PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH DAN SAHABAT

00:52 / Diposkan oleh she Sulis Mufy ^_^ / BAB I PENDAHULUAN Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam amat penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama islam dan pemimpin-pemimpin islam. Dengan mempelajari Sejarah Pendidikan Islam kita dapat mengetahui sebab kemajuan dan kemunduran islam baik dari cara didikannya maupun cara ajarannya. Khusunya pendidikan islam pada zaman Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat islam, hendaknya kita mengetahui sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan wawasan generasi mendatang di dalam pengetahuan sejarah tersebut. Sejarah Pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW terdapat dua periode. Yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Pada periode Makkah, Nabi Muhammad lebih menitik beratkan pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang bermukim di Makkah dan pada peroide di Madinah Nabi Muhammad SAW melakukan pembinaan di bidang sosial politik. Disinilah pendidikan islam berkembang pesat. BAB II PEMBAHASAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH DAN SAHABAT 1.Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Pendidikan islam pada masa Rasulullah dapat dibedakan menjadi 2 periode: 1. Periode Makkah 2. Periode Madinah A. Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah di Makkah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hira di Makkah pada tahun 610 M.dalam wahyu itu termaktub ayat al-qur’an yang artinya: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu maha pemurah. Yang

mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya[1]. Kemudian disusul oleh wahyu yang kedua termaktub ayat al-qur’an yang artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah. dan perbuatan dosa tinggalkanlah. dan janganlah kamu member (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah[2]. Dengan turunnya wahyu itu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah, supaya bangun melemparkan kain selimut dan menyingsingkan lengan baju untuk member peringatan dan pengajaran kepada seluruh umat manusia, sebagai tugas suci, tugas mendidik dan mengajarkan islam.kemudian kedua wahyu itu diikuti oleh wahyuwahyu yang lain. Semuanya itu disampaikan dan diajarkan oleh Nabi, mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya dengan sembunyi-sembunyi. Setelah banyak orang memeluk islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al- Arqam bin Abil Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya. di tempat itulah pendiikan islam pertama dalam sejarah pendidian islam.disanalah Nabi mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) alqur’an kepada para pengikutnya serta Nabi menerima tamu dan orang-orang yang hendak memeluk agama islam atau menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama islam. Bahkan disanalah Nabi beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya[3]. Lalu turunlah wahyu untuk menyuruh kepada Nabi, supaya menyiarkan agama islam kepada seluruh penduduk jazirah Arab dengan terang-terangan. Nabi melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Banyak tantangan dan penderitaan yang diterima Nabi dan sahabat-sahabatnya. Nabi tetap melakukan penyiaran islam dan mendidik sahabatsahabatnya dengan pendidikan islam. Dalam masa pembinaan pendidikan agama islam di Makkah Nabi Muhammad juga mengajarkan alqur’an karena al-qur’an merupakan inti sari dan sumber pokok ajaran islam. Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya[4]. Intinya pendidikan dan pengajaran yang diberikan Nabi selama di Makkah ialah pendidikan keagamaan dan akhlak serta menganjurkan kepda manusia, supaya

3. Pendidikan Akhlak dan Budi pekerti Yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid. Nabi Muhammad juga mempunyai kedudukan. pada periode Madinah islam merupakan kekuatan politik. Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru. tetapi juga sebagai kepala Negara. Pendidikan Keagamaan Yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata jangan dipersekutukan dengan nama berhala. 4. Dasar-dasar tersebut adalah: . Yaitu mementingkan kebersihan pakaian. bukan saja sebagai kepala agama. 2. dan ke luar diakui dan disegani oleh masyarakat lainnya (sebagai satu kesatuan politik). Pendidikan Akliyah dan Ilmiah Yaitu mempelajari kejadian manusiadari segumpal darah dan kejadian alam semesta. Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam. hewan. menuju satu kesatuan sosial dan politik. Cara Nabi melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agaam islam di Madinah adalah sebagai berikut: a.mempergunakan akal pikirannya memperhatikan kejadian manusia. menyatakan bahwa pembinaan pendidikan islam pada masa Makkah meliputi: 1. Nabi Muhammad SAW mulai meletakkan dasar-dasar terbentuknya masyarakat yang bersatu padu secara intern (ke dalam).[5] B. Pendidikan Islam pada masa Rasulullah di Madinah Berbeda dengan periode di Makkah. badan dan tempat kediaman. tumbuhtumbuhan dan alam semesta seagai anjuran pendidikan ‘akliyah dan ilmiyah. Pendidikan Jasmani atau Kesehatan. Ajaran islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah.

Dalam perjanjian itu ditegaskan. terutama bila ada seranga musuh terhadap Madinah. turunlah syari’at zakat dan puasa.[8] . Nabi Muhammad saw mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan anatr suku. dengan jalan mengikat tali persaudaraan diantara mereka. bantu-membantu. 3. bnaik secara materil maupun moral. Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masingmasing seperti waktu di Makkah. Mereka harus memperhatikan negri bersama-sama kaum Muslimin. yang merupakanpendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial. Dengan sholat jum’at tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara langsung mendengar khutbah dari Nabi Muhammad SAW dan shalat jama’ah jum’at Rasa harga diri dan kebanggaan sosial tersebut lebih mendalam lagi setelah Nabi Muhammad SWA menapat wahyu dari Allah untuk memindahkan kiblat dalam shalat dari Baitul Maqdis ke Baitul Haram Makkah. sehingga menjadi bersaudara.1. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah kokohlah persatuan kaum muslimin. penduduk Madinah. tolongmenolong . Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. lalu Nabi mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi.nabi mempersaudarakan duadua orang. Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong dlam rangka membentuk tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur. kemudian diantara Muhajirin dan Anshar. 4. Suatu kebijaksanaan yang sangat efektif dalam pembinaan dan pengembangan masyarakat baru di Madinah.[7] Setelah selesai Nabi Muhammad mempersatukan kaum muslimin. disamping itu kaum Yahudi merdeka memeluk agamanya dan bebas beribadat menurut kepercayaannya. yaitu shalat juma’t yang dilaksanakan secara berjama’ah dan adzan. karena dengan demikian mereka merasa sebagai umat yang memiliki identitas.[6] 2. bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin. Inilah salah satu perjanjian persahabatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. mula-mula diantara sesama Muhajirin. adalah disyari’atkannya media komunikasi berdasarkan wahyu.

Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga 5. anak merupakan pewaris ajaran islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw dan gnerasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan islam ke seluruh penjuru alam. Tujuan pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur. Diantara peringatan-peringatan tersebut antara lain: • • • Pada surat At-Tahrim ayat 6 terdapat peringatan agar kita menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran (api neraka) Pada surat An-Nisa ayat 9. Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan. Pendidikan Tauhid 2. terdapat agar janagan meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan hidup.[9] Adapun garis-garis besar materi pendidikan anak dalam islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut: 1. yang dalam prakteknya diperinci lebih lanjut dan di sempurnakan dengan ayatayat yang turun Selama periode Madinah. baik dalam kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Pendidikan Shalat 3. Allah SWT memperingatkan bahwa orang yang mendapatkan kemuliaan antara lain adalah orang-orang yang berdo’a dan memohon kepada Allah SWT. tetapi luas. Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat 4.b. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-qur’an berkaitan dengan itu. agar dikaruniai keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati. pokok-pokok pikiran konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja. Pendidikan kepribadian[10] . Materi pendidikan sosial dan kewarnegaraan islam pada masa itu adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam konstitusi Madinah. c. Pada surat Al-Furqan ayat 74. Pendidikan anak dalam islam Dalam islam.

C. Rasulullah memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan rasulullah menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah. yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran . titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim. Sistem pendidikan islam lebih bertumpu kepada Nabi. Pendidikan kesehatan 7. Materi yang diajarkan menerangkan tentang kajian keagamaan yang menitikberatkan pada keimanan. agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. sebab Rasul mengajar pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. • 2. sebab selain Nabi tidak ada yang mempunyai otoritas untuk menentukan materi-materi pendidikan islam.[11] Perbedaan ciri pokok pembinaan pendidikan islam periode kota Makkah dan kota Madinah: • Periode kota Makkah: Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Makkah adalah pendidikan tauhid. Madinah . Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW Mengindentifikasikan kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit. Makkah • Materi yang diajarkan hanya berkisar pada ayat-ayat Makiyyah sejumlah 93 surat dan petunjuk-petunjuknya yang dikenal dengan sebutan sunnah dan hadits. di jalan.Dapat dibedakan menjadi dua periode: 1. ibadah dan akhlak. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah. dan di tempat-tempat lainnya. • Periode kota Madinah: Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.6. di masjid. Pendidikan akhlak.

Dalam bidang keimanan: melalui Tanya jawab dengan penghayatan yang mendalam dan b. Selama di Makkah pendidikan berlangsung dari rumah ke rumah secara sembunyi-sembunyi. Materi pendidikan islam yang diajarkan berkisar pada bidang keimanan.[12] D.tidak menemui mereka kecuali dengan cra sembunyi-sembunyi dalam mendidik mereka. barulah pendidikan islam dapat berjalan dengan leluasa dan terbuka secara umum. Hal yang demikian belum di mungkinkan.• upaya pendidikan yang dilakukan Nabi pertama-tama membangun lembaga masjid. . bahkan beliau dan para pengikutnya berada dalam baying-bayang ancaman pembunuhan dan kaum kafir quraisy. kesehatan jasmanai dan pengetahuan kemasyarakatan Metode yang dikembangkan oleh Nabi adalah: di dukung oleh bukti-bukti yang rational dan ilmiah. Membangun masjid di Madinah. akhlak. kaena pada saat itu Nabi Muhammmad belum berperan sebagai pemimipin atau kepala Negara.dan kebijakan yang telah dilakukan Nabi Muhammmad ketika di Madinah adalah: a. c. Materi ibadah : disampaikan dengan metode demonstrasi dan peneladanan sehingga mudah didikuti masyarakat. Rasulullah telah melakukan serangkaian kebijakan yang amat strategis serta sesuai dengan situasi dan kondisi. Bidang akhlak: Nabi menitikberatkan pada metode peneladanan. Setelah masyarakat islam terbentuk di Madinah barulah. Langkah yang bijaka dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahap awal islam ini adalah melarang para pengikutnya untuk menampakkan keislamannya dalam berbagai hak. Kebijakan Rasulullah Dalam Bidang Pendidikan Untuk melaksanakan fungsi utamanya sebagai pendidik. Diantaranya yang terkenal adalah rumah Al. Masjid inilah yang selanjutnya digunakan sebagai pusat kegiatan pendidikan dan dakwah. melalui masjid ini Nabi memberikan pendidikan islam. Proses pendidikan pada zaman Rasulullah berada di Makkah belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. • • a.Arqam. Nabi tampil dalam kehidupan sebagai orang yang memiliki kemuliaan dan keagungan baik dalam ucapan maupun perbuatan. ibadah.

kesehatan. khalifah Umar bin Khattab merupakan seorang pendidik yang melakukan penyuluhan pendidikan di kota Madinah. beliau juga menerapkan pendidikan di masjid-masjid dan pasar-pasar serta mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukan itu. Dari segi materi pendidikan Islam terdiri dari pendidikan tauhid atau keimanan. Pada zaman khulafa al-Rasyidin seakan-akan kehidupan Rasulullah SAW itu terulang kembali.[14] Berikut penguraian tentang pendidikan Islam pada masa Khulafa al. Pendidikan islam masih tetap memantulkanAl-Qur’an dan Sunnah di ibu kota khilafah di Makkah. sedangkan yang bertindak sebagai tenaga pendidik adalah para sahabat rasul terdekat. Menurut Ahmad Syalabi lembaga untuk belajar membaca menulis ini disebut dengan Kuttab. di Madinah dan di berbagai negri lain yang ditaklukan oleh orang-orang islam. Masa Khalifah Umar bin Khattab Berkaitan dengan masalah pendidikan. Masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq Pola pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti pada masa Nabi. B.[13] 2. akhlak.[15] Lembaga pendidikan Islam masjid. Kuttab merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah masjid. selanjutnya Asama Hasan Fahmi mengatakan bahwa Kuttab didirikan oleh orang-orang Arab pada masa Abu Bakar dan pusat pembelajaran pada masa ini adalah Madinah.Pendidikan Islam Pada Masa Kulafa al-Rasyidin Tahun-tahun pemerintahan Khulafa al-Rasyidin merupakan perjuangan terus menerus antara hak yang mereka bawa dan dakwahkan kebatilan yang mereka perangi dan musuhi. membaca Al-qur’an dan lain sebagainya. masjid dijadikan sebagai benteng pertahanan rohani. Adapun metode yang . dan lain sebagainya. tempat pertemuan. Dengan adanya piagam tersebut terwujudlah keadaan masyarakat yang tenang. ibadah.b. harmonis dan damai. dan lembaga pendidikan Islam. baik dari segi materi maupun lembaga pendidikannya. Langkah ini dituangkan dalam dokumen yang lebih popular disebut piagam Madinah. mereka bertugas mengajarkan isi Al-qur’an dan ajaran Islam lainnya.Rasyidin: A. Mempersatukan berbagai potensi yang semula saling berserakan bahkan saling bermusuhan. sebagai tempat shalat berjama’ah.

Masa Khalifah Usman bin Affan. baitulmal dan sebagainya.[17] Tugas mendidik dan mengajar umat pada masa ini diserahkan pada umat itu sendiri. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan Madinah di masa khalifah Umar. baik dari segi ilmu bahasa. seperti jawatan pos. Proses pelaksanaan pola pendidikan pada masa Usman ini lebih ringan dan lebih mudah dijangkau oleh seluruh peserta didik yang ingin menuntut dan belajar Islam dan dari segi pusat pendidikan juga lebih banyak. Pendidikan di masa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada. C. sebab selama Umar memerintah Negara berada dalam keadaan stabil dan aman. diberikan kelonggaran untuk keluar di daerah-daerah yang mereka sukai. dengan demikian para pendidik sendiri melaksanakan tugasnya hanya dengan mengharapkan keridhaan Allah. Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib . Adapun sumber gaji para pendidik waktu itu diambilkan dari daerah yang ditaklukan dan dari baitulmal. sebab pada masa ini para sahabat memilih tempat yang mereka inginkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. artinya pemerintah tidak mengangkat guru-guru.serta diiringi kemajuan di berbagai bidang. menulis. dan pokok ilmu-ilmu lainnya. pelaksanaan pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya.mereka pakai adalah guru duduk di halaman masjid sedangkan murid melingkarinya. D. Kebijakan ini sangat besar pengaruhnya bagi pelaksanaan pendidikan di daerah-daerah. namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan Islam. Pelaksanaan pendidikan di masa Khalifah Umar bin Kattab lebih maju. kepolisian. ini disebabkan disamping telah ditetapkannya masjid sebagai pusat pendidikan juga telah terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam di berbagai kota dengan materi yang dikembangkan. Pada masa khalifah Usman bin Affan.[16] Pendidikan dikelola di bawah pengaturan gubernur yang berkuasa saat itu.

Kurikulum Pendidikan Islam Masa khulafa al Rasyidin (632-661M. Pokok-pokok agama islam. kecuali pada masa Khalifah Umar bin al. Madinah 3.khattab yang turut campur dalam menambahkan materi kurikulum pada lembaga kuttab. Memanah d. Membaca dan menulis b. kegiatan pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan.[18] Adapun pusat-pusat pendidikan pada masa Khulafa al-Rasyidin antara lain: 1.tidak dikelola oleh pemerintah. Makkah 2. Basrah 4. Damsyik (Syam) 6.[19] E. untuk pendidikan dasar: a. sehingga di masa ia berkuasa pemerintahannya tidak stabil. Materi pendidikan islam yang diajarkan pada masa khalifah Al-Rasyidin sebelum masa Umar bin Khattab. seperti cara wudlu./ 12-41H) Sistem pendidikan islam pada masa khulafa al-Rasyidin dilakukan secara mandiri. ia menginstruksikan kepada penduduk kota agar anak-anak diajari: a. shalat. Sedangkan materi pendidikan pada tingkat menengah dan tinggi terdiri dari: . Mesir. Membaca dan menghapal syair-syair yang mudah dan peribahasa. Membaca dan menghafal Al-Qur’an c. Mengendarai unta c. Pada saat itu ali tidak sempat lagi memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruhan perhatiannya itu ditumpahkan pada masalah keamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Islam. Dengan kericuhan politik pada masa Ali berkuasa. shaum dan sebagainya Ketika Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah. Kuffah 5.Pada masa Ali telah terjadi kekacauan dan pemberontakan. Berenang b.

Jakarta: Pustaka Husna. • Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran . Jakarta: Bumi Aksara. Al-qur’an dan tafsirnya b. Samsul. pendidikan kurang mendapat perhatian.Armai. Langgulung. Sejarah Pendidikan Islam. Nata.cet. 1988. titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim.S. 1992 Zuhairini.2005. Al-Alaq: 1-5) . Mahmud. ini disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan. Hasan. Sejarah Pendidikan Islam. pendidikan sudah lebih meningkat dimana pada masa khalifah Umar. Hadits dan pengumpulannya c. Asas-asas Pendidikan Islam. Fiqh (tasyri’)[20] BAB III KESIMPULAN • Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Makkah adalah pendidikan tauhid. 2008 Yunus . Pada masa khalifah Unar bin Khattab. 2005 Nizar. Jakarta: PT. Pendidikan Islam Perspektif Hadits. Ciputat: UIN Jakarta Press. Jakarta: Kencana. tetapi sudah di bolehkan ke daerah-daerah untuk mengajar.2008 [1] (Q. merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut. Bandung: Penerbit Angkasa. pendidikan diserahkan pada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja. Abuddin.pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah. • Pendidikan pada masa khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan pendidikan pada masa Rasulullah.9. guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukan. Sejarah Pendidikan Islam.a. Pada masa khalifah Usman bin Affan. agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Hidakarya Agung.dkk. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Klasik. DAFTAR PUSTAKA Arief.

Sejarah Pendidikan Islam.2008. Dr. M. Hal 135-136 [13] Prof.ag.Raja Grafindo. Samsul Nizar.H. Hasan Langgulung. H.H.H. Jakarta:PT. Dr.9. 2008 hal 48 [17] Prof.Mahmud Yunus. 1992 Persada.Dr.1992.2008 hal 55 [10] Dra. Sejarah Pendidikan Islam. Asas-asas Pendidikan Islam. H. Samsul Nizar.Dr. dkk. cet.ag. Hal 6 [4] Dra. Jakarta: Pustaka Husna.9. Zuhairini. Samsul Nizar.2005.2008 hal 37 [8] Prof.Mahmud Yunus.Zuhairini.Armai Arief. 2008 hal 45 [16] Prof. cet.9.H. 2008 hal 49 . dkk. Jakarta: Kencana.dkk. 1992. Dr. Jakarta: Bumi Aksara cet. MA. Zuhairini. Sejarah Pendidikan Islam. Hidakarya Agung. Hidakarya Agung.H. Dr. Bandung: Penerbit Angkasa. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Klasik. Dr. Sejarah Pendidikan Islam.Mahmud Yunus. Hal 28 [5] Dra. M. Jakarta: PT. Jakarta: Bumi Aksara.[2] (Q. M.Dr. Sejarah Pendidikan Islam. MA.2008 hal 58 [11]Prof. hal 16 [9] Dra.Zuhairini. 2008. Hal 26 [7] Dra.Abuddin Nata.S.dkk. H. 1988. Jakarta: Bumi Aksara. Sejarah Pendidikan Islam. Pendidikan Islam Perspektif Hadits. Hidakarya Agung. Jakarta: PT. Jakarta:PT. Sejarah Pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. Hal 121 [15] Prof. Jakarta: Bumi Aksara.9. Sejarah Pendidikan Islam.cet. Mahmud Yunus. cet. Jakarta: Kencana. Zuhairini. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Ciputat: UIN Jakarta Press 2005 hal 24 [14] Prof.9.2008 hal 27 [6] Prof. 1992. Jakarta: Kencana.dkk.hal 18 [12] Dr. Al-Mudatsir: 1-7) [3] Prof.ag.Dr.

M. dan lebih mengedepankan logika materialisme serta memisahkan antara agama dengan kehidupan yang dalam hal ini sering disebut paham Sekulerisme. Jabir bin Hayyan (Bapak Kimia). Sejarah Pendidikan Islam. Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. Al-Khazini dan Al-Biruni (Bapak Fisika). Banyak kasus buruk dunia pendidikan yang mencuat di permukaan dimuat oleh beberapa media massa cukup meresahkan semua pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan bangsa yang lebih baik. BAB I PENDAHULUAN:ko: A. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan makalah pada penulisan makalah ini adalah: . Ibnu Batutah (bapak geografi). 2008 hal 50 [19] Prof. Al-Battani (Bapak Astronomi). Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun(bapak ekonomi). Hidakarya Agung.Mahmud Yunus.Dr. Ibnu Khawarizm (bapak matematika).ag. Samsul Nizar. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah. sisi gelap dalam pola pendidikan yang dirumuskan oleh Amerika dan Eropa yaitu tidak adanya muatan nilai ruhiyah. Jakarta: PT. H. Dr. Bandung: Penerbit Angkasa. Tujuan Setelah kita melihat latar belakang dan rumusan maslah diatas maka yang menjadi . B.2005. Jakarta: Kencana. MA.1992.Bagaimanakah Peran pendidik dalam islamic character building? C. Sejarah Pendidikan Islam.Armai Arief. Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh.hal 33 20 Dr.[18] Prof.H. Latar Belakang[imgright] Perlu diketahui bersama. Hal 137 [20] sumber: makalah kelompok 1 SPI 2 . Implikasi yang bisa dirasakan namun jarang disadari adalah adanya degradasi moral yang dialami oleh anak bangsa.Kelas 3D UIN Jakarta. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Klasik.Kemananakah Arah dan pilar pendidikan islam? .

tujuan pembahasan pada penulisan makalah ini adalah: . Sehingga dampak yang bisa dirasakan. Sehingga yang terjadi adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang. sebagaimana telah disitir dalam ayat berikut ini “ Telah nyata kerusakan didaratan dan dilautan oleh karena tangan – tangan manusia “. “Hai orang-orang yang beriman.Memahami bagaimana Peran pendidik dalam islamic character building. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat. Islam menjelaskan aturan mulai dari masuk kamar mandi hingga masuk parlemen. Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya. Jadi sangat disayangkan jika kaum muslimin berpaling dari Islam malah meniru total pendidikan ala Barat karena silau dengan kemajuannya.” (Al-Baqoroh : 208) “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin.Mengetahui kemana Arah dan pilar pendidikan islam. tutup lubang atas masalah yang ada. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya. turunnya Islam menjadi penyempurna dari semua agama yang ada dan memuat semua tata aturan kehidupan secara paripurna. Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad tidak sekadar melakukan perbaikan akhlaq. maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. BAB II PEMBAHASAN Metode Pendidikan Rosulullah A. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. pola pendidikan tersebut menghasilkan output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan menanggalkan prinsip syari’at Islam. Arah Dan Pilar Pendidikan Islam Kerusakan yang lama ada pada pola pendidikan di negara Barat sepatutnya ditinggalkan oleh kaum muslimin. Maka dari itu jika ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal pada Islam. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. sesat yang . Islam menjelaskan secara total bagaimana kaidah pendidikan sesuai dengan Khitab As-Syaari’. (Ar. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.Rum : 41). Namun lebih jauh lagi. . mulai dari menegakkan sholat hingga menegakkan Negara Islam. Demikian pula. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan.

Karena itu. dan perilaku Islami kedalam akal dan jiwa anak didik.nyata”(QS. Setelah diketahui hakikat pendidikan maka berikutnya bisa dirumuskan tujuan dari pendidikan Islam yang diinginkan yaitu : Membangun kepribadian islami yang terdiri dari pola piker dan pola jiwa bagi umat yaitu dengan cara menanamkan tsaqofah Islam berupa Aqidah. Hakikat tersebut menunjukkan pendidikan sebagai proses menuju kesempurnaan dan bukannya puncak kesempurnaan. keluarga merupakan gerbang utama dan pertama yang . sebab puncak kesempurnaan itu hanyalah ada pada Allah dan kemaksuman Rasulullah SAW. Sehingga output yang didapatkan mampu menjawab setiap perubahan dan tantangan zaman dengan berbekal ilmu yang berimbang baik diniyah maupun madiyah-nya. keberhasilan pendidikan hanya bisa dinilai dengan standar pencapaian kesempurnaan manusia pada tingkat yang paling maksimal. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah. baik ilmu diniyah (Ijtihad. Sehingga generasi yang dihasilkan juga tidak diragukan kehandalannya hingga kini.Al-Ahzab : 36) “Hai orang-orang yang beriman. fisika. Fiqh. Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun(bapak ekonomi). Pilar penopang pendidikan Islam yang dibutuhkan untuk bekerja sinergis terdiri dari : Keluarga Dalam pandangan Islam. Factor paling menentukan atas kegemilangan Islam membangun peradaban dunia adalah keimanan dan keilmuannya. Ibnu Batutah (bapak geografi). Tidak ada pemisahan ataupun dikotomi atas kedua factor tersebut dalam pola pendidikan yang diterapkan. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS. Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. Islam telah terbukti mampu membangun peradaban manusia yang khas dan mampu menjadi pencerah serta penerang hampir seluruh dunia dari masa-masa kegelapan dan kejayaannya +13 abad lamanya. janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh. Peradilan. kedokteran.An-Nisa’: ) Sepanjang sejarah dunia. dll) maupun ilmu terapan dari sains dan teknologi (kimia. Karenanya harus disusun dan dilaksanakan kurikulum oleh Negara. Kedua tujuan dari pola pendidikan Islam bisa terlaksana jika ditopang dengan pilar yang akan menjaga keberlangsungan dari pendidikan Islam tersebut. dll). Kalau begitu pola pendidikan seperti apa yang mampu mencetak generasi islam berkualitas sekaliber tokoh-tokoh dunia tersebut? Penting kiranya menyatukan persepsi tentang pendidikan sesuai kaidah Syara’. Jabir bin Hayyan (Bapak Kimia). Mempersiapkan generasi Islam untuk menjadi orang ‘alim dan faqih di setiap aspek kehidupan. pemikiran. Al-Khazini dan Al-Biruni (Bapak Fisika). Al-Battani (Bapak Astronomi). Ibnu Khawarizm (bapak matematika). Hakekat pendidikan adalah proses manusia untuk menjadi sempurna yang diridhoi Allah SWT.

Didalamnya tidak semata-mata membahas ilmu diniyah. Ada beberapa peran yang bisa dimainkan masyarakat sebagai pilar penopang pendidikan generasi islami yaitu sebagai control penyelenggaraan pendidikan oleh negara dan laboratorium permasalahan kehidupan yang kompleks. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II. Dimanapun ia mejumpainya.62)) ‫العلم ضالة المؤمن حيث وجده أخذه‬ Hikmah laksana hak milik seorag mukmin yang hilang. Keluarga-lah yang memiliki andil besar dalam menanamkan prinsip-prinsip keimanan yang kokoh sebagai dasar bagi si anak untuk menjalani aktivitas hidupnya. Nasrani. Hal ini sah-sah saja dan tidak bisa dianggap sebagai upaya memisahkan anak didik dari masjid. Semasa Rasulullah SAW. Oleh karena itu. Berikutnya. Al-Askari dari Anas ra) Madrasah Tempat untuk mengkaji keilmuan lebih intensif dan sistematis terletak pada Madrasah. namun juga ilmu terapan. masjid-masjid yang didirikan kaum muslimin menjadi lembaga pendidikan formal bagi semua manusia. keluarga sebagai cermin keteladanan bagi generasi baru. h. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : ‫كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه‬ ّ ّ ّ “Setiap anak dilahirkan atas fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi. atau Majusi.6521) Masyarakat Pendidikan generasi merupakan aktivitas yang berkelanjutan tanpa akhir dan sepanjang hayat manusia. mengantarkan dan mendampingi anak meraih dan mengamalkan ilmu setingggi-tingginya dalam koridor taqwa.membukakan pengetahuan atas segala sesuatu yang dipahami oleh anak-anak. Rasulullah menjadikan masjid untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam. Bukhari) ‫رضى الرب في رضى الوالدوسخط الر ّ في سخط الولد‬ ‫ّب‬ ّ ّ “Ridho Tuhan terletak pada ridho orang tua. pola pendidikan Islam tidak berhenti dan terbatas pada pendidikan formal (sekolah).” (HR.Al-Bukhori no. sebab hikmah itu kadangkadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. . Kajian tsaqofah islam serta ilmu pengetahuan dan sarana penunjangnya menuntut peran aktif dari masyarakat pula. disana ia mengambilnya (HR. Sedangkan dimasa modern saat ini pendidikan bisa dialihkan yang semula masjid ke tempat dengan fasilitas yang menunjang dalam proses pembelajaran lebih efektif baik itu sekolah maupun perguruan tinggi. ‫خذاالحكمة ممن سمعتموها فانه قديقول الحكمة غير الحكيم وتكون الرمية من غير رام‬ “Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja. tapi penyusunan strategi perang pun juga seringkali dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat didalam masjid. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Singkatnya. Jadi keluarga harus menyadari memiliki beban tanggung jawab yang pertama untuk membentuk pola akal dan jiwa yang Islami bagi anak. demikian juga kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan orang tua. namun justru pendidikan generasi Islami yang bersifat non formal di tengah masyarakat harus beratmosfer Islam pula.” (HR.

Menyajikan content pendidikan dengan prinsip al Fikru lil Amal (Link and Match / ilmu yang bisa diamalkan). ekonomi ribawi. Sejarah mencatat berdirinya Bait Al-Hikmah sebagai madrasah dengan jenjang pendidikannya yang sistematis. Sepanjang pemerintahan Khilafah Abbasiyah. syakhsiyah Islamiyah yang dicita-citakan pada anak didik menjadi sempurna apabila para tenaga pendidiknya lebih dahulu memiliki syakhsiyah islamiyah tersebut dan mampu meningkatkan secara berkelanjutan. efektif dan sempurna jika didukung dengan semua kebijakan yang dikeluarkan terhadap aspek kehidupan ini berlandaskan syari’at Islam. Sehingga harapannya tidak lagi masuk di materi sekolah tentang teori Darwin. Sistematika pendidikan islam yang bisa diterapkan dalam madrasah dikelompokkan secara berjenjang (marhalah) yang harus memperhatikan fakta anak didik di setiap tingkatan. Tentunya bobot yang diberikan disetiap tingkatan memiliki komposisi yang berbeda namun proporsional. Seleksi dan kontrol ketat terhadap para tenaga pendidik. Lebih dari itu. Peran yang bisa diambil oleh Negara dalam mewujudkan pola pendidikan Islami diantaranya : Menyusun kurikulum berdasarkan aqidah islam untuk semua institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi). Madrasah meletakkan harapan besar kepada para tenaga pendidik untuk memberikan proses yang tidak sekadar transfer of knowledge tapi juga cultivate of spirit and value. perhatian sangat besar diberikan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan pola pendidikan islami. Filterisasi terhadap paham-paham sesat dan menyesatkan bisa dijalankan melalui standar kurikulum Islami. Dari Bait Al-Hikmah inilah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang telah disebutkan sebelumnya. Perkembangan sikap dan pemahaman yang terdapat pada anak didik merupakan tanggung jawab terbesar pada para tenaga pendidik. Juga Bait Al-Hikmah lah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang didatangi oleh semua orang dari segala penjuru dunia termasuk Barat. negara harus menjamin kesejahteraan hidup para tenaga pendidik agar mereka bisa focus dalam penelitian dan pengembangan ilmu bagi anak didik dan tidak disibukkan aktivitas mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bait Al-Hikmah dibangun oleh Khalifah Al-Ma’mun yang dikenal sebagai khalifah pencinta ilmu pengetahuan. Dan munculnya Renaissance di Eropa terjadi setelah banyak orang Eropa menggali ilmu pengetahuan dari bait Al-Hikmah. Penetapan kualifikasi berupa ketinggian syakhsiyah islamiyah dan kapabilitas mengajar. Artinya jangan sampai isi materi pendidikan tidak . Maka dari itu arti guru yaitu digugu dan ditiru benar-benar bisa terlaksana dan terjaga dengan baik. Jika sudah didapatkan tenaga pendidikan yang sesuai kualifikasi. serta filsafat liberal-sekuler dan lainnya yang tidak sesuai dengan Aqidah Islam. Negara Negara sebagai pilar penopang bisa mewujudkan pola pendidikan Islami akan lebih optimal. Sedangkan keberhasilan sistematika pendidikan islami yang ada pada madrasah tergantung pada para tenaga pendidiknya.Peradaban Islam mengalami puncak kegemilangan pada saat Bani Abbasiyah memegang tampuk kekuasaan dalam system pemerintah Khilafah Islamiyah.

Sosok Rasulullah SAW yang menjadi pendidik sukses bisa diakui tidak cuma kalangan dunia Islam namun juga dari komentar yang diberikan oleh kalangan Barat seperti Robert L. Karena hakekat pendidikan adalah hak setiap manusia yang harus dipenuhi oleh Negara. Beliau tidak cuma sekadar bapak tapi juga guru dengan teladan yang baik. Peran Pendidik Dalam Islamic Character Building Rasulullah SAW selaku penyampai risala Islam yang mulia merupakan cerminan yang komprehensif untuk mencapai kesempurnaan sikap. ‫المام راع وهو مسؤول عن رعيته‬ “Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam. Abu Dawud. Wujud pendidik umat yang mampu membangun generasi islami dengan ciri yang .” (HR. Syaikhan. Allah SWT sendiri telah memuji keluhuran pribadi Rasulullah SAW dalam ayat-NyA: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. Ahmad. tapi juga kepala negara. Bahkan sayyidah ‘Aisyah tatkala ditanya oleh beberapa sahabat mengenai pribadi Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Rasulullah itu adalah Al-Qur’an berjalan. Tirmidzi. Jadi tidak ada keraguan lagi dan tidak akan memilih cara lain termasuk dalam menerapkan pola pendidikan selain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.membumi (tidak bisa diterapkan) sehingga tidak berpengaruh dan tidak memotivasi anak didin untuk mendalaminya. dan pola pikir. Tidak membatasi proses pendidikan dengan batasan usia dan lamanya belajar. karena -dari sudut pragmatisseorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik”.” (QS. The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. dalam bukunya Muhammad.Al-Ahzab : 21) Jaminan mardhatillah akan didapatkan oleh setiap orang yang bersungguh-sungguh menggali dan meneladani kepribadian Rasulullah. Beliau bukan hanya menjadi seorang nabi. Selain itu jaminan keselamatan dan syafa’at saat hari kiamat akan diberikan Rasulullah. Artinya semua kaidah kehidupan yang ditetapkan islam melalui Al-Qur’an semuanya contoh sudah terdapat dan dijumpai dalam diri Rasulullah SAW. dari Ibnu Umar) B. dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya. Allah mengamanahkan penguasa negara untuk benar-benar memenuhi kebutuhan umat tanpa syarat termasuk pendidikan. Gullick Jr. prilaku. suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang… Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidik-pendidik besar sepanjang masa. Selain itu Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh dunia meletakkan Rasulullah Muhammad di posisi pertama sebagai sosok paling berhasil dan tak tergantikan oleh sosok lainnya berkaitan dengan memimpin dan mendidik umat dalam kurun waktu singkat sehingga terwujud kehidupan yang mulia.

Jika kedua hal ini dipahami dengan benar dan diimplementasikan dengan istiqomah. Keragaman sikap dan kemampuan memahami yang dimiliki oleh anak didik menjadi tantangan bagi pendidik. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Tabligh. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. “Hai orang-orang yang beriman.melekat padanya berupa pola pikir dan pola jiwa yang islami sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah bisa ditinjau dari sifat seorang pendidik serta strategi pendidikan yang dimiliki pendidik.Al-Baqoroh : 153). Cerdas. niscaya generasi islami akan terwujud. Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya. Tawadhu’. tetapi berkasih sayang sesama mereka. tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (QS. Kecerdasan yang dibutuhkan tidak cuma intelektual namun juga emosional dan spiritual. Namun secara spesifik untuk seorang pendidik.29. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406].Al-Fath : 29) Sabar. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Bekal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pendidik yang sukses. Implikasi dari sifat ini adalah pendidik menolak untuk tidak suka meringankan beban orang yang dididik. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Fathonah. Rasulullah mencontohkan sifat tawadhu’ kepada siapa saja baik kepada yang tua maupun yang lebih muda dari beliau. Sehingga tidak ada jarang yang renggang antara pendidik dengan anak didik dan akan memudahkan pembelajaran dan memperkuat pengaruh baik pendidik kepada anak didik karena penghormatan. Seorang pendidik harus mampu menganalisis setiap masalah yang muncul dan memberikan solusi yang tepat untuk mengembangkan anak didiknya merupakan wujud dari sifat cerdas. Seorang pendidik umat tidak boleh mudah terpengaruh dengan kesalahan bahkan oleh keburukan yang dihadapinya dengan bijaksana dan lapang dada sehingga akan mempermudah baginya memecahkan sebab-sebab . ‫(عن أنس بن مالك رض ال عنه مر صبيان فسلم عليهم وقال كان النبي صلى ال عيه وسلم يفعله‬HR. Pantang bagi seorang pendidik memiliki sifat arogan (sombong) meski itu kepada anak didiknya. dan Amanah. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. bisa dijumpai sifat yang dicontohkan Rasulullah SAW berikut ini : Kasih Sayang. Sifat Rasulullah memang yang paling khas adalah Shiddiq.Bukhori) ّ ّ ّ ٍ ّ Bijaksana. Wajib dimiliki oleh setiap pendidik sehingga proses pembelajaran yang diberikan menyentuh hingga ke relung kalbu. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. Terutama bagi anak didik yang lamban dalam memahami materi dibutuhkan kesabaran yang lebih dari pendidik untuk terus mencari cara agar si anak didik bisa setara pemahamannya dengan yang lainnya.

Maka berawal dari kenyataan ini. Patutlah jika pendidik umat juga memiliki sifat ini yaitu yakin usaha sampai. Artinya sebagai seorang pendidik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah memberikan penugasan dan menjelaskan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang dimiliki oleh anak didik. Karena jika pendidikan tidak dimulai dari dalam diri. Allah SWT tidak pernah memerintahkan keimanan kecuali disertai dengan tindakan nyata.permasalahan tersebut Pemberi Maaf. Sesuai dengan hadits Qudsi bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. dsb. Jika seseorang telah mampu mengeliminasi penyakit hati. Rasulullah sebagai pendidik memiliki strategi pendidikan yang penting diketahui. bohong. dan tidak diragukan kemampuannya) sehingga memunculkan apresiasi dari anak didik. Kepribadian yang Kuat. “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Karena. Sanksi bisa jadi tidak diperlukan dalam mengedukasi anak didik jika seorang pendidik umat memiliki kepribadian yang kuat (kewibawaan. maka orang tersebut berpotensi besar untuk sukses. sombong. Metode yang dilakukan Rasulullah meliputi : Spiritual-Mentality Building. Metode ini sesuai dengan hadits Rasulullah ‫فاذا أمرتكم بشيء فاتوامنه مااستطعتم‬ “jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian. Applicable. tugas yang berlebihan akan menyebabkan seorang pendidik tersebut dijauhi dan tugasnya pun akan ditinggalkan. dan teknik yang diperlukan dalam mendapatkan hasil yang maksimal untuk pendidikan islami. tidak cacat moral. pesimis. aksi. bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” (QS. Maka dari itu pendidik umat dituntut untuk mudah memberikan maaf meskipun ada sanksi yang diberikan kepada anak didik yang menjadi pelaku kesalahan sebagai bagian dari edukasi.Ar-Ra’d : 29) Balance in Capacity. Strategi tersebut terdiri dari metode. Rasulullah SWT melakukan penguatan pengetahuan teoritis dengan aplikasi praktis. Pembentukan mental islam yang kuat akan menghindarkan anak didik dari penyakit hati seperti benci. Rasulullah dalam menjalankan tugas mengedukasi umat selalu optimis dan penuh keyakinan terhadap tugas yang diembannya. Anak didik yang ditangani oleh pendidik umat tentunya tidak luput dari kesalahan maupun sikap-sikap yang tidak terpuji lainnya. karena Allah SWT akan mempercepat pemberian terhadap manusia yang memiilki keyakinan tinggi terhadap keberhasilan setiap tugas yang dilakukan. Sifat-sifat diatas menjadi bekal dan support bagi pendidik umat untuk berhasil dalam mengimplementasikan strategi yang disusunnya. Sebab akan bisa didapatkan manfaat hakiki yang lahir dari aplikasi praktis terhadap pengetahuan teoritis tersebut. dengki. Rasulullah meletakkan pondasi mental berlandaskan aqidah yang kuat terhadap kaum muslimin semasa itu. buruk sangka. bukannya apriori. Sehingga secara otomatis bisa mencegah terjadinya banyak kesalahan dan mampu menanamkan keyakinan dalam diri anak Yakin terhadap Tugas Pendidikan. maka apapun manifestasi pendidikan tersebut hanyalah manipulatiif. maka tunaikanlah sesuai dengan .

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Keragaman tersebut bisa diklasifikasi berdasarkan demografi. apa yang disebut adil akan terwujud dari pendidik kepada anak didik. Sedangkan Rasulullah SAW mencontohkan mengedepankan penghargaan ketimbang sanksi karena Allah SWT mengutamakan menerima karena suka daripada karena takut. Anak didik yang selalu diajak untuk melakukan evaluasi diri dalam keterlibatannya pada proses pendidikan islami akan memacu diri anak didik untuk melakukan perbaikan sehingga akan didapatkan peningkatan performance (kinerja) yang lebih baik lagi. Sehingga kebajikan lebih dominan dan mampu melenyapkan keburukan sesuai dengan ayat Al-Qur’an : “…. Sustainable Transfer. penjelasan yang tidak bisa dijangkau oleh akan mereka.Muslim) Right Treatment for Diversity. Proses pendidikan yang dilakukan .”. Kuantitas maksudnya nasihat yang diberikan tidak banyak namun terkontrol dalam pelaksanaan pada anak didiknya. antara orang badui dengan orang kota. Good Advice for Good Time.Sanksi dan Penghargaan bisa dianggap sebagai upaya memotivasi anak didik. Rasulullah mengajarkan kepada kaum muslimin waktu itu dalam metode pendidikan yang beliau jalankan adalah evaluasi diri (muhasabah). Ada yang perlu diperhatikan dalam pemberian nasehat/advice kepada anak didik yaitu kuantitas dan timing.. maka bisa kemudian diberi nasehat yang selanjutnya dan lebih berbobot. kecuali ia akan menjadi fitnah bagi sebagian diantara mereka.Pendidikan islami merupakan pembentukan diri dan prilaku yang tidak bisa didapatkan dalam waktu sekejap. Butuh kesinambungan proses baik transfer maupun control terhadap hasilnya. 1307) ً ‫ما انت بمحدث قوم حديثا لتبلغه عقولهم إلكان لبعضهم فتنة‬ ّ ً ّ “ Kamu sekali-kali janganlah memberi penjelasan kepada suatu kaum.Huud:114) Coercive and Reward. Pendidikan Islami memerlukan tindakan tepat terhadap keragaman anak didik.kemampuan kalian (yang paling maksimal). Jika terjadi pengabaian pada nasihat pertama. (HR. Achievement Motivation. Lantas. antara orang yang baru masuk islam dengan yang sudah lama memeluk islam. Sehingga jika tepat dalam memberi perlakuan terhadap keragaman anak didik. Self-Evaluation. Rasulullah memberi perlakuan berbeda dalam mendidik antara pria dengan wanita. mengenai waktu/timing penyampaian nasihat harus tepat.(QS. Menerima karena suka akan memunculkan kerinduan untuk melakukan apa yang diperintahkan dengan lapang dada.Muslim no.”(HR. Ada kalanya anak didik berbuat baik karena takut dihukum dan ada yang memang menginginkan mendapat pujian dari gurunya.Motivasi berprestasi penting artinya dimasukkan dalam proses pendidikan islami karena mengandung dorongan positif yang kuat dari dalam diri manusia berefek pada sikap dan tindakannya mengarah pada hal yang positif pula. Pendidik umat harus mampu memberikan konseling kepada anak didik yang sedang dilanda masalah ataupun berbuat kesalahan fatal tanpa disadarinya. Pemilihan waktu yang tepat saat memberikan nasehat akan memberikan dampak perubahan yang luar biasa kepada anak didik.

Waktu 13 tahun dihabiskan selama di Makkah dan dilanjutkan di Madinah di sisa usia beliau hingga kembali ke haribaan tidak pernah berhenti untuk terus dan terus mendidik umat. tabi’in-tabi’at dan ulama-ulama kenamaan merupakan bukti keberhasilan pola pendidikan islami. Penjelasan singkat mengenai keteladanan Rasulullah SAW bagi pendidik umat bisa menjadi bekal untuk melakukan perbaikan mutu sikap dan pikir anak didik sesuai dengan syari’at Islam. BAB III PENUTUP A. jika kita mau dan bertekad keras untuk memulai dari yang sedikit dulu namun istiqomah dan ada peningkatan bertahap kelak kemudian hari dari apa-apa yang telah dicontohkan Rasulullah.(QS. insya Allah akan menghasilkan kualitas anak didik yang tidak diragukan lagi kehandalannya. Pola pendidikan islami sudah ada semenjak Rasulullah SAW hidup dan beliaulah yang meletakkan pondasinya dengan banyak keteladanan yang bisa diambil. Tapi sekali lagi. Sekiranya ahli kitab beriman. Ali Imron : 110) ‫خير كم قرني ثمالذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم‬ ّ ّ ّ . tentulah itu lebih baik bagi mereka. Pendidikan islami mampu membuktikan janji Allah SWT dengan munculnya umat terbaik sesuai dengan ayat al-Qur’an : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dengan dihasilkannya generasi islami juga akan didapati peradaban mulia seperti yang sudah tercatat dalam sejarah dunia tentang kegemilangan peradaban islam mengubah dunia dari kegelapan menuju pencerahan hakiki. Sebenarnya masih sangat luas sekali-hingga tak terhitung jumlahnya-.oleh Rasulullah juga berjalan dalam jangka waktu yang tidak singkat. dan beriman kepada Allah. Generasi islam dinilai berkualitas apabila terbentuk pola pikir dan pola jiwa berlandaskan pada aqidah Islam yang kuat sehingga mampu mengintegrasikan keimanan dan kompetensi pada diri anak didik. tabi’in. Kesimpulan Pembangunan dan pembentukan generasi islam berkualitas sebagaimana para sahabat. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. di antara mereka ada yang beriman.keteladanan yang diberikan Rasulullah SAW. menyuruh kepada yang ma’ruf. dan mencegah dari yang munkar.

. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. 1996 Asari. (HR.“Sesungguhnya yang terbaik dari kalangan kamu ialah sezaman denganku. kemudian orang yang hidup selepas zaman aku. 1999 Al-Baghdadi. Generasi Peduli Bangsa : Solusi Tuntas Krisis Kepemimpinan. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. setelah itu orang yang hidup selepas mereka”.icmimuda.org. 2008Ahmed. 2004 . b. 1994 Hizbut Tahrir Indonesia. H. Saran a. 2004 Lukman.. Diharapkan bagi pihak Dinas yang terkait khususnya Dinas Pendidikan untuk lebih serius dalam Bidang Pendidikan terutama bagi kemampuan tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Proceedings Lokakarya Pendidikan Nasional. Jakarta. Penerbit AlIzzah. Abu. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 1496) B. 2003 Hizbut Tahrir Indonesia. Abdul Satar. Pustaka Thariqul Izzah. Untuk lebih memperhatikan disiplin ilmu dalam menjalankan tugas dan sesuai dengan ketentuan. Hasan.. www. Shabir. Fahmy. Membangun Kepribadian Pendidik Umat.. Generasi Cerdas. WADI Press. baik guru tingkat Dasar maupun Fakultas.. Menyingkap Zaman Keemasan Islam : Kajian Atas Lembaga-Lembaga Pendidikan. Syariat Islam dalam Kebijakan Pendidikan... Membangun Generasi Berkualitas Dengan Perspektif Islam. Anas Abdul Muntaqim. Penerbit Al-Izzah. Hafidz. Mizan. Strategi Pendidikan Negara Khilafah. Abdurrahman. 2006 Yasin. Al-Bukhori no.

[1] Dilihat dari sudut pandang pendidikan.[2] Namun demikian. insan kamil. hingga mereka menjadi umat yang senantiasa berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bermasyarakat dan bernegara. dimana ketika ada orang yang mampu membaca dan kemudian bertemu dengan orang yang tidak dapat membaca . Nabi Muhammad SAW mengajarkan kemerdekaan bagi umat yang tertindas. bagi Muslim ortodoks keadaan demikian justeru dianggap sebagai mukjizat. kegelapan spiritual dan intelektual yang mencakup culture of silence dan structural poverty. sebenarnya sebelum Islam datang. Nabi Muhammad SAW merupakan manusia paripurna.Pembahasan tentang pendidikan pada awal Islam hampir tidak dapat dipisahkan dari sosok Muhammad SAW. Dengan kondisi demikian. seorang lelaki pembawa risalah Islam yang menurut tradisi dianggap buta huruf (illiterate). dengan pengaturan yang serba baku dan ketat. Nabi Muhammad SAW mengingatkan hakhak serta tanggung jawab mereka menjadi umat yang melek politik. Kehidupannya demikian memikat dan memberikan inspirasi hingga manusia tidak hanya mendapatkan ilmu dan kesadaran darinya. Dari segi politik. agar mereka menjadi umat yang kuat dan tidak dirampas hak-haknya. Dan ini tetap berlangsung sampai kemudian Islam datang. meski denagn bentuk yang masih sangat sederhana. tetapi juga menunjukkan jalan. Beliau tidak hanya mengajar dan mendidik. Nabi Muhammad SAW tampak secara nyata telah mendidik para sahabat dari belenggu jahiliyyah. orang Arab sudah mengenal pendidikan. Proses pendidikan waktu itu merupakan sesuatu yang alamiah terjadi. dan guru terbaik. maka tidak mengherankan apabila pendidikan pada masa awal Islam bukanlah enterprise yang diselenggarakan secara modern. Namun begitu. Diantara mereka sudah ada yang mampu membaca dan menulis. tetapi lebih jauh dari itu manusia juga mentransfer nilai-nilai darinya hingga menjadi manusia-manusia baru. Menurut Abdurrahman Mas’ud. bahkan mereka juga sudah menyelenggarakan lembaga pendidikan baca dan tulis. show the way.

Syalabi.[5] Meski pengajar di kuttab didominasi oleh orang-orang dzimmi. Hal ini dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja. Dalam hal ini. maka Nabi Muhammad SAW mempekerjakan orang-orang dzimmi mengajar baca-tulis di kuttab[4] pada orang-orang Islam Makkah. perlu dibedakan antara kuttab jenis ini dengan kuttab yang mengajarkan baca-tulis. kuttab jenis ini tidaklah didapati pada permulaan Islam muncul. Mengingat jumlah orang yang pandai baca-tulis cukup sedikit dan mereka telah menempati posisi sebagai sekretaris-sekretaris Nabi Muhammad SAW untuk menulis wahyu. Ahmad Syalabi berpendapat bahwa meskipun pada permulaan Islam rencana pelajaran difokuskan pada menghayati al Qur’an. Pelajaran membaca al Qur’an tidak diberikan di kuttab. Kuttab jenis baca-tulis telah ada sejak masa permulaan dan sebelum Islam datang. Materi pelajaran baca-tulis ini berkisar pada puisi dan pepatah-pepatah Arab. pada saat datangnya Islam. maka terjadilah proses belajar mengajar. Namun begitu. Pelajaran baca-tulis menjadi materi pokok bagi pelajar yang ada di kuttab. Untuk tidak dirancukan dengan kuttab yang mengajarkan al Qur’an. Hal ini mengingat pada permulaan Islam . biasanya kegiatan seperti ini berlangsung di rumahrumah para guru atau pekarangan masjid.dan menghendaki belajar. Namun begitu. namun pada saat itu orang yang hafal al Qur’an jumlahnya masih sedikit. seiring berjalannya waktu. orang Makkah yang pandai membaca dan menulis hanya berkisar 17 orang. sedangkan kuttab yang mengajarkan al Qur’an baru ditemukan setelah datangnya Islam. Namun begitu.[3] Menurut A. tetapi di Masjid dan di rumah-rumah.[6] Materi yang diajarkan di kuttab periode Madinah ini tidak berbeda dengan yang diajarkan di Makkah. Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan beberapa sahabat seperti al Hakam Ibn Sa’id untuk mengajar pada sebuah kuttab ketika Nabi Muhammad SAW berada di Madinah. al Qur’an juga diajarkan di kuttab. Contoh misalnya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di rumah al Arqam Ibn al Arqam.

Di masjid pula Nabi Muhammad SAW menyediakan ruang khusus bagi para sahabat Beliau yang miskin.[9] Suffah ini menawarkan pendidikan bukan hanya untuk para pemondok.[10] Dari keterangan di atas. yang selanjutnya disebut suffah. maka bertambah pulalah jumlah penduduk yang memeluk agama Islam. Ahl al suffah ini terdiri dari para sahabat Nabi yang tergolong fakir dan tidak memiliki keluarga. terlihat bahwa masjid pada masa Islam permulaan mempunyai fungsi yang jauh lebih bervariasi dibandingkan fungsinya sekarang karena selain mempunyai fungsi utama sebagai tempat pembinaan ketaqwaan dan beribadah.Ketika itu kuttab-kuttab yang hanya mengambil sebagian ruangan di sudut-sudut rumah seorang guru ternyata sudah tidak memadai lagi untuk menampung anak-anak yang jumlahnya semakin banyak.[7] Namun setelah Islam semakin meluas. Dan tempat yang mereka pilih adalah sudutsudut masjid atau bilik-bilik yang berhubungan langsung dengan masjid.menghafal al Qur’an adalah suatu hal yang langka dilakukan orang. Dan sejalan dengan meluasnya wilayah kekuasaan Islam. suffah ini dianggap sebagai universitas Islam pertama.yang kemudian terkenal dengan sebutan ahl al suffah/ashab al suffah. pembangunan masjid di Madinah oleh Nabi Muhammad SAW juga difungsikan sebagai tempat belajar. Dari waktu ke waktu jumlah penghuni suffah ini berubah-ubah. melainkan materinya kemudian ditambah dengan kemampuan membaca al Qur’an secara baik dan benar.[8] Menurut sebagian ahli. the first Islamic university. tetapi juga untuk para ulama’ dan pengunjung pada saat itu yang cukup banyak jumlahnya. Mereka tinggal menetap di emperan Masjid Nabawi yang difungsikan sebagai . pengajaran tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. sehingga kondisi yang demikian ini mendorong para guru dan orang tua untuk mencari tempat lain yang lebih lapang guna ketenteraman proses belajar mengajar anak-anak.

[9] Lihat Moh. [11] Ibid. hlm. Untung Slamet. 43 [1] . ke seluruh penjuru dunia untuk mengajarkan al Qur’an kepada umat manusia. Jakarta: Bulan Bintang. 24 [7] Ahmad Syalabi. Semarang: Pustaka Rizki Putera. [3] Lihat Zakiyah Darajat.“sekolah” untuk belajar membaca dan memahami agama. 21 [4] Kuttab adalah sejenis tempat belajar yang mula-mula lahir di dunia Islam. hlm. 86 [5] Ahmad Syalabi. Menuju Paradigma Islam Humanis. terj. 40 [8] Suffah atau yang juga disebut al Zilla adalah tempat duduk yang berada di pinggir masjid dan seatap dengan masjid atau serambi masjid. Sejarah Pendidikan Islam. Ilmu Pendidikan Islam. Menyingkap Zaman Keemasan Islam. hlm. Jakarta: Bulan Bintang. 44 [10] Ibid. 1996.. 1994. hlm. Muhammad Sang Pendidik. Jilid III. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve. Cit. 34 [6] Lihat Hasan Asari. Muhtar Yahya dan Sanusi Latif. 2005. hlm. 2003. Bandung: Mizan. Pada awalnya kuttab berfungsi sebagai tempat memberikan pelajaran membaca dan menulis bagi anak-anak. X. Lihat Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam.. Di sana mereka juga mengkaji dan mempelajari al Qur’an. Yogyakarta: Gama Media. 1973. hlm. Ensiklopedi Islam. hlm. kemudian melakukan rihlah (perjalanan ilmiah). 2002. Op. Cet.[11] Abdurahman Mas’ud. 188 [2] Ibid. hlm.

  f#  % ff°n °.#f°– f°–f°– ¯f° f° f¯f¾f   f–¯  f ff–ff° f° ¯½f ¯ ff°– f#%.

  % .#f°  #  ¾°––°f½  ff° ½  ff°f°– f¯ °–f½¾f°% ¾f%½  ff° ½  ff°f°–  # %.f¾ ½ ¾f¾½ °°–f°f ¯f¾f° ff¯½¾ ¾½ °  f° ¾f¯f °f¯ °–f° °– °–f°½¾€f°–f f ff¯ ¯f°¾f  € ½f f¾f½ f° ° ff°°f¯ °–ff½f fff°–½¾€½f  °––f f©f°  ¯°f° f°¯f¯½ ¯  °f½f° f°¾ ¾f °–f°ff .  °¾ ¾f °–f°f ¾f¾f & &         &  &   & &  #©ff¯ ¯ °ff°¾ ¾f ½f fff° ¯ff°ff°f¾ ¾f °–f° ¯f¯½f°ff° %f°–½f°–¯f¾¯f% % .¾¯° %  &   &    &    '     &          #f¯¾ f f©f°–f°f¯ ¯ ½ °© f¾f° ½f f¾ff¯ ½ °© f¾f°f°– f ¾f ©f°–f ff°¯  f  nffff°¯ °©f €°f f–¾ f–f° f°ff¯  f #% .¾¯% –@ f¯ °€ ¾ 9 °  f°¾f¯¯ ¯ f°° ff° ½f f f½ f–f¯f°f°f    f–f¯f° ¾  ¾f f¾€f¾  f¾ff° ¯–f€ f¾f¯ ¯ ½ ff°  f ff¯¯ °  f°ff½f °–f°f°f f°fff°– f  °–f°f°–f f°ff f°–f°– f¯f¾¾f¯ °–f°f°–¾ ff¯f¯ ¯ ¾f¯  °––f©f ½f ff¯ ¯ ¯ ½ ff° f f½ f–f¯f°f°f   f½ff°– ¾ f ff° ©  f½ °    ½f ff°f      n € @¯ 9 °  ¯ff¾¯f¯½¯ ¯ f°°¾ °– ½f ff°f   f°–¾ f°– f° f¯f¾ffff½°  f ¾fff°€fff°½f ¾f f°f  ff°–½  ½ ff° ff¯½ ¯ f°°f¾ f$f n  ½f ff°f  ff°f¾ f°¯°– f°f¾ ¯f¾ °f°f¾ff°–  f° f f°f°f¯° ° ff¯½ f¾f°ff°½f ff°f  °f f ©f ½ °–f ff°½f f°f¾f½ f¯f ¯ff ¾f ¯ f°  °f¾ ff°– ¾ f°©°f f°     f°f¾ ¯ °– °ff$¯°–½ °f¯½ff°°f¾ff¾ ½f  9 ¯f°ff°– ½f¾ff¯ ¯ f°°f¾ fff°¯ ¯ f° f¯½f½  ff°f°–f f¾f ½f ff°f    n  ¯ °.f½fn °f¾ f–f¾ f°–½ °  f°– n°f° f¾fJf ff ¯ ¯ f°½ °–f¾f° f°¯ °© f¾f°¾ ¾f¾ ¾f °–f° ¯f¯½f° f°½ ¯ff¯f°f°– ¯ f°f   f °f –f¾f°–  f°ff°¯ ° f f°¾ f°–½ °   ¾  ©f f°–f¾°f½°ff° °––ff° .f° .

 n f°  f f°¾ f°9 °–f–ff° ¾f f°––f½¾ f–f½ff¯ ¯f¾f°f    f ff°ff°f    f ff °ff ¯ f°f ff°–¯ ¯f°–¯ °–°–°f°¯ ° f½f ½©f° f–°f  f°–f°f¾fJ¯ °n°f°¯ °– ½f°f°½ °–f–ff°  ¯ f°–¾f°¾f °ffJ@¯ °–f¯ff°¯ ° ¯ff °f¾f f½f ff °ff  . ° ¯ff °f¾fff°¯ ¯°nf° ° f°°¯ ff°f½ff°– ½ °ff° °–f° f½f°– f f   € ff° f¾f¯ °–f©ff° ½f ff¯¯¾¯°f ff¯¯  ½ °  f° f°– f©ff°f°f ff ff¾ %¯f¾f f% °f  f°–¾ f f©f°¯ ff° ff¾  ff¯   ff°°f½f f½¾ ¾½ °  f°¾f¯ff°¯ ¯fn f°f  ° .

ff f° f°©f° .¯ ff°½  ff°¾ °––fff°  f½ff°½ °°–ff°½ €¯f°n %° ©f%f°–  ff–  ¾f°f  @f°¾€  9 °  f°¾f¯¯ ½ff°½ ¯ °f°  f°½ff°– f ¾f  f½ff° ff¯f¾  ©f½   ¾°f¯ °–f°½¾ ¾ ff°¾€ ¯f½°n° f f½ f¾°f 9¾ ¾½ °  f°f°– ff° f¾f©–f ©ff° ff¯©f°–fff°– f ¾°–f Jff° f ¾f°¾ f¯f .f °f ¾¾f¾f f °––f ¯ f f ff° f½ °f  °° ¾ f° ¾¯ °  ¯f  9 °© f¾f°¾°–f¯ °– °f  f f°f°f¾fJ f–½ °  ¯f ¾f¯ °©f  f° ¯ ff°½  ff°¯¾f½ f°½f°f  ¾ ¾f °–f°¾f#f¾f¯  °f°f¯f¾ ¾f°–ff¾¾ f °––ff °–©¯f°f   f f°f°f°–  f°f¾fJ @f½ ¾ ff– ©ff¯f f°  f  f¾°¯ ¯f ff°–¾  °f¯°¾¯f f° f f½ °°–ff° ff½ f ¯ f°f ff½f f½ff°– f n°f°f¾f °¾f fff°¯ °–f¾f°ff¾f°f  f°– f f–f°f– f° ff°°f              9-D@D9    ¾¯½f° 9 ¯ f°–°f° f°½ ¯ °f°– ° f¾¾f¯ ff¾¾ f–f¯f°f½ff¾ff f f #° f #° f #f f°f¯f f¯f °f¯ff°¯ ½ff°  f¾f°½f½ °  f°¾f¯  ° f¾ ¾f¯ °f ff¾f½f f  °½f½ f°½f©f f° f¾f°½f ff f¾f¯f°– f¾ °––f¯f¯½¯ °–° –f¾f° ¯f°f° f°¯½  °¾½f f f°f   9f ½ °  f°¾f¯¾ ff f¾ ¯ °©ff¾fJ ½ f° fff°–¯  ff°½° f¾°f °–f° f°f  f f°f°f°– ¾f f¯   °–f° f¾f°°f– ° f¾¾f¯©–fff°  f½f ½ f f f°¯f¾ ½ f°–¾ f nff ff¯¾ ©ff °f °f°– – ¯f°–f°½ f f f° ¾f¯¯ °– f °f f – f½f°¯ °©½ °n ff°f 9 °  f°¾f¯¯f¯½ ¯ ¯ f°©f°©fJ@ °–f°¯°n°f¯f  f¾ ¾f °–f°fff . ¯° %     & '     '  &      '  &           # ¾°––°ff°–  f fff°–f°f¯ff¾ f¯f° °–f°  ¯ f°f°–f°– ½ ¾  ½f¾f¯f°f ¾  ff°–f°– ½¾  ½f¾¯  f# %  ° % .#f°  f¯f ff¯ff°–  ff°– ff°°¯f°¾f ¯ ° ½f ff°–¯f#€  f° ¯ °n –f ff°–¯°f  f° ¯f° ½f ff  f°fff  ¯f°  °f  f f–¯  f  f°ff¯  ff ff°– ¯f°  f° f°ff°¯  ff fff°– f°– f°–€f¾ %.

°°–f½f¯f° ¯f¾f°¾f¯ f©f°f¾ ¯ f–f  ¯ f–f9 °  f° .f¾ff€f¾f¯ 9 °   f  ¾f f¾f° . ¯ f°–° ½ f f°9 °  D¯f J9 ¾¾ ¯ f  °f¾  .  ff° f ff½f° f–½f°f¾f°– f¾¾°f°f¾9 °  f°° ¾ ¾ ff¯  f°– 9 °  f° f¯f f– ¯f¯½f° °f–f½ °   ff¯¯ °©ff°f°–f¾°f¯f¾°– ¯f¾°–  f–°–ff¾f¯f½°ff¾  D° ¯ ¯½ ff° ¾½°¯ ff¯¯ °©ff°f°–f¾ f°¾ ¾f °–f°  °f°                @9D@  f¯f° f€  .f°    @f° ° ¾f . ¯ f°–° ° f¾ ff¾ °–f°9 ¾½ €¾f¯   @f° ° ¾f  ° f¾.°f¯  ff ¾f¯ f°¯9 °– ff° 9 °   f   f– f   f¯f° ¾ ¯9 °  f° .

3 5..9  .9 /58..3 0.3.7 8484:.257 9/.  f¾  ° f¾9  f°–¾f ¾@°f¾¾¾ ½ ¯¯½°f°  9n °–¾fff9 °  f°-f¾°f fff  ¯f°  f¯ ff¾f¯ ff¯ ©ff°9 °  f°  n¯¯ f –  f¾°   f –9 °  f°- –fff€f 9¾ff@ff   !02-./8/. /.3/02.3:8907:/..:7:1 907. 8.3 9039.5 -:9.2:.2 ./.3.2 ./$ 8047.:824794/480..3 503//.8..3 /.3 203:7:997..78./.5.22.2:3-09: -.502-. .8..5 80-.90 .

..3 -0730.9.25: 202-.3  80-03..50-.7.3 02-.-./:2.9. .  38.381073./:2.9:7. .3 .0. 503//..3 897:.3 .3-.3:8.2  /.9 /.3..2 -:.. 0/:5. 203.3203:8 -.3..2.7.3.3:8. ..0 /.3/8003.8 . 54. .9.3 8.8. 039075780.2.3 :7: 907-..9 /.3 39009:. .-.7.3503.7 /.-.309.203.22.2:3-09: -.75:73..32070.7  2.:2.7.38:3 /2..347.3 43/8 /02.. 20303.3.3 203. 9/.3 8579:.25:202-.38:3 8. -075.24/073 /03.:9:70 41 803.5 :.3 8490 .203.7./.3.3 202.3 .3 -039: .9:7.7.7985.2070.73.203.3 .2:3 /02.:5 .3 2. 203:3:. 2./.2.8 3./ $ 203. .3.5.33..7 203.38:3/7:2./.3 .8 8.-2070. 02:/.3:8.5.: 9/..9.308.390793/.3:8. 203// 5./.9.5. 20307.- :. 907././ /2./.203.907..3  47..3:..3.:/.39/. 3 /.3503//.3 803.22.2 574808 503.-:./ $ 207:5.- :.9:.2 /.32.7  . 3.3/. 5.7 80 549  .22..3 3 909.302:/.3:3. 8.  0.3808:.-. 203003.:.38.503//.38050793-07.8:/.9/.3 7..3 -../.3 202-07.3 05:9:8.9/..8 :/  ..8079.2070..3 .  00. 8.:.73.9 -07.9/. /.3../.3 2.3.9.73./.3.3 3857. 503//.9  !74808503//./:2.3 20303/.3200549 3. 574808 -0.. 2.:/.8 /.8.25.-:.22.30207/0.5.90.3 .3 -07902:/03.32:/. ( ...203/.2-.25.3 203//  909.9 80/07.39..3:8.- 8:/. .5 -07.3 5.7: ( .9.3 2.7..  .20397...3. .8.8.09.3.80.3.9. 909../7.9:9:207:5.3.78:/:95.5./2./02..9/.3  2. 80-0:2 8././..7 -003: .3807-.3 -072./$9.72070..3.7..8...9 202-.3 .7...5. /.9. 8:/. -0. 47.03:7:9 -/:77.79: 2.3  03.2 /.9 .3.3.39:8  208/03.380.3/.9.39.25.39/.079  ./$2033.7.8.

3 -0...9548880-.3 .90.2 ( 03:7:9   $.3 3.3 47.3 47.99: 47. 8..3  80/.:./.3. 5072:.9.3 8.//.. 5:8 /.. ..3 -. .- .2 ...7. .5/.3 /22 203.- .7-. 50.75.. 8.3 2.2:3 8090.9.80709./.8../.3 -.9. / ..2 203. /..3:.3.3/14:8.3 .3. 2020739. 9:8 .2-3.76./.7.5../.8//...2703.22.3 / . .7:2.- :.- :.9-..3 203. ":7 ../ 2.33./ $ :.8 80/9  ....2  47./.3 202-.-  5.8/  4394 28.:  2.47.907 50.22.3 . 80. 5072:.76.3 .5.3 47.3 / :99. 909.32070.3:99. 8.7.22.1.3.3 :99. 2. :7: .-  &39: 9/.3 /.7.3 -. 3 9/.3 .9 5.7 .9: . 5./.3 80-0:2 8.2085:35.3 203.39./ $ 2025007.3 ./. /-07..35. /. 47.203025.3 -0-07.3 .7..38..22:3.. 2.-  .3 :2.3 . ( ..78.3. .33..8.9805079 ..3 -07.2:3-09: :99..- //423.3/:99.. .--07503/. 202-.-  !0.2-3$.  !0...7..7 ./$ :39: 203:8 .3 203.50..9 /.3 203:8 .9.-03839/./. 9:8/:99.. ":7 .3 / :99.80-:.3 505.: 50.3  507: /-0/.203.::5 80/9/.. ..7.907 .9.9...3. 7.3 5.- 5074/0 ..8.7.-(5.3-.2:35.78 80709. 505. 0...- 09.2:3-09: 8073-07.:.5../.3 5.:99. / :99. 8..3/.7./3.. ( 08 503.3 47.2.3 47.9: .7.- :..7.38.3 /22  ..3  033.. ":7 .":7 .-. 9:890.7..9./.7:/902:. -07-0/.3 /03.3 :99. 8:. 5072:. ./. /03.3 2.. 9:8 3 -078. /7.38:3/7:2.9 :2.: . 9:8 203.7  47./.7 203..38.1. ":7 .3 9/.3/.9.7.3.33.2 /.3.3/7:2./$.":7 ././ $ -07.-:.2 .. /:39: 203.9 5.7 / :99... 9:8 :99. . -.22.2. 3 2033.5072:.- .3 .907 544 -. ":7 .3 . :99. /.3 ( . -078.3 /.- 038 -..3 /...38090..- 038 3/03./3. .8 40 47...3 .7 5. 7:2..

580-.- ..3 2. 8.3503:3:35.9../.. 9025.99:..3.3 47././ $ :.2../3.802. 80.2  2.3 . 9/.3 202-.380-:9.3:93.3503//.3:8:8-.3 :7: 9073.- :99.3 :3.3 3 203/4743 5..0789 ( $:11./03./.8.2- 80-.3.3 0- .22.3.3 2070....0789.8:11.3 02:/.3 02.3 202-.3. 40 . . 1:38 ..8 5.3 7:.9: :2.: - - .3 20:.7. 5:.8/ 5.- :.2 09..3.: . :39: 203.7...90..  502-..3-03.3 -07-.3.3 80-. :39: 203..3 9/... 80-.3. 8:11. /80-:98:11.3 .7.. /.9 -0.2.7   2. 8:/. 43/8 . 02.8/ .8/ / .8.390703.8/  . 9025.3 2025:3.7.3 2.3 2020: . .3. /.3 9:.3 /02./.3 20:. :-. 0903907. :2.7. 8:/:9 8:/:9 2. 0:. -079.3 9025. 202.3/3.:.3 . . (03:7:980-.8.:2.7 0907.703.2-.3 574808 -0.  . 802../.9 -.2.3 / 8:/:9 8:/:9 7:2.  ( . 80.50243/4 909.38:3 /03.3 8. 8047.::5-.3-:.-.3.7./. .3 203:8  20.8.3 2.7. /03.. ":7 . . .9:0.:39:5.2.3..22. /1:38.25:.25:3 .5.3 283 .2.3.5:.37:.3 /03.:3.8  907. 2..2. . -.3.3.3.2 5072:.25:.9.8/ 5:. ..:39: 5./$ 2030/.7 9025.. 9: :99. 907-.3 :2.3. /..7.83. 5 .:3.3.5.3.9 502-3.3 1:383.3-07:-....88.9.2-. .3/.25079.8 /-.9 .7  .3. :7: /.3 2025:3...3 -07:-:3.7 .503:38:11.. 203. 8.3 /9. 1:38 :9..: 0- -07.3:3.9. 503/:/: .3 / .3 80.7. 02:/. 2.3 09.3 80.7 203.3 /.3 80.8  503.3.  803.6.9073.7.3203.  9017898.3 .3 -.3 .-:.9 .

9 . .7.8.7 5.3 907443 1.7 /. 8..8/ .3 /1:38.5 / 02507. 8:11. . 3 907/7 /.-.-. 93.3 80-. 202 0:.-...  070.7.8:11.   .3 . 20309.- .3 9/.

3.7.:807.22.79..7 .79.:39:203. ..3./$...2  /   .3 $.804. .- -071:38 80-.9.3 40.:.38..:. .8 :/  03:: !.7.9.9 2:!03//.2.2 :2. . 203.2.9.3  2  (.9 0.2 ./.9 /:/: ...209  :.8 38450/ 8..305./.3 !03//  $02.8/.5. / 537 2. ":7 . :99. ..3  02:/.7..3 2.3002.91  .8.7 .32:.9.7: .2.3.3 202.-  $0..":7 .9..    2  (-/  (..7 033.5/03...3.3 203:8 -.3:8 ... (    ( -/:7.7. /.:. 8. /.79.800389025./ $./.  0 80:7: 503:7: /:3.3 20.3 8.: ..3/:3.3 7.3 202-.3  2   (2..9.   8.7//:3..3.3 8.3:8. 2070.7 .3.8. /./. :.3 -07.-..2  38450/ 8.8/  ( .3 #0/..7.. 9025.92.2.:2.. /80-:9 .339.2  907  :9.32.7..0 09    2  ( 2..7 202-.2 !./ $. # !:907.3 :.2 ..   2   (-/  (-/ 2   . .7.3 50.339.-  5 9 2   ( $:11.8//.2-2.3 !:89..380. 0/.2 .79. /.3  2  (:99.9 202-07. . 2:. 9025./2.38.9 4  &39:3 $.  .8..3 . !03//..3 20250.  :39: -0./. 507.9-0.38  4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful