KUMPULAN MATERI DAUROH MUROBBI

Kumpulan Materi Daurah Murabbi :

Page 1 of 71

“HATMIYYAH AT-TARBIYYAH”
Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SAW menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : “Maa yubkika ya… Abdalloh…” (Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh…), Iapun menjawab : “Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rosulullohu biqoulihi ta’ala : Wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maqdhiyya” (Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Alloh SWT : “Dan tidaklah dari kalain melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71). Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan ayat al-qur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka Jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatif lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Hatman Maqdhiyya” juga berlaku dalam kaidah Tarbiah sebagai sebuah proses dalam proyek kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya Tarbiyah memiliki sifat “Hatmiyyah”, sifat keniscayaan, dengan kata lain bahwa Tarbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan apapun. Walhasil untuk dapat istiqomah di jalan da’wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu jalan : Tarbiah!. Karena Tarbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk diikuti ( QS. 6 : 153 ), dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani (Generasi-generasi yang tertarbiyah) yang senantiasa antusias mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya ( QS. 3 : 79). Tarbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan. Pendekatan Idealis Tarbiyah adalah jalan bagi para Da’i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da’i adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar. Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha’bun – Tsabit ) Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da’wah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam da’wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul “Arba’una rojulan wa khomsu niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da’wah, yang tidak hanya “Qaabilun lidda’wah” tetapi juga “Qaabilun litthagyir”, bahkan mereka
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 71

seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of change”, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami. Berda’wah memang tidak mudah, karena berda’wah melalui proses Tarbiyah ibarat menanam pohon jati, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten, atau dengan kata lain memiliki “matanah” (imunitas) baik secara “ma’nawiyah” (moral), “fikriyah” (gagasan dan pemikiran) dan “Tandzhimiyah” (struktural). Ka’ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rosululloh SAW. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : “Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!) Itulah sebuah refleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak mudah, melalui jalan da’wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur’an menyebutnya dengan “Al-Qoulu Al-Tsabit” (QS. 14 : 27 ), yang terumuskan di atas konsep yang baik atau “Kalimat Thayyibah” bukan “kalimat khabitsah” (QS. 14 : 25 - 26 ). Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (Thawil - Ashil) Da’wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika Rosululloh SAW mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan dapat menaklukan Romawi (Byzantium). Padahal Romawi baru dapat di Taklukan oleh umat Islam pada masa daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang perjalanan da’wah yang telah dilalui?, akan tetapi ikhwah fillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi, “Asholah” tetap terjaga, “Hammasah” tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SAW dan Para sahabat Rodhiallohu ‘anhum wa rodhuu’anhu. Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena ‘panas’ dan tak lapuk karena ‘hujan’, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da’wah. Adalah Abu Thalhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh SWT berikan kepadanya umur yang panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhalifahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan Yunani untuk mrnghadapi
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 71

yang nasab (afiliasi) nya kepada jama’ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah kerja da’wahnya. yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu’minin aisyah RA. tidak mendua dan tidak terbelah. Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral. banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut menyebarluaskan fitnah keji tersebut. lari estafet memang tampak kelihatan lambat . integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan Tarbawi tercermin pada keteguhan akidahnya. lalu anak-anaknya berkata kpadanya : “Sudahlah Ayah tak usah ikut berperang. sebagaiman hadits rosululloh SAW : “Man bathi’a ‘amaluhu lam yusra’ bihi nasabuhu” (Barang siapa yang lamban kerjanya. untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kwalitas terjamin. karena ayat tersebut menyebutkan “khifafan” (ringan) berarti ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan “tsiqalan” ditujukan untukku yang sudah tua. tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya). mengenang semua itu beliau berkata : “Aku adalah salah satu dari 7 orang sahabat (dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga). ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin baik yang tua maupun yang muda. dengan kecerdasan menafsirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaan“Hikmatussuyukh Hammasatussyabab” Abu Ayyub menjawab : “Tidak bisa. yang menjaga lisannya. keluhuran akhlaknya . karena perangai yang lambat dalam berda’wah adalah bentuk kelalaian. berangkatlah Abu Thalhah RA turut serta dalam peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya. ijtima’i maupun tandzhimi. kebaikan suluknya baik secara ta’abbudi. Keberhasilan sebuah da’wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenanagn di garis finis. bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya. dahulu kami bersama Rosullloh SAW dalam sebuah ekspedisi. cukuplah isteri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 71 .pasukan Romawi. seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur’an “Infiruu khifafan wa tsiqoolan” (berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat). maka kami berlindung kepada Alloh SWT agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh SWT”. sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami. dari masa-masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi’ – Ma’mun) Da’wah adalah lari estafet bukan sprint. cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang”. Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi “Haditsul Ifki” yang menimpa Aisyah radhiallohu anha. maka anak-anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah. yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da’wah dengan kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman. kebersuhan hatinya. akan tetapi sekarang kami yang tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah. Adalah saad bin Abi Waqqash RA. kami tidak memiliki makanan. Watak perjalanan da’wah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya.

yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah. wa hua khairun minka. dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat umum terhadap da’wah ini. Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak lebih baik dari Shafwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang digunjingkan oleh banyak orang. kalau aku yang jadi Aisyah. Hal itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan luasnya medan da’wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan potensi (kemampuan) tarbiyah. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri . jika engkau yang menjadi Safwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SAW. maka langkah berikutnya adalah memetakan langkah-langkah taktis. bagaiman ia mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh SWT. Wahai abu Ayyub. dan Aisyah lebih baik dariku). lau kunta sofwaana hal taf’alu bihurmati rasulillaahi suu’an. bahwa dirinya saja yang tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya. mendahulukan husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da’wah. sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran jelek menghianati suami (berselingkuh) seperti yang digosipkan oleh banyak orang. maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang sekarang ini semakin kompetitif dengan gerakan-gerakan da’wah lainnya. Pendekatan Strategis Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da’wah yang sangat penting adalah fokus untuk menyusun barisan kader inti. seperti Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman dan Khalid bin Walid yang dikirim ke wilayah irak. Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan. tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SAW. Pendekatan taktis Setelah ketiga faktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik. Semakin banyak jumlah jumlah kader inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da’wah ini dalam menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. atau generasi kader yang lowong. isteri abu Ayyub alanshary berkata kepada suaminya : “Ya. dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas pertumbuhan kader dan menyelenggarakan “Bi’tsatudduat”. sehingga mustahil dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shafwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 71 .Abaa ayyub!.Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh Rosululloh SAW untuk menda’wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang yang baru masuk islam. dan Safwan lebih baik dari engkau. apalagi Shafwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya .. Ya…Abaa ayyub lau kuntu ‘Aisyah maa khuntu Rasulallohi abadan” (Wahai abu Ayyub. Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA. oleh karena itu untuk menghindari terjadinya “Lose of generation”.

sedangkan kader-kader baru dibina pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah pada masa Abu Bakar RA. 3 : 146). terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa. di ketiga kota inilah kader inti da’wah tetap dijaga dan dipelihara. Wallohu ‘alamu bisshowab Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 71 . Itulah hasil sebuah produk tarbiyah (QS. kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad fi sabilillah. Terbukti kemudian pada perang Qadisiyah. itu artinya hanya 1/3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah.Pada masa abu bakar RA. sehingga 2/3 jazirah arab nyaris mengalami kemurtadan. Madinah dan Thaif. ketika ancaman imperium Persia menghadang. dan tak jarang diantara mereka kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan.

SISTEM KADERISASI Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu . Sistem ini integral dan komprehensif. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ( QS Al-Jaatsiyah l8)”. Memahami sistem kaderisasi dalam manhaj 1421 H 2. Memahami marhalah amal dalam kaderisasi I. dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih baik. PENDAHULUAN Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau pedoman hidup bagi manusia. dari kufur kepada iman. 1. Pengangkatan manusia sebagai khalifah menuntut aktivitas pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia 3. Ibadah " Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" ( AdzDzariyat : 56) Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim.ruf nahi munkar. dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi.Siroh Nabi. Allah berfirman : ”Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. unsur amar ma. II. unsur keadilan. Tujuan ini mencakup : 1. Tegaknya Khilafah Allah di muka bumi. unsur Ihsan. Memahami arah kaderisasi 3. sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan komprehensivitasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. dari batil menuju benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. Kepemimpinan Dunia. dari ma’shiyat kepada taat. Sunnah Rasul. 4. Yang ingin dicapai dari sistem ini adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang. Ukhuwah (Al-Hujurat :13) Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondongbondong. 2. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu. serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah SWT.tidaklah patut bagi manusia kecuali saling berkasih sayang. unsur Islam. Proses penyiapan manusia menuju kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah. dan saling menasehati dalam kesabaran. karena diambil dari Kitabullah. saling menolong. TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH Tujuan Tarbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik. kemudian mempererat hubungan itu agar makin sempurna. dari kesesatan menuju hidayah. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 71 . Siroh Sahabat dan ijma Ulama. ”Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah 30). Memahami tujuan kaderisasi 4. antara lain : unsur iman.

Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya 2. 4. (An-nur :55) c. intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam.Semua itu dilakukan dengan:  menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar. memakmurkannya dan membantu orang lain untuk memahamai tujuan ini. TUJUAN TARBIYAH IKHWANIYAH Tarbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar : 1.yaitu Allah swt. Berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh allah kepadamu” . Memberdayakan orang. Menunaikan kewajiban ta’aruf antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam. yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam. Tujuan konstekstual. Tercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan kepada tegaknya syariat Islam. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi.  Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi. (Al-Maidah :49) Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah.  Menghidupkan unsur Islam diri manusia. b. karena agama mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan. untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak. Tujuan Kontekstual atau tujuan antara. sekaligus bagaimana Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 71 . sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ” (AnNur : 55) Artinya. Allah berfirman : ”Hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh allah. yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah. Menjalankan kewajiban khilafah di muka bumi.  Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi. Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilafah atas bumi untuk tujuan kemanfaatan dunia dan akhirat. Tujuan permanen.Hal ini meliputi : 3. bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi. III.yang telah diridlaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. 5.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang syahadat dan pengamalan kandungannya.  Penanganan amar ma’ruf nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya. d. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.untuk dimanfaatkan dan usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat.  Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia. Menghukum Dengan Syariat. 5. maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah Islamiyah bagi semua orang. Tujuan permanen itu antara lain : a.

4. dan perilaku mereka. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan niat. Manhaj ini disebut manhaj l421 H/2000M. Terwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia. Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam. Mengembalikan khilafah islam. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan masih relevan untuk diteruskan. 3. keyakinan. sedangkan substansi materi diambil dari maraji’ yang direkomendasikan. akhlak. keyakinan. Terbentuknya sosok muslim dalam pemikiran. Marhalah (tahapan) amal itu antara lain : 1. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih bervariasi dalam pengambilan sumber rujukan manhajnya. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas. Menjadi guru peradaban ummat manusia. 2. Arus pemikiran dan peradaban. Pembentukan pribadi. 5.ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan sempurna. menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi. Memerdekakan negri muslim. dan emosinya. IV. 7. bersifat kontekstual dan memenuhi standar manhaj alami. ( apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ). 3. Ciri khas manhaj l994 menekankan pada referensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah. dan menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah. 4. menyampaikannya kepada seluruh umat manusia.dan emosinya. Terbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama ikhwan. juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Manhaj ini merupakan revisi untuk manhaj Pemula dan takwiniyah yang selama ini ada. Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensiv dan saling berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya. 5. kehidupan. 2. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya. Terbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran. ucapan. Arus sistem nilai sosial dan politik.Yang perlu diingat .merumuskan cara-cara terbaik untuk itu. Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain : 1. CIRI KHAS MANHAJ TARBIYAH Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan. 6. dan benda hidup. Ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada tujuan akhir tarbiyah. Pembentukan keluarga . kecuali jika manusia itu sendiri berusaha mengubahnya (Ar-Ra’d :1).akhlak. Memperbaiki negri muslim . Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum . Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Arus cara pandang terhadap alam. Untuk itu diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi’iah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 71 . Arus politik dan ekonomi. Dimana untuk marhalah Dewasa mengacu pada manhaj tahun l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998.

Hai’ah siyasiyah. karena Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.” 5. kecintaan karena allah. harta. Kesepuluh arkanul bai’ah itu adalah : 1. Amal. dan ruhani. karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal. waktu. Paham. Fikroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai’ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah. ia mati dalam keadaan jahiliah. kontinyuitas amal. kejernihan hati. kedudukan dan yang lainnya. karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya. 5. pangkat. karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa. yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul ‘isyrin ( 20 prinsip ikhwan ). Rabithah ilmiyah tsaqofiyah. karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya. dan komitemen dengan kebajikan. penampilan. khususnya dalam hal aqidah dan ibadah. Fikroh ijtimaiyah. 2. meluruskan persepsi seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri. adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih. Haqiqah shufiyah. Kedelapan fikroh ikhwan itu adalah : 1. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 71 . ( At-taubah 105 ) 4. karena mereka sangat memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah. adalah buah dari ilmu dan ikhlas. Ini dikarenakan pemahaman yang komprehensiv dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuniversalan fikrohnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. Jama’ah riyadliyah. Begitu juga karena forum-forum ikhwan pada dasarnya adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk mentarbiyah fisik. karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam. jenis materi. harga diri. Tadhhiah. setiap al akh muslim. 3. Yang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan fikroh ikhwan. serta mendidik masyarakat untuk memiliki kehormatan. adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari kiamat. bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. sampai batas maksimal. 2. karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih. Thariqoh sunniyah.sehingga jumlah materi. harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan. 4. Ikhlash.. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah). Syirkah iqtishodiyah. 8. 7. kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan. 6. dan masa tarbiyah sangat bervariasi namun semuanya tetap mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah. gelar. dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi.akal. amal. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan fikrah kita tidak akan sia-sia. dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya. adalah mengorbankan jiwa. Jihad. 3. kemewahan. Dakwah salafiyah.

Dasar-dasar keislaman. Fiqh da’wah . Islam dan kekuatan-kekuatan lawan. Fiqh (5 ) . (11). (19). (17). Ukhuwah adalah saudara iman. Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci. Manajemen dan organisasi. Perundang-undangan. Bahasa arab.Aqidah. II. (7) Belajar mandiri.Tsiqah. (3). Pemikiran. (4). (12). (9). baik di waktu senang atau sulit. IV. sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. Dewasa dan Ahli.Ekonomi . (6). Tata sosial kemasyarakatan . III. Hadist dan ‘Ulumul hadist. (22). Sejarah dan peradaban ummat. Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah (disebut dengan kompetensi kritis). Ukhuwwah. Taat. Sistem politik dan hubungan internasional (21). Kesehatan dan kekuatan fisik. Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang direkomendasikan. 6. yaitu : I. 7. adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain. (16). (20). mencakup : (1). Metodologi berfikir dan riset. 10. Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah.Dunia Islam kontemporer. gerakan dan organisasi pembaharuan. Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar ke dalam 4 kelompok kajian. Tajarrud. adalah tentramnya jundi (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. Da’wah dan Pemikiran islam: (13). Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar. meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahuntahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid. Al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’ an. al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan. (2). Tujuan umum atau kompetensi kritis tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai Pemula. V. 9. Tsabat . akhlak dan kepribadian muslim.Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. (8). adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat. Muda. Sosial Kemasyarakatan : (18). Madya. Rumah tangga muslim. (14). Iptek dan lingkungan. (15). Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersifat lokal. Seni dan budaya. Setelah memahami 10 arkanul bai’ah dan 8 fikrah ikhwan . Pengembangan diri dan ketrampilan dasar. TAHAPAN-TAHAPAN TARBIYAH Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 71 . 8. maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan. (10). Kependidikan dan keguruan. dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia. (23). (24 ).Politik kontemporer.

6. Haristun ‘ala waqtihi. Menurut Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 fase : 1. setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 71 . Salimul aqidah. 4. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan bersifat militer dalam tataran operasional. setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah. Dalam tahapan ini. tidak dapat diikuti oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat.Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah. tanpa kenal sikap plinplan. atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah. Ta’rif. Karakteristik yang harus dimiliki setiap individu itu mencakup 10 point : 1. Shahihul ibadah. setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. 8. setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW. bahwa ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang (goal based learning). dan perilaku (psikomotorik) . Munadzam fi syu’unihi. 3. setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam. setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. VI. Da’wah pada tahapan ini bersifat khusus. 2. Matinul khuluq. Tanfidz Da’wah dalam tahapan ini adalah jihad. Mutsaqqaful fikri. 2. Qawiyyul jism. setiap individu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari kelalaian dan kehilafan perbuatan manusia. 9. MUWASHOFAT Sebagaimana telah disebutkan. 5. Takwin Dalam tahapan ini da’wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. 7. da’wah dilakukan dengan menyebarkan fikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da’wah fardiah (dengan menjalankan hubungan dengan orang-orang yang berpotensi berubah) atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam. kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir. Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap (afektif ). Qadirun ‘alal Kasbi. kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus dan memiliki ketaatan total. 3. pengetahuan ( cognitif). Mujahid lin nafsi .

adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan/keahlian tertentut. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 71 .akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana program tarbiyah. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan. VII.Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah. Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang.pengorganisasian. setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. 4. 2. 8. 6.adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai’yah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui pembekalan ‘ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah. negara. positif atau negatif. Tatsqif. 7. 3. Pada akhir program tarbiyah. 4. Halaqah. SARANA TARBIYAH Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqafiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim dengan penamaan ta’lim fil masajid.Nafi’un li ghoirihi. Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan tarbiyah. Sarama tarbiyah itu antara lain : 1. masyarakat. kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses tarbiyah. VIII. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatif lebih lama. 3. Prasarana ada yang bersifat materi dan non materi. 10. PROSES TARBIYAH Untuk mencapai muwashofat proses tarbiyah memerlukan komponenkomponennya. Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan pencapaian tujuan pemberian materi. Ta’lim. Daurah dan kursus. dalam skala keluarga. 9. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah. dan mutaba’ah penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. 5. Adapun komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah : 1. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya 2. Baik internal ataupun eksternal. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar.10. Taqwim adalah sebuah proses dan mekanisme evaluasi pencapaian muwashafat dan seleksi kenaikan jenjang peserta tarbiyah. dan internasional. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka fungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3 kelompok.

PENUTUP Manhaj tarbiyah /sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. IX. dan menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah SWT. Waallohu A’lamu bisshawab. Insya Allah jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Mabit. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 71 . Tujuan tarbiyah akan tercapai. manhaji .5. dan tandzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. adalah sarana penghimpunan . pelatihan dan pengarahan dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. 6. Rihlah. Mukhayam. fikri. adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. dan jasadi serta penguatan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan. adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. manhaji. 7.

perangai Islam asasi. Ada sepuluh muwashafat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau penjabaran yang sesuai dengan marhalah Pemula dan Muda. tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. tidak meramal nasib dan pergi ke dukun. berzakat dan qiyamul lail / shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan. Selanjutnya. Dr. benar-benar ihsan dalam thaharah (bersuci). syari’ah. tidak ghibah (membicarakan keburukan orang lain) dan tidah mematahkan pembicaraan orang lain. mempengaruhi dan berpacu ke arah yang lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama’i. Kemudian untuk ciri Shahihul Ibadah (ibadah yang shahih) ternampakkan bila ia berani mengumandangkan adzan. Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki sifat-sifat terpuji. Dalam buku Adab Halaqah. Sebagai contoh untuk karakteristik Saliimul Aqidah (aqidah yang bersih/selamat) seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. tidak memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain. dengan cara yang diridhai-Nya. mukhayyam. menjauhi riba. daurah. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar dalam sebuah halaqah haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah kepada-Nya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 71 . akhlaq dan jihad. tidak imma’ah (asal ikut. judi dan segala tindak penipuan. Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim Halaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah Pemula dan Muda juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. ta’lim. tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin. Melalui proses interaksi. tidak mencaci maki. Sarana-sarana tambahan antara lain rihlah. dan penugasan. seminar. bersemangat untuk shalat berjama’ah di masjid. Dalam fase tarbiyah ini diperkenalkan dasardasar umum Islam berupah aqidah. Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah. karakteristik Qadirun ‘alal kasbi (kemandirian) tercermin pada perilaku peserta halaqah ini bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram. tidak berdusta. ihsan dalam shalat. Berikutnya untuk muwashafat Matiinul Khuluq (akhlak yang kokoh. giat bekerja dan rajin membayar zakat. Walaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui da'wah fardhiyah misalnya.PROFIL HALAQAH Pengertian Halaqah Dalam manhaj 1421 H disebutkan halaqah adalah sarana utama tarbiyah sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian muwashafat atau karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. membeo). Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-Nya manusia. mulia) terjabarkan dalam sikap dan perilaku yang tidak takabbur. tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin. berpuasa fardhu. halaqah tetap merupakan metode talaqqi wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi yang intensif antara anggota halaqah. tidak mengadu domba. halaqah juga dapat didefinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang.

pekerjaan. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin itu hatinya lunak.(HR Imam Ahmad). Cinta kasih dan lembut hati c. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Hujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal. pakaian. Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak dapat menggugah hati”. tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh” dan “Perumpamaan orangorang yang beriman dalam hal cinta. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 71 . membaca 1 juz tafsir Al-Qur’an (juz ke 30). berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktif dalam bakti sosial dan kerja bakti. menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak berfaedah serta memanfaatkan waktu untuk beribadah. bangun sebelum fajar. cakap membaca dan menulis. Yang dimaksud dengan tafahum adalah : a. Sedangkan karakteristik Qawwiyul Jismi tertampakkan pada kebersihan badan. Menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan b. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SAW: “Mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan”. Selanjutnya ciri Mujahidin Linafsihi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang haram. menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkafein. Rukun pertama (1) Ta’aruf (saling mengenal) adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah halaqah. shalat dan berpuasa. tempat tinggal.Ciri Mutsaqaful Fikri (intelektualitas yang berkembang dengan baik) terwujudkan bila pribadi ini pandai. membantu orang yang membutuhkan dan sebagainya. kasih sayang dan kelemah-lembutan seperti jasad yang satu”. tempat-tempat hiburan maksiat. pandai menggunakan logika berfikir yang logis dan metodologis. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi. dan puncaknya sampai mengetahui kondisi “isi kantong” dan kegiatan harian secara detail sepekan penuh. “Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. Rukun Halaqah Halaqah memiliki rukun: Ta’aruf. Akhirnya ciri ke sepuluh berupa Nafi’un Lighairihi (bermanfaat bagi orang lain) terjabarkan oleh sosok pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua. kepekaan hingga aspek fikriyah seperti orientasi pemikiran. seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan berkasih sayang dalam naungan ridha Allah SWT. komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah. menghafalkan Hadits Arba’in (hadits ke 1-20) dan mengetahui hukum thaharah (bersuci). postur tubuh. memperhatikan hukum-hukum tilawah. Kemudian Muwashafat Harishun Waqtihi (menjaga dan menghargai waktu) nampak bila pribadi tersebut senantiasa bangun pagi. belajar. kecenderungan. Ta’aruf melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti nama. Sedangkan karakter Munazhamun fi Syu’unihi tercermin bila peserta halaqah mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan profesional. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial ekonomi. keadaan keluarga. Tafahum dan Takaful. (2) Tafahum (saling memahami). berwawasan luas. kontinyu olahraga 2 jam/pekan. pandai membahagiakan orang lain. kegemaran. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang sifatnya prinsipil. keseriusan dalam beribadah. mencari nafkah dan berda'wah.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 71 . 2. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi 3. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salafusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab Al-’Ubudiyah. kemudian hadits lainnya “Barangsiapa memasukkan kegembiraan kepada satu keluarga Muslim Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga” Takaful memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut : 1 Saling mencintai. kasih sayang. dan gersang. Serius dalam segala urusan. Menjauhkan diri dari sifat ta’asub (fanatisme buta) yang membuat orangorang yang taqlid terhadap seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang ma’shum (bebas dari kesalahan) kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari I’tikaf satu bulan di masjidku ini”. Adab-adab Halaqah Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi. adanya kasih sayang dan keterkaitan hati. mentadabbur ayat-ayatnya. tegang. 2. Hendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling memikul beban saudaranya. Istiqamah dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak membaca. membaca buku tafsir dan ilmu tafsir. Menuju puncak tafahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu (3) Takaful (saling menanggung beban). menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Hanya kebenaranlah yang wajib diikuti. Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah.Jika itu sudah terwujud maka tafahum akan mampu memberikan arahan-arahan positif berupa : a. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah: 1. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang b. Sehingga apabila ada perbedaan pendapat hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. buku hadits dan ilmu hadits dan lain-lain. kehangatan. Saling menjamin (takaful) dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama peserta halaqah. Dr. 3. 4. Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :  Skala prioritas amal  Tahapan-tahapan dalam beraktivitas d. oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah. Tolong menolong sesama muslim 4. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku. gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan. Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada kebenaran c. melainkan tetap diwarnai keceriaan.

Agenda aktivitas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan. Selain adab-adab pokok tersebut. direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu kangen. hendaknya semua peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan. meminta izin ketika melewati mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa izinnya. Kita tidak bisa mengatakan: “Ah bagaimana nanti saja”.5. hendaklah setiap diri memperhatikan bekal apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. mengingatkan bahwa agenda aktivitas halaqah harus di “planning”. lalu diakhiri dengan makan siang. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan seseorang. per bulan atau per tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya. bertaqwalah kepada Allah. Dan akhirnya adab terhadap kolega. dan sesama peserta halaqah. selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri. mengucapkan salam. makanan dan tempat pertemuan. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak melupakan jasanya. 6. Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia tsiqah (percaya) dan taat selama sang murabbi tidak melakukan maksiat. Selain itu juga besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia. kemudian memperbaiki dan membersihkan niat. yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut: Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 71 . Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan ghibah dan namimah terhadap seseorang atau jama’ah tertentu. Melakukan Ishlah (koreksi) terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya untuk mengingatkan dan bukan mengadili. sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan. memberi salam. Agenda Aktivitas Halaqah Agenda aktivitas halaqah atau baramij halaqah adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan dengan matang dan seksama. ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah. 7. melainkan kini paradigmanya harus dibalik: “Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik”. bertaqwalah kepada Allah. Lalu berusaha konsultatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang urusan-urusan dirinya kepada murabbi. terhadap murabbi. Ayat Al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat ke 18 yakni: “Hai orang-orang yang beriman. Terlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali. Mula-mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani. rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung. meminta izin dan berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun. yang jelas baramij halaqah yang pokok. secara lebih spesifik ada adab yang harus di penuhi oleh peserta/anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri. barsahaja dalam hal cara berpakaian. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menetapkan skala prioritas bagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya. dan akal saat menghadiri liqa halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor. bertegur sapa dan tidak menyakiti perasaan. ruhani. sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”.

Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan da’wiyah bisa berupa penugasan untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). kotak infaq (sunduq infaq). Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. bedah buku. penugasan kliping atau daurah “upgrading” dengan mengundang guru dari luar. 4. 3. Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial. Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat. membina remaja masjid dsb. musafir atau piknik bersama dan pemberian Kiswatul ‘Id dalam acara misalnya Gebyar ‘Idul Fitri (Gembira bersama yatim di saat ‘Idul Fitri) Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani. diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih penuh. sekilas info berupa analisis atas masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat. Ambon dll. Acara tahunan berupa Tarhib Ramadhan dan ‘Idul Fitri bisa disemarakkan dengan menjadikan ifthar shaim untuk dhu’afa. Talaqqi madah. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana taqwim/penilaian yang efektif karena seseorang akan terlihat sifat aslinya bila sedang menjadi musafir juga akan terlihat apakah ia mau berinisiatif berkerjasama dsb. Mutaba’ah/pemantauan dan diskusi Ta’limat/pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau info-info penting yang mendesak Ikhtitam berupa do’a penutup yakni do’a rabithah atau do’a persatuan hati. Tilawah dan tadabbur. peserta halaqah dilatih untuk rutin. Iftitah (pembukaan) bisa berupa taujih (pengarahan) dari murabbi atau 2. ruhi dan fikri).1. Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan. 6. acara yang secara rutin sebulan sekali dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. jalan kaki atau bulu tangkis bagi laki-laki. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 71 . maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah ketiga aspek tersebut. pemeriksaan kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola. Bisa juga acara ziarah itu berupa ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan. Misalnya acara jalasah ruhi atau buka shaum sunnah sebukan sekali. memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu. Hendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat ukhuwwah. ada saja yang lupa atau peserta-peserta sudah terlanjur bubar. khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mujahid-mujahid di dunia Islam seperti Palestina. Infaq. 5. Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi. Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara rihlah atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah Pemula dan Muda secara disiplin dan cermat agar muwashafat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam diri peserta halaqah. karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar. rohani dan intelektualitas (jism. Hendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta halaqah yang paling baik bacaannya. 7. bakti sosial atau penjualan sembako murah.

membaca kitab-kitab Hadits dan Sirah Nabawiyah. shaum sunnah. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda yang terdidik. dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah.a pernah berkata: “Kalau ingin menggenggam dunia. bergaul. mutaba’ah tilawah. Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen Tertentu Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa. Sesuai dengan perbedaan taraf inetelektualitas. pemikiran atau perbedaan latar belakang yang mecolok. Sirah Ibnu Hisyam. tahsin dan tahfizh. genggamlah para pemudanya”. membaca kitab Targhib wa Tarhib. pelajar. faktor fanniyah pun perlu diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak. biografi sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan sumber-sumber rujukan seperti Riyadhus Shalihin. Halaqah Pelajar Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada naungan selain naungan Allah. Fiqh Sirah Munir Muhammad Ghadban.Aspek fikriyah bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku. Said Ramadhan Al-Buthi. olah raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar. di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fikriyah (intelektualitas) sehingga dampak berupa kenakalan remaja. Fiqh Sirah M. Halaqah Mahasiswa Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan. namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas. Ghazali. Masa-masa ini sulit karena kematangan biologis. mengemudi motor atau mobil dan jurnalistik. ziarah ke orang-orang shaleh. mahasiswa atau akhwat dan halaqah akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi. kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesifik di antara jenis-jenis halaqah tersebut. Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki skill atau ketrampilan. kewiraniagaan. membaca Ma’tsurat. tawuran. keterjeratan/keterperangkapan pada narkoba dan pergaulan bebas semakin marak. Berikutnya aspek ruhiyah dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah. jahit menjahit. Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh. Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim pula disebut ABG (Anak Baru Gede) berada di masa-masa transisi/pubertas. Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta halaqah yang sejenis atau seprofesi. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 71 . Manhaj Haraki Lis Sirah An-Nabawiyah. mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani. Bila baramij halaqah tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik. cermat dan konsisten agar ahdaf halaqah terealisir. daurah “upgrading”. buruh atau pelajar. Umar ibnul Khathab r. ifthar shaim. Seyogyanyalah sejak usia SLTP dan SMU.

tarbiyatul aulad (pendidikan anak). da’wah dan bekerja dalam sebuah team work. kepada halaqah akhwat ini juga harus diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti daurul mar’ah (peranan wanita). pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah. istri dan ibu. faham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti shift. ibadah dan syari’ah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 71 . menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai kaum proletar. bahwa banyak sekali pekerja-pekerja wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan infaq mereka. haid dsb dan Tarajimun Nisa’ (biografi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam). kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah. Dengan kata lain mereka tetap menjadi sasaran da'wah khosshoh yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan back up/daya dukung ruhiyah yang memadai. Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga berkepentingan mendekati. wanita tetap memiliki hak dan kewajiban yang spesifik sebagai seorang anak wanita. Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraf intelentualitas yang terbatas karena umumnya lulusan SD. Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa pembekalan fanniyah yang berkaitan dengan ke”rabbatul bait”an (kerumahtanggaan) seperti kursus memasak. mereka bisa menjadi kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula. Selain mereka disupport untuk aktif melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus. Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. menjahit. mereka pun hendaknya secara berkala di up grade melalui daurah-daurah tarqiyah (up grading).perubahan besar di masyarakat. Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 – 1996 ketika membuka dompet Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudarasaudaranya di Bosnia. merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan mengemudi. Halaqah Buruh/Pekerja Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan industri. Walaupun tidak ada perbedaan tugas. menata rumah. SLTP atau maksimum SMU. Sehingga selain diajarkan hal-hal yang pokok seperti aqidah. Dalam hal evaluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan. kedewasaan kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada fitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq. hampir bisa dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya. akhlaq dan jihad. karena hanya wanitalah yang mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita. Asal kita bisa mengarahkan dengan pas. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar. diskusi panel. Kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu. Halaqah Akhwat Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat. Fiqh Nisa’ (fiqh wanita) seperti thaharah (bersuci).

Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata. Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugastugas kerumahtanggaan dan anak dapat mengendurkan semangat dan menurunkan aktivitas serta produktivitas akhwat.Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa athifiyah (kelembutan) dan kepekaan wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan friksi-friksi dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 71 . direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius oleh tenaga-tenaga pembina yang handal. Waallohu A’lamu bisshawab.

FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi. Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu .Demikian pula membngun manusia dengan proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi profesional. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 71 . Berfirman.PROFIL MUROBBI MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang.kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses. DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi. ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2. Artinya. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional.dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih . [yatlu ‘alaikum ayatina] 3. membangun sebuah rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan. mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”. seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151.Sebagai contoh. 1. Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah .Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya. Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu. membersihkan jiwa-jiwa kamu. Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks.Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah.bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus .yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah].latarbelakang ilmiah yang yang memadai.Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2.karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT.pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[attaujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif]. Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu.

Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut . Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas. kesiapan dan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 71 . Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3. d.akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional. Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah]. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai . kemampuan dan potensi mutarobbi. potensi. dalam hal ini Rasul SAW. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah.anakanak.dan orang dewasa. b. b.diantaranya. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. a.karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana.remaja. 2. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. Mengetahui kesiapan.a. 1. murobbi yang sangat tahu tentang kondisi. c. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11. Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan. Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. Ilmu syar’i. Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4. tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah. seperti karakter manusia sesuai dengai usianya. Memiliki ilmu. Psikologi.Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan. Artinya. salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i. “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c.membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmuilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar. 1.

a. b. akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis.R. karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi].oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah]. tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah.Murobbi mengevaluasi dirinya. akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu.murobbi harus melakukan penilaian terhadap . Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi. sarana. c. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah]. 6. 2. e. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki. banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya.kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”.ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial.kemampuan mutarobb. terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima. ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah. seminar.agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya. Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya.[H. proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan. manhaj. 3. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain.karenanya ia tidak dapat mentarbiah . 5. pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya.dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya.Muslim]. khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 71 . dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara. pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah. media. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah. kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi.tugas dankendala serta solusinya . Menilai program . tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan. moralitas.kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik. taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri . sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya .dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri .walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini.untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan. dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim]. 4. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal. jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain. mentalitas dan emosional. metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral.

keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta. Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak sama dengan pendidikan anak-anak. Diharapkan pada setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi (konsep pengetahuan). Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang dewasa ini. Kesiapan para murobbi untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting. SARANA TARBIAH Pendahuluan Tarbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang kaaffah harus mendapat porsi terbesar kehidupan seseorang. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 71 . Kesadaran peserta akan apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah.maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’. pengembangan dan evaluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan keikhlasan. Peran peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt. 7. Dengan komunikasi dua arah diharapkan peserta dapat memahami setiap nilai secara baik. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional. Sarana. Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku. apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa.d. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang dewasa. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah].karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad . Tugas seorang murobbilah untuk memotivasi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. Allah SWT.bukan kesan pribadi atua emosional.maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya .telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka . proses. Dengan kata lain para murobbi harus siap dengan berbagai proses kreatif dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai marhalahnya. Partisipasi aktif dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap levelnya yang berjalan secara efektif. Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah.sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu. bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati . afeksi (perasaan) dan konasi (kecenderungan untuk melakukan) sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta.

26) Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. Murobbi. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan  Iftitah  Tilawah dan tadabbur  Talaqqi madah  Mutaba'ah dan diskusi  Ta'limat  Ikhtitam Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 71 . dauroh. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah swt. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim. serta peserta lain sebagai bendahara. halalkan dan syariatkan. perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional. tatsqif. tarbiyah Islamiyah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realitas hidupnya di bumi dan di alam materi ini. Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan. •1 Pengelolaan halaqoh bagi marhalah Pemula dan muayid bertumpu pada murobbi. Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. i. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah. Dan itu secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan Tarbiyah Islamiyah. bekerjasama dengan para suami. sebagaimana juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat mewujudkan kemanfaatan dan keselamatan bagi diri. Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ? Manhaj Tarbiyah 1421 H mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. mengatur alur informasi sesama peserta.(hal. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. rihlah. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator. sehingga terealisir ahdaf halaqah. ta'lim dan penugasan. mukhayyam.DR Ali Abdul Halim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat Taarbiyah Ikhwanul Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia: …selain itu. agama dan masyarakatnya. seminar. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada. Halaqoh •1 Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati.

Penjelasan materi . tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi. askari. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. ruhi dan fikri. meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta. viii. pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. vi. Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi. v. kecuali untuk akhwat. Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut . Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama.. Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. Ta'lim Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 71 . Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang. Tarbiyah Fardiyah Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. Selain kehadiran dan talaqqi. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Mukhayyam Mukhayyam adalah sarana penghimpunan.• Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik. ceramah atau dialog. Hanya memberi tak harap kembali. manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. ii. Mengkaji maraji' yang disarankan. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw. fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081): . Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt. Rihlah Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak) . iv. pelibatan peserta. vii.. iii. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya. kepada beta… tak terhingga sepanjang masa. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta. dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat. Dauroh/Kursus Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. mengeratkan ukhuwwah. mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta. partisipasi aktif peserta sangat menunjang peningkatan pemahaman. Misalnya: kasih ibu.

bahas buku. Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah Setiap murobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. Mengingat murobbi lebih memahami kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 71 . dialog. maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. Dilanjutkan dengan diskusi. Dimulai dengan 'opening session' (sesi pembuka) untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi. sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat tergantung pada kreatifitas murobbi dan pengelola. dapat dengan narasi. Dan disadari bersama kiat-kiat tersebut sangat spesifik bagi kelompok dengan karakter tertentu. maka pengembangan sarana tarbiyah sangat tergantung pada para murobbi serta peserta itu sendiri. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh diantaranya: α Metode penyampaian yang beragam. Dapat dilakukan dengan pre test. Sedapat mungkin melibatkan keaktifan peserta. Tanpa memberi penilaian terhadap masing-masing pendapat murobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah (1D232) yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Penutup Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan peserta pada saat tersebut. Bila seorang murobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah. Di dalam halaqah akan tampak kreatifitas peserta mempengaruhi dinamika kelompoknya. Kelompok aktivis biasanya kreatif namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena aktivitasnya. Metode curah pendapat (sharing) dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut. Dengan demikian para murobbi perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing kelompok. α 0 Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. gambargambar di koran atau majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi.Ta'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ? Seperti telah diuraikan sebelumnya. membuat tlisan atau artikel dan sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim. α1 Metode evaluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis. jurnal. dll. Artikel. permainan. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. Tidak kurang pentingnya adalah partisipasi aktif para peserta dengan berbagai kreatifitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor manhaj 1421 H. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Sebelum menutup acara murobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang. Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah: Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. Selain dengan skematik. Khusus tentang jurnal akan diuraikan di lampiran. Sebaiknya dilakukan workshop antar murobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatifitas. membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh murobbi dengan tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Mahmud. 2. Maraji : 1.maka dituntut kreatifitas dan komitmen terhadap kelangsungan perkembangan tarbiyah di negri ini. 1998. Era Intermedia. Ali Abdul Halim. PEDOMAN PEMBINAAN KADER-KADER ISLAM DAN DA'WAH. PERANGKAT-PRANGKAT TARBIYAH IKHWANUL MUSLIMIN. Semoga Allah Swt. memberi kelapangan hati. Amin Wallahu'alam bisawab. Kelompok Kajian Manhaj Tarbiyah. kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Terjemahan dlm bahasa Indonesia. 2000 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 71 .

Korupsi. Contoh jurnal harian 1. Apa yang tidak disukai fulan ? iii. ya Islam itu agama yang udah ditentukan ame Allah dan sebenarnya waktu kita belom lahir kan udah diberi kesaksian tentang hal itu setelah materi: Kemudian. Siapa nama anak-anak fulan ? iv. Pembahasan materi Ma'na satu muwashaffat Syahadatain (1A036) i. Sedangkan jika disebut kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya. Kuis taakhi: i. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 71 . Saya berharap bisa ii. …………………. Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran 2.Lampiran 1 Contoh kuis tertulis 1. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata "ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya.agama yang emang dari dulu udah ada. yang seharusnya kita dapat melakukan sesuatu yang berguna 2. Peserta menghafal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya 3.. Contoh permainan ukhuwwah : 1. kolusi dan nepotisme sesudah materi: terjadi karena kurang tegasnya aparat penegak hukum. Dilakukan berulang-ulang 5. Coba sebutkan nama orang tua dan alamat fulan (teman se liqo) ii. Maksudnya. 4. saya baru tau kalo' sebenernya ilah itu bukan Bagaimana tanggapan anda hanya tuhan yang kudu disembah aja. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (1A031) sebelum materi : Islam itu. saya berfikir bahwa sesungguhnya semakin nyata perjuangan Islam melawan kaum nashoro dan yahudi. Kuis untuk mengukur salah 2. Tapi tentang pernyataan di atas? ternyata sangat luas.. Bagaimana pendapat anda berhati-hati dalam bertindak karena bisa fatal tentang ziarah kubur ? kalo salah catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari muwashaffat Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah yang semuanya pelajar SMU sehingga cara mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa.

Fungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal sebagai media komunikasi dua arah dan fungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh murobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh murobbi. Yang menjadi masalah kita adalah "malas". hilang tak bersisa akankah ??? Tidak. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. Apakah kita masih meragukan Allah dan Rosul ? Jangan tenang-tenang aja… lihatlah diri kita karena antara keimanan dan syirik itu sangat tipis… so. semua yang kita lakukan benar-benar harus dipertanggungjawabkan pada Alloh dan Rosul. sehingga mungkin ketika itu ybs mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afwan hari ini ana ngantuk berat… atau sedang punya masalah: hari ini saya nggak bisa nangkep apa-apa soalnya lagi ada masalah. apakah malas tsb indikasi keraguan pada Allah ? Naudzubillah….Lampiran 2 : Buku Jurnal 1. lindungi hamba.syetan ALLAH. 3. 2.lembaran-lembaran itu sedang kutata lagi masih lagi kususun…. •1 Peserta 2 Alhamdulillah… Tangisku dalam jiwa… Rabbi…aku takut ALLAH… kenapa tipis batas kemusyrikan itu sedikit saja licin. Rugilah hamba yaa ALLAH Rugilah hamba yaa ALLAH seandainya amal-amal itu hanya berupa kapas putih ringan beterbangan syetan…. aku tergelincir astaghfirullah……. 4. bagaimana dong. Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh murobbi 5. Mengandung dua fungsi : tarbiyah dan takwim. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh murobbi dan dikomentari dengan kalimatkalimat penguat yang menandakan adanya perhatian dari murobbi 6. selimuti hamba darinya setelah semua coba dibangun dan runtuh. ALLAH…. Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara verbal (dapat berupa tulisan biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta) sehingga bersifat rahasia antara murobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi. ups..jangan lagi jangan lagi kembali sejak awal ALLAH…seandainya peringatanMu bukan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 71 . Jadi kita harus super hati-hati dan super menambah ilmu dan kekuatan iman kita pada Allah. Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh dari 3 orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik (kode lama B5 kode baru 1A03): •1 Peserta 1 Kita telah dewasa..

ijinlanlah! •1 Peserta 3 Catetan!!! Terlambat banget… insight yang didapat: #0 Syirik. #0 Action for the family : -0 menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah How ??? First of All. tiadalah aku berbeda dengan mereka yang KAU murkai… ALLAH… hamba bodoh. ALLAH. namun demikian ketiganya telah nampak memadukan pengetahuan. aku lemah tanpa daya buka hati ini untuk mampu membedakan warnai jiwa ini untuk senantiasa peka dan mengerti kemana wajahku harus kuhadapkan dan mengetahui dimana saja wajah dan cintaMu bisa kutemui…. Ini dapat menjadi bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh murobbi dan takwim ireguler oleh usroh. dengan bahaya-bahayanya begitu tipis sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mendeteksi.sebagai tanda uluran kasih dan cintaMu seandainya KAU biarkan selalu terlena maka. hingga akhirnya terbebass!!! #1 Jadi kembali teringat dengan "furqon" yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa  jadi kunci untuk menghindari syirik. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 71 . perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. Perbaiki hubungan dg semua! Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda.

Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponenkomponenya. 1. yaitu bagi calon guru: 1. sikap serta ketrampilan tertentu. 3. 6. Pengertian Micro berarti kecil. kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada. Teaching berarti mendidik atau menajar. 2. menyingkat waktu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 71 . Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti.” Maka dengan memperkecil murid. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya.MICRO TEACHING Latar belakang Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain 4. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin. perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam :  Pendidikan pre service. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas. nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik. yaitu bagi guru atau penilik. sempit. supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. 2. 3.  Pendidikan in service. Mengembangkan sikap kritis murobbi. 2. Untuk percobaan melaksanakan metode baru. terbatas. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan. yaitu :  Jumlah siswa 5-6 orang  Waktu mengajar 5 – 10 menit  Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana  Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. 5. mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching. Tujuan operasional Micro Teaching 1. dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek.

bagus.  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. anggukan atas partisipasi siswa. c. Keterampilan memberi motivasi  Mengucapkan ‘baik”. agar siswa memberi jawaban yang benar.  Memuji dan memberi dorongan dengan senyum.  Ketrampilan menutup pelajaran. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri.Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. ya. Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut : a. 9.  Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan  Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa. b. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 71 .7. Keterampilan membuka pelajaran  Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa  Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar. Dengan menggunakan video Tape recorder maka : 8.Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan. 12. 10. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar.Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya.Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. Materi Kegiatan (program Kegiatan) Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali.  Memberi pengarahan sederhana dan pancingan. 11. Keterampilan bertanya  Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas  Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah.  Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi).  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis. Keteampilan khusus itu meliputi:  Ketrampilan membuka pelajaran  Keteampilan memberi motivasi  Ketrampilan bertanya  Ketrampilan menerangkan  Ketrampilan mendayagunakan media  Ketrampilan menggunakan metode yang tepat  Ketrampilan mengadakan interaksi  Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal  Ketrampilan penjajagan/assesment. 13.

 Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa. e.  Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu. Keterampilan penampilan verbal non verbal  Gerakan guru wajar dan bertujuan.  Penggunaan contoh.  Aspek mengadakan interaksi  Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar. dan wajah cukup bervariasi  Suara guru cukup bervariasi.  Menguasai dalam penggunaan metode tersebut.dalam menyampaikan pertanyaan  Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa. dan semacamnya menarik perharian siswa. lemah dan keras. ilustrasi. Keterampilan mendayagunakan media  Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan  Teknik mengkomunikasikan media tepat.  Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan. d.  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas.  Guru trampil menggunakan media. Keterampilan menerangkan  Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran  Keterangan guru menarik perhatian siswa  Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa. reaksi. Keterampilan penjajagan/assesment Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 71 . Keterampilan menggunakan metode yang tepat  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. f.  Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM.  Gerakan guru bebas  Isyarat guru menggunakan tangan.  Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut  Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan. analogi. badan.  Ada pengaruh langsung yang berupa :  Informasi  Pengarahan  Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif  Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :  Mendengarkan  Mengamati  Menjawab  Bertanya  Mencoba g. sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti. baru menunjuk  Guru menggunakan teknik -pause. h.  Guru menjelaskan respon siswa. usul dan semacamnya.  Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.

dimana kapan diguanakan. Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan. ahli teknik alat rekaman)  Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan. orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian.  Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan. Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru.  Waktu / bilamana diadakan micro teaching  Tempat.  Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian  Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya  Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan.  Follow up. Waallohu A’lamu bisshawab. Keterampilan menutup pelajaran  Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 71 . peserta didik/siswa guru.  Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa  Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh.  Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching  Sarana dan prasarana. pelaksanaan micro teaching  Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek.i.  Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.  Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima.

kasus dsb ?? 2.PRESENTASI EFEKTIF a. b. bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia. presentasi mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis. serta waktu presentasi. Pada intinya. gunakanlah cara dan media yang paling komunikatif dan mudah difahami. Persiapan presentasi 1. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan di awal atau di akhir bahasan. Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah difahami. dalil. jelas urut-urutan dan poinpoin bahasan menjadi tuntutan pokok. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. Bila bahan yang akan disampaikan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 71 . maka pendekatan verbal menjadi pilihan yang memadai. atau suatu proses (kejadian) pendekatan visual dengan gambar-gambar grafis yang relevan akan sangat membantu mempercepat pemahaman peserta didik. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik audience. contoh. Membuat makalah yang sistematis. Hal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan pertanyaan berikut: -0 Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ? -1 Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ? -2 Dapatkan saya membuat daftar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ? -3 Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan (informasi) untuk mensupport bahasan yang akan saya sampaikan. Dengan kata lain. menarik dan mudah dimengerti. Sebaiknya dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam draft yang ditulis dalam satu lembar kertas. 4. verbal atau gabungan dari berbagai media (multi-media). Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan efisiensi presentasi. argumentasi. seperti: data. sehingga tidak ‘terjebak’ membahas sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan. c. 3. Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para instruktur (pengajar) karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan efektif menjelaskan bahasan-bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak membosankan dan melelahkan. berapa jumlah mereka. Media yang dimaksud dapat berupa media tulisan. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian. Structure. fasilitas presentasi yang ada. Pendahuluan Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu dengan menggunakan (multi) media dalam waktu yang relatif singkat. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. Dengan mengetahui medan ini. Kiat-kiat Presentasi yang menarik Agar presentasi menarik. paling tidak ada kesiapan antisipatif baik psikologis maupun teknis. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat. hendaknya dilakukan hal-hal berikut: 1. visual.

3. Surprise. senyuman. Artinya. berdiri. Gunakan kasus. games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik bahasan. Show. gambar. Pengantar : -4 membangkitkan perhatian dan minat peserta -5 memaparkan ikhtisar materi bahasan b. Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. mudah dan menarik. Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. Support. transparancysheet. menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran. Shape. 5. jalan. Summarize. Bila penyaji hanya duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit. data. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan relevan dalam bentuk kasus. contoh aplikatif. tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan pendengar. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks. hand-out. skema. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. kerapihan dan kebersihan serta wewangian. Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out. flipp chart. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal manakala dalam proses penyampaian. Stop. Style. 6. 8. Simple. slide. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan sesuatu yang mengejutkan. dalil. jelas dan bervariasi. memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. meminta tanggapan ataupun komentar mereka. Apakah dalam bentuk makalah. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. papan tulis. Apabila kesan pertama penyajian menggoda. Penyajian jadi sangat membosankan apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang. 4. data dan fakta. matriks atau grafis yang yang jelas. jangan hanya menggunakan lembar text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji: pakaian.sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian pendengar. Kesimpulan : -8 butir-butir atau catatan penting -9 diskusi dan pertanyaan 2. Smart-smile. pertanyaan. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada sejumlah pendengar. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. 9. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali secara utuh pokok Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 71 . susunlah dengan bentuk sebagai berikut : a. Bagian utama : -6 sejumlah judul utama (main points) -7 beberapa sub judul c. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami. 10. maka selanjutnya menjadi terserah anda. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. sapaan. 7.

Selain itu. juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. d. Waallohu A’lamu bisshawab. Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian. memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan presentasi. kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat. Penutup Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya.bahasan yang telah disampaikan. sambil terus memberi kesempatan kepada audience untuk memperjelas hal-hal yang terlewat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 71 .

mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas halaqohnya. Melihat hal tersebut. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja. terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama. makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbagai bidang. Slamet Santosa. Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik. 2. urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah : 1.i dalam halaqoh tarbiyah) Mukaddimah Tuntutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tak dapat ditawar-tawar lagi. para anggotanya perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas. Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs. adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan tertuju dalam tujuan yang sama. proyek dakwah dari Allah SWT ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 71 . Dalam perkembangannya. dan 4.DINAMIKA KELOMPOK (Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain. 3. Pengertian Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di lapangan. Dengan demikian. Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersamasama. mengenali permasalahanpermasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok. Kemampuan ini sangat membantu dalam menghidupkan amal jama’I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu. Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap aktivis dakwah dalam setiap langkah-langkahnya. dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. melainkan dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama’i.Pd. M. Ciri-ciri nya adalah: 1. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya.. dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja.

usia anggota sangat berjauhan. tentukan dahulu persoalan dengan tepat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 71 . nilai kelompok dan sebagainya. sebaliknya bila solusinya tidak tepat. orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. bentuk hubungan. konflik masih tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan kefuturan bagi anggota itu karena akumulasi kekecewaan-kekecewaan. motive/dorongan Persoalan motive atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok seperti kesatuan berkelompok. dan ini terlihat pada perubahan dalam kelompok. anggota dengan murobbinya. perpecahan kelompok. struktur Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan. seperti proses pengelompokkan. pembagian tugas. Solusi atas Kendala yang terjadi Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konflik antaranggota. kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang. Misalnya. perbedaan kedudukan antaranggota. 2. individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat. dan sebagainya. Hal ini terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan. dan sebagainya. atau ditinggal murobbi tanpa pengontrolan. Dalam kasus ini misalnya seorang a’dho/anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah. perkembangan kelompok Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya. dan sebagainya. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola aktivitas halaqoh yang dianggap tak sesuai dengan harapan anggota 5. anngota dengan keluarganya dan sebagainya. Dia bukan berada dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain. Bagaimana mengatasinya : 1. intensitas anggota. Kasus ini misalnya adanya a’dho yang tidak memiliki quwwatul indhifa’ dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami kendala dalam aktivitas halaqohnya 3. keringnya nuansa ukhuwah antaranggota. mewujudkan amal jama’I yang sehat Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh adalah sebagai berikut: 1. di mana pun ia berada 3. tugas pemimpin. dan sebagainya. Konflik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. Dengan solusi yang tepat diharapkan konflik mereda dan hilang sama sekali. pimpinan Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. Kasus lain misalnya. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya 5.2. 4. individu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya 4. tujuan bersama. arah pilihan. kohesi/persatuan Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok.

merekalah orang-orang yang beruntung. tuntutan karakteristik gerakan dakwah Pokok-pokok Amal Jama’I Pokok-pokok amal jama’I meliputi : 1. perasaan. sehatnya amal anggota (2:124) dengan karakter anggota yang berkorban (tadhiyah). gunakanlah manajemen konflik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution 5. mengembangkan sikap mendengar aktif. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama’i. seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini – dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. Sebab ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah. sehat manhajnya (billah). tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah SWT 4. kehendak. arti pentingnya. kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara timbal balik 3. Rasul. tuntutan sunnatul basyar 3. dan sehat ghoyahnya (ilallah) 2. Di sanalah sang murabbi akan menjadi fasilitator bagi terwujudnya amal jama. menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Sebaliknya.2. dan berkelanjutan (istimroriyah) untuk menopang jihad di jalan Allah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 71 . munculkan perilaku asertif yakni a. bersungguh-sungguh (jiddiyah). keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat. tuntutan sunnatullah fil alam 2. Atas dasar ini Allah SWT mengisyaratkan dalam AL Quran dengan firman-Nya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan. dan solusi. pesan diri. dan pemimpin-pemimpinnya 3.I bersama para anggotanya. dan putusan pribadi seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain b. Amal jama’I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah Amal Jama’I Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian. dan umpan balik antar peserta dengan murabbi 4. Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi gerakan Islam. sehatnya orientasi (ittijah) anggota ( 6 : 75-79) yang meliputi sehat mabdanya (lillah).” (Ali Imaran : 104) Tampak dalam ayat tersebut Allah SWT mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama. sehatnya loyalitas (wala’u) anggota (2: 130-132) yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan kepada Allah. kendala. Urgensi Amal Jama.I Urgensi amal jama’I dalam Islam adalah : 1.

Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama’I dalam halaqoh tarbiyah. M. Manhaj 1421 H 2. 1. rihlah. Amal Jama’I 5. dan ketaatan anggota pada murobbinya 3.Pd. Modul ini akan dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang diharapkan. Dinamika Kelompok 3.Sasaran Amal Jama’I Sasaran amal jama’I pada setiap anggota adalah : 1. pelaksanaan. Pelatihan Dinamika Kelompok 4. Slamet Santosa. dan sebagainya 2. murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma’nawi 2. menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan mengembangkannya 4. pernikahan. dan evaluasi atas amalamal dakwah secara baik dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar. Proses Pengembangan Diri SCHEDULE PELATIHAN DINAMIKA KELOMPOK No . ketsiqohan dengan murobbi. tercapainya keterlibatan anggota secara aktif dalam menyukseskan amal jama’I di halaqoh tarbiyahnya pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas. menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah Penutup Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. tercapainya perencanaan. pengontrolan. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusif bagi pemunculan ukhuwah bainal a’dho. Ice Breaker Tercapai 15’ Instruktur memperlihatka n agenda acara Peserta menyetujui agenda tersebut Intruktur Pluit Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 71 . Maroji’ 1. 3. baik dalam bentuk kepanitiaan majlis ta’lim. Mustafa Masyhur. Hildegard Wenzler-Cremer dan Maria Fischer. Tercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama’I Mendinamiskan Halaqoh Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah : 1. Kegiatan Agenda Acara Sasaran Menyepakati agenda acara Wak tu 5’ Pelaksanaan Alat/Med ia Transpara nsi Keteran gan 2. Waallohu A’lamu bisshawab. Drs. badan usaha.

suasana pelatihan yang cair Tercapai upaya mengatasi kebekuan 3. Sharing 4. Setelah usai. Diskusi Tersampaikan 10’ perasaan peserta ttg daurah murobbi yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah diberikan Memperlancar 20’ proses perkenalan Mengurangi kecemasan yang dialami pada permulaanlatih an Terungkap 30’ tinjauan peserta terhadap dinamika kelompok Tercapai pengetahuan peserta 25’ memandu ice breaker : wawancara AB A menanyakan sesuatu (bisa tentang acara atau yang lain) kepada B. B giliran menanyakan sesuatu pada A. Game 5. Cerkat Dinamika Kelompok Peserta berbagi kelompok dan bahas “dinamika kelompok menurut saya” Instrukur bahas Dinamika Kertas. Instruktur meminta pasangan A menyampaika n tentang B dan sebasliknya di hadapan peserta. B menyimak. spidol Tranpara nsi Kertas Page 45 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Tersampaikan perasaan peserta dalam kegiatan tersebut Ada di fotokopi Lembar Game berjudul tanda Tanda Tangan tangan Pensil 6. Peserta menyampaika n sharing per individu.

Terungkap 30’ pentingnya komunikasi dalam dinamika kelompok Terungkap pentingnya peran pemimpin dalam dinamika kelompok Cerkat Tercapai 15’ komunikasi kesadaran dan pentingnya pemimpin unsure dalam komunikasi dinamika dan pemimpin kelompok dalam dinamika kelompok Role Play : Tercapai 45’ Game dinamika kelompok. kendala. 4 amplop kertas dan alat tulis Transpara nsi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 71 . Game 9. Pembahasa Tercapai 25’ n : Amal pengetahuan Jama’i dan kesadaran urgensi dinamika Instruktur menjelaskan amal jama’I termasuk juga mendengar Potongan bujursang kar bolong Lembar petunjuk. botol teh sosro kertas 8. dan solusi) Tersampaikan penyelesaian kasus kecil menurut peserta 7. Peserta mendengarkan uraian intsruktur Peserta terlibat dalam game (fotokopi) bujur sangkar bolong 11. Istirahat 10’ Kelompok Flip chart Peserta makan dan minum Ada dalam fotokopi Game berjudul : Gambar Berantai : komunikasi Game Permainan Botol : Pemimpin Spidol. cirri. 10. 4 utas tali/benan g.tentang dinamika kelompok (pengertian.

kelompok dalam konteks amal jama’I 12. Jurnal Tercapai perasaan peserta terhadap materi pelatihan dinamika kelompok 5’ akti dan manajemen konflik (khusus win-win solution) (ada fotokopinya) Peserta Lembar menulis jurnal jurnal Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 71 .

Status hukum dan prinsip-prinsipnya Tarbiyah fardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum. Lantas sejauh mana urgensi Tarbiyah Fardiyah dalam konteks amal islami?. 125. Berkata Imam Hasan Al-banna : “Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-langkah nya. dengan keharusan melakukan interaksi sosial yang bersifat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-unsur pendekatan yang baru . Adapun hadits Rosululloh SAW yang dapat dijadikan landasan syar’i Tarbiyah Fardiyah adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry . sesungguhnya amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan dijalankan oleh para Rosul ‘alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk menyingkap dan mengenali hakekat agama ini (Al-Islam) secara menyeluruh. dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi firman Alloh SWT yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap individu muslim. maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan. jika tidak bisa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. jika tidak bisa dengan lisannya. dan juga kita tahu sarana yang dapat merealisasikan keinginan – keinginan itu”. dengan menempuh proses “Takwin ba’da Tanbih” (Pembentukan setelah pengarahan) dan “Ta’sis ba’da Tadris” (Pemantapan atau pengokohan setelah pengajaran). “Barang siapa yang melihat kemungkaran.TARBIYAH FARDIYAH Definisi dan urgensi Tarbiyah Fardiyah adalah peran dan tugas individu dalam konteks amal islami. baru setelah itu mengajaknya terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da’wah. Berkaitan dengan tarbiyah fardiyah Imam Hasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban Tarbiyah fardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya : “Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya”. Ikhwah Fillah. dan an-nahl . diluar kelaziman pelaksanaan Tarbiyah Jama’iyyah pada umumnya seperti halnya dalam bentuk halaqoh. hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. juga arahan nabawi yang mengarah kepada hal yang sama. Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja yang hendak menjalankan misi Tarbiyah Fardiyah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh akses (Relasi) dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi fikroh dan mengupayakan kepuasan objek da’wah (Mutarabbi Fardy) dengan fikroh-fikroh yang ditawarkan kepadanya. As-syura : 15. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat Fusshilat : 33. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 71 . semua itu adalah Taklif ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung jawab pada setiap individu muslim untuk mengemban tugas da’wah islamiah. Unsur-unsur pendekatan dalam Tarbiyah Fardiyah diusahakan agar seseorang pada awalnya tertarik dengan fikrah Islam melalui proses Tarbiyah dan Takwin.

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan efisiensi dan efektifitas tarbiyah fardiyah : Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami, konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspekaspek tarbiyah fikriyah, ruhiyah dan akhlakiah. Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro’an dan pengamalan ilmunya. Ketiga : Al-bi’ah As-sholehah, ya’ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap individu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama. Keempat : At-Tajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da’wah dalam rangka membentuk kepribadian individu muslim dan memfokuskan hal itu. Kelima : Tadarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks Tarbiyah fardiyah hendaknya memperhatikan tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslahmasalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah “Kulliat Qobla Juziyyat” . Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan tampak membuahkaan hasilnya. Sarana dan keistimewannya Adapun sarana tarbiah fardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pendekatan Murabbi terhadap Individu mad’unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya (Liqo’), seorang Murabbi tarbiyah fardiah bisa memnfaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur’an, mengkaji hadits atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga memanfaatkan pertemuan di Halaqoh (ta’lim) Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana Tarbiyah fardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku yang bermuatan fikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari saranasarana tarbiyah fardiyah. Adapun selebihnya seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya lebih banyak lagi. Tarbiyah fardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling efektif , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap individu mad’u, keistimewaan Tarbiyah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak orang ke jalan da’wah. Tarbiyah fardiyah adalah salah satu gaya pendekatan (Uslub) dalam berda’wah, akan tetapi gaya pendekatan yang satu ini tidak mungkin efektif dan membuahkan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 71

hasil bagi kalangan juru dakwah dengan berbagai level mad’unya, karena para da’i yang memainkan da’waahnya dengan gaya ini dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da’wah dengan gaya pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah fardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya disebut dan dikenal sebaagai Da’i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da’i plus yaitu Da’i Murabbi. Karakteristik Da’i Murabbi Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da’i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan

menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida’wahkannya, karena seorang da’i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang trsebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila seorang da’i Murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada Mad’u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal;aah dam pembentukan kepribadian muslim sang mad’u itu sendiri. 2. Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang Da’i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang da’i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna mensifati Da’i Murabbi dengan sebutan Da’i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i Mujahid adalah : “Sosok seorang Da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang Da’i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da’i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalafusalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik). Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanaan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul). 3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seoarang da’i Murabbi tidak
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 71

lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam Tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhatihati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits) Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara mereka adalah imam Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Imam Al-banna : “Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhny ana sudah tahu” kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu” balas akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata”. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya Tarbiyah fardiyah merupakan seni yang hanya dapat dimainkan oleh para Da’i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar’i yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya, cita rasanya, struktur berfikir dan moralitasnya. Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj Tarbiah Fardiyah dengan segala uslub kerjanya. Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjalankan misi Tarbiyah fardiyah ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang tersebut, mengenali pikirannya,
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 71

Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual”. maka berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami (amal da’wah) dibawah naungan jamaah dan da’wah. Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng maslahat untuk didakwahi. antar kulit dan isi . ketiga tahap priode perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad’u. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 71 . periode ini merupakan periode yang sangat fundamental dalam membentuk kepribbadian seorang muslim. dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar’i yang mengarahkan kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal. Kedua : Periode aplikasi. akhlak dan ubudiahnya. gerak-gerik. setelaah akidah sang mad’u kuat dan amaliah syar’inya bagus. akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : “Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa yang panjang. antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal. Dengan begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatif apa yang mungkin bisa dimplementasikan terhadap orang tersebut.pemahamannya. persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. antara teori dan praktek. setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad’u. Ketiga : Periode pemetaan amal islami. Tiga periode perkembangan Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah : Pertama : periode pembinaan akidah. dan tidak bermanfaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat berda’wah. dalam rihlah inilah sang mad’u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atributatribut keimanan. karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan lainnya. maka bila periode ini dapat dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan “ bainal madzhhar wal jauhar” antara esensi dan substansi. akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan gerakan kolektifnya. maka berikutnya adalah periode aplikasi . sebaliknya seyogyanya periode ini jangan hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis. maka mulailah sang da’i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual (Rihlatul Iman). karena hal itu merupakan faktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan terhindarnya kesalahn fatal dalm menyampaikan pesan-pesan da’wah. yaitu pantulan tabiat dari keyakinannya dalam prilaku. sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati kesempurnaan. dan ia meraasakan hubungan dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh SWT. akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalahmasalah yang tidak bermuara pada amal. Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya (akidahnya) dengan amalan syar’i yang lekat secara menyeluruh pada dirinya dan muncul dari refleksi akidahnya. Kesimpulannya bahwa tarbiah fardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml jama’i. dengan kedalaman dan kemantapannya.

Tarbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan. yang hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin. akan tetapi kita bertemu besok untuk saling memaafkan). Juz a dan ba. Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : “Rabiha Suhaib” (beruntunglah Suhaib). sebagaiman yang telah dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy. Al-Ibti’adu anidzdzammi wattaa’aatubi. seoarang da’i tidak dapat mengambil hati mad’unya.ketika seseorang berkata kepaadanya : “Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela”. lalau jawab Ibnu samak : “Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar” (Tidak. berupa “reward”. Makalah ini disadur dari Kitab “Mamarratul haq”. dan dia hanya bisa menyelamatkan agamanya. lissyaikh Ra’id Abdul hady. hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran. dan menerapkan kaidahkaidah tersebut disela-sela aktifitasnya dalam menjalankan tarbiyah fardiyah. melainkan dengan Tanashuh (menjaga) dan Taghafur (mema’afkan) serta Al-Irsyad bil husna (membimbing dengan cara – cara yang baik. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud – Rahimahulloh. 2.Kaidah Asasiyah Terakhir. apresiasi dan penghargaan. karena untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama. kecuali bila ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya. yaitu menjauhkan sikap agresif yang cenderung mencela dan mendiskriditkan. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat al-Imran : 159. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah : 1. At-Tasyji’. karena sesungguhnya da’wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan. untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal. yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di perhatikan oleh sang Murabbi. yaitu kelemahlembutan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 71 . Ar-Rifq. At-tarbiyah Tamhid wattasywiq. yaitu motivasi sang da’i Murabbi terhadap mad’unya. dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan. kelemah lembutan adalah asas dalam bermuamalah. 3. 4. Waallohu A’lamu bisshawab.

bagaaimana bayangan akan lurus bila tonggaknya bengkok. yaitu Rosululloh SAW. akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : “Tasyabbahu in lam takuunuu mislahum. bengkoknya. bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala. “Aina nahnu minhum”. Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya di tengah-tengah keluarga anda. para tabi’in . Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi figur murabbi teladan.STUDI SINGKAT SOSOK MURABBI TELADAN Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaf dan anda mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan?.ualam salaafusslaih hingga para Masayikh da’wah di zaman kita sekarang ini. Teladanilah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 71 . apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Alahzab. kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa sama dengan mereka. Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya . Innattasyabbuha bil kiraami falaahun”. maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai figur murabbi teladan dalam sejarah. mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang. kemudian kita telusuri keteladanan figur murabbi para Sahaabatnya. agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da’wah dan peningkatan kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . ketealadaanan adalah cara berda’wah yang paling hemat karena tidak menguras enerji dengan mengobral kata-kata. Itulah buah dari keteladanan. tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah?. dengan menampilkan “Suratun Hayawiyyah” atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktifitas pentarbiyahan. tegaknya dan lain sebagainya. bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa perintah dan larangan. itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui keteladaanaan mereeka sebagai murabbi. sebagaimana pepatah mengataakan : “Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ‘uudu a’waj”. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak. sebagaimaana adagium mengaatakan : “Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal”. lurusnya. Untuk memudahkan kita mencontoh halhal yaang baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang figur Murabbi. dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut. hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya. Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ?. kita akan mulai membahas keteladanan figur murabbi dari “Murabbi hadzihil ummah”. miringnya . padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib.

“Qoulan Ma’rufan” ( 32 : 32 ). “Qoulan sadidan” ( 4 : 9 ). balas Rosululloh SAW dengan nada bertanya. dan meninggalkanku saudara perempuan sebanyak tujuh orang. demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat”. demi Alloh tidaklah mengambil seseorang sesuatu yang bukan haknya melainkan kelak dia bertemu dengan Alloh SWT membawa barang yang bukan menjadi haknya “. “sudah ya rosulalloh” jawabku. dan “Qoulan kariman” ( 33 : 31 ). apalagi hal itu dilakukan di hadapan orang lain. “dengan janda ya Rosul” tegasku. lalu ia datang dan berkata : “ini untuk engkau dan yang hadiah untukku. Jabir “ “Ontaku Ya Rosulalloh…. lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu. sehingga aku tertinggal jauh dari rosululloh SAW. sesungguhnya meneladanani oranorang mulia adalah satu keberuntungan. lalu aku berikan kepadanya dan beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya. mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau Ibunya sehingga hadiah tersebut datang kepadanya. lalu aku menjelaskan : “Ya Rasululloh sesungguhnya ayahku meninggal pada perang Uhud. “Qoulan Maysuran” ( 17 : 28 ). Bukhari – Muslim ) Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya. setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SAW seraya berkata : “ini hasil dari tugas saya . hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : “Aku pernah keluar bersama rosululloh SAW pada peperangan Dzatirriqo’.meski tidak sama persis dengan mereka. lalu Rosululloh SAW mengangkat keduabelah tangannya hingga tampak ketiaknya. “Kenapa tidak dengan gadis saja sehingga engkau dapat “bersenang-senang dengannya” dan ia dapat “bersenag-senag denganmu”?. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 71 . seraya berkata : “Ya Alloh. Sebagai Murabbi Rosululloh SAW. sehingga tidak terjadi kesenjangan psikologis antara mutarabbi dengan murabbi. Kemudian obrolan berlanjut . aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya.jalannya lamban sekali” balasku. jika orang itu benar . Ia berkata : “Nabi SAW telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil zakat. telah aku sampaikan” 3 x ( HR. dan yang ini hadiah pemberian orang untuk saya”. maka dari itu aku menikahi seorang wanita yang sekaligus dapat meenjadi pengasuh dan pembimbing mereka”. “dengan janda atau gadis”?. sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Humaid Abdirrahman bin Sa’ad As-Sa’idy RA. Kemudian Rosululloh berkata : “Engkau benar insya Alloh”. saya serahkan kepada mu. kemudian Rosululloh SAW menemuiku seraya berkata : “ Kenapa engkau hai. lalu Rosululloh SAW segera naik ke atas mimbar. tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata . bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah : “Qoulan Layyinan” ( 20 : 44 ). “Qoulan Balighan” ( 4 : 63 ). Kemudian Rosulluooh berkata lagi : “Berikan kepadaku tongkat yang ada di tanganmu atau berikan aku sepotong kayu”. tanya beliau lagi. Keteladanan Rosululloh SAW Sebagai Murobbi Rosululloh SAW selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah direkomendasikan di dalam Al-Qur’an. setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh SWT beliau berkhutbah seraya berkata : “Sesungguhnya aku megutus seseorang di antaara kalian sebagai amil zakat sebagaimaana yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT kepadaku. Rosululloh SAW bertanya kepadaku : “Hai Jabir. apakah engkau sudah kawin?”.

dan abu bakar berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SAW. Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun. maka tetap akan ku pernagi mereka sampaai urat leherku terputus”). lalu abu bakar berkata : “Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta. seraya mengiringi pelepasan ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan. dalam bentuk pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat. wa maa lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah” ( Demi Alloh. seraya menambahkan penjalasan dengan kata – kata hikmahnya : “Man kaana ya’budu muhamma dan fainna muhammad qod maata. Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?. banyak para sahabat termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan gelombang kemurtadan. khusunya Tarbiyah Aqidiyah. apakaah engkau hanya tampak perkasa pada masa jahiliyah kemudian jadi ragu pada masa islam ?. dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khalifah pada saat itu juga sering menghadiri halaqohnya. dan juga bukan hanya karena satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SAW dalam perjalanaan hijrah ke Madinah. Lau mana’uuni ‘Uqqoolu ba’iirin yuadduunahi ila Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty” ( sampai engaku juga Ya Umar. Demi Alloh tidak akan berkurang agama ini (Islam) sedikitpun selama akau masih hidup.Keteladanaan Para Sahabat RA Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA. Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan (Harakatul Irtidad). agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain. biarkanlah kakiku bersimbah debu di jan Alloh ) Keteladanan Ulama Salafusshalih Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh. sejak awal Usamah merasa tidak enak karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya. akan tetapi lebih dari itu karena Abu Bakar layak disebut sebagai “Murabbi hadzihil Ummah” sepeninggalnya Rosululloh SAW . wa man kaana ya’budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu” (Barang siapa yang menyembah Muhammad seseungguhnya Muhammad telah tiada. Pada saat itulah Abu bakar memberikan taujih tarbawy dengan membacakan firman Alloh SWT. Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih tarbiyah. bukan hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq. sebagaiman terjadi pada saat sebagian besar para sahabat (Kibaarusshahabah) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin Zaid. padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SAW sebelum wafatnya. Walaupun mereka tidak memberikan hanya seutas tali unta yang harus diberikan kepada Rasululloh. beliaulah yang memandu akidah dan fikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo menerima berita wafatnya Rosululloh SAW termasuk Umar bin khattab RA. tetapi Barang siapa yang menyembah Alloh SWT sesungguhnya Alloh Hidup dan tidak akan mati). aku tidak mau naik dan engkau juga tidaak perlu turun. maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar bil khattab RA seraya berkata : “ Hatta anta ya. lalu usamah menawarkaan agar ia turun Abu Bakar saja yang naik kuda. Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit. yang memimpin halaaqah besar di masjidil haram. Athu bin abi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 71 . dalam surat Ali Imron : 144. maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk memerangi mereka.

setelah selesai aku hendak langsung pergi. sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan”. maka akupun bertakbir. lalu aku mengikutinya. “semoga Alloh menunjukimu. ayo perbanyaklah takbir”.Rabah adalah seorang habsyi (Negro) yang pernah menjadi budak dari salah seorang wanita penduduk kota mekkah. maa yalfidzhu min qaulin illaa laadaaihi raqiibun ‘atiid) ( Qaf : 17 – 18). baru kau boleh pergi kemana kau suka” . sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin suqoh Salah seorang Ulama Kufah . Aku berkata dalam hati. tukang cukur itu mencegahku seraya berkata : “Shalat dulu dua rakaat. lalu aku berkata kepadaanya :”berapa harganya”?. soal harga gampang” jawab tukang cukur. Di antara kebiasaan baik ulama salafusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar misalnya. lalu kita duduk sambil bersandar ). bila dilaakukan selain dari Al-qur’an yang dibaca dan difahami. Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur. kepentingan dan persoalan maisyah”. atau hadits Rosululloh yang diriwayatkan. lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur. dan aku arahkan orang banyak untuk belajar kepadanya”. faawaajada aktsara maa fiihaa laaisa min amri diinihi walaa amri dunyaahu”. lalu ia menegurku : “Kenapa koq diam saja. Demi alloh aku melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu. Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang. lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam. kirooman kaatibiin) (Al-infithar : 10 – 11). waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat. lalu ia berkata : “mau kemana kamu”?. ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja. atau berkenaan dengan amar ma’ruf nahi munkar. jawab tukang cukur alim tersebut. hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang diantara mereka : “Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu mustaniduuna” ( Tidaklah pantas bagi kita ketika disebutkan di tengah-tengah kita orang-orang yang shaleh. lalu aku berkata kepadanya : “Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku’?. lantas ia mengarahkan duduku hingga menghadap kiblat. atau pembicaraan tentang satu hajat. bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : “Wahai anak saudaraku. Amaa yatahyii aahaduna lau nusyirat alaihi shahiifatuhullatii amlaa’aahaa shdra naahaarihi. akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat. wa anna m’a kullin (‘minkum malakaini Anil yamiini wa ‘anisshimaali Qa’iid. kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku. kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada ku seraya berkata : “Atunkruuna (Inna ‘alaikum laahaafidzhiin. yaitu ketika aku ingin selesai dari ihram. beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : “Mereka mengkategorikan pembicaraan berlebih. sebagaimana telah menjadi sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi. lalu ia memutarnya sehingga mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan. “aku mau ke kendaraanku” jawabku. ibadah tidak mensaratkan soal harga. tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim. duduk sajalah dulu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 71 . aku mendatangi salah seorang tukang cukur. sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu hanifah : “Aku melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji. “lalu apa batasannnya pembicaran yang berlebihan”? tanyaku.

di samping beliau juga terdapat halaqohnya ‘Urwah bin Zubair. dan abdulloh bin ‘Utbah rahimahumalloh. setelah dipersilahkan masuk Said langsung mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : “Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi isterimu sesuai dengan sari’at alloh SWT sejak tadi pagi. padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku”. karena kami jika seudah kedataangan seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu. setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya. antara kaget daan girang. dengan menyebut asma Alloh dan memohon Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 58 of 71 . atau berhutang dengan siapa?. “Tidak. lalu ia berbuka dengan sepotong roti. Said ibnul Musayyib mempunyai seorang mutarabbi. “Isteriku meninggal dunia. “Yarhamukalloh. dan aku tahu tidak ada seorangpun yang menemanimu. dan engkau termasuk orang yang kami ridhoi” jawab Said meyakinkan mutarabbinya. Abu Wada’ah mengira telah terjadi “sesuatu” dengan pernikahannya. baru saja menikmati rotinya. tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini. tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu. beliau kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya. beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi. “siapa yang mengetuk pintu”. lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : “masuklah engkau ke rumah suamimu wahai puteriku. karena di tengah perjalaanan ia terus berfikir darimana ia akan menafkahkan isterinya.…engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu. suatu ketika Abu Wada’ah beberapa kali tidak datang halaqoh. datang kembali sebagaimana biasa. tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan maghribpun tiba. Tidak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikinya seraya berkata : “Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba Wada’ah”. lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya berkata : “Ya. “Jazaakallahu kahairan” jawab abu wada’ah yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya. ia pulang menuju rumahnya sampai-sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum. lalu beliau juga bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu. “Mengapa tidak beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala keperluanmu” tanya Said kembali. fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham” tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap waqi’ terhadap keadaan dirinya. aba wada’ah”?. Abu Wada’ah benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham. engkau lebih berhak aku datangi hari ini”. siapa orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim. “Ya. maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain. “Said” jawab suara di balik pintu yang sepertinya ia mengenalinya. menghiburmu dan melipu kesedihanmu. akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba Abu Wada’ah. maka sekarang aku datang dengan anak perempuanku ke rumahmu” . sehingga aku sibuk mengurusinya” jawab Abu wada’ah.…kenapa tidak. juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh oleh para Murabbiyyiin. aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang menemuimu”. namanya Abu Wada’ah. seraya terbatabata Abu Wada’ah berucap : “ Eng. “aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku” tegas said.Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh. maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : “kemana saja engkau ya. tanyanya dari dalam rumah.

“berapa harganya ?”. “yang bener nih…” kata muridnya lagi. “sedirham” jawab Imam. Amin Ya robbal alamin. rapih penampilannya. Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khalifah bani uamayyah yang ingin meminang putrinya.… ada ‘ngga ya. lalu kata orang itu : “Aku sudah cukup. “angkatlah sajadah ini lalu ambil sesuatu yang ada di bawahnya”. setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham. aku tidak membutuhkan uang ini”. bukankah rosululloh SAW Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 59 of 71 . “ambilah uang itu dan perbaikilah penampilanmu’ tegas imam abu Hanifah. sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya. aku beli baju ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak. ia minta dicarikan baju. yang satu aku sudah aku jual. Alloh telah melimpahkan nikmatnya kepadaku. “satu dirham” tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah banget. malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu Wada’ah mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya. jika beliau datang ke majlisnya. atau dikenal dengan nama Nu’man bin Tsabit rahimahulloh. tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului isterinya ke dalam ruangan. kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha meneladaninya. manis tuturkatanya. faqih. Suatu ketika Imam abu hanifah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan tidak enak dipandang. sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham. kalau ada alhamdulillah. segitu”. Subhanalloh. lalu beliau mencarinya. berseri-seri. Dengan cerdasnya imam abu hanifah menyanggah omongan mutarabbinya itu : “Jika memang benar-benar telah melimpahkan ni’matnya kepadamu. dan selalu memakai wangi-wangian. “Aku tidak main-main. lalu mana bukti kenikmatanNYA itu. aku memang tidak mau mangambil untung terhadap murid-muridku”. sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu selain Imam abu hanifah dengan mutarabbinya tersebut. dalam penegtahuannya. Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini?. “ya. Lain lagi kisahnya dengan Imam abu hanifah. tanya sang murid.barokahNYA”. karena beliau juga dikenal sebagaai seoarang saudagar. Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya. tepatnya sebagai pedagang pakaian. Di samping cerdas. kain dan sutera. alim. maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya lantaran semerbak wewangian yang dipakainya. masuklah anak perempuan said . lalu beliau berkata kepadanya. “sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu harus berkata apa” kata Abu Wada’ah mengenang kejadian itu. dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet (terinjak gaunnya) hampir jatuh hampir terpeleset karana saking malunya. tegasnya lagi. beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk menemui menantu barunya. lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. setelah yang lainnya keluar dari majlis. beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan. beliau berkeliling dari kota satu ke kota lainnya di wilayah irak.

“khotibinnaasa ‘ala lughati qaumihim” (Ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan kemampuan akal mereka. penyampaian da’wah dikemas dengan sederhana. beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat. dari sinilah beliau memulai da’wahnya. sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik dengan orang dewasa maupun anak kecil. bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah. karena itu sudah sepantasnya engkaumemperbaiki keadaanmu agar engkau tidak membuat sedih saudaramu”.bersabda : “Innalloha yuhibbu an yaraa aaatsara ni’matihi ‘ala ‘abdihi” (sesungguhnya alloh SWT senang melihat bukti keni.matannya pada hambanya). “Aqimiddaulata fii Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 60 of 71 . menceritakan tentang sosok Hasan albanna sebagai Murabbi. Adalah pantas bila beliau merupakan salah seorang sosok figur murabbi teladan abad. seolah-olah belaiu bagian dari mereka. Imam Syahid sangat lembut . juga bagi seluruh aktifis da’wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. yang terkenal sebagai kota pelabuhan. seolah – olah tidak ingin berpisah dengannya. seluruh mutarabbinya duduk di atas tikar putih. ini bukan karena beliau kikir. karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan. Wallohu ‘alamu bisshawaab. Allohu Yarhamuhu. beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan. Beliau berbicara dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak kecil. diselingi dengan bahasa ‘amiyah (pasaran). juga mempunyai keteladanan dalam hal mentarbiyah. prinsip-prinsip pendekatan da’wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SAW seperti : “khoothibinnaasa ‘alaa qodri ‘uqulihim”. ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan gaya bahaasa mereka). bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan “kuliah selasa” sangatlah sederhana. suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. figur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita. diselingi dengan cerita dan ilustrasi. Ini adalah buah dari bahas lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil. dan mereka disuguhi teh dalam dua teko kecil. Ketika selesai beliau “dikeroyok” oleh anak-anak kecil tersebut seraya bergelantungan di tubuh beliau. Beliau tidak pernah cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara. Al-Ustadz umar Tilmitsani Allohu yarham. di mana banyak buruh-buruh pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi. diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti “Nahnu Dhu’at laa Qudhot” (kami mengajak bukan memvonis). dalm mentarbiyah para Keteladanan Masyaikh Da’wah kita Imam As-syahid Hasan al-Banna. dan lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam. Itulah beberapa keteladan Ulama Salafussalih mutarabbinya. Ketika beliau menetap di Ismailiyah. Keteladanan Imam Hasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da’wahnya ke berbagai lapisan masyarakat. Al-Ustadz hasan al-Hudhaibi. beliau berdiri di tengahtengah mereka dan berbicara dengan mereka. tidak konfrontatif. Tampak sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya.

beliau menyruh sopirnya berhenti. Sambil tersenyum beliau menjawab : “Diamlah. nah dengan gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam tangki mobil tersebut. menjumpai sebuah kendaraan yang mogok. Orang yang ditolongnya itu kemusdian berkata . Anda ini siapa”? Imam asSyahid menjawab dengan sikap rendah hati : “Saya hasan al banna. ayo makan siang bersama kami”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 61 of 71 . Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di hadapannya. jawab Imam as-syahid jujur. Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja. Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan. Semoga Alloh melindungimu”. lalu ia membisiki beliau seraya berkata : “Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar”?. “Ya”. Saat itu mobil belum ada klaksonnya yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet. “Hari ini kami jadi tukang masak. apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. Lalu beliau memanggil seorang akh. Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang alakh. Sambil bercanda beliau berkata. di tengah rimba pengadilan.daarika taqum fii ardhika” (Tegakkanlah daulah di dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu). Orang itu kemudian berkata lagi : “Apakah anda hasan al-Banna Mursyid Ikhwanul Muslimin?”. Wallohu ‘alamu bisshowaab. meskipun Ustadz Umar tilmitsani sedikit membuatnya repot. lalu bagaimana kalian bisa memperbaiki perselisihan yang terjadi pada orang lain”?. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit senyum. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan ikhlas. lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh laki-laki pemilik mobil tersebut. Dan di antara do’a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : “Ya Alloh pilihlah diriku menjadi hamba yang selalu taat kepadaMU” Sebagai seoarang Murabbi. beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : “Apabila kalian berdua tidak sanggup memperbaiki hubungan yang ada di antara kalian. ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin. ketika makanan dihidangkan. ternyata orang itu kehabisan bensin. tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur. saya seorang guru sekalh dasar di As-sibtiyyah”. dan haal itu dilekuakn berkali-kali. Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara. sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar Tilmitsani. bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan siang di kantor pusat. beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa. “Saya Muhammad Abdurrasul seorang hakim di kota Kairo.

Orang seperti ini dinomorsatukan. Juga bisa bermanfaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran. sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak. Dan memberikan informasi tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan. sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. Didalamnya terdapat makna bahwa evaluasi untuk menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan. yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid. tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Untuk itu evaluasi bukan saja pada akhir proses yang sering dipahami orang. ada juga evaluasi pada proses tarbiyah. Apalagi dalam da’wah proses menjadi sebuah kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih. 3. yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua. agar dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut : Input Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Proses Output Page 62 of 71 . Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah. Penilaian (evaluasi) seperti ini sering disebut evaluasi karakteristik mutarabbi. Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-sendiri. Jadi proses seperti apa yang sesuai dengan kadar akal mereka.dengan kata lain evaluasi untuk mengukur kompetensi dan kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan. karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa. manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah. mengukur prosesnya dan hasil prosesnya. supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. Jadi prosesnya yang dievaluasi. Insya Allah . Landasan Evaluasi ”Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. akan tetapi evaluasi itu pada prosesnya. Evaluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa kita katakan evaluasi pra proses tarbiyah Selain evaluasi pra proses tarbiyah. 2. Dari penjelasan ini evaluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses. Hasil (output) dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur. Apakah prosesnya sudah efektif atau belum. Pentingnya evaluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah SAW : “Berkhutbahlah sesuai dengan kadar akal mereka” Indikator keefektifan proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan. Al Hasyr : 18) ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab” (Atsar Sahabat) II. Untuk apa evaluasi dilakukan ? Abbas Asisi mengklasifikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian : 1. Apakah prosesnya sudah benar atau belum. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Orang semacam ini menempati urutan kedua. yaitu orang yang tidak taat beragama.EVALUASI TARBIYAH I. Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah. karena mereka lebih dekat dengan da’wah kita. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan.

Tingkat pengetahuan (knowlegde) Evaluasi kognitif untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahfal atau mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus dievaluasi. Evaluasi ketika selesai belajar Evaluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan. Wujud evaluasi ini bisa berwujud tes tertulis. diskusi. Pada tujuan ini yang ingin diraih settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitif. ngobrol (curhat). Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi. Metode apa yang telah kita pergunakan. Ini menjadi tolak ukur dari dua komponen (input dan proses). 2. menggarap proyek mengarang. investigasi. IV. Apakah keduanya baik atau belum. yakni : 1. Tujuan tersebut diantaranya “mengetahui hasil ibadah“. 3. mencocokkan muwashafat dengan membuat daftar check (check list). karena dari sanalah kita dapat mengevaluasinya. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. Evaluasi proses tarbiyah Setelah mutarabbi terevaluasi kini giiran mengevaluasi prosesnya. Apa yang kita rencanakan dapat menjadi bahan evaluasi proses. terpenuhi atau belum. membuat karya tulis.Evaluasi Evaluasi Evaluasi III. Secara keseluruhan evaluasi tarbiyah baik pra. secarik kertas. Evaluasi pra mutarabbi (pra proses). Mengevaluasi prosesnya disyaratkan memiliki perencanaan tarbiyah. Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah disampaikan.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitif ini. Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah. Evaluasi ini digunakan untuk melihat apakah output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashafat. dan atau lisan mutarabbi. Atau murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan observasi/investigasi ke rumah mutarabbi. Hal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. Evaluasi kognitif Pada kurikulum tarbiyah islamiyah (Manhaj 1421 H) terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah dirumuskan. Yang tidak akalh penting adalah apakah cukup menarik atau cukup efektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan. silaturrahmi dan lain-lainnya. kita ikuti uraian berikut : Kognitif memiliki tingkatan yaitu : a. Bagaimana mengevaluasi ? 1. Dapat dituangkan lewat buku tulis. lisan. Evaluasi pada tingkat ini dapat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 63 of 71 . Wujud evaluasinya mutarabbi dapat mengisi check list (daftar isian) yang diambil dari muwashafat yang ada pada masing-masing marhalah. Sehingga aspek kognitif menjadi sebuah aspek yang mesti dievaluasi. Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan.

menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. Tujuan ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap aktifitas ibadah tersebut. yaitu “mutarabbi mampu memformulasikan ide-ide dan pemikirannya”. mengarang. Wujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitif antara lain diskusi. Tingkat evalusi (evaluation) Evaluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya. Evaluasi afektif Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi “merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan dalam beribadah”. karya ilmiah. Sehingga pada aspek ini yang dievaluasi adalah aspek afektifnya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat penerapan(aplication) Evaluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat sintesa (synthesis) Evaluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. yaitu “memahami kewajibannya terhadap orang lain. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan. mengisi daftar cek (check list). yaitu “dapat menyebutkan sarana dan media untuk tafakur“ b. c. menafsirkan. jurnal dan lainnya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau tidak. dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masingmasing data terhadap data lainnya. yaitu “mutarabbi mampu membedakan sistem politik yang fungsional dan disfungsional”. Tingkat analisis (analysis) Evaluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasifikasikannya menjadi beberapa kategori.digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya bukan pada haknya“. tes tertulis. Afektif juga memiliki tingakatan yaitu : a. Evaluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu “mutarabbi mampu menginvetarisir ide-ide pemikirannya” e. d. f. Tingkat menerima (receiving) Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 64 of 71 . yaitu “mutarabbi menerapkan kewajiban-kewajiban rumah tangga dan menjadi teladan anggota keluarga yang lainnya”. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. 2. Tingkat pemahaman (comprehension) Evaluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam mengartikan. Evaluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak.

Tujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. yaitu “mutarabbi menerpakan spesialisasi yang dimilikinya dalam upaya mendukung kerja da’wah serta tanggung jawab rumah tangga dengan menjalaninya secara serius”. a. yaitu “mengutamakan produk-produk islam ketika berbelanja dan ketika membelinya di toko-toko non muslim meskipun harganya lebih mahal ” e. Evaluasi untuk tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak.Evaluasi afektif untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran. b. yaitu “mutarabbi mampu membiasakan diri hidup teratur”. c. yaitu . Gerakan seluruh badan Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan gerak fisik mutarabbi secara keseluruha. karya ilmiah. jurnal dan lainnya. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. Artinya tarbiyah harus sampai pada aspek psikomotorik. Evaluasi psikomotorik Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi “mempraktekan kiat-kiat mencapai kekhusyu’an dalam shalat”. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitif maupun afektif. stimulus yang ditunjukan oleh bentuk partisipasi dalam berbagai bentuk. proses. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 65 of 71 . mengisi daftar check. “menyadari kewajiban bekerja dan berpenghasilan dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kecenderungan dan spesialisasinya”. Tingkat oraganisasi (organization) Evaluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. Tingkat menilai (valuing) Evaluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektif (jujur) bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh kemauan untuk menerimanya (istislam) dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. yaitu “mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:. mengarang. namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. d. Yakni . 3. Tingkat karakterisasi (charaktersization) Evaluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. Tingkat menanggapi (responding) Evaluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh dilewatkan. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan afektif antara lain : diskusi. tes tertulis.

Gerakan yang terkoordinasi Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan koordinasi gerakan fisik mutarabbi antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badannya. c.mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. d. yaitu “mutarabbi mampu melakukan latihan fisik dengan teratur 10 – 15 menit setiap hari”. yaitu : “mutarabbi mampu berbicara sesuai adab dan ketentuan yang ada dalam Al Qur’an (bagi akhowat)”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 66 of 71 . Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung. misalnya isyarat dengan tangan. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu : “mutarabbi mampu menulis rasmul bayan dengan baik”. Komunikasi nonverbal Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat. yaitu : “mutarabbi mampu membiasakan diri murah senyum (ramah) di depan orang lain”. anggukan kepala. ekspresi wajah dan lain-lain. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. b. Kecakapan dalam berbicara Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara.

METODE TARBIYAH DAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA I. METODE TANYA JAWAB Tanya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau fakta-fakta yang telah dipelajari. METODE DISKUSI Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. Metode itu antara lain: 1. memperlihatkan atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi. METODE CERAMAH Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum dipakai dalam menyampaikan suatu materi. pribadi. Dalam diskusi diharapkan dilakukan pengendapan dan kratifitas data dan informasi yang diperolehnya. Sehingga murabbi dalam mentarbiah tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan ukhuwwah. 3. mengurai yang tersekat. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan secara tepat. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah. keberhasilan tercapainya tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi. Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat tersirat. semuanya dapat dipergunakan sesuai obyek tarbiah. METODE TARBIYAH Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan objek tarbiah. keadaan lingkungan. 2. Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. METODE DEMONSTRASI Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitif sangat mengajar sangat baik. jenis materi. permasalahan yang sedang populer atau pertanyaan lainnya. kondisi lingkungan dan faktor lainnya. 4. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait dengan materi pembahasan. Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan. didengar atau dibacanya. jenis materi. lingkungan dan faktor lainnya. membuka yang tersumbat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 67 of 71 . dengan diskusi seorang peserta akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik kesimpulan .

maka murabbi dapat mewajibkan infaq majelis dan semua peserta wajib mengisi kotak infaq setiap datang. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 68 of 71 . METODE PARTISIPASI Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktif dengan sebuah proses kegiatan. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan alat bantu. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal dan beratnya beramal. Bisa melui laboratorium.5. METODE EKSPERIMEN Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan. tetater. Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta manfaat olah raga bagi stamina tubuh. atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang memberikan tugas tersebut. Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat atau mengungkapkan kepribadiannya. Metode demonstrasi atau Eksperimen saling terkait sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. Tujuannya peserta lebih mantab. 6. Misalnya materi aneka ragam ciptaan Allah SWT di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan penayangannya. METODE SIMULASI Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan. planetarium. pengalamnnya lebih terintegrasi dan untuk mendorong peserta berusaha lebih baik. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan sulitnya berinfaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana. METODE PENGGUNAAN ALAT Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. METODE LATIHAN Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan sesuatu. 9. menghadiri acara tertentu. METODE PENUGASAN Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca. 8. Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat ditingkatkan dan disempurnakan 10. film. METODE SOSIODRAMA Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktifitas kehidupan sekitar manusia. 11. 7. dan lain sebagainya. Metode demonstrasi lebih dititik beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus melakukan sesuatu.

Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga Page 69 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : .12. II. Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan sebagai individu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. Tugas perkembangannya adalah :  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia 3. METODE PENGALAMAN TERSTRUKTUR Yakni murabbi dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya. METODE PENGEMBANGAN KELOMPOK Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode memandang peserta sebagai individu. 13. Karena banyaknya metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode mana yang paling sesuai. Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan tertentu. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2. Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam. akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan efektif daripada memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta’awun. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Masingmasing metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Dalam acara tersebut. Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1.

Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan . ORANG DEWASA JUGA BELAJAR Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan. dihargai dan didukung kehadirannya  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi. emosional. BAGAIAMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1. yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki  Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 70 of 71 . yaitu : secara intelektual.   Memenuhi kewajiban sosial Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik III. contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. dan fungsi fisologis. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup. V. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima. Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal IV.

Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk. Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3. Penyelenggaraan pengalaman belajar  Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik. dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 71 of 71 . tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya. Guru lebih bersifat pemandu. dan atau satuan tugas.  Guru hanya mampu membantu orang lain belajar.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri. Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan. panitia.  Menentukan tujuan pendidikan khusus. sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource).  Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural. 5.  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari. Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan. manusia sumber.  Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur. dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri.  Arah pengembangan dan pentahapan. 4.