P. 1
smp7ipa IPA Asep

smp7ipa IPA Asep

|Views: 23,223|Likes:
Published by Jejen Jaelani

More info:

Published by: Jejen Jaelani on Apr 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2015

pdf

text

original

Pengukuran merupakan kegiatan dan
keterampilan yang penting sekali. Mulai dari
bangun tidur sampai kembali tidur kita selalu
membutuhkan pengukuran. Begitu bangun kita
mengukur waktu lamanya tidur, akan pergi ke
sekolah mengukur waktu yang dibutuhkan
sampai di sekolah. Begitu juga orang lain, yang
akan bekerja pun melakukan pengukuran.
Pengukuran adalah kegiatan mengukur.
Mengukur adalah membandingkan besaran
dengan satuannya.

Pengukuran
Tahukah kamu bagaimana cara pengukuran yang benar itu?

Pengukuran yaitu kegiatan mengukur suatu besaran terhadap satuannya dengan menggunakan
alat ukur yang tepat. Pengukuran harus dapat menghasilkan nilai yang sama untuk setiap orang
dan akan sama di berbagai tempat. Kadang kala pengukuran ada yang bersifat kedaerahan, sehingga
hasil pengukuran untuk daerah lainnya akan berbeda. Untuk memahami masalah ini lakukan
kegiatan berikut ini dengan bimbingan dan bantuan gurumu. Hati-hati jaga keselamatan selama
kegiatan, mintalah bantuan bapak/ibu guru apabila ada kesulitan.

Alat dan Bahan

1.mistar 30 cm,

6.stopwatch,

11. pipa paralon,

2.meteran 3 – 5 m,

7.meja siswa,

12. timbangan atau neraca,

3.jangka sorong,

8.buku siswa,

13. batu, dan

4.mikrometer sekrup,

9.uang logam Rp.100,

14. gelas ukur dan air.

5.satu set pemanas,

10.termometer,

Kegiatan 1.2

14

Langkah Kerja

1.Ukurlah panjang meja siswa dengan jengkal, buku siswa, dan meteran.
2.Ukurlah panjang buku siswa dengan jengkal, dan mistar.
3.Ukurlah panjang atau lebar kelasmu dengan langkah kaki dan meteran.
4.Ukurlah diameter pipa paralon dengan jangka sorong.
5.Ukurlah ketebalan uang logam dengan mikrometer sekrup.
6.Didihkan air, kemudian ukurlah suhunya dengan termometer.
7.Didihkan air, kemudian ukurlah waktu yang diperlukan untuk mendidih menggunakan stopwatch.
8.Masukkan air ke gelas ukur sebanyak 100 ml, kemudian masukkan batu. Catat berapa
kenaikan air setelah diisi batu. Maka tentukan volume batu ke dalam cm3
!

9.Ukurlah massa batu dengan neraca atau timbangan.
10.Bandingkan hasil pengukuranmu dengan temanmu yang ada di kelompokmu.

Kesimpulan dan Analisis

1.Pengukuran yang hasilnya tidak sama dengan temanmu adalah pengukuran ....
a.... dengan ....

d.... dengan ....

b.... dengan ....

e.... dengan ....

c.... dengan ....
2.Pengukuran yang hasilnya sama dengan temanmu adalah pengukuran:
a.... dengan ....

d.... dengan ....

b.... dengan ....

e.... dengan ....

c.... dengan ....
3.Pengukuran yang hasilnya sama, berarti pengukuran baku karena satuannya berlaku secara
umum. Contoh satuan baku yaitu ....
4.Pengukuran yang hasilnya tidak sama, berarti pengukuran tidak baku karena satuannya
tidak berlaku secara umum. Contoh satuan tidak baku yaitu ....
5.Macam-macam alat ukur yang dapat menghasilkan satuan baku, di antaranya:
a.mistar, digunakan untuk ....

f.stopwatch, digunakan untuk ....

b.meteran, digunakan untuk ....

g.gelas ukur, digunakan untuk ....

c.jangka sorong, digunakan untuk ....

h.termometer, digunakan untuk ....
d.mikrometer sekrup, digunakan untuk ....i.cara mengukur volume benda yang
e.timbangan, digunakan untuk ....

bentuknya tidak beraturan yaitu ....

1.Pengukuran Baku

Dari kegiatan tadi kita dapat mengetahui dan memahami cara pengukuran
menggunakan satuan baku dengan benar. Kebenaran pengukuran akan diperoleh apabila
menggunakan alat ukur dan satuan yang tepat.
Di dalam pengukuran, selain aspek kebenaran, aspek kemanfaatan juga harus
diperhatikan. Hasil pengukuran dikatakan bermanfaat apabila menggunakan satuan
pengukuran yang baku. Satuan baku yaitu satuan yang nilainya sama atau tetap dan
disepakati oleh semua orang untuk dipakai sebagai pembanding.
Satuan pengukuran yang nilainya berbeda antara satu orang dengan orang lainnya,
dan satu daerah dengan daerah lainnya, disebut satuan tidak baku.
Contohnya mengukur panjang kelas dengan menggunakan meteran, akan
menghasilkan nilai yang sama dan tetap oleh siapa pun yang mengukur. Maka,
pengukuran ini menggunakan satuan baku. Sedangkan jika mengukur kelas dengan

15

menggunakan langkah kaki, akan menghasilkan nilai yang berbeda
karena langkah setiap orang berbeda-beda.

a.Mengukur Panjang

Panjang merupakan jarak di antara dua titik. Termasuk besaran
pokok yang satuan SI-nya adalah meter (m). Mengukur panjang
dengan secara tidak baku dilakukan dengan alat ukur yang berupa
jari, jengkal, depa, lengan, langkah, dan hasta. Pengukuran seperti
itu hasilnya akan berbeda karena jengkal, lengan, langkah, dan
hasta untuk setiap orang berbeda. Mengukur panjang dengan
satuan baku harus menggunakan alat ukur seperti mistar, meteran,
jangka sorong, dan mikrometer sekrup.

1)Mistar dan Meteran

Mengukur dengan mistar harus
dilakukan dengan ketelitian dan kehati-
hatian karena mudah patah. Cara
mengukur panjang yang benar dengan
menggunakan mistar tampak seperti
gambar di samping.

Gambar1.8
Berapa panjang kertas ini?

kertas

Cara membaca mikrometer sekrup:
–laras menunjukkan jarak 2 lebih sebagai
skala tetap

=2 mm

–pemutar adanya garis laras yang persis ber-
impit dengan skala tetap yaitu garis ke-38

=0,38 mm +

Maka dibaca

=2,38 mm

2)Jangka Sorong

Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter pipa, dan
memiliki ketelitian 0,1 mm. Pada jangka sorong terdapat dua
rahang, yaitu rahang atas sebagai skala tetap, dan rahang bawah
sebagai skala nonius. Jangka sorong terbuat dari logam, sehingga
harus hati-hati sewaktu menggunakannya, karena logamnya tipis
mudah patah.
Cara membaca jangka sorong:
–rahang atas menunjukkan jarak 2 lebih 2
sebagai skala tetap

=22 mm

–rahang bawah adanya garis skala yang persis
berimpit dengan skala tetap yaitu garis ke-4= 0,4 mm +
Maka dibacanya

=22,4 mm

Atau

= 2,24 cm

3)Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur ketebalan plat,
kertas, dan buku. Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm.

16

b.Mengukur Massa

Massa merupakan seluruh kandungan yang dimiliki oleh benda.
Termasuk besaran pokok dengan satuan SI-nya adalah kilogram
(kg). Alat ukurnya berupa timbangan atau neraca. Mengukur massa
berarti membandingkan massa benda dengan massa kilogram
dengan menggunakan alat ukur timbangan atau neraca.
Massa benda yang akan dicari diletakkan pada salah satu
piringan neraca, dan anak timbangan diletakkan pada piringan
neraca yang lain. Kedua piringan itu harus dalam keadaan
seimbang. Apabila setelah seimbang, maka massa bendanya
sesuai dengan massa anak timbangan tersebut. Hati-hati ketika
menggunakan neraca karena neraca ini mudah patah.
Selain dengan neraca lengan, massa benda dapat diukur dengan
neraca pegas. Benda yang akan dicari massanya diletakkan di
bagian bawah neraca, kemudian geserkan anak timbangan sampai
timbangan dalam keadaan seimbang. Angka yang ditunjukkan oleh
anak timbangan merupakan besar massa benda tersebut.

c.Mengukur Waktu

Waktu termasuk besaran pokok dan satuan pokok dalam SI
dinyatakan dengan sekon. Alat ukur waktu jam tangan atau arloji,
jam digital, dan stopwatch. Mengukur waktu adalah membanding-
kan waktu dengan satuan sekon dengan menggunakan alat ukur
jam atau stopwatch.

Mengukur waktu dapat dilihat dari pergeseran jarum jam pada
jam tangan atau jam lainnya. Supaya waktu yang diukur lebih teliti
gunakanlah stopwatch. Stopwatch sering digunakan pada kegiatan
penelitian, karena stopwatch lebih teliti dari jam atau arloji.
Cara penggunaan stopwatch dimulai dari tekan tombol
pengatur jarum ke angka nol. Tekan tombol star untuk memulai
menghitung. Tekan tombol stop untuk melihat lamanya waktu.
Perhatikan posisi jarum panjang dan jarum pendek. Jarum pendek
menunjukkan menit dan jarum panjang menunjukkan sekon. Hati-
hati dengan stopwatch, jangan sampai jatuh, karena mudah rusak.

d.Mengukur Suhu

Suhu menunjukkan derajat panasnya suatu benda. Suhu
termasuk besaran pokok dengan satuan pokok dalam SI dinyatakan
dengan Kelvin, dan alat ukurnya berupa termometer. Mengukur suhu
berarti membandingkan besaran suhu terhadap satuan derajat suhu,
dengan menggunakan termometer. Hati-hati pada saat memegang
dan menggunakannya karena mudah pecah.

e.Mengukur Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir.
Kuat arus listrik termasuk besaran pokok, satuan pokoknya adalah
ampere, dan alat ukurnya amperemeter.

Gambar 1.9
Stopwatch adalah alat
ukur waktu. Berapa
waktu yang ditunjukkan
oleh stopwatch ini?

17

Gambar 1.10
Rumus luas pada beberapa bentuk benda

L = ½ x t x a

t

r

L = 3,14 x r x r

L = p x

p

p

L = p x p

Masih Ingatkah kamu, apa saja besaran
turunan itu? Dalam pembelajaran kita akan
mengukur luas dan volume.

a.Mengukur Luas

Luas sebagai besaran turunan, yang berasal
dari besaran pokok panjang dan panjang. Satuan
luas menurut SI adalah meter persegi (m2

).
Mengukur luas dapat meng-gunakan rumus.
Rumusnya tergantung dari bentuk bendanya.
Perhatikan rumus mengukur luas pada beberapa
bentuk benda di samping ini.

b.Mengukur Volume

Volume atau isi merupakan besaran turunan
dari panjang, panjang, dan panjang. Satuan
volume menurut SI adalah meter kubik (m3

).
Mengukur volume dapat menggunakan rumus
seperti pada gambar di samping ini.

Sedangkan untuk benda yang tidak beraturan
seperti batu, untuk mengukur volumenya
menggunakan alat ukur yang berupa gelas ukur
dan gelas pancuran disertai gelas ukur.

1)Gelas Ukur

Masukkan sejumlah air ke dalam gelas ukur,
kemudian catat volume airnya sebagai V1.
Masukkan batu ke dalam gelas ukur itu, kemudian
catat volume airnya sebagai V2. Maka hitung
kenaikan airnya dengan rumus V2 – V1 sebagai
volume batu itu.

2)Gelas Pancuran

Masukkan sejumlah air ke dalam gelas
pancuran sampai air ke tepi pancurannya.
Letakkan gelas ukur tepat di bagian bawah

Gambar 1.11
Rumus volume pada beberapa bentuk benda

V = p x x t

p

t

S
V = A x t

t

A
V = A x t

2.Pengukuran Baku pada Besaran Turunan

Gambar 1.12
Mengukur volume zat padat dengan gelas ukur

200

100 ml

200

100 ml

air

air

a.Mengisikan air ke gelas
b.Cara melihat isi air
c.Volume air naik

gambar ukur 1

gambar ukur 2

pancurannya. Masukkan batu yang akan diukurnya. Air yang ada
di dalam gelas pancuran terdesak ke luar yang akan ditampung
oleh gelas ukur. Volume air yang ada di gelas ukur sama dengan
volume batu.

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->