ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DAERAH (PDAM) SRAGEN

Oleh : LAKSANA AMBAR KUSUMA NIM. 200814008

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRAGEN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dalam berproduksi mengakibatkan produk dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Hal ini menimbulkan masalah bagaimana menyalurkan produk tersebut ke tangan konsumen. Untuk mewujudkannya perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran yang memerlukan berbagai macam biaya pemasaran. Semakin meningkatnya persaingan memperebutkan pasar mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk semakin besar porsinya dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu diperlukan informasi yang bermanfaat untuk mengarahkan usaha pemasaran. Krisis moneter yang melanda Indonesia, diwarnai dengan terbukanya wajah asli perusahaan-perusahaan yang selama ini dianggap tangguh mengalami kebangkrutan. Sementara itu, tuntutan dari pelanggan, ketatnya persaingan usaha dan perubahan teknologi yang sangat cepat, memberikan tekanan bagi manajemen untuk mengusahakan terobosan dan tindakan proaktif dalam mempertahankan dan memajukan usahanya. Padahal usaha untuk melakukan efisiensi, diversifikasi produk, pemanfaatan media dan terobosan lain terbentur pada kendala rendahnya daya beli masyarakat pada saat ini.

Di tengah keadaan yang serba tidak menguntungkan ini manajemen perusahan berupaya untuk selalu mencermati pos-pos pengeluaran sehingga mencapai titik yang efisien, sekaligus memaksimalkan pengendalian untuk menentukan efektivitas. Dalam suatu perusahaan, terdapat pos-pos pengeluaran yang dapat diusahakan untuk ditiadakan atau dikurangi dalam kurun waktu tertentu dan ada pula yang harus tetap diadakan. Salah satu pos pengeluaran yang tetap harus diadakan perusahaan adalah biaya pemasaran. Meskipun dalam kondisi krisis perusahaan dituntut tetap mengalokasikan dan untuk aktivitas pemasaran sehingga tidak terganggu, sebab pemasaran memegang peranan yang sangat besar untuk menunjukkan eksisten usaha. Adanya biaya dapat dikendalikan yaitu keluarannya dapat langsung dihubungkan dengan penjualan (Enginereed Cost) merupakan elemen biaya dimana jumah biaya yang seharusnya diperkirakan dengan tingkat relibilitas yang reasonable, maupun biaya yang tidak terukur yang keluarannya sulit dihubungkan dengan penjualan (Discretionery Cost) merupakan elemen biaya dimana jumlah biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan tergantung pada pertimbangan manajemen, memerlukan pengakuan yang sangat cermat dari pihak manajemen apabila akan mengadakan pengendalian biaya pemasaran. Pengendalian biaya pemasaran menjadi penting dalam hubungannya dengan engineered cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, sedangkan yang termasuk dalam discretionnery cost adalah biaya-biaya

Manfaat dilakukannya evaluasi adalah memberikan masukan bagi manajemen tentang proses pengendalian yang selama ini dilakukan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan permasalahannya. Bertitik tolak dari uraian diatas. Kenyataan bahwa pemasaran tetap harus dikeluarkan. menyebabkan manajemen perlu terus mengadakan evaluasi terhadap pengendalian yang selama ini dilaksanakan. penelitian dan pengembangan. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien.yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran. meskipun pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi. C. maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN. administrasi. kompleknya komponen yang ada pada pusat biaya pemasaran. B. . adalah sebagai berikut : ³Apakah analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien ?´.

Menurut beberapa ahli pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan.Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. untuk berkembang dan mendapatkan laba. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam usaha pemasaran. 2. Tinjauan Pustaka 1. Kegiatan pemasaran tidak hanya terdiri dari kegiatan menyampaikan produk ke tangan konsumen. Bagi Penulis Merupakan sarana dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam praktek atau kenyataan yang ada dalam perusahaan. menentukan harga. sehingga bisa melakukan penyempurnaan jika ada penyimpangan antara biaya pemasaran dan realisasinya. tetapi juga harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. mempromosikan dan mendistribusikan . Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi manajer pemasaran sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan biaya pemasaran. D.

(Philip Kothler. yaitu : a. Staton. Orientasi pada kepuasan konsumen b.barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial. Ada tiga ketetapan pokok yang mendasari konsep pemasaran (Mursid. Sehingga berkembang suatu pemikiran bisnis yang disebut konsep pemasaran. 1997 : 13). kegiatan perusahaan . Sedangkan menurut Assosiasi Pemasaran Amerika. 1985 : 8) Definisi lain menyebutkan bahwa : Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. penetapan harga. Oleh karena itu. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi´. (William J. Upaya perusahaan secara menyeluruh c. 1997 : 8). promosi serta penyaluran gagasan. 1997 : 30). menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kothler. Dengan demikian konsep pemasaran merupakan filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Laba sebagai tujuan. Kegiatan pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan. pemasaran adalah ³proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran.

1991 : 205). kemudian menilai. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba yang diinginkan perusahaan. Fungsi pengepakan dan pengiriman e. Dari pengertian fungsi pemasaran tersebut.harus diarahkan untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut. yaitu : (R. Fungsi administrasi pemasaran Penggolongan fungsi pemasaran ini bertujuan sebagai pengendalian biaya pemasaran. Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran Setiap pengusaha perlu memahami tugas pokoknya. yaitu menyusun rencana. mengarahkan pelaksanaan. Fungsi pemberian kredit dan penagihan f. Fungsi promosi b. Fungsi penjualan c. kegiatan pemasaran dapat dikelompokkan menurut fungsinya. yang pada dasarnya sudah tentu untuk mencapai laba perusahaan. menganalisa dan . sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan. a. Supriyono. Fungsi penggudangan dan penyimpanan d.A. 2. 3.

. serta bertanggung jawab atas administrasi penjualan yang akan banyak membantu perusahaan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk pengendalian pemasaran.mengendalikan. akan merupakan umpan balik bagi perusahaan untuk mengembangkan rencana lama atau guna menyusun rencana baru. Suatu perusahaan pemasaran itu terdiri dari analisis situasi. maka dalam pengendalian pemasaran dinilai apa yang telah dikerjakan dan dicapai serta jumlah biaya yang telah dikeluarkan. penetapan tujuan dan sasaran perusahaan. penantuan strategi pemasaran. Hasil kegiatan pengendalianyang berupa laporan-laporan seberapa jauh rencana dapat dilaksanakan serta hambatan maupun faktorfaktor penunjang pelaksanaan. hambatan apa yang ditemui. Tujuan utama pengendalian pemasaran adalah menilai seberapa jauh tujuantujuan yang telah diputuskan telah dicapai. taktik program pemasaran serta besarnya anggaran dan pengawasannya (Kothler. 1991 : 428). Perencanaan pemasaran dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan untuk seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan. serta faktor penunjang apa yang diperlukan demi kelancaran pemasaran. Bila dalam pemasaran ditetapkan apa yang ingin dicapai dan dikerjakan dengan biayabiaya berapa. Pelaksanaan secara aktif dan langsung atas rencana pemasaran yang telah disusun terutama nampak dalam kegiatan penjualan. Tanggung jawab utama kegiatan operasi penjualan adalah menjamin terjualnya hasil produksi sesuai dengan rencana.

Biaya pemasaran juga meliputi biaya penjualan di mana biaya penjualan ini sebenarnya berhubungan dengan fyngsi untuk memperoleh pesanan dan sekaligus berhubungan dengan fungsi melayani pesanan. .4. 1991 : 529). Pengertian Biaya Pemasaran a. biaya yang digunakan di dalam departemen pemasaran. Termasuk dalam biaya untuk memperoleh pesanan antara lain biaya promosi dan adpertensi dan biaya penjualan. yang menyebabkan terjualnya produk yang dihasilkan. Biaya pemasaran adalah ³semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai´. misalanya untuk biaya-biaya yang berhubngan dengan penjual (salesmen). Biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mencapai atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan. Dalam hal ini penelitian difokuskan pada biaya pemasaran. Biaya pemasaran meliputi semua biaya menyelenggarakan kegiatan pemasaran. (Mulyadi. yaitu biaya untuk memperoleh atau menimbulkan permintaan atau pesanan. Pengertian Biaya Pemasaran Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan unang untuk mencapai tujuan tertentu.

Pada biaya pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat. pengertian biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang ataupun jasa. hal ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dengan akibat dan sulitnya sebab-akibat dihubungkan. Klasifikasi Biaya Pemasaran Menurut fungsinya biaya pemasaran dibagi menjadi enam. Pada kenaikan biaya adpertensi dan promosi pada periode tertentu. maka kerugian piutang itu merupakan elemen biaya pemasaran. misalnya elemen kerugian piutang (bad debt) yng semula merupakan elemen biaya administrasi dan umum. yaitu : . Perlakuan tersebut amat logis karena kerugian piutang adalah risiko pemberian kredit dalam rangka menaikkan volume penjualan. Berubahnya opengertian biaya pemasaran. b. di mana biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang ataupun jasa dijual sampai diterimanya hasil penjualan menjadi kas. seringkali baru mengakibatkan kenaikan kenaikan volume penjualan pada periodeperiode berikutnya dan sulit ditentukan apakah kenaikan penjualan tersebut satu-satunya faktor yang menyebabkan adalah adanya promosi penjualan.Ditinjau dari segi mulai terjadinya biaya pemasaran.

misalnya biaya bahan untukmembungkus. Biaya kredit dan penagihan. bonus dan komisi. berdasar daerah penjualan. Biaya penggudangan. pemotongan tunai. misalnya biaya gaji karyawan bagian administrasi pemasaran. kerugian penghapusan piutang. biaya telepon. Biaya promosi. misalnya gaji karyawan gudang. golongan penjual. Biaya pembungkusan dan pengiriman. biaya angkut untuk produk yang dikembalikan (retur penjualan). Biaya penjualan. golongan langganan. saluran distribusi dan seterusnya sesuai . misalnya biaya pameran. Biaya administrasi. misalnya biaya perjalanan salesman.1). 4). biaya sewa gudang. Anggaran penjualan harus dirinci lebih lanjut berdasar produk atau barang yang dijual atau jasa yang disediakan. Penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat setelah anggaran penjualan disusun. 2). biaya contoh (cost of sample). 6). 5). Penyusunan anggaran biaya pemasaran disusun dengan mempertimbangkan adanya pengaruh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. misalnya gaji karyawan bagian penagihan. 3).

misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. Sedangkan dalam jangka panjang konsep biaya terkendalikan dan tidak terkendalikan sangat berbeda dengan konsep variabilitas biaya. Dalam jangka pendek biaya terkendalikan umumnya adalah elemen biaya variabel dan biaya yang tidak terkendalikan umumnya adalah elemen biaya tetap. Biaya Pemasaran Tidak Langsung Biaya pemasaran tidak langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tak dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu. Pengolonggan biaya pemasaran terkendalikan dan tidak terkendalikan bermanfaat untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran. . Menurut Supriyono (1991 : 206) biaya pemasaran bila dihubungkan dengan kegiatan pemasaran digolongkan menjadi : a.dengan kharakteristik/sifat perusahaan. b. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. Biaya Pemasaran Langsung Biaya pemasaran langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek tertentu.

5.Karena dalam jangka panjang biaya tetap dapat dikendalikan oleh tongkatan pimpinan tertentu. yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu satu tahun´. anggaran digunakan secara luas karena anggaran dinyatakan dalam satuan moneter. (Mulyadi. 1993:448). Biaya yang dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu adalah biaya kebijakan yang terdiri dari Discretionary Variabel Cost dan Discretionary Fixed Cost. Dari segi penyusunan anggaran tahunan dapat digolongkan menjadi : (R.A. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap atas kebijakan manajemen. yakni uang. Anggaran Biaya Pemasaran Anggaran merupakan sarana yang paling luas digunakan bagi perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan. 1993:166-167). Anggaran Tetap atau Anggaran Statis .Supriyono. (Mulyadi. 1986:16) a. Angaran merupakan ³suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif. sehingga dalam jangka pendek terjadinya biaya ini juga dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajemen.

Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. Sebagai Pedoman Kinerja . Sekali disetujui. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran. 1993:490). Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut : (Mulyadi. anggaran hanya dapat dirubah dalam kondisi tertentu. Anggaran Fleksibel atau Anggaran Skala Turun Naik Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan pada deret atau tingkatan kegiatan yang mungkin dicapai perusahaan untuk periode tertentu yang akan datang. b. kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan. Secara berkala. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun. Anggaran perusahaan mempunyai manfaat sebagai berikut : a. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan.Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan keoada estimasi satu tingkatan kegiatan yang sifatnya konstan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang akan datang.

informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam penyusunan anggaran. b.Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Anggaran berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang.. sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan terjamin. Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik maka taksiran-taksiran yang dimuat di dalamnya harus cukup akurat. c. Perencanaan anggaran biaya pemasaran didasarkan pada kondisi dan asumsi yang mendasari berubah maka perencanaan anggaran harus dikoreksi. Untuk itu diperlukan data. saling bekerja sama dengan baik untuk menuju sasaran yang ditetapkan. . sehingga tidak jauh berbeda dari realisasinya nanti. Anggaran biaya pemasaran merupakan alat pengendali kegiatan pemasaran. Sebagai Alat Pengawasan Kinerja Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur. karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta di dalam penyusunan anggaran tersebut.

maka pengendalian terhadap biaya pemasaran tetap dapat dilakukan. Faktor psikologis dalam menjual merupakan salah satu sebab utama perbedaan antara biaya produksi dan biaya pemasaran. Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja. dan produk. Pengendalian biaya pemasaran pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang timbul. 1997 : 111). Penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi atau . Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya anggaran tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. namun dengan analisis yang cermat. Meskipun terdapat banyak sekali kesulitan dalam kaitannya dengan analisis biaya pemasaran. dimana biaya yang dibebankan itu harus dikendalikan pula setelah dianalisis oleh fungsi yang berwenang agar setiap kegiatan pemasaran tetap terjaga pada tingkat yang dianggarkan (Mursid. Banyak tenaga penjual mungkin mempunyai efek yang berbeda pada konsumen yang sama (Mursid. Pengendalian biaya pemasaran dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasikan beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah. jam mesin. jam kerja.6. tetapi manajemen tidak dapat mengatakan apa yang akan diperbuat konsumen. pelanggan. 1997 : 111).

penilaian prestasi dan umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang. Pembebanan tanggung jawab untuk berbagai operasi. Agar dapat efektif sistem anggaran yang baik harus dihubungkan dengan perencanaan dan pengendalian. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya pemasaran yang tepat adalah apabila selisih antara rencana dan realisasinya tidak melebihi dari standar pengendalian yang telah ditentukan. b. Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel. Penetapan dasar untuk pembebanan biaya tidak langsung menurut wilayah. Supriyono. atau produk. d.maka pengendalian biaya pemasaran perlu dibantu dengan menggunakan prosedur-prosedur berikut (Mursid. Agar pengendalian biaya pemasaran dapat berjalan dengan baik . Pengukuran atas beban langsung dan tidak langsung departemen. 1997 : 111) : a. pelanggan. perencanaan yang baik tanpa pengendalian yang efektif berakibat memboroskan dana dan waktu Sebaliknya tanpa perencanaan tidak dapat dilakukan pengendalian ke arah tujuan yang ingin dicapai (R. c. . e.A. Departementalisasi kegiatan atau fungsi. 1991:201).

f. . Pengawasan dan Analisis Biaya Pemasaran Dengan melakukan pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat diterapkan pertanggungjawaban atas terjadinya biaya pemasaran. g. b. Manfaat Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Menurut Supriyanto (1986 : 202) manfaat dengan dilakukannya pengendalian dan analisis biaya pemasaran adalah a. 7. Perencanaan dan Pengarahan Usaha Pemasaran Dengan melakukan pengendalian maka terdapat informasi yang berguna bagi manajemen untuk perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran. Penggunaan anggaran fleksibel dan biaya srtandar. sehingga dapat ditetapkan sia yang bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikan oleh fungsi yang bersangkutan. c. Perbandingan beban aktual dengan beban yang dianggarkan oleh penyelia departemen yang bertanggung jawab atas pengendalian yang berkesinambungan. Menentukan Besarnya Biaya Pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya dengan relatif sama.

1986 : 205) a. Untuk itu langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) Mendistribusikan setiap jenis biaya yang dianggarkan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada. Untuk biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya.8. Langkah-langkah Dalam Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Dalam pengendalian dan analisis biaya pemasaran perlu ditempuh langkahlangkah sebagai berikut : (R. 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. Supriyono.A. 3) Mengalokasikan biaya pemasaran setiap jenis pusat laba yang merupakan usaha pemasaran. Menyusun Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan anggaran biaya pemasaran dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan dicapai oleh suatu perusahaan. Sedangkan untuk biaya . Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. Untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran perlu disusun anggaran fleksibel dan tarif biaya untuk setiap fungsi.

b) Dasar distribusi dapat digunakan dengan praktis sehingga cepat dilaksanakan.1 Pedoman Umum Dasar Distribusi Biaya Tidak Langsung Jenis Biaya Tidak Dasar Dsitribusi Setiap Fungsi Langsung Kesejahteraan Karyawan Jumlah karyawan setiap fungsi Asuransi Aktiva Tetap Nilai Aktiva Tetap setiap fungsi Penyusunan Bangunan Luas lantai bangunan yang digunakan setiap fungsi Telepon Frekuensi dan lamanya waktu sambungan Gaji Manajer Pemasaran Jumlah karyawan setiap fungsi Sewa Bangunan Luas lantai bangunan setiap fungsi Supriyono. . Pedoman umum dasar distribusi biaya tidak langsung. Satuan pengukur jasa ini akan dipakai untuk : a) Menentukan persamaan dari anggaran fleksibel dan tarif biaya setiap fungsi. Dasar distribusi yang dipilih tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Dasar distribusi harus mencerminkan manfaat dari biaya yang didistribusikan. 1986 : 209 2) Menetapkan satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi. 1986 : 209) : Tabel II.tidak langsung fungsi diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi. sehingga distribusinya relatif adil dan teliti. disajikan dalam tabel berikut (Supriyono.

b) Dasar alokasi biaya pemasaran. misalnya kepada setiap daerah pemasaran atau kepada setiap jenis produk. teliti dan praktis. Pedoman umum satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi dapat dipilih dasar distribusi seperti dalam tabel berikut (Supriyono.2 Pedoman Umum Setiap Fungsi Pemasaran Satuan Pengukur Jasa . atau pusat laba yang lain secara adil. 1986 : 210) Tabel II.

pemberian kredit dan penagihan serta administrasi pamasaran.b. yaitu ditentukan dengan cara mengalikan kapasitas sesungguhnya dengan total tarif. pengepakan dan pengiriman. Dalam amendistribusikan biaya ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran dianggarkan. untuk tujuan tersebut perlu mengukur . Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya adalah sebagai berikut : 1) Atas dasar dokumen atau bukti transaksi biaya pemasaran yang sah. 2) Mendistribusikan biaya pemasaran yang sesungguhnya kepada setiap fungsi. Dalam hal ini tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien. penggudangan. c. d. penjualan. dicatat dalam jurnal Biaya Pemasaran dan rekening Buku besar Pembantu Biaya Pemasaran. yaitu fungsi promosi. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran tidak cukup hanya dengan menentukan profitabilitas setiap pusat biaya dalam usaha pemasaran. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran ini dim aksudkan untuk mengetahui berapa biaya menurut standar.

3) Menentukan besarnya tarif standar untuk setiap fungsi. F. teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi. 5) Mengumpulkan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi.kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarif yang dianggarkan atau tarif standar. maka penulis memberikan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : . 2) Memilih dasar atau satuan pengukur yang relatif adil. Kerangka Pemikiran Untuk lebih memperjelas dan mempermudah pemahaman penelitian ini. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Menggolongkan biaya pemasaran sesuai dengan fungsi kegiatan pemasaran agar dapat menggambarkan tingkat pertanggungjawaban manajemen atas biaya pemasaran. 6) Membandingklan biaya yang dibebankan berdasar standar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. Satuan pengukur tersebut akan dipakai sebagai dasar penentuan tarif standar dan menganalisa penyimpangan biaya yang terjadi. 4) Menentukan besarnya biaya dibebankan pada setiap fungsi atas dasar tarif standar.

Kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemasaran. . Penentuan daerah pemasaran dengan memperhatikan perencanaan dengan sistem pengendalian anggaran biaya pemasaran. Untuk mencapai tujuan perusahaan. adanya kesalahan pencatatan transaksi sering tidak sama dengan fisiknya. sering dijumpai penyimpangan dari perencanaan. Hal ini berakibat perusahaan melakukan pembelian bahan saat persediaan bahan masih menumpuk.Biaya Langsung Fungsi Biaya Tidak Langsung Fungsi Biaya Pemasaran GAMBAR I KERANGKA PEMIKIRAN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen dalam mencapai tujuan perusahaan yakni mendapatkan laba. juga melakukan kegiatan produksi produksi dan pemasaran. pimpinan menaruh perhatian pada kegiatan pemasaran terutama adalah masalah perluasan daerah pemasaran dan penyebaran distributor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.

G. . Definisi Operasional Terhadap Variabel yang Digunakan 1. 1991:56). 5. Biaya tidak langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara tidak langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya karena diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsinya (Mulyanto. Biaya pemasaran Biaya pemasaran adalah biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume pemasaran. 2. Biaya penyusutan Biaya penyusutan adalah distribusi biaya penyusutan yang diperoleh dari hasil pembagian antara anggaran untuk biaya penyusutan dibagi jumlah luas lantai bangunan guna memenuhi fungsi promosi dan advertensi. Biaya langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya (Mulyanto. 1991:58). 3. sehingga akan diperoleh biaya penyusutan sebagai biaya pemasaran tidak langsung yang memenuhi fungsi biaya penyusutan (Mulyanto. 4. 1991:56). Biaya asuransi Biaya asuransi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk jaminan jiwa para karyawan dan jaminan perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen demi kesejahteraan bersama (Mulyanto. 1991:59).

Anggapan Dasar Dan Hipotesis 1. 2. b. Hipotesis Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksudkan sebagai jawaban sementara dalam menyelidik untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surakdmad. Dari uraian diatas penulis dapat merumuskan sebuah hipotesis sebagai berikut : . Indikator-indikator yang menyangkut tentang kondisi perekonomian masih mungkin dikembangkan. 1995:99). 1991:115). H. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima peneliti (Winarno Surakhmad. Hal ini berarti bahwa tiap peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda-beda.semakin besar volume atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah biaya pemasaran variabel. demikian sebaliknya jika volume rendah (Mulyanto. Anggapan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. 1995:38). Adanya kemungkinan perluasan daerah pemasaran guna meningkatkan volume penjualan berdasar atas pertimbangan terhadap kebijaksanaan penjualan yang telah ditetapkan.

Data Primer Adalah data yang diperoleh langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. yang dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.´ I. Sumber data a. Metode Penelitian 1. Dalam perusahaan tersebut terdapat permasalahan yang sama dengan penelitian ini. Data-data yang penulis perlukan cukup tersedia. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berkaitan dengan metode penelitiannya. Maksud pemilihan metode survey ini karena penulis ingin mengkaji evaluasi pengendalian biaya pemasaran yang telah ada. Hal ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut : a.´Diduga besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen belum efisien. b. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Sedangkan obyek/lokasi penelitian yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. berupa anggaran biaya pemasaran. yaitu suatu anggaran yang lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta . 2.

b. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran guna menentukan tingkat ketepatan biaya pemasaran pada setiap fungsi pemasaran dari periode tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011. 2) Biaya pemasaran sesungguhnya untuk setiap fungsi pemasaran antara tahun 2010 ± 2011. Teknik Pengumpulan Data a. 3. 6) Data dan informasi lain yang menunjang penelitian. 4) Hasil penjualan sesungguhnya tahun 2010 ± 2011. Data yang diperlukan adalah : 1) Anggaran biaya pemasaran tahun 2010 ± 2011. 3) Anggaran penjualan tahun 2010 ± 2011. . Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan objek penelitian untuk mendapatkan data kegiatan pemasaran. Data Sekunder Data yang diperoleh peneliti dan dikumpulkan dari luar perusahaan yang menjadi obyek penelitian diantaranya referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur lain yang relevan. 5) Hasil produksi dan rencana produksi tahun 2010 ± 2011.terdapat di bagian pemasaran dan biaya pemasaran yang sesungguhnya.

Penyusunan anggaraan biaya pemasaran menurut kajian teori 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis atau elemen biaya pamasaran.b. total biaya variabel dan total biaya yang dianggarkan. Observasi Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendapatkan data kongkrit guna melengkapi dan menunjang penelitian. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya tetap. misalnya data anggaran penjualan. 4. c. baik biaya pemasaran langsung maupun tidak langsung. 2) Mengelompokan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis-jenis biayanya. dan biaya variabel. . Dari penggolongan ini akan diperoleh total biaya tetap. data biaya pemasaran sesungguhnya dan anggaraan biaya pemasaraan. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah ada di perusahaan. Teknik Analisa Data a.

e) Tarif Tetap (TT) perfungsi diperoleh dari :       4) Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari :        5) Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya. . yang meliputi: a) Total biaya variabel perfungsi. dapat dicari dengan rumus : AFKS == Total biaya tetap+(KSxTV) Dimana: KS : Kapasitas Sesungguhnya TV : Tarif Variabel b. b) Total biaya tetap perfungsi. Menyusun tabel biaya pemasaran sesungguhnya 1) Mengelompokan biaya pemasaran berdasar jenis biayanya 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. d) Kapasitas normal. c) Total biaya.3) Menyusun tabel untuk menghitung tarif pemasaran dan anggaran fleksibel berfungsi.

selisih kapasitas bersifat menguntungkan . selisih kapasitas bersifat tidak menguntungkan Jika BST < AFKS. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara tarif total dengan kapasitas sesungguhnya.c. d. selisih anggaran bersifat menguntungkan 7) Selisih kapasitas = (KN-KST)TT atau AFKS-Biaya Standar Sifat selisih : Jika BST > AFKS. Analisis selisih biaya pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : 1) Biaya sesungguhnya perfungsi 2) Total biaya tetap perfungsi 3) Biaya variabel dianggarkan Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel 4) Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya 5) Biaya standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total 6) Selisih Anggaran = biaya sesungguhnya (BS) ± AFKS Sifat selisih : Jika BS > AFKS.

perusahaan menggunakan kebijakan dengan batas prosentase penyimpangan sebesar 5 %. Melakukan penilaian pengendalian biaya pemasaran. Guna menilai biaya pemasaran. Melakukan analisis terhadap hasil penilaian Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. .8) Total Selisih Selisih Anggaran + Selisih Kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. berdasarkan hasil analisis selisih prosentase biya pemasaran. Dari tabel perhitungan di atas dibuat tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antar masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%. e. 1) Jika besarnya selsisih 5 % atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih e5%) 2) Jika besarnya selisih lebih besar dari 5 % dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) f. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.

Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan . Metode Penelitian BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Anggapan Dasar dan Hipotesis F. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A.J. Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Jadwal Kegiatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang lengkap dalam penelitian ini direncanakan memerlukan waktu 3 (tiga) bulan yaitu terhitung mulai bulan Maret 2005 sampai dengan bulan Mei 2005. Kerangka Pemikiran E. Latar Belakang Masalah B. Sejarah Perusahaan B. Perumusan Masalah C. Adapun rincian sebagai berikut : K. Tinjauan Pustaka G.

Pemasaran E. Menyusun Tabel Biaya Pemasaran Sesungguhnya C. Personalia D. Kesimpulan B. Analisis Selisih Biaya Pemasaran E. Produksi BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran. Saran .C. Melakukan Analisis Terhadap Hasil Penilaian BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Pembebanan Biaya Pemasaran D. Sumber Daya Manusia F. Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran F. Penyusunan Anggaraan Biaya Pemasaran Menurut Kajian Teori B.

Hoodrug Waterleiding Hoofplaats Soerakarta En Omsteken. Pada masa itu. antara lain : Umbul Cokro. JC. di samping itu pelaksanaan perusahaan tidak didasarkan pada prinsip organisasi perusahaan. Nama ³SOLO SUIDO SYO´ diganti dengan µKantor Air Minum Sragen´. Bertindak sebagai wakil Sri Paduka Kangjeng Susuhunan Paku Buwono X dalam perjanjian tersebut adalah Raden Adipati Djoyo Negoro pepatih di Sragen. Untuk mempersiapkan pembangunan fasilitas air minum tersebut diadakan perjanjian kerja sama antara dua pemerintah. sehingga proses kerusakan jaringan perpipaan semakin cepat. sehingga perusahaan tidak dapat berkembang. Air Minum Sragen dikelola oleh Seksi Air Minum Dinas . yaitu Swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran dengan pemerintahan Nederlandsch Indie. Sejarah Berdiri dan Perkembangan PDAM Sragen Pada tahun 1925 pemerintah Hindia Belanda mengadakan pembicaraan dengan Keraton Kasunanan Sragen mengenai pemanfaatan air yang terdapat di Kecamatan Tulung.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SRAGEN A. maka Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil alih Perusahaan Air Minum dari kekuasaan Jepang. Nilo dan Nganten. pimpinan perusahaan ini adalah dari Belanda yaitu Ir. tentara Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari pemerintah Belanda. Pemerintah Jepang tidak mempunyai perhatian sama sekali mengenai air minum. Dengan demikian Perusahaan Daerah Air Minum di Sragen ini secara tidak langsung telah diambil alih oleh pemerintah Jepang yaitu dengan nama µSOLO SUIDO SYO´. Pada waktu dibawah kekuasaan Jepang ini pemeliharaan dan perluasan Perusahaan Air Minum sama sekali tidak diadakan. Pemegang dari perusahaan ini adalah Pemerintah Swapraja Nederlandsch. dimana daerah tersebut banyak terdapat mata air. Dengan adanya perang Asia Timur. sedangkan dari Government Hindia Belanda adalah Max Betner Van Der Jogi. Dengan berhasilnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Dari sekian banyak mata air diambil yang terbesar dan memenuhi persyaratan yaitu Umbul Ingas Cokro. Dalam akte tersebut telah dinyatakan bahwa untuk badan usahanya adalah dalam bentuk NV yang diberi nama NV. 34 Pada tahun 1960. Kabupaten Klaten. Doomberg.

Pipa transmisi yang melewati sungai Tulung telah putus dan penyambungannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan air minum. 2. Debit yang semula hanya 1501/detik akan ditingkatkan. yang menaikkan debit pengambilan air dari jumlah tersebut menjadi 4001/detik. Atas bantuan Colombo Plan dengan pelaksanaan tenaga ahli dari Selandia baru telah mengadakan ³Teec Proses´ yaitu suatu proses perlakuan terhadap pipa dengan cara mengoroki pipa lama yang kemudian dilapisi semen. Rehabilitasi pipa sepanjang 12. Tahun 1975. Sebagian dari laba . Adapun beberapa peristiwa yang perlu dicatat oleh seksi air minum adalah : 1.500 m dari Pasar Gedhe sampai Panggung. Status air minum sebagai suatu seksi dalam Dinas Penghasilan Daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal untuk perluasan. terlebih dahulu telah dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Sragen. Langkah tersebut sekaligus merupakan ketaatan atas Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 Juli 1973 No.Penghasilan Daerah Kota Tingkat II Sragen. Tahun 1975. tujuan PDAM disamping mencari keuntungan juga turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Karena itu. tidak lepas dari tujuan pokok di atas. 3. 3 Tahun 1977. Surat keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 Februari 1976 dan mulai berlaku pada tanggal 35 ditetapkannya. Pendirian PDAM ini juga disebabkan oleh tuntutan profesionalitas yang mendesak dalam pengelolaan pelayanan air minum kepada masyarakat. EKBANG B/3/11 dna tanggal 11 Juli 1974 No. PDAM Sragen sebagai suatu perusahaan derah. tingkat kesehatan. dan tingkat sosial ekonomi. Sejak itulah PDAM Sragen terus menerus berusaha mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebelum dikeluarkannya PERDA tersebut. Jebres. memaksa PDAM untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap kebutuhan air minum ini. Tahun 1974. EKBANG B/3/43 yang pada pokoknya mengharapkan dengan segera pembentukan Daerah Air Minum. Pada dasarnya. sambil menunggu penetapan peraturan daerah. Karena itu pada tahun 1979 dibuatlah jaringan pipa tranmisi baru. didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sragen pada tanggal 16 Februari 1976 melalui PERDA No. karena anggaran yang tersedia sangat terbatas pada kemampuan daerah. Perkembangan penduduk. Selain perusahaan membutuhkan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidup.

selain memikirkan kepentingan umum yaitu khusus bagi para pelanggan air minum C. Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas dalam suatu organisasi. sehingga wewenang dan tanggung jawab terhadap semua aktivitas manajemen perusahaan terletak di tangan pemerintah daerah tersebut. Dalam menjalankan kegiatannya. khususnya para langganan air minum secara lancar. PDAM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara untuk menghindari praktek usaha yang tidak efisien. Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. sehingga membantu memperluas dan mempercepat jangkauan pemasaran air bersih juga memudahkan para 37 pelanggan untuk menjangkaunya apabila akan melakukan pembayaran rekening maupun melakukan pengaduan-pengaduan. yang nantinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan daerah. karena berada di pinggiran jalan besar. suatu perusahaan sebagai usaha formal. murah agar sebagian besar masyarakat dapat menikmati air bersih guna memperbaiki kesejahteraan hidup serta lingkungan. B. merata dalam jumlah yang cukup sehat. Tugas Dan Fungsi PDAM Sragen Dalam melaksanakan sehari-hari. Lokasi Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen ini. juga terletak berdekatan dengan perumahanperumahan yang cukup besar. sedangkan untuk daerah tingkat II adalah Gubernur. untuk daerah tingkat I adalah Menteri Dalam 36 Negeri. Instansi atasan bagi Daerah Ibukota Jakarta adalah Presiden. PDAM Sragen merupakan perusahaan yang berbadan hukum. berada di Jalan Adi Sucipto 143 Sragen. 2. Lokasi ini sangat strategis. Suatu perusahaan daerah merupakan suatu badan hukum apabila perusahaan daerah tersebut didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi atasan.perusahaan disalurkan sebagai pendapatan Pemerintah Daerah (ABPD). 3. harus mempunyai struktur organisasi yang jelas supaya masing-masing orang dapat bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Sebagai perusahaan sudah barang tentu akan mencari keuntungan. dan masing-masing bagian dalam organisasi itu menyadari . D. termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsinya. Melayani masyarakat umum. Melayani Masyarakat umum dalam penyediaan air bersih guna menjaga kelesterian sumber air yang ada.

28/KPTS/1984. Kepala SubUnit. atau lebih dikenal dengan Direksi. Tugas dan Wewenang Pemegang Jabatan 1. Badan Pengawas Terdiri dari : Ketua : Wali Kota Sragen Wakil Ketua : Setda Kota Sragen Sekretaris : Kasubag Daerah pada Bagian Perekonomian Sragen. E. membentuk struktur organisasi yang cukup jelas. dan Kepala Urusan. Bentuk struktur organisasi Garis dan Staf. mempunyai tugas. Unsur Pimpinan yang terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Tehnik dan Direktur Umum.bahwa antar bagian tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kebijaksanaan Badan . dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan. wewenang. Tugas : a. 8 tahun 1994 tanggal 23 Januari 1984. di samping itu pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khususnya di luar bagiannya. 2. Unsur Pembantu yaitu Kepala bagian atau Kepala Unit. Surat Keputusan Direksi PDAM Surakrata No. tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja PDAM Daerah Sragen. Unsur Pengawasan Umum yaitu Badan Pengawasan. 2. Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. Manajemen PDAM Sragen terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu : 1. Struktur organisasi PDAM Sragen secara lengkap ditunjukkan oleh gambar terlampir. 39 4. Anggota : Kabag Perekonomian Kota Sragen. 3. Unsur Pelaksana yaitu Kepala Seksi. SKEMA ORGANISASI PDAM SRAGEN 38 3. yang didasarkan pada : 1. dimana bawahan bertanggung jawab langsung pada pimpinan. Keuntungan dari struktur organisasi berbentuk garis dan staf ini adalah adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan yang jelas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen.1/380/I/1989.1/1989 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana pada PDAM Kota Dati II Sragen. 800/024. 061. PDAM Sragen dalam usahanya untuk meningkatkan dan mempermudah pengawasan serta peningkatan efisien kerja karyawan. Kepala Bagian Keuangan Kota Sragen.

Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara terarah sesuai kebijaksanaan dalam perusahaan. Berinisiatif pada pegawai perusahaan f. Direktur Teknik ini membawahi : a. Direktur Utama yang tugasnya adalah: a. 3) Seksi Gudang Tehnik a) Bertanggung jawab atas penerimaan. 2) Seksi Perencanaan Tehnik Tugas : Membuat perencanaan dalam rangka perluasan pelayanan pelanggan. berdasarkan keterangan dari seksi pelayanan langganan. b) Melakukan administrasi barang. Menetapkan cara kerja yang efektif 40 g. Menyusun perencanaan pembangunan jaringan distribusi air minum. Membantu Direktur Utama dalam memimpin jalannya perusahaan di bidang produksi air. Menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang d. Secara bertahap memberikan laporan keuangan atau operasi perusahaan pada Badan Pengawas. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan Badan Pengawas c. Bagian Perencanaan. Bagian Distribusi terdiri dari : 1) Seksi Penyambungan.Pengawas. 41 c) Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali atas pipa pelanggan. dan pengeluaran barang. penyimpanan. c. 2. d. Mengusulkan pengubahan tarif pada Badan Pengawas e. 3. b. c) Membuat gambar-gambar sesuai dengan perencanaan tehnik dan memperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Merencanakan dan melaksanakan pelayanan pada pelanggan. b. pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta pemeliharaannya. Memimpin bagian-bagian dalam menjalankan tugas. yang terdiri dari : 1) Seksi Pengembangan : a) Memelihara dan menyimpan gambar-gambar teknik yang ada. b) Bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang. Direktur Teknik a. dengan tugas : a) Menjamin pendistribusian air kepada para pelanggan secara . Menyelenggarakan pekerjaan operasional b. d) Menyusun proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka pengembangan pipa transmisi dan distribusi. b.

Membawahi Urusan Hydrant. 2) Seksi Pemeliharaan. b) Mengadakan pembinaan masyarakat dalam menghemat air bersih dan manajemen warung air. Membawahi : a) Urusan Gedung (1) Melaksanakan kebersihan lingkungan dan ruangan kantor serta bangunan-bangunan lainnya. bertugas : a) Menerima laporan dan melaksanakan tugas berdasarkan informasi dari masyarakat. b) Secara periodik melakukan pemeriksaan atas adanya kemungkinan kerusakan bangunan dalam rangka perbaikan. 43 c. Bagian Produksi 1) Mengadakan penelitian serta analisa kimia dan bakteriologis. (2) Menjamin berfungsi peralatan kantor. (2) Menjamin berfungsinya kendaraan dinas dalam rangka operasional perusahaan. tugas : a) Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atau LKMD guna melestarikan fungsi hydrant.merata. c) Mengembangkan potensi hydrant sebagai salah satu unsur penunjang perbaikan sarana lingkungan. c) Merencanakan pemeliharaan asset perushaan dalam bidang distribusi (perpipaan) dalam rangka perluasan jaringan. sehingga kualtias air yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. c) Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan. . b) Melaksanakan penyambungan baru sesuai dengan perencanaan. b) Urusan Gedung (1) Mengatur kendaraan-kendaraan dinas dalam rangkaian mobilitas perusahaan. c) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. (3) Membantu Kepala Seksi peralatan di bidang tugasnya. 3) Seksi Peralatan a) Menjamin berfungsinya peralatan kantor dan kendaraan dinas. 42 b) Memeriksa dan memberikan informasi atas kemungkinan terjadinya penyimpangan fungsi hydrant. (3) Dikepalai oleh Kepala urusan dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada seksi peralatan.

(3) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasinya. (3) Membantu Kepala Seksi sumur dalam di bidang tugasnya. (2) Membuat laporan penerimaan. b) Menjaga lingkungan sumber-sumber air. (2) Memelihara sarana penunjang atau sarana bantu guna kontinuitas air baku. d. 44 c) Membuat laporan penerimaan. b) Melakukan penelitian dan analisa dalam rangka pengembangan laboratorium kimia air. c) Menjamin kelancaran produksi air dari sumur dalam Mojosongo dan Sumur Jebres. Membawahi : a) Urusan Perpompaan (1) Menjaga kelestarian pompa sesuai dengan standart pemakaian. 3) Menjaga kebersihan ari menurut syarat yang ditentukan dan mengawasi proses pengolahan air. b) Menjaga kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan. b) Melaksanakan penagihan rekening dan menyetorkan hasilnya. Membawahi Urusan Luar Kota. Bagian Produksi terdiri dari : 1) Seksi Laboratorium : a) Melakukan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya pencermaran sumber-sumber air. 3) Seksi Sumur Dalam a) Membantu Kepala Bagian Produksi dibidang tugasnya. b) Urusan Pembayaran (1) Menerima pembayaran. c) Melaksanakan pemeriksaan kualitas produksi dan distribusi air secara periodik. d) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasainya.2) Melaksanakan pencarian sumber air baru serta membuat sumur alternatif di daerah tertentu. 2) Seksi Sumber Air : a) Menjamin kelancaran produksi air dari sumber air Cokrotulung. mempunyai rekening dan menyetorkan hasilnya. a) Membantu Kepala Seksi Sumber Air dibidang tugasnya. Bagian Meter Air 1) Seksi Meter Air terdiri dari : .

(3) Membantu Kepala Seksi Meter Air di bidang tugasnya. Menganalisa dan menjabarkan hasil operasi c. Mengkoordinir dan menyusun anggaran tahunan. 4) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. (3) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian tera meter air. b) Melaksanakan pemutusan aliran atas pelanggan yang dikenakan sanksi maupun atas permintaan pelanggan sendiri. Bagian Sekretariat 1) Menerima penggandaan dan mengekspedisi surat. (1) Mempersiapkan meter air yang telah di tera untuk kegiatan pelaksanaan pasang baru. Direktur ini membawahi : a. b. Menyelenggarakan sistem kontrol yang efektif. b) Memperbaiki meter air yang rusak. Direktur Umum a. c) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian secara berkala. 46 4. 3) Melaksanakan administrasi kepegawaian. 5) Menyelenggarakan penyuluhan penggunaan air minum yang efisien. c) Dikepalai oleh Kepala Seksi dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian meter air.45 a) Melaksanakan pemasangan meter air untuk pelanggan baru. . 2) Mengatur dna memelihara rumah tangga kantor perusahaan. Seksi Bengkel Meter membawahi : a) Urusan Tera Meter. 6) Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang prosedur permohonan air minum. Bagian Sekretariat terdiri dari : 1) Seksi Rumah Tangga a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. b) Urusan Perbaikan Meter (1) Mengadministrasikan meter air besar yang ada dilapangan. (2) Membantu kelancaran pelaksanaan tera meter air. 2) Seksi Bengkel Meter a) Membantu kelancaran pelaksanaan terameter air. (2) Menganalisa atas hasil pencatatan meter air besar untuk mengetahui kelancaran aliran maupun kebocoran pada suatu wilayah.

Bagian Langganan terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan a) Menerima pengaduan-pengaduan dari langganan dan melalui atasannya meneruskan kepada urusan-urusan yang bersangkutan. 48 4) Menyelenggarakan administrasi keuangan. 2) Seksi Personalia a) Melaksanakan administrasi kepegawaian 47 b) Merencanakan dan melaksanakan peraturan-peraturan dibidang kepegawaian serta mengadakan pembinaan untuk meningkatkan produktivitas pegawai. dan pengekspedisian surat menyurat. 4) Mengatur ketepatan waktu dan penelitian pembaca meter. b) Menerima pengadaan. 2) Membuat surat pertanggungjawaban penggunaan uang. b) Menjamin keamanan lingkungan kantor sumber air kas pembantu serta fasiltias lain yang dimiliki oleh perusahaan. b) Melaksanakan tata administrasi data-data langganan dan calon . b. 3) Seksi Administrasi a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya.b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang kerumahtanggaan. c. penyimpanan persediaan serta mengetahui atas pembayaran kas dan surat berharga. c) Menyimpan dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan tugas-tugas sekretariat. c) Menyelenggarakan rapat-rapat pertemuan. Bagian Langganan 1) Mengadakan penyelidikan mengenai sebab-sebab turun naiknya air. Membawahi Urusan Keamanan yang tugasnya adalah : a) Membantu Kepala Seksi Administrasi di bidang tugasnya. 2) Melaksanakan publikasi air minum berdasarkan pelanggan. c) Menerima pendaftaran tamu serta menyampaikan kepada pejabat yang akan ditemui d) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Bagian Keuangan 1) Menyusun laporan pelaksanaan anggaran perusahaan. 3) Menerima penagihan rekening air minum dan menyetorkan ke bank. 3) Mengatur proses dan pelayanan permohonan jadi pelanggan. pengagendaan.

Sub Unit Pengawas dan Penelitian Administrasi Keuangan . 3) Melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsnya yang diberikan oleh atasannya. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. terdiri dari : a. 50 Sedangkan Unit-unit yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama adalah : 1. b) Menganalisa atas pemakaian air pelanggan.langganan sebagai perbandingan data yang ada di komputer. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. b. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. 49 c) Memberikan informasi atas pelanggan yang dikenakan sanski maupun yang dicabut sanksinya. c) Berkewajiban memberikan laporan atas terjadinya kerusakan dan penyimpangan meter air. Unit Pengawas dan Penelitian. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Tehnik 1) Meneliti hasil kerja di bidang tehnik dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. b) Berkewajiban memberikan laporan atas hasil efisiensi pembayaran rekening. 2) Membantu Kepala Unit Pengawas dan Penelitian di bidangnya. 3) Seksi Pembaca Meter a) Menyerahkan hasil harian pembacaan meter sebagai bahan pembuatan rekening. 2) Seksi Penagihan a) Menyetor jadwal waktu pelaksanaan tugas penagihan tunggakan rekening pelanggan. Membawahi : a) Urusan Wilayah A (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. c) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan atasannya. b) Urusan Wilayah B (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

3) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Menyalin hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan data informasi kerusakan dari di lapangan. Membuat laporan-laporan di bidang administrasi pelanggan. Urusan pengelolaan data Tehnik 1) Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru.1) Meneliti hasil kerja di bidang administrasi keuangan dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. 51 c. 3. Membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas yang bersifat khusus pengelolaan kolam renang. 3) Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 2) Membuat laporan baru tentang kegiatan pasang baru. 3) Memberikan saran dan pertimbangan atas hasil kerja pengawasan untuk melancarkan tugas di bidang administrasi keuangan. Sub Unit Pengelolaan Data Pergudangan 1) Membantu kelancaran di bidang pelaksanaan sambungan baru. Unit Komputer a. 3) Melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan tugas yang diberikan atasannya. 52 . Urusan Pengelolaan Data Rekening 1) Membantu kelancaran pembacaan meter air. 2) Membuat laporan-laporan di bidang pergudangan. 2) Membantu laporan-laporan tentang administrasi pelanggan. 2) Mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerja atau hasil monitoring lapangan. 2) Membantu Kepala Unti Pengawas dan Penelitian di bidang tugasnya. 3) Mengolah hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan informasi data kerusakan meter air di lapangan. b. Sub Unit Evaluasi 1) Mengadakan evaluasi tentang prosedur penyelenggaraan mekanisme kerja untuk tujuan perbaikan. Terdiri dari : a. 2. Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. Unit Kolam Renang a. Sub Unit Pengelolaan Data Tehnik 1) Membuat Laporan-laporan di bidang keuangan 2) Mengolah data pembayaran rekening 3) Membantu kelancaran administrasi keuangan. b. c.

1. 4. dan suatu saat dapat ditarik kembali oleh pemerintah daerah. b. jadi mereka bukan pegawai tetap perusahaan. Membantu melaksanakan dan memelihara bangunan kolam renang. karyawan PDAM Sragen dibedakan menjadi : a. F. 5. Direksi Umum Teknik Unit Tenaga Honorer . jumlahnya sebanyak 3 orang. 2. Mereka ini adalah pegawai negeri yang diperbantukan di PDAM Sragen. jumlahnya sebanyak 297 orang. Jumlah Karyawan Pada saat penelitiain ini dilakukan PDAM Sragen mempunyai 308 orang karyawan dengan susunan sebagai berikut : Tabel II. Sampai dengan bulan Februari 2001. Menjaga kondisi air kolam renang untuk menjamin kesehatan. dan mereka bukan pegawai negeri.b. d. Sampai bulan Februari 2001. c. Sampai dengan tahun 2004. Sampai dengan tahun 2004. c. Keadaan Karyawan 1. 2. artinya mereka tidak memiliki kemungkinan untuk diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan dan tidak mugkin mendapat kenaikan gaji. d. Pegawai dengan honor tetap Mereka ini bekerja di perusahaan dengan honor yang tetap. jumlahnya adalah 18 orang. Mereka adalah pegawai tetap perusahaan. Mempersiapkan tenaga dan berbagai peralatan yang diperlukan kolam renang. Pegawai dengan NPP (Nomor Pokok Perusahaan). 3. Jumlah Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Sragen No Bagian Sub Bagian Jumlah 1. Pegawai dengan NIP (Nomor Induk Pegawai). Hubungan Kerja dengan Perusahaan Berdasarkan hubungan kerja dengan perusahaan. Pegawai dengan honor perusahaan 53 Mereka ini bekerja pada perusahaan dan suatu saat mempunyai kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai perusahaan. Perusahaan tidak memiliki pegawai dengan honorer.

Bagian Perencana b. . WALIKOTA DIREKTUR BADAN PENGAWAS BAGIAN ADMS. Bagian Keuangan c. KEUANGAN CABANG BAGIAN TEKNIK BAGIAN LANGGANAN SUB BAG. 061. Unit Komputer c. Bagian Distribusi 3 19 64 30 23 52 39 24 11 10 36 1 1 Jumlah 308 Sumber : Data Primer. Bagian Meter Air a. Unit Pengawas dan Penelitian b. Bagian Perencanaan b. tahun 2004. Bagian Distribusi c.Direksi a. Unit Kolam Renang a. Bagian Sekretariat b. Bagian Langganan a.1/380/I/1989 tentang SOT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sragen. Bagian Produksi d. 54 GAMBAR 2 SUSUNAN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SRAGEN Sumber : Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No.

HUB. PRODUKSI SUB BAG. PERENCASUB BAG. TRANSMISI SUB BAG. RUMAH 55 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Biaya Pemasaran 1. dengan mengelompokkan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis biayanya.ADMS. PEMBELIAN SUB BAG. LOGISTIK SUB BAG. baik biaya langsung fungsi maupun biaya tidak langsung fungsi. KAS PEMBANTU SUB . LANGGANAN SUB BAG. Mendeskripsikan Anggaran Biaya Pemasaran Mendeskripsikan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. Dalam hal ini peneliti menyusun data yang telah dibuat oleh PDAM Sragen. PENGOLAHAN SUB BAG. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya pemasaran tetap dan variabel. SUB BAG. SUB BAG. Deskripsi anggaran biaya pemasaran ini disusun oleh perusahaan dalam bentuk tabel yang dipisahkan dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung. PERENCASUB BAG. SAMBUNGAN SUB BAG. ADMS. UMUM ATAU UNIT / IKK BAG. PEMBACA SUB BAG METER AIR SUB BAG.

) BL FUNGSI 1.088.760.350.000. manajer pemasaran memerintahkan semua kepala fungsi pemasaran yang membawahi masingmasing fungsi yang ada di perusahaan yaitu.000.557.000 4.599. B.000 21.000.000 118.Pada awal penyusunan anggaran biaya pemasaran.000 Jumlah 47.000 21.500.000 6.495.000 118. B. Apabila tidak ada revisi dari manajer pemasaran.000 12.000 5.000 6.000 9.981.000 8.000 212.820. fungsi teknik. penyusutan T 16.200.964. rencana anggaran biaya langganan. produksi V 19.376. rencana anggaran biaya penjualan. rencana anggaran biaya penagihan serta rencana anggaran biaya administrasi pemasaran.000 2.000 6.660.000 7. B.500.000 3.000.) 2004 (Rp. rencana anggaran teknik.550.000 21.000 11.000 1.000 4.340.360. B.000 122.420.220.000 52.914.600.746.000 270.310.600. fungsi langganan. fungsi penagihan serta fungsi administrasi pemasaran untuk membuat perencanaan anggaran biaya pemasaran yang terdiri dari rencana anggaran biaya promosi.254.625.000 255. promosi T 6.660.000 274.254.000 20. Suplais kantor V 11.455.000 5.275. Gaji manajer & staf T 10.000 19.000 12. TABEL III.362. Gaji karyawan T 101.000 1. kesjhtrn karyawan T 10.900.271.000 11.2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.000 18.) 2002 (Rp. B.000 57.000 217.000 57.845. transmisi & distribusi V 6.) 2003 (Rp.046. B. B.000 12.410. listrik V 1.000 9. sambungan V 6.000 7.000 BTL FUNGSI 1.408.000 12.000 Jumlah Biaya Dianggarkan 221.000 10.196.546. Insentif V 15.850.000 3.000 202. B.000 6.396.725.000 7.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. fungsi promosi.400.000 20.000 7.000 11.000 6.000 6.540. B.220. asuransi T 9.000 8.000 7.1 56 ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 .956. rencana anggaran biaya pemasaran tersebut .000 11.500.179.491.237.971. fungsi penjualan.405.750.250.000 7.879.000 Jumlah 174.000 12.230.960.000 2.680.000 9.699.000 32.850.000 9. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya Rencana anggaran biaya yang telah disusun setiap kepala fungsi pemasaran diserahkan kepada manajer pemasaran untuk diteliti.000 31. penagihan V 5.

Adapun perhitungan distribusi anggaran biaya pemasaran tidak langsung berikut ini dihitung berdasarkan kajian teori yang ada dalam landasan teori yang ada dalam landasan teori.2 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 58 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp. manajer pemasaran.000 1. Biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi yang menikmati.850. Ini berguna dalam penentuan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel.750.800.400.000.000 16.000 2.000 2.- .) Langganan (Rp. biaya gaji manajer dan staf..) 12345678 L FUNGSI 1.000 .disatukan dan ditetapkan menjadi anggaran biaya pemasaran yang akan dibawa manajer pemasaran dalam rapat perusahaan yang dihadiri oleh pimpinan dan semua manajer perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (untuk selanjutnya disebut PDAM) Sragen.) Teknik (Rp. biaya asuransi dan biaya penyusutan.) Penagihan (Rp.000. 1) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2001 TABEL III. juga dapat menunjukkan berapa jumlah biaya tetap dan biaya variabel setiap fungsi. diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi yang berupa besarnya jumlah karyawan dan luas lantai bangunan yang ditempati oleh setiap fungsi.500.000 1. Suplais kantor V 1. (Rp. Mendiskripsikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. manajer personalia dan umum serta manajer akuntansi dan keuangan.) Penjualan (Rp.522.000 18.360. adalah : a.000 3. B.850..000 1.000 9. Untuk biaya tidak langsung.. setiap jenis 57 biaya pemasaran yang dianggarkan didistribusikan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada. promosi T 6.000 25. Pendistribusian ini selain dapat menunjukkan berapa jumlah biaya setiap fungsi pemasaran. Setelah dilakukan pengelompokkan biaya pemasaran.) Adm.625.000 20. b. Dalam hal ini PDAM Sragen menggunakan empat dasar distribusi biaya pemasaran yaitu biaya kesejahteraan karyawan. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.000 2. yaitu manajer produksi.000.734. Gaji karyawan T 11.

6.100 13.000 828.926.000.000 18.000. Sesungguhnya 23.093.720 1. B.000 = Rp 856.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 207.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen... listrik V .880 Jumlah B. B.800. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan B.280 7.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 207.625.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 214.400 4.484.000 1.600 39. B.00 = Rp 2.820 30.8.000 .000 34. Insentif V .000.320 42.000.000 .00 = Rp 828.756.220 6.000 7. B.798..863.000 2.000 1.000 = Rp 2.734.00 = Rp 828.000.996. penagihan V .000 .246.320 23.000.280 32. B.000 10.557.000 = Rp 2.00 59 Fungsi Langganan = 12 x Rp 214.000.850.000.038.6.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 214.800.600 3.550.325.556.000 2. Kesejahteraan Krywn = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.680.558.405.820 14.691.755.19.000..600 42.496.000 856.1.480 Jumlah 3.000 25. produksi V .145.756.680.600 5.100 4. transmisi & distribusi V .6.484.914.000 38.5.929.880 1.400 633.663.882. B.000.000 2.145.15.000 1.000 .000 3.000.000.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 214.4.100 15..000 BTL FUNGSI 1.000 2.200.000 2.000 506.000.000.000.000 .522.311.00 = = Rp 207.699.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 207.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 214.9. Pemasaran = 12 x Rp 214. asuransi T 759.600 759.600 14.685.313.000 28..650.555.550.320 3..449.749. Gaji manajer & staf T 828.820 64. sambungan V .000.680.00 = Rp 856.600.100 874.880 Jumlah B.207.000 = Rp 856.825..000.000 = Rp 2.568.050.00 = = Rp 214.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 207.5. B..880 Jumlah B.00 = Rp 2.568.000 2.000 50.898.000. B. Variabel 1. kesejahteraan karyawan T 856.000.00 Fungsi Adm.000 1..00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10..179.484.7.568.280 25. penyusutan T 1.000 3.782.000 .000 1. Tetap 21.199...000 Jumlah 19.

720.00 2) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2002 TABEL III.720.00 = = Rp 12.) Teknik (Rp.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 12.000.000.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 207.00 Fungsi Penagihan 50 x Rp 21.660.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 21862.862.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 21.3 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 = Rp 1.) Langganan (Rp.246.798.880. Pemasaran = 12 x Rp 207.862.600.100.495.00 = Rp 5.660. Pemasaran = 40 x Rp 12.00 = Rp 506.000.093.00 = Rp 1.396.00 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 16. Pemasaran = 40 x Rp 21.862.600.000.00 = Rp 874.000.862.400 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 12.00 Fungsi Adm.00 = Rp 1.00 = Rp 2.660.00 = Rp 759.500.660.311.484.600.00 Fungsi Adm.00 60 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 12.00 = Rp 6.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 12.862.) Adm.) Penagihan (Rp.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 12.00 = Rp 3.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 21862. (Rp.038.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 21.00 = Rp 828.400.00 = Rp 3.00 = Rp 759.558.000.) Penjualan (Rp.00 = = Rp 21.660.480.) 12345678 BL FUNGSI .660.000.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 9.00 = Rp 633.311.660.

000 37. listrik V . B.837.582.000 .61 1.5..000 3..000.7.00 = Rp 880.000 2. Sesungguhnya 25.000 1.. Pemasaran = 12 x Rp 220.687.280 7.00 = Rp 2.640.00 = Rp 2.289.000.000 2.929.266.578.898..038.00 = Rp 2..000 2.000 2.275.000.164.000 12.000 ..000 49..746.000.000 2.000..00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.000 2.278.777.000 28.180.000 37.230. B.199.000.500.000 5.179.000 29.960. sambungan V . B.777. B.000 7.525. B.000.000 4.000.00 = Rp 2.540.652.000 2.000 54.663.550.000 Jumlah B.000 4.00 = Rp 884..880 1.000 3.000.000 1. Gaji karyawan T 13.00 = = Rp 221.000 Jumlah B.093..620 39.00 = Rp 880.000 2.691. B.613. Insentif V .00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 220.000.484.201.280 44.000 985.765.170.620 42.000 . transmisi & distribusi V . penyusutan T 1.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 221.996.000 17.010.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 220..620 3.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 220.000. kesejahteraan karyawan T 880.016.000 1.459..000.013.000 34.000.000 Jumlah B.00 = = Rp 220.000 2.000 5.000.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 220.000.5..895.782.666.6.00 .652.000.000 10.400 633.734.480.000 Jumlah 4.000.547.8.000 980. Variabel 2.500.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 221.000 Jumlah 21.246.000.000 2.100 16.196.640.756.000 17.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 220.256.000 BTL FUNGSI 1.000 . Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.000 822.000.260.000.6.470.890.000 7. produksi V .052. Tetap 23.000 2.275.000.000 1.100 4.501..215.100 15.734.000.000 27.857.000 548.100 1.000 25.00 = Rp 884..000 21. B.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 221.000 26.00 = Rp 2.000. asuransi T 822.4.00 = Rp 880.9.065.000 2.271. B.000. B.000 54.000 .600.000 .000 71.6.750.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.280 36.620 14.000.220.00 62 Fungsi Adm.000 1.000.000.. Gaji manajer & staf T 884.676.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 221.000 2.640. promosi T 6.21.700. Suplais kantor V 2. penagihan V .7.18.

00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 13.600.000.00 Fungsi Adm.315.312.700.. Pemasaran = 40 x Rp 13.- .300.000 .000 2.00 = = Rp 26.) Langganan (Rp.000.) Adm. Pemasaran = 40 x Rp 26.000 3.) 12345678 BL FUNGSI 1.660.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 26.000.00 = Rp 548.578.000 13.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 13700.00 = Rp 822.000.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 221.300.00 = Rp 3.900.00 3) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2003 TABEL III.052.00 = = Rp 13.00 = Rp 1.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 13.652.000.000.000.000 2.000 1.00 63 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 13.000.578.00 = Rp 685.000.000.00 = Rp 1.) Penagihan (Rp.000.00 Fungsi Adm.450.224.000 2..360.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 26300. promosi T 9.000.700.000 37.000 18. Suplais kantor V 2.4 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp. (Rp.000 12.00 = Rp 1.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 26300.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 10.) Penjualan (Rp.00 = Rp 6.700. Gaji karyawan T 15.110.900.325.00 = Rp 4.890.225.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 13700.350.000 2.00 Fungsi Adm.300.700.00 = Rp 1.860.00 = Rp 7.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 26.275.000 20..000.300.) Teknik (Rp.725. Pemasaran = 12 x Rp 221.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 19.000.000.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 26.953.000 19.00 = Rp 884.300.577. B.000.00 = Rp 2.00 = Rp 822.700.288.250.

164.546.000 1. B..000. sambungan V .577.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 249.643.000 17.000..00 = Rp 996..000 1.552.000 2.000 .390.000 4.000 2.00 = Rp 996.279.000.6.404. asuransi T 822. B.998.370..00 = Rp 2.000 754.000.000 42.00 = Rp 996.9.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 246.534.000..00 = = Rp 246.000 19.00 = Rp 2.000 4.520.000.6.7. B.399.000.000 .000.- 64 8.21.000 8.000 3.000.000 Jumlah B.00 = Rp 2.000 .000.952.000 5. B.379.000 .000 1.112.200 6...952.200 57.221.237.7.. Tetap 29.1.00 Fungsi Adm.000 BTL FUNGSI 1.000 47.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 249.540. kesejahteraan karyawan T 880.783.000. B.444.699.000.00 = Rp 984.522.164.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 246.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 = Rp 984.722.800 4.820..350. listrik V .877. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 9.184.000 . Insentif V .00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi 65 Rp 12.241.743.000. Gaji manajer & staf T 884.00 = Rp 2.000.000 996.486.200 17.000.000 58.000 40.00 Fungsi Adm.800 35.578.000. B.800 16.214.000 3.000 14.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 249.000 Jumlah B.5.619.000 40.000 3.000 3.879. Variabel 2.254.000 38.00 = Rp 2. Pemasaran = 12 x Rp 249.672.614.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 246.000 29.000 2. transmisi & distribusi V .000.968. Sesungguhnya 31.000 603.000 29.180. penyusutan T 1.617.800 75.953.000.000 1.00 = Rp 2. penagihan V .4.000.000..000 Jumlah 4..000.437.000 30.524.7.200 54.000.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 249.000 1.446..929.908.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 246.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 246.000.000 2.988.845.000 1.000 904..00 = Rp 984.00 = = Rp 249.000.988.000 7.000 984.040. B.000.952.668.178.000.000 Jumlah B.000 Jumlah 27.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 249.988.599. B.358.000.000.000 18.8.000 3. Pemasaran = 12 x Rp 246. produksi V .000 3.00 c) Distribusi Biaya Asuransi .504.

. B.000. Suplais kantor V 2.00 = Rp 1.000 12.000.390.000 . Pemasaran = 40 x Rp 15.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 27800.760.340.672.865.000 Fungsi Adm.080.00 = Rp 1.000 14.00 = Rp 1.00 = Rp 754. penagihan V .000 3.800.. Pemasaran = 40 x Rp 27.080.000.668.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.9. (Rp.112.7.4.000 2.080.000.Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.000 21.200.6.9.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.) Adm.000.325.080.00 = Rp 1.750.220.668.00 = Rp 4.000 19...000 .000 1.7.) Penagihan (Rp.660. produksi V . sambungan V .20. B.000 .00 = Rp 3.080.400.080.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 27.) Teknik (Rp.000. transmisi & distribusi V .080.) 12456789 1.) Penjualan (Rp. B.580.00 = Rp 6.900.. Gaji karyawan T 16.000 37.800.000..000 .00 = Rp 603.000.500.524..425. listrik V .000 2.354.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 27.800..000 .200 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan 66 Rp 20.310.00 = Rp 904. B.900.179..000 3.1.153.) Langganan (Rp.850.800.125.00 = Rp 8.7.00 = = Rp 15.00 = Rp 904.000 20..000.750.00 4) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2004 TABEL III.629.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.800.000 2.000 - .000.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 27800.... Insentif V ..800..800.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 27.6. B..00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.8. B.00 Fungsi Adm.5 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.350.5.00 = = Rp 27.000 . promosi T 9.

Gaji manajer & staf T 890.807.000.978.980.007.695.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 251.000 2.000 41.825.000 8.250. Sesungguhnya 32.Jumlah 28.235.000 4.880.00 = Rp 2. kesejahteraan karyawan T 895.00 = Rp 2.200 5.875.000 57. penyusutan T 1.405. asuransi T 825.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 251.153.00 = Rp 2.00 = Rp 3.402.709.000 5.960.502.820.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.660.820.000 50.000 4.235.820.00 68 Fungsi Teknik = 12 x Rp 251.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.940.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 248.00 = Rp 992.000 2.018.400.263.425.000 14.000 2.000 29.000 7.370.000 1.000 1.000 67 Jumlah 4.650.520.000 1.474.520.840.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 251.00 = = Rp 248.000 74.00 = Rp 3.000 1.005.960. Pemasaran = 12 x Rp 248.001.000.000. B.524.000 Jumlah B.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 248.978.023.000 3.000 965.000 4.940.000 10.960.750.235.562.000 3. B.232.480.00 = Rp 1.350.520.000 19.000 Jumlah B.854.035.132.500.940.960.000 45.000 990.000 39.00 Fungsi Adm.800 3.00 = Rp 992.000 57.530. Pemasaran = 12 x Rp 251.840.007.982.000 3.000 18.00 = Rp 3.000 Jumlah B.235.000 16.000 4.960.000 1.000 1.855.000 950.000 3.000 31.00 = Rp 1.000 16.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 248.023.840.820.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 248.502.685.00 = Rp 992.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 251. B.000 695.321. Variabel 2.000 38.475.000 36.235.449.960.555.235.960.708.000 3.455.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 248.235.00 = = Rp 251. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 BTL FUNGSI 1.023.00 = Rp 1.000 18. Tetap 30.850.007.268.000 31.000 1.235.580.00 .283.000 54.978.456.

720.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.000.00 = = Rp 28. Promosi Jumlah rupiah b.00 = Rp 1.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 28.000. Pemasaran = 40 x Rp 15.00 = Rp 1. Langganan Jumlah air yang dibutuhkan pelanggan e.000.000.000. Total Biaya Variabel per fungsi b.= = Rp 15.000.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15. Kapasitas normal merupakan kapasitas yang terjadi dalam keadaan atau kondisi normal (kondisi yang dipakai untuk menghitung tarif) yaitu suatu kondisi yang dicapai perusahaan pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama periode tertentu.00 = Rp 750.00 69 Fungsi Teknik = 300 x Rp 28.000. Penagihan Jumlah penagihan f.000. Teknik Jumlah produksi d.000. Pemasaran = 40 x Rp 28.00 = Rp 6.000 Fungsi Adm.00 Fungsi Adm.00 = Rp 900.000.00 = Rp 3.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 28.00 Menyusun tabel untuk menghitung tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksi per fungsi yang meliputi : a.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 28.00 = Rp 900.00 = Rp 1.400.6 .500.000.400.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.00 = Rp 1.120.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.000.000.600. Penjualan Jumlah rupiah c.00 = Rp 8.000.7.000.680. dengan satuan pengukur jasa sebagai berikut : a. .000. Kapasitas Normal.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 28.000.000.000.00 = Rp 4. seperti yang terlihat dalam tabel III.000.680.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 21.000. Administrasi Pemasaran Jumlah rekening pembayaran PDAM 70 Dalam hal ini PDAM Sragen telah menetapkan kapasitas normal yang terjadi setiap tahunnya.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15. Total Biaya d. dikurangi dengan hambatan yang disebabkan oleh faktor eksternal.00 = Rp 600.000.000.000. Total Biaya Tetap per fungsi c.

000 1.000.000 975. langganan m3 20.6 KAPASITAS NORMAL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS NORMAL 2001 2002 2003 2004 F.00.000 18. 2004.000. penjualan Rp.000 20.110 452.000.000 800. 765. KETERANGAN TAHUN 2001 2002 2003 2004 BIAYA TETAP .000.000 500.000 F.00.000. promosi Rp.000.8 PENGHITUNGAN TARIP BIAYA TETAP PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 NO.000 22.000.000 F.000 20.000 825. adm. pemasaran lembar 350. penagihan kali 4 4 4 4 F.095.7 KAPASITAS SESUNGGUHNYA PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS SESUNGGUHNYA 2001 2002 2003 2004 F. 750.055.000 F.410 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000.025.000 20.000 350.000 570.000 F. penagihan kali 4 4 4 4 F.065.085.000 20.000.000 F.000 19.000 20. langganan m3 20.000 20.250. Penghitungan Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari : 71 Total Biaya variabel perfungsi TV = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100%.055.000 F. TABEL III.000 F.000 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 20. teknik m3 20. adm.000 1.468 567.000 25.000.500.065.000.250.000 26.087. 15. sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1. dapat dicari dengan rumus : AFKS = Total Biaya Tetap + (KS x TV) Keterangan: KS = Kapasitas sesungguhnya TV = Tarif variabel TABEL III. Penghitungan Tarif Tetap (TT) per fungsi diperoleh dari : Total Biaya yang perfungsi TT = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100% sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.087. penjualan Rp.000 22.000 F. promosi Rp.095.000 20.000 20.000. teknik m3 20. Anggaran Fleksibel Tabel Kapasitas Sesungguhnya.000.085.000.000.000 20.786 342.040.000.000.000.TABEL III. 2004. pemasaran lembar 345.000 20. 16.040.000 20.000 950.

756.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.699.000 54.000.88 1.000 31.51 / m3 20.555.00 Fungsi Adm. F. teknik 1.00 = Rp 1.280 54.000.000 20.040.99 2.000.000. penjualan 23.424.200 36.582.70 132.70 5.00 = Rp 6.786 342.000 800.000.73 1.000 6.040.446.929.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.90 3.065.880 15.000 2.000.279.000 20. pemasaran 345. F.410 TARIP BIAYA TETAP 1.145. penagihan 25. adm.877.00 / m3 20.58 45.459.000 20.000 m3 Rp 39. promosi 143.000 4.000 25.000. F.820.114.000.000.000 950.100. promosi 21.000 5.777.500 6.000.468 567.000. promosi 15.000 3. teknik 20. F.569.000 20.00 .000. F.000.321. Total Biaya Tetap Setiap Fungsi 72 TT = Kapasitas Normal a.775 / kali 4 kali Rp 13.000 KAPASITAS NORMAL 1.87 32.800 18.000 20. penjualan 3.184.820 26.110 452.555.685. F.000 22.17 % Rp 750.51 1. F.76 1.00 Rp 30. penjualan 750.775 7.000 lt Rp 25.666.880.087.786 lembar b. Pemasaran = x Rp 1.424. adm.929.000 18.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 143. Tarif Biaya Tetap Tahun 2002 Rp 23.1.000.65 121. pemasaran 13. F.402. F.000.100 30. F. langganan 20.71 2.00 = Rp 2.132.34 1.82 2.000 20.685.000. 2004.756.600. langganan 2 1.620 35. F.000 3.882.80 4.750 7.55 39. penagihan 6.600 34.777.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.530. F.699.000 18.00 Rp 23.70 % Rp 15.000 4.280 39.000 29.929.00 = Rp 39. pemasaran 39.000 2.756.000. adm.980. F. F.58/lbr 345. F.000 30.17 3.000 5. Tarif Biaya Tetap Tahun 2001 Rp 21.087.280.09 132. F. langganan 39.000 18.320.000.040. F. penagihan 4 4 4 4 6.775 9.145.065.43 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.358. F.000 17. teknik 30.455.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.320 23.000 1.100 36.

000.184. Tarif Biaya Tetap Tahun 2003 Rp 29.00 = Rp 9.000 m3 Rp 39.459.620.100.000.040.00 = Rp 2. Pemasaran = x Rp 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.582.73 / m3 20.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.55 / lbr 342.000.000.000.929.877.446.000.76 / m3 20.88 % Rp 950.756.000.200.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 132.279.000 m3 Rp 54.000.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.065.82 % Rp 25.114.09 % Rp 18.040.Fungsi Promosi = x 100 % = 132.000.000. Tarif Biaya Tetap Tahun 2004 Rp 30.000.87 / lbr 452.000.000.000.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.000 lt Rp 36.00 Rp 17.666.065.00 = Rp 39.280.358.775 / kali 4 kali 73 Rp 15.00 = Rp 1.750 / kali 4 kali Rp 18.110 lembar c. Pemasaran = x Rp 1.455.000.000 lt Rp 30.000.00 = Rp 1.00 = Rp 7.00 Rp 34.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000.00 Rp 18.00 Rp 35.000.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.569.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.99 / m3 20.34 % Rp 800.468 lembar d.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Rp 26.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 121.00 = Rp 1.00 Fungsi Adm.800.65 % Rp 22.90 % .980.71 / m3 20.00 = Rp 45.040.

Total Biaya Variabel Setiap Fungsi TT = Kapasitas Normal a.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1. F.400.410 TARIP B. adm.000 20.000 29.153.126.065. penagihan 4 4 4 4 6.73 3.410 lembar TABEL III.065.643.000 950.000.14 0. langganan 2.939. VARIABEL 1.40 3.000 20.85 2 1.468 567.60 2.000 2.49 2.00 = Rp 1.000 3.000.000 2.000.321.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.850.087. Tarif Biaya Variabel Tahun 2001 .040.000 20.087. penjualan 18.00 Fungsi Adm.040.522.000.000 1.000 1.000 8.000.000.000.504.000 27.500 1.577.000 18.000 8.000 Rp 36.500 6.000 40. F.51 3.68 9. adm.000 1.000 2.000 20.16 5. F.530.087.Rp 1. penjualan 2.734.000 2.501.14 0.756.275.800. teknik 34. pemasaran 4. F.000 7. pemasaran 1.000.44 3.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000 2.350. F.70 / m3 20.786 342.000 4.91 4. Pemasaran = x Rp 1. F.762.000.43 / lbr 567.350.050.580. penagihan 1.110 452.33 11. F.12 3.000 20.00 = Rp 2.000 3.087.000 38.370.000 5.000 m3 Rp 54.000 6.73 1. teknik 1.953.000 3. F.000 KAPASITAS NORMAL 1.000 37.164.132.000 2. F.000 31. F. promosi 1.000.500 / kali 4 kali 74 Rp 18.9 PERHITUNGAN TARIP BIAYA VARIABEL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 TAHUN NO. F. F. F.000 22. penjualan 750.000. langganan 20. adm.00 = Rp 7.000. F.000.000.000.402.13 3.000 4.11 10.010.000. F. penagihan 7.15 0.680. 2004.000 2.78 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen. promosi 15.882.734.00 = Rp 32.000 800. F.000 1. promosi 12. KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 B.000 5. langganan 0.000 2. teknik 20.000 20. pemasaran 345.000.80 / m3 20.283.087.000 2. F.000 lt Rp 31. F. VARIABEL 1.000 25.000.

000.500 / kali 4 kali Rp 1.747.73 0.920.Rp 1.100 13.962.000.000.835.000.680. adalah : TABEL III.00 Rp 18.70 3.320 42.00 = Rp 4.000 20.000.050.500 2.000.000 765.522.680.825.032.501.000.11 % Rp 18.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 2.000 2.00 75 Rp 34.100 45.00 = Rp 1.000.756. B.100 16.880 Kpst normal (KN) 15.010.000 Anggaran fleksibel 220.00 Rp 27.000.000 20.275 43.40/lbr 345.000.207.880 Sumber : Data yang diolah.000.734.000.17 / m3 20.68 3.000.685.405.000 20.663.000 lt Rp 7.320 23.799.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.24 2.33 2.51 1.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 11.749.280 39.03 5.000.858.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 12.187.540.145.000 750. 23.000 1.556.00 Fungsi Adm.280 25.14 8.73 / m3 20. Pemasaran = x Rp 1.880 B.000.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.00 Rp 37.706.00 = Rp 0.100 15.51 % Rp 750.000 m3 Rp 2.17 1.850.600 39.820 64.000 34. variabel (TV) 12.000.000 1. b.98 KS x TV 197.800.000.522.000.280 32.775 39.762.000.280. tetap 21.000 7.000.33 % Rp 15.000 35.762.000.820 99.000 Tarif B.40 Total tarif 156.00 = Rp 1.000 Total B.000 18.786 Kpst sesungguhnya (KS) 16.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000 4 345.498.786 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.58 Tarif B.800.250.929.320 1.000 7. tetap (TT) 143.000 4 350.500 4.51 2 6.000.250.000 1.050.14 1.000.820 30.000.734.685.00 76 .424.000.555.050. variabel 1.600 42.000 20.850. Tarif Biaya Variabel Tahun 2002 Rp 2.44 % Rp 800.699.150.000.10 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2001 eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.

582.11 3.504.100 18.000 54.73 Total tarif 143.000 2.00 = Rp 2.78 3.000 26.000 / kali 4 kali Rp 1.778.700 7.73 1.350.215.000 27.000 20.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1. tetap (TT) 132.58 2.929.09 3.280 36.100 16. Tarif Biaya Variabel Tahun 2003 Rp 2. c.000.162.13 11.000.000 71.000 Total B.734.090.500 Anggaran fleksibel 236. variabel 2.939.00 / m3 20.126.28 KS x TV 211.010.643.065.000.000 34.000.501.000 B.000 37.939.000.73 / lbr 342.000 1.040.000.00 Rp 40.164.00 = Rp 1.Fungsi Teknik = x Rp 1.14 / m3 20.750 2.055.99 9.275.44 1.000 Tarif B.000 / kali 4 kali Rp 1.000 3.000.663.000.000 108. Pemasaran = x Rp 1.756.275.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.68 % Rp 22.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 10.55 Tarif B.867.34 1.065.000.000.280 44.000.101.12 % Rp 950.620 42.00 = Rp 1.000 825.000.756.857.775 45.807.00 = Rp 0.00 = Rp 3.000 1.000 4 350. tetap 23.257.000.00 .00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.500 Sumber : Data yang diolah.000 7.777.15 / m3 20.370 45.040.000.85 / m3 20.20 6.305.00 = Rp 2.470. adalah : TABEL III.000.777.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000.000 m3 77 Rp 2.110 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi. B.000 lt Rp 8.000 2.577.114.000 20.110 Kpst sesungguhnya (KS) 19.756.459.257.000 4 342.000 800.85 0.000. variabel (TV) 11.892.000 m3 Rp 2.055.775 49.000 2.000 20.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000.838.676.666.053.040.000 20.953.734.11 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2002 etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.14 1.756.000 37. 25.040.620 39.971.000 lt Rp 7.00 = Rp 0.000.980 51.00 Fungsi Adm.100 15.000 Kpst normal (KN) 18.00 Rp 29.

Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 3,49 / lbr 452.468 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.12 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2003
etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 29.184.000 17.877.800 35.358.200 54.446.000 30.279.000 18.040.000 B. variabel 2.350.000 29.643.000 40.164.000 2.953.000 8.504.000 1.577.000 Total B. 31.534.000 47.520.800 75.522.200 57.399.000 38.783.000 19.617.000 Kpst normal (KN) 22.000.000 950.000.000 20.065.000 20.065.000 4 452.468 Kpst sesungguhnya (KS) 22.500.000 975.000.000 20.085.000 20.085.000 4 500.000 Tarif B. tetap (TT) 132,65 1,88 1,76 2,71 7.569.750 39,87 Tarif B. variabel (TV) 10,68 3,12 2 0,15 2.126.000 3,49 Total tarif 143,33 5 3,76 2,86 9.695.750 43,36 KS x TV 240.300.000 3.042.000.000 40.170.000 3.012.750 8.504.000 1.745.000 Anggaran fleksibel 271.834.000 3.089.520.800 115.692.200 60.411.750 47.287.000 21.362.000

Sumber : Data yang diolah. d. Tarif Biaya Variabel Tahun 2004 Rp 2.400.000,00 Fungsi Promosi = x 100 % = 9,60 % Rp 25.000.000,00 Rp 31.283.000,00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3,13 % Rp 1.000.000.000 Rp 38.370.000,00 Fungsi Teknik = x Rp 1,00 = Rp 1,90 / m3 20.087.000 m3 78 Rp 3.153.000,00 Fungsi Langganan = x Rp 1,00 = Rp 0,16 / m3 20.087.000 lt Rp 8.350.000,00 Fungsi Penagihan = x Rp 1,00 = Rp 2.087.500 / kali 4 kali Rp 1.580.000,00 Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 2,78 / lbr 567.410 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.13 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2004
eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 30.455.000 18.980.000 36.132.000 54.321.000 31.530.000 18.402.000

B. variabel 2.400.000 31.283.000 38.370.000 3.153.000 8.350.000 1.580.000 Total B. 32.855.000 50.263.000 74.502.000 57.474.000 39.880.000 19.982.000 Kpst normal (KN) 25.000.000 1.000.000.000 20.087.000 20.087.000 4 567.410 Kpst sesungguhnya (KS) 26.000.000 1.025.000.000 20.095.000 20.095.000 4 570.000 Tarif B. tetap (TT) 121,82 1,90 1,80 2,70 7.882.500 32,43 Tarif B. variabel (TV) 9,60 3,13 1,91 0,16 2.087.500 2,78 Total tarif 131,42 5,03 3,71 2,86 9.970.000 35,21 KS x TV 249.600.000 3.208.250.000 38.381.450 3.215.200 8.350.000 1.584.600 Anggaran fleksibel 282.455.000 3.258.513.000 112.883.450 60.689.200 48.230.000 21.566.600

Sumber : Data yang diolah. 2. Menyusun Biaya Pemasaran Sesungguhnya Dengan menyusun biaya pemasaran sesungguhnya dan distribusi biaya pemasaran sesungguhnya dapat diketahui berapa biaya pemasaran sesungguhnya disusun oleh PDAM Sragen seperti terlihat pada tabel III.2 sampai tabel III.5, yang kemudian dikelompokkan dan didistribusikan ke setiap fungsi pemasaran dengan langkah-langkah yang sama dengan pengelompokkan dan pendistribusian anggaran biaya pemasaran. Distribusi 79 biaya pemasaran sesungguhnya dapat dilihat pada tabel III.14 sampaidengan III.17. TABEL III.14 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 13.725.000 21.375.000 26.712.000 18.245.000 9.450.000 16.235.000 2. Suplais kantor V 2.050.000 1.770.000 2.295.000 1.425.000 1.934.000 2.030.000 3. B promosi T 6.225.000 - - - - 4. Insentif V - 17.025.000 - - - 5. B listrik V - 5.230.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 20.973.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 6.175.000 8. B sambungan V - - - - - 12.750.000 9. B penagihan V - - - 6.408.000 - Jumlah 22.000.000 45.400.000 29.007.000 26.078.000 11.384.000 58.163.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.052.842 1.051.512 3.191.512 1.978.842 1.523.780 2.121.512 2. Gaji manajer & staf T 836.139 838.363 2.906.166 2.699.166 1.449.000 1.871.166 3. B asuransi T 1.423.980 2.018.855 2.097.655 1.892.255 1.765.655 2.057.255 4. B penyusutan T 1.311.720 1.311.220 5.246.880 1.093.100 874.480 6.558.600 Jumlah 4.624.681 5.219.950 13.442.213 7.663.363 5.612.915 12.608.533 Jumlah B Sesungguhnya 26.624.681 50.619.950 42.449.213 33.741.363 16.996.915 70.771.533

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

TABEL III.15 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002

Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 121.111.000 14.200.000 16.235.000 26.712.000 31.800.000 21.640.000 2. Suplais kantor V 11.610.000 2.075.000 2.030.000 2.295.000 2.251.000 1.750.000 3. B promosi T 8.915.000 8.915.000 - - - 4. Insentif V 17.626.000 - - - - 17.626.000 5. B listrik V 6.675.000 - - - - 6.675.000 6. B produksi V 20.973.000 - 20.973.000 - - 7. B transmisi & distribusi V 6.175.000 - 6.175.000 - - 8. B sambungan V 7.000.000 - 7.000.000 - - 9. B penagihan V 5.800.000 - - - 5.800.000 Jumlah 205.885.000 25.190.000 52.413.000 29.007.000 39.851.000 47.691.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 11.300.000 1.117.842 2.184.512 3.254.512 2.041.842 1.114.512

80
2. Gaji manajer & staf T 11.280.000 949.139 1.984.166 3.019.166 2.812.166 953.363 3. B asuransi T 10.280.000 1.428.040 2.061.312 2.101.712 1.896.312 2.022.912 4. B penyusutan T 19.725.000 1.926.998 7.113.600 5.801.880 1.949.490 2.058.552 Jumlah 52.585.000 5.422.019 13.343.590 14.177.270 8.699.810 6.149.339 Jumlah B Sesungguhnya 258.470.000 30.612.019 65.756.590 43.184.270 48.550.810 53.840.339

TABEL III.16 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 16.870.000 23.340.000 37.658.000 20.810.000 12.880.000 23.340.000 2. Suplais kantor V 2.480.000 19.025.000 2.351.000 2.125.000 1.140.000 1.050.000 3. B promosi T 9.354.000 - - - - 4. Insentif V - 1.050.000 - - - 5. B listrik V - 8.475.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 19.025.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 8.475.000 8. B sambungan V - - - - - 8.000.000 9. B penagihan V - - - 6.854.000 - Jumlah 28.704.000 51.890.000 40.009.000 29.789.000 14.020.000 59.890.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.539.842 1.736.512 3.437.512 1.470.842 1.808.780 2.406.512 2. Gaji manajer & staf T 1.189.139 1.189.363 3.255.166 3.048.166 1.798.000 2.220.166 3. B asuransi T 1.431.540 2.026.212 2.105.012 1.899.612 1.773.012 2.064.612 4. B penyusutan T 2.114.498 2.246.052 5.989.380 2.136.990 1.061.980 7.301.100 Jumlah 6.275.019 7.198.139 14.787.070 8.555.610 6.441.772 13.992.390 Jumlah B Sesungguhnya 34.979.019 59.088.139 54.796.070 38.344.610 20.461.772 73.882.390

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

370.139 14.070 8.000 8.000 BTL FUNGSI 1.000 13. selisih anggaran bersifat menguntungkan.000 9..000 2.540 2.000 1.512 2. B listrik V .014..772 71.300.363 3. B transmisi & distribusi V .051. Sifat selisih: Jika BS < AFKS.20.798.708.019 54.891.048..500.9.. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya 3.512 1.340.338. B penyusutan T 2.166 3. Gaji karyawan T 17.815. B penagihan V .000 2.018.000 ..612 1.700.000 20.780 2.786.166 81 3.340..487.212 2.086.000 57.012 1.025.612 4.139 56.) Penjualan (Rp..271. 4.255.000.000 21.5.1.610 6.400.9.TABEL III.772 14.166 1. B ksjhtrn karyawan T 1.000 29. B promosi T 9..854.) Penagihan (Rp.810.255.275. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS.. Selisih Anggaran = Biaya Sesungguhnya (BS) ± AFKS.000 ..390.456.139 1..960.326..836.000 15. Suplais kantor V 2...150.610 20..209.215.842 1.161. B asuransi T 1.012.170.097. Selisih Kapasitas = (KN ± KS) TT atau AFKS ± Biaya Standar. g.535.908.035.6.) Langganan (Rp. Analisis Selisih Biaya Pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : a.000 7.8. B sambungan V .589.980 7.000 14..512 3.187.012 2.100 Jumlah 6.990 1.021.000 41.Jumlah 29.179.498 2..019 7.063.158.) Adm (Rp.350.000 3.858. Total biaya tetap per minggu c.005..139.000 . d. Gaji manajer & staf T 1.508. Biaya Standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total f. Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya..000.421.056.6.4.380 2. e.000 2.) Teknik (Rp.000 38.842 1.000 19.765. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara total tarif dengan kapasitas sesungguhnya.000 1. Biaya sesungguhnya per fungsi b..000 3. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan .000 . B produksi V .622.17 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.390 Jumlah B Sesungguhnya 35.052 6.000 46.182.520.. Insentif V .400. Sifat selisih : Jika BS > AFKS.070 38.) BL FUNGSI 1. Biaya Variabel dianggarkan = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel.390 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.

000 3.585.350.000 1.000 9.490. selisih anggaran bersifat menguntungkan.000 12.144.000 4.000 21.025.300.810.470.000 11.18 REALISASI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.000 11.600. BTL = Biaya Tidak Langsung.000 9.280.000 11.504.000 124.280.000 BTL FUNGSI 1.675.000 1.175. Keterangan : T = Biaya Tetap.000 134.475.300.000 12.641. B transmisi&distribusi V 6.000 57.700.000 Jumlah 192.000 6. 82 h.000 Jumlah 47.750.000 9. B listrik V 5.000 12.000 20.000 7.552.000 219. Suplais kantor V 11. B = Biaya 5.230.000 28.) 2003 (Rp.854.171.438.406.725.000 8. V = Biaya Variabel: BL = Biaya Langsung.000 11.000 8.000 11.000 10. B produksi V 20.000 57. B penyusutan T 16.475.000 83 3.Jika BS > AFKS.000 8.744.600.408.300. Gaji karyawan T 105.610.000 6.000 19.000 6.000 8.898.250.000.111.) BL FUNGSI 1.000 8.000 2. TABEL III. B penagihan V 6.000 20.000 2.000 9.000 9.025.000 5.000 224.626.850.000 121.000 12. Dari rumus di atas dibuat perhitungan dan tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antara masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.000 4.250.354.973. B sambungan V 12.000 6.18).000 30.000 276.742.000 7.275.915.050. Gaji manajer & staf T 10. Insentif V 17.396.650. B ksjhtrn karyawan T 10.000 205.000 281.000 17.032. Total Selisih = Selisih Anggaran + Selisih kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya.043.000 6.920.000 52.302.000 19. B promosi T 6.000.885. B asuransi T 9.000 Jumlah Biaya Pemasaran 239.400.175.800.973.) 2004 (Rp.000.225. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran .) 2002 (Rp.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 8.700.000 258.000 5.025.000 20.000. Dalam mencari selisih yang terjadi antara realisasi dana anggaran penulis mendasarkan pada perhitungan dari data yang dibuat oleh PDAM Sragen dengan kalkulasi penulis kemudian dibandingkan dengan anggaran yang disusun oleh oleh PDAM Sragen yang disesuaikan dengan teori yang ada dalam landasan teori (Tabel III.700.

000 m3 x Rp.00 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.381.000.000 x Rp.250.280. 37.750.250.000. 0.000 m3 x Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.126.00 Fungsi Adm. 3. Pemasaran = 350.51 % = Rp 1. Pemasaran = 500.838.700.000.208.756. 1.49 = Rp 1.00 Fungsi Langganan = 20.00 x 9.305. 3.000.000.500.60 % = Rp 249. 1. 0.000 m3 x Rp.000.055.085. 38.000.00 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.12 % = Rp 3.101.000 m3 x Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.00 x 12.14 = Rp 2.73 = Rp 1.504. Melakukan Analisis Terhadap Penyimpangan Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun.500 = Rp 7.000.44 % = Rp 2.762.450. 0.73 = Rp.000. 1.000 x Rp.000 m3 x Rp.000 m3 x Rp.250.000.000.750.00 .00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.939.150.000.000 m3 x Rp.000.000. 2. Jika besarnya selisih 5% atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih < 5%) b.00 x 11.00 Fungsi Adm.00 x 10.000 = Rp 8. a.91 = Rp. 40. Biaya Variabel Dianggarkan (BVD) = KS x TV Keterangan : KS = Kapasitas Sesungguhnya TV = Tarif Variabel Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.500.00 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.500.000. 1.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.170.85 = Rp.000 x Rp.68 % = Rp 240.000.000.065.00 x 3.000.032. oleh PDAM Sragen menggunakan kebijakan dengan batas persentase penyimpangan sebesar 5 %. Pemasaran = 350.000.835.050.745.00 Fungsi Teknik = 20.025.00 Fungsi Teknik = 20.300.055.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.000 = Rp 7.000.00 x 3.000.40 = Rp 1.13 % = Rp 3. 4.000.000.14 = Rp 2.090.00 x 2.920.00 Fungsi Adm.33 % = Rp 197.000.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 2 = Rp.00 84 Fungsi Langganan = 20.807. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.00 Fungsi Teknik = 20. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut.15 = Rp 3. Jika besarnya selisih lebih besar dari 5% dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) 6.042.000.600.00 x 3.00 Fungsi Teknik = 20.095.012.11 % = Rp 211.000.000.Guna menilai pengendalian biaya pemasaran.00 Fungsi Langganan = 20.540. 1.000. 35.

000 = Rp.150. 21.000 = Rp.36.699. Perhitungan Biaya Standar BS = KS x TT Keterangan : BS = Biaya Standar . 31. 29.747. 108.498.000 + Rp. 18.300.600. 3. 197.16 = Rp 3. 16. 220.799.35.279.450 = Rp. 249. 8.807.000 = Rp.162.Fungsi Langganan = 20.280 Fungsi Penagihan = Rp.402. Pemasaran = Rp.200 Fungsi Langganan = Rp. Pemasaran = Rp.320 Fungsi Penjualan = Rp.17.455. 2.000 = Rp.500 = Rp.200.689.000 Fungsi Penjualan = Rp.000 = Rp. 115.756.000 + Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.820 + Rp. 3. 3.620 + Rp.000 m3 x Rp.000 x Rp.892.980 Fungsi Penagihan = Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.320 + Rp.000 = Rp. Pemasaran = Rp. 112.000 + Rp.000 86 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp.777.040. 18.000 = Rp. 8.184. 2. 211. 25.582.929. 39.000 + Rp.100 Fungsi Adm. 3.980.089.257. 7.000 + Rp. 271.000 = Rp.470.050.258.883.145.000 + Rp.971.584.685.929.78 = Rp 1.411.215. 60. 39.280.087.450 Fungsi Langganan = Rp.00 7.455.23.170.750 Fungsi Penagihan = Rp.000 + Rp. 54.750 = Rp. 40.756.600 = Rp.208.520.350.566.000 Fungsi Teknik = Rp.685.1. 45.459.000 + Rp.920.000 Fungsi Adm.000.358.000 = Rp. 240.200 Fungsi Penagihan = Rp. 30.700 = Rp.100 Fungsi Langganan = Rp.090.858.280 + Rp. 54.778. 18. 282. 21.000 + Rp.381.706.321.000.504.600 + Rp.350. 7.446.000 = Rp. 2.000 = Rp. 47.095.877. 34.000 = Rp.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.530.250. Pemasaran = Rp.18.692.600 8.305. 60.230. 30.540. 38. 21.26.513.00 Fungsi Adm. 3. 99.756.745. 2.370 Fungsi Langganan = Rp.012.800 + Rp.000.000 + Rp.101.750 = Rp.555. 35. 15.3.000 = Rp.287.100 + Rp. Perhitungan Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya 85 AFKS = BT + BVD Keterangan : AFKS = Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya BT = Biaya Tetap BVD = Biaya Variabel Dianggarkan Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp.362.962. 1.838. 51.880 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp.880 + Rp. 1.000 Fungsi Adm.835. 1.820 Fungsi Teknik = Rp. 48.000 + Rp.500 = Rp 8.100 + Rp. 0.200 + Rp.000 = Rp.867.215.000 + Rp.500 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp.042. 13.032.000 = Rp.000 Fungsi Teknik = Rp.834. 2. Pemasaran = 570.100 Fungsi Adm.800 Fungsi Teknik = Rp. 23. 39.666.584. 36. 236.132.600.000 + Rp. 30.280 + Rp. 1. 37.000 = Rp.200 = Rp. 2. 1.000 = Rp. 45.

Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis biaya pemasaran lihat tabel III.24 = Rp 65.187.200.055.000.000.600 Fungsi Langganan = 20.000 x Rp 43.000.000 = Rp 39.610.250.000 m3 x Rp 3.000 x 5.500.13 = Rp 42.000 m3 x Rp 3.552.58 = Rp 71.085.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.335. sehingga hasil perbandingan antara anggaran dan realisasinya dapat dipakai sebagai analisis pengendalian biaya pemasaran.03 % = Rp 5.750.480.800.78 % = Rp 5. Pemasaran = 570.000 Fungsi Teknik = 20.22 % = Rp 3.248.000 Fungsi Langganan = 20.500.155.000 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.98 = Rp 15.20 % = Rp 2.76 = Rp 75.496.000 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 8.069.03 % = Rp 2. Pemasaran = 350.720.055.000.215.150 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 11.224.393.443.000 x 143.695.085.053.000 Fungsi Adm.21 = Rp 20.000.700 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.000 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.925.000 m3 x Rp 3.000 x 6.471.19 sampai tabel III.680.000 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.68 % = Rp 4.000 x 143.000 m3 x Rp 2.000 Fungsi Adm.900 Fungsi Langganan = 20.095.416.000 m3 x Rp 2.450 Fungsi Langganan = 20. Dalam hal ini telah disusun anggaran biaya pemasaran.14 = Rp 43.717.100 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.19 88 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2001 .880.28 = Rp 17.000 Fungsi Teknik = 20.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.000 x Rp 49.345.000 Fungsi Penjualan = Rp 1. Pemasaran = 350.095.000. yang nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan apakah pengendalian yang dilakukan oleh PDAM Sragen sudah tepat atau belum.000 x 131.000 m3 x Rp 2.86 = Rp 57.000.783.000 x Rp 35.000 x 156.71 = Rp 74.970.000 x Rp 43.42 % = Rp 3..700 B.920.100 87 Fungsi Adm.749.36 = Rp 21. Setelah dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat perbandingan antara realisasi dan anggaran.000 x 5 % = Rp 4.875.000 x 5.100 Fungsi Adm.000.025.250.000 Fungsi Teknik = 20.22 di bawah ini : TABEL III. Pemasaran = 500.593.519.775 = Rp 44.796.750 = Rp 38.000 Fungsi Teknik = 20.275 = Rp 32.86 = Rp 57.000 m3 x Rp 3. Pembahasan 1.000 m3 x Rp 2.KS = Kapasitas Sesunggunhnya TT = Tarif Tetap Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.

Promosi 25.00) R 570.610.00 15.225.00 11. Dan total selisih dapat mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.640.100.500.100.163.120 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 167.820. Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 101.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.00 221.000.00 25.000.620.0605.100.631.00 42.100.000.00 .934. Penagihan 44.00 4.00 Jumlah 255.000.820.00 R 167.275.496.900 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 6.540.929.406.000.000.00 1. Keterangan : L = Laba.455.145.743.00) R 4.703.312.335.631.443.000. Langganan 42.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.756.036.466.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.857.293.180 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 4.998.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.677.065.889.998. Langganan 43.406 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.861.00 R Jumlah 6.00 23.00 30.280.900.943.120 yang berarti terdapat total .000.00 1.100.880.00 6.00 6.676.466.00 35. Promosi 2.00) R 2. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 11.00 13.00 (101.443.498. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 1.749.00 6.820.00 65.520 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 431.180.000.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 570.764.11.00 39.280.906.00 197.345.290.520.280.100. Adm.00 R 431.00 L (6..906.720.120. Berdasarkan fungsinya 2001 (Tabel III.393.620.767. Teknik 71.000.466.464.320.835.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 0 sehingga terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 11.21).100.401.066.620.777. di mana AFKS > biaya standar.973.180.934.178. Adm.720.00 5.000 yang merugikan.00 (1.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.720 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 671.455.00 L (671.00 32.00 L 1.00 2.280. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah 12345=3+4 1.00 L (4.889.275.000. Penjualan 54.200.470.00 L (2.00 1.820.000.663. Penagihan 32.266.259.120. Pemasaran 15. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 6.756.00 156.Fungsi B.743.215.00) R 2. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 4.00 (2.000.880.498.500.820.920.500.00 2.00 2.600.000. Pemasaran 16.00 1.00 3.906.466.150.00 R 4. R = Rugi.00 L 6.00 7.290.820.401.00 23.259..749.032.100 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.000.000.293.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.797.180. Penjualan 4. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi 89 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 195.066.000.685.640.000.699.000.000.000.677.00) R 5.00 2.00) R 3.000. Maka dapat diketahui pada tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 1. Pada tahun 2001 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.00) R 2.00 (195.050.887. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.480.000.312.100.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1. Teknik 65.720.

060. Berdasarkan fungsinya promosi tahun 2002 (tabel III.539.00 42.807. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.20 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2002 Fungsi B. Penjualan 5.485. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran sebesar Rp 91.582.21) ada fungsi mengalami selisih menguntungkan dan merugikan.768. Adm.00 L (8.00 15.500. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 209.870.830. Pemasaran 16.663.023.00 2.00 36.810. tetapi penggunaan biaya pemasaran pada tahun 2001 sudah tepat.490.00 3.00) R (53.100.620.933.00 .00) R 2.00 6. Langganan 42.736.000.500.280.728.00 (73.500.280. TABEL III.277. Selisih yang tidak menguntungkan ini karena kondisi perusahaan yang masih baru juga karena keadaan perekonomian yang pada umumnya memburuk.00) R (19.00 211.700 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 19.275.00 L (391.00 1.239. Penagihan 44. Pada fungsi penagihan pada selisih anggaran dan selisih kapasitas sevesar Rp.459.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.00) R 4.500.00) R 2.499.00) R 2.700.00 (3.00 2.00) R 3.090.464.000.00) R 28.950.234.000.000.455.00 234. Promosi 25.500.234.676.101..000.00 7. Teknik 71.00 39.750.100.933.305.00 71.857. R = Rugi.000. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.000.000.485.00 3.539.000.00 16.728.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1. Adm.00 (30. 0.150.000.765.00 L (2.00 34.838.215.00 44.00 L (5.867.777.700.796.00 L (120.530.000. Pemasaran 17.530.720. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 30.000.593.234.266...756. Untuk selisih yang terjadi pada tahun 2001 (tabel III.500 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 360.menguntungkan sebesar Rp 1.777.864.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00) R 5.870.00) R 5.822.000.098.00 (209.950. Penjualan 54.000.800.000.620.370.830 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 53.00 2.00 (91.20). Hal ini berpengaruh juga pada oleh PDAM Sragen. Penagihan 44.000.090.950.735.000.215.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. 90 2. Langganan 42.00 23.00 5.215.6.00 (2.695.280.765.735.00) R 360. 91 Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 73.717.500 yang berarti .980.00 3. selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 28.150.000.00 37.695.810.000. Teknik 71.000.090.666.00 2.179.00 26. Keterangan : L = Laba..000 yang berarti terdapat total selisih mengalami rugi sebesar Rp 5.019.000.00 Jumlah 255.000.000.023.784.248.000.00) R Jumlah 8.100.200.215.000.150. Promosi 2.00 177.499.100.000.750 yang berarti terdapat total selisih merugikan.037.750.00 4.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000.900.929. yang berarti pada fungsi penagihan tidak mengalami keuntungan dan kerugian.887.

000.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar.000. Adm.800.012. Teknik 71.725.012.969. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.279.877.00 (6.537.00 18.00 30.000.000.00 3.219.000.689.040.901.300.200 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 5.037. sedangkan pada fungsi penjualan 92 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.458.000.451.783.800.00) R (14.00) R 14. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 237.00 38.520.000.950.316.520.200.00 40.00 L 5. Promosi 31.316. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi sebesar Rp 8.00 3.000.504.400. Dari total selisih kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.00) R 2. di mana AFKS > biaya standar.000.00 54.783.750.617.00) R 2.357. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.877.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.000.00 17.184. Penjualan 47. Penagihan 38.150.terdapat total merugikan sebesar Rp 391.455.098.000.600.00 Jumlah 270.00 .500.00) R 3.731.00) R (2.00 240. Pemasaran 17.000.979.358.200.399.00 .042.00 L Jumlah 8.00 (237.300.545. TABEL III.185.796.300 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 3.750.335.300.00 1.00 L (2.060.00 4.248.731..750.784.00 35.200.369.200.100.100.5.000.019.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.00) R 3.000.360. Berdasarkan fungsinya 2003.00 (3.000.000.00 6.717.012.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.534.00) R 2.750.277. Pada tahun 2002 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.950.484.446.00 2. Pada fungsi langganan terdapat .059.432.979.000.720.000.250.432.00 3.00 (59.00 (3.000.266. R = Rugi.000. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 6.00 75. Langganan 42.850.540.215.731.950 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.200 yang merugikan.150.533.00 L 4.00 185.916.00 269.900.00 L (8.750.822.200.000.234.00) 6.725.00 3.266.622.00 8.451.681.00 L (5.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.00) R (3.750.000.000.00) R 2.150. Penagihan 44.533.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 3.00 29.522.622.545. Langganan 57.200 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.000.490.00 5. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.00 3.00 57.000.000.528.00) R 4.376.000.785.(5.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000.300.800. 3.800.741. Pemasaran 19. Teknik 75. Promosi 2.170. Keterangan : L = Laba.215.100.000.357. Adm.00 3.00 19.593.745.000. Penjualan 5.21 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2003 Fungsi B.00 (168.689.000.000.

00 (3.270.432.100 sehingga terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 5.000.530. karena pada tahun ini perusahaan sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan biaya sesungguhnya lebih rendah daripada anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan.215.00) R 2.819.00 (4.536.381. Penagihan 39. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 0 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.201.00 39.455.00 57.000.720.000.277.000.227.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih Biaya Pemasaran 167=2-58=6-59=6±7 1.22 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2004 Fungsi B.00 3.00 3. 4.075.741.00 189.00 (62.880.000. Pemasaran 17.000. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen.855.245. Promosi 2.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.150.381.263.000.705.474.000.000.00 8.150.000.513.00 2.00 38. yaitu dengan cara pemberian produk pada konsumen.681.369.738.200.450. Adm.717. Adm.982.745.100.000.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 2. Penagihan 44.734.250.237.00 3.00 6.600.00 19.00) R 6.967.00) R (2.000. Promosi yang dilakukan oleh PDAM Sragen secara langsung ke konsumen.000.321.00 3.000.550.600.402.880. Secara keseluruhan total selisih yang terjadi pada fungsi promosi mengalami kerugian. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya sesungguhnya 12345=3+4 1.900.850.00 4. Pemasaran 19.00) R 3.00 36.000.000. Teknik 74.00 1..00 (3.00 3.850.00 3.000.4.791.000.00 249.537.490.509.000.000 yang berarti 93 terdapat total menguntungkan sebesar Rp 2.100.543.230.selisih anggaran merugikan sebesar Rp 59. Keterangan : L = Laba.450.000. Pada dasarnya pengendalian biaya pemasaran pada tahun 2003 sudah tepat.716.432.055.100. Dalam hal ini PDAM Sragen 94 tidak menggunakan media cetak maupun elektronik untuk menunjang keberhasilan promosi.980.000. Kerugian yang dialami oleh fungsi promosi selama empat tahun berturut-turut ini disebabkan karena kesalahan perusahaan dalam memilih media untuk melakukan promosi.176. Langganan 42.796.820. Penjualan 5.100.000.424.00 18. TABEL III. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil.335. Langganan 57.00) R (14.215. Teknik 71.00 74.00 31.000.250.00 L 4.215.00 280.600 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 14.000.440.248.366.593.000.000.756.00) R 2.00 18.945.00 (11.000.00) R (2.900.200.000.00 L 5.600.100. Penjualan 50.800. R = Rugi.956.502.000.00 Jumlah 274.00 5.000.584.00 (247.00) R 4.00) R 2.00) R 14.00 L (2.132.050.00 L (8. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 168.00 .00) R 2.687.600. Hal ini membawa dampak positif bagi perusahaan.699. Promosi 32. .00) R 2.600.450.250.986.208.150.200.250.00 L Jumlah 8.200.00 L (4.00 L (5.350.500.335.000.00 54.750 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 14.321.00 30.

312. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan. Kesimpulan Setelah diadakan analisis terhadap data biaya pemasaran yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum Sragen maka hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. ini menyebabkan rasa tidak pusa pelanggan terhadap perusahaan. 95 BAB IV PENUTUP A.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.445. Fungsi teknik mengalami keuntungan kecuali pada tahun 2002. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar. 3.658. hal ini disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan. 2.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.098.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi 96 sebesar Rp 8. 4. Hal ini menandakan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Sragen belum maksimal. Analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2000 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 18.060.50 yang diakibatkan karena adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 304.641. Tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6.00 dengan biaya standar sebesar Rp 284.455. 5. . sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.743. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.881.797. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan.998.234. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan.50 di mana biaya sesungguhnya lebih besar daripada biaya standar.208. Pada tahun 2001 sampai tahun 2004 telah terjadi total selisih merugikan.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.Untuk fungsi penjualan selama empat tahun mengalami kerugian.822. hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah perbaikan pada sambungan pipa air dan bertambahnya jumlah transmisi.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.455. Fungsi langganan selama dua tahun berturut-turut mengalami kerugian (tahun 2001 dan 2002). sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi tidak menguntungkan.000. Faktor internal antara lain disebabkan karena kurangnya petugas dalam memberilan pelayanan kepada pelanggan.

P. 1990. Jerome. 1993. Supriyono. 6. E. Erlangga. Diharapkan di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji tiap-tiap unit kegiatan sesuai dengan fungsi secara intensif dan disejajarkan dengan penyusunan angggaran yang berjalan. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. Erlangga. Jr. Saran Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan maka penulis mencoba untuk memberikan saran sebagai berikut : 1. 1997. Perencanaan dan Pengendalian. 1993. Mursid. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Akuntansi. Bumi Aksara. 5. 1992. Akuntansi Manajemen. Jakarta. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Perreault. _________. 1991. __________. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini perusahaan sudah membuat anggaran untuk kegiatan sesuai dengan fungsi-fungsinya secara baik. Manajemen Pemasaran. Jakarta. PT. Edisi 8). Yogyakarta. Erlangga (Jilid 2. Jakarta. Kotler. . Manajemen Pemasaran. M. Jilid 1). Jakarta. Jakarta. Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan . Erlangga. __________. Jakarta. Pimpinan perusahaan seyogyanya bekerjasama dengan karyawan untuk menyusun dalam memproduksi produk yang dihasilkan berdasarkan fungsi-fungsinya. Manajemen Pemasaran Analisis. Akuntansi Biaya.sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. Prenhallindo. 1996. William J. Erlangga (Edisi 5. Manfaat dan Rekayasa. STIE YKPN (Edisi 2).A. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. 97 2. (Edisi 1). William. Stanton. 2000. Mc. D. B. Perencanaan dan Pengendalian. 1991. Matz-Usry. Konsep. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. Prinsip Pemasaran. Handoko. Dasar-Dasar Pemasaran. BPFE .UGM. Carthy. Akuntansi Manajemen. 1997. Mulyadi. Jakarta. Akuntansi Manajemen. 1991. BPFE ± UGM (Edisi 4)Yogyakarta. Yogyakarta. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. 98 DAFTAR PUSTAKA Gudono. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. R. STIE YKPN. Akuntansi Biaya. Yogyakarta. Philip. 1999..

99 100 . James D & John B. Controller.Proses Perencanaan. 1991. Akuntansi Biaya. 1993. Jakarta. : BPFE ± UGM. perencanaan dan pengendalian Biaya Serta Data Relevan Dalam Pengambilan Keputusan. Erlangga. _________. BPFE ± UGM (Edisi 2) Yogyakarta. Yogyakarta. Wilson. Campbell.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful