P. 1
Inventarisasi Objek Wisata Darmasraya

Inventarisasi Objek Wisata Darmasraya

|Views: 702|Likes:
Published by Dinand Atxgeo

More info:

Published by: Dinand Atxgeo on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada hakikatnya pembangunan bertujuan untuk meningkatkan

kemakmuran dan menciptakan keanekaragaman kegiatan di bidang

perindustrian, di bidang jasa-jasa dan pariwisata, serta sektor lainnya. Itulah

sebabnya pemerintah berusaha mengadakan diversifikasi kegiatan

perekonomian di Indonesia, dan industri pariwisata adalah merupakan

rangkaian dari berbagai macam bidang usaha yang secara bersama-sama

menghasilkan produk-produk maupun jasa-jasa baik langsung maupun tidak

langsung akan di butuhkan oleh wisatawan selama perjalanannya (R.S.

Damadjati 1973 : 76) kutipan Bakaruddin (2008 : 146).

Industri pariwisata di Indonesia sangat menjanjikan karena di dukung

oleh potensi wisata yang boleh di bilang merata di semua bahagian kepulauan

Indonesia. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya daerah tujuan wisata yang

tersebar di seluruh nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke.

Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah dengan

pemandangan alamnya yang indah, nyaman, lingkungan hidup yang segar,

dan kebudayaan yang beraneka ragam merupakan sumber potensi bagi

pengembangan pariwisata di Indonesia (Rahmadi, 1983).

Pengembangan pariwisata perlu sekali di lakukan guna mendukung

keberhasilan pembangunan, tidak hanya pembangunan di bidang ekonomi,

sosial politik, teknologi, tetapi juga terkait dengan industri pariwisata. Jika

industri pariwisata ini berkembang dengan maksimal, Indonesia bisa

mengurangi ketergantungan terhadap industri migas. Tap MPR no

11/MPR/1998 menegaskan bahwa pembangunan pariwisata merupakan bagian

dari pembangunan nasional dan terkait dalam sektor lain. Hal ini berarti

keberhasilan pembangunan pariwisata turut mendukung pembangunan

nasional.

Pembangunan pariwisata merupakan bagian dari pembangunan

nasional yang terkait dengan sektor-sektor lainnya. Pembangunan pariwisata

adalah suatu hal yang sangat penting artinya bagi kemajuan. Daerah juga

memperkenalkan kebudayaan daerah yang tentu memerlukan suatu

pengelolaan yang sungguh-sungguh agar tujuan yang diharapkan dapat

tercapai dengan baik. Pembangunan pariwisata ini telah banyak membawa

kemajuan bagi kehidupan manusia di daerah yang bersangkutan, terutama

dalam hal penambahan pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan

bagi rakyat daerah tujuan wisata tersebut.

Bakaruddin (2008 : 17) mengemukakan bahwa pariwisata adalah suatu

perjalanan yang di lakukan oleh seseorang maupun berkelompok untuk

sementara waktu, dari suatu tempat ke tempat lain, dengan maksud bukan

untuk berusaha dan mencari nafkah di tempat yang di kunjungi, akan tetapi

2

1

semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna pertamasyaan dan

rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Perkembangan pariwisata yang begitu pesat dapat memberikan

masukan bagi masyarakat, daerah, dan negara, sehingga menjadi faktor

penting dalam pembangunan. Untuk itu, kepariwisataan perlu dikembangkan

pada masa sekarang dan masa yang akan datang sebagai pariwisata yang

potensial.

Pertumbuhan kepariwisataan nasional dan komitmen pemerintah

dalam otonomi daerah telah disahkan melalui UU No. 22 Tahun 1999 tentang

pemerintahan daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 antara pemerintah pusat dan

daerah untuk menyelenggarakan pengembangan kepariwisataan daerah.

Pelaksanaan otonomi daerah telah menjadikan Dharmasraya menjadi

kebupaten baru, yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri secara terarah

dan terpadu. Dharmasraya merupakan kabupaten yang mempunyai

kesempatan untuk mengembangkan sektor pariwisata yang potensial. Hal ini

di sebabkan Dharmasraya mempunyai objek wisata yang sangat menarik dan

memiliki nilai budaya serta sejarah tinggi yaitu objek wisata yang berbentuk

candi sebagai peninggalan kerajaan Melayupura.

Berdasarkan data sejarah baik dari naskah kuno maupun sumber

prasasti menyebutkan bahwa Dharmasraya merupakan pusat kerajaan

Melayupura pada abad 11 – 14 M. Objek wisata peninggalan kerajaan

Melayupura terdiri dari candi Pulau Sawah, Candi Rambahan, candi Padang

Roco, dan candi Maombiak. Objek wisata potensial ini terbentang di

3

sepanjang sungai Batang Hari dengan tempat terpisah, namun mempunyai

hubungan yang saling berkaitan satu sama lain yang berpusat di candi Pulau

Sawah kenagarian Siguntur.

Di lokasi permukiman penduduk Siguntur (permukiman yang

sekarang) bisa di temukan adaya rumah gadang yang pertama di Siguntur,

mesjid yang pertama, dan makam raja-raja Siguntur. Peninggalan ini

merupakan potensi bagi objek wisata Pulau Sawah sebagai daya tarik

wisatawan untuk mengunjungi objek wisata Pulau Sawah (Marhasnida: 2007).

Peninggalan sejarah tersebut menunjukkan bahwa objek wisata mempunyai

nilai sejarah tinggi. Objek wisata budaya di Dharmasraya bila di kembangkan

dengan perencanaan dan pengelolaan yang matang serta optimal, maka objek

wisata tersebut akan mampu menjadi objek wisata potensial yang bisa

mengundang banyak wisatawan bukan saja wisatawan domestik tetapi juga

wisatawan asing.

Penginventarisasian segala potensi yang ada di masing-masing objek

wisata seperti aksesibilitas untuk sampai di daerah tujuan wisata (DTW),

akomodasi serta sarana dan prasarana perlu di inventarisasikan secara tertulis.

Kegunaannya bagi wisatawan memudahkan untuk merekan datang ke objek

wisata yang mereka hendak kunjungi. Bagi pemerintah yaitu untuk

memudahkan dalam prospek perencanaan pengembangan objek wisata ke

depannya, karena sarana dan prasarana yang tersedia sangat penting bagi

pengunjung.

4

Bardasarkan latar belakang di atas penulis merasa tertarik untuk

melakukan penelitian yang bejudul “Inventarisasi Objek Wisata Budaya di

Kabupaten Dharmasraya”

B. Pentingnya Masalah

Berdasarkan uraian di atas, agar penelitian ini lebih terfokus maka

batasan masalah penelitian ini adalah: Mengkaji tentang Inventarisasi objek

wisata budaya di Kabupaten Dharmasraya.

C. Fokus penelitian

Sesuai dengan pentingnya masalah yang dikemukakan di atas, maka

fokus penelitian yang di ajukan adalah : Bagaimana Inventarisasi objek wisata

budaya di Kabupaten Dharmasraya ?.

D. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->