PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN (Perkembangan Manajemen Pendidikan di Indonesia) A. PENDAHULUAN Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah ³usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara´.[1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis. Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan. B. LANDASAR TEORI 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami : a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi. b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer. c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan 2. DESKRIPSI MATERI Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen. a. Pengertian Teori Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) ³Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations´. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan

perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.) Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada.[2] Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan ³bukti´ yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi ³humus bisa membuat tanah menjadi subur´. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar. Selanjutnya Hoy & Miskel (1987 : 2) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan teori. A concept is a term that has been given an abstract, generalized meaning. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan) dan informal organization (organsasi informal). Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. An assumption, accepted without proof, are not necessarily self-evident. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam adminitrasi pendidikan. 1. Adminitrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi 2. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial. b. Kegunaan (Fungsi) Teori Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed.[3] dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang

termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan. c. Pengertian Manajemen / Administrasi Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mulamula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.[4] Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin.[5] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.[6] Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai ³sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi´.[7] Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu : Ø Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan; Ø Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen; Ø Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut; Ø Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama.[8] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[9] Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar.[10] d. Pengertian Teori Manajemen Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah,[11] dapat dinyatakan : 1) mengacu pada pengalaman empirik, 2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 3) mengakui kemungkinan adanya penolakan. Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi

manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an).[12] Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut : (1) Teori Manajemen Kuno; Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian ³terlupakan´. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa. (2) Teori Manajemen Klasik; a) Teori Manajemen Klasik Ø Robert Owen (1771-1858) Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Ø Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : 1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun 2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara

Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Mengawasi karyawan secara ilmiah. Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. yaitu : . Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan. Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. 4. Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate). Mamilih karyawan secara ilmiah. 3. dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I. untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. b) Teori Manajemen Ilmiah Ø Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah.terpisah. 2. 3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang. dari sini ia mengembangkan analisis kerja. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study). Persahabatan antara keduanya juga ditingkatkan Ø Frank B. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia.

praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. dan melatih calon penggantinya. yaitu organisasi yang lamban. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. Ø Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal. dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif. Ø Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. Ø Henry L. c) Teori Manajemen Organisasi Ø Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu. dan pengajar dalam arti mengajari dalon pengganti. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. yaitu : (1) Perencanaan. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana. sambil menyiapkan promosi karir. seorang pekerja akan bekerja seperti biasa.Menyiapkan Promosi Malatih Calon Pengganti Melakukan Pekerjaan Menurut metode tersebut. Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen. Menurutnya. tidak reponsif terhadap perubahan. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer. pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. (2) Pengorganisasian. Menurut Fayol. yaitu : . Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama. dan (4) Pengendalian. ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya ³mensistematisir´ studi manajerial. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. (3) Pengarahan. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. karena menjadi anggota organisasi yang sama. Konsekuensinya. suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut.

Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakunya karena sering juga tidak rasional. model itu dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat keputusan-keputusannya. (5) Pendekatan Sistem (The Systems Approach). Pengendalian kelompok (dari kelompok). dan sarjana eksak lainnya untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih ruwet. Dua pelopor mazhab perilaku adalah : 1) Hugo Munsterberg (1863-1916). mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. Ø Chester I Barnard (1886-1961) Bernard mengambangkan teori organisasi. Mazhab prilaku ini memandang mzhab klasik kurang lengkap karena tidak mampu mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. maka dengan bantuan komputer. Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi. seperti dalam hal penganggaran modal dan manajemen arus dana. dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan.a. dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem). Teknik-teknik ilmu manajemen ini banyak membantu para manajer organisasi yang benar-benar dalam berbagai kegiatan penting . Pengendalian diri (dari orang tersebut). pisik. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan. dan 2) Elton Mayo (1880-1949) (4) Mazhab Kuantitatif (The Quantitative School). Model pendekatan sistem dapat digambarkan sebagai berikut[13] : INPUT PROSES TRANSFORMASI OUTPUT INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN . Dengan memenuhi berbagai faktor sebagai variabel yang saling berkaitan. strategi pengembangan produksi. Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance). dimana berkumpul para sarjana matematika. b. menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. penanggulangan logistik dan penjadwalan pesawat terbang. penjadwalan produksi. Mazhab kuantitatif terdiri dari Operation Reserach dan Management Science. perencanaan sumber daya manusia. c. antara lain dengan sosiologi dan psikologi. (3) Mazhab Prilaku (Behavioral Science). Tim sarjana ini terkenal di Inggris sesudah perang Dunia II dengan nama ³OR Team´. Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok). Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia. Mazhab ini lebih diformilkan menjadi Mazhab Ilmu Manajemen (Management Science School). Mazhab ini mengembangkan model-model untuk memecahkan masalah-maslah menejemen yang kompleks. Mazgab prilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang.

1970-an The Contingency ApproachDari perkembangan teori majanemen tersebut di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut : Classical Management Theories The Behaviour School Sebelum 1890-an . yang mempunyai batas-batas yang jelas. Pendekatan situasional memberikan ³resep praktis´ terhadap persoalan manajemen. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. dengan melihat situasi. prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. dan waktu yang tertentu. dan kreatif. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi. belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut. Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini (7) Pendekatan Situasional (The Contingency Approach). Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan. intuitif. (6) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation). atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. konsultan. Edwadr Deming. Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya.FEED BACK Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru. kondisi. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru.

dan (4) pendidikan yang mampu membangun keutuhan pribadi manusia berbudaya. halaman 39 C. dan i) pendidikan kita belum mampu memberdayakan dan membudayakan peserta didik. dan (2) pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia. b) pendidikan kita telah kehilangan objektivitasnya. d) pendidikan kita tidak menghasilkan manusia terdidik..The Quantitative School The System Approach The Neo-Human Relations Classical Management Theories 1890-an 1910-an 1940-an 1950-an 1950-an Sumber : Drs. Ak. Sedangkan pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia dirasa selain merupakan tuntutan kebutuhan di atas. (3) pendidikan yang mampu menumbuhkan semangat menjunjung tinggi HAM.MBA. STUDI KASUS DI INDONESIA 1. apa yang telah diperbuat oleh lembaga pendidikan dewasa ini . Fenomena tersebut di atas. itu semua adalah tentang evaluasi dari pendidikan kita yang ada sekarang ini. e) pendidikan kita dirasa membelenggu. g) pendidikan kita dirasa linier-indroktinatif. Kalau kita cermati lebih jauh. Amin Widjaja Tunggal. Apa yang salah dari ini semua? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita jawab bersama sebagai manusia yang peduli terhadap dunia pendidikan. (2) pendidikan yang mampu membangun kehidupan demokratik. Dari persoalan tersebut diatas. Kebijakan mulai dari CBSA (cara belajar siswa aktif) sampai sekarang yang didengungdengungkan dengan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) adalah berbagai upaya dunia pendidikan kita untuk mencerdaskan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman. h) pendidikan kita belum mampu menghasilkan kemandirian.yang telah dengan susah payah menerapkan berbagai teori manajemen pendidikan yang cocok untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan ± masih jauh dari harapan yang sebenarnya. . Dari dua hal ini ketika kita tarik kedalam menejemen pendidikan yang berjalan di Indonesia. ada beberapa fenomena menarik yang sangat menonjol dewasa ini. yakni (1) evaluasi pendidikan. Penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia Ada dua hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan dunia pendidikan. c) pendidikan kita tidak menumbuhkan pola berfikir. jelas bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai yang ingin dicapai. f) pendidikan kita belum mampu membangun individu belajar. juga dibutuhkan adanya (1) ³peace education´ pendidikan yang damai / menyejukkan. diantaranya ialah : a) pendidikan kita tidak mendewasakan anak didik.

Kalau kita lihat bagaimana sebuah lembaga pendidikan menerapkan apa yang telah ada dalam teori manajemen pendidikan. dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. 2. maka mungkin apa yang terjadi di atas minimal dapat terhindarkan. karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik. dan Controling. evaluasi. Ini adalah sedikit tentang bagaimana sebenarnya penerapan pendidikan di Indonesia. orde baru sampai sekarang zaman reformasi. Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum. Actuating.[14] Inilah persoalan yang besar sebenarnya. sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna. pemerataan pendidikan. Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan. sehingga apa yang diinginkan suatu daerah (lembaga pendidikan) terhadap potensi anak didiknya bisa tersalurkan dengan baik. mutu guru. dan manajemen pendidikan. yaitu (POAC) Planning. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen. maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. birokrasi. Sehingga hasil yang diharapkan dari komponen-komponen penyelenggara pendidikan antara satu komponen dengan komponen yang lain masih sangat jauh berbeda bahkan ada yang bertentangan. Lagi-lagi itu semua karena kebijakan pendidikan kita selama ini masih sangat semrawut. 3. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah . Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah. dn masih banyak lagi model-model yang diterapkan. Organizing. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan.Muncul lagi MBS (manajemen berbasis sekolah) adalah sebuah alternatif pemecahan yang menginginkan pengelolaan pendidikan yang dibebankan kepada sekolah. sarana dan prasarana. buku ajar. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini. Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan). Analisis Permasalahan Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita. proses pembelajaran. mempunyai arti yang sangat luas. Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia Sejak zaman orde lama.

8) paradigma pendidikan construtivisme. (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi. moral guru. sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik. maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas.[20] . Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ´School Based Management´ merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien. Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik.[19] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. Dr. Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan. ada beberapa hal penting lagi yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan itu sendiri. ada beberapa paradigma yang diperkirakn berdampak besar terhadap praksis pendidikan. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut. 4) paradigma pendidikan deverifikasi. Sebagaimana dijelaskan oleh H. 3) paradigma pendidikan desentralistik. yakni sekolah. 5) paradigma pendidikan fleksibel. hasil belajar. sehingga untuk menyongsong hal tersbut ada berbagai paradigma baru yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan. dan sistem manajemennya. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula.R Tilaar. H. 7) paradigma pendidikan konseptual.[17] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat). latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat. pengelola. (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah.A. Djohar. tentunya harus dipersiapkan sedini mungkin.. maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. Konsep ini didasarkan pada ³Self Determination Theory´ yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri. dan iklim sekolah.[16] Disamping memperhatikan paradigma pendidikan tersebut di atas. antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum. dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran. 6) paradigma pendidikan untuk siswa. orang tua.[18] Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar. institusi. (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal. tingkat pengulangan. 2) paradigma pendidikan membebaskan. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah.[15] Apalagi melihat perkembangan dunia pendidikan kedepan. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya. MS. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat. dan 9) paradigma pentingnya kecerdasan spiritual. tingkat putus sekolah.pengangguran. diantaranya : 1) paradigma pendidikan demokratis. Menurut Prof. Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). dan guru. dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya.

MBA. Bandung. dengan tidak meninggalkan mutu pendidikan. Jakarta. Teori Kontingensi (1970an). tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler. dan ini menurut J. kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah.Disamping itu dalam sebuah sekolah. Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi. Teori Manajemen Klasik (1890-an). tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis. Kesimpulan a. c. b) Memberikan otonomi yang luas kepada lembaga pendidika.. Strategi dan Implementasi). Prof. Drost. Neo-Human Relation (1950-an). Teori Pendekatan Sistem (1950an). Mulyasa. Manajemen Suatu Pengantar. 2003. akan tetapi terletak pada pengajarnya. E. SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)[21]. Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno. MS. The Quantitative School (1940-an). Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang. cet. 2. Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik. KESIMPULAN 1. b. M. c) Lembaga pendidika harus serius sehingga kualitas dari output pendidikan dapat diandalkan. Drs. PT. Remaja Rosda Karya. Saran Bahwa untuk memenuhi dan mencapai beberapa hal tersebut di atas... Penerbit Rineka Cipta. DAFTAR PUSTAKA Amin Widjaja Tunggal. H.Pd. Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka.. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). 3 & 4. Djohar. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. . Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah). Ak. Dr. tenaga pengajar dan kebijakan yang memihak pada masyarakat (jangan asal membuat kebijakan).. d) Tenaga pengajar harus lebih profesional dalam melaksanakan amanahnya. The Behavioral School (1910-an). D. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Dr. berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Keseriusan Pemerintah dalam menangani dunia pendidikan dalam hal ini perhatian pada lembaga pendidikan. Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik. 1993.

11-12 [12] Drs. Filsafat Administrasi..Ed.. LESFI. 2003. Manajemen Pendidikan Indonesia. Magelang. Dr. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah).Pd. Media Wacana Press. 2000. 22 [9] Sondang P. Op_Cit. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. McGraw Hill Book Company. Drost. PT.. Djohar. Manajemen Pendidikan Indonesia. Crt. Fungsi Administrasi Negara. Dr.. Luwis R. Dr.. 2000. 1998. Dr. H. Filsafat Administrasi. M. PT. hlm. Alfabeta. hlm. Nanang Fattah. 1 [5] Wajong J. Djambatan. 1972. [7] Drs. Made Pidarta. Yogyakarta. 1983. SJ. 2005. Tera Indonesia. hlm. 1997. hlm. MBA. Kompas Media Nusantara. Yogyakarta. Jakarta. Jakarta. Kompas Media Nusantara. Benston. Supervision and Management. Siagian. Fungsi Administrasi Negara. H. M. Syaiul Sagala. Yogyakarta. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). [13] Drs. 6 [8] Dr.Ed. 2000. PT. hlm. 2003. hlm. Tilaar. Drs. M. Bandung. Mamduh M. 2004. hlm. Jakarta. Jakarta. 04 [11] Dr. II.R.. [10] Prof. Dr.Ed. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). Made Pidarta. hlm. Mamduh M. Supervision and Management. MS. H. J. Dr. Yogyakarta. Amin Widjaja Tunggal. 2003. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Remaja Rosdakarya. 85-92 . 1985. Soegiyono. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Benston. H.Ed. Yogyakarta.A. Made Pidarta. Drost. Rineka Cipta. M. hlm. Tilaar. Op_Cit. Jakarta. 278-279. Mamduh M. 1972. 1983.. Administrasi Pendidikan Kontemporer. hlm. Gunung Agung. Hanafi. Remaja Rosdakarya. Crt. [15] Prof. 01 & 27. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). [6] Luwis R. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. Penerbit Rineka Cipta. Manajemen. 38-39... Nanang Fattah. 1993. 9 [2] Drs. Jakarta. New York. Gunung Agung. Dr.. 2004. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. Media Wacana Press. Manajemen. hlm. Dr. Jakarta. hlm. 30 [3] Prof. Prof. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). MBA. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi).MBA. Siagian. 2003. M. Ak. 46 [14] J. Hanafi. Soegiyono. Prof. PT. H. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Yogyakarta. [1] Undang-undang No. SJ. ix. Syaiul Sagala. Bandung. Dr. Djambatan.LESFI. Tera Indonesia.R. 1985. M. 75 [16] Prof. New York. Jakarta. Magelang. Prof. Manajemen Suatu Pengantar. II. 1998.. 2005. Rineka Cipta. Bandung.Sc. Makalah Perkembangan Teori Manajemen .. Op_Cit. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). MBA.Sc.. Mamduh M. McGraw Hill Book Company.A. Jakarta. Hanafi. Alfabeta. MBA. Hanafi.Pd. Dr. hlm. 1997. [4] Prof.. 2000. Wajong J.. hlm. Sondang P. Bandung.

Namun sebagai konsep dasar bagi pengenalan struktur pribadi individu dan pelbagai faktor yang mendorong orang melakukan sesuatu. teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi. hlm. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja. 78. PT. Stephen P. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. dalam buku Perilaku Organisasi. M. menulis bahwa ³meskipun dikritik habis-habisan. agaknya [teori Maslow] masih merupakan penjelasan yang paling baik soal motivasi karyawan´. penulis melihat bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu (dalam hal ini karyawan perusahaan) dan tujuan organisasi. Aktualisasi Teori Motivasi Abraham Maslow Untuk Peningkatan Kinerja 1.. melatih mereka. Mulyasa. Remaja Rosda Karya. 79. [20] Dr. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain.Pd. Dari kenyataan ini. H. PENDAHULUAN Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja. teori yang dibahas di sini adalah teori motivasi tentang hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Dalam konteks ini. E... hlm. teori ini masih bisa bergema keras. seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi. melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Dalam makalah ini. pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya. Sebagaimana telah jelas dari judul makalah ini.. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi. 79. Dalam kenyataan. tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai. [19] Ibid. Bandung. [18] Dr. M. hlm.. Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya.[17] Ibid. Op_Cit. tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. Tidak disangkal bahwa dewasa ini muncul pelbagai kritik tentang validitas teori ini . dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil. Strategi dan Implementasi).. Robbins. Teori-teori lain yang muncul setelah teori Maslow lebih merupakan penyempurnaan dan penyesuaian daripada penemuan suatu teori yang betul-betul .. tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. cet.Pd. Syaiful Sagala.

Henri Bergson. Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead. dan lain-lain. arah. Ia seorang yang pemalu. Maslow telah berhasil mencetuskan pemikiran yang amat bermanfaat. Konsep motivasi kiranya merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individu dalam organisasi. Dengan kata lain. neurotik. Dan akhirnya. Dari asal-usul kata ini. Kelebihan dari teorinya jelas memberikan sumbangan besar dalam pengetahuan tentang motivasi dan kepribadian manusia. dalam Kamus Filsafat. seperti teori X dan Y dari McGregor. ia unggul di sekolah. Abraham Lincoln. Berhubung tulisan ini merupakan makalah kecil. Teori-teori lain. Agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Ketika beranjak remaja. Dari telaah filosofis. 2. New York. karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran´. Motivasi Higiene dari Herzberg. TEORI ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI 2. Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia. Robbins. motivasi merupakan salah satu determinan penting bagi kinerja individual di samping variabel determinan lain misalnya kemampuan orang yang bersangkutan dan atau pengalaman kerja sebelumnya. ³motivasi´ berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan.1 Terminologi ³Motivasi´ Apa itu ³motivasi´? Ditinjau dari etimologinya. motivasi adalah ³proses yang ikut menentukan intensitas. dan Baruch Spinoza. Di . dan ketekunan (yang mengandaikan berlangsung lama). mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. Dengan IQ 195.2 Sekilas Tentang Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn. Menurut Stephen P. Untuk mencegah perluasan pembahasan yang terlalu jauh. Thomas Jefferson. dirujuk dan dibahas sesekali hanya sebagai pembanding dan pelengkap argumen. teori ERG dari Alderfer. arah. Sebaliknya. dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas. Individu yang termotivasi akan tetap bertahan dengan pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka. Inilah ukuran sejauh mana orang dapat mempertahankan usahanya.baru. Dan kelemahan teorinya serta-merta tetap berguna karena telah memberikan atau memancing feedback bagi pemikir-pemikir selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Lorens Bagus. intensitas (setinggi apa pun) harus mempunyai arah yang menguntungkan organisasi. Plato. 2. Intensitas dimaksudkan seberapa keras seseorang berusaha. intensitas dan arah yang telah dimiliki harus diterapkan secara tekun dan berlangsung lama. maka penulis perlu membuat pembatasan tema. dengan kelebihan maupun kelemahan teorinya. penulis membatasi diri pada pembahasan teori Maslow tentang motivasi. seseorang yang tidak termotivasi hanya akan memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai ³usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya´.

katak. Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga. Maslow dalam karya masyhurnya. Di kutub lain. dan Baruch Spinoza (filsuf). Oleh karena itu. Dalam ranah psikologi. Aldous Huxley (penulis). Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut. William James (psikolog). Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan. atau tikus. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya.1 Individu sebagai Kesatuan Terpadu Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme. Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang.3 Proposisi Maslow atas Teori Motivasi Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan.3. Secara dialektis. tetapi tidak untuk bangsa manusia. Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS). Maslow mengakui sendiri bahwa sejumlah proposisi sangat benar dalam arti dapat diterima oleh banyak kalangan. Motivation and Personality.samping berkutat dalam kegiatan kognitif. Psikologi Gestalt berkembang di Jerman. kepribadian. lumrah kiranya bahwa pandangan tertentu kurang universal. Berikut ini sejumlah proposisi awal untuk memahami jalan pikiran Maslow. 2. Jane Addams (pelopor pekerja sosial). kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan). Berhubung teori ini berkenaan dengan manusia yang dinamis multidimensional.telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. 2. dan John B. Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. Watson. yang . dan kemampuan mereka. tesis Freud dan antitesis Watson dkk. orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental. Albert Schweitzer (dokter dan humanis). Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). Sejumlah proposisi lain barangkali kurang dapat diterima dan dapat diperdebatkan. Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan. Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai ³tokoh´. memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. melahirkan sintesis Abraham Maslow. Hal ini mencerminkan kelegowoan Maslow untuk tidak begitu saja memutlakkan teorinya. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. sifat. Sigmund Freud berjaya di Wina.

Jika gejala ini hanya dilihat sebagai gejala lahiriah tanpa menelaah kemungkinan keinginan atau motivasi bawah sadar.3. Tujuan-tujuan lebih universal daripada cara-cara yang ditempuh untuk mencapainya. misalnya. Rupanya ini soal harga diri dan kebutuhan untuk dihormati. yakni apa yang sesungguhnya menjadi tujuan yang lebih dasariah pada akhirnya. dicapai individu dalam masyarakat tertentu dengan menjadi prajurit. Apabila keinginan yang satu telah terpenuhi. bisa saja tujuan yang sama.3. dan begitu seterusnya. sebetulnya umat manusia lebih banyak serupa daripada yang terlihat dan disangka banyak orang. Dengan kata lain. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat. dan dihormati. Kebutuhan-kebutuhan biasanya lebih merupakan cara atau sarana bagi suatu tujuan dan bukan tujuan itu sendiri.2 Cara dan Tujuan Bila kita telisik keinginan dalam pengalaman sehari-hari.5 Tolak Daftar Dorongan Dikotomis .4 Tata Hubungan Motivasi Manusia adalah makhluk yang punya keinginan dan jarang mencapai keadaan puas sepenuhnya kecuali untuk waktu yang singkat. 2. Namun tidak jarang terdapat pula aneka motivasi lain yang barangkali tidak disadari dan dikira oleh individu itu.3 Motivasi Ganda Seseorang bisa jadi dapat menjelaskan motivasi tertentu yang mendasari perilakunya. Pada saat yang sama. makanan akan memuaskan rasa lapar John Smith. dan bukan rasa lapar pada perut John Smith. masih ada keinginan lainnya yang akan menyusul. bahkan juga kepentingan-kepentingan yang bertentangan satu sama lain.kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Jika keinginan itu pun terpenuhi. Intinya kita harus menemukan tujuan terdalam seseorang ketika menginginkan sesuatu bila tidak ingin terjatuh dalam pemuasan kebutuhan yang tidak tepat sasaran. dikasihani.3. 2. Satu gejala sekaligus dapat menggambarkan bermacam-macam keinginan yang berbeda-beda. hal penting untuk disadari adalah pembedaan antara cara dan tujuan. Misalnya kita menginginkan atau membutuhkan uang agar dapat membeli mobil. 2. kita juga harus melepaskan unit-unit motivasi yang tersendiri untuk mencapai pengertian lebih luas yang dicari. Karena faktor budaya. dapat menggambarkan dipenuhinya sekaligus keinginan akan balas dendam. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kita menginginkan mobil karena para tetangga memilikinya dan kita tidak ingin merasa kurang daripada mereka. Gejala psikopatologis kelumpuhan. Teori motivasi yang sehat tidak boleh mengabaikan aspek kehidupan alam bawah sadar. misalnya harga diri. berarti kita telah semenamena meniadakan kemungkinan untuk memahami seluruh perilaku dan keadaan motivasional seorang individu. Maslow memberikan contoh: yang membutuhkan makanan bukanlah perut John Smith semata-mata. keinginan lainnya akan timbul menggantikan keinginan sebelumnya. Kita dapati bahwa ada gejala dan ada pula arti di balik gejala. melainkan seluruh individu John Smith sebagai kesatuan. 2.3. dan dalam masyarakat yang lain dicapai dengan menjadi dokter. Kenyataan ini menuntut kita untuk menelaah tata hubungan semua motivasi satu sama lain. Karena perbedaan perilaku individu dalam pemuasan kebutuhan tersebut. Meskipun beragam budaya. orang seringkali membuat pembedaan atas tujuan yang sebetulnya sama.

Namun pengakuan akan pengaruh situasi lingkungan hendaknya tidak berlebihan. 2.7 Kemungkinan Mencapai Hasil Maslow. Menurut Maslow.6 Lingkungan Aspek yang satu ini tidak boleh dilupakan. sampel penelitian Maslow adalah orang-orang yang ternama dalam sejarah manusia. sebagaimana juga J. Pasien-pasien itu merupakan sumber kekeliruan yang besar karena mereka merupakan contoh yang kurang baik dari suatu populasi. Dewey dan Thorndike. Teori motivasi yang sehat sepatutnya merupakan kesimpulan dari penelitian atas orang-orang yang sehat pula. Pada umumnya secara sadar kita mendambakan apa yang menurut pikiran kita dapat dicapai. yakni kemungkinan. Pada kenyataannya. Dorongandorongan satu sama lain bukanlah hal-hal yang terpilah-pilah. Bila penghasilan seseorang bertambah. kehidupan motivasional para penderita gangguan emosi harus ditolak sebagai contoh bagi motivasi sehat.3. Motivasi manusia jarang mewujudkan diri dalam suatu perilaku yang lepas dari situasi dan dengan orang-orang lain. sebagian besar ahli motivasi mendapatkan data dari para psikoterapis yang sedang merawat pasien. Pendaftaran dorongan secara dikotomis mengabaikan sifat dinamis dari dorongan-dorongan itu. Mereka tidak mendambakan pesawat jet atau kapal pesiar karena barang-barang itu ada di luar jangkauan rata-rata kemampuannya. Bila rata-rata orang mendambakan mobil dan rumah. Mungkin sekali bahwa secara tidak sadar pun ia tidak mendambakannya.3. Di lain sisi. Biasanya terdapat suatu tumpang-tindih. Boleh dikatakan bahwa hal berikut merupakan kritik Maslow atas sampel penelitian mereka. Faktor kemungkinan untuk mencapai hasil ini penting diperhatikan dalam usaha memahami perbedaan motivasi di antara berbagai kelas dalam masyarakat atau antara individu-individu dari negara atau kebudayaan yang berbeda-beda. Telaah tentang motivasi jangan meniadakan atau menyangkal telaah tentang penentu-penentu situasional. Teori motivasi yang sehat harus mempertimbangkan situasi. hal itu lumrah dan merupakan kemungkinan yang nyata. atau bahwa suatu keinginan tertentu sebenarnya dapat merupakan suatu saluran bagi pengungkapan berbagai keinginan lainnya. Setiap teori motivasi dengan sendirinya harus memperhitungkan fakta pengaruh lingkungan.4 Teori Motivasi Abraham Maslow: Hirarki Kebutuhan . telaah motivasi jangan pula melupakan sifat intrinsik organisme demi kepentingan pemahaman dunia di mana organisme itu hidup. dorongan-dorongan juga tidak mengelompokkan diri secara aritmetik dan tersendiri dengan ciri-ciri tersendiri.3. karena pusat telaah kita tetaplah organisme atau struktur watak dari individu. 2. 2.8 Pengetahuan Mengenai Motivasi Sehat Proposisi ini merupakan nilai lebih dari pandangan Maslow dibandingkan dengan kedua mazhab psikologi sebelumnya. ia sadar bahwa dirinya secara aktif mengharapkan untuk memperoleh hal-hal yang diidamkan beberapa tahun sebelumnya. dan sebagainya.Tidak ada gunanya membuat daftar dorongan-dorongan (stimulus) yang muncul. misalnya bahwa segi-segi kesadaran dan ketidaksadaran mungkin berbeda-beda. tetapi jangan terjebak ke dalam teori situasi murni. sehingga hampir tidak mungkin secara jelas dan tajam memisahkan dorongan yang satu dari yang lain. 2. Oleh karena itu. menekankan aspek motivasi yang sering diabaikan kebanyakan psikolog. Sebagai asas sekali pun.

yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer. IDENTIFIKASI HIRARKI KEBUTUHAN DAN APLIKASI MANAJEMEN 3. Horney. dan cinta. 2. oksigen. dan kebutuhan jasmani lainnya.1. haus. Kebutuhan akan rasa aman: mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. dan psikologi Gestalt. kasih sayang. Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak.1 Kebutuhan Fisiologis 3. dan prestasi. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. menjadi apa saja menurut kemampuannya. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. yaitu kebutuhan akan makanan. minuman. seks. tidur. Ia menyebut teorinya sebagai ³hirarki kebutuhan´. misalnya rasa lapar.2 Aplikasi Manajemen . otonomi. tempat berteduh. Fromm. Reich. 5. Dengan kata lain. istirahat. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri. dan udara. tidur. pengakuan. harga diri. dan persahabatan. Kebutuhan sosial: mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki. 3. seorang individu yang melarat kehidupannya. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. serta faktor eksternal seperti status. tak ada minat lain kecuali makanan. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan. Kebutuhan akan penghargaan: mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri. dan Adler. Jung. dan perhatian. 3. orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Bagaimana identifikasi atas tiap kebutuhan di atas dan dampaknya terhadap motivasi yang mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi akan dijelaskan dalam berikutnya.Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan. Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia. 4. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut: 1. seks. Goldstein. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya.1 Identifikasi Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi.1. dan dengan dinamisme Freud. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang dasariah. besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini. 3. diterima-baik. tempat tinggal. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey.

Para karyawan diminta bekerja sama dalam menetapkan jadwal. dan di mana tidak terjadi hal-hal yang tak disangka-sangka. cemas dan kekalutan. Mayo membidik dua burung. atau berbahaya. kebutuhan akan rasa aman menampilkan diri dalam perilaku preferensi individu akan dunia kerja yang adem-ayem. Tunjangan ekstra untuk konsumsi akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas individu dalam organisasi. kebutuhan akan struktur. Ia cenderung berpikir bahwa seandainya makanannya terjamin sepanjang hidupnya. batas-batas. dan semangat kerja menjadi lebih baik. yakni waktu istirahat dan penghargaan diri karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang biasanya menjadi monopoli pimpinan perusahaan. Untuk dapat memotivasi karyawannya. teratur. Berbeda dari kebutuhan-kebutuhan tingkat berikutnya. Orang yang merasa tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan tidak diharapkan. taat-hukum. muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. produktivitas meningkat. aman. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak.Pertama-tama harus selalu diingat bahwa bagi orang yang sangat kelaparan. hukum. tertib. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini. kalut. Biasanya seorang anak membutuhkan suatu dunia atau lingkungan yang dapat diramalkan.2. tidak ada perhatian lain kecuali makanan. Seorang pemimpin atau manajer jangan berharap terlalu banyak dari karyawan yang kelaparan. Elton Mayo dari Harvard Graduate School of Business Administration pada tahun 1923 melakukan penelitian di sebuah pabrik tekstil di Philadelphia. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu. Jika hal-hal itu tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman. Ia ingin menemukan penyebab terjadinya pergantian tenaga kerja yang terlalu sering di salah satu bagian produksi di mana pekerjaan yang dilakukan lumayan sukar dan monoton. kacau. kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan.1 Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan. maka sempurnalah kebahagiaannya. seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya. Maslow menggambarkan bahwa bagi manusia yang selalu dan sangat kelaparan atau kehausan. Dengan satu panah. perlindungan. Ia bertolak dari asumsi kelelahan tenaga kerja dan kebutuhan akan waktu istirahat. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja. utopia dapat dirumuskan sebagai suatu tempat yang penuh makanan dan minuman. teramalkan. Mayo secara tepat menemukan apa yang dibutuhkan karyawan. dua kebutuhan terpenuhi dalam waktu yang sama. Jangan berharap bahwa nasihat dan petuah saleh dapat memuaskannya. Maka ia menjadwalkan serangkaian waktu istirahat. 3.2. ketertiban. Pemahaman akan tingkat kebutuhan ini juga dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa karyawan tertentu tidak suka inovasi baru dan cenderung meneruskan apa yang telah . Hasil yang diperoleh cukup fantastis: pergantian karyawan menurun drastis.2 Kebutuhan Rasa Aman 3. Rasa lapar hanya dapat dipuaskan dengan makanan.2 Aplikasi Manajemen Dalam konteks perilaku kinerja individu dalam organisasi. tentu saja makanan solusinya. kebutuhan pokok ini hanya bisa dipenuhi oleh pemicu kekurangannya. dan sebagainya. dapat diandalkan. 3. Orang seperti itu hanya hidup untuk makan saja. kebebasan dari rasa takut.

2 Aplikasi Manajemen Individu dalam organisasi menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu. maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki. Seharusnya karyawan pada level kebutuhan ini dimotivasi untuk memiliki rasa memiliki atas misi dan visi organisasi dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi organisasi. ia harus berperilaku dengan cara-cara yang tidak dapat diterima. sedangkan yang lain tidak. dan keadaan yang tak menentu. Agaknya ia akan berupaya untuk menemukan batas-batas seperti itu. dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Dalam situasi ini. penolakan. pengucilan sosial. Dalam organisasi. dan tidak penting. 3. Hampir setiap individu dalam tingkat kebutuhan ini akan menginginkan ketenteraman. dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya.1 Identifikasi Kebutuhan Sosial Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman. Individu yang berada dalam hubungan dependen seperti itu akan merasa bahwa kebutuhan terbesarnya adalah jaminan dan proteksi. Pada tingkat kebutuhan ini. manajer dapat memotivasi karyawan dengan jalan memberikan suatu jaminan kepastian jabatan (job-security-pledge). dan peluang kerja yang bersinambung. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan.3 Kebutuhan Sosial 3. berbagi. tiadanya keramahan.berjalan. Dewasa ini marak wacana adanya kemungkinan para karyawan di-PHK karena faktor teknologi yang berkembang. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu. kadang mereka secara keliru menganggapnya sebagai ancaman bagi organisasi mereka sehingga tindakantindakan mereka disesuaikan dengan pandangan demikian. dan belum pernah sebelumnya. suami. 3. ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata. saling percaya. Ia ingin berasosiasi dengan rekan lain. atau anak-anak. diterima. Para manajer dapat mengakomodasi kebutuhan akan rasa aman dalam organisasi dengan jalan membentuk dan memaksakan standar-standar perilaku yang jelas. supervisi. tidak perlu. isteri. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang batas-batas perilaku yang diterima bagi dirinya sendiri dapat mempunyai perasaan terancam. Ia merasa bahwa ia akan kehilangan kepastian bila tanpa sengaja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki. Walaupun banyak manajer dewasa ini memahami adanya kebutuhan demikian. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Organisasi atau perusahaan yang terlalu tajam dan jelas membedakan posisi pimpinan dan bawahan seringkali mengabaikan kebutuhan karyawan akan rasa memiliki (sense of belonging).3. cinta. Ia menginginkan kebebasan dalam batas tertentu daripada kebebasan yang tanpa batas. dan menerima sikap persahabatan dan afeksi. Penting dicatat juga bahwa perasaan manusia tentang keamanan juga terancam apabila ia merasa tergantung pada pihak lain. Antara pengembangan pribadi dan organisasi mempunyai hubungan resiprok yang hasilnya dirasakan secara timbal balik.3. orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat. kekasih. . kita seringkali mendapati perilaku individu yang berusaha mencari batas-batas perilaku yang diperkenankan (permisible behavior). sekalipun pada saat-saat tertentu. Atau dipakai untuk memahami mengapa orang tertentu lebih berani menempuh resiko. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya.

3. akan rasa hormat diri atau harga diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah. Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. dapat dikatakan bahwa potensi konflik dalam organisasi selain mengganggu rasa aman juga dapat menciptakan alienasi yang mengakibatkan disorientasi. Karenanya. Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan. kedudukan. Ada apa gerangan? Apakah kompensasi gajinya tidak memuaskannya? Ternyata tidak selamanya uang dapat memotivasi perilaku individu dalam organisasi.4. Konflik bisa baik atau buruk tergantung pada tipenya. individu pada level ini lebih membutuhkan tantangan yang dapat mengeksplorasi potensi dan bakat yang dimilikinya. Tanpa bermaksud menolak atau mendukung salah satu pandangan. pengakuan. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. kebutuhan akan penghargaan ini jarang . 3. tampaknya organisasi yang menyandarkan peningkatan kinerja karyawan mereka pada aspek finansial. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh halhal yang menghambat perwujudan diri. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia. Ketimbang uang. martabat. ketidaktergantungan. Dari semua indikasi yang terdata. Potensi mobilitas yang berlebihan yang umumnya dipaksakan oleh industrialisasi mengancam tercabutnya rasa kerasan dalam kelompok kerja. Individu tertentu pada saat dan kondisi tertentu barangkali tidak lagi merasakan uang sebagai penggerak kinerja. Berbeda dari pandangan tradisional yang melihat konflik secara negatif. bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. ketenaran.2 Aplikasi Manajemen Tidak jarang ditemukan pekerja di level manajerial memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Benar bahwa uang adalah salah satu alat motivasi yang kuat. kita kenal apa yang disebut manajemen konflik. kompetensi. terdapat pandangan interaksionis yang melihat konflik tidak hanya sebagai kekuatan positif dalam kelompok namun juga sangat diperlukan agar kelompok berkinerja efektif. mempunyai dasar yang kuat. penerimaan. apresiasi atau nama baik.4. Tidak mengherankan bahwa sejumlah top manajer tiba-tiba mengundurkan diri ketika merasa tidak ada lagi tantangan dalam perusahaan tempat mereka bekerja. tantangan untuk adaptasi dalam kelompok baru dan asing. prestise. perhatian. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri.1 Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan Menurut Maslow.Dalam ranah Perilaku Organisasi. semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri.4 Kebutuhan akan Penghargaan 3. prestasi. rasa tidak berdaya. penguasaan. dan akhirnya menimbulkan kebutuhan akan rasa memiliki dan aneka kebutuhan yang masuk dalam hirarki tahap ini. kepercayaan diri. tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan persepsi nilai setiap karyawan. kecukupan. dan kebebasan (kemerdekaan). dan biasanya bermutu tinggi. tidak memperoleh hasil yang diharapkan.

William Cohen. Pakar kepemimpinan. Dalam makalah ini. Skinner menambahkan bahwa untuk mendapat motivasi maksimum. . Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki.5. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai. Psikolog terkenal. memberi daripada menerima. B.5. setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Pendelegasian otonomi dan tanggung jawab yang lebih luas kepada karyawan telah terbukti efektif untuk memotivasi kinerja dan performa yang lebih baik. Masalahnya. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori. Bahkan Napoleon Bonaparte terkejut menyaksikan kekuatan pengakuan sebagai motivator. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri.1 Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri Menurut Maslow. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul.5 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri 3. Setelah tahu bahwa para prajuritnya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan medali yang diberikannya. mengatakan bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan pengakuan kepada prestasi kerja dalam organisasi. Pengakuan merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan. orang harus memuji secepat mungkin setelah tampak perilaku yang pantas mendapat pujian. Keberhasilan eksperimen Mayo seperti telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penghargaan finansial terbukti tidak selamanya seefektif penghargaan psikis. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh.2 Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan.´ 3. berkembang. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Napoleon berseru: ³Sungguh menakjubkan apa yang akan dilakukan orang untuk barang sepele seperti itu.F. Sebagai bagian dari sebuah pendekatan yang lebih konstruktif.sekali terpenuhi secara sempurna. manajemen partisipatif dan program-program umpan balik positif (positive feedback programs) dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan. dan sebaliknya tanpa pikir dua kali untuk melemparkan kritik atas pekerjaan buruk bawahannya. banyak manajer seringkali lupa atau berpikir banyak kali untuk memberikan pujian dan pengakuan tulus bagi prestasi karyawan. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri. 3. Dalam konteks ini.

dan masalah-masalah politik dan filsafat. Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. 8. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. . Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. dan tekun introspeksi. dan bukan karena ikut-ikutan. tugas. Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri.1. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. mereka juga dapat menikmatinya. Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain. ketidakpicikan. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang biasa. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. Kadangkadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung. 6. lebih peka melihat hikmah dari pelbagai masalah. 4. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. saat diliputi perasaan khidmat. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional. atau panggilan yang mereka anggap penting. dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. 2. Sama seperti anak-anak. Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. 3. Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. Keterpusatan-pada-masalah. Merindukan kesunyian. Berkat persepsi yang tajam. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. 9. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. musik. kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase. Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut ³pengalaman puncak´ (peak experience). 7. Mereka sangat mandiri dan otonom. 5. memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. namun sekaligus menyukai orang lain. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara luar biasa. termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur. karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri.

kebohongan. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. Resistensi terhadap inkulturisasi. Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Secara konsisten. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orang-orang yang neurotis. Bagi mereka. pengamatan yang pasif dan reseptif. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. 13. lakon. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. tarian. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan.Maslow menyebut keunggulan ini sebagai ³Being cognition´ atau ³B-cognition´. dan dengan tulus mengikutinya. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang ³melawan arus´ pendapat khalayak ramai. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. dan pakaian. Kadar konflik dirinya rendah. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. kekejaman. . Kreatif dalam mengucapkan. dan keterbukaan. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. Mereka mempunyai ³hirarki nilai´ yang jelas. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. Secara konsisten. Selera humor yang baik. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahankelemahan alamiah orang lain. Seperti seorang anak yang lugu. cemas. dan kemunafikan. Namun bagi mereka. iri dan lain-lain. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. bersalah. dan hiruk-pikuk suasana pesta. 12. melakukan. Ketidaksempurnaan. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. bahasa. makanan. dan menyelesaikan sesuatu. atau permainan secara mendadak. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar. omongkosong. bosan dengan obrolan basa-basi . 16. penipuan. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. 11. 10. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. Mereka tidak selalu tenang. Bagi orang-orang ini. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. 14. Menurut Maslow. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan. sajak. 15. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut ³kemerdekaan psikologis´. kosmik. hampir setiap anak mampu membuat lagu.

badan montok. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya.3 Aplikasi Manajemen Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini. pandangan muskil geosentris yang melihat bumi sebagai pusat tata surya telah memancing teori yang benar: heliosentris dari Copernicus. Oleh karena itu perpaduan berbagai teori motivasional dalam bagian ini akan memperlihatkan bagaimana teori-teori tersebut saling melengkapi (komplementer) dan kapan sebaiknya diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan. Dalam sejarah. agama. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap aktualisasi diri. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. 3. Bahkan menurut Maslow. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mengusulkan suatu teori motivasi yang baru. 19. Bagi orang-orang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini. Gagasan ³selemah´ apa pun tetap dapat menjadi titik tolak atau pancingan untuk melahirkan ide yang lebih baik dan lengkap. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya. dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan. tulus hati. Bila pada level kebutuhan sebelumnya. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. dan berlangsung seumur hidup. Makin matang kepribadiannya. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. dan kejujuran. ketulusan. bersikap wajar. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaan-perbedaan. seperti jujur. 3. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. Mereka itu amat spontan. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. kebaikan. Tidak mengherankan muncul sebuah istilah teknis: ³pembalikan kopernikan´ untuk menyatakan suatu terobosan gagasan yang menjungkirbalikkan suatu pandangan sebelumnya. mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu. Dalam pribadi yang sehat. latar belakang ras. tidak ada teori dalam sejarah yang tak berguna.4 Teori-teori Motivasi Komplementer Dari sudut pandang filosofis. orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan. dan sebagainya. bahagia. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. Tetapi apa yang akan diuraikan berikut menyiratkan bahwa dewasa ini tidak ada satu pun teori motivasional tunggal yang dapat memecahkan segala pertanyaan tentang motivasi karyawan. dan penampilan. tubuh tegap. saling memberikan manfaat.5.17. Pertanyaan yang paling banyak diajukan sehubungan dengan tema motivasi adalah: ³Bagaimana . orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh. baik hati dan berani. 18.5. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia.

4. Kebutuhan ini diandaikan harus dipelihara untuk mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja. Faktor pemuas kebutuhan ini antara lain uang.saya dapat memotivasi karyawan saya?´ Untuk menjawab masalah ini. Bagi individu dengan motif pencapaian prestasi yang tinggi. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja berbeda dan terpisah dari faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja. hendaknya ditentukan bersama dengan mereka sasaran dengan tingkat kesulitan yang sedang saja. ketiadaan ketidakpuasan belum tentu berarti ada kepuasan. ada empat hal yang harus digali. Kebutuhan ini bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. kekuasaan (keinginan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain). praktisi teori Maslow akan mengatakan tingkat kebutuhan terendah yang belum terpenuhi yang akan merangsang perilaku karyawan dalam organisasi. pertumbuhan personal. Untuk soal kedua. Dari riset itu. Pemuasan kategori pertama hanya berguna untuk mencegah ketidakpuasan kerja dan tidak dapat dipakai untuk menciptakan kepuasan kerja. Bagi Herzberg. 3. 2. sebaiknya diberi wewenang atas orang lain yang disesuaikan dengan derajat keterampilan yang mereka miliki. dan prestasi. Bagi individu yang memiliki motif afiliasi tinggi. Kembangkanlah program kompensasi lebih berdasarkan kelompok daripada produktivitas individual. Herzberg mengumpulkan data mengenai sikap kerja karyawan di ratusan perusahaan. 3. Ia mengusulkan bahwa lebih dari satu kebutuhan dapat menjadi dominan pada saat yang sama. dan keamanan. status. Apa yang secara intrinsik (batiniah) merangsang perilaku individu? Imbalan (reward) apa yang dapat memuaskan kebutuhan individu? Bagaimana menyesuaikan kebutuhan individu dengan imbalan (reward)? Bagaimana caranya agar individu betah dalam organisasi? Untuk soal pertama. yakni: 1. . Berikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sasaran denga cara mereka sendiri dan pastikan bahwa mereka mendapatkan cukup pengetahuan tentang kemajuan mereka melalui sistem umpan balik yang baik. misalnya: peluang promosi. Jika ingin memotivasi orang pada pekerjaannya. Pakar motivasi lain bernama Frederick Herzberg muncul untuk meneruskan karya Maslow. Kebutuhan kedua yang sungguh merupakan motivasi adalah pemuasan yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri. McClelland telah melakukan banyak riset dan mengusulkan tiga jawaban. yakni: 1. David McClelland mengusulkan tiga motif kebutuhan. ia menarik kesimpulan bahwa individu mempunyai dua kategori kebutuhan yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan. Kategori pertama disebut kebutuhan hygiene. sebaiknya diberi kesempatan untuk bertugas dalam kelompok yang dipilih sendiri. pengakuan. Herzberg menyarankan untuk menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan kerja itu sendiri atau hasil langsung yang diakibatkannya. tanggung jawab. 2. Bagi individu dengan motif kekuasaan yang tinggi. McClelland tidak mengatakan bahwa ketiga motif itu berada dalam hirarki yang sama dalam diri setiap orang. perlakuan. yakni: afiliasi (sama dengan kebutuhan sosial Maslow). dan pencapaian prestasi (keinginan untuk memenuhi kegiatan yang bernilai).

Pengkajian. 3. Bila sasaran tercapai. Di sini manajer tentu dapat berperan lebih untuk merumuskan tindakan-tindakan strategik.Untuk soal ketiga. penting untuk dicari sebab-sebab masalahnya. Metode ini menawarkan empat langkah yang harus ditempuh. Merencanakan tindakan. Untuk menjawab soal terakhir. adakan pertemuan dengan karyawan untuk membandingkan sasaran yang direncanakan dengan hasil nyata yang tercapai. Kemudian delegasikan fungsi itu kepadanya. kita menuju teori yang disebut teori Penguatan (reinforcement theory) yang telah berkembang menjadi strategi bernama Modifikasi Perilaku. Sedangkan dalam teori Penguatan. yakni: 1. yang ia sendiri ingin dan dapat mengerjakannya. tindakan untuk mengoreksi diri dapat diambil secepat mungkin. 2. Di sini manajer meminta setiap karyawan untuk menentukan sasaran yang ingin ia capai dalam jangka tertentu. Teori ini berseberangan dengan MBO. MBO merupakan pendekatan kognitif yang menekankan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya. Menetapkan sasaran bersama-sama. Langkah ini meliputi pelaksanaan dari tindakan yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran yang telah disetujui bersama. karyawan patut diberi penghargaan yang memadai. Menetapkan sasaran. Teori ini menawarkan tiga langkah. 2. Teori Penguatan menggarisbawahi bahwa sasaran haruslah dapat diukur. yang melihat penguatanlah yang mengkondisikan perilaku. karyawan sebaiknya tahu bagaimana kemajuan mereka menuju sasaran. Kemudian kedua versi sasaran dipertemukan untuk disusun daftar gabungan. 4. Jika tidak tercapai. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan. Herzberg masih menawarkan konsep yang disebut pemerkayaan pekerjaan. Manajer sendiri secara terpisah juga mengidentifikasi sasaran yang harus dicapai karyawannya. Pemerkayaan pekerjaan ini mencakup sekaligus tambahan pekerjaan dan tanggung jawab yang bukan hanya diserahkan begitu saja. kita mempunyai pendekatan perilaku (behavioristik). Caranya adalah menanyakan kepada karyawan yang telah diperkaya pekerjaannya tentang fungsi manajemen apa yang kini dikerjakan oleh atasannya. Namun cara penyampaian harus sedemikian rupa sehingga hasil rembukan tetap tampak sebagai hasil kerja sama. Teori ini menekankan bahwa setiap saat yang diinginkan. Metode lain yang sangat populer dalam menjawab soal ketiga ini adalah yang disebut Manajemen Berdasarkan Tujuan (Management by Objectives/MBO). Jika orang merasa dihargai. Manajer dan karyawan berembug untuk merumuskan tindakan apa yang akan dipakai untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Langkah ini harus diambil secara efektif oleh manajer. Penerapan. . yakni: 1. Ini sama dengan langkah pertama MBO. bukan pada atasan. maka mereka akan mengumpulkan banyak energi untuk melaksanakan pekerjaaannya. Memberi umpan balik. Metode MBO mengandung filosofi manajemen yang berasumsi bahwa ada daya tarik nyata dalam individu jika mereka menentukan sendiri sasaran kerjanya. Kekuatan utama terletak dalam sasaran yang disusunya.

kecuali kita mempunyai masalah dalam organ pernapasan kita. dan keamanan kerja tidak selamanya dapat memotivasi kinerja. 4. keuntungan yang baik. dan sangat mendasari gagasan perkayaan pekerjaan dan MBO. dan kondisi organisasi yang bersangkutan. Tidak bisa dipastikan dengan kaku bahwa kebutuhan rasa aman hanya akan muncul setelah kebutuhan akan makanan terpuaskan sepenuhnya. seorang motivator harus memberikan treatment yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. adalah pengakuan. itu pun dapat menciptakan ramalan pemenuhan-diri. bukan celaan. maka pola kepemimpinan yang sangat memaksa dan mengendalikan yang kemungkinan diterapkan oleh manajer. Tetapi begitu ada kesalahan. Tetapi biasanya celaan cenderung memiliki sejumlah konsekuensi disfungsional bagi organisasi dalam jangka panjang. tampak benang merah antara teori yang satu dengan yang lain. karena orang ingin melakukannya. jika manajer mengharapkan karyawan mereka untuk mencari tanggung jawab dan mampu mengarahkan-diri ke sasaran yang mengandung imbalan. Semua teori motivasional ini saling melengkapi dan dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan. Orang butuh motivasi. Mengelola motivasi berarti mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilaksanakan. di mana pekerja akan termotivasi melakukan pekerjaan seminim mungkin. pada mulanya dikembangkan dari teori Hirarki Kebutuhan Maslow. Untuk memberikan motivasi yang dapat meningkatkan performa kepada keduanya. Hendaknya hirarki kebutuhan Maslow tidak dilihat secara kaku dan mutlak. Sudah sering terdengar keluhan karyawan bahwa manajer mereka seakan tidak tidak tahu semua hal baik yang telah dikerjakan mereka. Batas-batas antara tingkatan yang satu dengan yang lain tidak terlampau jelas dan lebih menunjukkan saling tumpang tindih. kapan dan bagaimana itu dilakukan. seorang motivator benar-benar telah mengelola motivasi. Kebutuhan seorang buruh produksi harian dengan karyawan staff manajerial tentu berbeda. KESIMPULAN: PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW Dari sekian banyak teori motivasional yang ada. Hal ini memberikan pengertian agar seorang manajer atau pemimpin atau motivator dalam organisasi hendaknya mengenal apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. Dalam jangka pendek. Imbalan yang dalam praktek terbukti paling penting tetapi juga paling tidak dimanfaatkan oleh manajer. Dari uraian di atas. Memberikan imbalan tepat waktu.3. Teori Y. maka hal itu tidak lagi akan memberikan motivasi. Dengan menelaah apa yang menjadi kebutuhan karyawan dan memberikan pemuasan yang tepat sasaran. mungkin teori Hirarki Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. Perangkat pengharapan terakhir. Bilamana seorang karyawan mempunyai gaji dan keamanan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa amannya. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita telah mampu memuaskan sebagian besar kebutuhan dasariah mereka kendati . Teori ini mewariskan pesan bagi kita bahwa begitu orang melewati tingkat kebutuhan tertentu. Sama halnya kita tidak akan meresahkan kebutuhan bernapas. mereka langsung mendapat kritik atau celaan. celaan mungkin dapat menjadi motivator sementara. Sebaliknya. Hirarki Kebutuhan Maslow penting bagi kita karena membantu menjelaskan mengapa gaji tinggi. Inilah dugaan yang terkandung dalam Teori X dan Teori Y dari McGregor. situasi. ia tidak lagi terdorong oleh motivasi tingkat di bawahnya. akan menciptakan ramalan pemenuhan-diri. Jika manajer mengharapkan karyawan untuk tidak suka bekerja untuknya dan dengan demikian menghindari semua tanggung jawab.

Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. tesis Maslow juga mengundang sejumlah antitesis. Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow. Manusia memang makhluk yang dinamis dan multidimensional. maka kebutuhan tersebut tidak lagi akan memiliki pengaruh yang berarti pada motivasi. Sejumlah ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang berbeda. Dalam buku Motivation and Personality. menerima. Tidak jarang terjadi. Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama. Ada orang tertentu yang tidak pernah berkembang melampaui tingkatan pertama atau kedua. sedangkan ada pula orang . Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik. dan menerapkan teori yang hingga kini masih menggema ini. Sebagaimana lumrahnya perkembangan suatu teori. orang melihat bahwa teori Maslow semestinya didukung lagi dengan bukti-bukti empiris yang lebih banyak. namun masih harus dibuktikan secara empiris. tapi tidak banyak didukung oleh bukti riset. Maslow berkali-kali mengingatkan agar jangan sesekali memutlakkan kelima tingkat kebutuhan atau membedakannya secara tajam dan kaku. Kiranya Maslow sepenuhnya menyadari sejak awal bahwa berbicara tentang struktur kepribadian manusia yang dinamis tidak segampang membalikkan telapak tangan. mengingat teori Maslow merupakan suatu teori umum tentang kebutuhan manusia. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori. Untuk memahami. Wahba dan Bridwell (1976) menyimpulkan suatu paradoks untuk teori Maslow: bahwa teori ini diterima luas. teori yang baik gagal dibuktikan karena metode dan aplikasi riset yang buruk. Dari kenyataan ini. beberapa penelitian mendukung. kendati tampak sah bagi banyak orang. sedangkan yang lainnya menolak.belum dalam arti sepenuh-penuhnya. Sumbangan Maslow tidak sedikit untuk perkembangan psikologi organisasi. Bila ditinjau lebih khusus. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. Itulah dinamika dan dialektika ilmu pengetahuan. dalam banyak kasus penelitian. Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. maka ketika diterapkan kepada manusia tertentu (dengan budaya tertentu) tentu terdapat kekecualian-kekecualian dalam pengurutan umum hirarki yang ada. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi. kita harus memahami sejumlah kualifikasi lanjutan agar konsep kita menjadi lebih komprehensif. evaluasi atau riset yang menghasilkan kesimpulan yang tidak mendukung teori bisa saja berangkat dari pemahaman yang tidak komprehensif atas teori dan jalan pikiran Maslow. Pertama. sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. Semua teori ilmu pengetahuan tentang manusia mesti berhadapan dengan kenyataan itu. Dalam kenyataannya. Yang mau ditekankan adalah bahwa begitu suatu tingkat kebutuhan terpuaskan. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah.

Kedua.. norma. Kata pemeo. dua kebutuhan yang sama tidak selalu akan menyebabkan timbulnya reaksi yang sama pada setiap individu. Bila dalam jangka pendek seseorang tidak menampakkan minat pada tujuan tertentu belum tentu bahwa ia tidak membutuhkannya.lain yang demikian terpukau oleh kebutuhan tingkat tinggi sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah tidak menarik bagi mereka.. dan aspek mana yang tidak valid. rantai kausatif tidak selalu berlangsung dari stimulus-kebutuhan-perilaku. Nyatanya. MANAJEMEN SUATU PENGANTAR . Di lain sisi. dalamnya lautan bisa diduga. maka kita tidak pernah mungkin mendeterminasi berapa valid teori tersebut atau secara tepat. perlu disadari bahwa banyak di antara tujuan yang diupayakan oleh manusia merupakan tujuan-tujuan jauh dan berjangka panjang yang hanya dapat dicapai melalui suatu seri langkah dan sarana. Khususnya dapat dikatakan bahwa suatu kebutuhan yang terpenuhi mungkin akan kehilangan potensi atau daya motivasionalnya. Keempat. Sekalipun Maslow dalam tesisnya menyatakan bahwa apabila seseorang tidak dapat memenuhi dua macam kebutuhannya.aspek mana sajakah dari teori tersebut bersifat valid. Umumnya dapat kita lihat bahwa individu-individu dapat mengembangkan tujuan-tujuan substitut ketika pencapaian langsung terhadap suatu kebutuhan terhalangi. lagi-lagi ditegaskan betapa besar misteri yang meliputi kepribadian manusia. Oleh karena itu. standar sosial. sebagai implikasi atas teori ini. Barangkali misteri manusia in jugalah yang membatasi semua teori tentang manusia. Jika demikian halnya. kita tetap dapat menarik pelajaran berharga bagi para manajer. mungkin tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan keinginannya karena ideal.´ Sekalipun tidak banyak riset yang secara jelas mendukung teori ini. dan tugas-tugas dapat mempengaruhi dirinya. Setiap tindakan cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan. dalamnya hati manusia sungguh tak dinyana.. para manajer dianjurkan untuk memotivasi para karyawan mereka dengan jalan merancang program-program atau praktek-praktek yang ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang muncul atau kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi. maka ia lebih menginginkan pemenuhan kebutuhan yang lebih mendasar. Menyadari hal ini. Seorang ilmuwan bernama Craig Pinder memberikan jalan tengah atas dua kubu pendapat yang pro-kontra sebagai berikut: ³Teori Maslow tetap sangat populer di kalangan para manajer dan mereka yang mempelajari perilaku organisasi kendati tidak banyak studi yang secara resmi dapat mengkonfirmasi atau menolaknya. Ada kemungkinan bahwa dinamika yang terimplikasi pada teori Maslow tentang kebutuhan bersifat terlalu kompleks untuk diterapkan dan dikonfirmasi oleh riset ilmiah. Ketiga. suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal.

Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen 4. Yogyakarta.b.b.b.c.c. Asas atau Prinsip Organisasi 6.a.c. Perencanaan Pengadaan 7. BUKU YANG DIANJURKAN ‡ M. Pengertian 6. Proses Pengambilan Keputusan 5.DESKRIPSI Modul ini akan menjelaskan secara ringkas dan memberikan gambaran umum tentang manajemen beserta asasnya. Erlangga. Sehingga dengan demikian pembaca diharapkan memahami berbagi konsep yang ada dalam manajemen dan bagaimana implementasinya. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki .a.a. Sumber Pegawai 7.d. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik 2. DASAR-DASAR MANAJEMEN.d.c.c.d. Manullang. memahami lingkungan manajemen dan menerapkan dalam upaya pengambilan keputusan yang strategik. Penetapan Tujuan 3. BPFE. Unsur-unsur Organisasi 6. ‡ T. Teori Behavioral Science 2. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen 2.a. Pengertian dan Fungsi Forecasting 4. Tujuan dan Manfaat 7. Penarikan dan Seleksi 7. Pengertian Tujuan 3. TUJUAN Memberikan pemahaman tentang berbagai konsep dan teori manajemen. Teori Organisasi Klasik 2. Fungsi ± Fungsi Manajemen 5. 1983. 1986. Fungsi dan Tugas 8. Kepemimpinan (Leadership) 8. Penempatan 8.a.a.d.b. Penyusunan Pegawai 7.a. Pengertian dan Unsur-unsurnya 8.e.c. Tujuan dan Forecasting 3. Pengorganisasian 6. MATERI 1. Hani Handoko.b. Pengertian Pengambilan Keputusan 4. Pengertian Manajemen 2. MANAJEMEN. Jakarta. Teknik Pengambilan Keputusan 4. Edisi ketiga. Fase Pengambilan Keputusan 4. Pengertian 6. Teori Hubungan Antar Manusia 2. Teori Aliran Kuantitatif 3.b. Edisi kedua.

2. Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata ³to manage´ yang berarti mengatur. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan 9.e.d.a. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Pengertian Motivasi 9.b. yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan. Pengertian dan Konsep 10. Jenis Pengendalian 10. Menurut Drs.c. penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.e.f. pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut : 1.a. penyusunan. Pengendalian atau Pengawasan 10. mengurus atau mengelola. Menurut R. Muslich. 4. seperti perencanaan. Appley : Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan.d. karangan Drs. Langkah ± Langkah Pengendalian Modul ini ditulis mengacu pada buku MANAJEMEN . SUATU DASAR DAN PENGANTAR. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen . pengorganisasian. dosen tetap Fakultas Ekonomi Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta. Gaya Kepemimpinan 8. 5. Menurut Horold Koontz dan Cyril O¶donnel : Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.8. penggerakandan pengendalian/pengawasan. Menurut James A. yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Stoner : Manajemen adalah proses perencanaan. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut. Menurut Lawrence A. Prestasi dan Kepuasan Kerja 9. Oey Liang Lee : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian.b. 3. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian 10. Aspek Perencanaan 10. pengorganisasian. Teori Motivasi. pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. aspek Pelaksanaan 10. Teori ± Teori Motivasi 10.F.

Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. A.1. A. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. Staf memadai 4. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Frank B dan Lillian M. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. A. A. Urutan instruksi 8. A. A. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.A. Sistem bonus dan instruksi. Laporan terpecaya 7.2. 3. Standar kegiatan 9. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan.4. Disiplin kerja 5. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Pentingnya peran manajer 2. Instruksi standar 12. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Hennry L. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Menurut Lillian. Mengenal metode seleksi yang tepat. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. yaitu : 1.3.5.6. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. Balas jasa yang adil 6. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Metode ini disebut sistem upah differensial. Menurut Frank. Balas jasa insentif . Operasi standar 11. Kondisi standar 10. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. 2. Kegiatan logis 3. Frederick W. Tujuan jelas 2.

Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : ± Planning . kegiatan akuntansi 6. kegiatan pengarahann ± Controlling . Accountancy . Teori Organisasi Klasik B. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. Prinsip fungsional d. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.1. Commercial . 2. Technical . Prinsip staf C. asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan B.B. 3. kegiatan menjaga keamanan. Financial . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. 5. Mooney : Menurut James. James D. Prinsip skala c. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Security . Managerial . kegiatan pembelanjaan. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating .2. Koordinasi b. kegiatan perencanaan ± Organizing . yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. 4. .

Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem manajemen. Teori Behavioral Science : D. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. Pengertian Tujuan Istilah lainnya adalah sasaran. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. E. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.D. Tujuan dan Forecasting A. Menyusun model aritmatik 3. Tujuan merupakan hasil akhir dari apa yang diinginkan untuk dicapai. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang. D. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. Mengkaji model dan hasil model 5. Istilah tersebut biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan. D. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. goal.2. D.4.3. Merumuskan masalah 2. Sehingga tujuan akan memberikan arah kemana kegiatan harus dilakukan.6. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. D. . D. mission atau target.1.5.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. D. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. D.8. perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Sebelum pilihan dijatuhkan. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. diantaranya adalah : A. 2. penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan. Horold dan Cyril O¶Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan. Secara umum.B.4. B. Fase Pengambilan Keputusan 1. sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama. C. Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Goerge. Aktivitas intelegensia Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah. Hasil dari forecasting ini menjadi dasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencana. Aktifitas desain . Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Claude S. C. R. Pengertian dan Fungsi Forecasting Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama.3. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory. G. pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli. menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Pada kondisi yang berbeda. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen A. penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. C. kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf.1. B. Penetapan Tujuan Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. suatu sumber yang dapat dipercaya. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan. pengumpulan fakta dan data. Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen. Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran.2. P.

Gaming War Game Teori penentuan strategi. D. Manganalisa masalah c. R. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. Aktifitas pemilihan Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Teknik Pengambilan Keputusan 1. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan . Mengambil keputusan yang tepat e. Pengertian Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Linier Programming Riset dengan rumus matematis. Mengembangkan alternatif d. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan. dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a. Aktifitas desain meliputi : ± menemukan cara-cara/metode ± mengembangkan metode ± menganalisa tindakan yang dilakukan 3.Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Terry : 1. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucher : a. Mengambil keputusan yang terbaik C. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. Menganalisis alternatif d. Menetapkan sejumlah alternatif 4. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal. Mengidentifikasi masalah utama b. Menganalisa problem tersebut 3. 2. Menyusun alternatif c. 3. Dari tiga aktifutas tersebut diatas. Merumuskan problem yang dihadapi 2. 4. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif Fungsi ± Fungsi Manajemen A. Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. Menetapkan masalah b. Mengevaluasi alternatif 5.

Pengawasan/Controling : Fungsi yang memberikan penilaian. Pengkoordinasian/Coordinating : Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. keterpduan kegiatan c. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 2. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. . menyelaraskan kegiatan d. yaitu : a. pelatihan. 2. Pengorganisasian A. motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja. Secara terusmenerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. Pengorganisasian/Organizing : Kegiatan yang meliputi penetapan struktur. 3. pemanfaatan. fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. Secara menyeluruh. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak. tugas dan kewajiban. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut : a. Pengarahan/Directing : Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Mooney. bimbingan. Sedangkan menurut Chester I. Penyusunan Staf/Staffing : Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan. 3. Pengertian Menurut James D. Membagi beban kerja. Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk diperhatikan. 5. Barnard. Secara tegas organisasi ditandai oleh : 1. Perencanaan/Planning : Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat.rencana tersebut. organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan 6. kewajiban dan tanggungjawan tertentu. pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif. meruntutkan kegiatan e. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan. b. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama. fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi. 4. Sinkronisasi kegiatan b.

Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab. Efisinesi Pengawasan Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien. pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik. Mensinkronisasi pekerjaan d. Asas atau Prinsip Organisasi 1. Pembagian Kerja Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja. B. 4. wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. tugas dan tanggung jawab. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas Adanya pengaturan dan pembagian wewenang. Pengawasan Umum Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan.c. 4. Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas. 5. Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya. 3. 2. 2. Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih. Tujuan dan Manfaat Organisasi Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur. Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. C. mempunyai tujuan tertentu. Menentukan mekanisme pekerjaan. Unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. Koordinasi Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya. manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur. Perumusan dan Penentuan Tujuan Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai. D. disusun. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama. Semnetara itu. Pendelegasian Wewenang Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas. ditetapkan. Penyusunan Pegawai . Unsur ± Unsur Organisasi Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. 6. 3.

tanggung jawab dan hubungan lini ke atas atau ke bawah. Penempatan. b. Untuk dari luar dapat diperoleh melalui kantor penempatan kerja. Pemasukan lamaran 2. Tahap analisa beban kerja (work load analysis) b. untuk menentukan : a. Sifat dan kecakapan pemangku jabatan Umumnya analisa jabatan disebut sebagai suatu upaya membuat uraian pekerjaan hingga dapat diperoleh keterangan untuk menilai jabatan. Sifat dan keadaan pekerjaan b. dan positif diterima. iklan. Pengenalan dan Orientasi Tujuannya untuk mengenalkan pegawai baru tersebut dengan lingkungan kerjanya. On the job training Yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. misalnya. Perencanaan Pegawai 1. Hasil dari analisa jabatan ini adalah : a. a. B. wewenang. Penarikan dan Seleksi Umumnya penarikan dan seleksi pegawai baru dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Dalam penempatan ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. serikat buruh. Wawancara 6.A. Off the jog training Pelatihan yang dilakukan diluar perusahaan dengan bantuan pihak lain. 2. Tahap analisa tenaga kerja (work force analysis) 2. C. Penempatan Setelah calon pegawai dinyatakan lolos dari beberapa tes seleksi. promosi pegawai. Pengisian formulir lamaran 4. D. Sumber Pegawai Pegawai dapat diperoleh dari dalam atau pun dari luar perusahaan itu sendiri. lembaga pendidikan. Latihan dan Pengembangan Dilakukan agar pegawai baru atau pun yang telah ada tetap bisa produktif dan aktif serta selalu bisa menyesuaikan keahliannya dengan perkembangan teknologi atau kondisi lingkungan kerja. . Melakukan analisa jabatan. atau dari teman-teman dekat pegawai yang mempunyai keahlian. Perencanaan pengadaan pegawai yang intinya untuk meneliti dan memperoleh pegawai. Tes 5. Pemeriksaan CV 7. b. Spesifikasi jabatan : yaitu pernyataan yang menunjukkan kualitas dan persyaratan minimal bagi pegawai yang diterima. Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan cara : a. Pemeriksaan kesehatan 8. Deskripsi jabatan : yaitu pernyataan yang meliputi tugas. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penempatan calon pegawai tersebut sesuai dengan posisinya. Penerimaan lamaran 3. Sedang yang berasal dari dalam perusahaan. diantaranya : 1.

Pengertian dan Unsur ± Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mengembangkan informasi 3. 3. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. B.Maksud dan Tujuan Latihan : ± Meningkatkan efektifitas kerja ± Efisiensi kerja ± Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai ± Meningkatkan disiplin ± Mengurangi kesalahan ± Mempercepat perkembangan pegawai ± Mengurangi turn over Kepemimpinan (Leadership) A. Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Menurut Cyriel O¶Donnell. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. Dari dua pengertian tersebut diatas. Yang berkaitan dengan kerja : ± Mengambil inisiatif ± Mengatur langkah dan arah ± Memberikan informasi . kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. Untuk memperoleh manfaat bersama. 4. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan. adanya peserta yang digerakkan. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. Untuk mencapai tujuan manajer. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. Menurut George Terry. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. 2. adanya komunikasi. Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. Mengambil keputusan 2. Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7.

Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. D. misalnya. mendidik dan mengembangkan bawahan 7. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O¶Donnel. supervisor.Pengetahuan human relation yang baik 4. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah.± Memberikan dukungan ± Memberi pemikiran ± Mengambil suatu kesimpulan b. 2. mandor dan pelaksana teknis. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah. kekompakan rendah E. Ahli dalam bidang sosial 8. bersikap menerima ± Mengungkapkan perasaan ± Bersikap mendamaikan ± Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat ± Memperlancar pelaksanaan tugas ± Memberikan aturan main C. ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : a. kerja rendah ± Gaya kerja tinggi. 3. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2. staf produksi. manajer keuangan. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1. Cakap berkomunikasi 6. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. Tingkat kecerdasan yang tinggi . misalnya. Motivasi personal yang baik 5. kekompakan rendah ± Gaya kerja tinggi. misalnya. yang berkaitan dengan kekompakan anggota : ± Mendorong. Misalnya. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. juga melakukan pekerjaan tersebut. kekompakan tinggi ± Gaya kerja rendah. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : ± Gaya kekompakan tinggi. pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. bersahabat. Terry. Emosi yang stabil 3. Penguasaan teknis relatif penting. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota. direktur utama. Cakap untuk mengajar. Mental dan fisik yang energik 2.

Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan. dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor. Penghayatan terhadap kerja sama Teori Motivasi. Model Human Relation Diartikan sebagai model hubungan manusiawi dengan penekanan pada kontak sosial merupakan kebutuhan bagi manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. 2. mengaktifkan. Model ini dicetuskan oleh Elton Mayo sebagai akibat kejenuhan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama secara berulang. Alasan melakukan pengawasan adalah : 1. Model ini menyatakan bahwa motivasi pada seseorang hanya dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis saja. Prestasi dan Kepuasan Kerja A. Keinginan akan kekuasaan 4. Model Tradisional sering disebut model klasik. Model Sumberdaya Manusia Dengan penekanan pada motivasi tidak hanya oleh masalah pemenuhan kebutuhan biologis saja akan tetapi juga kebutuhan mendapatkan kepuasan. menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana. merupakan fungsi yang penting. yaitu : 1. Pengertian Motivasi Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong. motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam suatu usahanya. 3. Keinginan untuk hidup 2. Matang dalam emosi dan pikiran e. Cakap berbicara d. Keinginan akan adanya pengakuan Sehingga secara singkat. Teori ± Teori Motivasi Ada tiga motivasi utama yang sering diajukan. harapan. Motivasi yang kuat f.b. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat. Motivasi ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya : 1. Khususnya untuk pekerja hanya dapat dimotivasi dengan imbalan uang. Pengertian dan Konsep Sebagai terjemahan dari controlling dalam manajemen. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan c. keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Elton Mayo menekankan pada pentingnya pengakuan atau penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja. Pengendalian atau Pengawasan A. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. 2. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan. 3. . B.

Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan E. Mengukur penyimpangan 5. Jenis Pengendalian Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek. Jika ada perbedaan. pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan. C. pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Atas dasar aspek obyek : ² Pengendalian Administratif . Aspek Pelaksanaan Dijadikan sebagai obyek yang dinilai.4. pengendalian dapat dibedakan menjadi : a. Aspek Perencanaan Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur. ² Pengendalian Represif . Pembandingan kegiatan dengan standar 4. akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Atas dasae aspek subyek : ² Pengendalian Interen . Jadi pengawasan dapat diartikan sebagai usaha melakukan pengamatan. pengawasan adalah suatu kehidupan interaktif antara hasil pekerjaan dengan perencanaan yang telah disusun. maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Menyusun umpan balik (feedback) 3. pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen ² Pengendalian eksteren . ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen . aspek obyek 3. dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. Aspek waktu 2. Mekanisme pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. b. Atas dasar aspek waktu : ² Pengendalian preventif . Secara konseptual. Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur. penyelidikan dan evaluasi keseluruhan kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Penetapan standar kegiatan 2. D. dilakukan dibidang opersional c. pemantauan. yang dilakukan dibidang administrasi ² Pengendalian Operatif . yaitu : 1. Aspek subyek Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas. B. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan.

modal patungan dalam usaha. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja 2. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. etika atau aturan-aturan moral. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Tetapi masalah riba. yaitu nilai guna dan nilai tukar. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). 2. 2. melalui tukar-menukar. Xenophon seorang prajurit. pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi oleh rahmat hidayat Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. spesialisasi dan pembagian kerja. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. kaidahkaidah hukum. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. 5. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. 3. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. yang . karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Mengukur kegiatan 3. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial.F. Langkah ± Langkah Pengendalian Secara umum. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan 4. proteksionisme serta politik kolonial. seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. Thomas Aquinas (1225-1274). pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. 4.

harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. dalam negeri. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik 1. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. dengan perkataan lain secara normatif. dan bertolak dari suatu metode alamiah. 2. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. 4. dan kecepatan uang beredar. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri.selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. 2. 3. 4. tetapi menganjurkan persaingan. 3. 5. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian . 3. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. dan teori fruktifikasi. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi.

sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. Tingkat sewa tanah akan meningkat. 4. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. 4. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. sedangkan tingkat upah menurun. Say. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. dengan asumsi berlaku dana upah. tenaga kerja. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. 2. 3. sepuluh tahun sebelum Adam Smith . yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. sehingga tercipta dua macam harga. Dengan demikian. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. keterampilan dan modal. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. 2. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. dan David Ricardo 1. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik JB. Malthus. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja.pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. perhatiannya bidang logika dan etika. pemerintah bertugas melindungi rakyat. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith.

menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. 3. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja.menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. Dan pendekatannya teoretis deduktif. pembagian kerja. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. teori kependudukan. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran dari Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. teori tentang nilai dan harga. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. dan the law of deminishing return. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. teori perdagangan internasional dan. teori sewa tanah. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. 4. Sismonde. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. kecuali telah diolah manusia. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. 2. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. List dan Bastiat. 3. teori bunga dan laba. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif . Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Inggris. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. Carey.

ketiga teori tentang . Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Francis Bacon. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. teori dana upah mendapat tantangan. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. hipotesis kependudukan Malthus. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Malthus dan Ricardo. 5. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. dipelajari oleh Mill. Ekonomi Mazhab Sosialis Utopia 1.dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. dengan pemikiran yang eklektiknya. Gerard Winstanley. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. 3. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Thomas Campanella. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). 2. Friedrich Engels. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. James Harrington. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. 6. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. 3. Saint Simon (1760-1825). Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. hukum lahan yang semakin berkurang. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). yang menjadikan mental breakdown. 2.. politik dan ilmu sosial. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. Oliver Cromwell.

3.tingkat laba yang cenderung menurun. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. Selain Gossen. konsumsi dan distribusi. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Timbullah perusahaan-perusahaan raksasa. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. konsumsi. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. dan distribusi . Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Priduktivitas Marjinal 1. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Dari Analisis Marjinal 1. 5. Lingkupan telah berkembang dari produksi. 4. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. sedangkan Hukum Gossen II. tenaga kerja. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). 2. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. sedangkan jumlahnya makin sedikit. jumlah modal. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. dan lahan terbatas. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya.

yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. Selanjutnya. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. 2. Clark. dan pada saat kurva ongkos naik. Menurutnya. Tetapi masalahnya. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Tetapi. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. 2. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. Dia memahami. 4. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. ibarat bekerjanya dua mata gunting. oleh Wicksell. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Tetapi. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun. Dengan demikian.B. bahwa untuk memudahkan pembaca. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. meningkat atau menurun. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. Tetapi. jangka pendek. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya.yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. lebih besar dan lebih kecil dari satu. yakni permintaan dan penawaran. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. Robert Giffen telah dapat . sebelum buku Jevons terbit. karena itu timbullah bunga. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. Pemikiran Marshall Sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. bekerjanya kedua kekuatan. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. ditafsirkan oleh J. dan jangka panjang. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. dia tidak mau cepat-cepat menerbitkan bukunya. yang secara langsung membantah teori eksploitasi.B.B Clark mempunyai nilai etik. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. 3. Dalam pembahasan sisi permintaan.

A. tetapi bukan hubungan pertukaran. terjadi kestabilan. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Tetapi. Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. sejarah. 4. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. pandangan Veblen mendapat kritik. Pendekatan sejarah. transaksi kepemimpinan. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. tetapi jika berubah harga menjadi independen. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Dalam transaksi tersebut. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. 2. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan.membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barangbarang. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. maka keadaan menjadi tidak stabil. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusankeputusan pengusaha. Tindakan Kolektif dan Surplus Yang Tidak Produktif 1. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Jika variabel kuantitas independen. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. 5. maka kesejahteraannya tidak menurun. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. John R. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. statik. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Marshall menemukan surplus konsumen. dan mencoba memasukkan segi-segi kejiwaan. Pandangan pemikiran J. yakni resesi. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. sosial dan politik dalam pembahasannya. adat. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. depresi. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di UniversitasWisconsin. dan transaksi distribusi. hukum. 3. sehingga ditemukan Giffen Paradox. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. distribusi pendapatan yang senjang. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. hukum dan kejiwaan. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan . melibatkan aspek-aspek kebiasaan.

Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. 4. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. dan semua sektor. kesehatan. tetapi ekonomi tetap tumbuh. yakni ekonomi. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. meningkatnya konsumsi. Namun demikian. depresi. recovery. pendidikan. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. dan perilaku variabel-variabel ekonomi. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. tetapi sebagai seorang sociologist. persaingan sempurna ditolaknya. Alat analisisnya . Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. Intonasi. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. kependudukan. 3. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. 2.produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. yang banyak terjadi adalah monopoli. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran. bukan persaingan harga. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. perilaku bisnis. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. seperti teori konsumsi. andaian-andaian laba maksimal. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi.pemikirannya. di mana terjadi resesi. dan boom. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Dengan demikian. 2. andaianandaian. Mazhab Institusionalisme 1. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. oleh karena teori itu terlalu sempit. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif.

pembinaan. KONSEP DASAR MANAJEMEN A. yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasa kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan. Jadi.contohmakalah. Tidak ada lagi persaingan sempurna. administrasi dan sebagainya. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. John D. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. BATASAN MANAJEMEN Istilah manajemen (manejement) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. pemimpin. yaitu suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lain saling berurutan. 3. kepemimpinan. ekonomi. Artikel.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen.perusahaan ini.seperti yang dilakukan oleh Mitchell. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. Namun demikian. Adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto. b) Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work). Perusahaan ini menentukan selera konsumen. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS.co. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. pengurusan. a) Proses pengarahan (process of directing). Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. Millett membatasi manajemen. Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses. pemerintah. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. ketatalaksanaan. misalnya pengelolaan. Karya Ilmiyah. yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jsa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atas . 1. kekuatankekuatan politik. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional.html#ixzz1Ie9ThjYR Makalah. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. Skripsi. pendapat para ahli mengenai batasan manajemen yang amat berbeda. dan lembaga-lembaga konsumen. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. 1987: 4). tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. ketatapengurusan. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Sebagai bahan perbandingan. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat.

Manajemen sebagai suatu ilmu Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum (general purpose). Elemen fungsi a. Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Paul Hersey dan Kenneth H. c. Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut dalam buku ini. pengorganisasian. Manajemen sebagai suatu seni Yaitu sebagai suatu keahlian. Kepemimpinan. b. Defenisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. pengorganisasian. 4. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk pencapaian suatu tujuan. Elemen sifat a. James A. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama. b. yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin. 2. kemahiran. 2. d. kemampuan dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan . pengarahan.  2. Perencanaan. pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. 3. yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan. Pengorganisasian. Dalam batasan manajemen diatas prosesnya meliputi: 1. kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi. 3. Pengendalian.F Stoner dan Charles Wankel (1986: 4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut: Manajemen adalah proses perencanaan. Blanchard (1980: 3). memberikan batasan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. manajemen diberi batasan sebagai berikut: Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan.

Elemen tujuan Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan. Orang (manusia) Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat ia bekerja sama untuk mencapai tujuan. Tujuan merupakan rangkaian dalam proses perencanaan dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian. Pengendalian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. kemauan atau keinginan yang besar atai yang berkobar atau yang sungguh-sungguh. target dan quota. Jadi pengertian. B. Kebijakan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Elemen sasaran a. Dalam filsafat manajemen. standard. Filsafat berarti hasrat. Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar Filsafat adalah petunjuk utama yang menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer. terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan.  b. Tujuan tertentu 2. Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. Philien artinya cinta dan sophia berarti kebijakan. filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Mekanisme kerja Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. . deadline. purpose. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. mission.inspirasi. Dalam arti luas. Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat. kemauan atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya. Filsafat berarti cinta kebijakan. 4. Filsafat memiliki: 1. 3. Cinta hasrat. 1980: 318). e. Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan 3. tujuan mengandung hal seperti objective. Menurut Davis dan Filley dalam Ukas (1978) terdapat faktor-faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lain dalam mencapai tujuan. FILSAFAT MANAJEMEN Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan sophia.

empiris. 3. Kebijakan Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan. 2. Faktor dasar Faktor dasar meliputi faktor-faktor produksi asli atau turunan. 5. titik beratnya terletak pada metode keilmuan. baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Kepentingan umum Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cerminan deskripsi berbagai kepentingan. baik berupa alam. Batasan lain tentang ilmu yang menekankan oleh Goode dan hatt (1952: 7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas. Fungsi Fungsi adalah aktivitas yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai. 6. Tujuan usaha Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi. terdapat pada pengertian ilmu itu yang bersifat rasional. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. para bawahan maupun kepentingan masyarakat lingkungannya. 7. TUJUAN DAN SENI MANAJEMEN Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Pimpinan pelaksana Pimpinan pelaksana adalah individu yang diberi kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya. umum dan akumulatif. tenaga. C. modal serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi. 4. yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. Prosedur Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan. serta memberikan arah ke mana organisasi tersebut akan dikemudikan. Manajemen sebagai ilmu. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh indra manusia. 8. Struktur organisasi Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukkan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/mempertanggungjawabkan (accountability). baik kepentingan pemilik. . manajer. Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disismatisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi. Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris.Faktor-faktor dasar tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. Moral kerja Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan mengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan akhir. 9.

Cakupan (scope) . metode dan tekhnik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human dan natural resources) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. kemahiran. drama. Sifat yang secara spesifik dijelaskannua adalah spesifikasi tujuan (goal spesificity). Bersifat umum Bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan sebagai ilmu tersebut dapat diverifikasi oleh peninjau ilmiah. Sukarnya tujuan adalah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari. Bersifat rasional Rasional adalah suatu sifat aktivitas berpikir yang ditundukkan pada logika formal dalam mengikuti urutan berpikir silogisme. Yang dimaksudkan seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum. kemampuan serta keterampilan dalam menerapkan prinsip. Jika keahlian. PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN Tujuan adalah sesuatu yang ingin direalisasikan oleh seseorang. Sesuatu yang ingin direalisasikan (goal) 2. kemampuan. D. 4. sastra. Dalam bahasa Belanda. yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu. Tujuan manajemen adalah sesuatu yang ingin direalisasikan. diambil empat elemen pokok yaitu: 1. keahlian. Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam arti formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik. lukis dan sebagainya. yaitu merupakan keahlian. kemahiran dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa. 3. Locke juga mendeskripsikan secara hati-hati mengenai sifat dari proses mental atas penetapan tujuan. 2. Bersifat empiris Dikatakan bersifat empiris karena kesimpulan yang diambil harus dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau pada verifikasi indra manusia. Bersifat akumulatif Bersifat akumulatif adalah apa yang dipelajari merupakan kelanjutan dari ilmu yang telah dikembangkan sebelumnya. kesukaran tujuan (goal difficulty) dan intensitas tujuan (goal intensity). kemahiran. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteristik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan diatas. Manajemen dapat dikuasai oleh ilmu dengan lapisan seni yang baik atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. yang menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan kepada usaha seorang manajer.1. disebut kunde (ilmu). Berdasarkan pengertian diatas. Edwin A. Taylor menggunakan tujuan yang ditentukan sebagai salah satu tekhnik utamanya dar manajemen ilmiah (scientific management). Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni. Locke (1968: 157) berpendapat bahwa Frederick W. kemampuan dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast (seni). Intensitas tujuan menyinggung proses penetapan tujuan atau proses penentuan cara mencapainya. tujuan merupakan objek atas suatu tindakan. Spesifikasi tujuan adalah kejelasan dan ketelitian deskripsi kuantitatif dari tujuan. tari. patung.

sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. Peran informasional manajer (the manager s informational roles) 3. Pengarahan (direction) Secara empiris luasnya sesuatu yang ingin direalisasikan termasuk dalam pengertian tujuan manajemen. Tujuan yang berhubungan dengan manajer pada seluruh hierarki organisasi merupakan pengertian yang lazim diantara berbagai jenis tujuan. Dewan direksi. Manajer hierarki pertama F. Ketepatan (definitness) 4. Drucker (1976) berpendapat bawah prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep. Tujuan manajemen juga mengandung arti ketetapan (definitnes). 2.3. Tujuan manajer pada seluruh hierarki organisasi 3. Hal itu karena tujuan pada umumnya menunjukkan hasil yang harus direalisasikan dan memisahkan hasilnya dari berbagai hal yang ingin direalisasikan yang mungkin ada. Pada umumnya. Tujuan individu lebih banyak berhubungan dengan kepuasan ekonomis. Menurut cakupan kegiatannya. Departemen atau kepala divisi. Tujuan organisasi secara makro 2. E. yaitu: 1. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan hierarki kuantitas dan kualitas yang harus direalisasikan. pengorganisasian. Proses manajemen adalah . Henry Mintzberg yang selanjutnya dikutip oleh Stoner dan Wankel (1986: 16 17) mengemukakan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua hierarki organisasi. 1. yaitu efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectivity). Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar. KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER Peter F. MANAJEMEN. pemotivasi serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Tujuan individu Tujuan organisasi secara makro sangat berhubungan dengan nilai (values) yang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi untuk kepentingan pihak intern dan pihak ekstern (sosio). manajer dapat dibedakan menjadi empat kelompok berikut: 1. 3. MANAJER DAN KEPEMIMPINAN Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana. Pengarahan (direction) ditunjukkan oleh tujuan. Peran pengambil keputusan manajer (the manager s decisional roles) G. psikologis dan sosial. Menurut Mintzberg disebut sekelompok perilaku yang terorganisasi (organized sets of behaviors) . Peran antarpribadi manajer (the manager s interpersonal roles) 2. PROSES MANAJEMEN Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. pengarah. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. 4. Presiden organisasi. tujuan dapat digolongkan menjadi tiga macam.

Fungsi produksi  3. Penyampaian informasi umum kepada pihak luar. Fungsi ketenagakerjaan c. Fungsi keuangan b. Penyampaian informasi ekonomis kepada pihak yang berkepentingan dengan organisasi. pemotivasian dan pengendalian. Fungsi manajer dari sudut proses. yaitu keuangan. antara lain berupa: 1. pengarahan. Fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja a. 1. pengorganisasin. pemotivasian dan pengendalian. 1. 2. pembelian. Pertama mazhab klasik yang terbagi menjadi dua cabang. pengarahan. yaitu perencanaa. Taylor . Charles Babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792 1871. tetapi juga memberikan kebanggan dan mendorong kompetisi yang sehat. Manajemen ilmiah cabang mazhab klasik pertama a. Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja. b. Fungsi manajer ke dalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut berikut: 1. pemasaran. pengorganisasin. Fungsi manajer ke luar organisasi Fungsi manajer ke luar organisasi. Fungsi pembelian e. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer. c. produksi dan sejenisnya. Penilaian bawahan dilakukan secara terbuka setiap hari sehingga bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahannya. 2.suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. 3. yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.  BAB 2 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN A. Kerja sama dengan pihak lain. Fungsi pemasaran d. ketenagakerjaan. kedua mazhab perilaku dan ketiga mazhab ilmu manajemen. Frederik W. Fungsi manajer dari sudut proses Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan. Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771 1858. 2. Dasar keyakinan Babbage bahwa apliasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. MAZHAB KLASIK Terdapat tiga mazhab (aliran) manajemen yang mengikuti perkembangannya.

Menomorduakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goals) 7. Keadilan (equity) 12. Ia merupakan salah satu tokoh manajemen ilmiah (scientific management) yang paling termasyhur sehingga mendapat sebutan sebagai bapak manajemen ilmiah. Fungsi teknis (technical). 4. Gantt hidup pada tahun 1861 1919. Sentralisasi (centralization) 9. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878 1972. yaitu mencatat dan mengecek biaya. 2. menyiapakn neraca serta menghimpun statistik. Fungsi manajerial (managerial). Fungsi finansial (financial). keuntungan dan utang-utang.  e. 3. yaitu melindungi para bawahan dan aktiva perusahaan. Kestabilan staf (stability of staff) 13. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi yang kompleks. Inisiatif (initiative) . Fungsi keamanan (security). Hierarki (hierarchy) 10. Fayol memulainya dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas yang saling bergantung. Teori organisasi klasik cabang mazhab klasik kedua Pengembang teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841 1925. yaitu memproduksi dan membuat produk. d. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dpat diidentifikasikan dan dianalisis. Kesatuan arah (unity of direction) 6. Gantt Henry L. Gilberth hidup pada tahun 1868 1942. Fungsi akuntansi (accounting). yaitu memperoleh dan menggunakan modal. Lilian M. Pemberian upah (remuneration) 8. yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 6. Henry L. Aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. 5. Disiplin (discipline) 4. Pasangan Gilberth berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi bawahan karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen pada para pahlawan. Pembagian kerja (division of labor) 2. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah menjadi satu inovasi baru berupa motivasi kerja kepada para bawahan.Frederik W. Pasangan Gilberth Frank B. Kesatuan perintah (unity of command) 5. Tertib (order) 11. Dalam usahanya mengembangkan ilmu manajemen. Fungsi komersial (commercial). Taylor hidup pada tahun 1856 1915. Otoritas (authority) 3. Prinsip manajemen yang dikembangkan fayol yang mendasari perilaku manajerial yang efektif adalah: 1. 2.

MAZHAB ILMU MANAJEMEN Munculnya mazhab ilmu manajemen dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/OR) yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke 2.Membudayakan prosedur standar Seperti telah dideskripsmikan pada bab sebelumnya bahwa suatu prosedur akan memberikan . Tekhni ilmu manajemen diaplikasikan dalam aktivitas yang amat luas. Hugo Munsterberg Hugo Munsterberg hidup pada tahun 1865 1916 dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimanadiharapkan oleh manajer lain.14. pengembangan strategi produk dan sebagainya. Pengarahan merupakan metode untuk menyalurkan perilaku bawahan dalam aktivitas tertentu dan menghindari aktivitas lain dengan menetapkan peraturan dan standar. b. penjadwalan produksi (production scheduling). perencanaan program pengembangan bawahan.  BAB 5 PENGARAHAN A. D. USAHA-USAHA PERPADUAN Mazhab ilmu perilaku dan mazhab ilmu manajemen. Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. kemudian memastikan bahwa peraturan tersebut dipatuhi. Semangat korps (esprit de corps) B. C. analisis dan pemecahan manajemen. TUJUAN PENGARAHAN Secara umum tujuan pengarahan adalah sebagai berikut: . Elton Mayo Elton Mayo hidup pada tahun 1880 1949. a. MAZHAB PERILAKU Para pakar dibawah ini berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi.Menjamin kontinuitas perencanaan Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normaratif dalam pencapaian tujuan. . misalnya penganggaran modal (capital budgeting). KONSEP DASAR Pengarahan adalah usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan. B. keduanya merupakan pendekatan yang penting dan penuh semangat terhadap penelitian.

.Membina disiplin kerja Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma. khususnya apabila para bawahan tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui media lainnya. Motivasi adalah salah satu faktor penentu hasil kerja orang disamping kemampuan. nilai dan peraturan melaksanakan hak dan kewajiban kehidupan.Membina motivasi yang terarah Motivasi berasal dari kata motive (Ind. Salah satu batasan umum dan sering kali berlaku pada beberapa sistem organisasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengirim pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama. dalam kondisi tertentu sebenanya amat penting. horizontal maupun diagonal. unit dan bagian dalam satu hierarki organisasi. Ketiga sistem komunikasi diatas banyak bergantung pada kedelapan elemen penting yang harus selalu ada untuk menghasilkan komunikasi yang efektif. PERAN KOMUNIKASI DALAM PENGARAHAN Komunikasi memiliki peran yang penting karena tanpa komunikasi apa yang ada dalam diri seseorang tidak aan sampai pada orang lain. baik bersifat oral maupun bukan oral (Siswanto. Suatu komunikasi dapat diberikan beberapa batasan. informasi dapat mengalir vertikal. Kedelapan elemen pokok komunikasi menurut Stoner dan Wankel (1986: 501 504) tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. Sistem komunikasi vertikal Sistem komunikasi vertikal terjadi dan berlangsung dari atas maupun dari bawah. Dalam hubungannya dengan struktur organisasi. 2. .seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan-urutan tindakan yang sering atau bisa terjadi.Menghindari kemangkiran yang tak berarti Kemangkiran dapat diberikan batasan sebagai kondisi etika seseorang tidak berada ditempat kerjanya diluar penyebab yang jelas tanpa pemberitahuan sebelumnya. 1988). Sistem komunikasi horizontal Komunikasi ini terjalin antar departemen. 3. Disiplin kerja yang terbina akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Motif) adalah segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak bekeinginan untuk bersikap tertentu. C.  . Akan tetapi. 1. Pengirim (sender atau source) . Sistem komunikasi diagonal Komunikasi ini sebenarnya merupakan jalur komunikasi yang penggunaannya amat langka. Motivasi dipengaruhi oleh sutu kondisi fisik kebutuhan seseorang serta kondisi seseorang.

waktu dan pengarahan pelaksanaan yang tepat sehingga mengakibatkan adanya aktivitas yang selaras dan disatukan untuk tujuan tertentu. 4. 3. 5. Umpan balik (feedback) Umpan balik adalah suatu perbalikan proses komunikasi ketika reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. Pesan (message) Pesan adalah bentuk fisik ketika pengirim menyandikan informasi. manajer juga dituntut untuk memainkan komunikasi melalui proses pembimbingan dan penyeliaan para bawahan. Perlu adanya koordinasi. Gaduh (noise) Gaduh adalah salah satu faktor yang mengacaukan. agar pesan mendapat respons yang sesuai. Koordinasi Koordinasi adalah penyelarasan atas aktivitas secara teratur guna memberikan jumlah. 8. integrasi dan sinkronisasi 1. . Saluran (channel) Saluran adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain (misalnya udara. 2. Pengurai sandi (deconding) Pengurai sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkannya ke dalam informasi yang bermakna. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutihan yang layak bagi situasi kelompok ketika komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki (Effendi. Gangguan tersebut dapat bersifat intern atau ekstern. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti. 3. Schramm dan Roberts (1973) menampilkan apa yang disebut the condition of success in communication. antara lain sebagai berikut: 1. 6. Artinya kondisi yang harus dipenuhi. 2. 7. Pesan harus membangkitkan kebuthan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. membingungkan atau mengganggu komunikasi. 4.Pengirim adalah seseorang yang memikiki informasi kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan kepada satu atau lebih orang lain. Dalam penerapan fungsi pengarahan. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan. 1993: 41 42). Penerima (receiver) Penerima adalah orang yang indranya menangkap pesan pengirim. komunikasi merupakan salah satu proses yang amat potensial dalam memainkan peran penting sehingga karyawan dapat merealisasikan tujuan organisasi yang diabdikannya. Penyandian (encoding) Aktivitas ini berlangsung manakala pengirim menerjemahkan informasi yang akan dikirim kedalam serangkaian simbol. Penerapan fungsi pengarahan. kata-kata yang diucapkan dan kertas untuk penulisan pean (huruf).

misalnya statistik. Disertai tanda penunjang. Alat pengembangan gagasan dan tukar menukar pengalaman  Laporan yang efektif minimum memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Benar dan objektif 2. Pengarahan diberikan kepada bawahan bukan karena apa yang dilakukan oleh pegawai itu salah. Efektif 4. 3. Dengan dibuatnya laporan terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik. pengarahan ini bertujuan memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. Integrasi Integrasi adalah penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Moekijat (1980: 505 506) memberikan batasa laporan (report) sebagai berikut: 1. Laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi. Laporan adalah pengenal informasi nyata yang ditujukan kepada orang tertentu untuk tujuan tertentu. Penyampaian informasi 3. Laporan dapat diberikan beberapa batasan. D. Tepat waktu 6. . 3. Masukan pengambilan keputusan 4.2. Alat membina kerja sama dan koordinasi 5. tabel. Tepat sasaran  KESIMPULAN Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahan agar tidak terjadi suatu kesalahan dalam bekerja. bagan dan sebagainya 7. LAPORAN Salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang paling sering digunakan dalam sistem pengorganisasian dan memiliki konteks yang erat dengan pengarahan adalah laporan. Jelas dan terandal 3. 2. namun batasan tersebut tidak mengikat batasan lain. Tanggung gugat/pertanggung jawaban dan pengendalian 2. Sinkronisasi Sinkronisasi adalah menyatukan berbagai aktivitas untuk dilaksanakan secara bersamaan sehingga terhindar adanya inefisiensi yang berkepanjangan. Deskripsinya tidak memberikan kesempatan terhadap timbulnya permasalahan atau pertanyaan baru 3. Tegas dan taat asa (konsisten) 5. Lengkap Laporan dikatakan lengkap apabila: 1. Mencakup berbagai segi masalah yang dikemukakan 2. Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki. sebagai berikut: 1.

. Teori behavioral science 5. Iklim yang cenderung kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. BPFEE. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Teori organisasi klasik 3. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Skripsi. Artikel. 1. Teori aliran kuantitatif berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi : 1. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Teori manajemen ilmiah 2.1. Sukanto. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Teori organisasi umum Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu 1. Dasar-Dasar Manajemen.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. 1992.co. Dr. Yogyakarta. Reksohadiprojo.contohmakalah.html#ixzz1Ie9c4COy Makalah. Tanggung jawab kesejahteraan seorang karyawan 4. Pentingnya peran seorang manajer 2. DAFTAR PUSTAKA Prof. Karya Ilmiyah. Teori organisasi hubungan antar manusia 4. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3.

1. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Hennry L. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Mengenal metode seleksi yang tepat.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. 2.4.2. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor.6.3. yaitu : 1. Metode ini disebut sistem upah differensial. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : . Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. 1. Sistem bonus dan instruksi. 1. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Frederick W. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. 1. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.5. 1. 3. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Frank B dan Lillian M. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Menurut Lillian. Menurut Frank. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.

2. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Teori Organisasi Klasik 2. kegiatan pembelanjaan. 5. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : . Disiplin kerja 5. kegiatan menjaga keamanan. Technical . Tujuan jelas 2. Kegiatan logis 3. Kondisi standar 10. Security . Instruksi standar 12. Accountancy . Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Laporan terpecaya 7. 4. Balas jasa yang adil 6. Staf memadai 4.Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi.1. Operasi standar 11. Financial . Balas jasa insentif 2. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. Managerial . Urutan instruksi 8. kegiatan akuntansi 6. 3. Standar kegiatan 9. Commercial .

kegiatan perencanaan<> ± Organizing . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding .± Planning . kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating .2. kegiatan pengarahann ± Controlling . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab<> ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan 2. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : . James D. Mooney : Menurut James.

Teori Behavioral Science : 4. 4.a. Prinsip skala c. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. 4. Prinsip fungsional d. 4. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. 4. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem . Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. 4. Prinsip staf 3. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.4. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.5. Koordinasi b. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.3.2.1.

manajemen. 4.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. 4.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. 4.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

2.1 Aliran-Aliran Manajemen Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning, organizing, actuating, dan controlling, untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan ilmu manajemen ini telah mengalami proses evolusi yang panjang, yang berdasarkan evolusi tersebut telah melahirkan aliran-aliran manajemen yang secara umum dapat digolongkan kedlam tiga aliran yaitu, Aliran Klasik, Aliran Prilaku, Aliran Ilmu Manajemen atau Aliran Modern, Aliran Kauantitatif 2.1.1.Aliran Klasik Aliran Klasik merupakan aliran yang pertama kali muncul dalam ranah manajemen dan aliran klasik ini sendiri dibagi dalam dua bagian yaitu: A. Manajemen Ilmiah Para pelopor manajemen ilmiah antara lain: a).Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771-1858. pada tahun 1800-an ia adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanarls Skotlandia. Pengalaman memimpinb para tenaga kerja dibawah umur menyentuh hatinya untuk membangun perumahan yang layak bagi tenaga kerja. Demikian puyla usaha lain yang dilakukan dengan cara menyediakan kebutuhan rumah tangga bagi para tenaga kerja dengan harga yang relative rendah daripada harga pasar. Selain bertindak sebagai innovator, dengan cara melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik yang dipimpinnya, ia juga menetapkan mekanisme kerja spesifik yang mampu menambah tingkat produktivitas, penilaian tenaga kerja dilakukan secara terbuka tiap hari, sehingga manajer mengetahui permasalahan yang dihadapi dan juga memberikan dorongan kompetisi yang sehat. b).charles babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792-1871. dasar keyakinan Babbage bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada prose kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Oleh karena itu ia banyak menggunakan waktunya untuk mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ssehingga ia menghasilkan sebuah prinsipm pembagian kerja karena ia berkeyakinan bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah,sehingga berbagai keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap tenaga kerja dididik dengan keterampilan yang spesifik dan hanya diberi tangguang jawab atas sebagian dari proses. c). Frederik W. Taylor Taylor hidup pada tahun 1856-1915. taylor merupakan tokoh manajemen ilmiah yang terpopuler, sehingga ia mendapatr julukan bapak manajemen ilmiah, manajemen ilmiah timbul karena keinginan untuk menambah produktivitas hingga akhirnya Taylor menemukan prinsip-prinsip yaitu: Ø Pengembangan manajeman ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya, metode yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

Ø Seleksi secara ilmiah terhadap para pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang paling cocok baginya Ø Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk tenaga kerja Ø Kerja sama yang erat dan bersahabat antara manajer dan pekerja d). Henry L. Gantt Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan Gantt Chart e).Pasangan Gilberth Frank B. Gilbert sebagai suami hidup pada tahun 1868-1924, sedangkan Lilian M. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878-1972. pasangan ini berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi para pekerja karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen terhadap para tenaga kerja. Menurut mereka manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensi sebagai makhluk hidup. f). Harrington Emerson Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri, oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu: Ø Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Ø Kegiatan yang dilakukan masuk akal Ø Adanya staf yang cakap Ø Disiplin Ø Balas jasa yang adil Ø Laporan-laporan yang terpercaya, segera , akurat, adanya sistem informasi dan akuntansi Ø Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja Ø Adanya standar-standar dan skedul-skedul serta adanya metode dan waktu setiap kegiatan Ø Kondisi yang distandarisasi Ø Operasi yang distandarisasi Ø Instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar Ø Balasjas efisisensi dan rencana insentif

B. Teori Organisasi Klasik Pelopor teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841-1925. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktekpraktek manajemen yang baik mempunyai suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa. Keyakinannya bahwa dengan peramalan yang ilmiah dan dengan metode manajemen yang tepat, hasil yang memuaskan pasti akan diperoleh dan dapat diakui sampai saat ini. Sumbangan besar bagi pola pikir manajemen dari Fayol adalh pendapatnya bahwa manajemen bukanlah suatu bakat, tetapi suatu ketrampilan seperti halnya ketrampilan lainnya. Oleh karena itu bahwa manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan suatu teori umum mengeni manajemen diformulasikan. Sehingga untuk menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, akan tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar. Dalam usahanya untuk mengembangkan ilmu manajemen fayol mulai dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas masing-masing mempunyai kebergantungan. Aktivitas yang dimaksud adalah: 1).Fungsi teknis (technical), yaitu memproduksi dan membuat produk. 2).Fungsi komersial (commercial), yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 3).fungsi financial (financial), yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 4).Fungsi keamanan (security), yaitu melindungi para tenaga kerja dan aktiva perusahaan. 5).Fungsi akuntansi (accounting), yaitu mencatat dan mengecek biaya, keutungan, dan utang-utang, menyiapkan neraca, dan menghimpun statistik. 6).Fungsi manajerial (managerial) Orientasinya adalah fungsi manajerial, sehingga ia mendefinisikan manjemen dengan cara membagi lima fungsi yaitu: Ø Perencanaan (planning) berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Ø Pengorganisasian (organizing) berarti memobilisasikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil Ø Pengkomandoan (commanditing) berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya. Ø Pengkoordinasian (coordinating) berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ø Pengendalian (controlling) berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan secara tepat. Konsep Fayol yang menyatakan bahwa ketrampilan manajemen dapat diterapkan pada semua jenis kelompok aktivitas, apabila hal-hal lain tak berubah, sampai saat ini semakin penting artinya disekolah, pemerintahan, dan lembaga lainnya. Prinsip manajemen yang dikembangkan Fayol yang mendasari prilaku manajerial yang efektif adalah sebagai berikut: v Pembagian kerja (division of labor) v Otoritas (authority) v Disiplin (discipline) v Kesatuan perintah (unity of command) v Kesatuan arah (unity of direction)

yaitu pengaruh yang palin mungkin untuk memotivasi karyawan. Beberapa ahli mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Dalam bukunya itu dikemukakan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. justru manajerlah yang harus menyebabkan orang lain melakukannya. titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. keinginan. ilmu jiwa sosial. Menemukan orang yang terbaik (best possible person). a). Jadi topik-topik yang dipersoalkan dalam mazhab ini adalah human behavior. Aliran Perialku (Behavior School) Dalam mazhab ini. Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoprasikan pekerjaannya. Hugo Munsterbergseriang disebut bapak psikologi industri .Hugo Munsterberg (1863-1916) Hugo Munsterberg telah memberiakan kontribusi yang besar dalam aplikasi psikologi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimana diharapkan oleh manajer lain. komunikasi.2. efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. yaitu bawahan yang kualitas mentalnya terbaik untuk pekerjaan tersebut. Dalam bukunya Psicholgy and Industrial Efficiency. Menciptakan pekerjaan yang terbaik (best possible work). dan keinginan manusia itu. 2. Manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya harus lebih mengetahui perilaku. Munculnya aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik. motivasi. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri. Sebagai pencetus psikologi industri.1. . human relation. yaitu kondisi psikologis yang ideal untuk mencapai produktivitas secara maksimum. dia banyak menguaraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Menggunakan pengaruh psikologi yang terbaik (best possible effect). 3. Sehingga pembahasan sisi perilaku manusia dalam organisasi menjadi penting.v mengemudiankan ke[pentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goods) v Pemberian upah (remuneration) v Sentralisasi (centralization) v Hirarki (hierarki) v Tertib (order) v Keadilan (equity) v Kestabilan staf (stabilty of staff) v Inisiatif (initiative) v Semngat korps (esprit de corps) 2. leadership. sifat dan perilaku manusia. dan kebutuhan-kebutuhan para bawahannya.

keluaran di kedua ruang ternyata sama-sama meningkat. seberapa jauh pekerjaan itu menari. dan ruang lainnya tidak. Di samping itu. karena skedul pembyaran kelompok yang diteliti dipertahankan sama. lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. Sebagai contoh. Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori hubungan manusiawi. Dalam percobaan selanjutnya. b). Sebagai tambahan.Elton Mayo (1880-1949) Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas disebabkan oleh adanya sebuah rantai sikap yang rumit. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi mereka. Dan studi perilaku manusia dapat membantu perumusan yeknik-teknik psikologi untuk memotivasi karyawan. Mereka menyimpulkan bahwa rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan produktivitas. maupun denagn peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-perubahan kondisi kerja diatas. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja. Kesimpulan lain yang dikemukakan bahwa kelompok kerja informal (lingkungan sosial bawahan) memilki pengaruh yang besar terhadap produktivitas. Mayo dan kawan-kawan dapat mengesampingkan bahwa insentif keungan bukan penyebab kenaikan produktivitas. Mayo dan kawan-kawan menempatkan 2 kelompok yang masing-masing terdiri enam karyawan di dalam ruang terpisah. Di samping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan. Riset belajar dapat mengarahkan pengembangan metode latihan. manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual.Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi Aliran hubungan manusiawi ini mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. hari kerja dan minggu kerja diperpendek. Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya organisasi perlu merubah latihan manajemennya. periode istirahat dan jam makan siang lamanya di ubah-ubah. Sebagai tambahan. Mayo dan kawan-kawan menarik kesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manjemen memikirkan tentang kesejahteraan (welfare) mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya. Sejimlah variabel-variabel dicoba: upah dinaikkan. Dalam salah satu ruang kondisi diubah-ubah secara periodik. produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula. Jadi. Tingkat upah. Berdasarkanhasil penelitiannya. . peneliti yang bertindak sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usul perubahan. berbagai metoda tentang psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok denagn kebutuhan suatu jabatan. Juga. Hubungan manusiawi antara anggota kelompok terpilh. struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga memainkan peranan. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial danbudaya terhadap organisasi. Sekali lagi.

Douglas Mc. dan lain lain nya.Aliran Menejemn Modern Masa menejemen moderen erkembang melalui dua jalur yang berbeda. partisipatif kelompok 6. Chris Argyis yang memandang organisasi sbagai system social atau system antara hubunga budaya. dan yang lain dibangun atas dasar dasar menejemen ilmiyah. Menejemen harus sistematik. 2. Jalur pertama meupakan perkembanga dari aliran hubunga manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi. Abraham Maslow yang mengemkakan adanya hirarki kebutuhan dan penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. b. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangka kesempatan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan me reka.3. a.Gregor dengan teori X dan teori Y nya. Fren Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemipinan. 3. Pola pola [pengawasan dan menejemen pengawasan harus di bangun ata dasa r pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan reaksi mereka terhadap pekerjaan. Komitmen dapat di kembangkan melalui partisipasii dan keterlibatan karyawan. Beberapa perinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari pendapat para tokoh maajemen moderen adalah sebagai berikut. Manejer masa kini harus di beri latihan dalam pembahasan prinsip prinsip dan konsep konsep menejemenss. 5. 2. Pendekatan motifasinoal yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat di butuhkan. 4. Manajemen tidak dapat dipandang ebagai suatu proses tekik secara ketat [peranan. Prinsip Prinsip dasar Perilaku Organisasi.1. di kenal sebagai alira kuantiyatif [operator research dan manaemen secience atau maajemen operasi]. Edgar Schenin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Robert Blake dan Jani Mouton yag membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi kisi manejerial [manajerial gird]. 4. 1. Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai risert perilaku adaalah.1. exploitikf exploitif sampai system 4.2. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi. 8. 2. dari system 1. 1. 4. Organisasi sebagai suat keseluruhan dan pendekatan menejer indifidu untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. 7. Tokoh Tokoh aliran ini antara lain. 3. Aliran Kuantitatif . 5. prosedur. dan pendekatan yang di gunakan harus dengan pertimbanga secara hati hati. 3. prinsip] 2. Perilaku Organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi di tandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sisem sosial.4. Lensis Likert yang telah mendentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system menejemen. 1. 6. Pekerjaan setiap karyawan harus di susun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut. Frederick Herzberg yang megurikan teori motifasi higienis atau teori dua fa ktor.

manajemen aliran kas. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun sebagaimana mestinya. seorang pemimpin umat yang mampu membawa kedamaian dan rahmat di seluruh alam. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal. Amin. Amien. Rahmat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya.Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalahmasalah industri. Tak lupa kepada para kewarganegaraan para sahabatnya. Kedua tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Jamalullail selaku dosen Pengantar Manajemen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada saya. pengembangan strategi produk. yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia II. Penyusun . Sejalan dengan semakin kompleknya computer elektronik.scheduling produksi. dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau semoga ajaran yang dibawa beliau dapat berkesinambungan hingga akhir zaman. perencanaan program sumber daya manusia. Penggunaan teknikteknik untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada saya. Penyusun juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi teknis maupun materi maka kami selaku penyusun sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan mudahmudahan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penyusun khususnya dan bagi seluruh pembaca umumnya. dan sebagainya. transportasi dan komunikasi. Ucapan terima kasih pertama saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya. sehingga saya mampu menyusun makalah dengan tema Aliran-Aliran Manajemen tanpa halangan apapun.

Aliran perilaku Tokoh pada aliran ini adalah.Henry Fayol 2). untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949) 3).1 latar belekang Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. Aliran kuantitatif Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi BAB I PENDAHULUAN 1. Diantara tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah sebagai berikut: v Robert owen v Charles babbage v Henry L. actuating. Gantt v Harrington Emerson v Frederick W. dan controlling.Kelompok BAB III PENUTUP 3. organizing. Aliran klasik Aliran klasik terbagi dua yaitu. dan controlling.1 Kesimpulan Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Taylor v Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth Sedangkan tokoh pada saat teori manajemen klasik adalah. Dan manajemen itu sendiri telah mengalami evolusi yang menjadikan manajemen terdapat beberapa aliran-aliran yaitu : 1). actuating. Aliran modern 4). jadi manajemen memegang peranan sangat penting . organizing. manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.

.terkadang kita mengukur keberhasilan suatu organisasi kita ukur dengan manajemennya. Bedjo. Manajemen: Dasar.dalam kehidupan sehari-hari terlebih kehidupan dalam berorganisasi. Bandung: CV Sinar Baru. Suatu organisasi atau perusahaan bisa mencapai kemajuan jika manajemen yang ada didalamnya tertata dengan rapi dan memegang teguh prinsip-prinsip yang ada. Cetakan ke-4. Siswanto H. Bumi Aksara.. Mnajemen edisi 2. 2005. 2006.2 Rumusan Masalah Ø Evolusi manajemen Ø Aliran-aliran manajemen 1. 1989.3 Tujuan Ø Mengetahui evolusi yang terjadi pada manajemen Ø Mengetahui aliran-aliran manajemen Ø Mengetahui tokoh-tokoh evolusi manajemen Ø Mengetahui konsep-konsep dan pemikiran manajemen dari zaman klasik hingga zaman modern Ø Mengetahui perbandingan teori dari klasik hingga modern DAFTAR PUSTAKA Handoko. Malayu S. Pengertian. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. sehingga kita akan lebih memahami konsep-konsep manajemen dan evolusi yang terjadi dan kita akan lebih mengetahui perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu. Jakarta: PT. Hasibuan.2003. manajemen sangat menentukan sekali bagi keberadaan organisasi tersbut. Pengantar Manajemen. Manajemen Modern. Hani.P.B. 1. Namun manajemen yang kita pelajari telah mengalami evolusi yang akan dibahas dalam makalah ini. Jakarta: Bumi Aksara. Siswanto.. dan Masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful