P. 1
suul khotimah

suul khotimah

|Views: 47|Likes:
Published by Ulil Kartika

More info:

Published by: Ulil Kartika on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2011

pdf

text

original

Setiap orang pasti menginginkan berada pada akhir kehidupan yang baik (husnul khotimah), bukan pada yang

buruk (su’ul khotimah). Namun sudah sering kita saksikan ada beberapa orang yang mati dengan sangat tragis, sangat mengerikan yang mungkin kita belum pernah melihat sebelumnya. Su’ul khotimah inilah yang patut kita waspadai dan berusaha untuk tidak berada di ujung kehidupan semacam itu. Saudaraku, perlu kiranya engkau tahu bahwa su’ul khotimah (mati dalam keadaan buruk) memiliki sebab yang seharusnya setiap orang menjauhinya. Sebab utama adalah karena berpaling dari agama Allah. Hal ini dapat berupa berpaling dari istiqomah, lemahnya iman, rusaknya i’tiqod (keyakinan), dan terus menerus dalam maksiat. Beberapa Kisah Akhir Hidup yang Begitu Jelek Ada suatu kisah yang menunjukkan seseorang yang terlalu sibuk dengan dunia sehingga lupa akan akhirat. Lihatlah bagaimanakah akhir hidupnya. Ia seorang pedagang kain yang biasa menjual kain. Tatkala sakratul maut ia bukan menyebut kalimat yang mulia “laa ilaha illallah”, namun yang ia sebut adalah, “Ini kain baru, ini kain baru. Ini pas untukmu. Kain ini amat murah.” Akhirnya ia pun mati setelah mengucapkan kalimat semacam itu. Padahal kalimat terbaik yang diucapkan saat sakratul maut adalah kalimat laa ilaha illallah.

َ ّ َ َ َ َ ُ ّ ِ َ َِ َ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ ْ َ ‫من كان آخر كلمه ل إله إل ال دخل الجنة‬
“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621) Ada juga orang yang kesehariannya sibuk bermain catur. Ketika sakratul maut, ia diperintahkan untuk menyebut kalimat “laa ilaha illallah”. Namun apa yang ia katakan kala maut menjemput? Ia malah mengucapkan, “Skak!” Lalu ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Mati bukan menyebut kalimat tahlil, namun menyebut kata “skak”. Wallahul musta’an. Ada pula orang yang kesehariannya biasa menegak arak (khomr). Ketika maut menjemput, ia ingin ditalqinkan (dituntun baca kalimat tahlil, laa ilaha illallah). Namun apa yang ia ucapkan? Ia malah berkata saat sakratul maut, “Mari tuangkan arak untukku, minumlah!” Lantas ia pun mati dalam keadaan seperti itu. Laa haula quwwata illa billah ‘aliyyil ‘azhim.[1] Pengaruh Teman Bergaul yang Buruk Semasa Hidup Ulama tabi’in, Mujahid rahimahullah berkata, “Barangsiapa mati, maka akan datang di hadapan dirinya orang yang satu majelis (setipe) dengannya. Jika ia biasa duduk di majelis orang yang selalu menghabiskan waktu dalam kesia-siaan, maka itulah yang akan menjadi teman dia tatkala sakratul maut. Sebaliknya jika di kehidupannya ia selalu duduk bersama ahli dzikir (yang senantiasa mengingat Allah), maka itulah yang menjadi teman yang akan menemaninya saat sakratul maut.”[2] Bukti dari perkataan Mujahid di atas terdapat pada kisah Abu Tholib berikut ini.

، ‫لما حضرت أبا طالب الوفاة جا َه رسول ال - صلى ال عليه وسلم - فوجد عنده أبا جهل بن هشام‬ ٍ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ََ ُ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ ّ ُ ُ َ ُ ‫َ ّ َ َ َ ْ ََ َ ِ ٍ ْ َ َ ُ َ ء‬ ْ ُ ّ َ َ ٍ ِ َ َِ ‫وعبد ال بن أبى أمية بن المغيرة ، قال رسول ال - صلى ال عليه وسلم - لبى طالب » يا عم ، قل‬ ِ ّ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ُ ْ ِ ْ َ َّ ُ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ َ ِ ، ‫ل إله إل ال ، كلمة أشهد لك بها عند ال « . فقال أبو جهل وعبد ال بن أبى أمية يا أبا طالب‬ ٍ ِ َ َ َ َ َ َّ ُ ِ َ ُ ْ ّ ُ ْ َ َ ٍ ْ َ َُ َ َ َ ِ ِ ّ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ً َ َِ ّ ّ ِ َ َِ َ ُ ِ َ ُ َ ‫َ ْ ِ ُ َ ََ ْ ِ و‬ ‫َترغب عن ملة عبد المطلب فلم يزل رسول ال - صلى ال عليه وسلم - يعرضها عليه ، َيعودان‬ ِ ّ ُ ُ َ ْ َ َ ْ ََ ِ ِّ ُ ْ ِ ْ َ ِ ِّ ْ َ ُ َ ْ َ ‫أ‬

Begitu pula segeralah kita kembali taat pada Allah dengan mengawali segalanya dengan ilmu. bid’ah.ّ ِ َ َِ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ِ ِ‫ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ َ َ ُ َ ِ ٍ ِ َ َ َّ َ ُ ْ ُ َ ََ ِّ ِ َ ْ ِ ْ ُط‬ ‫بتلك المقالة ، حتى قال أبو طالب آخر ما كلمهم هو على ملة عبد الم ّلب ، وأبى أن يقول ل إله إل‬ ُ ّ ‫ال‬ "Ketika menjelang wafatnya Abu Tholib. Jika maksiat dan godaan syaithon terkumpul. selagi masih diberi nafas. ditambah lagi dengan lemahnya iman. Bukhari no. Lakukan kewajiban. entah lusa. su’ul khotimah. Akhirnya ia terus menerus dalam keadaan berlumuran dosa semacam tadi sampai maut menjemput sebelum ia bertaubat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatanginya dan ternyata sudah ada Abu Jahal bin Hisyam dan 'Abdullah bin Abu Umayyah bin Al Mughirah. Kita tidak tahu kapan nyawa kita diambil. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata. teruslah isi dengan kebaikan. dosa besar dan maksiat. "Wahai Abu Thalib. Moga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah dan menjauhkan kita dari akhir hidup yang jelek. Su’ul khotimah akan mudah terjadi pada orang yang rusak batinnya dilihat dari i’tiqod (keyakinannya) dan rusak lahiriahnya yaitu pada amalnnya. baik itu dosa kesyirikan. teruslah bertaubat dan kembali taat pada-Nya. 24) Akibat Maksiat dan Godaan Syaithon Ibnu Katsir rahimahullah berkata. Maka berkata. SUUL KHOTIMAH . maka sudah sepantasnya kita menyegerakan taubat terhadap semua dosa yang kita perbuat. Selagi masih diberi kesempatan. Yang tua dan muda sama saja. Keadaan semacam ini tidak pernah didengar bahwa orangnya mati dalam keadaan su’ul khotimah sebagaimana kata ‘Abdul Haq Al Isybili. Jauhi maksiat dan berbagai hal yang makruh. maksiat dan syahwat adalah sebab yang dapat menggelincirkan manusia saat kematiaanya. Su’ul khotimah lebih mudah terjadi pada orang yang terus menerus dalam dosa besar dan lebih menyukai maksiat.”(HR. Begitu pula tidak akan terjadi pada orang yang benar perkataan dan perbuatannya. ditambah lagi dengan godaan syaithon. sempurnakan dengan amalan sunnah. maka sungguh amat mudah berada dalam su’ul khotimah (akhir hidup yang jelek). 1360 dan Muslim no. suatu kalimat yang dengannya aku akan menjadi saksi atasmu di sisi Allah". Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terus menawarkan kalimat syahadat kepada Abu Tholib dan bersamaan itu pula kedua orang itu mengulang pertanyaannya yang berujung Abu Tholib pada akhir ucapannya tetap mengikuti agama 'Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallah. apakah kamu akan meninggalkan agama 'Abdul Muthalib?". Entah besok. Amin Yaa Mujibas Saailin.”[4] Jika telah mengetahui hal ini dan tidak ingin kehidupan kita berakhir buruk sebagaimana kisah-kisah yang telah kami utarakan di atas. “Sesungguhnya dosa. "Wahai pamanku katakanlah laa ilaaha illallah. kepada Abu Tholib. Abu Jahal dan 'Abdullah bin Abu Umayyah. Jangan sia-siakan waktu. tidak ada yang tahu bahwa ia akan berumur panjang.”[3] Agar Selamat dari Su’ul Khotimah Ibnu Katsir rahimahullah kembali melanjutkan penjelasannya: “Su’ul khotimah (akhir hidup yang jelek)—semoga Allah melindungi kita darinya— tidaklah terjadi pada orang yang secara lahir dan batin itu baik dalam bermuamalah dengan Allah. boleh jadi lebih cepat dari yang kita kira. entah minggu depan.

masing-masing besar bahayanya. datanglah tabir itu. atau dikuasai oleh keragu-raguan. naudzubillah. hari manusia meninggalkan dunia. ertinya sudah ada azab itu. Yang selamat hanyalah orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sihat". selama-lamanya. yang disebut dalam Al-Quran. iaitu. sampai tidak ada tempat untuk yang lain. Maka jawabnya: . dan azab yang kekal terus menerus tidak bisa terpisah iaitu azab kekufuran. begitu hidupnya begitu pula matinya. sedangkan punggungnya dikasihkan kepada Allah swt. sebab nur yang afdhal di hatimu itu sudah memadamkan nyala apiku". atau ketidak percayaan sama sekali terhadap Allah. terbayang saja rumah yang belum selesai itu ia tenggelam di dalamnya. dan hatinya masghul/berbimbang akan hal itu saja sehingga pada waktu sakaratulmaut. Ertinya sihat tidak ada penyakit hubbu-dunya. Jadi yang menguasainya ialah keruwetan kufur yang menjadi tabir penghalang hatinya antara dia dengan Allah swt. dikuasai oleh hubbu-dunya (hubbu-dunya itu cintakan dunia yang tidak ada hubungannya dengan akhirat). Maka nyawanya dicabut dalam keadaan tidak beriman. juga begitu matinya begitu pula bangkitnya dari kubur. Mukanya hanya melihat dunia sahaja. Ini diriwayatkan dalam hadis Ya'la bin Munabbih. jadi keadaannya berantai. manusia itu matinya bagaimana hidupnya. datang di hati keragu-raguan. Apabila engkau bertanya: "Apa yang menyebabkan suul khotimah itu ?". kepalanya kedunia dan kakinya ke Allah swt. Jadi hatinya tenggelam dalam keadaan demikian. sangat takut akan Suul Khotimah. ini sangat berbahaya sekali. Kalau tabir penghalang antara dia dengan Allah sudah turun. Sebab api yang menyalanyala itu. Kepada orang itu. jauh dari Allah swt. jadi tidak tertambat oleh hubbud-dunya. Bila kebetulan nyawanya di cabut dalam keadaan demikian. dan menghadap kepada Allah swt. hati kita di waktu sakaratulmaut atau di waktu payah menderita sakit dengan kepada sakaratulmaut dan sudah zhohir huru-haranya. kepalanya di jungkir balik. Iaitu yang disebut dalam firman Allah yang bermaksud: "Pada hari itu. Sebab. Kalau kebetulan dicabut nyawanya dalam keadaan tertarik oleh hubbu-dunya. hanya akan memakan orang-orang yang dihijab itu. Ada pun orang mukmin yang sihat hatinya. semuga Allah memberi engkau hidayah bahawa Suul Khotimah itu ada dua tingkatan. Yang demikian itu akan menyebabkan dia terjatuh dari Allah selama-lamanya. Tingkat yang ke dua : iaitu hatinya dikuasai oleh kecintaan terhadap soal-soal dunia yang tidak ada hubungannya dengan akhirat atau satu keinginan dari soal-soal duniawi yang selalu terbayang di hatinya.Sebahagian besar orang yang Soleh-soleh. Tapi ada yang lebih besar bahayanya diantara yang dua itu. hatinya penuh. misalnya dia sedang membangun sebuah rumah. maka tidak ada tempat bagi Allah swt dihatinya. maka api neraka berkata: "Boleh engkau lewat wahai orang mukmin. tidak percaya kepada Allah swt. tidak ada gunanya wang dan anak-anak. Maka ketahuilah sekarang. seksa sudah ada tak dapat tiada. Kalau muka sudah berpaling daripada Allah.

Orang yang fikirannya sederhana adalah lebih selamat. seperti mengiktikadkan apa-apa yang nantinya dapat menyesatkan dia kepada kepercayaan bahawa Allah seperti makhluk Misalnya : betul-betul duduk dalam Arash. Kelak apabila pintu hijab itu telah terbuka. seperti petani-petani yang jauh dari kota dan orang-orang awam yang tidak berkecimpung dalam perdebatan yang tidak menentu. Maka yang paling penting itu adalah iktikad. dia akan bingung. Cukup kalau didalam hatinya ia berkata : "Ya saya beriman kepada Allah S. Sebabsebabnya bisa disingkatkan menjadi dua sebab. padahal Allah itu Laisakamislihi syai'un. Nah inilah selamat. kepada Akhirat. Kerana itu perhatian leluhur kita kepada yang baik-baik kerana didasari iktikad baik. Sederhana. baru menyedari bahawa urusan ini demikianlah sebenarnya. maka usahakan dan perjuangkan agar dalam garis besarnya kita tetap yakin dan percaya.Ketahuilah bahawa sebab-sebabnya banyak. seperti itu sudah selamat. kepada Rasul-Nya. tapi dasar iktiqadnya tidak benar. ia jatuh dalam bahaya ini. sampai kata Rasulullah (tentang khawaridj itu) :"Membaca Al-Quran lebih rajin dari kamu (para sahabat) dan solatnya lebih rajin daripada kamu. meskipun bisa dikatakan orang kurang ilmunya.. dan ini hanya garis besarnya saja. Seseorang bisa jadi Suul Khotimah. rajin membaca Al-Quran. bertentangan dengan iktikad yang yang diiktikadkan oleh Rasulullah SAW. sebetulnya itu lebih selamat bagai orang yang tidak sempat belajar secara mendalam. Nah. Ia memang rajin solatnya. Bahkan tidak ada yang akan menyelamatlkan dirinya melainkan iktikad yang benar. Mengapa sampai demikian?? Kerana di dalam iktikadnya ada bidaah. dalam keadaan begitu dia matinya dalam Suul Khotimah. tapi ia lebih selamat daripada orang yang berlagak mempunyai ilmu. akhirnya nanti akan ingkar kepada Allah. Orang yang sederhana itu. tidak bisa diperinci satu per satu tetapi bisa ditunjukkan pokok-pokoknya saja. nauzubillah. juga tidak mampu untuk menolak bahaya ini. tidak berfikir secara mendalam. . sampai masing-masing jidadnya(dahinya) hitam . Kelak kalau orang sudah sakaratulmaut dan terbuka hijab. Tapi iman yang hanya secara garis besarnya saja harus kuat. meskipun amal-amalnya baik. Ada kalanya kerana mati dalam keragu-raguan dan dalam keadaan terhijab.W. Tiap-tiap orang yang salah iktikad kerana pemikirannya sendiri atau kerana ikut-ikutan pada orang lain. dan iman kepada akhirat dan sebagainya. sahabat dan tabi'iinya. Kesholehan dan kezuhudan serta tingkah laku yang baik. dalam garis besarnya saja". ialah orang yang beriman kepada Allah.T. tapi mereka membaca AlQuran tidak sampai ke lubuk hatinya dan solatnya tidak diterima oleh Allah swt. hakikatnya berserah diri kepada Allah. maka dapatlah diketahui bahawa Allah itu tidaklah sebagaimana yang kau lukis dalam hati. Kalau kita tidak mempunyai waktu untuk memperdalam pengetahuan ilmu Tauhid. Terus dia beribadah dan mencari rezeki yang halal dan mencari pengetahuan yang berguna bagi masyarakat. Kalau tidak sama dengan apa yang ditekadkan dalam hatinya. Nah di kala itu ia akan mati dalam Suul Khotimah. padahal dia itu seorang yang warak zuhud dan solleh." Oleh itu iktikad bida'ah di dalam hati adalah sangat berbahaya.

Kerana kasihan. janganlah sekali-kali kita berani mendasarkan i'tikad yang hanya didasarkan pada hasil perhitungan saja. tapi kemudian sesat. Leluhur kita suka memberi nasihat demikian. Berbantah-bantahan itu kadang-kadang memperebutkan hal-hal yang tidak ada gunanya. atau jadi doktor. supaya kamu bisa mencari rezeki yang halal. pada suatu waktu ada orang-orang yang sedang berdebat tentang takdir sampai berlangsung lama. Sebaiknya kita mengetahuinya secara global saja. jangan suka mengkritik urusan orang lain. Kerana leluhur kita suka melarang. gunanya belum tentu. kaji saja. sebetulnya hanya buatan hati saja. urus saja.a. Oleh kerana itu. Sebab ilmu pengetahuan . dasarnya hanya pengalaman dan percubaan yang hanya merupakan perhitungan saja.w. akhirnya teori-teorinya itu berubah. katanya agar dimengerti oleh fikiran yang sihat. pokoknya jangan mengkritik urusan sesuatu. Kerana ada orang yang mendapat ilham dari Allah dengan dibersihkan hatinya dan inkisyaf. Orang yang berbuat demikian itu sudah mati dan tafsirannya hanya menjadi sampah belaka. Dan baginda bersabda: "Orang-orang yang asalnya benar. suka memperingatkan. melihat ini Rasulullah sampai merah padam wajahnya. akhirnya ketika dicocokkan dengan undang-undang alam. garis besarnya. lalu dibawanya mati. Kerana itu. apalagi zat Allah swt. cukup dengan garis besarnya saja dari hal iktiqad. tapi bahayanya sudah nampak.a.: "Sebahagian besar daripada penghuni syurga itu adalah orang-orang yang fikirannya sederhana saja". jangan main ta'wil-ta'wilan terus diselindungi dengan Ayat Al-Quran. Ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Sju-Abil Iman. pokoknya kita jangan menyekutukan Tuhan dengan apa. itu dimulai kerana suka berbantah-bantahan". Bagaimana Allah itu ??? Wallahu a'lam. Dulu ada orang yang suka mencocokkan ayat-ayat Al-Quran dengan teori-teori ilmu fisika dan sebagainya. baik yang lama maupun yang moden. sedangkan dia sudah mendasarkan tafsirnya pada Al-Quran bagi teori-teori itu. Bagi orang-orang awam yang bukan ahli. antara lain tentang qada dan qodar". Garis besarnya adalah sebagaiman berikut: Apa yang terdapat dalam Al-Quran saya percaya dan kalau ada ayat-ayat Al-Quran yang saya tidak mengerti. . kita tidak tahu. saya serahkan kepada Allah swt dan apa yang dalam hadits saya percaya. Sebab sudah ternyata teorinya itu bisa berubah. cukup demikian. Sabda Rasulullah s. kita jangan mencuba-cuba berani menafsirkan Al-Quran hanya atas dasar pikiran raba-raba saja. Kerana itu maka leluhur kita suka melarang orang bercakap yang sia-sia dan tidak penting. kalau bukan ahlinya!!!. ini berbahaya sekali.Rasulullah s. Tidak was-was. Apa yang terlintas di hati. sebab hal itu ada yang melarang. Adapun tentang diri kita sendiripun. sebaik saja timbul waswas yang dilakukan oleh syaitan. padahal teori itu berubah.w. Boleh saja kamu menjadi tukang sepatu. soal bagaimana supaya ibadah sah. agar pintunya jangan dibuka sama sekali. Allah sendiri Yang Tahu. pegang saja laisa kamislihi syai'un. maka tolaklah itu. jadi petani. lalu berpidato : "Sesatnya orang-orang yang dulu itu kerana suka berdebat.

Akhirnya kalau sudah dikuasai betul-betul hubbud dunya. Kalau iman sudah lemah. seandainya hal ini dibahas maka akan banyak sekali bahaya-bahayanya. cinta kepada Allah juga jadi lemah. nanti setiap orang juga inkisyaf. Dan didekatinya oleh Arifin itu dengan rasa saja. meskipun bukan Wali.T. jadi mereka tidak bisa mengerti". hanya tempo-tempo beliau-beliau itu mengadakan istilah untuk dipakai di antara beliau-beliau saja. cinta kepada Allah.angelfire. Imamnya semakin lama. maka akan makin lemah saja imannya. Para Wali tahu akan adab kesopanan.W. dan benar-benar kufur. apalagi bergaul dengan orang -orang yang suka mengejek. sebahagian besar dari campur gaul. http://www. mereka diam.W. Kalau sudah datang sakaratul maut. sehingga hatinya menghitam dan membatu. Dan juga dari bacaan-bacaan.: "Hati mereka itu sudah dicap. Kedua. semakin padam. kerana imannya saja yang lemah dan lemah iman itu banyak sebab-sebabnya. dan kuat cintanya kepada dunia yang bererti mementingkan diri sendiri dalam soal-soal keduniawian. Sudah imannya lemah. sebab mereka merasa berat dan sedih meninggalkan dunianya. akhirnya hilang sama sekali dan jadilah ia kufur. sehingga dia membenci takdir Allah. tidak dengan akal lahir tapi dengan rasa batin. Mementingkan diri sendiri dalam soal-soal keduniawian itu ertinya hubbu-dunya. kalau orang sudah cenderung membaca apa-apa yang bisa melemahkan iman. Kalau orang bercampur gaul dengan orang-orang yang lemah imannya. tidak ada tempat untuk cinta kepada Allah S.html . akal lahir tidak mampu kalau dipakai untuk menyusun/mengoreksi sifat dan Zat Allah swt. kerana tidak ada bahawa yang cukup menerangkannya. Tapi pengakuan ini hanya merupakan hiasan bibir batin sahaja. Namun Aulia Allah pun tempo-tempo selagi hidup sudah inkisyaf. Demikianlah keterangan singkat dari Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. kerana keduniawian sudah menguasai diri mereka. Tanjakan-tanjakannya sulit. naudzubillah. hal ini sudah menjadi tabiat.T. sebab dari lemah iman itu ditambah oleh suatu istilah: hatinya dikuasai oleh hubbud-dunya. dikuasai pula oleh hubbud-dunya. Dan rasa batin itu belum ada bahasanya. Hal inilah yang meyebabkan dia terus menerus melampiaskan syahwatnya.com/journal/suluk/ilmu3. bertumpuk-tumpuk kegelapan dosa itu dihatinya. Kenapa Allah mematikan aku dan tidak memanjangkan umurku ? Kalau matinya dalam keadaan demikian.sebelum mati sudah inkisyaf. Dosa mereka merupakan kotoran yang tidak bisa dibersihkan dari hatinya. Allah pencipta diriku. Oh. Hanya itu saja yang terlintas dihati. Sebab yang kedua bagi Suul Khotimah itu. maka cinta mereka kepada Allah semakin lemah. maka ia mati dalam keadaan Suul Khotimah. Ini sebab yang pertama. akhirnya orang itu jadi atheis. Firman Allah S. Setiap orang yang meninggalkan kecintaannya tentu akan merasa sedih lalu timbul dalam fikirannya : "Kenapa Allah mencabut nyawaku ?" Kemudian berubah hati murninya.

yang zalim dan jahil. menangis dan menangis. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia. do’a. Melecehkan agama dan ahli agama dari kalangan ulama. Apabila sudah tiba saatnya. Allah berfirman yang artinya. Kemungkinan semua dosa itu demikian mendominasi dirinya sehingga ia meninggal saat melakukannya. dengan apakah kita akan membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa. salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. barang sedetik sekalipun. SubhanAllah. Perlu diketahui bahwa su’ul khotimah memiliki berbagai sebab yang banyak jumlahnya. Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Bid’ah adalah menciptakan hal baru yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. “Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terdugaduga). terutama dosa-dosa besar. Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia. Sebuah tempat penuh siksa. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya. Allah berfirman yang artinya. akhirnya ia mengalami su’ul khotimah. inabah (taubat) dan lain-lain. malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Al An’aam [6] : 44) . “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. rasa takut. rusak keyakinannya. Kezaliman memang ladang kenikmatan namun berakibat menakutkan. Berbuat bid’ah dalam melaksanakan agama. Pada hakikatnya syirik adalah ketergantungan hati kepada selain Allah dalam bentuk rasa cinta. yakni terhadap orang-orang yang nekat melakukan dosa-dosa besar dan berani melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau jera ? Sebab-sebab su’ul khatimah Saudaraku seiman mudah -mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda. da’i. Semoga Allah memelihara diri kita dari kehinaan itu. Dua kehinaan akan ia dapatkan sekaligus dan ditambah lemahnya iman. hari demi hari. Pelakunya akan mendapatkan kehinaan di saat mati. dan orang-orang shalih serta ringan tangan dan lidah dalam mencaci dan menyakiti mereka. Berbeda dengan para malaikat yang senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya. Sebuah negeri kengerian dan jeritan manusia-manusia durhaka. tidakkah manusia sadar. disamping setan pun semakin memperhina dirinya. tawakal. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini juga pasti dia akan menangis. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. serta rusak amalan lahiriahnya. sehingga membuat hati semakin menjadi hitam legam ? Apakah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa. tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su’ul khotimah. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal.Kematian.ketahuilah bahwa su’ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang shalih secara lahir dan batin di hadapan Allah. Orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang paling layak meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. pengharapan. Lalai terhadap Allah dan selalu merasa aman dari siksa Allah. Penganut bid’ah tidak akan mendapat taufik untuk memperoleh husnul khatimah. Neraka ada di hadapan kita. lalu sesudahnya kita melakukannya. Duhai. sementara ia lalai mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. terutama penganut bid’ah yang sudah mendapatkan peringatan dan nasehat atas kebid’ahannya. sebelum sempat bertaubat dengan sungguh-sungguh. adakah orang yang tidak merasa takut dari neraka. Su’ul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak batinnya. Al A’raaf [7] : 99) Berbuat zalim. malam demi malam. Terus menerus berbuat maksiat dengan menganggap remeh dan sepele perbuatanperbuatan maksiat tersebut. Kematian tidak pandang bulu. Di antaranya yang terpokok adalah sebagai berikut : • • • • • • Berbuat syirik kepada Allah ‘azza wa jalla.

“kalian -para sahabat. Seringkali itu didapatkan pada jasad orang-orang yang mati syahid. seraya berkata. Bagaimana kita menyambut kematian? Saudara tercinta. seperti penyakit kolera. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga” (HR. Kejadian itu dialami sebagian orang-orang shalih. “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan yang lurus bersama Rasul. dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil) Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at. terutama syahid fi sabilillah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. sambutlah sang kematian dengan hal-hal berikut : . “Setiap muslim yang meninggal pada hari atau malam Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur” (HR. bahkan bersikap sombong di hadapan mereka. yakni yang keluar dari tubuh jenazah setelah meninggal dan dapat tercium oleh orang-orang di sekitarnya. namun tidak seorangpun di sekitarnya yang melihatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Ini adalah penyakit yang dikhawatirkan menimpa orang-orang shalih sehingga menggugurkan amal shalih mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam su’ul khotimah. Allah berfirman yang artinya. “Pasti (masuk) surga” Beliau kemudian bersabda. Sikap ujub pada hakikatnya adalah sikap seseorang yang merasa bangga dengan amal perbuatannya sendiri serta menganggap rendah perbuatan orang lain. Di sini kami menyebutkan sebagian di antaranya saja : • • • • • • • • Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat meninggal. dishahihkan Al Albani) Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh kesabaran dan mengharapkan pahala dari Allah. Setiap orang yang berakal hendaknya mewaspadai dan menghindarinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.adalah para saksi Allah di muka bumi ini” (HR. pasti masuk surga” (HR.• • Berteman dengan orang-orang jahat. “Barangsiapa yang akhir ucapan dari hidupnya adalah laa ilaaha illallaah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati jenazah. Mendapatkan pujian yang baik dari masyarakat sekitar setelah meninggalnya. Ahmad) Munculnya bau harum semerbak. “(Ingatlah) hari ketika orang yang zalim itu menggigit dua tangannya. Mereka menggambarkan sendiri apa yang mereka lihat pada saat sakaratul maut tersebut dalam keadaan sangat berbahagia. Demikianlah beberapa hal yang bisa menyebabkan su’ul khotimah. “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti mati syahid. Kecelakaan besarlah bagiku. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda. Kesemuanya adalah biang dari segala keburukan. Tirmidzi dll. sedangkan orang-orang di sekitar mereka tampak terkejut dan tercengang saja. Beliau mendengar orang-orang memujinya. melihat burung-burung putih yang indah atau taman-taman indah dan pemandangan yang menakjubkan.Ahmad) Meninggal dengan dahi berkeringat. Misalnya. “Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya” (HR. At Tirmidzi) Melihat sesuatu yang menggembirakan saat ruh diangkat. demi menghindari su’ul khotimah. bahkan akar dari semua kejahatan. Al Furqaan [25] : 27-28) Bersikap ujub. TBC dan lain sebagainya Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Abu Dawud dll. kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku” (QS. Ahmad. Tanda-tanda husnul khotimah Tanda-tanda husnul khotimah cukup banyak.

serta selalu mengharapkan keutamaan dan karunia dari Allah. Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan sesuai dengan takaran dan cara-cara yang disyari’atkan. selalu mengingat Allah dalam suasana ramai atau dalam kesendirian. shalat wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid. Allah menandaskan dalam sebuah hadits qudsi. Dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Ali Imran [3] : 31) Dengan mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah. Dan lain-lain (dicuplik dari Misteri Menjelang Ajal. hingga Aku mencintai-Nya” Dengan segera bertobat secara ikhlas dari segala perbuatan maksiat dan kemungkaran. berdzikir. zakat. karena pahala haji mabrur pasti surga. Dengan melakukan haji mabrur. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Baik itu shalat. berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena Allah. ikutilah aku. Semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus” (QS. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. puasa maupun haji. Al Bayyinah [98] : 5) Dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya. karena pahalanya sama dengan haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersyukur kala mendapatkan kenikmatan. “Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada-Ku melalui ibadah-ibadah sunnah. Namun. Dengan ikhlas kepada Allah dan meninggalkan riya dalam segala ibadah. kitab-kitab-Nya. penerjemah Al Ustadz Abu ‘Umar Basyir hafizhahullah). dan melakukan ketaatan. namun bersiap diri menghadapi Hari Kemudian. Itulah hakikat dari takwa. dan takdir baik maupun buruk. Dengan melakukan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala. Hal itu hanya sempurna dengan mengikuti ajaran Nabi.com/artikel/kumpulan-artikel/27223-inilah-sebab-sebab-suulkhatimah. “Katakanlah. kemudian menanamkan tekad untuk mengisi waktu dengan banyak memohon ampunan. yakni setelah melaksanakan yang wajib. para malaikat. Konsekuensinya adalah mencintai kaum mukmin meskipun saling berjauhan dan membenci orang kafir meskipun dekat dengan mereka. para Rasul-Nya. Kisah-Kisah Su’ul Khatimah dan Husnul Khatimah.• • • • • • • • • • • • • Dengan iman kepada Allah. sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya. Hari Akhir. ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah. kepada sanak keluarga beliau dan para sahabat beliau http://www. Dengan rasa takut kepada Allah. dengan ridha terhadap rezeki-Nya meski sedikit. Demikian juga umrah di bulan Ramadhan.suaramedia.html . Dengan menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya di masjid secara berjama’ah bersama kaum muslim dengan menjaga kekhusyu’an dan merenungi maknanya. dengan mengamalkan ajaran kitab-Nya. sebagaimana firman Allah yang artinya. Dengan bersabar menghadapi cobaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->