P. 1
BAB V

BAB V

|Views: 587|Likes:
Published by Wahyu Hidayat

More info:

Published by: Wahyu Hidayat on Apr 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

74 Matematika Diskrit

BAB V POHON (TREE)

Pohon (tree) merupakan salah satu bentuk khusus dari struktur suatu graf. Misalkan A merupakan sebuah himpunan berhingga simpul (vertex) pada suatu graf G yang terhubung. Untuk setiap pasangan simpul di A dapat ditentukan suatu lintasan yang menghubungkan pasangan simpul tersebut. Suatu graf terhubung yang setiap pasangan simpulnya hanya dapat dihubungkan oleh suatu lintasan tertentu, maka graf tersebut dinamakan pohon (tree). Dengan kata lain, pohon (tree) merupakan graf tak-berarah yang terhubung dan tidak memiliki sirkuit. Contoh :

a

b

a

b

a

b

a

b

c

d

c

d

c

d

c

d

e

f

e

f

e

f

e

f

G1

G2

G3

G4

Gambar 6.1 G1 dan G2 adalah pohon, sedangkan G3 dan G4 bukan pohon Hutan (forest) merupakan kumpulan pohon yang saling lepas. Dengan kata lain, hutan merupakan graf tidak terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Setiap komponen di dalam graf terhubung tersebut adalah pohon. Pada gambar 6. 1 G4 merupakan salah satu contoh hutan, yaitu hutan yang terdiri dari dua pohon. Berikut adalah beberapa sifat pohon : • Misalkan G merupakan suatu graf dengan n buah simpul dan tepat n – 1 buah sisi. Jika G tidak mempunyai sirkuit maka G merupakan pohon. • Suatu pohon dengan n buah simpul mempunyai n – 1 buah sisi. • Setiap pasang simpul di dalam suatu pohon terhubung dengan lintasan tunggal. • Misalkan G adalah graf sederhana dengan jumlah simpul n, jika G tidak mengandung sirkuit maka penambahan satu sisi pada graf hanya akan membuat satu sirkuit.

Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom

salah satu contoh aplikasi spanning tree adalah menentukan rangkaian jalan dengan jarak total seminimum mungkin yang menghubungkan semua kota sehingga setiap kota tetap terhubung satu sama lain. Contoh spanning tree dari suatu graf terhubung (Munir. Dalam menentukan suatu minimum spanning tree dari suatu graf terhubung. v) dalam G yang mempunyai bobot minimum dan bersisian dengan simpul di T. T3. 2003) : Perhatikan graf dibawah ini : G T1 T2 T3 T4 Terlihat bahwa T1. Pilih sisi dari graf G yang berbobot minimum. 2. Jumlah langkah seluruhnya dalam algoritma Prim adalah sebanyak jumlah sisi di dalam spanning tree dengan n buah simpul. T2. Pohon merentang diperoleh dengan cara menghilangkan sirkuit di dalam graf tersebut. Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Masukkan (u. v) ke dalam T. Pohon rentang yang memiliki bobot minimum dinamakan pohon merentang minimum (minimum spanning tree). masukkan ke dalam T.75 Matematika Diskrit 5. ulangi langkah 2 sebanyak n – 2 kali. yaitu (n – 1) buah. dengan syarat sisi tersebut tidak membentuk sirkuit di T. Algoritma Prim memiliki langkah-langkah sebagai berikut : 1. Perlu diperhatikan bahwa setiap graf terhubung berbobot paling sedikit mempunyai satu buah spanning tree. T4 merupakan spanning tree dari graf G. Pilih sisi (u. 3.1 Pohon Merentang Minimum (Minimum Spanning Tree) Spanning Tree dari suatu graf terhubung merupakan subgraf merentang yang berupa pohon. kita dapat menentukannya dengan mengunakan dua cara yaitu algoritma Prim dan algoritma Kruskal. Dalam kehidupan nyata.

yaitu e dan g. Pada algoritma Kruskal. g}.76 Matematika Diskrit Contoh : Tentukan minimum spanning tree dari graf dibawah ini : 4 c 3 b 5 4 5 4 5 e 3 2 4 g a 4 d 5 h f Jawab : Pilih sisi fg sehingga kita mempunyai T ({f. fg) Langkah selanjutnya dapat dipilih sisi ef karena sisi tersebut berbobot minimum yang bersisian dengan simpul f . Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Langkah-langkah dalam algoritma Kruskal agak berbeda dengan algoritma Prim. • Selanjutnya pilih sisi ae atau gh karena sisi tersebut berbobot minimum yang bersisian dengan simpul pada T. Jika proses ini dilanjutkan terus maka akan diperoleh minimum spanning tree seperti dibawah ini : 4 c 3 b 4 4 g e 3 2 • • a 4 d h f Terlihat bahwa spanning tree tersebut mempunyai total bobot 2 + 3 + 4 + 4 + 4 + 4 + 3 = 24. semua sisi dengan bobot yang minimal dimasukan kedalam T secara berurutan.

77 Matematika Diskrit Langkah-langkah dalam menentukan minimum spanning tree dengan algoritma Kruskal adalah sebagai berikut : Langkah I : T berbentuk seperti pohon berikut g 2 f Langkah II : memasukan sisi-sisi yang berbobot 3 kedalam sehingga T berbentuk c 3 g e 3 2 f Langkah II : memasukan sisi-sisi yang berbobot 4 kedalam sehingga akhirnya diperoleh minimum spanning tree berikut : 4 c 3 b 4 4 g e 3 2 a 4 d h f Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .

Sementara itu. 2003) a a b c e d b c e d f g h i j h i j Pohon berakar Pohon berakar setelah tanda panah pada sisi dibuang Pada pohon berakar diatas : • a merupakan akar • c. i. h.2 Pohon Berakar Pada suatu pohon. Simpul yang memiliki derajat keluar sama dengan nol dinamakan daun. maka simpul yang terhubung dengan semua simpul pada pohon tersebut dinamakan akar. f. d.78 Matematika Diskrit 5. simpul yang lain pada pohon itu memiliki derajat masuk sama dengan satu. dan j merupakan daun Terminologi pada Pohon Berakar Perhatikan pohon berakar berikut ini : Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . yang sisi-sisinya diberi arah sehingga menyerupai graf berarah. Suatu pohon yang satu buah simpulnya diperlakukan sebagai akar maka pohon tersebut dinamakan pohon berakar (rooted tree). Simpul yang berlaku sebagai akar mempunyai derajat masuk sama dengan nol. Pada suatu pohon berakar. Contoh : Pohon Berakar (Munir. g.

Derajat (degree) Derajat sebuah simpul adalah jumlah anak pada simpul tersebut. h. h. b. f. c. Lintasan (path) Lintasan dari a ke h adalah a. Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . j. dengan pnjang lintasannya adalah 3. Simpul yang berderajat 3 adalah simpul a dan e. Subtree a b c d e f g k h i j l m c. g bukan saudara kandung e. e. a adalah orangtua dari anak-anak itu b. Simpul yang berderajat 1 adalah simpul d dan g. l. dan d adalah anak-anak simpul a. c. Anak (child atau children) dan Orangtua (parent) b. Contoh : Simpul yang berderajat 0 adalah simpul c. tetapi. f adalah saudara kandung e. karena orangtua mereka berbeda. dan m. I. Simpul yang berderajat 2 adalah simpul b dan k.79 Matematika Diskrit a b c d e f g k h i j l m a.

Tinggi (height) atau Kedalaman (depth) Aras maksimum dari suatu pohon disebut tinggi atau kedalaman pohon tersebut. dan m adalah daun. l. e.80 Matematika Diskrit Jadi. Aras (level) atau Tingkat Level a 0 b c d 1 e f g k 2 h i j 3 l m 4 g. Jika n = 2. i. Pohon di atas mempunyai tinggi 4. Simpul h. Pohon Ekspresi Ekspresi aritmetika (a – b)*((c + d) / e) dapat dinyatakan dalam suatu pohon biner. Contoh : Berikut adalah beberapa contoh pohon biner : 1. Simpul b. d. e. pohonnnya disebut pohon biner (binary tree). j. dan k adalah simpul dalam. pohon berakar yang setiap simpul cabangnya mempunyai paling banyak n buah anak disebut pohon n-ary. f. Simpul Dalam (internal nodes) Simpul yang mempunyai anak disebut simpul dalam. Daun (leaf) Simpul yang berderajat nol (atau tidak mempunyai anak) disebut daun. Pohon di atas berderajat 3 d. dimana peubah sebagai daun dan operator aritmetika sebagai simpul dalam dan akar. * Adiwijaya Sekolah Tinggi/ Teknologi Telkom – e . Derajat maksimum dari semua simpul merupakan derajat pohon itu sendiri. f. c. derajat yang dimaksudkan di sini adalah derajat-keluar. Pohon berakar yang urutan anak-anaknya penting (diperhatiakn) maka pohion yang demikian dinamakan pohon terurut (ordered tree). Sedangka. g.

{ 001. Pohon keputusan (Munir.81 Matematika Diskrit 2. Contoh : a. 011. 11. 010.} merupakan kode awalan b. 111} bukan merupakan kode awalan. 2004) a:b a:c b:c b:c c>a>b a:c c>b>b a>b>c a>c>b b>a>c b>c>a Pohon keputusan untuk mengurutkan 3 buah elemen 3. 01. Kode awalan (a) dapat dinyatakan dalam pohon biner. karena 01 merupakan awalan dari 010. Kode awalan (prefix code) Kode awalan merupakan himpunan kode (salah satunya adalah kode biner) sedemikian sehingga tidak ada anggota himpunan yang merupakan awalan dari kode yang lain. 010. {001. yaitu : Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .

Hal ini menyebabkan pentingnya kompresi data dengan tujuan memperkecil ukuran data tersebut. seringkali ditemukan data berukuran besar sehingga waktu pengiriman data tersebut menjadi lama. Perhatikan tabel kode ASCII berikut ini : Simbol A B C D Kode ASCII 01000001 01000010 01000011 01000100 Jadi rangkaian bit untuk string ‘ADABCCA’ . dapat direpresentasikan dalam bentuk : 0100000101000100010000010100001001000001101000001101000001 atau 7 × 8 = 56 bit (7 byte).82 Matematika Diskrit 0 1 0 1 1 11 1 0 1 000 010 011 4. Tabel Tabel kekerapan dan kode Huffman untuk string ’ABACCDA’ Simbol A B C D Kekerapan 3 1 2 1 Peluang 3/7 1/7 2/7 1/7 Kode Huffman 0 110 10 111 Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Kode Hufman merupakan salah satu metode pengkodean dalam hal kompresi data. Kode Hufman Dalam komunikasi data.

kunjungi S secara inorder . T . inorder. berikut ini adalah pohon biner dimana A merupakan akar pohon biner tersebut. T . Inorder : S . dan postorder bawah ini : dar pohon di Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . A S T Ada tiga jenis penelusuran pohon biner diatas.83 Matematika Diskrit Sehingga rangkaian bit untuk string ’ADABCCA’: 0111110010100 atau 13 bit. A.3 Penelusuran Pohon Biner Misalkan. Preorder : A. S. 5. Postorder : S.kunjungi T secara preorder 2.kunjungi A .kunjungi A Contoh : Tentukan hasil penelusuran preorder. Sementara itu. T .kunjungi A . S dan T merupakan upapohon (subtree) dari pohon biner. A .kunjungi S secara postorder .kunjungi T secara postorder .kunjungi T secara inorder 3.kunjungi S secara preorder . antara lain : 1.

84 Matematika Diskrit * + - a / d * b c e f Jawab : preorder inorder postorder : *+a/b c-d*ef : a+b/c*d-e*f : abc/+def*-* (prefix) (infix) (postfix) Latihan : 1. Diketahui suatu graf seperti dibawah ini : a. graf G1 B 2 A 6 F 5 E 8 8 C 1 2 Adiwijaya 4 3 4 D Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Tentukan semua spanning tree dari graf berikut : p q t r s 2.

3 dalam bentuk preorder. (p + q) / r – (s + t * u) 4. Pada graf dibawah ini. p / (q – r )*(s + t) b. 5. Tentukan hasil penelusuran dari pohon ekspresi pada soal no. a 5 c 5 g 6 h 8 i 3 4 d 3 6 b 6 e 4 5 7 j 6 7 f Adiwijaya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Dalam rangka pembuatan jalan antar desa dibuatlah anggaran pembiayaan seperti tertulis sebagai bobot (dalam satuan juta rupiah) setiap sisi. dan postorder. graf G2 c a 4 f e 2 5 6 1 g b 4 3 d Tentukan minimum spanning tree dengan menginakan : a. Algoritma Kruskal 3. inorder. himpunan simpul mendefinisikan himpunan desa pada suatu kecamatan. Buat sketsa graf biner (pohon ekspresi) yang merepresentasikan ekpresi : a.85 Matematika Diskrit b. Algoritma Prim b. Tentukan biaya minimum yang harus disiapkan dalam pembangunan jalan antar desa tersebut sehingga setiap desa pada kecamatan tersebut terhubung (ingat definisi terhubung pada suatu graf).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->