P. 1
smp7ipa BelajarIPA Saeful

smp7ipa BelajarIPA Saeful

|Views: 11,350|Likes:
Published by Jejen Jaelani

More info:

Published by: Jejen Jaelani on Apr 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

Jika kamu perhatikan toko-toko di sekitarmu yang
menjual kebutuhan sehari-hari, selalu tertera ukuran dari
setiap produk yang dijual, misalnya pada deterjen, susu,
tepung, minyak goreng, sepatu, dan pakaian. Menunjukkan
apakah ukuran tersebut? Apakah manfaat dari ukuran-
ukuran tersebut?

Perhatikan contoh berikut. Misalnya, kamu membeli satu
botol air mineral, seperti pada Gambar 1.2. Pada kemasan,
tertera "isi 240 mL", "isi 500 mL", atau "isi 1 L". Isi merupakan
besaran yang diukur, sedangkan mL atau L merupakan
satuan dari besaran yang diukur.
Barang yang kamu beli tersebut tentunya telah melalui
proses pengukuran. Segala sesuatu yang dapat diukur
disebut besaran dalam IPA. Adakah besaran- besaran dalam
kehidupan sehari-hari yang tidak dapat diukur? Untuk
menjawabnya, coba kamu kerjakan Tugas 1.1 berikut.

Repro: Dokumentasi Penerbit

Gambar 1.1

Mengapa pengukuran dengan
pensil tidak dapat digunakan
dalam IPA?

Tes Materi Awal

Gambar 1.2

Air mineral dengan ukuran isi
yang ber beda-beda.

4

Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VII

Key Point
Key Point

Hal Penting
Hal Penting

Satuan SI untuk panjang
adalah meter. Panjang dapat
diukur dengan menggunakan
mikrometer sekrup, jangka
sorong, mistar, dan pita ukur.

The SI unit for length
is the metre. Length can be
measured using a micrometer
screw gauge, vernier calipers,
metre rule, and measuring
tape.

Tugas 1.1
Tugas 1.1

1. Coba kamu cari benda-benda yang ada di sekitarmu,
kemudian isilah tabel berikut.

Tabel Hasil Pengamatan

No.

Jenis Benda

Yang
diukur

Nilai

Satuan

1

Meja

Panjang

40

cm

2

...

...

...

...

3

...

...

...

...

4

...

...

...

...

5

...

...

...

...

2. Dari besaran pada tabel berikut, tentukan besaran yang
termasuk ke dalam besaran IPA dan jelaskan alasannya.

Tabel Hasil Pengamatan

No.

Nama

Besaran dalam
IPA

Alasan

Ya

Bukan

1

Panjang

...

Karena dapat diukur dan
memiliki nilai

2

Tinggi

...

...

...

3

Kecantikan

...

...

...

4

Luas

...

...

...

5

Volume

...

...

...

6

Diameter

...

...

...

7

Rasa gembira

...

...

...

8

Waktu

...

...

...

9

Kecepatan

...

...

...

10

Lebar

...

...

...

11

Berat

...

...

...

12

Perasaan sakit

...

...

...

13

Gaya

...

...

...

14

Usia

...

...

...

15

Kepandaian

...

...

...

16

Keliling

...

...

...

17

Kebaikan

...

...

...

18

Banyak siswa

...

...

...

19

Suhu

...

...

...

20

Jumlah uang

...

...

...

3. Jelaskan mengapa kamu mengelompokkan seperti itu.
4. Jadi, apakah besaran itu?

Mungkin kamu sering menyatakan hasil pengukuran
yang kamu lakukan. Misalnya, kamu mengukur panjang
ruang kelasmu sebesar 9,2 meter. Apakah artinya? Panjang
adalah besaran yang kamu ukur, angka 9,2 menyatakan nilai,
dan meter menyatakan satuan besaran yang diukur. Jadi,
berartikah besaran tanpa satuan?

5

Pengukuran

Coba pahami contoh berikut. Kamu menyuruh se seorang
membuat sebuah kotak dengan ukuran panjang 2, lebar 2, tinggi
2. Kemudian, orang tersebut membuat sebuah kotak dengan
ukuran panjang 2 m, tinggi 2 m, dan lebar 2 m, sedangkan
ukuran kotak yang kamu inginkan adalah 2 cm, 2 cm, dan
2 cm. Salahkah orang tersebut? Siapakah yang salah? Kamu
atau orang tersebut? Jika demikian, apakah satuan penting
dalam penerapan IPA?

1. Besaran Pokok dan Besaran
Turunan

Setelah kamu mengetahui besaran- besaran IPA, sekarang
coba perhatikan kembali tabel pada tugas yang kamu lakukan.
Dari seluruh besaran IPA yang telah kamu pilih tersebut,
adakah besaran yang menjadi dasar penentuan besaran lain?
Coba sebutkan, besaran apakah itu?
Besaran yang berdiri sendiri disebut besaran pokok dan
besaran yang merupakan gabungan dari beberapa besaran
pokok disebut besaran turunan.
Misalnya, besaran volume, kamu telah mengetahui
bahwa satuan volume adalah meter kubik (m3

). Artinya,
volume merupa kan gabungan dari beberapa besaran yang
memiliki satuan meter. Besaran yang memiliki satuan meter
adalah panjang.

Jadi, dapat dikatakan bahwa volume merupakan besaran
turunan karena diturunkan dari beberapa besaran pokok.
Adapun besaran panjang termasuk besaran pokok karena
berdiri sendiri.

Ilmuwan
Ilmuwan

IPA
IPA

Lord Kelvin

(1824 –1907)

Lord Kelvin adalah
seorang sikawan Skotlandia
yang juga seorang guru. Ia
adalah profesor lsafat alam
di University Glasgow selama
53 tahun. Salah satu karyanya
adalah skala kelvin, yaitu
salah satu skala pengukuran
suhu. Nama kelvin diabadikan
sebagai satuan SI untuk
besaran suhu.

Sumber: phys.strath.ac.uk

Tugas 1.2
Tugas 1.2

1. Dari bahasan di atas, coba kamu kelompokkan besaran-
besaran IPA yang termasuk besaran pokok dan besaran
turunan dari tabel pada Tugas 1.1 yang kamu kerjakan.
2. Apakah perbedaan dari kedua kelompok tersebut? Jelaskan.
Buatlah resume dari literatur tersebut, kemudian presentasikan
di depan kelas.

2. Sistem Internasional

Suatu besaran kadang-kadang menggunakan satuan
yang tidak sama walaupun satuan tersebut setara. Contohnya
besaran panjang, kamu dapat menggunakan satuan
milimeter, sentimeter (cm), inchi, meter, depa, jengkal,
hasta, dan kaki. Manakah di antara besaran tersebut yang
benar? Tentu semuanya benar, tetapi tidak ada ke seragaman

6

Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VII

yang menyeluruh dan berlaku secara internasional.
Mengapa diperlukan sistem satuan internasional? Untuk
mengetahuinya, coba kerjakan Tugas 1.3 berikut.

Informasi
Informasi

IPA
IPA

Standar Lokal

Kebutuhan untuk
menimbang logam
mulia secara tepat telah
menyebabkan orang-orang
di ber bagai negara membuat
sistem pemberat tetap atau
baku mereka sendiri. Berikut
ini adalah salah satu contoh
pemberat dari seluruh dunia.

Sumber: Jendela Iptek,1997

Tugas 1.3
Tugas 1.3

Lihatlah kembali hasil Tugas 1.1 yang telah kamu kerjakan.
1. Apabila kamu mengukur panjang benda dengan satuan
panjang yang berbeda-beda, apakah panjang benda tersebut
sama?
2. Manakah yang lebih dimengerti orang lain, ketika kamu
mengukur dengan satuan jengkal dan pensil atau dengan
satuan sentimeter? Jelaskan.
3. Bagaimanakah akibatnya apabila kamu menggunakan
pengukuran dengan sistem yang berbeda-beda?
4. Misalnya, seseorang mendapat dua pesanan membuat
kotak, yang satu dengan ukuran panjang 3 lengan, lebar 0,5
yard, dan tinggi nya 1 feet, dan yang kedua dengan ukuran
panjang 1 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 0,5 meter. Dari
kedua pesanan tersebut, manakah yang lebih mudah untuk
dimengerti oleh orang tersebut? Mengapa?
5. Apakah menurutmu diperlukan suatu sistem yang berlaku
secara internasional?

Kesulitan di atas juga dirasakan pada zaman dahulu ketika
suatu negara memiliki sistem satuan sendiri-sendiri. Oleh karena
itu, di dalam pengukuran diperlukan adanya sistem satuan yang
bersifat internasional sehingga satuan- satuan tersebut dapat
dimengerti oleh siapa pun di berbagai negara. Pada 1960, telah
ditetapkan suatu perjanjian inter nasional tentang sistem satuan
internasional yang disingkat SI.
Syarat satuan sistem internasional adalah:
a. tetap, satuan tersebut tidak mengalami perubahan dalam
keadaan apapun;
b. dapat digunakan secara internasional;
c. mudah dipahami.
Ketika kamu mengukur dengan satuan jengkal, pasti
di berbagai negara ukuran benda yang sama tidak akan
memiliki hasil pengukuran yang sama karena ukuran jengkal
tiap orang berbeda-beda. Pengukuran semacam ini disebut
peng ukuran dengan satuan tidak baku. Adapun pengukuran
dengan satuan yang standar dan diakui secara internasional,
misalnya meter, hasil pengukurannya akan sama. Pengukuran
semacam ini disebut pengukuran dengan satuan baku.
Telah ditetapkan bahwa Sistem Internasional (SI), men-
cakup tujuh besaran pokok dengan satuan- satuan berikut.

7

Pengukuran

Tabel 1.1 Tujuh Besaran Pokok dan Satuannya

No

Besaran

Satuan

Simbol Satuan

1

Panjang

meter

m

2

Massa

kilogram

kg

3

Waktu

sekon

s

4

Suhu

kelvin

K

5

Kuat arus listrik

ampere

A

6

Intensitas cahaya

kandela

cd

7

Jumlah zat

mol

mol

Dari ketujuh besaran pokok tersebut, besaran yang akan
kamu pelajari adalah besaran yang sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari, yaitu panjang, massa, waktu dan suhu.
Satuan- satuan yang lebih besar atau lebih kecil dari SI
di hubungkan pada satuan pokok dengan memberi awalan.
Awalan-awalan yang sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari adalah sebagai berikut.

Tabel 1.2 Awalan untuk Satuan SI yang Sering Digunakan

Awalan

Simbol

Arti

Dalam
Desimal

Contoh

mega

M

1.000.000

1.000.000

megawatt* (MW)

kilo

k

1.000

1.000

kilogram (kg)

centi c

1/100

0,01

sentimeter (cm)

mili

m

1/1.000

0,001

milisekon (ms)

mikro μ

1/1.000.000

0,000001

mikrometer (μm)

* watt = satuan untuk daya

Untuk memudahkan mengubah satu satuan SI ke satuan
yang bukan SI atau sebaliknya, digunakan tangga satuan.

Pengalian 10

kg

hg

dag

g

dg

cg

mg

massa

Pembagian 10

km

hm

dam

m

dm

cm

mm

Pengalian 10

Pem

bagian 10

panjang

Cara menggunakan tangga tersebut, yakni setiap naik
satu langkah bilangan asal dibagi sepuluh. Kemudian, setiap
turun satu langkah, bilangan asal dikali sepuluh.

Gambar 1.3

Tangga konversi digunakan
untuk memudahkan dalam
mengubah satuan.

Perhatikan gambar.

80 cm3

60 cm3

Volume batu sebesar ....

(UN 2004)

a. 20 cm3
b. 30 cm3
c. 40 cm3
d. 140 cm3

Jawaban: (a)

Volume batu = (80 – 60) cm3
= 20 cm3

Perhatikangambar

Pembahasan UN
Pembahasan UN

8

Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VII

1. Jika kamu akan mengubah 2 mm ke dalam satuan meter,
langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Tentukan letak satuan asal yang akan diubah pada tangga
konversi.
b. Tentukan letak satuan baru pada tangga konversi.
c. Jika satuan baru berada di bawah satuan asal, hitunglah
banyaknya langkah ke bawah sampai ke satuan baru.
d. Banyaknya langkah menyatakan pengali dengan bilangan
asal.
e. Jika satuan baru berada di atas satuan asal, hitunglah
banyaknya langkah ke atas sampai satuan baru.
f. Banyaknya langkah menyatakan pembagi dengan
bilangan asal.

2. 1 km = … cm.

Satuan cm berada di bawah km, yakni sebanyak 5 langkah
maka faktor pengalinya adalah 100.000.
Jadi, 5 km = 5 × 100.000 cm = 500.000 cm.

1. Seorang siswa mengukur waktu terjadinya
petir. Stopwatch yang ia gunakan menun-
jukkan 15 ms setelah cahaya petir terjadi
sampai terdengarnya guntur. Berapa sekonkah
waktu tersebut jika dinyatakan dalam SI?
2. Hasil beberapa pengukuran dituliskan
sebagai berikut. Nyatakan nilainya dalam
satuan yang diminta.
a. 0,005 m = ... cm e. 70 mL = ... L
b. 1 m = ... hm f. 1 mg = ... kg
c. 5 kg = ... g

g. 5 mm = … cm
d. 3 MW = ... W h. 0,4 g = … mg
3. Tuliskan yang disebut besaran, nilai, dan
satuan dari hasil pengukuran berikut.
a. Massa tepung 2 kg.
b. Setelah ada jalan tol Cipularang, waktu
yang diperlukan untuk menempuh
jarak Bandung-Jakarta hanya 2 jam.

c. Dalam 100 g beras, mengandung
energi 1.600 kJ.
4. Tuliskan besaran pokok yang menyusun
besaran berikut.
a. Luas dengan satuan m2
b. Percepatan dengan satuan m/s2
c. Kecepatan dengan satuan m/s
5. Perhatikan besaran- besaran di bawah
ini. Tersusun atas besaran pokok apakah
besaran berikut?
a. Gaya = massa × percepatan
b. Tekanan = gaya/luas penampang
c. Massa jenis = massa/volume
d. Energi potensial gravitasi = massa ×
percepatan gravitasi × ketinggian

: 1.000

mm

cm

dm

m

dam

hm

km

Gambar 1.4

Satuan m berada tiga tingkat di
atas mm.

Contoh Soal 1.1

Kerjakanlah di buku latihanmu.

Soal Penguasaan Materi 1.1

Dari contoh di atas, satuan meter berada di atas satuan
mili meter, yakni dari mm ke m. Jika dilihat pada tangga
konversi, terdapat 3 langkah sehingga faktor pembaginya
adalah 1.000.

Jadi, 2 mm = 2

1000
.

m = 0,002 m.

9

Pengukuran

Ayo Coba 1.1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->