KUMPULAN MATERI DAUROH MUROBBI

Kumpulan Materi Daurah Murabbi :

Page 1 of 71

“HATMIYYAH AT-TARBIYYAH”
Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SAW menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : “Maa yubkika ya… Abdalloh…” (Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh…), Iapun menjawab : “Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rosulullohu biqoulihi ta’ala : Wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maqdhiyya” (Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Alloh SWT : “Dan tidaklah dari kalain melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71). Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan ayat al-qur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka Jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatif lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Hatman Maqdhiyya” juga berlaku dalam kaidah Tarbiah sebagai sebuah proses dalam proyek kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya Tarbiyah memiliki sifat “Hatmiyyah”, sifat keniscayaan, dengan kata lain bahwa Tarbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan apapun. Walhasil untuk dapat istiqomah di jalan da’wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu jalan : Tarbiah!. Karena Tarbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk diikuti ( QS. 6 : 153 ), dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani (Generasi-generasi yang tertarbiyah) yang senantiasa antusias mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya ( QS. 3 : 79). Tarbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan. Pendekatan Idealis Tarbiyah adalah jalan bagi para Da’i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da’i adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar. Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha’bun – Tsabit ) Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da’wah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam da’wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul “Arba’una rojulan wa khomsu niswatin” (40 laki-laki dan 5 wanita), akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da’wah, yang tidak hanya “Qaabilun lidda’wah” tetapi juga “Qaabilun litthagyir”, bahkan mereka
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 71

seluruhnya menjadi “Anashiruttaghyir”, “Agen of change”, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami. Berda’wah memang tidak mudah, karena berda’wah melalui proses Tarbiyah ibarat menanam pohon jati, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten, atau dengan kata lain memiliki “matanah” (imunitas) baik secara “ma’nawiyah” (moral), “fikriyah” (gagasan dan pemikiran) dan “Tandzhimiyah” (struktural). Ka’ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rosululloh SAW. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : “Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!) Itulah sebuah refleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak mudah, melalui jalan da’wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur’an menyebutnya dengan “Al-Qoulu Al-Tsabit” (QS. 14 : 27 ), yang terumuskan di atas konsep yang baik atau “Kalimat Thayyibah” bukan “kalimat khabitsah” (QS. 14 : 25 - 26 ). Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (Thawil - Ashil) Da’wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika Rosululloh SAW mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan dapat menaklukan Romawi (Byzantium). Padahal Romawi baru dapat di Taklukan oleh umat Islam pada masa daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang perjalanan da’wah yang telah dilalui?, akan tetapi ikhwah fillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi, “Asholah” tetap terjaga, “Hammasah” tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SAW dan Para sahabat Rodhiallohu ‘anhum wa rodhuu’anhu. Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena ‘panas’ dan tak lapuk karena ‘hujan’, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da’wah. Adalah Abu Thalhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh SWT berikan kepadanya umur yang panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhalifahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan Yunani untuk mrnghadapi
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 71

dengan kecerdasan menafsirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaan“Hikmatussuyukh Hammasatussyabab” Abu Ayyub menjawab : “Tidak bisa. tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya). karena ayat tersebut menyebutkan “khifafan” (ringan) berarti ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan “tsiqalan” ditujukan untukku yang sudah tua. maka anak-anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah. seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur’an “Infiruu khifafan wa tsiqoolan” (berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat). kami tidak memiliki makanan. cukuplah isteri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 71 . Watak perjalanan da’wah yang lambat harus dilihat dari proses dan tahapannya bukan dari perangai para pelakunya. kebaikan suluknya baik secara ta’abbudi. maka kami berlindung kepada Alloh SWT agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh SWT”. Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi’ – Ma’mun) Da’wah adalah lari estafet bukan sprint. akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kemenanagn di garis finis. berangkatlah Abu Thalhah RA turut serta dalam peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya. lalu anak-anaknya berkata kpadanya : “Sudahlah Ayah tak usah ikut berperang. yang nasab (afiliasi) nya kepada jama’ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah kerja da’wahnya. ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin baik yang tua maupun yang muda. yang menjaga lisannya. yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da’wah dengan kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman. Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi “Haditsul Ifki” yang menimpa Aisyah radhiallohu anha. dari masa-masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. Keberhasilan sebuah da’wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. kebersuhan hatinya.pasukan Romawi. akan tetapi sekarang kami yang tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah. karena perangai yang lambat dalam berda’wah adalah bentuk kelalaian. ijtima’i maupun tandzhimi. mengenang semua itu beliau berkata : “Aku adalah salah satu dari 7 orang sahabat (dari 10 sahabat yang dijanjikan masuk surga). Adalah saad bin Abi Waqqash RA. integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan Tarbawi tercermin pada keteguhan akidahnya. bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya. lari estafet memang tampak kelihatan lambat . tidak mendua dan tidak terbelah. yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu’minin aisyah RA. banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut menyebarluaskan fitnah keji tersebut. dahulu kami bersama Rosullloh SAW dalam sebuah ekspedisi. Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral. keluhuran akhlaknya . sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami. cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang”. sebagaiman hadits rosululloh SAW : “Man bathi’a ‘amaluhu lam yusra’ bihi nasabuhu” (Barang siapa yang lamban kerjanya. untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan sasaran dengan kwalitas terjamin.

maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang sekarang ini semakin kompetitif dengan gerakan-gerakan da’wah lainnya. atau generasi kader yang lowong. sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran jelek menghianati suami (berselingkuh) seperti yang digosipkan oleh banyak orang. maka langkah berikutnya adalah memetakan langkah-langkah taktis. kalau aku yang jadi Aisyah. Pendekatan Strategis Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da’wah yang sangat penting adalah fokus untuk menyusun barisan kader inti. bagaiman ia mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh SWT. jika engkau yang menjadi Safwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SAW. Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak lebih baik dari Shafwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang digunjingkan oleh banyak orang. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri . dan Aisyah lebih baik dariku). wa hua khairun minka. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh Rosululloh SAW untuk menda’wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang yang baru masuk islam. Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan. bahwa dirinya saja yang tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya. seperti Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman dan Khalid bin Walid yang dikirim ke wilayah irak. isteri abu Ayyub alanshary berkata kepada suaminya : “Ya.Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia. apalagi Shafwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya . Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA. tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SAW.Abaa ayyub!. dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat umum terhadap da’wah ini. dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas pertumbuhan kader dan menyelenggarakan “Bi’tsatudduat”. Semakin banyak jumlah jumlah kader inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da’wah ini dalam menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. Ya…Abaa ayyub lau kuntu ‘Aisyah maa khuntu Rasulallohi abadan” (Wahai abu Ayyub. yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah. lau kunta sofwaana hal taf’alu bihurmati rasulillaahi suu’an. Pendekatan taktis Setelah ketiga faktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik. dan Safwan lebih baik dari engkau. Wahai abu Ayyub. sehingga mustahil dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shafwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang. mendahulukan husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da’wah. Hal itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan luasnya medan da’wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan potensi (kemampuan) tarbiyah.. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 71 . oleh karena itu untuk menghindari terjadinya “Lose of generation”.

itu artinya hanya 1/3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah. Wallohu ‘alamu bisshowab Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 71 . ketika ancaman imperium Persia menghadang. dan tak jarang diantara mereka kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan. sehingga 2/3 jazirah arab nyaris mengalami kemurtadan. sedangkan kader-kader baru dibina pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah pada masa Abu Bakar RA. Itulah hasil sebuah produk tarbiyah (QS.Pada masa abu bakar RA. 3 : 146). Terbukti kemudian pada perang Qadisiyah. terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa. kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad fi sabilillah. di ketiga kota inilah kader inti da’wah tetap dijaga dan dipelihara. Madinah dan Thaif.

Ibadah " Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" ( AdzDzariyat : 56) Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim. unsur amar ma.Siroh Nabi. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan komprehensivitasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. Memahami tujuan kaderisasi 4. Memahami marhalah amal dalam kaderisasi I. dari batil menuju benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. Memahami arah kaderisasi 3. Pengangkatan manusia sebagai khalifah menuntut aktivitas pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia 3. dari ma’shiyat kepada taat. serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah SWT. Siroh Sahabat dan ijma Ulama. saling menolong. Proses penyiapan manusia menuju kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah. dan saling menasehati dalam kesabaran. ”Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah 30). Ukhuwah (Al-Hujurat :13) Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondongbondong. Tujuan ini mencakup : 1. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ( QS Al-Jaatsiyah l8)”. Kepemimpinan Dunia. 1. Sunnah Rasul. 2. II. dari kufur kepada iman. PENDAHULUAN Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau pedoman hidup bagi manusia. sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 71 . dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih baik. unsur keadilan. Allah berfirman : ”Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa.tidaklah patut bagi manusia kecuali saling berkasih sayang. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu. dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi. unsur Islam. Memahami sistem kaderisasi dalam manhaj 1421 H 2. unsur Ihsan. TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH Tujuan Tarbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik. Yang ingin dicapai dari sistem ini adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang. dari kesesatan menuju hidayah. kemudian mempererat hubungan itu agar makin sempurna. 4.ruf nahi munkar.SISTEM KADERISASI Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu . Tegaknya Khilafah Allah di muka bumi. Sistem ini integral dan komprehensif. karena diambil dari Kitabullah. antara lain : unsur iman.

Tujuan permanen itu antara lain : a. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa ” (AnNur : 55) Artinya. Menghukum Dengan Syariat. Menjalankan kewajiban khilafah di muka bumi. TUJUAN TARBIYAH IKHWANIYAH Tarbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar : 1. 5. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia. (An-nur :55) c. intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam. Tujuan permanen. yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam.  Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi. sekaligus bagaimana Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 71 . Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilafah atas bumi untuk tujuan kemanfaatan dunia dan akhirat. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi.  Penanganan amar ma’ruf nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya. yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah. Tujuan Kontekstual atau tujuan antara. Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya 2. bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi.  Menghidupkan unsur Islam diri manusia. d.yang telah diridlaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. III. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.yaitu Allah swt.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang syahadat dan pengamalan kandungannya. Allah berfirman : ”Hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan oleh allah. karena agama mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan. Memberdayakan orang. memakmurkannya dan membantu orang lain untuk memahamai tujuan ini.untuk dimanfaatkan dan usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat. 4.  Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya. Tujuan konstekstual. b. 5.Semua itu dilakukan dengan:  menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar. untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak. Tercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan kepada tegaknya syariat Islam. (Al-Maidah :49) Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah. Berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh allah kepadamu” . Menunaikan kewajiban ta’aruf antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam.  Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi.Hal ini meliputi : 3. maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah Islamiyah bagi semua orang.

2. Manhaj ini disebut manhaj l421 H/2000M. bersifat kontekstual dan memenuhi standar manhaj alami. CIRI KHAS MANHAJ TARBIYAH Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan. dan menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah. Arus cara pandang terhadap alam. keyakinan.dan emosinya.Yang perlu diingat . Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam. 3. Terwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia. 3. Memerdekakan negri muslim. 2. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. keyakinan. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih bervariasi dalam pengambilan sumber rujukan manhajnya. Menjadi guru peradaban ummat manusia. Arus pemikiran dan peradaban. Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain : 1. Marhalah (tahapan) amal itu antara lain : 1. Arus politik dan ekonomi. dan benda hidup. kecuali jika manusia itu sendiri berusaha mengubahnya (Ar-Ra’d :1). Terbentuknya sosok muslim dalam pemikiran. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan masih relevan untuk diteruskan. ( apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ). 4. Untuk itu diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi’iah. menyampaikannya kepada seluruh umat manusia. Mengembalikan khilafah islam. ucapan. Ciri khas manhaj l994 menekankan pada referensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah. Arus sistem nilai sosial dan politik. kehidupan. IV. 7. Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. akhlak. Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensiv dan saling berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya. Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya. dan emosinya. 6. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998. Pembentukan keluarga . Dimana untuk marhalah Dewasa mengacu pada manhaj tahun l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. Terbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran. Manhaj ini merupakan revisi untuk manhaj Pemula dan takwiniyah yang selama ini ada. Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum . 5.akhlak. Memperbaiki negri muslim . sedangkan substansi materi diambil dari maraji’ yang direkomendasikan. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan niat. Ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada tujuan akhir tarbiyah.merumuskan cara-cara terbaik untuk itu. Pembentukan pribadi. Terbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama ikhwan. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 71 . 4. menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi. dan perilaku mereka.ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan sempurna. 5.

Paham. karena Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Ikhlash. yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. penampilan. Haqiqah shufiyah. amal. kejernihan hati. adalah yakin bahwa fikrah (pandangan ) kita adalah fikrah Islami dan sahih. Amal. gelar. khususnya dalam hal aqidah dan ibadah. adalah mengorbankan jiwa. karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. pangkat.Anda harus memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul ‘isyrin ( 20 prinsip ikhwan ). karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam.” 5. Jihad. Fikroh ijtimaiyah. kontinyuitas amal. ( At-taubah 105 ) 4. karena mereka sangat memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah. Begitu juga karena forum-forum ikhwan pada dasarnya adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk mentarbiyah fisik. 6. Jama’ah riyadliyah. Rabithah ilmiyah tsaqofiyah. karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya. seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: “ Barangsiapa yang mati (sedang) ia tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang (di jalan Allah). berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. 8. adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari kiamat. Yang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan fikroh ikhwan. adalah buah dari ilmu dan ikhlas. jenis materi. Thariqoh sunniyah. Fikroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai’ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah. sampai batas maksimal. 2. kecintaan karena allah. 4.akal. karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa. ia mati dalam keadaan jahiliah. harga diri. Tadhhiah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 71 . 3. 2. kemewahan. dan komitemen dengan kebajikan. Ini dikarenakan pemahaman yang komprehensiv dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuniversalan fikrohnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan. karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih. dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi. karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya. 5. harta. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan fikrah kita tidak akan sia-sia. Syirkah iqtishodiyah. Hai’ah siyasiyah. meluruskan persepsi seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri. dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya. dan masa tarbiyah sangat bervariasi namun semuanya tetap mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah. Dakwah salafiyah. dan ruhani.sehingga jumlah materi. waktu. Kesepuluh arkanul bai’ah itu adalah : 1. Kedelapan fikroh ikhwan itu adalah : 1. harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan. bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah SWT. 7. kedudukan dan yang lainnya. setiap al akh muslim. 3.. kehidupan dan semua potensi untuk mencapai tujuan. serta mendidik masyarakat untuk memiliki kehormatan.

Ukhuwwah. Islam dan kekuatan-kekuatan lawan. akhlak dan kepribadian muslim. Bahasa arab. Metodologi berfikir dan riset. Hadist dan ‘Ulumul hadist. Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah. Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang direkomendasikan. V. (9). Pengembangan diri dan ketrampilan dasar. baik di waktu senang atau sulit. (14). (2). Tata sosial kemasyarakatan . Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar ke dalam 4 kelompok kajian. gerakan dan organisasi pembaharuan. (24 ). mencakup : (1). Seni dan budaya. maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan. Ukhuwah adalah saudara iman. Sistem politik dan hubungan internasional (21). II. adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat. Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersifat lokal. (20). terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci. Madya. Al-Qur’an dan ‘Ulumul Qur’ an. 8. Rumah tangga muslim. Manajemen dan organisasi. Tsabat . Setelah memahami 10 arkanul bai’ah dan 8 fikrah ikhwan . Taat. TAHAPAN-TAHAPAN TARBIYAH Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 71 .Barang siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad fi sabilillah akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya. 6. (19). (7) Belajar mandiri. Derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya. Kependidikan dan keguruan. yaitu : I. adalah membersihkan fikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain. Tajarrud. (10). Dasar-dasar keislaman. IV. 10. Dewasa dan Ahli. 9. Muda. (8). meskipun tujuan tersebut masih jauh bahkan memakan waktu bertahuntahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid. (16).Aqidah.Dunia Islam kontemporer. dan aqidah merupakan ikatan yang paling kokoh dan paling mulia.Ekonomi . III. Da’wah dan Pemikiran islam: (13). (11). (23). Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah (disebut dengan kompetensi kritis).Politik kontemporer. Kesehatan dan kekuatan fisik. (3). Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar. (22). 7. Fiqh da’wah . al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan. Sosial Kemasyarakatan : (18). Tujuan umum atau kompetensi kritis tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai Pemula. (17). (4). sedang perpecahan adalah saudara kekufuran. Fiqh (5 ) . Pemikiran. Perundang-undangan. Iptek dan lingkungan. (15). adalah tentramnya jundi (prajurit) kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya.Tsiqah. Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. Sejarah dan peradaban ummat. (12). (6).

setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah SAW. setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. Salimul aqidah. setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Qur’an dan Sunnah. 2. setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh. setiap individu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari kelalaian dan kehilafan perbuatan manusia. Menurut Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 fase : 1. 3. tidak dapat diikuti oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. pengetahuan ( cognitif). Mutsaqqaful fikri. Qadirun ‘alal Kasbi. 8. Takwin Dalam tahapan ini da’wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. 6. Shahihul ibadah. 2. MUWASHOFAT Sebagaimana telah disebutkan. setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. bahwa ciri khas manhaj l421 H adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang (goal based learning). setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. Mujahid lin nafsi . Ta’rif. 3. da’wah dilakukan dengan menyebarkan fikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da’wah fardiah (dengan menjalankan hubungan dengan orang-orang yang berpotensi berubah) atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam. kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir. dan perilaku (psikomotorik) . Haristun ‘ala waqtihi. VI. setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. 9. atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah. 4. Karakteristik yang harus dimiliki setiap individu itu mencakup 10 point : 1. kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus dan memiliki ketaatan total. Munadzam fi syu’unihi. Qawiyyul jism. tanpa kenal sikap plinplan. 7. Dalam tahapan ini. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan bersifat militer dalam tataran operasional. Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap (afektif ). Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 71 . Tanfidz Da’wah dalam tahapan ini adalah jihad.Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah. setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam. Da’wah pada tahapan ini bersifat khusus. 5. Matinul khuluq.

7. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana program tarbiyah. 3. 4. Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan pencapaian tujuan pemberian materi. dan mutaba’ah penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. Baik internal ataupun eksternal. VIII. Adapun komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah : 1.akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan tingkatan tarbiyah. Taqwim adalah sebuah proses dan mekanisme evaluasi pencapaian muwashafat dan seleksi kenaikan jenjang peserta tarbiyah. setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Halaqah. PROSES TARBIYAH Untuk mencapai muwashofat proses tarbiyah memerlukan komponenkomponennya. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah.adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai’yah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui pembekalan ‘ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah. dan internasional. adalah forum intensif untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan/keahlian tertentut. 4.pengorganisasian. dalam skala keluarga. 10. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya 2. Prasarana ada yang bersifat materi dan non materi. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqafiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim dengan penamaan ta’lim fil masajid. Tatsqif.Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah. Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan. Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.Nafi’un li ghoirihi. positif atau negatif. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka fungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah. SARANA TARBIYAH Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. 6. Ta’lim. Sarama tarbiyah itu antara lain : 1. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3 kelompok. adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. 5. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 71 . Pada akhir program tarbiyah. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatif lebih lama. kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat tingkat keberhasilan proses tarbiyah. 9. Daurah dan kursus. VII. negara. 3. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. 8.10. 2. masyarakat.

Insya Allah jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. dan jasadi serta penguatan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan. Rihlah. Tujuan tarbiyah akan tercapai. adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.5. manhaji. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 71 . Mabit. PENUTUP Manhaj tarbiyah /sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. fikri. dan tandzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. IX. adalah sarana penghimpunan . 7. manhaji . Mukhayam. dan menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah SWT. 6. pelatihan dan pengarahan dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. Waallohu A’lamu bisshawab.

Sarana-sarana tambahan antara lain rihlah. tidak ghibah (membicarakan keburukan orang lain) dan tidah mematahkan pembicaraan orang lain. tidak berdusta. tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. tidak mengadu domba. menjauhi riba. Melalui proses interaksi. syari’ah. judi dan segala tindak penipuan. Berikutnya untuk muwashafat Matiinul Khuluq (akhlak yang kokoh. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar dalam sebuah halaqah haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah kepada-Nya.PROFIL HALAQAH Pengertian Halaqah Dalam manhaj 1421 H disebutkan halaqah adalah sarana utama tarbiyah sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian muwashafat atau karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. mempengaruhi dan berpacu ke arah yang lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama’i. Selanjutnya. Kemudian untuk ciri Shahihul Ibadah (ibadah yang shahih) ternampakkan bila ia berani mengumandangkan adzan. berzakat dan qiyamul lail / shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan. ta’lim. dengan cara yang diridhai-Nya. Dalam fase tarbiyah ini diperkenalkan dasardasar umum Islam berupah aqidah. berpuasa fardhu. Sebagai contoh untuk karakteristik Saliimul Aqidah (aqidah yang bersih/selamat) seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. dan penugasan. Walaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui da'wah fardhiyah misalnya. akhlaq dan jihad. Dr. halaqah juga dapat didefinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang. tidak meramal nasib dan pergi ke dukun. membeo). tidak memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain. tidak imma’ah (asal ikut. Ada sepuluh muwashafat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau penjabaran yang sesuai dengan marhalah Pemula dan Muda. mukhayyam. Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki sifat-sifat terpuji. bersemangat untuk shalat berjama’ah di masjid. Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah. Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-Nya manusia. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 71 . benar-benar ihsan dalam thaharah (bersuci). karakteristik Qadirun ‘alal kasbi (kemandirian) tercermin pada perilaku peserta halaqah ini bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram. tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin. perangai Islam asasi. giat bekerja dan rajin membayar zakat. mulia) terjabarkan dalam sikap dan perilaku yang tidak takabbur. tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin. ihsan dalam shalat. tidak mencaci maki. seminar. Dalam buku Adab Halaqah. halaqah tetap merupakan metode talaqqi wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi yang intensif antara anggota halaqah. Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim Halaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah Pemula dan Muda juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. daurah.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 71 . Selanjutnya ciri Mujahidin Linafsihi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang haram. Tafahum dan Takaful. seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan berkasih sayang dalam naungan ridha Allah SWT. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi. Rukun Halaqah Halaqah memiliki rukun: Ta’aruf. pekerjaan. Yang dimaksud dengan tafahum adalah : a. kepekaan hingga aspek fikriyah seperti orientasi pemikiran. menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkafein. mencari nafkah dan berda'wah. tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh” dan “Perumpamaan orangorang yang beriman dalam hal cinta. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Hujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal. belajar. kecenderungan. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang sifatnya prinsipil. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SAW: “Mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan”. pandai membahagiakan orang lain. kontinyu olahraga 2 jam/pekan. membaca 1 juz tafsir Al-Qur’an (juz ke 30). komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah. shalat dan berpuasa. tempat-tempat hiburan maksiat. memperhatikan hukum-hukum tilawah. berwawasan luas. keadaan keluarga. pandai menggunakan logika berfikir yang logis dan metodologis. kegemaran. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial ekonomi. Sedangkan karakter Munazhamun fi Syu’unihi tercermin bila peserta halaqah mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan profesional. dan puncaknya sampai mengetahui kondisi “isi kantong” dan kegiatan harian secara detail sepekan penuh. menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak berfaedah serta memanfaatkan waktu untuk beribadah. cakap membaca dan menulis. postur tubuh. Menghilangkan faktor-faktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan b. Ta’aruf melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti nama. berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktif dalam bakti sosial dan kerja bakti. Sedangkan karakteristik Qawwiyul Jismi tertampakkan pada kebersihan badan.(HR Imam Ahmad). Kemudian Muwashafat Harishun Waqtihi (menjaga dan menghargai waktu) nampak bila pribadi tersebut senantiasa bangun pagi. pakaian. Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak dapat menggugah hati”. Cinta kasih dan lembut hati c. “Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin itu hatinya lunak. menghafalkan Hadits Arba’in (hadits ke 1-20) dan mengetahui hukum thaharah (bersuci). kasih sayang dan kelemah-lembutan seperti jasad yang satu”. membantu orang yang membutuhkan dan sebagainya. (2) Tafahum (saling memahami). Akhirnya ciri ke sepuluh berupa Nafi’un Lighairihi (bermanfaat bagi orang lain) terjabarkan oleh sosok pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua. bangun sebelum fajar. tempat tinggal. Rukun pertama (1) Ta’aruf (saling mengenal) adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah halaqah. keseriusan dalam beribadah.Ciri Mutsaqaful Fikri (intelektualitas yang berkembang dengan baik) terwujudkan bila pribadi ini pandai.

oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah. Menuju puncak tafahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu (3) Takaful (saling menanggung beban). dan gersang. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang b. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya lebih baik baginya dari I’tikaf satu bulan di masjidku ini”. Sehingga apabila ada perbedaan pendapat hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. melainkan tetap diwarnai keceriaan. Hanya kebenaranlah yang wajib diikuti. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah. Serius dalam segala urusan. Istiqamah dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak membaca. adanya kasih sayang dan keterkaitan hati. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salafusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab Al-’Ubudiyah. Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :  Skala prioritas amal  Tahapan-tahapan dalam beraktivitas d. mentadabbur ayat-ayatnya. tegang. Hendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling memikul beban saudaranya. kehangatan. 3. Saling menjamin (takaful) dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama peserta halaqah. 2. Menjauhkan diri dari sifat ta’asub (fanatisme buta) yang membuat orangorang yang taqlid terhadap seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang ma’shum (bebas dari kesalahan) kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. kasih sayang. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah: 1. 2. Tolong menolong sesama muslim 4. Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada kebenaran c. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi 3. Dr. menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah. kemudian hadits lainnya “Barangsiapa memasukkan kegembiraan kepada satu keluarga Muslim Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga” Takaful memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut : 1 Saling mencintai. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 71 .Jika itu sudah terwujud maka tafahum akan mampu memberikan arahan-arahan positif berupa : a. Adab-adab Halaqah Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi. membaca buku tafsir dan ilmu tafsir. gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan. 4. buku hadits dan ilmu hadits dan lain-lain.

hendaknya semua peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan. Melakukan Ishlah (koreksi) terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya untuk mengingatkan dan bukan mengadili. bertaqwalah kepada Allah. barsahaja dalam hal cara berpakaian. mengingatkan bahwa agenda aktivitas halaqah harus di “planning”. ruhani. Selain itu juga besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia. Lalu berusaha konsultatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang urusan-urusan dirinya kepada murabbi. hendaklah setiap diri memperhatikan bekal apa yang sudah dipersiapkannya untuk hari esok. lalu diakhiri dengan makan siang. bertegur sapa dan tidak menyakiti perasaan. meminta izin ketika melewati mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung. sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan seseorang. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak melupakan jasanya. selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri. per bulan atau per tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya. Mula-mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani. sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan. dan sesama peserta halaqah. meminta izin dan berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun. Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia tsiqah (percaya) dan taat selama sang murabbi tidak melakukan maksiat. mengucapkan salam. direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu kangen. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menetapkan skala prioritas bagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya. Ayat Al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat ke 18 yakni: “Hai orang-orang yang beriman. memberi salam. yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut: Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 71 . Agenda aktivitas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan. melainkan kini paradigmanya harus dibalik: “Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik”. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa izinnya. Agenda Aktivitas Halaqah Agenda aktivitas halaqah atau baramij halaqah adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan dengan matang dan seksama. dan akal saat menghadiri liqa halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor. 6.5. 7. secara lebih spesifik ada adab yang harus di penuhi oleh peserta/anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri. Kita tidak bisa mengatakan: “Ah bagaimana nanti saja”. Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan ghibah dan namimah terhadap seseorang atau jama’ah tertentu. kemudian memperbaiki dan membersihkan niat. ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah. bertaqwalah kepada Allah. terhadap murabbi. rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. makanan dan tempat pertemuan. yang jelas baramij halaqah yang pokok. Selain adab-adab pokok tersebut. Dan akhirnya adab terhadap kolega. Terlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali.

kotak infaq (sunduq infaq). peserta halaqah dilatih untuk rutin. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana taqwim/penilaian yang efektif karena seseorang akan terlihat sifat aslinya bila sedang menjadi musafir juga akan terlihat apakah ia mau berinisiatif berkerjasama dsb. 5. memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu. bakti sosial atau penjualan sembako murah. Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi. maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah ketiga aspek tersebut. musafir atau piknik bersama dan pemberian Kiswatul ‘Id dalam acara misalnya Gebyar ‘Idul Fitri (Gembira bersama yatim di saat ‘Idul Fitri) Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani. Tilawah dan tadabbur. Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat. Mutaba’ah/pemantauan dan diskusi Ta’limat/pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau info-info penting yang mendesak Ikhtitam berupa do’a penutup yakni do’a rabithah atau do’a persatuan hati. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 71 . membina remaja masjid dsb. Hendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta halaqah yang paling baik bacaannya. bedah buku. Acara tahunan berupa Tarhib Ramadhan dan ‘Idul Fitri bisa disemarakkan dengan menjadikan ifthar shaim untuk dhu’afa.1. Bisa juga acara ziarah itu berupa ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan. 3. jalan kaki atau bulu tangkis bagi laki-laki. Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan. Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan da’wiyah bisa berupa penugasan untuk mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah Pemula dan Muda secara disiplin dan cermat agar muwashafat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam diri peserta halaqah. Misalnya acara jalasah ruhi atau buka shaum sunnah sebukan sekali. acara yang secara rutin sebulan sekali dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. pemeriksaan kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola. Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial. Infaq. Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara rihlah atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. ruhi dan fikri). Hendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. penugasan kliping atau daurah “upgrading” dengan mengundang guru dari luar. Iftitah (pembukaan) bisa berupa taujih (pengarahan) dari murabbi atau 2. 4. Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mujahid-mujahid di dunia Islam seperti Palestina. ada saja yang lupa atau peserta-peserta sudah terlanjur bubar. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat ukhuwwah. 6. sekilas info berupa analisis atas masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat. rohani dan intelektualitas (jism. 7. Ambon dll. diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih penuh. Talaqqi madah. karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar.

cermat dan konsisten agar ahdaf halaqah terealisir. olah raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 71 . Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim pula disebut ABG (Anak Baru Gede) berada di masa-masa transisi/pubertas. kewiraniagaan. membaca kitab Targhib wa Tarhib. ifthar shaim. tawuran. dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah. pelajar. daurah “upgrading”. di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. ziarah ke orang-orang shaleh. pemikiran atau perbedaan latar belakang yang mecolok. Halaqah Pelajar Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada naungan selain naungan Allah. Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh. Masa-masa ini sulit karena kematangan biologis. faktor fanniyah pun perlu diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak. tahsin dan tahfizh. membaca Ma’tsurat.a pernah berkata: “Kalau ingin menggenggam dunia. Seyogyanyalah sejak usia SLTP dan SMU. keterjeratan/keterperangkapan pada narkoba dan pergaulan bebas semakin marak. Halaqah Mahasiswa Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan. mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani. Umar ibnul Khathab r. membaca kitab-kitab Hadits dan Sirah Nabawiyah. seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fikriyah (intelektualitas) sehingga dampak berupa kenakalan remaja. Bila baramij halaqah tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik. Said Ramadhan Al-Buthi. buruh atau pelajar. jahit menjahit. mengemudi motor atau mobil dan jurnalistik. mahasiswa atau akhwat dan halaqah akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi. namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas. kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesifik di antara jenis-jenis halaqah tersebut. Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki skill atau ketrampilan. genggamlah para pemudanya”. mutaba’ah tilawah. Sirah Ibnu Hisyam. bergaul. shaum sunnah. biografi sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan sumber-sumber rujukan seperti Riyadhus Shalihin. Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta halaqah yang sejenis atau seprofesi. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda yang terdidik. Sesuai dengan perbedaan taraf inetelektualitas. Fiqh Sirah Munir Muhammad Ghadban. Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen Tertentu Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa. Fiqh Sirah M. Ghazali.Aspek fikriyah bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku. Berikutnya aspek ruhiyah dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah. Manhaj Haraki Lis Sirah An-Nabawiyah.

Dalam hal evaluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan. Selain mereka disupport untuk aktif melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus. Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga berkepentingan mendekati. kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah. mereka pun hendaknya secara berkala di up grade melalui daurah-daurah tarqiyah (up grading). hampir bisa dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya. Halaqah Akhwat Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat. Sehingga selain diajarkan hal-hal yang pokok seperti aqidah. diskusi panel. menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai kaum proletar. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar. menjahit. Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. Fiqh Nisa’ (fiqh wanita) seperti thaharah (bersuci). menata rumah. faham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti shift. kepada halaqah akhwat ini juga harus diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti daurul mar’ah (peranan wanita). Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraf intelentualitas yang terbatas karena umumnya lulusan SD. pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah. Halaqah Buruh/Pekerja Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan industri. da’wah dan bekerja dalam sebuah team work. Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa pembekalan fanniyah yang berkaitan dengan ke”rabbatul bait”an (kerumahtanggaan) seperti kursus memasak. akhlaq dan jihad. Walaupun tidak ada perbedaan tugas. Asal kita bisa mengarahkan dengan pas. Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 – 1996 ketika membuka dompet Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudarasaudaranya di Bosnia. namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. ibadah dan syari’ah. haid dsb dan Tarajimun Nisa’ (biografi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam). Dengan kata lain mereka tetap menjadi sasaran da'wah khosshoh yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan back up/daya dukung ruhiyah yang memadai.perubahan besar di masyarakat. bahwa banyak sekali pekerja-pekerja wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan infaq mereka. mereka bisa menjadi kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula. karena hanya wanitalah yang mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita. kedewasaan kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada fitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq. tarbiyatul aulad (pendidikan anak). Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 71 . wanita tetap memiliki hak dan kewajiban yang spesifik sebagai seorang anak wanita. istri dan ibu. SLTP atau maksimum SMU. merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan mengemudi. Kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu.

Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata. Waallohu A’lamu bisshawab.Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa athifiyah (kelembutan) dan kepekaan wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan friksi-friksi dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati. Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugastugas kerumahtanggaan dan anak dapat mengendurkan semangat dan menurunkan aktivitas serta produktivitas akhwat. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 71 . direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius oleh tenaga-tenaga pembina yang handal.

Tarbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan yang kompleks.karena tarbiah berati mempersiapkan manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da’iah setelah menghlangkan potensi negatif dan mengembangkan potensi positif pada dirinya. membersihkan jiwa-jiwa kamu.Sebagai contoh. membangun sebuah rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan.PROFIL MUROBBI MUQODDIMAH Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh seseorang.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah SWT.dengan fokus kerjanya pada pembentukam pribadi muslim solih muslih . DEFINISI MUROBBI Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi. Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu . Artinya. 1.yang memperhatikan aspek pemeliharaan[ar-ria’yah]. [yatlu ‘alaikum ayatina] 3.Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah. FUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR’AN Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan fungsi murobbi. mengajarkan kepada kamu al-kitab dan al-hikmah dan mengajarkan kepada kamu apa-apa yang kamu belum mengetahuinya”. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi[kama arsalna fikum rosulan minkum] 2. ‘‘Sebagaimana Kami telah utus kepada kamu seorang rasul[Muhammad] membacakan kepadamu ayat-ayat Kami. seperti di dalam surat Al-Baqoroh ayat151.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi dengan binatang atau makhluk lainnya. Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang profesional.kemampuan berbicara dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 71 . Berfirman.Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu’ah ayat 2.pengembangan[at-tanmiah]dan pengarahan[attaujih] serta pemberdayaan[at-tauzhif].latarbelakang ilmiah yang yang memadai.bahkan orang yang sudah memiliki pemahaman yang bagus . Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu. Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah .Demikian pula membngun manusia dengan proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi profesional. Rosul dalam melaksanakan fungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh.

Agar fungsi-fungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan sifat-sifat murobbi sukses. FUNGSI MURBBI DALAM MENJALANKAN PROSES TARBIAH Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi berfungsi sebagai . kesiapan dan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 71 .remaja. kemampuan dan potensi mutarobbi. tentang motifasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah. Ilmu pngetahuan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman dan masyarakatnya. walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan aktivitas secara seimbang dan berkesinambungan. KRITERIA DAN SIFAT-SIFAT MUROBBI SUKSES Diantara kriteria dan sifat-sifat murobbi sukses sebagai berikut . “sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan dirinya’’. Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun nafs [pembersihan jiwa] menjadi skala prioritas dalam proses tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai aktivitas. b.anakanak. a. Mengajarkan ilmu[wayu’allimukumul kitaba walhikmata] agar terbentuknya fikriah tsaqofiah [wawas an intelektua] c. Mensucikan jiwa[wayuzakkikum]agar terbentuknya ruhiah ma’nwiah[mentalitas sepiritual]. Mengetahui kesiapan. potensi. c.a.akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini. Syaikh[bapak sepiritual]talam tarbiah ruhiah 3. salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar’i. 2. murobbi yang sangat tahu tentang kondisi.Yang dimaksud dengan ilmu syar’i di sini tidak berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar’i atau sepesialis di bidang ulum syar’iah akan tetapi ilmu syar’I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar’i yang dengannya ia mampu membaca. Ilmu syar’i. Memiliki ilmu. 1. Qoid [pemimpin]dalam kebijakan umum da’wah.membahas dan mempersiapkan tema-tema syar’i serta memiliki ilmuilmu dasar yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar’inya dengan semangat belajar. Walid [orang tua]dalam hubungan emosional. 1. d.diantaranya. b. Ustadz[guru] dalam mengaarkan ilmu 4. Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan. dalam hal ini Rasul SAW. Psikologi.karena perubahan dan perbaikan manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana. Mengajarkan cara beramal [wayu’allimukum malam takunu ta’lamun] agar terbentuknya amaliah harokiah[amal dan harokah]. Artinya. firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11.Ini tidak berarti seorang murobbi harus psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan. seperti karakter manusia sesuai dengai usianya.dan orang dewasa.

banyak orang orang besar yang tidak mampu memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya.karenanya ia tidak dapat mentarbiah . seminar. Menilai program . pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah. kemampuan memimpin menjadi salah satu kriteria asasi bagi murobbi. 5. Memiliki kemampuan memimpin [al-qudroh ‘alal qiadah]. 6. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasofat pada dirinya dan apa pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 71 . c. sarana. media.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini.kemampuan mutarobb. khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan. Mengetahui lingkungan di mana mutarobbi berada/tinggal.R.agar murobbi dapat mentarbiah sesuai dengan keadaannya. Memiliki kemampuan mengevaluasi[al-qudroh ‘alal mutaba’ah].walaupun memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan. sebagai contoh ketika rosul memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Gifari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam sabdanya . Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi. moralitas.Murobbi mengevaluasi dirinya. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya.kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik. Orang-orang seperti ini sering dijumpai di acara-acara umum seperti kajian ilmiah. akan tetapi karena alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan Tarbiyah ia hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis. ’’Wahai Abu Dzar saya lihat kamu dalam hal ini lemah.oleh karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi. tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi sekalipun faktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan. 3. mentalitas dan emosional. a. 4. taqwim dalam proses bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri .tugas dankendala serta solusinya . Karenanya Rosul orang memiliki sifat-sifat di atas semua manusia di berbagai sisi. 2. akan tetapi qiadah [kepemmpinan] lebih dari itu. dalam proses tarbiah terjadi timbal balik antara murobbi dan mutarobbi. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain.murobbi harus melakukan penilaian terhadap .[H. jika militer atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain. terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima. tapi semua itu belum cukup untuk menjadikan seseorang mampu mentarbiah. dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai berbicara.dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan.Muslim]. metoda dan mutarobbi secara intensif dan integral. manhaj. b.ada orang yang dapat mengambil keputusan menagirial. Memiliki kemampuan melakukan penilaian [al-qudroh ‘alat taqwim].kamu tidak layak untuk mempin hanya dua orang sekalipun dan tidak mampu mengelola harta milik anak yatim”. pengalaman dan keterampilan murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya.dan saya mencintai kamu seperti saya mencintai diri saya sendiri . e.untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah maka evaluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan. karena lingkungan mempuanyai pengaruh yang besar terhadap kepribadaian [mutarobbi]. proses tarbiah bersiafat terus menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan.

maka murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya .maka bertawakkallah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya’’. Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah. bisa dipastikan bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati .telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 : ’’Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka . pengembangan dan evaluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang dewasa ini. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 71 . Taqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektif dengan berpegang pada kaidah-kaidah taqwim yang telah baku. 7. Allah SWT. Tugas seorang murobbilah untuk memotivasi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. proses. keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional[al-qudroh ‘ala binaal-‘laqoh al-insaniah].bukan kesan pribadi atua emosional. tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt.sekiranya kamu bersikapkeras lagi berhati kasar tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu. SARANA TARBIAH Pendahuluan Tarbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang kaaffah harus mendapat porsi terbesar kehidupan seseorang. Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak sama dengan pendidikan anak-anak. Peran peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. Diharapkan pada setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi (konsep pengetahuan). Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara profesonal dan proporsional.karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad . Sarana. afeksi (perasaan) dan konasi (kecenderungan untuk melakukan) sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta. Dengan komunikasi dua arah diharapkan peserta dapat memahami setiap nilai secara baik. Dengan kata lain para murobbi harus siap dengan berbagai proses kreatif dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai marhalahnya. Kesiapan para murobbi untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting. apa lagi untuk menjadi ilmu yang mengkristal di dalam jiwa. Hubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah.d. Partisipasi aktif dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap levelnya yang berjalan secara efektif. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang dewasa. Kesadaran peserta akan apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah. Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan keikhlasan.

mukhayyam. Murobbi. sehingga terealisir ahdaf halaqah. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. Halaqoh •1 Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. serta peserta lain sebagai bendahara. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. •1 Pengelolaan halaqoh bagi marhalah Pemula dan muayid bertumpu pada murobbi. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah swt. seminar. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. ta'lim dan penugasan. dauroh. perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional. rihlah. sebagaimana juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat mewujudkan kemanfaatan dan keselamatan bagi diri. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ? Manhaj Tarbiyah 1421 H mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib.DR Ali Abdul Halim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat Taarbiyah Ikhwanul Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia: …selain itu. mengatur alur informasi sesama peserta. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. agama dan masyarakatnya. i. tarbiyah Islamiyah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realitas hidupnya di bumi dan di alam materi ini. Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator. tatsqif. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan  Iftitah  Tilawah dan tadabbur  Talaqqi madah  Mutaba'ah dan diskusi  Ta'limat  Ikhtitam Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 71 . halalkan dan syariatkan. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. Dan itu secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan Tarbiyah Islamiyah.(hal. 26) Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari. bekerjasama dengan para suami. Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan.

Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama. vi. bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak) . Tarbiyah Fardiyah Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. Selain kehadiran dan talaqqi. tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi. Hanya memberi tak harap kembali. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. iii. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. partisipasi aktif peserta sangat menunjang peningkatan pemahaman. Dauroh/Kursus Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut . Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081): . Penjelasan materi . viii. Ta'lim Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 71 . mengeratkan ukhuwwah.• Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik. ii. Mengkaji maraji' yang disarankan. pelibatan peserta. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta. v. kepada beta… tak terhingga sepanjang masa. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta. pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya. kecuali untuk akhwat. Rihlah Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi. Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi. ceramah atau dialog. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt... iv. Misalnya: kasih ibu. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. askari. meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw. ruhi dan fikri. fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta. Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang. dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat. Mukhayyam Mukhayyam adalah sarana penghimpunan. Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif) Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi. vii.

Dimulai dengan 'opening session' (sesi pembuka) untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi. membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh murobbi dengan tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. dll. sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat tergantung pada kreatifitas murobbi dan pengelola. maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. Dengan demikian para murobbi perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing kelompok. maka pengembangan sarana tarbiyah sangat tergantung pada para murobbi serta peserta itu sendiri. Dapat dilakukan dengan pre test. Tidak kurang pentingnya adalah partisipasi aktif para peserta dengan berbagai kreatifitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor manhaj 1421 H. Artikel. Mengingat murobbi lebih memahami kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 71 . Tanpa memberi penilaian terhadap masing-masing pendapat murobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah (1D232) yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. dialog. α 0 Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. Di dalam halaqah akan tampak kreatifitas peserta mempengaruhi dinamika kelompoknya. Selain dengan skematik. Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah Setiap murobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. membuat tlisan atau artikel dan sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim. bahas buku. Sebaiknya dilakukan workshop antar murobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatifitas. Penutup Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan peserta pada saat tersebut. Dilanjutkan dengan diskusi. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh diantaranya: α Metode penyampaian yang beragam. gambargambar di koran atau majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi. Kelompok aktivis biasanya kreatif namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena aktivitasnya. Sedapat mungkin melibatkan keaktifan peserta. dapat dengan narasi. α1 Metode evaluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis. Khusus tentang jurnal akan diuraikan di lampiran. jurnal.Ta'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ? Seperti telah diuraikan sebelumnya. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Sebelum menutup acara murobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang. Bila seorang murobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah. permainan. Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah: Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. Dan disadari bersama kiat-kiat tersebut sangat spesifik bagi kelompok dengan karakter tertentu. Metode curah pendapat (sharing) dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut.

memberi kelapangan hati. 2. Amin Wallahu'alam bisawab. Terjemahan dlm bahasa Indonesia. PERANGKAT-PRANGKAT TARBIYAH IKHWANUL MUSLIMIN. PEDOMAN PEMBINAAN KADER-KADER ISLAM DAN DA'WAH. 1998. Era Intermedia. Kelompok Kajian Manhaj Tarbiyah. Semoga Allah Swt. 2000 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 71 .maka dituntut kreatifitas dan komitmen terhadap kelangsungan perkembangan tarbiyah di negri ini. Mahmud. Maraji : 1. Ali Abdul Halim. kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi.

Dilakukan berulang-ulang 5. Korupsi. 4.. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 71 . Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran 2. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (1A031) sebelum materi : Islam itu. Kuis taakhi: i. Contoh permainan ukhuwwah : 1. Coba sebutkan nama orang tua dan alamat fulan (teman se liqo) ii. Peserta menghafal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya 3. …………………. Saya berharap bisa ii. Apa yang tidak disukai fulan ? iii. saya baru tau kalo' sebenernya ilah itu bukan Bagaimana tanggapan anda hanya tuhan yang kudu disembah aja. saya berfikir bahwa sesungguhnya semakin nyata perjuangan Islam melawan kaum nashoro dan yahudi. ya Islam itu agama yang udah ditentukan ame Allah dan sebenarnya waktu kita belom lahir kan udah diberi kesaksian tentang hal itu setelah materi: Kemudian. yang seharusnya kita dapat melakukan sesuatu yang berguna 2. Sedangkan jika disebut kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya..Lampiran 1 Contoh kuis tertulis 1. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata "ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya. Kuis untuk mengukur salah 2. Bagaimana pendapat anda berhati-hati dalam bertindak karena bisa fatal tentang ziarah kubur ? kalo salah catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari muwashaffat Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah yang semuanya pelajar SMU sehingga cara mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa. Siapa nama anak-anak fulan ? iv. Contoh jurnal harian 1.agama yang emang dari dulu udah ada. kolusi dan nepotisme sesudah materi: terjadi karena kurang tegasnya aparat penegak hukum. Pembahasan materi Ma'na satu muwashaffat Syahadatain (1A036) i. Tapi tentang pernyataan di atas? ternyata sangat luas. Maksudnya.

Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh murobbi 5.syetan ALLAH. Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh dari 3 orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik (kode lama B5 kode baru 1A03): •1 Peserta 1 Kita telah dewasa. 3. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh murobbi dan dikomentari dengan kalimatkalimat penguat yang menandakan adanya perhatian dari murobbi 6. Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara verbal (dapat berupa tulisan biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta) sehingga bersifat rahasia antara murobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi. Jadi kita harus super hati-hati dan super menambah ilmu dan kekuatan iman kita pada Allah. semua yang kita lakukan benar-benar harus dipertanggungjawabkan pada Alloh dan Rosul. aku tergelincir astaghfirullah……. selimuti hamba darinya setelah semua coba dibangun dan runtuh. hilang tak bersisa akankah ??? Tidak. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. apakah malas tsb indikasi keraguan pada Allah ? Naudzubillah…. bagaimana dong.lembaran-lembaran itu sedang kutata lagi masih lagi kususun…. 4.jangan lagi jangan lagi kembali sejak awal ALLAH…seandainya peringatanMu bukan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 71 . •1 Peserta 2 Alhamdulillah… Tangisku dalam jiwa… Rabbi…aku takut ALLAH… kenapa tipis batas kemusyrikan itu sedikit saja licin. Mengandung dua fungsi : tarbiyah dan takwim. Yang menjadi masalah kita adalah "malas". Apakah kita masih meragukan Allah dan Rosul ? Jangan tenang-tenang aja… lihatlah diri kita karena antara keimanan dan syirik itu sangat tipis… so. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh murobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh murobbi. Fungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal sebagai media komunikasi dua arah dan fungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta. 2. lindungi hamba. sehingga mungkin ketika itu ybs mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afwan hari ini ana ngantuk berat… atau sedang punya masalah: hari ini saya nggak bisa nangkep apa-apa soalnya lagi ada masalah... Rugilah hamba yaa ALLAH Rugilah hamba yaa ALLAH seandainya amal-amal itu hanya berupa kapas putih ringan beterbangan syetan…. ALLAH…. ups.Lampiran 2 : Buku Jurnal 1.

aku lemah tanpa daya buka hati ini untuk mampu membedakan warnai jiwa ini untuk senantiasa peka dan mengerti kemana wajahku harus kuhadapkan dan mengetahui dimana saja wajah dan cintaMu bisa kutemui…. tiadalah aku berbeda dengan mereka yang KAU murkai… ALLAH… hamba bodoh. namun demikian ketiganya telah nampak memadukan pengetahuan. Perbaiki hubungan dg semua! Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda. perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. hingga akhirnya terbebass!!! #1 Jadi kembali teringat dengan "furqon" yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa  jadi kunci untuk menghindari syirik. ijinlanlah! •1 Peserta 3 Catetan!!! Terlambat banget… insight yang didapat: #0 Syirik. ALLAH. dengan bahaya-bahayanya begitu tipis sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mendeteksi. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 71 .sebagai tanda uluran kasih dan cintaMu seandainya KAU biarkan selalu terlena maka. #0 Action for the family : -0 menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah How ??? First of All. Ini dapat menjadi bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh murobbi dan takwim ireguler oleh usroh.

Apa yang dikecilkan atau disederhanakan. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru. 2.  Pendidikan in service. 2. 2. 5. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas.MICRO TEACHING Latar belakang Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan. yaitu bagi calon guru: 1. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti. Untuk percobaan melaksanakan metode baru. Teaching berarti mendidik atau menajar. supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya. sikap serta ketrampilan tertentu. Tujuan operasional Micro Teaching 1. kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 71 . 6. menyingkat waktu. 3. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain.” Maka dengan memperkecil murid. 3. terbatas. perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari Urgensi Micro Teaching Micro Teaching dapat digunakan dalam :  Pendidikan pre service. 1. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain 4. sempit. Pengertian Micro berarti kecil. yaitu :  Jumlah siswa 5-6 orang  Waktu mengajar 5 – 10 menit  Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana  Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. yaitu bagi guru atau penilik. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin. Mengembangkan sikap kritis murobbi. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponenkomponenya. dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek. nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya.

 Ketrampilan menutup pelajaran. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri. 11.  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar. ya. 10. Keterampilan memberi motivasi  Mengucapkan ‘baik”. 12. bagus.7. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 71 . Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali. Keterampilan bertanya  Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas  Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah. 9. Dengan menggunakan video Tape recorder maka : 8. b. Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut : a.Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. agar siswa memberi jawaban yang benar. c. Materi Kegiatan (program Kegiatan) Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching.  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. anggukan atas partisipasi siswa. 13.Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya. Keteampilan khusus itu meliputi:  Ketrampilan membuka pelajaran  Keteampilan memberi motivasi  Ketrampilan bertanya  Ketrampilan menerangkan  Ketrampilan mendayagunakan media  Ketrampilan menggunakan metode yang tepat  Ketrampilan mengadakan interaksi  Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal  Ketrampilan penjajagan/assesment.  Memberi pengarahan sederhana dan pancingan.  Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi).  Memuji dan memberi dorongan dengan senyum.Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan. bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan  Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa.  Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik. Keterampilan membuka pelajaran  Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa  Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar.

f. dan semacamnya menarik perharian siswa.  Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas. Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu. sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti.  Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa. dan wajah cukup bervariasi  Suara guru cukup bervariasi. Keterampilan penampilan verbal non verbal  Gerakan guru wajar dan bertujuan.  Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM.  Gerakan guru bebas  Isyarat guru menggunakan tangan.  Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut  Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan.  Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan. usul dan semacamnya.  Aspek mengadakan interaksi  Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar. d. baru menunjuk  Guru menggunakan teknik -pause. analogi. lemah dan keras.  Penggunaan contoh. ilustrasi.  Guru menjelaskan respon siswa. badan. Keterampilan penjajagan/assesment Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 71 .  Menguasai dalam penggunaan metode tersebut.  Ada pengaruh langsung yang berupa :  Informasi  Pengarahan  Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif  Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :  Mendengarkan  Mengamati  Menjawab  Bertanya  Mencoba g. Keterampilan menggunakan metode yang tepat  Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. Keterampilan menerangkan  Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran  Keterangan guru menarik perhatian siswa  Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa. Keterampilan mendayagunakan media  Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan  Teknik mengkomunikasikan media tepat.  Guru trampil menggunakan media.  Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap. reaksi.dalam menyampaikan pertanyaan  Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa. h. e.

Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan.  Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.  Waktu / bilamana diadakan micro teaching  Tempat.  Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian  Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya  Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan. dimana kapan diguanakan.  Follow up.  Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching  Sarana dan prasarana.  Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa  Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh. Waallohu A’lamu bisshawab. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 71 . Keterampilan menutup pelajaran  Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat. pelaksanaan micro teaching  Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek.  Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima. Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru.  Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan.i. ahli teknik alat rekaman)  Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan. peserta didik/siswa guru. orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian.

PRESENTASI EFEKTIF a. argumentasi. serta waktu presentasi. verbal atau gabungan dari berbagai media (multi-media). bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia. Pendahuluan Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu dengan menggunakan (multi) media dalam waktu yang relatif singkat. Persiapan presentasi 1. Membuat makalah yang sistematis. visual. Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan efisiensi presentasi. Pada intinya. Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para instruktur (pengajar) karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan efektif menjelaskan bahasan-bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak membosankan dan melelahkan. 3. maka pendekatan verbal menjadi pilihan yang memadai. contoh. b. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian. Structure. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. jelas urut-urutan dan poinpoin bahasan menjadi tuntutan pokok. atau suatu proses (kejadian) pendekatan visual dengan gambar-gambar grafis yang relevan akan sangat membantu mempercepat pemahaman peserta didik. Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah difahami. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik audience. hendaknya dilakukan hal-hal berikut: 1. fasilitas presentasi yang ada. paling tidak ada kesiapan antisipatif baik psikologis maupun teknis. Dengan kata lain. gunakanlah cara dan media yang paling komunikatif dan mudah difahami. c. berapa jumlah mereka. 4. Kiat-kiat Presentasi yang menarik Agar presentasi menarik. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat. Dengan mengetahui medan ini. kasus dsb ?? 2. sehingga tidak ‘terjebak’ membahas sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan. Hal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan pertanyaan berikut: -0 Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ? -1 Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ? -2 Dapatkan saya membuat daftar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ? -3 Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan (informasi) untuk mensupport bahasan yang akan saya sampaikan. dalil. Bila bahan yang akan disampaikan Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 71 . seperti: data. Sebaiknya dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam draft yang ditulis dalam satu lembar kertas. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan di awal atau di akhir bahasan. Media yang dimaksud dapat berupa media tulisan. menarik dan mudah dimengerti. presentasi mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis.

papan tulis. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji: pakaian. slide. skema. mudah dan menarik. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada sejumlah pendengar. Apabila kesan pertama penyajian menggoda. terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit. kerapihan dan kebersihan serta wewangian. Bila penyaji hanya duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. hand-out. contoh aplikatif. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek. Surprise. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami. 8. 7. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal manakala dalam proses penyampaian. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali secara utuh pokok Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 71 . Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. Simple. senyuman. flipp chart. Apakah dalam bentuk makalah. data. transparancysheet. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan sesuatu yang mengejutkan. Support. maka selanjutnya menjadi terserah anda. Artinya. memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. 5. berdiri. jelas dan bervariasi. sapaan. Gunakan kasus. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. Pengantar : -4 membangkitkan perhatian dan minat peserta -5 memaparkan ikhtisar materi bahasan b. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian pendengar. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran. pertanyaan. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. Penyajian jadi sangat membosankan apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang. 4. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out. meminta tanggapan ataupun komentar mereka. Shape. 6. dalil. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. jangan hanya menggunakan lembar text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan. Summarize. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. susunlah dengan bentuk sebagai berikut : a. tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan pendengar. 10. games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik bahasan. Smart-smile. menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat. Bagian utama : -6 sejumlah judul utama (main points) -7 beberapa sub judul c. 9. Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk.sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis. gambar. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan relevan dalam bentuk kasus. matriks atau grafis yang yang jelas. Show. jalan. data dan fakta. Style. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks. Stop. 3. Kesimpulan : -8 butir-butir atau catatan penting -9 diskusi dan pertanyaan 2.

memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan presentasi. Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian.bahasan yang telah disampaikan. Waallohu A’lamu bisshawab. d. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 71 . Selain itu. sambil terus memberi kesempatan kepada audience untuk memperjelas hal-hal yang terlewat. kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat. juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. Penutup Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya.

Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap aktivis dakwah dalam setiap langkah-langkahnya. dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja. pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di lapangan. makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah dalam berbagai bidang. adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan tertuju dalam tujuan yang sama. urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah : 1. dikemukakan bahwa dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain.Pd. 2. dan 4. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja. proyek dakwah dari Allah SWT ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 71 . Setiap anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersamasama. Dalam perkembangannya. M.DINAMIKA KELOMPOK (Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama. Melihat hal tersebut.. Slamet Santosa. mengatasi permasalahan-permasalahan dalam aktivitas halaqohnya. para anggotanya perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik.i dalam halaqoh tarbiyah) Mukaddimah Tuntutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tak dapat ditawar-tawar lagi. Kemampuan ini sangat membantu dalam menghidupkan amal jama’I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas. Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik. Di dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya. Ciri-ciri nya adalah: 1. melainkan dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama’i. mengenali permasalahanpermasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya. Di dalam buku Dinamika kelompok oleh Drs. terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama. Pengertian Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. 3. Dengan demikian. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok.

mewujudkan amal jama’I yang sehat Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh adalah sebagai berikut: 1. tentukan dahulu persoalan dengan tepat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 71 . 2. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah. arah pilihan. intensitas anggota. perpecahan kelompok. sebaliknya bila solusinya tidak tepat. individu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya 4. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola aktivitas halaqoh yang dianggap tak sesuai dengan harapan anggota 5. Kasus ini misalnya adanya a’dho yang tidak memiliki quwwatul indhifa’ dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami kendala dalam aktivitas halaqohnya 3. tugas pemimpin. struktur Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan. dan sebagainya. dan ini terlihat pada perubahan dalam kelompok. pembagian tugas. kohesi/persatuan Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok. Kasus lain misalnya. di mana pun ia berada 3. Dengan solusi yang tepat diharapkan konflik mereda dan hilang sama sekali. 4. Hal ini terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan. tujuan bersama. atau ditinggal murobbi tanpa pengontrolan. konflik masih tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan kefuturan bagi anggota itu karena akumulasi kekecewaan-kekecewaan. usia anggota sangat berjauhan. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya 5. individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat. Dalam kasus ini misalnya seorang a’dho/anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. nilai kelompok dan sebagainya.2. dan sebagainya. keringnya nuansa ukhuwah antaranggota. Dia bukan berada dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain. perbedaan kedudukan antaranggota. Solusi atas Kendala yang terjadi Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konflik antaranggota. Bagaimana mengatasinya : 1. kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang. senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok. Misalnya. seperti proses pengelompokkan. orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. motive/dorongan Persoalan motive atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok seperti kesatuan berkelompok. Konflik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. dan sebagainya. pimpinan Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. perkembangan kelompok Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya. bentuk hubungan. anngota dengan keluarganya dan sebagainya. dan sebagainya. anggota dengan murobbinya.

sehatnya amal anggota (2:124) dengan karakter anggota yang berkorban (tadhiyah). kendala. tuntutan karakteristik gerakan dakwah Pokok-pokok Amal Jama’I Pokok-pokok amal jama’I meliputi : 1. dan putusan pribadi seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain b. tuntutan sunnatullah fil alam 2. dan berkelanjutan (istimroriyah) untuk menopang jihad di jalan Allah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 71 .I bersama para anggotanya. munculkan perilaku asertif yakni a. merekalah orang-orang yang beruntung. bersungguh-sungguh (jiddiyah). mengembangkan sikap mendengar aktif.I Urgensi amal jama’I dalam Islam adalah : 1. Di sanalah sang murabbi akan menjadi fasilitator bagi terwujudnya amal jama. sehat manhajnya (billah). Urgensi Amal Jama. Sebab ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah. arti pentingnya. kehendak.” (Ali Imaran : 104) Tampak dalam ayat tersebut Allah SWT mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama.2. kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara timbal balik 3. tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah SWT 4. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama’i. dan umpan balik antar peserta dengan murabbi 4. keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat. gunakanlah manajemen konflik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution 5. dan sehat ghoyahnya (ilallah) 2. Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi gerakan Islam. mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah Amal Jama’I Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian. dan solusi. Amal jama’I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini – dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. Rasul. sehatnya orientasi (ittijah) anggota ( 6 : 75-79) yang meliputi sehat mabdanya (lillah). Sebaliknya. pesan diri. sehatnya loyalitas (wala’u) anggota (2: 130-132) yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan kepada Allah. menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Atas dasar ini Allah SWT mengisyaratkan dalam AL Quran dengan firman-Nya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan. tuntutan sunnatul basyar 3. perasaan. dan pemimpin-pemimpinnya 3.

1. murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma’nawi 2. Proses Pengembangan Diri SCHEDULE PELATIHAN DINAMIKA KELOMPOK No . Amal Jama’I 5. Tercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama’I Mendinamiskan Halaqoh Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah : 1.Sasaran Amal Jama’I Sasaran amal jama’I pada setiap anggota adalah : 1. rihlah. M. 3. Drs.Pd. dan evaluasi atas amalamal dakwah secara baik dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar. baik dalam bentuk kepanitiaan majlis ta’lim. dan sebagainya 2. Manhaj 1421 H 2. Maroji’ 1. Waallohu A’lamu bisshawab. pelaksanaan. ketsiqohan dengan murobbi. dan ketaatan anggota pada murobbinya 3. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusif bagi pemunculan ukhuwah bainal a’dho. pengontrolan. badan usaha. Pelatihan Dinamika Kelompok 4. pernikahan. Ice Breaker Tercapai 15’ Instruktur memperlihatka n agenda acara Peserta menyetujui agenda tersebut Intruktur Pluit Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 71 . menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah Penutup Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. Kegiatan Agenda Acara Sasaran Menyepakati agenda acara Wak tu 5’ Pelaksanaan Alat/Med ia Transpara nsi Keteran gan 2. Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama’I dalam halaqoh tarbiyah. tercapainya keterlibatan anggota secara aktif dalam menyukseskan amal jama’I di halaqoh tarbiyahnya pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas. Hildegard Wenzler-Cremer dan Maria Fischer. Dinamika Kelompok 3. Slamet Santosa. tercapainya perencanaan. Modul ini akan dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang diharapkan. menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan mengembangkannya 4. Mustafa Masyhur.

Sharing 4. B giliran menanyakan sesuatu pada A. Instruktur meminta pasangan A menyampaika n tentang B dan sebasliknya di hadapan peserta. Game 5. Tersampaikan perasaan peserta dalam kegiatan tersebut Ada di fotokopi Lembar Game berjudul tanda Tanda Tangan tangan Pensil 6. Setelah usai. spidol Tranpara nsi Kertas Page 45 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : . Cerkat Dinamika Kelompok Peserta berbagi kelompok dan bahas “dinamika kelompok menurut saya” Instrukur bahas Dinamika Kertas.suasana pelatihan yang cair Tercapai upaya mengatasi kebekuan 3. Diskusi Tersampaikan 10’ perasaan peserta ttg daurah murobbi yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah diberikan Memperlancar 20’ proses perkenalan Mengurangi kecemasan yang dialami pada permulaanlatih an Terungkap 30’ tinjauan peserta terhadap dinamika kelompok Tercapai pengetahuan peserta 25’ memandu ice breaker : wawancara AB A menanyakan sesuatu (bisa tentang acara atau yang lain) kepada B. Peserta menyampaika n sharing per individu. B menyimak.

4 utas tali/benan g. cirri. 10. Istirahat 10’ Kelompok Flip chart Peserta makan dan minum Ada dalam fotokopi Game berjudul : Gambar Berantai : komunikasi Game Permainan Botol : Pemimpin Spidol. dan solusi) Tersampaikan penyelesaian kasus kecil menurut peserta 7. Terungkap 30’ pentingnya komunikasi dalam dinamika kelompok Terungkap pentingnya peran pemimpin dalam dinamika kelompok Cerkat Tercapai 15’ komunikasi kesadaran dan pentingnya pemimpin unsure dalam komunikasi dinamika dan pemimpin kelompok dalam dinamika kelompok Role Play : Tercapai 45’ Game dinamika kelompok. Peserta mendengarkan uraian intsruktur Peserta terlibat dalam game (fotokopi) bujur sangkar bolong 11.tentang dinamika kelompok (pengertian. botol teh sosro kertas 8. Pembahasa Tercapai 25’ n : Amal pengetahuan Jama’i dan kesadaran urgensi dinamika Instruktur menjelaskan amal jama’I termasuk juga mendengar Potongan bujursang kar bolong Lembar petunjuk. Game 9. kendala. 4 amplop kertas dan alat tulis Transpara nsi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 71 .

Jurnal Tercapai perasaan peserta terhadap materi pelatihan dinamika kelompok 5’ akti dan manajemen konflik (khusus win-win solution) (ada fotokopinya) Peserta Lembar menulis jurnal jurnal Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 71 .kelompok dalam konteks amal jama’I 12.

125. diluar kelaziman pelaksanaan Tarbiyah Jama’iyyah pada umumnya seperti halnya dalam bentuk halaqoh. semua itu adalah Taklif ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung jawab pada setiap individu muslim untuk mengemban tugas da’wah islamiah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 71 . dan an-nahl . dan juga kita tahu sarana yang dapat merealisasikan keinginan – keinginan itu”. As-syura : 15. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat Fusshilat : 33. dengan keharusan melakukan interaksi sosial yang bersifat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-unsur pendekatan yang baru . sesungguhnya amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan dijalankan oleh para Rosul ‘alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk menyingkap dan mengenali hakekat agama ini (Al-Islam) secara menyeluruh. Unsur-unsur pendekatan dalam Tarbiyah Fardiyah diusahakan agar seseorang pada awalnya tertarik dengan fikrah Islam melalui proses Tarbiyah dan Takwin. Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja yang hendak menjalankan misi Tarbiyah Fardiyah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh akses (Relasi) dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi fikroh dan mengupayakan kepuasan objek da’wah (Mutarabbi Fardy) dengan fikroh-fikroh yang ditawarkan kepadanya. Status hukum dan prinsip-prinsipnya Tarbiyah fardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum. jika tidak bisa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. Berkaitan dengan tarbiyah fardiyah Imam Hasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban Tarbiyah fardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. baru setelah itu mengajaknya terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da’wah.TARBIYAH FARDIYAH Definisi dan urgensi Tarbiyah Fardiyah adalah peran dan tugas individu dalam konteks amal islami. “Barang siapa yang melihat kemungkaran. dengan menempuh proses “Takwin ba’da Tanbih” (Pembentukan setelah pengarahan) dan “Ta’sis ba’da Tadris” (Pemantapan atau pengokohan setelah pengajaran). Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya : “Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang mengerjakannya”. dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi firman Alloh SWT yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap individu muslim. Adapun hadits Rosululloh SAW yang dapat dijadikan landasan syar’i Tarbiyah Fardiyah adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry . Berkata Imam Hasan Al-banna : “Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-langkah nya. Lantas sejauh mana urgensi Tarbiyah Fardiyah dalam konteks amal islami?. maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan. juga arahan nabawi yang mengarah kepada hal yang sama. jika tidak bisa dengan lisannya. Ikhwah Fillah. hendaklah ia merubahnya dengan tangannya.

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan efisiensi dan efektifitas tarbiyah fardiyah : Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami, konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspekaspek tarbiyah fikriyah, ruhiyah dan akhlakiah. Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro’an dan pengamalan ilmunya. Ketiga : Al-bi’ah As-sholehah, ya’ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap individu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama. Keempat : At-Tajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da’wah dalam rangka membentuk kepribadian individu muslim dan memfokuskan hal itu. Kelima : Tadarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks Tarbiyah fardiyah hendaknya memperhatikan tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslahmasalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah “Kulliat Qobla Juziyyat” . Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan tampak membuahkaan hasilnya. Sarana dan keistimewannya Adapun sarana tarbiah fardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pendekatan Murabbi terhadap Individu mad’unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya (Liqo’), seorang Murabbi tarbiyah fardiah bisa memnfaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur’an, mengkaji hadits atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga memanfaatkan pertemuan di Halaqoh (ta’lim) Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana Tarbiyah fardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku yang bermuatan fikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari saranasarana tarbiyah fardiyah. Adapun selebihnya seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya lebih banyak lagi. Tarbiyah fardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling efektif , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap individu mad’u, keistimewaan Tarbiyah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak orang ke jalan da’wah. Tarbiyah fardiyah adalah salah satu gaya pendekatan (Uslub) dalam berda’wah, akan tetapi gaya pendekatan yang satu ini tidak mungkin efektif dan membuahkan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 71

hasil bagi kalangan juru dakwah dengan berbagai level mad’unya, karena para da’i yang memainkan da’waahnya dengan gaya ini dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da’wah dengan gaya pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah fardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya disebut dan dikenal sebaagai Da’i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da’i plus yaitu Da’i Murabbi. Karakteristik Da’i Murabbi Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da’i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan

menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida’wahkannya, karena seorang da’i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang trsebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila seorang da’i Murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada Mad’u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal;aah dam pembentukan kepribadian muslim sang mad’u itu sendiri. 2. Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang Da’i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang da’i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna mensifati Da’i Murabbi dengan sebutan Da’i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i Mujahid adalah : “Sosok seorang Da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang Da’i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da’i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalafusalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik). Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanaan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul). 3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seoarang da’i Murabbi tidak
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 71

lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam Tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhatihati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits) Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara mereka adalah imam Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Imam Al-banna : “Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhny ana sudah tahu” kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu” balas akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata”. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya Tarbiyah fardiyah merupakan seni yang hanya dapat dimainkan oleh para Da’i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar’i yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya, cita rasanya, struktur berfikir dan moralitasnya. Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj Tarbiah Fardiyah dengan segala uslub kerjanya. Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjalankan misi Tarbiyah fardiyah ini adalah menjalin hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang tersebut, mengenali pikirannya,
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 71

persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar’i yang mengarahkan kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal. dalam rihlah inilah sang mad’u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atributatribut keimanan. akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : “Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa yang panjang. Tiga periode perkembangan Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah : Pertama : periode pembinaan akidah. dengan kedalaman dan kemantapannya. maka berikutnya adalah periode aplikasi . akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan gerakan kolektifnya. antar kulit dan isi . Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng maslahat untuk didakwahi. Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya (akidahnya) dengan amalan syar’i yang lekat secara menyeluruh pada dirinya dan muncul dari refleksi akidahnya. akhlak dan ubudiahnya. ketiga tahap priode perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad’u. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 71 . gerak-gerik.pemahamannya. dan tidak bermanfaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat berda’wah. antara teori dan praktek. Dengan begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatif apa yang mungkin bisa dimplementasikan terhadap orang tersebut. maka bila periode ini dapat dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan “ bainal madzhhar wal jauhar” antara esensi dan substansi. Kedua : Periode aplikasi. sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati kesempurnaan. Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual”. akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalahmasalah yang tidak bermuara pada amal. Kesimpulannya bahwa tarbiah fardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml jama’i. antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal. karena hal itu merupakan faktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan terhindarnya kesalahn fatal dalm menyampaikan pesan-pesan da’wah. sebaliknya seyogyanya periode ini jangan hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis. Ketiga : Periode pemetaan amal islami. yaitu pantulan tabiat dari keyakinannya dalam prilaku. dan ia meraasakan hubungan dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh SWT. maka berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami (amal da’wah) dibawah naungan jamaah dan da’wah. karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan lainnya. maka mulailah sang da’i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual (Rihlatul Iman). setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad’u. setelaah akidah sang mad’u kuat dan amaliah syar’inya bagus. periode ini merupakan periode yang sangat fundamental dalam membentuk kepribbadian seorang muslim.

lalau jawab Ibnu samak : “Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar” (Tidak. untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal. Ar-Rifq. 4. melainkan dengan Tanashuh (menjaga) dan Taghafur (mema’afkan) serta Al-Irsyad bil husna (membimbing dengan cara – cara yang baik. yang hijrah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin. hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran. 2.Kaidah Asasiyah Terakhir. dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan.ketika seseorang berkata kepaadanya : “Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela”. At-Tasyji’. sebagaiman yang telah dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy. dan menerapkan kaidahkaidah tersebut disela-sela aktifitasnya dalam menjalankan tarbiyah fardiyah. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud – Rahimahulloh. apresiasi dan penghargaan. yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di perhatikan oleh sang Murabbi. kecuali bila ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya. yaitu motivasi sang da’i Murabbi terhadap mad’unya. Al-Ibti’adu anidzdzammi wattaa’aatubi. sebagaimana firman alloh SWT dalam surat al-Imran : 159. karena sesungguhnya da’wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan. 3. yaitu menjauhkan sikap agresif yang cenderung mencela dan mendiskriditkan. Makalah ini disadur dari Kitab “Mamarratul haq”. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah : 1. Tarbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan. seoarang da’i tidak dapat mengambil hati mad’unya. lissyaikh Ra’id Abdul hady. berupa “reward”. kelemah lembutan adalah asas dalam bermuamalah. Juz a dan ba. Waallohu A’lamu bisshawab. Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : “Rabiha Suhaib” (beruntunglah Suhaib). yaitu kelemahlembutan. karena untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 71 . akan tetapi kita bertemu besok untuk saling memaafkan). At-tarbiyah Tamhid wattasywiq. dan dia hanya bisa menyelamatkan agamanya.

Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi figur murabbi teladan. kita akan mulai membahas keteladanan figur murabbi dari “Murabbi hadzihil ummah”. Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya . Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan penampilannya di tengah-tengah keluarga anda. kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa sama dengan mereka. memakai kerudung walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala. Untuk memudahkan kita mencontoh halhal yaang baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang figur Murabbi. lurusnya.ualam salaafusslaih hingga para Masayikh da’wah di zaman kita sekarang ini. akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : “Tasyabbahu in lam takuunuu mislahum. bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa perintah dan larangan. bagaaimana bayangan akan lurus bila tonggaknya bengkok. sebagaimaana adagium mengaatakan : “Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal”. Itulah buah dari keteladanan. dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut. tegaknya dan lain sebagainya. hal tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah pada hari-hari sebelumnya. ketealadaanan adalah cara berda’wah yang paling hemat karena tidak menguras enerji dengan mengobral kata-kata. Teladanilah Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 71 . maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai figur murabbi teladan dalam sejarah. sebagaimana pepatah mengataakan : “Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ‘uudu a’waj”. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak. padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya bahwa memakai jilbab itu wajib. Innattasyabbuha bil kiraami falaahun”. Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ?. bengkoknya.STUDI SINGKAT SOSOK MURABBI TELADAN Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaf dan anda mulai membaca al-qur’an kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra’nya lalu mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan?. tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah?. apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Alahzab. para tabi’in . dengan menampilkan “Suratun Hayawiyyah” atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktifitas pentarbiyahan. “Aina nahnu minhum”. itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui keteladaanaan mereeka sebagai murabbi. kemudian kita telusuri keteladanan figur murabbi para Sahaabatnya. yaitu Rosululloh SAW. bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang. agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da’wah dan peningkatan kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . miringnya .

Bukhari – Muslim ) Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya. “Kenapa tidak dengan gadis saja sehingga engkau dapat “bersenang-senang dengannya” dan ia dapat “bersenag-senag denganmu”?. telah aku sampaikan” 3 x ( HR. lalu ia datang dan berkata : “ini untuk engkau dan yang hadiah untukku. Keteladanan Rosululloh SAW Sebagai Murobbi Rosululloh SAW selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah direkomendasikan di dalam Al-Qur’an. lalu aku berikan kepadanya dan beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya. setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh SWT beliau berkhutbah seraya berkata : “Sesungguhnya aku megutus seseorang di antaara kalian sebagai amil zakat sebagaimaana yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT kepadaku. “Qoulan Balighan” ( 4 : 63 ). dan meninggalkanku saudara perempuan sebanyak tujuh orang. sehingga tidak terjadi kesenjangan psikologis antara mutarabbi dengan murabbi. apalagi hal itu dilakukan di hadapan orang lain. kemudian Rosululloh SAW menemuiku seraya berkata : “ Kenapa engkau hai. lalu Rosululloh SAW mengangkat keduabelah tangannya hingga tampak ketiaknya. Kemudian obrolan berlanjut . dan “Qoulan kariman” ( 33 : 31 ). sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Humaid Abdirrahman bin Sa’ad As-Sa’idy RA. lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu. mengapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau Ibunya sehingga hadiah tersebut datang kepadanya. sesungguhnya meneladanani oranorang mulia adalah satu keberuntungan. balas Rosululloh SAW dengan nada bertanya. “dengan janda atau gadis”?.jalannya lamban sekali” balasku. bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah : “Qoulan Layyinan” ( 20 : 44 ). maka dari itu aku menikahi seorang wanita yang sekaligus dapat meenjadi pengasuh dan pembimbing mereka”. Jabir “ “Ontaku Ya Rosulalloh…. tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata . hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : “Aku pernah keluar bersama rosululloh SAW pada peperangan Dzatirriqo’. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 71 . “Qoulan Ma’rufan” ( 32 : 32 ). sehingga aku tertinggal jauh dari rosululloh SAW. demi Alloh tidaklah mengambil seseorang sesuatu yang bukan haknya melainkan kelak dia bertemu dengan Alloh SWT membawa barang yang bukan menjadi haknya “. lalu aku menjelaskan : “Ya Rasululloh sesungguhnya ayahku meninggal pada perang Uhud. lalu Rosululloh SAW segera naik ke atas mimbar. apakah engkau sudah kawin?”. dan yang ini hadiah pemberian orang untuk saya”. “dengan janda ya Rosul” tegasku. Rosululloh SAW bertanya kepadaku : “Hai Jabir. tanya beliau lagi. Kemudian Rosulluooh berkata lagi : “Berikan kepadaku tongkat yang ada di tanganmu atau berikan aku sepotong kayu”. “Qoulan Maysuran” ( 17 : 28 ). aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya. “sudah ya rosulalloh” jawabku. jika orang itu benar . Sebagai Murabbi Rosululloh SAW.meski tidak sama persis dengan mereka. Ia berkata : “Nabi SAW telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil zakat. seraya berkata : “Ya Alloh. “Qoulan sadidan” ( 4 : 9 ). setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SAW seraya berkata : “ini hasil dari tugas saya . saya serahkan kepada mu. Kemudian Rosululloh berkata : “Engkau benar insya Alloh”. demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat”.

khusunya Tarbiyah Aqidiyah. Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih tarbiyah. wa maa lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah” ( Demi Alloh. sejak awal Usamah merasa tidak enak karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya. Pada saat itulah Abu bakar memberikan taujih tarbawy dengan membacakan firman Alloh SWT. Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit. seraya mengiringi pelepasan ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan. sebagaiman terjadi pada saat sebagian besar para sahabat (Kibaarusshahabah) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin Zaid. Athu bin abi Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 71 . Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan (Harakatul Irtidad). beliaulah yang memandu akidah dan fikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo menerima berita wafatnya Rosululloh SAW termasuk Umar bin khattab RA. lalu abu bakar berkata : “Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta. dalam surat Ali Imron : 144. seraya menambahkan penjalasan dengan kata – kata hikmahnya : “Man kaana ya’budu muhamma dan fainna muhammad qod maata. dan juga bukan hanya karena satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SAW dalam perjalanaan hijrah ke Madinah. biarkanlah kakiku bersimbah debu di jan Alloh ) Keteladanan Ulama Salafusshalih Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh. maka tetap akan ku pernagi mereka sampaai urat leherku terputus”). Walaupun mereka tidak memberikan hanya seutas tali unta yang harus diberikan kepada Rasululloh. dan abu bakar berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SAW. Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun. apakaah engkau hanya tampak perkasa pada masa jahiliyah kemudian jadi ragu pada masa islam ?. yang memimpin halaaqah besar di masjidil haram. bukan hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq. maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar bil khattab RA seraya berkata : “ Hatta anta ya. wa man kaana ya’budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu” (Barang siapa yang menyembah Muhammad seseungguhnya Muhammad telah tiada. lalu usamah menawarkaan agar ia turun Abu Bakar saja yang naik kuda. akan tetapi lebih dari itu karena Abu Bakar layak disebut sebagai “Murabbi hadzihil Ummah” sepeninggalnya Rosululloh SAW . tetapi Barang siapa yang menyembah Alloh SWT sesungguhnya Alloh Hidup dan tidak akan mati). dalam bentuk pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat. Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?. maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk memerangi mereka. Lau mana’uuni ‘Uqqoolu ba’iirin yuadduunahi ila Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty” ( sampai engaku juga Ya Umar. aku tidak mau naik dan engkau juga tidaak perlu turun. dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khalifah pada saat itu juga sering menghadiri halaqohnya. agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain. Demi Alloh tidak akan berkurang agama ini (Islam) sedikitpun selama akau masih hidup. padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SAW sebelum wafatnya.Keteladanaan Para Sahabat RA Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA. banyak para sahabat termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan gelombang kemurtadan.

kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku. lalu aku berkata kepadanya : “Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku’?. Aku berkata dalam hati. kirooman kaatibiin) (Al-infithar : 10 – 11). lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 71 . lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur. duduk sajalah dulu. Demi alloh aku melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu. wa anna m’a kullin (‘minkum malakaini Anil yamiini wa ‘anisshimaali Qa’iid. lalu ia berkata : “mau kemana kamu”?. ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja. baru kau boleh pergi kemana kau suka” . lalu kita duduk sambil bersandar ). maka akupun bertakbir. lalu ia memutarnya sehingga mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan. waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat. tukang cukur itu mencegahku seraya berkata : “Shalat dulu dua rakaat. kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada ku seraya berkata : “Atunkruuna (Inna ‘alaikum laahaafidzhiin. sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu hanifah : “Aku melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji. lalu aku berkata kepadaanya :”berapa harganya”?. soal harga gampang” jawab tukang cukur. aku mendatangi salah seorang tukang cukur. Di antara kebiasaan baik ulama salafusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar misalnya. atau berkenaan dengan amar ma’ruf nahi munkar. akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat. sebagaimana telah menjadi sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi. “lalu apa batasannnya pembicaran yang berlebihan”? tanyaku. dan aku arahkan orang banyak untuk belajar kepadanya”.Rabah adalah seorang habsyi (Negro) yang pernah menjadi budak dari salah seorang wanita penduduk kota mekkah. ayo perbanyaklah takbir”. lalu aku mengikutinya. beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : “Mereka mengkategorikan pembicaraan berlebih. sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan”. maa yalfidzhu min qaulin illaa laadaaihi raqiibun ‘atiid) ( Qaf : 17 – 18). tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim. Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang. yaitu ketika aku ingin selesai dari ihram. Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur. hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang diantara mereka : “Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu mustaniduuna” ( Tidaklah pantas bagi kita ketika disebutkan di tengah-tengah kita orang-orang yang shaleh. lantas ia mengarahkan duduku hingga menghadap kiblat. setelah selesai aku hendak langsung pergi. “aku mau ke kendaraanku” jawabku. bila dilaakukan selain dari Al-qur’an yang dibaca dan difahami. faawaajada aktsara maa fiihaa laaisa min amri diinihi walaa amri dunyaahu”. bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : “Wahai anak saudaraku. ibadah tidak mensaratkan soal harga. Amaa yatahyii aahaduna lau nusyirat alaihi shahiifatuhullatii amlaa’aahaa shdra naahaarihi. “semoga Alloh menunjukimu. atau pembicaraan tentang satu hajat. atau hadits Rosululloh yang diriwayatkan. jawab tukang cukur alim tersebut. sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin suqoh Salah seorang Ulama Kufah . kepentingan dan persoalan maisyah”. lalu ia menegurku : “Kenapa koq diam saja.

…engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu. setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya. akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba Abu Wada’ah.…kenapa tidak. Tidak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikinya seraya berkata : “Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba Wada’ah”. maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain. lalu ia berbuka dengan sepotong roti. “Ya. tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini.Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh. beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi. tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan maghribpun tiba. “Said” jawab suara di balik pintu yang sepertinya ia mengenalinya. sehingga aku sibuk mengurusinya” jawab Abu wada’ah. lalu beliau juga bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu. datang kembali sebagaimana biasa. padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku”. “Jazaakallahu kahairan” jawab abu wada’ah yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya. karena kami jika seudah kedataangan seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham. dan engkau termasuk orang yang kami ridhoi” jawab Said meyakinkan mutarabbinya. aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang menemuimu”. Abu Wada’ah benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa. engkau lebih berhak aku datangi hari ini”. menghiburmu dan melipu kesedihanmu. aba wada’ah”?. karena di tengah perjalaanan ia terus berfikir darimana ia akan menafkahkan isterinya. “Mengapa tidak beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala keperluanmu” tanya Said kembali. namanya Abu Wada’ah. antara kaget daan girang. suatu ketika Abu Wada’ah beberapa kali tidak datang halaqoh. beliau kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya. “aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku” tegas said. tanyanya dari dalam rumah. di samping beliau juga terdapat halaqohnya ‘Urwah bin Zubair. setelah dipersilahkan masuk Said langsung mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : “Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi isterimu sesuai dengan sari’at alloh SWT sejak tadi pagi. Abu Wada’ah mengira telah terjadi “sesuatu” dengan pernikahannya. juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh oleh para Murabbiyyiin. seraya terbatabata Abu Wada’ah berucap : “ Eng. dan abdulloh bin ‘Utbah rahimahumalloh. ia pulang menuju rumahnya sampai-sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum. “Yarhamukalloh. maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : “kemana saja engkau ya. Said ibnul Musayyib mempunyai seorang mutarabbi. lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : “masuklah engkau ke rumah suamimu wahai puteriku. baru saja menikmati rotinya. atau berhutang dengan siapa?. dan aku tahu tidak ada seorangpun yang menemanimu. “Tidak. lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya berkata : “Ya. siapa orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim. dengan menyebut asma Alloh dan memohon Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 58 of 71 . tiba-tiba ada suara yang mengetuk pintu. “siapa yang mengetuk pintu”. “Isteriku meninggal dunia. fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham” tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap waqi’ terhadap keadaan dirinya. maka sekarang aku datang dengan anak perempuanku ke rumahmu” .

malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu Wada’ah mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya. masuklah anak perempuan said . “sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu harus berkata apa” kata Abu Wada’ah mengenang kejadian itu. Dengan cerdasnya imam abu hanifah menyanggah omongan mutarabbinya itu : “Jika memang benar-benar telah melimpahkan ni’matnya kepadamu. faqih. ia minta dicarikan baju. tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului isterinya ke dalam ruangan. atau dikenal dengan nama Nu’man bin Tsabit rahimahulloh. Di samping cerdas. Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya.… ada ‘ngga ya. sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham. beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk menemui menantu barunya. “angkatlah sajadah ini lalu ambil sesuatu yang ada di bawahnya”. “berapa harganya ?”. setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham. Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini?. sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu selain Imam abu hanifah dengan mutarabbinya tersebut. jika beliau datang ke majlisnya.barokahNYA”. lalu beliau berkata kepadanya. dan selalu memakai wangi-wangian. rapih penampilannya. lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya lantaran semerbak wewangian yang dipakainya. “ya. tanya sang murid. kalau ada alhamdulillah. yang satu aku sudah aku jual. Lain lagi kisahnya dengan Imam abu hanifah. aku memang tidak mau mangambil untung terhadap murid-muridku”. lalu kata orang itu : “Aku sudah cukup. “sedirham” jawab Imam. manis tuturkatanya. dalam penegtahuannya. “yang bener nih…” kata muridnya lagi. alim. kain dan sutera. “satu dirham” tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah banget. sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya. beliau berkeliling dari kota satu ke kota lainnya di wilayah irak. lalu mana bukti kenikmatanNYA itu. beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan. karena beliau juga dikenal sebagaai seoarang saudagar. tepatnya sebagai pedagang pakaian. Amin Ya robbal alamin. tegasnya lagi. lalu beliau mencarinya. segitu”. Subhanalloh. “ambilah uang itu dan perbaikilah penampilanmu’ tegas imam abu Hanifah. Suatu ketika Imam abu hanifah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan tidak enak dipandang. Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khalifah bani uamayyah yang ingin meminang putrinya. kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha meneladaninya. berseri-seri. dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet (terinjak gaunnya) hampir jatuh hampir terpeleset karana saking malunya. aku tidak membutuhkan uang ini”. aku beli baju ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak. setelah yang lainnya keluar dari majlis. Alloh telah melimpahkan nikmatnya kepadaku. “Aku tidak main-main. bukankah rosululloh SAW Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 59 of 71 .

di mana banyak buruh-buruh pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi. penyampaian da’wah dikemas dengan sederhana. Tampak sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya. bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan “kuliah selasa” sangatlah sederhana. dan mereka disuguhi teh dalam dua teko kecil. Al-Ustadz umar Tilmitsani Allohu yarham. juga bagi seluruh aktifis da’wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. seolah – olah tidak ingin berpisah dengannya. menceritakan tentang sosok Hasan albanna sebagai Murabbi. beliau menyampaikan hal-hal yang bersifat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat. karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan. diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti “Nahnu Dhu’at laa Qudhot” (kami mengajak bukan memvonis). seolah-olah belaiu bagian dari mereka. ini bukan karena beliau kikir. dalm mentarbiyah para Keteladanan Masyaikh Da’wah kita Imam As-syahid Hasan al-Banna. bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah. diselingi dengan bahasa ‘amiyah (pasaran). Adalah pantas bila beliau merupakan salah seorang sosok figur murabbi teladan abad. Keteladanan Imam Hasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da’wahnya ke berbagai lapisan masyarakat. beliau berdiri di tengahtengah mereka dan berbicara dengan mereka. beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan. dari sinilah beliau memulai da’wahnya. diselingi dengan cerita dan ilustrasi. Ini adalah buah dari bahas lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil. Ketika selesai beliau “dikeroyok” oleh anak-anak kecil tersebut seraya bergelantungan di tubuh beliau. figur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita.matannya pada hambanya). Ketika beliau menetap di Ismailiyah. sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik dengan orang dewasa maupun anak kecil. seluruh mutarabbinya duduk di atas tikar putih. “khotibinnaasa ‘ala lughati qaumihim” (Ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan kemampuan akal mereka. yang terkenal sebagai kota pelabuhan. suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. juga mempunyai keteladanan dalam hal mentarbiyah. Beliau tidak pernah cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara. dan lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam. Wallohu ‘alamu bisshawaab.bersabda : “Innalloha yuhibbu an yaraa aaatsara ni’matihi ‘ala ‘abdihi” (sesungguhnya alloh SWT senang melihat bukti keni. Itulah beberapa keteladan Ulama Salafussalih mutarabbinya. karena itu sudah sepantasnya engkaumemperbaiki keadaanmu agar engkau tidak membuat sedih saudaramu”. prinsip-prinsip pendekatan da’wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SAW seperti : “khoothibinnaasa ‘alaa qodri ‘uqulihim”. “Aqimiddaulata fii Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 60 of 71 . Al-Ustadz hasan al-Hudhaibi. Imam Syahid sangat lembut . Beliau berbicara dan menggunakan bahasa yang dimengerti anak kecil. Allohu Yarhamuhu. tidak konfrontatif. ajaklah berbicara kaummu sesuai dengan gaya bahaasa mereka).

jawab Imam as-syahid jujur. “Hari ini kami jadi tukang masak. beliau menyruh sopirnya berhenti. ayo makan siang bersama kami”. lalu bagaimana kalian bisa memperbaiki perselisihan yang terjadi pada orang lain”?. Anda ini siapa”? Imam asSyahid menjawab dengan sikap rendah hati : “Saya hasan al banna. beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa. ketika makanan dihidangkan. menjumpai sebuah kendaraan yang mogok. di tengah rimba pengadilan. Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin. dan haal itu dilekuakn berkali-kali.daarika taqum fii ardhika” (Tegakkanlah daulah di dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu). beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : “Apabila kalian berdua tidak sanggup memperbaiki hubungan yang ada di antara kalian. lalu ia membisiki beliau seraya berkata : “Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar”?. Sambil tersenyum beliau menjawab : “Diamlah. Wallohu ‘alamu bisshowaab. Dan di antara do’a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : “Ya Alloh pilihlah diriku menjadi hamba yang selalu taat kepadaMU” Sebagai seoarang Murabbi. meskipun Ustadz Umar tilmitsani sedikit membuatnya repot. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit senyum. sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar Tilmitsani. Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja. saya seorang guru sekalh dasar di As-sibtiyyah”. bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan siang di kantor pusat. Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang alakh. Sambil bercanda beliau berkata. “Ya”. Lalu beliau memanggil seorang akh. Semoga Alloh melindungimu”. apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 61 of 71 . nah dengan gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam tangki mobil tersebut. Orang yang ditolongnya itu kemusdian berkata . ternyata orang itu kehabisan bensin. ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa. Saat itu mobil belum ada klaksonnya yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet. Orang itu kemudian berkata lagi : “Apakah anda hasan al-Banna Mursyid Ikhwanul Muslimin?”. Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara. Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di hadapannya. “Saya Muhammad Abdurrasul seorang hakim di kota Kairo. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan ikhlas. lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh laki-laki pemilik mobil tersebut. tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur.

ada juga evaluasi pada proses tarbiyah. Jadi prosesnya yang dievaluasi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Orang seperti ini dinomorsatukan. mengukur prosesnya dan hasil prosesnya. Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut : Input Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Proses Output Page 62 of 71 . yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid. supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar tersebut dapat ditentukan. Jadi proses seperti apa yang sesuai dengan kadar akal mereka.EVALUASI TARBIYAH I. Dari penjelasan ini evaluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses. karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa. Apakah prosesnya sudah efektif atau belum. akan tetapi evaluasi itu pada prosesnya. Untuk apa evaluasi dilakukan ? Abbas Asisi mengklasifikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian : 1. tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. 2. manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah. Pentingnya evaluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah SAW : “Berkhutbahlah sesuai dengan kadar akal mereka” Indikator keefektifan proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. Dan memberikan informasi tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. yaitu orang yang tidak taat beragama. Untuk itu evaluasi bukan saja pada akhir proses yang sering dipahami orang. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Apakah prosesnya sudah benar atau belum. Apalagi dalam da’wah proses menjadi sebuah kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih.dengan kata lain evaluasi untuk mengukur kompetensi dan kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan. sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak. karena mereka lebih dekat dengan da’wah kita. Juga bisa bermanfaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran. Penilaian (evaluasi) seperti ini sering disebut evaluasi karakteristik mutarabbi. Landasan Evaluasi ”Hai orang-orang yang beriman. yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua. Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah. 3. Hasil (output) dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur. Dan bertaqwalah kepada Allah. Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-sendiri. Al Hasyr : 18) ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab” (Atsar Sahabat) II. Orang semacam ini menempati urutan kedua. Insya Allah . Didalamnya terdapat makna bahwa evaluasi untuk menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan. agar dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Evaluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa kita katakan evaluasi pra proses tarbiyah Selain evaluasi pra proses tarbiyah. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian.

Evaluasi ini digunakan untuk melihat apakah output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashafat. 3. Atau murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan observasi/investigasi ke rumah mutarabbi. Bagaimana mengevaluasi ? 1. Sehingga aspek kognitif menjadi sebuah aspek yang mesti dievaluasi. silaturrahmi dan lain-lainnya. terpenuhi atau belum. Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan. proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus dievaluasi. diskusi. karena dari sanalah kita dapat mengevaluasinya. Evaluasi pra mutarabbi (pra proses). Evaluasi kognitif Pada kurikulum tarbiyah islamiyah (Manhaj 1421 H) terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah dirumuskan. Tingkat pengetahuan (knowlegde) Evaluasi kognitif untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahfal atau mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. Pada tujuan ini yang ingin diraih settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitif. 2. ngobrol (curhat). Secara keseluruhan evaluasi tarbiyah baik pra. Mengevaluasi prosesnya disyaratkan memiliki perencanaan tarbiyah. Hal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. Metode apa yang telah kita pergunakan. Evaluasi ketika selesai belajar Evaluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. Tujuan tersebut diantaranya “mengetahui hasil ibadah“. Ini menjadi tolak ukur dari dua komponen (input dan proses). Yang tidak akalh penting adalah apakah cukup menarik atau cukup efektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan. Wujud evaluasi ini bisa berwujud tes tertulis.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitif ini. Evaluasi pada tingkat ini dapat Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 63 of 71 . lisan. menggarap proyek mengarang. Dapat dituangkan lewat buku tulis. dan atau lisan mutarabbi. investigasi. Apakah keduanya baik atau belum. Apa yang kita rencanakan dapat menjadi bahan evaluasi proses. IV. kita ikuti uraian berikut : Kognitif memiliki tingkatan yaitu : a. Evaluasi proses tarbiyah Setelah mutarabbi terevaluasi kini giiran mengevaluasi prosesnya. Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi. membuat karya tulis. Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan. yakni : 1.Evaluasi Evaluasi Evaluasi III. secarik kertas. Wujud evaluasinya mutarabbi dapat mengisi check list (daftar isian) yang diambil dari muwashafat yang ada pada masing-masing marhalah. mencocokkan muwashafat dengan membuat daftar check (check list). Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah disampaikan. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah.

yaitu “dapat menyebutkan sarana dan media untuk tafakur“ b. Evaluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. d. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. f. Tingkat evalusi (evaluation) Evaluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya. menafsirkan. jurnal dan lainnya. Tingkat analisis (analysis) Evaluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasifikasikannya menjadi beberapa kategori. khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya bukan pada haknya“. menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. yaitu “mutarabbi mampu memformulasikan ide-ide dan pemikirannya”. c. yaitu “memahami kewajibannya terhadap orang lain. Tujuan ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap aktifitas ibadah tersebut. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan. Evaluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak.digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat penerapan(aplication) Evaluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. yaitu “mutarabbi mampu menginvetarisir ide-ide pemikirannya” e. Evaluasi afektif Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi “merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan dalam beribadah”. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Tingkat menerima (receiving) Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 64 of 71 . dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masingmasing data terhadap data lainnya. Sehingga pada aspek ini yang dievaluasi adalah aspek afektifnya. Wujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitif antara lain diskusi. mengisi daftar cek (check list). yaitu “mutarabbi menerapkan kewajiban-kewajiban rumah tangga dan menjadi teladan anggota keluarga yang lainnya”. tes tertulis. mengarang. Tingkat pemahaman (comprehension) Evaluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam mengartikan. Tingkat sintesa (synthesis) Evaluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. karya ilmiah. yaitu “mutarabbi mampu membedakan sistem politik yang fungsional dan disfungsional”. Afektif juga memiliki tingakatan yaitu : a. 2.

kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. “menyadari kewajiban bekerja dan berpenghasilan dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kecenderungan dan spesialisasinya”. Tingkat karakterisasi (charaktersization) Evaluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. mengisi daftar check. b. tes tertulis. Tujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. a. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan afektif antara lain : diskusi. Artinya tarbiyah harus sampai pada aspek psikomotorik. Yakni . yaitu “mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:. proses. c. yaitu “mutarabbi mampu membiasakan diri hidup teratur”. d. Tingkat menilai (valuing) Evaluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektif (jujur) bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh kemauan untuk menerimanya (istislam) dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. yaitu “mutarabbi menerpakan spesialisasi yang dimilikinya dalam upaya mendukung kerja da’wah serta tanggung jawab rumah tangga dengan menjalaninya secara serius”. yaitu “mengutamakan produk-produk islam ketika berbelanja dan ketika membelinya di toko-toko non muslim meskipun harganya lebih mahal ” e. karya ilmiah. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. mengarang. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. stimulus yang ditunjukan oleh bentuk partisipasi dalam berbagai bentuk. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. jurnal dan lainnya. namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh dilewatkan. Tingkat menanggapi (responding) Evaluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitif maupun afektif. yaitu . Evaluasi untuk tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Evaluasi psikomotorik Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi “mempraktekan kiat-kiat mencapai kekhusyu’an dalam shalat”. Tingkat oraganisasi (organization) Evaluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-nilai islam sehingga menjadi karakternya. Evaluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Gerakan seluruh badan Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan gerak fisik mutarabbi secara keseluruha.Evaluasi afektif untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran. 3. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 65 of 71 .

Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu : “mutarabbi mampu menulis rasmul bayan dengan baik”. Gerakan yang terkoordinasi Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan koordinasi gerakan fisik mutarabbi antara fungsi salah satu atau lebih indera manusia dengan salah satu anggota badannya. c. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 66 of 71 . b. misalnya isyarat dengan tangan. Evaluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. yaitu “mutarabbi mampu melakukan latihan fisik dengan teratur 10 – 15 menit setiap hari”. yaitu : “mutarabbi mampu berbicara sesuai adab dan ketentuan yang ada dalam Al Qur’an (bagi akhowat)”. d. yaitu : “mutarabbi mampu membiasakan diri murah senyum (ramah) di depan orang lain”.mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak. anggukan kepala. Kecakapan dalam berbicara Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. ekspresi wajah dan lain-lain. Komunikasi nonverbal Evaluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat. Wujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung.

METODE DEMONSTRASI Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan.METODE TARBIYAH DAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA I. Metode itu antara lain: 1. METODE DISKUSI Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. 2. Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat tersirat. keberhasilan tercapainya tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan secara tepat. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitif sangat mengajar sangat baik. 4. permasalahan yang sedang populer atau pertanyaan lainnya. METODE CERAMAH Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum dipakai dalam menyampaikan suatu materi. METODE TARBIYAH Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan objek tarbiah. 3. Dalam diskusi diharapkan dilakukan pengendapan dan kratifitas data dan informasi yang diperolehnya. dengan diskusi seorang peserta akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. kondisi lingkungan dan faktor lainnya. Sehingga murabbi dalam mentarbiah tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja. bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan. METODE TANYA JAWAB Tanya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau fakta-fakta yang telah dipelajari. semuanya dapat dipergunakan sesuai obyek tarbiah. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 67 of 71 . Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan ukhuwwah. mengurai yang tersekat. Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. pribadi. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait dengan materi pembahasan. keadaan lingkungan. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik kesimpulan . jenis materi. lingkungan dan faktor lainnya. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah. membuka yang tersumbat. memperlihatkan atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi. jenis materi. didengar atau dibacanya.

METODE PENUGASAN Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca. tetater. 9. maka murabbi dapat mewajibkan infaq majelis dan semua peserta wajib mengisi kotak infaq setiap datang.5. Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta manfaat olah raga bagi stamina tubuh. 11. Tujuannya peserta lebih mantab. Metode demonstrasi atau Eksperimen saling terkait sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 68 of 71 . 7. METODE EKSPERIMEN Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan. film. 6. Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat atau mengungkapkan kepribadiannya. menghadiri acara tertentu. METODE PENGGUNAAN ALAT Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. planetarium. METODE PARTISIPASI Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktif dengan sebuah proses kegiatan. Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. Misalnya materi aneka ragam ciptaan Allah SWT di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan penayangannya. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan sulitnya berinfaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana. METODE SOSIODRAMA Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktifitas kehidupan sekitar manusia. 8. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat ditingkatkan dan disempurnakan 10. Bisa melui laboratorium. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal dan beratnya beramal. atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang memberikan tugas tersebut. pengalamnnya lebih terintegrasi dan untuk mendorong peserta berusaha lebih baik. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan alat bantu. Metode demonstrasi lebih dititik beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus melakukan sesuatu. METODE SIMULASI Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan. dan lain sebagainya. METODE LATIHAN Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan sesuatu.

METODE PENGEMBANGAN KELOMPOK Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode memandang peserta sebagai individu. Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan tertentu. Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam. Karena banyaknya metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode mana yang paling sesuai. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-kelemahannya. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Tugas perkembangannya adalah :  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia 3. Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga Page 69 of 71 Kumpulan Materi Daurah Murabbi : .12. 13. Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. II. METODE PENGALAMAN TERSTRUKTUR Yakni murabbi dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan efektif daripada memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta’awun. Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan sebagai individu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2. Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya. Masingmasing metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. Dalam acara tersebut. Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya.

Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. emosional. Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal IV.   Memenuhi kewajiban sosial Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik III. dihargai dan didukung kehadirannya  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi. Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan . yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki  Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 70 of 71 . yaitu : secara intelektual. contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. V. BAGAIAMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1. ORANG DEWASA JUGA BELAJAR Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan. Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima. dan fungsi fisologis.

dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri. sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource). Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri.  Guru hanya mampu membantu orang lain belajar. manusia sumber. tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan. 5.  Arah pengembangan dan pentahapan. 4. Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan. dan atau satuan tugas. Guru lebih bersifat pemandu. Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar. panitia. Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 71 of 71 .  Menentukan tujuan pendidikan khusus. dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu.  Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari.  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan. Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk. Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3.  Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural. Penyelenggaraan pengalaman belajar  Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar.