P. 1
membuat_fabrikasi_komponen_fiberglass_bahan_komposit

membuat_fabrikasi_komponen_fiberglass_bahan_komposit

|Views: 223|Likes:
Published by Hayati Abdul Aziz

More info:

Published by: Hayati Abdul Aziz on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2012

pdf

text

original

Sections

  • A. DESKRIPSI
  • B. PRASYARAT
  • C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
  • 2. Petunjuk Bagi Guru
  • D. TUJUAN AKHIR
  • E. KOMPETENSI
  • F. CEK KEMAMPUAN
  • A. RENCANA BELAJAR SISWA
  • B. KEGIATAN BELAJAR
  • c. Rangkuman 2
  • d. Tugas 2
  • e. Tes Formatif 2
  • f. Kunci Jawaban Formatif 2
  • g. Lembar Kerja 2
  • 3. Kegiatan Belajar 3 : Proses Perbaikan Fiberglass
  • a. Tujuan Kegiatan Belajar 3
  • b. Uraian Materi 3
  • c. Rangkuman 3
  • d. Tugas 3
  • e. Tes Formatif 3
  • f. Kunci Jawaban Formatif 3
  • g. Lembar Kerja 3
  • A. PERTANYAAN
  • B. KUNCI JAWABAN
  • C. KRITERIA KELULUSAN
  • DAFTAR PUSTAKA

KODE MODUL OPKR-60-029A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BODI

OTOMOTIF

MEMBUAT (FABRIKASI) KOMPONEN FIBERGLASS/ BAHAN KOMPOSIT

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

KATA PENGANTAR
Modul MEMBUAT (FABRIKASI) KOMPONEN FIBERGLASS/BAHAN KOMPOSIT ini digunakan sebagai panduan kegiatan belajar siswa SMK untuk membentuk satu kompotensi, yaltu : menentukan dan membuat (fabrikasi) barang/ komponen yang akan dibuat dari fiberglass/ bahan komposit. Modul ini dapat digunakan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Teknik Bodi Otomotif. Modul ini memberikan latihan untuk mempelajari bahan-bahan fiberglass/ bahan komposit dan mempelajari era membuat komponen bodi kendaraan yang dibuat dan fiberglass/ bahan komposit. Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat untuk mempelajari bodi kendaraan. Yogyakarta, Desember 2004 Penyusun.

Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

iii

DAFTAR ISI MODUL

Halaman HALAMAN SAMPUL ……………………………………………….…………………………… i HALAMAN FRANCIS ……………………………………………….…………………………… ii KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………… iii DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………… iv PETA KEDUDUKAN MODUL ………………………………………………………………… vi PERISTILAHAN/GLOSSARY ……………………………………………………………… ix I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………… 1 A. DESKRIPSI …………………………………………………………………………… 1 B. PRASYARAT …………………………………………………………………………………… 1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL …………………………………………………… 2 1. Petunjuk Bagi Siswa ………………………………………………………………… 2 2. Petunjuk Bagi Guru ……………………………………………………………………………… 3 D. TUJUAN AKHIR ……………………………………………………………………………… 3 E. KOMPETENSI ………………………………………………………………………………… 4 F. CEK KEMAMPUAN ………………………………………………………………………… 5 II. PEMELAJARAN ……………………………………………………………………………… 6 A. RENCANA BELAJAR SISWA…………………………………………………………… 6 B. KEGIATAN BELAJAR ……………………………………………………………………… 6 1. Kegiatan Belajar 1 : Fiberglass dan Karakteristiknya ……………………… 6 a. Tujuan kegiatan belajar 1 ………………………………………… 6 b. Uraian materi 1 ………………………………………………………………… 6 c. Rangkuman 1 ……………………………………………………………………… 12 d. Tugas 1 ……………………………………………………………………………… 12 e. Tes formatif 1 …………………………………………………………………… 12 f. Kunci jawaban formatif 1 …………………………………………………… 14 2. Kegiatan Belajar 2 : Proses Pembuatan Fiberglass ……………… 15 a. Tujuan kegiatan belajar 2 ………………………………………… 15 b. Uraian materi 2 …………………………………………………………………… 15

iv

c. Rangkuman 2 ……………………………………………………………………… 23 d. Tugas 2 ……………………………………………………………………………… 23 e. Tes formatif 2 …………………………………………………………………… 23 f. Kunci jawaban formatif 2 …………………………………………………… 24 g. Lembar kerja 2 ………………………………………………………………… 30 3. Kegiatan Belajar 3 : Proses Perbaikan Fiberglass ……………… 31 a. Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… 31 b. Uraian materi 3 …………………………………………………………………… 31 c. Rangkuman 3 ……………………………………………………………………… 33 d. Tugas 3 ……………………………………………………………………………… 34 e. Tes formatif 3 …………………………………………………………………… 35 f. Kunci jawaban formatif 3 …………………………………………………… 36 g. Lembar kerja 3 ………………………………………………………………… 38 III.EVALUASI ……………………………………………………………………………………… 39 A. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… 39 B. KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 40 C. KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… 48 IV.PENUTUP ………………………………………………………………………………………… 49 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 50

v

PETA KEDUDUKAN MODUL
A. Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun, serta kemungkinan multi entry–multi exit yang dapat diterapkan.
OPKR 10-0098 OPKR 10-016C OPKR 60-018C OPKR 10-010C OPKR 60-008C OPKR 10-006C

OPKR 10-017C

OPKR 60-019C

OPKR 10-013C

OPKR 60-007C

OPKR 60-016C OPKR 60-012C OPKR 60-013C OPKR 60-011C OPKR 60-037A OPKR 60-009C

OPKR 60-029A
OPKR 60-031A

OPKR 60-002C

OPKR 60-006C

OPKR 60-036A

OPKR 60-050A OPKR 60-051A

OPKR 60-019C. OPKR 60-006C.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi OPKR 10-009B. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Mengikuti Prosedur Keselamatan. spoiler Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan Melaksanakan prosedur masking Memasang perapat komponen kendaraan Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan Memilih dan menggunakan hiasan/Trim berperekat Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/bahan komposit Memperbaiki komponen finberglas/bahan komposit Memperbaiki komponen bodi menggunakan dempul timah (lead wiping) Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara Membersihkan permukaan kaca Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam vii . OPKR 60-011C. OPKR 60-018C. pemotongan dengan panas dan pemanasan Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan Melepas. OPKR 60-050A OPKR 60-051A. menyimpan dan mengganti/memasang panelpanel bodi kendaraan. OPKR 10-013C. OPKR 60-038A. OPKR 60-030A. OPKR 60-016C. OPKR 60-008C. stiker dan decal/lis. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. OPKR 10-016C. OPKR 60-009C. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. OPKR 60-007C. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan Melaksanakan prosedur pengelasan. Kesehatan Keria dan Lingkungan. OPKR 60-012C. OPKR 10-010C. OPKR 60-013C. OPKR 60-029A. bagian-bagian panel dan perangkat tambahannya Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding. pematrian. OPKR 10-017C. OPKR 10-006C. transfer/gambar hiasan. OPKR 60-037A. OPKR 60-002C. OPKR 60-031A.

B. viii . Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR-60-029A tentang “Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/bahan komposit” ini bukan merupakan modul prasyarat sebagaimana terlihat pada diagram pencapaian kompetensi.

Perbandingannya adalah resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter. diantaranya: ringan. ix . berkelir hitam atau bening. dan murah. Berfungsi sebagai perekat mat agar fiberglass menjadi kuat dan tidak mudah patah/pecah. dad model anyaman halus sampai dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarangjarang. mudah dibentuk. Berfungsi untuk mengeraskan semua bahan yang akan dicampur. Zat kimia ini biasanya dijual bersamaan dengan resin. Katalis merupakan bahan pembuat fiberglass yang berwarna bening dan berfungsi sebagal pengencer. Berfungsi sebagai pelapis campuran adonan dasar fiberglass. Erosil merupakan bahan pembuat fiberglass yang berbentuk bubuk sangat halus seperti bedak bayi berwama putih. Mat merupakan bahan pembuat fiberglass yang berupa anyaman mirip kain dan terdiri dari beberapa model. sehingga sewaktu unsur kimia tersebut bersenyawa Bahan ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan bahan logam.PERISTILAHAN / GLOSSARY Fiberglass adaLah bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. Resin merupakan bahan pembuat fiberglass yang berujud cairan kental seperti lem. Pigmen adalah zat pewana sebagai pencampur saat bahan fiberglass dicampur.

Talk merupakan bahan pembuat fiberglass yang berupa bubuk berwarna putih seperti sagu. Akibatnya fiberglass menjadi kuat dan tidak getas. Berfungsi sebagai campuran adonan fiberglass agar keras dan agak lentur. x .dan mengeras. mat berfungsi sebagai pengikatnya.

Kegiatan belajar 2 membahas tentang proses pembuatan fiberglass. 1 . Kegiatan belajar 1 membahas tentang fiberglass dan karakteristiknya. dan Memasang Panel-Panel Bodi Kendaraan.BAB I PENDAHULUAN A. Kegiatan belajar 3 benisi tentang proses perbaikan fiberglass. Sub kompetensi yang akan dicapai adalah menentukan barang/ komponen yang akan dibuat dari fiberglass/ bahan komposit dan membuat (fabrikasi) barang/ komponen bodi kendaraan yang akan dibuat dari fiberglass/ bahan komposit. modul modul Melepas. B. Prasyarat yang harus dipenuhi antara lain : telah menguasai modul Membaca dan Memahami Gambar Teknik. modul Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. Stiker dan Decal/Lis. serta rnodul Melaksanakan Prosedur Pengelasan. modul Melepas dan Mengganti Rangkaian/Listrik/Unit Elektronik. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. modul Mengikuti Prosedur Keselamatan. modul Melepas dan Mengganti/Mengepas Pelindung Moulding. Menyimpan. Sebelum Perbaikan. modul Mempersiapkan Melaksanakan Bahan Pekerjaan dan Peralatan Pengecatan. Spoiler. DESKRIPSI Kompetensi yang diharapkan dari modul ini adalah “Membuat (fabrikasi) komponen fiberglass/ bahan komposit. dan Peralatan Tambahannya. modul Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. Bagian Bagian Panel. PRASYARAT Modul ini merupakan modul lanjutan yang memerlukan prasyarat bagi siswa. Transfer Gambar-Gambar Hiasan. Pemotongan dengan Panas dan Pemanasan. Pematrian. Kesehatan kerja dan Lingkungan.

Perhatikan berlaku. 4). Bila ada materi yang kurang jelas. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Setelah selesai praktek. yang dalam perlu menggunakan langkah-langkah dilaksanakan antara lain : a. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek. Baca dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. c. ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang 2 .C. Apabila belum menguasai tingkat materi yang diharapkan. 2). Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. 5). b. 3). Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh modul hasil ini belajar maka secara maksimal. 6). d. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. siswa dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas. perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Sebelum melaksanakan praktikum.

kepada guru/ instruktur yang mengampu kegiatan pemelajaran yang bersangkutan. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan. c. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru/instruktur berperan untuk : a. D. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. f. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa. praktek baru. b. d. 3 . Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. 2. Membantu siswa dalam memahami konsep. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan : 1. Memahami proses pembuatan komponen bodi kendaraan dari bahan fiberglass. e. 3. Memahami fiberglass dan karakteristiknya. Memahami proses perbaikan komponen bodi kendaraan yang terbuat dari bahan fiberglass. 2.

Uraian sub kompetensi ini dijabarkan seperti dibawah ini. 4 . KOMPETENSI Modul ini membentuk sub kompetensi membuat (fabrikasi) komponen fiberglass/bahan komposit.E.

F. isilah dengan cek list (v) kemampuan yang telah dimiliki siswa dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul ini. pelajari modul ini ! 5 . Apabila siswa menjawab Tidak.

Proses pembuatan fiberglass 3. Kegiatan Belajar 1: Fiberglass dan Karakteristiknya a. KEGIATAN BELAJAR 1. Fiberglass dan karakteristiknya 2. RENCANA BELAJAR SISWA Rencanakan setiap kegiatan belajar Saudara dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru/instruktor apabila telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. 2) Siswa dapat memahami karakteristik bahan fiberglass. Jenis Kegiatan 1. Uraian Materi 1 Bahan untuk membuat bodi kendaraan secara garis besar dapat dikiasifikasikan sebagai berikut : 6 . b. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami bahan-bahan untuk membuat bodi kendaraan. Proses perbaikan fiberglasss Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B.BAB II PEMELAJARAN A.

Secara garis besar bahan logam diklasifikasikan menjadi dua macam. Beberapa keistimewaan bahan tersebut adalah : a). Bahan logam mempunyai berat jenis yang lebih besar. Pada suhu 20°C. c). yaitu bahan logam ferro dan bahan logam non ferro. a) Bahan Logam Ferro Bahan logam ferro adalah bahan logam yang mengandung unsur besi.Gambar 1.Bahan logam mempunyai daya hantar listrik dan panas yang lebih tinggi.Bahan logam dapat dibentuk menjadi kertas timah atau kabel yang sangat tipis. b). Klasifikasi Bahan Untuk Bodi Kendaraan 1) Bahan Logam Bahan logam mempunyai beberapa keistimewaan dibandingkan dengan bahan lain. Besi merupakan benda yang paling 7 . bahan logam akan mengeras dan membentuk struktur kristal. d).

Sifat dari besi akan berubah (steel) dan besi tuang. tahan panas. dan tahan aus. Besi tuang biasanya dicetak ke dalam bentuk yang diinginkan.banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. (a) Baja (Steel) Baja adalah campuran antara besi dan karbon dengan kandungan karbon kurang dari 2 %. antara lain : agar tahan karat. (2) Baja Campuran Khusus (Special Alloy Steel) Baja campuran khusus adalah sebuah campuran yang dihasilkan dengan mencampur baja karbon dengan logam lainnya untuk memperbaiki kegunaannya. dicampur dengan logam lainnya maka produk yang dihasilkan disebut besi tuang campuran (alloy cast iron). b) Bahan Logam Non Ferro Logam non ferro adalah bahan logam yang tidak mengandung unsur besi. Bahan ini sering digunakan untuk membuat panel bodi kendaraan. (1) Baja Carbon Baja karbon adalah campuran antara besi/baja dan karbon. dan tahan aus. dan kadang-kadang digunakan sebagal besi murni. Bila besi tuang. Walaupun bodi kendaraan pada sesuai dengan kandungan karbonnya. antara lain : agar tahan karat. sebagai pengganti baja karbon. tahan panas. (b) Besi Tuang Besi tuang adalah campuran antara besi dan karbon dengan kandungan karbon 2 % atau lebih. Tipe-tipe baja karbon antara lain baja 8 . Besi dapat dicampurkan dengan logam lainnya untuk menjadi campuran (alloy) untuk memperbaiki karakteristik kegunaannya.

diantaranya : lebih ringan. lebih mudah dibentuk. dan bahkan peralatan-peralatan yang terbuat dari kaca mulai dibuat sejak awal abad ke 18. aluminium. Fiberglass atau serat kaca telah dikenal orang sejak lama. Mulai akhir tahun 1930-an. seng. tembaga. dan lebih murah. akan tetapi beberapa komponen bodi kendaraan dapat dibuat dari bahan logam non ferro ini. Salah satu bahan non logam tersebut yaitu fiberglass. Bahan ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan bahan logam. dan lain sebagainya. 2) Bahan Non Logam Bahan non logam ternyata juga banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat bodi kendaraan. dan tahan terhadap temperatur 9 .umumnya terbuat dari besi/baja. Bahan yang tergolong dalam logam non ferro antara lain : kuningan. fiberglass dikembangkan melalui proses filament berkelanjutan (continuous filament proses) sehingga mempunyai sifat-sifat yang tinggi. cairan atau bubuk kaca diubah menjadi bentuk serat akan membentuk bahan tersebut dari bahan yang mudah pecah (brittle materials) menjadi bahan yang memenuhi syarat untuk bahan industri. Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. kebanyakan orang akan beranggapan bahwa peralatan tersebut pasti akan mudah pecah. Akan tetapi melalui proses penekanan. seperti kekuatannya tinggi. elastis. Membayangkan peralatan-peralatan yang terbuat dari kaca (glass).

bila rusak akan lebih mudah diperbaiki.447. mudah dibentuk. kekuatannya akan meningkat secara tajam. Selain anti karat. Kekuatan tarik maksimal dari satu serat kaca dengan diameter 9 – 15 micrometer mencapai 3. Gambar 2 berikut ini memperlihatkan salah satu pemanfaatan bahan fiberglass untuk pembuatan komponen bodi kendaraan. kendaraan dimungkinkan akan lebih hemat konsumsi bahan bakarnya. Komponen Bodi yang Terbuat dari Fiberglass 10 . tidak hanya untuk pembuatan bodi kendaraan akan tetapi juga untuk berbagai komponen kendaraan yang lain. Pemanfaatan fiberglass untuk produk otomotif sudah sangat luas.mempunyai kekuatan tinggi (strong materials).000 kN/m 2. dan lebih ringan. Penggunaan yang paling populer memang untuk membuat komponen bodi kendaraan. juga lebih tahan benturan. Oleh karena itu fiberglass merupakan salah satu material/bahan yang mempunyai kekuatan sangat tinggi. Manakala kaca (glass) diubah dari bentuk cair atau bubuk menjadi bentuk serat (fiber). Dengan bahan fiberglass. Gambar 2.

semuanya masih menggunakan pelat baja. dan spoiler. Untuk sektor industri komponen. Di samping fiberglass. Pemanfaatan fiberglass yang paling banyak dan paling luas adalah di pabrik kendaraan yang membuat kendaraan masa depan dalam rangka penelitian. Produsen mobil Opel memanfaatkannya untuk pembuatan bagian-bagian bodi yang disyaratkan super kuat. Produsen kendaraan besar sudah memanfaatkannya untuk membuat komponen-komponen tertentu. di negara kita sudah banyak bengkel kecil yang mampu membuatnya dari bahan fiberglass. Khusus untuk bumper dan spoiler. 11 . rancangan dan konsep mobil masa depan tersebut biasanya terbuat dari aluminium atau serat karbon. Fiberglass banyak dipergunakan untuk pembuatan mobil-mobil sport dengan produksi terbatas. sedangkan produsen mobil Porsche banyak memanfaatkannya untuk membuat bagianbagian interior atap geser (sliding roof). Daimler Benz misalnya memanfaatkan fiberglass untuk pembuatan bodi dan bagian-bagian interior. pemanfaatan bahan fiberglass juga sudah cukup meluas. bumper. Belum ada kendaraan jenis sedan rakitan dalam negeri yang mencantumkan spesifikasi aslinya sebagai bodi dengan bahan fiberglass. Fiberglass juga banyak dipergunakan untuk pembuatan mobil-mobil kit yang dijual secara terurai dan dirakit sendiri oleh pembelinya. Di samping mudah dibentuk mengikuti model yang rumit sekalipun.Pemanfaatan fiberglass di Indonesia masih terbatas untuk pembuatan komponen bodi kendaraan minibus dan bus saja. Akan tetapi pemanfaatan fiberglass di luar negeri sudah jauh lebih luas. kecenderungan teknologi masa depan kelihatan akan mengarah ke penggunaan bahan komposit ini.

Tugas 1 1) Lakukanlah pengamatan terhadap mobil yang beredar di masyarakat. 3) Manakala kaca (glass) diubah dari bentuk cair atau bubuk menjadi serat (fiber). mudah dibentuk. kekuatannya akan meningkat secara tajam.447. 4) Bahan ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan bahan logam. Kekuatan tarik maksimal dari satu serat kaca dengan diameter 9 – 15 micrometer mencapai 3.c. yaitu bahan logam dan bahan non logam. 2) Salah satu bahan non logam yaitu fiberglass. Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. Rangkuman 1 1) Bahan untuk membuat bodi kendaraan secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua. diantaranya : lebih ringan.000 kN/m 2. 5) Khusus untuk bumper dan spoiler. selanjutnya Saudara lakukan identifikasi bagian bodi mana yang terbuat dari fiberglass ! e. Tes Formatif 1 1) Jelaskanlah pengklasifikasian bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bodi kendaraan ! 12 . dan lebih murah. di negara kita sudah banyak bengkel kecil yang mampu membuatnya dari bahan fiberglass. d. Oleh karena itu fiberglass merupakan salah satu material/bahan yang mempunyai kekuatan sangat tinggi.

2) Jelaskanlah karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh bahan fiberglass ! 3) Coba Saudara jelaskan kelebihan bahan fiberglass dibandingkan dengan bahan lain ! 13 .

447. dan lebih murah. Manakala kaca (glass) bentuk cair atau bubuk menjadi bentuk diubah dari serat (fiber). yaitu bahan logam dan bahan non logam. 14 . mempunyai keuntungan dibandingkan bahan logam. Bahan logam dapat diklasifikasikan menjadi bahan logam ferro dan bahan logam non ferro. lebih mudah dibentuk. Oleh karena itu fiberglass 3) Bahan merupakan fiberglass salah satu material/bahan beberapa yang mempunyai kekuatan sangat tinggi. Kunci Jawaban Formatif 1 1) Bahan untuk membuat bodi kendaraan secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua. diantaranya : lebih ringan. 2) Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu.f. kekuatannya akan meningkat secara tajam.000 kN/m 2. Salah satu bahan non logam yaitu fiberglass. Kekuatan tarik maksimal dari satu serat kaca dengan diameter 9 – 15 micrometer mencapai 3.

Erosil Bahan ini berbentuk bubuk sangat halus seperti bedak bayi berwarna putih. sedangkan sebagai bahan finishing antara lain : aseton. b. Berfungsi sebagai perekat mat fiberglass menjadi kuat dan tidak mudah patah/pecah. a).2. talk. dan dempul. cobalt. katalis. Berfungsi untuk mencairkan/ melarutkan sekaligus juga mengeraskan semua bahan yang akan dicampur. resin. Uraian Materi 2 1) Bahan Pembuat Fiberglass Bahan pembuat fiberglass pada umumnya terdiri dari 11 macam bahan. Sebagai bahan utama yaitu erosil. agar Gambar 3. berkelir hitam atau bening. mirror. Tujuan Kegiatan Belajar 2 1) Siswa dapat memahami bahan-bahan untuk membuat fiberglass. Resin 15 . 6 macam sebagai bahan utama dan 5 macam sebagai bahan finishing. 2) Siswa dapat memahami proses pembuatan komponen bodi kendaraan dari bahan fiberglass. Biasanya bahan ini dijual dalam literan atau dikemas dalam kaleng. b). pigmen. Kegiatan Belajar 2 : Proses Pembuatan Fiberglass a.Resin Bahan ini berujud cairan kental seperti lem. PVA. mat.

Zat kimia ini biasanya dijual bersamaan dengan resin. e). Katalis d). dan 7 memperlihatkan berbagai model mat yang beredar di pasaran. Akibatnya fiberglass menjadi kuat dan tidak getas. dan dalam bentuk pasta. Pemilihan warna disesuaikan dengan selera pembuatnya. mat berfungsi sebagai pengikatnya. 16 . Mat Bahan ini berupa anyaman mirip kain dan terdiri dari beberapa model. Pada umumnya pemilihan warna untuk mempermudah proses akhir saat pengecatan.Pigmen Pigmen adalah zat pewarna sebagai pencampur saat bahan fiberglass dicampur. dari model anyaman halus sampai dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarang-jarang. 6. sehingga sewaktu unsur kimia tersebut bersenyawa dan mengeras. Gambar 4.c). Katalis Zat ini berwarna bening dan berfungsi sebagai pengencer. Berfungsi sebagai pelapis campuran adonan dasar fiberglass. Perbandingannya adalah resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter. Gambar 5.

Mat Model Halus Gambar 7. Mat Model Kasar Gambar 6. Mat Model Jarang-Jarang 17 .Gambar 5.

Zat ini digunakan apabila adonan terlalu kental yang akan mengakibatkan pembentukan fiberglass menjadi sulit dan lama keringnya. terutama apabila kualitas katalisnya kurang baik dan terlalu encer. Tujuannya adalah agar kedua bahan tersebut tidak saling menempel. h) Cobalt Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan. Berfungsi sebagal campuran adonan fiberglass agar keras dan agak lentur. Berfungsi sebagai bahan aktif pencampur katalis agar cepat kering. dapat menimbulkan api. Hal ini tergantung pada kebutuhan pembuat dan kualitas resin yang digunakannya. 18 . sehingga fiberglass hasil cetakan dapat dilepas dengan mudah dari master mal atau cetakannya. Perbandingannya adalah 1 tetes cobalt dicampur dengan 3 liter katalis.f). Berfungsi untuk melapis antara master mal/cetakan dengan bahan fiberglass. fungsinya seperti katalis yaitu untuk mencairkan resin. Talk Sesual dengan namanya bahan ini berupa bubuk berwarna putih seperti sagu. Bahan ini dapat dikategorikan sebagai bahan penyempurna. Apabila perbandingan cobalt terlalu banyak. g) Aseton Pada umumnya cairan ini berwarna bening. sebab tidak semua bengkel menggunakannya. i) PVA Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru menyerupai spiritus.

permukaan yang tidak rata dan berpori-pori perlu dilakukan pendempulan. campuran bahan untuk master cetakan harus lebih tebal daripada fiberglass hasil. Apabila campuran yang terjadi terlalu kental maka perlu ditambahkan katalis. Proses membuat campurannya adalah sebagai berikut : a) Resin sejumlah 1. k) Dempul Fiberglass Setelah hasil cetakan terbentuk dan dilakukan pengamplasan. manfäatnya hampir sama dengan PVA. yaitu menimbulkan efek licin. Oleh karena itu apabila resinnya 2 liter. dan (c) finishing atau penyempurnaan. Tujuannya agar permukaan fiberglass hasil cetakan menjadi lebih halus dan rata sehingga siap dilakukan pengerjaan lebih lanjut. yaitu (a) mencampur 6 (enam) bahan utama menjadi bahan dasaran. yaitu sekitar 2 — 3 mm atau dilakukan 3 —4 kali pelapisan. Bahan ini berwujud pasta dan mempunyai warna bermacam macam. Penggunaan katalis harus sesuai dengan perbandingan 1 : 1/40.5 — 2 liter dicampur dengan talk dan diaduk rata. maka katalisnya 50 cc. 2) Proses Pembuatan Fiberglass Proses pembuatan fiberglass diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) tahapan. 19 .j) Mirror Sesuai namanya. (b) membuat campuran penguat. Agar dapat dihasilkan kualitas fiberglass yang kuat. Sebagai gambaran misalnya akan membuat sebuah komponen bodi kendaraan.

maka perlu ditambahkan katalis dan apabila campurannya terialu encer dapat ditambahkan aseton. Pada cuaca yang dingin akan dibutuhkan katalis yang lebih banyak.b) Selanjutnya ditambahkan erosil antara 400 — 500 gram pada campuran tersebut dan ditambahkan pula pigmen atau zat pewarna. c) Apabila semua campuran tersebut diaduk masih terlalu kental. d) Setelah campuran bahan dasar dibuat. Pemberian banyak sedikitnya katalis akan mempengaruhi cepat atau lambatnya proses pengeringan. perlu ditunggu beberapa menit sampai pelicin tersebut menjadi kering. Cetakan Gambar 8. f) Apabila mirror sudah terserap. 20 . dapat dijemur di terik matahari. Untuk mempercepat proses pengeringan. langkah berikutnya adalah memoles permukaan cetakan dengan mirror (sebagai pelicin dan pengkilap) dan dilakukan memutar sampai lapisannya benar-benar merata. permukaan cetakan dapat dilap dengan menggunakan kain bersih hingga mengkilap. Mengoleskan Mirror e) Agar didapatkan hasil yang lebih baik.

Gambar 9. Jumlah pelapisan adonan dasar disesuaikan dengan keperluan. 21 . dan ditunggu sampai setengah kering. Selain itu sebagai penguat dapat ditambahkan tulangan besi atau tripleks. makin tebal lapisan maka akan makin kuat daya tahannya. Tujuannya adalah agar hasilnya tidak mengalami kebengkokan. sebab gelembung akan mengakibatkan fiberglass mudah keropos. pengolesan adonan dasar dilakukan sambil ditekan. Untuk menghindari adanya gelembung udara. terutama untuk bagian yang lebar. i) Selanjutnya di atas campuran yang telah dioleskan dapat diberi selembar mat sesuai dengan kebutuhan. h) Langkah berikutnya adalah mengoleskan permukaan cetakan dengan adonan/campuran dasar sampai merata. Mengoleskan Adonan di Atas Mat j) Apabila diperlukan. dilakukan pengerolan menyesuaikan aluralur atau lekukan-lekukan yang ada di cetakan. dan dilapisi lagi dengan adonan dasar.g) Selanjutnya permukaan cetakan dioleskan PVA untuk menjaga agar permukaan cetakan tidak lengket dengan fiberglass hasil.

sebab apabila dilepas sebelum kering dapat terjadi penyusutan. pendempulan. Proses Pengerolan k) Untuk mempercepat proses pengeringan. dan pengecatan sesuai dengan warna yang diinginkan.Gambar 10. l) Pelepasan fiberglass hasil dilakukan apabila lapisan adonan tersebut sudah kering dan mengeras. Gambar 11. dilakukan pengamplasan permukaan fiberglass. 22 . dapat dijemur di terik matahari. Fiberglass Hasil m)Pada langkah finishing.

Tugas 2 1) Lakukanlah pengamatan di lapangan untuk mengetahui dimana Saudara dapat memperoleh bahan-bahan pembuat fiberglass? e. d. pigmen. mirror. c. resin. Tes Formatif 2 1) Sebutkan bahan-bahan untuk membuat fiberglass dan jelaskan karakteristik dan fungsinya ! 2) Coba jelaskan proses pembuatan fiberglas ! 23 . talk. katalis. Dalam hal ini oli tidak dapat dipergunakan. PVA. cobalt. dan (c) finishing atau penyempurnaan. Rangkuman 2 1) Bahan pembuat fiberglass pada umumnya terdiri dari 11 macam bahan. Bahan pelicin tidak harus menggunakan mirror atau PVA. aseton.Referensi : Untuk membuat adonan fiberglass sebenarnya dapat dilakukan dengan bahan yang tidak sebanyak bahan-bahan yang diuraikan di atas. (b) membuat campuran penguat. dan bahan pelicin. yaitu : (a) mencampur 6 (enam) bahan utama menjadi bahan dasaran. Bahan minimal yang harus ada yaitu : talk. mat. 2) Proses pembuatan fiberglass diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) tahapan. mat. dan dempul. 6 macam sebagai bahan utama dan 5 macam sebagai bahan finishing yaitu : erosil. Bahan yang menimbulkan efek licin ini dapat digantikan dengan bahan pelicin lantai. resin. katalis.

Pemilihan warna disesuaikan dengan selera pembuatnya.f. mirror. 24 . katalis. Zat kimia ini biasanya dijual bersamaan dengan resin. Berfungsi untuk mengeraskan semua bahan yang akan dicampur. Pada umumnya pemilihan warna untuk mempermudah proses akhir saat pengecatan. resin. talk. b) Resin Bahan ini berujud cairan kental seperti lem. aseton. cobalt. d) Pigmen Pigmen adalah zat pewarna sebagai pencampur saat bahan fiberglass dicampur. pigmen. 6 macam sebagai bahan utama dan 5 macam sebagai bahan finishing yaltu erosil. agar c) Katalis Zat ini berwarna bening dan berfungsi sebagai pengencer. Kunci Jawaban Formatif 2 1) Bahan pembuat fiberglass terdiri dari 11 macam bahan. berkelir hitam atau bening. Berfungsi sebagai perekat mat fliberglass menjadi kuat dan tidak mudah patah/pecah. a) Erosil Bahan ini berbentuk bubuk sangat halus seperti bedak bayi berwarna putih. dan dempul. Perbandingannya adalah resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter. PVA. mat.

Berfungsi sebagai pelapis campuran/adonan dasar fiberglass. terlalu kental yang akan mengakibatkan pembentukan fiberglass menjadi sulit dan lama keringnya. dari model anyaman halus sampai dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarang-jarang. bahan ini berupa bubuk berwarna putih seperti sagu. Hal ini tergantung pada kebutuhan pembuat dan kualitas resin yang digunakannya.e) Mat Bahan ini berupa anyaman mirip kain dan terdiri dan beberapa model. Akibatnya fiberglass menjadi kuat dan tidak getas. fungsinya seperti katalis yaltu untuk mencairkan resin. f) Talk Sesuai dengan namanya. Berfungsi sebagai bahan aktif pencampur katalis agar cepat kering. g) Aseton Pada umumnya cairan ini berwarna bening. dapat menimbulkan api. Apabila perbandingan cobalt terlalu banyak. terutama apabila kualitas katalisnya kurang balk dan terlalu encer. sehingga sewaktu unsur kimia tersebut bersenyawa dan mengeras. Zat ini digunakan apabila h) Cobalt Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan. i) PVA Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru seperti spiritus. 25 . sebab t dak semua bengkel menggunakannya. Berfungsi sebagai campuran adonan fiberglass agar keras dan agak lentur. mat berfungsi sebagai pengikatnya. Bahan ini dikategorikan sebagai penyempurna. Perbandingannya adalah 1 tetes cobalt dicampur dengan 3 liter katalis.

sehingga fiberglass hasil cetakan dapat dilepas dengan mudah dari master mal atau cetakannya.Berfungsi untuk melapis antara master mal/cetakan dengan bahan fiberglass. Tujuannya adalah agar kedua bahan tersebut tidak saling menempel. Agar dapat dihasilkan kualitas fiberglass yang kuat. manfaatnya hampir sama dengan PVA. yaitu menimbulkan efek licin. 2) Proses pembuatan fiberglass diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) tahapan. k) Dempul Fiberglass Setelah hasil cetakan terbentuk dan dilakukan pengamplasan. Proses membuat campurannya adalah sebagai berikut : a. (b) membuat campuran penguat.5 — 2 liter dicampur dengan talk dan diaduk rata. yaitu sekitar 2-3 mm atau dilakukan 34 kali pelapisan. yaitu (a) mencampur 6 (enam) bahan utama menjadi bahan dasaran. dan (c) finishing atau penyempurnaan. Sebagai gambaran misalnya akan membuat sebuah komponen bodi kendaraan. Bahan ini berwujud pasta dan mempunyai warna bemacam-macam. Apabila campuran yang terjadi terlalu kental maka perlu ditambahkan katalis. Tujuannya agar permukaan fiberglass hasil cetakan menjadi lebih halus dan rata sehingga siap dilakukan pengerjaan lebih lanjut. j) Mirror Sesuai namanya. Resin sejumlah 1. permukaan yang tidak rata dan berpori-pori perlu dilakukan pendempulan. Penggunaan katalis harus 26 . campuran bahan untuk master cetakan harus lebih tebal daripada fiberglass hasil.

Apabila semua campuran tersebut diaduk masih terlalu kental. 27 . c. b. Selanjutnya ditambahkan erosil antara 400 — 500 gram pada campuran tersebut dan ditambahkan pula pigmen atau zat pewarna. Setelah campuran bahan dasar dibuat.sesuai dengan perbandingan 1 : 1/40. dapat dijemur di terik matahari. Cetakan e. maka perlu ditambahkan katalis dan apabila campurannya terialu encer dapat ditambahkan aseton. perlu ditunggu beberapa menit sampai pelicin tersebut menjadi kering. d. Pada cuaca yang dingin akan dibutuhkan katalis yang lebih banyak. Pemberian banyak sedikitnya katalis akan mempengaruhi cepat atau lambatnya proses pengeringan. langkah berikutnya adalah memoles permukaan cetakan dengan mirror (sebagai pelicin dan pengkilap) dan dilakukan memutar sampai lapisannya benar-benar merata. Untuk mempercepat proses pengeringan. maka katalisnya 50 cc. Agar didapatkan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu apabila resinnya 2 liter.

Selanjutnya permukaan cetakan dioleskan PVA untuk menjaga agar permukaan cetakan tidak lengket dengan fiberglass hasil. Jumlah pelapisan adonan dasar disesuaikan dengan keperluan. permukaan cetakan dapat dilap dengan menggunakan kain bersih hingga mengkilap. Selain itu sebagai penguat dapat ditambahkan tulangan besi atau tripleks. Untuk menghindari adanya gelembung udara. Apabila mirror sudah terserap. Langkah berikutnya adalah mengoleskan permukaan cetakan dengan adonan/campuran dasar sampai merata. makin tebal lapisan maka akan makin kuat daya tahannya. terutama untuk bagian yang lebar. Tujuannya adalah agar hasilnya tidak mengalami kebengkokan. h. dan ditunggu sampai setengah kering. g.f. Selanjutnya di atas campuran yang telah dioleskan dapat diberi selembar mat sesuai dengan kebutuhan. 28 . dan dilapisi lagi dengan adonan dasar. i. pengolesan adonan dasar dilakukan sambil ditekan. sebab gelembung akan mengakibatkan fiberglass mudah keropos.

29 . dilakukan pengamplasan permukaan fiberglass. dilakukan pengerolan menyesuaikan aluralur atau lekukan-lekukan yang ada di cetakan.Pada langkah finishing. sebab apabila dilepas sebelum kering dapat terjadi penyusutan. m. dan pengecatan sesuai dengan warna yang diinginkan.j. Pelepasan fiberglass hasil dilakukan apabila lapisan adonan tersebut sudah kering dan mengeras. Untuk mempercepat proses pengeringan. l. Apabila diperlukan. k. pendempulan. dapat dijemur di terik matahari.

Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas! g). Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! 30 . Lakukan pembuatan prototype komponen kendaraan dengan menggunakan fiberglass! f). majun.g. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. efektif dan seefisien mungkin! b).Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/ instruktur! c).Ikutilah instruksi dari instruktur/ guru ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja! c). Peralatan pembuatan fiberglass seperti kuas. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula! 4) Tugas a). resin.Lakukan pembuatan cetakan fiberglass untuk komponen kendaraan! e). mat. pengaduk. amplas.Setelah selesai praktek. kaca. dan dempul fiberglass. Lembar Kerja 2 1) Alat dan Bahan a). can (tempat menampung adonan dasar). katalis. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya! b). b).Talk. 2) Keselamatan Kerja a). Lakukan pengenalan jenis-jenis bahan untuk pembuatan fiberglass! d). bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja! 3) Langkah Kerja a). mirror. Mintalah ijin dari instruktur Saudara.

Kegiatan Belajar 3 : Proses Perbaikan Fiberglass a. b). dan pigmen dalam keadaan basah.3. e). d).Untuk dempul proses berikutnya untuk dapat menutupi dilakukan dengan penghalusan bagian yang telah ditambal menggunakan fiberglass lubang-lubang dan meratakan permukaan yang bergelombang. katalis. 31 . c).Dua bagian bumper yang pecah selanjutnya disatukan dengan mat yang sudah diberi resin. Uraian Materi 3 1) Proses Perbaikan Fiberglass Apabila komponen bodi kendaraan yang terbuat dari fiberglass terjadi kerusakan. Posisi bumper yang pecah disetel agar berada pada posisi semula (sebelum pecah). Tujuan Kegiatan Belajar 3 1) Siswa dapat memahami proses perbaikan komponen bodi kendaraan yang terbuat dari fiberglass. misalnya bumper dari fiberglass pecah menjadi dua bagian maka prosedur perbaikannya sebagal berikut : a). Sambungan tersebut didiamkan selama 10 menit. b. Setelah dempul fiberglass sudah kering dapat dilanjutkan dengan aplikasi dempul plastik untuk menutup dempul fiberglass tersebut. dan dapat dipastikan dua bagian bumper yang pecah tersebut sudah mengering dan menyatu kembali. 2) Siswa dapat memahami keselamatan kerja dalam proses pembuatan dan perbaikan komponen bodi kendaraan yang terbuat dari fiberglass.

Metode yang efektif untuk melindungi kulit dari bahaya tersebut yaitu mengoleskan cream atau menggunakan sarung tangan saat proses pembuatan/perbaikan fiberglass. Katalis dapat menimbulkan iritasi pada kulit lebih tinggi daripada resin. bahkan dapat mengakibatkan kulit terbakar apabila terkenainya dan tidak segera dibersihkan dengan air hangat.f). 2) Keselamatan Kerja Dalam proses pembuatan dan perbaikan fiberglass ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : a) Keamanan Dalam Penyimpanan Bahan Resin merupakan zat yang dapat terbakar (flammable). Oleh karena itu resin dan katalis perlu disimpan di gudang yang dijaga temperaturnya. Apabila dempul plastik sudah kering dapat dilakukan rata dan halus sehingga siap pengamplasan sampai dilakukan aplikasi cat warna. Oleh karena itu perlu disimpan di gudang yang terpisah dan berventilasi. walaupun tidak mudah terbakar karena titik nyalanya sekitar 310C. Sementara itu katalis adalah zat yang juga mudah terbakar dan dapat menghadirkan bahaya kebakaran. Apabila disimpan dalam gudang pada temperatur tinggi. maka akan mengurangi keselamatan manusia dan lingkungannya. Temperatur gudang tidak boleh melebihi 20 0C. 32 . dan disimpan paling lama dalam 1 tahun. b) Keamanan Dalam Proses Pembuatan dan Perbaikan Bahan resin mengandung monomeric styrene yang kemungkinan dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

b) Dua bagian bumper yang pecah selanjutnya disatukan dengan mat yang sudah diberi resin. f) Setelah dempul plastik sudah kering dapat dilakukan pengamplasan sampai rata dan halus sehingga siap ada dilakukan aplikasi cat warna. Rangkuman 3 1) Prosedur perbaikan komponen bodi kendaraan yang terbuat dari fiberglass adalah sebagai berikut : a) Posisi bumper yang pecah disetel agar berada pada posisi semula (sebelum pecah). walaupun tidak mudah terbakar karena titik nyalanya sekitar 33 . d) Untuk dempul proses berikutnya untuk dapat menutupi dilakukan dengan penghalusan bagian yang telah ditambal menggunakan fiberglass lubang-lubang dan meratakan permukaan yang bergelombang. 2) Dalam proses pembuatan dan perbaikan fiberglass beberapa hal yang perlu diperhatikan : a) Keamanan Dalam Penyimpanan Bahan Resin merupakan zat yang dapat terbakar (flammable). c. dan dapat dipastikan dua bagian bumper yang pecah tersebut sudah mengering dan menyatu kembali. Apabila tangan tanpa pelindung menyentuh mat. c) Sambungan tersebut didiamkan selarna 10 menit.Katalis dan cobalt dengan perbandingan yang terialu banyak dapat menimbulkan api. maka tangan akan terasa gatal. dan pigmen dalam keadaan basah. katalis. e) Setelah dempul fiberglass sudah kering dapat dilanjutkan dengan aplikasi dempul plastik untuk menutup dempul fiberglass tersebut.

dan disimpan paling lama dalam 1 tahun.310C. b) Keamanan Dalam Proses Pembuatan dan Perbaikan Bahan resin mengandung monomeric styrene yang kemungkinan dapat menimbulkan iritasi pada kulit. maka akan mengurangi keselamatan manusia dan lingkungannya. bahkan dapat mengakibatkan kulit terbakar apabila terkenainya dan tidak segera dibersihkan dengan air hangat. Apabila tangan tanpa pelindung menyentuh mat. Oleh karena itu perlu disimpan di gudang yang terpisah dan berventilasi. selanjutnya terangkan prosedur perbaikannya? 34 . Metode yang efektif untuk melindungi kulit dari bahaya tersebut yaitu mengoleskan cream atau menggunakan sarung tangan saat proses pembuatan/perbaikan fiberglass. Oleh karena itu resin dan katalis perlu disimpan di gudang yang dijaga temperaturnya. Katalis dapat menimbulkan iritasi pada kulit lebih tinggi daripada resin. Apabila disimpan dalam gudang pada temperatur tinggi. Katalis dan cobalt dengan perbandingan yang terialu banyak dapat menimbulkan api. Temperatur gudang tidak boleh melebihi 20 0C. maka tangan akan terasa gatal. d. Tugas 3 1) Lakukanlah pengamatan untuk menentukan kerusakan yang terjadi pada kornponen bodi kendaraan yang terbuat dari fiberglass. Sementara itu katalis adalah zat yang juga mudah terbakar dan dapat menghadirkan bahaya kebakaran.

e. Tes Formatif 3 1) Coba jelaskan proses perbaikan komponen bodi kendaraan dari fiberglass yang mengalami kerusakan ! 2) Hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan dan perbaikan fiberglass? 35 .

Oleh karena itu resin dan katalis perlu disimpan di gudang yang dijaga temperaturnya. 2) Dalam proses pembuatan dan perbaikan fiberglass ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : a) Keamanan Dalam Penyimpanan Bahan Resin merupakan zat yang dapat terbakar (flammable). c) Sambungan tersebut didiamkan selama 10 menit. dan disimpan paling lama dalam 36 .f. katalis. walaupun tidak mudah terbakar karena titik nyalanya sekitar 310C. d) Untuk dempul proses berikutnya untuk dapat menutupi dilakukan dengan penghalusan bagian yang telah ditambal menggunakan fiberglass lubang-lubang dan meratakan permukaan yang bergelombang. Temperatur gudang tidak boleh melebihi 20 0C. e) Setelah dempul fiberglass sudah kering dapat dilanjutkan dengan aplikasi dempul plastik untuk menutup dempul fiberglass tersebut. dan pigmen dalam keadaan basah. dan dapat dipastikan dua bagian bumper yang pecah tersebut sudah mengering dan menyatu kembali. b) Dua bagian bumper yang pecah selanjutnya disatukan dengan mat yang sudah diberi resin. f) Apabila dempul plaslik sudah kering dapat dilakukan pengamplasan sampai rata dan halus sehingga siap dilakukan aplikasi cat warna. Kunci Jawaban Formatif 3 1) Prosedur perbaikan komponen bodi kendaraan yang terbuat dan fiberglass adalah sebagai berikut: a) Posisi bumper yang pecah disetel agar berada pada posisi semula (sebelum pecah).

b) Keamanan Dalam Proses Pembuatan dan Perbaikan Bahan resin mengandung monomeric styrene yang kemungkinan dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Apabila tangan tanpa pelindung menyentuh mat. Metode yang efektif untuk melindungi kulit dari bahaya tersebut yaitu mengoleskan cream atau menggunakan sarung tangan saat proses pembuatan/perbaikan fiberglass. 37 . maka tangan akan terasa gatal. bahkan dapat mengakibatkan kulit terbakar apabila terkenainya dan tidak segera dibersihkan dengan air hangat. maka akan mengurangi keselamatan manusia dan lingkungannya. Sementara itu katalis adalah zat yang juga mudah terbakar dan dapat menghadirkan bahaya kebakaran. Katalis dapat menimbulkan iritasi pada kulit lebih tinggi daripada resin. Oleh karena itu perlu disimpan di gudang yang terpisah dan berventilasi. Katalis dan cobalt dengan perbandingan yang terialu banyak dapat menimbulkan api. Apabila disimpan dalam gudang pada temperatur tinggi.1 tahun.

b) Peralatan perbaikan seperti kuas. mirror. majun. dan dempul fiberglass. can (tempat menampung adonan dasar). efektif dan seefisien mungkin! b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/ instruktur! c) Lakukan pengecekan kerusakan komponen kendaraan yang terbuat dari fiberglass! d) Lakukan perbaikan kerusakan komponen kendaraan yang terbuat dari fiberglass! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas! f) Setelah selesai praktek. mat. c) Talk. 2) Keselamatan Kerja a) Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya! b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja! c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja! 3) Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. Lembar Kerja 3 1) Alat dan Bahan a) Satu (1) unit spoiler dari fiberglass yang mengalami kerusakan. resin. kaca. yaitu patah menjadi dua bagian. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula! 4) Tugas a) Buatiah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! 38 . pengaduk.g. amplas. katalis.

BAB III EVALUASI A. Sebutkan bahan-bahan untuk membuat fiberglass dan jelaskan karakteristik dan fungsinya ! 4. Hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan dan perbaikan fiberglass? 39 . PERTANYAAN 1. Coba jelaskan proses perbaikan komponen bodi kendaraan dari fiberglass (misalnya bumper) yang pecah menjadi dua bagian! 6. Jelaskanlah pengklasifikasian bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bodi kendaraan ! 2. Coba jelaskan proses pembuatan fiberglass ! 5. Coba Saudara jelaskan kelebihan bahan fiberglass dibandingkan dengan bahan lain ! 3.

PVA. Bahan logam dapat diklasifikasikan menjadi bahan logam ferro dan bahan logam non ferro. b) Resin Bahan ini berwujud cairan kental seperti lem. dan murah. Bahan untuk membuat bodi kendaraan secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua. cobalt. Bahan pembuat fiberglass terdiri dari 11 macam bahan. Berfungsi sebagai perekat mat agar fiberglass menjadi kuat dan tidak mudah patah/pecah. Perbandingannya adalah resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter. resin. 3. mudah dibentuk. Bahan fiberglass mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan bahan logam. dan dempul.B. 2. KUNCI JAWABAN 1. talk. mat. Pemilihan warna disesuaikan dengan selera 40 . dan dalam bentuk pasta. Zat kimia ini biasanya dijual bersamaan dengan resin. yaitu bahan logam dan bahan non logam. mirror. berkelir hitam atau bening. diantaranya ringan. katalis. 6 macam sebagai bahan utama dan 5 macam sebagai bahan finishing yaitu erosil. d) Pigmen Pigmen adalah zat pewarna sebagai pencampur saat bahan fiberglass dicampur. Salah satu bahan non logam yaitu fiberglass. a) Erosil Bahan ini berbentuk bubuk sangat halus seperti bedak bayi berwama putih. pigmen. aseton. c) Katalis Zat ini berwarna bening dan berfungsi sebagai pengencer. Berfungsi untuk mengeraskan semua bahan yang akan dicampur.

41 . Hal ini tergantung pada kebutuhan pembuat dan kualitas resin yang dlgunakannya. Berfungsi sebagai pelapis campuran/adonan dasar fiberglass. Bahan ini dikategorikan sebagai penyempurna. terutama apabila kualitas katalisnya kurang baik dan terlalu encer. Apabila perbandingan cobalt terlalu banyak. i) PVA terlalu kental yang akan mengakibatkan pembentukan fiberglass menjadi sulit dan lama keringnya. fungsinya seperti katalis yaitu untuk mencairkan resin. Akibatnya fiberglass menjadi kuat dan tidak getas. e) Mat Pada umumnya pemilihan warna untuk mempermudah proses akhir saat pengecatan. Berfungsi sebagai campuran adonan fiberglass agar keras dan agak lentur. Bahan ini berupa anyaman mirip kain dan terdiri dari beberapa model. bahan inii berupa bubuk berwarna putih seperti sagu. sehingga sewaktu unsur kimia tersebut bersenyawa dan mengeras. f) Talk Sesuai dengan namanya. Perbandingannya adalah 1 tetes cobalt dicampur dengan 3 liter katalis. Berfungsi sebagai bahan aktif pencampur katalis agar cepat kering. g) Aseton Pada umumnya cairan ini berwarna bening.pembuatnya. sebab tidak semua bengkel menggunakannya. Zat ini digunakan apabila adonan/campuran h) Cobalt Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan. dan model anyaman halus sampai dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarang-jarang. dapat menimbulkan api. mat berfungsi sebagai pengikatnya.

Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru menyerupai spiritus. Bahan ini berwujud pasta dan mempunyai warna bermacam-macam. 4. yaitu : (a) mencampur 6 (enam) bahan utama menjadi bahan dasaran. Sebagai gambaran misalnya akan membuat sebuah komponen bodi kendaraan. j) Mirror Sesuai namanya. permukaan yang tidak rata dan berpori-pori perlu dilakukan pendempulan. Penggunaan katalis harus sesuai dengan perbandingan 1 : 1/40. manfaatnya hampir sama dengan PVA. Apabila campuran yang terjadi terlalu kental maka perlu ditambahkan katalis.5 — 2 liter dicampur dengan talk dan diaduk rata. Proses membuat campurannya adalah sebagai berikut : a. 42 . (b) membuat campuran penguat. Proses pembuatan fiberglass dikiasifikasikan menjadi 3 (tiga) tahapan. Oleh karena itu apabila resinnya 2 liter. sehingga fiberglass hasil cetakan dapat dilepas dengan mudah dari master mal atau cetakannya. maka katalisnya 50 cc. Berfungsi untuk melapis antara master mal/cetakan dengan bahan fiberglass. yaitu menimbulkan efek licin. Tujuannya adalah agar kedua bahan tersebut tidak saling menempel. Tujuannya agar permukaan fiberglass hasil cetakan menjadi lebih halus dan rata sehingga siap dilakukan pengerjaan lebih lanjut. Resin sejumlah 1. dan (c) finishing atau penyempurnaan. k) Dempul Fiberglass Setelah hasil cetakan terbentuk dan dilakukan pengamplasan.

Cetakan e. d. maka perlu ditambahkan katalis dan apabila campurannya terialu encer dapat ditambahkan aseton. langkah berikutnya adalah memoles permukaan cetakan dengan mirror (sebagai pelicin dan pengkilap) dan dilakukan memutar sampai lapisannya benar-benar merata. Selanjutnya ditambahkan erosil antara 400 — 500 gram pada campuran tersebut dan ditambahkan pula pigmen atau zat pewarna. Apabila semua campuran tersebut diaduk masih terlalu kental. Agar didapatkan hasil yang lebih baik. perlu ditunggu beberapa menit sampai pelicin tersebut menjadi kering. c.b. f. dapat dijemur di terik matahari. Untuk mempercepat proses pengeringan. Setelah campuran bahan dasar dibuat. Pemberian banyak sedikitnya katalis akan mempengaruhi cepat atau lambatnya proses pengeringan. g. Selanjutnya permukaan cetakan dioleskan PVA untuk menjaga agar permukaan cetakan tidak lengket dengan fiberglass hasil. permukaan cetakan dapat dilap dengan menggunakan kain bersih hingga mengkilap. 43 . Pada cuaca yang dingin akan dibutuhkan katalis yang lebih banyak. Apabila mirror sudah terserap.

Langkah berikutnya adalah mengoleskan permukaan cetakan dengan adonan/campuran dasar sampai merata. dilakukan pengerolan menyesuaikan alur-alur atau lekukan-lekukan yang ada di cetakan. Untuk menghindari adanya gelembung udara. sebab gelembung akan mengakibatkan fiberglass mudah keropos.Apabila diperlukan. Selain itu sebagai penguat dapat ditambahkan tulangan besi atau tripleks. Selanjutnya di atas campuran yang telah dioleskan dapat diberi selembar mat sesuai dengan kebutuhan. terutama untuk bagian yang lebar. Jumlah pelapisan adonan dasar disesuaikan dengan keperluan. 44 . j. pengolesan adonan dasar dilakukan sambil ditekan. i.h. Tujuannya adalah agar hasilnya tidak mengalami kebengkokan. makin tebal lapisan maka akan makin kuat daya tahannya. dan dilapisi lagi dengan adonan dasar. dan ditunggu sampai setengah kering.

katalis. Prosedur perbaikan komponen bodi kendaraan yang terbuat dari fiberglass adalah sebagal berikut: a) Posisi bumper yang pecah disetel agar berada pada posisi semula (sebelum pecah). l. b) Dua bagian bumper yang pecah selanjutnya disatukan dengan mat yang sudah diberi resin. Pelepasan fiberglass hasil dilakukan apabila lapisan adonan tersebut sudah kering dan mengeras. 5. 45 . pendempulan. m.k.Pada langkah finishing. dan pigmen dalam keadaan basah. dapat dijemur di terik matahari. dilakukan pengamplasan permukaan fiberglass. c) Sambungan tersebut didiamkan selama 10 menit dan dapat dipastikan dua bagian bumper yang pecah tersebut sudah mengering dan menyatu kembali. dan pengecatan sesuai dengan warna yang diinginkan. sebab apabila dilepas sebelum kering dapat terjadi penyusutan. Untuk mempercepat proses pengeringan.

Oleh karena itu resin dan katalis perlu disimpan di gudang yang dijaga temperaturnya. Oleh karena itu perlu disimpan di gudang yang terpisah dan berventilasi. Apabila disimpan dalam gudang pada temperatur tinggi. f) Setelah dempul plastik sudah kering dapat dilakukan pengamplasan sampai rata dan halus sehingga siap dilakukan aplikasi cat warna. walaupun tidak mudah terbakar karena titik nyalanya sekitar 310C. 46 . e) Setelah dempul fiberglass kering dapat dilanjutkan dengan aplikasi dempul plastik untuk menutup dempul fiberglass tersebut. Keamanan Dalam Penyimpanan Bahan Resin merupakan zat yang dapat terbakar (flammable). maka akan mengurangi keselamatan manusia dan lingkungannya. Metode yang efektif untuk melindungi kulit dari bahaya tersebut yaitu mengoleskan cream atau menggunakan sarung tangan saat proses pembuatan/perbaikan fiberglass. Temperatur gudang tidak boleh melebihi 20 0 C. Dalam proses pembuatan dan perbaikan fiberglass ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : a. Sementara itu katalis adalah zat yang juga mudah terbakar dan dapat menghadirkan bahaya kebakaran.d) Untuk proses berikutnya dapat dilakukan dengan penghalusan bagian yang telah ditambal menggunakan dempul fiberglass untuk menutupi lubang-lubang dan meratakan perrnukaan yang bergelombang. Keamanan Dalam Proses Pembuatan dan Perbaikan Bahan resin mengandung monomeric styrene yang kemungkinan dapat menimbulkan iritasi pada kulit. b. dan disimpan paling lama dalam 1 tahun. 6.

Katalis dan cobalt dengan perbandingan yang terialu banyak dapat menimbulkan api.Katalis dapat menimbulkan iritasi pada kulit lebih tinggi daripada resin. 47 . maka tangan akan terasa gatal. Apabila tangan tanpa pelindung menyentuh mat. bahkan dapat mengakibatkan kulit terbakar apabila terkenainya dan tidak segera dibersihkan dengan air hangat.

100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan 48 .d.d 7) Ketepatan prosedur pencampuran bahan Ketelitian Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Skor (1-10) Bobot 4 2 2 1 1 Syarat lulus. 79 80 s. 89 90 s. KRITERIA KELULUSAN Aspek Kognitif (soal no 1 s.C.d.d. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Keterangan Kategori kelulusan : 70 s.

BAB IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada modul OPKR60-029 A ini dianggap menguasai materi kompetensi membuat (fabrikasi) komponen fiberglass/bahan komposit. Apabila siswa dinyatakan tidak lulus. maka harus mengulang modul ini ! 49 .

The repair of vebicie bodies. Anonim. Toyota — Astra Motor. L (1980). Robinson. A. Automotive body repair and refinishing. and Anglin. H. 50 . D. Pedoman Pelatihan Pengecatan Step 3. New York : McGraw-Hill Book Company. Toyota Astra Motor. W. (1995). Crouse.DAFTAR PUSTAKA Anonim. New Step 1 Training Manual Jakarta : PT. (1973). Jakarta : PT. London : Heineniann Educational Books Ltd. (1995).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->