TUGAS FARMAKOLOGI DAN TERAPI

MAKALAH ANTIPSIKOSIS

OLEH : NAMA NIM : AISYAH JUNAID : N11108272

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2010

Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. percaya hal-hal aneh. juga efktif untuk beberapa jenis psikosis dan gaduh gelisah. pikiran yang samar-samar. Sekitar 75% penderita skizofrenia mulai mengidap pada usia 16-25 tahun. yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan. Obat-obat antipsikosis telah digunakan secara klinis selama 50 tahun. emosi. Istilah ³psikosis´ dapat merujuk pada beberapa jenis gangguan jiwa. . penuh kiasan. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. pikiran obsesif tak terkendali. dan pikiran yang biasa digunakan dalam bidang psikiatri atau ilmu kedokteran jiwa. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil.BAB I PENDAHULUAN Istilah antipsikosis dan neuroleptik sama-sama digunakan untuk sekelompok obat yang tidak hanya dipakai khusus untuk skizofrenia. persepsi pancaindra yang tidak biasa. Reserpine dan chlorpromazine merupakan obat pertama yang digunakan untuk skizofrenia. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin. mekanisme kerja. menganggap semua orang sebagai musuh. pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya. Sedangkan psikofarmakologi adalah ilmu yang memepelajari kimiawi. afek sempit. Antipsikosis adalah obat yang mempengaruhi fungsi perilaku. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia. serta farmakologik klinik dari psikotropik.

y Gejala Negatif : Alogia (kehilangan kemampuan berpikir atau berbicara). gangguan ingatan. Gejala Skisofrenia y Gejala Positif : Delusi (khayalan). avolition (kehilangan motivasi). perilaku aneh dan tak terorganisir.sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren. halusinasi. mengisolasi diri dari kehidupan social. dan pencuriga. tidak mampu berkonsentrasi. y Gejala Kognisi : Gangguan perhatian. bicara tidak teratur. gangguan fungsi melakukan pekerjaan tertentu . ilusi.

meningkatkan rasa persatuan dan meningkatkan tes realitas bagi pasien dengan skizofrenia. berdarmawisata. TERAPI SKIZOFRENIA 1. Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. musik. 2. keinginan yang terhalang sehingga mendapatkan berbagai bentuk hasil seni dan menyalurkan . latihan praktis dan komunikasi interpersonal. Terapi psikomotor Terapi psikomotorik ialah suatu bentuk terapi yang mempergunakan gerakan tubuh sebagai salah satu cara untuk melakukan analisa berbagai gejala yang mendasari suatu bentuk gangguan jiwa dan sekaligus sebagai terapi. berolahraga. Terapi psikososial Rencana pengobatan untuk skizofrenia harus ditujukan pada kemampuan dan kekurangan pasien. Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati. namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik. masalah. dan lainlain) untuk mengekspresikan ketegangan-ketegangan pskis.. Terapi rekreasi Terapi rekreasi ialah suatu bentuk terapi yang mempergunakan media reakresi (bermain. sehingga perilaku yang baik diulang dan yang buruk dihilangkan. dan hubungan dalam kehidupan nyata. menonton TV.pahat. Termasuk di dalamnya adalah terapi art yaitu suatu bentuk terapi yang menggunakan media seni ( tari. Terapi selanjutnya dapat diarahkan kepada berbagai macam penerapan strategi menurunkan stress dan mengatasi masalah dan pelibatan kembali pasien ke dalam aktivitas. lukisan. terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. dan sebagainnya) dengan tujuan mengurangi keterganguan emosional dan memperbaiki prilaku melalui diskusi tentang kegiatan reakresi yang telah dilakukan. 3. Terapi kelompokpun bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana.BAB II PEMBAHASAN A. Terapi ini juga efektif dalam menurunkan isolasi sosial. kemampuan memenuhi diri sendiri.

Istilah neuroleptik sebagai antipsikosis berkembang dari kenyataan bahwa obat antipsikotik sering menimbulkan gejala saraf berupa gejala ekstrapiramidal. istilah neuroleptik tidak dapat lagi dianggap sama dengan istilah antipsikosis. Sejak penemuan clozapin. klozapin yang dikenal sebagai generasi pertama antipsikosis golongan atipikal. dan lainnya. meningkatkan/mempertahankan dan membina seseorang agar dapat mencapai kembali taraf kemampuan fungsional setinggi mungkin. Terapi somatik Terapi ini adalah salah satu terapi yang cukup penting dan akan dibahas lebih banyak pada bab ini. pengobatan untuk psikosis terutama skrisofenia terus dikembangkan. suatu neuroleptik golongan fenotiazin pada tahun 1950.dorongan-dorongan yang terpendam dalam jiwa seseorang. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis sebagaimana yang telah dijelaskn di atas B. Hasil seni yang dibuat selain dapat dinikmati orang lain dan dirinya juga akan meningkatkan harga diri seseorang. Rehabilitasi Rehabilitasi adalah suatu proses yang kompleks. olanzapin. Yang umum terjadi dengan obat antipsikosis yang ditemukan lebih dahulu. Dengan dikembangkannya golongan baru yang hampir tidak menimbulkan gejala ekstrapiramidal. meliputi berbagai disiplin dan merupakan gabungan dari usaha medik. Selanjutnya ditemukan generasi kedua antipsikosis yakni haloperidol. . 5. pengembangan obat baru atipikal terus dilakukan. 4. yang penggunaannya cukup luas hingga selama 4 dekade. OBAT-OBAT ANTIPSIKOSIS Sejak ditemukannya klorpromazin. Disebut atipikal karena golongan obat ini sedikit menyebabkan reaksi ekstrapiramidal (EPS= Ekstrapiramidal Symptom). zotepin. sosial. ziprasidon. Hal ini terlihat dengan ditemukannya obat baru yaitu risperidon. educational dan vaksional yang terpadu untuk mempersiapkan . Pada tahun 1990.

Antipsikosis Tipikal CPZ dan Derivat Fenotiazin Prototip kelompok ini adalah klorpromazin (CPZ). Bioavailabilitas CPZ dan tioridazin berkisar antara 25-35%. Kebanyakan antipsikosis bersifat larut lemak dan terikat kuat dengan protein plasma (92-99%). sehingga menimbulkan gejala parkinsonisme (efek ekstrapiramidal). sedangkan haloperidol mencapai 65%. sedangkan risperidon memiliki afinitas yang tinggi terhadap reseptor seretonin 5HT2. Berbeda dengan barbiturat. sebagian diantaranya mengalami metabolisme lintas pertama. gangguan psikosis yang paling sering ditemukan. . perhatian diri yang buruk. CPZ menimbulkan efek sedasi yang disertai sikap acuh terhadap rangsang dan lingkungan. dan kadangkadang mengatasi sifat menarik diri. juga memiliki afinitas yang tinggi terhadap reseptor alpha adrenergik. CPZ tidak dapat mencegah timbulnya konvulsi akibat rangsangan listrik maupun oleh obat. Efek ini terjadi karena antipsikosis menghambat berbagai reseptor diantaranya dopamin. serta memiliki volume distribusi besar (>7L/kg). Farmakokinetik: Kebanyakan antipsikosis diabsorpsi sempurna. muskarinik. hostility. Gejala psikotik yang dipengaruhi dengan baik oleh kelompok ini adalah ketegangan. sistem otonom. histamin H1. alpha adrenergik. CPZ misalnya selain memiliki afinitas terhadap reseptor dopamin. halusinasi. dan sistem endokrin. anoreksia. delusi akut.1. combativeness. susah tidur. Semua derivat fenotiazin mempengaruhi ganglia basal. Pembahasan terutama mengenai CPZ karena obat ini masih tetap digunakan sebagai antipsikosis karena ketersediaannya dan harganya murah. Indikasi: Indikasi utama fenotiazin ialah skizofrenia. CPZ berefek antipsikosis terlepas dari efek sedasinya. Farmakodinamik: Efek farmakologi CPZ dan antipsikosis lainnya meliputi efek pada SSP. dan reseptor seretonin 5HT2 dengan afinitas yang berbeda. hiperaktivitas. negativisme.

Efek fenotiazin piperazin dan butirofenon berbeda seca kuantitatif karena butirofenon selain menghambat efek dopamin juga meningkatkan efek turn over ratenya. dan leukopenia. Tioridazin tersedia dalam bentuk tablet 50 dan 100 mg. tetapi butirofenon memperlihatkan bahan sifat fenotiazin. Antipsikosis tipikal lainnya a. Reaksi ini disertai eosinofilia dalam darah perifer. Selain itu juga merupakan obat pilihan untuk mengobati sindrom Gilles de La Tourette . Haloperidol Farmakodinamik : Struktur haloperidol berbeda dengan fenotiazin.5 mg.4. suatu kelainan neurologik yang aneh yang ditandai dengan kejang otot hebat. Flufenazin tersedia dalam bentuk tablet HCl 0. Ekskresi haloperidol lambat melaui ginjal. Obat ini ditimbun dalam hati dan kira-kira 1% dari dosis yang diberikan diekskresi melalui empedu. Farmakokinetik : Haloperidol cepat diserap dari saluran cerna. Pada orang normal. dermatitis. Prefenazin tersedia sebagai obat suntik dan tablet 2. sehingga obat ini cukup aman. Sediaan : CPZ tersedia dalam bentuk tablet 25 mg dan 100 mg. Gejala idiosinkrase mungkin timbul berupa ikterus. Efek samping umumnya merupakan perluasan efek farmakodinamiknya. efek haloperidol mirip fenotiazin ppiperazin. kira-kira 40% obat dikeluarkan selama 5 hari sesudah pemberian dosis tunggal. dan 8 mg. Haloperidol memperlihatkan antipsikosis yang kuat dan efektif untuk fase mania penyakit manik depresif dan skizofrenia.Efek Samping: Batas keamanan CPZ cukup lebar. Juga tersedia dalam bentuk larutan suntik 25 mg/ml. Indikasi : Indikasi utama haloperidol ialah psikosis. mentap sampai 72 jam dan masih dapat ditemukan dalam plasma sampai berminggu-minggu. menyeringai . Kadar puncaknya dalam plasma tercapai dalam waktu 2-6 jam sejak menelan obat. 2.

Efek samping dan intoksikasi: Haloperidol menimbulkan reaksi ekstrapiramidal dengan insiden yang tinggi. Selain itu dalam bentu sirup 5 mg/100 ml dan ampul 5 mg/ml. Dapat terjadi depresi akibat reversi keadaan mania atau sebagai efek samping yang sebenarnya. b. Haloperidol sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil sampai terdapat bukti bahwa obat ini tidak menimbulkan efek teratogenik. Seperti antipsikosis lainnya. tioksanten. sebagian efek farmakologiknya sama. Namun. kadar puncak plasma dicapai dalam waktu 1 jam (IM) dan 2 jam (oral). Sediaan : Tersedia dalam bentuk tablet 0. Farmakokinetik : Diabsorbrsi baik per oral.4 jam. Frekuensi kejadian ikterus akibat haloperidol rendah.5 mg. Metabolit utamanya (8 hidroksiloksapin) memiliki waktu paruh yang lebih lama (9 jam). dan dihidroiodolon. Indikasi : Mengobati skizofrenia dan psikosis lainnya. Efek samping : Insidens reaksi ekstrapiramidal (selain diskinea tardif) terletak antara fenotiazin alifatik dan fenotiazin piperazin. Farmakodinamik: Obat ini mewakili golongan antipsikosis yang baru dengan rumus kimia yang berbeda dari fenotiazin.(grimacing) dan explosive utterances of foul expletives (koprolalia. terutama pada pasien usia muda. sedatif. Dibenzoksazepin Derivat senyawa ini adalah loksapin. Waktu paruh loksapin ialah 3. dapat . Loksapin memiliki efek antiemetik. Perubahan hematologik ringan dan selintas dapat terjadi. butirofenon. tetapi hanya leukopenia dan agranulositosis yang sering dilaporkan. mengeluarkan kata-kata jorok).5 mg dan 1. Pengobatan dengan haloperidol harus dimulai dengan hati-hati. antikolinergik dan antiadrenergik.

personal neatness).Efek yang bermanfaat terlihat dalam 2 minggu. maka penggunaannya dibatasi hanya pada pasien yang resistenb atau tidak dapat mentoleransi antipsikosis lain. Pada pasien yang mendapat klozapin selama 4 minggu atau lebih. diikuti perbaikan bertahap pada minggu-minggu berikutnya. yang berbeda dari dopamin neuron di daerah nigrostiatal (daerah gerak) dan tuberoinfundibular (daerah neuroendokrin). yang berhubungan dengan fungsi emosional dan mental yang lebih tinggi. Deisebut atipikal karena obat ini tidak menimbulkan efek ekstrapiramidal dan kadar prolaktin serum pada manusia tidak ditingkatkan. Dibandingkan dengan psikotropik lain. Klozapin efektif untuk mengontrol gejala-gejala psikosis dan skizofrenia baik yang positif (iritabilitas). Sediaan : Lokzapin tersedia dalam bentuk tablet dan suntikan. Obat ini berguna untuk pengobatan pasien refrakter terhadap obat standar. tetapi dapat mempengaruhi fungsi saraf dopamin pada sistem mesolimbik-mesokortikal otak. klozapin menimbulkan efek dopaminergik lemah. Dosis awal 20-50 mg perhari dalam 2 dosis. walaupun pasien telah diobati hingga 10 tahun. Dosis pemeliharaan 20100 mg dalam 2 dosis. Pasien yang diberi klozapin perlu dipantau jumlah sel darah putihnya setiap minggu. sehingga harus hati-hati digunakan pada pasien dengan riwayat kejang. resiko terjadinya kira-kira . Efek samping dan intoksikasi: Agranulositosis merupakan efek samping utama klozapin yang ditimbulkan pada pengobatan dengan klozapin. maupun yang negatif ( social disinterest dan incompetance.menurunkan ambang bangkitan pasien. 3. Namun karena klozapin memiliki resiko timbulnya agranulositosis yang lebih tinggi dibandingkan antipsikosis lain. Diskinesia kardif belum pernah dilaporkan. Antisikosis Atipikal Klozapin Merupakan antipsikotik atipikal pertama dengan potensial lemah.

2 %. ansietas. muntah. somnolen. risperidon terikat dengan albumin dan alpha-1 glikoprotein. Klozapin secara ekstensif diikat protein plasma (>95%). dan hipersalivasi. aritmia. takikardia. mual.6 jam setelah pemberian obat. Farmakokinetik: Klozapin diabsorpsi secara cepat dan sempurna pada pemberian per oral. Efek samping: Insomnia.1. kejang. dan hipertermia. Sediaan: Klozapin tersedia dalam bentuk tablet 25 mg dan 100 mg. diindikasikan pula untuk gangguan bipolar. depresi dengan ciri psikosis dan Tourette sindrom. Gejala takar lajak. penimgkatan BB. alpha-1 dan alpha-2 adrenergik dan reseptor histamin.8 jam. Gejala ini paling sering 6-18 minggu setelah pemberian obat. letargi. Pengobatan dengan obat ini tidak boleh lebih dari 6 minggu kecuali bila terlihat adanya perbaikan. takikardia. obat ini dimetabolisme hampir sempurna sebelum diekskresi lewat urin dan tinja. sedasi. hiperlaktinemia. agitasi. Di samping itu. pusing kepala. dan reaksi ekstrapiramidal terutama tardiv diskinesia. kadar puncak plasma tercapai pada kira-kira 1. disorientasi. Aktivitas antipsikosis diperkirakan melalui hambatan terhadap reseptor serotonin dan dopamin. Di plasma. delirium. meliputi kantuk. depresi napas. Farmakokinetik: Bioavailabilitas oral sekitar 70%. Efek samping lain yang dapat terjadi antara lain hipertermia. . memiliki afinitas yang tinggi terhadap reseptor serotonin (5HT2) dan aktivitas mencegah terhadap reseptor dopamin (D2). koma. volume distribusi 1-2 L/kg. Risperidon Farmakodinamik: Risperidon merupakan derivat dari benzisoksazol. dengan waktu paruh rata-rata 11. Indikasi: Untuk terapi skizofrenia baik untuk gejala negatif maupun positif.

10 mg. hiperglikemia. Farmakokinetik : Olanzapin diabsorbsi dengan baik setelah pemberian oral dengan kadar plasma tercapai setelah 4-6 jam pemberian. metabolisme di hepar oleh enzim CYP 2D6. struktur kimianya mirip dengan klozapin. olanzapin Olanzapin tidak dapat menyebabkan agranulositosis diteloransi dengan baik dengan efek samping ekstrapiramidal terutama tardiv diskenesia yang minimal. reseptor serotonin (5HT2). dan ekskresi lewat urin. serotonin (5HT2). Efek samping : Meskipun strukturnya mirip dengan seperti klozapin. Indikasi : Indikasi utama adalah mengatasi gejala negatif maupun positif skzofrenia dan sebagai anti mania. dan 3 mg. 2 mg.Sediaan: Dalam bentuk tablet 1 mg. muskarinik. . Efek samping yang sering dilaporkan adalah peningkatan BB dan gangguan metabolik yaitu intoleransi glukosa. Obat ini juga menunjukkan efektifitas pada pasien depresi dengan gejala psikotis. dan reseptor alpha-1. Quetiapin Farmakodinamik : Obat ini memiliki afinitas terhadap reseptor dopamin (D2). Olanzapin memiliki afinitas terhadap reseptor dopamin (D2. Sirup dan injeksi 50 mg/ mL. klozapin. Olanzapin Farmakodinamik : Olanzapin merupakan derivat tienobenzodiazepin.dan vial 10 mg. D3. Sediaan : Olanzapin tersedia dalam bentuk tablet 5 mg. dan D5). D4. dan hiperlipidemia. histamin (H1). dan bersifat agonis parsial terhadap reseptor serotonin 5HT1A yang diperkirakan mendasari efektivitas obat ini untuk gejala positif maupun negatif skizofrenia.

dan sebagian kecil lewat feses. - Ziprasidon Farmakodinamik : Obat ini dikembangkan dengan harapan memiliki spektrum skizofrenia yang luas. Ikatan protein sekitar 83%. Seperti antipsikosis atipikal umumnya.Farmakokinetik : Absorbsinya cepat setelah pemberian oral. dan dizziness. Efek samping Yang umum adalah sakit kepala. Di samping itu. Metabolismenya lewat hati oleh enzim CYP 3A4. Obat ini memperlihatkan afinitas terhadap reseptor serotonin (5HT2A) dan dopamin (D2) Farmakokinetik : Absorbsinya cepat setelah pemberian oral. gangguan seksual. Obat ini dilaporkan juga meningkatkan kemampuan kognitif pasien skizofrenia seperti perhatian. gangguan metabolik dan hiperprolaktinemia. Indikasi : . dan efek anti kolinergik. kemampuan berfikir. kadar plasma maksimal tercapai setelah 1-2 jam pemberian. metabolik. sedangkan ES samping ektrapiramidalnya minimal. somnolen. Metabolismenya di hati dan di ekskresi sebagian kecil lewat urin dan sebagian besar lewat feses. dan kemampuan mengingat mebaik. baik gejala positif. Ekskresi sebagian besar lewat urin. negatif. Quetiapin juga memiliki ES peningkatan BB. obat ini diibdikasikan pula untuk gangguan depresi dan mania. Indikasi Quetiapin diindikasikan untuk skizofrenia dengan gejala positif maupun negatif. maupun gejala afektif dengan ES yang minimal terhadap prolaktin. Ikatan protein plasmanya berkisar >99%. berbicara. Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan apakah manfaat klinisnya berarti.

Sediaan : Tablet 20 mg. . Pasien dengan gangguang elektrolit. sedang minum obat yang memiliki efek perpanjangan interval QT. Efek samping : Mirip dengan antipsikosis lainnya. ampul 10 mg. serta gangguan bipolar. skizoafektif kronik. atau gangguan kardiovaskular perlu berhati-hati dalm penggunaan obat ini. Yang perlu diperhatikan adalah adanya studi yang menunjukkan Ziprasidon memiliki gangguan kardiovaskular yakni perpanjangan interval QT yang lebih besar dibanding antipsikosi lainnya. terapi pemeliharaan terhadap skizofrenia.Untuk mengatasi gangguan keadaan akut (agitasi) dari skizofrenia dan gangguan skizoafektif.

Farmakologi dan Terapi edisi 5.Daftar Pustaka 1. 2001. . Jakarta. Penerbit Salemba Medika. Gunawan. Sulistia Gan. FK-UI. Katzung. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta 2. 2009. Betram G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful