D I S U S U N

OLEH : NURUL SAPITRI TARBIYAH PMA SEMETER II (DUA) UNIT 2 (DUA)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA 2009 / 2010

KATA PENGANTAR

atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Langsa. penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya. Februari 2010 Penulis DAFTAR ISI i . Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Namun demikian.saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan.

.................................................... KAUM MURJI’AH..................................................................... DAFTAR ISI............................................................. DAFTAR PUSTAKA................. BAB III PENUTUP Kesimpulan........................................ B.................................................................................................................................................. Latar Belakang........................... BAB II PEMBAHASAN KAUM KHAWARIJ....................................................................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A.....................................KATA PENGANTAR....................... i ii 16 17 ALIRAN MURJIAH ii ... Tujuan.........

Menurut pendapat lain. Pengertian Aliran Murji’ah Kata Murji’ah berasal dari kata bahasa Arab arja’a. apakah mereka akan masuk neraka atau masuk surga. manusia tidak berhak dan tidak berwenang untuk menghakimi seorang mukmin yang melakukan dosa besar. Menurut penganut paham Murji’ah. mereka disebut Murji’ah karena mereka menyatakan bahwa orang yang berdosa besar tetap mukmin selama masih beriman kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Bagi kalangan Murji’ah. Masalah ini mereka serahkan kepada keadilan Tuhan kelak. keimanan merupakan keyakinan hati seseorang dan tidak berkaitan dengan perkataan ataupun perbuatan. yang berarti menunda atau menangguhkan. yarji’u. Aliran ini disebut Murji’ah karena dalam prinsipnya mereka menunda penyelesaian persoalan konflik politik antara Ali bin Abi Thalib. Paham kaum Murji’ah mengenai dosa besar berimplikasi pada masalah keimanan seseorang. dan perbuatan dosa besar tidak mempengaruhi kadar keimanan. Karena itu mereka tidak ingin mengeluarkan pendapat tentang siapa yang benar dan siapa yang dianggap kafir diantara ketiga golongan yang tengah bertikai tersebut. Dengan kata lain mereka menunda penilaian itu sampai hari pembalasan tiba. Salah satu aliran teologi Islam yang muncul pada abad pertama Hijriyah. Maksudnya. Alasannya. apapun perbuatan atau perkataannya. Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Khawarij ke hari perhitungan di akhirat nanti. Persoalan yang memicu Murji’ah untuk menjadi golongan teologi tersendiri berkaitan dengan penilaian mereka terhadap pelaku dosa besar. bukan kafir.A. orang beriman yang melakukan dosa besar tetap dapat disebut orang mukmin. Selama seseorang masih memiliki keimanan didalam hatinya. kelak di akhirat baru ditentukan hukuman baginya. maka ia tetap dapat disebut seorang mukmin. Pendirinya tidak diketahui dengan pasti. Murji’ah . tetapi Syahristani menyebutkan dalam bukunya Al-Milal wa an-Nihal (buku tentang perbandingan agama serta sekte-sekte keagamaan dan filsafat) bahwa orang pertama yang membawa paham Murji’ah adalah Gailan ad-Dimasyqi. Adapun dosa besar orang tersebut ditunda penyelesaiannya di akhirat.

dan Imran bin Husin yang tidak mau melibatkan diri dalam pertentangan politik antara Usman bin Affan (khalifah ke-3. golongan ini ternyata tidak dapat melepaskan diri dari persoalan teologis yang muncul di zamannya. 661). Di tengah-tengah suasana pertikaian ini muncul sekelompok orang yang menyatakan diri tidak ingin terlibat dalam pertentangan politik yang terjadi. yaitu Syiah dan Khawarij. Waktu itu terjadi perdebatan mengenai hukum orang yang berdosa besar. yaitu kelompok Ali dan Mu’awiyah. Latar Belakang Munculnya Aliran Murji’ah Munculnya aliran ini di latar belakangi oleh persoalan politik. 656) dan Ali bin Abi Thalib (khalifah ke-4. yaitu persoalan khilafah (kekhalifahan). Pendapat ini merupakan lawan dari pendapat kaum Khawarij yang mengatakan bahwa orang Islam yang berdosa besar hukumnya adalah kafir. Dalam perkembanganya. Dalam pertikaian antara ketiga golongan tersebut terjadi saling mengafirkan. Sementara itu Khawarij tidak mendukung Mu’awiyah karena ia dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Sa’ad bin Abi Waqqas. antara lain Abdullah bin Umar. Syi’ah menentang Mu’awiyah karena menuduh Mu’awiyah merebut kekuasaan yang seharusnya milik Ali dan keturunannya. dalam merebut kekuasaan. w. Syi’ah dan Khawarij bersamasama menentang kekuasaannya. B. umat Islam terpecah kedalam dua kelompok besar. Ketika berhasil mengungguli dua kelompok lainnya. Golongan Murji’ah berpendapat bahwa yang terpenting dalam kehidupan beragama adalah aspek iman dan kemudian amal. Kelompok inilah yang kemudian berkembang menjadi golongan Murji’ah. yaitu golongan yang setia membela Ali (disebut Syiah) dan golongan yang keluar dari barisan Ali (disebut Khawarij).mengacu kepada segolongan sahabat Nabi SAW. kelompok Mu’awiyah lalu membentuk Dinasti Umayyah. Jika seseorang masih beriman . w. Kelompok Ali lalu terpecah pula kedalam dua golongan. Kaum Murji’ah menyatakan bahwa orang yang berdosa besar tidak dapat dikatakan sebagai kafir selama ia tetap mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya dan Muhammad SAW sebagai rasul-Nya. Setelah terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan.

Menurut golongan ini. Al-Ubaidiyah di pelopori oleh Ubaid Al-Muktaib. sedangkan kufur (kafir) adalah sebaliknya.berarti dia tetap mukmin. dan minum-minuman keras. Iblis dikatakan kafir bukan karena tidak percaya kepada Tuhan. iman adalah mempercayai Allah SWT. dan tidak takabur. As-Saubaniyah. dan segala sesuatu yang datangnya dari Allah SWT. kerendahan hati. golongan ini berkeyakinan bahwa iman adalah semata-mata hanya ma’rifat kepada Allah SWT. seperti Al-Jahamiyah. Adapun hukuman bagi dosa besar itu terserah kepada Tuhan. Tokoh-tokoh kelompok moderat adalah Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib. Sebaliknya. menyembah berhala. karena keabadian hanya bagi Allah SWT semata. Pendapat ini menjadi doktrin ajaran Murji’ah. Apaila seseorang sudah mempercayai Allah SWT. Menurut paham ini. Al-Jahamiyah di pelopori oleh Jahm bin Safwan. Iman dan kufur itu tidak bertambah dan tidak berkurang. Kelompok moderat tetap teguh berpegang pada doktrin Murji’ah diatas. Pada dasarnya pendapat mereka . iman adalah totalitas dari pengetahuan tentang Tuhan. melainkan karena ketakaburannya. Al-Marisiyah. Kelompok ekstrem terbagi lagi ke dalam beberapa kelompok. Al-Ghailaniyah. Al-Yunusiyah. Golongan ini juga meyakini bahwa surga dan neraka itu tidak abadi. rasul-rasul-Nya. As-Shalihiyah diambil dari nama tokohnya. rasul-rasul-Nya dan segala sesuatu yang datang dari Allah SWT. kafir yaitu tidak mempercayai hal-hal tersebut diatas. Abu Hasan As-Shalihi. Sama dengan pendapat Al-Jahamiyah. Al-Yunusiyah adalah pengikut Yunus bin An-Namiri. berarti ia mukmin meskipun ia menyatakan dalam perbuatannya hal-hal yang bertentangan dengan imannya. yaitu kelompok moderat dan kelompok ekstrem. kendatipun ia melakukan dosa besar. akan ia ampuni atau tidak. Mereka pun meyakini bahwa perbuatan jahat dan maksiat sama sekali tidak merusak iman. Ash-Shalihiyah. Abu Yusuf dan beberapa ahli hadits. AlUbaidiyah. Ajaran aliran Murji’ah Dalam perjalanan sejarah. Abu Hanifah (Imam Hanafi). C. sedang kufur kebalikan dari itu. bukan kafir. aliran ini terpecah menjadi dua kelompok. seperti berbuat dosa besar. dan Al-Karamiyah.

sama dengan sekte Al-Yunusiyah. Hanya mereka menambahkan bahwa yang termasuk iman adalah mengetahui dan mengakui sesuatu yang menurut akal wajib dikerjakan.  Murji'ah Ekstrim . Perbuatan jahat. tidak merusak iman. terutama mengenai pelaku dosa-dosa besar serta pengertian iman dan kufur. As-Saubaniyah yang dipimpin oleh Abu Sauban mempunyai prinsip ajaran yang sama dengan paham Al-Ghailaniyah. kelompok Murji’ah ekstrem sudah tidak didapati lagi sekarang. banyak atau sedikit. Adapun ajaran-ajaran dari kelompok Murji’ah moderat. menjadi ajaran yang umum disepakati oleh umat Islam. kelompok ini mengakui adanya kewajiban-kewajiban yang dapat diketahui akal sebelum datangnya syari’at. semua dosa dan perbuatan jahatnya tidak akan merugikannya. tidak akan memperbaiki posisi orang kafir. Mukmin dan kafirnya sesseorang dapat di ketahui melalui pengakuannya secara lisan. juga harus di ucapkan secara lisan. ajaran-ajarannya yang ekstrem itu masih didapati pada sebagian umat Islam. Berarti. Al-Marisiyah di pelopori oleh Bisyar Al-Marisi. Menurut paham ini. Pendapatnya yang lain adalah jika seseorang meninggal dalam keadaan beriman. iman disamping meyakini dalam hati bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad SAW itu rasul-Nya. iman adalah ma’rifat kepada Allah SWT melalui nalar dan menunjukkan sikap mahabah dan tunduk kepada-Nya. Sebagai aliran yang berdiri sendiri. maka bukan iman namanya. Adapun kufur merupakan kebalikan dari iman. perbuatan baik. Sebaliknya. Al-Karamiyah yang perintisnya adalah Muhammad bin Karram mempunyai pendapat bahwa iman adalah pengakuan secara lisan dan kufur adalah pengingkaran secara lisan. banyak atau sedikit. Al-Ghailaniyah di pelopori oleh Ghailan Ad-Dimasyqi. Walaupun demikian. Pandangan Aliran Murji'ah Ekstrim dan Moderat Tentang Status Pelaku Dosa Besar Pandangan aliran Murji'ah tentang status pelaku dosa besar dapat ditelusuri dari definisi iman yang dirumuskan oleh masing-masing aliran. Menurut mereka. Jika tidak di yakini dalam hati dan diucapkan dengan lisan.

Oleh karena itu ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan seseorang tidak mesti mengandung arti bahwa ia tidak mempunyai iman. Menurut golongan ini orang Islam yang percaya pada Tuhan dan kemudian menyatakan kekufuran secara lisan maka tidaklah kafir. menjalankan ajaran Yahui / Kristen dengan menyembah salib. Iman letaknya dalam hati dan apa yang ada dalam hati seseorang tidak diketahui manusia lain. sungguhpun ia menyembah berhala. Kredo kelompok Murji'ah Ekstrim yang terkenal adalah perbuatan maksiat tidak dapat menggungurkan keimanan sebagaimana ketaatan tidak dapat membawa kekufuran. Artinya. Oleh karena itu segala ucapan maupun perbuatan yang menyimpang dari kaidah agama tidak berarti menggeser atau merusak keimanannya. Dapat disimpulkan bahwa Murji'ah Ekstrim memandang pelaku dosa besar tidak akan disiksa di neraka. Sedangkan perbuatan-perbuatan seseorang tidak selamanya menggambarkan apa yang ada dalam hatinya. Alasannya bahwa iman dalam bahasa adalah tasdiq sedangkan perbuatan dalam bahasa tidak dinamakan tasdiq.  Murji'ah Moderat . karena yang penting menurut mereka adalah tasdiq dalam hati. mengakui dengan hati bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad Rasul-Nya. Oleh karena itu. bahkan keimanannya masih sempurna dalam pandangan Tuhan. Konsep Murji'ah Ekstrim berdasar pengakuan atau pembenaran dalam hati (tasdiq). bahkan mengatakan kekufurannya secara lisan. Murji'ah berpendapat bahwa seseorang tidak menjadi kafir karena melakukan dosa besar. karena iman dan kufur tempatnya hanyalah dalam hati. jika seseorang telah beriman dalam hatinya. Tasdiq itu merupakan persoalan dalam hati sedangkan perbuatan urusan anggota tubuh (al-arkam) dan diantara keduanya tidak saling mempengaruhi. Hal ini disebabkan oleh keyakinan Murji'ah bahwa iqrar dan amal bukanlah bagian dari iman. Berangkat dari konsep ini. ia tetap dipandang sebagai seorang mukmin sekalipun menampakkan tingkah laku seperti Yahudi atau Nasrani.Murji'ah Ekstrim mengatakan. Menurut mereka. bahwa iman hanya pengakuan atau pembenaran dalam hati (tasdiq bi al-qalb). iqrar dan amal bukanlah bagian dari iman.

maka tidak dapat dikatakan iman. Nasihnya nasibnya di akhirat terletak pada kehendak Allah. namun jika ia tidak mendapat ampunan ia masuk neraka dan kemudian baru dimasukkan surga. Seandainya masuk neraka. Pembenaran hati saja tidak cukup ataupun dengan pengakuan dengan lidah saja. Dengan demikian dosadosa besar apalagi dosa-dosa kecil tidak membuat seseorang keluar dari iman. Pandangan Aliran Murji'ah Tentang Konsep dan Kufur Konsep iman Murji'ah Moderat berdasar pembenaran dalam hati (tasdiq) dan pengakuan dengan lidah (iqrar). Kedua unsure iman itu tidak dapat dipisahkan. hanya berbeda dari segi intensitas amal perbuatannya. iman ialah pengetahuan dan pengakuan tentang Tuhan tentang Rasul-rasulNya dn tentang segala apa yang datang dari Tuhan dalam keseluruhan dan tidak dalam perincian. dosa-dosanya akan dihapus oleh kebaikan. tetapi masih tetap mukmin. kalau Allah mengampuninya maka ia terbebas dari neraka dan masuk surga. Abu hanifah memberi definisi iman sebagai berikut. Jadi pelaku dosa besar menurut mereka bukanlah kafir dan tidak kekal dalam neraka sungguhpun ia meninggal dunia sebelum sempat bertaubat dari dosa-dosanya.Golongan Murji'ah Moderat berpendapat bahwa iman itu terdiri dari tasdiq bi al-qalb dan iqrar bi al-lisan. akan tetapi dosa yang diperbuatnya bukan berarti tidak berimplikasi. Menurut golongan ini orang Islam yang berdosa besar bukanlah kafir. sembahyang dan kewajiban-kewajiban lainnya yang dijalankannya. Adapun orang yang berdosa kecil. iman tidak mempunyai sifat bertambah atau berkurang dan tidak ada perbedaan antara manusia dalam hal iman. ia tidak akan kekal didalamnya dan akan dimasukkan serga. karena Allah menghendakinya. Definisi Abu Hanifah ini menggambarkan bahwa iman seluruh umat Islam adalah sama. Iman adalah kepercayaan dalam hati yang dinyatakan dengan lisan. BAB III .

DAFTAR PUSTAKA .PENUTUP Kesimpulan Demikianlah gambaran tentang aliran atau sekte Khawarij dan Murji’ah. keras dan ekstrem sehingga pendapat-pendapatnya itu kurang berkembang di masyarakat. Kalau Khawarij lebih menekankan pemikiran pada masalah siapa dari orang Islam yang sudah menjadi kafir atau yang sudah keluar dari Islam. Ajaran Murji’ah yang ekstrem itu amat berbahaya jika dikuti. sebaiknya pemberian sifat Murji’ah dijauhkan dari para tokoh ulama sehingga tidak disamakan dengan mereka yang membolehkan segala-galanya itu. Ajaran Khawarij sebagaimana disebutkan diatas memperlihatkan keadaan yang kaku. Adapun aliran Murji’ah yang moderat. yaitu siapa yang masih mukmin dan tidak keluar dari Islam. karena dapat menimbulkan kehancuran dalam bidang akhlak dan budi pekerti luhur. lebih-lebih pada masyarakat yang dilanda berbagai produk budaya yang tidak bermoral. maka kelompok Murji’ah lebih menekankan pemikiran kepada yang sebaliknya. Ada yang menarik sekaitan perbedaan antara Khawarij dan Murji’ah.

http://man2amuntai.blogspot.html . Ilmu Kalam.wordpress.Bandung 2001 http://wacanaqt. Rosihin Anwar.com/2009/09/aliran-murjiah.com/2008/11/29/aliran-murjiah/ Abdul Rozak. Pustaka Setia.