P. 1
Bab I Perbedaan Makkiyah Dan Madaniyah

Bab I Perbedaan Makkiyah Dan Madaniyah

|Views: 808|Likes:
Published by Ibnu So'im
Makalah
Makalah

More info:

Published by: Ibnu So'im on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

,fff

PFRßF0AAt HAKKlYAH 0At
HA0AtlYAH

D.+-«e+- A-:«e m.».-«/. S+:+/ S+:« 7«,+: m+-«.-.
D+:+» m+:+ <«:.+/ ~:«+-+

DOSEN: Dr. H. IHWANUDIN

DISUSUN OLEH:

MUHAMMAD IBNU SOIM
NPM: 10130011

URUSAN SYARIAH
PROGRAM STUDI SI. PERBANKAN SYARIAH
SEMESTER II

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) MA`ARIF
METRO-LAMPUNG
2010/2011

KATA PENGANTAR





Segala puii syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat melaksanakan makalah ini sebagai
tugas kelompok dalam Mata Kuliah Aswaia.
Penyusun menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih iauh dari
sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan saran yang bersiIat membangun,
sehingga kami dapat berusaha lebih baik lagi sesuai kemampuan yang kami miliki
dalam penyusunan tugas di masa yang akan datang. Atas kritik dan saran dari para
pembaca kami ucapkan terimakasih.







Metro, Maret 2011



PENULIS









BAB I
PEMBAHASAN



A. PENGERTIAN MAKKIYAH DAN MADANIYAH
Para seiarawan muslim mengemukakan empat perspektiI dalam
mendeIinisikan terminologi Makkiyah dan Madaniyah. Keempat perspektiI itu
adalah ; masa turun (zaman an-nuzul), tempat turun (makan an-nuzul), obiek
pembicaraan (mukhathab) dan tema pembicaraan (maudu) .
Dari prespektiI masa turun, mereka mendeIinisikan kedua terminologi di atas
sebagai berikut:





Artinya:
'Makkiyah ialah ayat-ayat yang turun sebelum Rasulullah hiirah ke madinah,
kendatipun bukan turun di mekah, sedangkan madaniyah adalah ayat-ayat yang
turun sesudah Rasulullah hiirah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Madinah.
Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hiirah disebut. Madaniyah walaupun turun
di mekkah atau araIah.
Dengan demikian, surat an-nisa` |4|:58 termasuk kategori Madaniyah
kendatipun di turunkan di Makah, yaitu pada peristiwa terbukanya kota Mekah
(Iath makkah). Begitu pula, surat Ala-Ma`idah |5|:3 termasuk kategori Madaniyah
kendatipun tidak di turunkan di Madinah karena ayat itu diturunkan pada
peristiwa haii wada .`
Dari perspektiI tempat turun, mereka mendeIinisikan kedua terminologi di atas
sebagai berikut:




Artinya:
Makkiyah ialah ayat-ayat yang turun di Mekah dan sekitarnya seperti Mina,
AraIah, dan Hudaibiyah, sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang turun di
Madinah dan sekitarnya seperti Uhud, Quba` dan Sul`a.
Tempat celah kelemahan dari pendeIinisian di atas sebab terdapat ayat-ayat
tertentu, yang tidak diturunkan di Mekah dan di Madinah dan sekitarnya.
Misalnya surat At-Taubah |9|:42 diturunkan di Tabuk, surat Az-ZukhruI |43|:45
diturunkan di tengah perialanan antara Mekah dan Madinah. Kedua ayat tersebut,
iika melihat deIinisi kedua, tidak dapat dikategorikan ke dalam Makiyah dan
Madaniyah.
Dari perspektiI obiek pembicaraan, mereka mendeIinisikan kedua
terminologi di atas sebagai berikut: 'Makkiyah adalah ayat-ayat yang meniadi
khitab bagi orang-orang Mekah. Sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang
meniadikan khitab bagi orang-orang Madiinah¨. PendeIinisian diatas di rumuskan
para sariana muslim berdasarkan asumsi bahwa kebanyakan ayat Al-Qur`an di
mulai dengan ungkapan 'Ya ayyuha ala-naas¨ yang meniadi kriteria Makkiyah,
namun tidak selamanya asumsi ini benar. Surat al-Baqarah |2|, misalnya,
termasuk kategori Madaniyah , pendahal di dalamnya terdapat salah satu ayat,
yaitu ayat 21 dan ayat 168, yang dimulai dengan ungkapan Yaa Ayyuha An-
Nas¨. Lagi pula, banyak ayat Al-Qur`an yang tidak dimulai dengan dua ungkapan
di atas.
Adapun pendeIinisian Makkiyah dan Madaniyah dari perspektiI tema
pembicaraan akan di singgung leih terinci dalam uraian karakteristik kedua
klasiIikasi tersebut.
Kendatipun mengunggulkan pendeIinisian Makkiyah dan Madaniyah dari
perspektiI masa turun, Subhi Shalih melihat komponen-komponen serupa dalam
tiga pendeIinisian. Pada ketiga versi itu terkandung komponen masa tempat dan
orang. Bukti lebih laniut dari tesis Shalih diatas bisa dilihat dalam kasus surat Al-
Mumtahanah |60|. Bila dilihat dari perspektiI tempat turun, surat itu termasuk
Madaniyah karena diturunkan sesudah peristiwa hiirah. Akan tetapi dalam
perspektiI obiek pembicaraan surat itu termasuk Makkiyah karena meniadi khitab
bagi orang-orang Makkah. Oleh karena itu, para sariana muslim memasukan surat
itu kedalam ¨Ma Nuzila bi Al-Madinah wa hukmuhu makki¨ (ayat-ayat yang
diturunkan di Madinah, sedangkan hukumnya termasuk ayat-ayat yang diturunkan
di Mekkah)¨.


B. FAEDAH MENGETAHUI MAKKI DAN MADANI
Pengetahuan tentang makkiah dan madani banyak Iaedahnya diantaranya
yaitu sebagai berikut ini:

1. Pertama
Untuk diiadikan alat bantu dalam menaIsirkan Al-Qur`an, sebab
pengetahuan mengenai tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat
tersebut dan menaIsirkannya dengan taIsiran yang benar. Sekalipun yang meniadi
pegangan adalah pengertian umum laIadz, bukan sebab yang khusus. Berdasarkan
hal itu seseorang dapat membedakan antara ayat yang nasikh dengan yang
mansukh, bila diantara kedua ayat terdapat makna yang kontradiktiI. Yang datang
kemudian tentu merupakan nasikh yang terdahulu.
2. Kedua
Meresapi gaya bahasa Qur`an dan memanIaatkannya dalam metode
dakwah menuiu ialan Allah. Sebab setiap situasi mempunyai bahasa tersendiri.
Memperhatikan apa yang dikehendaki oleh situasi merupakan arti paling khusus
dalam retorika. Karakteristik gaya bahasa makki dan madani dalam Qur`an pun
memberikan kepada orang yang mempelaiarinya sebuah metode dalam
penyampaian dakwah ke ialan Allah yang sesuai dengan kewaiiban lawan
berbicara dan menguasai pikiran dan perasaanya serta menguasai apa yang ada
dalam dirinya dengan penuh kebiiak sanaan. Setiap tahapan dakwah mempunyai
topik dan pola penyampaian tersendiri. Pola penyampaian itu berbeda-beda.
Sesuai dengan perbedaan tata cara, keyakinan dan kondisi lingkungan. Hal yang
demikian nampak ielas dalam berbagai cara Qur`an menyeru berbagai golongan;
orang yang beriman, yang musyrik, yang munaIik dan ahli kitab.

3. Ketiga
Mengetahui seiarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Qur`an. Sebab turunya
wahyu kepada Rasulullah SAW seialan dengan seiarah dakwah dengan segala
peristiwanya, baik dalam periode mekkah maupun madinah. Seiak permulaan
turun turun wahyu hingga ayat terakhir diturunkan. Qur`an adalah sumber pokok
bagi peri hidup Rosulullah SAW peri hidup beliau yang diriwayatkan ahli seiarah
harus sesuai dengan Qur`an dan Qur`an pun memberikan kata putus terhadap
perbedaan riwayat yang mereka riwayatkan.


4. Mengetahui Hikmah disyariatkannya sesuai hukum (hikmah tasrie`).
Sebab dengan ilmu Makki dan Madani dapat diketahui Tarikh Tasyrie`
yang dalam mensyariatkan hukum-hukum islam itu secara bertahap, sehingga
dapat pula diketahui mengapa sesuatu hukum itu disyariatkan hukum-hukum
islam itu secara demikian. Seperti diharamkannya minuman keras, yang
penetapan hukumnya itu secara bertahap. Mula-mula hanya diterangkan ada
bahayanya yang lebih besar dari pada manIaatnya, dilarang menielang shalat,
kemudian secara tegas diharamkan dan dilarangnya.

5. Mengetahui Perbedaan Dan Tahap-Tahap Dakwah Islamiyah
Tahap-tahap dakwah islamiyah yang diterangkan dalam ayat-ayat
Makkiyah adalah berbeda dengan isi dan aiaran dari ayat-ayat Madaniyah, seperti
yang telah di terangkan dalam tanda-tanda surah Makkiyah dan Madaniyah di
atas.

6. Mengetahui Perbedaan Uslub-Uslub (Bentuk Bahasa)
Al-Qur`an yang dalam surah-surah Makkiyah berbeda dengan yangdalam
surah-surah madaniyah. Sebab dalam surah-surah Makiyah yang dituiukan kepada
orang-orang kaIir Qurays, yang banyak pakar ahli bahasa Arabnya memakai uslub
singkat padat sedang dalam surah-surah Madaniyah yang dituniukan kepada
penduduk Madaniyah yang heterogen, yang banyak orang-orang asing belum
mengenal bahasa arab, menggunakan ungkapan paniang lebar agar mudah di
resapi mereka.









BAB II
KESIMPULAN



A. Kesimpulan
Setelah ditelusuri lebih iauh, ternyata Makki dan madani tidak hanya
dibedakan oleh tempat turunnya, tetapi iuga dibedakan oleh isi, uslub dan laIadz
yang digunakan. Selain itu, tidak seluruh surat masuk kedalam makkiyah atau
madaniyah. Tetapi ada beberapa perincian lebih laniut sesuai kondisi ayat-ayat
dan keiadian yang mengiri turunnya ayat tersebut.
Oleh karena itu mengetahui makki dan madani merupakan suatu hal yang penting,
baik dalam penaIsiran dalam al-Qur`an pelaksanaan dakwah islam maupun
perialanan seiarah pesyaratan hukum-hukum islam.


B. Saran
Dari beberapa penielasan di atas tentang penulisan makkiyah dan
madaniyah pasti tidak terlepas dari esahan penulisan dan rangkaian kalimat dan
penyusunan makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih iauh dari
kesempurnaan seperti yang diharapakan oleh para pembaca dalam khusunya
pembimbing mata kuliah ilmu ulumul quran , oleh karena itu penulis makalah ini
mengharap kepada para pembaca mahasiswa dan dosen pembimbing mata kuliah
ini terdapat kritik dan saran yang siIatnya konstruktiI dalam terselesainya makalah
ini yang selaniutnya.




DAFTAR PUSTAKA





Almanhai, Surat-Surat Makkiyah dan Mdaniyah, (Online) 2010.
(http://www.almanhai.or.id/content/2197/slash/0, diakses tanggal 19 Desember
2010.

Ar-Rumi, Fhad bin Abdurrahman, Ulumul Qur`an (Studi Kompleksitas al-
Qur`an), Teri. Amirul Hasan dan Muhammad Halabi, Cet. I: Yogyakarta: Titian
Illahi,1996.

Hadi, Syamsuol, Ayat-Ayat Makkiyah Wal Madaniyah, (Online) 2010.
(http://www.hadirukiyah.blogspot.com/2010/06/ayat-ayat Makkiyah-
walmadaniyah.html, diakses tanggal 29 Maret 2010.





BAB I
PEMBAHASAN



A. TANDA-TANDA MAKKIYAH DAN MADANIYAH
Dalam kitab Shahih Bukhori diriwayatkan dari Umar Radhiyallahu anhu
bahwasanya dia mengatakan: 'Kami tahu hari itu dan tempat wahyu tersebut
turun kepada Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam. Wahyu tersebut turun sementara
Rasulullah sedang berdiri berkutbah hari ium`at di padang AraIah.
Makkiyah ialah ayat-ayat yang turun di Makkah dan sekitarnya seperti Mina,
AraIah, dan Hudabiyah, sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang turun di
Madinah dan Sekitarnya seperti Uhud, Quba dan Sul`a. Dari perpektiI obiek
pembicaraan, mereka mendeIinisikan kedua terminologi di atas sebagai berikut:
'Makkiyah adalah ayat-ayat yang meniadi khitab bagi orang-orang Makkah,
sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang meniadi Khitab bagi orang-orang
Madinah¨

B. CIRI-CIRI KHAS AYAT-AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH
a. Tanda-Tanda Surat Makkiyah
Sesuatu surah/ayat adalah Makkiyah, kalau ayat itu mempunyai tanda-
tanda sebagai berikut:




1. Dimulai dengan nida 'Ya Ayyuhan Naasu¨ dan seienisnya contoh: dalam surat
Al-Baqarah ayat 21 yang berbunyi




Artinya: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan
orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah ayat
21).

2. Di dalamnya terdapat laIadz 'Kalla¨

¨..................Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah yang diucapkannya
saia.............¨
3. Didalamnya terdapat ayat-ayat saidah, ada 15 ayat saidah, (sunnah bersuiud
tilawah) antara lain dalam surat al A`raI:206





Artinya:
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa
enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya
lah mereka bersuiud. (Q.S. Al-A`raI 206).

4. Didalamnya berisi cerita-cerita terhadap kemusyrikan dan penyembahan-
penyembahan kepada selain Allah SWT.





Artinya:
Musa meniawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka
melemparkan, mereka menyulap mata orang dan meniadikan orang banyak itu
takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakiubkan). (Q.S.Al-
A`raI:116).

5. Didalamnya berisi penielasan dengan bukti-bukti argumentasi dari alam ciptaan
Allah swt yang dapat menyadarkan orang-orang kaIir yang menggunakan bukti-
bukti rasional dan ayat-ayat kauniyah.

6. Banyak terdapat laIal sumpah. Ialah ayat-ayat yang turun di Makkah dan
sekitarnya seperti Mina, AraIah dan Hubidiyah.


b. Madaniyah

a) Menielaskan permasalahan ibadah, muamalah, hudud, bangunan rumah tangga,
warisan, keutamaan iihad, kehidupan sosial, aturan-aturan pemerintah menangani
perdamaian dan peperangan, serta persoalan-persoalan pembentukan hukum
syara`.
b) Didalamnya berisi hukum-hukum Iaraidh, seperti dalam surat Al-Baqarah, An-
Nisa` ayat 12 dan Al-Maidah.

c) Di dalamnya berisi izin iihad Iisabilillah (beriuang di ialan Allah) dan hukum-
hukumnya, seperti talak, seperti dalam surat Al-Baqarah, Al-AnIal, At-Taubah:70
Dan Al-Haii.

d) Berisi Da`wah (seruan) kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani serta
penielasan-penielasan akidah mereka yang menyimpang, seperti dalam surah: Al-
Baqarah:159-160, Ali Imran, Al-Fath, Al-Haii dan sebagainya.

e) Berisi hukum-hukum Munakahat (pernikahan). Baik mengenai nikah, talak
seperti dalam surah: Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa`:35, Al-Maidah, An-Nur,
Al-Mumtahanah, At-Thalak dan sebagainya.

I) Berisi ayat-ayat nida` yang dituiukan kepada penduduk Madaniyah yang islam
dan Khithab (perintah): ¨ Ya Ayyuhal Ladzina Amanu¨ yang dalam al-Qur`an ada
219 ayat.


Inilah macam-macam ilmu Qur`an yang pokok, berkisar disekitar makki dan
madani, oleh karenanya dinamakan makki dan madani. Adapun Contoh dari Ayat
Makkiyah dan Maaniyah yaitu sebagai berikut:

1. Yang diturunkan di Mekkah atau Madinah
Pendapat yang paling mendekati kebenaran tentang bilangan surah-surah
makkiyah dan madinah ialah bahwa madaniah ada dua puluh surah; 1)Al-
Baqarah,2) Ali Imran, 3) An-Nisa`, 4) Al- Maidah, 5)Al-AnIal, 6) At Taubah, 7)
An-Nur, 8) Al-Ahzab, 9) Muhammad, 10) Al-Fath, 11) Al- Huiurat, 12) Al-
Hadid, 13) Al-Muiadalah, 14) Al-Hasyr, 15) Al-Mumtahanah, 16) Al-umu`ah,
17) Al-MunaIiquun, 18) Al-Talaq, 19) At-Tahrim dan 20) An-Nasr.

2. Yang Diperselisihkan
Sedankan yang diperselisihkan ada dua belas surah 1) Al-Fatihah, 2) Ar-
Ra`ad, 3) Ar-Rahman, 4) As-ShaI, 5) At-Taghabun, 6) At-TatIiI, 7) Al-Qadar, 8)
Al-Bayinah, 9) Az-Zalzalah, 10) Al-Ikhlas, 11) Al-Falaq, 12) An-Nisa`. Selain
yang diperselisihkan yang sudah disebutkan diatas, adalah surat makki, yaitu
delapan puluh surah, maka iumlah surah-surah Qur`an itu semuanya seratus empat
belas surah.

C. CARA-CARA MENGETAHUI MAKKIYAH DAN MADANIYAH
Dalam menetapkan ayat-ayat Al-Qur`an yang termasuk kategori Makkiyah dan
Madaniyah, para sariana muslim berpegangan teguh pada dua perangkat
pendekatan yaitu:

1. Pendekatan Transmisi (Periwayatan)
Dengan perangkat pendekatan transmisi, para sariana muslim meruiuk
kepada riwayat-riwayat valid (sah) yang berasal dari para sahabat, yaitu orang-
orang yang besar kemungkinan menyaksikan turunya wahyu, atau para generasi
tabiin yang saling beriumpa dan mendengarkan langsung dari para sahabat tentang
aspek-aspek yang berkaitan dengan proses kewahyuan Al-Qur`an termasuk
didalamnya adalah inIormasi kronologis Al-Qur`an.
Otoritas para sahabat dan para tabiin dalam mengetahui inIormasi kronologi Al-
Qur`an dapat dilihat dari pernyataan-pernyataannya. Dalam salah satu riwayat Al
Bukhari, Ibn Ma`ud berkata: ¨Demi Dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidak
ada salah satupun dari kitab Allah yang turun, kecuali aku tahu untuk siapa dan
dimana diturunkan, seandainya aku tahu tempat orang yang lebih paham dariku
tentang kitab Allah pasti aku akan meniumpainya.¨


2. Pendekatan Analogi (Qiyas)
Ketika melakukan kategorisasi Makkiyah dan Madaniyah, para sariana
muslim penganut pendekatan analogi bertolak dari ciri-ciri spesiIik dari kedua
klasiIikasi itu. Misalnya mereka menetapkan tema kisah Nabi dan umat-umat
terdahulu sebagai ciri khusus Makkiyah, tema Faraidh dan ketentuan Had sebagai
ciri khusus Madaniyyah.


D. KEGUNAAN MEMPELA1ARINYA

Kegunaan antara lain:
1. Mudah diketahui mana ayat-ayat yang turun lebih dahulu dan mana ayat-
ayat yang turun belakangan dari kitab suci Al-Qur`an.
2. mengetahui dan mengerti seiarah pensyariatan hukum-hukum islam
(Tarikhut Tasysyre`) yang amat biiaksana dalam menetapkan peraturan-
peraturan.
3. Mengetahui perbedaan dan tahap-tahap da`wah islamiyah. Tahap-tahap
da`wah islamiyah yang diterangkan dalam ayat-ayat Makkiyah adalah
berbeda dengan isi dan aiaran dari ayat-ayat Madaniyah, seperti yang teleh
diterangkan dalam tanda-tanda surah Makkiyah dan Madaniyah diatas
tadi.
4. Mengetahui perbedaan Uslub-Uslub (bentuk bahasa) Al-Qura`n yang
dalam surah-surah Makkiyah berbeda dengan yang ada dalam surah-surah
Madaniyah.
5. Dengan mengetahui ilmu Makki dan Madani, situasi dan kondisi
masyarakat kota Makkah dan Madinah dapat diketahui, khususnya pada
waktu turunya ayat-ayat al-Qur`an.


Sedangkan, dalam pembahasan lain iuga dikutip tentang Iaedah-Iaedah
mempelaiari surah Makkiyah dan Madaniyah di antaranya yang
berpendapat itu adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin surah
Makkiyah dan Madaniyah yaitu:
a) Nampak ielas sastra Al-Qur`an pada puncak keindahanya, yaitu ketika
setiap kaum diaiak berdialog yang sesuai dengan keadaan obiek yang
didakwahi; dari ketegasan, kelugasan, kelunakan dan kemudahan.
b) Membedakan antara beliau mengemukakan bahwa ada 4 Iaedah dalam
mempelaiari ansikh dan mansukh ketika terdapat dua ayat Makkiyah dan
Madaniyah, maka lengkaplah syarat-syarat nasakh karena ayat Madaniyah
adalah sebagai nasikh (penghapus) ayat Makkiyah disebabkan Madaniyah
turun setelah ayat Makkiyah.




BAB II
KESIMPULAN




Dari pembahasan diatas, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:

O Makkiyah ialah ayat-ayat yang turun di makkah dan sekitarnya
seperti Mina, AraIah, dan Hudabiyah, sedangkan Madaniyah
adalah ayat-ayat yang turun di Madinah dan sekitarnya seperti
Uhud, Quba, dan Sul`a.
O
Ciri-ciri ayat Makkiyah dan ayat Madaniyah yaitu: dimulai dengan
nida`, didalamnya terdapat laIadz ¨Kalla¨, terdapat ayat-ayat
saidah, Berisi cerita-cerita terhadap kemusyrikan dan
penyembuhan-penyembuhan kepada selain Allah swt. Berisi
penielasan dengan bukti-bukti argumentasi dari alam ciptaan Allah
swt, banyak terdapat laIadz sumpah.
O
Cara mengetahui Makkiyah dan Madaniyah terdapat dua
pendekatan, yaitu pendekatan transmisi (periwayatan) dan
pendekatan analogi (Qiyas).
O
KlasiIikasi ayat-ayat dan surat-surat al-Qur`an yaitu: 1) Surah-
surah Makkiyah murni, 2) Surah-surah Madaniyah Murni, 3)
Surah-surah Madaniyah yang berisi ayat Makkiyah, 4) Surah-surah
Madaniyah yang berisi ayat Makkiyah.
O



DAFTAR PUSTAKA




Almanhai, Surat-Surat Makkiyah dan Mdaniyah, (Online) 2010.
(http://www.almanhai.or.id/content/2197/slash/0, diakses tanggal 19 Desember
2010.

Ar-Rumi, Fhad bin Abdurrahman, Ulumul Qur`an (Studi Kompleksitas al-
Qur`an), Teri. Amirul Hasan dan Muhammad Halabi, Cet. I: Yogyakarta: Titian
Illahi,1996.

Hadi, Syamsuol, Ayat-Ayat Makkiyah Wal Madaniyah, (Online) 2010.
(http://www.hadirukiyah.blogspot.com/2010/06/ayat-ayat Makkiyah-
walmadaniyah.html, diakses tanggal 29 Maret 2010.


You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->