ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DAERAH (PDAM) SRAGEN

Oleh : LAKSANA AMBAR KUSUMA NIM. 200814008

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRAGEN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dalam berproduksi mengakibatkan produk dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Hal ini menimbulkan masalah bagaimana menyalurkan produk tersebut ke tangan konsumen. Untuk mewujudkannya perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran yang memerlukan berbagai macam biaya pemasaran. Semakin meningkatnya persaingan memperebutkan pasar mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk semakin besar porsinya dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu diperlukan informasi yang bermanfaat untuk mengarahkan usaha pemasaran. Krisis moneter yang melanda Indonesia, diwarnai dengan terbukanya wajah asli perusahaan-perusahaan yang selama ini dianggap tangguh mengalami kebangkrutan. Sementara itu, tuntutan dari pelanggan, ketatnya persaingan usaha dan perubahan teknologi yang sangat cepat, memberikan tekanan bagi manajemen untuk mengusahakan terobosan dan tindakan proaktif dalam mempertahankan dan memajukan usahanya. Padahal usaha untuk melakukan efisiensi, diversifikasi produk, pemanfaatan media dan terobosan lain terbentur pada kendala rendahnya daya beli masyarakat pada saat ini.

Di tengah keadaan yang serba tidak menguntungkan ini manajemen perusahan berupaya untuk selalu mencermati pos-pos pengeluaran sehingga mencapai titik yang efisien, sekaligus memaksimalkan pengendalian untuk menentukan efektivitas. Dalam suatu perusahaan, terdapat pos-pos pengeluaran yang dapat diusahakan untuk ditiadakan atau dikurangi dalam kurun waktu tertentu dan ada pula yang harus tetap diadakan. Salah satu pos pengeluaran yang tetap harus diadakan perusahaan adalah biaya pemasaran. Meskipun dalam kondisi krisis perusahaan dituntut tetap mengalokasikan dan untuk aktivitas pemasaran sehingga tidak terganggu, sebab pemasaran memegang peranan yang sangat besar untuk menunjukkan eksisten usaha. Adanya biaya dapat dikendalikan yaitu keluarannya dapat langsung dihubungkan dengan penjualan (Enginereed Cost) merupakan elemen biaya dimana jumah biaya yang seharusnya diperkirakan dengan tingkat relibilitas yang reasonable, maupun biaya yang tidak terukur yang keluarannya sulit dihubungkan dengan penjualan (Discretionery Cost) merupakan elemen biaya dimana jumlah biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan tergantung pada pertimbangan manajemen, memerlukan pengakuan yang sangat cermat dari pihak manajemen apabila akan mengadakan pengendalian biaya pemasaran. Pengendalian biaya pemasaran menjadi penting dalam hubungannya dengan engineered cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, sedangkan yang termasuk dalam discretionnery cost adalah biaya-biaya

meskipun pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi. . menyebabkan manajemen perlu terus mengadakan evaluasi terhadap pengendalian yang selama ini dilaksanakan. Kenyataan bahwa pemasaran tetap harus dikeluarkan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan permasalahannya. Bertitik tolak dari uraian diatas. B. Manfaat dilakukannya evaluasi adalah memberikan masukan bagi manajemen tentang proses pengendalian yang selama ini dilakukan.yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran. C. adalah sebagai berikut : ³Apakah analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien ?´. penelitian dan pengembangan. kompleknya komponen yang ada pada pusat biaya pemasaran. administrasi. maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien.

Kegiatan pemasaran tidak hanya terdiri dari kegiatan menyampaikan produk ke tangan konsumen. Bagi Penulis Merupakan sarana dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam praktek atau kenyataan yang ada dalam perusahaan. menentukan harga. mempromosikan dan mendistribusikan .Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. sehingga bisa melakukan penyempurnaan jika ada penyimpangan antara biaya pemasaran dan realisasinya. Menurut beberapa ahli pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi manajer pemasaran sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan biaya pemasaran. 2. untuk berkembang dan mendapatkan laba. tetapi juga harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Tinjauan Pustaka 1. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam usaha pemasaran. D.

Ada tiga ketetapan pokok yang mendasari konsep pemasaran (Mursid. 1997 : 13).barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial. Sedangkan menurut Assosiasi Pemasaran Amerika. Staton. kegiatan perusahaan . barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi´. Kegiatan pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan. Orientasi pada kepuasan konsumen b. menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kothler. promosi serta penyaluran gagasan. 1997 : 8). pemasaran adalah ³proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. penetapan harga. (Philip Kothler. yaitu : a. 1997 : 30). (William J. Oleh karena itu. Laba sebagai tujuan. Sehingga berkembang suatu pemikiran bisnis yang disebut konsep pemasaran. Upaya perusahaan secara menyeluruh c. Dengan demikian konsep pemasaran merupakan filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. 1985 : 8) Definisi lain menyebutkan bahwa : Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan.

yaitu : (R. kemudian menilai.harus diarahkan untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut. sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan.A. 3. yaitu menyusun rencana. Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran Setiap pengusaha perlu memahami tugas pokoknya. a. 2. Fungsi penjualan c. 1991 : 205). kegiatan pemasaran dapat dikelompokkan menurut fungsinya. Fungsi penggudangan dan penyimpanan d. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba yang diinginkan perusahaan. Fungsi administrasi pemasaran Penggolongan fungsi pemasaran ini bertujuan sebagai pengendalian biaya pemasaran. Fungsi promosi b. mengarahkan pelaksanaan. yang pada dasarnya sudah tentu untuk mencapai laba perusahaan. Supriyono. Fungsi pengepakan dan pengiriman e. menganalisa dan . Fungsi pemberian kredit dan penagihan f. Dari pengertian fungsi pemasaran tersebut.

penantuan strategi pemasaran. Pelaksanaan secara aktif dan langsung atas rencana pemasaran yang telah disusun terutama nampak dalam kegiatan penjualan. akan merupakan umpan balik bagi perusahaan untuk mengembangkan rencana lama atau guna menyusun rencana baru. Bila dalam pemasaran ditetapkan apa yang ingin dicapai dan dikerjakan dengan biayabiaya berapa. hambatan apa yang ditemui.mengendalikan. maka dalam pengendalian pemasaran dinilai apa yang telah dikerjakan dan dicapai serta jumlah biaya yang telah dikeluarkan. . Tujuan utama pengendalian pemasaran adalah menilai seberapa jauh tujuantujuan yang telah diputuskan telah dicapai. taktik program pemasaran serta besarnya anggaran dan pengawasannya (Kothler. Tanggung jawab utama kegiatan operasi penjualan adalah menjamin terjualnya hasil produksi sesuai dengan rencana. serta faktor penunjang apa yang diperlukan demi kelancaran pemasaran. Perencanaan pemasaran dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan untuk seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan. penetapan tujuan dan sasaran perusahaan. serta bertanggung jawab atas administrasi penjualan yang akan banyak membantu perusahaan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk pengendalian pemasaran. Suatu perusahaan pemasaran itu terdiri dari analisis situasi. 1991 : 428). Hasil kegiatan pengendalianyang berupa laporan-laporan seberapa jauh rencana dapat dilaksanakan serta hambatan maupun faktorfaktor penunjang pelaksanaan.

misalanya untuk biaya-biaya yang berhubngan dengan penjual (salesmen). (Mulyadi. yaitu biaya untuk memperoleh atau menimbulkan permintaan atau pesanan. Biaya pemasaran juga meliputi biaya penjualan di mana biaya penjualan ini sebenarnya berhubungan dengan fyngsi untuk memperoleh pesanan dan sekaligus berhubungan dengan fungsi melayani pesanan. 1991 : 529). Biaya pemasaran meliputi semua biaya menyelenggarakan kegiatan pemasaran. yang menyebabkan terjualnya produk yang dihasilkan. Termasuk dalam biaya untuk memperoleh pesanan antara lain biaya promosi dan adpertensi dan biaya penjualan. biaya yang digunakan di dalam departemen pemasaran. Pengertian Biaya Pemasaran Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan unang untuk mencapai tujuan tertentu.4. Pengertian Biaya Pemasaran a. . Biaya pemasaran adalah ³semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai´. Dalam hal ini penelitian difokuskan pada biaya pemasaran. Biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mencapai atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan.

maka kerugian piutang itu merupakan elemen biaya pemasaran. hal ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dengan akibat dan sulitnya sebab-akibat dihubungkan. Pada kenaikan biaya adpertensi dan promosi pada periode tertentu. Berubahnya opengertian biaya pemasaran.Ditinjau dari segi mulai terjadinya biaya pemasaran. b. yaitu : . Klasifikasi Biaya Pemasaran Menurut fungsinya biaya pemasaran dibagi menjadi enam. misalnya elemen kerugian piutang (bad debt) yng semula merupakan elemen biaya administrasi dan umum. pengertian biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang ataupun jasa. seringkali baru mengakibatkan kenaikan kenaikan volume penjualan pada periodeperiode berikutnya dan sulit ditentukan apakah kenaikan penjualan tersebut satu-satunya faktor yang menyebabkan adalah adanya promosi penjualan. Pada biaya pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat. Perlakuan tersebut amat logis karena kerugian piutang adalah risiko pemberian kredit dalam rangka menaikkan volume penjualan. di mana biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang ataupun jasa dijual sampai diterimanya hasil penjualan menjadi kas.

misalnya biaya gaji karyawan bagian administrasi pemasaran. Penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat setelah anggaran penjualan disusun.1). Biaya administrasi. 2). biaya telepon. 6). 5). pemotongan tunai. biaya contoh (cost of sample). saluran distribusi dan seterusnya sesuai . misalnya gaji karyawan bagian penagihan. bonus dan komisi. Penyusunan anggaran biaya pemasaran disusun dengan mempertimbangkan adanya pengaruh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. Anggaran penjualan harus dirinci lebih lanjut berdasar produk atau barang yang dijual atau jasa yang disediakan. golongan penjual. Biaya penjualan. kerugian penghapusan piutang. golongan langganan. misalnya biaya pameran. misalnya gaji karyawan gudang. Biaya promosi. misalnya biaya perjalanan salesman. berdasar daerah penjualan. Biaya penggudangan. biaya sewa gudang. 4). Biaya kredit dan penagihan. Biaya pembungkusan dan pengiriman. 3). biaya angkut untuk produk yang dikembalikan (retur penjualan). misalnya biaya bahan untukmembungkus.

.dengan kharakteristik/sifat perusahaan. Menurut Supriyono (1991 : 206) biaya pemasaran bila dihubungkan dengan kegiatan pemasaran digolongkan menjadi : a. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. Sedangkan dalam jangka panjang konsep biaya terkendalikan dan tidak terkendalikan sangat berbeda dengan konsep variabilitas biaya. Pengolonggan biaya pemasaran terkendalikan dan tidak terkendalikan bermanfaat untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran. b. Biaya Pemasaran Tidak Langsung Biaya pemasaran tidak langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tak dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. Dalam jangka pendek biaya terkendalikan umumnya adalah elemen biaya variabel dan biaya yang tidak terkendalikan umumnya adalah elemen biaya tetap. Biaya Pemasaran Langsung Biaya pemasaran langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek tertentu.

yakni uang. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap atas kebijakan manajemen. 1993:166-167). (Mulyadi. Anggaran Biaya Pemasaran Anggaran merupakan sarana yang paling luas digunakan bagi perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan.Karena dalam jangka panjang biaya tetap dapat dikendalikan oleh tongkatan pimpinan tertentu. Angaran merupakan ³suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif.Supriyono. Anggaran Tetap atau Anggaran Statis . (Mulyadi. 1993:448). anggaran digunakan secara luas karena anggaran dinyatakan dalam satuan moneter. 1986:16) a. 5. sehingga dalam jangka pendek terjadinya biaya ini juga dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajemen.A. Dari segi penyusunan anggaran tahunan dapat digolongkan menjadi : (R. yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu satu tahun´. Biaya yang dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu adalah biaya kebijakan yang terdiri dari Discretionary Variabel Cost dan Discretionary Fixed Cost.

Secara berkala. 1993:490). Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Anggaran perusahaan mempunyai manfaat sebagai berikut : a. Anggaran Fleksibel atau Anggaran Skala Turun Naik Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan pada deret atau tingkatan kegiatan yang mungkin dicapai perusahaan untuk periode tertentu yang akan datang. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. Sekali disetujui. Sebagai Pedoman Kinerja . kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran. b. Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut : (Mulyadi.Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan keoada estimasi satu tingkatan kegiatan yang sifatnya konstan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang akan datang. anggaran hanya dapat dirubah dalam kondisi tertentu.

c. Sebagai Alat Pengawasan Kinerja Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur.Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. . sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan nanti. karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta di dalam penyusunan anggaran tersebut. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan terjamin. informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam penyusunan anggaran. saling bekerja sama dengan baik untuk menuju sasaran yang ditetapkan. b.. Untuk itu diperlukan data. Anggaran biaya pemasaran merupakan alat pengendali kegiatan pemasaran. sehingga tidak jauh berbeda dari realisasinya nanti. Perencanaan anggaran biaya pemasaran didasarkan pada kondisi dan asumsi yang mendasari berubah maka perencanaan anggaran harus dikoreksi. Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik maka taksiran-taksiran yang dimuat di dalamnya harus cukup akurat. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Anggaran berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang.

Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya anggaran tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. dan produk. namun dengan analisis yang cermat. 1997 : 111). Pengendalian biaya pemasaran dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasikan beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah. Faktor psikologis dalam menjual merupakan salah satu sebab utama perbedaan antara biaya produksi dan biaya pemasaran. maka pengendalian terhadap biaya pemasaran tetap dapat dilakukan. Meskipun terdapat banyak sekali kesulitan dalam kaitannya dengan analisis biaya pemasaran. Banyak tenaga penjual mungkin mempunyai efek yang berbeda pada konsumen yang sama (Mursid. pelanggan. Penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi atau . Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja. tetapi manajemen tidak dapat mengatakan apa yang akan diperbuat konsumen. jam kerja. dimana biaya yang dibebankan itu harus dikendalikan pula setelah dianalisis oleh fungsi yang berwenang agar setiap kegiatan pemasaran tetap terjaga pada tingkat yang dianggarkan (Mursid. Pengendalian biaya pemasaran pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang timbul. 1997 : 111).6. jam mesin.

A. Agar pengendalian biaya pemasaran dapat berjalan dengan baik . 1991:201). perencanaan yang baik tanpa pengendalian yang efektif berakibat memboroskan dana dan waktu Sebaliknya tanpa perencanaan tidak dapat dilakukan pengendalian ke arah tujuan yang ingin dicapai (R. Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel. Agar dapat efektif sistem anggaran yang baik harus dihubungkan dengan perencanaan dan pengendalian. Supriyono.penilaian prestasi dan umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang. atau produk. Departementalisasi kegiatan atau fungsi. Penetapan dasar untuk pembebanan biaya tidak langsung menurut wilayah. Pengukuran atas beban langsung dan tidak langsung departemen. e. . b. 1997 : 111) : a. Pembebanan tanggung jawab untuk berbagai operasi. pelanggan. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya pemasaran yang tepat adalah apabila selisih antara rencana dan realisasinya tidak melebihi dari standar pengendalian yang telah ditentukan. c. d.maka pengendalian biaya pemasaran perlu dibantu dengan menggunakan prosedur-prosedur berikut (Mursid.

Perencanaan dan Pengarahan Usaha Pemasaran Dengan melakukan pengendalian maka terdapat informasi yang berguna bagi manajemen untuk perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran. sehingga dapat ditetapkan sia yang bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikan oleh fungsi yang bersangkutan. Manfaat Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Menurut Supriyanto (1986 : 202) manfaat dengan dilakukannya pengendalian dan analisis biaya pemasaran adalah a.f. 7. . c. b. Perbandingan beban aktual dengan beban yang dianggarkan oleh penyelia departemen yang bertanggung jawab atas pengendalian yang berkesinambungan. g. Pengawasan dan Analisis Biaya Pemasaran Dengan melakukan pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat diterapkan pertanggungjawaban atas terjadinya biaya pemasaran. Menentukan Besarnya Biaya Pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya dengan relatif sama. Penggunaan anggaran fleksibel dan biaya srtandar.

A.8. 1986 : 205) a. Supriyono. 3) Mengalokasikan biaya pemasaran setiap jenis pusat laba yang merupakan usaha pemasaran. Untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran perlu disusun anggaran fleksibel dan tarif biaya untuk setiap fungsi. Sedangkan untuk biaya . Menyusun Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan anggaran biaya pemasaran dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan dicapai oleh suatu perusahaan. 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. Untuk itu langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) Mendistribusikan setiap jenis biaya yang dianggarkan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada. Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. Untuk biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya. Langkah-langkah Dalam Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Dalam pengendalian dan analisis biaya pemasaran perlu ditempuh langkahlangkah sebagai berikut : (R.

1 Pedoman Umum Dasar Distribusi Biaya Tidak Langsung Jenis Biaya Tidak Dasar Dsitribusi Setiap Fungsi Langsung Kesejahteraan Karyawan Jumlah karyawan setiap fungsi Asuransi Aktiva Tetap Nilai Aktiva Tetap setiap fungsi Penyusunan Bangunan Luas lantai bangunan yang digunakan setiap fungsi Telepon Frekuensi dan lamanya waktu sambungan Gaji Manajer Pemasaran Jumlah karyawan setiap fungsi Sewa Bangunan Luas lantai bangunan setiap fungsi Supriyono. Dasar distribusi yang dipilih tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Dasar distribusi harus mencerminkan manfaat dari biaya yang didistribusikan. . Satuan pengukur jasa ini akan dipakai untuk : a) Menentukan persamaan dari anggaran fleksibel dan tarif biaya setiap fungsi. Pedoman umum dasar distribusi biaya tidak langsung.tidak langsung fungsi diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi. disajikan dalam tabel berikut (Supriyono. b) Dasar distribusi dapat digunakan dengan praktis sehingga cepat dilaksanakan. sehingga distribusinya relatif adil dan teliti. 1986 : 209 2) Menetapkan satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi. 1986 : 209) : Tabel II.

Pedoman umum satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi dapat dipilih dasar distribusi seperti dalam tabel berikut (Supriyono. atau pusat laba yang lain secara adil. 1986 : 210) Tabel II. teliti dan praktis. misalnya kepada setiap daerah pemasaran atau kepada setiap jenis produk.2 Pedoman Umum Setiap Fungsi Pemasaran Satuan Pengukur Jasa .b) Dasar alokasi biaya pemasaran.

Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya adalah sebagai berikut : 1) Atas dasar dokumen atau bukti transaksi biaya pemasaran yang sah. c. pemberian kredit dan penagihan serta administrasi pamasaran.b. Dalam hal ini tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran tidak cukup hanya dengan menentukan profitabilitas setiap pusat biaya dalam usaha pemasaran. pengepakan dan pengiriman. 2) Mendistribusikan biaya pemasaran yang sesungguhnya kepada setiap fungsi. Dalam amendistribusikan biaya ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran dianggarkan. yaitu fungsi promosi. penjualan. penggudangan. dicatat dalam jurnal Biaya Pemasaran dan rekening Buku besar Pembantu Biaya Pemasaran. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran ini dim aksudkan untuk mengetahui berapa biaya menurut standar. d. yaitu ditentukan dengan cara mengalikan kapasitas sesungguhnya dengan total tarif. untuk tujuan tersebut perlu mengukur .

2) Memilih dasar atau satuan pengukur yang relatif adil. Kerangka Pemikiran Untuk lebih memperjelas dan mempermudah pemahaman penelitian ini. 5) Mengumpulkan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. 6) Membandingklan biaya yang dibebankan berdasar standar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. maka penulis memberikan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : . teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Menggolongkan biaya pemasaran sesuai dengan fungsi kegiatan pemasaran agar dapat menggambarkan tingkat pertanggungjawaban manajemen atas biaya pemasaran. 3) Menentukan besarnya tarif standar untuk setiap fungsi. Satuan pengukur tersebut akan dipakai sebagai dasar penentuan tarif standar dan menganalisa penyimpangan biaya yang terjadi.kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarif yang dianggarkan atau tarif standar. F. 4) Menentukan besarnya biaya dibebankan pada setiap fungsi atas dasar tarif standar.

Untuk mencapai tujuan perusahaan. Penentuan daerah pemasaran dengan memperhatikan perencanaan dengan sistem pengendalian anggaran biaya pemasaran. juga melakukan kegiatan produksi produksi dan pemasaran. Kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemasaran. Hal ini berakibat perusahaan melakukan pembelian bahan saat persediaan bahan masih menumpuk. .Biaya Langsung Fungsi Biaya Tidak Langsung Fungsi Biaya Pemasaran GAMBAR I KERANGKA PEMIKIRAN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen dalam mencapai tujuan perusahaan yakni mendapatkan laba. adanya kesalahan pencatatan transaksi sering tidak sama dengan fisiknya. sering dijumpai penyimpangan dari perencanaan. pimpinan menaruh perhatian pada kegiatan pemasaran terutama adalah masalah perluasan daerah pemasaran dan penyebaran distributor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.

Biaya langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya (Mulyanto. sehingga akan diperoleh biaya penyusutan sebagai biaya pemasaran tidak langsung yang memenuhi fungsi biaya penyusutan (Mulyanto.G. 4. 1991:56). Biaya tidak langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara tidak langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya karena diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsinya (Mulyanto. Biaya penyusutan Biaya penyusutan adalah distribusi biaya penyusutan yang diperoleh dari hasil pembagian antara anggaran untuk biaya penyusutan dibagi jumlah luas lantai bangunan guna memenuhi fungsi promosi dan advertensi. 1991:58). 2. 3. Biaya asuransi Biaya asuransi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk jaminan jiwa para karyawan dan jaminan perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen demi kesejahteraan bersama (Mulyanto. 1991:56). . 1991:59). Definisi Operasional Terhadap Variabel yang Digunakan 1. 5. Biaya pemasaran Biaya pemasaran adalah biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume pemasaran.

1995:99). Hipotesis Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksudkan sebagai jawaban sementara dalam menyelidik untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surakdmad. H. Anggapan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. demikian sebaliknya jika volume rendah (Mulyanto. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima peneliti (Winarno Surakhmad. 2. Dari uraian diatas penulis dapat merumuskan sebuah hipotesis sebagai berikut : .semakin besar volume atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah biaya pemasaran variabel. Indikator-indikator yang menyangkut tentang kondisi perekonomian masih mungkin dikembangkan. 1995:38). Anggapan Dasar Dan Hipotesis 1. b. Adanya kemungkinan perluasan daerah pemasaran guna meningkatkan volume penjualan berdasar atas pertimbangan terhadap kebijaksanaan penjualan yang telah ditetapkan. 1991:115). Hal ini berarti bahwa tiap peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda-beda.

´Diduga besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen belum efisien. 2. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Dalam perusahaan tersebut terdapat permasalahan yang sama dengan penelitian ini. Metode Penelitian 1. Data-data yang penulis perlukan cukup tersedia. Sedangkan obyek/lokasi penelitian yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Hal ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut : a. yang dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berkaitan dengan metode penelitiannya.´ I. berupa anggaran biaya pemasaran. yaitu suatu anggaran yang lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta . Maksud pemilihan metode survey ini karena penulis ingin mengkaji evaluasi pengendalian biaya pemasaran yang telah ada. Sumber data a. b. Data Primer Adalah data yang diperoleh langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.

5) Hasil produksi dan rencana produksi tahun 2010 ± 2011. 2) Biaya pemasaran sesungguhnya untuk setiap fungsi pemasaran antara tahun 2010 ± 2011. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran guna menentukan tingkat ketepatan biaya pemasaran pada setiap fungsi pemasaran dari periode tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011. Teknik Pengumpulan Data a. b. Data yang diperlukan adalah : 1) Anggaran biaya pemasaran tahun 2010 ± 2011.terdapat di bagian pemasaran dan biaya pemasaran yang sesungguhnya. 3. 4) Hasil penjualan sesungguhnya tahun 2010 ± 2011. . 3) Anggaran penjualan tahun 2010 ± 2011. 6) Data dan informasi lain yang menunjang penelitian. Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan objek penelitian untuk mendapatkan data kegiatan pemasaran. Data Sekunder Data yang diperoleh peneliti dan dikumpulkan dari luar perusahaan yang menjadi obyek penelitian diantaranya referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur lain yang relevan.

Dari penggolongan ini akan diperoleh total biaya tetap. baik biaya pemasaran langsung maupun tidak langsung. data biaya pemasaran sesungguhnya dan anggaraan biaya pemasaraan. Penyusunan anggaraan biaya pemasaran menurut kajian teori 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis atau elemen biaya pamasaran. 4. c. 2) Mengelompokan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis-jenis biayanya. misalnya data anggaran penjualan. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya tetap.b. Teknik Analisa Data a. Observasi Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendapatkan data kongkrit guna melengkapi dan menunjang penelitian. . dan biaya variabel. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah ada di perusahaan. total biaya variabel dan total biaya yang dianggarkan.

c) Total biaya. . e) Tarif Tetap (TT) perfungsi diperoleh dari :       4) Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari :        5) Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya. b) Total biaya tetap perfungsi. Menyusun tabel biaya pemasaran sesungguhnya 1) Mengelompokan biaya pemasaran berdasar jenis biayanya 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.3) Menyusun tabel untuk menghitung tarif pemasaran dan anggaran fleksibel berfungsi. yang meliputi: a) Total biaya variabel perfungsi. dapat dicari dengan rumus : AFKS == Total biaya tetap+(KSxTV) Dimana: KS : Kapasitas Sesungguhnya TV : Tarif Variabel b. d) Kapasitas normal.

c. d. selisih kapasitas bersifat tidak menguntungkan Jika BST < AFKS. selisih anggaran bersifat menguntungkan 7) Selisih kapasitas = (KN-KST)TT atau AFKS-Biaya Standar Sifat selisih : Jika BST > AFKS. Analisis selisih biaya pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : 1) Biaya sesungguhnya perfungsi 2) Total biaya tetap perfungsi 3) Biaya variabel dianggarkan Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel 4) Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya 5) Biaya standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total 6) Selisih Anggaran = biaya sesungguhnya (BS) ± AFKS Sifat selisih : Jika BS > AFKS. selisih kapasitas bersifat menguntungkan . Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara tarif total dengan kapasitas sesungguhnya. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS.

Melakukan penilaian pengendalian biaya pemasaran. berdasarkan hasil analisis selisih prosentase biya pemasaran. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. Melakukan analisis terhadap hasil penilaian Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. . dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya. Dari tabel perhitungan di atas dibuat tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antar masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%. 1) Jika besarnya selsisih 5 % atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih e5%) 2) Jika besarnya selisih lebih besar dari 5 % dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) f. e.8) Total Selisih Selisih Anggaran + Selisih Kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya. Guna menilai biaya pemasaran. perusahaan menggunakan kebijakan dengan batas prosentase penyimpangan sebesar 5 %.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A. Perumusan Masalah C. Kerangka Pemikiran E. Jadwal Kegiatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang lengkap dalam penelitian ini direncanakan memerlukan waktu 3 (tiga) bulan yaitu terhitung mulai bulan Maret 2005 sampai dengan bulan Mei 2005. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan . Tinjauan Pustaka G. Anggapan Dasar dan Hipotesis F. Adapun rincian sebagai berikut : K. Sejarah Perusahaan B.J. Metode Penelitian BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Latar Belakang Masalah B.

Kesimpulan B. Produksi BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran. Pemasaran E. Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran F. Personalia D. Penyusunan Anggaraan Biaya Pemasaran Menurut Kajian Teori B. Pembebanan Biaya Pemasaran D. Sumber Daya Manusia F. Saran . Melakukan Analisis Terhadap Hasil Penilaian BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Menyusun Tabel Biaya Pemasaran Sesungguhnya C.C. Analisis Selisih Biaya Pemasaran E.

Pemegang dari perusahaan ini adalah Pemerintah Swapraja Nederlandsch. yaitu Swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran dengan pemerintahan Nederlandsch Indie. Air Minum Sragen dikelola oleh Seksi Air Minum Dinas . maka Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil alih Perusahaan Air Minum dari kekuasaan Jepang. di samping itu pelaksanaan perusahaan tidak didasarkan pada prinsip organisasi perusahaan. tentara Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari pemerintah Belanda. 34 Pada tahun 1960. Dari sekian banyak mata air diambil yang terbesar dan memenuhi persyaratan yaitu Umbul Ingas Cokro. sedangkan dari Government Hindia Belanda adalah Max Betner Van Der Jogi. antara lain : Umbul Cokro. Pemerintah Jepang tidak mempunyai perhatian sama sekali mengenai air minum. Doomberg. Sejarah Berdiri dan Perkembangan PDAM Sragen Pada tahun 1925 pemerintah Hindia Belanda mengadakan pembicaraan dengan Keraton Kasunanan Sragen mengenai pemanfaatan air yang terdapat di Kecamatan Tulung. Dengan berhasilnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Bertindak sebagai wakil Sri Paduka Kangjeng Susuhunan Paku Buwono X dalam perjanjian tersebut adalah Raden Adipati Djoyo Negoro pepatih di Sragen. pimpinan perusahaan ini adalah dari Belanda yaitu Ir. Nama ³SOLO SUIDO SYO´ diganti dengan µKantor Air Minum Sragen´. Kabupaten Klaten.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SRAGEN A. dimana daerah tersebut banyak terdapat mata air. Pada masa itu. sehingga proses kerusakan jaringan perpipaan semakin cepat. Dengan adanya perang Asia Timur. Nilo dan Nganten. JC. Untuk mempersiapkan pembangunan fasilitas air minum tersebut diadakan perjanjian kerja sama antara dua pemerintah. sehingga perusahaan tidak dapat berkembang. Hoodrug Waterleiding Hoofplaats Soerakarta En Omsteken. Dengan demikian Perusahaan Daerah Air Minum di Sragen ini secara tidak langsung telah diambil alih oleh pemerintah Jepang yaitu dengan nama µSOLO SUIDO SYO´. Pada waktu dibawah kekuasaan Jepang ini pemeliharaan dan perluasan Perusahaan Air Minum sama sekali tidak diadakan. Dalam akte tersebut telah dinyatakan bahwa untuk badan usahanya adalah dalam bentuk NV yang diberi nama NV.

PDAM Sragen sebagai suatu perusahaan derah. Karena itu. karena anggaran yang tersedia sangat terbatas pada kemampuan daerah. Jebres. Langkah tersebut sekaligus merupakan ketaatan atas Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 Juli 1973 No. Sebagian dari laba . 3 Tahun 1977. tidak lepas dari tujuan pokok di atas. Tahun 1974. EKBANG B/3/11 dna tanggal 11 Juli 1974 No.500 m dari Pasar Gedhe sampai Panggung. Pipa transmisi yang melewati sungai Tulung telah putus dan penyambungannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. Debit yang semula hanya 1501/detik akan ditingkatkan.Penghasilan Daerah Kota Tingkat II Sragen. Selain perusahaan membutuhkan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidup. yang menaikkan debit pengambilan air dari jumlah tersebut menjadi 4001/detik. 2. didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sragen pada tanggal 16 Februari 1976 melalui PERDA No. Tahun 1975. memaksa PDAM untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap kebutuhan air minum ini. Tahun 1975. dan tingkat sosial ekonomi. Perkembangan penduduk. guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan air minum. Sebelum dikeluarkannya PERDA tersebut. Status air minum sebagai suatu seksi dalam Dinas Penghasilan Daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal untuk perluasan. sambil menunggu penetapan peraturan daerah. Rehabilitasi pipa sepanjang 12. Surat keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 Februari 1976 dan mulai berlaku pada tanggal 35 ditetapkannya. 3. Sejak itulah PDAM Sragen terus menerus berusaha mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. terlebih dahulu telah dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Sragen. EKBANG B/3/43 yang pada pokoknya mengharapkan dengan segera pembentukan Daerah Air Minum. Adapun beberapa peristiwa yang perlu dicatat oleh seksi air minum adalah : 1. tujuan PDAM disamping mencari keuntungan juga turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Karena itu pada tahun 1979 dibuatlah jaringan pipa tranmisi baru. tingkat kesehatan. Pendirian PDAM ini juga disebabkan oleh tuntutan profesionalitas yang mendesak dalam pengelolaan pelayanan air minum kepada masyarakat. Atas bantuan Colombo Plan dengan pelaksanaan tenaga ahli dari Selandia baru telah mengadakan ³Teec Proses´ yaitu suatu proses perlakuan terhadap pipa dengan cara mengoroki pipa lama yang kemudian dilapisi semen. Pada dasarnya.

3. juga terletak berdekatan dengan perumahanperumahan yang cukup besar. merata dalam jumlah yang cukup sehat. yang nantinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan daerah. selain memikirkan kepentingan umum yaitu khusus bagi para pelanggan air minum C. termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsinya. Tugas Dan Fungsi PDAM Sragen Dalam melaksanakan sehari-hari. PDAM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. sehingga membantu memperluas dan mempercepat jangkauan pemasaran air bersih juga memudahkan para 37 pelanggan untuk menjangkaunya apabila akan melakukan pembayaran rekening maupun melakukan pengaduan-pengaduan. 2. murah agar sebagian besar masyarakat dapat menikmati air bersih guna memperbaiki kesejahteraan hidup serta lingkungan. Suatu perusahaan daerah merupakan suatu badan hukum apabila perusahaan daerah tersebut didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi atasan.perusahaan disalurkan sebagai pendapatan Pemerintah Daerah (ABPD). berada di Jalan Adi Sucipto 143 Sragen. Sebagai perusahaan sudah barang tentu akan mencari keuntungan. Instansi atasan bagi Daerah Ibukota Jakarta adalah Presiden. Dalam menjalankan kegiatannya. D. dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara untuk menghindari praktek usaha yang tidak efisien. PDAM Sragen merupakan perusahaan yang berbadan hukum. dan masing-masing bagian dalam organisasi itu menyadari . Melayani Masyarakat umum dalam penyediaan air bersih guna menjaga kelesterian sumber air yang ada. sehingga wewenang dan tanggung jawab terhadap semua aktivitas manajemen perusahaan terletak di tangan pemerintah daerah tersebut. suatu perusahaan sebagai usaha formal. untuk daerah tingkat I adalah Menteri Dalam 36 Negeri. sedangkan untuk daerah tingkat II adalah Gubernur. khususnya para langganan air minum secara lancar. Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas dalam suatu organisasi. Melayani masyarakat umum. Lokasi ini sangat strategis. harus mempunyai struktur organisasi yang jelas supaya masing-masing orang dapat bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. B. Lokasi Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen ini. karena berada di pinggiran jalan besar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. Kepala Bagian Keuangan Kota Sragen. dimana bawahan bertanggung jawab langsung pada pimpinan. PDAM Sragen dalam usahanya untuk meningkatkan dan mempermudah pengawasan serta peningkatan efisien kerja karyawan. SKEMA ORGANISASI PDAM SRAGEN 38 3. 3. tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja PDAM Daerah Sragen. mempunyai tugas. Tugas : a. E. Bentuk struktur organisasi Garis dan Staf.bahwa antar bagian tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. Manajemen PDAM Sragen terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu : 1. Badan Pengawas Terdiri dari : Ketua : Wali Kota Sragen Wakil Ketua : Setda Kota Sragen Sekretaris : Kasubag Daerah pada Bagian Perekonomian Sragen.1/380/I/1989. Surat Keputusan Direksi PDAM Surakrata No. Kepala SubUnit. Keuntungan dari struktur organisasi berbentuk garis dan staf ini adalah adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan yang jelas. wewenang. Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kebijaksanaan Badan . membentuk struktur organisasi yang cukup jelas. dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Struktur organisasi PDAM Sragen secara lengkap ditunjukkan oleh gambar terlampir. Anggota : Kabag Perekonomian Kota Sragen. 2. Unsur Pelaksana yaitu Kepala Seksi. 800/024.1/1989 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana pada PDAM Kota Dati II Sragen. Unsur Pembantu yaitu Kepala bagian atau Kepala Unit. 061. Unsur Pimpinan yang terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Tehnik dan Direktur Umum. Tugas dan Wewenang Pemegang Jabatan 1. 2. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. 8 tahun 1994 tanggal 23 Januari 1984. 39 4. 28/KPTS/1984. atau lebih dikenal dengan Direksi. Unsur Pengawasan Umum yaitu Badan Pengawasan. yang didasarkan pada : 1. di samping itu pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khususnya di luar bagiannya. dan Kepala Urusan.

d) Menyusun proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka pengembangan pipa transmisi dan distribusi. 2. b. Bagian Distribusi terdiri dari : 1) Seksi Penyambungan. b. dan pengeluaran barang. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan Badan Pengawas c. Memimpin bagian-bagian dalam menjalankan tugas. Menyusun perencanaan pembangunan jaringan distribusi air minum. 3) Seksi Gudang Tehnik a) Bertanggung jawab atas penerimaan. Direktur Teknik a. b) Bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang.Pengawas. berdasarkan keterangan dari seksi pelayanan langganan. Menetapkan cara kerja yang efektif 40 g. Direktur Teknik ini membawahi : a. 3. d. Direktur Utama yang tugasnya adalah: a. b. 2) Seksi Perencanaan Tehnik Tugas : Membuat perencanaan dalam rangka perluasan pelayanan pelanggan. dengan tugas : a) Menjamin pendistribusian air kepada para pelanggan secara . Mengusulkan pengubahan tarif pada Badan Pengawas e. yang terdiri dari : 1) Seksi Pengembangan : a) Memelihara dan menyimpan gambar-gambar teknik yang ada. penyimpanan. b) Melakukan administrasi barang. Berinisiatif pada pegawai perusahaan f. 41 c) Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali atas pipa pelanggan. Secara bertahap memberikan laporan keuangan atau operasi perusahaan pada Badan Pengawas. pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta pemeliharaannya. Bagian Perencanaan. Merencanakan dan melaksanakan pelayanan pada pelanggan. Menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang d. Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara terarah sesuai kebijaksanaan dalam perusahaan. c. c) Membuat gambar-gambar sesuai dengan perencanaan tehnik dan memperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Membantu Direktur Utama dalam memimpin jalannya perusahaan di bidang produksi air. Menyelenggarakan pekerjaan operasional b.

42 b) Memeriksa dan memberikan informasi atas kemungkinan terjadinya penyimpangan fungsi hydrant. c) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. c) Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan.merata. (2) Menjamin berfungsinya kendaraan dinas dalam rangka operasional perusahaan. c) Mengembangkan potensi hydrant sebagai salah satu unsur penunjang perbaikan sarana lingkungan. b) Secara periodik melakukan pemeriksaan atas adanya kemungkinan kerusakan bangunan dalam rangka perbaikan. b) Mengadakan pembinaan masyarakat dalam menghemat air bersih dan manajemen warung air. (3) Dikepalai oleh Kepala urusan dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada seksi peralatan. c) Merencanakan pemeliharaan asset perushaan dalam bidang distribusi (perpipaan) dalam rangka perluasan jaringan. 3) Seksi Peralatan a) Menjamin berfungsinya peralatan kantor dan kendaraan dinas. 43 c. Membawahi Urusan Hydrant. (3) Membantu Kepala Seksi peralatan di bidang tugasnya. (2) Menjamin berfungsi peralatan kantor. . Bagian Produksi 1) Mengadakan penelitian serta analisa kimia dan bakteriologis. bertugas : a) Menerima laporan dan melaksanakan tugas berdasarkan informasi dari masyarakat. b) Urusan Gedung (1) Mengatur kendaraan-kendaraan dinas dalam rangkaian mobilitas perusahaan. tugas : a) Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atau LKMD guna melestarikan fungsi hydrant. sehingga kualtias air yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Membawahi : a) Urusan Gedung (1) Melaksanakan kebersihan lingkungan dan ruangan kantor serta bangunan-bangunan lainnya. 2) Seksi Pemeliharaan. b) Melaksanakan penyambungan baru sesuai dengan perencanaan.

Bagian Meter Air 1) Seksi Meter Air terdiri dari : . a) Membantu Kepala Seksi Sumber Air dibidang tugasnya. (2) Membuat laporan penerimaan. b) Menjaga kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan. b) Melaksanakan penagihan rekening dan menyetorkan hasilnya. 3) Menjaga kebersihan ari menurut syarat yang ditentukan dan mengawasi proses pengolahan air. (3) Membantu Kepala Seksi sumur dalam di bidang tugasnya. b) Urusan Pembayaran (1) Menerima pembayaran.2) Melaksanakan pencarian sumber air baru serta membuat sumur alternatif di daerah tertentu. Membawahi Urusan Luar Kota. 44 c) Membuat laporan penerimaan. (2) Memelihara sarana penunjang atau sarana bantu guna kontinuitas air baku. c) Menjamin kelancaran produksi air dari sumur dalam Mojosongo dan Sumur Jebres. Bagian Produksi terdiri dari : 1) Seksi Laboratorium : a) Melakukan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya pencermaran sumber-sumber air. Membawahi : a) Urusan Perpompaan (1) Menjaga kelestarian pompa sesuai dengan standart pemakaian. 3) Seksi Sumur Dalam a) Membantu Kepala Bagian Produksi dibidang tugasnya. d) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasainya. b) Melakukan penelitian dan analisa dalam rangka pengembangan laboratorium kimia air. d. (3) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasinya. 2) Seksi Sumber Air : a) Menjamin kelancaran produksi air dari sumber air Cokrotulung. mempunyai rekening dan menyetorkan hasilnya. b) Menjaga lingkungan sumber-sumber air. c) Melaksanakan pemeriksaan kualitas produksi dan distribusi air secara periodik.

Mengkoordinir dan menyusun anggaran tahunan. b) Melaksanakan pemutusan aliran atas pelanggan yang dikenakan sanksi maupun atas permintaan pelanggan sendiri. . b. 3) Melaksanakan administrasi kepegawaian. Bagian Sekretariat terdiri dari : 1) Seksi Rumah Tangga a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. 5) Menyelenggarakan penyuluhan penggunaan air minum yang efisien. Seksi Bengkel Meter membawahi : a) Urusan Tera Meter. Direktur Umum a. Direktur ini membawahi : a. 46 4. (1) Mempersiapkan meter air yang telah di tera untuk kegiatan pelaksanaan pasang baru. (2) Menganalisa atas hasil pencatatan meter air besar untuk mengetahui kelancaran aliran maupun kebocoran pada suatu wilayah. 4) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. 2) Seksi Bengkel Meter a) Membantu kelancaran pelaksanaan terameter air. Bagian Sekretariat 1) Menerima penggandaan dan mengekspedisi surat. b) Urusan Perbaikan Meter (1) Mengadministrasikan meter air besar yang ada dilapangan. c) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian secara berkala. Menganalisa dan menjabarkan hasil operasi c. 2) Mengatur dna memelihara rumah tangga kantor perusahaan. b) Memperbaiki meter air yang rusak. c) Dikepalai oleh Kepala Seksi dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian meter air. 6) Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang prosedur permohonan air minum. (3) Membantu Kepala Seksi Meter Air di bidang tugasnya. Menyelenggarakan sistem kontrol yang efektif. (2) Membantu kelancaran pelaksanaan tera meter air. (3) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian tera meter air.45 a) Melaksanakan pemasangan meter air untuk pelanggan baru.

c) Menerima pendaftaran tamu serta menyampaikan kepada pejabat yang akan ditemui d) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 4) Mengatur ketepatan waktu dan penelitian pembaca meter. Bagian Keuangan 1) Menyusun laporan pelaksanaan anggaran perusahaan. Membawahi Urusan Keamanan yang tugasnya adalah : a) Membantu Kepala Seksi Administrasi di bidang tugasnya. b. c) Menyimpan dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan tugas-tugas sekretariat. 3) Seksi Administrasi a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. b) Menerima pengadaan. 2) Seksi Personalia a) Melaksanakan administrasi kepegawaian 47 b) Merencanakan dan melaksanakan peraturan-peraturan dibidang kepegawaian serta mengadakan pembinaan untuk meningkatkan produktivitas pegawai. b) Melaksanakan tata administrasi data-data langganan dan calon . Bagian Langganan terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan a) Menerima pengaduan-pengaduan dari langganan dan melalui atasannya meneruskan kepada urusan-urusan yang bersangkutan. pengagendaan. penyimpanan persediaan serta mengetahui atas pembayaran kas dan surat berharga. 2) Melaksanakan publikasi air minum berdasarkan pelanggan. 48 4) Menyelenggarakan administrasi keuangan. Bagian Langganan 1) Mengadakan penyelidikan mengenai sebab-sebab turun naiknya air. c. 3) Menerima penagihan rekening air minum dan menyetorkan ke bank. b) Menjamin keamanan lingkungan kantor sumber air kas pembantu serta fasiltias lain yang dimiliki oleh perusahaan. c) Menyelenggarakan rapat-rapat pertemuan. 2) Membuat surat pertanggungjawaban penggunaan uang. dan pengekspedisian surat menyurat. 3) Mengatur proses dan pelayanan permohonan jadi pelanggan.b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang kerumahtanggaan.

c) Berkewajiban memberikan laporan atas terjadinya kerusakan dan penyimpangan meter air. 3) Melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsnya yang diberikan oleh atasannya. 50 Sedangkan Unit-unit yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama adalah : 1. 3) Seksi Pembaca Meter a) Menyerahkan hasil harian pembacaan meter sebagai bahan pembuatan rekening. b) Urusan Wilayah B (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Tehnik 1) Meneliti hasil kerja di bidang tehnik dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. b) Berkewajiban memberikan laporan atas hasil efisiensi pembayaran rekening. Unit Pengawas dan Penelitian. c) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan atasannya. 2) Membantu Kepala Unit Pengawas dan Penelitian di bidangnya. b) Menganalisa atas pemakaian air pelanggan. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Administrasi Keuangan . (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. 2) Seksi Penagihan a) Menyetor jadwal waktu pelaksanaan tugas penagihan tunggakan rekening pelanggan. terdiri dari : a.langganan sebagai perbandingan data yang ada di komputer. b. 49 c) Memberikan informasi atas pelanggan yang dikenakan sanski maupun yang dicabut sanksinya. Membawahi : a) Urusan Wilayah A (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan.

3) Memberikan saran dan pertimbangan atas hasil kerja pengawasan untuk melancarkan tugas di bidang administrasi keuangan. Unit Kolam Renang a. Membuat laporan-laporan di bidang administrasi pelanggan. Urusan pengelolaan data Tehnik 1) Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 3) Mengolah hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan informasi data kerusakan meter air di lapangan. 2. Unit Komputer a. c. 2) Membuat laporan-laporan di bidang pergudangan. 3. Membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas yang bersifat khusus pengelolaan kolam renang. 2) Membantu laporan-laporan tentang administrasi pelanggan. 2) Membantu Kepala Unti Pengawas dan Penelitian di bidang tugasnya. Terdiri dari : a. b. 3) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 3) Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 52 . 2) Mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerja atau hasil monitoring lapangan. b. 2) Membuat laporan baru tentang kegiatan pasang baru. Sub Unit Evaluasi 1) Mengadakan evaluasi tentang prosedur penyelenggaraan mekanisme kerja untuk tujuan perbaikan. Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. Menyalin hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan data informasi kerusakan dari di lapangan. 51 c. Urusan Pengelolaan Data Rekening 1) Membantu kelancaran pembacaan meter air. Sub Unit Pengelolaan Data Pergudangan 1) Membantu kelancaran di bidang pelaksanaan sambungan baru.1) Meneliti hasil kerja di bidang administrasi keuangan dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. Sub Unit Pengelolaan Data Tehnik 1) Membuat Laporan-laporan di bidang keuangan 2) Mengolah data pembayaran rekening 3) Membantu kelancaran administrasi keuangan. 3) Melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan tugas yang diberikan atasannya.

d. 2. Sampai bulan Februari 2001. Mereka adalah pegawai tetap perusahaan. Menjaga kondisi air kolam renang untuk menjamin kesehatan. Membantu melaksanakan dan memelihara bangunan kolam renang. b. 2. Perusahaan tidak memiliki pegawai dengan honorer. Pegawai dengan NPP (Nomor Pokok Perusahaan). Jumlah Karyawan Pada saat penelitiain ini dilakukan PDAM Sragen mempunyai 308 orang karyawan dengan susunan sebagai berikut : Tabel II.1. Pegawai dengan honor tetap Mereka ini bekerja di perusahaan dengan honor yang tetap. Pegawai dengan NIP (Nomor Induk Pegawai). Mempersiapkan tenaga dan berbagai peralatan yang diperlukan kolam renang. Sampai dengan tahun 2004. jumlahnya sebanyak 3 orang. c. jumlahnya adalah 18 orang. Keadaan Karyawan 1.b. Jumlah Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Sragen No Bagian Sub Bagian Jumlah 1. dan mereka bukan pegawai negeri. F. Sampai dengan tahun 2004. artinya mereka tidak memiliki kemungkinan untuk diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan dan tidak mugkin mendapat kenaikan gaji. jumlahnya sebanyak 297 orang. Direksi Umum Teknik Unit Tenaga Honorer . Hubungan Kerja dengan Perusahaan Berdasarkan hubungan kerja dengan perusahaan. Pegawai dengan honor perusahaan 53 Mereka ini bekerja pada perusahaan dan suatu saat mempunyai kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai perusahaan. d. 5. dan suatu saat dapat ditarik kembali oleh pemerintah daerah. Sampai dengan bulan Februari 2001. jadi mereka bukan pegawai tetap perusahaan. Mereka ini adalah pegawai negeri yang diperbantukan di PDAM Sragen. c. 4. karyawan PDAM Sragen dibedakan menjadi : a. 3.

Bagian Produksi d. Bagian Distribusi 3 19 64 30 23 52 39 24 11 10 36 1 1 Jumlah 308 Sumber : Data Primer. WALIKOTA DIREKTUR BADAN PENGAWAS BAGIAN ADMS. Bagian Meter Air a.Direksi a. Bagian Langganan a. 061.1/380/I/1989 tentang SOT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sragen. Bagian Keuangan c. Unit Komputer c. Unit Kolam Renang a. Bagian Distribusi c. Bagian Perencana b. Unit Pengawas dan Penelitian b. Bagian Perencanaan b. . Bagian Sekretariat b. 54 GAMBAR 2 SUSUNAN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SRAGEN Sumber : Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. KEUANGAN CABANG BAGIAN TEKNIK BAGIAN LANGGANAN SUB BAG. tahun 2004.

SAMBUNGAN SUB BAG. LANGGANAN SUB BAG. Deskripsi anggaran biaya pemasaran ini disusun oleh perusahaan dalam bentuk tabel yang dipisahkan dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung. HUB. TRANSMISI SUB BAG. dengan mengelompokkan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis biayanya.ADMS. PERENCASUB BAG. PENGOLAHAN SUB BAG. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya pemasaran tetap dan variabel. PERENCASUB BAG. UMUM ATAU UNIT / IKK BAG. RUMAH 55 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. PRODUKSI SUB BAG. KAS PEMBANTU SUB . PEMBACA SUB BAG METER AIR SUB BAG. LOGISTIK SUB BAG. Dalam hal ini peneliti menyusun data yang telah dibuat oleh PDAM Sragen. Analisis Biaya Pemasaran 1. SUB BAG. baik biaya langsung fungsi maupun biaya tidak langsung fungsi. PEMBELIAN SUB BAG. SUB BAG. Mendeskripsikan Anggaran Biaya Pemasaran Mendeskripsikan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. ADMS.

B.000 202.500.000 11.000 9.000 21.) 2002 (Rp.250.000.000 8.964.850. rencana anggaran biaya pemasaran tersebut . B.000 5.2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp. promosi T 6.000 118.310.000 12.000. produksi V 19.495.000 2. manajer pemasaran memerintahkan semua kepala fungsi pemasaran yang membawahi masingmasing fungsi yang ada di perusahaan yaitu.360.000 7.000 8.179.000 18. B.000 4.237.220.000 212.000 9.850.196.000 9. Insentif V 15. penyusutan T 16.000 BTL FUNGSI 1.000 6.000.000 4.000 270.000 52.000 7. transmisi & distribusi V 6. B.) 2004 (Rp. kesjhtrn karyawan T 10.000 5. listrik V 1.000 3. B.362. fungsi langganan. Gaji manajer & staf T 10.000 21.000 20.600.540.340.000 11. B. sambungan V 6.000 10.500.254.660. fungsi penagihan serta fungsi administrasi pemasaran untuk membuat perencanaan anggaran biaya pemasaran yang terdiri dari rencana anggaran biaya promosi.981.000 19. Gaji karyawan T 101.000 11.956.000 12.725.699.000 6.000 3.599.000 6.000 7. B. rencana anggaran biaya penagihan serta rencana anggaran biaya administrasi pemasaran.000 Jumlah Biaya Dianggarkan 221.000 118.000 12.879. B.000 122. fungsi teknik.000 1.408.000 11.550.000 Jumlah 174.420.400.000.000 7.500.) BL FUNGSI 1.046. penagihan V 5.1 56 ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 .546.960. Apabila tidak ada revisi dari manajer pemasaran.000 7.271.396.376.557.000 57.000 12.000 31.820.088.600.000 274. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya Rencana anggaran biaya yang telah disusun setiap kepala fungsi pemasaran diserahkan kepada manajer pemasaran untuk diteliti.625.000 6.230.220. rencana anggaran biaya penjualan.405.200.000 57.000 Jumlah 47.000 9. fungsi penjualan. asuransi T 9.410.254.000 32. rencana anggaran teknik.000 12.000 7.455.000 217.900.350.000 21.914.000 20.746.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 6.) 2003 (Rp.491.760.000 1.680.Pada awal penyusunan anggaran biaya pemasaran.275.750. Suplais kantor V 11. B. fungsi promosi.000 6. TABEL III. rencana anggaran biaya langganan.000 2.000 255.660.971.845.

2 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 58 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp. manajer pemasaran.850.625.) 12345678 L FUNGSI 1.000..800.522.000. Pendistribusian ini selain dapat menunjukkan berapa jumlah biaya setiap fungsi pemasaran. manajer personalia dan umum serta manajer akuntansi dan keuangan.disatukan dan ditetapkan menjadi anggaran biaya pemasaran yang akan dibawa manajer pemasaran dalam rapat perusahaan yang dihadiri oleh pimpinan dan semua manajer perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (untuk selanjutnya disebut PDAM) Sragen.000 18. 1) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2001 TABEL III.- .) Teknik (Rp. Suplais kantor V 1.000 1.400.000 20. Adapun perhitungan distribusi anggaran biaya pemasaran tidak langsung berikut ini dihitung berdasarkan kajian teori yang ada dalam landasan teori yang ada dalam landasan teori. Mendiskripsikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.000 2..000 1. yaitu manajer produksi. adalah : a.500.) Langganan (Rp.000 2. Untuk biaya tidak langsung.000 2. Ini berguna dalam penentuan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel. (Rp.) Penjualan (Rp.750.) Adm. setiap jenis 57 biaya pemasaran yang dianggarkan didistribusikan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada. Biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi yang menikmati. diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi yang berupa besarnya jumlah karyawan dan luas lantai bangunan yang ditempati oleh setiap fungsi.850.000.000 9. promosi T 6.000 3. juga dapat menunjukkan berapa jumlah biaya tetap dan biaya variabel setiap fungsi.000 1. Dalam hal ini PDAM Sragen menggunakan empat dasar distribusi biaya pemasaran yaitu biaya kesejahteraan karyawan. B. biaya asuransi dan biaya penyusutan.000 25. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran..000 . Setelah dilakukan pengelompokkan biaya pemasaran.360.734. biaya gaji manajer dan staf.) Penagihan (Rp. b. Gaji karyawan T 11.000 16.

Tetap 21.000 = Rp 856.15.00 = = Rp 207.000.000 506.000.000..880 Jumlah B.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 214.000.926.00 Fungsi Adm.5.558..800.7.550.825..000 3.000 7.000..000 856.863.600 759..568.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.880 Jumlah B.000 1. Pemasaran = 12 x Rp 214.850.000 .000.000.929.320 23.600 14.798.000.749.000 2.663.6.000.000 25. penagihan V .680. transmisi & distribusi V . B.755.00 = Rp 2.000 = Rp 2.280 7.000 .000 = Rp 856.325.000 1.000 2.898.000 28...000.691..680.600 5. B.449.820 14.280 25.484..600 3.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 214.996.000 . Kesejahteraan Krywn = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.00 = Rp 828. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan B.00 = Rp 828. produksi V .734.650. Insentif V .4.000 2.000 ..00 = = Rp 214.557.00 = Rp 856.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 214.145.000.000. penyusutan T 1.756.000 38.000.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 207. B.000 . listrik V .680.8.484.246.313.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 214.914.756.000 = Rp 2.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 207.280 32.000. B.200.1.000 .496.685.000 50.000 2.179.000 34.000 1.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.820 30.050.6.. Variabel 1.100 15.038.9.568.555.480 Jumlah 3.207.100 13.400 633.782.100 874.000 2.600 39.199. Gaji manajer & staf T 828.484..000.405. Sesungguhnya 23.720 1.625.568. B.311.093.00 = Rp 2.145.6.00 59 Fungsi Langganan = 12 x Rp 214.000 828. asuransi T 759.100 4.800.320 3.5.556.550. B.882.000 18.699.000.820 64.220 6.600. B.000 Jumlah 19..000 = Rp 2. sambungan V .000 1.320 42.880 Jumlah B.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 207.000.000 3.000 10.000 BTL FUNGSI 1.880 1. B. kesejahteraan karyawan T 856.600 42.19.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 207.000.400 4.000.000 1.000 2.522.

00 Fungsi Adm.00 = Rp 1.100.862.600.00 = Rp 6. (Rp.00 Fungsi Penagihan 50 x Rp 21.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 21.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 21.00 = Rp 1.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 12.00 = Rp 3.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 9.400 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 12.00 = Rp 2.396.00 = Rp 633.00 60 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 12.) 12345678 BL FUNGSI .862.311. Pemasaran = 12 x Rp 207.00 Fungsi Adm.00 2) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2002 TABEL III.00 = Rp 1.) Teknik (Rp.00 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 16.000. Pemasaran = 40 x Rp 12.) Adm.484.600.00 = = Rp 12.093.558.) Penjualan (Rp.246.3 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 207.00 = Rp 3.000.00 = = Rp 21.00 = Rp 5.00 = Rp 874.) Penagihan (Rp.862.798.495.660.480.660.880.862.038.660.660.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 12.000.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 21862.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 21862.660.400.500.000.) Langganan (Rp.660.311. Pemasaran = 40 x Rp 21.00 = Rp 759.720.862.00 = Rp 828.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 12.660.000.600.00 = Rp 759.00 Fungsi Adm.720.00 = Rp 506.000.000.

000 26.700.000 2.756.000 .000..600.00 = Rp 884.000 BTL FUNGSI 1.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 221.000. B.010.525.000 37.898.777.000. B.613.000 4. transmisi & distribusi V .765.000 4.00 = = Rp 220.652.. Pemasaran = 12 x Rp 220.652.100 16.000 2.000.000 2.180.289..000 .000 54.000 54.000.000 71.215.18.5.278.260. sambungan V .640.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 220.230.890.640.000..00 = = Rp 221.00 = Rp 880.000 1.100 4.687.000 17. Gaji manajer & staf T 884.676. produksi V .000..640.000.691. kesejahteraan karyawan T 880..000 980.000 2.000 .275.000 .000 29.000 7..663.000 Jumlah B.00 = Rp 2.000.000.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 221.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 = Rp 2.000 1.578.582.000.000 37.000 5...280 7. Gaji karyawan T 13.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 220.734.501.734.000 ..00 = Rp 884. Sesungguhnya 25.750.484.196.00 = Rp 2.000.164.000 28..00 .00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.065.880 1.21.000 548.6.271.220.000 2.000.000 2.7.000 5. B.000. Tetap 23.6.000 Jumlah B.540.480.246.960.000. penyusutan T 1.199.000.00 62 Fungsi Adm.000 1.61 1.000.000 Jumlah B.000 2.777.280 36.100 15.000 2.000 10.000 2.000 985.000. B.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 220. promosi T 6. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11..013.000 2.000 12.620 14.100 1.000.000 3.266.000 1.8.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 220.201.170.000 21.857.038.000 .000.280 44.996.000 27.000 3.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 221. asuransi T 822.547.00 = Rp 880.000 2.000.5. Variabel 2..000 2.620 42.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 221.179.000 34.000 25.016.400 633.500.275.550.620 3.666.746..00 = Rp 2.000.000 17.00 = Rp 2. Suplais kantor V 2.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 220.000 Jumlah 21.. B.459.4.470. B.052.7.000 7.000.093.6. B.000 822.000. penagihan V .000 1.000. listrik V .9..620 39.929. B.000.500.837. Insentif V .782.895.000 Jumlah 4.000 49.000.256.000 2. B.00 = Rp 880.

000. Pemasaran = 40 x Rp 13.052.890.00 = = Rp 13. B.00 63 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 13.700.00 Fungsi Adm.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 13.00 3) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2003 TABEL III.288.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 13700.000 2.000.360.000.00 = Rp 4.000.660.000.4 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.700.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 26.000 18.00 Fungsi Adm.312.000 2.953. (Rp. Pemasaran = 12 x Rp 221.00 = Rp 1.300.577.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 10.578.00 = Rp 822.000.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 26.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 13700.000.000.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 13.300.- .300.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 26300.700.) Adm.000 19.00 = Rp 884.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 19.000.00 = Rp 1.578. Gaji karyawan T 15. Suplais kantor V 2.000 12.00 = Rp 685.000.225.652.00 = Rp 7.110.000 2.900.700.000 .000.300.224.000 13.000 3.00 Fungsi Adm.325.450.000.00 = Rp 3.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 221.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 26.) Penagihan (Rp.900.000.00 = Rp 1.000 37.000 1.275.00 = Rp 6.) Penjualan (Rp.725.00 = Rp 1.000 2.) Teknik (Rp.860.000..00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 26300.000.00 = = Rp 26. Pemasaran = 40 x Rp 26.700.300.00 = Rp 548.00 = Rp 822.250..000..) 12345678 BL FUNGSI 1.600.00 = Rp 2. promosi T 9.350.315.) Langganan (Rp.000 20.

B.000.000 996.040.279.000 14.000 1.00 = Rp 984.672.000 8. Pemasaran = 12 x Rp 249.000 3.000.000 . Variabel 2.1.200 17.599.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 249.534.000.000 9.000 1.783.000 Jumlah 4..370.00 = Rp 984.000 2.000.000 4.00 = Rp 984.000.000.000.00 Fungsi Adm.000.000 42..00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 246.000 Jumlah 27.000 4. B.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi 65 Rp 12.184. B.399..546.000.699.7.00 = Rp 2.000.000.00 = = Rp 246.5.8.221.7.552..00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 249.00 = = Rp 249.00 = Rp 996.000. B.000.000 3.000.000 Jumlah B. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000.000 38.000.178. asuransi T 822. Insentif V .00 = Rp 2. Gaji manajer & staf T 884.444..00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 246.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 249.000.000.000 .668.000 3.200 6.00 = Rp 996.000 7.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 246.000 754.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 249.877. kesejahteraan karyawan T 880.164.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 5.577.617.000 1.952.000.522.6.000 17.000 40.000 2.000 29.000.845.00 = Rp 2.800 4. B.000 3.000 3.358.524.998.241.000 904.000 1.00 = Rp 2.800 75.968.743.000 2. penyusutan T 1.879.9.000.00 c) Distribusi Biaya Asuransi .350.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 246.446.952.000 2.00 = Rp 2.237.6.200 57.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 249.000 47.21.540.254..000 30.000 58..000 19.504. Tetap 29.000 BTL FUNGSI 1.437.000 Jumlah B.404. B. penagihan V ..000. B.800 35.000 3.. listrik V .000 ..619..164.952.00 = Rp 2.4.000 1.000.486.000 29.- 64 8.7.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 246.000.214.000 .520. sambungan V .379.929.000 .643.953.000 1.988.200 54..988.000 984. produksi V . Sesungguhnya 31.000.000. Pemasaran = 12 x Rp 246.000.000 18.800 16.578.00 = Rp 996. transmisi & distribusi V .000 40.112.820.908.000 603..614.000 Jumlah B. B.722.000.180.390.988.

000 2.000 37.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15..00 = Rp 1..7.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.000 2.000 1.080.000 19.629.5 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 Fungsi Adm.080.000 .000 Fungsi Adm.00 = Rp 3.900. penagihan V .00 = Rp 754.080.580. B.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.080.000.000 .00 = Rp 4.850.9.080.000 .) Penjualan (Rp.500.000 ..524. Insentif V . B.112.000.900.20.000 3.800.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 27.672.000 2..000.) Penagihan (Rp.200.800.) Teknik (Rp.660..00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 27.8.800.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 27800.800.668.080. transmisi & distribusi V .00 = Rp 603.000 ..000. B. B.750.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 27.00 4) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2004 TABEL III..865.000 14.000.00 = Rp 904.7..179.4.400.800.) Adm. sambungan V .760.000 3.00 = Rp 904.00 = Rp 1.390.220.000 - .325.668.800. Pemasaran = 40 x Rp 27.00 = Rp 1.00 = Rp 8.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 27800.000 21. Suplais kantor V 2.800..000..) Langganan (Rp.000.00 = = Rp 27.7.) 12456789 1. listrik V .00 = = Rp 15. Pemasaran = 40 x Rp 15.000.6. (Rp.350. B.. promosi T 9. Gaji karyawan T 16.Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.425.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.1..310.000 12.9.354.000 20..000 .5.125. produksi V .750.000.00 = Rp 1.00 = Rp 6.080.340.153...000. B.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15..200 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan 66 Rp 20.6.

250.000 7.000 4. B. Pemasaran = 12 x Rp 251.000 Jumlah B.000 2.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 248.820.820.235.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11. penyusutan T 1.000 4.000 57.855.455.000 18. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 45.850.502.268.000 36.000 57.456.520.660.502.005.007.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 251.00 = Rp 1.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.007.000 3.023.840.000 29.00 = Rp 2.321.650.960.235.474.00 = Rp 1.00 Fungsi Adm.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.00 = Rp 992.000 1. B.000 1.405.00 = Rp 2.283.023.530.00 = Rp 3.840.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 251.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 248.000.820.000 16.00 = Rp 1.807.750.000 3.000 38.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 248.000 Jumlah B. asuransi T 825.263.035.402.000 950.235.875.980.200 5.940.940.000 1.000 3.820.695. Variabel 2.400.000 39.000 2.00 = Rp 2.018.960. Tetap 30.000 2.000 74. Sesungguhnya 32.982.880.978.840.370.709.000 19.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 248.00 Fungsi Adm.580.000 18. Pemasaran = 12 x Rp 248.000 4.000 BTL FUNGSI 1.00 = = Rp 248.000 67 Jumlah 4.854.480.500.000 31.940.708.000 10.000 1.00 = = Rp 251.000 695.000 54.023.000 16.978.520.520.960.449.000 990.960.978.000 4.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 248.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 251.001. kesejahteraan karyawan T 895.000 1.00 = Rp 992.000 1.000 41.475.350.000 1.000 5.Jumlah 28.00 = Rp 3.00 = Rp 992.825.425.00 = Rp 3.000 Jumlah B.960.232.000 3.235.960.00 .800 3.685.000 3.562. Gaji manajer & staf T 890.235.153.00 68 Fungsi Teknik = 12 x Rp 251.000 14.007.000.000 31.000 8.235.960.235.235. B.524.555.000.000 965.132.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 251.000 50.

000.00 69 Fungsi Teknik = 300 x Rp 28.000.000. dengan satuan pengukur jasa sebagai berikut : a.600.500.000. Teknik Jumlah produksi d.000.6 .00 = Rp 3.000 Fungsi Adm.00 Fungsi Adm.7.000.00 = Rp 1.000.000. Total Biaya Variabel per fungsi b.680. Total Biaya d.00 = Rp 900. Kapasitas normal merupakan kapasitas yang terjadi dalam keadaan atau kondisi normal (kondisi yang dipakai untuk menghitung tarif) yaitu suatu kondisi yang dicapai perusahaan pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama periode tertentu. Kapasitas Normal. Administrasi Pemasaran Jumlah rekening pembayaran PDAM 70 Dalam hal ini PDAM Sragen telah menetapkan kapasitas normal yang terjadi setiap tahunnya.400.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.000.00 = Rp 1.00 = Rp 900. Langganan Jumlah air yang dibutuhkan pelanggan e. Promosi Jumlah rupiah b. Pemasaran = 40 x Rp 15.000.000.000.000.000.680.= = Rp 15. seperti yang terlihat dalam tabel III.000.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 28. .000. Total Biaya Tetap per fungsi c.000.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 28.000.120.00 = Rp 750.000.00 = Rp 1.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 28.000.00 = = Rp 28.00 = Rp 8. dikurangi dengan hambatan yang disebabkan oleh faktor eksternal.00 = Rp 6. Penjualan Jumlah rupiah c.000.720.00 = Rp 4.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 28.000. Pemasaran = 40 x Rp 28.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.00 = Rp 1.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.400.000.00 Menyusun tabel untuk menghitung tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksi per fungsi yang meliputi : a.000.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 21. Penagihan Jumlah penagihan f.000.00 = Rp 600.

2004. 15.000.000 19.000 18.000 975.087.000. Penghitungan Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari : 71 Total Biaya variabel perfungsi TV = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100%. pemasaran lembar 350.000 F.095.000 F.00.000 20.000 F. penagihan kali 4 4 4 4 F.8 PENGHITUNGAN TARIP BIAYA TETAP PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 NO. penjualan Rp. 16. Anggaran Fleksibel Tabel Kapasitas Sesungguhnya.025.000 F. dapat dicari dengan rumus : AFKS = Total Biaya Tetap + (KS x TV) Keterangan: KS = Kapasitas sesungguhnya TV = Tarif variabel TABEL III.000 20.000 20.000. adm.000.6 KAPASITAS NORMAL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS NORMAL 2001 2002 2003 2004 F.000.000 F.500.000 800.000. teknik m3 20.000 1.065.000.000 20.000 350.085.000 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.7 KAPASITAS SESUNGGUHNYA PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS SESUNGGUHNYA 2001 2002 2003 2004 F.000.000. KETERANGAN TAHUN 2001 2002 2003 2004 BIAYA TETAP . 750.040.085. pemasaran lembar 345. Penghitungan Tarif Tetap (TT) per fungsi diperoleh dari : Total Biaya yang perfungsi TT = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100% sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1. promosi Rp.065.00.000 20.000 20.000 20.000. teknik m3 20. sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000.000 22.000 20.000.000. langganan m3 20.000 20.095.055.000 1.786 342.000 26.000 825.000.000.087. penjualan Rp.000.000 500.468 567.410 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.TABEL III. langganan m3 20.000 F. TABEL III.250.000 25. 765.040.000 20. adm.000 F.000 22.000 20.000 F. 2004.110 452.000 20. penagihan kali 4 4 4 4 F.000.000 950.250. promosi Rp.000.055.000 570.

000 18.145. promosi 21. F.00 .280.88 1.00 = Rp 2.000. F.100 36.000 950.800 18.000 18. Total Biaya Tetap Setiap Fungsi 72 TT = Kapasitas Normal a.040.777.132. langganan 39.455.000. pemasaran 345. F.980.087. F.145.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.880.000 5.424.00 = Rp 1. penagihan 6.699.000 20.000.666.000 6.280 39.358. Pemasaran = x Rp 1.51 / m3 20. langganan 20.775 / kali 4 kali Rp 13.000 29.600 34.000.555.000 2.00 = Rp 6.582.786 lembar b. Tarif Biaya Tetap Tahun 2002 Rp 23.446.87 32.321.929.685. pemasaran 13.500 6.100 30.756.775 7.55 39.000 22.620 35.929.880 15.320 23.065.000 4. teknik 30.000 18.777. adm.000.58 45.000 54. penjualan 750.750 7.569.000.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.756.65 121.000.000 3.000 31.410 TARIP BIAYA TETAP 1.786 342.000 20.000 30.000.000 2.34 1.1.820 26.110 452.17 3.000 3.70 5. pemasaran 39.000 25.00 / m3 20.000 20.114.530.70 % Rp 15. F.756. F.000.000.929.000 lt Rp 25.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 143.200 36.80 4.76 1.000.459.882. F.000 4.43 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.00 Rp 23.820.087. F. F. promosi 143.000 17.000.000 20.279.100. F. langganan 2 1.000 1.000. teknik 1.040.000 20. F.000 800.71 2.468 567.00 = Rp 39.82 2.51 1.58/lbr 345. promosi 15.70 132.000. penagihan 25.000 20.685.600.000.320. F.000 m3 Rp 39. teknik 20.040.00 Fungsi Adm. adm. adm.000.09 132. F. F. 2004.184. penagihan 4 4 4 4 6.877.555.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.775 9.000 5.17 % Rp 750. F.280 54.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.90 3.00 Rp 30.000.000 KAPASITAS NORMAL 1.000.402.424.065.73 1. Tarif Biaya Tetap Tahun 2001 Rp 21. F.99 2. F. penjualan 23.699. F. penjualan 3.

00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Fungsi Adm.65 % Rp 22. Tarif Biaya Tetap Tahun 2004 Rp 30.000.00 = Rp 9.000.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Rp 26.065.446.34 % Rp 800.877.00 Rp 17.00 Fungsi Adm.000.000 m3 Rp 54.00 = Rp 7.87 / lbr 452.00 = Rp 39.55 / lbr 342.800.000.114.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000.582.000.000.00 Rp 35.73 / m3 20.90 % .09 % Rp 18.000.000.00 Rp 34.000.000.000 lt Rp 30.82 % Rp 25.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 121.040.569.00 = Rp 45.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.110 lembar c.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 132.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.76 / m3 20.000.000.100. Pemasaran = x Rp 1. Tarif Biaya Tetap Tahun 2003 Rp 29.200.000 lt Rp 36.000.929.71 / m3 20.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1. Pemasaran = x Rp 1.184.000.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.99 / m3 20.88 % Rp 950.666.00 = Rp 1.00 = Rp 2.000.775 / kali 4 kali 73 Rp 15.750 / kali 4 kali Rp 18.980.000 m3 Rp 39.358.00 = Rp 1.065.000.279.040.455.040.Fungsi Promosi = x 100 % = 132.000.459.280.756.468 lembar d.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.00 Rp 18.620.00 = Rp 1.

78 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 5.000 3.010.087.68 9.000 2.000. Tarif Biaya Variabel Tahun 2001 . pemasaran 345. F.000 8.643.000. 2004.000 800.000 1.15 0.000 950.953.786 342.850.000 31.410 lembar TABEL III.040.33 11.000 1.000 20.400.000 20.00 Fungsi Adm.283.73 1.000.00 = Rp 2. Total Biaya Variabel Setiap Fungsi TT = Kapasitas Normal a.000 20. promosi 15.70 / m3 20.51 3.000.000 18.000.14 0.000 4.60 2.000.350.000 27.087.000 29.000 1.000. F.000 20.065.000 2.275. adm.85 2 1.000. F.580.49 2.44 3.350.000. Pemasaran = x Rp 1.000 6.734.000. langganan 20.040.000 KAPASITAS NORMAL 1. penjualan 750.000 20.522.13 3.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.16 5.110 452.087.000.000.321. F. F.000 2.402.80 / m3 20.939. pemasaran 4. penjualan 2.000 2.126.73 3.000.000 8.762.050.153.800.500 / kali 4 kali 74 Rp 18. penjualan 18. adm.000 25.000 2.11 10.000 22.087. teknik 20.756.734. F. F. F. F. pemasaran 1.000 m3 Rp 54.164.530.504.00 = Rp 32.000. F. promosi 12.000 2. F.680.000. langganan 0.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.468 567.087. penagihan 1.000 3.9 PERHITUNGAN TARIP BIAYA VARIABEL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 TAHUN NO. penagihan 4 4 4 4 6.000 3. VARIABEL 1.132.882.000 40. F. teknik 1.000 5.501.500 6.00 = Rp 7. langganan 2.43 / lbr 567.00 = Rp 1. penagihan 7.Rp 1. F. adm. teknik 34. KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 B. promosi 1.91 4.000 1.000 20.000 4.14 0. VARIABEL 1. F.000 Rp 36.000.370.000 2.410 TARIP B.000 37.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 lt Rp 31. F.000 7.000 2.000.40 3.000 2. F.065.12 3. F.000 38.577.500 1. F.000.

929.00 75 Rp 34.250.207.032.280.850.000 20.000.685.825.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.10 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2001 eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.24 2. Pemasaran = x Rp 1.498.000 35.820 99.000.000 18.000.000.000 1.800.100 13.250.000.762.749.000.280 25.522.706.275 43.14 1.000.000.820 64.000.000 lt Rp 7.500 2.33 2.685.51 2 6.556.000 20.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 12.555.11 % Rp 18.000 m3 Rp 2.000.000 4 345.320 1.14 8.00 = Rp 1.00 Rp 37.000.880 Kpst normal (KN) 15.100 16.000.000.405.000.762. variabel (TV) 12.000 1.000 34.70 3.920.00 Rp 18. adalah : TABEL III.000.44 % Rp 800.100 45. tetap (TT) 143.820 30.000 20.280 39.000.73 0. Tarif Biaya Variabel Tahun 2002 Rp 2.000.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.51 1.100 15.663.786 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.835.050.000 2.00 = Rp 1.500 4.17 / m3 20. tetap 21.734.000 750.51 % Rp 750.680.320 42.962.000 Total B.000.00 Rp 27.000 7.050.000 7.501.68 3.00 76 .000.775 39.00 = Rp 0.000.799.756.280 32.000.424.40/lbr 345.40 Total tarif 156.187. variabel 1.850.000.734.17 1.00 Fungsi Adm.000 1.880 B. B.Rp 1.000.00 = Rp 4.000 765.540. b.522. 23.858.58 Tarif B.500 / kali 4 kali Rp 1.000 4 350.33 % Rp 15.000.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 2.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 11.600 42.600 39.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.050.010.800.699.320 23.000.880 Sumber : Data yang diolah.150.786 Kpst sesungguhnya (KS) 16.000 Anggaran fleksibel 220.000.145.000 Tarif B.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.73 / m3 20.000 20.680.747.98 KS x TV 197.03 5.

501.750 2.000 1.000.Fungsi Teknik = x Rp 1.00 Rp 29.953.000.000 825.00 = Rp 0.000.00 = Rp 0.892. variabel (TV) 11.15 / m3 20.000 Total B.000 34.000 lt Rp 8.971.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.620 42.350.000 4 342.73 / lbr 342.000.000.459. 25.470.000 / kali 4 kali Rp 1.73 1.777.00 .00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 37.00 = Rp 2.643.11 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2002 etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.000 / kali 4 kali Rp 1.000 20. c.000.58 2.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000 2.68 % Rp 22.13 11.000.500 Sumber : Data yang diolah.734.055.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.00 = Rp 1.14 1.000 54.000 m3 77 Rp 2.577.000.100 18.756.000 3.162.12 % Rp 950.126.000.101.000.857.065.11 3.929.582.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 10.700 7.000 4 350.939.00 Rp 40.99 9.000 26.000.305.775 49.000 7.00 = Rp 3.44 1.500 Anggaran fleksibel 236.807.00 / m3 20.275.00 = Rp 2.110 Kpst sesungguhnya (KS) 19.78 3.00 = Rp 1.20 6.000 800.000 37.28 KS x TV 211.055.000 Kpst normal (KN) 18.85 / m3 20.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.010.000.280 44. variabel 2.000 2.000.000.85 0.663.777.000 lt Rp 7.756.114.257.504.215.040.34 1.000 Tarif B.000 m3 Rp 2.980 51.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.110 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi. tetap 23.275.756.000.000 20. tetap (TT) 132.370 45.00 Fungsi Adm.756.065.838.000 20.280 36.775 45.164. Tarif Biaya Variabel Tahun 2003 Rp 2.73 Total tarif 143.676.000. adalah : TABEL III.867.257. Pemasaran = x Rp 1.000 B. B.620 39.000.000 108.939.778.000 27.040.040.14 / m3 20.000 20.100 16.000.000 1.000 71.000.09 3.55 Tarif B.040.100 15.734.090.000 2.666.053.

Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 3,49 / lbr 452.468 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.12 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2003
etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 29.184.000 17.877.800 35.358.200 54.446.000 30.279.000 18.040.000 B. variabel 2.350.000 29.643.000 40.164.000 2.953.000 8.504.000 1.577.000 Total B. 31.534.000 47.520.800 75.522.200 57.399.000 38.783.000 19.617.000 Kpst normal (KN) 22.000.000 950.000.000 20.065.000 20.065.000 4 452.468 Kpst sesungguhnya (KS) 22.500.000 975.000.000 20.085.000 20.085.000 4 500.000 Tarif B. tetap (TT) 132,65 1,88 1,76 2,71 7.569.750 39,87 Tarif B. variabel (TV) 10,68 3,12 2 0,15 2.126.000 3,49 Total tarif 143,33 5 3,76 2,86 9.695.750 43,36 KS x TV 240.300.000 3.042.000.000 40.170.000 3.012.750 8.504.000 1.745.000 Anggaran fleksibel 271.834.000 3.089.520.800 115.692.200 60.411.750 47.287.000 21.362.000

Sumber : Data yang diolah. d. Tarif Biaya Variabel Tahun 2004 Rp 2.400.000,00 Fungsi Promosi = x 100 % = 9,60 % Rp 25.000.000,00 Rp 31.283.000,00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3,13 % Rp 1.000.000.000 Rp 38.370.000,00 Fungsi Teknik = x Rp 1,00 = Rp 1,90 / m3 20.087.000 m3 78 Rp 3.153.000,00 Fungsi Langganan = x Rp 1,00 = Rp 0,16 / m3 20.087.000 lt Rp 8.350.000,00 Fungsi Penagihan = x Rp 1,00 = Rp 2.087.500 / kali 4 kali Rp 1.580.000,00 Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 2,78 / lbr 567.410 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.13 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2004
eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 30.455.000 18.980.000 36.132.000 54.321.000 31.530.000 18.402.000

B. variabel 2.400.000 31.283.000 38.370.000 3.153.000 8.350.000 1.580.000 Total B. 32.855.000 50.263.000 74.502.000 57.474.000 39.880.000 19.982.000 Kpst normal (KN) 25.000.000 1.000.000.000 20.087.000 20.087.000 4 567.410 Kpst sesungguhnya (KS) 26.000.000 1.025.000.000 20.095.000 20.095.000 4 570.000 Tarif B. tetap (TT) 121,82 1,90 1,80 2,70 7.882.500 32,43 Tarif B. variabel (TV) 9,60 3,13 1,91 0,16 2.087.500 2,78 Total tarif 131,42 5,03 3,71 2,86 9.970.000 35,21 KS x TV 249.600.000 3.208.250.000 38.381.450 3.215.200 8.350.000 1.584.600 Anggaran fleksibel 282.455.000 3.258.513.000 112.883.450 60.689.200 48.230.000 21.566.600

Sumber : Data yang diolah. 2. Menyusun Biaya Pemasaran Sesungguhnya Dengan menyusun biaya pemasaran sesungguhnya dan distribusi biaya pemasaran sesungguhnya dapat diketahui berapa biaya pemasaran sesungguhnya disusun oleh PDAM Sragen seperti terlihat pada tabel III.2 sampai tabel III.5, yang kemudian dikelompokkan dan didistribusikan ke setiap fungsi pemasaran dengan langkah-langkah yang sama dengan pengelompokkan dan pendistribusian anggaran biaya pemasaran. Distribusi 79 biaya pemasaran sesungguhnya dapat dilihat pada tabel III.14 sampaidengan III.17. TABEL III.14 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 13.725.000 21.375.000 26.712.000 18.245.000 9.450.000 16.235.000 2. Suplais kantor V 2.050.000 1.770.000 2.295.000 1.425.000 1.934.000 2.030.000 3. B promosi T 6.225.000 - - - - 4. Insentif V - 17.025.000 - - - 5. B listrik V - 5.230.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 20.973.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 6.175.000 8. B sambungan V - - - - - 12.750.000 9. B penagihan V - - - 6.408.000 - Jumlah 22.000.000 45.400.000 29.007.000 26.078.000 11.384.000 58.163.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.052.842 1.051.512 3.191.512 1.978.842 1.523.780 2.121.512 2. Gaji manajer & staf T 836.139 838.363 2.906.166 2.699.166 1.449.000 1.871.166 3. B asuransi T 1.423.980 2.018.855 2.097.655 1.892.255 1.765.655 2.057.255 4. B penyusutan T 1.311.720 1.311.220 5.246.880 1.093.100 874.480 6.558.600 Jumlah 4.624.681 5.219.950 13.442.213 7.663.363 5.612.915 12.608.533 Jumlah B Sesungguhnya 26.624.681 50.619.950 42.449.213 33.741.363 16.996.915 70.771.533

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

TABEL III.15 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002

Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 121.111.000 14.200.000 16.235.000 26.712.000 31.800.000 21.640.000 2. Suplais kantor V 11.610.000 2.075.000 2.030.000 2.295.000 2.251.000 1.750.000 3. B promosi T 8.915.000 8.915.000 - - - 4. Insentif V 17.626.000 - - - - 17.626.000 5. B listrik V 6.675.000 - - - - 6.675.000 6. B produksi V 20.973.000 - 20.973.000 - - 7. B transmisi & distribusi V 6.175.000 - 6.175.000 - - 8. B sambungan V 7.000.000 - 7.000.000 - - 9. B penagihan V 5.800.000 - - - 5.800.000 Jumlah 205.885.000 25.190.000 52.413.000 29.007.000 39.851.000 47.691.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 11.300.000 1.117.842 2.184.512 3.254.512 2.041.842 1.114.512

80
2. Gaji manajer & staf T 11.280.000 949.139 1.984.166 3.019.166 2.812.166 953.363 3. B asuransi T 10.280.000 1.428.040 2.061.312 2.101.712 1.896.312 2.022.912 4. B penyusutan T 19.725.000 1.926.998 7.113.600 5.801.880 1.949.490 2.058.552 Jumlah 52.585.000 5.422.019 13.343.590 14.177.270 8.699.810 6.149.339 Jumlah B Sesungguhnya 258.470.000 30.612.019 65.756.590 43.184.270 48.550.810 53.840.339

TABEL III.16 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 16.870.000 23.340.000 37.658.000 20.810.000 12.880.000 23.340.000 2. Suplais kantor V 2.480.000 19.025.000 2.351.000 2.125.000 1.140.000 1.050.000 3. B promosi T 9.354.000 - - - - 4. Insentif V - 1.050.000 - - - 5. B listrik V - 8.475.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 19.025.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 8.475.000 8. B sambungan V - - - - - 8.000.000 9. B penagihan V - - - 6.854.000 - Jumlah 28.704.000 51.890.000 40.009.000 29.789.000 14.020.000 59.890.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.539.842 1.736.512 3.437.512 1.470.842 1.808.780 2.406.512 2. Gaji manajer & staf T 1.189.139 1.189.363 3.255.166 3.048.166 1.798.000 2.220.166 3. B asuransi T 1.431.540 2.026.212 2.105.012 1.899.612 1.773.012 2.064.612 4. B penyusutan T 2.114.498 2.246.052 5.989.380 2.136.990 1.061.980 7.301.100 Jumlah 6.275.019 7.198.139 14.787.070 8.555.610 6.441.772 13.992.390 Jumlah B Sesungguhnya 34.979.019 59.088.139 54.796.070 38.344.610 20.461.772 73.882.390

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

.000 20. 4..772 71.000.786.000 15.000 1.8. g.300.052 6.000.000 2.158.500. Analisis Selisih Biaya Pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : a. Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya.000 46. Biaya Standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total f.097.014.139 1. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara total tarif dengan kapasitas sesungguhnya..000 BTL FUNGSI 1. Sifat selisih: Jika BS < AFKS.170. Suplais kantor V 2.000 57.610 20.063. B ksjhtrn karyawan T 1.350.20.508. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan . B produksi V . Biaya Variabel dianggarkan = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel.810.255.815. B penagihan V .908.456.980 7. Biaya sesungguhnya per fungsi b.161..610 6.380 2.255. Gaji manajer & staf T 1.000 9.5.9.960.166 81 3.Jumlah 29. selisih anggaran bersifat menguntungkan.780 2. Insentif V .338.182.056.4..390 Jumlah B Sesungguhnya 35.000 21.421. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS.000 2.035.891.139 14.021.17 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.9. B listrik V . B penyusutan T 2..012 1.) Adm (Rp.. d.139 56.212 2..100 Jumlah 6..512 2.535.363 3. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya 3.070 38.) Penagihan (Rp.166 3.700.520.048.000 38.000 8.708.622.005.019 7.215..487. B sambungan V . B promosi T 9.000 .842 1.086.012. Selisih Anggaran = Biaya Sesungguhnya (BS) ± AFKS.000 7.612 4.000 14.) BL FUNGSI 1.612 1.512 3.) Teknik (Rp.340.. B asuransi T 1.540 2.139.589.326.000 1.400.) Langganan (Rp..858. Sifat selisih : Jika BS > AFKS. e. Selisih Kapasitas = (KN ± KS) TT atau AFKS ± Biaya Standar. Total biaya tetap per minggu c.000 .025..772 14.390 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.012 2.370.498 2..000 13.. B transmisi & distribusi V .000 3..209.166 1.000 41..187.6.6.990 1.390.000 3.179.400.) Penjualan (Rp.070 8.000 19.150.842 1.000 29.765.1.000 .051.854.271.019 54.340.000 ...000 2.836.018.275.512 1...798.TABEL III. Gaji karyawan T 17.

000 12.438.610.000 8.144.000 6.000 1.025.408.675.000 124.000 20. Total Selisih = Selisih Anggaran + Selisih kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya.) 2003 (Rp.475.000. B produksi V 20.742.650.915. B penagihan V 6.280. Suplais kantor V 11.000 9. BTL = Biaya Tidak Langsung.885.300.000 7.050. B asuransi T 9.000 12.000 20.000 4.470. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran .000 2.626.000 21.000 6.000 11.000 276.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. V = Biaya Variabel: BL = Biaya Langsung.000 19.171.973.475.000 9.111.810.396.000 6. TABEL III.000 19. Dalam mencari selisih yang terjadi antara realisasi dana anggaran penulis mendasarkan pada perhitungan dari data yang dibuat oleh PDAM Sragen dengan kalkulasi penulis kemudian dibandingkan dengan anggaran yang disusun oleh oleh PDAM Sragen yang disesuaikan dengan teori yang ada dalam landasan teori (Tabel III.000 3.725.18).) 2002 (Rp. B ksjhtrn karyawan T 10.175. Dari rumus di atas dibuat perhitungan dan tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antara masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.700.700.025.300.000.600.000 6.025.000 Jumlah 47.850.600. Gaji karyawan T 105.920.000 11.000 219.000 52.000 8.000 Jumlah 192.000 121.000 83 3.898.000 Jumlah Biaya Pemasaran 239.000 5.000 11. 82 h.) 2004 (Rp.225.000 1.585.175.973.000 8. Gaji manajer & staf T 10.18 REALISASI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.000 6.350.000 57.Jika BS > AFKS.000 12.000 281. B sambungan V 12.000 12.504.043.000.354.280.000 11.000 57.000 28.000 8.641.000 30.490.032.406.800.000 5. B promosi T 6.230. B transmisi&distribusi V 6.300.000 11.000 9.000 8. Insentif V 17.000 224. Keterangan : T = Biaya Tetap.000 205. selisih anggaran bersifat menguntungkan.000 17.552.000 BTL FUNGSI 1.275.000 2. B = Biaya 5.250.000.854.000 258.302.000 10. B listrik V 5.750.400.250.700.000 20.000 134.000 4.) BL FUNGSI 1. B penyusutan T 16.000 9.000 7.000 8.744.000 9.

00 Fungsi Langganan = 20.095.73 = Rp.500.042.450.60 % = Rp 249.000.000 x Rp.13 % = Rp 3.14 = Rp 2.12 % = Rp 3.000.000 = Rp 7.600.000.300.000 m3 x Rp.00 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22. 3.000.050. 1. 1.381.000.250. 1. oleh PDAM Sragen menggunakan kebijakan dengan batas persentase penyimpangan sebesar 5 %.208. 4.090.500 = Rp 7.055. 37.11 % = Rp 211. 2 = Rp. Jika besarnya selisih lebih besar dari 5% dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) 6.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.000 m3 x Rp.000 x Rp. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut.000 = Rp 8.000 m3 x Rp.500.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.939.000.065. 0.000. Melakukan Analisis Terhadap Penyimpangan Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun.126.000. Pemasaran = 350.000 m3 x Rp.44 % = Rp 2.756.838.000.085.000.000 m3 x Rp. a.250.68 % = Rp 240.00 Fungsi Adm.000 m3 x Rp.305.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.000 m3 x Rp. 3.49 = Rp 1. Jika besarnya selisih 5% atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih < 5%) b.700.00 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.000.000.101.00 . 1.807.000.000.51 % = Rp 1.00 x 11.85 = Rp. Pemasaran = 500.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.00 Fungsi Teknik = 20.000.00 Fungsi Adm.00 84 Fungsi Langganan = 20.91 = Rp. Pemasaran = 350.250. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.15 = Rp 3.00 x 9. 1.835.504.170.000.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.00 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.00 x 3.000.00 Fungsi Teknik = 20.000.00 Fungsi Adm. Biaya Variabel Dianggarkan (BVD) = KS x TV Keterangan : KS = Kapasitas Sesungguhnya TV = Tarif Variabel Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.000.000.000.00 x 12.000.750.000.762.000 x Rp.000.280.055.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.000.73 = Rp 1.40 = Rp 1.00 x 3. 0.500.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.750.540.745. 0.000.032.012.000.Guna menilai pengendalian biaya pemasaran.00 x 10.00 x 2. 38.000.150.920. 40.00 x 3.00 Fungsi Teknik = 20.33 % = Rp 197. 2.14 = Rp 2.00 Fungsi Langganan = 20. 35.025.00 Fungsi Teknik = 20.

689.200 = Rp.455. 21.000 = Rp.699.500 = Rp 8.883.470.184.800 + Rp. Perhitungan Biaya Standar BS = KS x TT Keterangan : BS = Biaya Standar .280 + Rp. 8.929.799. 31.820 + Rp.050.834.000 m3 x Rp.750 = Rp. 29.000.280 + Rp. 8.350.620 + Rp. 2. 16.600.000 + Rp. 54. 197. 3.320 Fungsi Penjualan = Rp.258.000 = Rp. 21.459.321. 112. Pemasaran = Rp.230.498.540. 13.000 + Rp.777.200 Fungsi Penagihan = Rp.300. 23. 236.000 = Rp.756. 0.455.867. 48.200 Fungsi Langganan = Rp. 99.835.087.000 = Rp. 115. 2. 30.280 Fungsi Penagihan = Rp.000 = Rp.500 = Rp.280.450 = Rp. 18.000 Fungsi Teknik = Rp.000 Fungsi Adm.000.892. 45.756. 3.750 Fungsi Penagihan = Rp.000 = Rp. 108.100 Fungsi Adm.555.16 = Rp 3.920. 60. 1.820 Fungsi Teknik = Rp.000.370 Fungsi Langganan = Rp.012. 240.257.042. 3.600 + Rp. 38. 60.800 Fungsi Teknik = Rp.000 = Rp.500 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp.450 Fungsi Langganan = Rp. 25.100 + Rp.3. 35. 1.706.000 = Rp.000 = Rp.000 + Rp.000 x Rp.00 7.566.877.513.971. 7.838.200. 2.032. Perhitungan Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya 85 AFKS = BT + BVD Keterangan : AFKS = Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya BT = Biaya Tetap BVD = Biaya Variabel Dianggarkan Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp.100 Fungsi Adm.778.692. 15.600 = Rp. 45.000 + Rp.36.756.880 + Rp. 249.358.78 = Rp 1.100 Fungsi Langganan = Rp. 1.000 + Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp. 1.000 Fungsi Adm. 3.000 = Rp. 51.000 = Rp.287.504.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 39.26. 39. 37.446.162. 47.089.000 + Rp.18.305.000 + Rp. 271.582. 54.100 + Rp.685.040.095. 30. 282.000 86 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp.000 = Rp.000 + Rp.685. 7. 40.880 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp.000 + Rp. 3. Pemasaran = Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.750 = Rp.150.215.35.381.530.745. 30.000 Fungsi Teknik = Rp.584. 220.402. Pemasaran = 570.584.200 + Rp. 2.250.000 = Rp.208.17.000 + Rp.000 = Rp. Pemasaran = Rp. 34.666.000 + Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.000 = Rp.980 Fungsi Penagihan = Rp. 39.858. 2.00 Fungsi Adm.411.747.929. Pemasaran = Rp.279.600.132.520.000 + Rp. 36.980.700 = Rp. 211.170.215.807.1. 18.350.000 + Rp.101.090. 2.962.362. 1. 21.Fungsi Langganan = 20.000 = Rp.23.145.320 + Rp. 18.000 = Rp.600 8.

695.155.58 = Rp 71.42 % = Rp 3.36 = Rp 21.000 x 143.000.000 Fungsi Teknik = 20.000 m3 x Rp 3.100 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.680.749. yang nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan apakah pengendalian yang dilakukan oleh PDAM Sragen sudah tepat atau belum.000 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.000.496.552.86 = Rp 57.519.000.000 Fungsi Adm.03 % = Rp 5.000 Fungsi Adm.796. Pemasaran = 570.416.600 Fungsi Langganan = 20.053.900 Fungsi Langganan = 20.275 = Rp 32.76 = Rp 75. Pembahasan 1.03 % = Rp 2.14 = Rp 43.480.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.593.500.880.500.000 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.215.085.000 = Rp 39.775 = Rp 44.000 m3 x Rp 3.720.000 m3 x Rp 2.KS = Kapasitas Sesunggunhnya TT = Tarif Tetap Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16. Setelah dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat perbandingan antara realisasi dan anggaran.250.443.085.71 = Rp 74.920.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.000.069.000 m3 x Rp 2. Dalam hal ini telah disusun anggaran biaya pemasaran.750.86 = Rp 57.22 di bawah ini : TABEL III.000 x 6.200. Pemasaran = 350.783.000.000 x 5.717.875.24 = Rp 65.19 88 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2001 .055.000 Fungsi Langganan = 20.000 x Rp 43.248.000 m3 x Rp 3.150 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 11.335.055. Pemasaran = 350.450 Fungsi Langganan = 20.187. Pemasaran = 500.000 x Rp 43..000 Fungsi Teknik = 20.800.000 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.28 = Rp 17.610.000 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 8.471.19 sampai tabel III.20 % = Rp 2.000 m3 x Rp 3.025.000 x 5 % = Rp 4.000 Fungsi Teknik = 20.250.000.000 x 156.925.000 m3 x Rp 2.970. Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis biaya pemasaran lihat tabel III.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.100 Fungsi Adm.000.22 % = Rp 3.000.21 = Rp 20.700 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.13 = Rp 42.98 = Rp 15. sehingga hasil perbandingan antara anggaran dan realisasinya dapat dipakai sebagai analisis pengendalian biaya pemasaran.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.750 = Rp 38.345.393.000 x 131.000 m3 x Rp 2.100 87 Fungsi Adm.095.000 x Rp 49.000 x 143.000 Fungsi Teknik = 20.224.000 x Rp 35.68 % = Rp 4.78 % = Rp 5.000 x 5.095.700 B.

280.00 1.120 yang berarti terdapat total .906.777.620.00 2.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Promosi 25.677.401.401.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.676.180.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 570.000. Teknik 71.820.290.000.150.743.443.677.620. Penjualan 4. Penagihan 32.820.00 156.500. Maka dapat diketahui pada tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6.280.050.00 23.000.00 42.820.699. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi 89 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 195.100. Langganan 42.000.906.620.973.406.393.335.720.000.293.000.00 1. Berdasarkan fungsinya 2001 (Tabel III. Pemasaran 15.00 (195.000. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah 12345=3+4 1.00 25..000.00 (101.259.000. Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 101.00 R Jumlah 6.00) R 3.764.498.934.900 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 6.934.00 L (4.00 5. Keterangan : L = Laba.00 R 431..00 6.00 1.500.000.000 yang merugikan.00 Jumlah 255.Fungsi B.000.00 15.749.00 65.000.00 L 1.631.225.496.720.470.00) R 2.857.998.00 6. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 11.00 L (2.000.215.00 32.00 L (6.797.00 7.00 .180.120 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 167.466.11.100.443.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 6.861.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 0 sehingga terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 11.00 13.00 39.703.00 R 4.455.000.663.498.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.685. Pada tahun 2001 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.145.100 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.466. di mana AFKS > biaya standar.280. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.000.180 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 4. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 1.320.00 23.00) R 570. Promosi 2.00 30.640.000.00 3.540.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.100.000.889.00 2.00) R 4.000.756.312.920.000.889.00 R 167.820. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 1. Langganan 43.520 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 431.100.00 11. Adm.464.466. R = Rugi.163.998.500.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.200.266.406 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.036.900.21).000.180.032.631.720 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 671.000. Dan total selisih dapat mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.756.00 (1.835.00 197.178.00 L (671.466.00) R 5. Adm.120.520.00 6.749.065.000.100.720.929.345.887.640.066.00 1. Pemasaran 16.00) R 2.066.943.00) R 2.767.000.600.00 2.275.100.00 35.0605.290.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.259.743.312.610.906.120.00 2.00 221.100.00 L 6.280. Penjualan 54.480.275.00 (2.100. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 4.455. Penagihan 44.880.293.820.880. Teknik 65.00 4.820.

370.857.00 5.000.000.090.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.499.750. Pada fungsi penagihan pada selisih anggaran dan selisih kapasitas sevesar Rp.500.234.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Teknik 71.000.090.280.500.00 42.00 15.00 34.280.464.090. Promosi 2.000.00) R (19.700.248.887. TABEL III.500 yang berarti .485.023. Penagihan 44.00) R 28. tetapi penggunaan biaya pemasaran pada tahun 2001 sudah tepat.00 6.000.000.00 (73.000..00 2.00 71.00 2.695.00 3. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.00 234. Keterangan : L = Laba.864.490.593.20).455.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.280.735. Selisih yang tidak menguntungkan ini karena kondisi perusahaan yang masih baru juga karena keadaan perekonomian yang pada umumnya memburuk.000 yang berarti terdapat total selisih mengalami rugi sebesar Rp 5.810.800.00 (91.6.000.830 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 53.500.900.750 yang berarti terdapat total selisih merugikan.00) R 2. Promosi 25.807.000.00 2.150.700.00 44.00) R 3.00 L (2. Adm.00 26. 90 2.215.000.000.000. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran sebesar Rp 91.00 23.277. Penagihan 44.00 L (8..00 7. Langganan 42.870.00) R Jumlah 8.728. Untuk selisih yang terjadi pada tahun 2001 (tabel III.234.234.00) R 360.00 36. Berdasarkan fungsinya promosi tahun 2002 (tabel III.00 (30.950.00 3.735. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.023.00 2.728.150.000.21) ada fungsi mengalami selisih menguntungkan dan merugikan.539. R = Rugi.676. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 209.00) R 2.00) R (53. Adm.00 (209.500 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 360.768.000.000.000.00 Jumlah 255.784.810.000.777.00 37.700 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 19.150.00 L (120. yang berarti pada fungsi penagihan tidak mengalami keuntungan dan kerugian.000.000.266.00) R 5.830.305.00 16.777.000.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.459.765.00) R 4.00 177.499.933.00) R 2.929. Pemasaran 16.215.000.796. 0.100.000.019.00 (2.750. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 30. Penjualan 5.100.530.000..539.870.037.00 L (5. Hal ini berpengaruh juga pada oleh PDAM Sragen.000.717.666.582.215.867.756.00 (3.530.838.620.101.00 4.098.620.00) R 5.20 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2002 Fungsi B.000.179.933.00 1.00 3. 91 Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 73.000.275.menguntungkan sebesar Rp 1. Pemasaran 17. Penjualan 54. Teknik 71.00 .500.100.100.200.765.822.00 211..663.720.239.695.485. Langganan 42.736.215.000.060.00 39.980.500.950.00 L (391. selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 28.950.

622.200 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 5.900.200.00 3.731.00 (59.000.446. Penagihan 38.432.877.00 3.000.200.717. Adm.316.00) R 4.000.00 3.00 L 4.537.060.455.376.545. Keterangan : L = Laba.00) R 2.00 40.784. Teknik 75.012.000.451. Penagihan 44.042.150.520.00 L (2.000.00 (3.000.100.979.901.00) 6. R = Rugi.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 3.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar.000.219.969. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 237.950 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.681.000.00 17.916. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.00 3.215.248.000.00 19.184.522.040.800.000.00) R (2.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.21 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2003 Fungsi B. Promosi 2.720.00 .019.360.500. Berdasarkan fungsinya 2003.00 . Penjualan 5.000.00 240.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.458.745.00 L (8.098.277.400.200.689.100.215.000.150.300.000.300.200 yang merugikan.000.000.357.000. Penjualan 47.200.00 L (5.00) R 2. Langganan 57.316.00 3.335.266.00 8.822.000.520.150.00 3. Teknik 71. Pemasaran 17.000. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi sebesar Rp 8.689.300.00 185.504. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.00 6.00) R 14.00) R (3.00 4.00 L 5.000.300 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 3.750.533.540..00) R 2.00 (237. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 6.741.00 54.750.750. di mana AFKS > biaya standar.783.000.533. 3.000.234.00 35.490.00 269.00) R (14.725.279.00 30.00 (3. Adm.200.785.00) R 3.000.00 L Jumlah 8.000.432. TABEL III.00 Jumlah 270.000.000.750.200 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.800.593.terdapat total merugikan sebesar Rp 391.399.5.00 29.250.100.877. Dari total selisih kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.00 75.600.00 1.00) R 2.000.750.000.622.00 2.00) R 3.000.731.059. sedangkan pada fungsi penjualan 92 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.369.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 18.(5.617.00 57.725.800.731. Pada fungsi langganan terdapat .00 (6.979.850.950. Pemasaran 19.534.185.357.000.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.170.484.000.545. Pada tahun 2002 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.950.783.00 (168.358.00 38. Promosi 31.000. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.528.000.796.037.00 5.451.012.800.300.012.266.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3. Langganan 42.750.

600.381.000.321.00 30.100. Dalam hal ini PDAM Sragen 94 tidak menggunakan media cetak maupun elektronik untuk menunjang keberhasilan promosi.215.00 18.00 8.687.00 L Jumlah 8..263.593.00) R 14.277.490.00) R 2.00 249.705.00 31.00 3.432.000.716.600.450. TABEL III.00 (11.945. Keterangan : L = Laba.00 6.600.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 2.00 280.850. Penjualan 5. yaitu dengan cara pemberian produk pada konsumen.424.100.536.000.00 (3.4.855.734.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.00 L (2.500.000.00 18.00 19.00 39.000.321.720.000.250.00 74.369.717.474.000.00 L (5.537. karena pada tahun ini perusahaan sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan biaya sesungguhnya lebih rendah daripada anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan.450. Promosi yang dilakukan oleh PDAM Sragen secara langsung ke konsumen.150.250.055.00 L (8.000.176. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. Pada dasarnya pengendalian biaya pemasaran pada tahun 2003 sudah tepat.738.550.270. Penagihan 39.00 3. Langganan 42.000 yang berarti 93 terdapat total menguntungkan sebesar Rp 2.245.000. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya sesungguhnya 12345=3+4 1.000.000.00 3. Pemasaran 17. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 168. Promosi 32.075.00) R 2.00) R (2.00) R 2.335.00 3.956. Penjualan 50.248.509. Adm.335.741.00 54.000. Promosi 2.00 2.230. Teknik 74.880.00 3.000.200.982.699.381. Pemasaran 19.600.150.00) R (14.201.00 (4.00 4. Penagihan 44.000.791.00 189.440. Teknik 71.100.00 36.00) R 4. Adm.967.00 3.000.450.100. R = Rugi.000.000.00 .402. Langganan 57.350.850.22 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2004 Fungsi B.200.584.237.000.00) R 3.00 L 4.000.250.00 L 5. Secara keseluruhan total selisih yang terjadi pada fungsi promosi mengalami kerugian.000.980. Kerugian yang dialami oleh fungsi promosi selama empat tahun berturut-turut ini disebabkan karena kesalahan perusahaan dalam memilih media untuk melakukan promosi.215.000.900.366.00 38.00) R 2.800.00) R 2.681.000.600.000.000.00 57.796.00 (3.selisih anggaran merugikan sebesar Rp 59. .820.745.00 5. Hal ini membawa dampak positif bagi perusahaan.000.432.900.100 sehingga terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 5.530.000.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih Biaya Pemasaran 167=2-58=6-59=6±7 1.986.050.000.750 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 14.00 Jumlah 274. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 0 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.215.513.00 (62.880.100.00 (247. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen.132.208.455.502.000.00) R 6.00 1.756.250.543.00 L (4.000.227.150. 4.819.000.600 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 14.200.200.000.00) R (2.

hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah perbaikan pada sambungan pipa air dan bertambahnya jumlah transmisi.743.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.Untuk fungsi penjualan selama empat tahun mengalami kerugian. 95 BAB IV PENUTUP A.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. Pada tahun 2001 sampai tahun 2004 telah terjadi total selisih merugikan.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.208.445. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6. Fungsi langganan selama dua tahun berturut-turut mengalami kerugian (tahun 2001 dan 2002). 3. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.00 dengan biaya standar sebesar Rp 284.098.312.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6. 5. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi tidak menguntungkan.455. Hal ini menandakan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Sragen belum maksimal. 2.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar. Fungsi teknik mengalami keuntungan kecuali pada tahun 2002. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan.000.060.658.881.822. Kesimpulan Setelah diadakan analisis terhadap data biaya pemasaran yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum Sragen maka hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.50 di mana biaya sesungguhnya lebih besar daripada biaya standar.998.50 yang diakibatkan karena adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 304.234. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.797. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. Faktor internal antara lain disebabkan karena kurangnya petugas dalam memberilan pelayanan kepada pelanggan. Analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2000 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 18. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi 96 sebesar Rp 8.455.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar. 4.641. ini menyebabkan rasa tidak pusa pelanggan terhadap perusahaan. . hal ini disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini.

M. 1997. Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan . William. Erlangga. Akuntansi Biaya. Jakarta. William J. 1991. R. Saran Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan maka penulis mencoba untuk memberikan saran sebagai berikut : 1. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. Erlangga (Jilid 2. BPFE ± UGM (Edisi 4)Yogyakarta. Jakarta. 1996.UGM. Prenhallindo. Jilid 1). __________. Philip. Pimpinan perusahaan seyogyanya bekerjasama dengan karyawan untuk menyusun dalam memproduksi produk yang dihasilkan berdasarkan fungsi-fungsinya. 1991. Manajemen Pemasaran Analisis. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Perencanaan dan Pengendalian. Jr. Erlangga. Prinsip Pemasaran. STIE YKPN (Edisi 2). D. Jakarta. 1997. Perencanaan dan Pengendalian. Kotler. Erlangga. 6. Yogyakarta. Supriyono. Akuntansi Biaya. STIE YKPN. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Edisi 8). 1990. Yogyakarta. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. Jakarta. Mulyadi. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta. Bumi Aksara. 1993. PT. 98 DAFTAR PUSTAKA Gudono.A. Mursid. Jakarta. B. Matz-Usry. Erlangga (Edisi 5. Manajemen Pemasaran. 2000. Handoko. _________. Stanton. Akuntansi. 1991. Manfaat dan Rekayasa. 1992. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. Akuntansi Manajemen. Akuntansi Manajemen. 1993. .sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. Carthy. 97 2. Konsep. Mc. Dasar-Dasar Pemasaran. Perreault. 5. BPFE . ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. (Edisi 1). sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. Jerome. 1999. __________. Manajemen Pemasaran.. E. Diharapkan di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji tiap-tiap unit kegiatan sesuai dengan fungsi secara intensif dan disejajarkan dengan penyusunan angggaran yang berjalan. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini perusahaan sudah membuat anggaran untuk kegiatan sesuai dengan fungsi-fungsinya secara baik. Jakarta. Jakarta. P.

Jakarta. Yogyakarta. _________. James D & John B. BPFE ± UGM (Edisi 2) Yogyakarta. Erlangga. 1991.Proses Perencanaan. perencanaan dan pengendalian Biaya Serta Data Relevan Dalam Pengambilan Keputusan. Campbell. Controller. 1993. Wilson. Akuntansi Biaya. 99 100 . : BPFE ± UGM.