P. 1
skripsi PDAM

skripsi PDAM

|Views: 2,022|Likes:

More info:

Published by: Laksana Ambar Kusuma on Apr 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2015

pdf

text

original

ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DAERAH (PDAM) SRAGEN

Oleh : LAKSANA AMBAR KUSUMA NIM. 200814008

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRAGEN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dalam berproduksi mengakibatkan produk dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Hal ini menimbulkan masalah bagaimana menyalurkan produk tersebut ke tangan konsumen. Untuk mewujudkannya perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran yang memerlukan berbagai macam biaya pemasaran. Semakin meningkatnya persaingan memperebutkan pasar mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk semakin besar porsinya dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu diperlukan informasi yang bermanfaat untuk mengarahkan usaha pemasaran. Krisis moneter yang melanda Indonesia, diwarnai dengan terbukanya wajah asli perusahaan-perusahaan yang selama ini dianggap tangguh mengalami kebangkrutan. Sementara itu, tuntutan dari pelanggan, ketatnya persaingan usaha dan perubahan teknologi yang sangat cepat, memberikan tekanan bagi manajemen untuk mengusahakan terobosan dan tindakan proaktif dalam mempertahankan dan memajukan usahanya. Padahal usaha untuk melakukan efisiensi, diversifikasi produk, pemanfaatan media dan terobosan lain terbentur pada kendala rendahnya daya beli masyarakat pada saat ini.

Di tengah keadaan yang serba tidak menguntungkan ini manajemen perusahan berupaya untuk selalu mencermati pos-pos pengeluaran sehingga mencapai titik yang efisien, sekaligus memaksimalkan pengendalian untuk menentukan efektivitas. Dalam suatu perusahaan, terdapat pos-pos pengeluaran yang dapat diusahakan untuk ditiadakan atau dikurangi dalam kurun waktu tertentu dan ada pula yang harus tetap diadakan. Salah satu pos pengeluaran yang tetap harus diadakan perusahaan adalah biaya pemasaran. Meskipun dalam kondisi krisis perusahaan dituntut tetap mengalokasikan dan untuk aktivitas pemasaran sehingga tidak terganggu, sebab pemasaran memegang peranan yang sangat besar untuk menunjukkan eksisten usaha. Adanya biaya dapat dikendalikan yaitu keluarannya dapat langsung dihubungkan dengan penjualan (Enginereed Cost) merupakan elemen biaya dimana jumah biaya yang seharusnya diperkirakan dengan tingkat relibilitas yang reasonable, maupun biaya yang tidak terukur yang keluarannya sulit dihubungkan dengan penjualan (Discretionery Cost) merupakan elemen biaya dimana jumlah biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan tergantung pada pertimbangan manajemen, memerlukan pengakuan yang sangat cermat dari pihak manajemen apabila akan mengadakan pengendalian biaya pemasaran. Pengendalian biaya pemasaran menjadi penting dalam hubungannya dengan engineered cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, sedangkan yang termasuk dalam discretionnery cost adalah biaya-biaya

Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien. Bertitik tolak dari uraian diatas. adalah sebagai berikut : ³Apakah analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien ?´.yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran. C. meskipun pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi. menyebabkan manajemen perlu terus mengadakan evaluasi terhadap pengendalian yang selama ini dilaksanakan. administrasi. . Kenyataan bahwa pemasaran tetap harus dikeluarkan. Manfaat dilakukannya evaluasi adalah memberikan masukan bagi manajemen tentang proses pengendalian yang selama ini dilakukan. penelitian dan pengembangan. B. kompleknya komponen yang ada pada pusat biaya pemasaran. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan permasalahannya. maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN.

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. menentukan harga. D. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Bagi Penulis Merupakan sarana dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam praktek atau kenyataan yang ada dalam perusahaan. untuk berkembang dan mendapatkan laba. sehingga bisa melakukan penyempurnaan jika ada penyimpangan antara biaya pemasaran dan realisasinya. 2. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi manajer pemasaran sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan biaya pemasaran. tetapi juga harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Tinjauan Pustaka 1. Kegiatan pemasaran tidak hanya terdiri dari kegiatan menyampaikan produk ke tangan konsumen. Menurut beberapa ahli pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan. mempromosikan dan mendistribusikan . Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam usaha pemasaran.

barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial. menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kothler. (Philip Kothler. (William J. penetapan harga. 1997 : 8). Dengan demikian konsep pemasaran merupakan filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Laba sebagai tujuan. Orientasi pada kepuasan konsumen b. 1997 : 13). Upaya perusahaan secara menyeluruh c. Oleh karena itu. Ada tiga ketetapan pokok yang mendasari konsep pemasaran (Mursid. kegiatan perusahaan . Sehingga berkembang suatu pemikiran bisnis yang disebut konsep pemasaran. yaitu : a. pemasaran adalah ³proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. Kegiatan pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan. Sedangkan menurut Assosiasi Pemasaran Amerika. 1985 : 8) Definisi lain menyebutkan bahwa : Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Staton. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi´. promosi serta penyaluran gagasan. 1997 : 30).

Supriyono. Dari pengertian fungsi pemasaran tersebut. Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran Setiap pengusaha perlu memahami tugas pokoknya. yaitu : (R. a. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba yang diinginkan perusahaan. Fungsi penggudangan dan penyimpanan d. 3. sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan. Fungsi penjualan c. Fungsi administrasi pemasaran Penggolongan fungsi pemasaran ini bertujuan sebagai pengendalian biaya pemasaran.harus diarahkan untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut. Fungsi pengepakan dan pengiriman e. yang pada dasarnya sudah tentu untuk mencapai laba perusahaan. kegiatan pemasaran dapat dikelompokkan menurut fungsinya. Fungsi promosi b. yaitu menyusun rencana.A. 2. 1991 : 205). kemudian menilai. Fungsi pemberian kredit dan penagihan f. menganalisa dan . mengarahkan pelaksanaan.

serta faktor penunjang apa yang diperlukan demi kelancaran pemasaran. Hasil kegiatan pengendalianyang berupa laporan-laporan seberapa jauh rencana dapat dilaksanakan serta hambatan maupun faktorfaktor penunjang pelaksanaan. Suatu perusahaan pemasaran itu terdiri dari analisis situasi.mengendalikan. Tanggung jawab utama kegiatan operasi penjualan adalah menjamin terjualnya hasil produksi sesuai dengan rencana. . hambatan apa yang ditemui. taktik program pemasaran serta besarnya anggaran dan pengawasannya (Kothler. penetapan tujuan dan sasaran perusahaan. 1991 : 428). maka dalam pengendalian pemasaran dinilai apa yang telah dikerjakan dan dicapai serta jumlah biaya yang telah dikeluarkan. Tujuan utama pengendalian pemasaran adalah menilai seberapa jauh tujuantujuan yang telah diputuskan telah dicapai. Pelaksanaan secara aktif dan langsung atas rencana pemasaran yang telah disusun terutama nampak dalam kegiatan penjualan. Bila dalam pemasaran ditetapkan apa yang ingin dicapai dan dikerjakan dengan biayabiaya berapa. serta bertanggung jawab atas administrasi penjualan yang akan banyak membantu perusahaan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk pengendalian pemasaran. Perencanaan pemasaran dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan untuk seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan. penantuan strategi pemasaran. akan merupakan umpan balik bagi perusahaan untuk mengembangkan rencana lama atau guna menyusun rencana baru.

4. Biaya pemasaran juga meliputi biaya penjualan di mana biaya penjualan ini sebenarnya berhubungan dengan fyngsi untuk memperoleh pesanan dan sekaligus berhubungan dengan fungsi melayani pesanan. Biaya pemasaran adalah ³semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai´. misalanya untuk biaya-biaya yang berhubngan dengan penjual (salesmen). yang menyebabkan terjualnya produk yang dihasilkan. Termasuk dalam biaya untuk memperoleh pesanan antara lain biaya promosi dan adpertensi dan biaya penjualan. Biaya pemasaran meliputi semua biaya menyelenggarakan kegiatan pemasaran. biaya yang digunakan di dalam departemen pemasaran. Pengertian Biaya Pemasaran a. 1991 : 529). yaitu biaya untuk memperoleh atau menimbulkan permintaan atau pesanan. (Mulyadi. Pengertian Biaya Pemasaran Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan unang untuk mencapai tujuan tertentu. . Dalam hal ini penelitian difokuskan pada biaya pemasaran. Biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mencapai atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan.

Ditinjau dari segi mulai terjadinya biaya pemasaran. di mana biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang ataupun jasa dijual sampai diterimanya hasil penjualan menjadi kas. b. misalnya elemen kerugian piutang (bad debt) yng semula merupakan elemen biaya administrasi dan umum. Perlakuan tersebut amat logis karena kerugian piutang adalah risiko pemberian kredit dalam rangka menaikkan volume penjualan. maka kerugian piutang itu merupakan elemen biaya pemasaran. Pada kenaikan biaya adpertensi dan promosi pada periode tertentu. yaitu : . Klasifikasi Biaya Pemasaran Menurut fungsinya biaya pemasaran dibagi menjadi enam. hal ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dengan akibat dan sulitnya sebab-akibat dihubungkan. pengertian biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang ataupun jasa. seringkali baru mengakibatkan kenaikan kenaikan volume penjualan pada periodeperiode berikutnya dan sulit ditentukan apakah kenaikan penjualan tersebut satu-satunya faktor yang menyebabkan adalah adanya promosi penjualan. Berubahnya opengertian biaya pemasaran. Pada biaya pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat.

Biaya penggudangan. berdasar daerah penjualan. Penyusunan anggaran biaya pemasaran disusun dengan mempertimbangkan adanya pengaruh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. Biaya penjualan. misalnya biaya bahan untukmembungkus. bonus dan komisi. biaya sewa gudang. misalnya gaji karyawan bagian penagihan. Biaya promosi. golongan langganan. Anggaran penjualan harus dirinci lebih lanjut berdasar produk atau barang yang dijual atau jasa yang disediakan. misalnya gaji karyawan gudang. Biaya administrasi.1). golongan penjual. 4). 6). Penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat setelah anggaran penjualan disusun. biaya angkut untuk produk yang dikembalikan (retur penjualan). pemotongan tunai. saluran distribusi dan seterusnya sesuai . misalnya biaya gaji karyawan bagian administrasi pemasaran. misalnya biaya perjalanan salesman. Biaya pembungkusan dan pengiriman. kerugian penghapusan piutang. 3). 5). misalnya biaya pameran. biaya telepon. 2). Biaya kredit dan penagihan. biaya contoh (cost of sample).

. Biaya Pemasaran Langsung Biaya pemasaran langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek tertentu. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. Sedangkan dalam jangka panjang konsep biaya terkendalikan dan tidak terkendalikan sangat berbeda dengan konsep variabilitas biaya. Menurut Supriyono (1991 : 206) biaya pemasaran bila dihubungkan dengan kegiatan pemasaran digolongkan menjadi : a. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. b. Pengolonggan biaya pemasaran terkendalikan dan tidak terkendalikan bermanfaat untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran. Biaya Pemasaran Tidak Langsung Biaya pemasaran tidak langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tak dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu.dengan kharakteristik/sifat perusahaan. Dalam jangka pendek biaya terkendalikan umumnya adalah elemen biaya variabel dan biaya yang tidak terkendalikan umumnya adalah elemen biaya tetap.

yakni uang. 1993:448).A. Anggaran Biaya Pemasaran Anggaran merupakan sarana yang paling luas digunakan bagi perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan. (Mulyadi. Anggaran Tetap atau Anggaran Statis . 1986:16) a. sehingga dalam jangka pendek terjadinya biaya ini juga dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajemen.Supriyono. anggaran digunakan secara luas karena anggaran dinyatakan dalam satuan moneter. 5. Biaya yang dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu adalah biaya kebijakan yang terdiri dari Discretionary Variabel Cost dan Discretionary Fixed Cost. (Mulyadi. yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu satu tahun´.Karena dalam jangka panjang biaya tetap dapat dikendalikan oleh tongkatan pimpinan tertentu. Angaran merupakan ³suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap atas kebijakan manajemen. 1993:166-167). Dari segi penyusunan anggaran tahunan dapat digolongkan menjadi : (R.

Secara berkala.Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan keoada estimasi satu tingkatan kegiatan yang sifatnya konstan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang akan datang. Sekali disetujui. Anggaran perusahaan mempunyai manfaat sebagai berikut : a. b. anggaran hanya dapat dirubah dalam kondisi tertentu. Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut : (Mulyadi. Sebagai Pedoman Kinerja . 1993:490). kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. Anggaran Fleksibel atau Anggaran Skala Turun Naik Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan pada deret atau tingkatan kegiatan yang mungkin dicapai perusahaan untuk periode tertentu yang akan datang.

informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam penyusunan anggaran. Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik maka taksiran-taksiran yang dimuat di dalamnya harus cukup akurat. c. Untuk itu diperlukan data. saling bekerja sama dengan baik untuk menuju sasaran yang ditetapkan. karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta di dalam penyusunan anggaran tersebut. sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan nanti. Anggaran biaya pemasaran merupakan alat pengendali kegiatan pemasaran. sehingga tidak jauh berbeda dari realisasinya nanti. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan terjamin. . Perencanaan anggaran biaya pemasaran didasarkan pada kondisi dan asumsi yang mendasari berubah maka perencanaan anggaran harus dikoreksi.Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang.. Sebagai Alat Pengawasan Kinerja Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Anggaran berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang. b.

pelanggan. 1997 : 111). Pengendalian biaya pemasaran pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang timbul. Banyak tenaga penjual mungkin mempunyai efek yang berbeda pada konsumen yang sama (Mursid. jam kerja. Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja. namun dengan analisis yang cermat. Faktor psikologis dalam menjual merupakan salah satu sebab utama perbedaan antara biaya produksi dan biaya pemasaran. tetapi manajemen tidak dapat mengatakan apa yang akan diperbuat konsumen. Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya anggaran tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pengendalian biaya pemasaran dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasikan beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah. dimana biaya yang dibebankan itu harus dikendalikan pula setelah dianalisis oleh fungsi yang berwenang agar setiap kegiatan pemasaran tetap terjaga pada tingkat yang dianggarkan (Mursid.6. Meskipun terdapat banyak sekali kesulitan dalam kaitannya dengan analisis biaya pemasaran. maka pengendalian terhadap biaya pemasaran tetap dapat dilakukan. jam mesin. 1997 : 111). Penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi atau . dan produk.

Agar dapat efektif sistem anggaran yang baik harus dihubungkan dengan perencanaan dan pengendalian. Agar pengendalian biaya pemasaran dapat berjalan dengan baik . Pembebanan tanggung jawab untuk berbagai operasi. Departementalisasi kegiatan atau fungsi. e. 1991:201). b. Supriyono. Pengukuran atas beban langsung dan tidak langsung departemen. d. perencanaan yang baik tanpa pengendalian yang efektif berakibat memboroskan dana dan waktu Sebaliknya tanpa perencanaan tidak dapat dilakukan pengendalian ke arah tujuan yang ingin dicapai (R. atau produk. Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel. Penetapan dasar untuk pembebanan biaya tidak langsung menurut wilayah. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya pemasaran yang tepat adalah apabila selisih antara rencana dan realisasinya tidak melebihi dari standar pengendalian yang telah ditentukan.maka pengendalian biaya pemasaran perlu dibantu dengan menggunakan prosedur-prosedur berikut (Mursid. . pelanggan.penilaian prestasi dan umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang. c. 1997 : 111) : a.A.

Perbandingan beban aktual dengan beban yang dianggarkan oleh penyelia departemen yang bertanggung jawab atas pengendalian yang berkesinambungan. Perencanaan dan Pengarahan Usaha Pemasaran Dengan melakukan pengendalian maka terdapat informasi yang berguna bagi manajemen untuk perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran. sehingga dapat ditetapkan sia yang bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikan oleh fungsi yang bersangkutan. . g. Menentukan Besarnya Biaya Pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya dengan relatif sama. c.f. b. 7. Penggunaan anggaran fleksibel dan biaya srtandar. Pengawasan dan Analisis Biaya Pemasaran Dengan melakukan pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat diterapkan pertanggungjawaban atas terjadinya biaya pemasaran. Manfaat Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Menurut Supriyanto (1986 : 202) manfaat dengan dilakukannya pengendalian dan analisis biaya pemasaran adalah a.

8. Untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran perlu disusun anggaran fleksibel dan tarif biaya untuk setiap fungsi. 3) Mengalokasikan biaya pemasaran setiap jenis pusat laba yang merupakan usaha pemasaran. 1986 : 205) a. Langkah-langkah Dalam Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Dalam pengendalian dan analisis biaya pemasaran perlu ditempuh langkahlangkah sebagai berikut : (R. Supriyono. Menyusun Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan anggaran biaya pemasaran dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan dicapai oleh suatu perusahaan. Untuk biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya. Untuk itu langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) Mendistribusikan setiap jenis biaya yang dianggarkan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada.A. Sedangkan untuk biaya . Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.

sehingga distribusinya relatif adil dan teliti. 1986 : 209) : Tabel II. Dasar distribusi yang dipilih tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Dasar distribusi harus mencerminkan manfaat dari biaya yang didistribusikan. 1986 : 209 2) Menetapkan satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi. . disajikan dalam tabel berikut (Supriyono.1 Pedoman Umum Dasar Distribusi Biaya Tidak Langsung Jenis Biaya Tidak Dasar Dsitribusi Setiap Fungsi Langsung Kesejahteraan Karyawan Jumlah karyawan setiap fungsi Asuransi Aktiva Tetap Nilai Aktiva Tetap setiap fungsi Penyusunan Bangunan Luas lantai bangunan yang digunakan setiap fungsi Telepon Frekuensi dan lamanya waktu sambungan Gaji Manajer Pemasaran Jumlah karyawan setiap fungsi Sewa Bangunan Luas lantai bangunan setiap fungsi Supriyono. Pedoman umum dasar distribusi biaya tidak langsung.tidak langsung fungsi diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi. Satuan pengukur jasa ini akan dipakai untuk : a) Menentukan persamaan dari anggaran fleksibel dan tarif biaya setiap fungsi. b) Dasar distribusi dapat digunakan dengan praktis sehingga cepat dilaksanakan.

b) Dasar alokasi biaya pemasaran. misalnya kepada setiap daerah pemasaran atau kepada setiap jenis produk. 1986 : 210) Tabel II. teliti dan praktis. atau pusat laba yang lain secara adil.2 Pedoman Umum Setiap Fungsi Pemasaran Satuan Pengukur Jasa . Pedoman umum satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi dapat dipilih dasar distribusi seperti dalam tabel berikut (Supriyono.

2) Mendistribusikan biaya pemasaran yang sesungguhnya kepada setiap fungsi.b. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran ini dim aksudkan untuk mengetahui berapa biaya menurut standar. Dalam hal ini tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien. penjualan. pemberian kredit dan penagihan serta administrasi pamasaran. Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya adalah sebagai berikut : 1) Atas dasar dokumen atau bukti transaksi biaya pemasaran yang sah. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran tidak cukup hanya dengan menentukan profitabilitas setiap pusat biaya dalam usaha pemasaran. c. penggudangan. pengepakan dan pengiriman. yaitu fungsi promosi. yaitu ditentukan dengan cara mengalikan kapasitas sesungguhnya dengan total tarif. untuk tujuan tersebut perlu mengukur . d. Dalam amendistribusikan biaya ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran dianggarkan. dicatat dalam jurnal Biaya Pemasaran dan rekening Buku besar Pembantu Biaya Pemasaran.

Kerangka Pemikiran Untuk lebih memperjelas dan mempermudah pemahaman penelitian ini.kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarif yang dianggarkan atau tarif standar. F. teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi. Satuan pengukur tersebut akan dipakai sebagai dasar penentuan tarif standar dan menganalisa penyimpangan biaya yang terjadi. 6) Membandingklan biaya yang dibebankan berdasar standar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. 5) Mengumpulkan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. maka penulis memberikan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : . 4) Menentukan besarnya biaya dibebankan pada setiap fungsi atas dasar tarif standar. 2) Memilih dasar atau satuan pengukur yang relatif adil. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Menggolongkan biaya pemasaran sesuai dengan fungsi kegiatan pemasaran agar dapat menggambarkan tingkat pertanggungjawaban manajemen atas biaya pemasaran. 3) Menentukan besarnya tarif standar untuk setiap fungsi.

Hal ini berakibat perusahaan melakukan pembelian bahan saat persediaan bahan masih menumpuk. adanya kesalahan pencatatan transaksi sering tidak sama dengan fisiknya. pimpinan menaruh perhatian pada kegiatan pemasaran terutama adalah masalah perluasan daerah pemasaran dan penyebaran distributor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. juga melakukan kegiatan produksi produksi dan pemasaran. Untuk mencapai tujuan perusahaan. sering dijumpai penyimpangan dari perencanaan.Biaya Langsung Fungsi Biaya Tidak Langsung Fungsi Biaya Pemasaran GAMBAR I KERANGKA PEMIKIRAN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen dalam mencapai tujuan perusahaan yakni mendapatkan laba. Kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemasaran. . Penentuan daerah pemasaran dengan memperhatikan perencanaan dengan sistem pengendalian anggaran biaya pemasaran.

3. Biaya langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya (Mulyanto. Biaya tidak langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara tidak langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya karena diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsinya (Mulyanto. Definisi Operasional Terhadap Variabel yang Digunakan 1. 1991:56). Biaya penyusutan Biaya penyusutan adalah distribusi biaya penyusutan yang diperoleh dari hasil pembagian antara anggaran untuk biaya penyusutan dibagi jumlah luas lantai bangunan guna memenuhi fungsi promosi dan advertensi. 1991:58). Biaya pemasaran Biaya pemasaran adalah biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume pemasaran. 4. sehingga akan diperoleh biaya penyusutan sebagai biaya pemasaran tidak langsung yang memenuhi fungsi biaya penyusutan (Mulyanto. 1991:56). 1991:59). 5.G. 2. . Biaya asuransi Biaya asuransi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk jaminan jiwa para karyawan dan jaminan perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen demi kesejahteraan bersama (Mulyanto.

Indikator-indikator yang menyangkut tentang kondisi perekonomian masih mungkin dikembangkan. H. Dari uraian diatas penulis dapat merumuskan sebuah hipotesis sebagai berikut : . 2. Anggapan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. demikian sebaliknya jika volume rendah (Mulyanto. Hipotesis Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksudkan sebagai jawaban sementara dalam menyelidik untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surakdmad. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima peneliti (Winarno Surakhmad. Hal ini berarti bahwa tiap peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda-beda. b. 1995:99). 1995:38). Adanya kemungkinan perluasan daerah pemasaran guna meningkatkan volume penjualan berdasar atas pertimbangan terhadap kebijaksanaan penjualan yang telah ditetapkan. Anggapan Dasar Dan Hipotesis 1. 1991:115).semakin besar volume atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah biaya pemasaran variabel.

berupa anggaran biaya pemasaran. Data Primer Adalah data yang diperoleh langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Sumber data a. b. Hal ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut : a. Sedangkan obyek/lokasi penelitian yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Maksud pemilihan metode survey ini karena penulis ingin mengkaji evaluasi pengendalian biaya pemasaran yang telah ada. yaitu suatu anggaran yang lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta . Metode Penelitian 1. Dalam perusahaan tersebut terdapat permasalahan yang sama dengan penelitian ini. Data-data yang penulis perlukan cukup tersedia. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.´ I. yang dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.´Diduga besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen belum efisien. 2. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berkaitan dengan metode penelitiannya.

6) Data dan informasi lain yang menunjang penelitian. Teknik Pengumpulan Data a. 5) Hasil produksi dan rencana produksi tahun 2010 ± 2011. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran guna menentukan tingkat ketepatan biaya pemasaran pada setiap fungsi pemasaran dari periode tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011.terdapat di bagian pemasaran dan biaya pemasaran yang sesungguhnya. b. 3) Anggaran penjualan tahun 2010 ± 2011. Data yang diperlukan adalah : 1) Anggaran biaya pemasaran tahun 2010 ± 2011. Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan objek penelitian untuk mendapatkan data kegiatan pemasaran. Data Sekunder Data yang diperoleh peneliti dan dikumpulkan dari luar perusahaan yang menjadi obyek penelitian diantaranya referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur lain yang relevan. . 4) Hasil penjualan sesungguhnya tahun 2010 ± 2011. 3. 2) Biaya pemasaran sesungguhnya untuk setiap fungsi pemasaran antara tahun 2010 ± 2011.

baik biaya pemasaran langsung maupun tidak langsung. Penyusunan anggaraan biaya pemasaran menurut kajian teori 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis atau elemen biaya pamasaran. total biaya variabel dan total biaya yang dianggarkan. misalnya data anggaran penjualan. . dan biaya variabel. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya tetap. c. Observasi Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendapatkan data kongkrit guna melengkapi dan menunjang penelitian. Teknik Analisa Data a. Dari penggolongan ini akan diperoleh total biaya tetap. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah ada di perusahaan. 4. data biaya pemasaran sesungguhnya dan anggaraan biaya pemasaraan. 2) Mengelompokan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis-jenis biayanya.b.

b) Total biaya tetap perfungsi. e) Tarif Tetap (TT) perfungsi diperoleh dari :       4) Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari :        5) Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya. dapat dicari dengan rumus : AFKS == Total biaya tetap+(KSxTV) Dimana: KS : Kapasitas Sesungguhnya TV : Tarif Variabel b. Menyusun tabel biaya pemasaran sesungguhnya 1) Mengelompokan biaya pemasaran berdasar jenis biayanya 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. yang meliputi: a) Total biaya variabel perfungsi. . c) Total biaya. d) Kapasitas normal.3) Menyusun tabel untuk menghitung tarif pemasaran dan anggaran fleksibel berfungsi.

selisih kapasitas bersifat menguntungkan . Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara tarif total dengan kapasitas sesungguhnya. selisih anggaran bersifat menguntungkan 7) Selisih kapasitas = (KN-KST)TT atau AFKS-Biaya Standar Sifat selisih : Jika BST > AFKS. Analisis selisih biaya pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : 1) Biaya sesungguhnya perfungsi 2) Total biaya tetap perfungsi 3) Biaya variabel dianggarkan Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel 4) Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya 5) Biaya standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total 6) Selisih Anggaran = biaya sesungguhnya (BS) ± AFKS Sifat selisih : Jika BS > AFKS.c. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS. d. selisih kapasitas bersifat tidak menguntungkan Jika BST < AFKS.

berdasarkan hasil analisis selisih prosentase biya pemasaran. perusahaan menggunakan kebijakan dengan batas prosentase penyimpangan sebesar 5 %. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya. Guna menilai biaya pemasaran. e. Melakukan analisis terhadap hasil penilaian Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. 1) Jika besarnya selsisih 5 % atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih e5%) 2) Jika besarnya selisih lebih besar dari 5 % dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) f. Melakukan penilaian pengendalian biaya pemasaran. Dari tabel perhitungan di atas dibuat tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antar masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.8) Total Selisih Selisih Anggaran + Selisih Kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya. .

Kerangka Pemikiran E. Jadwal Kegiatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang lengkap dalam penelitian ini direncanakan memerlukan waktu 3 (tiga) bulan yaitu terhitung mulai bulan Maret 2005 sampai dengan bulan Mei 2005. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan . Anggapan Dasar dan Hipotesis F. Sejarah Perusahaan B. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A.J. Latar Belakang Masalah B. Perumusan Masalah C. Adapun rincian sebagai berikut : K. Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Metode Penelitian BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Tinjauan Pustaka G.

Pemasaran E. Analisis Selisih Biaya Pemasaran E. Menyusun Tabel Biaya Pemasaran Sesungguhnya C. Penyusunan Anggaraan Biaya Pemasaran Menurut Kajian Teori B. Personalia D. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran. Melakukan Analisis Terhadap Hasil Penilaian BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Sumber Daya Manusia F.C. Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran F. Kesimpulan B. Pembebanan Biaya Pemasaran D. Produksi BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Saran .

Pada masa itu. JC. sehingga perusahaan tidak dapat berkembang. Dengan demikian Perusahaan Daerah Air Minum di Sragen ini secara tidak langsung telah diambil alih oleh pemerintah Jepang yaitu dengan nama µSOLO SUIDO SYO´. Untuk mempersiapkan pembangunan fasilitas air minum tersebut diadakan perjanjian kerja sama antara dua pemerintah. Nama ³SOLO SUIDO SYO´ diganti dengan µKantor Air Minum Sragen´. Pemegang dari perusahaan ini adalah Pemerintah Swapraja Nederlandsch. Nilo dan Nganten. Pemerintah Jepang tidak mempunyai perhatian sama sekali mengenai air minum. sehingga proses kerusakan jaringan perpipaan semakin cepat. Hoodrug Waterleiding Hoofplaats Soerakarta En Omsteken. Bertindak sebagai wakil Sri Paduka Kangjeng Susuhunan Paku Buwono X dalam perjanjian tersebut adalah Raden Adipati Djoyo Negoro pepatih di Sragen. Dari sekian banyak mata air diambil yang terbesar dan memenuhi persyaratan yaitu Umbul Ingas Cokro. Kabupaten Klaten. dimana daerah tersebut banyak terdapat mata air. Pada waktu dibawah kekuasaan Jepang ini pemeliharaan dan perluasan Perusahaan Air Minum sama sekali tidak diadakan. Doomberg. pimpinan perusahaan ini adalah dari Belanda yaitu Ir. sedangkan dari Government Hindia Belanda adalah Max Betner Van Der Jogi. yaitu Swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran dengan pemerintahan Nederlandsch Indie. Sejarah Berdiri dan Perkembangan PDAM Sragen Pada tahun 1925 pemerintah Hindia Belanda mengadakan pembicaraan dengan Keraton Kasunanan Sragen mengenai pemanfaatan air yang terdapat di Kecamatan Tulung. maka Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil alih Perusahaan Air Minum dari kekuasaan Jepang. tentara Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari pemerintah Belanda. antara lain : Umbul Cokro. di samping itu pelaksanaan perusahaan tidak didasarkan pada prinsip organisasi perusahaan.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SRAGEN A. Dengan berhasilnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. 34 Pada tahun 1960. Dengan adanya perang Asia Timur. Air Minum Sragen dikelola oleh Seksi Air Minum Dinas . Dalam akte tersebut telah dinyatakan bahwa untuk badan usahanya adalah dalam bentuk NV yang diberi nama NV.

Pendirian PDAM ini juga disebabkan oleh tuntutan profesionalitas yang mendesak dalam pengelolaan pelayanan air minum kepada masyarakat. memaksa PDAM untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap kebutuhan air minum ini. Sebagian dari laba . Adapun beberapa peristiwa yang perlu dicatat oleh seksi air minum adalah : 1. karena anggaran yang tersedia sangat terbatas pada kemampuan daerah. tujuan PDAM disamping mencari keuntungan juga turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Karena itu pada tahun 1979 dibuatlah jaringan pipa tranmisi baru. Status air minum sebagai suatu seksi dalam Dinas Penghasilan Daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal untuk perluasan.500 m dari Pasar Gedhe sampai Panggung. EKBANG B/3/11 dna tanggal 11 Juli 1974 No. 3 Tahun 1977. tingkat kesehatan. Debit yang semula hanya 1501/detik akan ditingkatkan. Jebres. didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sragen pada tanggal 16 Februari 1976 melalui PERDA No. Atas bantuan Colombo Plan dengan pelaksanaan tenaga ahli dari Selandia baru telah mengadakan ³Teec Proses´ yaitu suatu proses perlakuan terhadap pipa dengan cara mengoroki pipa lama yang kemudian dilapisi semen. Tahun 1975. Sejak itulah PDAM Sragen terus menerus berusaha mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Tahun 1975. Rehabilitasi pipa sepanjang 12. Surat keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 Februari 1976 dan mulai berlaku pada tanggal 35 ditetapkannya. Pipa transmisi yang melewati sungai Tulung telah putus dan penyambungannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. sambil menunggu penetapan peraturan daerah. dan tingkat sosial ekonomi. Perkembangan penduduk. guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan air minum. yang menaikkan debit pengambilan air dari jumlah tersebut menjadi 4001/detik. Langkah tersebut sekaligus merupakan ketaatan atas Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 Juli 1973 No. Pada dasarnya. EKBANG B/3/43 yang pada pokoknya mengharapkan dengan segera pembentukan Daerah Air Minum. 2.Penghasilan Daerah Kota Tingkat II Sragen. 3. PDAM Sragen sebagai suatu perusahaan derah. Tahun 1974. Karena itu. terlebih dahulu telah dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Sragen. tidak lepas dari tujuan pokok di atas. Selain perusahaan membutuhkan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidup. Sebelum dikeluarkannya PERDA tersebut.

khususnya para langganan air minum secara lancar. Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas dalam suatu organisasi. PDAM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. yang nantinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan daerah. sehingga wewenang dan tanggung jawab terhadap semua aktivitas manajemen perusahaan terletak di tangan pemerintah daerah tersebut. Sebagai perusahaan sudah barang tentu akan mencari keuntungan. karena berada di pinggiran jalan besar. sedangkan untuk daerah tingkat II adalah Gubernur. Lokasi Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen ini. Lokasi ini sangat strategis. dan masing-masing bagian dalam organisasi itu menyadari . PDAM Sragen merupakan perusahaan yang berbadan hukum. juga terletak berdekatan dengan perumahanperumahan yang cukup besar. Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. D. Dalam menjalankan kegiatannya. 3. B. harus mempunyai struktur organisasi yang jelas supaya masing-masing orang dapat bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Instansi atasan bagi Daerah Ibukota Jakarta adalah Presiden. untuk daerah tingkat I adalah Menteri Dalam 36 Negeri. Melayani masyarakat umum. sehingga membantu memperluas dan mempercepat jangkauan pemasaran air bersih juga memudahkan para 37 pelanggan untuk menjangkaunya apabila akan melakukan pembayaran rekening maupun melakukan pengaduan-pengaduan. Suatu perusahaan daerah merupakan suatu badan hukum apabila perusahaan daerah tersebut didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi atasan. suatu perusahaan sebagai usaha formal. termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsinya. berada di Jalan Adi Sucipto 143 Sragen. Tugas Dan Fungsi PDAM Sragen Dalam melaksanakan sehari-hari. merata dalam jumlah yang cukup sehat. dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara untuk menghindari praktek usaha yang tidak efisien. 2. Melayani Masyarakat umum dalam penyediaan air bersih guna menjaga kelesterian sumber air yang ada. selain memikirkan kepentingan umum yaitu khusus bagi para pelanggan air minum C. murah agar sebagian besar masyarakat dapat menikmati air bersih guna memperbaiki kesejahteraan hidup serta lingkungan.perusahaan disalurkan sebagai pendapatan Pemerintah Daerah (ABPD).

dan Kepala Urusan. Kepala SubUnit. Surat Keputusan Direksi PDAM Surakrata No. Kepala Bagian Keuangan Kota Sragen. SKEMA ORGANISASI PDAM SRAGEN 38 3. Manajemen PDAM Sragen terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu : 1. Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kebijaksanaan Badan . E. 800/024.1/380/I/1989. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. Unsur Pengawasan Umum yaitu Badan Pengawasan. mempunyai tugas. Unsur Pimpinan yang terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Tehnik dan Direktur Umum. Unsur Pelaksana yaitu Kepala Seksi. 061.1/1989 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana pada PDAM Kota Dati II Sragen. Anggota : Kabag Perekonomian Kota Sragen. PDAM Sragen dalam usahanya untuk meningkatkan dan mempermudah pengawasan serta peningkatan efisien kerja karyawan. 8 tahun 1994 tanggal 23 Januari 1984. Struktur organisasi PDAM Sragen secara lengkap ditunjukkan oleh gambar terlampir. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. di samping itu pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khususnya di luar bagiannya. Tugas dan Wewenang Pemegang Jabatan 1. dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan. 3. Tugas : a.bahwa antar bagian tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. Unsur Pembantu yaitu Kepala bagian atau Kepala Unit. Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. 2. Keuntungan dari struktur organisasi berbentuk garis dan staf ini adalah adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan yang jelas. membentuk struktur organisasi yang cukup jelas. Badan Pengawas Terdiri dari : Ketua : Wali Kota Sragen Wakil Ketua : Setda Kota Sragen Sekretaris : Kasubag Daerah pada Bagian Perekonomian Sragen. atau lebih dikenal dengan Direksi. wewenang. yang didasarkan pada : 1. Bentuk struktur organisasi Garis dan Staf. 28/KPTS/1984. dimana bawahan bertanggung jawab langsung pada pimpinan. tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja PDAM Daerah Sragen. 2. 39 4.

berdasarkan keterangan dari seksi pelayanan langganan. Merencanakan dan melaksanakan pelayanan pada pelanggan. 3. 3) Seksi Gudang Tehnik a) Bertanggung jawab atas penerimaan. Memimpin bagian-bagian dalam menjalankan tugas. Menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang d. yang terdiri dari : 1) Seksi Pengembangan : a) Memelihara dan menyimpan gambar-gambar teknik yang ada. Menyusun perencanaan pembangunan jaringan distribusi air minum. b. Bagian Perencanaan. d) Menyusun proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka pengembangan pipa transmisi dan distribusi. b) Bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang. Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara terarah sesuai kebijaksanaan dalam perusahaan. 2. Bagian Distribusi terdiri dari : 1) Seksi Penyambungan. Secara bertahap memberikan laporan keuangan atau operasi perusahaan pada Badan Pengawas. Direktur Teknik ini membawahi : a. b) Melakukan administrasi barang. Mengusulkan pengubahan tarif pada Badan Pengawas e. Direktur Utama yang tugasnya adalah: a. d. c. Menyelenggarakan pekerjaan operasional b. penyimpanan. c) Membuat gambar-gambar sesuai dengan perencanaan tehnik dan memperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Membantu Direktur Utama dalam memimpin jalannya perusahaan di bidang produksi air. Direktur Teknik a. dengan tugas : a) Menjamin pendistribusian air kepada para pelanggan secara . dan pengeluaran barang.Pengawas. b. 2) Seksi Perencanaan Tehnik Tugas : Membuat perencanaan dalam rangka perluasan pelayanan pelanggan. Berinisiatif pada pegawai perusahaan f. Menetapkan cara kerja yang efektif 40 g. pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta pemeliharaannya. 41 c) Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali atas pipa pelanggan. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan Badan Pengawas c. b.

c) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 42 b) Memeriksa dan memberikan informasi atas kemungkinan terjadinya penyimpangan fungsi hydrant. (2) Menjamin berfungsinya kendaraan dinas dalam rangka operasional perusahaan. (3) Dikepalai oleh Kepala urusan dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada seksi peralatan. c) Mengembangkan potensi hydrant sebagai salah satu unsur penunjang perbaikan sarana lingkungan. b) Secara periodik melakukan pemeriksaan atas adanya kemungkinan kerusakan bangunan dalam rangka perbaikan. 43 c.merata. c) Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan. Bagian Produksi 1) Mengadakan penelitian serta analisa kimia dan bakteriologis. 2) Seksi Pemeliharaan. (3) Membantu Kepala Seksi peralatan di bidang tugasnya. b) Urusan Gedung (1) Mengatur kendaraan-kendaraan dinas dalam rangkaian mobilitas perusahaan. 3) Seksi Peralatan a) Menjamin berfungsinya peralatan kantor dan kendaraan dinas. Membawahi Urusan Hydrant. . sehingga kualtias air yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. tugas : a) Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atau LKMD guna melestarikan fungsi hydrant. b) Melaksanakan penyambungan baru sesuai dengan perencanaan. (2) Menjamin berfungsi peralatan kantor. bertugas : a) Menerima laporan dan melaksanakan tugas berdasarkan informasi dari masyarakat. Membawahi : a) Urusan Gedung (1) Melaksanakan kebersihan lingkungan dan ruangan kantor serta bangunan-bangunan lainnya. c) Merencanakan pemeliharaan asset perushaan dalam bidang distribusi (perpipaan) dalam rangka perluasan jaringan. b) Mengadakan pembinaan masyarakat dalam menghemat air bersih dan manajemen warung air.

Bagian Meter Air 1) Seksi Meter Air terdiri dari : . Bagian Produksi terdiri dari : 1) Seksi Laboratorium : a) Melakukan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya pencermaran sumber-sumber air.2) Melaksanakan pencarian sumber air baru serta membuat sumur alternatif di daerah tertentu. Membawahi : a) Urusan Perpompaan (1) Menjaga kelestarian pompa sesuai dengan standart pemakaian. (2) Membuat laporan penerimaan. d) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasainya. c) Menjamin kelancaran produksi air dari sumur dalam Mojosongo dan Sumur Jebres. 3) Seksi Sumur Dalam a) Membantu Kepala Bagian Produksi dibidang tugasnya. d. b) Urusan Pembayaran (1) Menerima pembayaran. 44 c) Membuat laporan penerimaan. c) Melaksanakan pemeriksaan kualitas produksi dan distribusi air secara periodik. mempunyai rekening dan menyetorkan hasilnya. (3) Membantu Kepala Seksi sumur dalam di bidang tugasnya. Membawahi Urusan Luar Kota. 2) Seksi Sumber Air : a) Menjamin kelancaran produksi air dari sumber air Cokrotulung. b) Melakukan penelitian dan analisa dalam rangka pengembangan laboratorium kimia air. b) Menjaga lingkungan sumber-sumber air. b) Melaksanakan penagihan rekening dan menyetorkan hasilnya. 3) Menjaga kebersihan ari menurut syarat yang ditentukan dan mengawasi proses pengolahan air. (2) Memelihara sarana penunjang atau sarana bantu guna kontinuitas air baku. b) Menjaga kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan. a) Membantu Kepala Seksi Sumber Air dibidang tugasnya. (3) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasinya.

5) Menyelenggarakan penyuluhan penggunaan air minum yang efisien. Menyelenggarakan sistem kontrol yang efektif. (2) Menganalisa atas hasil pencatatan meter air besar untuk mengetahui kelancaran aliran maupun kebocoran pada suatu wilayah. 2) Mengatur dna memelihara rumah tangga kantor perusahaan. 46 4. (3) Membantu Kepala Seksi Meter Air di bidang tugasnya. Direktur Umum a. . b. Mengkoordinir dan menyusun anggaran tahunan. 4) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. 2) Seksi Bengkel Meter a) Membantu kelancaran pelaksanaan terameter air. Bagian Sekretariat terdiri dari : 1) Seksi Rumah Tangga a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. Menganalisa dan menjabarkan hasil operasi c. Direktur ini membawahi : a. (2) Membantu kelancaran pelaksanaan tera meter air. b) Memperbaiki meter air yang rusak. Bagian Sekretariat 1) Menerima penggandaan dan mengekspedisi surat. b) Urusan Perbaikan Meter (1) Mengadministrasikan meter air besar yang ada dilapangan. (1) Mempersiapkan meter air yang telah di tera untuk kegiatan pelaksanaan pasang baru. c) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian secara berkala. Seksi Bengkel Meter membawahi : a) Urusan Tera Meter. 3) Melaksanakan administrasi kepegawaian. 6) Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang prosedur permohonan air minum. c) Dikepalai oleh Kepala Seksi dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian meter air. (3) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian tera meter air.45 a) Melaksanakan pemasangan meter air untuk pelanggan baru. b) Melaksanakan pemutusan aliran atas pelanggan yang dikenakan sanksi maupun atas permintaan pelanggan sendiri.

4) Mengatur ketepatan waktu dan penelitian pembaca meter.b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang kerumahtanggaan. 2) Melaksanakan publikasi air minum berdasarkan pelanggan. b. c) Menyelenggarakan rapat-rapat pertemuan. Bagian Langganan terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan a) Menerima pengaduan-pengaduan dari langganan dan melalui atasannya meneruskan kepada urusan-urusan yang bersangkutan. pengagendaan. Membawahi Urusan Keamanan yang tugasnya adalah : a) Membantu Kepala Seksi Administrasi di bidang tugasnya. 3) Mengatur proses dan pelayanan permohonan jadi pelanggan. b) Melaksanakan tata administrasi data-data langganan dan calon . 3) Seksi Administrasi a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. b) Menjamin keamanan lingkungan kantor sumber air kas pembantu serta fasiltias lain yang dimiliki oleh perusahaan. Bagian Langganan 1) Mengadakan penyelidikan mengenai sebab-sebab turun naiknya air. 3) Menerima penagihan rekening air minum dan menyetorkan ke bank. c. 2) Membuat surat pertanggungjawaban penggunaan uang. 2) Seksi Personalia a) Melaksanakan administrasi kepegawaian 47 b) Merencanakan dan melaksanakan peraturan-peraturan dibidang kepegawaian serta mengadakan pembinaan untuk meningkatkan produktivitas pegawai. 48 4) Menyelenggarakan administrasi keuangan. c) Menerima pendaftaran tamu serta menyampaikan kepada pejabat yang akan ditemui d) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Bagian Keuangan 1) Menyusun laporan pelaksanaan anggaran perusahaan. c) Menyimpan dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan tugas-tugas sekretariat. b) Menerima pengadaan. dan pengekspedisian surat menyurat. penyimpanan persediaan serta mengetahui atas pembayaran kas dan surat berharga.

c) Berkewajiban memberikan laporan atas terjadinya kerusakan dan penyimpangan meter air. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Tehnik 1) Meneliti hasil kerja di bidang tehnik dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. 3) Melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsnya yang diberikan oleh atasannya. 50 Sedangkan Unit-unit yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama adalah : 1. 3) Seksi Pembaca Meter a) Menyerahkan hasil harian pembacaan meter sebagai bahan pembuatan rekening. terdiri dari : a. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Administrasi Keuangan . 2) Membantu Kepala Unit Pengawas dan Penelitian di bidangnya. Unit Pengawas dan Penelitian. b) Menganalisa atas pemakaian air pelanggan. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter.langganan sebagai perbandingan data yang ada di komputer. 49 c) Memberikan informasi atas pelanggan yang dikenakan sanski maupun yang dicabut sanksinya. c) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan atasannya. b. b) Berkewajiban memberikan laporan atas hasil efisiensi pembayaran rekening. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. b) Urusan Wilayah B (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Membawahi : a) Urusan Wilayah A (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. 2) Seksi Penagihan a) Menyetor jadwal waktu pelaksanaan tugas penagihan tunggakan rekening pelanggan.

Sub Unit Pengelolaan Data Pergudangan 1) Membantu kelancaran di bidang pelaksanaan sambungan baru. 52 . b. 3) Memberikan saran dan pertimbangan atas hasil kerja pengawasan untuk melancarkan tugas di bidang administrasi keuangan. Terdiri dari : a. b. 3) Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Urusan pengelolaan data Tehnik 1) Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 3) Melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan tugas yang diberikan atasannya. Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. Urusan Pengelolaan Data Rekening 1) Membantu kelancaran pembacaan meter air. 2) Mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerja atau hasil monitoring lapangan. 2) Membuat laporan-laporan di bidang pergudangan. 51 c. Membuat laporan-laporan di bidang administrasi pelanggan. Sub Unit Evaluasi 1) Mengadakan evaluasi tentang prosedur penyelenggaraan mekanisme kerja untuk tujuan perbaikan. 2) Membantu Kepala Unti Pengawas dan Penelitian di bidang tugasnya. c. 3) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 3. Membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas yang bersifat khusus pengelolaan kolam renang. Menyalin hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan data informasi kerusakan dari di lapangan. Sub Unit Pengelolaan Data Tehnik 1) Membuat Laporan-laporan di bidang keuangan 2) Mengolah data pembayaran rekening 3) Membantu kelancaran administrasi keuangan. 2) Membuat laporan baru tentang kegiatan pasang baru. 3) Mengolah hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan informasi data kerusakan meter air di lapangan. Unit Kolam Renang a. 2. Unit Komputer a.1) Meneliti hasil kerja di bidang administrasi keuangan dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. 2) Membantu laporan-laporan tentang administrasi pelanggan.

Pegawai dengan honor perusahaan 53 Mereka ini bekerja pada perusahaan dan suatu saat mempunyai kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai perusahaan. karyawan PDAM Sragen dibedakan menjadi : a. Sampai dengan tahun 2004. dan suatu saat dapat ditarik kembali oleh pemerintah daerah. d. Membantu melaksanakan dan memelihara bangunan kolam renang. Pegawai dengan honor tetap Mereka ini bekerja di perusahaan dengan honor yang tetap. Mereka ini adalah pegawai negeri yang diperbantukan di PDAM Sragen.1. Pegawai dengan NIP (Nomor Induk Pegawai). 3. jumlahnya sebanyak 3 orang. 2. artinya mereka tidak memiliki kemungkinan untuk diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan dan tidak mugkin mendapat kenaikan gaji. Pegawai dengan NPP (Nomor Pokok Perusahaan). Hubungan Kerja dengan Perusahaan Berdasarkan hubungan kerja dengan perusahaan. Sampai dengan tahun 2004. jumlahnya adalah 18 orang. d. Jumlah Karyawan Pada saat penelitiain ini dilakukan PDAM Sragen mempunyai 308 orang karyawan dengan susunan sebagai berikut : Tabel II. 2.b. c. Mempersiapkan tenaga dan berbagai peralatan yang diperlukan kolam renang. b. Direksi Umum Teknik Unit Tenaga Honorer . Perusahaan tidak memiliki pegawai dengan honorer. Sampai dengan bulan Februari 2001. 5. jadi mereka bukan pegawai tetap perusahaan. Mereka adalah pegawai tetap perusahaan. dan mereka bukan pegawai negeri. c. Keadaan Karyawan 1. Menjaga kondisi air kolam renang untuk menjamin kesehatan. Jumlah Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Sragen No Bagian Sub Bagian Jumlah 1. Sampai bulan Februari 2001. 4. F. jumlahnya sebanyak 297 orang.

Bagian Perencanaan b.1/380/I/1989 tentang SOT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sragen. .Direksi a. Bagian Produksi d. Bagian Perencana b. Bagian Distribusi c. Bagian Keuangan c. Bagian Sekretariat b. WALIKOTA DIREKTUR BADAN PENGAWAS BAGIAN ADMS. 061. Bagian Langganan a. Bagian Distribusi 3 19 64 30 23 52 39 24 11 10 36 1 1 Jumlah 308 Sumber : Data Primer. Unit Kolam Renang a. Unit Komputer c. KEUANGAN CABANG BAGIAN TEKNIK BAGIAN LANGGANAN SUB BAG. 54 GAMBAR 2 SUSUNAN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SRAGEN Sumber : Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. Bagian Meter Air a. Unit Pengawas dan Penelitian b. tahun 2004.

baik biaya langsung fungsi maupun biaya tidak langsung fungsi. SUB BAG. Analisis Biaya Pemasaran 1. PERENCASUB BAG. LOGISTIK SUB BAG. HUB. PEMBELIAN SUB BAG. PRODUKSI SUB BAG. UMUM ATAU UNIT / IKK BAG. PENGOLAHAN SUB BAG. KAS PEMBANTU SUB . yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya pemasaran tetap dan variabel. PERENCASUB BAG. LANGGANAN SUB BAG.ADMS. dengan mengelompokkan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis biayanya. Mendeskripsikan Anggaran Biaya Pemasaran Mendeskripsikan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. TRANSMISI SUB BAG. SAMBUNGAN SUB BAG. RUMAH 55 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. SUB BAG. ADMS. PEMBACA SUB BAG METER AIR SUB BAG. Dalam hal ini peneliti menyusun data yang telah dibuat oleh PDAM Sragen. Deskripsi anggaran biaya pemasaran ini disusun oleh perusahaan dalam bentuk tabel yang dipisahkan dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung.

088. produksi V 19.000.) BL FUNGSI 1.046.000 52. B.660.237. listrik V 1.000 7.2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.) 2004 (Rp.000 12.000 7. fungsi penagihan serta fungsi administrasi pemasaran untuk membuat perencanaan anggaran biaya pemasaran yang terdiri dari rencana anggaran biaya promosi.491. promosi T 6.000 3.350.725.000 8.000 118.625.000 12.420. B.220. B.746. B. fungsi penjualan. kesjhtrn karyawan T 10.000 9.500.000 270. rencana anggaran biaya langganan.000 21. manajer pemasaran memerintahkan semua kepala fungsi pemasaran yang membawahi masingmasing fungsi yang ada di perusahaan yaitu.000 7.850.000 6. Gaji karyawan T 101.410.) 2002 (Rp.362.000 2. transmisi & distribusi V 6. rencana anggaran biaya penjualan. rencana anggaran biaya pemasaran tersebut .196.396.500.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 4.408.340.000 9.000 1.400. Suplais kantor V 11.000 BTL FUNGSI 1.000 57.) 2003 (Rp.000 3.000 20. fungsi teknik.000 10.455.360.1 56 ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 . B.000 274.495.200.000 6. rencana anggaran biaya penagihan serta rencana anggaran biaya administrasi pemasaran.956.000 5.220.000 20.960. B.820.000 5. penagihan V 5.000 Jumlah 174. Gaji manajer & staf T 10.000.000 7.405.275.000 6.000 9. fungsi langganan.914.000 Jumlah 47.000 19.000 9.000 4.376.000 21.000 12.000 8. B.680.850.254.879.000 2.540. rencana anggaran teknik.250.000 Jumlah Biaya Dianggarkan 221.000 11.600.000 11. Insentif V 15.000 32.000 11.000 255. TABEL III. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya Rencana anggaran biaya yang telah disusun setiap kepala fungsi pemasaran diserahkan kepada manajer pemasaran untuk diteliti.271.254.981. asuransi T 9.000 18.000 6.000 1.000 217.Pada awal penyusunan anggaran biaya pemasaran. B.546.000 7. sambungan V 6.660.000.599.230.964.760.000.699.750.971.000 12.600.000 6.557.000 6.000 202.000 11.900.179.000 57. fungsi promosi.000 118.000 212. B.000 122. Apabila tidak ada revisi dari manajer pemasaran.550.000 12.500.310.000 7. penyusutan T 16.000 21.000 31.845.

500.2 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 58 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.800.625. setiap jenis 57 biaya pemasaran yang dianggarkan didistribusikan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada.- .000 18.) 12345678 L FUNGSI 1. Adapun perhitungan distribusi anggaran biaya pemasaran tidak langsung berikut ini dihitung berdasarkan kajian teori yang ada dalam landasan teori yang ada dalam landasan teori.000 1..000 1. juga dapat menunjukkan berapa jumlah biaya tetap dan biaya variabel setiap fungsi.) Teknik (Rp.000 20.360. Untuk biaya tidak langsung. biaya gaji manajer dan staf. Dalam hal ini PDAM Sragen menggunakan empat dasar distribusi biaya pemasaran yaitu biaya kesejahteraan karyawan.734. promosi T 6.850.) Adm.000.400. diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi yang berupa besarnya jumlah karyawan dan luas lantai bangunan yang ditempati oleh setiap fungsi.000 2.000 . Ini berguna dalam penentuan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel.000 1.disatukan dan ditetapkan menjadi anggaran biaya pemasaran yang akan dibawa manajer pemasaran dalam rapat perusahaan yang dihadiri oleh pimpinan dan semua manajer perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (untuk selanjutnya disebut PDAM) Sragen. Mendiskripsikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. B.000 25. adalah : a. yaitu manajer produksi. manajer personalia dan umum serta manajer akuntansi dan keuangan. (Rp..000 9. 1) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2001 TABEL III. Pendistribusian ini selain dapat menunjukkan berapa jumlah biaya setiap fungsi pemasaran. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. Suplais kantor V 1.000. Gaji karyawan T 11. manajer pemasaran. b. biaya asuransi dan biaya penyusutan.850.000 2.522. Setelah dilakukan pengelompokkan biaya pemasaran.000.750. Biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi yang menikmati.) Penagihan (Rp.) Langganan (Rp.000 3..000 2.000 16.) Penjualan (Rp.

756. penagihan V .00 59 Fungsi Langganan = 12 x Rp 214.405.. Pemasaran = 12 x Rp 214.100 13.800.280 32.200.691.000 .320 42.000 = Rp 2.8.00 = Rp 2.000.749.600 39.798..663.4.680.207.600 3.6.755.000 50.782.484.600.000.555.996.568.325.600 42.000.882.880 Jumlah B.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 207.179.000.000 2.311.825. kesejahteraan karyawan T 856. B.145. sambungan V .000 = Rp 856.863.320 3.000.000..496.000 2.000 1.820 14. produksi V .756.000.000 .000 2.720 1.00 Fungsi Adm.000.000 2.000. Tetap 21.100 15.00 = = Rp 207.145.000.600 14. B.280 7. B.685.280 25.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 207.625.820 30.000 18.914...522.000 2.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 207.000 828.650.15.000 3.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 214.449..000. B.000 7.929. asuransi T 759.550.000. transmisi & distribusi V .00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 214.000.000 .000 = Rp 2.680.246.000 1.000.00 = Rp 828..484.000 10.6.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.1.480 Jumlah 3.000 Jumlah 19.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 214. Kesejahteraan Krywn = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.. Gaji manajer & staf T 828. B..038.734.820 64.484.313. B..880 Jumlah B. B.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 207.093.600 759.000 .600 5. Sesungguhnya 23.880 1.000.000 3.000 28. B.557.000 856.699. Variabel 1.000.000.000 25.400 633. penyusutan T 1.556.850.000 BTL FUNGSI 1.680.000 1.5.000.9. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan B.000 506.000 34.000 .320 23.800.220 6.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 214.000 1.000 = Rp 856.558.000 = Rp 2..400 4.. listrik V .880 Jumlah B.199.100 874.568.568.100 4.00 = Rp 856.6.00 = = Rp 214.000 .000 2.5..000 1. Insentif V .7.050.000 38.19.00 = Rp 2.898.926.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.000.00 = Rp 828.550.

00 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 16.500.600.038.00 = Rp 759.558.00 = = Rp 21.396.00 = Rp 874.000.00 Fungsi Adm.495.600. (Rp.3 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 = Rp 5.00 = Rp 506.) Teknik (Rp.400.660.) 12345678 BL FUNGSI .00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 21.00 = Rp 1.00 = Rp 1.480.00 Fungsi Adm.00 2) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2002 TABEL III.00 = = Rp 12.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 21862.100.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 9.660.00 = Rp 6.000.862.) Penjualan (Rp.660. Pemasaran = 40 x Rp 21.484.) Adm.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 207.00 = Rp 633.720. Pemasaran = 12 x Rp 207.) Penagihan (Rp.000.) Langganan (Rp.311.00 = Rp 828.660.880.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 12.660.862. Pemasaran = 40 x Rp 12.862.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 12.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 21.000.862.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 21862.400 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 12.00 = Rp 2.093.660.00 = Rp 3.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 12.000.600.00 = Rp 3.720.311.00 = Rp 759.00 60 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 12.660.00 Fungsi Adm.000.246.798.00 = Rp 1.862.00 Fungsi Penagihan 50 x Rp 21.000.

895.00 = Rp 2.000 37.8.280 44..582.000 54. B.652.266.170.459.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 220.00 = = Rp 220.. listrik V .000 17.470.777..275.230.000 37.275.179.000.000 1.00 62 Fungsi Adm.000 .000 3.256.00 = = Rp 221.. B.547.676. kesejahteraan karyawan T 880..620 3..000 29. Insentif V .000 548.000 1.164.000.9.5.000 Jumlah B.21.777. Suplais kantor V 2.000 3.000. B.000.000.691.000 2..00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.000 1.00 = Rp 884. B.093. B. transmisi & distribusi V .000 34.960.000 1..00 = Rp 2.000.687. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.000 980.196.734.000.000. Sesungguhnya 25.500.620 14.000 26.734.400 633.4..215.484.000 2. penyusutan T 1.700. Pemasaran = 12 x Rp 220.000 21.000.065.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 220.271.61 1.000 4.280 7.501.010.000.100 15.000 71.525.038.000 .000 822.246.750.278. B.620 39.000 49.000 .837.199.880 1.00 = Rp 880.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 221.220.652.480.996.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 221.000 .000 2.289. Variabel 2.052.100 4.000..898.000 2.280 36.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 220.00 = Rp 2.000 .6.000.6.000 27.000 2.500.540. B. asuransi T 822.00 = Rp 2.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 221..016.640.000.000 2.765.857.000 1.000.666. Gaji manajer & staf T 884.000 10.000 17.600.000 2. Tetap 23.18.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 220.756.000.000 54.000.000 985.578. B.000.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 = Rp 880.100 16.929.000 2.000 2.000.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 220.620 42.013.000 2.000 5.000 2. promosi T 6.7.000.000.000.180.000 25.000 Jumlah 21.782.000 28.000 7.613.000 4.000 BTL FUNGSI 1.00 = Rp 884.000.640..6.000 7. sambungan V .7.000 Jumlah 4.890...000 2.746.000. penagihan V .5.000 5.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 221.000 2.000.201. Gaji karyawan T 13.640.000 12.000 Jumlah B. produksi V .663.260.000 Jumlah B.00 .100 1. B.00 = Rp 2...000 .000.550.00 = Rp 880.000.000.

00 = Rp 1.00 = Rp 1.315.578.00 63 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 13.- .000. Suplais kantor V 2.00 = Rp 7.00 Fungsi Adm.000.000 3.953.000 13.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 26.000.00 3) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2003 TABEL III.000.700.00 = Rp 548.000 1.000 2.00 = Rp 4.00 Fungsi Adm.000 2.900.000..450.360.00 = Rp 884. Gaji karyawan T 15.000.000.700.000 20.312.00 = Rp 822..225.052.) Langganan (Rp.) Teknik (Rp.00 = Rp 2.4 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.000 2. Pemasaran = 40 x Rp 26.000. (Rp.350.000.000 .000 18.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 26.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 13.300.000.300.) 12345678 BL FUNGSI 1.00 = Rp 6.325.000 19.000.700.000.000. Pemasaran = 40 x Rp 13.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 26300. B.) Adm.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 10.000.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 221.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 13.700.725.000 12.00 = Rp 1.250.288.860.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 13700.300.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 13700.00 = = Rp 13.000 2.577.00 Fungsi Adm..224.000 37.) Penagihan (Rp.890.00 = Rp 685.) Penjualan (Rp.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 26.300. Pemasaran = 12 x Rp 221.000.00 = Rp 1.700.660. promosi T 9.578.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 26300.652.00 = Rp 822.110.300.900.275.00 = Rp 3.000.00 = = Rp 26.600.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 19.

845.643.800 16..577..000 984.000 40. Tetap 29.00 = Rp 984.000 8.7.164.540.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. asuransi T 822.6.000 Jumlah 27.000.000 2.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 246.000.000 30.164.00 = Rp 984.000.522. B.000.000 Jumlah B.000 4.184. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.599..000.968.180.000 19.404. B.000 3.000 Jumlah 4..000 .000.000 4.00 = Rp 996.350...000 29.614.000.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 249.000 3. Pemasaran = 12 x Rp 249.000 38. sambungan V .1.00 = = Rp 249.5.800 35.000.214. Gaji manajer & staf T 884. Insentif V .619.000.988.000 17.000.929.908.178.743.000 9.000 3.000.000 42..672.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 246.358. B.486.7.000 2.000 603.00 = Rp 996.200 6.000.524.444..000 18.000 7.00 Fungsi Adm.000. B.00 = Rp 2.237. transmisi & distribusi V .399.000.000.988.000 754..000 Jumlah B.000 47. Variabel 2.520.279.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi 65 Rp 12.00 = Rp 2.8.800 75.00 = Rp 984..000 1.000.617.040.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 246.200 54.9.241.00 = Rp 2.000 2.000 1.000 . produksi V .00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 249.988.00 = Rp 2.- 64 8.877.000 58. penyusutan T 1.000.000 .000 2.221.000.379.722. kesejahteraan karyawan T 880.00 = Rp 996.000.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 249.000 40.820..879..000 3.00 Fungsi Adm.000.000.000 1. Pemasaran = 12 x Rp 246.112.552.000 3.504.000 904.200 17.00 c) Distribusi Biaya Asuransi .00 = Rp 2.437.534.000.000 Jumlah B.998.000.800 4. B.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 249.000 .000.000.953. penagihan V ..000 1.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 249.21.446. Sesungguhnya 31.4.952.000.000 .000 1.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 246.200 57.578.390.7. B.952.00 = = Rp 246.370.000 5. B.952.000 14. B.000 996.699.000 29.000.254.000 1.000.000 BTL FUNGSI 1.668.6.000 3. listrik V .00 = Rp 2.546.783.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 246.

350.00 = Rp 4.750.00 = Rp 3..800.800.080.125.000 .000.000 19.000 3. Pemasaran = 40 x Rp 27.. B.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.000.390.750.000 2.080.00 = Rp 754.00 = Rp 8.00 = Rp 1.080.000..000 .000 .000. Gaji karyawan T 16.760.000 12.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 27800.668.00 = Rp 1. sambungan V .00 = = Rp 27. B.425.000 3.200.000 20.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 27. produksi V .800.800.9.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.00 Fungsi Adm.00 = Rp 1.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.900..800.. promosi T 9.660.080.) Langganan (Rp.179.7.9.000.8.310.524. B.) Adm.672.000. Pemasaran = 40 x Rp 15. B.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 27800. B..000 1.20.800.000 - .153.080.325.) Penjualan (Rp.000 .00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 27. penagihan V .850..220.00 = = Rp 15.5. transmisi & distribusi V .4.629....000 .112.800.00 4) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2004 TABEL III.7.400.200 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan 66 Rp 20.080.5 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp. Insentif V .354. B.. (Rp.000 21.000.500.00 = Rp 603..6.000 37.00 = Rp 6..1..340.900.00 = Rp 1..000.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15. Suplais kantor V 2.000.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 27.000 .00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15. listrik V .000 2.) 12456789 1.000 14.7.580.080.865.00 = Rp 904.000 2.6.Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.000 Fungsi Adm.668.) Penagihan (Rp.) Teknik (Rp.00 = Rp 904..

000 1.000. Sesungguhnya 32.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 45. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 Jumlah B.023.980.235.000.960.840.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 248.850.023.283.235.475.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 248.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 248.263.660.000 3.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 248.000 39. Tetap 30.400.000 4.235. penyusutan T 1.825.474.978.00 = Rp 992.000 10.000 1.370.978.000.000 18. Variabel 2.007.000 3.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 251.000 4.00 = Rp 1.480.940.695.235.000 1.000 54. B.000 1.502.00 .00 Fungsi Adm.000 36.000 50.023.000 29.708.425.840.000 2.000 1.000 Jumlah B.960.000 4.685. Pemasaran = 12 x Rp 248.000 19. asuransi T 825. Pemasaran = 12 x Rp 251.232.000 31.00 = Rp 992.00 = Rp 1.000 31.960.750.960. B.00 = Rp 2.268.000 1.235.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 251.00 = Rp 3.200 5.520.235.000 8.562.000 695.650.00 = Rp 3.00 68 Fungsi Teknik = 12 x Rp 251.000 57.000 14.709.000 990.153.000 41.000 38.455.405.000 950.005.880.402.00 = Rp 992.000 4.820.000 2.807.960.000 5.235.940.Jumlah 28.00 = Rp 2.00 = Rp 2.000 16.875.000 965.854.001. kesejahteraan karyawan T 895.000 Jumlah B.250.500.132.000 1.555.235.000 2.960.000 57.960.530.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 251.456.940.000 74.855.978.000 7.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 251.000 18. B.800 3.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.820.449.524.580.000 3.820.520.000 67 Jumlah 4.820.000 16.000 3.000 3.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 248.00 = = Rp 248.840.007.350.321.502.00 = Rp 3.00 Fungsi Adm.520.007.00 = Rp 1.00 = = Rp 251.000 BTL FUNGSI 1.018.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.982. Gaji manajer & staf T 890.035.

680.000.= = Rp 15.000.000.000.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 28.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.6 .680.000.000.000.000.000.000.000.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 21.000. Total Biaya Tetap per fungsi c.000.00 Menyusun tabel untuk menghitung tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksi per fungsi yang meliputi : a.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.000.000.600.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.000. Promosi Jumlah rupiah b.000.000.00 = Rp 900.000.720. Kapasitas Normal.00 = Rp 1.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.7. Kapasitas normal merupakan kapasitas yang terjadi dalam keadaan atau kondisi normal (kondisi yang dipakai untuk menghitung tarif) yaitu suatu kondisi yang dicapai perusahaan pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama periode tertentu.000 Fungsi Adm.400. . Pemasaran = 40 x Rp 28. Total Biaya Variabel per fungsi b.400. seperti yang terlihat dalam tabel III.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 28. dikurangi dengan hambatan yang disebabkan oleh faktor eksternal.00 = Rp 1.00 = Rp 900.00 = Rp 6. Penjualan Jumlah rupiah c.00 = Rp 1.500. Teknik Jumlah produksi d.00 = Rp 4.00 = = Rp 28. dengan satuan pengukur jasa sebagai berikut : a.00 = Rp 1. Total Biaya d.000. Penagihan Jumlah penagihan f. Pemasaran = 40 x Rp 15.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.00 = Rp 600. Langganan Jumlah air yang dibutuhkan pelanggan e.00 69 Fungsi Teknik = 300 x Rp 28.000.00 = Rp 3.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 28.000.000.00 Fungsi Adm.000.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 28.00 = Rp 8.00 = Rp 750.000. Administrasi Pemasaran Jumlah rekening pembayaran PDAM 70 Dalam hal ini PDAM Sragen telah menetapkan kapasitas normal yang terjadi setiap tahunnya.120.

adm.040.000.000 20.000 26.000 500. promosi Rp. sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000 F. teknik m3 20.095. teknik m3 20.000.000 800.000 22.000. penagihan kali 4 4 4 4 F.000. 16. Anggaran Fleksibel Tabel Kapasitas Sesungguhnya.000 350.8 PENGHITUNGAN TARIP BIAYA TETAP PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 NO. penjualan Rp.000 20.000 18.000 F.000 F. adm.786 342.000. langganan m3 20.000 20.025.000 F.055.000.250.7 KAPASITAS SESUNGGUHNYA PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS SESUNGGUHNYA 2001 2002 2003 2004 F.065.000 19. langganan m3 20. pemasaran lembar 350.087. 15. Penghitungan Tarif Tetap (TT) per fungsi diperoleh dari : Total Biaya yang perfungsi TT = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100% sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000.085.000 975.040.000 F.000 F. TABEL III.000.000 20.000 25.250. 2004.00.000 950.000.TABEL III.055.000 20.000 20. Penghitungan Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari : 71 Total Biaya variabel perfungsi TV = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100%.000 20.000 F.500.000 22.000 1.6 KAPASITAS NORMAL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS NORMAL 2001 2002 2003 2004 F.000.087.468 567.000. 750.085.000.000 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.095.000 20. 765.000 1. KETERANGAN TAHUN 2001 2002 2003 2004 BIAYA TETAP .000 20. penjualan Rp.000 570.110 452.000.000.000 825. 2004. promosi Rp.000. pemasaran lembar 345.000 20. penagihan kali 4 4 4 4 F.000.000.410 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.00. dapat dicari dengan rumus : AFKS = Total Biaya Tetap + (KS x TV) Keterangan: KS = Kapasitas sesungguhnya TV = Tarif variabel TABEL III.065.000.000 F.000 20.000 20.

820. F.00 = Rp 2.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.600.455.279. F. F. F.882.000. teknik 30.00 = Rp 39. F.1.80 4.000 4.786 lembar b.000. pemasaran 345.17 % Rp 750.100.132.58/lbr 345.00 .000.775 7.87 32.000 2.000.555.114.58 45.000 22. penjualan 750.321.000 29.929.530.145.000 18.43 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen. pemasaran 13. promosi 143.468 567.280.09 132. langganan 39.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 143. penjualan 23. F.775 / kali 4 kali Rp 13. F.000.500 6.756.280 54.685.320 23.040.200 36.000 2. adm. F.000.756.775 9. adm.000 18. F.000 KAPASITAS NORMAL 1.000.000.320.000 950.000 20.145.800 18.000 20.000.087.000 m3 Rp 39.699.459.000 20.99 2.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.51 1.000 5. F.000.620 35.410 TARIP BIAYA TETAP 1.666.446.000 30. Tarif Biaya Tetap Tahun 2001 Rp 21.424.184. langganan 2 1.34 1.73 1.750 7.00 / m3 20. adm. promosi 15.000.00 Rp 30. F.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.555.00 = Rp 1. F. langganan 20.065.582.777.70 132.000 5.600 34.000 1.000 20.000 54.000 18.000.786 342.65 121. promosi 21.929.17 3.040.000 25. F.402.76 1.880.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000 800. F.000 3.000 20. Tarif Biaya Tetap Tahun 2002 Rp 23.82 2.065.000.685. teknik 20.880 15.100 30. F.88 1.000.55 39.000 17.087.000 6.569.699. Total Biaya Tetap Setiap Fungsi 72 TT = Kapasitas Normal a.000.51 / m3 20.71 2.70 5.000 4.00 Fungsi Adm.00 = Rp 6. penagihan 25.280 39. 2004.756.000 3. penagihan 6. penjualan 3.424. F.000 lt Rp 25. penagihan 4 4 4 4 6.00 Rp 23.777.100 36.980.000. F.000 31.110 452.929.358.90 3.877.70 % Rp 15.820 26. Pemasaran = x Rp 1.000.000 20. teknik 1. F.000.040. pemasaran 39.

040.65 % Rp 22.000 m3 Rp 54.200.980.09 % Rp 18.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.000.87 / lbr 452.040.82 % Rp 25.877.00 = Rp 1. Tarif Biaya Tetap Tahun 2003 Rp 29.620.00 = Rp 2.00 Rp 34.00 Rp 35.114.065.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000.00 = Rp 39.000.569.000 lt Rp 36. Tarif Biaya Tetap Tahun 2004 Rp 30.000.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000.76 / m3 20.756.000.73 / m3 20.000.455.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 132.446.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Rp 18. Pemasaran = x Rp 1.279.000.184.358.582.000.065.750 / kali 4 kali Rp 18.280.000.90 % .100.000.468 lembar d.040.775 / kali 4 kali 73 Rp 15.55 / lbr 342.000.88 % Rp 950.00 Fungsi Adm.Fungsi Promosi = x 100 % = 132.110 lembar c.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 = Rp 1. Pemasaran = x Rp 1.00 Rp 17.00 Fungsi Adm.00 = Rp 7.00 = Rp 9.00 Rp 26.000.800.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.00 = Rp 45.000.000.666.71 / m3 20.000 m3 Rp 39.459.34 % Rp 800.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 121.99 / m3 20.000.000 lt Rp 30.000.000.00 = Rp 1.929.

577. pemasaran 4.000. penagihan 7.000 2.000.643.000 2.734.000 1.80 / m3 20.000 7.132.000 4.110 452.087.85 2 1.000 37.33 11.040. F. penjualan 2.000.000 950.91 4. Tarif Biaya Variabel Tahun 2001 . F.000 800.9 PERHITUNGAN TARIP BIAYA VARIABEL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 TAHUN NO.275.500 / kali 4 kali 74 Rp 18.087. penjualan 750.000 1.44 3. adm. F.000.153.00 Fungsi Langganan = x Rp 1. VARIABEL 1.786 342. langganan 2.00 = Rp 32.000 6.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.953. Total Biaya Variabel Setiap Fungsi TT = Kapasitas Normal a.939.000.402. F.000 20.501. F.000 22.680. F.000. penagihan 4 4 4 4 6.000.000 8. teknik 20.00 = Rp 1.040.370.087.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000 38. langganan 0.580.43 / lbr 567.283.500 1.000 20.16 5.350. teknik 1.000. F. promosi 12. pemasaran 1.000 m3 Rp 54.12 3.11 10.000 25.010.78 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000.60 2. F.000 KAPASITAS NORMAL 1. adm.000.882. F.000 20.756.14 0.000. pemasaran 345. adm. F.13 3.050. langganan 20. F. F.000 Rp 36.73 1.40 3.00 = Rp 7.000.70 / m3 20. F.400.000 1.000.410 TARIP B. F.000 18.68 9.000 2.530.000 2.000.73 3.000. 2004.000 2. F. penjualan 18.000 5. Pemasaran = x Rp 1.321.000. F. F.000.000 1.000 5.15 0. VARIABEL 1.000.065.522.000 40.468 567. penagihan 1.000 20.800.000 8. KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 B. promosi 1.087.000 29.49 2.087.000 2.504.000 lt Rp 31.51 3.000 20.734.000 27.000 2.850.410 lembar TABEL III.00 = Rp 2.762.000 3. F.000 2.000 31.000 20.164.000 3.065.000 2.126.350.000 3.000 4.Rp 1.14 0. promosi 15. teknik 34.500 6.

498.000 4 345.734.706. B.320 23.00 Rp 18.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.51 1.250.100 13.000 7.00 = Rp 4.000.000.000.280 32.33 2.522.756.000 20.850.000 Total B.000.000.14 8.786 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi. variabel (TV) 12. 23.000 2.699.880 Kpst normal (KN) 15.68 3.40/lbr 345.685.010.850.51 2 6.000 Tarif B.000 20.000 34.00 = Rp 0.000.00 Fungsi Adm.858.424. variabel 1.000.44 % Rp 800.500 2.000. tetap 21.51 % Rp 750.000.762. Pemasaran = x Rp 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 2.58 Tarif B.000.000.680.17 1.000.000 20.17 / m3 20.800.820 99.000.685.11 % Rp 18. adalah : TABEL III.050.24 2.000 20.032.000.03 5.920. b.962.000 750.000 7.320 1.734.207.000.70 3.250.747.522.800.187.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000 4 350.749.000.880 B.680.000 1.663.929.050.600 39. Tarif Biaya Variabel Tahun 2002 Rp 2.000.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 12.00 = Rp 1.000.14 1.500 4.050.835.000 lt Rp 7.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.762.820 30.000.000.33 % Rp 15.786 Kpst sesungguhnya (KS) 16.320 42.000 1.000 35.775 39.280 25.405.000.100 15.00 = Rp 1.00 76 .280.501.820 64.000 18.Rp 1.000 Anggaran fleksibel 220.100 45.500 / kali 4 kali Rp 1.150.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.40 Total tarif 156.880 Sumber : Data yang diolah.799.000.000.145.73 0.280 39.825.000.600 42.100 16.00 Rp 27.000 1.00 75 Rp 34.555.000 m3 Rp 2.98 KS x TV 197.000.10 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2001 eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.275 43.73 / m3 20.00 Rp 37.556. tetap (TT) 143.000 765.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 11.000.540.

000.000 m3 77 Rp 2.000 34.11 3.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000 4 350.73 1.73 Total tarif 143.68 % Rp 22.100 15.775 49.040.000 2.350.778.000.756.939.775 45.807.12 % Rp 950.000.000.275.00 = Rp 1.28 KS x TV 211.000.000.275.867.000 Tarif B.100 18.000 / kali 4 kali Rp 1.040.000.459.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 10.700 7.280 36.620 39.939.090.620 42.929. c.000.000 B.838.00 = Rp 3. tetap (TT) 132.857.101.643.000 Kpst normal (KN) 18.58 2.750 2.00 . 25.000 26.000. Pemasaran = x Rp 1. variabel 2.000. tetap 23.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.666.000 lt Rp 8.000 54.000 20.280 44.892.114.501.756.000 / kali 4 kali Rp 1.504.000 825.00 = Rp 2.000.055.85 0.000 2.99 9.577. Tarif Biaya Variabel Tahun 2003 Rp 2.000 27.000 20.55 Tarif B.000 1.756. adalah : TABEL III.000 4 342.953.000.15 / m3 20.734.676.100 16.000.73 / lbr 342.000.000.777.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.257.00 Rp 40.00 / m3 20.000.040.734.053.14 / m3 20.582.971.980 51.000 800.000 20.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.09 3.164.34 1.000 108.00 = Rp 0.00 = Rp 1.000 7.215.11 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2002 etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.663.Fungsi Teknik = x Rp 1. B.000 3.000 37.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 = Rp 2.14 1.110 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.000 2.126.257.000.500 Sumber : Data yang diolah.85 / m3 20.065.000 Total B.756.20 6.065.44 1.110 Kpst sesungguhnya (KS) 19.500 Anggaran fleksibel 236.055.000 71.010.00 Rp 29.000.13 11.000.00 = Rp 0.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.470.00 Fungsi Adm.305.040.000 lt Rp 7.370 45. variabel (TV) 11.78 3.162.777.000 20.000 37.000 m3 Rp 2.000 1.

Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 3,49 / lbr 452.468 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.12 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2003
etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 29.184.000 17.877.800 35.358.200 54.446.000 30.279.000 18.040.000 B. variabel 2.350.000 29.643.000 40.164.000 2.953.000 8.504.000 1.577.000 Total B. 31.534.000 47.520.800 75.522.200 57.399.000 38.783.000 19.617.000 Kpst normal (KN) 22.000.000 950.000.000 20.065.000 20.065.000 4 452.468 Kpst sesungguhnya (KS) 22.500.000 975.000.000 20.085.000 20.085.000 4 500.000 Tarif B. tetap (TT) 132,65 1,88 1,76 2,71 7.569.750 39,87 Tarif B. variabel (TV) 10,68 3,12 2 0,15 2.126.000 3,49 Total tarif 143,33 5 3,76 2,86 9.695.750 43,36 KS x TV 240.300.000 3.042.000.000 40.170.000 3.012.750 8.504.000 1.745.000 Anggaran fleksibel 271.834.000 3.089.520.800 115.692.200 60.411.750 47.287.000 21.362.000

Sumber : Data yang diolah. d. Tarif Biaya Variabel Tahun 2004 Rp 2.400.000,00 Fungsi Promosi = x 100 % = 9,60 % Rp 25.000.000,00 Rp 31.283.000,00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3,13 % Rp 1.000.000.000 Rp 38.370.000,00 Fungsi Teknik = x Rp 1,00 = Rp 1,90 / m3 20.087.000 m3 78 Rp 3.153.000,00 Fungsi Langganan = x Rp 1,00 = Rp 0,16 / m3 20.087.000 lt Rp 8.350.000,00 Fungsi Penagihan = x Rp 1,00 = Rp 2.087.500 / kali 4 kali Rp 1.580.000,00 Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 2,78 / lbr 567.410 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.13 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2004
eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 30.455.000 18.980.000 36.132.000 54.321.000 31.530.000 18.402.000

B. variabel 2.400.000 31.283.000 38.370.000 3.153.000 8.350.000 1.580.000 Total B. 32.855.000 50.263.000 74.502.000 57.474.000 39.880.000 19.982.000 Kpst normal (KN) 25.000.000 1.000.000.000 20.087.000 20.087.000 4 567.410 Kpst sesungguhnya (KS) 26.000.000 1.025.000.000 20.095.000 20.095.000 4 570.000 Tarif B. tetap (TT) 121,82 1,90 1,80 2,70 7.882.500 32,43 Tarif B. variabel (TV) 9,60 3,13 1,91 0,16 2.087.500 2,78 Total tarif 131,42 5,03 3,71 2,86 9.970.000 35,21 KS x TV 249.600.000 3.208.250.000 38.381.450 3.215.200 8.350.000 1.584.600 Anggaran fleksibel 282.455.000 3.258.513.000 112.883.450 60.689.200 48.230.000 21.566.600

Sumber : Data yang diolah. 2. Menyusun Biaya Pemasaran Sesungguhnya Dengan menyusun biaya pemasaran sesungguhnya dan distribusi biaya pemasaran sesungguhnya dapat diketahui berapa biaya pemasaran sesungguhnya disusun oleh PDAM Sragen seperti terlihat pada tabel III.2 sampai tabel III.5, yang kemudian dikelompokkan dan didistribusikan ke setiap fungsi pemasaran dengan langkah-langkah yang sama dengan pengelompokkan dan pendistribusian anggaran biaya pemasaran. Distribusi 79 biaya pemasaran sesungguhnya dapat dilihat pada tabel III.14 sampaidengan III.17. TABEL III.14 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 13.725.000 21.375.000 26.712.000 18.245.000 9.450.000 16.235.000 2. Suplais kantor V 2.050.000 1.770.000 2.295.000 1.425.000 1.934.000 2.030.000 3. B promosi T 6.225.000 - - - - 4. Insentif V - 17.025.000 - - - 5. B listrik V - 5.230.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 20.973.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 6.175.000 8. B sambungan V - - - - - 12.750.000 9. B penagihan V - - - 6.408.000 - Jumlah 22.000.000 45.400.000 29.007.000 26.078.000 11.384.000 58.163.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.052.842 1.051.512 3.191.512 1.978.842 1.523.780 2.121.512 2. Gaji manajer & staf T 836.139 838.363 2.906.166 2.699.166 1.449.000 1.871.166 3. B asuransi T 1.423.980 2.018.855 2.097.655 1.892.255 1.765.655 2.057.255 4. B penyusutan T 1.311.720 1.311.220 5.246.880 1.093.100 874.480 6.558.600 Jumlah 4.624.681 5.219.950 13.442.213 7.663.363 5.612.915 12.608.533 Jumlah B Sesungguhnya 26.624.681 50.619.950 42.449.213 33.741.363 16.996.915 70.771.533

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

TABEL III.15 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002

Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 121.111.000 14.200.000 16.235.000 26.712.000 31.800.000 21.640.000 2. Suplais kantor V 11.610.000 2.075.000 2.030.000 2.295.000 2.251.000 1.750.000 3. B promosi T 8.915.000 8.915.000 - - - 4. Insentif V 17.626.000 - - - - 17.626.000 5. B listrik V 6.675.000 - - - - 6.675.000 6. B produksi V 20.973.000 - 20.973.000 - - 7. B transmisi & distribusi V 6.175.000 - 6.175.000 - - 8. B sambungan V 7.000.000 - 7.000.000 - - 9. B penagihan V 5.800.000 - - - 5.800.000 Jumlah 205.885.000 25.190.000 52.413.000 29.007.000 39.851.000 47.691.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 11.300.000 1.117.842 2.184.512 3.254.512 2.041.842 1.114.512

80
2. Gaji manajer & staf T 11.280.000 949.139 1.984.166 3.019.166 2.812.166 953.363 3. B asuransi T 10.280.000 1.428.040 2.061.312 2.101.712 1.896.312 2.022.912 4. B penyusutan T 19.725.000 1.926.998 7.113.600 5.801.880 1.949.490 2.058.552 Jumlah 52.585.000 5.422.019 13.343.590 14.177.270 8.699.810 6.149.339 Jumlah B Sesungguhnya 258.470.000 30.612.019 65.756.590 43.184.270 48.550.810 53.840.339

TABEL III.16 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 16.870.000 23.340.000 37.658.000 20.810.000 12.880.000 23.340.000 2. Suplais kantor V 2.480.000 19.025.000 2.351.000 2.125.000 1.140.000 1.050.000 3. B promosi T 9.354.000 - - - - 4. Insentif V - 1.050.000 - - - 5. B listrik V - 8.475.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 19.025.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 8.475.000 8. B sambungan V - - - - - 8.000.000 9. B penagihan V - - - 6.854.000 - Jumlah 28.704.000 51.890.000 40.009.000 29.789.000 14.020.000 59.890.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.539.842 1.736.512 3.437.512 1.470.842 1.808.780 2.406.512 2. Gaji manajer & staf T 1.189.139 1.189.363 3.255.166 3.048.166 1.798.000 2.220.166 3. B asuransi T 1.431.540 2.026.212 2.105.012 1.899.612 1.773.012 2.064.612 4. B penyusutan T 2.114.498 2.246.052 5.989.380 2.136.990 1.061.980 7.301.100 Jumlah 6.275.019 7.198.139 14.787.070 8.555.610 6.441.772 13.992.390 Jumlah B Sesungguhnya 34.979.019 59.088.139 54.796.070 38.344.610 20.461.772 73.882.390

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

Selisih Kapasitas = (KN ± KS) TT atau AFKS ± Biaya Standar.014.622.700.990 1..589. Biaya Variabel dianggarkan = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel.012 1.000 15.255..) Adm (Rp.161.390 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. d.6..4.000 46.052 6.487.000 21.421.051.) Penagihan (Rp.1.139. g.100 Jumlah 6..166 81 3..182.380 2.535.815.858.390..6.000 19.000 . e. Suplais kantor V 2.000 13.000 ...166 1.610 20.166 3. Insentif V . Analisis Selisih Biaya Pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : a.005.086.139 14. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya 3.842 1.000 2.000 41.508.000 1..170.520. Sifat selisih: Jika BS < AFKS.070 8.000 14.035. B listrik V .000 2.000 9. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS. Total biaya tetap per minggu c.000.9. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan . Selisih Anggaran = Biaya Sesungguhnya (BS) ± AFKS.891. Biaya Standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total f.772 14. B promosi T 9.271.139 1..019 54.765.018.070 38.000 7.212 2.326.350.255.) BL FUNGSI 1. B penyusutan T 2.908.540 2.17 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.000 2. 4.300.. Gaji manajer & staf T 1.179.158. Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya.TABEL III.390 Jumlah B Sesungguhnya 35.772 71.000 3. Sifat selisih : Jika BS > AFKS. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara total tarif dengan kapasitas sesungguhnya.20.612 4.512 1.980 7.498 2.960.512 2..708..512 3.786.. Biaya sesungguhnya per fungsi b.9.048.139 56.000 1.000 8..) Penjualan (Rp.021.854.000 BTL FUNGSI 1.500.187.Jumlah 29. B asuransi T 1.000.612 1.780 2. B transmisi & distribusi V .338.8.) Teknik (Rp. Gaji karyawan T 17.025.340.810. selisih anggaran bersifat menguntungkan.842 1.400..400. B ksjhtrn karyawan T 1.000 3... B produksi V .836.340..610 6.012.000 20.019 7.456.209.363 3.056.063.215. B sambungan V ..097.5.000 .000 29.) Langganan (Rp. B penagihan V .798.000 57.150.012 2.275.000 .370.000 38..

000 124.000 11.171.000 30.973.000 2.000 224.000 9.Jika BS > AFKS.000 9.) 2004 (Rp.000 12.000 281. Keterangan : T = Biaya Tetap. 82 h.000 12. B sambungan V 12.354.000 8.000 Jumlah Biaya Pemasaran 239.000 4.000 19. B listrik V 5.000.408.000 205.000 7.250.000. V = Biaya Variabel: BL = Biaya Langsung.025.300.700.032.552.000 3.000 121.000 12.490.000 BTL FUNGSI 1.973.610.000 57. TABEL III. B penagihan V 6.850. Dalam mencari selisih yang terjadi antara realisasi dana anggaran penulis mendasarkan pada perhitungan dari data yang dibuat oleh PDAM Sragen dengan kalkulasi penulis kemudian dibandingkan dengan anggaran yang disusun oleh oleh PDAM Sragen yang disesuaikan dengan teori yang ada dalam landasan teori (Tabel III.000 276.475.000 1.) BL FUNGSI 1.744.300.000 258.400.000 10.000 1.043.000 8.000 9.000 20.600.600.000 11.000 9. B asuransi T 9.000 21.000 11.000 6.406.700.144.000 12. Suplais kantor V 11. Dari rumus di atas dibuat perhitungan dan tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antara masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.) 2002 (Rp.000 19.000 134.18).000 4.225. BTL = Biaya Tidak Langsung.915.000 2. B penyusutan T 16.438.250.000 8.000 Jumlah 47.650.025.000 28.175.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 11. Gaji karyawan T 105.585.742.000 6. Gaji manajer & staf T 10.18 REALISASI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.175.000 17.504.000 5.000 219.000 7. B transmisi&distribusi V 6.025.626.000 5.000 Jumlah 192.111. B ksjhtrn karyawan T 10. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran .725. selisih anggaran bersifat menguntungkan.050.000 6.800.854.885.280. Total Selisih = Selisih Anggaran + Selisih kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya.700.641.000 6.396.000 6.810.280. B = Biaya 5.000 20.475.000 57.302.000 52.230.000 20.000 8. B promosi T 6.920.000 8.000 8.000. B produksi V 20.) 2003 (Rp.000 11.000 9.000.898.000 83 3.275.470.750.675.350. Insentif V 17.300.

000 Fungsi Penjualan = Rp 765.000 = Rp 8.126.00 Fungsi Adm. 35. Melakukan Analisis Terhadap Penyimpangan Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun.095.00 84 Fungsi Langganan = 20.13 % = Rp 3.85 = Rp.000.Guna menilai pengendalian biaya pemasaran.000 m3 x Rp.250.00 Fungsi Teknik = 20.000 m3 x Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.000.050.756.00 Fungsi Langganan = 20.000.000 m3 x Rp.00 .00 Fungsi Teknik = 20. 1. Pemasaran = 350.12 % = Rp 3.000. 1.500.000.51 % = Rp 1.504.000 m3 x Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.00 Fungsi Adm. 1.000. Pemasaran = 350.000.00 x 10.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.00 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.000. 3. 1. 38.762. 40. 0.000.000.000 x Rp.00 x 2.807.14 = Rp 2.00 Fungsi Langganan = 20.835.60 % = Rp 249.170.000.012.042.000.91 = Rp.000.00 Fungsi Adm.000.00 x 9.000.00 x 11.500.14 = Rp 2.500.00 x 3.000 x Rp.15 = Rp 3.000.939.000.250.500 = Rp 7. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.750.68 % = Rp 240.065. oleh PDAM Sragen menggunakan kebijakan dengan batas persentase penyimpangan sebesar 5 %.000.101.150.40 = Rp 1.00 x 3.000.000 m3 x Rp.540.000 m3 x Rp.49 = Rp 1.000 Fungsi Penjualan = Rp 1. 0. Jika besarnya selisih 5% atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih < 5%) b.000. 2 = Rp.73 = Rp.00 Fungsi Teknik = 20. 0. Pemasaran = 500.750.300.11 % = Rp 211.085.208.000.000.280.000. 2.00 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26. 3.00 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.000.00 x 3.920. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut.000 x Rp.44 % = Rp 2.450. Biaya Variabel Dianggarkan (BVD) = KS x TV Keterangan : KS = Kapasitas Sesungguhnya TV = Tarif Variabel Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16. 37.305.025.055. Jika besarnya selisih lebih besar dari 5% dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) 6.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.381.000.838.700.600.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 4.000.055.000 m3 x Rp.000. a.00 x 12.032.73 = Rp 1.000.33 % = Rp 197.250.745.000 = Rp 7.00 Fungsi Teknik = 20.090. 1.

756.17. 54.540.877. 39. 2.100 Fungsi Adm.000 = Rp.200 Fungsi Langganan = Rp.150. 29.000 = Rp.320 + Rp. 236.962. Pemasaran = Rp. 60. 1. 240.200.000 = Rp.883.600 + Rp.000 x Rp.000 86 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp.500 = Rp. 3. 38.184. 197. 18.358.799.000 = Rp. 220.555.00 7.807.446.880 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp. 21.000.000 = Rp.000 = Rp.000 = Rp.513.287. 15. 2.000 = Rp. 16.089.18.000 + Rp.892.095.350. 8.000 + Rp.600.411.087. 34.000 + Rp.750 Fungsi Penagihan = Rp.280 + Rp.321. 35.200 + Rp.208. 13.000 Fungsi Penjualan = Rp. 48.566.000. 1.470.000 + Rp. 271. 60.500 = Rp 8.880 + Rp.280 + Rp.305.000 Fungsi Teknik = Rp.867.320 Fungsi Penjualan = Rp.800 + Rp.699.666.689.090. Pemasaran = Rp.040.1.750 = Rp. 51.279.838.215.100 + Rp.200 = Rp.050.450 Fungsi Langganan = Rp. 2. 25. 2. 37.100 + Rp.582.500 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp.000 + Rp.980.929. 40. 7.362.000 + Rp.100 Fungsi Langganan = Rp. 36.778.504. 99. 2.258.920.820 Fungsi Teknik = Rp.Fungsi Langganan = 20.600 = Rp.000 + Rp. Pemasaran = 570. 211. 23.777.042. 3. 39.620 + Rp.000 = Rp. 47.747.692.520.800 Fungsi Teknik = Rp. 21.450 = Rp. Perhitungan Biaya Standar BS = KS x TT Keterangan : BS = Biaya Standar . Pemasaran = Rp.455. 3. 282.280 Fungsi Penagihan = Rp.834. 54.685.498. Perhitungan Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya 85 AFKS = BT + BVD Keterangan : AFKS = Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya BT = Biaya Tetap BVD = Biaya Variabel Dianggarkan Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp.000 = Rp.250.000 = Rp.370 Fungsi Langganan = Rp.706.100 Fungsi Adm.530.000 + Rp.280.584. 18. 115. 30.162.230. 30.000 = Rp.012.35. 45.78 = Rp 1.000 = Rp.16 = Rp 3. Pemasaran = Rp.000 Fungsi Adm.000 + Rp.215.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 1. 45.300.032. 0.000 + Rp.145. 3.455. 249.858.000 + Rp. 1.000 Fungsi Penjualan = Rp. 21.36.745.756.00 Fungsi Adm. 3. 1.600 8.200 Fungsi Penagihan = Rp.257.600. 30.000 + Rp.170.929.26. 2. 39.459.350. 8.381.402.584.000 = Rp.000 + Rp. 112.000 m3 x Rp.971.3.700 = Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.835. 7.000 = Rp.980 Fungsi Penagihan = Rp. 31.000 Fungsi Teknik = Rp. 108.685.750 = Rp.000 Fungsi Adm.23.000 = Rp. 18.756.000 = Rp.820 + Rp.101.000.132.

100 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.000 x Rp 43.24 = Rp 65. Dalam hal ini telah disusun anggaran biaya pemasaran.450 Fungsi Langganan = 20.053.22 % = Rp 3.275 = Rp 32.78 % = Rp 5.58 = Rp 71.085.187.335. sehingga hasil perbandingan antara anggaran dan realisasinya dapat dipakai sebagai analisis pengendalian biaya pemasaran.248.000 Fungsi Adm.19 88 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2001 .000 Fungsi Langganan = 20.250.13 = Rp 42.900 Fungsi Langganan = 20.610.880.680.20 % = Rp 2.000 Fungsi Teknik = 20.000 m3 x Rp 3.000 Fungsi Adm.393.783.000 x 156.695.100 87 Fungsi Adm.000 x 5.000 x Rp 49.700 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.000 Fungsi Teknik = 20.095.416.600 Fungsi Langganan = 20.215.000 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.000 m3 x Rp 3.36 = Rp 21.000 x 6. yang nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan apakah pengendalian yang dilakukan oleh PDAM Sragen sudah tepat atau belum.500.750 = Rp 38.250.925.095.443.000 = Rp 39.000 Fungsi Penjualan = Rp 1. Setelah dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat perbandingan antara realisasi dan anggaran.000 x 5 % = Rp 4.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.000 Fungsi Teknik = 20.000 x 143.970.000 x 143.100 Fungsi Adm.025.03 % = Rp 2.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.86 = Rp 57.920.471.519.000.200.76 = Rp 75.496.749.552.000 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 8.717.000.000 x 131.03 % = Rp 5. Pemasaran = 350.000 m3 x Rp 2.98 = Rp 15.42 % = Rp 3.14 = Rp 43.000 Fungsi Teknik = 20.800.069.750. Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis biaya pemasaran lihat tabel III.000.000.000 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.19 sampai tabel III.000.155.21 = Rp 20.000 m3 x Rp 2.000 x 5.000 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.000 m3 x Rp 2.593.KS = Kapasitas Sesunggunhnya TT = Tarif Tetap Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.345. Pemasaran = 500.500.68 % = Rp 4.150 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 11.224.000 m3 x Rp 3.86 = Rp 57. Pemasaran = 350.000 m3 x Rp 3.000.28 = Rp 17.055. Pembahasan 1.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.000 x Rp 35.22 di bawah ini : TABEL III..71 = Rp 74.085.796. Pemasaran = 570.000.875.000 x Rp 43.775 = Rp 44.700 B.480.720.000 m3 x Rp 2.000.055.

749.000.000.820.906.000.00 42.280.466. Maka dapat diketahui pada tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6.000.275.000. Promosi 2.000.293.498.00 197. Penjualan 4.620.320.00 1. Penjualan 54.920.520 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 431. Penagihan 32.000. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi 89 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 195.180.000.540.00 6.000.00 15.00 6.000.00 23.835.00 221.464.797.677.00 39. Pemasaran 15.100.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.290. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah 12345=3+4 1.756.720 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 671.312.00 7.943.000.500.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.600.889.280.480.998..703.150.393.00 156.820.401.00 R 167.777.889. Promosi 25.00 1.00 1. Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 101.066.677.100.00 (1. Teknik 71.00 L 6.11.065.00 . sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 4.466.820.00 6.000.743.749.050.00) R 570.973.756.820. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 1.066. Adm.100 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.00 L 1.275.100.00) R 2.500.000. Teknik 65.929.200.120 yang berarti terdapat total .225.764.767.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.631.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 0 sehingga terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 11.21).259.280..676.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 570.934.685.00 4. Pemasaran 16.000.00 (101.743.145.000.401. di mana AFKS > biaya standar.335.00 L (6.00) R 2.180 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 4.000 yang merugikan.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.100.455.180. Dan total selisih dapat mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.861. Langganan 42.443.180.000.455.880. Berdasarkan fungsinya 2001 (Tabel III.000.000.998.100.699.720.900.00 35.00) R 5.820.906. R = Rugi.00 11. Penagihan 44.00 (2.00 Jumlah 255.640.620.290.496.100.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.0605.520.00 L (2.120.000.00 25. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 1.00 1. Pada tahun 2001 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.00 5.000.640.00) R 3.100.00 13.000. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 6.470.00 2.934.259.00 65.466.000.00 2.036.443. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 11.720.887. Langganan 43.00 2.032.720. Adm. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.100.00 L (671.00) R 2.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.00 R 431.406.00 2.00 L (4.906.00 32.178.345.293.406 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.266.00 R Jumlah 6.880.312.00) R 4.215.500.857.620.820.00 30.00 23.280.000.120 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 167.466.00 (195.631.610.663.900 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 6.163.00 3.498.00 R 4.120.Fungsi B.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6. Keterangan : L = Laba.

00 177. 91 Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 73.500. Berdasarkan fungsinya promosi tahun 2002 (tabel III. Promosi 2. Pemasaran 16.00 L (391. selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 28.234.248.000.00 37. Penjualan 5.234.000.00) R (19.838. TABEL III..900.539.765. tetapi penggunaan biaya pemasaran pada tahun 2001 sudah tepat.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 (73.000. Untuk selisih yang terjadi pada tahun 2001 (tabel III.00) R 5. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran sebesar Rp 91.023.735.784.000. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.280.00 44.21) ada fungsi mengalami selisih menguntungkan dan merugikan. Teknik 71.663.275.857.500. Penagihan 44.00) R 4.830..867.150. yang berarti pada fungsi penagihan tidak mengalami keuntungan dan kerugian.215.499.728.593.800.000. Adm.00 (91.098.736.666. Keterangan : L = Laba.485..00 5.100.000.090.280.00 (2.810.000. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 209.530.00 2.807.215.000.menguntungkan sebesar Rp 1.00) R 2.950.00 3.929.00 211.728.100.735.000..00) R 360.700.000.00 3.750.620.870. Pemasaran 17. Selisih yang tidak menguntungkan ini karena kondisi perusahaan yang masih baru juga karena keadaan perekonomian yang pada umumnya memburuk.00 39.750 yang berarti terdapat total selisih merugikan.090.000.000.00) R 28.000.239. 90 2.100.000.500 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 360.830 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 53.887.280.090.000. Penagihan 44.000.530.00) R 2. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.000.00 71.037.000.00) R Jumlah 8.00 23.750.00 L (2.796.00 4.234.777.00 2.870.00 7. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 30.500 yang berarti .00 L (5. Adm.00 2.950.215.00) R (53.20 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2002 Fungsi B.00 2.000.768.00 42.000.620.499.700. R = Rugi.459.000. 0.000. Langganan 42. Teknik 71. Promosi 25.980.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.933.933.20).00) R 5.00 15.810.00 1.150.370.717.00 L (120.000.00 (30.277.500.200.000.676.000 yang berarti terdapat total selisih mengalami rugi sebesar Rp 5.500.00) R 2.00 16.060.000.720.215.539.100.950.00 34.6.455.00 (209.00 3.582.464.00) R 3.00 .019.765.756.023.00 234.266.00 L (8.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.695.500.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1. Pada fungsi penagihan pada selisih anggaran dan selisih kapasitas sevesar Rp.490.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.695. Penjualan 54.150.700 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 19.00 (3.000.101.864.00 6. Hal ini berpengaruh juga pada oleh PDAM Sragen.305. Langganan 42.179.822.000.777.00 Jumlah 255.00 36.485.00 26.

000.000. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.00 29.00 17.00 (59.000.741. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.720.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.916.784.00 Jumlah 270.00 18.617.731.00 L (5. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi sebesar Rp 8. Penagihan 44.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Berdasarkan fungsinya 2003.300.00 L (2.300. 3.098.000.750.200.520.900.000.745.796.000.185.725.979.(5. TABEL III.00 (168.21 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2003 Fungsi B.000.300.528.490.533.950 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.950.000.335.00 2.00 3.00 3.000.00 54.terdapat total merugikan sebesar Rp 391.537.00 35.360.200.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar.100.000.248.500.446. Dari total selisih kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.00 L 4.455.400.000.432.901.200 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.200. Pemasaran 19.037.850.451.877.877. R = Rugi.540.00 57.681.451.012.000. Penjualan 47.000.150.000.012.725. Teknik 75.00) R 2.000.300 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 3.969.00 (6.000.750.150.00 L 5.00) R 3.504.316.689.000.316.00) R (2.800.369.000.00 .545. Promosi 31.00 30.750. Teknik 71.300. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 237.000.689.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.00 (3.800.00) 6.000.279.00) R 2.822.250.000.00 8. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 6.731.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.000.00) R 14. Pada fungsi langganan terdapat .234.00) R (14.520.00 4.00 38.458.00 L Jumlah 8.215.059.522.184.357.593. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.019. Penagihan 38.266. sedangkan pada fungsi penjualan 92 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3. Keterangan : L = Laba.219.012.00 6.800.000.060.00) R 4.979.000.00 19.750.000.358.00 L (8.533.00) R 2. Langganan 57.200 yang merugikan.00) R (3.00 3.000.484.000.750.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 3. Langganan 42.00 . Penjualan 5.100.277.00) R 2.200.00 240. Adm.5. Pemasaran 17.042.00 3.783.545.00 3.783.000.00 75.100.950.200 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 5.00 269.00) R 3.750.000. di mana AFKS > biaya standar.215.534..00 3.731.785.717.200.000.00 (3.040. Promosi 2.622.000.00 185.357.399.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.800.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.00 40. Adm.150. Pada tahun 2002 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.000.00 1.266.622.00 5.00 (237.376.170.432.600.

455.716.200.734.00 L (2.000.600 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 14.000.270.00) R 4. Pemasaran 19.215. Adm.986.335.150.000.820.230.00 L 4. Teknik 74.450.850.00 4. Penjualan 5.796.000.000.00 (3.513.945.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000. 4.000.00 19.00 6. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. Kerugian yang dialami oleh fungsi promosi selama empat tahun berturut-turut ini disebabkan karena kesalahan perusahaan dalam memilih media untuk melakukan promosi.000.100.250.424.000.381. Hal ini membawa dampak positif bagi perusahaan.00) R 2.100.00 Jumlah 274.474.000. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil.855.200.00 (3. Pemasaran 17.00 3.681.263.500.800.250.000.741..00 31.550.502.00) R 2.956.000.600.530. R = Rugi.321.215.00 L (4. Penjualan 50. Adm.245. Promosi 2.00) R 2.600.600.200.381.543.250.880.717.200.980.00 5.000.00) R (2.00 18.000 yang berarti 93 terdapat total menguntungkan sebesar Rp 2.00) R 6.00) R (14.00) R 3. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya sesungguhnya 12345=3+4 1.850.100.227.536.00) R 14.150.00 3.00 54.432. TABEL III.982. Promosi 32.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 2.537.00 39.050.00 .000.000. yaitu dengan cara pemberian produk pada konsumen.055.208.880.745.402.000.00 (11.00) R 2.490.075.22 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2004 Fungsi B.250.000.00) R 2.350.450.321. Langganan 42.000.100. Dalam hal ini PDAM Sragen 94 tidak menggunakan media cetak maupun elektronik untuk menunjang keberhasilan promosi.176.00 1.00 36.600.00 (247.000. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 168.215.366.00 L (8. Keterangan : L = Laba.248.00 249. .100.600.584.00 L Jumlah 8.00 30.687.00 (4.440. Pada dasarnya pengendalian biaya pemasaran pada tahun 2003 sudah tepat.000.000.00 3.000.00 8. Penagihan 39.00) R (2.00 (62.00 3. Penagihan 44.000.000.738.00 38.132.277.00 L 5.00 3.000.00 57.369.509.699. Teknik 71.00 74.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih Biaya Pemasaran 167=2-58=6-59=6±7 1.900.819.selisih anggaran merugikan sebesar Rp 59.00 280.100 sehingga terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 5.900.4.00 189.967. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 0 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.000.000.750 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 14.150.432.000.720. Promosi yang dilakukan oleh PDAM Sragen secara langsung ke konsumen.791. Langganan 57.00 3.756.00 18.335. Secara keseluruhan total selisih yang terjadi pada fungsi promosi mengalami kerugian.00 L (5.201.000.00 2.593. karena pada tahun ini perusahaan sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan biaya sesungguhnya lebih rendah daripada anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan.000.450.705.000.237.

881. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan.Untuk fungsi penjualan selama empat tahun mengalami kerugian. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi 96 sebesar Rp 8.641.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar. 3.455. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi tidak menguntungkan.50 yang diakibatkan karena adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 304.312.098. Fungsi teknik mengalami keuntungan kecuali pada tahun 2002. hal ini disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan. Hal ini menandakan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Sragen belum maksimal. .998. Pada tahun 2001 sampai tahun 2004 telah terjadi total selisih merugikan.822.743. Tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.50 di mana biaya sesungguhnya lebih besar daripada biaya standar.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. 95 BAB IV PENUTUP A.455. 2.658.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.060.445.234. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Faktor internal antara lain disebabkan karena kurangnya petugas dalam memberilan pelayanan kepada pelanggan.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.00 dengan biaya standar sebesar Rp 284. 4. Analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2000 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 18.208.797. 5. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan.000.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah perbaikan pada sambungan pipa air dan bertambahnya jumlah transmisi. Fungsi langganan selama dua tahun berturut-turut mengalami kerugian (tahun 2001 dan 2002). ini menyebabkan rasa tidak pusa pelanggan terhadap perusahaan. Kesimpulan Setelah diadakan analisis terhadap data biaya pemasaran yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum Sragen maka hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.

E. 1996. BPFE . Jakarta. 1991. Akuntansi Manajemen. Erlangga. P. Jakarta. M. Bumi Aksara. William.. 1991. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. William J. 2000.A. Konsep. 1993. Kotler. . 1992. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini perusahaan sudah membuat anggaran untuk kegiatan sesuai dengan fungsi-fungsinya secara baik. Jerome. Akuntansi Biaya. __________. STIE YKPN (Edisi 2). kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Prinsip Pemasaran. Stanton. 5. Edisi 8). PT. Saran Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan maka penulis mencoba untuk memberikan saran sebagai berikut : 1. R. _________. Dasar-Dasar Pemasaran. 1993. Prenhallindo. 6. (Edisi 1). Jakarta. Jakarta. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. Carthy. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Perencanaan dan Pengendalian. Jilid 1). __________. Akuntansi. Jakarta. Manajemen Pemasaran Analisis. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. Erlangga (Jilid 2. Jakarta. STIE YKPN. 97 2. Philip. BPFE ± UGM (Edisi 4)Yogyakarta. Yogyakarta. Jakarta.UGM. D. Perencanaan dan Pengendalian. Akuntansi Manajemen. 98 DAFTAR PUSTAKA Gudono. B. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan . 1991.sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. Supriyono. Manajemen Pemasaran. Handoko. Mc. 1999. Mulyadi. Matz-Usry. Yogyakarta. Erlangga. Mursid. Yogyakarta. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. Diharapkan di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji tiap-tiap unit kegiatan sesuai dengan fungsi secara intensif dan disejajarkan dengan penyusunan angggaran yang berjalan. Erlangga. Manajemen Pemasaran. 1997. Erlangga (Edisi 5. 1990. Akuntansi Manajemen. Jr. Manfaat dan Rekayasa. Pimpinan perusahaan seyogyanya bekerjasama dengan karyawan untuk menyusun dalam memproduksi produk yang dihasilkan berdasarkan fungsi-fungsinya. Perreault. 1997. Akuntansi Biaya.

1991. Yogyakarta. Controller. Wilson. _________. Erlangga.Proses Perencanaan. : BPFE ± UGM. Akuntansi Biaya. James D & John B. BPFE ± UGM (Edisi 2) Yogyakarta. 99 100 . 1993. Jakarta. perencanaan dan pengendalian Biaya Serta Data Relevan Dalam Pengambilan Keputusan. Campbell.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->