PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN (Perkembangan Manajemen Pendidikan di Indonesia) A. PENDAHULUAN Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah ³usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara´.[1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis. Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan. B. LANDASAR TEORI 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami : a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi. b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer. c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan 2. DESKRIPSI MATERI Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen. a. Pengertian Teori Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) ³Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations´. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan

perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.) Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada.[2] Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan ³bukti´ yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi ³humus bisa membuat tanah menjadi subur´. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar. Selanjutnya Hoy & Miskel (1987 : 2) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan teori. A concept is a term that has been given an abstract, generalized meaning. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan) dan informal organization (organsasi informal). Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. An assumption, accepted without proof, are not necessarily self-evident. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam adminitrasi pendidikan. 1. Adminitrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi 2. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial. b. Kegunaan (Fungsi) Teori Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed.[3] dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang

termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan. c. Pengertian Manajemen / Administrasi Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mulamula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.[4] Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin.[5] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.[6] Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai ³sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi´.[7] Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu : Ø Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan; Ø Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen; Ø Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut; Ø Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama.[8] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[9] Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar.[10] d. Pengertian Teori Manajemen Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah,[11] dapat dinyatakan : 1) mengacu pada pengalaman empirik, 2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 3) mengakui kemungkinan adanya penolakan. Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi

manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an).[12] Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut : (1) Teori Manajemen Kuno; Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian ³terlupakan´. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa. (2) Teori Manajemen Klasik; a) Teori Manajemen Klasik Ø Robert Owen (1771-1858) Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Ø Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : 1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun 2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara

terpisah. 2. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate). Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia. b) Teori Manajemen Ilmiah Ø Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I. 4. Persahabatan antara keduanya juga ditingkatkan Ø Frank B. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. 3. Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. yaitu : . Mamilih karyawan secara ilmiah. Mengawasi karyawan secara ilmiah. untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. 3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study). Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. dari sini ia mengembangkan analisis kerja. untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan.

pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. c) Teori Manajemen Organisasi Ø Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis. yaitu : (1) Perencanaan. dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. Ø Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. seorang pekerja akan bekerja seperti biasa. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. tidak reponsif terhadap perubahan. dan pengajar dalam arti mengajari dalon pengganti. Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama.Menyiapkan Promosi Malatih Calon Pengganti Melakukan Pekerjaan Menurut metode tersebut. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. yaitu : . Menurut Fayol. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. Ø Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. dan melatih calon penggantinya. suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. (3) Pengarahan. Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen. yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu. Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan. Ø Henry L. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. karena menjadi anggota organisasi yang sama. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana. Menurutnya. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. sambil menyiapkan promosi karir. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer. yaitu organisasi yang lamban. Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal. Konsekuensinya. (2) Pengorganisasian. ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya ³mensistematisir´ studi manajerial. dan (4) Pengendalian.

Mazhab prilaku ini memandang mzhab klasik kurang lengkap karena tidak mampu mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan. (5) Pendekatan Sistem (The Systems Approach). Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakunya karena sering juga tidak rasional. Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia. Model pendekatan sistem dapat digambarkan sebagai berikut[13] : INPUT PROSES TRANSFORMASI OUTPUT INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN . penjadwalan produksi. Mazhab kuantitatif terdiri dari Operation Reserach dan Management Science. model itu dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat keputusan-keputusannya. pisik. Dengan memenuhi berbagai faktor sebagai variabel yang saling berkaitan. Mazgab prilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi. Ø Chester I Barnard (1886-1961) Bernard mengambangkan teori organisasi. Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. b. mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. dan sarjana eksak lainnya untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih ruwet. Tim sarjana ini terkenal di Inggris sesudah perang Dunia II dengan nama ³OR Team´. Dua pelopor mazhab perilaku adalah : 1) Hugo Munsterberg (1863-1916). strategi pengembangan produksi. (3) Mazhab Prilaku (Behavioral Science). maka dengan bantuan komputer. penanggulangan logistik dan penjadwalan pesawat terbang. dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. Mazhab ini lebih diformilkan menjadi Mazhab Ilmu Manajemen (Management Science School). Mazhab ini mengembangkan model-model untuk memecahkan masalah-maslah menejemen yang kompleks. Pengendalian kelompok (dari kelompok). menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. Pengendalian diri (dari orang tersebut). Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance). perencanaan sumber daya manusia. Teknik-teknik ilmu manajemen ini banyak membantu para manajer organisasi yang benar-benar dalam berbagai kegiatan penting . terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem). c. dimana berkumpul para sarjana matematika. Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok).a. seperti dalam hal penganggaran modal dan manajemen arus dana. antara lain dengan sosiologi dan psikologi. dan 2) Elton Mayo (1880-1949) (4) Mazhab Kuantitatif (The Quantitative School).

atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan. Edwadr Deming. konsultan. prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. dengan melihat situasi. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru. Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer. Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. dan kreatif.FEED BACK Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. dan waktu yang tertentu. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial. yang mempunyai batas-batas yang jelas. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini (7) Pendekatan Situasional (The Contingency Approach). Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut. kondisi. belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. 1970-an The Contingency ApproachDari perkembangan teori majanemen tersebut di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut : Classical Management Theories The Behaviour School Sebelum 1890-an . (6) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation). Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru. Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Pendekatan situasional memberikan ³resep praktis´ terhadap persoalan manajemen. intuitif. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional.

Apa yang salah dari ini semua? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita jawab bersama sebagai manusia yang peduli terhadap dunia pendidikan. Dari persoalan tersebut diatas. h) pendidikan kita belum mampu menghasilkan kemandirian. f) pendidikan kita belum mampu membangun individu belajar. (2) pendidikan yang mampu membangun kehidupan demokratik. c) pendidikan kita tidak menumbuhkan pola berfikir. Sedangkan pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia dirasa selain merupakan tuntutan kebutuhan di atas. yakni (1) evaluasi pendidikan. STUDI KASUS DI INDONESIA 1. d) pendidikan kita tidak menghasilkan manusia terdidik. dan i) pendidikan kita belum mampu memberdayakan dan membudayakan peserta didik. dan (4) pendidikan yang mampu membangun keutuhan pribadi manusia berbudaya. juga dibutuhkan adanya (1) ³peace education´ pendidikan yang damai / menyejukkan. Kalau kita cermati lebih jauh.The Quantitative School The System Approach The Neo-Human Relations Classical Management Theories 1890-an 1910-an 1940-an 1950-an 1950-an Sumber : Drs. g) pendidikan kita dirasa linier-indroktinatif. . Kebijakan mulai dari CBSA (cara belajar siswa aktif) sampai sekarang yang didengungdengungkan dengan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) adalah berbagai upaya dunia pendidikan kita untuk mencerdaskan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman. halaman 39 C.MBA.yang telah dengan susah payah menerapkan berbagai teori manajemen pendidikan yang cocok untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan ± masih jauh dari harapan yang sebenarnya. Amin Widjaja Tunggal. diantaranya ialah : a) pendidikan kita tidak mendewasakan anak didik. e) pendidikan kita dirasa membelenggu. ada beberapa fenomena menarik yang sangat menonjol dewasa ini. Ak. jelas bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai yang ingin dicapai. dan (2) pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia. itu semua adalah tentang evaluasi dari pendidikan kita yang ada sekarang ini. b) pendidikan kita telah kehilangan objektivitasnya. (3) pendidikan yang mampu menumbuhkan semangat menjunjung tinggi HAM. Fenomena tersebut di atas. apa yang telah diperbuat oleh lembaga pendidikan dewasa ini .. Dari dua hal ini ketika kita tarik kedalam menejemen pendidikan yang berjalan di Indonesia. Penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia Ada dua hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan dunia pendidikan.

dan manajemen pendidikan.Muncul lagi MBS (manajemen berbasis sekolah) adalah sebuah alternatif pemecahan yang menginginkan pengelolaan pendidikan yang dibebankan kepada sekolah. Lagi-lagi itu semua karena kebijakan pendidikan kita selama ini masih sangat semrawut. seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita.[14] Inilah persoalan yang besar sebenarnya. Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan. Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya. Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. mutu guru. Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan). buku ajar. birokrasi. maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. sehingga apa yang diinginkan suatu daerah (lembaga pendidikan) terhadap potensi anak didiknya bisa tersalurkan dengan baik. karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik. Organizing. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan. evaluasi. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah . Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia Sejak zaman orde lama. dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. dn masih banyak lagi model-model yang diterapkan. dan Controling. mempunyai arti yang sangat luas. Actuating. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen. Kalau kita lihat bagaimana sebuah lembaga pendidikan menerapkan apa yang telah ada dalam teori manajemen pendidikan. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. 2. proses pembelajaran. pemerataan pendidikan. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna. maka mungkin apa yang terjadi di atas minimal dapat terhindarkan. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Ini adalah sedikit tentang bagaimana sebenarnya penerapan pendidikan di Indonesia. sarana dan prasarana. Analisis Permasalahan Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. yaitu (POAC) Planning. dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut. 3. Sehingga hasil yang diharapkan dari komponen-komponen penyelenggara pendidikan antara satu komponen dengan komponen yang lain masih sangat jauh berbeda bahkan ada yang bertentangan. orde baru sampai sekarang zaman reformasi. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah.

Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). dan sistem manajemennya.[15] Apalagi melihat perkembangan dunia pendidikan kedepan.[18] Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar. 3) paradigma pendidikan desentralistik. hasil belajar. yakni sekolah. diantaranya : 1) paradigma pendidikan demokratis. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah. dan iklim sekolah. latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat.R Tilaar. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik. moral guru. dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya. pengelola. tingkat pengulangan.[20] . sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik. Djohar. ada beberapa paradigma yang diperkirakn berdampak besar terhadap praksis pendidikan. H. dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran. 5) paradigma pendidikan fleksibel. bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya. Konsep ini didasarkan pada ³Self Determination Theory´ yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri. 2) paradigma pendidikan membebaskan.pengangguran. sehingga untuk menyongsong hal tersbut ada berbagai paradigma baru yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan. 8) paradigma pendidikan construtivisme. dan guru.[16] Disamping memperhatikan paradigma pendidikan tersebut di atas. (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal.. tentunya harus dipersiapkan sedini mungkin. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula. Sebagaimana dijelaskan oleh H. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ´School Based Management´ merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien. (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi.[19] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. 7) paradigma pendidikan konseptual. (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah. MS. antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum. Menurut Prof.A. maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas. maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. 6) paradigma pendidikan untuk siswa. ada beberapa hal penting lagi yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan itu sendiri.[17] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat). institusi. orang tua. dan 9) paradigma pentingnya kecerdasan spiritual. Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut. Dr. 4) paradigma pendidikan deverifikasi. tingkat putus sekolah.

The Quantitative School (1940-an). tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. d) Tenaga pengajar harus lebih profesional dalam melaksanakan amanahnya. kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah. Remaja Rosda Karya. c) Lembaga pendidika harus serius sehingga kualitas dari output pendidikan dapat diandalkan. Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka. Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik. Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang. Manajemen Suatu Pengantar. berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Keseriusan Pemerintah dalam menangani dunia pendidikan dalam hal ini perhatian pada lembaga pendidikan. Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah). Dr.. . Teori Manajemen Klasik (1890-an). Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Drs. Kesimpulan a. Prof. Teori Kontingensi (1970an). tenaga pengajar dan kebijakan yang memihak pada masyarakat (jangan asal membuat kebijakan). c. Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno. E. Penerbit Rineka Cipta. Bandung. Mulyasa. PT. Saran Bahwa untuk memenuhi dan mencapai beberapa hal tersebut di atas. b. Teori Pendekatan Sistem (1950an). H. SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)[21]. cet. MS. D. 1993.Disamping itu dalam sebuah sekolah. M. tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler. dan ini menurut J. akan tetapi terletak pada pengajarnya.. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. Drost. KESIMPULAN 1. Djohar. 2003. Strategi dan Implementasi). b) Memberikan otonomi yang luas kepada lembaga pendidika. Jakarta. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis.Pd. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). dengan tidak meninggalkan mutu pendidikan. Dr.. DAFTAR PUSTAKA Amin Widjaja Tunggal. The Behavioral School (1910-an). 2. Ak. Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi. 3 & 4..MBA. Neo-Human Relation (1950-an)..

Sc. 2004. Jakarta. 2003.A. Administrasi Pendidikan Kontemporer. J.. hlm. Jakarta. Tilaar. PT. M.. Kompas Media Nusantara.MBA. Mamduh M. 2003. Luwis R. hlm. Hanafi. 2005. Magelang. Soegiyono. Siagian. Drs. 1997.. 278-279. Manajemen Pendidikan Indonesia.Ed. 22 [9] Sondang P. M. LESFI. H. Tera Indonesia. 2003.. Djambatan. H. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . PT. Kompas Media Nusantara. Dr.. Dr. Yogyakarta. Yogyakarta. Dr.Pd. MBA. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). Crt. Op_Cit. hlm. Media Wacana Press. 04 [11] Dr. Yogyakarta. Sondang P. Mamduh M. Hanafi. 2000.. MS. Dr. Jakarta.. Bandung.. M. 1983. MBA. New York. 85-92 . Siagian. [15] Prof. Manajemen Suatu Pengantar.Ed. 9 [2] Drs.. Manajemen. Alfabeta. 1998.Sc. Prof. New York. Hanafi. Supervision and Management. 2000. Alfabeta. Manajemen. 1997..Ed. Dr. [4] Prof. Yogyakarta. hlm.LESFI. Bandung. 1983. H. Supervision and Management.A. Yogyakarta. Drost. Tera Indonesia. hlm.R. II. 2000. Filsafat Administrasi. 46 [14] J. Filsafat Administrasi. MBA. 6 [8] Dr. Remaja Rosdakarya. 30 [3] Prof. Dr. ix. [6] Luwis R. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Jakarta. [7] Drs. Bandung. H. Yogyakarta.. 2003. Fungsi Administrasi Negara. Benston. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. Made Pidarta. 38-39. Nanang Fattah. Dr. PT. 1 [5] Wajong J. 1972. Manajemen Pendidikan Indonesia. Djohar. Penerbit Rineka Cipta. M. Op_Cit.Ed. 1972. hlm. MBA. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Gunung Agung. Hanafi. H.. hlm. Prof. Wajong J. Soegiyono. Undang-undang No. hlm. Jakarta. Djambatan. Remaja Rosdakarya. Magelang. Fungsi Administrasi Negara. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. McGraw Hill Book Company. II. 2000. Media Wacana Press. Made Pidarta. Jakarta. Nanang Fattah. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. 1993. Syaiul Sagala. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). Ak. McGraw Hill Book Company. Made Pidarta. Jakarta. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). hlm. Syaiul Sagala. SJ. Tilaar. 2005. hlm. 75 [16] Prof. Jakarta. Dr. hlm.. Mamduh M. hlm. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). hlm. hlm... Dr. PT. Drost. SJ. Dr. [13] Drs.Pd. Crt. Bandung. M. [1] Undang-undang No. Amin Widjaja Tunggal. Gunung Agung. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Rineka Cipta. 1985. [10] Prof. Benston. 2004. Rineka Cipta. Mamduh M. 1985. M. Prof. 1998. Jakarta.R. 01 & 27. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). 11-12 [12] Drs. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. Op_Cit.

Pd. H. Dalam makalah ini. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain. E. [19] Ibid. [20] Dr. Aktualisasi Teori Motivasi Abraham Maslow Untuk Peningkatan Kinerja 1. dalam buku Perilaku Organisasi.. PT.[17] Ibid. seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya. [18] Dr. Sebagaimana telah jelas dari judul makalah ini. Dalam konteks ini.. 79. Strategi dan Implementasi).. tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai. Bandung... melatih mereka. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi. Dalam kenyataan. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Teori-teori lain yang muncul setelah teori Maslow lebih merupakan penyempurnaan dan penyesuaian daripada penemuan suatu teori yang betul-betul . Syaiful Sagala. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya. Tidak disangkal bahwa dewasa ini muncul pelbagai kritik tentang validitas teori ini .. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi.Pd. hlm. hlm. tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Robbins. teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi. penulis melihat bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu (dalam hal ini karyawan perusahaan) dan tujuan organisasi. teori yang dibahas di sini adalah teori motivasi tentang hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow.. teori ini masih bisa bergema keras. dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil. cet. pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. PENDAHULUAN Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja. Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya. tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. Stephen P. 78. Namun sebagai konsep dasar bagi pengenalan struktur pribadi individu dan pelbagai faktor yang mendorong orang melakukan sesuatu. M. Op_Cit. Remaja Rosda Karya. Mulyasa. hlm. 79. Dari kenyataan ini. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja. M. menulis bahwa ³meskipun dikritik habis-habisan. agaknya [teori Maslow] masih merupakan penjelasan yang paling baik soal motivasi karyawan´.

³motivasi´ berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. Dan kelemahan teorinya serta-merta tetap berguna karena telah memberikan atau memancing feedback bagi pemikir-pemikir selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. neurotik. Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead. Motivasi Higiene dari Herzberg. Lorens Bagus. Individu yang termotivasi akan tetap bertahan dengan pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka. arah. Ketika beranjak remaja. Teori-teori lain.2 Sekilas Tentang Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn. arah. Konsep motivasi kiranya merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individu dalam organisasi. dengan kelebihan maupun kelemahan teorinya. TEORI ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI 2. teori ERG dari Alderfer. dan Baruch Spinoza. Ia seorang yang pemalu. ia unggul di sekolah. maka penulis perlu membuat pembatasan tema. New York. motivasi adalah ³proses yang ikut menentukan intensitas. karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. Berhubung tulisan ini merupakan makalah kecil. 2. seseorang yang tidak termotivasi hanya akan memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Menurut Stephen P. 2. Abraham Lincoln. Inilah ukuran sejauh mana orang dapat mempertahankan usahanya. Maslow telah berhasil mencetuskan pemikiran yang amat bermanfaat. dalam Kamus Filsafat. Di . Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia. Dengan kata lain. Sebaliknya. Henri Bergson.baru. dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Dari asal-usul kata ini. Robbins. dan lain-lain. intensitas dan arah yang telah dimiliki harus diterapkan secara tekun dan berlangsung lama. Intensitas dimaksudkan seberapa keras seseorang berusaha. Dan akhirnya. Untuk mencegah perluasan pembahasan yang terlalu jauh. Kelebihan dari teorinya jelas memberikan sumbangan besar dalam pengetahuan tentang motivasi dan kepribadian manusia. dan ketekunan (yang mengandaikan berlangsung lama). seperti teori X dan Y dari McGregor.1 Terminologi ³Motivasi´ Apa itu ³motivasi´? Ditinjau dari etimologinya. intensitas (setinggi apa pun) harus mempunyai arah yang menguntungkan organisasi. Plato. Agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. motivasi merupakan salah satu determinan penting bagi kinerja individual di samping variabel determinan lain misalnya kemampuan orang yang bersangkutan dan atau pengalaman kerja sebelumnya. mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas. Thomas Jefferson. penulis membatasi diri pada pembahasan teori Maslow tentang motivasi. Dengan IQ 195. dirujuk dan dibahas sesekali hanya sebagai pembanding dan pelengkap argumen. Dari telaah filosofis. dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran´. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai ³usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya´.

Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai ³tokoh´. Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. 2. Dalam ranah psikologi. Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS). Motivation and Personality. Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). dan kemampuan mereka.samping berkutat dalam kegiatan kognitif. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. tetapi tidak untuk bangsa manusia. Albert Schweitzer (dokter dan humanis). Secara dialektis. Aldous Huxley (penulis). Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme. tesis Freud dan antitesis Watson dkk. atau tikus.3 Proposisi Maslow atas Teori Motivasi Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan.3. memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan. Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. yang . kepribadian. Berhubung teori ini berkenaan dengan manusia yang dinamis multidimensional. Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. Sigmund Freud berjaya di Wina. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga. Maslow mengakui sendiri bahwa sejumlah proposisi sangat benar dalam arti dapat diterima oleh banyak kalangan. Jane Addams (pelopor pekerja sosial). Maslow dalam karya masyhurnya. Oleh karena itu. Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang. ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya. 2.telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. melahirkan sintesis Abraham Maslow. Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality. Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. Watson. dan Baruch Spinoza (filsuf). Hal ini mencerminkan kelegowoan Maslow untuk tidak begitu saja memutlakkan teorinya. Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental. William James (psikolog). Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan). lumrah kiranya bahwa pandangan tertentu kurang universal. Di kutub lain. Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan. sifat. kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Berikut ini sejumlah proposisi awal untuk memahami jalan pikiran Maslow. dan John B. Psikologi Gestalt berkembang di Jerman. Sejumlah proposisi lain barangkali kurang dapat diterima dan dapat diperdebatkan. katak. orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental.1 Individu sebagai Kesatuan Terpadu Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi.

keinginan lainnya akan timbul menggantikan keinginan sebelumnya. dapat menggambarkan dipenuhinya sekaligus keinginan akan balas dendam. Kebutuhan-kebutuhan biasanya lebih merupakan cara atau sarana bagi suatu tujuan dan bukan tujuan itu sendiri.3. melainkan seluruh individu John Smith sebagai kesatuan. berarti kita telah semenamena meniadakan kemungkinan untuk memahami seluruh perilaku dan keadaan motivasional seorang individu. Pada saat yang sama.5 Tolak Daftar Dorongan Dikotomis .3 Motivasi Ganda Seseorang bisa jadi dapat menjelaskan motivasi tertentu yang mendasari perilakunya. Intinya kita harus menemukan tujuan terdalam seseorang ketika menginginkan sesuatu bila tidak ingin terjatuh dalam pemuasan kebutuhan yang tidak tepat sasaran. 2.kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Jika gejala ini hanya dilihat sebagai gejala lahiriah tanpa menelaah kemungkinan keinginan atau motivasi bawah sadar. Meskipun beragam budaya. Misalnya kita menginginkan atau membutuhkan uang agar dapat membeli mobil. Namun tidak jarang terdapat pula aneka motivasi lain yang barangkali tidak disadari dan dikira oleh individu itu. Tujuan-tujuan lebih universal daripada cara-cara yang ditempuh untuk mencapainya. dan dihormati. Kita dapati bahwa ada gejala dan ada pula arti di balik gejala. misalnya. misalnya harga diri. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kita menginginkan mobil karena para tetangga memilikinya dan kita tidak ingin merasa kurang daripada mereka.3. Karena faktor budaya.3.3. dan begitu seterusnya.2 Cara dan Tujuan Bila kita telisik keinginan dalam pengalaman sehari-hari. Apabila keinginan yang satu telah terpenuhi. sebetulnya umat manusia lebih banyak serupa daripada yang terlihat dan disangka banyak orang. hal penting untuk disadari adalah pembedaan antara cara dan tujuan. Gejala psikopatologis kelumpuhan. masih ada keinginan lainnya yang akan menyusul. bisa saja tujuan yang sama. dan dalam masyarakat yang lain dicapai dengan menjadi dokter. Teori motivasi yang sehat tidak boleh mengabaikan aspek kehidupan alam bawah sadar. orang seringkali membuat pembedaan atas tujuan yang sebetulnya sama. 2. Maslow memberikan contoh: yang membutuhkan makanan bukanlah perut John Smith semata-mata. kita juga harus melepaskan unit-unit motivasi yang tersendiri untuk mencapai pengertian lebih luas yang dicari. makanan akan memuaskan rasa lapar John Smith. bahkan juga kepentingan-kepentingan yang bertentangan satu sama lain. dikasihani. Kenyataan ini menuntut kita untuk menelaah tata hubungan semua motivasi satu sama lain. 2. dicapai individu dalam masyarakat tertentu dengan menjadi prajurit. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat. Satu gejala sekaligus dapat menggambarkan bermacam-macam keinginan yang berbeda-beda. 2. Karena perbedaan perilaku individu dalam pemuasan kebutuhan tersebut.4 Tata Hubungan Motivasi Manusia adalah makhluk yang punya keinginan dan jarang mencapai keadaan puas sepenuhnya kecuali untuk waktu yang singkat. yakni apa yang sesungguhnya menjadi tujuan yang lebih dasariah pada akhirnya. Rupanya ini soal harga diri dan kebutuhan untuk dihormati. dan bukan rasa lapar pada perut John Smith. Dengan kata lain. Jika keinginan itu pun terpenuhi.

Tidak ada gunanya membuat daftar dorongan-dorongan (stimulus) yang muncul.8 Pengetahuan Mengenai Motivasi Sehat Proposisi ini merupakan nilai lebih dari pandangan Maslow dibandingkan dengan kedua mazhab psikologi sebelumnya. Motivasi manusia jarang mewujudkan diri dalam suatu perilaku yang lepas dari situasi dan dengan orang-orang lain. yakni kemungkinan. karena pusat telaah kita tetaplah organisme atau struktur watak dari individu. Sebagai asas sekali pun. Dorongandorongan satu sama lain bukanlah hal-hal yang terpilah-pilah. hal itu lumrah dan merupakan kemungkinan yang nyata. 2. Boleh dikatakan bahwa hal berikut merupakan kritik Maslow atas sampel penelitian mereka. Biasanya terdapat suatu tumpang-tindih.4 Teori Motivasi Abraham Maslow: Hirarki Kebutuhan . Pada kenyataannya.6 Lingkungan Aspek yang satu ini tidak boleh dilupakan. dorongan-dorongan juga tidak mengelompokkan diri secara aritmetik dan tersendiri dengan ciri-ciri tersendiri. Oleh karena itu.3. Teori motivasi yang sehat harus mempertimbangkan situasi. misalnya bahwa segi-segi kesadaran dan ketidaksadaran mungkin berbeda-beda. sehingga hampir tidak mungkin secara jelas dan tajam memisahkan dorongan yang satu dari yang lain.3. Dewey dan Thorndike. Mungkin sekali bahwa secara tidak sadar pun ia tidak mendambakannya. Teori motivasi yang sehat sepatutnya merupakan kesimpulan dari penelitian atas orang-orang yang sehat pula. Faktor kemungkinan untuk mencapai hasil ini penting diperhatikan dalam usaha memahami perbedaan motivasi di antara berbagai kelas dalam masyarakat atau antara individu-individu dari negara atau kebudayaan yang berbeda-beda. Namun pengakuan akan pengaruh situasi lingkungan hendaknya tidak berlebihan. Mereka tidak mendambakan pesawat jet atau kapal pesiar karena barang-barang itu ada di luar jangkauan rata-rata kemampuannya.7 Kemungkinan Mencapai Hasil Maslow. sebagian besar ahli motivasi mendapatkan data dari para psikoterapis yang sedang merawat pasien. Pada umumnya secara sadar kita mendambakan apa yang menurut pikiran kita dapat dicapai. Telaah tentang motivasi jangan meniadakan atau menyangkal telaah tentang penentu-penentu situasional. 2. Di lain sisi. sebagaimana juga J. tetapi jangan terjebak ke dalam teori situasi murni. atau bahwa suatu keinginan tertentu sebenarnya dapat merupakan suatu saluran bagi pengungkapan berbagai keinginan lainnya. menekankan aspek motivasi yang sering diabaikan kebanyakan psikolog. sampel penelitian Maslow adalah orang-orang yang ternama dalam sejarah manusia. Pasien-pasien itu merupakan sumber kekeliruan yang besar karena mereka merupakan contoh yang kurang baik dari suatu populasi. 2. telaah motivasi jangan pula melupakan sifat intrinsik organisme demi kepentingan pemahaman dunia di mana organisme itu hidup.3. Setiap teori motivasi dengan sendirinya harus memperhitungkan fakta pengaruh lingkungan. Bila rata-rata orang mendambakan mobil dan rumah. 2. Bila penghasilan seseorang bertambah. kehidupan motivasional para penderita gangguan emosi harus ditolak sebagai contoh bagi motivasi sehat. Menurut Maslow. dan sebagainya. ia sadar bahwa dirinya secara aktif mengharapkan untuk memperoleh hal-hal yang diidamkan beberapa tahun sebelumnya. Pendaftaran dorongan secara dikotomis mengabaikan sifat dinamis dari dorongan-dorongan itu.

Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis.1 Kebutuhan Fisiologis 3. 2. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi. Kebutuhan akan penghargaan: mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri. Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. dan perhatian. dan persahabatan. misalnya rasa lapar. dan psikologi Gestalt. dan dengan dinamisme Freud. harga diri. tempat berteduh. Bagaimana identifikasi atas tiap kebutuhan di atas dan dampaknya terhadap motivasi yang mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi akan dijelaskan dalam berikutnya. diterima-baik. pengakuan. dan cinta. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. IDENTIFIKASI HIRARKI KEBUTUHAN DAN APLIKASI MANAJEMEN 3. otonomi. pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Reich. 3. Kebutuhan sosial: mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki. 4. orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Ia menyebut teorinya sebagai ³hirarki kebutuhan´. 5. Jung.1 Identifikasi Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan.1. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Goldstein. dan kebutuhan jasmani lainnya. besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya. yaitu kebutuhan akan makanan. menjadi apa saja menurut kemampuannya. oksigen. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut: 1. serta faktor eksternal seperti status. Fromm. tempat tinggal. dan udara. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan.1. Horney. tak ada minat lain kecuali makanan. Dengan kata lain. yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer. Kebutuhan akan rasa aman: mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. dan prestasi. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang dasariah. 3. istirahat. dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia. tidur. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri. kasih sayang. dan Adler. haus. seks. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. seks. minuman. seorang individu yang melarat kehidupannya. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan. tidur. 3.2 Aplikasi Manajemen . mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini.

Rasa lapar hanya dapat dipuaskan dengan makanan. perlindungan. kacau.Pertama-tama harus selalu diingat bahwa bagi orang yang sangat kelaparan. kebebasan dari rasa takut. dan sebagainya. Hasil yang diperoleh cukup fantastis: pergantian karyawan menurun drastis. Biasanya seorang anak membutuhkan suatu dunia atau lingkungan yang dapat diramalkan. maka sempurnalah kebahagiaannya. dapat diandalkan. Maslow menggambarkan bahwa bagi manusia yang selalu dan sangat kelaparan atau kehausan. Ia bertolak dari asumsi kelelahan tenaga kerja dan kebutuhan akan waktu istirahat. Dengan satu panah. Para karyawan diminta bekerja sama dalam menetapkan jadwal. tertib.1 Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan. aman. teratur. kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan. Mayo membidik dua burung. dan di mana tidak terjadi hal-hal yang tak disangka-sangka. Pemahaman akan tingkat kebutuhan ini juga dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa karyawan tertentu tidak suka inovasi baru dan cenderung meneruskan apa yang telah . cemas dan kekalutan. Berbeda dari kebutuhan-kebutuhan tingkat berikutnya. Ia ingin menemukan penyebab terjadinya pergantian tenaga kerja yang terlalu sering di salah satu bagian produksi di mana pekerjaan yang dilakukan lumayan sukar dan monoton. Jangan berharap bahwa nasihat dan petuah saleh dapat memuaskannya. utopia dapat dirumuskan sebagai suatu tempat yang penuh makanan dan minuman. tentu saja makanan solusinya. Untuk dapat memotivasi karyawannya. atau berbahaya. yakni waktu istirahat dan penghargaan diri karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang biasanya menjadi monopoli pimpinan perusahaan. Ia cenderung berpikir bahwa seandainya makanannya terjamin sepanjang hidupnya. Tunjangan ekstra untuk konsumsi akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas individu dalam organisasi. Orang yang merasa tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan tidak diharapkan. dan semangat kerja menjadi lebih baik. ketertiban. kalut. Jika hal-hal itu tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman. 3. Elton Mayo dari Harvard Graduate School of Business Administration pada tahun 1923 melakukan penelitian di sebuah pabrik tekstil di Philadelphia. Mayo secara tepat menemukan apa yang dibutuhkan karyawan.2 Kebutuhan Rasa Aman 3. kebutuhan akan rasa aman menampilkan diri dalam perilaku preferensi individu akan dunia kerja yang adem-ayem. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja. 3. tidak ada perhatian lain kecuali makanan. kebutuhan akan struktur. dua kebutuhan terpenuhi dalam waktu yang sama. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini. batas-batas. taat-hukum. kebutuhan pokok ini hanya bisa dipenuhi oleh pemicu kekurangannya. Seorang pemimpin atau manajer jangan berharap terlalu banyak dari karyawan yang kelaparan. Maka ia menjadwalkan serangkaian waktu istirahat. muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu.2 Aplikasi Manajemen Dalam konteks perilaku kinerja individu dalam organisasi.2. produktivitas meningkat.2. seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya. Orang seperti itu hanya hidup untuk makan saja. hukum. teramalkan.

kadang mereka secara keliru menganggapnya sebagai ancaman bagi organisasi mereka sehingga tindakantindakan mereka disesuaikan dengan pandangan demikian. Dalam situasi ini. Individu yang berada dalam hubungan dependen seperti itu akan merasa bahwa kebutuhan terbesarnya adalah jaminan dan proteksi. kita seringkali mendapati perilaku individu yang berusaha mencari batas-batas perilaku yang diperkenankan (permisible behavior). . Ia ingin berasosiasi dengan rekan lain. ia harus berperilaku dengan cara-cara yang tidak dapat diterima. Ia merasa bahwa ia akan kehilangan kepastian bila tanpa sengaja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki.3 Kebutuhan Sosial 3. Penting dicatat juga bahwa perasaan manusia tentang keamanan juga terancam apabila ia merasa tergantung pada pihak lain.1 Identifikasi Kebutuhan Sosial Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman. supervisi. cinta.3. dan menerima sikap persahabatan dan afeksi. ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata. atau anak-anak. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu. Antara pengembangan pribadi dan organisasi mempunyai hubungan resiprok yang hasilnya dirasakan secara timbal balik. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan. Organisasi atau perusahaan yang terlalu tajam dan jelas membedakan posisi pimpinan dan bawahan seringkali mengabaikan kebutuhan karyawan akan rasa memiliki (sense of belonging). dan belum pernah sebelumnya. Para manajer dapat mengakomodasi kebutuhan akan rasa aman dalam organisasi dengan jalan membentuk dan memaksakan standar-standar perilaku yang jelas. Hampir setiap individu dalam tingkat kebutuhan ini akan menginginkan ketenteraman. dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. berbagi. suami. isteri. orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang batas-batas perilaku yang diterima bagi dirinya sendiri dapat mempunyai perasaan terancam. Seharusnya karyawan pada level kebutuhan ini dimotivasi untuk memiliki rasa memiliki atas misi dan visi organisasi dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi organisasi. dan peluang kerja yang bersinambung. pengucilan sosial. Pada tingkat kebutuhan ini. sekalipun pada saat-saat tertentu. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya.3. saling percaya. maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki. Agaknya ia akan berupaya untuk menemukan batas-batas seperti itu. sedangkan yang lain tidak. manajer dapat memotivasi karyawan dengan jalan memberikan suatu jaminan kepastian jabatan (job-security-pledge). Atau dipakai untuk memahami mengapa orang tertentu lebih berani menempuh resiko. dan tidak penting. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. 3. dan keadaan yang tak menentu. kekasih. tidak perlu.berjalan. penolakan. Walaupun banyak manajer dewasa ini memahami adanya kebutuhan demikian. 3. dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Dalam organisasi.2 Aplikasi Manajemen Individu dalam organisasi menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu. Ia menginginkan kebebasan dalam batas tertentu daripada kebebasan yang tanpa batas. diterima. Dewasa ini marak wacana adanya kemungkinan para karyawan di-PHK karena faktor teknologi yang berkembang. tiadanya keramahan.

dapat dikatakan bahwa potensi konflik dalam organisasi selain mengganggu rasa aman juga dapat menciptakan alienasi yang mengakibatkan disorientasi. tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Berbeda dari pandangan tradisional yang melihat konflik secara negatif.4 Kebutuhan akan Penghargaan 3. kita kenal apa yang disebut manajemen konflik. apresiasi atau nama baik. Tanpa bermaksud menolak atau mendukung salah satu pandangan. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri. Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain. kebutuhan akan penghargaan ini jarang . dan biasanya bermutu tinggi. Potensi mobilitas yang berlebihan yang umumnya dipaksakan oleh industrialisasi mengancam tercabutnya rasa kerasan dalam kelompok kerja. Individu tertentu pada saat dan kondisi tertentu barangkali tidak lagi merasakan uang sebagai penggerak kinerja. rasa tidak berdaya. bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. kecukupan. prestasi. mempunyai dasar yang kuat. tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan persepsi nilai setiap karyawan. Dari semua indikasi yang terdata.4. penerimaan. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri. Konflik bisa baik atau buruk tergantung pada tipenya. semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap. Karenanya. dan akhirnya menimbulkan kebutuhan akan rasa memiliki dan aneka kebutuhan yang masuk dalam hirarki tahap ini. kedudukan. Benar bahwa uang adalah salah satu alat motivasi yang kuat. Ada apa gerangan? Apakah kompensasi gajinya tidak memuaskannya? Ternyata tidak selamanya uang dapat memotivasi perilaku individu dalam organisasi. Ketimbang uang.1 Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan Menurut Maslow. akan rasa hormat diri atau harga diri. prestise. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh halhal yang menghambat perwujudan diri. 3. ketidaktergantungan. dan kebebasan (kemerdekaan). Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia. individu pada level ini lebih membutuhkan tantangan yang dapat mengeksplorasi potensi dan bakat yang dimilikinya. perhatian. kepercayaan diri.4.2 Aplikasi Manajemen Tidak jarang ditemukan pekerja di level manajerial memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. tantangan untuk adaptasi dalam kelompok baru dan asing. ketenaran. 3. pengakuan. kompetensi. Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah. tampaknya organisasi yang menyandarkan peningkatan kinerja karyawan mereka pada aspek finansial. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. penguasaan. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan. Tidak mengherankan bahwa sejumlah top manajer tiba-tiba mengundurkan diri ketika merasa tidak ada lagi tantangan dalam perusahaan tempat mereka bekerja. martabat. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. terdapat pandangan interaksionis yang melihat konflik tidak hanya sebagai kekuatan positif dalam kelompok namun juga sangat diperlukan agar kelompok berkinerja efektif.Dalam ranah Perilaku Organisasi.

2 Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang.´ 3. orang harus memuji secepat mungkin setelah tampak perilaku yang pantas mendapat pujian. Bahkan Napoleon Bonaparte terkejut menyaksikan kekuatan pengakuan sebagai motivator. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual. Skinner menambahkan bahwa untuk mendapat motivasi maksimum.F. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.5. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri. . Keberhasilan eksperimen Mayo seperti telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penghargaan finansial terbukti tidak selamanya seefektif penghargaan psikis. memberi daripada menerima. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. berkembang. Setelah tahu bahwa para prajuritnya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan medali yang diberikannya. William Cohen.5. Pakar kepemimpinan.5 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri 3. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori.1 Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri Menurut Maslow. Masalahnya. Psikolog terkenal.sekali terpenuhi secara sempurna. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh. B. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami. Pengakuan merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat. Dalam makalah ini. dan sebaliknya tanpa pikir dua kali untuk melemparkan kritik atas pekerjaan buruk bawahannya. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Sebagai bagian dari sebuah pendekatan yang lebih konstruktif. mengatakan bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan pengakuan kepada prestasi kerja dalam organisasi. Pendelegasian otonomi dan tanggung jawab yang lebih luas kepada karyawan telah terbukti efektif untuk memotivasi kinerja dan performa yang lebih baik. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. Dalam konteks ini. banyak manajer seringkali lupa atau berpikir banyak kali untuk memberikan pujian dan pengakuan tulus bagi prestasi karyawan. setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Napoleon berseru: ³Sungguh menakjubkan apa yang akan dilakukan orang untuk barang sepele seperti itu. 3. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri. manajemen partisipatif dan program-program umpan balik positif (positive feedback programs) dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan.

karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri. Kadangkadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung. Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain. hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. saat diliputi perasaan khidmat. dan bukan karena ikut-ikutan. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. musik. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang biasa. memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase. Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur. 5. dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). namun sekaligus menyukai orang lain. 7. 2. 4. lebih peka melihat hikmah dari pelbagai masalah. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. atau panggilan yang mereka anggap penting. 6. tugas. Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut ³pengalaman puncak´ (peak experience). Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. Sama seperti anak-anak. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri. 3. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. 9. dan tekun introspeksi. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional. termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. Mereka sangat mandiri dan otonom. Merindukan kesunyian. dan masalah-masalah politik dan filsafat. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. 8. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara luar biasa. Berkat persepsi yang tajam. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. mereka juga dapat menikmatinya. ketidakpicikan. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. Keterpusatan-pada-masalah.1. .

10. makanan. dan pakaian. dan menyelesaikan sesuatu. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. Seperti seorang anak yang lugu. sajak. Kreatif dalam mengucapkan. dan keterbukaan. Secara konsisten. 16. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Resistensi terhadap inkulturisasi. bersalah. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. Kadar konflik dirinya rendah. pengamatan yang pasif dan reseptif. cemas. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. 12. melakukan. 11. omongkosong.Maslow menyebut keunggulan ini sebagai ³Being cognition´ atau ³B-cognition´. bahasa. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. kosmik. Selera humor yang baik. penipuan. Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. kekejaman. kebohongan. dan hiruk-pikuk suasana pesta. lakon. Mereka mempunyai ³hirarki nilai´ yang jelas. tarian. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. . 15. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Ketidaksempurnaan. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahankelemahan alamiah orang lain. dan kemunafikan. Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. Menurut Maslow. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan. Bagi orang-orang ini. bosan dengan obrolan basa-basi . Secara konsisten. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang ³melawan arus´ pendapat khalayak ramai. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut ³kemerdekaan psikologis´. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Namun bagi mereka. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. atau permainan secara mendadak. Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orang-orang yang neurotis. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. dan dengan tulus mengikutinya. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. hampir setiap anak mampu membuat lagu. 13. Bagi mereka. iri dan lain-lain. Mereka tidak selalu tenang. 14.

bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Gagasan ³selemah´ apa pun tetap dapat menjadi titik tolak atau pancingan untuk melahirkan ide yang lebih baik dan lengkap. baik hati dan berani. seperti jujur. sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama.17.3 Aplikasi Manajemen Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mengusulkan suatu teori motivasi yang baru. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. Makin matang kepribadiannya. Bahkan menurut Maslow. dan berlangsung seumur hidup. tubuh tegap. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. Bagi orang-orang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini. Bila pada level kebutuhan sebelumnya. Tetapi apa yang akan diuraikan berikut menyiratkan bahwa dewasa ini tidak ada satu pun teori motivasional tunggal yang dapat memecahkan segala pertanyaan tentang motivasi karyawan.5. Oleh karena itu perpaduan berbagai teori motivasional dalam bagian ini akan memperlihatkan bagaimana teori-teori tersebut saling melengkapi (komplementer) dan kapan sebaiknya diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi. Tidak mengherankan muncul sebuah istilah teknis: ³pembalikan kopernikan´ untuk menyatakan suatu terobosan gagasan yang menjungkirbalikkan suatu pandangan sebelumnya. Dalam pribadi yang sehat. orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan. mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu. kebaikan. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man.5. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. dan sebagainya. Dalam sejarah. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaan-perbedaan. bersikap wajar. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. latar belakang ras. orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh.4 Teori-teori Motivasi Komplementer Dari sudut pandang filosofis. bahagia. Mereka itu amat spontan. 18. 3. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. 19. Pertanyaan yang paling banyak diajukan sehubungan dengan tema motivasi adalah: ³Bagaimana . dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan. 3. saling memberikan manfaat. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. badan montok. tulus hati. pandangan muskil geosentris yang melihat bumi sebagai pusat tata surya telah memancing teori yang benar: heliosentris dari Copernicus. dan penampilan. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap aktualisasi diri. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya. agama. tidak ada teori dalam sejarah yang tak berguna. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. dan kejujuran. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib. ketulusan.

dan prestasi. . Herzberg menyarankan untuk menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan kerja itu sendiri atau hasil langsung yang diakibatkannya. dan pencapaian prestasi (keinginan untuk memenuhi kegiatan yang bernilai). 2. Pemuasan kategori pertama hanya berguna untuk mencegah ketidakpuasan kerja dan tidak dapat dipakai untuk menciptakan kepuasan kerja. Bagi individu dengan motif kekuasaan yang tinggi. Jika ingin memotivasi orang pada pekerjaannya. hendaknya ditentukan bersama dengan mereka sasaran dengan tingkat kesulitan yang sedang saja. Pakar motivasi lain bernama Frederick Herzberg muncul untuk meneruskan karya Maslow. Dari riset itu. pengakuan. Herzberg mengumpulkan data mengenai sikap kerja karyawan di ratusan perusahaan. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja berbeda dan terpisah dari faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja. tanggung jawab. McClelland telah melakukan banyak riset dan mengusulkan tiga jawaban. 2. Bagi Herzberg. Apa yang secara intrinsik (batiniah) merangsang perilaku individu? Imbalan (reward) apa yang dapat memuaskan kebutuhan individu? Bagaimana menyesuaikan kebutuhan individu dengan imbalan (reward)? Bagaimana caranya agar individu betah dalam organisasi? Untuk soal pertama. sebaiknya diberi wewenang atas orang lain yang disesuaikan dengan derajat keterampilan yang mereka miliki. David McClelland mengusulkan tiga motif kebutuhan. sebaiknya diberi kesempatan untuk bertugas dalam kelompok yang dipilih sendiri. ketiadaan ketidakpuasan belum tentu berarti ada kepuasan. Bagi individu dengan motif pencapaian prestasi yang tinggi. yakni: 1. yakni: 1. Bagi individu yang memiliki motif afiliasi tinggi. misalnya: peluang promosi. status. 3. yakni: afiliasi (sama dengan kebutuhan sosial Maslow). Untuk soal kedua. kekuasaan (keinginan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain). Berikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sasaran denga cara mereka sendiri dan pastikan bahwa mereka mendapatkan cukup pengetahuan tentang kemajuan mereka melalui sistem umpan balik yang baik. Kebutuhan ini bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. dan keamanan.saya dapat memotivasi karyawan saya?´ Untuk menjawab masalah ini. Kebutuhan ini diandaikan harus dipelihara untuk mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja. 4. ia menarik kesimpulan bahwa individu mempunyai dua kategori kebutuhan yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan. 3. Kategori pertama disebut kebutuhan hygiene. McClelland tidak mengatakan bahwa ketiga motif itu berada dalam hirarki yang sama dalam diri setiap orang. perlakuan. Kembangkanlah program kompensasi lebih berdasarkan kelompok daripada produktivitas individual. Kebutuhan kedua yang sungguh merupakan motivasi adalah pemuasan yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri. praktisi teori Maslow akan mengatakan tingkat kebutuhan terendah yang belum terpenuhi yang akan merangsang perilaku karyawan dalam organisasi. pertumbuhan personal. Ia mengusulkan bahwa lebih dari satu kebutuhan dapat menjadi dominan pada saat yang sama. ada empat hal yang harus digali. Faktor pemuas kebutuhan ini antara lain uang.

kita menuju teori yang disebut teori Penguatan (reinforcement theory) yang telah berkembang menjadi strategi bernama Modifikasi Perilaku. Penerapan. Kemudian delegasikan fungsi itu kepadanya. Menetapkan sasaran bersama-sama. Metode MBO mengandung filosofi manajemen yang berasumsi bahwa ada daya tarik nyata dalam individu jika mereka menentukan sendiri sasaran kerjanya. adakan pertemuan dengan karyawan untuk membandingkan sasaran yang direncanakan dengan hasil nyata yang tercapai. Metode lain yang sangat populer dalam menjawab soal ketiga ini adalah yang disebut Manajemen Berdasarkan Tujuan (Management by Objectives/MBO). Menetapkan sasaran. . MBO merupakan pendekatan kognitif yang menekankan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya. Memberi umpan balik. Teori ini menekankan bahwa setiap saat yang diinginkan. karyawan patut diberi penghargaan yang memadai. Jika tidak tercapai. Manajer sendiri secara terpisah juga mengidentifikasi sasaran yang harus dicapai karyawannya. Langkah ini meliputi pelaksanaan dari tindakan yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran yang telah disetujui bersama. bukan pada atasan. Teori ini berseberangan dengan MBO. Caranya adalah menanyakan kepada karyawan yang telah diperkaya pekerjaannya tentang fungsi manajemen apa yang kini dikerjakan oleh atasannya. Merencanakan tindakan. Untuk menjawab soal terakhir. yakni: 1. maka mereka akan mengumpulkan banyak energi untuk melaksanakan pekerjaaannya. karyawan sebaiknya tahu bagaimana kemajuan mereka menuju sasaran. Herzberg masih menawarkan konsep yang disebut pemerkayaan pekerjaan. Pengkajian. Teori Penguatan menggarisbawahi bahwa sasaran haruslah dapat diukur. Manajer dan karyawan berembug untuk merumuskan tindakan apa yang akan dipakai untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. penting untuk dicari sebab-sebab masalahnya. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan. Ini sama dengan langkah pertama MBO. Pemerkayaan pekerjaan ini mencakup sekaligus tambahan pekerjaan dan tanggung jawab yang bukan hanya diserahkan begitu saja. Jika orang merasa dihargai. yakni: 1. 4. yang ia sendiri ingin dan dapat mengerjakannya. Langkah ini harus diambil secara efektif oleh manajer. Teori ini menawarkan tiga langkah. Kekuatan utama terletak dalam sasaran yang disusunya. 2. Kemudian kedua versi sasaran dipertemukan untuk disusun daftar gabungan. yang melihat penguatanlah yang mengkondisikan perilaku. Di sini manajer tentu dapat berperan lebih untuk merumuskan tindakan-tindakan strategik. kita mempunyai pendekatan perilaku (behavioristik). Metode ini menawarkan empat langkah yang harus ditempuh. tindakan untuk mengoreksi diri dapat diambil secepat mungkin. Di sini manajer meminta setiap karyawan untuk menentukan sasaran yang ingin ia capai dalam jangka tertentu. Sedangkan dalam teori Penguatan. 2. 3. Namun cara penyampaian harus sedemikian rupa sehingga hasil rembukan tetap tampak sebagai hasil kerja sama.Untuk soal ketiga. Bila sasaran tercapai.

Semua teori motivasional ini saling melengkapi dan dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan. Dari uraian di atas. Teori ini mewariskan pesan bagi kita bahwa begitu orang melewati tingkat kebutuhan tertentu. dan kondisi organisasi yang bersangkutan. Hirarki Kebutuhan Maslow penting bagi kita karena membantu menjelaskan mengapa gaji tinggi. bukan celaan. Jika manajer mengharapkan karyawan untuk tidak suka bekerja untuknya dan dengan demikian menghindari semua tanggung jawab. Teori Y. mereka langsung mendapat kritik atau celaan.3. 4. situasi. dan keamanan kerja tidak selamanya dapat memotivasi kinerja. KESIMPULAN: PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW Dari sekian banyak teori motivasional yang ada. Inilah dugaan yang terkandung dalam Teori X dan Teori Y dari McGregor. maka pola kepemimpinan yang sangat memaksa dan mengendalikan yang kemungkinan diterapkan oleh manajer. pada mulanya dikembangkan dari teori Hirarki Kebutuhan Maslow. ia tidak lagi terdorong oleh motivasi tingkat di bawahnya. akan menciptakan ramalan pemenuhan-diri. adalah pengakuan. celaan mungkin dapat menjadi motivator sementara. Imbalan yang dalam praktek terbukti paling penting tetapi juga paling tidak dimanfaatkan oleh manajer. Tetapi begitu ada kesalahan. itu pun dapat menciptakan ramalan pemenuhan-diri. seorang motivator benar-benar telah mengelola motivasi. karena orang ingin melakukannya. seorang motivator harus memberikan treatment yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Perangkat pengharapan terakhir. Memberikan imbalan tepat waktu. Tetapi biasanya celaan cenderung memiliki sejumlah konsekuensi disfungsional bagi organisasi dalam jangka panjang. Mengelola motivasi berarti mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilaksanakan. Bilamana seorang karyawan mempunyai gaji dan keamanan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa amannya. keuntungan yang baik. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita telah mampu memuaskan sebagian besar kebutuhan dasariah mereka kendati . Dalam jangka pendek. kecuali kita mempunyai masalah dalam organ pernapasan kita. maka hal itu tidak lagi akan memberikan motivasi. Sebaliknya. Batas-batas antara tingkatan yang satu dengan yang lain tidak terlampau jelas dan lebih menunjukkan saling tumpang tindih. Sudah sering terdengar keluhan karyawan bahwa manajer mereka seakan tidak tidak tahu semua hal baik yang telah dikerjakan mereka. Tidak bisa dipastikan dengan kaku bahwa kebutuhan rasa aman hanya akan muncul setelah kebutuhan akan makanan terpuaskan sepenuhnya. Hendaknya hirarki kebutuhan Maslow tidak dilihat secara kaku dan mutlak. Kebutuhan seorang buruh produksi harian dengan karyawan staff manajerial tentu berbeda. kapan dan bagaimana itu dilakukan. Untuk memberikan motivasi yang dapat meningkatkan performa kepada keduanya. Sama halnya kita tidak akan meresahkan kebutuhan bernapas. Orang butuh motivasi. tampak benang merah antara teori yang satu dengan yang lain. dan sangat mendasari gagasan perkayaan pekerjaan dan MBO. Dengan menelaah apa yang menjadi kebutuhan karyawan dan memberikan pemuasan yang tepat sasaran. mungkin teori Hirarki Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. jika manajer mengharapkan karyawan mereka untuk mencari tanggung jawab dan mampu mengarahkan-diri ke sasaran yang mengandung imbalan. Hal ini memberikan pengertian agar seorang manajer atau pemimpin atau motivator dalam organisasi hendaknya mengenal apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. di mana pekerja akan termotivasi melakukan pekerjaan seminim mungkin.

orang melihat bahwa teori Maslow semestinya didukung lagi dengan bukti-bukti empiris yang lebih banyak. tapi tidak banyak didukung oleh bukti riset. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. Dalam kenyataannya. sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. Wahba dan Bridwell (1976) menyimpulkan suatu paradoks untuk teori Maslow: bahwa teori ini diterima luas. maka ketika diterapkan kepada manusia tertentu (dengan budaya tertentu) tentu terdapat kekecualian-kekecualian dalam pengurutan umum hirarki yang ada. Itulah dinamika dan dialektika ilmu pengetahuan. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori. atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik. Bila ditinjau lebih khusus. teori yang baik gagal dibuktikan karena metode dan aplikasi riset yang buruk. Sebagaimana lumrahnya perkembangan suatu teori. Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow. sedangkan ada pula orang . evaluasi atau riset yang menghasilkan kesimpulan yang tidak mendukung teori bisa saja berangkat dari pemahaman yang tidak komprehensif atas teori dan jalan pikiran Maslow. namun masih harus dibuktikan secara empiris. Sumbangan Maslow tidak sedikit untuk perkembangan psikologi organisasi. beberapa penelitian mendukung. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. Dalam buku Motivation and Personality. Maslow berkali-kali mengingatkan agar jangan sesekali memutlakkan kelima tingkat kebutuhan atau membedakannya secara tajam dan kaku. tesis Maslow juga mengundang sejumlah antitesis.belum dalam arti sepenuh-penuhnya. mengingat teori Maslow merupakan suatu teori umum tentang kebutuhan manusia. Ada orang tertentu yang tidak pernah berkembang melampaui tingkatan pertama atau kedua. kendati tampak sah bagi banyak orang. Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama. Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi. Sejumlah ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang berbeda. Dari kenyataan ini. sedangkan yang lainnya menolak. Yang mau ditekankan adalah bahwa begitu suatu tingkat kebutuhan terpuaskan. dalam banyak kasus penelitian. Manusia memang makhluk yang dinamis dan multidimensional. maka kebutuhan tersebut tidak lagi akan memiliki pengaruh yang berarti pada motivasi. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah. Kiranya Maslow sepenuhnya menyadari sejak awal bahwa berbicara tentang struktur kepribadian manusia yang dinamis tidak segampang membalikkan telapak tangan. Pertama. Tidak jarang terjadi. Semua teori ilmu pengetahuan tentang manusia mesti berhadapan dengan kenyataan itu. dan menerapkan teori yang hingga kini masih menggema ini. menerima. kita harus memahami sejumlah kualifikasi lanjutan agar konsep kita menjadi lebih komprehensif. Untuk memahami.

Bila dalam jangka pendek seseorang tidak menampakkan minat pada tujuan tertentu belum tentu bahwa ia tidak membutuhkannya. dua kebutuhan yang sama tidak selalu akan menyebabkan timbulnya reaksi yang sama pada setiap individu. Di lain sisi. lagi-lagi ditegaskan betapa besar misteri yang meliputi kepribadian manusia. dalamnya hati manusia sungguh tak dinyana. mungkin tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan keinginannya karena ideal.. para manajer dianjurkan untuk memotivasi para karyawan mereka dengan jalan merancang program-program atau praktek-praktek yang ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang muncul atau kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi. dalamnya lautan bisa diduga. norma. Kedua. standar sosial. suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal.´ Sekalipun tidak banyak riset yang secara jelas mendukung teori ini...aspek mana sajakah dari teori tersebut bersifat valid. rantai kausatif tidak selalu berlangsung dari stimulus-kebutuhan-perilaku. Sekalipun Maslow dalam tesisnya menyatakan bahwa apabila seseorang tidak dapat memenuhi dua macam kebutuhannya. Keempat.lain yang demikian terpukau oleh kebutuhan tingkat tinggi sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah tidak menarik bagi mereka. Barangkali misteri manusia in jugalah yang membatasi semua teori tentang manusia. Khususnya dapat dikatakan bahwa suatu kebutuhan yang terpenuhi mungkin akan kehilangan potensi atau daya motivasionalnya. sebagai implikasi atas teori ini. Menyadari hal ini. Kata pemeo. Seorang ilmuwan bernama Craig Pinder memberikan jalan tengah atas dua kubu pendapat yang pro-kontra sebagai berikut: ³Teori Maslow tetap sangat populer di kalangan para manajer dan mereka yang mempelajari perilaku organisasi kendati tidak banyak studi yang secara resmi dapat mengkonfirmasi atau menolaknya. Ketiga. kita tetap dapat menarik pelajaran berharga bagi para manajer. perlu disadari bahwa banyak di antara tujuan yang diupayakan oleh manusia merupakan tujuan-tujuan jauh dan berjangka panjang yang hanya dapat dicapai melalui suatu seri langkah dan sarana. Nyatanya. Oleh karena itu. Umumnya dapat kita lihat bahwa individu-individu dapat mengembangkan tujuan-tujuan substitut ketika pencapaian langsung terhadap suatu kebutuhan terhalangi. dan aspek mana yang tidak valid. Jika demikian halnya. maka ia lebih menginginkan pemenuhan kebutuhan yang lebih mendasar. dan tugas-tugas dapat mempengaruhi dirinya. Ada kemungkinan bahwa dinamika yang terimplikasi pada teori Maslow tentang kebutuhan bersifat terlalu kompleks untuk diterapkan dan dikonfirmasi oleh riset ilmiah. maka kita tidak pernah mungkin mendeterminasi berapa valid teori tersebut atau secara tepat. MANAJEMEN SUATU PENGANTAR . Setiap tindakan cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan.

Perencanaan Pengadaan 7. Unsur-unsur Organisasi 6.d. MATERI 1.d. 1983.b. Tujuan dan Forecasting 3.a. memahami lingkungan manajemen dan menerapkan dalam upaya pengambilan keputusan yang strategik.e. Proses Pengambilan Keputusan 5. Manullang. DASAR-DASAR MANAJEMEN. Asas atau Prinsip Organisasi 6.a.c. Penarikan dan Seleksi 7. ‡ T.a. BUKU YANG DIANJURKAN ‡ M.a. Penyusunan Pegawai 7. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen 4. Pengertian 6. Erlangga. Fase Pengambilan Keputusan 4. Teori Hubungan Antar Manusia 2.c. Hani Handoko. Edisi ketiga. Jakarta. Teori Behavioral Science 2.a. Penetapan Tujuan 3.a. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen 2.b. TUJUAN Memberikan pemahaman tentang berbagai konsep dan teori manajemen. Teknik Pengambilan Keputusan 4. BPFE.a. Yogyakarta. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki . Fungsi ± Fungsi Manajemen 5.c. Teori Organisasi Klasik 2.d. Sehingga dengan demikian pembaca diharapkan memahami berbagi konsep yang ada dalam manajemen dan bagaimana implementasinya. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik 2.c.b. Pengertian 6. 1986. Pengertian Pengambilan Keputusan 4.c. Edisi kedua. Pengertian dan Unsur-unsurnya 8. Pengertian dan Fungsi Forecasting 4.d. MANAJEMEN. Pengertian Tujuan 3.c. Kepemimpinan (Leadership) 8. Sumber Pegawai 7.b.b.b. Teori Aliran Kuantitatif 3. Pengertian Manajemen 2. Penempatan 8. Tujuan dan Manfaat 7.DESKRIPSI Modul ini akan menjelaskan secara ringkas dan memberikan gambaran umum tentang manajemen beserta asasnya. Pengorganisasian 6. Fungsi dan Tugas 8.

d. dosen tetap Fakultas Ekonomi Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta. Pengertian dan Konsep 10. 4. penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. pengorganisasian. Langkah ± Langkah Pengendalian Modul ini ditulis mengacu pada buku MANAJEMEN .8. Teori ± Teori Motivasi 10. Muslich. Teori Motivasi. penyusunan.e. Menurut Drs. Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata ³to manage´ yang berarti mengatur. Stoner : Manajemen adalah proses perencanaan. mengurus atau mengelola.d. Aspek Perencanaan 10. seperti perencanaan. pengorganisasian. karangan Drs. Menurut Horold Koontz dan Cyril O¶donnel : Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Pengendalian atau Pengawasan 10.a. Pengertian Motivasi 9. 3. Menurut James A.b. yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan.b. Appley : Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. Jenis Pengendalian 10. yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Oey Liang Lee : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian. 2.F.f. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut.c.e. Menurut R. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan.a. aspek Pelaksanaan 10. Prestasi dan Kepuasan Kerja 9. penggerakandan pengendalian/pengawasan. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan 9. pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen . Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut : 1. SUATU DASAR DAN PENGANTAR. Gaya Kepemimpinan 8. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Menurut Lawrence A. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian 10. pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 5.

Balas jasa insentif .1. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. yaitu : 1. Standar kegiatan 9. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Sistem bonus dan instruksi. Frank B dan Lillian M.2. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. 3. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Pentingnya peran manajer 2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Instruksi standar 12. Menurut Frank. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1.A. A. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. A. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Hennry L. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. 2.6. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. A. Metode ini disebut sistem upah differensial. Mengenal metode seleksi yang tepat. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Staf memadai 4. Menurut Lillian. Disiplin kerja 5.3. Laporan terpecaya 7. Operasi standar 11. A. Frederick W. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. Balas jasa yang adil 6.4. Tujuan jelas 2.5. A. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Kondisi standar 10. A. Kegiatan logis 3. Urutan instruksi 8. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies).

Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. 2. 4. Prinsip fungsional d. 5. kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Accountancy . kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Financial . Managerial . melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : ± Planning .1. Commercial . Koordinasi b. James D. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. Prinsip staf C. kegiatan pengarahann ± Controlling .B. 3.2. Prinsip skala c. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . Security . kegiatan perencanaan ± Organizing . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan B. Teori Organisasi Klasik B. kegiatan menjaga keamanan. kegiatan pembelanjaan. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. . Mooney : Menurut James. kegiatan akuntansi 6. Technical . kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.

Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang. D.1. mission atau target.8. Pengertian Tujuan Istilah lainnya adalah sasaran. E. Menyusun model aritmatik 3. Menetapkan pengawasan atas hasil 6.D.5.3. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. D. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.6.7.2. Istilah tersebut biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. Merumuskan masalah 2. . D. Sehingga tujuan akan memberikan arah kemana kegiatan harus dilakukan. D. Teori Behavioral Science : D. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen. D. D. goal. Tujuan dan Forecasting A. Mengkaji model dan hasil model 5. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Tujuan merupakan hasil akhir dari apa yang diinginkan untuk dicapai. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem manajemen.4. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. D.

Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran. Horold dan Cyril O¶Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan. pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli. Aktifitas desain . suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan. pengumpulan fakta dan data. Penetapan Tujuan Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. Claude S. Hasil dari forecasting ini menjadi dasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencana. Pada kondisi yang berbeda. G. diantaranya adalah : A. C. Goerge. Aktivitas intelegensia Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.2. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah. kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan. B. petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.4. C. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan.B. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Sebelum pilihan dijatuhkan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. B.1. penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. Pengertian dan Fungsi Forecasting Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada.3. menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. suatu sumber yang dapat dipercaya. Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya. tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf. C. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen A. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama. Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen. 2. P. penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan. R. Secara umum. sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi. Fase Pengambilan Keputusan 1.

4. Menganalisis alternatif d. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Menganalisa problem tersebut 3. Pengertian Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan . Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen.Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. D. R. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. Mengambil keputusan yang tepat e. Mengambil keputusan yang terbaik C. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan. Gaming War Game Teori penentuan strategi. Aktifitas desain meliputi : ± menemukan cara-cara/metode ± mengembangkan metode ± menganalisa tindakan yang dilakukan 3. Manganalisa masalah c. Teknik Pengambilan Keputusan 1. 2. Aktifitas pemilihan Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. 3. Mengevaluasi alternatif 5. Linier Programming Riset dengan rumus matematis. Mengidentifikasi masalah utama b. Menyusun alternatif c. Dari tiga aktifutas tersebut diatas. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucher : a. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif Fungsi ± Fungsi Manajemen A. Menetapkan masalah b. Mengembangkan alternatif d. Terry : 1. Menetapkan sejumlah alternatif 4. dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a.

tugas dan kewajiban. Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk diperhatikan. Pengawasan/Controling : Fungsi yang memberikan penilaian.rencana tersebut. pemanfaatan. Pengorganisasian A. pelatihan. organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. menyelaraskan kegiatan d. yaitu : a. koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan 6. Barnard. motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. . Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. b. Sinkronisasi kegiatan b. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut : a. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi. Secara terusmenerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. 2. Pengarahan/Directing : Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. 4. Pengertian Menurut James D. 5. Membagi beban kerja. kewajiban dan tanggungjawan tertentu. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat. 3. Pengorganisasian/Organizing : Kegiatan yang meliputi penetapan struktur. organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. bimbingan. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. Perencanaan/Planning : Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Secara menyeluruh. Sedangkan menurut Chester I. 2. Penyusunan Staf/Staffing : Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan. Pengkoordinasian/Coordinating : Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. Mooney. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan. pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif. meruntutkan kegiatan e. Secara tegas organisasi ditandai oleh : 1. 3. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. keterpduan kegiatan c.

Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih. Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas. Pengawasan Umum Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan. Efisinesi Pengawasan Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien. tugas dan tanggung jawab. B. 4. 3. 2. Asas atau Prinsip Organisasi 1. Semnetara itu.c. Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. D. 6. 5. C. Pendelegasian Wewenang Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. Koordinasi Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya. 4. mempunyai tujuan tertentu. Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab. ditetapkan. Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya. Perumusan dan Penentuan Tujuan Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai. Menentukan mekanisme pekerjaan. 3. Unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama. Pembagian Kerja Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja. wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur. Tujuan dan Manfaat Organisasi Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur. koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik. disusun. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas Adanya pengaturan dan pembagian wewenang. Penyusunan Pegawai . pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas. Unsur ± Unsur Organisasi Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. 2. Mensinkronisasi pekerjaan d.

Tahap analisa beban kerja (work load analysis) b. Dalam penempatan ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. wewenang. lembaga pendidikan. D. Penempatan Setelah calon pegawai dinyatakan lolos dari beberapa tes seleksi. serikat buruh. Melakukan analisa jabatan. Spesifikasi jabatan : yaitu pernyataan yang menunjukkan kualitas dan persyaratan minimal bagi pegawai yang diterima. atau dari teman-teman dekat pegawai yang mempunyai keahlian. 2. a. iklan. diantaranya : 1. Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan cara : a. B. Sumber Pegawai Pegawai dapat diperoleh dari dalam atau pun dari luar perusahaan itu sendiri. Perencanaan Pegawai 1. Tahap analisa tenaga kerja (work force analysis) 2. Untuk dari luar dapat diperoleh melalui kantor penempatan kerja. Sifat dan kecakapan pemangku jabatan Umumnya analisa jabatan disebut sebagai suatu upaya membuat uraian pekerjaan hingga dapat diperoleh keterangan untuk menilai jabatan. Latihan dan Pengembangan Dilakukan agar pegawai baru atau pun yang telah ada tetap bisa produktif dan aktif serta selalu bisa menyesuaikan keahliannya dengan perkembangan teknologi atau kondisi lingkungan kerja. Sifat dan keadaan pekerjaan b. On the job training Yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. C. Pemasukan lamaran 2. . b. Penarikan dan Seleksi Umumnya penarikan dan seleksi pegawai baru dapat dilakukan sebagai berikut : 1. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penempatan calon pegawai tersebut sesuai dengan posisinya. dan positif diterima. tanggung jawab dan hubungan lini ke atas atau ke bawah. Sedang yang berasal dari dalam perusahaan. Wawancara 6. Off the jog training Pelatihan yang dilakukan diluar perusahaan dengan bantuan pihak lain. b. promosi pegawai. Pengenalan dan Orientasi Tujuannya untuk mengenalkan pegawai baru tersebut dengan lingkungan kerjanya. Pengisian formulir lamaran 4. Pemeriksaan kesehatan 8. Penerimaan lamaran 3. Tes 5. misalnya. Deskripsi jabatan : yaitu pernyataan yang meliputi tugas. Hasil dari analisa jabatan ini adalah : a. Perencanaan pengadaan pegawai yang intinya untuk meneliti dan memperoleh pegawai. Pemeriksaan CV 7. Penempatan. untuk menentukan : a.A.

Pengertian dan Unsur ± Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. Yang berkaitan dengan kerja : ± Mengambil inisiatif ± Mengatur langkah dan arah ± Memberikan informasi . Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. 2. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7. adanya peserta yang digerakkan. adanya komunikasi. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu. kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. 3.Maksud dan Tujuan Latihan : ± Meningkatkan efektifitas kerja ± Efisiensi kerja ± Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai ± Meningkatkan disiplin ± Mengurangi kesalahan ± Mempercepat perkembangan pegawai ± Mengurangi turn over Kepemimpinan (Leadership) A. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. Untuk mencapai tujuan manajer. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. B. Menurut George Terry. Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. Untuk memperoleh manfaat bersama. Dari dua pengertian tersebut diatas. Menurut Cyriel O¶Donnell. Mengambil keputusan 2. 4. Mengembangkan informasi 3. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan.

kerja rendah ± Gaya kerja tinggi. Penguasaan teknis relatif penting. Emosi yang stabil 3. kekompakan rendah E. Cakap untuk mengajar. bersikap menerima ± Mengungkapkan perasaan ± Bersikap mendamaikan ± Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat ± Memperlancar pelaksanaan tugas ± Memberikan aturan main C. Motivasi personal yang baik 5. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : ± Gaya kekompakan tinggi. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. D. Mental dan fisik yang energik 2. Ahli dalam bidang sosial 8. pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. manajer keuangan. Cakap berkomunikasi 6. bersahabat. kekompakan rendah ± Gaya kerja tinggi. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. misalnya. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah.Pengetahuan human relation yang baik 4. juga melakukan pekerjaan tersebut. Misalnya. 2. direktur utama. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O¶Donnel. yang berkaitan dengan kekompakan anggota : ± Mendorong. misalnya. Tingkat kecerdasan yang tinggi . Terry. kekompakan tinggi ± Gaya kerja rendah. mendidik dan mengembangkan bawahan 7. misalnya. staf produksi. 3. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. mandor dan pelaksana teknis. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : a. supervisor.± Memberikan dukungan ± Memberi pemikiran ± Mengambil suatu kesimpulan b. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2.

2. Teori ± Teori Motivasi Ada tiga motivasi utama yang sering diajukan. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan. Motivasi ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya : 1. Keinginan akan kekuasaan 4. menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. Penghayatan terhadap kerja sama Teori Motivasi. Model ini menyatakan bahwa motivasi pada seseorang hanya dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis saja. B. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat. Elton Mayo menekankan pada pentingnya pengakuan atau penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja. Keinginan untuk hidup 2.b. Motivasi yang kuat f. . Alasan melakukan pengawasan adalah : 1. Model ini dicetuskan oleh Elton Mayo sebagai akibat kejenuhan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama secara berulang. Pengertian dan Konsep Sebagai terjemahan dari controlling dalam manajemen. Khususnya untuk pekerja hanya dapat dimotivasi dengan imbalan uang. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. Pengertian Motivasi Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan c. yaitu : 1. Keinginan akan adanya pengakuan Sehingga secara singkat. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan. 3. Model Sumberdaya Manusia Dengan penekanan pada motivasi tidak hanya oleh masalah pemenuhan kebutuhan biologis saja akan tetapi juga kebutuhan mendapatkan kepuasan. Matang dalam emosi dan pikiran e. Prestasi dan Kepuasan Kerja A. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana. 2. motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam suatu usahanya. Pengendalian atau Pengawasan A. Model Human Relation Diartikan sebagai model hubungan manusiawi dengan penekanan pada kontak sosial merupakan kebutuhan bagi manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. mengaktifkan. merupakan fungsi yang penting. harapan. Model Tradisional sering disebut model klasik. dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor. 3. Cakap berbicara d. keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.

Secara konseptual. penyelidikan dan evaluasi keseluruhan kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. yaitu : 1. pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan. aspek obyek 3. dilakukan dibidang opersional c. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan. Aspek waktu 2. Mekanisme pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Mengukur penyimpangan 5. Jenis Pengendalian Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek. Aspek subyek Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas. Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur. Atas dasar aspek obyek : ² Pengendalian Administratif . baik secara kualitatif maupun kuantitatif. pengawasan adalah suatu kehidupan interaktif antara hasil pekerjaan dengan perencanaan yang telah disusun. pemantauan. pengendalian dapat dibedakan menjadi : a. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Aspek Pelaksanaan Dijadikan sebagai obyek yang dinilai. ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen . pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen ² Pengendalian eksteren . C.4. Jadi pengawasan dapat diartikan sebagai usaha melakukan pengamatan. D. Penetapan standar kegiatan 2. dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Menyusun umpan balik (feedback) 3. Jika ada perbedaan. pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Pembandingan kegiatan dengan standar 4. ² Pengendalian Represif . Atas dasae aspek subyek : ² Pengendalian Interen . Aspek Perencanaan Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur. B. b. akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. yang dilakukan dibidang administrasi ² Pengendalian Operatif . maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan E. Atas dasar aspek waktu : ² Pengendalian preventif .

pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja 2. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara. Tetapi masalah riba. Mengukur kegiatan 3. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). 5. 2. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. melalui tukar-menukar. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. yang . 2. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. yaitu nilai guna dan nilai tukar. etika atau aturan-aturan moral. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. spesialisasi dan pembagian kerja. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. 4. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. proteksionisme serta politik kolonial.F. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. Thomas Aquinas (1225-1274). 3. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . kaidahkaidah hukum. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM. Xenophon seorang prajurit. Langkah ± Langkah Pengendalian Secara umum. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi oleh rahmat hidayat Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan 4. seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. modal patungan dalam usaha. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba.

kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. 4. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. 4. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. 2. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. dalam negeri. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. dengan perkataan lain secara normatif. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. 2. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. 3. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik 1. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian . classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. dan teori fruktifikasi. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. tetapi menganjurkan persaingan. dan kecepatan uang beredar. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. 3. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. 3. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang.selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. 5. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi.

sepuluh tahun sebelum Adam Smith . Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik JB. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. Say. Malthus. tenaga kerja. perhatiannya bidang logika dan etika. keterampilan dan modal. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. dengan asumsi berlaku dana upah. dan David Ricardo 1. Dengan demikian. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. sehingga tercipta dua macam harga. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. sedangkan tingkat upah menurun. pemerintah bertugas melindungi rakyat.pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Tingkat sewa tanah akan meningkat. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. 2. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. 3. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. 4. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. 4. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. 2. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa.

pembagian kerja. Sismonde. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. teori sewa tanah. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi.menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. Inggris. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. List dan Bastiat. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. teori perdagangan internasional dan. Dan pendekatannya teoretis deduktif. teori kependudukan. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. 2. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. 3. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran dari Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. dan the law of deminishing return. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. teori bunga dan laba. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. kecuali telah diolah manusia. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. Carey. 3. 4. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif . sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. teori tentang nilai dan harga.

2. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. dipelajari oleh Mill. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. Friedrich Engels. Gerard Winstanley. Thomas Campanella. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. 3. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. teori dana upah mendapat tantangan. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. Ekonomi Mazhab Sosialis Utopia 1. Oliver Cromwell.. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. hukum lahan yang semakin berkurang. James Harrington. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan.dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. dengan pemikiran yang eklektiknya. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. 3. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Malthus dan Ricardo. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. politik dan ilmu sosial. 2. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). 6. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Francis Bacon. ketiga teori tentang . yang menjadikan mental breakdown. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. 5. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Saint Simon (1760-1825). keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. hipotesis kependudukan Malthus. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis.

tenaga kerja. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Selain Gossen.tingkat laba yang cenderung menurun. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Dari Analisis Marjinal 1. dan distribusi . Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Priduktivitas Marjinal 1. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. 4. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. 5. Lingkupan telah berkembang dari produksi. konsumsi. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. 3. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. sedangkan jumlahnya makin sedikit. dan lahan terbatas. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. sedangkan Hukum Gossen II. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. 2. Timbullah perusahaan-perusahaan raksasa. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. jumlah modal. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). konsumsi dan distribusi. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II.

Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata.B Clark mempunyai nilai etik. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya.B. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. sebelum buku Jevons terbit. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang.B. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. ditafsirkan oleh J. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. lebih besar dan lebih kecil dari satu. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. bahwa untuk memudahkan pembaca. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. 2. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. meningkat atau menurun. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Pemikiran Marshall Sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. ibarat bekerjanya dua mata gunting. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Robert Giffen telah dapat . Dalam pembahasan sisi permintaan. Dengan demikian. dia tidak mau cepat-cepat menerbitkan bukunya. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun. Selanjutnya. dan pada saat kurva ongkos naik. Tetapi masalahnya. Clark. Tetapi. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. bekerjanya kedua kekuatan. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. oleh Wicksell. karena itu timbullah bunga. yakni permintaan dan penawaran. 4. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale.yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. 2. dan jangka panjang. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. Dia memahami. 3. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Tetapi. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. jangka pendek. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Tetapi. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. Menurutnya. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio.

terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. 2. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. Pandangan pemikiran J. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. terjadi kestabilan. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. 4. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. depresi. tetapi jika berubah harga menjadi independen. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. Pendekatan sejarah. dan mencoba memasukkan segi-segi kejiwaan. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan . Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. yakni resesi. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di UniversitasWisconsin. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. sejarah. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. dan transaksi distribusi. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. tetapi bukan hubungan pertukaran. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. Dalam transaksi tersebut.A. John R. hukum. 5. Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Marshall menemukan surplus konsumen. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. maka kesejahteraannya tidak menurun. Tetapi. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). Jika variabel kuantitas independen. maka keadaan menjadi tidak stabil. sehingga ditemukan Giffen Paradox. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. pandangan Veblen mendapat kritik. hukum dan kejiwaan. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah.membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barangbarang. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Tindakan Kolektif dan Surplus Yang Tidak Produktif 1. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. adat. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. sosial dan politik dalam pembahasannya. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. distribusi pendapatan yang senjang. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusankeputusan pengusaha. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. statik. 3. transaksi kepemimpinan. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan.

tetapi ekonomi tetap tumbuh. bukan persaingan harga. meningkatnya konsumsi. persaingan sempurna ditolaknya. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. perilaku bisnis.pemikirannya. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. Intonasi. Namun demikian. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi. seperti teori konsumsi. tetapi sebagai seorang sociologist. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. di mana terjadi resesi. yakni ekonomi. Dengan demikian. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. kependudukan. 2. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. 4. Alat analisisnya . maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. 3. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. andaian-andaian laba maksimal. kesehatan. andaianandaian. recovery. dan perilaku variabel-variabel ekonomi. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. dan boom. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. Mazhab Institusionalisme 1. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. oleh karena teori itu terlalu sempit. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. pendidikan. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. dan semua sektor. yang banyak terjadi adalah monopoli. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. depresi. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. 2. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi.produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif.

pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks.html#ixzz1Ie9ThjYR Makalah. administrasi dan sebagainya.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. a) Proses pengarahan (process of directing). Tidak ada lagi persaingan sempurna. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. BATASAN MANAJEMEN Istilah manajemen (manejement) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. 3. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. Artikel.seperti yang dilakukan oleh Mitchell.perusahaan ini. ketatalaksanaan.contohmakalah. Namun demikian. Karya Ilmiyah. 1987: 4). Adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto. Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses. kekuatankekuatan politik. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. 1. Millett membatasi manajemen. pendapat para ahli mengenai batasan manajemen yang amat berbeda.co. pemerintah. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. dan lembaga-lembaga konsumen. ketatapengurusan. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Sebagai bahan perbandingan. kepemimpinan. yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasa kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan. yaitu suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lain saling berurutan. KONSEP DASAR MANAJEMEN A. pembinaan. ekonomi. yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jsa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atas . yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. John D. pemimpin. b) Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work). untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. Jadi. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. pengurusan. Skripsi. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. misalnya pengelolaan.

Dalam batasan manajemen diatas prosesnya meliputi: 1. pengorganisasian. kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi. Perencanaan. b. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan . Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut dalam buku ini. 3.kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk pencapaian suatu tujuan. pengorganisasian. pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin. manajemen diberi batasan sebagai berikut: Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan. kemahiran. Paul Hersey dan Kenneth H. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. b. Kepemimpinan. yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. 4. James A. Manajemen sebagai suatu seni Yaitu sebagai suatu keahlian. Pengorganisasian. Elemen fungsi a. c. pengarahan. yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.  2. d. 2. Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Blanchard (1980: 3). Elemen sifat a. memberikan batasan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama.F Stoner dan Charles Wankel (1986: 4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut: Manajemen adalah proses perencanaan. kemampuan dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan. 2. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Manajemen sebagai suatu ilmu Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum (general purpose). yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan. 3. Defenisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. Pengendalian.

target dan quota. 1980: 318). Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat.  b. standard. FILSAFAT MANAJEMEN Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan sophia. Filsafat memiliki: 1. kemauan atau keinginan yang besar atai yang berkobar atau yang sungguh-sungguh. 3. Tujuan tertentu 2. tujuan mengandung hal seperti objective. Dalam arti luas. e. deadline.inspirasi. Elemen tujuan Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan. Dalam filsafat manajemen. kemauan atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. Mekanisme kerja Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. purpose. Kebijakan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Menurut Davis dan Filley dalam Ukas (1978) terdapat faktor-faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lain dalam mencapai tujuan. Pengendalian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. 4. Elemen sasaran a. Jadi pengertian. Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar Filsafat adalah petunjuk utama yang menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer. terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan. . Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. mission. Filsafat berarti cinta kebijakan. identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan 3. Tujuan merupakan rangkaian dalam proses perencanaan dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian. Filsafat berarti hasrat. Orang (manusia) Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat ia bekerja sama untuk mencapai tujuan. Philien artinya cinta dan sophia berarti kebijakan. B. Cinta hasrat.

2. baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. . 9. 4. Struktur organisasi Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukkan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/mempertanggungjawabkan (accountability). Tujuan usaha Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi. Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan. TUJUAN DAN SENI MANAJEMEN Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disismatisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi. Moral kerja Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan mengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan akhir. baik kepentingan pemilik. para bawahan maupun kepentingan masyarakat lingkungannya. Kepentingan umum Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cerminan deskripsi berbagai kepentingan. tenaga. 3. titik beratnya terletak pada metode keilmuan. 8. Fungsi Fungsi adalah aktivitas yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai. serta memberikan arah ke mana organisasi tersebut akan dikemudikan. Manajemen sebagai ilmu. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. C. Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris. Prosedur Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. 7. manajer. Faktor dasar Faktor dasar meliputi faktor-faktor produksi asli atau turunan. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh indra manusia. baik berupa alam. Batasan lain tentang ilmu yang menekankan oleh Goode dan hatt (1952: 7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas. yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. empiris. terdapat pada pengertian ilmu itu yang bersifat rasional. umum dan akumulatif.Faktor-faktor dasar tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. Kebijakan Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan. 6. 5. Pimpinan pelaksana Pimpinan pelaksana adalah individu yang diberi kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya. modal serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi.

kemahiran. yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu. sastra. Manajemen dapat dikuasai oleh ilmu dengan lapisan seni yang baik atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. disebut kunde (ilmu). Taylor menggunakan tujuan yang ditentukan sebagai salah satu tekhnik utamanya dar manajemen ilmiah (scientific management). PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN Tujuan adalah sesuatu yang ingin direalisasikan oleh seseorang. 3. keahlian. Sifat yang secara spesifik dijelaskannua adalah spesifikasi tujuan (goal spesificity). 2. kemampuan dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast (seni). Bersifat empiris Dikatakan bersifat empiris karena kesimpulan yang diambil harus dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau pada verifikasi indra manusia. Berdasarkan pengertian diatas. lukis dan sebagainya. Locke juga mendeskripsikan secara hati-hati mengenai sifat dari proses mental atas penetapan tujuan. Edwin A. Cakupan (scope) . Jika keahlian. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteristik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan diatas. Spesifikasi tujuan adalah kejelasan dan ketelitian deskripsi kuantitatif dari tujuan. Yang dimaksudkan seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum. Locke (1968: 157) berpendapat bahwa Frederick W. kemampuan serta keterampilan dalam menerapkan prinsip. tari. Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni. Intensitas tujuan menyinggung proses penetapan tujuan atau proses penentuan cara mencapainya.1. Bersifat rasional Rasional adalah suatu sifat aktivitas berpikir yang ditundukkan pada logika formal dalam mengikuti urutan berpikir silogisme. metode dan tekhnik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human dan natural resources) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. 4. kesukaran tujuan (goal difficulty) dan intensitas tujuan (goal intensity). Sukarnya tujuan adalah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari. Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam arti formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik. kemampuan. tujuan merupakan objek atas suatu tindakan. Dalam bahasa Belanda. Bersifat umum Bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan sebagai ilmu tersebut dapat diverifikasi oleh peninjau ilmiah. drama. patung. Sesuatu yang ingin direalisasikan (goal) 2. yaitu merupakan keahlian. Tujuan manajemen adalah sesuatu yang ingin direalisasikan. diambil empat elemen pokok yaitu: 1. kemahiran dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa. yang menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan kepada usaha seorang manajer. kemahiran. D. Bersifat akumulatif Bersifat akumulatif adalah apa yang dipelajari merupakan kelanjutan dari ilmu yang telah dikembangkan sebelumnya.

Manajer hierarki pertama F. 4. Hal itu karena tujuan pada umumnya menunjukkan hasil yang harus direalisasikan dan memisahkan hasilnya dari berbagai hal yang ingin direalisasikan yang mungkin ada. Peran informasional manajer (the manager s informational roles) 3. sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. yaitu: 1. psikologis dan sosial. Peran pengambil keputusan manajer (the manager s decisional roles) G.3. MANAJER DAN KEPEMIMPINAN Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana. yaitu efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectivity). 2. manajer dapat dibedakan menjadi empat kelompok berikut: 1. Pengarahan (direction) Secara empiris luasnya sesuatu yang ingin direalisasikan termasuk dalam pengertian tujuan manajemen. Tujuan organisasi secara makro 2. Dewan direksi. PROSES MANAJEMEN Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Departemen atau kepala divisi. Pengarahan (direction) ditunjukkan oleh tujuan. Menurut Mintzberg disebut sekelompok perilaku yang terorganisasi (organized sets of behaviors) . Pada umumnya. tujuan dapat digolongkan menjadi tiga macam. Henry Mintzberg yang selanjutnya dikutip oleh Stoner dan Wankel (1986: 16 17) mengemukakan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua hierarki organisasi. KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER Peter F. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan hierarki kuantitas dan kualitas yang harus direalisasikan. MANAJEMEN. Tujuan manajer pada seluruh hierarki organisasi 3. Menurut cakupan kegiatannya. Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar. 1. pemotivasi serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Ketepatan (definitness) 4. Tujuan manajemen juga mengandung arti ketetapan (definitnes). Tujuan individu Tujuan organisasi secara makro sangat berhubungan dengan nilai (values) yang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi untuk kepentingan pihak intern dan pihak ekstern (sosio). Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. E. pengarah. Tujuan yang berhubungan dengan manajer pada seluruh hierarki organisasi merupakan pengertian yang lazim diantara berbagai jenis tujuan. Drucker (1976) berpendapat bawah prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep. pengorganisasian. Proses manajemen adalah . 3. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. Presiden organisasi. Tujuan individu lebih banyak berhubungan dengan kepuasan ekonomis. Peran antarpribadi manajer (the manager s interpersonal roles) 2.

 BAB 2 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN A. 2. yaitu perencanaa. Fungsi manajer dari sudut proses Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan. produksi dan sejenisnya. Fungsi manajer dari sudut proses. c. 2. Penilaian bawahan dilakukan secara terbuka setiap hari sehingga bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahannya. pengorganisasin. 1. Fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja a. Pertama mazhab klasik yang terbagi menjadi dua cabang. antara lain berupa: 1. pemotivasian dan pengendalian. yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Fungsi keuangan b. pembelian. Penyampaian informasi ekonomis kepada pihak yang berkepentingan dengan organisasi. Fungsi ketenagakerjaan c. pemasaran. pengarahan. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer. Fungsi manajer ke dalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut berikut: 1. Fungsi pemasaran d. Manajemen ilmiah cabang mazhab klasik pertama a. Taylor . 2. 1. 3. Dasar keyakinan Babbage bahwa apliasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. yaitu keuangan. pengarahan. Fungsi pembelian e. Fungsi manajer ke luar organisasi Fungsi manajer ke luar organisasi. ketenagakerjaan. Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja. Charles Babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792 1871. Penyampaian informasi umum kepada pihak luar. tetapi juga memberikan kebanggan dan mendorong kompetisi yang sehat. kedua mazhab perilaku dan ketiga mazhab ilmu manajemen.suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771 1858. Frederik W. Kerja sama dengan pihak lain. b. pengorganisasin. pemotivasian dan pengendalian. MAZHAB KLASIK Terdapat tiga mazhab (aliran) manajemen yang mengikuti perkembangannya. Fungsi produksi  3.

Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dpat diidentifikasikan dan dianalisis. Tertib (order) 11. yaitu melindungi para bawahan dan aktiva perusahaan. Fayol memulainya dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas yang saling bergantung. 5. Henry L. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah menjadi satu inovasi baru berupa motivasi kerja kepada para bawahan. Keadilan (equity) 12. Taylor hidup pada tahun 1856 1915. Pasangan Gilberth Frank B. yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. keuntungan dan utang-utang. Pasangan Gilberth berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi bawahan karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen pada para pahlawan. Pemberian upah (remuneration) 8. 4. Otoritas (authority) 3.  e. Kestabilan staf (stability of staff) 13. Gantt hidup pada tahun 1861 1919. yaitu memperoleh dan menggunakan modal. Fungsi akuntansi (accounting). Fungsi finansial (financial). yaitu mencatat dan mengecek biaya.Frederik W. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878 1972. Kesatuan perintah (unity of command) 5. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi yang kompleks. Fungsi manajerial (managerial). Ia merupakan salah satu tokoh manajemen ilmiah (scientific management) yang paling termasyhur sehingga mendapat sebutan sebagai bapak manajemen ilmiah. Prinsip manajemen yang dikembangkan fayol yang mendasari perilaku manajerial yang efektif adalah: 1. 6. Fungsi teknis (technical). 2. Fungsi komersial (commercial). Disiplin (discipline) 4. menyiapakn neraca serta menghimpun statistik. Kesatuan arah (unity of direction) 6. Fungsi keamanan (security). 3. Menomorduakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goals) 7. Gantt Henry L. Aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Pembagian kerja (division of labor) 2. Lilian M. Teori organisasi klasik cabang mazhab klasik kedua Pengembang teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841 1925. yaitu memproduksi dan membuat produk. Sentralisasi (centralization) 9. 2. Gilberth hidup pada tahun 1868 1942. Dalam usahanya mengembangkan ilmu manajemen. d. Hierarki (hierarchy) 10. Inisiatif (initiative) .

Elton Mayo Elton Mayo hidup pada tahun 1880 1949. MAZHAB PERILAKU Para pakar dibawah ini berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi. Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. pengembangan strategi produk dan sebagainya. KONSEP DASAR Pengarahan adalah usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan. Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas. USAHA-USAHA PERPADUAN Mazhab ilmu perilaku dan mazhab ilmu manajemen. perencanaan program pengembangan bawahan. MAZHAB ILMU MANAJEMEN Munculnya mazhab ilmu manajemen dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/OR) yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke 2.14. a. Hugo Munsterberg Hugo Munsterberg hidup pada tahun 1865 1916 dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimanadiharapkan oleh manajer lain. keduanya merupakan pendekatan yang penting dan penuh semangat terhadap penelitian. Pengarahan merupakan metode untuk menyalurkan perilaku bawahan dalam aktivitas tertentu dan menghindari aktivitas lain dengan menetapkan peraturan dan standar. Tekhni ilmu manajemen diaplikasikan dalam aktivitas yang amat luas. C. Semangat korps (esprit de corps) B. analisis dan pemecahan manajemen. kemudian memastikan bahwa peraturan tersebut dipatuhi.Membudayakan prosedur standar Seperti telah dideskripsmikan pada bab sebelumnya bahwa suatu prosedur akan memberikan . D. penjadwalan produksi (production scheduling). . B.Menjamin kontinuitas perencanaan Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normaratif dalam pencapaian tujuan. misalnya penganggaran modal (capital budgeting). TUJUAN PENGARAHAN Secara umum tujuan pengarahan adalah sebagai berikut: . b.  BAB 5 PENGARAHAN A.

C. Motivasi dipengaruhi oleh sutu kondisi fisik kebutuhan seseorang serta kondisi seseorang.seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan-urutan tindakan yang sering atau bisa terjadi. 2. unit dan bagian dalam satu hierarki organisasi. khususnya apabila para bawahan tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui media lainnya. Pengirim (sender atau source) .Membina motivasi yang terarah Motivasi berasal dari kata motive (Ind. dalam kondisi tertentu sebenanya amat penting. horizontal maupun diagonal. Dalam hubungannya dengan struktur organisasi. Kedelapan elemen pokok komunikasi menurut Stoner dan Wankel (1986: 501 504) tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. Ketiga sistem komunikasi diatas banyak bergantung pada kedelapan elemen penting yang harus selalu ada untuk menghasilkan komunikasi yang efektif. nilai dan peraturan melaksanakan hak dan kewajiban kehidupan. Motif) adalah segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak bekeinginan untuk bersikap tertentu.Menghindari kemangkiran yang tak berarti Kemangkiran dapat diberikan batasan sebagai kondisi etika seseorang tidak berada ditempat kerjanya diluar penyebab yang jelas tanpa pemberitahuan sebelumnya. baik bersifat oral maupun bukan oral (Siswanto. 1988). Sistem komunikasi vertikal Sistem komunikasi vertikal terjadi dan berlangsung dari atas maupun dari bawah. Akan tetapi. Motivasi adalah salah satu faktor penentu hasil kerja orang disamping kemampuan. Salah satu batasan umum dan sering kali berlaku pada beberapa sistem organisasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengirim pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama. Sistem komunikasi horizontal Komunikasi ini terjalin antar departemen. 1. informasi dapat mengalir vertikal.  . . Suatu komunikasi dapat diberikan beberapa batasan. PERAN KOMUNIKASI DALAM PENGARAHAN Komunikasi memiliki peran yang penting karena tanpa komunikasi apa yang ada dalam diri seseorang tidak aan sampai pada orang lain.Membina disiplin kerja Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma. Disiplin kerja yang terbina akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Sistem komunikasi diagonal Komunikasi ini sebenarnya merupakan jalur komunikasi yang penggunaannya amat langka. 3. .

2. 3. Saluran (channel) Saluran adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain (misalnya udara. Penerapan fungsi pengarahan. Artinya kondisi yang harus dipenuhi. Pesan harus membangkitkan kebuthan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan. Perlu adanya koordinasi. komunikasi merupakan salah satu proses yang amat potensial dalam memainkan peran penting sehingga karyawan dapat merealisasikan tujuan organisasi yang diabdikannya. integrasi dan sinkronisasi 1. Schramm dan Roberts (1973) menampilkan apa yang disebut the condition of success in communication. Dalam penerapan fungsi pengarahan. Umpan balik (feedback) Umpan balik adalah suatu perbalikan proses komunikasi ketika reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. waktu dan pengarahan pelaksanaan yang tepat sehingga mengakibatkan adanya aktivitas yang selaras dan disatukan untuk tujuan tertentu. Gaduh (noise) Gaduh adalah salah satu faktor yang mengacaukan. manajer juga dituntut untuk memainkan komunikasi melalui proses pembimbingan dan penyeliaan para bawahan. 5. kata-kata yang diucapkan dan kertas untuk penulisan pean (huruf). Koordinasi Koordinasi adalah penyelarasan atas aktivitas secara teratur guna memberikan jumlah. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutihan yang layak bagi situasi kelompok ketika komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki (Effendi. 8. membingungkan atau mengganggu komunikasi. Penerima (receiver) Penerima adalah orang yang indranya menangkap pesan pengirim. 6. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti. . 4. 1993: 41 42).Pengirim adalah seseorang yang memikiki informasi kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan kepada satu atau lebih orang lain. Penyandian (encoding) Aktivitas ini berlangsung manakala pengirim menerjemahkan informasi yang akan dikirim kedalam serangkaian simbol. 3. 4. Pesan (message) Pesan adalah bentuk fisik ketika pengirim menyandikan informasi. Pengurai sandi (deconding) Pengurai sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkannya ke dalam informasi yang bermakna. 7. agar pesan mendapat respons yang sesuai. Gangguan tersebut dapat bersifat intern atau ekstern. antara lain sebagai berikut: 1. 2.

Masukan pengambilan keputusan 4. Tegas dan taat asa (konsisten) 5. Pengarahan diberikan kepada bawahan bukan karena apa yang dilakukan oleh pegawai itu salah. Jelas dan terandal 3. 2. Disertai tanda penunjang. Deskripsinya tidak memberikan kesempatan terhadap timbulnya permasalahan atau pertanyaan baru 3. LAPORAN Salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang paling sering digunakan dalam sistem pengorganisasian dan memiliki konteks yang erat dengan pengarahan adalah laporan. Efektif 4. Tepat waktu 6. Dengan dibuatnya laporan terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik. Sinkronisasi Sinkronisasi adalah menyatukan berbagai aktivitas untuk dilaksanakan secara bersamaan sehingga terhindar adanya inefisiensi yang berkepanjangan. misalnya statistik. 3. tabel. Penyampaian informasi 3. Benar dan objektif 2. D. pengarahan ini bertujuan memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.2. Laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi. Mencakup berbagai segi masalah yang dikemukakan 2. 3. Tanggung gugat/pertanggung jawaban dan pengendalian 2. Lengkap Laporan dikatakan lengkap apabila: 1. bagan dan sebagainya 7. Laporan dapat diberikan beberapa batasan. Integrasi Integrasi adalah penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. sebagai berikut: 1. Alat membina kerja sama dan koordinasi 5. Laporan adalah pengenal informasi nyata yang ditujukan kepada orang tertentu untuk tujuan tertentu. Moekijat (1980: 505 506) memberikan batasa laporan (report) sebagai berikut: 1. Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki. Tepat sasaran  KESIMPULAN Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahan agar tidak terjadi suatu kesalahan dalam bekerja. Alat pengembangan gagasan dan tukar menukar pengalaman  Laporan yang efektif minimum memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. . namun batasan tersebut tidak mengikat batasan lain.

Teori aliran kuantitatif berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi : 1. Artikel.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.co. Reksohadiprojo. BPFEE. Teori organisasi klasik 3. Pentingnya peran seorang manajer 2.1. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. 1992. 1. Dr. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Teori organisasi umum Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu 1. Iklim yang cenderung kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.html#ixzz1Ie9c4COy Makalah. Tanggung jawab kesejahteraan seorang karyawan 4. Karya Ilmiyah.contohmakalah. Teori organisasi hubungan antar manusia 4. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta. Teori behavioral science 5. Teori manajemen ilmiah 2. Skripsi. DAFTAR PUSTAKA Prof. Sukanto. . Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1.

Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Mengenal metode seleksi yang tepat. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. 1.6. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. 1. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Frederick W. Hennry L. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan.5. Menurut Lillian. Metode ini disebut sistem upah differensial. Frank B dan Lillian M. 3.3. 1. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. 1. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : . Menurut Frank. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies).Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sistem bonus dan instruksi.4. 2.2. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. yaitu : 1. 1.

Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Balas jasa insentif 2. kegiatan menjaga keamanan. Financial . Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Kondisi standar 10. Tujuan jelas 2. Balas jasa yang adil 6. Technical .1. 2. Accountancy . Instruksi standar 12. Security . Standar kegiatan 9. kegiatan pembelanjaan. Kegiatan logis 3. 3. Operasi standar 11. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Laporan terpecaya 7. 4. Managerial . 5. Staf memadai 4. Urutan instruksi 8. kegiatan akuntansi 6. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : . kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Disiplin kerja 5. Commercial . Teori Organisasi Klasik 2.

± Planning . kegiatan pengarahann ± Controlling .2. kegiatan perencanaan<> ± Organizing . Mooney : Menurut James. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab<> ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan 2. James D.

Prinsip fungsional d. Prinsip skala c. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. 4.a. Prinsip staf 3. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem .2. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. 4. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Koordinasi b. 4. Teori Behavioral Science : 4.4. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.5. 4.1. 4.3.

manajemen. 4.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. 4.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. 4.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

2.1 Aliran-Aliran Manajemen Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning, organizing, actuating, dan controlling, untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan ilmu manajemen ini telah mengalami proses evolusi yang panjang, yang berdasarkan evolusi tersebut telah melahirkan aliran-aliran manajemen yang secara umum dapat digolongkan kedlam tiga aliran yaitu, Aliran Klasik, Aliran Prilaku, Aliran Ilmu Manajemen atau Aliran Modern, Aliran Kauantitatif 2.1.1.Aliran Klasik Aliran Klasik merupakan aliran yang pertama kali muncul dalam ranah manajemen dan aliran klasik ini sendiri dibagi dalam dua bagian yaitu: A. Manajemen Ilmiah Para pelopor manajemen ilmiah antara lain: a).Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771-1858. pada tahun 1800-an ia adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanarls Skotlandia. Pengalaman memimpinb para tenaga kerja dibawah umur menyentuh hatinya untuk membangun perumahan yang layak bagi tenaga kerja. Demikian puyla usaha lain yang dilakukan dengan cara menyediakan kebutuhan rumah tangga bagi para tenaga kerja dengan harga yang relative rendah daripada harga pasar. Selain bertindak sebagai innovator, dengan cara melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik yang dipimpinnya, ia juga menetapkan mekanisme kerja spesifik yang mampu menambah tingkat produktivitas, penilaian tenaga kerja dilakukan secara terbuka tiap hari, sehingga manajer mengetahui permasalahan yang dihadapi dan juga memberikan dorongan kompetisi yang sehat. b).charles babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792-1871. dasar keyakinan Babbage bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada prose kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Oleh karena itu ia banyak menggunakan waktunya untuk mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ssehingga ia menghasilkan sebuah prinsipm pembagian kerja karena ia berkeyakinan bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah,sehingga berbagai keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap tenaga kerja dididik dengan keterampilan yang spesifik dan hanya diberi tangguang jawab atas sebagian dari proses. c). Frederik W. Taylor Taylor hidup pada tahun 1856-1915. taylor merupakan tokoh manajemen ilmiah yang terpopuler, sehingga ia mendapatr julukan bapak manajemen ilmiah, manajemen ilmiah timbul karena keinginan untuk menambah produktivitas hingga akhirnya Taylor menemukan prinsip-prinsip yaitu: Ø Pengembangan manajeman ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya, metode yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

Ø Seleksi secara ilmiah terhadap para pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang paling cocok baginya Ø Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk tenaga kerja Ø Kerja sama yang erat dan bersahabat antara manajer dan pekerja d). Henry L. Gantt Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan Gantt Chart e).Pasangan Gilberth Frank B. Gilbert sebagai suami hidup pada tahun 1868-1924, sedangkan Lilian M. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878-1972. pasangan ini berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi para pekerja karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen terhadap para tenaga kerja. Menurut mereka manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensi sebagai makhluk hidup. f). Harrington Emerson Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri, oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu: Ø Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Ø Kegiatan yang dilakukan masuk akal Ø Adanya staf yang cakap Ø Disiplin Ø Balas jasa yang adil Ø Laporan-laporan yang terpercaya, segera , akurat, adanya sistem informasi dan akuntansi Ø Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja Ø Adanya standar-standar dan skedul-skedul serta adanya metode dan waktu setiap kegiatan Ø Kondisi yang distandarisasi Ø Operasi yang distandarisasi Ø Instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar Ø Balasjas efisisensi dan rencana insentif

B. Teori Organisasi Klasik Pelopor teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841-1925. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktekpraktek manajemen yang baik mempunyai suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa. Keyakinannya bahwa dengan peramalan yang ilmiah dan dengan metode manajemen yang tepat, hasil yang memuaskan pasti akan diperoleh dan dapat diakui sampai saat ini. Sumbangan besar bagi pola pikir manajemen dari Fayol adalh pendapatnya bahwa manajemen bukanlah suatu bakat, tetapi suatu ketrampilan seperti halnya ketrampilan lainnya. Oleh karena itu bahwa manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan suatu teori umum mengeni manajemen diformulasikan. Sehingga untuk menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, akan tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar. Dalam usahanya untuk mengembangkan ilmu manajemen fayol mulai dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas masing-masing mempunyai kebergantungan. Aktivitas yang dimaksud adalah: 1).Fungsi teknis (technical), yaitu memproduksi dan membuat produk. 2).Fungsi komersial (commercial), yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 3).fungsi financial (financial), yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 4).Fungsi keamanan (security), yaitu melindungi para tenaga kerja dan aktiva perusahaan. 5).Fungsi akuntansi (accounting), yaitu mencatat dan mengecek biaya, keutungan, dan utang-utang, menyiapkan neraca, dan menghimpun statistik. 6).Fungsi manajerial (managerial) Orientasinya adalah fungsi manajerial, sehingga ia mendefinisikan manjemen dengan cara membagi lima fungsi yaitu: Ø Perencanaan (planning) berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Ø Pengorganisasian (organizing) berarti memobilisasikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil Ø Pengkomandoan (commanditing) berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya. Ø Pengkoordinasian (coordinating) berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ø Pengendalian (controlling) berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan secara tepat. Konsep Fayol yang menyatakan bahwa ketrampilan manajemen dapat diterapkan pada semua jenis kelompok aktivitas, apabila hal-hal lain tak berubah, sampai saat ini semakin penting artinya disekolah, pemerintahan, dan lembaga lainnya. Prinsip manajemen yang dikembangkan Fayol yang mendasari prilaku manajerial yang efektif adalah sebagai berikut: v Pembagian kerja (division of labor) v Otoritas (authority) v Disiplin (discipline) v Kesatuan perintah (unity of command) v Kesatuan arah (unity of direction)

Menggunakan pengaruh psikologi yang terbaik (best possible effect). leadership. titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. human relation. motivasi. Aliran Perialku (Behavior School) Dalam mazhab ini. justru manajerlah yang harus menyebabkan orang lain melakukannya. sifat dan perilaku manusia. 3. . dan keinginan manusia itu. a). yaitu pengaruh yang palin mungkin untuk memotivasi karyawan. yaitu kondisi psikologis yang ideal untuk mencapai produktivitas secara maksimum. efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoprasikan pekerjaannya. Dalam bukunya Psicholgy and Industrial Efficiency.v mengemudiankan ke[pentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goods) v Pemberian upah (remuneration) v Sentralisasi (centralization) v Hirarki (hierarki) v Tertib (order) v Keadilan (equity) v Kestabilan staf (stabilty of staff) v Inisiatif (initiative) v Semngat korps (esprit de corps) 2. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri. yaitu bawahan yang kualitas mentalnya terbaik untuk pekerjaan tersebut.Hugo Munsterberg (1863-1916) Hugo Munsterberg telah memberiakan kontribusi yang besar dalam aplikasi psikologi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimana diharapkan oleh manajer lain.1. Hugo Munsterbergseriang disebut bapak psikologi industri .2. ilmu jiwa sosial. Beberapa ahli mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Munculnya aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik. 2. dan kebutuhan-kebutuhan para bawahannya. Jadi topik-topik yang dipersoalkan dalam mazhab ini adalah human behavior. komunikasi. Manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya harus lebih mengetahui perilaku. Dalam bukunya itu dikemukakan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Menciptakan pekerjaan yang terbaik (best possible work). keinginan. Menemukan orang yang terbaik (best possible person). Sebagai pencetus psikologi industri. dia banyak menguaraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. Sehingga pembahasan sisi perilaku manusia dalam organisasi menjadi penting.

Sebagai tambahan. Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya organisasi perlu merubah latihan manajemennya. Di samping itu. Hubungan manusiawi antara anggota kelompok terpilh. dan ruang lainnya tidak. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial danbudaya terhadap organisasi. Tingkat upah. Di samping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan. Sebagai tambahan. Dalam salah satu ruang kondisi diubah-ubah secara periodik. lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. Sekali lagi.Elton Mayo (1880-1949) Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas disebabkan oleh adanya sebuah rantai sikap yang rumit. seberapa jauh pekerjaan itu menari. Dan studi perilaku manusia dapat membantu perumusan yeknik-teknik psikologi untuk memotivasi karyawan. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi mereka. Mayo dan kawan-kawan menarik kesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manjemen memikirkan tentang kesejahteraan (welfare) mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya. b). Mereka menyimpulkan bahwa rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan produktivitas. Sebagai contoh. struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga memainkan peranan. berbagai metoda tentang psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok denagn kebutuhan suatu jabatan. Berdasarkanhasil penelitiannya. hari kerja dan minggu kerja diperpendek. produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula. . Kesimpulan lain yang dikemukakan bahwa kelompok kerja informal (lingkungan sosial bawahan) memilki pengaruh yang besar terhadap produktivitas. Juga. periode istirahat dan jam makan siang lamanya di ubah-ubah. Riset belajar dapat mengarahkan pengembangan metode latihan. karena skedul pembyaran kelompok yang diteliti dipertahankan sama. Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori hubungan manusiawi. Jadi. Dalam percobaan selanjutnya. Mayo dan kawan-kawan menempatkan 2 kelompok yang masing-masing terdiri enam karyawan di dalam ruang terpisah. maupun denagn peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-perubahan kondisi kerja diatas. Sejimlah variabel-variabel dicoba: upah dinaikkan. keluaran di kedua ruang ternyata sama-sama meningkat. peneliti yang bertindak sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usul perubahan. manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual. Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi Aliran hubungan manusiawi ini mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. Mayo dan kawan-kawan dapat mengesampingkan bahwa insentif keungan bukan penyebab kenaikan produktivitas. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja.Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen.

Pekerjaan setiap karyawan harus di susun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut. di kenal sebagai alira kuantiyatif [operator research dan manaemen secience atau maajemen operasi]. Manajemen tidak dapat dipandang ebagai suatu proses tekik secara ketat [peranan. 4.4. exploitikf exploitif sampai system 4. prosedur. 1.Gregor dengan teori X dan teori Y nya. dari system 1. 3. Komitmen dapat di kembangkan melalui partisipasii dan keterlibatan karyawan. Perilaku Organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi di tandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sisem sosial.1. Menejemen harus sistematik. 2.2.Aliran Menejemn Modern Masa menejemen moderen erkembang melalui dua jalur yang berbeda. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi. 4. Frederick Herzberg yang megurikan teori motifasi higienis atau teori dua fa ktor. 6. Fren Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemipinan. Douglas Mc. Edgar Schenin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. partisipatif kelompok 6. 5. dan pendekatan yang di gunakan harus dengan pertimbanga secara hati hati. Pola pola [pengawasan dan menejemen pengawasan harus di bangun ata dasa r pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan reaksi mereka terhadap pekerjaan. 1. Abraham Maslow yang mengemkakan adanya hirarki kebutuhan dan penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Prinsip Prinsip dasar Perilaku Organisasi. Beberapa perinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari pendapat para tokoh maajemen moderen adalah sebagai berikut. a.3. Robert Blake dan Jani Mouton yag membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi kisi manejerial [manajerial gird]. 1. Tokoh Tokoh aliran ini antara lain. Aliran Kuantitatif . Pendekatan motifasinoal yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat di butuhkan. 3. Jalur pertama meupakan perkembanga dari aliran hubunga manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi. 5. 2. dan lain lain nya. Lensis Likert yang telah mendentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system menejemen. Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai risert perilaku adaalah. 7. b. Organisasi sebagai suat keseluruhan dan pendekatan menejer indifidu untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. Manejer masa kini harus di beri latihan dalam pembahasan prinsip prinsip dan konsep konsep menejemenss.1. dan yang lain dibangun atas dasar dasar menejemen ilmiyah. 8. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangka kesempatan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan me reka. prinsip] 2. Chris Argyis yang memandang organisasi sbagai system social atau system antara hubunga budaya. 3. 2. 4.

manajemen aliran kas. Ucapan terima kasih pertama saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya. teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal.Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalahmasalah industri. seorang pemimpin umat yang mampu membawa kedamaian dan rahmat di seluruh alam.scheduling produksi. Penyusun juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi teknis maupun materi maka kami selaku penyusun sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan mudahmudahan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penyusun khususnya dan bagi seluruh pembaca umumnya. dan sebagainya. sehingga saya mampu menyusun makalah dengan tema Aliran-Aliran Manajemen tanpa halangan apapun. Penyusun . Kedua tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Jamalullail selaku dosen Pengantar Manajemen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada saya. perencanaan program sumber daya manusia. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun sebagaimana mestinya. penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya. Sejalan dengan semakin kompleknya computer elektronik. Rahmat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau semoga ajaran yang dibawa beliau dapat berkesinambungan hingga akhir zaman. Penggunaan teknikteknik untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada saya. Amien. Tak lupa kepada para kewarganegaraan para sahabatnya. Amin. transportasi dan komunikasi. pengembangan strategi produk. yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia II.

Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949) 3). organizing. dan controlling. Taylor v Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth Sedangkan tokoh pada saat teori manajemen klasik adalah. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. dan controlling. Aliran klasik Aliran klasik terbagi dua yaitu. actuating.Kelompok BAB III PENUTUP 3. organizing. jadi manajemen memegang peranan sangat penting . Aliran modern 4).1 latar belekang Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. Diantara tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah sebagai berikut: v Robert owen v Charles babbage v Henry L. Dan manajemen itu sendiri telah mengalami evolusi yang menjadikan manajemen terdapat beberapa aliran-aliran yaitu : 1). Aliran perilaku Tokoh pada aliran ini adalah. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. actuating.Henry Fayol 2). Gantt v Harrington Emerson v Frederick W. manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.1 Kesimpulan Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. Aliran kuantitatif Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi BAB I PENDAHULUAN 1.

2003. sehingga kita akan lebih memahami konsep-konsep manajemen dan evolusi yang terjadi dan kita akan lebih mengetahui perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu. Mnajemen edisi 2.B. Hani. 2005. Pengantar Manajemen.2 Rumusan Masalah Ø Evolusi manajemen Ø Aliran-aliran manajemen 1. Bumi Aksara.3 Tujuan Ø Mengetahui evolusi yang terjadi pada manajemen Ø Mengetahui aliran-aliran manajemen Ø Mengetahui tokoh-tokoh evolusi manajemen Ø Mengetahui konsep-konsep dan pemikiran manajemen dari zaman klasik hingga zaman modern Ø Mengetahui perbandingan teori dari klasik hingga modern DAFTAR PUSTAKA Handoko.. manajemen sangat menentukan sekali bagi keberadaan organisasi tersbut. Suatu organisasi atau perusahaan bisa mencapai kemajuan jika manajemen yang ada didalamnya tertata dengan rapi dan memegang teguh prinsip-prinsip yang ada. Manajemen Modern. Malayu S. Jakarta: Bumi Aksara. 1. dan Masalah.terkadang kita mengukur keberhasilan suatu organisasi kita ukur dengan manajemennya. Namun manajemen yang kita pelajari telah mengalami evolusi yang akan dibahas dalam makalah ini. Pengertian. Manajemen: Dasar. .P. Bedjo. Jakarta: PT. 2006. Bandung: CV Sinar Baru. 1989.. Siswanto.dalam kehidupan sehari-hari terlebih kehidupan dalam berorganisasi. Siswanto H. Hasibuan. Cetakan ke-4. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful