ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DAERAH (PDAM) SRAGEN

Oleh : LAKSANA AMBAR KUSUMA NIM. 200814008

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRAGEN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dalam berproduksi mengakibatkan produk dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Hal ini menimbulkan masalah bagaimana menyalurkan produk tersebut ke tangan konsumen. Untuk mewujudkannya perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran yang memerlukan berbagai macam biaya pemasaran. Semakin meningkatnya persaingan memperebutkan pasar mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan produk semakin besar porsinya dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu diperlukan informasi yang bermanfaat untuk mengarahkan usaha pemasaran. Krisis moneter yang melanda Indonesia, diwarnai dengan terbukanya wajah asli perusahaan-perusahaan yang selama ini dianggap tangguh mengalami kebangkrutan. Sementara itu, tuntutan dari pelanggan, ketatnya persaingan usaha dan perubahan teknologi yang sangat cepat, memberikan tekanan bagi manajemen untuk mengusahakan terobosan dan tindakan proaktif dalam mempertahankan dan memajukan usahanya. Padahal usaha untuk melakukan efisiensi, diversifikasi produk, pemanfaatan media dan terobosan lain terbentur pada kendala rendahnya daya beli masyarakat pada saat ini.

Di tengah keadaan yang serba tidak menguntungkan ini manajemen perusahan berupaya untuk selalu mencermati pos-pos pengeluaran sehingga mencapai titik yang efisien, sekaligus memaksimalkan pengendalian untuk menentukan efektivitas. Dalam suatu perusahaan, terdapat pos-pos pengeluaran yang dapat diusahakan untuk ditiadakan atau dikurangi dalam kurun waktu tertentu dan ada pula yang harus tetap diadakan. Salah satu pos pengeluaran yang tetap harus diadakan perusahaan adalah biaya pemasaran. Meskipun dalam kondisi krisis perusahaan dituntut tetap mengalokasikan dan untuk aktivitas pemasaran sehingga tidak terganggu, sebab pemasaran memegang peranan yang sangat besar untuk menunjukkan eksisten usaha. Adanya biaya dapat dikendalikan yaitu keluarannya dapat langsung dihubungkan dengan penjualan (Enginereed Cost) merupakan elemen biaya dimana jumah biaya yang seharusnya diperkirakan dengan tingkat relibilitas yang reasonable, maupun biaya yang tidak terukur yang keluarannya sulit dihubungkan dengan penjualan (Discretionery Cost) merupakan elemen biaya dimana jumlah biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan tergantung pada pertimbangan manajemen, memerlukan pengakuan yang sangat cermat dari pihak manajemen apabila akan mengadakan pengendalian biaya pemasaran. Pengendalian biaya pemasaran menjadi penting dalam hubungannya dengan engineered cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, sedangkan yang termasuk dalam discretionnery cost adalah biaya-biaya

meskipun pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi. menyebabkan manajemen perlu terus mengadakan evaluasi terhadap pengendalian yang selama ini dilaksanakan.yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran. Kenyataan bahwa pemasaran tetap harus dikeluarkan. . Bertitik tolak dari uraian diatas. administrasi. maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul : ANALISIS BIAYA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN. C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien. Manfaat dilakukannya evaluasi adalah memberikan masukan bagi manajemen tentang proses pengendalian yang selama ini dilakukan. B. adalah sebagai berikut : ³Apakah analisis biaya pemasaran yang diterapkan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen sudah dilakukan secara efisien ?´. penelitian dan pengembangan. kompleknya komponen yang ada pada pusat biaya pemasaran. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan permasalahannya.

D. 2. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Menurut beberapa ahli pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan. Tinjauan Pustaka 1. untuk berkembang dan mendapatkan laba. sehingga bisa melakukan penyempurnaan jika ada penyimpangan antara biaya pemasaran dan realisasinya. mempromosikan dan mendistribusikan . menentukan harga. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi manajer pemasaran sebagai bahan pertimbangan di dalam penyusunan biaya pemasaran. tetapi juga harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Penulis Merupakan sarana dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam praktek atau kenyataan yang ada dalam perusahaan. Kegiatan pemasaran tidak hanya terdiri dari kegiatan menyampaikan produk ke tangan konsumen. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terlibat dalam usaha pemasaran.

Dengan demikian konsep pemasaran merupakan filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi´.barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial. Kegiatan pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan. penetapan harga. kegiatan perusahaan . (William J. 1997 : 8). Orientasi pada kepuasan konsumen b. Laba sebagai tujuan. Sehingga berkembang suatu pemikiran bisnis yang disebut konsep pemasaran. 1997 : 13). Sedangkan menurut Assosiasi Pemasaran Amerika. yaitu : a. menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kothler. pemasaran adalah ³proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. 1985 : 8) Definisi lain menyebutkan bahwa : Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Upaya perusahaan secara menyeluruh c. 1997 : 30). Staton. Oleh karena itu. (Philip Kothler. Ada tiga ketetapan pokok yang mendasari konsep pemasaran (Mursid. promosi serta penyaluran gagasan.

Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran Setiap pengusaha perlu memahami tugas pokoknya. Supriyono. mengarahkan pelaksanaan. Fungsi-Fungsi Pemasaran Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba yang diinginkan perusahaan. yaitu menyusun rencana. a. 1991 : 205). menganalisa dan . yaitu : (R. Fungsi penggudangan dan penyimpanan d. Dari pengertian fungsi pemasaran tersebut. kegiatan pemasaran dapat dikelompokkan menurut fungsinya. Fungsi administrasi pemasaran Penggolongan fungsi pemasaran ini bertujuan sebagai pengendalian biaya pemasaran. Fungsi penjualan c. Fungsi pengepakan dan pengiriman e. 3.harus diarahkan untuk mengetahui keinginan konsumen tersebut. yang pada dasarnya sudah tentu untuk mencapai laba perusahaan. 2. Fungsi promosi b. kemudian menilai. Fungsi pemberian kredit dan penagihan f. sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan.A.

Tanggung jawab utama kegiatan operasi penjualan adalah menjamin terjualnya hasil produksi sesuai dengan rencana. penetapan tujuan dan sasaran perusahaan. taktik program pemasaran serta besarnya anggaran dan pengawasannya (Kothler. Tujuan utama pengendalian pemasaran adalah menilai seberapa jauh tujuantujuan yang telah diputuskan telah dicapai. Suatu perusahaan pemasaran itu terdiri dari analisis situasi. serta faktor penunjang apa yang diperlukan demi kelancaran pemasaran. 1991 : 428). hambatan apa yang ditemui. penantuan strategi pemasaran. maka dalam pengendalian pemasaran dinilai apa yang telah dikerjakan dan dicapai serta jumlah biaya yang telah dikeluarkan. serta bertanggung jawab atas administrasi penjualan yang akan banyak membantu perusahaan dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk pengendalian pemasaran. Perencanaan pemasaran dapat dikatakan sebagai dasar perencanaan untuk seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan. . akan merupakan umpan balik bagi perusahaan untuk mengembangkan rencana lama atau guna menyusun rencana baru.mengendalikan. Bila dalam pemasaran ditetapkan apa yang ingin dicapai dan dikerjakan dengan biayabiaya berapa. Hasil kegiatan pengendalianyang berupa laporan-laporan seberapa jauh rencana dapat dilaksanakan serta hambatan maupun faktorfaktor penunjang pelaksanaan. Pelaksanaan secara aktif dan langsung atas rencana pemasaran yang telah disusun terutama nampak dalam kegiatan penjualan.

Biaya pemasaran meliputi semua biaya menyelenggarakan kegiatan pemasaran.4. Pengertian Biaya Pemasaran a. . (Mulyadi. yaitu biaya untuk memperoleh atau menimbulkan permintaan atau pesanan. Biaya pemasaran juga meliputi biaya penjualan di mana biaya penjualan ini sebenarnya berhubungan dengan fyngsi untuk memperoleh pesanan dan sekaligus berhubungan dengan fungsi melayani pesanan. 1991 : 529). misalanya untuk biaya-biaya yang berhubngan dengan penjual (salesmen). biaya yang digunakan di dalam departemen pemasaran. yang menyebabkan terjualnya produk yang dihasilkan. Biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mencapai atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan. Pengertian Biaya Pemasaran Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan unang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini penelitian difokuskan pada biaya pemasaran. Biaya pemasaran adalah ³semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai´. Termasuk dalam biaya untuk memperoleh pesanan antara lain biaya promosi dan adpertensi dan biaya penjualan.

Klasifikasi Biaya Pemasaran Menurut fungsinya biaya pemasaran dibagi menjadi enam. Berubahnya opengertian biaya pemasaran. Pada biaya pemasaran sulit diketahui adanya hubungan sebab akibat. hal ini disebabkan karena sering timbul selisih waktu antara sebab dengan akibat dan sulitnya sebab-akibat dihubungkan. misalnya elemen kerugian piutang (bad debt) yng semula merupakan elemen biaya administrasi dan umum. b. seringkali baru mengakibatkan kenaikan kenaikan volume penjualan pada periodeperiode berikutnya dan sulit ditentukan apakah kenaikan penjualan tersebut satu-satunya faktor yang menyebabkan adalah adanya promosi penjualan. di mana biaya tersebut timbul dari saat produk atau barang ataupun jasa dijual sampai diterimanya hasil penjualan menjadi kas. maka kerugian piutang itu merupakan elemen biaya pemasaran. Pada kenaikan biaya adpertensi dan promosi pada periode tertentu. yaitu : .Ditinjau dari segi mulai terjadinya biaya pemasaran. pengertian biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang ataupun jasa. Perlakuan tersebut amat logis karena kerugian piutang adalah risiko pemberian kredit dalam rangka menaikkan volume penjualan.

Biaya penjualan. biaya telepon. biaya contoh (cost of sample). 5). misalnya biaya pameran. Biaya pembungkusan dan pengiriman. golongan langganan. misalnya biaya perjalanan salesman. misalnya biaya bahan untukmembungkus. berdasar daerah penjualan. kerugian penghapusan piutang. bonus dan komisi. misalnya gaji karyawan bagian penagihan. golongan penjual. misalnya gaji karyawan gudang. Anggaran penjualan harus dirinci lebih lanjut berdasar produk atau barang yang dijual atau jasa yang disediakan. Biaya penggudangan. saluran distribusi dan seterusnya sesuai . Penyusunan anggaran biaya pemasaran disusun dengan mempertimbangkan adanya pengaruh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. 2). biaya sewa gudang. Penyusunan anggaran biaya pemasaran dibuat setelah anggaran penjualan disusun.1). misalnya biaya gaji karyawan bagian administrasi pemasaran. 6). 4). biaya angkut untuk produk yang dikembalikan (retur penjualan). 3). Biaya kredit dan penagihan. Biaya administrasi. pemotongan tunai. Biaya promosi.

dengan kharakteristik/sifat perusahaan. Menurut Supriyono (1991 : 206) biaya pemasaran bila dihubungkan dengan kegiatan pemasaran digolongkan menjadi : a. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. misalnya kepada fungsi pemasaran atau pusat-pusat laba tertentu di dalam usaha pemasaran. . b. Biaya Pemasaran Tidak Langsung Biaya pemasaran tidak langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya tak dapat diidentifikasikan kepada objek atau pusat biaya tertentu. Sedangkan dalam jangka panjang konsep biaya terkendalikan dan tidak terkendalikan sangat berbeda dengan konsep variabilitas biaya. Biaya Pemasaran Langsung Biaya pemasaran langsung adalah biaya pemasaran yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek tertentu. Pengolonggan biaya pemasaran terkendalikan dan tidak terkendalikan bermanfaat untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran. Dalam jangka pendek biaya terkendalikan umumnya adalah elemen biaya variabel dan biaya yang tidak terkendalikan umumnya adalah elemen biaya tetap.

Anggaran Tetap atau Anggaran Statis . 1993:448).Karena dalam jangka panjang biaya tetap dapat dikendalikan oleh tongkatan pimpinan tertentu. 1993:166-167). Dari segi penyusunan anggaran tahunan dapat digolongkan menjadi : (R. (Mulyadi. 1986:16) a.Supriyono. yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu satu tahun´. yakni uang. Angaran merupakan ³suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif. anggaran digunakan secara luas karena anggaran dinyatakan dalam satuan moneter. Biaya yang dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh wewenang yang dimiliki oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu adalah biaya kebijakan yang terdiri dari Discretionary Variabel Cost dan Discretionary Fixed Cost. Biaya ini berperilaku variabel atau tetap atas kebijakan manajemen. (Mulyadi.A. 5. sehingga dalam jangka pendek terjadinya biaya ini juga dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajemen. Anggaran Biaya Pemasaran Anggaran merupakan sarana yang paling luas digunakan bagi perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan.

Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen yang berarti bahwa para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. Anggaran perusahaan mempunyai manfaat sebagai berikut : a. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran. Anggaran Fleksibel atau Anggaran Skala Turun Naik Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan pada deret atau tingkatan kegiatan yang mungkin dicapai perusahaan untuk periode tertentu yang akan datang. Sebagai Pedoman Kinerja . Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut : (Mulyadi. 1993:490). Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Sekali disetujui. Secara berkala. b. kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan.Yaitu anggaran yang penyusunannya didasarkan keoada estimasi satu tingkatan kegiatan yang sifatnya konstan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang akan datang. anggaran hanya dapat dirubah dalam kondisi tertentu.

informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam penyusunan anggaran. sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan nanti. Anggaran biaya pemasaran merupakan alat pengendali kegiatan pemasaran.. Untuk itu diperlukan data. saling bekerja sama dengan baik untuk menuju sasaran yang ditetapkan. Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Anggaran berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang. sehingga tidak jauh berbeda dari realisasinya nanti. Sebagai Alat Pengawasan Kinerja Anggaran berfungsi pula sebagai tolak ukur. b. karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta di dalam penyusunan anggaran tersebut. Perencanaan anggaran biaya pemasaran didasarkan pada kondisi dan asumsi yang mendasari berubah maka perencanaan anggaran harus dikoreksi. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan terjamin. Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik maka taksiran-taksiran yang dimuat di dalamnya harus cukup akurat. c. .Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang.

1997 : 111). Banyak tenaga penjual mungkin mempunyai efek yang berbeda pada konsumen yang sama (Mursid. tetapi manajemen tidak dapat mengatakan apa yang akan diperbuat konsumen. maka pengendalian terhadap biaya pemasaran tetap dapat dilakukan. dimana biaya yang dibebankan itu harus dikendalikan pula setelah dianalisis oleh fungsi yang berwenang agar setiap kegiatan pemasaran tetap terjaga pada tingkat yang dianggarkan (Mursid. namun dengan analisis yang cermat. jam kerja.6. Pengendalian biaya pemasaran dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasikan beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah. jam mesin. dan produk. Penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi atau . Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya anggaran tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. 1997 : 111). Faktor psikologis dalam menjual merupakan salah satu sebab utama perbedaan antara biaya produksi dan biaya pemasaran. Meskipun terdapat banyak sekali kesulitan dalam kaitannya dengan analisis biaya pemasaran. pelanggan. Pengendalian biaya pemasaran pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang timbul. Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja.

Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel. Supriyono.maka pengendalian biaya pemasaran perlu dibantu dengan menggunakan prosedur-prosedur berikut (Mursid. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya pemasaran yang tepat adalah apabila selisih antara rencana dan realisasinya tidak melebihi dari standar pengendalian yang telah ditentukan. pelanggan. e. Agar dapat efektif sistem anggaran yang baik harus dihubungkan dengan perencanaan dan pengendalian. Departementalisasi kegiatan atau fungsi. Penetapan dasar untuk pembebanan biaya tidak langsung menurut wilayah. .penilaian prestasi dan umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang. Pengukuran atas beban langsung dan tidak langsung departemen. Pembebanan tanggung jawab untuk berbagai operasi.A. 1997 : 111) : a. perencanaan yang baik tanpa pengendalian yang efektif berakibat memboroskan dana dan waktu Sebaliknya tanpa perencanaan tidak dapat dilakukan pengendalian ke arah tujuan yang ingin dicapai (R. atau produk. d. 1991:201). Agar pengendalian biaya pemasaran dapat berjalan dengan baik . b. c.

Manfaat Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Menurut Supriyanto (1986 : 202) manfaat dengan dilakukannya pengendalian dan analisis biaya pemasaran adalah a. sehingga dapat ditetapkan sia yang bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikan oleh fungsi yang bersangkutan. b. g. Menentukan Besarnya Biaya Pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya biaya untuk setiap cara penggolongan biaya dengan relatif sama. Perencanaan dan Pengarahan Usaha Pemasaran Dengan melakukan pengendalian maka terdapat informasi yang berguna bagi manajemen untuk perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran.f. Penggunaan anggaran fleksibel dan biaya srtandar. . 7. Perbandingan beban aktual dengan beban yang dianggarkan oleh penyelia departemen yang bertanggung jawab atas pengendalian yang berkesinambungan. c. Pengawasan dan Analisis Biaya Pemasaran Dengan melakukan pengendalian dan analisis biaya pemasaran dapat diterapkan pertanggungjawaban atas terjadinya biaya pemasaran.

Langkah-langkah Dalam Pengendalian dan Analisis Biaya Pemasaran Dalam pengendalian dan analisis biaya pemasaran perlu ditempuh langkahlangkah sebagai berikut : (R. Untuk itu langkah-langkah yang ditempuh adalah : 1) Mendistribusikan setiap jenis biaya yang dianggarkan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada.A. Supriyono. Untuk biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya. 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. 1986 : 205) a. Langkah-langkah dalam penyusunan anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. Sedangkan untuk biaya . Untuk tujuan pengendalian biaya pemasaran perlu disusun anggaran fleksibel dan tarif biaya untuk setiap fungsi. 3) Mengalokasikan biaya pemasaran setiap jenis pusat laba yang merupakan usaha pemasaran.8. Menyusun Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan anggaran biaya pemasaran dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan dicapai oleh suatu perusahaan.

Dasar distribusi yang dipilih tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Dasar distribusi harus mencerminkan manfaat dari biaya yang didistribusikan.tidak langsung fungsi diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi. 1986 : 209 2) Menetapkan satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi. . 1986 : 209) : Tabel II.1 Pedoman Umum Dasar Distribusi Biaya Tidak Langsung Jenis Biaya Tidak Dasar Dsitribusi Setiap Fungsi Langsung Kesejahteraan Karyawan Jumlah karyawan setiap fungsi Asuransi Aktiva Tetap Nilai Aktiva Tetap setiap fungsi Penyusunan Bangunan Luas lantai bangunan yang digunakan setiap fungsi Telepon Frekuensi dan lamanya waktu sambungan Gaji Manajer Pemasaran Jumlah karyawan setiap fungsi Sewa Bangunan Luas lantai bangunan setiap fungsi Supriyono. Satuan pengukur jasa ini akan dipakai untuk : a) Menentukan persamaan dari anggaran fleksibel dan tarif biaya setiap fungsi. Pedoman umum dasar distribusi biaya tidak langsung. sehingga distribusinya relatif adil dan teliti. disajikan dalam tabel berikut (Supriyono. b) Dasar distribusi dapat digunakan dengan praktis sehingga cepat dilaksanakan.

b) Dasar alokasi biaya pemasaran. Pedoman umum satuan pengukur jasa yang dihasilkan oleh setiap fungsi dapat dipilih dasar distribusi seperti dalam tabel berikut (Supriyono. 1986 : 210) Tabel II. teliti dan praktis.2 Pedoman Umum Setiap Fungsi Pemasaran Satuan Pengukur Jasa . misalnya kepada setiap daerah pemasaran atau kepada setiap jenis produk. atau pusat laba yang lain secara adil.

Dalam amendistribusikan biaya ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran dianggarkan. penggudangan. yaitu ditentukan dengan cara mengalikan kapasitas sesungguhnya dengan total tarif. d. pengepakan dan pengiriman. dicatat dalam jurnal Biaya Pemasaran dan rekening Buku besar Pembantu Biaya Pemasaran. penjualan. pemberian kredit dan penagihan serta administrasi pamasaran. 2) Mendistribusikan biaya pemasaran yang sesungguhnya kepada setiap fungsi. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengendalian biaya pemasaran tidak cukup hanya dengan menentukan profitabilitas setiap pusat biaya dalam usaha pemasaran.b. Dalam hal ini tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien. c. yaitu fungsi promosi. untuk tujuan tersebut perlu mengukur . Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran ini dim aksudkan untuk mengetahui berapa biaya menurut standar. Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Langkah-langkah yang diperlukan dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya adalah sebagai berikut : 1) Atas dasar dokumen atau bukti transaksi biaya pemasaran yang sah.

maka penulis memberikan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : . Kerangka Pemikiran Untuk lebih memperjelas dan mempermudah pemahaman penelitian ini. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1) Menggolongkan biaya pemasaran sesuai dengan fungsi kegiatan pemasaran agar dapat menggambarkan tingkat pertanggungjawaban manajemen atas biaya pemasaran. Satuan pengukur tersebut akan dipakai sebagai dasar penentuan tarif standar dan menganalisa penyimpangan biaya yang terjadi. teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi.kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarif yang dianggarkan atau tarif standar. 4) Menentukan besarnya biaya dibebankan pada setiap fungsi atas dasar tarif standar. 3) Menentukan besarnya tarif standar untuk setiap fungsi. 2) Memilih dasar atau satuan pengukur yang relatif adil. F. 6) Membandingklan biaya yang dibebankan berdasar standar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi. 5) Mengumpulkan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk setiap fungsi.

Biaya Langsung Fungsi Biaya Tidak Langsung Fungsi Biaya Pemasaran GAMBAR I KERANGKA PEMIKIRAN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen dalam mencapai tujuan perusahaan yakni mendapatkan laba. Kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemasaran. pimpinan menaruh perhatian pada kegiatan pemasaran terutama adalah masalah perluasan daerah pemasaran dan penyebaran distributor dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. sering dijumpai penyimpangan dari perencanaan. Hal ini berakibat perusahaan melakukan pembelian bahan saat persediaan bahan masih menumpuk. Untuk mencapai tujuan perusahaan. Penentuan daerah pemasaran dengan memperhatikan perencanaan dengan sistem pengendalian anggaran biaya pemasaran. . juga melakukan kegiatan produksi produksi dan pemasaran. adanya kesalahan pencatatan transaksi sering tidak sama dengan fisiknya.

1991:58). 1991:56). Biaya penyusutan Biaya penyusutan adalah distribusi biaya penyusutan yang diperoleh dari hasil pembagian antara anggaran untuk biaya penyusutan dibagi jumlah luas lantai bangunan guna memenuhi fungsi promosi dan advertensi. 1991:59). Biaya langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya (Mulyanto. Biaya asuransi Biaya asuransi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk jaminan jiwa para karyawan dan jaminan perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen demi kesejahteraan bersama (Mulyanto. 4. sehingga akan diperoleh biaya penyusutan sebagai biaya pemasaran tidak langsung yang memenuhi fungsi biaya penyusutan (Mulyanto. . 2. Biaya tidak langsung fungsi Biaya langsung fungsi adalah biaya yang dapat didistribusikan secara tidak langsung ke dalam setiap fungsi yang menikmatinya karena diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsinya (Mulyanto. Biaya pemasaran Biaya pemasaran adalah biaya pemasaran yang jumlah totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan kegiatan atau volume pemasaran. 5. 1991:56).G. Definisi Operasional Terhadap Variabel yang Digunakan 1. 3.

Hal ini berarti bahwa tiap peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda-beda. b. Adanya kemungkinan perluasan daerah pemasaran guna meningkatkan volume penjualan berdasar atas pertimbangan terhadap kebijaksanaan penjualan yang telah ditetapkan. H. 2. 1991:115). Anggapan Dasar Dan Hipotesis 1. Dari uraian diatas penulis dapat merumuskan sebuah hipotesis sebagai berikut : .semakin besar volume atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah biaya pemasaran variabel. 1995:38). Anggapan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Indikator-indikator yang menyangkut tentang kondisi perekonomian masih mungkin dikembangkan. Hipotesis Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksudkan sebagai jawaban sementara dalam menyelidik untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surakdmad. 1995:99). demikian sebaliknya jika volume rendah (Mulyanto. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima peneliti (Winarno Surakhmad.

Sumber data a. Data-data yang penulis perlukan cukup tersedia. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. berupa anggaran biaya pemasaran. Maksud pemilihan metode survey ini karena penulis ingin mengkaji evaluasi pengendalian biaya pemasaran yang telah ada. Dalam perusahaan tersebut terdapat permasalahan yang sama dengan penelitian ini.´Diduga besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen belum efisien. yaitu suatu anggaran yang lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta . 2. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berkaitan dengan metode penelitiannya. Metode Penelitian 1.´ I. yang dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. Hal ini didasarkan pertimbangan sebagai berikut : a. Sedangkan obyek/lokasi penelitian yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen. b. Data Primer Adalah data yang diperoleh langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.

terdapat di bagian pemasaran dan biaya pemasaran yang sesungguhnya. . 6) Data dan informasi lain yang menunjang penelitian. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran guna menentukan tingkat ketepatan biaya pemasaran pada setiap fungsi pemasaran dari periode tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011. b. 5) Hasil produksi dan rencana produksi tahun 2010 ± 2011. Data yang diperlukan adalah : 1) Anggaran biaya pemasaran tahun 2010 ± 2011. Data Sekunder Data yang diperoleh peneliti dan dikumpulkan dari luar perusahaan yang menjadi obyek penelitian diantaranya referensi dari perpustakaan dan literatur-literatur lain yang relevan. Teknik Pengumpulan Data a. 3) Anggaran penjualan tahun 2010 ± 2011. Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan objek penelitian untuk mendapatkan data kegiatan pemasaran. 4) Hasil penjualan sesungguhnya tahun 2010 ± 2011. 3. 2) Biaya pemasaran sesungguhnya untuk setiap fungsi pemasaran antara tahun 2010 ± 2011.

total biaya variabel dan total biaya yang dianggarkan. c. dan biaya variabel. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang telah ada di perusahaan. Teknik Analisa Data a.b. Dari penggolongan ini akan diperoleh total biaya tetap. 4. Observasi Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendapatkan data kongkrit guna melengkapi dan menunjang penelitian. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya tetap. 2) Mengelompokan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis-jenis biayanya. Penyusunan anggaraan biaya pemasaran menurut kajian teori 1) Menyusun anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis atau elemen biaya pamasaran. data biaya pemasaran sesungguhnya dan anggaraan biaya pemasaraan. baik biaya pemasaran langsung maupun tidak langsung. . misalnya data anggaran penjualan.

yang meliputi: a) Total biaya variabel perfungsi. e) Tarif Tetap (TT) perfungsi diperoleh dari :       4) Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari :        5) Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya.3) Menyusun tabel untuk menghitung tarif pemasaran dan anggaran fleksibel berfungsi. d) Kapasitas normal. b) Total biaya tetap perfungsi. Menyusun tabel biaya pemasaran sesungguhnya 1) Mengelompokan biaya pemasaran berdasar jenis biayanya 2) Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. c) Total biaya. dapat dicari dengan rumus : AFKS == Total biaya tetap+(KSxTV) Dimana: KS : Kapasitas Sesungguhnya TV : Tarif Variabel b. .

d. Analisis selisih biaya pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : 1) Biaya sesungguhnya perfungsi 2) Total biaya tetap perfungsi 3) Biaya variabel dianggarkan Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel 4) Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya 5) Biaya standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total 6) Selisih Anggaran = biaya sesungguhnya (BS) ± AFKS Sifat selisih : Jika BS > AFKS. selisih anggaran bersifat menguntungkan 7) Selisih kapasitas = (KN-KST)TT atau AFKS-Biaya Standar Sifat selisih : Jika BST > AFKS. selisih kapasitas bersifat tidak menguntungkan Jika BST < AFKS.c. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara tarif total dengan kapasitas sesungguhnya. selisih kapasitas bersifat menguntungkan . selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS.

Melakukan penilaian pengendalian biaya pemasaran. perusahaan menggunakan kebijakan dengan batas prosentase penyimpangan sebesar 5 %. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya. berdasarkan hasil analisis selisih prosentase biya pemasaran. e. .8) Total Selisih Selisih Anggaran + Selisih Kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut. 1) Jika besarnya selsisih 5 % atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih e5%) 2) Jika besarnya selisih lebih besar dari 5 % dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) f. Melakukan analisis terhadap hasil penilaian Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun. Guna menilai biaya pemasaran. Dari tabel perhitungan di atas dibuat tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antar masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.

Kerangka Pemikiran E. Metode Penelitian BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Tinjauan Pustaka G. Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Adapun rincian sebagai berikut : K. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan . Latar Belakang Masalah B. Jadwal Kegiatan Penelitian Untuk mendapatkan data yang lengkap dalam penelitian ini direncanakan memerlukan waktu 3 (tiga) bulan yaitu terhitung mulai bulan Maret 2005 sampai dengan bulan Mei 2005. Anggapan Dasar dan Hipotesis F.J. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A. Sejarah Perusahaan B. Perumusan Masalah C.

Melakukan Analisis Terhadap Hasil Penilaian BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran F. Pembebanan Biaya Pemasaran D. Penyusunan Anggaraan Biaya Pemasaran Menurut Kajian Teori B. Menyusun Tabel Biaya Pemasaran Sesungguhnya C. Produksi BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Kesimpulan B. Personalia D.C. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran. Pemasaran E. Sumber Daya Manusia F. Analisis Selisih Biaya Pemasaran E. Saran .

Untuk mempersiapkan pembangunan fasilitas air minum tersebut diadakan perjanjian kerja sama antara dua pemerintah. Hoodrug Waterleiding Hoofplaats Soerakarta En Omsteken. Air Minum Sragen dikelola oleh Seksi Air Minum Dinas . Nilo dan Nganten. sehingga proses kerusakan jaringan perpipaan semakin cepat. di samping itu pelaksanaan perusahaan tidak didasarkan pada prinsip organisasi perusahaan. maka Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil alih Perusahaan Air Minum dari kekuasaan Jepang. 34 Pada tahun 1960. Doomberg. Dari sekian banyak mata air diambil yang terbesar dan memenuhi persyaratan yaitu Umbul Ingas Cokro. JC. Sejarah Berdiri dan Perkembangan PDAM Sragen Pada tahun 1925 pemerintah Hindia Belanda mengadakan pembicaraan dengan Keraton Kasunanan Sragen mengenai pemanfaatan air yang terdapat di Kecamatan Tulung. Pemegang dari perusahaan ini adalah Pemerintah Swapraja Nederlandsch. Pada waktu dibawah kekuasaan Jepang ini pemeliharaan dan perluasan Perusahaan Air Minum sama sekali tidak diadakan. pimpinan perusahaan ini adalah dari Belanda yaitu Ir. Kabupaten Klaten. Nama ³SOLO SUIDO SYO´ diganti dengan µKantor Air Minum Sragen´. dimana daerah tersebut banyak terdapat mata air. Pada masa itu. Dalam akte tersebut telah dinyatakan bahwa untuk badan usahanya adalah dalam bentuk NV yang diberi nama NV. sedangkan dari Government Hindia Belanda adalah Max Betner Van Der Jogi. Dengan berhasilnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Bertindak sebagai wakil Sri Paduka Kangjeng Susuhunan Paku Buwono X dalam perjanjian tersebut adalah Raden Adipati Djoyo Negoro pepatih di Sragen. tentara Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari pemerintah Belanda.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SRAGEN A. Pemerintah Jepang tidak mempunyai perhatian sama sekali mengenai air minum. antara lain : Umbul Cokro. sehingga perusahaan tidak dapat berkembang. yaitu Swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran dengan pemerintahan Nederlandsch Indie. Dengan demikian Perusahaan Daerah Air Minum di Sragen ini secara tidak langsung telah diambil alih oleh pemerintah Jepang yaitu dengan nama µSOLO SUIDO SYO´. Dengan adanya perang Asia Timur.

yang menaikkan debit pengambilan air dari jumlah tersebut menjadi 4001/detik.Penghasilan Daerah Kota Tingkat II Sragen. Surat keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 Februari 1976 dan mulai berlaku pada tanggal 35 ditetapkannya. Perkembangan penduduk. EKBANG B/3/43 yang pada pokoknya mengharapkan dengan segera pembentukan Daerah Air Minum. guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan air minum. Selain perusahaan membutuhkan keuntungan untuk menjaga kelangsungan hidup. Tahun 1975. Langkah tersebut sekaligus merupakan ketaatan atas Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 Juli 1973 No. Tahun 1974. Adapun beberapa peristiwa yang perlu dicatat oleh seksi air minum adalah : 1. tidak lepas dari tujuan pokok di atas.500 m dari Pasar Gedhe sampai Panggung. 3. 2. 3 Tahun 1977. didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sragen pada tanggal 16 Februari 1976 melalui PERDA No. Sebelum dikeluarkannya PERDA tersebut. sambil menunggu penetapan peraturan daerah. karena anggaran yang tersedia sangat terbatas pada kemampuan daerah. Karena itu pada tahun 1979 dibuatlah jaringan pipa tranmisi baru. memaksa PDAM untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap kebutuhan air minum ini. Karena itu. Debit yang semula hanya 1501/detik akan ditingkatkan. Rehabilitasi pipa sepanjang 12. Pada dasarnya. dan tingkat sosial ekonomi. EKBANG B/3/11 dna tanggal 11 Juli 1974 No. tujuan PDAM disamping mencari keuntungan juga turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Tahun 1975. Pipa transmisi yang melewati sungai Tulung telah putus dan penyambungannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. PDAM Sragen sebagai suatu perusahaan derah. tingkat kesehatan. terlebih dahulu telah dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Sragen. Pendirian PDAM ini juga disebabkan oleh tuntutan profesionalitas yang mendesak dalam pengelolaan pelayanan air minum kepada masyarakat. Atas bantuan Colombo Plan dengan pelaksanaan tenaga ahli dari Selandia baru telah mengadakan ³Teec Proses´ yaitu suatu proses perlakuan terhadap pipa dengan cara mengoroki pipa lama yang kemudian dilapisi semen. Status air minum sebagai suatu seksi dalam Dinas Penghasilan Daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal untuk perluasan. Sejak itulah PDAM Sragen terus menerus berusaha mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian dari laba . Jebres.

harus mempunyai struktur organisasi yang jelas supaya masing-masing orang dapat bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. karena berada di pinggiran jalan besar. murah agar sebagian besar masyarakat dapat menikmati air bersih guna memperbaiki kesejahteraan hidup serta lingkungan. D. selain memikirkan kepentingan umum yaitu khusus bagi para pelanggan air minum C. suatu perusahaan sebagai usaha formal. dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara untuk menghindari praktek usaha yang tidak efisien. B. PDAM Sragen merupakan perusahaan yang berbadan hukum.perusahaan disalurkan sebagai pendapatan Pemerintah Daerah (ABPD). Lokasi Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Sragen ini. sehingga wewenang dan tanggung jawab terhadap semua aktivitas manajemen perusahaan terletak di tangan pemerintah daerah tersebut. 2. sehingga membantu memperluas dan mempercepat jangkauan pemasaran air bersih juga memudahkan para 37 pelanggan untuk menjangkaunya apabila akan melakukan pembayaran rekening maupun melakukan pengaduan-pengaduan. Lokasi ini sangat strategis. Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas dalam suatu organisasi. khususnya para langganan air minum secara lancar. merata dalam jumlah yang cukup sehat. Instansi atasan bagi Daerah Ibukota Jakarta adalah Presiden. Suatu perusahaan daerah merupakan suatu badan hukum apabila perusahaan daerah tersebut didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi atasan. dan masing-masing bagian dalam organisasi itu menyadari . yang nantinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan daerah. Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. Tugas Dan Fungsi PDAM Sragen Dalam melaksanakan sehari-hari. PDAM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. Melayani masyarakat umum. berada di Jalan Adi Sucipto 143 Sragen. juga terletak berdekatan dengan perumahanperumahan yang cukup besar. Sebagai perusahaan sudah barang tentu akan mencari keuntungan. Melayani Masyarakat umum dalam penyediaan air bersih guna menjaga kelesterian sumber air yang ada. 3. sedangkan untuk daerah tingkat II adalah Gubernur. Dalam menjalankan kegiatannya. termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsinya. untuk daerah tingkat I adalah Menteri Dalam 36 Negeri.

atau lebih dikenal dengan Direksi. dimana bawahan bertanggung jawab langsung pada pimpinan. 800/024. Kepala SubUnit. Unsur Pimpinan yang terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Tehnik dan Direktur Umum. 39 4. 2. 2. Struktur organisasi PDAM Sragen secara lengkap ditunjukkan oleh gambar terlampir.1/1989 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana pada PDAM Kota Dati II Sragen. 061. Unsur Pengawasan Umum yaitu Badan Pengawasan. SKEMA ORGANISASI PDAM SRAGEN 38 3. Tugas dan Wewenang Pemegang Jabatan 1. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. Tugas : a. mempunyai tugas. dan tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Bentuk struktur organisasi Garis dan Staf. Keuntungan dari struktur organisasi berbentuk garis dan staf ini adalah adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan yang jelas. PDAM Sragen dalam usahanya untuk meningkatkan dan mempermudah pengawasan serta peningkatan efisien kerja karyawan. Manajemen PDAM Sragen terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu : 1.1/380/I/1989. di samping itu pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khususnya di luar bagiannya. dan Kepala Urusan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sragen. wewenang. Surat Keputusan Direksi PDAM Surakrata No. 3. membentuk struktur organisasi yang cukup jelas. tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja PDAM Daerah Sragen. Kepala Bagian Keuangan Kota Sragen. Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. Anggota : Kabag Perekonomian Kota Sragen. yang didasarkan pada : 1. E. Unsur Pelaksana yaitu Kepala Seksi.bahwa antar bagian tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. Unsur Pembantu yaitu Kepala bagian atau Kepala Unit. 8 tahun 1994 tanggal 23 Januari 1984. 28/KPTS/1984. Melakukan pengawasan terhadap direksi dan penyusunan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kebijaksanaan Badan . Badan Pengawas Terdiri dari : Ketua : Wali Kota Sragen Wakil Ketua : Setda Kota Sragen Sekretaris : Kasubag Daerah pada Bagian Perekonomian Sragen.

yang terdiri dari : 1) Seksi Pengembangan : a) Memelihara dan menyimpan gambar-gambar teknik yang ada. Membantu Direktur Utama dalam memimpin jalannya perusahaan di bidang produksi air. dan pengeluaran barang. Menyusun perencanaan pembangunan jaringan distribusi air minum. Mengusulkan pengubahan tarif pada Badan Pengawas e. Secara bertahap memberikan laporan keuangan atau operasi perusahaan pada Badan Pengawas. Bagian Distribusi terdiri dari : 1) Seksi Penyambungan. Menyelenggarakan pekerjaan operasional b. 2) Seksi Perencanaan Tehnik Tugas : Membuat perencanaan dalam rangka perluasan pelayanan pelanggan. Menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang d. c. Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara terarah sesuai kebijaksanaan dalam perusahaan. b) Bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang. Memimpin bagian-bagian dalam menjalankan tugas. b) Melakukan administrasi barang. 3. Menetapkan cara kerja yang efektif 40 g. b. berdasarkan keterangan dari seksi pelayanan langganan. 2. Direktur Teknik a. Bagian Perencanaan. d.Pengawas. penyimpanan. c) Membuat gambar-gambar sesuai dengan perencanaan tehnik dan memperbanyak sesuai dengan kebutuhan. d) Menyusun proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka pengembangan pipa transmisi dan distribusi. 41 c) Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali atas pipa pelanggan. Direktur Utama yang tugasnya adalah: a. Berinisiatif pada pegawai perusahaan f. Direktur Teknik ini membawahi : a. b. Melaksanakan tugas lain yang ditentukan Badan Pengawas c. 3) Seksi Gudang Tehnik a) Bertanggung jawab atas penerimaan. pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta pemeliharaannya. dengan tugas : a) Menjamin pendistribusian air kepada para pelanggan secara . b. Merencanakan dan melaksanakan pelayanan pada pelanggan.

Membawahi Urusan Hydrant. tugas : a) Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atau LKMD guna melestarikan fungsi hydrant. (3) Dikepalai oleh Kepala urusan dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada seksi peralatan. 3) Seksi Peralatan a) Menjamin berfungsinya peralatan kantor dan kendaraan dinas. b) Urusan Gedung (1) Mengatur kendaraan-kendaraan dinas dalam rangkaian mobilitas perusahaan. (3) Membantu Kepala Seksi peralatan di bidang tugasnya. c) Mengembangkan potensi hydrant sebagai salah satu unsur penunjang perbaikan sarana lingkungan. b) Melaksanakan penyambungan baru sesuai dengan perencanaan. . Bagian Produksi 1) Mengadakan penelitian serta analisa kimia dan bakteriologis.merata. bertugas : a) Menerima laporan dan melaksanakan tugas berdasarkan informasi dari masyarakat. (2) Menjamin berfungsinya kendaraan dinas dalam rangka operasional perusahaan. 43 c. Membawahi : a) Urusan Gedung (1) Melaksanakan kebersihan lingkungan dan ruangan kantor serta bangunan-bangunan lainnya. 2) Seksi Pemeliharaan. sehingga kualtias air yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. c) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. c) Merencanakan pemeliharaan asset perushaan dalam bidang distribusi (perpipaan) dalam rangka perluasan jaringan. b) Secara periodik melakukan pemeriksaan atas adanya kemungkinan kerusakan bangunan dalam rangka perbaikan. (2) Menjamin berfungsi peralatan kantor. c) Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan. 42 b) Memeriksa dan memberikan informasi atas kemungkinan terjadinya penyimpangan fungsi hydrant. b) Mengadakan pembinaan masyarakat dalam menghemat air bersih dan manajemen warung air.

b) Menjaga kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan. Membawahi Urusan Luar Kota. c) Melaksanakan pemeriksaan kualitas produksi dan distribusi air secara periodik. d. mempunyai rekening dan menyetorkan hasilnya. Bagian Meter Air 1) Seksi Meter Air terdiri dari : . b) Menjaga lingkungan sumber-sumber air. (3) Membantu Kepala Seksi sumur dalam di bidang tugasnya. (2) Memelihara sarana penunjang atau sarana bantu guna kontinuitas air baku. Bagian Produksi terdiri dari : 1) Seksi Laboratorium : a) Melakukan penelitian terhadap kemungkinan terjadinya pencermaran sumber-sumber air. (2) Membuat laporan penerimaan. (3) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasinya. b) Melaksanakan penagihan rekening dan menyetorkan hasilnya. c) Menjamin kelancaran produksi air dari sumur dalam Mojosongo dan Sumur Jebres. b) Melakukan penelitian dan analisa dalam rangka pengembangan laboratorium kimia air. b) Urusan Pembayaran (1) Menerima pembayaran. a) Membantu Kepala Seksi Sumber Air dibidang tugasnya. Membawahi : a) Urusan Perpompaan (1) Menjaga kelestarian pompa sesuai dengan standart pemakaian. 2) Seksi Sumber Air : a) Menjamin kelancaran produksi air dari sumber air Cokrotulung.2) Melaksanakan pencarian sumber air baru serta membuat sumur alternatif di daerah tertentu. 44 c) Membuat laporan penerimaan. 3) Seksi Sumur Dalam a) Membantu Kepala Bagian Produksi dibidang tugasnya. 3) Menjaga kebersihan ari menurut syarat yang ditentukan dan mengawasi proses pengolahan air. d) Menjaga dan mengatur administrasi rekening yang dikuasainya.

b. (3) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian tera meter air. c) Meneliti kebenaran meter air atas hasil pergantian secara berkala. (3) Membantu Kepala Seksi Meter Air di bidang tugasnya. b) Memperbaiki meter air yang rusak. Mengkoordinir dan menyusun anggaran tahunan. 4) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.45 a) Melaksanakan pemasangan meter air untuk pelanggan baru. 3) Melaksanakan administrasi kepegawaian. Direktur Umum a. Bagian Sekretariat terdiri dari : 1) Seksi Rumah Tangga a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. 2) Seksi Bengkel Meter a) Membantu kelancaran pelaksanaan terameter air. (2) Membantu kelancaran pelaksanaan tera meter air. 2) Mengatur dna memelihara rumah tangga kantor perusahaan. b) Urusan Perbaikan Meter (1) Mengadministrasikan meter air besar yang ada dilapangan. 46 4. Bagian Sekretariat 1) Menerima penggandaan dan mengekspedisi surat. Seksi Bengkel Meter membawahi : a) Urusan Tera Meter. 5) Menyelenggarakan penyuluhan penggunaan air minum yang efisien. c) Dikepalai oleh Kepala Seksi dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian meter air. (2) Menganalisa atas hasil pencatatan meter air besar untuk mengetahui kelancaran aliran maupun kebocoran pada suatu wilayah. . Menganalisa dan menjabarkan hasil operasi c. (1) Mempersiapkan meter air yang telah di tera untuk kegiatan pelaksanaan pasang baru. Direktur ini membawahi : a. Menyelenggarakan sistem kontrol yang efektif. b) Melaksanakan pemutusan aliran atas pelanggan yang dikenakan sanksi maupun atas permintaan pelanggan sendiri. 6) Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang prosedur permohonan air minum.

3) Seksi Administrasi a) Membantu kepala bagian sekretariat di bidang tugasnya. Bagian Langganan terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan a) Menerima pengaduan-pengaduan dari langganan dan melalui atasannya meneruskan kepada urusan-urusan yang bersangkutan. 3) Menerima penagihan rekening air minum dan menyetorkan ke bank. penyimpanan persediaan serta mengetahui atas pembayaran kas dan surat berharga. 2) Membuat surat pertanggungjawaban penggunaan uang. 3) Mengatur proses dan pelayanan permohonan jadi pelanggan. c. c) Menyimpan dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan tugas-tugas sekretariat. 2) Melaksanakan publikasi air minum berdasarkan pelanggan. c) Menerima pendaftaran tamu serta menyampaikan kepada pejabat yang akan ditemui d) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. b. Membawahi Urusan Keamanan yang tugasnya adalah : a) Membantu Kepala Seksi Administrasi di bidang tugasnya. pengagendaan.b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang kerumahtanggaan. 4) Mengatur ketepatan waktu dan penelitian pembaca meter. b) Melaksanakan tata administrasi data-data langganan dan calon . 48 4) Menyelenggarakan administrasi keuangan. Bagian Keuangan 1) Menyusun laporan pelaksanaan anggaran perusahaan. 2) Seksi Personalia a) Melaksanakan administrasi kepegawaian 47 b) Merencanakan dan melaksanakan peraturan-peraturan dibidang kepegawaian serta mengadakan pembinaan untuk meningkatkan produktivitas pegawai. Bagian Langganan 1) Mengadakan penyelidikan mengenai sebab-sebab turun naiknya air. b) Menerima pengadaan. b) Menjamin keamanan lingkungan kantor sumber air kas pembantu serta fasiltias lain yang dimiliki oleh perusahaan. dan pengekspedisian surat menyurat. c) Menyelenggarakan rapat-rapat pertemuan.

c) Melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan atasannya. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Tehnik 1) Meneliti hasil kerja di bidang tehnik dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. b. Membawahi : a) Urusan Wilayah A (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. b) Berkewajiban memberikan laporan atas hasil efisiensi pembayaran rekening. 3) Seksi Pembaca Meter a) Menyerahkan hasil harian pembacaan meter sebagai bahan pembuatan rekening. 2) Membantu Kepala Unit Pengawas dan Penelitian di bidangnya. (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan.langganan sebagai perbandingan data yang ada di komputer. b) Urusan Wilayah B (1) Mengawasi pelaksanaan pembacaan meter atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. 2) Seksi Penagihan a) Menyetor jadwal waktu pelaksanaan tugas penagihan tunggakan rekening pelanggan. 50 Sedangkan Unit-unit yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama adalah : 1. 49 c) Memberikan informasi atas pelanggan yang dikenakan sanski maupun yang dicabut sanksinya. c) Berkewajiban memberikan laporan atas terjadinya kerusakan dan penyimpangan meter air. Unit Pengawas dan Penelitian. b) Menganalisa atas pemakaian air pelanggan. terdiri dari : a. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. Sub Unit Pengawas dan Penelitian Administrasi Keuangan . (2) Melaksanakan pembacaan ulang atas kemungkinan kesalahan pembacaan. (3) Dikepalai oleh Kepala Urusan dan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Pembaca Meter. 3) Melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsnya yang diberikan oleh atasannya.

Sub Unit Pengelolaan Data Pergudangan 1) Membantu kelancaran di bidang pelaksanaan sambungan baru. Sub Unit Evaluasi 1) Mengadakan evaluasi tentang prosedur penyelenggaraan mekanisme kerja untuk tujuan perbaikan. 3) Memberikan saran dan pertimbangan atas hasil kerja pengawasan untuk melancarkan tugas di bidang administrasi keuangan. Unit Kolam Renang a. 3. Membuat laporan-laporan di bidang administrasi pelanggan.1) Meneliti hasil kerja di bidang administrasi keuangan dengan tujuan mengadakan langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan kerja. 3) Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. 2) Membantu laporan-laporan tentang administrasi pelanggan. Sub Unit Pengelolaan Data Tehnik 1) Membuat Laporan-laporan di bidang keuangan 2) Mengolah data pembayaran rekening 3) Membantu kelancaran administrasi keuangan. 2) Membantu Kepala Unti Pengawas dan Penelitian di bidang tugasnya. b. 2) Mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerja atau hasil monitoring lapangan. Urusan Pengelolaan Data Rekening 1) Membantu kelancaran pembacaan meter air. c. 51 c. Menyalin hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan data informasi kerusakan dari di lapangan. 3) Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan fungsinya yang diberikan oleh atasannya. Membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas yang bersifat khusus pengelolaan kolam renang. Terdiri dari : a. 2) Membuat laporan-laporan di bidang pergudangan. Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 3) Mengolah hasil pembacaan meter untuk dijadikan rekening dan informasi data kerusakan meter air di lapangan. Unit Komputer a. b. 3) Melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan tugas yang diberikan atasannya. 2. Urusan pengelolaan data Tehnik 1) Membantu kelancaran administrasi calon pelanggan baru. 2) Membuat laporan baru tentang kegiatan pasang baru. 52 .

jumlahnya sebanyak 297 orang. Hubungan Kerja dengan Perusahaan Berdasarkan hubungan kerja dengan perusahaan. Sampai dengan tahun 2004. Sampai dengan tahun 2004. Pegawai dengan honor tetap Mereka ini bekerja di perusahaan dengan honor yang tetap. jadi mereka bukan pegawai tetap perusahaan. F. Sampai dengan bulan Februari 2001. 5. Jumlah Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Sragen No Bagian Sub Bagian Jumlah 1. Perusahaan tidak memiliki pegawai dengan honorer. Mereka adalah pegawai tetap perusahaan. 2. c. Pegawai dengan NPP (Nomor Pokok Perusahaan). jumlahnya adalah 18 orang. dan suatu saat dapat ditarik kembali oleh pemerintah daerah. Sampai bulan Februari 2001. Menjaga kondisi air kolam renang untuk menjamin kesehatan. karyawan PDAM Sragen dibedakan menjadi : a.1. Direksi Umum Teknik Unit Tenaga Honorer . Pegawai dengan honor perusahaan 53 Mereka ini bekerja pada perusahaan dan suatu saat mempunyai kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai perusahaan. b. c. 2. 3. jumlahnya sebanyak 3 orang. Membantu melaksanakan dan memelihara bangunan kolam renang. Jumlah Karyawan Pada saat penelitiain ini dilakukan PDAM Sragen mempunyai 308 orang karyawan dengan susunan sebagai berikut : Tabel II. d. Keadaan Karyawan 1. Pegawai dengan NIP (Nomor Induk Pegawai). Mereka ini adalah pegawai negeri yang diperbantukan di PDAM Sragen. dan mereka bukan pegawai negeri. Mempersiapkan tenaga dan berbagai peralatan yang diperlukan kolam renang. artinya mereka tidak memiliki kemungkinan untuk diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan dan tidak mugkin mendapat kenaikan gaji. 4.b. d.

Bagian Perencana b.1/380/I/1989 tentang SOT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sragen. WALIKOTA DIREKTUR BADAN PENGAWAS BAGIAN ADMS. KEUANGAN CABANG BAGIAN TEKNIK BAGIAN LANGGANAN SUB BAG. Bagian Produksi d. Unit Kolam Renang a.Direksi a. Bagian Distribusi c. 061. tahun 2004. Bagian Sekretariat b. Unit Pengawas dan Penelitian b. Unit Komputer c. Bagian Perencanaan b. Bagian Langganan a. 54 GAMBAR 2 SUSUNAN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SRAGEN Sumber : Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Sragen No. Bagian Keuangan c. Bagian Distribusi 3 19 64 30 23 52 39 24 11 10 36 1 1 Jumlah 308 Sumber : Data Primer. . Bagian Meter Air a.

Dalam hal ini peneliti menyusun data yang telah dibuat oleh PDAM Sragen. yang dipisahkan pula ke dalam penggolongan biaya pemasaran tetap dan variabel. Mendeskripsikan Anggaran Biaya Pemasaran Mendeskripsikan anggaran biaya pemasaran atas dasar jenis/elemen biaya pemasaran. PERENCASUB BAG. PEMBELIAN SUB BAG. baik biaya langsung fungsi maupun biaya tidak langsung fungsi. PEMBACA SUB BAG METER AIR SUB BAG. HUB. PRODUKSI SUB BAG. LOGISTIK SUB BAG. LANGGANAN SUB BAG.ADMS. Analisis Biaya Pemasaran 1. Deskripsi anggaran biaya pemasaran ini disusun oleh perusahaan dalam bentuk tabel yang dipisahkan dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung. SUB BAG. UMUM ATAU UNIT / IKK BAG. TRANSMISI SUB BAG. KAS PEMBANTU SUB . SUB BAG. ADMS. SAMBUNGAN SUB BAG. PENGOLAHAN SUB BAG. PERENCASUB BAG. RUMAH 55 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. dengan mengelompokkan data anggaran biaya pemasaran yang telah ada berdasarkan jenis biayanya.

fungsi penjualan.360. Apabila tidak ada revisi dari manajer pemasaran. B.000. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya Rencana anggaran biaya yang telah disusun setiap kepala fungsi pemasaran diserahkan kepada manajer pemasaran untuk diteliti.000 12.000 9.088.000 32.275. kesjhtrn karyawan T 10.725. Suplais kantor V 11.220.000 3.) 2002 (Rp.546.845. B.000 12.405.557.000 11.000 19.000 7.000 1.250.000 5.000 212.850. fungsi langganan.254. Gaji manajer & staf T 10.400.000 Jumlah Biaya Dianggarkan 221.000 6.500.660. rencana anggaran biaya langganan.) 2004 (Rp.000 202.000 11.000 122. transmisi & distribusi V 6.971.660.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. promosi T 6.879.340.000 21.820. fungsi teknik.179.000 18.625. manajer pemasaran memerintahkan semua kepala fungsi pemasaran yang membawahi masingmasing fungsi yang ada di perusahaan yaitu.000 21.000 2.000 12.046.000 7.Pada awal penyusunan anggaran biaya pemasaran.000 20.599.000 255.000. rencana anggaran teknik.000 12. B.540. fungsi promosi. fungsi penagihan serta fungsi administrasi pemasaran untuk membuat perencanaan anggaran biaya pemasaran yang terdiri dari rencana anggaran biaya promosi.237.000 9.495.600.964.376.455.000 Jumlah 47.699.000 7.) 2003 (Rp. rencana anggaran biaya penjualan.960.746. Insentif V 15. Gaji karyawan T 101.000 21.000 57.196.000 9. B.396.000 4.000 6.900. penyusutan T 16. B. rencana anggaran biaya penagihan serta rencana anggaran biaya administrasi pemasaran.000 118.000 274.000 20.350.254.408.500.956.000 9.000 52.000 6.000 BTL FUNGSI 1.410.000 5.550.1 56 ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 .310.000 7.760. listrik V 1.000 Jumlah 174.200.) BL FUNGSI 1. penagihan V 5.2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.000 11. sambungan V 6.680.000 118. asuransi T 9.000 11.000 217.000 7.750.000 57.220. B.000 6. B.000 4.000 8.000 8.000.271.600.230.000 6.000 10. B.000 7. produksi V 19.000 6.500. rencana anggaran biaya pemasaran tersebut .000 12.850.491. B. TABEL III.914.000 3.420.000 2.000.000 31.000 270.981.000 1.362.

Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran. Untuk biaya tidak langsung.000.- .) 12345678 L FUNGSI 1.750. b.000 20.400.) Langganan (Rp. 1) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2001 TABEL III. Pendistribusian ini selain dapat menunjukkan berapa jumlah biaya setiap fungsi pemasaran. Setelah dilakukan pengelompokkan biaya pemasaran. diperlukan dasar distribusi kepada setiap fungsi yang berupa besarnya jumlah karyawan dan luas lantai bangunan yang ditempati oleh setiap fungsi.000 1. Dalam hal ini PDAM Sragen menggunakan empat dasar distribusi biaya pemasaran yaitu biaya kesejahteraan karyawan.) Teknik (Rp. Mendiskripsikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran.734.) Penjualan (Rp. manajer pemasaran.360.522.000 9. Ini berguna dalam penentuan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel.850. manajer personalia dan umum serta manajer akuntansi dan keuangan.500.000 16. biaya gaji manajer dan staf.000 2.000 25.000 1. Adapun perhitungan distribusi anggaran biaya pemasaran tidak langsung berikut ini dihitung berdasarkan kajian teori yang ada dalam landasan teori yang ada dalam landasan teori.) Adm. biaya asuransi dan biaya penyusutan.000 3. (Rp.000 2. adalah : a.000 2.000.) Penagihan (Rp.000 18... setiap jenis 57 biaya pemasaran yang dianggarkan didistribusikan ke dalam setiap fungsi pemasaran yang ada.625. Biaya langsung fungsi dapat didistribusikan secara langsung ke setiap fungsi yang menikmati. juga dapat menunjukkan berapa jumlah biaya tetap dan biaya variabel setiap fungsi. Suplais kantor V 1.2 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 58 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.disatukan dan ditetapkan menjadi anggaran biaya pemasaran yang akan dibawa manajer pemasaran dalam rapat perusahaan yang dihadiri oleh pimpinan dan semua manajer perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum (untuk selanjutnya disebut PDAM) Sragen..000 1. Gaji karyawan T 11. B.000. promosi T 6.850.800. yaitu manajer produksi.000 .

00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 207..000. sambungan V .. Insentif V .800.000 BTL FUNGSI 1.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 214.680.313.000.000 828.557.179.496.996.550.691.749.207.000.882.220 6.863. penagihan V .720 1.093.280 7..000.000 2.000 2.000 Jumlah 19.522.680.000 34.280 32.000.320 23.6.320 3.000.484.000 25.000 7. B. transmisi & distribusi V .000 50.000.00 = Rp 2.000.100 874.000 1.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 214.000 .000.625. B.405.699. B.556.5. B.898.484.15.000.280 25.850.050..755.480 Jumlah 3.8.246.000 1..484.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 214.00 = Rp 828.000 506.199.100 4..000. Pemasaran = 12 x Rp 214.825.600 759.000 2.000 3.550.600.00 Fungsi Adm.798.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 207.820 30.000 2.000 = Rp 2.000 .000. kesejahteraan karyawan T 856.000 .6. asuransi T 759. B.400 4.000 = Rp 856..756.555.558.000 38.6.9.000.000 856.5.820 64.00 = Rp 828.000 = Rp 856.568.000 18.000 1.000.685.000.325.680.145. Kesejahteraan Krywn = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10. Tetap 21.311.756.038.100 13.000 = Rp 2.449..600 5.600 14.. B.000.000 .145.00 59 Fungsi Langganan = 12 x Rp 214.600 42.7..000 1.000 3.000 = Rp 2.000. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan B.880 Jumlah B.820 14.880 Jumlah B.4.568. B.000 1.100 15.929.000 10.663.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.00 = = Rp 214.1.782.00 = Rp 2.320 42.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 10. Gaji manajer & staf T 828.568.000.600 39.000 .00 = = Rp 207.914.650. Sesungguhnya 23.000 28.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 207.800.19.00 = Rp 856.734. produksi V . Variabel 1. B..880 Jumlah B.000 2..880 1.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 214..400 633.000.000 2. penyusutan T 1.600 3.200. listrik V .926.000 .00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 207.

00 2) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2002 TABEL III.00 Fungsi Adm.720.600.558.00 Fungsi Penagihan 50 x Rp 21.00 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 16.) Penjualan (Rp.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 207.660.3 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.660.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 12.000.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 21.00 = Rp 3.400.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 21.000.00 Fungsi Adm.038.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 12.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 9.660.00 = Rp 1.484.660.00 = = Rp 21.093.00 = = Rp 12.862.) Adm.00 60 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 12.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 12.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 21862.00 = Rp 828.000.000. Pemasaran = 12 x Rp 207.100.480.660.862.) Penagihan (Rp.00 = Rp 3.400 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 12.) 12345678 BL FUNGSI .00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 21862.00 Fungsi Adm.00 = Rp 2.00 = Rp 759.311.000.500.000.862.00 = Rp 506.600. Pemasaran = 40 x Rp 12.00 = Rp 633. (Rp.396.00 = Rp 874.00 = Rp 5.00 = Rp 6.660.00 = Rp 1.600.798.495.660.00 = Rp 759.862.000.00 = Rp 1. Pemasaran = 40 x Rp 21.) Teknik (Rp.720.862.880.311.) Langganan (Rp.246.

..4. B.271.000.275. B. B.00 = Rp 884.179.000 Jumlah B.000 5.000 1.525.500. Variabel 2.000.000. Tetap 23.278.000.746.777. listrik V .898. kesejahteraan karyawan T 880.000.000 2. sambungan V .00 = Rp 2.000 34.547.000 2.093. Gaji manajer & staf T 884.613.00 = = Rp 220.000 2.000 .065..00 = Rp 880.000.00 = Rp 2.000 .000 25.100 16.000.000 2.000 2.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 220.052.000 26.652.880 1. produksi V ..038.640.016.000 BTL FUNGSI 1.000.000. penyusutan T 1.246...00 .00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 221. Gaji karyawan T 13.000..196.000 37.8.215.000 7.000.000 4.000 .9.230.256.000 28.000..000 7. Sesungguhnya 25..5. penagihan V .459.400 633.6.500.000 980.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 220.280 44.00 = Rp 880.000.000 1.663.000 21.000 Jumlah 21.000.480.960.7.000 17. B.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 220.289.000 985.765.000 2.000 3. B.000 54..266.000 Jumlah B.00 = Rp 880.000 2.000.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.00 = Rp 2.000 .687.550.010..582.000.890.201.199.578.000 1. Suplais kantor V 2.000.540.000 54. B.18. transmisi & distribusi V .000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. promosi T 6.000 548.666.000.000 .484.100 15.000 27. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 11.996.000 71.280 36.164. B.6.00 = Rp 2.013.000 49.000.220.00 62 Fungsi Adm.260.000 37.180.000 29.00 = Rp 2.000.00 = Rp 884.000 2.000 3..170.929.652.895.782.777.600.691.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 220.501.837.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 221.100 1.000 1.000 .000 2.857.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 221.000 4.620 39.640.280 7.000 2.000.734.000 10.21..000 12.000 5.000.61 1.00 = = Rp 221.6.750.000 2.5.620 3.470.000 2.700. B.7.000 Jumlah B.000.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 221.640..000 2. Insentif V .734.000. asuransi T 822.. Pemasaran = 12 x Rp 220.000 822. B.620 42.000 1.000.275.676.620 14.000.100 4.000 17.000.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 220.000 Jumlah 4.756..

00 = Rp 1.000.000.890..000 13.600.000.953.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 13.00 = Rp 4.000 18.00 = Rp 1. Suplais kantor V 2.000.00 = Rp 822.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 13700.) Penjualan (Rp.652.00 = Rp 7. Gaji karyawan T 15.) Langganan (Rp.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 10.00 = Rp 3.) 12345678 BL FUNGSI 1.00 = Rp 884.300.700.000..00 Fungsi Adm.000 12.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 13700.250.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 26.000 2.577.000.000.00 = Rp 822.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 26.578.00 = = Rp 13.000.Fungsi Penagihan = 4 x Rp 221.052.00 63 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 13.00 = Rp 1.315.) Adm.00 = Rp 1..00 = Rp 6.288.700.- .00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 26.000 1.000.860.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 26300.00 = = Rp 26.325.700.700.000.224.110.00 = Rp 685.) Teknik (Rp. promosi T 9.700.350.225.000 3.000 2.000.660. Pemasaran = 12 x Rp 221.300.360.000 37.000. Pemasaran = 40 x Rp 13.450.000.000 2.300.312.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 26300.900.578.900.00 3) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2003 TABEL III. Pemasaran = 40 x Rp 26.000.300.00 = Rp 548.00 Fungsi Adm.000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 19.000 20. (Rp.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 13.000 2.275.000 .000 19.4 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.00 Fungsi Adm.300.00 = Rp 2.725. B.000.) Penagihan (Rp.

000 47. Variabel 2.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 249.845.000 8.437.200 17.000 .180.988.00 = Rp 2.800 16.00 Fungsi Adm.379.184. kesejahteraan karyawan T 880.000 29.524. Pemasaran = 12 x Rp 246.221.. Tetap 29.000 Jumlah 27.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 246.000.00 = Rp 2. listrik V .929.214..1.000 30.000 3..00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 249.000 603.9.279.000 1.000.000 2.00 = Rp 2. B. B.000 40.040.112.254.000 18.000 1.000 9.000. B.000.000 5.953.668.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 249. B.000. Insentif V .000 1.000 .000 2.643.000.. Pemasaran = 12 x Rp 249.800 75.000 984.000 996.000.000.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 249.000. asuransi T 822.446.000 42.6.743.00 = Rp 984. B.672.000 19.000 3..000 BTL FUNGSI 1.000.00 c) Distribusi Biaya Asuransi . penyusutan T 1.00 = Rp 996.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 246.000.800 35.8.164.534.000.000.390.00 = Rp 2.200 57.000 3.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 246.241.7.820.000...952.00 Fungsi Adm.000.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi 65 Rp 12.000.000.000.00 = Rp 996.000.444.000 1. Sesungguhnya 31. sambungan V .000 29.540. penagihan V .504.577.578..000 2.908.00 = Rp 996.000.000.968.7.699. transmisi & distribusi V .599.988.200 6.000 Jumlah 4.614.952.- 64 8.783.000.399..522.. produksi V .000 40.988. B.619.000 2..000 . Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.000 .200 54.879.237.000.000 3.546.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 246.178. B.370.000 3.00 = Rp 984.000 Jumlah B.00 = Rp 2.00 = Rp 984.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 246.000 58.000 754.21.404. Gaji manajer & staf T 884.00 = = Rp 246.000 38.877.000 4.164.000 3.5.800 4.000 1.000 1. B.722.998.952.617.000 .6.000.358.7.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 249.000 4.000..000 17..520.000.00 = = Rp 249.000 14.00 = Rp 2.000.000.486.000 Jumlah B.552.000 Jumlah B.4.000 7.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.350.000 904.

sambungan V .4.00 = Rp 1.) Teknik (Rp.080.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.080.179.20.080. B.112.000. listrik V .8.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 27.9.00 = = Rp 27. B..000 20.. B.00 Fungsi Adm. Insentif V .800.000.00 = Rp 904.000.00 = Rp 603.354.00 = Rp 3.000 - .340.6.080. B.310.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 27800.800.5 DISTRIBUSI ANGGARAN BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.000.00 4) Perhitungan Distribusi Anggaran Biaya Pemasaran Tahun 2004 TABEL III.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 27800.000 37.325.580.7. Pemasaran = 40 x Rp 27.800.1.6. produksi V .000 .00 = Rp 754.524.350.668.00 = = Rp 15.000 12..000. transmisi & distribusi V .800.7.800.000 14.153.000 2.00 = Rp 904.220.800.00 = Rp 4.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.000 21.5.000 19.000.000..00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.500.200 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan 66 Rp 20.800.000 2.7.080.000 .00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 27.000 Fungsi Adm.Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.00 = Rp 6.425.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 27.) Adm.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.660.) Langganan (Rp.000.390. penagihan V . B.000 3.. promosi T 9.672..760.000.. Gaji karyawan T 16. Pemasaran = 40 x Rp 15.) Penagihan (Rp.000 .400.850.200..000 ..900..900.00 = Rp 1. B..00 = Rp 1.9.080.000 3.000 ..750. (Rp..750.) 12456789 1.00 = Rp 8.668.000.865.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15.000 .) Penjualan (Rp..000 2.125.000 1.00 = Rp 1..629.080. Suplais kantor V 2..

000 19. penyusutan T 1.000 45. B.235.960.820.018.685.000 695.235.000 1.520.350.000 74.820.555.820.023.840.00 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 251.000 3.00 68 Fungsi Teknik = 12 x Rp 251.000 950.232.960.000 14.00 Fungsi Adm.750. B.000 1.268.530.235.000 3. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya a) Biaya Kesejahteraan Karyawan Anggaran Biaya Kesejahteraan Karyawan Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.00/orang 51 orang Fungsi Promosi = 4 x Rp 248.023.000 18.982.005.000 1.283.000 4. Gaji manajer & staf T 890.132.00 = Rp 3.00 = Rp 3.000 39.455.562.200 5.000 BTL FUNGSI 1.00 = = Rp 251.00 Fungsi Teknik = 12 x Rp 248.400.00 = Rp 1.000 41.000 7.475.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 248.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 251.00 = Rp 992. Tetap 30.660. Sesungguhnya 32. asuransi T 825.800 3. Pemasaran = 12 x Rp 251.000 50.000 36.321.000 10.000 1.500.000 29.580.709.840.978.502.960.695. Pemasaran = 12 x Rp 248.00 b) Distribusi Biaya Gaji Manajer dan Staf Anggaran Biaya Gaji Manajer dan Staf = Jumlah Karyawan pada semua fungsi Rp 12.850.855.940.007.807.000 2.000 2.456.000 31.978.00 = Rp 3.153.000 Jumlah B.000.007.402.000 16.000 16.000.001.007.940.263.960.023. kesejahteraan karyawan T 895.00 = Rp 1.000 2.825.000 4.880.000 1.405.449.960.00 .502.235.520.000 5.000 8.520.000 3.000 Jumlah B.820.960.000 1.708.000 3.875.000 38.250.000 Jumlah B.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 251.978.000.000 965.370.235.00 = Rp 992.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 248.00 = Rp 992.00 Fungsi Langganan = 12 x Rp 251.000 990.00 = Rp 2. Variabel 2.650.524.000 67 Jumlah 4.00 = Rp 1.000 54.00 = Rp 2.235.235.980.00 Fungsi Penjualan = 4 x Rp 248.00 = = Rp 248.474.000 57.940.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.000 3. B.00 c) Distribusi Biaya Asuransi Anggaran Biaya asuransi = Jumlah luas lantai bangunan Rp 11.840.000 18.960.425.00 Fungsi Adm.235.854.00 = Rp 2.000 4.480.035.000 57.Jumlah 28.000 1.000 4.000 31.

000 d) Distribusi Biaya Penyusutan Anggaran Biaya Penyusutan = Jumlah luas lantai bangunan Rp 21.00 = = Rp 28.680.000.120.00 69 Fungsi Teknik = 300 x Rp 28.000.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 28.000. Kapasitas Normal.000.00 Fungsi Penagihan = 50 x Rp 15.000. Promosi Jumlah rupiah b.00 Fungsi Adm.00 = Rp 900.= = Rp 15.00 Menyusun tabel untuk menghitung tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksi per fungsi yang meliputi : a. Penagihan Jumlah penagihan f.00 = Rp 900.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 15. .000.000. Pemasaran = 40 x Rp 28. Total Biaya Variabel per fungsi b.00 = Rp 4.00 / m² 750 m² Fungsi Promosi = 60 x Rp 28.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 15.000.000.00 = Rp 1.000. Total Biaya d.000.600. Kapasitas normal merupakan kapasitas yang terjadi dalam keadaan atau kondisi normal (kondisi yang dipakai untuk menghitung tarif) yaitu suatu kondisi yang dicapai perusahaan pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama periode tertentu.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 15.000. Total Biaya Tetap per fungsi c.00 Fungsi Penjualan = 60 x Rp 28.000. Teknik Jumlah produksi d.000.000.00 Fungsi Langganan = 240 x Rp 28.00 = Rp 1. Langganan Jumlah air yang dibutuhkan pelanggan e.00 = Rp 8.00 = Rp 1.500. Penjualan Jumlah rupiah c.000.000. dengan satuan pengukur jasa sebagai berikut : a.00 = Rp 600.000.000.00 Fungsi Teknik = 300 x Rp 15.000.680.00 = Rp 750.00 = Rp 3.00 = Rp 6.00 = Rp 1.000.400.7. dikurangi dengan hambatan yang disebabkan oleh faktor eksternal.6 .000.000.400.000.720. Pemasaran = 40 x Rp 15.000 Fungsi Adm.000.000. Administrasi Pemasaran Jumlah rekening pembayaran PDAM 70 Dalam hal ini PDAM Sragen telah menetapkan kapasitas normal yang terjadi setiap tahunnya. seperti yang terlihat dalam tabel III.

000.000.000 F. KETERANGAN TAHUN 2001 2002 2003 2004 BIAYA TETAP .6 KAPASITAS NORMAL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS NORMAL 2001 2002 2003 2004 F. promosi Rp.000.000. 16.000 25.040.040. Anggaran Fleksibel Tabel Kapasitas Sesungguhnya.000.000.000 F.000 20.000. dapat dicari dengan rumus : AFKS = Total Biaya Tetap + (KS x TV) Keterangan: KS = Kapasitas sesungguhnya TV = Tarif variabel TABEL III.085.000 F. 2004.000 22.000 800.000.055.000 26. adm.000 975.000.00.000. teknik m3 20.000.000 F. penagihan kali 4 4 4 4 F.468 567.000 20.8 PENGHITUNGAN TARIP BIAYA TETAP PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 NO. 2004.000 500.000 20.095.065.000 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 F.000.00.000 20. Penghitungan Tarif Tetap (TT) per fungsi diperoleh dari : Total Biaya yang perfungsi TT = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100% sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1.000 20.000 F.000.095. penagihan kali 4 4 4 4 F.110 452. TABEL III. penjualan Rp.000 20.000 570.000 18.000 1.000 20.000 20.087.000 20. pemasaran lembar 350.000.410 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 20. 765.025.000 950.000 F.000 1.087.065. teknik m3 20. pemasaran lembar 345. sedangkan fungsi yang lain fungsi dikalikan Rp 1. adm.TABEL III.085.000 20.000. penjualan Rp.000 22.250. promosi Rp.000 19.000.000 350.000 F.000 20. langganan m3 20.055.7 KAPASITAS SESUNGGUHNYA PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 KETERANGAN KET KAPASITAS SESUNGGUHNYA 2001 2002 2003 2004 F.500. langganan m3 20. 15.250.000.000 825. 750.786 342.000. Penghitungan Tarif Variabel (TV) perfungsi diperoleh dari : 71 Total Biaya variabel perfungsi TV = Kapasitas normal perfungsi Untuk fungsi promosi dan fungsi penjualan rumus dikalikan 100%.

00 = Rp 39.685.000.76 1.71 2.402.000.756.000 18.040.55 39.600. pemasaran 345. F.80 4.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000.699.087. adm.00 = Rp 2.000.184.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.58 45.555.000 29.000.000 4.70 132.70 5.455.000.459.786 342.000 31. penagihan 25.000 18.569.87 32.000 17. F.58/lbr 345.00 Rp 23.43 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 54.756.09 132.786 lembar b.582. pemasaran 39.000 3.820.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 143. F. penjualan 750.756.000. F.280 54. F.132.000 20. adm.666.000. promosi 21. promosi 143.000.000.145.00 = Rp 6. penjualan 3. F.065. F.000.000 m3 Rp 39.000 1.82 2.000 20.320 23.145.000.88 1.000 6.750 7.775 / kali 4 kali Rp 13.000 20.000 2. langganan 39.000 5.321. penjualan 23.775 7.000 800.99 2.00 Rp 30.410 TARIP BIAYA TETAP 1.114.040.17 % Rp 750. teknik 30.65 121. promosi 15.100 36. F.90 3.320. F.000 22.000.468 567.446. pemasaran 13.424.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.200 36. 2004.000 20.000 20.00 .000. langganan 2 1.358. F. F.065.1. penagihan 4 4 4 4 6. F.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.000 18.000 20.880 15.000 lt Rp 25.685. penagihan 6.70 % Rp 15. Pemasaran = x Rp 1.17 3.73 1.530.51 / m3 20.000 4.000.000.000 25.600 34.280.51 1.280 39. langganan 20.000 KAPASITAS NORMAL 1.929.800 18.000 950.775 9.980. Total Biaya Tetap Setiap Fungsi 72 TT = Kapasitas Normal a.929. F.620 35.777.000 2. F.000 3.279.777.500 6.040.000 30.100.00 = Rp 1.882.110 452. teknik 1.000.424.00 / m3 20.880.699. adm.34 1.820 26.555. F.100 30.929. F.877. Tarif Biaya Tetap Tahun 2001 Rp 21.087. teknik 20.00 Fungsi Adm.000 5. F. Tarif Biaya Tetap Tahun 2002 Rp 23.000. F.

00 Fungsi Teknik = x Rp 1.00 Fungsi Adm.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000.82 % Rp 25.000 m3 Rp 39.00 Fungsi Adm.000.459.184.73 / m3 20.000.00 = Rp 7.040. Pemasaran = x Rp 1.929.000.00 Rp 17.358.468 lembar d.00 Rp 34.000.000 lt Rp 30.000.040.87 / lbr 452.200.000.114.000 m3 Rp 54.000.65 % Rp 22.Fungsi Promosi = x 100 % = 132.800.756.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.90 % .065.040.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 1.99 / m3 20.455.280.000.000.569.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 132. Pemasaran = x Rp 1.00 = Rp 45.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.71 / m3 20.00 Rp 35.88 % Rp 950.55 / lbr 342.000.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 121.980.76 / m3 20.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.00 = Rp 1.000.279.09 % Rp 18.750 / kali 4 kali Rp 18.100. Tarif Biaya Tetap Tahun 2003 Rp 29.000.00 Rp 26.877.775 / kali 4 kali 73 Rp 15. Tarif Biaya Tetap Tahun 2004 Rp 30.000.000.446.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.34 % Rp 800.00 = Rp 1.000.582.110 lembar c.065.620.000 lt Rp 36.00 Rp 18.00 = Rp 1.00 = Rp 9.00 = Rp 2.000.000.666.00 = Rp 39.

000 2.126.000 1.786 342. F.000 2.000 2.065.000. langganan 20.44 3.00 = Rp 7.000 m3 Rp 54.468 567.73 1. VARIABEL 1.402.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.000 2. F.643.283.000 25. Pemasaran = x Rp 1. F. F. F.000.000 37.80 / m3 20.500 6.010.153. F.087.734.40 3. teknik 20.000 5.000 Rp 36.087.000 8.000 3. F. Total Biaya Variabel Setiap Fungsi TT = Kapasitas Normal a.000.000.00 Fungsi Teknik = x Rp 1. penjualan 2.000 8.000 20.14 0.000 2.85 2 1.73 3.040.500 1. langganan 2.000 2. adm.500 / kali 4 kali 74 Rp 18.087.000 3.164.087.734. promosi 15.882.000 20.953. penagihan 1.580.9 PERHITUNGAN TARIP BIAYA VARIABEL PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 TAHUN NO.370. F. penagihan 7.00 = Rp 32.000 1.000 6.050. KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 B. F.000 20.410 lembar TABEL III.000.000. F.000.51 3.000.000. promosi 12.000 950.000.110 452.850.000 2.000 38.000 KAPASITAS NORMAL 1.000.14 0.11 10. penjualan 18.00 = Rp 1.000 22.000 2.000.065.522.000 29. promosi 1. pemasaran 345.78 Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000.000.321.577.000 4.15 0.000 1.762.000 5. langganan 0.000. Tarif Biaya Variabel Tahun 2001 . F.000 1. pemasaran 1.000 40. adm.400.000 lt Rp 31.60 2. penjualan 750.000 2.Rp 1.16 5.939.350.000 18.000 7.000 20. F.000 3.000 20. pemasaran 4.43 / lbr 567.000.91 4.504.49 2.410 TARIP B.800.132.350. adm.70 / m3 20. VARIABEL 1.000 27.087. F. teknik 34.00 = Rp 2.33 11.000 31.040.680.12 3. F.530. F. penagihan 4 4 4 4 6. F.275.000. 2004.00 Fungsi Adm. F.68 9.13 3.000 4.501. F. teknik 1.000 20.756.000 800.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000.

500 / kali 4 kali Rp 1.000 7.40 Total tarif 156.820 99.762.424.920.000.000.000.522.820 30.010.100 16.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 12.680.58 Tarif B.68 3.600 39. variabel 1.032.000 1.10 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2001 eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.600 42.500 2.800.000 765.00 = Rp 1.000.51 1.000 34.14 8.100 45.000.000.000 750.000 20.51 % Rp 750.98 KS x TV 197.00 Fungsi Adm. Tarif Biaya Variabel Tahun 2002 Rp 2.100 15.280.000.000 20.000.73 0.522.000.320 23.000.000 lt Rp 7.880 B.24 2.000.275 43.405.962.03 5.000 Anggaran fleksibel 220.000. Pemasaran = x Rp 1.762.000 Tarif B.17 / m3 20.00 = Rp 1.000 4 345.800.050.680.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.000.825.280 32.33 % Rp 15. tetap 21. tetap (TT) 143.786 Kpst sesungguhnya (KS) 16.500 4.000.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 11.000.17 1.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 2.050.775 39.706.498.00 = Rp 4.000 2.145.000 7.000.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.756.00 76 .501.70 3.250.00 Rp 27.786 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.280 25.685.000 35.14 1.663. B.40/lbr 345.556.250.150.050.00 Rp 37.880 Sumber : Data yang diolah.685.000.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 1.000.000 m3 Rp 2.820 64.000.000.187.850.Rp 1.44 % Rp 800.000.734.100 13.000.73 / m3 20.11 % Rp 18.00 = Rp 0.835.000.555.000 20.00 75 Rp 34.280 39.699.207.858.000.000 1.000 18.000.51 2 6.540.00 Rp 18.000 Total B. variabel (TV) 12.880 Kpst normal (KN) 15.000.000 4 350.850.747.929.000 20.734.33 2. 23. adalah : TABEL III.799. b.749.320 1.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.320 42.

000 27. adalah : TABEL III.78 3.000.777.000.00 Fungsi Teknik = x Rp 1.00 Fungsi Promosi = x 100 % = 10.939.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.55 Tarif B.09 3.010.215.164.939.00 Fungsi Adm.12 % Rp 950.000.470.00 Rp 29.000 2.000.280 36.620 39.055.929.620 42.000 800.00 / m3 20.275.000.126.040.280 44.350.053. tetap 23. Pemasaran = x Rp 1.000 1.040.500 Anggaran fleksibel 236.756.20 6. c.065.00 = Rp 3.000 lt Rp 8. 25.775 45.065.11 3.00 = Rp 0.000 20.14 1.040.000.838.000.090.971.000 Kpst normal (KN) 18.68 % Rp 22.13 11.00 Fungsi Langganan = x Rp 1.73 / lbr 342.11 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2002 etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm.953.00 .00 Rp 40.000.000 108.857.807.000 20. B.00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3.000 54.055.370 45.000 B.99 9.756.000 825.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.000 71.700 7.00 = Rp 1.040.000 7.892.00 = Rp 2.44 1.73 1.000.000 26.000.000 lt Rp 7.750 2.000 37.734. Tarif Biaya Variabel Tahun 2003 Rp 2.000.257.000 3.00 = Rp 0.778.666.000. variabel 2.867.00 = Rp 2.000.000 Tarif B.000 20.14 / m3 20.162.000 1.100 18.000 / kali 4 kali Rp 1.000 Total B.000 20.734.000 34.756.114.000.85 0.643.000 4 350.73 Total tarif 143.00 = Rp 1.85 / m3 20.000.756.577.000 2.500 Sumber : Data yang diolah.305. tetap (TT) 132.663.459.000.000 37.000 / kali 4 kali Rp 1.257.980 51.28 KS x TV 211.000.275.110 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi.100 15.582.Fungsi Teknik = x Rp 1.000 m3 Rp 2.000 m3 77 Rp 2.777.00 Fungsi Penagihan = x Rp 1.15 / m3 20.504.000.34 1.110 Kpst sesungguhnya (KS) 19.676.000 4 342. variabel (TV) 11.501.775 49.58 2.000.101.000 2.100 16.

Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 3,49 / lbr 452.468 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.12 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2003
etera ngan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 29.184.000 17.877.800 35.358.200 54.446.000 30.279.000 18.040.000 B. variabel 2.350.000 29.643.000 40.164.000 2.953.000 8.504.000 1.577.000 Total B. 31.534.000 47.520.800 75.522.200 57.399.000 38.783.000 19.617.000 Kpst normal (KN) 22.000.000 950.000.000 20.065.000 20.065.000 4 452.468 Kpst sesungguhnya (KS) 22.500.000 975.000.000 20.085.000 20.085.000 4 500.000 Tarif B. tetap (TT) 132,65 1,88 1,76 2,71 7.569.750 39,87 Tarif B. variabel (TV) 10,68 3,12 2 0,15 2.126.000 3,49 Total tarif 143,33 5 3,76 2,86 9.695.750 43,36 KS x TV 240.300.000 3.042.000.000 40.170.000 3.012.750 8.504.000 1.745.000 Anggaran fleksibel 271.834.000 3.089.520.800 115.692.200 60.411.750 47.287.000 21.362.000

Sumber : Data yang diolah. d. Tarif Biaya Variabel Tahun 2004 Rp 2.400.000,00 Fungsi Promosi = x 100 % = 9,60 % Rp 25.000.000,00 Rp 31.283.000,00 Fungsi Penjualan = x 100 % = 3,13 % Rp 1.000.000.000 Rp 38.370.000,00 Fungsi Teknik = x Rp 1,00 = Rp 1,90 / m3 20.087.000 m3 78 Rp 3.153.000,00 Fungsi Langganan = x Rp 1,00 = Rp 0,16 / m3 20.087.000 lt Rp 8.350.000,00 Fungsi Penagihan = x Rp 1,00 = Rp 2.087.500 / kali 4 kali Rp 1.580.000,00 Fungsi Adm. Pemasaran = x Rp 1,00 = Rp 2,78 / lbr 567.410 lembar Adapun perhitungan tarif biaya pemasaran dan anggaran fleksibel per fungsi, adalah : TABEL III.13 PERHITUNGAN TARIP BIAYA PEMASARAN DAN ANGGARAN FLEKSIBEL PER FUNGSI PDAM SRAGEN TAHUN 2004
eteran gan Promosi Penjualan Teknik Langganan Penagihan Adm. B. tetap 30.455.000 18.980.000 36.132.000 54.321.000 31.530.000 18.402.000

B. variabel 2.400.000 31.283.000 38.370.000 3.153.000 8.350.000 1.580.000 Total B. 32.855.000 50.263.000 74.502.000 57.474.000 39.880.000 19.982.000 Kpst normal (KN) 25.000.000 1.000.000.000 20.087.000 20.087.000 4 567.410 Kpst sesungguhnya (KS) 26.000.000 1.025.000.000 20.095.000 20.095.000 4 570.000 Tarif B. tetap (TT) 121,82 1,90 1,80 2,70 7.882.500 32,43 Tarif B. variabel (TV) 9,60 3,13 1,91 0,16 2.087.500 2,78 Total tarif 131,42 5,03 3,71 2,86 9.970.000 35,21 KS x TV 249.600.000 3.208.250.000 38.381.450 3.215.200 8.350.000 1.584.600 Anggaran fleksibel 282.455.000 3.258.513.000 112.883.450 60.689.200 48.230.000 21.566.600

Sumber : Data yang diolah. 2. Menyusun Biaya Pemasaran Sesungguhnya Dengan menyusun biaya pemasaran sesungguhnya dan distribusi biaya pemasaran sesungguhnya dapat diketahui berapa biaya pemasaran sesungguhnya disusun oleh PDAM Sragen seperti terlihat pada tabel III.2 sampai tabel III.5, yang kemudian dikelompokkan dan didistribusikan ke setiap fungsi pemasaran dengan langkah-langkah yang sama dengan pengelompokkan dan pendistribusian anggaran biaya pemasaran. Distribusi 79 biaya pemasaran sesungguhnya dapat dilihat pada tabel III.14 sampaidengan III.17. TABEL III.14 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 13.725.000 21.375.000 26.712.000 18.245.000 9.450.000 16.235.000 2. Suplais kantor V 2.050.000 1.770.000 2.295.000 1.425.000 1.934.000 2.030.000 3. B promosi T 6.225.000 - - - - 4. Insentif V - 17.025.000 - - - 5. B listrik V - 5.230.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 20.973.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 6.175.000 8. B sambungan V - - - - - 12.750.000 9. B penagihan V - - - 6.408.000 - Jumlah 22.000.000 45.400.000 29.007.000 26.078.000 11.384.000 58.163.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.052.842 1.051.512 3.191.512 1.978.842 1.523.780 2.121.512 2. Gaji manajer & staf T 836.139 838.363 2.906.166 2.699.166 1.449.000 1.871.166 3. B asuransi T 1.423.980 2.018.855 2.097.655 1.892.255 1.765.655 2.057.255 4. B penyusutan T 1.311.720 1.311.220 5.246.880 1.093.100 874.480 6.558.600 Jumlah 4.624.681 5.219.950 13.442.213 7.663.363 5.612.915 12.608.533 Jumlah B Sesungguhnya 26.624.681 50.619.950 42.449.213 33.741.363 16.996.915 70.771.533

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

TABEL III.15 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2002

Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 121.111.000 14.200.000 16.235.000 26.712.000 31.800.000 21.640.000 2. Suplais kantor V 11.610.000 2.075.000 2.030.000 2.295.000 2.251.000 1.750.000 3. B promosi T 8.915.000 8.915.000 - - - 4. Insentif V 17.626.000 - - - - 17.626.000 5. B listrik V 6.675.000 - - - - 6.675.000 6. B produksi V 20.973.000 - 20.973.000 - - 7. B transmisi & distribusi V 6.175.000 - 6.175.000 - - 8. B sambungan V 7.000.000 - 7.000.000 - - 9. B penagihan V 5.800.000 - - - 5.800.000 Jumlah 205.885.000 25.190.000 52.413.000 29.007.000 39.851.000 47.691.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 11.300.000 1.117.842 2.184.512 3.254.512 2.041.842 1.114.512

80
2. Gaji manajer & staf T 11.280.000 949.139 1.984.166 3.019.166 2.812.166 953.363 3. B asuransi T 10.280.000 1.428.040 2.061.312 2.101.712 1.896.312 2.022.912 4. B penyusutan T 19.725.000 1.926.998 7.113.600 5.801.880 1.949.490 2.058.552 Jumlah 52.585.000 5.422.019 13.343.590 14.177.270 8.699.810 6.149.339 Jumlah B Sesungguhnya 258.470.000 30.612.019 65.756.590 43.184.270 48.550.810 53.840.339

TABEL III.16 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2003
Elemen Biaya T/V Promosi (Rp.) Penjualan (Rp.) Teknik (Rp.) Langganan (Rp.) Penagihan (Rp.) Adm (Rp.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 16.870.000 23.340.000 37.658.000 20.810.000 12.880.000 23.340.000 2. Suplais kantor V 2.480.000 19.025.000 2.351.000 2.125.000 1.140.000 1.050.000 3. B promosi T 9.354.000 - - - - 4. Insentif V - 1.050.000 - - - 5. B listrik V - 8.475.000 - - - 6. B produksi V - - - - - 19.025.000 7. B transmisi & distribusi V - - - - - 8.475.000 8. B sambungan V - - - - - 8.000.000 9. B penagihan V - - - 6.854.000 - Jumlah 28.704.000 51.890.000 40.009.000 29.789.000 14.020.000 59.890.000 BTL FUNGSI 1. B ksjhtrn karyawan T 1.539.842 1.736.512 3.437.512 1.470.842 1.808.780 2.406.512 2. Gaji manajer & staf T 1.189.139 1.189.363 3.255.166 3.048.166 1.798.000 2.220.166 3. B asuransi T 1.431.540 2.026.212 2.105.012 1.899.612 1.773.012 2.064.612 4. B penyusutan T 2.114.498 2.246.052 5.989.380 2.136.990 1.061.980 7.301.100 Jumlah 6.275.019 7.198.139 14.787.070 8.555.610 6.441.772 13.992.390 Jumlah B Sesungguhnya 34.979.019 59.088.139 54.796.070 38.344.610 20.461.772 73.882.390

Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya

000 19.) Penagihan (Rp.338.400.048. selisih anggaran bersifat menguntungkan.000 57. Gaji manajer & staf T 1.000 41.370.182.086.000 38. Keterangan : T = Biaya Tetap V = Biaya Variabel BL = Biaya Langsung BTL = Biaya Tidak Langsung B = Biaya 3.000.612 1.500.021. Analisis Selisih Biaya Pemasaran Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan membuat tabel yang memuat : a.000 7.019 7.17 DISTRIBUSI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2004 Elemen Biaya T/V Promosi (Rp..854.786.150. B ksjhtrn karyawan T 1.390 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.456. Selisih Kapasitas = (KN ± KS) TT atau AFKS ± Biaya Standar. Selisih Anggaran = Biaya Sesungguhnya (BS) ± AFKS.842 1..9.708.000 1.000 .255.005.810.212 2. e.000 20.000 21.772 71.014.512 3.025.622.520.161.5.20.063.000 BTL FUNGSI 1.275.139.000 3..139 1.487.6.012 2. 4... B promosi T 9. Biaya Standar = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Total f. Gaji karyawan T 17.158. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan Jika BS < AFKS. d.512 2.610 20. Anggaran Fleksibel pada kapasitas sesungguhnya.891.070 8.166 1.300.035.000 13.000 1.) Penjualan (Rp.000 .000 .179.000 2.070 38.842 1.421.589.340..858..000 2..019 54..9.540 2.018.390.056..187.000 8.498 2.100 Jumlah 6.139 56.700.350. B asuransi T 1. B produksi V .) BL FUNGSI 1.960.215.TABEL III..908.000 .400.980 7.) Langganan (Rp.612 4. B penyusutan T 2. Pembebanan Biaya Pemasaran Pembebanan biaya pemasaran dihitung dengan mengalikan antara total tarif dengan kapasitas sesungguhnya.255.000 15. selisih anggaran bersifat tidak menguntungkan .326.798.340. B transmisi & distribusi V ...535.051.139 14.508. B penagihan V .097.271.166 81 3.000. Biaya sesungguhnya per fungsi b..170.209.000 14.390 Jumlah B Sesungguhnya 35.380 2. Sifat selisih : Jika BS > AFKS. Biaya Variabel dianggarkan = Kapasitas Sesungguhnya x Tarif Variabel.990 1.765. Total biaya tetap per minggu c. B listrik V ..Jumlah 29..363 3.000 9.815.6.836..) Adm (Rp.) Teknik (Rp.1.. g.000 2.512 1. Suplais kantor V 2.052 6.8.012 1..000 29.. Insentif V .000 46.772 14.000 3.780 2. B sambungan V .4. Sifat selisih: Jika BS < AFKS.012.166 3.610 6..

552.000.000 124.000 Jumlah 192. V = Biaya Variabel: BL = Biaya Langsung. Total Selisih = Selisih Anggaran + Selisih kapasitas atau Biaya Standar ± Biaya Sesungguhnya.000 6.973.230.275. Gaji manajer & staf T 10.641.000 6.000 121.898. B penagihan V 6.000 11.475. B promosi T 6. B transmisi&distribusi V 6.000 Jumlah 47.050.438. selisih anggaran bersifat menguntungkan.000. B produksi V 20. Insentif V 17.973.) 2003 (Rp.250. B asuransi T 9.025.000 12.000 Sumber : Bagian Keuangan PDAM Sragen.) 2004 (Rp.025.000 6.302.043.000 224.600.300. Melakukan Penilaian Pengendalian Biaya Pemasaran Berdasarkan Hasil Analisis Selisih Prosentase Biaya Pemasaran .000 4.885.000 8.000 205.000.600.000 21.18).000 5.300.025.000 2.000 Jumlah Biaya Pemasaran 239.000 8.000 BTL FUNGSI 1.000 57.700.406.175.000 6.470.700.650. TABEL III.585.400.300.144.000 258.742.000 9.000 17.280.) BL FUNGSI 1. Gaji karyawan T 105.000 276.000 11.000 28.000 6.000 19.000 9.000 1.000 8. BTL = Biaya Tidak Langsung.000 11.000 7.000 219.000 83 3.18 REALISASI BIAYA PEMASARAN PDAM SRAGEN TAHUN 2001 ± 2004 ELEMEN BIAYA T/V 2001 (Rp.000.000 8.000 11.408.250.000 12.000 30.032.000 9. Dalam mencari selisih yang terjadi antara realisasi dana anggaran penulis mendasarkan pada perhitungan dari data yang dibuat oleh PDAM Sragen dengan kalkulasi penulis kemudian dibandingkan dengan anggaran yang disusun oleh oleh PDAM Sragen yang disesuaikan dengan teori yang ada dalam landasan teori (Tabel III.915.800.000 4.504.000 11.000 8.000 2.225. 82 h. Suplais kantor V 11. B sambungan V 12.810.000 57. B = Biaya 5.000 52.000 20.000 1.000 12.490. Keterangan : T = Biaya Tetap. B ksjhtrn karyawan T 10. B listrik V 5.000 7. Dari rumus di atas dibuat perhitungan dan tabel yang berisi prosentase selisih yang diperoleh dengan membandingkan antara masing-masing selisih dengan AFKS dikalikan 100%.000 134.750.000 12.000 3.725.475.000 19.) 2002 (Rp.000 9.850.700.354.396.175.350.111.854.280.610.000 281.626.000 10.920.000 8.Jika BS > AFKS.000 5.000 20. B penyusutan T 16.171.000 9.744.675.000 20.

Melakukan Analisis Terhadap Penyimpangan Melakukan analisis terhadap penyimpangan atau selisih yang terjadi dari tahun ke tahun.208.540.00 x 2.11 % = Rp 211.750.00 Fungsi Adm.012.000.00 Fungsi Adm.055.000 x Rp.00 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.000.835. 35. Jika besarnya selisih 5% atau lebih kecil dikategorikan pengendalian biaya pemasaran sudah tepat (selisih < 5%) b.305.00 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.14 = Rp 2.000.920.095. 1.000. 4.15 = Rp 3.250.00 x 3.12 % = Rp 3.33 % = Rp 197.381.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.00 x 11.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.700.762.000.065.000 m3 x Rp.000.000.00 Fungsi Langganan = 20.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 3.450.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.000.500.00 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22. 40.807.000.000. a.73 = Rp 1. 0.000.000 x Rp.000.025. 2 = Rp.055.000 m3 x Rp.00 x 9. 37.00 .150.00 x 10. 3.500.500.750.40 = Rp 1.504.000 m3 x Rp.000. 1.91 = Rp.280.000 m3 x Rp. 0. Pemasaran = 350.68 % = Rp 240.000 m3 x Rp.000.000 m3 x Rp. 0.745.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp.49 = Rp 1.050.032.939.000.00 Fungsi Teknik = 20.085.000.000 m3 x Rp.51 % = Rp 1.14 = Rp 2.13 % = Rp 3.000.73 = Rp.101.00 x 3.756.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 38.170.00 Fungsi Adm. dalam hal ini dimungkinkan karena akan terjadi selisih penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.000 = Rp 8. Pemasaran = 500.126. 2.000.000.000.000.000. baik itu selisih yang merugikan ataupun selisih yang menguntungkan dan mencari penyebab dari selisih tersebut.000.00 x 12. oleh PDAM Sragen menggunakan kebijakan dengan batas persentase penyimpangan sebesar 5 %.600. Pemasaran = 350.85 = Rp. 1.000. 1.000. Jika besarnya selisih lebih besar dari 5% dikategorikan pengendalian biaya pemasaran tidak tepat (selisih > 5%) 6.00 Fungsi Teknik = 20. Biaya Variabel Dianggarkan (BVD) = KS x TV Keterangan : KS = Kapasitas Sesungguhnya TV = Tarif Variabel Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.00 Fungsi Teknik = 20.000 x Rp.042.000.000.00 Fungsi Teknik = 20.250.00 x 3.000.000 = Rp 7.500 = Rp 7. 1.838.60 % = Rp 249.Guna menilai pengendalian biaya pemasaran.300.00 Fungsi Langganan = 20.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.250.090.00 84 Fungsi Langganan = 20.44 % = Rp 2.

000 + Rp. Pemasaran = Rp.929.321.411.685. 2.100 + Rp.980.012.000 = Rp.300.000 + Rp.880 + Rp. Pemasaran = 570. 2.000 = Rp. 23.000 + Rp.971.883. 271.1. 7. 15.184.090.600 + Rp. Pemasaran = Rp.280 + Rp.370 Fungsi Langganan = Rp.838.00 Fungsi Adm.778.000 + Rp. 25.280 Fungsi Penagihan = Rp.530.362.620 + Rp. 0.000 Fungsi Penjualan = Rp.000 Fungsi Adm. 39. 29.Fungsi Langganan = 20.36.000 = Rp.600 = Rp. 220.000 Fungsi Adm. 115.799.880 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp.000 x Rp.513.257. Pemasaran = Rp. 31.280 + Rp.470.16 = Rp 3.750 Fungsi Penagihan = Rp. 1. Perhitungan Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya 85 AFKS = BT + BVD Keterangan : AFKS = Anggaran Fleksibel pada Kapasitas Sesungguhnya BT = Biaya Tetap BVD = Biaya Variabel Dianggarkan Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp.867.000 + Rp. 3. 34.200.459.777.892. 30. 40. 3.584. 21.200 Fungsi Langganan = Rp. 236.920.600.699.756. 30.000 = Rp.820 Fungsi Teknik = Rp. 45.000 = Rp.095.320 Fungsi Penjualan = Rp.000 + Rp.685.78 = Rp 1.00 Fungsi Penagihan = 4 x Rp. 3.446.858.050.000 = Rp.280. 39. 2.100 Fungsi Adm.100 Fungsi Langganan = Rp.381.170.706.000. 18.000 = Rp. 35.689.692. 8. 240.032.000 + Rp.807. Perhitungan Biaya Standar BS = KS x TT Keterangan : BS = Biaya Standar .500 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp.000 86 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp.666.750 = Rp.750 = Rp. 39. 211.700 = Rp.929.962. 282.200 + Rp. 13.455.600. 8.000 m3 x Rp.566.877.504.26.520.000 + Rp.358.800 + Rp. 54. 2.000 = Rp.000 + Rp.000 Fungsi Penjualan = Rp.000 = Rp. 1.000 + Rp.820 + Rp.402.215.00 7.215.18.000 + Rp.000 = Rp. 3.000 + Rp.500 = Rp.000 = Rp.101.584. 36. Pemasaran = Rp.000 Fungsi Teknik = Rp.000.200 = Rp.320 + Rp. 54. 38. 45.600 8.747. 2. 21.582.540.000 + Rp.000 Fungsi Teknik = Rp.000 = Rp. 21.834.980 Fungsi Penagihan = Rp.756.305.455. 249.287. 18. 37. 1.040.498. 3.230.450 Fungsi Langganan = Rp.835.756. 60.089.500 = Rp 8.800 Fungsi Teknik = Rp.279.258. 48.000.23.100 + Rp. 112.250.3.087. 197.000 = Rp.150.100 Fungsi Adm.162.450 = Rp.35.042.000 = Rp.17. 1.132.145.000 = Rp.350. 51. 99. 60. 1.000 Fungsi Penjualan = Rp. 7.208.745. 47. 18.000 = Rp. 2.200 Fungsi Penagihan = Rp.350.555.000 = Rp. 30. 16. 108.

519.345.248.24 = Rp 65.069.000 Fungsi Adm.000.000 x Rp 35.000 = Rp 39.880.000 m3 x Rp 2.000.749.000 Fungsi Penjualan = Rp 1.58 = Rp 71.000 Fungsi Teknik = 20.900 Fungsi Langganan = 20.775 = Rp 44. Pemasaran = 570.000 Fungsi Langganan = 20.750.86 = Rp 57. Pemasaran = 350.71 = Rp 74.68 % = Rp 4.000..000 Fungsi Teknik = 20.78 % = Rp 5.000 x Rp 49.055.22 di bawah ini : TABEL III.150 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 11.200.552.000 x 143.03 % = Rp 2.250.700 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9.000 m3 x Rp 2.496. Dalam hal ini telah disusun anggaran biaya pemasaran.875.KS = Kapasitas Sesunggunhnya TT = Tarif Tetap Tahun 2001 Fungsi Promosi = Rp 16.055.000 m3 x Rp 3.76 = Rp 75.000 Tahun 2004 Fungsi Promosi = Rp 26.36 = Rp 21.610.21 = Rp 20.095.700 B.22 % = Rp 3.000 Fungsi Penjualan = Rp 825.025.000 x 6.000 x 5.42 % = Rp 3.20 % = Rp 2.000 m3 x Rp 3. Pemasaran = 500.925.86 = Rp 57.717.796.000 m3 x Rp 3.000. Pembahasan 1.000 x Rp 43.100 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 9. sehingga hasil perbandingan antara anggaran dan realisasinya dapat dipakai sebagai analisis pengendalian biaya pemasaran.480.000 x 156.19 88 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2001 .100 Fungsi Adm.000 Fungsi Penjualan = Rp 765.000 Fungsi Penjualan = Rp 975.000.920.095.783.416.000.000 m3 x Rp 2.000 Fungsi Teknik = 20.000 Fungsi Teknik = 20.000 m3 x Rp 2.13 = Rp 42.085.000 Fungsi Adm.98 = Rp 15.000 Fungsi Penagihan = 4 x Rp 8.000 x 131. yang nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan apakah pengendalian yang dilakukan oleh PDAM Sragen sudah tepat atau belum.100 87 Fungsi Adm.000 x 5.500.155.000 Tahun 2002 Fungsi Promosi = Rp 19.393.695.450 Fungsi Langganan = 20.224.000 Tahun 2003 Fungsi Promosi = Rp 22.720.970.443.335.187.000. Setelah dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat perbandingan antara realisasi dan anggaran.03 % = Rp 5.000 x Rp 43.000 m3 x Rp 3.250.600 Fungsi Langganan = 20.680.053.500.275 = Rp 32.471. Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis biaya pemasaran lihat tabel III.800.593.19 sampai tabel III.000 x 5 % = Rp 4.085.28 = Rp 17.14 = Rp 43. Pemasaran = 350.000.750 = Rp 38.000 x 143.215.

820. Pada tahun 2001 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.180.275.720.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.036.000.00 30.631.000.743.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.259.000.000.455.797.00) R 5.312. Teknik 65.000.00 R 431.000.320.280.749.699. Maka dapat diketahui pada tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6.610..000 yang merugikan.290.900 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 6.00) R 4.743.000.749. Promosi 25.00 6.00 5.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 570.764. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 1.00 R 4.466. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.00 (101.820.720 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 671.677.703.889.00 35.880.00 L 1.00 2.000.293.00 1.00) R 570.620.640.180.00 65.00 6.640.000.00 1.345.393.835.00 L (2.0605.677.150. Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 6.000.464.000.466. Teknik 71.00 13. Penjualan 4.00 (1.406 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.100.820 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.00 3.906. Berdasarkan fungsinya 2001 (Tabel III.00 156.00) R 3.100.Fungsi B.00 .973.820.00 L 6.685.032.000.443.906.100.180.00 2. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran menguntungkan sebesar Rp 11.900. Penagihan 32.498.293.000. Adm.663.401. Pemasaran 16.889.120 yang berarti terdapat total .335.00 4.498. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 4.00 2.720.620.000.178.100.777.934.100 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS.000.00 11.00 R Jumlah 6.934. Penagihan 44. Langganan 43.050. di mana AFKS > biaya standar. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 1. Penjualan 54. Dan total selisih dapat mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.00 221.163.00 39.280.290.466.00 Jumlah 255. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi 89 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 195.920.100.000.00 L (6.225.455.215. Adm.906.100.000.880.767.631.756.065.180 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 4.259.600.000.820.998.000.00 23.443.00 (2.000.000.500.00 6.00) R 2.520 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 431.406. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah 12345=3+4 1.00 197.480.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 0 sehingga terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 11.857.120 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 167.00) R 2.120.00) R 2.496.145.00 15.00 2.00 23.066.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.. R = Rugi.401. Keterangan : L = Laba.066.11.312.00 42.500.266.00 32.100.00 1. Langganan 42.120.676.756.887.00 (195.00 L (4.861.000.00 7.200.00 1. Pemasaran 15.275.00 L (671.000.820.929. Promosi 2.280.943.998.280.21).620.00 R 167.470.720.820.520.466. Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 101.540.100.00 25.500.

000.215. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1. 0.00 234.485.20).00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.215.00 L (391.000.933. Adm.700.838.00 (30.00 7.864.000.700.539.00 1.929.00 42..735.459.950.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.807.000. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 30.150.000.100.275.736.000.000.00 6.530.796.00 (209.000.582.000. Teknik 71.000.756.830 yang berarti terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 53.750.950.700 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 19.810.000.6.00) R 3.000.200.00 211.090.00 . Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran sebesar Rp 91.098.000.00) R 360.500 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 360.277. Keterangan : L = Laba.777.00 3.765.00 L (8.100.666.933.21) ada fungsi mengalami selisih menguntungkan dan merugikan.060.menguntungkan sebesar Rp 1.00 (2.023. tetapi penggunaan biaya pemasaran pada tahun 2001 sudah tepat.00 34.000. 91 Pada fungsi langganan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 73.00 L (120.00 37. Berdasarkan fungsinya promosi tahun 2002 (tabel III.980.00 36.00) R 5.00 26. Promosi 25. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 209.857.870.499. yang berarti pada fungsi penagihan tidak mengalami keuntungan dan kerugian.00) R Jumlah 8.090.822.00 177.019. Selisih yang tidak menguntungkan ini karena kondisi perusahaan yang masih baru juga karena keadaan perekonomian yang pada umumnya memburuk.00 Jumlah 255. Pemasaran 16.00) R 2.00 (3. Penagihan 44.20 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2002 Fungsi B.266.00 2. R = Rugi.239.000.150.810.280.215.00) R (19.00 16.00) R 2.500.000..000 yang berarti terdapat total selisih mengalami rugi sebesar Rp 5. selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 28.00 15.179.00 2.215.499.500.500.000.620.00 3.234.00 5.717. Pada fungsi penagihan pada selisih anggaran dan selisih kapasitas sevesar Rp.00 L (5.867.620. Promosi 2.100. Langganan 42.00 (73.248.000.500 yang berarti .720.00 L (2. Penjualan 54.695.00 2.500.037.150.023.00) R 28.593.090. Langganan 42. Adm.000.00 71.234.676..000. Hal ini berpengaruh juga pada oleh PDAM Sragen.000.455.00 44.539.750.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2. Pemasaran 17.887.728.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.00) R 4. sedangkan pada fungsi penjualan terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 2.870.00) R (53.500.735.777.000.234.00 (91.900.768.370. TABEL III.000.280.485.695.490.830. 90 2.00 23.100.000.00 39.464.765.784.000.663.00) R 2.00 4.305. Untuk selisih yang terjadi pada tahun 2001 (tabel III. Teknik 71.000.00) R 5.750 yang berarti terdapat total selisih merugikan.101. Penagihan 44.530.800..280.000.00 3. Penjualan 5.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.728.950.00 2.

00 17.00) 6.451. Pemasaran 17.234.00 3.000.00) R 2.979.000.21 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2003 Fungsi B.534.484.000.300.00 40.520.00) R 2. Penagihan 38. Adm.369.300.455.00 L 4.451.000.012.00 4.00) R 14.00 3.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.185.717.000.terdapat total merugikan sebesar Rp 391.357.250. Penjualan 5.00 3.689. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan.00 Jumlah 270.335.266.5.877. Promosi 31.399.00 (3. Dari total selisih kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas kita dapat juga mengetahui berapa jumlah selisih anggaran dan selisih kapasitas pada tahun tersebut.012.800.750.545.00 . Pada fungsi teknik terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 6.150. Langganan 57.681.184. Teknik 75. R = Rugi. Penagihan 44.00 (6.300.533.00 (168.850.00 29.504. maka dapat diketahui dalam fungsi promosi terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 237.00 5.360.446.432. Langganan 42.300.019.796.622.200.000. sedangkan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.731.522.00 75.000.000.00 3. Penjualan 47.098.00 1..731.040.(5.00 8.00) R 4.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 3.000.000. Promosi 2.593.012.00 .800.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.200 yang disebabkan karena perbedaan biaya standar dengan AFKS. Keterangan : L = Laba.200 yang berarti terdapat total selisih sebesar Rp 5. TABEL III.000.528.00 (3. 3.520.00) R 3. Pemasaran 19.037.316.000.200 yang merugikan.000.060.741.00 269.545.376.00 L Jumlah 8.00) R (14.000.277. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi sebesar Rp 8.750.750. Pada fungsi langganan terdapat .969.000.00 30.100.00 35.00 2.533.000 yang berarti terdapat selisih merugikan sebesar Rp 2.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih 167=2-58=6-59=6-7 1.689.000.150.00 (237.00 57.950.215.458.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar.316. Berdasarkan fungsinya 2003.900.916.00 185.00) R (3.00 3.215.783.00 19.00 L (5.725.800.150.00) R 3.042.537.783.490. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya Sesungguhnya 12345=3+4 1.00 54. Pada tahun 2002 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3. Teknik 71.822.00 240.279.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.600.432.000.266.00 L 5.745.784.00) R (2.622.200.000.000.00 6.000 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 2.720.500.059.00) R 2.200.800.00 18.400.901.750.877.000.00 L (2.000.000.00) R 2.000.000.725.170.000.00 3.000. Adm.219.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.200.000.100.000.750.00 L (8.300 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 3.785.731.000.357.00 (59.000.750.979.358.000.540.617.000.248.00 38. sedangkan pada fungsi penjualan 92 terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 3.100.200. di mana AFKS > biaya standar.950.950 yang diakibatkan dari perbedaan biaya sesungguhnya dengan AFKS.

250.956. Adm. Kerugian yang dialami oleh fungsi promosi selama empat tahun berturut-turut ini disebabkan karena kesalahan perusahaan dalam memilih media untuk melakukan promosi.000.850. karena pada tahun ini perusahaan sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan biaya sesungguhnya lebih rendah daripada anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan.150. Penagihan 39.00 5.000.000.820. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen.381.000.00) R 4. Pada dasarnya pengendalian biaya pemasaran pada tahun 2003 sudah tepat.00 189.00 Jumlah 274. yaitu dengan cara pemberian produk pada konsumen.208.986. Pemasaran 19.440.424.00 (4.982.000. Pada fungsi penagihan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 0 dan selisih kapasitas menguntungkan sebesar Rp 5.00 (62.600.402.530.00 3.000 yang berarti 93 terdapat total menguntungkan sebesar Rp 2.00 3.756.055.350.699.550.738.050.00 .716.176.000.000. Sesungguhnya Biaya Tetap KS x TV Jumlah Biaya sesungguhnya 12345=3+4 1.selisih anggaran merugikan sebesar Rp 59.734.00 (11.00 2.000.717.215.00 L (5.245.600.720.00) R 2.000.150.277.00 L 4. Adm.00 L Jumlah 8.681.900.584.490. Langganan 42.000. 4.00 (3.100.000. R = Rugi.215.000.00 8. Penagihan 44.250. Hal ini membawa dampak positif bagi perusahaan.00 18.201.321.500. TABEL III.000.00 30.00 (3.705.687.880. Pada fungsi administrasi pemasaran terdapat selisih anggaran merugikan sebesar Rp 168.366.00 6.000 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 2.432.00 31.745.22 ANALISIS SELISIH BIAYA PEMASARAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SRAGEN TAHUN 2004 Fungsi B.000.132..00 38.00 1.796.00) R 2.00 3.00) R 2.000.00) R Sumber : Perusahaan Daerah Air Minum Sragen.967.230.321.819.000.000.543.200.00 (247.00) R (14.237.450.00 39.000.000.900.000.00 L 5.000. Penjualan 50. .000. Penjualan 5.600.450.075.000.00 74.000. Keterangan : L = Laba.100.00 3.150. Langganan 57.502.270.741. Secara keseluruhan total selisih yang terjadi pada fungsi promosi mengalami kerugian.381. Teknik 74.00 18.00) R (2.800.600 yang berarti terdapat total selisih menguntungkan sebesar Rp 14.200.000. Dalam hal ini PDAM Sragen 94 tidak menggunakan media cetak maupun elektronik untuk menunjang keberhasilan promosi.335.536.250.00 19.215.00 54.455.00) R 2.200.100.100.750 dan selisih kapasitas merugikan sebesar Rp 14.000.263.855.432.4. Pemasaran 17.335.00 57.513.600.980.000.00 4.474.000.000.00) R 14.369.450.537.250.945.100 sehingga terdapat total selisih merugikan sebesar Rp 5.509.593.00 36.00 L (2.00) R 2.100.00 3.00 280.00) R 6.00 249.600.00 L (4.000. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil.000.00) R (2.200. Promosi 2. Teknik 71. Promosi yang dilakukan oleh PDAM Sragen secara langsung ke konsumen.227. Promosi 32.880.248.850.00 L (8.00 Fungsi Biaya Standar Selisih Anggaran Selisih Kapasitas Total Selisih Biaya Pemasaran 167=2-58=6-59=6±7 1.791.00 3.00) R 3.

822. Berdasarkan hasil penghitungan dalam analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2002 secara total terdapat selisih merugi 96 sebesar Rp 8.060.950 di mana biaya sesungguhnya lebih kecil dari biaya standar. 95 BAB IV PENUTUP A. hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah perbaikan pada sambungan pipa air dan bertambahnya jumlah transmisi. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi tidak menguntungkan.455.641.000. Fungsi teknik mengalami keuntungan kecuali pada tahun 2002. Kesimpulan Setelah diadakan analisis terhadap data biaya pemasaran yang diperoleh dari Perusahaan Daerah Air Minum Sragen maka hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini.000 dengan biaya standar sebesar Rp 3.881.998.312.000 dengan biaya standar sebesar Rp 6.234. Fungsi langganan selama dua tahun berturut-turut mengalami kerugian (tahun 2001 dan 2002). hal ini disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan.150 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan.50 yang diakibatkan karena adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 304.797.743. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.208. Faktor internal antara lain disebabkan karena kurangnya petugas dalam memberilan pelayanan kepada pelanggan. Pada tahun 2001 sampai tahun 2004 telah terjadi total selisih merugikan.Untuk fungsi penjualan selama empat tahun mengalami kerugian. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. ini menyebabkan rasa tidak pusa pelanggan terhadap perusahaan. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan.445. 5.00 dengan biaya standar sebesar Rp 284. Hal ini menandakan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Sragen belum maksimal. 3.50 di mana biaya sesungguhnya lebih besar daripada biaya standar. 2. 4.658.100 di mana biaya sesungguhnya lebih besar dari biaya standar.098. . Analisis biaya pemasaran maka dapat diketahui pada tahun 2000 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 18. Tahun 2001 secara total terdapat selisih merugikan sebesar Rp 6.455.100 yang diakibatkan adanya perbedaan antara biaya sesungguhnya sebesar Rp 255.

Saran Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan maka penulis mencoba untuk memberikan saran sebagai berikut : 1. 6. Akuntansi Manajemen. Dasar-Dasar Pemasaran. Perencanaan dan Pengendalian. Jerome. 1990. Mc. R. STIE YKPN (Edisi 2). STIE YKPN. (Edisi 1). 1993. Akuntansi Biaya. Pimpinan perusahaan seyogyanya bekerjasama dengan karyawan untuk menyusun dalam memproduksi produk yang dihasilkan berdasarkan fungsi-fungsinya. Supriyono. Jakarta. Manajemen Pemasaran Analisis. 1991. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini perusahaan sudah membuat anggaran untuk kegiatan sesuai dengan fungsi-fungsinya secara baik. Akuntansi Biaya. Matz-Usry. Perreault. Akuntansi Manajemen. 1993. __________. __________. Carthy. Manajemen Pemasaran. William. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 keadaan perekonomian sudah lumayan stabil. E. PT. karena hal ini terjadi dari faktor luar perusahaan. Bumi Aksara. Prinsip Pemasaran. Jilid 1). 2000. sedangkan bila terjadi selisih kapasitas yang merugikan perusahaan tidak dapat mengantisipasi sejak dini. Perencanaan dan Pengendalian. Manfaat dan Rekayasa. Erlangga. Manajemen Pemasaran. William J. B. BPFE . Jakarta. BPFE ± UGM (Edisi 4)Yogyakarta. Jr. Akuntansi Manajemen. . Erlangga. Jakarta. _________. 1991. 1999. D. Handoko. 1991. 5. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. kerana bila terjadi selisih anggaran yang merugikan perusahaan dapat mengantisipasi dengan adanya perbaikan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya. Kotler. Jakarta. Konsep. Jakarta. Jakarta. Dalam hal ini berarti perusahaan harus lebih mencermati adanya selisih anggaran yang merugikan dibandingkan dengan adanya selisih kapasitas yang merugikan.A. ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah langganan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang dihasilkan oleh PDAM Sragen. 1992. 1996.. 1997. 98 DAFTAR PUSTAKA Gudono. Erlangga (Edisi 5. Akuntansi.sehingga selisih biaya pemasaran yang terjadi merugikan. Mulyadi. Erlangga. Yogyakarta. P. Yogyakarta. Philip. 1997. Mursid. Konsep Dasar Akuntansi Manajemen dan .UGM. Prenhallindo. Yogyakarta. Edisi 8). 97 2. M. Diharapkan di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji tiap-tiap unit kegiatan sesuai dengan fungsi secara intensif dan disejajarkan dengan penyusunan angggaran yang berjalan. Stanton. Erlangga (Jilid 2. Jakarta.

: BPFE ± UGM. Jakarta. Yogyakarta. James D & John B. _________. 99 100 . Erlangga. 1993. Controller. Wilson. 1991. BPFE ± UGM (Edisi 2) Yogyakarta.Proses Perencanaan. Akuntansi Biaya. Campbell. perencanaan dan pengendalian Biaya Serta Data Relevan Dalam Pengambilan Keputusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful