P. 1
masalah-masalah_dalam_menyusui

masalah-masalah_dalam_menyusui

|Views: 174|Likes:
Published by rubiy4

More info:

Published by: rubiy4 on Apr 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2015

pdf

text

original

Makalah Seminar Managemen Laktasi " MASALAH-MASALAH DALAM MENYUSUI

"

Disusun Oleh Restuning Widiasih, S.Kp., M. Kep., Sp. Mat

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran 2008

Sebagai co toh. tidak baik atau apapun pendapatnya sehingga se ring menyebabkan diambilnya ke putusan untuk menghentikan menyusui. masalah y ang sering timbul adalah: kurang/salah informasi putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar. Masalah pada bayi umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi. A. sehingga dikatakan bayi menderta diare dan sering kali petugas kesehatan menyuruh menghentikan . Masalah menyusui dapat pula diakibatkan karena keadaan khusus. Pada sebagian ibu yang tidak paham masalah ini. atau ASInya tidak enak. sehingga bayi sering menjadi “bingung puting” atau sering menangis. dan pasca masa persalinan lanjut. Selain itu ibu sering benar mengeluhkan bayinya sering menangis. kegagalan menyusui sering dianggap problem pada anak saja. ah Petugas kesehatanpun masih banyak yang tidak memberikan info rmasi pada saat pemeriksaan kehamilan atau saa memulangkan bayi. yang sering diinterprestasikan oleh ibu dan keluarga bahwa ASI tidak tepat untuk bayinya. pada masa pasca persalinan dini. banyak t n ibu/petugas kesehatan yang tidak mengetahui bahwa:  Bayi pada minggu-minggu pertama defekasinya encer dan sering. Kurang / salah informasi Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih baik dari ASI sehingga cepat menamb susu formula bila merasa bahwa ASI kurang. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan (periode antenatal).MASALAH-MASALAH DALAM MENYUSUI PENDAHULUAN Kegagalan dalam proses menyusui sering di ebabkan karena timbulnya bebe s rapa masalah. baik masalah pada ibu maupun pada bayi. ayau “menolak” menyusu. Masalah Menyusui Masa Antenatal Pada masa antenatal. dsb yang sering diartikan bahwa ASInya tidak cukup.

Informasi yang perlu diberikan kepada ibu hamil/menyusui antara lain meliputi :  Fisiologi laktasi  Keuntungan pemberian ASI  Keuntungan rawat gabung  Cara menyusui yang baik dan benar  Kerugian pemberian susu formula  Menunda pemberian makanan lainnya paling kurang setelah 6 bulan.  ASI belum keluar pada hari pertama seh ingga bayi dianggap perlu dibe rikan minuman lain. ataupun penggunaan brest shield dan breast shell. . misalnya dengan memanipu lasi Hofman. tunggu saja sampai bayi lahir. padahal bayi yang baru lahir cukup bulan dan s ehat mempunyai persediaan kalori dan cairan y ang dapat mempertahankannya ta npa minuman selama beberapa hari.  Karena payudara berukuran keci dianggap kurang menghasilkan ASI padahal l ukuran payudara tidak menentukan apakah produksi ASI cukup atau kurang karena ukuran ditentukan oleh banyakn lemak pada payudara sedangk kelenjar ya an penghasil ASI sama banyaknya walaupun payudara kecil dan produksi ASI dapat tetap mencukupi apabila manajemen laktasi dilaksanakan dengan baik dan benar. segera setelah pasca lahir lakukan :  Skin-to-skin kontak dan biarkan bayi mengisap sedini mungkin  Biarkan bayi “mencari” putting kemudian mengisapnya. Putting susu datar atau terbenam Putting yang kurang menguntungkan seperti ini sebenarnya tid selalu menjadi ak masalah.menyusui. Padahal sifat defekasi bayi yang mendapat kolostrum memang demikian karena kolostrum bersifat sebagai laksans. menarik-nerik puting. pemberian minuman sebelum ASI keluar akan memperlambat pengeluaran ASI oleh bayi menjadi kenyang dan malas menyusu. Secara umum ibu tetap masih dapat menyusui bayinya dan upaya selama antenatal umumnya kurang berfa edah. Maka sebaiknya tidak dilakukan apa-apa. Disamping itu. Yang paling efisien untuk memperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat. dan bila perlu coba berbagai posisi untuk mendapat keadaan yang paling menguntungkan. Rangsang putting biar dapat “keluar” sebelum bayi “mengambil”nya.

salep. dapat “ditarik” dengan pompa putting susu (nipple puller). B. jangan sekali-sekali memberikan obat lain. atau yang paling sederhana dengan sedotan spuit yang dipakai terbalik. yang kadang kala retak-retak atau luka. atau terbenam. maka dapat dilakukan dengan cara-cara seperti ini :  Ibu dapat terus memberikan ASInya pada keadaan luka tidak begitu sakit. Kulit merah. saluran susu tersumbat dan mastitis atau abses. terasa sakit yang menetap. dan tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri.  Putting susu yang sakit dapat diistirahatkan untuk sementara waktu kurang lebih 1x24 jam. putting susu lecet. dan lain-lain. dan kulit kering bersisik (flaky) Pada keadaan putting susu lecet. Bila perlu lakukan ini hingga 1-2 minggu.  Cuci payudara sekali saja sehari dan tidak dibenarkan untuk menggunakan sabun. Apabila putting benar-benar tidak bisa muncul. kelainan yang s ering terjadi antara lain : pu tting susu datar. Masalah Menyusui Pada Masa Pasca Persalinan Dini Pada masa ini. berkilat. atau teteskan langsung ke mulut bayi. payudara bengkak. . Yang perlu dilakukan adalah :  Cek bagaimana perlekatan ibu-bayi  Apakah terdapat Infeksi Candida (mulut bayi perlu dilihat). 1. usahakan agar bayi tetap disusui dengan sedikit penekanan pada areola mammae d engan jari sehingga terbentuk dot ketika memasukkan putting susu ke dalam mulut bayi.  Olesi putting susu dengan ASI akhir (hind milk). seperti krim.  Bila terlalu penuh ASI dapat d iperas dahulu dan diberikan dengan sendok atau cangkir. sebaiknya SAI tetap dikeluarkan dengan tangan. dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar 2x24 jam.  Jika tetap mengalami kesulitan. Putting susu lecet Pada keadaan ini seringkali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. kadang gatal.  Selama putting susu diistirahatkan.

Bila terlalu sakit dapat diberikan obat analgetik. Mastitis atau abses payudara Mastitis adalah peradangan pada payudaa. Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu setelah persalinan di kibatkan oleh sumbatan saluran susu yang a berlanjut. suhu tubuh meningkat.2. Pada payudara bengkak. Dapat juga k arena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau akrena tekanan baju/BH. Untuk mencegah maka diperlukan (1) menyusui dini (2) perleka tan yang baik (3) menyusui “on demand”/ Bayi harus lebih sering disusui. panas dan keras. per lekatan kurang baik. kulit mengkilat walau tidak merah. karena berisi ASI. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat. atau nayi tidak dapat menyusu sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu. untuk mengurangi udem. payudara udem. dengan payudara bengkak. 3. Dan untuk merangsang reflex Oxytocin maka dilakukan :  Kompres panas untuk mengurangi rasa sakit. Di dalam terasa ada masa padat (lump). sakit. Payudara bengkak Dibedakan antara payudara penuh.  Ibu harus rileks  Pijat leher dan punggung belakang (sejajar daerah payudara)  Pijat ringat pada payudara yang bengkak (pijat pelan-pelan kea rah tengah)  Stimulasi payudara dan putting Selanjutnya kompres dingin pasca menyusui. terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung. . Pada payudara penuh. agar ketegangan menurun. puting kencang. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tak efektif. dan tidak ada demam. rasa berat pada payudara. Badan bisa demam setelah 24 jam. Apabila terlalu tegang. dan diluarnya kulit menjadi merah. Pakailah BH yang sesuai. mun gkin kurang sering ASI dikeluarkan dan mungkin juga ada pembatasan waktu menyusui. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar. terlambat menyusukan dini. Payudara menjadi merah. dan bila diperiksa/isap ASI tidak keluar. Bila diperiksa ASI keluar. be gkak r n kadangkala diikuti rasa nyeri dan panas.

Masalah Menyusui Pada Masa Pasca Persalinan Lanjut Yang termasuk dalam masa pasca persalinan lanjut adalah sindrom ASI kurang. Walaupun ada tanda-tanda tersebut perlu diperiksa apakah tanda-tanda tersebut dapat dipercaya.  Kalau sudah terjadi abses seba iknya payudara yang sakit tida boleh disusukan k karena mungkin memerlukan tindakan bedah. kering atau berwarna hijau  Payudara tidak membesar selama kehamilan (keadaan yang jarang). Sindrom ASI kurang Sering kenyataannya ASI tidak benar-benar kurang.  Bila perlu bisa diberikan istirahat total dan obat untuk penghilang rasa nyeri. Tapi juga terkadang bayi lebih cepat menyusu. Lecet pada puting dan trauma pada kulit juga dapat mengundang infeksi bakteri. ibu bekerja. antara lain :  BB (berat badan) bayi meningkat kurang dari rata-rata 500 gram per bulan  BB lahir dalam waktu 2 minggu belum kembali . Tanda-tanda yang “mungkin saja” ASI benar kurang antara lain:  Bayi tidak puas setiap setelah menyusui. pasca lahir. C. Flucloxacilin atau Erythromycin selama 7-10 hari. dimulai pada payudara yang tidak sakit.Ada dua jenis Mastitis . sering kali menyusu menyusu dengan . Disangka produksinya berkurang padahal dikarenakan bayi telah pandai menyusu. dan lain-lain. waktu yang sangat lama. pijat leher-punggung. 1. atau ASI tidak “dating”. yaitu yang hanya karena milk stasis adalah Non Infective Mastitis dan yang telah terinfeksi bakteri : iInfective Mastitis. yaitu stimulasi putting.  Pemberian antibiotik. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan:  Kompres hangat/panas dan pemijatan  Rangsang Oxtocin.  Bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu  Tinja bayi keras. Tanda bahwa ASI benar-benar kurang.

keadaa ini yang paling sering dijum n pai. Faktor tehnik menyusui. dang anti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malah hari  Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya telah mulai dipraktekkan sejak satu bulan sebelum kembali bekerja  Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui nayinya. juga sering terjadi 3. a. 2. missal : penyakit. abnormalitas dan lain-lain Ibu dan bayi dapat saling memb antu agar produksi ASI meningk dan bayi terus at memberikan isapan efektifnya. maka bila perlu dapat dilakukan pemberian ASI dengan suplementer yaitu dengan pipa nasogastrik atau pipa halus lainnya yang ditempelkan pada putting untuk diisap bati dan ujung lainnya dihubungkan dengan ASI atau formula. baud an warna kuning.I. KB. setiap 3-4 jam  ASI dapat disimpan dilemari pendingin dan dapat diberikan pada bayi saat ibu bekerja dengan cangkir  Pada saat ibub dirumah. perlekatan. Sangat jarng. adalah factor kondisi bayi. dll 4. kontrasepsi.I. misalnya pada relaktasi. terutama dicari pada ke 4 kelompok factor penyebab : 1. merokok. Ibu yang bekerja Seringkali alas an pekerjaan membuat seseorang ibu berhenti menyusui. kurang gizi. masalah frekuensi. penggunaan dot/botol dan lain-lain 2. Ngompol rata-rata kurang dari 6 kali dalam 24 jam. Faktor fisik ibu (jarang). Faktor psikologis. Cara mengatasinya disesuaikan dengan penyebab. diuretic. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dianjurkan pada ibu menyusui yang bekerja :  Susuilah bayi sebelum ibu bekerja  ASI dikeluarkan untuk persediaan di rumah sebelum berangkat kerja  Pangosongan payudara di tempay kerja. a. . cairan urin pekat. hami . Pada keadaan-keadaan tertentu dimana produksi ASI memang tidak memadai maka perlu upaya yang lebih. sesering mungkin bayi disusui.

hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat.dan menyusui segera. Ibu sakit Ibu yang menderita Hepatitis dan AIDS. namun pada masyarakat yang tidak dapat membeli PASI. ASI kemudian tidak boleh u dimasakkan. Tetapi meskipun hanya 1 cangkir (200 ml) sudah bisa untuk pemberian 2 kali A 100 ml.jika kondisi ibu dan bayi membaik. 1-7 hari) bisa sampai 12 jam  1-2 hari di lemari es (4 oC)  Bertahun dalam “deep freezer” (-18 oC) ASI beku perlu dicairkan dahul dalam lemari es 4 o C. Jelaskan perubahan yang dapat terjadi: ASI berkurang. Masalah Menyusui Pada Keadaan Khusus a. tidak diperkenankan untuk menyusui. Penyimpanan ASI :  6-8 jam di temperature ruangan (19o-25 o C). c. Ibu melahirkan dengan bedah Caesar Segera rawat gabung. . D. ASI tetap dianjurkan. b. bila masih kolostrum (susu awal. Ada ibu yang dapat mengeluarkan sampai 2 cangkir (400-500 ml) atau lebih walaupun setelah bayi selesai menyusui. perlu diperhatikan untuk makan lebih banyak.Pengeluaran ASI : Keluarkan ASI sebanyak mungkin dan tamping ke can gkir atau tempat/teko yang bersih. Ibu hamil Tidak ada bahaya bagi ibu maupun janin. kontraksi uterus.

jika tidak dapat menghisap berikan dengan pipa nasogastrik. karena akan mengganggu proses laktasi. C. Terjadi karena mekanisme menyusu pada puting berbeda dengan botol.jika terpaksa berikan dengan sendok atau pipet. Bayi premature Susui dengan sering. jangan biarkan bayi menangis terlalu lama. menghisap terbutus-putus dan sebentar. . Tindakan: jangan mudah memberi PASI. dan sendok. tangan. Bayi bingung putting Nipple Confusion adalah keadaan yang terjadi karena bayi mendapat susu formula dalam botol berganti-ganti dengan menyusu pada ibu. Bayi sering menangis Perhatikan sebab bayi menangis jangan biarkan bayi menangis terlalu lama. perbaiki posisi menyusui. periksa pakaian bayi: apakah basah. bayi menolak menyusu. Sebab bayi menangis :  Bayi merasa tidak aman  Bayi merasa sakit  Bayi Basah  Bayi kurang gizi Tindakan ibu : ibu tidak perlu cemas.walau pendek-pendek. rangsang dengan sentuh langit-langit bayi dengan jari ibu yang bersih. Tanda-tanda : mengisap puting seperti menghisap dot. B. . puaskan menyusu.Masalah Pada Bayi A.

Bayi kuning Pencegahan : segera menyusui setelah lahir. namun lama kelamaan makanan pipa makin berkurang dan ASI ditingkatkan.Uraian sesuai dengan umur bayi :  Bayi umur kehamilan < 30 mgg : BBL < 1250 gr. E. namun m asih menerima makanan lewat pipa. kolustrum mengandung purgatif ringan. dengan bergantian untuk variasi bayi. kolustrum berfungsi mencegah dan menghilangkan bayi kuning. Yakinkan ibu bahwa alam telah menyiapkan air susu bagi semua makhluk. D. Oleh karena itu semua ibu sebenarnya sanggup menyusui bayi kembar. Dapat menerima ASI dari sendok. Bayi kembar Ibu optimis ASI nya cukup susui dengan football position. dan kemampuan menghisap mungkin berbeda F. yang membantu bayi untuk mengeluarkan mekonium. 2 kali sehari. sesuai dengan kebutuhan. dan jangan dibatasi atau susui sesering mungkin. susui pada payudara . Biasanya diberi cairan infus selama 24-48 jam. Untuk bayi tertentu seperti diare. Berikan bayi kolustrum.  Usia > 34 mgg: BBL > 1800 gram. Lalu diberikan ASI menggunakan pipa nasogastrik  Usia 30-32 mgg : BBL 1250 – 1500 gram. jadi . Bilirubin dikeluarkan melalui feses. Bayi sakit Tidak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI.  Usia 32-34 mgg : BBL 1500-1800 gram. justru membutuhkan lebih banyak ASI untuk rehidrasi. Bayi mulai menyusui langsung dari payudara namun perlu sabar. Mendapatkan semua kebutuhan dari payudara.

ibu jari ibu digunakan sebagai penyumbat lubang. Bayi sumbing Bayi tidak akan mengalami kesulitan menyusui. memperbaiki perkembangan bicara. I. mengurangi resiko terjadinya otitis media. dimana bayi mempunyai jaringan ikat penghubung lidah dan dasar mulut yang tebal dan kaku. dan pallatum durum ( langit-langit keras) Manfaat menyusui bagi bayi sumbing : melatih kekuatan otot rahang dan lidah. memungkinkan. Untuk bayi dengan palatoskisis ( celah pada langit-langit ) : Menyusui dengan posisi duduk. cukup dengan berikan posisi yang sesuai. dan bayi tidak dapat menjulurkan lidah untuk menangkap puting. sehingga membatasi gerak lidah. Bayi yang memerlukan perawatan Ibu ikut dirawat supaya pemberian ASI bisa dilanjutkan Seandainya tidak . untuk sumbing pallatum molle ( langit-langit lunak ). ibu dianjurkan untuk memerah ASI setiap 3 jam dan disimpan didalam lemari untuk kemudian sehari sekali daiantar kerumah sakit. dot panjang H. kalau mengalami labiopalatoskisis. berikan ASI dengan sendok. Cara menyusui : Ibu membantu dengan menahan kedua bibir bayi segera setelah bayi dapat menangkap puting dan areola dengan benar. sehingga dapat diberikan sesuai jam nya.G. putting dan areola pegang saat menyusui. pipet. . Bayi dengan lidah pendek ( Lingual Frenulum ) Keadaan ini jarang terjadi. Perlu ditandai pada botol waktu ASI tersebut ditampung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->