Kumpulan materi Dauroh Murobbi

KUMPULAN MATERI DAUROH MUROBBI

Kumpulan Materi Daurah Murabbi :

Page 1 of 71

“HATMIYYAH AT-TARBIYYAH”
Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SAW menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : “Maa yubkika ya… Abdalloh…” (Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh…), Iapun menjawab : “Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rosulullohu biqoulihi ta’ala : Wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maqdhiyya” (Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Alloh SWT : “Dan tidaklah dari kalain melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71). Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan ayat al-qur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka Jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatif lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Hatman Maqdhiyya” juga berlaku dalam kaidah Tarbiah sebagai sebuah proses dalam proyek kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya Tarbiyah memiliki sifat “Hatmiyyah”, sifat keniscayaan, dengan kata lain bahwa Tarbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan apapun. Walhasil untuk dapat istiqomah di jalan da’wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu jalan : Tarbiah!. Karena Tarbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk diikuti ( QS. 6 : 153 ), dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani (Generasi-generasi yang tertarbiyah) yang senantiasa antusias mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya ( QS. 3 : 79). Tarbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan. Pendekatan Idealis Tarbiyah adalah jalan bagi para Da’i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da’i adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar. Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha’bun – Tsabit ) Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da’wah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam da’wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul “Arba’una rojulan wa khomsu niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da’wah, yang tidak hanya “Qaabilun lidda’wah” tetapi juga “Qaabilun litthagyir”, bahkan mereka
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 71

seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of change”, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami. Berda’wah memang tidak mudah, karena berda’wah melalui proses Tarbiyah ibarat menanam pohon jati, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten, atau dengan kata lain memiliki “matanah” (imunitas) baik secara “ma’nawiyah” (moral), “fikriyah” (gagasan dan pemikiran) dan “Tandzhimiyah” (struktural). Ka’ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rosululloh SAW. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : “Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!) Itulah sebuah refleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak mudah, melalui jalan da’wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur’an menyebutnya dengan “Al-Qoulu Al-Tsabit” (QS. 14 : 27 ), yang terumuskan di atas konsep yang baik atau “Kalimat Thayyibah” bukan “kalimat khabitsah” (QS. 14 : 25 - 26 ). Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (Thawil - Ashil) Da’wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika Rosululloh SAW mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan dapat menaklukan Romawi (Byzantium). Padahal Romawi baru dapat di Taklukan oleh umat Islam pada masa daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang perjalanan da’wah yang telah dilalui?, akan tetapi ikhwah fillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi, “Asholah” tetap terjaga, “Hammasah” tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SAW dan Para sahabat Rodhiallohu ‘anhum wa rodhuu’anhu. Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena ‘panas’ dan tak lapuk karena ‘hujan’, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da’wah. Adalah Abu Thalhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh SWT berikan kepadanya umur yang panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhalifahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan Yunani untuk mrnghadapi
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 71

akan tetapi sekarang kami yang tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah. sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami. lari estafet memang tampak kelihatan lambat . karena perangai yang lambat dalam berda’wah adalah bentuk kelalaian. ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin baik yang tua maupun yang muda. yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da’wah dengan kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman. dari masa-masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya). Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi “Haditsul Ifki” yang menimpa Aisyah radhiallohu anha. cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang”. maka anak-anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah. Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi’ – Ma’mun) Da’wah adalah lari estafet bukan sprint. yang menjaga lisannya. integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan Tarbawi tercermin pada keteguhan akidahnya. akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenanagn di garis finis. dengan kecerdasan menafsirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaan“Hikmatussuyukh Hammasatussyabab” Abu Ayyub menjawab : “Tidak bisa. Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral. kebaikan suluknya baik secara ta’abbudi. mengenang semua itu beliau berkata : “Aku adalah salah satu dari 7 orang sahabat (dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga). keluhuran akhlaknya . berangkatlah Abu Thalhah RA turut serta dalam peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya. dahulu kami bersama Rosullloh SAW dalam sebuah ekspedisi. ijtima’i maupun tandzhimi. tidak mendua dan tidak terbelah.pasukan Romawi. kebersuhan hatinya. cukuplah isteri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 71 . Adalah saad bin Abi Waqqash RA. sebagaiman hadits rosululloh SAW : “Man bathi’a ‘amaluhu lam yusra’ bihi nasabuhu” (Barang siapa yang lamban kerjanya. maka kami berlindung kepada Alloh SWT agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh SWT”. untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kwalitas terjamin. banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut menyebarluaskan fitnah keji tersebut. yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu’minin aisyah RA. Keberhasilan sebuah da’wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya. seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur’an “Infiruu khifafan wa tsiqoolan” (berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat). karena ayat tersebut menyebutkan “khifafan” (ringan) berarti ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan “tsiqalan” ditujukan untukku yang sudah tua. yang nasab (afiliasi) nya kepada jama’ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah kerja da’wahnya. lalu anak-anaknya berkata kpadanya : “Sudahlah Ayah tak usah ikut berperang. Watak perjalanan da’wah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya. kami tidak memiliki makanan.

. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri . maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang sekarang ini semakin kompetitif dengan gerakan-gerakan da’wah lainnya. dan Aisyah lebih baik dariku). seperti Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman dan Khalid bin Walid yang dikirim ke wilayah irak. dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas pertumbuhan kader dan menyelenggarakan “Bi’tsatudduat”. Pendekatan Strategis Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da’wah yang sangat penting adalah fokus untuk menyusun barisan kader inti. Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak lebih baik dari Shafwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang digunjingkan oleh banyak orang. kalau aku yang jadi Aisyah. tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SAW. oleh karena itu untuk menghindari terjadinya “Lose of generation”.Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia. Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 71 . maka langkah berikutnya adalah memetakan langkah-langkah taktis. bahwa dirinya saja yang tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya. Hal itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan luasnya medan da’wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan potensi (kemampuan) tarbiyah. dan Safwan lebih baik dari engkau. atau generasi kader yang lowong. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh Rosululloh SAW untuk menda’wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang yang baru masuk islam. dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat umum terhadap da’wah ini. yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah. sehingga mustahil dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shafwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang. Pendekatan taktis Setelah ketiga faktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik. mendahulukan husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da’wah. lau kunta sofwaana hal taf’alu bihurmati rasulillaahi suu’an. Ya…Abaa ayyub lau kuntu ‘Aisyah maa khuntu Rasulallohi abadan” (Wahai abu Ayyub. Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan.Abaa ayyub!. jika engkau yang menjadi Safwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SAW. apalagi Shafwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya . Wahai abu Ayyub. sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran jelek menghianati suami (berselingkuh) seperti yang digosipkan oleh banyak orang. isteri abu Ayyub alanshary berkata kepada suaminya : “Ya. wa hua khairun minka. Semakin banyak jumlah jumlah kader inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da’wah ini dalam menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. bagaiman ia mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh SWT.

Terbukti kemudian pada perang Qadisiyah. kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad fi sabilillah. Madinah dan Thaif. sedangkan kader-kader baru dibina pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah pada masa Abu Bakar RA. ketika ancaman imperium Persia menghadang. 3 : 146). terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa. Itulah hasil sebuah produk tarbiyah (QS.Pada masa abu bakar RA. dan tak jarang diantara mereka kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan. sehingga 2/3 jazirah arab nyaris mengalami kemurtadan. di ketiga kota inilah kader inti da’wah tetap dijaga dan dipelihara. Wallohu ‘alamu bisshowab Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 71 . itu artinya hanya 1/3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah.

maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ( QS Al-Jaatsiyah l8)”. saling menolong. Kepemimpinan Dunia. dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih baik. Proses penyiapan manusia menuju kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah. kemudian mempererat hubungan itu agar makin sempurna. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 71 . dari ma’shiyat kepada taat. ”Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah 30). Memahami sistem kaderisasi dalam manhaj 1421 H 2. dari batil menuju benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu. Ibadah " Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" ( AdzDzariyat : 56) Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim. 2. Ukhuwah (Al-Hujurat :13) Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondongbondong. Pengangkatan manusia sebagai khalifah menuntut aktivitas pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia 3. PENDAHULUAN Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau pedoman hidup bagi manusia. unsur Islam. Memahami marhalah amal dalam kaderisasi I. dan saling menasehati dalam kesabaran. dari kesesatan menuju hidayah.ruf nahi munkar. Allah berfirman : ”Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Memahami arah kaderisasi 3. dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi. dari kufur kepada iman. 4. Tegaknya Khilafah Allah di muka bumi. karena diambil dari Kitabullah. Siroh Sahabat dan ijma Ulama. unsur amar ma. 1. Tujuan ini mencakup : 1. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan komprehensivitasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. antara lain : unsur iman.Siroh Nabi. II. Sunnah Rasul.SISTEM KADERISASI Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu . Yang ingin dicapai dari sistem ini adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang. Sistem ini integral dan komprehensif. unsur Ihsan. serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah SWT. Memahami tujuan kaderisasi 4. unsur keadilan.tidaklah patut bagi manusia kecuali saling berkasih sayang. TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH Tujuan Tarbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik. sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus.

III. (An-nur :55) c. Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilafah atas bumi untuk tujuan kemanfaatan dunia dan akhirat. yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang syahadat dan pengamalan kandungannya. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ” (AnNur : 55) Artinya.  Penanganan amar ma’ruf nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya.untuk dimanfaatkan dan usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat. karena agama mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan. bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi. Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya 2.Semua itu dilakukan dengan:  menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar. 5. Tujuan permanen. untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak. Menunaikan kewajiban ta’aruf antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam.  Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi. Tujuan permanen itu antara lain : a. 5. intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam.Hal ini meliputi : 3. Menjalankan kewajiban khilafah di muka bumi.  Menghidupkan unsur Islam diri manusia. Memberdayakan orang. yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Tercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan kepada tegaknya syariat Islam. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia. memakmurkannya dan membantu orang lain untuk memahamai tujuan ini.  Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya. maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah Islamiyah bagi semua orang.  Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi. sekaligus bagaimana Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 71 . Tujuan konstekstual. d. TUJUAN TARBIYAH IKHWANIYAH Tarbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar : 1. Allah berfirman : ”Hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh allah. (Al-Maidah :49) Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah. Menghukum Dengan Syariat. b.yang telah diridlaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. Berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh allah kepadamu” . 4.yaitu Allah swt. Tujuan Kontekstual atau tujuan antara.

7. Arus sistem nilai sosial dan politik. juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan niat. Marhalah (tahapan) amal itu antara lain : 1. Terbentuknya sosok muslim dalam pemikiran. 2. 3. Pembentukan keluarga . Terbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran. sedangkan substansi materi diambil dari maraji’ yang direkomendasikan. IV. Arus pemikiran dan peradaban. 2. Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya. Manhaj ini merupakan revisi untuk manhaj Pemula dan takwiniyah yang selama ini ada. Ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada tujuan akhir tarbiyah. Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum . dan menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah. Menjadi guru peradaban ummat manusia. Memerdekakan negri muslim. 4. 4. akhlak. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998.ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan sempurna. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih bervariasi dalam pengambilan sumber rujukan manhajnya. Manhaj ini disebut manhaj l421 H/2000M.akhlak. Terbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama ikhwan. dan perilaku mereka. Arus politik dan ekonomi. keyakinan. Untuk itu diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi’iah. kecuali jika manusia itu sendiri berusaha mengubahnya (Ar-Ra’d :1). Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain : 1. kehidupan. 5. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 71 . CIRI KHAS MANHAJ TARBIYAH Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan.dan emosinya. dan emosinya. bersifat kontekstual dan memenuhi standar manhaj alami. ( apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ). Memperbaiki negri muslim . menyampaikannya kepada seluruh umat manusia. Dimana untuk marhalah Dewasa mengacu pada manhaj tahun l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. Pembentukan pribadi. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas.Yang perlu diingat . Ciri khas manhaj l994 menekankan pada referensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah. keyakinan. 5. Terwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia. 6.merumuskan cara-cara terbaik untuk itu. Mengembalikan khilafah islam. 3. dan benda hidup. Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensiv dan saling berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya. Arus cara pandang terhadap alam. menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi. ucapan. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan masih relevan untuk diteruskan. Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam.

meluruskan persepsi seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri. adalah mengorbankan jiwa. adalah buah dari ilmu dan ikhlas. penampilan. 3. harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan. gelar.” 5. harga diri. pangkat. jenis materi. Hai’ah siyasiyah. 2. Fikroh ijtimaiyah. Jama’ah riyadliyah. ia mati dalam keadaan jahiliah.akal. karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya.. Tadhhiah. Fikroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai’ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah. dan komitemen dengan kebajikan. sampai batas maksimal. 8. 2. Rabithah ilmiyah tsaqofiyah. karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam. waktu. setiap al akh muslim. Begitu juga karena forum-forum ikhwan pada dasarnya adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk mentarbiyah fisik. dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi. Dakwah salafiyah. 6. 7. harta. seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah). khususnya dalam hal aqidah dan ibadah. adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari kiamat. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. dan masa tarbiyah sangat bervariasi namun semuanya tetap mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah. Haqiqah shufiyah. karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa. kontinyuitas amal. bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. Ikhlash. kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan. Yang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan fikroh ikhwan. kejernihan hati.sehingga jumlah materi. kemewahan. 4. Kedelapan fikroh ikhwan itu adalah : 1. Thariqoh sunniyah. dan ruhani. karena mereka sangat memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan fikrah kita tidak akan sia-sia. Ini dikarenakan pemahaman yang komprehensiv dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuniversalan fikrohnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan. Syirkah iqtishodiyah. Amal. 3. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 71 . Jihad. karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih. Kesepuluh arkanul bai’ah itu adalah : 1. Paham. kecintaan karena allah. adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul ‘isyrin ( 20 prinsip ikhwan ). karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya. kedudukan dan yang lainnya. amal. ( At-taubah 105 ) 4. yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal. 5. serta mendidik masyarakat untuk memiliki kehormatan. karena Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.

(9). (7) Belajar mandiri. (6). (16).Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. Sejarah dan peradaban ummat. gerakan dan organisasi pembaharuan. Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersifat lokal. adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain. dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia. maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan. Madya. Ukhuwah adalah saudara iman. 10. TAHAPAN-TAHAPAN TARBIYAH Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 71 . Sistem politik dan hubungan internasional (21). Islam dan kekuatan-kekuatan lawan.Politik kontemporer. Dewasa dan Ahli. (15). (17). III. Metodologi berfikir dan riset. (22). Al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’ an. (19). Pengembangan diri dan ketrampilan dasar. Kependidikan dan keguruan. Fiqh da’wah . Pemikiran. Perundang-undangan. Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. Tujuan umum atau kompetensi kritis tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai Pemula. Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar. Hadist dan ‘Ulumul hadist. mencakup : (1). Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. (2). Setelah memahami 10 arkanul bai’ah dan 8 fikrah ikhwan . Seni dan budaya. Bahasa arab. Muda. 8. 7. (8). (20). Da’wah dan Pemikiran islam: (13).Aqidah. Tsabat . Kesehatan dan kekuatan fisik. terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci.Dunia Islam kontemporer. (23). 9. akhlak dan kepribadian muslim. Iptek dan lingkungan. Taat. adalah tentramnya jundi (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. (12). Ukhuwwah. Sosial Kemasyarakatan : (18). Manajemen dan organisasi.Ekonomi . (14). Rumah tangga muslim. baik di waktu senang atau sulit. sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. (10). V. meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahuntahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid. II. Tajarrud. Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah (disebut dengan kompetensi kritis). yaitu : I. (24 ). Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah.Tsiqah. adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat. Dasar-dasar keislaman. Tata sosial kemasyarakatan . 6. (3). Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang direkomendasikan. (4). Fiqh (5 ) . (11). IV. al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan. Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar ke dalam 4 kelompok kajian.

setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. 3. setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam. 7. Mujahid lin nafsi . 2. pengetahuan ( cognitif).Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah. da’wah dilakukan dengan menyebarkan fikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da’wah fardiah (dengan menjalankan hubungan dengan orang-orang yang berpotensi berubah) atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam. Menurut Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 fase : 1. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan bersifat militer dalam tataran operasional. 3. 5. Da’wah pada tahapan ini bersifat khusus. VI. Ta’rif. Qadirun ‘alal Kasbi. Shahihul ibadah. Haristun ‘ala waqtihi. Dalam tahapan ini. tanpa kenal sikap plinplan. Matinul khuluq. dan perilaku (psikomotorik) . setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah. Qawiyyul jism. 9. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 71 . setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. 4. setiap individu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari kelalaian dan kehilafan perbuatan manusia. Munadzam fi syu’unihi. tidak dapat diikuti oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. 2. Salimul aqidah. bahwa ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang (goal based learning). Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap (afektif ). MUWASHOFAT Sebagaimana telah disebutkan. atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah. setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW. kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus dan memiliki ketaatan total. 8. Tanfidz Da’wah dalam tahapan ini adalah jihad. Karakteristik yang harus dimiliki setiap individu itu mencakup 10 point : 1. setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. Mutsaqqaful fikri. setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. 6. Takwin Dalam tahapan ini da’wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir. setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat.

6. 10. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan. negara. Tatsqif. Adapun komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah : 1. Ta’lim. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3 kelompok. 7. Pada akhir program tarbiyah. SARANA TARBIYAH Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. dalam skala keluarga. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatif lebih lama. 4. masyarakat. 3. adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Halaqah.Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka fungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah. positif atau negatif. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana program tarbiyah. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan tarbiyah. dan mutaba’ah penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Baik internal ataupun eksternal. 3. setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. VIII. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya 2.akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang.pengorganisasian. 9. adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqafiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim dengan penamaan ta’lim fil masajid. kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses tarbiyah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 71 .10.Nafi’un li ghoirihi. Sarama tarbiyah itu antara lain : 1. 4.adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai’yah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui pembekalan ‘ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah. Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan pencapaian tujuan pemberian materi. Taqwim adalah sebuah proses dan mekanisme evaluasi pencapaian muwashafat dan seleksi kenaikan jenjang peserta tarbiyah. PROSES TARBIYAH Untuk mencapai muwashofat proses tarbiyah memerlukan komponenkomponennya. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. 8. dan internasional. 5. Daurah dan kursus. VII. Prasarana ada yang bersifat materi dan non materi. adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan/keahlian tertentut. 2.

Mukhayam. adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. dan jasadi serta penguatan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan. fikri.5. Rihlah. Tujuan tarbiyah akan tercapai. 6. manhaji . adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 71 . Mabit. IX. PENUTUP Manhaj tarbiyah /sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. pelatihan dan pengarahan dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. dan menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah SWT. Insya Allah jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Waallohu A’lamu bisshawab. 7. manhaji. dan tandzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. adalah sarana penghimpunan .

Dr. mempengaruhi dan berpacu ke arah yang lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama’i. berpuasa fardhu. tidak memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain. Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-Nya manusia. tidak mencaci maki. berzakat dan qiyamul lail / shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan. halaqah tetap merupakan metode talaqqi wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi yang intensif antara anggota halaqah. Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim Halaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah Pemula dan Muda juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. tidak mengadu domba. tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin. Selanjutnya. tidak ghibah (membicarakan keburukan orang lain) dan tidah mematahkan pembicaraan orang lain. membeo). ihsan dalam shalat. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar dalam sebuah halaqah haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah kepada-Nya. giat bekerja dan rajin membayar zakat. syari’ah. Berikutnya untuk muwashafat Matiinul Khuluq (akhlak yang kokoh. menjauhi riba. dan penugasan. halaqah juga dapat didefinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang. Dalam buku Adab Halaqah.PROFIL HALAQAH Pengertian Halaqah Dalam manhaj 1421 H disebutkan halaqah adalah sarana utama tarbiyah sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian muwashafat atau karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. Melalui proses interaksi. perangai Islam asasi. tidak meramal nasib dan pergi ke dukun. Sarana-sarana tambahan antara lain rihlah. akhlaq dan jihad. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 71 . Dalam fase tarbiyah ini diperkenalkan dasardasar umum Islam berupah aqidah. Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki sifat-sifat terpuji. daurah. Ada sepuluh muwashafat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau penjabaran yang sesuai dengan marhalah Pemula dan Muda. tidak imma’ah (asal ikut. dengan cara yang diridhai-Nya. Sebagai contoh untuk karakteristik Saliimul Aqidah (aqidah yang bersih/selamat) seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. judi dan segala tindak penipuan. tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. karakteristik Qadirun ‘alal kasbi (kemandirian) tercermin pada perilaku peserta halaqah ini bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram. mukhayyam. mulia) terjabarkan dalam sikap dan perilaku yang tidak takabbur. benar-benar ihsan dalam thaharah (bersuci). seminar. Kemudian untuk ciri Shahihul Ibadah (ibadah yang shahih) ternampakkan bila ia berani mengumandangkan adzan. ta’lim. bersemangat untuk shalat berjama’ah di masjid. Walaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui da'wah fardhiyah misalnya. Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah. tidak berdusta. tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin.

pakaian. seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan berkasih sayang dalam naungan ridha Allah SWT. postur tubuh. pekerjaan. pandai menggunakan logika berfikir yang logis dan metodologis. Sedangkan karakteristik Qawwiyul Jismi tertampakkan pada kebersihan badan. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Hujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal.(HR Imam Ahmad). Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak dapat menggugah hati”. Menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan b. Yang dimaksud dengan tafahum adalah : a. pandai membahagiakan orang lain. menghafalkan Hadits Arba’in (hadits ke 1-20) dan mengetahui hukum thaharah (bersuci). menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkafein. kasih sayang dan kelemah-lembutan seperti jasad yang satu”. Selanjutnya ciri Mujahidin Linafsihi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang haram. kontinyu olahraga 2 jam/pekan. keseriusan dalam beribadah. Akhirnya ciri ke sepuluh berupa Nafi’un Lighairihi (bermanfaat bagi orang lain) terjabarkan oleh sosok pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua. membaca 1 juz tafsir Al-Qur’an (juz ke 30). bangun sebelum fajar. tempat tinggal. (2) Tafahum (saling memahami). berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktif dalam bakti sosial dan kerja bakti. kegemaran. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang sifatnya prinsipil. Sedangkan karakter Munazhamun fi Syu’unihi tercermin bila peserta halaqah mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan profesional. Rukun pertama (1) Ta’aruf (saling mengenal) adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah halaqah. shalat dan berpuasa. Tafahum dan Takaful. mencari nafkah dan berda'wah. kecenderungan. Rukun Halaqah Halaqah memiliki rukun: Ta’aruf. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi. belajar. Ta’aruf melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti nama. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SAW: “Mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan”. tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh” dan “Perumpamaan orangorang yang beriman dalam hal cinta. tempat-tempat hiburan maksiat. cakap membaca dan menulis. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial ekonomi. berwawasan luas. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal. keadaan keluarga. Cinta kasih dan lembut hati c. dan puncaknya sampai mengetahui kondisi “isi kantong” dan kegiatan harian secara detail sepekan penuh. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 71 . membantu orang yang membutuhkan dan sebagainya. kepekaan hingga aspek fikriyah seperti orientasi pemikiran.Ciri Mutsaqaful Fikri (intelektualitas yang berkembang dengan baik) terwujudkan bila pribadi ini pandai. menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak berfaedah serta memanfaatkan waktu untuk beribadah. memperhatikan hukum-hukum tilawah. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin itu hatinya lunak. Kemudian Muwashafat Harishun Waqtihi (menjaga dan menghargai waktu) nampak bila pribadi tersebut senantiasa bangun pagi. komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah. “Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya.

Menjauhkan diri dari sifat ta’asub (fanatisme buta) yang membuat orangorang yang taqlid terhadap seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang ma’shum (bebas dari kesalahan) kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah: 1. buku hadits dan ilmu hadits dan lain-lain. 3. Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada kebenaran c. Serius dalam segala urusan. Hendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling memikul beban saudaranya. 4. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang b. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi 3.Jika itu sudah terwujud maka tafahum akan mampu memberikan arahan-arahan positif berupa : a. Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :  Skala prioritas amal  Tahapan-tahapan dalam beraktivitas d. tegang. Dr. menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Tolong menolong sesama muslim 4. oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari I’tikaf satu bulan di masjidku ini”. mentadabbur ayat-ayatnya. Istiqamah dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak membaca. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah. adanya kasih sayang dan keterkaitan hati. Menuju puncak tafahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu (3) Takaful (saling menanggung beban). dan gersang. Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah. membaca buku tafsir dan ilmu tafsir. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salafusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab Al-’Ubudiyah. Adab-adab Halaqah Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi. Hanya kebenaranlah yang wajib diikuti. melainkan tetap diwarnai keceriaan. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku. kasih sayang. 2. Saling menjamin (takaful) dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama peserta halaqah. 2. kehangatan. Sehingga apabila ada perbedaan pendapat hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 71 . kemudian hadits lainnya “Barangsiapa memasukkan kegembiraan kepada satu keluarga Muslim Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga” Takaful memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut : 1 Saling mencintai.

selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri. barsahaja dalam hal cara berpakaian. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan seseorang. kemudian memperbaiki dan membersihkan niat. dan akal saat menghadiri liqa halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor. rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. bertegur sapa dan tidak menyakiti perasaan. 6. dan sesama peserta halaqah. meminta izin ketika melewati mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menetapkan skala prioritas bagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya. Melakukan Ishlah (koreksi) terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya untuk mengingatkan dan bukan mengadili. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak melupakan jasanya. sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. mengucapkan salam. bertaqwalah kepada Allah. per bulan atau per tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya. Mula-mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani. secara lebih spesifik ada adab yang harus di penuhi oleh peserta/anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri. yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut: Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 71 . mengingatkan bahwa agenda aktivitas halaqah harus di “planning”. ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah. Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia tsiqah (percaya) dan taat selama sang murabbi tidak melakukan maksiat. ruhani. terhadap murabbi. Kita tidak bisa mengatakan: “Ah bagaimana nanti saja”. Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan ghibah dan namimah terhadap seseorang atau jama’ah tertentu. 7. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa izinnya. Agenda Aktivitas Halaqah Agenda aktivitas halaqah atau baramij halaqah adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan dengan matang dan seksama. direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu kangen. Selain adab-adab pokok tersebut. bertaqwalah kepada Allah. Selain itu juga besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia. meminta izin dan berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun. Lalu berusaha konsultatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang urusan-urusan dirinya kepada murabbi. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung. hendaknya semua peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan. sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan. lalu diakhiri dengan makan siang. makanan dan tempat pertemuan. hendaklah setiap diri memperhatikan bekal apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. melainkan kini paradigmanya harus dibalik: “Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik”. Ayat Al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat ke 18 yakni: “Hai orang-orang yang beriman. yang jelas baramij halaqah yang pokok. Agenda aktivitas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan.5. Terlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali. Dan akhirnya adab terhadap kolega. memberi salam.

penugasan kliping atau daurah “upgrading” dengan mengundang guru dari luar. ada saja yang lupa atau peserta-peserta sudah terlanjur bubar. 4. Infaq. bedah buku. Mutaba’ah/pemantauan dan diskusi Ta’limat/pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau info-info penting yang mendesak Ikhtitam berupa do’a penutup yakni do’a rabithah atau do’a persatuan hati. Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan da’wiyah bisa berupa penugasan untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Iftitah (pembukaan) bisa berupa taujih (pengarahan) dari murabbi atau 2. 6. rohani dan intelektualitas (jism. Talaqqi madah. 3. sekilas info berupa analisis atas masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat. Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan. Hendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta halaqah yang paling baik bacaannya. Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial. 7. musafir atau piknik bersama dan pemberian Kiswatul ‘Id dalam acara misalnya Gebyar ‘Idul Fitri (Gembira bersama yatim di saat ‘Idul Fitri) Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani. 5.1. khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mujahid-mujahid di dunia Islam seperti Palestina. maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah ketiga aspek tersebut. ruhi dan fikri). karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar. pemeriksaan kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola. murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah Pemula dan Muda secara disiplin dan cermat agar muwashafat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam diri peserta halaqah. Ambon dll. Acara tahunan berupa Tarhib Ramadhan dan ‘Idul Fitri bisa disemarakkan dengan menjadikan ifthar shaim untuk dhu’afa. Misalnya acara jalasah ruhi atau buka shaum sunnah sebukan sekali. Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi. Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. bakti sosial atau penjualan sembako murah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 71 . Tilawah dan tadabbur. acara yang secara rutin sebulan sekali dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. Hendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. membina remaja masjid dsb. jalan kaki atau bulu tangkis bagi laki-laki. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana taqwim/penilaian yang efektif karena seseorang akan terlihat sifat aslinya bila sedang menjadi musafir juga akan terlihat apakah ia mau berinisiatif berkerjasama dsb. Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat ukhuwwah. memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu. kotak infaq (sunduq infaq). peserta halaqah dilatih untuk rutin. Bisa juga acara ziarah itu berupa ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan. Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara rihlah atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih penuh.

Halaqah Pelajar Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada naungan selain naungan Allah. tawuran. shaum sunnah. mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 71 . Masa-masa ini sulit karena kematangan biologis. cermat dan konsisten agar ahdaf halaqah terealisir. Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki skill atau ketrampilan.Aspek fikriyah bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku. buruh atau pelajar. dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah. jahit menjahit. Umar ibnul Khathab r. ifthar shaim. Sirah Ibnu Hisyam. mutaba’ah tilawah. olah raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar. mahasiswa atau akhwat dan halaqah akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda yang terdidik. Seyogyanyalah sejak usia SLTP dan SMU. Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta halaqah yang sejenis atau seprofesi. tahsin dan tahfizh. membaca kitab-kitab Hadits dan Sirah Nabawiyah. namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas. ziarah ke orang-orang shaleh. Sesuai dengan perbedaan taraf inetelektualitas. Said Ramadhan Al-Buthi. membaca kitab Targhib wa Tarhib. faktor fanniyah pun perlu diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak. seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fikriyah (intelektualitas) sehingga dampak berupa kenakalan remaja. kewiraniagaan. pemikiran atau perbedaan latar belakang yang mecolok. kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesifik di antara jenis-jenis halaqah tersebut.a pernah berkata: “Kalau ingin menggenggam dunia. genggamlah para pemudanya”. bergaul. Bila baramij halaqah tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik. Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen Tertentu Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa. Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh. Ghazali. Manhaj Haraki Lis Sirah An-Nabawiyah. mengemudi motor atau mobil dan jurnalistik. Fiqh Sirah M. membaca Ma’tsurat. keterjeratan/keterperangkapan pada narkoba dan pergaulan bebas semakin marak. daurah “upgrading”. biografi sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan sumber-sumber rujukan seperti Riyadhus Shalihin. di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. pelajar. Berikutnya aspek ruhiyah dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah. Fiqh Sirah Munir Muhammad Ghadban. Halaqah Mahasiswa Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan. Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim pula disebut ABG (Anak Baru Gede) berada di masa-masa transisi/pubertas.

pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah. mereka bisa menjadi kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula. SLTP atau maksimum SMU. menjahit.perubahan besar di masyarakat. mereka pun hendaknya secara berkala di up grade melalui daurah-daurah tarqiyah (up grading). Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. faham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti shift. Halaqah Buruh/Pekerja Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan industri. merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan mengemudi. Asal kita bisa mengarahkan dengan pas. tarbiyatul aulad (pendidikan anak). menata rumah. wanita tetap memiliki hak dan kewajiban yang spesifik sebagai seorang anak wanita. hampir bisa dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya. Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 – 1996 ketika membuka dompet Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudarasaudaranya di Bosnia. bahwa banyak sekali pekerja-pekerja wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan infaq mereka. Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa pembekalan fanniyah yang berkaitan dengan ke”rabbatul bait”an (kerumahtanggaan) seperti kursus memasak. Dalam hal evaluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan. ibadah dan syari’ah. namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. Halaqah Akhwat Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat. haid dsb dan Tarajimun Nisa’ (biografi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam). Selain mereka disupport untuk aktif melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus. kedewasaan kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada fitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq. Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraf intelentualitas yang terbatas karena umumnya lulusan SD. Walaupun tidak ada perbedaan tugas. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar. Kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu. kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah. akhlaq dan jihad. Dengan kata lain mereka tetap menjadi sasaran da'wah khosshoh yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan back up/daya dukung ruhiyah yang memadai. Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga berkepentingan mendekati. da’wah dan bekerja dalam sebuah team work. menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai kaum proletar. Fiqh Nisa’ (fiqh wanita) seperti thaharah (bersuci). Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 71 . karena hanya wanitalah yang mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita. kepada halaqah akhwat ini juga harus diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti daurul mar’ah (peranan wanita). Sehingga selain diajarkan hal-hal yang pokok seperti aqidah. istri dan ibu. diskusi panel.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 71 . Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugastugas kerumahtanggaan dan anak dapat mengendurkan semangat dan menurunkan aktivitas serta produktivitas akhwat.Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa athifiyah (kelembutan) dan kepekaan wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan friksi-friksi dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati. Waallohu A’lamu bisshawab. Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata. direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius oleh tenaga-tenaga pembina yang handal.

FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi. Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks.Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2.PROFIL MUROBBI MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang. ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami. Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu . seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151. Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah . 1.kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses. Artinya. Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu. mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 71 . membersihkan jiwa-jiwa kamu. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT.Sebagai contoh.bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus .Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah. DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi.karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya.yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah].latarbelakang ilmiah yang yang memadai.Demikian pula membngun manusia dengan proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi profesional. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu. [yatlu ‘alaikum ayatina] 3.pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[attaujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif].dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih . Berfirman.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya. membangun sebuah rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional.

2. potensi. 1.a. Artinya. Psikologi.anakanak. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. a. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah. Ilmu syar’i. Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11. kemampuan dan potensi mutarobbi. “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4. tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah.dan orang dewasa.Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca.remaja. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai . Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3.diantaranya. b.membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmuilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar. Memiliki ilmu. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut . Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah].Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan. Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas. d.akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini. c. murobbi yang sangat tahu tentang kondisi. seperti karakter manusia sesuai dengai usianya. Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional. 1. salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i.karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c. b. dalam hal ini Rasul SAW. kesiapan dan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 71 . Mengetahui kesiapan.

dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara. manhaj. taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri .walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan. kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi. khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan. 5. dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi. seminar.untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan. a. 4. 6.[H.ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial. proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan.dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri . tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan.oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi.murobbi harus melakukan penilaian terhadap .kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”. sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya .kemampuan mutarobb. metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral.tugas dankendala serta solusinya . media. sarana. pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim]. Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi. jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain. tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah.agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya. karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi]. akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu. moralitas.Muslim]. b. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 71 .dan tidak semua orang memilki kemampuan ini. Menilai program .dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah]. mentalitas dan emosional. akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis. pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya. ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah. Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah]. c. banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya.karenanya ia tidak dapat mentarbiah . terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima.R. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki. 2. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah. 3. e.kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain.Murobbi mengevaluasi dirinya.

afeksi (perasaan) dan konasi (kecenderungan untuk melakukan) sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah.karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad . Allah SWT. tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt. SARANA TARBIAH Pendahuluan Tarbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang kaaffah harus mendapat porsi terbesar kehidupan seseorang. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional. Peran peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati .sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu.bukan kesan pribadi atua emosional. Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku.telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka . Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah. Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan keikhlasan. keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta. Dengan kata lain para murobbi harus siap dengan berbagai proses kreatif dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai marhalahnya. 7. Partisipasi aktif dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap levelnya yang berjalan secara efektif.maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya . pengembangan dan evaluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Diharapkan pada setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi (konsep pengetahuan).maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’. apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang dewasa. Kesiapan para murobbi untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting. Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak sama dengan pendidikan anak-anak. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah]. Tugas seorang murobbilah untuk memotivasi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. proses. Dengan komunikasi dua arah diharapkan peserta dapat memahami setiap nilai secara baik. Sarana. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 71 .d. Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang dewasa ini. Kesadaran peserta akan apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah.

Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan. Murobbi. bekerjasama dengan para suami. seminar. perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional. • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib. mengatur alur informasi sesama peserta. serta peserta lain sebagai bendahara. halalkan dan syariatkan. i. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. rihlah. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada. mukhayyam. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim. sebagaimana juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat mewujudkan kemanfaatan dan keselamatan bagi diri.DR Ali Abdul Halim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat Taarbiyah Ikhwanul Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia: …selain itu. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah swt. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. sehingga terealisir ahdaf halaqah. •1 Pengelolaan halaqoh bagi marhalah Pemula dan muayid bertumpu pada murobbi. tarbiyah Islamiyah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realitas hidupnya di bumi dan di alam materi ini. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. agama dan masyarakatnya. ta'lim dan penugasan. dauroh. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. 26) Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari.(hal. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah. Halaqoh •1 Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ? Manhaj Tarbiyah 1421 H mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. tatsqif. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan  Iftitah  Tilawah dan tadabbur  Talaqqi madah  Mutaba'ah dan diskusi  Ta'limat  Ikhtitam Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 71 . Dan itu secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan Tarbiyah Islamiyah. Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah.

vii. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw. Penjelasan materi . Mengkaji maraji' yang disarankan. vi. mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta. v. dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat. Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang. pelibatan peserta. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. Tarbiyah Fardiyah Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. Selain kehadiran dan talaqqi. Rihlah Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. viii. manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi.• Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik. Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081): .. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi. ii. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta. iv. tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi. Hanya memberi tak harap kembali. askari. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Dauroh/Kursus Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta. bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak) . fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan.. meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah. Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt. Misalnya: kasih ibu. ceramah atau dialog. Ta'lim Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 71 . Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut . iii. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya. partisipasi aktif peserta sangat menunjang peningkatan pemahaman. Mukhayyam Mukhayyam adalah sarana penghimpunan. kepada beta… tak terhingga sepanjang masa. pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. kecuali untuk akhwat. ruhi dan fikri. Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. mengeratkan ukhuwwah.

Sebelum menutup acara murobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh diantaranya: α Metode penyampaian yang beragam. jurnal. Khusus tentang jurnal akan diuraikan di lampiran. Tanpa memberi penilaian terhadap masing-masing pendapat murobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah (1D232) yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Tidak kurang pentingnya adalah partisipasi aktif para peserta dengan berbagai kreatifitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor manhaj 1421 H. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. Sedapat mungkin melibatkan keaktifan peserta. membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh murobbi dengan tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-sendiri. maka pengembangan sarana tarbiyah sangat tergantung pada para murobbi serta peserta itu sendiri. α 0 Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. gambargambar di koran atau majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi. Kelompok aktivis biasanya kreatif namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena aktivitasnya. Di dalam halaqah akan tampak kreatifitas peserta mempengaruhi dinamika kelompoknya. Dapat dilakukan dengan pre test. Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah Setiap murobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. Metode curah pendapat (sharing) dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut. Bila seorang murobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah. sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat tergantung pada kreatifitas murobbi dan pengelola. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan peserta pada saat tersebut. Sebaiknya dilakukan workshop antar murobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatifitas. Dan disadari bersama kiat-kiat tersebut sangat spesifik bagi kelompok dengan karakter tertentu. membuat tlisan atau artikel dan sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim. maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. bahas buku. permainan. Mengingat murobbi lebih memahami kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 71 . α1 Metode evaluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis. Dimulai dengan 'opening session' (sesi pembuka) untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi. Selain dengan skematik. dll. dapat dengan narasi. Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah: Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. dialog.Ta'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ? Seperti telah diuraikan sebelumnya. Artikel. Dengan demikian para murobbi perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing kelompok. Dilanjutkan dengan diskusi. Penutup Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa.

Kelompok Kajian Manhaj Tarbiyah. Ali Abdul Halim. PEDOMAN PEMBINAAN KADER-KADER ISLAM DAN DA'WAH. Mahmud. 2. PERANGKAT-PRANGKAT TARBIYAH IKHWANUL MUSLIMIN. memberi kelapangan hati. Maraji : 1. Terjemahan dlm bahasa Indonesia. kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Semoga Allah Swt.maka dituntut kreatifitas dan komitmen terhadap kelangsungan perkembangan tarbiyah di negri ini. Amin Wallahu'alam bisawab. Era Intermedia. 2000 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 71 . 1998.

Korupsi. saya baru tau kalo' sebenernya ilah itu bukan Bagaimana tanggapan anda hanya tuhan yang kudu disembah aja. yang seharusnya kita dapat melakukan sesuatu yang berguna 2.Lampiran 1 Contoh kuis tertulis 1. Dilakukan berulang-ulang 5. Sedangkan jika disebut kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya.. Saya berharap bisa ii. …………………. Siapa nama anak-anak fulan ? iv. Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran 2. Contoh jurnal harian 1. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 71 . ya Islam itu agama yang udah ditentukan ame Allah dan sebenarnya waktu kita belom lahir kan udah diberi kesaksian tentang hal itu setelah materi: Kemudian. Coba sebutkan nama orang tua dan alamat fulan (teman se liqo) ii. kolusi dan nepotisme sesudah materi: terjadi karena kurang tegasnya aparat penegak hukum. Apa yang tidak disukai fulan ? iii. Maksudnya. Bagaimana pendapat anda berhati-hati dalam bertindak karena bisa fatal tentang ziarah kubur ? kalo salah catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari muwashaffat Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah yang semuanya pelajar SMU sehingga cara mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa. 4. saya berfikir bahwa sesungguhnya semakin nyata perjuangan Islam melawan kaum nashoro dan yahudi. Kuis untuk mengukur salah 2. Contoh permainan ukhuwwah : 1. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (1A031) sebelum materi : Islam itu. Tapi tentang pernyataan di atas? ternyata sangat luas. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata "ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya. Pembahasan materi Ma'na satu muwashaffat Syahadatain (1A036) i.agama yang emang dari dulu udah ada. Peserta menghafal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya 3.. Kuis taakhi: i.

apakah malas tsb indikasi keraguan pada Allah ? Naudzubillah…. Apakah kita masih meragukan Allah dan Rosul ? Jangan tenang-tenang aja… lihatlah diri kita karena antara keimanan dan syirik itu sangat tipis… so. •1 Peserta 2 Alhamdulillah… Tangisku dalam jiwa… Rabbi…aku takut ALLAH… kenapa tipis batas kemusyrikan itu sedikit saja licin. lindungi hamba. Mengandung dua fungsi : tarbiyah dan takwim. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh murobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh murobbi.. 2. semua yang kita lakukan benar-benar harus dipertanggungjawabkan pada Alloh dan Rosul. sehingga mungkin ketika itu ybs mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afwan hari ini ana ngantuk berat… atau sedang punya masalah: hari ini saya nggak bisa nangkep apa-apa soalnya lagi ada masalah.. Rugilah hamba yaa ALLAH Rugilah hamba yaa ALLAH seandainya amal-amal itu hanya berupa kapas putih ringan beterbangan syetan…. Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara verbal (dapat berupa tulisan biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta) sehingga bersifat rahasia antara murobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi.lembaran-lembaran itu sedang kutata lagi masih lagi kususun…. Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh dari 3 orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik (kode lama B5 kode baru 1A03): •1 Peserta 1 Kita telah dewasa. bagaimana dong. Yang menjadi masalah kita adalah "malas". selimuti hamba darinya setelah semua coba dibangun dan runtuh.Lampiran 2 : Buku Jurnal 1. 3. Fungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal sebagai media komunikasi dua arah dan fungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta. ups. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh murobbi dan dikomentari dengan kalimatkalimat penguat yang menandakan adanya perhatian dari murobbi 6. ALLAH…. aku tergelincir astaghfirullah…….syetan ALLAH. Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh murobbi 5. Jadi kita harus super hati-hati dan super menambah ilmu dan kekuatan iman kita pada Allah.jangan lagi jangan lagi kembali sejak awal ALLAH…seandainya peringatanMu bukan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 71 . hilang tak bersisa akankah ??? Tidak. 4.

hingga akhirnya terbebass!!! #1 Jadi kembali teringat dengan "furqon" yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa  jadi kunci untuk menghindari syirik. Perbaiki hubungan dg semua! Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 71 . ALLAH.sebagai tanda uluran kasih dan cintaMu seandainya KAU biarkan selalu terlena maka. Ini dapat menjadi bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh murobbi dan takwim ireguler oleh usroh. namun demikian ketiganya telah nampak memadukan pengetahuan. perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. dengan bahaya-bahayanya begitu tipis sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mendeteksi. aku lemah tanpa daya buka hati ini untuk mampu membedakan warnai jiwa ini untuk senantiasa peka dan mengerti kemana wajahku harus kuhadapkan dan mengetahui dimana saja wajah dan cintaMu bisa kutemui…. tiadalah aku berbeda dengan mereka yang KAU murkai… ALLAH… hamba bodoh. #0 Action for the family : -0 menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah How ??? First of All. ijinlanlah! •1 Peserta 3 Catetan!!! Terlambat banget… insight yang didapat: #0 Syirik.

Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya. Untuk percobaan melaksanakan metode baru. menyingkat waktu. supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas. 2. 6. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponenkomponenya. 3. perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam :  Pendidikan pre service. yaitu bagi calon guru: 1. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan. sikap serta ketrampilan tertentu. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching. 1. kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada. mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan.  Pendidikan in service.” Maka dengan memperkecil murid. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin. yaitu :  Jumlah siswa 5-6 orang  Waktu mengajar 5 – 10 menit  Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana  Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. 3. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. Pengertian Micro berarti kecil. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 71 . Tujuan operasional Micro Teaching 1. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan. nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya. 2. dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan. Mengembangkan sikap kritis murobbi. 5. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain 4. 2. yaitu bagi guru atau penilik.MICRO TEACHING Latar belakang Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. Teaching berarti mendidik atau menajar. terbatas. sempit. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik.

Keterampilan bertanya  Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas  Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah.Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 71 .  Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi). Keterampilan memberi motivasi  Mengucapkan ‘baik”.Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. 9. anggukan atas partisipasi siswa. 12.  Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. Materi Kegiatan (program Kegiatan) Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching. b. Keteampilan khusus itu meliputi:  Ketrampilan membuka pelajaran  Keteampilan memberi motivasi  Ketrampilan bertanya  Ketrampilan menerangkan  Ketrampilan mendayagunakan media  Ketrampilan menggunakan metode yang tepat  Ketrampilan mengadakan interaksi  Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal  Ketrampilan penjajagan/assesment.Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan. c. agar siswa memberi jawaban yang benar.  Memberi pengarahan sederhana dan pancingan.  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis. Dengan menggunakan video Tape recorder maka : 8. bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan  Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa.Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya.  Ketrampilan menutup pelajaran. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri.  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. ya. 13. Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut : a. 10. bagus. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali.  Memuji dan memberi dorongan dengan senyum.7. 11. Keterampilan membuka pelajaran  Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa  Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar.

 Penggunaan contoh.dalam menyampaikan pertanyaan  Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa. usul dan semacamnya. ilustrasi. sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti.  Menguasai dalam penggunaan metode tersebut. f. d. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu.  Guru trampil menggunakan media. badan. Keterampilan menggunakan metode yang tepat  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. e.  Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.  Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.  Ada pengaruh langsung yang berupa :  Informasi  Pengarahan  Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif  Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :  Mendengarkan  Mengamati  Menjawab  Bertanya  Mencoba g.  Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM. Keterampilan mendayagunakan media  Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan  Teknik mengkomunikasikan media tepat.  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas.  Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan.  Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut  Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan. dan semacamnya menarik perharian siswa. baru menunjuk  Guru menggunakan teknik -pause.  Guru menjelaskan respon siswa. h. Keterampilan penampilan verbal non verbal  Gerakan guru wajar dan bertujuan. reaksi. dan wajah cukup bervariasi  Suara guru cukup bervariasi.  Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa. lemah dan keras.  Gerakan guru bebas  Isyarat guru menggunakan tangan.  Aspek mengadakan interaksi  Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar. Keterampilan penjajagan/assesment Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 71 . analogi. Keterampilan menerangkan  Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran  Keterangan guru menarik perhatian siswa  Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa.

Waallohu A’lamu bisshawab.  Waktu / bilamana diadakan micro teaching  Tempat. Keterampilan menutup pelajaran  Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat. Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan. dimana kapan diguanakan.  Follow up. peserta didik/siswa guru.i.  Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching  Sarana dan prasarana. ahli teknik alat rekaman)  Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan. Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru.  Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.  Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa  Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 71 . orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian.  Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian  Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya  Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan.  Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan.  Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima. pelaksanaan micro teaching  Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek.

verbal atau gabungan dari berbagai media (multi-media). 4. Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah difahami. Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan efisiensi presentasi. visual. Kiat-kiat Presentasi yang menarik Agar presentasi menarik. Dengan mengetahui medan ini. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian. Pada intinya. serta waktu presentasi. Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para instruktur (pengajar) karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan efektif menjelaskan bahasan-bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak membosankan dan melelahkan. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan di awal atau di akhir bahasan. Pendahuluan Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu dengan menggunakan (multi) media dalam waktu yang relatif singkat. Membuat makalah yang sistematis. bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia. seperti: data. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. maka pendekatan verbal menjadi pilihan yang memadai. atau suatu proses (kejadian) pendekatan visual dengan gambar-gambar grafis yang relevan akan sangat membantu mempercepat pemahaman peserta didik. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik audience. sehingga tidak ‘terjebak’ membahas sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan. fasilitas presentasi yang ada. c.PRESENTASI EFEKTIF a. berapa jumlah mereka. argumentasi. b. Bila bahan yang akan disampaikan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 71 . jelas urut-urutan dan poinpoin bahasan menjadi tuntutan pokok. Persiapan presentasi 1. paling tidak ada kesiapan antisipatif baik psikologis maupun teknis. Structure. menarik dan mudah dimengerti. dalil. Sebaiknya dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam draft yang ditulis dalam satu lembar kertas. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. presentasi mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis. Hal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan pertanyaan berikut: -0 Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ? -1 Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ? -2 Dapatkan saya membuat daftar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ? -3 Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan (informasi) untuk mensupport bahasan yang akan saya sampaikan. contoh. Media yang dimaksud dapat berupa media tulisan. Dengan kata lain. gunakanlah cara dan media yang paling komunikatif dan mudah difahami. kasus dsb ?? 2. hendaknya dilakukan hal-hal berikut: 1. 3.

6. slide. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. Support. Smart-smile. games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik bahasan. Kesimpulan : -8 butir-butir atau catatan penting -9 diskusi dan pertanyaan 2. hand-out. jalan. gambar. jelas dan bervariasi. Pengantar : -4 membangkitkan perhatian dan minat peserta -5 memaparkan ikhtisar materi bahasan b. Show. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan sesuatu yang mengejutkan. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji: pakaian. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada sejumlah pendengar. papan tulis. Artinya. transparancysheet. Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. berdiri. menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat. susunlah dengan bentuk sebagai berikut : a. dalil. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian pendengar. meminta tanggapan ataupun komentar mereka. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami. Apabila kesan pertama penyajian menggoda. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali secara utuh pokok Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 71 . Stop. data. matriks atau grafis yang yang jelas. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. skema. Bila penyaji hanya duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. Bagian utama : -6 sejumlah judul utama (main points) -7 beberapa sub judul c. Summarize. Surprise. Simple. jangan hanya menggunakan lembar text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran. 10. memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal manakala dalam proses penyampaian. maka selanjutnya menjadi terserah anda. flipp chart. Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out. Penyajian jadi sangat membosankan apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang. kerapihan dan kebersihan serta wewangian. 4. 5. Style. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan relevan dalam bentuk kasus. terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit. contoh aplikatif. 3. Gunakan kasus. tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan pendengar. Shape. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek. mudah dan menarik. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks. sapaan. 8. Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk. 7. senyuman.sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis. 9. data dan fakta. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. pertanyaan. Apakah dalam bentuk makalah.

bahasan yang telah disampaikan. Selain itu. d. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 71 . sambil terus memberi kesempatan kepada audience untuk memperjelas hal-hal yang terlewat. juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat. Waallohu A’lamu bisshawab. memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan presentasi. Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian. Penutup Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya.

Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik. pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di lapangan. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain. dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. M.Pd. para anggotanya perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik. dan 4.. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas. Ciri-ciri nya adalah: 1. Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap aktivis dakwah dalam setiap langkah-langkahnya. Dalam perkembangannya. Pengertian Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama. Slamet Santosa. dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja. proyek dakwah dari Allah SWT ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 71 . Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs.DINAMIKA KELOMPOK (Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja. Melihat hal tersebut. 2. Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersamasama. mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas halaqohnya. melainkan dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama’i. Dengan demikian.i dalam halaqoh tarbiyah) Mukaddimah Tuntutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tak dapat ditawar-tawar lagi. adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan tertuju dalam tujuan yang sama. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok. Kemampuan ini sangat membantu dalam menghidupkan amal jama’I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu. urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah : 1. mengenali permasalahanpermasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya. 3. makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbagai bidang.

Dalam kasus ini misalnya seorang a’dho/anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. anggota dengan murobbinya. Solusi atas Kendala yang terjadi Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konflik antaranggota. dan sebagainya. individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat. dan sebagainya. pembagian tugas.2. arah pilihan. Dia bukan berada dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain. individu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya 4. dan ini terlihat pada perubahan dalam kelompok. keringnya nuansa ukhuwah antaranggota. kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang. perkembangan kelompok Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya. sebaliknya bila solusinya tidak tepat. mewujudkan amal jama’I yang sehat Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh adalah sebagai berikut: 1. tujuan bersama. dan sebagainya. perpecahan kelompok. dan sebagainya. tentukan dahulu persoalan dengan tepat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 71 . Hal ini terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan. motive/dorongan Persoalan motive atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok seperti kesatuan berkelompok. Misalnya. bentuk hubungan. Kasus ini misalnya adanya a’dho yang tidak memiliki quwwatul indhifa’ dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami kendala dalam aktivitas halaqohnya 3. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah. di mana pun ia berada 3. 4. usia anggota sangat berjauhan. perbedaan kedudukan antaranggota. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola aktivitas halaqoh yang dianggap tak sesuai dengan harapan anggota 5. 2. anngota dengan keluarganya dan sebagainya. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya 5. Dengan solusi yang tepat diharapkan konflik mereda dan hilang sama sekali. tugas pemimpin. Bagaimana mengatasinya : 1. senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok. Konflik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. atau ditinggal murobbi tanpa pengontrolan. intensitas anggota. orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. nilai kelompok dan sebagainya. kohesi/persatuan Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok. seperti proses pengelompokkan. pimpinan Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. konflik masih tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan kefuturan bagi anggota itu karena akumulasi kekecewaan-kekecewaan. Kasus lain misalnya. struktur Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan.

dan pemimpin-pemimpinnya 3. Amal jama’I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. sehat manhajnya (billah). tuntutan karakteristik gerakan dakwah Pokok-pokok Amal Jama’I Pokok-pokok amal jama’I meliputi : 1. dan berkelanjutan (istimroriyah) untuk menopang jihad di jalan Allah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 71 . merekalah orang-orang yang beruntung. Sebaliknya. mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah Amal Jama’I Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian. mengembangkan sikap mendengar aktif. Di sanalah sang murabbi akan menjadi fasilitator bagi terwujudnya amal jama. tuntutan sunnatul basyar 3.2. Atas dasar ini Allah SWT mengisyaratkan dalam AL Quran dengan firman-Nya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan. Rasul. dan umpan balik antar peserta dengan murabbi 4.” (Ali Imaran : 104) Tampak dalam ayat tersebut Allah SWT mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama.I Urgensi amal jama’I dalam Islam adalah : 1. keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat. tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah SWT 4. perasaan. arti pentingnya. Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi gerakan Islam. bersungguh-sungguh (jiddiyah).I bersama para anggotanya. sehatnya loyalitas (wala’u) anggota (2: 130-132) yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan kepada Allah. Sebab ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah. kendala. Urgensi Amal Jama. sehatnya orientasi (ittijah) anggota ( 6 : 75-79) yang meliputi sehat mabdanya (lillah). dan sehat ghoyahnya (ilallah) 2. munculkan perilaku asertif yakni a. pesan diri. dan putusan pribadi seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain b. menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. kehendak. seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini – dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama’i. tuntutan sunnatullah fil alam 2. sehatnya amal anggota (2:124) dengan karakter anggota yang berkorban (tadhiyah). kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara timbal balik 3. dan solusi. gunakanlah manajemen konflik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution 5.

Dinamika Kelompok 3.Sasaran Amal Jama’I Sasaran amal jama’I pada setiap anggota adalah : 1. Proses Pengembangan Diri SCHEDULE PELATIHAN DINAMIKA KELOMPOK No . pernikahan. ketsiqohan dengan murobbi. Drs. dan sebagainya 2. Slamet Santosa. pengontrolan. Manhaj 1421 H 2. Mustafa Masyhur. Pelatihan Dinamika Kelompok 4. Amal Jama’I 5. Hildegard Wenzler-Cremer dan Maria Fischer. tercapainya perencanaan. Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama’I dalam halaqoh tarbiyah. M. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusif bagi pemunculan ukhuwah bainal a’dho. menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan mengembangkannya 4. dan ketaatan anggota pada murobbinya 3. menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah Penutup Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma’nawi 2. Kegiatan Agenda Acara Sasaran Menyepakati agenda acara Wak tu 5’ Pelaksanaan Alat/Med ia Transpara nsi Keteran gan 2. Waallohu A’lamu bisshawab. rihlah. tercapainya keterlibatan anggota secara aktif dalam menyukseskan amal jama’I di halaqoh tarbiyahnya pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas.Pd. badan usaha. 1. Tercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama’I Mendinamiskan Halaqoh Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah : 1. Ice Breaker Tercapai 15’ Instruktur memperlihatka n agenda acara Peserta menyetujui agenda tersebut Intruktur Pluit Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 71 . Maroji’ 1. baik dalam bentuk kepanitiaan majlis ta’lim. pelaksanaan. Modul ini akan dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang diharapkan. dan evaluasi atas amalamal dakwah secara baik dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar. 3.

B giliran menanyakan sesuatu pada A. Sharing 4. Cerkat Dinamika Kelompok Peserta berbagi kelompok dan bahas “dinamika kelompok menurut saya” Instrukur bahas Dinamika Kertas. spidol Tranpara nsi Kertas Page 45 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Game 5. Instruktur meminta pasangan A menyampaika n tentang B dan sebasliknya di hadapan peserta. Diskusi Tersampaikan 10’ perasaan peserta ttg daurah murobbi yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah diberikan Memperlancar 20’ proses perkenalan Mengurangi kecemasan yang dialami pada permulaanlatih an Terungkap 30’ tinjauan peserta terhadap dinamika kelompok Tercapai pengetahuan peserta 25’ memandu ice breaker : wawancara AB A menanyakan sesuatu (bisa tentang acara atau yang lain) kepada B.suasana pelatihan yang cair Tercapai upaya mengatasi kebekuan 3. Tersampaikan perasaan peserta dalam kegiatan tersebut Ada di fotokopi Lembar Game berjudul tanda Tanda Tangan tangan Pensil 6. Setelah usai. B menyimak. Peserta menyampaika n sharing per individu.

Pembahasa Tercapai 25’ n : Amal pengetahuan Jama’i dan kesadaran urgensi dinamika Instruktur menjelaskan amal jama’I termasuk juga mendengar Potongan bujursang kar bolong Lembar petunjuk. dan solusi) Tersampaikan penyelesaian kasus kecil menurut peserta 7. 4 utas tali/benan g. Peserta mendengarkan uraian intsruktur Peserta terlibat dalam game (fotokopi) bujur sangkar bolong 11. 4 amplop kertas dan alat tulis Transpara nsi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 71 . Istirahat 10’ Kelompok Flip chart Peserta makan dan minum Ada dalam fotokopi Game berjudul : Gambar Berantai : komunikasi Game Permainan Botol : Pemimpin Spidol. 10. cirri. kendala. Game 9. Terungkap 30’ pentingnya komunikasi dalam dinamika kelompok Terungkap pentingnya peran pemimpin dalam dinamika kelompok Cerkat Tercapai 15’ komunikasi kesadaran dan pentingnya pemimpin unsure dalam komunikasi dinamika dan pemimpin kelompok dalam dinamika kelompok Role Play : Tercapai 45’ Game dinamika kelompok. botol teh sosro kertas 8.tentang dinamika kelompok (pengertian.

kelompok dalam konteks amal jama’I 12. Jurnal Tercapai perasaan peserta terhadap materi pelatihan dinamika kelompok 5’ akti dan manajemen konflik (khusus win-win solution) (ada fotokopinya) Peserta Lembar menulis jurnal jurnal Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 71 .

“Barang siapa yang melihat kemungkaran. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 71 . jika tidak bisa dengan lisannya. Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya : “Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya”. dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi firman Alloh SWT yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap individu muslim. Status hukum dan prinsip-prinsipnya Tarbiyah fardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum. dan juga kita tahu sarana yang dapat merealisasikan keinginan – keinginan itu”. Ikhwah Fillah. 125. dengan menempuh proses “Takwin ba’da Tanbih” (Pembentukan setelah pengarahan) dan “Ta’sis ba’da Tadris” (Pemantapan atau pengokohan setelah pengajaran). Berkaitan dengan tarbiyah fardiyah Imam Hasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban Tarbiyah fardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. sesungguhnya amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan dijalankan oleh para Rosul ‘alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk menyingkap dan mengenali hakekat agama ini (Al-Islam) secara menyeluruh. dan an-nahl . semua itu adalah Taklif ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung jawab pada setiap individu muslim untuk mengemban tugas da’wah islamiah. diluar kelaziman pelaksanaan Tarbiyah Jama’iyyah pada umumnya seperti halnya dalam bentuk halaqoh. juga arahan nabawi yang mengarah kepada hal yang sama. Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja yang hendak menjalankan misi Tarbiyah Fardiyah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh akses (Relasi) dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi fikroh dan mengupayakan kepuasan objek da’wah (Mutarabbi Fardy) dengan fikroh-fikroh yang ditawarkan kepadanya. dengan keharusan melakukan interaksi sosial yang bersifat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-unsur pendekatan yang baru . Lantas sejauh mana urgensi Tarbiyah Fardiyah dalam konteks amal islami?. baru setelah itu mengajaknya terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da’wah. jika tidak bisa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan. As-syura : 15. Unsur-unsur pendekatan dalam Tarbiyah Fardiyah diusahakan agar seseorang pada awalnya tertarik dengan fikrah Islam melalui proses Tarbiyah dan Takwin. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat Fusshilat : 33. Adapun hadits Rosululloh SAW yang dapat dijadikan landasan syar’i Tarbiyah Fardiyah adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry . hendaklah ia merubahnya dengan tangannya.TARBIYAH FARDIYAH Definisi dan urgensi Tarbiyah Fardiyah adalah peran dan tugas individu dalam konteks amal islami. Berkata Imam Hasan Al-banna : “Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-langkah nya.

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan efisiensi dan efektifitas tarbiyah fardiyah : Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami, konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspekaspek tarbiyah fikriyah, ruhiyah dan akhlakiah. Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro’an dan pengamalan ilmunya. Ketiga : Al-bi’ah As-sholehah, ya’ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap individu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama. Keempat : At-Tajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da’wah dalam rangka membentuk kepribadian individu muslim dan memfokuskan hal itu. Kelima : Tadarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks Tarbiyah fardiyah hendaknya memperhatikan tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslahmasalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah “Kulliat Qobla Juziyyat” . Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan tampak membuahkaan hasilnya. Sarana dan keistimewannya Adapun sarana tarbiah fardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pendekatan Murabbi terhadap Individu mad’unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya (Liqo’), seorang Murabbi tarbiyah fardiah bisa memnfaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur’an, mengkaji hadits atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga memanfaatkan pertemuan di Halaqoh (ta’lim) Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana Tarbiyah fardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku yang bermuatan fikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari saranasarana tarbiyah fardiyah. Adapun selebihnya seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya lebih banyak lagi. Tarbiyah fardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling efektif , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap individu mad’u, keistimewaan Tarbiyah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak orang ke jalan da’wah. Tarbiyah fardiyah adalah salah satu gaya pendekatan (Uslub) dalam berda’wah, akan tetapi gaya pendekatan yang satu ini tidak mungkin efektif dan membuahkan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 71

hasil bagi kalangan juru dakwah dengan berbagai level mad’unya, karena para da’i yang memainkan da’waahnya dengan gaya ini dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da’wah dengan gaya pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah fardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya disebut dan dikenal sebaagai Da’i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da’i plus yaitu Da’i Murabbi. Karakteristik Da’i Murabbi Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da’i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan

menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida’wahkannya, karena seorang da’i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang trsebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila seorang da’i Murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada Mad’u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal;aah dam pembentukan kepribadian muslim sang mad’u itu sendiri. 2. Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang Da’i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang da’i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna mensifati Da’i Murabbi dengan sebutan Da’i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i Mujahid adalah : “Sosok seorang Da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang Da’i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da’i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalafusalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik). Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanaan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul). 3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seoarang da’i Murabbi tidak
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 71

lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam Tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhatihati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits) Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara mereka adalah imam Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Imam Al-banna : “Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhny ana sudah tahu” kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu” balas akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata”. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya Tarbiyah fardiyah merupakan seni yang hanya dapat dimainkan oleh para Da’i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar’i yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya, cita rasanya, struktur berfikir dan moralitasnya. Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj Tarbiah Fardiyah dengan segala uslub kerjanya. Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjalankan misi Tarbiyah fardiyah ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang tersebut, mengenali pikirannya,
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 71

antara teori dan praktek. dan ia meraasakan hubungan dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh SWT. Kedua : Periode aplikasi. antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal. akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan gerakan kolektifnya. setelaah akidah sang mad’u kuat dan amaliah syar’inya bagus. yaitu pantulan tabiat dari keyakinannya dalam prilaku. karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan lainnya. setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad’u. antar kulit dan isi . sebaliknya seyogyanya periode ini jangan hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis. karena hal itu merupakan faktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan terhindarnya kesalahn fatal dalm menyampaikan pesan-pesan da’wah. gerak-gerik. Ketiga : Periode pemetaan amal islami. Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual”. Dengan begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatif apa yang mungkin bisa dimplementasikan terhadap orang tersebut. persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. ketiga tahap priode perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad’u. Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng maslahat untuk didakwahi. dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar’i yang mengarahkan kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 71 . maka bila periode ini dapat dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan “ bainal madzhhar wal jauhar” antara esensi dan substansi. Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya (akidahnya) dengan amalan syar’i yang lekat secara menyeluruh pada dirinya dan muncul dari refleksi akidahnya. sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati kesempurnaan. Tiga periode perkembangan Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah : Pertama : periode pembinaan akidah. maka mulailah sang da’i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual (Rihlatul Iman). periode ini merupakan periode yang sangat fundamental dalam membentuk kepribbadian seorang muslim. dalam rihlah inilah sang mad’u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atributatribut keimanan. dengan kedalaman dan kemantapannya.pemahamannya. maka berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami (amal da’wah) dibawah naungan jamaah dan da’wah. akhlak dan ubudiahnya. akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : “Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa yang panjang. dan tidak bermanfaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat berda’wah. maka berikutnya adalah periode aplikasi . Kesimpulannya bahwa tarbiah fardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml jama’i. akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalahmasalah yang tidak bermuara pada amal.

apresiasi dan penghargaan. karena sesungguhnya da’wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan. seoarang da’i tidak dapat mengambil hati mad’unya. 3. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 71 . melainkan dengan Tanashuh (menjaga) dan Taghafur (mema’afkan) serta Al-Irsyad bil husna (membimbing dengan cara – cara yang baik. dan dia hanya bisa menyelamatkan agamanya. Waallohu A’lamu bisshawab. At-tarbiyah Tamhid wattasywiq. untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal. yaitu menjauhkan sikap agresif yang cenderung mencela dan mendiskriditkan. yaitu motivasi sang da’i Murabbi terhadap mad’unya. Ar-Rifq. karena untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama.ketika seseorang berkata kepaadanya : “Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela”. yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di perhatikan oleh sang Murabbi. yaitu kelemahlembutan. lalau jawab Ibnu samak : “Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar” (Tidak. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat al-Imran : 159. kecuali bila ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya. Makalah ini disadur dari Kitab “Mamarratul haq”. kelemah lembutan adalah asas dalam bermuamalah. akan tetapi kita bertemu besok untuk saling memaafkan). Tarbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan. At-Tasyji’. lissyaikh Ra’id Abdul hady. berupa “reward”. yang hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin. Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : “Rabiha Suhaib” (beruntunglah Suhaib). dan menerapkan kaidahkaidah tersebut disela-sela aktifitasnya dalam menjalankan tarbiyah fardiyah. Al-Ibti’adu anidzdzammi wattaa’aatubi. hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran. sebagaiman yang telah dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy. dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan. 4. 2. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah : 1. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud – Rahimahulloh. Juz a dan ba.Kaidah Asasiyah Terakhir.

Teladanilah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 71 . akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : “Tasyabbahu in lam takuunuu mislahum. Innattasyabbuha bil kiraami falaahun”. dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut. tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah?. sebagaimaana adagium mengaatakan : “Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal”. miringnya . itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui keteladaanaan mereeka sebagai murabbi. bagaaimana bayangan akan lurus bila tonggaknya bengkok. yaitu Rosululloh SAW. mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang. para tabi’in . memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala. Untuk memudahkan kita mencontoh halhal yaang baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang figur Murabbi. kemudian kita telusuri keteladanan figur murabbi para Sahaabatnya. bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa perintah dan larangan. hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya. Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya . dengan menampilkan “Suratun Hayawiyyah” atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktifitas pentarbiyahan. “Aina nahnu minhum”.STUDI SINGKAT SOSOK MURABBI TELADAN Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaf dan anda mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan?. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak. maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai figur murabbi teladan dalam sejarah. Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya di tengah-tengah keluarga anda. tegaknya dan lain sebagainya. Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ?. agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da’wah dan peningkatan kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . Itulah buah dari keteladanan. kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa sama dengan mereka. bengkoknya. apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Alahzab.ualam salaafusslaih hingga para Masayikh da’wah di zaman kita sekarang ini. sebagaimana pepatah mengataakan : “Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ‘uudu a’waj”. padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib. Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi figur murabbi teladan. ketealadaanan adalah cara berda’wah yang paling hemat karena tidak menguras enerji dengan mengobral kata-kata. lurusnya. kita akan mulai membahas keteladanan figur murabbi dari “Murabbi hadzihil ummah”.

“Qoulan sadidan” ( 4 : 9 ).jalannya lamban sekali” balasku. lalu Rosululloh SAW mengangkat keduabelah tangannya hingga tampak ketiaknya. mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau Ibunya sehingga hadiah tersebut datang kepadanya. lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu. sesungguhnya meneladanani oranorang mulia adalah satu keberuntungan. demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat”. Ia berkata : “Nabi SAW telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil zakat. balas Rosululloh SAW dengan nada bertanya. “Qoulan Balighan” ( 4 : 63 ). Jabir “ “Ontaku Ya Rosulalloh…. Keteladanan Rosululloh SAW Sebagai Murobbi Rosululloh SAW selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah direkomendasikan di dalam Al-Qur’an. “dengan janda ya Rosul” tegasku. sehingga aku tertinggal jauh dari rosululloh SAW. setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh SWT beliau berkhutbah seraya berkata : “Sesungguhnya aku megutus seseorang di antaara kalian sebagai amil zakat sebagaimaana yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT kepadaku. tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata .meski tidak sama persis dengan mereka. “Kenapa tidak dengan gadis saja sehingga engkau dapat “bersenang-senang dengannya” dan ia dapat “bersenag-senag denganmu”?. dan meninggalkanku saudara perempuan sebanyak tujuh orang. kemudian Rosululloh SAW menemuiku seraya berkata : “ Kenapa engkau hai. jika orang itu benar . Bukhari – Muslim ) Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya. lalu ia datang dan berkata : “ini untuk engkau dan yang hadiah untukku. Sebagai Murabbi Rosululloh SAW. saya serahkan kepada mu. sehingga tidak terjadi kesenjangan psikologis antara mutarabbi dengan murabbi. sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Humaid Abdirrahman bin Sa’ad As-Sa’idy RA. Rosululloh SAW bertanya kepadaku : “Hai Jabir. apalagi hal itu dilakukan di hadapan orang lain. bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah : “Qoulan Layyinan” ( 20 : 44 ). seraya berkata : “Ya Alloh. maka dari itu aku menikahi seorang wanita yang sekaligus dapat meenjadi pengasuh dan pembimbing mereka”. lalu aku berikan kepadanya dan beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya. demi Alloh tidaklah mengambil seseorang sesuatu yang bukan haknya melainkan kelak dia bertemu dengan Alloh SWT membawa barang yang bukan menjadi haknya “. Kemudian Rosulluooh berkata lagi : “Berikan kepadaku tongkat yang ada di tanganmu atau berikan aku sepotong kayu”. “sudah ya rosulalloh” jawabku. setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SAW seraya berkata : “ini hasil dari tugas saya . telah aku sampaikan” 3 x ( HR. “dengan janda atau gadis”?. “Qoulan Maysuran” ( 17 : 28 ). lalu Rosululloh SAW segera naik ke atas mimbar. apakah engkau sudah kawin?”. dan yang ini hadiah pemberian orang untuk saya”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 71 . tanya beliau lagi. dan “Qoulan kariman” ( 33 : 31 ). “Qoulan Ma’rufan” ( 32 : 32 ). hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : “Aku pernah keluar bersama rosululloh SAW pada peperangan Dzatirriqo’. Kemudian Rosululloh berkata : “Engkau benar insya Alloh”. lalu aku menjelaskan : “Ya Rasululloh sesungguhnya ayahku meninggal pada perang Uhud. aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya. Kemudian obrolan berlanjut .

wa maa lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah” ( Demi Alloh. aku tidak mau naik dan engkau juga tidaak perlu turun. Pada saat itulah Abu bakar memberikan taujih tarbawy dengan membacakan firman Alloh SWT. beliaulah yang memandu akidah dan fikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo menerima berita wafatnya Rosululloh SAW termasuk Umar bin khattab RA. maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar bil khattab RA seraya berkata : “ Hatta anta ya. seraya menambahkan penjalasan dengan kata – kata hikmahnya : “Man kaana ya’budu muhamma dan fainna muhammad qod maata. khusunya Tarbiyah Aqidiyah. lalu usamah menawarkaan agar ia turun Abu Bakar saja yang naik kuda. Walaupun mereka tidak memberikan hanya seutas tali unta yang harus diberikan kepada Rasululloh. Lau mana’uuni ‘Uqqoolu ba’iirin yuadduunahi ila Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty” ( sampai engaku juga Ya Umar. sebagaiman terjadi pada saat sebagian besar para sahabat (Kibaarusshahabah) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin Zaid. sejak awal Usamah merasa tidak enak karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya. agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain. seraya mengiringi pelepasan ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan.Keteladanaan Para Sahabat RA Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA. yang memimpin halaaqah besar di masjidil haram. Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit. dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khalifah pada saat itu juga sering menghadiri halaqohnya. biarkanlah kakiku bersimbah debu di jan Alloh ) Keteladanan Ulama Salafusshalih Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh. dan abu bakar berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SAW. padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SAW sebelum wafatnya. bukan hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq. Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih tarbiyah. Demi Alloh tidak akan berkurang agama ini (Islam) sedikitpun selama akau masih hidup. lalu abu bakar berkata : “Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta. dalam surat Ali Imron : 144. maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk memerangi mereka. Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan (Harakatul Irtidad). tetapi Barang siapa yang menyembah Alloh SWT sesungguhnya Alloh Hidup dan tidak akan mati). Athu bin abi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 71 . akan tetapi lebih dari itu karena Abu Bakar layak disebut sebagai “Murabbi hadzihil Ummah” sepeninggalnya Rosululloh SAW . wa man kaana ya’budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu” (Barang siapa yang menyembah Muhammad seseungguhnya Muhammad telah tiada. maka tetap akan ku pernagi mereka sampaai urat leherku terputus”). dalam bentuk pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat. banyak para sahabat termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan gelombang kemurtadan. dan juga bukan hanya karena satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SAW dalam perjalanaan hijrah ke Madinah. Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun. apakaah engkau hanya tampak perkasa pada masa jahiliyah kemudian jadi ragu pada masa islam ?. Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?.

Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur. sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin suqoh Salah seorang Ulama Kufah . lalu ia berkata : “mau kemana kamu”?. “lalu apa batasannnya pembicaran yang berlebihan”? tanyaku. akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat. kepentingan dan persoalan maisyah”. Aku berkata dalam hati. bila dilaakukan selain dari Al-qur’an yang dibaca dan difahami. Demi alloh aku melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu. lalu aku berkata kepadanya : “Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku’?. faawaajada aktsara maa fiihaa laaisa min amri diinihi walaa amri dunyaahu”. “aku mau ke kendaraanku” jawabku. lalu aku mengikutinya.Rabah adalah seorang habsyi (Negro) yang pernah menjadi budak dari salah seorang wanita penduduk kota mekkah. baru kau boleh pergi kemana kau suka” . lalu aku berkata kepadaanya :”berapa harganya”?. hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang diantara mereka : “Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu mustaniduuna” ( Tidaklah pantas bagi kita ketika disebutkan di tengah-tengah kita orang-orang yang shaleh. aku mendatangi salah seorang tukang cukur. wa anna m’a kullin (‘minkum malakaini Anil yamiini wa ‘anisshimaali Qa’iid. Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang. bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : “Wahai anak saudaraku. lantas ia mengarahkan duduku hingga menghadap kiblat. kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada ku seraya berkata : “Atunkruuna (Inna ‘alaikum laahaafidzhiin. atau berkenaan dengan amar ma’ruf nahi munkar. lalu ia menegurku : “Kenapa koq diam saja. ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja. lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam. kirooman kaatibiin) (Al-infithar : 10 – 11). soal harga gampang” jawab tukang cukur. lalu kita duduk sambil bersandar ). duduk sajalah dulu. ibadah tidak mensaratkan soal harga. sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan”. atau pembicaraan tentang satu hajat. tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim. beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : “Mereka mengkategorikan pembicaraan berlebih. lalu ia memutarnya sehingga mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan. lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur. sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu hanifah : “Aku melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji. atau hadits Rosululloh yang diriwayatkan. setelah selesai aku hendak langsung pergi. ayo perbanyaklah takbir”. dan aku arahkan orang banyak untuk belajar kepadanya”. tukang cukur itu mencegahku seraya berkata : “Shalat dulu dua rakaat. Di antara kebiasaan baik ulama salafusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar misalnya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 71 . jawab tukang cukur alim tersebut. maka akupun bertakbir. Amaa yatahyii aahaduna lau nusyirat alaihi shahiifatuhullatii amlaa’aahaa shdra naahaarihi. yaitu ketika aku ingin selesai dari ihram. “semoga Alloh menunjukimu. kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku. sebagaimana telah menjadi sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi. maa yalfidzhu min qaulin illaa laadaaihi raqiibun ‘atiid) ( Qaf : 17 – 18). waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat.

Abu Wada’ah mengira telah terjadi “sesuatu” dengan pernikahannya. juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh oleh para Murabbiyyiin. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham.Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh. baru saja menikmati rotinya. “Yarhamukalloh. Tidak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikinya seraya berkata : “Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba Wada’ah”. ia pulang menuju rumahnya sampai-sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum. lalu ia berbuka dengan sepotong roti. atau berhutang dengan siapa?. seraya terbatabata Abu Wada’ah berucap : “ Eng. dan abdulloh bin ‘Utbah rahimahumalloh. beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi. setelah dipersilahkan masuk Said langsung mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : “Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi isterimu sesuai dengan sari’at alloh SWT sejak tadi pagi. karena kami jika seudah kedataangan seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu. tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan maghribpun tiba. aba wada’ah”?. beliau kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya. lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : “masuklah engkau ke rumah suamimu wahai puteriku. “Mengapa tidak beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala keperluanmu” tanya Said kembali. “Isteriku meninggal dunia. sehingga aku sibuk mengurusinya” jawab Abu wada’ah. datang kembali sebagaimana biasa. lalu beliau juga bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu. tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini. Said ibnul Musayyib mempunyai seorang mutarabbi. namanya Abu Wada’ah. “Ya. engkau lebih berhak aku datangi hari ini”. karena di tengah perjalaanan ia terus berfikir darimana ia akan menafkahkan isterinya. fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham” tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap waqi’ terhadap keadaan dirinya. akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba Abu Wada’ah. “Tidak. “siapa yang mengetuk pintu”. lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya berkata : “Ya. suatu ketika Abu Wada’ah beberapa kali tidak datang halaqoh.…kenapa tidak. maka sekarang aku datang dengan anak perempuanku ke rumahmu” . “Said” jawab suara di balik pintu yang sepertinya ia mengenalinya. setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya. padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku”. “Jazaakallahu kahairan” jawab abu wada’ah yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya. “aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku” tegas said. maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain. siapa orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim. menghiburmu dan melipu kesedihanmu. dengan menyebut asma Alloh dan memohon Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 58 of 71 . dan aku tahu tidak ada seorangpun yang menemanimu. di samping beliau juga terdapat halaqohnya ‘Urwah bin Zubair. tanyanya dari dalam rumah. dan engkau termasuk orang yang kami ridhoi” jawab Said meyakinkan mutarabbinya. antara kaget daan girang.…engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu. maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : “kemana saja engkau ya. aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang menemuimu”. Abu Wada’ah benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa. tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu.

barokahNYA”. “sedirham” jawab Imam. “ya. sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu selain Imam abu hanifah dengan mutarabbinya tersebut. yang satu aku sudah aku jual. kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha meneladaninya. lalu beliau berkata kepadanya. aku tidak membutuhkan uang ini”. jika beliau datang ke majlisnya. dan selalu memakai wangi-wangian. Subhanalloh. “Aku tidak main-main. aku beli baju ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak. faqih. Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini?. setelah yang lainnya keluar dari majlis. dalam penegtahuannya. Di samping cerdas. aku memang tidak mau mangambil untung terhadap murid-muridku”. tanya sang murid. maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya lantaran semerbak wewangian yang dipakainya. manis tuturkatanya. bukankah rosululloh SAW Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 59 of 71 . “yang bener nih…” kata muridnya lagi. Alloh telah melimpahkan nikmatnya kepadaku. Lain lagi kisahnya dengan Imam abu hanifah. Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya. “angkatlah sajadah ini lalu ambil sesuatu yang ada di bawahnya”. sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya. setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham. tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului isterinya ke dalam ruangan. dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet (terinjak gaunnya) hampir jatuh hampir terpeleset karana saking malunya. masuklah anak perempuan said . lalu beliau mencarinya. atau dikenal dengan nama Nu’man bin Tsabit rahimahulloh. segitu”. lalu kata orang itu : “Aku sudah cukup. Suatu ketika Imam abu hanifah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan tidak enak dipandang. tegasnya lagi. beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang. kain dan sutera. Amin Ya robbal alamin. rapih penampilannya. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk menemui menantu barunya. “ambilah uang itu dan perbaikilah penampilanmu’ tegas imam abu Hanifah. karena beliau juga dikenal sebagaai seoarang saudagar. “berapa harganya ?”. lalu mana bukti kenikmatanNYA itu. berseri-seri. sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham. ia minta dicarikan baju. alim.… ada ‘ngga ya. kalau ada alhamdulillah. Dengan cerdasnya imam abu hanifah menyanggah omongan mutarabbinya itu : “Jika memang benar-benar telah melimpahkan ni’matnya kepadamu. lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. tepatnya sebagai pedagang pakaian. beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan. beliau berkeliling dari kota satu ke kota lainnya di wilayah irak. “sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu harus berkata apa” kata Abu Wada’ah mengenang kejadian itu. Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khalifah bani uamayyah yang ingin meminang putrinya. malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu Wada’ah mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya. “satu dirham” tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah banget.

Imam Syahid sangat lembut . Beliau tidak pernah cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara. penyampaian da’wah dikemas dengan sederhana. seolah-olah belaiu bagian dari mereka. ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan gaya bahaasa mereka). diselingi dengan cerita dan ilustrasi. Wallohu ‘alamu bisshawaab. beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan. Al-Ustadz umar Tilmitsani Allohu yarham. “Aqimiddaulata fii Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 60 of 71 . Ketika selesai beliau “dikeroyok” oleh anak-anak kecil tersebut seraya bergelantungan di tubuh beliau. dan lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam. prinsip-prinsip pendekatan da’wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SAW seperti : “khoothibinnaasa ‘alaa qodri ‘uqulihim”. bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah. beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat.matannya pada hambanya). di mana banyak buruh-buruh pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi. juga mempunyai keteladanan dalam hal mentarbiyah. karena itu sudah sepantasnya engkaumemperbaiki keadaanmu agar engkau tidak membuat sedih saudaramu”. Tampak sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya. dalm mentarbiyah para Keteladanan Masyaikh Da’wah kita Imam As-syahid Hasan al-Banna. suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. Al-Ustadz hasan al-Hudhaibi. Ini adalah buah dari bahas lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil. sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik dengan orang dewasa maupun anak kecil. bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan “kuliah selasa” sangatlah sederhana. menceritakan tentang sosok Hasan albanna sebagai Murabbi. karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan. Itulah beberapa keteladan Ulama Salafussalih mutarabbinya. Keteladanan Imam Hasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da’wahnya ke berbagai lapisan masyarakat.bersabda : “Innalloha yuhibbu an yaraa aaatsara ni’matihi ‘ala ‘abdihi” (sesungguhnya alloh SWT senang melihat bukti keni. “khotibinnaasa ‘ala lughati qaumihim” (Ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan kemampuan akal mereka. dari sinilah beliau memulai da’wahnya. juga bagi seluruh aktifis da’wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. Adalah pantas bila beliau merupakan salah seorang sosok figur murabbi teladan abad. yang terkenal sebagai kota pelabuhan. diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti “Nahnu Dhu’at laa Qudhot” (kami mengajak bukan memvonis). dan mereka disuguhi teh dalam dua teko kecil. tidak konfrontatif. figur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita. ini bukan karena beliau kikir. seluruh mutarabbinya duduk di atas tikar putih. Ketika beliau menetap di Ismailiyah. beliau berdiri di tengahtengah mereka dan berbicara dengan mereka. seolah – olah tidak ingin berpisah dengannya. Beliau berbicara dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak kecil. Allohu Yarhamuhu. diselingi dengan bahasa ‘amiyah (pasaran).

Wallohu ‘alamu bisshowaab. Saat itu mobil belum ada klaksonnya yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet.daarika taqum fii ardhika” (Tegakkanlah daulah di dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu). Sambil tersenyum beliau menjawab : “Diamlah. Sambil bercanda beliau berkata. bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan siang di kantor pusat. beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa. meskipun Ustadz Umar tilmitsani sedikit membuatnya repot. dan haal itu dilekuakn berkali-kali. di tengah rimba pengadilan. saya seorang guru sekalh dasar di As-sibtiyyah”. tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur. beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : “Apabila kalian berdua tidak sanggup memperbaiki hubungan yang ada di antara kalian. ayo makan siang bersama kami”. ternyata orang itu kehabisan bensin. Orang itu kemudian berkata lagi : “Apakah anda hasan al-Banna Mursyid Ikhwanul Muslimin?”. Semoga Alloh melindungimu”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 61 of 71 . Anda ini siapa”? Imam asSyahid menjawab dengan sikap rendah hati : “Saya hasan al banna. nah dengan gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam tangki mobil tersebut. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan ikhlas. sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar Tilmitsani. Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang alakh. Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara. Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di hadapannya. lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh laki-laki pemilik mobil tersebut. “Saya Muhammad Abdurrasul seorang hakim di kota Kairo. jawab Imam as-syahid jujur. apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin. “Hari ini kami jadi tukang masak. Lalu beliau memanggil seorang akh. beliau menyruh sopirnya berhenti. Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja. “Ya”. lalu ia membisiki beliau seraya berkata : “Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar”?. menjumpai sebuah kendaraan yang mogok. lalu bagaimana kalian bisa memperbaiki perselisihan yang terjadi pada orang lain”?. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit senyum. Dan di antara do’a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : “Ya Alloh pilihlah diriku menjadi hamba yang selalu taat kepadaMU” Sebagai seoarang Murabbi. ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa. ketika makanan dihidangkan. Orang yang ditolongnya itu kemusdian berkata .

dengan kata lain evaluasi untuk mengukur kompetensi dan kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan. mengukur prosesnya dan hasil prosesnya. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. Juga bisa bermanfaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran. karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa. Didalamnya terdapat makna bahwa evaluasi untuk menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan. Untuk apa evaluasi dilakukan ? Abbas Asisi mengklasifikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian : 1. Penilaian (evaluasi) seperti ini sering disebut evaluasi karakteristik mutarabbi. yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua. Pentingnya evaluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah SAW : “Berkhutbahlah sesuai dengan kadar akal mereka” Indikator keefektifan proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-sendiri. Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah. Orang semacam ini menempati urutan kedua. Hasil (output) dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur. Apakah prosesnya sudah benar atau belum. Orang seperti ini dinomorsatukan. akan tetapi evaluasi itu pada prosesnya. Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah. 2. Landasan Evaluasi ”Hai orang-orang yang beriman. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. Untuk itu evaluasi bukan saja pada akhir proses yang sering dipahami orang. agar dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Apakah prosesnya sudah efektif atau belum. supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan. yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid. Jadi prosesnya yang dievaluasi. Apalagi dalam da’wah proses menjadi sebuah kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut : Input Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Proses Output Page 62 of 71 . Insya Allah . ada juga evaluasi pada proses tarbiyah. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak. Dan memberikan informasi tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan. sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. Jadi proses seperti apa yang sesuai dengan kadar akal mereka. yaitu orang yang tidak taat beragama. Dari penjelasan ini evaluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses. Dan bertaqwalah kepada Allah. Evaluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa kita katakan evaluasi pra proses tarbiyah Selain evaluasi pra proses tarbiyah. manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah. karena mereka lebih dekat dengan da’wah kita. tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.EVALUASI TARBIYAH I. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan. 3. Al Hasyr : 18) ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab” (Atsar Sahabat) II.

2. Evaluasi pada tingkat ini dapat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 63 of 71 . Metode apa yang telah kita pergunakan. Bagaimana mengevaluasi ? 1. Evaluasi ini digunakan untuk melihat apakah output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashafat. membuat karya tulis. menggarap proyek mengarang. Evaluasi proses tarbiyah Setelah mutarabbi terevaluasi kini giiran mengevaluasi prosesnya. Wujud evaluasi ini bisa berwujud tes tertulis. Tingkat pengetahuan (knowlegde) Evaluasi kognitif untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahfal atau mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. yakni : 1. Dapat dituangkan lewat buku tulis. Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah disampaikan. Wujud evaluasinya mutarabbi dapat mengisi check list (daftar isian) yang diambil dari muwashafat yang ada pada masing-masing marhalah. dan atau lisan mutarabbi. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. silaturrahmi dan lain-lainnya. Evaluasi pra mutarabbi (pra proses). 3.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitif ini. Mengevaluasi prosesnya disyaratkan memiliki perencanaan tarbiyah. Sehingga aspek kognitif menjadi sebuah aspek yang mesti dievaluasi. investigasi. lisan. karena dari sanalah kita dapat mengevaluasinya. diskusi. Apakah keduanya baik atau belum. Secara keseluruhan evaluasi tarbiyah baik pra. Pada tujuan ini yang ingin diraih settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitif.Evaluasi Evaluasi Evaluasi III. terpenuhi atau belum. Evaluasi kognitif Pada kurikulum tarbiyah islamiyah (Manhaj 1421 H) terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah dirumuskan. ngobrol (curhat). Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan. Atau murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan observasi/investigasi ke rumah mutarabbi. mencocokkan muwashafat dengan membuat daftar check (check list). Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi. kita ikuti uraian berikut : Kognitif memiliki tingkatan yaitu : a. proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus dievaluasi. Tujuan tersebut diantaranya “mengetahui hasil ibadah“. Evaluasi ketika selesai belajar Evaluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan. Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah. Hal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. Apa yang kita rencanakan dapat menjadi bahan evaluasi proses. Yang tidak akalh penting adalah apakah cukup menarik atau cukup efektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan. IV. secarik kertas. Ini menjadi tolak ukur dari dua komponen (input dan proses).

menafsirkan. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau tidak. jurnal dan lainnya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. tes tertulis. menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. c. Evaluasi afektif Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi “merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan dalam beribadah”. Sehingga pada aspek ini yang dievaluasi adalah aspek afektifnya. yaitu “mutarabbi menerapkan kewajiban-kewajiban rumah tangga dan menjadi teladan anggota keluarga yang lainnya”. Tingkat menerima (receiving) Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 64 of 71 . 2. karya ilmiah. Tingkat sintesa (synthesis) Evaluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. yaitu “mutarabbi mampu membedakan sistem politik yang fungsional dan disfungsional”. Wujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitif antara lain diskusi. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya bukan pada haknya“. d. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan. Tingkat penerapan(aplication) Evaluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. yaitu “memahami kewajibannya terhadap orang lain. dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masingmasing data terhadap data lainnya. Tingkat analisis (analysis) Evaluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasifikasikannya menjadi beberapa kategori. Tingkat evalusi (evaluation) Evaluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya.digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. mengarang. Evaluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu “mutarabbi mampu menginvetarisir ide-ide pemikirannya” e. Tujuan ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap aktifitas ibadah tersebut. yaitu “mutarabbi mampu memformulasikan ide-ide dan pemikirannya”. Afektif juga memiliki tingakatan yaitu : a. f. mengisi daftar cek (check list). yaitu “dapat menyebutkan sarana dan media untuk tafakur“ b. Tingkat pemahaman (comprehension) Evaluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam mengartikan.

3. yaitu “mutarabbi menerpakan spesialisasi yang dimilikinya dalam upaya mendukung kerja da’wah serta tanggung jawab rumah tangga dengan menjalaninya secara serius”. yaitu . Artinya tarbiyah harus sampai pada aspek psikomotorik. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 65 of 71 . Tujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. mengisi daftar check. yaitu “mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:. Tingkat oraganisasi (organization) Evaluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya.Evaluasi afektif untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran. proses. tes tertulis. Evaluasi untuk tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. jurnal dan lainnya. Yakni . Tingkat karakterisasi (charaktersization) Evaluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. stimulus yang ditunjukan oleh bentuk partisipasi dalam berbagai bentuk. mengarang. Evaluasi psikomotorik Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi “mempraktekan kiat-kiat mencapai kekhusyu’an dalam shalat”. karya ilmiah. Tingkat menanggapi (responding) Evaluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian. d. yaitu “mutarabbi mampu membiasakan diri hidup teratur”. Gerakan seluruh badan Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan gerak fisik mutarabbi secara keseluruha. yaitu “mengutamakan produk-produk islam ketika berbelanja dan ketika membelinya di toko-toko non muslim meskipun harganya lebih mahal ” e. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan afektif antara lain : diskusi. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh dilewatkan. kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitif maupun afektif. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. c. Tingkat menilai (valuing) Evaluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektif (jujur) bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh kemauan untuk menerimanya (istislam) dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. b. a. namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. “menyadari kewajiban bekerja dan berpenghasilan dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kecenderungan dan spesialisasinya”. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak.

Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung. yaitu : “mutarabbi mampu berbicara sesuai adab dan ketentuan yang ada dalam Al Qur’an (bagi akhowat)”. yaitu : “mutarabbi mampu menulis rasmul bayan dengan baik”. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. anggukan kepala. yaitu : “mutarabbi mampu membiasakan diri murah senyum (ramah) di depan orang lain”. c. Kecakapan dalam berbicara Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. d. Gerakan yang terkoordinasi Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan koordinasi gerakan fisik mutarabbi antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badannya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 66 of 71 . Komunikasi nonverbal Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. misalnya isyarat dengan tangan. ekspresi wajah dan lain-lain.mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. b. yaitu “mutarabbi mampu melakukan latihan fisik dengan teratur 10 – 15 menit setiap hari”.

membuka yang tersumbat. METODE TARBIYAH Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan objek tarbiah.METODE TARBIYAH DAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA I. dengan diskusi seorang peserta akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan ukhuwwah. METODE TANYA JAWAB Tanya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau fakta-fakta yang telah dipelajari. semuanya dapat dipergunakan sesuai obyek tarbiah. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik kesimpulan . keberhasilan tercapainya tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 67 of 71 . jenis materi. METODE DEMONSTRASI Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan. pribadi. Metode itu antara lain: 1. kondisi lingkungan dan faktor lainnya. permasalahan yang sedang populer atau pertanyaan lainnya. mengurai yang tersekat. METODE CERAMAH Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum dipakai dalam menyampaikan suatu materi. Dalam diskusi diharapkan dilakukan pengendapan dan kratifitas data dan informasi yang diperolehnya. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait dengan materi pembahasan. 3. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitif sangat mengajar sangat baik. Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah. Sehingga murabbi dalam mentarbiah tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja. didengar atau dibacanya. METODE DISKUSI Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. jenis materi. lingkungan dan faktor lainnya. 4. Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat tersirat. 2. keadaan lingkungan. bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan. Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. memperlihatkan atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan secara tepat.

METODE LATIHAN Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan sesuatu. 9. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 68 of 71 . Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat atau mengungkapkan kepribadiannya. METODE PENGGUNAAN ALAT Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. dan lain sebagainya. film. Misalnya materi aneka ragam ciptaan Allah SWT di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan penayangannya. 6. Bisa melui laboratorium. Metode demonstrasi atau Eksperimen saling terkait sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. METODE SIMULASI Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan. planetarium. maka murabbi dapat mewajibkan infaq majelis dan semua peserta wajib mengisi kotak infaq setiap datang.5. 7. METODE PENUGASAN Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca. METODE EKSPERIMEN Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan. menghadiri acara tertentu. Tujuannya peserta lebih mantab. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal dan beratnya beramal. pengalamnnya lebih terintegrasi dan untuk mendorong peserta berusaha lebih baik. tetater. 11. Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta manfaat olah raga bagi stamina tubuh. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat ditingkatkan dan disempurnakan 10. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan sulitnya berinfaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana. Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. METODE PARTISIPASI Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktif dengan sebuah proses kegiatan. METODE SOSIODRAMA Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktifitas kehidupan sekitar manusia. atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang memberikan tugas tersebut. Metode demonstrasi lebih dititik beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus melakukan sesuatu. 8. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan alat bantu.

SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1. Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam. Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya. akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan efektif daripada memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta’awun. Masingmasing metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2. Karena banyaknya metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode mana yang paling sesuai. METODE PENGEMBANGAN KELOMPOK Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode memandang peserta sebagai individu. Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya. 13. Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga Page 69 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya. Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan sebagai individu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. Tugas perkembangannya adalah :  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia 3. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan tertentu. II. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun.12. Dalam acara tersebut. Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. METODE PENGALAMAN TERSTRUKTUR Yakni murabbi dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta.

Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki  Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 70 of 71 . dan fungsi fisologis. BAGAIAMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1. Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima. yaitu : secara intelektual. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal IV. emosional. ORANG DEWASA JUGA BELAJAR Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan. V. dihargai dan didukung kehadirannya  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi. Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan .   Memenuhi kewajiban sosial Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik III. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup.

panitia. Penyelenggaraan pengalaman belajar  Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik. manusia sumber.  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan. Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. 5. Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan. Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3. sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource).  Menentukan tujuan pendidikan khusus. 4. dan atau satuan tugas. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari. dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri.  Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural. Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 71 of 71 . Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar.  Guru hanya mampu membantu orang lain belajar. dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu.  Arah pengembangan dan pentahapan. tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya. Guru lebih bersifat pemandu.  Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful