PERATURAN GUBERNUR SULAWESI SELATAN NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

PERATURAN GUBERNUR SULAWESI SELATAN NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN GRATIS DI PROVINSI SULAWESI SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SULAWESI SELATAN, Menimbang : 1. bahwa untuk menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan implementasi Visi dan Misi Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2013, dengan agenda pembangunan kesehatan bagi masyarakat 2. bahwa penyelenggaraan pembangunan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan dasar gratis bagi masyarakat perlu dilakukan secara terpadu, terintegrasi, sinergi, dan holistik, serta pengaturan pembagian (sharing) pembiayaan dengan memadukan berbagai upaya dari pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam suatu sistem pembiayaan yang jelas, sarana dan prasarana kesehatan, sumberdaya manusia, dan mutu pelayanan sesuai dengan standar pelayanan minimal 3. bahwa sebagai pedoman untuk digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan, perlu ditetapkan suatu pedoman pelaksanaan; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Gratis di Provinsi Sulawesi Selatan. Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 47 Prp. Tahun 1960 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2102), Jo Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1964 Tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dengan mengubah Undang-undang Nomor 47 Prp. Tahun 1960 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Tengah menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1964 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2687)

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593) 9. Pengundangan. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional 15. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah.2. Tugas Pokok. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495) 3. . Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) 5. Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) 6. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4436) 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) 11. Fungsi dan Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Pengawasan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585) 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389) 4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000 tentang Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 14. laporan Pertanggungjawaban Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaran Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 3 Tahun 2001 tentang Pembentukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) 10. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815) 12. Kedudukan.

Verifikasi adalah kegiatan penilaian administrasi klaim dari Tim Pengendali yang diajukan oleh unit pelayanan kesehatan dengan mengacu kepada standar penilaian klaim. yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. terintegrasi. 10. Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota. 4. Gubernur adalah Gubernur Sulawesi Selatan. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disebut SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. 7. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Gratis yang selanjutnya disebut Pedoman adalah acuan (pedoman) dalam melaksanakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang dilakukan secara terpadu. . Pelayanan Kesehatan Gratis adalah semua pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Jaringannya dan pelayanan kesehatan rujukan di Kelas III Rumah Sakit Pemerintah Daerah yang tidak dipungut biaya. selanjutnya disebut Pemerintah. Pengalokasian dana adalah pendistribusian dana untuk penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan mulai dari provinsi. 9. yang terdaftar dan memiliki kartu identitas selanjutnya berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. kecamatan. kabupaten/kota. 11. 3. sinergi. Peserta Program Pelayanan Kesehatan adalah seluruh penduduk Sulawesi Selatan yang belum mempunyai jaminan kesehatan yang berasal dari program lain.Memperhatikan: Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2008-2013 MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN GUBERNUR TENTANG PELAYANAN KESEHATAN GRATIS BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini. Unit Pelayanan Kesehatan adalah unit-unit yang memberikan pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. 13. 2. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. yang meliputi Puskesmas dan Jaringannya serta pelayanan Rumah Sakit Pemerintah. Pemerintah Kabupaten/Kota adalah pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. 12. dan holistik. 5. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah Pusat. PEDOMAN PELAKSANAAN DI PROVINSI SULAWESI PROGRAM SELATAN. dan desa/ kelurahan. dan obat yang diberikan menggunakan obat generik. Provinsi adalah Provinsi Sulawesi Selatan. 6. 8.

Bagian Kedua Sasaran Pasal 4 Sasaran program pelayanan kesehatan gratis adalah seluruh penduduk Sulawesi Selatan yang mempunyai identitas (KTP/Kartu Keluarga). b. Pasal 3 Tujuan khusus pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis adalah: a. . dan akurat. cepat. meningkatnya pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Selatan e. akuntabilitas public c. meningkatnya cakupan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit milik Pemerintah dan pemerintah daerah di wilayah Sulawesi Selatan c. membantu dan meringankan beban masyarakat dalam pembiayaan pelayanan kesehatan b. meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Selatan d. inovatif e. f. tidak termasuk yang sudah mempunyai jaminan kesehatan lainnya. transparansi. terselenggaranya pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat dengan pola Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat di Sulawesi Selatan. BAB III ASAS DAN PRINSIP PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS Bagian Kesatu Asas Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Gratis Pasal 5 Penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis dilaksanakan berdasarkan asas: a. pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh penduduk Sulawesi Selatan guna tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.BAB II TUJUAN DAN SASARAN Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Tujuan umum pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis adalah meningkatnya akses. team work d. pelayanan terstruktur dan berjenjang. cermat.

maka alokasi pembiayaan yang diberikan dapat digunakan untuk peningkatan paket pelayanan. pendataan sasaran 2.g. BAB V ADMINISTRASI KEPESERTAAN Pasal 10 Administrasi kepesertaan program pelayanan kesehatan gratis meliputi: 1. kendali mutu dan kendali biaya. Pemerintah Provinsi. nama dan alamat peserta secara lengkap dalam bentuk keputusan bupati/walikota. 2. registrasi peserta. Prinsip subsidi silang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perwujudan hakikat pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah. penetapan oleh bupati/walikota. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis dilaksanakan berdasarkan prinsip subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat Sulawesi Selatan. bupati/ walikota menetapkan peserta program pelayanan kesehatan gratis kabupaten/kota dalam satuan jiwa berisi nomor. 2. Bagi bayi yang terlahir dari keluarga peserta program pelayanan kesehatan gratis langsung menjadi peserta baru sebaliknya bagi peserta yang meninggal dunia langsung hilang hak kepesertaannya. Pasal 8 Berdasarkan sasaran kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. BAB IV TATA LAKSANA KEPESERTAAN Pasal 7 Jumlah sasaran peserta program pelayanan kesehatan gratis adalah selisih dari jumlah penduduk dengan masyarakat yang belum mendapatkan jaminan pemeliharaan kesehatan dari program lain. Pasal 9 1. Bagi pemerintah kabupaten/kota yang sudah melaksanakan program pelayanan kesehatan secara menyeluruh. dan pemerintah kabupaten/kota. dan 3. Bagian Kedua Prinsip Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Gratis Pasal 6 1. Pasal 11 .

2. Kartu Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku antar kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi. dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1. tempat dan tanggal lahir/umur.Administrasi kepesertaan program pelayanan kesehatan gratis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10. b. entry data setiap peserta meliputi antara lain: a. 2. rawat jalan tingkat pertama (RJTP) b. pendataan sasaran dilaksanakan secara berjenjang. rawat inap tingkat pertama (RITP) c. nomor register. 4. dan e. Alamat berdasarkan data yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota selanjutnya diserahkan ke masing-masing unit pelayanan kesehatan yang telah ditunjuk dan bekerja sama dalam rangka pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis. selanjutnya dilakukan entry data oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk menjadi database kepesertaan di kabupaten/kota. 3. jenis kelamin. BAB VI TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN GRATIS Bagian Kesatu Umum Pasal 13 Setiap penduduk Provinsi yang mempunyai Kartu Peserta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan meliputi: a. data peserta yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota. selanjutnya pengisian dan distribusi kartu dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. kecamatan dan desa/ kelurahan. pelayanan gawat darurat. Tim kecamatan melaporkan hasil rekapitulasi ke Tim Pengendali kabupaten/kota untuk dilakukan penetapan oleh pemerintah kabupaten/kota. mulai dari tingkat desa/ kelurahan yang dilakukan oleh Tim desa/kelurahan selanjutnya dilaporkan ke tingkat kecamatan untuk dilakukan rekapitulasi. d. Pengadaan Kartu Peserta dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi. rawat inap tingkat lanjutan (RITL) dan e. Setiap penduduk yang menjadi peserta pelayanan kesehatan gratis akan mendapatkan kartu peserta. nama peserta c. Pasal 12 1. (berdasarkan kode kabupaten/kota. rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL) d. 3. Pasal 14 .

seluruh unit pelayanan kesehatan milik Pemerintah. maka pihak rumah sakit bertanggung jawab menanggung selisih harga tersebut. 2. Apabila dalam proses pelayanan terdapat kondisi yang memerlukan pelayanan khusus dengan diagnosa penyakit/prosedur yang belum tercantum dalam ketentuan. untuk memenuhi kebutuhan obat dan bahan habis pakai di rumah sakit. maka Direktur rumah sakit/Kepala Balai memberikan keputusan tertulis untuk sahnya penggunaan pelayanan tersebut. Penetapan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan setelah mendengarkan pertimbangan dan saran dari Komite Medik rumah sakit. Pasal 19 1. instalasi farmasi/apotek rumah sakit bertanggungjawab menyediakan semua obat dan bahan habis pakai untuk pelayanan kesehatan masyarakat yang diperlukan. penunjang diagnostik.1. apabila terjadi kekurangan atau ketiadaan obat sebagaimana dimaksud pada huruf b. Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang telah ditunjuk. wajib memberikan pelayanan kepada seluruh penduduk Provinsi. Pasal 17 Pelayanan obat di Puskesmas beserta jaringannya dan di rumah sakit diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. 2. diberikan di Puskesmas dan jaringannya. yang tarifnya sesuai dengan jenis dan tarif pelayanan kesehatan menurut peraturan yang berlaku. untuk memenuhi kebutuhan obat generik di Puskesmas dan jaringannya. Pasal 16 Pada keadaan gawat darurat (emergency) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf e. Dinas Kesehatan kabupaten/kota melaksanakan pengadaan dan pendistribusiannya b. Pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan diberikan di Rumah Sakit Pemerintah. apabila terjadi peresepan obat diluar ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf b. Bagian Kedua Prosedur Pelayanan Kesehatan Gratis . c. pelayanan obat. maka rumah sakit berkewajiban memenuhi obat tersebut melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait d. Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang telah ditunjuk. Pasal 15 Pelayanan rawat inap tingkat pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b diberikan di Puskesmas Perawatan dan rawat inap tingkat lanjutan diberikan di kelas III (tiga) Rumah Sakit Pemerintah. Pelayanan rawat jalan tingkat pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf a. Pasal 18 Pelayanan kesehatan RJTL di rumah sakit dan pelayanan kesehatan RITL di rumah sakit yang mencakup tindakan. Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota yang telah ditunjuk. pelayanan darah serta pelayanan lainnya dilakukan secara terpadu sehingga biaya pelayanan kesehatan diklaimkan dan diperhitungkan menjadi satu kesatuan sesuai dengan tarif/paket yang berlaku pada masingmasing kabupaten/kota.

Pasal 22 Prosedur pelayanan kesehatan gratis di Rumah Sakit sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1. meliputi: i. 2. peserta dapat berkunjung ke Puskesmas dan jaringannya serta rumah sakit Pemerintah. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. prosesnya sama dengan proses rawat jalan. maka yang bersangkutan diberi waktu paling lama 2 x 24 jam untuk menunjukkan kartu tersebut. pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan (spesialistik) dan rawat inap kelas III di rumah sakit dan balai kesehatan milik Pemerintah/pemerintah daerah yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi ii. pelayanan rujukan spesimen dan penunjang diagnostic. pelayanan obat-obatan dan bahan habis pakai. BAB VII JENIS PELAYANAN DI UNIT PELAYANAN KESEHATAN Bagian Kesatu Umum Pasal 23 Pada dasarnya jenis pelayanan yang disediakan untuk masyarakat bersifat komprehensif sesuai indikasi medis. Bagi pasien yang tidak dirawat inap. d. menunjukkan Kartu Peserta. Dalam kasus-kasus tertentu untuk mendapatkan pelayanan di instalasi gawat darurat (termasuk kasus gawat darurat di rumah sakit) peserta tidak perlu membawa/menunjukkan surat rujukan 2. Pemerintah Provinsi. Pasal 21 1. Setiap penduduk Provinsi yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis wajib mengikuti prosedur pemberian pelayanan sebagai berikut a.Pasal 20 1. dan pemerintah kabupaten/kota yang telah ditunjuk b. Apabila peserta tidak dapat menunjukkan Kartu Peserta/identitas (KTP/Kartu Keluarga) sejak awal sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. c. selanjutnya dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan disertai surat rujukan dan kartu identitas yang ditunjukkan sejak awal sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Bagian Kedua . pelayanan kesehatan rujukan diberikan sesuai dengan indikasi medis. kecuali beberapa hal yang dibatasi dan tidak dijamin. sebaliknya bagi yang dinyatakan rawat inap prosesnya sama dengan proses rawat inap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 dan Pasal 15. pelayanan rujukan sebagaimana dimaksud pada huruf c.

pelayanan gawat darurat (emergency). cuci darah (haemodialisa). rawat inap tingkat lanjutan (RITL) c. CT Scan. bedah syaraf. pelayanan kesehatan rujukan. dan f. terdiri atas: a. meliputi: a. pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya b. rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL). BAB VIII TATA LAKSANA PENDANAAN Bagian Kesatu Umum Pasal 28 1. kateterisasi jantung. pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung/dijamin. c. e. Pasal 26 Pelayanan kesehatan di rumah sakit/balai kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b. b. dilaksanakan pada puskesmas perawatan. terdiri atas: a. pemasangan cincin jantung. c. . d. pelayanan kesehatan rujukan. d. rawat inap tingkat pertama (RITP). rawat jalan tingkat pertama (RJTP) yang dilaksanakan dalam gedung b. Pasal 25 Pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a. pelayanan kesehatan luar gedung yang dilaksanakan oleh puskesmas dan jaringannya. Pendanaan Program merupakan dana bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pasal 27 Pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c. e. b.Jenis Pelayanan Pasal 24 Pelayanan bersifat komprehensif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 meliputi: a. d. operasi jantung. pelayanan kesehatan di rumah sakit/balai kesehatan c. gawat darurat (emergency).

Pembayaran ke puskesmas dan rumah sakit. berdasarkan klaim. (2) Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana bantuan tersebut kepada pemerintah kabupaten/kota melalui rekening/kas daerah masing-masing kabupaten/kota. Pembayaran ke unit pelayanan kesehatan disalurkan langsung dari kas daerah melalui rekening masing-masing puskesmas. Bagian Keempat Pencairan dan Pemanfaatan Dana (PPD) Paragraf 1 PPD di Puskesmas . selanjutnya dipertanggungjawabkan dan dilakukan verifikasi oleh Tim Pengendali. rumah sakit. Bagian Kedua Sumber dan Alokasi Dana Pasal 29 (1) Sumber dana berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi (APBD Provinsi) dan kabupaten/kota melalui APBD kabupaten/kota. Pasal 31 (1) Dana untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah disalurkan langsung dari Kas daerah pemerintah kabupaten/kota dan selanjutnya ke rumah sakit umum Daerah melalui rekening masing-masing. 4. (2) Penyaluran dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap (periode triwulan) dan disalurkan pada awal bulan. (2) Penyaluran dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap (periode triwulan) dan disalurkan pada awal bulan. dan balai kesehatan milik pemerintah daerah. Bagian Ketiga Penyaluran Dana Pasal 30 (1) Dana untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya disalurkan langsung dari Kas daerah pemerintah kabupaten/kota ke puskesmas melalui rekening masing-masing unit pelayanan kesehatan. Pemerintah Provinsi atau balai kesehatan milik Pemerintah Provinsi disalurkan langsung dari Kas Pemerintah Provinsi ke rekening masing-masing. Peserta tidak boleh dikenakan iuran (biaya) pelayanan dengan alasan apapun. 3.2. Pasal 32 (1) Dana untuk Pelayanan Kesehatan Gratis di rumah sakit Pemerintah. (2) Penyaluran dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap (periode triwulan) dan disalurkan pada awal bulan.

(2) Dana yang diterima oleh rumah sakit atau balai kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimanfaatkan untuk membiayai paket/jenis pelayanan yang diberikan meliputi: a.Pasal 33 (1) Setiap pengambilan dana dari rekening puskesmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. pelayanan RITL. pelayanan RITP c. pelayanan gawat darurat. b. dan d. c. meliputi: a. dimanfaatkan untuk membiayai: a. pelayanan rujukan. (2) Dana yang diterima puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kelima Pembayaran dan Pertanggungjawaban Dana (PPD) Paragraf 1 PPD di Puskesmas Pasal 35 Pembayaran ke Puskesmas dan jaringannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 harus dipertanggungjawabkan dengan dilakukan verifikasi pelayanan oleh Tim Pengendali kabupaten/kota dan mendapat persetujuan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota. pelayanan rujukan. pelayanan gawat darurat. harus mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/ kota atau pejabat yang ditunjuk setelah diverifikasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Paragraf 2 PPD di Rumah Sakit/Balai Kesehatan . dan d. pelayanan RJTP. dan d. pelayanan RJTP. pelayanan rujukan. pelayanan RITP c. Paragraf 2 PPD di Rumah Sakit/Balai Kesehatan Pasal 34 (1) Setiap pengambilan dana dari rekening rumah sakit atau balai kesehatan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pelayanan gawat darurat. b. harus mendapat persetujuan dari Direktur/Kepala Badan/Kepala Balai atau pejabat yang ditunjuk setelah diverifikasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. pelayanan RJTL b.

dilakukan secara bertahap (setiap triwulan) dan dilakukan verifikasi serta audit oleh aparat pengawas fungsional yang telah ditunjuk. (3) Tim Pengendali kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. tercantum dalam Lampiran 2 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. terdiri atas: a. Penanggung Jawab. verifikasi administrasi kepesertaan. b. pelayanan RITL. b. pelayanan RJTL. Tim Koordinasi Pengendali. dan c. c. Pelindung. dan e. Tim Pelaksana Pengendali. bermutu. pelayanan gawat darurat. dilakukan organisasi pengendalian yang terdiri atas: a. administrasi pelayanan. (2) Tim Pengendali Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. BAB IX PENGORGANISASIAN Pasal 39 (1) Untuk menjamin terselenggaranya program pelayanan kesehatan gratis secara merata. (2) Verifikasi terdiri atas: a. Tim Pengendali kabupaten/kota. c. pelayanan rujukan. meliputi: a. d. b. dan berkesinambungan sesuai dengan tujuan dan sasaran program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4. Pasal 37 Bagan Alur Penyaluran Dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 sampai dengan Pasal 36. dan d. administrasi keuangan. Pelaksana tingkat rumah sakit kabupaten/kota dan puskesmas. Tim Pengendali Provinsi. b. Pengarah. c. terdiri atas: . Bagian Keenam Verifikasi Pasal 38 (1) Tujuan dilaksanakannya verifikasi adalah diperolehnya hasil pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis yang menerapkan prinsip pengendalian biaya dan kendali mutu.Pasal 36 Prosedur pembayaran pelayanan kesehatan di rumah sakit/balai kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34.

4.a. (5) Susunan organisasi Tim Pengendali Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Penanggung Jawab. Tim Pelaksana Pengendali. menyusun arah kebijakan program pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinasi. (6) Susunan organisasi Tim Pengendali kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota. c. 3. ditetapkan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: a. melakukan penyusunan. melakukan pendataan sasaran. Tim Koordinasi Pengendali: 1. 8. 6. 5. pengawasan dan pengendalian Program Pelayanan Kesehatan ke kabupaten/kota. penggandaan dan penyebaran buku pedoman program pelayanan kesehatan. dan e. pengawasan dan pengendalian program pelayanan kesehatan ke kabupaten/kota. b. 3. Pengarah. Pelindung. Tim Pelaksana Pengendali: 1. menyusun arah kebijakan program pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinasi. b. 2. dan sinergisme . sinkronisasi dan sinergisme. Tim Koordinasi Pengendali. melakukan pembinaan. merencanakan besaran alokasi dana dan sasaran tiap kabupaten/kota. Pasal 40 Untuk menjamin pelaksanaan tugas dari pelaksana tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2). memantau dan menindaklanjuti perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pelayanan Kesehatan kabupaten/kota. Pasal 41 Untuk menjamin pelaksanaan tugas dari pelaksana tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (3). terdiri atas: a. melaksanaan pembinaan. Penanggung Jawab. menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan secara berkala kepada Gubernur. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. integrasi. mempersiapkan dan melatih Tim Pelayanan Kesehatan kabupaten/kota. 7. ditetapkan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: a. b. integrasi. 2. memantau dan menindaklanjuti pelayanan penanganan pengaduan masyarakat di kabupaten/kota. (4) Tim Pelaksana Tingkat rumah sakit kabupaten/kota dan puskesmas. Tim Koordinasi Pengendali: 1. sinkronisasi. Bendahara. menyusun sistem database pelayanan kesehatan. d.

d. b. melaporkan penggunaan dana dan kegiatan kepada Tim Pengendali kabupaten/ kota. mengelola dana secara bertanggung jawab dan transparan. SUPERVISI. pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis. b. Koordinator Tim Pelaksana Pengendali). menyusun sistem database pelayanan kesehatan. maka segera mengembalikannya ke rekening/kas pemerintah kabupaten/kota. administrasi kepesertaan. c. pengawasan dan pengendalian program pelayanan Kesehatan. ditetapkan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: a. pelayanan dan penanganan pengaduan. memantau dan menindaklanjuti perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat. pembinaan. 3. penyaluran. e. memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis. melaksanakan montoring dan evaluasi. d. Pasal 42 Untuk menjamin pelaksanaan tugas dari pelaksana tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (4). g. c. Pasal 44 Monitoring dan supervisi dilakukan dalam bentuk pemantauan. f. waktu. bertanggung jawab terhadap penggunaan dana. Tim Pelaksana Pengendali: 1. 3. memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. melakukan pembinaan. b. cara dan penggunaan yang tepat. menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan secara berkala kepada bupati/walikota dan Tim Pengendali Provinsi (cq. 6. mengidentifikasi dan menyampaikan data kepada Tim Pengendali kabupaten/kota. 2. 5. BAB X MONITORING. melakukan pendataan sasaran. DAN PELAPORAN Bagian Kesatu Monitoring dan Supervisi Pasal 43 Monitoring dan supervisi bertujuan agar dana program pelayanan kesehatan gratis diterima oleh yang berhak dalam jumlah. merencanakan besaran alokasi dana dan sasaran. .2. melakukan verifikasi jumlah dana dan apabila jumlah yang diterima melebihi dari semestinya. 4. mengumumkan daftar jenis pelayanan yang digratiskan dan tidak digratiskan. Pasal 45 Monitoring dan supervisi dilakukan terhadap komponen utama yang terdiri atas: a. dan penggunaan dana. alokasi.

hambatan yang terjadi dan penyebabnya. terdiri atas: a) monitoring ditujukan untuk memantau: 1) penyaluran dan penyerapan dana. b) monitoring dilaksanakan pada saat: 1) persiapan penyaluran dana. terdiri atas: a) monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk menemukenali dan menyelesaikan masalah yang muncul di unit pelayanan. monitoring pelaksanaan program. meliputi: 1. 2. monitoring kasus pengaduan dan penyelewengan dana. Tim Pengendali kabupaten/kota. Bagian Kedua Pelaporan Pasal 47 (1) Setiap Tim Pengendali dan Tim Pelaksana wajib memberikan laporan atas hasil kegiatannya kepada pihak terkait. b. yang terdiri atas: a. monitoring pelaksanaan program. 2. 2) penyaluran dana. 2) kinerja Tim Pengendali kabupaten/kota. b. meliputi: 1. terdiri atas: a) monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk menemukenali dan menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan.Pasal 46 Pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan oleh Tim Pengendali Provinsi dan Tim Pengendali kabupaten/kota. 3) pengelolaan di tingkat kabupaten/kota. Tim Pengendali Provinsi. baik program yang sama maupun program lainnya. yang meliputi: a. . c. monitoring kasus pengaduan dan penyelewengan dana. (2) Pada setiap akhir semester Tim Pengendali Provinsi wajib melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program pelayanan kesehatan. d. apa yang dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan. b) kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. terdiri atas: a) monitoring ditujukan untuk memantau pengelolaan dana pada tingkat unit pelayanan. b) monitoring dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan pascapenyaluran dana. sejauhmana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. upaya yang diperlukan untuk mengatasinya serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. dan 3) pasca penyaluran dana. b) kerjasama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

(3) Pelaksana program memberikan laporan yang berkaitan dengan statistik penerima bantuan. kabupaten/kota maupun pada unit pelayanan. dan c. pengawasan fungsional. Pasal 50 Pengawasan pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis terdiri atas: a. (3) Pengaduan dapat disampaikan kepada: . penyerapan dan pemanfaatan dana. Pasal 52 (1) Pengawasan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf b dilakukan oleh instansi pengawas fungsional terhadap pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). kebocoran. (2) Masyarakat dapat melaporkan kepada Tim Pengendali atau instansi pengawas fungsional dan atau lembaga yang berwenang lainnya apabila terdapat indikasi penyimpangan terhadap pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis. pemborosan keuangan daerah. penyaluran. dan bentuk penyelewengan lainnya. Pasal 51 Pengawasan melekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf a dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya secara berjenjang baik di provinsi. Pasal 49 Pengawasan dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan sesuai maksud dan tujuan penggunaannya serta untuk menghindarkan penyalahgunaan wewenang. Pasal 53 (1) Pengawasan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf c dilakukan oleh masyarakat dalam rangka efektivitas dan transparansi penggunaan dana program pelayanan kesehatan gratis. BAB XI PENGAWASAN Pasal 48 Pengawasan terhadap pelaksanaan program pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang berdasarkan kewenangan masing-masing pemerintah daerah. (2) Instansi tersebut bertangung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga/instansi tersebut atau atas permintaan instansi yang akan di audit. hasil monitoring evaluasi dan pengaduan masalah. pengawasan melekat (waskat). (4) Pelaksanaan pelaporan dan penggunaan dana program pelayanan kesehatan mengikuti mekanisme pelaporan yang ada. pengawasan masyarakat. b. pungutan liar. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Provinsi dan kabupaten/kota.

c. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. b. . sanksi kepegawaian sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 57 Peraturan Gubernur ini berlaku sejak tanggal diundangkan. Tim Pelaksana Pengendali Pelayanan Kesehatan Gratis Provinsi Sulawesi Selatan. d. tuntutan perdata dan ganti rugi sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan keuangan Negara/daerah. BAB XII KETENTUAN SANKSI Pasal 54 (1) Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang dan/atau pembiayaan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 55 Hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas. Telepon Nomor (0411) 453 137 atau 453 628. penundaan penyaluran dana.a. penghentian sementara dan pembatalan bantuan pelayanan kesehatan kepada pemerintah kabupaten/kota. Tim Koordinasi Pengendali Pelayanan Kesehatan Gratis Provinsi Sulawesi Selatan. Telepon Nomor (0411) 585 400 atau 590 294. Ditetapkan di: Makassar Pada tanggal : 3 Juli 2008 GUBERNUR SULAWESI SELATAN. b. tuntutan pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang pidana. (2) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan dalam bentuk: a. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Pasal 56 Peraturan Gubernur ini berlaku secara efektif terhitung tanggal 1 Juli 2008.

A. H. M.H. (BERITA DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2008 NOMOR 13) . S..Si. S. M.H. Diundangkan di Makassar pada tanggal 3 Juli 2008 SEKRETARIS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN. H. MUALLIM.Si.Dr.. SYAHRUL YASIN LIMPO.. M.H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful