P. 1
skripsi_HAFID EMB

skripsi_HAFID EMB

|Views: 5,021|Likes:
Published by Novian Hari

More info:

Published by: Novian Hari on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Ruang Lingkup Masalah
  • 1.3. Perumusan Masalah
  • 1.4. Tujuan Penelitian
  • 1.5. Kegunaan Penelitian
  • 1.6. Sistematika Penulisan
  • 2.1. Pengertian Zakat
  • 2.2. Persyaratan Harta Benda yang Wajib Dizakati
  • 2.3. Zakat Perdagangan
  • 2.4. Zakat Perusahaan
  • 2.5. Perbedaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Pajak
  • 2.6. Tujuan Akuntansi Syariah
  • 2.7. Asumsi Dasar Laporan Keuangan Syariah
  • 2.8. Prinsip Akuntansi Syariah
  • 2.9. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah
  • 2.10.1. Konsep Pengukuran
  • Tabel 2.2 Analisis Tipe Kesalahan
  • 2.10.2. Konsep Pengakuan
  • 2.11. Kerangka Pemikiran
  • Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Skripsi
  • 3.1 Pendekatan Metode Penelitian
  • 3.2 Jenis dan Sumber Data
  • 3.3 Metode Pengumpulan Data
  • 3.4 Metode Analisis
  • 4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
  • 4.1.1 Sejarah dan Perkembangan
  • 4.1.2 Lokasi Perusahaan
  • 4.1.3 Bidang Usaha
  • 4.1.4 Struktur Organisasi
  • 4.2 Analisis dan Pembahasan
  • 4.2.1 Penentuan Rekening untuk Penghitungan Zakat
  • Tabel 4.1 Nilai Buku Persediaan dengan Mark Up
  • Tabel 4.2 Perhitungan Harga Jual Persediaan
  • 5.3. Keterbatasan
  • DAFTAR PUSTAKA

METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI KASUS

CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara

Disusun oleh: HAFID JUNAIDI NIM 0220000177

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NAHDLATUL ULAMA JEPARA 2006

HALAMAN PERSETUJUAN

METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI KASUS CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi pada program S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara.

Nama NIM

: HAFID JUNAIDI : 0220000177

Program Studi : Akuntansi

Disetujui Oleh Pembimbing

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. DUL MU’ ID, M.Si, Akt Tgl ...........................................

A. BADARUDIN L, SE Tgl ..................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI KASUS CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE
Nama Penyusun NIM Program Studi : HAFID JUNAIDI : 0220000177 : Akuntansi

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Penguji Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara.

Pada hari Minggu, tanggal 16 Juli 2006

Penguji I

Penguji II

Drs. DUL MU’ ID, M.Si, Akt

Drs. DIDIK ARDIYANTO, M.Si, Akt

Mengesahkan Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. DUL MU’ ID, M.Si, Akt

iii

dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ÚúüÏètGó¡nS y‚$-ƒÎ)ur ߉ç7÷ètR x‚$-ƒÎ) Thee do we worship. Hanya Engkaulah yang Kami sembah. Seluruh umat Islam pada khususnya dan umat Manusia pada umumnya iv . and Thine aid we seek. Bapak dan Ibu yang tercinta 2. Skripsi yang sederhana ini kupersembahkan untuk: 1. Para Sahabatku yang selalu menemani 3.

Diharapkan juga informasi akuntansi berguna dalam penghitungan zakat yang benar atau sesuai syariah. Persediaan. Pendekatan penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode terapan atau pengembangan. Hasil analisis dalam skripsi ini menunjukkan bahwa CV Adi Komunika Enterprise masih menggunakan metode pengukuran dan pengakuan yang konvensional. Perubahan yang terjadi terutama pada metode pengukuran persediaan perusahaan. Analisis kualitatif lebih banyak digunakan dalam skripsi ini dengan menguraikan data dengan cara memberikan pengertian. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penerapan teori akuntansi syariah dan hukum zakat dalam rangka memecahkan masalah penghitungan zakat mal CV Adi Komunika Enterprise. Analisis ini akan digunakan dalam penentuan pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal dan penentuan rekening yang dimasukkan dalam penghitungan zakat mal perusahaan.575% atas dasar periode akuntansi selama 1 (satu) tahun masehi sebagai haulnya. Sedangkan untuk penghitungan zakat. Zakat mal CV Adi Komunika Enterprise dihitung dengan cara mengurangkan utang terhadap jumlah kas dan persediaan dan mengalikannya dengan tarif zakat sebesar 2. yang didasarkan pada landasan teori yang digunakan penulis. Barulah setelah itu secara kuantitatif penghitungan zakat dilakukan. Dalam studi kasus ini. nilai pada saat penghitungan zakat (current value) merupakan atribut yang diukur sebagai penilaian aset perusahaan. peneliti mencoba menerapkannya pada CV Adi Komunika Enterprise yang merupakan perusahaan dengan bentuk usaha dagang dan jasa.ABSTRAKSI Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan mengacu pada aturan harta benda yang wajib dizakati. Kas. dan Utang. penjelasan dan penaksiran pada data yang dianalisis. v . Karena CV Adi Komunika Enterprise memakai kos historis sebagai atribut yang diukurnya dalam mengukur nilai persediaannya. maka rekening-rekening yang berhubungan dengan penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise secara garis besar terdiri dari tiga golongan utama yakni. maka dalam penghitungan zakatnya diperlukan penyesuaian metode pengukuran dan pengakuannya. karena tidak semua metode akuntansi yang biasa dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. lebih tepatnya menggunakan harga jual sekarang (current exit price). Dalam skripsi ini bertujuan untuk menerapkan metode pengukuran dan penilaian rekening untuk penghitungan zakat mal perusahaan. Untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pengukuran dan pengakuan sejumlah rekening-rekening pada laporan keuangan.

Sedangkan pada level pertama kerangka konseptual menjelaskan tujuan pelaporan keuangan. Informasi tentang zakat merupakan salah satu informasi yang tidak dapat dihindari oleh akuntansi syari’ ah. Metode Pengukuran dan Pengakuan rekening menempati level kedua dalam kerangka konseptual akuntansi. merupakan kontruksi dari penggunaan “metrafora amanah” dan “metafora zakat” dalam pekerjaan akuntansi yang bernafaskan Islam. Tentu saja hemat penulis perbedaan tujuan pelaporan keuangan dapat menyebabkan perbedaan pada metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan. Adi Komunika Enterprise” ini merupakan hasil karya penulis yang merupakan tugas akhir studi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU) Jepara. Disamping itu kita juga tidak dapat memungkiri bahwa penerapan akuntansi syariah secara menyeluruh belumlah dapat dilakukan vi .KATA PENGANTAR Seiring dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ ala atas segala rahmat. Sehingga diperlukan adanya metode pengukuran dan pengakuan yang dapat diterima untuk tujuan tersebut. sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “’ Metode Pengukuran dan Pengakuan Rekening-Rekening Laporan Keuangan untuk Penghitungan Zakat Mal Perusahaan. Pelaporan keuangan yang bertujuan untuk mempertanggungjawabkan muammalah kepada Sang Pemilik yang hakiki yakni Allah SWT seperti yang banyak digariskan oleh pakar-pakar akuntansi syariah. studi kasus CV. hidayah dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan.

Bapak dan Ibu serta kedua adikku yang tercinta yang selalu memberi semangat dan motivasi dalam hidup ini. Zakat perusahaan itu sendiri besarnya adalah 2.karena kurangnya perkembangan akuntansi syariah yang relatif dipandang baru ini. MM. Setiyono. 2. Bapak H.575% dikalikan hasil pengurangan kewajiban (utang) atas harta yang wajib dizakati (dari hasil analisis merupakan kelompok aktiva lancar) dimana menggunakan haul 1 tahun masehi seperti periode akuntansi konvensional. Bapak Drs. penulis menggunakan laporan keuangan perusahaan yang telah tersedia yang tentu saja masih menggunakan cara-cara konvensional dan penulis menyesuaikan metode pengukuran dan pengakuannya. Neraca merupakan laporan keuangan yang diperlukan untuk mengetahui besarnya zakat perusahaan. Dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesabesarnya kepada: 1. MSi. Selaku Ketua STIENU Jepara. vii . Penyusun menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak. Dul Mu’ id. Maka dalam skripsi ini. 3. penulis berusaha untuk mengumpulkan landasan-landasan teori untuk dapat melakukan penerapan metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal perusahaan. Tentu saja dalam pengukuran dan pengakuan rekening-rekening neraca telah disesuaikan dengan aturan syariah. Selaku Ketua Jurusan Akuntansi STIENU Jepara sekaligus sebagai Pembimbing I Skripsi ini. SE. Akt.

Bapak Badaruddin Latief. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah dengan ikhlas. SE. Selaku dosen pembimbing selama penulis menimba ilmu di STIENU Jepara sekaligus sebagai Pembimbing II Skripsi ini. 8. Bapak Rudy SH yang telah mengizinkan penulis dalam penggunaan komputer untuk penulisan skripsi ini. Jepara. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan. Namun penulis menyadaari pula bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki. Bapak dan Ibu dosen beserta segenap karyawan STIENU Jepara atas segala bantuan dan dorongan kepada penulis.4. Segenap karyawan Eldiana yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini dengan memberikan informasi yang penulis butuhkan. penjelasan serta bantuannya kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. 5. Terima kasih atas kebersamaan kita. 10. 1 Juni 2006 Penulis viii . 6. memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan skripsi ini. Adi Sucipto Musa selaku Direktur CV Adi Komunika Enterprise yang telah memberikan izin riset. Sahabat-sahabatku dan teman-temanku baik yang di kampus maupun di luar yang tak mungkin kusebutkan satu persatu. 9. 7. Bapak Ir.

............................................................................................................................................................................................4.............................. Ruang Lingkup Masalah ..2.......................................... Zakat Perdagangan.........8 2..............iv ABSTRAKSI ................................................................................................................................4......... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .....2...9 2................1...xiii BAB I PENDAHULUAN..... Pengertian Zakat ............................................4 1......3 1.........................i HALAMAN PERSETUJUAN ..5 1................................................................................................................................................................ Tujuan Penelitian...........................................17 ix ...........16 2......................................................v KATA PENGANTAR ............................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................ Latar Belakang .................................... Persyaratan Harta Benda yang Wajib Dizakati .............................................................8 2....5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................5....................................................... Kegunaan Penelitian ......4 1.............................................3..................vi DAFTAR ISI ......................ix DAFTAR TABEL ....... Perumusan Masalah .................3..............1 1................................................................1 1.........1.............................................................................................6................................................................................. Zakat Perusahaan ...................................... Sistematika Penulisan ....xii DAFTAR GAMBAR .....................................

........... Struktur Organisasi.....1.. Penentuan Rekening untuk Penghitungan Zakat ....................................................25 2......40 4..2...........1....33 BAB III METODE PENELITIAN .............................................................22 2..................7............... Prinsip Akuntansi Syariah.. Infak.....2...........4..... Bidang Usaha ..............................47 x ......40 4.............................................................2....1.. Gambaran Umum Obyek Penelitian ................20 2.................................1....19 2.....Kerangka pemikiran......................................... dan Pajak ...37 BAB IV PEMBAHASAN ............ Konsep Pengakuan ........................43 4.............3.......3.............................................................. Metode Analisis............................................................................................1................. Pendekatan Metode Penelitian ......35 3....47 4.......24 2.............................6.........1..................2..................... Konsep pengukuran..........36 3....................2.............10............................................................. Asumsi Dasar Laporan Keuangan Syariah ....30 2........ Tujuan Akuntansi Syariah.............8..........................................................................5............. Sedekah.........................1................40 4........Konsep Pengukuran dan Pengakuan Elemen Laporan Keuangan Syariah .................11... Metode Pengumpulan Data ..............36 3.41 4....9........... Lokasi Perusahaan...........................................................10.................. Perbedaan Zakat.........................10.............................42 4..........1..................35 3.........1..................4....... Sejarah dan Perkembangan..................25 2........................... Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah ..................................... Analisis dan pembahasan ......21 2.. Jenis dan Sumber Data..........2...................................

.......2............................................................................. Saran .... Kesimpulan.....57 5...1.......................2............................................48 4.............................61 LAMPIRAN xi .3...60 DAFTAR PUSTAKA ...... Penghitungan Zakat Mal Perusahaan .....................................................4.............................59 5..2...2............................................................................... Keterbatasan ........................57 5.54 BAB V PENUTUP........ Pengukuran dan Pengakuan Rekening Laporan Keuangan ..........................................................................................3...............

.....23 Tabel 2............................53 Data Harga Emas Bulan Desember 2005 Berdasarkan Harga Konsumen .............55 xii ......1 Tabel 4.................................................1 Ringkasan Perbedaan Prinsip yang Melandasi Akuntansi Syari’ ah dan Konvensional ...............................................................................................................................................3 Analisis Tipe Kesalahan ..............28 Nilai Buku Persediaan dengan Mark Up ....DAFTAR TABEL Tabel 2.....2 Tabel 4..........................2 Tabel 4.......51 Perhitungan Harga Jual Persediaan ...................................

.........................1 Kerangka Pemikiran Skripsi...................................DAFTAR GAMBAR Gambar 2......1 Bagan Organisasi CV Adi Komunika Enterprise...........34 Gambar 4.....................46 xiii ....

organisasi bisnis 1 . kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu organisasi bisnis yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. dimana laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. Informasi ekonomi yang dihasilkan akuntansi berbentuk laporan keuangan. laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. kegunaan akuntansi akan semakin dirasakan. Latar Belakang Dalam era dimana pertanggungjawaban merupakan titik perhatian dalam masyarakat. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. dan hingga kini selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan. karena tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak yang berkepentingan. Hal ini dimungkinkan terjadi karena orientasi organisasi bisnis yang cukup berkembang. Fungsi akuntansi menjadi semakin penting.BAB I PENDAHULUAN 1. dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Namun demikian. dimana pada awal perkembangannya.1. Sementara itu informasi yang dibutuhkan oleh pemakai laporan keuangan sangat beragam. karena secara umum hanya menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu.

Setelah itu berkembanglah orientasi organisasi bisnis yang lain. Dimana diharapkan . investor. atau realitas organisasi yang dimetaforakan dengan zakat. berkembang pula orientasi yang lain. Sehingga dalam menjalankan organisasi bisnis selalu menggunakan metafora “amanah” yang bisa diturunkan menjadi metafora zakat. tetapi zakat-oriented (Muhammad : 2000). Ini berarti bahwa organisasi bisnis orientasinya tidak lagi profit-oriented atau stakeholders-oriented.2 hanya mementingkan keuntungannya sendiri (profit-oriented). pemasok. tapi lebih dari itu yakni dengan menilai hubungan organisasi bisnis dengan pihak-pihak yang terkait (stakeholder) seperti pelanggan. Selain dua orientasi organisasi bisnis di atas. Islam mengharuskan untuk menjalankan syariah sebagai pedoman yang digunakan untuk berperilaku dalam segala aspek kehidupan. dimana dalam menjalankan organisasi bisnis. sehingga sebuah organisasi bisnis akan melakukan apapun untuk mencapai tingkat keuntungan yang dapat dicapainya. Sehingga organisasi tidak hanya menilai prestasinya dengan mengukur tingkat nominal laba yang dicapai. Tidak lain adalah kita seharusnya dapat menggunakan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi untuk keperluan zakat. dan pihak yang lain. hal tersebut disebabkan dengan adanya tuntutan akan etika bisnis yang lebih baik. Organisasi bisnis seperti ini berarti telah memiliki orientasi yang mementingkan hubungan dengan pihak-pihak yang terkait dengan lebih baik (stakeholders-oriented). Persoalannya sekarang adalah bagaimana kaitan antara zakat dengan akuntansi. terutama bagi masyarakat Islam.

sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan. 1. Terutama dalam pembahasan akuntansi syariah. yang selanjutnya akan dilakukan penyesuaian . sedikit sekali yang membahas tentang praktik akuntansi syariah pada perusahaan secara umum. tetapi kebanyakan masih dalam tatanan etika perusahaan secara global. Ruang Lingkup Masalah Agar penelitian yang dilakukan tidak terlalu melebar maka perlu pembatasan masalah yang difokuskan pada penerapan teori pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan perusahan untuk penghitungan zakat. Untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pengukuran dan pengakuan sejumlah rekeningrekening pada laporan keuangan. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE”. STUDI KASUS CV.3 informasi akuntansi berguna dalam penghitungan zakat yang benar. sedikit sekali yang membahasnya dalam tingkatan praktik. Meskipun banyak pembahasan tentang aturan syariah dalam menjalankan organisasi bisnis. karena perkembangan praktik akuntansi syariah sementara ini masih tertuju pada perbankan syariah saja. karena tidak semua metode akuntansi yang biasa dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Pada penelitian ini akan mengambil kasus pada laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise. sedikit sekali yang menyentuh praktik pada organisasi bisnis yang lain. Maka dari itu penulis mengambil judul “METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN.2.

4 metode pengukuran dan pengakuan atas rekening laporan keuangannya guna penghitungan zakat mal perusahaan tersebut.3.4. .2. Perumusan Masalah Masalah yang akan diteliti adalah: 1. 1. Untuk menerapkan metode pengukuran dan pengakuan rekeningrekening laporan keuangan yang sesuai syariah. Bagaimanakah metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise untuk tujuan penghitungan zakat mal? 1.3. 1.3.4.3.4. Bagaimanakah metode penghitungan zakat mal pada CV Adi Komunika Enterprise? 1.3. Untuk menghitung zakat mal CV Adi Komunika Enterprise.4.1.2. Bagaimanakah metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan yang digunakan CV Adi Komunika Enterprise dalam laporan keuangannya? 1. Untuk mengetahui metode pengukuran dan pengakuan rekeningrekening laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise. guna penghitungan zakat mal CV Adi Komunika Enterprise.3.1. 1. Tujuan Penelitian Dari perumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah: 1.

. Sistematika Penulisan Dalam penulisan skripsi ini. khususnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan dagang.6. tujuan penelitian. Penelitian ini diharapkan juga dapat menyumbangkan metode praktik yang dapat digunakan dalam perusahaan yang sejenis dengan perusahaan yang diteliti guna penghitungan zakat mal. perumusan masalah. sehingga mempermudah pemahaman akan teori akuntansi syariah yang berlaku.5.5 1. ruang lingkup masalah. Penelitian ini juga berguna untuk mempermudah pemilik CV Adi Komunika Enterprise dalam menghitung zakat mal perusahaannya dengan hanya menggunakan laporan keuangan yang sudah tersedia lalu menyesuaikan metode pengukuran dan pengakuan beberapa rekening yang memang diperlukan sesuai dengan syariah. penulis menyusunnya sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Pada bagian ini berisi beberapa sub bab yang membahas tentang latar belakang. dan kegunaan penelitian ini dilakukan. Kegunaan Penelitian Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan penerapan teori akuntansi syariah yang ada pada tatanan praktik perusahaan non perbankan. 1.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini. deskripsi metode pengukuran dan . BAB IV : PEMBAHASAN Dalam bab ini. dan pajak. mulai dari.6 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini penulis melandaskan teori untuk penelitiannya dengan terlebih dahulu membahas zakat. beserta jenis dan sumber data yang dipakai serta metode pengumpulannya. Setelah itu penulis menjelaskan metode analisis yang digunakannya dalam penelitian ini. zakat perusahaan. karakteristik kualitatif laporan keuangan syariah. harta benda yang wajib dizakati. penulis menjelaskan pendekatan metode penelitian yang digunakan untuk penulisan skripsi. Selanjutnya penulis mulai membahas pijakan teori dari penerapan dalam penelitian ini dengan membahas. sedekah. dan akhirnya penulis menutupnya dengan pembahasan tentang konsep pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan syariah. dan sedikit uraian tentang perbedaan zakat. prinsip akuntansi syariah. zakat perdagangan. Asumsi dasar laporan keuangan syariah. penulis akan mulai membahas penelitiannya dari pengungkapan profil perusahaan. pengertian zakat. tujuan akuntansi syariah. infak.

BAB V : PENUTUP Disini akhirnya dan penulis membuat kesimpulan atas hasil hasil penelitiannya penelitiannya. dan penerapan metode pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan yang sesuai syariah untuk penghitungan zakat mal.7 pengakuan elemen laporan keuangan perusahaan. memberikan saran berdasarkan .

barulah mereka saudara kalian seagama (Qur an. Zakat adalah suatu rukun yang bercorak sosial-ekonomi dari lima rukun Islam. ditinjau dari segi bahasa. sekalipun zakat dibahas di dalam pokok bahasan “Ibadat”. Pengertian Zakat Pengertian zakat menurut Hafidhuddin (2002). Sedangkan secara istilah. Dengan zakat. sesungguhnya merupakan bagian sistem sosial ekonomi Islam. akan tetapi pada prinsipnya sama. mendirikan shalat. dan ashshalahu ‘ kebersihan’ . yaitu al-barakatu ‘ keberkahan’ . karena dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari shalat. dan membayar zakat.1. yaitu bahwa zakat itu adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu. disamping ikrar tauhid (syahadat) dan shalat. annamaa ‘ pertumbuhan dan perkembangan’ . yang Allah SWT mewajibkan kepada pemiliknya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. sesuai dengan firman Allah: Tetapi bila mereka bertaubat. kata zakat mempunyai beberapa arti. ath-thaharatu ‘ kesucian’ . 8 . untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya. meskipun para ulama mengemukakannya dengan redaksi yang agak berbeda antara satu dengan yang lainnya. dengan persyaratan tertentu pula. 9 : 11) Menurut Qardawi (1999). seorang barulah sah masuk ke dalam barisan umat Islam dan diakui keislamannya.

perdagangan (al-hadits). Apabila harta seorang muslim tidak memenuhi salah satu ketentuan. seperti juga digambarkan dalam surat al-Baqarah: 267. juga bersifat global (ijmali). Secara umum dan global Al-Qur’ an menyatakan bahwa zakat itu diambil dari setiap harta yang kita miliki. Sedangkan yang bersifat global adalah semua harta yang didapatkan dengan cara yang baik dan halal (at-Taubah: 103 dan al-Baqarah: 267 dan beberapa hadits Nabi). (Hafidhuddin. yang telah memenuhi persyaratan sebagai obyek zakat. 2002) Sejalan dengan ketentuan ajaran Islam yang selalu menetapkan standar umum pada setiap kewajiban yang dibebankan kepada umatnya. seperti dikemukakan dalam surat at-Taubah: 103 dan juga diambil dari setiap hasil usaha yang baik dan halal. (Hafidhuddin: 2002) Qardawi (1999) menguraikan syarat-syarat harta yang wajib dizakati sebagai berikut: 2. Persyaratan Harta Benda yang Wajib Dizakati Menurut Hafidhuddin (2003). peternakan (al-hadits). Yang bersifat terinci seperti emas dan perak (at-Taubah: 34-35). Di dalam al- .2. Milik Penuh Pemilikan berarti “menguasai dan dapat dipergunakan” sesuai dengan pengertian yang terdapat di dalam kamus.2. maka dalam penetapan harta menjadi objek zakat pun terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. rikas (al-hadits).9 2. harta obyek zakat dikemukakan dalam AlQur’ an bersifat terinci (tafsil). maka harta tersebut belum menjadi sumber atau objek yang wajib dikeluarkan zakatnya. hasil pertanian (al-An’ aam: 141).1.

Alasan dari penetapan syarat ini. Begitu juga harta yang dirampas dari pemiliknya. Kesimpulan yang hampir sama pula diberikan oleh Mughniyah (2000) bahwa yang dimaksud dengan pemilikan penuh adalah orang yang mempunyai harta itu menguasai sepenuhnya terhadap harta bendanya. Adalah suatu hal yang sangat tidak mungkin. seperti yang dikemukakan Hafidhuddin (2002) adalah penetapan kepemilikan yang jelas (misalnya harta kamu atau harta mereka). dan dapat mengeluarkannya sekehendaknya. Misalnya dalam alMa’ aarij: 24 – 25 Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta) Alasan lain dikemukakan bahwa zakat itu pada hakikatnya adalah pemberian kepemilikan pada para mustahik dari para muzakki. . tidak wajib dizakati. apabila seseorang (muzakki) memberikan kepemilikan kepada orang lain (mustahik) sementara dia sendiri (muzakki) bukanlah pemilik yang sebenarnya.10 Mu jam al-Wasith disebutkan bahwa memiliki sesuatu berarti menguasai dan hanya ia yang dapat menggunakannya. Maka harta yang hilang. sampai harta itu kembali kepadanya.

1.1. pejuang. Harta Haram Tidak Wajib Zakat Dipersyaratkannya harta milik sebagai syarat wajib zakat membuat kekayaan yang diperoleh dengan cara yang tidak baik dan haram tidak termasuk ke dalam wajib zakat. 2. 2.2.3. Dan ketahuilah. anak yatim.2. 2.2. padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. dan sebagainya yaitu bahwa zakat atasnya tidaklah wajib.1. Begitu pula substansi bendanya.11 Ketentuan-ketentuan lain syarat pemilikan penuh adalah sebagai berikut: 2. Tanah Wakaf dan Sejenisnya Demikian pula hukumnya wakaf yang diberikan kepada fakir miskin.1. mesjid. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan darinya. Kekayaan yang Tidak Mempunyai Pemilik Tertentu Berdasarkan hal-hal di atas apabila kekayaan tidak mempunyai pemilik maka kekayaan itu tidak wajib dizakati. apakah zakatnya wajib . Zakat Pinjaman Persoalan yang timbul oleh karena adanya ketentuan milik penuh mengenai zakat pinjaman ini.4. seperti yang dikemukakan oleh Hafidhuddin (2002). hal ini didasarkan pada firman Allah SWT (al-Baqarah: 267) Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.2. bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. sekolah.2.1.

. Mayoritas (Jumhur) ahli fikih semenjak masa sahabat sampai kepada seterusnya. sedangkan zakat hanya diwajibkan untuk kompensasi nikmat sempurna yang diterima itu. berpendapat bahwa pinjaman itu ada dua macam: (a) Pinjaman yang diharapkan kembali. (b) Pinjaman yang tidak diharapkan kembali lagi. yaitu pinjaman yang jelas dari orang yang berkecukupan. Tetapi pendapat yang dipandang lebih kuat oleh Qardawi (1999) adalah dikarenakan kekayaan seperti ini bukanlah pemilikan penuh dan pemilikan yang tidak penuh bukanlah nikmat sempurna. Dalam hal ini zakatnya dimajukan bersama dengan kekayaan yang ada setiap tahun. yaitu pinjaman dari orang yang tidak berkecukupan yang tidak akan mungkin membayarnya kembali atau pinjaman dari seseorang yang tidak mengakui hutangnya sedangkan pemilik tidak mempunyai bukti apa pun.12 atas orang yang meminjamkan berdasarkan bahwa ia adalah pemiliknya yang sebenarnya ataukah atas orang yang meminjam berdasarkan bahwa dialah yang menggunakan dan memperoleh keuntungan dari pinjaman itu. Dalam hal ini terdapat beberapa pendapat.

1. Dengan kata lain nisab ialah jumlah minimal yang menyebabkan harta terkena kewajiban zakat (Hafidhuddin. yakni bertambah secara konkrit dan bertambah tidak secara konkrit.2. ‘ berkembang’ (nama ) menurut terminologi berarti “bertambah”. 2. Imbalan dan Simpanan Pegawai Dalam kasus seperti itu zakatnya wajib dikeluarkan setiap tahun bila jumlahnya sampai senisab dan memenuhi syaratsyarat lain seperti bebas dari hutang dan sebagainya.13 2. tetapi memberi ketentuan sendiri yaitu sejumlah tertentu yang dalam ilmu fikih disebut nisab. Berkembang Ketentuan tentang kekayaan yang wajib dizakatkan adalah bahwa kekayaan itu berkembang dengan sengaja atau mempunyai potensi untuk berkembang.2. Cukup Mencapai Nisab Islam tidak mewajibkan zakat atas seberapa saja besar kekayaan yang berkembang sekalipun kecil sekali. Pengertian ini terbagi menjadi dua.3. 2. Menurut ahli-ahli fikih. yang tidak konkrit adalah kekayaan itu berpotensi berkembang baik berada di tangannya maupun di tangan orang lain atas namanya.5. Secara konkrit berarti bertambah akibat pembiakan dan perdagangan dan sejenisnya. 2002) .2.2.

Oleh karena juga kebutuhan manusia sesungguhnya banyak sekali yang tidak terbatas.14 2.5.2. Tetapi ada ulama-ulama yang tidak memasukkan ketentuan itu dalam kekayaan yang berkembang. Maka dari itu dalam penentuan hal ini. Menurut mereka kebutuhan merupakan persoalan pribadi yang tidak bisa dijadikan patokan. Bebas dari Hutang Pemilikan sempurna yang dijadikan persyaratan wajib zakat dan harus lebih dari kebutuhan primer di atas haruslah pula cukup senisab yang sudah bebas dari hutang. Lebih dari Kebutuhan Biasa Di antara ulama-ulama fikih ada yang menambahkan ketentuan nisab kekayaan yang berkembang itu dengan lebihnya kekayaan itu dari kebutuhan biasa pemiliknya. dan kondisi setempat. terutama pada masa kita sekarang yang menganggap barang-barang mewah sebagai kebutuhan dan setiap kebutuhan berarti primer. Bila pemilik mempunyai hutang yang . Hal terpenting yang dapat kita lihat di sini adalah bahwa kebutuhan rutin manusia itu berubah-rubah dan berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Oleh karena itu setiap yang diinginkan oleh manusia tidaklah bisa disebut sebagai kebutuhan rutin.2.4. situasi. sebaiknya diserahkan kepada penilaian para ahli dan ketetapan yang berwenang. 2. misalnya ulama-ulama Hanafi dalam kebanyakan kitab mereka.

dan semuanya itu dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat pendapatan”.575%. Tetapi hasil pertanian. Syarat yang tidak diperselisihkan lagi adalah bahwa hutang itu menghabiskan atau mengurangi jumlah senisab.5% tetapi sebesar 2. Jadi tahun yang dipakai sebagai pedoman dalam penghitungan zakat adalah tahun Hijriyah. Hal ini sesuai dengan ketetapan The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAO-IFI) 1998. dan lain-lain yang sejenis. buah-buahan.2.15 menghabiskan atau mengurangi jumlah senisab itu. tidaklah dipersyaratkan satu tahun. maka besarnya zakat bukan lagi sebesar 2. logam mulia.6. yang dikutip Iwan Triyuwono dan Muhamad As’ udi (2001). uang. zakat tidaklah wajib. 2. Berlalu Setahun Maksud dari berlalu setahun adalah bahwa kepemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya dua belas bulan Qamariah. harta karun. . madu. dan harta benda dagang. seperti yang dijelaskan pula oleh Mughniyah (2000). Jadi bila menggunakan tahun Masehi. yaitu yang dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat modal”. Persyaratan setahun ini hanya untuk ternak. sedangkan yang lain tidak ada lagi untuk mengganti atau untuk mengimbalinya.

menurut satu nisab emas sebesar 85 gram emas.16 2. dimana nisab itu diperhitungkan di akhir tahun saja. Bila prinsipnya adalah bila barang itu untuk dipakai dan digunakan sendiri maka keinginan untuk menjual barang itu kembali bila menguntungkan tidaklah mengubah sifat barang itu sebagai barang dagang. baik itu niat maupun perbuatan. Di dalam aturan zakat perdagangan. dihitung dari modal dan keuntungan. Sedangkan nisabnya. pendapat yang lebih kuat menurut Qardawi (1999) adalah pendapat Syafi’ i. Menurut Qardawi (1999). bukan dari keuntungan saja. Meskipun terdapat berbagai pendapat tentang waktu penghitungan nisab. perdagangan yang dimaksud adalah perdagangan yang disertai dengan maksud untuk memperdagangkan. apabila barang itu prinsipnya adalah untuk dijual dan diperdagangkan maka penggunaan pribadi tidak mengubah sifat barang tersebut sebagai barang dagang menjadi barang yang akan dipakai sendiri yang tidak berkembang. Begitu pula sebaliknya. bahwa yang menjadi patokan dalam niat itu adalah prinsipnya.5 %. Zakat Perdagangan Berdagang adalah kegiatan bisnis yang dilakukan dengan cara membeli barang dagangan dan kemudian menjualnya lagi untuk mendapatkan keuntungan.3. seseorang yang memiliki kekayaan perdagangan dan masanya sudah berlalu setahun (Qomariyah) serta nilainya sudah sampai senisab pada akhir tahun itu maka orang itu wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2. Seperti yang diungkapkan Qardawi (1999). Jadi apabila nisab sudah .

Zakat Perusahaan Landasan hukum kewajiban zakat pada perusahaan adalah nash-nash yang bersifat umum. yaitu barang pada saat jatuh tempo dinilai berdasarkan harga pasar waktu itu. Sedangkan barang tak bergerak. maka mulai saat itu perhitungan sudah berlaku dan merupakan permulaan tahun perhitungan zakat bagi seorang Muslim.17 cukup pada suatu masa. laba. maka hal tersebut tidaklah dihitung sebagai harta yang wajib dizakati. Sifatnya dalam hal seperti itu sama dengan barang untuk penggunaan pribadi. dan piutang yang diharapkan kembali. yang tidak diperjual belikan dengan maksud mencari keuntungan. Sedangkan cara pengitungan zakat adalah dengan menghitung jumlah kekayaan: modal (baik kas maupun persediaan barang dagangan). menurut Yusuf Qardawi dalam Hukum Zakat. menurut pendapat Jumhur. dikurangi hutang . simpanan. dan bila mencapai senisab dikeluarkan zakatnya 2. 2. Sedangkan bentuk zakat yang dikeluarkan. oleh karena nisab barang dagang dihitung berdasarkan harganya.5%. Perusahaan yang dikaitkan dengan kewajiban zakat haruslah dengan produk yang halal dan dimiliki oleh orang-orang yang . Sedangkan harga barang yang dipakai sebagai alat ukur persediaan. seperti bangunan dan perabot yang ada di toko atau sejenisnya. pendapat yang lebih kuat adalah fatwa yang mengatakan bahwa zakat harus dikeluarkan berupa uang bukan barang.4.

maka dikembalikan kepada keduanya secara sama . . Dalam kaitan dengan kewajiban zakat perusahaan ini. 2002). Meskipun awalnya hadits tersebut ditujukan dalam perkongsian hewan ternak. tentang Pengelolaan Zakat. dalam perkembangannya Jumhur ulama mempergunakannya dengan meng-qiyas (analogi) kepada bentuk syirkah yaitu perkongsian serta kerja sama usaha..a telah menulis sebuah surat yang berisikan kewajiban yang diperintahkan oleh Rosulullah saw. juga merujuk kepada sebuah hadits riwayat Imam Bukhari (hadits ke-1448 dan dikemukakan kembali dalam hadits ke-1450 dan 1451) dari Muhammad bin Abdillah alAnshari dari bapaknya. 2002). ia berkata bahwa Abu Bakar r. Dan harta yang disatukan dari dua orang yang berkongsi. atau jika pemiliknya bermacam-macam agamanya.. karena takut mengeluarkan zakat. dalam UndangUndang No 38 Tahun 1999. Dan janganlah disatukan (dikumpulkan) harta yang mula-mula terpisah. (Hafidhuddin.. . maka berdasarkan kepemilikan saham dari yang beragama Islam (Hafidhuddin. Berdasarkan hal tersebut maka keberadaan perusahaan sebagai wadah usaha menjadi badan hukum menurut Muktamar Internasional pertama tentang Zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H) menyatakan bahwa kewajiban zakat sangat terkait dengan perusahaan. Landasan hukum zakat perusahaan dapat ditelaah pada surat al-Baqarah. dengan catatan antara lain adanya kesepakatan sebelumnya antara para pemegang saham. agar terjadi keridhaan. 267 dan at-Taubah: 103 yang memang bersifat umum.. Sebaliknya jangan pula dipisahkan harta yang pada mulanya bersatu.18 beragama Islam. Bab IV pasal 11 ayat .

Infak. karena pada prinsipnya perusahaan intinya berpijak pada kegiatan trading atau perdagangan. Sebab. Zakat merupakan sarana untuk menyucikan harta . Perbedaan Zakat. dan penerimanya tidak terbatas.5.19 (2) bagian (b) dikemukakan bahwa di antara objek zakat yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah perdagangan dan perusahaan. dan Pajak Menurut Hafidhuddin (2003) perbedaan infak dan sedekah terhadap zakat ialah tidak ada nishab yang ditentukan. (Hafidhuddin. tidak ada persentase. Zakat perusahaan tersebut dianalogikan pula dengan zakat perdagangan dalam penghitungannya. 2002) 2. dikarenakan memiliki kaitan yang sangat kuat dengan zakat. Dipergunakannya kata tersebut (infak dan sedekah) dalam beberapa ayat Al-Qur’ an dengan maksud zakat. Sedekah. Disebut sedekah (at-Taubah : 60 dan 130) karena memang salah satu tujuan utama zakat adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. 2002) Zakat bukanlah pajak yang untuk menjamin penerimaan negara. Pola penghitungan zakatnya didasarkan pada laporan keuangan (neraca) dengan mengurangkan kewajiban atas aktiva lancar. distribusi hasil pengumpulan zakat harta ditujukan kepada delapan kelompok yang telah ditentukan. (Hafidhuddin. Zakat disebut infak (at-Taubah : 34) karena hakikatnya zakat itu adalah penyerahan harta untuk kebajikan-kebajikan yang diperintahkan Allah SWT.

20 seseorang sebagaimana disebut dalam surat at-Taubah (103). bagian serta kadarnya. namun keduanya mempunyai falsafah yang khusus. Tujuan Akuntansi Syariah Menurut Adnan (2005). Dimana hal tersebut ditransformasikan dalam bentuk pengamalan apa yang menjadi sunnah dan syariah-Nya. disamping berbeda pula mengenai prisip. Allah SWT. tujuan dan jaminannya. akuntansi harus terutama berfungsi sebagai media penghitungan zakat karena merupakan bentuk manifestasi kepatuhan seorang hamba atas perintah Sang Empunya. zakat memiliki unsur spiritual. dan yang kedua adalah tingkatan praktis.6. Dengan kata lain. Pada tingkatan ideal maka semestinya yang menjadi tujuan ideal laporan keuangan adalah pertanggungjawaban muammalah kepada Sang Pemilik yang hakiki. membantu . berbeda sumbernya. tujuan akuntansi syariah dapat didampingi oleh tujuan-tujuan praktis yang tentu saja tidak bertentangan dengan syari’ ah. seperti yang dikutip oleh Kusmawati (2005). diantaranya: memelihara harta. Menurut Syahatah. dan keduanya berbeda sifat dan asasnya. (Muhammad. 2000) Qardawi (1999) menyebutkan bahwa meskipun zakat dan pajak samasama merupakan kewajiban dalam bidang harta. Sedangkan pada tataran pragmatis barulah diarahkan kepada upaya untuk menyediakan informasi kepada stakeholder dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi. Yang pertama adalah tingkatan ideal. Jadi zakat tidak sama dengan pajak. tujuan akuntansi dapat dibuat dalam dua tingkatan. 2. selain memiliki tujuan utamanya yakni media penghitungan zakat. sasaran.

balasan. 2.2. Asumsi Dasar Laporan Keuangan Syariah Menurut Adnan (2005).7. Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata. Entitas Bisnis (The accounting unit concept) Perusahaan dianggap sebagai entitas ekonomi dan hukum terpisah dari pihak-pihak yang berkepentingan atau para pemiliknya secara pribadi. dibandingkan dengan asumsi dasar yang dipakai oleh Kerangka dasar penyusunan Laporan Keuangan dengan menganut kepada apa yang dipakai oleh International Accounting Standards Committee (IASC).7. menentukan imbalan.1. yakni dasar Akrual (Accrual basis) dan kelangsungan usaha (going concern). menentukan dan menghitung hak-hak mitra berserikat. 2. suatu entitas dianggap akan berjalan terus. Kesinambungan (The going concern concept) Berdasarkan konsep ini.21 dalam pengambilan keputusan. maka kerangka dasar akuntansi konvensional secara eksplisit memakai dua asumsi dasar. berusahalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya dan berusahalah untuk akhiratmu seolah-olah . Sedangkan asumsi dasar yang dipakai dalam kerangka dasar versi The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAO-IFI) terdiri dari empat hal seperti yang dijelaskan Kusmawati (2005) dengan mengutip pendapat Rosjidi (1999) yang menjelaskan keempat konsep tersebut sebagai berikut: 2.7. apabila tidak terdapat bukti sebaliknya. atau sanksi.

7. perbedaan ini menyebabkan adanya perbedaan prinsip yang melandasi Akuntansi Syariah dan Konvensional seperti yang digambarkan Adnan (2005) sebagai berikut: .7. Stabilitas Daya Beli Unit Moneter (The stability of the purchasing power of the monetary unit) Mempertimbangkan bahwa uang yang biasa dipahami dalam akuntansi konvensional rentan terhadap ketidakstabilan. Tentu saja pengaplikasiannya ditujukan untuk menghitung zakat. Paling tidak sampai sekarang penghitungan nisab zakat tetap menggunakan ukuran nisab emas (terutama bagi yang dianalogikan dengannya. ada hubungan erat antara kewajiban membayar zakat dengan periode akuntansi.3. 2. Periode Akuntansi (The periodicity concept) Dalam Islam. Prinsip Akuntansi Syariah Prinsip yang melandasi Akuntansi Syariah tentu berbeda dengan Akuntansi Konvensional dikarenakan tujuan akuntansi yang berbeda.22 kamu akan mati esok hari.4. 2. maka satuan moneter yang memenuhi syarat postulat ini adalah mata uang emas dan perak. 2. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya.8. bukan untuk objek zakat yang telah ditentukan nisabnya). Karena itu periode ini cukup penting sebagai asumsi dasar laporan keuangan. Tetapi hal ini tidak dapat dipenuhi dikarenakan sangat sulit sekali menerapkan mata uang tersebut.

2005) hal. Prospek dan Tantangannya).1 Ringkasan Perbedaan Prinsip yang Melandasi Akuntansi Syari’ ah dan Konvensional Akuntansi Konvensional Postulat Pemisahan antara bisnis dan Entitas pemilik Postulat Going Kelangsungan bisnis secara terus Concern menerus. Akhyar Adnan. masyarakat dan individu Dicatat dan dilaporkan secara konsisten sesuai dengan prinsip yang dijabarkan oleh syari’ ah Pemilihan teknik akuntansi dengan memperhatikan dampak baiknya terhadap masyarakat Prinsip Penyingkapan Penuh Prinsip Obyektivitas Bertujuan untuk mengambil keputusan Reliabilitas pengukuran digunakan dengan dasar bias personal Prinsip Materi Dihubungkan dengan kepentingan relatif mengenai informasi pembuatan keputusan Dicatat dan dilaporkan menurut pola GAAP Prinsip Konsistensi Prinsip Pemilihan teknik akuntansi yang Konservatisme sedikit pengaruhnya terhadap pemilik Sumber: M. yaitu pengeluaran materi maupun non materi untuk memenuhi kewajiban Berhubungan dengan pengukuran dan pemenuhan tugas/ kewajiban kepada Allah. yaitu didasarkan pada realisasi keberadaan aset Postulat Periode Akuntansi Postulat Unit Pengukuran Tidak dapat menunggu sampai akhir kehidupan perusahaan dengan mengukur keberhasilan aktivitas perusahaan Nilai Uang Akuntansi Syari’ ah Entitas didasarkan pada bagi hasil Kelangsungan usaha tergantung pada persetujuan kontrak antara kelompok yang terlibat dalam aktivitas bagi hasil Setiap tahun dikenai zakat. hasil pertanian dan emas Menunjukkan pemenuhan hak dan kewajiban kepada Allah. masyarakat dan individu Berhubungan erat dengan konsep ketaqwaan. Akuntansi Syariah (Arah.23 Tabel 2. 73 . (Yogyakarta: UII press. kecuali untuk produk pertanian yang dihitung setiap panen Kuantitas nilai pasar digunakan untuk menentukan zakat binatang.

Berikut ini Kusmawati (2005) menjelaskan masing-masing karakter: 2.9. Penyajian yang jujur (representation faithfulness) artinya kesesuaian antara pengukuran akuntansi dengan fenomenanya.24 2. Dapat dipahami (understandabilily) artinya dapat membantu atau memberi kesempatan kepada para pemakai informasi untuk memahami maknanya. 2. Kalaupun ada perbedaan maka ini lebih kepada penekanan dan urutan proritas belaka. Tepat waktu (timeliness) artinya kualitas informasi yang siap digunakan oleh para pemakainya. karakteristik kualitatif akuntansi syariah dengan akuntansi konfensional.9.4.3.2. Keandalan (realiability) artinya kualitas informasi yang menjamin bahwa informasinya bebas dari kesalahan dan penyimpangan (error dan bias) serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuannya. .5.9. yang menentukan bahwa pokok persoalannya harus terwakili untuk menjamin keabsahan dan kebenaran informasinya. 2. sebelum kehilangan makna dan kapasitasnya.9.1. 2.9. 2. Daya banding (comparability) artinya kualitas informasi yang bermanfaat bagi para pemakainya untuk mengidentifikasi informasi yang berbeda atau sejenis antara dua kesatuan entitas ekonomi. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah Menurut Adnan (2005). tampak ada kesamaan yang sangat menonjol.9.

Kapitalisasi atau nilai tunai atas aliran kas harapan. Unit uang 2. 2. Nilai buku yang dapat direalisasikan. S.10. Kelengkapan (completeness) artinya informasi yang disajikan termasuk semua informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan laporan keuangan. Menurut Stevens.10. (1967) dalam Belkaoui (2000).S. Kos pengganti (replacement cost) 3. yang dimaksud dengan pengukuran adalah “pelekatan suatu angka kepada objek atau peristiwa menurut aturan tertentu”. Dua unit ukuran (unit of measure) yang mungkin digunakan adalah: 1.6.25 2. Konsep Pengukuran Secara umum akuntansi dipandang sebagai disiplin pengukuran dan pengkomunikasian.9.1. Kos historis (historical cost) 2. Belkaoui (2000) mengemukakan empat atribut yang diukur dan dua unit ukuran yang digunakan. Empat atribut dari semua kelompok aset dan hutang yang mungkin diukur adalah: 1. Konsep Pengukuran dan Pengakuan Elemen Laporan Keuangan Syariah 2. Adnan (2005) menyatakan bahwa pengukuran memegang peranan penting dalam kaitannya dengan peran laporan akuntansi yang harus menyajikan data kuantitatif tentang posisi kekayaan perusahaan dalam suatu waktu tertentu. Unit daya beli umum . 4.

yang memberi makna dan relevansi berbeda bagi Belkaoui mengevaluasi alternatif ini dengan pemakainya. Secara ideal. Kombinasi empat atribut tersebut dan dua unit ukurannya menghasilkan delapan alternatif penilaian aset dan model penentuan laba. Setiap alternatif tersebut menghasilkan laporan keuangan yang berbeda. Belkaoui membandingkan model-model tersebut berdasarkan kriteria: 1. Atribut yang disukai adalah atribut yang mengakui perubahan dalam nilai pada periode yang sama dengan terjadinya perubahan. yakni kriteria untuk menentukan apakah atribut atau elemen-elemen laporan keuangan yang seharusnya diukur dalam akuntansi keuangan dan pelaporan adalah jenis atribut yang terhindar dari kesalahan waktu (timing errors).26 Perbedaan penentuan atribut dan unit pengukuran inilah yang menjadi penyebab timbulnya perbedaan konsep penilaian dan pengukuran. Kesalahan waktu. laba dapat didistribusikan pada keseluruhan aktivitas bisnis. Penyebabnnya adalah perubahan dalam nilai yang terjadi dilaporkan pada periode tertentu tetapi dicatat dan dilaporkan pada periode lain. Evaluasi tersebut menyoroti sifat perbedaan dan dasar perbandingan hasil berbagai alternatif tersebut. menggunakan contoh sederhana untuk mempertinggi kejelasan konseptual dan komparabilitas di antara berbagai pendekatan. .

” untuk menyampaikan kepada pemakai pemahaman makna sebagaimana menunjukkan salah satu kegunaannya.27 2. Jika model akuntansi mengukur biaya historis dalam unit daya beli umum. . maka hasilnya dapat dinyatakan dalam jumlah dolar (number of dollar atau NOD). akan berupa salah satu berikut: a.. b. Jika model akuntansi mengukur berbagai atribut dalam unit uang. 3. model tersebut harus diletakkan dalam laporan “jika maka . Kesalahan unit pengukuran terjadi ketika laporan keuangan tidak dinyatakan dalam unit daya beli umum. Karena ada dua kemungkinan unit ukuran. Agar model akuntansi dapat diinterpretasikan. interpretasi model akuntansi–menurut definisinya–. Kemampuan ditafsirkan (interpretability) untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan yang dihasilkan seharusnya dapat dipahami baik dari segi makna maupun penggunaan. Unit pengukuran yang lebih disukai adalah unit pengukuran yang mengakui perubahan tingkat harga umum dalam laporan keuangan. maka hasilnya tetap dinyatakan dalam NOD. Kesalahan unit pengukuran (measuring unit errors) adalah kriteria untuk menentukan apakah unit ukuran yang seharusnya diterapkan untuk atribut-atribut elemen-elemen laporan keuangan seharusnya adalah jenis unit ukuran yang menghindari kesalahan unit pengukuran..

28

c. Jika model akuntansi mengukur nilai sekarang dalam unit daya beli umum, maka hasilnya dinyatakan dalam kemampuan memiliki barang (command of goods atau COG) 4. Relevansi (relevance) model akuntansi. Dengan kata lain, hasil laporan keuangan seharusnya berguna. Dari sudut pandang normatif, COG dianggap sebagai atribut yang paling relevan karena mengekspresikan perubahan tingkat harga umum. Hasil evaluasi Belkaoui (2000) diringkas dalam suatu tabel yang menampilkan enam model alternatif yang dianggap cukup untuk mewakili delapan model yang diinterpretasikan, seperti berikut: Tabel 2.2 Analisis Tipe Kesalahan
Model Akuntansi Kesalahan Kesalahan Waktu Unit Laba Keuntungan Operasi Penyimpanan Pengukuran Interpretasi NOD COG Relevansi

Akuntansi Kos Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Historis Ya (laporan Ya (figur Ya (figur Akuntansi Kos Ya Ditiadakan Ya Pengganti Income) aktiva) aktiva) Akuntansi nilai Ya (aktiva Ya (aktiva Ya (laporan Ditiadakan Ditiadakan Ya buku yang dapat & hutang & hutang Income) direalisasi moneter) moneter) Akuntansi Kos historis disesuaikan Ya Ya Ditiadakan Ya Ya Ya level harga umum Akuntansi biaya pengganti Ya Ditiadakan Ditiadakan Ditiadakan Ya Ya disesuaikan tingkat harga umum Akuntansi nilai buku yang dapat direalisasi Ditiadakan Ditiadakan Ditiadakan Ditiadakan Ya Ya disesuaikan level harga umum Sumber: Ahmed R. Belkaoui, Teori Akuntansi (Accounting Theory) jilid 2, alih bahasa Marwata dkk., (Jakarta: Salemba Empat, 2001) hal. 198

29

Ringkasan di atas menunjukkan bahwa model akuntansi nilai buku yang dapat direalisasikan disesuaikan tingkat harga umum adalah model pengukuran yang memenuhi semua kriteria. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, dalam melakukan penilaian harta untuk penghitungan zakat, akuntansi syariah mengakui penggunaan nilai pada saat penghitungan zakat (current value). Sementara itu menurut Belkaoui (2000), harga sekarang (current value) memiliki beberapa interpretasi, yakni: nilai kapitalisasi atau nilai tunai (present value); harga beli sekarang (current entry price); harga jual sekarang (current exit price); dan kombinasi nilai. Sedangkan seperti yang telah dikemukakan di muka, guna penghitungan zakat mal, harga barang yang dipakai sebagai alat ukur persediaan, menurut pendapat Jumhur, yaitu barang pada saat tempo jatuh dinilai berdasarkan harga pasar waktu itu. Qardawi (1999) dan Kusmawati (2005) menjelaskan bahwa yang digunakan dalam penghitungan zakat adalah harga jual sekarang. Hal ini menurut Qardawi (1999) dikarenakan zakat dikenakan tidak hanya pada modalnya saja, tetapi juga pertumbuhannya. Sehingga dalam pengukuran persediaan, bukan diukur atas harga belinya (modal) saja, tetapi harga jualnya (modal ditambah pertumbuhan).

30

2.10.2. Konsep Pengakuan Konsep pengakuan memegang peranan penting sebagai

kerangka dasar dalam pelaporan keuangan. Karena pengakuan merujuk kepada prinsip yang mengatur kapan dicatatnya transaksi pendapatan (revenue), beban (expenses), laba (gain) dan rugi (loss). Pada gilirannya konsep pengakuan akan banyak berperan dalam menentukan aktiva dan pasiva, serta laba rugi operasi perusahaan. Dalam konteks ini, ada kesan bahwa pada dasarnya The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) memakai konsep akrual sebagai dasar pengakuan untuk semua bentuk transaksi. Meskipun dalam prakteknya ada sejumlah penyimpangan. Seperti pemakaian dasar kas (cash basis) dalam pengakuan revenue dan income praktik beberapa bank syariah dengan alasan konservatisme. Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 5 seperti yang diungkapkan Anis Chariri dan Imam Ghozali (2003) menyebutkan bahwa kriteria pengakuan yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan didasarkan pada empat faktor sebagai berikut: 1. Definisi: Pos akan diakui apabila memenuhi definisi elemen laporan keuangan 2. Keterukuran: Pos tersebut memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup handal

Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun dalam jumlah rupiah tertentu dan mencantumkannya dalam neraca atau laporan rugi laba. Menurut Anis Chariri dan Imam Ghozali (2003). Dimana kriteria pengakuan elemen laporan keuangan adalah (paragrap 83): 1. rekening laporan keuangan yang terlibat meliputi harta dan kewajiban. Berikut ini penjelasan pengakuan kedua rekening tersebut menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI): . Relevan: Informasi memiliki kemampuan untuk perbedaan dalam pengambilan keputusan membuat 4. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal Dalam penghitungan zakat mal perusahaan. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan.31 3. dapat diuji kebenarannya dan netral. Kriteria pengakuan yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dapat dipandang lebih sederhana dari Financial Accounting Standards Board (FASB). Keandalan: Informasi menggambarkan keadaan sebenarnya secara wajar. dan 2. pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi elemen laporan keuangan serta kriteria pengakuan.

Dalam penghitungan zakat. (Paragraf 6.2. mana yang lebih lama.32 2. PSAK No 9) Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus normal perusahaan. Oleh karena itu aktiva didefinisikan sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. (d) Wesel tagih yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun . (b) Surat-surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sendiri mengakui bahwa klasifikasi lancar dan tak lancar di dalam praktek lebih berdasarkan pada konvensi dan bukan pada suatu konsep tertentu. aktiva yang diperhitungkan hanyalah aktiva lancar.1.10.Pengakuan Aktiva Aktiva diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. antara lain meliputi: (a) Kas dan bank. (c) Deposito jangka pendek.

10. penulis menggunakan informasi laporan keuangan perusahaan yaitu neraca sebagai dasar . (g) Persediaan (h) Pembayaran uang muka pembelian akiva lancar (i) Pembayaran pajak di muka (j) Biaya dibayar dimuka yang akan menjadi beban dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca.33 (e) Piutang usaha (f) Piutang lain-lain yang diharapkan akan direalisasikan dalam waktu satu tahun.11.2. Oleh karena itu kewajiban didefinisikan sebagai hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. daya perusahaan yang mengandung manfaat 2.2. penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber ekonomi. Kerangka Pemikiran Untuk menghitung zakat mal perusahaan. 2.Pengakuan Kewajiban Kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

penulis menetapkan rekening-rekening yang berhubungan dengan penghitungan zakat mal berdasarkan ketentuan yang berlaku. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis dapat menggambarkannya seperti pada bagan berikut ini: Laporan Keuangan Neraca Penentuan rekening untuk penghitungan zakat mal perusahaan Metode pengukuran dan pengakuan rekening sesuai syariah Penghitungan zakat mal perusahaan Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Skripsi .34 penghitungannya. Dan yang terakhir penulis mengkalkulasi zakat mal perusahaan tersebut. Setelah itu dilakukan penyesuaian metode pengukuran dan pengakuan atas rekening-rekening yang diperhitungkan dalam zakat. Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dijelaskan di atas. Dalam penghitungan zakat mal.

1 Pendekatan Metode Penelitian Pendekatan penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode Terapan atau Pengembangan. penelitian terapan (Applied Research) merupakan tipe penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah-masalah praktis.BAB III METODE PENELITIAN 3. 2002) 35 . Temuan penelitian ini umumnya berupa informasi yang diperlukan untuk pembuatan keputusan dalam memecahkan masalah-masalah pragmatis. tindakan atau kinerja. Penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan spesifik dalam rangka penentuan kebijakan. Pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini karena tujuannya melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai subyek tertentu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan tersebut dengan tujuan untuk mengembangkan ketrampilan atau pendekatan baru dalam hal ini penggunaan metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan sesuai aturan syariah untuk penghitungan zakat. (Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2002). Menurut Umar (1997) penelitian jenis ini adalah melakukan penerapan teori dalam rangka memecahkan suatu masalah dan melakukan pengujian teori untuk menilai kegunaan teori itu sendiri.

Studi Pustaka Pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku kepustakaan. Penulis menggunakan data harga emas yang diperoleh dari BPS Jepara sebagai harga dasar penghitungan nisab zakat mal perusahaan.2.2.2. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).1.2.2.1. yaitu laporan keuangan neraca.3 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara: 3.3.2.1. Eksternal Data eksternal merupakan sumber data yang diciptakan di luar perusahaan. daftar harga barang. Sumber data Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari 2 macam 3.2 Jenis dan Sumber Data 3. dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek yang diteliti sebagai dasar teori penerapan akuntansi syariah dalam penelitian ini.2. . 3. Internal Data internal merupakan data yang didapat dalam perusahaan dimana penelitian dilakukan.2.36 3. dan data umum mengenai perusahaan. 3. 3. Jenis data Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder.

Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan dan dokumendokumen pendukung lainnya. .4 Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3. penetapan harta dan kewajiban yang masuk dalam penghitungan zakat. Analisis ini akan digunakan dalam penentuan pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal dan penentuan rekening yang dimasukkan dalam penghitungan zakat mal perusahaan. penjelasan dan penaksiran pada data yang dianalisis. Dokumentasi Dokumentasi dari asal kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis.1. Analisis kualitatif juga meliputi penetapan tanggal waku pembayaran zakat.37 3. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif adalah analisis yang tidak memerlukan pengujian secara matematik statistik. Peneliti menguraikan data dengan cara memberikan pengertian. serta kadar prosentase zakat yang dibebankan.2.3. 3. tetapi hanya dianalisis berdasarkan pendapat peneliti.4. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki dokumen-dokumen yang dibutuhkan. penetapan nisab sebesar 85 gram emas.

Menghitung nisab zakat. Prosentase zakat sebesar 2.38 3. Lalu membandingkan tempat zakat dengan nisab zakat.4.575% untuk penghitungan zakat yang menggunakan tahun Masehi sebagai dasarnya. Menghitung wi a zakat (tempat zakat) dengan mengurangi harta wajib zakat (aktiva lancar) dengan kewajiban. Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif adalah analisis secara matematik yang dilakukan terhadap data yang telah diperoleh. TZ = AL – U Ket: TZ = Tempat Zakat AL = Aktiva Lancar U = Utang b.2. Bila tempat zakat telah mencapai nisab maka wajib dizakati NZ = 85 x harga emas per gram Ket: NZ = Nisab Zakat c. Nisab harta perdagangan senilai 85 gram emas untuk zakat perdagangan/ perusahaan.5% bila menggunakan tahun Hijriyah dan 2. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini adalah penghitungan zakat mal dengan langkahlangkah sebagai berikut: a. Menghitung jumlah zakat dengan mengalikan prosentase dengan tempat zakat. Tentu saja dalam penelitian ini menggunakan tahun masehi karena menggunakan .

575% Ket: JZ = Jumlah Zakat TZ = Tempat Zakat . JZ = TZ x 2.39 Laporan Keuangan yang memiliki periode akuntansi 1 (satu) tahun masehi.

1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1 Sejarah dan Perkembangan Obyek dari penelitian ini adalah CV Adi Komunika Enterprise. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa telekomunikasi. Pada 16 September 1993 perusahaan ini membuka usaha di bidang telekomunikasi. 40 . Pada 24 Februari 1997 CV Adi Komunika Enterprise membuka cabang usahanya di Jepara Kota.1. tepatnya di Jl Veteran No 24. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Ir. Pemilihan tempat ini tidak lain karena dipandang sangat strategis karena bisa dikatakan bahwa tempat ini merupakan wilayah pusat kegiatan ekonomi di Jepara. tepatnya perusahaan ini mendirikan wartel sebagai bentuk usaha awalnya. Wartel yang dioperasikan memiliki nama Eldiana. tepatnya di antara Kalingga Jati dan Istana Perabot pada Jalan Raya Jepara Senenan km 3. wartel yang dioperasikan berada di Senenan. Adi Sucipto Musa pada tahun 1992 berkedudukan di Rt 08 Rw 03 Ujungbatu Jepara.5.BAB IV PEMBAHASAN 4. Bahkan dalam perkembangannya tempat inilah yang menjadi pusat kegiatan perusahaan sampai sekarang. Pada awal pendirian perusahaan ini.

Unit usaha wartel terdiri dari dua unit. Sedangkan unit usaha counter HP juga memiliki 2 unit. Counter HP yang didirikan sejumlah dua unit. Pertama berada di Eldiana Veteran. karena akan mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang menentukan kelangsungan hidup baik sekarang maupun masa datang. dan yang kedua di Senenan jalan raya Jepara Senenan Km 3. Lokasi sangatlah penting bagi perusahaan dalam mengadakan aktivitas usaha. Di mana unit usaha milik CV Adi Komunika Enterprise berhubungan dengan adanya kebutuhan .41 Perkembangan usaha di bidang telekomunikasi yang semakin menjanjikan mendorong pemilik perusahaan untuk melebarkan usahanya lagi. Unit usaha terdiri dari wartel dan counter HP. pertama Eldiana Jepara di Jl Veteran No 24 . yakni counter HP. dan yang kedua berada di SCJ (Shopping Center Jepara) tepatnya di lantai satu pintu sebelah selatan SCJ. Faktor utama penentuan lokasi unit usaha CV Adi Komunika Enterprise adalah letak pasar. dan yang kedua ditempatkan di SCJ (Shopping Center Jepara). pertama juga di Jl Veteran No 24.1.2 Lokasi Perusahaan CV Adi Komunika Enterprise berpusat di Jl Veteran No 24 sebelah selatan swalayan SAUDARA Jepara. Pada 18 Februari 2005 Perusahaan ini membuka bidang usaha yang lain.5. 4. satu tempat dengan wartel Eldiana.

Selain itu wartel Eldiana dan wartel Senenan juga memanjakan pelangggan dengan menyediakan kebutuhan ringan pelanggan.3 Bidang Usaha Bidang usaha dari perusahaan ini adalah pelayanan jasa dan perdagangan di bidang telekomunikasi. Jasa ini sangat membantu para pelanggan Eldiana yang rata — rata merupakan pengusaha mebel dalam menjalankan transaksi mereka.1. terbukti dengan . Hal tersebut diwujudkan dengan usaha jasa telekomunikasi wartel dan counter HP. Servis Eldiana ini telah mendapat pengakuan dari PT Telekomunikasi Indonesia. CV Adi Komunika Enterprise dapat melayani kebutuhan konsumen dengan cepat dan memuaskan.42 masyarakat. Dengan lokasi usaha yang strategis. tetapi wartel Eldiana yang merupakan merk unit usaha CV Adi Komunika Enterprise juga melayani pengiriman fax serta penerimaan fax. Tbk. wartel ini juga menyediakan minuman ringan dan juga rokok sebagai bentuk servis lebih dari wartel Eldiana. salah satunya adalah industri mebel yang telah sejak lama berorientasi ekspor. dimana kedua unit tersebut memiliki produk pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan. Wartel yang didirikan tidak semata-mata hanya melayani pelanggan yang ingin berkomunikasi lewat telepon. mengingat Jepara merupakan kota industri yang cukup terkenal. 4.

Lengkapnya produk Eldiana merupakan bukti komitmennya dalam memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi yang sekarang kebutuhan masyarakat. Struktur sederhana itu lebih dirumuskan secara negatif dari pada positif. baik fisik maupun non fisik. Sedangkan counter HP melayani konsumen dalam memenuhi kebutuhan komunikasi yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi.4 Struktur Organisasi Kebanyakan organisasi berawal sebagai usaha wiraswasta dengan struktur sederhana yang terdiri atas pemilik atau pemilikpemilik dan para karyawan. Selain itu juga menyediakan voucher pulsa.43 didapatkannya penghargaan sebagai wartel dengan performansi terbaik pada tahun 2002. 4. Organisasi dengan struktur sederhana lazimnya hanya mempunyai dua ini sudah menjadi . counter HP Eldiana juga menyediakan jasa servis HP serta download kebutuhan HP yang semakin beragam.1. Selain melakukan operasi jual beli. Struktur sederhana itu bukan struktur yang rumit. otoritas yang terpusat di tangan satu orang. Yang dimaksud adalah bahwa organisasi itu mempunyai derajat departementalisasi yang rendah. rentang kendali yang luas. Counter HP Eldiana juga menyediakan aksesoris HP yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. dan sedikit formalisasi. Counter HP Eldiana menyediakan HP yang ditawarkan untuk konsumen.

Struktur organisasi pada CV Adi Komunika Enterprise menggunkan tipe organisasi divisional. Salah satu kelemahan utamanya ialah bahwa sulit membuatnya menjadi sebuah struktur yang efektif selain dalam organisasi-organisasi kecil.44 atau tiga tingkatan vertikal. dan satu orang memegang wewenang mengambil keputusan. dan mengevaluasinya. Struktur sederhana ini paling luas digunakan oleh perusahaan kecil di mana pemilik dan manajernya merupakan orang yang sama. Memiliki kedudukan tertinggi dalam struktur organisasi tetapi tidak turut mengelola perusahaan. Struktur ini semakin lama semakin tidak memadai sewaktu organisasi tumbuh sebab formalisasinya yang rendah serta tingginya sentralisasi cenderung mengakibatkan kelebihan beban informasi di puncak. Struktur organisasi CV Adi Komunika Enterprise terdiri dari: a. fleksibel. . Kekuatan-kekuatan struktur sederhana itu sudah jelas: cepat. Dewan Komisaris Dewan komisaris merupakan pendiri sekaligus pemilik CV Adi Komunika Enterprise. Hanya mengawasi kinerja manajemen perusahaan. dengan pemisahan divisi menurut unit usaha serta wilayah operasinya. dan murah untuk dipertahankan. sebuah pengaturan karyawan secara informal.

c. Karyawan CV Adi Komunika Enterprise terdiri dari karyawan penjaga wartel. serta tenaga servis HP. Unit Divisi CV Adi Komunika Enterprise dibedakan atas unit usaha serta wilayah operasinya. d. Karyawan Karyawan merupakan pelaksana kegiatan perusahaan pada level terdepan dalam melayani konsumen. Bertanggung jawab sepenuhnya atas jalannya unit usaha yang dipimpinnya. Pimpinan Divisi Pimpinan Divisi adalah pengelola unit usaha perusahaan. penjaga counter. Struktur organisasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . Direktur Direktur merupakan jabatan menejemen tertinggi pada perusahaan.45 b. bertanggung jawab atas jalannya usaha CV Adi Komunika Enterprise dengan membawahi beberapa divisi. Struktur organisasi CV Adi Komunika Enterprise memiliki tipe organisasi dengan pemisahan divisional menurut unit usaha dan lokasinya. Bentuk tanggung jawab Pimpinan Divisi kepada Direktur dilaksanakan secara langsung.

1 Bagan Organisasi CV Adi Komunika Enterprise .46 Dewan Komisaris Direktur Pimpinan Divisi Senenan Pimpinan Divisi Veteran Pimpinan Divisi SCJ Karyawan Karyawan Karyawan Gambar 4.

47 4. pendekatan neraca digunakan dalam penyusunan skripsi ini. Hal ini dikarenakan penulis mengikuti pendapat yang lebih kuat diantara beberapa pendapat. Rekening laporan keuangan yang diperhitungkan dalam zakat ini terdiri dari aktiva dan utang. dengan persyaratan tertentu pula. cukup mencapai senisab.2 Analisis dan Pembahasan 4. bebas dari hutang. untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya. lebih dari kebutuhan biasa. Persyaratan-persyaratan tersebut membantu kita dalam menetapkan rekening apa saja yang dapat diperhitungkan dalam zakat mal. Harta di dalam akuntansi dilaporkan dalam neraca terutama pada sisi aktiva. Definisi aktiva sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh .2. Persyaratan harta yang wajib dizakati seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya yang meliputi: milik penuh. yang Allah SWT mewajibkan kepada pemiliknya. berkembang. Sesuai dengan pengertiannya bahwa zakat itu adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu. dan telah berlalu setahun.1 Penentuan Rekening untuk Penghitungan Zakat Di dalam melakukan penerapan penghitungan zakat mal perusahaan dengan menggunakan laporan keuangan. Sehingga dapat dikatakan hanya rekening riil yang akan dipakai dalam penghitungan zakat mal.

hutang yang menjadi kewajiban perusahaan akan dijadikan sebagai pengurang harta yang dikenakan zakat. Berbeda dengan aktiva tetap yang malah mengalami penyusutan pada umumnya. Karena hutang bukanlah hak milik perusahaan melainkan kewajiban perusahaan. 4.2. Pada sisi pasiva.2 Pengukuran dan Pengakuan Rekening Laporan Keuangan Metode pengukuran dan pengakuan laporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise memerlukan penyesuaian untuk pengitungan zakatnya. dimana syarat harta milik penuh telah terpenuhi. Utang Untuk penghitungan zakat CV Adi Komunika Enterprise maka pembahasan metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangannya akan dikhususkan pada rekening-rekening di atas. Sedangkan syarat berkembang dianalogikan pada aktiva lancar karena aktiva lancar merupakan modal kerja perusahaan yang berpotensi untuk berkembang. Persediaan c. Kas b.48 perusahaan memperjelas akan kewajiban zakat atasnya. Hal . Setelah mempelajari neraca CV Adi Komunika Enterprise maka dapat kita tentukan rekening apa saja yang akan diperhitungkan dalam zakat yakni meliputi: a.

harta yang wajib dizakati memiliki persyaratan tertentu seperti dijelaskan sebelumnya. apabila diminta dapat segera dikeluarkan. Diterima pada nilai nominal sewaktu diuangkan merupakan petunjuk untuk menentukan apakah suatu surat berharga dapat dianggap sebagai kas. Sesuai dengan pembahasan pada sub bab sebelumnya.49 ini dikarenakan di dalam penghitungan zakat mal. dan Utang. 4. Persediaan. rekening-rekening yang berhubungan dengan penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise secara garis besar terdiri dari tiga golongan utama yakni. Sesuai dengan definisinya. bertentangan dengan aturan syariah.2. Kas. Kas adalah segala sesuatu yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya. Artinya. Pengukuran kas sesuai dengan nilai nominal kas. kas disajikan pada nilai nominalnya. Metode pengakuan dan pengukuran penghitungan ini tidak mengalami perubahan karena dalam tidak zakat mal perusahaan.1 Kas Kas merupakan suatu alat pertukaran dan juga digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi.2. . Kriteria lain untuk dapat dianggap sebagai kas adalah dapat digunankan segera. di neraca CV Adi Komunika Enterprise.

Harga yang terendah diantara keduanya dipilih untuk penilaian dan digunakan untuk penyajian di laporan keuangan. Setiap persediaan yang dijual pada CV Adi Komunika Enterprise memiliki rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persediaan. Dalam hal tertentu persediaan dapat dinilai pada harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar atau nilai yang dapat diharapkan dapat direalisasikan.2. Cara ini dikenal sebagai metode buku (perpetual). LIFO. Persediaan barang dagang pada umumnya dinilai pada harga perolehannya. kas dihitung sebesar nilai nominal yang dilaporkan dalam neraca CV Adi Komunika Enterprise. 4. di mana setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan mencatat dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening persediaan. . maka harga pokok persediaan (yang telah ditetapkan berdasarkan metode FIFO. atau rata-rata) dibandingkan dengan harga pasarnya.2 Persediaan Persediaan barang dagang adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali.2.50 Maka di dalam penghitungan zakat nanti. Apabila persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga pokok dan harga pasar.

820.382.000 Sumber: CV Adi Komunika Enterprise Perlu diperhatikan juga.000 320. Sebelum barang-barang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan. barang-barang yang dititipkan untuk dijual haknya masih tetap pada yang menitipkan sampai saat barang-barang tersebut dijual. Apabila barang-barang itu sudah dijual maka .380.680.800.000 6. Hal ini dikarenakan rokok tersebut merupakan barang konsinyasi (titipan).000 Mark up 25% 5% 5% 5% 25% 5% Jumlah persediaan Rp 16.51 Berikut ini tabel nilai persediaan beserta mark up menurut jenis persediaan berdasarkan data CV Adi Komunika Enterprise: Tabel 4. Pihak yang menerima titipan tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut sehingga tidak mencatat barang-barang tersebut sebagai persediaannya. dalam persediaan CV Adi Komunika Enterprise tidak diakuinya persediaan rokok sebagai milik perusahaan. Dalam cara penjualan titipan.000 2.1 Nilai Buku Persediaan dengan Mark Up Jenis Persediaan Minuman Ringan Voucher Fisik Voucher Non Fisik Kartu Perdana Aksesoris HP Hand Phone Nilai Buku/ Harga Beli Rp Rp Rp Rp Rp Rp 382.000 4.000 1.

Alasan pengukuran atribut harga jual sekarang dikarenakan zakat dikenakan tidak hanya pada modalnya saja. Berdasarkan data nilai persediaan beserta mark up yang telah diperoleh. Sehingga dalam pengukuran persediaan. lebih tepatnya menggunakan harga jual sekarang (current exit price). Dalam hal ini zakat atas barang konsinyasi tidak diwajibkan kepada perusahaan karena syarat milik penuh tidak terpenuhi. Metode pengukuran pada CV Adi Komunika Enterprise menggunakan kos historis sebagai atribut yang diukurnya dalam mengukur nilai persediaannya. tetapi juga pertumbuhannya. Sedangkan untuk penghitungan zakat. bukan diukur atas harga belinya (modal) saja. nilai pada saat penghitungan zakat (current value) merupakan atribut yang diukur sebagai penilaian aset perusahaan.52 yang menerima titipan membuat laporan pada yang menitipkan. tetapi harga jualnya (modal ditambah pertumbuhan). maka kita dapat melakukan pengukuran persediaan dengan atribut harga jual dengan menambahkan harga perolehan dengan mark up yang telah dikalikan dengan harga perolehan tersebut (laba kontribusi) Harga jual = harga perolehan + (mak up x harga perolehan) .

140.53 Tabel 4. Penyimpangan ini dilakukan dengan dasar anggapan bahwa selisih antara nilai nominal dengan nilai tunainya relatif kecil.500 untuk penghitungan tempat zakat.820. tetapi pada umumnya akan dicantumkan dengan jumlah sebesar nilai nominalnya.000 336.000 Nilai Realisasi/ Harga Jual Rp Rp Rp Rp Rp Rp 477.2.2.2 Perhitungan Harga Jual Persediaan Jenis Persediaan Minuman Ringan Voucher Fisik Voucher Non Fisik Kartu Perdana Aksesoris HP Hand Phone Mark up 25% 5% 5% 5% 25% 5% Nilai Buku/ Harga Beli Rp Rp Rp Rp Rp Rp 382.000 320.000 4.000 2.000 Sumber: data yang telah diolah Rp 17.3 Utang Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang yang timbul akibat dari peristiwa masa lalu pada prinsipnya utang akan dicantumkan sebesar nilai tunai dari utang-utang tersebut.000 7.000 Rp 16.814.553. di mana persediaan dihitung berdasarkan atribut harga pasar.000 1.800.380.500 5.061.000 6. Hal ini disebabkan tujuan . maka persediaan dinilai sebesar Rp 17. 4.000 2.000 1. hutang dilunasi.553.680. Dasar pengukuran hutang adalah jumlah rupiah sumber ekonomi yang harus dikorbankan apabila pada saat penilaian (pelaporan).382.500 Jadi berdasarkan perhitungan di atas.725.

dan lain-lain.54 penyajian hutang biasanya dikaitkan dengan masalah likuidasi.1 Penghitungan Tempat Zakat Tempat zakat terdiri dari aktiva lancar dikurangi dengan utang.3 Penghitungan Zakat Mal Perusahaan 4.553.000 = 21.- .350. biaya sewa. Maka tempat zakat dapat dihitung sebagai berikut: TZ = AL – U = (Kas + Persediaan) – Utang = (4. Metode pengukuran dan pengakuan utang yang ada pada neraca CV Adi Komunika Enterprise tidak bertentangan dengan aturan syariah maka tidak perlu dilakukan penyesuaian guna penghitungan zakat mal perusahaan tersebut. Utang biaya merupakan utang yang timbul dari pengakuan akuntansi terhadap biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar. Utang dagang timbul dari pembelian barang-barang atau jasa-jasa dan dari pinjaman jangka pendek.500) – 1.322.710.000 = Rp 20. Utang pada neraca CV Adi Komunika Enterprise terdiri atas utang dagang dan utang biaya. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah utang yang timbul dari gaji dan upah.156.350 – 1.3.2.2. 4.388.322.850 + 17.

berarti harta tersebut telah memenuhi persyaratan nisab zakat.3 Data Harga Emas Bulan Desember 2005 Berdasarkan Harga Konsumen Waktu Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Sumber BPS Kab Jepara 2006 Berdasarkan data di atas.000 Karena tempat zakat yang telah dihitung lebih besar dari nisab zakat yang ada.2 Penghitungan Nisab Zakat Nisab zakat mal perusahaan sebesar 85 gram emas. Tabel 4.3. Harga per gram (Rp) 135.000 .388.900. maka besarnya nisab harta perusahaan dapat dihitung sebagai berikut: NZ = 85 x harga emas per gram = 85 x 140.350. Maka harta tersebut wajib dizakati.500 140.000 137. hal ini sesuai dengan ukuran yang digunakan dalam penghitungan harta perusahaan yang menggunakan harga konsumen juga (harga jual).000 140.4. Harga emas yang digunakan adalah harga konsumen emas pada waktu penghitungan zakat.2.55 Jadi tempat zakat CV Adi Komunika Enterprise periode 31 Desember 2005 sebesar Rp 20.000 = Rp 11.

000.X 2.56 4. Maka besarnya zakat mal CV Adi Komunika Enterprise pada 31 Desember 2005 adalah sebagai berikut: JZ = TZ x 2. Hal ini berarti haul yang digunakan dalam pengitungan zakat adalah tahun masehi.388. maka besarnya prosentase jumlah zakat sebesar 2.000.2.3.pada periode 31 Desember 2005 dengan haul satu tahun masehi mulai tanggal 1 Januari 2005.575% dari tempat zakat. jumlah zakat mal CV Adi Komunika Enterprise sebesar Rp 525.575% = Rp 525.3 Penghitungan Jumlah Zakat Zakat CV Adi Komunika Enterprise dihitung dengan menggunakan laporan Neraca 31 Desember 2005.. .350.Berdasarkan perhitungan tersebut.575% = Rp 20..

Tujuan akuntansi syariah dapat dibuat dalam dua tingkatan. Tentu saja berbeda dengan tujuan yang biasanya ingin dicapai akuntansi konvensional. Yakni ideal dan praktis. Siapapun yang bertransaksi dengan cara syariah. Akuntansi syariah berbeda dengan akuntansi konvensional karena faktor tujuan.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut: 5. 5.BAB V PENUTUP Berdasarkan dari hasil penelitian dan uraian bab-bab sebelumnya tentang metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan pada CV Adi Komunika Enterprise maka selanjutnya dapat diambil suatu kesimpulan serta kiranya diberikan saran-saran yang dapat membangun perusahaan sebagai suatu pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan menetapkan kebijakan untuk masa yang akan datang dalam mencapai tujuan perusahaan.1.2. yang biasanya hanya sarat dengan nilai-nilai keduniawian. tetapi kering dari nilainilai ukhrowi. Allah SWT.1. 5. Secara ideal maka laporan keuangan adalah pertanggung jawaban muammalah kepada Sang Pemilik Yang Hakiki. dengan mentransformasikan dalam bentuk pengamalan 57 . harus dapat diasumsikan bahwa tujuannya adalah dalam rangka mematuhi perintah-Nya Yang Maha Kuasa.1.

Dalam kasus CV Adi Komunika Enterprise perbedaan pengukuran terletak pada pengukuran persediaan perusahaan. hanya terdapat perbedaan atas aspek pengukuran saja. aspek pengakuan tidaklah berbeda jauh dengan praktek konvensional.000. Jadi berfungsi sebagai media penghitungan zakat.58 syariah-Nya.382.3. sedangkan dalam metode konvensional menggunakan biaya historis.5. 5. . 5.1. karena aturan syariah dalam penghitungan zakat menggunakan ukuran harga pasar sebagai atribut pengukuran rekening laporan keuangan.1.1. Barulah dengan tujuan pragmatis dengan upaya untuk menyediakan informasi kepada stake holder dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi.6. 5. karena itu adalah manifestasi kepatuhan kepada-Nya. Dalam praktek akuntansi syariah untuk penghitungan zakat mal perusahaan.553.1. Aspek pengakuan banyak berperan dalam menentukan elemen laporan keuangan.4.500. Sedangkan aspek pengukuran memegang peranan penting dalam kaitannya dengan peran laporan akuntansi yang harus menyajikan data kuantitatif tentang posisi kekayaan perusahaan dalam suatu waktu tertentu. Penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise dengan menggunakan laporan keuangan menggunakan rekening kas. dimana secara konvensional persediaan CV Adi Komunika Enterprise sebesar Rp 16. Sehingga menghasilkan ukuran yang berbeda atas aset perusahaan. setelah menyesuaikan unit ukuran dengan harga pasar maka persediaannya sebesar Rp 17. 5.

Dengan mengurangkan utang terhadap jumlah kas dan persediaan dan mengalikannya dengan tarif zakat sebesar 2. Perusahaan tidak perlu melakukan perubahan atas metode pengukuran atas persediaan untuk penyusunan laporan keuangan konvensional. . 5. Diharapkan adanya penerapan yang lebih luas atas metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal perusahaan yang lebih kompleks.2.2.000.2.3.-.2. perubahan metode pengukuran atas pesediaan hanya dilakukan untuk penghitungan zakat saja. karena sesuai UU No 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan zakat.1.2 Saran Setelah penulis melakukan pembahasan skripsi ini maka dapat memberikan saran-sarannya sebagai berikut: 5. 5. 5.59 persediaan. dan utang sebagai dasar penghitungannya. Hendaknya bila perusahaan membayarkan zakat tersebut disalurkan melalui badan amil zakat ataupun lembaga amil zakat yang telah mendapat pengesahan pemerintah.575% atas dasar periode akuntansi selama 1 tahun masehi sebagai haulnya. maka zakat yang dikeluarkan tersebut dapat dikurangkan dari laba kena pajak sesuai perundangundangan yang berlaku. maka zakat CV Adi Komunika Enterprise pada periode 31 Desember 2005 sebesar Rp 525.

Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan yang mungkin dapat diatasi oleh peneliti selanjutnya. Keterbatasan Penulis sangat menyadari bahwa dalam melakukan penelitian tidak lepas dari keterbatasan dan kelemahan. dan diasumsikan sifat pembiayaan tersebut tidak sama dengan utang jangka panjang yang dipraktekkan pada perusahaan pada umumnya. 5. karena diasumsikan utang jangka panjang dalam perusahaan yang islami telah diganti dengan sistem pembiayaan syariah. Penelititian hanya dilakukan dengan metode studi kasus terhadap perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan. Dimana penulis menggunakan asumsi ditiadakannya utang jangka panjang dalam perusahaan. sehingga konsep ini belum bisa diterapkan pada dunia usaha dengan sempurna. Beberapa keterbatasan tersebut adalah: 5.3. Keterbatasan dan kelemahan tersebut adalah adanya pertimbangan (jugment) pribadi penulis di dalam melakukan penelitian. . karena dalam konteks perusahaan yang islami. Adanya keterbatasan konsep yang digunakan dalam penelitian ini.3.60 5.3. Maka hasil dari penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan karena karakteristik masing-masing jenis perusahaan berbeda. penulis mencoba mengasumsikan hanya ada utang jangka pendek yang tidak berbunga (riba).2.1.

Semarang. Jakata. Ahmed Riahi. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi & Manajemen. BPFE Yogyakarta. Teori Akuntansi (Accounting Theory. Salemba Empat. Gema Insani Press. Edisi Pertama. 2003. ________________. Iwan Triyuwono dan Muhamad As’ udi. Didin Hafidhuddin. Zakat dalam Perekonomian Modern. 2005. 2000. Muhammad Jawad. Standard Akuntansi Keuangan. Prospek dan Tantangannya. 2002. Islam Aplikatif. 2000. Jakarta. Jakarta. dkk.B. Buku 1 dan Buku 2. Jakarta. 2002. edisi Pertama. Teori Akuntansi. Gema Insani Press. Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. Akuntansi Syariah: Arah. Lentera. 2000. Prinsip-prinsip Akuntansi dalam Al-Qur an. Yogyakarta. Muhammad. Jakarta. IAI. Gramedia Pustaka utama. Jakarta. Belkaoui. Alih Bahasa Masykur A. Mughniyah. 1997. Husein Umar. 2003. 2002. Yogyakarta. Yogyakarta. Edisi Revisi. Riset Akuntansi. Salemba Empat. 4th ed). Akhyar Adnan. BP UNDIP. Salemba Empat. UII Press. Jakarta. Fiqih Lima Mazhab. M.61 DAFTAR PUSTAKA Anis Chariri dan Imam Ghozali. Edisi Pertama. . Akuntansi Syariah. Alih bahasa Marwata dkk. 2001. UII Press.

2002. Husein. Yusuf. Rineka Cipta. 2005.tempointeraktif. Lc. Akuntansi Zakat. Panduan Praktis Penghitungan Zakat Kontemporer. Suharsimi Arikunto. Hukum Zakat. Menghitung Laba Perusahaan.62 Qardawi. 1999. Zaidah Kusmawati. Undang-Undang Republik Indonesia No 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Syakur. Penerbit kerjasama Lintera Antar Nusa dengan Mizan.com. diakses pada 21 April 2006. Alih Bahasa Salman Harun dkk. http://www. Syahatah. Pustaka Progressif. . Alih Bahasa A. Jakarta. 2004. Yogyakarta. Jakarta. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Magistra Insania Press. Jakarta. Aplikasi Akuntansi Syari ah.

200.588.850 Utang Utang Usaha Utang Gaji Jumlah Utang PASSIVA Rp Rp 670.850 63 .588.000 Rp 1.000 Rp 522.CV ADI KOMUNIKA ENTERPRISE NERACA PERIODE 31 DESEMBER 2005 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Persediaan Aktiva Tetap Harga Perolehan Akumulasi Depresiasi Nilai buku AKTIVA Rp 545.000 Rp 502.150.000 Rp 43.000 Rp 521.850 Ekuitas Rp 4.050.156.322.850 PASSIVA Rp 522.382.000 652.000 Rp 16.266.

Studi Kasus CV Adi Komunika Enterprise”.Jl Veteran No 24 Jepara 59417. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jepara. Phone/ Fax (0291) 591531 SURAT KETERANGAN No: 001/AKE-Pnt/VI//2006 Yang bertanda tangan di bawah ini selaku Direktur CV Adi Komunika Enterprise Jepara menerangkan: Nama NIM Jurusan Alamat : HAFID JUNAIDI : 0220000177 : Akuntansi : Ngasem krajan rt 17/ 02 Batealit – Jepara Bahwa mahasiswa tersebut di atas telah benar-benar melakukan penelitian di CV Adi Komunika Enterprise dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Metode Pengukuran dan Pengakuan Rekening-Rekening Laporan Keuangan untuk Penghitungan Zakat Mal Perusahaan. Adi Sucipto Musa Direktur 64 . 27 Mei 2006 CV Adi Komunika Enterprise Ir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->