KUMPULAN MATERI DAUROH MUROBBI

Kumpulan Materi Daurah Murabbi :

Page 1 of 71

“HATMIYYAH AT-TARBIYYAH”
Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SAW menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : “Maa yubkika ya… Abdalloh…” (Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh…), Iapun menjawab : “Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rosulullohu biqoulihi ta’ala : Wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maqdhiyya” (Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Alloh SWT : “Dan tidaklah dari kalain melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71). Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan ayat al-qur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka Jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatif lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Hatman Maqdhiyya” juga berlaku dalam kaidah Tarbiah sebagai sebuah proses dalam proyek kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya Tarbiyah memiliki sifat “Hatmiyyah”, sifat keniscayaan, dengan kata lain bahwa Tarbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan apapun. Walhasil untuk dapat istiqomah di jalan da’wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu jalan : Tarbiah!. Karena Tarbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk diikuti ( QS. 6 : 153 ), dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani (Generasi-generasi yang tertarbiyah) yang senantiasa antusias mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya ( QS. 3 : 79). Tarbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan. Pendekatan Idealis Tarbiyah adalah jalan bagi para Da’i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da’i adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar. Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha’bun – Tsabit ) Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da’wah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam da’wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul “Arba’una rojulan wa khomsu niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da’wah, yang tidak hanya “Qaabilun lidda’wah” tetapi juga “Qaabilun litthagyir”, bahkan mereka
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 71

seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of change”, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami. Berda’wah memang tidak mudah, karena berda’wah melalui proses Tarbiyah ibarat menanam pohon jati, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten, atau dengan kata lain memiliki “matanah” (imunitas) baik secara “ma’nawiyah” (moral), “fikriyah” (gagasan dan pemikiran) dan “Tandzhimiyah” (struktural). Ka’ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rosululloh SAW. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : “Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!) Itulah sebuah refleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak mudah, melalui jalan da’wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur’an menyebutnya dengan “Al-Qoulu Al-Tsabit” (QS. 14 : 27 ), yang terumuskan di atas konsep yang baik atau “Kalimat Thayyibah” bukan “kalimat khabitsah” (QS. 14 : 25 - 26 ). Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (Thawil - Ashil) Da’wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika Rosululloh SAW mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan dapat menaklukan Romawi (Byzantium). Padahal Romawi baru dapat di Taklukan oleh umat Islam pada masa daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang perjalanan da’wah yang telah dilalui?, akan tetapi ikhwah fillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi, “Asholah” tetap terjaga, “Hammasah” tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SAW dan Para sahabat Rodhiallohu ‘anhum wa rodhuu’anhu. Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena ‘panas’ dan tak lapuk karena ‘hujan’, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da’wah. Adalah Abu Thalhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh SWT berikan kepadanya umur yang panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhalifahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan Yunani untuk mrnghadapi
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 71

akan tetapi sekarang kami yang tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah. yang menjaga lisannya. yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da’wah dengan kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman. dengan kecerdasan menafsirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaan“Hikmatussuyukh Hammasatussyabab” Abu Ayyub menjawab : “Tidak bisa. mengenang semua itu beliau berkata : “Aku adalah salah satu dari 7 orang sahabat (dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga). kami tidak memiliki makanan. Keberhasilan sebuah da’wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. sebagaiman hadits rosululloh SAW : “Man bathi’a ‘amaluhu lam yusra’ bihi nasabuhu” (Barang siapa yang lamban kerjanya. dari masa-masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. berangkatlah Abu Thalhah RA turut serta dalam peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya. sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami. lari estafet memang tampak kelihatan lambat .pasukan Romawi. ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin baik yang tua maupun yang muda. seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur’an “Infiruu khifafan wa tsiqoolan” (berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat). karena ayat tersebut menyebutkan “khifafan” (ringan) berarti ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan “tsiqalan” ditujukan untukku yang sudah tua. maka anak-anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah. Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral. maka kami berlindung kepada Alloh SWT agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh SWT”. karena perangai yang lambat dalam berda’wah adalah bentuk kelalaian. kebaikan suluknya baik secara ta’abbudi. banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut menyebarluaskan fitnah keji tersebut. Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi “Haditsul Ifki” yang menimpa Aisyah radhiallohu anha. Adalah saad bin Abi Waqqash RA. yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu’minin aisyah RA. Watak perjalanan da’wah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya. tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya). Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi’ – Ma’mun) Da’wah adalah lari estafet bukan sprint. ijtima’i maupun tandzhimi. keluhuran akhlaknya . integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan Tarbawi tercermin pada keteguhan akidahnya. dahulu kami bersama Rosullloh SAW dalam sebuah ekspedisi. tidak mendua dan tidak terbelah. bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya. untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kwalitas terjamin. lalu anak-anaknya berkata kpadanya : “Sudahlah Ayah tak usah ikut berperang. kebersuhan hatinya. akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenanagn di garis finis. cukuplah isteri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 71 . cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang”. yang nasab (afiliasi) nya kepada jama’ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah kerja da’wahnya.

Pendekatan taktis Setelah ketiga faktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik. lau kunta sofwaana hal taf’alu bihurmati rasulillaahi suu’an. tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SAW. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri . bahwa dirinya saja yang tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya. mendahulukan husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da’wah. Ya…Abaa ayyub lau kuntu ‘Aisyah maa khuntu Rasulallohi abadan” (Wahai abu Ayyub. apalagi Shafwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya . maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang sekarang ini semakin kompetitif dengan gerakan-gerakan da’wah lainnya. bagaiman ia mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh SWT. sehingga mustahil dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shafwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang. jika engkau yang menjadi Safwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SAW. sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran jelek menghianati suami (berselingkuh) seperti yang digosipkan oleh banyak orang.. Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan. Semakin banyak jumlah jumlah kader inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da’wah ini dalam menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA. Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak lebih baik dari Shafwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang digunjingkan oleh banyak orang. Pendekatan Strategis Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da’wah yang sangat penting adalah fokus untuk menyusun barisan kader inti. atau generasi kader yang lowong. dan Aisyah lebih baik dariku). isteri abu Ayyub alanshary berkata kepada suaminya : “Ya. Hal itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan luasnya medan da’wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan potensi (kemampuan) tarbiyah. oleh karena itu untuk menghindari terjadinya “Lose of generation”. yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah.Abaa ayyub!. maka langkah berikutnya adalah memetakan langkah-langkah taktis. Wahai abu Ayyub. seperti Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman dan Khalid bin Walid yang dikirim ke wilayah irak. wa hua khairun minka. dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas pertumbuhan kader dan menyelenggarakan “Bi’tsatudduat”. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh Rosululloh SAW untuk menda’wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang yang baru masuk islam.Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia. kalau aku yang jadi Aisyah. dan Safwan lebih baik dari engkau. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 71 . dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat umum terhadap da’wah ini.

sedangkan kader-kader baru dibina pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah pada masa Abu Bakar RA. Wallohu ‘alamu bisshowab Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 71 . itu artinya hanya 1/3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah. di ketiga kota inilah kader inti da’wah tetap dijaga dan dipelihara. terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa. sehingga 2/3 jazirah arab nyaris mengalami kemurtadan. Madinah dan Thaif. Terbukti kemudian pada perang Qadisiyah. 3 : 146). ketika ancaman imperium Persia menghadang. kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad fi sabilillah. Itulah hasil sebuah produk tarbiyah (QS.Pada masa abu bakar RA. dan tak jarang diantara mereka kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan.

saling menolong. unsur Islam. dari kufur kepada iman. Tujuan ini mencakup : 1. unsur Ihsan. 1.Siroh Nabi. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan komprehensivitasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. PENDAHULUAN Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau pedoman hidup bagi manusia. antara lain : unsur iman. Tegaknya Khilafah Allah di muka bumi. serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah SWT. Sunnah Rasul. Yang ingin dicapai dari sistem ini adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ( QS Al-Jaatsiyah l8)”. Siroh Sahabat dan ijma Ulama. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 71 . unsur amar ma. dari ma’shiyat kepada taat. dari kesesatan menuju hidayah. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu.ruf nahi munkar. 4.tidaklah patut bagi manusia kecuali saling berkasih sayang. Kepemimpinan Dunia. Memahami tujuan kaderisasi 4. dan saling menasehati dalam kesabaran. dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih baik. kemudian mempererat hubungan itu agar makin sempurna. Pengangkatan manusia sebagai khalifah menuntut aktivitas pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia 3.SISTEM KADERISASI Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu . Proses penyiapan manusia menuju kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah. Ukhuwah (Al-Hujurat :13) Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondongbondong. dari batil menuju benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi. II. Memahami arah kaderisasi 3. Memahami marhalah amal dalam kaderisasi I. Ibadah " Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" ( AdzDzariyat : 56) Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim. Sistem ini integral dan komprehensif. TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH Tujuan Tarbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik. ”Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah 30). karena diambil dari Kitabullah. sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus. 2. Allah berfirman : ”Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Memahami sistem kaderisasi dalam manhaj 1421 H 2. unsur keadilan.

Semua itu dilakukan dengan:  menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar.yang telah diridlaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. 5. Menjalankan kewajiban khilafah di muka bumi.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang syahadat dan pengamalan kandungannya. Memberdayakan orang. maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah Islamiyah bagi semua orang. 5. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia.yaitu Allah swt.untuk dimanfaatkan dan usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat. Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya 2. Tujuan konstekstual.  Penanganan amar ma’ruf nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya. Allah berfirman : ”Hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh allah. Tercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan kepada tegaknya syariat Islam. Tujuan Kontekstual atau tujuan antara. b.  Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi. Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilafah atas bumi untuk tujuan kemanfaatan dunia dan akhirat.Hal ini meliputi : 3. yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah.  Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi. Tujuan permanen. bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi. untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak. Tujuan permanen itu antara lain : a. Menunaikan kewajiban ta’aruf antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam. sekaligus bagaimana Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 71 .  Menghidupkan unsur Islam diri manusia. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi. memakmurkannya dan membantu orang lain untuk memahamai tujuan ini. III. karena agama mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan. intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam. Menghukum Dengan Syariat. yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam. Berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh allah kepadamu” . (Al-Maidah :49) Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ” (AnNur : 55) Artinya.  Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya. d. (An-nur :55) c. TUJUAN TARBIYAH IKHWANIYAH Tarbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar : 1. 4.

akhlak. Manhaj ini merupakan revisi untuk manhaj Pemula dan takwiniyah yang selama ini ada. Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam. Pembentukan keluarga . Arus pemikiran dan peradaban. keyakinan. dan emosinya. Marhalah (tahapan) amal itu antara lain : 1. 3. dan menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah. Terbentuknya sosok muslim dalam pemikiran. bersifat kontekstual dan memenuhi standar manhaj alami. 4. 3. Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum . menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan masih relevan untuk diteruskan. sedangkan substansi materi diambil dari maraji’ yang direkomendasikan. Arus cara pandang terhadap alam.merumuskan cara-cara terbaik untuk itu. 4. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas. IV. Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya. dan perilaku mereka. Arus politik dan ekonomi. Ciri khas manhaj l994 menekankan pada referensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah.Yang perlu diingat . Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. 2. kehidupan. Pembentukan pribadi. menyampaikannya kepada seluruh umat manusia. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih bervariasi dalam pengambilan sumber rujukan manhajnya. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998. 2. 5. Terbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama ikhwan. 6. kecuali jika manusia itu sendiri berusaha mengubahnya (Ar-Ra’d :1). ( apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ). CIRI KHAS MANHAJ TARBIYAH Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan. Untuk itu diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi’iah. Menjadi guru peradaban ummat manusia. Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain : 1.dan emosinya. keyakinan.ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan sempurna. Dimana untuk marhalah Dewasa mengacu pada manhaj tahun l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. Terbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran. Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensiv dan saling berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya. Manhaj ini disebut manhaj l421 H/2000M. akhlak. 5. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 71 . Arus sistem nilai sosial dan politik. Ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada tujuan akhir tarbiyah. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan niat. ucapan. Memperbaiki negri muslim . Terwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia. juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. 7. dan benda hidup. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. Mengembalikan khilafah islam. Memerdekakan negri muslim.

Yang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan fikroh ikhwan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 71 . karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih. Begitu juga karena forum-forum ikhwan pada dasarnya adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk mentarbiyah fisik. seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah). 5. dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya. amal. karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya. dan masa tarbiyah sangat bervariasi namun semuanya tetap mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. setiap al akh muslim. Fikroh ijtimaiyah. 4. 2. kejernihan hati. serta mendidik masyarakat untuk memiliki kehormatan. kecintaan karena allah. Jama’ah riyadliyah. ia mati dalam keadaan jahiliah. adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari kiamat.. ( At-taubah 105 ) 4. Fikroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai’ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah. Haqiqah shufiyah. Paham. Dakwah salafiyah. bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. kemewahan. waktu. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan fikrah kita tidak akan sia-sia. harta. karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya. Tadhhiah. dan ruhani.akal. kedudukan dan yang lainnya. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan. karena mereka sangat memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah. adalah mengorbankan jiwa. 3. Kesepuluh arkanul bai’ah itu adalah : 1.” 5.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul ‘isyrin ( 20 prinsip ikhwan ). 6. adalah buah dari ilmu dan ikhlas. karena Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa. karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam. penampilan. meluruskan persepsi seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri. yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. harga diri. Ini dikarenakan pemahaman yang komprehensiv dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuniversalan fikrohnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan. dan komitemen dengan kebajikan. pangkat. khususnya dalam hal aqidah dan ibadah. Hai’ah siyasiyah. 3. 7. Jihad. 8. Syirkah iqtishodiyah. Ikhlash. gelar. dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi. Kedelapan fikroh ikhwan itu adalah : 1. 2. jenis materi. Amal. Thariqoh sunniyah. harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan. karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal. kontinyuitas amal. Rabithah ilmiyah tsaqofiyah. adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih. sampai batas maksimal.sehingga jumlah materi.

(15).Aqidah. Seni dan budaya. (17).Politik kontemporer. Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah. (2). Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah (disebut dengan kompetensi kritis). gerakan dan organisasi pembaharuan. Muda. (16). 6. Taat. Metodologi berfikir dan riset. II. Manajemen dan organisasi. Islam dan kekuatan-kekuatan lawan. meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahuntahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid. (14). Perundang-undangan.Ekonomi . sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan. TAHAPAN-TAHAPAN TARBIYAH Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 71 . Bahasa arab. (11). Pemikiran.Tsiqah. Hadist dan ‘Ulumul hadist. adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat. Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar. 9. Fiqh da’wah . Sosial Kemasyarakatan : (18). Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. Rumah tangga muslim. Sejarah dan peradaban ummat. Kesehatan dan kekuatan fisik. akhlak dan kepribadian muslim. (20). Iptek dan lingkungan. Tsabat . Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersifat lokal. Sistem politik dan hubungan internasional (21). Tujuan umum atau kompetensi kritis tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai Pemula. mencakup : (1). al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan. (24 ). Fiqh (5 ) . Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. (7) Belajar mandiri. Ukhuwwah. (12). III. yaitu : I. Tajarrud. (8). V. (10). Kependidikan dan keguruan. terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci. adalah tentramnya jundi (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. Setelah memahami 10 arkanul bai’ah dan 8 fikrah ikhwan .Dunia Islam kontemporer. Tata sosial kemasyarakatan . Pengembangan diri dan ketrampilan dasar. Da’wah dan Pemikiran islam: (13).Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. Dasar-dasar keislaman. 7. dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia. Ukhuwah adalah saudara iman. (22). 8. IV. (23). (3). Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang direkomendasikan. Al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’ an. (9). Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar ke dalam 4 kelompok kajian. baik di waktu senang atau sulit. (4). adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain. (19). Madya. 10. (6). Dewasa dan Ahli.

9. setiap individu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari kelalaian dan kehilafan perbuatan manusia. Dalam tahapan ini. Mujahid lin nafsi . setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah. Qawiyyul jism. Matinul khuluq. tanpa kenal sikap plinplan. setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. da’wah dilakukan dengan menyebarkan fikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da’wah fardiah (dengan menjalankan hubungan dengan orang-orang yang berpotensi berubah) atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam. Munadzam fi syu’unihi. setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW. Menurut Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 fase : 1. Mutsaqqaful fikri. Shahihul ibadah. setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. tidak dapat diikuti oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Takwin Dalam tahapan ini da’wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. pengetahuan ( cognitif). 8. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan bersifat militer dalam tataran operasional. Salimul aqidah. 2. Tanfidz Da’wah dalam tahapan ini adalah jihad. 2. 4. 3. MUWASHOFAT Sebagaimana telah disebutkan. setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. 7. setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam. setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus dan memiliki ketaatan total. Ta’rif. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 71 . VI. dan perilaku (psikomotorik) . Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap (afektif ). bahwa ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang (goal based learning). Haristun ‘ala waqtihi. 6. Da’wah pada tahapan ini bersifat khusus. Karakteristik yang harus dimiliki setiap individu itu mencakup 10 point : 1. Qadirun ‘alal Kasbi. 5. 3. atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah. kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir.Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah.

Baik internal ataupun eksternal. dan internasional. 6. Adapun komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah : 1. adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. positif atau negatif. Daurah dan kursus. Ta’lim. VIII. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan. 7. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah. adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan/keahlian tertentut. negara. Halaqah. kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses tarbiyah. 8. 4. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka fungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 71 . Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan pencapaian tujuan pemberian materi. Taqwim adalah sebuah proses dan mekanisme evaluasi pencapaian muwashafat dan seleksi kenaikan jenjang peserta tarbiyah. 3. dan mutaba’ah penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang. PROSES TARBIYAH Untuk mencapai muwashofat proses tarbiyah memerlukan komponenkomponennya. 9. 3. VII. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. dalam skala keluarga. 5. Pada akhir program tarbiyah. Tatsqif.adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai’yah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui pembekalan ‘ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah.Nafi’un li ghoirihi. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. Prasarana ada yang bersifat materi dan non materi.Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah. 10. setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatif lebih lama.akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. 4. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya 2. SARANA TARBIYAH Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan tarbiyah.10.pengorganisasian. masyarakat. Sarama tarbiyah itu antara lain : 1. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3 kelompok. Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana program tarbiyah. 2. adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqafiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim dengan penamaan ta’lim fil masajid.

IX. 6. Mabit. PENUTUP Manhaj tarbiyah /sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. fikri. dan jasadi serta penguatan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan. Waallohu A’lamu bisshawab. adalah sarana penghimpunan . dan menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah SWT. dan tandzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. Insya Allah jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. pelatihan dan pengarahan dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. 7. Tujuan tarbiyah akan tercapai. adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. Rihlah.5. manhaji. Mukhayam. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 71 . manhaji .

mukhayyam. Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki sifat-sifat terpuji. tidak imma’ah (asal ikut. karakteristik Qadirun ‘alal kasbi (kemandirian) tercermin pada perilaku peserta halaqah ini bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram. mempengaruhi dan berpacu ke arah yang lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama’i. berpuasa fardhu. Sarana-sarana tambahan antara lain rihlah. bersemangat untuk shalat berjama’ah di masjid. Walaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui da'wah fardhiyah misalnya. Melalui proses interaksi.PROFIL HALAQAH Pengertian Halaqah Dalam manhaj 1421 H disebutkan halaqah adalah sarana utama tarbiyah sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian muwashafat atau karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. Selanjutnya. Sebagai contoh untuk karakteristik Saliimul Aqidah (aqidah yang bersih/selamat) seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dr. dengan cara yang diridhai-Nya. ta’lim. tidak mencaci maki. benar-benar ihsan dalam thaharah (bersuci). halaqah juga dapat didefinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang. membeo). giat bekerja dan rajin membayar zakat. Ada sepuluh muwashafat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau penjabaran yang sesuai dengan marhalah Pemula dan Muda. mulia) terjabarkan dalam sikap dan perilaku yang tidak takabbur. ihsan dalam shalat. akhlaq dan jihad. tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin. Dalam buku Adab Halaqah. tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin. tidak meramal nasib dan pergi ke dukun. Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah. Kemudian untuk ciri Shahihul Ibadah (ibadah yang shahih) ternampakkan bila ia berani mengumandangkan adzan. menjauhi riba. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar dalam sebuah halaqah haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah kepada-Nya. tidak memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain. Berikutnya untuk muwashafat Matiinul Khuluq (akhlak yang kokoh. Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-Nya manusia. tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. judi dan segala tindak penipuan. dan penugasan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 71 . perangai Islam asasi. tidak ghibah (membicarakan keburukan orang lain) dan tidah mematahkan pembicaraan orang lain. Dalam fase tarbiyah ini diperkenalkan dasardasar umum Islam berupah aqidah. seminar. syari’ah. halaqah tetap merupakan metode talaqqi wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi yang intensif antara anggota halaqah. tidak berdusta. tidak mengadu domba. daurah. Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim Halaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah Pemula dan Muda juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. berzakat dan qiyamul lail / shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan.

tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh” dan “Perumpamaan orangorang yang beriman dalam hal cinta. Ta’aruf melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti nama. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin itu hatinya lunak. pekerjaan. menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkafein. kepekaan hingga aspek fikriyah seperti orientasi pemikiran. shalat dan berpuasa. Menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan b.Ciri Mutsaqaful Fikri (intelektualitas yang berkembang dengan baik) terwujudkan bila pribadi ini pandai. keadaan keluarga. kecenderungan. Selanjutnya ciri Mujahidin Linafsihi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang haram. memperhatikan hukum-hukum tilawah. belajar. “Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. bangun sebelum fajar. tempat-tempat hiburan maksiat. membantu orang yang membutuhkan dan sebagainya. kegemaran. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang sifatnya prinsipil. Yang dimaksud dengan tafahum adalah : a. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial ekonomi. pandai membahagiakan orang lain. menghafalkan Hadits Arba’in (hadits ke 1-20) dan mengetahui hukum thaharah (bersuci). menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak berfaedah serta memanfaatkan waktu untuk beribadah. cakap membaca dan menulis. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SAW: “Mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan”. seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan berkasih sayang dalam naungan ridha Allah SWT. Kemudian Muwashafat Harishun Waqtihi (menjaga dan menghargai waktu) nampak bila pribadi tersebut senantiasa bangun pagi. Sedangkan karakteristik Qawwiyul Jismi tertampakkan pada kebersihan badan. Rukun pertama (1) Ta’aruf (saling mengenal) adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah halaqah. Akhirnya ciri ke sepuluh berupa Nafi’un Lighairihi (bermanfaat bagi orang lain) terjabarkan oleh sosok pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua. mencari nafkah dan berda'wah. dan puncaknya sampai mengetahui kondisi “isi kantong” dan kegiatan harian secara detail sepekan penuh. (2) Tafahum (saling memahami). Rukun Halaqah Halaqah memiliki rukun: Ta’aruf. tempat tinggal. berwawasan luas. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Hujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal. keseriusan dalam beribadah. pakaian. komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 71 . Sedangkan karakter Munazhamun fi Syu’unihi tercermin bila peserta halaqah mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan profesional. Tafahum dan Takaful. kasih sayang dan kelemah-lembutan seperti jasad yang satu”. pandai menggunakan logika berfikir yang logis dan metodologis. berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktif dalam bakti sosial dan kerja bakti. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi.(HR Imam Ahmad). postur tubuh. Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak dapat menggugah hati”. kontinyu olahraga 2 jam/pekan. membaca 1 juz tafsir Al-Qur’an (juz ke 30). Cinta kasih dan lembut hati c.

melainkan tetap diwarnai keceriaan. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang b. Hendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling memikul beban saudaranya.Jika itu sudah terwujud maka tafahum akan mampu memberikan arahan-arahan positif berupa : a. gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan. Hanya kebenaranlah yang wajib diikuti. mentadabbur ayat-ayatnya. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salafusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab Al-’Ubudiyah. Serius dalam segala urusan. kehangatan. 4. Menjauhkan diri dari sifat ta’asub (fanatisme buta) yang membuat orangorang yang taqlid terhadap seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang ma’shum (bebas dari kesalahan) kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. buku hadits dan ilmu hadits dan lain-lain. 2. menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Adab-adab Halaqah Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi. Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada kebenaran c. 3. membaca buku tafsir dan ilmu tafsir. dan gersang. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari I’tikaf satu bulan di masjidku ini”. Menuju puncak tafahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu (3) Takaful (saling menanggung beban). Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah. Sehingga apabila ada perbedaan pendapat hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. adanya kasih sayang dan keterkaitan hati. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku. Istiqamah dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak membaca. Tolong menolong sesama muslim 4. oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah. kasih sayang. Dr. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah: 1. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah. tegang. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 71 . Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :  Skala prioritas amal  Tahapan-tahapan dalam beraktivitas d. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi 3. Saling menjamin (takaful) dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama peserta halaqah. kemudian hadits lainnya “Barangsiapa memasukkan kegembiraan kepada satu keluarga Muslim Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga” Takaful memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut : 1 Saling mencintai. 2.

Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia tsiqah (percaya) dan taat selama sang murabbi tidak melakukan maksiat. meminta izin dan berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun. ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah. Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan ghibah dan namimah terhadap seseorang atau jama’ah tertentu. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak melupakan jasanya. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menetapkan skala prioritas bagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung. Terlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali. dan akal saat menghadiri liqa halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor. 7. Mula-mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani. Agenda Aktivitas Halaqah Agenda aktivitas halaqah atau baramij halaqah adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan dengan matang dan seksama. memberi salam. secara lebih spesifik ada adab yang harus di penuhi oleh peserta/anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri. mengingatkan bahwa agenda aktivitas halaqah harus di “planning”. lalu diakhiri dengan makan siang. direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu kangen. rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. 6. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa izinnya. bertaqwalah kepada Allah. Dan akhirnya adab terhadap kolega. per bulan atau per tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya. kemudian memperbaiki dan membersihkan niat. sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan seseorang. Kita tidak bisa mengatakan: “Ah bagaimana nanti saja”. hendaklah setiap diri memperhatikan bekal apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. ruhani. yang jelas baramij halaqah yang pokok. melainkan kini paradigmanya harus dibalik: “Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik”. Selain itu juga besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia. makanan dan tempat pertemuan.5. Selain adab-adab pokok tersebut. barsahaja dalam hal cara berpakaian. bertaqwalah kepada Allah. Ayat Al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat ke 18 yakni: “Hai orang-orang yang beriman. Agenda aktivitas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan. selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri. Melakukan Ishlah (koreksi) terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya untuk mengingatkan dan bukan mengadili. mengucapkan salam. sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. terhadap murabbi. meminta izin ketika melewati mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi. hendaknya semua peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan. bertegur sapa dan tidak menyakiti perasaan. dan sesama peserta halaqah. Lalu berusaha konsultatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang urusan-urusan dirinya kepada murabbi. yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut: Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 71 .

Tilawah dan tadabbur. Mutaba’ah/pemantauan dan diskusi Ta’limat/pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau info-info penting yang mendesak Ikhtitam berupa do’a penutup yakni do’a rabithah atau do’a persatuan hati. karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar. Bisa juga acara ziarah itu berupa ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan. ada saja yang lupa atau peserta-peserta sudah terlanjur bubar. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana taqwim/penilaian yang efektif karena seseorang akan terlihat sifat aslinya bila sedang menjadi musafir juga akan terlihat apakah ia mau berinisiatif berkerjasama dsb. maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah ketiga aspek tersebut. bakti sosial atau penjualan sembako murah. Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara rihlah atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. Misalnya acara jalasah ruhi atau buka shaum sunnah sebukan sekali. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 71 . penugasan kliping atau daurah “upgrading” dengan mengundang guru dari luar. sekilas info berupa analisis atas masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat. bedah buku. Talaqqi madah. Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi. pemeriksaan kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola. Hendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta halaqah yang paling baik bacaannya. Hendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. acara yang secara rutin sebulan sekali dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. Acara tahunan berupa Tarhib Ramadhan dan ‘Idul Fitri bisa disemarakkan dengan menjadikan ifthar shaim untuk dhu’afa. murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah Pemula dan Muda secara disiplin dan cermat agar muwashafat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam diri peserta halaqah. kotak infaq (sunduq infaq). Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat. diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih penuh. 7. 5. rohani dan intelektualitas (jism. jalan kaki atau bulu tangkis bagi laki-laki. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat ukhuwwah. musafir atau piknik bersama dan pemberian Kiswatul ‘Id dalam acara misalnya Gebyar ‘Idul Fitri (Gembira bersama yatim di saat ‘Idul Fitri) Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani. peserta halaqah dilatih untuk rutin. membina remaja masjid dsb. Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial. 3. Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan. memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu. 4. Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan da’wiyah bisa berupa penugasan untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Iftitah (pembukaan) bisa berupa taujih (pengarahan) dari murabbi atau 2. ruhi dan fikri). khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mujahid-mujahid di dunia Islam seperti Palestina. 6. Ambon dll.1. Infaq.

kewiraniagaan. Masa-masa ini sulit karena kematangan biologis. Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki skill atau ketrampilan. daurah “upgrading”. membaca kitab-kitab Hadits dan Sirah Nabawiyah. Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim pula disebut ABG (Anak Baru Gede) berada di masa-masa transisi/pubertas. Fiqh Sirah M. shaum sunnah. membaca Ma’tsurat. Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh. dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah. tawuran. buruh atau pelajar. Manhaj Haraki Lis Sirah An-Nabawiyah. Halaqah Pelajar Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada naungan selain naungan Allah. membaca kitab Targhib wa Tarhib. pelajar. Berikutnya aspek ruhiyah dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah. Sesuai dengan perbedaan taraf inetelektualitas. mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani. jahit menjahit. Seyogyanyalah sejak usia SLTP dan SMU. ziarah ke orang-orang shaleh. Fiqh Sirah Munir Muhammad Ghadban. ifthar shaim. mutaba’ah tilawah. Umar ibnul Khathab r. bergaul. Said Ramadhan Al-Buthi. keterjeratan/keterperangkapan pada narkoba dan pergaulan bebas semakin marak.Aspek fikriyah bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku. biografi sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan sumber-sumber rujukan seperti Riyadhus Shalihin. tahsin dan tahfizh. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda yang terdidik. Sirah Ibnu Hisyam. Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta halaqah yang sejenis atau seprofesi. olah raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar. Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen Tertentu Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa. seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fikriyah (intelektualitas) sehingga dampak berupa kenakalan remaja. kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesifik di antara jenis-jenis halaqah tersebut. cermat dan konsisten agar ahdaf halaqah terealisir. Bila baramij halaqah tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik. mahasiswa atau akhwat dan halaqah akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi. namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas. pemikiran atau perbedaan latar belakang yang mecolok. genggamlah para pemudanya”. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 71 . faktor fanniyah pun perlu diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak. mengemudi motor atau mobil dan jurnalistik. Halaqah Mahasiswa Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan. di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. Ghazali.a pernah berkata: “Kalau ingin menggenggam dunia.

Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 – 1996 ketika membuka dompet Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudarasaudaranya di Bosnia. Walaupun tidak ada perbedaan tugas. Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraf intelentualitas yang terbatas karena umumnya lulusan SD. Selain mereka disupport untuk aktif melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus. kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah. Kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu. karena hanya wanitalah yang mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita. namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa pembekalan fanniyah yang berkaitan dengan ke”rabbatul bait”an (kerumahtanggaan) seperti kursus memasak. merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan mengemudi. menjahit. faham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti shift. da’wah dan bekerja dalam sebuah team work. Dengan kata lain mereka tetap menjadi sasaran da'wah khosshoh yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan back up/daya dukung ruhiyah yang memadai. Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga berkepentingan mendekati. mereka pun hendaknya secara berkala di up grade melalui daurah-daurah tarqiyah (up grading). Sehingga selain diajarkan hal-hal yang pokok seperti aqidah.perubahan besar di masyarakat. SLTP atau maksimum SMU. menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai kaum proletar. wanita tetap memiliki hak dan kewajiban yang spesifik sebagai seorang anak wanita. Dalam hal evaluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan. Fiqh Nisa’ (fiqh wanita) seperti thaharah (bersuci). tarbiyatul aulad (pendidikan anak). diskusi panel. kepada halaqah akhwat ini juga harus diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti daurul mar’ah (peranan wanita). Halaqah Akhwat Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 71 . mereka bisa menjadi kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula. bahwa banyak sekali pekerja-pekerja wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan infaq mereka. istri dan ibu. kedewasaan kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada fitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq. ibadah dan syari’ah. Asal kita bisa mengarahkan dengan pas. Halaqah Buruh/Pekerja Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan industri. Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. menata rumah. hampir bisa dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar. akhlaq dan jihad. pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah. haid dsb dan Tarajimun Nisa’ (biografi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam).

direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius oleh tenaga-tenaga pembina yang handal. Waallohu A’lamu bisshawab. Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugastugas kerumahtanggaan dan anak dapat mengendurkan semangat dan menurunkan aktivitas serta produktivitas akhwat. Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 71 .Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa athifiyah (kelembutan) dan kepekaan wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan friksi-friksi dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati.

Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya.bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus . Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu . ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami. FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu. [yatlu ‘alaikum ayatina] 3. seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151.pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[attaujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif]. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 71 . Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2.dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih . Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu.karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional. Berfirman.latarbelakang ilmiah yang yang memadai. Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah .PROFIL MUROBBI MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang. membersihkan jiwa-jiwa kamu.yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah].kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses.Demikian pula membngun manusia dengan proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi profesional.Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah. Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT. Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. membangun sebuah rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan. mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”.Sebagai contoh. 1. Artinya. DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi.

Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan.Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan.karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana. Ilmu syar’i. salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i.anakanak. a. dalam hal ini Rasul SAW. b. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah.remaja. Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah]. “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas.membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmuilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. 1. Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3. c. potensi. Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4.akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini. b. Memiliki ilmu. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. 1. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional.Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca.diantaranya. Artinya. Mengetahui kesiapan.dan orang dewasa. 2. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai . murobbi yang sangat tahu tentang kondisi. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. seperti karakter manusia sesuai dengai usianya. d. tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c. Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut . kesiapan dan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 71 . Psikologi.a. kemampuan dan potensi mutarobbi. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11.

Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal.Murobbi mengevaluasi dirinya. moralitas. b. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim]. mentalitas dan emosional.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini. terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah].oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi. proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan.R. banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya.[H.walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan. tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah. sarana. jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain.dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 71 . sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya . Menilai program . metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral. media. ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah]. 6. pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah. taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri . 4. Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi.kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”. seminar. e. akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis. karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi]. tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan. a.Muslim].murobbi harus melakukan penilaian terhadap .untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya.tugas dankendala serta solusinya . 2.kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik. pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya.ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya. dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi. manhaj.dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri . dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara. kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi. c.karenanya ia tidak dapat mentarbiah .kemampuan mutarobb. Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah. 5. 3. akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu. khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan.agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya.

afeksi (perasaan) dan konasi (kecenderungan untuk melakukan) sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta. apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa. Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah. SARANA TARBIAH Pendahuluan Tarbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang kaaffah harus mendapat porsi terbesar kehidupan seseorang.maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya .telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka . Sarana. pengembangan dan evaluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah].maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’. Diharapkan pada setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi (konsep pengetahuan). Peran peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional.karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad . Allah SWT. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah. proses. Partisipasi aktif dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap levelnya yang berjalan secara efektif.d. keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta.sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu. Dengan kata lain para murobbi harus siap dengan berbagai proses kreatif dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai marhalahnya. Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak sama dengan pendidikan anak-anak. Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku. 7. Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang dewasa ini. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 71 . Dengan komunikasi dua arah diharapkan peserta dapat memahami setiap nilai secara baik. Kesiapan para murobbi untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting.bukan kesan pribadi atua emosional. Tugas seorang murobbilah untuk memotivasi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. Kesadaran peserta akan apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah. bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati . Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan keikhlasan. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang dewasa.

Semua itu termasuk dalam batas yang Allah swt. • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib. Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. sebagaimana juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat mewujudkan kemanfaatan dan keselamatan bagi diri. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan  Iftitah  Tilawah dan tadabbur  Talaqqi madah  Mutaba'ah dan diskusi  Ta'limat  Ikhtitam Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 71 . mengatur alur informasi sesama peserta. i. 26) Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. ta'lim dan penugasan. mukhayyam.(hal. perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional. Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator. rihlah. Halaqoh •1 Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. bekerjasama dengan para suami. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada.DR Ali Abdul Halim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat Taarbiyah Ikhwanul Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia: …selain itu. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. tatsqif. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah. Dan itu secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan Tarbiyah Islamiyah. agama dan masyarakatnya. Murobbi. sehingga terealisir ahdaf halaqah. dauroh. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. seminar. halalkan dan syariatkan. serta peserta lain sebagai bendahara. tarbiyah Islamiyah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realitas hidupnya di bumi dan di alam materi ini. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. •1 Pengelolaan halaqoh bagi marhalah Pemula dan muayid bertumpu pada murobbi. Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ? Manhaj Tarbiyah 1421 H mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah.

. Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang. v. Ta'lim Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 71 . partisipasi aktif peserta sangat menunjang peningkatan pemahaman. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt. Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Mengkaji maraji' yang disarankan. ii. fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. kecuali untuk akhwat. pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. Selain kehadiran dan talaqqi. Misalnya: kasih ibu. mengeratkan ukhuwwah. manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. ceramah atau dialog. pelibatan peserta. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya. Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama. ruhi dan fikri. meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah. Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081): . askari. Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut . Hanya memberi tak harap kembali. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta. Rihlah Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. viii. dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat. vii. vi. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw. Tarbiyah Fardiyah Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta. tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi. Dauroh/Kursus Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu.. iv. mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta. bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak) . Penjelasan materi .• Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik. Mukhayyam Mukhayyam adalah sarana penghimpunan. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. iii. kepada beta… tak terhingga sepanjang masa.

Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah Setiap murobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. α 0 Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. Dapat dilakukan dengan pre test. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. Sebaiknya dilakukan workshop antar murobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatifitas. sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat tergantung pada kreatifitas murobbi dan pengelola. bahas buku. Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah: Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. Metode curah pendapat (sharing) dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut. Di dalam halaqah akan tampak kreatifitas peserta mempengaruhi dinamika kelompoknya. Bila seorang murobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah. Sebelum menutup acara murobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang. dll. Penutup Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa. Dengan demikian para murobbi perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing kelompok. α1 Metode evaluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis. Tanpa memberi penilaian terhadap masing-masing pendapat murobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah (1D232) yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Dimulai dengan 'opening session' (sesi pembuka) untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi. maka pengembangan sarana tarbiyah sangat tergantung pada para murobbi serta peserta itu sendiri. Artikel. Dan disadari bersama kiat-kiat tersebut sangat spesifik bagi kelompok dengan karakter tertentu. dapat dengan narasi. jurnal. Sedapat mungkin melibatkan keaktifan peserta. gambargambar di koran atau majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi.Ta'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ? Seperti telah diuraikan sebelumnya. membuat tlisan atau artikel dan sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim. Tidak kurang pentingnya adalah partisipasi aktif para peserta dengan berbagai kreatifitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor manhaj 1421 H. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan peserta pada saat tersebut. Dilanjutkan dengan diskusi. permainan. membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh murobbi dengan tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. Khusus tentang jurnal akan diuraikan di lampiran. dialog. Mengingat murobbi lebih memahami kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 71 . Selain dengan skematik. Kelompok aktivis biasanya kreatif namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena aktivitasnya. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh diantaranya: α Metode penyampaian yang beragam.

Mahmud. memberi kelapangan hati. kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Amin Wallahu'alam bisawab. Maraji : 1.maka dituntut kreatifitas dan komitmen terhadap kelangsungan perkembangan tarbiyah di negri ini. PEDOMAN PEMBINAAN KADER-KADER ISLAM DAN DA'WAH. 2. 1998. Semoga Allah Swt. PERANGKAT-PRANGKAT TARBIYAH IKHWANUL MUSLIMIN. 2000 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 71 . Terjemahan dlm bahasa Indonesia. Kelompok Kajian Manhaj Tarbiyah. Ali Abdul Halim. Era Intermedia.

Coba sebutkan nama orang tua dan alamat fulan (teman se liqo) ii. …………………. yang seharusnya kita dapat melakukan sesuatu yang berguna 2.agama yang emang dari dulu udah ada.. Maksudnya. saya berfikir bahwa sesungguhnya semakin nyata perjuangan Islam melawan kaum nashoro dan yahudi. Peserta menghafal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya 3. Korupsi. Kuis taakhi: i. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 71 . 4.. Kuis untuk mengukur salah 2. Sedangkan jika disebut kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya.Lampiran 1 Contoh kuis tertulis 1. Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran 2. Siapa nama anak-anak fulan ? iv. Dilakukan berulang-ulang 5. saya baru tau kalo' sebenernya ilah itu bukan Bagaimana tanggapan anda hanya tuhan yang kudu disembah aja. Contoh jurnal harian 1. Saya berharap bisa ii. Bagaimana pendapat anda berhati-hati dalam bertindak karena bisa fatal tentang ziarah kubur ? kalo salah catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari muwashaffat Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah yang semuanya pelajar SMU sehingga cara mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa. Tapi tentang pernyataan di atas? ternyata sangat luas. Contoh permainan ukhuwwah : 1. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (1A031) sebelum materi : Islam itu. Apa yang tidak disukai fulan ? iii. Pembahasan materi Ma'na satu muwashaffat Syahadatain (1A036) i. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata "ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya. kolusi dan nepotisme sesudah materi: terjadi karena kurang tegasnya aparat penegak hukum. ya Islam itu agama yang udah ditentukan ame Allah dan sebenarnya waktu kita belom lahir kan udah diberi kesaksian tentang hal itu setelah materi: Kemudian.

Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh dari 3 orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik (kode lama B5 kode baru 1A03): •1 Peserta 1 Kita telah dewasa. Fungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal sebagai media komunikasi dua arah dan fungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta.lembaran-lembaran itu sedang kutata lagi masih lagi kususun….. bagaimana dong. Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara verbal (dapat berupa tulisan biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta) sehingga bersifat rahasia antara murobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi. aku tergelincir astaghfirullah…….Lampiran 2 : Buku Jurnal 1.. •1 Peserta 2 Alhamdulillah… Tangisku dalam jiwa… Rabbi…aku takut ALLAH… kenapa tipis batas kemusyrikan itu sedikit saja licin. Mengandung dua fungsi : tarbiyah dan takwim. lindungi hamba. Jadi kita harus super hati-hati dan super menambah ilmu dan kekuatan iman kita pada Allah. apakah malas tsb indikasi keraguan pada Allah ? Naudzubillah….syetan ALLAH. Yang menjadi masalah kita adalah "malas". selimuti hamba darinya setelah semua coba dibangun dan runtuh. 4. Apakah kita masih meragukan Allah dan Rosul ? Jangan tenang-tenang aja… lihatlah diri kita karena antara keimanan dan syirik itu sangat tipis… so. sehingga mungkin ketika itu ybs mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afwan hari ini ana ngantuk berat… atau sedang punya masalah: hari ini saya nggak bisa nangkep apa-apa soalnya lagi ada masalah. ALLAH…. hilang tak bersisa akankah ??? Tidak. Rugilah hamba yaa ALLAH Rugilah hamba yaa ALLAH seandainya amal-amal itu hanya berupa kapas putih ringan beterbangan syetan…. 2. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh murobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh murobbi.jangan lagi jangan lagi kembali sejak awal ALLAH…seandainya peringatanMu bukan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 71 . semua yang kita lakukan benar-benar harus dipertanggungjawabkan pada Alloh dan Rosul. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh murobbi dan dikomentari dengan kalimatkalimat penguat yang menandakan adanya perhatian dari murobbi 6. ups. Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh murobbi 5. 3.

#0 Action for the family : -0 menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah How ??? First of All.sebagai tanda uluran kasih dan cintaMu seandainya KAU biarkan selalu terlena maka. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 71 . dengan bahaya-bahayanya begitu tipis sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mendeteksi. Ini dapat menjadi bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh murobbi dan takwim ireguler oleh usroh. hingga akhirnya terbebass!!! #1 Jadi kembali teringat dengan "furqon" yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa  jadi kunci untuk menghindari syirik. ijinlanlah! •1 Peserta 3 Catetan!!! Terlambat banget… insight yang didapat: #0 Syirik. tiadalah aku berbeda dengan mereka yang KAU murkai… ALLAH… hamba bodoh. Perbaiki hubungan dg semua! Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda. aku lemah tanpa daya buka hati ini untuk mampu membedakan warnai jiwa ini untuk senantiasa peka dan mengerti kemana wajahku harus kuhadapkan dan mengetahui dimana saja wajah dan cintaMu bisa kutemui…. perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. namun demikian ketiganya telah nampak memadukan pengetahuan. ALLAH.

6. mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin. 2. 3. Pengertian Micro berarti kecil. 5. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Teaching berarti mendidik atau menajar. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik. perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam :  Pendidikan pre service. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain 4. 2.  Pendidikan in service. sikap serta ketrampilan tertentu. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan. sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya. 2. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. yaitu bagi guru atau penilik. yaitu :  Jumlah siswa 5-6 orang  Waktu mengajar 5 – 10 menit  Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana  Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja.” Maka dengan memperkecil murid. nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya. Tujuan operasional Micro Teaching 1. terbatas. Mengembangkan sikap kritis murobbi. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponenkomponenya. dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek. Untuk percobaan melaksanakan metode baru. sempit. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan. menyingkat waktu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 71 . Apa yang dikecilkan atau disederhanakan.MICRO TEACHING Latar belakang Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. yaitu bagi calon guru: 1. 3. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas. kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada. 1. supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan.

Dengan menggunakan video Tape recorder maka : 8. 13.  Memuji dan memberi dorongan dengan senyum.  Ketrampilan menutup pelajaran. 11.  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. 10. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar.Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan.7. b.  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.  Memberi pengarahan sederhana dan pancingan. Materi Kegiatan (program Kegiatan) Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching. Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut : a.Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. bagus. Keterampilan bertanya  Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas  Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah.Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. anggukan atas partisipasi siswa.  Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. Keterampilan memberi motivasi  Mengucapkan ‘baik”. agar siswa memberi jawaban yang benar.Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya. ya. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri. c. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 71 . bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan  Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa. 9.  Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi). Keterampilan membuka pelajaran  Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa  Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar. 12. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali. Keteampilan khusus itu meliputi:  Ketrampilan membuka pelajaran  Keteampilan memberi motivasi  Ketrampilan bertanya  Ketrampilan menerangkan  Ketrampilan mendayagunakan media  Ketrampilan menggunakan metode yang tepat  Ketrampilan mengadakan interaksi  Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal  Ketrampilan penjajagan/assesment.

 Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan.  Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.  Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa. Keterampilan menerangkan  Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran  Keterangan guru menarik perhatian siswa  Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa.  Ada pengaruh langsung yang berupa :  Informasi  Pengarahan  Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif  Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :  Mendengarkan  Mengamati  Menjawab  Bertanya  Mencoba g. sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti. analogi. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu.  Menguasai dalam penggunaan metode tersebut. usul dan semacamnya.  Guru trampil menggunakan media. h. Keterampilan penjajagan/assesment Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 71 .  Aspek mengadakan interaksi  Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar.  Guru menjelaskan respon siswa. f. baru menunjuk  Guru menggunakan teknik -pause. d. lemah dan keras. Keterampilan menggunakan metode yang tepat  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. badan.  Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut  Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan. ilustrasi.  Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM. dan semacamnya menarik perharian siswa. reaksi. Keterampilan penampilan verbal non verbal  Gerakan guru wajar dan bertujuan. dan wajah cukup bervariasi  Suara guru cukup bervariasi. Keterampilan mendayagunakan media  Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan  Teknik mengkomunikasikan media tepat.  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas. e.  Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.  Gerakan guru bebas  Isyarat guru menggunakan tangan.dalam menyampaikan pertanyaan  Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa.  Penggunaan contoh.

 Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa  Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh.i.  Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching  Sarana dan prasarana. Keterampilan menutup pelajaran  Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat. pelaksanaan micro teaching  Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek.  Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan. dimana kapan diguanakan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 71 . Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan.  Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian  Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya  Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan. ahli teknik alat rekaman)  Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan.  Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima.  Follow up.  Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa. orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian. Waallohu A’lamu bisshawab.  Waktu / bilamana diadakan micro teaching  Tempat. Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru. peserta didik/siswa guru.

fasilitas presentasi yang ada. Persiapan presentasi 1. b. Structure. sehingga tidak ‘terjebak’ membahas sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. c. Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para instruktur (pengajar) karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan efektif menjelaskan bahasan-bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak membosankan dan melelahkan. 3. seperti: data. gunakanlah cara dan media yang paling komunikatif dan mudah difahami. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik audience. jelas urut-urutan dan poinpoin bahasan menjadi tuntutan pokok. hendaknya dilakukan hal-hal berikut: 1. Membuat makalah yang sistematis. Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah difahami. bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia. Pada intinya. 4. serta waktu presentasi. Bila bahan yang akan disampaikan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 71 . presentasi mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis. contoh. Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan efisiensi presentasi. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat. argumentasi. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan di awal atau di akhir bahasan. visual. menarik dan mudah dimengerti. maka pendekatan verbal menjadi pilihan yang memadai.PRESENTASI EFEKTIF a. Kiat-kiat Presentasi yang menarik Agar presentasi menarik. berapa jumlah mereka. dalil. Hal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan pertanyaan berikut: -0 Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ? -1 Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ? -2 Dapatkan saya membuat daftar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ? -3 Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan (informasi) untuk mensupport bahasan yang akan saya sampaikan. kasus dsb ?? 2. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. Dengan kata lain. paling tidak ada kesiapan antisipatif baik psikologis maupun teknis. Pendahuluan Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu dengan menggunakan (multi) media dalam waktu yang relatif singkat. atau suatu proses (kejadian) pendekatan visual dengan gambar-gambar grafis yang relevan akan sangat membantu mempercepat pemahaman peserta didik. Sebaiknya dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam draft yang ditulis dalam satu lembar kertas. verbal atau gabungan dari berbagai media (multi-media). Media yang dimaksud dapat berupa media tulisan. Dengan mengetahui medan ini.

Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. susunlah dengan bentuk sebagai berikut : a. jelas dan bervariasi. terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal manakala dalam proses penyampaian. 10. skema. Show. Simple. pertanyaan. sapaan. data. jangan hanya menggunakan lembar text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan. 4. Style. menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran. hand-out. flipp chart. jalan. gambar. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. Apabila kesan pertama penyajian menggoda. matriks atau grafis yang yang jelas. dalil. 3. tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan pendengar. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada sejumlah pendengar. slide. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. Penyajian jadi sangat membosankan apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks.sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis. Bagian utama : -6 sejumlah judul utama (main points) -7 beberapa sub judul c. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali secara utuh pokok Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 71 . 9. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji: pakaian. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan relevan dalam bentuk kasus. Gunakan kasus. data dan fakta. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami. meminta tanggapan ataupun komentar mereka. memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. berdiri. transparancysheet. Support. 6. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan sesuatu yang mengejutkan. Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. 7. Summarize. mudah dan menarik. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian pendengar. Smart-smile. 5. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. maka selanjutnya menjadi terserah anda. Shape. Pengantar : -4 membangkitkan perhatian dan minat peserta -5 memaparkan ikhtisar materi bahasan b. 8. Surprise. papan tulis. games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik bahasan. Bila penyaji hanya duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. Artinya. Stop. kerapihan dan kebersihan serta wewangian. senyuman. Kesimpulan : -8 butir-butir atau catatan penting -9 diskusi dan pertanyaan 2. contoh aplikatif. Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk. Apakah dalam bentuk makalah.

Waallohu A’lamu bisshawab. juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. d. Penutup Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya. sambil terus memberi kesempatan kepada audience untuk memperjelas hal-hal yang terlewat. memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan presentasi. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 71 . Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian. Selain itu.bahasan yang telah disampaikan. kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat.

Melihat hal tersebut. Slamet Santosa. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas. mengenali permasalahanpermasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya. Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs. makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbagai bidang. Ciri-ciri nya adalah: 1. melainkan dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama’i. 3. Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap aktivis dakwah dalam setiap langkah-langkahnya. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja.Pd. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain. dan 4. Dalam perkembangannya. 2. terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama. pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di lapangan. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya. M.DINAMIKA KELOMPOK (Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama. dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja.i dalam halaqoh tarbiyah) Mukaddimah Tuntutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tak dapat ditawar-tawar lagi. Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok.. Pengertian Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah : 1. mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas halaqohnya. Kemampuan ini sangat membantu dalam menghidupkan amal jama’I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu. Dengan demikian. Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersamasama. adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan tertuju dalam tujuan yang sama. proyek dakwah dari Allah SWT ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 71 . para anggotanya perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik. dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain.

arah pilihan. keringnya nuansa ukhuwah antaranggota. Konflik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola aktivitas halaqoh yang dianggap tak sesuai dengan harapan anggota 5. Dengan solusi yang tepat diharapkan konflik mereda dan hilang sama sekali. bentuk hubungan. Bagaimana mengatasinya : 1. 2. kohesi/persatuan Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok. pimpinan Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. seperti proses pengelompokkan. di mana pun ia berada 3. anggota dengan murobbinya. kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang. individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat. Hal ini terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan. usia anggota sangat berjauhan. individu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya 4. dan sebagainya. Kasus ini misalnya adanya a’dho yang tidak memiliki quwwatul indhifa’ dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami kendala dalam aktivitas halaqohnya 3. struktur Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan. dan ini terlihat pada perubahan dalam kelompok. Solusi atas Kendala yang terjadi Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konflik antaranggota. anngota dengan keluarganya dan sebagainya. Misalnya. perpecahan kelompok. 4. senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok. mewujudkan amal jama’I yang sehat Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh adalah sebagai berikut: 1. perbedaan kedudukan antaranggota.2. Dalam kasus ini misalnya seorang a’dho/anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. tujuan bersama. perkembangan kelompok Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya. dan sebagainya. dan sebagainya. nilai kelompok dan sebagainya. Dia bukan berada dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain. orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. pembagian tugas. intensitas anggota. motive/dorongan Persoalan motive atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok seperti kesatuan berkelompok. Kasus lain misalnya. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya 5. tugas pemimpin. atau ditinggal murobbi tanpa pengontrolan. konflik masih tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan kefuturan bagi anggota itu karena akumulasi kekecewaan-kekecewaan. sebaliknya bila solusinya tidak tepat. tentukan dahulu persoalan dengan tepat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 71 . dan sebagainya. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah.

mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah Amal Jama’I Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian. Sebab ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah. menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.2. Di sanalah sang murabbi akan menjadi fasilitator bagi terwujudnya amal jama. tuntutan sunnatullah fil alam 2. pesan diri.I Urgensi amal jama’I dalam Islam adalah : 1. dan pemimpin-pemimpinnya 3. sehatnya amal anggota (2:124) dengan karakter anggota yang berkorban (tadhiyah). Urgensi Amal Jama. munculkan perilaku asertif yakni a. bersungguh-sungguh (jiddiyah). sehat manhajnya (billah). kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara timbal balik 3. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama’i. gunakanlah manajemen konflik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution 5. dan umpan balik antar peserta dengan murabbi 4. perasaan. Amal jama’I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. dan solusi. sehatnya loyalitas (wala’u) anggota (2: 130-132) yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan kepada Allah. keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat. dan putusan pribadi seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain b. mengembangkan sikap mendengar aktif. merekalah orang-orang yang beruntung. tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah SWT 4. dan berkelanjutan (istimroriyah) untuk menopang jihad di jalan Allah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 71 . seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini – dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. Rasul. dan sehat ghoyahnya (ilallah) 2. Sebaliknya.” (Ali Imaran : 104) Tampak dalam ayat tersebut Allah SWT mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama. arti pentingnya. sehatnya orientasi (ittijah) anggota ( 6 : 75-79) yang meliputi sehat mabdanya (lillah). Atas dasar ini Allah SWT mengisyaratkan dalam AL Quran dengan firman-Nya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan. tuntutan karakteristik gerakan dakwah Pokok-pokok Amal Jama’I Pokok-pokok amal jama’I meliputi : 1.I bersama para anggotanya. kehendak. kendala. Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi gerakan Islam. tuntutan sunnatul basyar 3.

menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan mengembangkannya 4. M. Drs. Proses Pengembangan Diri SCHEDULE PELATIHAN DINAMIKA KELOMPOK No . Hildegard Wenzler-Cremer dan Maria Fischer. dan sebagainya 2. Pelatihan Dinamika Kelompok 4. 1. Modul ini akan dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang diharapkan. Maroji’ 1. Mustafa Masyhur. Manhaj 1421 H 2. Slamet Santosa. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusif bagi pemunculan ukhuwah bainal a’dho. Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama’I dalam halaqoh tarbiyah. badan usaha. ketsiqohan dengan murobbi. 3. Kegiatan Agenda Acara Sasaran Menyepakati agenda acara Wak tu 5’ Pelaksanaan Alat/Med ia Transpara nsi Keteran gan 2. pelaksanaan. pengontrolan. dan ketaatan anggota pada murobbinya 3.Sasaran Amal Jama’I Sasaran amal jama’I pada setiap anggota adalah : 1. Amal Jama’I 5. menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah Penutup Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. dan evaluasi atas amalamal dakwah secara baik dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar. murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma’nawi 2. pernikahan. tercapainya keterlibatan anggota secara aktif dalam menyukseskan amal jama’I di halaqoh tarbiyahnya pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas. Waallohu A’lamu bisshawab. tercapainya perencanaan. Ice Breaker Tercapai 15’ Instruktur memperlihatka n agenda acara Peserta menyetujui agenda tersebut Intruktur Pluit Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 71 . baik dalam bentuk kepanitiaan majlis ta’lim.Pd. Tercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama’I Mendinamiskan Halaqoh Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah : 1. Dinamika Kelompok 3. rihlah.

B giliran menanyakan sesuatu pada A. Tersampaikan perasaan peserta dalam kegiatan tersebut Ada di fotokopi Lembar Game berjudul tanda Tanda Tangan tangan Pensil 6. Cerkat Dinamika Kelompok Peserta berbagi kelompok dan bahas “dinamika kelompok menurut saya” Instrukur bahas Dinamika Kertas. Sharing 4. Diskusi Tersampaikan 10’ perasaan peserta ttg daurah murobbi yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah diberikan Memperlancar 20’ proses perkenalan Mengurangi kecemasan yang dialami pada permulaanlatih an Terungkap 30’ tinjauan peserta terhadap dinamika kelompok Tercapai pengetahuan peserta 25’ memandu ice breaker : wawancara AB A menanyakan sesuatu (bisa tentang acara atau yang lain) kepada B. spidol Tranpara nsi Kertas Page 45 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Instruktur meminta pasangan A menyampaika n tentang B dan sebasliknya di hadapan peserta. Peserta menyampaika n sharing per individu. Game 5.suasana pelatihan yang cair Tercapai upaya mengatasi kebekuan 3. Setelah usai. B menyimak.

dan solusi) Tersampaikan penyelesaian kasus kecil menurut peserta 7. 10. Peserta mendengarkan uraian intsruktur Peserta terlibat dalam game (fotokopi) bujur sangkar bolong 11. 4 amplop kertas dan alat tulis Transpara nsi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 71 . kendala. 4 utas tali/benan g. Pembahasa Tercapai 25’ n : Amal pengetahuan Jama’i dan kesadaran urgensi dinamika Instruktur menjelaskan amal jama’I termasuk juga mendengar Potongan bujursang kar bolong Lembar petunjuk.tentang dinamika kelompok (pengertian. botol teh sosro kertas 8. cirri. Game 9. Terungkap 30’ pentingnya komunikasi dalam dinamika kelompok Terungkap pentingnya peran pemimpin dalam dinamika kelompok Cerkat Tercapai 15’ komunikasi kesadaran dan pentingnya pemimpin unsure dalam komunikasi dinamika dan pemimpin kelompok dalam dinamika kelompok Role Play : Tercapai 45’ Game dinamika kelompok. Istirahat 10’ Kelompok Flip chart Peserta makan dan minum Ada dalam fotokopi Game berjudul : Gambar Berantai : komunikasi Game Permainan Botol : Pemimpin Spidol.

kelompok dalam konteks amal jama’I 12. Jurnal Tercapai perasaan peserta terhadap materi pelatihan dinamika kelompok 5’ akti dan manajemen konflik (khusus win-win solution) (ada fotokopinya) Peserta Lembar menulis jurnal jurnal Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 71 .

Unsur-unsur pendekatan dalam Tarbiyah Fardiyah diusahakan agar seseorang pada awalnya tertarik dengan fikrah Islam melalui proses Tarbiyah dan Takwin. jika tidak bisa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. diluar kelaziman pelaksanaan Tarbiyah Jama’iyyah pada umumnya seperti halnya dalam bentuk halaqoh. Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya : “Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya”. Berkata Imam Hasan Al-banna : “Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-langkah nya. dengan keharusan melakukan interaksi sosial yang bersifat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-unsur pendekatan yang baru . hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Lantas sejauh mana urgensi Tarbiyah Fardiyah dalam konteks amal islami?. dan juga kita tahu sarana yang dapat merealisasikan keinginan – keinginan itu”.TARBIYAH FARDIYAH Definisi dan urgensi Tarbiyah Fardiyah adalah peran dan tugas individu dalam konteks amal islami. Status hukum dan prinsip-prinsipnya Tarbiyah fardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum. juga arahan nabawi yang mengarah kepada hal yang sama. dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi firman Alloh SWT yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap individu muslim. Berkaitan dengan tarbiyah fardiyah Imam Hasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban Tarbiyah fardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. Ikhwah Fillah. dan an-nahl . Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 71 . “Barang siapa yang melihat kemungkaran. Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja yang hendak menjalankan misi Tarbiyah Fardiyah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh akses (Relasi) dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi fikroh dan mengupayakan kepuasan objek da’wah (Mutarabbi Fardy) dengan fikroh-fikroh yang ditawarkan kepadanya. sesungguhnya amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan dijalankan oleh para Rosul ‘alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk menyingkap dan mengenali hakekat agama ini (Al-Islam) secara menyeluruh. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat Fusshilat : 33. semua itu adalah Taklif ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung jawab pada setiap individu muslim untuk mengemban tugas da’wah islamiah. 125. baru setelah itu mengajaknya terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da’wah. dengan menempuh proses “Takwin ba’da Tanbih” (Pembentukan setelah pengarahan) dan “Ta’sis ba’da Tadris” (Pemantapan atau pengokohan setelah pengajaran). jika tidak bisa dengan lisannya. Adapun hadits Rosululloh SAW yang dapat dijadikan landasan syar’i Tarbiyah Fardiyah adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry . maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan. As-syura : 15.

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan efisiensi dan efektifitas tarbiyah fardiyah : Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami, konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspekaspek tarbiyah fikriyah, ruhiyah dan akhlakiah. Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro’an dan pengamalan ilmunya. Ketiga : Al-bi’ah As-sholehah, ya’ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap individu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama. Keempat : At-Tajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da’wah dalam rangka membentuk kepribadian individu muslim dan memfokuskan hal itu. Kelima : Tadarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks Tarbiyah fardiyah hendaknya memperhatikan tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslahmasalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah “Kulliat Qobla Juziyyat” . Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan tampak membuahkaan hasilnya. Sarana dan keistimewannya Adapun sarana tarbiah fardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pendekatan Murabbi terhadap Individu mad’unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya (Liqo’), seorang Murabbi tarbiyah fardiah bisa memnfaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur’an, mengkaji hadits atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga memanfaatkan pertemuan di Halaqoh (ta’lim) Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana Tarbiyah fardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku yang bermuatan fikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari saranasarana tarbiyah fardiyah. Adapun selebihnya seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya lebih banyak lagi. Tarbiyah fardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling efektif , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap individu mad’u, keistimewaan Tarbiyah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak orang ke jalan da’wah. Tarbiyah fardiyah adalah salah satu gaya pendekatan (Uslub) dalam berda’wah, akan tetapi gaya pendekatan yang satu ini tidak mungkin efektif dan membuahkan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 71

hasil bagi kalangan juru dakwah dengan berbagai level mad’unya, karena para da’i yang memainkan da’waahnya dengan gaya ini dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da’wah dengan gaya pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah fardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya disebut dan dikenal sebaagai Da’i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da’i plus yaitu Da’i Murabbi. Karakteristik Da’i Murabbi Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da’i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan

menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida’wahkannya, karena seorang da’i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang trsebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila seorang da’i Murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada Mad’u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal;aah dam pembentukan kepribadian muslim sang mad’u itu sendiri. 2. Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang Da’i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang da’i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna mensifati Da’i Murabbi dengan sebutan Da’i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i Mujahid adalah : “Sosok seorang Da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang Da’i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da’i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalafusalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik). Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanaan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul). 3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seoarang da’i Murabbi tidak
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 71

lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam Tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhatihati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits) Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara mereka adalah imam Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Imam Al-banna : “Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhny ana sudah tahu” kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu” balas akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata”. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya Tarbiyah fardiyah merupakan seni yang hanya dapat dimainkan oleh para Da’i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar’i yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya, cita rasanya, struktur berfikir dan moralitasnya. Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj Tarbiah Fardiyah dengan segala uslub kerjanya. Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjalankan misi Tarbiyah fardiyah ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang tersebut, mengenali pikirannya,
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 71

dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar’i yang mengarahkan kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal. Kesimpulannya bahwa tarbiah fardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml jama’i. sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati kesempurnaan. yaitu pantulan tabiat dari keyakinannya dalam prilaku. Dengan begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatif apa yang mungkin bisa dimplementasikan terhadap orang tersebut. periode ini merupakan periode yang sangat fundamental dalam membentuk kepribbadian seorang muslim. akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan gerakan kolektifnya. antara teori dan praktek. akhlak dan ubudiahnya. dalam rihlah inilah sang mad’u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atributatribut keimanan.pemahamannya. maka mulailah sang da’i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual (Rihlatul Iman). Kedua : Periode aplikasi. Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya (akidahnya) dengan amalan syar’i yang lekat secara menyeluruh pada dirinya dan muncul dari refleksi akidahnya. karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan lainnya. karena hal itu merupakan faktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan terhindarnya kesalahn fatal dalm menyampaikan pesan-pesan da’wah. Ketiga : Periode pemetaan amal islami. Tiga periode perkembangan Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah : Pertama : periode pembinaan akidah. maka bila periode ini dapat dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan “ bainal madzhhar wal jauhar” antara esensi dan substansi. setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad’u. dan ia meraasakan hubungan dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh SWT. gerak-gerik. antar kulit dan isi . maka berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami (amal da’wah) dibawah naungan jamaah dan da’wah. akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalahmasalah yang tidak bermuara pada amal. maka berikutnya adalah periode aplikasi . Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual”. dan tidak bermanfaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat berda’wah. persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. setelaah akidah sang mad’u kuat dan amaliah syar’inya bagus. sebaliknya seyogyanya periode ini jangan hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis. Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng maslahat untuk didakwahi. ketiga tahap priode perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad’u. antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal. akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : “Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa yang panjang. dengan kedalaman dan kemantapannya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 71 .

melainkan dengan Tanashuh (menjaga) dan Taghafur (mema’afkan) serta Al-Irsyad bil husna (membimbing dengan cara – cara yang baik. yang hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin. yaitu motivasi sang da’i Murabbi terhadap mad’unya.ketika seseorang berkata kepaadanya : “Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela”. berupa “reward”. kecuali bila ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya. Ar-Rifq. akan tetapi kita bertemu besok untuk saling memaafkan). sebagaimana firman alloh SWT dalam surat al-Imran : 159. dan dia hanya bisa menyelamatkan agamanya. Juz a dan ba. Al-Ibti’adu anidzdzammi wattaa’aatubi. yaitu menjauhkan sikap agresif yang cenderung mencela dan mendiskriditkan. Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : “Rabiha Suhaib” (beruntunglah Suhaib). Makalah ini disadur dari Kitab “Mamarratul haq”. yaitu kelemahlembutan. karena sesungguhnya da’wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan. apresiasi dan penghargaan. lissyaikh Ra’id Abdul hady. 4. dan menerapkan kaidahkaidah tersebut disela-sela aktifitasnya dalam menjalankan tarbiyah fardiyah. At-Tasyji’. 2. hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran. Waallohu A’lamu bisshawab. dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan. 3. karena untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama.Kaidah Asasiyah Terakhir. lalau jawab Ibnu samak : “Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar” (Tidak. yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di perhatikan oleh sang Murabbi. Tarbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan. seoarang da’i tidak dapat mengambil hati mad’unya. untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal. sebagaiman yang telah dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah : 1. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 71 . At-tarbiyah Tamhid wattasywiq. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud – Rahimahulloh. kelemah lembutan adalah asas dalam bermuamalah.

miringnya . Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya di tengah-tengah keluarga anda.STUDI SINGKAT SOSOK MURABBI TELADAN Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaf dan anda mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan?. yaitu Rosululloh SAW. dengan menampilkan “Suratun Hayawiyyah” atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktifitas pentarbiyahan. bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa perintah dan larangan. ketealadaanan adalah cara berda’wah yang paling hemat karena tidak menguras enerji dengan mengobral kata-kata. kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa sama dengan mereka. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak. kemudian kita telusuri keteladanan figur murabbi para Sahaabatnya. akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : “Tasyabbahu in lam takuunuu mislahum. Itulah buah dari keteladanan.ualam salaafusslaih hingga para Masayikh da’wah di zaman kita sekarang ini. Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ?. sebagaimaana adagium mengaatakan : “Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal”. itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui keteladaanaan mereeka sebagai murabbi. apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Alahzab. tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah?. tegaknya dan lain sebagainya. maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai figur murabbi teladan dalam sejarah. mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang. Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi figur murabbi teladan. Untuk memudahkan kita mencontoh halhal yaang baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang figur Murabbi. Teladanilah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 71 . lurusnya. bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. “Aina nahnu minhum”. para tabi’in . memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala. bengkoknya. dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut. kita akan mulai membahas keteladanan figur murabbi dari “Murabbi hadzihil ummah”. hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya. agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da’wah dan peningkatan kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . bagaaimana bayangan akan lurus bila tonggaknya bengkok. sebagaimana pepatah mengataakan : “Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ‘uudu a’waj”. padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib. Innattasyabbuha bil kiraami falaahun”. Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya .

“Qoulan sadidan” ( 4 : 9 ). sehingga aku tertinggal jauh dari rosululloh SAW. tanya beliau lagi. Ia berkata : “Nabi SAW telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil zakat. “Qoulan Ma’rufan” ( 32 : 32 ). lalu ia datang dan berkata : “ini untuk engkau dan yang hadiah untukku. Kemudian Rosulluooh berkata lagi : “Berikan kepadaku tongkat yang ada di tanganmu atau berikan aku sepotong kayu”. apakah engkau sudah kawin?”. sehingga tidak terjadi kesenjangan psikologis antara mutarabbi dengan murabbi. bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah : “Qoulan Layyinan” ( 20 : 44 ). demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat”. saya serahkan kepada mu. dan yang ini hadiah pemberian orang untuk saya”. maka dari itu aku menikahi seorang wanita yang sekaligus dapat meenjadi pengasuh dan pembimbing mereka”. jika orang itu benar . dan “Qoulan kariman” ( 33 : 31 ). lalu aku menjelaskan : “Ya Rasululloh sesungguhnya ayahku meninggal pada perang Uhud. lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu. seraya berkata : “Ya Alloh. Jabir “ “Ontaku Ya Rosulalloh…. setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SAW seraya berkata : “ini hasil dari tugas saya . mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau Ibunya sehingga hadiah tersebut datang kepadanya. “dengan janda atau gadis”?.meski tidak sama persis dengan mereka. “Qoulan Balighan” ( 4 : 63 ). hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : “Aku pernah keluar bersama rosululloh SAW pada peperangan Dzatirriqo’. lalu Rosululloh SAW mengangkat keduabelah tangannya hingga tampak ketiaknya. Keteladanan Rosululloh SAW Sebagai Murobbi Rosululloh SAW selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah direkomendasikan di dalam Al-Qur’an. tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata . “Qoulan Maysuran” ( 17 : 28 ). dan meninggalkanku saudara perempuan sebanyak tujuh orang. Rosululloh SAW bertanya kepadaku : “Hai Jabir. Kemudian obrolan berlanjut . “Kenapa tidak dengan gadis saja sehingga engkau dapat “bersenang-senang dengannya” dan ia dapat “bersenag-senag denganmu”?.jalannya lamban sekali” balasku. Bukhari – Muslim ) Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya. kemudian Rosululloh SAW menemuiku seraya berkata : “ Kenapa engkau hai. demi Alloh tidaklah mengambil seseorang sesuatu yang bukan haknya melainkan kelak dia bertemu dengan Alloh SWT membawa barang yang bukan menjadi haknya “. Sebagai Murabbi Rosululloh SAW. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 71 . lalu Rosululloh SAW segera naik ke atas mimbar. aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya. “dengan janda ya Rosul” tegasku. Kemudian Rosululloh berkata : “Engkau benar insya Alloh”. apalagi hal itu dilakukan di hadapan orang lain. telah aku sampaikan” 3 x ( HR. sesungguhnya meneladanani oranorang mulia adalah satu keberuntungan. setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh SWT beliau berkhutbah seraya berkata : “Sesungguhnya aku megutus seseorang di antaara kalian sebagai amil zakat sebagaimaana yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT kepadaku. “sudah ya rosulalloh” jawabku. sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Humaid Abdirrahman bin Sa’ad As-Sa’idy RA. lalu aku berikan kepadanya dan beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya. balas Rosululloh SAW dengan nada bertanya.

apakaah engkau hanya tampak perkasa pada masa jahiliyah kemudian jadi ragu pada masa islam ?. Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan (Harakatul Irtidad). sebagaiman terjadi pada saat sebagian besar para sahabat (Kibaarusshahabah) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin Zaid. padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SAW sebelum wafatnya. banyak para sahabat termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan gelombang kemurtadan. Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit. agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain. Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih tarbiyah. dalam surat Ali Imron : 144. lalu usamah menawarkaan agar ia turun Abu Bakar saja yang naik kuda. dalam bentuk pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat. tetapi Barang siapa yang menyembah Alloh SWT sesungguhnya Alloh Hidup dan tidak akan mati). Walaupun mereka tidak memberikan hanya seutas tali unta yang harus diberikan kepada Rasululloh. biarkanlah kakiku bersimbah debu di jan Alloh ) Keteladanan Ulama Salafusshalih Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh. dan abu bakar berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SAW. bukan hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq. dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khalifah pada saat itu juga sering menghadiri halaqohnya. sejak awal Usamah merasa tidak enak karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya. akan tetapi lebih dari itu karena Abu Bakar layak disebut sebagai “Murabbi hadzihil Ummah” sepeninggalnya Rosululloh SAW . Pada saat itulah Abu bakar memberikan taujih tarbawy dengan membacakan firman Alloh SWT. yang memimpin halaaqah besar di masjidil haram. maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk memerangi mereka. Lau mana’uuni ‘Uqqoolu ba’iirin yuadduunahi ila Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty” ( sampai engaku juga Ya Umar. Demi Alloh tidak akan berkurang agama ini (Islam) sedikitpun selama akau masih hidup.Keteladanaan Para Sahabat RA Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA. beliaulah yang memandu akidah dan fikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo menerima berita wafatnya Rosululloh SAW termasuk Umar bin khattab RA. seraya menambahkan penjalasan dengan kata – kata hikmahnya : “Man kaana ya’budu muhamma dan fainna muhammad qod maata. aku tidak mau naik dan engkau juga tidaak perlu turun. lalu abu bakar berkata : “Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta. Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun. dan juga bukan hanya karena satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SAW dalam perjalanaan hijrah ke Madinah. Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?. khusunya Tarbiyah Aqidiyah. maka tetap akan ku pernagi mereka sampaai urat leherku terputus”). maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar bil khattab RA seraya berkata : “ Hatta anta ya. Athu bin abi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 71 . wa maa lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah” ( Demi Alloh. wa man kaana ya’budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu” (Barang siapa yang menyembah Muhammad seseungguhnya Muhammad telah tiada. seraya mengiringi pelepasan ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan.

lantas ia mengarahkan duduku hingga menghadap kiblat. lalu ia berkata : “mau kemana kamu”?. bila dilaakukan selain dari Al-qur’an yang dibaca dan difahami. kirooman kaatibiin) (Al-infithar : 10 – 11). atau pembicaraan tentang satu hajat. Di antara kebiasaan baik ulama salafusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar misalnya. “lalu apa batasannnya pembicaran yang berlebihan”? tanyaku. sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin suqoh Salah seorang Ulama Kufah . tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim. atau hadits Rosululloh yang diriwayatkan. ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja. tukang cukur itu mencegahku seraya berkata : “Shalat dulu dua rakaat. ayo perbanyaklah takbir”. Amaa yatahyii aahaduna lau nusyirat alaihi shahiifatuhullatii amlaa’aahaa shdra naahaarihi. lalu aku mengikutinya. kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada ku seraya berkata : “Atunkruuna (Inna ‘alaikum laahaafidzhiin. kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku. Demi alloh aku melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu. lalu aku berkata kepadaanya :”berapa harganya”?. Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang. lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur. atau berkenaan dengan amar ma’ruf nahi munkar. Aku berkata dalam hati.Rabah adalah seorang habsyi (Negro) yang pernah menjadi budak dari salah seorang wanita penduduk kota mekkah. setelah selesai aku hendak langsung pergi. beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : “Mereka mengkategorikan pembicaraan berlebih. Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur. “semoga Alloh menunjukimu. yaitu ketika aku ingin selesai dari ihram. lalu aku berkata kepadanya : “Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku’?. sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu hanifah : “Aku melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji. soal harga gampang” jawab tukang cukur. waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat. lalu ia menegurku : “Kenapa koq diam saja. “aku mau ke kendaraanku” jawabku. akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat. hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang diantara mereka : “Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu mustaniduuna” ( Tidaklah pantas bagi kita ketika disebutkan di tengah-tengah kita orang-orang yang shaleh. lalu ia memutarnya sehingga mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 71 . maa yalfidzhu min qaulin illaa laadaaihi raqiibun ‘atiid) ( Qaf : 17 – 18). sebagaimana telah menjadi sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi. wa anna m’a kullin (‘minkum malakaini Anil yamiini wa ‘anisshimaali Qa’iid. duduk sajalah dulu. baru kau boleh pergi kemana kau suka” . ibadah tidak mensaratkan soal harga. jawab tukang cukur alim tersebut. kepentingan dan persoalan maisyah”. faawaajada aktsara maa fiihaa laaisa min amri diinihi walaa amri dunyaahu”. bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : “Wahai anak saudaraku. lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam. aku mendatangi salah seorang tukang cukur. dan aku arahkan orang banyak untuk belajar kepadanya”. lalu kita duduk sambil bersandar ). sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan”. maka akupun bertakbir.

tanyanya dari dalam rumah.…kenapa tidak. setelah dipersilahkan masuk Said langsung mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : “Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi isterimu sesuai dengan sari’at alloh SWT sejak tadi pagi. seraya terbatabata Abu Wada’ah berucap : “ Eng. siapa orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim. Said ibnul Musayyib mempunyai seorang mutarabbi. beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi. setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya. lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya berkata : “Ya. “Jazaakallahu kahairan” jawab abu wada’ah yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya. baru saja menikmati rotinya. atau berhutang dengan siapa?. Abu Wada’ah benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa. maka sekarang aku datang dengan anak perempuanku ke rumahmu” . “aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku” tegas said. datang kembali sebagaimana biasa. tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan maghribpun tiba. suatu ketika Abu Wada’ah beberapa kali tidak datang halaqoh. karena kami jika seudah kedataangan seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu. aba wada’ah”?. beliau kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya. akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba Abu Wada’ah. karena di tengah perjalaanan ia terus berfikir darimana ia akan menafkahkan isterinya. “Isteriku meninggal dunia. tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu. fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham” tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap waqi’ terhadap keadaan dirinya. lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : “masuklah engkau ke rumah suamimu wahai puteriku. dan abdulloh bin ‘Utbah rahimahumalloh. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham. padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku”. namanya Abu Wada’ah. di samping beliau juga terdapat halaqohnya ‘Urwah bin Zubair. aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang menemuimu”. menghiburmu dan melipu kesedihanmu. lalu beliau juga bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu. sehingga aku sibuk mengurusinya” jawab Abu wada’ah. antara kaget daan girang. dengan menyebut asma Alloh dan memohon Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 58 of 71 . Tidak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikinya seraya berkata : “Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba Wada’ah”. “siapa yang mengetuk pintu”. maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain. lalu ia berbuka dengan sepotong roti. “Yarhamukalloh. juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh oleh para Murabbiyyiin. engkau lebih berhak aku datangi hari ini”. maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : “kemana saja engkau ya. ia pulang menuju rumahnya sampai-sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum. “Tidak. “Said” jawab suara di balik pintu yang sepertinya ia mengenalinya. Abu Wada’ah mengira telah terjadi “sesuatu” dengan pernikahannya. dan engkau termasuk orang yang kami ridhoi” jawab Said meyakinkan mutarabbinya.Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh. “Mengapa tidak beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala keperluanmu” tanya Said kembali.…engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu. “Ya. tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini. dan aku tahu tidak ada seorangpun yang menemanimu.

“berapa harganya ?”. maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya lantaran semerbak wewangian yang dipakainya. aku beli baju ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak. “sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu harus berkata apa” kata Abu Wada’ah mengenang kejadian itu.… ada ‘ngga ya. ia minta dicarikan baju. Suatu ketika Imam abu hanifah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan tidak enak dipandang. alim. “ya. “yang bener nih…” kata muridnya lagi. berseri-seri. atau dikenal dengan nama Nu’man bin Tsabit rahimahulloh. lalu beliau berkata kepadanya. dalam penegtahuannya. Amin Ya robbal alamin. sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham. rapih penampilannya. aku tidak membutuhkan uang ini”. kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha meneladaninya. “Aku tidak main-main. lalu beliau mencarinya. Lain lagi kisahnya dengan Imam abu hanifah. yang satu aku sudah aku jual. karena beliau juga dikenal sebagaai seoarang saudagar. Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya. “ambilah uang itu dan perbaikilah penampilanmu’ tegas imam abu Hanifah. Alloh telah melimpahkan nikmatnya kepadaku. tegasnya lagi. beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang. “sedirham” jawab Imam. lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. Dengan cerdasnya imam abu hanifah menyanggah omongan mutarabbinya itu : “Jika memang benar-benar telah melimpahkan ni’matnya kepadamu. bukankah rosululloh SAW Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 59 of 71 . “angkatlah sajadah ini lalu ambil sesuatu yang ada di bawahnya”. lalu kata orang itu : “Aku sudah cukup. beliau berkeliling dari kota satu ke kota lainnya di wilayah irak. setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham. Di samping cerdas. masuklah anak perempuan said . Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khalifah bani uamayyah yang ingin meminang putrinya. manis tuturkatanya. beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan. sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya. setelah yang lainnya keluar dari majlis. tanya sang murid. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk menemui menantu barunya. aku memang tidak mau mangambil untung terhadap murid-muridku”. “satu dirham” tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah banget. lalu mana bukti kenikmatanNYA itu. dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet (terinjak gaunnya) hampir jatuh hampir terpeleset karana saking malunya. tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului isterinya ke dalam ruangan. malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu Wada’ah mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya. Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini?. tepatnya sebagai pedagang pakaian. segitu”. Subhanalloh. sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu selain Imam abu hanifah dengan mutarabbinya tersebut. kain dan sutera. kalau ada alhamdulillah.barokahNYA”. faqih. jika beliau datang ke majlisnya. dan selalu memakai wangi-wangian.

matannya pada hambanya). Ini adalah buah dari bahas lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil. diselingi dengan bahasa ‘amiyah (pasaran).bersabda : “Innalloha yuhibbu an yaraa aaatsara ni’matihi ‘ala ‘abdihi” (sesungguhnya alloh SWT senang melihat bukti keni. karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan. menceritakan tentang sosok Hasan albanna sebagai Murabbi. Beliau berbicara dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak kecil. penyampaian da’wah dikemas dengan sederhana. Imam Syahid sangat lembut . Tampak sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya. tidak konfrontatif. diselingi dengan cerita dan ilustrasi. diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti “Nahnu Dhu’at laa Qudhot” (kami mengajak bukan memvonis). ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan gaya bahaasa mereka). juga bagi seluruh aktifis da’wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. Beliau tidak pernah cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara. Itulah beberapa keteladan Ulama Salafussalih mutarabbinya. Wallohu ‘alamu bisshawaab. “Aqimiddaulata fii Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 60 of 71 . seolah – olah tidak ingin berpisah dengannya. yang terkenal sebagai kota pelabuhan. juga mempunyai keteladanan dalam hal mentarbiyah. Al-Ustadz umar Tilmitsani Allohu yarham. seluruh mutarabbinya duduk di atas tikar putih. karena itu sudah sepantasnya engkaumemperbaiki keadaanmu agar engkau tidak membuat sedih saudaramu”. beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan. dari sinilah beliau memulai da’wahnya. Ketika beliau menetap di Ismailiyah. dan lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam. Allohu Yarhamuhu. figur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita. ini bukan karena beliau kikir. bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan “kuliah selasa” sangatlah sederhana. suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. dalm mentarbiyah para Keteladanan Masyaikh Da’wah kita Imam As-syahid Hasan al-Banna. sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik dengan orang dewasa maupun anak kecil. dan mereka disuguhi teh dalam dua teko kecil. bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah. Ketika selesai beliau “dikeroyok” oleh anak-anak kecil tersebut seraya bergelantungan di tubuh beliau. beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat. di mana banyak buruh-buruh pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi. beliau berdiri di tengahtengah mereka dan berbicara dengan mereka. seolah-olah belaiu bagian dari mereka. Adalah pantas bila beliau merupakan salah seorang sosok figur murabbi teladan abad. prinsip-prinsip pendekatan da’wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SAW seperti : “khoothibinnaasa ‘alaa qodri ‘uqulihim”. Al-Ustadz hasan al-Hudhaibi. Keteladanan Imam Hasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da’wahnya ke berbagai lapisan masyarakat. “khotibinnaasa ‘ala lughati qaumihim” (Ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan kemampuan akal mereka.

menjumpai sebuah kendaraan yang mogok. bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan siang di kantor pusat. “Saya Muhammad Abdurrasul seorang hakim di kota Kairo. Wallohu ‘alamu bisshowaab. Dan di antara do’a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : “Ya Alloh pilihlah diriku menjadi hamba yang selalu taat kepadaMU” Sebagai seoarang Murabbi. “Ya”. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 61 of 71 . beliau menyruh sopirnya berhenti. ternyata orang itu kehabisan bensin. Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang alakh. tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur. beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa. Orang yang ditolongnya itu kemusdian berkata . Imam As-Syahid Hasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit senyum. lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh laki-laki pemilik mobil tersebut. sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar Tilmitsani. Semoga Alloh melindungimu”. apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin. Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja. saya seorang guru sekalh dasar di As-sibtiyyah”.daarika taqum fii ardhika” (Tegakkanlah daulah di dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu). meskipun Ustadz Umar tilmitsani sedikit membuatnya repot. Lalu beliau memanggil seorang akh. Orang itu kemudian berkata lagi : “Apakah anda hasan al-Banna Mursyid Ikhwanul Muslimin?”. Anda ini siapa”? Imam asSyahid menjawab dengan sikap rendah hati : “Saya hasan al banna. lalu bagaimana kalian bisa memperbaiki perselisihan yang terjadi pada orang lain”?. jawab Imam as-syahid jujur. beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : “Apabila kalian berdua tidak sanggup memperbaiki hubungan yang ada di antara kalian. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan ikhlas. di tengah rimba pengadilan. ketika makanan dihidangkan. Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di hadapannya. “Hari ini kami jadi tukang masak. Saat itu mobil belum ada klaksonnya yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet. Sambil bercanda beliau berkata. ayo makan siang bersama kami”. nah dengan gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam tangki mobil tersebut. lalu ia membisiki beliau seraya berkata : “Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar”?. Sambil tersenyum beliau menjawab : “Diamlah. ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa. Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan. Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara. dan haal itu dilekuakn berkali-kali.

Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah. Dari penjelasan ini evaluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses. Al Hasyr : 18) ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab” (Atsar Sahabat) II. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Orang semacam ini menempati urutan kedua. Apakah prosesnya sudah efektif atau belum. karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa. Jadi prosesnya yang dievaluasi. Apalagi dalam da’wah proses menjadi sebuah kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih. Penilaian (evaluasi) seperti ini sering disebut evaluasi karakteristik mutarabbi. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut : Input Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Proses Output Page 62 of 71 . ada juga evaluasi pada proses tarbiyah. supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan. Pentingnya evaluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah SAW : “Berkhutbahlah sesuai dengan kadar akal mereka” Indikator keefektifan proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah. Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah. 2. Jadi proses seperti apa yang sesuai dengan kadar akal mereka. Didalamnya terdapat makna bahwa evaluasi untuk menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan. akan tetapi evaluasi itu pada prosesnya. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan. mengukur prosesnya dan hasil prosesnya. Landasan Evaluasi ”Hai orang-orang yang beriman. Untuk apa evaluasi dilakukan ? Abbas Asisi mengklasifikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian : 1.dengan kata lain evaluasi untuk mengukur kompetensi dan kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan.EVALUASI TARBIYAH I. Insya Allah . Juga bisa bermanfaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran. Dan memberikan informasi tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan. Hasil (output) dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur. yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid. manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah. Orang seperti ini dinomorsatukan. Evaluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa kita katakan evaluasi pra proses tarbiyah Selain evaluasi pra proses tarbiyah. tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Untuk itu evaluasi bukan saja pada akhir proses yang sering dipahami orang. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan. 3. karena mereka lebih dekat dengan da’wah kita. sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak. yaitu orang yang tidak taat beragama. Apakah prosesnya sudah benar atau belum. Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-sendiri. agar dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya.

proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus dievaluasi. menggarap proyek mengarang. Ini menjadi tolak ukur dari dua komponen (input dan proses).Evaluasi Evaluasi Evaluasi III. lisan. mencocokkan muwashafat dengan membuat daftar check (check list). Apa yang kita rencanakan dapat menjadi bahan evaluasi proses. Evaluasi ketika selesai belajar Evaluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. Evaluasi pra mutarabbi (pra proses). diskusi. yakni : 1. Bagaimana mengevaluasi ? 1. Evaluasi kognitif Pada kurikulum tarbiyah islamiyah (Manhaj 1421 H) terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah dirumuskan. Apakah keduanya baik atau belum. IV. Evaluasi pada tingkat ini dapat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 63 of 71 . investigasi. Yang tidak akalh penting adalah apakah cukup menarik atau cukup efektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan. Wujud evaluasi ini bisa berwujud tes tertulis. Wujud evaluasinya mutarabbi dapat mengisi check list (daftar isian) yang diambil dari muwashafat yang ada pada masing-masing marhalah. Hal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. karena dari sanalah kita dapat mengevaluasinya. Tingkat pengetahuan (knowlegde) Evaluasi kognitif untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahfal atau mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah disampaikan. Evaluasi ini digunakan untuk melihat apakah output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashafat. 2. ngobrol (curhat). silaturrahmi dan lain-lainnya. Pada tujuan ini yang ingin diraih settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitif. Atau murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan observasi/investigasi ke rumah mutarabbi. dan atau lisan mutarabbi.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitif ini. Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan. Secara keseluruhan evaluasi tarbiyah baik pra. Evaluasi proses tarbiyah Setelah mutarabbi terevaluasi kini giiran mengevaluasi prosesnya. membuat karya tulis. terpenuhi atau belum. secarik kertas. Sehingga aspek kognitif menjadi sebuah aspek yang mesti dievaluasi. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. kita ikuti uraian berikut : Kognitif memiliki tingkatan yaitu : a. Dapat dituangkan lewat buku tulis. 3. Mengevaluasi prosesnya disyaratkan memiliki perencanaan tarbiyah. Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi. Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan. Tujuan tersebut diantaranya “mengetahui hasil ibadah“. Metode apa yang telah kita pergunakan. Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah.

Tingkat analisis (analysis) Evaluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasifikasikannya menjadi beberapa kategori. Afektif juga memiliki tingakatan yaitu : a. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya bukan pada haknya“. f. Tingkat penerapan(aplication) Evaluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. c. tes tertulis. Tingkat sintesa (synthesis) Evaluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Tingkat evalusi (evaluation) Evaluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya. yaitu “dapat menyebutkan sarana dan media untuk tafakur“ b. Tujuan ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap aktifitas ibadah tersebut. yaitu “mutarabbi mampu membedakan sistem politik yang fungsional dan disfungsional”. menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. karya ilmiah. Tingkat pemahaman (comprehension) Evaluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam mengartikan. menafsirkan. yaitu “memahami kewajibannya terhadap orang lain. mengarang. yaitu “mutarabbi mampu menginvetarisir ide-ide pemikirannya” e. Sehingga pada aspek ini yang dievaluasi adalah aspek afektifnya.digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masingmasing data terhadap data lainnya. Evaluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan. Evaluasi afektif Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi “merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan dalam beribadah”. d. yaitu “mutarabbi menerapkan kewajiban-kewajiban rumah tangga dan menjadi teladan anggota keluarga yang lainnya”. Wujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitif antara lain diskusi. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. mengisi daftar cek (check list). Tingkat menerima (receiving) Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 64 of 71 . yaitu “mutarabbi mampu memformulasikan ide-ide dan pemikirannya”. 2. jurnal dan lainnya.

Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. yaitu . Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 65 of 71 . Tingkat karakterisasi (charaktersization) Evaluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. c. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan afektif antara lain : diskusi. yaitu “mengutamakan produk-produk islam ketika berbelanja dan ketika membelinya di toko-toko non muslim meskipun harganya lebih mahal ” e. mengarang. karya ilmiah. Tingkat menanggapi (responding) Evaluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian.Evaluasi afektif untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran. proses. “menyadari kewajiban bekerja dan berpenghasilan dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kecenderungan dan spesialisasinya”. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh dilewatkan. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitif maupun afektif. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Gerakan seluruh badan Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan gerak fisik mutarabbi secara keseluruha. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat menilai (valuing) Evaluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektif (jujur) bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh kemauan untuk menerimanya (istislam) dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. Evaluasi untuk tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi psikomotorik Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi “mempraktekan kiat-kiat mencapai kekhusyu’an dalam shalat”. namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. a. Tingkat oraganisasi (organization) Evaluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. 3. b. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. tes tertulis. kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. yaitu “mutarabbi mampu membiasakan diri hidup teratur”. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. stimulus yang ditunjukan oleh bentuk partisipasi dalam berbagai bentuk. yaitu “mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:. yaitu “mutarabbi menerpakan spesialisasi yang dimilikinya dalam upaya mendukung kerja da’wah serta tanggung jawab rumah tangga dengan menjalaninya secara serius”. Yakni . mengisi daftar check. jurnal dan lainnya. Artinya tarbiyah harus sampai pada aspek psikomotorik. d.

yaitu : “mutarabbi mampu berbicara sesuai adab dan ketentuan yang ada dalam Al Qur’an (bagi akhowat)”.mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. d. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 66 of 71 . Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Kecakapan dalam berbicara Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung. b. yaitu : “mutarabbi mampu menulis rasmul bayan dengan baik”. anggukan kepala. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Gerakan yang terkoordinasi Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan koordinasi gerakan fisik mutarabbi antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badannya. yaitu : “mutarabbi mampu membiasakan diri murah senyum (ramah) di depan orang lain”. c. Komunikasi nonverbal Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat. ekspresi wajah dan lain-lain. yaitu “mutarabbi mampu melakukan latihan fisik dengan teratur 10 – 15 menit setiap hari”. misalnya isyarat dengan tangan.

2. METODE DEMONSTRASI Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan. didengar atau dibacanya. Metode itu antara lain: 1. lingkungan dan faktor lainnya. keadaan lingkungan. Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat tersirat. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan secara tepat. kondisi lingkungan dan faktor lainnya. membuka yang tersumbat.METODE TARBIYAH DAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA I. dengan diskusi seorang peserta akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan. pribadi. semuanya dapat dipergunakan sesuai obyek tarbiah. METODE DISKUSI Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait dengan materi pembahasan. Dalam diskusi diharapkan dilakukan pengendapan dan kratifitas data dan informasi yang diperolehnya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 67 of 71 . 4. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik kesimpulan . METODE CERAMAH Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum dipakai dalam menyampaikan suatu materi. Sehingga murabbi dalam mentarbiah tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja. METODE TANYA JAWAB Tanya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau fakta-fakta yang telah dipelajari. jenis materi. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah. Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. jenis materi. Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. mengurai yang tersekat. METODE TARBIYAH Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan objek tarbiah. keberhasilan tercapainya tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi. 3. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitif sangat mengajar sangat baik. permasalahan yang sedang populer atau pertanyaan lainnya. memperlihatkan atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan ukhuwwah.

Bisa melui laboratorium. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal dan beratnya beramal.5. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan sulitnya berinfaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana. 11. METODE SOSIODRAMA Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktifitas kehidupan sekitar manusia. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 68 of 71 . planetarium. METODE PENUGASAN Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca. film. METODE EKSPERIMEN Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat ditingkatkan dan disempurnakan 10. METODE PENGGUNAAN ALAT Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. METODE LATIHAN Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan sesuatu. 7. Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat atau mengungkapkan kepribadiannya. Metode demonstrasi atau Eksperimen saling terkait sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. dan lain sebagainya. 9. Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta manfaat olah raga bagi stamina tubuh. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan alat bantu. 6. Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. Metode demonstrasi lebih dititik beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus melakukan sesuatu. 8. Tujuannya peserta lebih mantab. atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang memberikan tugas tersebut. menghadiri acara tertentu. Misalnya materi aneka ragam ciptaan Allah SWT di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan penayangannya. METODE SIMULASI Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan. pengalamnnya lebih terintegrasi dan untuk mendorong peserta berusaha lebih baik. METODE PARTISIPASI Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktif dengan sebuah proses kegiatan. maka murabbi dapat mewajibkan infaq majelis dan semua peserta wajib mengisi kotak infaq setiap datang. tetater.

Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan tertentu. Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya. Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga Page 69 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam.12. akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan efektif daripada memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta’awun. 13. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Masingmasing metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Tugas perkembangannya adalah :  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia 3. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2. Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya. Dalam acara tersebut. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1. Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan sebagai individu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. METODE PENGALAMAN TERSTRUKTUR Yakni murabbi dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta. METODE PENGEMBANGAN KELOMPOK Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode memandang peserta sebagai individu. Karena banyaknya metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode mana yang paling sesuai. II. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal IV. dihargai dan didukung kehadirannya  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi. yaitu : secara intelektual. Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan . Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima.   Memenuhi kewajiban sosial Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik III. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. BAGAIAMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1. ORANG DEWASA JUGA BELAJAR Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan. V. contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki  Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 70 of 71 . APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup. emosional. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. dan fungsi fisologis.

Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan. 4.  Guru hanya mampu membantu orang lain belajar. Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan.  Menentukan tujuan pendidikan khusus. dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri.  Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Guru lebih bersifat pemandu. 5. panitia. Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3. Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk. sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource). dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu. Penyelenggaraan pengalaman belajar  Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik. manusia sumber.  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan. tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya.  Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur. Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 71 of 71 . dan atau satuan tugas.  Arah pengembangan dan pentahapan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful