P. 1
model-model-pembelajaran

model-model-pembelajaran

|Views: 157|Likes:
Published by YoshDoank

More info:

Published by: YoshDoank on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Sumber: Drs. H. Erman Suherman, M.Pd.

Dosen tetap pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung

Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. 1. Koperatif (CL, Cooperative Learning). Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siawa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan. 2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi

Realistik (RME. fakta. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. penilaian seobjektifobjektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). analisis-sintesis). inquiry (identifikasi. konjektur. mengarahkan. . realitas (kebermaknaan prosesaplikasi). Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. refleksi. latihan terbimbing.kondusif . authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. reflection (reviu. mengerjakan). Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. pengemabngan mateastika). inkuiri. generalisasi). latihan mandiri. constructivism (membangun pemahaman sendiri. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. mengembangkan. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. questioning (eksplorasi. generalisasi. menuntun. minds-on. siswa melakukan dan mengalami. contoh). Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. prinsip. algoritma. yaitu modeling (pemusatan perhatian. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. tindak lanjut). Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). sajian informasi dan prosedur. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. sharing). penilaian portofolio. motivasi. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. yaitu matematika horizontal (tools. hands-on. menemukan). learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. informal ke formal). konsep. pengarahan-petunjuk. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. hipotesis. 3. investigasi. Pembelajaran Langsung (DL. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. 4. inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). rambu-rambu. penyampaian kompetensitujuan. mencoba. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. negosiasi. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). membimbing. mengkonstruksi konsep-aturan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. dan evaluasi. rangkuman. terbuka. demokratis. 5. evaluasi. tidak hanya menonton dan mencatat.nyaman dan menyenangkan.

identifikasi kekeliruan. dan inkuiri 6. menduga. cari alternative. 8. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. interpretasi. mengeksplorasi. diagram. eksplorasi. sharing. elaborasi (analisis). Sintaknya adalah menyajikan masalah. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. jalan keluar. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan . menimalisasi tulisan-hitungan. Problem Terbuka (OE. bimbingan dan pengarahan. keterbukaan. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. 9. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. dan sosialisasi. Sintaknya adalah: pemahaman. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). dan akhirnya menemukan solusi. aturan. perhatikan dan catat reson siswa. siswa mengidentifkasi. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. generalisasi. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide.Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. kaitakkan dengan materui selanjutnya. induksi. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. sintesis. cara. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. membuat kesimpulan. atau algoritma). kritis. belum dikenal cara penyelesaiannya. dan ragam berpikir. investigasi. kognitif tinggi. keterbukaan. komunikasi-interaksi. pengorganisasian pembelajaran. jawaban siswa beragam. identifikasi. menyusun soalpertanyaan. kreativitas. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. konjektur. table). fluency). keterpasuan. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut.menginvestigasi. 7.

membaca. mengidentifikasi. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). yaitu: informasi. mencipta. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. sehingga suasana menjadi nyaman. namun demikian bisa dibiasakan. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. nada lembut. mengemukakan penndepat. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. merangkum. hipotesis. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. Untuk mngurang kondisi tersebut. mengingat. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. mengkonstruksi. menggambar. memecahkan masalah. suara menyejukkan. berpikir. menyelidiki. menyenangkan. representasi. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. dan memotivasi diri. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. mulai dari eksplorasi (deskripsi). menyimak. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. menemukan. bertanya. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Untuk mewujudkan belajar efektif. Jangan lupa. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. mendemonstrasikan. membaca-merangkum. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna.baru yang sedang dipelajari. menggunbakan media dan alat peraga. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. senyum. dan menerapkan. . dan tertawa. kemudian eksplanasi (empiric). berbicara. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. dan ceria. ia telah berpartisipasi 10. argumentasi. yaitu bagaimana siswa belajar. dan mennaggapi. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. berkelompok mengerjakan LKSDmodul. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. pengarahan. 11. 12. Ada canda. presentasi.

mengembangkannya. Bumping. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. e. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. medium.13. Siapkan meja turnamen secukupnya. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). SDetelah memperoleh tugas. berikan penghargaan kelompok dan individual. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. . Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. 14. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. ramah . pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. lembut. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah.). good. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. Auditory. dan ada sajian bodoran. santun. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. VAK (Visualization. c. very good. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.

AIR (Auditory. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. buat kelompok heterogen (4-5 orang). Intellectualy. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. buat kelompok heterogen. Jigsaw Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. umumkan hasil kuis dan beri reward. saling tukar jawaban. refleksi. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. 16. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa.15. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. 17. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. tuiap kelompok bahan belajar sama. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. perluasan. . TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. penyimpulan dan evaluasi. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. kembali ke kelompok aasal. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. 18. informasi bahan ajar. 19. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Pengarahan.

kerja kelompok. pilih strategi solusi 23. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). umumkan hasil kuis dan berikan reward. banyak guru dan staf sekolah). GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. diskusi. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. identifikasi perbedaan. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. presentasi. Sintaknya adalah kerja kelompok. . 21. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. presentasi dan diskusi. presentasi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. kembali ke kelompok asal. kelompok (membaca-mencatatat-menandai). 24. Sinatknya adalah: informasi. buat skor perkembangan tiap siswa. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. 25. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. kuis individual. presentasi kelompok (share). kuis individual. kerja kelompok. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. mengkritisi. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal.20. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. laporan kelompok. 22. dan alternative solusi). Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. rencanakan pelaksanaan investigasi. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. melaporkan. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. buat skor perkem\angan siswa. misal mengukur tinggi pohon. diskusi.

Refleting. dan menggali. Reflect. dan menemukan. mendalami. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Question. (E) mengembangkan. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitifkonstruktivis. Read. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. SQ4R (Survey. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. (R) memikirkan kembali. analisi pengalaman. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. SQ3R (Survey. Kerangka pikir untuk sukses. dan konsep-ide. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Recite. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. 1 untuk amost guest. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Ajukan pengujian pemahaman. dn 5 untuk certain. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). 31. Recite. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksamacermat. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. 4 untuk almost certain. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa.26. Question. menggunakan. Organizing. CORE (Connecting. Read. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. 2 untuk not sure. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. memperluas. (0) organisasi ide untuk memahami materi. 29. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. Ambil pemaknaan (mengetahuimemahami-menggunakan-memaknai). 27. 3 untuk sure. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. . Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer.

CIRC (Cooperative. siswa bekerja sama (membaca bergantian. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. solusi tentative. menemukan kata kunci. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. penggunaan. menemukan pilihan solusi utama. pengemabangan. Sintaksnya adalah: persiapan. 33. dan rencana solusi yang terpilih. 35. siswa yang . DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. pendahuluan. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. refleksi. deteksi kausal. Sintaknya adalah: identifkasi. dan penutup. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Integrated. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. mengelompokkan gejala. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. mengidentifikasui kausal. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. Reading. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. 34. penerapan. analisis kausal. pertimbangan solusi. deteksi kausal lain. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. dan implementasi solusi utama.32. imoplementasi solusi. dan seterusnya 36. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. identifikasi kausal utama. presentasi hasil kelompok. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan.

kelompok lain menjawab secara bergantian. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. . Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. presentasi hasil kelompok. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. pembentukan kelompok siswa. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. sajian materi. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. penyampaian kompetensi. penyuimpulan. 39. sajian materi pokok. bimbingan penimpoulan dan refleksi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. presentasi di depan hasil diskusinya. refleksi dan evaluasi 42. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. refleksi. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. 38. bekerja kelompok. bentuk kelompok berpasangan sebangku. sajian materi. 40. kesimpulan dan evaluasi. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. 37. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. dan kembali berbagai informasi. Talking Stick Suintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat. 41. membentuk kelompok. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya.berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya.

menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. tanya jawab untuk pemantapan. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. membimbing pelatihanpenerapan. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. 48. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. refleksi. sajikan materi. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. refleksi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. refleksi. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. Demonstration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. 44. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. pemberian reward. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. 46. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. kartu dikumpul lagi dan dikocok. sajian materi. Mind Mapping . langkah demi langkah bertahap. bertukar peran. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku.43. refleksi. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. pengecekan kebenaran jawaban. mengecek pemahaman dan balikan. untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. sajian gambaran umum materi bahan ajar. dikusi kelas. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. 49. 45. 47. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural.

Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Circuit Learning . siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. valuasi dan refleksi. Practicing. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. 50. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. adakah alternative. sajian materi. Metakognitive questioning. diagram. Obtaining mastery. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. evaluasi dan refleksi. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. solusi. 54. 53. 52. sajian permasalahan terbuka. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. dan refleksi 56. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. apakah solusinya. pengungkapan ide-konsep awal. presentasi hasil kelompok. presentasi hasuil diskusi kelompok. penyimpulan. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. bimbingan penyimpulan. penyimpulan. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. siswa latian dan bertanya. aplikasi. apakah bermanfaat. Verivication. bagikan wacana materi bahan ajar. evaluasi dan refleksi. Examples Non Examples Persiapkan gambar. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. rencana. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. evaluasi dan refleksi. Sintaks: pemahaman masalah. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. dan pengecekan. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. ranguman. Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. evaluasi. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. Reviewing and reducing difficulty. 51. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi. 55. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. bertukar peran.

58. evaluasi dan refleksi 61. 59. Complete Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. integrasi. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus.Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. presentasi. Tanya jawab dan refleksi 57. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. sajian materi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. 60. setelah selesai kupon dikembalikan. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. membentuk kelompok heterogen. presentasi. siswa berkelompok melengkapi. Time Token Model ini digunakan (Arebds. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. sajian materi. 62. berupa opemecahan masalah.bahan belajar . siswa ditugaskan membaca wacana. informasikan kompetensi. berikan latihan soal bertingkat. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Hibrid . guru membentuk kelompok. sampaikan kompetensi. dan hipotesis. berikan sal tes bentuk super item.dan nama yang diberi.

dinamis. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. kelompok-kerjasama. semua mempunyai tujuan. interaktif. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minatkuriositi-tanya. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. dengan E = energi yang diartikan sukses. kerja individual. c = communication. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. latihan. namai-buat generalisasi sampai konsep. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. kohesif. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. dan rayakan dengan reward dengan senyumtawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. reward. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. 63. Sintaksnya adalah: sajian konsep. virtual workshop menggunakan computer-internet. kebebasan-terbuka. alami-dengan dunia realitas siswa. . Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. dan saling menghargai. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. partisipatif. 65. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. lima kali salah guru membimbing. tiap usaha siswa diberi reward. Guru harus menciptakan suasana kondusif. 64. konsep harus dialami. ketrampilan. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi.Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->