KUMPULAN MATERI DAUROH MUROBBI

Kumpulan Materi Daurah Murabbi :

Page 1 of 71

“HATMIYYAH AT-TARBIYYAH”
Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SAW menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : “Maa yubkika ya… Abdalloh…” (Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh…), Iapun menjawab : “Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rosulullohu biqoulihi ta’ala : Wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maqdhiyya” (Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Alloh SWT : “Dan tidaklah dari kalain melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71). Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan ayat al-qur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka Jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatif lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Hatman Maqdhiyya” juga berlaku dalam kaidah Tarbiah sebagai sebuah proses dalam proyek kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya Tarbiyah memiliki sifat “Hatmiyyah”, sifat keniscayaan, dengan kata lain bahwa Tarbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan apapun. Walhasil untuk dapat istiqomah di jalan da’wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu jalan : Tarbiah!. Karena Tarbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk diikuti ( QS. 6 : 153 ), dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani (Generasi-generasi yang tertarbiyah) yang senantiasa antusias mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya ( QS. 3 : 79). Tarbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan. Pendekatan Idealis Tarbiyah adalah jalan bagi para Da’i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da’i adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar. Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha’bun – Tsabit ) Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da’wah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam da’wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul “Arba’una rojulan wa khomsu niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da’wah, yang tidak hanya “Qaabilun lidda’wah” tetapi juga “Qaabilun litthagyir”, bahkan mereka
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 71

seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of change”, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami. Berda’wah memang tidak mudah, karena berda’wah melalui proses Tarbiyah ibarat menanam pohon jati, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten, atau dengan kata lain memiliki “matanah” (imunitas) baik secara “ma’nawiyah” (moral), “fikriyah” (gagasan dan pemikiran) dan “Tandzhimiyah” (struktural). Ka’ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rosululloh SAW. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : “Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!) Itulah sebuah refleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak mudah, melalui jalan da’wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur’an menyebutnya dengan “Al-Qoulu Al-Tsabit” (QS. 14 : 27 ), yang terumuskan di atas konsep yang baik atau “Kalimat Thayyibah” bukan “kalimat khabitsah” (QS. 14 : 25 - 26 ). Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (Thawil - Ashil) Da’wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika Rosululloh SAW mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan dapat menaklukan Romawi (Byzantium). Padahal Romawi baru dapat di Taklukan oleh umat Islam pada masa daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang perjalanan da’wah yang telah dilalui?, akan tetapi ikhwah fillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi, “Asholah” tetap terjaga, “Hammasah” tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SAW dan Para sahabat Rodhiallohu ‘anhum wa rodhuu’anhu. Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena ‘panas’ dan tak lapuk karena ‘hujan’, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da’wah. Adalah Abu Thalhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh SWT berikan kepadanya umur yang panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhalifahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan Yunani untuk mrnghadapi
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 71

karena perangai yang lambat dalam berda’wah adalah bentuk kelalaian. yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu’minin aisyah RA. maka anak-anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah. karena ayat tersebut menyebutkan “khifafan” (ringan) berarti ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan “tsiqalan” ditujukan untukku yang sudah tua. dari masa-masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. mengenang semua itu beliau berkata : “Aku adalah salah satu dari 7 orang sahabat (dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga). tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya). Keberhasilan sebuah da’wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. cukuplah isteri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 71 . ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin baik yang tua maupun yang muda. Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi “Haditsul Ifki” yang menimpa Aisyah radhiallohu anha. yang menjaga lisannya. yang nasab (afiliasi) nya kepada jama’ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah kerja da’wahnya. lalu anak-anaknya berkata kpadanya : “Sudahlah Ayah tak usah ikut berperang. Watak perjalanan da’wah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya. akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenanagn di garis finis. Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral. berangkatlah Abu Thalhah RA turut serta dalam peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya. yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da’wah dengan kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman. sebagaiman hadits rosululloh SAW : “Man bathi’a ‘amaluhu lam yusra’ bihi nasabuhu” (Barang siapa yang lamban kerjanya. Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi’ – Ma’mun) Da’wah adalah lari estafet bukan sprint. bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya. lari estafet memang tampak kelihatan lambat . seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur’an “Infiruu khifafan wa tsiqoolan” (berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat). sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami. Adalah saad bin Abi Waqqash RA. keluhuran akhlaknya . dahulu kami bersama Rosullloh SAW dalam sebuah ekspedisi. kebaikan suluknya baik secara ta’abbudi. integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan Tarbawi tercermin pada keteguhan akidahnya. akan tetapi sekarang kami yang tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah. cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang”. ijtima’i maupun tandzhimi. kebersuhan hatinya. dengan kecerdasan menafsirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaan“Hikmatussuyukh Hammasatussyabab” Abu Ayyub menjawab : “Tidak bisa. banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut menyebarluaskan fitnah keji tersebut. untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kwalitas terjamin. tidak mendua dan tidak terbelah. kami tidak memiliki makanan.pasukan Romawi. maka kami berlindung kepada Alloh SWT agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh SWT”.

Pendekatan taktis Setelah ketiga faktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik. dan Safwan lebih baik dari engkau. Pendekatan Strategis Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da’wah yang sangat penting adalah fokus untuk menyusun barisan kader inti. jika engkau yang menjadi Safwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SAW. wa hua khairun minka. seperti Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman dan Khalid bin Walid yang dikirim ke wilayah irak. isteri abu Ayyub alanshary berkata kepada suaminya : “Ya. sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran jelek menghianati suami (berselingkuh) seperti yang digosipkan oleh banyak orang. Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak lebih baik dari Shafwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang digunjingkan oleh banyak orang. yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah. Semakin banyak jumlah jumlah kader inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da’wah ini dalam menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. dan Aisyah lebih baik dariku). Hal itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan luasnya medan da’wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan potensi (kemampuan) tarbiyah. sehingga mustahil dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shafwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang. Wahai abu Ayyub.Abaa ayyub!. maka langkah berikutnya adalah memetakan langkah-langkah taktis. apalagi Shafwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya .Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia. dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas pertumbuhan kader dan menyelenggarakan “Bi’tsatudduat”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 71 . Ya…Abaa ayyub lau kuntu ‘Aisyah maa khuntu Rasulallohi abadan” (Wahai abu Ayyub. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri . atau generasi kader yang lowong. bagaiman ia mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh SWT. mendahulukan husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da’wah. oleh karena itu untuk menghindari terjadinya “Lose of generation”. maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang sekarang ini semakin kompetitif dengan gerakan-gerakan da’wah lainnya.. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh Rosululloh SAW untuk menda’wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang yang baru masuk islam. dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat umum terhadap da’wah ini. bahwa dirinya saja yang tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya. kalau aku yang jadi Aisyah. tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SAW. Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA. Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan. lau kunta sofwaana hal taf’alu bihurmati rasulillaahi suu’an.

Terbukti kemudian pada perang Qadisiyah. itu artinya hanya 1/3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah. 3 : 146).Pada masa abu bakar RA. sedangkan kader-kader baru dibina pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah pada masa Abu Bakar RA. ketika ancaman imperium Persia menghadang. kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad fi sabilillah. Madinah dan Thaif. terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa. Wallohu ‘alamu bisshowab Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 71 . dan tak jarang diantara mereka kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan. Itulah hasil sebuah produk tarbiyah (QS. sehingga 2/3 jazirah arab nyaris mengalami kemurtadan. di ketiga kota inilah kader inti da’wah tetap dijaga dan dipelihara.

sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus.SISTEM KADERISASI Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu . Allah berfirman : ”Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. unsur amar ma. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ( QS Al-Jaatsiyah l8)”. 2. karena diambil dari Kitabullah. Memahami sistem kaderisasi dalam manhaj 1421 H 2. Yang ingin dicapai dari sistem ini adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang.Siroh Nabi. Pengangkatan manusia sebagai khalifah menuntut aktivitas pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia 3. Tegaknya Khilafah Allah di muka bumi. Ukhuwah (Al-Hujurat :13) Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondongbondong. antara lain : unsur iman. unsur keadilan.ruf nahi munkar. dari kesesatan menuju hidayah. Ibadah " Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" ( AdzDzariyat : 56) Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim. Sunnah Rasul. saling menolong. dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi. dan saling menasehati dalam kesabaran. dari batil menuju benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. unsur Islam. TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH Tujuan Tarbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik. dari ma’shiyat kepada taat. Tujuan ini mencakup : 1. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu. 1. Proses penyiapan manusia menuju kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah. dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih baik. Memahami arah kaderisasi 3. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan komprehensivitasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. II. Kepemimpinan Dunia. 4. kemudian mempererat hubungan itu agar makin sempurna. Memahami marhalah amal dalam kaderisasi I.tidaklah patut bagi manusia kecuali saling berkasih sayang. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 71 . Siroh Sahabat dan ijma Ulama. PENDAHULUAN Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau pedoman hidup bagi manusia. serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah SWT. dari kufur kepada iman. ”Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah 30). Sistem ini integral dan komprehensif. unsur Ihsan. Memahami tujuan kaderisasi 4.

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.  Menghidupkan unsur Islam diri manusia. Menjalankan kewajiban khilafah di muka bumi. Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya 2. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia. Allah berfirman : ”Hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh allah. sekaligus bagaimana Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 71 . karena agama mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan. maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah Islamiyah bagi semua orang.  Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi.yaitu Allah swt. Memberdayakan orang.yang telah diridlaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ” (AnNur : 55) Artinya. Menunaikan kewajiban ta’aruf antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam. yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah.  Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya. yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam.Hal ini meliputi : 3. Berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh allah kepadamu” . 5.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang syahadat dan pengamalan kandungannya.untuk dimanfaatkan dan usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat. Tujuan permanen. b. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi. Menghukum Dengan Syariat. TUJUAN TARBIYAH IKHWANIYAH Tarbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar : 1. (Al-Maidah :49) Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah. bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi. Tujuan konstekstual. 5. memakmurkannya dan membantu orang lain untuk memahamai tujuan ini. Tujuan permanen itu antara lain : a. intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam. 4. Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilafah atas bumi untuk tujuan kemanfaatan dunia dan akhirat. Tujuan Kontekstual atau tujuan antara.Semua itu dilakukan dengan:  menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar.  Penanganan amar ma’ruf nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya. d. III. Tercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan kepada tegaknya syariat Islam. (An-nur :55) c.  Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi.

Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum . dan menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah. Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensiv dan saling berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. ( apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ). Arus cara pandang terhadap alam. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan masih relevan untuk diteruskan. 4. dan emosinya. Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam. bersifat kontekstual dan memenuhi standar manhaj alami. 4.Yang perlu diingat . Terbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama ikhwan. Manhaj ini disebut manhaj l421 H/2000M. juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. keyakinan. 6.merumuskan cara-cara terbaik untuk itu. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998. 3. 5. menyampaikannya kepada seluruh umat manusia. dan perilaku mereka. ucapan. Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya. Menjadi guru peradaban ummat manusia. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 71 . Arus sistem nilai sosial dan politik. Terwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia. Manhaj ini merupakan revisi untuk manhaj Pemula dan takwiniyah yang selama ini ada. Arus pemikiran dan peradaban. 5. Terbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran. kecuali jika manusia itu sendiri berusaha mengubahnya (Ar-Ra’d :1). IV. Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain : 1. menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi. Pembentukan keluarga . 3. Untuk itu diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi’iah. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih bervariasi dalam pengambilan sumber rujukan manhajnya. dan benda hidup. Marhalah (tahapan) amal itu antara lain : 1. Ciri khas manhaj l994 menekankan pada referensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah. 7. CIRI KHAS MANHAJ TARBIYAH Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan.ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan sempurna. sedangkan substansi materi diambil dari maraji’ yang direkomendasikan. Dimana untuk marhalah Dewasa mengacu pada manhaj tahun l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. Memperbaiki negri muslim . 2. Mengembalikan khilafah islam. Terbentuknya sosok muslim dalam pemikiran. Arus politik dan ekonomi. Pembentukan pribadi. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas.akhlak. akhlak. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan niat. Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Memerdekakan negri muslim. keyakinan. kehidupan. Ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada tujuan akhir tarbiyah. 2.dan emosinya.

Kedelapan fikroh ikhwan itu adalah : 1. Dakwah salafiyah. 6. karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya. 8. adalah buah dari ilmu dan ikhlas. 3. waktu. ( At-taubah 105 ) 4. dan masa tarbiyah sangat bervariasi namun semuanya tetap mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah. seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah). karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal. karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya. kedudukan dan yang lainnya. khususnya dalam hal aqidah dan ibadah. 2. dan ruhani. adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari kiamat. jenis materi. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan fikrah kita tidak akan sia-sia. 5. karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 71 . Rabithah ilmiyah tsaqofiyah. kejernihan hati. adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih.akal. Yang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan fikroh ikhwan. harga diri. dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi. Fikroh ijtimaiyah. karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam. Kesepuluh arkanul bai’ah itu adalah : 1. Paham. harta. Hai’ah siyasiyah. Ini dikarenakan pemahaman yang komprehensiv dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuniversalan fikrohnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan. kecintaan karena allah. 3.sehingga jumlah materi. Fikroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai’ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah. Jihad. gelar. yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan. serta mendidik masyarakat untuk memiliki kehormatan. penampilan. dan komitemen dengan kebajikan. kontinyuitas amal. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul ‘isyrin ( 20 prinsip ikhwan ). meluruskan persepsi seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri. karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa. 2. Tadhhiah. Thariqoh sunniyah. karena mereka sangat memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah. adalah mengorbankan jiwa. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. Ikhlash. dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya. kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan.” 5. Begitu juga karena forum-forum ikhwan pada dasarnya adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk mentarbiyah fisik. pangkat. ia mati dalam keadaan jahiliah. karena Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Haqiqah shufiyah.. 7. Amal. Syirkah iqtishodiyah. amal. sampai batas maksimal. kemewahan. bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. setiap al akh muslim. 4. Jama’ah riyadliyah.

Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersifat lokal. Tajarrud. Taat. (15). gerakan dan organisasi pembaharuan. Sosial Kemasyarakatan : (18). Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah.Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. TAHAPAN-TAHAPAN TARBIYAH Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 71 . baik di waktu senang atau sulit. Tsabat . yaitu : I. Pemikiran. Ukhuwwah. 10. Sistem politik dan hubungan internasional (21). Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang direkomendasikan. Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. Fiqh (5 ) . Setelah memahami 10 arkanul bai’ah dan 8 fikrah ikhwan . (16). (9). (11). Dewasa dan Ahli. (7) Belajar mandiri. (12).Ekonomi .Aqidah. Da’wah dan Pemikiran islam: (13). II. Fiqh da’wah . Hadist dan ‘Ulumul hadist. maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan. adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain. Dasar-dasar keislaman. sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. Manajemen dan organisasi. Pengembangan diri dan ketrampilan dasar.Dunia Islam kontemporer. adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat. (3). mencakup : (1).Tsiqah. (19). 6. (6). (24 ). Al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’ an. Muda. adalah tentramnya jundi (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. (22). meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahuntahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid. V. Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. Tata sosial kemasyarakatan . Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar. akhlak dan kepribadian muslim. (2). Islam dan kekuatan-kekuatan lawan. 8. dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia. (17). (4). (20). (8). Perundang-undangan. Madya.Politik kontemporer. (14). Kesehatan dan kekuatan fisik. terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci. Kependidikan dan keguruan. Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah (disebut dengan kompetensi kritis). (10). 9. Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar ke dalam 4 kelompok kajian. Iptek dan lingkungan. IV. Metodologi berfikir dan riset. Rumah tangga muslim. 7. Tujuan umum atau kompetensi kritis tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai Pemula. Bahasa arab. Sejarah dan peradaban ummat. al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan. Seni dan budaya. Ukhuwah adalah saudara iman. III. (23).

tanpa kenal sikap plinplan. Haristun ‘ala waqtihi. 4. Ta’rif. setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. pengetahuan ( cognitif). Dalam tahapan ini. 8. dan perilaku (psikomotorik) . Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 71 . Qawiyyul jism. 3. Menurut Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 fase : 1. MUWASHOFAT Sebagaimana telah disebutkan. Karakteristik yang harus dimiliki setiap individu itu mencakup 10 point : 1. 2. Matinul khuluq.Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah. Takwin Dalam tahapan ini da’wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. Shahihul ibadah. atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah. Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap (afektif ). setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. da’wah dilakukan dengan menyebarkan fikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da’wah fardiah (dengan menjalankan hubungan dengan orang-orang yang berpotensi berubah) atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam. 2. Mujahid lin nafsi . Tanfidz Da’wah dalam tahapan ini adalah jihad. kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus dan memiliki ketaatan total. Salimul aqidah. Da’wah pada tahapan ini bersifat khusus. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan bersifat militer dalam tataran operasional. VI. setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. 6. 3. 7. Munadzam fi syu’unihi. setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW. 9. setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam. setiap individu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari kelalaian dan kehilafan perbuatan manusia. setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah. tidak dapat diikuti oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Mutsaqqaful fikri. setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir. Qadirun ‘alal Kasbi. 5. bahwa ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang (goal based learning).

Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Daurah dan kursus. dan mutaba’ah penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatif lebih lama. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan.Nafi’un li ghoirihi.10. 4. VII. Prasarana ada yang bersifat materi dan non materi. Tatsqif. 2. masyarakat. 8. 7. PROSES TARBIYAH Untuk mencapai muwashofat proses tarbiyah memerlukan komponenkomponennya. Pada akhir program tarbiyah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 71 . Sarama tarbiyah itu antara lain : 1. 5. dalam skala keluarga. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya 2. 3. positif atau negatif. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana program tarbiyah. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah. Ta’lim.akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. Halaqah. setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqafiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim dengan penamaan ta’lim fil masajid. negara.adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai’yah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui pembekalan ‘ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka fungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah. Adapun komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah : 1. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan tarbiyah.Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah. kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses tarbiyah. 4. SARANA TARBIYAH Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. dan internasional. 6.pengorganisasian. 9. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3 kelompok. Baik internal ataupun eksternal. Taqwim adalah sebuah proses dan mekanisme evaluasi pencapaian muwashafat dan seleksi kenaikan jenjang peserta tarbiyah. 10. VIII. adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan/keahlian tertentut. 3. Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang. Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan pencapaian tujuan pemberian materi.

dan menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah SWT. pelatihan dan pengarahan dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. Mabit. Mukhayam. IX. manhaji. Insya Allah jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Tujuan tarbiyah akan tercapai. fikri. 7. adalah sarana penghimpunan . Rihlah. 6. Waallohu A’lamu bisshawab. dan tandzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. PENUTUP Manhaj tarbiyah /sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.5. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 71 . adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. dan jasadi serta penguatan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan. manhaji .

dengan cara yang diridhai-Nya. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar dalam sebuah halaqah haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah kepada-Nya. giat bekerja dan rajin membayar zakat. Sebagai contoh untuk karakteristik Saliimul Aqidah (aqidah yang bersih/selamat) seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.PROFIL HALAQAH Pengertian Halaqah Dalam manhaj 1421 H disebutkan halaqah adalah sarana utama tarbiyah sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian muwashafat atau karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. syari’ah. judi dan segala tindak penipuan. daurah. karakteristik Qadirun ‘alal kasbi (kemandirian) tercermin pada perilaku peserta halaqah ini bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram. dan penugasan. tidak berdusta. tidak mencaci maki. halaqah tetap merupakan metode talaqqi wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi yang intensif antara anggota halaqah. Kemudian untuk ciri Shahihul Ibadah (ibadah yang shahih) ternampakkan bila ia berani mengumandangkan adzan. Selanjutnya. ta’lim. benar-benar ihsan dalam thaharah (bersuci). Walaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui da'wah fardhiyah misalnya. Dalam fase tarbiyah ini diperkenalkan dasardasar umum Islam berupah aqidah. mempengaruhi dan berpacu ke arah yang lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama’i. Ada sepuluh muwashafat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau penjabaran yang sesuai dengan marhalah Pemula dan Muda. Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah. Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-Nya manusia. tidak imma’ah (asal ikut. Dr. Berikutnya untuk muwashafat Matiinul Khuluq (akhlak yang kokoh. mukhayyam. perangai Islam asasi. halaqah juga dapat didefinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang. akhlaq dan jihad. Sarana-sarana tambahan antara lain rihlah. berzakat dan qiyamul lail / shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan. membeo). tidak memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain. bersemangat untuk shalat berjama’ah di masjid. ihsan dalam shalat. tidak meramal nasib dan pergi ke dukun. tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. Melalui proses interaksi. tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin. Dalam buku Adab Halaqah. Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki sifat-sifat terpuji. Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim Halaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah Pemula dan Muda juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 71 . tidak mengadu domba. menjauhi riba. seminar. berpuasa fardhu. mulia) terjabarkan dalam sikap dan perilaku yang tidak takabbur. tidak ghibah (membicarakan keburukan orang lain) dan tidah mematahkan pembicaraan orang lain.

pekerjaan. shalat dan berpuasa. dan puncaknya sampai mengetahui kondisi “isi kantong” dan kegiatan harian secara detail sepekan penuh. Sedangkan karakteristik Qawwiyul Jismi tertampakkan pada kebersihan badan. berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktif dalam bakti sosial dan kerja bakti. kontinyu olahraga 2 jam/pekan. Tafahum dan Takaful. bangun sebelum fajar.(HR Imam Ahmad). mencari nafkah dan berda'wah. tempat tinggal. Selanjutnya ciri Mujahidin Linafsihi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang haram. seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan berkasih sayang dalam naungan ridha Allah SWT. pakaian. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal. kasih sayang dan kelemah-lembutan seperti jasad yang satu”. postur tubuh. cakap membaca dan menulis. pandai menggunakan logika berfikir yang logis dan metodologis. membaca 1 juz tafsir Al-Qur’an (juz ke 30). menghafalkan Hadits Arba’in (hadits ke 1-20) dan mengetahui hukum thaharah (bersuci). kegemaran. memperhatikan hukum-hukum tilawah. kepekaan hingga aspek fikriyah seperti orientasi pemikiran. pandai membahagiakan orang lain. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi. menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak berfaedah serta memanfaatkan waktu untuk beribadah. belajar. “Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. tempat-tempat hiburan maksiat. membantu orang yang membutuhkan dan sebagainya. Rukun pertama (1) Ta’aruf (saling mengenal) adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah halaqah. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial ekonomi. kecenderungan. Sedangkan karakter Munazhamun fi Syu’unihi tercermin bila peserta halaqah mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan profesional. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Hujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 71 . komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah. Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak dapat menggugah hati”.Ciri Mutsaqaful Fikri (intelektualitas yang berkembang dengan baik) terwujudkan bila pribadi ini pandai. Menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan b. Rukun Halaqah Halaqah memiliki rukun: Ta’aruf. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin itu hatinya lunak. Cinta kasih dan lembut hati c. Kemudian Muwashafat Harishun Waqtihi (menjaga dan menghargai waktu) nampak bila pribadi tersebut senantiasa bangun pagi. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SAW: “Mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan”. Ta’aruf melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti nama. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang sifatnya prinsipil. Yang dimaksud dengan tafahum adalah : a. keseriusan dalam beribadah. berwawasan luas. tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh” dan “Perumpamaan orangorang yang beriman dalam hal cinta. Akhirnya ciri ke sepuluh berupa Nafi’un Lighairihi (bermanfaat bagi orang lain) terjabarkan oleh sosok pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua. menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkafein. (2) Tafahum (saling memahami). keadaan keluarga.

Saling menjamin (takaful) dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama peserta halaqah. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi 3. tegang. Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah. menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang b. oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah. Menjauhkan diri dari sifat ta’asub (fanatisme buta) yang membuat orangorang yang taqlid terhadap seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang ma’shum (bebas dari kesalahan) kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. Tolong menolong sesama muslim 4. Menuju puncak tafahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu (3) Takaful (saling menanggung beban). Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada kebenaran c. buku hadits dan ilmu hadits dan lain-lain. mentadabbur ayat-ayatnya. 3. 2. Hanya kebenaranlah yang wajib diikuti. dan gersang. membaca buku tafsir dan ilmu tafsir. Hendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling memikul beban saudaranya. 4. Adab-adab Halaqah Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah: 1. adanya kasih sayang dan keterkaitan hati. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salafusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab Al-’Ubudiyah. Istiqamah dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak membaca. Sehingga apabila ada perbedaan pendapat hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. kasih sayang. Serius dalam segala urusan. Dr. 2. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku. gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan. kehangatan.Jika itu sudah terwujud maka tafahum akan mampu memberikan arahan-arahan positif berupa : a. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 71 . kemudian hadits lainnya “Barangsiapa memasukkan kegembiraan kepada satu keluarga Muslim Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga” Takaful memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut : 1 Saling mencintai. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari I’tikaf satu bulan di masjidku ini”. melainkan tetap diwarnai keceriaan. Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :  Skala prioritas amal  Tahapan-tahapan dalam beraktivitas d.

dan sesama peserta halaqah. bertegur sapa dan tidak menyakiti perasaan. Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan ghibah dan namimah terhadap seseorang atau jama’ah tertentu. Selain itu juga besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia. Selain adab-adab pokok tersebut. meminta izin dan berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun. lalu diakhiri dengan makan siang. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menetapkan skala prioritas bagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya. bertaqwalah kepada Allah. terhadap murabbi. ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah. per bulan atau per tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya. meminta izin ketika melewati mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan seseorang. Agenda aktivitas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan. mengingatkan bahwa agenda aktivitas halaqah harus di “planning”. 6. bertaqwalah kepada Allah. Terlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali. 7. Dan akhirnya adab terhadap kolega. Ayat Al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat ke 18 yakni: “Hai orang-orang yang beriman. hendaknya semua peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan. ruhani. Mula-mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani. yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut: Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 71 . selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri. yang jelas baramij halaqah yang pokok.5. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak melupakan jasanya. kemudian memperbaiki dan membersihkan niat. mengucapkan salam. barsahaja dalam hal cara berpakaian. makanan dan tempat pertemuan. sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan. sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. Melakukan Ishlah (koreksi) terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya untuk mengingatkan dan bukan mengadili. Lalu berusaha konsultatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang urusan-urusan dirinya kepada murabbi. Kita tidak bisa mengatakan: “Ah bagaimana nanti saja”. memberi salam. rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. dan akal saat menghadiri liqa halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor. Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia tsiqah (percaya) dan taat selama sang murabbi tidak melakukan maksiat. direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu kangen. Agenda Aktivitas Halaqah Agenda aktivitas halaqah atau baramij halaqah adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan dengan matang dan seksama. hendaklah setiap diri memperhatikan bekal apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. melainkan kini paradigmanya harus dibalik: “Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik”. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa izinnya. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung. secara lebih spesifik ada adab yang harus di penuhi oleh peserta/anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri.

acara yang secara rutin sebulan sekali dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. rohani dan intelektualitas (jism. memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu. Iftitah (pembukaan) bisa berupa taujih (pengarahan) dari murabbi atau 2. bedah buku. maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah ketiga aspek tersebut. Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan. diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih penuh. Ambon dll. Hendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. Misalnya acara jalasah ruhi atau buka shaum sunnah sebukan sekali. membina remaja masjid dsb. karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar. Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat. pemeriksaan kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola. Mutaba’ah/pemantauan dan diskusi Ta’limat/pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau info-info penting yang mendesak Ikhtitam berupa do’a penutup yakni do’a rabithah atau do’a persatuan hati. penugasan kliping atau daurah “upgrading” dengan mengundang guru dari luar. musafir atau piknik bersama dan pemberian Kiswatul ‘Id dalam acara misalnya Gebyar ‘Idul Fitri (Gembira bersama yatim di saat ‘Idul Fitri) Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani. Tilawah dan tadabbur. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 71 . Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara rihlah atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. 5. Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan da’wiyah bisa berupa penugasan untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Bisa juga acara ziarah itu berupa ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan.1. khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mujahid-mujahid di dunia Islam seperti Palestina. Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial. ruhi dan fikri). peserta halaqah dilatih untuk rutin. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana taqwim/penilaian yang efektif karena seseorang akan terlihat sifat aslinya bila sedang menjadi musafir juga akan terlihat apakah ia mau berinisiatif berkerjasama dsb. Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi. 4. 6. Talaqqi madah. ada saja yang lupa atau peserta-peserta sudah terlanjur bubar. 3. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat ukhuwwah. Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. sekilas info berupa analisis atas masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat. kotak infaq (sunduq infaq). bakti sosial atau penjualan sembako murah. Hendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta halaqah yang paling baik bacaannya. Infaq. Acara tahunan berupa Tarhib Ramadhan dan ‘Idul Fitri bisa disemarakkan dengan menjadikan ifthar shaim untuk dhu’afa. murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah Pemula dan Muda secara disiplin dan cermat agar muwashafat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam diri peserta halaqah. 7. jalan kaki atau bulu tangkis bagi laki-laki.

Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta halaqah yang sejenis atau seprofesi. mutaba’ah tilawah. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 71 . keterjeratan/keterperangkapan pada narkoba dan pergaulan bebas semakin marak.a pernah berkata: “Kalau ingin menggenggam dunia. membaca kitab-kitab Hadits dan Sirah Nabawiyah. ziarah ke orang-orang shaleh. cermat dan konsisten agar ahdaf halaqah terealisir. membaca kitab Targhib wa Tarhib. tahsin dan tahfizh. olah raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar. mahasiswa atau akhwat dan halaqah akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi. Sirah Ibnu Hisyam. Sesuai dengan perbedaan taraf inetelektualitas. mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani. membaca Ma’tsurat. Ghazali. Bila baramij halaqah tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik. Manhaj Haraki Lis Sirah An-Nabawiyah. Masa-masa ini sulit karena kematangan biologis. Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen Tertentu Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa. mengemudi motor atau mobil dan jurnalistik. Said Ramadhan Al-Buthi. bergaul. seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fikriyah (intelektualitas) sehingga dampak berupa kenakalan remaja. ifthar shaim. namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas. Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim pula disebut ABG (Anak Baru Gede) berada di masa-masa transisi/pubertas. Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki skill atau ketrampilan. Umar ibnul Khathab r. Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh. pelajar. shaum sunnah. Fiqh Sirah Munir Muhammad Ghadban. kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesifik di antara jenis-jenis halaqah tersebut. Halaqah Mahasiswa Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan. Halaqah Pelajar Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada naungan selain naungan Allah. di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. kewiraniagaan. tawuran. Fiqh Sirah M. daurah “upgrading”. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda yang terdidik. jahit menjahit. pemikiran atau perbedaan latar belakang yang mecolok. faktor fanniyah pun perlu diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak. Seyogyanyalah sejak usia SLTP dan SMU. biografi sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan sumber-sumber rujukan seperti Riyadhus Shalihin. dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah.Aspek fikriyah bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku. genggamlah para pemudanya”. Berikutnya aspek ruhiyah dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah. buruh atau pelajar.

Fiqh Nisa’ (fiqh wanita) seperti thaharah (bersuci). kedewasaan kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada fitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq. merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan mengemudi. Dalam hal evaluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan. wanita tetap memiliki hak dan kewajiban yang spesifik sebagai seorang anak wanita. da’wah dan bekerja dalam sebuah team work. Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga berkepentingan mendekati. diskusi panel. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 71 . Asal kita bisa mengarahkan dengan pas. pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah. Halaqah Buruh/Pekerja Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan industri. menata rumah. Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. hampir bisa dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya. istri dan ibu. Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 – 1996 ketika membuka dompet Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudarasaudaranya di Bosnia. kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah. Selain mereka disupport untuk aktif melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus. Dengan kata lain mereka tetap menjadi sasaran da'wah khosshoh yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan back up/daya dukung ruhiyah yang memadai. Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraf intelentualitas yang terbatas karena umumnya lulusan SD. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar. Walaupun tidak ada perbedaan tugas. Sehingga selain diajarkan hal-hal yang pokok seperti aqidah. kepada halaqah akhwat ini juga harus diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti daurul mar’ah (peranan wanita). haid dsb dan Tarajimun Nisa’ (biografi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam). akhlaq dan jihad. namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. tarbiyatul aulad (pendidikan anak). Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa pembekalan fanniyah yang berkaitan dengan ke”rabbatul bait”an (kerumahtanggaan) seperti kursus memasak. Kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu. mereka bisa menjadi kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula. faham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti shift. SLTP atau maksimum SMU. mereka pun hendaknya secara berkala di up grade melalui daurah-daurah tarqiyah (up grading). ibadah dan syari’ah. bahwa banyak sekali pekerja-pekerja wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan infaq mereka.perubahan besar di masyarakat. Halaqah Akhwat Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat. menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai kaum proletar. menjahit. karena hanya wanitalah yang mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 71 . Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata. Waallohu A’lamu bisshawab. direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius oleh tenaga-tenaga pembina yang handal. Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugastugas kerumahtanggaan dan anak dapat mengendurkan semangat dan menurunkan aktivitas serta produktivitas akhwat.Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa athifiyah (kelembutan) dan kepekaan wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan friksi-friksi dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati.

dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih . Artinya. Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional. Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. Berfirman.pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[attaujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif].PROFIL MUROBBI MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang. FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi.Demikian pula membngun manusia dengan proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi profesional. [yatlu ‘alaikum ayatina] 3.yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah]. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 71 .Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2. ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2. 1.latarbelakang ilmiah yang yang memadai.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu.karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya.Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah. Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah . Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu . membersihkan jiwa-jiwa kamu. Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu. membangun sebuah rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan.kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses.bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus . seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151.Sebagai contoh. DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi. mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”.

Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah]. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional. 1. tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah. Psikologi.a. Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan. kemampuan dan potensi mutarobbi. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah.diantaranya. Memiliki ilmu. dalam hal ini Rasul SAW. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. Mengetahui kesiapan. seperti karakter manusia sesuai dengai usianya. b. Artinya. 2. a.karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana.remaja. murobbi yang sangat tahu tentang kondisi. salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c.akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini.Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan. kesiapan dan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 71 . Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. d.anakanak. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut . c. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai . Ilmu syar’i. “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. b.dan orang dewasa. Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11. Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3.Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca. potensi. 1. Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas.membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmuilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar.

seminar.tugas dankendala serta solusinya .ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah].oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini. akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis.kemampuan mutarobb. sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya . 3. banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya.Murobbi mengevaluasi dirinya. a.kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”. moralitas. akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu. ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal. sarana. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya. Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi.dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri .Muslim]. 2. metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral. karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi]. media. 5. mentalitas dan emosional. terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima. dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara.walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan. taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri . e. Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi.murobbi harus melakukan penilaian terhadap .kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah.karenanya ia tidak dapat mentarbiah .agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya. dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah]. 6. b. kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 71 . pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain. 4. pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah.untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan.dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan. tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah.R. tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan. manhaj. proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan.[H. Menilai program . jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain. c. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim]. khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan.

Diharapkan pada setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi (konsep pengetahuan). Allah SWT.maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya .maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional.karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad . pengembangan dan evaluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Dengan kata lain para murobbi harus siap dengan berbagai proses kreatif dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai marhalahnya. Tugas seorang murobbilah untuk memotivasi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. Kesadaran peserta akan apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah. afeksi (perasaan) dan konasi (kecenderungan untuk melakukan) sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta.sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu. 7.telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka . Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang dewasa ini. Peran peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah. Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak sama dengan pendidikan anak-anak. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang dewasa. Kesiapan para murobbi untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting. Dengan komunikasi dua arah diharapkan peserta dapat memahami setiap nilai secara baik. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 71 .d. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah]. Sarana. tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt. apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa. keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta. Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan keikhlasan. Partisipasi aktif dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap levelnya yang berjalan secara efektif. SARANA TARBIAH Pendahuluan Tarbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang kaaffah harus mendapat porsi terbesar kehidupan seseorang. proses.bukan kesan pribadi atua emosional. bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati . Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah.

Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ? Manhaj Tarbiyah 1421 H mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim. Halaqoh •1 Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah swt. Murobbi. seminar. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah. Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. dauroh.(hal.DR Ali Abdul Halim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat Taarbiyah Ikhwanul Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia: …selain itu. i. serta peserta lain sebagai bendahara. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan  Iftitah  Tilawah dan tadabbur  Talaqqi madah  Mutaba'ah dan diskusi  Ta'limat  Ikhtitam Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 71 . perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional. 26) Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. ta'lim dan penugasan. mukhayyam. mengatur alur informasi sesama peserta. Dan itu secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan Tarbiyah Islamiyah. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada. • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. tarbiyah Islamiyah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realitas hidupnya di bumi dan di alam materi ini. agama dan masyarakatnya. sebagaimana juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat mewujudkan kemanfaatan dan keselamatan bagi diri. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. tatsqif. bekerjasama dengan para suami. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. halalkan dan syariatkan. Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. rihlah. •1 Pengelolaan halaqoh bagi marhalah Pemula dan muayid bertumpu pada murobbi. sehingga terealisir ahdaf halaqah.

Ta'lim Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 71 . viii. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta. Selain kehadiran dan talaqqi. meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah. askari. Misalnya: kasih ibu. kepada beta… tak terhingga sepanjang masa. Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi. kecuali untuk akhwat. Mengkaji maraji' yang disarankan. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta. bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak) . Hanya memberi tak harap kembali. mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta. vii. Dauroh/Kursus Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. ruhi dan fikri. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt. tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi. Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut . Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama. iv. iii. mengeratkan ukhuwwah. v. ii. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. ceramah atau dialog. partisipasi aktif peserta sangat menunjang peningkatan pemahaman. Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang.. Penjelasan materi . Rihlah Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. Mukhayyam Mukhayyam adalah sarana penghimpunan. vi. Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081): . Tarbiyah Fardiyah Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya. dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat.. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw. pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. pelibatan peserta.• Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik.

Di dalam halaqah akan tampak kreatifitas peserta mempengaruhi dinamika kelompoknya. Tanpa memberi penilaian terhadap masing-masing pendapat murobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah (1D232) yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Dan disadari bersama kiat-kiat tersebut sangat spesifik bagi kelompok dengan karakter tertentu. Sedapat mungkin melibatkan keaktifan peserta. Kelompok aktivis biasanya kreatif namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena aktivitasnya. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah Setiap murobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. Sebaiknya dilakukan workshop antar murobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatifitas.Ta'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ? Seperti telah diuraikan sebelumnya. dialog. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Khusus tentang jurnal akan diuraikan di lampiran. α 0 Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. dll. permainan. jurnal. Selain dengan skematik. Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah: Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. maka pengembangan sarana tarbiyah sangat tergantung pada para murobbi serta peserta itu sendiri. dapat dengan narasi. Tidak kurang pentingnya adalah partisipasi aktif para peserta dengan berbagai kreatifitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor manhaj 1421 H. gambargambar di koran atau majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi. membuat tlisan atau artikel dan sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim. Dimulai dengan 'opening session' (sesi pembuka) untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi. bahas buku. sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat tergantung pada kreatifitas murobbi dan pengelola. Mengingat murobbi lebih memahami kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 71 . Dengan demikian para murobbi perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing kelompok. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan peserta pada saat tersebut. Dilanjutkan dengan diskusi. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh diantaranya: α Metode penyampaian yang beragam. Penutup Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa. Metode curah pendapat (sharing) dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut. Sebelum menutup acara murobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang. Bila seorang murobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah. maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. Dapat dilakukan dengan pre test. α1 Metode evaluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis. membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh murobbi dengan tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel.

Semoga Allah Swt. 1998. Mahmud. PEDOMAN PEMBINAAN KADER-KADER ISLAM DAN DA'WAH. Ali Abdul Halim. 2. PERANGKAT-PRANGKAT TARBIYAH IKHWANUL MUSLIMIN. memberi kelapangan hati. 2000 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 71 . kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi.maka dituntut kreatifitas dan komitmen terhadap kelangsungan perkembangan tarbiyah di negri ini. Kelompok Kajian Manhaj Tarbiyah. Maraji : 1. Terjemahan dlm bahasa Indonesia. Era Intermedia. Amin Wallahu'alam bisawab.

Contoh jurnal harian 1. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (1A031) sebelum materi : Islam itu. kolusi dan nepotisme sesudah materi: terjadi karena kurang tegasnya aparat penegak hukum. saya baru tau kalo' sebenernya ilah itu bukan Bagaimana tanggapan anda hanya tuhan yang kudu disembah aja. Contoh permainan ukhuwwah : 1. Maksudnya.. Bagaimana pendapat anda berhati-hati dalam bertindak karena bisa fatal tentang ziarah kubur ? kalo salah catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari muwashaffat Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah yang semuanya pelajar SMU sehingga cara mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa. Saya berharap bisa ii.. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 71 . Korupsi. Sedangkan jika disebut kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya. Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran 2.Lampiran 1 Contoh kuis tertulis 1.agama yang emang dari dulu udah ada. Apa yang tidak disukai fulan ? iii. ya Islam itu agama yang udah ditentukan ame Allah dan sebenarnya waktu kita belom lahir kan udah diberi kesaksian tentang hal itu setelah materi: Kemudian. Dilakukan berulang-ulang 5. Siapa nama anak-anak fulan ? iv. Coba sebutkan nama orang tua dan alamat fulan (teman se liqo) ii. Kuis untuk mengukur salah 2. …………………. saya berfikir bahwa sesungguhnya semakin nyata perjuangan Islam melawan kaum nashoro dan yahudi. Peserta menghafal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya 3. Tapi tentang pernyataan di atas? ternyata sangat luas. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata "ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya. Pembahasan materi Ma'na satu muwashaffat Syahadatain (1A036) i. 4. yang seharusnya kita dapat melakukan sesuatu yang berguna 2. Kuis taakhi: i.

apakah malas tsb indikasi keraguan pada Allah ? Naudzubillah…. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. Jadi kita harus super hati-hati dan super menambah ilmu dan kekuatan iman kita pada Allah. Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh murobbi 5. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh murobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh murobbi. Rugilah hamba yaa ALLAH Rugilah hamba yaa ALLAH seandainya amal-amal itu hanya berupa kapas putih ringan beterbangan syetan…. ALLAH…. Apakah kita masih meragukan Allah dan Rosul ? Jangan tenang-tenang aja… lihatlah diri kita karena antara keimanan dan syirik itu sangat tipis… so. hilang tak bersisa akankah ??? Tidak..syetan ALLAH. 4. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh murobbi dan dikomentari dengan kalimatkalimat penguat yang menandakan adanya perhatian dari murobbi 6. Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh dari 3 orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik (kode lama B5 kode baru 1A03): •1 Peserta 1 Kita telah dewasa. Mengandung dua fungsi : tarbiyah dan takwim. semua yang kita lakukan benar-benar harus dipertanggungjawabkan pada Alloh dan Rosul. •1 Peserta 2 Alhamdulillah… Tangisku dalam jiwa… Rabbi…aku takut ALLAH… kenapa tipis batas kemusyrikan itu sedikit saja licin. ups.jangan lagi jangan lagi kembali sejak awal ALLAH…seandainya peringatanMu bukan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 71 .Lampiran 2 : Buku Jurnal 1. Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara verbal (dapat berupa tulisan biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta) sehingga bersifat rahasia antara murobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi. Yang menjadi masalah kita adalah "malas". 3.. Fungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal sebagai media komunikasi dua arah dan fungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta. 2.lembaran-lembaran itu sedang kutata lagi masih lagi kususun…. aku tergelincir astaghfirullah……. bagaimana dong. lindungi hamba. selimuti hamba darinya setelah semua coba dibangun dan runtuh. sehingga mungkin ketika itu ybs mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afwan hari ini ana ngantuk berat… atau sedang punya masalah: hari ini saya nggak bisa nangkep apa-apa soalnya lagi ada masalah.

ALLAH. Perbaiki hubungan dg semua! Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda. #0 Action for the family : -0 menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah How ??? First of All. Ini dapat menjadi bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh murobbi dan takwim ireguler oleh usroh.sebagai tanda uluran kasih dan cintaMu seandainya KAU biarkan selalu terlena maka. aku lemah tanpa daya buka hati ini untuk mampu membedakan warnai jiwa ini untuk senantiasa peka dan mengerti kemana wajahku harus kuhadapkan dan mengetahui dimana saja wajah dan cintaMu bisa kutemui…. dengan bahaya-bahayanya begitu tipis sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mendeteksi. hingga akhirnya terbebass!!! #1 Jadi kembali teringat dengan "furqon" yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa  jadi kunci untuk menghindari syirik. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 71 . namun demikian ketiganya telah nampak memadukan pengetahuan. ijinlanlah! •1 Peserta 3 Catetan!!! Terlambat banget… insight yang didapat: #0 Syirik. perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. tiadalah aku berbeda dengan mereka yang KAU murkai… ALLAH… hamba bodoh.

kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada. Untuk percobaan melaksanakan metode baru. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan. yaitu :  Jumlah siswa 5-6 orang  Waktu mengajar 5 – 10 menit  Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana  Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan.MICRO TEACHING Latar belakang Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih.” Maka dengan memperkecil murid. terbatas. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik. 6. sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya. 2. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. 3. mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas. yaitu bagi calon guru: 1. Tujuan operasional Micro Teaching 1. dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan. supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. 3. Mengembangkan sikap kritis murobbi. 2. sempit. Teaching berarti mendidik atau menajar. 2. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti. Pengertian Micro berarti kecil. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain 4. perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam :  Pendidikan pre service. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 71 . menyingkat waktu. yaitu bagi guru atau penilik. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya.  Pendidikan in service. sikap serta ketrampilan tertentu. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. 1. 5. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponenkomponenya.

Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar.7. Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut : a. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali. 11.  Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi). bagus. b.  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar.  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.  Memuji dan memberi dorongan dengan senyum. agar siswa memberi jawaban yang benar.  Ketrampilan menutup pelajaran. Dengan menggunakan video Tape recorder maka : 8. 10. bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan  Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa. 12. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri.Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. Keterampilan memberi motivasi  Mengucapkan ‘baik”.Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. Keteampilan khusus itu meliputi:  Ketrampilan membuka pelajaran  Keteampilan memberi motivasi  Ketrampilan bertanya  Ketrampilan menerangkan  Ketrampilan mendayagunakan media  Ketrampilan menggunakan metode yang tepat  Ketrampilan mengadakan interaksi  Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal  Ketrampilan penjajagan/assesment. anggukan atas partisipasi siswa.  Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. Materi Kegiatan (program Kegiatan) Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching. 13. Keterampilan membuka pelajaran  Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa  Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar.  Memberi pengarahan sederhana dan pancingan. ya. c.Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya. Keterampilan bertanya  Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas  Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 71 . 9.

 Gerakan guru bebas  Isyarat guru menggunakan tangan.  Ada pengaruh langsung yang berupa :  Informasi  Pengarahan  Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif  Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :  Mendengarkan  Mengamati  Menjawab  Bertanya  Mencoba g. h. baru menunjuk  Guru menggunakan teknik -pause.  Guru trampil menggunakan media. ilustrasi. dan wajah cukup bervariasi  Suara guru cukup bervariasi. dan semacamnya menarik perharian siswa.  Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.  Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM. reaksi.  Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut  Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan.  Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap. Keterampilan penampilan verbal non verbal  Gerakan guru wajar dan bertujuan.  Menguasai dalam penggunaan metode tersebut.  Aspek mengadakan interaksi  Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar. f.  Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa.  Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan. badan. sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti. Keterampilan menerangkan  Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran  Keterangan guru menarik perhatian siswa  Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa.  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas. e. lemah dan keras. Keterampilan penjajagan/assesment Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 71 . analogi. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu. Keterampilan mendayagunakan media  Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan  Teknik mengkomunikasikan media tepat.  Guru menjelaskan respon siswa.  Penggunaan contoh. usul dan semacamnya.dalam menyampaikan pertanyaan  Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa. Keterampilan menggunakan metode yang tepat  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. d.

Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru.  Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.  Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa  Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh. peserta didik/siswa guru. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 71 . pelaksanaan micro teaching  Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek.  Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian  Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya  Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan. Keterampilan menutup pelajaran  Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat.i.  Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima. orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian.  Follow up.  Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching  Sarana dan prasarana.  Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan. ahli teknik alat rekaman)  Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan. Waallohu A’lamu bisshawab. dimana kapan diguanakan.  Waktu / bilamana diadakan micro teaching  Tempat. Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan.

berapa jumlah mereka. Persiapan presentasi 1. Dengan mengetahui medan ini. kasus dsb ?? 2. Sebaiknya dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam draft yang ditulis dalam satu lembar kertas. Dengan kata lain. presentasi mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis. gunakanlah cara dan media yang paling komunikatif dan mudah difahami. verbal atau gabungan dari berbagai media (multi-media). Bila bahan yang akan disampaikan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 71 . Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah difahami. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik audience. serta waktu presentasi. Media yang dimaksud dapat berupa media tulisan. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian. Kiat-kiat Presentasi yang menarik Agar presentasi menarik. Pada intinya. Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para instruktur (pengajar) karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan efektif menjelaskan bahasan-bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak membosankan dan melelahkan. dalil. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. fasilitas presentasi yang ada. seperti: data. Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan efisiensi presentasi. paling tidak ada kesiapan antisipatif baik psikologis maupun teknis. bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia. jelas urut-urutan dan poinpoin bahasan menjadi tuntutan pokok. 4. menarik dan mudah dimengerti. c. b. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan di awal atau di akhir bahasan. visual. argumentasi. sehingga tidak ‘terjebak’ membahas sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan. Membuat makalah yang sistematis. Hal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan pertanyaan berikut: -0 Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ? -1 Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ? -2 Dapatkan saya membuat daftar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ? -3 Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan (informasi) untuk mensupport bahasan yang akan saya sampaikan. Pendahuluan Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu dengan menggunakan (multi) media dalam waktu yang relatif singkat. contoh. 3. hendaknya dilakukan hal-hal berikut: 1. atau suatu proses (kejadian) pendekatan visual dengan gambar-gambar grafis yang relevan akan sangat membantu mempercepat pemahaman peserta didik. Structure. maka pendekatan verbal menjadi pilihan yang memadai.PRESENTASI EFEKTIF a. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat.

9. Style. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian pendengar. Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. Penyajian jadi sangat membosankan apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang. Support. berdiri. kerapihan dan kebersihan serta wewangian. Summarize. Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out. jalan. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan relevan dalam bentuk kasus. Stop. Apabila kesan pertama penyajian menggoda. data dan fakta. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks. meminta tanggapan ataupun komentar mereka. 7. Apakah dalam bentuk makalah. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek. papan tulis. 3. jangan hanya menggunakan lembar text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan. menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat. pertanyaan. maka selanjutnya menjadi terserah anda. 6. dalil. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji: pakaian. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. skema. contoh aplikatif. transparancysheet. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali secara utuh pokok Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 71 . Pengantar : -4 membangkitkan perhatian dan minat peserta -5 memaparkan ikhtisar materi bahasan b. jelas dan bervariasi. Smart-smile. 4. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. 5. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan sesuatu yang mengejutkan. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. Bila penyaji hanya duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. Kesimpulan : -8 butir-butir atau catatan penting -9 diskusi dan pertanyaan 2. tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan pendengar. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal manakala dalam proses penyampaian. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. matriks atau grafis yang yang jelas. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. data. Shape. Surprise. terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit. gambar. Bagian utama : -6 sejumlah judul utama (main points) -7 beberapa sub judul c. games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik bahasan. susunlah dengan bentuk sebagai berikut : a. slide. hand-out. flipp chart.sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis. Simple. Show. Gunakan kasus. Artinya. sapaan. 10. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada sejumlah pendengar. 8. senyuman. mudah dan menarik. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran.

Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian.bahasan yang telah disampaikan. sambil terus memberi kesempatan kepada audience untuk memperjelas hal-hal yang terlewat. Selain itu. memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan presentasi. juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 71 . Penutup Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya. d. Waallohu A’lamu bisshawab. kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat.

. Pengertian Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbagai bidang. Kemampuan ini sangat membantu dalam menghidupkan amal jama’I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok.Pd.i dalam halaqoh tarbiyah) Mukaddimah Tuntutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tak dapat ditawar-tawar lagi. proyek dakwah dari Allah SWT ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 71 . M. pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di lapangan. terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama. dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain. Dalam perkembangannya. Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap aktivis dakwah dalam setiap langkah-langkahnya. dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. dan 4. adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan tertuju dalam tujuan yang sama. Melihat hal tersebut. 2. Dengan demikian. Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik. Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersamasama. Slamet Santosa. mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas halaqohnya. para anggotanya perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik. melainkan dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama’i. 3. mengenali permasalahanpermasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya. urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah : 1. Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs. Ciri-ciri nya adalah: 1.DINAMIKA KELOMPOK (Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama.

bentuk hubungan. Bagaimana mengatasinya : 1. Konflik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. 4. Misalnya. di mana pun ia berada 3. tentukan dahulu persoalan dengan tepat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 71 . perpecahan kelompok. nilai kelompok dan sebagainya. dan ini terlihat pada perubahan dalam kelompok. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya 5. Kasus ini misalnya adanya a’dho yang tidak memiliki quwwatul indhifa’ dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami kendala dalam aktivitas halaqohnya 3. keringnya nuansa ukhuwah antaranggota. senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok. Kasus lain misalnya. dan sebagainya. individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat. arah pilihan. individu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya 4. Hal ini terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan. usia anggota sangat berjauhan. pembagian tugas. perbedaan kedudukan antaranggota. intensitas anggota. dan sebagainya. orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. tugas pemimpin. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola aktivitas halaqoh yang dianggap tak sesuai dengan harapan anggota 5. Solusi atas Kendala yang terjadi Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konflik antaranggota. dan sebagainya. tujuan bersama. sebaliknya bila solusinya tidak tepat. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah. seperti proses pengelompokkan. kohesi/persatuan Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok. motive/dorongan Persoalan motive atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok seperti kesatuan berkelompok. mewujudkan amal jama’I yang sehat Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh adalah sebagai berikut: 1. dan sebagainya.2. 2. pimpinan Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. Dalam kasus ini misalnya seorang a’dho/anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. konflik masih tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan kefuturan bagi anggota itu karena akumulasi kekecewaan-kekecewaan. anggota dengan murobbinya. kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang. atau ditinggal murobbi tanpa pengontrolan. struktur Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan. anngota dengan keluarganya dan sebagainya. perkembangan kelompok Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya. Dia bukan berada dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain. Dengan solusi yang tepat diharapkan konflik mereda dan hilang sama sekali.

keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat. perasaan. gunakanlah manajemen konflik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution 5. Amal jama’I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imaran : 104) Tampak dalam ayat tersebut Allah SWT mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama. Sebab ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah. dan pemimpin-pemimpinnya 3. sehatnya loyalitas (wala’u) anggota (2: 130-132) yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan kepada Allah. Di sanalah sang murabbi akan menjadi fasilitator bagi terwujudnya amal jama. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama’i. tuntutan karakteristik gerakan dakwah Pokok-pokok Amal Jama’I Pokok-pokok amal jama’I meliputi : 1. sehatnya amal anggota (2:124) dengan karakter anggota yang berkorban (tadhiyah). bersungguh-sungguh (jiddiyah). Sebaliknya. kendala. seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini – dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. dan berkelanjutan (istimroriyah) untuk menopang jihad di jalan Allah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 71 .2. pesan diri. dan solusi. mengembangkan sikap mendengar aktif. Rasul. munculkan perilaku asertif yakni a.I Urgensi amal jama’I dalam Islam adalah : 1. Urgensi Amal Jama. tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah SWT 4. tuntutan sunnatullah fil alam 2. dan sehat ghoyahnya (ilallah) 2. tuntutan sunnatul basyar 3. Atas dasar ini Allah SWT mengisyaratkan dalam AL Quran dengan firman-Nya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan. sehat manhajnya (billah). arti pentingnya.I bersama para anggotanya. kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara timbal balik 3. dan putusan pribadi seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain b. sehatnya orientasi (ittijah) anggota ( 6 : 75-79) yang meliputi sehat mabdanya (lillah). dan umpan balik antar peserta dengan murabbi 4. mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah Amal Jama’I Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian. Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi gerakan Islam. kehendak.

Tercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama’I Mendinamiskan Halaqoh Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah : 1. menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan mengembangkannya 4. rihlah. Modul ini akan dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang diharapkan.Sasaran Amal Jama’I Sasaran amal jama’I pada setiap anggota adalah : 1. Ice Breaker Tercapai 15’ Instruktur memperlihatka n agenda acara Peserta menyetujui agenda tersebut Intruktur Pluit Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 71 . badan usaha. Manhaj 1421 H 2. Pelatihan Dinamika Kelompok 4. dan evaluasi atas amalamal dakwah secara baik dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar. Proses Pengembangan Diri SCHEDULE PELATIHAN DINAMIKA KELOMPOK No . Mustafa Masyhur. Kegiatan Agenda Acara Sasaran Menyepakati agenda acara Wak tu 5’ Pelaksanaan Alat/Med ia Transpara nsi Keteran gan 2. Drs. 3. Dinamika Kelompok 3. dan sebagainya 2. Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama’I dalam halaqoh tarbiyah. pengontrolan. tercapainya perencanaan. murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma’nawi 2.Pd. tercapainya keterlibatan anggota secara aktif dalam menyukseskan amal jama’I di halaqoh tarbiyahnya pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas. Hildegard Wenzler-Cremer dan Maria Fischer. Amal Jama’I 5. dan ketaatan anggota pada murobbinya 3. M. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusif bagi pemunculan ukhuwah bainal a’dho. baik dalam bentuk kepanitiaan majlis ta’lim. menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah Penutup Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. pernikahan. Waallohu A’lamu bisshawab. 1. Slamet Santosa. ketsiqohan dengan murobbi. pelaksanaan. Maroji’ 1.

Sharing 4. Tersampaikan perasaan peserta dalam kegiatan tersebut Ada di fotokopi Lembar Game berjudul tanda Tanda Tangan tangan Pensil 6. Setelah usai.suasana pelatihan yang cair Tercapai upaya mengatasi kebekuan 3. B menyimak. Instruktur meminta pasangan A menyampaika n tentang B dan sebasliknya di hadapan peserta. Game 5. B giliran menanyakan sesuatu pada A. Cerkat Dinamika Kelompok Peserta berbagi kelompok dan bahas “dinamika kelompok menurut saya” Instrukur bahas Dinamika Kertas. spidol Tranpara nsi Kertas Page 45 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Diskusi Tersampaikan 10’ perasaan peserta ttg daurah murobbi yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah diberikan Memperlancar 20’ proses perkenalan Mengurangi kecemasan yang dialami pada permulaanlatih an Terungkap 30’ tinjauan peserta terhadap dinamika kelompok Tercapai pengetahuan peserta 25’ memandu ice breaker : wawancara AB A menanyakan sesuatu (bisa tentang acara atau yang lain) kepada B. Peserta menyampaika n sharing per individu.

Pembahasa Tercapai 25’ n : Amal pengetahuan Jama’i dan kesadaran urgensi dinamika Instruktur menjelaskan amal jama’I termasuk juga mendengar Potongan bujursang kar bolong Lembar petunjuk. 4 amplop kertas dan alat tulis Transpara nsi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 71 . Peserta mendengarkan uraian intsruktur Peserta terlibat dalam game (fotokopi) bujur sangkar bolong 11. 4 utas tali/benan g. botol teh sosro kertas 8. Istirahat 10’ Kelompok Flip chart Peserta makan dan minum Ada dalam fotokopi Game berjudul : Gambar Berantai : komunikasi Game Permainan Botol : Pemimpin Spidol. Game 9. 10. cirri.tentang dinamika kelompok (pengertian. dan solusi) Tersampaikan penyelesaian kasus kecil menurut peserta 7. Terungkap 30’ pentingnya komunikasi dalam dinamika kelompok Terungkap pentingnya peran pemimpin dalam dinamika kelompok Cerkat Tercapai 15’ komunikasi kesadaran dan pentingnya pemimpin unsure dalam komunikasi dinamika dan pemimpin kelompok dalam dinamika kelompok Role Play : Tercapai 45’ Game dinamika kelompok. kendala.

Jurnal Tercapai perasaan peserta terhadap materi pelatihan dinamika kelompok 5’ akti dan manajemen konflik (khusus win-win solution) (ada fotokopinya) Peserta Lembar menulis jurnal jurnal Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 71 .kelompok dalam konteks amal jama’I 12.

juga arahan nabawi yang mengarah kepada hal yang sama. Berkata Imam Hasan Al-banna : “Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-langkah nya. diluar kelaziman pelaksanaan Tarbiyah Jama’iyyah pada umumnya seperti halnya dalam bentuk halaqoh. dengan menempuh proses “Takwin ba’da Tanbih” (Pembentukan setelah pengarahan) dan “Ta’sis ba’da Tadris” (Pemantapan atau pengokohan setelah pengajaran). baru setelah itu mengajaknya terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da’wah. Status hukum dan prinsip-prinsipnya Tarbiyah fardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum. dan an-nahl .TARBIYAH FARDIYAH Definisi dan urgensi Tarbiyah Fardiyah adalah peran dan tugas individu dalam konteks amal islami. As-syura : 15. Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja yang hendak menjalankan misi Tarbiyah Fardiyah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh akses (Relasi) dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi fikroh dan mengupayakan kepuasan objek da’wah (Mutarabbi Fardy) dengan fikroh-fikroh yang ditawarkan kepadanya. Berkaitan dengan tarbiyah fardiyah Imam Hasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban Tarbiyah fardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. Adapun hadits Rosululloh SAW yang dapat dijadikan landasan syar’i Tarbiyah Fardiyah adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry . dengan keharusan melakukan interaksi sosial yang bersifat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-unsur pendekatan yang baru . jika tidak bisa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. “Barang siapa yang melihat kemungkaran. jika tidak bisa dengan lisannya. dan juga kita tahu sarana yang dapat merealisasikan keinginan – keinginan itu”. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat Fusshilat : 33. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 71 . sesungguhnya amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan dijalankan oleh para Rosul ‘alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk menyingkap dan mengenali hakekat agama ini (Al-Islam) secara menyeluruh. hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Unsur-unsur pendekatan dalam Tarbiyah Fardiyah diusahakan agar seseorang pada awalnya tertarik dengan fikrah Islam melalui proses Tarbiyah dan Takwin. semua itu adalah Taklif ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung jawab pada setiap individu muslim untuk mengemban tugas da’wah islamiah. dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi firman Alloh SWT yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap individu muslim. Ikhwah Fillah. Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya : “Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya”. maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan. Lantas sejauh mana urgensi Tarbiyah Fardiyah dalam konteks amal islami?. 125.

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan efisiensi dan efektifitas tarbiyah fardiyah : Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami, konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspekaspek tarbiyah fikriyah, ruhiyah dan akhlakiah. Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro’an dan pengamalan ilmunya. Ketiga : Al-bi’ah As-sholehah, ya’ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap individu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama. Keempat : At-Tajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da’wah dalam rangka membentuk kepribadian individu muslim dan memfokuskan hal itu. Kelima : Tadarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks Tarbiyah fardiyah hendaknya memperhatikan tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslahmasalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah “Kulliat Qobla Juziyyat” . Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan tampak membuahkaan hasilnya. Sarana dan keistimewannya Adapun sarana tarbiah fardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pendekatan Murabbi terhadap Individu mad’unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya (Liqo’), seorang Murabbi tarbiyah fardiah bisa memnfaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur’an, mengkaji hadits atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga memanfaatkan pertemuan di Halaqoh (ta’lim) Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana Tarbiyah fardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku yang bermuatan fikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari saranasarana tarbiyah fardiyah. Adapun selebihnya seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya lebih banyak lagi. Tarbiyah fardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling efektif , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap individu mad’u, keistimewaan Tarbiyah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak orang ke jalan da’wah. Tarbiyah fardiyah adalah salah satu gaya pendekatan (Uslub) dalam berda’wah, akan tetapi gaya pendekatan yang satu ini tidak mungkin efektif dan membuahkan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 71

hasil bagi kalangan juru dakwah dengan berbagai level mad’unya, karena para da’i yang memainkan da’waahnya dengan gaya ini dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da’wah dengan gaya pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah fardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya disebut dan dikenal sebaagai Da’i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da’i plus yaitu Da’i Murabbi. Karakteristik Da’i Murabbi Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da’i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan

menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida’wahkannya, karena seorang da’i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang trsebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila seorang da’i Murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada Mad’u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal;aah dam pembentukan kepribadian muslim sang mad’u itu sendiri. 2. Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang Da’i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang da’i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna mensifati Da’i Murabbi dengan sebutan Da’i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i Mujahid adalah : “Sosok seorang Da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang Da’i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da’i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalafusalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik). Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanaan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul). 3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seoarang da’i Murabbi tidak
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 71

lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam Tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhatihati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits) Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara mereka adalah imam Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Imam Al-banna : “Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhny ana sudah tahu” kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu” balas akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata”. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya Tarbiyah fardiyah merupakan seni yang hanya dapat dimainkan oleh para Da’i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar’i yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya, cita rasanya, struktur berfikir dan moralitasnya. Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj Tarbiah Fardiyah dengan segala uslub kerjanya. Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjalankan misi Tarbiyah fardiyah ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang tersebut, mengenali pikirannya,
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 71

antara teori dan praktek. Ketiga : Periode pemetaan amal islami. Kesimpulannya bahwa tarbiah fardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml jama’i. Tiga periode perkembangan Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah : Pertama : periode pembinaan akidah. Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya (akidahnya) dengan amalan syar’i yang lekat secara menyeluruh pada dirinya dan muncul dari refleksi akidahnya. antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal. periode ini merupakan periode yang sangat fundamental dalam membentuk kepribbadian seorang muslim. akhlak dan ubudiahnya. maka berikutnya adalah periode aplikasi . dan tidak bermanfaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat berda’wah. akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalahmasalah yang tidak bermuara pada amal. Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual”. karena hal itu merupakan faktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan terhindarnya kesalahn fatal dalm menyampaikan pesan-pesan da’wah. setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad’u. Dengan begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatif apa yang mungkin bisa dimplementasikan terhadap orang tersebut. setelaah akidah sang mad’u kuat dan amaliah syar’inya bagus. sebaliknya seyogyanya periode ini jangan hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis. akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : “Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa yang panjang. maka berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami (amal da’wah) dibawah naungan jamaah dan da’wah. antar kulit dan isi . persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng maslahat untuk didakwahi. dalam rihlah inilah sang mad’u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atributatribut keimanan. gerak-gerik. ketiga tahap priode perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad’u. dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar’i yang mengarahkan kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal. karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan lainnya. maka bila periode ini dapat dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan “ bainal madzhhar wal jauhar” antara esensi dan substansi. yaitu pantulan tabiat dari keyakinannya dalam prilaku. sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati kesempurnaan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 71 . akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan gerakan kolektifnya. dengan kedalaman dan kemantapannya. Kedua : Periode aplikasi. dan ia meraasakan hubungan dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh SWT.pemahamannya. maka mulailah sang da’i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual (Rihlatul Iman).

Tarbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan. apresiasi dan penghargaan. sebagaiman yang telah dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy. Ar-Rifq. Waallohu A’lamu bisshawab. yaitu kelemahlembutan. yang hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin. yaitu motivasi sang da’i Murabbi terhadap mad’unya. 4. Makalah ini disadur dari Kitab “Mamarratul haq”. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah : 1. karena untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama. dan menerapkan kaidahkaidah tersebut disela-sela aktifitasnya dalam menjalankan tarbiyah fardiyah. 2. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud – Rahimahulloh. melainkan dengan Tanashuh (menjaga) dan Taghafur (mema’afkan) serta Al-Irsyad bil husna (membimbing dengan cara – cara yang baik. dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan. yaitu menjauhkan sikap agresif yang cenderung mencela dan mendiskriditkan. hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran. Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : “Rabiha Suhaib” (beruntunglah Suhaib). kelemah lembutan adalah asas dalam bermuamalah. berupa “reward”. seoarang da’i tidak dapat mengambil hati mad’unya. 3. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 71 . yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di perhatikan oleh sang Murabbi. Juz a dan ba. lalau jawab Ibnu samak : “Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar” (Tidak. untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal. akan tetapi kita bertemu besok untuk saling memaafkan).Kaidah Asasiyah Terakhir. lissyaikh Ra’id Abdul hady. kecuali bila ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya. At-Tasyji’. karena sesungguhnya da’wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan. At-tarbiyah Tamhid wattasywiq.ketika seseorang berkata kepaadanya : “Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela”. Al-Ibti’adu anidzdzammi wattaa’aatubi. dan dia hanya bisa menyelamatkan agamanya. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat al-Imran : 159.

Itulah buah dari keteladanan. agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da’wah dan peningkatan kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . tegaknya dan lain sebagainya. Innattasyabbuha bil kiraami falaahun”. kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa sama dengan mereka. akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : “Tasyabbahu in lam takuunuu mislahum. ketealadaanan adalah cara berda’wah yang paling hemat karena tidak menguras enerji dengan mengobral kata-kata.ualam salaafusslaih hingga para Masayikh da’wah di zaman kita sekarang ini. bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. lurusnya.STUDI SINGKAT SOSOK MURABBI TELADAN Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaf dan anda mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan?. tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah?. Teladanilah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 71 . kemudian kita telusuri keteladanan figur murabbi para Sahaabatnya. dengan menampilkan “Suratun Hayawiyyah” atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktifitas pentarbiyahan. maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai figur murabbi teladan dalam sejarah. sebagaimaana adagium mengaatakan : “Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal”. para tabi’in . Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ?. dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut. miringnya . sebagaimana pepatah mengataakan : “Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ‘uudu a’waj”. Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya . bagaaimana bayangan akan lurus bila tonggaknya bengkok. bengkoknya. kita akan mulai membahas keteladanan figur murabbi dari “Murabbi hadzihil ummah”. padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib. mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang. yaitu Rosululloh SAW. Untuk memudahkan kita mencontoh halhal yaang baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang figur Murabbi. itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui keteladaanaan mereeka sebagai murabbi. hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya. bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa perintah dan larangan. Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya di tengah-tengah keluarga anda. “Aina nahnu minhum”. apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Alahzab. Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi figur murabbi teladan. memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak.

saya serahkan kepada mu. Kemudian obrolan berlanjut . apalagi hal itu dilakukan di hadapan orang lain. seraya berkata : “Ya Alloh. Bukhari – Muslim ) Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya. Jabir “ “Ontaku Ya Rosulalloh…. hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : “Aku pernah keluar bersama rosululloh SAW pada peperangan Dzatirriqo’. Kemudian Rosulluooh berkata lagi : “Berikan kepadaku tongkat yang ada di tanganmu atau berikan aku sepotong kayu”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 71 . Ia berkata : “Nabi SAW telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil zakat. sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Humaid Abdirrahman bin Sa’ad As-Sa’idy RA. dan yang ini hadiah pemberian orang untuk saya”. Kemudian Rosululloh berkata : “Engkau benar insya Alloh”. sehingga aku tertinggal jauh dari rosululloh SAW. Rosululloh SAW bertanya kepadaku : “Hai Jabir. dan “Qoulan kariman” ( 33 : 31 ). demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat”. jika orang itu benar . “Kenapa tidak dengan gadis saja sehingga engkau dapat “bersenang-senang dengannya” dan ia dapat “bersenag-senag denganmu”?. demi Alloh tidaklah mengambil seseorang sesuatu yang bukan haknya melainkan kelak dia bertemu dengan Alloh SWT membawa barang yang bukan menjadi haknya “. “sudah ya rosulalloh” jawabku.jalannya lamban sekali” balasku. sehingga tidak terjadi kesenjangan psikologis antara mutarabbi dengan murabbi. bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah : “Qoulan Layyinan” ( 20 : 44 ).meski tidak sama persis dengan mereka. lalu Rosululloh SAW mengangkat keduabelah tangannya hingga tampak ketiaknya. lalu aku menjelaskan : “Ya Rasululloh sesungguhnya ayahku meninggal pada perang Uhud. balas Rosululloh SAW dengan nada bertanya. Sebagai Murabbi Rosululloh SAW. “Qoulan Maysuran” ( 17 : 28 ). “Qoulan sadidan” ( 4 : 9 ). dan meninggalkanku saudara perempuan sebanyak tujuh orang. lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu. “Qoulan Ma’rufan” ( 32 : 32 ). “Qoulan Balighan” ( 4 : 63 ). setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SAW seraya berkata : “ini hasil dari tugas saya . lalu Rosululloh SAW segera naik ke atas mimbar. mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau Ibunya sehingga hadiah tersebut datang kepadanya. tanya beliau lagi. Keteladanan Rosululloh SAW Sebagai Murobbi Rosululloh SAW selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah direkomendasikan di dalam Al-Qur’an. tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata . setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh SWT beliau berkhutbah seraya berkata : “Sesungguhnya aku megutus seseorang di antaara kalian sebagai amil zakat sebagaimaana yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT kepadaku. lalu aku berikan kepadanya dan beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya. sesungguhnya meneladanani oranorang mulia adalah satu keberuntungan. lalu ia datang dan berkata : “ini untuk engkau dan yang hadiah untukku. apakah engkau sudah kawin?”. aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya. kemudian Rosululloh SAW menemuiku seraya berkata : “ Kenapa engkau hai. telah aku sampaikan” 3 x ( HR. “dengan janda atau gadis”?. “dengan janda ya Rosul” tegasku. maka dari itu aku menikahi seorang wanita yang sekaligus dapat meenjadi pengasuh dan pembimbing mereka”.

lalu abu bakar berkata : “Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta. maka tetap akan ku pernagi mereka sampaai urat leherku terputus”). dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khalifah pada saat itu juga sering menghadiri halaqohnya. Pada saat itulah Abu bakar memberikan taujih tarbawy dengan membacakan firman Alloh SWT. Walaupun mereka tidak memberikan hanya seutas tali unta yang harus diberikan kepada Rasululloh. yang memimpin halaaqah besar di masjidil haram. bukan hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq. akan tetapi lebih dari itu karena Abu Bakar layak disebut sebagai “Murabbi hadzihil Ummah” sepeninggalnya Rosululloh SAW . aku tidak mau naik dan engkau juga tidaak perlu turun. Demi Alloh tidak akan berkurang agama ini (Islam) sedikitpun selama akau masih hidup. maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar bil khattab RA seraya berkata : “ Hatta anta ya. seraya menambahkan penjalasan dengan kata – kata hikmahnya : “Man kaana ya’budu muhamma dan fainna muhammad qod maata. Athu bin abi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 71 . apakaah engkau hanya tampak perkasa pada masa jahiliyah kemudian jadi ragu pada masa islam ?. padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SAW sebelum wafatnya. dan juga bukan hanya karena satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SAW dalam perjalanaan hijrah ke Madinah. Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun. beliaulah yang memandu akidah dan fikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo menerima berita wafatnya Rosululloh SAW termasuk Umar bin khattab RA. Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan (Harakatul Irtidad). wa maa lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah” ( Demi Alloh. Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih tarbiyah. Lau mana’uuni ‘Uqqoolu ba’iirin yuadduunahi ila Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty” ( sampai engaku juga Ya Umar. sejak awal Usamah merasa tidak enak karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya. dalam bentuk pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat. seraya mengiringi pelepasan ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan. biarkanlah kakiku bersimbah debu di jan Alloh ) Keteladanan Ulama Salafusshalih Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh. tetapi Barang siapa yang menyembah Alloh SWT sesungguhnya Alloh Hidup dan tidak akan mati). wa man kaana ya’budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu” (Barang siapa yang menyembah Muhammad seseungguhnya Muhammad telah tiada. Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit. dalam surat Ali Imron : 144. agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain. Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?. lalu usamah menawarkaan agar ia turun Abu Bakar saja yang naik kuda.Keteladanaan Para Sahabat RA Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA. banyak para sahabat termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan gelombang kemurtadan. sebagaiman terjadi pada saat sebagian besar para sahabat (Kibaarusshahabah) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin Zaid. maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk memerangi mereka. dan abu bakar berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SAW. khusunya Tarbiyah Aqidiyah.

setelah selesai aku hendak langsung pergi. Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang. ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja. lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur. lalu aku berkata kepadaanya :”berapa harganya”?. tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim. Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur. aku mendatangi salah seorang tukang cukur. ayo perbanyaklah takbir”. lalu ia berkata : “mau kemana kamu”?. sebagaimana telah menjadi sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi. baru kau boleh pergi kemana kau suka” . bila dilaakukan selain dari Al-qur’an yang dibaca dan difahami. kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku. atau hadits Rosululloh yang diriwayatkan. kepentingan dan persoalan maisyah”. maa yalfidzhu min qaulin illaa laadaaihi raqiibun ‘atiid) ( Qaf : 17 – 18). atau pembicaraan tentang satu hajat. sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu hanifah : “Aku melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji. Aku berkata dalam hati. lalu ia menegurku : “Kenapa koq diam saja. duduk sajalah dulu. akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat. Di antara kebiasaan baik ulama salafusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar misalnya. jawab tukang cukur alim tersebut. dan aku arahkan orang banyak untuk belajar kepadanya”. lantas ia mengarahkan duduku hingga menghadap kiblat. ibadah tidak mensaratkan soal harga. atau berkenaan dengan amar ma’ruf nahi munkar. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 71 . beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : “Mereka mengkategorikan pembicaraan berlebih. Amaa yatahyii aahaduna lau nusyirat alaihi shahiifatuhullatii amlaa’aahaa shdra naahaarihi.Rabah adalah seorang habsyi (Negro) yang pernah menjadi budak dari salah seorang wanita penduduk kota mekkah. tukang cukur itu mencegahku seraya berkata : “Shalat dulu dua rakaat. lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam. sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin suqoh Salah seorang Ulama Kufah . bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : “Wahai anak saudaraku. lalu aku berkata kepadanya : “Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku’?. “aku mau ke kendaraanku” jawabku. Demi alloh aku melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu. kirooman kaatibiin) (Al-infithar : 10 – 11). hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang diantara mereka : “Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu mustaniduuna” ( Tidaklah pantas bagi kita ketika disebutkan di tengah-tengah kita orang-orang yang shaleh. faawaajada aktsara maa fiihaa laaisa min amri diinihi walaa amri dunyaahu”. lalu ia memutarnya sehingga mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan. “semoga Alloh menunjukimu. maka akupun bertakbir. lalu kita duduk sambil bersandar ). wa anna m’a kullin (‘minkum malakaini Anil yamiini wa ‘anisshimaali Qa’iid. sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan”. kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada ku seraya berkata : “Atunkruuna (Inna ‘alaikum laahaafidzhiin. “lalu apa batasannnya pembicaran yang berlebihan”? tanyaku. soal harga gampang” jawab tukang cukur. yaitu ketika aku ingin selesai dari ihram. waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat. lalu aku mengikutinya.

setelah dipersilahkan masuk Said langsung mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : “Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi isterimu sesuai dengan sari’at alloh SWT sejak tadi pagi. aba wada’ah”?. Abu Wada’ah mengira telah terjadi “sesuatu” dengan pernikahannya. beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi.…engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu. “Jazaakallahu kahairan” jawab abu wada’ah yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya. maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : “kemana saja engkau ya. akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba Abu Wada’ah. Abu Wada’ah benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa. tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini. padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku”. “Tidak. tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu. setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya. suatu ketika Abu Wada’ah beberapa kali tidak datang halaqoh.…kenapa tidak. dan abdulloh bin ‘Utbah rahimahumalloh. dan aku tahu tidak ada seorangpun yang menemanimu.Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh. Tidak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikinya seraya berkata : “Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba Wada’ah”. “Isteriku meninggal dunia. tanyanya dari dalam rumah. dengan menyebut asma Alloh dan memohon Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 58 of 71 . beliau kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya. lalu beliau juga bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu. lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya berkata : “Ya. siapa orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim. karena kami jika seudah kedataangan seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu. maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham. sehingga aku sibuk mengurusinya” jawab Abu wada’ah. namanya Abu Wada’ah. maka sekarang aku datang dengan anak perempuanku ke rumahmu” . tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan maghribpun tiba. ia pulang menuju rumahnya sampai-sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum. “Said” jawab suara di balik pintu yang sepertinya ia mengenalinya. atau berhutang dengan siapa?. dan engkau termasuk orang yang kami ridhoi” jawab Said meyakinkan mutarabbinya. “aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku” tegas said. antara kaget daan girang. aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang menemuimu”. Said ibnul Musayyib mempunyai seorang mutarabbi. “Yarhamukalloh. datang kembali sebagaimana biasa. di samping beliau juga terdapat halaqohnya ‘Urwah bin Zubair. “siapa yang mengetuk pintu”. lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : “masuklah engkau ke rumah suamimu wahai puteriku. fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham” tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap waqi’ terhadap keadaan dirinya. menghiburmu dan melipu kesedihanmu. “Mengapa tidak beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala keperluanmu” tanya Said kembali. baru saja menikmati rotinya. karena di tengah perjalaanan ia terus berfikir darimana ia akan menafkahkan isterinya. “Ya. seraya terbatabata Abu Wada’ah berucap : “ Eng. engkau lebih berhak aku datangi hari ini”. lalu ia berbuka dengan sepotong roti. juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh oleh para Murabbiyyiin.

Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini?. setelah yang lainnya keluar dari majlis. “satu dirham” tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah banget. Amin Ya robbal alamin. “Aku tidak main-main. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk menemui menantu barunya. Lain lagi kisahnya dengan Imam abu hanifah. Suatu ketika Imam abu hanifah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan tidak enak dipandang. bukankah rosululloh SAW Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 59 of 71 . alim. aku tidak membutuhkan uang ini”. kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha meneladaninya. berseri-seri. “ya. tegasnya lagi. beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang. sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu selain Imam abu hanifah dengan mutarabbinya tersebut. dan selalu memakai wangi-wangian. Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khalifah bani uamayyah yang ingin meminang putrinya. setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham. sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya. masuklah anak perempuan said . aku memang tidak mau mangambil untung terhadap murid-muridku”. segitu”. aku beli baju ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak. dalam penegtahuannya. “berapa harganya ?”. kalau ada alhamdulillah. “sedirham” jawab Imam. yang satu aku sudah aku jual.… ada ‘ngga ya. lalu beliau mencarinya. Subhanalloh. tepatnya sebagai pedagang pakaian.barokahNYA”. beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan. lalu mana bukti kenikmatanNYA itu. karena beliau juga dikenal sebagaai seoarang saudagar. “ambilah uang itu dan perbaikilah penampilanmu’ tegas imam abu Hanifah. kain dan sutera. sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham. Dengan cerdasnya imam abu hanifah menyanggah omongan mutarabbinya itu : “Jika memang benar-benar telah melimpahkan ni’matnya kepadamu. faqih. “sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu harus berkata apa” kata Abu Wada’ah mengenang kejadian itu. beliau berkeliling dari kota satu ke kota lainnya di wilayah irak. lalu kata orang itu : “Aku sudah cukup. manis tuturkatanya. malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu Wada’ah mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya. Di samping cerdas. maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya lantaran semerbak wewangian yang dipakainya. Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya. rapih penampilannya. jika beliau datang ke majlisnya. tanya sang murid. ia minta dicarikan baju. “angkatlah sajadah ini lalu ambil sesuatu yang ada di bawahnya”. atau dikenal dengan nama Nu’man bin Tsabit rahimahulloh. tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului isterinya ke dalam ruangan. Alloh telah melimpahkan nikmatnya kepadaku. “yang bener nih…” kata muridnya lagi. lalu beliau berkata kepadanya. lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet (terinjak gaunnya) hampir jatuh hampir terpeleset karana saking malunya.

beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat. sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik dengan orang dewasa maupun anak kecil. diselingi dengan cerita dan ilustrasi. menceritakan tentang sosok Hasan albanna sebagai Murabbi. penyampaian da’wah dikemas dengan sederhana. diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti “Nahnu Dhu’at laa Qudhot” (kami mengajak bukan memvonis). diselingi dengan bahasa ‘amiyah (pasaran). juga bagi seluruh aktifis da’wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. seolah – olah tidak ingin berpisah dengannya. Al-Ustadz hasan al-Hudhaibi. prinsip-prinsip pendekatan da’wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SAW seperti : “khoothibinnaasa ‘alaa qodri ‘uqulihim”. dalm mentarbiyah para Keteladanan Masyaikh Da’wah kita Imam As-syahid Hasan al-Banna. Ketika beliau menetap di Ismailiyah. seluruh mutarabbinya duduk di atas tikar putih. ini bukan karena beliau kikir. bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah. suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. tidak konfrontatif. Beliau berbicara dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak kecil. Imam Syahid sangat lembut . Adalah pantas bila beliau merupakan salah seorang sosok figur murabbi teladan abad. Beliau tidak pernah cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara. beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan. yang terkenal sebagai kota pelabuhan. bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan “kuliah selasa” sangatlah sederhana. Tampak sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya. dari sinilah beliau memulai da’wahnya.bersabda : “Innalloha yuhibbu an yaraa aaatsara ni’matihi ‘ala ‘abdihi” (sesungguhnya alloh SWT senang melihat bukti keni. karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan. dan lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam. Itulah beberapa keteladan Ulama Salafussalih mutarabbinya. karena itu sudah sepantasnya engkaumemperbaiki keadaanmu agar engkau tidak membuat sedih saudaramu”. figur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita. Ini adalah buah dari bahas lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil.matannya pada hambanya). Ketika selesai beliau “dikeroyok” oleh anak-anak kecil tersebut seraya bergelantungan di tubuh beliau. Wallohu ‘alamu bisshawaab. “Aqimiddaulata fii Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 60 of 71 . di mana banyak buruh-buruh pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi. dan mereka disuguhi teh dalam dua teko kecil. seolah-olah belaiu bagian dari mereka. ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan gaya bahaasa mereka). “khotibinnaasa ‘ala lughati qaumihim” (Ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan kemampuan akal mereka. Al-Ustadz umar Tilmitsani Allohu yarham. Allohu Yarhamuhu. Keteladanan Imam Hasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da’wahnya ke berbagai lapisan masyarakat. beliau berdiri di tengahtengah mereka dan berbicara dengan mereka. juga mempunyai keteladanan dalam hal mentarbiyah.

lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh laki-laki pemilik mobil tersebut. Orang yang ditolongnya itu kemusdian berkata . Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 61 of 71 . ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa. apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. Wallohu ‘alamu bisshowaab. jawab Imam as-syahid jujur. Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang alakh. ketika makanan dihidangkan. Lalu beliau memanggil seorang akh. Anda ini siapa”? Imam asSyahid menjawab dengan sikap rendah hati : “Saya hasan al banna. tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur. Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan. Semoga Alloh melindungimu”.daarika taqum fii ardhika” (Tegakkanlah daulah di dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu). beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa. menjumpai sebuah kendaraan yang mogok. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit senyum. Sambil bercanda beliau berkata. saya seorang guru sekalh dasar di As-sibtiyyah”. bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan siang di kantor pusat. beliau menyruh sopirnya berhenti. Orang itu kemudian berkata lagi : “Apakah anda hasan al-Banna Mursyid Ikhwanul Muslimin?”. Saat itu mobil belum ada klaksonnya yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet. nah dengan gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam tangki mobil tersebut. Dan di antara do’a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : “Ya Alloh pilihlah diriku menjadi hamba yang selalu taat kepadaMU” Sebagai seoarang Murabbi. meskipun Ustadz Umar tilmitsani sedikit membuatnya repot. beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : “Apabila kalian berdua tidak sanggup memperbaiki hubungan yang ada di antara kalian. “Saya Muhammad Abdurrasul seorang hakim di kota Kairo. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin. “Hari ini kami jadi tukang masak. sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar Tilmitsani. ayo makan siang bersama kami”. Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di hadapannya. dan haal itu dilekuakn berkali-kali. lalu ia membisiki beliau seraya berkata : “Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar”?. “Ya”. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan ikhlas. lalu bagaimana kalian bisa memperbaiki perselisihan yang terjadi pada orang lain”?. Sambil tersenyum beliau menjawab : “Diamlah. Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja. ternyata orang itu kehabisan bensin. di tengah rimba pengadilan.

supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan. Jadi proses seperti apa yang sesuai dengan kadar akal mereka. Jadi prosesnya yang dievaluasi. Untuk itu evaluasi bukan saja pada akhir proses yang sering dipahami orang. Landasan Evaluasi ”Hai orang-orang yang beriman. Dan bertaqwalah kepada Allah. 2. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak. akan tetapi evaluasi itu pada prosesnya. Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah. Apakah prosesnya sudah benar atau belum. Orang seperti ini dinomorsatukan. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut : Input Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Proses Output Page 62 of 71 . 3. Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-sendiri. yaitu orang yang tidak taat beragama. yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah. Insya Allah .dengan kata lain evaluasi untuk mengukur kompetensi dan kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan. Penilaian (evaluasi) seperti ini sering disebut evaluasi karakteristik mutarabbi. karena mereka lebih dekat dengan da’wah kita. mengukur prosesnya dan hasil prosesnya. manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah.EVALUASI TARBIYAH I. Dan memberikan informasi tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Apalagi dalam da’wah proses menjadi sebuah kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih. Pentingnya evaluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah SAW : “Berkhutbahlah sesuai dengan kadar akal mereka” Indikator keefektifan proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. Dari penjelasan ini evaluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses. karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa. Hasil (output) dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur. yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan. Al Hasyr : 18) ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab” (Atsar Sahabat) II. sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. agar dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Untuk apa evaluasi dilakukan ? Abbas Asisi mengklasifikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian : 1. Didalamnya terdapat makna bahwa evaluasi untuk menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan. Orang semacam ini menempati urutan kedua. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian. tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan. Apakah prosesnya sudah efektif atau belum. Evaluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa kita katakan evaluasi pra proses tarbiyah Selain evaluasi pra proses tarbiyah. Juga bisa bermanfaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran. ada juga evaluasi pada proses tarbiyah.

terpenuhi atau belum. Evaluasi ketika selesai belajar Evaluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. ngobrol (curhat). lisan. Evaluasi kognitif Pada kurikulum tarbiyah islamiyah (Manhaj 1421 H) terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah dirumuskan. Yang tidak akalh penting adalah apakah cukup menarik atau cukup efektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan. IV. karena dari sanalah kita dapat mengevaluasinya. Pada tujuan ini yang ingin diraih settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitif. membuat karya tulis. investigasi. secarik kertas. 3. Wujud evaluasinya mutarabbi dapat mengisi check list (daftar isian) yang diambil dari muwashafat yang ada pada masing-masing marhalah. Evaluasi pra mutarabbi (pra proses). Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi. menggarap proyek mengarang. Evaluasi proses tarbiyah Setelah mutarabbi terevaluasi kini giiran mengevaluasi prosesnya. Bagaimana mengevaluasi ? 1. yakni : 1. diskusi. kita ikuti uraian berikut : Kognitif memiliki tingkatan yaitu : a. Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah disampaikan. proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus dievaluasi. Evaluasi ini digunakan untuk melihat apakah output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashafat. Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitif ini. Ini menjadi tolak ukur dari dua komponen (input dan proses). Tingkat pengetahuan (knowlegde) Evaluasi kognitif untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahfal atau mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. Evaluasi pada tingkat ini dapat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 63 of 71 . Tujuan tersebut diantaranya “mengetahui hasil ibadah“. Apakah keduanya baik atau belum. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. Metode apa yang telah kita pergunakan. Sehingga aspek kognitif menjadi sebuah aspek yang mesti dievaluasi. silaturrahmi dan lain-lainnya. Apa yang kita rencanakan dapat menjadi bahan evaluasi proses.Evaluasi Evaluasi Evaluasi III. Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah. Atau murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan observasi/investigasi ke rumah mutarabbi. Secara keseluruhan evaluasi tarbiyah baik pra. mencocokkan muwashafat dengan membuat daftar check (check list). dan atau lisan mutarabbi. 2. Hal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. Wujud evaluasi ini bisa berwujud tes tertulis. Mengevaluasi prosesnya disyaratkan memiliki perencanaan tarbiyah. Dapat dituangkan lewat buku tulis. Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan.

mengisi daftar cek (check list). Tingkat analisis (analysis) Evaluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasifikasikannya menjadi beberapa kategori. Tingkat pemahaman (comprehension) Evaluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam mengartikan. yaitu “memahami kewajibannya terhadap orang lain. jurnal dan lainnya. yaitu “mutarabbi mampu menginvetarisir ide-ide pemikirannya” e. Afektif juga memiliki tingakatan yaitu : a. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. Tingkat penerapan(aplication) Evaluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat evalusi (evaluation) Evaluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya. Tingkat menerima (receiving) Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 64 of 71 . d. yaitu “mutarabbi mampu memformulasikan ide-ide dan pemikirannya”. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan. dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masingmasing data terhadap data lainnya. mengarang. yaitu “mutarabbi menerapkan kewajiban-kewajiban rumah tangga dan menjadi teladan anggota keluarga yang lainnya”. 2. khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya bukan pada haknya“. Evaluasi afektif Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi “merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan dalam beribadah”. Wujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitif antara lain diskusi. c. menafsirkan. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. f. Tujuan ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap aktifitas ibadah tersebut. karya ilmiah. Evaluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat sintesa (synthesis) Evaluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu “dapat menyebutkan sarana dan media untuk tafakur“ b. yaitu “mutarabbi mampu membedakan sistem politik yang fungsional dan disfungsional”. Sehingga pada aspek ini yang dievaluasi adalah aspek afektifnya.digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. tes tertulis.

Tujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. Tingkat oraganisasi (organization) Evaluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Evaluasi untuk tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak.Evaluasi afektif untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran. Tingkat menanggapi (responding) Evaluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian. Tingkat karakterisasi (charaktersization) Evaluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. proses. yaitu “mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:. stimulus yang ditunjukan oleh bentuk partisipasi dalam berbagai bentuk. Yakni . Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. a. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Gerakan seluruh badan Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan gerak fisik mutarabbi secara keseluruha. 3. Tingkat menilai (valuing) Evaluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektif (jujur) bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh kemauan untuk menerimanya (istislam) dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 65 of 71 . jurnal dan lainnya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. c. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitif maupun afektif. yaitu . Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Artinya tarbiyah harus sampai pada aspek psikomotorik. yaitu “mutarabbi menerpakan spesialisasi yang dimilikinya dalam upaya mendukung kerja da’wah serta tanggung jawab rumah tangga dengan menjalaninya secara serius”. yaitu “mengutamakan produk-produk islam ketika berbelanja dan ketika membelinya di toko-toko non muslim meskipun harganya lebih mahal ” e. b. karya ilmiah. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh dilewatkan. Evaluasi psikomotorik Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi “mempraktekan kiat-kiat mencapai kekhusyu’an dalam shalat”. mengisi daftar check. yaitu “mutarabbi mampu membiasakan diri hidup teratur”. tes tertulis. “menyadari kewajiban bekerja dan berpenghasilan dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kecenderungan dan spesialisasinya”. kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan afektif antara lain : diskusi. mengarang. d.

Komunikasi nonverbal Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat. b. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung. yaitu : “mutarabbi mampu membiasakan diri murah senyum (ramah) di depan orang lain”. Kecakapan dalam berbicara Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. misalnya isyarat dengan tangan.mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. anggukan kepala. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu : “mutarabbi mampu menulis rasmul bayan dengan baik”. yaitu : “mutarabbi mampu berbicara sesuai adab dan ketentuan yang ada dalam Al Qur’an (bagi akhowat)”. c. ekspresi wajah dan lain-lain. Gerakan yang terkoordinasi Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan koordinasi gerakan fisik mutarabbi antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badannya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 66 of 71 . Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu “mutarabbi mampu melakukan latihan fisik dengan teratur 10 – 15 menit setiap hari”. d.

semuanya dapat dipergunakan sesuai obyek tarbiah. jenis materi. pribadi. dengan diskusi seorang peserta akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan. METODE TANYA JAWAB Tanya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau fakta-fakta yang telah dipelajari. kondisi lingkungan dan faktor lainnya. membuka yang tersumbat.METODE TARBIYAH DAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA I. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik kesimpulan . Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat tersirat. METODE TARBIYAH Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan objek tarbiah. METODE CERAMAH Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum dipakai dalam menyampaikan suatu materi. Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. METODE DISKUSI Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan ukhuwwah. 4. Dalam diskusi diharapkan dilakukan pengendapan dan kratifitas data dan informasi yang diperolehnya. jenis materi. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait dengan materi pembahasan. keberhasilan tercapainya tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi. mengurai yang tersekat. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah. Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Sehingga murabbi dalam mentarbiah tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan secara tepat. METODE DEMONSTRASI Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan. didengar atau dibacanya. 3. 2. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitif sangat mengajar sangat baik. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 67 of 71 . permasalahan yang sedang populer atau pertanyaan lainnya. Metode itu antara lain: 1. keadaan lingkungan. lingkungan dan faktor lainnya. memperlihatkan atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi.

tetater. METODE PARTISIPASI Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktif dengan sebuah proses kegiatan. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan alat bantu. 8.5. atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang memberikan tugas tersebut. planetarium. pengalamnnya lebih terintegrasi dan untuk mendorong peserta berusaha lebih baik. maka murabbi dapat mewajibkan infaq majelis dan semua peserta wajib mengisi kotak infaq setiap datang. Bisa melui laboratorium. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan sulitnya berinfaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana. Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta manfaat olah raga bagi stamina tubuh. 9. METODE PENUGASAN Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca. Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat atau mengungkapkan kepribadiannya. Misalnya materi aneka ragam ciptaan Allah SWT di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan penayangannya. Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. 6. dan lain sebagainya. 7. Metode demonstrasi atau Eksperimen saling terkait sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. menghadiri acara tertentu. METODE LATIHAN Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan sesuatu. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal dan beratnya beramal. film. Tujuannya peserta lebih mantab. 11. METODE EKSPERIMEN Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat ditingkatkan dan disempurnakan 10. METODE PENGGUNAAN ALAT Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 68 of 71 . Metode demonstrasi lebih dititik beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus melakukan sesuatu. METODE SOSIODRAMA Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktifitas kehidupan sekitar manusia. METODE SIMULASI Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan.

Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan sebagai individu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tugas perkembangannya adalah :  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia 3.12. Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga Page 69 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya. METODE PENGEMBANGAN KELOMPOK Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode memandang peserta sebagai individu. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Dalam acara tersebut. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. II. Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam. Karena banyaknya metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode mana yang paling sesuai. 13. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1. Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan tertentu. Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya. Masingmasing metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. METODE PENGALAMAN TERSTRUKTUR Yakni murabbi dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan efektif daripada memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta’awun. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2.

ORANG DEWASA JUGA BELAJAR Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan. Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal IV. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. dihargai dan didukung kehadirannya  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup. Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima. V. contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. yaitu : secara intelektual. Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan . BAGAIAMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1.   Memenuhi kewajiban sosial Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik III. yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki  Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 70 of 71 . emosional. dan fungsi fisologis.

4. manusia sumber.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri. Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk. Guru lebih bersifat pemandu. Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 71 of 71 .  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan. panitia. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari. tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya. dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu.  Guru hanya mampu membantu orang lain belajar.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan.  Menentukan tujuan pendidikan khusus.  Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur. 5.  Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural. Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3. sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource). Penyelenggaraan pengalaman belajar  Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik. Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar. dan atau satuan tugas.  Arah pengembangan dan pentahapan. Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful