KISAH PENDEK YANG MENGGETARKAN KALBU

( BACA & RENUNGKANLAH )

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,“Nak, apakah benda itu?” “Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!” Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, “Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah. “Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah. Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. “Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. “Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apa itu?” Dan aku menjawab, “Burung gagak.” Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. “Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara, “Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang

Kita hanya wayang. saat cukuran itu selesai. Saat berdiri di depan pintu barber shop. tanpa diperhatikan segala kebutuhannya oleh Gusti Allah! Sudah paham belum kamu. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. Fadhlan?!” Kyai Ahmad mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan. hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan. kemiskinan. Buktinya. namun dengan anak 9 orang. Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua. ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu. rasanya tidak ada kebanggaan diri. keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. kalau Gusti Allah benar menjamin hidup hamba-Nya… kenapa hidup saya seperti sia-sia begini ya… nyari nafkah saja kok susah!” Fadlan menyampaikan keluhnya. “Tapi pak kyai…. pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu! Begitu juga manusia… gak mungkin dia hidup di dunia.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan??? Memohon Nafkah Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. maka segala masalah mereka terselesaikan!” “Apakah hanya sesederhana itu. ia masih tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani. Ia merasa bingung. Banyak di dunia ini orang yang bermasalah. Maka pembicaraan pun terhenti. sampai cukuran selesai pun ia tetap tidak menemukan jawaban. hormatilah mereka. PESAN: Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu.” Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat. ia terserang kantuk. ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. saat itu Allah Swt mengirimkan . ia dimainkan oleh Dalang. Benar. namun rezeki masih tetap sulit ia cari. ‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’ ‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya. Tidak banyak yang ia kerjakan. ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad. Makanya hari itu. Fadhlan belum mengerti betul apa maksud sebenarnya dari kata ‘datang kepada Allah’. ‘Ya. Namun sayang. sampai sekarang Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. si tukang cukur menimpali. “Hidup ini adalah adegan. terlilit hutang. Tidak pernah ia lihat Kyai Ahmad bermuka muram seperti dirinya. Pasti. ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar…. terserang penyakit. si tukang cukur mulai bicara: ‘Pak. seolah ia telah memenangkan perdebatan. Akhirnya. Tukang cukur merasa kesal. Namun dalam langkahnya. “Fadlan…. Sementara si tukang cukur tersenyum sinis. Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. sementara dalangnya adalah Gusti Allah! Jadi. “Ya. Kata orang. “Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri yang terkenal atheis. sepertinya mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Kepalanya mulai mengangguk-angguk karena kantuk. kelaparan. Kalau kamu datang kepada Gusti Allah. rezeki itu bisa datang sendiri. rezeki sulit. “Gak mungkin… kalau wayang itu manggung sendiri. Si pelanggan terdiam. Dengan santai Kyai Ahmad menjelaskan. Tapi nyatanya. Dalam hati. manusia itu hidup karena disuruh ‘manggung’ oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan. saya percaya adanya Tuhan!’ Agar pembicaraan tak terhenti. hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan. Saat rambutnya dicukur. “Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. apalagi kalau sudah menikah. Tak lupa. ‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan. Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut. ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. kemiskinan dan lain-lain. seorang pria pergi ke tukang cukur. si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil. Pak Kyai bercerita. pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran. namun untuk membangunkan pelanggannya. Sudah banyak cara telah ia tempuh. kelaparan dan lainlain… Itu disebabkan karena mereka tidak datang kepada Allah. dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. ditimpa berbagai macam penyakit. punya hutang segunung. apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’ Pelanggan menjawab. sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak. Namun kalau terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan.kesabaran serta marah. ia berpikir keras mencari jawaban. Terus terang. semua masalah di dunia ini bakal selesai asal kita datang kepada Allah. Ini khan bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup lantang. Kalau saja mereka datang kepada Allah. Sementara selama di panggung.

” ”Mau ambil berapa?” tanya saya. Terlihat Fadlan menganggukkan kepala tanda mengerti. Bagaimana bila Senin?” ”Senin juga tidak apaapa. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt. Yu?” Yu Timah tidak segera menjawab.000 atau Rp10 ribu setiap bulan. saya mau mengambil tabungan. malu sebab dia orang miskin dan buta huruf.” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. ”Saya mau beli kambing kurban. saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. janggutnya pun lebat berantakan. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur. ‘Naaaahhhh…. Fadlan sudah mulai yakin.” Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bagaimana dengan Anda? Belum Haji Sudah Mabrur Ini kisah tentang Yu Timah. ”Enam ratus ribu. “Pak Kyai. ‘Pak. Namun. Pak. cukup untuk beli satu kambing. pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. tak punya sumur sendiri. Dia kembali ke kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. ke tempat saya… Andai dia datang. sambil tersenyum malu-malu. pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Katanya. Rambutnya panjang tak terurus. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. ‘Pak… bukan Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Inilah hebatnya. Saya tidak buru-buru. Tukang cukur tersenyum. di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’” Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Tapi Yu Timah bertahan. Pak.. maka cara termudah yang dapat ia kerjakan hanyalah dengan ‘Datang dan Memohon kepada Pemilik Nafkah!’ Fadlan telah meyakini hal ini. Menunduk. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan. pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. seiring usianya yang terus meningkat. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu. Malah maunya bersimpuh di lantai. Dia menabung Rp5. Untuk apa. Bank kita sudah tutup. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR!’ Merasa aneh dengan pernyataan itu. Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Meski hidupnya sangat miskin. Demi melihat hal sedemikian. Rambut panjang tak terurus. tukang cukur balik bertanya. ‘Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. ”O. “Jadi…. maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’ Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara. Dia salah seorang penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang kini sudah berakhir. ‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Dia sebatang kara. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan!’ ‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. berdinding anyaman bambu. tentu bisa. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Andaceritakan tidak mau hadir dan datang ke sini. janggut lebat berantakan. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun. tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata. namun selalu saya cegah.” ”Kok banyak sekali. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!’ ‘Begini pak. Yu Timah adalah penerima BLT yang sebenarnya. Usia Yu Timah sekitar lima puluhan. Namun setelah menjadi penerima BLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. itu dia jawabannya. Maka rumahnya berlantai tanah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan. ”Pak. Fadlan merasa yakin bila dirinya hendak mencari nafkah. Maka ia berjualan nasi bungkus.jawaban padanya. Tapi bagaimana caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?” Usai pembicaraan dengan Kyai Ahmad. Dan Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu. berbadan kurus dan tidak menikah. rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya. Karena lama tidak memberikan . Bahkan dia mengulangi katakatanya karena saya masih diam. Yu Timah ingin mandiri. sejenak kemudian dengan enteng ia berkata.

Mama sering tidak segan-segan berkata bahwa “mama banggamu nak”.tanggapan. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. televisi. tapi uangmu tidak kau belikan makanan.. kebanggaan ini juga dirasakan oleh eyang mama dan eyang papa. oma danbude pakde juga om kamu nak. Yu.10wib engkau hadir di tengah kehidupan kami nak. Itulah sebabnya engkau menjadi salah satu Sahabat Terbaik mama. Kau tunaikan amanah kami dengan memberi laporan singkat jelas dan padat apa yg terjadi saat mereka ditinggal. kehangatan dan kejujuran akan berakhir dengan ketiganya pula. Seorang ibu yang tiada mengenal lelah untuk mengkampanyekan ASI sebagai makanan terbaik bagi buah hatinya. Kamu yang belum naik haji. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. engkau menjadi sekolah sekaligus guru bagi mama. Lalu minta diri. Yu. kami pilihkan menjadi nama belakangmu dg harapan engkau termasuk ke dalam golongan orang-orang yg gemar menolong layaknya kaum anshor. jam 10. Tapi Yu. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudahberbau surga. kau hapus air mata mama setiap mama menangis karena rindu dengan almarhum opamu. atau tidak akan pernah naik haji. engkau sudah menjadi tempat mamamu curhat. Setelah Yu Timah pergi. bahwa kasih sayang. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban. saya termangu sendiri. Saya sudah bulat. entah engkau paham atau tidak setiap ada kegundahan engkau bantu meringankannya dengan jalan mendengarkan nak. walau engkau hanya seorang diri yg melakukannya di kelasmu. Engkau ajarkan pada mama. sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. ”Iya. lalu engkaupun memeluk mama.. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita. walau sebagai manusia sering sabar itu hilang. dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang. Sebagai anak pertama. Ketika adik-adikmu lahir. Senyumnya ceria. Selamat Jalan Khonsaa “sebuah curahan hati seorang ibu yang baru saja kehilangan putri pertamanya. mengerti. engkau berubah menjadi sosok kakak yang begitu dewasa. Ah. Matanya berbinar. Engkau buat kami bangga dengan keistiqomahanmu untuk mengenakan jilbab di usia 6 tahun.A” Selasa. Engkau mengajarkan pada mama bahwa kesabaran tidak berbatas. Al Anshoriyah. namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. tapi kali ini akan saya langgar. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji. hingga akhirnya beliau pun ikut syahid. Yu Timah.” Wajah Yu Timah benderang. yang kau lakukan hanya menangis dan mengadu pada mama. Kau butikan kecerdasanmu dg hasil IQmu yg sangat jauh di atas rata-rata dan prestasimu sebagai juara kelas. Jadi. Kau tenangkan mama. Dengan lembut kau bisikan di telinga mama “jangan sedih ma”. Engkau kami beri nama Khonsaa’ Al Anshoriyah. . Apabila ada mainan atau bukumu yg dirusak oleh adikmu. Saya benar-benar ingin berkurban. di usia yg masih sangat muda. Sempurnalah rasanya mama menjadi seorang wanita dengan kelahiranmu. Bagaimana naluri keibuan mama terasah dengan keberadaanmu. menghayati. Khonsaa’ adalah nama seorang sahabat Rosul wanita yg merelakan ke3 anaknya mati syahid di peperangan. Ternyata. saya jadi malu. atau pakaian yang bagus. Dari balita. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. walau kami orangtuamu tahu hal itu berat engkau lakukan. Elona Melo T. Kami sering memberimu tanggung jawab “titip ade-ademu ya mba” setiap mama dan papamu pergi. Kapankah Yu Timah mendengar.itu sering kita bersama...” ”Baik. Yu Timah. 17 Juli 2001. walau di rumah ada yang lain. mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. banyak mengalah. Itu sebabnya papamu meminta mama untuk tetap di rumah menemani engkau dan adik-adikmu. apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?” ”Iya Pak. Ya. ibu adalah guru pertama sekaligus terbaik bagi anak-anaknya. dengan harapan mama akan memperbaikinya. Kamu sangat miskin. Kau ajarkan bahwa.

Terbukti dari cerita guru-gurumu bahwa engkau tidak segan-segan menolong temanmu yg kesulitan dalam belajar.Ya Rohman. Padahal engkau pun belum erlalu mahir berenang nak. mama dan papa langsung menjerit dan lari menuju kolam. walau resikonya ditegur oleh gurumu. Salah satu kesalahan mama terbesar padamu ialah tanggal 13 Desember 2009... Bahkan suatu waktu.Mama menemuimu di ruang UGD ketika engkau telah terbujur kaku nak. ketidaksabaran yang sebenarnya masih sangat bisa ditahan. ketika mama menyusui adik-adikmu engkau berada di dekat mama sambil engkau bertanya “aku dulu nyusu juga ngga ma”.Dunia seakan berhenti berputar. Mama lebih milih berada di kamar hotel dan membiarkanmu beserta papa dan kedua adikmu ke kolam renang yg ketika itu memang ramai. yang penting sudah usaha”. Ketika mama menangis menyesal bila memarahimu dan adikmu. banyak sekali kesalahan yg mama perbuat padamu nak. saat anak mama tenggelam. buku-buku. Lagi-lagi engkau menghibur mama dg berucap “nggak papa ma. Seketika itu juga mama tidak mampu menahan tangis.. Mba Rahmi dan Mba Siti. Kau buktikan.Al Anshoriyah. yang selama ni membantu mama mengurus rumah juga ikut menemani kalian. yang kau ucapkan hanya “nggak apa-apa ma”. mama tahu ketakutanmu pada air yang kau coba hilangkan edikit demi sedikit. inilah saatnya Engkau ambil titipanmuyg pernah Kau tanamkan dalam rahimku. Kemarahan yang kadang melampau batas. Mama juga bangga padamu ketika seorang wali murid menceritakan bahwa menurut anaknya.Mama seorang guru renang nak. Dimana mama. nilaimu dikurangi karena dengan ikhlasnya soal ujian temanmu kau kerjakan dari awal hingga selesai. namun di sisi lain mama melihat sikap rela berkorbanmu yg begitu tinggi. dengan murid tak terhitung jumlahnya. music. aliran darah seakan terhenti.betapa marahnya mama ketika tahu kejadian itu. Padahal.??Allohu akbar. Mana guru renang yg berkali-kali menolong orang yang bisa sajanyawanya melayang dikolam renang…?? Mana…. bahwa dunia online seharusnya memang digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. kamu sudah begitu akrab dengan keduanya. sembari berucap “itu salah satu kebodohan mama nak. engkau betul-betul anak yg gemar menolong..dalam perjalanan menuju rumah sakit di kepala mama yang ada hanya rasasesal.. bekas luka kecil cacar di hidungmu. kamu adalah “the coolest girl in the class” karena wawasanmu yg luas.. Sebagai mama.. dan memang itulah tujuan kita menginapdi hotel...! Saat teman-teman seusiamu masih belum kenal dunia komputer dan online.begitu banyak yg kau ketahui nak.Ya Rohim. Dari masalah gadget. Mama ceritakan alasannya bahwa luka yg ada tdk mampu mama tahan. hanya itu kalimat yangmama ucapkan seraya berlari ke arah kolam. Saat kita pindah. Engkau memang canggih nak.. Hanyakarena keletihan yang sebenarnya masih bisa mama tahan.Ya Robbi. Ingat nak. Seketika itudunia terasa gelap. papamu mahir berenang..melihat sesosok tubuh tertutup kain putih… Ya Alloh. Mama bahkan seringbercerita padamu kejadian-kejadian saat mama menolong beberapa orang yang hampirtenggelam… Tapi.Sekelebat terlintas rasa marah dan was-was silih berganti. poppin (satu bentuk tarian).. pelajaran. bahkan tidak terhitung. Inikah teguran atas kesombonganku ya Alloh?”Sebegitu sombongkah aku hingga Engkau mengujiku seberat ini?Dan…hari itu Alloh menunjukkan kuasaNya.rasanya tidak percaya hingga mama lihat tanda lahir di lengan kirimu.. Ingat Khonsaa’ ketika tanpa engkau sadari caramu dan adikmu berbicara mulai berubah dan menjadi bahan becandaan sepupumu di jakarta…? Itu membuktikan betapa dirimu mudah bergaul nak. maafkan mama krn mama tdk menyusuimu”.Mana guru renang yang mahir berenang 4 gaya. engkau terlihat sedih karena harus meninggalkan sahabatmu.. Engkau buat blog pribadi saat usiamu masih 7 tahun. yg engkau lakukan hanya mengamati papamu yg sedang asyik dengan pekerjaannya.“Mana pool guard yang seharusnya menjaga kolam renang”.30 menit kemudian papamu kembali ke kamar hotel dan.. tahi lalat di telingamu dan sekujurbadanmu yg mama hafal bentuknya satu persatu ..??. Ingat nak. Bahasa Sunda. Niatmu punya Facebook dan akrab dengan dunia online engkau ceritakan dalam rangka “jangan mau jadi gaptek”. dari Jakarta ke Bandung..namun engkau sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. namun sekaligus gembira setelah mendengarkan cerita mama bahwa kelak kamu akan mendapat temanteman baru dengan bahasa yg tidak biasa. Sering sekali engkau cerita ke mama hasil browsingmu ke beberapa web hanya untuk membedakan “akar tunggal dan akar serabut”. tidak lama telpon punberdering memberitahu bahwa engkau tenggelam…!!! Bagai tersambar petir. mama tidak menemanimu dan dikmu yg pagi itu semangat sekali ingin berenang.

mama akan menjadi ibu yang jauh lebih baik darisebelumnya.. Namun. Hamzah mengajak Ridwan duduksebentar.syahidahku! “Ketahuilah bahwa pertolongan menyertai kesabaran.karena kamu anak mama. Kau tunaikan itu semua nak.Malam harinya. setiap hari Hamzah pulang kantor dengan tergesa-gesa... bukan karenapersoalan besar. mama buktikankalau mama kuat menerima kepergianmu.Al Anshoriyah. tanpa berpikir lagi apakah engkau dengar atautidak. bermain hujan bertiga adikmu. mamatahan air mata dan rasa marah yang sebenarnya lebih mudah bila diledakkan saat itu juga.”Bagaimana caranya untuk mengetahui kalo anak berumur 15 tahun menyayangi orangtuanya” ? Ya. Hari itu Hamzah membeli bola berukuran besar. Dan. Ini saat yang tepat menanyakannya. mama bersyukur karena telah dipercaya oleh Alloh menerima amanahseorang gadis kecil yang sangat special di mata setiap orang yang mengenalnya.tiba-tiba Ridwan berkata ”Abi. latihanrenang intensif selama liburan nanti….. Mama segera memeluk jasadmu nak.Bantu mama agar kuat nak. Lebih besar dari ukurantubuh Ridwan. Hamzah mengambikan segelas air minum yang akan diminum berdua. semua itu tinggal janji…Engkau tunaikan janjimu… tapi pada siapa mama tunaikan janji-janji mama nak. yang tidak berada di dekatmu saat-saat terakhir hidupmu. Hamzah terdiam. Sambil memandikan jenazahmu. Ridwan sayang sama abi ga ?” Kali iniRidwan menatap wajah Hamzah. Malam itu 9 bukudibacanya sampai habis. Hamzah berinisiatif untuk menyeka punggung Ridwan.Mama sangat merindukanmu.Walau pedih.Tetap saja ada perasaan sedih yang menghantui relung hati Hamzah.namun.. Mereka bermain lebih lama.?Cita-cita kami orang tuamu ingin merawat dan mendidikmu hingga dewasa... Kaliini Hamzah membacanya dengan sabar dan lebih lama dari biasanya. Hingga mereka letih bermain. Dada ini terasa sesakmenahan sebuah beban yg terasa seperti sebuah gunung yang sangat besar. terbesitkeingginan untuk menanyakan kepada anaknya ”Nak. Demi mengharap ridho Alloh Azza Wajalla. mama akan kuat melepasmu walauberat.. bukan juga permasalahan ekonomi keluarga. Ridwan sayang ka sama abi?”… . mengharapkan kitasemua bisa bertemu maut dengan kesyahidan. ”Nak.. Hamzah rela menjadi penjaga gawang yangberpura-pura jatuh ketika menangkap bola. Meskipun jugaHamzah mengakui kalo dirinya bukanlah ayah yang baik.Banyak sekali janji mama padamu nak. menyambangi sahabatsahabatdan guru-gurumu di Jakarta.Janji mama terakhir kalinya padamu anakku. Dan Hamzah mengakui hal itu. mama tahan dorongan ingin menjerit sekeras-kerasnya. Sebab hanyasatu tujuannya. Mama akan merawat kedua adikmu. kesedihannya karenasatu pertanyaan yang dilontarkan pemateri ketika mengikuti acara Smart Parenting. engkau tolong kamidengan kepergianmu. kesedihan. Mulai hari ituia bertekad untuk menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anaknya. mama tahanemosi mama nak. Bagaimana mendapatkan jawaban dari Ridwan anaknya ! Bermain danbercengkerama dengan anaknya lebih lama adalah solusi yang tepat untuk mendapatkanjawaban kata ”Iya”.. Hamzah membacakan buku ”Akhlaq Islami” kepada anaknya.Demi meyakini. hanya kata maaf yg mampu mama ucapkan di telingamu.sahabatku. Dan itu terjadi berulang-ulang hinggamengundang tawa Ridwan. mungkin pertanyaan itu ditanyakan ketika suasana tidaktepat pikirnya.Mulai saat itu. Demi meyakini akan syahidnya seseorang yang wafat karenatenggelam.Rasa sesal tidak menjadi ibu yang sempurna begitu hebatnya mama rasakan hingga saat ini.Semoga Alloh Sang Ilahi Robbi.Mama sangat mencintaimu anakku.guruku.digantikan dengan sebuah cita-cita mulia yg tak mampu kami ucapkan. pertanyaan itulah yang manjadi beban pikiran dirinya saat ini. Mama banggapadamu. Hamzah menanti…. Sedihnya Hamzah. bahwa engkau akan menjadi hijab api neraka bagi orang tuamu yangkotor ini. Pikiran Hamzah. memaafkan semua kesalahan mama padamu. ayomain bola lagi !….Engkau penuhi janjimu nak. demi janji mama padamu. jalanjalan ke dufan dan menaiki semua wahana karena kini engkau sudah tinggi. marah ketika terlihat oleh anak berusia 2 tahun adalah perkara yangberbahaya untuk perkembangan emosionalnya. Namun. Ketika usapan demi usapan dilakukannya.. Hingga ketika anaknya terlihat mengantuk. walau air mata penyesalan. mama bisikkan di telingamu bahwa. Engkau gemar menolong saat masih hidup. Marah adalah hal yang wajarterjadi. kerinduan inginmemelukmu tak mampu mama bendung. Ayah berumur 29 tahun itu terlihat sering murung.. sesungguhnya ada kelapangan bersama kesusahan dan sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan” Foto 4 x 6 di Saku Bajumu Nak… Seperti hari-hari kemarin. hadiah sepeda BMX bila engkau juara kelaslagi.Mama akan kuat.Maafkan mamamu nak..

kalau marah dia cenderung diam dan pergike kantornya bekerja sampai subuh. Tapi Ridwan tetap tak mauganti baju.Sore itu.eh.ternyata Ridwan tak mau ganti baju.Dia menciumku maksimal 2x sehari. Sambil mengusap punggung. ternyata Ridwan keburu tidur sebelum ditanya. dipandanginya wajah anaknya.biarlah. Ketikamencuci. maafkan abi jika ternyata abi bukanlah ayah yangbaik untukmu.memang dia tidak romantis. ayo berangkat” kata Hamzah. Hamzah berkata di telingga anaknya. Maka kali ini Hamzah melakukan aktifitasseperti biasa. pagi menjelang kerja. Maka diiringilah tidur Ridwan dengan tilawah. Aku pikir dia workaholic. kami jarang pergi nonton berdua. Meskipun menjelangpernikahan selalu terjadi konflik. Malam pun berlalu. ia belajar memaki Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri Jika anak dibesarkan toleransi ia belajar menahan diri Jika anak dibesarkan dorongan ia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan pujian ia belajar menghargai Jika anak dibesarkan sebaik-baik perlakuan ia belajar keadilan Jika anak dibesarkan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan Jika anak dibesarkan dukungan ia belajar menyenangi dirinya Jika anak dibesarkan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya (dorothy law nolie) Perempuan Yang Dicintai Suamiku “Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya… Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya… Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. mungkin ialetih bermain tadi siang. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis. dompetnya berserakan! Ridwan ternyata telah bangun ketikaHamzah ke masjid.Sepulang shalat subuh. Waktu menunjukkan pukul 06. Bahkan sampai menangis ketika bajunya mau dilepas. Foto dan tanda pengenal berceceran kemanamana. .itu pun kalau aku masih bangun.Abi sudah tahu jawabannya”…… Anak-anak Belajar Dari Kehidupannyajika anak dibesarkan dengan celaan. tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menurutiapa mauku. Tumpukan baju satu persatudicucinya. Baju yang dipake seharian. Dengan sabarHamzah mengambilnya dan memperbaikinya kembali. ”Nak.Setelahterlelap tidur. Hamzah meminta istrinya untuk mengganti baju Ridwan yang kumal karenabesok pagi giliran Hamzah yang mencuci baju. Tapi biarlah. abi akan berusahamenjadi ayah yang baik”. Bajubermotif mobil traktor dengan saku di depan itu terlihat kumal. Hingga tiba pada baju bermotif traktor Ridwan. aku pikir. dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.bahkan makanberdua diluar pun hampir tidak pernah. mandi.”Ok ummi.Kami jarang ngobrol sampai malam. Hamzah berkata ke anaknya”Jangandibuka dompet abi ya. Nanti kalo hilangbagaimana ? ” Ridwan mengangguk tanda setuju. Menjemput Ridwan di rumah nenek yang ternyata memakai baju yang samadengan baju tadi pagi. ”Oke! Ayo kita toss dulu” kata Hamzah. Hamzah menggiring Ridwan untuk tidur lebih awal. Kami tidak pernah bertengkar hebat. dan saat dia pulang kerja.50. Hingga engkau sulit mengatakan kata ”Iya”. disini banyak tanda pengenal yang penting. baru pulang ke rumah. Hamzah pulang tak lagi tergesa-gesa. Kalau kami makan di meja makan berdua. tanpa jawaban yang diimpikannya…. Ridwan belum bangun. kemudian mengantar anakkami sekolah.Ridwan terdiam. Karena takut terlambat kekantor. makannya pun sedikit.Dan Ridwan pun mengangkat dan membuka jarinya untuk toss dan tersenyum.Sepulang shalat subuh. Tidurnya sangat sedikit. Hamzah menemukan foto 4×6 dirinya di saku baju Ridwan…Dan hal itulah yangmembuat Ridwan tersenyum dan berkata dalam hati ”Tak usahlah engkau berkata ”Iya” Nak. Kata nenek ”Ridwan ngak mau ganti baju. dia jingkar ( Menangishebat ) kalo bajunya mau dilepas”Malam itu Hamzah tak ingin bermain bola bersama anaknya. Hmm…. Toh Ridwan tak menunjukkan itikadmengucapkan kata-kata ”Iya” untuk dirinya. maka biarlah Ridwan tidak mandi dan tak mau ganti baju. Bajunya yang dipake tidur tidak mau digantinya.

dan dalam sehari bisa menciumku lebihdari 3x.aku tidakpernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku. dan harus dirawat di RS. lalu dia terus mengajakMario bercerita sambilmenyuapi Mario. Tidak adaperasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu.Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu. Kalau akutanya. hatikupun akan mendung. bukan obrolan yang terdengar. Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Lebih sakit dari rasasakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangiaku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. akutidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini. Aku hanya tidak ingin menyakitiperasaannya.Anak sulungku. Meisha begitu manis. membawakan donat buat anak2. dia bilang. Kalau hari libur. kadang mengajakku nonton. bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya. bahkan gerimis kemudian. karena jarang makan. seperti ketika cintauntukmu tumbuh secara alami. sini piringnya”.Aku tidak tahu. dia lebih sering hanya tiduran di kamar. seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengankalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. 5 bulan lalumereka bertemu. Sampai suatu ketika.Pada saat dia masih di ICU. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Aku mencintai Rimakarena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya. seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa . Akusedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal. dan menyapa dengan suara riangnya. tidak pernahsedetikpun!Hatiku terasa sakit. tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. tidak ada perasaan rindu yang tidakpernah padam ketika aku tidak menjumpainya. penuh kehangatan danpenuh cinta.Suatu sore. laki2 maupun perempuan bahkanmungkin serangga yang lewat. bernama meisha.Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu. mendung begitu menyelimuti jakarta. tapi aku tidak pernah melihat matayang begitu cantik seperti yang dia milii. Meishabercerita Mario sangat pendiam. aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Meishayang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklanuntuk perusahaan tempatnya bekerja.“Hai Rima. Matanya bersinar indah. meskipun aku menikahinya. dia tersenyum manis padaku. dan sering jajan di kantornya. karena Mario tidak jugamau aku suapi.Meisha tidak secantik aku. Setiap orang. atau main dengan anak2kami. Lebih sakit dari rasa sakit.setiap mau pergi kerja. saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit. ada pekerjaan yang membingungkan. karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Karena dia sangat pendiam. dan membaca surat elektronik itu. Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario. karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. hanya denting piring yangberadu dengan sendok garpu. Hatiku tetap terasa hampa. aku sebenarnya kecewa.dia bisa hadir tiba2. karena dia ibu dari anak2ku. dia datang bersama suami danke-2 anaknya yang lucu2. “Mama. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahunpernikahan kami. Dear Meisha. seorang perempuan datang menjenguknya.Ketika aku menikahinya. apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadariitu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu. seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun. Dia memperkenalkandiri. tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untukmengisi kekosongan hatiku. mau lihat surat papa buat tante Meisha?”Aku tertegun memandangnya. temannya Mario saat dulu kuliah.dan memanggilku. kali lain. dan membawakan ekrol kesukaanku. Tapi di saat lain. ketika dia tidakmau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. aku tidak pernah menyangka. Atau termenung memegang Hp-nya. apa yang bergejolak dihatinya. di suatu hari yang terik. Meisha masuk kamar. Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku. aku menyangka diamemang tidak suka tertawa lepas.Dia mengajakku jalan2. sehingga jarang punya teman yang akrab. Dan…. Lebih sakit daripada sakit ketikadia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. dibanding makan dirumah. dia kena typhoid. ketika dia berbicara.Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Dia berhasil membuka password email Papanya. seperti siang itu. bahkan pada Rima.Aku tidak pernah bertanya.kami asyiksendiri dengan sendok garpu kami. dia begitu sederhana. Dia membelikan aku parfum baru. tidakpernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya. dia jarang sekali tertawa lepas.dia sering termenung di depan komputernya. dan mulai sering tertawa lepas. rambutnya keritingikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makanjuga? uhh… dasar anak nakal.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Sejak itu. memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagiabersamaku.Meskipun hatikuterasa hampa. Aku bukanlah wanita yangsempurna yang engkau inginkan. dan aku tetap merawatnya dengan setia.Aku melihat matamu begitu terluka. ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir. Setahun kemudian… Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. “kenapa. yang hanya aku berikanuntukmu. aku menulis surathampir setiap hari untuk suamiku. “Mario.“……. Aku belajar masak. Aku terpuruk dalam kehancuranku. aku hanya berharap bahwa engkaumengerti. tapi tidak jiwaku dan cintaku. Aku merasa di atasangin. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Engkau lihat kan.yours. Mario merasa heran. telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaikusehingga mau melakukan apa saja untukku…. namun tumbuh dengan lebat secara alami. Mario. engkau tidak lagi sedingines. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita. dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku mencintaimu. you are the only one in my heart. karena aku tidak pernah lagi bermanja danminta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Biarlah diamencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan .Mario terus menerus sakit2an. ketika kamu asyik bekerja. Tidakkah dia tahu.Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertamakali bekerja di kantormu. Dan akuselalu meneleponmu. Aku tidak lagi sukabertengkar dengan ibumu. asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa. Itu yang aku rasakan. Rima? Kenapa kamumesti cemburu? dia sudah menikah. ketika berkata. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnyamenyukai Mario. tidak pernah aku berikan untuknya. dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku dulumemintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran.pernahmendapat siraman dari pemiliknya. sedangkan teman2ku sudahmenikah semua. Meskipun baru berusia 7tahun.“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah. suamiku…. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bolamatamu saat memandang Meisha……”Disurat yang kesekian. itu tidaklah mengapa. lalu aku belikan motor untuk mengantardan menjemput anak2ku. Kebahagiaan Mario adalahkebahagiaanku juga. aku si puteri cantikyang diinginkan banyak pria. karena aku akan selalu mencintainya. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuksebelah tangan. bahwa aku juga seorang perempuanyang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja. Betapa malangnyanasibku.Aku tidak akan pernah bisa memilikimu. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidakpernah minta disirami. aku tidak lagisuka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta darimatamu untukku. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Tanah pemakaman itumasih basah merah dan masih dipenuhi bunga. aku tidak lagi marah2 padamu.. dan selalu kubuatkanmasakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros. dan selalau menabung. Aku mengumpulkantabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Engkau mulai terasa hangat. Diamencintai perempuan lain. dan tidak memperdulikan aku.Sekarang aku menyesal. dan aku letakkan di lemaribajuku. Jelita. Dengan pura2 tidak tahu. akan membuatmu jatuh cinta padaku. diabisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu.Ternyata aku keliru….Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Dia boleh mendapatkanseluruh hartaku dan tubuhku.Istrimu. karena kau sudah menjadi milik orang laindan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.Aku bersumpah. Surat itu aku simpan di amplop.Aku telah berubah. anak sulungku memelukku erat.Betapa tidak berharganya aku. Rima”Di surat yang lain. aku sudahmembuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Aku begitu terpesonapadamu yang pendiam dan tampak dingin. Mario Mataku terasa panas. dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”Aku tidak perduli. Aku mengumpulkan kekuatanku.dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripadadia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Akusering marah.

Ketika mama menyeberang jalan. Mario…… Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang. inikah tanda2cinta mulai bersemi dihatimu ?………”Jelita menatap Meisha. tapi dia sangat dewasa.Engkau memelukku. tiba2 mobilitu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar.Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. tapi karena dia belahan jiwaku…. dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah……. Dear Meisha. Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih.Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya? Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan. yang masih terduduk disamping nisan Rima. dia terus melambai-lambaikan tangannyakepadaku.Disurat terakhir. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah. dan tadinya aku ingin Rima membacanya. Meskipun belum terbit juga. tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang. karena hari ini aku akanmasak. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. aku akan tetap berusaha danmenantinya……. dan bercerita. dan hampir 9 tahunkita menikah. dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan.Tante…. Meisha. aku akan membelikan mobil mungil untuknya. pagi ini…“…………. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku.Mama memarkir motornya di seberang jalan.dia begitu cantik. Dan tadi. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”. dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku.siang ini? Akumerawatmu jika engkau sakit. baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu. di rumah sakit saat engkau dirawat. supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. 6 tahun kita pacaran.Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. karena waktu pulang hujannya deras sekali. Semuanya telah terjadi. akumenungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu. Bukan karena dia ibu dari anak2ku.. sampai kehujanan dan basah kuyup. aku sangat khawatir dan memeluknya. “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah BudeTati. masakan yang paling enak sedunia. tapi aku selalu menyayanginya.……………………………………… . ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untukmerasakan sakit di hatinya.. sinar cinta itu dari matamu. aku melihat sinar kekhawatirandimatamu.”Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…dipeluknya Jelita yang tersedusedu disampingnya..Saat aku tiba di rumah kemarin malam. Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda. Tahukah engkau suamiku. Di wajahnya tampak duka yang dalam.Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu. Mario mengirimkanemail lagi kemarin malam. Hatiku mulai bergetar…. darijauh aku melihat keceriaan diwajah mama. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu. dan akuhanya mengendarai motor. aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful