ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DAERAH (PDAM) SRAGEN

Oleh : LAKSANA AMBAR KUSUMA NIM. 200814008

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRAGEN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dalam berproduksi mengakibatkan produk dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Hal ini menimbulkan masalah bagaimana menyalurkan produk tersebut ke tangan konsumen. Untuk mewujudkannya perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran yang memerlukan berbagai macam biaya pemasaran. Semakin meningkatnya persaingan memperebutkan pasar mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk semakin besar porsinya dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu diperlukan informasi yang bermanfaat untuk mengarahkan usaha pemasaran. Krisis moneter yang melanda Indonesia, diwarnai dengan terbukanya wajah asli perusahaan-perusahaan yang selama ini dianggap tangguh mengalami kebangkrutan. Sementara itu, tuntutan dari pelanggan, ketatnya persaingan usaha dan perubahan teknologi yang sangat cepat, memberikan tekanan bagi manajemen untuk mengusahakan terobosan dan tindakan proaktif dalam mempertahankan dan memajukan usahanya. Padahal usaha untuk melakukan efisiensi, diversifikasi produk, pemanfaatan media dan terobosan lain terbentur pada kendala rendahnya daya beli masyarakat pada saat ini.

Di tengah keadaan yang serba tidak menguntungkan ini manajemen perusahan berupaya untuk selalu mencermati pos-pos pengeluaran sehingga mencapai titik yang efisien, sekaligus memaksimalkan pengendalian untuk menentukan efektivitas. Dalam suatu perusahaan, terdapat pos-pos pengeluaran yang dapat diusahakan untuk ditiadakan atau dikurangi dalam kurun waktu tertentu dan ada pula yang harus tetap diadakan. Salah satu pos pengeluaran yang tetap harus diadakan perusahaan adalah biaya pemasaran. Meskipun dalam kondisi krisis perusahaan dituntut tetap mengalokasikan dan untuk aktivitas pemasaran sehingga tidak terganggu, sebab pemasaran memegang peranan yang sangat besar untuk menunjukkan eksisten usaha. Adanya biaya dapat dikendalikan yaitu keluarannya dapat langsung dihubungkan dengan penjualan (Enginereed Cost) merupakan elemen biaya dimana jumah biaya yang seharusnya diperkirakan dengan tingkat relibilitas yang reasonable, maupun biaya yang tidak terukur yang keluarannya sulit dihubungkan dengan penjualan (Discretionery Cost) merupakan elemen biaya dimana jumlah biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan tergantung pada pertimbangan manajemen, memerlukan pengakuan yang sangat cermat dari pihak manajemen apabila akan mengadakan pengendalian biaya pemasaran. Pengendalian biaya pemasaran menjadi penting dalam hubungannya dengan engineered cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, sedangkan yang termasuk dalam discretionnery cost adalah biaya-biaya

menyebabkan manajemen perlu terus mengadakan evaluasi terhadap pengendalian yang selama ini dilaksanakan. B. kompleknya komponen yang ada pada pusat biaya pemasaran. adalah sebagai berikut : ³Apakah analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien ?´. maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN. . Bertitik tolak dari uraian diatas. C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien.yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan permasalahannya. meskipun pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi. penelitian dan pengembangan. Manfaat dilakukannya evaluasi adalah memberikan masukan bagi manajemen tentang proses pengendalian yang selama ini dilakukan. Kenyataan bahwa pemasaran tetap harus dikeluarkan. administrasi.

untuk berkembang dan mendapatkan laba. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam usaha pemasaran. menentukan harga. Menurut beberapa ahli pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan. D. sehingga bisa melakukan penyempurnaan jika ada penyimpangan antara biaya pemasaran dan realisasinya. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi manajer pemasaran sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan biaya pemasaran.Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. 2. mempromosikan dan mendistribusikan . Bagi Penulis Merupakan sarana dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam praktek atau kenyataan yang ada dalam perusahaan. Tinjauan Pustaka 1. Kegiatan pemasaran tidak hanya terdiri dari kegiatan menyampaikan produk ke tangan konsumen. tetapi juga harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

Sedangkan menurut Assosiasi Pemasaran Amerika. 1997 : 30). Orientasi pada kepuasan konsumen b. promosi serta penyaluran gagasan. menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kothler. yaitu : a. Kegiatan pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan. 1997 : 13). 1997 : 8). kegiatan perusahaan . pemasaran adalah ³proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. Sehingga berkembang suatu pemikiran bisnis yang disebut konsep pemasaran. Ada tiga ketetapan pokok yang mendasari konsep pemasaran (Mursid. (William J. Oleh karena itu. penetapan harga. Dengan demikian konsep pemasaran merupakan filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Staton. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi´. Upaya perusahaan secara menyeluruh c. Laba sebagai tujuan. (Philip Kothler. 1985 : 8) Definisi lain menyebutkan bahwa : Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan.barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial.

kegiatan pemasaran dapat dikelompokkan menurut fungsinya. Fungsi pengepakan dan pengiriman e. Fungsi promosi b. menganalisa dan . Fungsi pemberian kredit dan penagihan f. Fungsi penggudangan dan penyimpanan d. sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan. 3. mengarahkan pelaksanaan. Fungsi penjualan c. yaitu menyusun rencana. Supriyono. Fungsi administrasi pemasaran Penggolongan fungsi pemasaran ini bertujuan sebagai pengendalian biaya pemasaran. yang pada dasarnya sudah tentu untuk mencapai laba perusahaan. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba yang diinginkan perusahaan. 2.A. Dari pengertian fungsi pemasaran tersebut. 1991 : 205). a. yaitu : (R.harus diarahkan untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut. Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran Setiap pengusaha perlu memahami tugas pokoknya. kemudian menilai.

mengendalikan. taktik program pemasaran serta besarnya anggaran dan pengawasannya (Kothler. hambatan apa yang ditemui. . Suatu perusahaan pemasaran itu terdiri dari analisis situasi. maka dalam pengendalian pemasaran dinilai apa yang telah dikerjakan dan dicapai serta jumlah biaya yang telah dikeluarkan. Tanggung jawab utama kegiatan operasi penjualan adalah menjamin terjualnya hasil produksi sesuai dengan rencana. Perencanaan pemasaran dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan untuk seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan. penantuan strategi pemasaran. Hasil kegiatan pengendalianyang berupa laporan-laporan seberapa jauh rencana dapat dilaksanakan serta hambatan maupun faktorfaktor penunjang pelaksanaan. Pelaksanaan secara aktif dan langsung atas rencana pemasaran yang telah disusun terutama nampak dalam kegiatan penjualan. penetapan tujuan dan sasaran perusahaan. serta faktor penunjang apa yang diperlukan demi kelancaran pemasaran. Tujuan utama pengendalian pemasaran adalah menilai seberapa jauh tujuantujuan yang telah diputuskan telah dicapai. Bila dalam pemasaran ditetapkan apa yang ingin dicapai dan dikerjakan dengan biayabiaya berapa. akan merupakan umpan balik bagi perusahaan untuk mengembangkan rencana lama atau guna menyusun rencana baru. serta bertanggung jawab atas administrasi penjualan yang akan banyak membantu perusahaan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk pengendalian pemasaran. 1991 : 428).

misalanya untuk biaya-biaya yang berhubngan dengan penjual (salesmen). biaya yang digunakan di dalam departemen pemasaran. Biaya pemasaran meliputi semua biaya menyelenggarakan kegiatan pemasaran. Termasuk dalam biaya untuk memperoleh pesanan antara lain biaya promosi dan adpertensi dan biaya penjualan. 1991 : 529). Pengertian Biaya Pemasaran a. Pengertian Biaya Pemasaran Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan unang untuk mencapai tujuan tertentu. . (Mulyadi. Biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mencapai atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan.4. yaitu biaya untuk memperoleh atau menimbulkan permintaan atau pesanan. yang menyebabkan terjualnya produk yang dihasilkan. Biaya pemasaran adalah ³semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai´. Dalam hal ini penelitian difokuskan pada biaya pemasaran. Biaya pemasaran juga meliputi biaya penjualan di mana biaya penjualan ini sebenarnya berhubungan dengan fyngsi untuk memperoleh pesanan dan sekaligus berhubungan dengan fungsi melayani pesanan.

pengertian biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang ataupun jasa. b. Pada biaya pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat. Berubahnya opengertian biaya pemasaran. hal ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dengan akibat dan sulitnya sebab-akibat dihubungkan. Perlakuan tersebut amat logis karena kerugian piutang adalah risiko pemberian kredit dalam rangka menaikkan volume penjualan. yaitu : . Klasifikasi Biaya Pemasaran Menurut fungsinya biaya pemasaran dibagi menjadi enam. seringkali baru mengakibatkan kenaikan kenaikan volume penjualan pada periodeperiode berikutnya dan sulit ditentukan apakah kenaikan penjualan tersebut satu-satunya faktor yang menyebabkan adalah adanya promosi penjualan. di mana biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang ataupun jasa dijual sampai diterimanya hasil penjualan menjadi kas. Pada kenaikan biaya adpertensi dan promosi pada periode tertentu.Ditinjau dari segi mulai terjadinya biaya pemasaran. maka kerugian piutang itu merupakan elemen biaya pemasaran. misalnya elemen kerugian piutang (bad debt) yng semula merupakan elemen biaya administrasi dan umum.

Biaya promosi. Biaya pembungkusan dan pengiriman. 3). 6). biaya sewa gudang. Anggaran penjualan harus dirinci lebih lanjut berdasar produk atau barang yang dijual atau jasa yang disediakan. berdasar daerah penjualan. biaya contoh (cost of sample). Biaya penjualan. misalnya gaji karyawan gudang. saluran distribusi dan seterusnya sesuai . misalnya biaya perjalanan salesman.1). biaya angkut untuk produk yang dikembalikan (retur penjualan). 2). biaya telepon. Biaya kredit dan penagihan. golongan penjual. Biaya penggudangan. 4). bonus dan komisi. Biaya administrasi. 5). pemotongan tunai. Penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat setelah anggaran penjualan disusun. misalnya gaji karyawan bagian penagihan. misalnya biaya bahan untukmembungkus. misalnya biaya pameran. Penyusunan anggaran biaya pemasaran disusun dengan mempertimbangkan adanya pengaruh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. golongan langganan. kerugian penghapusan piutang. misalnya biaya gaji karyawan bagian administrasi pemasaran.

misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. . Biaya Pemasaran Langsung Biaya pemasaran langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek tertentu.dengan kharakteristik/sifat perusahaan. Pengolonggan biaya pemasaran terkendalikan dan tidak terkendalikan bermanfaat untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran. Biaya Pemasaran Tidak Langsung Biaya pemasaran tidak langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tak dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu. Dalam jangka pendek biaya terkendalikan umumnya adalah elemen biaya variabel dan biaya yang tidak terkendalikan umumnya adalah elemen biaya tetap. Menurut Supriyono (1991 : 206) biaya pemasaran bila dihubungkan dengan kegiatan pemasaran digolongkan menjadi : a. Sedangkan dalam jangka panjang konsep biaya terkendalikan dan tidak terkendalikan sangat berbeda dengan konsep variabilitas biaya. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. b.

Karena dalam jangka panjang biaya tetap dapat dikendalikan oleh tongkatan pimpinan tertentu. Dari segi penyusunan anggaran tahunan dapat digolongkan menjadi : (R.A. Anggaran Tetap atau Anggaran Statis . 1993:166-167). anggaran digunakan secara luas karena anggaran dinyatakan dalam satuan moneter. yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu satu tahun´. 1993:448).Supriyono. (Mulyadi. Biaya yang dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu adalah biaya kebijakan yang terdiri dari Discretionary Variabel Cost dan Discretionary Fixed Cost. Anggaran Biaya Pemasaran Anggaran merupakan sarana yang paling luas digunakan bagi perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan. Angaran merupakan ³suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap atas kebijakan manajemen. 1986:16) a. (Mulyadi. sehingga dalam jangka pendek terjadinya biaya ini juga dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajemen. yakni uang. 5.

Sekali disetujui. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. 1993:490). Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. Anggaran Fleksibel atau Anggaran Skala Turun Naik Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan pada deret atau tingkatan kegiatan yang mungkin dicapai perusahaan untuk periode tertentu yang akan datang. Anggaran perusahaan mempunyai manfaat sebagai berikut : a.Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan keoada estimasi satu tingkatan kegiatan yang sifatnya konstan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang akan datang. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran. kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan. b. Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut : (Mulyadi. Sebagai Pedoman Kinerja . anggaran hanya dapat dirubah dalam kondisi tertentu. Secara berkala.

Perencanaan anggaran biaya pemasaran didasarkan pada kondisi dan asumsi yang mendasari berubah maka perencanaan anggaran harus dikoreksi. . Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan terjamin. saling bekerja sama dengan baik untuk menuju sasaran yang ditetapkan. Sebagai Alat Pengawasan Kinerja Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur. Anggaran biaya pemasaran merupakan alat pengendali kegiatan pemasaran. Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik maka taksiran-taksiran yang dimuat di dalamnya harus cukup akurat. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Anggaran berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang.Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta di dalam penyusunan anggaran tersebut. b. sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan nanti. informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam penyusunan anggaran. sehingga tidak jauh berbeda dari realisasinya nanti. Untuk itu diperlukan data.. c.

Penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi atau . Faktor psikologis dalam menjual merupakan salah satu sebab utama perbedaan antara biaya produksi dan biaya pemasaran. dan produk. Pengendalian biaya pemasaran pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang timbul. tetapi manajemen tidak dapat mengatakan apa yang akan diperbuat konsumen. pelanggan. maka pengendalian terhadap biaya pemasaran tetap dapat dilakukan. Banyak tenaga penjual mungkin mempunyai efek yang berbeda pada konsumen yang sama (Mursid. Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja. Meskipun terdapat banyak sekali kesulitan dalam kaitannya dengan analisis biaya pemasaran. jam mesin. jam kerja. 1997 : 111). 1997 : 111). namun dengan analisis yang cermat. Pengendalian biaya pemasaran dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasikan beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah. dimana biaya yang dibebankan itu harus dikendalikan pula setelah dianalisis oleh fungsi yang berwenang agar setiap kegiatan pemasaran tetap terjaga pada tingkat yang dianggarkan (Mursid. Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya anggaran tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan.6.

Pengukuran atas beban langsung dan tidak langsung departemen. .A. Agar pengendalian biaya pemasaran dapat berjalan dengan baik . b. e. atau produk. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya pemasaran yang tepat adalah apabila selisih antara rencana dan realisasinya tidak melebihi dari standar pengendalian yang telah ditentukan. Pembebanan tanggung jawab untuk berbagai operasi. d.penilaian prestasi dan umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang.maka pengendalian biaya pemasaran perlu dibantu dengan menggunakan prosedur-prosedur berikut (Mursid. 1991:201). Penetapan dasar untuk pembebanan biaya tidak langsung menurut wilayah. Departementalisasi kegiatan atau fungsi. c. perencanaan yang baik tanpa pengendalian yang efektif berakibat memboroskan dana dan waktu Sebaliknya tanpa perencanaan tidak dapat dilakukan pengendalian ke arah tujuan yang ingin dicapai (R. 1997 : 111) : a. Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel. Supriyono. pelanggan. Agar dapat efektif sistem anggaran yang baik harus dihubungkan dengan perencanaan dan pengendalian.

c. sehingga dapat ditetapkan sia yang bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikan oleh fungsi yang bersangkutan. Menentukan Besarnya Biaya Pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya dengan relatif sama.f. b. Penggunaan anggaran fleksibel dan biaya srtandar. Pengawasan dan Analisis Biaya Pemasaran Dengan melakukan pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat diterapkan pertanggungjawaban atas terjadinya biaya pemasaran. Perencanaan dan Pengarahan Usaha Pemasaran Dengan melakukan pengendalian maka terdapat informasi yang berguna bagi manajemen untuk perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran. Perbandingan beban aktual dengan beban yang dianggarkan oleh penyelia departemen yang bertanggung jawab atas pengendalian yang berkesinambungan. . g. Manfaat Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Menurut Supriyanto (1986 : 202) manfaat dengan dilakukannya pengendalian dan analisis biaya pemasaran adalah a. 7.

A. Supriyono. 1986 : 205) a. Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. Untuk itu langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) Mendistribusikan setiap jenis biaya yang dianggarkan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada. Langkah-langkah Dalam Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Dalam pengendalian dan analisis biaya pemasaran perlu ditempuh langkahlangkah sebagai berikut : (R. Sedangkan untuk biaya . Untuk biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya. 3) Mengalokasikan biaya pemasaran setiap jenis pusat laba yang merupakan usaha pemasaran. Untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran perlu disusun anggaran fleksibel dan tarif biaya untuk setiap fungsi. 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.8. Menyusun Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan anggaran biaya pemasaran dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan dicapai oleh suatu perusahaan.

1 Pedoman Umum Dasar Distribusi Biaya Tidak Langsung Jenis Biaya Tidak Dasar Dsitribusi Setiap Fungsi Langsung Kesejahteraan Karyawan Jumlah karyawan setiap fungsi Asuransi Aktiva Tetap Nilai Aktiva Tetap setiap fungsi Penyusunan Bangunan Luas lantai bangunan yang digunakan setiap fungsi Telepon Frekuensi dan lamanya waktu sambungan Gaji Manajer Pemasaran Jumlah karyawan setiap fungsi Sewa Bangunan Luas lantai bangunan setiap fungsi Supriyono. 1986 : 209 2) Menetapkan satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi. sehingga distribusinya relatif adil dan teliti. Dasar distribusi yang dipilih tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Dasar distribusi harus mencerminkan manfaat dari biaya yang didistribusikan. Satuan pengukur jasa ini akan dipakai untuk : a) Menentukan persamaan dari anggaran fleksibel dan tarif biaya setiap fungsi. 1986 : 209) : Tabel II. Pedoman umum dasar distribusi biaya tidak langsung. b) Dasar distribusi dapat digunakan dengan praktis sehingga cepat dilaksanakan. disajikan dalam tabel berikut (Supriyono.tidak langsung fungsi diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi. .

1986 : 210) Tabel II. teliti dan praktis. Pedoman umum satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi dapat dipilih dasar distribusi seperti dalam tabel berikut (Supriyono.2 Pedoman Umum Setiap Fungsi Pemasaran Satuan Pengukur Jasa . atau pusat laba yang lain secara adil. misalnya kepada setiap daerah pemasaran atau kepada setiap jenis produk.b) Dasar alokasi biaya pemasaran.

penjualan. d. pemberian kredit dan penagihan serta administrasi pamasaran. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran tidak cukup hanya dengan menentukan profitabilitas setiap pusat biaya dalam usaha pemasaran. c. Dalam amendistribusikan biaya ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran dianggarkan.b. untuk tujuan tersebut perlu mengukur . 2) Mendistribusikan biaya pemasaran yang sesungguhnya kepada setiap fungsi. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran ini dim aksudkan untuk mengetahui berapa biaya menurut standar. yaitu ditentukan dengan cara mengalikan kapasitas sesungguhnya dengan total tarif. dicatat dalam jurnal Biaya Pemasaran dan rekening Buku besar Pembantu Biaya Pemasaran. yaitu fungsi promosi. Dalam hal ini tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien. Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya adalah sebagai berikut : 1) Atas dasar dokumen atau bukti transaksi biaya pemasaran yang sah. penggudangan. pengepakan dan pengiriman.

5) Mengumpulkan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi.kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarif yang dianggarkan atau tarif standar. F. Kerangka Pemikiran Untuk lebih memperjelas dan mempermudah pemahaman penelitian ini. 2) Memilih dasar atau satuan pengukur yang relatif adil. teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Menggolongkan biaya pemasaran sesuai dengan fungsi kegiatan pemasaran agar dapat menggambarkan tingkat pertanggungjawaban manajemen atas biaya pemasaran. 3) Menentukan besarnya tarif standar untuk setiap fungsi. 4) Menentukan besarnya biaya dibebankan pada setiap fungsi atas dasar tarif standar. maka penulis memberikan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : . 6) Membandingklan biaya yang dibebankan berdasar standar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. Satuan pengukur tersebut akan dipakai sebagai dasar penentuan tarif standar dan menganalisa penyimpangan biaya yang terjadi.

adanya kesalahan pencatatan transaksi sering tidak sama dengan fisiknya. . Kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemasaran. sering dijumpai penyimpangan dari perencanaan. juga melakukan kegiatan produksi produksi dan pemasaran. Untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal ini berakibat perusahaan melakukan pembelian bahan saat persediaan bahan masih menumpuk.Biaya Langsung Fungsi Biaya Tidak Langsung Fungsi Biaya Pemasaran GAMBAR I KERANGKA PEMIKIRAN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen dalam mencapai tujuan perusahaan yakni mendapatkan laba. pimpinan menaruh perhatian pada kegiatan pemasaran terutama adalah masalah perluasan daerah pemasaran dan penyebaran distributor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Penentuan daerah pemasaran dengan memperhatikan perencanaan dengan sistem pengendalian anggaran biaya pemasaran.

. 1991:58). Biaya pemasaran Biaya pemasaran adalah biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume pemasaran.G. 4. 1991:59). Biaya asuransi Biaya asuransi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk jaminan jiwa para karyawan dan jaminan perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen demi kesejahteraan bersama (Mulyanto. Biaya penyusutan Biaya penyusutan adalah distribusi biaya penyusutan yang diperoleh dari hasil pembagian antara anggaran untuk biaya penyusutan dibagi jumlah luas lantai bangunan guna memenuhi fungsi promosi dan advertensi. 3. sehingga akan diperoleh biaya penyusutan sebagai biaya pemasaran tidak langsung yang memenuhi fungsi biaya penyusutan (Mulyanto. 1991:56). 2. Biaya langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya (Mulyanto. 5. Biaya tidak langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara tidak langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya karena diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsinya (Mulyanto. Definisi Operasional Terhadap Variabel yang Digunakan 1. 1991:56).

b. 1995:99). demikian sebaliknya jika volume rendah (Mulyanto. Adanya kemungkinan perluasan daerah pemasaran guna meningkatkan volume penjualan berdasar atas pertimbangan terhadap kebijaksanaan penjualan yang telah ditetapkan. H. 1991:115).semakin besar volume atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah biaya pemasaran variabel. Indikator-indikator yang menyangkut tentang kondisi perekonomian masih mungkin dikembangkan. Hipotesis Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksudkan sebagai jawaban sementara dalam menyelidik untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surakdmad. Anggapan Dasar Dan Hipotesis 1. Dari uraian diatas penulis dapat merumuskan sebuah hipotesis sebagai berikut : . 2. Anggapan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. 1995:38). Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima peneliti (Winarno Surakhmad. Hal ini berarti bahwa tiap peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda-beda.

Maksud pemilihan metode survey ini karena penulis ingin mengkaji evaluasi pengendalian biaya pemasaran yang telah ada. Metode Penelitian 1. Sumber data a. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. 2. Hal ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut : a.´ I. yaitu suatu anggaran yang lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta . Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berkaitan dengan metode penelitiannya. Data-data yang penulis perlukan cukup tersedia. Dalam perusahaan tersebut terdapat permasalahan yang sama dengan penelitian ini. b. Data Primer Adalah data yang diperoleh langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. yang dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Sedangkan obyek/lokasi penelitian yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.´Diduga besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen belum efisien. berupa anggaran biaya pemasaran.

Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan objek penelitian untuk mendapatkan data kegiatan pemasaran. b. . 2) Biaya pemasaran sesungguhnya untuk setiap fungsi pemasaran antara tahun 2010 ± 2011. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran guna menentukan tingkat ketepatan biaya pemasaran pada setiap fungsi pemasaran dari periode tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011. Data yang diperlukan adalah : 1) Anggaran biaya pemasaran tahun 2010 ± 2011. 3. 4) Hasil penjualan sesungguhnya tahun 2010 ± 2011. Teknik Pengumpulan Data a. 6) Data dan informasi lain yang menunjang penelitian.terdapat di bagian pemasaran dan biaya pemasaran yang sesungguhnya. 3) Anggaran penjualan tahun 2010 ± 2011. Data Sekunder Data yang diperoleh peneliti dan dikumpulkan dari luar perusahaan yang menjadi obyek penelitian diantaranya referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur lain yang relevan. 5) Hasil produksi dan rencana produksi tahun 2010 ± 2011.

c. misalnya data anggaran penjualan. dan biaya variabel. baik biaya pemasaran langsung maupun tidak langsung. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya tetap. total biaya variabel dan total biaya yang dianggarkan. . data biaya pemasaran sesungguhnya dan anggaraan biaya pemasaraan. Dari penggolongan ini akan diperoleh total biaya tetap. 4. Observasi Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendapatkan data kongkrit guna melengkapi dan menunjang penelitian. 2) Mengelompokan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis-jenis biayanya. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah ada di perusahaan. Penyusunan anggaraan biaya pemasaran menurut kajian teori 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis atau elemen biaya pamasaran. Teknik Analisa Data a.b.

3) Menyusun tabel untuk menghitung tarif pemasaran dan anggaran fleksibel berfungsi. e) Tarif Tetap (TT) perfungsi diperoleh dari :       4) Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari :        5) Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya. . dapat dicari dengan rumus : AFKS == Total biaya tetap+(KSxTV) Dimana: KS : Kapasitas Sesungguhnya TV : Tarif Variabel b. b) Total biaya tetap perfungsi. d) Kapasitas normal. c) Total biaya. Menyusun tabel biaya pemasaran sesungguhnya 1) Mengelompokan biaya pemasaran berdasar jenis biayanya 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. yang meliputi: a) Total biaya variabel perfungsi.

selisih kapasitas bersifat menguntungkan . selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS. Analisis selisih biaya pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : 1) Biaya sesungguhnya perfungsi 2) Total biaya tetap perfungsi 3) Biaya variabel dianggarkan Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel 4) Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya 5) Biaya standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total 6) Selisih Anggaran = biaya sesungguhnya (BS) ± AFKS Sifat selisih : Jika BS > AFKS. selisih kapasitas bersifat tidak menguntungkan Jika BST < AFKS. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara tarif total dengan kapasitas sesungguhnya. selisih anggaran bersifat menguntungkan 7) Selisih kapasitas = (KN-KST)TT atau AFKS-Biaya Standar Sifat selisih : Jika BST > AFKS. d.c.

berdasarkan hasil analisis selisih prosentase biya pemasaran. perusahaan menggunakan kebijakan dengan batas prosentase penyimpangan sebesar 5 %. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya. Dari tabel perhitungan di atas dibuat tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antar masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%. . 1) Jika besarnya selsisih 5 % atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih e5%) 2) Jika besarnya selisih lebih besar dari 5 % dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) f.8) Total Selisih Selisih Anggaran + Selisih Kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya. Melakukan analisis terhadap hasil penilaian Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. Guna menilai biaya pemasaran. e. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. Melakukan penilaian pengendalian biaya pemasaran.

J. Anggapan Dasar dan Hipotesis F. Perumusan Masalah C. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan . Kerangka Pemikiran E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Adapun rincian sebagai berikut : K. Tinjauan Pustaka G. Latar Belakang Masalah B. Metode Penelitian BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Jadwal Kegiatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang lengkap dalam penelitian ini direncanakan memerlukan waktu 3 (tiga) bulan yaitu terhitung mulai bulan Maret 2005 sampai dengan bulan Mei 2005. Sejarah Perusahaan B.

Produksi BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Menyusun Tabel Biaya Pemasaran Sesungguhnya C. Kesimpulan B.C. Personalia D. Sumber Daya Manusia F. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran. Penyusunan Anggaraan Biaya Pemasaran Menurut Kajian Teori B. Pembebanan Biaya Pemasaran D. Melakukan Analisis Terhadap Hasil Penilaian BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Saran . Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran F. Analisis Selisih Biaya Pemasaran E. Pemasaran E.

Sejarah Berdiri dan Perkembangan PDAM Sragen Pada tahun 1925 pemerintah Hindia Belanda mengadakan pembicaraan dengan Keraton Kasunanan Sragen mengenai pemanfaatan air yang terdapat di Kecamatan Tulung. Doomberg. Bertindak sebagai wakil Sri Paduka Kangjeng Susuhunan Paku Buwono X dalam perjanjian tersebut adalah Raden Adipati Djoyo Negoro pepatih di Sragen. Pada masa itu. antara lain : Umbul Cokro. Pada waktu dibawah kekuasaan Jepang ini pemeliharaan dan perluasan Perusahaan Air Minum sama sekali tidak diadakan. 34 Pada tahun 1960. Dari sekian banyak mata air diambil yang terbesar dan memenuhi persyaratan yaitu Umbul Ingas Cokro. yaitu Swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran dengan pemerintahan Nederlandsch Indie. Pemerintah Jepang tidak mempunyai perhatian sama sekali mengenai air minum. JC.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SRAGEN A. Untuk mempersiapkan pembangunan fasilitas air minum tersebut diadakan perjanjian kerja sama antara dua pemerintah. Nama ³SOLO SUIDO SYO´ diganti dengan µKantor Air Minum Sragen´. Hoodrug Waterleiding Hoofplaats Soerakarta En Omsteken. Nilo dan Nganten. Kabupaten Klaten. sedangkan dari Government Hindia Belanda adalah Max Betner Van Der Jogi. Dalam akte tersebut telah dinyatakan bahwa untuk badan usahanya adalah dalam bentuk NV yang diberi nama NV. pimpinan perusahaan ini adalah dari Belanda yaitu Ir. Air Minum Sragen dikelola oleh Seksi Air Minum Dinas . Dengan demikian Perusahaan Daerah Air Minum di Sragen ini secara tidak langsung telah diambil alih oleh pemerintah Jepang yaitu dengan nama µSOLO SUIDO SYO´. Pemegang dari perusahaan ini adalah Pemerintah Swapraja Nederlandsch. di samping itu pelaksanaan perusahaan tidak didasarkan pada prinsip organisasi perusahaan. dimana daerah tersebut banyak terdapat mata air. Dengan adanya perang Asia Timur. sehingga proses kerusakan jaringan perpipaan semakin cepat. Dengan berhasilnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. tentara Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari pemerintah Belanda. maka Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil alih Perusahaan Air Minum dari kekuasaan Jepang. sehingga perusahaan tidak dapat berkembang.

terlebih dahulu telah dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Sragen. PDAM Sragen sebagai suatu perusahaan derah. Selain perusahaan membutuhkan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidup. Surat keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 Februari 1976 dan mulai berlaku pada tanggal 35 ditetapkannya. guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan air minum. Jebres. Sejak itulah PDAM Sragen terus menerus berusaha mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu pada tahun 1979 dibuatlah jaringan pipa tranmisi baru. memaksa PDAM untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap kebutuhan air minum ini. Pada dasarnya. dan tingkat sosial ekonomi. tidak lepas dari tujuan pokok di atas. EKBANG B/3/11 dna tanggal 11 Juli 1974 No. Karena itu. Langkah tersebut sekaligus merupakan ketaatan atas Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 Juli 1973 No. Pipa transmisi yang melewati sungai Tulung telah putus dan penyambungannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. Sebelum dikeluarkannya PERDA tersebut. Pendirian PDAM ini juga disebabkan oleh tuntutan profesionalitas yang mendesak dalam pengelolaan pelayanan air minum kepada masyarakat. Tahun 1974. Adapun beberapa peristiwa yang perlu dicatat oleh seksi air minum adalah : 1. Tahun 1975.500 m dari Pasar Gedhe sampai Panggung. Sebagian dari laba . 3. Debit yang semula hanya 1501/detik akan ditingkatkan. yang menaikkan debit pengambilan air dari jumlah tersebut menjadi 4001/detik. Rehabilitasi pipa sepanjang 12. tujuan PDAM disamping mencari keuntungan juga turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. 3 Tahun 1977. 2. tingkat kesehatan. didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sragen pada tanggal 16 Februari 1976 melalui PERDA No. karena anggaran yang tersedia sangat terbatas pada kemampuan daerah. Tahun 1975. EKBANG B/3/43 yang pada pokoknya mengharapkan dengan segera pembentukan Daerah Air Minum. Atas bantuan Colombo Plan dengan pelaksanaan tenaga ahli dari Selandia baru telah mengadakan ³Teec Proses´ yaitu suatu proses perlakuan terhadap pipa dengan cara mengoroki pipa lama yang kemudian dilapisi semen. sambil menunggu penetapan peraturan daerah. Status air minum sebagai suatu seksi dalam Dinas Penghasilan Daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal untuk perluasan. Perkembangan penduduk.Penghasilan Daerah Kota Tingkat II Sragen.

untuk daerah tingkat I adalah Menteri Dalam 36 Negeri. Lokasi ini sangat strategis. sedangkan untuk daerah tingkat II adalah Gubernur. berada di Jalan Adi Sucipto 143 Sragen. Sebagai perusahaan sudah barang tentu akan mencari keuntungan. 3. karena berada di pinggiran jalan besar.perusahaan disalurkan sebagai pendapatan Pemerintah Daerah (ABPD). sehingga wewenang dan tanggung jawab terhadap semua aktivitas manajemen perusahaan terletak di tangan pemerintah daerah tersebut. Tugas Dan Fungsi PDAM Sragen Dalam melaksanakan sehari-hari. juga terletak berdekatan dengan perumahanperumahan yang cukup besar. yang nantinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan daerah. Dalam menjalankan kegiatannya. Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. selain memikirkan kepentingan umum yaitu khusus bagi para pelanggan air minum C. Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas dalam suatu organisasi. dan masing-masing bagian dalam organisasi itu menyadari . Melayani masyarakat umum. harus mempunyai struktur organisasi yang jelas supaya masing-masing orang dapat bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. PDAM Sragen merupakan perusahaan yang berbadan hukum. Lokasi Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen ini. Suatu perusahaan daerah merupakan suatu badan hukum apabila perusahaan daerah tersebut didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi atasan. suatu perusahaan sebagai usaha formal. termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsinya. B. 2. Instansi atasan bagi Daerah Ibukota Jakarta adalah Presiden. sehingga membantu memperluas dan mempercepat jangkauan pemasaran air bersih juga memudahkan para 37 pelanggan untuk menjangkaunya apabila akan melakukan pembayaran rekening maupun melakukan pengaduan-pengaduan. Melayani Masyarakat umum dalam penyediaan air bersih guna menjaga kelesterian sumber air yang ada. PDAM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. murah agar sebagian besar masyarakat dapat menikmati air bersih guna memperbaiki kesejahteraan hidup serta lingkungan. merata dalam jumlah yang cukup sehat. khususnya para langganan air minum secara lancar. D. dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara untuk menghindari praktek usaha yang tidak efisien.

wewenang. tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja PDAM Daerah Sragen. Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. 061. Unsur Pimpinan yang terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Tehnik dan Direktur Umum. yang didasarkan pada : 1. Tugas dan Wewenang Pemegang Jabatan 1. dimana bawahan bertanggung jawab langsung pada pimpinan. Unsur Pengawasan Umum yaitu Badan Pengawasan. Kepala SubUnit. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. Anggota : Kabag Perekonomian Kota Sragen. 8 tahun 1994 tanggal 23 Januari 1984. Tugas : a. dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Kepala Bagian Keuangan Kota Sragen. Manajemen PDAM Sragen terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu : 1.1/380/I/1989. di samping itu pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khususnya di luar bagiannya. atau lebih dikenal dengan Direksi. 28/KPTS/1984. 39 4. Badan Pengawas Terdiri dari : Ketua : Wali Kota Sragen Wakil Ketua : Setda Kota Sragen Sekretaris : Kasubag Daerah pada Bagian Perekonomian Sragen. PDAM Sragen dalam usahanya untuk meningkatkan dan mempermudah pengawasan serta peningkatan efisien kerja karyawan. Unsur Pembantu yaitu Kepala bagian atau Kepala Unit. Bentuk struktur organisasi Garis dan Staf. 800/024. Unsur Pelaksana yaitu Kepala Seksi. E. dan Kepala Urusan. 2. Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kebijaksanaan Badan . Keuntungan dari struktur organisasi berbentuk garis dan staf ini adalah adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan yang jelas.bahwa antar bagian tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain.1/1989 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana pada PDAM Kota Dati II Sragen. Struktur organisasi PDAM Sragen secara lengkap ditunjukkan oleh gambar terlampir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. membentuk struktur organisasi yang cukup jelas. mempunyai tugas. 3. SKEMA ORGANISASI PDAM SRAGEN 38 3. Surat Keputusan Direksi PDAM Surakrata No. 2.

Direktur Utama yang tugasnya adalah: a. 2. 3. dan pengeluaran barang. c) Membuat gambar-gambar sesuai dengan perencanaan tehnik dan memperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 3) Seksi Gudang Tehnik a) Bertanggung jawab atas penerimaan. Berinisiatif pada pegawai perusahaan f. Merencanakan dan melaksanakan pelayanan pada pelanggan. c. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan Badan Pengawas c. penyimpanan. b) Melakukan administrasi barang. Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara terarah sesuai kebijaksanaan dalam perusahaan. pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta pemeliharaannya. d.Pengawas. Direktur Teknik a. d) Menyusun proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka pengembangan pipa transmisi dan distribusi. Direktur Teknik ini membawahi : a. Bagian Perencanaan. yang terdiri dari : 1) Seksi Pengembangan : a) Memelihara dan menyimpan gambar-gambar teknik yang ada. Mengusulkan pengubahan tarif pada Badan Pengawas e. b. Secara bertahap memberikan laporan keuangan atau operasi perusahaan pada Badan Pengawas. b. Menyusun perencanaan pembangunan jaringan distribusi air minum. b. Membantu Direktur Utama dalam memimpin jalannya perusahaan di bidang produksi air. Menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang d. b) Bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang. dengan tugas : a) Menjamin pendistribusian air kepada para pelanggan secara . Menetapkan cara kerja yang efektif 40 g. Bagian Distribusi terdiri dari : 1) Seksi Penyambungan. Menyelenggarakan pekerjaan operasional b. 41 c) Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali atas pipa pelanggan. berdasarkan keterangan dari seksi pelayanan langganan. Memimpin bagian-bagian dalam menjalankan tugas. 2) Seksi Perencanaan Tehnik Tugas : Membuat perencanaan dalam rangka perluasan pelayanan pelanggan.

43 c. c) Merencanakan pemeliharaan asset perushaan dalam bidang distribusi (perpipaan) dalam rangka perluasan jaringan. b) Urusan Gedung (1) Mengatur kendaraan-kendaraan dinas dalam rangkaian mobilitas perusahaan.merata. 3) Seksi Peralatan a) Menjamin berfungsinya peralatan kantor dan kendaraan dinas. (3) Membantu Kepala Seksi peralatan di bidang tugasnya. 42 b) Memeriksa dan memberikan informasi atas kemungkinan terjadinya penyimpangan fungsi hydrant. (3) Dikepalai oleh Kepala urusan dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada seksi peralatan. b) Mengadakan pembinaan masyarakat dalam menghemat air bersih dan manajemen warung air. bertugas : a) Menerima laporan dan melaksanakan tugas berdasarkan informasi dari masyarakat. b) Secara periodik melakukan pemeriksaan atas adanya kemungkinan kerusakan bangunan dalam rangka perbaikan. 2) Seksi Pemeliharaan. b) Melaksanakan penyambungan baru sesuai dengan perencanaan. c) Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan. c) Mengembangkan potensi hydrant sebagai salah satu unsur penunjang perbaikan sarana lingkungan. c) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Membawahi Urusan Hydrant. . Membawahi : a) Urusan Gedung (1) Melaksanakan kebersihan lingkungan dan ruangan kantor serta bangunan-bangunan lainnya. tugas : a) Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atau LKMD guna melestarikan fungsi hydrant. sehingga kualtias air yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Bagian Produksi 1) Mengadakan penelitian serta analisa kimia dan bakteriologis. (2) Menjamin berfungsi peralatan kantor. (2) Menjamin berfungsinya kendaraan dinas dalam rangka operasional perusahaan.

c) Melaksanakan pemeriksaan kualitas produksi dan distribusi air secara periodik. Bagian Produksi terdiri dari : 1) Seksi Laboratorium : a) Melakukan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya pencermaran sumber-sumber air. b) Menjaga lingkungan sumber-sumber air. (3) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasinya. d. b) Urusan Pembayaran (1) Menerima pembayaran. 3) Menjaga kebersihan ari menurut syarat yang ditentukan dan mengawasi proses pengolahan air. (2) Memelihara sarana penunjang atau sarana bantu guna kontinuitas air baku. Bagian Meter Air 1) Seksi Meter Air terdiri dari : . 44 c) Membuat laporan penerimaan. b) Menjaga kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan. a) Membantu Kepala Seksi Sumber Air dibidang tugasnya. 2) Seksi Sumber Air : a) Menjamin kelancaran produksi air dari sumber air Cokrotulung. c) Menjamin kelancaran produksi air dari sumur dalam Mojosongo dan Sumur Jebres. mempunyai rekening dan menyetorkan hasilnya.2) Melaksanakan pencarian sumber air baru serta membuat sumur alternatif di daerah tertentu. b) Melakukan penelitian dan analisa dalam rangka pengembangan laboratorium kimia air. b) Melaksanakan penagihan rekening dan menyetorkan hasilnya. d) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasainya. Membawahi Urusan Luar Kota. (3) Membantu Kepala Seksi sumur dalam di bidang tugasnya. (2) Membuat laporan penerimaan. 3) Seksi Sumur Dalam a) Membantu Kepala Bagian Produksi dibidang tugasnya. Membawahi : a) Urusan Perpompaan (1) Menjaga kelestarian pompa sesuai dengan standart pemakaian.

4) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. b) Memperbaiki meter air yang rusak. (1) Mempersiapkan meter air yang telah di tera untuk kegiatan pelaksanaan pasang baru. Direktur Umum a. 5) Menyelenggarakan penyuluhan penggunaan air minum yang efisien. Bagian Sekretariat terdiri dari : 1) Seksi Rumah Tangga a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. c) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian secara berkala. (2) Membantu kelancaran pelaksanaan tera meter air. 3) Melaksanakan administrasi kepegawaian. 6) Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang prosedur permohonan air minum. Seksi Bengkel Meter membawahi : a) Urusan Tera Meter. Menyelenggarakan sistem kontrol yang efektif. (2) Menganalisa atas hasil pencatatan meter air besar untuk mengetahui kelancaran aliran maupun kebocoran pada suatu wilayah. Menganalisa dan menjabarkan hasil operasi c. . 46 4. Direktur ini membawahi : a. b) Melaksanakan pemutusan aliran atas pelanggan yang dikenakan sanksi maupun atas permintaan pelanggan sendiri. c) Dikepalai oleh Kepala Seksi dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian meter air. 2) Seksi Bengkel Meter a) Membantu kelancaran pelaksanaan terameter air. (3) Membantu Kepala Seksi Meter Air di bidang tugasnya.45 a) Melaksanakan pemasangan meter air untuk pelanggan baru. b. 2) Mengatur dna memelihara rumah tangga kantor perusahaan. (3) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian tera meter air. b) Urusan Perbaikan Meter (1) Mengadministrasikan meter air besar yang ada dilapangan. Bagian Sekretariat 1) Menerima penggandaan dan mengekspedisi surat. Mengkoordinir dan menyusun anggaran tahunan.

b. b) Menjamin keamanan lingkungan kantor sumber air kas pembantu serta fasiltias lain yang dimiliki oleh perusahaan. 3) Menerima penagihan rekening air minum dan menyetorkan ke bank. 2) Seksi Personalia a) Melaksanakan administrasi kepegawaian 47 b) Merencanakan dan melaksanakan peraturan-peraturan dibidang kepegawaian serta mengadakan pembinaan untuk meningkatkan produktivitas pegawai. c) Menyimpan dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan tugas-tugas sekretariat. 3) Mengatur proses dan pelayanan permohonan jadi pelanggan. c) Menerima pendaftaran tamu serta menyampaikan kepada pejabat yang akan ditemui d) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Membawahi Urusan Keamanan yang tugasnya adalah : a) Membantu Kepala Seksi Administrasi di bidang tugasnya. penyimpanan persediaan serta mengetahui atas pembayaran kas dan surat berharga. Bagian Langganan 1) Mengadakan penyelidikan mengenai sebab-sebab turun naiknya air. c) Menyelenggarakan rapat-rapat pertemuan. Bagian Langganan terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan a) Menerima pengaduan-pengaduan dari langganan dan melalui atasannya meneruskan kepada urusan-urusan yang bersangkutan. b) Melaksanakan tata administrasi data-data langganan dan calon . Bagian Keuangan 1) Menyusun laporan pelaksanaan anggaran perusahaan.b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang kerumahtanggaan. 2) Melaksanakan publikasi air minum berdasarkan pelanggan. c. 2) Membuat surat pertanggungjawaban penggunaan uang. dan pengekspedisian surat menyurat. b) Menerima pengadaan. 4) Mengatur ketepatan waktu dan penelitian pembaca meter. 3) Seksi Administrasi a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. 48 4) Menyelenggarakan administrasi keuangan. pengagendaan.

2) Membantu Kepala Unit Pengawas dan Penelitian di bidangnya. 3) Seksi Pembaca Meter a) Menyerahkan hasil harian pembacaan meter sebagai bahan pembuatan rekening. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. c) Berkewajiban memberikan laporan atas terjadinya kerusakan dan penyimpangan meter air.langganan sebagai perbandingan data yang ada di komputer. b) Urusan Wilayah B (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. 49 c) Memberikan informasi atas pelanggan yang dikenakan sanski maupun yang dicabut sanksinya. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Tehnik 1) Meneliti hasil kerja di bidang tehnik dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. terdiri dari : a. b. 2) Seksi Penagihan a) Menyetor jadwal waktu pelaksanaan tugas penagihan tunggakan rekening pelanggan. b) Menganalisa atas pemakaian air pelanggan. 50 Sedangkan Unit-unit yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama adalah : 1. b) Berkewajiban memberikan laporan atas hasil efisiensi pembayaran rekening. 3) Melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsnya yang diberikan oleh atasannya. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. c) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan atasannya. Unit Pengawas dan Penelitian. Membawahi : a) Urusan Wilayah A (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Administrasi Keuangan .

2) Mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerja atau hasil monitoring lapangan. 51 c. b. Urusan pengelolaan data Tehnik 1) Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 3) Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. c. 3) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Membuat laporan-laporan di bidang administrasi pelanggan. Terdiri dari : a. 3. b. 2) Membuat laporan baru tentang kegiatan pasang baru. 3) Memberikan saran dan pertimbangan atas hasil kerja pengawasan untuk melancarkan tugas di bidang administrasi keuangan. 3) Mengolah hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan informasi data kerusakan meter air di lapangan. Membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas yang bersifat khusus pengelolaan kolam renang. 52 . Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru.1) Meneliti hasil kerja di bidang administrasi keuangan dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. Sub Unit Evaluasi 1) Mengadakan evaluasi tentang prosedur penyelenggaraan mekanisme kerja untuk tujuan perbaikan. 2. Sub Unit Pengelolaan Data Tehnik 1) Membuat Laporan-laporan di bidang keuangan 2) Mengolah data pembayaran rekening 3) Membantu kelancaran administrasi keuangan. 2) Membantu Kepala Unti Pengawas dan Penelitian di bidang tugasnya. Urusan Pengelolaan Data Rekening 1) Membantu kelancaran pembacaan meter air. Sub Unit Pengelolaan Data Pergudangan 1) Membantu kelancaran di bidang pelaksanaan sambungan baru. Unit Kolam Renang a. 2) Membantu laporan-laporan tentang administrasi pelanggan. Unit Komputer a. Menyalin hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan data informasi kerusakan dari di lapangan. 2) Membuat laporan-laporan di bidang pergudangan. 3) Melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan tugas yang diberikan atasannya.

artinya mereka tidak memiliki kemungkinan untuk diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan dan tidak mugkin mendapat kenaikan gaji. d. Pegawai dengan honor tetap Mereka ini bekerja di perusahaan dengan honor yang tetap. c. Mereka ini adalah pegawai negeri yang diperbantukan di PDAM Sragen. Sampai dengan tahun 2004. 2. Mereka adalah pegawai tetap perusahaan. 2. dan suatu saat dapat ditarik kembali oleh pemerintah daerah. dan mereka bukan pegawai negeri. 3. Pegawai dengan NIP (Nomor Induk Pegawai). jumlahnya adalah 18 orang. F. Jumlah Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Sragen No Bagian Sub Bagian Jumlah 1. Pegawai dengan NPP (Nomor Pokok Perusahaan). c.b. jumlahnya sebanyak 297 orang. 4. d. Sampai dengan tahun 2004. Sampai bulan Februari 2001. Sampai dengan bulan Februari 2001. b. Jumlah Karyawan Pada saat penelitiain ini dilakukan PDAM Sragen mempunyai 308 orang karyawan dengan susunan sebagai berikut : Tabel II. 5. Membantu melaksanakan dan memelihara bangunan kolam renang. Pegawai dengan honor perusahaan 53 Mereka ini bekerja pada perusahaan dan suatu saat mempunyai kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai perusahaan. Mempersiapkan tenaga dan berbagai peralatan yang diperlukan kolam renang. Direksi Umum Teknik Unit Tenaga Honorer .1. Menjaga kondisi air kolam renang untuk menjamin kesehatan. Perusahaan tidak memiliki pegawai dengan honorer. jumlahnya sebanyak 3 orang. karyawan PDAM Sragen dibedakan menjadi : a. Hubungan Kerja dengan Perusahaan Berdasarkan hubungan kerja dengan perusahaan. jadi mereka bukan pegawai tetap perusahaan. Keadaan Karyawan 1.

Unit Kolam Renang a. Bagian Meter Air a. Bagian Sekretariat b. Bagian Produksi d. 061. Bagian Perencana b. Unit Pengawas dan Penelitian b. tahun 2004. Bagian Keuangan c. Bagian Perencanaan b.Direksi a.1/380/I/1989 tentang SOT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sragen. KEUANGAN CABANG BAGIAN TEKNIK BAGIAN LANGGANAN SUB BAG. Bagian Langganan a. Bagian Distribusi 3 19 64 30 23 52 39 24 11 10 36 1 1 Jumlah 308 Sumber : Data Primer. Bagian Distribusi c. Unit Komputer c. . 54 GAMBAR 2 SUSUNAN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SRAGEN Sumber : Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. WALIKOTA DIREKTUR BADAN PENGAWAS BAGIAN ADMS.

Mendeskripsikan Anggaran Biaya Pemasaran Mendeskripsikan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. PEMBELIAN SUB BAG. PERENCASUB BAG. PEMBACA SUB BAG METER AIR SUB BAG. LANGGANAN SUB BAG. dengan mengelompokkan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis biayanya. baik biaya langsung fungsi maupun biaya tidak langsung fungsi.ADMS. HUB. SUB BAG. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya pemasaran tetap dan variabel. PENGOLAHAN SUB BAG. Dalam hal ini peneliti menyusun data yang telah dibuat oleh PDAM Sragen. SAMBUNGAN SUB BAG. ADMS. PERENCASUB BAG. PRODUKSI SUB BAG. UMUM ATAU UNIT / IKK BAG. SUB BAG. KAS PEMBANTU SUB . TRANSMISI SUB BAG. Deskripsi anggaran biaya pemasaran ini disusun oleh perusahaan dalam bentuk tabel yang dipisahkan dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung. RUMAH 55 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Biaya Pemasaran 1. LOGISTIK SUB BAG.

900.200.000 4.000 7.000 217.000 11.000 31. Gaji karyawan T 101. B.000 4.000 5.) 2004 (Rp.981.000 1.625.000 6.410.000 9.750. Insentif V 15.500.271.000 BTL FUNGSI 1.000.000 274.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 8. B.000 9.000 11.557. Suplais kantor V 11.000 32.455.746.350.000 21.850.495.000 7.000 212.000 202.179.275. promosi T 6.660.000 2.000 18. kesjhtrn karyawan T 10.220.000 118.540.000 21. penagihan V 5.971.000 11. B. rencana anggaran biaya penjualan.000 6.196.000 21.2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.600.845.000 12.254.000 255.725.850.000 52.660.699.000 Jumlah 174. fungsi penagihan serta fungsi administrasi pemasaran untuk membuat perencanaan anggaran biaya pemasaran yang terdiri dari rencana anggaran biaya promosi. fungsi promosi.046.000 6.000 7.000 Jumlah Biaya Dianggarkan 221.362.000 7. transmisi & distribusi V 6.230.000 7.914.000 11.000 6.000 5.000 10. TABEL III.000 3.000 57.879.000 9.600.000.) BL FUNGSI 1.550.546.000 8. B. listrik V 1.680.964.000.000 122.000 3.491.000 19.956. Gaji manajer & staf T 10.760.) 2002 (Rp.000 20.960.405.000. B.376.000 Jumlah 47. penyusutan T 16.420.360.000 1.000 57.400. rencana anggaran biaya langganan.310.000 12. rencana anggaran teknik.000 7.599. Apabila tidak ada revisi dari manajer pemasaran.) 2003 (Rp.254.250. asuransi T 9.000 12.000 118.000 12.000 6.088. manajer pemasaran memerintahkan semua kepala fungsi pemasaran yang membawahi masingmasing fungsi yang ada di perusahaan yaitu.340. B. produksi V 19.820.000 9. sambungan V 6. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya Rencana anggaran biaya yang telah disusun setiap kepala fungsi pemasaran diserahkan kepada manajer pemasaran untuk diteliti. B. fungsi penjualan. rencana anggaran biaya penagihan serta rencana anggaran biaya administrasi pemasaran.500.000 6.1 56 ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 . fungsi teknik.000 2.Pada awal penyusunan anggaran biaya pemasaran.408.500. fungsi langganan.000 20. rencana anggaran biaya pemasaran tersebut .237. B.000 270.220. B.000 12.396.

Pendistribusian ini selain dapat menunjukkan berapa jumlah biaya setiap fungsi pemasaran.000 1. B. b.disatukan dan ditetapkan menjadi anggaran biaya pemasaran yang akan dibawa manajer pemasaran dalam rapat perusahaan yang dihadiri oleh pimpinan dan semua manajer perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (untuk selanjutnya disebut PDAM) Sragen.000 3.) Teknik (Rp. Ini berguna dalam penentuan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel. Gaji karyawan T 11.. (Rp.000 2.000 2. biaya gaji manajer dan staf. Setelah dilakukan pengelompokkan biaya pemasaran.000. biaya asuransi dan biaya penyusutan. juga dapat menunjukkan berapa jumlah biaya tetap dan biaya variabel setiap fungsi.000.000 16.) Penjualan (Rp.000 20.850. Suplais kantor V 1. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi yang berupa besarnya jumlah karyawan dan luas lantai bangunan yang ditempati oleh setiap fungsi.000 1.000 18.) Adm.000 9. promosi T 6.850. Biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi yang menikmati.625.. Untuk biaya tidak langsung.750. 1) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2001 TABEL III.) Penagihan (Rp. yaitu manajer produksi.) 12345678 L FUNGSI 1.000 2. Dalam hal ini PDAM Sragen menggunakan empat dasar distribusi biaya pemasaran yaitu biaya kesejahteraan karyawan. manajer pemasaran.) Langganan (Rp. manajer personalia dan umum serta manajer akuntansi dan keuangan.000 .360.522.. setiap jenis 57 biaya pemasaran yang dianggarkan didistribusikan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada.400.000 1. adalah : a.500.- .000 25.2 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 58 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.734.800.000. Mendiskripsikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. Adapun perhitungan distribusi anggaran biaya pemasaran tidak langsung berikut ini dihitung berdasarkan kajian teori yang ada dalam landasan teori yang ada dalam landasan teori.

699.926.19.8.000 7.093.880 1.000 2.100 15.000 = Rp 2.600 42.280 32.749.145..863.15.000 50..568.734.000 2.00 = Rp 856.880 Jumlah B.600 3.000. B.000.800.000 856..000.00 = Rp 828.650.7.000 BTL FUNGSI 1.000 38.800.000.000.000 .000.691.000 2.000.756.100 874.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 214.449.00 = Rp 2.625.000 10.000.. penagihan V .325.280 7.313.4.000 506.000 = Rp 2.6.00 = = Rp 207.000.484.400 633.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 207.000. B.522.996.000 = Rp 2. Variabel 1.00 = Rp 828.1. B.484.000 1.320 42..755.000 2.000 34.898.000. B.000.000. Pemasaran = 12 x Rp 214.000 .220 6. Sesungguhnya 23.568.246.050.000 = Rp 856.405.000 28.9.100 13. Kesejahteraan Krywn = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.000.320 3.550.000.720 1.782.000 . produksi V .680.600 14.600 5. transmisi & distribusi V . B.038.496. sambungan V .320 23.558.557.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 214...00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 214. B.6.000 3.000.484. Insentif V .663.6.000.756.000 2.311..00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10.480 Jumlah 3.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 207.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 207.00 59 Fungsi Langganan = 12 x Rp 214.820 64.000 1. Gaji manajer & staf T 828.000 . asuransi T 759.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 214.882.000.680.207.000. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan B.600 759.820 14..820 30.825.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 207.000 .000 25..680.179..145. listrik V .000 3.400 4.550.568.880 Jumlah B.000 1.929.556.000 2.685. Tetap 21.5. B.5.555.00 = = Rp 214. penyusutan T 1.199.200.880 Jumlah B.798.000 = Rp 856.000 18.850..914.000 1..000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 Fungsi Adm.000 828.600 39.600.00 = Rp 2. kesejahteraan karyawan T 856.280 25.100 4.000 1.000 .000 Jumlah 19. B.

00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 12.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 207.00 = Rp 633.00 = = Rp 12. (Rp.00 = Rp 759.000.880.) 12345678 BL FUNGSI .00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 21862.495.660.00 = Rp 1.396.100.000.00 = = Rp 21.862.400.00 = Rp 3.) Teknik (Rp.600.00 Fungsi Adm.660.00 = Rp 874. Pemasaran = 40 x Rp 21.660.798.00 Fungsi Adm.660.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 21862.246.862.484.00 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 16.00 = Rp 828.093.660.720.) Adm.00 60 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 12.862.000. Pemasaran = 12 x Rp 207.720.600. Pemasaran = 40 x Rp 12.00 2) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2002 TABEL III.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 21.558.00 = Rp 1.3 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 = Rp 759.500.000.00 = Rp 506.311.000.862.) Penjualan (Rp.00 = Rp 3.) Langganan (Rp.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 12.660.) Penagihan (Rp.862.00 Fungsi Penagihan 50 x Rp 21.00 = Rp 2.00 = Rp 1.00 = Rp 6.038.000.600.000.311.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 12.400 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 12.660.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 9.480.00 Fungsi Adm.00 = Rp 5.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 21.

890.000 Jumlah 4..230.000 7.000 4.179. B.093.000 17.00 = Rp 2.000.100 16.000. B.898.500.000 5. Suplais kantor V 2.000.000.000 980.000 71..000 2..000 2.00 = Rp 884.000 .7.000..691.540.750.666.960.777. B.620 39.21.000.663.00 = = Rp 221.000 12.000 Jumlah B.000 2.652.525. Gaji karyawan T 13.000 49.640.00 = Rp 884.000.000 3.484.6.000 2.170.199.857. B.582.000 2.000 29.000.652.000 . Tetap 23.180.000.613.010.000 2.578.000 10.00 = = Rp 220. penagihan V .000.500.000 548.550.777.895.470.000 2.00 = Rp 2.000 1.676.271. penyusutan T 1. Gaji manajer & staf T 884.065. produksi V .00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.00 = Rp 2.000.000 985.000.6.00 62 Fungsi Adm..215. kesejahteraan karyawan T 880.000.000 28.000 27.280 36.00 = Rp 880.000 2.9.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 221.620 3.000.246.765.756. promosi T 6.000 Jumlah B.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 220..256.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 220..266.013.000 37.164. Insentif V .000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 37.052..000 1. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11. B.837.000.000.000 54.280 44. B.620 14.000.734.000 . sambungan V .000 .100 4.100 1.996.000.275.000.000.929.000 2.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 220.000 1.18.278.00 = Rp 880.000.000 1.000 2.5. listrik V .5..6. asuransi T 822.547. Sesungguhnya 25.000 822. transmisi & distribusi V .00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 221.000 .000 BTL FUNGSI 1.000 Jumlah 21.734.000 ..000.61 1.016.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 221.000 1.000 5.196.000 3.687. Pemasaran = 12 x Rp 220..289. B.000 2.220.000.100 15. B...400 633.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 220.038.8..00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 221.000 7.620 42.640.600.480.700. Variabel 2.000 21.000 2.782.000.00 .00 = Rp 880.280 7.459.7.000 2..000 26.000.000 17.000 25.640.000 54.000 Jumlah B. B.746.4.00 = Rp 2.000.260.880 1.275.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 220.000.000 4.00 = Rp 2..501.000 34.201.

700.000 13.00 = Rp 4.000 2.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 26.000.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 10.000 3.000.325.00 = Rp 822.00 = Rp 884.) Langganan (Rp.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 13700.225.953.275.00 Fungsi Adm.300.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 26.000.000.) Adm.312.000.4 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 Fungsi Adm.578.) Teknik (Rp.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 13700..00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 26300.250.000 1. Gaji karyawan T 15.00 = Rp 685.300.600.00 = Rp 1.000 2.052.000.) Penjualan (Rp.000 18.000.000 2. (Rp.. B.900. Pemasaran = 40 x Rp 26.700.300.288.00 Fungsi Adm.000.00 = Rp 1. promosi T 9.00 = Rp 548.000.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 19.00 3) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2003 TABEL III.000.000.700.000 12.652.00 = Rp 6.578.00 = = Rp 26.000 20.00 = Rp 2.00 = Rp 822.00 = Rp 1.000 2.00 = = Rp 13.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 221.300.000.315.110.000 .000 19.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 13.900.00 63 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 13. Pemasaran = 40 x Rp 13.) Penagihan (Rp.000.725.450.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 26.00 = Rp 3.890.) 12345678 BL FUNGSI 1.00 = Rp 7.000.350.000.000.700.- . Suplais kantor V 2.577..224. Pemasaran = 12 x Rp 221.360.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 26300.860.660.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 13.700.300.00 = Rp 1.000 37.

000.000.00 c) Distribusi Biaya Asuransi .00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 246.00 = Rp 996. asuransi T 822.783.800 75. produksi V .546.522.000 3.000.000 754.000 2.000 5.9.929.000.672.000 47.237.524. Insentif V .908.00 = Rp 984.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 249.552.241.370.000 58. Variabel 2. sambungan V . B.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 249.00 = = Rp 249.00 = Rp 2... Pemasaran = 12 x Rp 246.358.7..952.000.000.000 29.8. B.000 3. B. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 40.. B.180.699.000.00 = Rp 2.184...000..000 3.000.820.000 . B.404.988.7. transmisi & distribusi V .00 Fungsi Adm.577.00 = Rp 984.00 = Rp 996.952.000.000 1.00 = Rp 2.578.599.437.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 246.877.000.520.00 = Rp 2.444. B.5.000 30.000.000.390.000 17..279.000 4.000 904.000 .000.000.21.000 Jumlah B.000 .000 4.968.000 3.000.164.00 = Rp 2.722.7.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 249.000 2.- 64 8.000 996.000 8. Tetap 29.486.540.000 7.000 984.643.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi 65 Rp 12.000 Jumlah 4.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 249.200 54..000 Jumlah 27.4.504.6.000 40.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000.040.617.00 = Rp 996.000.000.953.254.000 2.399.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 249.00 Fungsi Adm.000. penyusutan T 1.200 17..619. listrik V .00 = Rp 984. Gaji manajer & staf T 884.000 Jumlah B.6.988.000 1.534.000.200 6. penagihan V .952.1. Sesungguhnya 31.000 38.000 1.743.000 2.214.845. kesejahteraan karyawan T 880.988.000 1..000 .800 35.446.112..000 29.00 = Rp 2. B.350.200 57.000 14.000.800 16.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 246.000 Jumlah B.000 1.000.000 BTL FUNGSI 1.614.000 42.000.000.000 1.178. B.000 603.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 246.379.000 19.879.000 3.000 3.998.00 = = Rp 246.000.668..000.221.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 246.000.000 .164.000 18.000 9.800 4. Pemasaran = 12 x Rp 249.

) Adm.000 .000 19.125.900.200 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan 66 Rp 20.760.112.00 = = Rp 15.000 2.) Langganan (Rp. Gaji karyawan T 16. produksi V .6..1.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.390.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15. listrik V .000 .850.000 2.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 27.080.00 = Rp 4.425..00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.7.800.500.00 = Rp 1.179.9.629.080.000.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 27.672. Pemasaran = 40 x Rp 15.00 = Rp 904.000 1..080.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15..000 .00 Fungsi Adm..080.900.00 = Rp 3.865.580..750. sambungan V .000.. B.000 21. promosi T 9. penagihan V .340.000 .000.000 14.) 12456789 1.800. Pemasaran = 40 x Rp 27..000 Fungsi Adm.9. B.800.400. B. Insentif V .Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.325.310..7.750.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.00 = = Rp 27.000 . Suplais kantor V 2. (Rp.000 .4.000 20.660..000.000 12.350.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 27800.8.153.. B.5 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.220.000 2.000 37.000. B.080.20.800.354.7.6.000.200... transmisi & distribusi V .00 = Rp 904.00 4) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2004 TABEL III.000.00 = Rp 754.668.000.) Teknik (Rp.668.00 = Rp 8.00 = Rp 1.800.00 = Rp 1.5.00 = Rp 6.) Penjualan (Rp.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 27.080.00 = Rp 603.000 3.524.. B.080.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 27800.00 = Rp 1.000.000 3.) Penagihan (Rp.000 - .000..800..800.

00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 251.000 1.978.402.524.709.00 Fungsi Adm.000 1.Jumlah 28.000 3.235.001.520.978.035.007.000 1.235.855.960.708.520.940.000 5.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.820.321.800 3.00 Fungsi Adm.520.000 Jumlah B.00 .000 31.000 695.940.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 251.000 50. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.250. asuransi T 825.850.232.000 41.650.000 965.000 57.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 248.000 74.00 68 Fungsi Teknik = 12 x Rp 251.500.825.854. Variabel 2.000 4.000 Jumlah B.153.695.235.980.018.000.007.00 = Rp 3.000 54.449.000 16.960.000.000 1.263.000 2.000 1.00 = Rp 992. Tetap 30.132. Pemasaran = 12 x Rp 251.00 = Rp 3.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 248.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.875.000 3.000 31.960.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 251.000 36.235.000 10.00 = Rp 992.00 = = Rp 248.235.502.555.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 248.000 Jumlah B. B.000 7.000 1.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 248.005.235.235.502.840.000 2.660.978.000 38.00 = Rp 2.000 67 Jumlah 4.562.000 3.000 BTL FUNGSI 1.480.00 = Rp 1.000 18.007.000 8.00 = Rp 1.400.840.685.023.023.807. Gaji manajer & staf T 890.960.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 251.00 = Rp 2.960.000 4.820.000 4.000.474.750.00 = Rp 2. kesejahteraan karyawan T 895.000 1.00 = Rp 992.940.370. B.235.000 2.456.880.000 950.023.000 14.960. penyusutan T 1.840.580.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 248.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Pemasaran = 12 x Rp 248.000 16.00 = Rp 3.425.982.475. B.000 45.000 18.000 3.820.000 990.283.000 4.268.960.000 19.455.000 29.405.200 5. Sesungguhnya 32.820.530.00 = Rp 1.000 39.000 57.000 3.00 = = Rp 251.350.

00 = Rp 1.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 28.00 = Rp 1.00 = Rp 900.00 Fungsi Adm. seperti yang terlihat dalam tabel III.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 28.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.= = Rp 15.6 .400. Penjualan Jumlah rupiah c. Pemasaran = 40 x Rp 28.00 = Rp 6.000. Promosi Jumlah rupiah b.400.000. Kapasitas Normal. Pemasaran = 40 x Rp 15. .00 Menyusun tabel untuk menghitung tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksi per fungsi yang meliputi : a.00 = Rp 3.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.000.000.000. Total Biaya Variabel per fungsi b.000. Total Biaya Tetap per fungsi c.000. Penagihan Jumlah penagihan f.000.000.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.000.000.000.00 = = Rp 28. Teknik Jumlah produksi d.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 28.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15. dengan satuan pengukur jasa sebagai berikut : a.000.000.000.00 = Rp 1.720. Administrasi Pemasaran Jumlah rekening pembayaran PDAM 70 Dalam hal ini PDAM Sragen telah menetapkan kapasitas normal yang terjadi setiap tahunnya.600. Langganan Jumlah air yang dibutuhkan pelanggan e.500.00 = Rp 900.000.120.00 = Rp 750.000.00 = Rp 8.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 21.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 28. Kapasitas normal merupakan kapasitas yang terjadi dalam keadaan atau kondisi normal (kondisi yang dipakai untuk menghitung tarif) yaitu suatu kondisi yang dicapai perusahaan pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama periode tertentu.000.000.000 Fungsi Adm.00 69 Fungsi Teknik = 300 x Rp 28. Total Biaya d.7.000.000. dikurangi dengan hambatan yang disebabkan oleh faktor eksternal.00 = Rp 1.00 = Rp 4.000.000.000.00 = Rp 600.000.680.680.

000 F.8 PENGHITUNGAN TARIP BIAYA TETAP PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 NO.000 F.087.000 22.000. teknik m3 20. KETERANGAN TAHUN 2001 2002 2003 2004 BIAYA TETAP .000 F. langganan m3 20. dapat dicari dengan rumus : AFKS = Total Biaya Tetap + (KS x TV) Keterangan: KS = Kapasitas sesungguhnya TV = Tarif variabel TABEL III.065.000 F. adm.000 20.000 F. penagihan kali 4 4 4 4 F.7 KAPASITAS SESUNGGUHNYA PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS SESUNGGUHNYA 2001 2002 2003 2004 F.00. promosi Rp. 15.500.000.000.000.095.000 18.000 500.000 350.TABEL III.000 800.000 20.085.110 452.000.000 22. sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000.000 20. pemasaran lembar 350.000.000 F. Penghitungan Tarif Tetap (TT) per fungsi diperoleh dari : Total Biaya yang perfungsi TT = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100% sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000 20.000 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.087. pemasaran lembar 345.000.000 20. 765.040. penjualan Rp.000 F.000 1.040. langganan m3 20.000 570.065.000 1.000 20.786 342.000 20.000.000 20. adm. penagihan kali 4 4 4 4 F.000 20.085. 2004. penjualan Rp. 750.000 20.000.000 975. 16.000 825.6 KAPASITAS NORMAL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS NORMAL 2001 2002 2003 2004 F.468 567.000 19.000.095.000.000 25.250.000.00. Anggaran Fleksibel Tabel Kapasitas Sesungguhnya.000.000 26.000 F. teknik m3 20.410 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.055.000. TABEL III. promosi Rp.025. 2004.055.000. Penghitungan Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari : 71 Total Biaya variabel perfungsi TV = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100%.000 950.000 20.000 20.250.000.000.

00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.100 36.184.040.455. adm.410 TARIP BIAYA TETAP 1. adm.88 1. F.065.000 20.82 2.459.70 5.34 1.699.000 25. langganan 39.777.777. F.000.000.58/lbr 345.929.43 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.750 7.530. Total Biaya Tetap Setiap Fungsi 72 TT = Kapasitas Normal a.000 18.00 = Rp 39.000 18.000 5.00 / m3 20.040.000.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.800 18.582.000 3.040. penagihan 4 4 4 4 6.000 18.424.880.00 . langganan 20.666.58 45.000 950.000 20. penjualan 3.600.114.80 4. penjualan 23.786 lembar b.756.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 143.000 20. F.00 Fungsi Adm.279.699.756.775 9. F. teknik 20.087.000.000. adm. penagihan 6. F.87 32.70 % Rp 15. F.000 54.820.000 4.000 6.880 15. F.000. Tarif Biaya Tetap Tahun 2002 Rp 23.000 2. penagihan 25.280.786 342.00 = Rp 6. F.00 = Rp 1.17 3.065.132.882.468 567.000.685. promosi 21.000. pemasaran 13.320 23.685.000 29. F.000.000. Pemasaran = x Rp 1. promosi 143.000 m3 Rp 39.000 31.087.000.000. F. 2004.100.000 lt Rp 25.756.569.280 39. F. F.424.446.145.90 3.71 2.000 4.100 30. F.500 6.775 / kali 4 kali Rp 13.402.000 1. pemasaran 345. F.775 7.51 / m3 20.555.929.200 36.000 20. langganan 2 1.820 26. Tarif Biaya Tetap Tahun 2001 Rp 21.929.000.000 5.358.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.55 39. F.51 1.000.000 17.00 Rp 30.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3. penjualan 750.321.73 1.17 % Rp 750. teknik 30. teknik 1.99 2.000 30.76 1.000.000 22.980.00 Rp 23.000 3.555. F. F.000 800.000 2.000 20.09 132.65 121.110 452.620 35.000 KAPASITAS NORMAL 1. pemasaran 39.70 132.000. F. promosi 15.877.000 20.280 54.00 = Rp 2.600 34.000.1.000.320.145.

82 % Rp 25.00 = Rp 1.000.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.065.459.88 % Rp 950.000.71 / m3 20.00 Fungsi Adm.569.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 Rp 26.279.980.100.09 % Rp 18.00 Rp 34.000.455.00 = Rp 45.76 / m3 20.00 = Rp 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.000.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 121.000.00 Fungsi Adm.666.000 lt Rp 30. Tarif Biaya Tetap Tahun 2004 Rp 30.200.040.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1. Pemasaran = x Rp 1.000.000.00 Rp 17.000.34 % Rp 800.00 = Rp 9.000.00 Rp 18.00 Rp 35.Fungsi Promosi = x 100 % = 132.000.000 lt Rp 36.000.877.90 % .750 / kali 4 kali Rp 18.00 = Rp 2.468 lembar d.775 / kali 4 kali 73 Rp 15.000.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 132.00 = Rp 39. Tarif Biaya Tetap Tahun 2003 Rp 29.000.040.00 = Rp 7.000.756.800.65 % Rp 22.358.73 / m3 20.000.446.000.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.040.110 lembar c.000 m3 Rp 39. Pemasaran = x Rp 1.00 = Rp 1.114.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.000 m3 Rp 54.55 / lbr 342.87 / lbr 452.184.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.065.000.280.620.929.000.582.99 / m3 20.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.

000 1. penjualan 18.000.68 9.882.000 1. F.9 PERHITUNGAN TARIP BIAYA VARIABEL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 TAHUN NO.000 4.000.087. langganan 20. VARIABEL 1.087.040. F.73 3.000 29.000 40.410 TARIP B. penagihan 4 4 4 4 6.000 20. F.51 3.000 2. Tarif Biaya Variabel Tahun 2001 .000.49 2.132.000 8.00 = Rp 32.504. penjualan 2.000 2.000.800.000 5.786 342.000 22.153.402.734.00 = Rp 1.400. promosi 1. F.000 37.000 lt Rp 31. F.500 / kali 4 kali 74 Rp 18.000. F.Rp 1.643.15 0. penagihan 1.000 m3 Rp 54.000 38. adm.522.000 2. F.000 Rp 36. F.000.000 1.680.000 2. 2004.000.065.33 11.000 18.321.000. teknik 34.000. VARIABEL 1. Pemasaran = x Rp 1. adm.087. langganan 0.000 20.60 2.44 3.110 452.000 4.000 7. KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 B.000 2. pemasaran 345.73 1. F.939.000.85 2 1.000 2. teknik 20.91 4.12 3.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.275.283.000 KAPASITAS NORMAL 1.000.00 = Rp 7. F. F. pemasaran 1.14 0.000 31.350.13 3. penjualan 750. promosi 15. Total Biaya Variabel Setiap Fungsi TT = Kapasitas Normal a.087.953.70 / m3 20.164.000 1.000 27. F.010.78 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.762. adm. F.000 800. teknik 1.734.000.000 2.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000 3.050.577. penagihan 7.14 0.500 6.000. F.580.16 5.000.065. promosi 12.000.000 3.000 6.000.80 / m3 20.000 2. pemasaran 4.000 3.040.087.00 = Rp 2.850. langganan 2.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 20. F.756.000 20.350.530.000 5.370.000.40 3.000 25. F.126.000 950.000 20.000 8.501.000.000 2. F.468 567. F.00 Fungsi Adm.11 10.500 1.43 / lbr 567.410 lembar TABEL III.000 20.

Tarif Biaya Variabel Tahun 2002 Rp 2.98 KS x TV 197.000.145.000 m3 Rp 2.00 Fungsi Adm.000 1.500 / kali 4 kali Rp 1.280.962.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 11.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.556.00 = Rp 0.00 Rp 37.187.600 42.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.000 20.000.880 Sumber : Data yang diolah.000 20.51 2 6.820 30.000.70 3.00 76 .540.17 1. variabel (TV) 12.405.685.000.000.000.280 32.000.00 75 Rp 34.000 750.000 20.51 % Rp 750.10 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2001 eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.522.685.680.100 16.320 42. 23.920.775 39.000 Total B.51 1.555.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 2.00 Rp 27. variabel 1.000.275 43.40 Total tarif 156.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 12.000 765.000 7.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.850.734.00 = Rp 4.820 64.010.424.734. B.68 3.207.000.000 4 345.663.03 5.000 20.000 2.14 1.000.000.000.880 B.929.000 35.100 13.11 % Rp 18.522.762.000 34.000.858.00 Rp 18.501.500 2.280 25.000 18.14 8.000 7. tetap (TT) 143.786 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.150.600 39.706.320 23.73 0.835.24 2.000.000.000.44 % Rp 800.100 15.762.Rp 1.756.500 4.800.498.000.000 1.000.73 / m3 20.250.786 Kpst sesungguhnya (KS) 16. b.850.050.000.000.320 1.100 45.00 = Rp 1.58 Tarif B. Pemasaran = x Rp 1.000.032.280 39.050.000 4 350.33 % Rp 15.33 2. tetap 21.800.749.747.880 Kpst normal (KN) 15.050.000 1.000 Anggaran fleksibel 220.00 = Rp 1.000.699.799. adalah : TABEL III.000.000.17 / m3 20.000 Tarif B.250.820 99.000 lt Rp 7.680.000.825.40/lbr 345.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000.

055.000.162.44 1.953.00 = Rp 0.000 m3 77 Rp 2.78 3.000.00 Rp 40.700 7.000.775 45.68 % Rp 22.778.370 45.000 20.00 = Rp 0.14 1.000.000. variabel 2.000 3.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 825.040.777.13 11.010.000 2.040.857.090.280 44.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.305.00 / m3 20.11 3.459.000 20.504.15 / m3 20. c. Tarif Biaya Variabel Tahun 2003 Rp 2.164.000.110 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.00 = Rp 1.000 lt Rp 7.000 2.34 1. adalah : TABEL III.350.000 Total B.101.00 = Rp 3.000 37.867.756.000.85 0.00 .501.000 4 350.500 Sumber : Data yang diolah.929.582.000 37.000 lt Rp 8.750 2.110 Kpst sesungguhnya (KS) 19.892.777.14 / m3 20.838.09 3.756. B.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 10.065.000 34.756.676.663.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3. Pemasaran = x Rp 1.000.28 KS x TV 211.000 27.58 2.000 20.643. 25.053.00 = Rp 2.11 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2002 etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.000.620 39.000.000 4 342.000 m3 Rp 2.00 Rp 29.20 6.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000.000 / kali 4 kali Rp 1.114.000 B.000.000 / kali 4 kali Rp 1.620 42.000 108.99 9.000 2.00 = Rp 1.000 800.Fungsi Teknik = x Rp 1.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.257.065.000.040.000 20.734.000.000 Tarif B.275.000.000 71.500 Anggaran fleksibel 236.000. variabel (TV) 11.939. tetap 23.807.12 % Rp 950.000 Kpst normal (KN) 18.000. tetap (TT) 132.470.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.666.257.000 1.275.577.55 Tarif B.73 Total tarif 143.000.73 1.040.100 16.775 49.734.756.126.73 / lbr 342.980 51.85 / m3 20.939.000 1.00 Fungsi Adm.000.100 18.971.00 = Rp 2.215.055.000 7.000 54.280 36.100 15.000 26.

Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 3,49 / lbr 452.468 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.12 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2003
etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 29.184.000 17.877.800 35.358.200 54.446.000 30.279.000 18.040.000 B. variabel 2.350.000 29.643.000 40.164.000 2.953.000 8.504.000 1.577.000 Total B. 31.534.000 47.520.800 75.522.200 57.399.000 38.783.000 19.617.000 Kpst normal (KN) 22.000.000 950.000.000 20.065.000 20.065.000 4 452.468 Kpst sesungguhnya (KS) 22.500.000 975.000.000 20.085.000 20.085.000 4 500.000 Tarif B. tetap (TT) 132,65 1,88 1,76 2,71 7.569.750 39,87 Tarif B. variabel (TV) 10,68 3,12 2 0,15 2.126.000 3,49 Total tarif 143,33 5 3,76 2,86 9.695.750 43,36 KS x TV 240.300.000 3.042.000.000 40.170.000 3.012.750 8.504.000 1.745.000 Anggaran fleksibel 271.834.000 3.089.520.800 115.692.200 60.411.750 47.287.000 21.362.000

Sumber : Data yang diolah. d. Tarif Biaya Variabel Tahun 2004 Rp 2.400.000,00 Fungsi Promosi = x 100 % = 9,60 % Rp 25.000.000,00 Rp 31.283.000,00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3,13 % Rp 1.000.000.000 Rp 38.370.000,00 Fungsi Teknik = x Rp 1,00 = Rp 1,90 / m3 20.087.000 m3 78 Rp 3.153.000,00 Fungsi Langganan = x Rp 1,00 = Rp 0,16 / m3 20.087.000 lt Rp 8.350.000,00 Fungsi Penagihan = x Rp 1,00 = Rp 2.087.500 / kali 4 kali Rp 1.580.000,00 Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 2,78 / lbr 567.410 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.13 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2004
eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 30.455.000 18.980.000 36.132.000 54.321.000 31.530.000 18.402.000

B. variabel 2.400.000 31.283.000 38.370.000 3.153.000 8.350.000 1.580.000 Total B. 32.855.000 50.263.000 74.502.000 57.474.000 39.880.000 19.982.000 Kpst normal (KN) 25.000.000 1.000.000.000 20.087.000 20.087.000 4 567.410 Kpst sesungguhnya (KS) 26.000.000 1.025.000.000 20.095.000 20.095.000 4 570.000 Tarif B. tetap (TT) 121,82 1,90 1,80 2,70 7.882.500 32,43 Tarif B. variabel (TV) 9,60 3,13 1,91 0,16 2.087.500 2,78 Total tarif 131,42 5,03 3,71 2,86 9.970.000 35,21 KS x TV 249.600.000 3.208.250.000 38.381.450 3.215.200 8.350.000 1.584.600 Anggaran fleksibel 282.455.000 3.258.513.000 112.883.450 60.689.200 48.230.000 21.566.600

Sumber : Data yang diolah. 2. Menyusun Biaya Pemasaran Sesungguhnya Dengan menyusun biaya pemasaran sesungguhnya dan distribusi biaya pemasaran sesungguhnya dapat diketahui berapa biaya pemasaran sesungguhnya disusun oleh PDAM Sragen seperti terlihat pada tabel III.2 sampai tabel III.5, yang kemudian dikelompokkan dan didistribusikan ke setiap fungsi pemasaran dengan langkah-langkah yang sama dengan pengelompokkan dan pendistribusian anggaran biaya pemasaran. Distribusi 79 biaya pemasaran sesungguhnya dapat dilihat pada tabel III.14 sampaidengan III.17. TABEL III.14 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 13.725.000 21.375.000 26.712.000 18.245.000 9.450.000 16.235.000 2. Suplais kantor V 2.050.000 1.770.000 2.295.000 1.425.000 1.934.000 2.030.000 3. B promosi T 6.225.000 - - - - 4. Insentif V - 17.025.000 - - - 5. B listrik V - 5.230.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 20.973.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 6.175.000 8. B sambungan V - - - - - 12.750.000 9. B penagihan V - - - 6.408.000 - Jumlah 22.000.000 45.400.000 29.007.000 26.078.000 11.384.000 58.163.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.052.842 1.051.512 3.191.512 1.978.842 1.523.780 2.121.512 2. Gaji manajer & staf T 836.139 838.363 2.906.166 2.699.166 1.449.000 1.871.166 3. B asuransi T 1.423.980 2.018.855 2.097.655 1.892.255 1.765.655 2.057.255 4. B penyusutan T 1.311.720 1.311.220 5.246.880 1.093.100 874.480 6.558.600 Jumlah 4.624.681 5.219.950 13.442.213 7.663.363 5.612.915 12.608.533 Jumlah B Sesungguhnya 26.624.681 50.619.950 42.449.213 33.741.363 16.996.915 70.771.533

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

TABEL III.15 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002

Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 121.111.000 14.200.000 16.235.000 26.712.000 31.800.000 21.640.000 2. Suplais kantor V 11.610.000 2.075.000 2.030.000 2.295.000 2.251.000 1.750.000 3. B promosi T 8.915.000 8.915.000 - - - 4. Insentif V 17.626.000 - - - - 17.626.000 5. B listrik V 6.675.000 - - - - 6.675.000 6. B produksi V 20.973.000 - 20.973.000 - - 7. B transmisi & distribusi V 6.175.000 - 6.175.000 - - 8. B sambungan V 7.000.000 - 7.000.000 - - 9. B penagihan V 5.800.000 - - - 5.800.000 Jumlah 205.885.000 25.190.000 52.413.000 29.007.000 39.851.000 47.691.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 11.300.000 1.117.842 2.184.512 3.254.512 2.041.842 1.114.512

80
2. Gaji manajer & staf T 11.280.000 949.139 1.984.166 3.019.166 2.812.166 953.363 3. B asuransi T 10.280.000 1.428.040 2.061.312 2.101.712 1.896.312 2.022.912 4. B penyusutan T 19.725.000 1.926.998 7.113.600 5.801.880 1.949.490 2.058.552 Jumlah 52.585.000 5.422.019 13.343.590 14.177.270 8.699.810 6.149.339 Jumlah B Sesungguhnya 258.470.000 30.612.019 65.756.590 43.184.270 48.550.810 53.840.339

TABEL III.16 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 16.870.000 23.340.000 37.658.000 20.810.000 12.880.000 23.340.000 2. Suplais kantor V 2.480.000 19.025.000 2.351.000 2.125.000 1.140.000 1.050.000 3. B promosi T 9.354.000 - - - - 4. Insentif V - 1.050.000 - - - 5. B listrik V - 8.475.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 19.025.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 8.475.000 8. B sambungan V - - - - - 8.000.000 9. B penagihan V - - - 6.854.000 - Jumlah 28.704.000 51.890.000 40.009.000 29.789.000 14.020.000 59.890.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.539.842 1.736.512 3.437.512 1.470.842 1.808.780 2.406.512 2. Gaji manajer & staf T 1.189.139 1.189.363 3.255.166 3.048.166 1.798.000 2.220.166 3. B asuransi T 1.431.540 2.026.212 2.105.012 1.899.612 1.773.012 2.064.612 4. B penyusutan T 2.114.498 2.246.052 5.989.380 2.136.990 1.061.980 7.301.100 Jumlah 6.275.019 7.198.139 14.787.070 8.555.610 6.441.772 13.992.390 Jumlah B Sesungguhnya 34.979.019 59.088.139 54.796.070 38.344.610 20.461.772 73.882.390

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

786. Sifat selisih : Jika BS > AFKS. Selisih Kapasitas = (KN ± KS) TT atau AFKS ± Biaya Standar.612 1.380 2.255.622.512 2.018.350.589. B produksi V .810.000 2. Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya.000 3.166 3.765.000 38.520.370.) Penjualan (Rp.021.255.000 9.. g.000 1.. B promosi T 9.000 46.487.000 .209.019 54..139 1.070 8.498 2.780 2.019 7.400.000.012 1..166 1.215.005. e. B ksjhtrn karyawan T 1. Sifat selisih: Jika BS < AFKS.000 2.212 2.161.9.100 Jumlah 6.035. Biaya sesungguhnya per fungsi b.340..012 2.535.390 Jumlah B Sesungguhnya 35.. Biaya Variabel dianggarkan = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel.TABEL III.858.000 20.390.612 4.158..052 6.139 14.5.000 21.012. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara total tarif dengan kapasitas sesungguhnya.815..338. Selisih Anggaran = Biaya Sesungguhnya (BS) ± AFKS.) Adm (Rp.000 19. 4.) BL FUNGSI 1. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya 3..000 BTL FUNGSI 1... B listrik V .836.097.063..166 81 3.187.512 3.842 1. Gaji manajer & staf T 1.798.421.170. Analisis Selisih Biaya Pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : a.4.512 1.610 20. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS.1.6. Suplais kantor V 2.20.772 71. Total biaya tetap per minggu c.700.070 38.300.000 .6.) Teknik (Rp.000 41.610 6.182.508.842 1.390 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.056.139. B asuransi T 1..000 3. selisih anggaran bersifat menguntungkan. B transmisi & distribusi V .000 8..Jumlah 29.000 7. Gaji karyawan T 17.908.363 3.000 1.8.000 2.) Langganan (Rp.340.000 57.891.000 14..025.. Biaya Standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total f.540 2.456. Insentif V ..772 14.. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan . d..000 .275.9.179.000 13.990 1.) Penagihan (Rp.271.086..960.000 29. B penyusutan T 2.139 56.854. B penagihan V .000 15.048.014.000 .000.051.708.980 7.326.150..500. B sambungan V .17 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.400.

000 2. B promosi T 6.000 11.000 83 3.000 134.000 276.475.000 28.000 9.275.600.885. Keterangan : T = Biaya Tetap.025.000 20.700. selisih anggaran bersifat menguntungkan.043. B penyusutan T 16.000 6. B penagihan V 6.300.000 11.973.000 7.) 2004 (Rp.000 21.025.000 5.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.850.050.000.396.675.000 1.250. Dari rumus di atas dibuat perhitungan dan tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antara masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%. 82 h.000 258.585.000 9.000 205.000 2.175.742.032.000 Jumlah 192.000 10.000 8.810.744.) BL FUNGSI 1.725.000 8.000 5.000 9.973.000 Jumlah Biaya Pemasaran 239.400.000 281. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran . Dalam mencari selisih yang terjadi antara realisasi dana anggaran penulis mendasarkan pada perhitungan dari data yang dibuat oleh PDAM Sragen dengan kalkulasi penulis kemudian dibandingkan dengan anggaran yang disusun oleh oleh PDAM Sragen yang disesuaikan dengan teori yang ada dalam landasan teori (Tabel III.000. Gaji manajer & staf T 10. BTL = Biaya Tidak Langsung.171.025.552.700.000 121.000 57.000.610.000 Jumlah 47.000 219.854. Suplais kantor V 11.438.000 4.626.000 19.490.000 8.18).280.225.800. Gaji karyawan T 105.898.350.600.000.920. B ksjhtrn karyawan T 10. Total Selisih = Selisih Anggaran + Selisih kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya.175.000 4.000 12.18 REALISASI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.000 8.000 9.000 7.302.000 19.000 9.000 11. B = Biaya 5.000 8.) 2003 (Rp.408.000 1.650.000 6.000 17.000 224. B transmisi&distribusi V 6.354.915.300.000 30.000 6.000 6. B asuransi T 9.470.000 12. B listrik V 5.Jika BS > AFKS.111.000 20.250.000 12. V = Biaya Variabel: BL = Biaya Langsung. B sambungan V 12.000 11.144.700.750. Insentif V 17.000 8. TABEL III.000 3.) 2002 (Rp.504.000 52.406.475.000 BTL FUNGSI 1.000 57.641.280.000 11.000 124.300.000 12.000 20.000 6.230. B produksi V 20.

1.13 % = Rp 3.91 = Rp.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.00 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.025.33 % = Rp 197.000 m3 x Rp.40 = Rp 1.504. 0.60 % = Rp 249.208. 37.939.00 84 Fungsi Langganan = 20.00 Fungsi Teknik = 20.00 x 9.000 m3 x Rp. 2 = Rp.381.12 % = Rp 3.000.000.49 = Rp 1. Pemasaran = 350.450.055.000.00 x 10. 3. 2.000.000 x Rp.700.00 x 3.00 .00 x 2.000.00 Fungsi Teknik = 20.305.000.000.00 Fungsi Langganan = 20. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya. 40.000 Fungsi Penjualan = Rp 765. Jika besarnya selisih 5% atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih < 5%) b.00 Fungsi Langganan = 20.000.15 = Rp 3.000 m3 x Rp. Pemasaran = 500.500.00 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.250.085.750.000.000.000 = Rp 8.000 m3 x Rp.762.000.000 x Rp.000 m3 x Rp.095.000.000 = Rp 7.807.838.00 x 3.745.000.500 = Rp 7.500.11 % = Rp 211.042. Biaya Variabel Dianggarkan (BVD) = KS x TV Keterangan : KS = Kapasitas Sesungguhnya TV = Tarif Variabel Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.300. 0. 0. 3.00 Fungsi Adm.000. Jika besarnya selisih lebih besar dari 5% dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) 6. Pemasaran = 350.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.250.500.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.101.000.126.012.000.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.00 Fungsi Adm. a.000.73 = Rp 1.055.00 Fungsi Teknik = 20.835.000.600.150.Guna menilai pengendalian biaya pemasaran.000.050.000.00 Fungsi Teknik = 20.00 x 12.032. 1.00 x 3.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.280.44 % = Rp 2.000 m3 x Rp.000 m3 x Rp. 4.000. 1. 35.750.756.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.000 x Rp.000.065.000.540.090.68 % = Rp 240.00 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.73 = Rp.000.00 x 11.51 % = Rp 1.000.170. oleh PDAM Sragen menggunakan kebijakan dengan batas persentase penyimpangan sebesar 5 %.14 = Rp 2.14 = Rp 2.250.920.00 Fungsi Adm.000.000. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut.000. 38. Melakukan Analisis Terhadap Penyimpangan Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. 1.85 = Rp. 1.

799.584.962.600.300.500 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp. 18.000 = Rp.000 Fungsi Adm. Pemasaran = Rp. 16. 37.000 = Rp. 39. 18.000 Fungsi Adm.280 + Rp.000 + Rp. 3.000 Fungsi Teknik = Rp. 60. 39.807.358.411.459.883. 271. 18.555. 21.090.566.00 7.834. 25.920.000 = Rp. 2.000 x Rp.012.600 = Rp.446.200 Fungsi Penagihan = Rp.747.513.250. 3.00 Fungsi Adm.504.450 Fungsi Langganan = Rp. 197.600.000 + Rp. 31. 30.000 = Rp.042.100 Fungsi Langganan = Rp.26.800 Fungsi Teknik = Rp.880 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp.000 m3 x Rp. 30.200 = Rp.000 = Rp.000 + Rp.100 + Rp. 99. 2.1.500 = Rp 8.000 Fungsi Penjualan = Rp.362.835.000 + Rp.750 = Rp.692.200 Fungsi Langganan = Rp.350. 0.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.858.184.000 Fungsi Penjualan = Rp. 40. 2. 7.200.150. 7.892.929. 1. 39.750 Fungsi Penagihan = Rp. 249. 2.208.23.800 + Rp.78 = Rp 1.35.050.095.000 + Rp. 48. 34. 8. 29.215.100 + Rp.000 = Rp.100 Fungsi Adm.582. 1. Perhitungan Biaya Standar BS = KS x TT Keterangan : BS = Biaya Standar .000 + Rp.279.36.000 = Rp.132. 2.000 = Rp. 3.777. 45. 282.000 86 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp.000.000 Fungsi Teknik = Rp.685. 60. 1.287.280.000 = Rp.18.450 = Rp. Pemasaran = 570.381.000 = Rp. Pemasaran = Rp.699.750 = Rp. 30.838.000.756.258.000 = Rp. 1.280 + Rp. 115.100 Fungsi Adm. 36. 13.745. 2.000.320 Fungsi Penjualan = Rp. Perhitungan Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya 85 AFKS = BT + BVD Keterangan : AFKS = Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya BT = Biaya Tetap BVD = Biaya Variabel Dianggarkan Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp. 3.980 Fungsi Penagihan = Rp. 35.778.000 + Rp. 38.600 + Rp.040.756.685. 240.000 = Rp.280 Fungsi Penagihan = Rp.087. Pemasaran = Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp. 1.820 + Rp.455.145.706.402. 211.000 = Rp. 21. 54.305.000 + Rp. 45. 15.455.584.000 = Rp.350.200 + Rp.971.16 = Rp 3. 23. 236.170.000 + Rp.370 Fungsi Langganan = Rp. 8.320 + Rp.230.498. 51.000 + Rp.540.700 = Rp. 47. 3.980.032.470.500 = Rp. Pemasaran = Rp.666.101.321.530.600 8.756.17.Fungsi Langganan = 20. 220.000 + Rp.000 = Rp.000 = Rp.929.000 = Rp. 54.520. 112.000 + Rp.620 + Rp. 108.867.880 + Rp. 21.257.877.3.089.689.162.215.000 + Rp.820 Fungsi Teknik = Rp.

720.700 B.68 % = Rp 4.796.275 = Rp 32.393.187.03 % = Rp 5.28 = Rp 17.783.055.900 Fungsi Langganan = 20.000.86 = Rp 57.000 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.000 x 143.000 Fungsi Teknik = 20.000 x 143. Setelah dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat perbandingan antara realisasi dan anggaran.250.000.000 x 5.970.000 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.20 % = Rp 2.335.71 = Rp 74.500.000 x Rp 43.250.800.000 Fungsi Teknik = 20.875. Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis biaya pemasaran lihat tabel III.000 m3 x Rp 3. Pemasaran = 350.14 = Rp 43.000 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.000 x 131. Pemasaran = 350.749. Dalam hal ini telah disusun anggaran biaya pemasaran.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.000 Fungsi Teknik = 20.21 = Rp 20.053.155.000 m3 x Rp 3.000 Fungsi Langganan = 20. Pembahasan 1.000 Fungsi Adm.78 % = Rp 5.345.000 x Rp 49.000 = Rp 39.880.000.224.000 m3 x Rp 2.100 87 Fungsi Adm.680.000 m3 x Rp 3.000.085.000 m3 x Rp 3.150 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 11.925.443.248.98 = Rp 15.000 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 8.000 m3 x Rp 2.069.000 Fungsi Teknik = 20.055.000 x Rp 43.13 = Rp 42.76 = Rp 75.025.416.775 = Rp 44.KS = Kapasitas Sesunggunhnya TT = Tarif Tetap Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.42 % = Rp 3.19 sampai tabel III.496.200. sehingga hasil perbandingan antara anggaran dan realisasinya dapat dipakai sebagai analisis pengendalian biaya pemasaran.100 Fungsi Adm.100 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.22 % = Rp 3.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.000. Pemasaran = 570.552.519.36 = Rp 21.000 m3 x Rp 2.000 m3 x Rp 2.000 x 6.22 di bawah ini : TABEL III.000 Fungsi Adm.24 = Rp 65.03 % = Rp 2. yang nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan apakah pengendalian yang dilakukan oleh PDAM Sragen sudah tepat atau belum.095.593..58 = Rp 71.000.000 x 5.695.750 = Rp 38.000 x 5 % = Rp 4. Pemasaran = 500.750.471.700 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.610.095.500.000 x 156.480.215.450 Fungsi Langganan = 20.000.000 x Rp 35.717.920.19 88 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2001 .000.085.600 Fungsi Langganan = 20.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.86 = Rp 57.

00) R 3.00) R 4.631.470.889.266. Pada tahun 2001 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.00 Jumlah 255.036.00 32.00 1.631.00 R Jumlah 6.00 R 431.00 6.889.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 0 sehingga terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 11.290.998.00) R 2.998.00 L (6.000.000.610.100.676.293.000.00 .820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 35. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 6.0605.00 L (4.455. di mana AFKS > biaya standar.743.000.620.443.120. Keterangan : L = Laba.406.000.180 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 4..275.00 R 167.861.703.000.00 (1.00 (101.943.820.00 11.100.443. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.777.820.259.120. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 4. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 1.100 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.000. Langganan 43.100.100.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.280. Pemasaran 16.743. Teknik 71.320.00) R 2.000.312.00 2.920.293.797.600.00 197.520. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 11.934.880.290.000. Promosi 25.835.00) R 570. Promosi 2.720.00 65.00 (195.520 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 431.120 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 167.200.464.455.000.145.677. Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 101.066.00 2. Berdasarkan fungsinya 2001 (Tabel III.00 1.00 25.032.000. Penagihan 32.225.906. Penjualan 54.000 yang merugikan.00 7. Penjualan 4.00 2.00 L (2.500.466.820.280.720.00 1.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.178.000.677.180.066.11.21).100.764.000.065.000.767.00 221.120 yang berarti terdapat total .466.00 4.466.00) R 2.280.401.540.820.973. R = Rugi.749. Dan total selisih dapat mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.857. Langganan 42.900 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 6.929.00 30.900.100.000. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 1. Adm.749.000.280.685.00) R 5.00 23.466.640.00 39.180.000.259.699. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah 12345=3+4 1.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.906.620.934.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 (2.906.050.00 6.100.335.00 1.820.640.887.00 L 1.498.Fungsi B.720.500.720 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 671.100.756.393.00 2. Penagihan 44.000.00 L (671.00 15.620.000.000.000.00 5.150.275.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 570.00 156.180.663.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.345.215.00 3. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi 89 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 195.000.312. Maka dapat diketahui pada tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6. Adm.00 6.00 R 4.756.406 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.000.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.00 L 6.496. Teknik 65.401.880.00 42..163.498.500.480. Pemasaran 15.00 23.00 13.820.

sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.. Langganan 42.000.20 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2002 Fungsi B.00) R 2.370.765.090.490.00 L (5.950. Selisih yang tidak menguntungkan ini karena kondisi perusahaan yang masih baru juga karena keadaan perekonomian yang pada umumnya memburuk.735.620.234.00 L (2.000.00 7.728. Untuk selisih yang terjadi pada tahun 2001 (tabel III.000.00 2. Penagihan 44..00 (73. Teknik 71.539.00 3.00) R (19.765.695.530. yang berarti pada fungsi penagihan tidak mengalami keuntungan dan kerugian.215.900.00 6.810. Hal ini berpengaruh juga pada oleh PDAM Sragen.593. 0.796.00 3.00 71.00 42.464.864. Pemasaran 17.248.266.539.00 (30.00 2.00) R 4.00 .838. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.500.000.000.. Promosi 25.500.280.00 44. R = Rugi.857.870.215.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.000.000.234.000.00 36.870.150.00) R 5.00 (91.830.00 234.023.822.933.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.756.455.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.100.530. Teknik 71.00) R 360.100.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.019. Berdasarkan fungsinya promosi tahun 2002 (tabel III.485.867.499. Promosi 2.00 2.620. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 30.00 39. 90 2.00 2.090.215.777.666.00 Jumlah 255.750 yang berarti terdapat total selisih merugikan.101.700.00 4.00) R 2.500 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 360. tetapi penggunaan biaya pemasaran pada tahun 2001 sudah tepat.000.000.00 15.00 1.000.000.00) R 28.100.305.807.950. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran sebesar Rp 91.000.728.20).037.663. Penjualan 5.736.00) R 3.277.000.00) R Jumlah 8.676.695.239.500 yang berarti .777.000. Pemasaran 16.00 L (8. Keterangan : L = Laba.00 L (391.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.000.810.00) R 5.500.200..00 16.500.6.000. TABEL III.800.784.280.150.735. selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 28.700.750.000.500.280.090.459. Pada fungsi penagihan pada selisih anggaran dan selisih kapasitas sevesar Rp.485.000.750.980.00 211.00 5. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 209.000.00 37.00 26.000.700 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 19.000.098.933.00) R (53.000.000.150.00 3.720.060.00) R 2.887.menguntungkan sebesar Rp 1.929.179.21) ada fungsi mengalami selisih menguntungkan dan merugikan.023.00 (3.950.00 34.00 177.499.215.100.275.000 yang berarti terdapat total selisih mengalami rugi sebesar Rp 5.00 L (120.000.00 23.768.00 (209. Langganan 42.000.830 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 53.00 (2.582. Penjualan 54.234. Adm.717. Adm.000. 91 Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 73. Penagihan 44.

783.150.500.00 8.800.042.060.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.00 (59.000.369.019.00 269.545.731.000. Teknik 71.800.(5.000.000.100.593.248.000.300..000. Penagihan 44.00) R 2.00 18.00) R 4.00 1.534.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Langganan 42.00) R 2.00 L (8.000.750.522. Penjualan 5.00 6.455.000.037.750.000.000.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 3.750. R = Rugi.00 L 4. Teknik 75.00 57.750.000.00) 6.00 3.717.540.00 .00) R 3.950.490.200 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.689. Dari total selisih kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.00) R (14.000.00 3. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 6. sedangkan pada fungsi penjualan 92 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.000. TABEL III.00 3.279.520.725.000.000. Langganan 57.185.170.250.00 .000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.150.432.000.000.012.877.234.000.150. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.100.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.731.877.00) R (2.000.040.969.689.00 29.000.00 (237.000.terdapat total merugikan sebesar Rp 391. Adm.000.184.00 54.266.00 5.750.00) R 14.916. Berdasarkan fungsinya 2003.785.00 30.00) R (3.376. Pemasaran 19.5.725.00) R 3.720.00 4.000.00 L 5.800.617.357.622.358.000.300.300.00 L (2.000.335.745.00 75.784.200.900.200 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 5.300.215.00 19.796.00 38. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.950. Pada tahun 2002 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.00 185.533.21 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2003 Fungsi B. Penagihan 38.012.950 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.215.000.00 (3.681.979.00 17.000.098.00 Jumlah 270.00) R 2.219.266.446.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar.600.822.504.520. Penjualan 47.357.533.528. 3.000.800.300 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 3.00 L (5.00) R 2.00 35.012.741.200.537.901.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.00 240. Adm.00 (3.00 L Jumlah 8.277.000.00 3.750.451.200.399.00 3.00 2.731.000.400.622. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi sebesar Rp 8.545. Pada fungsi langganan terdapat . maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 237.316.00 3.200 yang merugikan.979. Promosi 31.458. Pemasaran 17.000. di mana AFKS > biaya standar.00 (168.200. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.00 (6. Keterangan : L = Laba.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.484.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.850.000.316.00 40.100.451. Promosi 2.783.059.360.432.200.

000.100 sehingga terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 5.600 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 14.000.000.000.150.000.734.687.980.201.200.450.000.000.750 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 14.900.00 5.00 L (8.250.800.600.00 (3. karena pada tahun ini perusahaan sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan biaya sesungguhnya lebih rendah daripada anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan.00 189.000.450.850.741.321.855.530.956.424.600. Keterangan : L = Laba.000.350.00 19.502. Promosi 2.945.00 (11.000.000.000.681. Penagihan 44.00 3.00) R 2.000.335.100.075.000.00 (247.880.369.00) R 2.986.00 L (5.880.584. TABEL III.321.00 36.850. Langganan 57.00) R 6.200.537.250.738.000.00 3.745.00 249.432.500.150.00 18. Pemasaran 17.176.756.550.000. Pada dasarnya pengendalian biaya pemasaran pada tahun 2003 sudah tepat.000.000 yang berarti 93 terdapat total menguntungkan sebesar Rp 2.00 L Jumlah 8.270.00 3.440. Promosi 32.00 3.820.050.00 31.000.237.600.699.000.200.00 (4. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. yaitu dengan cara pemberian produk pada konsumen.245.381..00 L 4. Dalam hal ini PDAM Sragen 94 tidak menggunakan media cetak maupun elektronik untuk menunjang keberhasilan promosi.00 2.000.00 3.00 6.208.335.455. Penjualan 50.791.100.982.536.716.00 54.000.100.000.000.543.00) R 2.00 L 5.selisih anggaran merugikan sebesar Rp 59.00 18.432. Teknik 74.215.796.248.00 39.22 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2004 Fungsi B.000.490.132.200.366.000.717.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih Biaya Pemasaran 167=2-58=6-59=6±7 1.000.055.720. Hal ini membawa dampak positif bagi perusahaan.215.00) R 4.000.00) R 3. Adm.250.250. Teknik 71.900. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 0 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.600.00 .00 (62.100.474.00 Jumlah 274.4.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 2.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.819.000.000. Secara keseluruhan total selisih yang terjadi pada fungsi promosi mengalami kerugian.000. 4.00 1.230. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 168.593.705.00 280. Penjualan 5.00) R 2.00 3.00 (3.509.967.215.100.00 L (2. Promosi yang dilakukan oleh PDAM Sragen secara langsung ke konsumen.450.00) R (2.00 8.00) R (2.277.600. . Penagihan 39. Adm.00 57.263.513.00 74. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya sesungguhnya 12345=3+4 1. Pemasaran 19.00) R 2. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil.00 L (4.00) R 14.00) R (14. R = Rugi.00 4. Kerugian yang dialami oleh fungsi promosi selama empat tahun berturut-turut ini disebabkan karena kesalahan perusahaan dalam memilih media untuk melakukan promosi.227.381. Langganan 42.000.00 38.150.402.00 30.

797.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3. Faktor internal antara lain disebabkan karena kurangnya petugas dalam memberilan pelayanan kepada pelanggan.060. Kesimpulan Setelah diadakan analisis terhadap data biaya pemasaran yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum Sragen maka hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.822.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar. ini menyebabkan rasa tidak pusa pelanggan terhadap perusahaan. 5. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Hal ini menandakan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Sragen belum maksimal. 4.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. 2.881. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. .455. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi 96 sebesar Rp 8.Untuk fungsi penjualan selama empat tahun mengalami kerugian.998. Pada tahun 2001 sampai tahun 2004 telah terjadi total selisih merugikan. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi tidak menguntungkan.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.208.312. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan.234. Fungsi langganan selama dua tahun berturut-turut mengalami kerugian (tahun 2001 dan 2002).000.00 dengan biaya standar sebesar Rp 284.641. 95 BAB IV PENUTUP A. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.50 yang diakibatkan karena adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 304.445.658. 3. Analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2000 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 18.455. Fungsi teknik mengalami keuntungan kecuali pada tahun 2002.50 di mana biaya sesungguhnya lebih besar daripada biaya standar.098.743. hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah perbaikan pada sambungan pipa air dan bertambahnya jumlah transmisi. hal ini disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan. Tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan.

BPFE ± UGM (Edisi 4)Yogyakarta. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. PT. Pimpinan perusahaan seyogyanya bekerjasama dengan karyawan untuk menyusun dalam memproduksi produk yang dihasilkan berdasarkan fungsi-fungsinya. Stanton. 1997. Perreault. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. 1999. Jakarta. BPFE . . Kotler. E. Jakarta. Akuntansi. 97 2. Dasar-Dasar Pemasaran. William. Yogyakarta. 1993. Jakarta. Jakarta. Handoko. Jilid 1). Akuntansi Biaya. Saran Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan maka penulis mencoba untuk memberikan saran sebagai berikut : 1. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Erlangga (Jilid 2. Akuntansi Biaya.sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. M. Manajemen Pemasaran. Konsep. Carthy. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. 2000. Jakarta. 5. Prenhallindo. Erlangga (Edisi 5. 6. __________. Akuntansi Manajemen. Supriyono. 1991. __________. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan. Manfaat dan Rekayasa. Mursid.. 1992. Erlangga. D. Yogyakarta. Perencanaan dan Pengendalian. STIE YKPN. Prinsip Pemasaran. Diharapkan di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji tiap-tiap unit kegiatan sesuai dengan fungsi secara intensif dan disejajarkan dengan penyusunan angggaran yang berjalan. Akuntansi Manajemen. Akuntansi Manajemen. 1991. B.A. Jerome. Erlangga. Erlangga. Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan . _________. 1997. (Edisi 1). Jakarta. R. Manajemen Pemasaran Analisis. Philip. Perencanaan dan Pengendalian. Jr. Edisi 8). Matz-Usry. Mulyadi. 98 DAFTAR PUSTAKA Gudono.UGM. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. Yogyakarta. Mc. 1990. William J. P. Jakarta. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini perusahaan sudah membuat anggaran untuk kegiatan sesuai dengan fungsi-fungsinya secara baik. Manajemen Pemasaran. 1991. 1993. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. Bumi Aksara. 1996. STIE YKPN (Edisi 2).

: BPFE ± UGM. 1993. perencanaan dan pengendalian Biaya Serta Data Relevan Dalam Pengambilan Keputusan. Controller. Campbell. Akuntansi Biaya. Jakarta. Wilson. _________. BPFE ± UGM (Edisi 2) Yogyakarta. Yogyakarta. 1991. James D & John B.Proses Perencanaan. 99 100 . Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful