P. 1
Kumpulan materi Dauroh Murobbi

Kumpulan materi Dauroh Murobbi

|Views: 9,936|Likes:

More info:

Published by: Astrianti Kusuma Wardani on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

KUMPULAN MATERI DAUROH MUROBBI

Kumpulan Materi Daurah Murabbi :

Page 1 of 71

“HATMIYYAH AT-TARBIYYAH”
Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SAW menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : “Maa yubkika ya… Abdalloh…” (Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh…), Iapun menjawab : “Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rosulullohu biqoulihi ta’ala : Wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maqdhiyya” (Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Alloh SWT : “Dan tidaklah dari kalain melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71). Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan ayat al-qur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka Jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatif lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Hatman Maqdhiyya” juga berlaku dalam kaidah Tarbiah sebagai sebuah proses dalam proyek kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya Tarbiyah memiliki sifat “Hatmiyyah”, sifat keniscayaan, dengan kata lain bahwa Tarbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan apapun. Walhasil untuk dapat istiqomah di jalan da’wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu jalan : Tarbiah!. Karena Tarbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk diikuti ( QS. 6 : 153 ), dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani (Generasi-generasi yang tertarbiyah) yang senantiasa antusias mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya ( QS. 3 : 79). Tarbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan. Pendekatan Idealis Tarbiyah adalah jalan bagi para Da’i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da’i adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar. Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha’bun – Tsabit ) Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da’wah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam da’wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul “Arba’una rojulan wa khomsu niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da’wah, yang tidak hanya “Qaabilun lidda’wah” tetapi juga “Qaabilun litthagyir”, bahkan mereka
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 71

seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of change”, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami. Berda’wah memang tidak mudah, karena berda’wah melalui proses Tarbiyah ibarat menanam pohon jati, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten, atau dengan kata lain memiliki “matanah” (imunitas) baik secara “ma’nawiyah” (moral), “fikriyah” (gagasan dan pemikiran) dan “Tandzhimiyah” (struktural). Ka’ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rosululloh SAW. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : “Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!) Itulah sebuah refleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak mudah, melalui jalan da’wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur’an menyebutnya dengan “Al-Qoulu Al-Tsabit” (QS. 14 : 27 ), yang terumuskan di atas konsep yang baik atau “Kalimat Thayyibah” bukan “kalimat khabitsah” (QS. 14 : 25 - 26 ). Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (Thawil - Ashil) Da’wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika Rosululloh SAW mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan dapat menaklukan Romawi (Byzantium). Padahal Romawi baru dapat di Taklukan oleh umat Islam pada masa daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang perjalanan da’wah yang telah dilalui?, akan tetapi ikhwah fillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi, “Asholah” tetap terjaga, “Hammasah” tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SAW dan Para sahabat Rodhiallohu ‘anhum wa rodhuu’anhu. Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena ‘panas’ dan tak lapuk karena ‘hujan’, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da’wah. Adalah Abu Thalhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh SWT berikan kepadanya umur yang panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhalifahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan Yunani untuk mrnghadapi
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 71

lari estafet memang tampak kelihatan lambat . banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut menyebarluaskan fitnah keji tersebut. bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya. yang nasab (afiliasi) nya kepada jama’ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah kerja da’wahnya. kebersuhan hatinya. dahulu kami bersama Rosullloh SAW dalam sebuah ekspedisi. karena ayat tersebut menyebutkan “khifafan” (ringan) berarti ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan “tsiqalan” ditujukan untukku yang sudah tua. akan tetapi sekarang kami yang tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah. Keberhasilan sebuah da’wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. Watak perjalanan da’wah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya. ijtima’i maupun tandzhimi.pasukan Romawi. integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan Tarbawi tercermin pada keteguhan akidahnya. maka anak-anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah. dengan kecerdasan menafsirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaan“Hikmatussuyukh Hammasatussyabab” Abu Ayyub menjawab : “Tidak bisa. seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur’an “Infiruu khifafan wa tsiqoolan” (berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat). yang menjaga lisannya. maka kami berlindung kepada Alloh SWT agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh SWT”. dari masa-masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. kami tidak memiliki makanan. yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu’minin aisyah RA. lalu anak-anaknya berkata kpadanya : “Sudahlah Ayah tak usah ikut berperang. tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya). sebagaiman hadits rosululloh SAW : “Man bathi’a ‘amaluhu lam yusra’ bihi nasabuhu” (Barang siapa yang lamban kerjanya. yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da’wah dengan kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman. kebaikan suluknya baik secara ta’abbudi. cukuplah isteri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 71 . karena perangai yang lambat dalam berda’wah adalah bentuk kelalaian. Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi’ – Ma’mun) Da’wah adalah lari estafet bukan sprint. Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral. tidak mendua dan tidak terbelah. sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami. keluhuran akhlaknya . cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang”. berangkatlah Abu Thalhah RA turut serta dalam peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya. mengenang semua itu beliau berkata : “Aku adalah salah satu dari 7 orang sahabat (dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga). untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kwalitas terjamin. Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi “Haditsul Ifki” yang menimpa Aisyah radhiallohu anha. Adalah saad bin Abi Waqqash RA. ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin baik yang tua maupun yang muda. akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenanagn di garis finis.

lau kunta sofwaana hal taf’alu bihurmati rasulillaahi suu’an.Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia. Hal itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan luasnya medan da’wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan potensi (kemampuan) tarbiyah. dan Safwan lebih baik dari engkau. Semakin banyak jumlah jumlah kader inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da’wah ini dalam menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. wa hua khairun minka. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh Rosululloh SAW untuk menda’wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang yang baru masuk islam. jika engkau yang menjadi Safwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SAW. mendahulukan husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da’wah. Pendekatan taktis Setelah ketiga faktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik. seperti Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman dan Khalid bin Walid yang dikirim ke wilayah irak. Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak lebih baik dari Shafwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang digunjingkan oleh banyak orang. atau generasi kader yang lowong. oleh karena itu untuk menghindari terjadinya “Lose of generation”. isteri abu Ayyub alanshary berkata kepada suaminya : “Ya.. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri . sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran jelek menghianati suami (berselingkuh) seperti yang digosipkan oleh banyak orang. Pendekatan Strategis Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da’wah yang sangat penting adalah fokus untuk menyusun barisan kader inti. sehingga mustahil dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shafwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang. bahwa dirinya saja yang tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya. Ya…Abaa ayyub lau kuntu ‘Aisyah maa khuntu Rasulallohi abadan” (Wahai abu Ayyub. dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas pertumbuhan kader dan menyelenggarakan “Bi’tsatudduat”. dan Aisyah lebih baik dariku). yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah. Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan. dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat umum terhadap da’wah ini. Wahai abu Ayyub. apalagi Shafwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya . maka langkah berikutnya adalah memetakan langkah-langkah taktis.Abaa ayyub!. tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SAW. maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang sekarang ini semakin kompetitif dengan gerakan-gerakan da’wah lainnya. bagaiman ia mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh SWT. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 71 . kalau aku yang jadi Aisyah. Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA.

sehingga 2/3 jazirah arab nyaris mengalami kemurtadan. sedangkan kader-kader baru dibina pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah pada masa Abu Bakar RA. Terbukti kemudian pada perang Qadisiyah. di ketiga kota inilah kader inti da’wah tetap dijaga dan dipelihara. terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa. Itulah hasil sebuah produk tarbiyah (QS.Pada masa abu bakar RA. Madinah dan Thaif. kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad fi sabilillah. 3 : 146). dan tak jarang diantara mereka kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan. ketika ancaman imperium Persia menghadang. itu artinya hanya 1/3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah. Wallohu ‘alamu bisshowab Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 71 .

dari ma’shiyat kepada taat. Siroh Sahabat dan ijma Ulama. dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi. unsur amar ma. Sunnah Rasul. dan saling menasehati dalam kesabaran. Memahami sistem kaderisasi dalam manhaj 1421 H 2. II. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 71 . PENDAHULUAN Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau pedoman hidup bagi manusia.ruf nahi munkar. TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH Tujuan Tarbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik. Kepemimpinan Dunia. sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus. Ukhuwah (Al-Hujurat :13) Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondongbondong. unsur keadilan. 4. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan komprehensivitasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. unsur Ihsan. 1. Ibadah " Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" ( AdzDzariyat : 56) Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim. Memahami marhalah amal dalam kaderisasi I. Proses penyiapan manusia menuju kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah.tidaklah patut bagi manusia kecuali saling berkasih sayang. 2. dari kesesatan menuju hidayah.Siroh Nabi. karena diambil dari Kitabullah. Memahami tujuan kaderisasi 4. dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih baik. ”Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah 30). Memahami arah kaderisasi 3. Tegaknya Khilafah Allah di muka bumi. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu. Allah berfirman : ”Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah SWT. Yang ingin dicapai dari sistem ini adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang. dari kufur kepada iman. kemudian mempererat hubungan itu agar makin sempurna. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ( QS Al-Jaatsiyah l8)”. unsur Islam. Sistem ini integral dan komprehensif. antara lain : unsur iman.SISTEM KADERISASI Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu . Tujuan ini mencakup : 1. dari batil menuju benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. saling menolong. Pengangkatan manusia sebagai khalifah menuntut aktivitas pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia 3.

sekaligus bagaimana Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 71 . III. d.yang telah diridlaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka.  Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya. Tujuan konstekstual. Tujuan permanen itu antara lain : a.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang syahadat dan pengamalan kandungannya. Tercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan kepada tegaknya syariat Islam. Memberdayakan orang.untuk dimanfaatkan dan usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat.Semua itu dilakukan dengan:  menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar. Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya 2. yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah. Menjalankan kewajiban khilafah di muka bumi. Allah berfirman : ”Hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh allah.  Penanganan amar ma’ruf nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia. maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah Islamiyah bagi semua orang. karena agama mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan. 5. Tujuan permanen. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. 5. Tujuan Kontekstual atau tujuan antara. Menghukum Dengan Syariat. b. yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam. bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi. untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak.Hal ini meliputi : 3. TUJUAN TARBIYAH IKHWANIYAH Tarbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar : 1. Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilafah atas bumi untuk tujuan kemanfaatan dunia dan akhirat. (Al-Maidah :49) Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah.  Menghidupkan unsur Islam diri manusia. 4. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi. (An-nur :55) c. intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam. Menunaikan kewajiban ta’aruf antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam. Berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh allah kepadamu” .  Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi.yaitu Allah swt.  Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi. memakmurkannya dan membantu orang lain untuk memahamai tujuan ini. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ” (AnNur : 55) Artinya.

Pembentukan keluarga . Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. IV. ( apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ). Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya. Terbentuknya sosok muslim dalam pemikiran. Arus sistem nilai sosial dan politik. Ciri khas manhaj l994 menekankan pada referensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah. 7. Arus politik dan ekonomi. Pembentukan pribadi. 2. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas. Terbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran. dan benda hidup. Terwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia.akhlak. Manhaj ini disebut manhaj l421 H/2000M.merumuskan cara-cara terbaik untuk itu. Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain : 1. Memperbaiki negri muslim . 5. dan menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah. akhlak. Mengembalikan khilafah islam. kehidupan. 3. Manhaj ini merupakan revisi untuk manhaj Pemula dan takwiniyah yang selama ini ada. Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensiv dan saling berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya.Yang perlu diingat . sedangkan substansi materi diambil dari maraji’ yang direkomendasikan. keyakinan. menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi. Terbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama ikhwan. Arus cara pandang terhadap alam. 5. Ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada tujuan akhir tarbiyah.dan emosinya. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan masih relevan untuk diteruskan. 6. Marhalah (tahapan) amal itu antara lain : 1. ucapan. 4. dan emosinya. Dimana untuk marhalah Dewasa mengacu pada manhaj tahun l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. 2. Menjadi guru peradaban ummat manusia. juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 71 . Arus pemikiran dan peradaban. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998. Untuk itu diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi’iah. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih bervariasi dalam pengambilan sumber rujukan manhajnya. Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam. kecuali jika manusia itu sendiri berusaha mengubahnya (Ar-Ra’d :1). Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum .ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan sempurna. Memerdekakan negri muslim. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. menyampaikannya kepada seluruh umat manusia. CIRI KHAS MANHAJ TARBIYAH Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan. dan perilaku mereka. bersifat kontekstual dan memenuhi standar manhaj alami. 4. 3. keyakinan. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan niat.

Kedelapan fikroh ikhwan itu adalah : 1. Yang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan fikroh ikhwan. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. 6. dan masa tarbiyah sangat bervariasi namun semuanya tetap mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah. karena mereka sangat memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah.akal.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul ‘isyrin ( 20 prinsip ikhwan ). 8. Hai’ah siyasiyah. 7. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. penampilan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 71 . yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. jenis materi. 5. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan fikrah kita tidak akan sia-sia. adalah buah dari ilmu dan ikhlas. karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya. pangkat. Tadhhiah. 2. Paham.. Haqiqah shufiyah. kecintaan karena allah.sehingga jumlah materi. ia mati dalam keadaan jahiliah. dan ruhani. karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih. khususnya dalam hal aqidah dan ibadah. adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari kiamat. Thariqoh sunniyah. sampai batas maksimal. 3. Jama’ah riyadliyah. kontinyuitas amal. kejernihan hati. karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa. amal. dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi. setiap al akh muslim. Kesepuluh arkanul bai’ah itu adalah : 1. meluruskan persepsi seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri. waktu. Dakwah salafiyah.” 5. 3. Amal. harta. karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam. Ikhlash. ( At-taubah 105 ) 4. Fikroh ijtimaiyah. seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah). adalah mengorbankan jiwa. serta mendidik masyarakat untuk memiliki kehormatan. 4. bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. Fikroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai’ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah. kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan. kemewahan. Rabithah ilmiyah tsaqofiyah. dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya. gelar. 2. kedudukan dan yang lainnya. Begitu juga karena forum-forum ikhwan pada dasarnya adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk mentarbiyah fisik. adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih. dan komitemen dengan kebajikan. harga diri. karena Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Jihad. Ini dikarenakan pemahaman yang komprehensiv dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuniversalan fikrohnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan. harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan. karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal. karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya. Syirkah iqtishodiyah.

Tujuan umum atau kompetensi kritis tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai Pemula. (22). (17). sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. Ukhuwah adalah saudara iman. (7) Belajar mandiri. (16). 8.Politik kontemporer. Fiqh da’wah . Kesehatan dan kekuatan fisik.Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. (11). Iptek dan lingkungan. gerakan dan organisasi pembaharuan. Fiqh (5 ) . Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah (disebut dengan kompetensi kritis). Seni dan budaya. (20). yaitu : I. (8). (19). meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahuntahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid. Rumah tangga muslim. mencakup : (1). 7. II. Madya. adalah tentramnya jundi (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar. (2). Islam dan kekuatan-kekuatan lawan. Bahasa arab. (23). 10. Ukhuwwah. adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain. Muda. 9.Ekonomi . Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersifat lokal. Dasar-dasar keislaman. Taat. Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. Tsabat . Setelah memahami 10 arkanul bai’ah dan 8 fikrah ikhwan . Sistem politik dan hubungan internasional (21). Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar ke dalam 4 kelompok kajian. terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci. V. Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang direkomendasikan. Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. (12). 6. Dewasa dan Ahli.Dunia Islam kontemporer. III. dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia. Sosial Kemasyarakatan : (18). Kependidikan dan keguruan.Tsiqah. Manajemen dan organisasi. Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah. (15). Al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’ an. Tata sosial kemasyarakatan . Tajarrud. (3). akhlak dan kepribadian muslim. Pemikiran. Sejarah dan peradaban ummat. baik di waktu senang atau sulit. (10). al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan. (9). (14). Hadist dan ‘Ulumul hadist. (24 ). IV. Da’wah dan Pemikiran islam: (13). maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan. Pengembangan diri dan ketrampilan dasar. Perundang-undangan. (4). (6).Aqidah. TAHAPAN-TAHAPAN TARBIYAH Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 71 . Metodologi berfikir dan riset. adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat.

setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah. setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 71 . Shahihul ibadah. dan perilaku (psikomotorik) . 2. pengetahuan ( cognitif). tanpa kenal sikap plinplan. 4. setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. setiap individu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari kelalaian dan kehilafan perbuatan manusia. VI. Matinul khuluq. Dalam tahapan ini. setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam.Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah. tidak dapat diikuti oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Menurut Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 fase : 1. Mujahid lin nafsi . 7. kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus dan memiliki ketaatan total. setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. da’wah dilakukan dengan menyebarkan fikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da’wah fardiah (dengan menjalankan hubungan dengan orang-orang yang berpotensi berubah) atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam. Qawiyyul jism. 3. Qadirun ‘alal Kasbi. 8. 6. MUWASHOFAT Sebagaimana telah disebutkan. setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW. bahwa ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang (goal based learning). Ta’rif. kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir. Da’wah pada tahapan ini bersifat khusus. Haristun ‘ala waqtihi. Takwin Dalam tahapan ini da’wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap (afektif ). 2. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan bersifat militer dalam tataran operasional. Mutsaqqaful fikri. Salimul aqidah. Munadzam fi syu’unihi. Tanfidz Da’wah dalam tahapan ini adalah jihad. 5. 9. 3. Karakteristik yang harus dimiliki setiap individu itu mencakup 10 point : 1.

dalam skala keluarga. 9. Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. Pada akhir program tarbiyah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 71 . masyarakat. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. 4. 4. adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqafiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim dengan penamaan ta’lim fil masajid. negara. dan internasional. 2. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan tarbiyah. dan mutaba’ah penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah. VIII. VII. 5. adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang. PROSES TARBIYAH Untuk mencapai muwashofat proses tarbiyah memerlukan komponenkomponennya. 3. Halaqah. 3. Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan pencapaian tujuan pemberian materi. Baik internal ataupun eksternal. setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar.adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai’yah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui pembekalan ‘ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah. 10. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3 kelompok. 6. Prasarana ada yang bersifat materi dan non materi. Adapun komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah : 1.Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya 2. 7.pengorganisasian. Ta’lim. Sarama tarbiyah itu antara lain : 1. Taqwim adalah sebuah proses dan mekanisme evaluasi pencapaian muwashafat dan seleksi kenaikan jenjang peserta tarbiyah. 8. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana program tarbiyah. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan. adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan/keahlian tertentut. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka fungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatif lebih lama. SARANA TARBIYAH Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. positif atau negatif.10. kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses tarbiyah. Daurah dan kursus. Tatsqif.Nafi’un li ghoirihi.

5. Rihlah. manhaji. adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. IX. pelatihan dan pengarahan dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. manhaji . dan menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah SWT. Tujuan tarbiyah akan tercapai. adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 71 . adalah sarana penghimpunan . dan tandzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. 7. 6. Mabit. PENUTUP Manhaj tarbiyah /sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. Insya Allah jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. dan jasadi serta penguatan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan. Waallohu A’lamu bisshawab. fikri. Mukhayam.

dan penugasan. Dalam fase tarbiyah ini diperkenalkan dasardasar umum Islam berupah aqidah. seminar. syari’ah. Berikutnya untuk muwashafat Matiinul Khuluq (akhlak yang kokoh. Sarana-sarana tambahan antara lain rihlah. tidak meramal nasib dan pergi ke dukun. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar dalam sebuah halaqah haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah kepada-Nya. halaqah tetap merupakan metode talaqqi wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi yang intensif antara anggota halaqah. Dr. tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. Ada sepuluh muwashafat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau penjabaran yang sesuai dengan marhalah Pemula dan Muda. berpuasa fardhu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 71 . Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim Halaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah Pemula dan Muda juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. dengan cara yang diridhai-Nya.PROFIL HALAQAH Pengertian Halaqah Dalam manhaj 1421 H disebutkan halaqah adalah sarana utama tarbiyah sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian muwashafat atau karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. mempengaruhi dan berpacu ke arah yang lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama’i. mukhayyam. Kemudian untuk ciri Shahihul Ibadah (ibadah yang shahih) ternampakkan bila ia berani mengumandangkan adzan. benar-benar ihsan dalam thaharah (bersuci). perangai Islam asasi. tidak imma’ah (asal ikut. tidak mengadu domba. judi dan segala tindak penipuan. tidak memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain. Sebagai contoh untuk karakteristik Saliimul Aqidah (aqidah yang bersih/selamat) seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. tidak mencaci maki. mulia) terjabarkan dalam sikap dan perilaku yang tidak takabbur. bersemangat untuk shalat berjama’ah di masjid. Walaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui da'wah fardhiyah misalnya. Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah. karakteristik Qadirun ‘alal kasbi (kemandirian) tercermin pada perilaku peserta halaqah ini bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram. Selanjutnya. tidak berdusta. daurah. berzakat dan qiyamul lail / shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan. akhlaq dan jihad. halaqah juga dapat didefinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang. menjauhi riba. ta’lim. Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-Nya manusia. Dalam buku Adab Halaqah. ihsan dalam shalat. tidak ghibah (membicarakan keburukan orang lain) dan tidah mematahkan pembicaraan orang lain. giat bekerja dan rajin membayar zakat. Melalui proses interaksi. tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin. tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin. membeo). Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki sifat-sifat terpuji.

belajar. Ta’aruf melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti nama. keadaan keluarga. cakap membaca dan menulis. shalat dan berpuasa. komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah. kecenderungan. kontinyu olahraga 2 jam/pekan. dan puncaknya sampai mengetahui kondisi “isi kantong” dan kegiatan harian secara detail sepekan penuh. Sedangkan karakter Munazhamun fi Syu’unihi tercermin bila peserta halaqah mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan profesional.(HR Imam Ahmad). pekerjaan. menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak berfaedah serta memanfaatkan waktu untuk beribadah. Yang dimaksud dengan tafahum adalah : a. tempat-tempat hiburan maksiat. Selanjutnya ciri Mujahidin Linafsihi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang haram.Ciri Mutsaqaful Fikri (intelektualitas yang berkembang dengan baik) terwujudkan bila pribadi ini pandai. membantu orang yang membutuhkan dan sebagainya. Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak dapat menggugah hati”. tempat tinggal. bangun sebelum fajar. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 71 . kasih sayang dan kelemah-lembutan seperti jasad yang satu”. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi. Rukun Halaqah Halaqah memiliki rukun: Ta’aruf. Cinta kasih dan lembut hati c. Tafahum dan Takaful. keseriusan dalam beribadah. membaca 1 juz tafsir Al-Qur’an (juz ke 30). “Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal. berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktif dalam bakti sosial dan kerja bakti. Rukun pertama (1) Ta’aruf (saling mengenal) adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah halaqah. pakaian. pandai membahagiakan orang lain. berwawasan luas. menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkafein. pandai menggunakan logika berfikir yang logis dan metodologis. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SAW: “Mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan”. Kemudian Muwashafat Harishun Waqtihi (menjaga dan menghargai waktu) nampak bila pribadi tersebut senantiasa bangun pagi. seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan berkasih sayang dalam naungan ridha Allah SWT. kegemaran. (2) Tafahum (saling memahami). Menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan b. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Hujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial ekonomi. Sedangkan karakteristik Qawwiyul Jismi tertampakkan pada kebersihan badan. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin itu hatinya lunak. tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh” dan “Perumpamaan orangorang yang beriman dalam hal cinta. mencari nafkah dan berda'wah. menghafalkan Hadits Arba’in (hadits ke 1-20) dan mengetahui hukum thaharah (bersuci). kepekaan hingga aspek fikriyah seperti orientasi pemikiran. postur tubuh. memperhatikan hukum-hukum tilawah. Akhirnya ciri ke sepuluh berupa Nafi’un Lighairihi (bermanfaat bagi orang lain) terjabarkan oleh sosok pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang sifatnya prinsipil.

Sehingga apabila ada perbedaan pendapat hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salafusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab Al-’Ubudiyah. Adab-adab Halaqah Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi. adanya kasih sayang dan keterkaitan hati. 2. 4. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah. membaca buku tafsir dan ilmu tafsir. Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah. Saling menjamin (takaful) dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama peserta halaqah. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang b. 2. kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari I’tikaf satu bulan di masjidku ini”. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku. Tolong menolong sesama muslim 4. 3. menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada kebenaran c. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 71 . kemudian hadits lainnya “Barangsiapa memasukkan kegembiraan kepada satu keluarga Muslim Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga” Takaful memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut : 1 Saling mencintai. dan gersang. Menuju puncak tafahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu (3) Takaful (saling menanggung beban). Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :  Skala prioritas amal  Tahapan-tahapan dalam beraktivitas d. Hanya kebenaranlah yang wajib diikuti. gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan.Jika itu sudah terwujud maka tafahum akan mampu memberikan arahan-arahan positif berupa : a. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah: 1. Hendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling memikul beban saudaranya. Menjauhkan diri dari sifat ta’asub (fanatisme buta) yang membuat orangorang yang taqlid terhadap seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang ma’shum (bebas dari kesalahan) kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. mentadabbur ayat-ayatnya. kehangatan. Serius dalam segala urusan. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi 3. buku hadits dan ilmu hadits dan lain-lain. Istiqamah dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak membaca. tegang. oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah. melainkan tetap diwarnai keceriaan. Dr.

memberi salam. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung. per bulan atau per tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya. dan akal saat menghadiri liqa halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor.5. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menetapkan skala prioritas bagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya. secara lebih spesifik ada adab yang harus di penuhi oleh peserta/anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri. bertaqwalah kepada Allah. meminta izin ketika melewati mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan seseorang. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa izinnya. Mula-mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani. Lalu berusaha konsultatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang urusan-urusan dirinya kepada murabbi. makanan dan tempat pertemuan. bertegur sapa dan tidak menyakiti perasaan. Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan ghibah dan namimah terhadap seseorang atau jama’ah tertentu. Selain itu juga besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia. Dan akhirnya adab terhadap kolega. Agenda aktivitas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan. 7. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak melupakan jasanya. barsahaja dalam hal cara berpakaian. Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia tsiqah (percaya) dan taat selama sang murabbi tidak melakukan maksiat. meminta izin dan berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun. sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan. lalu diakhiri dengan makan siang. hendaklah setiap diri memperhatikan bekal apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah. dan sesama peserta halaqah. terhadap murabbi. Terlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali. Kita tidak bisa mengatakan: “Ah bagaimana nanti saja”. rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. mengucapkan salam. melainkan kini paradigmanya harus dibalik: “Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik”. sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. 6. kemudian memperbaiki dan membersihkan niat. Ayat Al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat ke 18 yakni: “Hai orang-orang yang beriman. hendaknya semua peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan. ruhani. bertaqwalah kepada Allah. Selain adab-adab pokok tersebut. Melakukan Ishlah (koreksi) terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya untuk mengingatkan dan bukan mengadili. mengingatkan bahwa agenda aktivitas halaqah harus di “planning”. direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu kangen. Agenda Aktivitas Halaqah Agenda aktivitas halaqah atau baramij halaqah adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan dengan matang dan seksama. selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri. yang jelas baramij halaqah yang pokok. yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut: Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 71 .

Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial. murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah Pemula dan Muda secara disiplin dan cermat agar muwashafat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam diri peserta halaqah. Acara tahunan berupa Tarhib Ramadhan dan ‘Idul Fitri bisa disemarakkan dengan menjadikan ifthar shaim untuk dhu’afa. karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar. Hendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta halaqah yang paling baik bacaannya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 71 . khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mujahid-mujahid di dunia Islam seperti Palestina. ada saja yang lupa atau peserta-peserta sudah terlanjur bubar. Infaq. 4. ruhi dan fikri). musafir atau piknik bersama dan pemberian Kiswatul ‘Id dalam acara misalnya Gebyar ‘Idul Fitri (Gembira bersama yatim di saat ‘Idul Fitri) Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani. kotak infaq (sunduq infaq). rohani dan intelektualitas (jism. membina remaja masjid dsb. Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi. Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. penugasan kliping atau daurah “upgrading” dengan mengundang guru dari luar. Mutaba’ah/pemantauan dan diskusi Ta’limat/pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau info-info penting yang mendesak Ikhtitam berupa do’a penutup yakni do’a rabithah atau do’a persatuan hati. bedah buku. Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara rihlah atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana taqwim/penilaian yang efektif karena seseorang akan terlihat sifat aslinya bila sedang menjadi musafir juga akan terlihat apakah ia mau berinisiatif berkerjasama dsb. Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan. Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan da’wiyah bisa berupa penugasan untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). 3. Hendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat. Tilawah dan tadabbur. maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah ketiga aspek tersebut. jalan kaki atau bulu tangkis bagi laki-laki. 6. Bisa juga acara ziarah itu berupa ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan. memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu. sekilas info berupa analisis atas masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat. Talaqqi madah. pemeriksaan kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola. Misalnya acara jalasah ruhi atau buka shaum sunnah sebukan sekali. bakti sosial atau penjualan sembako murah. 5. 7. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat ukhuwwah.1. Ambon dll. peserta halaqah dilatih untuk rutin. acara yang secara rutin sebulan sekali dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. Iftitah (pembukaan) bisa berupa taujih (pengarahan) dari murabbi atau 2. diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih penuh.

pemikiran atau perbedaan latar belakang yang mecolok. keterjeratan/keterperangkapan pada narkoba dan pergaulan bebas semakin marak. Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen Tertentu Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa. seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fikriyah (intelektualitas) sehingga dampak berupa kenakalan remaja. Berikutnya aspek ruhiyah dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah. kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesifik di antara jenis-jenis halaqah tersebut. di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. membaca Ma’tsurat. ziarah ke orang-orang shaleh. Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta halaqah yang sejenis atau seprofesi. Manhaj Haraki Lis Sirah An-Nabawiyah. Said Ramadhan Al-Buthi. ifthar shaim. Sesuai dengan perbedaan taraf inetelektualitas. Bila baramij halaqah tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik. cermat dan konsisten agar ahdaf halaqah terealisir. Umar ibnul Khathab r. membaca kitab Targhib wa Tarhib. Fiqh Sirah M. membaca kitab-kitab Hadits dan Sirah Nabawiyah. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 71 . biografi sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan sumber-sumber rujukan seperti Riyadhus Shalihin. Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh. Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki skill atau ketrampilan. Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim pula disebut ABG (Anak Baru Gede) berada di masa-masa transisi/pubertas. kewiraniagaan. bergaul. Ghazali. faktor fanniyah pun perlu diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak.Aspek fikriyah bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku. dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah. Masa-masa ini sulit karena kematangan biologis. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda yang terdidik. buruh atau pelajar. mutaba’ah tilawah. Fiqh Sirah Munir Muhammad Ghadban. pelajar. shaum sunnah. jahit menjahit. tawuran. namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas. Sirah Ibnu Hisyam. tahsin dan tahfizh. daurah “upgrading”. mahasiswa atau akhwat dan halaqah akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi. mengemudi motor atau mobil dan jurnalistik. Halaqah Pelajar Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada naungan selain naungan Allah. Seyogyanyalah sejak usia SLTP dan SMU. olah raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar.a pernah berkata: “Kalau ingin menggenggam dunia. genggamlah para pemudanya”. mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani. Halaqah Mahasiswa Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan.

kedewasaan kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada fitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq. menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai kaum proletar. menjahit. Dengan kata lain mereka tetap menjadi sasaran da'wah khosshoh yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan back up/daya dukung ruhiyah yang memadai. kepada halaqah akhwat ini juga harus diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti daurul mar’ah (peranan wanita). haid dsb dan Tarajimun Nisa’ (biografi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam). karena hanya wanitalah yang mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita. kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah. Fiqh Nisa’ (fiqh wanita) seperti thaharah (bersuci). tarbiyatul aulad (pendidikan anak). SLTP atau maksimum SMU. faham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti shift. wanita tetap memiliki hak dan kewajiban yang spesifik sebagai seorang anak wanita. bahwa banyak sekali pekerja-pekerja wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan infaq mereka. Dalam hal evaluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan. mereka pun hendaknya secara berkala di up grade melalui daurah-daurah tarqiyah (up grading). Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga berkepentingan mendekati. Walaupun tidak ada perbedaan tugas. Selain mereka disupport untuk aktif melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus. Kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu. akhlaq dan jihad. Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 – 1996 ketika membuka dompet Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudarasaudaranya di Bosnia. Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar. Halaqah Buruh/Pekerja Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan industri. da’wah dan bekerja dalam sebuah team work. Sehingga selain diajarkan hal-hal yang pokok seperti aqidah. Halaqah Akhwat Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat.perubahan besar di masyarakat. Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa pembekalan fanniyah yang berkaitan dengan ke”rabbatul bait”an (kerumahtanggaan) seperti kursus memasak. merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan mengemudi. ibadah dan syari’ah. Asal kita bisa mengarahkan dengan pas. istri dan ibu. menata rumah. mereka bisa menjadi kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula. namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. hampir bisa dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya. pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah. Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraf intelentualitas yang terbatas karena umumnya lulusan SD. diskusi panel. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 71 .

direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius oleh tenaga-tenaga pembina yang handal. Waallohu A’lamu bisshawab. Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata.Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa athifiyah (kelembutan) dan kepekaan wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan friksi-friksi dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 71 . Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugastugas kerumahtanggaan dan anak dapat mengendurkan semangat dan menurunkan aktivitas serta produktivitas akhwat.

[yatlu ‘alaikum ayatina] 3.dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih .Demikian pula membngun manusia dengan proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi profesional.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya. Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks.kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses. Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu . Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah .Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT. DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi. ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami.Sebagai contoh. 1.pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[attaujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif].bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus . Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi. Berfirman. membersihkan jiwa-jiwa kamu.PROFIL MUROBBI MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang.karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya. Artinya. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu. Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu.latarbelakang ilmiah yang yang memadai. membangun sebuah rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 71 .Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional. seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151. mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”.yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah].

“sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. kemampuan dan potensi mutarobbi. Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut . Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah]. d.a. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. murobbi yang sangat tahu tentang kondisi.membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmuilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar. Psikologi. Artinya.diantaranya.anakanak. Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3. tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah.akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini. Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai . Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4.Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah. potensi.remaja. a. 2. kesiapan dan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 71 . dalam hal ini Rasul SAW.karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana. salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i.dan orang dewasa. 1. seperti karakter manusia sesuai dengai usianya.Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional. Memiliki ilmu. Ilmu syar’i. b. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. Mengetahui kesiapan. c. 1. Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas. b.

pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah. 3. tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan. kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi. jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain. a. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain. pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya.kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah].untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan. Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi.Murobbi mengevaluasi dirinya.tugas dankendala serta solusinya . akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim].murobbi harus melakukan penilaian terhadap . media.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini.[H. tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah. moralitas. proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan. manhaj. 5. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal.kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik. banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 71 . b.kemampuan mutarobb. dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara. 2.walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan. taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri . Menilai program .karenanya ia tidak dapat mentarbiah .R. sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya . 6. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah. karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi]. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya. sarana.Muslim]. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah].dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri . terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima. e. metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral. c. Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi. akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis. seminar. 4.agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki.oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi. mentalitas dan emosional. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya. ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah. dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi. khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan.dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan.ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial.

7. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 71 .d. Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku. pengembangan dan evaluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan.karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad . Dengan kata lain para murobbi harus siap dengan berbagai proses kreatif dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai marhalahnya. Kesiapan para murobbi untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang dewasa. Partisipasi aktif dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap levelnya yang berjalan secara efektif. Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang dewasa ini. tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt. proses. Peran peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah].telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka . Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak sama dengan pendidikan anak-anak. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah. Tugas seorang murobbilah untuk memotivasi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan keikhlasan. SARANA TARBIAH Pendahuluan Tarbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang kaaffah harus mendapat porsi terbesar kehidupan seseorang. apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa.sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu. Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah.bukan kesan pribadi atua emosional. Allah SWT. bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati . Kesadaran peserta akan apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah. Diharapkan pada setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi (konsep pengetahuan).maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’.maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya . keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta. Dengan komunikasi dua arah diharapkan peserta dapat memahami setiap nilai secara baik. Sarana. afeksi (perasaan) dan konasi (kecenderungan untuk melakukan) sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta.

Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ? Manhaj Tarbiyah 1421 H mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. Halaqoh •1 Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional. bekerjasama dengan para suami. sehingga terealisir ahdaf halaqah. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah. •1 Pengelolaan halaqoh bagi marhalah Pemula dan muayid bertumpu pada murobbi. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan  Iftitah  Tilawah dan tadabbur  Talaqqi madah  Mutaba'ah dan diskusi  Ta'limat  Ikhtitam Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 71 . seminar. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. mengatur alur informasi sesama peserta. halalkan dan syariatkan. sebagaimana juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat mewujudkan kemanfaatan dan keselamatan bagi diri. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim. 26) Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari. serta peserta lain sebagai bendahara. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah swt. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. tatsqif. agama dan masyarakatnya. rihlah. Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. dauroh. • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib. ta'lim dan penugasan.DR Ali Abdul Halim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat Taarbiyah Ikhwanul Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia: …selain itu. Dan itu secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan Tarbiyah Islamiyah. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator. Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. i. tarbiyah Islamiyah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realitas hidupnya di bumi dan di alam materi ini. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada. mukhayyam.(hal. Murobbi.

bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak) . Misalnya: kasih ibu. dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat. Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang. Mengkaji maraji' yang disarankan. mengeratkan ukhuwwah. Ta'lim Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 71 . iii. Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut . Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi. Penjelasan materi . Mukhayyam Mukhayyam adalah sarana penghimpunan.• Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya. Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama.. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. partisipasi aktif peserta sangat menunjang peningkatan pemahaman. tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi. Selain kehadiran dan talaqqi. Rihlah Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. ii.. vi. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta. vii. pelibatan peserta. Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081): . ceramah atau dialog. Tarbiyah Fardiyah Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. kecuali untuk akhwat. Dauroh/Kursus Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah. askari. v. fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. iv. kepada beta… tak terhingga sepanjang masa. pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw. viii. ruhi dan fikri. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta. Hanya memberi tak harap kembali. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta.

Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah Setiap murobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. Mengingat murobbi lebih memahami kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 71 . Kelompok aktivis biasanya kreatif namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena aktivitasnya. Bila seorang murobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah. Sedapat mungkin melibatkan keaktifan peserta. Di dalam halaqah akan tampak kreatifitas peserta mempengaruhi dinamika kelompoknya. dapat dengan narasi. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. Khusus tentang jurnal akan diuraikan di lampiran. permainan. α1 Metode evaluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis. α 0 Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. dialog. Dengan demikian para murobbi perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing kelompok. Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah: Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. Tanpa memberi penilaian terhadap masing-masing pendapat murobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah (1D232) yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Metode curah pendapat (sharing) dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Dan disadari bersama kiat-kiat tersebut sangat spesifik bagi kelompok dengan karakter tertentu. gambargambar di koran atau majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi. bahas buku. Penutup Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan peserta pada saat tersebut. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh diantaranya: α Metode penyampaian yang beragam. dll. Sebaiknya dilakukan workshop antar murobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatifitas. jurnal. Selain dengan skematik. membuat tlisan atau artikel dan sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim.Ta'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ? Seperti telah diuraikan sebelumnya. Artikel. Dilanjutkan dengan diskusi. Sebelum menutup acara murobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang. Dimulai dengan 'opening session' (sesi pembuka) untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi. maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. maka pengembangan sarana tarbiyah sangat tergantung pada para murobbi serta peserta itu sendiri. membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh murobbi dengan tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak kurang pentingnya adalah partisipasi aktif para peserta dengan berbagai kreatifitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor manhaj 1421 H. Dapat dilakukan dengan pre test. sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat tergantung pada kreatifitas murobbi dan pengelola.

2. Semoga Allah Swt. Maraji : 1. Mahmud. 2000 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 71 . kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Kelompok Kajian Manhaj Tarbiyah. Ali Abdul Halim. Terjemahan dlm bahasa Indonesia. 1998. Amin Wallahu'alam bisawab. memberi kelapangan hati. PEDOMAN PEMBINAAN KADER-KADER ISLAM DAN DA'WAH. PERANGKAT-PRANGKAT TARBIYAH IKHWANUL MUSLIMIN.maka dituntut kreatifitas dan komitmen terhadap kelangsungan perkembangan tarbiyah di negri ini. Era Intermedia.

Bagaimana pendapat anda berhati-hati dalam bertindak karena bisa fatal tentang ziarah kubur ? kalo salah catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari muwashaffat Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah yang semuanya pelajar SMU sehingga cara mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa. kolusi dan nepotisme sesudah materi: terjadi karena kurang tegasnya aparat penegak hukum. Kuis untuk mengukur salah 2. Contoh jurnal harian 1. saya baru tau kalo' sebenernya ilah itu bukan Bagaimana tanggapan anda hanya tuhan yang kudu disembah aja. saya berfikir bahwa sesungguhnya semakin nyata perjuangan Islam melawan kaum nashoro dan yahudi. …………………. Apa yang tidak disukai fulan ? iii.. Dilakukan berulang-ulang 5. yang seharusnya kita dapat melakukan sesuatu yang berguna 2. Coba sebutkan nama orang tua dan alamat fulan (teman se liqo) ii.agama yang emang dari dulu udah ada. Peserta menghafal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya 3.Lampiran 1 Contoh kuis tertulis 1. Contoh permainan ukhuwwah : 1. Tapi tentang pernyataan di atas? ternyata sangat luas. Saya berharap bisa ii. Korupsi. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (1A031) sebelum materi : Islam itu. Sedangkan jika disebut kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya. Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran 2. Siapa nama anak-anak fulan ? iv. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata "ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya. 4. ya Islam itu agama yang udah ditentukan ame Allah dan sebenarnya waktu kita belom lahir kan udah diberi kesaksian tentang hal itu setelah materi: Kemudian. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 71 . Kuis taakhi: i.. Pembahasan materi Ma'na satu muwashaffat Syahadatain (1A036) i. Maksudnya.

lindungi hamba. •1 Peserta 2 Alhamdulillah… Tangisku dalam jiwa… Rabbi…aku takut ALLAH… kenapa tipis batas kemusyrikan itu sedikit saja licin. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh murobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh murobbi. apakah malas tsb indikasi keraguan pada Allah ? Naudzubillah…. selimuti hamba darinya setelah semua coba dibangun dan runtuh.jangan lagi jangan lagi kembali sejak awal ALLAH…seandainya peringatanMu bukan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 71 . Yang menjadi masalah kita adalah "malas". Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara verbal (dapat berupa tulisan biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta) sehingga bersifat rahasia antara murobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. hilang tak bersisa akankah ??? Tidak. Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh murobbi 5. semua yang kita lakukan benar-benar harus dipertanggungjawabkan pada Alloh dan Rosul. Mengandung dua fungsi : tarbiyah dan takwim. Rugilah hamba yaa ALLAH Rugilah hamba yaa ALLAH seandainya amal-amal itu hanya berupa kapas putih ringan beterbangan syetan….syetan ALLAH.Lampiran 2 : Buku Jurnal 1.. Fungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal sebagai media komunikasi dua arah dan fungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta. 4. bagaimana dong. 2. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh murobbi dan dikomentari dengan kalimatkalimat penguat yang menandakan adanya perhatian dari murobbi 6. ups. ALLAH…. Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh dari 3 orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik (kode lama B5 kode baru 1A03): •1 Peserta 1 Kita telah dewasa. Apakah kita masih meragukan Allah dan Rosul ? Jangan tenang-tenang aja… lihatlah diri kita karena antara keimanan dan syirik itu sangat tipis… so. sehingga mungkin ketika itu ybs mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afwan hari ini ana ngantuk berat… atau sedang punya masalah: hari ini saya nggak bisa nangkep apa-apa soalnya lagi ada masalah. aku tergelincir astaghfirullah……. Jadi kita harus super hati-hati dan super menambah ilmu dan kekuatan iman kita pada Allah. 3..lembaran-lembaran itu sedang kutata lagi masih lagi kususun….

hingga akhirnya terbebass!!! #1 Jadi kembali teringat dengan "furqon" yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa  jadi kunci untuk menghindari syirik. Ini dapat menjadi bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh murobbi dan takwim ireguler oleh usroh. namun demikian ketiganya telah nampak memadukan pengetahuan. ijinlanlah! •1 Peserta 3 Catetan!!! Terlambat banget… insight yang didapat: #0 Syirik. ALLAH. Perbaiki hubungan dg semua! Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda. dengan bahaya-bahayanya begitu tipis sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mendeteksi.sebagai tanda uluran kasih dan cintaMu seandainya KAU biarkan selalu terlena maka. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 71 . perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. tiadalah aku berbeda dengan mereka yang KAU murkai… ALLAH… hamba bodoh. #0 Action for the family : -0 menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah How ??? First of All. aku lemah tanpa daya buka hati ini untuk mampu membedakan warnai jiwa ini untuk senantiasa peka dan mengerti kemana wajahku harus kuhadapkan dan mengetahui dimana saja wajah dan cintaMu bisa kutemui….

Teaching berarti mendidik atau menajar.” Maka dengan memperkecil murid.  Pendidikan in service. 2. sempit. yaitu bagi guru atau penilik. supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan.MICRO TEACHING Latar belakang Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. 1. 3. menyingkat waktu. 2. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponenkomponenya. 2. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Untuk percobaan melaksanakan metode baru. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik. Pengertian Micro berarti kecil. Tujuan operasional Micro Teaching 1. sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 71 . Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching. yaitu bagi calon guru: 1. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Mengembangkan sikap kritis murobbi. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. sikap serta ketrampilan tertentu. dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek. nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan. 3. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain 4. yaitu :  Jumlah siswa 5-6 orang  Waktu mengajar 5 – 10 menit  Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana  Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. 6. 5. terbatas. perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam :  Pendidikan pre service. mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan.

Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan.  Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi).  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis. b. anggukan atas partisipasi siswa.  Ketrampilan menutup pelajaran. ya. 12.  Memuji dan memberi dorongan dengan senyum.  Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar. Keterampilan memberi motivasi  Mengucapkan ‘baik”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 71 . Keterampilan bertanya  Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas  Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah. 9.  Memberi pengarahan sederhana dan pancingan. Keterampilan membuka pelajaran  Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa  Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar. bagus. c. Materi Kegiatan (program Kegiatan) Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching.Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan  Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa. 13. Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut : a.7.Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. Dengan menggunakan video Tape recorder maka : 8. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali. 10. Keteampilan khusus itu meliputi:  Ketrampilan membuka pelajaran  Keteampilan memberi motivasi  Ketrampilan bertanya  Ketrampilan menerangkan  Ketrampilan mendayagunakan media  Ketrampilan menggunakan metode yang tepat  Ketrampilan mengadakan interaksi  Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal  Ketrampilan penjajagan/assesment. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri.Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya.  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. 11. agar siswa memberi jawaban yang benar.

usul dan semacamnya. Keterampilan menerangkan  Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran  Keterangan guru menarik perhatian siswa  Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa. lemah dan keras. d. Keterampilan penampilan verbal non verbal  Gerakan guru wajar dan bertujuan. badan. dan wajah cukup bervariasi  Suara guru cukup bervariasi.  Penggunaan contoh.  Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut  Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan. sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti. f. h.  Ada pengaruh langsung yang berupa :  Informasi  Pengarahan  Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif  Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :  Mendengarkan  Mengamati  Menjawab  Bertanya  Mencoba g. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu.  Gerakan guru bebas  Isyarat guru menggunakan tangan.  Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar. Keterampilan penjajagan/assesment Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 71 . Keterampilan mendayagunakan media  Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan  Teknik mengkomunikasikan media tepat. analogi.  Aspek mengadakan interaksi  Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar.  Guru trampil menggunakan media.  Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.  Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan.  Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM. dan semacamnya menarik perharian siswa.  Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa.  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas. Keterampilan menggunakan metode yang tepat  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. e. ilustrasi.dalam menyampaikan pertanyaan  Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa.  Menguasai dalam penggunaan metode tersebut. reaksi.  Guru menjelaskan respon siswa. baru menunjuk  Guru menggunakan teknik -pause.

 Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa  Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh. dimana kapan diguanakan. peserta didik/siswa guru.  Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching  Sarana dan prasarana. pelaksanaan micro teaching  Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek. Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan.i. Keterampilan menutup pelajaran  Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat. Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru. ahli teknik alat rekaman)  Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan.  Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan.  Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima.  Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian  Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya  Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan.  Follow up. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 71 . orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian. Waallohu A’lamu bisshawab.  Waktu / bilamana diadakan micro teaching  Tempat.  Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.

Dengan kata lain. Persiapan presentasi 1. c. Membuat makalah yang sistematis. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian. Kiat-kiat Presentasi yang menarik Agar presentasi menarik. Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah difahami. Structure.PRESENTASI EFEKTIF a. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. serta waktu presentasi. jelas urut-urutan dan poinpoin bahasan menjadi tuntutan pokok. dalil. contoh. seperti: data. b. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para instruktur (pengajar) karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan efektif menjelaskan bahasan-bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak membosankan dan melelahkan. 4. atau suatu proses (kejadian) pendekatan visual dengan gambar-gambar grafis yang relevan akan sangat membantu mempercepat pemahaman peserta didik. Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan efisiensi presentasi. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik audience. Bila bahan yang akan disampaikan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 71 . Dengan mengetahui medan ini. hendaknya dilakukan hal-hal berikut: 1. menarik dan mudah dimengerti. verbal atau gabungan dari berbagai media (multi-media). presentasi mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis. fasilitas presentasi yang ada. Media yang dimaksud dapat berupa media tulisan. kasus dsb ?? 2. bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia. berapa jumlah mereka. gunakanlah cara dan media yang paling komunikatif dan mudah difahami. visual. Hal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan pertanyaan berikut: -0 Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ? -1 Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ? -2 Dapatkan saya membuat daftar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ? -3 Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan (informasi) untuk mensupport bahasan yang akan saya sampaikan. Pendahuluan Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu dengan menggunakan (multi) media dalam waktu yang relatif singkat. Pada intinya. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan di awal atau di akhir bahasan. Sebaiknya dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam draft yang ditulis dalam satu lembar kertas. argumentasi. 3. paling tidak ada kesiapan antisipatif baik psikologis maupun teknis. maka pendekatan verbal menjadi pilihan yang memadai. sehingga tidak ‘terjebak’ membahas sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat.

Smart-smile. jelas dan bervariasi. hand-out. Pengantar : -4 membangkitkan perhatian dan minat peserta -5 memaparkan ikhtisar materi bahasan b. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji: pakaian. Apakah dalam bentuk makalah. Show. Bila penyaji hanya duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. maka selanjutnya menjadi terserah anda. gambar. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada sejumlah pendengar. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan relevan dalam bentuk kasus. 6. mudah dan menarik.sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis. games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik bahasan. Stop. menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat. Simple. transparancysheet. senyuman. Gunakan kasus. Apabila kesan pertama penyajian menggoda. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks. flipp chart. 10. terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit. Artinya. Bagian utama : -6 sejumlah judul utama (main points) -7 beberapa sub judul c. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal manakala dalam proses penyampaian. 9. Kesimpulan : -8 butir-butir atau catatan penting -9 diskusi dan pertanyaan 2. contoh aplikatif. 5. memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. 3. berdiri. Penyajian jadi sangat membosankan apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang. Shape. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. jangan hanya menggunakan lembar text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan. Support. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. kerapihan dan kebersihan serta wewangian. pertanyaan. papan tulis. 4. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan pendengar. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan sesuatu yang mengejutkan. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian pendengar. slide. meminta tanggapan ataupun komentar mereka. susunlah dengan bentuk sebagai berikut : a. data dan fakta. Surprise. sapaan. Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. 8. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. matriks atau grafis yang yang jelas. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali secara utuh pokok Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 71 . 7. dalil. skema. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami. Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran. data. Style. Summarize. jalan.

memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan presentasi.bahasan yang telah disampaikan. Waallohu A’lamu bisshawab. kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 71 . Penutup Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya. Selain itu. juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. sambil terus memberi kesempatan kepada audience untuk memperjelas hal-hal yang terlewat. d. Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian.

Pengertian Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok.i dalam halaqoh tarbiyah) Mukaddimah Tuntutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tak dapat ditawar-tawar lagi. pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di lapangan. Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain. 2.Pd. Melihat hal tersebut. adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan tertuju dalam tujuan yang sama. Ciri-ciri nya adalah: 1. mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas halaqohnya. dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya. Dalam perkembangannya. urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah : 1. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas. mengenali permasalahanpermasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya. Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs.. para anggotanya perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik.DINAMIKA KELOMPOK (Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama. 3. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja. proyek dakwah dari Allah SWT ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 71 . terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama. Kemampuan ini sangat membantu dalam menghidupkan amal jama’I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu. Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap aktivis dakwah dalam setiap langkah-langkahnya. M. Slamet Santosa. dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja. Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersamasama. melainkan dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama’i. dan 4. makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbagai bidang. Dengan demikian.

tentukan dahulu persoalan dengan tepat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 71 . dan ini terlihat pada perubahan dalam kelompok. mewujudkan amal jama’I yang sehat Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh adalah sebagai berikut: 1. Misalnya. dan sebagainya. perbedaan kedudukan antaranggota. intensitas anggota. Bagaimana mengatasinya : 1. arah pilihan. Hal ini terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan. konflik masih tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan kefuturan bagi anggota itu karena akumulasi kekecewaan-kekecewaan. Kasus ini misalnya adanya a’dho yang tidak memiliki quwwatul indhifa’ dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami kendala dalam aktivitas halaqohnya 3. struktur Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan. motive/dorongan Persoalan motive atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok seperti kesatuan berkelompok. senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok. kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah. tugas pemimpin. dan sebagainya. Dia bukan berada dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain. Konflik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. pembagian tugas. perpecahan kelompok. Dengan solusi yang tepat diharapkan konflik mereda dan hilang sama sekali. 4. orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. kohesi/persatuan Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok. anggota dengan murobbinya. dan sebagainya. anngota dengan keluarganya dan sebagainya. dan sebagainya. sebaliknya bila solusinya tidak tepat. keringnya nuansa ukhuwah antaranggota. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola aktivitas halaqoh yang dianggap tak sesuai dengan harapan anggota 5. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya 5. pimpinan Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. Kasus lain misalnya. seperti proses pengelompokkan. atau ditinggal murobbi tanpa pengontrolan. Solusi atas Kendala yang terjadi Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konflik antaranggota. bentuk hubungan. nilai kelompok dan sebagainya. di mana pun ia berada 3. perkembangan kelompok Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya. usia anggota sangat berjauhan. 2. individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat. Dalam kasus ini misalnya seorang a’dho/anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. tujuan bersama.2. individu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya 4.

keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat. dan sehat ghoyahnya (ilallah) 2. Atas dasar ini Allah SWT mengisyaratkan dalam AL Quran dengan firman-Nya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan. tuntutan karakteristik gerakan dakwah Pokok-pokok Amal Jama’I Pokok-pokok amal jama’I meliputi : 1.I bersama para anggotanya. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama’i. sehat manhajnya (billah). tuntutan sunnatul basyar 3. Urgensi Amal Jama. tuntutan sunnatullah fil alam 2.2. sehatnya orientasi (ittijah) anggota ( 6 : 75-79) yang meliputi sehat mabdanya (lillah).” (Ali Imaran : 104) Tampak dalam ayat tersebut Allah SWT mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama. Rasul. dan putusan pribadi seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain b. kehendak. merekalah orang-orang yang beruntung. bersungguh-sungguh (jiddiyah). mengembangkan sikap mendengar aktif. Sebaliknya. Di sanalah sang murabbi akan menjadi fasilitator bagi terwujudnya amal jama.I Urgensi amal jama’I dalam Islam adalah : 1. kendala. sehatnya loyalitas (wala’u) anggota (2: 130-132) yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan kepada Allah. menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. dan umpan balik antar peserta dengan murabbi 4. Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi gerakan Islam. perasaan. dan solusi. sehatnya amal anggota (2:124) dengan karakter anggota yang berkorban (tadhiyah). mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah Amal Jama’I Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian. munculkan perilaku asertif yakni a. Sebab ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah. seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini – dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah SWT 4. dan pemimpin-pemimpinnya 3. gunakanlah manajemen konflik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution 5. Amal jama’I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. arti pentingnya. pesan diri. dan berkelanjutan (istimroriyah) untuk menopang jihad di jalan Allah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 71 . kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara timbal balik 3.

M. Proses Pengembangan Diri SCHEDULE PELATIHAN DINAMIKA KELOMPOK No . rihlah.Sasaran Amal Jama’I Sasaran amal jama’I pada setiap anggota adalah : 1. baik dalam bentuk kepanitiaan majlis ta’lim. Amal Jama’I 5. tercapainya perencanaan. 1. Dinamika Kelompok 3. tercapainya keterlibatan anggota secara aktif dalam menyukseskan amal jama’I di halaqoh tarbiyahnya pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas. pelaksanaan. pengontrolan. ketsiqohan dengan murobbi. menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah Penutup Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. Manhaj 1421 H 2. Hildegard Wenzler-Cremer dan Maria Fischer. badan usaha. Ice Breaker Tercapai 15’ Instruktur memperlihatka n agenda acara Peserta menyetujui agenda tersebut Intruktur Pluit Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 71 . murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma’nawi 2. dan ketaatan anggota pada murobbinya 3. pernikahan. Mustafa Masyhur. Waallohu A’lamu bisshawab. Pelatihan Dinamika Kelompok 4. Tercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama’I Mendinamiskan Halaqoh Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah : 1. menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan mengembangkannya 4. Maroji’ 1. Modul ini akan dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang diharapkan. dan evaluasi atas amalamal dakwah secara baik dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar. Slamet Santosa. dan sebagainya 2. 3. Kegiatan Agenda Acara Sasaran Menyepakati agenda acara Wak tu 5’ Pelaksanaan Alat/Med ia Transpara nsi Keteran gan 2.Pd. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusif bagi pemunculan ukhuwah bainal a’dho. Drs. Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama’I dalam halaqoh tarbiyah.

Cerkat Dinamika Kelompok Peserta berbagi kelompok dan bahas “dinamika kelompok menurut saya” Instrukur bahas Dinamika Kertas.suasana pelatihan yang cair Tercapai upaya mengatasi kebekuan 3. Sharing 4. B giliran menanyakan sesuatu pada A. Game 5. B menyimak. Setelah usai. Diskusi Tersampaikan 10’ perasaan peserta ttg daurah murobbi yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah diberikan Memperlancar 20’ proses perkenalan Mengurangi kecemasan yang dialami pada permulaanlatih an Terungkap 30’ tinjauan peserta terhadap dinamika kelompok Tercapai pengetahuan peserta 25’ memandu ice breaker : wawancara AB A menanyakan sesuatu (bisa tentang acara atau yang lain) kepada B. Peserta menyampaika n sharing per individu. Instruktur meminta pasangan A menyampaika n tentang B dan sebasliknya di hadapan peserta. spidol Tranpara nsi Kertas Page 45 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Tersampaikan perasaan peserta dalam kegiatan tersebut Ada di fotokopi Lembar Game berjudul tanda Tanda Tangan tangan Pensil 6.

botol teh sosro kertas 8. cirri. Pembahasa Tercapai 25’ n : Amal pengetahuan Jama’i dan kesadaran urgensi dinamika Instruktur menjelaskan amal jama’I termasuk juga mendengar Potongan bujursang kar bolong Lembar petunjuk. Peserta mendengarkan uraian intsruktur Peserta terlibat dalam game (fotokopi) bujur sangkar bolong 11. 10. 4 amplop kertas dan alat tulis Transpara nsi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 71 .tentang dinamika kelompok (pengertian. Terungkap 30’ pentingnya komunikasi dalam dinamika kelompok Terungkap pentingnya peran pemimpin dalam dinamika kelompok Cerkat Tercapai 15’ komunikasi kesadaran dan pentingnya pemimpin unsure dalam komunikasi dinamika dan pemimpin kelompok dalam dinamika kelompok Role Play : Tercapai 45’ Game dinamika kelompok. kendala. Game 9. 4 utas tali/benan g. dan solusi) Tersampaikan penyelesaian kasus kecil menurut peserta 7. Istirahat 10’ Kelompok Flip chart Peserta makan dan minum Ada dalam fotokopi Game berjudul : Gambar Berantai : komunikasi Game Permainan Botol : Pemimpin Spidol.

Jurnal Tercapai perasaan peserta terhadap materi pelatihan dinamika kelompok 5’ akti dan manajemen konflik (khusus win-win solution) (ada fotokopinya) Peserta Lembar menulis jurnal jurnal Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 71 .kelompok dalam konteks amal jama’I 12.

dan juga kita tahu sarana yang dapat merealisasikan keinginan – keinginan itu”. juga arahan nabawi yang mengarah kepada hal yang sama. dengan menempuh proses “Takwin ba’da Tanbih” (Pembentukan setelah pengarahan) dan “Ta’sis ba’da Tadris” (Pemantapan atau pengokohan setelah pengajaran). Adapun hadits Rosululloh SAW yang dapat dijadikan landasan syar’i Tarbiyah Fardiyah adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry . Ikhwah Fillah. dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi firman Alloh SWT yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap individu muslim. Lantas sejauh mana urgensi Tarbiyah Fardiyah dalam konteks amal islami?. Berkata Imam Hasan Al-banna : “Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-langkah nya. 125. Status hukum dan prinsip-prinsipnya Tarbiyah fardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum. Unsur-unsur pendekatan dalam Tarbiyah Fardiyah diusahakan agar seseorang pada awalnya tertarik dengan fikrah Islam melalui proses Tarbiyah dan Takwin. “Barang siapa yang melihat kemungkaran. dengan keharusan melakukan interaksi sosial yang bersifat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-unsur pendekatan yang baru . Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja yang hendak menjalankan misi Tarbiyah Fardiyah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh akses (Relasi) dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi fikroh dan mengupayakan kepuasan objek da’wah (Mutarabbi Fardy) dengan fikroh-fikroh yang ditawarkan kepadanya. Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya : “Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya”. semua itu adalah Taklif ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung jawab pada setiap individu muslim untuk mengemban tugas da’wah islamiah. hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. diluar kelaziman pelaksanaan Tarbiyah Jama’iyyah pada umumnya seperti halnya dalam bentuk halaqoh. As-syura : 15. baru setelah itu mengajaknya terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da’wah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 71 . maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan. Berkaitan dengan tarbiyah fardiyah Imam Hasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban Tarbiyah fardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. dan an-nahl .TARBIYAH FARDIYAH Definisi dan urgensi Tarbiyah Fardiyah adalah peran dan tugas individu dalam konteks amal islami. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat Fusshilat : 33. jika tidak bisa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. sesungguhnya amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan dijalankan oleh para Rosul ‘alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk menyingkap dan mengenali hakekat agama ini (Al-Islam) secara menyeluruh. jika tidak bisa dengan lisannya.

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan efisiensi dan efektifitas tarbiyah fardiyah : Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami, konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspekaspek tarbiyah fikriyah, ruhiyah dan akhlakiah. Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro’an dan pengamalan ilmunya. Ketiga : Al-bi’ah As-sholehah, ya’ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap individu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama. Keempat : At-Tajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da’wah dalam rangka membentuk kepribadian individu muslim dan memfokuskan hal itu. Kelima : Tadarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks Tarbiyah fardiyah hendaknya memperhatikan tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslahmasalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah “Kulliat Qobla Juziyyat” . Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan tampak membuahkaan hasilnya. Sarana dan keistimewannya Adapun sarana tarbiah fardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pendekatan Murabbi terhadap Individu mad’unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya (Liqo’), seorang Murabbi tarbiyah fardiah bisa memnfaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur’an, mengkaji hadits atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga memanfaatkan pertemuan di Halaqoh (ta’lim) Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana Tarbiyah fardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku yang bermuatan fikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari saranasarana tarbiyah fardiyah. Adapun selebihnya seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya lebih banyak lagi. Tarbiyah fardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling efektif , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap individu mad’u, keistimewaan Tarbiyah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak orang ke jalan da’wah. Tarbiyah fardiyah adalah salah satu gaya pendekatan (Uslub) dalam berda’wah, akan tetapi gaya pendekatan yang satu ini tidak mungkin efektif dan membuahkan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 71

hasil bagi kalangan juru dakwah dengan berbagai level mad’unya, karena para da’i yang memainkan da’waahnya dengan gaya ini dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da’wah dengan gaya pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah fardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya disebut dan dikenal sebaagai Da’i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da’i plus yaitu Da’i Murabbi. Karakteristik Da’i Murabbi Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da’i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan

menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida’wahkannya, karena seorang da’i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang trsebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila seorang da’i Murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada Mad’u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal;aah dam pembentukan kepribadian muslim sang mad’u itu sendiri. 2. Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang Da’i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang da’i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna mensifati Da’i Murabbi dengan sebutan Da’i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i Mujahid adalah : “Sosok seorang Da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang Da’i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da’i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalafusalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik). Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanaan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul). 3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seoarang da’i Murabbi tidak
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 71

lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam Tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhatihati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits) Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara mereka adalah imam Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Imam Al-banna : “Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhny ana sudah tahu” kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu” balas akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata”. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya Tarbiyah fardiyah merupakan seni yang hanya dapat dimainkan oleh para Da’i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar’i yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya, cita rasanya, struktur berfikir dan moralitasnya. Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj Tarbiah Fardiyah dengan segala uslub kerjanya. Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjalankan misi Tarbiyah fardiyah ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang tersebut, mengenali pikirannya,
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 71

antar kulit dan isi . maka berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami (amal da’wah) dibawah naungan jamaah dan da’wah. antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal. Kedua : Periode aplikasi. gerak-gerik. dan ia meraasakan hubungan dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh SWT. antara teori dan praktek. dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar’i yang mengarahkan kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal. persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. Kesimpulannya bahwa tarbiah fardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml jama’i. Dengan begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatif apa yang mungkin bisa dimplementasikan terhadap orang tersebut. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 71 . Tiga periode perkembangan Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah : Pertama : periode pembinaan akidah. akhlak dan ubudiahnya. dalam rihlah inilah sang mad’u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atributatribut keimanan. ketiga tahap priode perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad’u. sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati kesempurnaan. yaitu pantulan tabiat dari keyakinannya dalam prilaku. maka mulailah sang da’i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual (Rihlatul Iman). Ketiga : Periode pemetaan amal islami. dengan kedalaman dan kemantapannya. Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual”. akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan gerakan kolektifnya. periode ini merupakan periode yang sangat fundamental dalam membentuk kepribbadian seorang muslim. maka berikutnya adalah periode aplikasi .pemahamannya. Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya (akidahnya) dengan amalan syar’i yang lekat secara menyeluruh pada dirinya dan muncul dari refleksi akidahnya. akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalahmasalah yang tidak bermuara pada amal. akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : “Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa yang panjang. Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng maslahat untuk didakwahi. dan tidak bermanfaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat berda’wah. karena hal itu merupakan faktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan terhindarnya kesalahn fatal dalm menyampaikan pesan-pesan da’wah. setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad’u. setelaah akidah sang mad’u kuat dan amaliah syar’inya bagus. karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan lainnya. maka bila periode ini dapat dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan “ bainal madzhhar wal jauhar” antara esensi dan substansi. sebaliknya seyogyanya periode ini jangan hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis.

lissyaikh Ra’id Abdul hady. 4. untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal. yaitu kelemahlembutan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 71 . Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : “Rabiha Suhaib” (beruntunglah Suhaib). karena sesungguhnya da’wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan. kelemah lembutan adalah asas dalam bermuamalah. yang hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin. Al-Ibti’adu anidzdzammi wattaa’aatubi. akan tetapi kita bertemu besok untuk saling memaafkan). dan menerapkan kaidahkaidah tersebut disela-sela aktifitasnya dalam menjalankan tarbiyah fardiyah. yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di perhatikan oleh sang Murabbi. yaitu motivasi sang da’i Murabbi terhadap mad’unya. lalau jawab Ibnu samak : “Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar” (Tidak. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah : 1. karena untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama.ketika seseorang berkata kepaadanya : “Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela”. 3. apresiasi dan penghargaan. berupa “reward”. At-Tasyji’. dan dia hanya bisa menyelamatkan agamanya. Ar-Rifq. kecuali bila ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya.Kaidah Asasiyah Terakhir. melainkan dengan Tanashuh (menjaga) dan Taghafur (mema’afkan) serta Al-Irsyad bil husna (membimbing dengan cara – cara yang baik. sebagaiman yang telah dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy. seoarang da’i tidak dapat mengambil hati mad’unya. Makalah ini disadur dari Kitab “Mamarratul haq”. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud – Rahimahulloh. dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan. hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran. yaitu menjauhkan sikap agresif yang cenderung mencela dan mendiskriditkan. At-tarbiyah Tamhid wattasywiq. Waallohu A’lamu bisshawab. 2. Tarbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan. Juz a dan ba. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat al-Imran : 159.

STUDI SINGKAT SOSOK MURABBI TELADAN Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaf dan anda mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan?. sebagaimana pepatah mengataakan : “Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ‘uudu a’waj”. apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Alahzab. padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib. Untuk memudahkan kita mencontoh halhal yaang baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang figur Murabbi. Innattasyabbuha bil kiraami falaahun”. Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya . bagaaimana bayangan akan lurus bila tonggaknya bengkok. mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang. sebagaimaana adagium mengaatakan : “Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal”. para tabi’in . lurusnya. maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai figur murabbi teladan dalam sejarah. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak. Teladanilah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 71 . ketealadaanan adalah cara berda’wah yang paling hemat karena tidak menguras enerji dengan mengobral kata-kata. tegaknya dan lain sebagainya. miringnya . “Aina nahnu minhum”. memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala. dengan menampilkan “Suratun Hayawiyyah” atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktifitas pentarbiyahan. kemudian kita telusuri keteladanan figur murabbi para Sahaabatnya. agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da’wah dan peningkatan kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah?. kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa sama dengan mereka. dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut. kita akan mulai membahas keteladanan figur murabbi dari “Murabbi hadzihil ummah”. Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi figur murabbi teladan. Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya di tengah-tengah keluarga anda. yaitu Rosululloh SAW. bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa perintah dan larangan. bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. Itulah buah dari keteladanan. Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ?. bengkoknya.ualam salaafusslaih hingga para Masayikh da’wah di zaman kita sekarang ini. akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : “Tasyabbahu in lam takuunuu mislahum. itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui keteladaanaan mereeka sebagai murabbi. hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya.

“dengan janda atau gadis”?. lalu aku berikan kepadanya dan beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya. Sebagai Murabbi Rosululloh SAW. Jabir “ “Ontaku Ya Rosulalloh…. Keteladanan Rosululloh SAW Sebagai Murobbi Rosululloh SAW selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah direkomendasikan di dalam Al-Qur’an. dan meninggalkanku saudara perempuan sebanyak tujuh orang.jalannya lamban sekali” balasku. setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SAW seraya berkata : “ini hasil dari tugas saya . “Kenapa tidak dengan gadis saja sehingga engkau dapat “bersenang-senang dengannya” dan ia dapat “bersenag-senag denganmu”?. apakah engkau sudah kawin?”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 71 . apalagi hal itu dilakukan di hadapan orang lain. sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Humaid Abdirrahman bin Sa’ad As-Sa’idy RA. sehingga aku tertinggal jauh dari rosululloh SAW. maka dari itu aku menikahi seorang wanita yang sekaligus dapat meenjadi pengasuh dan pembimbing mereka”. lalu Rosululloh SAW segera naik ke atas mimbar. aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya. telah aku sampaikan” 3 x ( HR. demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat”. Ia berkata : “Nabi SAW telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil zakat. sehingga tidak terjadi kesenjangan psikologis antara mutarabbi dengan murabbi. lalu Rosululloh SAW mengangkat keduabelah tangannya hingga tampak ketiaknya. sesungguhnya meneladanani oranorang mulia adalah satu keberuntungan. tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata . setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh SWT beliau berkhutbah seraya berkata : “Sesungguhnya aku megutus seseorang di antaara kalian sebagai amil zakat sebagaimaana yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT kepadaku. Kemudian Rosululloh berkata : “Engkau benar insya Alloh”. jika orang itu benar . “dengan janda ya Rosul” tegasku. lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu. “Qoulan Maysuran” ( 17 : 28 ). saya serahkan kepada mu. Kemudian Rosulluooh berkata lagi : “Berikan kepadaku tongkat yang ada di tanganmu atau berikan aku sepotong kayu”. Kemudian obrolan berlanjut . demi Alloh tidaklah mengambil seseorang sesuatu yang bukan haknya melainkan kelak dia bertemu dengan Alloh SWT membawa barang yang bukan menjadi haknya “. mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau Ibunya sehingga hadiah tersebut datang kepadanya. lalu ia datang dan berkata : “ini untuk engkau dan yang hadiah untukku.meski tidak sama persis dengan mereka. balas Rosululloh SAW dengan nada bertanya. “Qoulan Balighan” ( 4 : 63 ). bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah : “Qoulan Layyinan” ( 20 : 44 ). seraya berkata : “Ya Alloh. Bukhari – Muslim ) Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya. Rosululloh SAW bertanya kepadaku : “Hai Jabir. “Qoulan Ma’rufan” ( 32 : 32 ). lalu aku menjelaskan : “Ya Rasululloh sesungguhnya ayahku meninggal pada perang Uhud. hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : “Aku pernah keluar bersama rosululloh SAW pada peperangan Dzatirriqo’. “sudah ya rosulalloh” jawabku. dan yang ini hadiah pemberian orang untuk saya”. “Qoulan sadidan” ( 4 : 9 ). kemudian Rosululloh SAW menemuiku seraya berkata : “ Kenapa engkau hai. dan “Qoulan kariman” ( 33 : 31 ). tanya beliau lagi.

Walaupun mereka tidak memberikan hanya seutas tali unta yang harus diberikan kepada Rasululloh. dan juga bukan hanya karena satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SAW dalam perjalanaan hijrah ke Madinah. biarkanlah kakiku bersimbah debu di jan Alloh ) Keteladanan Ulama Salafusshalih Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh. seraya menambahkan penjalasan dengan kata – kata hikmahnya : “Man kaana ya’budu muhamma dan fainna muhammad qod maata. apakaah engkau hanya tampak perkasa pada masa jahiliyah kemudian jadi ragu pada masa islam ?. Lau mana’uuni ‘Uqqoolu ba’iirin yuadduunahi ila Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty” ( sampai engaku juga Ya Umar. bukan hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq. lalu usamah menawarkaan agar ia turun Abu Bakar saja yang naik kuda. sebagaiman terjadi pada saat sebagian besar para sahabat (Kibaarusshahabah) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin Zaid. Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih tarbiyah. dalam bentuk pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat. padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SAW sebelum wafatnya. Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan (Harakatul Irtidad). Pada saat itulah Abu bakar memberikan taujih tarbawy dengan membacakan firman Alloh SWT. Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit.Keteladanaan Para Sahabat RA Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA. Demi Alloh tidak akan berkurang agama ini (Islam) sedikitpun selama akau masih hidup. sejak awal Usamah merasa tidak enak karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya. Athu bin abi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 71 . beliaulah yang memandu akidah dan fikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo menerima berita wafatnya Rosululloh SAW termasuk Umar bin khattab RA. dan abu bakar berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SAW. maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk memerangi mereka. wa maa lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah” ( Demi Alloh. tetapi Barang siapa yang menyembah Alloh SWT sesungguhnya Alloh Hidup dan tidak akan mati). akan tetapi lebih dari itu karena Abu Bakar layak disebut sebagai “Murabbi hadzihil Ummah” sepeninggalnya Rosululloh SAW . dalam surat Ali Imron : 144. maka tetap akan ku pernagi mereka sampaai urat leherku terputus”). aku tidak mau naik dan engkau juga tidaak perlu turun. lalu abu bakar berkata : “Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta. seraya mengiringi pelepasan ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan. Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?. yang memimpin halaaqah besar di masjidil haram. khusunya Tarbiyah Aqidiyah. banyak para sahabat termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan gelombang kemurtadan. wa man kaana ya’budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu” (Barang siapa yang menyembah Muhammad seseungguhnya Muhammad telah tiada. dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khalifah pada saat itu juga sering menghadiri halaqohnya. Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun. maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar bil khattab RA seraya berkata : “ Hatta anta ya. agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain.

lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam. lalu ia menegurku : “Kenapa koq diam saja. sebagaimana telah menjadi sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi. tukang cukur itu mencegahku seraya berkata : “Shalat dulu dua rakaat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 71 . lalu ia berkata : “mau kemana kamu”?. kepentingan dan persoalan maisyah”. “aku mau ke kendaraanku” jawabku. “semoga Alloh menunjukimu. dan aku arahkan orang banyak untuk belajar kepadanya”. ayo perbanyaklah takbir”. sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan”. lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur. lalu kita duduk sambil bersandar ). “lalu apa batasannnya pembicaran yang berlebihan”? tanyaku. Demi alloh aku melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu. bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : “Wahai anak saudaraku. faawaajada aktsara maa fiihaa laaisa min amri diinihi walaa amri dunyaahu”. lalu aku berkata kepadaanya :”berapa harganya”?.Rabah adalah seorang habsyi (Negro) yang pernah menjadi budak dari salah seorang wanita penduduk kota mekkah. Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur. aku mendatangi salah seorang tukang cukur. maa yalfidzhu min qaulin illaa laadaaihi raqiibun ‘atiid) ( Qaf : 17 – 18). atau pembicaraan tentang satu hajat. baru kau boleh pergi kemana kau suka” . yaitu ketika aku ingin selesai dari ihram. ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja. lalu aku berkata kepadanya : “Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku’?. ibadah tidak mensaratkan soal harga. atau berkenaan dengan amar ma’ruf nahi munkar. akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat. bila dilaakukan selain dari Al-qur’an yang dibaca dan difahami. Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang. atau hadits Rosululloh yang diriwayatkan. Amaa yatahyii aahaduna lau nusyirat alaihi shahiifatuhullatii amlaa’aahaa shdra naahaarihi. waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat. soal harga gampang” jawab tukang cukur. hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang diantara mereka : “Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu mustaniduuna” ( Tidaklah pantas bagi kita ketika disebutkan di tengah-tengah kita orang-orang yang shaleh. Aku berkata dalam hati. tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim. kirooman kaatibiin) (Al-infithar : 10 – 11). lalu aku mengikutinya. sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu hanifah : “Aku melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji. maka akupun bertakbir. lalu ia memutarnya sehingga mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan. kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku. jawab tukang cukur alim tersebut. Di antara kebiasaan baik ulama salafusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar misalnya. duduk sajalah dulu. sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin suqoh Salah seorang Ulama Kufah . wa anna m’a kullin (‘minkum malakaini Anil yamiini wa ‘anisshimaali Qa’iid. setelah selesai aku hendak langsung pergi. beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : “Mereka mengkategorikan pembicaraan berlebih. lantas ia mengarahkan duduku hingga menghadap kiblat. kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada ku seraya berkata : “Atunkruuna (Inna ‘alaikum laahaafidzhiin.

lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : “masuklah engkau ke rumah suamimu wahai puteriku. juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh oleh para Murabbiyyiin. dan engkau termasuk orang yang kami ridhoi” jawab Said meyakinkan mutarabbinya. tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu. padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku”. siapa orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim. lalu beliau juga bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu. dengan menyebut asma Alloh dan memohon Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 58 of 71 . “Yarhamukalloh. “Ya. fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham” tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap waqi’ terhadap keadaan dirinya. “siapa yang mengetuk pintu”. “Mengapa tidak beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala keperluanmu” tanya Said kembali. maka sekarang aku datang dengan anak perempuanku ke rumahmu” . “Said” jawab suara di balik pintu yang sepertinya ia mengenalinya. datang kembali sebagaimana biasa. tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini. tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan maghribpun tiba. “Jazaakallahu kahairan” jawab abu wada’ah yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya. antara kaget daan girang. tanyanya dari dalam rumah. Abu Wada’ah mengira telah terjadi “sesuatu” dengan pernikahannya.…kenapa tidak. beliau kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya. suatu ketika Abu Wada’ah beberapa kali tidak datang halaqoh. beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi. Said ibnul Musayyib mempunyai seorang mutarabbi. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham. setelah dipersilahkan masuk Said langsung mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : “Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi isterimu sesuai dengan sari’at alloh SWT sejak tadi pagi. karena di tengah perjalaanan ia terus berfikir darimana ia akan menafkahkan isterinya. seraya terbatabata Abu Wada’ah berucap : “ Eng. maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : “kemana saja engkau ya. di samping beliau juga terdapat halaqohnya ‘Urwah bin Zubair. aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang menemuimu”. karena kami jika seudah kedataangan seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu. atau berhutang dengan siapa?. dan aku tahu tidak ada seorangpun yang menemanimu. maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain. setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya. baru saja menikmati rotinya. “Isteriku meninggal dunia. sehingga aku sibuk mengurusinya” jawab Abu wada’ah. menghiburmu dan melipu kesedihanmu. engkau lebih berhak aku datangi hari ini”. Abu Wada’ah benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa. dan abdulloh bin ‘Utbah rahimahumalloh. akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba Abu Wada’ah.…engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu. “aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku” tegas said. namanya Abu Wada’ah. aba wada’ah”?. Tidak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikinya seraya berkata : “Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba Wada’ah”. “Tidak. lalu ia berbuka dengan sepotong roti. ia pulang menuju rumahnya sampai-sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum.Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh. lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya berkata : “Ya.

“sedirham” jawab Imam. sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu selain Imam abu hanifah dengan mutarabbinya tersebut. malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu Wada’ah mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya. jika beliau datang ke majlisnya. karena beliau juga dikenal sebagaai seoarang saudagar. dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet (terinjak gaunnya) hampir jatuh hampir terpeleset karana saking malunya.barokahNYA”. beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang. bukankah rosululloh SAW Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 59 of 71 . faqih. “ya. dan selalu memakai wangi-wangian. Subhanalloh. lalu kata orang itu : “Aku sudah cukup. masuklah anak perempuan said . berseri-seri. lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. aku beli baju ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak. “angkatlah sajadah ini lalu ambil sesuatu yang ada di bawahnya”. manis tuturkatanya. Dengan cerdasnya imam abu hanifah menyanggah omongan mutarabbinya itu : “Jika memang benar-benar telah melimpahkan ni’matnya kepadamu. lalu beliau mencarinya. ia minta dicarikan baju. sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham. “Aku tidak main-main. aku tidak membutuhkan uang ini”. Suatu ketika Imam abu hanifah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan tidak enak dipandang. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk menemui menantu barunya. “sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu harus berkata apa” kata Abu Wada’ah mengenang kejadian itu. Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khalifah bani uamayyah yang ingin meminang putrinya. dalam penegtahuannya.… ada ‘ngga ya. lalu beliau berkata kepadanya. setelah yang lainnya keluar dari majlis. sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya. beliau berkeliling dari kota satu ke kota lainnya di wilayah irak. atau dikenal dengan nama Nu’man bin Tsabit rahimahulloh. “satu dirham” tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah banget. “yang bener nih…” kata muridnya lagi. tepatnya sebagai pedagang pakaian. kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha meneladaninya. aku memang tidak mau mangambil untung terhadap murid-muridku”. Di samping cerdas. kain dan sutera. Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini?. setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham. lalu mana bukti kenikmatanNYA itu. “ambilah uang itu dan perbaikilah penampilanmu’ tegas imam abu Hanifah. tanya sang murid. segitu”. tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului isterinya ke dalam ruangan. kalau ada alhamdulillah. tegasnya lagi. Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya. Lain lagi kisahnya dengan Imam abu hanifah. Alloh telah melimpahkan nikmatnya kepadaku. “berapa harganya ?”. yang satu aku sudah aku jual. beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan. Amin Ya robbal alamin. maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya lantaran semerbak wewangian yang dipakainya. rapih penampilannya. alim.

prinsip-prinsip pendekatan da’wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SAW seperti : “khoothibinnaasa ‘alaa qodri ‘uqulihim”. di mana banyak buruh-buruh pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi.bersabda : “Innalloha yuhibbu an yaraa aaatsara ni’matihi ‘ala ‘abdihi” (sesungguhnya alloh SWT senang melihat bukti keni. suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. Al-Ustadz umar Tilmitsani Allohu yarham. Keteladanan Imam Hasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da’wahnya ke berbagai lapisan masyarakat. figur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita. seolah – olah tidak ingin berpisah dengannya. karena itu sudah sepantasnya engkaumemperbaiki keadaanmu agar engkau tidak membuat sedih saudaramu”. karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan. diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti “Nahnu Dhu’at laa Qudhot” (kami mengajak bukan memvonis). Ketika selesai beliau “dikeroyok” oleh anak-anak kecil tersebut seraya bergelantungan di tubuh beliau. diselingi dengan bahasa ‘amiyah (pasaran). penyampaian da’wah dikemas dengan sederhana. seluruh mutarabbinya duduk di atas tikar putih. Wallohu ‘alamu bisshawaab. Allohu Yarhamuhu. Itulah beberapa keteladan Ulama Salafussalih mutarabbinya. Beliau tidak pernah cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara. bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan “kuliah selasa” sangatlah sederhana. beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan. Al-Ustadz hasan al-Hudhaibi. bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah. “khotibinnaasa ‘ala lughati qaumihim” (Ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan kemampuan akal mereka. juga bagi seluruh aktifis da’wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. seolah-olah belaiu bagian dari mereka. dan lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam. dari sinilah beliau memulai da’wahnya. sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik dengan orang dewasa maupun anak kecil. Imam Syahid sangat lembut . juga mempunyai keteladanan dalam hal mentarbiyah.matannya pada hambanya). Adalah pantas bila beliau merupakan salah seorang sosok figur murabbi teladan abad. Ketika beliau menetap di Ismailiyah. beliau berdiri di tengahtengah mereka dan berbicara dengan mereka. dalm mentarbiyah para Keteladanan Masyaikh Da’wah kita Imam As-syahid Hasan al-Banna. diselingi dengan cerita dan ilustrasi. yang terkenal sebagai kota pelabuhan. Ini adalah buah dari bahas lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil. Beliau berbicara dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak kecil. ini bukan karena beliau kikir. Tampak sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya. “Aqimiddaulata fii Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 60 of 71 . dan mereka disuguhi teh dalam dua teko kecil. menceritakan tentang sosok Hasan albanna sebagai Murabbi. beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat. ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan gaya bahaasa mereka). tidak konfrontatif.

apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar Tilmitsani. lalu bagaimana kalian bisa memperbaiki perselisihan yang terjadi pada orang lain”?. Wallohu ‘alamu bisshowaab. nah dengan gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam tangki mobil tersebut. “Hari ini kami jadi tukang masak. ayo makan siang bersama kami”. jawab Imam as-syahid jujur. tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur. ketika makanan dihidangkan. beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa. “Saya Muhammad Abdurrasul seorang hakim di kota Kairo. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 61 of 71 . meskipun Ustadz Umar tilmitsani sedikit membuatnya repot. beliau menyruh sopirnya berhenti. ternyata orang itu kehabisan bensin. ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa. Orang yang ditolongnya itu kemusdian berkata . Sambil bercanda beliau berkata. Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja. Orang itu kemudian berkata lagi : “Apakah anda hasan al-Banna Mursyid Ikhwanul Muslimin?”. saya seorang guru sekalh dasar di As-sibtiyyah”. menjumpai sebuah kendaraan yang mogok. Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan. Semoga Alloh melindungimu”. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan ikhlas. Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang alakh. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit senyum. “Ya”. di tengah rimba pengadilan. Lalu beliau memanggil seorang akh. Dan di antara do’a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : “Ya Alloh pilihlah diriku menjadi hamba yang selalu taat kepadaMU” Sebagai seoarang Murabbi. Sambil tersenyum beliau menjawab : “Diamlah. dan haal itu dilekuakn berkali-kali.daarika taqum fii ardhika” (Tegakkanlah daulah di dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu). lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh laki-laki pemilik mobil tersebut. Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara. bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan siang di kantor pusat. Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di hadapannya. lalu ia membisiki beliau seraya berkata : “Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar”?. Saat itu mobil belum ada klaksonnya yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet. Anda ini siapa”? Imam asSyahid menjawab dengan sikap rendah hati : “Saya hasan al banna. beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : “Apabila kalian berdua tidak sanggup memperbaiki hubungan yang ada di antara kalian. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin.

Apakah prosesnya sudah efektif atau belum. yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid. Untuk apa evaluasi dilakukan ? Abbas Asisi mengklasifikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian : 1. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan.EVALUASI TARBIYAH I. karena mereka lebih dekat dengan da’wah kita. Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah. Evaluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa kita katakan evaluasi pra proses tarbiyah Selain evaluasi pra proses tarbiyah. sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian. Juga bisa bermanfaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran. Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-sendiri. 2. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan. Hasil (output) dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Jadi prosesnya yang dievaluasi.dengan kata lain evaluasi untuk mengukur kompetensi dan kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan. Pentingnya evaluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah SAW : “Berkhutbahlah sesuai dengan kadar akal mereka” Indikator keefektifan proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. Orang semacam ini menempati urutan kedua. akan tetapi evaluasi itu pada prosesnya. Penilaian (evaluasi) seperti ini sering disebut evaluasi karakteristik mutarabbi. Apalagi dalam da’wah proses menjadi sebuah kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih. ada juga evaluasi pada proses tarbiyah. agar dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut : Input Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Proses Output Page 62 of 71 . manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah. Orang seperti ini dinomorsatukan. tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Dari penjelasan ini evaluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses. 3. Dan memberikan informasi tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan. Al Hasyr : 18) ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab” (Atsar Sahabat) II. sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak. Didalamnya terdapat makna bahwa evaluasi untuk menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan. yaitu orang yang tidak taat beragama. mengukur prosesnya dan hasil prosesnya. Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah. Untuk itu evaluasi bukan saja pada akhir proses yang sering dipahami orang. Insya Allah . yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua. Landasan Evaluasi ”Hai orang-orang yang beriman. Apakah prosesnya sudah benar atau belum. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa. Jadi proses seperti apa yang sesuai dengan kadar akal mereka.

Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah disampaikan. Yang tidak akalh penting adalah apakah cukup menarik atau cukup efektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan. menggarap proyek mengarang. Evaluasi ketika selesai belajar Evaluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. Hal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. karena dari sanalah kita dapat mengevaluasinya. Ini menjadi tolak ukur dari dua komponen (input dan proses). diskusi. Evaluasi proses tarbiyah Setelah mutarabbi terevaluasi kini giiran mengevaluasi prosesnya. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. silaturrahmi dan lain-lainnya. Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan. IV. Secara keseluruhan evaluasi tarbiyah baik pra. kita ikuti uraian berikut : Kognitif memiliki tingkatan yaitu : a. Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi. investigasi. Mengevaluasi prosesnya disyaratkan memiliki perencanaan tarbiyah. mencocokkan muwashafat dengan membuat daftar check (check list). Apakah keduanya baik atau belum. terpenuhi atau belum. Dapat dituangkan lewat buku tulis. 3. Atau murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan observasi/investigasi ke rumah mutarabbi. Tujuan tersebut diantaranya “mengetahui hasil ibadah“. Apa yang kita rencanakan dapat menjadi bahan evaluasi proses. Wujud evaluasi ini bisa berwujud tes tertulis. Pada tujuan ini yang ingin diraih settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitif. dan atau lisan mutarabbi. Evaluasi pra mutarabbi (pra proses). Bagaimana mengevaluasi ? 1. Tingkat pengetahuan (knowlegde) Evaluasi kognitif untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahfal atau mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. lisan. proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus dievaluasi. Evaluasi kognitif Pada kurikulum tarbiyah islamiyah (Manhaj 1421 H) terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah dirumuskan. secarik kertas. Sehingga aspek kognitif menjadi sebuah aspek yang mesti dievaluasi. 2. Evaluasi pada tingkat ini dapat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 63 of 71 . Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan. Metode apa yang telah kita pergunakan.Evaluasi Evaluasi Evaluasi III. Evaluasi ini digunakan untuk melihat apakah output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashafat. Wujud evaluasinya mutarabbi dapat mengisi check list (daftar isian) yang diambil dari muwashafat yang ada pada masing-masing marhalah.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitif ini. membuat karya tulis. ngobrol (curhat). Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah. yakni : 1.

Evaluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. d. Afektif juga memiliki tingakatan yaitu : a. yaitu “memahami kewajibannya terhadap orang lain. yaitu “dapat menyebutkan sarana dan media untuk tafakur“ b. yaitu “mutarabbi mampu membedakan sistem politik yang fungsional dan disfungsional”. Tingkat sintesa (synthesis) Evaluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. yaitu “mutarabbi menerapkan kewajiban-kewajiban rumah tangga dan menjadi teladan anggota keluarga yang lainnya”. Tingkat penerapan(aplication) Evaluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Wujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitif antara lain diskusi. dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masingmasing data terhadap data lainnya. karya ilmiah. Tingkat evalusi (evaluation) Evaluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya. Evaluasi afektif Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi “merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan dalam beribadah”. Tingkat analisis (analysis) Evaluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasifikasikannya menjadi beberapa kategori. khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya bukan pada haknya“. menafsirkan.digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat menerima (receiving) Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 64 of 71 . menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. yaitu “mutarabbi mampu menginvetarisir ide-ide pemikirannya” e. Sehingga pada aspek ini yang dievaluasi adalah aspek afektifnya. c. tes tertulis. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu “mutarabbi mampu memformulasikan ide-ide dan pemikirannya”. 2. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau tidak. f. mengarang. mengisi daftar cek (check list). Evaluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat pemahaman (comprehension) Evaluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam mengartikan. jurnal dan lainnya. Tujuan ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap aktifitas ibadah tersebut.

kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. “menyadari kewajiban bekerja dan berpenghasilan dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kecenderungan dan spesialisasinya”. Yakni . Tujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. jurnal dan lainnya. d. Tingkat oraganisasi (organization) Evaluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. karya ilmiah. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. Evaluasi psikomotorik Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi “mempraktekan kiat-kiat mencapai kekhusyu’an dalam shalat”.Evaluasi afektif untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran. Tingkat menanggapi (responding) Evaluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan afektif antara lain : diskusi. yaitu “mengutamakan produk-produk islam ketika berbelanja dan ketika membelinya di toko-toko non muslim meskipun harganya lebih mahal ” e. tes tertulis. Tingkat menilai (valuing) Evaluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektif (jujur) bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh kemauan untuk menerimanya (istislam) dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. mengisi daftar check. 3. mengarang. proses. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh dilewatkan. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu . Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 65 of 71 . yaitu “mutarabbi mampu membiasakan diri hidup teratur”. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Gerakan seluruh badan Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan gerak fisik mutarabbi secara keseluruha. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat karakterisasi (charaktersization) Evaluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. yaitu “mutarabbi menerpakan spesialisasi yang dimilikinya dalam upaya mendukung kerja da’wah serta tanggung jawab rumah tangga dengan menjalaninya secara serius”. b. namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. c. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitif maupun afektif. yaitu “mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:. Artinya tarbiyah harus sampai pada aspek psikomotorik. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. Evaluasi untuk tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. stimulus yang ditunjukan oleh bentuk partisipasi dalam berbagai bentuk. a.

Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung. yaitu “mutarabbi mampu melakukan latihan fisik dengan teratur 10 – 15 menit setiap hari”. Kecakapan dalam berbicara Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. c. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. b. yaitu : “mutarabbi mampu menulis rasmul bayan dengan baik”. Gerakan yang terkoordinasi Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan koordinasi gerakan fisik mutarabbi antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badannya. d. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 66 of 71 . Komunikasi nonverbal Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu : “mutarabbi mampu membiasakan diri murah senyum (ramah) di depan orang lain”.mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. anggukan kepala. ekspresi wajah dan lain-lain. yaitu : “mutarabbi mampu berbicara sesuai adab dan ketentuan yang ada dalam Al Qur’an (bagi akhowat)”. misalnya isyarat dengan tangan.

kondisi lingkungan dan faktor lainnya. METODE DISKUSI Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 67 of 71 . pribadi. mengurai yang tersekat. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan secara tepat. membuka yang tersumbat. METODE TARBIYAH Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan objek tarbiah. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait dengan materi pembahasan. keadaan lingkungan. METODE CERAMAH Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum dipakai dalam menyampaikan suatu materi. 3.METODE TARBIYAH DAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA I. lingkungan dan faktor lainnya. dengan diskusi seorang peserta akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. keberhasilan tercapainya tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi. Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan ukhuwwah. Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat tersirat. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah. semuanya dapat dipergunakan sesuai obyek tarbiah. Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. METODE DEMONSTRASI Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan. bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan. permasalahan yang sedang populer atau pertanyaan lainnya. didengar atau dibacanya. METODE TANYA JAWAB Tanya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau fakta-fakta yang telah dipelajari. jenis materi. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitif sangat mengajar sangat baik. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik kesimpulan . 2. Metode itu antara lain: 1. Sehingga murabbi dalam mentarbiah tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja. 4. jenis materi. Dalam diskusi diharapkan dilakukan pengendapan dan kratifitas data dan informasi yang diperolehnya. memperlihatkan atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi.

Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat atau mengungkapkan kepribadiannya. METODE EKSPERIMEN Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan. METODE PENUGASAN Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca. tetater. METODE SIMULASI Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan.5. Bisa melui laboratorium. menghadiri acara tertentu. 11. 7. Metode demonstrasi atau Eksperimen saling terkait sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. 9. METODE PENGGUNAAN ALAT Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan alat bantu. Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta manfaat olah raga bagi stamina tubuh. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan sulitnya berinfaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana. maka murabbi dapat mewajibkan infaq majelis dan semua peserta wajib mengisi kotak infaq setiap datang. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal dan beratnya beramal. 6. dan lain sebagainya. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat ditingkatkan dan disempurnakan 10. METODE LATIHAN Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan sesuatu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 68 of 71 . Metode demonstrasi lebih dititik beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus melakukan sesuatu. Misalnya materi aneka ragam ciptaan Allah SWT di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan penayangannya. pengalamnnya lebih terintegrasi dan untuk mendorong peserta berusaha lebih baik. 8. atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang memberikan tugas tersebut. film. planetarium. METODE SOSIODRAMA Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktifitas kehidupan sekitar manusia. Tujuannya peserta lebih mantab. METODE PARTISIPASI Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktif dengan sebuah proses kegiatan.

METODE PENGEMBANGAN KELOMPOK Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode memandang peserta sebagai individu. akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan efektif daripada memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta’awun. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam. II. Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan tertentu. 13. METODE PENGALAMAN TERSTRUKTUR Yakni murabbi dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta. Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya. Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. Masingmasing metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Karena banyaknya metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode mana yang paling sesuai. Dalam acara tersebut. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1. Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan sebagai individu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga Page 69 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Tugas perkembangannya adalah :  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia 3.12.

ORANG DEWASA JUGA BELAJAR Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan. Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup. yaitu : secara intelektual. Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan . Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal IV. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. emosional. dan fungsi fisologis. BAGAIAMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1. V.   Memenuhi kewajiban sosial Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik III. dihargai dan didukung kehadirannya  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi. contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki  Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 70 of 71 .

panitia. dan atau satuan tugas.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan.  Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur. dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri.  Arah pengembangan dan pentahapan. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari. 5.  Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural. Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3. sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource). Guru lebih bersifat pemandu. Penyelenggaraan pengalaman belajar  Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik. tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya. 4.  Guru hanya mampu membantu orang lain belajar. Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 71 of 71 . Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri.  Menentukan tujuan pendidikan khusus. manusia sumber. Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk. dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu.  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->