P. 1
TEGANGAN EFEKTIF 1

TEGANGAN EFEKTIF 1

|Views: 399|Likes:
Published by Tara Van Amoer

More info:

Published by: Tara Van Amoer on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2015

pdf

text

original

Tegangan Efektif

1. PENGERTIAN DASAR

· Tanah dapat divisualisasikan sebagai suatu kerangka partikel padat tanah (solid skeleton) yang membatasi pori-pori yang mana pori-pori tersebut mengandung air dan/atau udara. Untuk rentang tegangan yang biasa dijumpai dalam praktek, masing-masing partikel padat dan air dapat dianggap tidak kompresibel: di lain pihak, udara bersifat sangat kompresibel. · Volume kerangka tanah secara keseluruhan dapat berubah akibat penyusunan kembali partikelpartikel padat pada posisinya yang baru, terutama dengan cara menggelinding dan menggelincir yang menyebabkan terjadinya perubahan gaya-gaya yang bekerja di antara partikel-partikel tanah. Kompresibilitas kerangka tanah yang sesungguhnya tergantung pada susunan struktural partikel tanah tersebut. · Pada tanah jenuh, dengan menganggap air tidak kompresibel, pengurangan volume hanya mungkin terjadi bila sebagian airnya dapat melepaskan diri dan ke luar dari pori-pori. · Pada tanah kering atau jenuh sebagian, pengurangan volume selalu mungkin terjadi akibat kompresi udara dalam pori-pori, dan terdapat suatu ruang untuk penyusunan kembali partikel-tanah. · Tegangan geser dapat ditahan oleh kerangka partikel-padat tanah dengan memanfaatkan. gayagaya yang timbul karena persinggungan antar partikel. Tegangan normal ditahan oleh gaya-gaya antar partikel pada kerangka tanah. Jika tanah berada dalam kondisi jenuh sompurna, air pori akan mengalami kenaikan tekanan karena ikut menahan tegangan normal.

2. PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF

Besamya pengaruh gaya-gaya yang menjalar dari partikel ke partikel lainnnya dalam kerangka tanah telah diketahui sejak tahun 1923, ketika Terzaghi mengemukakan prinsip tegangan efektif

2.1. Komponen normal dinyatakan dengan N’ dan komponen tangensial dengan T tegangan normal efektif diinterpretasikan sebagai jumlah seluruh komponen N’ di dalam luas A. baik besar maupun arahnya. tegangan normal total (Ã) pada bidang di dalam tanah. sangat tidak beraturan (acak). Kemudian agar dapat tercapai keseimbangan pada arah normal terhadap XX: atau . Prinsip tersebut hanya berlaku untuk tanah jenuh sempurna Tegangan-tegangan yang berhubungan dengan prinsip tersebut adalah 1. yaitu : Tegangan normal total adalah : Jika di antara partikel-partikel diasumsikan terdapat titik singgung. tegangan normal efektif (Ã’) pada bidang. tetapi pada tiap titik singgung dengan bidang yang bergelombang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen gaya yang arahnya normal dan tangensial terhadap bidang XX yang sebenarnya. Sebuah gaya normal P yang bekerja pada bidang A sebagian ditahan oleh gaya-gaya antar partikel dan sebagian oleh tekanan pada air pori. seperti terlihat pada Gambar 1. Bidang X-X yang bergelombang tersebut. 3. yaitu tekanan air pengisi pori-pori di antara partikel.partikel padat. sama dengan bentuk bidang yang sebenarnya karena ukuran partikel tanahrelatif kecil. dalam skala besar. dengan menganggap bahwa tanah adalah material padat saja (fase tunggal). dibagi dengan luas A. yaitu gaya per satuan luas yang ditransmisikan pada arah normal bidang. maka tekanan air pori akan bekerja pada bidang seluas A. Interpretasi tegangan efektif Prinsip tersebut dapat diwakili oleh model fisis sebagai berikut. Hubungan ketiga tegangan di atas adalah : Ã = Ã’ + u Gambar. Gaya-gaya antar partikel pada seluruh tanah.yang didasarkan pada data hasil percobaan. yang mewakili tegangan-yang dijalankan hanya melalui kerangka tanah saja. Tinjaulah sebuah ’bidang’ XX pada suatu tanah jenuh sempurna yang melewati titik-titik singgung antar partikel. tekanan air pori (u).

jauh lebih besar dan sangat tidak beraturan. maka: Karena pori-pori di antara partikel-partikel padat saling berhubungan. Jika pada tanah terdapat partikel mineral lempung. TEGANGAN VERTIKAL EFEKTIF AKIBAT BERAT SENDIRI TANAH Misalkan tanah memiliki permukaan horisontal dan muka air tanah terletak pada permukaan tanah. tegangan vertikal efektif pada kedalaman z adalah: di mana ³’adalah berat isi apung tanah (buoyant unit weight) Contoh Soal. partikel tersebut tidak bersinggungan secara langsung di antara mereka karena dihalangi oleh air yang terserap pada tiap partikel. 3. tetapi dalam hal ini berlaku asumsi bahwa gaya antar partikel dapat dijalarkan melalui air terserap yang sangat kental. tekanan air pori pada setiap kedalaman akan sama dengan tekanan hidrostatik. dimana a adalah luas bidang singgung yang sesungguhnya antara dua partikel.jadi à = Ã’ + u Besarnya tekanan air pori sama pada semua arah dan bekerja pada seluruh permukaan partikel tetapi volume partikel diasumsikan tidak berubah. Perlu diinengerti bahwa Ã’ tidak mewakili tegangan singgung yang sesungguhnya antara dua partikel. karena nilai N’/a. Kesalahan dalam mengasumsikan titik singgung antar partikel dapat diabaikan. .1. karena itu pada kedalaman z: Dari Persamaan 1. Tegangan vertikal total (yaitu tegangan normal total pada bidang horisontal) pada kedalaman z sama dengan berat seluruh material (partikel padat + air) per satuan luas di atas kedalaman tersebut. karena luas total bidang singgung antarpartikel hanya berkisar sekitar 1 dan 3% dari luas penampang melintang A. Juga. tekanan air pori tidak menyebabkan partikel-partikel saling tertekan satu sama lain.

berat isi pasir 17 kN/m3. Di atas muka air tanah. bagaimana pengaruhnya terhadap tegangan-tegangan di atas? Tegangan vertikal total sama dengan. Tegangan hanya perlu dihitung pada kedalaman-kedalaman di mana terjadi perubahan berat isi (Tabel 1). Tabel 1 Kedalaman à v(kN/m2) (m) u(kN/m2) à v’ = Ã’ + u . .Jika pasir pada 1 m di atas muka air tanah bersifat jenuh karena efek kapiler.Bagian atas suatu lapisan lempung jenuh setebal 4 m dilapisi oleh pasir setebal 5 m. Dengan cara lain. tegangan vertikal efektif dapat dihitung secara langsung dengan memakai berat isi apung tanah di bawah muka air tanah. muka air tanah berada 3 in di bawah permukaan tanah. . Tekanan air pori sama dengan tekanan hidrostatik sesuai kedalaman di bawah muka air tanah. Berat isi jenuh lempung dan pasir berturut-turut adalah 19 kN/m3 dan 20 kN/m3.berat seluruh material (partikel padat air) per satuan luas di atas kedalaman yang ditinjau. Tegangan vertikal efektif sama dengan selisih antara tegangan vertikal total dengan tekanan air pori pada kedalaman yang sama.Plotlah nilai-nilai tegangan vertikal total dan efektif terhadap kedalaman.

2) = 108.9.2) + (4 x 9.2 kN/m3 Berat isi apung lempung = 19 .8 = 19. dianjurkan memakai metode altematif di atas. a.9. = 10.2 Cara lain untuk menghitung Ã’v . Hitungan tegang total.2 kN/m3 Pads kedalaman 5 m: Ã’v = (3 x 17) + (2 x 10. Tegangan diplot terhadap kedalaman seperti pada Gambar. tegangan air pori dan tegangan efektif tanah pada posisi titik A.6 x 9.2) = 71. .4 9 (3 x 17)+ (2 x 20)+(4x19) = 167 0.8.(kN/m2) 3 3 x 17 = 51 0=0 51 5 (3 x 17) + (2 x 20) = 91 2 x 9.2.8 = 58.6 71. Biasanya besar tegangan dibulatkan pada angka terdekat. SOAL TUGAS Suatu Lapisan tanah ditunjukkan pada gambar di bawah ini.2 kN/m2.pada kedalaman 5m dan 9 m adalah sebagai berikut: Berat isi apung pasir = 20 .8 108. Bila hanya akan menghitung tegangan efektif saja.4 kN/m2 Pada kedalaman 9 m: Ã’v = (3 x 17) + (2 x 10. Gambar 2.8 = 9.

.C.B. meskipun tanah di atas muka air tanah jenuh. Jawab : Penyelesaian Telah diketahui pasir halus diatas muka air tanah dalam kondisi jenuh air Tegangan di A ÃA = 4 ³sat + 1 ³sat = 5 ³sat = 5 x 20 = 100 kN/m2.D. Di atas muka air tanah. pasir dalam kondisi jenuh air oleh tekanan kapiler. Di atas muka air tanah. tekanan air tetap negatif dan. PENGARUH KENAIKAN KAPILER Muka air tanah adalah posisi air di mana tekanan air pori sama dengan tekanan atmosfer (yaitu u = 0). Muka air tanah pada kedalaman 1 m. tidak akan menambah tekanan hidrostatik di bawah muka air tanah. Gambarkan diagram tegangannya c. Berikan analisis terhadap hasil-hasil tersebut.b. Tegangan-tegangan vertikal total dan efektif bawah kedalaman 3 m bertambah sebesar : 3 x 1 = 3 kN/m3 sedangkan tekananan air pori tidak berubah. Hitung dan gambarkan diagram tegangan total dan tegangan efektif di titik A. 4. Contoh Soal Lapisan pasir halus dengan tebal 5 m mempunyai berat volume jenuh ³sat = 20 kN/m3.

87 kN/m2. Tegangan di D Tekanan kapiler pada titik D = -1 ³w = -1 x 9. Tegangan di B ÃB = 1 ³sat t = 1 x 20 = 20 kN/m2. uc = -6.7 ³w = -0.81 kN/m2. ÃD = 0 kN/m2. ÃD’ = ÃB .(-9.39.7 x 9.(-6. Ãc’ = ÃB . .uB = 20 . uc = -9.81) = 9.87) = 12.0 = 20 kN/m2.81kN/m2.24 = 90. Tegangan di C Tekanan kapiler pada titik C = -0.3 x 20 = 6 kN/m2. Ãc = 0. uB = 0 ÃB’ = ÃB . ÃA’ = ÃA .81 = -9.81 kN/m2.uA = 100 .24 kN/m2.uA = hw ³w = 4 x 9.81 = 39.uB = 0 .87 kN/m2.87 kN/m2.uB = 6 .81 = -6.76 kN/m2.

Berat isi jenuh untuk pasir adalah 19 kN/m3 dan untuk lempung 20 kN/m3.2) = 76.2 kN/m3). muka air tanah berada pada permukaan tanah. disipasi tekanan-air-pori berlebihan harus telah selesai dan tegangan vertikal efektif pada titik pusat lapisan lempung adalah: Ã’v= (4 x 20) + (5 x 9.6 kN/m’ . Tentukan tegangan vertikal efektif pada titik pusat lapisan lempung (a) segera setelah penimbunan dengan asumsi bahwa penimbunan berlangsung dengan cepat. yaitu: Ã’v= (5 x 9. (b) beberapa tahun setelah penimbunan. Karena permeabilitas lempung sangat rendah. disipasi tekanan air pori berlebiban akan sangat lambat.3. segera setelah penimbunan akan tetap sama seperti nilai awalnya.3 Profil tanah ditunjukkan pada Gambar . Gambar.2) + (3 x 10. dapat diasumsikan bahwa tidak terjadi regangan lateral.4. permeabilitas lempung tersebut sangat rendah.5 kN/m2 (berat isi apung pasir dan lempung berturut-turut 9.2) + (3 x 10. Suatu material timbunan setebal 4 m dan luas takterhingga dengan berat jenis 20 kN/m3 ditempatkan di atas permukaan tanah. Karena luas timbunan tak-terhingga. Beberapa tahun setelah penimbunan.2) = 156.2 kN/m2 dan 10. PENGARUH TIMBUNAN Contoh Soal Lapisan pasir setebal 5 m berada atas lapisan lempung setebal 6 m.

6 kN/m2. diikuti dengan tegangan vertikal efektif dari 76. Besarnya tekanan air pori statik dan tunak sama karena tidak terjadi perubahan tinggi muka air tanah.4 kN/m’.4 kN/m2 dan kemudian. karena proses konsolidasi.4 kN/m2. Arah gaya rembesan ini searah dengan aliran.Segera setelah penimbunan. di mana besar tekanan air pori tersebut adalah (8 x 9. 3. PENGARUH GAYA REMBESAN Pengaruh beda tinggi tekanan air akan menimbulkan gaya pada butiran tanah. Segera. maka tekanan air pori juga ikut bertambah sebesar 80 kN/m2 .6 kN/m2 menjadi 156.5 m dari dasarnya dan tanah dasar kolam lolos air .8) = 78. terletak pada tanah pasir dengan ³sat = 15 kN/m3. Karena lempung berada dalam kondisi jenuh dan tidak terjadi regangan lateral. Soal l Kolam sangat luas dengan dinding yang dianggap sangat tipis dan tidak mempunyai berat. tegangan tersebut akan turun secara bertahap menjadi 78. tekanan air pori naik dari 78.4 kN/m2 menjadi 158. tegangan vertikal total pada titik pusat lapisan lempung bertambah sebesar 80 kN/m2 akibat berat sendiri timbunan. Tinggi air dalam kolam = 2. setelah penimbunan.

59 kN/m2 ÃB’ = 27. Penyelesaian : a) Bila muka air tanah di permukaan tegangan total : ÃA = (0.Pertanyaan a) bila muka air tanah (di dalam kolam) dipermukaan tanah .0 = 27. Pada kedudukan ini berat kolam total menjadi berkurang oleh adanya tekanan air ke atas.12 kN/m2 ÃA = ÃB = 27.12 kN/m2 tekanan air pori : uA = 2.5 x 9.12 . .12 kN/m2 b) Permukaan air dalam kolam naiak 1 m di atas tanah .5 x 15 ) + (2 x9.81) = 27. Hitung tegangan total dan tegangan efektif di titk A dan B b) Pertanyaan yang sama dengan a)hanya kedudukan muka air tanah 1 meter diats permukaan tanah c) Muka air di dala kolam sama dengan didala kolam .uA = 27.53 = 2.53 kN/m2 uB = 0 kN/m2 tegangan efektif ÃA’ = ÃA .12 .24.81 = 24.

59 kN/m2.12 .81 = 9.12 . c) Tegangan di A tidak berubah oleh berubahnya kedudukan air di luar kolam.81 kN/m2 ÃB’ = ÃB .59 kN/m2 Tegangan di B ÃB = ÃB(awal) = 27.31 kN/m2.53 kN/m2 ÃA’ = 2.9.53 kN/m2 ÃB’ = ÃA’ = 27.53 = 2. ÃA = 27.Tegangan di A tidak berubah oleh berubahnya kedudukan air di luar kolam.12 kN/m2 uB = 1 ³w = 1x 9.uB = 27.81 = 17.12 kN/m2 uA = 24.59 kN/m2 Tegangan di B ÃB = ÃB(awal) = 27.53 kN/m2 ÃA’ = 2.24.12 kN/m2 uB = uA = 24. . ÃA = 27.12 kN/m2 uA = 24.

dan tanah dianggap dalam kondisi lembab ³b = 18 kN/m3 Tegangan di A ÃA = 2 ³w = 2 x 9.uA = 19.5 x 18) + (2 x 9.62 kN/m2. uA = 2 ³w = 2 x 9.62 .62 = 0 kN/m2 Tegangan di C ÃC = 2.62 kN/m2.81) = 64.5 m.81 = 19. Jika tinggi air dalam kolam 2 m. bila waktu tertentu setelah rembesan tetap muka air tanaha sama tinggi dengan permukaan air pada kolam. maka belum ada aliran air rembesan ke bawah. yaitu sebelum ada aliran air ke bawah. dan tebal tanah antara dasar kolam dan permukaan lapisan kerikil 2.5 m. ÃA’ = ÃA .81 = 19. Akibat beda tinggi muka air ini . b) di titik-titik A dan C sesudah rembesan tetap terjadi pada lapisan tnaha diatas kerikil ( dianggap air muka air tanah tetap ) c) sama dengan soal b). Penyelesaian : Segera setelah kolam terisi air.7. Hitunglah tegangan total dan tegangan efektif: a) di titik-titik A dan C segera setelah kolam diisi air. air di dalam kolam merembes ke bawah.5 ³b + 2 ³w = (2. perbedaan tinggi air di dalam kolam dan muka air tanah 5.19.Soal Diketahui kolam yang luas berisi air seperti yang ditunjukkan pada Gambar C5.62 kN/m2 .

8 m (LBC = jarak BC) . Selisih tinggi energi antara A dan C = ”hAC = 4.5 m = 1.19.uc = 0 kN/m2 ÃC’ = 64.81 = 19.81) = 69.62 . ÃA’ = ÃA .LBC = 1.5 x 20) + (2 x 9.62 kN/m2 uc = 0 kN/m2 ÃC’ = 69.62 = 0 kN/m2 Tegangan di C ÃC = 2.8 m Jadi tinggi tekanan air di B atau hB = ”hBC .62 kN/m2.uA = 19. uA = 2 ³w = 2 x 9.62 kN/m2.5 m Selisih tinggi energi antara B dan C = ”hBC = (1/2. Tegangan di A ÃA = 2 ³w = 2 x 9.8 -1 = 0.5 ³b + 2 ³w = (2.81 = 19.62 kN/m2 b) Setelah rembesan tetap.62 kN/m2 Tegangan di B Penurunan tinggi energi hidrolik dari A ke C adalah proposional.5) x 4.

81 = 34.5 ³w = 3.5 ³w = 4.8 x 9.85 kN/m2.62 . uB = hB ³w = 0.62 = 0 kN/m2 Tegangan di B ÃB= 1.81) = 69.81 = 7. Jadi.19.62 . ÃB = 1.5 x 18) + (2 x 9.81) = 49. Tegangan di A ÃA = 2 ³w = 2 x 9.85= 41.77 kN/m2 c) bila muka air tanah sama dengan permukaan air pada kolam.uA = 19.5 ³sat + 2 ³w = (1.81 = 44.62 kN/m2 uB = 3. ÃA’ = ÃA .62 kN/m2.62 .5 ³sat + 2 ³w = (2.62 kN/m2.Tekanan air pori di B.62 kN/m2 ÃB’ = 49.81 = 19.5 x 20) + (2 x 9.62 kN/m2 uc = 4.5 x 9.81) = 49.7.34.5 x 20) + (2 x 9.34kN/m2 ÃB’ = 49.5 ³sat + 2 ³w = (1.81 = 19. maka tidak ada aliran rembesan ke bawah .34 = 15.5 x 9. uA = 2 ³w = 2 x 9.28 kN/m2 Tegangan di C ÃC = 2.15 kN/m2 .

³w = 20 .19 kN/m3..81 = 10. Berat volume tanah air jenuh ³sat = 20 kN/m3 dan berat volume basah (lembab) ³b = 15 kN/m3. uA = 0 ÃA’ = ÃA .0 = 54 kN/m2 Tegangan di B . a) muka air 3 m dari permukaan tanah Tegangan di A ÃA = 3 ³b = 3 x 18 = 54 kN/m2.uA = 54 .62.475 kN/m2 Hasil ÃB’ dan ÃC’ ini lebih kecil dibandingkan dengan ÃB’ dan ÃC’ saat muka air tanah di permukaan kerikil. Hitung tegangan total dan tegangan efektif di titik Adan B pada kedudukan muka air di : 1) 3 m di bawah permukaan tanah 2) Di permukaan tanah 3) 2 m diatas permukaan tanah Penyelesaian : Berat volume apung : ³’ = ³sat .6. Disini tampak bahwa aliran rembesan yang arahnya ke bawah seperti soal b) menambah tegangan efektif di titik B Contoh : Lapisan tanah homogen dengan permukaan air yang berubah-ubah ditunjukkan seperti Gambar C5.ÃC’ = 69.44.15= 25.9.

05 = 50.62 = 74. b) muka air permukaan tanah Tegangan di A ÃA = 3 ³sat = 3 x 20 = 60 kN/m2.38 kN/m2.62 kN/m2 ÃB’ = ÃB .81 = 29.49.57 kN/m2 Atau ÃA = 3 ³’ =3 x 10.81 = 19.95 kN/m2. uA = 3 ³w = 3 x 9.19) = 74.uA = 60 .29.05 kN/m2 ÃB’ = 100 . .43 kN/m2 ÃA’ = ÃA . Atau ÃA = 3 ³b + 2 ³’ = (3 x 18) + (2 x 10.38 kN/m2.ÃB = 3 ³b + 2 ³sat = (3 x 18) + (2 x 20) = 94 kN/m2 uB = 2 ³w = 2 x 9.57 kN/m Tegangan di B ÃB = 5 ³sat = 5 x 20= 100 kN/m2 uB = 5 ³w = 5 x 9.19 = 30.uB = 94 -19.43 = 30.81 = 49.

62 .49.81 ) = 79.68. stelah terendam hitungan berdasarkan pada ³’ Soal : .95 kN/m Dari penyelesaian b) dan c) terlihat bahwa tinggi muka air dari permukan tanha sampai 2 m ( atau sembarang ketinggian muka air ) tidak merubah teganga efektif.62 kN/m2. uB = 7 ³w = 7 x 9.67 kN/m2 ÃB’ = 119. Hal ini disebabkan oleh tegangan efektf tanah yang semula tidak terndam.19 = 30.67 = 50.uA = 79.c) muka air 2 m di atas permukaan tanah Tegangan di A ÃA = 3 ³sat + 2 ³w = (3 x 20) + ( 2 x 9.05 = 30.05 kN/m2 ÃA’ = ÃA . bila muka air mulamula di dalam tanha kemudian naik sampai ke permukaan.62 . Akan tetapi. menjadi terndam air. uA = 5 ³w = 5 x 9.19 = 50. sebelum terendam tegangan efektif di hiitung berdasarkan ³b .81 = 68. mka akan terjadi penurunan tegangan efktif.62 kN/m2.81 ) = 119.57 kN/m2 Atau ÃA = 3 ³’ =3 x 10.95kN/m2 Atau ÃB = 5 ³’ = 5 x 10.57 kN/m Tegangan di B ÃB = 5 ³sat + 2 ³w = (5 x 20) + ( 2 x 9. Perhatikan bahwa.81 = 49.

F. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). b) Hitung tegangan total. a) Hitung tegangan total. Mekanika Tanah.05 Mg/m3 (Á). R. Craig . . Muka air tanah mulamula berada pada dasar lapisan pertama (pada 5m di bawah muka tanah). air pori dan efektif pada titik tersebut jika muka air tanah turun 5 m pada permukaan lapisan silty clay. Noor Endah. dan 1. air pori dan efektif pada titik pertengahan lapisan compressible silty clay.22 Mg/ m3(Á’) untuk masing-masing lapisan tanah tersebut. Erlangga1989 c. PT Gramedia Pustaka Utama. Erlangga b. Holtz & WD Kovacs. Jakarta 2002 d. 1. Di bawah sand ada lapisan compressible silty clay dengan tebal 20 m. Braja M.Das.Suatu profil tanah terdiri dari 5 m compacted sandy clay diikuti oleh medium dense sand setebal 5 m . Hary Christady. jilid 1. c) Beri komentar tentang perbandingan kedua kondisi tersebut.. Budi Susilo. Indrasurya B Mochtar. Teknik Fondasi I. An Introduction to Geotechnical Engineering. Sumber : a. Hardiyatmo. Edisi ke 2.94 Mg/ m3(Ásat). Kepadatan tanah adalah 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->