P. 1
Nyeri perut

Nyeri perut

|Views: 930|Likes:

More info:

Published by: Christian Yehezkiel Prayer on Apr 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

Nyeri Perut

Posted: Februari 18, 2009 by i-NOTE in KESEHATAN Tag:INFO

1

Nyeri Perut
DEFINISI Nyeri Perut adalah nyeri yang dirasakan di daerah perut. PENYEBAB Nyeri perut bisa disebabkab oleh masalah di sepanjang saluran pencernaan atau di berbagai bagian perut, yang bisa berupa: - pecahnya kerongkongan - ulkus yang mengalami perforasi - irritable bowel syndrome - apendisitis - pankreatitis - batu empedu. Beberapa kelainan tersebut bersifat relatif ringan; yang lainnya mungkin bisa berakibat fatal. GEJALA Sifat nyeri dan hubungannya dengan makan atau pergerakan bisa merupakan petunjuk untuk membantu menegakkan diagnosis. Bila anggota keluarga lainnya sudah pernah mengalami kelainan perut, (misalnya batu empedu), ada kemungkinan penderita mengalami kelainan yang sama. Apa yang terlihat pada penderita juga dapat menjadi petunjuk penting. Sebagai contoh, sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang berwarna kuning) menunjukan penyakit hati, kandung empedu atau saluran empedu. DIAGNOSA Dilakukan pemeriksaan dengan meraba dinding perut, apakah terdapat nyeri tumpul dan massa yang abnormal. Jika dinding perut ditekan dengan lembut, penderita akan merasa sakit dan bila tekanannya mendadak dilepas, rasa sakitnya bisa tiba-tiba bertambah buruk. Gejala ini biasanya menunjukan adanya peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis). Pemeriksaan diagnostik untuk nyeri perut meliputi analisa darah dan air kemih, foto rontgen, USG dan CT scan. Pembedahan eksplorasi perut darurat sering dilakukan jika nyeri perut disebabkan oleh : - penyumbatan usus

- organ yang pecah atau mengalami perforasi, seperti kandung empedu atau usus buntu. - abses (pengumpulan nanah). PENGOBATAN Tindakan pembedahan pada nyeri perut

Nyeri Perut yang Mengancam Kesuburan Women's Health Wed, 31 Jan 2007 14:15:00 WIB Endometiosis merupakan kelainan dimana jaringan yang berasal dari selaput lendir rahim (sel endometrium) ditemukan pada organ atau jaringan di luar rahim. Sel tersebut tetap aktif seperti endometrium di dalam rahim. Tempat endometriosisa bisa berbeda-beda, ada yang menyusup ke dalam otot-otot rahim, bisa juga ke

rongga panggul, paru-paru, mata, bahkan ke otak. Dalam setiap siklus menstruasi, lapisan dinding rahim (endometrium) bertumbuh dan menebal dalam keadaan siap menerima sel telur yang dilepaskan oleh indung telur (ovarium). Bila sel telur yang sudah dilepas tidak dibuahi oleh sperma, maka lapisan dinding rahim ini akan luruh pada akhir siklus. Lepasnya dinding rahim inilah yang dinamakan peristiwa menstruasi. Endometriosis memiliki struktur jaringan yang sama dengan endometrium dalam rahim. Endomestriosis juga akan merespon perubahan hormon yang terjadi dalam siklus menstruasi. Artinya, jaringannya juga akan menebal. Endometrium luruh dan melepaskan diri dari dalam rahim dan keluar menjadi darah menstruasi. Sementara endometriosis tidak memiliki jalan keluar, sehingga jaringannya membesar pada setiap siklus sehingga nyeri yang dirasakan akan semakin parah. Beberapa penyebab terjadinya endometriosis diantaranya aliran balik darah haid (regurgitasi), hormonal, dan genetik. Sel endometrium maupun endometriosis berkembang dan menyusut di bawah pengaruh hormon estrogen. Produksi estrogen yang tinggi akan meningkatkan aktivitas sel endometriosis. Secara genetik, endometriosis bisa juga diturunkan. Selain itu, endomestriosis banyak dijumpai pada wanita dengan kekebalan tubuh menurun. Dr. Deradjat Mucharam Sastra-wikarta, Spesialis Obstetri-Ginekologi, dari RSIA Budhi Jaya dan Klinik SamMarie-Wijaya, menjelaskan bahwa endometriosis dapat menyebabkan tidak hanya kegagalan hamil tetapi juga suatu peningkatkan frekuensi keguguran spontan mencapai 40-60%. Angka ini menurun secara bermakna setelah pengobatan endometriosis secara medis maupun secara surgikal. Gejala Endometriosis Ada beberapa gejala endometriosis yang bisa dirasakan, namun kadang-kadang pada seorang wanita tidak ditemukan gejala sama sekali. Umumnya endometriosis menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan daerah panggul, haid tidak teratur, kemanduIan, dan dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual). Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba yang bisa dirasakan, namun kadang-kadang pada seorang wanita tidak ditemukan gejala sama sekali. Umumnya endometriosis menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan daerah panggul, haid tidak teratur, kemanduIan, dan dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual). Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah

(endometrioma). Kadang endometioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara fibafiba. Terapi Endometriosis Pengobatan endometriosis dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pemberian obat-obatan, pembedahan serta kombinasi keduanya. Tujuan terapi endometriosis adalah mengurangi rasa sakit, memperbaiki tidak teraturnya menstruasi dan meningkatkan fertilitas. Dengan adanya pengobatan yang dini diharapkan kekhawatiran yang sekarang ada mengenai sulitnya memperoleh keturunan, bahkan mandul dapat dikurangi bahkan hilang sama sekali. Menurut Deradjat, endometriosis meningkatkan risiko keguguran dini sekitar 40%. Setelah pengobatan dengan pembedahan atau obat-obatan, laju keguguran ini menurun ke nilai kontrol (sekitar 15%). Pada endometriosis yang berat kemungkinan perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat dengan prosedur laparoskopi. Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara karena endometrosis sering berulang. Bila nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi, pengangkatan ovarium (ovarektomi) dan pengangkatan rahim (hiaterektomi) kemungkinan dilakukan. Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Bila jaringan endometrium masih banyak tersisa, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan. Jangan Sembarang Minum Obat, Nyeri Perut Tak Selalu Maag Label: obat, perut, nyeri, maag. Dibaca: 56060 kali. Facebook Share: 12.Twitter Share: 1. Rating: Terbaru: DechaCare.com API Akse ke DechaCare.com API bagi developer website informasi kesehatan. Dokumentasi DechaCare.com API selengkapnya. Anggota DechaCare.com Daftar sekarang (GRATIS) Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com hanya akan mengirimkan informasi pilihan Anda ke email Anda. Informasi selengkapnya... Jika perut terasa nyeri, kembung, mual dan timbul perasaan tak nyaman di ulu hati, biasanya orang menganggap hal itu sebagai gejala penyakit maag. Namun, sudah minum obat maag banyak-banyak kok penyakitnya tak kunjung sembuh. Malah, kemudian terkena diare. Minum obat diare pun hanya efektif bekerja selama beberapa hari, setelah itu diarenya kambuh lagi. Kebiasaan orang Indonesia yang lebih suka menerka-nerka penyakit dan mengobati diri sendiri, menciptakan iklim dimana seseorang baru akan ke dokter jika penyakitnya sudah parah dan

tubuh sudah tak bisa diajak kompromi. Kalau saja gejala itu sudah diketahui sejak awal, tentu penyakit tak perlu berlama-lama bersemayam dalam tubuh. Seperti dikatakan dokter Gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RS Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam bahwa nyeri perut bisa diartikan macam-macam, tergantung posisinya. Jika lokasi nyeri perut ada di ulu hati, kemungkinan terkena penyakit cukup beragam yaitu radang pankreas, tukak usus dua belas jari, kanker pankreas, hepatitis, radang paru atau serangan jantung. Tetapi jika nyeri di perut kanan atas, kemungkinan terkena radang kandung empedu, hepatitis, radang pankreas dan radang paru. Sedangkan nyeri di perut kiri atas kemungkinan terkena nyeri limpa, infeksi virus dan tukak lambung. Jika nyeri di sekitar pusar, kemungkinan terkena sumbatan usus halus, aneurisma aorta, radang pankreas dan gejala awal usus buntu. Nyeri di perut tengah kiri atau kanan, kemungkinan terkena batu ginjal, radang usus besar atau kanker usus besar. Kalau nyeri perutnya di perut bawah, lanjut dr Ari Fahrial, kemungkinan seseorang terkena usus buntu, usus besar, infeksi kandung kemih, kista ovarium, kehamilan ektopik, tumor usus hingga sindrom malabsorsi yang makin menggejala di masyarakat. Kekurangan Enzim Sindrom malabsorsi terjadi akibat pola hidup dengan makan tidak seimbang. Sehingga proses penyerapan dan pencernaan makanan terganggu, karena sejumlah enzim untuk memecah bahan makanan itu tidak cukup. Sebagian bahan makanan yang masuk tubuh akan terbuang percuma. "Pemahaman masyarakat tentang pengaruh enzim terhadap pencernaan masih sangat rendah. Orang selalu mengaitkan masalah pencernaan dengan penyakit maag," katanya. Jika seseorang terkena sindrom malabsorsi, secara perlahan tubuh mengalami kurang gizi kronis, meski telah makan sesuai aturan "4 sehat 5 sempurna". "Tubuh menjadi rentan terkena penyakit. Gampang terkena flu dan sakit-sakitan. Minum aneka suplemen vitamin dan mineral tidak membantu, karena yang dibutuhkan adalah sebenarnya enzim untuk membantu percernaan menyerap zat-zat makanan yang dibutuhkan tubuh," tuturnya. Untuk mengenali seseorang apakah terkena sindrom malabsorsi, menurut dr Ari Fahrial, caranya cukup mudah. Yaitu, selain mengalami gejala-gejala mirip penyakit maag, penderitanya juga sering bersendawa dan buang angin (kentut), gampang terkena diare dan sering terdengar dari dalam perut suara usus "kriuk-kriuk" seperti orang kelaparan. "Untuk pastinya bisa konsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa feses (kotoran) apakah ditemukan adanya lemak, protein atau karbohidrat. Jika ada, itu tandanya Anda terkena sindrom malabsorsi. Untuk mendukung hal itu akan dilakukan pemeriksaan enzim darah," katanya.

Ditanya faktor penyebab terjadinya gangguan enzim, dr Ari mengatakan, bisa secara genetik atau diturunkan dari orangtua, faktor usia akibat organ tubuh yang menua atau bisa juga disebabkan perubahan gaya hidup yang membuat kerja pankreas --sebagai penghasil enzim untuk pencernaan-- tidak optimal. Dijelaskan, tubuh membutuhkan sejumlah enzim dalam memproses makanan dalam saluran cerna. Enzim amilase untuk memecah amilum (karbohidrat), enzim laktase untuk mengurai laktosa, enzim lipase untuk memecah lemak (lipid) di usus halus menjadi gliserol dan asam lemak. Enzim pepsin untuk memecah protein di lambung serta enzim tripsin dan kimotripsin (enzim pankreas) yang memecah protein. Enzim merupakan protein berbentuk bundar yang diperlukan untuk semua reaksi kimia yang berlangsung di dalam tubuh. Sebagian kecil enzim diproduksi di kelenjar liur di bagian mulut. "Jika tubuh kekurangan enzim, perut mudah berontak saat mengkonsumsi makanan-makanan tertentu. Karena itu penderita mudah sekali terkena diare," katanya. Kebanyakan enzim pencernaan diproduksi oleh kelenjar pankreas. Di dalam tubuh terdapat dua golongan enzim yaitu enzim pencernaan yang berfungsi sebagai katalisator dan enzim metabolisme yang bertanggungjawab untuk menyusun, memperbaiki dan membentuk kembali sel-sel dalam tubuh. "Kurangnya satu jenis enzim umumnya disertai oleh kurangnya enzim yang lain. Ganguan kekurang enzim yang kronis dapat menyebabkan penderita mengalami kurang gizi, yang menyebabkan berat badan berkurang dan daya tahan tubuh juga menurun," kata dr Ari. Untuk mengatasi masalah kekurangan enzim ini, dr Ari Fahrian menyarankan, agar melakukan diet terutama mengurangi makanan yang berlemak, keju serta coklat. Selain juga banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai gudang produksi "enzim". "Bila gaya hidup tidak memungkinkan seseorang makan banyak buah dan sayur setiap hari, sudah ada obat untuk mengatasi malabsorbsi melalui suplementasi enzim," kata Ari Fahrial yang pernah mendapat gelar dokter puskesmas berprestasi tahun 1993. Satu produk yang sebelumnya diresepkan dokter untuk mengatasi masalah kekurangan enzim adalah Enzyplex, produksi Medifarma Laboratories, Inc. Seperti dikemukakan Brand Manager Enzyplex, dr Maria Margaretha mengatakan enzyplex kini dapat dibeli tanpa resep dokter. Produk tersebut juga dilengkapi dengan zat anti kembung dan vitamin B kompleks untuk membantu meningkatkan proses metabolisme. Maria menjelaskan Enzyplex yang diproduksi PT Mediafarma Laboratories dapat mengatasi gangguan enzim pencernaan akibat kecenderungan pola makan masyarakat yang buruk misalnya karena makan terburu-buru, makanan yang berlebihan terutama yang mengandung lemak.

"Usia yang bertambah juga mengakibatkan enzim yang diproduksi tubuh kita semakin menurun," kata Maria Margaretha. Ketika ditanyakan apakah produk tersebut akan menimbulkan ketergantungan, Maria mengatakan, Enzyplex tidak mengandung bahan yang membuat seseorang tergantung pada produk tersebut. Namun, jika seseorang sudah menderita kekurangan enzim maka mau tak mau harus sering mengkonsumsi obat tersebut, bila tidak ingin mengalami derita sebelumnya. "Itulah sebabnya yang membuat orang seakan tergantung pada obat tertentu. Karena perasaan nyaman itu akan hilang begitu obat dihentikan, karena tubuh memang membutuhkan zat yang terkandung dalam obat tersebut. Jika tidak, lakukan hal yang alami seperti banyak-banyaklah mengkonsumsi buah dan sayuran sebagai pengganti suplemen obat tersebut," kata Maria. [suara-karya]

Waspadai Nyeri Perut
Rabu, 05 Mei 2010 | 08:15 WIB Besar Kecil Normal

TEMPO/Gunawan Wicaksono TEMPO Interaktif, Yanti, 32 tahun, mengaku pernah menjalani operasi usus buntu pada 1998 dan bedah caesar pada 2002. Belakangan, ia kerap mengalami sakit di perut bawah sebelah kanan. "Menurut dokter kandungan terakhir, saya didiagnosis (mengalami) pelengketan usus, dan perlu dioperasi," tulis Yanti dalam situs tanyadokter.com. Yanti bertanya: apakah benar untuk menghilangkan dan menyembuhkan sakit perut tersebut harus dengan jalan operasi lagi? "Saya sudah bosan, Dok, bolak-balik ke dokter terus," ia melanjutkan. Kebingungan Yanti boleh jadi dialami sejumlah orang lain. Pasalnya, orang yang terkena pelengketan usus mengalami gejala yang umum, seperti rasa sakit di perut bagian bawah, mual-mual, dan muntah. Pelengketan usus dalam istilah kedokteran disebut adhesi. Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial, kepada Tempo, dalam kasus seperti itu, salah satu bagian usus mengalami gangguan, sehingga di ususnya terjadi pelengketan. Akibatnya, usus tersumbat, sedangkan makanan masuk terus. Lama-kelamaan, usus bagian atas pun membesar sampai tak mampu

menampung makanan lagi, sehingga setiap makan, anaknya pun muntah. Sedangkan usus bagian bawah tidak mendapat makanan maupun oksigen. Jika terlambat ditangani, usus bisa pecah dan dapat mengancam jiwa. Ari menjelaskan, umumnya pasien yang terkena penyakit pelengketan usus awalnya mengeluh sakit maag. Padahal bagian perut yang nyeri akibat sakit maag posisinya di bagian ulu hati atau tengah sebelah atas atau sedikit ke kiri bagian atas. Tapi, jika nyeri perut terdapat di bagian bawah sekitar pusar, bisa jadi pelengketan usus. Sedangkan jika mengalami usus buntu, nyeri terjadi pada bagian kanan bawah. "Kalau mengalami nyeri berulang-ulang pada bagian pusar, perlu dicurigai ada pelengketan usus," kata Ari. Pelengketan usus pada orang dewasa dan anak berbeda. Pada anak, bisa disebabkan oleh kelainan sejak lahir. Sedangkan pada orang dewasa, penyebabnya macammacam, umumnya pasien pelengketan usus pernah melakukan operasi sebelumnya. Mereka yang pernah melakukan operasi, seperti pemotongan usus, usus buntu, atau caesar, dalam jangka waktu 10-20 tahun berikutnya berpotensi terkena pelengketan usus. Semua luka potongan atau sayatan bekas operasi tidak bisa seutuhnya kembali normal, sehingga bisa menimbulkan gangguan. Usus bentuknya memanjang seperti pipa, tetapi ia bergerak dengan dinamis. Untuk itu, saat ini dokter dalam melakukan operasi meminimalkan luka sayatan atau potongan. Misalnya pada operasi usus buntu, maksimal panjang sayatan 5 sentimeter. Sedangkan pada operasi batu empedu, hanya berupa titik-titik. Meski demikian, mereka yang pernah menjalani operasi dan kemudian sering mengalami sakit perut harus tetap hati-hati, apalagi jika mengalami nyeri pada bagian pusar. Rasa sakit ini timbul antara lain ketika pasien mengangkat beban yang terlalu berat. Jangan terburu-buru menyimpulkan terkena sakit maag, sebaiknya Anda pergi ke dokter agar diperiksa lebih lanjut. Pelengketan usus ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan serta dimodifikasi dengan memakan makanan yang lembut untuk menghindari usus bekerja keras. Makanan yang harus dihindari antara lain daging, lemak, keju, dan cokelat. Apabila kasusnya peradangan, hal itu dilakukan hingga usus kembali normal. Sedangkan jika kasusnya lebih berat, seumur hidup pasien harus makan makanan yang lembut. Selain itu, pasien bisa dioperasi untuk mengatasi ususnya. Namun kasus pelengketan usus ini, Ari menambahkan, sebenarnya merupakan kasus langka. Kalaupun ada, sangat jarang pasien sampai harus menjalani operasi. | PAKAH Anda merasa nyeri ulu hati, mual, kembung, sering bersendawa, atau terlalu cepat kenyang? Pasti Anda mengira apa yang Anda rasakan tadi merupakan gejala maag. Namun tidak selamanya gejala-gejala tersebut merupakan indikasi Anda terkena maag. Penyebab gangguan saluran cerna tidak selalu disebabkan penyakit maag, misalnya pada gangguan saluran cerna bawah penyebabnya bisa bermacam-macam. Diantaranya infeksi usus

besar, usus halus, radang usus non infeksi, sindrom usus sensitif, sumbatan usus, bahkan tumor usus. Berikut gambaran penyakit yang timbul menurut letak sakitnya.
y y y y y

Perut Kanan Atas : Radang kandung empedu, hepatitis, radang pankreas, radang paru Perut Kiri Atas : Nyeri limpa karena limpoma, infeksi virus. Abses subfrenikus, tukak lambung Sekitar Pusar : Radang pankreas, kanker pankreas, sumbatan usus halus, aneurisma aorta, gejala awal usus buntu Perut Tengah Kiri Atau Kanan : Batu ginjal, infeksi ginjal, abses sekitar ginjal, radang usus besar, kanker usus besar Perut Bawah : Penyakit di daerah usus besar, usus buntu divertikulosis sisi kiri, infeksi ginetalia interna, radang kandung kemih, kista ovarium dan kehamilan di luar kandungan (pada wanita).

Nyeri Perut Berulang DEFINISI Nyeri Perut Berulang merupakan suatu keadaan dimana nyeri perut terjadi sebanyak 3 kali atau lebih selama minimal 3 bulan. Lebih dari 10% anak usia sekolah menderita nyeri perut kambuhan (berulang). Hal ini paling sering ditemukan pada anak berumur 8-10 tahun, jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 4 tahun dan lebih sering ditemukan pada anak perempuan. PENYEBAB Pada 5-10% kasus, nyeri perut disebabkan oleh suatu penyakit fisik: 1. Kelainan usus - Hiatus hernia - Hepatitis (peradangan hati) - Kolesistitis (peradangan kandung empedu) - Pankreatitis (peradangan pankreas) - Ulkus peptikum - Infestasi parasit (misalnya giardiasis) - Divertikulum Meckel - Penyakit Crohn - Tuberkulosis usus - Kolitis ulserativa - Apendisitis kronis 2. Kelainan saluran kemih-kelamin

- Kelainan bawaan - Infeksi saluran kemih - Penyakit peradangan panggul (pada anak perempuan) - Kista ovarium (pada anak perempuan) - Endometriosis (pada anak perempuan) 3. Umum - Keracunan timah hitam - Purpura Henoch-Sch nlein - Penyakit sel sabit - Alergi makanan - Porfiria - Anemia familial Mediterania - Angioedema herediter - Migren. Pada 80-90% kasus, nyeri perut berulang lebih disebabkan oleh faktor psikis; biasanya dipicu atau semakin memburuk pada saat stres, cemas atau depresi. Kadang nyeri perut berulang disebabkan oleh kelainan fungsi pada organ dalam. Misalnya kelainan fungsi usus bisa terjadi jika makanan anak tidak sesuai, terutama jika anak tidak dapat menerima jenis makanan tertentu, seperti susu dan hasil olahan susu. Kelainan fungsi usus juga bisa disebabkan oleh sembelit yang terjadi karena berkurangnya pergerakan usus besar, yang kadang merupakan suatu reaksi terhadap pelatihan buang air besar yang tidak tepat. Pada remaja putri, nyeri perut bisa disebabkan oleh kram otot di dalam rahim selama menstruasi (dismenore). Kadang pelepasan sel telur dari indung telur juga menyebabkan nyeri perut. GEJALA Gejalanya berbeda-beda, tergantung kepada penyebabnya. Nyeri perut akibat penyakit fisik biasanya tidak menghilang atau timbul dalam suatu siklus, seringkali dipicu oleh kegiatan atau makanan tertentu. Nyeri cenderung timbul pada sisi perut tertentu, tidak dirasakan di sekeliling pusar dan bisa menjalar ke punggung. Infeksi saluran kemih bisa menyebabkan nyeri perut atau nyeri pinggul bagian bawah. Nyeri bisa menyebabkan anak terbangun dari tidurnya. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan (tergantung kepada penyebabnya): - nafsu makan berkurang - penurunan berat badan - demam berulang atau menetap - jaundice (sakit kuning) - bentuk dan warna tinja berubah - sembelit atau diare

- di dalam tinja terdapat darah - muntah makanan atau darah - perut membengkak - nyeri atau pembengkakan sendi. Gejala dari nyeri perut berulang akibat kelainan fungsi organ tergantung kepada penyebabnya. Jika anak mengalami intoleransi laktosa, maka nyeri akan timbul dalam waktu beberapa menit sampai 2 jam setelah anak minum susu atau mengkonsumsi hasil olahan susu. Jika anak menderita penyakit kandung empedu, nyeri perut timbul segera sesudah mengkonsumsi makanan berlemak. Nyeri akibat faktor psikis bisa terjadi setiap hari atau sewaktu-waktu. Kadang anak tidak merasakan nyeri selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Nyeri biasanya bersifat tumpul, jarang menyebabkan anak terbangun dari tidurnya pada malam hari, tetapi anak mungkin akan terbangun lebih awal dari biasanya. Nyeri perut akibat faktor psikis paling sering dirasakan di sekitar pusar. Jika nyeri dirasakan semakin jauh dari pusar, maka semakin besar kemungkinan penyebabnya adalah kelainan fisik. Nyeri psikis kadang menyerupai nyeri karena kelainan fisik, tetapi biasanya nyeri psikis sifatnya tidak berubah atau tidak semakin memburuk. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala utama dan gejala penyertanya, serta sifat dari nyeri perut yang dirasakan. Mendiagnosis nyeri perut yang berhubungan dengan faktor psikis mungkin agak sulit. Biasanya tidak ditemukan kelainan fisik. Anak mungkin terpengaruh oleh stres di dalam keluarga, masalah keuangan atau perpisahan maupun kehilangan orang yang disayanginya. PENGOBATAN Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Jika nyeri perut dipicu oleh suatu jenis makanan, maka sebaiknya dilakukan perubahan pola makan. Untuk mengurangi nyeri akibat menstruasi bisa diberikan ibuprofen. Nyeri perut berulang akibat faktor psikis merupakan nyeri yang timbul karena stres dan ketegangan. Orang tua dapat membantu dengan cara sebanyak mungkin mengurangi stres dan ketegangan, membantu anak menghadapi stres dan mendorong anak untuk masuk sekolah meskipun perutnya nyeri. Guru dapat membantu dengan memecahkan masalah yang dihadapi anak di sekolah. Jika setelah dilakukan berbagai usaha, anak masih merasakan nyeri perut (terutama pada saat anak

mengalami depresi atau menghadapi masalah perkawinan orang tuanya di rumah), mungkin anak memerlukan bantuan dari ahli jiwa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->