Penyakit Herpes Comments (1) By admin

Penyakit herpes atau yang paling dikenal masyarakat dengan penyakit cacar adalah radang kulit dengan tanda-tanda gelembunggelembung berisi air secara berkelompok pada permukaan kulit. Penyakit Herpes ini dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu : 1. Herpes Genetalis 2. Herpes Zoster Herpes Genetalis terjadi karena infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian vagina, penis, pintu dubur/anus, pantat dan pangkal paha/selangkangan. Penyebabnya adalah virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh. Penularan Penyakit Herpes Penularan penyakit herpes bisa saja melalui : bersin, batuk, pakaian yang terkena gelembung yang pecah (cairan yang kena pakaian). Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui hubungan sex Gejala Penyakit Herpes

nyeri persendian. ada bintik merah pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. disamping itu ada kalanya disertai sakit perut.Secara umum tanda maupungejala penyakit herpes ini adalah : demam. misalnya diberikan paracetamol. sesak napas. Untuk penanganan yang lebih serius adalah dengan pengobatan terapy infus Acyclovir. Pemberian Acyclovir tablet sebagai antiviral yang bertujuan untuk mengurangi demam dan nyeri. Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit herpes ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam. Mungkin anda tertarik membaca hdl dan ldl kolesterol dan penyakit lupus . yaitu dengan cara pemberian bedak talk yang membantu melicinkan kulit. Pengobatan Penyakit Herpes Yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan agar tidak pecah supaya tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman yang lain. Untuk pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. menggigil.

Herpes genitalis terjadi pada alat genital dan sekitarnya (bokong. Komplikasi tersebut menjadi bahan pemikiran dan perhatian dari beberapa ahli. Setelah terjadinya infeksi primer virus mengalami masa laten atau stadium dorman. mulai dari ginggivostomatitis sampai keratokonjungtivitis. Tipe 1 biasanya mengenai mulut dan tipe 2 mengenai daerah genital. Infeksi HSV-2 sering ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menyebabkan rekurensi dan ulserasi genitalyang nyeri. (1-4) HSV dapat menimbulkan serangkaian penyakit.PENDAHULUAN Herpes genitalis merupakan infeksi pada genital dengan gejala khas berupa vesikel yang berkelompok dengan dasar eritem bersifat rekuren. ensefalitis. ahli mikrobiologi dan lain sebagainya. Infeksi herpes simpleks fasial-oral rekuren atau herpes labialis dikenali sebagai fever blister atau cold sore dan ditemukan pada 25-40% dari penderita Amerika yang telah terinfeksi. ahli kandungan. penyakit kelamin dan infeksi pada neonatus. dan infeksi rekuren disebabkan oleh reaktivasi virus dorman ini yang kemudian menimbulkan kelainan pada kulit. seperti : ahli penyakit kulit dan kelamin. daerah anal dan paha). . Infeksi primer oleh HSV lebih berat dan mempunyai riwayat yang berbeda dengan infeksi rekuren. Ada dua macam tipe HSV yaitu : HSV-1 dan HSV-2 dan keduanya dapat menyebabkan herpes genital.

(5-7) Herpes genital mengalami peningkatan antara awal tahun 1960-an dan 1990-an. Studi seroepidemiologi menunjukkan disparitas yang lebar antara prevalensi antibodi dan infeksi klinis. dapat ditemukan lesi berat dan luas berupa ulkus yang nyeri pada mulut dan esofagus. HSV-1 umumnya ditemukan pada daerah oral pada masa kanak-kanak. Tetapi pada penderita dengan imunitas yang rendah.000 di tahun 1995 per 100.5) Prevalensi yang dilaporkan dari herpes genitalis bergantung pada karakteristik demografis. seringnya rekurensi pada pria dan lebih . Kebiasaan. Virus yang berada dalam keadaan laten dapat bertahan untuk periode yang lama bahkan seumur hidup penderita. ini mengindikasikan bahwa banyak orang mendapat infeksi subklinik. orientasi seksual dan gender mempengaruhi HSV-2.(7) Disamping itu lebih banyaknya golongan wanita dibandingkan pria disebabkan oleh anatomi alat genital (permukaan mukosa lebih luas pada wanita). Kunjungan awal pada dokter yang dilakukan oleh pasien di Amerika Serikat untuk episode pertama dari herpes genitalmeningkat sepuluh kali lipat mulai dari 16. Di inggris laporan pasien dengan herpes genital pada klinik PMS meningkat enam kali lipat antara tahun 1972-1994.000 pasien yang berkunjung.Herpes simpleks fasial-oral biasanya sembuh sendiri.(3-6) Virus herpes merupakan sekelompok virus yang termasuk dalam famili herpesviridae yang mempunyai morfologi yang identik dan mempunyai kemampuan untuk berada dalam keadaan laten dalam sel hospes setelah infeksi primer. Virus tersebut tetap mempunyai kemampuan untuk mengadakan reaktivasi kembali sehingga dapat terjadi infeksi yang rekuren. (4.7) EPIDEMIOLOGI HERPES GENITALIS Prevalensi anti bodi dari HSV-1 pada sebuah populasi bergantung pada faktor-faktor seperti negara. terlebih lagi pada kondisi sosial ekonomi terbelakang.986 pasien di tahun 1970 menjadi 160. HSV-2 prevalensinya lebih rendah dibanding HSV-1 dan lebih sering ditemukan pada usia dewasa yang terjadi karena kontak seksual. sosial ekonomi dan klinis dari populasi pasien yang pernah diteliti dan teknik pemeriksaan laboratorium dan klinik digunakan untuk mendiagnosa. Seroprevalensi HSV-2 adalah 5 % pada populasi wanita secara umum di inggris. tetapi mencapai 80% pada wanita Afro-Amerika yang berusia antara 60-69 tahun di USA. Prevalensi HSV-2 pada usia dewasa meningkat dan secara signifikan lebih tinggi Amerika Serikat dari pada Eropa dan kelompok etnik kulit hitam dibanding kulit putih. (6. kelas sosial ekonomi dan usia.

Atau dikatakan HSV-1 menyebabkan kelainan di atas pinggang dan VHS-2 menyebabkan kelainan di bawah pinggang. daerah anal dan paha). bibir. mukosa mulut. . selain HSV yang juga termasuk dalam golongan ini adalah Epstein Barr (mono) dan varisela zoster yang menyebabkan herpes zoster dan varicella. diduga karena meningkatnya kasus hubungan seks oral. Herpes simplex virus tergolong dalam famili herpes virus. dan leher.(7. Tetapi didapatkan juga jumlah signifikan genital herpes 30-40% disebabkan HSV-1.9) ETIOLOGI HERPES GENITALIS Herpes genitalis disebabkan oleh HSV atau herpes virus hominis (HVH).9) PATOGENESIS HERPES GENITALIS HSV-1 dan HSV-2 adalah termasuk dalam famili herphesviridae. Adapun tipe-tipe dari HSV : 1. Beberapa tahun ini. Walaupun demikian. HSV-1 telah lebih sering juga menyebabkan herpes genital. sebuah grup virus DNA rantai ganda lipid-enveloped yang berperanan secara luas pada infeksi manusia. Herpes simplex virus tipe I : pada umunya menyebabkan lesi atau luka pada sekitar wajah. sampai saat ini belum ada angka yang pasti.ringannya gejala pada pria. Sebagian besar kasus herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2.8. tetapi beberapa kasus dihasilkan dari vaginal atau anal seks. Jarang didapatkan kelainan oral karena VHS-2 tanpa infeksi genital.(1. dari jumlah tersebut di atas hanya 9% yang menyadari akan penyakitnya. Di Indonesia. akan tetapi dari 13 RS pendidikan Herpes genitalis merupakan PMS (Penyakit Menular Seksual) dengan gejala ulkus genital yang paling sering dijumpai. HSV1 genital menyebar lewat oral seks yang memiliki cold sore pada mulut atau bibir.(4. yang merupakan anggota dari famili herpesviridae.5) Pada umumnya disebabkan oleh HSV-2 yang penularannya secara utama melalui vaginal atau anal seks. Kedua serotipe HSV dan virus varicella zoster mempunyai hubungan dekat sebagai subfamili virus alphaherpesviridae. 2. HSV-2 juga kadang-kadang menyebabkan kelainan oral. Herpes simplex virus tipe II : umumnya menyebabkan lesi pada genital dan sekitarnya (bokong. namun tidak menutup kemungkinan HSV-1 menyebabkan kelainan yang sama.4. Studi pada tahun 1960 menunjukkan bahwa HSV-1 lebih sering berhubungan dengan kelainan oral dan HSV-2 berhubungan dengan kelainan genital.

Setelah virus masuk ke dalam tubuh hospes. virus akan mengalami reaktivasi dan multiplikasi kembali sehingga terjadilah infeksi rekuren.) GEJALA KLINIK HERPES GENITALIS Infeksi awal dari 63% HSV-2 dan 37% HSV-1 adalah asimptomatik. seringkali melibatkan permukaan mukosa dengan penyebaran virus pada sistem saraf dan menetap sebagai infeksi laten pada neuron. Transmisi infeksi HSV seringkali berlangsung lewat kontak erat dengan pasien yang dapat menularkan virus lewat permukaan mukosa. Infeksi dengan HSV dimulai dari kontak virus dengan mukosa (orofaring. sinar UV. dimana dapat aktif kembali secara periodik. ano genital maupun oro genital. sedangkan infeksi genital HSV-2 menimbulkan infeksi laten di ganglion sakral. atau melalui kontak langsung dengan saliva yang terinfeksi.3. Waktu itu pada hospes itu sendiri belum ada antibodi spesifik. bertumbuh cepat dan secara efisien menghancurkan sel host dan infeksi pada sel host. Pada saat ini dalam tubuh hospes sudah ada antibodi spesifik sehingga kelainan yang timbul dan gejala konstitusinya tidak seberat pada waktu infeksi primer.4. alergi makanan dan obat-obatan dan beberapa kasus tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. terjadi penggabungan dengan DNA hospes dan mengadakan multiplikasi serta menimbulkan kelainan pada kulit.9. HSV-2 biasanya ditularkan secara seksual. Infeksi orofaring HSV-1 menimbulkan infeksi laten di ganglia trigeminal. stres fisik atau emosi. gangguan pencernaan. Simptom dari infeksi awal (saat inisial episode berlangsung pada saat infeksi awal) simptom khas muncul antara 3 hingga 9 hari setelah infeksi. virus menyebar melalui droplet pernapasan. Infeksi pada natural host ditandai oleh lesi epidermis.(5. meskipun infeksi asimptomatik berlangsung perlahan dalam tahun pertama . Selanjutnya virus menjalar melalui serabut saraf sensorik ke ganglion saraf regional dan berdiam di sana serta bersifat laten.7) Infeksi HSV-1 biasanya terbatas pada orofaring. Infeksi oleh HSV dapat bersifat laten tanpa gejala klinis dan kelompok ini bertanggung jawab terhadap penyebaran penyakit.Alfa herpes virus menginfeksi tipe sel multiple. Replikasi virus dalam sel epidermis daan dermis menyebabkan destruksi seluler dan keradangan.(1. Penularan hampir selalu melalui hubungan seksul baik genito genital. Faktor pencetus tersebut antara lain adalah trauma atau koitus. konjungtiva) atau kulit yang abrasi. Keadaan ini dapat mengakibatkan timbulnya lesi pada daerah yang luas dengan gejala konstitusi berat. demam. Bila pada suatu waktu ada faktor pencetus (trigger factor). serviks.

y y y Limfadenopati inguinal Faringitis Cervisitis a. virus akan menjalani reaktivasi dan multiplikasi kembali sehingga terjadilah lagi rekuren. Tanda utama dari genital herpes adalah luka di sekitar vagina.12) y y y y y Nyeri dan disuria Uretral dan vaginal discharge Gejala sistemik (malaise.15) Gejala dari herpes disebut juga outbreaks. yang menyebabkan salah diagnosis sebagai influenza.4. tenesmus Tanda (sign) : y Eritem. Erupsi dapat didahului dengan gejala prodormal. preputium. Inisial episode yang juga merupakan infeksi primer dapat berlangsung menjadi lebih berat. bokong atau paha. sakit kepala) Limfadenopati yang nyeri pada daerah inguinal Nyeri pada rektum. Kadang-kadang luka dari herpes genital muncul di skrotum. lesi dengan krusta tergantung pada tingkat infeksi. Infeksi HSV-1 dan HSV-2 agak susah dibedakan. mialgia. pada suatu waktu bila ada faktor pencetus. pada . lebih sering pada glans penis. pustul.(1) b. erosi. Herpes genital primer Infeksi primer biasanya terjadi seminggu setelah hubungan seksual (termasuk hubungan oral atau anal). Adapun gejalanya sebagai berikut : (1. Luka dapat muncul sekitar 4-7 hari setelah infeksi. Herpes genital rekuren Setelah terjadinya infeksi primer klinis atau subklinis.6. muncul dalam dua minggu setelah orang terinfeksi dan dapat saja berlangsung untuk beberapa minggu.(6. Lesi berupa papul kecil dengan dasar eritem dan berkembang menjadi vesikel dan cepat membentuk erosi superfisial atau ulkus yang tidak nyeri. dan frenulum. ulserasi multipel. penis. demam.setelah diagnosa di lakukan pada sekitar 15% kasus HSV-2. Tetapi lebih banyak terjadi setelah interval yang lama dan biasanya setengah dari kasus tidak menampakkan gejala. vesikel. korpus penis lebih jarang terlihat. atau di daerah anus.

Mengenai gambaran klinis dari herpes progenitalis : gejaia klinis herpes progenital dapat ringan sampai berat tergantung dari stadium penyakit dan imunitas dari pejamu. HSV berdiam dalam sel saraf di tubuh kita. maka akan bergerak dari saraf ke kulit kita. virus dapat menjadi aktif dan menyebabkan outbreaks beberapa kali dalam setahun. kelelahan. Cara pemeriksaan laboratorium yang lain adalah sebagai berikut. epidermis yang terpengaruh dan inflamasi pada . infeksi genital 3. gangguan pencernaan.(1.stadium rekuren Manifestasi klinik dari infeksi HSV tergantung pada tempat infeksi. Infeksi primer dengan HSV berkembang pada orang yang belum punya kekebalan sebelumnya terhadap HSV-1 atau HSV -2. Stadium penyakit meliputi : Infeksi primer ². Lalu memperbanyak diri dan dapat timbul luka di tempat terjadinya outbreaks (1. dan beberapa kasus sukar diketahui penyebabnya. dan status imunitas host. Histopatologis Vesikel herpes simpleks terletak intraepidermal. demam. Faktor pencetus antara lain: trauma. koitus yang berlebihan. yang biasanya menjadi lebih berat.7) 1.replikasi virus ². infeksi okular 5. (3.4. Pada sebagian besar orang.saat itu di dalam hospes sudah ada antibodi spesifik sehingga kelainan yang timbul dan gejala tidak seberat infeksi primer.stadium laten ². infeksi kulit lainnya 4. akan terlihat sel raksasa berinti banyak.5) Berbagai macam manifestasi klinis:(5. infeksi oro-fasial 2.12). ketika virus terpicu untuk aktif.4) A. Sensitifitas dan spesifitas pemeriksaan ini umumnya rendah. penurunan imunitas 7. dengan gejala dan tanda sistemik dan sering menyebabkan komplikasi. herpes neonatal PEMERIKSAAN LABORATORIUM HERPES GENITALIS Pemeriksaan laboratorium yang paling sederhana adalah Tes Tzank diwarnai dengan pengecatan giemsa atau wright. makanan yang merangsang. kelainan neurologist 6. alkohol.

Tes POCK untuk HSV-2 yang sekarang mempunyai sensitivitas yang tinggi. akan tetapi pada stadium yang lanjut tidak khas lagi. Sedangkan komplikasi herpes genitalis pada kehamilan dapat menyebabkan abortus pada kehamilan trimester pertama. Konfirmasi virus dapat dilakukan melalui mikroskop elektron atau kultur jaringan. biasanya hari keempat timbulnya lesi. partus prematur dan pertumbuhan . Jika titer dalam spesimen cukup tinggi.(1) B. Kultur virus Kultur virus yang diperoleh dari spesimen pada lesi yang dicurigai masih merupakan prosedur pilihan yang merupakan gold standard pada stadium awal infeksi. Bahan pemeriksaan diambil dari lesi mukokutaneus pada stadium awal (vesikel atau pustul).(1. retensi urine. dapat dideteksi lewat tes laboratorium yaitu kultur. pemeriksaan fisis jika gejalanya khas dan melalui pengambilan contoh dari luka (lesi) dan dilakukan pemeriksaan laboratorium. hasilnya lebih baik dari pada bila diambil dari lesi ulkus atau krusta. maka hasil positif dapat terlihat dalam waktu 24-48 jam. Pemeriksaan serologis ( ELISA dan Tes POCK ) Beberapa pemeriksaan serologis yang digunakan:(1) 1. penderita harus dideteksi dengan kemungkinan penyakit lain. perubahan imun virus yang cepat.12) Pada stadium dini erupsi vesikel sangat khas. meningitis aseptik dan infeksi anal. diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesa. teknik yang kurang tepat atau keterlambatan memproses sampel. C. Pada herpes genitalis rekuren hasil kultur cepat menjadi negatif.(1.4) DIAGNOSIS HERPES GENITALIS Secara klinis ditegakkan dengan adanya gejala khas berupa vesikel berkelompok dengan dasar eritem dan bersifat rekuren. Gejala dan tanda dihubungkan dengan HSV-2. Komplikasi yang timbul pada penyakit herpes genitalis anatara lain neuralgia. termasuk chancroid dan kandidiasis. ELISA mendeteksi adanya antibodi HSV-1 dan HSV-2.11. namun tak selalu. 2. Virus kadangkala. ini terjadi karena kurangnya pelepasan virus. Kultur dikerjakan dengan menggunakan swab untuk memperoleh material yang akan dipelajari dari luka yang dicurigai sebagai herpes. Tes darah yang mendeteksi HSV-1 dan HSV-2 dapat menolong meskipun hasilnya tidak terlalu memuaskan.dermis menjadi infiltrat dengan leukosit dan eksudat sereus yang merupakan kumpulan sel yang terakumulasi di dalam stratum korneum membentuk vesikel.

10) PENATALAKSANAAN HERPES GENITALIS Sampai sekarang belum ada obat yang memuaskan untuk terapi herpes genitalis.7. KOMPLIKASI HERPES GENITALIS Infeksi herpes genital biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada orang dewasa.(12) Bila pada kehamilan timbul herpes genital. (3.janin terhambat pada trimester kedua kehamilan dan pada neonatus dapat terjadi lesi kulit. sakit kepala. Infeksi neonatal mempunyai angka mortalitas 60%. Herpes dapat menyebabkan penyakit mata yang serius termasuk kebutaan. Pada sejumlah orang dengan sistem imunitasnya tidak bekerja baik. bisa terjadi outbreaks herpes genital yang bisa saja berlangsung parah dalam waktu yang lama. Demam.11) y y y y y y Ulkus durum : ulkus indolen dan teraba indurasi Ulkus mole : ulkus kotor. namun pengobatan secara umum perlu diperhatikan. Herpes okuler biasanya disebabkan oleh HSV-1 namun terkadang dapat juga disebabkan HSV-2. tanda dan lokasi anatomi infeksi rekuren terlokalisir pada genital (1. merah dan nyeri Sifilis : ulkus lebih besar.12) Wanita hamil yang menderita herpes dapat menginfeksi bayinya. seperti : y menjaga kebersihan lokal . kebanyakan pada anak-anak Limfogranuloma venereum : ulkus sangat nyeri didahului pembengkakan kelenjar inguinal. hal ini perlu mendapat perhatian serius karena virus dapat melalui plasenta sampai ke sirkulasi fetal serta dapat menimbulkan kerusakan atau kematian pada janin. Herpes genital primer HSV 2 dan infeksi HSV-1 ditandai oleh kekerapan gejala lokal dan sistemik prolong. separuh dari yang hidup menderita cacat neurologis atau kelainan pada mata. dan mialgia dilaporkan mendekati 40 % dari kaum pria dan 70% dari wanita dengan penyakit HSV-2 primer. kulit atau mata. malaise. Berbeda dengan infeksi genital episode pertama. gejala.10. (3. bersih dan ada indurasi Balanopostitis : biasanya disertai tanda-tanda radang yang jelas Skabies : rasa gatal lebih berat. DIAGNOSA BANDING HERPES GENITALIS (1. Bayi yang lahir dengan herpes dapat meninggal atau mengalami gangguan pada otak.4.14). makrosefali dan keratokonjungtivitis. ensefalitis. Orang dengan sistem imun yang normal bisa terjadi infeksi herpes pada mata yang disebut herpes okuler.5.

Obat ini di metabolisme dengan baik.5) . suatu analog nukleosida yang efektif menghambat replikasi HSV-1 dan HSV-2.oleh karena itu dosis oral 1000 mg valasiklovir menghasilkan kadar obat dalam darah yang sama dengan asiklovir intravena. Namun.(4.5) Valasiklovir Valasiklovir adalah suatu ester dari asiklovir yang secara cepat dan hampir lengkap berubah menjadi asiklovir oleh enzim hepar dan meningkatkan bioavaibilitas asiklovir sampai 54%.(14) Meskipun tidak ada obat herpes genital. Waktu paruh intrasel pensiklovir lebih panjang daripada asiklovir (>10 jam) sehingga memiliki potensi pemberian dosis satu kali sehari. Valasiklovir 1000 mg telah dibandingkan asiklovir 200 mg 5 kali sehari selama 10 hari untuk terapi herpes genitalis episode awal. maserasi kulit dapat juga terjadi. penyediaan layanan kesehatan anda akan meresepkan obat anti viral untuk menangani gejala dan membantu mencegah terjadinya outbreaks. asiklovir intravena (5 mg/kg BB/8 jam selama 5 hari). Absorbsi peroral 70% dan dimetabolisme dengan cepat menjadi pensiklovir. Obat-obatan untuk menangani herpes genital adalah 12) y y y Asiklovir (Zovirus) Famsiklovir Valasiklovir (Valtres) Asiklovir Pada infeksi HVS genitalis primer. Sama dengan asiklovir.(4.(4.5. di antaranya pasien akan mengalami rasa nyeri hebat. asiklovir oral 200 mg (5 kali/hari saelama 10-14 hari) dan asiklovir topikal (5% dalam salf propilen glikol) dsapat mengurangi lamanya gejala dan ekskresi virus serta mempercepat penyembuhan. Hal ini akan mengurangi resiko menularnya herpes pada partner seksual.y menghindari trauma atau faktor pencetus. pensiklovir memerlukan timidin kinase virus untuk fosforilase menjadi monofosfat dan sering terjadi resistensi silang dengan asiklovir. pengobatan ini memiliki beberapa efek samping.9) Famsiklovir Adalah jenis pensiklovir. (11) Penggunaan idoxuridine mengobati lesi herpes simpleks secara lokal sebesar 5% sampai 40% dalam dimethyl sulphoxide sangat bermanfaat.

2. 5. 3. jangan melakukan kontak oral genital pada keadaan dimana ada gejala atau ditemukan herpes oral. merekomendasikan penanganan supresif bagi herpes genital untuk orang yang mengalami enam kali atau lebih outbreak per tahun. (7) PENCEGAHAN HERPES GENITALIS Hingga saat ini tidak ada satupun bahan yang efektif mencegah HSV. baik simtomatik atau asimptomatik. Kondom dapat menurunkan transmisi penyakit. Evaluasi. Pada penelitian in vitro yang dilakukan Plotkin (1972).(16) Beberapa ahli kandungan mengambil sikap partus dengan cara sectio caesaria bila pada saat melahirkan diketahui ibu menderita infeksi ini. namun hingga studi tersebut selesai. Di samping itu yang terbaik. tak ada rekomendasi yang dapat diberikan. povidone iodine terbukti merupakan agen efektif melawan virus tersebut.10) Sejauh ini pilihan sectio caesaria itu cukup tinggi dan studi yang dilakukan menggarisbawahi apakah penggunaan antiviral rutin efektif menurunkan herpes genital yang subklinis. (4. Tindakan ini sebaiknya dilakukan sebelum ketuban pecah atau paling lambat 6 jam setelah ketuban pecah. Spermatisida yang berisi surfaktan nonoxynol-9 menyebabkan HSV menjadi inaktif secara invitro. Mendiagnosis.Herpes genitalis adalah kondisi umum terjadi yang dapat membuat penderitanya tertekan.12) Secara ringkas ada 5 langkah utama untuk pencegahan herpes genital yaitu (1) 1. PROGNOSIS HERPES GENITALIS Kematian oleh infeksi HSV jarang terjadi. Mendidik seseorang yang berisiko tinggi untuk mendapatkan herpes genitalis dan PMS lainnya untuk mengurangi transmisi penularan. tetapi penularan masih dapat terjadi pada daerah yang tidak tertutup kondom ketika terjadi ekskresi virus. Amstey dan Metcalf (1975). 4. konsul dan mengobati individu yang terinfeksi dan follow up dengan tepat. serta penelitian in vivo oleh Friedrich dan Matsukawa (1975). (15) Pusat pengawasan dan pencegahan penyakit/ CDC (Center For Disease Control and Prevention). konseling dan pengobatan sangat berperan dalam pencegahan. Infeksi inisial dini yang segera diobati mempunyai . Friedrich dan Matsukawa juga mendapatkan hasil memuaskan secara klinis dari povidone iodine dalam larutan aqua untuk mengobati herpes genital. Mendeteksi kasus yang tidak diterapi. Pemakaian asiklovir pada ibu hamil tidak dianjurkan. Skrining disertai diagnosis dini. (3. konsul dan mengobati pasangan seksual dari individu yang terinfeksi.

sedangkan infeksi rekuren hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya.prognosis lebih baik. Quillan M.337(Number 16).Tarumanagara. Johnson E. Umumnya kelainan klinis/keluhan utama adalah timbulnya sekumpulan vesikel pada kulit atau mukosa dengan rasa terbakar dan gatal pada tempat lesi. Pada orang dengan gangguan imunitas. menyebabkan infeksi ini dapat menyebar ke alat-alat dalam dan fatal. Herpes Simplex Virus Type 2 in the United States 1976 ± 1994. editor. 3 Sutardi H. Perjalanan Penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan. Aral SO. misalnya penyakit-penyakit dengan tumor di sistem retikuloendotelial. Pengobatan dari herpes genital secara umum bisa dengan menjaga kebersihan lokal. et al. 2 Douglas. hal. Djawad K. valasiklovir. pemeriksaan fisisk jika gejalanya khas dan pemeriksaan laboratorium. Jakarta: .1 1998. tetapi sebagian kecil dapat pula oleh tipe 1. Amin S. Herpes Simplex Manifestasi Klinis dan Pengobatan. Penyakit Menular seksual. Umumnya disebabkan oleh herpes simpleks virus tipe 2 (HSV-2). In the New England Journal of Medicine. Diagnosis herpes genital secara klinis ditegakkan dengan adanya gejala khas berupa vesikel berkelompok dengan dasar eritem dan bersifat rekuren.J. dan nyeri otot. Massachutes : Massachutes Medical Society.179-196. demam. Vol 4 No. Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa. kadang-kadang disertai gejala konstitusi seperti malaise.(1. p 1105-11. Dalam: Ebers papyrus Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Univ. Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesa.4) KESIMPULAN tentang HERPES GENITALIS Herpes genital merupakan penyakit infeksi akut pada genital dengan gambaran khas berupa vesikel berkelompok pada dasar eritematosa. Vol. Dalam: Amiruddin MD. Herpes Genetalis. menghindari trauma atau faktor pencetus. Oktober 16 1997. 2004. Nahmias A. Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa. DAFTAR PUSTAKA 1 Saenang RH. dan cenderung bersifat rekuren.R. Terapi antivirus efektif menurunkan manifestasi klinis herpes genitalis. Fleming. pengobatan dengan imunosupresan yang lama. famsiklovir.3. Adapun obat-obat yang dapat menangani herpes genital adalah asiklovir. Makassar: Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedoktera Univesitas Hasanuddin.

4 2004. Dalam : Berkala ilmu penyakit kulit & kelamin Airlangga periodical of dermato-venereology. 11 Siregar RS. Hamzah M. Wald A. Stamn WE. Jakarta:Balai Penerbit FK UI. Wolff K. p 2059-065. Surabaya:Airlangga University press 2001. 5 Marques AR.2001.[cited 12 Dec 2006]. 2004:Elsevien Mosby. Sparling PF. In Sexually Transmitted Disease.S.3 Des 2001.6thed. Eisen AZ. New York: McGraw Hill Medical Publishing Divition:2003. Dalam : Berkala ilmu penyakit kulit dan kelamin Airlangga periodical of Dermeto-Venereology.22 Th III.K. 10 Handoko R.31-41. 1998. March[cited 2006 Dec 18]. Available from http://www.FAMVIR. p 15. p 161-163. etc (ed) Third edition 2000.ed 3 cet. No. Goldsmith ZA. p 45-53. New York:McGrawHill.2006. Available from http://www. 8 About genital herpes. vol. Herpes Simplex.P. Edinburg.13 April 2001 No. New York.[5 screens].dlm Ilmu penyakit kulit dan kelamin. [online].[3] available from URL http://www. 16 Genital herpes treatment. [online]. In general medicine. Aisah S (ed). Djuanda Adhi.[cited 18 Dec 2006]. Dec 2005. 7 Corey L. p 139-151. Penanganan herpes Zoster dan herpes progenitalis. Editors. vol 13 No. Herpes simpleks dlm Atlas berwarna saripati penyakit kulit cet III Tahun 1996.Soetomono. 15 About genital herpes. 4 Syahputra E. Katzi. Straus SE. 6 Clutterbuck D.co. Herpes Genetalis.p.[6 screens].com. what medication can be prescribed to manage genital herpes . Genital herpes.Fitzpatrick¶s dermatology.FAMVIR. what is genital herpes?[online]. Herpes Simpleks. Mardh PA.NIAD-Health Matters.herpes-coldsores-treatment-picture.com.available from URL http://www. Holmes K.com 14 Betadine vaginal douche vs idoxuridone melawan herpes. Female herpes picture. Lemon SM. Genital Herpes. In Specialist training in sexually transmitted infection snd HIV.In Freedberg IM. Ethical digest semijurnal farmasi & kedokteran.uk. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Harun E. P 92-93.[3]. 9 Martodihardjo S.1.Fakultas Kedokteran Tarumanagara. 13 Herpes genital. what are the signs symptoms of the first outbreak of genital herpes?[online]2006.Surabaya: Lab/SMF Penyakit Kulit & Kelamin FK Airlangga RSUD Dr. p359-361. p 285-305. London. 12 Genital herpes. Austen KF. Piot P.2005 october [cited Dec 12].

2002.FAMVIR.symptoms?[online]2006 March.p.available from URL http://www.com. Scott GR. Ogilvie MM. Ulcers and other conditions of the external genitalia. Sexually transmissible infections. Edinburgh: Saunders. Young H. In: McMillan A. editors.549-65 http://astaqauliyah.com/2006/11/referat-herpes-genitalis/ .[cited 2006 Dec 18]. 17 McMillan A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful