PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN (Perkembangan Manajemen Pendidikan di Indonesia) A. PENDAHULUAN Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah ³usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara´.[1] Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis. Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk megembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan. B. LANDASAR TEORI 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Perkembangan Teori Manajemen Pendidikan diharapkan mahasiswa dapat memahami : a. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi. b. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer. c. Bagaimana teori manajemen yang telah dikembangkan dalam dunia pendidikan 2. DESKRIPSI MATERI Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen. a. Pengertian Teori Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) ³Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations´. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan

perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.) Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada.[2] Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan ³bukti´ yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi ³humus bisa membuat tanah menjadi subur´. Anda sudah membuat teori. Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar. Selanjutnya Hoy & Miskel (1987 : 2) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan teori. A concept is a term that has been given an abstract, generalized meaning. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan) dan informal organization (organsasi informal). Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. An assumption, accepted without proof, are not necessarily self-evident. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam adminitrasi pendidikan. 1. Adminitrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi 2. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial. b. Kegunaan (Fungsi) Teori Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed.[3] dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang

termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan. c. Pengertian Manajemen / Administrasi Ada kaitan erat antara oraganisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mulamula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.[4] Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin.[5] Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.[6] Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai ³sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi´.[7] Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu : Ø Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan; Ø Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen; Ø Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut; Ø Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan William H Newman (1951) mendefinikan Administrasi dapat dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan bersama.[8] Sementara itu Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[9] Dalam dunia pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajeman sebagai aktivitas agar seorang kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban misi atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar.[10] d. Pengertian Teori Manajemen Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah,[11] dapat dinyatakan : 1) mengacu pada pengalaman empirik, 2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 3) mengakui kemungkinan adanya penolakan. Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi

manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an).[12] Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut : (1) Teori Manajemen Kuno; Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian ³terlupakan´. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa. (2) Teori Manajemen Klasik; a) Teori Manajemen Klasik Ø Robert Owen (1771-1858) Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Ø Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : 1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun 2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara

Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. 4. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan.terpisah. Mengawasi karyawan secara ilmiah. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia. Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study). untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate). maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. 3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang. Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap. Mamilih karyawan secara ilmiah. dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I. Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. dari sini ia mengembangkan analisis kerja. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yangsama terhadap manajemen. b) Teori Manajemen Ilmiah Ø Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. Persahabatan antara keduanya juga ditingkatkan Ø Frank B. yaitu : . Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. 3. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. 2.

Gantt chart (bagan Gantt) kemudian populer dan gigunakan untuk perencanaan. (3) Pengarahan. suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. sambil menyiapkan promosi karir. tidak reponsif terhadap perubahan. pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi. dan (4) Pengendalian. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. yaitu mencatat scedul (jadwal) pekerja tertentu. yaitu : (1) Perencanaan. (2) Pengorganisasian. Konsekuensinya. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama. yaitu : . Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya ³mensistematisir´ studi manajerial. dan pengajar dalam arti mengajari dalon pengganti. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer. Menurut Fayol. Ø Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Ø Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. Menurutnya. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. Ø Henry L. c) Teori Manajemen Organisasi Ø Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis. praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. seorang pekerja akan bekerja seperti biasa. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana. dimana orang cnderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif. yaitu organisasi yang lamban. karena menjadi anggota organisasi yang sama. Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal.Menyiapkan Promosi Malatih Calon Pengganti Melakukan Pekerjaan Menurut metode tersebut. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. dan melatih calon penggantinya. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami.

Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia. penjadwalan produksi. Mazgab prilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang. (3) Mazhab Prilaku (Behavioral Science). menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. penanggulangan logistik dan penjadwalan pesawat terbang. perencanaan sumber daya manusia. Ø Chester I Barnard (1886-1961) Bernard mengambangkan teori organisasi. c. mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri. Mazhab ini lebih diformilkan menjadi Mazhab Ilmu Manajemen (Management Science School). Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok). dimana berkumpul para sarjana matematika. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance). dan sarjana eksak lainnya untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih ruwet. Dengan memenuhi berbagai faktor sebagai variabel yang saling berkaitan. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi. Model pendekatan sistem dapat digambarkan sebagai berikut[13] : INPUT PROSES TRANSFORMASI OUTPUT INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN . Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakunya karena sering juga tidak rasional. Pengendalian diri (dari orang tersebut).a. terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem). Mazhab kuantitatif terdiri dari Operation Reserach dan Management Science. maka dengan bantuan komputer. pisik. dan 2) Elton Mayo (1880-1949) (4) Mazhab Kuantitatif (The Quantitative School). dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. b. Teknik-teknik ilmu manajemen ini banyak membantu para manajer organisasi yang benar-benar dalam berbagai kegiatan penting . Pengendalian kelompok (dari kelompok). (5) Pendekatan Sistem (The Systems Approach). Mazhab ini mengembangkan model-model untuk memecahkan masalah-maslah menejemen yang kompleks. model itu dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat keputusan-keputusannya. Tim sarjana ini terkenal di Inggris sesudah perang Dunia II dengan nama ³OR Team´. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan. Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. strategi pengembangan produksi. Dua pelopor mazhab perilaku adalah : 1) Hugo Munsterberg (1863-1916). antara lain dengan sosiologi dan psikologi. dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. seperti dalam hal penganggaran modal dan manajemen arus dana. Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. Mazhab prilaku ini memandang mzhab klasik kurang lengkap karena tidak mampu mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja.

Dengan memahami kedudukan manusia tersebut. dan kreatif. kondisi. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi. Pendekatan situasional memberikan ³resep praktis´ terhadap persoalan manajemen. Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. intuitif. yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. dan waktu yang tertentu. konsultan. Ide-ide pendekatan tersebut banyak mempengaruhi praktek manajemen saat ini (7) Pendekatan Situasional (The Contingency Approach). Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu. Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sis positif manusia dan manajemen ilmiah. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional. Edwadr Deming. Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial. yang mempunyai batas-batas yang jelas. 1970-an The Contingency ApproachDari perkembangan teori majanemen tersebut di atas dapat dibuat bagan sebagai berikut : Classical Management Theories The Behaviour School Sebelum 1890-an . Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer. belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru. Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru.FEED BACK Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang selama ini digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. (6) Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation). dengan melihat situasi.

b) pendidikan kita telah kehilangan objektivitasnya. (3) pendidikan yang mampu menumbuhkan semangat menjunjung tinggi HAM. yakni (1) evaluasi pendidikan. d) pendidikan kita tidak menghasilkan manusia terdidik. c) pendidikan kita tidak menumbuhkan pola berfikir. dan i) pendidikan kita belum mampu memberdayakan dan membudayakan peserta didik.yang telah dengan susah payah menerapkan berbagai teori manajemen pendidikan yang cocok untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan ± masih jauh dari harapan yang sebenarnya. Dari persoalan tersebut diatas. ada beberapa fenomena menarik yang sangat menonjol dewasa ini. jelas bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai yang ingin dicapai. dan (4) pendidikan yang mampu membangun keutuhan pribadi manusia berbudaya. Penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia Ada dua hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan dunia pendidikan. . itu semua adalah tentang evaluasi dari pendidikan kita yang ada sekarang ini. h) pendidikan kita belum mampu menghasilkan kemandirian. Dari dua hal ini ketika kita tarik kedalam menejemen pendidikan yang berjalan di Indonesia. e) pendidikan kita dirasa membelenggu. Sedangkan pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia dirasa selain merupakan tuntutan kebutuhan di atas. g) pendidikan kita dirasa linier-indroktinatif. Ak. STUDI KASUS DI INDONESIA 1. apa yang telah diperbuat oleh lembaga pendidikan dewasa ini . juga dibutuhkan adanya (1) ³peace education´ pendidikan yang damai / menyejukkan. Apa yang salah dari ini semua? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita jawab bersama sebagai manusia yang peduli terhadap dunia pendidikan. Amin Widjaja Tunggal. f) pendidikan kita belum mampu membangun individu belajar. Fenomena tersebut di atas. Kebijakan mulai dari CBSA (cara belajar siswa aktif) sampai sekarang yang didengungdengungkan dengan KBK (kurikulum berbasis kompetensi) adalah berbagai upaya dunia pendidikan kita untuk mencerdaskan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman. Kalau kita cermati lebih jauh.MBA. (2) pendidikan yang mampu membangun kehidupan demokratik.The Quantitative School The System Approach The Neo-Human Relations Classical Management Theories 1890-an 1910-an 1940-an 1950-an 1950-an Sumber : Drs. dan (2) pemikiran untuk memfungsikan pendidikan di Indonesia.. halaman 39 C. diantaranya ialah : a) pendidikan kita tidak mendewasakan anak didik.

Persoalan inilah yang akan kita bahas selanjutnya. Actuating. Di atas juga sudah diterangkan tentang manajemen secara umum yang itu diterapkan dalan manajemen pendidikan kita. sehingga apa yang diinginkan suatu daerah (lembaga pendidikan) terhadap potensi anak didiknya bisa tersalurkan dengan baik. maka mungkin apa yang terjadi di atas minimal dapat terhindarkan. Persoalan pendidikan di Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Seperti halnya sistem manajemen yang ditemukan oleh tokoh-tokoh manajemen. evaluasi. seperti halnya pengangguran tenaga-tenaga terdidik hasil dari sistem pendidikan kita. dengan munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimungkinkan akan sedikit menjawab persoalan tersebut. Analisis Permasalahan Sejak zaman Orde Baru telah banyak yang di capai dalam pembangunan nasional termasuk bidang pendidikan. Kemajuan ini juga mendapat pengakuan dari seluruh dunia dengan diberikannya penghargaan Avisiena kepada Presiden Republik Indonesia karena keberhasilan melaksanakan wajib belajar sekolah dasar. Lagi-lagi itu semua karena kebijakan pendidikan kita selama ini masih sangat semrawut. pemerataan pendidikan. Mengenai mutu pendidikan menurut Paul Suparno adalah masalah mengenai kurikulum. Sedang persoalan manajemen pendidikan adalah menyangkut segala macam pengaturan pendidikan seperti otonomi pendidikan. Sebagaimana yang dirasakan dalam sistem manajemen pendidikan kita dewasa ini. Disatu pihak pendidikan kita telah melahirkan lulusan pendidikan tinggi dan menengah tetapi dilain pihak menambah . Organizing. Disamping mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Adalah sistem manajemen yang sangat luar biasa ketika itu dilakasanakan dengan sempurna. birokrasi. 3. dan transparansi agar kualitas dam pemerataan pendidikan dapat terselesaikan. buku ajar. mutu guru.Muncul lagi MBS (manajemen berbasis sekolah) adalah sebuah alternatif pemecahan yang menginginkan pengelolaan pendidikan yang dibebankan kepada sekolah. dan manajemen pendidikan. Namun ditengah-tengah kesuksesan yang telah dicapai tersebut masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. mempunyai arti yang sangat luas. Termasuk pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah.[14] Inilah persoalan yang besar sebenarnya. Kalau kita lihat bagaimana sebuah lembaga pendidikan menerapkan apa yang telah ada dalam teori manajemen pendidikan. 2. Ini adalah sedikit tentang bagaimana sebenarnya penerapan pendidikan di Indonesia. sarana dan prasarana. yaitu (POAC) Planning. Sistem Manajemen Pendidikan yang terjadi di Indonesia sejak zaman orde baru (yang masih menggunakan manajemen pendidikan sentralistik) sampai kemudian muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah cenderung kepada otomisasi lembaga-lembaga pendidikan (desentralisasi pendidikan). proses pembelajaran. dan Controling. Sehingga hasil yang diharapkan dari komponen-komponen penyelenggara pendidikan antara satu komponen dengan komponen yang lain masih sangat jauh berbeda bahkan ada yang bertentangan. sistem pendidikan Nasional kita masih belum mempunyai perubahan yang signifikan. Beberapa Masalah Manajemen di Indonesia Sejak zaman orde lama. maka dapat dipastikan mutu pendidikannya pun bisa jadi tidak baik pula. dn masih banyak lagi model-model yang diterapkan. karena bagaimanapun juga ketika sebuah intitusi pendidikan tidak mempunyai sistim manajemen pendidikan yang baik. orde baru sampai sekarang zaman reformasi. Permasalahan yang besar antara lain menyangkut persoalan mutu pendidikan.

[17] Sistem manajemen pendidikan kita (era orde lama dan orde baru) masih terlalu sentralistik (pemerintah pusat). yakni sekolah. antara lain : (1) mengambil keputusan berkaitan dengan pengelolaan kurikulum. dan 9) paradigma pentingnya kecerdasan spiritual. Dengan demikian dapat dilihat sekaligus ditegaskan bahwa model MBS ini pada hakekatnya adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada sekolah. maka ruang-gerak untuk inovasi sangat terbatas. Dr. 7) paradigma pendidikan konseptual.pengangguran. 6) paradigma pendidikan untuk siswa. dengan tujuan akhir meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholdernya. dan sistem manajemennya.[18] Model MBS ini adalah suatu ide dimana kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar. moral guru. Konsep ini didasarkan pada ³Self Determination Theory´ yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri. Hasilnya adalah jumlah out-put banyak namun itu menambah pengangguran yang banyak pula.[15] Apalagi melihat perkembangan dunia pendidikan kedepan.[19] Dalam pelaksanaan MBS tersirat adanya tugas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. Pada era reformasi mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seiring dengan bergulirnya otonomi daerah (pelimpahan wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah). 3) paradigma pendidikan desentralistik.[16] Disamping memperhatikan paradigma pendidikan tersebut di atas. Sisi kelebihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dibandingkan dengan model sentralistik adalah sekolah memiliki kekuasaan. Sebagaimana dijelaskan oleh H. (3) keputusan berkaitan dengan pengelolaan sekolah. ada beberapa paradigma yang diperkirakn berdampak besar terhadap praksis pendidikan. 4) paradigma pendidikan deverifikasi. Demikian pula yang disampaikan Mulyasa bahwa kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut : (1) Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik. ada beberapa hal penting lagi yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan itu sendiri.. maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut.A. Konsep ini pertama kali muncul di Amerika Serikat. Demikian pula kreativitas dari para pendidiknya boleh dikatakan menjadi hilang karena segala sesuatu telah ditentukan menurut garis-garis yang ditentukan. MS. (2) keputusan berkaitan dengan rekruitmen dan pengelolaan guru dan pegawai administrasi. orang tua. tingkat putus sekolah. pengelola. (2) Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal.[20] . diantaranya : 1) paradigma pendidikan demokratis. hasil belajar. 2) paradigma pendidikan membebaskan. H. Menurut Prof. dan guru. sebagaimana kita tahu bahwa suatu sistem yang sentralistik dan birokratik. dan (3) Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran. dan iklim sekolah. Djohar. 8) paradigma pendidikan construtivisme. 5) paradigma pendidikan fleksibel. Sehingga apa yang diinginkan daerah (lembaga pendidikan) tidak tercapai karena sifat yang sentralistik tersebut. tentunya harus dipersiapkan sedini mungkin. sehingga untuk menyongsong hal tersbut ada berbagai paradigma baru yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan. latar belakangnya adalah ketika itu masyarakat mempertanyakan apa yang dapat diberikan sekolah kepada masyarakat dan juga apa relevansi dan korelasi pendidikan dengan tuntutan maupun kebutuhan masyarakat. tingkat pengulangan. institusi. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam bahasa Inggris disebut ´School Based Management´ merupakan strategi yang jitu untuk mencapai manajemen sekolah yang efektif dan efisien.R Tilaar. bahwa di dalam sistem pendidikan sekurang-kurangnya berisi faktor-faktor biaya.

.. 2003. dengan tidak meninggalkan mutu pendidikan. Manajemen Suatu Pengantar. M. Teori Manajemen pada awalnya dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang bisnis. Dr. tanggung jawab pokok untuk pembentukan moral dan intelektual akhirnya tidak terletak pada salah satu prosedur atau kegiatan baik intra-kurikuler maupun ekstra-kurikuler. d) Tenaga pengajar harus lebih profesional dalam melaksanakan amanahnya. Teori Pendekatan Sistem (1950an). b) Memberikan otonomi yang luas kepada lembaga pendidika. Neo-Human Relation (1950-an). Proses itu semua akan terwujud ketika berada dalam ruang lingkup manajemen yang baik. cet. DAFTAR PUSTAKA Amin Widjaja Tunggal. Sekolah merupakan kebersamaan bersemuka. c) Lembaga pendidika harus serius sehingga kualitas dari output pendidikan dapat diandalkan. Mulyasa. Teori Manajemen Klasik (1890-an). Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia pada orde baru sangat diwarnai dengan manajemen yang sentralistik. Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno. Bandung. The Behavioral School (1910-an). Tanpa persahabatan ragam itu banyak kekuatan dari pendidikan dan pengajaran akan menghilang. kemudian pada perkembangannya pada era reformasi berkembang menjadi desentralisasi atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang intinya sekolah diberi wewenang untuk mengatur semua kegiatan sekolah. Penerbit Rineka Cipta. Djohar. Hubungan saling percaya dan persahabatan otentik antara pengajar dan pelajar merupakan syarat mutlak pertumbuhan sejati dari komitmen kepada nilai-nilai. Dr. Kesimpulan a. Saran Bahwa untuk memenuhi dan mencapai beberapa hal tersebut di atas. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. Drs. berbagai hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Keseriusan Pemerintah dalam menangani dunia pendidikan dalam hal ini perhatian pada lembaga pendidikan. E. 2. Ak. D. dan ini menurut J. The Quantitative School (1940-an). MS. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). H. Strategi dan Implementasi). akan tetapi terletak pada pengajarnya. Prof. Remaja Rosda Karya.Disamping itu dalam sebuah sekolah. Jakarta. SJ akan terwujud dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)[21]. Drost. Teori Kontingensi (1970an). c. Manajemen Pendidikan sebenarnya berkembang dan mengadopsi dari teori Manajemen di bidang ekonomi.. 1993.Pd. . Ini seiring dengan pemberian wewenang pemerintah pusat pada pemerintah daerah (otonomi daerah). tempat hubungan personel otentik antara pengajar dan pelajar dapat berkembang. KESIMPULAN 1.MBA.. b.. tenaga pengajar dan kebijakan yang memihak pada masyarakat (jangan asal membuat kebijakan). 3 & 4. PT.

Prof. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21). Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Alfabeta. Yogyakarta. 1997. Jakarta. Hanafi. Magelang. hlm. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). hlm. Soegiyono. 85-92 . New York. Drs. 2004. 1985. 2005. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Remaja Rosdakarya. Bandung. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . Syaiul Sagala. Nanang Fattah. M. Nanang Fattah. Yogyakarta. Magelang.A. Soegiyono. Crt. Jakarta. [1] Undang-undang No. 278-279. 2000. 30 [3] Prof. Manajemen Suatu Pengantar. Mamduh M.. Fungsi Administrasi Negara. M. Penerbit Rineka Cipta. hlm. 1997. Wajong J. Jakarta.. Supervision and Management. PT. 2000. 46 [14] J. Dr.Ed. hlm.R. 04 [11] Dr. Dr..Sc.LESFI. Makalah Perkembangan Teori Manajemen . H. hlm. J. Djambatan. Made Pidarta. Jakarta. 2003. 1998. M. 1993. Bandung. [7] Drs. PT. Alfabeta. Dr. Hanafi. Drost. Supervision and Management. [10] Prof. Hanafi. 6 [8] Dr. Yogyakarta. Bandung. Manajemen. Syaiul Sagala. hlm. Dr. Gunung Agung. Tera Indonesia. Jakarta. Kompas Media Nusantara. PT. Dr. MBA. 2004.. MS. Op_Cit. hlm. hlm. Manajemen. Manajemen Pendidikan Indonesia. Pendidikan Strategik (alternatif untuk Pendidikan Masa Depan). Tilaar. Mamduh M. New York.Ed.Ed. MBA. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. Made Pidarta. Filsafat Administrasi. LESFI. Landasan Manajemen Pendidikan Cet-3 (revisi). Dr. Filsafat Administrasi. Bandung. 38-39. Siagian. Administrasi Pendidikan Kontemporer. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Penjelasannya. hlm. M.. 1985. Remaja Rosdakarya. ix. MBA. Kompas Media Nusantara. McGraw Hill Book Company.Ed. Jakarta. Prof. [4] Prof. 75 [16] Prof. Crt. Op_Cit. Gunung Agung. SJ. Undang-undang No.R.. 1 [5] Wajong J. Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. [15] Prof. Luwis R. Dr. Benston. 2005. 1972. Dr. 11-12 [12] Drs. H. Drost. Amin Widjaja Tunggal. Mamduh M. Ak. 2003.A.MBA. 1998.. M. Jakarta. 2003. 1983. Yogyakarta. SJ. II. Yogyakarta. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional (dalam perspektif abad 21).. Tilaar. hlm. Rineka Cipta. hlm... Sondang P. McGraw Hill Book Company. Manajemen Pendidikan Indonesia. [6] Luwis R. 2003. Media Wacana Press. M. hlm. H. hlm. Djohar. Fungsi Administrasi Negara. PT. hlm.Pd. Administrasi Pendidikan Kontemporer. 2000. Rineka Cipta. 1972. Mamduh M.. Yogyakarta. [13] Drs.. H. Jakarta.Pd... Jakarta. Dari KBK (Kurikulum Bertujuan Kompetensi) Sampai MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Prof. 22 [9] Sondang P. II. Hanafi. 01 & 27. Siagian. Benston. 1983. Op_Cit. Made Pidarta. Djambatan. 2000. H.. 9 [2] Drs. Tera Indonesia. Media Wacana Press. Dr. MBA. Dr.Sc.

Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya. menulis bahwa ³meskipun dikritik habis-habisan. H. hlm.Pd. Dalam kenyataan. agaknya [teori Maslow] masih merupakan penjelasan yang paling baik soal motivasi karyawan´. Namun sebagai konsep dasar bagi pengenalan struktur pribadi individu dan pelbagai faktor yang mendorong orang melakukan sesuatu. M. Tidak disangkal bahwa dewasa ini muncul pelbagai kritik tentang validitas teori ini ... melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain. Robbins. penulis melihat bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu (dalam hal ini karyawan perusahaan) dan tujuan organisasi. tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. PT. [18] Dr. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja. Strategi dan Implementasi). Bandung. teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi... teori yang dibahas di sini adalah teori motivasi tentang hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Mulyasa. Sebagaimana telah jelas dari judul makalah ini.. dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi. E. Op_Cit. M. teori ini masih bisa bergema keras. Teori-teori lain yang muncul setelah teori Maslow lebih merupakan penyempurnaan dan penyesuaian daripada penemuan suatu teori yang betul-betul . Dalam konteks ini. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya. cet. 78. [19] Ibid. Aktualisasi Teori Motivasi Abraham Maslow Untuk Peningkatan Kinerja 1. 79. PENDAHULUAN Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja.Pd. Dari kenyataan ini. pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep. 79. tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik. Dalam makalah ini. Remaja Rosda Karya.. Syaiful Sagala.. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi. [20] Dr. hlm. Stephen P. hlm. seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya. dalam buku Perilaku Organisasi. tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai. melatih mereka.[17] Ibid.

Dengan IQ 195. teori ERG dari Alderfer.1 Terminologi ³Motivasi´ Apa itu ³motivasi´? Ditinjau dari etimologinya. Konsep motivasi kiranya merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individu dalam organisasi. Thomas Jefferson. arah. Intensitas dimaksudkan seberapa keras seseorang berusaha. seperti teori X dan Y dari McGregor. dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran´. seseorang yang tidak termotivasi hanya akan memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Kelebihan dari teorinya jelas memberikan sumbangan besar dalam pengetahuan tentang motivasi dan kepribadian manusia. Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead. Di . Abraham Lincoln.baru. Berhubung tulisan ini merupakan makalah kecil. ia unggul di sekolah. TEORI ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI 2. dan Baruch Spinoza. Agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Untuk mencegah perluasan pembahasan yang terlalu jauh. motivasi merupakan salah satu determinan penting bagi kinerja individual di samping variabel determinan lain misalnya kemampuan orang yang bersangkutan dan atau pengalaman kerja sebelumnya. penulis membatasi diri pada pembahasan teori Maslow tentang motivasi. dengan kelebihan maupun kelemahan teorinya. arah. maka penulis perlu membuat pembatasan tema. Inilah ukuran sejauh mana orang dapat mempertahankan usahanya. 2. Ketika beranjak remaja. Teori-teori lain. ³motivasi´ berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. dan ketekunan (yang mengandaikan berlangsung lama). Sebaliknya. Individu yang termotivasi akan tetap bertahan dengan pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka. intensitas dan arah yang telah dimiliki harus diterapkan secara tekun dan berlangsung lama. Robbins. New York. Lorens Bagus. Dari asal-usul kata ini. motivasi adalah ³proses yang ikut menentukan intensitas. neurotik. Motivasi Higiene dari Herzberg. Ia seorang yang pemalu. Plato. 2. Dari telaah filosofis. Menurut Stephen P. Tiga kata kunci dalam definisi ini adalah intensitas. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai ³usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya´. dan lain-lain. mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia. Maslow telah berhasil mencetuskan pemikiran yang amat bermanfaat.2 Sekilas Tentang Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn. Motivasi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia. Dan kelemahan teorinya serta-merta tetap berguna karena telah memberikan atau memancing feedback bagi pemikir-pemikir selanjutnya untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Dengan kata lain. karena pada motif-motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. dalam Kamus Filsafat. Henri Bergson. dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Dan akhirnya. intensitas (setinggi apa pun) harus mempunyai arah yang menguntungkan organisasi. dirujuk dan dibahas sesekali hanya sebagai pembanding dan pelengkap argumen.

Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan.3 Proposisi Maslow atas Teori Motivasi Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki Kebutuhan. dan John B. Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai ³tokoh´. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga. 2. Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental. memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. dan Baruch Spinoza (filsuf). Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. Oleh karena itu. Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme.telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang. Albert Schweitzer (dokter dan humanis).samping berkutat dalam kegiatan kognitif.3. tetapi tidak untuk bangsa manusia. William James (psikolog). Hal ini mencerminkan kelegowoan Maslow untuk tidak begitu saja memutlakkan teorinya. atau tikus. Sejumlah proposisi lain barangkali kurang dapat diterima dan dapat diperdebatkan. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality. Sigmund Freud berjaya di Wina. Dalam ranah psikologi. sifat. Di kutub lain. Psikologi Gestalt berkembang di Jerman. lumrah kiranya bahwa pandangan tertentu kurang universal. Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut. kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Berikut ini sejumlah proposisi awal untuk memahami jalan pikiran Maslow. Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. tesis Freud dan antitesis Watson dkk. Watson. melahirkan sintesis Abraham Maslow. Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. Aldous Huxley (penulis). Secara dialektis. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya. kepribadian. orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental. Motivation and Personality. 2. Jane Addams (pelopor pekerja sosial).1 Individu sebagai Kesatuan Terpadu Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan). Berhubung teori ini berkenaan dengan manusia yang dinamis multidimensional. ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS). dan kemampuan mereka. Maslow dalam karya masyhurnya. Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan. Maslow mengakui sendiri bahwa sejumlah proposisi sangat benar dalam arti dapat diterima oleh banyak kalangan. katak. yang .

Misalnya kita menginginkan atau membutuhkan uang agar dapat membeli mobil. Maslow memberikan contoh: yang membutuhkan makanan bukanlah perut John Smith semata-mata. Teori motivasi yang sehat tidak boleh mengabaikan aspek kehidupan alam bawah sadar. dan dihormati. Kita dapati bahwa ada gejala dan ada pula arti di balik gejala. bisa saja tujuan yang sama. masih ada keinginan lainnya yang akan menyusul. Tujuan-tujuan lebih universal daripada cara-cara yang ditempuh untuk mencapainya. dan begitu seterusnya. Rupanya ini soal harga diri dan kebutuhan untuk dihormati. misalnya. Apabila keinginan yang satu telah terpenuhi.3. Namun tidak jarang terdapat pula aneka motivasi lain yang barangkali tidak disadari dan dikira oleh individu itu. 2. misalnya harga diri.4 Tata Hubungan Motivasi Manusia adalah makhluk yang punya keinginan dan jarang mencapai keadaan puas sepenuhnya kecuali untuk waktu yang singkat. keinginan lainnya akan timbul menggantikan keinginan sebelumnya. Gejala psikopatologis kelumpuhan. Karena faktor budaya. sebetulnya umat manusia lebih banyak serupa daripada yang terlihat dan disangka banyak orang. melainkan seluruh individu John Smith sebagai kesatuan. Intinya kita harus menemukan tujuan terdalam seseorang ketika menginginkan sesuatu bila tidak ingin terjatuh dalam pemuasan kebutuhan yang tidak tepat sasaran. Pada saat yang sama.3 Motivasi Ganda Seseorang bisa jadi dapat menjelaskan motivasi tertentu yang mendasari perilakunya. dan dalam masyarakat yang lain dicapai dengan menjadi dokter. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa kita menginginkan mobil karena para tetangga memilikinya dan kita tidak ingin merasa kurang daripada mereka. Jika keinginan itu pun terpenuhi. Kenyataan ini menuntut kita untuk menelaah tata hubungan semua motivasi satu sama lain. yakni apa yang sesungguhnya menjadi tujuan yang lebih dasariah pada akhirnya. Meskipun beragam budaya. dikasihani. Jika gejala ini hanya dilihat sebagai gejala lahiriah tanpa menelaah kemungkinan keinginan atau motivasi bawah sadar. kita juga harus melepaskan unit-unit motivasi yang tersendiri untuk mencapai pengertian lebih luas yang dicari. 2. Dengan kata lain.2 Cara dan Tujuan Bila kita telisik keinginan dalam pengalaman sehari-hari. Satu gejala sekaligus dapat menggambarkan bermacam-macam keinginan yang berbeda-beda.3. orang seringkali membuat pembedaan atas tujuan yang sebetulnya sama. dapat menggambarkan dipenuhinya sekaligus keinginan akan balas dendam. 2.3. 2. bahkan juga kepentingan-kepentingan yang bertentangan satu sama lain. dan bukan rasa lapar pada perut John Smith.5 Tolak Daftar Dorongan Dikotomis .3. hal penting untuk disadari adalah pembedaan antara cara dan tujuan.kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. berarti kita telah semenamena meniadakan kemungkinan untuk memahami seluruh perilaku dan keadaan motivasional seorang individu. Karena perbedaan perilaku individu dalam pemuasan kebutuhan tersebut. dicapai individu dalam masyarakat tertentu dengan menjadi prajurit. makanan akan memuaskan rasa lapar John Smith. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat. Kebutuhan-kebutuhan biasanya lebih merupakan cara atau sarana bagi suatu tujuan dan bukan tujuan itu sendiri.

2. sebagaimana juga J. 2.3. Dorongandorongan satu sama lain bukanlah hal-hal yang terpilah-pilah. menekankan aspek motivasi yang sering diabaikan kebanyakan psikolog. Pada kenyataannya.Tidak ada gunanya membuat daftar dorongan-dorongan (stimulus) yang muncul. Bila penghasilan seseorang bertambah.8 Pengetahuan Mengenai Motivasi Sehat Proposisi ini merupakan nilai lebih dari pandangan Maslow dibandingkan dengan kedua mazhab psikologi sebelumnya. Menurut Maslow. Oleh karena itu.7 Kemungkinan Mencapai Hasil Maslow. Faktor kemungkinan untuk mencapai hasil ini penting diperhatikan dalam usaha memahami perbedaan motivasi di antara berbagai kelas dalam masyarakat atau antara individu-individu dari negara atau kebudayaan yang berbeda-beda. Bila rata-rata orang mendambakan mobil dan rumah. yakni kemungkinan. Pendaftaran dorongan secara dikotomis mengabaikan sifat dinamis dari dorongan-dorongan itu. Sebagai asas sekali pun. Pasien-pasien itu merupakan sumber kekeliruan yang besar karena mereka merupakan contoh yang kurang baik dari suatu populasi. dorongan-dorongan juga tidak mengelompokkan diri secara aritmetik dan tersendiri dengan ciri-ciri tersendiri. kehidupan motivasional para penderita gangguan emosi harus ditolak sebagai contoh bagi motivasi sehat.6 Lingkungan Aspek yang satu ini tidak boleh dilupakan. Motivasi manusia jarang mewujudkan diri dalam suatu perilaku yang lepas dari situasi dan dengan orang-orang lain.3. telaah motivasi jangan pula melupakan sifat intrinsik organisme demi kepentingan pemahaman dunia di mana organisme itu hidup. Telaah tentang motivasi jangan meniadakan atau menyangkal telaah tentang penentu-penentu situasional. Namun pengakuan akan pengaruh situasi lingkungan hendaknya tidak berlebihan.4 Teori Motivasi Abraham Maslow: Hirarki Kebutuhan . Biasanya terdapat suatu tumpang-tindih. Mungkin sekali bahwa secara tidak sadar pun ia tidak mendambakannya. Dewey dan Thorndike. misalnya bahwa segi-segi kesadaran dan ketidaksadaran mungkin berbeda-beda. sebagian besar ahli motivasi mendapatkan data dari para psikoterapis yang sedang merawat pasien. Teori motivasi yang sehat sepatutnya merupakan kesimpulan dari penelitian atas orang-orang yang sehat pula. sampel penelitian Maslow adalah orang-orang yang ternama dalam sejarah manusia. tetapi jangan terjebak ke dalam teori situasi murni. atau bahwa suatu keinginan tertentu sebenarnya dapat merupakan suatu saluran bagi pengungkapan berbagai keinginan lainnya. Pada umumnya secara sadar kita mendambakan apa yang menurut pikiran kita dapat dicapai.3. Boleh dikatakan bahwa hal berikut merupakan kritik Maslow atas sampel penelitian mereka. 2. 2. Di lain sisi. Teori motivasi yang sehat harus mempertimbangkan situasi. hal itu lumrah dan merupakan kemungkinan yang nyata. Setiap teori motivasi dengan sendirinya harus memperhitungkan fakta pengaruh lingkungan. Mereka tidak mendambakan pesawat jet atau kapal pesiar karena barang-barang itu ada di luar jangkauan rata-rata kemampuannya. sehingga hampir tidak mungkin secara jelas dan tajam memisahkan dorongan yang satu dari yang lain. dan sebagainya. karena pusat telaah kita tetaplah organisme atau struktur watak dari individu. ia sadar bahwa dirinya secara aktif mengharapkan untuk memperoleh hal-hal yang diidamkan beberapa tahun sebelumnya.

Kebutuhan akan rasa aman: mencakup antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. seks. misalnya rasa lapar. 3. 3. dan psikologi Gestalt. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. dan perhatian. dan dengan dinamisme Freud. Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. dan cinta. Bagaimana identifikasi atas tiap kebutuhan di atas dan dampaknya terhadap motivasi yang mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi akan dijelaskan dalam berikutnya. tak ada minat lain kecuali makanan. Kebutuhan sosial: mencakup kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki. serta faktor eksternal seperti status. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut: 1.1. besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. 2. 4.1 Identifikasi Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. dan prestasi. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan. Maslow menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. otonomi. oksigen. tempat berteduh. tempat tinggal. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan.1 Kebutuhan Fisiologis 3. pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Goldstein. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan yang dasariah. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya. Kebutuhan akan penghargaan: mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri. tidur. menjadi apa saja menurut kemampuannya. tidur. IDENTIFIKASI HIRARKI KEBUTUHAN DAN APLIKASI MANAJEMEN 3. harga diri. Ia menyebut teorinya sebagai ³hirarki kebutuhan´. dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia. dan Adler. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan. orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Reich. istirahat. seorang individu yang melarat kehidupannya. dan kebutuhan jasmani lainnya.1. seks. minuman. dan persahabatan. yaitu kebutuhan akan makanan. Fromm.2 Aplikasi Manajemen . diterima-baik. Horney. dan udara.Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini. yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer. kasih sayang. haus. Jung. pengakuan. 5. Dengan kata lain. 3.

Tunjangan ekstra untuk konsumsi akan lebih menggerakkan semangat kerja orang seperti ini dibandingkan dengan nasehat tentang integritas individu dalam organisasi. Jika hal-hal itu tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman. Pemahaman akan tingkat kebutuhan ini juga dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa karyawan tertentu tidak suka inovasi baru dan cenderung meneruskan apa yang telah . Berbeda dari kebutuhan-kebutuhan tingkat berikutnya. dua kebutuhan terpenuhi dalam waktu yang sama. Ia ingin menemukan penyebab terjadinya pergantian tenaga kerja yang terlalu sering di salah satu bagian produksi di mana pekerjaan yang dilakukan lumayan sukar dan monoton. kalut. Seorang pemimpin atau manajer jangan berharap terlalu banyak dari karyawan yang kelaparan. Orang seperti itu hanya hidup untuk makan saja. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu.2. atau berbahaya. dan di mana tidak terjadi hal-hal yang tak disangka-sangka. seorang manajer harus memahami apa yang menjadi kebutuhan karyawannya. dapat diandalkan. hukum. Mayo secara tepat menemukan apa yang dibutuhkan karyawan. kacau. Rasa lapar hanya dapat dipuaskan dengan makanan. cemas dan kekalutan. tertib. batas-batas.Pertama-tama harus selalu diingat bahwa bagi orang yang sangat kelaparan. 3. kebutuhan pokok ini hanya bisa dipenuhi oleh pemicu kekurangannya. Maka ia menjadwalkan serangkaian waktu istirahat. Ia bertolak dari asumsi kelelahan tenaga kerja dan kebutuhan akan waktu istirahat. Bila yang mereka butuhkan adalah rasa aman dalam kerja. Untuk memotivasi kinerja karyawan seperti ini. ketertiban. perlindungan. tidak ada perhatian lain kecuali makanan. Ia cenderung berpikir bahwa seandainya makanannya terjamin sepanjang hidupnya. kinerja mereka akan termotivasi oleh tawaran keamanan. Mayo membidik dua burung.2 Kebutuhan Rasa Aman 3. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan. yakni waktu istirahat dan penghargaan diri karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang biasanya menjadi monopoli pimpinan perusahaan. Orang yang merasa tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan tidak diharapkan. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak. teratur. Elton Mayo dari Harvard Graduate School of Business Administration pada tahun 1923 melakukan penelitian di sebuah pabrik tekstil di Philadelphia. dan semangat kerja menjadi lebih baik. Para karyawan diminta bekerja sama dalam menetapkan jadwal.2 Aplikasi Manajemen Dalam konteks perilaku kinerja individu dalam organisasi. Biasanya seorang anak membutuhkan suatu dunia atau lingkungan yang dapat diramalkan. Jangan berharap bahwa nasihat dan petuah saleh dapat memuaskannya.1 Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan. aman. Maslow menggambarkan bahwa bagi manusia yang selalu dan sangat kelaparan atau kehausan. kebutuhan akan struktur. teramalkan. dan sebagainya. kebutuhan akan rasa aman menampilkan diri dalam perilaku preferensi individu akan dunia kerja yang adem-ayem. tentu saja makanan solusinya. 3.2. kebebasan dari rasa takut. muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Untuk dapat memotivasi karyawannya. utopia dapat dirumuskan sebagai suatu tempat yang penuh makanan dan minuman. Hasil yang diperoleh cukup fantastis: pergantian karyawan menurun drastis. maka sempurnalah kebahagiaannya. taat-hukum. produktivitas meningkat. Dengan satu panah.

Dewasa ini marak wacana adanya kemungkinan para karyawan di-PHK karena faktor teknologi yang berkembang. Individu yang berada dalam hubungan dependen seperti itu akan merasa bahwa kebutuhan terbesarnya adalah jaminan dan proteksi. Pada tingkat kebutuhan ini. 3. dan keadaan yang tak menentu. pengucilan sosial. Seharusnya karyawan pada level kebutuhan ini dimotivasi untuk memiliki rasa memiliki atas misi dan visi organisasi dan menyatukan ambisi personal dengan ambisi organisasi.3 Kebutuhan Sosial 3. Dalam situasi ini. berbagi. Para manajer dapat mengakomodasi kebutuhan akan rasa aman dalam organisasi dengan jalan membentuk dan memaksakan standar-standar perilaku yang jelas. dan tidak penting. dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Penting dicatat juga bahwa perasaan manusia tentang keamanan juga terancam apabila ia merasa tergantung pada pihak lain. dan menerima sikap persahabatan dan afeksi. 3. dan peluang kerja yang bersinambung. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu. Antara pengembangan pribadi dan organisasi mempunyai hubungan resiprok yang hasilnya dirasakan secara timbal balik. kekasih. sekalipun pada saat-saat tertentu. penolakan. suami. Dalam organisasi. ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata. diterima. supervisi.3. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang batas-batas perilaku yang diterima bagi dirinya sendiri dapat mempunyai perasaan terancam. Organisasi atau perusahaan yang terlalu tajam dan jelas membedakan posisi pimpinan dan bawahan seringkali mengabaikan kebutuhan karyawan akan rasa memiliki (sense of belonging). Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan. tiadanya keramahan. kadang mereka secara keliru menganggapnya sebagai ancaman bagi organisasi mereka sehingga tindakantindakan mereka disesuaikan dengan pandangan demikian. orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat. Walaupun banyak manajer dewasa ini memahami adanya kebutuhan demikian. Agaknya ia akan berupaya untuk menemukan batas-batas seperti itu. kita seringkali mendapati perilaku individu yang berusaha mencari batas-batas perilaku yang diperkenankan (permisible behavior). cinta.berjalan.3. isteri. atau anak-anak. maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki. dan belum pernah sebelumnya. Hampir setiap individu dalam tingkat kebutuhan ini akan menginginkan ketenteraman. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya.1 Identifikasi Kebutuhan Sosial Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman. Ia merasa bahwa ia akan kehilangan kepastian bila tanpa sengaja melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki. Atau dipakai untuk memahami mengapa orang tertentu lebih berani menempuh resiko. . ia harus berperilaku dengan cara-cara yang tidak dapat diterima. saling percaya. tidak perlu. Ia menginginkan kebebasan dalam batas tertentu daripada kebebasan yang tanpa batas.2 Aplikasi Manajemen Individu dalam organisasi menginginkan dirinya tergolong pada kelompok tertentu. dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. manajer dapat memotivasi karyawan dengan jalan memberikan suatu jaminan kepastian jabatan (job-security-pledge). sedangkan yang lain tidak. Ia ingin berasosiasi dengan rekan lain.

1 Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan Menurut Maslow. kedudukan. terdapat pandangan interaksionis yang melihat konflik tidak hanya sebagai kekuatan positif dalam kelompok namun juga sangat diperlukan agar kelompok berkinerja efektif. Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan. prestise. mempunyai dasar yang kuat. rasa tidak berdaya.2 Aplikasi Manajemen Tidak jarang ditemukan pekerja di level manajerial memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. akan rasa hormat diri atau harga diri. kepercayaan diri.4 Kebutuhan akan Penghargaan 3.4. pengakuan. apresiasi atau nama baik. tidak memperoleh hasil yang diharapkan. ketenaran. tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan persepsi nilai setiap karyawan. individu pada level ini lebih membutuhkan tantangan yang dapat mengeksplorasi potensi dan bakat yang dimilikinya. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh halhal yang menghambat perwujudan diri. Ketimbang uang. kebutuhan akan penghargaan ini jarang . Tanpa bermaksud menolak atau mendukung salah satu pandangan. 3. Tidak mengherankan bahwa sejumlah top manajer tiba-tiba mengundurkan diri ketika merasa tidak ada lagi tantangan dalam perusahaan tempat mereka bekerja. Ada apa gerangan? Apakah kompensasi gajinya tidak memuaskannya? Ternyata tidak selamanya uang dapat memotivasi perilaku individu dalam organisasi. semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap. Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. dapat dikatakan bahwa potensi konflik dalam organisasi selain mengganggu rasa aman juga dapat menciptakan alienasi yang mengakibatkan disorientasi. Berbeda dari pandangan tradisional yang melihat konflik secara negatif. Karenanya. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. dan akhirnya menimbulkan kebutuhan akan rasa memiliki dan aneka kebutuhan yang masuk dalam hirarki tahap ini. prestasi. tampaknya organisasi yang menyandarkan peningkatan kinerja karyawan mereka pada aspek finansial. martabat. 3. Keinginan atau hasrat kompetitif untuk menonjol atau melampaui orang lain boleh dikatakan sebagai sifat universal manusia. penguasaan. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri. ketidaktergantungan. Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain. Potensi mobilitas yang berlebihan yang umumnya dipaksakan oleh industrialisasi mengancam tercabutnya rasa kerasan dalam kelompok kerja. Dari semua indikasi yang terdata.Dalam ranah Perilaku Organisasi. Individu tertentu pada saat dan kondisi tertentu barangkali tidak lagi merasakan uang sebagai penggerak kinerja. Tidak seperti halnya kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih rendah. Kebutuhan akan penghargaan ini jika dikelola dengan tepat dapat menimbulkan kinerja organisasi yang luar biasa. kompetensi. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri. Konflik bisa baik atau buruk tergantung pada tipenya. dan biasanya bermutu tinggi. Benar bahwa uang adalah salah satu alat motivasi yang kuat. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. dan kebebasan (kemerdekaan). bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik.4. penerimaan. kita kenal apa yang disebut manajemen konflik. tantangan untuk adaptasi dalam kelompok baru dan asing. perhatian. kecukupan.

Masalahnya. Keberhasilan eksperimen Mayo seperti telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penghargaan finansial terbukti tidak selamanya seefektif penghargaan psikis. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. Napoleon berseru: ³Sungguh menakjubkan apa yang akan dilakukan orang untuk barang sepele seperti itu. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori. Setelah tahu bahwa para prajuritnya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan medali yang diberikannya. setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Skinner menambahkan bahwa untuk mendapat motivasi maksimum. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual.sekali terpenuhi secara sempurna.5. Pendelegasian otonomi dan tanggung jawab yang lebih luas kepada karyawan telah terbukti efektif untuk memotivasi kinerja dan performa yang lebih baik.´ 3. dan sebaliknya tanpa pikir dua kali untuk melemparkan kritik atas pekerjaan buruk bawahannya. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan. Dalam makalah ini. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. orang harus memuji secepat mungkin setelah tampak perilaku yang pantas mendapat pujian. manajemen partisipatif dan program-program umpan balik positif (positive feedback programs) dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan. William Cohen. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan. Dalam konteks ini.5. Sebagai bagian dari sebuah pendekatan yang lebih konstruktif. Bahkan Napoleon Bonaparte terkejut menyaksikan kekuatan pengakuan sebagai motivator.5 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri 3. mengatakan bahwa jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang baik untuk memberikan pengakuan kepada prestasi kerja dalam organisasi.F. memberi daripada menerima. 3.1 Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri Menurut Maslow. berkembang. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami. B. . Pakar kepemimpinan. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. banyak manajer seringkali lupa atau berpikir banyak kali untuk memberikan pujian dan pengakuan tulus bagi prestasi karyawan. Psikolog terkenal. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. Pengakuan merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat.2 Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri.

Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang biasa. Berkat persepsi yang tajam. Merindukan kesunyian. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut ³pengalaman puncak´ (peak experience). Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. dan bukan karena ikut-ikutan. mereka juga dapat menikmatinya. 7. Keterpusatan-pada-masalah. dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. musik. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. 8. Mereka sangat mandiri dan otonom. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional. atau panggilan yang mereka anggap penting. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. dan tekun introspeksi. lebih peka melihat hikmah dari pelbagai masalah. ketidakpicikan. . Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. 3. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. dan masalah-masalah politik dan filsafat.1. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. 5. karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri. Kadangkadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. 6. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur. hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. Sama seperti anak-anak. namun sekaligus menyukai orang lain. tugas. 4. Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. saat diliputi perasaan khidmat. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara luar biasa. Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. 9. 2. Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri. Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain.

cemas. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. bosan dengan obrolan basa-basi . bersalah. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. dan dengan tulus mengikutinya. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. Resistensi terhadap inkulturisasi. Secara konsisten. 11. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahankelemahan alamiah orang lain. dan pakaian. kebohongan. melakukan. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut ³kemerdekaan psikologis´. 14. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas. Seperti seorang anak yang lugu. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. bahasa. hampir setiap anak mampu membuat lagu. 10. Menurut Maslow. dan menyelesaikan sesuatu. Kreatif dalam mengucapkan. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. penipuan. Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orang-orang yang neurotis. kekejaman. kosmik. Mereka tidak selalu tenang. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. Namun bagi mereka. 12. Secara konsisten. Bagi orang-orang ini. Bagi mereka.Maslow menyebut keunggulan ini sebagai ³Being cognition´ atau ³B-cognition´. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Mereka mempunyai ³hirarki nilai´ yang jelas. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. iri dan lain-lain. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. sajak. dan keterbukaan. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. Ketidaksempurnaan. Kadar konflik dirinya rendah. makanan. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. omongkosong. 13. 16. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. 15. lakon. atau permainan secara mendadak. dan kemunafikan. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang ³melawan arus´ pendapat khalayak ramai. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. tarian. Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar. pengamatan yang pasif dan reseptif. . dan hiruk-pikuk suasana pesta. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Selera humor yang baik.

5. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya. Pertanyaan yang paling banyak diajukan sehubungan dengan tema motivasi adalah: ³Bagaimana . Dalam sejarah. baik hati dan berani.17. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaan-perbedaan. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. saling memberikan manfaat. 3. Makin matang kepribadiannya. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya. orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan. Tetapi apa yang akan diuraikan berikut menyiratkan bahwa dewasa ini tidak ada satu pun teori motivasional tunggal yang dapat memecahkan segala pertanyaan tentang motivasi karyawan. kebaikan. seperti jujur. mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu. orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh. Mereka itu amat spontan. bersikap wajar. Tidak mengherankan muncul sebuah istilah teknis: ³pembalikan kopernikan´ untuk menyatakan suatu terobosan gagasan yang menjungkirbalikkan suatu pandangan sebelumnya. tidak ada teori dalam sejarah yang tak berguna. Bagi orang-orang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini.3 Aplikasi Manajemen Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. Bahkan menurut Maslow. Oleh karena itu perpaduan berbagai teori motivasional dalam bagian ini akan memperlihatkan bagaimana teori-teori tersebut saling melengkapi (komplementer) dan kapan sebaiknya diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi. Dalam pribadi yang sehat. tulus hati. dan kejujuran. dan berlangsung seumur hidup. tubuh tegap. dan sebagainya. dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. latar belakang ras. agama. 18. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka.5. sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia. pandangan muskil geosentris yang melihat bumi sebagai pusat tata surya telah memancing teori yang benar: heliosentris dari Copernicus. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. Bila pada level kebutuhan sebelumnya. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. Gagasan ³selemah´ apa pun tetap dapat menjadi titik tolak atau pancingan untuk melahirkan ide yang lebih baik dan lengkap. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mengusulkan suatu teori motivasi yang baru. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan. 19. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan. ketulusan. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap aktualisasi diri. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka.4 Teori-teori Motivasi Komplementer Dari sudut pandang filosofis. 3. bahagia. dan penampilan. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib. badan montok.

Kategori pertama disebut kebutuhan hygiene. misalnya: peluang promosi. praktisi teori Maslow akan mengatakan tingkat kebutuhan terendah yang belum terpenuhi yang akan merangsang perilaku karyawan dalam organisasi. Apa yang secara intrinsik (batiniah) merangsang perilaku individu? Imbalan (reward) apa yang dapat memuaskan kebutuhan individu? Bagaimana menyesuaikan kebutuhan individu dengan imbalan (reward)? Bagaimana caranya agar individu betah dalam organisasi? Untuk soal pertama. Pemuasan kategori pertama hanya berguna untuk mencegah ketidakpuasan kerja dan tidak dapat dipakai untuk menciptakan kepuasan kerja. hendaknya ditentukan bersama dengan mereka sasaran dengan tingkat kesulitan yang sedang saja. Bagi individu yang memiliki motif afiliasi tinggi. Kebutuhan ini diandaikan harus dipelihara untuk mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja. dan pencapaian prestasi (keinginan untuk memenuhi kegiatan yang bernilai). Herzberg menyarankan untuk menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan kerja itu sendiri atau hasil langsung yang diakibatkannya. Kebutuhan ini bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. 3. ada empat hal yang harus digali.saya dapat memotivasi karyawan saya?´ Untuk menjawab masalah ini. Jika ingin memotivasi orang pada pekerjaannya. perlakuan. Pakar motivasi lain bernama Frederick Herzberg muncul untuk meneruskan karya Maslow. 3. Bagi individu dengan motif kekuasaan yang tinggi. tanggung jawab. status. David McClelland mengusulkan tiga motif kebutuhan. dan prestasi. Dari riset itu. McClelland telah melakukan banyak riset dan mengusulkan tiga jawaban. sebaiknya diberi kesempatan untuk bertugas dalam kelompok yang dipilih sendiri. Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja berbeda dan terpisah dari faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja. Untuk soal kedua. ia menarik kesimpulan bahwa individu mempunyai dua kategori kebutuhan yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan. sebaiknya diberi wewenang atas orang lain yang disesuaikan dengan derajat keterampilan yang mereka miliki. yakni: afiliasi (sama dengan kebutuhan sosial Maslow). Ia mengusulkan bahwa lebih dari satu kebutuhan dapat menjadi dominan pada saat yang sama. pertumbuhan personal. pengakuan. Faktor pemuas kebutuhan ini antara lain uang. ketiadaan ketidakpuasan belum tentu berarti ada kepuasan. Bagi Herzberg. Kebutuhan kedua yang sungguh merupakan motivasi adalah pemuasan yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri. Berikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sasaran denga cara mereka sendiri dan pastikan bahwa mereka mendapatkan cukup pengetahuan tentang kemajuan mereka melalui sistem umpan balik yang baik. 2. dan keamanan. . kekuasaan (keinginan untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain). yakni: 1. Kembangkanlah program kompensasi lebih berdasarkan kelompok daripada produktivitas individual. McClelland tidak mengatakan bahwa ketiga motif itu berada dalam hirarki yang sama dalam diri setiap orang. Herzberg mengumpulkan data mengenai sikap kerja karyawan di ratusan perusahaan. yakni: 1. Bagi individu dengan motif pencapaian prestasi yang tinggi. 2. 4.

Jika orang merasa dihargai. Teori ini menekankan bahwa setiap saat yang diinginkan. Di sini manajer tentu dapat berperan lebih untuk merumuskan tindakan-tindakan strategik. 4. Metode lain yang sangat populer dalam menjawab soal ketiga ini adalah yang disebut Manajemen Berdasarkan Tujuan (Management by Objectives/MBO). Pengkajian. Metode MBO mengandung filosofi manajemen yang berasumsi bahwa ada daya tarik nyata dalam individu jika mereka menentukan sendiri sasaran kerjanya. 3. Untuk menjawab soal terakhir. MBO merupakan pendekatan kognitif yang menekankan bahwa sasaran individu mengarahkan tindakannya. Metode ini menawarkan empat langkah yang harus ditempuh.Untuk soal ketiga. Merencanakan tindakan. Di sini manajer meminta setiap karyawan untuk menentukan sasaran yang ingin ia capai dalam jangka tertentu. kita menuju teori yang disebut teori Penguatan (reinforcement theory) yang telah berkembang menjadi strategi bernama Modifikasi Perilaku. Namun cara penyampaian harus sedemikian rupa sehingga hasil rembukan tetap tampak sebagai hasil kerja sama. Teori Penguatan menggarisbawahi bahwa sasaran haruslah dapat diukur. Langkah ini meliputi pelaksanaan dari tindakan yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran yang telah disetujui bersama. maka mereka akan mengumpulkan banyak energi untuk melaksanakan pekerjaaannya. kita mempunyai pendekatan perilaku (behavioristik). Kemudian delegasikan fungsi itu kepadanya. Memberi umpan balik. Teori ini berseberangan dengan MBO. Manajer sendiri secara terpisah juga mengidentifikasi sasaran yang harus dicapai karyawannya. Bila sasaran tercapai. yakni: 1. . yakni: 1. 2. Manajer dan karyawan berembug untuk merumuskan tindakan apa yang akan dipakai untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. penting untuk dicari sebab-sebab masalahnya. Pemerkayaan pekerjaan ini mencakup sekaligus tambahan pekerjaan dan tanggung jawab yang bukan hanya diserahkan begitu saja. karyawan sebaiknya tahu bagaimana kemajuan mereka menuju sasaran. tindakan untuk mengoreksi diri dapat diambil secepat mungkin. Jika tidak tercapai. Langkah ini harus diambil secara efektif oleh manajer. Penerapan. Menetapkan sasaran bersama-sama. Kemudian kedua versi sasaran dipertemukan untuk disusun daftar gabungan. karyawan patut diberi penghargaan yang memadai. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan. adakan pertemuan dengan karyawan untuk membandingkan sasaran yang direncanakan dengan hasil nyata yang tercapai. yang melihat penguatanlah yang mengkondisikan perilaku. Ini sama dengan langkah pertama MBO. bukan pada atasan. Teori ini menawarkan tiga langkah. Kekuatan utama terletak dalam sasaran yang disusunya. yang ia sendiri ingin dan dapat mengerjakannya. Caranya adalah menanyakan kepada karyawan yang telah diperkaya pekerjaannya tentang fungsi manajemen apa yang kini dikerjakan oleh atasannya. 2. Menetapkan sasaran. Herzberg masih menawarkan konsep yang disebut pemerkayaan pekerjaan. Sedangkan dalam teori Penguatan.

Tidak bisa dipastikan dengan kaku bahwa kebutuhan rasa aman hanya akan muncul setelah kebutuhan akan makanan terpuaskan sepenuhnya. celaan mungkin dapat menjadi motivator sementara. Orang butuh motivasi. ia tidak lagi terdorong oleh motivasi tingkat di bawahnya. dan kondisi organisasi yang bersangkutan. kapan dan bagaimana itu dilakukan. 4. Hal ini memberikan pengertian agar seorang manajer atau pemimpin atau motivator dalam organisasi hendaknya mengenal apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. Mengelola motivasi berarti mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilaksanakan. Semua teori motivasional ini saling melengkapi dan dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan. Bilamana seorang karyawan mempunyai gaji dan keamanan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa amannya. KESIMPULAN: PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW Dari sekian banyak teori motivasional yang ada. Inilah dugaan yang terkandung dalam Teori X dan Teori Y dari McGregor. Kebutuhan seorang buruh produksi harian dengan karyawan staff manajerial tentu berbeda. Perangkat pengharapan terakhir. maka pola kepemimpinan yang sangat memaksa dan mengendalikan yang kemungkinan diterapkan oleh manajer. kecuali kita mempunyai masalah dalam organ pernapasan kita. Teori ini mewariskan pesan bagi kita bahwa begitu orang melewati tingkat kebutuhan tertentu. Sama halnya kita tidak akan meresahkan kebutuhan bernapas. Memberikan imbalan tepat waktu.3. Dalam jangka pendek. Hirarki Kebutuhan Maslow penting bagi kita karena membantu menjelaskan mengapa gaji tinggi. Sudah sering terdengar keluhan karyawan bahwa manajer mereka seakan tidak tidak tahu semua hal baik yang telah dikerjakan mereka. Untuk memberikan motivasi yang dapat meningkatkan performa kepada keduanya. Sebaliknya. situasi. Batas-batas antara tingkatan yang satu dengan yang lain tidak terlampau jelas dan lebih menunjukkan saling tumpang tindih. mungkin teori Hirarki Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. tampak benang merah antara teori yang satu dengan yang lain. di mana pekerja akan termotivasi melakukan pekerjaan seminim mungkin. seorang motivator harus memberikan treatment yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Teori Y. Hendaknya hirarki kebutuhan Maslow tidak dilihat secara kaku dan mutlak. Imbalan yang dalam praktek terbukti paling penting tetapi juga paling tidak dimanfaatkan oleh manajer. Jika manajer mengharapkan karyawan untuk tidak suka bekerja untuknya dan dengan demikian menghindari semua tanggung jawab. keuntungan yang baik. jika manajer mengharapkan karyawan mereka untuk mencari tanggung jawab dan mampu mengarahkan-diri ke sasaran yang mengandung imbalan. Tetapi begitu ada kesalahan. Tetapi biasanya celaan cenderung memiliki sejumlah konsekuensi disfungsional bagi organisasi dalam jangka panjang. karena orang ingin melakukannya. Dari uraian di atas. dan keamanan kerja tidak selamanya dapat memotivasi kinerja. akan menciptakan ramalan pemenuhan-diri. mereka langsung mendapat kritik atau celaan. adalah pengakuan. seorang motivator benar-benar telah mengelola motivasi. Dengan menelaah apa yang menjadi kebutuhan karyawan dan memberikan pemuasan yang tepat sasaran. itu pun dapat menciptakan ramalan pemenuhan-diri. pada mulanya dikembangkan dari teori Hirarki Kebutuhan Maslow. dan sangat mendasari gagasan perkayaan pekerjaan dan MBO. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita telah mampu memuaskan sebagian besar kebutuhan dasariah mereka kendati . maka hal itu tidak lagi akan memberikan motivasi. bukan celaan.

Dalam kenyataannya. dan menerapkan teori yang hingga kini masih menggema ini. Wahba dan Bridwell (1976) menyimpulkan suatu paradoks untuk teori Maslow: bahwa teori ini diterima luas. Itulah dinamika dan dialektika ilmu pengetahuan.belum dalam arti sepenuh-penuhnya. Sejumlah ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang berbeda. orang melihat bahwa teori Maslow semestinya didukung lagi dengan bukti-bukti empiris yang lebih banyak. Manusia memang makhluk yang dinamis dan multidimensional. Dari kenyataan ini. atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik. Ada orang tertentu yang tidak pernah berkembang melampaui tingkatan pertama atau kedua. Kiranya Maslow sepenuhnya menyadari sejak awal bahwa berbicara tentang struktur kepribadian manusia yang dinamis tidak segampang membalikkan telapak tangan. Bila ditinjau lebih khusus. teori yang baik gagal dibuktikan karena metode dan aplikasi riset yang buruk. namun masih harus dibuktikan secara empiris. Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. mengingat teori Maslow merupakan suatu teori umum tentang kebutuhan manusia. Yang mau ditekankan adalah bahwa begitu suatu tingkat kebutuhan terpuaskan. dalam banyak kasus penelitian. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. menerima. sedangkan ada pula orang . kendati tampak sah bagi banyak orang. Pertama. Sebagaimana lumrahnya perkembangan suatu teori. Semua teori ilmu pengetahuan tentang manusia mesti berhadapan dengan kenyataan itu. Sumbangan Maslow tidak sedikit untuk perkembangan psikologi organisasi. beberapa penelitian mendukung. Tidak jarang terjadi. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. Maslow berkali-kali mengingatkan agar jangan sesekali memutlakkan kelima tingkat kebutuhan atau membedakannya secara tajam dan kaku. tapi tidak banyak didukung oleh bukti riset. maka ketika diterapkan kepada manusia tertentu (dengan budaya tertentu) tentu terdapat kekecualian-kekecualian dalam pengurutan umum hirarki yang ada. sedangkan yang lainnya menolak. tesis Maslow juga mengundang sejumlah antitesis. evaluasi atau riset yang menghasilkan kesimpulan yang tidak mendukung teori bisa saja berangkat dari pemahaman yang tidak komprehensif atas teori dan jalan pikiran Maslow. maka kebutuhan tersebut tidak lagi akan memiliki pengaruh yang berarti pada motivasi. Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori. Dalam buku Motivation and Personality. Untuk memahami. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah. Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow. sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. kita harus memahami sejumlah kualifikasi lanjutan agar konsep kita menjadi lebih komprehensif.

Seorang ilmuwan bernama Craig Pinder memberikan jalan tengah atas dua kubu pendapat yang pro-kontra sebagai berikut: ³Teori Maslow tetap sangat populer di kalangan para manajer dan mereka yang mempelajari perilaku organisasi kendati tidak banyak studi yang secara resmi dapat mengkonfirmasi atau menolaknya. suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal. Sekalipun Maslow dalam tesisnya menyatakan bahwa apabila seseorang tidak dapat memenuhi dua macam kebutuhannya. Umumnya dapat kita lihat bahwa individu-individu dapat mengembangkan tujuan-tujuan substitut ketika pencapaian langsung terhadap suatu kebutuhan terhalangi. sebagai implikasi atas teori ini. Nyatanya. Setiap tindakan cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan. mungkin tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan keinginannya karena ideal. dalamnya hati manusia sungguh tak dinyana. Ketiga. maka kita tidak pernah mungkin mendeterminasi berapa valid teori tersebut atau secara tepat.. para manajer dianjurkan untuk memotivasi para karyawan mereka dengan jalan merancang program-program atau praktek-praktek yang ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang muncul atau kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi. Keempat. Kedua. Khususnya dapat dikatakan bahwa suatu kebutuhan yang terpenuhi mungkin akan kehilangan potensi atau daya motivasionalnya. Oleh karena itu. Bila dalam jangka pendek seseorang tidak menampakkan minat pada tujuan tertentu belum tentu bahwa ia tidak membutuhkannya. maka ia lebih menginginkan pemenuhan kebutuhan yang lebih mendasar. norma. lagi-lagi ditegaskan betapa besar misteri yang meliputi kepribadian manusia. dan tugas-tugas dapat mempengaruhi dirinya. Jika demikian halnya. Barangkali misteri manusia in jugalah yang membatasi semua teori tentang manusia. rantai kausatif tidak selalu berlangsung dari stimulus-kebutuhan-perilaku. perlu disadari bahwa banyak di antara tujuan yang diupayakan oleh manusia merupakan tujuan-tujuan jauh dan berjangka panjang yang hanya dapat dicapai melalui suatu seri langkah dan sarana. Di lain sisi.lain yang demikian terpukau oleh kebutuhan tingkat tinggi sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah tidak menarik bagi mereka. MANAJEMEN SUATU PENGANTAR . Menyadari hal ini. kita tetap dapat menarik pelajaran berharga bagi para manajer. dalamnya lautan bisa diduga. Kata pemeo.. dua kebutuhan yang sama tidak selalu akan menyebabkan timbulnya reaksi yang sama pada setiap individu.. Ada kemungkinan bahwa dinamika yang terimplikasi pada teori Maslow tentang kebutuhan bersifat terlalu kompleks untuk diterapkan dan dikonfirmasi oleh riset ilmiah. standar sosial. dan aspek mana yang tidak valid.´ Sekalipun tidak banyak riset yang secara jelas mendukung teori ini.aspek mana sajakah dari teori tersebut bersifat valid.

Pengertian 6. Fase Pengambilan Keputusan 4. Teori Organisasi Klasik 2. Pengertian dan Unsur-unsurnya 8.d. Hani Handoko. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki .c. Kepemimpinan (Leadership) 8.b. Teori Behavioral Science 2. Perencanaan Pengadaan 7. Pengertian Tujuan 3.c. MANAJEMEN. Pengertian 6. Jakarta. Penetapan Tujuan 3. 1986. Asas atau Prinsip Organisasi 6.c. DASAR-DASAR MANAJEMEN. Teori Hubungan Antar Manusia 2. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen 2. Edisi ketiga. Erlangga. memahami lingkungan manajemen dan menerapkan dalam upaya pengambilan keputusan yang strategik. 1983. Yogyakarta.a. MATERI 1. ‡ T. Sumber Pegawai 7.b.c. Pengertian Manajemen 2. Sehingga dengan demikian pembaca diharapkan memahami berbagi konsep yang ada dalam manajemen dan bagaimana implementasinya. Teori Aliran Kuantitatif 3. Manullang. Pengertian Pengambilan Keputusan 4.c. Teknik Pengambilan Keputusan 4.a. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen 4. TUJUAN Memberikan pemahaman tentang berbagai konsep dan teori manajemen. Unsur-unsur Organisasi 6.d.a.b.a.DESKRIPSI Modul ini akan menjelaskan secara ringkas dan memberikan gambaran umum tentang manajemen beserta asasnya. Tujuan dan Forecasting 3.a. Pengertian dan Fungsi Forecasting 4. BPFE. Fungsi dan Tugas 8.a.b.b. Penyusunan Pegawai 7. Penarikan dan Seleksi 7. Penempatan 8. Edisi kedua. Fungsi ± Fungsi Manajemen 5.c.d. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik 2. Pengorganisasian 6. Proses Pengambilan Keputusan 5.d. BUKU YANG DIANJURKAN ‡ M.b. Tujuan dan Manfaat 7.e.a.

Jenis Pengendalian 10. SUATU DASAR DAN PENGANTAR. pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. Aspek Perencanaan 10. aspek Pelaksanaan 10. mengurus atau mengelola. Menurut Drs. pengorganisasian.d. yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan. Menurut Horold Koontz dan Cyril O¶donnel : Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata ³to manage´ yang berarti mengatur.8. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan. Menurut James A. Teori ± Teori Pemikiran Manajemen .d. Stoner : Manajemen adalah proses perencanaan. penggerakandan pengendalian/pengawasan. Menurut R.a. Pengertian dan Konsep 10. 2.a.f.F. dosen tetap Fakultas Ekonomi Univeristas Islam Indonesia Yogyakarta. Teori ± Teori Motivasi 10. penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.c.b. Menurut Lawrence A. karangan Drs.e. Appley : Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. 4. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan 9. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. 5. Oey Liang Lee : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian. Pengertian Motivasi 9. Tujuan dan Mekanisme Pengendalian 10. seperti perencanaan.e. Prestasi dan Kepuasan Kerja 9.b. Langkah ± Langkah Pengendalian Modul ini ditulis mengacu pada buku MANAJEMEN . pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3. Teori Motivasi. penyusunan. yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Pengendalian atau Pengawasan 10. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut. Gaya Kepemimpinan 8. Muslich. Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut : 1. pengorganisasian.

antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.A. Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. 3. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. Frederick W. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. Operasi standar 11. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai.5. yaitu : 1. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Instruksi standar 12. Kegiatan logis 3. Balas jasa insentif . Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Hennry L.2. Frank B dan Lillian M. Staf memadai 4. Menurut Frank. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. A. Disiplin kerja 5. Menurut Lillian. A. dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Pentingnya peran manajer 2. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. A.4. Sistem bonus dan instruksi. Mengenal metode seleksi yang tepat. Metode ini disebut sistem upah differensial. Standar kegiatan 9. A. Tujuan jelas 2. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Urutan instruksi 8. Laporan terpecaya 7. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi.6.1. Balas jasa yang adil 6. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima.3. A. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Kondisi standar 10. A. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. 2.

3. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. Technical . Teori Organisasi Klasik B. Prinsip fungsional d.B. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. Accountancy . 4.2. kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . James D. kegiatan akuntansi 6. kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . kegiatan membeli bahan dan menjual produk.1. Security . Commercial . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas. Financial . Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Koordinasi b. Prinsip skala c. melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : ± Planning . Managerial . Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan B. kegiatan perencanaan ± Organizing . Prinsip staf C. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. 2. Mooney : Menurut James. kegiatan pembelanjaan. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. kegiatan pengarahann ± Controlling . 5. kegiatan menjaga keamanan.

D. Istilah tersebut biasanya diartikan sebagai sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan. Sehingga tujuan akan memberikan arah kemana kegiatan harus dilakukan.8. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. D. . mission atau target. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. D. E.7. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.D. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang. goal. Teori Behavioral Science : D.6. D. D. Mengkaji model dan hasil model 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Tujuan merupakan hasil akhir dari apa yang diinginkan untuk dicapai.5.4. Pengertian Tujuan Istilah lainnya adalah sasaran. Menyusun model aritmatik 3. D. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Merumuskan masalah 2. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem manajemen.1. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4.2. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen. D. perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. Tujuan dan Forecasting A.3.

Fase Pengambilan Keputusan 1. suatu sumber yang dapat dipercaya. R. Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran.2. B.3. Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah. petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. P. C. B. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. pengumpulan fakta dan data. penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. C. tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf. Aktivitas intelegensia Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak. Claude S. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen A. G. Penetapan Tujuan Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan.4. sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.B. Aktifitas desain . Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen. menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. diantaranya adalah : A.1. C. Secara umum. pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli. Hasil dari forecasting ini menjadi dasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencana. Pengertian dan Fungsi Forecasting Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan. 2. Pada kondisi yang berbeda. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama. Goerge. Horold dan Cyril O¶Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan. kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan.

Mengembangkan alternatif d. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan . Menetapkan masalah b. Menganalisis alternatif d. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal. Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan. Mengevaluasi alternatif 5. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif Fungsi ± Fungsi Manajemen A. Menganalisa problem tersebut 3. Mengambil keputusan yang terbaik C. 4.Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan. Proses Pengambilan Keputusan Menurut G. Terry : 1. Linier Programming Riset dengan rumus matematis. Menyusun alternatif c. Aktifitas pemilihan Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Teknik Pengambilan Keputusan 1. Pengertian Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. R. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan Menurut Peter Drucher : a. Mengambil keputusan yang tepat e. Manganalisa masalah c. Mengidentifikasi masalah utama b. Gaming War Game Teori penentuan strategi. Dari tiga aktifutas tersebut diatas. dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah : a. 2. 3. Aktifitas desain meliputi : ± menemukan cara-cara/metode ± mengembangkan metode ± menganalisa tindakan yang dilakukan 3. Menetapkan sejumlah alternatif 4. D. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.

Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. menyelaraskan kegiatan d. Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk diperhatikan. koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. 4. Penyusunan Staf/Staffing : Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan. kewajiban dan tanggungjawan tertentu. Pengawasan/Controling : Fungsi yang memberikan penilaian. motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. Pengorganisasian A. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. Pengertian Menurut James D. 3. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak. b. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan 6. 3. Secara terusmenerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. . Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. tugas dan kewajiban. Sedangkan menurut Chester I. Mooney. Pengarahan/Directing : Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Pengorganisasian/Organizing : Kegiatan yang meliputi penetapan struktur. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat. pemanfaatan. organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. Sinkronisasi kegiatan b. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja. meruntutkan kegiatan e. 2. pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif. 2. Secara menyeluruh. Perencanaan/Planning : Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. pelatihan. organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. 5. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama. Barnard. keterpduan kegiatan c.rencana tersebut. Secara tegas organisasi ditandai oleh : 1. fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut : a. Pengkoordinasian/Coordinating : Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. Membagi beban kerja. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan. yaitu : a. fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi. bimbingan. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya. Perumusan dan Penentuan Tujuan Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama. Koordinasi Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya. 4. Unsur ± Unsur Organisasi Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. Tujuan dan Manfaat Organisasi Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur. Penyusunan Pegawai . Menentukan mekanisme pekerjaan. Asas atau Prinsip Organisasi 1. disusun. ditetapkan. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas. 2. manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur. pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.c. B. 3. Mensinkronisasi pekerjaan d. 3. tugas dan tanggung jawab. C. Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih. Pendelegasian Wewenang Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. Pembagian Kerja Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja. mempunyai tujuan tertentu. Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab. Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas. Semnetara itu. 6. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas Adanya pengaturan dan pembagian wewenang. 5. 2. Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Pengawasan Umum Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan. Unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. D. 4. Efisinesi Pengawasan Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien. koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik.

lembaga pendidikan. Perencanaan Pegawai 1. Sifat dan kecakapan pemangku jabatan Umumnya analisa jabatan disebut sebagai suatu upaya membuat uraian pekerjaan hingga dapat diperoleh keterangan untuk menilai jabatan. B. Latihan dan Pengembangan Dilakukan agar pegawai baru atau pun yang telah ada tetap bisa produktif dan aktif serta selalu bisa menyesuaikan keahliannya dengan perkembangan teknologi atau kondisi lingkungan kerja. Sedang yang berasal dari dalam perusahaan. Tahap analisa tenaga kerja (work force analysis) 2. Penempatan Setelah calon pegawai dinyatakan lolos dari beberapa tes seleksi. Latihan dan Pengembangan dapat dilakukan dengan cara : a. C. tanggung jawab dan hubungan lini ke atas atau ke bawah. Perencanaan pengadaan pegawai yang intinya untuk meneliti dan memperoleh pegawai. Pengenalan dan Orientasi Tujuannya untuk mengenalkan pegawai baru tersebut dengan lingkungan kerjanya. Penempatan. Hasil dari analisa jabatan ini adalah : a. Spesifikasi jabatan : yaitu pernyataan yang menunjukkan kualitas dan persyaratan minimal bagi pegawai yang diterima. D. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan penempatan calon pegawai tersebut sesuai dengan posisinya. diantaranya : 1. a.A. Dalam penempatan ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pengisian formulir lamaran 4. Penarikan dan Seleksi Umumnya penarikan dan seleksi pegawai baru dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Pemasukan lamaran 2. Untuk dari luar dapat diperoleh melalui kantor penempatan kerja. promosi pegawai. Deskripsi jabatan : yaitu pernyataan yang meliputi tugas. Tahap analisa beban kerja (work load analysis) b. On the job training Yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. . dan positif diterima. atau dari teman-teman dekat pegawai yang mempunyai keahlian. wewenang. b. iklan. untuk menentukan : a. serikat buruh. Wawancara 6. Off the jog training Pelatihan yang dilakukan diluar perusahaan dengan bantuan pihak lain. Tes 5. Melakukan analisa jabatan. Sumber Pegawai Pegawai dapat diperoleh dari dalam atau pun dari luar perusahaan itu sendiri. b. Penerimaan lamaran 3. misalnya. Sifat dan keadaan pekerjaan b. 2. Pemeriksaan CV 7. Pemeriksaan kesehatan 8.

Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. B. Menurut Cyriel O¶Donnell. Menurut George Terry. Mengambil keputusan 2. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. Pengertian dan Unsur ± Unsurnya Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. 3. kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Untuk mencapai tujuan manajer. dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. Yang berkaitan dengan kerja : ± Mengambil inisiatif ± Mengatur langkah dan arah ± Memberikan informasi . adanya peserta yang digerakkan. Dari dua pengertian tersebut diatas. 4. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Mengembangkan informasi 3. adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak. 2.Maksud dan Tujuan Latihan : ± Meningkatkan efektifitas kerja ± Efisiensi kerja ± Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai ± Meningkatkan disiplin ± Mengurangi kesalahan ± Mempercepat perkembangan pegawai ± Mengurangi turn over Kepemimpinan (Leadership) A. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. Fungsi dan Tugas Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. Untuk memperoleh manfaat bersama. adanya komunikasi. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu.

Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. D. ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : a. kerja rendah ± Gaya kerja tinggi. Mental dan fisik yang energik 2. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. Level Top Leader/Top Management Pimpinan puncak. misalnya. misalnya. direktur utama. 2. Motivasi personal yang baik 5. Emosi yang stabil 3. kekompakan rendah ± Gaya kerja tinggi. kekompakan tinggi ± Gaya kerja rendah.Pengetahuan human relation yang baik 4. Terry. Lower Leader/Lower Management Golongan bawah. Tingkat kecerdasan yang tinggi . pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1. Orientasi kekompakan (human oriented) Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : ± Gaya kekompakan tinggi. mendidik dan mengembangkan bawahan 7. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan Menurut George R. Ahli dalam bidang sosial 8. staf produksi. Cakap berkomunikasi 6. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial Menurut Horold Koontz dan Cyrel O¶Donnel. Misalnya. yang berkaitan dengan kekompakan anggota : ± Mendorong. Cakap untuk mengajar. bersahabat. misalnya. kekompakan rendah E. bersikap menerima ± Mengungkapkan perasaan ± Bersikap mendamaikan ± Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat ± Memperlancar pelaksanaan tugas ± Memberikan aturan main C. 3. Penguasaan teknis relatif penting.± Memberikan dukungan ± Memberi pemikiran ± Mengambil suatu kesimpulan b. Level Middle Leader/Middle Management Golongan menengah. melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota. Orientasi pekerjaan (task oriented) 2. supervisor. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut : 1. manajer keuangan. juga melakukan pekerjaan tersebut. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management. mandor dan pelaksana teknis.

Teori ± Teori Motivasi Ada tiga motivasi utama yang sering diajukan. 2. Pengendalian atau Pengawasan A. . Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan. mengaktifkan. menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. Pengertian dan Konsep Sebagai terjemahan dari controlling dalam manajemen. harapan. B. dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor. Pengertian Motivasi Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong. Cakap berbicara d. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan c. Model Tradisional sering disebut model klasik. 3. Keinginan akan adanya pengakuan Sehingga secara singkat. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan. Khususnya untuk pekerja hanya dapat dimotivasi dengan imbalan uang. Motivasi ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya : 1.b. motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam suatu usahanya. Model Sumberdaya Manusia Dengan penekanan pada motivasi tidak hanya oleh masalah pemenuhan kebutuhan biologis saja akan tetapi juga kebutuhan mendapatkan kepuasan. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat. 2. yaitu : 1. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana. Keinginan untuk hidup 2. Penghayatan terhadap kerja sama Teori Motivasi. Keinginan akan kekuasaan 4. Matang dalam emosi dan pikiran e. Motivasi yang kuat f. Model ini dicetuskan oleh Elton Mayo sebagai akibat kejenuhan karyawan dalam melakukan pekerjaan yang sama secara berulang. 3. merupakan fungsi yang penting. keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Alasan melakukan pengawasan adalah : 1. Prestasi dan Kepuasan Kerja A. Elton Mayo menekankan pada pentingnya pengakuan atau penghargaan terhadap kebutuhan sosial pekerja. Model Human Relation Diartikan sebagai model hubungan manusiawi dengan penekanan pada kontak sosial merupakan kebutuhan bagi manusia yang bekerja dalam suatu organisasi. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. Model ini menyatakan bahwa motivasi pada seseorang hanya dipandang dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis saja.

pengendalian dapat dibedakan menjadi : a. pemantauan. Atas dasar aspek obyek : ² Pengendalian Administratif . Jadi pengawasan dapat diartikan sebagai usaha melakukan pengamatan. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. yaitu : 1. penyelidikan dan evaluasi keseluruhan kegiatan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. pengawasan adalah suatu kehidupan interaktif antara hasil pekerjaan dengan perencanaan yang telah disusun. Aspek waktu 2. D. b. B. ² Pengendalian Represif . Secara konseptual. Aspek Pelaksanaan Dijadikan sebagai obyek yang dinilai. Mengukur penyimpangan 5. Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur. pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan. Aspek subyek Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas. aspek obyek 3. Atas dasae aspek subyek : ² Pengendalian Interen . dilakukan dibidang opersional c. maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Jika ada perbedaan. akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Jenis Pengendalian Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek. Menyusun umpan balik (feedback) 3. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan E. ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen . Pembandingan kegiatan dengan standar 4. Mekanisme pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen ² Pengendalian eksteren . C.4. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. yang dilakukan dibidang administrasi ² Pengendalian Operatif . Atas dasar aspek waktu : ² Pengendalian preventif . Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Penetapan standar kegiatan 2. Aspek Perencanaan Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur.

Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. yang . ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan 4. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. etika atau aturan-aturan moral. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi oleh rahmat hidayat Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Xenophon seorang prajurit. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja 2. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. spesialisasi dan pembagian kerja. 4. kaidahkaidah hukum. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara. Mengukur kegiatan 3. seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. Thomas Aquinas (1225-1274). Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. proteksionisme serta politik kolonial. 2. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. Tetapi masalah riba. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM. yaitu nilai guna dan nilai tukar. 2. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan.F. modal patungan dalam usaha. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Langkah ± Langkah Pengendalian Secara umum. 3. 5. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. melalui tukar-menukar. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data.

5. dan teori fruktifikasi. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. 3. 3. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian . tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani.selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. dengan perkataan lain secara normatif. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. 2. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. 4. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. tetapi menganjurkan persaingan. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik 1. 3. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. dalam negeri. 2. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. dan menjaga rencana perdagangan yang menguntungkan. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. 4. dan kecepatan uang beredar. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak.

keterampilan dan modal. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik JB. 3. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. perhatiannya bidang logika dan etika. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. sepuluh tahun sebelum Adam Smith . yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. Say. tenaga kerja. dengan asumsi berlaku dana upah. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. 4. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. 4. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. pemikiran pesimistik dan individu serta negara.pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. dan David Ricardo 1. pemerintah bertugas melindungi rakyat. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. sedangkan tingkat upah menurun. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Tingkat sewa tanah akan meningkat. 2. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. 2. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Malthus. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. sehingga tercipta dua macam harga. Dengan demikian. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire.

Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. 4. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif . Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. teori bunga dan laba. 2. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Dan pendekatannya teoretis deduktif. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. kecuali telah diolah manusia.menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. 3. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. teori perdagangan internasional dan. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. Sismonde. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. 3. Inggris. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Carey. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. pembagian kerja. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. teori tentang nilai dan harga. List dan Bastiat. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran dari Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. teori sewa tanah. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. dan the law of deminishing return. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. teori kependudukan. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge.

James Harrington. ketiga teori tentang . pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. Gerard Winstanley. 5. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. Saint Simon (1760-1825). Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Ekonomi Mazhab Sosialis Utopia 1. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. politik dan ilmu sosial. teori dana upah mendapat tantangan. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. Francis Bacon. 3. 2. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. yang menjadikan mental breakdown. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. hipotesis kependudukan Malthus. dipelajari oleh Mill. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. 3. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. dengan pemikiran yang eklektiknya. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Friedrich Engels. 6. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Malthus dan Ricardo. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan..dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. Thomas Campanella. 2. hukum lahan yang semakin berkurang. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Oliver Cromwell. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris.

tenaga kerja. 2. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. konsumsi. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Timbullah perusahaan-perusahaan raksasa. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. sedangkan jumlahnya makin sedikit. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. 5. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Priduktivitas Marjinal 1. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility).tingkat laba yang cenderung menurun. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. jumlah modal. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. 4. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. 3. dan lahan terbatas. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Selain Gossen. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. sedangkan Hukum Gossen II. dan distribusi . Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Dari Analisis Marjinal 1. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. konsumsi dan distribusi.

lebih besar dan lebih kecil dari satu. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. 2. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. bahwa untuk memudahkan pembaca. sebelum buku Jevons terbit. Tetapi. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. meningkat atau menurun. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. Clark. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. Menurutnya. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. dan pada saat kurva ongkos naik. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. Dengan demikian.B. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. yang secara langsung membantah teori eksploitasi.yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. Dalam pembahasan sisi permintaan. 4. bekerjanya kedua kekuatan. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. ditafsirkan oleh J. yakni permintaan dan penawaran. Dia memahami. Selanjutnya. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. 3. Robert Giffen telah dapat .B. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. 2. karena itu timbullah bunga. oleh Wicksell. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Tetapi masalahnya. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. dia tidak mau cepat-cepat menerbitkan bukunya. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. dan jangka panjang. Pemikiran Marshall Sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya.B Clark mempunyai nilai etik. ibarat bekerjanya dua mata gunting. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. Tetapi. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. jangka pendek. Tetapi. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870.

dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. tetapi bukan hubungan pertukaran. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. tetapi jika berubah harga menjadi independen. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. John R. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. sehingga ditemukan Giffen Paradox. Pendekatan sejarah. Pandangan pemikiran J. depresi. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. transaksi kepemimpinan. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. 4. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. yakni resesi. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial.membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barangbarang. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. dan transaksi distribusi. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusankeputusan pengusaha. hukum dan kejiwaan. Tetapi. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. 5. terjadi kestabilan. statik. Tindakan Kolektif dan Surplus Yang Tidak Produktif 1. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. hukum. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di UniversitasWisconsin. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Dalam transaksi tersebut. dan mencoba memasukkan segi-segi kejiwaan. sejarah. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Jika variabel kuantitas independen. Marshall menemukan surplus konsumen. 2. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. pandangan Veblen mendapat kritik. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. maka kesejahteraannya tidak menurun.A. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan . pemulihan dan masa-masa makmur (boom). Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. distribusi pendapatan yang senjang. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. maka keadaan menjadi tidak stabil. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. sosial dan politik dalam pembahasannya. 3. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. adat. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba.

Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. Murid-muridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiran. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang.pemikirannya. kependudukan. dan perilaku variabel-variabel ekonomi. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. tetapi sebagai seorang sociologist. Intonasi. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. Namun demikian. andaian-andaian laba maksimal. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). yakni ekonomi.produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. kesehatan. oleh karena teori itu terlalu sempit. tetapi ekonomi tetap tumbuh. yang banyak terjadi adalah monopoli. 2. meningkatnya konsumsi. 4. perilaku bisnis. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. seperti teori konsumsi. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahli-ahli ekonomi. Mazhab Institusionalisme 1. Alat analisisnya . Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. recovery. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. 2. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. dan boom. pendidikan. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. andaianandaian. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. di mana terjadi resesi. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. depresi. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. Dengan demikian. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. 3. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. dan semua sektor. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. persaingan sempurna ditolaknya. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. bukan persaingan harga. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis.

Adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto. 3. administrasi dan sebagainya. pembinaan. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasa kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan.html#ixzz1Ie9ThjYR Makalah. Skripsi. Artikel. Millett membatasi manajemen.contohmakalah. KONSEP DASAR MANAJEMEN A. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. yaitu suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lain saling berurutan. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. Tidak ada lagi persaingan sempurna. pengurusan.co. kepemimpinan. a) Proses pengarahan (process of directing).perusahaan ini. ketatapengurusan. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. pemerintah. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Namun demikian. ekonomi. dan lembaga-lembaga konsumen. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan.seperti yang dilakukan oleh Mitchell. ketatalaksanaan. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. Jadi. 1987: 4). yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. John D. pemimpin. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. b) Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work). Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Sebagai bahan perbandingan. 1. kekuatankekuatan politik. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. Karya Ilmiyah. misalnya pengelolaan. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai suatu proses. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jsa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atas . Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. pendapat para ahli mengenai batasan manajemen yang amat berbeda.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. BATASAN MANAJEMEN Istilah manajemen (manejement) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda.

Elemen fungsi a. yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan. pengorganisasian. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk pencapaian tujuan bersama. Elemen sifat a. manajemen diberi batasan sebagai berikut: Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan. d. James A. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. b. 2. c. Defenisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. pengorganisasian. 3. yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. Pengendalian. 3. 4. Kepemimpinan. kemahiran. Dalam batasan manajemen diatas prosesnya meliputi: 1. b. yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin. Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. kemampuan dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan. pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan . pengarahan. Pengorganisasian. Perencanaan. Blanchard (1980: 3). memberikan batasan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk pencapaian suatu tujuan.F Stoner dan Charles Wankel (1986: 4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut: Manajemen adalah proses perencanaan. kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi. Manajemen sebagai suatu seni Yaitu sebagai suatu keahlian. Paul Hersey dan Kenneth H.  2. Manajemen sebagai suatu ilmu Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan dan diorganisasikan untuk mencapai kebenaran umum (general purpose). Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut dalam buku ini. 2.

mission. Orang (manusia) Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempat ia bekerja sama untuk mencapai tujuan. Jadi pengertian. Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan 3. Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar Filsafat adalah petunjuk utama yang menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer. kemauan atau keinginan yang besar atai yang berkobar atau yang sungguh-sungguh. 4. Tujuan merupakan rangkaian dalam proses perencanaan dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian. deadline. Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat. Filsafat berarti cinta kebijakan. Tujuan tertentu 2. Cinta hasrat. target dan quota. semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya. Filsafat memiliki: 1. Menurut Davis dan Filley dalam Ukas (1978) terdapat faktor-faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lain dalam mencapai tujuan. Pengendalian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. tujuan mengandung hal seperti objective. Elemen tujuan Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksanaan kegiatan. . kemauan atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. Dalam filsafat manajemen. Mekanisme kerja Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. Dalam arti luas. purpose.inspirasi. Elemen sasaran a. identitas dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. FILSAFAT MANAJEMEN Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan sophia. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. Kebijakan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.  b. filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. 3. standard. Filsafat berarti hasrat. 1980: 318). Philien artinya cinta dan sophia berarti kebijakan. terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan. B. e.

modal serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi. manajer. Kepentingan umum Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cerminan deskripsi berbagai kepentingan. 6. baik berupa alam. Kebijakan Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan. 9. yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan. titik beratnya terletak pada metode keilmuan. 4. para bawahan maupun kepentingan masyarakat lingkungannya. Tujuan usaha Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi. Struktur organisasi Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukkan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/mempertanggungjawabkan (accountability). 8. baik kepentingan pemilik. terdapat pada pengertian ilmu itu yang bersifat rasional. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh indra manusia. 3. Batasan lain tentang ilmu yang menekankan oleh Goode dan hatt (1952: 7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas. Pimpinan pelaksana Pimpinan pelaksana adalah individu yang diberi kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya. serta memberikan arah ke mana organisasi tersebut akan dikemudikan.Faktor-faktor dasar tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. Faktor dasar Faktor dasar meliputi faktor-faktor produksi asli atau turunan. baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. empiris. tenaga. TUJUAN DAN SENI MANAJEMEN Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. umum dan akumulatif. 5. Manajemen sebagai ilmu. Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris. Moral kerja Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan mengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan akhir. Fungsi Fungsi adalah aktivitas yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai. Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disismatisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi. 7. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. . Prosedur Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. 2. C.

Intensitas tujuan menyinggung proses penetapan tujuan atau proses penentuan cara mencapainya. tari. Cakupan (scope) . Jika keahlian. Spesifikasi tujuan adalah kejelasan dan ketelitian deskripsi kuantitatif dari tujuan. Bersifat akumulatif Bersifat akumulatif adalah apa yang dipelajari merupakan kelanjutan dari ilmu yang telah dikembangkan sebelumnya. kemampuan serta keterampilan dalam menerapkan prinsip. 4. Sesuatu yang ingin direalisasikan (goal) 2. Bersifat empiris Dikatakan bersifat empiris karena kesimpulan yang diambil harus dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau pada verifikasi indra manusia. Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam arti formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik. Bersifat rasional Rasional adalah suatu sifat aktivitas berpikir yang ditundukkan pada logika formal dalam mengikuti urutan berpikir silogisme. sastra. disebut kunde (ilmu). yaitu merupakan keahlian. Sukarnya tujuan adalah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteristik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan diatas. 2. metode dan tekhnik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human dan natural resources) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni. drama. tujuan merupakan objek atas suatu tindakan. Locke (1968: 157) berpendapat bahwa Frederick W. 3. Tujuan manajemen adalah sesuatu yang ingin direalisasikan. Locke juga mendeskripsikan secara hati-hati mengenai sifat dari proses mental atas penetapan tujuan. kesukaran tujuan (goal difficulty) dan intensitas tujuan (goal intensity). keahlian. kemampuan dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast (seni).1. Taylor menggunakan tujuan yang ditentukan sebagai salah satu tekhnik utamanya dar manajemen ilmiah (scientific management). kemahiran. Yang dimaksudkan seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum. kemampuan. Edwin A. kemahiran. PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN Tujuan adalah sesuatu yang ingin direalisasikan oleh seseorang. Sifat yang secara spesifik dijelaskannua adalah spesifikasi tujuan (goal spesificity). Bersifat umum Bersifat umum artinya kebenaran yang dihasilkan sebagai ilmu tersebut dapat diverifikasi oleh peninjau ilmiah. patung. Dalam bahasa Belanda. kemahiran dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa. D. Manajemen dapat dikuasai oleh ilmu dengan lapisan seni yang baik atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. yang menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan kepada usaha seorang manajer. yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu. diambil empat elemen pokok yaitu: 1. Berdasarkan pengertian diatas. lukis dan sebagainya.

Proses manajemen adalah . 4. E. pengorganisasian. manajer dapat dibedakan menjadi empat kelompok berikut: 1. yaitu: 1. tujuan dapat digolongkan menjadi tiga macam. Ketepatan (definitness) 4. Henry Mintzberg yang selanjutnya dikutip oleh Stoner dan Wankel (1986: 16 17) mengemukakan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua hierarki organisasi. KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER Peter F. Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. pemotivasi serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Tujuan individu Tujuan organisasi secara makro sangat berhubungan dengan nilai (values) yang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi untuk kepentingan pihak intern dan pihak ekstern (sosio). 1. Presiden organisasi.3. yaitu efisiensi (efficiency) dan efektivitas (effectivity). 2. MANAJEMEN. 3. Tujuan manajer pada seluruh hierarki organisasi 3. Pengarahan (direction) Secara empiris luasnya sesuatu yang ingin direalisasikan termasuk dalam pengertian tujuan manajemen. Menurut cakupan kegiatannya. Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar. Peran pengambil keputusan manajer (the manager s decisional roles) G. Departemen atau kepala divisi. Tujuan ini lebih banyak berhubungan dengan hierarki kuantitas dan kualitas yang harus direalisasikan. Peran antarpribadi manajer (the manager s interpersonal roles) 2. Pengarahan (direction) ditunjukkan oleh tujuan. psikologis dan sosial. Pada umumnya. MANAJER DAN KEPEMIMPINAN Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana. PROSES MANAJEMEN Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Tujuan yang berhubungan dengan manajer pada seluruh hierarki organisasi merupakan pengertian yang lazim diantara berbagai jenis tujuan. pengarah. Hal itu karena tujuan pada umumnya menunjukkan hasil yang harus direalisasikan dan memisahkan hasilnya dari berbagai hal yang ingin direalisasikan yang mungkin ada. Peran informasional manajer (the manager s informational roles) 3. sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Dewan direksi. Menurut Mintzberg disebut sekelompok perilaku yang terorganisasi (organized sets of behaviors) . Tujuan individu lebih banyak berhubungan dengan kepuasan ekonomis. Drucker (1976) berpendapat bawah prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep. Manajer hierarki pertama F. Tujuan manajemen juga mengandung arti ketetapan (definitnes). Tujuan organisasi secara makro 2. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif.

Penilaian bawahan dilakukan secara terbuka setiap hari sehingga bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahannya. Charles Babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792 1871. 1. yaitu perencanaa. Dasar keyakinan Babbage bahwa apliasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. 2. Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja. pengorganisasin. yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.  BAB 2 PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN A. Taylor . pengarahan. 3. Fungsi pemasaran d. pemasaran. 1. pengarahan. pemotivasian dan pengendalian. Fungsi manajer ke dalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut berikut: 1. ketenagakerjaan. Fungsi manajer ke luar organisasi Fungsi manajer ke luar organisasi. kedua mazhab perilaku dan ketiga mazhab ilmu manajemen. Fungsi manajer dari sudut proses. Fungsi ketenagakerjaan c.suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. Fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja a. Kerja sama dengan pihak lain. Manajemen ilmiah cabang mazhab klasik pertama a. Pertama mazhab klasik yang terbagi menjadi dua cabang. produksi dan sejenisnya. yaitu keuangan. Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771 1858. pengorganisasin. 2. Fungsi pembelian e. Fungsi produksi  3. tetapi juga memberikan kebanggan dan mendorong kompetisi yang sehat. c. Fungsi keuangan b. Frederik W. MAZHAB KLASIK Terdapat tiga mazhab (aliran) manajemen yang mengikuti perkembangannya. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer. antara lain berupa: 1. b. Penyampaian informasi umum kepada pihak luar. pembelian. Fungsi manajer dari sudut proses Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan. Penyampaian informasi ekonomis kepada pihak yang berkepentingan dengan organisasi. pemotivasian dan pengendalian. 2.

2. Fungsi finansial (financial). Disiplin (discipline) 4. Taylor hidup pada tahun 1856 1915. yaitu melindungi para bawahan dan aktiva perusahaan. Menomorduakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goals) 7. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi yang kompleks. Gantt hidup pada tahun 1861 1919. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dpat diidentifikasikan dan dianalisis. 4. Aktivitas yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Pasangan Gilberth berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi bawahan karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen pada para pahlawan. 2. Gilberth hidup pada tahun 1868 1942. Teori organisasi klasik cabang mazhab klasik kedua Pengembang teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841 1925. Tertib (order) 11. Ia merupakan salah satu tokoh manajemen ilmiah (scientific management) yang paling termasyhur sehingga mendapat sebutan sebagai bapak manajemen ilmiah. Inisiatif (initiative) . Sentralisasi (centralization) 9. 6. Fungsi manajerial (managerial). menyiapakn neraca serta menghimpun statistik. Fungsi teknis (technical). Lilian M. yaitu mencatat dan mengecek biaya. yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. Prinsip manajemen yang dikembangkan fayol yang mendasari perilaku manajerial yang efektif adalah: 1. 3. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878 1972. Kestabilan staf (stability of staff) 13. Fungsi keamanan (security). keuntungan dan utang-utang. Fungsi komersial (commercial). yaitu memperoleh dan menggunakan modal. Fungsi akuntansi (accounting). Kesatuan arah (unity of direction) 6. Pasangan Gilberth Frank B. Keadilan (equity) 12. Gantt Henry L. Hierarki (hierarchy) 10. d. Fayol memulainya dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas yang saling bergantung. Pembagian kerja (division of labor) 2. Dalam usahanya mengembangkan ilmu manajemen. 5. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah menjadi satu inovasi baru berupa motivasi kerja kepada para bawahan. yaitu memproduksi dan membuat produk. Pemberian upah (remuneration) 8.  e. Kesatuan perintah (unity of command) 5.Frederik W. Henry L. Otoritas (authority) 3.

penjadwalan produksi (production scheduling). Elton Mayo Elton Mayo hidup pada tahun 1880 1949. a.  BAB 5 PENGARAHAN A. Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas. pengembangan strategi produk dan sebagainya. Tekhni ilmu manajemen diaplikasikan dalam aktivitas yang amat luas. keduanya merupakan pendekatan yang penting dan penuh semangat terhadap penelitian. Hugo Munsterberg Hugo Munsterberg hidup pada tahun 1865 1916 dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam aplikasi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimanadiharapkan oleh manajer lain. Semangat korps (esprit de corps) B.14. Pengarahan merupakan metode untuk menyalurkan perilaku bawahan dalam aktivitas tertentu dan menghindari aktivitas lain dengan menetapkan peraturan dan standar. USAHA-USAHA PERPADUAN Mazhab ilmu perilaku dan mazhab ilmu manajemen. D. kemudian memastikan bahwa peraturan tersebut dipatuhi. KONSEP DASAR Pengarahan adalah usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan.Menjamin kontinuitas perencanaan Suatu perencanaan ditetapkan untuk dijadikan pedoman normaratif dalam pencapaian tujuan. misalnya penganggaran modal (capital budgeting).Membudayakan prosedur standar Seperti telah dideskripsmikan pada bab sebelumnya bahwa suatu prosedur akan memberikan . analisis dan pemecahan manajemen. TUJUAN PENGARAHAN Secara umum tujuan pengarahan adalah sebagai berikut: . perencanaan program pengembangan bawahan. MAZHAB PERILAKU Para pakar dibawah ini berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi. b. B. . Pelaksanaan kerja yang baik akan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. C. MAZHAB ILMU MANAJEMEN Munculnya mazhab ilmu manajemen dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/OR) yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke 2.

Pengirim (sender atau source) . PERAN KOMUNIKASI DALAM PENGARAHAN Komunikasi memiliki peran yang penting karena tanpa komunikasi apa yang ada dalam diri seseorang tidak aan sampai pada orang lain. 2. . Disiplin kerja yang terbina akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Salah satu batasan umum dan sering kali berlaku pada beberapa sistem organisasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengirim pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama.Menghindari kemangkiran yang tak berarti Kemangkiran dapat diberikan batasan sebagai kondisi etika seseorang tidak berada ditempat kerjanya diluar penyebab yang jelas tanpa pemberitahuan sebelumnya.Membina motivasi yang terarah Motivasi berasal dari kata motive (Ind. Sistem komunikasi diagonal Komunikasi ini sebenarnya merupakan jalur komunikasi yang penggunaannya amat langka.  . Motif) adalah segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak bekeinginan untuk bersikap tertentu. Motivasi adalah salah satu faktor penentu hasil kerja orang disamping kemampuan. Akan tetapi. 1988). 3. Motivasi dipengaruhi oleh sutu kondisi fisik kebutuhan seseorang serta kondisi seseorang. baik bersifat oral maupun bukan oral (Siswanto. dalam kondisi tertentu sebenanya amat penting. nilai dan peraturan melaksanakan hak dan kewajiban kehidupan. Dalam hubungannya dengan struktur organisasi.seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan-urutan tindakan yang sering atau bisa terjadi. Ketiga sistem komunikasi diatas banyak bergantung pada kedelapan elemen penting yang harus selalu ada untuk menghasilkan komunikasi yang efektif. khususnya apabila para bawahan tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui media lainnya. Kedelapan elemen pokok komunikasi menurut Stoner dan Wankel (1986: 501 504) tersebut meliputi hal-hal berikut: 1. Sistem komunikasi vertikal Sistem komunikasi vertikal terjadi dan berlangsung dari atas maupun dari bawah. unit dan bagian dalam satu hierarki organisasi. Suatu komunikasi dapat diberikan beberapa batasan. informasi dapat mengalir vertikal. Sistem komunikasi horizontal Komunikasi ini terjalin antar departemen. C. . horizontal maupun diagonal. 1.Membina disiplin kerja Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang menyatu dalam kehidupan yang mengandung pemahaman terhadap norma.

Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan. manajer juga dituntut untuk memainkan komunikasi melalui proses pembimbingan dan penyeliaan para bawahan. Pengurai sandi (deconding) Pengurai sandi adalah proses penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkannya ke dalam informasi yang bermakna. Saluran (channel) Saluran adalah media pengirim dari satu orang ke orang lain (misalnya udara. 6. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutihan yang layak bagi situasi kelompok ketika komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki (Effendi. 2. Schramm dan Roberts (1973) menampilkan apa yang disebut the condition of success in communication. Pesan (message) Pesan adalah bentuk fisik ketika pengirim menyandikan informasi. Penyandian (encoding) Aktivitas ini berlangsung manakala pengirim menerjemahkan informasi yang akan dikirim kedalam serangkaian simbol. komunikasi merupakan salah satu proses yang amat potensial dalam memainkan peran penting sehingga karyawan dapat merealisasikan tujuan organisasi yang diabdikannya. Artinya kondisi yang harus dipenuhi. antara lain sebagai berikut: 1. Pesan harus membangkitkan kebuthan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Perlu adanya koordinasi. Dalam penerapan fungsi pengarahan. Gangguan tersebut dapat bersifat intern atau ekstern. waktu dan pengarahan pelaksanaan yang tepat sehingga mengakibatkan adanya aktivitas yang selaras dan disatukan untuk tujuan tertentu. 7. integrasi dan sinkronisasi 1. 1993: 41 42). 3. kata-kata yang diucapkan dan kertas untuk penulisan pean (huruf). Gaduh (noise) Gaduh adalah salah satu faktor yang mengacaukan. agar pesan mendapat respons yang sesuai.Pengirim adalah seseorang yang memikiki informasi kebutuhan atau keinginan dan sebuah maksud untuk disampaikan kepada satu atau lebih orang lain. Koordinasi Koordinasi adalah penyelarasan atas aktivitas secara teratur guna memberikan jumlah. . Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti. 2. Penerapan fungsi pengarahan. 4. 3. 5. Penerima (receiver) Penerima adalah orang yang indranya menangkap pesan pengirim. 8. 4. membingungkan atau mengganggu komunikasi. Umpan balik (feedback) Umpan balik adalah suatu perbalikan proses komunikasi ketika reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan.

Laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi.2. Tepat sasaran  KESIMPULAN Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahan agar tidak terjadi suatu kesalahan dalam bekerja. namun batasan tersebut tidak mengikat batasan lain. 3. Disertai tanda penunjang. . tabel. Alat membina kerja sama dan koordinasi 5. Jelas dan terandal 3. bagan dan sebagainya 7. Efektif 4. Alat pengembangan gagasan dan tukar menukar pengalaman  Laporan yang efektif minimum memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. 3. Dengan dibuatnya laporan terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik. Penyampaian informasi 3. Sinkronisasi Sinkronisasi adalah menyatukan berbagai aktivitas untuk dilaksanakan secara bersamaan sehingga terhindar adanya inefisiensi yang berkepanjangan. Tepat waktu 6. D. LAPORAN Salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang paling sering digunakan dalam sistem pengorganisasian dan memiliki konteks yang erat dengan pengarahan adalah laporan. misalnya statistik. pengarahan ini bertujuan memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. Benar dan objektif 2. Masukan pengambilan keputusan 4. Mencakup berbagai segi masalah yang dikemukakan 2. Tanggung gugat/pertanggung jawaban dan pengendalian 2. Laporan adalah pengenal informasi nyata yang ditujukan kepada orang tertentu untuk tujuan tertentu. Pengarahan diberikan kepada bawahan bukan karena apa yang dilakukan oleh pegawai itu salah. sebagai berikut: 1. 2. Laporan dapat diberikan beberapa batasan. Tegas dan taat asa (konsisten) 5. Deskripsinya tidak memberikan kesempatan terhadap timbulnya permasalahan atau pertanyaan baru 3. Lengkap Laporan dikatakan lengkap apabila: 1. Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan yang telah diselidiki. Moekijat (1980: 505 506) memberikan batasa laporan (report) sebagai berikut: 1. Integrasi Integrasi adalah penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.

Teori behavioral science 5. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike Teori organisasi umum Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu 1. Dr. Teori aliran kuantitatif berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi : 1. Contoh Makalah KONSEP DASAR MANAJEMEN | Contoh Makalah http://www. Dasar-Dasar Manajemen. 1992.html#ixzz1Ie9c4COy Makalah. Tanggung jawab kesejahteraan seorang karyawan 4. Robert Owen (1771 ± 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. . Iklim yang cenderung kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. 1. Skripsi.cc/2010/10/konsep-dasar-manajemen. Pentingnya peran seorang manajer 2. Teori organisasi klasik 3.contohmakalah. Reksohadiprojo. BPFEE.co. DAFTAR PUSTAKA Prof. Karya Ilmiyah. Teori organisasi hubungan antar manusia 4. Teori manajemen ilmiah 2. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Sukanto. Artikel. Yogyakarta.1. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3.

dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. Hennry L. Menurut Lillian.4. 1. Mengenal metode seleksi yang tepat.2. Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima.6. Sistem bonus dan instruksi. antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Frank B dan Lillian M. 1. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. Charles Babbage (1792 ± 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan.3. 1. Metode ini disebut sistem upah differensial. 1. 3. Gantt (1861 ± 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Gilbreth (1868 ± 1924 dan 1878 ± 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. 2. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. yaitu : 1. 1. Herrrington Emerson (1853 ± 1931) : . Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial.5. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Frederick W. Menurut Frank.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai.

kegiatan akuntansi 6. Teori Organisasi Klasik 2. Kondisi standar 10. 5. 4. Balas jasa yang adil 6. Accountancy .Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Technical . Fayol (1841 ± 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Operasi standar 11.1. Disiplin kerja 5. Staf memadai 4. kegiatan menjaga keamanan. Security . melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : . 2. Managerial . Kegiatan logis 3. Urutan instruksi 8. kegiatan pembelanjaan. Standar kegiatan 9. 3. Instruksi standar 12. kegiatan membeli bahan dan menjual produk. Balas jasa insentif 2. Laporan terpecaya 7. Tujuan jelas 2. kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. Commercial . Financial .

kegiatan pengkoorrdinasiian ± Commanding . asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : ± Pembagian kerja ± Asas wewenang dan tanggungjawab<> ± Disiplin ± Kesatuan perintah ± Kesatuan arah ± Asas kepentingan umum > ± Pemberian janji yang wajar ± Pemusatan wewenang ± Rantai berkala ± Asas keteraturan ± Asas keadilan ± Kestabilan masa jabatan ± Inisiatif ± Asas kesatuan 2.2. Mooney : Menurut James. kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : .± Planning . kegiatan mengorganiisasikaan ± Coordinating . James D. kegiatan perencanaan<> ± Organizing . kegiatan pengarahann ± Controlling . kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas.

Teori Behavioral Science : 4. 4.a.2. 4. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y.1. 4. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem . Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.4. 4.5. Prinsip fungsional d. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. Prinsip skala c. Prinsip staf 3. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 ± 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan. Koordinasi b.3. 4. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja.

manajemen. 4.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan. 4.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya. 4.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. 5. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadkan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

2.1 Aliran-Aliran Manajemen Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning, organizing, actuating, dan controlling, untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dan ilmu manajemen ini telah mengalami proses evolusi yang panjang, yang berdasarkan evolusi tersebut telah melahirkan aliran-aliran manajemen yang secara umum dapat digolongkan kedlam tiga aliran yaitu, Aliran Klasik, Aliran Prilaku, Aliran Ilmu Manajemen atau Aliran Modern, Aliran Kauantitatif 2.1.1.Aliran Klasik Aliran Klasik merupakan aliran yang pertama kali muncul dalam ranah manajemen dan aliran klasik ini sendiri dibagi dalam dua bagian yaitu: A. Manajemen Ilmiah Para pelopor manajemen ilmiah antara lain: a).Robert Owen Robert Owen hidup pada tahun 1771-1858. pada tahun 1800-an ia adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanarls Skotlandia. Pengalaman memimpinb para tenaga kerja dibawah umur menyentuh hatinya untuk membangun perumahan yang layak bagi tenaga kerja. Demikian puyla usaha lain yang dilakukan dengan cara menyediakan kebutuhan rumah tangga bagi para tenaga kerja dengan harga yang relative rendah daripada harga pasar. Selain bertindak sebagai innovator, dengan cara melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik yang dipimpinnya, ia juga menetapkan mekanisme kerja spesifik yang mampu menambah tingkat produktivitas, penilaian tenaga kerja dilakukan secara terbuka tiap hari, sehingga manajer mengetahui permasalahan yang dihadapi dan juga memberikan dorongan kompetisi yang sehat. b).charles babbage Charles Babbage hidup pada tahun 1792-1871. dasar keyakinan Babbage bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada prose kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Oleh karena itu ia banyak menggunakan waktunya untuk mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ssehingga ia menghasilkan sebuah prinsipm pembagian kerja karena ia berkeyakinan bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah,sehingga berbagai keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap tenaga kerja dididik dengan keterampilan yang spesifik dan hanya diberi tangguang jawab atas sebagian dari proses. c). Frederik W. Taylor Taylor hidup pada tahun 1856-1915. taylor merupakan tokoh manajemen ilmiah yang terpopuler, sehingga ia mendapatr julukan bapak manajemen ilmiah, manajemen ilmiah timbul karena keinginan untuk menambah produktivitas hingga akhirnya Taylor menemukan prinsip-prinsip yaitu: Ø Pengembangan manajeman ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya, metode yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

Ø Seleksi secara ilmiah terhadap para pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggung jawab atas tugas yang paling cocok baginya Ø Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk tenaga kerja Ø Kerja sama yang erat dan bersahabat antara manajer dan pekerja d). Henry L. Gantt Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan Gantt Chart e).Pasangan Gilberth Frank B. Gilbert sebagai suami hidup pada tahun 1868-1924, sedangkan Lilian M. Gilberth sebagai istri hidup pada tahun 1878-1972. pasangan ini berpendapat bahwa studi gerak akan meningkatkan semangat kerja bagi para pekerja karena keuntungan fisiknya yang nyata dan karena dapat menunjukkan perhatian manajemen terhadap para tenaga kerja. Menurut mereka manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensi sebagai makhluk hidup. f). Harrington Emerson Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri, oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu: Ø Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Ø Kegiatan yang dilakukan masuk akal Ø Adanya staf yang cakap Ø Disiplin Ø Balas jasa yang adil Ø Laporan-laporan yang terpercaya, segera , akurat, adanya sistem informasi dan akuntansi Ø Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja Ø Adanya standar-standar dan skedul-skedul serta adanya metode dan waktu setiap kegiatan Ø Kondisi yang distandarisasi Ø Operasi yang distandarisasi Ø Instruksi-intruksi praktis tertulis yang standar Ø Balasjas efisisensi dan rencana insentif

B. Teori Organisasi Klasik Pelopor teori organisasi klasik adalah Henry Fayol yang hidup pada tahun 1841-1925. Timbulnya teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya organisasi kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktekpraktek manajemen yang baik mempunyai suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa. Keyakinannya bahwa dengan peramalan yang ilmiah dan dengan metode manajemen yang tepat, hasil yang memuaskan pasti akan diperoleh dan dapat diakui sampai saat ini. Sumbangan besar bagi pola pikir manajemen dari Fayol adalh pendapatnya bahwa manajemen bukanlah suatu bakat, tetapi suatu ketrampilan seperti halnya ketrampilan lainnya. Oleh karena itu bahwa manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan suatu teori umum mengeni manajemen diformulasikan. Sehingga untuk menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, akan tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar. Dalam usahanya untuk mengembangkan ilmu manajemen fayol mulai dengan membagi perusahaan menjadi enam aktivitas masing-masing mempunyai kebergantungan. Aktivitas yang dimaksud adalah: 1).Fungsi teknis (technical), yaitu memproduksi dan membuat produk. 2).Fungsi komersial (commercial), yaitu membeli bahan baku dan menjual produk. 3).fungsi financial (financial), yaitu memperoleh dan menggunakan modal. 4).Fungsi keamanan (security), yaitu melindungi para tenaga kerja dan aktiva perusahaan. 5).Fungsi akuntansi (accounting), yaitu mencatat dan mengecek biaya, keutungan, dan utang-utang, menyiapkan neraca, dan menghimpun statistik. 6).Fungsi manajerial (managerial) Orientasinya adalah fungsi manajerial, sehingga ia mendefinisikan manjemen dengan cara membagi lima fungsi yaitu: Ø Perencanaan (planning) berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Ø Pengorganisasian (organizing) berarti memobilisasikan sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil Ø Pengkomandoan (commanditing) berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya. Ø Pengkoordinasian (coordinating) berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ø Pengendalian (controlling) berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan secara tepat. Konsep Fayol yang menyatakan bahwa ketrampilan manajemen dapat diterapkan pada semua jenis kelompok aktivitas, apabila hal-hal lain tak berubah, sampai saat ini semakin penting artinya disekolah, pemerintahan, dan lembaga lainnya. Prinsip manajemen yang dikembangkan Fayol yang mendasari prilaku manajerial yang efektif adalah sebagai berikut: v Pembagian kerja (division of labor) v Otoritas (authority) v Disiplin (discipline) v Kesatuan perintah (unity of command) v Kesatuan arah (unity of direction)

a). Sehingga pembahasan sisi perilaku manusia dalam organisasi menjadi penting.Hugo Munsterberg (1863-1916) Hugo Munsterberg telah memberiakan kontribusi yang besar dalam aplikasi psikologi guna membantu tercapainya tujuan produktivitas sebagaimana diharapkan oleh manajer lain. komunikasi. Hugo Munsterbergseriang disebut bapak psikologi industri .2. berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Jadi topik-topik yang dipersoalkan dalam mazhab ini adalah human behavior. leadership. 2. human relation. Menggunakan pengaruh psikologi yang terbaik (best possible effect). 3. ilmu jiwa sosial. yaitu pengaruh yang palin mungkin untuk memotivasi karyawan. Dalam bukunya Psicholgy and Industrial Efficiency. Aliran Perialku (Behavior School) Dalam mazhab ini. dan keinginan manusia itu. Menemukan orang yang terbaik (best possible person).1. dia banyak menguaraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoprasikan pekerjaannya. justru manajerlah yang harus menyebabkan orang lain melakukannya. efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. yaitu kondisi psikologis yang ideal untuk mencapai produktivitas secara maksimum. dan kebutuhan-kebutuhan para bawahannya. Menciptakan pekerjaan yang terbaik (best possible work). motivasi. sifat dan perilaku manusia. . Munculnya aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik. Sebagai pencetus psikologi industri.v mengemudiankan ke[pentingan pribadi diatas kepentingan umum (subordination of individual interest to the common goods) v Pemberian upah (remuneration) v Sentralisasi (centralization) v Hirarki (hierarki) v Tertib (order) v Keadilan (equity) v Kestabilan staf (stabilty of staff) v Inisiatif (initiative) v Semngat korps (esprit de corps) 2. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri. Beberapa ahli mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. yaitu bawahan yang kualitas mentalnya terbaik untuk pekerjaan tersebut. Manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya harus lebih mengetahui perilaku. Dalam bukunya itu dikemukakan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. keinginan.

manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual. Mayo dan kawan-kawan dapat mengesampingkan bahwa insentif keungan bukan penyebab kenaikan produktivitas. Jadi. lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. Di samping itu. Dalam percobaan selanjutnya. hari kerja dan minggu kerja diperpendek. produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula. Mayo dan kawan-kawan menempatkan 2 kelompok yang masing-masing terdiri enam karyawan di dalam ruang terpisah. Tingkat upah. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial danbudaya terhadap organisasi. struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga memainkan peranan.Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Dan studi perilaku manusia dapat membantu perumusan yeknik-teknik psikologi untuk memotivasi karyawan. Sebagai tambahan. Sebagai contoh. Sekali lagi. Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya organisasi perlu merubah latihan manajemennya. Dalam salah satu ruang kondisi diubah-ubah secara periodik. karena skedul pembyaran kelompok yang diteliti dipertahankan sama. Juga. Hubungan manusiawi antara anggota kelompok terpilh. seberapa jauh pekerjaan itu menari.Elton Mayo (1880-1949) Mayo pada beberapa eksperimennya menemukan bahwa insentif berupa finansial apabila diberikan tidak menyebabkan peningkatan produktivitas disebabkan oleh adanya sebuah rantai sikap yang rumit. periode istirahat dan jam makan siang lamanya di ubah-ubah. Sebagai tambahan. Konsep makhluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja. Mereka menyimpulkan bahwa rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan produktivitas. berbagai metoda tentang psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok denagn kebutuhan suatu jabatan. Mayo dan kawan-kawan menarik kesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manjemen memikirkan tentang kesejahteraan (welfare) mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya. b). Kesimpulan lain yang dikemukakan bahwa kelompok kerja informal (lingkungan sosial bawahan) memilki pengaruh yang besar terhadap produktivitas. maupun denagn peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-perubahan kondisi kerja diatas. Berdasarkanhasil penelitiannya. Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi Aliran hubungan manusiawi ini mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi mereka. peneliti yang bertindak sebagai atasan mengikuti kelompok untuk memilih periode istirahatnya sendiri dan memberikan kesempatan untuk mengajukan usul perubahan. . Sejimlah variabel-variabel dicoba: upah dinaikkan. dan ruang lainnya tidak. Di samping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan. Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori hubungan manusiawi. keluaran di kedua ruang ternyata sama-sama meningkat. Riset belajar dapat mengarahkan pengembangan metode latihan.

Lensis Likert yang telah mendentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat system menejemen. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangka kesempatan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan me reka. Manejer masa kini harus di beri latihan dalam pembahasan prinsip prinsip dan konsep konsep menejemenss. Edgar Schenin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.1. Pendekatan motifasinoal yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat di butuhkan. partisipatif kelompok 6. 5. a. prosedur. Organisasi sebagai suat keseluruhan dan pendekatan menejer indifidu untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. 4. 1. Chris Argyis yang memandang organisasi sbagai system social atau system antara hubunga budaya. exploitikf exploitif sampai system 4. Perilaku Organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi di tandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sisem sosial. Jalur pertama meupakan perkembanga dari aliran hubunga manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi. 7. Prinsip Prinsip dasar Perilaku Organisasi. Manajemen tidak dapat dipandang ebagai suatu proses tekik secara ketat [peranan.1. 5.4. 2. prinsip] 2. Robert Blake dan Jani Mouton yag membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi kisi manejerial [manajerial gird]. Douglas Mc. 3.Gregor dengan teori X dan teori Y nya. dan lain lain nya. Menejemen harus sistematik. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi. 6. Fren Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemipinan. Frederick Herzberg yang megurikan teori motifasi higienis atau teori dua fa ktor. 1. Pola pola [pengawasan dan menejemen pengawasan harus di bangun ata dasa r pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan reaksi mereka terhadap pekerjaan. dari system 1. 2. Pekerjaan setiap karyawan harus di susun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut. 4. Tokoh Tokoh aliran ini antara lain. dan yang lain dibangun atas dasar dasar menejemen ilmiyah. 2.3.Aliran Menejemn Modern Masa menejemen moderen erkembang melalui dua jalur yang berbeda. 8. di kenal sebagai alira kuantiyatif [operator research dan manaemen secience atau maajemen operasi].2. Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai risert perilaku adaalah. b. Komitmen dapat di kembangkan melalui partisipasii dan keterlibatan karyawan. Aliran Kuantitatif . 1. Beberapa perinsip dasar penting yang dapat di simpulkan dari pendapat para tokoh maajemen moderen adalah sebagai berikut. 3. Abraham Maslow yang mengemkakan adanya hirarki kebutuhan dan penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. 4. 3. dan pendekatan yang di gunakan harus dengan pertimbanga secara hati hati.

manajemen aliran kas. Penggunaan teknikteknik untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada saya.Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalahmasalah industri. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun sebagaimana mestinya. transportasi dan komunikasi. Kedua tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Jamalullail selaku dosen Pengantar Manajemen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada saya. teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. Amin. sehingga saya mampu menyusun makalah dengan tema Aliran-Aliran Manajemen tanpa halangan apapun. Penyusun juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi teknis maupun materi maka kami selaku penyusun sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan mudahmudahan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya selaku penyusun khususnya dan bagi seluruh pembaca umumnya. perencanaan program sumber daya manusia. Tak lupa kepada para kewarganegaraan para sahabatnya. Penyusun . seorang pemimpin umat yang mampu membawa kedamaian dan rahmat di seluruh alam. Amien. pengembangan strategi produk. Ucapan terima kasih pertama saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya. Rahmat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. dan sebagainya. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science Teknik-teknik management science digunakan dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal. penjagaan tingkat persediaan yang optimal dan sebagainya. yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi inggris dalam perang dunia II. dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau semoga ajaran yang dibawa beliau dapat berkesinambungan hingga akhir zaman.scheduling produksi. Sejalan dengan semakin kompleknya computer elektronik.

Aliran perilaku Tokoh pada aliran ini adalah. Gantt v Harrington Emerson v Frederick W. organizing. untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.1 latar belekang Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. Aliran klasik Aliran klasik terbagi dua yaitu.Kelompok BAB III PENUTUP 3. jadi manajemen memegang peranan sangat penting . actuating. organizing. Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949) 3). untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Diantara tokoh-tokoh manajemen ilmiah adalah sebagai berikut: v Robert owen v Charles babbage v Henry L. dan controlling. manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik. Aliran modern 4). Aliran kuantitatif Langkah-langkah pendekatan management science adalah sebagai berikut : Ø Perumusan masalah Ø Penyusunan suatu model matematis Ø Mendapatkan penyelesaian dari model Ø Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model Ø Penetapan pengawasan atas hasil-hasil Ø Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kesimpulan Manajemen merupakan seni atau ilmu yang didalamnya terdapat unsure-unsur planning. dan controlling. Dan manajemen itu sendiri telah mengalami evolusi yang menjadikan manajemen terdapat beberapa aliran-aliran yaitu : 1).Henry Fayol 2). Taylor v Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth Sedangkan tokoh pada saat teori manajemen klasik adalah. actuating.

3 Tujuan Ø Mengetahui evolusi yang terjadi pada manajemen Ø Mengetahui aliran-aliran manajemen Ø Mengetahui tokoh-tokoh evolusi manajemen Ø Mengetahui konsep-konsep dan pemikiran manajemen dari zaman klasik hingga zaman modern Ø Mengetahui perbandingan teori dari klasik hingga modern DAFTAR PUSTAKA Handoko. Bumi Aksara. Jakarta: Bumi Aksara. 1989. Namun manajemen yang kita pelajari telah mengalami evolusi yang akan dibahas dalam makalah ini.. .B. Manajemen Modern. Siswanto. Mnajemen edisi 2. sehingga kita akan lebih memahami konsep-konsep manajemen dan evolusi yang terjadi dan kita akan lebih mengetahui perkembangan ilmu manajemen dari waktu kewaktu. Cetakan ke-4. Hani. Jakarta: PT..2 Rumusan Masalah Ø Evolusi manajemen Ø Aliran-aliran manajemen 1. 1.dalam kehidupan sehari-hari terlebih kehidupan dalam berorganisasi. Suatu organisasi atau perusahaan bisa mencapai kemajuan jika manajemen yang ada didalamnya tertata dengan rapi dan memegang teguh prinsip-prinsip yang ada. Manajemen: Dasar. manajemen sangat menentukan sekali bagi keberadaan organisasi tersbut. Bedjo. Pengantar Manajemen. Siswanto H. Bandung: CV Sinar Baru.2003. 2005.P.terkadang kita mengukur keberhasilan suatu organisasi kita ukur dengan manajemennya. Pengertian. Malayu S. 2006. dan Masalah. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Hasibuan.