BAB 2.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan metode role playing (bermain peran) dalam pembelajaran IPS yang dilakukan oleh Hadianto (2010) dengan judul ³Meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS pokok bahasan jual beli melalui metode bermain peran siswa kelas III SDN Slateng Ledokombo Kabupaten Jember´. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 82,14. Penelitian ini menggunakan 2 siklus karena pada siklus I belum tuntas. Penelitian lain tentang peningkatan hasil belajar melalui metode role playing (bermain peran) dilakukan oleh Zuhri (2010) dengan judul ³Penerapan Bermain Peran untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Pokok Bahasan Pengambilan Keputusan dalam Perumusan Pancasila Mata Pelajaran PKn SDN Tegalgede 02 Jember Tahun Ajaran 2009/2010´. Pada penelitian ini hasil belajar siswa juga meningkat sebesar 80%. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Damayanti (2010) dengan judul ³Meningkatkan keterampilan berbicara melalui telepon siswa kelas III SDN Ampel 01 Wuluhan dengan metode bermain peran´. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Siklus 1 hasil belajar siswa secara klasikal 64,7%, dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 88,6%. Aktivitas siswa secara klasikal dari pra siklus sebesar 53,9% meningkat pada siklus I sebesar 74%. Dan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan lagi sebesar 87,7%. Hal ini terlihat pada saat siswa aktif bertanya, mengerjakan tugas, mengajukan pendapat dan terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang masing-masing memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya terletak pada metode yang digunakan, yaitu sama-sama menggunakan metode role playing (bermain peran) dalam penelitian. Sedangkan perbedaannya, pada dua peneliti (Zuhri dan Damayanti) metode role playing digunakana pada pembelajaran PKn dan Bahasa Indonesia.,

7

afektif dan psikomotorik siswa yang dikembangkan melalui pengalaman belajar. Dalam konteks pendidikan. Penelitian yang dilakukan oleh ketiga peneliti terdahulu (Hadianto. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. dalam http://blog. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). dan Damayanti) dijadikan acuan dalam penelitian sekarang. yaitu pekerjaan guru saja. Penelitian yang dilakukan oleh Hadianto dan Zuhri bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.8 dan juga terletak pada tujuan dan tempat penelitiannya. Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa.com/blog/ 2007/08/06/pengertian-pembelajaran/. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). 2007). Sedangkan penelitian sekarang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tetapi juga aktivitas siswa. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. 2.persimpangan.2 Pembelajaran IPS Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Zuhri. Pembelajaran pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran merupakan kegiatan memberi bantuan atau pertolongan kepada siswa agar siswa memperoleh . Berdasarkan latar belakang masalah yang sama dan keberhasilan yang diperoleh oleh ketiga peneliti terdahulu dalam menerapkan metode role playing (bermain peran) sebagai solusi permasalahan yang terjadi dapat memberikan kontribusi bagi peneliti untuk menggunakan metode role playing sebagai solusi dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Dawuhan Wetan 04 Lumajang. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal (Gagne dan Briggs. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak.

IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial. dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang dilaksanakan pada pengajaran IPS. dan sebagainya. dan perubahan sikap atau tingkah laku setelah pembelajaran selesai. Tingkah laku manusia dalam masyarakat itu banyak sekali aspeknya seperti aspek ekonomi. psikologi sosial.9 pengetahuan. Berikut ini beberapa pengertian pembelajaran konvensional menurut para ahli (dalam http://faesabila. Pembelajaran IPS merupakan upaya untuk membelajarkan siswa yang mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu (pengetahuan. ilmu politik. Mata pelajaran tersebut mempunyai ciri-ciri yang sama.blogspot. prinsip yang diterapkan pada IPS adalah teori.html. Dengan demikian jelas bahwa IPS adalah fusi dari disiplin-disiplin Ilmuilmu Sosial. dan prinsip yang ada dan berlaku pada Ilmu-ilmu Sosial. dan sebagainya. ekonomi.3 Pembelajaran Konvensional Ada beberapa pandangan yang berbeda mengenai pengertian pembelajaran konvensional. konsep.K. sehingga dipadukan menjadi satu bidang studi yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). (1998) Pembelajaran konvensional adalah cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah Guruan ialah cara mengajar dengan ceramah. 2.com/2010/07/konvensional-vshypnoteaching. Dengan demikian sebenarnya IPS itu berinduk kepada Ilmu-ilmu Sosial. antropologi budaya. Ilmu Sosial dipergunakan untuk melakukan pendekatan. . Oleh karena itu Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat. aspek budaya. dengan pengertian bahwa teori. analisis. Ilmu Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun tingkah laku kelompok. sikap) terkait dengan semua aspek-aspek sosial dan ilmu-ilmu sosial dengan cara efektif dan efisien. geografi. aspek sikap. konsep. aspek mental. aspek hubungan sosial. keterampilan. seperti sosiologi. sejarah. keterampilan. 2010) : 1) Roestiyah N.

4. 3) Freire (1999) Istilah terhadap pengajaran seperti itu sebagai suatu penyelenggaraan guruan ber-³gaya bank´ (banking concept of education). Pembelajaran berpusat pada guru Terjadi passive learning Interaksi di antara siswa kurang Tidak ada kelompok-kelompok kooperatif Penilaian bersifat sporadic . Guru kurang kreatif dalam menggunakan metode-metode lain dan alat peraga yang mendukung selain ceramah. Terlebih untuk pelajaran IPS yang sebagian besar materinya berupa kajian teori-teori. atau mengaplikasikannya kepada situasi kehidupan nyata. guru lebih suka menjelaskan (ceramah). 2010): 1. menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya. karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.blogspot. Selama ini banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dalam proses mengajar. 5.com/2010/07/konvensional -vshypnoteaching. Penyelenggaraan guruan hanya dipandang sebagai suatu aktivitas pemberian informasi yang harus ³ditelan´ oleh siswa. 3. Secara umum yang dimaksud dengan metode pembelajaran konvensional yaitu pembelajaran dengan cara ceramah dimana peran guru di sini aktif dan peserta didik cenderung pasif. Adapun pembelajaran konvensional memiliki karakteristik sebagai berikut (dalam http://faesabila. Pembelajaran konvensional sudah lama digunakan oleh generasi sebelumnya sehingga sering disebut dengan pembelajaran yang tradisional. hingga kini sudah bermunculan berbagai metode pembelajaran baru namun pada kenyataannya masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah.html.10 2) Djamarah (1996) metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah. 2. mencatat dan memberi PR (Pekerjaan Rumah) atau tugas tambahan bila perlu. 4) Burrowes (2003) Menurut Burrowes pembelajaran konvensional lebih menekankan pada resitasi konten. tanpa memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk merefleksi materi-materi yang dipresentasikan. yang wajib diingat dan dihafal. Ada sebuah pendapat yang menyatakan bahwa metode tersebut sudah tidak layak digunakan.

7.4 Metode Role Playing (Bermain Peran) Metode role playing disebut juga sosiodrama. Seorang guru dituntut untuk menguasai berbagai model-model atau metode-metode pembelajaran. Dengan bermain peran diharapkan siswa terampil atau menghayati dan berperan dalam berbagai figur khayalan atau figur sesungguhnya dalam berbagai situasi. dan nilai. Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya dari proses pembelajarannya adalah hasil belajar yang optimal atau maksimal. 2. yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap peran yang telah ditampilkan. dalam proses pembelajaran. menekankan hubungan antara individu dengan masyarakat dan . 8. diharapkan para guru dan para siswa memperoleh penghayatan nilai-nilai dan perasaan-perasaan. Metode bermain peran merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suat u pertunjukan peran di dalam kelas/ pertemuan. Dengan demikian dapat dihasilkan output yang berkualitas. sikap. sudut pandangan dan cara berfikir orang lain. Role Playing (Bermain Peran) termasuk dalam model-model pembelajaran interaksi sosial. nilai.11 6. dengan tujuan menghayati perasaan. Role playing termasuk permainan pendidikan yang dapat dipakai untuk menjelaskan peranan. sikap. di mana melalui metode pembelajaran yang digunakannya akan dapat memberikan nilai tambah bagi anak didiknya. Dengan metode bermain peran (role playing) para peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan. Dalam metode ini dapat melibatkan aspek-aspek kognitif dan afektif atas dasar tokoh yang mereka perankan. bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan sosial. Lebih mengutamakan hafalan Sumber belajar banyak berupa informasi verbal yang diperoleh dari buku Mengutamakan hasil daripada proses. tingkah laku. dan berbagai strategi pemecahan masalah sebagai suatu model pembelajaran.

Djahiri (dalam 2008) http://meilanikasim. Melatih anak ke arah mengendalikan dan membaharui perasaannya. Sebagai penyaluran/pelepasan ketegangan dan perasaan-perasaan. Pembentukan konsep secara mandiri. 1. 7. Menggali peranan-peranan dari pada seseorang dalam suatu kehidupan kejadian/keadaan. 2. Sebagai alat mendiagnosa keadaan kemampuan siswa. berkomunikasi.12 dengan individu lainnya. Langkah-langkah Metode Role Playing Adapun langkah-langkah metode Role Playing.1. Untuk mempertajam indera dan rasa siswa terhadap sesuatu. 2. 6. cara berfikirnya. berfikir kritis.2 Memperjelas masalah/ topik tersebut . Tujuan Dan Manfaat Role Playing Berikut ini merupakan tujuan dan manfaat role playing menurut Shaftel (dalam Hidayati et al.1 Langkah-langkah Metode Role Playing No 1. Urutan Langkah Penjelasan umum Kegiatan dan Pelakunya 1.4. 4. dan perbuatannya. bergelut dengan proses demokratik dan bekerja secara produktif dalam masyarakat. Tabel 2. Fokus model ini terletak pada proses. 2008:7-37) antara lain: 1. Agar memahami apa yang menjadi sebab dari sesuatu serta bagaimana akibatnya. 9.1 Mencari atau mengemukakan permasalahan (oleh guru atau bersama siswa).wordpress. analisis.4. Membina siswa dalam kemampuan memecahkan masalah. mengangkat urutan teknis yang dikembangkan Shaftel yang terdiri dari 9 langkah dalam tabel berikut. 3. hidup dalam kelompok dan lain-lain. 5.com/2008/11/29/model-pembelajaran-ips/. 8. Agar menghayati sesuatu kejadian atau hal yang sebenarnya dalam realita hidup.2. 2. dimana dengan proses ini realitas dinegosiasi memberikan prioritas pada perbaikan kemampuan individu untuk berhubungan dengan yang lainnya.

1 Mulai melakonkan permainan tersebut.4 Menjelaskan tujuan. 6. Menentukan jalan cerita 4. 2. 6.1 Menentukan observer dan menjelaskan tugas dan peranannya (guru dan siswa). 4. 5. keterangan atau penjelasan lebih lanjut.2 Menjaga agar setiap peran berjalan. 5.2 Observer mengemukakan penilaian . Mempertukarkan pikiran. 2.2 Memilih para pelakunya (dibantu guru).13 (guru). 8.3 Siapkan permainan ulangan.1 Gariskan jalan ceritanya.2 Tegaskan peran-peran yang ada di dalamnya.2 Diskusikan hal tersebut berikut saran perbaikannya. Pelaksanaan (bermain) 5.1 Setiap pelaku mengemukakan pengalaman dan membuat kesimpulan pengalaman. makna dari role playing. dan permainan. 3. Diskusi dan permainan 6. 5. perasaan dan pendapatnya. 6. 7. Memilih para pelaku 2.1 Seperti sub 5 dan sub 6 diskusi serta penelaahan 8. posisi. dengan menunjukkan sumbernya (guru dan siswa) 1.3 Jagalah agar babakan-babakan terlihat jelas. Permainan ulang dan 7. Menentukan observer 3. 4.3 Berikut gambaran situasi keadaan cerita tersebut (guru + siswa).1 Telaah setiap peran.1 Menganalisis peran yang harus dimainkan (guru bersama siswa).3 Mencari bahan-bahan. 4. 1. 8.

Tanpa kegiatan tak mungkin seorang belajar.5 Aktivitas Belajar Menurut Slameto (1995 : 2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. . 2. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa. Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik.shvoong. 8.shvoong. Berbuat untuk mengubah tingkah laku. merupakan suatu aktifitas. sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Menurut Mulyono (dalam http://id.14 pendapatnya.3 Siswa dan guru membuat kesimpulan dan merangkainya dengan topik/ konsep yang sedang dipelajarinya.com/social-sciences/1961162-aktifitas-belajar/. mental intelektual da emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar. Seperti yang dikemukakan oleh Natawijaya (dalam http://id. 2010) aktivitas artinya ³kegiatan atau keaktifan´. jadi melakukan kegiatan. afektif dan psikomotor. Hal ini juga dibenarkan oleh setiap ahli pendidik. 2010) belajar aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik.com/social-sciences/1961162aktifitas-belajar/. Mengapa di dalam belajar diperlukan aktivitas? Sebab pada prinsip belajar adalah berbuat.

diskusi. interupsi. mengingat. dan tenang. memberi saran. Aktivitas siswa tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang lazim terdapat di sekolah-sekolah tradisional. dan sebagainya. 2. 2. melihat hubungan. peta. 7. Motor activities (47) seperti melakukan percobaan. memelihara binatang. membuat konstruksi. 5. dan sebagainya. 8. dan sebagainya. merasa bosan. merumuskan. Drawing activities (8) seperti menggambar. . berani. berani. karangan. diskusi. mengambil keputusan. demonstrasi.15 Sekolah adalah salah satu pusat kegiatan belajar. berkebun. tes. presentasi. dan sebagainya. memperhatikan: gambar. gembira. pola dan sebagainya. Emotional activities (kegiatan-kegiatan emosional) seperti minat. Visual activities (13) seperti membaca. musik. gugup. dan kerja sama. memecahkan soal. tenang. pidato. pekerjaan orang lain dan sebagainya. 2000 : 91) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan murid dan mengklasfikasikan aktivitas belajar tersebut atas delapan kelompok. Banyak jenis aktivitas yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah. Mental activities (kegiatan-kegiatan mental) seperti memecahkan masalah. 4. Diedrich (dalam Nasution. Dengan demikian. mengeluarkan pendapat. membuat grafik. 4. 6. Oral activities (kegiatan-kegiatan lisan) seperti bertanya. Writing activities (22) seperti menulis cerita. percobaan. menganalisis. Motor activities (kegiatan-kegiatan metrik) seperti model dan bermain peran. laporan. bertanya. Listening activities (11) seperti mendengarkan uraian. mereparasi. Adapun aktivitas yang diamati dalam penelitian ini merupakan aktivitas yang sudah disesuaikan dengan pembelajaran model bermain peran yang antara lain: 1. 3. percakapan. menyalin dan sebagainya. dan sebagainya. di sekolah merupakan arena untuk mengembangkan aktivitas. 3. mengadakan interviu. angket. model. yaitu: 1. bermain. diagram. Emotional activities (23) seperti menaruh minat. Oral activities (43) seperti menyatakan. Mental activities (23) seperti menanggap.

dan psikomotor. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. Definisi yang kedua ini memuat dua unsur penting dalam belajar yaitu. Perinciannya adalah sebagai berikut: . hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hamalik (2001:28) menngemukakan. budi pekerti dan sikap. Jadi. psikomotor. belajar adalah ³Suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan´. pertama belajar adalah perubahan tingkah laku. Pengertian belajar yang lebih modern diungkapkan Morgan dkk (dalam Sumantri dan Permana. pengertian. Bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. fakta. Menurut Dimyati dan Mudjiono ( 1999 : 250) hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru.shvoong. afektif. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif. emosional. dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. apresiasi. Sedangkan dari sisi guru. menjadi mampu melakukan sesuatu itu atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil.6 Hasil Belajar Belajar adalah suatu aktivitas yang disengaja dilakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri. dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu.16 2. keterampilan. kebiasaan. konsep ataupun teori´. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. Belajar secara tradisional diartikan sebagai upaya menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan. etis. hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. dan kedua perubahan yang terjadi adalah terjadi karena latihan atau pengalaman. Aspek tingkah laku tersebut adalah: pengetahuan. jasmani.com/social-sciences/1961162-aktifitas-belajar/. Dari sisi siswa. hubungan sosial. 2010) menyatakan ³Belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi. 1998 : 15) sebagai setiap perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman. hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran. afektif. Sedangkan Sardiman (dalam http://id.

peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut: a. Jika diterapkannya metode role playing dalam pembelajaran IPS pokok bahasan kegiatan ekonomi. tanpa tahun) hipotesis didefinisikan sebagai alternatif dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti bagi problematika yang diajukan dalam penelitiannya. pemahaman. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan. Dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara. namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. 2. manipulasi benda-benda. . b. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol. mengamati). 2. Ranah Psikomotor Meliputi keterampilan motorik.7 Hipotesis Penelitian Menurut Arikunto (dalam Zuriah. penerapan. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. Berdasarkan latar belakang permasalahan dan tinjauan pustaka. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. koordinasi neuromuscular (menghubungkan. menjawab atau reaksi. 3. yang akan diuji kebenarannya dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian. maka hasil belajar siswa kelas IV SDN Dawuhan Wetan 04 Lumajang akan meningkat. maka aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Dawuhan Wetan 04 Lumajang akan meningkat. sintesis dan penilaian. menilai.17 1. analisis. Jika diterapkannya metode role playing dalam pembelajaran IPS pokok bahasan kegiatan ekonomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful