P. 1
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

|Views: 2,163|Likes:

More info:

Published by: Natalie CarReen Radjah on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I PERCOBAAN I DESTILASI PETROLEUM ETER DARI BENZIN O L E H Natalia Caren Radjah Kelompok 2 Kelas

B 0906072502 Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana Kupang 2010

y

Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar metode pemisahan suatu campuran berdasarkan perbedaan titik didih.

y

Dasar Teori : Pemisahan suatu campuran dapat dilakukan melalui beberapa metode pemisahan. Metode pemisahan campuran dilakukan berdasarkan perbedaan sifat fisika seperti pemisahan berdasarkan kelarutan dan titik didih. Salah satu metode pemisahan campuran dalam kimia yang penting adalah destilasi. Destilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah atau ³separating agent´. Metode pemisahan ini didasarkan pada perbedaan titik didih diantara senyawa-senyawa yang membentuk campuran tersebut. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap, misalnya larutan benzenetoluena, larutan n-heptana dan n-heksan dan larutan yang sejenis dididihkan, maka fase uap yang terbentuk akan mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relative lebih banyak dibandingkan fase cair. Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap, dan hal ini merupan syarat utama supaya pemisahan dengan destilasi dapat dilakukan. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair, maka pemisahan dengan jalan destilasi tidak dapat dilakukan. Jenis-jenis destilasi yang digunakan : a) Destilasi sederhana Metoda ini digunakan untuk memurnikan cairan-cairan yang tidak terurai pada titik didihnya dari pengotor-pengotor non-volatile atau memisahkan cairan yang memiliki perbedaan titik didih paling sedikit antara 70-80 0C b) Destilasi terfraksi Konstituen dari suatu campuran cairan yang berbeda titik didihnya sekitar 30 0C atau lebih, dapat dipisahkan dengan teknik ini. Susunan peralatannya sama dengan destilasi sederhana, hanya dilengkapi dengan kolom fraksionasi. c) Destilasi vakum Digunakan untuk memurnikan cairan-cairan organic yang terurai pada atau dibawah titik didih normalnya, atau untuk cairan yang mempunyai titik didih sangat tinggi dimana sulit untuk dilakukan pada tekanan biasa. d) Destilasi uap Digunakan untuk memurnikan senyawa organic yang volatile, tidak bercampur dengan air, mempunyai tekanan uap yang tinggi pada 100 0C dan mengandung pengotor-pengotor yang non volatile (tidak atsiri). Proses pemisahan secara destilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran, dimana antara komponen yang satu dengan komponen yang lain yang terdapat dalam campuran : 

Dalam keadaan standar, berupa cairan, saling melarutkan menjadi campuran homogen.  Mempunyai sifat penguapan relative ( ) cukup besar.  Tidak membentuk cairan azeotrop. Fraksi Minyak Bumi Minyak mentah (crude oil) sebagian besar tersusun dari senyawa-senyawa hidrokarbon jenuh (alkana). Adapun hidrokarbon tak jenuh (alkena, alkuna dan alkadiena) sangat sedikit dikandung oleh minyak bumi, sebab mudah mengalami adisi menjadi alkana. Oleh karena minyak bumi berasal dari fosil organisme, maka minyak bumi mengandung senyawa-senyawa belerang (0-7%), nitrogen (0,01-0,9%), oksigen (0,6-0,4%) dan senywa logam dalam jumlah yang sangat kecil. Minyak mentah dipisahkan menjadi sejumlah fraksi-fraksi melalui proses destilasi (penyulingan). Fraksi-fraksi yang diperoleh dari destilasi minyak bumi adalah campuran hidrokarbon yang mendidih pada trayek suhu tertentu. Misalnya fraksi minyak tanah (kerosin) tersusun dari campuran senyawa-senyawa yang mendidih antara 180-250 0C. Proses destilasi dikerjakan dengan menggunakan kolom atau menara destilasi. Bensin Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang perana penting sampai saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang mempunyai rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan. Kualitas bensin dinyatakan oleh bilangan oktan. Bilangan oktan (octane number) merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam mesin. Bilangan oktan suatu bensin dapat ditentukan melalui uji pembakran sampel bensin untuk memperoleh karakteristik pembakarannya. Fraksi bensin dari menara destilasi umumnya mempunyai bilangan oktan sekitar 70. Untuk menaikkan bilangan oktan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan :  Mengubah hidrokarbon rantai lurus dalam frkasi bensin menjadi hidrokarbon rantai bercabang melalui proses reforming. Contohnya mengubah n-oktana menjadi isooktana.  Menambahkan hidrokarbon alisiklik/aromatic ke dalam campuran akhir fraksi bensin.  Menambahkan aditif anti ketukan ke dalam bensin untuk memperlambat pembakaran bensin. Dulu digunakan senyawa timbale (Pb). Oleh karena Pb bersifat racun, maka penggunaannya sudah dilarang dan diganti dengan senyawa organic sperti etanol, dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether) Petroleum Eter Petroleum Eter (disebut juga nafta) merupakan salah satu senyawaan hidrokarbon dalam rantai wilayah C5-C7, semuanya ringan, bersifat mudah menguap (volatile) dan berwarna jernih (bening). Senyawaan ini (P.E) digunakan sebagai pelarut, cairanpencuci kering

(dry clean), dan produk cepat kering lainnya. Petroleum Eter dan produk hidrokarbon lainnya (dari C6H14 sampai C12H26) biasanya dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Petroleum Eter mempunyai titik didih berkisar antara 30-90 0C. Aromanya serupa dengan senyawaan eter. Petroleum Eter bersifat da[at larut (soluble) dalam aseton, etil asetat, benzene, kloroform, etil eter, tetapi tidak larut dalam air. Batu didih Bayu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori yang biasanya digunakan atau dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu didh terbuat dari bahan silica, kalsium karbonat, porselen maupun karbon. Fungsi pemakaina batu didih ada 2, yaitu :  Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogeny pada seluruh bagian larutan.  Untuk menghindari titik lewat didih. Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada larutan dan melepaskannya ke permukaan larutan (ini akan menyebabkan timbulnya gelembunggelembung kecil pada batu didih). Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan menjadi µsuperheated¶ atau terlalu panas pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan/ledakan(bumping). Batu didih tidak boleh dimsukkan pada saat larutan mencapai titik didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih, maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan atau pun kebakaran. Jadi batu didih harus dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan. Jika batu didih akan dimasukkan ditengah-tengah pemanasan (mungkin karena lupa), maka suhu cairan harus diturunkan terlebih dahulu. Sebaiknya batu didih tidak digunakan secara berulang-ulang karena pori-pori dalam batu didih ini bisa tersumbat zat-zat pengotor dalam cairan. Alat dan Bahan. Ada pun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : bensin, es batu, batu didih. Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah : seperangkat alat destilasi, erlenmeyer, labu ukur, corong, pipet tetes, gelas kimia, dan termometer. Prosedur Kerja Ke dalam labu destilasi alas bulat dimasukkan bensin sebanyak 250 ml dan beberapa butir batu didih, kemudian bagian atas labu ditutup menggunakan penyumbat karet yang telah dipasangi thermometer. Setelah semua alat destilasi dirangkai, campuran dipanaskan dan destilat yang dihasilkan ditampung . Dicatat temperature ketika destilat mulai dihasilkan dan diukur volume destilat yang diperoleh. Hasil Pengamatan

y

y

y

NO PERLAKUAN HASIL PENGAMATAN Destilasi I 1. Bensin dipanaskan kemudian uapnya Terbentuk gelembung-gelembung pada dikondensasikan. bensin kemudian pada suhu 350C awal terbentuknya hasil destilasi. 2. Bensin terus dipanaskan pada kisaran y Hasil destilat terus terbentuk suhu anatara 40-83 0C berupa P.E yang berwarna bening y Volume P.E = 114 ml y Sisa destilasi berwarna kuning muda y Ket: asal bensin : SPBU Destilasi II 1. Bensin dipanaskan kemudian uapnya Terbentuk gelembung-gelembung pada dikondensasikan bensin kemudian pada suhu 39 0C awal terbentuknya hasil destilasi. 2. Bensin terus dipanaskan pada isaran y Hasil destilasi terus terbentuk sushu antara 40-92 0C berupa P.E yang berwarna bening. y Volume P.E = 150 ml y Sisa destilasi berwarna orange kekuningan y Ket.; asal bensin : eceran Destilasi III 1. Bensin dipanaskan kemudian uapnya Terbentuk gelembung-gelembung pada dikondensasikan bensin kemudian pada suhu 38 0C adalah awal terbentuknya hasil destilasi 2. Bensin terus dipanaskan pada kisaran y Hasil destilasi terus terbentuk suhu antara 40-91 0C berupa P.E yang berwarna bening y Volume P.E = 138 ml y Sisa destilasi berwarna kuning muda y Ket.:asal bensin : SPBU y Pembahasan Pada percobaan ini dilakukan destilasi Petroleun Eter (P.E) dari bensin. Praktikan menyedian 2 sampel bensin yang dibeli dari tempat yang berbeda. Salah satu bensin dibeli dari SPBU dan sampel bensin lainnya dibeli dari pedagang eceran. Tujuannya adalah untuk membandingkan destilat P.E yang diperoleh dari masing-masing sampel. Awal percobaan ini dilakukan dengan merangkai alat destilasi. Ke dalam labu destilasi 500 ml dimasukkan 250 ml bensin dan beberapa butir batu didih. Tujuan penambahan batu didih ini adalah agar panas yang dihasilkan dari penangas dapat menyebar secara merata ke seluruh bagian bensin dan untuk menghindari titik lewat didih. Jadi secara tidak langsung, batu didih berperan sebagai katalisator karena hanya berfungsi untuk mempercepat reaksi pemanasan, tapi tak bereaksi terhadap bensin (tak berpengaruh

terhadap hasil destilat). Kemudian bagian atas labu ditutup dengan karet penyumbat yang telah dipasangi thermometer. Labu tersebut harus disumbat dengan benar agar uap yang dihasilkan saat bensin dipanaskan tidak keluar dari rangkaian alat destilasi. Oleh karena itu, praktikan menyelubungi penyumbat karet dengan aluminium foil untuk menjaga agar uap tidak keluar. Kemudian fungsi dari thermometer adalah untuk mengontrol suhu pemanasan bensin. Kontrol suhu ini menjadi sangat penting, mengingat prinsip dasar dari destilasi adalah pada perbedaan titik didih. Sebelumnya telah diketahui titik didih dari P.E yang akan didestilasi adalah sekitar 30-90 0 C, sehingga suhu dijaga tak melebihi titik didih P.E agar nantinya senyawa yang menguap hanya P.E. Uap yang dihasilkan dari pemanasan bensin akan masuk ke dalam pipa kondensor. Pipa kondensor memegang peranan yang cukup penting pada proses penghasilan destilat. Fungsi kondensor adalah untuk mengkondensasikan uap P.E yang dihasilkan menjadi cair kembali. Agar uap dapat berubah menjadi cair (mengembun) maka suhu kondensor harus dijaga agar tetap dingin. Oleh karena itu, pada bak penampung sirkulasi ait untuk kondensor ditambahkan es batu. Ketika bensin dipanaskan dalam labu destilasi, tak beberapa lama kemudian terbentuk gelembung-gelembung udara pada permukaan bensin. Hal ini menandakan bahwa proses pemanasan telah menyebar dengan merata ke seluruh bagian bensin 9pengaruh dari batu didih). Uap yang dihasilkan masuk ke dalam kondensor dan kemudian terjadi proses kondensasi dengan terbentuknya larutan bening yang keluar dari pipa kondensor menuju ke penampung. Hasil destilasi ini terbentuk pada seputaran suhu 35-39 0C. ini sesai dengan data titik didih P.E yang telah diketahui sehingga diasumsikan bahwa destilat ini merupakan P.E (P.E juga berwarna bening, serta memiliki aroma yang khas). Bensin terus dipanaskan pada suhu mencapai 90 0C (bila suhu telah naik maka penangas diatur suhunya menjadi rendah lagi). Dari hasil pemansan itu terbentuksemakin banyak destilat yang berwarna bening. Dari proses destilasi I, dihasilkan 114 ml destilat dari 250 ml bensin (asal bensin dari SPBU) dan warna residu kuning muda. Dari data ini dihitung presentasi P.E dalam bensin:      Dari proses destilasi II, dihasilkan 150 ml destilat dari 250 ml bensin (asal bensin: eceran) dan warna residu orange kekuningan.      Dari proses destilasi III, dihasilkan 138 ml destilat dari 250 ml bensin (asal bensin SPBU) dan warna residu kuning muda.      Dari hasil perhitungan itu, dapat diketahui bahwa P.E menyusun sebagian besar komponen dasar dalam campuran bensin (rata-rata persentasi P.E yang diperoleh = 53,6%). Namun hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa destilat P.E yang diperoleh dari bensin eceran lebih banyak dari bensin SPBU. Hal yang menjadi dasar pemikiran/asumsi adalah kadar P.E dari bensin yang dibeli eceran seharusnya lebih rendah disbanding bensin yang dibeli langsung dari SPBU, karena bensin eceran telah

mengalami proses oksidasi dengan udara dan diasumsikan P.E telah berkurang oleh peristiwa penguapan (P.E bersifat mudah menguap pada suhu kamar). Hal ini dapat terjadi oleh 2 hal, yaitu : 1. Pada destilasi P.E dari bensin asal SPBU, belum semua P.E terpisah dari bensin, tapi proses pemanasan telah dihentikan, akibatnya masih banyak P.E yang terkandung dalam bensin tersebut. 2. Pada destilasi P.E dari bensin eceran, kelengahan pengontrolan suhu menyebabkan fraksi-fraksi lain dalam bensin, seperti etanol, ikut menguap bersama dengan P.E, sehingga destilat yang dihasilkan bukan lagi P.E murni. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar metode pemisahan secara destilasi adalah perbedaan titik didih di antara senyawasenyawa penyusun suatu campuran. Daftar Pustaka Baunsele, Since D. S,Si.,Odi Th.E. S,Si, 2010, Penuntun Praktikum Kimia Organik I, Laboratorium Kimia Fakultas Sains dan Teknik-Undana,Kupang. Fessenden, Ralph.J., Fessenden,Joan.S.,1986, Kimia Organik,Edisi Ketiga, Alih bahasa: A.H Pudjaatmaka,Ph.D,Penerbit : Erlangga, Jakarta. Http://www.blogpribadi.com/2009/08/destilasi.html/ Http://abynoel.wordpress.com/2008/08/08/modul_kimia/ Http://www.wikipedia.org/fraksi_bensin/

y

y

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->