360. Pendistribusian ini selain dapat menunjukkan berapa jumlah biaya setiap fungsi pemasaran..

00 = Rp 2.15.000 34.484.200.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 207.. Tetap 21.782.320 42.179.550.000.929.880 1..280 32..000 2.093..00 = Rp 2. Variabel 1.568.9. B.7.568.550.000 2.000.00 = = Rp 214.000.600 5.19.820 30.000.000 1. B.000 25.000.600.568.145.820 64.756.313.000. Sesungguhnya 23.898.000 10.755.. sambungan V .00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 207.555..00 = Rp 828.000 = Rp 2. penagihan V . produksi V .246.691.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 214.145.4.280 7. penyusutan T 1.000 .000.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 207.100 15.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 214.6.000 = Rp 856.050.220 6.800.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 214. B. B.880 Jumlah B. Kesejahteraan Krywn = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.557.000 1..280 25.400 633...650.798.000 = Rp 2.685.000.000 38.000.5.600 14.600 3.000 3.480 Jumlah 3.825.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.000 1.5.000.556.000 2.320 23. B.484..000.000 .850.00 = Rp 828.311.926.000 .00 59 Fungsi Langganan = 12 x Rp 214. listrik V .000 2.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 214.449.663.000 2.600 42.000 506.000 3.720 1.1.00 Fungsi Adm. Pemasaran = 12 x Rp 214.680.000. transmisi & distribusi V .680.000 1.680.6.880 Jumlah B.734.558.207. Gaji manajer & staf T 828.882.038.522.000.100 4.800.000 50.000.000 1. asuransi T 759.625.000.000 .996. kesejahteraan karyawan T 856..699.600 39.000 BTL FUNGSI 1.000 18.000 828.000.484..820 14.000 Jumlah 19..496.756.000. B.000 7.405.100 874.914.6.000 856.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 207.600 759.320 3.000 = Rp 856.880 Jumlah B.000 . Insentif V .199. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan B.863.000 = Rp 2.749.8.000 . B.000.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 = = Rp 207. B.00 = Rp 856.325.400 4.000 2.000 28.100 13.000.

Fungsi Penagihan = 4 x Rp 207.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 21862.00 = Rp 3. Pemasaran = 40 x Rp 21.00 = Rp 828.000.00 = Rp 874.600.00 = = Rp 21.720.00 2) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2002 TABEL III.660.) Penagihan (Rp.311.660.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 21.660.00 = Rp 759.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 9.00 Fungsi Adm.862.00 = = Rp 12.720.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 12.00 Fungsi Penagihan 50 x Rp 21.) Langganan (Rp.600. (Rp.) Penjualan (Rp.000.00 = Rp 1.000.558.862.660.093.660.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 21862.798.00 = Rp 633.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 12.00 Fungsi Adm.00 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 16.) 12345678 BL FUNGSI .400.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 12.862.500. Pemasaran = 40 x Rp 12.00 = Rp 1.) Teknik (Rp.880.00 = Rp 1.000.) Adm.660.311.660.00 60 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 12.00 Fungsi Adm.100.000.246.00 = Rp 6.400 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 12.600.038.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 21.00 = Rp 3.480.862.00 = Rp 5.484.000.495.862.00 = Rp 2.3 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.396.00 = Rp 759.00 = Rp 506. Pemasaran = 12 x Rp 207.

578.750.652.100 16.000 4. penagihan V .256.010..000 2.18.000.756.500.000 5.00 = Rp 884. B.777.857.100 15.00 62 Fungsi Adm.652.525.000 1. penyusutan T 1.7.038.21. Gaji karyawan T 13.000 17.459.000. kesejahteraan karyawan T 880. Suplais kantor V 2.000. Pemasaran = 12 x Rp 220.00 = Rp 2..000 2.000 2.620 14. promosi T 6.180.000.000 4.000 49.700.676.000 1.220..093.280 44.000 2.000 1.000 Jumlah B.000.000.000.000 2.170.000.00 = = Rp 220.000 10.000. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.000 985.00 = Rp 880.540.000 34.640.199.687.00 = Rp 880.000 .000.013.000. Sesungguhnya 25. Gaji manajer & staf T 884.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 221.501.00 = Rp 2.470.000 2.8..000.765.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.000 17.000 .278.400 633..00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 221.000 28. B.164. transmisi & distribusi V .00 = Rp 2.000 ..000.000 .00 = Rp 2.000 2.000.052.000.000 980.000 Jumlah B.61 1.000.620 39.691.00 = Rp 880.260.. listrik V .9.6.266.000.000 Jumlah B.880 1.000 26.890.065.000.000 2.000 54.000 37.000 BTL FUNGSI 1.5.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 220.000 1.640.016.000 .620 42.734.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 221.000 2.275.000.179.898.000 5..000 822.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 220.215.000 2.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 221.777.929.663.000 2.. B.246.620 3.5.000 3. Variabel 2.000 Jumlah 21.000..837.600. B. B.500.480.782.484.000 Jumlah 4.000 37.6.582.000.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 220.000.280 36.00 = Rp 884. B.6.895.000 3.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 220.280 7. Insentif V .000 7.550.000 27.196.000 2..000 548..547.000 .275.000..000.000 71.00 = = Rp 221. B.289.230. produksi V .734.960..000 2..640.996. Tetap 23.746.100 4.000 1.000 7.666.7..100 1.00 = Rp 2.4. B.000 54.201.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 220.000 25.000. sambungan V .271.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. B.000.000.000 21.000 12.000 29. asuransi T 822.613.00 .

725.00 = = Rp 13.000.000.652.) Penagihan (Rp.00 = Rp 1.288..) 12345678 BL FUNGSI 1.300.00 = Rp 548.224.00 = Rp 7.000.000 1.000.00 = Rp 3.450. Suplais kantor V 2.300.000 19.00 = Rp 4.) Adm.000.000.900.360.00 3) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2003 TABEL III.000.052.300.660.312.00 = Rp 1.00 = Rp 884.250.000.700.600.00 = Rp 1.000.00 = Rp 822.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 19.- .860.00 Fungsi Adm.700.00 63 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 13.00 = Rp 685.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 26300.000 18.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 13700.000.000.4 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 26.00 = Rp 1.) Penjualan (Rp.000 12.110.000.000 37.. promosi T 9.00 = Rp 6.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 26300.700.000.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 10.000.) Teknik (Rp.000.00 = Rp 2.578.000 20.275.00 = = Rp 26. Pemasaran = 40 x Rp 13.000 . Gaji karyawan T 15.577.300.315.000 2.900.325.000 13.000 3..578.000.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 13. Pemasaran = 40 x Rp 26.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 221.350.225.890.00 Fungsi Adm.) Langganan (Rp.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 26.000 2. Pemasaran = 12 x Rp 221.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 13.700.000 2. B.700.300.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 26. (Rp.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 13700.00 = Rp 822.953.000 2.

000.000 3.000.237.000 754.00 = Rp 984.000 603.446.000.200 17.279.000.000 3.00 = Rp 2.00 = Rp 2.184.968.00 = Rp 996.000.000..399.619.437.178.877.6.952.000 47.879.000.370.7.000 7.7.- 64 8.00 c) Distribusi Biaya Asuransi .000 18.000 58.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 = = Rp 249.578.214.000 40.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 246.200 57.643.241.000 Jumlah 27. listrik V .000 Jumlah B. B.000.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 246.350.000 1.520.200 54.000.00 Fungsi Adm.000.000 14.000.668. B. B. B.000.000 8.672.800 4.000 4.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 249.9.000 1.00 = Rp 2.000 996.000 40.000.00 = Rp 2.486.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi 65 Rp 12.00 = Rp 996. penyusutan T 1.000 2. produksi V .390.221..000 .000.000 Jumlah B.00 = Rp 2. B.040. B.00 = Rp 2..000 2.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 249.577.000 38.000 29. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 1.000 2.000 3.4.800 75.000..000 3.000 42. Tetap 29.000 17.000. B.546.000.000 19.112.21.000 5...000 984. Insentif V .180. Variabel 2.5.200 6. sambungan V .524.952.00 = Rp 984.000 1.000.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 249. B.504.699.379.000 3..8. penagihan V .000 2.000 .164. Pemasaran = 12 x Rp 249.953.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 246.988. Sesungguhnya 31.404..358.000 9.614.000 BTL FUNGSI 1.599.000 .1. asuransi T 822. kesejahteraan karyawan T 880.552.000.800 35.000.540.988.000.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 249.6.00 Fungsi Adm.988.000 30..000 904.000.722.000 Jumlah B.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 246.000..000 .522.00 = Rp 984..820.534.000.800 16.000 4. transmisi & distribusi V .164.000.00 = Rp 996.000 Jumlah 4.783.617.000.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 246.908.444.952.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 249.998.000 29.000 . Gaji manajer & staf T 884.7.845.000..743.000 1.00 = = Rp 246.000 1..254. Pemasaran = 12 x Rp 246.000 3.929.000.

750. sambungan V .000 21.) Penjualan (Rp.668..000 37.000 2. B.325.000 - .000 3.425.220.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 27800.000.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15. B.Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.) Adm.760..000.000 .5 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.800.6.500.000 2.000.125..629.524.000 14.000 2. B.000 .350.800.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 27.6. listrik V .9.000. Pemasaran = 40 x Rp 15.080.. produksi V .800.00 = Rp 1.200 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan 66 Rp 20.00 = Rp 603.580.000 Fungsi Adm.4. Pemasaran = 40 x Rp 27.668.00 = Rp 1.7. Insentif V .179.310..080..000 ...00 4) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2004 TABEL III.080.7.000. Suplais kantor V 2.7.00 = Rp 904. B.200.340.000.000 12.800.080.080.000 .000 .000. B.000 1.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 27800.080.800.080.5.00 = Rp 1..660. (Rp.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 27.800.) Langganan (Rp. penagihan V .00 = Rp 1.000 3.865.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15..000.000 .8.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15..) Teknik (Rp. Gaji karyawan T 16.153.20.000 20.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15...00 = Rp 8.00 = Rp 904.000.390...00 = = Rp 27.400. B.) 12456789 1.850.9.800.000 19.00 = Rp 3.00 Fungsi Adm.112.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 27.1..900. promosi T 9.354.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.00 = Rp 754. transmisi & distribusi V .) Penagihan (Rp.900.00 = = Rp 15.00 = Rp 4.000.672.00 = Rp 6.750.

Tetap 30.502.940.235. B.562.000 990.520.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 251.035.980.000 4.960.005.00 = Rp 992.502.000 1.00 .000 1.000 Jumlah B.00 = Rp 992.00 = Rp 3.007.000 4.000 2.000 1.000 10.000 BTL FUNGSI 1. asuransi T 825.00 = Rp 2.555.000 29. B.000 7.840.960.500.000 695.000 3.000 57. Gaji manajer & staf T 890.00 = = Rp 251.000 8.000 45.000 18.00 = Rp 2.840.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 248.400.00 = Rp 1.00 68 Fungsi Teknik = 12 x Rp 251.449.000 16.960.978.530.000 Jumlah B. Pemasaran = 12 x Rp 248.940.018.000 3.263.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 248.153.480.475.132.820.960.000 2.000 5.800 3. kesejahteraan karyawan T 895.000 18.250.007.000 4.854. Variabel 2.00 = Rp 2.820.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 251.00 = Rp 1.000 54.000 Jumlah B.001.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 248.660.00 Fungsi Adm.807.580.982. Sesungguhnya 32.200 5.000 3.000 965.708.960.00 = Rp 1.000 1.402.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.321.232.000 41.000 2.455.425.875.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 251.00 = Rp 3. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.023.000 74.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 950.520.000 19.235.000 38.825.000 50. penyusutan T 1.978.235.000.023.520.235.370. B.000 3.00 = Rp 3.820.524.235.000 1.000 14.456.978.000 39.000 31.000 3.650.00 = = Rp 248.007.000 31.474.235.820.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 248.695.000 4.235.840.000 67 Jumlah 4.350.709.000 1.Jumlah 28.940.000 1. Pemasaran = 12 x Rp 251.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 251.235.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 248.00 = Rp 992.000 57.750.960.000 16.850.880.405.268.685.283.960.000.855.000.000 36.023.

Total Biaya d.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.00 = Rp 1.000.= = Rp 15.400. Penagihan Jumlah penagihan f.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 28.720. Penjualan Jumlah rupiah c.000.500.000. Promosi Jumlah rupiah b. Pemasaran = 40 x Rp 28. Langganan Jumlah air yang dibutuhkan pelanggan e.000.000. Teknik Jumlah produksi d.000.00 = Rp 8.000.000.000.000.680.000.600.6 .000.00 = Rp 1.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 28.000.00 Fungsi Adm. Total Biaya Tetap per fungsi c.000.120.7.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15. Pemasaran = 40 x Rp 15. seperti yang terlihat dalam tabel III.00 = Rp 750.00 = Rp 900.000.00 Menyusun tabel untuk menghitung tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksi per fungsi yang meliputi : a.000.000.000.000. Total Biaya Variabel per fungsi b.680.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 28.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.00 = = Rp 28.000 Fungsi Adm. Kapasitas Normal.000. .00 = Rp 1. Administrasi Pemasaran Jumlah rekening pembayaran PDAM 70 Dalam hal ini PDAM Sragen telah menetapkan kapasitas normal yang terjadi setiap tahunnya.00 = Rp 3.00 = Rp 600.000.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 28. Kapasitas normal merupakan kapasitas yang terjadi dalam keadaan atau kondisi normal (kondisi yang dipakai untuk menghitung tarif) yaitu suatu kondisi yang dicapai perusahaan pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama periode tertentu.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.000. dikurangi dengan hambatan yang disebabkan oleh faktor eksternal.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 21.00 = Rp 4.000.00 = Rp 900.400.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.00 69 Fungsi Teknik = 300 x Rp 28.000. dengan satuan pengukur jasa sebagai berikut : a.000.000.00 = Rp 6.00 = Rp 1.

250.000 F.000 20.000 1.000 26. adm. Penghitungan Tarif Tetap (TT) per fungsi diperoleh dari : Total Biaya yang perfungsi TT = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100% sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1. teknik m3 20. penagihan kali 4 4 4 4 F.786 342.000.000 950.055.000.000.000 1.000 18.000 F.065.000 500.065. KETERANGAN TAHUN 2001 2002 2003 2004 BIAYA TETAP .000 350.TABEL III.000 20.000 20.000 975.000 20.000 F. pemasaran lembar 350.000.000 22.000. 16.000.000 20.000.000 19.000 570. penjualan Rp.8 PENGHITUNGAN TARIP BIAYA TETAP PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 NO.468 567.00. 2004. langganan m3 20. penjualan Rp.00.000 20.000. teknik m3 20.000.000 20.000 F. pemasaran lembar 345.000.000 20.000. promosi Rp. 765.087. 2004.6 KAPASITAS NORMAL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS NORMAL 2001 2002 2003 2004 F. TABEL III.000.000 20.000.000 20. penagihan kali 4 4 4 4 F.500.000. 750.000 20.000 F.000.085.000.000 20.000 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 F.000.025. Anggaran Fleksibel Tabel Kapasitas Sesungguhnya.095. adm.110 452.7 KAPASITAS SESUNGGUHNYA PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS SESUNGGUHNYA 2001 2002 2003 2004 F.000 F.055. 15. dapat dicari dengan rumus : AFKS = Total Biaya Tetap + (KS x TV) Keterangan: KS = Kapasitas sesungguhnya TV = Tarif variabel TABEL III.000 800. langganan m3 20.000 825.000. Penghitungan Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari : 71 Total Biaya variabel perfungsi TV = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100%.250.095. promosi Rp.040.087.000 22.085.040. sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000 25.410 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 F.

775 9. adm.100 36.80 4. F.000.000 lt Rp 25.000.402. F.000 20. F.000 KAPASITAS NORMAL 1. Pemasaran = x Rp 1.000.000 20.51 / m3 20.000 20.280.200 36.358.321.000.756.34 1.00 Rp 23.280 54.000 22.459. penagihan 25.145.184.000 54.000 m3 Rp 39. pemasaran 13.555.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.756.000. F.000. promosi 143.820 26.775 7.820.00 = Rp 39. promosi 15.145. F.100.040.70 5.000 4. F.980.000.530. adm. pemasaran 345.00 / m3 20.555. langganan 39.000 3. F.58 45.087.500 6.000 18.000.800 18.750 7. F.000 6.000 20.000 5. F.000.100 30.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.51 1.000 17.000 25.666.000 30. teknik 30. penjualan 750. penagihan 4 4 4 4 6.320.000. F.82 2.424.00 .55 39. Tarif Biaya Tetap Tahun 2001 Rp 21. langganan 2 1. F.320 23.73 1. Tarif Biaya Tetap Tahun 2002 Rp 23.777.114.000 950.582.58/lbr 345. pemasaran 39.99 2.756. adm. Total Biaya Tetap Setiap Fungsi 72 TT = Kapasitas Normal a. F.279.685.65 121.000.000 1.71 2.040.000 5.468 567.569.929.600 34. penjualan 23. promosi 21.065.877. F.929.000.000 29.17 % Rp 750. teknik 1.040.000 18.132.600.446.00 = Rp 6.424.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000. F.775 / kali 4 kali Rp 13.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 143.000.00 Rp 30.17 3.000 4.43 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.880 15.76 1. 2004.000 800.110 452.929.280 39.000 3. F.1.087.699. F.00 = Rp 2.455.880.699.065.000.87 32. F.000.786 342. F.70 132.777.88 1.882.685.000 20.000 20.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3. penjualan 3.620 35. langganan 20.000 31.000 2.000 18.410 TARIP BIAYA TETAP 1. teknik 20.70 % Rp 15.09 132.786 lembar b.000.90 3.00 = Rp 1.000 2.000. penagihan 6.

000.200.00 = Rp 1.279.000.000.000. Pemasaran = x Rp 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.00 Rp 34.000.000.000.55 / lbr 342.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.040.750 / kali 4 kali Rp 18.582.00 Rp 26.000.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.065.065.00 Rp 35.929.000.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.00 Rp 18.040.000.00 Rp 17.184. Pemasaran = x Rp 1.000.00 = Rp 39.000 lt Rp 30.000 m3 Rp 39.877.99 / m3 20.34 % Rp 800.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 = Rp 9.100.775 / kali 4 kali 73 Rp 15.800.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 121.90 % .09 % Rp 18.71 / m3 20.000 lt Rp 36.459.00 = Rp 45.73 / m3 20.110 lembar c.280.Fungsi Promosi = x 100 % = 132.00 = Rp 7.000.040.000.000.620.82 % Rp 25.00 = Rp 1.666. Tarif Biaya Tetap Tahun 2004 Rp 30.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.980.114.00 = Rp 2.87 / lbr 452.65 % Rp 22.00 = Rp 1.569.000.00 Fungsi Adm.76 / m3 20.000.88 % Rp 950.468 lembar d. Tarif Biaya Tetap Tahun 2003 Rp 29.000 m3 Rp 54.000.358.756.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 132.446.455.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.000.

000 2. penjualan 750.000.504.000 2.000 3.087.050.350.010.73 1.275. F. F.132.350.000 22.15 0.00 = Rp 2.000 m3 Rp 54.40 3. 2004.800.000.70 / m3 20.580. penjualan 2.68 9. penjualan 18.000. F.530.000 5. teknik 1. promosi 15.786 342.065.087.000.370. pemasaran 4. adm.00 Fungsi Langganan = x Rp 1. F.000. Tarif Biaya Variabel Tahun 2001 .501. F. F.953.78 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.400. penagihan 4 4 4 4 6. langganan 0.000.410 lembar TABEL III.000. VARIABEL 1.000.000 4.000 5.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000 1.80 / m3 20. F. VARIABEL 1.000 3.000 800.000 25.000 KAPASITAS NORMAL 1. adm.43 / lbr 567.734.000 2.33 11.000 3.73 3.00 Fungsi Adm.00 = Rp 1.000 Rp 36.00 = Rp 32.000 8.000 38.500 / kali 4 kali 74 Rp 18.000 31. adm. F.153.9 PERHITUNGAN TARIP BIAYA VARIABEL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 TAHUN NO. F.000.321.16 5.000 2. Total Biaya Variabel Setiap Fungsi TT = Kapasitas Normal a.000.49 2.734.000 20.000 1.000 20.882.756.000 1.000 2.087.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.065. promosi 1.522. F.500 1.91 4.60 2.000 4.000. F.164.12 3.000 20.000 2.000 18. F.000 950.000 7.850.000.11 10.13 3. F. F.85 2 1.680.00 = Rp 7.000. pemasaran 345.000. Pemasaran = x Rp 1. KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 B.040.000 2.000 6. promosi 12.762. F.14 0.000 lt Rp 31.000 20.500 6.939.51 3.087.14 0.283.040.410 TARIP B.643.000 27. pemasaran 1.000 40.577.000 2. F.126.000 29. F.000 37. penagihan 1.468 567.110 452.087. F. teknik 20.000.402.000 2.44 3.000 20.000 1. langganan 2. penagihan 7. teknik 34. langganan 20.000 8.000.000.000 20.000.Rp 1.

320 42.685.100 16.14 1.799.100 13.33 2.000 7.000.663.145.100 15.250.44 % Rp 800.000 34.820 99. Tarif Biaya Variabel Tahun 2002 Rp 2.000. variabel 1.187.17 / m3 20.500 / kali 4 kali Rp 1.880 B.929.010.540.000.000 1.000 20.40 Total tarif 156.250. adalah : TABEL III.501.835.424.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.600 42.33 % Rp 15.73 / m3 20. tetap 21.685.000 20.000 1.000 20.000 4 350.000 7. tetap (TT) 143.555.70 3. Pemasaran = x Rp 1.000.800.51 1.820 64.000 m3 Rp 2.762.73 0.756.000.150.000 18.000 2.24 2.556.522.858.500 4.775 39.00 Rp 27.000 Anggaran fleksibel 220.786 Kpst sesungguhnya (KS) 16.000 750.000 4 345.320 23.000.68 3.000 20.680.00 Rp 37. 23.000.00 Fungsi Adm.000.600 39.00 75 Rp 34.00 = Rp 4.00 = Rp 0.000.032.000. variabel (TV) 12.000.880 Sumber : Data yang diolah.280 39.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 2.280 32.825.000.734.850.10 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2001 eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.000.000 1.58 Tarif B.Rp 1.786 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.000 765.207.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.280.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.050.749.000.498.706.000.000.100 45.050.000.405.699.17 1.00 = Rp 1.275 43.000.00 76 .000. B.880 Kpst normal (KN) 15.03 5.11 % Rp 18.000.500 2.000.747.800.920.280 25.000 Total B.734.00 = Rp 1.40/lbr 345.962.000.820 30.000 Tarif B.00 Rp 18.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 11.000.14 8.98 KS x TV 197.522. b.762.51 % Rp 750.000.000.050.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 12.000 35.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.51 2 6.320 1.680.000 lt Rp 7.000.850.

B.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.85 0.000.000 27.892.73 Total tarif 143.620 42.040.100 15.000 20.Fungsi Teknik = x Rp 1.99 9.000 2.55 Tarif B.065.126.676.756.000.000.000 20.28 KS x TV 211.000.838.620 39.000 2.110 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi. 25.305.459.000 4 342.000 Total B.000 800.164.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 10.775 45.000.000 1.11 3.090.20 6.775 49.734.000 825.055.582. tetap (TT) 132.500 Sumber : Data yang diolah.939.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.666.12 % Rp 950.867.000.00 = Rp 2.00 = Rp 0. c.756.350.00 = Rp 0.000 lt Rp 8.00 Fungsi Adm.73 1.000.000.010.040.280 36.040.14 1.100 16.778.000.980 51.58 2.00 .000 7.000.85 / m3 20.000 26. tetap 23. Pemasaran = x Rp 1.756.000.00 Rp 29.734.500 Anggaran fleksibel 236.000.971.000 37.000 37.000 4 350.000 54.11 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2002 etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. adalah : TABEL III.101.777.000.000 Kpst normal (KN) 18.756.275.000.000 m3 Rp 2.000 / kali 4 kali Rp 1.14 / m3 20.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.470. variabel 2.000 / kali 4 kali Rp 1.663.504.000 34.257.257.162.929.577.73 / lbr 342.000 1.000 20.100 18.114.370 45. variabel (TV) 11.000.00 = Rp 3.700 7.053.280 44.00 = Rp 2.00 / m3 20.040.00 = Rp 1.000 71.000 B.000 108.055.00 = Rp 1.953.110 Kpst sesungguhnya (KS) 19.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 3.68 % Rp 22.000.275.643.34 1.000.807.215.000 m3 77 Rp 2.000 Tarif B.000 lt Rp 7. Tarif Biaya Variabel Tahun 2003 Rp 2.15 / m3 20.939.777.13 11.000.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.000 20.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.09 3.000.44 1.501.000 2.857.00 Rp 40.78 3.750 2.065.

Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 3,49 / lbr 452.468 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.12 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2003
etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 29.184.000 17.877.800 35.358.200 54.446.000 30.279.000 18.040.000 B. variabel 2.350.000 29.643.000 40.164.000 2.953.000 8.504.000 1.577.000 Total B. 31.534.000 47.520.800 75.522.200 57.399.000 38.783.000 19.617.000 Kpst normal (KN) 22.000.000 950.000.000 20.065.000 20.065.000 4 452.468 Kpst sesungguhnya (KS) 22.500.000 975.000.000 20.085.000 20.085.000 4 500.000 Tarif B. tetap (TT) 132,65 1,88 1,76 2,71 7.569.750 39,87 Tarif B. variabel (TV) 10,68 3,12 2 0,15 2.126.000 3,49 Total tarif 143,33 5 3,76 2,86 9.695.750 43,36 KS x TV 240.300.000 3.042.000.000 40.170.000 3.012.750 8.504.000 1.745.000 Anggaran fleksibel 271.834.000 3.089.520.800 115.692.200 60.411.750 47.287.000 21.362.000

Sumber : Data yang diolah. d. Tarif Biaya Variabel Tahun 2004 Rp 2.400.000,00 Fungsi Promosi = x 100 % = 9,60 % Rp 25.000.000,00 Rp 31.283.000,00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3,13 % Rp 1.000.000.000 Rp 38.370.000,00 Fungsi Teknik = x Rp 1,00 = Rp 1,90 / m3 20.087.000 m3 78 Rp 3.153.000,00 Fungsi Langganan = x Rp 1,00 = Rp 0,16 / m3 20.087.000 lt Rp 8.350.000,00 Fungsi Penagihan = x Rp 1,00 = Rp 2.087.500 / kali 4 kali Rp 1.580.000,00 Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 2,78 / lbr 567.410 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.13 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2004
eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 30.455.000 18.980.000 36.132.000 54.321.000 31.530.000 18.402.000

B. variabel 2.400.000 31.283.000 38.370.000 3.153.000 8.350.000 1.580.000 Total B. 32.855.000 50.263.000 74.502.000 57.474.000 39.880.000 19.982.000 Kpst normal (KN) 25.000.000 1.000.000.000 20.087.000 20.087.000 4 567.410 Kpst sesungguhnya (KS) 26.000.000 1.025.000.000 20.095.000 20.095.000 4 570.000 Tarif B. tetap (TT) 121,82 1,90 1,80 2,70 7.882.500 32,43 Tarif B. variabel (TV) 9,60 3,13 1,91 0,16 2.087.500 2,78 Total tarif 131,42 5,03 3,71 2,86 9.970.000 35,21 KS x TV 249.600.000 3.208.250.000 38.381.450 3.215.200 8.350.000 1.584.600 Anggaran fleksibel 282.455.000 3.258.513.000 112.883.450 60.689.200 48.230.000 21.566.600

Sumber : Data yang diolah. 2. Menyusun Biaya Pemasaran Sesungguhnya Dengan menyusun biaya pemasaran sesungguhnya dan distribusi biaya pemasaran sesungguhnya dapat diketahui berapa biaya pemasaran sesungguhnya disusun oleh PDAM Sragen seperti terlihat pada tabel III.2 sampai tabel III.5, yang kemudian dikelompokkan dan didistribusikan ke setiap fungsi pemasaran dengan langkah-langkah yang sama dengan pengelompokkan dan pendistribusian anggaran biaya pemasaran. Distribusi 79 biaya pemasaran sesungguhnya dapat dilihat pada tabel III.14 sampaidengan III.17. TABEL III.14 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 13.725.000 21.375.000 26.712.000 18.245.000 9.450.000 16.235.000 2. Suplais kantor V 2.050.000 1.770.000 2.295.000 1.425.000 1.934.000 2.030.000 3. B promosi T 6.225.000 - - - - 4. Insentif V - 17.025.000 - - - 5. B listrik V - 5.230.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 20.973.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 6.175.000 8. B sambungan V - - - - - 12.750.000 9. B penagihan V - - - 6.408.000 - Jumlah 22.000.000 45.400.000 29.007.000 26.078.000 11.384.000 58.163.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.052.842 1.051.512 3.191.512 1.978.842 1.523.780 2.121.512 2. Gaji manajer & staf T 836.139 838.363 2.906.166 2.699.166 1.449.000 1.871.166 3. B asuransi T 1.423.980 2.018.855 2.097.655 1.892.255 1.765.655 2.057.255 4. B penyusutan T 1.311.720 1.311.220 5.246.880 1.093.100 874.480 6.558.600 Jumlah 4.624.681 5.219.950 13.442.213 7.663.363 5.612.915 12.608.533 Jumlah B Sesungguhnya 26.624.681 50.619.950 42.449.213 33.741.363 16.996.915 70.771.533

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

TABEL III.15 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002

Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 121.111.000 14.200.000 16.235.000 26.712.000 31.800.000 21.640.000 2. Suplais kantor V 11.610.000 2.075.000 2.030.000 2.295.000 2.251.000 1.750.000 3. B promosi T 8.915.000 8.915.000 - - - 4. Insentif V 17.626.000 - - - - 17.626.000 5. B listrik V 6.675.000 - - - - 6.675.000 6. B produksi V 20.973.000 - 20.973.000 - - 7. B transmisi & distribusi V 6.175.000 - 6.175.000 - - 8. B sambungan V 7.000.000 - 7.000.000 - - 9. B penagihan V 5.800.000 - - - 5.800.000 Jumlah 205.885.000 25.190.000 52.413.000 29.007.000 39.851.000 47.691.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 11.300.000 1.117.842 2.184.512 3.254.512 2.041.842 1.114.512

80
2. Gaji manajer & staf T 11.280.000 949.139 1.984.166 3.019.166 2.812.166 953.363 3. B asuransi T 10.280.000 1.428.040 2.061.312 2.101.712 1.896.312 2.022.912 4. B penyusutan T 19.725.000 1.926.998 7.113.600 5.801.880 1.949.490 2.058.552 Jumlah 52.585.000 5.422.019 13.343.590 14.177.270 8.699.810 6.149.339 Jumlah B Sesungguhnya 258.470.000 30.612.019 65.756.590 43.184.270 48.550.810 53.840.339

TABEL III.16 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 16.870.000 23.340.000 37.658.000 20.810.000 12.880.000 23.340.000 2. Suplais kantor V 2.480.000 19.025.000 2.351.000 2.125.000 1.140.000 1.050.000 3. B promosi T 9.354.000 - - - - 4. Insentif V - 1.050.000 - - - 5. B listrik V - 8.475.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 19.025.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 8.475.000 8. B sambungan V - - - - - 8.000.000 9. B penagihan V - - - 6.854.000 - Jumlah 28.704.000 51.890.000 40.009.000 29.789.000 14.020.000 59.890.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.539.842 1.736.512 3.437.512 1.470.842 1.808.780 2.406.512 2. Gaji manajer & staf T 1.189.139 1.189.363 3.255.166 3.048.166 1.798.000 2.220.166 3. B asuransi T 1.431.540 2.026.212 2.105.012 1.899.612 1.773.012 2.064.612 4. B penyusutan T 2.114.498 2.246.052 5.989.380 2.136.990 1.061.980 7.301.100 Jumlah 6.275.019 7.198.139 14.787.070 8.555.610 6.441.772 13.992.390 Jumlah B Sesungguhnya 34.979.019 59.088.139 54.796.070 38.344.610 20.461.772 73.882.390

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

139..275.390.765.) Penagihan (Rp.) Penjualan (Rp.6.000 41..980 7.9..400.612 4..000 15.179.035. Selisih Kapasitas = (KN ± KS) TT atau AFKS ± Biaya Standar.. Biaya Variabel dianggarkan = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel..000.370. Selisih Anggaran = Biaya Sesungguhnya (BS) ± AFKS. B sambungan V . selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS..772 14.000 1.000 57.000 38.100 Jumlah 6.1. Sifat selisih: Jika BS < AFKS. e.380 2.487.000 14. Analisis Selisih Biaya Pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : a. 4. Biaya sesungguhnya per fungsi b..700. Biaya Standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total f. Gaji manajer & staf T 1.340.9.535.891.858.780 2.390 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen..000 29.612 1.000 9.421.708. B penagihan V .209.150.) BL FUNGSI 1.842 1.187.000 20.500.012 1..139 1.000 2. g.166 81 3.000 46.340.021.798..842 1.4. Gaji karyawan T 17.) Langganan (Rp.610 20...400.. B promosi T 9.960.815.6.166 1.300.338.019 54.. B transmisi & distribusi V . B penyusutan T 2.070 8.854.540 2.000 BTL FUNGSI 1.326..000 3.. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara total tarif dengan kapasitas sesungguhnya.390 Jumlah B Sesungguhnya 35.166 3. B asuransi T 1.363 3.161.139 14.255. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya 3.000 21. B listrik V . Sifat selisih : Jika BS > AFKS.051.097.086.5.000 2. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan .786.215. Total biaya tetap per minggu c...000 .056.000 13.139 56.019 7.063. Suplais kantor V 2.255.589.17 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Teknik (Rp. d.158.000 .000 .908.610 6.772 71. B produksi V .070 38.512 2.000 2.000 8.182. Insentif V .000 1.836.000 19.000.212 2.20.170. selisih anggaran bersifat menguntungkan. Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya.014.622.810.8.000 .Jumlah 29.512 3.512 1.) Adm (Rp.012 2.990 1.018.520.TABEL III.000 7.456.025.508..052 6.498 2..350.048.000 3.271.005. B ksjhtrn karyawan T 1.012.

225.000 7.000 17.800.406.000 1.175.000 20.000 276.725.610. B asuransi T 9.302.032.000 20.000 20.000 5.000 6. Dari rumus di atas dibuat perhitungan dan tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antara masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.000 57.000 5.000 134.000 Jumlah 47.641.) BL FUNGSI 1.000 83 3.470.000 12. Total Selisih = Selisih Anggaran + Selisih kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya.171.600.408.000 Jumlah Biaya Pemasaran 239.Jika BS > AFKS.000 124.973.000 9. B penagihan V 6.000 8. Suplais kantor V 11.000 11.000 19.650.600. Gaji manajer & staf T 10. B produksi V 20. B sambungan V 12.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.898.000.000 9. B penyusutan T 16.050. V = Biaya Variabel: BL = Biaya Langsung.000 6.000 9.025.300.043.475.) 2004 (Rp.275.000 11.000 7.000 258.) 2002 (Rp.000 30.025.552.000 6.626.396.000 8.000 28.000 2. B listrik V 5. selisih anggaran bersifat menguntungkan.300.000 12.000 6.175.438.000 4. BTL = Biaya Tidak Langsung. Gaji karyawan T 105.920.810.850. TABEL III.000 11.111.973. B = Biaya 5.025.000 21.000 8.000 281.585.000.000 2.000 10.000 8.18).000 8.000 12.700.475.000 224. Dalam mencari selisih yang terjadi antara realisasi dana anggaran penulis mendasarkan pada perhitungan dari data yang dibuat oleh PDAM Sragen dengan kalkulasi penulis kemudian dibandingkan dengan anggaran yang disusun oleh oleh PDAM Sragen yang disesuaikan dengan teori yang ada dalam landasan teori (Tabel III.915.250.250.000 4.504.854.744.000 19.742.000.000 12.000 9.000 3.280.675.490.000.750.18 REALISASI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp. B transmisi&distribusi V 6. 82 h.354. Insentif V 17.000 6.000 11.230.000 205. Keterangan : T = Biaya Tetap.885.) 2003 (Rp.000 9.000 8. B promosi T 6.144.000 52.280.000 Jumlah 192.000 57.700.400.700.350.000 BTL FUNGSI 1. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran .000 121.300.000 1.000 219.000 11. B ksjhtrn karyawan T 10.

920.00 Fungsi Teknik = 20. 2. 37. 2 = Rp. 3.170.504.280.700.000.000.000. 0.00 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.000.500.012.00 x 11. Jika besarnya selisih 5% atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih < 5%) b.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.60 % = Rp 249.000 m3 x Rp. 0.000.00 Fungsi Teknik = 20.000.807. 1.000.15 = Rp 3. 40.000.756.00 Fungsi Teknik = 20.40 = Rp 1.000 m3 x Rp.000 = Rp 7.000.540. Jika besarnya selisih lebih besar dari 5% dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) 6.91 = Rp.000.00 .00 Fungsi Adm.000.12 % = Rp 3.Guna menilai pengendalian biaya pemasaran.150.000 m3 x Rp.000 x Rp.14 = Rp 2.00 x 9.055. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. 1. Pemasaran = 350. 1.032.000 Fungsi Penjualan = Rp 1. 1. 0.000 m3 x Rp.00 Fungsi Teknik = 20.025.300.000 x Rp.000.000. 3.00 Fungsi Adm.000 x Rp.00 Fungsi Langganan = 20.00 x 3.095.00 x 2.042.000.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.835.090.00 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19. oleh PDAM Sragen menggunakan kebijakan dengan batas persentase penyimpangan sebesar 5 %. 38.000 = Rp 8.450.000 m3 x Rp.250.838.381.939. 35.000.000 m3 x Rp.00 x 10.00 x 12.000 m3 x Rp.00 x 3.73 = Rp.51 % = Rp 1. Biaya Variabel Dianggarkan (BVD) = KS x TV Keterangan : KS = Kapasitas Sesungguhnya TV = Tarif Variabel Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.14 = Rp 2.73 = Rp 1. Pemasaran = 500.250.000.101.000.208.000.00 Fungsi Adm.000 Fungsi Penjualan = Rp 825. Pemasaran = 350.126.500.00 x 3.745.00 84 Fungsi Langganan = 20.49 = Rp 1.000. Melakukan Analisis Terhadap Penyimpangan Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun.085.00 Fungsi Langganan = 20.500.750.000. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.000.68 % = Rp 240.065.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.762.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.000.85 = Rp.500 = Rp 7.13 % = Rp 3. 4.000.33 % = Rp 197.305.00 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.050.000.000. a.000.750.11 % = Rp 211.000.055.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 1.250.000.44 % = Rp 2.600.

184. 35.000 = Rp.000 + Rp.584.000 + Rp.200 = Rp.566. 60. 54. 29. 31.23.500 = Rp 8.000 Fungsi Penjualan = Rp.455.100 + Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.1. Pemasaran = 570. 30.000 = Rp. Perhitungan Biaya Standar BS = KS x TT Keterangan : BS = Biaya Standar . 2. 30.000 m3 x Rp. 45. 23.470. 54.685.000 + Rp.540.504. 39.000 + Rp.883. Perhitungan Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya 85 AFKS = BT + BVD Keterangan : AFKS = Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya BT = Biaya Tetap BVD = Biaya Variabel Dianggarkan Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp.971.095.215. 15.087. 197.000 + Rp. Pemasaran = Rp.685.000 = Rp.300.100 Fungsi Adm.100 Fungsi Adm.012.880 + Rp. 271. 8.756. 99.000.132.000 = Rp.280 Fungsi Penagihan = Rp.520.745.000 Fungsi Adm.530. 1. 3.370 Fungsi Langganan = Rp. 1.980 Fungsi Penagihan = Rp.600 8. 18.36.00 7. 16.877.089.000 = Rp.807.16 = Rp 3.498.699. 34.800 Fungsi Teknik = Rp.162. 1. 21.411.000 + Rp.000 + Rp.402.582.230.880 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp.446. 236. 3.750 Fungsi Penagihan = Rp.258.279.750 = Rp.000 + Rp.584. 51.3. 39.000 = Rp.600.962.000 + Rp.000 x Rp.257.215.000 Fungsi Penjualan = Rp.000 = Rp.170.320 Fungsi Penjualan = Rp.200 Fungsi Penagihan = Rp.835. 108.000 + Rp.381.747. 2.892.600 = Rp.00 Fungsi Adm. 40.000.692.18.000 = Rp.042.000 = Rp.350.287. 2.858. 45.920.101.450 Fungsi Langganan = Rp.834.208. 18.200 + Rp.050.305. 21.513. 2.150.000 Fungsi Teknik = Rp.000 = Rp.17. 47. 30.450 = Rp.250.000 Fungsi Teknik = Rp. 112.35. 3. 2.000 = Rp.555.756.620 + Rp.321. 7. 21.000 + Rp.600 + Rp. 60. 0.350.500 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp.706.000 = Rp.320 + Rp. 39. 211.929. 3. 220.280 + Rp.358. 7.838.200 Fungsi Langganan = Rp. 1. 282.090.280 + Rp. 38. 115. 18.455.777. Pemasaran = Rp.778. 1.000 + Rp.929. Pemasaran = Rp.000.750 = Rp. 48. 8.000 = Rp.000 86 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp.600.459.666. 13.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.Fungsi Langganan = 20.700 = Rp. 37. 3.280.820 + Rp.000 Fungsi Adm.800 + Rp.000 = Rp.000 = Rp.867.26.820 Fungsi Teknik = Rp.799.000 = Rp.040.689.145.032. 2.980.100 + Rp.200. 249.78 = Rp 1. 25.100 Fungsi Langganan = Rp.000 = Rp. 240.756.362. 36.500 = Rp. Pemasaran = Rp.000 + Rp.

03 % = Rp 5.000 m3 x Rp 3.000 Fungsi Langganan = 20.98 = Rp 15.78 % = Rp 5.069.000 x 6.775 = Rp 44.000 m3 x Rp 2.875.76 = Rp 75.055.000 Fungsi Teknik = 20. Pemasaran = 570.480.42 % = Rp 3.24 = Rp 65.000. Pemasaran = 350.000 m3 x Rp 2.224.416.000 x Rp 49.000 Fungsi Penjualan = Rp 825. Dalam hal ini telah disusun anggaran biaya pemasaran.13 = Rp 42.155.250.700 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.750.68 % = Rp 4.717.86 = Rp 57.000 m3 x Rp 2..053.000 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 8.925.695.970.085.593.880.100 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.28 = Rp 17.000 x 156.443.783.000 x 5 % = Rp 4.19 88 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2001 .000 m3 x Rp 2.187.000 x Rp 35.20 % = Rp 2. Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis biaya pemasaran lihat tabel III.450 Fungsi Langganan = 20.86 = Rp 57.700 B.21 = Rp 20.600 Fungsi Langganan = 20.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.749.055.085.000.000.000 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.345.000 Fungsi Adm.100 87 Fungsi Adm.000.000.000 x 5.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.71 = Rp 74.471.215.000 m3 x Rp 3.000 Fungsi Teknik = 20.000 = Rp 39.000 x Rp 43. sehingga hasil perbandingan antara anggaran dan realisasinya dapat dipakai sebagai analisis pengendalian biaya pemasaran.680.095.58 = Rp 71.250.KS = Kapasitas Sesunggunhnya TT = Tarif Tetap Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.000 Fungsi Adm.248.000 Fungsi Teknik = 20.900 Fungsi Langganan = 20.000.19 sampai tabel III.000 Fungsi Teknik = 20.025.150 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 11. Pemasaran = 350.800.000 x 143.000.000 m3 x Rp 3.03 % = Rp 2.000 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.750 = Rp 38.393.22 % = Rp 3. Setelah dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat perbandingan antara realisasi dan anggaran.500.720.000.14 = Rp 43.36 = Rp 21.000 x 5.200.100 Fungsi Adm.552. Pemasaran = 500.000 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19. Pembahasan 1.335.000 x 131.000 x 143.095. yang nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan apakah pengendalian yang dilakukan oleh PDAM Sragen sudah tepat atau belum.000 m3 x Rp 3.796.519.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.22 di bawah ini : TABEL III.496.500.920.275 = Rp 32.000 x Rp 43.610.

900.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.00 7.163. Pemasaran 16.066.00 5.00) R 2.929.631.767.120 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 167.496.703.857.320. Keterangan : L = Laba..663.677.00 R Jumlah 6.000.498.000. Promosi 25.259.000.720.720 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 671.820.906.677.00 Jumlah 255.620.00 23.00 32.345.Fungsi B.000.00 35. Penagihan 44.520.00) R 2.466.00 (1.00 (101.000.820.455.520 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 431.100.00 156.00 .00 15.906.225.943.100 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.00 2.290.280.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.11.280. R = Rugi.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.120.280.00 13.000. Pada tahun 2001 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.266.00 6. Adm.200.000.00 L 1.000.000.000.743. Dan total selisih dapat mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.00 R 431.455.920.500. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 6. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 1.000 yang merugikan.401.470.21).100.290.820.640.720.145. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 11. Berdasarkan fungsinya 2001 (Tabel III.00 2.215.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.00 L (2.720.180.756.00 1. Penjualan 54.820.797.00) R 4.000.00 2.000.00 221.764.000.540. Langganan 43.861.100. Teknik 65. Teknik 71.00 25.066.466. Promosi 2.973.880.000.000.699.500.00 4.820.620.293.00 3.312.259.00 65.00 L (4.293.500.000. Maka dapat diketahui pada tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6.406 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.00 1.100. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi 89 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 195.00 23.889.000.00 L (6.00 (2.889.00 L 6.00) R 5. di mana AFKS > biaya standar.00 30.631.100.00 42.00 39.393.610.406.036.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 570. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 4.00 6.100.498.00 R 167.00) R 3.00 R 4.401.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.180 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 4.685.880.934.00) R 570.312.150.820.178.464.749.100.000.065.00 2.180.466.120.466.906.0605.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.180. Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 101.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.000.887.756.749.100.120 yang berarti terdapat total .743.443.998.000.600.640.000.676.00 1.998.032.443.335.000.00 (195.00 11.00) R 2.00 6. Penjualan 4.00 1.480. Adm.900 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 6.620. Penagihan 32.934.050.000..275. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 1.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 0 sehingga terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 11. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah 12345=3+4 1.00 197. Langganan 42.280.00 L (671. Pemasaran 15.835.275.777.

.21) ada fungsi mengalami selisih menguntungkan dan merugikan.700.00 2.215. Pemasaran 17.00) R (19.000.500. Penagihan 44. R = Rugi.280.980.796.830 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 53. Langganan 42.728.00 (209.485.000.00 .00) R 5.000. Langganan 42.900.000.490.00) R 28.717.00) R 4.00 (2.00 3. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.777.000.695.857.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.950.867.000.000. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.768. Adm.593.750 yang berarti terdapat total selisih merugikan.720.00 (3.00 4. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 209. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 30. Hal ini berpengaruh juga pada oleh PDAM Sragen. 90 2.539.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.582.215. Promosi 25.00 23.620.676.822.750.00 L (120.700 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 19.280.179.933.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.00) R 2.023.060. Penagihan 44. tetapi penggunaan biaya pemasaran pada tahun 2001 sudah tepat. 0.765.215.037.000.215.500.887.500 yang berarti .00 34.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.000.098.728. Untuk selisih yang terjadi pada tahun 2001 (tabel III. Adm.239.000 yang berarti terdapat total selisih mengalami rugi sebesar Rp 5.530.00) R 3.00 42.277.150.00 26.000.019.00 L (2.00) R 360.248.000.00 Jumlah 255.00 36.00 5.000.090.464.950.500.00) R (53.830.266.20 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2002 Fungsi B.950.530.000.00 L (5.700.090.00 7. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran sebesar Rp 91.500.00 3.000.305.695.00 (73.864.00 2.00 6.000.539.499. Penjualan 5. Penjualan 54.765.800.101.870.620. selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 28.00 3.000.929.736.750.234.500.735.810.000.663.00 177.370.500 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 360.499.807.000. Berdasarkan fungsinya promosi tahun 2002 (tabel III.000. Pemasaran 16.777..838.000.00 2.000.459.100.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.485.00 (91.20).00 44.00 (30. TABEL III. Teknik 71.00 211.150.00) R 2.00 71.455.6.275.810..666. 91 Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 73.100.000.000.00 L (391. Pada fungsi penagihan pada selisih anggaran dan selisih kapasitas sevesar Rp. Promosi 2.00 39.00 234.100. Selisih yang tidak menguntungkan ini karena kondisi perusahaan yang masih baru juga karena keadaan perekonomian yang pada umumnya memburuk.234.933.000.00 37.00) R Jumlah 8.00) R 5.090.870.280.000.200.150.234. Keterangan : L = Laba. yang berarti pada fungsi penagihan tidak mengalami keuntungan dan kerugian.menguntungkan sebesar Rp 1.000.00 1. Teknik 71.00 2.000.00 L (8.023.735.756.00 15.784.00) R 2.00 16.100..

950.150.000.300 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 3. Teknik 75.000.00) R 2.100. Penagihan 44.059.484.00 6.750.170.21 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2003 Fungsi B.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 3.537.357.00) R (14. R = Rugi.00 Jumlah 270. Promosi 31.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.012.200 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.215.877.00 4.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar.00) R 4.200.000.184.316. sedangkan pada fungsi penjualan 92 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.00 L Jumlah 8.689.00 (237.150.00 30.901.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.00) R 2.800.783. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.248.00 18.00 1.745.000.00 54.950 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.500.000.000.979.357.000.533.916.266.00 (3.000.00 3.00 L (2.300.000.000. Pada tahun 2002 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.00 75.00 35.000.455. Dari total selisih kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut. Keterangan : L = Laba.545.00 29.950.376.000.00 3.277.100.796.979. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 6. Pemasaran 19.400.490.00 240.200 yang merugikan.617.446.000.037.822.00 3. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.00) R 14. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi sebesar Rp 8.200.100.750.520.250.000.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.369. Penagihan 38. Pemasaran 17. Promosi 2.622.042.000.00 3.5. TABEL III.689.785.000. Langganan 57.098.200.00 L (8.533.300.000.00 57.600.000. Teknik 71.00 2.520. Berdasarkan fungsinya 2003.000.279.725.00 3.00 269.750.000.000. Penjualan 5.000.000. Adm.00 (168.545.00 185.399.00) R (2.000.00) R (3.451..877.750.00 5.540.00 8.00) 6.040.00 (6.528.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 .731.360.150.012.522.358.(5.000.335.00 L (5.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.593.800.200.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.451. Pada fungsi langganan terdapat .800.00 L 5. di mana AFKS > biaya standar.000.185.000. Langganan 42.504.900.00 38.00 40.622.316.00 (3. Penjualan 47.432.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. 3.725.terdapat total merugikan sebesar Rp 391.850.012.00) R 2.731.200 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 5.720.750.300.784.717.741.681.432.458. Adm.000.019.534.731.00 19.00) R 2.750.000.000.800.215.00) R 3.219.00) R 3.783.234.000.00 L 4. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 237.969.300.000.00 (59.00 3.00 17.00 .200.060.266.

00) R 4. TABEL III.880.00 31.945. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil.000.00 3.00 39.215.450.440.00) R 2.741. Promosi 32.00 (4.000.734.100.699.00) R 2.717.00 (3. Teknik 74.000. Promosi 2.600.967.450.000.00 38.000.000.321.4.00 (62.176. Keterangan : L = Laba.537. Hal ini membawa dampak positif bagi perusahaan. Penjualan 5.745.200.250.00 8.100.215.215.00 1.00 (247.132. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 0 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.536.150.000. yaitu dengan cara pemberian produk pada konsumen.00) R (2.00 . Penagihan 39.381.756.432.270.000.750 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 14.000.000.00 L Jumlah 8.000.00 74.956.00 Jumlah 274. Pemasaran 17.00) R 2.502.000.00 L (2.00 L 4.00 2. Penjualan 50.00) R 6.720.00) R (2.000. Adm.716.000.00 3. Penagihan 44.900.850. Langganan 42.055.100.00 57. R = Rugi.791.600.000.200.00 L (5.00 3.100.000.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 2.432.00 18.819.00 (3.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.530.600 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 14.100.248.263.850.982.000.550.800.543.245.050.424.000. Adm.000.000.00 19.100 sehingga terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 5.200. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 168.00 L 5. Pemasaran 19.00 L (4.474. karena pada tahun ini perusahaan sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan biaya sesungguhnya lebih rendah daripada anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan.00) R 3.00 (11. 4.000 yang berarti 93 terdapat total menguntungkan sebesar Rp 2.986.513.00 30.201.000.00 5.321.150. Langganan 57.000.000.00) R 14. Dalam hal ini PDAM Sragen 94 tidak menggunakan media cetak maupun elektronik untuk menunjang keberhasilan promosi.250.366.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih Biaya Pemasaran 167=2-58=6-59=6±7 1. .900.490.600.880.593.381.000.selisih anggaran merugikan sebesar Rp 59.00 249. Teknik 71.208.855.738. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya sesungguhnya 12345=3+4 1.450.00 6.000.509.335.705.150.687.000.796.000. Pada dasarnya pengendalian biaya pemasaran pada tahun 2003 sudah tepat.000.000.000.00 3.980.00) R 2.237.500.22 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2004 Fungsi B.00 3.600.227.00 189.335.00) R (14.00) R 2..00 36.00 L (8.350.369.230.402.00 18.455. Promosi yang dilakukan oleh PDAM Sragen secara langsung ke konsumen.600. Secara keseluruhan total selisih yang terjadi pada fungsi promosi mengalami kerugian. Kerugian yang dialami oleh fungsi promosi selama empat tahun berturut-turut ini disebabkan karena kesalahan perusahaan dalam memilih media untuk melakukan promosi. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen.000.277.200.584.250.00 54.075.820.00 4.250.00 3.681.00 280.

Untuk fungsi penjualan selama empat tahun mengalami kerugian. hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah perbaikan pada sambungan pipa air dan bertambahnya jumlah transmisi. Kesimpulan Setelah diadakan analisis terhadap data biaya pemasaran yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum Sragen maka hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. 3.445.658. Pada tahun 2001 sampai tahun 2004 telah terjadi total selisih merugikan.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3. Hal ini menandakan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Sragen belum maksimal.098.641.312. Faktor internal antara lain disebabkan karena kurangnya petugas dalam memberilan pelayanan kepada pelanggan.455. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.000.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.455.881. Fungsi teknik mengalami keuntungan kecuali pada tahun 2002. Tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. 5.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar. Analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2000 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 18.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.208.743.50 yang diakibatkan karena adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 304.234.00 dengan biaya standar sebesar Rp 284. 2.797. hal ini disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan.822. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan.998.50 di mana biaya sesungguhnya lebih besar daripada biaya standar. 4. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Fungsi langganan selama dua tahun berturut-turut mengalami kerugian (tahun 2001 dan 2002). ini menyebabkan rasa tidak pusa pelanggan terhadap perusahaan. .060.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi 96 sebesar Rp 8. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi tidak menguntungkan. 95 BAB IV PENUTUP A. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini.

Handoko. Yogyakarta. Mulyadi. 1993. Akuntansi Manajemen. 1992. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. BPFE ± UGM (Edisi 4)Yogyakarta. Manfaat dan Rekayasa. Stanton. Jr. Akuntansi Biaya. Jerome. B. Jakarta. Akuntansi Manajemen. Diharapkan di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji tiap-tiap unit kegiatan sesuai dengan fungsi secara intensif dan disejajarkan dengan penyusunan angggaran yang berjalan. Kotler. Edisi 8). R. Manajemen Pemasaran. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Mursid. Jakarta. 98 DAFTAR PUSTAKA Gudono. Carthy. Supriyono. PT. 1996. William. Matz-Usry.. BPFE . Jakarta. William J. STIE YKPN (Edisi 2). 1991. Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan . Konsep. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. 1993. 1999. Dasar-Dasar Pemasaran. Yogyakarta. Bumi Aksara. Perencanaan dan Pengendalian. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. 1997. 1991. __________. 5. Erlangga. __________. Erlangga. 1990.sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. Jakarta. Akuntansi. Manajemen Pemasaran Analisis. 6. Akuntansi Biaya. Jilid 1). (Edisi 1). Perreault. . kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Prinsip Pemasaran. Erlangga (Edisi 5. Jakarta. Perencanaan dan Pengendalian. Saran Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan maka penulis mencoba untuk memberikan saran sebagai berikut : 1. Mc. D. Jakarta.UGM. Philip. _________. Manajemen Pemasaran. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini perusahaan sudah membuat anggaran untuk kegiatan sesuai dengan fungsi-fungsinya secara baik. Akuntansi Manajemen. 1991. Erlangga.A. 1997. 2000. E. Jakarta. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. Erlangga (Jilid 2. P. Yogyakarta. 97 2. STIE YKPN. Prenhallindo. Pimpinan perusahaan seyogyanya bekerjasama dengan karyawan untuk menyusun dalam memproduksi produk yang dihasilkan berdasarkan fungsi-fungsinya. M.

_________. 1991. 99 100 . James D & John B. Controller. BPFE ± UGM (Edisi 2) Yogyakarta.Proses Perencanaan. Yogyakarta. Akuntansi Biaya. Jakarta. Wilson. Campbell. : BPFE ± UGM. Erlangga. perencanaan dan pengendalian Biaya Serta Data Relevan Dalam Pengambilan Keputusan. 1993.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful