Prinsip-Prinsip Demokrasi

A. PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP BUDAYA DEMOKRASI. Pengertian Demokrasi Istilah Demokrasi berasal dari kata ³demos´ yang berarti rakyat dan ³kratein´ yang berarti memerintah atau ³kratos´. Tokoh-tokoh yang mempunyai andil besar dalam memperjuangkan demokrasi, misalnya : John Locke (dari Inggris), Montesquieu (dari Perancis), dan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln. Menurut John Locke ada dua asas terbentuknya negara. Pertama, pactum unionis yaitu perjanjian antar individu untuk membentuk negara. Kedua, pactum suvjektionis, yaitu perjanjian negara yang dibentuknya. Abraham Lincoln berpendapat bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat (democracy is government of the people, by the people, for the people). Ada dua asas pokok tentang demokrasi, yaitu sebagai berikut : a. Pengakuan partisipasi rakyat di dalam pemerintahan. b. Pengakuan hakikat dan martabat manusia HAM Prinsip-prinsip Demokrasi a. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik. b. Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara. c. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara. d. Penghormatan terhadap supremasi hukum. Prinsip demokrasi yang didasarkan pada konsep di atas (rule of law), antara lain sebagai berikut : a. Tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang; b. Kedudukan yang sama dalam hukum; c. Terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang Makna Budaya Demokrasi Pertama kali demokrasi diterapkan di Yunani di kota Athena dengan demokrasi langsung, yaitu pemerintahan dimana seluruh rakyat secara bersama-sama diikutsertakan dalam menetapkan garis-garis besar kebijakan pemerintah negara baik dalam pelaksanaan maupun permasalahannya. Tokoh-tokoh yang mempunyai andil besar dalam memperjuangkan demokrasi, antara lain sebagai berikut : a. John Locke (Inggris) John Locke menganjurkan perlu adanya pembagian kekuasaan dalam pemerintahan negara, yaitu sebagai berikut: 1) Kekuasaan Legislatif yaitu kekuasaan pembuat undang-undang.

antara lain sebagai berikut : a. atau membuat kebijaksanaan/perjanjian dengan semua orang atau badan luar negeri. Demokrasi harus menghargai hak asasi manusia serta menjamin hak-hak minoritas.2) Kekuasaan Eksekutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-undang. d. Demokrasi harus bersendikan pada hukum seperti dalam UUD 1945. antara lain sebagai berikut: a. b. Pelaksanaan demokrasi harus berdasarkan Pancasila sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. antara lain sebagai berikut: 1) Kekuasaan Legislatif yaitu kekuasaan pembuat undang-undang. c. Mewujudkan rasa keadilan sosial. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Permusyawaratan adalah tata cara khas kepribadian Indonesia dalam merumuskan dan memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga mencapai mufakat. Montesquieu (Prancis) Kekuasaan negara dalam melaksanakan kedaulatan atas nama seluruh rakyat untuk menjamin. and for people´. kepentingan rakyat harus terwujud dalam pemisahaan kekuasaan lembaga-lembaga negara. Budaya Prinsip Demokrasi Pada hakikatnya demokrasi adalah Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. . b. c. Kerakyatan adalah kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat. Demokrasi Pancasila juga mengajarkan prinsip-prinsip. Musyawarah untuk mufakat. dan untuk rakyat. Keseimbangan hak dan kewajiban c. 2) Kekuasaan Eksekutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-undang. oleh rakyat. 3) Kekuasaan Federatif yaitu kekuasaan untuk menetapkan perang dan damai. Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat) Menurut Abraham Lincoln ³Democracy is government of the people. e. membuat perjanjian (aliansi) dengan negara lain. 3) Kekuasaan Yudikatif yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undangundang oleh badan peradilan. by people. by people. Indonesia adalah negara hukum (rechstaat) bukan berdasarkan kekuasaan belaka (machstaat). Persamaan b. Isi pokok-pokok demokrasi Pancasila. Hikmah kebijaksanaan adalah penggunaan akal pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kebebasan yang bertanggung jawab d. Pelaksanaan kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan berdasarkan atas kelembagaan.

g. Di Indonesia istilah civil society´ baru popular tahun 1990-an. Sistem peradilan yang independen f. . Media yang bebas h.Kemandirian tinggi terhadap negara. Pemerintahan lokal (desentralisasi kekuasaan) d. yaitu sebagai berikut : . Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan. pendidikan dan informasi. Kontrol sipil atas militer B. Kelompok-kelompok kepentingan i. namun mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama. Hak masyarakat untuk tahu j. Pembuatan UU e. Masyarakat madani mencerminkan tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersikap kritis dan partisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. antara lain sebagai berikut : a. atau lembaga atau organisasi lain. Pemerintahan berdasarkan konstitusi b.f. Menurut Hikam ada empat ciri utama masyarakat madani. artinya masyarakat madani tidak tergantung . MENGIDENTIFIKASI CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat madani sebagaimana yang dirumuskan PBB adalah masyarakat yang demokratis dan menghargai human dignity atau hak-hak tanggung jawab manusia. kelompok kepentingan (interest group). kemandirian yang kuat tanpa menggantungkan pada negara. pada masa berkembangnya keterbukaan politik. Civil Society berasal dari frasa Latin ³civillis societes´ yaitu suatu masyarakat yang didasarkan pada hukum dan hidup beradab. artinya setiap anggota mempunyai harga diri yang tinggi. pembangunan atau organisasi kemasyarakatan lainnya. Kekuasaan lembaga kepresidenan g. Melindungi hak-hak minoritas k. Pemilu yang demokratis c. Ada 11 prinsip yang diyakini sebagai kunci untuk memahami perkembangan demokrasi. artinya tidak ada paksaan.Kesukarelaan. kelompok penekan (pressure group). . Ciri-ciri Masyarakat Madani Masyarakat madani (civil society) sering diterjemahkan yaitu bidang kehidupan sosial yang terorganisasi secara sukarela. Substansi civil society mencangkup lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok yang sangat luas baik formal maupun non formal yang meliputi bidang ekonomi. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional. kebudayaan.Keswasembadaan. keagamaan.

Mengembangkan media komunikasi politik di berbagai lingkungan kerja. Kenyataan adanya keragaman budaya Indonesia yang merupakan dasar pengembangan identitas bangsa Indonesia dan kebudayaan nasional. Corak khas demokrasi Pancasila dapat dikenali dari sisi formal dan material. f. PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA SEJAK ORDE LAMA. Menanamkan sikap positif pada proses demokratisasi di Indonesia pada setiap warga negara.Keterkaitan pada nilai-nilai hukum. ORDE BARU. Dari sisi formal. c. e. Meningkatkan jiwa kemandirian melalui kegiatan perekonomian dengan adanya bapak angkat perusahaan. Belum tertanamnya jiwa kemandirian bangsa Indonesia b. d. Ciri khas demokrasi Pancasila adalah musyawarah mufakat. Masih rendahnya tingkat kesukarelaan dan keswasembadaan pada setiap warga negara. C. Pentingnya saling pengertian di antara sesama anggota masyarakat. c. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. Kendala yang Dihadapi Bangsa Indonesia Antara lain sebagai berikut : a. . demokrasi Pancasila menampakkan sifat kegotongroyongan. Ada toleransi yang tinggi d. Masih rendahnya sumber daya manusia bila dibandingkan dengan negara lain. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia . e. b. artinya terkait pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama. d. Meningkatkan kesadaran hukum melalui berbagai media sosialisasi politik. Adanya kepastian hukum. Kurangnya kesadaran pada hukum yang berlaku.pada perintah orang lain termasuk negara. Upaya Yang Dilakukan Antara lain sebagai berikut : a. DAN ORDE REFORMASI. Prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. Prinsip Demokrasi Pancasila Demokrasi Pancasila adalah kedaulatan rakyat yang dijiwai oleh dan diintegrasikan dengan keseluruhan sila-sila dalam Pancasila. antara lain sebagai berikut : a. demokrasi Pancasila mengandung makna bahwa setiap pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan pada prinsip musyawarah untuk mufakat. Menciptakan perangkat hukum yang memadai dan berkeadilan sosial. g. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan. b. Ciri khas masyarakat madani Indonesia adalah sebagai berikut: a. Masih kurangnya perangkat hukum. c. Dari sisi material.

b) Banyak terjadi manipulasi politik dan KKN yang telah membudaya. 2) Ciri umum demokrasi Pancasila. 1) Demokrasi yang berkembang adalah demokrasi Pancasila sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat. b) Tidak mencari kemenangan atas golongan lain. e. c. c) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain d) Selalu diliputi semangat kekeluargaan. Keseimbangan antara hak dan dan kewajiban. b) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. f) Dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. antara lain sebagai berikut: a) Mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Mengutamakan keputusan dengan musyawarah mufakat. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia a. Ketua MA. Demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi terpimpin. Masa Orde Baru Masa Orde Baru berlangsung mulai dari 11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998. g. b. Hal ini mengakibatkan rusaknya tatanan kekuasaan negara. Sukarno. Selama pelaksanaan demokrasi terpimpin kecenderungan semua keputusan hanya ada pada Pemimpin Besar Revolusi Ir. f. Berikut ini pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama. Berikut ini pelaksanaan demokrasimasa Orde Baru. Ini mengakibatkan negara Indonesia terjerumus dalam berbagai krisis yang berkepanjangan. Ciri umum demokrasi terpimpin. 3) Pelaksanaan demokrasi Pancasila antara lain sebagai berikut: a) Masih belum sesuai dengan jiwa dan semangat ciri-ciri umum. Masa Reformasi . d. MPRS menjadi Menko pemimpin partai banyak yang ditangkapi. c. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional. antara lain a) Adanya rasa gotong royong. c) Selalu mencari sintesa untuk melaksanakan amanat rakyat. Kebebasan yang bertanggung jawab. Mewujudkan rasa keadilan sosial. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat. misalnya DPR dapat dibubarkan.b. Kekuasaan presiden begitu dominan baik dalam suprastruktur politik. g) Hasil keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Masa Orde Lama Masa Orde Lama berlangsung mulai tanggal 5 Juli 1959 sampai dengan 1 Maret 1966. e) Adanya rasa tanggung jawab dalam menghasilkan musyawarah.

dan tertib (secara konstitusional). Sejak Indonesia merdeka telah melaksanakan pemilu sebanyak sembilan kali. Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharus berlaku demokrasi Pancasila. Asas Pemilu Indonesia Sesuai dengan Pasal 22 E Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi ³Pemilu dilaksanakan secara langsung. . d.Penghormatan kepada keberadaan asas. e. aman. 5) Menjamin kesinambungan pembangunan nasional. Tujuan Pemilu 1) Melaksanakan kedaulatan rakyat. . Periode 1950-1959 dengan UUDS 1950 berlaku demokrasi liberal dengan multipartai. rahasia.Berlangsung mulai dari Mei 1998 sampai dengan sekarang. f. Ciri-ciri umum demokrasi Pancasila masa Reformasi. dan Orde Reformasi. b. Pelaksanaan Pemilu pada Masa Orde Lama. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia selama kurun waktu 60 tahun terakhir telah banyak mengalami perubahan yang mencakup berbagai hal. a. umum. seperti yang tercantum pada demokrasi Pancasila. Periode 1998 sampai sekarang dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung ada perubahan menuju demokratisasi). yaitu sebagai berikut : a. 3) Untuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR. Diikuti 28 partai politik.Penegakkan kedaulatan rakyat dengan memberdayakan pengawasan sebagai lembaga negara. lembaga politik. 4) Melaksanakan pergantian personil pemerintahan secara damai. Periode 1945-1949 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila namun dalam penerapan berlaku demokrasi liberal b. Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal. bebas. dan kemasyarakatan. . dan adil´. Orde Baru. 2) Sebagai perwujudan hak asasi politik rakyat. ciri aspirasi. 1. Selain itu juga lebih ditekankan pada : . c. dan yudikatif.Pembagian secara tegas wewenang antara badan legislatif. jujur. namun yang diterapkan demokrasi terpimpin (cebderung otoriter). Pelaksanaan Pemilu di Indonesia. tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Dewan Konstituante. Pemilihan Umum Pertama dilaksanakan tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota parlemen (DPR). 2. dan program parpol yang multipartai. Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung otoriter). eksekutif. c. Pemilihan Umum Kedua dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 1971 yang diikuti sebanyak 10 partai politik.

5. c. Pemilihan Umum Keempat dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 1982. 4. perlu mendemonstrasikan bagaimana peran serta kita dalam pelaksanaan pesta demokrasi. DPR unsur TNI/Polri 38 orang. Peserta pemilu adalah PPP. DPD. Membiasakan bertindak secara demokratis bukan otokrasi atau tirani.000 orang dengan rincian sebagai berikut. Golkar. D. 7. yakni pemilu dilaksanakan untuk memilih anggota DPR. Ini telah terjadi penyempurnaan pemilu.3. Membiasakan untuk memilih pemimpin melalui cara-cara yang demokratis. dan utusan golongan 65 orang. Membiasakan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. Pemilihan Umum Ketujuh dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1997. PERILAKU BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARIHARI Perilaku Budaya Demokrasi Dalam rangka mengoptimalkan perilaku budaya demokrasi maka sebagai generasi penerus yang akan mempertahankan negara demokrasi. Prinsip -prinsip yang patut kita demonstrasikan dalam kehidupan berdemokrasi. a) Unsur ABRI 75 orang b) Utusan Daerah 149 orang c) Imbangan susunan : anggota MPR 251 orang utusan golongan 100 orang Jumlah 1. antara lain sebagai berikut : a. DPRD Kabupaten/Kota serta memilih presiden dan wakil presiden. . Pemilihan Umum Kesembilan dilaksanakan tanggal 5 April 2004 yang diikuti 24 partai politik. utusan daerah 135 orang. DPRD Provinsi.000 orang 8. Pemilihan Umum Kelima dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. b. Pemilihan Umum Keenam dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 1992. Pemilihan Umum Kedelapan (Era Reformasi) dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 1999 yang diikuti sebanyak 48 partai politik. 9. dan PDI. e. Pemilihan Umum Ketiga dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 1977 yang diikuti oleh dua Parpol dan satu Golkar. Membiasakan untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku. Hal ini dikarenakan terjadi fusi parpol dari 10 parpol peserta pemilu 1971 disederhanakan menjadi 3 dengan ketentuan sebagai berikut. Pada pemilu ini telah terpilih jumlah anggota DPR sebanyak 500 orang dan jumlah anggota MPR sebanyak 700 orang dengan rincian DPR dipilih 462 orang. Membiasakan mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan atau anarkis. Jumlah anggota DPR 500 orang dan anggota MPR 1. d. a) Partai yang berhaluan spiritual material fusi menjadi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) b) Partai yang berhaluan material-spriritual fusi menjadi PDI (Partai Demokrasi Indonesia) c) Dan partai yang bukan keduanya menjadi Golkar (Golongan Karya). peserta pemilu masih dua parpol (PPP dan PDI) serta satu Golongan Karya. 6.

c. 6) Berani mengadakan kegiatan yang merupakan realisasi dari program OSIS dan sebagainya.Menerima perbedaan pendapat. antara lain sebagai berikut : a. Menghindarkan perbuatan otoriter. maupun kegiatan yang lain yang relevan. h. 4) Berani menulis artikel. pendapat. 3) Berani mengajukan petisi (saran/usul). f. Senang ikut serta dalam kegiatan organisasi misalnya OSIS. 4) Mengikuti kegiatan kerja bakti. Menentukan pemimpin dengan jalan damai melalui pemilihan. 3) Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga. Melaksanakan hak tanpa merugikan orang lain. d. ketua kelas. 5) Selalu mengikuti jenis pertemuan yang diselenggarakan OSIS. Mengembangkan toleransi antarumat beragama. Ada beberapa contoh perilaku yang dapat mendukung tegaknya prinsip-prinsip demokrasi. c. b. Melaksanakan amanat rakyat. 5) Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat. PMR dan sebagainya. Lingkungan masyarakat 1) Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat. e. Pramuka. g. dan negara. Lingkungan Keluarga 1) Membiasakan diri untuk menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya. Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah. opini di majalah dinding. . g. Menggunaka kebebasan dengan penuh tanggung jawab. b. 2) Membiasakan mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat. 4) Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. 2) Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS. Menghormati pendapat orang lain. masyarakat. i. Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun. bangsa. Lingkungan Sekolah 1) Berusaha selalu berkomunikasi individual. 3) Mengikuti kegiatan rembug desa.f. Perilaku Budaya Demokrasi dalam Lingkungan Keluarga a. Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan. 2) Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih.

Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. sebagai tokoh impian ratu adil. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. diperoleh melalui pemilihan umum. selain sesuai hukum dan peraturan. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola. tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih).1 Latar Belakang Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Selain pemilihan umum legislatif. Sebagai tambahan. suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara. bukan sistem pemerintahan yang bagus. keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif. misalnya pemilihan presiden suatu negara. tetapi dalam arti yang lebih luas. banyak keputusan atau hasil-hasil penting.Makalah Demokrasi By nursetiawanti BAB I PENDAHULUAN 1. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif. Padahal sebaik apa pun . lembagalembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembagalembaga perwakilan rakyat (DPR. namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Di bawah sistem ini.

maka makalah ini akan memaparkan pentingnya budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. Memaparkan contoh nyata penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu. berbangsa dan bernegara. narapidana atau bekas narapidana).Belum tegaknya supermasi hukum. . misalnya umur 18 tahun. Untuk mengeliminasi masalah-masalah yang ada.2 Identifikasi Masalah Dalam pelaksanaanya. Memaparkan masalah-masalah yang timbul yang diakibatkan penyimpangan dari nilai-nilai demokrasi dalam kehidupa sehari-hari.Tidak adanya kehidupan berpartisipasi dalam kehidupan bersama (musyawarah untuk mencapai mufakat).4 Batasan Masalah Karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang timbul. penulis menyusun makalah ini dengan judul ³BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI -HARI´. 2.Pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. 1.seorang pemimpin negara. . dan yang tak memliki catatan kriminal (misal. banyak sekali penyimpangan terhadap nilai-nilai demokrasi baik itu dalam kehidupan sehari-hari di keluarga maupun masyarakat. berbangsa dan bernegara. Memaparkan sejumlah sumber hukum yang menjadi landasan demokrasi 3.Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan bermasnyarakat. .5 Sistematika Penulisan . Untuk itu. maka makalah ini hanya akan membahas tentang pentingnya budanya demokrasi dalam kehidupan sehari hari baik itu dalam keluarga maupun masyarakat. 1. 1. Permasalahn yang muncul diantaranya yaitu: .3 Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah : 1. 1.

by the people. dan untuk rakyat (government of the people. landasan-landasan demokrasi. Jadi.1 Pengertian Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.1 Menurut Internasional Commision of Jurits Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. 2.3 Menurut C. tujuan dibuatnya makalah. pembatasan masalah. yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat.1.1.F Strong . 2.2 Menurut Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. BAB II TEORI BUDAYA DEMOKRASI Teori Budanya Demokrasi berisikan pengertian demokrasi. maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan berisikan latar belakang mengenai pengertian demokrasi. and for the people). BAB II TEORI BUDAYA DEMOKRASI 2. dan sistematika penulisan. 2. sejarah perkembangan demokrasi dan penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. oleh rakyat. BAB III KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan dan saran merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran.Agar makalah ini dapat dipahami pembaca.1. identifikasi masalah yang ditimbulkan oleh pelanggara terhadap nilai-nilai demokrasi.

1 Pembukaan UUD 1945 1. Pasal 2 Majelis Permusyawaratan Rakyat.2 Batang Tubuh UUD 1945 1.2 Landasan-landasan Demokrasi 2. Alinea pertama Kemerdekaan ialah hak segala bangsa.Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu. 3. 4. 2. Pasal 1 ayat 2 Kedaulatan adalah ditangan rakyat. bersatu. Alinea kedua Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka. 4. adil dan makmur.2. 2. Alinea keempat Melindungi segenap bangsa. berdaulat. 3.2. Alinea ketiga Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas. 2. 2. Pasal 6 Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 24 dan Pasal 25 .

2. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. UU No. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. yaitu demos yang berarti rakyat. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. 39 tahun 1999 tentang HAM 2. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Namun. . sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab.3 Lain-lain 1.3 Sejarah dan Perkembangan Demokrasi Isitilah ³demokrasi´ berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi 2. Pasal 27 ayat 1 Persamaan kedudukan di dalam hukum. misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat. bersamaan dengan perkembangan sistem ³demokrasi´ di banyak negara. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. 6.Peradilan yang merdeka. oleh rakyat dan untuk rakyat. Ketetapan MPR RI No. Hal ini menjadi wajar. Kata ³demokrasi´ berasal dari dua kata. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. 5. 2.

Di Lingkungan Sekolah Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: .Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja. .Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain. Di Lingkungan Masyarakat Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: .Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). .Intinya. Penerapan Budaya Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari-hari Di Lingkungan Keluarga Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: . . tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya.Menghargai pendapat anggota keluarga lainya. .Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara.Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya. . .Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi. .

Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas.Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan..Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam .Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat. membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah. .Memiliki kejujuran dan integritas. . ras dan agama. .Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik. . kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. . .Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya.Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari pengalaman masa lalu bangsa kita. . . .Menghargai hak-hak kaum minoritas. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: .Sikap anti kekerasan.Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya. .Mengutamakan musyawarah.

musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri. atau membiasakannya. Perlu ada usaha dari semua warga negara. Akan tetapi.blogster.keluarga. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi.wikipedia.com/demokrasi_dan_Konstitusi. Mempraktekanya secara terus menerus. kita berharap bahwa demokrasi telah benarbenar membudaya di tanah air kita. bermasyarakat.html³ . supremasi hukum kurang ditegakan. ³http://dondsor. kita belum membudanyakannya. bahkan pemerintah itu sendiri. Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran. Saran Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal. Dengan kata lain. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara. Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. tentu saja. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain. maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini. 2. adalah: 1. Yang paling utama.org/wiki/Demokrasi³ 2. Mengatakan ³Demokrasi telah menjadi budaya´ berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. DAFTAR PUSTAKA 1. kurang menghargai perbedaan. itu belum terjadi. masyarakat. ³http://id. Suatu hari nanti. tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. kesamaan kurang di praktekan. baik dalam kehidupan berkeluarga. Adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Namun. yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. melanggar nilai-nilai demokrasi. dan seterusnya. nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan.

Pd. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama. 2005 ³ Kewarganegaraan (Citizenship)´. Dahlan. Asy¶ari. 5. Saronji. Aim. dan Aminah Y. . Drs.. 2004 ³ Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VIII Jilid 2´.Pd. S. S. M. M.3. 2004 ³Kewarganegaraan untuk SMP Kelas II Jilid 2´. Drs. Abdulkarim. Wijianti.Pd. 4. S. Bandung: Grafindo Media Pratama. Siti. Dan H.Pd.Pd. Jakarta: Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful