P. 1
ALAT PERAGA IPA

ALAT PERAGA IPA

|Views: 296|Likes:
Published by johny_purwantoro

More info:

Published by: johny_purwantoro on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan komunikasi dari dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik sebagai murid. (DR.H.Syaful Sagala, 2005;61). Mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan tidak sedikit anak yang merasa kesulitan dalam mempelajari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa dari tahun ke tahun. Berdasarkan pengalaman guru mengajar, ternyata dari hasil test IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) cenderung memperoleh hasil yang masih rendah. Sebagai guru baik di kelas selalu merasa kurang puas dengan hasil belajar siswa, dari setiap hasil ulangan cenderung sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu nilai 60, sehingga belum mencapai ketuntasan klasikal. Baru setelah diadakan ulangan perbaikan, ketuntasan klasikal tercapai, dan itupun mesti dilakukan berulang kali, bahkan pada beberapa materi yang dianggap lebih sulit ulangan perbaikan (remedial) perlu diulang lagi. Padahal untuk melakukan ulangan perbaikan perlu tambahan waktu, yang terkadang harus dilakukan siang hari, setelah pulang sekolah. Mengingat terbatasnya waktu berdasar pembagian jumlah jam pelajaran pada kurikulum yang digunakan sekarang, sangat tidak memungkinkan untuk memberikan ulangan perbaikan di pagi hari (pada jamjam efektif), karena akan menghambat materi-materi berikutnya. Sehingga penulis merasa perlu mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan di atas. Dari hasil wawancara di kelas, sebagian besar siswa merasa malas belajar dan belum maksimal dalam belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), peserta didik menganggap belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) susah menghafalnya. Padahal belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) sebenarnya

tidak selalu harus menghafal, belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) harus mau berfikir, sering disosialisasikan dengan kreativitas dan pemecahan masalah. Tanpa adanya rasa keingintahuan yang kuat atau motivasi tinggi hal tersebut tidak dapat tercapai. Tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran biasanya dinyatakan dengan nilai, namun pada kenyataannya sangat sulit membuat peserta didik dapat menguasai materi pelajaran, ini terlihat dari hasil ulangan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) semester ... tahun 2011 yang menunjukkan angka rendah, berarti penguasaan peserta didik terhadap materi pembelajaran IPA rendah, dari .... peserta didik SDN ... di kelas ... hanya ... peserta didik yang mencapai tingkat ketuntasan belajar hanya 50 %. Guru dalam menyampaikan materi hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis memiliki metode baru untuk mengajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang menarik. Dengan cara menggunakan proses penelitian tindakan kelas dan menggunakan metode alat peraga. Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan selama pelaksanaan, observasi, dan diskusi pelaksanaan perbaikan pembelajaran dalam tiga siklus pada mata pelajaran. Berkenaan hal di atas, laporan ini memuat pendahuluan, perencanan dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran, temuan atau hasil yang diperoleh, serta kesimpulan dan saran tindak lanjut. Di samping untuk memperbaiki prestasi belajar, pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional pada Program S1 PGSD. Rumusan Masalah Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan penulis dan supervisor menunjukkan bahwa peserta didik kurang dapat menguasai materi pelajaran disebabkan antara lain : a. b. Rendahnya respon peserta didik karena kurangnya stimulasi guru dalam proses pembelajaran. Kesulitan belajar peserta didik nampak pada menurunnya motivasi

belajarnya c. Menurunnya motivasi peserta didik menyebabkan hasil penilaian peserta didik yang diperoleh kurang maksimal Bertolak dari latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah ”Bagaimana menggunakan metode alat peraga agar peserta didik terlibat aktif ?” Dari hal di atas, yang menjadi tujuan utama perbaikan adalah bagaimana penerapan metode alat peraga antara guru dan peserta didik dapat efektif yang akhirnya dapat memotivasi peserta didik meningkatkan konsentrasi pada pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang diberikan melalui metode alat peraga, yang menjadi tujuan utama perbaikan adalah bagaimana penerapan metode alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) di kelas ....SDN... Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan tahun pelajaran 2010/2011 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas maka penelitian bertujuan sebagai berikut : 1. 2. 3. Meningkatkan prestasi peserta didik pada mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Untuk mengetahui perubahan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan metode alat peraga Menganalisa pemahaman peserta didik pada pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang diberikan melalui metode alat peraga Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: dalam pembelajaran IPA di kelas ....SDN... Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan tahun pelajaran 2010/2011

1. Bagi Guru a. Dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi hasil belajar khususnya pada mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) b. Membuktikan pencapaian prestasi peserta didik yang dapat dicapai dengan metode metode alat peraga c. Mendapatkan pengalaman mengajar menggunakan alat peraga, yaitu memanfaatkan alat yang ada semaksimal mungkin agar setiap anak dapat dan pernah menggunakan alat peraga d. Mendapatkan pengalaman mengajar yang lebih memudahkan siswa dalam memahami materi yaitu dengan memberi kesempatan siswa untuk mengamati dan memahami konsep secara langsung dengan pengamatan menggunakan alat peraga. e. Sebagai bahan masukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan prestasi belajar. 2. Bagi Sekolah a. b. Dapat dijadikan suatu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan dan hasil belajar Sebagai bahan masukan bahwa dengan menggunakan metode alat peraga dapat meningkatkanp prestasi belajar pada mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). 3. Bagi Pendidikan Umum Dapat memberikan sumbangan alternatif penyelesaian masalah dalam proses pembelajaran

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Ada beberapa ungkapan yang perlu penulis untuk jelaskannya secara rinci dalam kaitannya dengan judul yang disajikan yaitu: “ Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPA(Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas ... Dengan Menggunakan Metode Alat Peraga pada SDN ... Kecamatan Banjit Tahun Pelajaran 2010/2011”, antara lain: 1. Prestasi a.Prestasi belajar adalah suatu kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan tes. Prestasi belajar adalah prestasi yang diperoleh disekolah dan di luar sekolah. Prestasi belajar di sekolah adalah hasil yang diperoleh anak-anak berupa nilai mata pelajaran: (Sunartana, 1997:55) b. c. Merupakan suatu hasil yang memuaskan Meningkatkan prestasi dengan belajar tekun, mencoba hal-hal baru dan tidak putus asa. 2. Belajar a. Belajar adalah suatu usaha yang bersifat sadar tujuan yang dengan sistimatis terarah pada perubahan tingkah laku menuju kedewasaan anak didik b. Suatu proses tingkah laku melalui pengalaman pembelajaran dan latihan yang terus menerus c. Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, megarah kepada kesmpurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Belajar

merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan 3. Alat Peraga − Alat peraga pengajaran, teaching aids, atau audiovisual aids (AVA) adalah alat – alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Banyak para ahli mendefinisikan alat peraga. E.T.Rusefendi (1994:229), − Alat bantu yang digunakan untuk menunjang kemudahan proses belajar siswa untuk mencapai prestasi belajar maksimal − Sarana untuk menyalurkan pesan atau informasi dari guru kepada peserta didik. − Merupakan cara untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan melalui alat peraga. 4. Metode − Menurut Prof.DR. Winarno Surakhmad: metode adalah cara yang sebaik baiknya mencapai tujuan. − Cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam mencapai tujuan instruksional yang ditetapkan. − Metode juga merupakan cara peserta didik memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan Kerangka pikir Jika peserta didik mempunyai motivasi belajar yang tinggi, aktif, dan guru dalam mengajar memberikan penjelasan materi dan peragaan alat peraga materi pelajaran maka tujuan yang diharapkan dari setiap pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Kutipan

Matin dan Brigss (1986) mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam setiap proses pembelajaran, guru menggunakan suatu cara untuk menyampaikan materi yang diajarkannya agar berhasil dengan baik. Cara itu disebut metode. Hal ini sesuai dengan pendapat Hadari Nawawi (1985, hal 123) yang menyatakan bahwa: “ Metode mengajar merupakan kesatuan langkah kerja yang dikembangkan oleh guru berdasarkan pertimbangan rasional tertentu masing-masing jenisnya bercorak khas dan kesemuannya berguna untuk mencapai tujuan pengajaran Secara teoritis Gagne dan Nana Sudjana (1989) menyebutkan hasil belajar adalah: keterampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap, dan ketrampilan. Dipihak lain Benyamin Bloom menyebutkan aspek hasil belajar dibedakan dalam tiga ranah yaitu: ranah kognitif (intelektual), ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik (keterampilan) Menurut Adi Negoro, prestasi adalah segala jenis pekerjaan yang berhasil dan prestasi itu rnenunjukkan kecakapan suatu bangsa, sedangkan menurut W.J.S Purwadarminto ( 1987: 767 ) menyatakan bahwa “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik - baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal - hal yang dikerjakan atau dilakukan“. Berdasarkan pendapat diatas, penulis berkesimpulan bahwa prestasi adalah segala usaha yang dicapai manusia secara maksimal dengan hasil yang memuaskan. S. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.”

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subyek Penelitian Perbaikan pelaksanaan pemebelajaran dikelas semester SDN...Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan tahun pelajaran 2010/2011 mulai tanggal sampai dengan 2011. Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran sebagai berikut : 1. 2. 3. tanggal 2011 mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas ...siklus pertama tanggal 2011mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas... tanggal 2011mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) siklus kedua kelas ...siklus ketiga Jadwal Pelaksanaan Mata Pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas Siklus 1 2 3 Waktu Pelaksanaan 2011 2011 2011

Gambar Siklus Perbaikan Pembelajaran

Keterangan gambar : M : Merencanakan L : Pelaksanaan R : Refleksi

B. Deskripsi Per siklus Rencana Perbaikan 1. Rencana perbaikan ke satu dilaksanakan di SDN Tanggal 2011 mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas ... siklus pertama 2. Rencana perbaikan ke dua dilaksanakan di SDN Tanggal 2011 mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas... siklus kedua 3. Rencana perbaikan ke tiga dilaksanakan di SDN Tanggal 2011 mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) kelas... siklus ketiga Rencana Perbaikan Siklus I Pada siklus ini penullis merencanakan pembelajaran dengan penjelasan materi. Penulis menjelaskan tentang materi yang akan dibahas dan dilanjutkan mencatat. Setelah itu penulis memberi tugas untuk mencobanya sendiri dengan maksud agar peserta didik termotivasi untuk belajar. Rencana Perbaikan Siklus II Pada siklus ini penulis merencanakan pembelajaran dengan metode alat peraga. Mengingat kembali pelajaran sebelumnya, menjelaskan langkah-langkah

yang akan dilaksanakan, memberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Penulis menyiapkan alat peraga yang telah dipersiapkan sebelumnya,dan mulai membimbing peserta didik untuk mengerjakannya dengan harapan peserta didik dapat lebih aktif dalam kegiatan yang akan dilakukan. Dan melakukan tes Rencana Perbaikan Siklus III Pada siklus III sebelumnya menjelaskan langkah-langkah yang akan dilaksanakan, memberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Peserta didik bertanya jawab dan melakukan peragaan alat peraga, kemudian melaksanakan tes terakhir sebagai pengukur keberhasilan dalam belajar. Sebagai tindak lanjut peserta didik diberi tugas Pekerjaan Rumah ( PR ). Refleksi Penulis merenungkan kegiatan yang telah dilakukan agar ditemukan kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan dengan menggunakan pembelajaran metode alat peraga pada mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dengan teman sejawat serta dikosultasikan dengan supervisor. Kelemahan yang ditemukan pada pembelajaran orientasi maupun pembelajaran perbaikan 1 dan 2 untuk dijadikan bahan penyusunan rencana pembelajaran berikutnya, sedangkan keberhasikan yang diuperoleh dalam pembelajaran pada setiap siklus akan terus ditingkatkan pada penyajian materi selanjutnya.

BAB IV HASIL PENILITIAN DAN PEMBAHASAN

A. 1. 2. 3.

Deskripsi per Siklus Tanggal 2011 mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) siklus 1 Tanggal 2011 mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) siklus 2 Tanggal 2011 mata Pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) siklus 3 Siklus I Berdasarkan pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I prestasi peserta didik masih rendah terlihat dari nilai rata-rata kelas, dari ... peserta didik SDN ...di kelas ... hanya ... orang yang mencapai tingkat ketuntasan belajar hanya 20 %. Hal ini terjadi karena penullis kurang memberikan motivasi belajar, penulis hanya menggunakan metode penjelasan saja, pembelajaran yang dilakukan kurang maksimal. Siklus II Pada siklus II untuk meningkatkan motivasi peserta didik, penulis menggunakan metode alat peraga, dimana guru memberikan penjelasan dan kemudian peserta didik menjawabnya lalu membahas jawaban dari peserta didik. Dengan cara metode alat peraga peserta didik dituntut untuk konsentarsi dalam pembelajaran, dari ... peserta didik SDN... di kelas ....peningkatan ketuntasan belajar dari 50 % meningkat menadi 80%. Dari hasil nilai peserta didik ternyata terjadi peningkatan hasil nilai per siklus.

Siklus III Pada siklus III ini penulis menetapkan hasil yang sudah diperoleh dengan menyusun rencana perbaikan, menyiapkan sumber belajar. Mengingat kembali pelajaran sebelumnya, menjelaskan langkah-langkah yang akan dilaksanakan, memberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Mengumpulkan data dan melaksanakan tes sebagai pengukur keberhasilan dalam pembelajaran. Dengan cara metode alat peraga peserta didik dituntut untuk konsentarsi dalam pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), dari ... peserta didik SDN... di kelas ....peningkatan ketuntasan belajar dari 80 % meningkat menadi 95% Perbaikan yang harus dilaksanakan adalah guru tidak perlu menunjuk langsung peserta didik untuk memperagakannya didepan kelas. Berdasarkan hasil diskusi teman sejawat, pembelajaran yang dilaksanakan penulis sudah menunjukkan peningkatan keberhasilan. Hal ini ditujukkan dengan adanya peningkatan nilai prestasi belajar atau nilai formatif dari setiap siklus. Deskripsi Temuan dan Refleksi Deskripsi Temuan Pada waktu perbaikan siklus I, penulis mengadakan analisis hasil perbaikan dengan menelaah data yang terkumpul dan dari hasil penemuan observasi terdapat temuan sebagai berikut : 1. Kurangnya memberikan kesempatan bertanya jawab materi pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 2. Terbatas dalam menggunakan model mengajar yang menarik minat siswa 3. Terbatasnya dalam menggunakan metode yang menarik 4. Kurangnya berinovasi dalam pembelajaran 5. Kurang berupaya untuk memperbaiki proses pembelajaran 6. Lebih cenderung mengejar target kurikulum dibandingkan proses pembelajaran.

Kekurangan ini diperbaiki pada siklus 2 dengan cara : 1. Menggunakan strategi penjelasan dengan metode alat peraga 2. Memberikan contoh-contoh alat peraga yang lengkap 3. Menjelaskan materi sebelumnya yang kurang jelas 4. Memberikan kesempatan untuk bertanya jawab 5. Memberikan tugas-tugas di sekolah dan tugas rumah Refleksi Refleksi adalah kegiatan merenung atau mengingat dengan menghubungkan kegiatan belajar mengajar dengan mengadakan rencana pembelajaran. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan untuk mengumpulkan datadata, dalam pelaksanaan penulis dibantu teman sejawat sebagai pengamat (I.G.A.K. Wardani, 2004:9) Penulis harus merenungkan kegiatan yang telah dilakukan agar ditemukan kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan dengan menggunakan metode alat peraga pada mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dengan teman sejawat serta dikonsultasikan dengan supervisor. Kelemahan-kelemahan yang ditemukan pada pembelajaran orientasi maupun pembelajaran perbaikan 2 dan 3 untuk dijadikan bahan penyusunan rencana pembelajaran berikutnya. Sedangkan keberhasilan yang diperoleh dalam pembelajaran pada setiap siklus akan terus ditingkatkan pada penyajian materi untuk pembelajaran berikutnya. Pembahasan singkat mengenai temuan Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan metode latihan soal secara efektif. Artinya semakin sering guru menggunakan metode alat peraga dalam proses pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), maka dapat memotivasi peserta didik untuk konsentrasi saat proses pembelajaran sehingga prestasi peserta didik meningkat. Hal ini dapat dilihat dalam tabel hasil penilaian prestasi peserta didik. Proses pembelajaran menggunakan metode alat peraga ternyata dapat meningkatkan prestasi peserta didik. Hasil yang ditunjukkan dengan

menggunakan metode alat peraga prestasi peserta didik jauh lebih baik dari pada sebelum dilaksanakannya metode ini. Hasil belajar akan lebih bermakna jika prosessnya menyenangkan peserta didik dan terjadi penguatan (reintorement), misalnya peserta didik menjawab benar maka diberi penguatan oleh guru dengan mengucapkan “ya, jawabanmu “tepat sekali” atau “benar” dan sebagainya.

Siklus I Hasil belajar yang diperoleh peserta didik ada yang mempunyai nilai rendah, ini dikarenakan kurangnya penguasan materi dan metode pembelajaran yang kurang menarik serta metode yang digunakan monoton tidak bervariasi dan contoh-contoh pembelajaran kurang lengkap. Siklus II Penulis menggunakan metode alat peraga pada proses pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini sangat membangkitkan semangat peserta didik aktif dalam mengikuti prose pembelajaran. Siklus.III Sudah nampak peningkatan hasil belajar, meskipun masih ada beberapa peserta didik yang masih mendapat nilai kurang. Hal ini terjadi karena penulis sudah dapat menyiapkan alat peraga yang bervariasi, peserta didik mulai tertarik dan aktif dalam pembelajaran sehingga peserta didik meningkat hasil belajarnya. Nilai hasil belajar siswa selama 3 siklus mata pelajaran IPA Prestasi Hasil Belajar Belum menggunakan Sudah menggunakan metode alat peraga Siklus I 65 70 40 50 65 70 50 metode alat peraga Siklus II Siklus III 80 85 75 80 55 60 60 70 70 75 75 80 50 60

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Nama Siswa

8. 9. 10. 11. 12. 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

60 30 50 60 70 65 70 40 50 65 70 50 60 30 50 60 70 30

60 40 50 65 75 80 75 55 60 70 75 50 60 40 50 65 75 40

65 50 60 70 80 85 80 60 70 75 80 60 65 50 60 70 80 50

B.

Pembahasan dari setiap siklus Siklus I Hasil belajar yang diperoleh peserta didik ada yang mempunyai nilai rendah, ini dikarenakan media belajar kurang ,menarik yang jumlahnya terbatas serta metode yang digunakan tidak bervariasi dan contoh-contoh pembelajaran kurang lengkap. Siklus II Sudah nampak peningkatan hasil belajar, meskipun masih ada beberapa siswa yang masih mendapat nilai kurang. Hal ini terjadi karena penulis sudah dapat menyiapkan bahan alat peraga yang menarik, peserta didik mulai tertarik dan aktif dalam pembelajaran sehingga peserta didik meningkat hasil belajarnya. Siklus III Sudah nampak peningkatan hasil belajar. Hal ini terjadi karena penulis sudah dapat menyiapkan bahan alat peraga yang lengkap dan bervariasi, peserta didik semakin tertarik dan aktif dalam pembelajaran sehingga peserta didik meningkat hasil belajarnya. Penulis perlu mengumpulkan tes dan peserta didik mengumpulkan hasil tes.

Hal-hal yang unik Siklus I  Peserta didik masih belum bersemangat dan menguap dalam mengikuti Peserta didik merasa bosan dengan sistem pembelajaran yang biasa-biasa pelajaran  saja Siklus II  Alat peraga yang bervariasi menarik peserta didik untuk ingin tahu lebih Peserta didik nampak heran pada situasi belajar yang tidak seperti Guru menjadi sangat sibuk, karena selama demonstrasi alat peraga dalam akibatnya nampak gaduh  biasanya karena ada dua guru di dalam kelas.  sekaligus mengumpulkan data.

Siklus III  Suasana yang aktif dalam diskusi demonstrasi alat peraga pembelajaran Kesibukan saat bersamaan peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaan membuat suasana ribut  dan minta segera dinilai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagi berikut : Pentingnya penyampaian materi dengan menggunakan metode alat peraga Minat terhadap pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar Prestasi belajar dapat meningkat bila menggunakan metode alat peraga di dalam pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 2. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas dapat disarankan dan ditindak lanjuti beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain : a. b. c. d. Menggunakan dan menerapkan metode alat peraga secara maksimal dalam pembelajaran sesuai dengan pokok bahasan. Menyediakan buku-buku pendukung praktik pembelajaran yang lengkap Menciptakan suasana kelas dengan sebaik-baiknya agar peserta didik dapat konsentrasi dalam pembelajaran. Hendaknya guru berinovasi atau menciptakan sesuatu yang baru didalam setiap kegiatan pembelajaran, agar tingkat tujuan dapat tercapai maksimal Setelah melewati pengalaman melaksanakan perbaikan pembelajaran yang sudah dijalankan, perlu adanya musyawarah guru mata pelajaran antar sekolah untuk mendapatkan masukan, pikiran dan pengalaman berkenaan dengan masalah dan tugas-tugas pembelajaran di kelas sehingga tercipta kondisi pendidikan yang lebih baik di sekolah dasar.

Daftar Pustaka

Andayani dkk (2009) Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka I.G.A.K. Wardani (2008) Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka Asep Herry Hermawan, dkk. (2006) Media Pembelajaran. Hera Lestari Mikarsa dkk (2004) Pendidikan Anak Sekolah Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka Safrein (2004), Menganalisis Hasil belajar Siswa. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->