PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN (Perkembangan Manajemen Pendidikan di Indonesia) A. PENDAHULUAN Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah ³usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara´.[1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis. Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan. B. LANDASAR TEORI 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami : a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi. b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer. c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan 2. DESKRIPSI MATERI Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen. a. Pengertian Teori Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) ³Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations´. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan

perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.) Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada.[2] Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan ³bukti´ yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi ³humus bisa membuat tanah menjadi subur´. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar. Selanjutnya Hoy & Miskel (1987 : 2) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan teori. A concept is a term that has been given an abstract, generalized meaning. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan) dan informal organization (organsasi informal). Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. An assumption, accepted without proof, are not necessarily self-evident. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam adminitrasi pendidikan. 1. Adminitrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi 2. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial. b. Kegunaan (Fungsi) Teori Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed.[3] dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang

termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan. c. Pengertian Manajemen / Administrasi Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mulamula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.[4] Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin.[5] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.[6] Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai ³sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi´.[7] Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu : Ø Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan; Ø Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen; Ø Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut; Ø Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama.[8] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[9] Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar.[10] d. Pengertian Teori Manajemen Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah,[11] dapat dinyatakan : 1) mengacu pada pengalaman empirik, 2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 3) mengakui kemungkinan adanya penolakan. Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi

manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an).[12] Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut : (1) Teori Manajemen Kuno; Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian ³terlupakan´. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa. (2) Teori Manajemen Klasik; a) Teori Manajemen Klasik Ø Robert Owen (1771-1858) Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Ø Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : 1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun 2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara

2. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. Persahabatan antara keduanya juga ditingkatkan Ø Frank B. Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate). 3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. b) Teori Manajemen Ilmiah Ø Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. Mamilih karyawan secara ilmiah. Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia. yaitu : . dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan. 3. Mengawasi karyawan secara ilmiah.terpisah. Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. dari sini ia mengembangkan analisis kerja. 4. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study).

Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. yaitu : (1) Perencanaan. Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal. tidak reponsif terhadap perubahan. sambil menyiapkan promosi karir. Ø Henry L. yaitu organisasi yang lamban. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana. praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. dan (4) Pengendalian. dan melatih calon penggantinya. Ø Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. dan pengajar dalam arti mengajari dalon pengganti. Menurutnya. Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen. karena menjadi anggota organisasi yang sama. Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama. c) Teori Manajemen Organisasi Ø Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. Konsekuensinya. (2) Pengorganisasian. yaitu : . seorang pekerja akan bekerja seperti biasa. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu. ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya ³mensistematisir´ studi manajerial. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. (3) Pengarahan. Ø Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. Menurut Fayol.Menyiapkan Promosi Malatih Calon Pengganti Melakukan Pekerjaan Menurut metode tersebut. dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan.

dan sarjana eksak lainnya untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih ruwet. maka dengan bantuan komputer. strategi pengembangan produksi. penanggulangan logistik dan penjadwalan pesawat terbang. Teknik-teknik ilmu manajemen ini banyak membantu para manajer organisasi yang benar-benar dalam berbagai kegiatan penting . pisik. Tim sarjana ini terkenal di Inggris sesudah perang Dunia II dengan nama ³OR Team´. dan 2) Elton Mayo (1880-1949) (4) Mazhab Kuantitatif (The Quantitative School). Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia. Mazhab ini lebih diformilkan menjadi Mazhab Ilmu Manajemen (Management Science School). antara lain dengan sosiologi dan psikologi.a. (3) Mazhab Prilaku (Behavioral Science). Mazhab kuantitatif terdiri dari Operation Reserach dan Management Science. mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance). Pengendalian diri (dari orang tersebut). terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem). Dua pelopor mazhab perilaku adalah : 1) Hugo Munsterberg (1863-1916). Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi. Mazhab prilaku ini memandang mzhab klasik kurang lengkap karena tidak mampu mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. seperti dalam hal penganggaran modal dan manajemen arus dana. Pengendalian kelompok (dari kelompok). Mazgab prilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang. model itu dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat keputusan-keputusannya. Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakunya karena sering juga tidak rasional. Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. c. Mazhab ini mengembangkan model-model untuk memecahkan masalah-maslah menejemen yang kompleks. penjadwalan produksi. b. Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. dimana berkumpul para sarjana matematika. Dengan memenuhi berbagai faktor sebagai variabel yang saling berkaitan. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan. menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. Model pendekatan sistem dapat digambarkan sebagai berikut[13] : INPUT PROSES TRANSFORMASI OUTPUT INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN . (5) Pendekatan Sistem (The Systems Approach). Ø Chester I Barnard (1886-1961) Bernard mengambangkan teori organisasi. Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok). perencanaan sumber daya manusia.

Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru. membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada.FEED BACK Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. Edwadr Deming. (6) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation). yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan. yang mempunyai batas-batas yang jelas. 1970-an The Contingency ApproachDari perkembangan teori majanemen tersebut di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut : Classical Management Theories The Behaviour School Sebelum 1890-an . prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. kondisi. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu. belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini (7) Pendekatan Situasional (The Contingency Approach). Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. dengan melihat situasi. Pendekatan situasional memberikan ³resep praktis´ terhadap persoalan manajemen. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional. Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. dan waktu yang tertentu. dan kreatif. Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. konsultan. intuitif.

(2) pendidikan yang mampu membangun kehidupan demokratik. ada beberapa fenomena menarik yang sangat menonjol dewasa ini. STUDI KASUS DI INDONESIA 1. Penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia Ada dua hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan dunia pendidikan. Kalau kita cermati lebih jauh. e) pendidikan kita dirasa membelenggu.yang telah dengan susah payah menerapkan berbagai teori manajemen pendidikan yang cocok untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan ± masih jauh dari harapan yang sebenarnya. b) pendidikan kita telah kehilangan objektivitasnya.. . c) pendidikan kita tidak menumbuhkan pola berfikir. Apa yang salah dari ini semua? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita jawab bersama sebagai manusia yang peduli terhadap dunia pendidikan. jelas bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai yang ingin dicapai. diantaranya ialah : a) pendidikan kita tidak mendewasakan anak didik.The Quantitative School The System Approach The Neo-Human Relations Classical Management Theories 1890-an 1910-an 1940-an 1950-an 1950-an Sumber : Drs. g) pendidikan kita dirasa linier-indroktinatif. d) pendidikan kita tidak menghasilkan manusia terdidik. Kebijakan mulai dari CBSA (cara belajar siswa aktif) sampai sekarang yang didengungdengungkan dengan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) adalah berbagai upaya dunia pendidikan kita untuk mencerdaskan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman. dan i) pendidikan kita belum mampu memberdayakan dan membudayakan peserta didik. Sedangkan pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia dirasa selain merupakan tuntutan kebutuhan di atas. yakni (1) evaluasi pendidikan. Amin Widjaja Tunggal. juga dibutuhkan adanya (1) ³peace education´ pendidikan yang damai / menyejukkan. dan (4) pendidikan yang mampu membangun keutuhan pribadi manusia berbudaya. dan (2) pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia. Dari persoalan tersebut diatas. (3) pendidikan yang mampu menumbuhkan semangat menjunjung tinggi HAM. apa yang telah diperbuat oleh lembaga pendidikan dewasa ini . Dari dua hal ini ketika kita tarik kedalam menejemen pendidikan yang berjalan di Indonesia. Ak. Fenomena tersebut di atas. halaman 39 C. f) pendidikan kita belum mampu membangun individu belajar. h) pendidikan kita belum mampu menghasilkan kemandirian.MBA. itu semua adalah tentang evaluasi dari pendidikan kita yang ada sekarang ini.

dan manajemen pendidikan. Lagi-lagi itu semua karena kebijakan pendidikan kita selama ini masih sangat semrawut. buku ajar. orde baru sampai sekarang zaman reformasi. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan. dn masih banyak lagi model-model yang diterapkan. 3. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.[14] Inilah persoalan yang besar sebenarnya. dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut. dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. dan Controling. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah . Sehingga hasil yang diharapkan dari komponen-komponen penyelenggara pendidikan antara satu komponen dengan komponen yang lain masih sangat jauh berbeda bahkan ada yang bertentangan. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah. Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya. sarana dan prasarana. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna. mempunyai arti yang sangat luas. sehingga apa yang diinginkan suatu daerah (lembaga pendidikan) terhadap potensi anak didiknya bisa tersalurkan dengan baik. karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik. Analisis Permasalahan Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. Actuating. birokrasi. pemerataan pendidikan. mutu guru. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. yaitu (POAC) Planning. Organizing. Kalau kita lihat bagaimana sebuah lembaga pendidikan menerapkan apa yang telah ada dalam teori manajemen pendidikan. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan.Muncul lagi MBS (manajemen berbasis sekolah) adalah sebuah alternatif pemecahan yang menginginkan pengelolaan pendidikan yang dibebankan kepada sekolah. 2. maka mungkin apa yang terjadi di atas minimal dapat terhindarkan. evaluasi. sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen. Ini adalah sedikit tentang bagaimana sebenarnya penerapan pendidikan di Indonesia. proses pembelajaran. Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan). maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum. Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia Sejak zaman orde lama. seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita.

tentunya harus dipersiapkan sedini mungkin. Sebagaimana dijelaskan oleh H. (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi. yakni sekolah. maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas. 4) paradigma pendidikan deverifikasi.. institusi.[16] Disamping memperhatikan paradigma pendidikan tersebut di atas. sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik. latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat. moral guru. pengelola. tingkat putus sekolah. Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik. dan guru. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. orang tua. Dr. Menurut Prof. Djohar. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula. Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum. dan sistem manajemennya. ada beberapa hal penting lagi yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan itu sendiri. maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut.[20] . 2) paradigma pendidikan membebaskan.pengangguran. dan iklim sekolah. 7) paradigma pendidikan konseptual.[15] Apalagi melihat perkembangan dunia pendidikan kedepan.[19] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. diantaranya : 1) paradigma pendidikan demokratis. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut.[18] Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat.[17] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat). (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal. 3) paradigma pendidikan desentralistik. dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran. Konsep ini didasarkan pada ³Self Determination Theory´ yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri. hasil belajar. H.R Tilaar. dan 9) paradigma pentingnya kecerdasan spiritual. 6) paradigma pendidikan untuk siswa. sehingga untuk menyongsong hal tersbut ada berbagai paradigma baru yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan. 5) paradigma pendidikan fleksibel. dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya. bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ´School Based Management´ merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien.A. tingkat pengulangan. (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah. MS. Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan. ada beberapa paradigma yang diperkirakn berdampak besar terhadap praksis pendidikan. 8) paradigma pendidikan construtivisme.

. Drost. c. 2003. E. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Teori Kontingensi (1970an). Teori Pendekatan Sistem (1950an). Bandung. c) Lembaga pendidika harus serius sehingga kualitas dari output pendidikan dapat diandalkan. . Teori Manajemen Klasik (1890-an). Strategi dan Implementasi). Jakarta... Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. dengan tidak meninggalkan mutu pendidikan. The Quantitative School (1940-an). Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik. H. b) Memberikan otonomi yang luas kepada lembaga pendidika. cet. PT. Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno. Manajemen Suatu Pengantar. Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah). D.. Dr. akan tetapi terletak pada pengajarnya. Remaja Rosda Karya. MS.Pd. berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Keseriusan Pemerintah dalam menangani dunia pendidikan dalam hal ini perhatian pada lembaga pendidikan. Drs.. 1993. Mulyasa. Prof. Penerbit Rineka Cipta. tenaga pengajar dan kebijakan yang memihak pada masyarakat (jangan asal membuat kebijakan). Dr. The Behavioral School (1910-an). Kesimpulan a. 3 & 4. b. Ak. tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi.MBA. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). 2. DAFTAR PUSTAKA Amin Widjaja Tunggal. KESIMPULAN 1. tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis. Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik. Saran Bahwa untuk memenuhi dan mencapai beberapa hal tersebut di atas. Neo-Human Relation (1950-an). Djohar. Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang.Disamping itu dalam sebuah sekolah. M. SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)[21]. dan ini menurut J. kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah. d) Tenaga pengajar harus lebih profesional dalam melaksanakan amanahnya.

Yogyakarta. 2004. Jakarta. 1997. Penerbit Rineka Cipta. Syaiul Sagala. H. Alfabeta. 04 [11] Dr. Jakarta. hlm. J. Nanang Fattah. MS. hlm. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi).Ed. MBA.Ed. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Fungsi Administrasi Negara. hlm. 6 [8] Dr. Jakarta. New York. Crt. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. 11-12 [12] Drs. M.A. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. 1998. hlm. Prof. Rineka Cipta. 1 [5] Wajong J. Dr. Sondang P. Hanafi. 30 [3] Prof.. Bandung. Mamduh M. Dr. Media Wacana Press. 2000. 9 [2] Drs. Tera Indonesia. Gunung Agung. Filsafat Administrasi. Manajemen. Manajemen Pendidikan Indonesia. Supervision and Management. 2000. Kompas Media Nusantara. Undang-undang No. Dr. Bandung. New York. Amin Widjaja Tunggal. II. Soegiyono. Manajemen. 2000. PT. MBA. H. M.. M..LESFI.Pd. hlm.. Hanafi. Administrasi Pendidikan Kontemporer. 2003. [7] Drs. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Jakarta. SJ.. Supervision and Management. [10] Prof. hlm. 1985. 01 & 27. MBA. Magelang. ix. hlm. II. hlm. Drost. 75 [16] Prof. Tilaar. 2005. [1] Undang-undang No. 278-279. Yogyakarta. 1983.. [4] Prof. PT.Ed. 1972. Made Pidarta. Tera Indonesia.Ed. 2003.R. Manajemen Suatu Pengantar. Filsafat Administrasi.. 1997. Jakarta. Bandung. Hanafi. H. [13] Drs. Yogyakarta. Luwis R. 46 [14] J. Yogyakarta...Pd. Benston. LESFI. Magelang.A. Mamduh M. 1998.Sc. 1983. PT. 2000. Gunung Agung. Dr. Siagian. 2004. M. Syaiul Sagala. M. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. 1985. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). Alfabeta. Dr. Crt. Media Wacana Press. McGraw Hill Book Company.Sc. Djohar.. Mamduh M. hlm.. PT. Ak. hlm. Tilaar.. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Prof. 22 [9] Sondang P. Jakarta. Jakarta. Drs. Administrasi Pendidikan Kontemporer. hlm. Nanang Fattah. Mamduh M. Op_Cit. M. 2003. Djambatan. Dr. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). Manajemen Pendidikan Indonesia. H. hlm. 1993. hlm. Remaja Rosdakarya. 2003. Hanafi. hlm. Jakarta.MBA. Yogyakarta. SJ. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). Remaja Rosdakarya. Soegiyono. Dr. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . H. 2005. [15] Prof. Rineka Cipta. Dr. Drost. Yogyakarta. Prof. Dr. Made Pidarta. McGraw Hill Book Company. Jakarta. Bandung. Op_Cit.. Kompas Media Nusantara. [6] Luwis R. Op_Cit. MBA. Fungsi Administrasi Negara. 38-39. 85-92 . Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi).. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Wajong J. Benston.R. Djambatan.. Dr. 1972. Made Pidarta. Siagian.

melatih mereka. 78. dalam buku Perilaku Organisasi. M..Pd. 79. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi.. E. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi. Dari kenyataan ini. cet. teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi. PT. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya. Aktualisasi Teori Motivasi Abraham Maslow Untuk Peningkatan Kinerja 1. Syaiful Sagala. menulis bahwa ³meskipun dikritik habis-habisan. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja. Strategi dan Implementasi). seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya.[17] Ibid. tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. Dalam makalah ini. Namun sebagai konsep dasar bagi pengenalan struktur pribadi individu dan pelbagai faktor yang mendorong orang melakukan sesuatu. Dalam konteks ini. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Remaja Rosda Karya. [18] Dr. Stephen P. hlm. Tidak disangkal bahwa dewasa ini muncul pelbagai kritik tentang validitas teori ini . [20] Dr. Op_Cit. H. Mulyasa. Sebagaimana telah jelas dari judul makalah ini. penulis melihat bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu (dalam hal ini karyawan perusahaan) dan tujuan organisasi. [19] Ibid. teori ini masih bisa bergema keras. M. Teori-teori lain yang muncul setelah teori Maslow lebih merupakan penyempurnaan dan penyesuaian daripada penemuan suatu teori yang betul-betul . Dalam kenyataan.. PENDAHULUAN Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja. pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya. teori yang dibahas di sini adalah teori motivasi tentang hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow.Pd. hlm. hlm. tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai.. Robbins. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain. dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil.. agaknya [teori Maslow] masih merupakan penjelasan yang paling baik soal motivasi karyawan´. Bandung. 79...

dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Motivasi Higiene dari Herzberg. Henri Bergson. Untuk mencegah perluasan pembahasan yang terlalu jauh. dan ketekunan (yang mengandaikan berlangsung lama). Plato. Maslow telah berhasil mencetuskan pemikiran yang amat bermanfaat. arah.2 Sekilas Tentang Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn.1 Terminologi ³Motivasi´ Apa itu ³motivasi´? Ditinjau dari etimologinya. Dengan IQ 195. Lorens Bagus. Individu yang termotivasi akan tetap bertahan dengan pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka. Thomas Jefferson. Dari asal-usul kata ini. Ketika beranjak remaja. Abraham Lincoln. seperti teori X dan Y dari McGregor. mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. dan Baruch Spinoza. Agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Robbins. Di . penulis membatasi diri pada pembahasan teori Maslow tentang motivasi. Dari telaah filosofis. Kelebihan dari teorinya jelas memberikan sumbangan besar dalam pengetahuan tentang motivasi dan kepribadian manusia. teori ERG dari Alderfer.baru. dalam Kamus Filsafat. arah. Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead. Menurut Stephen P. dengan kelebihan maupun kelemahan teorinya. ia unggul di sekolah. Dengan kata lain. dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran´. intensitas (setinggi apa pun) harus mempunyai arah yang menguntungkan organisasi. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas. Dan akhirnya. seseorang yang tidak termotivasi hanya akan memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. maka penulis perlu membuat pembatasan tema. 2. Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia. TEORI ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI 2. 2. Sebaliknya. Intensitas dimaksudkan seberapa keras seseorang berusaha. New York. motivasi merupakan salah satu determinan penting bagi kinerja individual di samping variabel determinan lain misalnya kemampuan orang yang bersangkutan dan atau pengalaman kerja sebelumnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai ³usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya´. intensitas dan arah yang telah dimiliki harus diterapkan secara tekun dan berlangsung lama. motivasi adalah ³proses yang ikut menentukan intensitas. Inilah ukuran sejauh mana orang dapat mempertahankan usahanya. neurotik. Ia seorang yang pemalu. dan lain-lain. dirujuk dan dibahas sesekali hanya sebagai pembanding dan pelengkap argumen. karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. Konsep motivasi kiranya merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individu dalam organisasi. Dan kelemahan teorinya serta-merta tetap berguna karena telah memberikan atau memancing feedback bagi pemikir-pemikir selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Berhubung tulisan ini merupakan makalah kecil. ³motivasi´ berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. Teori-teori lain.

Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai ³tokoh´. dan John B. Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan. melahirkan sintesis Abraham Maslow.1 Individu sebagai Kesatuan Terpadu Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan). tesis Freud dan antitesis Watson dkk. orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang. dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS). William James (psikolog). ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga. Sejumlah proposisi lain barangkali kurang dapat diterima dan dapat diperdebatkan. Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme. Oleh karena itu.3 Proposisi Maslow atas Teori Motivasi Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan.3. Maslow dalam karya masyhurnya. atau tikus.samping berkutat dalam kegiatan kognitif. Berhubung teori ini berkenaan dengan manusia yang dinamis multidimensional. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya. Jane Addams (pelopor pekerja sosial). Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. Albert Schweitzer (dokter dan humanis). dan Baruch Spinoza (filsuf). Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental. dan kemampuan mereka. Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan. 2. Sigmund Freud berjaya di Wina. Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. Berikut ini sejumlah proposisi awal untuk memahami jalan pikiran Maslow. Aldous Huxley (penulis). memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. katak. yang . tetapi tidak untuk bangsa manusia. Hal ini mencerminkan kelegowoan Maslow untuk tidak begitu saja memutlakkan teorinya. Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. Di kutub lain. Motivation and Personality. Secara dialektis.telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. Dalam ranah psikologi. Psikologi Gestalt berkembang di Jerman. Maslow mengakui sendiri bahwa sejumlah proposisi sangat benar dalam arti dapat diterima oleh banyak kalangan. 2. Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). kepribadian. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. Watson. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality. kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. lumrah kiranya bahwa pandangan tertentu kurang universal. Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut. sifat.

yakni apa yang sesungguhnya menjadi tujuan yang lebih dasariah pada akhirnya. 2. sebetulnya umat manusia lebih banyak serupa daripada yang terlihat dan disangka banyak orang. dan dihormati. 2. Pada saat yang sama. bisa saja tujuan yang sama. Kita dapati bahwa ada gejala dan ada pula arti di balik gejala. bahkan juga kepentingan-kepentingan yang bertentangan satu sama lain. Tujuan-tujuan lebih universal daripada cara-cara yang ditempuh untuk mencapainya. Rupanya ini soal harga diri dan kebutuhan untuk dihormati. dicapai individu dalam masyarakat tertentu dengan menjadi prajurit. Apabila keinginan yang satu telah terpenuhi. dan begitu seterusnya. Karena perbedaan perilaku individu dalam pemuasan kebutuhan tersebut. Namun tidak jarang terdapat pula aneka motivasi lain yang barangkali tidak disadari dan dikira oleh individu itu.3 Motivasi Ganda Seseorang bisa jadi dapat menjelaskan motivasi tertentu yang mendasari perilakunya. misalnya. melainkan seluruh individu John Smith sebagai kesatuan. Karena faktor budaya. dan dalam masyarakat yang lain dicapai dengan menjadi dokter. misalnya harga diri. Satu gejala sekaligus dapat menggambarkan bermacam-macam keinginan yang berbeda-beda.3.3. dan bukan rasa lapar pada perut John Smith.kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. 2.3. Kebutuhan-kebutuhan biasanya lebih merupakan cara atau sarana bagi suatu tujuan dan bukan tujuan itu sendiri. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kita menginginkan mobil karena para tetangga memilikinya dan kita tidak ingin merasa kurang daripada mereka.4 Tata Hubungan Motivasi Manusia adalah makhluk yang punya keinginan dan jarang mencapai keadaan puas sepenuhnya kecuali untuk waktu yang singkat. Gejala psikopatologis kelumpuhan. masih ada keinginan lainnya yang akan menyusul. Intinya kita harus menemukan tujuan terdalam seseorang ketika menginginkan sesuatu bila tidak ingin terjatuh dalam pemuasan kebutuhan yang tidak tepat sasaran.2 Cara dan Tujuan Bila kita telisik keinginan dalam pengalaman sehari-hari. kita juga harus melepaskan unit-unit motivasi yang tersendiri untuk mencapai pengertian lebih luas yang dicari. Teori motivasi yang sehat tidak boleh mengabaikan aspek kehidupan alam bawah sadar.5 Tolak Daftar Dorongan Dikotomis . Meskipun beragam budaya. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat. makanan akan memuaskan rasa lapar John Smith. keinginan lainnya akan timbul menggantikan keinginan sebelumnya. Misalnya kita menginginkan atau membutuhkan uang agar dapat membeli mobil. dapat menggambarkan dipenuhinya sekaligus keinginan akan balas dendam. hal penting untuk disadari adalah pembedaan antara cara dan tujuan. Kenyataan ini menuntut kita untuk menelaah tata hubungan semua motivasi satu sama lain. Maslow memberikan contoh: yang membutuhkan makanan bukanlah perut John Smith semata-mata.3. Jika keinginan itu pun terpenuhi. Dengan kata lain. Jika gejala ini hanya dilihat sebagai gejala lahiriah tanpa menelaah kemungkinan keinginan atau motivasi bawah sadar. dikasihani. 2. orang seringkali membuat pembedaan atas tujuan yang sebetulnya sama. berarti kita telah semenamena meniadakan kemungkinan untuk memahami seluruh perilaku dan keadaan motivasional seorang individu.

Motivasi manusia jarang mewujudkan diri dalam suatu perilaku yang lepas dari situasi dan dengan orang-orang lain. atau bahwa suatu keinginan tertentu sebenarnya dapat merupakan suatu saluran bagi pengungkapan berbagai keinginan lainnya.3. sebagaimana juga J. Dewey dan Thorndike. Bila rata-rata orang mendambakan mobil dan rumah. Di lain sisi. Pada umumnya secara sadar kita mendambakan apa yang menurut pikiran kita dapat dicapai. dan sebagainya. Menurut Maslow. sampel penelitian Maslow adalah orang-orang yang ternama dalam sejarah manusia.Tidak ada gunanya membuat daftar dorongan-dorongan (stimulus) yang muncul.3. Boleh dikatakan bahwa hal berikut merupakan kritik Maslow atas sampel penelitian mereka. sehingga hampir tidak mungkin secara jelas dan tajam memisahkan dorongan yang satu dari yang lain. yakni kemungkinan. Setiap teori motivasi dengan sendirinya harus memperhitungkan fakta pengaruh lingkungan. dorongan-dorongan juga tidak mengelompokkan diri secara aritmetik dan tersendiri dengan ciri-ciri tersendiri. Telaah tentang motivasi jangan meniadakan atau menyangkal telaah tentang penentu-penentu situasional. Mungkin sekali bahwa secara tidak sadar pun ia tidak mendambakannya. menekankan aspek motivasi yang sering diabaikan kebanyakan psikolog. kehidupan motivasional para penderita gangguan emosi harus ditolak sebagai contoh bagi motivasi sehat. sebagian besar ahli motivasi mendapatkan data dari para psikoterapis yang sedang merawat pasien. 2. Oleh karena itu. ia sadar bahwa dirinya secara aktif mengharapkan untuk memperoleh hal-hal yang diidamkan beberapa tahun sebelumnya.4 Teori Motivasi Abraham Maslow: Hirarki Kebutuhan . Namun pengakuan akan pengaruh situasi lingkungan hendaknya tidak berlebihan. Teori motivasi yang sehat sepatutnya merupakan kesimpulan dari penelitian atas orang-orang yang sehat pula.8 Pengetahuan Mengenai Motivasi Sehat Proposisi ini merupakan nilai lebih dari pandangan Maslow dibandingkan dengan kedua mazhab psikologi sebelumnya. tetapi jangan terjebak ke dalam teori situasi murni. 2. Sebagai asas sekali pun. Mereka tidak mendambakan pesawat jet atau kapal pesiar karena barang-barang itu ada di luar jangkauan rata-rata kemampuannya.3. Biasanya terdapat suatu tumpang-tindih.7 Kemungkinan Mencapai Hasil Maslow. hal itu lumrah dan merupakan kemungkinan yang nyata. Pasien-pasien itu merupakan sumber kekeliruan yang besar karena mereka merupakan contoh yang kurang baik dari suatu populasi. Teori motivasi yang sehat harus mempertimbangkan situasi. Dorongandorongan satu sama lain bukanlah hal-hal yang terpilah-pilah. karena pusat telaah kita tetaplah organisme atau struktur watak dari individu. Bila penghasilan seseorang bertambah. Pada kenyataannya.6 Lingkungan Aspek yang satu ini tidak boleh dilupakan. Pendaftaran dorongan secara dikotomis mengabaikan sifat dinamis dari dorongan-dorongan itu. misalnya bahwa segi-segi kesadaran dan ketidaksadaran mungkin berbeda-beda. 2. telaah motivasi jangan pula melupakan sifat intrinsik organisme demi kepentingan pemahaman dunia di mana organisme itu hidup. 2. Faktor kemungkinan untuk mencapai hasil ini penting diperhatikan dalam usaha memahami perbedaan motivasi di antara berbagai kelas dalam masyarakat atau antara individu-individu dari negara atau kebudayaan yang berbeda-beda.

Goldstein. seorang individu yang melarat kehidupannya. yaitu kebutuhan akan makanan. serta faktor eksternal seperti status. minuman. dan prestasi. seks. 5. yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer. misalnya rasa lapar. 3. dan psikologi Gestalt. pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Kebutuhan akan penghargaan: mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi. dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia. seks. dan udara. Jung. istirahat. oksigen. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan. 4. kasih sayang. orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya. dan persahabatan. pengakuan.1. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut: 1. tak ada minat lain kecuali makanan. IDENTIFIKASI HIRARKI KEBUTUHAN DAN APLIKASI MANAJEMEN 3. 3. besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. tidur. diterima-baik. haus. menjadi apa saja menurut kemampuannya. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. Kebutuhan sosial: mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki.1 Identifikasi Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Fromm. harga diri. Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Dengan kata lain. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang dasariah. otonomi.1 Kebutuhan Fisiologis 3. Horney. Kebutuhan akan rasa aman: mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai ³hirarki kebutuhan´. dan perhatian. dan cinta. 3. tempat berteduh. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. dan dengan dinamisme Freud. mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini. Bagaimana identifikasi atas tiap kebutuhan di atas dan dampaknya terhadap motivasi yang mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi akan dijelaskan dalam berikutnya. dan Adler.2 Aplikasi Manajemen .1. dan kebutuhan jasmani lainnya. tidur. 2. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan. Reich. Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. tempat tinggal. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan.

Hasil yang diperoleh cukup fantastis: pergantian karyawan menurun drastis. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak. Seorang pemimpin atau manajer jangan berharap terlalu banyak dari karyawan yang kelaparan. dan sebagainya. Maka ia menjadwalkan serangkaian waktu istirahat. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan. ketertiban. Orang seperti itu hanya hidup untuk makan saja. produktivitas meningkat. Ia ingin menemukan penyebab terjadinya pergantian tenaga kerja yang terlalu sering di salah satu bagian produksi di mana pekerjaan yang dilakukan lumayan sukar dan monoton. Untuk dapat memotivasi karyawannya. tertib. tentu saja makanan solusinya. taat-hukum. kalut.2 Aplikasi Manajemen Dalam konteks perilaku kinerja individu dalam organisasi. Tunjangan ekstra untuk konsumsi akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas individu dalam organisasi. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini. Mayo membidik dua burung. Orang yang merasa tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan tidak diharapkan. perlindungan. Jika hal-hal itu tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman.2. batas-batas. muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. hukum. kacau. Para karyawan diminta bekerja sama dalam menetapkan jadwal. cemas dan kekalutan. tidak ada perhatian lain kecuali makanan. dan semangat kerja menjadi lebih baik. kebutuhan akan struktur. Rasa lapar hanya dapat dipuaskan dengan makanan. Pemahaman akan tingkat kebutuhan ini juga dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa karyawan tertentu tidak suka inovasi baru dan cenderung meneruskan apa yang telah . maka sempurnalah kebahagiaannya. yakni waktu istirahat dan penghargaan diri karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang biasanya menjadi monopoli pimpinan perusahaan. kebutuhan pokok ini hanya bisa dipenuhi oleh pemicu kekurangannya. Ia cenderung berpikir bahwa seandainya makanannya terjamin sepanjang hidupnya. 3. dua kebutuhan terpenuhi dalam waktu yang sama. Jangan berharap bahwa nasihat dan petuah saleh dapat memuaskannya. Elton Mayo dari Harvard Graduate School of Business Administration pada tahun 1923 melakukan penelitian di sebuah pabrik tekstil di Philadelphia. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja. kebebasan dari rasa takut. Ia bertolak dari asumsi kelelahan tenaga kerja dan kebutuhan akan waktu istirahat. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu. Dengan satu panah.1 Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan. 3.2. Berbeda dari kebutuhan-kebutuhan tingkat berikutnya. dapat diandalkan. teramalkan. aman. Mayo secara tepat menemukan apa yang dibutuhkan karyawan.Pertama-tama harus selalu diingat bahwa bagi orang yang sangat kelaparan. dan di mana tidak terjadi hal-hal yang tak disangka-sangka. teratur. utopia dapat dirumuskan sebagai suatu tempat yang penuh makanan dan minuman. atau berbahaya. kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan. seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya.2 Kebutuhan Rasa Aman 3. Biasanya seorang anak membutuhkan suatu dunia atau lingkungan yang dapat diramalkan. kebutuhan akan rasa aman menampilkan diri dalam perilaku preferensi individu akan dunia kerja yang adem-ayem. Maslow menggambarkan bahwa bagi manusia yang selalu dan sangat kelaparan atau kehausan.

suami. kadang mereka secara keliru menganggapnya sebagai ancaman bagi organisasi mereka sehingga tindakantindakan mereka disesuaikan dengan pandangan demikian. Pada tingkat kebutuhan ini. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan. supervisi. maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki. cinta. Walaupun banyak manajer dewasa ini memahami adanya kebutuhan demikian. ia harus berperilaku dengan cara-cara yang tidak dapat diterima.berjalan. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. tidak perlu. Dewasa ini marak wacana adanya kemungkinan para karyawan di-PHK karena faktor teknologi yang berkembang.3. Dalam organisasi. orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat.1 Identifikasi Kebutuhan Sosial Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu. Hampir setiap individu dalam tingkat kebutuhan ini akan menginginkan ketenteraman. ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata. Dalam situasi ini.3 Kebutuhan Sosial 3. dan peluang kerja yang bersinambung. Atau dipakai untuk memahami mengapa orang tertentu lebih berani menempuh resiko. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya. 3. 3. Para manajer dapat mengakomodasi kebutuhan akan rasa aman dalam organisasi dengan jalan membentuk dan memaksakan standar-standar perilaku yang jelas. isteri. tiadanya keramahan. Antara pengembangan pribadi dan organisasi mempunyai hubungan resiprok yang hasilnya dirasakan secara timbal balik. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang batas-batas perilaku yang diterima bagi dirinya sendiri dapat mempunyai perasaan terancam. Penting dicatat juga bahwa perasaan manusia tentang keamanan juga terancam apabila ia merasa tergantung pada pihak lain. diterima. Individu yang berada dalam hubungan dependen seperti itu akan merasa bahwa kebutuhan terbesarnya adalah jaminan dan proteksi. pengucilan sosial. kita seringkali mendapati perilaku individu yang berusaha mencari batas-batas perilaku yang diperkenankan (permisible behavior). sekalipun pada saat-saat tertentu. saling percaya. Ia merasa bahwa ia akan kehilangan kepastian bila tanpa sengaja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki. Seharusnya karyawan pada level kebutuhan ini dimotivasi untuk memiliki rasa memiliki atas misi dan visi organisasi dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi organisasi. Ia menginginkan kebebasan dalam batas tertentu daripada kebebasan yang tanpa batas.2 Aplikasi Manajemen Individu dalam organisasi menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu. berbagi. Organisasi atau perusahaan yang terlalu tajam dan jelas membedakan posisi pimpinan dan bawahan seringkali mengabaikan kebutuhan karyawan akan rasa memiliki (sense of belonging). dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. Agaknya ia akan berupaya untuk menemukan batas-batas seperti itu. penolakan. . dan keadaan yang tak menentu. dan menerima sikap persahabatan dan afeksi. dan tidak penting.3. Ia ingin berasosiasi dengan rekan lain. dan belum pernah sebelumnya. dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. atau anak-anak. kekasih. sedangkan yang lain tidak. manajer dapat memotivasi karyawan dengan jalan memberikan suatu jaminan kepastian jabatan (job-security-pledge).

Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan. Tidak mengherankan bahwa sejumlah top manajer tiba-tiba mengundurkan diri ketika merasa tidak ada lagi tantangan dalam perusahaan tempat mereka bekerja. Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. prestise. ketidaktergantungan. Benar bahwa uang adalah salah satu alat motivasi yang kuat. 3. martabat. mempunyai dasar yang kuat. dan akhirnya menimbulkan kebutuhan akan rasa memiliki dan aneka kebutuhan yang masuk dalam hirarki tahap ini.1 Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan Menurut Maslow. penguasaan. kedudukan. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri. Individu tertentu pada saat dan kondisi tertentu barangkali tidak lagi merasakan uang sebagai penggerak kinerja. penerimaan. Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah. rasa tidak berdaya. perhatian. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain. kita kenal apa yang disebut manajemen konflik. tampaknya organisasi yang menyandarkan peningkatan kinerja karyawan mereka pada aspek finansial. Ketimbang uang. Tanpa bermaksud menolak atau mendukung salah satu pandangan. pengakuan. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Konflik bisa baik atau buruk tergantung pada tipenya. tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri.2 Aplikasi Manajemen Tidak jarang ditemukan pekerja di level manajerial memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. dapat dikatakan bahwa potensi konflik dalam organisasi selain mengganggu rasa aman juga dapat menciptakan alienasi yang mengakibatkan disorientasi.Dalam ranah Perilaku Organisasi. kepercayaan diri. kecukupan. Karenanya. akan rasa hormat diri atau harga diri. Ada apa gerangan? Apakah kompensasi gajinya tidak memuaskannya? Ternyata tidak selamanya uang dapat memotivasi perilaku individu dalam organisasi. Dari semua indikasi yang terdata. dan biasanya bermutu tinggi.4. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh halhal yang menghambat perwujudan diri. semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap. tantangan untuk adaptasi dalam kelompok baru dan asing. ketenaran. Berbeda dari pandangan tradisional yang melihat konflik secara negatif. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia.4 Kebutuhan akan Penghargaan 3. prestasi. apresiasi atau nama baik. Potensi mobilitas yang berlebihan yang umumnya dipaksakan oleh industrialisasi mengancam tercabutnya rasa kerasan dalam kelompok kerja. kebutuhan akan penghargaan ini jarang . 3.4. tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan persepsi nilai setiap karyawan. terdapat pandangan interaksionis yang melihat konflik tidak hanya sebagai kekuatan positif dalam kelompok namun juga sangat diperlukan agar kelompok berkinerja efektif. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. individu pada level ini lebih membutuhkan tantangan yang dapat mengeksplorasi potensi dan bakat yang dimilikinya. kompetensi. dan kebebasan (kemerdekaan).

setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan. berkembang. dan sebaliknya tanpa pikir dua kali untuk melemparkan kritik atas pekerjaan buruk bawahannya.sekali terpenuhi secara sempurna. B. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh.F. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri. . Pendelegasian otonomi dan tanggung jawab yang lebih luas kepada karyawan telah terbukti efektif untuk memotivasi kinerja dan performa yang lebih baik.5 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri 3.1 Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri Menurut Maslow. Dalam makalah ini.´ 3. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan. Pakar kepemimpinan. manajemen partisipatif dan program-program umpan balik positif (positive feedback programs) dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan. Dalam konteks ini.5. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. William Cohen. Keberhasilan eksperimen Mayo seperti telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penghargaan finansial terbukti tidak selamanya seefektif penghargaan psikis. mengatakan bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan pengakuan kepada prestasi kerja dalam organisasi. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual. memberi daripada menerima. banyak manajer seringkali lupa atau berpikir banyak kali untuk memberikan pujian dan pengakuan tulus bagi prestasi karyawan. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. Napoleon berseru: ³Sungguh menakjubkan apa yang akan dilakukan orang untuk barang sepele seperti itu. Skinner menambahkan bahwa untuk mendapat motivasi maksimum. orang harus memuji secepat mungkin setelah tampak perilaku yang pantas mendapat pujian. Bahkan Napoleon Bonaparte terkejut menyaksikan kekuatan pengakuan sebagai motivator. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri. Psikolog terkenal. Setelah tahu bahwa para prajuritnya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan medali yang diberikannya. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. 3.5. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori. Sebagai bagian dari sebuah pendekatan yang lebih konstruktif. Pengakuan merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat.2 Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang. Masalahnya.

Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain. Kadangkadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara luar biasa. atau panggilan yang mereka anggap penting. 2. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut ³pengalaman puncak´ (peak experience). memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. dan tekun introspeksi. ketidakpicikan. 8. Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. Mereka sangat mandiri dan otonom. 6. namun sekaligus menyukai orang lain. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. . 5. 7. dan masalah-masalah politik dan filsafat. dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. 4. dan bukan karena ikut-ikutan. Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. saat diliputi perasaan khidmat. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang biasa. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. Berkat persepsi yang tajam. Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. lebih peka melihat hikmah dari pelbagai masalah. tugas. Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur. Merindukan kesunyian. 9. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase. musik. mereka juga dapat menikmatinya. 3. termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional.1. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. Keterpusatan-pada-masalah. Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. Sama seperti anak-anak.

melakukan. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. Kreatif dalam mengucapkan. kekejaman. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. kosmik. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahankelemahan alamiah orang lain.Maslow menyebut keunggulan ini sebagai ³Being cognition´ atau ³B-cognition´. dan kemunafikan. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. cemas. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. Ketidaksempurnaan. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. Menurut Maslow. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. . Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. 14. Bagi mereka. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. 16. atau permainan secara mendadak. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut ³kemerdekaan psikologis´. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang ³melawan arus´ pendapat khalayak ramai. sajak. dan dengan tulus mengikutinya. makanan. Secara konsisten. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Secara konsisten. 10. Seperti seorang anak yang lugu. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. penipuan. hampir setiap anak mampu membuat lagu. 12. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. kebohongan. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. bosan dengan obrolan basa-basi . bersalah. 15. Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orang-orang yang neurotis. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. pengamatan yang pasif dan reseptif. Mereka mempunyai ³hirarki nilai´ yang jelas. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas. 11. omongkosong. dan pakaian. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. Mereka tidak selalu tenang. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. Kadar konflik dirinya rendah. Resistensi terhadap inkulturisasi. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. iri dan lain-lain. bahasa. 13. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. lakon. dan keterbukaan. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. dan menyelesaikan sesuatu. Bagi orang-orang ini. dan hiruk-pikuk suasana pesta. tarian. Selera humor yang baik. Namun bagi mereka. Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar.

mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu. saling memberikan manfaat. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. 3. Tetapi apa yang akan diuraikan berikut menyiratkan bahwa dewasa ini tidak ada satu pun teori motivasional tunggal yang dapat memecahkan segala pertanyaan tentang motivasi karyawan. Dalam sejarah. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaan-perbedaan. Makin matang kepribadiannya. tulus hati. orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap aktualisasi diri. 19. 3. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya. Bagi orang-orang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini. ketulusan. Gagasan ³selemah´ apa pun tetap dapat menjadi titik tolak atau pancingan untuk melahirkan ide yang lebih baik dan lengkap. Dalam pribadi yang sehat. latar belakang ras. seperti jujur. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya. Bahkan menurut Maslow. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan.5. kebaikan.3 Aplikasi Manajemen Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man. tidak ada teori dalam sejarah yang tak berguna. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. Tidak mengherankan muncul sebuah istilah teknis: ³pembalikan kopernikan´ untuk menyatakan suatu terobosan gagasan yang menjungkirbalikkan suatu pandangan sebelumnya. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mengusulkan suatu teori motivasi yang baru. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. Pertanyaan yang paling banyak diajukan sehubungan dengan tema motivasi adalah: ³Bagaimana . 18. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. Bila pada level kebutuhan sebelumnya. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar.5.17. dan berlangsung seumur hidup. dan kejujuran. dan sebagainya. bersikap wajar. tubuh tegap. dan penampilan. Oleh karena itu perpaduan berbagai teori motivasional dalam bagian ini akan memperlihatkan bagaimana teori-teori tersebut saling melengkapi (komplementer) dan kapan sebaiknya diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. agama. sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia. dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. pandangan muskil geosentris yang melihat bumi sebagai pusat tata surya telah memancing teori yang benar: heliosentris dari Copernicus. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib. Mereka itu amat spontan.4 Teori-teori Motivasi Komplementer Dari sudut pandang filosofis. baik hati dan berani. bahagia. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama. orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh. badan montok.

pengakuan. Kembangkanlah program kompensasi lebih berdasarkan kelompok daripada produktivitas individual. Kategori pertama disebut kebutuhan hygiene. perlakuan. yakni: 1. ia menarik kesimpulan bahwa individu mempunyai dua kategori kebutuhan yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan. Herzberg menyarankan untuk menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan kerja itu sendiri atau hasil langsung yang diakibatkannya. sebaiknya diberi kesempatan untuk bertugas dalam kelompok yang dipilih sendiri. status. 2. sebaiknya diberi wewenang atas orang lain yang disesuaikan dengan derajat keterampilan yang mereka miliki. 3. Dari riset itu. 3. 4. Pemuasan kategori pertama hanya berguna untuk mencegah ketidakpuasan kerja dan tidak dapat dipakai untuk menciptakan kepuasan kerja. dan pencapaian prestasi (keinginan untuk memenuhi kegiatan yang bernilai). yakni: 1. Bagi individu dengan motif pencapaian prestasi yang tinggi. ketiadaan ketidakpuasan belum tentu berarti ada kepuasan. Pakar motivasi lain bernama Frederick Herzberg muncul untuk meneruskan karya Maslow. dan keamanan. . ada empat hal yang harus digali. Faktor pemuas kebutuhan ini antara lain uang. David McClelland mengusulkan tiga motif kebutuhan. dan prestasi. 2. Jika ingin memotivasi orang pada pekerjaannya.saya dapat memotivasi karyawan saya?´ Untuk menjawab masalah ini. praktisi teori Maslow akan mengatakan tingkat kebutuhan terendah yang belum terpenuhi yang akan merangsang perilaku karyawan dalam organisasi. Kebutuhan ini diandaikan harus dipelihara untuk mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja. kekuasaan (keinginan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain). Bagi individu dengan motif kekuasaan yang tinggi. Kebutuhan kedua yang sungguh merupakan motivasi adalah pemuasan yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri. McClelland tidak mengatakan bahwa ketiga motif itu berada dalam hirarki yang sama dalam diri setiap orang. Ia mengusulkan bahwa lebih dari satu kebutuhan dapat menjadi dominan pada saat yang sama. hendaknya ditentukan bersama dengan mereka sasaran dengan tingkat kesulitan yang sedang saja. Bagi individu yang memiliki motif afiliasi tinggi. Herzberg mengumpulkan data mengenai sikap kerja karyawan di ratusan perusahaan. Bagi Herzberg. Apa yang secara intrinsik (batiniah) merangsang perilaku individu? Imbalan (reward) apa yang dapat memuaskan kebutuhan individu? Bagaimana menyesuaikan kebutuhan individu dengan imbalan (reward)? Bagaimana caranya agar individu betah dalam organisasi? Untuk soal pertama. Kebutuhan ini bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja berbeda dan terpisah dari faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja. misalnya: peluang promosi. Berikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sasaran denga cara mereka sendiri dan pastikan bahwa mereka mendapatkan cukup pengetahuan tentang kemajuan mereka melalui sistem umpan balik yang baik. tanggung jawab. Untuk soal kedua. McClelland telah melakukan banyak riset dan mengusulkan tiga jawaban. pertumbuhan personal. yakni: afiliasi (sama dengan kebutuhan sosial Maslow).

MBO merupakan pendekatan kognitif yang menekankan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya.Untuk soal ketiga. Manajer dan karyawan berembug untuk merumuskan tindakan apa yang akan dipakai untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Langkah ini harus diambil secara efektif oleh manajer. yang melihat penguatanlah yang mengkondisikan perilaku. maka mereka akan mengumpulkan banyak energi untuk melaksanakan pekerjaaannya. Kemudian kedua versi sasaran dipertemukan untuk disusun daftar gabungan. karyawan patut diberi penghargaan yang memadai. yakni: 1. Kekuatan utama terletak dalam sasaran yang disusunya. tindakan untuk mengoreksi diri dapat diambil secepat mungkin. adakan pertemuan dengan karyawan untuk membandingkan sasaran yang direncanakan dengan hasil nyata yang tercapai. Manajer sendiri secara terpisah juga mengidentifikasi sasaran yang harus dicapai karyawannya. Memberi umpan balik. Sedangkan dalam teori Penguatan. Pengkajian. Jika orang merasa dihargai. Metode ini menawarkan empat langkah yang harus ditempuh. 4. 2. Merencanakan tindakan. Teori ini berseberangan dengan MBO. Menetapkan sasaran. Bila sasaran tercapai. yang ia sendiri ingin dan dapat mengerjakannya. kita mempunyai pendekatan perilaku (behavioristik). penting untuk dicari sebab-sebab masalahnya. Langkah ini meliputi pelaksanaan dari tindakan yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran yang telah disetujui bersama. yakni: 1. Kemudian delegasikan fungsi itu kepadanya. Untuk menjawab soal terakhir. Caranya adalah menanyakan kepada karyawan yang telah diperkaya pekerjaannya tentang fungsi manajemen apa yang kini dikerjakan oleh atasannya. Teori ini menawarkan tiga langkah. Metode MBO mengandung filosofi manajemen yang berasumsi bahwa ada daya tarik nyata dalam individu jika mereka menentukan sendiri sasaran kerjanya. 2. Jika tidak tercapai. Metode lain yang sangat populer dalam menjawab soal ketiga ini adalah yang disebut Manajemen Berdasarkan Tujuan (Management by Objectives/MBO). Pemerkayaan pekerjaan ini mencakup sekaligus tambahan pekerjaan dan tanggung jawab yang bukan hanya diserahkan begitu saja. Menetapkan sasaran bersama-sama. Namun cara penyampaian harus sedemikian rupa sehingga hasil rembukan tetap tampak sebagai hasil kerja sama. Di sini manajer tentu dapat berperan lebih untuk merumuskan tindakan-tindakan strategik. Ini sama dengan langkah pertama MBO. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan. Penerapan. . kita menuju teori yang disebut teori Penguatan (reinforcement theory) yang telah berkembang menjadi strategi bernama Modifikasi Perilaku. bukan pada atasan. karyawan sebaiknya tahu bagaimana kemajuan mereka menuju sasaran. Teori Penguatan menggarisbawahi bahwa sasaran haruslah dapat diukur. Di sini manajer meminta setiap karyawan untuk menentukan sasaran yang ingin ia capai dalam jangka tertentu. 3. Herzberg masih menawarkan konsep yang disebut pemerkayaan pekerjaan. Teori ini menekankan bahwa setiap saat yang diinginkan.

Bilamana seorang karyawan mempunyai gaji dan keamanan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa amannya. bukan celaan. Dari uraian di atas. Jika manajer mengharapkan karyawan untuk tidak suka bekerja untuknya dan dengan demikian menghindari semua tanggung jawab. mereka langsung mendapat kritik atau celaan. maka pola kepemimpinan yang sangat memaksa dan mengendalikan yang kemungkinan diterapkan oleh manajer. Orang butuh motivasi. jika manajer mengharapkan karyawan mereka untuk mencari tanggung jawab dan mampu mengarahkan-diri ke sasaran yang mengandung imbalan. Memberikan imbalan tepat waktu. Mengelola motivasi berarti mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilaksanakan. Sudah sering terdengar keluhan karyawan bahwa manajer mereka seakan tidak tidak tahu semua hal baik yang telah dikerjakan mereka. celaan mungkin dapat menjadi motivator sementara. Inilah dugaan yang terkandung dalam Teori X dan Teori Y dari McGregor. seorang motivator benar-benar telah mengelola motivasi. Semua teori motivasional ini saling melengkapi dan dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan. 4. keuntungan yang baik. Perangkat pengharapan terakhir. KESIMPULAN: PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW Dari sekian banyak teori motivasional yang ada. Sebaliknya. maka hal itu tidak lagi akan memberikan motivasi. Batas-batas antara tingkatan yang satu dengan yang lain tidak terlampau jelas dan lebih menunjukkan saling tumpang tindih. Imbalan yang dalam praktek terbukti paling penting tetapi juga paling tidak dimanfaatkan oleh manajer.3. kapan dan bagaimana itu dilakukan. Dalam jangka pendek. tampak benang merah antara teori yang satu dengan yang lain. Hirarki Kebutuhan Maslow penting bagi kita karena membantu menjelaskan mengapa gaji tinggi. Sama halnya kita tidak akan meresahkan kebutuhan bernapas. Dengan menelaah apa yang menjadi kebutuhan karyawan dan memberikan pemuasan yang tepat sasaran. kecuali kita mempunyai masalah dalam organ pernapasan kita. dan sangat mendasari gagasan perkayaan pekerjaan dan MBO. adalah pengakuan. dan keamanan kerja tidak selamanya dapat memotivasi kinerja. ia tidak lagi terdorong oleh motivasi tingkat di bawahnya. mungkin teori Hirarki Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. Teori ini mewariskan pesan bagi kita bahwa begitu orang melewati tingkat kebutuhan tertentu. Hal ini memberikan pengertian agar seorang manajer atau pemimpin atau motivator dalam organisasi hendaknya mengenal apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. Tidak bisa dipastikan dengan kaku bahwa kebutuhan rasa aman hanya akan muncul setelah kebutuhan akan makanan terpuaskan sepenuhnya. situasi. akan menciptakan ramalan pemenuhan-diri. Hendaknya hirarki kebutuhan Maslow tidak dilihat secara kaku dan mutlak. Untuk memberikan motivasi yang dapat meningkatkan performa kepada keduanya. Teori Y. Tetapi biasanya celaan cenderung memiliki sejumlah konsekuensi disfungsional bagi organisasi dalam jangka panjang. pada mulanya dikembangkan dari teori Hirarki Kebutuhan Maslow. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita telah mampu memuaskan sebagian besar kebutuhan dasariah mereka kendati . karena orang ingin melakukannya. itu pun dapat menciptakan ramalan pemenuhan-diri. dan kondisi organisasi yang bersangkutan. di mana pekerja akan termotivasi melakukan pekerjaan seminim mungkin. Kebutuhan seorang buruh produksi harian dengan karyawan staff manajerial tentu berbeda. Tetapi begitu ada kesalahan. seorang motivator harus memberikan treatment yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam kenyataannya. dalam banyak kasus penelitian. Manusia memang makhluk yang dinamis dan multidimensional. Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama. namun masih harus dibuktikan secara empiris. Bila ditinjau lebih khusus. kita harus memahami sejumlah kualifikasi lanjutan agar konsep kita menjadi lebih komprehensif. Semua teori ilmu pengetahuan tentang manusia mesti berhadapan dengan kenyataan itu. Tidak jarang terjadi. Sebagaimana lumrahnya perkembangan suatu teori. sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. maka ketika diterapkan kepada manusia tertentu (dengan budaya tertentu) tentu terdapat kekecualian-kekecualian dalam pengurutan umum hirarki yang ada. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori. maka kebutuhan tersebut tidak lagi akan memiliki pengaruh yang berarti pada motivasi. menerima. mengingat teori Maslow merupakan suatu teori umum tentang kebutuhan manusia. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. beberapa penelitian mendukung. kendati tampak sah bagi banyak orang. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi. evaluasi atau riset yang menghasilkan kesimpulan yang tidak mendukung teori bisa saja berangkat dari pemahaman yang tidak komprehensif atas teori dan jalan pikiran Maslow. Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow. Untuk memahami. sedangkan ada pula orang . orang melihat bahwa teori Maslow semestinya didukung lagi dengan bukti-bukti empiris yang lebih banyak. Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. teori yang baik gagal dibuktikan karena metode dan aplikasi riset yang buruk. Itulah dinamika dan dialektika ilmu pengetahuan. Dari kenyataan ini. sedangkan yang lainnya menolak. Dalam buku Motivation and Personality. tesis Maslow juga mengundang sejumlah antitesis. dan menerapkan teori yang hingga kini masih menggema ini. Kiranya Maslow sepenuhnya menyadari sejak awal bahwa berbicara tentang struktur kepribadian manusia yang dinamis tidak segampang membalikkan telapak tangan. Sejumlah ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang berbeda. Pertama.belum dalam arti sepenuh-penuhnya. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. Sumbangan Maslow tidak sedikit untuk perkembangan psikologi organisasi. Maslow berkali-kali mengingatkan agar jangan sesekali memutlakkan kelima tingkat kebutuhan atau membedakannya secara tajam dan kaku. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah. Ada orang tertentu yang tidak pernah berkembang melampaui tingkatan pertama atau kedua. tapi tidak banyak didukung oleh bukti riset. Yang mau ditekankan adalah bahwa begitu suatu tingkat kebutuhan terpuaskan. Wahba dan Bridwell (1976) menyimpulkan suatu paradoks untuk teori Maslow: bahwa teori ini diterima luas. atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik.

. mungkin tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan keinginannya karena ideal. Umumnya dapat kita lihat bahwa individu-individu dapat mengembangkan tujuan-tujuan substitut ketika pencapaian langsung terhadap suatu kebutuhan terhalangi. Oleh karena itu. dan tugas-tugas dapat mempengaruhi dirinya. Nyatanya. suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal. Keempat. Bila dalam jangka pendek seseorang tidak menampakkan minat pada tujuan tertentu belum tentu bahwa ia tidak membutuhkannya. maka kita tidak pernah mungkin mendeterminasi berapa valid teori tersebut atau secara tepat. dalamnya hati manusia sungguh tak dinyana. Khususnya dapat dikatakan bahwa suatu kebutuhan yang terpenuhi mungkin akan kehilangan potensi atau daya motivasionalnya. dua kebutuhan yang sama tidak selalu akan menyebabkan timbulnya reaksi yang sama pada setiap individu. perlu disadari bahwa banyak di antara tujuan yang diupayakan oleh manusia merupakan tujuan-tujuan jauh dan berjangka panjang yang hanya dapat dicapai melalui suatu seri langkah dan sarana. maka ia lebih menginginkan pemenuhan kebutuhan yang lebih mendasar. norma. para manajer dianjurkan untuk memotivasi para karyawan mereka dengan jalan merancang program-program atau praktek-praktek yang ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang muncul atau kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi. rantai kausatif tidak selalu berlangsung dari stimulus-kebutuhan-perilaku. Kedua.aspek mana sajakah dari teori tersebut bersifat valid. lagi-lagi ditegaskan betapa besar misteri yang meliputi kepribadian manusia. Menyadari hal ini.´ Sekalipun tidak banyak riset yang secara jelas mendukung teori ini. Ketiga.. Di lain sisi. Seorang ilmuwan bernama Craig Pinder memberikan jalan tengah atas dua kubu pendapat yang pro-kontra sebagai berikut: ³Teori Maslow tetap sangat populer di kalangan para manajer dan mereka yang mempelajari perilaku organisasi kendati tidak banyak studi yang secara resmi dapat mengkonfirmasi atau menolaknya. dan aspek mana yang tidak valid. dalamnya lautan bisa diduga. Jika demikian halnya.. standar sosial. kita tetap dapat menarik pelajaran berharga bagi para manajer. Barangkali misteri manusia in jugalah yang membatasi semua teori tentang manusia. Ada kemungkinan bahwa dinamika yang terimplikasi pada teori Maslow tentang kebutuhan bersifat terlalu kompleks untuk diterapkan dan dikonfirmasi oleh riset ilmiah. Kata pemeo.lain yang demikian terpukau oleh kebutuhan tingkat tinggi sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah tidak menarik bagi mereka. Sekalipun Maslow dalam tesisnya menyatakan bahwa apabila seseorang tidak dapat memenuhi dua macam kebutuhannya. sebagai implikasi atas teori ini. MANAJEMEN SUATU PENGANTAR . Setiap tindakan cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan.

b. Tujuan dan Forecasting 3. Perencanaan Pengadaan 7.d. Jakarta. Proses Pengambilan Keputusan 5. Teori Organisasi Klasik 2.d. Pengertian 6. BUKU YANG DIANJURKAN ‡ M.c.a. Tujuan dan Manfaat 7.b. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik 2.a. Fungsi dan Tugas 8.b. Manullang. Erlangga. 1983. Pengertian dan Unsur-unsurnya 8. Yogyakarta.a. Teori Hubungan Antar Manusia 2. Sumber Pegawai 7. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen 2. Fase Pengambilan Keputusan 4. Penempatan 8.b. Pengertian Manajemen 2. Pengertian 6. Penyusunan Pegawai 7. Pengorganisasian 6.DESKRIPSI Modul ini akan menjelaskan secara ringkas dan memberikan gambaran umum tentang manajemen beserta asasnya. Teori Behavioral Science 2. Edisi kedua. MANAJEMEN.d.b. Kepemimpinan (Leadership) 8.a.a. TUJUAN Memberikan pemahaman tentang berbagai konsep dan teori manajemen. BPFE. Penetapan Tujuan 3. Teori Aliran Kuantitatif 3. Teknik Pengambilan Keputusan 4. Asas atau Prinsip Organisasi 6.e.c. Pengertian dan Fungsi Forecasting 4. MATERI 1. Pengertian Pengambilan Keputusan 4.b. Hani Handoko.c. Sehingga dengan demikian pembaca diharapkan memahami berbagi konsep yang ada dalam manajemen dan bagaimana implementasinya. Edisi ketiga.a. Fungsi ± Fungsi Manajemen 5. 1986.c. DASAR-DASAR MANAJEMEN. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki . Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen 4. memahami lingkungan manajemen dan menerapkan dalam upaya pengambilan keputusan yang strategik. Unsur-unsur Organisasi 6.d.c.c. Penarikan dan Seleksi 7.a. ‡ T. Pengertian Tujuan 3.

b. pengorganisasian.e. Menurut Drs.d. pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.a. Jenis Pengendalian 10. seperti perencanaan. penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Appley : Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.b. Menurut Lawrence A. pengorganisasian. Stoner : Manajemen adalah proses perencanaan. mengurus atau mengelola. 2. 4. yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.8. yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan.f.c. Menurut R. penggerakandan pengendalian/pengawasan. karangan Drs. pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.d.F. aspek Pelaksanaan 10.a. 3. Pengertian dan Konsep 10. Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata ³to manage´ yang berarti mengatur. dosen tetap Fakultas Ekonomi Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta. Teori Motivasi.e. Aspek Perencanaan 10. Pengendalian atau Pengawasan 10. Menurut Horold Koontz dan Cyril O¶donnel : Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Pengertian Motivasi 9. Langkah ± Langkah Pengendalian Modul ini ditulis mengacu pada buku MANAJEMEN . Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan 9. SUATU DASAR DAN PENGANTAR. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Prestasi dan Kepuasan Kerja 9. 5. penyusunan. Teori ± Teori Motivasi 10. Menurut James A. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen . Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut : 1. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan. Oey Liang Lee : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian. Muslich. Gaya Kepemimpinan 8. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian 10.

A. Tujuan jelas 2. Menurut Frank. 2. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Balas jasa insentif . Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. Urutan instruksi 8. Pentingnya peran manajer 2. A. Laporan terpecaya 7. Instruksi standar 12. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Frederick W. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. yaitu : 1. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.1. Frank B dan Lillian M. A.5.2. 3. Operasi standar 11.6. Metode ini disebut sistem upah differensial. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. A. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. A. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor.3. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Mengenal metode seleksi yang tepat. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Hennry L. Balas jasa yang adil 6. Disiplin kerja 5. A.4. Menurut Lillian. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Staf memadai 4.A. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Kegiatan logis 3. Kondisi standar 10. Standar kegiatan 9. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Sistem bonus dan instruksi.

kegiatan menjaga keamanan. Technical . kegiatan perencanaan ± Organizing . 2. 3. 5. Prinsip staf C. Accountancy . Commercial . Prinsip skala c.1. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan B.B. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. Mooney : Menurut James. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Koordinasi b. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. Managerial . kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. kegiatan pengarahann ± Controlling . Financial . 4. . Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . James D. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : ± Planning . kegiatan pembelanjaan. kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Prinsip fungsional d. kegiatan akuntansi 6.2. Security . Teori Organisasi Klasik B.

Istilah tersebut biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan. D. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen. D. Merumuskan masalah 2. perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. D. mission atau target.1. E. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4.D.5. Pengertian Tujuan Istilah lainnya adalah sasaran.2. D. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem manajemen. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1.3. Teori Behavioral Science : D. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. Sehingga tujuan akan memberikan arah kemana kegiatan harus dilakukan. Menetapkan pengawasan atas hasil 6.6. D. Tujuan merupakan hasil akhir dari apa yang diinginkan untuk dicapai. Tujuan dan Forecasting A.4. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. D. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.8. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang. Menyusun model aritmatik 3. goal.7. D. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Mengkaji model dan hasil model 5. . Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.

pengumpulan fakta dan data. petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. Pengertian dan Fungsi Forecasting Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada.4. Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Goerge. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen A. penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan. G. B. suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan. 2.B. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya. C. C. kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan. menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Penetapan Tujuan Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. Fase Pengambilan Keputusan 1. C. diantaranya adalah : A.2. Aktifitas desain . B. penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. P. Sebelum pilihan dijatuhkan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah. Hasil dari forecasting ini menjadi dasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencana. Secara umum. Claude S. Pada kondisi yang berbeda. tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf. Aktivitas intelegensia Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.1. pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli.3. suatu sumber yang dapat dipercaya. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Horold dan Cyril O¶Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. R. sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi. Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama.

R. Menganalisa problem tersebut 3. Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. Gaming War Game Teori penentuan strategi. 3. Mengambil keputusan yang terbaik C. Manganalisa masalah c. Teknik Pengambilan Keputusan 1. Aktifitas pemilihan Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Mengidentifikasi masalah utama b. Mengembangkan alternatif d. D.Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a. Menetapkan masalah b. Dari tiga aktifutas tersebut diatas. Menganalisis alternatif d. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucher : a. Linier Programming Riset dengan rumus matematis. Mengambil keputusan yang tepat e. Terry : 1. Mengevaluasi alternatif 5. Menetapkan sejumlah alternatif 4. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. 4. 2. Aktifitas desain meliputi : ± menemukan cara-cara/metode ± mengembangkan metode ± menganalisa tindakan yang dilakukan 3. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif Fungsi ± Fungsi Manajemen A. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan . Menyusun alternatif c. Pengertian Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.

Membagi beban kerja. koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat. b. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 2. Pengarahan/Directing : Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Secara terusmenerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. 5. 2. Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk diperhatikan. kewajiban dan tanggungjawan tertentu. organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pengawasan/Controling : Fungsi yang memberikan penilaian. Secara menyeluruh. Pengorganisasian/Organizing : Kegiatan yang meliputi penetapan struktur. Sedangkan menurut Chester I. keterpduan kegiatan c. 3. Mooney. Pengkoordinasian/Coordinating : Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan.rencana tersebut. fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan 6. Secara tegas organisasi ditandai oleh : 1. fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. yaitu : a. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. menyelaraskan kegiatan d. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut : a. pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif. Penyusunan Staf/Staffing : Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan. 4. Barnard. Sinkronisasi kegiatan b. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. pelatihan. Pengertian Menurut James D. pemanfaatan. Pengorganisasian A. tugas dan kewajiban. bimbingan. 3. meruntutkan kegiatan e. organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. Perencanaan/Planning : Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. .

C. Pengawasan Umum Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan. 2. Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih. Asas atau Prinsip Organisasi 1. Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama. Tujuan dan Manfaat Organisasi Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur. Semnetara itu. Perumusan dan Penentuan Tujuan Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai. 2. Pendelegasian Wewenang Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas. Koordinasi Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya. tugas dan tanggung jawab. wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas Adanya pengaturan dan pembagian wewenang. koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik. 3. 4. 5. disusun. Penyusunan Pegawai . Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas. 6. mempunyai tujuan tertentu. ditetapkan.c. 4. Mensinkronisasi pekerjaan d. 3. Unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. B. Pembagian Kerja Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja. Menentukan mekanisme pekerjaan. Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab. manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur. Efisinesi Pengawasan Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien. Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Unsur ± Unsur Organisasi Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. D. pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Hasil dari analisa jabatan ini adalah : a. b. Pengisian formulir lamaran 4. Pemeriksaan CV 7. Wawancara 6. Sifat dan kecakapan pemangku jabatan Umumnya analisa jabatan disebut sebagai suatu upaya membuat uraian pekerjaan hingga dapat diperoleh keterangan untuk menilai jabatan. D. Untuk dari luar dapat diperoleh melalui kantor penempatan kerja. a. diantaranya : 1. Penempatan. C. Tes 5. . Pemasukan lamaran 2. Penarikan dan Seleksi Umumnya penarikan dan seleksi pegawai baru dapat dilakukan sebagai berikut : 1. B. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penempatan calon pegawai tersebut sesuai dengan posisinya. Sedang yang berasal dari dalam perusahaan. Latihan dan Pengembangan Dilakukan agar pegawai baru atau pun yang telah ada tetap bisa produktif dan aktif serta selalu bisa menyesuaikan keahliannya dengan perkembangan teknologi atau kondisi lingkungan kerja. promosi pegawai. 2. Tahap analisa tenaga kerja (work force analysis) 2. Penerimaan lamaran 3. Pemeriksaan kesehatan 8. Sifat dan keadaan pekerjaan b. lembaga pendidikan. Penempatan Setelah calon pegawai dinyatakan lolos dari beberapa tes seleksi. Sumber Pegawai Pegawai dapat diperoleh dari dalam atau pun dari luar perusahaan itu sendiri. Perencanaan Pegawai 1. untuk menentukan : a. dan positif diterima. atau dari teman-teman dekat pegawai yang mempunyai keahlian. serikat buruh. wewenang. b. Deskripsi jabatan : yaitu pernyataan yang meliputi tugas. tanggung jawab dan hubungan lini ke atas atau ke bawah. Off the jog training Pelatihan yang dilakukan diluar perusahaan dengan bantuan pihak lain. Perencanaan pengadaan pegawai yang intinya untuk meneliti dan memperoleh pegawai. iklan. Melakukan analisa jabatan. Pengenalan dan Orientasi Tujuannya untuk mengenalkan pegawai baru tersebut dengan lingkungan kerjanya. misalnya. Spesifikasi jabatan : yaitu pernyataan yang menunjukkan kualitas dan persyaratan minimal bagi pegawai yang diterima. Dalam penempatan ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. On the job training Yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan cara : a.A. Tahap analisa beban kerja (work load analysis) b.

Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. adanya komunikasi. B. Untuk mencapai tujuan manajer. Pengertian dan Unsur ± Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. Mengembangkan informasi 3.Maksud dan Tujuan Latihan : ± Meningkatkan efektifitas kerja ± Efisiensi kerja ± Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai ± Meningkatkan disiplin ± Mengurangi kesalahan ± Mempercepat perkembangan pegawai ± Mengurangi turn over Kepemimpinan (Leadership) A. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu. 4. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. 2. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Yang berkaitan dengan kerja : ± Mengambil inisiatif ± Mengatur langkah dan arah ± Memberikan informasi . Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. Dari dua pengertian tersebut diatas. adanya peserta yang digerakkan. Menurut Cyriel O¶Donnell. 3. Mengambil keputusan 2. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. Untuk memperoleh manfaat bersama. Menurut George Terry. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan.

supervisor. direktur utama. misalnya. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota. Misalnya. pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. mandor dan pelaksana teknis. mendidik dan mengembangkan bawahan 7. D. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. kekompakan rendah ± Gaya kerja tinggi. Terry.Pengetahuan human relation yang baik 4.± Memberikan dukungan ± Memberi pemikiran ± Mengambil suatu kesimpulan b. 3. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1. juga melakukan pekerjaan tersebut. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Tingkat kecerdasan yang tinggi . Penguasaan teknis relatif penting. yang berkaitan dengan kekompakan anggota : ± Mendorong. Mental dan fisik yang energik 2. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah. bersikap menerima ± Mengungkapkan perasaan ± Bersikap mendamaikan ± Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat ± Memperlancar pelaksanaan tugas ± Memberikan aturan main C. Ahli dalam bidang sosial 8. staf produksi. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. misalnya. Emosi yang stabil 3. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : ± Gaya kekompakan tinggi. misalnya. kerja rendah ± Gaya kerja tinggi. 2. Cakap untuk mengajar. kekompakan tinggi ± Gaya kerja rendah. ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : a. Cakap berkomunikasi 6. kekompakan rendah E. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O¶Donnel. manajer keuangan. Motivasi personal yang baik 5. bersahabat.

3. Model Sumberdaya Manusia Dengan penekanan pada motivasi tidak hanya oleh masalah pemenuhan kebutuhan biologis saja akan tetapi juga kebutuhan mendapatkan kepuasan.b. Teori ± Teori Motivasi Ada tiga motivasi utama yang sering diajukan. Motivasi ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya : 1. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. merupakan fungsi yang penting. Elton Mayo menekankan pada pentingnya pengakuan atau penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana. Keinginan akan kekuasaan 4. Matang dalam emosi dan pikiran e. B. Pengendalian atau Pengawasan A. Pengertian dan Konsep Sebagai terjemahan dari controlling dalam manajemen. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan. Prestasi dan Kepuasan Kerja A. yaitu : 1. 2. Keinginan untuk hidup 2. Model Human Relation Diartikan sebagai model hubungan manusiawi dengan penekanan pada kontak sosial merupakan kebutuhan bagi manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam suatu usahanya. keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Keinginan akan adanya pengakuan Sehingga secara singkat. Penghayatan terhadap kerja sama Teori Motivasi. 3. . harapan. Khususnya untuk pekerja hanya dapat dimotivasi dengan imbalan uang. Model ini menyatakan bahwa motivasi pada seseorang hanya dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis saja. menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. 2. Model ini dicetuskan oleh Elton Mayo sebagai akibat kejenuhan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama secara berulang. Alasan melakukan pengawasan adalah : 1. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan c. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan. Model Tradisional sering disebut model klasik. mengaktifkan. Pengertian Motivasi Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong. Cakap berbicara d. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat. dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor. Motivasi yang kuat f.

Menyusun umpan balik (feedback) 3. Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur. pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen ² Pengendalian eksteren . Atas dasar aspek obyek : ² Pengendalian Administratif . C.4. D. Penetapan standar kegiatan 2. Aspek Perencanaan Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan. dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan E. aspek obyek 3. Secara konseptual. Mekanisme pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Aspek subyek Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas. Pembandingan kegiatan dengan standar 4. b. yang dilakukan dibidang administrasi ² Pengendalian Operatif . Aspek waktu 2. pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Atas dasar aspek waktu : ² Pengendalian preventif . Aspek Pelaksanaan Dijadikan sebagai obyek yang dinilai. maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Atas dasae aspek subyek : ² Pengendalian Interen . B. Jika ada perbedaan. pengawasan adalah suatu kehidupan interaktif antara hasil pekerjaan dengan perencanaan yang telah disusun. Jenis Pengendalian Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek. dilakukan dibidang opersional c. ² Pengendalian Represif . pengendalian dapat dibedakan menjadi : a. penyelidikan dan evaluasi keseluruhan kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. pemantauan. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen . Jadi pengawasan dapat diartikan sebagai usaha melakukan pengamatan. akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Mengukur penyimpangan 5. yaitu : 1. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi.

Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. Thomas Aquinas (1225-1274).F. etika atau aturan-aturan moral. modal patungan dalam usaha. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM. yaitu nilai guna dan nilai tukar. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. 2. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Langkah ± Langkah Pengendalian Secara umum. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja 2. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. 4. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). 3. 5. 2. kaidahkaidah hukum. Xenophon seorang prajurit. proteksionisme serta politik kolonial. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. Tetapi masalah riba. spesialisasi dan pembagian kerja. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. melalui tukar-menukar. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi oleh rahmat hidayat Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. yang . Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan 4. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. Mengukur kegiatan 3. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama.

dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. 4. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. tetapi menganjurkan persaingan. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. 2. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. dengan perkataan lain secara normatif. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. dan kecepatan uang beredar. 5. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. dalam negeri. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian . Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. 3. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. 4. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. 3. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis.selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. 3. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik 1. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan. dan teori fruktifikasi. 2. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik.

begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Dengan demikian. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. sedangkan tingkat upah menurun. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik JB. 3. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Malthus. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. sepuluh tahun sebelum Adam Smith . Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya.pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. 2. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. 4. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. tenaga kerja. dengan asumsi berlaku dana upah. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. dan David Ricardo 1. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). keterampilan dan modal. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. sehingga tercipta dua macam harga. perhatiannya bidang logika dan etika. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Tingkat sewa tanah akan meningkat. Say. 2. 4. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. pemerintah bertugas melindungi rakyat. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi.

sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. 4. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Dan pendekatannya teoretis deduktif. pembagian kerja. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. List dan Bastiat. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. 3. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. kecuali telah diolah manusia. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. teori bunga dan laba. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. teori tentang nilai dan harga. dan the law of deminishing return. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. 2. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia.menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. Carey. teori kependudukan. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. Inggris. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. teori sewa tanah. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif . Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. Sismonde. 3. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. teori perdagangan internasional dan. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran dari Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale.

ketiga teori tentang . Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. 3. hipotesis kependudukan Malthus. Ekonomi Mazhab Sosialis Utopia 1. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Friedrich Engels. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). 6. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. Gerard Winstanley. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. teori dana upah mendapat tantangan. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. yang menjadikan mental breakdown. politik dan ilmu sosial. Francis Bacon. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Thomas Campanella. hukum lahan yang semakin berkurang. dipelajari oleh Mill. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Saint Simon (1760-1825). sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Malthus dan Ricardo. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan.. James Harrington. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. 5. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Oliver Cromwell. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. 2. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi.dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. 3. dengan pemikiran yang eklektiknya. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. 2. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris.

5. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Dari Analisis Marjinal 1. 4. sedangkan Hukum Gossen II. tenaga kerja. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. konsumsi. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Selain Gossen. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). dan lahan terbatas. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang.tingkat laba yang cenderung menurun. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. 2. 3. Timbullah perusahaan-perusahaan raksasa. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Priduktivitas Marjinal 1. jumlah modal. dan distribusi . Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. sedangkan jumlahnya makin sedikit. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. konsumsi dan distribusi.

dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. Dengan demikian. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. bekerjanya kedua kekuatan. jangka pendek. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. meningkat atau menurun. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. ibarat bekerjanya dua mata gunting. Dalam pembahasan sisi permintaan. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Clark. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. Tetapi masalahnya. yakni permintaan dan penawaran. dan jangka panjang. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Tetapi. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. oleh Wicksell.B. dia tidak mau cepat-cepat menerbitkan bukunya. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri.B Clark mempunyai nilai etik. sebelum buku Jevons terbit. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. Tetapi. bahwa untuk memudahkan pembaca. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. 2. Robert Giffen telah dapat . Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. 4. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. 3. Menurutnya. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns.yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. Dia memahami. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu.B. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. karena itu timbullah bunga. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. Tetapi. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. 2. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. ditafsirkan oleh J. Selanjutnya. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Pemikiran Marshall Sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. lebih besar dan lebih kecil dari satu. dan pada saat kurva ongkos naik. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga.

Marshall menemukan surplus konsumen. 5. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. melibatkan aspek-aspek kebiasaan.A. adat. sosial dan politik dalam pembahasannya. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. sehingga ditemukan Giffen Paradox. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. hukum dan kejiwaan. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. statik. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. tetapi jika berubah harga menjadi independen. 2. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. hukum. Pandangan pemikiran J. tetapi bukan hubungan pertukaran. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. terjadi kestabilan. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. maka keadaan menjadi tidak stabil. sejarah. dan transaksi distribusi.membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barangbarang. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). 3. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan . depresi. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. Tetapi. yakni resesi. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. 4. pandangan Veblen mendapat kritik. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. Jika variabel kuantitas independen. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusankeputusan pengusaha. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. Pendekatan sejarah. John R. distribusi pendapatan yang senjang. Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di UniversitasWisconsin. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. transaksi kepemimpinan. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. Tindakan Kolektif dan Surplus Yang Tidak Produktif 1. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. dan mencoba memasukkan segi-segi kejiwaan. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. maka kesejahteraannya tidak menurun. Dalam transaksi tersebut.

Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. yakni ekonomi. 3. Intonasi. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. recovery. 4. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. bukan persaingan harga. meningkatnya konsumsi.pemikirannya. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. Dengan demikian. oleh karena teori itu terlalu sempit. 2. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. yang banyak terjadi adalah monopoli. seperti teori konsumsi. andaian-andaian laba maksimal. tetapi ekonomi tetap tumbuh. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. dan semua sektor. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. kesehatan. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. 2. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. perilaku bisnis. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. Namun demikian. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. dan boom. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Alat analisisnya . Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. depresi. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. Mazhab Institusionalisme 1. tetapi sebagai seorang sociologist. kependudukan. dan perilaku variabel-variabel ekonomi. di mana terjadi resesi. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. pendidikan.produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. persaingan sempurna ditolaknya. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran. andaianandaian. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal.

untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan.co. a) Proses pengarahan (process of directing). yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. 1. misalnya pengelolaan. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. pemimpin. pemerintah. KONSEP DASAR MANAJEMEN A. kekuatankekuatan politik. yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasa kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan. Tidak ada lagi persaingan sempurna. Jadi. yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jsa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atas . BATASAN MANAJEMEN Istilah manajemen (manejement) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda. b) Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work). dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. Adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. pendapat para ahli mengenai batasan manajemen yang amat berbeda. Namun demikian. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. 1987: 4). Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya.perusahaan ini. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. Millett membatasi manajemen.seperti yang dilakukan oleh Mitchell. administrasi dan sebagainya. John D. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. dan lembaga-lembaga konsumen.html#ixzz1Ie9ThjYR Makalah. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. Karya Ilmiyah. ketatalaksanaan. Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses. yaitu suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lain saling berurutan. pembinaan. Artikel.contohmakalah. pengurusan. ketatapengurusan. kepemimpinan. Skripsi. ekonomi. 3. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Sebagai bahan perbandingan. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif.

Dalam batasan manajemen diatas prosesnya meliputi: 1. d. b. pengorganisasian. b. 3.F Stoner dan Charles Wankel (1986: 4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut: Manajemen adalah proses perencanaan. James A. Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. 2.  2. kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi. yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin. Perencanaan. 3. 4. yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. c. Pengorganisasian.kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk pencapaian suatu tujuan. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. manajemen diberi batasan sebagai berikut: Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan. Manajemen sebagai suatu seni Yaitu sebagai suatu keahlian. pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. kemampuan dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan. Defenisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. 2. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama. Elemen sifat a. Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut dalam buku ini. pengarahan. Blanchard (1980: 3). Paul Hersey dan Kenneth H. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Elemen fungsi a. Kepemimpinan. pengorganisasian. memberikan batasan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. kemahiran. yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. Pengendalian. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan . Manajemen sebagai suatu ilmu Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum (general purpose). yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan.

Filsafat memiliki: 1. kemauan atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. target dan quota. Orang (manusia) Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat ia bekerja sama untuk mencapai tujuan. standard. Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan 3. filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. 3. Mekanisme kerja Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. 4.  b. semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya. Elemen sasaran a. Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. mission. Cinta hasrat. Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar Filsafat adalah petunjuk utama yang menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer. Jadi pengertian. Menurut Davis dan Filley dalam Ukas (1978) terdapat faktor-faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lain dalam mencapai tujuan. purpose. . identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Filsafat berarti cinta kebijakan. Tujuan tertentu 2. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. Filsafat berarti hasrat. Elemen tujuan Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan. B. Philien artinya cinta dan sophia berarti kebijakan. terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan. Pengendalian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat.inspirasi. Dalam filsafat manajemen. FILSAFAT MANAJEMEN Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan sophia. Kebijakan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. tujuan mengandung hal seperti objective. Dalam arti luas. 1980: 318). deadline. kemauan atau keinginan yang besar atai yang berkobar atau yang sungguh-sungguh. e. Tujuan merupakan rangkaian dalam proses perencanaan dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian.

Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disismatisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi.Faktor-faktor dasar tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. serta memberikan arah ke mana organisasi tersebut akan dikemudikan. titik beratnya terletak pada metode keilmuan. Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan. terdapat pada pengertian ilmu itu yang bersifat rasional. 7. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. para bawahan maupun kepentingan masyarakat lingkungannya. manajer. Manajemen sebagai ilmu. TUJUAN DAN SENI MANAJEMEN Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. empiris. 2. Struktur organisasi Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukkan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/mempertanggungjawabkan (accountability). Pimpinan pelaksana Pimpinan pelaksana adalah individu yang diberi kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya. 4. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh indra manusia. baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. . Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris. Prosedur Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Fungsi Fungsi adalah aktivitas yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai. Faktor dasar Faktor dasar meliputi faktor-faktor produksi asli atau turunan. 8. 3. Batasan lain tentang ilmu yang menekankan oleh Goode dan hatt (1952: 7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas. 6. modal serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi. tenaga. baik berupa alam. yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. C. 9. Kepentingan umum Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cerminan deskripsi berbagai kepentingan. Tujuan usaha Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi. umum dan akumulatif. Moral kerja Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan mengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan akhir. 5. baik kepentingan pemilik. Kebijakan Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan.

kemahiran dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa. disebut kunde (ilmu). Jika keahlian. Spesifikasi tujuan adalah kejelasan dan ketelitian deskripsi kuantitatif dari tujuan. Berdasarkan pengertian diatas. Sukarnya tujuan adalah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari.1. Intensitas tujuan menyinggung proses penetapan tujuan atau proses penentuan cara mencapainya. PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN Tujuan adalah sesuatu yang ingin direalisasikan oleh seseorang. Bersifat umum Bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan sebagai ilmu tersebut dapat diverifikasi oleh peninjau ilmiah. Bersifat rasional Rasional adalah suatu sifat aktivitas berpikir yang ditundukkan pada logika formal dalam mengikuti urutan berpikir silogisme. lukis dan sebagainya. tari. Edwin A. diambil empat elemen pokok yaitu: 1. yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu. 2. metode dan tekhnik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human dan natural resources) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Bersifat akumulatif Bersifat akumulatif adalah apa yang dipelajari merupakan kelanjutan dari ilmu yang telah dikembangkan sebelumnya. kesukaran tujuan (goal difficulty) dan intensitas tujuan (goal intensity). yang menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan kepada usaha seorang manajer. Cakupan (scope) . kemahiran. D. sastra. tujuan merupakan objek atas suatu tindakan. Manajemen dapat dikuasai oleh ilmu dengan lapisan seni yang baik atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. Sesuatu yang ingin direalisasikan (goal) 2. Yang dimaksudkan seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum. Sifat yang secara spesifik dijelaskannua adalah spesifikasi tujuan (goal spesificity). Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam arti formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik. Dalam bahasa Belanda. yaitu merupakan keahlian. kemahiran. Locke (1968: 157) berpendapat bahwa Frederick W. Locke juga mendeskripsikan secara hati-hati mengenai sifat dari proses mental atas penetapan tujuan. Taylor menggunakan tujuan yang ditentukan sebagai salah satu tekhnik utamanya dar manajemen ilmiah (scientific management). drama. kemampuan dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast (seni). Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni. Bersifat empiris Dikatakan bersifat empiris karena kesimpulan yang diambil harus dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau pada verifikasi indra manusia. kemampuan serta keterampilan dalam menerapkan prinsip. keahlian. Tujuan manajemen adalah sesuatu yang ingin direalisasikan. patung. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteristik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan diatas. kemampuan. 4. 3.

Tujuan individu Tujuan organisasi secara makro sangat berhubungan dengan nilai (values) yang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi untuk kepentingan pihak intern dan pihak ekstern (sosio). Departemen atau kepala divisi. Tujuan individu lebih banyak berhubungan dengan kepuasan ekonomis. Peran antarpribadi manajer (the manager s interpersonal roles) 2. PROSES MANAJEMEN Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Tujuan manajer pada seluruh hierarki organisasi 3. sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Presiden organisasi. E. Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. 3. yaitu efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectivity). Hal itu karena tujuan pada umumnya menunjukkan hasil yang harus direalisasikan dan memisahkan hasilnya dari berbagai hal yang ingin direalisasikan yang mungkin ada. Ketepatan (definitness) 4. 4. pemotivasi serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Tujuan yang berhubungan dengan manajer pada seluruh hierarki organisasi merupakan pengertian yang lazim diantara berbagai jenis tujuan. Dewan direksi. Tujuan manajemen juga mengandung arti ketetapan (definitnes). Drucker (1976) berpendapat bawah prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep. pengarah. MANAJEMEN. Menurut cakupan kegiatannya. Pada umumnya. Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar. Manajer hierarki pertama F. Pengarahan (direction) Secara empiris luasnya sesuatu yang ingin direalisasikan termasuk dalam pengertian tujuan manajemen. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. pengorganisasian. tujuan dapat digolongkan menjadi tiga macam.3. 1. Pengarahan (direction) ditunjukkan oleh tujuan. Henry Mintzberg yang selanjutnya dikutip oleh Stoner dan Wankel (1986: 16 17) mengemukakan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua hierarki organisasi. psikologis dan sosial. Peran informasional manajer (the manager s informational roles) 3. Tujuan organisasi secara makro 2. MANAJER DAN KEPEMIMPINAN Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana. yaitu: 1. 2. Peran pengambil keputusan manajer (the manager s decisional roles) G. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan hierarki kuantitas dan kualitas yang harus direalisasikan. manajer dapat dibedakan menjadi empat kelompok berikut: 1. Proses manajemen adalah . KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER Peter F. Menurut Mintzberg disebut sekelompok perilaku yang terorganisasi (organized sets of behaviors) .

Fungsi produksi  3. b. Fungsi manajer dari sudut proses. yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. pemotivasian dan pengendalian. 2. Fungsi manajer ke dalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut berikut: 1. Fungsi pemasaran d. Pertama mazhab klasik yang terbagi menjadi dua cabang. Fungsi manajer ke luar organisasi Fungsi manajer ke luar organisasi. yaitu perencanaa. 2. 2. Taylor . antara lain berupa: 1. produksi dan sejenisnya. Penyampaian informasi umum kepada pihak luar. MAZHAB KLASIK Terdapat tiga mazhab (aliran) manajemen yang mengikuti perkembangannya. Kerja sama dengan pihak lain. Fungsi ketenagakerjaan c. c. yaitu keuangan.  BAB 2 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN A. pengorganisasin. pemotivasian dan pengendalian. 1. kedua mazhab perilaku dan ketiga mazhab ilmu manajemen. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer. Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771 1858. Penilaian bawahan dilakukan secara terbuka setiap hari sehingga bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahannya. 1. Manajemen ilmiah cabang mazhab klasik pertama a. tetapi juga memberikan kebanggan dan mendorong kompetisi yang sehat. Penyampaian informasi ekonomis kepada pihak yang berkepentingan dengan organisasi. pemasaran. Fungsi keuangan b. Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja. Fungsi manajer dari sudut proses Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan. ketenagakerjaan. 3. Fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja a. pengarahan. pengarahan. Dasar keyakinan Babbage bahwa apliasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Fungsi pembelian e.suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. pengorganisasin. Frederik W. Charles Babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792 1871. pembelian.

Henry L. Dalam usahanya mengembangkan ilmu manajemen. Fungsi komersial (commercial). Sentralisasi (centralization) 9. 5. 2. Gantt hidup pada tahun 1861 1919. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dpat diidentifikasikan dan dianalisis. yaitu mencatat dan mengecek biaya. Fungsi keamanan (security). Taylor hidup pada tahun 1856 1915. Fungsi finansial (financial). yaitu memperoleh dan menggunakan modal. Pemberian upah (remuneration) 8. Gilberth hidup pada tahun 1868 1942. Fungsi manajerial (managerial). 2. yaitu melindungi para bawahan dan aktiva perusahaan. Keadilan (equity) 12. yaitu memproduksi dan membuat produk. Fungsi teknis (technical). Disiplin (discipline) 4. yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. Pembagian kerja (division of labor) 2. Kestabilan staf (stability of staff) 13. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah menjadi satu inovasi baru berupa motivasi kerja kepada para bawahan. 6. 4. menyiapakn neraca serta menghimpun statistik. 3. Kesatuan perintah (unity of command) 5. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi yang kompleks. Pasangan Gilberth Frank B. d. Lilian M. Inisiatif (initiative) . Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878 1972.Frederik W. Prinsip manajemen yang dikembangkan fayol yang mendasari perilaku manajerial yang efektif adalah: 1. Gantt Henry L. Teori organisasi klasik cabang mazhab klasik kedua Pengembang teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841 1925. keuntungan dan utang-utang. Ia merupakan salah satu tokoh manajemen ilmiah (scientific management) yang paling termasyhur sehingga mendapat sebutan sebagai bapak manajemen ilmiah. Aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Fayol memulainya dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas yang saling bergantung. Hierarki (hierarchy) 10.  e. Fungsi akuntansi (accounting). Kesatuan arah (unity of direction) 6. Tertib (order) 11. Menomorduakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goals) 7. Pasangan Gilberth berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi bawahan karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen pada para pahlawan. Otoritas (authority) 3.

Menjamin kontinuitas perencanaan Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normaratif dalam pencapaian tujuan. pengembangan strategi produk dan sebagainya. USAHA-USAHA PERPADUAN Mazhab ilmu perilaku dan mazhab ilmu manajemen. Hugo Munsterberg Hugo Munsterberg hidup pada tahun 1865 1916 dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimanadiharapkan oleh manajer lain. D. Pengarahan merupakan metode untuk menyalurkan perilaku bawahan dalam aktivitas tertentu dan menghindari aktivitas lain dengan menetapkan peraturan dan standar. perencanaan program pengembangan bawahan. MAZHAB ILMU MANAJEMEN Munculnya mazhab ilmu manajemen dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/OR) yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke 2. Tekhni ilmu manajemen diaplikasikan dalam aktivitas yang amat luas. C. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. a. MAZHAB PERILAKU Para pakar dibawah ini berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi.Membudayakan prosedur standar Seperti telah dideskripsmikan pada bab sebelumnya bahwa suatu prosedur akan memberikan . Semangat korps (esprit de corps) B. Elton Mayo Elton Mayo hidup pada tahun 1880 1949.14. Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas. TUJUAN PENGARAHAN Secara umum tujuan pengarahan adalah sebagai berikut: . misalnya penganggaran modal (capital budgeting). keduanya merupakan pendekatan yang penting dan penuh semangat terhadap penelitian. KONSEP DASAR Pengarahan adalah usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan. analisis dan pemecahan manajemen. penjadwalan produksi (production scheduling). kemudian memastikan bahwa peraturan tersebut dipatuhi. b.  BAB 5 PENGARAHAN A. . B.

khususnya apabila para bawahan tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui media lainnya.  . 3. Kedelapan elemen pokok komunikasi menurut Stoner dan Wankel (1986: 501 504) tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. 1988).Menghindari kemangkiran yang tak berarti Kemangkiran dapat diberikan batasan sebagai kondisi etika seseorang tidak berada ditempat kerjanya diluar penyebab yang jelas tanpa pemberitahuan sebelumnya. Motif) adalah segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak bekeinginan untuk bersikap tertentu. unit dan bagian dalam satu hierarki organisasi. Motivasi adalah salah satu faktor penentu hasil kerja orang disamping kemampuan. Akan tetapi. Sistem komunikasi vertikal Sistem komunikasi vertikal terjadi dan berlangsung dari atas maupun dari bawah.seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan-urutan tindakan yang sering atau bisa terjadi.Membina motivasi yang terarah Motivasi berasal dari kata motive (Ind. Disiplin kerja yang terbina akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. baik bersifat oral maupun bukan oral (Siswanto. . . Motivasi dipengaruhi oleh sutu kondisi fisik kebutuhan seseorang serta kondisi seseorang. Suatu komunikasi dapat diberikan beberapa batasan. 1. horizontal maupun diagonal. PERAN KOMUNIKASI DALAM PENGARAHAN Komunikasi memiliki peran yang penting karena tanpa komunikasi apa yang ada dalam diri seseorang tidak aan sampai pada orang lain. Ketiga sistem komunikasi diatas banyak bergantung pada kedelapan elemen penting yang harus selalu ada untuk menghasilkan komunikasi yang efektif. Salah satu batasan umum dan sering kali berlaku pada beberapa sistem organisasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengirim pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama. C. nilai dan peraturan melaksanakan hak dan kewajiban kehidupan. 2. Pengirim (sender atau source) . Sistem komunikasi diagonal Komunikasi ini sebenarnya merupakan jalur komunikasi yang penggunaannya amat langka. informasi dapat mengalir vertikal. Dalam hubungannya dengan struktur organisasi. Sistem komunikasi horizontal Komunikasi ini terjalin antar departemen. dalam kondisi tertentu sebenanya amat penting.Membina disiplin kerja Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma.

Pengurai sandi (deconding) Pengurai sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkannya ke dalam informasi yang bermakna. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti. Penyandian (encoding) Aktivitas ini berlangsung manakala pengirim menerjemahkan informasi yang akan dikirim kedalam serangkaian simbol. 4. Schramm dan Roberts (1973) menampilkan apa yang disebut the condition of success in communication. manajer juga dituntut untuk memainkan komunikasi melalui proses pembimbingan dan penyeliaan para bawahan. Dalam penerapan fungsi pengarahan. Penerapan fungsi pengarahan. Umpan balik (feedback) Umpan balik adalah suatu perbalikan proses komunikasi ketika reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. Gangguan tersebut dapat bersifat intern atau ekstern. 4. 5. komunikasi merupakan salah satu proses yang amat potensial dalam memainkan peran penting sehingga karyawan dapat merealisasikan tujuan organisasi yang diabdikannya. Gaduh (noise) Gaduh adalah salah satu faktor yang mengacaukan. waktu dan pengarahan pelaksanaan yang tepat sehingga mengakibatkan adanya aktivitas yang selaras dan disatukan untuk tujuan tertentu. antara lain sebagai berikut: 1. Saluran (channel) Saluran adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain (misalnya udara. Perlu adanya koordinasi. 2. Penerima (receiver) Penerima adalah orang yang indranya menangkap pesan pengirim. 1993: 41 42). Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutihan yang layak bagi situasi kelompok ketika komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki (Effendi. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan. . 6. 7. 3. Artinya kondisi yang harus dipenuhi.Pengirim adalah seseorang yang memikiki informasi kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan kepada satu atau lebih orang lain. kata-kata yang diucapkan dan kertas untuk penulisan pean (huruf). membingungkan atau mengganggu komunikasi. integrasi dan sinkronisasi 1. 3. 2. Pesan harus membangkitkan kebuthan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. agar pesan mendapat respons yang sesuai. Pesan (message) Pesan adalah bentuk fisik ketika pengirim menyandikan informasi. 8. Koordinasi Koordinasi adalah penyelarasan atas aktivitas secara teratur guna memberikan jumlah.

. Pengarahan diberikan kepada bawahan bukan karena apa yang dilakukan oleh pegawai itu salah. pengarahan ini bertujuan memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. Dengan dibuatnya laporan terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik. Moekijat (1980: 505 506) memberikan batasa laporan (report) sebagai berikut: 1.2. 3. Alat membina kerja sama dan koordinasi 5. Tegas dan taat asa (konsisten) 5. Efektif 4. Lengkap Laporan dikatakan lengkap apabila: 1. Integrasi Integrasi adalah penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Mencakup berbagai segi masalah yang dikemukakan 2. 3. Sinkronisasi Sinkronisasi adalah menyatukan berbagai aktivitas untuk dilaksanakan secara bersamaan sehingga terhindar adanya inefisiensi yang berkepanjangan. misalnya statistik. sebagai berikut: 1. Tepat sasaran  KESIMPULAN Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahan agar tidak terjadi suatu kesalahan dalam bekerja. Laporan adalah pengenal informasi nyata yang ditujukan kepada orang tertentu untuk tujuan tertentu. Masukan pengambilan keputusan 4. Tanggung gugat/pertanggung jawaban dan pengendalian 2. Penyampaian informasi 3. Alat pengembangan gagasan dan tukar menukar pengalaman  Laporan yang efektif minimum memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. namun batasan tersebut tidak mengikat batasan lain. Laporan dapat diberikan beberapa batasan. Deskripsinya tidak memberikan kesempatan terhadap timbulnya permasalahan atau pertanyaan baru 3. 2. Jelas dan terandal 3. Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki. tabel. Disertai tanda penunjang. Benar dan objektif 2. Tepat waktu 6. bagan dan sebagainya 7. LAPORAN Salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang paling sering digunakan dalam sistem pengorganisasian dan memiliki konteks yang erat dengan pengarahan adalah laporan. Laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi. D.

Teori behavioral science 5.co. DAFTAR PUSTAKA Prof. 1. Yogyakarta. Teori organisasi hubungan antar manusia 4. Teori manajemen ilmiah 2. Artikel. 1992. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. BPFEE. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Dasar-Dasar Manajemen. Reksohadiprojo. Dr. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. Sukanto. Teori aliran kuantitatif berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi : 1.contohmakalah. Pentingnya peran seorang manajer 2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. .html#ixzz1Ie9c4COy Makalah.1. Teori organisasi klasik 3. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Teori organisasi umum Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu 1. Skripsi. Karya Ilmiyah. Iklim yang cenderung kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. Tanggung jawab kesejahteraan seorang karyawan 4.

antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan.6. Menurut Frank. Metode ini disebut sistem upah differensial.2. yaitu : 1.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Frederick W. 1. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. 1. Frank B dan Lillian M.3. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. 1. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. 2. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : . Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Menurut Lillian.5. Sistem bonus dan instruksi. 3.4. 1. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. Hennry L. 1. Mengenal metode seleksi yang tepat. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.

Managerial . Laporan terpecaya 7. Commercial . 2. Disiplin kerja 5. Operasi standar 11. Standar kegiatan 9. Financial .1. 3. Technical . kegiatan menjaga keamanan. kegiatan pembelanjaan. kegiatan akuntansi 6. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Kegiatan logis 3. Teori Organisasi Klasik 2. Urutan instruksi 8. Security . kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : .Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Accountancy . Balas jasa insentif 2. 5. Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Staf memadai 4. 4. Tujuan jelas 2. Balas jasa yang adil 6. Kondisi standar 10. Instruksi standar 12.

kegiatan pengarahann ± Controlling . James D. Mooney : Menurut James. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab<> ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan 2. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating .± Planning .2. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . kegiatan perencanaan<> ± Organizing .

4. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan.4.5.a.1.2. 4. Prinsip fungsional d. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.3. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Prinsip skala c. 4. 4. 4. Teori Behavioral Science : 4. Prinsip staf 3. Koordinasi b. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem . Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.

manajemen. 4.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. 4.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. 4.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

2.1 Aliran-Aliran Manajemen Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning, organizing, actuating, dan controlling, untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan ilmu manajemen ini telah mengalami proses evolusi yang panjang, yang berdasarkan evolusi tersebut telah melahirkan aliran-aliran manajemen yang secara umum dapat digolongkan kedlam tiga aliran yaitu, Aliran Klasik, Aliran Prilaku, Aliran Ilmu Manajemen atau Aliran Modern, Aliran Kauantitatif 2.1.1.Aliran Klasik Aliran Klasik merupakan aliran yang pertama kali muncul dalam ranah manajemen dan aliran klasik ini sendiri dibagi dalam dua bagian yaitu: A. Manajemen Ilmiah Para pelopor manajemen ilmiah antara lain: a).Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771-1858. pada tahun 1800-an ia adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanarls Skotlandia. Pengalaman memimpinb para tenaga kerja dibawah umur menyentuh hatinya untuk membangun perumahan yang layak bagi tenaga kerja. Demikian puyla usaha lain yang dilakukan dengan cara menyediakan kebutuhan rumah tangga bagi para tenaga kerja dengan harga yang relative rendah daripada harga pasar. Selain bertindak sebagai innovator, dengan cara melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik yang dipimpinnya, ia juga menetapkan mekanisme kerja spesifik yang mampu menambah tingkat produktivitas, penilaian tenaga kerja dilakukan secara terbuka tiap hari, sehingga manajer mengetahui permasalahan yang dihadapi dan juga memberikan dorongan kompetisi yang sehat. b).charles babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792-1871. dasar keyakinan Babbage bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada prose kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Oleh karena itu ia banyak menggunakan waktunya untuk mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ssehingga ia menghasilkan sebuah prinsipm pembagian kerja karena ia berkeyakinan bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah,sehingga berbagai keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap tenaga kerja dididik dengan keterampilan yang spesifik dan hanya diberi tangguang jawab atas sebagian dari proses. c). Frederik W. Taylor Taylor hidup pada tahun 1856-1915. taylor merupakan tokoh manajemen ilmiah yang terpopuler, sehingga ia mendapatr julukan bapak manajemen ilmiah, manajemen ilmiah timbul karena keinginan untuk menambah produktivitas hingga akhirnya Taylor menemukan prinsip-prinsip yaitu: Ø Pengembangan manajeman ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya, metode yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

Ø Seleksi secara ilmiah terhadap para pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang paling cocok baginya Ø Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk tenaga kerja Ø Kerja sama yang erat dan bersahabat antara manajer dan pekerja d). Henry L. Gantt Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan Gantt Chart e).Pasangan Gilberth Frank B. Gilbert sebagai suami hidup pada tahun 1868-1924, sedangkan Lilian M. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878-1972. pasangan ini berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi para pekerja karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen terhadap para tenaga kerja. Menurut mereka manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensi sebagai makhluk hidup. f). Harrington Emerson Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri, oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu: Ø Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Ø Kegiatan yang dilakukan masuk akal Ø Adanya staf yang cakap Ø Disiplin Ø Balas jasa yang adil Ø Laporan-laporan yang terpercaya, segera , akurat, adanya sistem informasi dan akuntansi Ø Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja Ø Adanya standar-standar dan skedul-skedul serta adanya metode dan waktu setiap kegiatan Ø Kondisi yang distandarisasi Ø Operasi yang distandarisasi Ø Instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar Ø Balasjas efisisensi dan rencana insentif

B. Teori Organisasi Klasik Pelopor teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841-1925. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktekpraktek manajemen yang baik mempunyai suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa. Keyakinannya bahwa dengan peramalan yang ilmiah dan dengan metode manajemen yang tepat, hasil yang memuaskan pasti akan diperoleh dan dapat diakui sampai saat ini. Sumbangan besar bagi pola pikir manajemen dari Fayol adalh pendapatnya bahwa manajemen bukanlah suatu bakat, tetapi suatu ketrampilan seperti halnya ketrampilan lainnya. Oleh karena itu bahwa manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan suatu teori umum mengeni manajemen diformulasikan. Sehingga untuk menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, akan tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar. Dalam usahanya untuk mengembangkan ilmu manajemen fayol mulai dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas masing-masing mempunyai kebergantungan. Aktivitas yang dimaksud adalah: 1).Fungsi teknis (technical), yaitu memproduksi dan membuat produk. 2).Fungsi komersial (commercial), yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 3).fungsi financial (financial), yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 4).Fungsi keamanan (security), yaitu melindungi para tenaga kerja dan aktiva perusahaan. 5).Fungsi akuntansi (accounting), yaitu mencatat dan mengecek biaya, keutungan, dan utang-utang, menyiapkan neraca, dan menghimpun statistik. 6).Fungsi manajerial (managerial) Orientasinya adalah fungsi manajerial, sehingga ia mendefinisikan manjemen dengan cara membagi lima fungsi yaitu: Ø Perencanaan (planning) berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Ø Pengorganisasian (organizing) berarti memobilisasikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil Ø Pengkomandoan (commanditing) berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya. Ø Pengkoordinasian (coordinating) berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ø Pengendalian (controlling) berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan secara tepat. Konsep Fayol yang menyatakan bahwa ketrampilan manajemen dapat diterapkan pada semua jenis kelompok aktivitas, apabila hal-hal lain tak berubah, sampai saat ini semakin penting artinya disekolah, pemerintahan, dan lembaga lainnya. Prinsip manajemen yang dikembangkan Fayol yang mendasari prilaku manajerial yang efektif adalah sebagai berikut: v Pembagian kerja (division of labor) v Otoritas (authority) v Disiplin (discipline) v Kesatuan perintah (unity of command) v Kesatuan arah (unity of direction)

leadership.2. Hugo Munsterbergseriang disebut bapak psikologi industri . dan kebutuhan-kebutuhan para bawahannya. Beberapa ahli mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. 2. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri. Sebagai pencetus psikologi industri. . sifat dan perilaku manusia. yaitu bawahan yang kualitas mentalnya terbaik untuk pekerjaan tersebut.v mengemudiankan ke[pentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goods) v Pemberian upah (remuneration) v Sentralisasi (centralization) v Hirarki (hierarki) v Tertib (order) v Keadilan (equity) v Kestabilan staf (stabilty of staff) v Inisiatif (initiative) v Semngat korps (esprit de corps) 2.1. human relation. keinginan. dia banyak menguaraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. Menggunakan pengaruh psikologi yang terbaik (best possible effect). Menemukan orang yang terbaik (best possible person). berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. dan keinginan manusia itu. Menciptakan pekerjaan yang terbaik (best possible work). 3. titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. Manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya harus lebih mengetahui perilaku. motivasi. yaitu kondisi psikologis yang ideal untuk mencapai produktivitas secara maksimum. efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. Dalam bukunya itu dikemukakan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. komunikasi. justru manajerlah yang harus menyebabkan orang lain melakukannya. Dalam bukunya Psicholgy and Industrial Efficiency. a). Aliran Perialku (Behavior School) Dalam mazhab ini. Sehingga pembahasan sisi perilaku manusia dalam organisasi menjadi penting. yaitu pengaruh yang palin mungkin untuk memotivasi karyawan. Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoprasikan pekerjaannya. Jadi topik-topik yang dipersoalkan dalam mazhab ini adalah human behavior. Munculnya aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik. ilmu jiwa sosial.Hugo Munsterberg (1863-1916) Hugo Munsterberg telah memberiakan kontribusi yang besar dalam aplikasi psikologi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimana diharapkan oleh manajer lain.

berbagai metoda tentang psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok denagn kebutuhan suatu jabatan.Elton Mayo (1880-1949) Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas disebabkan oleh adanya sebuah rantai sikap yang rumit. karena skedul pembyaran kelompok yang diteliti dipertahankan sama. periode istirahat dan jam makan siang lamanya di ubah-ubah. keluaran di kedua ruang ternyata sama-sama meningkat. Dalam percobaan selanjutnya. Mayo dan kawan-kawan dapat mengesampingkan bahwa insentif keungan bukan penyebab kenaikan produktivitas. Riset belajar dapat mengarahkan pengembangan metode latihan. Sebagai tambahan. Di samping itu. peneliti yang bertindak sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usul perubahan. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial danbudaya terhadap organisasi. Dalam salah satu ruang kondisi diubah-ubah secara periodik. Sekali lagi. Hubungan manusiawi antara anggota kelompok terpilh. manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual. lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi mereka. Tingkat upah. seberapa jauh pekerjaan itu menari. produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula. Sebagai tambahan. .Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. b). Sebagai contoh. Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya organisasi perlu merubah latihan manajemennya. Di samping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan. struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga memainkan peranan. maupun denagn peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-perubahan kondisi kerja diatas. Mayo dan kawan-kawan menempatkan 2 kelompok yang masing-masing terdiri enam karyawan di dalam ruang terpisah. Kesimpulan lain yang dikemukakan bahwa kelompok kerja informal (lingkungan sosial bawahan) memilki pengaruh yang besar terhadap produktivitas. Jadi. Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi Aliran hubungan manusiawi ini mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. Berdasarkanhasil penelitiannya. dan ruang lainnya tidak. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja. Dan studi perilaku manusia dapat membantu perumusan yeknik-teknik psikologi untuk memotivasi karyawan. Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori hubungan manusiawi. Mereka menyimpulkan bahwa rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan produktivitas. Juga. Mayo dan kawan-kawan menarik kesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manjemen memikirkan tentang kesejahteraan (welfare) mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya. Sejimlah variabel-variabel dicoba: upah dinaikkan. hari kerja dan minggu kerja diperpendek.

b. Beberapa perinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari pendapat para tokoh maajemen moderen adalah sebagai berikut. Frederick Herzberg yang megurikan teori motifasi higienis atau teori dua fa ktor. 1. 6. Edgar Schenin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangka kesempatan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan me reka. 3. Perilaku Organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi di tandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sisem sosial. 4. Manejer masa kini harus di beri latihan dalam pembahasan prinsip prinsip dan konsep konsep menejemenss. 7. Aliran Kuantitatif . Menejemen harus sistematik. dan pendekatan yang di gunakan harus dengan pertimbanga secara hati hati. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi. Organisasi sebagai suat keseluruhan dan pendekatan menejer indifidu untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. 3.1. Douglas Mc. 2. Robert Blake dan Jani Mouton yag membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi kisi manejerial [manajerial gird]. Komitmen dapat di kembangkan melalui partisipasii dan keterlibatan karyawan. a. dan yang lain dibangun atas dasar dasar menejemen ilmiyah. Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai risert perilaku adaalah. Pola pola [pengawasan dan menejemen pengawasan harus di bangun ata dasa r pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan reaksi mereka terhadap pekerjaan.1. 4. partisipatif kelompok 6. 1. 2.Aliran Menejemn Modern Masa menejemen moderen erkembang melalui dua jalur yang berbeda. Chris Argyis yang memandang organisasi sbagai system social atau system antara hubunga budaya. 5. Tokoh Tokoh aliran ini antara lain. 1. 2. di kenal sebagai alira kuantiyatif [operator research dan manaemen secience atau maajemen operasi]. Prinsip Prinsip dasar Perilaku Organisasi.2.Gregor dengan teori X dan teori Y nya. 4. Pekerjaan setiap karyawan harus di susun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut.4.3. 5. exploitikf exploitif sampai system 4. Lensis Likert yang telah mendentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system menejemen. 3. Manajemen tidak dapat dipandang ebagai suatu proses tekik secara ketat [peranan. Abraham Maslow yang mengemkakan adanya hirarki kebutuhan dan penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. prinsip] 2. Jalur pertama meupakan perkembanga dari aliran hubunga manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi. Pendekatan motifasinoal yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat di butuhkan. prosedur. 8. dan lain lain nya. dari system 1. Fren Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemipinan.

Tak lupa kepada para kewarganegaraan para sahabatnya. Rahmat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia II. Kedua tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Jamalullail selaku dosen Pengantar Manajemen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada saya. Amien. transportasi dan komunikasi. pengembangan strategi produk. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal. Penyusun juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi teknis maupun materi maka kami selaku penyusun sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan mudahmudahan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penyusun khususnya dan bagi seluruh pembaca umumnya. Penyusun . teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. sehingga saya mampu menyusun makalah dengan tema Aliran-Aliran Manajemen tanpa halangan apapun.scheduling produksi. penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya. dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau semoga ajaran yang dibawa beliau dapat berkesinambungan hingga akhir zaman. Penggunaan teknikteknik untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada saya. manajemen aliran kas. perencanaan program sumber daya manusia. Sejalan dengan semakin kompleknya computer elektronik. seorang pemimpin umat yang mampu membawa kedamaian dan rahmat di seluruh alam. Ucapan terima kasih pertama saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya.Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalahmasalah industri. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun sebagaimana mestinya. dan sebagainya. Amin.

Gantt v Harrington Emerson v Frederick W. dan controlling. Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949) 3). Dan manajemen itu sendiri telah mengalami evolusi yang menjadikan manajemen terdapat beberapa aliran-aliran yaitu : 1).1 Kesimpulan Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. dan controlling. Aliran modern 4).1 latar belekang Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. jadi manajemen memegang peranan sangat penting .Kelompok BAB III PENUTUP 3. organizing. Taylor v Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth Sedangkan tokoh pada saat teori manajemen klasik adalah. Aliran kuantitatif Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi BAB I PENDAHULUAN 1. Aliran perilaku Tokoh pada aliran ini adalah. organizing. actuating.Henry Fayol 2). actuating. manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Aliran klasik Aliran klasik terbagi dua yaitu. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Diantara tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah sebagai berikut: v Robert owen v Charles babbage v Henry L.

1989.terkadang kita mengukur keberhasilan suatu organisasi kita ukur dengan manajemennya. Siswanto H. Hani. 2005. Malayu S. Mnajemen edisi 2.2003..P. Pengertian. Manajemen Modern. Bedjo. Pengantar Manajemen.. Jakarta: Bumi Aksara.B. Jakarta: PT.2 Rumusan Masalah Ø Evolusi manajemen Ø Aliran-aliran manajemen 1. Manajemen: Dasar. sehingga kita akan lebih memahami konsep-konsep manajemen dan evolusi yang terjadi dan kita akan lebih mengetahui perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu. 2006. Suatu organisasi atau perusahaan bisa mencapai kemajuan jika manajemen yang ada didalamnya tertata dengan rapi dan memegang teguh prinsip-prinsip yang ada. 1. Siswanto. Hasibuan. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. manajemen sangat menentukan sekali bagi keberadaan organisasi tersbut. dan Masalah. .dalam kehidupan sehari-hari terlebih kehidupan dalam berorganisasi. Bumi Aksara. Bandung: CV Sinar Baru. Namun manajemen yang kita pelajari telah mengalami evolusi yang akan dibahas dalam makalah ini.3 Tujuan Ø Mengetahui evolusi yang terjadi pada manajemen Ø Mengetahui aliran-aliran manajemen Ø Mengetahui tokoh-tokoh evolusi manajemen Ø Mengetahui konsep-konsep dan pemikiran manajemen dari zaman klasik hingga zaman modern Ø Mengetahui perbandingan teori dari klasik hingga modern DAFTAR PUSTAKA Handoko. Cetakan ke-4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful