P. 1
Laporan Kerja Praktek PT TIMAH. - kennedi

Laporan Kerja Praktek PT TIMAH. - kennedi

|Views: 1,437|Likes:
Published by Kennedi Pangaribuan

More info:

Published by: Kennedi Pangaribuan on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1. 1.

Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam

termasuk sumber daya mineral logam. Kesadaran akan banyaknya kekayaan mineral logam ini mendorong bangsa Indonesia untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut secara efisien. Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan merupakan salah satu perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut. Dalam pemanfaatannya, tentu saja menggunakan

berbagai metode dan teknologi sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dengan keuntungan yang besar, biaya produksi yang seminim mungkin serta ramah lingkungan. Untuk dapat mencapai hasil tersebut dibutuhkan sumber daya manusia sebagai elemen yang dinamis dan berwawasan lingkungan. Manusia adalah subyek pengguna teknologi yang utama. Oleh karena itu perlu adanya suatu usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi dengan kemampuan manusia sebagai pengguna serta keberadaan sumber daya alam sebagai objek yang dimanfaatkan. Dengan meningkatnya wawasan lingkungan manusia, manusia mulai menyadari akan bahaya dari berbagai material yang dapat mengganggu kesehatan manusia khususnya logam. Timah sekarang banyak dijadikan logam alternatif pengganti logam berbahaya lainnya sehingga dari segi permintaan pasar industri akan logam timah ini akan terus meninggkat khususnya pada negara-negara maju yang sadar akan kesehatan. Dengan meningkatnya permintaan pasar perusahaan timah harus mengiringinya dengan penerapan teknologi yang lebih efisien dan tentunya berwawasan lingkungan.

1

Universitas Indonesia

Melihat potensi PT Timah sebagai salah satu produsen timah terbesar yang telah mendapat pengakuaan dunia akan kualitas timah yang diprosuksi, dan juga potensi sumber daya mineral cassiterite (SnO2) sebagai bijih logam timah di pulau Bangka yang cukup besar, menarik minat saya selaku mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material yang secara khusus mempelajari pengolahan logam untuk menambah pengetahuan saya dalam pengolahan atau memproduksi logam timah serta memberi pengalaman kerja di sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi logam timah sehingga dapat menunjang pengetahuan sebagai calon sarjana Teknik Metalurgi dan Material. Oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan kerja praktek pada perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan logam. Kerja praktek ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menimba pengalaman kerja serta dapat terjun langsung ke lapangan melihat bagaimana proses kerja dalam sebuah perusaahan produsen logam yang professional secara ril. Disamping ini kegiatan ini juga dilakukan untuk memenuhi kurikulum yang berlaku pada program studi Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan kerja praktek untuk memenuhi syarat kelulusan sebagai sarjana strata-1 bidang metalurgi dan material. Dimana hasil kerja praktek tersebut akan dilaporkan dan dipresentasikan.

1. 2.

Tujuan Kerja Praktek Beberapa tujuan saya dalam melakukan Kerja Praktek di PT Timah

(Persero) Tbk. ini adalah sebagai berikut : a. Memenuhi salah satu mata kuliah di Departemen Metalurgi dan Material FTUI yang merupakan prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. b. Mengamati secara langsung penggunaan teori±teori dasar yang telah diajarkan selama proses perkuliahan di lapangan.

2

Universitas Indonesia

c. Memperluas wawasan dan pengalaman mengenai kondisi kerja di dunia industri sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja nantinya. d. Mendapatkan kesempatan untuk menganalisa setiap permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan dan mengetahui tindakan penanganan yang tepat. e. Memperoleh bahan masukan pengembangan sistem pengajaran dalam rangka menyelaraskan dunia pendidikan dan industri. f. Menjalin hubungan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara pihak universitas dengan pihak industri atau penyedia lapangan kerja.

1. 3.

Pelaksanaan Kerja Praktek Kerja Praktek ini dilaksanakan di PT Timah (Persero) Tbk. khususnya di

Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak tanggal 3 Agustus 2010 hingga 25 Agustus 2010.

1. 4.

Ruang Lingkup Kerja Praktek Ruang lingkup Kerja Praktek yang dilaksanakan di Unit Metalurgi Mentok

adalah untuk dapat mengenal dan memahami rangkaian proses pengolahan logam timah secara menyeluruh dimulai dari pengolahan bijih timah hingga ke proses pencetakan produk akhir. Selain itu, Kerja Praktek ini juga meliputi proses untuk mengenal kondisi dunia kerja nyata yang meliputi kondisi dari perusahaan baik dari segi ekonomi maupun dari segi ketenagakerjaan yang meliputi sistem kerja di perusahaan, jumlah dan keberadaan karyawan, tata organisasi perusahaan dan sebagainya.

3

Universitas Indonesia

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

2. 1.

Sejarah Perusahaan Sejarah PT Tambang Timah (Persero) atau disingkat PT Timah dimulai

pada abad ke-17 saat ditemukannya timah di daerah Melawang dan di dekat Muara Ulim di Bangka Selatan yang pada waktu itu berada di bawah kekuasaan Kesultanan Palembang. Pada tanggal 2 Juni 1722 dilakukan perjanjian monopoli pembelian timah antara Sultan Palembang dengan VOC. Dengan beralihnya kekuasaan VOC pada Pemerintah Hindia Belanda maka kegiatan penambangan diusahakan oleh Pemerintah Hindia Belanda maupun perusahaan swasta Belanda dengan daerah operasi Belitung, Bangka dan Singkep. Kegiatan penambangan yang semula diusahakan oleh Pemerintah Hindia Belanda maupun perusahaan swasta Belanda secara berangsur-angsur diambil oleh Pemerintah RI. Di Belitung, didirikan PT Tambang Timah Belitung pada tahun 1958 berdasarkan akta notaris JAL Tobing St. Arifin No. 23 tanggal 24 April 1958 dan selanjutnya dijadikan PN Tambang Timah Belitung berdasarkan PP RI No. 95 tahun 1961. Di Bangka, didirikan PN Tambang Timah Bangka berdasarkan PP RI No. 95 tahun 1961. Kemudian pada tahun 1961 di Singkep juga didirikan PN Tambang Timah Singkep berdasarkan PP yang sama pula. Keseluruhan PN Tambang Timah ini berada di bawah koordinasi Badan Pimpinan Umum Timah (BPU) yang didirikan berdasarkan PP No. 87 tahun 1961. Berdasarkan PP No. 21 tahun 1968 didirikan PN Tambang Timah, maka BPU dibubarkan sekaligus melebur PN Tambang Timah Bangka, Belitung dan Singkep menjadi PN Tambang Timah. Selanjutnya pada tahun 1976 berdasarkan PP No. 3 tahun 1976 mengenai pengalihan bentuk PN Timah menjadi PT Tambang Timah (Persero) dengan kedudukan kantor pusat di Jakarta yang terdiri dari unit-unit produksi berdasarkan letak geografi meliputi UPT Bangka, UPT Belitung, UPT Singkep dan Unit Peltim.

4

Universitas Indonesia

UPT Belitung dan UPT Singkep dibubarkan. 021/SK-0000/92-B1 pada tanggal 17 Febuari 1992 maka unit penambangan MGM. Taiwan dan Jepang. Sejarah telah menunjukkan bahwa PT Timah dapat mempertahankan keunggulannya karena dapat memelihara hubungan baik dengan para pelanggan. Dalam waktu yang relatif cukup singkat sejalan dengan program restrukturisasi perusahaan. 197/SK-0000/90-B1 tanggal 31 Desember 1990 dibentuk unit penambangan timah mesin gali mangkok (MGM) yang diikuti oleh unit penambangan darat berdasarkan SK Direksi No. Armada operasi penambangan lepas pantai terdiri dari 21 kapal keruk berbagai ukuran. Dengan organisasi yang ramping dan luwes. Sebagai tindak lanjut dari program restrukturisasi perusahaan maka kantor pusat yang berkedudukan di Jakarta direlokasikan ke Pangkalpinang mulai tanggal 2 Agustus 1991. merupakan yang terbesar di dunia dan merupakan aset terbesar perusahaan. Pusat metalurgi di Muntok dioperasikan dengan kapasitas produksi di atas 39000 metrik ton timah murni per tahun. masyarakat dan karyawan. terutama ke Eropa. Selain itu terdapat juga 375 instalasi penambangan darat yang dikelola berdasarkan sistem kontrak dengan swasta. 85/SK-0000/91-B1 tanggal 29 Juni 1991 UPT Bangka. sebagai langkah antisipasi untuk mendekatkan unsur pengambilan keputusan dengan unit produksi. dimana PT Timah secara langsung mengawasi dan bertanggungjawab terhadap teknik penambangan dan pengelolaan lingkungan di areal penambangan. 37/SK-0000/91-B1 tanggal 24 April 1991 dan selanjutnya dengan SK Direksi No. melalui SK Direksi No. Amerika Serikat.Berdasarkan SK Direksi No. manajemen PT Timah didukung oleh 5500 karyawan yang terampil dan profesional. Tujuan PT Timah adalah melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan dalam seluruh aspek usaha secara utuh dan 5 Universitas Indonesia . Dari produk tersebut 95 % di ekspor ke seluruh dunia. unit penambangan darat dan unit peleburan timah di Muntok dibubarkan dan selanjutnya unit-unit kerja tersebut langsung berada di bawah koordinasi direksi PT Tambang Timah (Persero).

Unit Metalurgi Sejalan dengan gerak laju pembangunan. Unit Metalurgi mempunyai organisasi kerja yang tentunya tidak terlepas dari keseluruhan organisasi PT. sehingga dapat menjamin keuntungan yang optimal bagi seluruh pemegang saham. yang seperti perusahaan lainnya akan memerlukan suatu struktur organisasi yang kuat. sejak 2 Oktober 1995 perusahaan telah ³Go Public´ sehingga statusnya berubah menjadi PT. 2. 51 Pangkalpinang. Timah (Persero) Tbk. 6 Universitas Indonesia . berkedudukan di Jalan Jendral Sudirman No. Timah (Persero) Tbk. Timah (Persero) Tbk. Kepala Unit Metalurgi bertanggungjawab secara langsung pada Direksi PT. rapi dan sistematis untuk mendukung kelancaran tugas dan usahanya. Bangka.berkesinambungan. Saat ini kantor pusat PT. Pada saat ini PT. Timah (Persero) Tbk. Timah (Persero) Tbk. khususnya Unit Metalurgi telah memperoleh sertifikat internasional ISO 9002 mengenai sistem manajemen mutu dan ISO 14001/1996 mengenai sistem manajemen lingkungan. 2.

Dalam industri pengolahan timah dikenal beberapa metode peningkatan kemurnian timah yaitu dengan metoode pyrometallurgy seperti smelting atau liquation yaitu proses peningakatan kemurniaan dengan prinsip perbedaan 7 Universitas Indonesia . logam timah sekarang sudah menjadi alternatif sebagai logam pelapis (coating) logam lain yang ketahanan korosinya lebih rendah. 1. Logam timah memiliki beberapa sifat yaitu : y y y y y Titih leleh yang lebih rendah dari logam berat lainnya Kekerasasan rendah Sifat pembasahaan yang baik (untuk solder) Ketahanan korosi yang baik foodgrade karena ketahanan korosinya yang baik itu. Pasir cassiterite di Indonesia banyak berasal dari pulau Bangka atau juga dari pantai-pantai sekitar pulau Bangka. Timah dalam keadaan logam murni berwarna putih keperakan. Untuk dapat memenuhi permintaan pasar tersebut dalam industrsi timah dibutuhkan juga alternatif teknologi yang dapat di oprasikan untuk memperoleh logam timah dengan kemurniaan yang tinggi dengan efisiensi proses dan juga biaya produksi seekonomis mungkin serta dengan mempertimbangkan dampak teknologi tersebut bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh sebab itu dibutuhkan logam timah dengan dengan kemurnian cukup tinggi untuk dipakai sebagai pelapis anti-korosi atau pengunaan lainnya.BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3. Proses Pengolahan Logam Timah Timah termasuk logam non-ferrous yang banyak berasal dari mineral cassiterite (SnO2 ) yang di tambang dalam bentuk pasir.

Komposisi unsur pengikut dari timah kasar sebelum dilakukan refining bisa bervariasi tergantung pada konsentrat.1 menunjukan beberapa unsur ikutan timah yang dominan. Hampir semua industri pengolahan timah memakai metode pyrometallurgy.71 1.4 93.14 0. Type of raw material Concentrate Slime concentrate. Unsur berharga yang biasanya menjadi ikutan pada timah seperti Bismuth dan indium. Walaupun kemurniaan timah yang diproduksi cukup sudah tinggi tetapi dari proses tersebut perlu proses lebih lanjut yaitu proses refining yang dapat dilakukan untuk menigkatkan kemurniaan timah.29 0.73 0.79 1.76 1. Unsur pada timah sebelum dilakukan proses refining. tahapan preparasi pada proses smelting dan juga perlakuan khusus lainnya. Filter dust Returns (slag) Grade I II III Content Sn 98.89 1.01 0.06 2.09 0.28 0. Semakin berkembangnya penggunaan timah sehingga kebutuhan timah dengan kemurniaan yang lebih tinggi lagi terus menjadi permintaan pasar industri.temperatur leleh dan juga metode hydrometallurgy seperti proses leaching dengan prinsip perbedaan kelarutan.06 0.22 1.1.9 Cu Pb Fe As Sb Bi 0.70 0.33 0. Tetapi karena sulitnya melarutkan logam timah pemurniaan dengan pengunaan metode hydrometallurgy jarang dipakai untuk produksi skala besar. Proses refining timah ini dianggap penting dalam industri pengolahan timah karena dapat menigkatkan kemurniaan timah dengan konsentrasi sangat tinggi dapat dapat memisahkan pengotor-pengotor yang kebanyakan pengotor timah adalah unsur berhargga.51 92.11 Proses refining pada pengolahan timah terdiri dari dua metode yaitu dengan pyrometallurgy (pyrorefining) atau dengan metode hydrometallurgy 8 Universitas Indonesia . Tabel 3.10 0. Table 3.51 1.

Pada proses electrolytic refining ini mengunakan prinsip elektrokimia yaitu perubahan dari energi listrik menjadi energi kimia. ketebalan anoda dan katoda dll. Proses refining dengan pyrometallurgy yaitu proses peningkatan kemurniaan timah dengan memanfaatkan perbedaan temperatur leleh dari timah denan beberapa pengotornya. suhu elektrolit. jarak anoda dan katoda. Pengotor dipisahkan satu persatu pada setiap tahap berbeda dan dikumpulkan secara terpisah untuk memudahkan proses recovery selanjutnya. Salah satu kelebihan dari proses refining dengan pyrorefining yaitu tingginya kecepatan produksi dibandingkan dengan proses refining metode hydrometallurgy. Salah satu kelebihan dari proses electrolytic refining dibandingkan dengan pyrorefining yaitu hampir semua jenis pengotor dapat dipisahkan secara bersamaan dalam satu tahapan proses selain itu produk logam timah yang dihasilkan memiliki kemurnian sangat tinggi. konsentrasi elektrolit. Karena timah cukup sulit terlarut dalam elektrolit sehingga anoda dibuat dengan penampang yang cukup besar untuk meningkatkan efisiensi proses. Karena lambatnya proses produksi proses electrolytic refining banyak variabel yang harus dijaga untuk meningkatkan efisiensi proses seperti arus dan tegangan listrik yang digunakan. Pengotor-pengotor dari proses electrolytic refining akan terendapkan membentuk berbentuk lumpur sedangkan pada proses pyrorefining pengotornya berupa terak.(electrolytic refining). selain itu kekurangan dari pengunaan proses ini dalam skala industri adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pekerja. Salah satu kekurangan dari proses electrolytic refining yaitu lambatnya proses produksi. Proses refining dengan metode hydrometallurgy yaitu dengan pemurniaan logam dengan memanfaatkan perbedaan tingkat kelarutan masing pengotor sehingga dapat dipisahkan dari logam timah tersebut.1-0. Proses pyrorefining ini dilakukan secara bertahap dan disetiap proses hanya dapat memisahkan 1 atau 2 unsur pengotor dalam timah. Kekeurangan lainnya dari 9 Universitas Indonesia . Walaupun proses electrolytic refining membutuhkan pengadaan energi listrik yang besar tetapi tidak terlalu menjadi masalah dalam skala industri karena biaya untuk pengadaan energi lisrik ini hanya berkisar 0.2% dari hasil pendapatan produksi.

Dalam elektrokimia menjelaskan hubungan antara y y y Potensial standard Perubahan energi bebas standard Konstanta keseimbangan 10 ¥¢ ¡¨§¡¦ ¥ ¤¢ £ ¢¡     Termodinamika elektrolit Konduktivitas mass transport Term i amika elek r li Ki e ika elek r a ve s s      © sulit ya mencari elektrolit yang cukup baik.proses elect olytic refining yait aman dan ekonimis untuk dipakai dalam skala besar. 1. Aspek ionik mencakup termodinamika elektrolit dan kondukti itas mass transport dan aspek elektrodik mencakup termodinamika elektrolit dan kinetika elektroda. Elektrokimia ik es . Aspek dalam elektrokimia dalam skala ionik dan elektrodik. 2. Mungkin untuk skala industri aspek ini tidak terlelu diperhitungkan secara mendetail. aspek elektrokimia ini mencakup aspek ionic dan elektrodik. Ionik Elek r Gambar 3. 3. Aspek Elektroki i Proses electrolytic refining adalah proses elektrolisis sehingga tidak akan terlepas dari aspek elektrokimia.

asam. basa atau garam. Ionik Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik. a. Elektrolit dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: y Aqueous Elektrolit ini mempunyai kandungan air dan reaksi yang berlangsung dapat dilakukan pada temperatur ruang. Secara umum. dan garam kuat. basa atau berupa senyawa kimia lainnya. reaksi seperti ini disebut reaksi elektrokimia. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit. Elektrolit bisa berupa air.Elektrokimia adalah salah cabang kimia yang mempelajari reaksi kimia yang berlangsung dalam larutan pada permukaan konduktor elektrodik (logam) dan konduktor ionik (elektrolit). Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. dan melibatkan transfer elektron diantara elektroda dan transfer ion pada elektrolitnya. y Non-aqueous Elektrolit ini berupa lelehan garam atau molten salt. Elektrolit kuat identik dengan asam. elektrokimia berhubungan dengan situasi dimana reaksi oksidasi dan reduksi terjadi secara terpisah dan dihubungkan oleh sirkuit eksternal. atau bentuk liquid dan aqueous. Jika reaksi kimia terjadi karena tegangan eksternal (seperti dalam elektrolisis) atau jika tegangan justru dibuat dari reaksi kimia (seperti dalam baterai). Dalam larutan elektrolit aqueous kekuatan asam atau basa lemah ditentukan oleh: y Derajat dissosiasi ( ) 11 Universitas Indonesia . Elektrolit umumnya berbentuk asam. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. basa. ion-ion merupakan atomatom bermuatan elektrik.

Mass transfer ini dapat terjadi akibat perbedaan konsentrasi pada elektrolit. Mobilitas dari mass trasnport ini bergantung pada dimensi dan muatannya dan juga konsentrasi larutan. Konveksi. Dalam keaadan tetap pengaliran ion-ion logam yang berdifusi sebanding dengan perbedaan 12 Universitas Indonesia . Kecepatan reaksi dapat dilihat dari konduktivitas (Migrasi.y Konstanta Dissosiasi (Ka) y pH Dalam elektrolit dibutuhkan kondisi reaksi yang sesuai secara termodinamika seperti pH dan potensial sel untuk dapat bereaksi tetapi tidak dapat menghitung kecepatan reaksi elektrokimia tersebut. Perubahan potensial pada elektrolit menyebabkan terjadinya proses difusi pada interface. Medan listrik timbul karena adanya tegangan antara dua elektroda. Mass transport adalah pergerakan ion yang mengalir dalam pengaruh medan listrik dalam elektrolit. Proses ini dapat dilakukan dengan memberi pengadukan. Proses ini hanya efektif untuk memindahan ion-ion logam kedaerah dekat permukaan elektroda. Faktor yang mempengaruhi mass transport: y y y turbulence flow difusi medan listrik 1. 2. karena bagaimana pun akan terdapat lapisan elektrolit yang diam (stangnan) pada permukaan elektroda. Difusi dipengaruhi gradien konsentrasi antara konsentrasi permukaan dan konsentrasi ruah. Konveksi Koveksi yaitu pergerakan elektrolit dalam skala yang besar dari larutan ruah ke lapisan difusi. Difusi) dan Mass Transport. karena terdapatnya perbedaan konsentrasi. Difusi Difusi adalah proses pergerakan ion-ion logam menuju OHP (outer helmhotz Plane) melalui lapisan elektrolit yang diam. pompaan elektrolit atau injeksi udara.

             Ji = kapasitas difusi (jumlah ion yang melewati satu satuan luas per satuan waktu) D = kostanta difusi Cx = ~ = konsentrasi ion positif pada larutan ruah Cx = 0 = konsentrasi ion positif pada OHP = tebal lapisan difusi 3. Kecepatan migrasi dapat dirumuskan          Dimana i F t + = rapat arus = bilangan Faraday = bilangan perpindahan = jumlah elektron n 13 Universitas Indonesia . Migrasi dipengaruhi oleh medan listrik.konsentrasi ion tersebut yang digambarkan oleh hukum ficks sebagai berikut. Migrasi Migrasi adalah transfer ion karena adanya gradien beda potensial.

(outer Helm ot plane) OHP 3. 1. (inner Helm ot plane) IHP 2.Electrical Double layer Ko veksi Electrical do le layer adalah struktur yang terbentuk pada permukaan. Gambar 3. . 2. menghambat menempelnya kation pada katoda. lapisan pertama yaitu surface c arge (dapat bermuatan positi atau negati e) yang mengandung ion yang teradsorbsi. lapisan ini berupa dua lapisan pararel. Solvated ions 14 Unive sitas Indonesia    " !   # Dif si Mi rasi elektroda Larutan Ruah Lapisan di usi OHP Gambar 3. skema Electrical double layer pada elektroda. Lapisan di usi 4. Lapisan kedua berupa ion yang tertarik menuju permukaan elektroda karena adanaya gaya coulomb akibat adanya muatan di lapisan pertama Electrical double layer akan . 3. Kinetika kondukti itas laju ion.

4. Elektrodik Elektrodik terdiri dari anoda dan katoda.5. 5. Reaksi Anodik Sn H2 2H2O Sn2+ + 2eSn2+ + 2e2H+ + 2eO2 + 4H+ + 4estannous dissolution Hidrogen evolution Oksigen reduction Reaksi Katodik Sn Stannous reduction $ 15 Unive sitas Indonesia . b. Elektron transfer pada interface. Ion adsorpti 6. difusi dan migrasi ET Konduksi dari migrasi elektron pada keadaan solid Gambar 3. anoda sebagai pendonor elektron ke katoda. Solvent molecule elektrolit Elektroda Mass transport terjadi secara konduksi. Anoda adalah elektroda yang mengalami oksidasi sedangkan katoda mengalami reaksi reduksi Reductant oxidant Produk Produk a b Gambar 3.

Pergerakan-pergerakan elektron ini juga melibatkan pelepasan atau penyerapan energi bebas. Secara termodinamika dapat dilihat apakah reaksi redoks dapat berjalan atau tidak. semakin besar arus yang mengalir akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia. perubahan arus AC menjadi DC dengan rectifier. Semakin besar tegangan yang dipakai. 6.2H2 O + 2eO2 + 2H2 O + 4e- H2 + 2OH4OH- Hidrogen reduction Oksigen reduction Pada gambar a terjadi reaksi oksidasi dalam hal ini logam akan berubah menjadi ionnya akibat adanya elektron di dalam logam dan ion tersebut akan mengalir dalam larutan. + Sumber Listrik AC ~ Rectifier Gambar 3. Elektrolisis bekerja dengan menyerap energi bebas dari sumber listrik untuk reaksi non-spontan (¨G bernilai positif). Tetapi tidak dapat mengukur kecepatan reaksi redoks ini. Dan pada gambar b terjadi reaksi reduksi yang merubah ion logam dari larutan menjadi logam akibat dari hilangnya elektron dari logam tersebut. 16 Universitas Indonesia . Perhitungan reaksi ini hanya dari estimasi kecenderungan dari reaksi reduksi-oksidasi. Pengaliran arus listrik dalam sel dapat mengerakan reaksi non-spontan sehingga terjadi electrolisis. Karena adananya mass transport dan seberapa cepat pergerakannya perlu dilihat secara kinetik. Proses elektrolisis ini mengunakan arus listrik berupa arus DC sehingga dibutuhkan rectifier untuk mengubah arus listrik AC menjadi DC.

3.   Dalam 1 mol elektron bernilai sama dengan 1 Faraday atau 96500 Coloumb.3. Elektrolisis Timah Reaksi elektrolisis ditemukan berkat jasa Michael Faraday atau yang lebih dikenal dengan hukum faraday mengenai stoikiometri elektron dalam reaksi reduksi-oksidasi. 17 Universitas Indonesia . Pemberian teganagan berlebih atau overpotensial dalam elektrolisisi dibutuhkan untuk mencapai energi aktivasi tersebut. Jika i adalah rapat arus persatuan luas maka     W Mr i t e = = = = = massa produk massa atom rapat waktu elektro valensi Reaksi kimia atau redoks baru dapat berlangsung jika dapat menembus energi aktivasi. Tetapi jika potensial yang diberikan terlalu besar maka logam bukan Sn yang terdeposisi tetapi logam yang lebih mulia (noble) dibanding Sn yang justru akan terdeposisi. Kemudian dikenal juga rumus Faraday untuk menghitung massa produk logam yang dihasilkan pada proses elektrolisis.

6. Energi bebas dan energy akti asi     = = = = overpotensial symetri factor applied potensial termodinamika Nerst potensial EN dapat di hitung dengan mengunakan persamaan Nerst hasil proyeksi dari diagram Pourbai . % 18 & Unive sitas Indonesia .   Ž Dari persamaan Nerst ini dapat dilihat hubungan antara tegangan yangdiberikan pada elektroda dengan konsentrasi dari elektrolit.Gambar 3.

Ni.Gambar 3. Pb. Proses electrolytic refining ini cocok di pakai pada beberapa logam seperti Cu. Sn. Au. Jika dalam sel diperhitungkan pula nilai hambatan pada bahan konduktor yang digunakan serta hamabatan elektrolit dalam sel maka nilai E (applied potensial) menjadi    = applied potensial (V) = hambatan (Ÿ) I = arus ( ) a. Sel elektrolisis Electrolytic refining adalah suatu metode permunian yang penting karena dapat diperoleh logam dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi. Ag. Zn etc. Batangan logam timah yang masih memiliki beberapa pengotor digunakan sebagai anoda dan lembaran dari logam timah murni ' 19 ( ) Unive sitas Indonesia . Diagam pourbai Sn. 7.

Materi-materi tersebut bergerak dengan cara migrasi. Sehingga elektrolit yang digunakan dalam proses refining timah tidak akan melarutkan pengotor dari unsur-unsur tersebut. 2 Sn lebih bersifat lebih elektronegatif dibanding pengotornya seperti antimony. Elektron akan mengalir dalam logam dan ion s endiri mengalir dalam elektrolit. elektrolit padat dan polymeric electrolyte. Proses electrolytic refining timah mengunakan prinsip kerja dari elektrolisis yaitu dengan mengubah energi listrik yang mengalir dan menghasilkan reaksi kimia dalam sel. Elektron secara konduksi dapat mengalir pada media logam. dan tembaga. lelehan garam. semikonduktor dan conducting polymer material. arsenic. Impure Tin Anode Anode Slime High-purity Tin catode Gambar 3. 6.digunakan sebagai katoda dihubungkan secara konduktif kemudian di masukan dalam larutan elektrolit. bismuth. difusi dan konveksi. 0 20 Unive sitas Indonesia . Lalu pada system tersebut dialiri arus listrik. Sedangkan ion dapat mengalir dalam media larutan elektrolit. Dalam hal ini reaksi yang terjadi adalah reaksi reduksioksidasi. Sel sederhana electrolytic refining timah Dalam deret potensial standar pada table 3.

elektrolit basa dan elektrolit lelehan garam. b. 21 Universitas Indonesia .337 +0. Elektrolit asam klorida Electrolit secara umum yang dipakai yaitu larutan dari asam hidroklorida dan asam sulfat dengan tamabahan beberapa bahan aditif. 1.126 +0.32 +0.25 -0.247 +0. Komposisi dari elektrolit sangat menpengaruhi kepadatan dan ketebalan dari deposit timah pada produk katoda nantinya. Dan yang terakhir mengunakan elektrolit dari lelehan garam timah. dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu elektrolit asam.Table 3.136 -0.44 -0. Penambahan bahan aditif seperti gelatin dan cresol dapat menghasilkan deposit yang halus. Deret standar potensial (v) Fe Ni Sn Pb H 0 Bi Sb As Cu Ag -0. Tetapi karena Sn lebih positif dari standar potensial hidrogen pengunaan tegangan berlebih yang terlalu tinggi dapat menyebabkan hidrogen yang justru terdissosiasi. Elektrolit diatur agar mudah berdifusi pada katoda dan tidak terjadi arus pendek. Elektrolit asam terdiri dari elektrolit larutan asam klorida. fluorosilicate (ditambah asam sulfat) dan sulphate-organic.799 Pengotor-pengotor atau unsur pengikut yang ada pada timah kebanyakan memiliki standar potensial yang lebih positif sehingga yang terlarut terlebih dahulu dalam elektrolit bukanlah pengotor tetepi timah yang larut dan membentuk ion. elektrolit basa yaitu larutan alkali hydroxide dan alkali sulphide.152 +0. Elektrolit Pemilihan elektrolit merupakan salah satu pertimbangan dalam proses electrolyte refining. Dari beberapa elektrolit yang sudah dikenal dan digunakan dalam proses electrolytic refining timah. 2.

Pb2+. Rapat arus yang digunakan 120 A/m2.Elektrolit terbuat dari larutan stannous chloride dan asam hidroklorida. Elektrolit jenis ini dapat dipakai untuk pemurnian lead-tin alloy untuk memisahkan Sn dan Pb. AsO33-. 22 Universitas Indonesia . Bi3+ . Proses elektrolisis dilakukan dalam sel yang terbuat dari wadah kayu yang dilapisi dengan aspal. Walaupun membentuk endapan PbCl2 memiliki kelarutan yang tinggi pada suhu 200C dapat larut 9. Larutan ini dijaga agar tidak terjadi hidrolisis SnCl2 dan penigkatan konduktifitas listrik pada larutan. Dalam elektrolit larutan klorida hanya Fe dan Pb yang dapat dipisahkan dari Sn dengan pada elektrolisis. Elektrolit fluorosilicate dan sulphate-organic Stannous fluorosilicate (SnSiF6 ) sama seperti PbSiF6. Selain dari rendahnya tingkat penghilangan pengotor kekurangan yang utama dari elektrolit ini yaitu deposit timah yang menempel pada katoda berbentuk kristal dendrite yang kurang menempel kuat pada katoda hal dapat menyebabkan arus pendek. Fe2+. Kekurangan elektrolit jenis ini ion sulfat akan menyebabkan anoda akan melarutkan kembali Pb pada lumpur dan membentuk Pb2SO4.9 gr dalam 1 liter air. Ion Sb3+ dan Bi3+ akan terhidrolisis membetuk oksiklorida yang larut (BiOCl). Sb3+. Untuk itu lapisan pengotor di anoda itu harus dibersihkan secara berkala. besi dan arsenik akan larut dalam elektrolit. 2. Tembaga. Ion Pb akan membentuk endapan PbCl2. Untuk mendapatkan endapatkan endapan yang padat diperlukan penambahan glelatin dan cresol dan bahan aditif yang lain. Saat anoda terdissosiasi akan membentuk ion Sn2+. Salah satu kendala lain dalam pengunaan zat asam sebagai elektrolit yaitu terbentuknya lapisan di anoda karena adanya kandungan Pb di anoda. Dari sifat kelarutan ini kenapa dipakai elektrolit fluorosilicate digunakan untuk memurnikan Sn didapat dari analogi proses pemurnian Pb. Cu2+. larut dengan baik di air.

dengan kemurniaan yang didapat sampai 99. Beberapa aditif organik ditambahkan untuk mendapatkan endapan yang padat dan halus. Elektrolit alkaline dan alkali sulphide Elektrolit terbuat dari sodium thiostastannete (Na4 SnS4) dan larutan Na2S. Hanya Pb yang beresiko dapat ikut menepel pada katoda. Bi dan pengotor lainnya dengan pembentukan endapan sulfida yang tidak larut dan membentuk endapan lumpur. dan elektrolit mudah terdekomposisi. Untuk menghindari itu perlu dilakukan penambahan asam sulfat agar terbentuk endapan Pb dan membentuk lumpur di dasar sel. Sb. bismuth dan tembaga. pompa dan bak elektrolit. cresol. 3. Cu. Elektrolit berupa asam sulphate-organic memiliki kekurangan yaitu mahalnya biaya produksi. Elektrolit sulphate-organic dapat terbuat dari benzene. Kelemahan dari elektrolit ini yaitu terbentuknya lapisan pasif di anoda dari deposit Pb. unutk mendapatkan deposit Sn yang padat dipakai rapat arus yang kecil dengan suhu larutan 80-900C. Elektrolit ini dapat menghasilkan dapat menghindari deposit timah yang berbentuk spons dengan penambahan gelatin dan cresol. As berjatuhan membentuk lumpur dan dapat terpisah dengan baik dari Sn. Pengunaan electrolit H2SiF6 dan H2SO4 yang tidak melarutkan antimony. Dan munculah elektrolit sulphate-organic. Cu. tolune. Elektrolit ini dapat memisahkan Fe. Bi. 23 Universitas Indonesia . Elektrolit ini mengunakan rapat arus 85108 A/m2 dengan suhu 350C. Pengunaan elektrolit fluorosilicate dapat memisahkan hampir semua pengotor dalam timah dengan kemurnian mencapai 99. tetapi penambahan asam sulfat berlebih dapat menyebabkan endapan anoda berbentuk kristal dendrit dan terebentuknya lapisan pasif pada anoda. phenol. naphthalene dll yang dithreatment dengan asam sulfat panas.99%. Terlebih lagi Penyiapan fluorosilicate mahal dan elektrolit yang berbahaya karena bersifat racun. Pb. Salah satu masalah yang terjadi dari proses ini yaitu cepatnya korosi yang terjadi pada instalasi terutama pada karet penyemprot elektrolit.Saat anoda larut dalam elektrolit fluorosilicate.98% Sn.

Setiap anoda dan katoda akan diganti setelah logam di anoda sudah terdeposisi di katoda secara 24 Universitas Indonesia . Yang menghasilkan lumpur dengan kandungan Fe. Juga sulitnya katoda unutk dilelehkan kembali untuk proses pencetakan. Anoda dan katoda diletakan dalam elektrolit secara bergantian dalam setiap sel. Sedangkan anoda berbentuk plat timsh dengan ketabalan tertentu yang dibuat dari pencetakan timah kasar. 3. Elektroda berupa grafit dengan rapat arus 50-200 A/dm2. Proses elektrolytic refining timah Proses Electrolytic refining yang dilakukan dengan mengunakan starter sheet yang digunakan sebagai katoda yang berbentuk plat tipis persegi. Setiap sel ini terdiri dari beberapa pasangan anoda katoda. Selain itu tingkat kemurnian yang dihasilkan juga tidak terlalu tinggi disbanding elektrolit lainya.Kelemahan dari elektrolit ini yaitu tingginya temperatur yang harus dipakai pada elektrolit selain itu tingginya temperatur ini dapat menguapkan larutan yang berbahaya jika sampai masuk dalam tubuh manusia. Logam Sn yang terdeposisi di katoda lebih halus diandingkan dengan pengunaan elektrolit asam tanpa harus diberi aditif koloid. Karena elektrolit tidak dapat menghilangakan Pb dan Bi dengan sempurna. Elektrolit lelehan garam Pengunaan lelehan garam (CaCl2-KCl-NaCl) dari logam timah dapat mengunakan beberapa variasi kualitas dari timah mentah anoda dengan kemurnian tidak terlalau tinggi yaitu Sn 75%. Tetapi rapat arus yang di pakai sangat kecil dan suhu proses tinggi yaitu 900C. Elektrolit jenis ini akan sangat efektif menghilangkan Pb sampai 25%Pb menjadi PbS dan membentuk lumpur. 4. Tetapi memiliki kekurangan yaitu pembentukan lapisan pasif pada permukaan elektroda. Elektrolit lelehan garam dapat memisahkan arsenic dan antimony secara efisien. 4. Pb dan Bi. Cu. Elektrolit ini bebas dari lapisan pasif tetapi dibutuhkan suhu reaksi yang tinggi yaitu 70-900C.

grade A (Sn 99. ketebalan katoda yang semakin tebal akan mengurangi proses elektrolisis sehingga dalam satu siklus katoda diganti diganti dua kali atau lebih.maksimal dan diganti dengan starter s eet katoda dan anoda timah yang baru. 1 25 3 2 2 Unive sitas Indonesia .98%). High grade AAA (Sn 99.8%). Untuk memastikan kualitas dari logam timah hasil refining perlu dilakukan uality control dengan cara pengambilan sampel dari hasil electrolytic refining. Sel electrolytic refining Setelah katoda yang terdeposisi penuh oleh logam timah kemudian katoda di lebur lagi untuk membentuk ingot. C. Gambar 3. 7. Biasanya ingot yang dicetak tidak tidak terlalu besar untuk menjaga kemurnian logam timah. Jarak antara anoda dan katoda ini dibuat sedekat mungkin tetapi jika jarak anatar anoda dan katoda akan menyebabkan arus pendek. Grade B. Starter s eet katoda dibuat dengan dibuat dengan cara sket casting dari 3% logam timah hasil electrolytic refining dan 97% lainnya dilebur kembali untu dicetak k menjadi ingot atau yang lainnya. D dan E memiliki kemurnian yang lebih rendah dari 99%. Untuk dapat menigkatkan efisiensi proses elektrolisis jarak antara anoda katoda juga diperhitungkan. selama proses refining didasar sel lama kelamaan akan terbentuk lumpur yang masih mengandung Sn dan juga unsur pengotor lainnya. Secara komersial kualitas standar timah diklasifikasikan dalam ASTM B339. Di anoda lama kelamaan akan muncul kotoran seperti lumpur dipermukaan yang menghambat proses elektrolisis maka perlu dilakukan proses pembershian anoda secara berkala.

5 x 6 25 99.0003 0. Brand Ingot Dimension (cm) Weight (Kg) % Sn Typical Analsis o Tin Product PT TIMAH 2010 : : : : : Banka 99.0006 0.0008 0.0004 26 Universitas Indonesia .001 % Cd % As 0.0005 0. 1.99 Standard 53.0003 % Al % Ag % In %S % cr % Hg 0.0003 0.BAB IV PENGOLAHAN DATA 4.001 % Zn % Pb % Cu % Bi % Sb % Ni % Co 0.0002 0.5 x 15.99 Table 4.0024 0. Kandungan kimia pada timah 4N. Chemical Analysis (max) % Fe 0.0003 0.0003 0.0008 0. 1.0003 0.0005 0.

81 kg 245745.4.00 kg 0.60 kg 16990. 3. 2.99 99.99 99.00 kg 6994.00 kg 5995. Stock taking impure Sn bulan juli.32 Barat Sn 0. Stock Taking Logam Timah Juli 2010 Tabel 4.99 Barat Sn 383.90 kg 59.92 99. Stock taking Sn 4N bulan juli.92 99.92 99.96 kg 0.99 99.99 99.92 99.00 kg 199.98 kg 28213.34 kg 0.00 kg 999.92 99.92 99. Jenis logam Balaok Banka 4N Timah 4N Ketel Timah 4N Ketel Timah 4N Ketel Timah 4N Ketel Katoda baru Katoda dalam sel Katoda produk yang blm dicetak Dross Timah 4N Jumlah Total Tonase 384 kg 0 kg 0 kg 0 kg 1000kg 60 kg 26572 kg 0 kg 100 kg 28216 kg 387864 kg % Sn 99.99 99.99 99.00 kg 0. 2.99 kg 26569.99 99.00 kg 296728. Jenis logam Balaok Feed Timah Feed Ketel 4 Timah Feed Ketel 5 Timah Feed Ketel 6 Anoda baru Ex.03 kg Tabel 4.25 kg 499.40 kg 17765.92 99.99 99.78 kg 239.18 kg 324941.92 21.20 kg 2498. Anoda Anoda dalam sel Dross Feed Slime Jumlah Tonase 0 kg 6000 kg 2500 kg 7000 kg 17780kg 240 kg 245942 kg 500 kg 79686 kg 359648 kg % Sn 99.21 kg 27 Universitas Indonesia .

1. Stock taking logam timah bulan juli. Universitas Indonesia .Rectifier Feed 0 kg Ketel 6 7000 kg Anoda baru 17780 kg Ex. anoda 240 kg Logam 4N 384 kg UNIT 3 A=54080 kg K=4032 kg UNIT 2 A=34112 kg K=8064 kg Tanki bahan kimia UNIT 4 A=43680 kg K=3360 kg UNIT 1 A=57460 kg K=8092 kg Katoda baru 60 kg UNIT 5 A=56160 kg K=3024 kg Katoda blm cetak 0 kg 28 Ketel 5 2500 kg Ketel 4 6000 kg Dross feed 500 kg SLIME 79686 kg Ketel 1 0 kg Dross 4N 200 kg Holding pot 1000 kg Ketel 2 0 kg Ketel 3 0 kg Gambar 4.

Balance product. Anoda 27020 kg Sisa anoda baru 241886 kg Anoda dalam sel 131100 kg Dross feed Slime Jumlah 594706 kg Jumlah 3744 kg 2240 kg 594706 kg 4 29 Unive sitas Indonesia . Balance current prosses impure Sn pada bulan juli 2010. 3. 4.4. Balance Current Proses Juli 2010 Timah BANKA INPUT PROSES OUTPUT BANKA 99. INPUT PROSES Uraian Berat OUTPUT PROSES Uraian Berat 309260 kg 0 kg 6000 kg 2500 kg 7000 kg 240 kg 17780 kg 245942 kg Penerimaan logam feed 180000 kg Hasil cetak anoda Sisa logam feed Sisa logam ketel 4 Sisa logam ketel 5 Sisa logam ketal 6 Sisa ex. anoda 0 kg Sisa logam feed 6000 kg Sisa logam ketel 4 4800 kg Sisa logam ketel 5 3900 kg Sisa logam ketal 6 0 kg Sisa ex.99 DROSS SLIME Gambar 4. 2. Anoda Sisa anoda baru Anoda dalam sel Pemakaian Ex. Tabel 4.

INPUT PROSES Uraian Hasil panen Sisa logam 4N ketel 1 Sisa logam 4N ketel 2 Sisa logam 4N ketel 3 Sisa logam ketel holding ER Katoda dalam sel Berat OUTPUT PROSES Uraian Berat 188000 kg 0 kg 0 kg 0 kg 1000 kg 26572 kg 48380 kg 60 kg 0 kg 384 kg 240033 kg Hasil cetak logam 4N 0 kg Sisa logam 4N ketel 1 0 kg Sisa logam 4N ketel 2 0 kg Sisa logam 4N ketel 3 2400 kg Sisa logam ketel holding ER 25634 kg Katoda dalam sel Pemakaian katoda Stok katoda baru Katoda produk yang blm dilebur Sisa logam 4N 15 kg Stok katoda baru 0 kg Katoda produk yang belum dilebur 0kg Sisa logam 4N Dross logam 4N Jumlah 268082 kg Jumlah 3686 kg 268082 kg Tabel 4. Bahan Kimia sebagai elektrolit Bahan Bakar Bahan kimia pengolahan limbah H2SO4 SnSO4 H2SiF6 Gelatin Eugenol HCL Solar Briket LPG Oxygen Kapur Tawas Causitic soda 30 Universitas Indonesia . 5. 6 Bahan yang diperlukan untuk Proses ER. Balance current prosses tiimah 4N bulan juli 2010.Tabel 4.

Tabel 4.3 Kwh Pemakaian air demineralisasi 22000 ltr 23500 kg Tabel 4. Pemakaian BBM Pemakaian bahan bakar penunjang Briket 980 kg Gas Elpiji 0 kg Oksigen 120 kg Pemakaian listrik 957. Produksi limbah kategori B3 Air olahan limbah Slime UPL Waste acid 98000 ltr 2240 kg 0ltr 31 Universitas Indonesia . 8 Produksi limbah kategori B3 pada bulan juli. 7 Pemakaian bahan pada bulan juli.

Masing-masing jenis timah mengalami perlakuan dan proses berbeda. Flowsheet peleburan timah di Unit Metalurgi Selanjutnya untuk mendapatkan logam timah dengan tingkat kemurniaan yang lebih tinggi lagi diperlukan proses pemurniaan untuk dapat memenuhi 5 6 6 32 Unive sitas Indonesia .92%).BAB V PEMBAHASAN 5. Gambar 5. 1. Proses Pengolahan Timah Secara Umum PT Timah adalah penghasil timah nomor dua terbesar di dunia setelah Cina dengan produksi 45.000 ton/tahun.99%). Proses permurniaan di Unit Metalurgi terbagi menjadi tiga jenis proses yaitu pyrorefining eutectic refining dan electrolytic refining.85%). Timah Mentok (99. Timah Banka Low Lead (99. 1.93%) serta Timah Four Nine (99. PT Timah dalam hal ini Unit Metalurgi memproduksi logam timah dengan beberapa kualitas dari tingkat kemurniannya dan menjadi merek dagangan internasional yaitu Timah Banka (99.

010 0.001 0.001 0.001 0.001 0.006 0. Dan pemurniaan electrolytic refining yaitu proses pemurniaan dengan mengunakan metode elektrolisis untuk menghasilkan produk dengan merek dagang Timah Banka Four Nine.004 0.001 0.007 0.027 0.005 0.001 0.005 0.004 0.004 0.001 0.005 99.001 0.001 0.005 99.001 0. Unsur Banka Tin Mentok Tin Banka Banka Banka Low lead A1 Low lead A2 Low lead A3 Sn (min) Pb (Max) Sb BI Cu As Fe Al Cd Zn Ni + Co 99. Kemudian proses eutecticrefining yaitu pemurniaan yang didasarkan perbedaan temperature solidifikasi antara Pb dan Sn. Tabel 5.043 0.93 0.001 0.009 0.93 0.005 0.92 0.007 0.036 0.standar pasar internasional karena hampir 95% dari produksi timah di Unit Metalurgi di eksport ke luar negeri.017 0.007 0.017 0. 1.001 0.005 99.001 0.004 0.010 0.85 0.005 0.009 0.005 99.020 0. Proses ini meliputi pyrorefining yaitu proses pemurniaan dengan metode pyrometallurgy dan menghasilkan produk dengan merek dagang Timah Banka dan Timah Mentok.009 0.005 0.001 0.001 0.007 0.009 0.006 0. Typical analysis kandungan timah. dan dari proses ini didapat produk dengan merek dagang Timah Low Lead.93 0.017 0.017 0.005 33 Universitas Indonesia .035 0.

34 Universitas Indonesia 7 Melting ketel eleklt olit 8 7 . Alur kerja electrolytic refining. 2.99 Gambar 5.Crude tin Anoda scrap SLIME anoda casting anoda Sel electrolytic refining St rter sheet ectifier Produk katoda Starter sheet casting Melting ketel ingot casting Banka 99.

9 35 Unive sitas Indonesia . Tempat pencetakan anoda. kemudian dilakukan pencetakan dan dibiarkan membeku dalam cetakan selama 10 menit. Pencetakan dan Preparasi Anoda Feed timah Banka/Mentok/Ex Anoda atau timah yang berasal dari ketel 4. 5. Setelah anoda membeku kemudian di angkat dan di hitung beratnya. Gambar 5. logam timah yang sudah mencair kemudiaan dialirkan ke pencetakan melalui saluran yang sudah dipn askan pada suhu 3000C. Ketebalan anoda yang digunakan yaitu 3 cm.5. Bagian bawah dari anoda dibuat dengan lebar lebih pendek agar larut n elektrolit mudah ditiriskan a saaat pembersihan anoda dari lumpur. 2. pada bagian atas anoda dibentuk seperti lengan baju agar anoda dapat tergantung diatas bak sel. Lepengan anoda ini kemudian diratakan permukaannyadengan menggunakan palu hal ini dilakukan agar proses elektrolisis terjadi merata. 6 yaitu ketel dengan kandungan Pb rendah hasil proses pyrorefining di lebur dalam melting ketel pada suhu 3000C. 3.

Setelah timah mencair pada melting ketel kemudian dilakukan stirring selama 30 menit. suhu yang digunakan lebih rendah karena hampir semua pengotor sudah hilang. Katoda yang sudah terdeposisi penuh sebelumnya dari proses elektrosis kemudian dilelehkan dalam melting ketal pada suhu 2450C. 4. Katoda dibuat setipis mungkin agar proses deposisi berlangsung optimal juga menghindari jarak anatar anoda dan katoda yang terlalau dekat. Kemudian alirkan cairan timah kecetakan s eet melalui saluran pengeluaran yang sudah dipanaskan. Kemudian ratakan starter s eet yang melengkung. Setelah katoda selesai dicetak kemudian ratakan ujung-ujung katoda dengan gunting. Pisahkan dross yang muncul ke bak dross. @ 36 C AB A 5. Anoda yang selesai dicetak. Starter s eet yang akan digunakan sebagai katoda terbuat dari produk timah hasil electrolytic refining sebelumnya yang dilebur kembali dan cetak menjadi lembaran dengan ketebalan kurang lebih 1 mm dengan massa sekiar 5-7 kg. Pasang batangan tambaga pada katoda dengan melipat bagian ujung katoda dan siram dengan timah cair pada lipatan agar lipatan menempel. 3.108 cm 44 cm 100 cm 77 cm Gambar 5. Pencetakan dan Preparasi Sta t Sheet Katoda C C Unive sitas Indonesia . Batangan tembaga ini berguna sebagai konduktor dalam sel.

Takar sulfuric acid sesuai dengan kebutuhan dan dimasukan dalam jerigen reservoir dengan kapasitas 20 liter. Air suling atau air demineralisasi diisikan kedalam electrolyte mixing tank dengan kapasitas 200 liter. Setelah elektrolit selesai dipreparasi kemudian dipompakan menuju tanki reservoir elektrolit. Kemudian pompakan fluorosilicate acid dan sulfuric acid dari drumnya. 5. Banyaknya sulfuric acid disesuaikan dengan banyaknya kandungan Pb yang ada dalam logam timah. diamkan larutan sampai suhunya turun. Kemudian masukan fluorosilicate acid ke jerigen reservoir. Proses ini akan meningkatkan suhu larutan. pengunaan sulfuric acid yang berlebih akan menyebabkan lapi an pasif pada anoda. Adisi yang ditambahkan pada elektolit ini berupa zat koloid yaitu gelatin D 37 E Unive sitas Indonesia . Selain larutan tersebut elektrolit perlu ditambahkan beberapa addition agent. 5. sulfuric acid serta kristal Stannous sulfate. 4. Bila suhu larutan sudah menurun dibawah 350C hidupkan mixer dan tuangkan fluorosilicate acid dalam electrolyte mixing tank. Kemudian masukan s sulfuric acid dalam electrolyte mixing tank. Starter s eet katoda. Kemudian masukan Stannous sulfate padat kedalam electrolyte mixing tank sampai larut. Membuat Elektrolit Electrolit untuk electrolytic refining Sn dibuat dengan larutan fluorosilicate acid.80 cm 100 cm Gambar 5.

5.dan eugenol. F G 38 Unive sitas Indonesia . Koloid ini berfungsi agar katoda yang terbentuk terbebas da bentuk ri jarum dan deposit timah pada katoda menjadi lebih halus dan merata. Setelah sel selesai dipreparasi kemudian hidupkan rectifier dan naikan arus listrik sampai pada 1000 A rectifier yang . unit 3 dan 4 memiliki 32 sel dan unit 5 memiliki 36 sel. Pada unit 1 dan 2 memiliki 32 sel. Tanki elektrolit dan bahan kimia. Pompa elektrolit ini berguna untuk memberi aliran pada elektrolit dalam skala besar sehingga dapat meningkatkan aliran konveksi sehingga dapat memindahkan ion -ion logam kedaerah dekat dengan permukaan elektroda atau lapisan difusi. Gambar 5. 5. Batangan tembaga sebagai konduktor untuk menggantungkan lempeng katoda pada sel. Sebelum anoda dan katoda dimasukan dalam larutan elektrolit bersihan permuk aannya dengan amplas dari pengotorpengotor yang ada. Kemudian masing-masing sel dimasukan 13 keping anoda dan 14 keping katoda secara bergantiaan. Anoda dan katoda ini diangkat dengan mengunakan over ead travelling crane dengan kapasitas 3 ton Kemudian nyalakan pompa sirkulasi elektrolit. 5. Bersihkan busbar tembaga pada sisi sel dengan amplas. Pengoprasiaan Sel Elektrolit Pompakan larutan elektrolit yang ada dalam tanki reservoir ke sel sampai semua bak pada setiap unit terisi dalam keaadaan penuh.

6 V 9V 8. 3. Voltage pada masing masing rectifier Rectifier 1 Rectifier 2 Rectifier 3 Voltage sel Voltage total Ampere Max Bongkar (set) 1 2 3 4 5 10.8 V 9V 8.2 V 6. 2.digunakan memiliki kapasitas sebesar 2000 A.4 V 7.6 V 0.6 V 1000 A Gambar 5.3 V 10.4 V 7.6 V 1000 A 0.3 V 9. Catat V total.2 V 9. V sel dan I total di kontrol panel seperti pada tabel 5.8 V 1000 A 0. Tabel 5. H 39 Unive sitas Indonesia .8 V 7. 2. sel electrolytic refining ini berkerja pada suhu ruang.3 V 9.8 V 7. Satu unit sel electrolytic refining.2 V 6. Konsentrasi larutan diperhatikan secara berkala jika terjadi penurunaan konsentrasi dari larutan elektrolit maka perlu ditambahakan lagi elektrolit untuk meningkatkan konsentrasi dari larutan. .4 V 7.6 V 9V 8.

Pencucian Anoda Selama proses elektrolisis. Penggantiaan Anoda dan katoda Setelah anoda dan katoda siap dipanen. Anoda dalam sel diangkat menggunakan over head travelling crane sel ke bak pencucian anoda. Lumpur ini terdiri dari sulfida logam yang yang membentuk presipitat. 6. Ambil sampel katoda pada setiap sel untuk dilakukan typical analisis kemurniaan Sn nya dan juga kandungan unsur lainnya untuk menjaga kualitas logam timah. Periksa keadaan katoda dari cacat fisik dan juga pengotor kemudian timbang berat katoda. Semprotkan air demineralisasi pada permukaan anoda sampai lumpur yang melekat lepas. anoda dan katoda dilakukan penggantiaan dengan anoda dan katoda yang baru biasanya 1 siklus penggantian anoda dan katoda dilakukan selama 7 hari Sebelum dilakukan pengangkatan . Lumpur pada permukaan anoda ini akan menghambat proses elektrolisis. biarakan beberapa saat sampai anoda tidak menetes lagi. Lumpur ini masih mengandung kadar timah yang cukup tinggi samapi 30% dan juga mengandung logam berharga lainnya. Kemudian bawa katoda ke bak perendaman untuk dibersihkan dari elektrolit. Semprotkan lumpur yang menempel pada anoda dengan air 40 Universitas Indonesia . Setelah katoda dibersihkan kemudian lepas batangan tembaga. 5. anoda akan dilapisi oleh lumpur pada permukaan anoda. Anoda yang berlapis lumpur diangkat menggunakan over head travelling crane dari dalam sel dan jangan samapi bersentuhan dengan katoda disampingnya. matikan kran pompa elektrolit.5. Untuk itu perlu dilakukan proses pembersihan anoda secara berkala. 7. Angkat katoda dengan over head travelling crane pelan-pelan dan jangan sampai bersentuhan dengan anoda. Setalah anoda berada diatas sel. Pindahkan anoda menuju bak pencucian anoda. Turunkan arus listrik pada rectifier sampai 50 A. Setelah itu dapat dilakukan pencairan untuk dijadikan ingot atau dibuat starter sheet kembali. walapun demikian untuk melakukan recovery logam pada lumpur ini Unit Metalurgi belum memiliki teknologinya untuk dilakukan dalam skala besar. Dan pasang kembali anoda kedalam sel.

demineralisasi sampai lumpur yang menempel pada permukaan terlepas Anoda . I 41 Unive sitas Indonesia . 4. Ex-anoda ini nantinya dapat dilebur kem bali pada melting ketel dan dilakukan pencetakan anoda untuk pembuatan anoda baru . Gambar 5. yang sudah bersih kemudian disusun pada sel ³Half Life´ atau ³Full Life´¶ tergantung pada ketebalan logam timah yang tersisa. Anoda yang sudah habis. Sedangkan anoda yang dianggap sudah habis disusun sebagai dan tidak dapat dipakai lagi untuk proses elektrolisis disusun sebagai ex-anoda. Jika ketebalan logam timah sudah habis hampir setengahnya dimasukan da lam sel ³Half life´ dan anoda yang masih penuh disusun pada sel ³Full Life´.

Kemudian logam timah cair dicetak dalam bentuk ingot dengan cap ³BANKA 99. Katoda yang sudah terdeposisi penuh. 5. Ingot timah yang dicetak Unit Metalurgi terdiri dari P 42 Unive sitas Indonesia . 3.Gambar 5. Pencairan Timah Katoda dan Pencairan Logam Produk Katoda hasil panen pada proses elektrolisis kemudian dicairkan dalam melting ketel pada suhu 2750C. Katoda KL1 ± KL4 KL5-KL8 KL9-KL12 KL16-KL18 Fe 2 1 2 1 Pb 9 111 7 10 Cu Ni As Sb 2 1 2 3 2 2 2 2 2 1 2 2 4 3 3 4 5. Tabel 5. setelah logam timah mancair dalam ketel kemuidan lakukan strirring selama 30 menit.99´ kemudian dilakukan penimbangan. 8. Jika ada balok timah yang bentuk fisik kurang baik saat pencet kan a dicairkan kembali di ketel. Contoh typical analysis katoda pada unit 5.

Q 43 Unive sitas Indonesia . Ingot yang selesai di cetak. Gambar 5.dua jenis ingot dengan ketebalan berbeda yaitu ingot tebal dan tipis. Ingot tebal dengan massa 27-28 kg setiap ingot sedangkan ingot tipis dengan massa 22-24 kg. 5.

larutan elektrolit basa atau pun elektrolit lelehan garam. Kelebihan dari proses electrolytic refining dibandingkan dengan pyrorefining yaitu hampir semua jenis pengotor dapat dipisahkan secara bersamaan dalam satu tahapan proses dan menghasilkan kadar Sn yang lebih tinggi. 3. Ag. suhu elektrolit. konsentrasi elektrolit. Kesimpulan 1. Komposisi dari elektrolit sangat menpengaruhi kepadatan dan ketebalan dari deposit timah pada produk katoda nantinya 7. Variabel yang harus dijaga untuk menjaga efisiensi proses seperti arus dan tegangan listrik yang digunakan. Elektrolit yang digunakan untuk proses electrolytic refining dapat berupa larutan elektrolit asam. jarak anoda dan katoda. kekurangan dari proses electrolytic refining dibandingkan dengan proses pyrorefining yaitu lambatnya proses produksi. ketebalan anoda dan katoda dll 44 Universitas Indonesia . Pb.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. Ni. Untuk mendapatkan logam timah dengan kadar sangat tinggi sampai 99. 6. Au. Pemilihan elektrolit merupakan salah satu pertimbangan dalam proses electrolyte refining.99% dapat dilakukan proses electroyitic refining yaitu proses pemurniaan dengan mengunakan prinsip elektrolisis. 1. 2. 4. 5. Proses refining pada pengolahan timah terdiri dari dua metode yaitu dengan pyrometallurgy (pyrorefining) atau dengan metode hydrometallurgy (electrolytic refining). Sn. Zn dll. electrolytic refining ini cocok di pakai pada beberapa logam seperti Cu.

6. Tingkatkan kembali pemakaiaan alat keselamatan kerja di lingkungan kerja. 2. Karena pada proses electrolytic refining ini mengunakan bahan kimia yang berbahaya dan lingkungan atmosfir udara yang dipenuhi uap bahan kimia. 2. Mulai beralih pada elektrolit yang lebih aman karena elektrolit yang sekarang dipakai termasuk dalam bahan kimia beracun. Saran 1. 45 Universitas Indonesia .

Moscow: Peace Publishers.. Y. Pol¶kin. Electrochemistry Lecture. 2007. General Metallurgy. Metallurgy of Tin. Johny & Rustandi. England: National Lending Library for Science and Technology.org/wiki/Double_layer_(interfacial) pada tanggal 10 Agustus 2010 pukul 18:31:01 WIB. I. Melbourne: Chemistry Departement Trinity College. (2009).. [5] Wahyuadi S. N. & Chelishchev. Andi. [6] Lyons. A.. Depok: Departemen Metalurgi & Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Fathi. N.. Mike (2005). . U. S. (1997). Handbook of Extractive Metallurgy olume II. [4] Work Instruction Form Electrolytic Refining PT Timah (Persero) Tbk..DAFTAR PUSTAKA Federal Republic of Germany: VCH Verlagsgesellschaft mbH. (1967). [7] ³Double layer (interfacial) ´ diakses dari http://en. Bahan Mata Kuliah Ekstraksi. B. N. N. N. [3] Murach. [2] Sevryukov.wikipedia. 46 Universitas Indonesia R [1] Habashi. Sevryukov.. Kuzmin. & Bykov.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->