BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi didefinisikan sebagai manipulasi dan rekayasa genetika terhadap sistem atau proses biologi berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dengan bantuan agen biologi. Prinsip ilmiah yang dipakai dalam bioteknologi berdasarkan pada berbagai disiplin ilmu, terutama mikrobiologi, biokimia, genetika, rekayasa biokimia dan kimia. Yang dimaksud agen biologi adalah katalisator-katalisator biologi untuk menekan pada mikroorganisme berenzim, sel hewan dan sel tumbuhan. Bioteknologi juga dikatakan sebagai penggunaan ilmu biokimia, mikrobiologi dan rekayasa genetika secara terpadu dengan tujuan untuk mencapai penerapan teknologi dari kemampuan mikroorganisme dan sel-sel jaringan yang dibiakan. Dalam penertian sekarang, secara umum bioteknologi diartikan sebagai teknologi yang bermanfaat bagi makhluk hidup atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa untuk kesejahteraan manusia dan lingkungannya. Saat sekarang ini bioteknologi telah merambah berbagai bidang, dan dianggap sebagai suatu terobosan untuk memecahkan beberapa persoalan sehari-hari. Bidang kajian bioteknologi memiliki ruang lingkup yang luas, mulai dari yang sederhana, misal pembuatan tempe sampai dengan bioteknologi yang sangat rumit, misalnya kloning hewan. Sebagian besar teknik yang diterapkan dalam bioteknologi cenderung lebih ekonomis, lebih sedikit dalam pemakaian energi dan lebih aman bila dibandingkan dengan proses tradisonal sekarang. Di samping itu, sebagian besar proses bioteknologi menghasilkan residu yang dapat diurai secara biologis serta tidak mengandung racun. Pengembangan Bioteknologi Seperti teknologi pada umumnya, bioteknologi merupakan proses atau rangkaian proses yang terdapat dalam sistem biologi. Proses bioteknologi yang tertua mungkin adalah fermentasi dengan jasad renik, yang dilakukan oleh orangorang Babilonia pada tahun 6.000 SM, yaitu dalam pembuatan bir. Tiga ribu tahun kemudian, orang-orng Sumeria telah mampu membuat 20 macam bir yang berdeda. Proses fermentasi ini terus menerus ditingkatkan. Peningkatan penggunaan jasad renik ini berjalan terus sepanjang perkembangan kebudayaan manusia. Berbagai penemuan telah diperoleh, misalnya senyawa-senyawa yang berasal dari bacteri dan fungsi yang kemudian dapat digunakan untuk menggantikan produk-produk sintetis, seperti obat-obatan antibiotika dan anti parasit. Dalam perkembangannya sekarang ini proses-proses bioteknologi lebih banyak begantung pada teknik rekombinasi genetika serta penggunaan enzim, sel atau organel sel atau bagian-bagian sel. 1. Peranan berbagai ilmu untuk mendukung bioteknolologi Penerapan aplikasi bioteknologi suatu organisme dalam teknologi yang bermanfaat bagi manusi dan produksi. Penggunaan organisme tersebut secara terarah, terkontrol yang merupakan aplikasi terpadu secara biokimia, mikrobiologi dan teknologi kimia. Manfaat bagi manusia antara lain di bidang industri, kesehatan, pertanian, peternakan dan manfaat lainnya. Penggunaan biokimia, mikrobiologi dan rekayasa kimia secara terpadu mempunyai tujuan untuk mencapai penerapan teknologi dari kemampuan mikroba dan sel kultur jaringan. Jadi bidang-bidang ilmu yang harus dipelajari dalam bioteknologi adalah biologi sel, biokimia, fisiologi, mikrobiologi, genetika dan rekayasa genetika. 2. Peran manfaat bioteknologi di masa depan Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok manusia, teknologi di bidang biologi tampak semakin menjadi tumpuan. Ini tampak terutama dalam dasawarsa terakhir ini, di mana teknologi nyaris merambah semua aspek kehidupan. Secara internasional, bioteknologi terbukti telah diaplikasikan secara sukses di bidang kedokteran, pertanian, peternakan dan buhkan di bidang persenjataan militer. Teknologi inseminasi buatan perlu dukungan penelitian ke arah sexing sperma, sebab untuk sapi perah lebih diharapkan akan lahir betina, sedang untuk sapi potong yang diambil dagingnya diharapkan akan lahir jantan. Seterusnya ke embrio transfer dengan ini ternak unggul dapat diperbanyak dalam jumlah tak terbatas. Di dalam pengembangan embrio transfer perlu peningkatan metode pemindahan embrio dan penentuan jenis kelamin embrio yang dikehendaki. Untuk peningkatan kualitas limbah pertanian telah dilakukan manipulsi mikroba rumen dengan memanfaatkan gen selulosa dalam mikroba untuk menghasilkan enzim selulosa pemecah selulosa menjadi gula dan lignin. Di samping juga dicoba berbagai jenis jamur. Mengenai kebutuhan konsentrat yang terus meningkat, maka ditempuh aplikasi bioteknologi di antaranya penggunaan pemacu tumbuh, juga melakukan metode konvensional antara lain penyimpanan jagung dalam gudang yang besar, diversifikasi bahan, substitusi jagung, tepung kedelai dan tepung ikan dengan bahan lainnya. B. Peran Mikrobiologi dalam Masalah Pangan Kehidupan mikroorganisme sangat luas, seperti di air, tanah, udara, tubuh hewan, tubuh manusia, tubuh tumbuhan dan lain-lain, sehingga dikatakan habitatnya kosmopolit. Karena sifat kosmopolit ini dapat mengakibatkan bahan makanan mudah rusak bila bercampur berbagai bacteri. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga A.

Mikroorganisme yang paling banyak berperan dalam proses fermentrasi maupun pembusukan bahan makanan adalah bacteri dan jamur. . vitamin. walaupun harganya masih cukup mahal. ketika di Jerman orang memanfaatkan khamir roti Saccharomyces cereviciae ditumbuhkan pada melase sebagai sumber karbon dan energi. dan hasilnya dikonsumsikan sebagai pengganti protein. Produk-produk protein sel tunggal telah banyak dijual. Dua produk yang erat kaitannya dengan dengan mikroorganisme adalah vaksin dan antibiotik. . ada pula yang bersifat menguntungkan melalui fermentasi. yang ditumbuhkan dalam sistem biakan berskala besar dan terutama digunakan sebagai sumber protein dalam pangan. lemak. Namun demikian di dalam sel mikroba terdapat juga karbohidrat. misalnya sun chlorella. Fermentasi adalah suatu proses perombakan dari senyawa yang lebih kompleks menjadi lebih sederhana dengan bantuan mikroorganisme.Kue Mikroba Pada tahun 1521 Bernel Dioz Castilo telah mengenal bahwa penduduk Mexico talah mengkomsumsi kue dengan aroma seperti keju yang dibuat dari suatu lendir. perbaikan daya cerna atau citra rasa. Rank Houvis Mc Dougall membuat SCP yaitu mikroprotein untuk konsumsi manusia menggunakan Fusarium. ikan dan sebagainya. Mikroorganisme Penghasil Obat Mikroorganisme tertentu memiliki kemampuan menghasilkan suatu produk untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme lain atau penyakit karena gangguan fisiologis. SCP (Single cell Protein) Istilah protein sel tunggal atau single cell protein (SCP) mengacu pda sel mikroorganisme yang dikeringkan seperti ganggang. Penduduk Kanembu di Chad Afrika mengkonsumsi mikroba Spiruline platensis. Pertumbuhan mikroorganisme selain yang merusak bahan makanan. Produk protein sel tunggal pertama kali telah dibuat pada masa Perang Dunia I. ialah ganggang yang hidup di danau Texcoco. kapang. Di Inggris khamir digunakan diet selama bertahun-tahun dan kelebihan produk dijual untuk makanan ternak. Penemuan vaksin cacar pertama kali ditemukan oleh Edward Jenner (1796) sehingga mendorong para ahli biologi lain untuk meneliti vaksin maupun antibiotik melalui bioteknologi. mineral dan lain-lain. serta garam amonium sebagai sumber nitrogen.merupakan sumber gizi makanan bagi perkembangan mikroorganisme. Pada Perang Dunia II menggunakan spesies candida. Dalam beberapa hal pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan yang menguntungkan sangat diharapkan seperti untuk perbaikan mutu gizi. Protein mikroba ini diharapkan dapat menggantikan protein dari hewan maupun tumbuhan yang diperlukan semakin banyak sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan pangan dari kedelai. Lendir ini adalah Spirulina maxima. daging. bakteri. spirulina dan lain-lain. Penemuan vaksin diawali ketika Jenner melihat seorang pemerah susu sapi yang jari tangannya teredapat bekas luka ketika C.

Antibiotik adalah bahan-bahan bersumber hayati berkadar rendah yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme.menderita cacar. dan penyakit cacar sapi disebabkan oleh virus yang serupa walaupun berbeda. Aspergillus dan beberapa jenis bacteri. Dengan penyisipan gen dihasilkan copy salinan dari permukaan tersebut. akan merangsang tubuh untuk membentuk antibodi yang efektif untuk melawan suatu infeksi lanjutan dari virus cacar yang serupa. Contoh vaksin aman telah dihasilkan hepatitis B. Cara yang dilakukan dengan memasukan mikroorganisme yang dilemahkan ke dalam tubuh manusia untuk memberikan kekabalan terhadap mikroorganisme berbahaya disebut vaksinasi. Fusi sel membentuk sel hibrid atau rekombinan yang mengandung substansi genetik dari dua sel atau lebih. Tujuan teknik ini ialah untuk memperoleh senyawa genetik yang baru. yaitu . Bacteri atau virus penyebab penyakit pada umumnya memiliki permukaan protein yang khusus. Bacteri yang resisten terhadap penisilin dapat dibunuh dengan sefalospurin C dari jamur jenis Cephalospurium yang ditemukan oleh Prentis tahun 1984. Demikian juga seseorang yang telah sembuh dari penyakit cacar. Streptomisin dapat menjinakan mikroorganisme yang telah tahan terhadap penisilin dan sefalosporin. Salinan permukaan protein tersebut kemudian digunakan untuk memvaksin. Streptomisin terutama digunakan dalam pengobatan tuberkulosis. Dengan sifat kekebalan cacar tersebut Jenner mulai malakukan percobaan untuk mendapatkan vaksin dadar dari serum darah tersebut. Dewasa ini dengan bioteknologi mulai dibuat vaksin yang tidak menyebabkan rasa sakit jika disuntikan ke tubuh orang sehat. Dengan adanya perkembngan bioteknologi. Alexander Flemming (Inggris. 1928) menemukan koloni jamur Penicillium notatum yang dapat menghambat pertumbuhan bacteri Staphulococcus aureus dan sekitanya. Selain pembentukan antibiotika yang dimodifikasi seperti di atas. Pembuatan vaksin ini adalah sebagai berikut. Salah satu kelemahan vaksin-vaksin yang dibuat dengan cara seperti di atas ternyata menimbulkan rasa sakit setelah diberi sintikan vaksin tersebut. Sekarang kita tahu bahwa penyakit cacar disebabkan oleh virus Variola. Sampai sekarang ini ditemukan lebih dari 2000 karakter antibiotik. sekarang mulai dikembangkan jenis-jenis mikroorganisme tertentu yang telah diubah susunan genetiknya sehingga mampu menghasilkan antibiotik dalam jumlah lebih besar dalam waktu yang singkat. misalnya demam. sehingga dalam perkembangannya dapat digunakan untuk mengobati suatu penyakit. Antibiotik pertama kali ditemukan oleh Louis Pasteur dari jamur Penisillium sp. Dimasukannya virus cacar sapi yang telah dilemahkan ke dalam tubuh pasien. padalah pada waktu itu sedang terjadi wabah cacar. Sel yang akan berfusi mungkin dari spesies yang berlainan sama sekali. Antibiotik lain berasal dari mikrooganisme berfilamen (Sterptomyces griseus) di namakan stertomisin. Mikroorganisme yang mampu membuat zat antibiotik tertama adalah fungi (jamur) Actinomycetes. fusi/peleburan sel dapat pula memprodusir antibiotika baru dengan cara mengaktifkan gen yang semula tidak aktif. dengan meninggalkan bekas-bekas luka ternyata kebal terhadap penyakit cacar. Chlamyda dan malaria.

tetapi interferon yang mereka hasilkan juga diliputi oleh protein yang tidak diinginkan. tersebut dengan cara yang lebih aman. antara lain matinya organigme nontarget. keracunan bagi hewan dan manusia.kombinasi yang mungkin jarang sekali ditemukan di alam. dan tidak mungkin untuk memperoleh kemurnian yang memadai. Keturunan bacteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat meningkatkan hasil panen kacang kedelai sampai 50%. Mikroba yang di rekayasa secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian. dapat dikatakan bahwa rekayasa genetika dapat digunakan untuk membentuk antibiotika yang termodifikasi. masing-masing senyawa dalam daftar berikut tidak dapat diperoleh atau dihasilkan dari hewan mamalia (atau sel-sel mamalia yang dikembangbiakkan di laboratorium) dalam jumlah yang sangat sedikit. sel-sel manusia merupakan satu-satunya sumber interferon khas manusia. dan setiap jenis mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. D. Dengan demikian. Mikroorganisme untuk Membasmi Hama Tanaman Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. seperti meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bacteri Rhizobium. Sekarang bakteri yang direkayasa secara genetik dan mengandung gen interferon mengeluarkan sejumlah besar obat-obatan ke dalam medium kultur yang mudah dikembangbiakkan dan dimurnikan. Kita mengetahui bahwa mikroorganisme yang terdapat di alam sangat banyak. Untuk mengatasinya. yaitu sekelompok senyawa anti virus yang mempunyai nilai (manfaat) dalam mengobati beberapa bentuk kanker. Sebelum rekayasa genetik. Tidak hanya sel-sel manusia yang secara relatif sulit untuk dikembangbiakkan. selama ini digunakan pestisida. Sebelum rekayasa genetik. Demikian pula terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang. Rekayasa genetik lain sedang mencoba mengembangkan turunan dari bacteri Azotobacter yang melekat pada akar tumbuh bukan tumbuhan kacang-kacangan (seperti jagung) dan mengembangbiakan. Salah satu produk pertama dari teknologi ini adalah interferon. Namun ternyata pestisida banyak menimbulkan berbagai dampak negatif. serta pencemaran lingkungan. membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungan pada kebutuhan pupuk amonia (pupuk buatan). Sekarang senyawa-senyawa tersebut diproduksi oleh mikroba-mikroba yang direkayasa secara genetik (walaupun banyak di antaranya yang masih dalam tingkat eksperimental). Hama tanaman merupakan salah satu kendala besar dalam budidaya tanaman pertanian. Memisahkan interferon dari bahan kimia adalah sangat mahal. demikian juga dalam cara lain. Dari sekian . perlu dicari terobosan untuk mengatasi masalah. Oleh karena itu.

atau dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme yang lain. . Yang telah diusahakan dan dikembangkan adalah keturunan bakteri yang menyerang minyak tanah (suatu tumpahan minyak dapat menjadi makanan besar bagi bakteri ini). Lambat laun. Mikroorganisme yang lain dapat secara langsung berfungsi sebagai pengurai atau dekomposer limbah. Rekayasa genetika diharapkan dapat menghasilkan mikroba yang mampu membersihkan lingkungan yang semakin tercemar oleh limbah beracun. Akibatnya senyawa-senyawa tersebut mengumpul sampai ke tingkat yang membahayakan di lingkungan. Misalnya terhadap polutan dan limbah beracun. Mikroorganisme untuk Penyelesaian Masalah Pencemaran Dalam perkembangan bioteknologi manusia mulai mengembangkan penggunaan mikroorganisme untuk membantu melindungi lingkungan dari kerusakan atau ganguan lingkungan yang serius. sekarang dapat diperoleh cara yang lebih efektif lagi untuk membasmi hama. Pada saat air mangalir melalui batuan tembaga sulfat akan terbawa dan lambat laun terkumpul sebagai kolam berwarna biru cemerlang. Uranium dilepaskan dari bijihnya dengan proses yang sama. Kira-kira 14 persen dari tembaga yang diproduksi di Amerika Serikat bergantung kepada bioteknologi ini. limbah tersebut akan disaring oleh mikroorganisme jenis ini dengan cara mengikat zat atau partikel limbah. terutama seranggga dari ordo Lepidoptera. Bahan-bahan yang diserap ini kemudian akan diuraikan oleh mikroorganisme tersebut menjadi bahan-bahan yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Thiobacillus ferro oxidans memperoleh energi dari senyawa anorganik. terutama setelah masuk ke dalam saluran pencemaan serangga.banyak jenis mikroorganisme. Tanaman transgenik diperoleh dengan cara rekayasa genetika. Sebaliknya. Jadi bahan-bahan pencemar langsung diuraikan sehingga menjadi bagian yang tidak berbahaya lagi. Pemakaian biopestisida ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang timbul dari pemakaian pestisida kimia. Contoh mikroorganismenya adalah Spirulina maxima yang mampu mengikat karbondioksida dari perairan. beberapa mikroorganisme mampu mengikat partikel atau zat tertentu yang menyebabkan pencemaran. thuringiensis dapat diperbanyak dan disisipkan ke dalam sel beberapa tanaman budidaya. Sebagai biofilter. Protein ini bersifat mudah larut dan aktif menjadi menjadi toksik. sulfida yang tidak larut menjadi tembaga sulfat yang larut. bakteri ini hidup di tempat yang benar-benar gelap). Bacteri tersebut tidak memperolah energi dari sinar matahari (biasanya. Timbunan yang tingginya sampai 370 m (12100 kaki) dan beratnya 4 miliar ton. F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus thuringiensis mampu menghasilkan suatu protein yang bersifat toksik bagi serangga. juga tidak dari bahan organik di sekelilingnya. Mikroorganisme juga dapat berperan dalam penanganan masalah pencemaran dengan cara memecah ikatan kimia bahan pencemar. Setelah ikatan kimia dipecah. dimana mikroorganisme tidak mampu menghancurkan bahan-bahan kimia ini. Dengan cara ini. seperti kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari penyemprotan areal pertanian dengan menggunakan pestisida. bahan tersebut dapat diuraikan secara alamiah menjadi bahan yang tidak berbahaya lagi. seperti besi sulfida dan menggunakan energi ini untuk membangun bahan yang diperlukannya untuk hidup dari karbondioksida dan nitrogen di lingkungannya. baru kemudian diuraikan. Contohnya adalah Candida lypitica yang mampu menguraikan limbah minyak bumi. Bacillus thuringiensis mudah dikembangbiakkan. Sekarang mikroba pencuci terutama dipergunakan pada bahan limbah dari pertambangan dan proses ekstraksi konvensional yang meninggalkan residu logam dalam jumlah cukup banyak pada batuan yang terbuang tersebut. Contohnya. dan dapat dimafaatkan sebagai biopestisida pembasmi hama tanaman. namun tidak menimbulkan penyakit bagi makhluk hidup lain. Asam sulfurat dan besi sufat yang dihasilkannya menyerang batuan di sekelilingnya dan melepaskan (melarutkan) logam mineral. Contoh mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus thuringiensis. E. lapisan tembaga akan tertimbun di atas besi dan ini dapat dipisahkan (dikeruk). Jadi dalam penanganan limbah dengan menggunakan mikroorganisme biofilter. Dengan cara ini tembaga yang tersebar pada ribuan ton batuan logam berkualitas rendah akan dikonsentrasikan di dalam kolam mineral tersebut. Dalam proses ini bakteri juga membuat asam sulfurat dan besi sulfat yang menjelaskannya mengapa Thiobacillus ferro oxidans dapat digunakan di dalam operasi pertambangan. aktivitas mikroba ini akan mengubah tembaga. Gen yang mengkode pembentukan protein toksin yang dimiliki oleh B. Dengan berkembangnya bioteknologi. Pada saat ini sudah dikembangkan tanaman transgenik yang resisten terhadap hama. Logam akan diperoleh kembali dengan mengalirkan larutan tembaga sulfat melalui potongan besi. Mikroorganisme untuk Memisahkan Logam dari Bijinya Banyak mikroba memiliki pilihan makanan yang aneh. Perekayasa genetika berusaha mempercepat evolusi di laboratotium untuk mengembangkan bakteri yang dengan cepat dapat menurunkan beberapa bentuk senyawa beracun. ada suatu kelompok yang bersifat patogenik (dapat menyebabkan penyakit) pada hama tertentu. terbentuk dari bahan limbah ini. diharapkan tanaman tersebut mampu menghasilkan protein yang bersifat toksis terhadap serangga sehingga pestisida tidak diperlukan lagi. tetapi tidak ada yang sedemikian aneh seperti organisme berbentuk batang ini. Banyak polutan beracun seperti senyawa-senyawa sintesis yang baru. Contoh mikroorganisme ini adalah jamur Chaetomium cellulolyticus yang mampu memecah ikatan kimia selulosa.

Pertambangan ini dibuka pada tahun 1958. Teknik serupa hampir pasti akan dipergunakan pada pertambangan lain terutarna tambang dengan bijih berkuaIitas rendah. Dengan menggunakan mikroba. Transfer gen (transplantasi gen) Transfer gen dikenal pula pencangkokan gen. Daerah tempat timbunan biasanya tertutup oleh tanah liat atau aspal sehingga cairan yang kaya akan logam terkumpul pada kolam di bagian kaki timbunan dan tidak akan meresap ke dalarn tanah. timah dan nikel dan logarn benlai lainnya. Kemudian oleh F. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan persilangan. Gambar. Sifat Totipotensi untuk Kultur Jaringan Kultur jaringan adalah suatu cara memperbanyak tanaman dari sel atau jaringan tanaman dewasa sehingga diperoleh individu baru yang sempurna. Selain kondisi steril. tetapi menyangkut kemampuan mensintesis bahan kimia alami. dan bekerja dengan prinsip-prinsip konvensional. dan air disiramkan ke atas batuan untuk membantu proses pencucian alamiah. - - H. Dari namanya Thiobacillus ferro oxidans berarti bahwa bakteri tiadak pertu ditambahkan ke dalam timbunan ini. air tersebut akan membawa senyawa logam terlarut yang dibentuk oleh kerja bakteri. Dalam pencangkokan gen biasa menggunakan bakteri atau virus. Sifat totipotensi adalah kemampuan sel yang apabila diletakkan dalam lingkungan yang sesuai dapat tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Tidak lama kemudian pertambangan konvensional ini dihentikan dan bacteri dibiarkan mengerjakan hampir semua pekerjaan tersebut. Penambangan larutan di bawah tanah ini telah mengurangi sampai seperempat biaya pada saat ini. Untuk pelestarian plasma nutfah. galium. dan fusi protoplas. Rekayasa Genetika Rekayasa genetika merupakan tindakan untuk memanfaatkan gen atau DNA dari suatu orgnisme untuk keperluan manusia.C. Pada tahun 1962 ditemukan bahwa kolam cairan yang telah terkumpul di bawah tanah mengandung kira-kira 13. para ahli telah berhasil menemukan kedudukan gen di dalam kromosom.000 lb) uranium oksida yang telah terlepas dari batuan. kultur protoplas. merupakan target masa depan. yaitu medium yang mengandung nutrisi dan hormon tumbuh. Dasar dari kultur jaringan adalah suatu sifat yang dimiliki tumbuhan yang disebut totipotensi. Bahkan dengan perantaran mikroorganisme bersel satu mereka mampu memindahkan gen dari suatu species ke kromosom lainnya. Dapat digunakan sebagai pemuliaan tanaman. karena digunakan eksplan yang benar-benar bebas virus. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir. Penggunaan kultur jaringan mempunyai berbagai keuntungan antara lain : Diperoleh propagasi klonal. seperti seleksi. seperti kadmium. Diperoleh tumbuhan yang bebas dari virus. yaitu sifat totipotensi tidak terbatas pada struktur. Penerapan teknik ini banyak memberikan manfaat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang diturunkan untuk menghasilkan berbagai . Haberlandt. Untuk itu diperlukan medium yang tepat untuk pertumbuhan sel.Air disiramkan ke puncak timbunan ini dan pada saat mengalir ke bawah. artinya didapatkan turunan secara genetik yang identik dengan induknya atau seragam dalam jumlah besar. Gambar. Metabolisme sekunder. Proses semi industri telah memperlihatkah harapan bahwa mikroba pencuci dalam memperoleh kobalt. Pencangkokan atau transplantasi gen atau kultur jaringan. Steward berhasil dibuktikan totipotensi dari satu sel wortel yang dikultur pada medium tertentu dan menghasilkan tanaman wortel yang utuh dan lengkap. seorang ahli fisiologi Jerman. Tetapi pengalaman yang diperoleh di pertambangan uranium Stanrock di Kanada memperlihatkan bahwa biaya tidak selalu diperlukan. para penambang masih berhadapan dengan tingginya biaya dalam membawa bilih logam ke permukaan. Transplantasi gen pada wortel 1. Kultur jaringan G. Totipotensi pertama kali dikemukakan oleh G.000 kg (29. kultur anther atau polen. radiasi. air raksa dan antimon. kedua hal tersebut adalah kunci pokok bagi keberhasilan kultur jaringan.

Suatu vektor harus mampu memasuki suatu sel yang selanjutnya menjadi bagian dari genom sel sehingga mentaati kontrol sel secara normal pada transkripsi dan replikasi DNA. Antibodi yang spesifik ini dinamakan antibodi monoklonal. Gambar. artinya dimungkinkan diperoleh suatu antibodi yang spesifik. terapi penyakit genetika. Sifat gabungan yang . maka zigot artifisial begitu terbentuk berkembang secara normal menjadi seekor katak dewasa secara seksual. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan pembuatan antibodi poliklonal. 1. Bila nukleus dari sebuah sel di dalam usus seekor berudu (kecebong) dicangkokan ke dalam sebuah telur katak. lebih murni dan dapat diproduksi dalam jumlah lebih besar. termasuk ´germ cellsµ.macam tanaman panen yang lebih. yaitu vektor seperti virus dan plasmid. Para peneliti tanaman pangan telah bekerja keras untuk mentransplantasikan gen-gen pengikat nitrogen dan menghasilkan tumbuhan polongan yang mampu mengikat nitrogen sendiri tanpa bersimbiosis dengan bacteri pengikat nitrogen. Aplikasi bioteknologi modern dalam dunia medis. Produksi anti monoklonal dan poliklonal Gambar. Transplantasi nukleus memasukan semua gen dari nukleus yang ditransplantasikan ke dalam setiap sel yang menghasilkan embrio. pembuatan antibiotik dan penemuan vaksin baru. Manfaat dari pencangkokan gen tidak dapat diragukan lagi dalam bidang pertanian. Dari penggabungan sel-sel tersebut dapat diperoleh sesuatu sel yang mampu terus-menerus membelah dan tumbuh. secara rutin gen-gen dicangkokan ke dalam sel-sel di kultur laboratorium. Dengan demikian tumbuhan hasil rekayasa genetika tersebut dapat tumbuh baik pada lahan yang miskin akan nitrogen. 2. misal dalam pembuatan antibodi. percobaan pertama terhadap tanaman yang mengandung gen-gen pestisida dilakukan dengan menggunakan tanaman tembakau. Pada organisme tingkat tinggi. Dalam tahun 1987. Tentu saja sangat penting bahwa setiap gen tambahan di mana vektor bisa membawa masuk ke dalam sel harus tidak berbahaya bagi sel. Transplantasi nukleus pada hewan Transplantasi nukleus dilakukan dengan dipindahkannya sebuah telur dan diganti dengan nukleus dari suatau sel yang berdiferensiasi. George Kohler dan Cesar Milstein tahun 1975 berhasil membuat antibodi murni yang dihasilkan oleh sekelompok sel yang identik. Gen-gen pestisida berasal dari bacteri Bacillus thuringiensis. yaitu dengan menggabungkan dua tipe sel (sel yang mampu menghasilkan antibodi dan sel kanker/ sel meiloma) dari tubuh mencit. gen yang dicangkok terlebih dahulu harus disambung ke dalam alat mengangkut. di antaranya dihasilkan insulin dari rekayasa genetika. tetapi tidak berbahaya (beracun) terhadap insekta lain. sementara itu tubuh kita akan beraksi terhadap masuknya benda asing tersebut dengan cara membentuk antibodi untuk pertahanan diri. Bacteri ini menghasilkan suatu toksin yang membunuh larva hewan ngengat. disebut antibodi pioliklonal. dapat di katakan bioteknologi membuka cakrawala baru dalam dunia medis. Insulin sangat penting terutama bagi penderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis yang sudah parah. Pembuatan antibodi Benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita disebut antigen. terutama untuk memperoleh gengen tanaman yang dapat bertahan dan melawan sebagian besar penyakit atau hama dan tumbuhan pembunuh (rumput liar). seperti tanaman dan hewan. Percobaan transplantasi nukleus Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran Berkembangnya bioteknologi juga bermanfaat dalam bidang kedokteran. yaitu sel-sel yang menumbuhkan telur dan sperma. mamalia atau burung. maka kita tidak perlu menggunakan pupuk nitrogen. Gen-gen yang ditransplantasikan ini akan diteruskan pada generasi selanjutnya. Bila kita mencangkokan gen-gen yang relevan ke dalam tanaman pangan lain dan mengaturnya dengan bacteri tersebut. yang akan menghasilkan sel hibridoma (bastar) yang membawa sifat dri kedua sel asal. Dari manfaat yang diperoleh. Pada masa sekarang. Terapi genetika I. Gambar. Berbagai antigen yang terdapat dalam tubuh kita akan merangsang timbulnya antibodi yang bermacam-macam pula.

Sel penderita dimasukan DNA dari gen yang diinginkan untuk terapi. . sehingga mengakibatkan produk gen akan mengalami gangguan. hemofilia dan lain-lain. buta warna. Ini adalah salah satu garis bukti bahwa prokariota simbiosis merupakan nenek moyang ribosom eukariotik. Terapi genetika Biasanya penderita penyakit genetik akan kehilangan salah satu komponen gen dalam tubuhnya. Kloramfenikol merupakan inhibitor poten dari sintesis protein pada ribosom 70S dari prokariota. http://tedbio. menempel pada subunit ribosom 50S dan mencegah penambahan asam amino ke rantai polipeptida yang sedang tumbuh. selanjutnya sel ini akan dibiarkan dalam medium kultur jaringan.multiply. dihasilkan adalah sel antibodi dan mampu menghasilkan antibodi dan mampu hidup dalam jangka waktu lama. Dengan kemajuan bioteknologi beberapa penyakit keturunan ini dapat dicari pemecahan penyembuhannya. Contoh penyakit genetik dan bersifat menurun yang tidak dapat diobati di antaranya thalasemmia.com/journal/item/31/Bioteknologi antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces venezuelae.. Chloroamphenicol tidak mengikat ribosom 80S dari eukariota.2. sel dimasukan lagi ke dalam tubuh penderita. Setelah diperoleh jumlah sel yang cukup. tapi itu tidak mengikat ribosom kecil masa kini mitokondria dalam sel eukariotik. Dengan cara ini dapat dihasilkan antibodi yang spesifik dalam jumlah yang besar. Diharapkan kekurangan komponen gen dapat di atasi setelah ke dalam tubuh dimasukan sel yang membawa gen yang diperlukan.