PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN (Perkembangan Manajemen Pendidikan di Indonesia) A. PENDAHULUAN Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah ³usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara´.[1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis. Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan. B. LANDASAR TEORI 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami : a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi. b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer. c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan 2. DESKRIPSI MATERI Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen. a. Pengertian Teori Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) ³Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations´. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan

perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.) Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada.[2] Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan ³bukti´ yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi ³humus bisa membuat tanah menjadi subur´. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar. Selanjutnya Hoy & Miskel (1987 : 2) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan teori. A concept is a term that has been given an abstract, generalized meaning. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan) dan informal organization (organsasi informal). Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. An assumption, accepted without proof, are not necessarily self-evident. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam adminitrasi pendidikan. 1. Adminitrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi 2. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial. b. Kegunaan (Fungsi) Teori Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed.[3] dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang

termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan. c. Pengertian Manajemen / Administrasi Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mulamula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.[4] Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin.[5] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.[6] Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai ³sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi´.[7] Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu : Ø Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan; Ø Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen; Ø Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut; Ø Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama.[8] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[9] Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar.[10] d. Pengertian Teori Manajemen Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah,[11] dapat dinyatakan : 1) mengacu pada pengalaman empirik, 2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 3) mengakui kemungkinan adanya penolakan. Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi

manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an).[12] Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut : (1) Teori Manajemen Kuno; Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian ³terlupakan´. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa. (2) Teori Manajemen Klasik; a) Teori Manajemen Klasik Ø Robert Owen (1771-1858) Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Ø Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : 1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun 2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara

Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia. Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap. 3. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate). Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. 3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang. Persahabatan antara keduanya juga ditingkatkan Ø Frank B. dari sini ia mengembangkan analisis kerja. Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. 4. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study). Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. 2.terpisah. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan. Mamilih karyawan secara ilmiah. yaitu : . dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I. Mengawasi karyawan secara ilmiah. maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. b) Teori Manajemen Ilmiah Ø Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan.

Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen. pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan. sambil menyiapkan promosi karir. ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya ³mensistematisir´ studi manajerial. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. Ø Henry L. dan pengajar dalam arti mengajari dalon pengganti. dan melatih calon penggantinya. suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. Konsekuensinya. Ø Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. c) Teori Manajemen Organisasi Ø Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis. Menurut Fayol. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif. Ø Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. karena menjadi anggota organisasi yang sama. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia.Menyiapkan Promosi Malatih Calon Pengganti Melakukan Pekerjaan Menurut metode tersebut. praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. (2) Pengorganisasian. tidak reponsif terhadap perubahan. Menurutnya. yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer. yaitu : . Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal. yaitu : (1) Perencanaan. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana. dan (4) Pengendalian. seorang pekerja akan bekerja seperti biasa. (3) Pengarahan. Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama. yaitu organisasi yang lamban.

Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. penanggulangan logistik dan penjadwalan pesawat terbang. dan sarjana eksak lainnya untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih ruwet. maka dengan bantuan komputer. penjadwalan produksi. terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem). Mazhab ini lebih diformilkan menjadi Mazhab Ilmu Manajemen (Management Science School). (3) Mazhab Prilaku (Behavioral Science). pisik. Pengendalian diri (dari orang tersebut). model itu dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat keputusan-keputusannya. dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. dan 2) Elton Mayo (1880-1949) (4) Mazhab Kuantitatif (The Quantitative School).a. Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakunya karena sering juga tidak rasional. Ø Chester I Barnard (1886-1961) Bernard mengambangkan teori organisasi. mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. Mazhab kuantitatif terdiri dari Operation Reserach dan Management Science. Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia. (5) Pendekatan Sistem (The Systems Approach). Mazhab ini mengembangkan model-model untuk memecahkan masalah-maslah menejemen yang kompleks. b. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance). dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok). Mazgab prilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang. Dua pelopor mazhab perilaku adalah : 1) Hugo Munsterberg (1863-1916). Teknik-teknik ilmu manajemen ini banyak membantu para manajer organisasi yang benar-benar dalam berbagai kegiatan penting . c. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi. strategi pengembangan produksi. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan. menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. Model pendekatan sistem dapat digambarkan sebagai berikut[13] : INPUT PROSES TRANSFORMASI OUTPUT INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN . seperti dalam hal penganggaran modal dan manajemen arus dana. dimana berkumpul para sarjana matematika. Pengendalian kelompok (dari kelompok). Mazhab prilaku ini memandang mzhab klasik kurang lengkap karena tidak mampu mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. Tim sarjana ini terkenal di Inggris sesudah perang Dunia II dengan nama ³OR Team´. perencanaan sumber daya manusia. Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. antara lain dengan sosiologi dan psikologi. Dengan memenuhi berbagai faktor sebagai variabel yang saling berkaitan.

kondisi. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini (7) Pendekatan Situasional (The Contingency Approach). Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. 1970-an The Contingency ApproachDari perkembangan teori majanemen tersebut di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut : Classical Management Theories The Behaviour School Sebelum 1890-an . (6) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation). Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. dengan melihat situasi. Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi. prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. yang mempunyai batas-batas yang jelas. Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional. yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial. atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. dan waktu yang tertentu. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer.FEED BACK Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. intuitif. Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru. Edwadr Deming. konsultan. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru. Pendekatan situasional memberikan ³resep praktis´ terhadap persoalan manajemen. membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada. dan kreatif.

. ada beberapa fenomena menarik yang sangat menonjol dewasa ini. Kalau kita cermati lebih jauh. Ak. Kebijakan mulai dari CBSA (cara belajar siswa aktif) sampai sekarang yang didengungdengungkan dengan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) adalah berbagai upaya dunia pendidikan kita untuk mencerdaskan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman. Dari persoalan tersebut diatas. juga dibutuhkan adanya (1) ³peace education´ pendidikan yang damai / menyejukkan. Penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia Ada dua hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan dunia pendidikan. halaman 39 C. d) pendidikan kita tidak menghasilkan manusia terdidik. dan (4) pendidikan yang mampu membangun keutuhan pribadi manusia berbudaya. g) pendidikan kita dirasa linier-indroktinatif. dan (2) pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia. jelas bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai yang ingin dicapai. Amin Widjaja Tunggal. Dari dua hal ini ketika kita tarik kedalam menejemen pendidikan yang berjalan di Indonesia.The Quantitative School The System Approach The Neo-Human Relations Classical Management Theories 1890-an 1910-an 1940-an 1950-an 1950-an Sumber : Drs. Sedangkan pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia dirasa selain merupakan tuntutan kebutuhan di atas.MBA. apa yang telah diperbuat oleh lembaga pendidikan dewasa ini . yakni (1) evaluasi pendidikan. dan i) pendidikan kita belum mampu memberdayakan dan membudayakan peserta didik. diantaranya ialah : a) pendidikan kita tidak mendewasakan anak didik.yang telah dengan susah payah menerapkan berbagai teori manajemen pendidikan yang cocok untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan ± masih jauh dari harapan yang sebenarnya. (2) pendidikan yang mampu membangun kehidupan demokratik. e) pendidikan kita dirasa membelenggu. c) pendidikan kita tidak menumbuhkan pola berfikir. STUDI KASUS DI INDONESIA 1. b) pendidikan kita telah kehilangan objektivitasnya. Fenomena tersebut di atas. Apa yang salah dari ini semua? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita jawab bersama sebagai manusia yang peduli terhadap dunia pendidikan. f) pendidikan kita belum mampu membangun individu belajar. (3) pendidikan yang mampu menumbuhkan semangat menjunjung tinggi HAM. itu semua adalah tentang evaluasi dari pendidikan kita yang ada sekarang ini. h) pendidikan kita belum mampu menghasilkan kemandirian..

proses pembelajaran. Actuating. Lagi-lagi itu semua karena kebijakan pendidikan kita selama ini masih sangat semrawut. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.[14] Inilah persoalan yang besar sebenarnya. Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya. maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah . dan Controling. maka mungkin apa yang terjadi di atas minimal dapat terhindarkan. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna. dan manajemen pendidikan. dn masih banyak lagi model-model yang diterapkan. Ini adalah sedikit tentang bagaimana sebenarnya penerapan pendidikan di Indonesia. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. mempunyai arti yang sangat luas. mutu guru. orde baru sampai sekarang zaman reformasi. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen. Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan). Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan. 3. sehingga apa yang diinginkan suatu daerah (lembaga pendidikan) terhadap potensi anak didiknya bisa tersalurkan dengan baik. buku ajar. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah. pemerataan pendidikan. Analisis Permasalahan Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. birokrasi. seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita. yaitu (POAC) Planning. Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia Sejak zaman orde lama. 2. Sehingga hasil yang diharapkan dari komponen-komponen penyelenggara pendidikan antara satu komponen dengan komponen yang lain masih sangat jauh berbeda bahkan ada yang bertentangan.Muncul lagi MBS (manajemen berbasis sekolah) adalah sebuah alternatif pemecahan yang menginginkan pengelolaan pendidikan yang dibebankan kepada sekolah. dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. Kalau kita lihat bagaimana sebuah lembaga pendidikan menerapkan apa yang telah ada dalam teori manajemen pendidikan. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan. Organizing. evaluasi. sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik. sarana dan prasarana. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut.

[15] Apalagi melihat perkembangan dunia pendidikan kedepan. 8) paradigma pendidikan construtivisme.R Tilaar.[20] . Sebagaimana dijelaskan oleh H. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ´School Based Management´ merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien.[17] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat). maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. tingkat putus sekolah. 6) paradigma pendidikan untuk siswa. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat. ada beberapa paradigma yang diperkirakn berdampak besar terhadap praksis pendidikan. 2) paradigma pendidikan membebaskan.[18] Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar. sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik.A. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. Konsep ini didasarkan pada ³Self Determination Theory´ yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri. dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran. institusi. dan iklim sekolah. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula. tentunya harus dipersiapkan sedini mungkin. Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan.pengangguran. 7) paradigma pendidikan konseptual. sehingga untuk menyongsong hal tersbut ada berbagai paradigma baru yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan. antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum. ada beberapa hal penting lagi yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan itu sendiri. 3) paradigma pendidikan desentralistik. maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas. Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). MS. tingkat pengulangan. dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya. H. (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal. Djohar. 4) paradigma pendidikan deverifikasi. (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut. 5) paradigma pendidikan fleksibel. hasil belajar. diantaranya : 1) paradigma pendidikan demokratis. orang tua. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah. moral guru. bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya. latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat. Dr. dan 9) paradigma pentingnya kecerdasan spiritual.[19] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. yakni sekolah. dan guru.. dan sistem manajemennya. (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi. Menurut Prof. pengelola.[16] Disamping memperhatikan paradigma pendidikan tersebut di atas. Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik.

Kesimpulan a. cet. Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah).. Dr. Teori Pendekatan Sistem (1950an). dengan tidak meninggalkan mutu pendidikan. 2003. Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. 3 & 4.. DAFTAR PUSTAKA Amin Widjaja Tunggal. Djohar. Manajemen Suatu Pengantar. Bandung. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler. tenaga pengajar dan kebijakan yang memihak pada masyarakat (jangan asal membuat kebijakan). Mulyasa..MBA. Prof. PT. D. The Quantitative School (1940-an).Disamping itu dalam sebuah sekolah. M. Dr. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis. akan tetapi terletak pada pengajarnya. Drost. . 2. H. Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik. Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang. Penerbit Rineka Cipta. Ak.. Remaja Rosda Karya. b. Strategi dan Implementasi). d) Tenaga pengajar harus lebih profesional dalam melaksanakan amanahnya. MS. E. Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno. c. Neo-Human Relation (1950-an). Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. Teori Manajemen Klasik (1890-an). SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)[21]. Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka. Jakarta.Pd. Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi. 1993. KESIMPULAN 1. kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah. Drs. berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Keseriusan Pemerintah dalam menangani dunia pendidikan dalam hal ini perhatian pada lembaga pendidikan. Saran Bahwa untuk memenuhi dan mencapai beberapa hal tersebut di atas. c) Lembaga pendidika harus serius sehingga kualitas dari output pendidikan dapat diandalkan. dan ini menurut J. b) Memberikan otonomi yang luas kepada lembaga pendidika. The Behavioral School (1910-an).. Teori Kontingensi (1970an).

Dr. Crt. Remaja Rosdakarya. 1983.. Drs.. Jakarta.A. Djohar. MBA. 2000... Drost. 9 [2] Drs. Crt. 1998. 1972. Magelang. Kompas Media Nusantara. Nanang Fattah. 2004. Amin Widjaja Tunggal. Bandung. Penerbit Rineka Cipta. [1] Undang-undang No. [7] Drs. Mamduh M. Benston. Ak. H. Op_Cit. 75 [16] Prof. Made Pidarta. LESFI. PT. 1993. Made Pidarta. 46 [14] J. 278-279. Dr.Pd. 1997.Sc. McGraw Hill Book Company. Made Pidarta.Ed. Mamduh M. [6] Luwis R. Mamduh M. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Undang-undang No. Jakarta. Benston.. Dr.. hlm. Yogyakarta. Supervision and Management. 2000. Jakarta. Hanafi. II. M. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). SJ. Djambatan. Manajemen. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya.A. hlm. Bandung. Soegiyono.. Yogyakarta..Ed. Bandung. Dr. 2005. M. 1 [5] Wajong J. MBA. Jakarta. Supervision and Management. Prof. hlm. Mamduh M. Dr. Alfabeta. Nanang Fattah. 2005. [15] Prof. PT. Sondang P. Wajong J. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). Op_Cit. McGraw Hill Book Company. Manajemen Pendidikan Indonesia. 1997. hlm..LESFI. Jakarta.. Filsafat Administrasi. Kompas Media Nusantara. hlm. hlm. Manajemen Pendidikan Indonesia. M. PT. hlm. Tera Indonesia. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Dr. 2004.. Jakarta. H..Ed. PT. 85-92 . Bandung. MBA. 30 [3] Prof. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Yogyakarta. Fungsi Administrasi Negara. Jakarta. Tera Indonesia. 2000. H. 6 [8] Dr. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). hlm. Filsafat Administrasi.R. 2003. 22 [9] Sondang P.Pd. M. hlm. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Luwis R. Media Wacana Press. 2003. New York. Gunung Agung. 1985. Soegiyono. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). Prof. Syaiul Sagala. Rineka Cipta. hlm. Dr. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). Tilaar. Yogyakarta. 2003. hlm.. hlm. Hanafi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. 38-39. [13] Drs. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Magelang. Manajemen Suatu Pengantar. Dr. 1985. New York.Ed. Yogyakarta. J. II. Prof. 1983. Dr. hlm. Alfabeta. Hanafi. Jakarta. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Tilaar. Rineka Cipta. [10] Prof. Hanafi. Manajemen. Op_Cit. Yogyakarta. M.. H. 2000.MBA. Siagian. MBA. M. [4] Prof. 04 [11] Dr.R. Remaja Rosdakarya. hlm. Syaiul Sagala. Administrasi Pendidikan Kontemporer. 01 & 27. Gunung Agung. 1972. Siagian.. SJ. ix. Jakarta. Fungsi Administrasi Negara. Djambatan. MS. 2003. H. 11-12 [12] Drs.Sc. Dr. Drost. 1998. Media Wacana Press.

Robbins. Dalam kenyataan. tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja. 79. penulis melihat bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu (dalam hal ini karyawan perusahaan) dan tujuan organisasi..Pd. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi. melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Namun sebagai konsep dasar bagi pengenalan struktur pribadi individu dan pelbagai faktor yang mendorong orang melakukan sesuatu. hlm. Dalam konteks ini.. melatih mereka. [19] Ibid. PENDAHULUAN Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja. tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai. pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. hlm. Syaiful Sagala. Dalam makalah ini. seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya.. Remaja Rosda Karya. Op_Cit. dalam buku Perilaku Organisasi. 78. Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya. teori yang dibahas di sini adalah teori motivasi tentang hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi. Teori-teori lain yang muncul setelah teori Maslow lebih merupakan penyempurnaan dan penyesuaian daripada penemuan suatu teori yang betul-betul . teori ini masih bisa bergema keras. M. Dari kenyataan ini. 79.Pd. [20] Dr.. E.[17] Ibid. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. hlm.. Aktualisasi Teori Motivasi Abraham Maslow Untuk Peningkatan Kinerja 1. [18] Dr. Sebagaimana telah jelas dari judul makalah ini. menulis bahwa ³meskipun dikritik habis-habisan. PT. agaknya [teori Maslow] masih merupakan penjelasan yang paling baik soal motivasi karyawan´. Strategi dan Implementasi). H. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain. Mulyasa. Tidak disangkal bahwa dewasa ini muncul pelbagai kritik tentang validitas teori ini . Stephen P... cet. Bandung. M. dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil.

1 Terminologi ³Motivasi´ Apa itu ³motivasi´? Ditinjau dari etimologinya. intensitas dan arah yang telah dimiliki harus diterapkan secara tekun dan berlangsung lama. 2. Individu yang termotivasi akan tetap bertahan dengan pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka. ³motivasi´ berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. motivasi merupakan salah satu determinan penting bagi kinerja individual di samping variabel determinan lain misalnya kemampuan orang yang bersangkutan dan atau pengalaman kerja sebelumnya. intensitas (setinggi apa pun) harus mempunyai arah yang menguntungkan organisasi. Plato. Sebaliknya. dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Kelebihan dari teorinya jelas memberikan sumbangan besar dalam pengetahuan tentang motivasi dan kepribadian manusia. ia unggul di sekolah. Robbins. Teori-teori lain. Ketika beranjak remaja. Thomas Jefferson. seseorang yang tidak termotivasi hanya akan memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Untuk mencegah perluasan pembahasan yang terlalu jauh. maka penulis perlu membuat pembatasan tema. Lorens Bagus. Intensitas dimaksudkan seberapa keras seseorang berusaha.baru. Dan kelemahan teorinya serta-merta tetap berguna karena telah memberikan atau memancing feedback bagi pemikir-pemikir selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. dalam Kamus Filsafat. arah. Henri Bergson. Inilah ukuran sejauh mana orang dapat mempertahankan usahanya. Dengan kata lain. mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. dengan kelebihan maupun kelemahan teorinya. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai ³usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya´. Dan akhirnya. TEORI ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI 2. 2. Di . dan lain-lain. motivasi adalah ³proses yang ikut menentukan intensitas. Berhubung tulisan ini merupakan makalah kecil. dan Baruch Spinoza. karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia. Dengan IQ 195. teori ERG dari Alderfer. penulis membatasi diri pada pembahasan teori Maslow tentang motivasi. dan ketekunan (yang mengandaikan berlangsung lama). seperti teori X dan Y dari McGregor. Maslow telah berhasil mencetuskan pemikiran yang amat bermanfaat. Konsep motivasi kiranya merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individu dalam organisasi. Agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. New York. dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran´. Motivasi Higiene dari Herzberg. dirujuk dan dibahas sesekali hanya sebagai pembanding dan pelengkap argumen. neurotik. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas. Dari asal-usul kata ini. Menurut Stephen P. Dari telaah filosofis.2 Sekilas Tentang Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn. Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead. Ia seorang yang pemalu. Abraham Lincoln. arah.

orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental. katak. dan John B.telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. tetapi tidak untuk bangsa manusia. Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut. Jane Addams (pelopor pekerja sosial). lumrah kiranya bahwa pandangan tertentu kurang universal.samping berkutat dalam kegiatan kognitif. Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. melahirkan sintesis Abraham Maslow. Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga. Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Secara dialektis. tesis Freud dan antitesis Watson dkk. dan kemampuan mereka. Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai ³tokoh´. Dalam ranah psikologi. Di kutub lain. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya. Sejumlah proposisi lain barangkali kurang dapat diterima dan dapat diperdebatkan. Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. Sigmund Freud berjaya di Wina. Maslow mengakui sendiri bahwa sejumlah proposisi sangat benar dalam arti dapat diterima oleh banyak kalangan.3. Aldous Huxley (penulis). atau tikus. Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan. Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan. Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS). Hal ini mencerminkan kelegowoan Maslow untuk tidak begitu saja memutlakkan teorinya. kepribadian. kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang.3 Proposisi Maslow atas Teori Motivasi Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan. Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan).1 Individu sebagai Kesatuan Terpadu Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Psikologi Gestalt berkembang di Jerman. ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. William James (psikolog). 2. Albert Schweitzer (dokter dan humanis). Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental. yang . Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme. sifat. dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. dan Baruch Spinoza (filsuf). Berhubung teori ini berkenaan dengan manusia yang dinamis multidimensional. Berikut ini sejumlah proposisi awal untuk memahami jalan pikiran Maslow. Motivation and Personality. Watson. Oleh karena itu. Maslow dalam karya masyhurnya. Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. 2. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality.

Meskipun beragam budaya. Teori motivasi yang sehat tidak boleh mengabaikan aspek kehidupan alam bawah sadar. Satu gejala sekaligus dapat menggambarkan bermacam-macam keinginan yang berbeda-beda. 2. dicapai individu dalam masyarakat tertentu dengan menjadi prajurit. Rupanya ini soal harga diri dan kebutuhan untuk dihormati. dan bukan rasa lapar pada perut John Smith. 2.3 Motivasi Ganda Seseorang bisa jadi dapat menjelaskan motivasi tertentu yang mendasari perilakunya. Misalnya kita menginginkan atau membutuhkan uang agar dapat membeli mobil. 2.3. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kita menginginkan mobil karena para tetangga memilikinya dan kita tidak ingin merasa kurang daripada mereka. Namun tidak jarang terdapat pula aneka motivasi lain yang barangkali tidak disadari dan dikira oleh individu itu. dan dihormati. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat. dan dalam masyarakat yang lain dicapai dengan menjadi dokter. Jika keinginan itu pun terpenuhi. sebetulnya umat manusia lebih banyak serupa daripada yang terlihat dan disangka banyak orang. yakni apa yang sesungguhnya menjadi tujuan yang lebih dasariah pada akhirnya. Karena perbedaan perilaku individu dalam pemuasan kebutuhan tersebut. Pada saat yang sama. makanan akan memuaskan rasa lapar John Smith. orang seringkali membuat pembedaan atas tujuan yang sebetulnya sama. dan begitu seterusnya. masih ada keinginan lainnya yang akan menyusul. 2.5 Tolak Daftar Dorongan Dikotomis . Kebutuhan-kebutuhan biasanya lebih merupakan cara atau sarana bagi suatu tujuan dan bukan tujuan itu sendiri. Dengan kata lain. Maslow memberikan contoh: yang membutuhkan makanan bukanlah perut John Smith semata-mata.3.2 Cara dan Tujuan Bila kita telisik keinginan dalam pengalaman sehari-hari. Intinya kita harus menemukan tujuan terdalam seseorang ketika menginginkan sesuatu bila tidak ingin terjatuh dalam pemuasan kebutuhan yang tidak tepat sasaran. Tujuan-tujuan lebih universal daripada cara-cara yang ditempuh untuk mencapainya. dapat menggambarkan dipenuhinya sekaligus keinginan akan balas dendam. Kenyataan ini menuntut kita untuk menelaah tata hubungan semua motivasi satu sama lain.3. Gejala psikopatologis kelumpuhan.3. bahkan juga kepentingan-kepentingan yang bertentangan satu sama lain. kita juga harus melepaskan unit-unit motivasi yang tersendiri untuk mencapai pengertian lebih luas yang dicari. hal penting untuk disadari adalah pembedaan antara cara dan tujuan.4 Tata Hubungan Motivasi Manusia adalah makhluk yang punya keinginan dan jarang mencapai keadaan puas sepenuhnya kecuali untuk waktu yang singkat. Apabila keinginan yang satu telah terpenuhi. keinginan lainnya akan timbul menggantikan keinginan sebelumnya. misalnya harga diri. Karena faktor budaya. melainkan seluruh individu John Smith sebagai kesatuan. bisa saja tujuan yang sama. misalnya. Jika gejala ini hanya dilihat sebagai gejala lahiriah tanpa menelaah kemungkinan keinginan atau motivasi bawah sadar. dikasihani. Kita dapati bahwa ada gejala dan ada pula arti di balik gejala.kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. berarti kita telah semenamena meniadakan kemungkinan untuk memahami seluruh perilaku dan keadaan motivasional seorang individu.

Biasanya terdapat suatu tumpang-tindih. Pada umumnya secara sadar kita mendambakan apa yang menurut pikiran kita dapat dicapai.3. Faktor kemungkinan untuk mencapai hasil ini penting diperhatikan dalam usaha memahami perbedaan motivasi di antara berbagai kelas dalam masyarakat atau antara individu-individu dari negara atau kebudayaan yang berbeda-beda.3. Boleh dikatakan bahwa hal berikut merupakan kritik Maslow atas sampel penelitian mereka. misalnya bahwa segi-segi kesadaran dan ketidaksadaran mungkin berbeda-beda. sampel penelitian Maslow adalah orang-orang yang ternama dalam sejarah manusia. Telaah tentang motivasi jangan meniadakan atau menyangkal telaah tentang penentu-penentu situasional. sehingga hampir tidak mungkin secara jelas dan tajam memisahkan dorongan yang satu dari yang lain. sebagian besar ahli motivasi mendapatkan data dari para psikoterapis yang sedang merawat pasien. karena pusat telaah kita tetaplah organisme atau struktur watak dari individu. Dorongandorongan satu sama lain bukanlah hal-hal yang terpilah-pilah. 2.6 Lingkungan Aspek yang satu ini tidak boleh dilupakan. telaah motivasi jangan pula melupakan sifat intrinsik organisme demi kepentingan pemahaman dunia di mana organisme itu hidup. Dewey dan Thorndike. 2. Pada kenyataannya. Mereka tidak mendambakan pesawat jet atau kapal pesiar karena barang-barang itu ada di luar jangkauan rata-rata kemampuannya. Namun pengakuan akan pengaruh situasi lingkungan hendaknya tidak berlebihan.3. Teori motivasi yang sehat sepatutnya merupakan kesimpulan dari penelitian atas orang-orang yang sehat pula. menekankan aspek motivasi yang sering diabaikan kebanyakan psikolog.8 Pengetahuan Mengenai Motivasi Sehat Proposisi ini merupakan nilai lebih dari pandangan Maslow dibandingkan dengan kedua mazhab psikologi sebelumnya. kehidupan motivasional para penderita gangguan emosi harus ditolak sebagai contoh bagi motivasi sehat. yakni kemungkinan. atau bahwa suatu keinginan tertentu sebenarnya dapat merupakan suatu saluran bagi pengungkapan berbagai keinginan lainnya. Pasien-pasien itu merupakan sumber kekeliruan yang besar karena mereka merupakan contoh yang kurang baik dari suatu populasi.7 Kemungkinan Mencapai Hasil Maslow. sebagaimana juga J. Di lain sisi. Oleh karena itu. dan sebagainya.Tidak ada gunanya membuat daftar dorongan-dorongan (stimulus) yang muncul. Bila penghasilan seseorang bertambah. dorongan-dorongan juga tidak mengelompokkan diri secara aritmetik dan tersendiri dengan ciri-ciri tersendiri. Mungkin sekali bahwa secara tidak sadar pun ia tidak mendambakannya. Pendaftaran dorongan secara dikotomis mengabaikan sifat dinamis dari dorongan-dorongan itu. 2. hal itu lumrah dan merupakan kemungkinan yang nyata. 2. Setiap teori motivasi dengan sendirinya harus memperhitungkan fakta pengaruh lingkungan.4 Teori Motivasi Abraham Maslow: Hirarki Kebutuhan . ia sadar bahwa dirinya secara aktif mengharapkan untuk memperoleh hal-hal yang diidamkan beberapa tahun sebelumnya. Sebagai asas sekali pun. tetapi jangan terjebak ke dalam teori situasi murni. Motivasi manusia jarang mewujudkan diri dalam suatu perilaku yang lepas dari situasi dan dengan orang-orang lain. Bila rata-rata orang mendambakan mobil dan rumah. Teori motivasi yang sehat harus mempertimbangkan situasi. Menurut Maslow.

seorang individu yang melarat kehidupannya. pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Jung. haus. dan kebutuhan jasmani lainnya. Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. tempat berteduh. dan perhatian. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi. Bagaimana identifikasi atas tiap kebutuhan di atas dan dampaknya terhadap motivasi yang mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi akan dijelaskan dalam berikutnya. besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini. dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia.Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. tidur. kasih sayang. tidur. Kebutuhan akan penghargaan: mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri. otonomi. 3. Fromm. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya. Reich. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. 3. yaitu kebutuhan akan makanan. dan persahabatan. tak ada minat lain kecuali makanan. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan. seks. Ia menyebut teorinya sebagai ³hirarki kebutuhan´. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut: 1. 5. oksigen. istirahat. diterima-baik. dan psikologi Gestalt.1. 4. tempat tinggal. Goldstein. dan cinta.1 Identifikasi Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. misalnya rasa lapar. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri. dan udara.1 Kebutuhan Fisiologis 3. Dengan kata lain. Horney.2 Aplikasi Manajemen . orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. minuman. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan. yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer. menjadi apa saja menurut kemampuannya. 3. Kebutuhan akan rasa aman: mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. pengakuan. serta faktor eksternal seperti status. dan prestasi. Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis.1. harga diri. Kebutuhan sosial: mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki. 2. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang dasariah. IDENTIFIKASI HIRARKI KEBUTUHAN DAN APLIKASI MANAJEMEN 3. dan Adler. dan dengan dinamisme Freud. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. seks.

Seorang pemimpin atau manajer jangan berharap terlalu banyak dari karyawan yang kelaparan. Berbeda dari kebutuhan-kebutuhan tingkat berikutnya. kebutuhan pokok ini hanya bisa dipenuhi oleh pemicu kekurangannya. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak. dua kebutuhan terpenuhi dalam waktu yang sama. perlindungan. cemas dan kekalutan. atau berbahaya. Para karyawan diminta bekerja sama dalam menetapkan jadwal. Dengan satu panah.Pertama-tama harus selalu diingat bahwa bagi orang yang sangat kelaparan. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja.2 Aplikasi Manajemen Dalam konteks perilaku kinerja individu dalam organisasi. aman. Ia bertolak dari asumsi kelelahan tenaga kerja dan kebutuhan akan waktu istirahat. kacau.2 Kebutuhan Rasa Aman 3. Ia ingin menemukan penyebab terjadinya pergantian tenaga kerja yang terlalu sering di salah satu bagian produksi di mana pekerjaan yang dilakukan lumayan sukar dan monoton. kebutuhan akan struktur. Mayo secara tepat menemukan apa yang dibutuhkan karyawan. seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya. Elton Mayo dari Harvard Graduate School of Business Administration pada tahun 1923 melakukan penelitian di sebuah pabrik tekstil di Philadelphia. Pemahaman akan tingkat kebutuhan ini juga dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa karyawan tertentu tidak suka inovasi baru dan cenderung meneruskan apa yang telah . kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan. batas-batas. Orang yang merasa tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan tidak diharapkan. dan di mana tidak terjadi hal-hal yang tak disangka-sangka. kebutuhan akan rasa aman menampilkan diri dalam perilaku preferensi individu akan dunia kerja yang adem-ayem. dan semangat kerja menjadi lebih baik. kalut. Untuk dapat memotivasi karyawannya. Jika hal-hal itu tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman. Hasil yang diperoleh cukup fantastis: pergantian karyawan menurun drastis. kebebasan dari rasa takut. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini. Rasa lapar hanya dapat dipuaskan dengan makanan. Biasanya seorang anak membutuhkan suatu dunia atau lingkungan yang dapat diramalkan. Orang seperti itu hanya hidup untuk makan saja. ketertiban. Jangan berharap bahwa nasihat dan petuah saleh dapat memuaskannya. Maslow menggambarkan bahwa bagi manusia yang selalu dan sangat kelaparan atau kehausan. dapat diandalkan. 3. utopia dapat dirumuskan sebagai suatu tempat yang penuh makanan dan minuman. Maka ia menjadwalkan serangkaian waktu istirahat. teramalkan.2. taat-hukum. Mayo membidik dua burung. Ia cenderung berpikir bahwa seandainya makanannya terjamin sepanjang hidupnya. Tunjangan ekstra untuk konsumsi akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas individu dalam organisasi.1 Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan. tertib. hukum. 3. dan sebagainya. muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. yakni waktu istirahat dan penghargaan diri karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang biasanya menjadi monopoli pimpinan perusahaan. maka sempurnalah kebahagiaannya. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu.2. produktivitas meningkat. tidak ada perhatian lain kecuali makanan. teratur. tentu saja makanan solusinya.

Agaknya ia akan berupaya untuk menemukan batas-batas seperti itu. dan peluang kerja yang bersinambung. Walaupun banyak manajer dewasa ini memahami adanya kebutuhan demikian. 3. diterima. berbagi. Para manajer dapat mengakomodasi kebutuhan akan rasa aman dalam organisasi dengan jalan membentuk dan memaksakan standar-standar perilaku yang jelas. Dalam situasi ini. sedangkan yang lain tidak. Organisasi atau perusahaan yang terlalu tajam dan jelas membedakan posisi pimpinan dan bawahan seringkali mengabaikan kebutuhan karyawan akan rasa memiliki (sense of belonging). Dalam organisasi. dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. tidak perlu. dan tidak penting. Antara pengembangan pribadi dan organisasi mempunyai hubungan resiprok yang hasilnya dirasakan secara timbal balik. sekalipun pada saat-saat tertentu.berjalan. pengucilan sosial. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya. Atau dipakai untuk memahami mengapa orang tertentu lebih berani menempuh resiko. kadang mereka secara keliru menganggapnya sebagai ancaman bagi organisasi mereka sehingga tindakantindakan mereka disesuaikan dengan pandangan demikian. dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. dan keadaan yang tak menentu.1 Identifikasi Kebutuhan Sosial Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman.3. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu.3. ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata. orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan. Seharusnya karyawan pada level kebutuhan ini dimotivasi untuk memiliki rasa memiliki atas misi dan visi organisasi dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi organisasi. penolakan. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang batas-batas perilaku yang diterima bagi dirinya sendiri dapat mempunyai perasaan terancam. suami. atau anak-anak. . Ia menginginkan kebebasan dalam batas tertentu daripada kebebasan yang tanpa batas. cinta. Ia ingin berasosiasi dengan rekan lain. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Dewasa ini marak wacana adanya kemungkinan para karyawan di-PHK karena faktor teknologi yang berkembang. dan menerima sikap persahabatan dan afeksi. Individu yang berada dalam hubungan dependen seperti itu akan merasa bahwa kebutuhan terbesarnya adalah jaminan dan proteksi. manajer dapat memotivasi karyawan dengan jalan memberikan suatu jaminan kepastian jabatan (job-security-pledge). Penting dicatat juga bahwa perasaan manusia tentang keamanan juga terancam apabila ia merasa tergantung pada pihak lain. Hampir setiap individu dalam tingkat kebutuhan ini akan menginginkan ketenteraman.2 Aplikasi Manajemen Individu dalam organisasi menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu. Ia merasa bahwa ia akan kehilangan kepastian bila tanpa sengaja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki. saling percaya. isteri. kita seringkali mendapati perilaku individu yang berusaha mencari batas-batas perilaku yang diperkenankan (permisible behavior). 3. ia harus berperilaku dengan cara-cara yang tidak dapat diterima. maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki. kekasih. Pada tingkat kebutuhan ini. supervisi. dan belum pernah sebelumnya.3 Kebutuhan Sosial 3. tiadanya keramahan.

tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan persepsi nilai setiap karyawan. kompetensi. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri. dan biasanya bermutu tinggi. Potensi mobilitas yang berlebihan yang umumnya dipaksakan oleh industrialisasi mengancam tercabutnya rasa kerasan dalam kelompok kerja. akan rasa hormat diri atau harga diri. kebutuhan akan penghargaan ini jarang . Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah. Individu tertentu pada saat dan kondisi tertentu barangkali tidak lagi merasakan uang sebagai penggerak kinerja. individu pada level ini lebih membutuhkan tantangan yang dapat mengeksplorasi potensi dan bakat yang dimilikinya. Karenanya. Tidak mengherankan bahwa sejumlah top manajer tiba-tiba mengundurkan diri ketika merasa tidak ada lagi tantangan dalam perusahaan tempat mereka bekerja. pengakuan. penerimaan. Berbeda dari pandangan tradisional yang melihat konflik secara negatif.1 Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan Menurut Maslow.2 Aplikasi Manajemen Tidak jarang ditemukan pekerja di level manajerial memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. perhatian. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh halhal yang menghambat perwujudan diri. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri. 3. kita kenal apa yang disebut manajemen konflik. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. ketenaran. Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan. martabat. Konflik bisa baik atau buruk tergantung pada tipenya. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. apresiasi atau nama baik. kedudukan. Dari semua indikasi yang terdata. terdapat pandangan interaksionis yang melihat konflik tidak hanya sebagai kekuatan positif dalam kelompok namun juga sangat diperlukan agar kelompok berkinerja efektif. prestise. dapat dikatakan bahwa potensi konflik dalam organisasi selain mengganggu rasa aman juga dapat menciptakan alienasi yang mengakibatkan disorientasi. tampaknya organisasi yang menyandarkan peningkatan kinerja karyawan mereka pada aspek finansial. Ketimbang uang. tantangan untuk adaptasi dalam kelompok baru dan asing.4.4 Kebutuhan akan Penghargaan 3. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia. 3. Tanpa bermaksud menolak atau mendukung salah satu pandangan. penguasaan. prestasi. dan kebebasan (kemerdekaan). Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. Benar bahwa uang adalah salah satu alat motivasi yang kuat. dan akhirnya menimbulkan kebutuhan akan rasa memiliki dan aneka kebutuhan yang masuk dalam hirarki tahap ini. kecukupan.4. semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap. rasa tidak berdaya. mempunyai dasar yang kuat. Ada apa gerangan? Apakah kompensasi gajinya tidak memuaskannya? Ternyata tidak selamanya uang dapat memotivasi perilaku individu dalam organisasi.Dalam ranah Perilaku Organisasi. ketidaktergantungan. tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. kepercayaan diri.

Keberhasilan eksperimen Mayo seperti telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penghargaan finansial terbukti tidak selamanya seefektif penghargaan psikis. William Cohen.´ 3.5. Napoleon berseru: ³Sungguh menakjubkan apa yang akan dilakukan orang untuk barang sepele seperti itu. 3.1 Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri Menurut Maslow. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Setelah tahu bahwa para prajuritnya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan medali yang diberikannya. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. B. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri. Masalahnya. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. Pengakuan merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat. banyak manajer seringkali lupa atau berpikir banyak kali untuk memberikan pujian dan pengakuan tulus bagi prestasi karyawan. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual. berkembang. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. Bahkan Napoleon Bonaparte terkejut menyaksikan kekuatan pengakuan sebagai motivator. setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya.5. Pendelegasian otonomi dan tanggung jawab yang lebih luas kepada karyawan telah terbukti efektif untuk memotivasi kinerja dan performa yang lebih baik.sekali terpenuhi secara sempurna. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. mengatakan bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan pengakuan kepada prestasi kerja dalam organisasi. Sebagai bagian dari sebuah pendekatan yang lebih konstruktif. Skinner menambahkan bahwa untuk mendapat motivasi maksimum. Dalam konteks ini. dan sebaliknya tanpa pikir dua kali untuk melemparkan kritik atas pekerjaan buruk bawahannya. manajemen partisipatif dan program-program umpan balik positif (positive feedback programs) dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan. orang harus memuji secepat mungkin setelah tampak perilaku yang pantas mendapat pujian.5 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri 3. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai. memberi daripada menerima.2 Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang. Pakar kepemimpinan. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan. Dalam makalah ini. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri. Psikolog terkenal.F. .

Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. Sama seperti anak-anak. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara luar biasa. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. 9. atau panggilan yang mereka anggap penting. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. 3. Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. namun sekaligus menyukai orang lain. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). saat diliputi perasaan khidmat. 7.1. Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. tugas. termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. mereka juga dapat menikmatinya. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut ³pengalaman puncak´ (peak experience). kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase. Berkat persepsi yang tajam. Keterpusatan-pada-masalah. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain. lebih peka melihat hikmah dari pelbagai masalah. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. dan bukan karena ikut-ikutan. Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). Mereka sangat mandiri dan otonom. dan masalah-masalah politik dan filsafat. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang biasa. musik. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. Merindukan kesunyian. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. . Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri. dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. dan tekun introspeksi. Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. 6. 8. hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. 4. ketidakpicikan. 2. Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. Kadangkadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung. 5.

Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orang-orang yang neurotis. dan keterbukaan. Secara konsisten. kebohongan. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. dan hiruk-pikuk suasana pesta. 15. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang ³melawan arus´ pendapat khalayak ramai. makanan. Namun bagi mereka. atau permainan secara mendadak. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas.Maslow menyebut keunggulan ini sebagai ³Being cognition´ atau ³B-cognition´. 14. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. . iri dan lain-lain. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. tarian. 13. hampir setiap anak mampu membuat lagu. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. dan menyelesaikan sesuatu. Secara konsisten. kekejaman. Ketidaksempurnaan. 16. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. cemas. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahankelemahan alamiah orang lain. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Bagi orang-orang ini. 12. Kadar konflik dirinya rendah. bosan dengan obrolan basa-basi . omongkosong. sajak. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. Kreatif dalam mengucapkan. Mereka mempunyai ³hirarki nilai´ yang jelas. Menurut Maslow. Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. penipuan. Mereka tidak selalu tenang. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan. Resistensi terhadap inkulturisasi. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. bahasa. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan. Bagi mereka. 10. dan pakaian. lakon. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. bersalah. kosmik. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut ³kemerdekaan psikologis´. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. dan dengan tulus mengikutinya. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. 11. Selera humor yang baik. pengamatan yang pasif dan reseptif. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. melakukan. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. dan kemunafikan. Seperti seorang anak yang lugu. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar.

dan penampilan. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. saling memberikan manfaat. sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia. tidak ada teori dalam sejarah yang tak berguna. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaan-perbedaan. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap aktualisasi diri. orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan. dan berlangsung seumur hidup.17. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama. seperti jujur. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. 19. latar belakang ras. Dalam sejarah. tulus hati. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya.5. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib. ketulusan. Bagi orang-orang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini. Tetapi apa yang akan diuraikan berikut menyiratkan bahwa dewasa ini tidak ada satu pun teori motivasional tunggal yang dapat memecahkan segala pertanyaan tentang motivasi karyawan. Pertanyaan yang paling banyak diajukan sehubungan dengan tema motivasi adalah: ³Bagaimana . bahagia. Tidak mengherankan muncul sebuah istilah teknis: ³pembalikan kopernikan´ untuk menyatakan suatu terobosan gagasan yang menjungkirbalikkan suatu pandangan sebelumnya. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mengusulkan suatu teori motivasi yang baru. kebaikan. 3. Gagasan ³selemah´ apa pun tetap dapat menjadi titik tolak atau pancingan untuk melahirkan ide yang lebih baik dan lengkap. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. bersikap wajar. badan montok. tubuh tegap. mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu. baik hati dan berani. 18. agama. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. pandangan muskil geosentris yang melihat bumi sebagai pusat tata surya telah memancing teori yang benar: heliosentris dari Copernicus. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. 3. Mereka itu amat spontan. Bahkan menurut Maslow. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan. Makin matang kepribadiannya. Oleh karena itu perpaduan berbagai teori motivasional dalam bagian ini akan memperlihatkan bagaimana teori-teori tersebut saling melengkapi (komplementer) dan kapan sebaiknya diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi. dan sebagainya. Dalam pribadi yang sehat. dan kejujuran.4 Teori-teori Motivasi Komplementer Dari sudut pandang filosofis. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan.5.3 Aplikasi Manajemen Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini. orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh. Bila pada level kebutuhan sebelumnya.

Herzberg menyarankan untuk menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan kerja itu sendiri atau hasil langsung yang diakibatkannya. sebaiknya diberi wewenang atas orang lain yang disesuaikan dengan derajat keterampilan yang mereka miliki. dan pencapaian prestasi (keinginan untuk memenuhi kegiatan yang bernilai). yakni: afiliasi (sama dengan kebutuhan sosial Maslow). perlakuan. yakni: 1. Kebutuhan kedua yang sungguh merupakan motivasi adalah pemuasan yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri. McClelland telah melakukan banyak riset dan mengusulkan tiga jawaban. Dari riset itu. ketiadaan ketidakpuasan belum tentu berarti ada kepuasan. . 2. pertumbuhan personal. Kebutuhan ini diandaikan harus dipelihara untuk mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja. Kembangkanlah program kompensasi lebih berdasarkan kelompok daripada produktivitas individual. Berikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sasaran denga cara mereka sendiri dan pastikan bahwa mereka mendapatkan cukup pengetahuan tentang kemajuan mereka melalui sistem umpan balik yang baik. Bagi individu dengan motif kekuasaan yang tinggi. Bagi Herzberg. ada empat hal yang harus digali.saya dapat memotivasi karyawan saya?´ Untuk menjawab masalah ini. status. praktisi teori Maslow akan mengatakan tingkat kebutuhan terendah yang belum terpenuhi yang akan merangsang perilaku karyawan dalam organisasi. Bagi individu yang memiliki motif afiliasi tinggi. Untuk soal kedua. yakni: 1. Pemuasan kategori pertama hanya berguna untuk mencegah ketidakpuasan kerja dan tidak dapat dipakai untuk menciptakan kepuasan kerja. hendaknya ditentukan bersama dengan mereka sasaran dengan tingkat kesulitan yang sedang saja. Apa yang secara intrinsik (batiniah) merangsang perilaku individu? Imbalan (reward) apa yang dapat memuaskan kebutuhan individu? Bagaimana menyesuaikan kebutuhan individu dengan imbalan (reward)? Bagaimana caranya agar individu betah dalam organisasi? Untuk soal pertama. 3. Herzberg mengumpulkan data mengenai sikap kerja karyawan di ratusan perusahaan. Bagi individu dengan motif pencapaian prestasi yang tinggi. Ia mengusulkan bahwa lebih dari satu kebutuhan dapat menjadi dominan pada saat yang sama. Faktor pemuas kebutuhan ini antara lain uang. ia menarik kesimpulan bahwa individu mempunyai dua kategori kebutuhan yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja berbeda dan terpisah dari faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja. Kebutuhan ini bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. dan prestasi. Jika ingin memotivasi orang pada pekerjaannya. 4. tanggung jawab. 2. misalnya: peluang promosi. McClelland tidak mengatakan bahwa ketiga motif itu berada dalam hirarki yang sama dalam diri setiap orang. kekuasaan (keinginan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain). sebaiknya diberi kesempatan untuk bertugas dalam kelompok yang dipilih sendiri. dan keamanan. 3. pengakuan. Kategori pertama disebut kebutuhan hygiene. Pakar motivasi lain bernama Frederick Herzberg muncul untuk meneruskan karya Maslow. David McClelland mengusulkan tiga motif kebutuhan.

4. yakni: 1. Di sini manajer tentu dapat berperan lebih untuk merumuskan tindakan-tindakan strategik. Teori ini menekankan bahwa setiap saat yang diinginkan. 2. Menetapkan sasaran bersama-sama. Merencanakan tindakan. Pemerkayaan pekerjaan ini mencakup sekaligus tambahan pekerjaan dan tanggung jawab yang bukan hanya diserahkan begitu saja. Jika tidak tercapai. Di sini manajer meminta setiap karyawan untuk menentukan sasaran yang ingin ia capai dalam jangka tertentu.Untuk soal ketiga. Sedangkan dalam teori Penguatan. karyawan sebaiknya tahu bagaimana kemajuan mereka menuju sasaran. yang melihat penguatanlah yang mengkondisikan perilaku. Teori Penguatan menggarisbawahi bahwa sasaran haruslah dapat diukur. Kemudian kedua versi sasaran dipertemukan untuk disusun daftar gabungan. bukan pada atasan. Manajer sendiri secara terpisah juga mengidentifikasi sasaran yang harus dicapai karyawannya. yang ia sendiri ingin dan dapat mengerjakannya. Ini sama dengan langkah pertama MBO. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan. penting untuk dicari sebab-sebab masalahnya. Herzberg masih menawarkan konsep yang disebut pemerkayaan pekerjaan. Metode lain yang sangat populer dalam menjawab soal ketiga ini adalah yang disebut Manajemen Berdasarkan Tujuan (Management by Objectives/MBO). kita menuju teori yang disebut teori Penguatan (reinforcement theory) yang telah berkembang menjadi strategi bernama Modifikasi Perilaku. yakni: 1. Pengkajian. Jika orang merasa dihargai. Caranya adalah menanyakan kepada karyawan yang telah diperkaya pekerjaannya tentang fungsi manajemen apa yang kini dikerjakan oleh atasannya. Langkah ini meliputi pelaksanaan dari tindakan yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran yang telah disetujui bersama. MBO merupakan pendekatan kognitif yang menekankan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya. Manajer dan karyawan berembug untuk merumuskan tindakan apa yang akan dipakai untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. adakan pertemuan dengan karyawan untuk membandingkan sasaran yang direncanakan dengan hasil nyata yang tercapai. Kemudian delegasikan fungsi itu kepadanya. kita mempunyai pendekatan perilaku (behavioristik). tindakan untuk mengoreksi diri dapat diambil secepat mungkin. 2. Menetapkan sasaran. karyawan patut diberi penghargaan yang memadai. 3. Namun cara penyampaian harus sedemikian rupa sehingga hasil rembukan tetap tampak sebagai hasil kerja sama. Teori ini berseberangan dengan MBO. . Penerapan. Metode MBO mengandung filosofi manajemen yang berasumsi bahwa ada daya tarik nyata dalam individu jika mereka menentukan sendiri sasaran kerjanya. Memberi umpan balik. Kekuatan utama terletak dalam sasaran yang disusunya. maka mereka akan mengumpulkan banyak energi untuk melaksanakan pekerjaaannya. Bila sasaran tercapai. Teori ini menawarkan tiga langkah. Metode ini menawarkan empat langkah yang harus ditempuh. Untuk menjawab soal terakhir. Langkah ini harus diambil secara efektif oleh manajer.

Sama halnya kita tidak akan meresahkan kebutuhan bernapas. maka pola kepemimpinan yang sangat memaksa dan mengendalikan yang kemungkinan diterapkan oleh manajer. karena orang ingin melakukannya. Sudah sering terdengar keluhan karyawan bahwa manajer mereka seakan tidak tidak tahu semua hal baik yang telah dikerjakan mereka. Mengelola motivasi berarti mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilaksanakan. ia tidak lagi terdorong oleh motivasi tingkat di bawahnya. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita telah mampu memuaskan sebagian besar kebutuhan dasariah mereka kendati . Hendaknya hirarki kebutuhan Maslow tidak dilihat secara kaku dan mutlak. Jika manajer mengharapkan karyawan untuk tidak suka bekerja untuknya dan dengan demikian menghindari semua tanggung jawab. kecuali kita mempunyai masalah dalam organ pernapasan kita. Memberikan imbalan tepat waktu. Kebutuhan seorang buruh produksi harian dengan karyawan staff manajerial tentu berbeda. Teori Y. jika manajer mengharapkan karyawan mereka untuk mencari tanggung jawab dan mampu mengarahkan-diri ke sasaran yang mengandung imbalan. di mana pekerja akan termotivasi melakukan pekerjaan seminim mungkin. Hal ini memberikan pengertian agar seorang manajer atau pemimpin atau motivator dalam organisasi hendaknya mengenal apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. Inilah dugaan yang terkandung dalam Teori X dan Teori Y dari McGregor. dan sangat mendasari gagasan perkayaan pekerjaan dan MBO. maka hal itu tidak lagi akan memberikan motivasi. Imbalan yang dalam praktek terbukti paling penting tetapi juga paling tidak dimanfaatkan oleh manajer. Perangkat pengharapan terakhir. adalah pengakuan. Teori ini mewariskan pesan bagi kita bahwa begitu orang melewati tingkat kebutuhan tertentu. Orang butuh motivasi. mereka langsung mendapat kritik atau celaan. seorang motivator benar-benar telah mengelola motivasi. tampak benang merah antara teori yang satu dengan yang lain. Tidak bisa dipastikan dengan kaku bahwa kebutuhan rasa aman hanya akan muncul setelah kebutuhan akan makanan terpuaskan sepenuhnya. Sebaliknya. Batas-batas antara tingkatan yang satu dengan yang lain tidak terlampau jelas dan lebih menunjukkan saling tumpang tindih. KESIMPULAN: PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW Dari sekian banyak teori motivasional yang ada. akan menciptakan ramalan pemenuhan-diri. seorang motivator harus memberikan treatment yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. dan keamanan kerja tidak selamanya dapat memotivasi kinerja. celaan mungkin dapat menjadi motivator sementara.3. Tetapi begitu ada kesalahan. Dengan menelaah apa yang menjadi kebutuhan karyawan dan memberikan pemuasan yang tepat sasaran. Semua teori motivasional ini saling melengkapi dan dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan. dan kondisi organisasi yang bersangkutan. kapan dan bagaimana itu dilakukan. Tetapi biasanya celaan cenderung memiliki sejumlah konsekuensi disfungsional bagi organisasi dalam jangka panjang. Untuk memberikan motivasi yang dapat meningkatkan performa kepada keduanya. Dari uraian di atas. pada mulanya dikembangkan dari teori Hirarki Kebutuhan Maslow. Bilamana seorang karyawan mempunyai gaji dan keamanan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa amannya. keuntungan yang baik. Hirarki Kebutuhan Maslow penting bagi kita karena membantu menjelaskan mengapa gaji tinggi. mungkin teori Hirarki Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. Dalam jangka pendek. itu pun dapat menciptakan ramalan pemenuhan-diri. bukan celaan. situasi. 4.

Sumbangan Maslow tidak sedikit untuk perkembangan psikologi organisasi. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah. evaluasi atau riset yang menghasilkan kesimpulan yang tidak mendukung teori bisa saja berangkat dari pemahaman yang tidak komprehensif atas teori dan jalan pikiran Maslow. Maslow berkali-kali mengingatkan agar jangan sesekali memutlakkan kelima tingkat kebutuhan atau membedakannya secara tajam dan kaku. Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. Semua teori ilmu pengetahuan tentang manusia mesti berhadapan dengan kenyataan itu. Dalam kenyataannya. Yang mau ditekankan adalah bahwa begitu suatu tingkat kebutuhan terpuaskan. Sejumlah ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang berbeda. sedangkan yang lainnya menolak. Kiranya Maslow sepenuhnya menyadari sejak awal bahwa berbicara tentang struktur kepribadian manusia yang dinamis tidak segampang membalikkan telapak tangan. dan menerapkan teori yang hingga kini masih menggema ini. namun masih harus dibuktikan secara empiris. Dari kenyataan ini. Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow. Bila ditinjau lebih khusus. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. orang melihat bahwa teori Maslow semestinya didukung lagi dengan bukti-bukti empiris yang lebih banyak. Wahba dan Bridwell (1976) menyimpulkan suatu paradoks untuk teori Maslow: bahwa teori ini diterima luas. tesis Maslow juga mengundang sejumlah antitesis. menerima. Sebagaimana lumrahnya perkembangan suatu teori. maka kebutuhan tersebut tidak lagi akan memiliki pengaruh yang berarti pada motivasi. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. Manusia memang makhluk yang dinamis dan multidimensional. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori. kendati tampak sah bagi banyak orang. tapi tidak banyak didukung oleh bukti riset. sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi. kita harus memahami sejumlah kualifikasi lanjutan agar konsep kita menjadi lebih komprehensif. Pertama. beberapa penelitian mendukung. Tidak jarang terjadi. Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. sedangkan ada pula orang .belum dalam arti sepenuh-penuhnya. Dalam buku Motivation and Personality. teori yang baik gagal dibuktikan karena metode dan aplikasi riset yang buruk. dalam banyak kasus penelitian. mengingat teori Maslow merupakan suatu teori umum tentang kebutuhan manusia. Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama. Itulah dinamika dan dialektika ilmu pengetahuan. maka ketika diterapkan kepada manusia tertentu (dengan budaya tertentu) tentu terdapat kekecualian-kekecualian dalam pengurutan umum hirarki yang ada. Untuk memahami. atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik. Ada orang tertentu yang tidak pernah berkembang melampaui tingkatan pertama atau kedua.

Umumnya dapat kita lihat bahwa individu-individu dapat mengembangkan tujuan-tujuan substitut ketika pencapaian langsung terhadap suatu kebutuhan terhalangi.. perlu disadari bahwa banyak di antara tujuan yang diupayakan oleh manusia merupakan tujuan-tujuan jauh dan berjangka panjang yang hanya dapat dicapai melalui suatu seri langkah dan sarana. Kedua. Khususnya dapat dikatakan bahwa suatu kebutuhan yang terpenuhi mungkin akan kehilangan potensi atau daya motivasionalnya. Kata pemeo.. Sekalipun Maslow dalam tesisnya menyatakan bahwa apabila seseorang tidak dapat memenuhi dua macam kebutuhannya. Keempat. rantai kausatif tidak selalu berlangsung dari stimulus-kebutuhan-perilaku. suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal. para manajer dianjurkan untuk memotivasi para karyawan mereka dengan jalan merancang program-program atau praktek-praktek yang ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang muncul atau kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi.´ Sekalipun tidak banyak riset yang secara jelas mendukung teori ini. sebagai implikasi atas teori ini. dua kebutuhan yang sama tidak selalu akan menyebabkan timbulnya reaksi yang sama pada setiap individu. Bila dalam jangka pendek seseorang tidak menampakkan minat pada tujuan tertentu belum tentu bahwa ia tidak membutuhkannya.. Di lain sisi. Barangkali misteri manusia in jugalah yang membatasi semua teori tentang manusia. MANAJEMEN SUATU PENGANTAR . Menyadari hal ini. Oleh karena itu. Ketiga.aspek mana sajakah dari teori tersebut bersifat valid. Setiap tindakan cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan. kita tetap dapat menarik pelajaran berharga bagi para manajer. Nyatanya. Ada kemungkinan bahwa dinamika yang terimplikasi pada teori Maslow tentang kebutuhan bersifat terlalu kompleks untuk diterapkan dan dikonfirmasi oleh riset ilmiah.lain yang demikian terpukau oleh kebutuhan tingkat tinggi sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah tidak menarik bagi mereka. dalamnya hati manusia sungguh tak dinyana. dan aspek mana yang tidak valid. maka ia lebih menginginkan pemenuhan kebutuhan yang lebih mendasar. maka kita tidak pernah mungkin mendeterminasi berapa valid teori tersebut atau secara tepat. dalamnya lautan bisa diduga. norma. standar sosial. Jika demikian halnya. mungkin tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan keinginannya karena ideal. dan tugas-tugas dapat mempengaruhi dirinya. Seorang ilmuwan bernama Craig Pinder memberikan jalan tengah atas dua kubu pendapat yang pro-kontra sebagai berikut: ³Teori Maslow tetap sangat populer di kalangan para manajer dan mereka yang mempelajari perilaku organisasi kendati tidak banyak studi yang secara resmi dapat mengkonfirmasi atau menolaknya. lagi-lagi ditegaskan betapa besar misteri yang meliputi kepribadian manusia.

c.b. TUJUAN Memberikan pemahaman tentang berbagai konsep dan teori manajemen. Penyusunan Pegawai 7. Pengertian 6. BUKU YANG DIANJURKAN ‡ M. Pengorganisasian 6. Teori Aliran Kuantitatif 3. Sumber Pegawai 7. MANAJEMEN.a. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki . Manullang.b. Tujuan dan Forecasting 3. Tujuan dan Manfaat 7. Perencanaan Pengadaan 7. Asas atau Prinsip Organisasi 6. Yogyakarta. Proses Pengambilan Keputusan 5.a. 1986. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen 4.b.b. Teknik Pengambilan Keputusan 4. DASAR-DASAR MANAJEMEN.a. Erlangga.a.a.b. Edisi ketiga. Fungsi dan Tugas 8. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik 2. MATERI 1.d. Pengertian dan Fungsi Forecasting 4. Pengertian 6.c.c. Unsur-unsur Organisasi 6. Edisi kedua. Hani Handoko. Teori Behavioral Science 2. Teori Hubungan Antar Manusia 2. Fase Pengambilan Keputusan 4.d.b. Sehingga dengan demikian pembaca diharapkan memahami berbagi konsep yang ada dalam manajemen dan bagaimana implementasinya. Pengertian Manajemen 2. Kepemimpinan (Leadership) 8. memahami lingkungan manajemen dan menerapkan dalam upaya pengambilan keputusan yang strategik. Pengertian dan Unsur-unsurnya 8.c. ‡ T. Penempatan 8. 1983. BPFE.c.d. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen 2. Jakarta.e. Fungsi ± Fungsi Manajemen 5.a.DESKRIPSI Modul ini akan menjelaskan secara ringkas dan memberikan gambaran umum tentang manajemen beserta asasnya. Penetapan Tujuan 3. Pengertian Pengambilan Keputusan 4.c. Penarikan dan Seleksi 7. Teori Organisasi Klasik 2.d.a. Pengertian Tujuan 3.

c.e. pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Appley : Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. dosen tetap Fakultas Ekonomi Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan 9.f. 3. Muslich. pengorganisasian. karangan Drs. Teori Motivasi. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. 5. 4. Menurut R.F. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian 10. yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen . Langkah ± Langkah Pengendalian Modul ini ditulis mengacu pada buku MANAJEMEN . Pengertian dan Konsep 10. Jenis Pengendalian 10. Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut : 1.a. aspek Pelaksanaan 10. penggerakandan pengendalian/pengawasan. Menurut James A. penyusunan. Aspek Perencanaan 10.d. pengorganisasian. Gaya Kepemimpinan 8. pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.b. Menurut Drs. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan. Teori ± Teori Motivasi 10. SUATU DASAR DAN PENGANTAR.b. Oey Liang Lee : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian. mengurus atau mengelola. 2. Prestasi dan Kepuasan Kerja 9.e. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut. Menurut Horold Koontz dan Cyril O¶donnel : Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.8. seperti perencanaan.d. Stoner : Manajemen adalah proses perencanaan. penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Menurut Lawrence A.a. yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Pengertian Motivasi 9. Pengendalian atau Pengawasan 10. Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata ³to manage´ yang berarti mengatur.

dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. Metode ini disebut sistem upah differensial. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Frederick W. Mengenal metode seleksi yang tepat. Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. A. Balas jasa insentif . Balas jasa yang adil 6. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Hennry L. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Tujuan jelas 2. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.5. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan.2. Kondisi standar 10. A. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Urutan instruksi 8.4. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Kegiatan logis 3. Laporan terpecaya 7.6. 3. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Menurut Lillian.A. Instruksi standar 12. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Standar kegiatan 9.3.1. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Sistem bonus dan instruksi. A. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. Disiplin kerja 5. A. yaitu : 1. Frank B dan Lillian M. Menurut Frank. Pentingnya peran manajer 2. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). A. A. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Operasi standar 11. 2. Staf memadai 4. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan.

1. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. Prinsip skala c.2. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. kegiatan perencanaan ± Organizing . kegiatan pembelanjaan. Technical . Managerial . kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. Security . yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Prinsip fungsional d. James D. 5. kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. . Accountancy . kegiatan pengarahann ± Controlling . kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . 2. 3. 4. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : ± Planning . Teori Organisasi Klasik B. Prinsip staf C. kegiatan akuntansi 6. kegiatan menjaga keamanan. Commercial . Financial . Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan B. Koordinasi b.B. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . Mooney : Menurut James.

Sehingga tujuan akan memberikan arah kemana kegiatan harus dilakukan. Pengertian Tujuan Istilah lainnya adalah sasaran. D. Teori Behavioral Science : D. Menyusun model aritmatik 3. Tujuan dan Forecasting A. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4.4. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang.D. D.3. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.8. D. E. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. D. goal.2. Tujuan merupakan hasil akhir dari apa yang diinginkan untuk dicapai. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. D.1. Merumuskan masalah 2.5. Istilah tersebut biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem manajemen.7. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengkaji model dan hasil model 5. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. . Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. mission atau target. D.6. D.

1. menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli. Secara umum. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama.B. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Fase Pengambilan Keputusan 1. C. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama. Aktivitas intelegensia Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. P. petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen. penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan. Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan. Horold dan Cyril O¶Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen A.4. B. R. Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran. B. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory. Pengertian dan Fungsi Forecasting Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada. penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan. G. tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf. Penetapan Tujuan Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. Sebelum pilihan dijatuhkan. Goerge. C. diantaranya adalah : A. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya.3. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan.2. Hasil dari forecasting ini menjadi dasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencana. 2. suatu sumber yang dapat dipercaya. Claude S. sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi. pengumpulan fakta dan data. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. Pada kondisi yang berbeda. Aktifitas desain . C.

Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucher : a. Menetapkan sejumlah alternatif 4. Aktifitas pemilihan Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a. Mengambil keputusan yang tepat e. Mengembangkan alternatif d. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal. Menyusun alternatif c. 2. Teknik Pengambilan Keputusan 1. D. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Menetapkan masalah b. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan . Mengambil keputusan yang terbaik C. Menganalisa problem tersebut 3. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. 4. Pengertian Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Dari tiga aktifutas tersebut diatas. Menganalisis alternatif d. Terry : 1. Linier Programming Riset dengan rumus matematis. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. Manganalisa masalah c. 3.Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Mengevaluasi alternatif 5. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif Fungsi ± Fungsi Manajemen A. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan. Gaming War Game Teori penentuan strategi. Mengidentifikasi masalah utama b. R. Aktifitas desain meliputi : ± menemukan cara-cara/metode ± mengembangkan metode ± menganalisa tindakan yang dilakukan 3.

Pengarahan/Directing : Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pengertian Menurut James D. 4. Pengorganisasian A.rencana tersebut. Pengorganisasian/Organizing : Kegiatan yang meliputi penetapan struktur. 3. . pelatihan. organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. meruntutkan kegiatan e. pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan 6. Pengkoordinasian/Coordinating : Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja. Secara tegas organisasi ditandai oleh : 1. bimbingan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan. Sinkronisasi kegiatan b. Sedangkan menurut Chester I. fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi. Secara menyeluruh. motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama. organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. tugas dan kewajiban. Mooney. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. 3. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut : a. menyelaraskan kegiatan d. Pengawasan/Controling : Fungsi yang memberikan penilaian. 2. 2. 5. kewajiban dan tanggungjawan tertentu. Perencanaan/Planning : Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. pemanfaatan. koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. b. Secara terusmenerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. keterpduan kegiatan c. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat. Membagi beban kerja. Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk diperhatikan. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. Penyusunan Staf/Staffing : Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak. yaitu : a. Barnard.

Menentukan mekanisme pekerjaan. Pendelegasian Wewenang Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. 2. Mensinkronisasi pekerjaan d. Pembagian Kerja Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja. Efisinesi Pengawasan Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien. ditetapkan. Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab. disusun. pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 2. tugas dan tanggung jawab. D. Semnetara itu. 3. Perumusan dan Penentuan Tujuan Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai. B. Unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. 4. 5. Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih. 3. 6. Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya. mempunyai tujuan tertentu. Pengawasan Umum Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan.c. Penyusunan Pegawai . C. manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur. 4. koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas Adanya pengaturan dan pembagian wewenang. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas. Asas atau Prinsip Organisasi 1. Koordinasi Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama. Unsur ± Unsur Organisasi Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas. Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Tujuan dan Manfaat Organisasi Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur. wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Wawancara 6. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penempatan calon pegawai tersebut sesuai dengan posisinya. a. dan positif diterima. On the job training Yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. 2. Hasil dari analisa jabatan ini adalah : a. wewenang. Deskripsi jabatan : yaitu pernyataan yang meliputi tugas. Penempatan Setelah calon pegawai dinyatakan lolos dari beberapa tes seleksi. Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan cara : a. Penerimaan lamaran 3. Perencanaan pengadaan pegawai yang intinya untuk meneliti dan memperoleh pegawai. . misalnya. lembaga pendidikan. D. b. Penarikan dan Seleksi Umumnya penarikan dan seleksi pegawai baru dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Pemeriksaan CV 7. Spesifikasi jabatan : yaitu pernyataan yang menunjukkan kualitas dan persyaratan minimal bagi pegawai yang diterima. Tahap analisa tenaga kerja (work force analysis) 2.A. atau dari teman-teman dekat pegawai yang mempunyai keahlian. Sumber Pegawai Pegawai dapat diperoleh dari dalam atau pun dari luar perusahaan itu sendiri. Sedang yang berasal dari dalam perusahaan. Pengenalan dan Orientasi Tujuannya untuk mengenalkan pegawai baru tersebut dengan lingkungan kerjanya. Sifat dan kecakapan pemangku jabatan Umumnya analisa jabatan disebut sebagai suatu upaya membuat uraian pekerjaan hingga dapat diperoleh keterangan untuk menilai jabatan. B. tanggung jawab dan hubungan lini ke atas atau ke bawah. Melakukan analisa jabatan. Pengisian formulir lamaran 4. Dalam penempatan ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. promosi pegawai. Sifat dan keadaan pekerjaan b. serikat buruh. Latihan dan Pengembangan Dilakukan agar pegawai baru atau pun yang telah ada tetap bisa produktif dan aktif serta selalu bisa menyesuaikan keahliannya dengan perkembangan teknologi atau kondisi lingkungan kerja. Untuk dari luar dapat diperoleh melalui kantor penempatan kerja. Pemasukan lamaran 2. Tahap analisa beban kerja (work load analysis) b. Pemeriksaan kesehatan 8. diantaranya : 1. Perencanaan Pegawai 1. iklan. b. Off the jog training Pelatihan yang dilakukan diluar perusahaan dengan bantuan pihak lain. Penempatan. Tes 5. C. untuk menentukan : a.

Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. 3. adanya komunikasi.Maksud dan Tujuan Latihan : ± Meningkatkan efektifitas kerja ± Efisiensi kerja ± Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai ± Meningkatkan disiplin ± Mengurangi kesalahan ± Mempercepat perkembangan pegawai ± Mengurangi turn over Kepemimpinan (Leadership) A. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. Pengertian dan Unsur ± Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. Mengambil keputusan 2. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. adanya peserta yang digerakkan. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. B. Untuk mencapai tujuan manajer. Menurut George Terry. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. Mengembangkan informasi 3. 2. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7. Dari dua pengertian tersebut diatas. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu. Menurut Cyriel O¶Donnell. 4. Untuk memperoleh manfaat bersama. Yang berkaitan dengan kerja : ± Mengambil inisiatif ± Mengatur langkah dan arah ± Memberikan informasi .

kekompakan tinggi ± Gaya kerja rendah. bersahabat. mandor dan pelaksana teknis. Tingkat kecerdasan yang tinggi . Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. Cakap berkomunikasi 6. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. Penguasaan teknis relatif penting. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. direktur utama. juga melakukan pekerjaan tersebut. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. Misalnya. misalnya. Cakap untuk mengajar. bersikap menerima ± Mengungkapkan perasaan ± Bersikap mendamaikan ± Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat ± Memperlancar pelaksanaan tugas ± Memberikan aturan main C. Mental dan fisik yang energik 2. ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : a. misalnya. Emosi yang stabil 3. Ahli dalam bidang sosial 8. kerja rendah ± Gaya kerja tinggi. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. misalnya. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O¶Donnel. kekompakan rendah ± Gaya kerja tinggi. manajer keuangan. staf produksi. 3. mendidik dan mengembangkan bawahan 7. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : ± Gaya kekompakan tinggi. Terry. yang berkaitan dengan kekompakan anggota : ± Mendorong. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota.± Memberikan dukungan ± Memberi pemikiran ± Mengambil suatu kesimpulan b. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah.Pengetahuan human relation yang baik 4. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1. 2. Motivasi personal yang baik 5. supervisor. D. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2. kekompakan rendah E. pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1.

b. Keinginan akan adanya pengakuan Sehingga secara singkat. Khususnya untuk pekerja hanya dapat dimotivasi dengan imbalan uang. Model Tradisional sering disebut model klasik. dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor. merupakan fungsi yang penting. 2. motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam suatu usahanya. Motivasi ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya : 1. Prestasi dan Kepuasan Kerja A. harapan. . mengaktifkan. menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. 2. Teori ± Teori Motivasi Ada tiga motivasi utama yang sering diajukan. Pengendalian atau Pengawasan A. Penghayatan terhadap kerja sama Teori Motivasi. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. Model ini dicetuskan oleh Elton Mayo sebagai akibat kejenuhan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama secara berulang. Model ini menyatakan bahwa motivasi pada seseorang hanya dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis saja. 3. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan. Pengertian dan Konsep Sebagai terjemahan dari controlling dalam manajemen. Alasan melakukan pengawasan adalah : 1. B. Motivasi yang kuat f. Model Sumberdaya Manusia Dengan penekanan pada motivasi tidak hanya oleh masalah pemenuhan kebutuhan biologis saja akan tetapi juga kebutuhan mendapatkan kepuasan. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat. Keinginan akan kekuasaan 4. Pengertian Motivasi Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong. 3. yaitu : 1. keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Keinginan untuk hidup 2. Elton Mayo menekankan pada pentingnya pengakuan atau penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja. Model Human Relation Diartikan sebagai model hubungan manusiawi dengan penekanan pada kontak sosial merupakan kebutuhan bagi manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan. Cakap berbicara d. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan c. Matang dalam emosi dan pikiran e.

penyelidikan dan evaluasi keseluruhan kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Jenis Pengendalian Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek.4. Mengukur penyimpangan 5. akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Jadi pengawasan dapat diartikan sebagai usaha melakukan pengamatan. B. ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen . pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Aspek waktu 2. maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pembandingan kegiatan dengan standar 4. pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen ² Pengendalian eksteren . pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan. Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur. Atas dasar aspek obyek : ² Pengendalian Administratif . Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan E. C. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. pengawasan adalah suatu kehidupan interaktif antara hasil pekerjaan dengan perencanaan yang telah disusun. dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. Mekanisme pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. dilakukan dibidang opersional c. Menyusun umpan balik (feedback) 3. Atas dasae aspek subyek : ² Pengendalian Interen . Secara konseptual. Jika ada perbedaan. Penetapan standar kegiatan 2. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan. aspek obyek 3. Aspek Pelaksanaan Dijadikan sebagai obyek yang dinilai. D. pengendalian dapat dibedakan menjadi : a. pemantauan. yaitu : 1. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Aspek Perencanaan Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur. Aspek subyek Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Atas dasar aspek waktu : ² Pengendalian preventif . b. ² Pengendalian Represif . yang dilakukan dibidang administrasi ² Pengendalian Operatif .

sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Tetapi masalah riba. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi oleh rahmat hidayat Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Mengukur kegiatan 3. modal patungan dalam usaha. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. 4. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. 2. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. Xenophon seorang prajurit. yang . pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan 4. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara. proteksionisme serta politik kolonial. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. 3. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. 5. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja 2. melalui tukar-menukar. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. spesialisasi dan pembagian kerja. etika atau aturan-aturan moral. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. yaitu nilai guna dan nilai tukar. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama.F. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. 2. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. Thomas Aquinas (1225-1274). Langkah ± Langkah Pengendalian Secara umum. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. kaidahkaidah hukum. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith.

dalam negeri. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik 1. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. dan teori fruktifikasi. 3. dan kecepatan uang beredar. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. dengan perkataan lain secara normatif. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. dan bertolak dari suatu metode alamiah. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian . hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. 3. 3. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. 2. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. 5. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. 2. 4. 4. tetapi menganjurkan persaingan.selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri.

Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Say. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. dengan asumsi berlaku dana upah. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Tingkat sewa tanah akan meningkat. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. 3. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith.pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. dan David Ricardo 1. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. 2. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. perhatiannya bidang logika dan etika. sehingga tercipta dua macam harga. tenaga kerja. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. pemerintah bertugas melindungi rakyat. 4. sepuluh tahun sebelum Adam Smith . 4. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Malthus. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik JB. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. keterampilan dan modal. sedangkan tingkat upah menurun. Dengan demikian. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. 2.

Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. dan the law of deminishing return. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. teori perdagangan internasional dan. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran dari Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. 3. kecuali telah diolah manusia. 3. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. teori sewa tanah. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. Dan pendekatannya teoretis deduktif. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung.menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. pembagian kerja. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. teori kependudukan. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Sismonde. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. 2. teori bunga dan laba. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. Carey. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. List dan Bastiat. teori tentang nilai dan harga. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif . 4. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. Inggris. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin.

sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. Gerard Winstanley. 6. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. Thomas Campanella. 2. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). 5. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. ketiga teori tentang . Saint Simon (1760-1825). Ekonomi Mazhab Sosialis Utopia 1. Malthus dan Ricardo. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. James Harrington. Francis Bacon. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. 3. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. 2. politik dan ilmu sosial. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). hipotesis kependudukan Malthus. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Oliver Cromwell. hukum lahan yang semakin berkurang. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. yang menjadikan mental breakdown. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. dipelajari oleh Mill. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan.dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris.. teori dana upah mendapat tantangan. 3. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. dengan pemikiran yang eklektiknya. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. Friedrich Engels.

Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). dan lahan terbatas. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. konsumsi. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. sedangkan Hukum Gossen II. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Timbullah perusahaan-perusahaan raksasa. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. 3. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. konsumsi dan distribusi. 5. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Dari Analisis Marjinal 1. dan distribusi . Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. jumlah modal. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. tenaga kerja. 4. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. sedangkan jumlahnya makin sedikit. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. 2. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. Selain Gossen. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga.tingkat laba yang cenderung menurun. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Priduktivitas Marjinal 1.

Menurutnya. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. ditafsirkan oleh J. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. bekerjanya kedua kekuatan.B. Tetapi. jangka pendek. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. dia tidak mau cepat-cepat menerbitkan bukunya. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. 2. dan pada saat kurva ongkos naik.yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. oleh Wicksell. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. 2.B. sebelum buku Jevons terbit. 3. Tetapi. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Robert Giffen telah dapat . meningkat atau menurun. Clark. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. 4. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Pemikiran Marshall Sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. Dengan demikian. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. Tetapi masalahnya. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. dan jangka panjang. Dia memahami.B Clark mempunyai nilai etik. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. Selanjutnya. yakni permintaan dan penawaran. karena itu timbullah bunga. Tetapi. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. bahwa untuk memudahkan pembaca. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. ibarat bekerjanya dua mata gunting. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Dalam pembahasan sisi permintaan. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. lebih besar dan lebih kecil dari satu. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik.

John R. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. yakni resesi. Dalam transaksi tersebut. depresi. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Jika variabel kuantitas independen. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. terjadi kestabilan. 2. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. hukum dan kejiwaan. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. sosial dan politik dalam pembahasannya.membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barangbarang. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusankeputusan pengusaha. sejarah. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. 3. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. pandangan Veblen mendapat kritik. tetapi jika berubah harga menjadi independen. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Pendekatan sejarah. 5. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan . yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. dan mencoba memasukkan segi-segi kejiwaan. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. transaksi kepemimpinan. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. Tindakan Kolektif dan Surplus Yang Tidak Produktif 1. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di UniversitasWisconsin. Tetapi. adat. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. maka kesejahteraannya tidak menurun. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. statik. dan transaksi distribusi. sehingga ditemukan Giffen Paradox. maka keadaan menjadi tidak stabil. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri.A. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. hukum. Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. distribusi pendapatan yang senjang. tetapi bukan hubungan pertukaran. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. 4. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Marshall menemukan surplus konsumen. Pandangan pemikiran J. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri.

3. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. 4. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks.pemikirannya. persaingan sempurna ditolaknya. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. seperti teori konsumsi. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. dan boom. kesehatan. recovery. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. andaianandaian. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. andaian-andaian laba maksimal. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. bukan persaingan harga. meningkatnya konsumsi. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. perilaku bisnis. oleh karena teori itu terlalu sempit. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. Mazhab Institusionalisme 1. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). kependudukan. dan perilaku variabel-variabel ekonomi. Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. Alat analisisnya . Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. di mana terjadi resesi. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Dengan demikian. pendidikan. 2. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. yakni ekonomi. dan semua sektor. tetapi sebagai seorang sociologist. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. yang banyak terjadi adalah monopoli. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. 2.produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. depresi. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. Intonasi. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. Namun demikian. tetapi ekonomi tetap tumbuh.

kepemimpinan. ekonomi. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. 1. Adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto.seperti yang dilakukan oleh Mitchell. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan.co. administrasi dan sebagainya. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. pengurusan. 1987: 4). Millett membatasi manajemen. Artikel. yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jsa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atas . Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. pemerintah. 3.html#ixzz1Ie9ThjYR Makalah. yaitu suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lain saling berurutan. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun demikian. KONSEP DASAR MANAJEMEN A. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. Jadi. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. b) Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work). dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. John D. pemimpin. Skripsi.contohmakalah. Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses. pendapat para ahli mengenai batasan manajemen yang amat berbeda. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. pembinaan. misalnya pengelolaan. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Sebagai bahan perbandingan. yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasa kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan. ketatalaksanaan. dan lembaga-lembaga konsumen. Tidak ada lagi persaingan sempurna. ketatapengurusan. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. BATASAN MANAJEMEN Istilah manajemen (manejement) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen.perusahaan ini. Karya Ilmiyah. kekuatankekuatan politik. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. a) Proses pengarahan (process of directing).

Pengendalian. James A. Manajemen sebagai suatu ilmu Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum (general purpose). d. Defenisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. Elemen sifat a.F Stoner dan Charles Wankel (1986: 4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut: Manajemen adalah proses perencanaan. Blanchard (1980: 3). pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Pengorganisasian. 2. pengarahan. 4. manajemen diberi batasan sebagai berikut: Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan. kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi. yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin. kemampuan dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan. pengorganisasian. Paul Hersey dan Kenneth H. Dalam batasan manajemen diatas prosesnya meliputi: 1. Perencanaan. c.kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk pencapaian suatu tujuan. pengorganisasian. memberikan batasan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. kemahiran. Manajemen sebagai suatu seni Yaitu sebagai suatu keahlian. yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. 3. yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. 3. b. b. Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut dalam buku ini. Kepemimpinan. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.  2. Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. 2. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama. yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan . Elemen fungsi a.

1980: 318). e. Elemen sasaran a. 3. Mekanisme kerja Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan.inspirasi. terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan. Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan 3. Elemen tujuan Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan.  b. mission. identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya. purpose. Filsafat memiliki: 1. Filsafat berarti hasrat. filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Menurut Davis dan Filley dalam Ukas (1978) terdapat faktor-faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lain dalam mencapai tujuan. kemauan atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. kemauan atau keinginan yang besar atai yang berkobar atau yang sungguh-sungguh. Pengendalian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. Filsafat berarti cinta kebijakan. . Tujuan tertentu 2. Philien artinya cinta dan sophia berarti kebijakan. Kebijakan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Cinta hasrat. B. target dan quota. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. Orang (manusia) Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat ia bekerja sama untuk mencapai tujuan. Jadi pengertian. Tujuan merupakan rangkaian dalam proses perencanaan dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian. Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. deadline. FILSAFAT MANAJEMEN Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan sophia. Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat. standard. tujuan mengandung hal seperti objective. Dalam filsafat manajemen. 4. Dalam arti luas. Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar Filsafat adalah petunjuk utama yang menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer.

Batasan lain tentang ilmu yang menekankan oleh Goode dan hatt (1952: 7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas. umum dan akumulatif. 7. titik beratnya terletak pada metode keilmuan. tenaga. Kebijakan Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. terdapat pada pengertian ilmu itu yang bersifat rasional. empiris. Faktor dasar Faktor dasar meliputi faktor-faktor produksi asli atau turunan. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh indra manusia. yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. Manajemen sebagai ilmu. 8. 5. 6. Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan. Moral kerja Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan mengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan akhir. Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disismatisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi. modal serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi. Struktur organisasi Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukkan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/mempertanggungjawabkan (accountability). 9. C. para bawahan maupun kepentingan masyarakat lingkungannya. TUJUAN DAN SENI MANAJEMEN Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris. manajer. Pimpinan pelaksana Pimpinan pelaksana adalah individu yang diberi kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya. 2. 4. baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Kepentingan umum Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cerminan deskripsi berbagai kepentingan. Prosedur Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Fungsi Fungsi adalah aktivitas yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai. baik berupa alam.Faktor-faktor dasar tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. . baik kepentingan pemilik. Tujuan usaha Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi. serta memberikan arah ke mana organisasi tersebut akan dikemudikan. 3.

tari. Yang dimaksudkan seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum. Berdasarkan pengertian diatas. kemampuan serta keterampilan dalam menerapkan prinsip. kemahiran. Locke juga mendeskripsikan secara hati-hati mengenai sifat dari proses mental atas penetapan tujuan. kemahiran dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa. lukis dan sebagainya. PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN Tujuan adalah sesuatu yang ingin direalisasikan oleh seseorang. tujuan merupakan objek atas suatu tindakan. 3. 4. Bersifat empiris Dikatakan bersifat empiris karena kesimpulan yang diambil harus dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau pada verifikasi indra manusia. 2. Bersifat akumulatif Bersifat akumulatif adalah apa yang dipelajari merupakan kelanjutan dari ilmu yang telah dikembangkan sebelumnya. Jika keahlian. yang menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan kepada usaha seorang manajer. sastra. metode dan tekhnik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human dan natural resources) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. patung. kemampuan dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast (seni). Locke (1968: 157) berpendapat bahwa Frederick W. Edwin A. Bersifat rasional Rasional adalah suatu sifat aktivitas berpikir yang ditundukkan pada logika formal dalam mengikuti urutan berpikir silogisme.1. Sesuatu yang ingin direalisasikan (goal) 2. kemampuan. kesukaran tujuan (goal difficulty) dan intensitas tujuan (goal intensity). Taylor menggunakan tujuan yang ditentukan sebagai salah satu tekhnik utamanya dar manajemen ilmiah (scientific management). Manajemen dapat dikuasai oleh ilmu dengan lapisan seni yang baik atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. disebut kunde (ilmu). Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni. Tujuan manajemen adalah sesuatu yang ingin direalisasikan. yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu. Dalam bahasa Belanda. diambil empat elemen pokok yaitu: 1. yaitu merupakan keahlian. Sifat yang secara spesifik dijelaskannua adalah spesifikasi tujuan (goal spesificity). drama. Cakupan (scope) . D. kemahiran. Spesifikasi tujuan adalah kejelasan dan ketelitian deskripsi kuantitatif dari tujuan. keahlian. Intensitas tujuan menyinggung proses penetapan tujuan atau proses penentuan cara mencapainya. Sukarnya tujuan adalah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteristik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan diatas. Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam arti formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik. Bersifat umum Bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan sebagai ilmu tersebut dapat diverifikasi oleh peninjau ilmiah.

Manajer hierarki pertama F. Menurut cakupan kegiatannya. 3. Tujuan organisasi secara makro 2. Henry Mintzberg yang selanjutnya dikutip oleh Stoner dan Wankel (1986: 16 17) mengemukakan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua hierarki organisasi. Menurut Mintzberg disebut sekelompok perilaku yang terorganisasi (organized sets of behaviors) . psikologis dan sosial. pengarah. 2. Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar. Departemen atau kepala divisi. Tujuan individu lebih banyak berhubungan dengan kepuasan ekonomis. yaitu efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectivity). tujuan dapat digolongkan menjadi tiga macam. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan hierarki kuantitas dan kualitas yang harus direalisasikan. Tujuan manajemen juga mengandung arti ketetapan (definitnes). manajer dapat dibedakan menjadi empat kelompok berikut: 1. Dewan direksi. Peran antarpribadi manajer (the manager s interpersonal roles) 2. MANAJER DAN KEPEMIMPINAN Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana. E. Hal itu karena tujuan pada umumnya menunjukkan hasil yang harus direalisasikan dan memisahkan hasilnya dari berbagai hal yang ingin direalisasikan yang mungkin ada. Peran informasional manajer (the manager s informational roles) 3. 1. Proses manajemen adalah . Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. Presiden organisasi. Tujuan individu Tujuan organisasi secara makro sangat berhubungan dengan nilai (values) yang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi untuk kepentingan pihak intern dan pihak ekstern (sosio). Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Pada umumnya. Drucker (1976) berpendapat bawah prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep. Tujuan manajer pada seluruh hierarki organisasi 3. Peran pengambil keputusan manajer (the manager s decisional roles) G. KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER Peter F. Ketepatan (definitness) 4. pemotivasi serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. MANAJEMEN. Tujuan yang berhubungan dengan manajer pada seluruh hierarki organisasi merupakan pengertian yang lazim diantara berbagai jenis tujuan.3. 4. pengorganisasian. Pengarahan (direction) Secara empiris luasnya sesuatu yang ingin direalisasikan termasuk dalam pengertian tujuan manajemen. yaitu: 1. Pengarahan (direction) ditunjukkan oleh tujuan. PROSES MANAJEMEN Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan.

Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja. Taylor . Fungsi produksi  3. Penilaian bawahan dilakukan secara terbuka setiap hari sehingga bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahannya. produksi dan sejenisnya. Fungsi ketenagakerjaan c. MAZHAB KLASIK Terdapat tiga mazhab (aliran) manajemen yang mengikuti perkembangannya. Fungsi manajer ke dalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut berikut: 1. Penyampaian informasi umum kepada pihak luar. kedua mazhab perilaku dan ketiga mazhab ilmu manajemen. Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771 1858. Charles Babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792 1871. pengorganisasin. Fungsi pembelian e. Fungsi manajer dari sudut proses Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan. tetapi juga memberikan kebanggan dan mendorong kompetisi yang sehat. 1. 3. Dasar keyakinan Babbage bahwa apliasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. pemotivasian dan pengendalian. pemasaran. Fungsi keuangan b. Penyampaian informasi ekonomis kepada pihak yang berkepentingan dengan organisasi. 2. Manajemen ilmiah cabang mazhab klasik pertama a. yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Fungsi manajer ke luar organisasi Fungsi manajer ke luar organisasi.suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. Pertama mazhab klasik yang terbagi menjadi dua cabang. antara lain berupa: 1. c. pemotivasian dan pengendalian. Kerja sama dengan pihak lain. yaitu perencanaa. pembelian. 2. yaitu keuangan. Fungsi manajer dari sudut proses. Frederik W. Fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja a.  BAB 2 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN A. pengarahan. pengorganisasin. pengarahan. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer. 2. ketenagakerjaan. 1. b. Fungsi pemasaran d.

Prinsip manajemen yang dikembangkan fayol yang mendasari perilaku manajerial yang efektif adalah: 1. Fungsi komersial (commercial). Kesatuan arah (unity of direction) 6. Kestabilan staf (stability of staff) 13. Fungsi manajerial (managerial). Fungsi finansial (financial). Inisiatif (initiative) . Pembagian kerja (division of labor) 2. yaitu membeli bahan baku dan menjual produk.  e. Hierarki (hierarchy) 10. Otoritas (authority) 3. yaitu melindungi para bawahan dan aktiva perusahaan. Taylor hidup pada tahun 1856 1915. Fungsi teknis (technical). Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi yang kompleks. Teori organisasi klasik cabang mazhab klasik kedua Pengembang teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841 1925. Sentralisasi (centralization) 9. d. Dalam usahanya mengembangkan ilmu manajemen. Gantt hidup pada tahun 1861 1919. Tertib (order) 11. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878 1972. yaitu mencatat dan mengecek biaya. Ia merupakan salah satu tokoh manajemen ilmiah (scientific management) yang paling termasyhur sehingga mendapat sebutan sebagai bapak manajemen ilmiah. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah menjadi satu inovasi baru berupa motivasi kerja kepada para bawahan. Pasangan Gilberth berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi bawahan karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen pada para pahlawan. Pasangan Gilberth Frank B.Frederik W. Fayol memulainya dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas yang saling bergantung. Pemberian upah (remuneration) 8. menyiapakn neraca serta menghimpun statistik. yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 3. yaitu memproduksi dan membuat produk. 2. Fungsi akuntansi (accounting). keuntungan dan utang-utang. Gilberth hidup pada tahun 1868 1942. 6. Menomorduakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goals) 7. 4. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dpat diidentifikasikan dan dianalisis. Fungsi keamanan (security). Disiplin (discipline) 4. Keadilan (equity) 12. Aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Henry L. Lilian M. 5. Kesatuan perintah (unity of command) 5. 2. Gantt Henry L.

 BAB 5 PENGARAHAN A. Tekhni ilmu manajemen diaplikasikan dalam aktivitas yang amat luas. MAZHAB PERILAKU Para pakar dibawah ini berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi. perencanaan program pengembangan bawahan. B. penjadwalan produksi (production scheduling). keduanya merupakan pendekatan yang penting dan penuh semangat terhadap penelitian.Menjamin kontinuitas perencanaan Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normaratif dalam pencapaian tujuan. Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas. misalnya penganggaran modal (capital budgeting). b. D. KONSEP DASAR Pengarahan adalah usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan.14. Semangat korps (esprit de corps) B.Membudayakan prosedur standar Seperti telah dideskripsmikan pada bab sebelumnya bahwa suatu prosedur akan memberikan . C. kemudian memastikan bahwa peraturan tersebut dipatuhi. Hugo Munsterberg Hugo Munsterberg hidup pada tahun 1865 1916 dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimanadiharapkan oleh manajer lain. MAZHAB ILMU MANAJEMEN Munculnya mazhab ilmu manajemen dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/OR) yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke 2. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. USAHA-USAHA PERPADUAN Mazhab ilmu perilaku dan mazhab ilmu manajemen. a. Elton Mayo Elton Mayo hidup pada tahun 1880 1949. pengembangan strategi produk dan sebagainya. analisis dan pemecahan manajemen. Pengarahan merupakan metode untuk menyalurkan perilaku bawahan dalam aktivitas tertentu dan menghindari aktivitas lain dengan menetapkan peraturan dan standar. . TUJUAN PENGARAHAN Secara umum tujuan pengarahan adalah sebagai berikut: .

Disiplin kerja yang terbina akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. . PERAN KOMUNIKASI DALAM PENGARAHAN Komunikasi memiliki peran yang penting karena tanpa komunikasi apa yang ada dalam diri seseorang tidak aan sampai pada orang lain. C. Salah satu batasan umum dan sering kali berlaku pada beberapa sistem organisasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengirim pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama. baik bersifat oral maupun bukan oral (Siswanto. nilai dan peraturan melaksanakan hak dan kewajiban kehidupan. Sistem komunikasi diagonal Komunikasi ini sebenarnya merupakan jalur komunikasi yang penggunaannya amat langka. Motif) adalah segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak bekeinginan untuk bersikap tertentu. horizontal maupun diagonal. Akan tetapi. Suatu komunikasi dapat diberikan beberapa batasan. Kedelapan elemen pokok komunikasi menurut Stoner dan Wankel (1986: 501 504) tersebut meliputi hal-hal berikut: 1.seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan-urutan tindakan yang sering atau bisa terjadi. informasi dapat mengalir vertikal.  .Menghindari kemangkiran yang tak berarti Kemangkiran dapat diberikan batasan sebagai kondisi etika seseorang tidak berada ditempat kerjanya diluar penyebab yang jelas tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ketiga sistem komunikasi diatas banyak bergantung pada kedelapan elemen penting yang harus selalu ada untuk menghasilkan komunikasi yang efektif.Membina disiplin kerja Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma. Pengirim (sender atau source) . 2. 1. Motivasi dipengaruhi oleh sutu kondisi fisik kebutuhan seseorang serta kondisi seseorang. Motivasi adalah salah satu faktor penentu hasil kerja orang disamping kemampuan. . unit dan bagian dalam satu hierarki organisasi. 1988).Membina motivasi yang terarah Motivasi berasal dari kata motive (Ind. Dalam hubungannya dengan struktur organisasi. khususnya apabila para bawahan tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui media lainnya. Sistem komunikasi horizontal Komunikasi ini terjalin antar departemen. 3. Sistem komunikasi vertikal Sistem komunikasi vertikal terjadi dan berlangsung dari atas maupun dari bawah. dalam kondisi tertentu sebenanya amat penting.

Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutihan yang layak bagi situasi kelompok ketika komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki (Effendi. 5. 4. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan. Gangguan tersebut dapat bersifat intern atau ekstern. Penerima (receiver) Penerima adalah orang yang indranya menangkap pesan pengirim. Pesan (message) Pesan adalah bentuk fisik ketika pengirim menyandikan informasi. Saluran (channel) Saluran adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain (misalnya udara. manajer juga dituntut untuk memainkan komunikasi melalui proses pembimbingan dan penyeliaan para bawahan. Gaduh (noise) Gaduh adalah salah satu faktor yang mengacaukan. Artinya kondisi yang harus dipenuhi. 6. 1993: 41 42). antara lain sebagai berikut: 1. Penerapan fungsi pengarahan. Perlu adanya koordinasi. Koordinasi Koordinasi adalah penyelarasan atas aktivitas secara teratur guna memberikan jumlah. Pengurai sandi (deconding) Pengurai sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkannya ke dalam informasi yang bermakna. integrasi dan sinkronisasi 1. Penyandian (encoding) Aktivitas ini berlangsung manakala pengirim menerjemahkan informasi yang akan dikirim kedalam serangkaian simbol. komunikasi merupakan salah satu proses yang amat potensial dalam memainkan peran penting sehingga karyawan dapat merealisasikan tujuan organisasi yang diabdikannya. Schramm dan Roberts (1973) menampilkan apa yang disebut the condition of success in communication. . 3. membingungkan atau mengganggu komunikasi. agar pesan mendapat respons yang sesuai. kata-kata yang diucapkan dan kertas untuk penulisan pean (huruf). Dalam penerapan fungsi pengarahan. 2. 8. 7. Pesan harus membangkitkan kebuthan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. 2.Pengirim adalah seseorang yang memikiki informasi kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan kepada satu atau lebih orang lain. 3. waktu dan pengarahan pelaksanaan yang tepat sehingga mengakibatkan adanya aktivitas yang selaras dan disatukan untuk tujuan tertentu. Umpan balik (feedback) Umpan balik adalah suatu perbalikan proses komunikasi ketika reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. 4. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti.

Alat pengembangan gagasan dan tukar menukar pengalaman  Laporan yang efektif minimum memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. . 3. Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki. Moekijat (1980: 505 506) memberikan batasa laporan (report) sebagai berikut: 1. pengarahan ini bertujuan memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. Masukan pengambilan keputusan 4. 2. Efektif 4. LAPORAN Salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang paling sering digunakan dalam sistem pengorganisasian dan memiliki konteks yang erat dengan pengarahan adalah laporan. D. Penyampaian informasi 3. bagan dan sebagainya 7. Benar dan objektif 2. Mencakup berbagai segi masalah yang dikemukakan 2. Tanggung gugat/pertanggung jawaban dan pengendalian 2. Integrasi Integrasi adalah penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.2. Deskripsinya tidak memberikan kesempatan terhadap timbulnya permasalahan atau pertanyaan baru 3. Alat membina kerja sama dan koordinasi 5. Pengarahan diberikan kepada bawahan bukan karena apa yang dilakukan oleh pegawai itu salah. sebagai berikut: 1. Lengkap Laporan dikatakan lengkap apabila: 1. Tegas dan taat asa (konsisten) 5. Jelas dan terandal 3. Laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi. Laporan adalah pengenal informasi nyata yang ditujukan kepada orang tertentu untuk tujuan tertentu. tabel. Tepat waktu 6. Laporan dapat diberikan beberapa batasan. misalnya statistik. Tepat sasaran  KESIMPULAN Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahan agar tidak terjadi suatu kesalahan dalam bekerja. Disertai tanda penunjang. namun batasan tersebut tidak mengikat batasan lain. 3. Sinkronisasi Sinkronisasi adalah menyatukan berbagai aktivitas untuk dilaksanakan secara bersamaan sehingga terhindar adanya inefisiensi yang berkepanjangan. Dengan dibuatnya laporan terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik.

Yogyakarta.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Skripsi. 1992. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Iklim yang cenderung kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. Reksohadiprojo. . Tanggung jawab kesejahteraan seorang karyawan 4.co. Teori organisasi hubungan antar manusia 4.1. Sukanto. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Teori behavioral science 5. Artikel. BPFEE. Karya Ilmiyah.html#ixzz1Ie9c4COy Makalah. DAFTAR PUSTAKA Prof. 1. Teori aliran kuantitatif berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi : 1. Teori manajemen ilmiah 2. Dr.contohmakalah. Teori organisasi klasik 3. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Teori organisasi umum Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu 1. Dasar-Dasar Manajemen. Pentingnya peran seorang manajer 2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3.

Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. 1. yaitu : 1. 3. 1.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. 1. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan.6. Frederick W. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.3. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. 2. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Mengenal metode seleksi yang tepat. Metode ini disebut sistem upah differensial. Menurut Frank. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : . Menurut Lillian. Hennry L. Sistem bonus dan instruksi. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies).2. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima.4. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus.5. 1. 1. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Frank B dan Lillian M. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.

5. Balas jasa insentif 2. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Accountancy . Kegiatan logis 3. kegiatan menjaga keamanan.Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Financial . Balas jasa yang adil 6. Commercial .1. kegiatan pembelanjaan. Operasi standar 11. Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. 4. kegiatan akuntansi 6. Teori Organisasi Klasik 2. Kondisi standar 10. Managerial . Standar kegiatan 9. Staf memadai 4. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : . Disiplin kerja 5. Security . Laporan terpecaya 7. 2. Instruksi standar 12. Urutan instruksi 8. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. 3. Tujuan jelas 2. Technical .

kegiatan pengarahann ± Controlling .± Planning .2. asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab<> ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan 2. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . Mooney : Menurut James. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. James D. kegiatan perencanaan<> ± Organizing . kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : .

4. 4.2. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem .1. Teori Behavioral Science : 4. 4.3. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.4. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. 4. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. Prinsip skala c. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja.a. 4. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.5. Koordinasi b. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. Prinsip staf 3. Prinsip fungsional d. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan.

manajemen. 4.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. 4.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. 4.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

2.1 Aliran-Aliran Manajemen Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning, organizing, actuating, dan controlling, untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan ilmu manajemen ini telah mengalami proses evolusi yang panjang, yang berdasarkan evolusi tersebut telah melahirkan aliran-aliran manajemen yang secara umum dapat digolongkan kedlam tiga aliran yaitu, Aliran Klasik, Aliran Prilaku, Aliran Ilmu Manajemen atau Aliran Modern, Aliran Kauantitatif 2.1.1.Aliran Klasik Aliran Klasik merupakan aliran yang pertama kali muncul dalam ranah manajemen dan aliran klasik ini sendiri dibagi dalam dua bagian yaitu: A. Manajemen Ilmiah Para pelopor manajemen ilmiah antara lain: a).Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771-1858. pada tahun 1800-an ia adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanarls Skotlandia. Pengalaman memimpinb para tenaga kerja dibawah umur menyentuh hatinya untuk membangun perumahan yang layak bagi tenaga kerja. Demikian puyla usaha lain yang dilakukan dengan cara menyediakan kebutuhan rumah tangga bagi para tenaga kerja dengan harga yang relative rendah daripada harga pasar. Selain bertindak sebagai innovator, dengan cara melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik yang dipimpinnya, ia juga menetapkan mekanisme kerja spesifik yang mampu menambah tingkat produktivitas, penilaian tenaga kerja dilakukan secara terbuka tiap hari, sehingga manajer mengetahui permasalahan yang dihadapi dan juga memberikan dorongan kompetisi yang sehat. b).charles babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792-1871. dasar keyakinan Babbage bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada prose kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Oleh karena itu ia banyak menggunakan waktunya untuk mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ssehingga ia menghasilkan sebuah prinsipm pembagian kerja karena ia berkeyakinan bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah,sehingga berbagai keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap tenaga kerja dididik dengan keterampilan yang spesifik dan hanya diberi tangguang jawab atas sebagian dari proses. c). Frederik W. Taylor Taylor hidup pada tahun 1856-1915. taylor merupakan tokoh manajemen ilmiah yang terpopuler, sehingga ia mendapatr julukan bapak manajemen ilmiah, manajemen ilmiah timbul karena keinginan untuk menambah produktivitas hingga akhirnya Taylor menemukan prinsip-prinsip yaitu: Ø Pengembangan manajeman ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya, metode yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

Ø Seleksi secara ilmiah terhadap para pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang paling cocok baginya Ø Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk tenaga kerja Ø Kerja sama yang erat dan bersahabat antara manajer dan pekerja d). Henry L. Gantt Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan Gantt Chart e).Pasangan Gilberth Frank B. Gilbert sebagai suami hidup pada tahun 1868-1924, sedangkan Lilian M. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878-1972. pasangan ini berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi para pekerja karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen terhadap para tenaga kerja. Menurut mereka manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensi sebagai makhluk hidup. f). Harrington Emerson Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri, oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu: Ø Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Ø Kegiatan yang dilakukan masuk akal Ø Adanya staf yang cakap Ø Disiplin Ø Balas jasa yang adil Ø Laporan-laporan yang terpercaya, segera , akurat, adanya sistem informasi dan akuntansi Ø Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja Ø Adanya standar-standar dan skedul-skedul serta adanya metode dan waktu setiap kegiatan Ø Kondisi yang distandarisasi Ø Operasi yang distandarisasi Ø Instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar Ø Balasjas efisisensi dan rencana insentif

B. Teori Organisasi Klasik Pelopor teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841-1925. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktekpraktek manajemen yang baik mempunyai suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa. Keyakinannya bahwa dengan peramalan yang ilmiah dan dengan metode manajemen yang tepat, hasil yang memuaskan pasti akan diperoleh dan dapat diakui sampai saat ini. Sumbangan besar bagi pola pikir manajemen dari Fayol adalh pendapatnya bahwa manajemen bukanlah suatu bakat, tetapi suatu ketrampilan seperti halnya ketrampilan lainnya. Oleh karena itu bahwa manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan suatu teori umum mengeni manajemen diformulasikan. Sehingga untuk menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, akan tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar. Dalam usahanya untuk mengembangkan ilmu manajemen fayol mulai dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas masing-masing mempunyai kebergantungan. Aktivitas yang dimaksud adalah: 1).Fungsi teknis (technical), yaitu memproduksi dan membuat produk. 2).Fungsi komersial (commercial), yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 3).fungsi financial (financial), yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 4).Fungsi keamanan (security), yaitu melindungi para tenaga kerja dan aktiva perusahaan. 5).Fungsi akuntansi (accounting), yaitu mencatat dan mengecek biaya, keutungan, dan utang-utang, menyiapkan neraca, dan menghimpun statistik. 6).Fungsi manajerial (managerial) Orientasinya adalah fungsi manajerial, sehingga ia mendefinisikan manjemen dengan cara membagi lima fungsi yaitu: Ø Perencanaan (planning) berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Ø Pengorganisasian (organizing) berarti memobilisasikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil Ø Pengkomandoan (commanditing) berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya. Ø Pengkoordinasian (coordinating) berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ø Pengendalian (controlling) berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan secara tepat. Konsep Fayol yang menyatakan bahwa ketrampilan manajemen dapat diterapkan pada semua jenis kelompok aktivitas, apabila hal-hal lain tak berubah, sampai saat ini semakin penting artinya disekolah, pemerintahan, dan lembaga lainnya. Prinsip manajemen yang dikembangkan Fayol yang mendasari prilaku manajerial yang efektif adalah sebagai berikut: v Pembagian kerja (division of labor) v Otoritas (authority) v Disiplin (discipline) v Kesatuan perintah (unity of command) v Kesatuan arah (unity of direction)

Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri. ilmu jiwa sosial. yaitu kondisi psikologis yang ideal untuk mencapai produktivitas secara maksimum. yaitu bawahan yang kualitas mentalnya terbaik untuk pekerjaan tersebut. motivasi.1. yaitu pengaruh yang palin mungkin untuk memotivasi karyawan. Jadi topik-topik yang dipersoalkan dalam mazhab ini adalah human behavior. leadership. Aliran Perialku (Behavior School) Dalam mazhab ini. 2. Dalam bukunya itu dikemukakan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Munculnya aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik. human relation. efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. Dalam bukunya Psicholgy and Industrial Efficiency. Menggunakan pengaruh psikologi yang terbaik (best possible effect). 3. Menemukan orang yang terbaik (best possible person). Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoprasikan pekerjaannya.2. sifat dan perilaku manusia. a). Menciptakan pekerjaan yang terbaik (best possible work). Sehingga pembahasan sisi perilaku manusia dalam organisasi menjadi penting. . dan kebutuhan-kebutuhan para bawahannya. Manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya harus lebih mengetahui perilaku. komunikasi.Hugo Munsterberg (1863-1916) Hugo Munsterberg telah memberiakan kontribusi yang besar dalam aplikasi psikologi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimana diharapkan oleh manajer lain. Beberapa ahli mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. dia banyak menguaraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. Hugo Munsterbergseriang disebut bapak psikologi industri . titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. keinginan. Sebagai pencetus psikologi industri. dan keinginan manusia itu.v mengemudiankan ke[pentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goods) v Pemberian upah (remuneration) v Sentralisasi (centralization) v Hirarki (hierarki) v Tertib (order) v Keadilan (equity) v Kestabilan staf (stabilty of staff) v Inisiatif (initiative) v Semngat korps (esprit de corps) 2. justru manajerlah yang harus menyebabkan orang lain melakukannya. berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

. seberapa jauh pekerjaan itu menari. keluaran di kedua ruang ternyata sama-sama meningkat. Dan studi perilaku manusia dapat membantu perumusan yeknik-teknik psikologi untuk memotivasi karyawan. dan ruang lainnya tidak. produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula. Kesimpulan lain yang dikemukakan bahwa kelompok kerja informal (lingkungan sosial bawahan) memilki pengaruh yang besar terhadap produktivitas. Mayo dan kawan-kawan dapat mengesampingkan bahwa insentif keungan bukan penyebab kenaikan produktivitas. Sebagai tambahan. Jadi. Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya organisasi perlu merubah latihan manajemennya. berbagai metoda tentang psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok denagn kebutuhan suatu jabatan. Sebagai tambahan. hari kerja dan minggu kerja diperpendek. peneliti yang bertindak sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usul perubahan. b).Elton Mayo (1880-1949) Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas disebabkan oleh adanya sebuah rantai sikap yang rumit. Dalam salah satu ruang kondisi diubah-ubah secara periodik. Tingkat upah. Juga. maupun denagn peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-perubahan kondisi kerja diatas. Berdasarkanhasil penelitiannya. Di samping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan. Mayo dan kawan-kawan menarik kesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manjemen memikirkan tentang kesejahteraan (welfare) mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya.Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori hubungan manusiawi. Mayo dan kawan-kawan menempatkan 2 kelompok yang masing-masing terdiri enam karyawan di dalam ruang terpisah. struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga memainkan peranan. Sekali lagi. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial danbudaya terhadap organisasi. Mereka menyimpulkan bahwa rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan produktivitas. Riset belajar dapat mengarahkan pengembangan metode latihan. karena skedul pembyaran kelompok yang diteliti dipertahankan sama. Sejimlah variabel-variabel dicoba: upah dinaikkan. Di samping itu. Hubungan manusiawi antara anggota kelompok terpilh. periode istirahat dan jam makan siang lamanya di ubah-ubah. Dalam percobaan selanjutnya. lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi Aliran hubungan manusiawi ini mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. Sebagai contoh. manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi mereka. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja.

3. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi. exploitikf exploitif sampai system 4. Beberapa perinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari pendapat para tokoh maajemen moderen adalah sebagai berikut. Robert Blake dan Jani Mouton yag membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi kisi manejerial [manajerial gird]. 3. dan yang lain dibangun atas dasar dasar menejemen ilmiyah.2. Aliran Kuantitatif . 2. Jalur pertama meupakan perkembanga dari aliran hubunga manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi. 7. prosedur.1. 4.1. 6. Perilaku Organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi di tandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sisem sosial. 1. 2. 1. Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai risert perilaku adaalah. Abraham Maslow yang mengemkakan adanya hirarki kebutuhan dan penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. 8. Prinsip Prinsip dasar Perilaku Organisasi. Organisasi sebagai suat keseluruhan dan pendekatan menejer indifidu untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. partisipatif kelompok 6. 4. Pekerjaan setiap karyawan harus di susun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut. b. Manajemen tidak dapat dipandang ebagai suatu proses tekik secara ketat [peranan. 3. Pola pola [pengawasan dan menejemen pengawasan harus di bangun ata dasa r pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan reaksi mereka terhadap pekerjaan. dan lain lain nya. Komitmen dapat di kembangkan melalui partisipasii dan keterlibatan karyawan. di kenal sebagai alira kuantiyatif [operator research dan manaemen secience atau maajemen operasi]. prinsip] 2. a. Manejer masa kini harus di beri latihan dalam pembahasan prinsip prinsip dan konsep konsep menejemenss. Lensis Likert yang telah mendentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system menejemen. dari system 1. dan pendekatan yang di gunakan harus dengan pertimbanga secara hati hati. Tokoh Tokoh aliran ini antara lain. Frederick Herzberg yang megurikan teori motifasi higienis atau teori dua fa ktor. 5. 1. Menejemen harus sistematik. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangka kesempatan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan me reka. 5.4. Edgar Schenin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.Gregor dengan teori X dan teori Y nya. Fren Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemipinan. Pendekatan motifasinoal yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat di butuhkan.Aliran Menejemn Modern Masa menejemen moderen erkembang melalui dua jalur yang berbeda. Douglas Mc. Chris Argyis yang memandang organisasi sbagai system social atau system antara hubunga budaya. 2. 4. 3.

Penggunaan teknikteknik untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada saya. Rahmat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Amin. manajemen aliran kas.scheduling produksi. Sejalan dengan semakin kompleknya computer elektronik. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun sebagaimana mestinya. dan sebagainya. transportasi dan komunikasi. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal. Tak lupa kepada para kewarganegaraan para sahabatnya.Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalahmasalah industri. Penyusun juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi teknis maupun materi maka kami selaku penyusun sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan mudahmudahan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penyusun khususnya dan bagi seluruh pembaca umumnya. dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau semoga ajaran yang dibawa beliau dapat berkesinambungan hingga akhir zaman. sehingga saya mampu menyusun makalah dengan tema Aliran-Aliran Manajemen tanpa halangan apapun. Amien. seorang pemimpin umat yang mampu membawa kedamaian dan rahmat di seluruh alam. Kedua tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Jamalullail selaku dosen Pengantar Manajemen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada saya. pengembangan strategi produk. penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya. Penyusun . Ucapan terima kasih pertama saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya. teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. perencanaan program sumber daya manusia. yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia II.

dan controlling. Aliran modern 4). actuating. dan controlling. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.Kelompok BAB III PENUTUP 3. Dan manajemen itu sendiri telah mengalami evolusi yang menjadikan manajemen terdapat beberapa aliran-aliran yaitu : 1). organizing. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Gantt v Harrington Emerson v Frederick W. manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Aliran kuantitatif Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi BAB I PENDAHULUAN 1.Henry Fayol 2). Aliran klasik Aliran klasik terbagi dua yaitu. Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949) 3). jadi manajemen memegang peranan sangat penting . Diantara tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah sebagai berikut: v Robert owen v Charles babbage v Henry L.1 Kesimpulan Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning.1 latar belekang Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. Aliran perilaku Tokoh pada aliran ini adalah. actuating. Taylor v Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth Sedangkan tokoh pada saat teori manajemen klasik adalah. organizing.

.terkadang kita mengukur keberhasilan suatu organisasi kita ukur dengan manajemennya. 2006. Siswanto H. Bandung: CV Sinar Baru. Bedjo. 1. Cetakan ke-4.3 Tujuan Ø Mengetahui evolusi yang terjadi pada manajemen Ø Mengetahui aliran-aliran manajemen Ø Mengetahui tokoh-tokoh evolusi manajemen Ø Mengetahui konsep-konsep dan pemikiran manajemen dari zaman klasik hingga zaman modern Ø Mengetahui perbandingan teori dari klasik hingga modern DAFTAR PUSTAKA Handoko. Bumi Aksara. Pengantar Manajemen. Suatu organisasi atau perusahaan bisa mencapai kemajuan jika manajemen yang ada didalamnya tertata dengan rapi dan memegang teguh prinsip-prinsip yang ada. Manajemen Modern.. Pengertian. manajemen sangat menentukan sekali bagi keberadaan organisasi tersbut. Jakarta: PT. 1989. 2005. Hasibuan.2003. Malayu S. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.P. Manajemen: Dasar. Siswanto.. Mnajemen edisi 2. Hani. sehingga kita akan lebih memahami konsep-konsep manajemen dan evolusi yang terjadi dan kita akan lebih mengetahui perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu. Namun manajemen yang kita pelajari telah mengalami evolusi yang akan dibahas dalam makalah ini.B.2 Rumusan Masalah Ø Evolusi manajemen Ø Aliran-aliran manajemen 1.dalam kehidupan sehari-hari terlebih kehidupan dalam berorganisasi. dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful