P. 1
PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

|Views: 3,733|Likes:
Published by trissti

More info:

Published by: trissti on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN (Perkembangan Manajemen Pendidikan di Indonesia) A. PENDAHULUAN Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah ³usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara´.[1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis. Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan. B. LANDASAR TEORI 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami : a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi. b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer. c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan 2. DESKRIPSI MATERI Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen. a. Pengertian Teori Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) ³Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations´. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan

perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.) Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada.[2] Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan ³bukti´ yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi ³humus bisa membuat tanah menjadi subur´. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar. Selanjutnya Hoy & Miskel (1987 : 2) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan teori. A concept is a term that has been given an abstract, generalized meaning. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan) dan informal organization (organsasi informal). Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. An assumption, accepted without proof, are not necessarily self-evident. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam adminitrasi pendidikan. 1. Adminitrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi 2. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial. b. Kegunaan (Fungsi) Teori Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed.[3] dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang

termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan. c. Pengertian Manajemen / Administrasi Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mulamula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.[4] Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin.[5] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.[6] Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai ³sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi´.[7] Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu : Ø Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan; Ø Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen; Ø Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut; Ø Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama.[8] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[9] Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar.[10] d. Pengertian Teori Manajemen Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah,[11] dapat dinyatakan : 1) mengacu pada pengalaman empirik, 2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 3) mengakui kemungkinan adanya penolakan. Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi

manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an).[12] Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut : (1) Teori Manajemen Kuno; Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian ³terlupakan´. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa. (2) Teori Manajemen Klasik; a) Teori Manajemen Klasik Ø Robert Owen (1771-1858) Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Ø Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : 1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun 2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara

Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. 2. Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study). Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan. Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. Persahabatan antara keduanya juga ditingkatkan Ø Frank B. 3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang. 4. dari sini ia mengembangkan analisis kerja. 3. dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I. untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia. b) Teori Manajemen Ilmiah Ø Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Mamilih karyawan secara ilmiah. maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan.terpisah. Mengawasi karyawan secara ilmiah. yaitu : . Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate).

yaitu : (1) Perencanaan. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer. pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi. sambil menyiapkan promosi karir.Menyiapkan Promosi Malatih Calon Pengganti Melakukan Pekerjaan Menurut metode tersebut. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama. karena menjadi anggota organisasi yang sama. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. Menurutnya. Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. c) Teori Manajemen Organisasi Ø Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. Ø Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal. yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. yaitu : . ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya ³mensistematisir´ studi manajerial. Ø Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. seorang pekerja akan bekerja seperti biasa. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Menurut Fayol. dan (4) Pengendalian. Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan. yaitu organisasi yang lamban. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana. dan pengajar dalam arti mengajari dalon pengganti. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. Konsekuensinya. (2) Pengorganisasian. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif. dan melatih calon penggantinya. tidak reponsif terhadap perubahan. suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. (3) Pengarahan. Ø Henry L.

mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. dimana berkumpul para sarjana matematika. penanggulangan logistik dan penjadwalan pesawat terbang. Pengendalian kelompok (dari kelompok). Model pendekatan sistem dapat digambarkan sebagai berikut[13] : INPUT PROSES TRANSFORMASI OUTPUT INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN . Mazhab kuantitatif terdiri dari Operation Reserach dan Management Science. strategi pengembangan produksi. Pengendalian diri (dari orang tersebut). perencanaan sumber daya manusia. Dengan memenuhi berbagai faktor sebagai variabel yang saling berkaitan. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance). Mazhab ini lebih diformilkan menjadi Mazhab Ilmu Manajemen (Management Science School).a. pisik. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan. dan sarjana eksak lainnya untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih ruwet. Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakunya karena sering juga tidak rasional. maka dengan bantuan komputer. terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem). seperti dalam hal penganggaran modal dan manajemen arus dana. model itu dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat keputusan-keputusannya. b. c. Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia. Ø Chester I Barnard (1886-1961) Bernard mengambangkan teori organisasi. antara lain dengan sosiologi dan psikologi. Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. Mazgab prilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang. Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. Mazhab prilaku ini memandang mzhab klasik kurang lengkap karena tidak mampu mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. Tim sarjana ini terkenal di Inggris sesudah perang Dunia II dengan nama ³OR Team´. penjadwalan produksi. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi. dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. (3) Mazhab Prilaku (Behavioral Science). menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. dan 2) Elton Mayo (1880-1949) (4) Mazhab Kuantitatif (The Quantitative School). (5) Pendekatan Sistem (The Systems Approach). Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok). Teknik-teknik ilmu manajemen ini banyak membantu para manajer organisasi yang benar-benar dalam berbagai kegiatan penting . Dua pelopor mazhab perilaku adalah : 1) Hugo Munsterberg (1863-1916). Mazhab ini mengembangkan model-model untuk memecahkan masalah-maslah menejemen yang kompleks.

Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. intuitif. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini (7) Pendekatan Situasional (The Contingency Approach). belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru. dengan melihat situasi. Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu.FEED BACK Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. Edwadr Deming. dan kreatif. prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional. kondisi. dan waktu yang tertentu. (6) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation). Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru. 1970-an The Contingency ApproachDari perkembangan teori majanemen tersebut di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut : Classical Management Theories The Behaviour School Sebelum 1890-an . Pendekatan situasional memberikan ³resep praktis´ terhadap persoalan manajemen. atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. yang mempunyai batas-batas yang jelas. yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan. konsultan.

h) pendidikan kita belum mampu menghasilkan kemandirian.MBA. d) pendidikan kita tidak menghasilkan manusia terdidik.. Sedangkan pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia dirasa selain merupakan tuntutan kebutuhan di atas. dan (4) pendidikan yang mampu membangun keutuhan pribadi manusia berbudaya. yakni (1) evaluasi pendidikan. f) pendidikan kita belum mampu membangun individu belajar. dan i) pendidikan kita belum mampu memberdayakan dan membudayakan peserta didik. g) pendidikan kita dirasa linier-indroktinatif. halaman 39 C. Kalau kita cermati lebih jauh. (3) pendidikan yang mampu menumbuhkan semangat menjunjung tinggi HAM. Dari dua hal ini ketika kita tarik kedalam menejemen pendidikan yang berjalan di Indonesia. jelas bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai yang ingin dicapai. apa yang telah diperbuat oleh lembaga pendidikan dewasa ini . b) pendidikan kita telah kehilangan objektivitasnya. ada beberapa fenomena menarik yang sangat menonjol dewasa ini. e) pendidikan kita dirasa membelenggu.The Quantitative School The System Approach The Neo-Human Relations Classical Management Theories 1890-an 1910-an 1940-an 1950-an 1950-an Sumber : Drs. Fenomena tersebut di atas. . dan (2) pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia. juga dibutuhkan adanya (1) ³peace education´ pendidikan yang damai / menyejukkan. (2) pendidikan yang mampu membangun kehidupan demokratik. STUDI KASUS DI INDONESIA 1. c) pendidikan kita tidak menumbuhkan pola berfikir. Penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia Ada dua hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan dunia pendidikan. Kebijakan mulai dari CBSA (cara belajar siswa aktif) sampai sekarang yang didengungdengungkan dengan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) adalah berbagai upaya dunia pendidikan kita untuk mencerdaskan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman. Amin Widjaja Tunggal. itu semua adalah tentang evaluasi dari pendidikan kita yang ada sekarang ini. Dari persoalan tersebut diatas.yang telah dengan susah payah menerapkan berbagai teori manajemen pendidikan yang cocok untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan ± masih jauh dari harapan yang sebenarnya. Apa yang salah dari ini semua? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita jawab bersama sebagai manusia yang peduli terhadap dunia pendidikan. Ak. diantaranya ialah : a) pendidikan kita tidak mendewasakan anak didik.

Sehingga hasil yang diharapkan dari komponen-komponen penyelenggara pendidikan antara satu komponen dengan komponen yang lain masih sangat jauh berbeda bahkan ada yang bertentangan. yaitu (POAC) Planning. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah. dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik. birokrasi.Muncul lagi MBS (manajemen berbasis sekolah) adalah sebuah alternatif pemecahan yang menginginkan pengelolaan pendidikan yang dibebankan kepada sekolah. dan Controling. Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan). proses pembelajaran. Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia Sejak zaman orde lama.[14] Inilah persoalan yang besar sebenarnya. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah . pemerataan pendidikan. sarana dan prasarana. maka mungkin apa yang terjadi di atas minimal dapat terhindarkan. orde baru sampai sekarang zaman reformasi. dn masih banyak lagi model-model yang diterapkan. maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. mempunyai arti yang sangat luas. Analisis Permasalahan Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan. seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita. sehingga apa yang diinginkan suatu daerah (lembaga pendidikan) terhadap potensi anak didiknya bisa tersalurkan dengan baik. 3. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini. dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut. Kalau kita lihat bagaimana sebuah lembaga pendidikan menerapkan apa yang telah ada dalam teori manajemen pendidikan. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen. Organizing. Ini adalah sedikit tentang bagaimana sebenarnya penerapan pendidikan di Indonesia. Actuating. 2. Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum. dan manajemen pendidikan. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. mutu guru. Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya. Lagi-lagi itu semua karena kebijakan pendidikan kita selama ini masih sangat semrawut. evaluasi. sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. buku ajar. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan.

antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum. moral guru.R Tilaar. dan guru. 7) paradigma pendidikan konseptual. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. hasil belajar.[18] Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar. dan sistem manajemennya. dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya. sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik. ada beberapa hal penting lagi yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan itu sendiri. yakni sekolah. Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik. Sebagaimana dijelaskan oleh H. latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula. (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi. dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran. ada beberapa paradigma yang diperkirakn berdampak besar terhadap praksis pendidikan. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut. Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). dan 9) paradigma pentingnya kecerdasan spiritual. tentunya harus dipersiapkan sedini mungkin. orang tua. (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal. pengelola. dan iklim sekolah. H. tingkat pengulangan. Dr..[17] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat).[15] Apalagi melihat perkembangan dunia pendidikan kedepan. Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan. 6) paradigma pendidikan untuk siswa.pengangguran.[16] Disamping memperhatikan paradigma pendidikan tersebut di atas. Konsep ini didasarkan pada ³Self Determination Theory´ yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri. maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas. bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat. institusi. 8) paradigma pendidikan construtivisme. maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. diantaranya : 1) paradigma pendidikan demokratis.A. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah. 5) paradigma pendidikan fleksibel. tingkat putus sekolah. Menurut Prof. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ´School Based Management´ merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien.[19] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. 2) paradigma pendidikan membebaskan. sehingga untuk menyongsong hal tersbut ada berbagai paradigma baru yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan. 4) paradigma pendidikan deverifikasi. 3) paradigma pendidikan desentralistik.[20] . MS. (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah. Djohar.

Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi. c) Lembaga pendidika harus serius sehingga kualitas dari output pendidikan dapat diandalkan. PT. KESIMPULAN 1. E. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. . H. Kesimpulan a. D. Teori Pendekatan Sistem (1950an). Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik. MS. dengan tidak meninggalkan mutu pendidikan. Mulyasa. tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler. kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah. cet.. DAFTAR PUSTAKA Amin Widjaja Tunggal. Teori Kontingensi (1970an). Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno. The Behavioral School (1910-an). Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan).. tenaga pengajar dan kebijakan yang memihak pada masyarakat (jangan asal membuat kebijakan). 1993. c. Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka.Disamping itu dalam sebuah sekolah.. SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)[21]. Neo-Human Relation (1950-an). Bandung. Drs. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis. d) Tenaga pengajar harus lebih profesional dalam melaksanakan amanahnya. 2003.Pd. Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah). Saran Bahwa untuk memenuhi dan mencapai beberapa hal tersebut di atas.MBA. b) Memberikan otonomi yang luas kepada lembaga pendidika. 2. Strategi dan Implementasi). Djohar. Jakarta. Remaja Rosda Karya. akan tetapi terletak pada pengajarnya. Manajemen Suatu Pengantar. Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang. b. Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik. The Quantitative School (1940-an). Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Drost.. tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. Ak. Teori Manajemen Klasik (1890-an). M. dan ini menurut J. 3 & 4. Dr. Dr. berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Keseriusan Pemerintah dalam menangani dunia pendidikan dalam hal ini perhatian pada lembaga pendidikan. Prof. Penerbit Rineka Cipta..

Yogyakarta. Mamduh M. MBA. 22 [9] Sondang P.A. [13] Drs. Media Wacana Press. Dr. Jakarta. Magelang. Op_Cit. Syaiul Sagala. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). SJ.. 1998. 1993. Dr.Ed. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). Alfabeta. Made Pidarta. PT. Nanang Fattah. 2003. New York. 2005. Fungsi Administrasi Negara. Jakarta. McGraw Hill Book Company. Amin Widjaja Tunggal. [10] Prof. Manajemen Pendidikan Indonesia. Yogyakarta. H. Yogyakarta. Ak. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). Djambatan. Syaiul Sagala. 1997. hlm. LESFI. Bandung. hlm. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). Jakarta. Hanafi. 04 [11] Dr. Dr. [4] Prof. Tilaar.. 11-12 [12] Drs. SJ. J.Sc.. Mamduh M. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. Makalah Perkembangan Teori Manajemen .. Fungsi Administrasi Negara. PT... Remaja Rosdakarya. PT. Manajemen Suatu Pengantar. H. Made Pidarta. Penerbit Rineka Cipta. Drost. M. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). hlm. hlm. Drost. [7] Drs. Filsafat Administrasi. Gunung Agung. 1985. M. Rineka Cipta. Jakarta. Supervision and Management. 2003. 1983..R.. 1972. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. 2004. Rineka Cipta. Luwis R. Soegiyono. Jakarta. Siagian. 1972. hlm. Nanang Fattah. Media Wacana Press. Benston. hlm. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Prof. 01 & 27. Op_Cit. hlm. Manajemen Pendidikan Indonesia.Pd. hlm. II. 1985. Djambatan. hlm. Made Pidarta. Yogyakarta. M. Djohar. Prof. Jakarta. Hanafi. Bandung.R. Dr. ix.Sc. Gunung Agung. 1998. Sondang P. Benston. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBA. II. Siagian. Hanafi.. Bandung. 1983. Dr. Kompas Media Nusantara. Kompas Media Nusantara. 2000. MBA. Soegiyono.A. 30 [3] Prof. Remaja Rosdakarya. Wajong J. Mamduh M. Magelang. 75 [16] Prof. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.. 2003. Bandung. Crt. PT. H. 6 [8] Dr. McGraw Hill Book Company. Prof.. Undang-undang No. Op_Cit. Jakarta. 85-92 . Alfabeta. [1] Undang-undang No. 2003. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). 2000. MS.LESFI.. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Tera Indonesia. Yogyakarta. Dr. 278-279. hlm. Dr. M. Yogyakarta. New York. Dr. Hanafi. hlm. Tilaar. M.. MBA. Dr. Mamduh M.. M. hlm. [6] Luwis R..Ed. H. 2004. 1 [5] Wajong J.MBA. [15] Prof. Jakarta. 46 [14] J. 1997. Drs. H. hlm. Dr. Manajemen. Supervision and Management. 2005. Crt. hlm.Ed. Filsafat Administrasi. 2000. Tera Indonesia. 2000.Pd. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. 38-39.Ed. 9 [2] Drs. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Manajemen. Jakarta.

. tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Sebagaimana telah jelas dari judul makalah ini. PENDAHULUAN Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja. Bandung. Mulyasa. teori ini masih bisa bergema keras. Tidak disangkal bahwa dewasa ini muncul pelbagai kritik tentang validitas teori ini .. teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi. Strategi dan Implementasi). penulis melihat bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu (dalam hal ini karyawan perusahaan) dan tujuan organisasi. Remaja Rosda Karya.[17] Ibid. E. PT.. teori yang dibahas di sini adalah teori motivasi tentang hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow. hlm.. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi. Dalam konteks ini.Pd. 79. menulis bahwa ³meskipun dikritik habis-habisan. tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai.Pd. melatih mereka. Stephen P.... Dalam kenyataan. tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. [19] Ibid. Aktualisasi Teori Motivasi Abraham Maslow Untuk Peningkatan Kinerja 1. [18] Dr. Dalam makalah ini. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya. Robbins. M. 79. Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya. pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. H. cet. agaknya [teori Maslow] masih merupakan penjelasan yang paling baik soal motivasi karyawan´. 78. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. M. dalam buku Perilaku Organisasi. hlm. seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya. [20] Dr. Dari kenyataan ini. hlm. Namun sebagai konsep dasar bagi pengenalan struktur pribadi individu dan pelbagai faktor yang mendorong orang melakukan sesuatu. dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil. Teori-teori lain yang muncul setelah teori Maslow lebih merupakan penyempurnaan dan penyesuaian daripada penemuan suatu teori yang betul-betul . Syaiful Sagala. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja. Op_Cit. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi.

1 Terminologi ³Motivasi´ Apa itu ³motivasi´? Ditinjau dari etimologinya. dalam Kamus Filsafat. motivasi merupakan salah satu determinan penting bagi kinerja individual di samping variabel determinan lain misalnya kemampuan orang yang bersangkutan dan atau pengalaman kerja sebelumnya. 2. dan lain-lain.2 Sekilas Tentang Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn. mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. Dengan kata lain. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas. Dari telaah filosofis. Intensitas dimaksudkan seberapa keras seseorang berusaha. seseorang yang tidak termotivasi hanya akan memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. teori ERG dari Alderfer. Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead. Teori-teori lain. dengan kelebihan maupun kelemahan teorinya. Motivasi Higiene dari Herzberg. Konsep motivasi kiranya merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individu dalam organisasi. Kelebihan dari teorinya jelas memberikan sumbangan besar dalam pengetahuan tentang motivasi dan kepribadian manusia. Dari asal-usul kata ini. dan Baruch Spinoza. arah. maka penulis perlu membuat pembatasan tema. Ia seorang yang pemalu. arah.baru. TEORI ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI 2. ia unggul di sekolah. intensitas dan arah yang telah dimiliki harus diterapkan secara tekun dan berlangsung lama. karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. Individu yang termotivasi akan tetap bertahan dengan pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka. neurotik. dirujuk dan dibahas sesekali hanya sebagai pembanding dan pelengkap argumen. dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran´. Menurut Stephen P. Sebaliknya. penulis membatasi diri pada pembahasan teori Maslow tentang motivasi. Untuk mencegah perluasan pembahasan yang terlalu jauh. dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Berhubung tulisan ini merupakan makalah kecil. Abraham Lincoln. Dengan IQ 195. Dan akhirnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai ³usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya´. Henri Bergson. 2. Di . Dan kelemahan teorinya serta-merta tetap berguna karena telah memberikan atau memancing feedback bagi pemikir-pemikir selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. ³motivasi´ berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. Plato. Ketika beranjak remaja. intensitas (setinggi apa pun) harus mempunyai arah yang menguntungkan organisasi. dan ketekunan (yang mengandaikan berlangsung lama). motivasi adalah ³proses yang ikut menentukan intensitas. New York. Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia. Lorens Bagus. Inilah ukuran sejauh mana orang dapat mempertahankan usahanya. seperti teori X dan Y dari McGregor. Thomas Jefferson. Maslow telah berhasil mencetuskan pemikiran yang amat bermanfaat. Robbins.

Psikologi Gestalt berkembang di Jerman. Watson. memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. katak. Berhubung teori ini berkenaan dengan manusia yang dinamis multidimensional.3 Proposisi Maslow atas Teori Motivasi Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan. dan John B. kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Maslow dalam karya masyhurnya. Di kutub lain. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang. Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan. Dalam ranah psikologi. Oleh karena itu. dan Baruch Spinoza (filsuf). Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai ³tokoh´. Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Hal ini mencerminkan kelegowoan Maslow untuk tidak begitu saja memutlakkan teorinya. ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. William James (psikolog). Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS). tesis Freud dan antitesis Watson dkk. Aldous Huxley (penulis). Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut.1 Individu sebagai Kesatuan Terpadu Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Sigmund Freud berjaya di Wina. Jane Addams (pelopor pekerja sosial). sifat. Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. Maslow mengakui sendiri bahwa sejumlah proposisi sangat benar dalam arti dapat diterima oleh banyak kalangan. yang . kepribadian.3. Motivation and Personality.telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. 2. atau tikus. Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga. Berikut ini sejumlah proposisi awal untuk memahami jalan pikiran Maslow.samping berkutat dalam kegiatan kognitif. Albert Schweitzer (dokter dan humanis). tetapi tidak untuk bangsa manusia. melahirkan sintesis Abraham Maslow. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya. Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. Secara dialektis. orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental. Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan). Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality. dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan. Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. 2. Sejumlah proposisi lain barangkali kurang dapat diterima dan dapat diperdebatkan. lumrah kiranya bahwa pandangan tertentu kurang universal. dan kemampuan mereka.

kita juga harus melepaskan unit-unit motivasi yang tersendiri untuk mencapai pengertian lebih luas yang dicari. dicapai individu dalam masyarakat tertentu dengan menjadi prajurit.5 Tolak Daftar Dorongan Dikotomis . melainkan seluruh individu John Smith sebagai kesatuan. Maslow memberikan contoh: yang membutuhkan makanan bukanlah perut John Smith semata-mata. masih ada keinginan lainnya yang akan menyusul. orang seringkali membuat pembedaan atas tujuan yang sebetulnya sama.3. Kenyataan ini menuntut kita untuk menelaah tata hubungan semua motivasi satu sama lain. dapat menggambarkan dipenuhinya sekaligus keinginan akan balas dendam. Satu gejala sekaligus dapat menggambarkan bermacam-macam keinginan yang berbeda-beda. misalnya.3. yakni apa yang sesungguhnya menjadi tujuan yang lebih dasariah pada akhirnya.kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Misalnya kita menginginkan atau membutuhkan uang agar dapat membeli mobil. Kebutuhan-kebutuhan biasanya lebih merupakan cara atau sarana bagi suatu tujuan dan bukan tujuan itu sendiri. Jika gejala ini hanya dilihat sebagai gejala lahiriah tanpa menelaah kemungkinan keinginan atau motivasi bawah sadar. Karena faktor budaya. Karena perbedaan perilaku individu dalam pemuasan kebutuhan tersebut. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kita menginginkan mobil karena para tetangga memilikinya dan kita tidak ingin merasa kurang daripada mereka. Pada saat yang sama. dikasihani. misalnya harga diri. dan dalam masyarakat yang lain dicapai dengan menjadi dokter. Teori motivasi yang sehat tidak boleh mengabaikan aspek kehidupan alam bawah sadar. bahkan juga kepentingan-kepentingan yang bertentangan satu sama lain. bisa saja tujuan yang sama. dan begitu seterusnya. dan bukan rasa lapar pada perut John Smith. keinginan lainnya akan timbul menggantikan keinginan sebelumnya.3. sebetulnya umat manusia lebih banyak serupa daripada yang terlihat dan disangka banyak orang. Kita dapati bahwa ada gejala dan ada pula arti di balik gejala. makanan akan memuaskan rasa lapar John Smith.2 Cara dan Tujuan Bila kita telisik keinginan dalam pengalaman sehari-hari. Tujuan-tujuan lebih universal daripada cara-cara yang ditempuh untuk mencapainya.4 Tata Hubungan Motivasi Manusia adalah makhluk yang punya keinginan dan jarang mencapai keadaan puas sepenuhnya kecuali untuk waktu yang singkat.3 Motivasi Ganda Seseorang bisa jadi dapat menjelaskan motivasi tertentu yang mendasari perilakunya. Meskipun beragam budaya. Gejala psikopatologis kelumpuhan. 2. hal penting untuk disadari adalah pembedaan antara cara dan tujuan. dan dihormati. Namun tidak jarang terdapat pula aneka motivasi lain yang barangkali tidak disadari dan dikira oleh individu itu.3. berarti kita telah semenamena meniadakan kemungkinan untuk memahami seluruh perilaku dan keadaan motivasional seorang individu. Intinya kita harus menemukan tujuan terdalam seseorang ketika menginginkan sesuatu bila tidak ingin terjatuh dalam pemuasan kebutuhan yang tidak tepat sasaran. 2. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat. 2. 2. Dengan kata lain. Apabila keinginan yang satu telah terpenuhi. Jika keinginan itu pun terpenuhi. Rupanya ini soal harga diri dan kebutuhan untuk dihormati.

Biasanya terdapat suatu tumpang-tindih.4 Teori Motivasi Abraham Maslow: Hirarki Kebutuhan .3. atau bahwa suatu keinginan tertentu sebenarnya dapat merupakan suatu saluran bagi pengungkapan berbagai keinginan lainnya. Pendaftaran dorongan secara dikotomis mengabaikan sifat dinamis dari dorongan-dorongan itu. Telaah tentang motivasi jangan meniadakan atau menyangkal telaah tentang penentu-penentu situasional. sampel penelitian Maslow adalah orang-orang yang ternama dalam sejarah manusia. yakni kemungkinan. Teori motivasi yang sehat harus mempertimbangkan situasi.6 Lingkungan Aspek yang satu ini tidak boleh dilupakan. sebagian besar ahli motivasi mendapatkan data dari para psikoterapis yang sedang merawat pasien. Pada kenyataannya. menekankan aspek motivasi yang sering diabaikan kebanyakan psikolog.Tidak ada gunanya membuat daftar dorongan-dorongan (stimulus) yang muncul. hal itu lumrah dan merupakan kemungkinan yang nyata. Dewey dan Thorndike. Dorongandorongan satu sama lain bukanlah hal-hal yang terpilah-pilah. 2. 2. kehidupan motivasional para penderita gangguan emosi harus ditolak sebagai contoh bagi motivasi sehat. Di lain sisi. Menurut Maslow. telaah motivasi jangan pula melupakan sifat intrinsik organisme demi kepentingan pemahaman dunia di mana organisme itu hidup. sebagaimana juga J. Boleh dikatakan bahwa hal berikut merupakan kritik Maslow atas sampel penelitian mereka.8 Pengetahuan Mengenai Motivasi Sehat Proposisi ini merupakan nilai lebih dari pandangan Maslow dibandingkan dengan kedua mazhab psikologi sebelumnya. Mungkin sekali bahwa secara tidak sadar pun ia tidak mendambakannya. dorongan-dorongan juga tidak mengelompokkan diri secara aritmetik dan tersendiri dengan ciri-ciri tersendiri. Teori motivasi yang sehat sepatutnya merupakan kesimpulan dari penelitian atas orang-orang yang sehat pula. dan sebagainya. Setiap teori motivasi dengan sendirinya harus memperhitungkan fakta pengaruh lingkungan. Mereka tidak mendambakan pesawat jet atau kapal pesiar karena barang-barang itu ada di luar jangkauan rata-rata kemampuannya. Motivasi manusia jarang mewujudkan diri dalam suatu perilaku yang lepas dari situasi dan dengan orang-orang lain.7 Kemungkinan Mencapai Hasil Maslow.3. Bila rata-rata orang mendambakan mobil dan rumah.3. Pasien-pasien itu merupakan sumber kekeliruan yang besar karena mereka merupakan contoh yang kurang baik dari suatu populasi. 2. misalnya bahwa segi-segi kesadaran dan ketidaksadaran mungkin berbeda-beda. Bila penghasilan seseorang bertambah. tetapi jangan terjebak ke dalam teori situasi murni. sehingga hampir tidak mungkin secara jelas dan tajam memisahkan dorongan yang satu dari yang lain. karena pusat telaah kita tetaplah organisme atau struktur watak dari individu. 2. ia sadar bahwa dirinya secara aktif mengharapkan untuk memperoleh hal-hal yang diidamkan beberapa tahun sebelumnya. Namun pengakuan akan pengaruh situasi lingkungan hendaknya tidak berlebihan. Faktor kemungkinan untuk mencapai hasil ini penting diperhatikan dalam usaha memahami perbedaan motivasi di antara berbagai kelas dalam masyarakat atau antara individu-individu dari negara atau kebudayaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu. Sebagai asas sekali pun. Pada umumnya secara sadar kita mendambakan apa yang menurut pikiran kita dapat dicapai.

Seseorang yang mengalami kekurangan makanan. minuman. dan cinta. dan prestasi. 3. Goldstein.1 Kebutuhan Fisiologis 3. 3. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey.1.2 Aplikasi Manajemen . dan kebutuhan jasmani lainnya. dan dengan dinamisme Freud. dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia. oksigen. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan. harga diri. Horney.Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. misalnya rasa lapar. tempat tinggal. seks. menjadi apa saja menurut kemampuannya.1. dan perhatian. pengakuan. istirahat. dan psikologi Gestalt. pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. tak ada minat lain kecuali makanan. besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. dan udara. 5. 2. seorang individu yang melarat kehidupannya. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut: 1. Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Fromm. yaitu kebutuhan akan makanan. yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer. Jung. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang dasariah. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. IDENTIFIKASI HIRARKI KEBUTUHAN DAN APLIKASI MANAJEMEN 3. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. tempat berteduh. dan persahabatan.1 Identifikasi Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri. Dengan kata lain. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. dan Adler. mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini. Ia menyebut teorinya sebagai ³hirarki kebutuhan´. otonomi. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi. diterima-baik. kasih sayang. 4. Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. seks. Bagaimana identifikasi atas tiap kebutuhan di atas dan dampaknya terhadap motivasi yang mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi akan dijelaskan dalam berikutnya. 3. Kebutuhan sosial: mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki. tidur. Kebutuhan akan rasa aman: mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. serta faktor eksternal seperti status. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya. Reich. Kebutuhan akan penghargaan: mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri. haus. tidur. orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut.

kebutuhan akan rasa aman menampilkan diri dalam perilaku preferensi individu akan dunia kerja yang adem-ayem. Seorang pemimpin atau manajer jangan berharap terlalu banyak dari karyawan yang kelaparan. Elton Mayo dari Harvard Graduate School of Business Administration pada tahun 1923 melakukan penelitian di sebuah pabrik tekstil di Philadelphia. Tunjangan ekstra untuk konsumsi akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas individu dalam organisasi. perlindungan.2 Kebutuhan Rasa Aman 3. dan di mana tidak terjadi hal-hal yang tak disangka-sangka. tertib. tidak ada perhatian lain kecuali makanan. hukum. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu. kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan.1 Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan. Dengan satu panah. teratur. Orang yang merasa tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan tidak diharapkan. taat-hukum. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja. atau berbahaya. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan. Pemahaman akan tingkat kebutuhan ini juga dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa karyawan tertentu tidak suka inovasi baru dan cenderung meneruskan apa yang telah . tentu saja makanan solusinya. produktivitas meningkat. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak. Mayo secara tepat menemukan apa yang dibutuhkan karyawan. dapat diandalkan. yakni waktu istirahat dan penghargaan diri karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang biasanya menjadi monopoli pimpinan perusahaan.2 Aplikasi Manajemen Dalam konteks perilaku kinerja individu dalam organisasi. Biasanya seorang anak membutuhkan suatu dunia atau lingkungan yang dapat diramalkan.2. Hasil yang diperoleh cukup fantastis: pergantian karyawan menurun drastis. Para karyawan diminta bekerja sama dalam menetapkan jadwal.2. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini. Ia bertolak dari asumsi kelelahan tenaga kerja dan kebutuhan akan waktu istirahat. Orang seperti itu hanya hidup untuk makan saja. Ia ingin menemukan penyebab terjadinya pergantian tenaga kerja yang terlalu sering di salah satu bagian produksi di mana pekerjaan yang dilakukan lumayan sukar dan monoton. teramalkan. aman. maka sempurnalah kebahagiaannya. dan sebagainya. Mayo membidik dua burung. Maslow menggambarkan bahwa bagi manusia yang selalu dan sangat kelaparan atau kehausan. muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Untuk dapat memotivasi karyawannya. Maka ia menjadwalkan serangkaian waktu istirahat. ketertiban. cemas dan kekalutan. utopia dapat dirumuskan sebagai suatu tempat yang penuh makanan dan minuman. kacau. Ia cenderung berpikir bahwa seandainya makanannya terjamin sepanjang hidupnya. seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya. kebutuhan pokok ini hanya bisa dipenuhi oleh pemicu kekurangannya. Jika hal-hal itu tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman. Berbeda dari kebutuhan-kebutuhan tingkat berikutnya. kalut. Jangan berharap bahwa nasihat dan petuah saleh dapat memuaskannya. kebebasan dari rasa takut. Rasa lapar hanya dapat dipuaskan dengan makanan. 3. dan semangat kerja menjadi lebih baik. 3. batas-batas.Pertama-tama harus selalu diingat bahwa bagi orang yang sangat kelaparan. kebutuhan akan struktur. dua kebutuhan terpenuhi dalam waktu yang sama.

3. atau anak-anak. Dewasa ini marak wacana adanya kemungkinan para karyawan di-PHK karena faktor teknologi yang berkembang. sedangkan yang lain tidak. Para manajer dapat mengakomodasi kebutuhan akan rasa aman dalam organisasi dengan jalan membentuk dan memaksakan standar-standar perilaku yang jelas. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. isteri. Organisasi atau perusahaan yang terlalu tajam dan jelas membedakan posisi pimpinan dan bawahan seringkali mengabaikan kebutuhan karyawan akan rasa memiliki (sense of belonging). Ia merasa bahwa ia akan kehilangan kepastian bila tanpa sengaja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki. Walaupun banyak manajer dewasa ini memahami adanya kebutuhan demikian. pengucilan sosial.2 Aplikasi Manajemen Individu dalam organisasi menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu. penolakan. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan. Seharusnya karyawan pada level kebutuhan ini dimotivasi untuk memiliki rasa memiliki atas misi dan visi organisasi dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi organisasi. dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. 3. diterima. manajer dapat memotivasi karyawan dengan jalan memberikan suatu jaminan kepastian jabatan (job-security-pledge). kadang mereka secara keliru menganggapnya sebagai ancaman bagi organisasi mereka sehingga tindakantindakan mereka disesuaikan dengan pandangan demikian. ia harus berperilaku dengan cara-cara yang tidak dapat diterima. Dalam situasi ini. supervisi. ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata. 3. dan belum pernah sebelumnya. . sekalipun pada saat-saat tertentu. cinta. tidak perlu.3. maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki. Pada tingkat kebutuhan ini. berbagi. dan tidak penting. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya. Agaknya ia akan berupaya untuk menemukan batas-batas seperti itu. orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat. dan peluang kerja yang bersinambung. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang batas-batas perilaku yang diterima bagi dirinya sendiri dapat mempunyai perasaan terancam.3 Kebutuhan Sosial 3. kekasih. Antara pengembangan pribadi dan organisasi mempunyai hubungan resiprok yang hasilnya dirasakan secara timbal balik.berjalan. Penting dicatat juga bahwa perasaan manusia tentang keamanan juga terancam apabila ia merasa tergantung pada pihak lain. tiadanya keramahan.1 Identifikasi Kebutuhan Sosial Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman. Atau dipakai untuk memahami mengapa orang tertentu lebih berani menempuh resiko. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu. Individu yang berada dalam hubungan dependen seperti itu akan merasa bahwa kebutuhan terbesarnya adalah jaminan dan proteksi. suami. dan menerima sikap persahabatan dan afeksi. dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Ia ingin berasosiasi dengan rekan lain. Dalam organisasi. saling percaya. Hampir setiap individu dalam tingkat kebutuhan ini akan menginginkan ketenteraman. Ia menginginkan kebebasan dalam batas tertentu daripada kebebasan yang tanpa batas. dan keadaan yang tak menentu. kita seringkali mendapati perilaku individu yang berusaha mencari batas-batas perilaku yang diperkenankan (permisible behavior).

kebutuhan akan penghargaan ini jarang . Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan. 3.1 Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan Menurut Maslow. dan biasanya bermutu tinggi. martabat. Individu tertentu pada saat dan kondisi tertentu barangkali tidak lagi merasakan uang sebagai penggerak kinerja. ketenaran.4. dapat dikatakan bahwa potensi konflik dalam organisasi selain mengganggu rasa aman juga dapat menciptakan alienasi yang mengakibatkan disorientasi. tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan persepsi nilai setiap karyawan. Tanpa bermaksud menolak atau mendukung salah satu pandangan. kecukupan. tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. kepercayaan diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. kita kenal apa yang disebut manajemen konflik. perhatian. apresiasi atau nama baik. kompetensi. mempunyai dasar yang kuat. 3.2 Aplikasi Manajemen Tidak jarang ditemukan pekerja di level manajerial memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. terdapat pandangan interaksionis yang melihat konflik tidak hanya sebagai kekuatan positif dalam kelompok namun juga sangat diperlukan agar kelompok berkinerja efektif. kedudukan. Konflik bisa baik atau buruk tergantung pada tipenya. Tidak mengherankan bahwa sejumlah top manajer tiba-tiba mengundurkan diri ketika merasa tidak ada lagi tantangan dalam perusahaan tempat mereka bekerja. ketidaktergantungan. Benar bahwa uang adalah salah satu alat motivasi yang kuat. semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap. Karenanya. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. akan rasa hormat diri atau harga diri. rasa tidak berdaya. Berbeda dari pandangan tradisional yang melihat konflik secara negatif. Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah. pengakuan. bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh halhal yang menghambat perwujudan diri. dan kebebasan (kemerdekaan). Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri. prestasi. prestise. penguasaan. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri. Ketimbang uang. Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain. tantangan untuk adaptasi dalam kelompok baru dan asing. individu pada level ini lebih membutuhkan tantangan yang dapat mengeksplorasi potensi dan bakat yang dimilikinya. dan akhirnya menimbulkan kebutuhan akan rasa memiliki dan aneka kebutuhan yang masuk dalam hirarki tahap ini.4 Kebutuhan akan Penghargaan 3. penerimaan. Potensi mobilitas yang berlebihan yang umumnya dipaksakan oleh industrialisasi mengancam tercabutnya rasa kerasan dalam kelompok kerja. tampaknya organisasi yang menyandarkan peningkatan kinerja karyawan mereka pada aspek finansial.4. Dari semua indikasi yang terdata. Ada apa gerangan? Apakah kompensasi gajinya tidak memuaskannya? Ternyata tidak selamanya uang dapat memotivasi perilaku individu dalam organisasi.Dalam ranah Perilaku Organisasi.

dan sebaliknya tanpa pikir dua kali untuk melemparkan kritik atas pekerjaan buruk bawahannya. Dalam konteks ini. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. manajemen partisipatif dan program-program umpan balik positif (positive feedback programs) dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan. memberi daripada menerima. Pakar kepemimpinan. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori. mengatakan bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan pengakuan kepada prestasi kerja dalam organisasi.5. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri. Setelah tahu bahwa para prajuritnya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan medali yang diberikannya. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan. Psikolog terkenal. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian.2 Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Pendelegasian otonomi dan tanggung jawab yang lebih luas kepada karyawan telah terbukti efektif untuk memotivasi kinerja dan performa yang lebih baik.1 Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri Menurut Maslow. Napoleon berseru: ³Sungguh menakjubkan apa yang akan dilakukan orang untuk barang sepele seperti itu. berkembang. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami.´ 3. Sebagai bagian dari sebuah pendekatan yang lebih konstruktif. Bahkan Napoleon Bonaparte terkejut menyaksikan kekuatan pengakuan sebagai motivator. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan.5. banyak manajer seringkali lupa atau berpikir banyak kali untuk memberikan pujian dan pengakuan tulus bagi prestasi karyawan. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh. William Cohen. 3. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. Dalam makalah ini.sekali terpenuhi secara sempurna. setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Masalahnya. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri. . Skinner menambahkan bahwa untuk mendapat motivasi maksimum. Pengakuan merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat. B.5 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri 3. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual. Keberhasilan eksperimen Mayo seperti telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penghargaan finansial terbukti tidak selamanya seefektif penghargaan psikis. orang harus memuji secepat mungkin setelah tampak perilaku yang pantas mendapat pujian.F.

Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. dan tekun introspeksi. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain. Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. Sama seperti anak-anak. Keterpusatan-pada-masalah.1. musik. 7. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. . Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. namun sekaligus menyukai orang lain. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. Mereka sangat mandiri dan otonom. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang biasa. Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. atau panggilan yang mereka anggap penting. Kadangkadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung. hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur. Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri. tugas. Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. 4. mereka juga dapat menikmatinya. Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. dan masalah-masalah politik dan filsafat. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. saat diliputi perasaan khidmat. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. lebih peka melihat hikmah dari pelbagai masalah. Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut ³pengalaman puncak´ (peak experience). Berkat persepsi yang tajam. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. 5. 8. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. 6. Merindukan kesunyian. karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri. dan bukan karena ikut-ikutan. memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. 3. 2. ketidakpicikan. Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara luar biasa. 9. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase.

Kadar konflik dirinya rendah. Selera humor yang baik. Ketidaksempurnaan. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. Secara konsisten. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. Secara konsisten. 15. Seperti seorang anak yang lugu. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. 16. atau permainan secara mendadak. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. 12. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan. dan kemunafikan. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. cemas. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. sajak. Resistensi terhadap inkulturisasi. 10. Kreatif dalam mengucapkan. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. hampir setiap anak mampu membuat lagu. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. lakon. Mereka tidak selalu tenang. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. iri dan lain-lain. kebohongan. pengamatan yang pasif dan reseptif. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. tarian. Bagi mereka. Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orang-orang yang neurotis. makanan. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. Mereka mempunyai ³hirarki nilai´ yang jelas. bahasa. dan menyelesaikan sesuatu. penipuan. dan dengan tulus mengikutinya. omongkosong. 13. Bagi orang-orang ini. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. . Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. melakukan. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahankelemahan alamiah orang lain. kekejaman. dan pakaian. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas. kosmik. 14. 11. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut ³kemerdekaan psikologis´. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang ³melawan arus´ pendapat khalayak ramai. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. Namun bagi mereka. bosan dengan obrolan basa-basi . bersalah. Menurut Maslow. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. dan hiruk-pikuk suasana pesta.Maslow menyebut keunggulan ini sebagai ³Being cognition´ atau ³B-cognition´. dan keterbukaan. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan.

Bagi orang-orang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini.5. dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. 3. Tidak mengherankan muncul sebuah istilah teknis: ³pembalikan kopernikan´ untuk menyatakan suatu terobosan gagasan yang menjungkirbalikkan suatu pandangan sebelumnya. seperti jujur. agama. Pertanyaan yang paling banyak diajukan sehubungan dengan tema motivasi adalah: ³Bagaimana . bersikap wajar. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya. 18. Tetapi apa yang akan diuraikan berikut menyiratkan bahwa dewasa ini tidak ada satu pun teori motivasional tunggal yang dapat memecahkan segala pertanyaan tentang motivasi karyawan. Makin matang kepribadiannya. 3. ketulusan. Dalam pribadi yang sehat. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. Bahkan menurut Maslow. 19. dan sebagainya. kebaikan.5. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mengusulkan suatu teori motivasi yang baru. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. saling memberikan manfaat. dan kejujuran. orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan.17. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. Gagasan ³selemah´ apa pun tetap dapat menjadi titik tolak atau pancingan untuk melahirkan ide yang lebih baik dan lengkap. badan montok. Oleh karena itu perpaduan berbagai teori motivasional dalam bagian ini akan memperlihatkan bagaimana teori-teori tersebut saling melengkapi (komplementer) dan kapan sebaiknya diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi. latar belakang ras. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya. tulus hati. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib.3 Aplikasi Manajemen Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan. mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaan-perbedaan.4 Teori-teori Motivasi Komplementer Dari sudut pandang filosofis. Bila pada level kebutuhan sebelumnya. Mereka itu amat spontan. dan berlangsung seumur hidup. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama. Dalam sejarah. pandangan muskil geosentris yang melihat bumi sebagai pusat tata surya telah memancing teori yang benar: heliosentris dari Copernicus. dan penampilan. orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. tidak ada teori dalam sejarah yang tak berguna. tubuh tegap. sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia. bahagia. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan. baik hati dan berani. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap aktualisasi diri.

pertumbuhan personal.saya dapat memotivasi karyawan saya?´ Untuk menjawab masalah ini. yakni: afiliasi (sama dengan kebutuhan sosial Maslow). Faktor pemuas kebutuhan ini antara lain uang. Dari riset itu. pengakuan. ia menarik kesimpulan bahwa individu mempunyai dua kategori kebutuhan yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan. hendaknya ditentukan bersama dengan mereka sasaran dengan tingkat kesulitan yang sedang saja. Pemuasan kategori pertama hanya berguna untuk mencegah ketidakpuasan kerja dan tidak dapat dipakai untuk menciptakan kepuasan kerja. . Kebutuhan ini diandaikan harus dipelihara untuk mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja. 2. Kebutuhan kedua yang sungguh merupakan motivasi adalah pemuasan yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri. Berikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sasaran denga cara mereka sendiri dan pastikan bahwa mereka mendapatkan cukup pengetahuan tentang kemajuan mereka melalui sistem umpan balik yang baik. Kebutuhan ini bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. McClelland telah melakukan banyak riset dan mengusulkan tiga jawaban. 3. misalnya: peluang promosi. Bagi individu dengan motif kekuasaan yang tinggi. Jika ingin memotivasi orang pada pekerjaannya. 3. 2. perlakuan. yakni: 1. Kembangkanlah program kompensasi lebih berdasarkan kelompok daripada produktivitas individual. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja berbeda dan terpisah dari faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja. Kategori pertama disebut kebutuhan hygiene. Untuk soal kedua. tanggung jawab. dan keamanan. sebaiknya diberi wewenang atas orang lain yang disesuaikan dengan derajat keterampilan yang mereka miliki. dan pencapaian prestasi (keinginan untuk memenuhi kegiatan yang bernilai). Bagi Herzberg. David McClelland mengusulkan tiga motif kebutuhan. dan prestasi. ketiadaan ketidakpuasan belum tentu berarti ada kepuasan. kekuasaan (keinginan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain). Bagi individu yang memiliki motif afiliasi tinggi. Apa yang secara intrinsik (batiniah) merangsang perilaku individu? Imbalan (reward) apa yang dapat memuaskan kebutuhan individu? Bagaimana menyesuaikan kebutuhan individu dengan imbalan (reward)? Bagaimana caranya agar individu betah dalam organisasi? Untuk soal pertama. 4. praktisi teori Maslow akan mengatakan tingkat kebutuhan terendah yang belum terpenuhi yang akan merangsang perilaku karyawan dalam organisasi. Herzberg mengumpulkan data mengenai sikap kerja karyawan di ratusan perusahaan. Pakar motivasi lain bernama Frederick Herzberg muncul untuk meneruskan karya Maslow. sebaiknya diberi kesempatan untuk bertugas dalam kelompok yang dipilih sendiri. Bagi individu dengan motif pencapaian prestasi yang tinggi. Herzberg menyarankan untuk menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan kerja itu sendiri atau hasil langsung yang diakibatkannya. McClelland tidak mengatakan bahwa ketiga motif itu berada dalam hirarki yang sama dalam diri setiap orang. Ia mengusulkan bahwa lebih dari satu kebutuhan dapat menjadi dominan pada saat yang sama. status. ada empat hal yang harus digali. yakni: 1.

Teori Penguatan menggarisbawahi bahwa sasaran haruslah dapat diukur. Pengkajian. karyawan sebaiknya tahu bagaimana kemajuan mereka menuju sasaran. Langkah ini meliputi pelaksanaan dari tindakan yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran yang telah disetujui bersama. Metode ini menawarkan empat langkah yang harus ditempuh. 3. Menetapkan sasaran. Manajer dan karyawan berembug untuk merumuskan tindakan apa yang akan dipakai untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. kita menuju teori yang disebut teori Penguatan (reinforcement theory) yang telah berkembang menjadi strategi bernama Modifikasi Perilaku. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan. Memberi umpan balik. Caranya adalah menanyakan kepada karyawan yang telah diperkaya pekerjaannya tentang fungsi manajemen apa yang kini dikerjakan oleh atasannya. Kekuatan utama terletak dalam sasaran yang disusunya. Langkah ini harus diambil secara efektif oleh manajer.Untuk soal ketiga. Teori ini menawarkan tiga langkah. Di sini manajer tentu dapat berperan lebih untuk merumuskan tindakan-tindakan strategik. adakan pertemuan dengan karyawan untuk membandingkan sasaran yang direncanakan dengan hasil nyata yang tercapai. kita mempunyai pendekatan perilaku (behavioristik). Jika tidak tercapai. tindakan untuk mengoreksi diri dapat diambil secepat mungkin. Merencanakan tindakan. Di sini manajer meminta setiap karyawan untuk menentukan sasaran yang ingin ia capai dalam jangka tertentu. 2. Kemudian delegasikan fungsi itu kepadanya. Metode MBO mengandung filosofi manajemen yang berasumsi bahwa ada daya tarik nyata dalam individu jika mereka menentukan sendiri sasaran kerjanya. Pemerkayaan pekerjaan ini mencakup sekaligus tambahan pekerjaan dan tanggung jawab yang bukan hanya diserahkan begitu saja. Penerapan. yakni: 1. . Manajer sendiri secara terpisah juga mengidentifikasi sasaran yang harus dicapai karyawannya. MBO merupakan pendekatan kognitif yang menekankan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya. Jika orang merasa dihargai. maka mereka akan mengumpulkan banyak energi untuk melaksanakan pekerjaaannya. Untuk menjawab soal terakhir. Sedangkan dalam teori Penguatan. 4. penting untuk dicari sebab-sebab masalahnya. bukan pada atasan. yakni: 1. Teori ini berseberangan dengan MBO. Kemudian kedua versi sasaran dipertemukan untuk disusun daftar gabungan. Metode lain yang sangat populer dalam menjawab soal ketiga ini adalah yang disebut Manajemen Berdasarkan Tujuan (Management by Objectives/MBO). yang ia sendiri ingin dan dapat mengerjakannya. Bila sasaran tercapai. Ini sama dengan langkah pertama MBO. Menetapkan sasaran bersama-sama. Herzberg masih menawarkan konsep yang disebut pemerkayaan pekerjaan. Namun cara penyampaian harus sedemikian rupa sehingga hasil rembukan tetap tampak sebagai hasil kerja sama. Teori ini menekankan bahwa setiap saat yang diinginkan. 2. yang melihat penguatanlah yang mengkondisikan perilaku. karyawan patut diberi penghargaan yang memadai.

Tetapi begitu ada kesalahan. Semua teori motivasional ini saling melengkapi dan dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan. Kebutuhan seorang buruh produksi harian dengan karyawan staff manajerial tentu berbeda. bukan celaan. Imbalan yang dalam praktek terbukti paling penting tetapi juga paling tidak dimanfaatkan oleh manajer. di mana pekerja akan termotivasi melakukan pekerjaan seminim mungkin. situasi. mungkin teori Hirarki Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. 4. Perangkat pengharapan terakhir. kapan dan bagaimana itu dilakukan. ia tidak lagi terdorong oleh motivasi tingkat di bawahnya. Jika manajer mengharapkan karyawan untuk tidak suka bekerja untuknya dan dengan demikian menghindari semua tanggung jawab. Teori ini mewariskan pesan bagi kita bahwa begitu orang melewati tingkat kebutuhan tertentu. Orang butuh motivasi. karena orang ingin melakukannya. Mengelola motivasi berarti mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilaksanakan. jika manajer mengharapkan karyawan mereka untuk mencari tanggung jawab dan mampu mengarahkan-diri ke sasaran yang mengandung imbalan. dan sangat mendasari gagasan perkayaan pekerjaan dan MBO. Memberikan imbalan tepat waktu. Bilamana seorang karyawan mempunyai gaji dan keamanan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa amannya. Dari uraian di atas. adalah pengakuan. mereka langsung mendapat kritik atau celaan. itu pun dapat menciptakan ramalan pemenuhan-diri. Batas-batas antara tingkatan yang satu dengan yang lain tidak terlampau jelas dan lebih menunjukkan saling tumpang tindih. Dalam jangka pendek. maka hal itu tidak lagi akan memberikan motivasi. seorang motivator harus memberikan treatment yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. akan menciptakan ramalan pemenuhan-diri. Sudah sering terdengar keluhan karyawan bahwa manajer mereka seakan tidak tidak tahu semua hal baik yang telah dikerjakan mereka. Teori Y. Hal ini memberikan pengertian agar seorang manajer atau pemimpin atau motivator dalam organisasi hendaknya mengenal apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. Tetapi biasanya celaan cenderung memiliki sejumlah konsekuensi disfungsional bagi organisasi dalam jangka panjang.3. seorang motivator benar-benar telah mengelola motivasi. Hirarki Kebutuhan Maslow penting bagi kita karena membantu menjelaskan mengapa gaji tinggi. tampak benang merah antara teori yang satu dengan yang lain. celaan mungkin dapat menjadi motivator sementara. Inilah dugaan yang terkandung dalam Teori X dan Teori Y dari McGregor. Tidak bisa dipastikan dengan kaku bahwa kebutuhan rasa aman hanya akan muncul setelah kebutuhan akan makanan terpuaskan sepenuhnya. dan kondisi organisasi yang bersangkutan. pada mulanya dikembangkan dari teori Hirarki Kebutuhan Maslow. KESIMPULAN: PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW Dari sekian banyak teori motivasional yang ada. keuntungan yang baik. Untuk memberikan motivasi yang dapat meningkatkan performa kepada keduanya. maka pola kepemimpinan yang sangat memaksa dan mengendalikan yang kemungkinan diterapkan oleh manajer. Sebaliknya. Dengan menelaah apa yang menjadi kebutuhan karyawan dan memberikan pemuasan yang tepat sasaran. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita telah mampu memuaskan sebagian besar kebutuhan dasariah mereka kendati . dan keamanan kerja tidak selamanya dapat memotivasi kinerja. kecuali kita mempunyai masalah dalam organ pernapasan kita. Sama halnya kita tidak akan meresahkan kebutuhan bernapas. Hendaknya hirarki kebutuhan Maslow tidak dilihat secara kaku dan mutlak.

Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama. mengingat teori Maslow merupakan suatu teori umum tentang kebutuhan manusia. Dalam buku Motivation and Personality. sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. beberapa penelitian mendukung. maka kebutuhan tersebut tidak lagi akan memiliki pengaruh yang berarti pada motivasi. evaluasi atau riset yang menghasilkan kesimpulan yang tidak mendukung teori bisa saja berangkat dari pemahaman yang tidak komprehensif atas teori dan jalan pikiran Maslow. dan menerapkan teori yang hingga kini masih menggema ini. Sebagaimana lumrahnya perkembangan suatu teori. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. Itulah dinamika dan dialektika ilmu pengetahuan. Kiranya Maslow sepenuhnya menyadari sejak awal bahwa berbicara tentang struktur kepribadian manusia yang dinamis tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dalam kenyataannya. Dari kenyataan ini. sedangkan ada pula orang . Sumbangan Maslow tidak sedikit untuk perkembangan psikologi organisasi. maka ketika diterapkan kepada manusia tertentu (dengan budaya tertentu) tentu terdapat kekecualian-kekecualian dalam pengurutan umum hirarki yang ada. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi. namun masih harus dibuktikan secara empiris. Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori. Tidak jarang terjadi. Sejumlah ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang berbeda.belum dalam arti sepenuh-penuhnya. Yang mau ditekankan adalah bahwa begitu suatu tingkat kebutuhan terpuaskan. orang melihat bahwa teori Maslow semestinya didukung lagi dengan bukti-bukti empiris yang lebih banyak. Semua teori ilmu pengetahuan tentang manusia mesti berhadapan dengan kenyataan itu. menerima. kita harus memahami sejumlah kualifikasi lanjutan agar konsep kita menjadi lebih komprehensif. Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah. Maslow berkali-kali mengingatkan agar jangan sesekali memutlakkan kelima tingkat kebutuhan atau membedakannya secara tajam dan kaku. Wahba dan Bridwell (1976) menyimpulkan suatu paradoks untuk teori Maslow: bahwa teori ini diterima luas. teori yang baik gagal dibuktikan karena metode dan aplikasi riset yang buruk. Pertama. Ada orang tertentu yang tidak pernah berkembang melampaui tingkatan pertama atau kedua. sedangkan yang lainnya menolak. tapi tidak banyak didukung oleh bukti riset. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. kendati tampak sah bagi banyak orang. Untuk memahami. Bila ditinjau lebih khusus. atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik. dalam banyak kasus penelitian. Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. Manusia memang makhluk yang dinamis dan multidimensional. tesis Maslow juga mengundang sejumlah antitesis.

Kata pemeo. Sekalipun Maslow dalam tesisnya menyatakan bahwa apabila seseorang tidak dapat memenuhi dua macam kebutuhannya. Menyadari hal ini. kita tetap dapat menarik pelajaran berharga bagi para manajer. Khususnya dapat dikatakan bahwa suatu kebutuhan yang terpenuhi mungkin akan kehilangan potensi atau daya motivasionalnya. rantai kausatif tidak selalu berlangsung dari stimulus-kebutuhan-perilaku. norma. dan tugas-tugas dapat mempengaruhi dirinya. dua kebutuhan yang sama tidak selalu akan menyebabkan timbulnya reaksi yang sama pada setiap individu. Di lain sisi. Bila dalam jangka pendek seseorang tidak menampakkan minat pada tujuan tertentu belum tentu bahwa ia tidak membutuhkannya. suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal. Seorang ilmuwan bernama Craig Pinder memberikan jalan tengah atas dua kubu pendapat yang pro-kontra sebagai berikut: ³Teori Maslow tetap sangat populer di kalangan para manajer dan mereka yang mempelajari perilaku organisasi kendati tidak banyak studi yang secara resmi dapat mengkonfirmasi atau menolaknya. perlu disadari bahwa banyak di antara tujuan yang diupayakan oleh manusia merupakan tujuan-tujuan jauh dan berjangka panjang yang hanya dapat dicapai melalui suatu seri langkah dan sarana. MANAJEMEN SUATU PENGANTAR .. Kedua. dalamnya lautan bisa diduga.´ Sekalipun tidak banyak riset yang secara jelas mendukung teori ini.. Ketiga. lagi-lagi ditegaskan betapa besar misteri yang meliputi kepribadian manusia. dan aspek mana yang tidak valid.aspek mana sajakah dari teori tersebut bersifat valid. mungkin tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan keinginannya karena ideal. maka ia lebih menginginkan pemenuhan kebutuhan yang lebih mendasar. dalamnya hati manusia sungguh tak dinyana. sebagai implikasi atas teori ini.lain yang demikian terpukau oleh kebutuhan tingkat tinggi sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah tidak menarik bagi mereka. para manajer dianjurkan untuk memotivasi para karyawan mereka dengan jalan merancang program-program atau praktek-praktek yang ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang muncul atau kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi. Jika demikian halnya. Oleh karena itu. Barangkali misteri manusia in jugalah yang membatasi semua teori tentang manusia. Setiap tindakan cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan. Keempat. standar sosial. Umumnya dapat kita lihat bahwa individu-individu dapat mengembangkan tujuan-tujuan substitut ketika pencapaian langsung terhadap suatu kebutuhan terhalangi. Nyatanya.. Ada kemungkinan bahwa dinamika yang terimplikasi pada teori Maslow tentang kebutuhan bersifat terlalu kompleks untuk diterapkan dan dikonfirmasi oleh riset ilmiah. maka kita tidak pernah mungkin mendeterminasi berapa valid teori tersebut atau secara tepat.

a. DASAR-DASAR MANAJEMEN.c. memahami lingkungan manajemen dan menerapkan dalam upaya pengambilan keputusan yang strategik. Pengorganisasian 6. Teori Behavioral Science 2. 1983.d. Penarikan dan Seleksi 7. Penyusunan Pegawai 7.b.a.a. Penetapan Tujuan 3. Edisi ketiga.e.b. Pengertian 6.b. Hani Handoko. Pengertian dan Fungsi Forecasting 4. Fungsi dan Tugas 8. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen 4.DESKRIPSI Modul ini akan menjelaskan secara ringkas dan memberikan gambaran umum tentang manajemen beserta asasnya.c.c. Pengertian Tujuan 3.a. Jakarta. Edisi kedua. Tujuan dan Manfaat 7. ‡ T. Pengertian Manajemen 2. Teori Aliran Kuantitatif 3. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki .a.c. 1986. Sehingga dengan demikian pembaca diharapkan memahami berbagi konsep yang ada dalam manajemen dan bagaimana implementasinya. Kepemimpinan (Leadership) 8. Perencanaan Pengadaan 7. Tujuan dan Forecasting 3.a.b.b. Yogyakarta.d.c. MANAJEMEN. Manullang. BPFE. BUKU YANG DIANJURKAN ‡ M.d. Erlangga. Proses Pengambilan Keputusan 5. Fungsi ± Fungsi Manajemen 5. Sumber Pegawai 7. Asas atau Prinsip Organisasi 6. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik 2. Penempatan 8. Teori Organisasi Klasik 2.d. Pengertian 6.a. Pengertian dan Unsur-unsurnya 8. Teori Hubungan Antar Manusia 2.c. MATERI 1. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen 2. Unsur-unsur Organisasi 6. Pengertian Pengambilan Keputusan 4. TUJUAN Memberikan pemahaman tentang berbagai konsep dan teori manajemen. Fase Pengambilan Keputusan 4.b. Teknik Pengambilan Keputusan 4.

c. Stoner : Manajemen adalah proses perencanaan. Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata ³to manage´ yang berarti mengatur.d. 4. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen . penyusunan. 2. Jenis Pengendalian 10. Pengendalian atau Pengawasan 10.8. Menurut Horold Koontz dan Cyril O¶donnel : Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.f. pengorganisasian.a.e. Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut : 1. Langkah ± Langkah Pengendalian Modul ini ditulis mengacu pada buku MANAJEMEN . penggerakandan pengendalian/pengawasan. Gaya Kepemimpinan 8. Pengertian dan Konsep 10.b.a. Teori Motivasi. penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.e. pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian Motivasi 9. yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan. 3. Teori ± Teori Motivasi 10. dosen tetap Fakultas Ekonomi Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta.b. mengurus atau mengelola.F. Oey Liang Lee : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian. seperti perencanaan. karangan Drs. pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. 5. Menurut Drs. Menurut Lawrence A. Muslich. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian 10. SUATU DASAR DAN PENGANTAR. Menurut R.d. yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Aspek Perencanaan 10. Prestasi dan Kepuasan Kerja 9. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. aspek Pelaksanaan 10. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan. Menurut James A. Appley : Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan 9. pengorganisasian.

2. Metode ini disebut sistem upah differensial. A. Disiplin kerja 5. Standar kegiatan 9. Instruksi standar 12. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). A. Operasi standar 11. Tujuan jelas 2. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. Frank B dan Lillian M. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Sistem bonus dan instruksi. Menurut Frank. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima.5. 3. A. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Kegiatan logis 3. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. A. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Menurut Lillian. Mengenal metode seleksi yang tepat. A. Pentingnya peran manajer 2. Urutan instruksi 8.6. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan.A. Frederick W. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. yaitu : 1.2. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Hennry L. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Laporan terpecaya 7.4. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan.3. Staf memadai 4. Kondisi standar 10. Balas jasa yang adil 6. A. Balas jasa insentif . dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.1.

Prinsip staf C. Teori Organisasi Klasik B. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . kegiatan akuntansi 6. Managerial .1. Financial . Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Security . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. . kegiatan perencanaan ± Organizing . kegiatan pengarahann ± Controlling . 4. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . 5. James D. Accountancy . Mooney : Menurut James. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : ± Planning .B. 3. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. Prinsip fungsional d. Technical .2. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. kegiatan pembelanjaan. Prinsip skala c. Koordinasi b. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan B. 2. Commercial . kegiatan menjaga keamanan. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja.

Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. Istilah tersebut biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan.8. Menyusun model aritmatik 3. E. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6.5. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. Pengertian Tujuan Istilah lainnya adalah sasaran. Tujuan dan Forecasting A. D. Tujuan merupakan hasil akhir dari apa yang diinginkan untuk dicapai.D. D. D. D. goal.2. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang. perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. . Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. D. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.3.7. mission atau target.1. Teori Behavioral Science : D.6. D. Merumuskan masalah 2. Sehingga tujuan akan memberikan arah kemana kegiatan harus dilakukan. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem manajemen. D. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1.4. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf. C. Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. Penetapan Tujuan Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. B. menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Pada kondisi yang berbeda. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli. pengumpulan fakta dan data. Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran. Horold dan Cyril O¶Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan. Fase Pengambilan Keputusan 1. Goerge. Hasil dari forecasting ini menjadi dasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencana.3.4. Claude S.B. Sebelum pilihan dijatuhkan. Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. C. suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah. sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Pengertian dan Fungsi Forecasting Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada. Secara umum. Aktifitas desain . Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. C. G. B. petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. diantaranya adalah : A. kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory.2. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama. suatu sumber yang dapat dipercaya. penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen A. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya. P. 2. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.1. R. Aktivitas intelegensia Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.

Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. Menganalisis alternatif d. Mengambil keputusan yang terbaik C.Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan. Teknik Pengambilan Keputusan 1. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. Gaming War Game Teori penentuan strategi. Menyusun alternatif c. D. Terry : 1. Linier Programming Riset dengan rumus matematis. 2. Aktifitas desain meliputi : ± menemukan cara-cara/metode ± mengembangkan metode ± menganalisa tindakan yang dilakukan 3. Menganalisa problem tersebut 3. Mengidentifikasi masalah utama b. dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif Fungsi ± Fungsi Manajemen A. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal. 3. Menetapkan masalah b. Menetapkan sejumlah alternatif 4. Mengevaluasi alternatif 5. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. Manganalisa masalah c. Aktifitas pemilihan Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Dari tiga aktifutas tersebut diatas. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan . Mengambil keputusan yang tepat e. Mengembangkan alternatif d. 4. Pengertian Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucher : a. R.

pelatihan. fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi. pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif. pemanfaatan. Pengorganisasian/Organizing : Kegiatan yang meliputi penetapan struktur. Membagi beban kerja. menyelaraskan kegiatan d. meruntutkan kegiatan e.rencana tersebut. organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Secara menyeluruh. Sedangkan menurut Chester I. Mooney. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk diperhatikan. organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Pengorganisasian A. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Barnard. 2. fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama. yaitu : a. tugas dan kewajiban. Perencanaan/Planning : Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengarahan/Directing : Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. b. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara terusmenerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. keterpduan kegiatan c. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak. . Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut : a. kewajiban dan tanggungjawan tertentu. Pengawasan/Controling : Fungsi yang memberikan penilaian. Pengertian Menurut James D. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. 4. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan 6. motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. 3. Pengkoordinasian/Coordinating : Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. Sinkronisasi kegiatan b. Penyusunan Staf/Staffing : Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan. Secara tegas organisasi ditandai oleh : 1. 3. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. 5. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat. 2. bimbingan.

Adanya tugas atau kedudukan yang jelas Adanya pengaturan dan pembagian wewenang. B. 2. koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik. Menentukan mekanisme pekerjaan. Pengawasan Umum Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan. wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pendelegasian Wewenang Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. Efisinesi Pengawasan Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien. 6. Penyusunan Pegawai . Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya. pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Perumusan dan Penentuan Tujuan Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai. disusun. tugas dan tanggung jawab. Unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. Koordinasi Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya. Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab. Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas. 5. ditetapkan. 2. Mensinkronisasi pekerjaan d. 3. Semnetara itu. C. mempunyai tujuan tertentu. D. Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih. Unsur ± Unsur Organisasi Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. 3. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama. Asas atau Prinsip Organisasi 1. Pembagian Kerja Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja. 4. Tujuan dan Manfaat Organisasi Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur. manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur.c. Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. 4.

serikat buruh. wewenang. 2. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penempatan calon pegawai tersebut sesuai dengan posisinya. Perencanaan Pegawai 1. promosi pegawai. . lembaga pendidikan. Perencanaan pengadaan pegawai yang intinya untuk meneliti dan memperoleh pegawai. Penerimaan lamaran 3.A. Pengisian formulir lamaran 4. Pemeriksaan kesehatan 8. b. Pemeriksaan CV 7. Penarikan dan Seleksi Umumnya penarikan dan seleksi pegawai baru dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Dalam penempatan ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Sedang yang berasal dari dalam perusahaan. On the job training Yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. Sumber Pegawai Pegawai dapat diperoleh dari dalam atau pun dari luar perusahaan itu sendiri. D. Spesifikasi jabatan : yaitu pernyataan yang menunjukkan kualitas dan persyaratan minimal bagi pegawai yang diterima. Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan cara : a. Latihan dan Pengembangan Dilakukan agar pegawai baru atau pun yang telah ada tetap bisa produktif dan aktif serta selalu bisa menyesuaikan keahliannya dengan perkembangan teknologi atau kondisi lingkungan kerja. Deskripsi jabatan : yaitu pernyataan yang meliputi tugas. a. diantaranya : 1. dan positif diterima. misalnya. atau dari teman-teman dekat pegawai yang mempunyai keahlian. Sifat dan kecakapan pemangku jabatan Umumnya analisa jabatan disebut sebagai suatu upaya membuat uraian pekerjaan hingga dapat diperoleh keterangan untuk menilai jabatan. Pemasukan lamaran 2. b. tanggung jawab dan hubungan lini ke atas atau ke bawah. Untuk dari luar dapat diperoleh melalui kantor penempatan kerja. Wawancara 6. iklan. Penempatan. untuk menentukan : a. C. Sifat dan keadaan pekerjaan b. Penempatan Setelah calon pegawai dinyatakan lolos dari beberapa tes seleksi. B. Tes 5. Pengenalan dan Orientasi Tujuannya untuk mengenalkan pegawai baru tersebut dengan lingkungan kerjanya. Tahap analisa tenaga kerja (work force analysis) 2. Hasil dari analisa jabatan ini adalah : a. Off the jog training Pelatihan yang dilakukan diluar perusahaan dengan bantuan pihak lain. Tahap analisa beban kerja (work load analysis) b. Melakukan analisa jabatan.

Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan. Menurut George Terry. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. Untuk memperoleh manfaat bersama. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. Untuk mencapai tujuan manajer. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7. 3. Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. 4. adanya komunikasi. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. 2. Mengambil keputusan 2. Pengertian dan Unsur ± Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mengembangkan informasi 3. B. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota.Maksud dan Tujuan Latihan : ± Meningkatkan efektifitas kerja ± Efisiensi kerja ± Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai ± Meningkatkan disiplin ± Mengurangi kesalahan ± Mempercepat perkembangan pegawai ± Mengurangi turn over Kepemimpinan (Leadership) A. Dari dua pengertian tersebut diatas. Menurut Cyriel O¶Donnell. Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. adanya peserta yang digerakkan. Yang berkaitan dengan kerja : ± Mengambil inisiatif ± Mengatur langkah dan arah ± Memberikan informasi . Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu.

Cakap untuk mengajar. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1. kekompakan rendah ± Gaya kerja tinggi. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. 2. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O¶Donnel. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. Cakap berkomunikasi 6. juga melakukan pekerjaan tersebut. Terry. Tingkat kecerdasan yang tinggi . kekompakan rendah E. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota. misalnya. manajer keuangan. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : a. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : ± Gaya kekompakan tinggi. staf produksi. Emosi yang stabil 3. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah. kekompakan tinggi ± Gaya kerja rendah. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2. mendidik dan mengembangkan bawahan 7.Pengetahuan human relation yang baik 4. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. bersikap menerima ± Mengungkapkan perasaan ± Bersikap mendamaikan ± Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat ± Memperlancar pelaksanaan tugas ± Memberikan aturan main C. pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. misalnya.± Memberikan dukungan ± Memberi pemikiran ± Mengambil suatu kesimpulan b. bersahabat. Motivasi personal yang baik 5. direktur utama. 3. Penguasaan teknis relatif penting. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah. D. mandor dan pelaksana teknis. yang berkaitan dengan kekompakan anggota : ± Mendorong. Ahli dalam bidang sosial 8. Mental dan fisik yang energik 2. misalnya. Misalnya. kerja rendah ± Gaya kerja tinggi. supervisor. Melakukan tugas yang bersifat konseptual.

Motivasi yang kuat f. menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat. 3.b. Motivasi ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya : 1. keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. 3. Pengertian dan Konsep Sebagai terjemahan dari controlling dalam manajemen. 2. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. Model ini menyatakan bahwa motivasi pada seseorang hanya dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis saja. dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor. Prestasi dan Kepuasan Kerja A. Cakap berbicara d. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan. Elton Mayo menekankan pada pentingnya pengakuan atau penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja. Keinginan akan adanya pengakuan Sehingga secara singkat. . Keinginan akan kekuasaan 4. Model Human Relation Diartikan sebagai model hubungan manusiawi dengan penekanan pada kontak sosial merupakan kebutuhan bagi manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. Model Sumberdaya Manusia Dengan penekanan pada motivasi tidak hanya oleh masalah pemenuhan kebutuhan biologis saja akan tetapi juga kebutuhan mendapatkan kepuasan. Alasan melakukan pengawasan adalah : 1. mengaktifkan. harapan. Khususnya untuk pekerja hanya dapat dimotivasi dengan imbalan uang. Keinginan untuk hidup 2. yaitu : 1. merupakan fungsi yang penting. motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam suatu usahanya. Teori ± Teori Motivasi Ada tiga motivasi utama yang sering diajukan. Model Tradisional sering disebut model klasik. 2. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan c. Pengertian Motivasi Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong. Matang dalam emosi dan pikiran e. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan. B. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana. Penghayatan terhadap kerja sama Teori Motivasi. Pengendalian atau Pengawasan A. Model ini dicetuskan oleh Elton Mayo sebagai akibat kejenuhan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama secara berulang.

Atas dasar aspek obyek : ² Pengendalian Administratif . Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Aspek waktu 2. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan E.4. pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Aspek subyek Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas. Mengukur penyimpangan 5. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. ² Pengendalian Represif . Pembandingan kegiatan dengan standar 4. pemantauan. Aspek Perencanaan Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur. yaitu : 1. Penetapan standar kegiatan 2. B. Jadi pengawasan dapat diartikan sebagai usaha melakukan pengamatan. aspek obyek 3. Jenis Pengendalian Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek. Mekanisme pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan. Jika ada perbedaan. pengendalian dapat dibedakan menjadi : a. ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen . akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. C. pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen ² Pengendalian eksteren . Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur. Atas dasae aspek subyek : ² Pengendalian Interen . D. penyelidikan dan evaluasi keseluruhan kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Secara konseptual. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan. pengawasan adalah suatu kehidupan interaktif antara hasil pekerjaan dengan perencanaan yang telah disusun. dilakukan dibidang opersional c. yang dilakukan dibidang administrasi ² Pengendalian Operatif . dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Atas dasar aspek waktu : ² Pengendalian preventif . Aspek Pelaksanaan Dijadikan sebagai obyek yang dinilai. b. Menyusun umpan balik (feedback) 3.

pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja 2.F. melalui tukar-menukar. etika atau aturan-aturan moral. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. proteksionisme serta politik kolonial. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). 5. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. spesialisasi dan pembagian kerja. 2. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi oleh rahmat hidayat Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM. modal patungan dalam usaha. 2. kaidahkaidah hukum. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Langkah ± Langkah Pengendalian Secara umum. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. 4. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. Tetapi masalah riba. Mengukur kegiatan 3. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara. seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. yaitu nilai guna dan nilai tukar. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Thomas Aquinas (1225-1274). Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. 3. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan 4. yang . Xenophon seorang prajurit.

Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian . 3. 4. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan. tetapi menganjurkan persaingan. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. 5. 4. 2. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. dan kecepatan uang beredar. dalam negeri. 2. 3. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. dan teori fruktifikasi. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. dan bertolak dari suatu metode alamiah.selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. dengan perkataan lain secara normatif. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. 3. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik 1. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme.

pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Tingkat sewa tanah akan meningkat. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Malthus. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. 2. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). 4. Say. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. keterampilan dan modal. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). pemerintah bertugas melindungi rakyat. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. 2. tenaga kerja. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. dengan asumsi berlaku dana upah. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. 4. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh. sehingga tercipta dua macam harga. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. perhatiannya bidang logika dan etika. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. 3. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. sedangkan tingkat upah menurun. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik JB. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. Dengan demikian. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. sepuluh tahun sebelum Adam Smith . dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. dan David Ricardo 1. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai.

Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. kecuali telah diolah manusia. teori tentang nilai dan harga. dan the law of deminishing return. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran dari Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Dan pendekatannya teoretis deduktif. List dan Bastiat. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. teori sewa tanah. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. 3. Sismonde. 2. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. pembagian kerja. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai.menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. teori perdagangan internasional dan. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. teori bunga dan laba. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. 3. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. teori kependudukan. 4. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif . Carey. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Inggris.

Friedrich Engels. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. dipelajari oleh Mill. 5. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. 3. ketiga teori tentang . Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. Thomas Campanella. Oliver Cromwell. teori dana upah mendapat tantangan. hukum lahan yang semakin berkurang. Gerard Winstanley. James Harrington. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. hipotesis kependudukan Malthus. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. yang menjadikan mental breakdown. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Saint Simon (1760-1825). Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. Ekonomi Mazhab Sosialis Utopia 1. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. 2. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. dengan pemikiran yang eklektiknya.. politik dan ilmu sosial. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. 2.dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. 6. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Malthus dan Ricardo. Francis Bacon. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). 3. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan.

Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. Selain Gossen. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. konsumsi dan distribusi. 3. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. 2. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi.tingkat laba yang cenderung menurun. dan distribusi . 4. jumlah modal. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. dan lahan terbatas. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Dari Analisis Marjinal 1. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. konsumsi. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Priduktivitas Marjinal 1. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. tenaga kerja. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. 5. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. Timbullah perusahaan-perusahaan raksasa. sedangkan jumlahnya makin sedikit. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. sedangkan Hukum Gossen II. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang.

B. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. 3. Tetapi. Tetapi. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi.yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. Selanjutnya. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Pemikiran Marshall Sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. lebih besar dan lebih kecil dari satu. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. karena itu timbullah bunga. Dengan demikian.B. 4. Tetapi. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. bahwa untuk memudahkan pembaca. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. oleh Wicksell. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. jangka pendek. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. bekerjanya kedua kekuatan. meningkat atau menurun.B Clark mempunyai nilai etik. Dia memahami. sebelum buku Jevons terbit. 2. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. Dalam pembahasan sisi permintaan. yakni permintaan dan penawaran. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. dan jangka panjang. 2. ditafsirkan oleh J. Clark. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Menurutnya. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. dan pada saat kurva ongkos naik. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. dia tidak mau cepat-cepat menerbitkan bukunya. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. ibarat bekerjanya dua mata gunting. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. Robert Giffen telah dapat . Tetapi masalahnya. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan.

5. sosial dan politik dalam pembahasannya. sejarah. hukum. Marshall menemukan surplus konsumen.A. Pendekatan sejarah. tetapi bukan hubungan pertukaran. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusankeputusan pengusaha. dan transaksi distribusi. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus.membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barangbarang. transaksi kepemimpinan. statik. tetapi jika berubah harga menjadi independen. dan mencoba memasukkan segi-segi kejiwaan. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. adat. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. 2. Pandangan pemikiran J. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan . terjadi kestabilan. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. hukum dan kejiwaan. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. distribusi pendapatan yang senjang. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. John R. Tindakan Kolektif dan Surplus Yang Tidak Produktif 1. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di UniversitasWisconsin. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. maka keadaan menjadi tidak stabil. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Dalam transaksi tersebut. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. depresi. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. 4. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. sehingga ditemukan Giffen Paradox. yakni resesi. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. Tetapi. pandangan Veblen mendapat kritik. Jika variabel kuantitas independen. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. 3. maka kesejahteraannya tidak menurun.

pendidikan. andaian-andaian laba maksimal.pemikirannya. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. kesehatan. andaianandaian. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. Dengan demikian. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. 2. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. di mana terjadi resesi. persaingan sempurna ditolaknya. Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. dan boom. Mazhab Institusionalisme 1. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. seperti teori konsumsi.produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. 3. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. kependudukan. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. tetapi ekonomi tetap tumbuh. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. tetapi sebagai seorang sociologist. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. recovery. bukan persaingan harga. depresi. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. Alat analisisnya . tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. dan semua sektor. 4. yang banyak terjadi adalah monopoli. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. perilaku bisnis. Intonasi. 2. dan perilaku variabel-variabel ekonomi. yakni ekonomi. meningkatnya konsumsi. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. Namun demikian. oleh karena teori itu terlalu sempit.

John D. ketatapengurusan. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. BATASAN MANAJEMEN Istilah manajemen (manejement) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda. Namun demikian. kepemimpinan. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. pendapat para ahli mengenai batasan manajemen yang amat berbeda. pemimpin.seperti yang dilakukan oleh Mitchell. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. yaitu suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lain saling berurutan. Adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto. Skripsi. ketatalaksanaan. Karya Ilmiyah. administrasi dan sebagainya. Millett membatasi manajemen. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya.html#ixzz1Ie9ThjYR Makalah. pemerintah. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Sebagai bahan perbandingan. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. dan lembaga-lembaga konsumen. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. kekuatankekuatan politik. Artikel. b) Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work). Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. 3. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional.contohmakalah. pembinaan. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. ekonomi. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasa kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan.co. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. KONSEP DASAR MANAJEMEN A. 1987: 4).perusahaan ini. 1. pengurusan. Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. misalnya pengelolaan. Tidak ada lagi persaingan sempurna. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. a) Proses pengarahan (process of directing). Jadi. yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jsa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atas .

Paul Hersey dan Kenneth H. pengorganisasian. James A. Elemen fungsi a. kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi.kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk pencapaian suatu tujuan. yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. 3. Elemen sifat a. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. Pengendalian. Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. manajemen diberi batasan sebagai berikut: Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan . Kepemimpinan. yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan. Manajemen sebagai suatu seni Yaitu sebagai suatu keahlian. Perencanaan. pengorganisasian. Blanchard (1980: 3). Manajemen sebagai suatu ilmu Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum (general purpose). kemampuan dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan. b. d. yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin. Defenisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. pengarahan. c. memberikan batasan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam batasan manajemen diatas prosesnya meliputi: 1. Pengorganisasian. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. kemahiran.  2. 3. pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. b. 2. 2.F Stoner dan Charles Wankel (1986: 4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut: Manajemen adalah proses perencanaan. 4. Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut dalam buku ini.

Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat. Filsafat memiliki: 1. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. Elemen tujuan Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan. kemauan atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. kemauan atau keinginan yang besar atai yang berkobar atau yang sungguh-sungguh. Tujuan merupakan rangkaian dalam proses perencanaan dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian. standard. . deadline. Mekanisme kerja Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. tujuan mengandung hal seperti objective. e. 1980: 318). 3. Orang (manusia) Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat ia bekerja sama untuk mencapai tujuan. Dalam filsafat manajemen. Tujuan tertentu 2. Philien artinya cinta dan sophia berarti kebijakan. Pengendalian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. B. FILSAFAT MANAJEMEN Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan sophia. 4. Menurut Davis dan Filley dalam Ukas (1978) terdapat faktor-faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lain dalam mencapai tujuan.inspirasi.  b. identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. target dan quota. Cinta hasrat. Jadi pengertian. mission. Filsafat berarti hasrat. terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan. Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar Filsafat adalah petunjuk utama yang menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer. Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. Filsafat berarti cinta kebijakan. Kebijakan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. purpose. Dalam arti luas. Elemen sasaran a. filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya. Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan 3.

para bawahan maupun kepentingan masyarakat lingkungannya. Kebijakan Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan. Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disismatisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi. baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. 6. Tujuan usaha Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi. baik berupa alam. yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. umum dan akumulatif. empiris. Kepentingan umum Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cerminan deskripsi berbagai kepentingan. modal serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi. 7. Pimpinan pelaksana Pimpinan pelaksana adalah individu yang diberi kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya. Moral kerja Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan mengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan akhir. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh indra manusia.Faktor-faktor dasar tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. 3. Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan. 8. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. tenaga. 9. 5. serta memberikan arah ke mana organisasi tersebut akan dikemudikan. Struktur organisasi Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukkan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/mempertanggungjawabkan (accountability). titik beratnya terletak pada metode keilmuan. baik kepentingan pemilik. Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris. Batasan lain tentang ilmu yang menekankan oleh Goode dan hatt (1952: 7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas. TUJUAN DAN SENI MANAJEMEN Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. 4. Prosedur Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. terdapat pada pengertian ilmu itu yang bersifat rasional. C. 2. . Faktor dasar Faktor dasar meliputi faktor-faktor produksi asli atau turunan. Fungsi Fungsi adalah aktivitas yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai. Manajemen sebagai ilmu. manajer.

sastra. metode dan tekhnik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human dan natural resources) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Intensitas tujuan menyinggung proses penetapan tujuan atau proses penentuan cara mencapainya. Sifat yang secara spesifik dijelaskannua adalah spesifikasi tujuan (goal spesificity). diambil empat elemen pokok yaitu: 1. kemampuan dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast (seni). Yang dimaksudkan seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum. yang menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan kepada usaha seorang manajer. kemampuan serta keterampilan dalam menerapkan prinsip. Sukarnya tujuan adalah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteristik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan diatas. Bersifat empiris Dikatakan bersifat empiris karena kesimpulan yang diambil harus dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau pada verifikasi indra manusia. kemampuan. 3. Jika keahlian. PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN Tujuan adalah sesuatu yang ingin direalisasikan oleh seseorang. Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni. kemahiran. Taylor menggunakan tujuan yang ditentukan sebagai salah satu tekhnik utamanya dar manajemen ilmiah (scientific management). Locke juga mendeskripsikan secara hati-hati mengenai sifat dari proses mental atas penetapan tujuan. Edwin A. Sesuatu yang ingin direalisasikan (goal) 2. yaitu merupakan keahlian. yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu. Berdasarkan pengertian diatas. tari. 2. kesukaran tujuan (goal difficulty) dan intensitas tujuan (goal intensity). Locke (1968: 157) berpendapat bahwa Frederick W. Bersifat rasional Rasional adalah suatu sifat aktivitas berpikir yang ditundukkan pada logika formal dalam mengikuti urutan berpikir silogisme. keahlian. 4.1. D. patung. lukis dan sebagainya. Spesifikasi tujuan adalah kejelasan dan ketelitian deskripsi kuantitatif dari tujuan. Bersifat umum Bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan sebagai ilmu tersebut dapat diverifikasi oleh peninjau ilmiah. kemahiran dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa. Dalam bahasa Belanda. drama. Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam arti formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik. tujuan merupakan objek atas suatu tindakan. kemahiran. Manajemen dapat dikuasai oleh ilmu dengan lapisan seni yang baik atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. Cakupan (scope) . Tujuan manajemen adalah sesuatu yang ingin direalisasikan. disebut kunde (ilmu). Bersifat akumulatif Bersifat akumulatif adalah apa yang dipelajari merupakan kelanjutan dari ilmu yang telah dikembangkan sebelumnya.

Hal itu karena tujuan pada umumnya menunjukkan hasil yang harus direalisasikan dan memisahkan hasilnya dari berbagai hal yang ingin direalisasikan yang mungkin ada. Pengarahan (direction) Secara empiris luasnya sesuatu yang ingin direalisasikan termasuk dalam pengertian tujuan manajemen. KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER Peter F. Pengarahan (direction) ditunjukkan oleh tujuan. Dewan direksi. pengorganisasian. psikologis dan sosial. Presiden organisasi.3. Departemen atau kepala divisi. Ketepatan (definitness) 4. Tujuan manajemen juga mengandung arti ketetapan (definitnes). MANAJEMEN. 1. sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. PROSES MANAJEMEN Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. 3. 2. tujuan dapat digolongkan menjadi tiga macam. yaitu efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectivity). Menurut cakupan kegiatannya. Tujuan individu lebih banyak berhubungan dengan kepuasan ekonomis. Peran informasional manajer (the manager s informational roles) 3. Tujuan manajer pada seluruh hierarki organisasi 3. 4. Henry Mintzberg yang selanjutnya dikutip oleh Stoner dan Wankel (1986: 16 17) mengemukakan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua hierarki organisasi. pengarah. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. Menurut Mintzberg disebut sekelompok perilaku yang terorganisasi (organized sets of behaviors) . Tujuan organisasi secara makro 2. Peran pengambil keputusan manajer (the manager s decisional roles) G. Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar. Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. Pada umumnya. MANAJER DAN KEPEMIMPINAN Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana. Manajer hierarki pertama F. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan hierarki kuantitas dan kualitas yang harus direalisasikan. yaitu: 1. Proses manajemen adalah . Drucker (1976) berpendapat bawah prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep. manajer dapat dibedakan menjadi empat kelompok berikut: 1. pemotivasi serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. E. Tujuan yang berhubungan dengan manajer pada seluruh hierarki organisasi merupakan pengertian yang lazim diantara berbagai jenis tujuan. Tujuan individu Tujuan organisasi secara makro sangat berhubungan dengan nilai (values) yang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi untuk kepentingan pihak intern dan pihak ekstern (sosio). Peran antarpribadi manajer (the manager s interpersonal roles) 2.

yaitu perencanaa. produksi dan sejenisnya. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer. pengarahan. c. pembelian. pengarahan. kedua mazhab perilaku dan ketiga mazhab ilmu manajemen. pengorganisasin. Penilaian bawahan dilakukan secara terbuka setiap hari sehingga bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahannya. 1. ketenagakerjaan. pengorganisasin. Fungsi manajer ke luar organisasi Fungsi manajer ke luar organisasi. antara lain berupa: 1. Fungsi manajer ke dalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut berikut: 1. MAZHAB KLASIK Terdapat tiga mazhab (aliran) manajemen yang mengikuti perkembangannya. pemotivasian dan pengendalian. Fungsi pemasaran d.suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. Fungsi manajer dari sudut proses Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan. 1. Dasar keyakinan Babbage bahwa apliasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Kerja sama dengan pihak lain. b. tetapi juga memberikan kebanggan dan mendorong kompetisi yang sehat. Pertama mazhab klasik yang terbagi menjadi dua cabang. Fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja a. 2. Charles Babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792 1871. Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771 1858. 3. yaitu keuangan. Penyampaian informasi ekonomis kepada pihak yang berkepentingan dengan organisasi. pemasaran.  BAB 2 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN A. pemotivasian dan pengendalian. Fungsi produksi  3. Fungsi manajer dari sudut proses. Penyampaian informasi umum kepada pihak luar. 2. yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. 2. Manajemen ilmiah cabang mazhab klasik pertama a. Fungsi ketenagakerjaan c. Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja. Taylor . Fungsi keuangan b. Fungsi pembelian e. Frederik W.

Fungsi komersial (commercial). Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878 1972. Pembagian kerja (division of labor) 2. yaitu mencatat dan mengecek biaya. Tertib (order) 11. yaitu memperoleh dan menggunakan modal. Lilian M. Kestabilan staf (stability of staff) 13. Prinsip manajemen yang dikembangkan fayol yang mendasari perilaku manajerial yang efektif adalah: 1. Pasangan Gilberth berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi bawahan karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen pada para pahlawan. Taylor hidup pada tahun 1856 1915. Sentralisasi (centralization) 9. Keadilan (equity) 12. 4. Fungsi teknis (technical). keuntungan dan utang-utang. menyiapakn neraca serta menghimpun statistik. Menomorduakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goals) 7. Fungsi finansial (financial). Disiplin (discipline) 4. d. Henry L. 6. 3. 2. yaitu melindungi para bawahan dan aktiva perusahaan. Fungsi akuntansi (accounting). Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dpat diidentifikasikan dan dianalisis. Gantt hidup pada tahun 1861 1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah menjadi satu inovasi baru berupa motivasi kerja kepada para bawahan. Otoritas (authority) 3. Hierarki (hierarchy) 10. Kesatuan arah (unity of direction) 6.  e. Teori organisasi klasik cabang mazhab klasik kedua Pengembang teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841 1925. Dalam usahanya mengembangkan ilmu manajemen. 2. 5. Inisiatif (initiative) . yaitu memproduksi dan membuat produk. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi yang kompleks.Frederik W. Gantt Henry L. Kesatuan perintah (unity of command) 5. Pasangan Gilberth Frank B. Pemberian upah (remuneration) 8. Fayol memulainya dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas yang saling bergantung. Ia merupakan salah satu tokoh manajemen ilmiah (scientific management) yang paling termasyhur sehingga mendapat sebutan sebagai bapak manajemen ilmiah. Fungsi manajerial (managerial). Gilberth hidup pada tahun 1868 1942. Aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Fungsi keamanan (security). yaitu membeli bahan baku dan menjual produk.

MAZHAB PERILAKU Para pakar dibawah ini berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi. USAHA-USAHA PERPADUAN Mazhab ilmu perilaku dan mazhab ilmu manajemen. KONSEP DASAR Pengarahan adalah usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan. Hugo Munsterberg Hugo Munsterberg hidup pada tahun 1865 1916 dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimanadiharapkan oleh manajer lain. MAZHAB ILMU MANAJEMEN Munculnya mazhab ilmu manajemen dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/OR) yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke 2. B. Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas.Membudayakan prosedur standar Seperti telah dideskripsmikan pada bab sebelumnya bahwa suatu prosedur akan memberikan .Menjamin kontinuitas perencanaan Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normaratif dalam pencapaian tujuan. Pengarahan merupakan metode untuk menyalurkan perilaku bawahan dalam aktivitas tertentu dan menghindari aktivitas lain dengan menetapkan peraturan dan standar. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.  BAB 5 PENGARAHAN A. a. D. b. keduanya merupakan pendekatan yang penting dan penuh semangat terhadap penelitian. . kemudian memastikan bahwa peraturan tersebut dipatuhi. pengembangan strategi produk dan sebagainya. Elton Mayo Elton Mayo hidup pada tahun 1880 1949. perencanaan program pengembangan bawahan. misalnya penganggaran modal (capital budgeting). Tekhni ilmu manajemen diaplikasikan dalam aktivitas yang amat luas. penjadwalan produksi (production scheduling). analisis dan pemecahan manajemen.14. Semangat korps (esprit de corps) B. C. TUJUAN PENGARAHAN Secara umum tujuan pengarahan adalah sebagai berikut: .

Pengirim (sender atau source) . unit dan bagian dalam satu hierarki organisasi. . C.Membina motivasi yang terarah Motivasi berasal dari kata motive (Ind. Sistem komunikasi horizontal Komunikasi ini terjalin antar departemen. dalam kondisi tertentu sebenanya amat penting. Motivasi adalah salah satu faktor penentu hasil kerja orang disamping kemampuan. 1. Motivasi dipengaruhi oleh sutu kondisi fisik kebutuhan seseorang serta kondisi seseorang. Salah satu batasan umum dan sering kali berlaku pada beberapa sistem organisasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengirim pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama. Sistem komunikasi diagonal Komunikasi ini sebenarnya merupakan jalur komunikasi yang penggunaannya amat langka. Sistem komunikasi vertikal Sistem komunikasi vertikal terjadi dan berlangsung dari atas maupun dari bawah. PERAN KOMUNIKASI DALAM PENGARAHAN Komunikasi memiliki peran yang penting karena tanpa komunikasi apa yang ada dalam diri seseorang tidak aan sampai pada orang lain. 3. Suatu komunikasi dapat diberikan beberapa batasan.seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan-urutan tindakan yang sering atau bisa terjadi. Motif) adalah segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak bekeinginan untuk bersikap tertentu. nilai dan peraturan melaksanakan hak dan kewajiban kehidupan.Menghindari kemangkiran yang tak berarti Kemangkiran dapat diberikan batasan sebagai kondisi etika seseorang tidak berada ditempat kerjanya diluar penyebab yang jelas tanpa pemberitahuan sebelumnya.  . Dalam hubungannya dengan struktur organisasi. Ketiga sistem komunikasi diatas banyak bergantung pada kedelapan elemen penting yang harus selalu ada untuk menghasilkan komunikasi yang efektif. Kedelapan elemen pokok komunikasi menurut Stoner dan Wankel (1986: 501 504) tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. khususnya apabila para bawahan tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui media lainnya. informasi dapat mengalir vertikal. horizontal maupun diagonal. Disiplin kerja yang terbina akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. 2.Membina disiplin kerja Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma. 1988). Akan tetapi. baik bersifat oral maupun bukan oral (Siswanto. .

3. Umpan balik (feedback) Umpan balik adalah suatu perbalikan proses komunikasi ketika reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. 3. Gaduh (noise) Gaduh adalah salah satu faktor yang mengacaukan. 5. 4. 6. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutihan yang layak bagi situasi kelompok ketika komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki (Effendi. Saluran (channel) Saluran adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain (misalnya udara. agar pesan mendapat respons yang sesuai. Pesan harus membangkitkan kebuthan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.Pengirim adalah seseorang yang memikiki informasi kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan kepada satu atau lebih orang lain. Pengurai sandi (deconding) Pengurai sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkannya ke dalam informasi yang bermakna. Artinya kondisi yang harus dipenuhi. 2. integrasi dan sinkronisasi 1. Schramm dan Roberts (1973) menampilkan apa yang disebut the condition of success in communication. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti. Gangguan tersebut dapat bersifat intern atau ekstern. Pesan (message) Pesan adalah bentuk fisik ketika pengirim menyandikan informasi. antara lain sebagai berikut: 1. membingungkan atau mengganggu komunikasi. . 4. Dalam penerapan fungsi pengarahan. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan. 2. kata-kata yang diucapkan dan kertas untuk penulisan pean (huruf). Koordinasi Koordinasi adalah penyelarasan atas aktivitas secara teratur guna memberikan jumlah. manajer juga dituntut untuk memainkan komunikasi melalui proses pembimbingan dan penyeliaan para bawahan. 8. Penyandian (encoding) Aktivitas ini berlangsung manakala pengirim menerjemahkan informasi yang akan dikirim kedalam serangkaian simbol. 1993: 41 42). Perlu adanya koordinasi. 7. waktu dan pengarahan pelaksanaan yang tepat sehingga mengakibatkan adanya aktivitas yang selaras dan disatukan untuk tujuan tertentu. komunikasi merupakan salah satu proses yang amat potensial dalam memainkan peran penting sehingga karyawan dapat merealisasikan tujuan organisasi yang diabdikannya. Penerima (receiver) Penerima adalah orang yang indranya menangkap pesan pengirim. Penerapan fungsi pengarahan.

Deskripsinya tidak memberikan kesempatan terhadap timbulnya permasalahan atau pertanyaan baru 3. D. Masukan pengambilan keputusan 4. Benar dan objektif 2. namun batasan tersebut tidak mengikat batasan lain. 3.2. 2. Pengarahan diberikan kepada bawahan bukan karena apa yang dilakukan oleh pegawai itu salah. . Disertai tanda penunjang. Laporan dapat diberikan beberapa batasan. Tegas dan taat asa (konsisten) 5. Jelas dan terandal 3. sebagai berikut: 1. Sinkronisasi Sinkronisasi adalah menyatukan berbagai aktivitas untuk dilaksanakan secara bersamaan sehingga terhindar adanya inefisiensi yang berkepanjangan. Integrasi Integrasi adalah penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. pengarahan ini bertujuan memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki. tabel. Laporan adalah pengenal informasi nyata yang ditujukan kepada orang tertentu untuk tujuan tertentu. Efektif 4. Moekijat (1980: 505 506) memberikan batasa laporan (report) sebagai berikut: 1. Tepat sasaran  KESIMPULAN Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahan agar tidak terjadi suatu kesalahan dalam bekerja. LAPORAN Salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang paling sering digunakan dalam sistem pengorganisasian dan memiliki konteks yang erat dengan pengarahan adalah laporan. Alat pengembangan gagasan dan tukar menukar pengalaman  Laporan yang efektif minimum memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Dengan dibuatnya laporan terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik. misalnya statistik. 3. Tanggung gugat/pertanggung jawaban dan pengendalian 2. Alat membina kerja sama dan koordinasi 5. bagan dan sebagainya 7. Lengkap Laporan dikatakan lengkap apabila: 1. Tepat waktu 6. Mencakup berbagai segi masalah yang dikemukakan 2. Laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi. Penyampaian informasi 3.

Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Teori organisasi umum Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu 1. 1. Iklim yang cenderung kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. Dasar-Dasar Manajemen.1.html#ixzz1Ie9c4COy Makalah. Skripsi. Teori organisasi hubungan antar manusia 4. Pentingnya peran seorang manajer 2.contohmakalah. Teori aliran kuantitatif berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi : 1.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. Teori manajemen ilmiah 2. DAFTAR PUSTAKA Prof. Dr. Teori organisasi klasik 3. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Reksohadiprojo. Teori behavioral science 5. Yogyakarta. BPFEE. Artikel. Karya Ilmiyah. Sukanto. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. .co. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Tanggung jawab kesejahteraan seorang karyawan 4. 1992. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.

Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Mengenal metode seleksi yang tepat. 1. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan.3. Sistem bonus dan instruksi. 1. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. 1.6. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : . dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Frederick W. Frank B dan Lillian M. 1. 1. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Menurut Frank.4. yaitu : 1. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Hennry L. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor.5.2. 2. 3. Metode ini disebut sistem upah differensial. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Menurut Lillian.

5. Managerial . Financial . Security .Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Standar kegiatan 9. Kondisi standar 10. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : . Accountancy . Teori Organisasi Klasik 2. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Tujuan jelas 2.1. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Balas jasa yang adil 6. Commercial . 2. 3. Instruksi standar 12. kegiatan menjaga keamanan. Staf memadai 4. Urutan instruksi 8. Kegiatan logis 3. Operasi standar 11. Disiplin kerja 5. Balas jasa insentif 2. kegiatan pembelanjaan. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. 4. kegiatan akuntansi 6. Technical . Laporan terpecaya 7.

kegiatan pengarahann ± Controlling .± Planning .2. kegiatan perencanaan<> ± Organizing . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab<> ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan 2. James D. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : . Mooney : Menurut James.

Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. 4. 4. 4.3. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. 4. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem .2.1. Prinsip skala c. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.4. Prinsip fungsional d. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan.5. Prinsip staf 3. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. 4. Koordinasi b.a. Teori Behavioral Science : 4.

manajemen. 4.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. 4.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. 4.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

2.1 Aliran-Aliran Manajemen Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning, organizing, actuating, dan controlling, untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan ilmu manajemen ini telah mengalami proses evolusi yang panjang, yang berdasarkan evolusi tersebut telah melahirkan aliran-aliran manajemen yang secara umum dapat digolongkan kedlam tiga aliran yaitu, Aliran Klasik, Aliran Prilaku, Aliran Ilmu Manajemen atau Aliran Modern, Aliran Kauantitatif 2.1.1.Aliran Klasik Aliran Klasik merupakan aliran yang pertama kali muncul dalam ranah manajemen dan aliran klasik ini sendiri dibagi dalam dua bagian yaitu: A. Manajemen Ilmiah Para pelopor manajemen ilmiah antara lain: a).Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771-1858. pada tahun 1800-an ia adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanarls Skotlandia. Pengalaman memimpinb para tenaga kerja dibawah umur menyentuh hatinya untuk membangun perumahan yang layak bagi tenaga kerja. Demikian puyla usaha lain yang dilakukan dengan cara menyediakan kebutuhan rumah tangga bagi para tenaga kerja dengan harga yang relative rendah daripada harga pasar. Selain bertindak sebagai innovator, dengan cara melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik yang dipimpinnya, ia juga menetapkan mekanisme kerja spesifik yang mampu menambah tingkat produktivitas, penilaian tenaga kerja dilakukan secara terbuka tiap hari, sehingga manajer mengetahui permasalahan yang dihadapi dan juga memberikan dorongan kompetisi yang sehat. b).charles babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792-1871. dasar keyakinan Babbage bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada prose kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Oleh karena itu ia banyak menggunakan waktunya untuk mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ssehingga ia menghasilkan sebuah prinsipm pembagian kerja karena ia berkeyakinan bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah,sehingga berbagai keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap tenaga kerja dididik dengan keterampilan yang spesifik dan hanya diberi tangguang jawab atas sebagian dari proses. c). Frederik W. Taylor Taylor hidup pada tahun 1856-1915. taylor merupakan tokoh manajemen ilmiah yang terpopuler, sehingga ia mendapatr julukan bapak manajemen ilmiah, manajemen ilmiah timbul karena keinginan untuk menambah produktivitas hingga akhirnya Taylor menemukan prinsip-prinsip yaitu: Ø Pengembangan manajeman ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya, metode yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

Ø Seleksi secara ilmiah terhadap para pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang paling cocok baginya Ø Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk tenaga kerja Ø Kerja sama yang erat dan bersahabat antara manajer dan pekerja d). Henry L. Gantt Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan Gantt Chart e).Pasangan Gilberth Frank B. Gilbert sebagai suami hidup pada tahun 1868-1924, sedangkan Lilian M. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878-1972. pasangan ini berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi para pekerja karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen terhadap para tenaga kerja. Menurut mereka manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensi sebagai makhluk hidup. f). Harrington Emerson Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri, oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu: Ø Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Ø Kegiatan yang dilakukan masuk akal Ø Adanya staf yang cakap Ø Disiplin Ø Balas jasa yang adil Ø Laporan-laporan yang terpercaya, segera , akurat, adanya sistem informasi dan akuntansi Ø Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja Ø Adanya standar-standar dan skedul-skedul serta adanya metode dan waktu setiap kegiatan Ø Kondisi yang distandarisasi Ø Operasi yang distandarisasi Ø Instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar Ø Balasjas efisisensi dan rencana insentif

B. Teori Organisasi Klasik Pelopor teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841-1925. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktekpraktek manajemen yang baik mempunyai suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa. Keyakinannya bahwa dengan peramalan yang ilmiah dan dengan metode manajemen yang tepat, hasil yang memuaskan pasti akan diperoleh dan dapat diakui sampai saat ini. Sumbangan besar bagi pola pikir manajemen dari Fayol adalh pendapatnya bahwa manajemen bukanlah suatu bakat, tetapi suatu ketrampilan seperti halnya ketrampilan lainnya. Oleh karena itu bahwa manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan suatu teori umum mengeni manajemen diformulasikan. Sehingga untuk menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, akan tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar. Dalam usahanya untuk mengembangkan ilmu manajemen fayol mulai dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas masing-masing mempunyai kebergantungan. Aktivitas yang dimaksud adalah: 1).Fungsi teknis (technical), yaitu memproduksi dan membuat produk. 2).Fungsi komersial (commercial), yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 3).fungsi financial (financial), yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 4).Fungsi keamanan (security), yaitu melindungi para tenaga kerja dan aktiva perusahaan. 5).Fungsi akuntansi (accounting), yaitu mencatat dan mengecek biaya, keutungan, dan utang-utang, menyiapkan neraca, dan menghimpun statistik. 6).Fungsi manajerial (managerial) Orientasinya adalah fungsi manajerial, sehingga ia mendefinisikan manjemen dengan cara membagi lima fungsi yaitu: Ø Perencanaan (planning) berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Ø Pengorganisasian (organizing) berarti memobilisasikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil Ø Pengkomandoan (commanditing) berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya. Ø Pengkoordinasian (coordinating) berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ø Pengendalian (controlling) berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan secara tepat. Konsep Fayol yang menyatakan bahwa ketrampilan manajemen dapat diterapkan pada semua jenis kelompok aktivitas, apabila hal-hal lain tak berubah, sampai saat ini semakin penting artinya disekolah, pemerintahan, dan lembaga lainnya. Prinsip manajemen yang dikembangkan Fayol yang mendasari prilaku manajerial yang efektif adalah sebagai berikut: v Pembagian kerja (division of labor) v Otoritas (authority) v Disiplin (discipline) v Kesatuan perintah (unity of command) v Kesatuan arah (unity of direction)

3. motivasi. keinginan. berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. komunikasi. dan keinginan manusia itu. efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. a). yaitu kondisi psikologis yang ideal untuk mencapai produktivitas secara maksimum. Aliran Perialku (Behavior School) Dalam mazhab ini. Menciptakan pekerjaan yang terbaik (best possible work). Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoprasikan pekerjaannya. sifat dan perilaku manusia. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri. Munculnya aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik.1. Beberapa ahli mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi.Hugo Munsterberg (1863-1916) Hugo Munsterberg telah memberiakan kontribusi yang besar dalam aplikasi psikologi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimana diharapkan oleh manajer lain. 2. dia banyak menguaraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. Manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya harus lebih mengetahui perilaku. human relation.v mengemudiankan ke[pentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goods) v Pemberian upah (remuneration) v Sentralisasi (centralization) v Hirarki (hierarki) v Tertib (order) v Keadilan (equity) v Kestabilan staf (stabilty of staff) v Inisiatif (initiative) v Semngat korps (esprit de corps) 2. leadership. ilmu jiwa sosial. Jadi topik-topik yang dipersoalkan dalam mazhab ini adalah human behavior. justru manajerlah yang harus menyebabkan orang lain melakukannya. Sebagai pencetus psikologi industri. titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. yaitu pengaruh yang palin mungkin untuk memotivasi karyawan.2. . Hugo Munsterbergseriang disebut bapak psikologi industri . dan kebutuhan-kebutuhan para bawahannya. Sehingga pembahasan sisi perilaku manusia dalam organisasi menjadi penting. Menggunakan pengaruh psikologi yang terbaik (best possible effect). yaitu bawahan yang kualitas mentalnya terbaik untuk pekerjaan tersebut. Dalam bukunya Psicholgy and Industrial Efficiency. Dalam bukunya itu dikemukakan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Menemukan orang yang terbaik (best possible person).

Sejimlah variabel-variabel dicoba: upah dinaikkan. Riset belajar dapat mengarahkan pengembangan metode latihan. Mayo dan kawan-kawan menarik kesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manjemen memikirkan tentang kesejahteraan (welfare) mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya. Di samping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan. seberapa jauh pekerjaan itu menari.Elton Mayo (1880-1949) Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas disebabkan oleh adanya sebuah rantai sikap yang rumit. Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi Aliran hubungan manusiawi ini mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan.Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Kesimpulan lain yang dikemukakan bahwa kelompok kerja informal (lingkungan sosial bawahan) memilki pengaruh yang besar terhadap produktivitas. periode istirahat dan jam makan siang lamanya di ubah-ubah. Tingkat upah. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi mereka. peneliti yang bertindak sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usul perubahan. keluaran di kedua ruang ternyata sama-sama meningkat. Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori hubungan manusiawi. Mayo dan kawan-kawan menempatkan 2 kelompok yang masing-masing terdiri enam karyawan di dalam ruang terpisah. Sebagai tambahan. Sekali lagi. Mayo dan kawan-kawan dapat mengesampingkan bahwa insentif keungan bukan penyebab kenaikan produktivitas. Dalam salah satu ruang kondisi diubah-ubah secara periodik. manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual. Sebagai contoh. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja. Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya organisasi perlu merubah latihan manajemennya. hari kerja dan minggu kerja diperpendek. Berdasarkanhasil penelitiannya. Dan studi perilaku manusia dapat membantu perumusan yeknik-teknik psikologi untuk memotivasi karyawan. dan ruang lainnya tidak. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial danbudaya terhadap organisasi. Dalam percobaan selanjutnya. . Sebagai tambahan. Juga. Di samping itu. struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga memainkan peranan. produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula. b). Hubungan manusiawi antara anggota kelompok terpilh. Jadi. lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. maupun denagn peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-perubahan kondisi kerja diatas. berbagai metoda tentang psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok denagn kebutuhan suatu jabatan. karena skedul pembyaran kelompok yang diteliti dipertahankan sama. Mereka menyimpulkan bahwa rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan produktivitas.

4. Organisasi sebagai suat keseluruhan dan pendekatan menejer indifidu untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. Aliran Kuantitatif . 5. Komitmen dapat di kembangkan melalui partisipasii dan keterlibatan karyawan. dari system 1. Tokoh Tokoh aliran ini antara lain. 7. Frederick Herzberg yang megurikan teori motifasi higienis atau teori dua fa ktor. 4. 1. dan lain lain nya. Lensis Likert yang telah mendentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system menejemen.1. Menejemen harus sistematik. 3. 1. 2. prosedur. Jalur pertama meupakan perkembanga dari aliran hubunga manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi. 5. Manajemen tidak dapat dipandang ebagai suatu proses tekik secara ketat [peranan. Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai risert perilaku adaalah.Gregor dengan teori X dan teori Y nya. a. prinsip] 2. Pekerjaan setiap karyawan harus di susun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut. exploitikf exploitif sampai system 4. Edgar Schenin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. 2. Prinsip Prinsip dasar Perilaku Organisasi. Pola pola [pengawasan dan menejemen pengawasan harus di bangun ata dasa r pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan reaksi mereka terhadap pekerjaan.1. partisipatif kelompok 6. Abraham Maslow yang mengemkakan adanya hirarki kebutuhan dan penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Pendekatan motifasinoal yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat di butuhkan. 8. 3. Perilaku Organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi di tandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sisem sosial. 2. Robert Blake dan Jani Mouton yag membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi kisi manejerial [manajerial gird]. Fren Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemipinan. Chris Argyis yang memandang organisasi sbagai system social atau system antara hubunga budaya. b. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi. 6. dan yang lain dibangun atas dasar dasar menejemen ilmiyah. Manejer masa kini harus di beri latihan dalam pembahasan prinsip prinsip dan konsep konsep menejemenss.2.Aliran Menejemn Modern Masa menejemen moderen erkembang melalui dua jalur yang berbeda. dan pendekatan yang di gunakan harus dengan pertimbanga secara hati hati. Beberapa perinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari pendapat para tokoh maajemen moderen adalah sebagai berikut. di kenal sebagai alira kuantiyatif [operator research dan manaemen secience atau maajemen operasi].4. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangka kesempatan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan me reka. Douglas Mc. 4. 3.3. 1.

Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal. pengembangan strategi produk. teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun sebagaimana mestinya. transportasi dan komunikasi. dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau semoga ajaran yang dibawa beliau dapat berkesinambungan hingga akhir zaman. Rahmat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. seorang pemimpin umat yang mampu membawa kedamaian dan rahmat di seluruh alam.scheduling produksi. Tak lupa kepada para kewarganegaraan para sahabatnya. penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya.Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalahmasalah industri. sehingga saya mampu menyusun makalah dengan tema Aliran-Aliran Manajemen tanpa halangan apapun. dan sebagainya. manajemen aliran kas. Amin. Sejalan dengan semakin kompleknya computer elektronik. Penyusun . Penyusun juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi teknis maupun materi maka kami selaku penyusun sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan mudahmudahan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penyusun khususnya dan bagi seluruh pembaca umumnya. Penggunaan teknikteknik untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada saya. Ucapan terima kasih pertama saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya. perencanaan program sumber daya manusia. Amien. Kedua tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Jamalullail selaku dosen Pengantar Manajemen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada saya. yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia II.

1 Kesimpulan Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. Aliran klasik Aliran klasik terbagi dua yaitu. dan controlling. manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Diantara tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah sebagai berikut: v Robert owen v Charles babbage v Henry L. dan controlling. Gantt v Harrington Emerson v Frederick W. jadi manajemen memegang peranan sangat penting . organizing. Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949) 3). Aliran kuantitatif Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi BAB I PENDAHULUAN 1. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan manajemen itu sendiri telah mengalami evolusi yang menjadikan manajemen terdapat beberapa aliran-aliran yaitu : 1). untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.Kelompok BAB III PENUTUP 3. actuating. organizing.1 latar belekang Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. actuating. Taylor v Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth Sedangkan tokoh pada saat teori manajemen klasik adalah. Aliran perilaku Tokoh pada aliran ini adalah. Aliran modern 4).Henry Fayol 2).

2 Rumusan Masalah Ø Evolusi manajemen Ø Aliran-aliran manajemen 1. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Hasibuan. Bedjo. 2005. Pengertian. Pengantar Manajemen. Cetakan ke-4. Namun manajemen yang kita pelajari telah mengalami evolusi yang akan dibahas dalam makalah ini. Malayu S. Manajemen Modern. Bandung: CV Sinar Baru.B. . dan Masalah. Siswanto.terkadang kita mengukur keberhasilan suatu organisasi kita ukur dengan manajemennya. Jakarta: PT.. Hani. 2006. Bumi Aksara. 1989..P. sehingga kita akan lebih memahami konsep-konsep manajemen dan evolusi yang terjadi dan kita akan lebih mengetahui perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu.dalam kehidupan sehari-hari terlebih kehidupan dalam berorganisasi.2003. manajemen sangat menentukan sekali bagi keberadaan organisasi tersbut. Manajemen: Dasar.3 Tujuan Ø Mengetahui evolusi yang terjadi pada manajemen Ø Mengetahui aliran-aliran manajemen Ø Mengetahui tokoh-tokoh evolusi manajemen Ø Mengetahui konsep-konsep dan pemikiran manajemen dari zaman klasik hingga zaman modern Ø Mengetahui perbandingan teori dari klasik hingga modern DAFTAR PUSTAKA Handoko. Mnajemen edisi 2. Suatu organisasi atau perusahaan bisa mencapai kemajuan jika manajemen yang ada didalamnya tertata dengan rapi dan memegang teguh prinsip-prinsip yang ada. Siswanto H. 1. Jakarta: Bumi Aksara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->