KISAH PENDEK YANG MENGGETARKAN KALBU

( BACA & RENUNGKANLAH )

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,“Nak, apakah benda itu?” “Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!” Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, “Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah. “Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah. Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. “Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. “Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apa itu?” Dan aku menjawab, “Burung gagak.” Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. “Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara, “Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang

menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah. ‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan. Benar. Tidak pernah ia lihat Kyai Ahmad bermuka muram seperti dirinya. saat cukuran itu selesai. ‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’ ‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya. tanpa diperhatikan segala kebutuhannya oleh Gusti Allah! Sudah paham belum kamu.kesabaran serta marah. “Gak mungkin… kalau wayang itu manggung sendiri. Kata orang. punya hutang segunung. Tidak banyak yang ia kerjakan. Ini khan bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup lantang. terlilit hutang. Akhirnya. Namun dalam langkahnya.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan??? Memohon Nafkah Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. namun rezeki masih tetap sulit ia cari. kemiskinan. ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu. hormatilah mereka. ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad. Kita hanya wayang.” Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat. Fadhlan belum mengerti betul apa maksud sebenarnya dari kata ‘datang kepada Allah’. “Hidup ini adalah adegan. Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua. Makanya hari itu. rezeki sulit. rezeki itu bisa datang sendiri. pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu! Begitu juga manusia… gak mungkin dia hidup di dunia. saat itu Allah Swt mengirimkan . Sementara selama di panggung. kemiskinan dan lain-lain. Namun sayang. Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. si tukang cukur menimpali. Buktinya. Pasti. ia masih tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani. Maka pembicaraan pun terhenti. Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut. namun dengan anak 9 orang. namun untuk membangunkan pelanggannya. Terus terang. semua masalah di dunia ini bakal selesai asal kita datang kepada Allah. Si pelanggan terdiam. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. Saat rambutnya dicukur. Kalau kamu datang kepada Gusti Allah. ia terserang kantuk. ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. maka segala masalah mereka terselesaikan!” “Apakah hanya sesederhana itu. Dalam hati. “Ya. Tukang cukur merasa kesal. Banyak di dunia ini orang yang bermasalah. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil. sepertinya mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya. si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Saat berdiri di depan pintu barber shop. sementara dalangnya adalah Gusti Allah! Jadi. saya percaya adanya Tuhan!’ Agar pembicaraan tak terhenti. dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kepalanya mulai mengangguk-angguk karena kantuk. pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran. kelaparan. apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’ Pelanggan menjawab. ditimpa berbagai macam penyakit. terserang penyakit. ‘Ya. Dengan santai Kyai Ahmad menjelaskan. kalau Gusti Allah benar menjamin hidup hamba-Nya… kenapa hidup saya seperti sia-sia begini ya… nyari nafkah saja kok susah!” Fadlan menyampaikan keluhnya. sampai cukuran selesai pun ia tetap tidak menemukan jawaban. seorang pria pergi ke tukang cukur. Tak lupa. ia berpikir keras mencari jawaban. hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan. Sudah banyak cara telah ia tempuh. “Fadlan…. rasanya tidak ada kebanggaan diri. Kalau saja mereka datang kepada Allah. hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan. si tukang cukur mulai bicara: ‘Pak. Ia merasa bingung. manusia itu hidup karena disuruh ‘manggung’ oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan. ia dimainkan oleh Dalang. “Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar…. PESAN: Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu. seolah ia telah memenangkan perdebatan. apalagi kalau sudah menikah. “Tapi pak kyai…. Fadhlan?!” Kyai Ahmad mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan. “Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri yang terkenal atheis. kelaparan dan lainlain… Itu disebabkan karena mereka tidak datang kepada Allah. Pak Kyai bercerita. sampai sekarang Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. Namun kalau terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan. sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak. Sementara si tukang cukur tersenyum sinis.

Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus.” ”Mau ambil berapa?” tanya saya. Saya tidak buru-buru. Namun setelah menjadi penerima BLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. itu dia jawabannya. di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. berbadan kurus dan tidak menikah. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan.Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. sambil tersenyum malu-malu.. Rambut panjang tak terurus. tak punya sumur sendiri. Katanya. menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR!’ Merasa aneh dengan pernyataan itu. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. saya mau mengambil tabungan. Untuk apa. Yu Timah adalah penerima BLT yang sebenarnya. Tapi Yu Timah bertahan. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan. namun selalu saya cegah. ”Pak.000 atau Rp10 ribu setiap bulan. Dia salah seorang penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang kini sudah berakhir. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’” Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan. Tentu hasilnya tak seberapa. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’ Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara. tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Terlihat Fadlan menganggukkan kepala tanda mengerti. Meski hidupnya sangat miskin. rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya. ‘Naaaahhhh…. Dia sebatang kara. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. Pak. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan. Malah maunya bersimpuh di lantai. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Usia Yu Timah sekitar lima puluhan. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu. pastilah masalah mereka akan terselesaikan. sejenak kemudian dengan enteng ia berkata. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Maka ia berjualan nasi bungkus. pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi. Dia menabung Rp5. Bagaimana bila Senin?” ”Senin juga tidak apaapa. berdinding anyaman bambu. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Andaceritakan tidak mau hadir dan datang ke sini. Bank kita sudah tutup. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!’ ‘Begini pak. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan!’ ‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya. ‘Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Yu Timah ingin mandiri. “Jadi…. tentu bisa. ‘Pak… bukan Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Dan Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil. Tukang cukur tersenyum. janggutnya pun lebat berantakan. cukup untuk beli satu kambing. Menunduk.jawaban padanya. ”Enam ratus ribu. “Pak Kyai. Demi melihat hal sedemikian. Yu?” Yu Timah tidak segera menjawab. maka cara termudah yang dapat ia kerjakan hanyalah dengan ‘Datang dan Memohon kepada Pemilik Nafkah!’ Fadlan telah meyakini hal ini. Fadlan merasa yakin bila dirinya hendak mencari nafkah. Pak. seiring usianya yang terus meningkat. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata. Inilah hebatnya. Bagaimana dengan Anda? Belum Haji Sudah Mabrur Ini kisah tentang Yu Timah. kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt. ke tempat saya… Andai dia datang.” Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. tukang cukur balik bertanya. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. janggut lebat berantakan. Fadlan sudah mulai yakin. ‘Pak. Karena lama tidak memberikan . ”O. Rambutnya panjang tak terurus. Namun. Dia kembali ke kampung kami. saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Maka rumahnya berlantai tanah. ”Saya mau beli kambing kurban. Tapi bagaimana caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?” Usai pembicaraan dengan Kyai Ahmad. ‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Bahkan dia mengulangi katakatanya karena saya masih diam.” ”Kok banyak sekali.

atau tidak akan pernah naik haji. Dari balita. Selamat Jalan Khonsaa “sebuah curahan hati seorang ibu yang baru saja kehilangan putri pertamanya. Mungkin saya juga begitu. Senyumnya ceria. kebanggaan ini juga dirasakan oleh eyang mama dan eyang papa. namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Yu Timah. dengan harapan mama akan memperbaikinya. Al Anshoriyah. Sempurnalah rasanya mama menjadi seorang wanita dengan kelahiranmu. dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban. Kau tenangkan mama. Engkau ajarkan pada mama. Kamu yang belum naik haji. saya termangu sendiri. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. bahwa kasih sayang. yang kau lakukan hanya menangis dan mengadu pada mama.tanggapan. Khonsaa’ adalah nama seorang sahabat Rosul wanita yg merelakan ke3 anaknya mati syahid di peperangan. walau sebagai manusia sering sabar itu hilang. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.” ”Baik. Yu. atau pakaian yang bagus. Ah. ibu adalah guru pertama sekaligus terbaik bagi anak-anaknya. tapi uangmu tidak kau belikan makanan. lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Ketika adik-adikmu lahir. 17 Juli 2001. Lalu minta diri.” Wajah Yu Timah benderang. apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?” ”Iya Pak. mengerti. Itulah sebabnya engkau menjadi salah satu Sahabat Terbaik mama. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. televisi. Saya sudah bulat. Jadi. Itu sebabnya papamu meminta mama untuk tetap di rumah menemani engkau dan adik-adikmu. Dengan lembut kau bisikan di telinga mama “jangan sedih ma”. . Saya benar-benar ingin berkurban. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban.. Engkau buat kami bangga dengan keistiqomahanmu untuk mengenakan jilbab di usia 6 tahun. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. engkau menjadi sekolah sekaligus guru bagi mama. Sebagai anak pertama. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita. Seorang ibu yang tiada mengenal lelah untuk mengkampanyekan ASI sebagai makanan terbaik bagi buah hatinya. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudahberbau surga. Yu. Engkau kami beri nama Khonsaa’ Al Anshoriyah. Yu Timah.. lalu engkaupun memeluk mama. Kapankah Yu Timah mendengar. kau hapus air mata mama setiap mama menangis karena rindu dengan almarhum opamu.A” Selasa. kehangatan dan kejujuran akan berakhir dengan ketiganya pula. Ya. engkau sudah menjadi tempat mamamu curhat. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban. Kau butikan kecerdasanmu dg hasil IQmu yg sangat jauh di atas rata-rata dan prestasimu sebagai juara kelas... Kau tunaikan amanah kami dengan memberi laporan singkat jelas dan padat apa yg terjadi saat mereka ditinggal. Engkau mengajarkan pada mama bahwa kesabaran tidak berbatas. engkau berubah menjadi sosok kakak yang begitu dewasa. saya jadi malu. Kamu sangat miskin. Bagaimana naluri keibuan mama terasah dengan keberadaanmu. Ternyata. jam 10. walau engkau hanya seorang diri yg melakukannya di kelasmu. sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Setelah Yu Timah pergi. oma danbude pakde juga om kamu nak. Apabila ada mainan atau bukumu yg dirusak oleh adikmu. walau di rumah ada yang lain. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing. banyak mengalah.itu sering kita bersama. Mama sering tidak segan-segan berkata bahwa “mama banggamu nak”. Kami sering memberimu tanggung jawab “titip ade-ademu ya mba” setiap mama dan papamu pergi. Elona Melo T. Matanya berbinar. ”Iya.10wib engkau hadir di tengah kehidupan kami nak. tapi kali ini akan saya langgar. walau kami orangtuamu tahu hal itu berat engkau lakukan. hingga akhirnya beliau pun ikut syahid. Kau ajarkan bahwa. kami pilihkan menjadi nama belakangmu dg harapan engkau termasuk ke dalam golongan orang-orang yg gemar menolong layaknya kaum anshor. entah engkau paham atau tidak setiap ada kegundahan engkau bantu meringankannya dengan jalan mendengarkan nak. di usia yg masih sangat muda. menghayati. mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Tapi Yu.

begitu banyak yg kau ketahui nak.. Ingat nak. poppin (satu bentuk tarian).Ya Rohman.. music. Ingat Khonsaa’ ketika tanpa engkau sadari caramu dan adikmu berbicara mulai berubah dan menjadi bahan becandaan sepupumu di jakarta…? Itu membuktikan betapa dirimu mudah bergaul nak. tahi lalat di telingamu dan sekujurbadanmu yg mama hafal bentuknya satu persatu . nilaimu dikurangi karena dengan ikhlasnya soal ujian temanmu kau kerjakan dari awal hingga selesai.. Engkau buat blog pribadi saat usiamu masih 7 tahun. Bahkan suatu waktu. papamu mahir berenang. Engkau memang canggih nak... Mama juga bangga padamu ketika seorang wali murid menceritakan bahwa menurut anaknya.30 menit kemudian papamu kembali ke kamar hotel dan. dengan murid tak terhitung jumlahnya.rasanya tidak percaya hingga mama lihat tanda lahir di lengan kirimu. Mama ceritakan alasannya bahwa luka yg ada tdk mampu mama tahan. dan memang itulah tujuan kita menginapdi hotel.. pelajaran.. Terbukti dari cerita guru-gurumu bahwa engkau tidak segan-segan menolong temanmu yg kesulitan dalam belajar. Seketika itudunia terasa gelap. ketika mama menyusui adik-adikmu engkau berada di dekat mama sambil engkau bertanya “aku dulu nyusu juga ngga ma”. bekas luka kecil cacar di hidungmu. Mama lebih milih berada di kamar hotel dan membiarkanmu beserta papa dan kedua adikmu ke kolam renang yg ketika itu memang ramai. Niatmu punya Facebook dan akrab dengan dunia online engkau ceritakan dalam rangka “jangan mau jadi gaptek”.. mama tahu ketakutanmu pada air yang kau coba hilangkan edikit demi sedikit. buku-buku.. Kau buktikan. Lagi-lagi engkau menghibur mama dg berucap “nggak papa ma. namun sekaligus gembira setelah mendengarkan cerita mama bahwa kelak kamu akan mendapat temanteman baru dengan bahasa yg tidak biasa.Ya Robbi.Ya Rohim.! Saat teman-teman seusiamu masih belum kenal dunia komputer dan online.??Allohu akbar. aliran darah seakan terhenti. kamu sudah begitu akrab dengan keduanya.Mama menemuimu di ruang UGD ketika engkau telah terbujur kaku nak. walau resikonya ditegur oleh gurumu. engkau terlihat sedih karena harus meninggalkan sahabatmu. mama dan papa langsung menjerit dan lari menuju kolam. ketidaksabaran yang sebenarnya masih sangat bisa ditahan. Inikah teguran atas kesombonganku ya Alloh?”Sebegitu sombongkah aku hingga Engkau mengujiku seberat ini?Dan…hari itu Alloh menunjukkan kuasaNya. yang selama ni membantu mama mengurus rumah juga ikut menemani kalian. banyak sekali kesalahan yg mama perbuat padamu nak.. namun di sisi lain mama melihat sikap rela berkorbanmu yg begitu tinggi. Mana guru renang yg berkali-kali menolong orang yang bisa sajanyawanya melayang dikolam renang…?? Mana….dalam perjalanan menuju rumah sakit di kepala mama yang ada hanya rasasesal. sembari berucap “itu salah satu kebodohan mama nak. Padahal engkau pun belum erlalu mahir berenang nak. Sering sekali engkau cerita ke mama hasil browsingmu ke beberapa web hanya untuk membedakan “akar tunggal dan akar serabut”. bahwa dunia online seharusnya memang digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.. mama tidak menemanimu dan dikmu yg pagi itu semangat sekali ingin berenang. Sebagai mama. Hanyakarena keletihan yang sebenarnya masih bisa mama tahan. engkau betul-betul anak yg gemar menolong..Mana guru renang yang mahir berenang 4 gaya.. Seketika itu juga mama tidak mampu menahan tangis.Dunia seakan berhenti berputar.. Saat kita pindah. Mama bahkan seringbercerita padamu kejadian-kejadian saat mama menolong beberapa orang yang hampirtenggelam… Tapi. Ketika mama menangis menyesal bila memarahimu dan adikmu. yg engkau lakukan hanya mengamati papamu yg sedang asyik dengan pekerjaannya. saat anak mama tenggelam.namun engkau sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. yang kau ucapkan hanya “nggak apa-apa ma”. Bahasa Sunda. Dimana mama.betapa marahnya mama ketika tahu kejadian itu.Al Anshoriyah. Mba Rahmi dan Mba Siti.“Mana pool guard yang seharusnya menjaga kolam renang”. hanya itu kalimat yangmama ucapkan seraya berlari ke arah kolam. Kemarahan yang kadang melampau batas. yang penting sudah usaha”. kamu adalah “the coolest girl in the class” karena wawasanmu yg luas. Dari masalah gadget.. dari Jakarta ke Bandung.. Salah satu kesalahan mama terbesar padamu ialah tanggal 13 Desember 2009..Sekelebat terlintas rasa marah dan was-was silih berganti. Padahal.??. tidak lama telpon punberdering memberitahu bahwa engkau tenggelam…!!! Bagai tersambar petir.melihat sesosok tubuh tertutup kain putih… Ya Alloh. Ingat nak. maafkan mama krn mama tdk menyusuimu”.Mama seorang guru renang nak. bahkan tidak terhitung. inilah saatnya Engkau ambil titipanmuyg pernah Kau tanamkan dalam rahimku.

Sebab hanyasatu tujuannya. bermain hujan bertiga adikmu.. kerinduan inginmemelukmu tak mampu mama bendung.Semoga Alloh Sang Ilahi Robbi.. Hamzah terdiam. mama akan menjadi ibu yang jauh lebih baik darisebelumnya. Dada ini terasa sesakmenahan sebuah beban yg terasa seperti sebuah gunung yang sangat besar. Hamzah membacakan buku ”Akhlaq Islami” kepada anaknya.namun. Demi mengharap ridho Alloh Azza Wajalla.. Lebih besar dari ukurantubuh Ridwan. demi janji mama padamu.digantikan dengan sebuah cita-cita mulia yg tak mampu kami ucapkan. bahwa engkau akan menjadi hijab api neraka bagi orang tuamu yangkotor ini. pertanyaan itulah yang manjadi beban pikiran dirinya saat ini.Walau pedih. Hari itu Hamzah membeli bola berukuran besar. Hamzah mengajak Ridwan duduksebentar.. Hamzah mengambikan segelas air minum yang akan diminum berdua. marah ketika terlihat oleh anak berusia 2 tahun adalah perkara yangberbahaya untuk perkembangan emosionalnya. Engkau gemar menolong saat masih hidup.Malam harinya. mamatahan air mata dan rasa marah yang sebenarnya lebih mudah bila diledakkan saat itu juga. engkau tolong kamidengan kepergianmu. Ini saat yang tepat menanyakannya. Malam itu 9 bukudibacanya sampai habis. Kau tunaikan itu semua nak. Mama akan merawat kedua adikmu. mungkin pertanyaan itu ditanyakan ketika suasana tidaktepat pikirnya. Demi meyakini akan syahidnya seseorang yang wafat karenatenggelam. Dan itu terjadi berulang-ulang hinggamengundang tawa Ridwan. Dan. jalanjalan ke dufan dan menaiki semua wahana karena kini engkau sudah tinggi. kesedihannya karenasatu pertanyaan yang dilontarkan pemateri ketika mengikuti acara Smart Parenting. Ridwan sayang sama abi ga ?” Kali iniRidwan menatap wajah Hamzah.. Mama banggapadamu.Engkau penuhi janjimu nak. mama buktikankalau mama kuat menerima kepergianmu. walau air mata penyesalan. mengharapkan kitasemua bisa bertemu maut dengan kesyahidan.Banyak sekali janji mama padamu nak. Marah adalah hal yang wajarterjadi. Ayah berumur 29 tahun itu terlihat sering murung. Hamzah menanti….tiba-tiba Ridwan berkata ”Abi. Hingga ketika anaknya terlihat mengantuk.Demi meyakini. Ketika usapan demi usapan dilakukannya.. bukan karenapersoalan besar. tanpa berpikir lagi apakah engkau dengar atautidak. ”Nak. Mereka bermain lebih lama.. Meskipun jugaHamzah mengakui kalo dirinya bukanlah ayah yang baik.Mama sangat merindukanmu. mama bersyukur karena telah dipercaya oleh Alloh menerima amanahseorang gadis kecil yang sangat special di mata setiap orang yang mengenalnya..Bantu mama agar kuat nak.Maafkan mamamu nak. Sambil memandikan jenazahmu. Pikiran Hamzah. memaafkan semua kesalahan mama padamu. Hingga mereka letih bermain. Namun.”Bagaimana caranya untuk mengetahui kalo anak berumur 15 tahun menyayangi orangtuanya” ? Ya. mama tahan dorongan ingin menjerit sekeras-kerasnya.sahabatku. Dan Hamzah mengakui hal itu..syahidahku! “Ketahuilah bahwa pertolongan menyertai kesabaran. bukan juga permasalahan ekonomi keluarga. Hamzah rela menjadi penjaga gawang yangberpura-pura jatuh ketika menangkap bola. semua itu tinggal janji…Engkau tunaikan janjimu… tapi pada siapa mama tunaikan janji-janji mama nak. latihanrenang intensif selama liburan nanti…. hadiah sepeda BMX bila engkau juara kelaslagi. kesedihan.?Cita-cita kami orang tuamu ingin merawat dan mendidikmu hingga dewasa.guruku..Rasa sesal tidak menjadi ibu yang sempurna begitu hebatnya mama rasakan hingga saat ini. terbesitkeingginan untuk menanyakan kepada anaknya ”Nak..Mulai saat itu. hanya kata maaf yg mampu mama ucapkan di telingamu.Tetap saja ada perasaan sedih yang menghantui relung hati Hamzah. Hamzah berinisiatif untuk menyeka punggung Ridwan. sesungguhnya ada kelapangan bersama kesusahan dan sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan” Foto 4 x 6 di Saku Bajumu Nak… Seperti hari-hari kemarin. Mulai hari ituia bertekad untuk menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anaknya. Bagaimana mendapatkan jawaban dari Ridwan anaknya ! Bermain danbercengkerama dengan anaknya lebih lama adalah solusi yang tepat untuk mendapatkanjawaban kata ”Iya”.karena kamu anak mama. ayomain bola lagi !…... mama akan kuat melepasmu walauberat. Mama segera memeluk jasadmu nak. Ridwan sayang ka sama abi?”… .Mama akan kuat.Al Anshoriyah.Janji mama terakhir kalinya padamu anakku. mama bisikkan di telingamu bahwa. Kaliini Hamzah membacanya dengan sabar dan lebih lama dari biasanya. menyambangi sahabatsahabatdan guru-gurumu di Jakarta. Sedihnya Hamzah. mama tahanemosi mama nak. yang tidak berada di dekatmu saat-saat terakhir hidupmu. Namun. setiap hari Hamzah pulang kantor dengan tergesa-gesa.Mama sangat mencintaimu anakku.

Sepulang shalat subuh. Meskipun menjelangpernikahan selalu terjadi konflik. ternyata Ridwan keburu tidur sebelum ditanya. dipandanginya wajah anaknya.bahkan makanberdua diluar pun hampir tidak pernah. baru pulang ke rumah. Dengan sabarHamzah mengambilnya dan memperbaikinya kembali.memang dia tidak romantis. Tapi Ridwan tetap tak mauganti baju. Hamzah meminta istrinya untuk mengganti baju Ridwan yang kumal karenabesok pagi giliran Hamzah yang mencuci baju. ia belajar memaki Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri Jika anak dibesarkan toleransi ia belajar menahan diri Jika anak dibesarkan dorongan ia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan pujian ia belajar menghargai Jika anak dibesarkan sebaik-baik perlakuan ia belajar keadilan Jika anak dibesarkan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan Jika anak dibesarkan dukungan ia belajar menyenangi dirinya Jika anak dibesarkan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya (dorothy law nolie) Perempuan Yang Dicintai Suamiku “Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya… Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya… Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. maka biarlah Ridwan tidak mandi dan tak mau ganti baju.Ridwan terdiam. Kalau kami makan di meja makan berdua. Maka kali ini Hamzah melakukan aktifitasseperti biasa.itu pun kalau aku masih bangun. Hamzah pulang tak lagi tergesa-gesa. kami jarang pergi nonton berdua. Foto dan tanda pengenal berceceran kemanamana. dia jingkar ( Menangishebat ) kalo bajunya mau dilepas”Malam itu Hamzah tak ingin bermain bola bersama anaknya.Sore itu. aku pikir. ”Oke! Ayo kita toss dulu” kata Hamzah.Abi sudah tahu jawabannya”…… Anak-anak Belajar Dari Kehidupannyajika anak dibesarkan dengan celaan. Hamzah menemukan foto 4×6 dirinya di saku baju Ridwan…Dan hal itulah yangmembuat Ridwan tersenyum dan berkata dalam hati ”Tak usahlah engkau berkata ”Iya” Nak. maafkan abi jika ternyata abi bukanlah ayah yangbaik untukmu. Bajunya yang dipake tidur tidak mau digantinya. Maka diiringilah tidur Ridwan dengan tilawah. Bahkan sampai menangis ketika bajunya mau dilepas. mandi. Bajubermotif mobil traktor dengan saku di depan itu terlihat kumal. dompetnya berserakan! Ridwan ternyata telah bangun ketikaHamzah ke masjid. Hamzah menggiring Ridwan untuk tidur lebih awal. Aku pikir dia workaholic. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis.biarlah. Tapi biarlah. dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang. Ridwan belum bangun. Nanti kalo hilangbagaimana ? ” Ridwan mengangguk tanda setuju. kalau marah dia cenderung diam dan pergike kantornya bekerja sampai subuh. Hingga tiba pada baju bermotif traktor Ridwan. Hamzah berkata di telingga anaknya. Sambil mengusap punggung. pagi menjelang kerja. makannya pun sedikit. kemudian mengantar anakkami sekolah.eh. ”Nak.ternyata Ridwan tak mau ganti baju. Ketikamencuci.Dia menciumku maksimal 2x sehari. Tumpukan baju satu persatudicucinya. . ayo berangkat” kata Hamzah. dan saat dia pulang kerja. tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menurutiapa mauku. Karena takut terlambat kekantor. Hmm…. Baju yang dipake seharian. Waktu menunjukkan pukul 06. Malam pun berlalu. Tidurnya sangat sedikit. tanpa jawaban yang diimpikannya…. Hingga engkau sulit mengatakan kata ”Iya”. Kata nenek ”Ridwan ngak mau ganti baju. abi akan berusahamenjadi ayah yang baik”.50.Setelahterlelap tidur.Dan Ridwan pun mengangkat dan membuka jarinya untuk toss dan tersenyum. mungkin ialetih bermain tadi siang.Sepulang shalat subuh. Toh Ridwan tak menunjukkan itikadmengucapkan kata-kata ”Iya” untuk dirinya. Kami tidak pernah bertengkar hebat. Menjemput Ridwan di rumah nenek yang ternyata memakai baju yang samadengan baju tadi pagi.Kami jarang ngobrol sampai malam. Hamzah berkata ke anaknya”Jangandibuka dompet abi ya.”Ok ummi. disini banyak tanda pengenal yang penting.

tidak pernahsedetikpun!Hatiku terasa sakit.Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu. atau main dengan anak2kami. bahkan pada Rima. membawakan donat buat anak2.dia bisa hadir tiba2. mau lihat surat papa buat tante Meisha?”Aku tertegun memandangnya. dia lebih sering hanya tiduran di kamar. karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario.dan memanggilku. seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun. sehingga jarang punya teman yang akrab.aku tidakpernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku. dan sering jajan di kantornya. tapi aku tidak pernah melihat matayang begitu cantik seperti yang dia milii. dia kena typhoid. kali lain. seorang perempuan datang menjenguknya. seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa . saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit. Dia memperkenalkandiri. penuh kehangatan danpenuh cinta. Karena dia sangat pendiam. Meishabercerita Mario sangat pendiam.Suatu sore. dia datang bersama suami danke-2 anaknya yang lucu2. bukan obrolan yang terdengar. Lebih sakit dari rasa sakit. karena jarang makan.Pada saat dia masih di ICU. seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengankalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. tidakpernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya.Meisha tidak secantik aku. Sampai suatu ketika. karena Mario tidak jugamau aku suapi. Akusedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal. apa yang bergejolak dihatinya. akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. dan harus dirawat di RS.Aku tidak pernah bertanya. dia tersenyum manis padaku. hanya denting piring yangberadu dengan sendok garpu.dia sering termenung di depan komputernya. karena dia ibu dari anak2ku.Ketika aku menikahinya. ketika dia tidakmau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. bahkan gerimis kemudian. dan dalam sehari bisa menciumku lebihdari 3x. bernama meisha.kami asyiksendiri dengan sendok garpu kami. laki2 maupun perempuan bahkanmungkin serangga yang lewat. dan membaca surat elektronik itu. aku sebenarnya kecewa. Tapi di saat lain. Dia berhasil membuka password email Papanya. rambutnya keritingikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Kalau akutanya. Meisha masuk kamar.Anak sulungku. 5 bulan lalumereka bertemu. tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untukmengisi kekosongan hatiku.Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu. Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku. ada pekerjaan yang membingungkan. kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makanjuga? uhh… dasar anak nakal. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Dan…. “Mama. aku menyangka diamemang tidak suka tertawa lepas. bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya. Aku mencintai Rimakarena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya. lalu dia terus mengajakMario bercerita sambilmenyuapi Mario. dia bilang. lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangiaku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Matanya bersinar indah. akutidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini. Dia membelikan aku parfum baru. temannya Mario saat dulu kuliah. Setiap orang. Aku hanya tidak ingin menyakitiperasaannya. Lebih sakit dari rasasakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. di suatu hari yang terik. dan menyapa dengan suara riangnya. kadang mengajakku nonton. Hatiku tetap terasa hampa. seperti ketika cintauntukmu tumbuh secara alami. Tidak adaperasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu. Meisha begitu manis. Lebih sakit daripada sakit ketikadia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. seperti siang itu. aku tidak pernah menyangka. dia jarang sekali tertawa lepas. dibanding makan dirumah. karena sampai terjadi perforasi di ususnya. ketika dia berbicara. hatikupun akan mendung. meskipun aku menikahinya. Meishayang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklanuntuk perusahaan tempatnya bekerja.Dia mengajakku jalan2.Aku tidak tahu. dan membawakan ekrol kesukaanku. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahunpernikahan kami.setiap mau pergi kerja. dia begitu sederhana. tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadariitu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu. mendung begitu menyelimuti jakarta.“Hai Rima. Atau termenung memegang Hp-nya.Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. dan mulai sering tertawa lepas. tidak ada perasaan rindu yang tidakpernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Kalau hari libur. Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Dear Meisha. sini piringnya”.

tidak pernah aku berikan untuknya.Mario terus menerus sakit2an.Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya.Aku bersumpah. seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bolamatamu saat memandang Meisha……”Disurat yang kesekian.“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah. telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaikusehingga mau melakukan apa saja untukku…. itu tidaklah mengapa. you are the only one in my heart. Engkau tidak pernah bahagiabersamaku. memintamu melamarku. Tanah pemakaman itumasih basah merah dan masih dipenuhi bunga. aku menulis surathampir setiap hari untuk suamiku. Kebahagiaan Mario adalahkebahagiaanku juga. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Tidakkah dia tahu. Aku tidak lagi sukabertengkar dengan ibumu. aku si puteri cantikyang diinginkan banyak pria. Dia boleh mendapatkanseluruh hartaku dan tubuhku. Sejak itu. aku sudahmembuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.Aku telah berubah. bahwa aku juga seorang perempuanyang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja. ketika berkata. karena aku tidak pernah lagi bermanja danminta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. namun tumbuh dengan lebat secara alami. namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta darimatamu untukku. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnyamenyukai Mario. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. aku tidak lagisuka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku mencintaimu. Aku dulumemintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran.Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dan akuselalu meneleponmu. yang hanya aku berikanuntukmu. dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. dan aku letakkan di lemaribajuku. dan aku tetap merawatnya dengan setia.Aku melihat matamu begitu terluka. Aku merasa di atasangin. karena aku akan selalu mencintainya. Surat itu aku simpan di amplop. Meskipun baru berusia 7tahun. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidakpernah minta disirami. asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa.Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertamakali bekerja di kantormu. suamiku…. dan selalu kubuatkanmasakan yang engkau sukai. Aku belajar masak. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. “Mario. ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir.Istrimu. dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. aku hanya berharap bahwa engkaumengerti. Aku tidak lagi boros. sedangkan teman2ku sudahmenikah semua.dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya. Engkau lihat kan. dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”Aku tidak perduli. karena kau sudah menjadi milik orang laindan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Mario. lalu aku belikan motor untuk mengantardan menjemput anak2ku.yours. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita. Aku mengumpulkan kekuatanku.pernahmendapat siraman dari pemiliknya. dan selalau menabung. Itu yang aku rasakan. Biarlah diamencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Akusering marah. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. diabisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dengan pura2 tidak tahu. Aku mengumpulkantabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja. engkau tidak lagi sedingines. Engkau mulai terasa hangat. Aku terpuruk dalam kehancuranku. akan membawaku pada cinta sejatiku.Ternyata aku keliru…. anak sulungku memelukku erat. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuksebelah tangan.Meskipun hatikuterasa hampa. Rima? Kenapa kamumesti cemburu? dia sudah menikah.Sekarang aku menyesal. Betapa malangnyanasibku. tapi tidak jiwaku dan cintaku. ketika kamu asyik bekerja. Setahun kemudian… Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang.bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripadadia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Jelita. Mario Mataku terasa panas.. akan membuatmu jatuh cinta padaku. “kenapa. Mario merasa heran. aku tidak lagi marah2 padamu. Aku begitu terpesonapadamu yang pendiam dan tampak dingin.Aku tidak akan pernah bisa memilikimu.“……. Rima”Di surat yang lain. dan tidak memperdulikan aku.Betapa tidak berharganya aku. untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan . Diamencintai perempuan lain. Aku bukanlah wanita yangsempurna yang engkau inginkan.

ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu. dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. aku akan membelikan mobil mungil untuknya.Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Mario…… Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku.. karena hari ini aku akanmasak. Hatiku mulai bergetar…. pagi ini…“…………. Ketika mama menyeberang jalan. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya? Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan.Disurat terakhir. tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang.dia begitu cantik.. inikah tanda2cinta mulai bersemi dihatimu ?………”Jelita menatap Meisha. di rumah sakit saat engkau dirawat. akumenungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu. Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih. Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda.……………………………………… . aku sangat khawatir dan memeluknya. Di wajahnya tampak duka yang dalam.Engkau memelukku. tiba2 mobilitu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar. sinar cinta itu dari matamu. tapi dia sangat dewasa. masakan yang paling enak sedunia.Tante….siang ini? Akumerawatmu jika engkau sakit. tapi karena dia belahan jiwaku…. dia terus melambai-lambaikan tangannyakepadaku. Dan tadi. yang masih terduduk disamping nisan Rima. Meisha. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untukmerasakan sakit di hatinya. Tahukah engkau suamiku.Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak.karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah……. Semuanya telah terjadi. Meskipun belum terbit juga. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya.Saat aku tiba di rumah kemarin malam.”Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…dipeluknya Jelita yang tersedusedu disampingnya. darijauh aku melihat keceriaan diwajah mama. Mario mengirimkanemail lagi kemarin malam.Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu. aku akan tetap berusaha danmenantinya……. dan hampir 9 tahunkita menikah. aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi. “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya. 6 tahun kita pacaran.. aku melihat sinar kekhawatirandimatamu. dan bercerita. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah. supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. tapi aku selalu menyayanginya. Dear Meisha. karena waktu pulang hujannya deras sekali. dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit. dan akuhanya mengendarai motor. dan tadinya aku ingin Rima membacanya. Bukan karena dia ibu dari anak2ku. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah BudeTati.Mama memarkir motornya di seberang jalan. sampai kehujanan dan basah kuyup. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu.