BBSC

Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan. DILARANG MENGKOMERSILKAN atau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan. Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99

1

Agatha Christie

MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
THE CLOCKS

by Agatha Christie Copyright © Agatha Christie Ltd. 1963 MAYAT MISTERlUS Alihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45S Hak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jln Palmeral, Selatan 11, Jakarta 10270 Sampul dikerjakan oleh Floren Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT) CHRISTIE, Agatha Mayat Misterius / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. - Jakarta : Gramedia, 1989. 408 hal. ; 18 cm. Judul asli : The Clocks. (ISBN 979-403-455-X. J. fiksi Inggris. I. Judul. II. Tantani, Julanda.

Untuk sahabatku MARIO Dengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE

PROLOG
SIANG tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalam
kejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggal di Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-i amalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa pun tentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.) Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss K. Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yang membosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarik hatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya. Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesali

dan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"

"Edna.—bukan begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah yang jelas dan sembunyikan desahan napasmu."
"Maaf, Miss Martindale." "Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari." "Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale." "Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambat akhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari." "Ya, Miss Martindale." Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya, Naked Love, karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembaca karangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jas dan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kali dikirimkan. Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah. "Sandy Cat memanggilmu," kata Edna. Sheila Webb mengernyitkan dahinya. "Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*' Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya. Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien. Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine. "Kau terlambat, Miss Webb." "Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua." "Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "Miss Pebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*' "Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19." "Saya rasa saya belum pernah ke sana." Miss Martindale melihat jam. "Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di Hotel Curlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet." Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar. "Ada yang menarik, Sheila?" "Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yang memuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik." Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harus masuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisa mengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*' "Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci . Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya. "Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya. "Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Edna menarik napas dan memasang selembar kertas bersih di mesin tik. "Nafsu telah menguasainya. Dengan jari-jari liar, dia merobek kam sifon tipis dari dada wanita ttu dan membenamkan kepala si wanita dalam busa sabun* "Sialan," Edna mengumpat dan mengambil penghapus. Sheila mengambil tas tangannya dan pergi keluar. Wilbraham Crescent adalah sebuah fantasi t yang didirikan oleh seorang kontraktor zaman Victoria di tahun 1880-an. Terdiri dari dua deretan rumah kopel yang membentuk bulan sabit dengan halaman belakang yang saling berhadap-hadapan. Bentuk yang nyentrik itu menyulitkan orang-orang yang asing dengan daerah tersebut. Mereka yang datang dari sebelah luai tidak dapat menemukan nomor-nomor kecil dan mereka yang masuk langsung ke sebelah dalam, akan pusing mencari nomor-nomor besar. Rumahrumah di sana lapi, apik, dengan balkon-balkon yang artistik serta kelihatannya terhormat. Boleh dikara, modernisasi hampir-hampir tidak ada pada bagian luar. Biasanya, dapur dan kamar tidurlah yang mula-mula mengalami perubahan. Tidak ada yang luar biasa pada nomor 19. Rumah itu mempunyai gord&i yang rapi dan pegangan pintu depan dari kuningan yang mengkilap. Ada sederetan pohon mawar tumbuh di kedua sisi jalan kecil menuju pintu depan. Sheila Webb membuka pintu gerbang, berjalan menuju pintu depan dan membunyikan bel. Tidak ada jawaban, dan setelah menunggu satudua menit, dia melakukan seperti yang telah diperintahkan, dan memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan masuklah dia. Pintu ruangan di sebelah kanan gang terbentang lebar. Dia mengetuknya, menunggu, kemudian memasukinya. Ruangan itu adalah mang duduk biasa yang lumayan menyenangkan, cuma mungkin agak terlalu penuh perabot bagi selcia modern. Satu-satunya keistimewaan ruangan tersebut adalah banyaknya jam di situ—sebuah jam besar berbandul berdetak di pojok ruangan, sebuah jam porselen Dresden terletak di atas perapian, sebuah jam kereta perak di atas meja, sebuah jam kecil berbentuk menarik dan disepuh emas terletak di atas rak dekat perapian, dan di atas meja di samping jendela, sebuah jam bepergian dari kulit yang sudali lusuh, dengan huruf-huruf emas bertuliskan ROSEMARY di atasnya. Sheila Webb melihat jam di atas meja dengan sedikit terkejut. Jarum-jarumnya menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit lebih. Pandangannya beralih ke jam di atas perapian. Jarum-jarumnva menunjukkan waktu yang sama. Sheila terkejut sekali, ketika ada yang mendesing dan mengetuk di atas kepalanya, dan dari sebuah jam kayu berukir, seekor burung kukuk melompat keluar melalui pintunya yang kecil dan mengumumkan dengan keras dan jelas: kukuk, kukuk, kukuk f Suara yang kasar itu seolah-olah mengancam. Si burung kukuk menghilang lagi di balik pintu jam yang terbanting tertutup. Sheila Webb tersenyum kecil dan berjalan mengitari ujung sofa. Tiba-tiba dia berhenti dan tersentak. Tubuh seorang laki-laki tergeletak di lantai. Matanya terbuka separo dan pandangannya kosong. Ada sebentuk noda gelap yang lembap di bagian depan jas abu-abu hitamnya. Tanpa sadar Sheila membungkuk. Dia menyentuh pipi orang itu—dingin—tangannya, sama saja... dia menyentuh noda yang basah tersebut dan menarik tangannya dengan cepat, dengan pandangan ketakutan. Pada saat itu juga dia mendengar bunyi pintu gerbang terbuka, kepalanya menengok cepat ke arah jendela. Dilihatnya seorang wanita berjalan tergesa-gesa. Sheila menelan ludahnya tanpa sadar—kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri, terpaku di situ, tak dapat bergerak, tak dapat berteriak... menatap apa yang ada di depannya. Pintu depan terbuka dan seorang wanita tua bertubuh jangkung masuk sambil membawa sebuah tas belanja. Rambut ikalnya yang putih keabu-abuan ditarik ke belakang dahi. Maunya besar dan berwarna biru indah. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, tanpa melihat Sheila. Sheila mengeluarkan suara yang lemah, tidak lebih dari sebuah deheman. Mata biru tadi langsung menatapnya dan wanita itu berkata dengan tajam, "Siapa itu?" "Saya—dia—" Suara gadis itu terputus ketika wanita tersebut berjalan pelan menuju kepadany; di balik sofa. Dan kemudian dia menjerit. "Jangan—jangan... Anda akan menginjaknya.. Dia sudah mati..."

BAB 1
NARASI COLIN LAMB DENGAN memakai istilah polisi: pada pukul 2.59 siang, tanggal 9 September, saya sedang berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent ke arah barat. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal Wilbraham Crescent, dan saya harus mengakui bahwa jalan tersebut membingungkan. Saya secfang melacak sebuah firasat dengan suatu kemauan van g makin hari makin keras, sehingga firasat itu dapat saya legakan sedikit demi sedikit. Itulah saya. Nomoi yang saya inginkan adalah 61, dan dapatkah saya menemukannya? Ternyata tidak. Saya telah mengikuti nomor-nomor, mulai dari tf sampai dengan 35, dan kelihatannya Wilbraham Crescent hanya berakhir sampai di situ. Sebuah jalan raya bernama Albany Road menghalangi jalan saya. Saya berputar kembali. Pada sisi utara tidak ada rumah-rumah, yang ada hanva sebuah dinding. Di balik dinding terdapat blok-blok flat modern yang menjulang tinggi, dan jalan masuk menuju ke sana pasti lain. Jadi jelas tidak mungkin. Saya memperhatikan nomor-nomor yang saya lalui. 24, 23, 22, 21, Diana Lodge (mungkin nomor 20, seekor kucing oranye sedang duduk di atas tiang pintu gerbang sambil menjilati mukanya) 19Ptntu rumah nomor 19 terbuka, dan seorang gadis berlari keluar sepanjang sebuah jalan kecil dengan kecepatan seperti sebuah peluru kendali. Kemiripan dengan peluru kendali tersebut diperkuat dengan sebuah jeritan yang mengiringi larinya. Jeritan itu melengking nyaring serta betul-betul tidak seperti jeritan manusia. Gadis itu berlari melalui pintu "gerbang dan menabrak saya dengan kekuatan yang hampir membuat saya jatuh ke trotoar. Dia tidak hanya menabrak saya saja. Dia mencengkeram iengan saya kuat-kuat dengan penuh keputusasaan. "Tenang," kata saya, ketika sudah berhasil memulihkan keseimbangan saya. Saya mengguncangnya sedikit. "Tenanglah." Gadis itu menjadi tenang. Dia masih mencengkeram saya, tetapi sudah tidak menjerit-jerit lagi. Dia megap-megap, sambil terisak-isak.

" "Oh. "Anda tinggal di sini? Apakah ini rumah Anda?" "Ya." Tetapi dia jadi gemetar hebat. "Lebih baik Anda membawa saya masuk dan menunjukkannya pada saya." "Di mana wanita muda itu?" "Saya meninggalkannya di pintu gerbang. Siapa dia?" "Saya tidak tahu. Tetapi dia segera menjawab. Saya bertanya siapa dia. pasti sudah melapor. "Siapa itu?" Saya segera sadar bahwa wanita itu buta. Sava akan menelepon polisi... Saya ingat saya telah melewatinya." "Siapa yang akan menginjaknya? Mengapa?" "Saya kira. Yang saya lihat pertama kali adalah seorang wanita tua dengan rambut putih." Dia bangkit dan berjalan ke arah saya. wanita itu buta. Saya takkan lama. yang ternyata adalah ruang makan. "Bagaimana kejadiannya?" tanya saya. Saya baru pulang dari berbelanja—" Saya melihat sebuah tas belanja yang dicampakkan di atas kursi di dekat pintu. sava tidak mau masuk ke sana lagi. Saya menarik napas dan mempertimbangkan situasi tersebut." Dia kelihatan ragu-ragu sedikit tentang hal itu. sedang duduk di atas kursi. "Siapakah sebetulnya Anda ini?" "Nama saya Colin Lamb. "Anda di sini saja. "Dan sekarang saya juga kena. "Dan saya. "sampai saya kembali. saya tahu. ya. bila Anda merasa mual." "Dapatkah Anda mengatakan pada saya apa yang telah terjadi?" "Tentu. tetapi saya tidak mau berbicara lagi. raguragu sebentar. dia berlari keluar melewati saya sambil menjerit." Saya melihat ke sekeliling ruangan tersebut. Sava melihatnya—tangannya yang terentang—matanya I ■ yang dingin—noda darah yang beku." "Kita harus memanggil polisi. "Ya?" "Ada seorang laki-laki di lantai. Dan siapa pun dia. Seseorang yang buta dapat mengetahuinya dengan mudah. "Tidak. Saya bertanya kepadanya apa yang terjad Menyadari bahwa suara saya betul-betul *a\a mengeraskannya." Saya memperhatikannya dengan lebih baik." katanya tegas. sekitar 50 meter dari sini.. "Saya langsung masuk kemari. Dia bertanya menyelidiki. siapa pun dia. Sava menepuk pundaknya untuk meyakinkannya dan berjalan cepat menuju jalan kecil tadi." kata saya. Saya segera sadar bahwa ada orang di ruangan ini." saya berkata ragu-ragu. "Dan apa yang Anda lakukan kemudian?" "Saya meraba-raba dengan hati-hati sampai kaki saya menyentuh sesuatu. Dia mengalami shock. Saya berjalan menuju suara tersebut—dan siapa pun orang itu." "Mungkin Anda benar. Bawalah dia ke ruang makan." Sava merasa tidak masuk akal ketika-mengucap-i kan kata-kata itu. Saya berbicara dengan jelas dan terus terang. Pasti akan ada orang datang kemari. tepat sebelum tikungan.Saya tidak bisa mengatakan bahwa sava dapat menangani situasi tersebut dengan cemerlang. tidak." "Ya." Sava—saya pikir."Ada apa?" Gadis itu menarik napas dalam-dalam "Di sana!" dia menunjuk ke arah di belakangnya. Memang itulah yang sepantasnya dilakukan. Tampaknya tidak ada tempat yang cocok untuk seorang gadis yang hampir pingsan. menyeberangi gang." Dia menunduk dan melepaskan salah satu tangannya yang mencengkeram saya. Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. memandang pintu di sisi kiri gang.. dan menyandarkannya pada pagar besi. Di mana pesawat telepon yang terdekat?" "Ada sebuah telepon umum di jalan. saya terkena darahnya.. Saya menyentuh sesuatu—sebuah tangan laki-laki yang dingin—dan tidak ada denyut nadinya. "Tentu saja tidak masuk ke luangan ini." Saya melihat ke sekeliling. saya sifdali baik sekarang. dan hal itu tidaklah gampang. Saya menurunkannya perlahan-lahan ke trotoar.. Saya bergerak mengitari sudut sofa. mendudukkannya. dan masuk ke dalam ruang duduk. Saya pikir lebih baik saya tidak meninggalkan rumah ini. Saya melihat pada noda di kerah jaket saya. Dia menoleh dengan cepat pada saat saya masuk dan berkata. "Saya tidak tahu apakah dia mau.." "Terus?" "Saya berlutut. "Di balik sofa. Dia tidak menjerit ataupun lari tunggang-langgang karena panik. "Seorang wanita muda menghambur keluar ke jalan dan berkata bahwa di sini ada orang mati.. Cerita mereka cocok. Saya kebetulan lewat. apakah "Bisakah Anda tetap tinggal di sini ?" atau "Apakah Anda akan baik-baik saja?" Dia membantuku mengambil keputusan-"Anda lebih baik membawa gadis itu ma^uk ke dalam." Saya mengangguk. di seberang gang.. Saya masuk melalui pintu depan. Anda akan baik-baik saja." katanya. tetapi tak ada jawaban—hanya suara napas seseorang yang terengah-engah. "Di manakah pesawat teleponnya?" "Saya tidak memiliki pesawat telepon. "Saya tidak tahu. tiba-tiba dia menjerit keras—tentang suatu hal yang menyangkut orang mati dan bahwa saya akan menginjaknya. Bisakah Anda—" saya ragu-ratu. Matanya yang memandang lurus ke arah saya terpusat ke titik di belakang kuping kiri sava." "Tapi—tentunya. Membungkuklah dan letakkan kepaia di antara kedua lutut. Malahan dia duduk dengan tenang dan menunggu." kata saya sambil menunjukkannya pada gadis itu. ya. "Tapi—dapatkah Anda menangani—" . Katakan padanya saya akan membuat teh. mati. Wanita itu akan menginjaknya." Saya kagum pada ketenangan wanita itu. Dan ada darah pada orang itu. saya bangkit dan menuju kema^ ri untuk duduk menunggu. Kelihatannya mustahil ada orang mati di ruangan yang begktf rapi dengan wanita yang tenang tersebut duduk di kursinya sambil melipat tangannya." kata saya. Wanita muda itu.

Kejadian itu merupakan." kau inspektur itu setelah memperhatikannya sepintas lalu. dan ber^e^as pergi Vagi untuk menelepon. dan ahli-ahli penyidik. dan seorang gadis jangkung berambut coklat keriting dengan mata yang besar. aku kebetulan sedang lewat. "Sheila Webb-lah yang sebenarnya menemukan mayat itu." katanya "Saya kira. saya Colin Lamb." Dia membuka pintu sambungan antara ruang makan dan dapur dan menyilakan gadis itu masuk. "Colin? Aku sebetulnya tidak berharap untuk kauhubungi sementara ini. kan?" "Ya. Saya mendudukkannya dengan nyaman di depan meja makan." Dia tahu tentang Miss Pebmarsh sedikit-sedikit. Tetapi siapakah nama Anda?" "Millicent Pebmarsh—Miss" Saya keluar dari rumah itu. Kalau saya ini Anda. tentu saja. Kau di mana sekarang?" "Crowdean. Menjadi buta tidaklah berarti menjadi tidak berdaya." Saya menolongnya berdiri dan berkata riang. meskipun mereka belum pernah bertemu secara profesional. Anda siapa?" "Katakan pada beliau. si pemilik rumah. saya telah memasak makanan untuk diri sendiri di dapur sejak saya mulai tinggal di lumah ini —empat belas tahun yang lalu. sekolah untuk anak-anak cacat. Saya berniat untuk mendapat keterangan tentang apa yang telah terjadi dari Anda sekalian. dengan air muka acuh tak acuh dan alis yang mengesankan alis seorang dewa. saya temani Anda masuk. Colin Lamb. "Saya—saya pikir saya agak baikan sekarang. Tunggulah aku di sana. Dia yang paling akhir melihat mayat tersebut. "Kursi itu kelihatannya nyaman. 19. Saya akan menelepon polisi sekarang. Miss Pebmarsh sedang membuat teh untuk Anda. Kelihatannya betul-betul mustahil ada orang dibunuh di rumahnya yang rapi dan sederhana—tetapi hal-hal yang mustahil biasanya lebih sering terjadi daripada yang diduga orang. Ada seorang laki-laki tergeletak di lantai rumah nomor 19. kan?" Dick bertanya dengan penuh kecurigaan. "Lumayan cantik. Mereka bergerak secara efisien. Dia melihat-lihat apakah perintahnya telah dilaksanakan semuanya dengan baik. sambil menarik sebuah kursi Windsor. berbicara sebentar dengan dokter bedah kepolisian dan kemudian pergi ke ruang makan di mana tiga orang sedang duduk menghadapi tiga cangkir teh kosong." saya mengeraskan suara untuk menutupi protesnya." "Dapatkah saya berbicara dengan Detektif Inspektur Hardcastle?" Suara itu menjawab dengan hati-han. karena di sana tenang. "Pos Polisi Crowdean. seorang laki-laki berbadan tinggi. masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri. model baru. Akhirnya datanglah Detektif Inspektur Hard-castle." Saya menunggu. "Bagus." "Tunggu sebentar. "Ini kejadian yang buruk. Wanita buta itu adalah Miss Millicent Pebmarsh. ketakutan. Saya mengerti bahwa Miss—" dia melihat cepat pada buku notes yang diberikan oleh salah seorang bawahannya." Saya merangkul bahunya dan mendesaknya maju. "Masuklah ke ruang makan —di sebelah kiri Anda kalau masuk. Secangkir teh akan baik untuk Anda sambil menunggu kedatangan poin si. Dia bilang ada seorang laki-laki di lantai dan bahwa seorang wanita yang buta akan menginjaknya. Dia memperkenalkan diri pada Miss Pebmarsh." "Kau tidak mempermainkan aku. saya lebih suka menunggu di dalam rumah.Sekejap muncul sebuah senyum tipis di wajahnya. orang-orang Hukum menguasai keadaan. "Anak muda. Dia sedang menulis dengan diam-diam di atas meja kecil berlapis formika. Kau?" "Bukan." Komentar Dick hanyalah bahwa semuanya kok kelihatan enak. Kupikir dia telah ditikam Dia sudah mati sejak kira-kira setengah jam ^ang lalu. mati." "Maafkan kebodohan saya. Gadis itu mendongak menatap saya dan bergegas bangkit. "Betul. Jika Anda mengizinkan saya menggunakan dapur Anda. Tepatnya di Wilbraham Crescent. Tetapi dia pernah melihatnya beberapa kali. yang sekarang mengajar Braille di Institut Aaronberg." kata Hard-casde. Tetapi kenyataannya memang demikian. Miss Pebmarsh." "Jadi dia itu Miss Pebmarsh? Dan dia buta. "Detektif Inspektur Hardcastle. aku akan mengirim mobil ke «ana. Kebutaan-nya menyebabkan dia tidak mengetahui kalau orang mati itu ada di sana. "Memang kedengarannya fantastik. Kemudian terdengarlah suara Dick Hardcastle. Di sana ada seorang dokter bedah kepolisian. Apa yang kaulakukan dengan gadis itu?" "Miss Pebmarsh membuatkan secangkir teh untuknya." "Siapa yang menemukannya. Anda pasti menderita shock berat karenanya. ya. dan tahu bahwa wanita itu adalah bekas guru." "Dan dia menginjak orang mati itu?" "Bukan seperti dalafn bayanganmu. Nyaris saja aku jatuh. BAB 2 Di WILBRAHAM CRESCENT NO." "Baiklah. "Saya tidak tahu apakah beliau ada di sini atau tidak. ya. Ayolah. dong!" "Di sana—ada orang mati. shock juga baginya. seorang fotografer kepolisian. Miss Pebmarsh. Seorang detektif muda berpakaian sipil sudah ada di sana. Tiba-tiba seorang gadis melesat keluar dari rumah itu seperti seekor kelelawar terbang dari neraka dan menabrakku. Sebuah suara yang tak bersemangat berkata. . tetapi dia berakal sehat. Miss Pebmarsh. saya akan membawa Miss Webb ke sana. bukan?" Saya mengangguk cepat.

"Belum pernah? Anda yakin?" "Oh. "Semuanya sudah berlalu sekarang. 14—di belakang pompa bensin." "Tentu saja—tidak ada.''1 Nadanya menekankan pada keranjang belanja tersebut.. mengerikan. Oh." "Dan berapa lama Anda sudah beke> ja di sana?" "Sekitar setahun. Dia masuk sambil membawa sebuah keranjang belanja." kata inspektur itu menyetujui. Nah." "Bukan begitu. sepertinya hal itu tidak pada tempatnya dan kurang relevan. kita sudahi saja hal itu. ya. saya keluar dari ruang itu melalui pintu depan—" "Seperti seekor kelelawar terbang dari neraka." "Oh." "Apa yang tidak Anda perhatikan." sambil berpikir." "Begitu." tetapi dia menahan diri. kapan peitama kali Anda melihat mayat itu?" ( "Ketika saya mengitari belakang sofa. tidak." Sheila mulai gemetar. . Lupakan saja darah itu. nama Anda Sheila Webb-dan alamat Anda?" "Palmerston Road No. Anda telah menceritakan semuanya dengan baik. Saya tidak memperhatikannya waktu itu. betul-betul yakin. Saya seorang pengetik steno—saya bekerja di Biro Sekretaris milik Miss Martindale. Saya tinggal dengan bibi saya. Apa yang terjadi kemudian ?" "Saya tidak tahu. "Begitu. dan akhirnya.. nah. Miss Pebmarsh mengatakan hal itu pada Miss Martindale—bahwa saya harus masuk ke dalam dan menunggu di ruang duduk di sebelah kanan gang. tetapi tidak bisa. ya." "Tapi saya kira Anda belum pernah bercakap-cakap dengannya. Mayat itu mengerikan. dia pulang." Inspektur Hardcastle bangkit dan mengulurkan tangannya.. Dan Anda bekerja. kemudian Anda menekan bel. mungkin beberapa menit lebih awal." "Ada apa dengan jam-jam itu?" "Jam kukuk menunjukkan pukul tiga. Kemudian apa yang Anda lakukan?" "Apa yang saya lakukan}" "Ya. Sesudah itu. Dan mayat itu—dia ada di sana. Sungguh aneh!" "Tentu saja sangat aneh. erftah bagaimana. Sungguh mengerikan—kental dan lengket.. bukan? Maksud say a—sekarang ini adalah jadwal Anda—atau bagaimanapun susunan jadwalnya. Anda tidak menyentuhnya sama sekali?" "Ya—ya saya menyentuhnya. belum pernah. bukan?" "Betul. dan sebaliknya berkata. y 'Tidak ada yang perlu dimaafkan. Miss Pebmarsh khusus memin ta saya. Maksud saya." kata inspektur itu. Lawton. satu hal lagi.. "Tidak ada yang perlu dicemaskan.. Saya merasa tercekik di sini" Dia menunjuk tenggorokannya. maksud Anda?" "Ya." "Dan nama beliau?" "Mrs. Saya tidak bisa berhenti menjerit." "Mengerikan. Oh. Sebab dia menvuruh begitu. Sebab Anda sudah pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Belum pernah. saya setuju.." "Miss Pebmarsh. mengapa Anda masuk ke luang itu?" "Mengapa?" tanya Sheila bingung. teringat pada keterangan Colin." “Anda betul-betul yakin? Anda tahu. bukan?" "Ya. dan berkata dengan agak tiba-tiba. sebab jam kukuk—" Dia mendadak berhenti. bisa saja dia tidak kelihatan seperti yang biasa Anda lihat." kata Hardcastle dengan nada kebapakan. Anda sampai di sini.. Saya mencobanya. Nah. saya akan mengantar Anda pulang dengan mobil polisi. dengan kata-kata Anda sendiri. Bagaimana dengan keluarga Anda—Anda mempunyai keluarga?" "Orang tua saya sudah meninggal. ya. tetapi jam-jam lainnya lebih cepat sekitar satu jam. ya.. Sayang. Sekarang tolong Anda ceritakan pada saya. Untuk melihat —maksud saya—hanya untuk melihat. tidak ada sama sekali. tentu saja. Matanya membesar." jawab Sheila cepat. Apakah Anda mengenal orang itu? Apakah dia seseorang yang pernah Anda lihat sebelumnya?" "Oh.. itu.... Saya menjerit." "Siapa yang menyuruh?" "Miss Pebmarsh.." Sheila Webb berbicara dengan lebih percaya diri." Hardcastle berkata.. "Saya tidak akan menelanmu. Berpikirlah dengan cermat. ketakutan. "Aneh. begitu. "Dan terus—terus—dia berkata. "Miss Pebmarsh menelepon ke Biro dan meminta seorang stenografer untuk datang kemari pada pukul tiga." "Tepat. Sheila Webb bertanya dengan takut-takut. Aneli sekali. Tetapi jika tidak ada jawaban. Karenanya. dia bukannya jenis orang yang mudah untuk dilupakan." "Baiklah kalau begitu.Sheila Webb duduk dengan cemas dan menatapnya dengan matanya yang besar dan ketakutan. Saya ingin Anda tetap menunggu di sini kira-kira sepuluh menit lagi. Apakah Anda betul-betul yakin bahwa dia belum pernah Anda lihat sebelum ini?" "Sangat yakin. 'Siapa itu?* dan dia berjalan mengitari belakang sofa dan saya pikir—saya pikir dia akan—akan menginjak?^. "Dan apa yang Anda katakan?" "Rasanya saya tidak mengatakan apa-apa. Kami hanya ingin gambaran yang jelas. bagaimana Anda bisa berada di Wilbraham Crescent No.. Itulah anehnya." "Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish — itu nama lengkapnya. begitu saya kembali dari makan siang.. ya." "Itu hal yang rutin. "Sekarang. "Apakah — apakah hanya itu saja?" "Saya kira demikian. Miss Martindale menvuruh saya kemari. saya kira." “Memang." Sheila Webb menatapnya dengan pandangan putus asa." "Ya. mengapa Anda masuk ke dalam?" "Oh. Sepuluh bulan tepatnya. Saya tidak melakukan apa-apa. "Maafkan saya. Lanjutkan cerita Anda. Hanya waktu itu saya tidak tahu kalau dia itu Miss Pebmarsh. 19 hari ini?" "Ceritanya begini.. Hardcastle hampir saja berkata. "Ya. Miss Webb?" "Tentu saja—jam-jam itu. Kejadian itu tidak perlu dipikirkan lagi. Tetapi dia—begitu dingin—dan—dan tangan saya terkena darah.. Kapan Anda sampai di sini?" "Kira-kira sebelum jam tiga. mungkin ada hal-hal yang mgin saya tan akan pada Anda nanti." "Miss Pebmarsh khusus meminta And^t?" Alis Hardcastle naik ke atas.. Inspektur itu mengangguk. "Nah. "Begitu ya.

Apakah Anda merasa mengenalnya?" Milliccnt Pebmarsh mempertimbangkan pei tanyaan itu dengan hati-hati sebelum menjawab." Anda sudah cukup lama tinggal di sini. sekolah untuk anak-anak buta dan cacat. Mungkin dia seseorang yang saya kenal pada pertemuan tertentu. "Dia seorang ahli biologi laut. umur sekitar enam puluh tahun. Sekarang saya bekerja di Institut Aaronberg. Miss Pebmarsh—(jeli bukanlah kata yang tepat untuk itu. Gizinya baik. Tetapi tidak ada kata lain yang cocok)—Colin Lamb adalah teman saya. Miss Webb. "Saya memang sering tidak menguncinva pada siang liari. tentu saja." "Terima kasih." kata inspektur itu. "Anda membiarkan pintu depan tidak terkunci. menarik kursi itu. Colin. "Cobalah untuk beristirahat dengan enak malam ini.45." "Dengan senang hati." Hardcastle menambahkan. Apakah Anda sedang menantikan seorang tamu?" "Tidak. Ketika saya diberi tahu bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolong indria penglihatan saya dan bahwa saya akan segera buta. dia menelepon kami dan saya suruh dia untuk tetap tinggal di sini dan menunggu kami. Sesudah masuk ke dajam dan memeriksa sendiri apa yang telali terjadi. meskipun kami tidak pernah ketemu lagi sejak beberapa waktu yang lalu. Saya hendak pergi berbelanja. Tinggi kira-kira seratus tujuh puluh lima. Tadi Anda telah menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta jasa seorang stenografer dan—" Millicent Pebmarsh menyelanya. atau seorang dengan profesi sejenis itu. "Ya. tangannya terpelihara." "Lebih cepat? Anda maksud jam besar di pojok ruang?" "Bukan cuma itu-semua jam yang ada di ruang duduk begitu juga. Di manakah Anda pada saat itu?" Miss Pebmarsh berpikir-pikir." kata Miss Pebmarsh datar." "Anda tidak meminta Miss Sheila Webb secara khusus?" "Saya belum pernah mendengar namanya. "Miss Pebmarsh." "Apakah Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan hendak mengunjungi Anda akhir-akhir ini?" "Tidak pernah. Saya pergi ke kantor pos yang ada di Albany Road. Tetapi siapakah dia? Mengapa dia datang kernsri?" Hardcastle menatapnya dengan sedikit terkejut. bahwa saya tidak membutuhkan seorang stenografer dan tidak—saya ulangi tidak—menelepon tempat yang bernama Cavendish tersebut dengan permintaan seperti itu. kemudian berbelanja." "Seseorang bisa saja masuk ke dalam." "Kelihatannya seseorang sudah melakukannya dalam kasus ini. ya dan saya membeli beberapa ritsluiting dan peniti di toko kain Field and Wren." katanya. "Pada jam 1. "Siapakah anak muda itu?" "Namaiwa Colin Lamb. Anda memerlukannya setelah mengalami kejadian tadi. Bisa jadi seorang pegawai bank. dan duduk di atasnva.30 saya mestinya sudah berangkat atau sedang bersiap-siap untuk berangkat dari rumah. memaketkan sebuah bungkusan." kata Inspektur Hardcasde." "Anda sangat jeli." "Itu yang dia katakan pada saya. meraba sebuah kursi dengan jari-jarinya. Miss Pebmarsh. seorang akuntan. Tetapi tentu saja itu hanya sebuah gambaran yang sangat umum. Hardcastle menutup pintu." Sheila tersenyum kecil padanya seraya berjalan masuk ke dalam mang makan. wajah kurus dengan rahang yang kuat. "Saya rasa tidak."Terima kasih banyak. "Tolong jaga Miss Webb." katanva. laki-laki itu menurut bukti-bukti medis meninggal antara jam 1. "Maafkan saya." "Dan bagaimana dengan jam-jam Anda vang lain?" "Maaf?" "Jam-jam Anda yang lain kelihatannya lebih cepat satu jam. "Dia kebetulan sedang lewat di jalan ketika Miss Webb menghambur keluar dari rumah ini sambit menjerit ada pembunuhan. tetapi pasti bukan seseorang yang saya kenal baik. bisakah Anda masuk kemari?" Hardcastle mengulurkan sebelah tangannya untuk menuntun Miss Pebmarsh. Saya dapat mengatakan pada Anda waktunya dengan tepat." "Oh. saya akan senang jika Anda bersedia menceritakan segala sesuatunya tentang kejadian yang agak mengejutkan tadi. begitu. Saya dapat mendengarnya dari jalan. sekarang tentang kejadian siang ini. tapi tidak gemuk. Tetapi hanya sedikit saja yang dapat saya ceritakan. Saya—dulu—adalah seorang guru sekolah. Jasnya abu-abu tua. rambut hitam mulai memutih. bercukur bersih." "Anda tidak menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta—" tatap Hardcasde. Kemudian saya pulang. matacoklat. "Sekarang. Inspektur Hardcasde. Sebelum dia dapat berbicara. Saya tidak menelepon siapa pun.” . Tidak ada jam-jam lain di ruang duduk. Tetapi saya hanya dapat meyakinkan Anda." "Ada telepon umum di ujung jalan ini. Miss Pebmarsh." "Baiklah. Millicent Pebmarsh berkata dengan tiba-tiba. bukan?" "Sejak tahun 1950. saya berusaha untuk menjadi seorang spesialis huruf Braille dan bermacam-macam teknik lainnya untuk menolong orang-orang buta. Jam kukuk saya berbunyi tiga kali ketika saya memasuki pintu gerbang. Nah. membeli beberapa perangko." "Nah.30 dan 2. tetapi dia berjalan dengan mantap melewati sang inspektur. "Saya tidak memiliki pesawat telepon di rumah." "Saya akan membacakan gambaran orang yang terbunuh itu untuk mengetahui apakah dia orang vang Anda kenal." "Saya tidak mengerti apa maksud Anda dengan jam-jam lain. yang bisa saja cocok dengan banyak orang. terpana." Hardcasde menatapnya. seorang pengacara." "Anda memanggilnya Colin." "Dapatkah Anda menceritakan dengan tepat ke mana Anda pergi?" "Sebentar.

H. sebuah kotak tak bermerek yang berisi tablet-tablet untuk pencernaan dan sebuah kartu nama. Miss Pebmarsh merabanya dengan cepat. dengan pengetahuan yang pasti tentang posisinya dalam ruangan tersebut." "Kata Anda di sini masili ada jam yang lain?" "Ada dua lagi. Di mana letaknya. Curtin." katanya. kata Anda?" "Di bagian kanan." katanya. "Kelihatannya seperti jam bepergian yang biasa." kata Hardcastle. tetapi itu pun dikembalikannya." . Peimukaan seperti itu tidak menimbulkan bekas. "Saya tidak mengerti. Miss Pebmarsh. kemudian menjulurkannya kembali pada Hardcastle. Jika Anda tidak percaya. "tapi bukan kepunyaan saya. "Saya sudah memeriksa semuanya." katanya. Dia berkata tajam." Dia mengulurkan sebelah tangannya. Di lain pihak. "Salah satu dari kita pasti sudah gda. Kalau saya berkata saya ingin meltioat jam-jam itu." Dengan diikuti oleh Miss Pebmarsh. Hardcastle memeriksa barangbarang tersebut. "model yang kulitnya dapat dilipat." Detektif Inspektur Hardcastle terkejut. Saya amat yakin akan hal itu. Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak memiliki jam porselen Dresden. "Bukan. Hardcastle melihat pada si ahli penyidik yang sedang berdiri di pintu. dan—oh ya. Terus terang saya ingin melihat jam-jam itu sendiri. "di sini memang ada sebuah tempat lilin. Ltd. menyeberangi gang dan masuk ke ruang duduk." "Melihat?" Hardcastle dengan cepat menanyakan kata itu." Dengan gerakan kepalanya. dia menunjukkan sebuah timbunan kecil barang-barang di atas meja. kendati mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. jam dengan tulisan 'Rosemary' di atas meia." Hardcastle mengangguk dan memungut sebuah jam kecil untuk bepergian dengan tulisan "Rosemary" di atasnya." kata Miss Pebmarsh. Tidak ada sidik jari pada jam emas itu.BAB 3 HARDCASTLE menatapnya." Hardcastle tidak tahu dengan pasti apa yang harus dikatakannya selanjutnya. London." Sekarang giliran Miss Pebmarsh yang menatapnya. Ada sebuah dompet berisi uang tujuh pound sepuluh shilling. Kemudian dia bangkit berdiri. "Memeriksa adalah kata yang lebih tepat. Itu juga bukan milik saya. Curry. semuanya wanita. artinya saya ingin memeriksa dan meraba 'mereka dengan jari-jari saya sendiri. karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membalas mengamat-amati dirinya. Ada sedikit kerutan bingung di dahi wanita itu. Hardcastle pergi menuju dapur. Pak. dan benda ini tidak ada di ruang ini ketika saya meninggalkan rumah pada jam setengah dua. "Oh. beberapa uang recehan. karena memang tidak mungkin. "benda ini dapat pecah. Dengan hati-hati dia mengangkat jam kecil Dresden dari atas perapian. Mr. Ada suatu keyakinan yang positif. Inspektur. R. Inspektur. menggunakan idiom-idiom yang umum. "Jam im pasti indah bentuknya. di atas perapian. suatu ketegasan pada nada suara Miss Pebmarsh yang mengandung kepastian.2. "Ya. "Miss Pebmarsh. "Itu juga tidak. Saya benar-benar tidak bisa mengerti. "Saya sudah hampir selesai di bagian sini. Metropolis and Provincial Insurance Co. sebuah sapu tangan saku dari sutera. "Hati-hati dengan yang ini. Kemudian dia menggelengkan kepala. "Anda dapat menyentuh segalanya. dan duduk.""Terima kasih. ayolah. Hardcastle membungkuk untuk membacanya. Dia meletakkannya dalam tangan Miss Pebmarsh. sambil meletakkan jam itu dalam tangan Miss Pebmarsh. jam-jam tersebut tidak ada yang diputar dan mereka disetel pada wakni yang sama—jam empat lewat tiga belas menit. w. Dia mengamat-amati wanita di depannya dengan cermat. "Jam-jam yang biasanya ada di ruang ini hanyalah sebuah jam besar berbandul yang ada di p<5jok di samping jendela—" "Betul. Miss Pebmarsh merabanya dengan hati-hati." "Seharusnya di sana ada sepasang tempat lilin dari porselen." "—dan sebuah jam kukuk di dinding di dekat pintu. Anda dapat bertanya pada wanita yang datang kemari untuk membersihkan rumah ini. Seorang ahli penyidik mendongak melihatnya. tidak memiliki—apa kata Anda—jam dengan tulisan 'Rosemary1—juga tidak memiliki jam emas Prancis dan apa itu yang satu lagi?" "Jam kereta dari perak. Pak. Inspektur Hardcastle. tetapi sudah digeser ke bagian ujung." kata Hardcastle tanpa sadar. Denvers Street 7." kata Miss Pebmarsh. "tetapi bahkan orang-orang buta." Hardcasde mengambil jam porselen Dresden tersebut dan memberinya sebuah jam Prancis kecil yang disepuh emas. Dia memikirkan hal-hal tersebut dalam-dalam selama beberapa saat. . Sidik jari juga tidak ada pada jam bepergian dari kulit itu. Namanva Mrs. "Anda sudah memeriksa jam-jam ini?" tanyanya. maupun pada jam perak itu dan inilah yang tidak mungkin jika keadaannya normal—mestinya harus ada sidiksidik jari." katanya." Hardcastle memberinya jam yang terbuat dari perak. Dan sebuah jam kereta dari perak." "Bagaimana dengan yang lain-lain dalam mangan ini?" "Ada tiga atau empat jenis sidik jari yang bet beda di ruang ini. Inspektur itu mengambilnya kembali dari tangan Miss Pebmarsh. bersediakah Anda menemani saya1 masuk ke ruang sebelah?" "Tentu. Isi saku-saku baju ada di atas meja. Ini bukan milik saya. Bagaimana dengan jam porselen Dresden yang indah di atas perapian itu? Dan sebuah jam kecil Prancis yang disepuh emas. Seperti juga halnya dengan jam yang porselen." Millicent Pebmarsh meraba jam kecil dari porselen itu dengan jari-jarinya yang peka dan teliti.

Miss Pebmarsh? Tentu saja." kata Miss Pebmarsh." katanva sambil menunjuk mavat itu. Dia datang kemari mungkin untuk menemui Anda dengan alasan tertenm. "Tidak sama sekali. Miss Pebmarsh. Sekarang ting-al fakta-fakta berikut ini dan saya ingin Anda dapat memberi ide atau saran. "Ini adalah urusan yang luar biasa. kemudian menggelengkan kepalanya.30." Si ahli penyidik telah membereskan peralatannya dan keluar dari ruangan itu. Dua orang laki-laki masuk ke ruang itu. "Saya belum pernah mendengar nama itu. dan dagu. jadi kemungkinan mereka itu dimasukkan kemari pada suatu saat tertentu di pagi hari. Saya sudah mempunyai asuransi kebakaran dan pencurian pada Perusahaan Asuransi Jove yang memiliki cabang di sini. karena para pembantu cenderung ceroboh dengan barang-barang hiasan. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bangkit. Pada jam sepuluh." "Begitu." "Sekarang kita beralih dari soal jam ke mayat itu. Curry?" Dia mengamatinya dekatdekat. seperti yang telah saya katakan pada jam setengah dua." kata Hardcastle. Miss Pebmarsh tenang sekali." "Saya mengerti. R. telinga. Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. "Apakah Anda kebetulan sedang mengharapkan kedatangan seseorang dari sebuah perusahaan asuransi?" "Perusahaan asuransi? Tentu saja tidak." kata Haidcastle. Saya makan di dapur dan tidak masuk ke ruang ini. ." kata Inspektur Hardcastle. memberinya isyarat untuk berlutut. untuk mengetahui apakah saya memahaminya dengan benar. "Bukan nama yang umum. Jarum-jarum penunjuk keempat jam tersebut disetel pada pukul empat lewat tiga belas menit. Sava tidak begitu paham dengan halhal demikian. wanita vang membersihkan rumah saya." Miss Pebmarsh menggelengkan kepala. "Anda merasa pasti bahwa sampai jam sepuluh pagi ini. jika Anda merasa bahwa hal itu dapat membantu Anda. membuat telur dadar di dapur dan membuat secangkir teh. Miss Pebmarsh ragu-ragu sebentar." 'Terima kasih. Curtin dan ditinggal sendirian di rumah ini. Dia tinggal di Dipper Street No. Saya pulang sekitar jam satu kurang seperempat." dia mengulangi nama itu. Apakah semuanya betul?" '"Betul sekali. "Curry. tidak menunjukkan emosi apa pun. Saya hanya dapat mengatakan. Curry dilakukan dengan cepat dan profesional." "Apakah Anda meninggalkan rumah sama sekali tadi pagi?" "Ya.H. saya pikir saya tidak pernah mendengar atau mengenal seseorang dengan nama itu. hanya ada dua buah jam saja dalam ruangan ini. bila salah." kata Hardcastle. Nah. Curtin. "tetapi saya yakin dia bukan seseorang yang pernah saya lihat atau kenal. apakah itu mempunyai arti bagi Anda?" "Empat lewat tiga belas menit. "Saya akan mengulangi hal-hal yang penting dengan Anda. seperti biasanya saya pergi ke Aaronberg Institute. Semua barang ada di tempatnya. saya tidak bisa bersumpah atas pernyataan seperti itu. Pengangkatan jenazah Mr." "Terima kasih. Mata saya yang buta menyebabkan saya tidak bisa memperhatikan ada atau tidaknya suatu barang yang biasanya tidak ada dalam ruangan ini. Saya tidak berkeluarga dan tidak mempunyai sanak saudara." "Untuk itu Anda harus bertanya pada Mrs." "Anda tidak membutuhkan jasa seorang pengetik steno ataupun stenografer. "Apakah Anda bersedia. ketimbang kalau Anda hanya mendengar gambarannya saja. terus pergi lagi. Dia duduk dekat Miss Pebmarsh. "Apakah Anda menginginkan saya untuk —untuk menyentuh—" Hardcastle segera mengerti maksudnya. di sini tidak ada jam-jam sebanyak itu. tetapi jari-jari Anda mungkin dapat mengatakan pada Anda dengan lebih teliti bagaimana wajah orang itu." katanya. kecuali jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda sedang menanti kedatangan seorang tamu. 17. Tidak ada reaksi apa pun di wajah Miss Pebmarsh. bukan? Tidak. "Anda tidak sedang memikirkan untuk mengambil jenis asuransi apa pun?" "Tidak. terakhir kali saya yakin akan isi ruangan ini adalah ketika saya membersihkan debu di sini tadi pagi." katanya." Miss Pebmarsh mengecek dirinya sebelum menjawab. Pada suatu saat tettentu di pagi ini. Kelihatannya tidak mungkin dia dipersilakan masuk oleh Mrs. tetapi itu dapat kita ketahui darinya nanti. "Jika sava harus betul-betul cermat." "Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial. mulut. Hardcastle pergi ke gerbang depan dan kemudian kembali ke ruang duduk. "Bagaimana kalau Anda duduk di sini saja. sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengasuransikan hidup saya. jika hal itu tidak memberatkan Anda. Koreksilah saya." "Ketika Anda meninggalkan rumah ini sekitar pukul 13. dan Anda tidak menelepon Biro Cavendish auu tidak meminu seorang pun untuk datang kemai i pada pukul tiga.Hardcastle kembali ke sofa di mana Miss Pebmarsh duduk. Dia menjenguk-kan kepalanya ke dalam lagi. "Boleh diambil?" "Boleh." katanya. Apakah itu nama laki-laki yang terbunuh itu?" "Kelihatannya begitu. jam kukuk dan jam besar itu. Miss Pebmarsh?" Dia mendudukkan Miss Pebmarsh di kursi. Anda tidak mengharapkan tamu hari ini. "Saya tahu hal tersebut tidaklah menyenangkan untuk dilakukan." kata Hardcastle. tetapi saya bersedia melakukannya." kau Hardcastle. "Mereka sudah datang untuk membawanya. Saya mengajar di sana sampai jam dua belas-lima belas. dan Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan bahwa seorang wakil dari perusahaan asuransi akan mengunjungi Anda hari fni. Anda tidak meminu keterangan tentang asuransi apa pun. Kemudian dia berkata. Tidak ada jam-jam lainnya. Jari-jarinya meraba rambut. garis hidung. empat buah jam dibawa kemari. Dia datang kemari sekitar jam sepuluh dan biasanya pulang sekitar jam dua belas. berhenti sebentar di bagian belakang kuping kiri. Miss Pebmarsh. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda? Mr. Saya biasa membersihkan ruangan ini sendiri. Saya tidak mempunyai asuransi jiwa." 'Tentu. "Izinkan saya menuntun Anda—" Dia menuntun Miss Pebmarsh mengiuri sofa." "Itu juga betul. "Saya memiliki gambaran yang jelas tentang rupa orang ini. dan dengan lembut menuntun ungannya ke wajah mayat tersebut.

Inspektur—mereka bukan kepunyaan saya—" Hardcastle beralih ke Sheila Webb. mengibaskan ekornya pelan-pelan. Miss Webb." kata Colin." kata Hardcaslte. "Biro Sekretaris Cavendish." kata Hardcasde. Dia melemparkan pandangan menggoda ke arah saya. Dia berbicara pada sopir mobil. "Jam empat lebih." kata Colin.. Hardcastle pergi menemuinya di gang dan kemudian pergi menuju pintu gerbang. menonton dengan perasaan ingin tahu. lebih baik. "Biro Sekretaris dulu. "Jadi Anda pikir dia—siapa namanya Curry—membawa jam-jam itu kemari?" 'Tidak ada tanda-tanda adanya suatu tempat penyimpan di mana-mana. dia beralih ke bawahannya yang muda. Kucing oranye itu masih duduk di tiang pintu Diana Lodge di rumah sebelah. ya dengan waktunya. Inspektur. "Aku akan mengadakan kunjungan-kunjungan. Colin." Dia masuk kembali ke ruang makan.." Seorang polisi muda menjenguk ke dalam.. Tetapi itu pun tidak dapat menjelaskan apa-apa. 4." kata sava. Dia berbicara selama beberapa menit dengan para bawahannya." kata Hardcastle sambil menarik sebuah kursi ke dekat meja dan mulai menulis tanda terima. Saya akan memberi Anda tanda terima untuk itu.. Colin? Mengagumi arsitektur Victoria kita yang beradab? Atau kamu mempunyai maksud tertentu?" "Aku memang punya maksud. kemudian wanita tukang membersihkan itu.." Sheila dan Colin bangkit berdiri. Dia sudah tidak menjilati mukanya. ketika Sheila memasuki mobil. tetapi duduk dengan tegapnya. "Saya akan membawa jam-jam itu. ada usul yang dapat Anda katakan sehubungan dengan jam-jam tersebut." Dia berhenti sebelum menambahkan. Wilbraham Crescent habis di situ. 14. Pintu tidak terkunci." Dia memandang saya dengan penuh rahasia dan mengulangi lagi bahwa gadis itu sangat menarik." "Tetapi gadis itu sudah setengah gila karena ketakutan! Kalau saja kamu mendengar bagaimana dia merijerit. Anda katakan bahwa Anda tidak tahu tentang hal itu. Nomornya sampai —88. Tidak. "Tetapi dia menceritakan sebuah cerita yang sangat hebat. Mobil polisi yang akan mengantar Anda." . Empat lewat tiga belas menit?" Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. "sebab waktunya singkat. aku begitu konyol—tadi. ya?" "Ada." "Kuambilkan. Mungkin nomor itu tidak ada." Dia melihat jamnya sekilas. ketika mobil sudah melaju. "Kau dapat mengantar wanita muda itu pulang sekarang. dan memandang kerumunan orang tersebut dengan pandangan yang merendahkan ras manusia yang merupakan hak istimewa bangsa kucing dan unta. Sekarang Miss Pebmarsh. Aku tidak apa-apa sekarang—mereka sudah membawawyd pergi/' Dia berlari masuk dan bergabung kembali dengan Colin beberapa menit kemudian. "Dia tidak mungkin membawa keempat jam tersebut dalam sakunya. atau kalau tidak dengan jam-jam itu. sampai Esplanade di sebelah kanan." "Tidak—aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Miss Pebmarsh. "Dan bagaimana ceritanya sampai kamu berjalan-jalan di Wilbraham Crescent. Jika dia datang kemari karena suatu perjanjian.13. ^Colin dan Sheila pergi keluar dan berjalan menyusuri jalan kecil." katanya. 'Tapi coba lihat. bukan?" "Lumavan. Ada sekerumunan kecil orang sekarang.baik bersifat bisnis ataupun pribadi." Dia memberi beberapa petufTjuk lain dan kemudian beralih ke temannya. "Gadis yang agak menarik. "alamatnya Palmerston Road No. Mau ikut?" "Boleh. "Tolong bantu dia masuk ke dalam mobil." "Kau tidak berpikir bahwa dia—" Hardcastle menyela. Dick. Hardcastle bergabung dengan mereka. "Anda dapat pulang sekarang. Tiba-tiba Sheila berhenti. Mungkin dia agen asuransi—tetapi Anda juga tidak dapat membantu kami dalam hal ini. BAB 4 NARASI COLIN "KITA mau ke mana?" Saya bertanya pada Dick Hardcastle. "Sarung tanganku. "Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri bahwa itu adalah pekerjaan orang gila atau seseorang yang salah masuk rumah. kurasa. "Saya mau semua jam di ruang duduk itu diangkut dengan hati-hati—semua kecuali jam kukuk di dinding dan jam besar itu." "Tiap orang akan berbuat begitu. ingatlah baik-baik." Mobil melaju. Pak. Apakah ada yang terlintas dalam pikiran Anda. saya tidak dapat membantu Anda.— aku meletakkannya. "Maafkan. Dan. "Aku selalu tertarik pada orang-orang yang menemukan mayat. Lebih cepat ceritanya diselidiki. Melalui pintu dapur yang terbuka dia dapat mendengar suara Miss Pebmarsh yang sedang sibuk di tempat cucian. sehingga dia bisa saja masuk ke dalam dan duduk menunggu Anda—mengapa?" "Gila!" kata Miss Pebmarsh tidak sabar. Antara jam satu-tiga puluh dan dua-empat lima dia telah ditikam dan terbunuh. Di Palace Street. Aku mau mencari nomor 61—dan tidak menemukannya." "Itu baik sekali." "Ya. ketika aku sampai di nomor 28. Hardcastle berdiri di ambang pintu..

tidak memperhatikan ada orang asing yang masuk. Dalam semua kemungkinan." "Oh." "Pada dasarnya. Mereka menyelidikinya dan ternyata semuanya oke. Bagaimanapun juga. Pesta Perkawinan. seperti banyak dilakukan atas rumah-rumah zaman Victoria di daerah tersebut. Dia memandang kami satu per saru. Di sebelah kiri kantor Biro Sekretaris Cavendish berderet kantor-kantor pedagang batu bara yang sudah lama berdiri dan sudah kuno. Mereka ingin tahu kalau-kalau orang itu melakukan penipuan atau kecurangan dan kemudian minggat—jadi mereka melakukan penyelidikan. "Detektif Inspektur Hardcastle? Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda." "Dia itu kontraktor yang sangat buruk. Dua dari mereka terus mengetik. Hardcastle. Miss Martindale mendongak menatap kami dari tempat duduknya di belakang sebuah meja tulis yang besar. dan berkata "Mr. Foto Anak-anak. berhenti dan memandang kami dengan pandang menyelidik. Di sebelah kanannya. Kita ingin tahu semuanya tentang Mr. Ruang itu lumayan besar ukurannya. Kalau kamu membelok ke kanan menuju Albany Road dan kemudian belok ke kanan lagi. Ya.. menepi ke samping untuk memberi jalan masuk bagi kami. dan mengusirnya ketika wanita itu tetap melakukannya. "Dua orang tua ingin bertemu dengan Anda. "aku tidak tertarik pada orang yang kaya mendadak." "Bland mendapat uang banyak sekitar setahun yang lalu—atau lebih tepat istrinya. Aku sama sekali tidak membayangkan seorang kontraktor. Mrs. berjejer lumah-rumah kuno yang model aslinya telah dirobohkan dan diganti dengan sebuah gedung bertingkat tiga yang cemerlang dan memproklamasikan dirinya sebagai Orient Cafe and Restaurant." katanya. Hardcastle dan saya berjalan menaiki keempat anak tangga yang ada. "Boleh saya uh u nama-nama Anda?" "Hardcastle. kerftalu-maluan dan gadis-gadis yang tersenyum. kurasa. Setelah mengatur permennya pada bagian yang nyaman di mulutnya. itu—ya. Palace Street. "Mr. Kau mulai dari satu sisi. Itu bukan sesuatu yang kucari. dan tiba-tiba tempatnya sudah berubah menjadi sebuah Place atau Garden. Curry. Kebun belakangnya saling membelakangi satu sama lain. masuk melalui pintu depan yang terbuka dan mematuhi papan di pintu sebelah kanan yang bertuliskan "Silakan masuk." "Sangat mengecewakan. Dia kelihatannya sedang mengulum permen. Ini mungkin untuk menarik hati ibu-ibu." "Kau kelihatannya tahu banvak tentang Mr. Gedung itu sudah dirombak. sekali kita tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dikerjakannya) kita akan mempunyai ide yang baik tentang stapa yang menginginkan kematiannya." kami pun masuk. sampai kau tinggal di dalamnya. Seniman Fotografer. langsung menghadap ke pintu. berjalan menuju pintu berhiaskan sebuah lempengan kuningan yang bertuliskan nama MISS MARTINDALE Dia membuka pintu. Kau tahu siapa yang tinggal di sana?" "61? Sebentar. sebuah romah vang bentuknya mirip mempertunjukkan papan nama Edwin Glen yang termasyhur. maka kamu akan sampai di belahan lain Wilbraham Crescent. menekan sebuah tombol. mulai foto bayi sampai anak-anak berumur enam tahunan. begitu." "Bukan? Kau telah mendapatkannya." dan menutup pintu. sebuah jendela dipenuhi dengan foto-foto anak-anak dari berbagai ukuran dan usia." kata saya. rumah-iumah di sana dibangun beradu punggung. Foto-foto pasangan-pasangan suami-istri juga dipajang. Orang yang kuinginkan hampir menyerupai karang kejujuran. dia bertanya dengan nada sengau yang lirih. Bland. Kecuali—mungkin dia baru datang kemari — baru mulai?" "Bland dilahirkan di sini. ketika dia selesai menjelaskan bentuk yang aneh itu dengan panjang lebar. sangat kokoh. Sangat licik—tapi selalu berhasil lolos. "Seperti Squares dan Gardens di London. tidak perlu. Alis Miss Martindale terangkat terkejut dan menunjukkan perasaan tidak senang. seorang kontraktor." kata Hardcastle memberi semangat." kata saya. Apakah kita akan makan malam bersama malam ini seperti rencana—atau apakah urusan ini harus didahulukan?" 'Tidak. dan gadis itu mengangkat telepon."Memang selalu membingungkan orang asing. Bland adalah satu-satunya keluarga yang masih hidup. Tepat untuk menyelamatkan Bland dari kebangkrutan. "Kita sudah sampai. Saya menarik diri dengan duduk di sebuah kursi di samping pintu. "Saya kira beliau sedang menelepon sekarang— " Pada saat itu juga terdengar bunyi klik. Miss Martindale. nomor 61 itu ada. "Bisakah saya menolong Anda?" "Miss Martindale?" kara Hardcastle. Onslow Square." kata saya menghindar. Kemudian tahun lalu seorang pamannya meninggal. Miss Martindale. salah dong." Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish terletak di jalan yang merupakan pusat perbelanjaan. 'Dan sudah menyelesaikannya? Atau —belum selesai?" "Ceritanya biasa saja. "Mr. kan?" Saya mengangguk." "Oh." "Tidak ada gunanva membujukku. Membangun rumah-rumah yang kelihatannya lumayan bagus. Hardcastle?" Dick mengeluarkan salah satu kartu-kartu jabatannya dan mengulurkannya kepada wanita itu. yang namanya agak mentereng. Hardcastle. Wanita itu orang Kanada." "Aduh. datang kemari ketika perang dan bertemu dengan Bland. kau tahu pihak Inland Revenue selalu tertarik bila seseorang tiba-tiba menjadi kaya dalam waktu semalam. usianya sekitar limaputuhan dengan rambut merah pucat dan tatapan yang tajam dan awas. Bland. anak laki-laki satu-satunya meninggal dalam kecelakaan udara dan juga ada korban-korban perang lainnya—singkatnya. bukan? Atau Cadogan. dan lain-lain." Dia memandang kami dan berunya. kurasa. Dia pasti orang sini—sudah bertahun-tahun menjalankan bisnisnya. Keluarganya tidak setuju dia menikah dengan Bland. "Kau tidak mencari seorang kontraktor?" "Tidak. "Silakan." kata Dick. Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang efisien. yang tinggal di sana adalah Bland. Di sebelah sananya. "Memakai bahan-bahan yang jelek." kata saya. Inspektur?" ." Dia meletakkan telepon kembali dan bangkit. Jadi dia melimpahkan uangnya pada Mrs. dan berkata. kemudian semuanya retak atau jadi berantakan. Bahkan pengemudi taksi juga sering bingung.. Pria-pria muda yang. dan tiga wanita muda sedang mengetik dengan giat. Untuk menunjang pernyataan itu." Hardcastle melihat ke luar jendela. Yang ketiga yang sedang mengetik di atas meja yang bertelepon. Kadang-kadang bahkan dia terlalu berani. Kau tahu. Dick. Sekarang yang pertama kali harus dilakukan adalah menggerakkan aparat yang ada. lewat sini. Ahli.

"Saya kira Anda mempekerjakan seorang gadis bernama Sheila Webb?" "Betul. Pekerjaannya lumayan memuaskan. saya menulisnya di notes. tolong datang ke rumahnya pada jam tiga. Apakah Anda mengenal Miss Millicent Pebmarsh? "Pebmarsh. saya tahu bahwa Dick akan menceritakannya dengan cara berputar-putar." Dari nada suaranya. yang saya kenal sedikit-sedikit. Saya kira Anda dapat membantu saya. Sava khawatir dia tidak ada sekarang —paling tidak—" Dia menekan interkom dan berbicara dengan seseorang di kantor bagian luar. Dia adalah tipe wanita yang dengan tepat oleh orang Prancis dijuluki femme formidable. Dia berkata bahwa dia adalah Miss Millicent Pebmarsh. memberi saya alamatnya. Miss Martindale. tentu saja. tetapi Anda tidak yakin kalau itu adalah suara Miss Pebmarsh. Dia seorang pengetik yang hati-hati dan teliti." Di sini Miss Martindale menjadi sedikit gelisah. mengapa Anda menanyakan semua pertanyaan tadi? Apakah gadis itu telah melibatkan diri dalam suatu persoalan?" "Tidak tepat begitu. kapan—oh. Mungkin sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Miss Pebmarsh menelepon dan berkata bahwa dia membutuhkan jasa seorang pengetik steno dan apakah sava dapat mengirimkan Miss Webb." "Apakah Anda mengenalnya secara pribadi. kalau ya. suatu usaha yang menarik. "Ya. Sheila pergi ke rumah Miss Pebmarsh siang ini. Miriam menghiasi foto Miriam Hogg. Hardcastle maju terus dengan pertanyaan-pertanyaannya. dilengkapi tulisan kecil-kecil. "Boleh saya bertanya." Miss Martindale menerangkan. tertulis di atasnya dengan tinta hitam yang tebal. Sava kira. Saya tidak mengenalnya. Dia tinggal." "Apakah Anda tahu di mana dta bekerja sebelum dia bekerja untuk Anda?" "Saya kira saya dapat menemukannya untuk Anda. "Saya kira demikian. Ariadne Oliver. Di dinding di atas meja Miss Martindale bergantung koleksi foto-foto beitandatangan. Dia memiliki kece patan rata-rata yang a k dan berpendidikan cukup. dia bekerja pada sebuah perusahaan jasa—mungkin agen perumahan.49. Saya mengenali salah satu sebagai Mrs. apakah dia lagi bebas. "Saya kira mestinya dia sudah kembali sekarang." "Anda. seperti yang saya katakan. saya tidak melihat untungnya berbuat demikian. seoiang penulis wanita yang mempunyai spesialisasi dalam cerita roman. Yang laki-laki hampir semuanya mengisap pipa dan memakai jas wol. Apakah ini suatu lelucon?" "Agak lebih dari itu. "Dia sudah bekerja di sini selama—sebentar. Mungkin dia pergi ke Hotel Curlew di ujung Esplanade ini. Inspektur Hardcastle. Selalu. "Saya pikir dia berkata bahwa Sheila Webb pernah bekerja untuknya sebelum ini. Seks ditunjukkan oleh foto . Tetapi sungguh." "Anda berkata bahwa dia bagus dalam peKerja-annya?" "Lumayan memadai." kata Miss Martindale mengerutkan daninya. ya. seorang penulis cerita detektif." "Bagaimana perjanjiannya dibuat. "Bukan kelas-pertama?" "Bukan." kata Hardcastle. Tepatnya jam 1. foto seorang penulis cerita seram yang meninggal kira-kira enam belas tahun yang lalu. dia pernah bekerja di London dan mempunyai referensi yang baik dari majikan-majikannya di sana. berkata bahwa dia yang menelepon. Ada sesuatu yang sama di antara penghargaan-penghargaan tersebut." "Miss Pebmarsh sendiri vang berbicara dengan Anda?" Miss Martindale kelihatan sedikit terkejut. sebaliknya. sebuah nomor di Wil-braham Crescent. sedang yang perempuan kelihatan sungguh-sungguh dan cenderung tenggelam dalam mantel-mantel bulu. Perjanjiannya adalah pada jam tiga. Ariadne Oliver. "Begitu! Betapa anehnya." "Begitu. "Nah. "Edna." ." "Jam berapa dia menelepon?" Miss Martindale berpikir sejenak." "Tetapi Anda tidak mengenali suaranya? Anda tidak mengenalnya secara pribadi?" "Tidak. Dengan hormat. Miss Martindale. Miss Martindale. dia bertanya tentang Sheila Webb. tetapi saya tidak yakin. Sejauh yang dapat saya ingat." kata Miss Martindale. Dengan hormat. Saya agak ragu-ragu apakah Miss Martindale akan tertarik dengan usaha itu. dengan bibinya. Garry Gregson menghiasi foto lainnya. Miss Pebmarsh sendiri menyangka! telah menelepon seseorang. jika Anda khusus menginginkan informasi tersebut. Kemudian." "Tidak. Referensinya ada di arsip. saya kira bukan. apakah Sheila Webb sudah kembali?" "Belum. Miss Martindale. "Dapatkah Anda menceritakan tentang diri Sheila Webb kepada saya?" "Tidak banyak yang dapat Saya -entakan/' kata Miss Martindale. "Dia pergi bertugas sejak awal siang ini. yang jelas-jelas bukan orang yang murah hati dengan pujian. di mana dia mempunyai janji pada jam lima. "Sudikah Anda menceritakan pada saya apa yang telah terjadi?" kata Miss Martindale dengan sedikit kurang sabar. Inspektur Hardcastle." Miss Martindale menatapnya. Salam manis.seorang laki-laki kecil berkepala botak. 'Telepon itu langsung teituju pada saya. Ketika saya sedang sibuk menggunakan mata saya." "Dia khusus meminta Sheila Webb?" "Ya. di luar hubungan kantor?" 'Tidak. Armand Levine. Saya berpikir bahwa Miss Martindale akan menjadi seorang saksi yang hebat. tentu saja tidak yakin. Sebelum jam dua pokoknya. hampir setahun saya kira."Saya ingin menanyakan sedikit informasi pada Anda. saya kira." Itu adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti. Miss Martindale?" "Melalui telepon." kata Hardcastle. Ah ya. Saya mempelajari tata letak ruangan itu. Saya tidak mengenal wanita itu." Miss Martindale mematikan interkomnya. "Apakah Miss Pebmarsh—atau siapa pun dia—memberi alasan mengapa dia khusus menginginkan Miss Sheila Webb?" Miss Martindale berpikir sejenak. Jadi pasti pada jam makan siang.

Sheila Webb tiba di sana." "Saya lihat Anda berkecimpung dalam bidang literatur. Si penerima tamu. "Ya. "Saya yakin Anda pantas mendapat pujian. sambil mulutnya mengeluarkan suara mirip deruman dan lenguhan yang maksudnya menirukan suara roket yang meluncur ke ruang angkasa menuju Venus." Miss Martindale berhenti. selama beberapa tahun. Curry?" "Saya kira tidak." katanya sopan. "Anda mengetahui dilema saya. "Apakah Anda berkata seorang laki-laki mati tergeletak. Ketika kami sudah di dalam mobil. aku betul-betul tidak tahu—" Pada saat itu barulah dia menyadari kehadiran kami dan Edna buru-buru menvembunvikan sepatu yang menyebalkan itu dengan pandangan khawatir ke arah Miss Martindale yang saya kira bukan jenis wanita yang menyukai tumit-tumit runcing." BAB 5 . "Itu memang sebuah mobil polisi." kata Ernie jujur. terus kami memperluas usaha sampai kewalahan karena banyaknya langganan." kata Miss Martindale." kata Dick. dan harus melepaskan kedua belah sepatuku dan balik kemari dengan dua buah roti kismis." Dia menunggu penuh harap." dia mengeluh." kata Hardcasde."Dan apakah kenyataannya memang demikian?" "Sheila berkata bahwa dia tidak ingat pernah bekerja untuk Miss Pebmarsh. Tutup-tutup sudah dipasang pada mesin-mesin tik. baiklah. "Dan harganya lumayan mahal. Kami lumayan sukses. sebetulnya. Dia sendiri memakai sepatu kulit bertumit rata." katanya tidak menyetujui.H. Pokoknya hal-hal seperti itu. Dia menemukan seorang laki-laki mati di sana. Sekarang saya mempekerjakan delapan gadis. Hardcasde berkata sopan. "Terima kasih. Ketika Miss Webb tiba di Wilbraham Crescent No." "Dari Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial?" Miss Martindale menggelengkan kepalanya. Pengetahuan khusus saya tentang kebutuhan para pengarang ternyata sangat berguna. "Aku baru saja memakainya sebulan. oh. dan restoran-restoran untuk orang-orang yang menggambarkan novel mereka di negeri-negeri asing. Mr." "Aku tidak pernah bohong. "Miss Pebmarsh berkata bahwa dia mungkin akan sedikit terlambat pulang dan bahwa Sheila hams masuk ke dalam dan menunggu. "Anda berkata Miss Pebmarsh menelepon Anda dan meminta Sheila Webb datang ke rumahnya pada pukul tiga. ada mobil polisi berhenti di luar rumah kita. berhenti sebentar dari kesibukannya menggerak-gerakkan sebuah benda kecil dari logam naik-turun di bendul jendela. "Gadis itu pasti sangat terkejut. Dulu masyarakat tidak begitu memperhatikan ketelitian." "Ketika Miss Webb masuk ke ruang duduk." "Saya baru akan menjelaskannya." kata Hardcasde." kata Miss Martindale." "Bu!" kata Ernie Curtin. "Bu. Apakah itu betul?" "Betul sekali. memotong kata-kata itu dengan tegas dan sedikit kasar. "Anda memiliki tempat yang nyaman di sini. bukan?" "Lima belas tahun." kata Mrs. Garry Gregson. Inspektur. Saya membukanya duluan. berdiri dengan sedih." "Oh. Curtin. Inspektur?" "Terbunuh. memang benar. Dia berkata pada saya bahwa hal itu diperintahkan padanya." Kelihatannya itu adalah karakteristik Miss Martindale dalam memberi pernyataan. alamat-alamat." Hardcasde melihat foto-foto yang ada di dinding." Dia berjalan menuju pintu. biro ini saya dirikan dengan warisan dari beliau juga. kalau hal ini adalah sebuah lelucon. "Kau menang. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda. dan ada dua orang laki-laki turun dari mobil itu. Aku tidak dapat jalan. Nama-nama asing. Curtin sambil membanting cangkir-cangkir dan tatakannya pada papan pengering. serta rincian daftar racun. 19 dia berjalan masuk ke dalam rumah dan masuk ke ruang duduk. bagus ya. Di kantor bagian luar. Saya pernah menjadi sekretaris pengarang cerita seram yang termasyhur. Tumit sepatuku terjepit di dalamnya dan copot. Edna. keterangan-keterangan mengenai segi hukum dan prosedur-prosedur polisi. Inspektur. Tetapi itu bukan suatu kepastian. "Jadi cerita Sheila Webb. "Kau tahu apa yang kukatakan padamu tentang itu." "Jangan berbohong lagi. di luar kecurigaanmu. R. gadis-gadis itu pergi begitu sering ke orang yang berbeda-beda dan pada tempat yang berbeda-beda pula. Miss Martindale? Mr. kami sudah banyak menyita waktu Anda. Ini gara-gara kisi-kisi brengsek itu—yang ada di tikungan didamping toko kue dekat sini. "Anda sudah lama mempunyai usaha ini. Bagaimanapun juga. dan bagaimana aku bisa pulang atau naik bis. Miss Martindale menatapnya dengan pandangan kosong. Dick Hardcasde menarik napas dan bangkit. sebagai permulaan saya berspesialisasi pada para pengarang. Miss Martindale." kata inspektur itu. sava berkata. Mulanya kecil-kecilan. "Bu. tiga orang gadis sedang bersiap-siap untuk pulang. Tetapi sesungguhnya. "Ditikam. "Semuanya kelihatan sangat mustahil bagi saya. Bu?" Mrs. Saya kenal banyak pengarang yang menjadi rekan-rekan beliau dan mereka memberi saya rekomendasi." Miss Martindale menatapnya. Miss Pebmarsh menyangkal berbuat demikian. tidak menjawab. tetapi sekarang para pembaca sering menulis langsung kepada pengarang setiap ada kesempatan. Saya menawarkan jasa yang sangat membantu dalam mengadakan riset-riset yang diperlukan—tanggal-tanggal dan kutipan-kutipan. "Maaf. Sheila sendiri juga tidak pasti akan hal itu. dan mereka selalu sibuk sepanjang waktu. seorang wanita berwajah keras yang sedang sibuk mencuci panci di bak cuci. Sebetulnya. Selama beberapa saat dia tidak dapat berbicara. saya tidak melihat hubungannya dengan niat Anda kemari." kata Miss Martindale. Jika ada hal-hal vang terlintas pada benak Anda-" "Tentu." Hardcasde melanjutkan. Dia hanya berkata bahwa dia tidak ingat kalau pernah ke sana. Ernie. memegang sebuah tumit sepatu yang runcing di satu tangannya dan sebuah sepatu asal tumit itu tertancap di tangan satunya. sehingga mereka cenderung untuk tidak ingat hal-hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu." "Baiklah. untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada. "dia menemukan seorang laki-laki mati tergeletak di lantai.

Curtin langsung menjawab." katanva." kata Mrs. Curtin meninggalkan bak cuci dan bergabung dengan anaknya di jendela." Mrs. Curtin tidak percaya. "Memalukan kami. Bagaimana rupa orang itu r" "Seorang laki-laki setengah bava sekitai enam-puluh tahunan." "Ya. "Apa yang kaulakukan sekarang}" tanvanya." "Siapa yang menemukannya—Miss Pebmarsh?" "Seorang wanita muda." kata Inspektur Hardcastle. Kadang-kadang membuat Anda terkejut setengah mati. "Aku tidak berbuat apa-apa. Dia telah ditikam. dengan penuh rasa ingin tahu." Ernie mengumumkan. "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa ada barang-barang yang bilang dicuri. Curtin menarik napas panjang." "Saya tidak akan menyuruh dia masuk. Ernie. "Mati?" kata Mrs." kata Mrs. Miss Pebmarsh tidak suka membeli barang yang dijual di muka pintu dan saya juga tidak. 19 siang ini." "Pasti ada hubungannya dengan Alf. "Boleh saya masuk sebentar? Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Dialah yang menemukan mayat itu." "Saya yakin itu." kata Inspektur Hardcasde." "Siapa pembunuhnya?" tuntut Mrs." inspektur itu menenangkan n va. pembunuhan. "Tidak. Tidak hari ini." Mrs. jam yang berbandul. "Yah. "Ya. Miss" Pebmarsh kembali hampir pada waktu yang sama. dan ada jam kukuk di dinding. kasihan dia." kata Mrs. "Seperti nama orang Indian saja." kata Mrs. "Kami pikir mungkin Anda dapat membantu kami. 19. yang masih belum dapat men v embun v ikan perasaannya tadi. Curtin. teringat pada keempat buah jam tersebut Mrs. "dia anak yang baik. "Dia dengan gengnya. "Mrs. juga. Selalu berakhir dengan kesulitan. "Saya datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Wilbraham Crescent No. tidak. tidak seperti beberapa orang yang saya kenal. bukan?" "Saya tidak menyangkalnya. kau dengar?" "Mereka sudah sampai di pintu depan. Pertama-tama akan ada pengadilan untuk anak-anak. Mrs. "Anda yakin bahwa hanya dua jam itu yang ada dalam njangan itu pagi ini?" . Curtin. "untuk melihat mayat orang itu dan mengatakan pada kami kalaukalau Anda pernah melihatnya di Wilbraham Crescent atau datang ke rumah itu sebelumnya. "Ada jam besar di pojok mangan." "Nama orang itu. "Huu"—tapi berpikir bahwa itu bukan cara yang sopan untuk menarik perhatian tentang kehadirannya di sana. membuka mulutnya untuk berseru. Pada saat itu terdengar pintu diketuk. "Pintu tertutup untuk agen-agen asuransi dan orang-orang yang menjual vacuum cleaner atau Encyclopaedia Britannica. Burungnya meloncat ke luar dan berbunyi 'kukuk5. kemudian kamu akan dikirim ke rumah tahanan. Dan aku tidak menginginkannya. "Bukan main!" "Lain kali kami mungkin akan meminta Anda. Dia bukan jenis orang yang suka mengomel." kata Mi s. apa pun kata Anda. "Anak Anda?" kata Detektif Inspektur Hardcasde. adalah Mr. Dapatkah Anda mengingat di luar . Curtin berputar menghadap anaknya. mereka berdua dengan sopan." katanya curiga." "Tidak ada masalah dengan jam-jam itu. Curtin menggelengkan kepalanya." "Buta. Mrs.Mrs. Tetapi Anda tidak akan menyangka dia buta." kata Mrs. memang begitulah kesan sebenarnya. Curtin memandangnya tidak mengerti. Cm tin pergi menuju ke gang dan membuka pintu. "Sava tidak menyentuh satu pun dari mereka." kata Ernie. Curtin. Miss Pebmarsh lebih suka memutarnya sendiri. "Saya khawatir kami belum sampai sejauh itu. "Seorang laki-laki ditemukan mati di iuang duduk Wilbraham Crescent No. datang melalui gang dari dapur dan menyelinap di balik pintu. Dan dengan lebih tidak percava lagi. lalu dia menutup mulutnya kembali." Kemudian dengan tajam. Seorang wanita yang sangar baik. Pergi ke luar. sejauh yang sava ingat. yang datang ke sana karena suatu kesalahpahaman." Dengan berat hati Mrs. tentunya!" "Tentu saja tidak. Ernie Cuitin bergerak-gerak penuh gairah. Curtin. seorang pengetik steno. Sambil cepat-cepat mengelap tangannya dengan sebuah handuk. Saya datang sekitar jam setengah strnbilan lebih sepuluh dan pulang sekitar jam dua belas atau kalau semuanya sudah beres. kepala berapa buah jam yang ada di ruang duduk?" Mrs." kata Inspektur Hardcastle. Anda bekerja di sana. Curtin jujur. Curtin." "Sava tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan. "Oh. Dia mungkin mengenalkan dirinya sebagai seorang agen asuransi." kata Detektif Inspektur Hardcasde. "Betul. "Di ruang duduk}" "Ya." "Anda bekerja di sana pagi liari?"' "Betul. Miss Pebmarsh sangat yakin kalau orang itu belum pernah ke sana. Dia menatap kedua orang laki-laki di ambang pintunya dengan pandangan menantang serta ragu-ragu. Curtin terbelalak. Curtin menyingkir ke tepi. "Apa masalahnya?" tanyanya. Dia membuka sebuah pintu dan mengisyaratkan inspektur itu untuk masuk ke dalam. apakah ada orang yang mampir ke rumah itu?" "Tidak ada. bukan?" "Sebaliknya. Ya." "Anda maksud itu pembunuhan}" "Ya." kata Detektif Inspektur Hardcasde dengan sopan. Cara dia memegang barang dan berjalan ke mana-mana sungguh mengagumkan. Pokoknya orang-orang seperti itu. "dia bukan orang Indian." gumamnya. tetapi ada satu atau dua hal yang terjadi. saya bekerja pada Miss Pebmarsh. Curtin. dan menambahkan dengan tegas. Curtin sedikit melunak. Curtin?" kata yang lebih tinggi dari . Curry. Ruang itu adalah sebuah ruang kecil yang bersih serta memberi kesan jarang dimasuki. Pagi ini. Apakah Anda pernah mendengar nama itu?" "Curry? Curry?" Mrs. bahwa geng-gengan itu tidak baik. dia pikir dia ditugaskan untuk melakukan sesuatu hal bagi Miss Pebmarsh. Garis wajah Mrs. menurut kartu yang ada padanya. misalnya. "Bukan main. dan menyeberangi jalan. berpakaian rapi. Tidak pernah. Sekarang ada beberapa hal kecil yang ingin sava ketahui. mengenakan jas berwarna gelap. "Ya. dan ayahmu juga sudah menasihatimu. "Pada Miss Millicent Pebmarsh." kata inspektur itu." Dia buru-buru menambahkan. gengnya! Aku sudali menasihatimu.

sehingga kau tidak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan tentang dirimu sendiri lebih lanjut. "Pembunuhan! Huu!" kata Ernie. Aku mendapatkan gelar kesarjanaannya di Cambridge." Dia menggelengkan kepalanya dengan sedih. sekitar itu. apa tidak ada jam kotak kecil dari perak yang disebut jam kereta. Curtin menggelengkan kepalanya."Tentu.. tentu saja. Dick. Dick Hardcastle mengembuskan napas penuh kepuasan. Lumayan baik kondisinya." "Caranya menyelundupkan barang-barang itu selama ini sungguh mengagumkan." "Tetapi dia tidak biasa membeli barang-barang yang tidak perlu atau barang-barang semacam lukisan atau porselen atau barangbarang seperti itu di pasar loak?" Mrs." kata saya dingin. Kalau kau pikir seseorang adalah orang yang sangat baik. Saya menggelengkan kepala. bukan?" "Ya. juga." "Tidak ada kesempatan untuk membanggakan dirimu. Curtin. tetapi tentu saja." kata Mrs. "bahwa aku adalah seorang ahli biologi laut." kata Mrs. "Dapatkah Anda mengatakan kapan tepatnva Anda meninggalkan rumah Miss Pebmarsh siang ini?" "jam dua belas lewat seperempat. Sangat murah. Saya tidak suka Pasar Bersama Eropa. Inggris cukup baik buat saya." Inspektur Hardcasde menghindari pembicaraan tentang politik. kok. tetapi pokoknya tetap sebuah gelar. "Tidak. "Saya dan suami saya pernah pergi berkereta ke Swiss dan Italia dan di sana waktu lebih cepat satu jam. tidak ada ruang gerak untuk seorang ahli biologi laut di Crowdean. eh?" "Kau lupa." kata Hardcastle. Antik. "Mungkin Miss Pebmarsh habis dari pasar loak. Merasa bahwa dia tidak dapat memperoleh apa-apa lagi pada saat itu. Bu?" "Kau tidak perlu tahu. . "Apa sebaiknya tadi kukatakan padanya tentang—" "Tentang apa. Ketika Anda pulang Anda berkata pada diri sendiri untuk apa aku membeli barang-barang ini?* Dia membeli enam botol selai sekaligus. Dia biasanya pulang antara jam dua belas dan jam setengah satu." "Dia mestinya cerdik. "Bukan apa-apa. Membeli beberapa gorden beludru juga. maka kau tidak akan menyangka bahwa dia itu sebetulnya bukan. bukan?" Ernie bertanya dengan penuh gairah. jam-jam lucu." "Jangan mengejek biologi laut. Kukatakan padamu. Colin! Kupikir kau sudah selesai dengan belahan dunia bagian sini. Curtin." "Mestinya jam asing. Saya dapat memperoleh yang lebih baik di pasar pada hari Rabu." kata Mrs. katanya. Tetapi ternyata kau masih berkeliaran di jalan-jalan di Crowdean. Itu adalah sebuah bidang yang sangat menarik sekali. "Dan selamat untukmu. atau jam kecil bersepuh emas—di atas perapian." "Anda pasti memperhatikannya sekiianya benda-benda itu ada di sana?" “Tentu saja. sepanjang yang saya ketahui. Mrs. Meskipun bukan gelar yang sangat baik. Ernie kemudian menyumbangkan pikirannya pada topik yang baru saja didiskusikan tadi." BAB 6 NARASI COLIN SETFXAH makan dua porsi bistik yang dimasak dengan baik." kata Mrs. kau tahu. Curtin. Harus dipotong dulu. "Jangan tolol. lalu mengguyurnya dengan bir. Anda bisa terhanyut. Ketika saya melihatnya. jam-jam itu maksud saya. Inspektur Hardcasde pergi. "Miss Pebmarsh tidak mungkin membunuhnya." "Apakah Miss Pebmarsh sering pergi ke pasar loak?" "Membeli sebuah karpet bulu kira-kira empat bulan yang lalu. dia belum pulang. Menyebutkan namanya saja sudah dapat membuat orang bosan dan mereka begitu takut kalau kau akan membicarakannya. terima kasih. Larkin akan disidangkan bulan depan.. "Peduli amat dengan agen-agen asuransi yang mati. Curtin." "Setiap jam dari keempat jam itu menunjukkan waktu sekitar satu jam lebih cepat daripada jam kukuk dan jam besar itu. tetapi kelihatannya masih seperti baru. saya pikir saya dapat membuatnya sendiri dengan lebih murah. mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan berkata. Pasti ada hubungannya dengan Pasar Bersama Eropa." "Kelihatannya aneh. Sebuah pikiran melintas dalam otaknya. bukan? Maksud saya." "Aku tahu apa yang kaulakukan selama ini. Kau pikir seseorang akan mencurigainya?" "Mereka tidak mencurigainya." kata ibunya. begitu juga Mr. bukan? Kelihatannya memang barang loakan—dari cara Anda mengatakannya. Curtin." "Dan dia meninggalkan lumahnya—kapan?" "Sebelum saya datang." "Yah. atau jam porselen dengan bunga-bunga di atasnya—atau jam dari kulit vang bertuliskan Rosemarv di ujung bagian atas?" "Tentu saja tidak. Cangkir-cangkir dan tatakannya. tidak ada jeleknya ke pasar loak. Dalam sekejap saja perang angkasa luar dalam pikirannya sudah digantikan dengan topik hari ini tentang kejadian seram yang sungguh-sungguh terjadi. dan gadis-gadis yang menjerit-jerit! Mari kita bicarakan dirimu. Tidak ada barang begituan. Jam saya menunjukkan jam sepuluh. Apa harus ada yang lain?" "Misalnya. "Apakah Miss Pebmarsh ada di rumah waktu itu?" "Tidak. dan suatu hari kelak aku akan kembali menekuninya." komentar Dick. Itu adalah bidang yang sangat berguna. Curtin.

. Tidak seorang pun mengingat nomornya. karena dia pikir itu penting. 61 didiami oleh seorang kontraktor lokal. Dia keluar dengan membawa dokumen-dokumen itu untuk difoto dan dikembalikan kepadanya lagi." "Aku mengerti maksudmu." kata saya. Ada sebuah pub di sana bernama The Crescent Moon (Bulan Sabit). Agen-agen kami sering adalah agen-agen mereka juga." "Trims." Hotel Harrington Berneis Street London W. sebab itulah bagian di mana otak-otaknya berada. bulan terbit dan lain-lain. The Rising Moon. "Kenyataannya. Kami pikir dia menggantungkan mantelnya di mana selalu ada mantel yang persis sama— meskipun orang yang memakai mantel yang satu itu tidaklah selalu orang yang sama. Tetapi ada sebuah gap. Terus terang. 61 W "Seperti yang kukatakan tadi. Wilbraham Crescent. Aku menghabiskan banyak waktu di sana. Apakah mereka mempunyai pembantu asing?" "Mungkin. "adalah Crescent. Pada masa ini orang sering merasa bahwa sebetulnya tidak ada suatu hal pun yang betul-betul rahasia. Kemudian dia menatap saya." "Bulan sabit?" Hardcastle kelihatan bingung."Tidak. Pekerjaan berat selama tiga minggu terus-menerus dan sia-sja. yang ternyata juga berharga. dengan perencanaan yang hebat. yang kebun-kebun . tapi itu pasti sesuatu yang ditulis Han-burv. Begitu. The Jolly Sickle. "Seseorang bernama Hanbury memilikinya dalam dompetnya. Aku tidak tahu apa artinya 61. Kau membuatnya bingung dan kemudian kau memanfaatkannya sedikit. The Cross and The Crescent—yang terletak di tempat terpencil bernama Seamede. Tetapi Gowdc-an sepuluh mil jauhnya dari Portlebury. Dia mempunyai kebiasaan untuk makan stang di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. Seseorang vang puma otak cemerlang. Kertas itu adalah sehelai kertas tulis hotel yang di atasnya tergambar sebuah sketsa kasar. Ada beberapa Crescent di Portlebury. "Hanva uang. Aku memulai pencarianku di Portlebury sendiri. Semuanya direncanakan dengan sangat baik dengan perhitungan waktu yang sempurna. aku tidak mengharap banyak dari Crowdean. Aku mungkin menyertakan rumah-rumah yang langsung terletak di belakang nomor 19. Aku tidak mengeiti artinya. kurasa. angka 61 dan inisial W? Aku mengambilnya setelah kematiannya. Itulah alasan semuanya. Banyak orang yang melakukannya sekarang ini. Kemudian kutinggalkan bulan dan beranjak pada Crescent. "Itu bukan pekerjaan yang menegangkan seperti yang dikira masyarakat. Di tempatku. dan agen-agen mereka sering sekali adalah agen-agen kami. dan dokumendokumen itu kembali ke tempat asalnya pada hari itu juga. kurasa tidak. Atau alternatifnya.2. Pada akhirnya siapa yang menipu siapa meniadi semacam mimpi buruk. atau disalinnya. mengambil selembar kertas dan mengulurkarmya pada Dick." "Yang kukejar sebenarnya. Kadang-kadang kupikir setiap orang mengetahui rahasia orang lain dan mereka bersekutu untuk berpura-pura tidak tahu." Saya melihat wajah Dick yang bingung dan tertawa. Kami tahu kapan dan di mana tepatnya Larkin mendapat upahnya dan bagaimana. Apa dia punya suatu ide? Atau sesuatu yang dia lihat atau dengar? Sesuatu yang ada hubungannya dengan bulan atau bulan sabit. Dia ditabrak lari di London oleh sebuah mobil. "Ya." "Udak dapatkah kau menangkapnya lebih cepat dengan cara itu? Dia menghabiskan uangnya. kan?" "Kira-kira begitu. Bulan baru. Kupikir dia hanya melakukan apa yang diperintahkan saja. Tetapi ada sesuatu di balik it J." "Aku akan mengadakan penyelidikan rutin besok pada kedua rumah dt sebelah nomor 19. tetapi orang yang menukarnya tidak pernah berbicara dengan Larkin. Kemudian ada The Moon and Stars. Itulah vang kulakukan siang ini—tetapi aku tidak dapat menemukan nomor 61." Dick berkata sambil berpikir. kami menangkapnya lebih cepat daripada dugaan kami." "Oh. Colin. Di antara keduanya ada sebuah organisasi kecil yang sangat bagus. Lumayan cocok dengan W. Aldtidge Crescent. Lansbury Crescent." "Untuk apa Larkin melakukannya?" tanya Hardcastle." '*Dan itu bukan yang kucari." kata Hardcastle sambil berpikir. "Jangan bengong. Di suatu tempat tertentu ada sebuah kantor pusat vang sangat baik. Kucari kau untukmu besok. Jika demikian dia akan terdaftar." kata saya. Aku tidak tahu apa yang kucari sekarang. Hanbury banyak berjasa dalam kasus Lai kin." Sava mengeluarkan dompet. Crowdean adalah tujuanku sekarang. Kami tahu rahasia mereka dan mereka tahu rahasia kami. Livermead Crescent. Dick. kadang-kadang sangat membosankan. bukan? Aku tadinya ingin berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent dan melihat bagaimana lupanya nomor 61 sebelum bertanya padamu kalau kau punya keterangan rahasia yang dapat membantuku. Dia baik — sangat baik. Victoria Crescent. Aku tidak tahu apa artinya W." kata saya. ingin tahu. kami tahu pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut itu dan ujung satunya di London. Sabit. Apakah mereka melihat seseorang masuk ke rumah itu. bulan. "\ku tahu. ingin tahu. dia menghamburkannya. Dia harus mengambil dokumen-dokumen yang sangat penting. dan lain-lain." "Dan itu sebabnya mengapa kau masih berkeliaran di Pangkalan Angkatan Laut di Ponlebury?" "Ya. Sebenarnya. "Aku mengerti mengapa kau masih berkeliaran di Portlebury." Hardcastle menganggukkan kepalanya mengerti. Itulah bagian yang ingin kami ketahui lebih banyak. memang tidak. vang meninggalkan jejak yang membingungkan bukan hanya sekali saja tetapi mungkin tujuh atau delapan kali. Organisasi yang baik. tetapi aku yakin pasti ada sesuatu. bukan? Dia tidak menabungnya. Mantel-mantel itu ditukar. Tidak ada apa-apanya." "Kurasa aku tidak peduli dengan pekerjaanmu. Aku mempunyai sesuatu yang nyata yang mengawali pencarianku. Dia sempat memberikan beberapa informasi yang cukup berharga sebelum kami menangkapnya. dan Larkin tidak pernah berbicara padanya. Hanya ada satu descent di sini. kami harus berpura-pura seperti orangorang bodoh kadang-kadang. "Seorang idealis politik? Menyombongkan harga dirinya? Atau semata-mata untuk uang?" "Dia bukan seorang idealis. jadi kami membiarkannya memberi informasi lebih banyak. Aku sudah menyelidik dalam sebuah radius dengan Portleburv sebagai titik pusatnya. Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang cara kerjanya. Dick. Kelihatannya cocok. Dick.

kecuali jam kukuk dan. Yang ada tulisan 'Rosemary* di pojoknya. "Artinya™" "Millicent Pebmarsh itu mungkin melakukannya.30. kurasa begitu. "Aku tidak menuduhnya—tapi aku hai us mulai pada suatu titik. gadis itu mungkin terlibat dalam urusan pembunuhan ini. dua orang itu tetap masuk perhitungan." "Hilang? Yang mana?" "Jam bepergian dari kulit. Bagaimana dengan hal itu?" "Sheila Webb makan siang dari jam 1. sebab jam-jam itu toh bukan kepunyaannya. "Ya—ya. Bagaimana bisa begitu?" "Orang-orang goblok—dan aku salah seorang dari mereka." Hardcastle mengeluh. Kemudian dia menyembur. atau dipegangnya ketika dia kembali bergabung denganmu?" Saya ragu-ragu. berbicara dengan Miss Pebmarsh yang ada di dapur dan berkata aku harus membawa jam-jam tersebut dan akan memberinya sebuah tanda terima untuk itu. jam-jam itu ada di sana kemarin." "Ketika aku memasuki ruangan itu sekitar pukul tiga lebih. tentu saja. kemudian dengan sengaja menghambur keluar dari rumah itu dan menjerit-jerit histeris untuk menipuku?" "Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana pengalamanku. Yah." "Omong-omong." ." saya mempertahankan diri dengan gigih. Kemudian aku bergabung denganmu. Dia mungkin memungut jam itu setelah aku meninggalkan ruangan dan langsung pergi ke dapur dengan membawanya. Itu melibatkannya. Membuat >eorang laki-laki merasa dirinya seperti seorang pahlawan dan seorang pelindung yang sejati. Ternyata tidak. dengan jelas." "Aku tidak yakin. dan itu bukan suatu perkenalan yang romantis." "Dia mungkin memasukkannya dalam tasnya. Mayat itu ditemukan di lumah milik Pebmarsh. gadis yang ramping itu menikamkan pisau ke badan orang itu." kata Hardcastle. karena mayatnya sudah tidak ada lagi* dan dia berlari masuk ke dalam. jam yang besar itu." kata saya. selain dua jam yang tetap pada tempatnya itu. Tapi mengapa?" "Banyak yang harus kita pelajari. Tapi dia hanya pergi selama satu menit—" "Apakah dia memakai sarung tangannva. Aku — *' Saya berhenti. "bahwa hidupku penuh dengan mata-mata cantik dari berbagai bangsa? Mereka semua mempunyai ukuran vital yang dapat membuat seorang detektif Amerika melupakan semua tujuannya." "Masalahnya adalah." "Jelas tidak. menyembunyikan senjatanya di suatu tempat dengan cermat." kata saya berang." kata Hardcastle." Saya segera menerima tawarannya "Aku akan menjadi Sersan Larnb-mu dan mencatat-catat." "Aku memberi Miss Pebmarsh tanda terima itu. "Jam-jam sialan!" "Jam-jam itu tagi? Ada apa sekarang?" "Satu hilang. saya bertanya dengan hati-hati tentang apa yang terjadi. "Tidakkah kau sadar. Untuk beberapa saat Hardcastle kelihatannya tidak mampu berbicara." Sava bersiuh "Kelihatannya sangat luar biasa. terus aku masuk kembali ke rumah itu. 'Kuambilkan untukmu' dan dia berkata. "Itu semua tergantung tipenva. Sepanjang yang kauketahui. aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Dia tetap yakin kalau hanya ada tiga jam saja." "Jangan tolol. "kau tertarik pada gadis itu." kata Hardcastle." "Setiap orang akan gagal juga sekali waktu. Sampai ada fakta-fakta batu yang muncul. sehingga tak ada satu pun dari orang-orangmu yang dapat menemukannya. Dan itulah salahku." kata Hardcastle dengan nada menuduh. Slieila Webb kelihatannya adalah tipe gadis idam-anmu. Aku menyuruh Edwards membungkus jam-jam yang ada di ruang duduk dengan hati-hati dan membawanya kemari." "Ya. "Jadi. Mavat itu ditemukan oleh Sheila Webb —aku tidak perlu mengatakan padamu betapa seringnya orang yang pertama kali menemukan sebuah mayat adalah orang yang terakhir kali melihatnya dalam keadaan hidup. "Aku baru melihatnya pertama kali kemarin siang. Aku tidak keberatan masuk ke ruang itu sekarang.30 sampai jam 2. Kupikir 61 terletak hampir langsung di belakang 19.. Hanya saja kau harus berhenti melindunginya. Aku mendengarmu. Aku meminta Miss Pebmarsh meraba semuanva untuk melihat kalau-kalau dia mengenalnya. 'Oh. mungkin lebih. Aku kebal terhadap segala daya tarik wanita. Aku „dapat mengajakmu kalau kau mau." kata saya sedih." "Kemudian aku berkata pada gadis itu bahwa dia bisa pulang dengan salah satu mobil kami dan memintamu mengantarkannya ke mobil." "Apakah maksudmu sesungguhnya. Kemudian mereka masuk untuk mengangkat mayat itu." "Jadi tidak ada cukup waktu." kata Hardcastle muram. Kapan?" "Kami baru saja hendak masuk ke mobil polisi.belakangnya berhadap-hadapan dengannya. meskipun dia berkata bahwa itu tidak perlu. Apa ada orang lain? Apa mungkin gadis itu yang melakukannya?" Saya menjawab. mungkin dia. Itu saja." "Ya?" "Aku pergi ke luar untuk mengawasi. "kalau benar kau tak akan ragu-ragu. sarung tangannya ketinggalan. "Katanya. "Tidak * setiap hari seorang laki-laki muda tiba-tiba mendapatkan seorang gadis jatuh ke dalam pelukannya'sambil menjerit minta tolong dengan gaya Zaman Victoria vang beradab. Ketika dia sudah menyuruh keluar bawahannya yang ketakutan. "Teruskan. "Rasanya tidak. kurasa—" (Dick adalah orang yang sangat jujur) "—Setiap orang harus ingat untuk mencoret setrap menulis t dan memberi titik setiap menulis i atau semuanya akan berantakan. Semuanya." "Bisa juga. aku tidak mengerti mengapa kau begitu bersikeras menuduhnya dalam hal ini. Keesokan harinya saya tiba tepat pada waktu vang dijanjikan dan menemukan teman saya lagi marah-marah. di ruang duduk. empat buah jam." kata Hardcastle." Kami sepakat bahwa saya harus datang ke pos polisi pada pukul sembilan tiga puluh keesokan harinya. Aku mestinya berkata. Aku berkata. orang itu sudah mati paling tidak setengah jam sebelumnya." "Aku ingat. teringat sesuatu. Edward berkata dia langsung masuk ke dalam dan mengerjakan perintahku.

sebab tidak ada pemsahaan seperti itu. kuingatkan kau. Mr. Waterhouse. 7 atau nomor berapa pun. Edith." "Apa maksudnya sebetulnya. tidak ada Denvers Street No. Jika tidak. Miss Waterhouse mendengus dengan sedikit berang." 'Oh. Waterhouse. bukan?" "Dalam penentuan atas jam-jam dan agen-agen asuransi?" "Semuanya memang terlalu fantastis unruk dikatakan. seorang manajer personalia di perusahaan Gains-ford and Swettenham. menurut kau?" Hardcastle mengangkat bahu." "Itu sepertinya membebaskan Miss Pebmarsh. Mungkin itu caranya memperkenalkan diri ke rumah-rumah dan melakukan penipuan yang meyakinkan." Mr. "Seonang wanita buta tidak mungkin mampu menikam seseorang." "Kapan pemeriksaannya dilaksanakan?" "Lusa. Dia betul-betul buta. "Nihil. James. kami akan tahu akhirnya. Waterhouse. ya. Sejauh itu menyangkut Mr. dia buta.. "Peringatan dari bangsa Yahudi yang bebas dari perbudakan Mesir. "Itu. Bahkan tidak ada kereta bayi yang didorong sepanjang—" Tidak ada seorang tua invalid yang duduk sepanjang hari di depan jendela?" "Itu yang kita inginkan—tetapi kita tidak mempunyainya.. Dia harus begitu sering kelihatan merasa bet salah sehingga itu merupakan kebiasaan yang tampak pada air mukanya." "Apa kata Perusahaan Asuransi Metropolis?" "Mereka tidak bisa bilang apa-apa. bukan kemerah-merahan. Waterhouse. Perusahaan Asuiansi Metropolis and Provincial tidak pernah berdiri. Kau bukan agen DDI yang lagi bertugas. Pernyataan seperti itu tidak mungkin terlintas dalam pikirannya. itu sepertinya menghina Tuhan. Wilbrahara Crescent adalah sebuah jalan untuk tempat tinggal yang beradab. Edith?" kata Mr. "Jika orang itu ditikam di halaman depan dan dua orang bertopeng membawanya masuk ke rumah —tak seorang pun akan melihat ke luar jendela atau melihat sesuatu. bukan—pada siapa pembunuhnya?" "Kau pikir. dan perusahaan asuransi palsu?" "Mungkin." "Tetapi kau akan menemukannya. Sampai jam satu siang. alamat. Sayang. Curry. Yang kuketahui seluruhnya tentang nomor 20 adalah bahwa wanita yang tinggal di sana memelihara sekitar dua puluh ekor kucing. Semata-mata formal dan tertutup untuk sementara. James." "Bagaimana halnya dengan nomor 18 dan 20?" "Nomor 18 didiami oleh Mr. Membuka — kemungkinan-kemungkinan-" "jHanya kemungkinan-kemungkinan yang kita peroleh sejauh ini. "Ya." kata Mr. "itu sangat tergantung. karena ada orang terbunuh di rumah sebelah sehingga aku akan dibunuh hari ini?" "Yah.Saya memandangnya geram. bukan?" ■ "Oh. Curry dari Denvers Street. kenyataannya. menengok dengan cemas ke arah saudara perempuannya." "Menarik. tidak ada Mr. dan akhirnya mendapat jabatan di Aaronberg Institute di sini. ada seseorang yang mondar-mandir sepanjang Wilbraham Crescent dan memilih seorang korban di setiap rumah? Sungguh." "Dia mungkin terganggu jiwanya." kata saya sambil berpikir. "Aku sungguh tidak mengerti maksudmu. "Maksudmu dia mencetak kartu nama palsu dengan nama." "Menghina Tuhan. kasus ini akan lebih rumit. Dia mungkin seoi ang pengecoh atau seorang penipu yang hebat atau seorang pemungut uang yang tidak penting atau seorang agen penyelidik. Mungkin dia mengumpulkan premi palsu. Miss Waterhouse adalah wanita yang tinggi." kata Hardcastle pahit. Kau tidak perlu memuaskan hati seorang inspektur atau seorang kepala polisi dan seterusnya." kata Mr." "Oh! Mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dai i para tetangga. Sesuatu yang mirip dengan pisau sayur." Saya berbicara dengan antusias. sialnya. BAB 7 MR. memper-timbangkan apa yang terjadi di sebelah kema-nn. pengacara. bukan?" kata saya sambil berpikir." "Aku meragukannya. Kami mengirim sidik jarinya untuk melihat apakah dia pernah punya perkara dan tercatat di kantor polisi? Jika memang ada. Dia adalah orang yang rapi. aku hanya bermaksud. dengan bahu persegi. Waterhouse sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor pengacara di mana dia bekerja." kata saya. ya. "Kau yakin kau akan baik-baik saja?" kata Mr. termaktub di Kitab Suci. Kami sudah memeriksanva. Aku tidak suka kucing—" Saya berkata padanya bahwa kehidupan seorang polisi adalah berat. Waterhouse sangat terkejut. dan merupakan jenis wanita yang tidak percaya akan segala omong kosong tentang dirinya serta sangat tidak tahan dengan omong kosong tentang orang lain. "Apa yang telah kauketahui tentang Curry?" Hardcastle menjawab dengan kepahitan yang tak saya sangka-sangka." kata Miss Waterhouse. James. dengan rambut keputihan serta bahu yang sedikit bungkuk dan raut muka yang juga keputih-putihan. kendati tidak dapat dikatakan tidak sehat. Waterhouse kelihatannya merasa bersalah." "Apakah bukti medisnya?" "Oh. "Seperti Ariadne Oliver dalam keadaannya yang terburuk. Ini bukan sebuah desa. Edith. dan kami pun berangkat." "Apa maksudmu—nihil?" "Hanya bahwa dia tidak pernah hidup™ tidak ada orang dengan nama itu. "Apakah ada alasan tertentu." "Kurasa itu terlalu jauh. maka itu merupakan suatu kemajuan besar dalam kasus ini. Dan dia tepat seperti yang dikatakannya. ditikam dengan benda tajam. atau almarhum Garry Gregson pada puncak—" "Teruskan—senangkanlah hatimu. "Sekarang masih teka-teki. dan saudara perempuannya yang menghabiskan waktu senggangnya dengan mengurusnya. "Aku lebih menyukainya. Dia dulunya adalah guru matematika di sekolah North Country—kehilangan penglihatannya kira-kira enam belas tahun yang lalu—mengambil kursus Braille dan lain-lain. . WATERHOUSE menuruni anak-anak tangga di Wilbraham Crescent No. 18 dengan khawatir. Kami betul-betul tidak tahu." "Seperti kerah kemeja palsu. wanita-wanita pekerja harian yang mungkin saja melihat sesuatu sudah pulang semua.

Setelah menutup pintu dia bermaksud beristirahat di loteng. "ada—yah — karakter-karakter yang jelas-jelas tidak kita inginkan sedang berkeliaran. Miss Waterhouse menerimanya." kata Miss Waterhouse." "Anda mengusir mereka?" "Tentu saja. Selamat tinggal. tetapi meskipun demikian dia menikmatinya. Head. Dia melihat jamnya. ." kata Hardcastle. Saya memasukkan mereka ke ruang makan. "orang itu adalah bendahara atau salah satu pelindung Aaronberg Institute dan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pembukuannya. dan dia datang ke Miss Pebmarsh untuk menyelidikinya. "Orang itu tidak mungkin berjaga-jaga. pergi menuju tas golfnya." kata Hardcastle. Dalam pandangan Miss Waterhouse. sayang." kata Mr." "Anda benar. Aku hanya berpikir bahwa pandangannya terhadap sesuatu adalah gila-gilaan dan berlebih-lebihan." Miss Waterhouse tidak begitu paham dengan alasan itu." Wajah Miss Waterhouse menampakkan seberkas kebanggaan atas pujian itu. Aku yakin. Saudara laki-lakinya membayangkan bahwa itu sart_at tidak mungkin. Maksud saya meieka toh hanva polisi. Waterhouse." Hardcastle bangkit dari duduknya. tidak menyukai ruangan kelas barunya. Anda telah mendengar apa yang terjadi di rumah sebelah kemarin." tambahnya. Head sendiri yang berkata padaku bahwa Susan. Tetapi itu tidak berlaku untuk seorang wanita buta. Head punya cerita yang luar biasa pagi ini. Head naik ke atas dengan ribut. Miss Waterhouse. Mrs. Head bersemangat. sebab semua jendela kaca membuat anak-anak ingin memandang ke luar terus. dia tidak akan memilih saudara perempuannya. tetapi saya yakin Anda cukup mampu menangani hal-hal seperti itu. aku takut aku akan sangat terlambat. "Setidak-tidaknva. Head adalah seorang wanita bertubuh kecil dan bundar serta mirip sebuah bola karet—dia menikmati benar kejadian-kejadian itu. Dia berkata tidak mungkin dapat memperhatikan pelajaran. "Seorang wanita buta? Tentunya—" "Menyelipkan seutas kabel pada lehernya dan mencekiknya. Saudara perempuannya tidak pernah lupa mencemoohkan kebenaran dari khayalan-khayalan mengerikan itu. putrinya." kata Miss Waterhouse. "Aku yakin Miss Pebmarsh adalah seorang wanita dengan watak yang terpuji. "Detektif Inspektur Hardcastle." "Saya harap saya tidak terlalu pagi datang kemari. Miss Waterhouse ada di kamar tidurnya ketika Mrs. "Ada yang bilang. Jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri cara dia menangani berbagai hal. Jika dia pribadi disuruh memilih korban." kata Hardcastle. bukan? Ah—" dia menggelengkan kepalanya. Jagalah dirimu Lebih baik pintunya digerendel." Dia mengulurkan sebuah kartu. "Tentu saja mereka suka mencari-cari cara untuk memperoleh berita. "Maksudku hanya. semacam itulah."Aku betul-betul ingin melihat seseorang datang kemari. Bagaimanapun juga. saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan sangat berterimakasib. cara berbicara."^ kata Miss Waterhouse. Bagaimanapun juga dia berkata. Waterhouse. ada hal-hal lain di samping pendidikan. Anda dapat melihatnya dari sorot mata mereka. yang menurut Miss Waterhouse tidak perlu disapa. "Sersan Lamb. Miss Waterhouse berderap ke bawah dan memasuki ruang makan dengan suara perasaan ingin tahu yang ditutupi oleh raut mukanya yang biasa menantang." kata Miss Waterhouse. Tetapi biasanya ada sesuatu. "Berbagai macam kabar burung telah tersiar ke mana-mana. Sekolahsekolah lanjutan baru yang kelihatan aneh tersebut. untuk mencoba membunuhi. Waterhouse. hal itu angat berbahaya bagi orang-orang yang tak berdosa. "mereka bukan tuan yang sebenaL-nya—polisi. hal itu sangat merugikan anak-anak jika datang musim panas. tapi dia berhenti sejenak sambil berpikir." "Pembunuhan di rumah tetangga sebelah tidak biasa untuk tidak diperhatikan." "Kita betul-betuj tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. "Ingin mengetahui apakah Anda memperhatikan hal-hal yang lucu dalam tingkah lakunya. Masyarakat membiarkan orang-orang sakit jiwa keluar dari panti-panti perawatan sekarang ini. "Saya harap Anda tidak keberatan kalau kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama." "Dan Miss Pebmarsh membunuhnya?" kata Mr. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan cerita-cerita yang dibawa oleh pembantu harian mereka yang suka omong itu. Tetapi lebih baik berjaga-jaga dulu." "Kukira begitu." dia membaca. "Sepasang tuan hendak menemui Anda. Anda berada di rumah pada waktu itu." kata Miss Waterhouse bersemangat. "Nah." kata Mr. kukira begitu." kata Miss Waterhouse. kau tahu. Dia datang bersama seorang laki-laki muda bertubuh tinggi dan berkulit gelap. maka kemungkinan besar si penyerang sendiri yang akan dipukul sampai pingsan dengan sebuah alat pengorek bara atau sebuah pegangan pintu dari timah dan dikirim ke pos polisi dalam kondisi berdarah dan menyedihkan. Anda tahu. "Apakah kau menyuruh mereka masuk ke ruang tamu?" "Tidak. Mereka bilang. Mrs. Mrs. dengan perasaan bersalah yang lebih mendalam. Kau mungkin berpikir bahwa sesungguhnya bangunan-bangunan itu dimaksudkan untuk menanam timun atau tomat di dalamnya. saya rasa?" "Sava tidak tahu kapan pembunuhan itu dilakukan. melihat lamnva lagi." kala Mrs. nah." "Savang. Saya sudah membersihkan bekas-bekas sarapan dan saya pikir itu tempat yang lebih pantas. Sayangku. "tetapi jika Anda memang melihat sesuatu yang dapat menarik hati kami. yang secara praktis dibangun dari kaca. Tentu saja James hanya omong-kosong. "Aku akan turun. Mereka berkata. memindahkan sebuali tongkat pemukul dan meletakkannya dalam posisi yang strategis di dekat pintu depan. "tetapi saya kira Anda tahu maksud kedatangan saya. bukan?" Miss Waterhouse mendengus lagi." kaca Miss Waterhouse puas. Siapa yang akan berjaga-jaga menghadapi orang buta? Bukaimya aku sendiri percaya. kegilaan bisa muncul tba-tiba dan kadang-kadang hanya sedikit yang dapat diketahui sebelumnya. Waterhouse sedikit menggoda." kata Mr. itu bukan alasan untuk menuduhnya terlibat dalam perkara-perkara kriminal. "Sava bahkan harus mengusir satu atau dua orang wartawan yang datang kemari untuk bertanya apakah saya mengamati sesuatu. dan ini mendorong mereka untuk hidup normal. "Detektif Inspektur Hardcastle?" "Selamat pagi. Jika seseorang hendak mencoba hal itu." "Saya kira mereka ingin bertanya pada Anda tentang Miss Pebmarsh. Dia tidak memperhatikan gumaman lirih vangmenyebutkan. "Nah." tambahnya." kata Mrs.

adalah apakah Anda melihat datangnya orang laki-laki ini—saya kira koran-koran pagi menyebutnya si pria misterius. "Tidak. "Orang asing?" "Kelihatannya begitu. Dia biasanya pulang pada waktu itu. ya. Sebentar. mencuci tangan dan langsung makan siang. sekitar jam setengah satu lewat. Anda berkata 'melewati pintu gerbang'. atau ke arah mana Saya memang tidak berbakat untuk mengamat-amati kegiatan tetangga-tetangga saya." "Anda tidak bercakap-cakap dengannya?" "Oh. "Tidak. Inspektur?" "Bukan luar biasa. Sebentar. Tetapi sava membawa kopi saya ke ruang duduk setelah makan siang dan saya duduk-duduk di kursi dekat jendela." kata inspektur itu. Pasti sebelum jam satu. "Hanya saya kira Miss Pebmarsh keluar untuk berbelanja sedikit dan pergi ke kantor pos.. bukan. pasti." "Tergantung*pada toko mana yang Anda tuju.Miss Waterhouse melihat gambar itu.. dan saya kira pada waktu saya membalik halaman koran itulah saya melihat Miss Pebmarsh melewati gerbang depan. Miss Waterhouse." "Apa yang Anda lakukan antara jam setengah dua sampai jam tiga?" "Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengisi teka-teki yang ada di The Times.. Saya sibuk dengan urusan pribadi saya sendiri." Hardcastle tidak menceritakan padanya bahwa dan bermacam-macam foto mayat itu di kepolisian. Foto ini sama sekali tidak menakutkan." "Betul. "Jadi bila Miss Pebmarsh memang melewati pintu gerbang Anda." kata Miss Waterhouse. Inspektur. menghadap—seperti yang Anda lihat—ke kebun belakang. Apakah Anda setuju?" "Yah. "Tentu saja toko-toko memang lebih dekat jika lewat sana. "Nah." katanya. "Dia tidak dapat melihat." kata Hardcastle. Itu lebih merupakan kebiasaan orang-orang cacat atau orang-orang yang tidak punya pekerjaan kecuali berspekulasi dan menggosipkan urusan tetangga-tetangga mereka. "Dia sepertinya seorang pengacara atau seorang pengusaha. Saya sedang membaca The Times." "Kami memberinya sebuah gambaran yang jelas. bukan? Di sanalah letak telepon umum. saya kira." Miss Waterhouse berbicara dengan penuh kegetiran sehingga inspektur itu merasa yakin bahwa Miss Waterhouse pasti sedang membayangkan seseorang dalam pikirannya." kata inspektur itu." "Kami belum mengetahui siapa dta sebenai-nva. tempat kita ini sekarang. Suara decitan pintu gerbanglah vang membuat saya mendongak. foto yang satu itu yang dipilih karena paling tidak mengganggu mata." "Luar biasa.. saya tidak tahu kapan Miss Pebmarsh biasanya keluar. kemudian saya pergi ke dapur dan membereskan bekas-bekas makan siang. "Kematian dapat merupakan sesuatu yang penuh kedamaian." komentar Miss Waterhouse." katanya. dan saya pikir bahwa jalan terdekat menuju toko-toko dan kantot pos adalah jalan pada arah yang sebaliknya. sedangkan ruang makan. "Saya pikir orang ini sama sekait tidak mengira apa yang bakal terjadi pada dirinya. Miss Waterhouse? Jika Anda memutar kembali ingatan Anda tentang kejadian-kejadian kemarin. dapatkah Anda menolong kami. Siapa sebenarnya yang dibunuh ? Kelihatanmu sedikit pun tidak disebut-sebut di koran lokal pagi ini. saya tidak dapat mengatakan waktunya dengan tepat—ya. Saya berada di ruang duduk waktu itu. "Dapatkah Anda mengenalinya?" . tidak.. Apakah ada yang luar biasa dengan hal itu. Tentu. Saya yakin saya belum pernah melihatnya sebelum ini." "Saya ada di sini. sepanjang Crescent ini. saya betul-betul ingat dia melewati pintu gerbang." Miss Waterhouse menggelengkan kepalanya. Saya masuk sekitar jam satu kurang sepuluh menit dari kebun. saya tidak melihatnya ataupun orang-orang lain yang mampir ke sebelah." Dia menambahkan." kata Miss Waterhouse. "Ini adalah orang itu. Dia selesai mengajar." "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa dia juga asing bagi Miss Pebmarsh?" "Miss Pebmarsh meyakinkan kami bahwa dia tidak mengharapkan kedatangan tamu itu dan dia tidak dapat mengira-ngira siapa sebenarnya orang itu. sebanyak yang saya bisa. Tidak." "Bagaimana mpa orang itu?" Hardcastle mengambil sebuah gambar cetakan kasar dari sebuah amplop dan mengulurfeannva pada Miss Waterhouse. "Dia cukup terkejut. Miss Pebmarsh ke luar lagi sekitar jam setengah satu. apakah Anda menengok ke luar jendela atau apakah Anda kebetulan sedang berada di kebun antara jam setengah satu sampai jam tiga?" Miss Waterhouse merenung. tersenyum. saya kira?" "Ya. dia mungkin saja pergi untuk menelepon. "Ya." "Dan saudara laki-laki Anda?" "Dia tidak pulang ke rumah untuk makan siang. "Tentu. sesungguhnya. menulis ." "Apakah Anda melihat Miss Pebmarsh masuk atau meninggalkan rumah?" "Saya pikir dia masuk ke rumahnva — saya mendengar pintu gerbang mendecit—ya. Miss Waterhouse. Letaknva di depan nomor 15. Saya menulis dua pucuk surat." "Menurut pernyataannya sendiri." "Maaf. saya ada di kebun." "Betul. Oh."Menurut perkiraan kami sekitar pukul setengah satu sampai setengah dua. Dia mengajar anak-anak cacat seperti yang mungkin telah Anda ketahui." "Pertanyaan penting yang harus saya ajukan pada Anda." "Dia adalah orang yang kelihatannya paling terhormat. Dia kelihatan seperti sedang tidur. Ruang itu menghadap ke jalan. Dia tampaknya seperti orang yang terhoimat. dan ada sebuah kantor pos di Albany Road—" "Tetapi mungkin Miss Pebmarsh biasa melebati pintu gerbang Anda sekitar waktu itu?" "Yah. Saya orang yang sibuk dan punya banyak pekerjaan. Dia buru-buru berkata. Ada orang-orang tertentu yang saya kenal menghabiskan seluruh waktu mereka melihat-lihat ke luar jendela dan memperhatikan siapa-siapa yang lewat dan siapa mampir ke siapa." "Dia tidak mungkin yakin akan hal itu." "Apa kata Miss Pebmarsh tentang hal ini?" tuntut Miss Waterhouse.

ada sekerumunan keci! orang. Dari lagi. berdiri di anak tangga dan kemudian berjalan memutar menuju kebun belakang. "Saya menyesal tidak dapat membantu Anda." "Seorang penipu» eh?" kata Miss Waterhouse. Bagi saya hal itu adalah sangat luar biasa. Pada saat mobil-mobil yang membawa polisi-polisi muncul. Baik James maupun saya telah mengambil polis asuransi pada Mutual Help Assurance Society. tentunya saya langsung pergi keluar. Saya heran kenapa belum ada yang dituntut karena bergosip sepanjang waktu.beberapa cek untuk melunasi tagihan-tagihan." Dia bangkit dan berjalan menuju gang. "saya tidak oapat membayangkan bagaimana tongkat itu bisa berada di sini." "Tentu saja tidak. sungguh." Dia menimbangnya naik turun dengan tangannya. "Nah." kata Hardcastle. Kelihatannya dia sedang merayu gadis itu. Oh tidak. Miss Waterhouse menemani mereka. "Tongkat yang bagus. tentu tidak/' "Dan nama Curty tidak berarti apa-apa bagi Anda dalam segala hal?" "Tidak. Saya tahu. Saya kira dari kamar tidur saya dapat memperhatikan kegaduhan yang terjadi di sebelah. tentu saja tidak. Colin Lamb memungut tongkat pemukul golf di samping pintu. Tidak ada hal seperti itu." katanya. Sebuah rumah yang sangat menyenangkan dan terhormat. Saya kira tidak. Mereka membicarakan segalanya." Miss Waterhouse sedikit terkejut. Tentu saja kami kadang-kadang menerima surat-surat edaran ataupun iklan-iklan tentang sesuatu. yang cakap dalam melakukan pengamatan. tetapi Miss Waterhouse tidak sedang melihat ke arahnya dan jelas-jelas tidak berpikir bahwa dialah sebenarnya laki-laki muda yang sedang dibicarakan itu." katanya. tetapi saya tidak ingat menerima surat seperti itu akhir-akhir ini. Apakah itu metode tetapmu?" ." "Terima kasih. Ketika saya kembali. "kita tidak mendapat banyak darinya. "Lumayan berat di bagian kepalanya. Dia merampasnya dari Colin dan meletakkannya kembali dalam tas golf. mendorong satu sama lain. Anda harus hati-hati. Miss Waterhouse. Bagaimanapun juga. J 'Sungguh. Tampaknya dia sedang berdebat dengan gadis itu. "Saya lihat Anda sudah siap siaga. sehingga saya langsung pergi ke jendela. Yah." "Itu bukan nama aslinya?" "Kami mempunyai alasan tertentu untuk mengira bahwa itu bukan nama aslinya. dan bukan hanya pembantu yang berguna bagi Inspektur Hardcascle." "Tidak ada surat yang ditandatangani seseorang bernama Curry?" "Curry? Tidak. Sangat luar biasa!" kata Miss Waterhouse dengan penuh perasaan tidak setuju. "Hanya kebetulan saja itu nama orang yang terbunuh tersebut. kecuali bahwa kau meravunya dengan begitu hebat sepanjang waktu. "Saya hanya dapat melihat bagian belakang kepala pria muda itu. tetapi tampaknya tidak banyak yang dapat dilihat dari sisi tersebut. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan seseorang. terus saya naik ke loteng dan menyeleksi beberapa barang yang akan saya bawa ke tukang cuci." kata Hafdcastle. "Tidak seperti beberapa orang di sekitar sini." katanya. Seseorang berkata pada saya bahwa ada pembunuhan di rumah itu. Mereka khusus melayani makan siang cepat untuk orang-orang profesional. saya kira tidak ada lagi. "Tidak ada hal lain yang dapat Anda ingat? Yang dapat Anda katakan pada kain j?" "Tidak. barulah saya sadar bahwa ada hal yang luar biasa yang telah terjadi." "Memfitnah. Akhirnya dia mendudukkan dan menyandarkan gadis itu ke tiang pintu gerbang. Suatu hal yang luar biasa untuk dilakukan. 'Tidak. untuk menghadapi segala peristiwa." kata Miss Waterhouse." "Saya berharap saya melihat sesuatu. berbicara untuk pertama kalinya. saya tidak begitu memperhatikan semuanya. "Saudara laki-laki Anda. "Tidak." "Di mana biasanya dia makan siang?" "Di* biasanya makan sandwich dan minum kopi ai Three Feathers. Miss Waterhouse membuka pintu dan menyilakan mereka keluar. atau adakah seseorang yang datang pada Anda atau bermaksud mendatangi Anda?" "Tidak. waktu itu dia berada di Gainsford and Swettenhams di High Street." Sersan Lamb memindahkan kakinya. kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih lama lagi." "Apa yang Anda lakukan kemudian?" "Yah. Saya kira saya tidak melihat keluar jendela sampai saya mendengar jeritan yang luar biasa itu. James Waterhouse?" "James tidak tahu apa-apa. Mr. "Saya juga menyesal. "Kami tidak dapat mengatakan demikian sampai kami mempunyai keterangan untuk membuktikannya. cekikikan» atau membuat gaduh—sehingga saya tidak berpikir bahwa ada yang serius." kata Miss Waterhouse menghina." kata Miss Waterhouse. James tidak akan dapat menolong Anda. "Dia tidak pernah tahu apa-apa. akan merupakan seorang saksi yang sangat berguna bagi kami." kata Colin. dia tidak pulang untuk makan siang. seperti tidak sadar sebelumnya kalau Sersan Lamb merupakan suatu wujud kepribadian yang mempunyai arti." "Adakah 'seseorang yang akhir-akhir ini menyurati Anda dan mengusulkan agar Anda ikut asuransi. "Seseorang dengan kepandaian serta pertimbangan seperti Anda. Miss Waterhouse. Miss Waterhouse memandangnya dengan sedikit terkejut. Gadis-gadis dan laki-laki muda selalu berbuat hal-hal yang luar biasa—menjerit-jerit. Seperti yang saya katakan." kata Miss Waterhouse. Apakah harus ada apa-apanya?" Hardcastle tersenyum. Kemudian dia pergi dan masuk ke dalam rumah itu." "Anda tidak melihat Miss Pebmarsh pulang ke rumahnya sesaat sebelum itu?" Miss Waterhouse menggelengkan kepala. "Suatu tindakan pencegahan yang bijaksana. Ada seorang laki-laki muda dan seorang gadis di pintu gerbang." Sersan Lamb mengoreksinya. Selama beberapa saat nada suaranya semurung nada suara seorang gadis. mengembuskan napas.

Rumah tersebut kelihatannya dalam kondisi yang hampir roboh dengan atap yang mestinya diperbaiki. "Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada Anda. Hemming. mengapa?" "Oh." BAB 8 SEBAGAI tambahan pada alamatnya. dua di antaranya mengeong. Manisku. Satu melompat ke lututnya." Shah-Shah-Mimi tidak mempedulikan tangan vang menahannya." kata Colin. Itu bukan kucing satu-satunya.) Mereka menunggu selama beberapa menit. kemudian terdengar suara-suara dari dalam. Aku tutup. "Sayangnya." Inspektur Hardcastle berjalan masuk dengan gagah."Hasilnya kadang-kadang bagus jika ditetapkan terhadap orang-orang dengan tipe seperti dia. dia akan mengetahui apakah itu suaranya atau bukan." Di dalam ruang itu berbagai macam sikat dan sisir yang dililiti bulu-bulu kucing tergeletak di atas kursi-kursi dan meja-meja. Miss Pebmarsh pergi ke kantor pos dan toko-toko." (Rumah besar yang dikelilingi parit. Jenis yang keras selalu luluh berhadapan dengan rayuan. mengapa mereka melibatkan Miss Pebmarsh? Kita tidak tahu apa-apa sekarang." kata Mrs. yaitu Diana Lodge. "jika saja ada rumah yang dapat dinamai The Laurels. yang datang kemari dari Badan Pencegahan Kejahatan Terhadap Hewan." kata Mrs. 20 mempunyai sebuah nama. Dia melompat ke meja yang ada di gang. Tidak ada bel listrik di sana tetapi ada sebuah tuas yang gunanya untuk ditarik. padahal seharusnya ke kanan. Cantikku. begitu pula dengan bau kencing kucing yang tajam menusuk. Akhirnya pintu depan terbuka." kata Mrs. Inspektur Hardcastle berkata ragu-ragu. setengah menyanyi. menurut Miss Martindale. Shah-Shah-Mimi." kata Hardcastle. tetapi dia membelok ke kiri." kata Colin. Mrs. Hemming. yang warna biru langit terangnya membuat penampilan kumuh bagian rumah lainnya serta kebun yang tak terawat itu menjadi lebih kentara. Mari kita lihat apakah nomor 20 bisa lebih baik bagi kita. Shah-ShahMimi. Sayang. Segala sesuatu saya lakukan demi mereka. Mereka duduk. pada kesempatan-kesempatan seperti itu semua kucing segera mengerumuninya. Penyanyi atau penyenandung itu mendekati pintu depan dan kata-katanya mulai terdengar jelas." Nada suaranya terdengar tidak memihak. atau apakah itu seperti suara Miss Pebmarsh. tentang—" ." "Tidak?" kata Hardcastle. "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Suatu hal yang sangat samar dan mungkin tidak penting. Sayangku. Suara-suara yang agak aneh. Jika Martindale mengenal Miss Pebmarsh secara pribadi. menggeser-geserkan badan mereka dengan lembut pada gaun majikannya. "Mereka mengerti setiap patah kata yang saya ucapkan. Tiga ekor kucing lainnya muncul di gang. Inspektur itu menariknya dan sebuah suara berdentang lirih terdengar di dalam. "Tampaknya. memandangi tamutamu tersebut. Cleo—Cleopatra. Di hadapan mereka berdiri seorang nyonya yang mengenakan gaun beludru berwarna hijau lumut pucat. Inspektur. Chavank/* Saat itulah Inspektur Hardcastle menyadari bahwa selendang bulu oranye tersebut sesungguhnya adalah seekor kucing. Pintu gerbangnya diberi penghalang terhadap para penyerbu dengan cara dililiti kawat berduri di bagian dalam. maka rumah ini kelihatannya cocok. yang agak kusam. Wilbraham Crescent No. "seperti Moated Grange. dan telepon Itu. setengah berbicara. Aku mau tutup pintu. Di sana juga terdapat bantal-bantal kursi yang pudar dan kotor. Diana Lodge tidak memberi kesan rapi serta tidak memiliki bedeng-bedeng bunga. "Memalukan! Saya sudah menulis dan melaporkannya. Hemming. mengapa? Mengapa semuanya ini tidak berujung pangkal? Jika Miss Pebmarsh menelepon." komentar Colin Lamb. "Dia sangat yakin." Terdengar pintu-pintu ditutup. Sunbeam. Pada saat itu juga bau kucing yang tajam menusuk tercium oleh hidung kedua orang laki-laki itu. dan ada paling tidak enam ekor kucing lagi. 'Tidak. Suara seperti senandung bernada tinggi. "Mari masuk. "Mengapa. Tanaman laurel dengan bunganya yang berbintik-bintik sendu dan dipangkas dengan tidak sempurna. "Saya hidup demi kesayangan saya. Tidak di sana. jangan. semuanya adalah mengapa" kau Hatd-castle tak sabar. juga menghalangi usaha seseorang untuk masuk melalui pintu gerbang. jangan ke ruang itu. Hati-hati buntutmu. "Oh." Dia mendorong sebuah pintu di sebelah kiri. mengapa dia menginginkan gadis itu ada di sana? Jika itu orang lain. Di sekeliling lehernya dia memakai selendang bulu berwarna oranye. kucing itu tidak mengungkapkan apa pun vang menarik. Hemming?" "Saya Mrs. duduk dan menjilati mukanya sambil menatap orang-orang asing itu. disanggul dengan rumit menurut mode sekitar tiga puluh tahun yang lalu." Colin memandangnya ingin tahu. Mereka satu-satunya hiburan dan kesenangan dalam hidup saya. Di sana. "Tetapi kalau dia menelepon." "Ya. Hemming. "Mengapa harus dinamai Diana Lodge segala?" Dia melihat ke sekelilingnya sambil menilai. Sayangnya dia termasuk orang yang alergi terhadap kucing. Dia bilang kucing-kucing saya dipelihara dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan dan kebahagiaan mereka! Sungguh memalukan! Saya hidup demi kucing-kucing saya. Saya lupa. Hati-hati." "Dia mendengkur seperti kucing yang ditawari semangkuk krim sebagai hadiah. "Silakan masuk. Sudah deh. Colin menoleh padanya dengan cepat. ayo. Hemming. Seperti biasanya. Detektif Inspektur Hardcastle yang gagah berani hanya dapat mengatupkan bibirnya dan menahan diri. ■ "Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Semak-semak vang menjulur dan tumbuh liar merupakan pemandangan yang menonjol. Rambutnya yang pirang keputihan disisir lurus-lurus." "Saya harap Anda datang sehubungan dengan orang mengerikan itu. Hati-hati. Bau ruangan itu balikan lebih tajam. Satu-satunya tanda yang menyatakan adanya perhatian baru-baru ini pada rumah itu adalah cat vang dikuaskan pada pinru depan. kita tidak mendapat banyak dari nomor 18. "Kau masih menyangka bahwa di balik sangkalannya dia mungkin saja menelepon? Dia sangat yakin akan hal itu. berdering sekitar jam dua kurang sepuluh menit. yang lain menggosok-gosokkan badannya dengan penuh rasa sayang pada celana panjangnya. "Mrs. "Apakah—" kata Hardcastle.

seorang wanita buta." Colin menyeringai kecil." kata Mrs. Pada musim panas mereka melempar buah-buah apel. . Saya mencoba membujuknya dengan sepiring ikan. Mereka memasang perangkap dan bersembunyi. lima ekor di kamar saya." . Hemming. Matanya masih tetap terarah pada hewan-hewan kesayangannya. "Maaf?" Mrs. pepohonan.— er—er. ada ahak-anak nakal itu— betul-betul tidak aman membiarkan makhluk-makhluk manis itu berkeliaran di kebun sendirian. mengeraskan suaranya. saya percaya. "Saya datang untuk membicarakan kejadian tidak enak yang terjadi di sebelah. Mrs." Mrs." Dia memandang kedua tamunya ganti-berganti." BAB 9 MEREKA mengendarai mobil sepanjang Wilbra-ham Crescent. Yang saya maksud adalah nomor 19 di mana seorang laki-laki ditemukan terbunuh kemarin. tentu saja. Hemming bahwa Colin berbicara di luar peranannya sebagai seorang sersan polisi." kata Colin pada si kucing oranye dan menambahkan."Segala sesuatu yang Anda inginkan." kata Colin sambil berpikir-pikir. Hemming. tetapi dia tetap takut." yang ini ditujukan pada seekor kucing Persia lainnya yang sedang duduk di atas meja di samping sebuah lampu porselen. Mungkin Anda sudah mendengarnya. sehingga kebun belakang Miss Pebmarsh hampir tidak terlihat." kata Colin. Mereka tinggal di bagian selatan Crescent ini." Jika itu terpikirkan oleh Mrs. "Saya sangat tertarik pada kucing. Lagi pula. Diana Lodge dapat digambarkan sebagai sebuah rumah yang terisolir. "Saya tidak akan menyembunyikan apa-apa." kata Mrs. Mrs." "Begitu. Hemming. mungkin rumah itu tidak mempunyai tetangga. Saya biasanya belanja lebih awal di pagi hari dan terus pulang supaya dapat menyiapkan makan siang untuk kesayangan saya. dia turun sendiri dan mengikuti saya masuk. "Kalau boleh saya bertanya. "d. baik dia maupun Hardcastle hanya membuang-buang waktu saja di sini. membelok ke kanan." kata Hardcastle. "Saya berharap. Anda tahu. kata Anda?" kata Mrs. Inspektur Hardcastle segera bangkit berdiri. "Tolong tutup pintunya. bukan. ya?" kata Mrs. Dia masih muda dan dia telah memanjat salah satu pohon dan saya takut dia tidak bisa turun. Mereka diberi makan ikan yang terbaik yang saya masak sendiri. "bukan itu. "Nomor 19. Hemming bangkit. mengusap-usap kupingnya dan kucing kelabu itu mendengkur keenakan. Ada rumput-rumput liar. Apa yang baiu Anda katakan tadi menggambarkan dengan sempurna pola dari tingkah laku kucing dan peraturan-peraturan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. saya rasa saya tidak melihat ke luar jendela depan. "Oh. masuk ke Albany Road dan terus ke kanan lagi sepanjang bagian lain Wilbraham Crescent." kata Hardcastle." kata Colin. "dan kau betul-betul cantik. semak-semak yang menggerombol dan tidak dipangkas dan banyak sekali tanaman laurel dari varietas yang berbintik-bintik. apakah Anda berada di rumah kemai in siang. dan beberapa macrocarpas vang agak suram. tetapi saya curiga. Mereka itu betul-betul pengacau. Dengan cara yang sama kucing-kucing Anda semuanya sedang berkumpul mengitari teman saya yang terus-terang tidak peduli pada kucing. Hardcastle dan Colin mengikutinya. atau mereka pernah memilikinya. Dia memimpin jalan ke luar ruangan itu. "Oh. tempat tidur mereka. menyela pembicaraannya. adalah sebuah gambaran yang bagus.a datang untuk dibunuh. kemudian menyisir dan merawat mereka. "Sesungguhnya. maka tidak ada tanda apa pun yang muncul di wajahnya. berhenti dengan ragu-ragu di tengah-tengah kebun belakangnya. Colin menggaruknya. begitu. Saya dapat menunjukkan pada Anda makanan kucing. Hemming. kalau Anda keluar. Si kucing oranye melepaskan gulungannya pada leher majikannya. "Kita pernah bertemu sebelumnya. Joshua?" "Bukan. bukan?" Seekor kucing Persia kelabu yang tampan meletakkan kedua belah kakinya pada lutut Inspektur Hardcastle." Dia berjalan menuju ujung gang dan membuka sebuah pintu samping. Saya harus menyerah akhirnya dan kembali ke rumah." "Orang y«ng terbunuh itu bukan penghuni rumah itu?'" kata Inspektur Hardcastle. "dan saya telah mempelajari sifat-sifat alamiah kucing." "Ini tidak ada hubungannya dengan kucing. "Hari ini anginnya keras dan saya tidak mau semua sayangku masuk angin. Saya mendesak supaya barang itu disita saja. Menurut pendapat Colin. Mr. sepertinya hendak mengecek kepercayaan mereka. "Anak-anak nakal?" tanva Hardcastle. Yaitu sekitar jam setengah dua sampai setengah empat?" "Oli ya. Dari sudut pandang penghuni-penghuninya. Kucing-kucing ini manis-manis. tidak tahan lagi untuk tidak berbicara. baru saja saya masuk melalui pintu. tentu. Hemming menggantinya dengan seekor kucing Persia kelabu yang bertampang linglung. dan semak-semak tumbuh berjajar begitu rapat. Mereka memiliki sebuah katapel. "Tetapi saya kira hanya ada satu orang yang tinggal di rumah itu. Kucing itu mengibaskan ekornya dengan lembut. "Mereka selalu tahu.r "Nah itu. Sepertinya inspektur itu adalah sebuah bantalan jarum. mereka tidak akan memperhatikan saya meskipun saya senang pada mereka. Kebun belakang kurang lebih mirip dengan yang di depan. Segalanya yang Anda inginkan. masih iagu-ragu." kata Mrs.. tetapi tidak lebih. tentu. Ramsay. memandangnya dengan penuh gairah dan mencengkeramkan cakar-cakar-nva kuat-kuat dengan gaya mengais-ngais. Tanaman laurel. "Sava dapat melihat kebun belakang Anda. Hemming dari gang. Gangguan seperti itu tak dapat lagi ditahannya. Dua anak laki-laki Mrs. dengan minat yang sopan. Hemming hanya bergumam lirih. tujuh iainnva di bawah sini." "Sebelah? Anda maksud anjing Mr. Nyonya. Dan Anda tidak akan percaya. Hemming memandangnya de ngan sedikit kaget." katanya. Kebun kami hampir saling membelakangi satu sama lain." kata Colin. Si kecil yang malang. Saya pergi ke kebun belakang sebab Arabella hilang. Betapa anehnya." "Memalukan." "Dan Anda tidak memperhatikan segala kegiatan di sebelah? Mobil polisi—ambulans—hal-hal seperti itu?" "Yah.

"Sederhana sebetulnya," kata Hardcastle. "Kalau kamu sudah tahu," kata Colin. "Nomor 61 memang membelakangi rumah Mrs. Hemming—tetapi salah satu sudutnya menyentuh nomor 19 dan itu cukup baik. Ini akan memberi kesempatan untuk melihat Mr. Bland. Omong-omong, dia tidak punya pembantu asing." "Yah, gugurlah sebuah teori yang indah." Mobil berhenti dan kedua laki-laki itu turun. "Nah, nah," kata Colin. "Sebuah kebun depan vang indah!" Kebun itu betul-betul merupakan model luar kota yang sempurna dalam bentuk mini. Ada bedeng-bedeng geranium dengan pinggiran lobelia. Ada begonia yang besar dan mengkilap, dan ada berbagai hiasan kebun yang dipajang di sana—katak, cendawan, orang cebol, dan peri dalam dongeng. "Aku yakin Mr. Bland pastilah seorang yang sangat terhormat," kata Colin gemetar. "Dia tidak mungkin memiliki ide-ide buruk kalau dia bukan orangnya." Dia menambahkan lagi ketika Hardcastle menekan bel, "Kau kira dia ada di rumah sepagi ini?" "Aku sudah menelepon," Hardcastle menjelaskan. "Menanyakan kalau dia ada waktu." Pada saat itu sebuah mobil pengangkut berhenti dan berbelok masuk garasi, yang jelas-jelas merupakan tambahan baru pada rumah itu. Mr. Josaiah Bland turun, membanting pintu dan berjala" menuju mereka. Orangnya tingginya sedang dengan kepala botak dan sepasang mata biru yang agak kecil. Penampilannya ramali dan hangat. "Inspektur Hardcastle? Silakan masuk." Dia membuka jalan menuju tuang duduk. Ruang itu menunjukkan beberapa bukti kemakmuran. Ada lampu-lampu hias yang mahal, sebuah meja tulis Empire, satu set hiasan perapian bercat emas yang berkilau-kilauan, sebuah bufet berisi hiasan-hiasan, dan sebuah jardiniere yang penuh bunga di jendela. Kursi-kursinya model mutakhir dan mempunyai lapisan yang mewah. "Silakan duduk," kata Mr. Bland hangat. "Rokok? Atau Anda tidak boleh merokok kalau lagi bertugas?" "Tidak, terima kasih," kata Hardcastle. "Tidak minum juga, saya kira?" kata Mr. Bland. "Ah, lebih baik begitu untuk kita berdua, saya kira. Sekarang ada apa? Urusan di nomor 19 bukan? Sudut-sudut kebun kami bergandengan, tetapi kami tidak dapat melihatnya dengan jelas, kecuali dari jendela di tingkat atas. Urusan yang luar biasa kelihatannya—paling tidak dari apa yang saya baca di koran lokal pagi ini- Saya senang menerima pesan Anda tadi. Suatu kesempatan untuk mendapat beberapa keterangan. Anda tidak akan mengira kabar burung macam apa yang tersiar! Ini membuat istri saya agak cemas—merasa ada seorang pembunuh yang bebas berkeliaran. Masalahnya adalah mereka membiarkan semua orang gila itu keluar dari rumah sakit jiwa sekarang ini. Mengirim mereka pulang ke rumah dengan catatan tidak melarikan diri atau apa pun istilahnya. Kemudian mereka membunuh orang lain dan mereka dijebloskan lagi ke rumah sakit. Dan seperti yang saya katakan, kabar burung! Maksud sava, Anda akan kaget bila mendengarnya dari wanita-wanita pekerja harian dan pengantar susu, atau tukang koran. Satu berkata dia dicekik dengan kabel, yang lain berkata dia telah ditikam. Orang lain lagi bilang dia dipukul dengan sebatang pipa timah. Bagaimanapun juga, dia seorang laki-laki, bukan? Maksud saya, bukan si wanita tua yang dibunuh bukan? Orang yang tak dikenal, begitu kata koran-koran." Mr. Bland akhirnya berhenti sama sekali. Hardcastle tersenyum dan berkata dengan suara mencela, "Yah, sebagai yang tak dikenal, dia memiliki sebuah kartu dan sebuah alamat di sakunya." "Cukup menarik juga ceritanya," kata Bland. "Tetapi Anda tahu bagaimana halnya dengan masyarakat. Saya tidak tahu siapa yang merencanakan ini semua." "Selagi kita membicarakan kotban tersebut,"kata Hardcastle, "mungkin Anda sudi melihat. Sekali lagi dikeluarkannya foto kepolisian itu. "Jadi ini dia orangnya?" kau Bland. "Dia kelihatan seperti orang biasa, bukan? Biasa seperti Anda dan saya. Saya kira saya tidak boleh menanyakan alasan mengapa dia mesti dibunuh?" "Terlalu pagi untuk mengatakannya," kata Hardcastle. "Yang ingin saya ketahui, Mr. Bland, adalah apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya yakin belum pernah. Saya lumayan baik dalam mengingat wajah." "Dia tidak mampir kemari dengan maksud-maksud tertentu—menjual polis asuransi atau —vacuum cleaner, atau mesin cuci, atau barang-barang lainnya?" "Tidak, tidak. Tentu saja tidak." "Kami mungkin harus bertanya pada istri Anda," kata Hardcastle. "Bagaimanapun juga, jika dia datang kemari, istri Andalah yang akan ditemuinya." "Ya, itu betul sekali. Saya tidak tahu, meskipun... Valerie tidak begitu sehat. Saya tidak ingin menyusahkannya. Maksud saya adalah, yah, saya kira ini fotonya ketika mati, bukan?" "Ya," kara Hardcasde, "itu betul. Tetapi itu sama sekali bukan foto yang mengerikan." "Memang bukan. Dikerjakan dengan sangat baik. Orang ini kelihatannya sedang tidur." "Kau membicarakan aku, Josaiah?" Sebuah pintu penghubung dengan ruangan lain terbuka dan seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tersebut. Dia, menurut Hardcastle, telah mendengarkan dengan penuh perhatian dari balik pintu. "Ah, kaukah itu, Sayangku," kata Bland. "Kupikir kau sedang tiduran. Ini istri saya, Detektif Inspektur Hardcastle." "Pembunuhan yang mengerikan itu," gumam Mrs. Bland. "Sungguh-sungguh membuat saya bergidik memikirkannya." Dia duduk di sofa sambil sedikit mengeluh. "Naikkan kakimu, Sayang," kata Bland. Mrs. Bland menurut. Dia adalah wanita berambut pirang, dengan suara sedih yang lirih. Dia kelihatan seperti kurang darah, dan mempunyai ciri-ciri seperti orang cacat yang menerima cacat nya dengan suatu kesenangan tertentu. Selama beberapa saat, dia mengingatkan Inspektur Hardcastle pada seseorang. Dia mencoba berpikir siapa, tetapi gagal. Suara yang lirih, agak sedih itu terus berkata. "Kesehatan saya tidak begitu baik, Inspektur Hardcastle, karenanya suami saya berusaha menghindarkan saya dari segala shock atau kecemasan. Saya sangat peka. Anda sedang membicarakan sebuah foto, saya kira, dari—dari orang yang terbunuh itu. Oh, betapa mengerikan kedengarannya. Saya tidak tahu apakah saya akan tahan melihatnya!" Mati karena melihatnya, sebetulnya, pikir Hardcastle. Dengan suara sedikit gusar, dia berkata, "Mungkin kalau begitu saya tidak perlu meminta Anda untuk melihatnya, Mrs. Bland. Tadinya saya berpikir mungkin Anda dapat menolong kami, kalau-kalau orang itu pernah mampir ke rumah Anda suatu ketika."

"Saya harus menunaikan kewajiban saya, bukan?" kata Mrs. Bland, dengan senyum keberanian yang manis. Dia mengulurkan tangannya. "Kaupikir kau mau menyusahkan dirimu sendiri, Val?" "Jangan tolol, Josaiah. Tentu saja aku harus melihatnya." Dia melihat foto itu dengan penuh minat dan, dalam pikiran inspektur itu, dengan sedikit kecewa. "Dia kelihatannya—sungguh, dia tidak seperti mati sama sekali," katanya. "Tidak sama sekali, kendati dia telah dibunuh. Apakah dia—dia tidak mungkin dicekik?" "Dia ditikam," kata inspektur itu. Mrs. Bland menutup matanya dan bergidik. "Oh, oh," katanya, "betapa mengerikan." "Anda tidak merasa pernah melihatnya, Mrs. Bland?" "Tidak," kata Mrs. Bland dengan penyangkalan yang jelas, "tidak, tidak, saya kira tidak. Apakah dia jenis orang yang—yang mampir ke rumah-rumah menjual barang-barang?" "Dia tampaknya seperti seorang agen asuransi," kata inspektur itu hati-hati. "Oh, begitu. Tidak, tidak ada orang seperti itu, saya yakin. Kau tidak pernah ingat saya menyebutkan hal seperti itu, bukan, Josaiah?" "Tidak ingat," kata Mr. Bland. "Apakah dia ada hubungannya dengan Miss Pebmarsh?" tanva Mrs. Bland. 'Tidak," kata inspektur itu, "dia adalah orang asing bagi Miss Pebmarsh." "Sangat aneh," kata Mrs. Bland. "Anda mengenal Miss Pebmarsh?" "Oh ya, maksud saya, kami mengenalnya sebagai tetangga, tentu saja. Dia kadang-kadang bertanya pada suami saya tentang kebun." "Anda seorang tukang kebun yang hebat," kata inspektur itu. "Ah, biasa-biasa saja," kata Bland membantah. "Tidak punya waktu. Tentu saja, saya tahu sedikit tentang berkebun. Tetapi saya punya seorang pekerja yang hebat—datang dua kali seminggu. Dia merawat kebun dan merapikannya. Saya berani taruhan, tidak ada kebun yang dapat menandingi kebun kami di sekitar sini, tetapi sava bukannya tukang kebun sungguhan seperti tetangga saya." "Mrs. Ramsay?" kata Hardcastle terkejut. "Bukan, bukan, lebih jauh lagi. 63. Mr. McNaughton. Dia hidup untuk kebunnya. Di situ terus sepanjang hari, dan gila pada pupuk. Betul, dia sangat membosankan kalau lagi ngomong soal pupuk—tapi saya rasa bukan itu yang hendak Anda bicarakan." "Pasti bukan," kata inspektur itu. "Saya cuma ingin tahu apakah seseorang—Anda atau istri Anda, misalnya—ada di kebun kemarin. Bagaimanapun juga, seperti kata Anda, salah satu sudutnya menyentuh batas nomor 19 dan ada kemungkinan Anda melihat sesuatu yang menarik kemarin—atau mendengar sesuatu, mungkin?" "Tengah hari, bukan? Ketika pembunuhan itu terjadi, maksud saya." "Waktu yang relevan adalah antara jam satu sampai jam tiga." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya tidak melihat banyak. Saya ada di sini. Begitu juga Valerie. Kami sedang makan siang, dan ruang makan kami menghadap ke jalan. Kami tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di kebun." "Jam berapa Anda makan?" "Jam satu atau sekitar itu. Kadang-kadang setengah dua." "Dan Anda tidak pergi ke luar ke kebun sama sekali sesudahnya?" Bland menggelengkan kepalanya. "Sesungguhnya," katanya, "istri sava selalu naik ke loteng untuk beristirahat sesudah makan siang dan, jika tidak terlalu sibuk, saya berbaring-baring sebentar di kursi di sana. Saya mestinya meninggalkan rumah sekitar—oh, saya rasa jam tiga kurang seperempat, tetapi sayangnva saya tidak ke kebun sama sekali." "Oh, sudahlah," kata Hardcastle mengeluh, "kami harus menanyai setiap orang." "Tentu, tentu. Saya harap saya dapat lebih ban vak membantu." "Anda memiliki tempat tinggal yang bagus," kata inspektur itu. "Tidak ada uang yang dihamburkan, saya rasa." Bland tertawa riang. "Ah, ya, kami menyukai barang-barang yang bagus. Istri saya punya selera tinggi. Kami mendapat keberuntungan tahun lalu. Istri saya memperoleh sejumlah uang dari pamannya. Dia tidak pernah melihat pamannya selama dua puluh lima tahun. Cukup mengejutkan! Itu membuat sedikit perbedaan bagi kami, Anda tahu. Kami mampu membiayai diri kami dengan baik dan kami merencanakan untuk bepergian dengan kapal-kapal pesiar di tahun-tahun mendatang. Sangat terpelajar katanva, saya dengai. Yunani dan semuanya. Banyak profesor memberi kuliah di dalam kapal. YahT tentu saja, saya adalah orang yang mandiri dan saya tidak punya banyak waktu untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya akan te> tarik. Orang yang pergi menggali ke Troya, dulunya adalah seorang pemilik warung makanan. Sangat romantis. Saya mengakui bahwa sava senang pergi ke negara-negara asing—kendati tidak sering saya lakukan— sua^u kesempatan berakhir pekan di Paris, hanya itu. Saya terbujuk dengan ide untuk menjual semuanya di sini dan pergi untuk hidup di Spanyol atau Portugis atau bahkan di Hindia Barat. Banyak orang melakukannya. Menghemat pajak dan lain-lainnya. Tetapi istri saya tidak menyetujui ide itu." "Saya senang bepergian, tetapi saya tidak kepingin hidup di luar Inggris," kata Mrs. Bland. "Teman-teman kami tinggal di sini— dan saudara perempuan saya juga tinggal di sini, dan setiap orang mengenal kami. Jika kami ke luar negeri, kami jadi orang asing. Dan—lagi pula kami mempunyai dokter yang sangat baik di sini. Dia sungguh-sungguh mengerti kesehatan saya. Saya tidak akan peduli sama sekali dengan dokter asing. Saya tidak akan mempercayainya." "Kita lihat saja," kata Mr. Bland riang. "Kita pergi pesiar dan kau akan jatuh cinta pada Kepulauan Yunani." Mrs. Bland memandangnva seperti mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. "Mungkin ada juga dokter Inggris yang bermutu di luar negeri," kata Mrs. Bland ragu-ragu. "Tentu saja," kata suaminya: Dia menemani Hardcastle dan Colin sampai di pintu depan, mengulangi sekali lagi betapa menyesalnya dia karena tidak dapat membantu mereka. "Yah," kata Hardcasde. "Bagaimana pendapat-mu tentang dia?" "Aku tidak mau membiarkan dia membangun rumahku," kata Colin. 'Tetapi seorang kontraktor yang sedikit licik bukanlah yang kukejar. Aku mencari seseorang yang penuh pengabdian. Dan sebagai tanggapan pada kasus pembunuhanmu, kau mendapat jenis

pembunuhan yang salah. Sekarang jika Bland memberi istrinya arsenik atau menceburkannya ke Laut Aegea dengan maksud untuk mewarisi uangnya, dan menikah dengan seorang gadis pirang yang cantik-—" "Akan kita urus kalau itu benar-benar terjadi," kata Inspektur Hardcastle. "Sementara ini kita harus terus dengan pembunuhan

ini"

BAB 10
Di WILBRAHAM CRESCENT NO. 62, Mrs. Ramsay berkata pada dirinya sendiri untuk menghibur hati, "Dua hari lagi. Tinggal dua hari." Disibakkannya beberapa helai rambut basah yang menutupi dahinya. Sebuah bunyi pecah yang hebat terdengar dari dapur. Mrs. Ramsay merasa sangat segan untuk pergi dan melihat apa yang terjadi. Jika saja dia dapat berpura-pura bahwa tidak ada yang pecah. Oh, oh —tinggal dua hari. Dia berjalan ke seberang gang, mendorong pintu dapur dan berkata dengan suara yang jauh dari marah dibandingkan suaranya tiga minggu yang lalu, "Sekarang apa yang telah kalian lakukan?" "Maaf, Bu," kata anak laki-lakinya, Bill. "Kami sedang main bowling dengan kaleng-kaleng ini dan entah bagaimana kaleng-kaleng itu menggelinding ke bawah lemari porselen." "Kami tidak bermaksud demikian," kata adiknya, Ted, menguatkan. "Yah, pungudah benda-benda itu dan letakkan kembali dalam lemari. Kemudian sapulah pecahan-pecahan porselen dan buang ke tong sampah." "Oh, Bu, jangan sekarang dong." "Ya, sekarang," "Ted dapat melakukannya," kata Bill. "Enaknya," kata Ted. "Selalu menyuruh aku. Aku tidak mau melakukannya kalau kamu tidak mau." "Taruhan, kamu pasti mau." "Taruhan, aku tidak akan mau." "Kupaksa kau." "Yahhf" Anak-anak itu bergulat dengan seru. Tcd dipaksa telungkup di bawah meja dapur dan semangkuk telur bergoyang-goyang mengkhawatirkan. "Oh, keluar dari dapur!" teriak Mrs. Ramsay. Dia mendorong kedua anaknya ke luar melalui pintu dapur dan menutupnya. Sudah itu dia mulai memunguti kaleng-kaleng serta menyapu pecahan-pecahan porselen tersebut. Dua hari lagi, pikirnya, dan mereka akan kembali ke sekolah! Betapa menyenangkan, betapa tenteramnya bagi seorang ibu! Dia ingat samar-samar ucapan jahat dari seorang penulis wanita. Hanya ada enam hari gembira dalam setahun bagi seorang wanita. Hari pertama dan hari terakhir acara liburan. Memang betul, pikir Mrs. Ramsay sambil menyapu kepingan-kepingan peralatan makannya yang terbaik. Betapa senang dan gembiranya dia ketika mengharapkan kedatangan anak-anaknya lima minggu yang lalu! Dan sekarang? "Besok," dia mengulangi lagi bagi dirinya sendiri, "besok Bill dan Ted akan kembali ke sekolah. Aku hampir tidak percaya. Aku tidak sabar lagi!" Betapa tenteramnya lima minggu vang lalu ketika dia menjemput mereka di stasiun. Gejolak dan rasa sayang mereka waktu pulang. Cara mereka menghambur ke seluruh pelosok rumah dan kebun. Sebuah kue khusus dipanggang untuk teman minum teh. Dan sekarang—apa yang dia harapkan sekarang? Suatu hari yang betul-betul tenang. Tidak perlu menyiapkan makanan yang banyak, tidak perlu terus-terusan membersihkan. Dia mencintai anak-anaknya—mereka anak-anak yang baik, itu tidak perlu diragukan. Dia bangga dengan mereka. Tetapi mereka juga meletihkan. Nafsu makan mereka, vitalitas mereka, suara ribut yang mereka buat. Pada saat itu, teriakan-teriakan mereka mengeras. Dia menoleh terkejut. Tidak apa-apa. Mereka cuma pergi ke kebun. Itu lebih baik, lebih banyak ruang gerak bagi mereka di kebun. Mereka mungkin mengganggu para tetangga. Dia harap mereka tidak mengganggu kucing-kucing Mrs. Hemming lagi. Tidak, itu harus diakui, bukan demi kebaikan kucing-kucing itu, tetapi karena kawat berduri yang mengelilingi kebun Mrs. Hemming dapat merobek celana pendek mereka. Dia melirik ke arah kotak obat yang terletak di atas meja. Bukannya dia terlalu cerewet menanggapi kenakalan-kenakalan alami anak-anak penuh vitalitas itu. Kenyataannya peringatan pertamanya yang tidak dapat dielakkan adalah, "Nah, bukankah sudah kukatakan beratus-ratus kali, kau tidak boleh meneteskan darah di ruang tamu! Segeralah ke dapur dan teteskan di sana, karena aku dapat menghapusnya dari lantai linoleum." Sebuah teriakan hebat dari luar terhenti tiba-tiba, diikuti dengan kesunyian yang begitu mencekam, sehingga Mrs. Ramsay malah merasa waswas. Sungguh, kesunyian itu sangat tidak alami. Dia berdiri bingung dengan papan pe-nyerok berisi pecahan-pecahan porselen di tangannya. Pintu dapur terbuka dan Bill berdiri di sana. Sebuah ekspresi kegairahan yang amat besar dan sangat tidak wajar menghiasi wajah yang baru berumur sebelas tahun itu. "Bu," katanya, "ada seorang detektif inspektur di sini dan ada seorang laki-laki lain bersamanya." "Oh," kata Mrs. Ramsay lega. "Dia mau apa, Savang?" "Dia mau ketemu Ibu," kata Bill, "tapi kupikir itu pasti ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Ibu tahu, di rumah Miss Pebmarsh kemarin." "Aku tidak mengerti kenapa dia harus datang dan menemuiku," kata Mrs. Ramsay, dengan suara sedikit bingung. Hidup ini selalu berkesinambungan, pikirnya. Bagaimana dia bisa memperoleh kentang yang bagus untuk memasak rebusan ala Irlandia, jika detektif inspektur itu datang pada saat seperti ini? "Oh, biailah," katanya mengeluh. "Kukira lebih baik dia kutemui." Dia melemparkan pecahan-pecahan porselen itu ke dalam tong sampah di bawah bak cuci, mencuci tangannya di bawah keran air, merapikan rambutnya dan siap untuk mengikuti Bill, yang berkata tidak sabar, "Oh, ayolah, Bu/" Mrs. Ramsay dengan Bill rapat di sampingnya, masuk ke ruang duduk. Dua orang laki-laki berdiri di sana. Anak bungsunya, Ted, menemani mereka, menatap mereka dengan mata terbelalak kagum. "Mrs. Ramsay?" "Selamat pagi." "Saya kira anak-anak muda ini telah mengatakan pada Anda bahwa saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Sungguh sangat tidak menyenangkan," kata Mrs. Ramsay. "Pagi ini sangat tidak menyenangkan. Saya sibuk sekali. Apakah ini akan memakan waktu lama?" * "Sama sekali tidak," kata Detektif Inspektur Hardcastle meyakinkan. "Boleh kami duduk?"

"Oh, ya, silakan, silakan." Mrs. Ramsay duduk di kursi bet sandaran tegak dan memandang mereka dengan tidak sabar. Dia curiga bahwa ini akan memakan waktu lama. "Kalian berdua tidak perlu tetap di sini," kata Hardcastle pada anak-anak itu dengan ramah. "Au, kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami tidak akan pergi," ulang Ted. "Kami mau mendengar semuanya," kata Bill. "Tentu saja,"' kata Ted. "Apakah darahnya banyak?" tanya Bill. "Apakah itu perampokan?" kata Ted. "Diam, Anak-anak," kata Mrs. Ramsay. "Tidakkah kalian dengar—Mr. Hardcastle berkata bahwa beliau tidak menginginkan kalian di sini5" "Kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami mau mendengar." Hardcastle berjalan menuju pintu dan membukanya Dia menatap anak-anak itu. "Keluar," katanya. Hanya satu kata saja dan diucapkan dengan pelan, tetapi di baliknya terdapat suatu kualitas kewibawaan. Tanpa berkata apa-apa lagi anak-anak itu bangkit, menggeserkan kaki-kaki mereka dan bergerak ke luar ruangan. Mengagumkan, pikir Mrs. Ramsay penuh penghargaan. Ah, mengapa aku tidak bisa sepeiti itu? Tetapi,tentu saja, dia mempertimbangkan, dia adalah ibu anak-anak itu. Dia tahu bahwa anak-anak laki-laki, ketika mereka keluar, mempunyai tingkah laku yang sama sekali berbeda daripada jika mereka di rumah. Selalu saja para ibu yang mendapat tidak enaknya. Tetapi mungkin, dia mempertimbangkan, orang lebih suka demikian. Memiliki anak-anak laki-laki yang manis, diam, sopan, penuh perhatian di rumah, dan berubah menjadi berandal-berandal kecil di luar, yang menciptakan alasan-alasan yang tidak masuk akal bagi diri mereka sendiri, adalah lebih buruk—ya, itu lebih buruk. Dia teringat akan apa yang diharapkan dari padanya, ketika Inspektur Hardcastle datang kembali dan duduk lagi. "Jika ini tentang kejadian di nomor 19 kemarin," katanya dengan cemas, "saya sungguh tidak tahu apa yang dapat saya katakan pada Anda, Inspektur. Saya tidak tahu apa-apa. Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di sana." "Rumah itu didiami oleh Miss Pebmarsh. Dia buta dan bekerja di Institut Aaronberg." "Oh, begitu," kata Mrs. Ramsay. "Saya khawatir saya hampir tidak mengenal siapa pun di Crescent bernomor kecil." "Apakah Anda berada di sini kemarin antara jam setengah dua dan jam tiga?" "Oh, ya," kata Mrs. Ramsay. "Saya harus masak untuk makan malam dan lain-lain. Bagaimanapun juga saya pergi keluar sebelumnya. Saya mengajak anak-anak ke bioskop." Inspektur itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan mengulurkannya kepadanya. "Saya ingin tahu apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Mrs. Ramsay memandang foto itu dengan minat sedikit saja. "Tidak," katanya, "tidak, saya rasa tidak. Saya tidak yakin saya dapat mengingatnya kalau saya pernah melihatnya." "Dia tidak datang ke rumah ini pada suatu waktu—mencoba menjual polis asuransi pada Anda atau barang-barang lain seperti itu?" Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya dengan lebih yakin. 'Tidak. Tidak, saya yakin tidak." "Namanya, kami mempunyai alasan tertentu untuk mempercayainya, adalah Curry. Mr. R. Curry." Inspektur Hardcastle mengamat-amannya. Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya lagi. "Saya khawatir," katanya minta maaf, "saya sungguh-sungguh tidak mempunyai waktu untuk melihat atau memperhatikan apa pun selama anak-anak libur." "Itu selalu merupakan masa yang sibuk, bukan?" kata inspektur itu. "Anda memiliki anak-anak yang hebat. Penuh gairah hidup dan semangat. Agak terlalu bersemangat kadang-kadang." Mrs. Ramsay tersenyum. "Ya," katanya, "memang sedikit capek, tetapi mereka sebenarnya adalah anak anak yang sangat baik." "Saya yakin itu," kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak baik, kedua-duanya. Sangat cerdas, saya kira. Saya akan bercakap-cakap dengan mereka sebelum saya pergi, jika Anda tidak keberatan. Anak-anak laki-laki memperhatikan hal-hal yang kadang-kadang tidak diperhatikan oleh anggota keluarga lainnya." "Saya tidak begitu mengerti bagaimana mereka bisa memperhatikan sesuatu," kata Mrs. Ramsay. "Kami bukan tetangganya." "Tetapi kebun belakang Anda saling membelakangi." "Ya, memang begitu," kata Mrs. Ramsav. "Tetapi letaknya cukup terpisah." "Anda mengenal Mrs. Hemming di nomor 20?" "Yah, dapat dikatakan begitu," kata Mrs. Ramsay, "oleh karena kucing-kucingnya dan hal-hal lainnya." "Anda suka kucing?" "Oh, tidak," kata Mrs. Ramsav, "bukan begitu. Maksud saya keluhan-keluhan." "Oh, begitu. Keluhan-keluhan. Tentang apa?" Mrs. Ramsav merah mukanya. "Masalahnya adalah," katanya, "kalau orang memelihara kucing dengan cara seperti itu—dia punya empat belas—dia akan mutlak tergila-gila pada makhluk-makhluk itu. Dan itu semua adalah omong kosong. Saya suka kucing. Kami dulu memiliki seekor kucing betina. Sangat pandai menangkap tikus. Tetapi segala keributan yang ditimbulkan wanita itu, memasak makanan khusus—hampir-hampir tidak pernah membiarkan makhluk-makhluk malang itu menikmati kehidupan mereka sendiri. Tentu saja kucing-kucing itu selalu mencoba minggat. Saya juga akan begitu kalau saya jadi kucingnya. Dan anak-anak itu sesungguhnya sangat baik, mereka tidak akan menyiksa kucing dengan cara apa pun. Apa yang saya katakan adalah kucing dapat memelihara dirinya sendiri dengan sangat baik. Mereka adalah hewan yang memiliki akal, kalau saja mereka diperlakukan dengan masuk akal." "Saya yakin Anda benar»" kata Inspektur Hardcastle. "Anda mestinya sangat sibuk," lanjutnya, "membuat anak-anak Anda merasa gembira dan memberi mereka makan selama liburan. Kapan mereka kembali ke sekolah?" "Lusa," kata Mrs. Ramsav. "Mudah-mudahan Anda dapat beristirahat setelah itu."

"meskipun saya selalu merasa bahwa orang asing itu sulit. Ramsay. begitu kan sebutannya." Dia menggelengkan kepalanya. Suami saya menertawakan saya. bukan?" "Ya—dia harus ke Swedia pada awal Agustus. "Itu nomor 19 yang ada pembunuhannya. menunjuk ke sela di antara pohon apel dan pohon pir. Kadang-kadang rel-rel dan halaman-halaman stasiun dan semuanya disusun melintasi gang dan masuk ke ruangan lain. Di ujung kebun ada sebatang pohon apel merah yang bagus. "Kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih banyak lagi. "Kami tidak akan melihatnya di pagi hari. "Kalian bisa menyemprotkan air untuk mempermainkan seekor kucing." "Betul." kata Mrs. "Tentu saja. Hemming. "Itu dia. kadang-kadang. model-model pesawat terbang. ya. Kemudian ada sebuah lapangan rumput kecil yang tidak rapi pangkasannya.*' kata Bill. . Tidak perlu berjalan dengan tongkat atau benda-benda seperti itu. Dia melemparkan bola kembali kepada kami suatu kali. Selang itu terjulur sepanjang jalan setapak kebun dan berhenti di sebuah sudut dekat pohon pir itu." kata Ted." Dia memandang kedua anak itu dan tiba-tiba menyeringai." "Saya rasa saya bisa mencobanya. "Au." kata Colin. Sungguh tidak. "Aupair. "Oh.. Walau begitu kami tidak mendengar apa-apa." "Bagaimanapun juga. "dan kemudian Mrs." "Kamu nggak bisa diam ya. yah. Terus sedikit ke kanan Anda dapat mendorong semaksemak itu dan masuk ke kebun Mrs. Dia sangat pandai menangani anak-anak. Dia kelihatan sedikit malu.. Di sebelahnya ada sebatang pohon pir." kata Ted.. mempertimbangkan. Dia seorang insinyur bangunan. Hemming datang kemari dan mengadu?" "Dia selalu mengadu. "Sepanjang pagi. "Dia buta. yang selama ini diam-diam mencatat. Ramsay?" "Saya tidak pernah tahu." kata Bill. senapan luar angkasa. "jika kalian memanjat pohon ini. Dia cukup baik. bolak-balik saja." katanya membela diri. "Tapi kalian kadang-kadang masuk ke kebunnya. Ramsay. wanita pemilik rumah itu?" Anak-anak itu saling memandang. Saya tidak sesering dia pergi ke luar negeri."Maksud saya." Bill menjelaskan. Sayangnya dia harus pergi waktu itu—pada awal liburan lagi. "Tetapi masih lebih baik. kelihatannya sedikit aus. "Jeritan-jeritan seram/* "Kalian mengenal Miss Pebmarsh. dan melihat ke luar." kata Colin. "Anda mestinya memakai satu dari gadis-gadis asing itu. dari mana bagian belakang kebun Miss Pebmarsh terlihat jelas. bukan?" kata Inspektur Hardcastle. Sulit untuk tidak tersandung. itu." Colin sedang menjelajahi sejalur selang air yang terpasang pada sebuah keran air di dalam rumah." "Kalian dapat melihat rumahnya dengan jelas." "Yah—" Bill berhenti waspada." kata Tcd tanpa sadar. mengejutkannya sedikit dengan berbicara. "Mungkin anak-anak Anda dapat menunjukkan kebun pada kami?" Bill dan Ted sedang menunggu di gang dan segera menyambut usul tersebut." "Saya kira kalian juga biasa main katapel. Anda dapat masuk melalui pagar—ke dalam kebun Miss Pebmarsh. Jalan-jalan setapak yang ada sangat perlu dirapikan. "Dia biasanya pergi ke kebun sesudah minum teh. Tapi kami tidak melakukannya. saya rasa. bukan?" kata Colin. 'Tidak begitu berguna. "itu tidak melukai mereka." kata Bill merendah. "Saya rasa kalian melakukan perburuan kecil-kecilan untuk mencari jejak sejak ada pembunuhan itu?" kata Hardcastle." kata Bill." katanya penuh pengertian. "Tidak seperti katapel. Tetapi tentu saja dia lebih tahu tentang itu daripada saya. "kebun kami ini tidak luas. Mrs. atau melihat apaapa." "Kalian tidak melihatnya sama sekali kemarin?" Anak-anak itu menggelengkan kepala. dari jendela loteng." kata Ted. taruhan kalian pasti menerobos pagar dan masuk ke kebun nomor 19 dan mencari-cari dengan sepuas hati. 62 agar kelihatan teratur. Mrs." Suaranya bergetar. kami mungkin mendengar jeritan-jeritan. Tolol?" kata Bill. "Jika kami ada di atas kemarin. Orang laki-laki muda satunya. saya ingin bermalas-malasan.'* "Kami pergi ke bioskop." katanya. kalian betul-betul senang bermain-main dengan selang air itu. kami mungkin melihat sesuatu. "Kalian pernah menerobos pagarnya?" "Tidak melalui kawat duri itu. "Kapan dia pulang. Ada sebuah lubang di antara kawat berduri di sana. datang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga di sini dengan imbalan dapat belajar Inggris." kata Mrs." kata Ted sedih. Colin memandangnya tajam. betul nggak? Bagaimana kalian melakukannya?" "Yah. "Saya tidak pernah tahu kalau pohon pir perlu disirami. Pada satu sisi ada bedeng-bedeng bunga dahlia dan bunga daisy Michaelmas. kemudian mengangguk. dan bentuk-bentuk lain dari ilmu pengetahuan modern tergeletak di sana." Dia mengeluh." "Bukan begitu. Ramsay. "Ketika kalian kembali dari bioskop dan mendengar apa yang telah terjadi. Dia lebih suka main kereta api listrik daripada anak-anak. "tetapi dia dapat berjalan-jalan mengitari kebunnya dengan baik." Hardcastle bangkit berdiri.'* Ada sedikit usaha untuk merawat kebun di Wilbraham Crescent No. "Kami tidak pernah menjepret apa pun." "Dia sedang bepergian sekarang." kata Bill." "Kalau kami ada di sini sore itu. "Apakah ada sidik jari?" tanya Bill. "Itu memang agak—sulit. Apakah kalian berada di kebun kemarin?" "Oh. "Sebaliknya. > "Itu yang kalian lakukan." kata Ted. Anak-anak itu saling memandang. bukan?" Kedua anak itu menggeser-geserkan kaki mereka di tanah dan memandang ke semua arah kecuali ke arah Colin. "Orang laki-laki seperti anak-anak juga. Dia selalu ke luar." kata Bill." katanya.

." Kemudian terdengar bunyi derap Itaki dan akhirnya Mi s. "Saya ambil ini. McNaughton." "Apa yang kauketahui tentang McNaughton?" "Tidak banyak—mereka datang kemari sekitar setahun yang lalu. Kupikir. "Kau tak pernah tahu. "Mrs.. McNajughton memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang mengandung kecemasan. Anak-anak selalu melelahkan. dengan masing-masing anak berdiri di sampingnya." Sebuah suara di kejauhan menjawabnya. Anak-anak itu berjanji sepenuh hati kalau mereka tidak akan melakukannya. "Kami mungkin harus mengambil ini juga." katanya." "Lebih baik kita ke McNaughton." kata Hardcastle dengan gaya mengajak mereka bersekutu. "Bukan." kata wanita muda itu." "Dia wanita yang baik. "Kebanyakan pekerjaan polisi seperti itu. Bung. Dia bisa membuat wanita itu bertekuk lutut. aku harus keluar darinya suatu hari. "Kau hidup dalam dunia yang aneh. sekeping uang logam. "Ada apa dengan dia?" "Aku menyukai bunyinya. "Dia ada di loteng." Colin memungut uang logam tersebut dan memeriksanya. "Kebunnva sedikit menyentuh nomor 19—sama seperti Bland. "Kami hanya—sekadar berpura-pura." dan mengulurkan kartunya. Banyak yang mengecewakan/* Bill kelihatan lega." kata Hardcastle. dan sebuah gunting yang tinggal separo. "Ya. Setengah dari orang-orang ini bekerja untuk kedua belah pihak dan akhirnya mereka sendiri tidak tahu di pihak mana mereka sebenarnya berada. ada apa lagi. itu saja. sebuah gesper baju. "Polisi. Orang mulai lupa apa adalah apa dan siapa adalah siapa. dan menyebarkan isinya. sebuah sekop yang patah. "Kau akan kaget dengan penyamaran yang mereka lakukan. Ramsay dan melengkapi latar belakangnya. Mungkin ada hubungannya dengan sesuatu. Jika memang begitu—er— sava akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menunjukkan koleksi kalian pada saya." kata wanita muda itu." kata inspektur itu serius.McNaughton—Mis." Di kebun depan ada semak-semak mawar dan sebuah bedeng bunga krokus musim gugur di bawah jendela." kata Hardcastle. sebuah garpu yang sudah berkarat. Aduh. Gretel?" "Ada polisi—dua polisi. "Ya. katakan pada pihak kita." Dia memimpin mereka menuju ruang duduk yang menghadap ke kebun belakang." kata Hardcastle ragu-ragu. Ted berlari mematuhi perintahnya. itu saja. kau tahu.." kata Colin. Standar-standar menjadi kacau. "Pembantu asing akhirnya. "Aduh. "Maksudku bukan hidup dalam desa. Semuanya sangat patriotis." Dia memandang Hardcasde cemas. sepotong kaca yang berwarna-warni. "Jangan bilang apa-apa tentang hal ini pada siapa pun. Hardcastle membukanya." kata Colin." "Capek. Dia keluar ke gang dan memanggil-manggil. Colin." "Aku tidak setuju kalau dia termasuk tipe yang begitu. Sepasang suami istri setengah baya—pensiunan dosen. Dia berkelana di luar negeri—secara mendadak. dan memandang Hardcastle seolah-olah dia adalah Fiend yang hidup kembali." "Tentunya orang yang kaucari tidak akan merepotkan diri dengan seorang istri dan dua anak laki-laki." "Kupikir lebih dari itu. yang kini tidak riang lagi. Maksudku dia setuju untuk menjadi Mrs.. kurasa. tetapi kelihatannya hanya itu saja yang diketahuinya tentang suaminya." Bill membuat keputusan. Dia mundur selangkah-dua langkah. Saya suiuh mereka menunggu di mang duduk. Dia mengulurkan sebuah buntal-an sapu tangan dekil yang sudah pudar-warnanya. "Saya cukup mengerti." kata inspektur itu. Dia sekarang berkebun. Menurut Hardcasde . Ada apa. Dia memaklumi wajah-wajah anak-anak itu. BAB 1 1 "Ramsay" kata Colin sambil berpikir. "kalian justru menemukan sesuatu yang tidak terlihat oleh kami. "Mrs. sudahlah—mari kita teruskan urusan ini. "Ambilkan Ted." Terdengar bunyi bergegas vang pelan dari loteng dan kata-kata. Istrinya berkata dia seorang insinyur bangunan." Dia memandang Hardcastle yang ada di depannya." kata Hardcastle.. Ruang itu kosong. berhenti sebentar di pintu gerbang nomor 63. "Anda ingin?-Ya?" Hardcastle bergumam. McNaughton. memang." usulnva. McNaughton ada. "Sebuah temuan yang menarik." kata Hardcastle serius. "Ya—dan tidak begitu bahagia. "Bukan Inggris. Ted kembali." kata Ted. "Mrs. Seorang wanita yang periang dengan baju bercorak bunga-bunga cerah membukakan pintu dan berkata. yang penuh semangat dan memungut pecahan kaca tersebut. Ada sebuah pegangan cangkir. sebuah pecahan porselen dengan pola pohon willow." Hardcasde menggelengkan kepalanya." kata Hardcastle. "Bukan Inggris." Bill mengakui. Dia akan melakukan pekerjaan mata-mata."Bisa jadi." katanya. Seorang janda miskin dengan dua orang anak bisa saja diajak untuk membuat penyamaran itu. Oh. "Saya kira temuan kami tidak begitu baik.

dan bantal-bantal kursi. ketika orang-onng biasanya ada di rumah. berdasarkan seluruh pengalamannya. Nah. saya pikir ini berhubungan dengan pembunuhan ku. Bukan itu yang saya maksud dengan berkebun. "Mereka datang sehubungan dengan pembunuhan di rumah Miss Pebmarsh. "Saya belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya. saya rasa. Semuanya. "Sava kira tidak. itu saja yang dia lakukan." "Anakah dia ada di rumah?v "Oh. semakin yakin dia kalau dia dapat mengingat seseorang seperti yang ada difoto itu." kata Mr." "Saya kira saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pencinta kebun yang sejati." katanya pada Hardcastle. "Tetapi kapan tepatnya saya melihatnya saya tidak ingat. Semua terjadi di siang bolong. Ramsav yang menjengkelkan itu. ya. Bland. yang datang kemai i minggu lalu dan bertanya pada kita kalau kita punya barang antik yang hendak dibuang?" "Coba kulihat. "Dan sekitar tengah hari lagi. anak-anak tangga." "Polis asuransi mungkin?" "Bukan. McNaughton?" Mrs. atau roket-roket. "Dia mengendarai sebuah mobil boks. Ya. "Membuat bedeng-bedeng tanah." Dia memimpin jalan melalui sebuah pintu samping dan masuk ke kebun." "Oh. saya tetap yakin saya pernah melihat wajah ini sebelumnya. "Mungkin kami bisa keluar dan berbicara dengannya?" "Tentu saja. saya tidak begitu yakin.kecemasan sudah biasa membayangi wajah Mrs. McNaughton. tetapi saya memiliki satu atau dua jenis semak di sini." "Anda tidak melihatnya kemarin. 'Dapatkah benda itu menanam umbi bunga?' dan saya mesti mengakui bahwa saya tidak tahan untuk tidak tertawa sebab orang itu sangat terkejut dan langsung pergi." "Dan Anda benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang ada di foto ini?" "Wah. ya?" **Yah. Angus. Bukan orang itu. "Tentu saja. Tahukah kau. 'Tolong pegangkan saja." Dia memandang sebentar dan berkomentar. yang dapat membuat Anda tercengang atas kemampuan saya menanam mereka. Bukan. McNaughton. "Paling tidak — " dia berhenti. McNaughton. bagaimana benda itu dengan cepat bisa membersihkan gorden-gorden. tidak. "Apakah Anda pernah melihat orang ini. McNaughton. bukan polis asuransi. Yah. Seluruh jalan. Mrs." kata istrinya dengan napas terengah-engah. bukan. saya baru sadar sekarang. Mungkin lebih baik hidup di sebuah taman umum. Angus sedang menanam beberapa umbi bunga. sekarang ini bukan musimnya. betul-betul semuanya. Tetapi sama saja— ya. "Semuanya kelihatan begitu luar biasa." kata Mrs McNaughton." ." Angus McNaughton mendengus. tetapi Angus berkata bahwa itu suara anak-anak Mrs. "Bland tidak tahu apa artinya berkebun." kata Mrs. Suami aya menangani semua urusan sepeiti itu. "Siapa yang bilang pada Anda kalau—bukan Mrs. McNaughton bersimbah keringat. Mr. menjadi cerah. McNaughton?" Mrs. sebagai seorang wanita yang terlalu bergairah karena dia pernah melihat seseoiang yang ada hubungannya dengan pembunuhan. meskipun tampaknya dia mestinya tertarik. Mereka berkeliaran di kebun. katanya." Dia melihat pada kartu." kata Hardcastle. Saya ada di kebun waktu hal itu terjadi. "Saya hampir yakin saya pernah melihatnya. Tetapi sama saja. tidak kemarin" karan\a. McNaughton sedikit kecewa." katanya lagi. melihatnya tetapi tentu saja mereka tidak pemah mengira kalau terjadi sesuatu di sana. atau bom-bom atom. Mr. "Aduh." kata Hardcastle. . semakin saya melihat foto ini—" Hardcastle tidak begitu bersemangat mendengar ucapannya. maksud sava. beberapa teman kami—mereka pergi makan siang dan sebuah mobil pengangkut mebel datang dan orang-orangnya masuk ke dalam rumah dan membawa pergi semua mebel yang ada. saya sungguh-sungguh yakin saya mendengar seseorang menjerit kemarin. Menggaru di sepanjang pinggiran bunga-bunga begonia dan geranium dan lobelia. serta benda-benda yang harus dibersihkan di musim semi." 'Tidak. Tetapi kita sering membaca hal-hal seperti itu sekarang ini." Dia menunjuk melalui jendela dan pada saat itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang mendorong sebuah gerobak dorong sepanjang jalan setapak. Ya. McNaughton menatap foto tersebut dengan penuh minat." kata Hardcastle. bukan." Sekali lagi Hardcastle mengeluarkan fotonva. bukan?" kata Mrs." "Tetangga Anda berkata Anda sangat suka berkebun. Inspektur? Tentu saja. Mobil boks tukang roti. McNaughton. "Saya kira sava telah membicarakan topik yang kurang menyenangkan. Anda tahu. "aduh. dan dia tidak ingin diganggu dan orang itu terus berbicara tentang kehebatan barang jualannya itu. 'Tuan-tuan ini dari kepolisian. saya hampir pasti. McNaughton memandangnya seperti seorang seniman memandang seseorang yang berkata mereka tidak tahu apa-apa tentang seni tetapi mereka tahu apa yang mereka sukai. Waktu yang aneh untuk datang dan merampok sebuah rumah." Kemudian dia menjadi sedikit cerah. ini tidak ada hubungannya dengan surat izin televisi?" Hardcastle meyakinkannya tentang ha! itu. Semakin saya melihatnya semakin yakin saya kalau dia pernah datang kemari dan menawarkan sesuatu pada saya. Apakah Anda tertarik pada semak-semak. saya ada di sini ketika gadis itu menjerit. "sebab dia lebih muda umurnya. Maksud saya. Mereka memiliki foto orang itu. Betul-betul menakutkan. Dia menggolongkan Mrs. Inspektur—apa tadi—Hardcastle—oh. Dia menyibakkan'rambut keriting putihnya yang kurang rapi ke belakang. Saya tidak mau menemui dia dan dia keluar dan meresahkan suami saya di kebun depan. "Tangan sayra penuh tanah. Waktu yang tepat saya kira. Tidak. Mrs. Urusan kemarin itu. Ya. 'Tetapi mengapa Anda menemui kami} Kami tidak tahu apa-apa tentang itu. Semakin lama dia memandang foto tersebut. Hardcastle mengeluh. dia ada di kebun. Semak yang kata orang hanya dapat tumbuh dengan baik di Devon dan Cornwall. "Mungkin suami saya dapat mengingatnya. Lewat sini. Kami betul-betul sudah terasuransi dalam segala hal. saya rasa. Ramsay?" "Bukan. kadang-kadang. kan. aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat." katanya. bukan? Maksud saya. Anda tahu. membuat suara-suara ribut seperti kapal luar angkasa. Kemudian Angus memandangnya dan berkata. kapankah itu? Apakah dia orang yang datang kemari untuk menanyakan apakah saya mau membeli sebuah ensiklopedi baru dalam empat belas jilid? Atau apakah dia orang yang datang kemari dengan sebuah vacuum cleaner model baru.

Ketika aku mendesaknya terus." Hardcastle menyeringai." kata Mr. Mereka mengejar-ngejar kucing-kucing malang milik Mrs. Sebab saya pikir itu adalah perbuatan anakanak Ramsay yang kurang ajar itu. kebakaran. saya bebaskan Anda dari tugas sekarang." kata Colin. kapan itu?" "Tidak tahu. Angus. Tidak ada orang yang dapat menangani mereka. Dam. "Kalau kau bertemu dengan seorang wanita yang linglung—yah." puji Hardcastle. Mereka menerobos pagar-pagar dan tanaman-tanaman orang lain. dan lain-lain. Miss Pebmarsh. "Nah." "Dan sesudahnya—apakah Anda tidur siang?" "Kadang-kadang." kata McNaughton. trims untuk pagi ini. Gadis Denmark kami itu tidak bisa membaca jam." katanya. dia tidak dapat menyebutkan apa-apa. McNaughton. Sayang? Kau mendengarnya juga. "Anda menyimpan semuanya dengan sangat rapi. Aku tidak menyumpah. itu susahnya. bukan?" "Mungkin jam setengah tiga—paling tidak setengah jam setelah kami makan siang. itu adalah khayalannya belaka. Dia hanya ingin berpikir bahwa dia telah melihatnya. Dipagari dengan semak-semak bunga lila. Jam berapa waktu itu. Tetapi kalau kau menanyakan pendapatku." "Kau akan pergi?" "Aku harus ke London besok—memberikan laporanku yang terakhir. "Selalu bepergian ke mana-mana. Tidak ada yang lebih hebat dari itu." "Anda sendiri tidak melihat apa-apa—maksud saya selain mendengar jeritan itu? Omong-omong. Hemming tidak peduli bagaimanapun sa kucing-kucingnya—tidak tahu apa-apa tentang tetangganya. maka anak-anak laki-laki jadi sulit diatur. yah—tentu saja mereka jadi liar. Mereka suka pakai pupuk kimia! Bunuh diri! Mari saya tunjukkan. tetapi mereka tidak disiplin. Di dalam gudang itu berbagai peralatan teratur rapi." Dia menarik lengan Hardcastle dengan penuh semangat dan mendorong gerobaknya sepanjang jalan setapak sampai ke batas pagar yang memisahkan kebunnya dengan kebun nomor 19. Sersan Lamb. Ibu mereka lembek seperti agar-agar." "Yah." kata suaminya tegas. Apa pendapatmu?" "Sama." keluh Hardcastle. McNaughton lirih. Tentu saja. "Aku juga tidak. "Tidak melihat apa-apa. "Maksud saya pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan pembangunan bendungan-bendungan atau pipa pipa minyak." "Mr. Ramsav sering ke luar negeri saya kira."Apa yang Anda lakukan?" "Yah." "Dia adalah jenis wanita peragu. Saya ingin melanjutkan pekeijaan saya. Saya membuang rantingranting lapuk. Selalu berteriak dan menjerit dan membuat ribut." kata istrinya." kata Mr." "Baiklah. "Sampaikan salamku pada Pak Tua itu." kata Mr. "Aku meragukannya. perampokan. "Spesialis? Untuk apa? Ada apa dengan dirimu?" ." Mereka kembali ke pos polisi. McNaughton agak kemalu-maluan. bukan?". Aku harus mengadakan satu kunjungan lagi. McNaughton segera menjadi cerah." "Tentu saja dia mungkin duduk berhadap-hadapan dengan orang itu di bis atau di kendaraan lainnya. "Kita harus selalu memelihara peralatan kita. "Tidak. Hardcastle memandang nomor 19 sambil berpikir. Hari ini tidak. "Pemeriksaannya lusa katamu? Jam berapa?" Sebelas. Dan juga dia begitu ragu serta tidak tertarik pada pembunuhan itu. Inspektur." dia meyakinkan istrinya. Di balik pagar terdapat sebuah pergola bunga mawar yang dibangun sampai ke bagian samping rumah. Dapatkah kau menyuruh ketik catatan-catatanku ini?" Dia mengulurkan catatan-catatannya." "Kau tahu. Ah! Orang-orang yang saya kenal. Hemming di kebunnya. Aku tahu persis jenis saksi seperti itu. Aku bisa memahami itu." "Saya tahu dia seorang insinyur bangunan. "Tentu." kata Hardcastle serius." "Kau tidak boleh melakukannya. McNaughton." Hardcastle mengomel ketika kami sudah masuk lagi ke dalam mobil. Kemarin dulu jam saya terkena air dan harus direparasi. Saya tidak begitu paham. McNaughton mendorong gerobaknya ke dalam sebuah gudang kecil di sampingnya." "Juga." kata Mr. Dia harus ke Swedia bulan lalu secara mendadak. "jika kami beruntung. "Tentu saja ada hal-hal yang kelihatan janggal. "Maaf saya tidak dapat membantu Anda. Jam berapa Anda makan siang?" "Setengah dua. "Anda tidak melihat seseorang di kebun nomor 19 atau melihat ke arah jendela rumah itu. tetapi aku tidak akan mengajakmu. Sayangku. Hardcastle menyeringai pada temannya dan berkata. dan lain-lain. kelihatannya hampir tidak mungkin Mrs. menambah timbunan pupuk." "Kita tidak mendapat banyak. "saya tidak melakukan apa-apa. Tetapi mereka tidak begitu." "Aku dapat menebak kepada siapa. Sayang. Misalnya. "aku yakin aku sungguh-sungguh melihat seseorang menyelinap ke kebun nomor 19." "Hal yang mengagumkan. dan semak-belukar Victoria itu menutupi daerah pandangannya." "Wanita itu pasti berkata bahwa dia telah melihat sesuatu. atau hal-hal seperti itu ketika Anda berada dekat timbunan pupuk Anda?" McNaughton menggelengkan kepalanya. Itu artinya memberi banyak pekerjaan pada ibu anakanak itu —memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan itu—dan. pembunuhan yang terjadi di sekitarnya tidak akan dipedulikannya. timbunan pupuk." "Dia terkurung rapat oleh segala kawat duri itu. Mr. kalau dalam satu rumah tidak ada orang laki-lakinya." "Aku kira tidak." "Tidak ada kunjungan-kunjungan lagi?" "Sementara tidak. "Saya selalu mencopot jam tangan saya sebelum pergi ke kebun." "Linglung!" kata Hardcastle.* begitulah. Mr. timbunan pupuk itu mempertunjukkan kehebatannya. "Kau tidak berpikir bahwa dia mengenali foto itu?" Hardcastle menggelengkan kepalanya. Aku akan hadir. aku akan menemui seorang spesialis." "Begitu." "Tetapi tentunya jeritan ini tidak datang dari arah yang sama?" "Tidak kalau anak-anak jahanam itu selalu tinggal di kebun mereka sendiri. Mereka bukan anak-anak jahat.

Selama beberapa saat tidak ada jawaban. Curry yang sebenarnya akan dapat diketahui. 14. Ketika dia membelok di tikungan. mencari gadis itu lagi. Itu jauh lebih buruk. Mata biru. Kami akan seger? menghentikannya kalau kami dapat. dia sering berkata. dan bukan h?nva pada kasus Curry. Silakan masuk." kata inspektur icu. kalau memang demikian. Palmerston Road adalah jalan vang suram. bisa membuatnya gembira. tentang apa? Saya agak sibuk sekarang. Dia tentunya tidak akan ingat. Colin." Dia menambahkan dengan tajam. *Kaianva mereka harus mendapatkan berita bagi masyarakat. melewati inspektur itu." "Siapa namanya?" "Hercule Poirot.. ragu-ragu sebentar. "Saya kira Anda banyak dibuat cemas oleh wartawan-wartawan itu. dan menerima laporan dari Sersan Cray—tidak ada hal-hal berguna yang muncul." Hardcastle memandang Colin penuh ingin tahu. Gadis itu berjalan cukup cepat sekarang. yang menangani kasus vang menyebabkan Anda diganggu oleh wartawan-wartawan itu. dan pada pukul lima dia akan sedang bekerja dengan Profesor Purdy di Hotel Curlew dan dia tidak mungkin kembali sampai sesudah pukul enam. Siapa nama bibinya? Lawton—Mrs." 'Tentu saja. Mereka mengolah semuanya sejauh yang dapat saya lihat. Siapa dia—seseor?r*g yang baru saja dia temui akhir-akhir ini. Dia tidak pernah lupa. Dia telah tiba di nomor 14 sekarang. Lawton. Pintunya terbuka sedikit dan ada empat buah bel dengan nama-nama di bawahnya." . sekitar empat puluh lima. seperti kata orang. Dia minta dikirimi kopi dan sandwich. Hardcastle tidak mengendarai mobil polisinya tetapi memilih berjalan kaki saja karena letaknya dekat. Akhirnya dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki di dalam dan pintu dibuka oleh seorang wanita kurus. Tetapi pada akhirnya. pikir inspektur itu. Dia merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri. Dia membuang persoalan itu dari pikirannya. Mrs. Tidak ada seorang pun di stasiun kereta api atau bis yang dapat mengenali foto Mr. Masalahnya adalah." "Sangat menjengkelkan memang. Sementara itu ada hal-hal yang harus dilakukan. Aku punya perasaan dia perlu dibuat gembira sedikit. Curry. tidak. Dengan otak yang sibuk berpikir." "Yah. Ada kemungkinan dia orang Prancis. Curry? Atau identitas pembunuhnya? Rincian bentuk gigi telah disebarkan ke tujuan-tujuan yang tepat dan mungkin merupakan jejak yang paling berguna—memang membutuhkan sedikit waktu—tetapi akhirnya ada hasilnya juga. Kau punya teman-teman yang tidak masuk akal. Hardcastle bukannya tidak sabar." kata Mrs.. Pers punva hak untuk itu. Kecuali tentu saja. seorang dokter. Mulut. gadis itu memiliki satu dari wajah-wajah umum yang sangat sulit untuk dikenali." "Scotland Yard?" "Bukan. Lawton. dia melihat. Hardcastle bekerja terus tanpa istirahat sampai jam setengah lima. _ Palmerston Road No. Hardcastle selalu membanggakan dirinya atas kemampuannya mengenali wajah-wajah. Kemudian dia menyelipkan buku itu kembali ke dalam sakunya dan mulai menangani persoalan-persoalan rutin yang telah menumpuk di mejanya. misalnya. Seorang detektif swasta—seorang teman ayahku—dan temanku juga. Wajah gadis itu samar-samar dikenalnya. Bagaimanapun juga. Seoiang tukang binatu. setiap pelayan wanita yang pernah melayaninya. Menentukan identitas korban. '"Mrs. Bau bawang putih menyusup ke luar dari arah dapur. Laporan dari laboratorium tentang pakaian yang dipakai adalah nihil. Lawton. seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya di sepanjang trotoar." kata Hardcastle dengan nada simpatik. seorang dokter gigi. mendiami sebuah flat di lantai dasar. Sepatusepatu. Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. Spesialis dari golonganmu. Keinginan untuk menyamarkan identitas Mr. tetapi kami tidak mempunyai kekuasaan dalam hal itu. Suatu kesan gipsi yang samar terlihat pada penampilannya. wajah yang telah dilihatnya di pelabuhan atau di panggung saksi. Dia tidak akan ingat setiap kondektur bis wanita. Mengetuk pintu dan membunyikan bel dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tolol. tetapi tentu saja ada tempat-tempat lain untuk bertemu. Lawton. pikir Hardcastle. Dia melihat jam tangannya lagi dan memutuskan bahwa itu adalah saat yang tepat untuk » mengadakan kunjungan yang direncanakannya." "Dia belum mati. telah dirombak menjadi flat-flat atau maisonette. Lawton?" "Ya?" Wanita itu memandangnya ragu-ragu dan dengan sedikit jengkel. " "Kau adalah orang yang aneh. identitas Mr.. Kupikir dia sudah mati. "Saya harap kami dapat menghindarkan Anda dari itu semua. sering merupakan pekerjaan vang lambat. seorang ibu kos." "Termasuk kamu. Tidak ada merek binatu yang dapat membantu." "Mencampuri urusan pribadi orang seperti yang mereka lakukan itu benar-benar memalukan. Satu-satunya hal vang pernah saya perhatikan tentang berita adalah mereka mencetaknya hingga merupakan sebuah jaringan kebohongan dari awal sampai akhir. Rumah-rumah yang ada. Tapi aku punya perasaan dia sedang bosan sekarang. mulut yang sedikit terbuka. Itu adalah hari yang sibuk baginya. Curry adalah orang asing? Hardcastle mempertimbangkan ide tersebut. Usianya kira-kira. akan dicetak di surat-surat kabar. kalau Mr. Pakaian itu dibuat oleh seorang penjahit yang bagus. Mungkinkah gadis itu mengenalnya dan hampir saja berbicara dengannya? Dia berhenti sejenak. Bisnis fantastis macam yang kautangani ini merupakan kesenangannya. inspektur itu sekejap merasa bahwa gadis itu akan bertanya padanya jalan menuju ke suatu tempat. Maksudku bukan spesialis macam itu. gadis itu memikirkan lagi niatnya itu dan melanjutkan perjalanannya dengan cepat. Inspektur Hardcastle heran mengapa pikiran tentang sepatu-sepatu melintas di otaknya dengan tiba-tiba. "Anda bukan wartawan. satu sepatu. kulit yang bagus. masa jayanya. Mrs. Dia masuk dan menekan bel di pintu di sebelah kiri gang. itu juga mengingatkannya akan sesuatu. Foto korban akan disebarluaskan ke pos-pos polisi. dia berpikir. "Ada apa?" "Saya akan senang jika Anda sudi meluangkan sedikit waktu. kan?" "Tentu bukan. kecuali ada hal-hal khusus yang dapat memouatnyat gampang dikenali. Setelah Colin pergi. Cepat atau lambat." Aku pernah mendengar namanya." kata Colin sambil menyeringai. tetapi nama penjahit itu telah disingkirkan. Dia suka benar pekerjaan beginian. . seseorang selalu muncul. Sesuatu yang dia lakukan dengan mulutnya? Bicara? Mengoleskan lipstik? Bukan. yang telah mencicipi. Inspektur Hardcastle melihat pada alamat yang tertulis rapi di buku notesnya dan menganggukkan kepala. tinggi. dengan rambut hitam terurai yang memakai sebuah mantel dan kelihatan sedikit terengah-engah. Sersan Cray telah melaporkan bahwa Sheila Webb melanjutkan pekerjaannya di Biro Cavendish."Tidak ada apa-apa—jangan pura-pura tolol.

" Dia membuat gerakan melihat ke buku notesnya sekali lagi." kata Mrs. Matanya melihat surat-surat itu selama setengah detik. Sekali dua kali dia mendesak Sheila untuk tinggal dan makan malam bersamanya. Orangnya sangat baik dan suka minta maaf." katanya minta maaf. sedikit kurang pasti. saya kira?" "Yah. "Tentu saja. Dulu sebe-lum bekerja di Biro Cavendish dia tidak tinggal di sini bersama Anda?" 'Tidak. tetapi inspektur itu dengan sopan mendahuluinya." katanya." Mrs.S. tidak ada yang khusus. Jawaban-jawabannya boleh dikata-kan spontan dan mudah — sampai saat itu. bukan? Dia mendapat surat perintah untuk datang. Tapi dia belum pulang. Orang tuanya sudah . dengan alamat di bagian atas. dua bantalan kursi beludru berwarna terang dan sebuah piring tanah liat berisi kulit-kulit kerang asing." "Begitu. Itu tidak begitu penting. Mungkin dia merencanakan untuk mengambil polis asuransi sendiri." kata Mrs. "Saya diberi tahu bahwa dia akan bekerja untuk seorang klien dan saya tidak ingin mengganggunya. Sebuah gelas Venesia yang menarik." Nada suara Hardcasde tidak mencerminkan apa pun yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya merasa puas karena salah satu praduganya ternyata betul. Saya kira hal itu belum bisa diumum-kan. Selalu berkata." "Oh. kami hanya mengambil data kasar hari itu dan saya tidak yakin kalau saya benar dalam memahaminya." "Oh. Apakah ada hal lain yang hendak Anda tanyakan? Omong-omong." kata Mrs." "Apakah Anda ingat nama perusahaan tempat dia bekerja di sana?" "Oh. Dia jadi gelisah. Ada beberapa pucuk surat terjatuh di aras keset. "Sebentar. dan kelihatannya dia sangat menyesal karena telah menyita waktu Sheila lebih dari yang dia sadari. "tetapi saya kebetulan sedang berada di daerah ini dan saya ingin memeriksa beberapa hal tentang masalah itu di mana keponakan Anda yang malang terlibat. ya?" "Ya." "Ya. "Maafkan saya." Mrs. Lawton. sedikit tidak rapi." kata inspektur itu sambil tersenyum. Matanya melayang ke arah pintu." kata Mrs." "Ya. "Dia hanya perlu menceritakan kisah-nya. melainkan Carrington Grove dan nomornya adalah 17. saya ingat." kata inspektur itu. "Saya pikir saya menca-tatnya sebagai Miss Sheila Webb atau Miss Sheila R. Dia beralih ke hal Iain." "Pemeriksaannya lusa. Lawton. saya mengerti. sebagai catatan pada waktu pemeriksaan. dengan perabot-perabot yang sudah usang tetapi di sana-sini terdapat beberapa tempat yang berwarna cerah dan beberapa benda aneh." "Terima kasih. "Saya kira keponakan Anda datang dari London dan telah bekerja di Biro Cavendish selama kurang lebih sepuluh bulan. dia yatim piatu. karenanya saya pikir lebih baik kalau saya datang kemari dan bercakap-cakap dengannya di rumahnya sendiri. pikirnya." "Yah. bagaimana dia menemukan mayat itu." "Apakah Anda mempunyai alamatnya di London?" "Yah." Inspektur itu membukakan pintu baginya. "Saya kira sudah beres sekarang. Saya harap dia tidak tertekan karena pengalamannya itu. di atas meja. saya tahu itu. Inspektur? Kalau-kalau Sheila pulang terlambat sekali. ya. "Dia bekerja untuk Profesor Purdy dan Sheila berkata. Baginya Rosemary hanyalah sebuah nama baptis yang tidak lagi digunakan oleh keponakannya. Dia masuk ke ruang yang ditunjuk. Lawton membungkuk untuk memungutnya. sebelum diulurkannya pada Mrs. saya kira begitu.ya tidak ingat nama lainnya itu. Dia tinggal dengan dua orang gadis Iain di sebuah flat. "Apakah Anda keberatan kalau saya pergi ke dapur lagi?" "Silakan. Satu dialamatkan kepada Mrs.' dan tentu saja akhirnya mulur sampai tiga perempat jam. Anda tidak tahu tanggal yang tepat. "tetapi Anda tahu bagaimana repotnya memasak. "Saya kira tadi saya bertanya pada Anda apakah Miss Webb adalah seorang yatim piatu. Hopgood dan Trent. Miss Sheila Webb—apakah itu nam a lengkapnya ataukah dia punya nam a kecil lainnya? Kami harus mengetahui hal-hal seperti itu dengan tepat. bukan?" "Dia mungkin agak terlambat malam ini. Mrs. Webb. Saya kira akhir November. Inspektur itu mempertimbangkan apakah dia benar atau salah kalau berpikiran baliwa pertanyaan terakhirnya telah menyinggung Mrs." Dia pergi ke dapur." "Anda masih belum tahu siapa orang itu?" "Belum." kata inspektur itu. S?. Itu adalah sebuah ruangan kecil." kata inspektur itu. tetapi Sheila selalu berpendapat bahwa nama Rosemary agak romantis sehingga dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama lain kecuali Sheila. memang. Lawton dan dua lainnya kepada Miss R. sedikit lebih terengah-engah daripada sebelumnya." katanya. Agen perumah-an di Fulham Road. Lawton meletakkannya di atas meja di gang. mungkin juga mahal. Ada sebuah kartu di sakunya dan mulanya kami pikir dia adalah seorang agen asuransi. Lawton. Inspektur itu meminta maaf lagi. Kira-kira sekitar November. lalu menutup pintunya lagi. "Sesuatu seperti Allington Grove. Lawton kelihatan sedikit tertarik. Nama Rosemary tidak menimbulkan dampak pada Mrs." katanya." "Saya mengerti. Lawton kembali." "Terima kasih." Mrs. Semuanya sudah beres sekarang. "Terima kasih. Apakah ada sesuatu yang dapat saya katakan pada Anda. Lawton kembali." kata inspektur itu sambil tersenyum. "Maafkan saya jika datang pada waktu yang kurang tepat. tapi itu tidak perlu dicemaskan. mempersilakan inspektur itu masuk. Di London kamar-kamar untuk gadis-gadis sa-ngat mahal sekali. "dia dibaptis dengan nama Rosemary Sheila. Kalau tidak bibinya ya keponakannya. orangnya tidak punya perhatian pada waktu sama sekali. Inspektur Hardcastle dengan sengaja melihat surat-surat itu sekali lagi. "Sheila pulang dalam keadaan buruk. Lawton. Dia tinggal di London sebelumnya. 'ini tidak akan lebih dari sepuluh menit jadi saya pikir kita selesaikan saja sekalian. Dia memikirkan hal itu sampaiMrs. Tetapi dia sudah baik lagi keesokan harinya dan dia sudah bekerja lagi." "Ya. "Silakan menunggu di ruang duduk. "Sekarang saya akan membetulkan nama-nama ini. "Daya ingat saya tidak begitu baik. saya kira—keluar dari Jalan Fulham. Pasti merupakan shock yang hebat bagi setiap gadis. yang mempunyai warna campur-baur dan sebuah benda berbentuk abstrak. Mrs. itu bukan Allington Grove. Sava kira masakan saya sudali mendidih. untuk terakhir kalinya. Lawton. sebenarnya tepatnya saya tidak tahu. "Saya sudah membetulkannya. Lawton melihat ke sekelilingnya dengan kesan samar terhadap ketidakrapian ruangan itu. Lawton keluar. Lawton. Webb. Apakah Rosalie?" "Rosemary. ya. Mrs. Miss Webb ini yatim piatu. Lawton. Semuanya kelihatan sangat jelas. yang memiliki gaya asli dalam dandanannya. Tapi memang kadang-kadang agak menjengkelkan." kata Hardcastle.Dia mundur. Anda bisa masuk melalui pintu ini dan beri saya waktu beberapa menit.

" Ada semacam pertahanan yang jelas nampak pada nada suaranya." "Maksud Anda—maksud Anda seseorang men-coba membuat semuanya kelthatan seperti Sheila yang membunuhnya? Oh." "Ya. Dan memang begitu. "Saya tidak tahu." "Mereka berdua meninggal karena sebab-sebab alamiah?" "Saya—yah." "Ah. Dan apakah profesi Mr. Tetapi Anda tahu." "Saya tidak dapat membayangkan seseorang dapat mempunyai dendam terhadap Sheila. tidak. tidak." "Ya." Dia meneoba menebak. kami punya alasan untuk percaya bahwa Miss Webb pergi ke rumah itu kemarin karena dia diminta dengan khusus dari Biro Cavendish. saya mengerti. Lawton berhenti sejenak sebelum menja-wab. "mengapa saya bertanya pada Anda tentang ayah dan ibu Sheila Webb." dia melanjutkan. dan dia mungkin tidak peduli dengan orang itu? Laki-laki muda kadang-kadang berbuat hal-hal yang sangat buruk untuk membalas dendam. tentunya dia tidak dapat menceritakan apa-apa tentang mereka pada saya. Dia menggigit bibirnya. Kemudian dia berkata. terutama jika mereka agak terganggu jiwanya. tidak ada kecelakaan. peristiwa ini memang agak luar biasa. Mrs. misalnya." "Sudah lama sekali?" "Mereka meninggal ketika dia masih anak-anak. saya tidak dapat mempercayainya. dijebak agar ada di sana." "Memang agak sulit untuk dipercaya. Lawton.. menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinva sambil berpikir. maksud saya—saya tidak begitu tahu. "Saya tahu semuanya kelihatan mustahil. Yah." "Mungkin terjadinya ketika dia masih tinggal di London?" usul inspektur itu. Seseorang telah mengatur agar dia masuk ke rumah itu di mana ada korban pembunuhan. "Bolehkah saya bertanya apa hubungan semua ini dengan pembunuhan itu? Maksud saya." kata Mrs. Seorang gadis yang ramah. seseorang yang mungkin telah jatuh cinta pada keponakan Anda. apa perlunya mengetahui siapa ayah dan ibunya dulu dan apa yang dikerjakan ayahnya dan dari mana dia berasal dan hal-hal lain seperti itu?" "Saya kira memang tidak begitu perlu. Lawton bukan-lah seorang wanita yang bodoh. "Apakah mereka terbunuh pada waktu yang sama." "Ttu pasti pekerjaan orang gila." "Ayolali. Lawton ragu-ragu. Anda akan kaget bagaimana seringnya motif-motif pembunuhan muncul dari akar-akarnya di masa lalu. "Mungkin salah satu dari gadis-gadis teman sekamarnya yang cemburu kepadanya?" "Saya kira. "Tetapi Anda harus sadar. tapi—yah. Lawton. kelihatannya keponakan Anda telah dengan se-ngaja dijadikan korban." "Saya kira itu tidak mungkin. itu sudah lama sekali. "harus ada sebuah alasan yang jelas di batik kegilaan itu. Mrs. Anda tahu—Anda tentu tahu mengapa saudara perempuan Anda meninggal?" . ya. karena kecelakaan." kata Hardcastle lembut. mungkin tidak." "Saya yakin Anda pasti tahu lebih banyak daripada yang Anda ceritakan." Hardcastle tersenyum menenangkan-nya. "Tentu. Tetapi saya tidak pernali mendengar ada masalah seperti itu. Itu sebabnya saya beralih pada Anda. Mungkin-kah. Sheila seorang gadis yang sangat manis. Lawton. tetapi kenyataannya seluruh urusan ini adalah mustahil.." kata Mrs." Hardcastle melihat bahwa kesulitan dan kece-masan kembali menguasai wanita itu. mereka tidak bercerai. "Sheila mempunyai satu atau dua orang teman dekat lakilaki. Inspektur Hardcastle. ya. bercerai—sesuatu seperti itu?" "Tidak. saya tidak ingat.meninggal. atau sesuatu seperti itu?" "Tidak. Mrs. "mungkin saja ada seorang gadis yang ingin membalas dendam. Lawton.. saya kira Anda tidak begitu mengenal siapa-siapa teman-temannya di sana. "Bagaimanapun juga." Itu adalah sebuah perkiraan yang cerdas dan Hardcastle mencatat bahwa Mrs. Seseorang yang mungkin—" dia ragu-ragu "—punya dendam terhadap Sheila. Tapi tentunya tidak akan sampai melibatkan pembunuhan. Ini semua kelihatannya adalah sebuah perbuatan jahat. Dan itu sebetul-nya. Anda harus bertanya sendirl padanya." "Atau mungkin juga karena seorang gadis lain. seperti kata orang dalam film-film." i Hardcastle menunggu. Tidak ada seorang pacar tetap. "Bahkan kalau gila." kata Hardcastle. Karena orang tua Miss Webb meninggal ketika dia masih kecil. Lawton be-rang. seorang pemuda." "Tidak. tidak dari sudut pandang Anda. Lawton. Sesuatu yang menyebabkannya. "Mungkinkah mereka. dan korban itu baru saja mati. Lawton. Jadi kelihatannya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur agar dia ada di sana. "tapi kami harus membuat persoalan itu jelas dan terang. Dia telah. Mrs." "Anda tidak tahu?" "Maksud saya." kata inspektur itu menyetujuinya.. tetapi tidak ada yang serius. tahu kalau wanita itu akan berbicara lagi." kata Mrs." "Apa maksud Anda—dengan agak luar biasa?" "Yah. "Apakah dia anak saudara perempuan atau saudara laki-laki Anda?" "Saudara perempuan saya." "Dan saya tidak suka mendengar seseorang mengatakan sebaliknya." usul Hardcastle." kata Mrs. "Sava juga berpikir begitu. Webb dulu?" Mrs. Dia cepat-cepat berkata.

Tetapi saya memang menginginkan semua fakta yang ada. Saya tidak pernah menceritakannya. bijaksana." "Itu adalah kejadian yang buruk. "Tidak kalau Anda mengenal Ann."Saya tidak mengerti apa—maksud saya. "terima kasih banyak. Lawton. Kami tinggal di Lincolnshire waktu itu. Lawton. pendesak. Lawton. tapi dia mempunyai kesan bahwa wanita itu pasti memiliki kepribadian pemarah. dan hal itu hanya bisa terjadi kalau keadaan di masa lalu itu ternyata berkaitan dengan kasus pembunuhan di Wilbraham Crescent No. Semenjak itu dan seterusnya dia menarik diri untuk memulai kehidupannya lagi sendirian. Dia berhenti sebea&r sebelum menambahkan dengan agak tiba-tiba. saya tidak pernah melihat orang ini sebelumnya. "Kelihatannya aneh jika dia tidak berhubungan sedikit pun dengan Anda melalui surat. yang mana saya kira. Dan saya pikir. Saya kira. Lawton mempunyai perasaan begitu terhadap anak itu. Lawton. "Dia bukan anak saya" katanya. Dia bilang dia sedang hamil dan laki-laki itu tidak bisa.. dan menunjukkannya pada Mrs. Apakah betul hanya itu yang dia ketahui? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab secara pasti." katanya tegas. Saudara perempuan saya." "Dan bagaimana pendapat suami Anda tentang adopsi ini?" "Saya sudah menjanda waktu itu." "Di mana terjadinya semua itu? Bukan di Qrowdean." "Di mana saudara Anda sekarang." kata Mrs. bangkit dari duduk-nya. Dia mengenal pria ini -Webb-" "Saya bahkan tidak pernah tahu namanya. Lawton. Tentu saja—" dia memandang dekat-dekat." "Bukan. Saya masih bekerja di sana sekarang. Ke-mudian berkata dengan lembut. dan dingin. Anda tidak perlu bercerita padanya?" "Tidak. ketika Sheila sudah cukup umur untuk sekolah." "Oh. dan saya sangat menyukainya sehingga saya menjual toko itu dan datang kemari untuk menetap. Lawton. karena merupakan cara penyelesaian yang halus. Saya jaub lebih muda daripadanya—dua belas tahun. sinis. "Saya tidak pernah berjumpa dengannya." "Yah." kata inspektur itu. Tetapi bagaimana halnya dengan saudara perem-puannya? Dia berkata perlahan. hal itu adalah tidak mungkin. 19. Orang-orang di sana me-nyenangkan. "dan saya yakinkan Anda bahwa saya tidak akan menanyai Miss Webb tentang hal itu kecuali kalau terpaksa harus menyinggung hal itu. "Dia adalah anak haram saudara perempuan Anda?" "Ya. pikirnya. kalau tidak. "Saya kawin muda dan suami saya terbunuh dalam perang. Lawton. atau tidak mau—saya tidak tahu mana yang benar—memkahinya. sangat yakin. Dia dulunya seorang guru sekolah dan pekerjaannya baik sekali. Lawton menggelengkan kepala. Mrs. Dia adalah orang terakhir yang Anda sangka akan—" "Yah. Saudara saya itu orangnya ambisius dan dia harus melepas-kan pekerjaannya kalau semuanya diketahui orang. Saya mempunyai sebuah toko manisan kecil waktu itu. Saya pikir dia bukan orang sekitar sini. katanya." katanya. atas keterusterangan Anda pada sava. Hardcastle memandangnya tajam-tajam. kecuali kalau memang perlu." kata Mrs. Saya berkata padanya bahwa orang tuanya mati muda. Saya datang kemari pertama kali pada waktu liburan. bukan?" "Saya kira begitu. saya bekerja di Roscoe and West. Mungkin saja hanya itu yang dia ketahui Meskipun hanya sedikit keterangan tentang saudara perempuan itu. "Kelihatannya orang baik-baik. "Anda tidak tahu siapa orang ini?" "Mereka sudah menunjukkannya pada saya. Mrs. Seperti yang saya bilang. tidak mungkin terjadi. Law-ton?" "Saya tidak tahu. Kami berdua mempunyai sedikit penghasilan dari peninggalan ibu kami. Seorang gentleman. Dia pikir itu adalah vang terbaik bagi anaknya dan bagi dirinya. "dan saya sangat terpukul karenanya. kami tidak pernah dekat. Australia atau negara lain. yang diperoleh Hardcastle. Dia mengambil foto itu dan menelitinya dengan saksama. Mrs. tetapi dia akan pindah sekolah. Dia akan melanjutkan profesinya." "Maksud Anda. "Tidak. dan saya yakinkan Anda bahwa saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyimpan apa yang Anda ceritakan pada saya—seluruhnya—sebagai rahasia kita berdua. Masuk akal." "Dan Anda tidak akan bilang apa-apa pada Sheila mengenainya?" "Tidak. adalah yang terpandai di antara keluarga kami. "Dia selalu tegas dengan keputusannya. tidak ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan anaknya?" Mrs. Begitulah perjanjiannya. Ann memberikan setengah dari bagiannya kepada saya untuk dipakai memelihara dan membesarkan anaknya. Tetapi saudara perempuan saya itu datang menemui saya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Yang jelas hanya itu yang dia ceritakan padanya. kecuali bila ada hubungannya dengan kasus itu." Ada semacam kebingungan dan keputusasa-an dalam sorot matanya. ya. kalau Mrs. "memang sering terjadi begitu." Dia mejigeluarkan foto yang telah ditunjukkannya pada begitu banyak orang dari sakunya. Karena itu saya—saya berkata saya mau menolongnya. Inspektur Hardcastle." kata inspektur itu. saya tahu. Jenis wanita yang memutuskan untuk tidak menghancurkan hidupnya gara-gara satu kesalahan saja." "Tapi Anda tidak lagi berhubungan dengannya?" "Itu adalah karena permintaannya. Tetapi Sheila sendiri tidak tahu. Sangat dihormati dan lain-lain. Anda tahu. Dan lagi pula dia dan saya tidak begitu dekat." kata Hardcastle. Terus." kata Mrs. "Tapi dia masih hidup. Saya yakin. Lebih baik tidak diungkit-ungkit lagi. Itulah mengapa—yah. "Mungkinkah Sheila Webb—seorang anak haram?" Dia segera melihat adanya campuran rasa khawatir dan lega di wajah Mrs. Lawton. saya tidak dapat mengatakan — semuanva adalah sangat sulit bagi saya.. dia mempunyai gagasan untuk mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri selama setahun. saya mungkin pernah melihatnya." kata Mrs. pedagang besar gorden di sini. bukan?" . Itu saja yang saya ketahui. Dengan keras kepala dan dingin dia telah menyediakan sarana pemeliharaan dan kebahagiaan bagi anaknya. Betul-betul tidak tahu sama sekali. dan itu saja yang dapat saya katakan pada Anda" Inspektur itu memandang wanita itu sambil berpikir.

. Gadis vang berpapas-an dengan dia di jalan! Sekarang dia tahu mengapa gadis itu membuatnya berpikir tentang sepatu. Mr. Hardcastle ingat. Memang perlu menyelinap» sebab buku-buku yang disusun dengan sembarangan itu dari hari ke liari makin bergeser menutupi jalan masuk cfari luar. Ah. dan telah membicarakan kebingungannya bagaimana dia . Melihat sedikit kesan bingung pada wajah Hardcastle." Sama-samar muncul gambaran yang lebih jelas dalam ingatan inspektur itu. toko-toko makanan asing. sebab kadang-kadang profesor itu me-mintanya tinggal untuk makan malam. Saya menghindari daya persona rumah sakit boneka dengan bermacam-macam mata gelas berwarna biru atau coklat. atau mungkin juga terpengaruh oleh fakta bahwa orang itu memiliki sebuah kartu di sakunya yang mengan-dung sebuah nama dan alamat yang jelas-jelas adalah palsu. Novel-novel kuno. Tujuan saya adalah sebuah toko buku kecil yang kotor di sebuah jalan samping. yang mundur sebelum diserang oleh bukubukunya. Tentu saja. Gadis itu bahkan ragu-ragu. Jarak antara rak-rak buku begitu sempitnya» sehingga Anda hanya dapat berjalan di antaranya dengan susahpayah. tidak begitu. "Apakah dia sahabat karib keponakan Anda?" "Yah. "Ada sesuatu dalam bidangku?" tanya saya. Sambil keluar dia bertanya." "Yah." kata Mrs. selamat malam. "Rosemary—hm. Dia datang kemari untuk menjumpai Sheila sore ini dan dia menunggu sebentar tetapi kemudian dia bilang dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Memang arteh nama itu. "karena toh keponakan Anda belum pulang—" Giliran Mrs. siapa yang memilih nama baptis keponakan Anda. dengan sedikit terkejut. Sebenarnya. "Dia itu salah seorang gadis dari kantor." . ucapan tersebut terasa sedikit ketinggalan zaman. bahkan beberapa buku yang tergolong peninggalan aristokrat yang halaman-halamannya. Saya menyelinap masuk ke dalam. Dia dan Sheila tidak betul-betul berteman. Anda tahu di mana letaknya. Di dalam." "Aneh. Ada bertumpuk-tumpuk buku yang terletak di atas meja. pemilik toko tersebut. "Omong-omong. mengulum sejcnis permen waktu berbicara.Berdasarkan pengalaman inspektur itu. ketika dia keluar. Tetapi penjelasan yang baru saja dia berikan pada Mrs." "Saya mengerti. sebuah rumah sakit boneka. Mrs. Saya sudah membongkarnya» tetapi belum sempat saya atur/1 Anda akan menemukannya di pojok. Dia punya janji dengan seseorang." pikir inspektur itu. 6d. Mungkin dia telah mengasumsikannya tanpa sadar. ataupun sampulnya.dapat pulang dengan sepatu seperti itu. yang sedang memegang sebuah sepatu dengan tumit runcingnya yang telah copot. Yah. Dia biasanya menelepon kalau terlambat. Padahal saudara saya sama sekali tidak romantis ataupun sentimentil. yang terletak di antara New Oxford Street dan Covent Garden. bahwa dia tidak pernah memikirkan korban pembunuhan itu dengan cara yang sama. Penampilannya menunjukkan bahwa dia telah kalah dalam pei tarungan yang tidak seimbang. Tidak begitu cerdas. kendati Hardcastle sendiri tidak menge-nalinya. Untung saja Edna tidak menunggu. Lawton. Gadis itu mengenali dirinya ketika dia melaluinya di jalan. Biologi laut. Dia bilang besok saja. Is." kata inspektur itu." kata Mrs. atau kapankapan. Apakah dia ingin menjelaskan mengapa dia mendatangi Sheila Webb atau apakah gadis itu berpikir bahwa Hardcastle mengharapkannya untuk mengatakan sesuatu? Dia bertanya. toko barang-barang antik. Soloman. dia bilang tidak apa-apa kalau ditun-da. buku-buku literatur lama.. pikimya masam. Di bagian luar toko itu ada deretan-deretan buku yang lazim ada di toko buku.rYah.." kata Mrs. Lamb. Untung hanya ada satu jam di ruang ini. Wajahnya yang rata dan lebar itu amat mirip seekor ikan. Orang itu adalah Mr. Lawton mengucapkannya dengan biasa. "Dibesarkan di desa. Rosemary adalah pilihan saudara saya. Jika dia memerintahkan buku itu untuk mundur» sudah jelas dan tak mungkin buku itu mau melakukannya. Kadangkadang harus antri bis dan Hotel Curlew lumayan jauh dari Esplanade.. saya heran mengapa dia begitu kepingin menemui Sheila malam ini. tetapi bibir Mrs. akan membuat semuanya jauh lebih sulit. Lawton. Dia mengenali saya» sorot matanva yang seperti ikan itu melunak sejenak dan dia mengangguk. dan jelas-jelas bisa mengalahkan sebuah tangan yang kuat yang tak mampu mengaturnya. "Sangat mengherankan. Seorang gadis biasa. Lawton yang melihat jam di atas perapian. sepatu-sepatu balet. kata inspektur itu dalam hati. Gadis ituiah vang menerimanya di Biro Cavendish dan gadis ituiah." Ketika inspektur itu membelok dari pintu gerbang menuju ke jalan dia berpikir. "Anda harus pergi ke atas dan melihat sendiri. tidak jauh dari British Museum. saya kira sebentar lagi dia pulang. diaterlambat. Rosemary dan Sheila? Saudara Anda atau Anda sendiri?" "Sheila adalah nama ibu kami. tetapi dia adalah gadis yang agak membosankan.. Dia mem-bayangkan apa kiranya yang hendak dikatakan gadis itu. Romantis. Di sebuah bangku di pojok ruang» terkurung oleh buku-buku. Segala macam toko aneh ada di sana. duduk seorang lakilaki tua yang memakai topi beibentuk kue pie. Kenangan yang romantis? Atau—sesuatu yang lain sama sekali?" NARASI COLIN LAMB Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road dan membelok masuk ke jalan-jalan yang simpang-siur." Dia sendiri melihat foto itu lagi dan berpikir." "Dia tidak berkata pada Anda apa itu?" "Tidak. "Mereka masih berpikir dengan cara yang kuno. Dia bilang ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia ingin bertanya pada Sheila mengenainya. Rosemary untuk kenangan. fosil—Antartika ada di lantai dua." . Seperti^seorang yang telah mencoba menguasai buku-buku itu» tetapi kenyataannya bukubuku itulah yang jelas-jelas telah berhasil menguasainya. Saya mendapat sebuah kiriman bani kemarin dulu. dia menjelaskan. Apakah dia orang baik-baik? Dia malahan mengasumsikan sebaliknya. Dan itu. saya harus pergi. Di mana-mana buku-buku berserakan dan menguasai tempat» beranak» berlipat-ganda. "Sheila belum menelepon. biar-lah. Lawton mungkin benar. "Maksud saya. Lawton. Masih soal rumput laut dan sejenisnya?" "Betul. lebih jelas terlihat bahwa buku-buku itulah yang memiliki toko dan bukan sebaliknya. masih utuh. "Ya. tidak begitu cantik. Dia bagaikan Raja Canute dalam dunia buku". Tidak ada—tidak ada pe.-san—yang Anda ingin tinggalkan untuk Sheila?" "Saya kira tidak. mereka bekerja di kantor yang sama. Kelihatannya dia hendak berbicara dengannya. dan akhirnya sampai ke tempat tujuan. Kelihatannya kartu itu betul-betul mewakili seorang agen asuransi palsu yang telah meletakkannya di saku orang tersebut. Dia memandang jam tangannya lagi. berbagai macam jenis buku yang berlabel 3d. Lawton. "Saya tidak boleh mengganggu pekerjaan me-masak Anda lebih lama lagi/' katanya.

"Kau mestinya tidak berbicara kepadaku seolah-olah aku ini masih anak kecil." Dia menekan sebuah tombol." "Salahmu sendiri. Ada kaitannya?" "Saya belum tahu. Di lantai dua terdapat Orientalia (buku-buku mengenai kebudayaan Timur). Kolonel Beck justru berhenti. Mereka berdiri di sana. dan berbagai jenis buku lain yang menarik." "Siapa yang dibunuh?" "Sekarang masih belum tahu. Kan sudah kukatakan padamu sebelumnva. "Memang tidak ada buniknya. di mana di atasnya terletak sebuah buku tebal yang besar sekali dan memandang saya dengan gusar." kata saya. "Dia menanyakanmu kemarin. ko-lonel-kolonei tua. Kolonel Beck melepas kaca matanya. Ada suatu kebetulan yang mungkin—hanya mungkin — berarti sesuatu. Sesudah pandangan mata saya yang pedih mulai terbiasa." "Saya juga tidak berpikiran kalau maksudmu itu adalah toko-toko roti dengan roti udang Prancis di dalamnya. saya akan menyuruhnya masuk." Dia meletakkan teleponnya kembali dan mengangguk ke arah saya. Itu sebabnya mengapa semua makanan hambar sekarang ini. Sepuluh mil dari Portlebury. tidak ada alasan mengapa tidak. tetapi kelihatannya. sejarah alam. Lokast yang sangat bagus. tetapi dapar ditemukan oleh para ahli. sehingga sulit untuk dapat melihat apa-apa. dan rok hitam serta mantel tanpa lengan dengan corak bergaris-garis yang agak tidak pantas. Rumah-rumah di Crescent. dan mengambil sebuah kunci dari saku saya. mengangkat tele-pon di atas meja. digolong-golongkan dengan agak tidak keruan.Saya mengangguk dan menyelinap ke atas melalui sebuah tangga kecil yang agak reyot dan sangat kotor. jelaskan dirimu." "Ya. "Kamu. bukan?" "Saya perlu waktu lebih lama lagi." "Hm. ya. Di sini buku-buku tentang arkeologi." kata Kolonel Beck. bukan?" . saya dapat melihat tubuh gemuk atasan saya sedang duduk di atas kursi tua yang besar. kesehatan» dan cerita-cerita klasik Prancis." "Ah! Yah. "Oh. "Sudah menyelidiki semuanya?" tuntutnya. Saya berkata." kata saya mulai menjelaskan. buku-buku kesenian." "Subjek penyelidikan adalah Wilbraham Crescent." kata saya.. Pak.. Saya menggerakkan pengetuk pintu itu dengan hati-hati dan pintu itu dibuka oleh seorang wanita setengali baya beram-but kelabu. Saya melewati semuanya dan naik ke lantai tiga. untuk apa kau kemari? Datang untuk minta izin menyelidiki Wilbraham Crescent—di mana pun letaknya tempat yang aneh bunyinya itu?** "Letaknya di sebuah tempat bernama Crow-dean." "Dan kau mencurigainya! Atau kau tidak begitu?" "Saya tidak yakin." katanya. "Hampir." "Kau perlu waktu lebih lama lagi. Tetapi kami tidak dapat menunggu selamanya. "Baiklah. Dia punya sebuah kartu dengan nama dan alamat palsu di sakunya." "Jelaskan dirimu. mendorong meja bacanya ke samping. "Dapat sesuatu?" "Tidak... maksud saya. Pak." "Saya tahu. Sekarang ini mereka menyim-pannya dalam lemari es—seperti barang-barang lainnya." kata saya. Dia adalab orang yang suka menentang.." sambil mendorong mereka kuat-kuat ke samping. Kau masih berpikir. "Tetapi saya tidak mau pindah ke tempat lain sekarang." "Sava mengakui itu hanya dugaan saja." kata saya. Saya berjalan menerobos kerumunan mahasiswa. dan berkata. Pak. bukan?" katanya tanpa menyapa dulu." kata wanita itu. itu tidak bagus. dan sebuah pintu dengan pengetuk pintu yang mengkilat di atasnya. "Jadi kamu datang juga akhirnya?" katanya. saya tahu. dan pendeta-pendeta." kata saya. Dia tidak menye-nanginya. Beberapa dari tempat-tempat itu sungguh-sungguh menyanjung roti Prancis buatan mereka. sementara kau terus asvik berpikir. kemudian memutarnya pada lubang kunci dan masuk ke dalam. Ya. Saya menemu-kan diri saya berada dalam sebuah ruang depan dengan dinding bersih bergambar sapi-sapi Highland. Beri sava fakta-fakta-nya. menyibakkan gorden yang menutupi sebuah pintu. Kalau dipikir-pikir. Colin. mengitari sebuah lemari buku. saya mulai dari Crescent. Di situ terletak berjilid-jilid buku yang disebut "janggal** atau "aneh". Seperti yang saya katakan pada Anda. memakai kaca mata model kuno. Lebih baik kau masuk ke dalam dan membereskannya. Tetapi melihat saya mengharapkannya untuk berbicara terus. Di ruang ini ada sebuah pojokan kecil bertirai yang menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat umum." Dia menggelengkan kepalanya memandang saya. Kau biasanya keras kepala. "Dan jangan panggil aku Nanny. sudahlah. Nanny (panggilan anak kecil pada pengasuhnya). Nak. "Ya. Pak. yang sebenarnya bukan Prancis betulan. yang terdapat di bagian belakang toko. **Kau harus berusaha dan bekerja lebih baik. Itu adalah salah satu favoritnya. ya. Hanya dugaanmu ini saja yang kelihatannya tidak jalan. Menarik." "Sudah waktunya kau tumbuh dewasa. Nah. lupa sekelilingnya. Kelihatannya. Betul-betul bulan sabit!" "Saya masih berpikir. "Itu menghina." Saya menunggu untuk melihat apakah Bung Tua itu akan memperbesar topik tersebut. melangkahi berbagai macam kotak berisi buku yang terbuka di atas lantai. Colin. dan menemukan tujuan saya selanjutnya yang terhalang oleh dua orang mahasiswa yang berlainan jenis sedang asyik beipelukan dengan mesranya." "Jangan berbelit-belit." "Kebetulan ada seorang laki-laki terbunuh di Wilbraham Crescent. Ya. Saya masuk melalui sebuah pintu di ujung ruangan ke dalam sebuah ruangan lain yang pcnuh asap rokok. yang pada sandaran tangannya terdapat sebuah meja baca atau tulis model kuno yang dapat diputar ke samping. Tetapi untuk apa kau kemari? Tidak biasanya kau minta izin. "Pekerjaan-pekerjaan terbaik yang pernah saya lakukan adalah berdasarkan dugaan-dugaan. Saya masih harus menvelidiki sedikit lagi. Tidak akan berhasil. Kau tahu itu. seperti seorang pengasuh tua yang sedang menghadapi seorang anak yang mengece-wakan. Selesai dengan tempat-tempat minum itu?" "Ya. "Mr.. "Permtsi.

yang tinggal di sana. "Siapa ini?" tuntut Kolonel Beck. "Pola macam itu telah dikenal. Dan ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada Anda. "Seorang istri yang cukup baik dan dua anak yang suka ribut-ribut—laki-laki." kata Kolonel Beck. kan?*' "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. mungkin saja. "jika pembunuhan itu dilaksanakan oleh salah seorang dari orang-orang lainnya ini. Tidak punya ide di kepalanya kalau suaminva itu sesungguhnya bukan seorang agen buku-buku Timur betulan.'* kau saya. siapa sebenarnya orang-orang ini?" "Mereka adalah orang-orang yang kebunnya berdampingan atau menyentuh kebun rumah tempat pembunuhan itu terjadi. "Ada seorang laki-laki bernama Ramsay. Coba pikirkan." "Yah." kata sava." "Sebuah penyamaran yang sangat bagus." kata saya. meskipun penuh risiko. sayakhawatir saya memang begitu. dan carilab gadis itu. Berapa lama kau menge-nalnva?" "Tidak ada—maksud saya—yah—memang ada seorang gadis yang menemukan mayat itu.*' "Menarik. sekarang aku ingat. Tinggal di Wilbraham Crescent No. maka hal itu akan sa-f ngat'mudah." "Dan bagaimana pendapatmu tentang orang-orang lainnya ini?" "Pendapat saya adalah. Seorang wanita bernama Mrs. Dia bilang tentu saja mereka hanya sebagai kamuflase. Setengah baya. bekas gurusekolah."Betul." kata saya." kata Kolonel Beck.'* "Satu dari sepuluh kemungkinan yang ada. Sering pergi ke luar negeri. Anakku. Wanita paling bodoh yang pernah kutemui." Kolonel Beck mengi-baskan rokoknya. Mengha-biskan waktunya di kebun. "Korban pembunuhan itu." "Diana? Hm. "Di mana letaknya mayat pamanku? Di kebun sepupu bibiku. untuk me-j ngangkut sesosok mayat ke dalam nomor 19 pada waktu yang tepat di siang hari. Dan dia juga punya istri di Swiss. Seluruh cerita itu kedengarannya sangat mustahil bagiku. "Dia mena-brakmu. **Ada sebuah pub bernama The Rising Moon di jalan di sebelah jalan ini." Dengan mengeluh Kolonel Beck menarik kem-bali meja bacanya ke posisi semula. "Sekeping Heller Cekoslovakia? Di mana kau menemukannya?" * "Bukan saya. Ini. Sudah?" "Belum." "Kedengarannya seperti sebuah teka-teki Prancis. Tidak ada alasan untuk mengira bahwa dia dan istrinya bukan orang baik-baik—tetapi—" "Baiklah. Sebetul-nya Wilbraham Crescent No." "Dia punya seorang istri. "Coba lihat ini." "Anda bah kan belum mendengarnya." Saya memberinya beberapa foto kepolisian pilihan. Tentunya bukan karena gadis yang kautabrak di Crowdean." kata saya dingin. Anakku! Seks muncul seperti biasanya.*' kata saya. Orang Skot. "Terima kasih —tidak ada waktu hari ini. Ada yang lain lagi?" "Aku tidak yakin. "Pergllah ke pemeriksaan itu. kau mungkin mendapatkan sesuatu dari keyakinanmu yang teguh pada bulan sabit dan bulan terbit. ingatlah bahwa itu mungkin saja. Aku tidak tahu siapa istri-istrinya itu—miliknya sendiri atau hanya sebagai kamuflase saja. Dia bekerja di sebuah institut untuk orang buta dan dta telah diselidiki dengan cermat oleh pihak kepolisian lokal. Begitu. "Dewi ( Bulan! Diana Lodge. Pak. Mrs." Beck mengambil uang logam yang kotor kena tanah itu. ada apa?" "Ada dua orang yang ingin saya ketahui datanya. Istri yang sangat baik. bagaima-napun juga. menangis dalam pelukanmu dan mence-ritakannya padamu." "Kembali lagi ke Crowdean?" "Ya. Pendleton juga punya seorang istri di Jerman. "Mau rokok?" Saya menggeiengkan kepala." "Apa yang dilakukannya ketika dia menemu-kannya?" "Menjerit. bukan? Baiklah." "Nah. Pensiunan dosen. Kami akan memasukkan mereka dalam mesin untuk meyakinkan. Kau ingat Pendleton? Dia punya istri dan anak-anak. Ramsay i ini." "Bagus sekali. "Ya?" "Sebuah rumah bernama Diana Lodge." kata saya tajam. Hemming ini?" "Tidak ada. 20." "Saya senang mendengarnya. menu-rutku. "dia tenggdam dalam kesibukan mengurus kucing-kucingnya. atau sesuatu seperti bulan sabit atau bulan?" "Bukan. Namanya Mc-Naughton. Mengapa kau tidak pergi dan mencoba peruntunganmu di sana?" "Saya sudah pernah ke sana.*' kata kolonel itu. Ada sepasang suami istri di nomor 63. "Tentu saja mungkin. mengeluarkan sebuah bolpen dari sakunya. Yah. Bagaimanapun juga. Apakali namanya Diana. "Kau selalu sudah punya jawabannya. kau ingin tahu tentang Mr." "Pasti akan ditangguhkan. *Kami akan memeriksanya." "Nah. Ada pemeriksaan yang harus saya hadiri. mungkin juga bukan. Kolonel Beck tiba-tiba tertawa kecil." "Aku tidak perlu cerita. atau Artemis." "Tinggal sendirian?" "Ya. "Saya sangat senang mendengarnya. "Hati-hati dengan langkahmu." NARASI COLIN LAMB . cuma itu. kalau begitu. yang saya ulurkan padanya. Kata orang dia seorang insinyur bangun-an. Omong-omong. Itu ditemukan di kebun belakang nomor 19. "Saya belum menceritakannya pada Anda." kata Beck. Kau ingin menyelidikinya. Bagaimana halnya dengan nomor 19 sendiri?" "Seorang wanita buta. Itu semata-mata hanya sebuah kemungkinan." kata saya." kata Kolonel Beck. gadis yang kau minati itu mungkin adalah pembu-nuhnya. di salah satu rumah lainnya yang telah saya sebutkan tadi. dan sepasang anak perempuan. 62. kan?" "Tentu saja bukan. Apa yang dikerjakan-nya. meniupnya dan memandang saya. Betul." kata Beck menghargai. bukan?" kata Kolonel Beck." Dta menambahkan sambil berpikir. Hemming dan sekitar delapan belas ekor kucing tinggal di sana.

" kata saya. Cocok." kata Poirot. yang baik itu. Tentu saja. Dia akan memasang jerat. sedangkan dia tidak. "Kau bolch menyebutnya begitu. "mengagumi ayah sendiri sudah tidak mode lagi sekarang. "dan bagaimana kabar teman baikku. kan?** '*Tidak juga. Tetapi sesungguhnva. tetapi Poirot adalah satu dari orang-orang pertama yang merasakan dtnginnya musim gugur* dan mengambil tindakan pencegahan ter-hadapnya. kadang-kadang beiiau agak sedikit tettekan. "Mr. "dengan kepribadianku. dengan tangan terbuka lebar. sebuah gelas. Tuan. Dia menyilakan saya duduk dan menawari saya tisane. beiapa dalam daun seledri itu telah tengge-lam di dalam mentega. dan mudah diingat. kupikir namaku sendiri mungkin menyebabkan timbulnya kesalahpa-haman. Tapi. Sebuah se-nyum tersungging di bibirnya. saya menemukan. aku sangat menghormati ayahku. Aku mengaguminya." Saya mengangguk dengan penuh simpati. "Hanya saja dalam bidang seperti pekerjaanku. apa pun per-soalannya. Itu tidak coeok buatmu." "Seseorang harus mempunyai kebijaksanaan. untuk melengkapinya sampai tuntas. bahwa gedung itu baru saja mendapatkan wajah baru." kata saya. Kuharap aku dapat sebaik dia. "Jika Anda sudi berjalan lewat sini. ya—tapi tidak pernah lagi." "Tetapi berhubungan. jadi kamu. bukan. Tetapi mengapa me-nyebut dirimu dengan nama Lamb? Coba kupi-kir. Tuan. yaitu terlalu menyangkut nama ayahku. Tidak peduli. aku tahu. Kebanyakan para ayah suka duduk. Tangan kanannya memegang sebuah cangkir yang mengepulkan asap. bukan itu yang ingin kubicarakan de-nganmu di sini. Tuan. Saat itu baru awal September. Pendek. kendati itu tidak perlu. udara hangat. memakat sepatu kulh yang berkilau-kilauan. tetapi Poirot sudah berdiri di atas kakinya. Saya melihat bahwa satu batangan besi dari pemanas listrik berbentuk segi empat yang ada di situ menyala merah. Di kedua belah sisinya di lantai ada etumpuk buku-buku vang disusun rap . kataku pada diri sendiri." kata saya. mefainkan sel-sel otak." Dia terbatuk-batuk kecil. Pintu dibuka oleh seorang pelayan laki-laki yang penampilannya tak bercela." Dia membuka sebuah pintu dan berbicara dengan suara yang jelas "Mr Colin Lamb sudah datang. "Dan apa kesibukanmu sekarang?" saya bertanya pada Poirot. Kau tahu. sederhana. dengan sebuah tempat wiski. dan sebuah sedotan yang diletakkannya di dekat siku saya. dan mengingat semua hal kotor sebisanya dan menulisnya dengan rasa puas. "Sangat sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya—atau chrysanthemum. Beberapa ta-hun yang lalu bangunan itu adalah sebuah gedung yang menonjol. Yang jadi masalah adalah harus ada sebuah persoalan. mungkin juga betul. Tidak. ayahmu?" "Ayah baik-baik saja. Kau adalah serigala berbulu domba. mengapa tidak pergi ke toko bunga? Kupikir Inspektur yang hebat itu akan menulis pengalaman-pengalaman-nya?" "Dia pernah mulai. Di dalam. George?" "Syukurlah. Colin Lamb. "Saya pikir." "Baik. Apa kabar. asyik dengan pena mereka. Tuan—*' Dia membawakan topi saya. Sekarang ada banyak gedung lain yang lebih mengagumkan dan bahkan lebih banyak lagi bangunan modern yang berdiri di kedua belah sisinya. tentu saja. "tapi dia pikir terlalu banyak hal yang harus dirahasiakan se-hingga akhirnya dia berkesimpulan bahwa apa yang dimasukkan pasti kelihatan terlalu jinak dan sederhana sehingga tidak pantas untuk ditulis. Hercule Poirot. ya. Ada sebuah pepatah atau sebuah peribahasa. "Kelihatannya kau sedang mengadakan sebuah penyelidikan kecil?" Poirot mengeluh. yang segera saya tolak. "Berhubungan dekat dengannya. Dia selalu langsung pada sasaran. kau tahu. "sebab ayahmu dapat menceritakan beberapa hal yang sangat menarik.Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya mengunjungi Whitehaven Mansion. sebab dia sudah berbicara dengan nada hati-hati sejak awal pembicaraan kami. Dia berjalan ke arah saya. saya sehat-sehat saja. Ya. Dia memakai bukti-bukti dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang Iain. Akhir-akhir ini aku merasa sangat membutuhkan sebuah pei-soalan. "Dan bagaimana dengan dia?" George merendahkan suaranya." kata Poirot. Temanku! Temanku yang masih muda—Colin." kata saya. "Sekali saja dengan sayuran itu. saya berkata. jerat yang sangat jelas dan orang-orang yang ingin ditangkapnya akan berkata *itu terlalu jelas. Kamu. "Tetapi ada beberapa hal lagi yang ingin kuketahui. meskipun kau harus bekerja di balik layar. Colin! Sudah lama sekali Anda tidak kemari." "Sampai sejauh ini masih baik-baik saja. Teman saya. Jadi. "Yah. Dia sangat suka minum tisane dan sering mendesak saya agar meminumnya. D atas meja di sisi kirinya terdapat lebih banyak buku lagi. sedang duduk di kursinya yang besar di depan peraptan." Saya merendahkan suara saya. Tisane pasti. Bukan otot yang hendak kulatih. kalau begitu. Tidak mungkin betuP dan kaienanya mereka jatuh ke dalamnya!" Saya tertawa. kuganti Lamb." "Aku tidak yakin tentang itu. George. aku tidak ingat sekarang ini musim apa?" "Dia menyibukkan diri. "Aku tidak." "Ya." kata saya. bukan." kata Poirot. George masuk pada saat yang tepat. Begitu. ya? Musim-musim begitu cepat berlalu." kata Poirot. dengan tanaman-tanaman hortikultural?" "Tiap orang kelihatannya mengarah ke sana pada akhirnya. Bukankah begitu? Affaire Larkin. Jika kau ingin bunga yang terbaik. Mungkin seperti Sherlock Holmes. Minuman itu rasanya memuakkan dan baunya ta am "Jangan bangkit." kata saya. Saya naik ke lift dan menekan bel nomor 203. aku tahu. Memang tidak menguntungkan." kata saya. Sesuatu tentang domba berbulu domba. Memandang begitu banyak macam buku di sekelilingnya. Aku selalu mengaguminya. Tuan. Dindingnya dicat lagi dengan warna kuning dan hijau pucat." kata saya memuji diri sendiri. saya mene-bak. bidangku tidak persis sama dengan bidangnya." Dta mundur dan menyilakan saya masuk ke dalam ruang itu." "Tentu saja. Itu kan pepatah tentang nyonya-nyonya tua yang mencoba untuk kelihatan lebih muda daripada yang sebenarnya. "Ah. 'Tolong sebut saya sebagai Mr." kata Hercule Poirot." . metodenya sangat menarik bagiku. Alia. "Kupikir aku harus membe-rimu selamat atas keberhasilanmu yang agak menakjubkan baru-baiu ini.

George tidak akan meletakkan potongan-potong-an kulit jeruk tua di tempat payung." kata saya. begitu nyata digambarkan. Ini—" dia memungut buku yang diletakkannya di lengan kursinya ketika saya masuk. "beberapa karya awal Mrs. yang berbelit-belit dan jelas." "Aku harus membacanya lagi. Tidak perlu diragukan lagi. kurasa mereka sudah mati semua sekarang. Ada juga mayat. Tetapi dia memiliki jalan pikiran yang asli. tetapi belum demikian. Juga tidak mungkin ada tamu yang membawa tiga potong kulit jeruk. "Betul. Aku cukup yakin dengan pikiranku pada apa yang akan merupakan jawabannya. kuingat. Quain. Cyril Quain. karena masih muda waktu itu. Secara keseluruhan ada kebenaran. tetapi mereka meyakinkan. itu cukup merupakan sebuah persoalan." "Dan kau memecahkannya?" "Aku memecahkannya. Bukan. kurasa. Susahnya. Poirot memang jujur. Meskipun kedengarannya tidak menarik." kata saya." Dia mengesampingkan Mrs. Tetapi tidak bagiku. "Sekarang Mr. kehidupan-nya! Mereka memang tidak masuk akal. "Betapa fantastik. adalah Kasus Leavenworth. Kemudian ada seorang remaja yang tidak beruntung. Cyril Quain. Tetapi yang penting selalu atibinya. Memuaskan. pelajaran-nya." Dia meletak-kannya dengan khidmat. Jangkauan tangan kebetulan terlalu sering diterap-kan. untuk menyoroti pekerjaan pengarang-pengarang lama. yang disembunyikan dengan kata-kata secara hati-haji dan cerdik. "Enfin" kata Poirot. Hannah. mungkin. dan bertahun-tahun kemudian dia telah banyak mem-pelajari hal-hal yang tidak diketahuinya sebelum-nya. "Aku adalah orang yang rendah hati. Adelaide Bardett. sekarang hampir dilupakan/* Poirot melompat dua puluh tahun atau lebih. yang mengatakan bahwa itu tidak juju. "Orang menikmati suasana zamannya. Mr. dia mungkin telah memiliki seorang teman pengacara yang 4 telah menempatkannya pada posisi yang benar dalam bidang hukum. Gambar-an-gambaran yang terinci dan berlebih-lebihan dari kecantikan Eleanor yang mempesona bagai emas dan kecantikan Mary yang lembut bagai rembulan. Kau lihat. seperti sering kali kulaku-kan sebelumnya. tetapi tidak penting. betapa tidak nyatanya. Kadang-kadang lebih dari satu. sama sekali tidak bangga. tetapi dia bukan seorang pengha-sut dalam kasus ini." Saya merasa telah membiarkan diri saya untuk mendengarkan kuliah. Dan tentang Lizzie Borden. Saya menenangkan diri untuk terus mendengarnya. Aku mengerti. "Dan apa yang kulakukan berikutnya?" Ianjut Poirot. semuanya menjadi jelas bagiku. Aku bekerja dengan menelusur ke beJakang." kata saya. Memang betul Kamis lalu aku mendapatkannya. Tetapi seseorang tidak perlu memakat sebilah pedang panjang untuk memotong tali pengikat sebuah paket. Tetapi itu terlalu gampang. Itu—ah. dan lain-lain?1' "Tepat. peta-peta jalan pintas. Hampir begitu. salah satu anaknya. Poirot melanjutkan. "Aku juga sudah membaca. dan melodramanya yang disengaja. Motif sebenarnya yang terletak di balik perbuatannya men-cekik adik laki-laki yang masih kecil selalu merupakan teka-teki." "Seperti katamu. Constance Kent." "Dan pern bantu wanita itu. Apa yang lebih diperlukan lagi adalah. "Betul-betul sebuah karya luar biasa. "Centanya mengagumkan. dan Iain-Iain. Colin sayang." kata Poirot. Dan. temanku Colin. dalam hal alibi. Dia kebetulan adalah temanku. Misalnya prosedur poll si. "Dari kehidupan nyata aku beralih ke fiksi. Aku menikmati usaha untuk menemukan kele-mahan Mr." "Dan kukira kau selalu berhasil. kita dapat ber-harap bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang diperlukan kepada berbagai orang yang terlibat. "Aku sudah lupa bagian-bagian tentang gadis-gadis cantik itu. Ariadne Oliver. dia adalah seorang ahii. betul-betul melawan perin-tah. dan temanmu juga. "Pada akhirnya persoalan itu tidak menarik sama sekali. Ada humornya. kecuali mungkin hasil karya Sibelius." Saya menggelengkan kepala dengan serius. dan jelas-jelas dia tidak tahu apa-apa tentang orang Finlandia maupun negaranya. "tidak ada sesuatu yang betul-betul menegangkan yang terjadi dalam bu-ku-bukunya." Saya berpikir sendiri. betul-betul sebuah kla-sik! Aku mengaguminya dari awal sampai akhir. "Tetapi per-soalan-persoalan. bahwa kerendahan hati pastilah bukan merupakan kelebihan Hercule Poirot. mon cber." "Dia adalah penulis yang sangat membosankan jika aku tidak salah. jadwal kereta api. dan. Aku berusaha menerapkan jawaban-jawabanku pada mereka. Dan bayangkan vitalitas yang ada pada mereka." "Mengecewakan. kekuatannya. kukira." Dia mengulurkan buku itu pada saya. Ariadne Oliver dan memungut buku lain. tidak mudah didapat. tetapi hal itu membutuhkan usaha yang giat juga untuk membongkar kebohongan. dia membuat deduksi-deduksi yang bagus kadang-kadang. bukan. Nada bicaranya kedengaran sedih." katanya. tentu saja. juga!" Dia meletakkan Petualangan Arsene Lupin dan memungut buku lain. Sebuah persoalan karenapenggantian wanita pembersih yang lama dengan yang baru—yang mengajak." kata Poirot." kata saya. > "Terus kita akan mengambil Petualangan Arse-ne Lupin" Poirot meneruskan. "—ini. rute-rute bis. Aku tidak seluruhnya setuju dengan hasil karyanya. Saya menebak bahwa akhir-akhir ini dia tidak merniliki teman untuk diajak berbicara dan hanva bisa menikmati suaranya sendiri saja. . juga pembunuhnya. dalam pikiranku aku tahu siapa yang membunuh Charles Bravo. Semuanya harus jelas pada saat puncaknya." "Maksudmu kasus-kasus seperti kasus Bravo. Sekarang dia juga sedikit lebih percaya pada topik senjata api."Supaya bisa tetap berfungsi. aku di sini tenggelam dalam berbagai macam contoh fiksi-fiksi kriminal dt sebelah kanan dan kiriku. Tetapi itu bukan tidak jujur. Munculnya tiga potong kulit jeruk kering di tempat payungku secara tidak beralasan. Ah." kata Poirot. Begitu aku selesai membaca kasus itu. "Aku menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam misteri nyata dalam hidup yang tak terpecahkan. Teman wanitanya mungkin tei libat. ketika orang-orang itu bertemu di sudut ketiga lorong itu. sebuah studi psikologi yang hebat. Ada perbedaan setebal sehelai rambut. Bukan. Ya." Dia mengeluh. Kejadian-kejadian di dalamnya sangat mustahil. Bagaimana mereka bisa ada di sana? Bagaimana caranya mereka berada di sana? Aku tidak makan jeruk. "Dan ini adalah Misteri Kamar Kuning. penyamaran. hanya itu. Aku akui aku menikmati penggunaan alibi ini. Pendekatan yang begitu logis! Ada kntik-kritik-nya juga. dia cukup bodoh untuk membuat detektifnya orang Finlandia.

Dia. seperti yang kau ketahui mon ami. Quain tidak banyak hal yang terjadi. Ya. mon cher Colin. itu betul-betul merupakan sebuah kemenangan. Tout de meme. kendati mereka tidak persis sama. "biasanya sering berbaik hati pada anjingnya. Kisah melodramatis yang diaduk dengan sebuah tongkat." . bukan? Aku gembira. gembira sekali. Sebenarnya aku datang untuk menceritakan padamu bahwa aku terlibat dalam suatu persoalan pembunuhan yang rumit." kata Poirot." "Itu tidak terbatas pada Amerika Selatan saja. Dia memiliki otak. Riang dan hidup. kupikir kau mengibaskan ekormu. Mereka tidak masuk akal dan sangat membingungkan. Cyril Quain. katamu? Dan kau membawanya pada&x*. "Florence Elks. Enfw. kau lebih baik juga membaca buku literatur kesehatan. mengisap pipanya seperti yang terlihat pada foto-fotonya. Poirot?" tanya saya. bagiku sama sekali tidak mempengaruhi jalan ceritanya dalam cara apa pun. tetapi mari kita tidak mendiskusikannya sekarang. seorang penulis cerita seram yang luar biasa. kukira. jelas-jelas karena suatu ide yang berhubungan dengan kenyataan. AUbi-altbinya serupa satu sama Iain. tidak selalu. Meskipun dia minum satu pint ataupun setengah pint yang diambilnya dari dalam lacinya. pada buku-buku Gairy Gregson terlalu banyak yang terjadi." "Begitu? Sebuah persoalan pembunuhan vang rumit. apa sebenarnya rumah besar dari batu itu—aku tidak pernah tahu? Apartemen-apartemen yang eksklusif itu." "Ah! Kau akan segera menikah. dan melanjutkan kuliahnya. sekarang. Dia mengusap-usap kumisnya dengan rasa sayang. dengan hormat. seperti katamu. ketegangan. Si anjing membunuh seekor kelinci atau seekor tikus dan dia membawanya dan meletak-kannya di kaki tuannya. Tetapi seni menulisnya—ah. terutama penciptaan ka-rakter yang hebat itu. Mengapa?" "Yah — " saya sedikit malu. mon cher. Ada aturan dan metode dalam buku-bukunya. Mereka lebih sedikit menjelaskan tentang suasana dan sedikit saja dibebani oleh keadaan ketimbang kebanyakan penulis Prancis." dia mengakui. dia betul-betul sangat hebat. dan segala macam jadwal lainnya. Colin. itu betul-betul berbeda. va. Dia pergi ke luar dan melempar bola untuk anjingnya. Aku." "Siapa yang memasukkan pikiran itu dalam kepalamu. "Jika memang harus. Itu bisa terjadi demikian. Dia betul-betul hebat." Sekali lagi dia mengambil sebuah t&uku. Tetapi penyebutan jumlah arak maupun wiski yang tepat dalam setiap halaman cerita-cerita detektif Amerika. "Sekarang Mr. Quain dan memungut buku lain. "Maitre!" "Sherlock Holmes?" tanva sava. Aku selalu menyenangi anggur merah ataupun anggur burgundy yang dituangkan dalam cerita-cerita. Bah. tidak mungkin terjadi dalam hidup." "Sebetulnya. Dia bukan. dan di balik itu semua. "Ce cher Hastings. bagai-manapun juga. "Bukan hal sepetti itu. Dia telah menulis paling tidak 64 buku." "Bagaimana halnya dengan sekolah yang ke-tat?" tanya saya. Sekarang coba arnbil Louisa O'Malley misalnya. ketika dia mencoba menuliskan kenangannya. "Dan kemudian—selalu ada favorit-favorit lama itu. non. Semua begitu mengeri-kan." Saya tertawa. "Di mana-mana di dunia ini ada revolusi sekarang. lebih imajinatif daripada tuh'san-mlisan Inggris. Sir Artliur Conan Doyle." Dia menarik napas. Poirot mengibaskan sekolah yang ketat itu seperti dia mengibaskan seekor lalat atau nyamuk yang mengganggu. ketakutan yang memuncak yang diciptakannya pada diri pembacanya adalah hebat. Temanku Hastings yang sering kau dengar kusebut-sebut namanya itu. "Seorang tuan. brosur-brosur penerbang-an." gumamnya senang. Poirot memandangku sambil berpikir. di mana selalu terjadi revolusi. yang aku hormati. Temanku." "Itu terjadi." kata saya tegas. "Kekerasan demi kekerasan? Sejak kapan hal itu menarik? Aku telah melihat banyak kekerasan pada awal karierku sebagai seorang polisi. Ah. juga mampu membalas kebaikan tuannya. Dan apa yang dilakukan-nya kemudian? Dia mengibaskan ekornya." Dia mencomot sebuah buku dari tumpukan di sebelah kirinya. mcskipun mungkin. sesudah beberapa lama orang akan menyadari bahwa bukunya yang satu hampir sama dengan yang lain. Kisah-kisah tentang Sherlock Holmes ini adalah jauh dari kenyataan." Dia mengambil sebuah buku lagi. Si anjing. Tetesan darah—mayat —jejak-jejak—ketegangan-ketegangan ditumpuk "jadi satu dan ditonjolkan. kemudian berkata. Rumah-rumah besar dari batu di New York itu. menggelengkan kepala. Louisa O'Malley ini. apa boleh buat. kejahatan yang tak disangka-sangka tetap berlangsung dengan diam-diam. "Kemudtan kita beralih ke Amerika." "Mari kita tidak mendiskusikan bom. sedikit terlalu tenggelam dalam minuman. Garry Gregson." katanya. wanita ini. Kupikir mereka itu lebih jenius. menarik napas." Poirot berhenti. bukan secangkir teh sama sekali. "Aku—aku pikir kau akan menyenanginya. menggelengkan kepala dan meminum sisa tisane-nya. Motif minum-minum ini dalam buku-buku Amerika sama artinya dengan kepala Raja Charles bagi Mr. bukan Sherlock Holmes! Pengarangnya. kenyataannya." Dia menarik napas. aku menempatkan fiksi-fiksi kriminal Amerika secara keseluruhan pada tempat yang lumayan tinggi. tetapi terlalu banyak penjelasannya. Sudah lama sekali sejak aku mendapat berita darinya. Keindahan bahasanya. Dia lebih mirip dengan koktil Amerika itu yang tak keruan. Bahkan perjalanan-perjalanan kapal pesiar. menyandarkan dirinya. dengan tahun buatan dan tanggal yang betul-betul asli. Mereka terlalu berteletele. "terjadi setiap hari. seperti kebanyakan penulis Amerika lain." kata saya. "tapi tidak pada-ku. "Buku-bukunya adalah model yang baik bagi karya tulis yang bermutu." kata saya. Dick yang malang. Dokter Watson. dan keangkuhan-keangkuhan yang menggetarkan hati." "Mungkin. Mustahii untuk dihin-dari. Quain. dan bergumam. Bradshaw Kontinental. non. "Tidak. Betapa konyolnya untuk pergi dan mengubur diri di Amerika Selatan." Dia meletakkan Mr. dan bahkan mengucapkan satu patah kata saja."Tidak selalu. yang campurannya sangat mencuriga-kan. secangkirteh bagiku. Pada buku-buku Mr. duduk dikelilingi ABC (buku jadwal kereta api)." kata Poirot. Kau tahu. ada aturan dan metode pada Mr. "Apakah aku mengibaskan ekorku?" "Kupikir ya. dan memang terjadi demikian. adalah seorang ahli anggur. "Petualangan Sherlock Holmes. "Oh. kejadi-an-kejadian yang beraneka macam. Tentu saja. Sebutkan ke-inginanmu. "aku datang untuk mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda de-nganmu. sama sekali tidak menarik bagiku. penuh dengan kekeli-ruan dan kebanyakan hanya dibuat-buat. Dia hamprr merupakan contoh kebalikan yang sempurna dari Mr." kata saya. aku membayangkan Cyril Quain sedang duduk di kamarnya.

aku ingat. dia tidak berbicara selama beberapa saat. Ada banyak hal lagi yang harus dicari. heh? Tetapi ada banyak lagi yang perlu diketahui.. kutantang kau. Oh. dan mendapatkan jawab-annya. Hercule Poirot bersandar pada kursinya. Apakah itu yang kaupikir?" "Selalu ada sesuatu yang harus dilakukan. "Wanita buta?" "Bukan. bukan?" "Memang betul pembunuhan. "pastllah merupakan sebuah tempat penyimpanan kasus-kasus kejabat-an maha luas." Sesudah itu dia melanjutkan ketukannya pada lengan kursinya dan perlahan-lahan menganggukkan kepalanya. "Nah." kata saya." kata saya. Dia meracuni istrinya agar dapat menikahi seorang pengetik steno berambut pi-rang." kata Poirot tegas. Aku tidak bisa. Aku mengenalinya. Dia menutup matanya' dan dengan lembut mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursinya sambil mendengarkan cerita saya Ketika saya akhirnya berhenti. kau coba saja ini dan menjelaskannya. "Nah. dan sebagainya." kata saya. Betul." "Mengapa harus sederhana?" "Sebab kasus itu begitu rumit. Dan di sini sekali lagi pada apa yang kauceritakan padaku. Semuanya. cukup lama sesudahnya. Kemudian dia bertanya. ada seratus cara dan sarana lain yang dapat dilakukan. di Liege. tetapi polanya sama. Sekarang di mana — kapan—aku menemukan sesuatu. Bu-kankah begitu?" "Aku masih menginginkan kau muncul dengan sesuatu. Kali itu adalah persoalan penculikan seekor anjing peking. Aku selalu kauajari bahwa seseorang sangat mungkin sekali untuk berbaring di kursi. "Jam-jam?" sava mengusulkan dengan penuh harap. Dan selalu dari pembicaraan mereka. sesudah menunggu sejenak. mereka dapat mengiklankan foto orang itu. "Semua hal selalu masuk akal. mereka memiliki daftar orang-orang hilang. begitu mayat itu dapat dikenali." kata Poirot. Aku mencari persamaan antara seorang stenografer pirang dengan tukang rebus sabun." Saya menceritakan padanya secara terinci keja-dian-kejadian yang berlangsung di Wilbraham Crescent No. inilah kisahnya." katanya. kan?" "Masalahnya adalah. "Aku sudah melakukannya. "Agen asuransi palsu?" "Bukan. Mereka memiliki catatan-catatan kriminal. Ada seseorang tukang rebus sabun. dulu. "semuanya kelihatan tidak masuk akal." katanya." "Tapi. "Kumohon kau memberiku fakta-faktanya. Mereka tidak tahu apa-apa yang bergu-na. Kau pergi kepada mereka. "Bicaralah dengan para tetangga. Beberapa waktu kemudian. man ami." "Ah. "Misalnya?" Dia menuding-nudingkan jarinya pada saya dengan tegas. pola itu berulang kembali. tepat. Tapi itu bukanlah yang kumaksud ketika aku mengatakan berbicaralah dengan para tetangga. Pasti. "Aku pergi dengan Hadrcastle ketika dia menanyai mereka." kata saya. aku mempunyai perasaan adanya suatu persama-an. sekarang aku butuh jawabannya. orang itu akan dapat dikenali." "Sederhana?" saya berteriak heran. Dia merasakan kata ttu dengan lidahnya dan mengulanginya per suku kata.. "Aku sudah memberikan fakta-faktanya. "tetapi dari waktu ke waktu ingatan-ingatan itu selalu bergu-na. Biarkan mereka berbicara padamu. Aku hanya kebetulan saja terlibat di dalamnya. sekarang ini kau hanya memberiku sebuah pola. ck." Dia ber-henti. "Dan apa yang dikatakan tuan itu? Apakah dia ingin melihat tikus tangkapan anjingnya? Apakah dia ingin mengetahui semuanya tentang tikus itu?" "Tentu saja. "Itu adalah sebuah tindak keja-hatan vang sederhana. Sebuah kejahatanlah yang kau pikir akan menarik bagiku." "Itu tidak mungkin. Dalam hal itu pihak kepolisian adalah hebat. 'Apakah Anda melihat sesuatu yang mencurigakan?* dan mereka berkata tidak. bukan. bukan. "Apa komentarmu?" "Tetapi kau ingin aku ngomong apa?" "Aku ingin kau memberiku pemecabannya. ck." kata saya. ya. Kau mengerti?" "Aku tidak begitu tahu apa yang harus kulaku-kan. tanpa membuka majanya." kata Poirot dengan keras." kata Poirot." saya meyakin-kannya. bahwa hal itu tidak bisa demikian. Mungkin orang ini akan dikenali." "Ituiah yang selalu kusarankan."Baiklah kalau begitu. ck. kau mena-nyai mereka. dan voilal Ituiah dia." kata Poirot." "Jadi tidak ada yang dapat dilakukan sekarang. bukan?" "Sayangnya tidak." "Yah. Tidak diragukan lagi. "Epatant" kata Poirot. Jadi tidak perlu lagi pergi dan menanyai orang-orang dan berkeliaran ke sana kemari untuk mencari jejak. Kita baru berada pada bagian permulaan dari taktafakta itu. "Kupikir kau bisa langsung memberiku jawaban-nva." "Hanya itu saja. bukan." "Aku kecewa denganmu. Jangan membingung-kan diriku. hanya memikirkan semuanya." "Nah. "Tentu saja." kata saya tidak sabar." "Keingintahuan. entah di mana. "apa yang ba-rusan kau ceritakan padaku — kupikir—ya. Poirot. semuanya akan men-jadi jelas. Aku bilang berbicaralah dengan mereka." Dia berpikir sejenak." "Begitu. 19." kata saya. kau akan 43 ." Poirot menggelengkan kepa-lanya. Temanku. Tapi tentunya kau tidak mungkin mengingat semuanya. dan kau pikir memang demikianlah adanya. "E-patant. "Satu hal sudah pasti." "Kau berbicara tanpa metode dan aturan." kata saya. dan sebagainya. maka pasti sebenarnya sederhana saja. Tetapi aku meyakinkan dirimu. "Ingatanmu. ada pemerik-saan ilmiah terhadap pakaian orang itu. itu yang kau pikir. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit. Kau bilang itu adalah pembunuhan. Bukan karena aku tersangkut di dalamnya. "Sans blague?" "Oh. Kejahatan itu mempunyai pola. Kau perhatikan. ada sesuatu yang rasanya kukenal.

tidak begitu. kau betul-betul seorang anak yang baik! Apa yang kaulaku-kan adalah tepat betul. Kata-kata yang diucapkannya betul-betul di luar dugaan. Dia telah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Miss Pebmarsh. Dia ada di sana sungguh-ga tau sungguh karena suatu kebetulan belaka. Kau tahu itu dengan sangat baik." kata saya. Kalian sudah berteman. Dia adalah seorang gadis yang menarik. kau adalah anak vang baik. dalam peranku sebagai seorang asisten polisi. Untuk saat ini. tidak." "Mungkin kau benar. dengan salah satu dari gadis-gadis muda yang bekerja di sana. atau jenis-jenis makanan yang mereka sukaL Selalu saja entah di mana.49 siang. memasuki ruang duduk. Pergilah dan temuilah dia." "Tidak. yang juga mem-berikan kesaksian." "Tidak. Aky sudah menyuruh seorang petugas untuk menulisnya dengan huruf biasa dan mengeriknya dan aku membawanya untukmu." Saya tersipu-sipu mendengarnya. Renungkanlah itu. Kau bilang tidak ada yang berguna dari percakapan-percakapan itu. akan ada sepatah kata yahg memberi tan da. "Kuripan dari 'Singa Laut dan Tukang Kayu. Tentang sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan tilin laky Dan kubis-kubis dan raja-raja. Kau harus bercakap-cakap dengan orang-orang itu semua dan kemudian kau bisa datang dan menemuiku lagi dan kau akan mence-ritakan padaku segala sesuatu yang mereka kata-kan. Dia diminta melalui telepon." Hercule Poirot menutup matanya lagi.menemukan sebuah petunjuk. Dan mengapa laut mendidih dengan panasnya Dan apakah babi punya sayap. memintanya untuk mengirim seorang pengetik steno." kata saya. meskipun mungkin dia sendiri tidak menyadari kebenarannya. "cukup menarik." "Aku tidak melihat bagaimana—maksudku— aku hampir tidak mengenalnya. "Memang dibutuhkan waktu. "Aku menulis apa yang dikatakan dengan steno. Tidak ada pertanyaan ataupun penelitian secara terinci. Dan kau akan bercakap-cakap dengarmyrf." "Kautidak bisa yakin tentang dia tidak tahu mengapa.. "Ya. "Kau menangkap gayanya yang melodramatik." pe-rintah Poirot." "Kau akan bekerja dengan lebih baik bila memiliki cukup waktu untuk bersantai. "Aku tidak akan menvukai—aku tidak mau." "Dan gadis ttu—" kata saya. Saya bangkit berdiri sambil tertawa. dengan gaya suatu hasil karva vang telah dibaca-nya." kata saya dengan keras kepala." "Kupikir tidak. kukira?" "Yah—yah. Tepat.. Jika kau mau mengulangi bagiku kata demi kata. Mereka mungkin akan berbicara tentang kebun-kebun mereka atau hewan-hewan kesayangan mereka atau rata rambut mereka atau penjahit mereka. Aku berkata tidak begitu. hanya ituiah yang dapat kulakukan. memang betul. dan kau hams pergi dan menemui wanita buta itu dengan alasan tertentu." "Kau harus bercakap-cakap dengannya.' Alice dan Cermin Ajaib" "Tepat." "Yah. bagaimanapun juga. mon cher. "Kau punya usul-usul lain?" tanya saya." Poirot meyakinkan saya. Dan kau harus pergi ke biro pengetik itu dengan berpura-pura hendak menge-tikkan naskah. itu bukan suatu kebetulan yang sungguh-sungguh. 19. Inilah dia. "Ya?" katanya. Di minta dengan khusus. yaitu pukul 1. Besar kemungkinannya dia memang tahu dan menyembunyikan fakta itu. Gadis ini. Dalam pikiranmu kau pikir dia tcrlibat entah bagaimana dalam kasus itu. bertindak sesuai yang diperintahkan. Dia telah pergi ke sana. rnon ami. bukan? Apakah kau tidak mendekapnya dalam pelukanmu ketika dia terbang kelpar dari rumah itu dengan ketakutan?' "Kau telah terpengaruh karena membaca Garry Gregson. "kau adalah dokternya! Ada kata-kata bijaksana lain lagi bagiku? Bagaimana pendapatmu tentang urusan jamjam yang aneh itu?" Poirot menyandarkan dirinya di kursi lagi dan menutup matanya. Kau bilang begitu padaku. Untuk membicarakan banyak hal." kata saya. Kau bisa berbicara dengan gadis ini. ke Wilbraham Crescent No. itu bisa kulakukan. Je vous remercie infiniment. "sebab kalian sudah berteman.." katanya." "Minta ampun!" kata saya. kalau bisa Miss Sheila Webb. ditanyai dalam waktu yang lebih singkat. Sheila Webb tidak perlu merasa ketakutan dengan gilirannya. "Tiada ampun." "Tapi dia tidak tahu mengapa. Dia menemukan mayat itu di sana dan menjerit serta menghambur keluar dari rumah itu untuk mencari bantuan. kemudian berhenti. "Bahkan mungkin akan kautemukan dengan cara bercakap-cakap dengannya. "Kau mengerti?" tanyanya. atau teman-teman mereka. Selesailah bagian Miss Martindale. kata si Singa Laut. Miss Martindale. . 19." "Ah. Kau akan berkenalan. Dia telah mencatat kapan tepatnya telepon itu berbunyi. dan memberinya beberapa petunjuk tertentu. karena dalam beberapa menit dia sudah selesai. "Seseorang dapat terpengaruh." kata saya. "kau akan menik-matinya.' " Dia membuka matanya lagi dan mengangguk-kan kepaianya.. " 'Waktunya sudah tiba. apalagi bila pernyataan itu ternyata betul. aku selalu punya usul." Poirot mengakui. adalah biasabiasa saja. Ada pesan melalui telepon di Biro Cavendish yang menyuruhnya pergi ke Wilbraham Crescent No. "bagi dua orang yang berlainan jenis untuk saling tertarik. Poirot memandang saya dengan pandangan menyelidik. "Yah. jadi itu sebabnya." "Kau kelihatannya tidak menyadari bahwa aku punya tugas yang harus kulaksanakan. Crowdean muncul dengan harap-an yang menggebu-gebu akan suatu pengungkap-an yang sensasional." Pemeriksaan ini juga dihadiri oleh masyarakat umum." "Ah." kata Poirot. mungkin. Dicekam oleh pembunuhan di tengah-tengah mereka. Acara pemeriksaan itu.

19. dia pergi ke Wilbraham Crescent No. Pak." "Begitu. setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan kualifikasinya.Miss Pebmarsh. alili bedah kepolisian. me-nyangkal dengan tegas kalau dia dianggap telah meminta seorang pengetik tenentu untuk dikirim kepadanya hari itu dari Biro Cavendish. "Dapatkah Anda memberi kami waktu yang kira-kira tepat mengenai saat kematiannya. 19 di mana dia menemukan mayat itu. Detektif Inspektur Hardcastle membuat suatu pernyataan pendek tanpa emosi." Kemudian ada bukti -buktj medis. dipanggil berikutnya. bercerita tentang kedatangannya di Wilbraham Crescent No. Dok-ter?" "Saya memeriksanya pada jam setengah em pat. Doktei Rigg. saya meminta pemeriksaan itu ditangguhkan. Saya kira kematiannya terjadi sekitar jam setengah dua sampai setengah tiga." . Berdasarkan pemberitahuan melalui telepon. Kemudian petugas yang memeriksa sebab-sebab kematian bertanya padanya. "Apakah Anda sudah berhasil mengetahui siapa orang itu?" "Belum. dan tentang pemeriksaannya atas mayat tersebut. Untuk alasan ituiah.

"Jika Anda mau mampir lagi nanti di kantor. Berpikir bukanlah keahlian Edna. ?" "Inspektur Hardcastle. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan seorang polisi muda berambut pirang yang berdiri di depan pintu masuk. "Dia akan memi-num cairan itu tanpa curiga. Dia tidak akan sadar sebelum setengah jam dan mungkin juga lebih lama dari itu. "Kau duluan deh—aku harus belanja. sebab menurut saya.." "Orang itu tidak akan menjerit ataupun beron-tak?" "Tidak. Bagaimanapun juga. Edna Brent. kelihatan ragu-ragu ketika keluar dari pintu." "Dia pergi duluan. orang-orang mulai bergerak keluar dari ruangan. "Tapi tidak mungkin begitu. "sesudah selesai memberikan kesaksiannya.. saya rasa.. Maureen West. yang disebabkan karena pengaruh obat. "Pemeriksaan akan ditangguhkan selama dua minggu. semakin kacau otaknya jadinya. Non. Kalau hanya menebak. dan lain-lain.. tidak mungkin terjadi seperti yang dikatakanny a. "dan berbicara pada—pada orang yang datang ke kantor—Inspektur." "Terima kasih." "Waktu yang kumiliki tidak lebih banyak dari waktumu." kata Maureen. Sekali lagi itu tergantung pada keadaan tubuh korban." "Dikenal dt beberapa tempat sebagai Mickey Finn. seperti pisau memasak Prancis dengan bilah pisau yang runcing. kondisi kesehatan.. Sema-kin dia mencoba untuk menjelaskan hal-hal itu dengan otaknva. Chloral bydrat. kau mempunyainya. Orang yang memberi kesaksian pagi mi." "Persis seperti Sandy Cat." . masih mengerutkan dahinya dengan bingung." Petugas pemetiksa itu kemudian melihat ke sekeliiing dan berkata." gumam perugas iu. Efek chloral hydrat sangat cepat.. berkata kepadanya. "Apakah kematian itu datangnya segera?" "Kematian akan terjadi beberapa menit kemudian. Biro Sekretaris Cavendish ditutup pagi itu. atau jika Anda ingin meninggal-kan pesan pada saya. Umur. Tiba-tiba." Dia berbalik dan pergi. mungkin. "Kelihatannya dia sedang sibuk sekarang.. Edna? Apakah kita akan pergi ke Bluebird untuk makan siang? Kita punya banyak waktu. Menurut saya ketika dibunuh dia dalam keadaan koma. Dia pergi dengan seorang pria muda—tetapi aku tidak tahu siapa dia.. apa yang Anda maksud dengan pernyataan • tersebut?" "Saya telah memeriksa organ-organ tertentu dan membuat tes-tes tertentu. dalam keadaan dia ditikam. Memang pelit dia itu. waktu vang paling mungkin adalah jam dua atau lebih awal sedikit. Dia tidak makan makanan keras paling sedikit selama empat jam. yang datang bersama gadis-gadis Iain dari Biro Cavendish. dan sebentar kemudian dia akan terguling dan jatuh pingsan." "Betul." "Maukah Anda menjelaskan pada kami." "Terima kasih. Sekali dia berkata dengan keras. "Bagaimana dengan hal itu." "Sebab kematian?" "Orang itu telah ditikam dengan sebilah pisau tipis dan runcing. dan berkata. Hal itu disebabkan karena tidak ada tanda-tanda berontak dan penampilan-nya yang begitu damai. Dia berjalan-jalan menjauhi Commarket dan menyusuri High Street. Dokter Rigg.. Apakah kau mencari seseorang?" "Hanya Sheila." "Dapatkah Anda mengatakan bagaimana obat itu diberikan?" "Saya kira mungkin melalui suatu jenis alkohol." "Dapatkah Anda mengatakan obat apa itu." "Berapa lama sesudah pingsan dia dibunuh?" "Saya tidak dapat mengatakannya dengan tepat. Sesuatu yang kelihatannya." Di sini dokter itu menjelaskan secara teknis bagaimana posisi yang tepat dari pisau itu ketika menembus jantung. sampai tanggal 28 September. tidak begitu penting sebemlnya. Saya kira itu saja. Apakah Anda mempunyai bukti kapan orang itu makan terakhir kalinva?" "Dia belum makan siang jika itu yang Anda maksud. seperti seseorang yang telah mengambil keputusan.. salah seorang dari gadis-gadis itu. Aku tidak melihatnya keluar. . Tadinya kupikir aku bisa punya waktu lebih yang lumayan untuk belanja dan lain-lain." Maureen dan seorang gadis lain pergi bersamasama. "Sandy Cat berkata padaku lebih baik aku mengambil giliran pertama untuk makan siang. "Betul." kata Edna. Kau mau ikut?" Edna masih mondar-mandir bingung." kata Edna dengan suara sedih." "Anda melakukan otopsi?" "Ya." kata Dokter Rigg. Edna tetap tinggal di situ.. dia berbalik dari High Street dan menuju Albany Rcwd ke arah Wilbraham Crescent. Ujung pisau itu menem-bus. Dokter. Dia masih mengerutkan dahinya karena bingung dan mencoba untuk berpikir. Dokter Rigg. "Bisakah saya masuk lagi?" gumamnya lirih." kata Maureen. "Pelit seperti setan." Pemeriksaan itu selesai. "Yah—" polisi muda itu mencari di dalam dan menemukan inspektur itu sedang asyik berkon-sultasi dengan petugas pemeriksa serta kepala polisi daerah itu. tetapi ada banyak faktor yang harus diperhitungkan. Dokter?" "Ya."Anda tidak dapat mengatakan waktunya dengan lebih tepat lagi?" "Saya kira saya tidak dapat melakukannya.. bukan? Kita buka lagi jam dua dan kita semua harus ada di sana." "Dan menurut Anda dia ditikam ketika pingsan?" "Itu keyakinan saya." katanya. Apakah ada sesuatu yang penting?" "Oh. "Itu—yah—saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang diucapkannya itu bisa benar.

kenyataan nya. Saya pergi menuju tepi laut dan duduk di keteduhan. Tetapi si tua Beck dan Hercule Poirot dan Dick Hardcastle. 47 . saya ingat dengan jelas. akan berhenti sejenak dengan mata ingin tahu dan berbisik-bisik bertukar gosip dengan teman-teman mereka." "Yah. berhenri. "Aku harus belanja. Bagaimana pendapatmu tentang masakan Cina? Kulihat di sana ada sebuah restOran Cina kecil di ujung jalan. bukan?" "Belum. yang gampang terpengaruh. juga memandang rumah itu. Bukan juga daya tank seksnya—saya sudah sering mengetahui hal-hal seperti itu—bahkan pernah mendapat pelayanan penuh. Dia telah memberikan kesaksiannya dengan sangat baik." kata saya." "Ayolah. Saya tertarik pada gadis itu—tertarik dalam keadaan di mana saya belum pernah tertarik pada seorang gadis seperti itu sebelumnya. masih bingung dengan pikirannya — Edna Brent menemukan dirinva berdesak-desakan dengan sebuah kelompok kecil lima atau en am orang yang lagi asyik memandangi rumah tempat pembunuhan itu terjadi. hari ini agak hangat. tetapi belum pa-dam sama sekali. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" "Dia akan menangguhkan pemeriksaan—untuk mcndapat bukti-bukti lebih lanjut. hampir sejak saat pertama. Selama dua puluh empat jam pertama.." "Baiklah.. BAB 16 NARASI COLIN LAMB SAYA mcmperhatikan ketika Sheila Webb me-nyelinap." "Oh. Dia sedang memasukkan barang-barang perak itu ke dalam tas ketika gadis itu masuk dan menemukannya. Day a tank yang terdiri dari batu bata dan semen itu. Petugas pemeriksa itu sangat baik. Dibunuh dengan sebuah pisau dapur. di sebelah kiri. Sementara angin berembus langsung dari arah laut.. "Hari ini udaranya dingin... Dia kelihatan gugup tetapi bukan dibuat-buat. Maukah kau menemuiku di sana? Dalam waktu setengah jam?" Dia berkata dia mau. Tidak. Lumayan mudah ternyata." "Tukang sayur bilang pada saya kalau ruang itu di sebelah kanan.?" "Gadis itu." "Tidak. Sebuah pisau dapur biasa." "Rumah itu tidak sedikit pun kelihatan kalau di dalamnya pernah terjadi pembunuhan. Tetapi seseorang telah terbunuh di sana.. Wanitawanita yang pergi berbelanja dengan keranjang-keranjang mereka. kan?" kata saya. saya telah menyadari bahwa dia adalah gadisfcw. Oh. kasihan. tentu saja mungkin.... aku tidak bisa—toko-toko itu ada yang tutup antara jam satu sampai jam dua. Edna juga menatap dan berhenti berpikir. saya pikir. "Bagaimana kalau kita makan siang agak awal?" usul saya. "Itu rumahnya—itu yang ada di sana. (Dick Hardcasde belum bercerita pada saya mengenainya. tapi dia tidak ada di sana waktu itu." Dia gemetar. menghambur keluar dan menjerit sekuat tenaga. wanita-wanita yang berjalan kaki akan berhenti selama empat atau lima menit di kaki lima di seberang jalan dan membelalakkan mata mereka sambil mengingat-ingat tempat tinggal Miss Pebmarsh yang rapi." Dia ragu-ragu.." Saya dapat mendengar dia mengatakannya!) Saya merasa kaget mendengar kesaksian Dokter Rigg.Sejak para wartawan memberitakan adanya pembunuhan di Wilbraham Crescent No. Dan mendapatkan dirinya bcrhadapan dengan seseorang yang dikenalnya. gadis itu jadi tidak normal sejak. Betul-betul alamiah. Orang akan selatu terpan-cing untuk marah bila orang lain ternyata menge-tahui lebih banyak tentang dirinya daripada dia mengetahui tentang dirinya sendiri. Seolah-olah ada magnet vang menarik mereka.. i sini." "Oh. kata mereka... saya menikmati suasana itu. Itu tidak perlu diragukan. tidak lebih. mereka semua melihat dengan jelas apa yang harus saya akui sekarang sebagai suatu kebenaran." Padahal sebenarnya tidak begitu dingin.." "Mayatnya ada di ruang duduk.. Dia hampir lupa pada apa yang membuatnya ke Sana. ruang makannya ada di sebelah kanan. ketika saya sudah dapat mengejarnya. keluar dengan diam-diam dari Ruang Pemeriksaan. saya pernah pergi ke nomor 10 dulu dan di sana. Sejak itu minat orang-orang mulai berkurang.." "Mereka bilang. 19." "Kau dapat berbelanja sesudahnya." "Wanita malang yang memiliki rumah itu. Dua minggu ungkin atau sampai mereka dapat mengenali orang mati itu. tetapi dia pasti sudah me-ngetahuinva) dan kemudian saya mengejar Sheila. Saya ingin berpikir. (Apa yang akan dikatakan Beck? "Sebuah penampilan yang sangat baik. Edna. saya kira ruang duduknya ada di depan. Mobil-mobil pengirim barang akan mengui angi kecepatannya sedikit bila melalui rumah itu. Terpikat oleh tingkah laku orang-orang di sekitarnya. "Tidak terlalu buruk. ya. Dengan kaget dia menengok. Dia kaget ketika sebuah suara berbisik di telinganya." Percakapan-percakapan seperti itu dan sejenis-nya berlanjut terus sepanjang waktu. Ke-nyataannya. Jadi tentu saja. saya tahu. kalau begitu. adalah hal yang benar-benar misterius. Kantor ditutup sampai jam dua.. untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. menatap dan kemudian berlalu.. Hanya saja. dia buta." "Orang itu masuk melalui jendela belakang. dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi.. saya harus segera ke toko. "Tidak.. Saya pikir dia ada di loteng dan mendengarnya. banyak orang berkumpul di depan rumah itu setiap hari untuk memandangnya. "Kau belum perlu kembali ke tempat mengetikmu.. Shock yang hebat. yang menarik masyarakat umum dalam keadaan seperti itu. seorang polisi telah ditempatkan di sana untuk mengusir orangorang dengan gaya yang penuh kuasa. "Mereka akan mengenalinya. can-tik dalam bentuk yang agak lain... bukan. tentu saja.. Jadi ituiah rumah tempat kejadian itu berlang-sung! Gorden yang rapi di jendela. Hampir setiap orang memiliki sebuah pisau dapur. Bukan karena kecantikannya—dia cantik." Sheila kelihatan ragu-ragu. oh." "Kau pikir mereka akan mengenalinya?" "Oh. orangorang yang paling tidak mungkin pun datang ke Wilbraham Crescent. Kelihatannya begitu manis. saya pikir dia ada di sana... dan ruang duduknya di sebelah kiri.

ITU ADALAH SALAH SATU SERI KARTU POS BERGAMBAR GEDUNG-GEDUNG DI LONDON. Saya berkata padanya bahwa menurut saya ' pemeriksaan itu telah berjalan dengan sangat baik dan dilangsungkan dengan sopan. Ada yang lainnya?" "Yah." "Oh. Dia mendongak dan menanyakan pendapat saya tentang pemeriksaan itu.—siapa namanya.S. . berte-riak. mengatupkan ujung-ujung jarimu satu sama lain secara simetris." "Jadi kejadiannya seperti ini. dipandang dari bukti-bukti medis itu. dia selalu bilang apa yang kusebut sebagai kebohongan belaka tentang mudahnya mcmecah-kan suatu kasus hanya dengan duduk-duduk di kursi." HARDCASTLE MEMERIKSANYA." HARDCASTLE MEMANDANG SAYA. PEMBUNUHNYA TIDAK AKAN BISA MENGETAHUI KALAU ADA SESEORANG YANG MEMPERHA-TIKANNYA ATAU TIDAK. Aku ingin menantangnya. menutup matamu dan berpikir." kata saya. TIBA DI SANA KARENA SUATU JANJI." kata Dick. Waktu menunjukkan pukul dua lebih. "Dia sangat bangga dengan kumis itu. ORANG-ORANG YANG LEWAT MUNGKIN MEMPERHATIKAN SEBUAH MOBIL YANG BERHENTI DI DEPAN NOMOR 19 HARI ITU—" "AKU HERAN JIKA MEREKA akan MEMPERHATIKAN-NYA.Dan saya tidak tahu apa-apa tentang dirinya." saya menyecujui. Kau tahu. KELIHATANNYA LEBIH MUNGKIN DIA TELAH DIANGKUT DENGAN MOBIL. Kemarin. dia menyuruhku untuk berbicara dengan para tetangga. Tetapi kuakui juga. HEMMING. "Bagaimana bisa sederhana?" "Sejauh yang dapat kusimpulkan." HardCASTLE MENYERUJUI." 'Tua tetapi tidak gila. Apakah kau sudah berkonsukasi dengan spesialismu?" "Sudah. TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN—" "DAN TENTU SAJA SAATNYA ADALAH WAKTU MAKAN SIANG." "Bagaimana pendapatmu tentang bukti-bukti medis itu?" "Agak mengejutkan. BUKAN?" "MEMANG MEMBUTUHKAN KEBERANIAN. KEBENARAN AKAN DATANG PADA AKHIRNYA. Dan itu mungkin saja pisau milik siapa saja—jarang dipakai—baru diasah." "Dia pasti sudah Iumayan tua." "Dan apa yang dikatakannya?" Dick bertanya ingin tahu. Mungkm dilem-par ke sana oleh pembunuhnya setelah melakukan kejahatannya." HARDCASTLE FNENGULANGI DENGAN NADA DATAR." ■ "Apakah dia melakukan semua prosedur itu untukmu?" "Ya. ORANG-ORANG AKAN MEMPERHATIKAN SEBUALI MOBIL." kata saya. kukira?" "Dihapus dengan hati-hati. ketika saya berjalan memasuki kantor polisi dan menanyakan Dick. KARTU INI BERGAMBAR GEDUNG PENGADILAN KTIMINALITAS PUSAT. "Kami melakukan hal-hal seperti itu dengan sangat baik di negeri ini. Tuhanku!" kata Hardcastle. KAU TAHU." "Praduga tentang dia dibius entah di mana dan diangkut ke nomor 19 untuk dibunuh?" Rasanya ada sesuatu yang saya kenal pada kata-kata itu. Aku meyakinkannya bahwa kita sudah melakukannya. PALMERSTON ROAD." "ITU MENGANDUNG RISIKO JUGA. tetapi aku tidak mengerti." "Kuctng-kucing itu. MELEMPAR PISAU ITU KE KEBUN TETANGGA. COLIN. Dia melanjutkan. DENGAN GERAKAN KASAR SAYA MENGELUARKAN SEBUAH KARTU POS DARI SAKU DAN MENDORONGNYA KE SEBERANG MEJA. wanita kucing itu. Saya menemukannya duduk di depan mejanya. DITAWARI SEGELAS sherry ATAU KOKTIL—MICKEY FINN AKAN SEGERA BEREAKSI DAN MISS PCBMAISH MELAKUKAN TUGASNYA. "bahwa itu adalah sebuah pembunuhan yang sangat sederhana" "Sederhana. "Mengapa sebetulnya kau menemuinya? Apakah semata-mata karena kebaikan hatimu saja?" "Pikiranmu adalah pikiran polisi yang penuh dengan kecurigaan. TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL. Dick! Tentu saja semata-mata karena itu. "Kclihatannva seperti salah_satu dari hal-hal pintar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda di Chelsea." kata saya. HAL INI TIDAK AKAN MENJELEKKAN SHEILA JIKA DIA ADALAH SEPERTI YANG SAYA BAYANGKAN." "TERLALU BANYAK RISIKO. INI MELIBATKAN MISS MILLI-CENT PEBMARSH LAGI DALAM KASUS INI? KELIHATANNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA SEORANG LAKI-LAKI YANG NORMAL DITIKAM OLEH SEORANG WANITA BUTA—TAPI KALAU DIA SUDAH DIBIUS—" "DENGAN KATA LAIN *JIKA DIA DATANG KE SANA UNTUK DIBUNUH. Mengapa tidak kaucerita-kan padaku mengenainya?" "Kau sudah pergi waktu itu." KATA SAYA. "SETIAP ORANG SUDAH TERLALU BIASA DENGAN MOBIL. "Itu kurang lebih adalah apa yang dikatakan Mrs. "Kami telah menemukan senja-! tanya. "SHEILA MCNDAPAT INI MELALUI POS. KALAU MOBIL ITU ADALAH MOBIL MEWAH—SESUATU YANG LUAR BIASA. "DAN JUGA MEMBUTUHKAN PE-NGETAHUAN YANG SANGAT BAIK TENTANG KEBIASAAN-KEBIASAAN PARA TETANGGA. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakan-nya tentang persoalan kita yang unik ini. TENTU SAJA. aku ingin tahu." "TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MELAKUKANNYA. DIA." "DIA BILANG TIDAK." Hardcastle menggelengkan kepalanya. Apa yang SAYA PIKIRKAN? SAYA HARUS MEMUTUSKAN SEKARANG. HARDCASTLE MEMBALIKNVA. DAN PERGI KE LUAR SEPERTI BIASA. "sebab semua kejadian itu begitu rumit. membolak-balik setumpuk kertas. "Aku tidak mengerti. ya? Di mana?" "Di tempat kucing-kucing itu. DI SEBELAH KANAN ADA ALAMATNYA—DALAM CETAKAN YANG RAPI." "Setumpuk kumis. TETAPI AKU SETUJU." "Tidak ada sidik jari. TANPA CURIGA SEDIKIT PUN. Banyak kumis." "MENELEPON BIRO SEKRETARIS CAVENDISH PADA SAAT— " "DAN MENGAPA DIA MELAKUKANNYA? DAN KHUSUS MEMINTA SHEILA WEBB?" "KUHARAP KITA BISA MENGETAHUINYA. KEMUDIAN DIA MENCUCI GELAS BERISI MICKEY FINN ITU." katanya. 14." "Kurasa aku hanya samar-samar mengingatnya." "Para tetangga bahkan lebih penting sekarang. "Dia bilang. Aku waktu itu merasa bahwa komentarnva itu agak menarik. "AKU BERTANYA PADAMU APA YANG ^WPIKIR MENGENAI HAL ITU?" SAYA TIDAK MENJAWAB SELAMA SATU-DUA MENIT. MISS R. dan gemetir. MENGATUR MAYAT ITU DENGAN RAPI DI LANTAI. Dia dibius—kemudian diangkut ke nomor 19—dengan sebuah mobil? Atau bagaimana?" "DIA mungkin TELAH DIBAWA DARI SALAH SATU RUMAH YANG KEBUNNYA BERDAMPINGAN. KECUALI.9 SEPERTI KATA MRS. "APAKAH dia TAHU? GADIS ITU?" "DIA BILANG TIDAK. WEBB.

"Tidak dapatkah kau menyuruhnya menunggu sampai saya selesai?" "Maaf. Pierce ingin berbicara dengan Anda.." "Siapa menemukannya? Polisi itu?" "Dia ditemukan oleh Mrs. "Permisi. Wajahnya masih muram dan marah." "Kuharap begitu. Wajah-nya berubah ketika dia berbalik ke arah saya. Polisi itu kelihatannya menge-nalinya. katanya dia sedang dalam pcrjalanan." Hardcastle mengangguk." kata Hardcastle." Pemuda itu merah mukanya. hilang dari rumah. Sussex." "Bingung?" kata Hardcastle.Crowdean." "Berbicara denganmu? Apa katanya?" -"Dia ingin berbicara dengan Anda. Dia diam cukup iama. "Mungkin dia pikir dia telah berpesan pada penjaga rumahnya ke mana dia pergi.. "Dan ini adalah daftar orang yang hilang. Dengan selendangnya sendiri!" Saya tiba-tiba merasa dingin. Dia memiliki kumis ketika dia pergi. Wajahnya tegang." Dia membaca." Dia meletakkan teleponnya. Gadis itu adalah gadis yang berpapasan dengannya di jalan." Saya mcnambahkan. Suruh dia masuk. "jika itu yang kautakutkan. Dia—dia berbicara pada saya. "Kau mempunyai banyak tumpukan kertas di mejamu. "4. Anda tahu. Lawton. Namanya Edna Brent. menahan napas. saya pikir orang ini sangat mirip dengan sepupu suami saya. "Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam-jam itu pada hari itu. Di sebelah kiri. terdapat kata INGAT! dan di bawahnya 4.13. Hampir diyakini telah melakukan penipu--an. Pernah terlihat sedang bepergian dengan seorang janda berambut merah." Hardcastle bangkit berdiri. yang tidak saya sukai.. Tidak ada yang dapat membantu kita. Pak. hampir seperti ingin membalas dendam. sidik jarinya tidak ada di arsip.. dijadwalkan untuk memberikan kuliah Selasa lalu.' "Berikutnya: 'Profesor Hargraves. Pak. Dia mengangkat teleponnya. tetapi sebetulnya dia tidak bilang apa-apa. Pak. Dia akan menemui Anda di Wilbraham Crescent." Pierce masuk. Saya tahu." "Seperti biasanya. baiklah.Kami sering menjumpai hal-hal seperti itu." "Dengan hormat. Pasti ada kaitannya dengan sesuatu. "Mereka menemukan seorang gadis mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent." Interkom di meja Hardcastle berbunyi. sibuk berpikir-pikir. Untuk melenyapkannya. Gadis itu hendak menemui Sheila Webb. Dia bilang dia adalah gadis yang sekantor dengan Sheila Webb. Maafkan saya. "Bagaimana?" "Dicekik. juga dicetak. Istrinya mengira dia pasti telah linglung. Pak. saya berkata. saya melihat orang di koran itu di kereta api bawah tanah kemarin malam. kata Tngat' dan waktunya—4. Saya menanyainya jika dia mau meninggalkan pesan atau—atau mungkin dia bisa datang ke kantor nanti. Saya pikir waktu itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya" Dan tentu saja ada wanita-wanita yang merasa telah mengenali suami-suami mereka. "Dia ingin berbicara dengan saya? Apakah dia bilang mengapa?" "Tidak. Ya. karena teleponnya rusak dan dia menemukan gadis itu di sana tertelungkup di lantai. "Pierce? Oh. "Ya? . Teruskan. tetapi mungkin dia telah kembali.13. Praktisnya semua kertas ini berasal dari orang-orang yang merasa telah mcngenalinya. Gadis itu—gadis yang telah dibunuh ini. Anda sedang sibuk dengan kepala polisi dan petugas itu dan saya pikir—" "Sialan!" kata Hardcastle. Tetapi saya pikir hal itu tidak penting." "Dengan hormat. Wanita-wanita sesungguhnya tidak tahu seperti apa wajah suami-suami mereka! Ada ibu-ibu yang penuh harap yang merasa mengenali anak laki-laki mereka yang tidak pernah mereka lihat selama dua ^ puluh tahun. Saya kira dia sendiri tidak merasa bahwa itu penting. Siapa yang menemukannya? Apakah dia menyebutkan namanya? .. "Gambar Si Tua Bailey. saya pikir ivaktu saya melihatnya pasti ada sesuatu yang salah." Dia menggelengkan kepalanya. Orang itu tidak punya catatan kriminal. Dia telah pergi ke Afrika Selatan. Tidak muncul-muncul dan tidak mengirim telegram ataupun keterangan berhalangan. John. ketika dia pergi ke rumah Mrs. Kita mungkin bisa memperoleh sesuatu dari padanya." Pintu terbuka dan polisi itu berkata. Waterhouse." BAB 17 Satu setengah jam kemudian dan Detektif Inspektur Hardcastle duduk di bclakang mejanya dan menerima dengan lega secangkir teh kantor. Pak. Dan kebanyakan sama sekali tidak ada apa-apanya. Ada sesuatu yang meresahkannya.' Dan sebuah catatan di bawahnya bcrbunyi 'memiliki banyak utang. jika saya—jika saya semestinya harus melakukan sesuatu. ituiah." Ada sedikit rasa malu di antara kami berdua. tetapi tentu saja dia telah mencukurnya. "Mati?" saya menatapnya. Pak. Sedangkan dia telah ." katanya. saya pikir mungkin saya harus mengatakannya pada Anda. "Dengan hormat. 65." "Dia bilang dia tidak tahu apa artinya." Hardcastle duduk tegak bersiap-siap. "Maaf. Saya sedang bertu-gas jaga di depan pintu. "Aku mempercayainya. 'George Barlow. "Dokter Rigg menelepon. Pak. peng-huni nomor 18. Dia hanya berkata bahwa dia bingung akan sesuatu hal. "Aku akan menyimpannya. "Bukan gadismu. "Gadis yang mana? Bukan—" Hardcastle memandang saya dengan pandangan yang dingin dan menggoda. Apa? .13. Kelihatannya dia hendak menelepon di sana. "Mungkin dia pikir kuliahnya adalah minggu lalu atau minggu depan. Gadis itu mengenalinya ketika berpapasan dengannya dan dia ragu-ragu apakah akan menyapanya atau tidak. Pak. Seorang polisi muda yang keli-hatan gugup.' " Hardcastle kelihatannya tidak menanggapi Pro-fesor Hargraves dengan serius." katanya. tentang gambar di koran itu saya bampir yakin dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengejar kereta api d\ Willesdcn Junction kemarin dulu. saya pasti akan menyuruhnya menunggu. "Saya kira jika saya tahu. Dia sedang menggumam pada dirinya sendiri dan kelihatan sangat liar dan tegang." katanya.." "Ya? Mengatakan apa?" "Sesudah pemeriksaan.

" Sendirian Hardcasde berusaha meredakan ama-rahnya yang meledak dan berhenti menyalahkan dirinya. Saya bertanya apakah ada sesuatu yang penting. dan apa yang dia katakan padamu. Dan saya pikir dia berkata itu lebih baik. sava kira bukan. Waterhouse. Pebmarsh. Pak/' "Yah." "Ya?" Hardcastle mencondongkan tubuhnya ke depan. Kemudian dia menghampiri saya dan berkata apakah dia bisa berbicara dengan polisi. Dia melanjutkan pertimbangannya pada Miss Pebmarsh. mungkin dia ingin tahu—ingin melihat bagaimana rupanya tempat itu. Mungkin begini. Pembunuhan itu telah membuat sensasi. pikir Inspektur Hardcastle. Inspektur Hardcastle secara profesional selalu berprasangka terhadap orang-orang yang menemukan mayat. Tetapi ketika saya menanyainya. secara pribadi—tidak di depan gadis-gadis Iain? Kelihatannya begitu. "Tentu saja. Hardcastle menulis tiga angka pada buku notesnya. Hemming hanya berang. Pierce. mendengar sesuatu. Menemukan mayat akan menghindarkan pembunuhnya dari banyak kesulitan — .. "Itu tidak mungkin benar. mereka tidak akan pernah tahu mengapa. katakan semua yang bisa kau ingat. Dia mengambil nomor 20 dulu. Dia adalah gadis yang lamban. Pierce memandangnya dengan perasaan sangat bersyukur." tulisnya. pikirnya. Dia menyuruh Pierce keluar. apalagi dengan pemberitaan yang dilakukan pers." Dia menambahkan dengan ramah. "Betul. Gadis itu. "tidak ada gunanya. Pak. Ada banyak orang yang menghadiri pemeriksaan itu." kata Hardcastle pelan. Gadis yang sama. Pak. Gadis itu telah merasa bingung? Sekarang. Dan nomor 18? Miss Waterhouse telah menemukan mayatnya. Tiga rumah lainnya di Crescent yang lebih besar tidak masuk hitungan. Itu tidak aneh—setengah dari penduduk Crowdean kelihatannya mempunyai keinginan serupa. Tidak. mungkin.' Dia mengerutkan dahinya dan kelihatan bingung. Saya tidak yakin kata-katanya yang tepat. mungkin bukan mengetahui. dalam kcsaksian Sheila Webb? Apakah dia telah pergi ke rumah bibi Sheila dua hari yang lalu dengan tujuan untuk me-nemui Sheila? Mestinya dia dapat berbicara dengan Sheila di kantor? Mengapa dia ingin menemuj Sheila secara pribadi? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Sheila Webb yang membingungkannya? Apakah dia ingin meminta Sheila untuk menjelaskan apa pun yang diketahuinya itu. Sesuatu yang membuatnya bingung.. Bukan Anda. Jadi." "Dia tidak mengerti bagaimana apa yang di-katakan seseorang bisa mungkin terjadi?" ulang Hardcastle.. betul. telah mengetahui sesuatu. dia menghampiri saya ketika orang-orang keluar dari ruang pemeriksaan dan dia kelihatan ragu-ragu sejenak dan melihat ke sekeli-ling sepertinya dia sedang mencari seseorang. Dia menambahkan. bahwa ada hubungan tertentu antara Miss Pebmarsh dan Sheila Webb? Itu akan cocok dengan kata-kata yang diucapkannya pada Pierce. kata gadis itu. Apakah dia telah mengetahui sesuatu tentang Miss Pebmarsh? Apakah dia mengetahui. Kemudian dia memberi beberapa petunjuk pada Sersan Cray. Mestinya begitu. katanya. Bagaimana polisi itu bisa tahu? Sebagian dari latihan yang telah diterimanya mengutamakan kcdisiplinan untuk meyakinkan bahwa atasannya hanya dapat di-ganggu pada waktu yang tepat dan pada tempat t yang tepat. Pierce?" tanyanya.. Hemming. dan memberi sebuah tanda tanya di belakangnya." "Yah. Seorang gadis yang mungkin tidak percaya pada kemampuan otaknya sendiri." "Kau tidak ingat acla seseorang tertentu yang berada di dekatmu waktu itu—seseorang dari orang-orang yang telah memberi kesaksiaft. "Dapatkah kau mengingat dengan tepat apa yang telah terjadi. Ketika ditanya.. reaksi Mrs. yang tidak lama kemudian ditemukan mati tercekik di bilik telepon umum. entah di mana. Apakah Edna Brent pergi ke Wilbraham Crescent untuk menemui Miss Pebmarsh? Miss Pebmarsh telah memberi kesaksian pada pemeriksaan." "Dugaan. Pierce. Hanya. maka kejadiannya akan berbeda. misal-nva?" "Saya khawatir saya tidak ingat siapa pun. "Sebaliknya. dan kebingungan itu sema-kin meningkat sesudah menghadiri pemeriksaan itu. Pak. Apakah yang diketahuinya itu? Sesuatu dalam kesaksian itu? Sesuatu. sehingga dia telah mengabai-kan hal yang berharga. teringat akan pandangan pertamanya mengenai gadis itu di kantornya. "Apakah ada orang lain di dekatmu saat dia berbicara padamu?" "Yah. Pisau vang dipakai dalam pembunuhan itu ditemukan di sana. Dia tidak cukup cepat pada saat itu.. Baiklah. menghambur keluar. datanglah kepadaku segera. Kelihatannya lebih pantas kalau pisau itu diselipkan ke dalam semak-semak oleh pemilik nomor 20 sendiri. Dia terlalu dipenuhi keinginan untuk mengetahui latar belakang kehi-dupan Sheila Webb. "dia mungkin pergi untuk melihat siapa yang tinggal di sana." pikirnya ma-lah. sehingga saya menjelaskan padanya kalau Anda sedang sibuk waktu itu. ada banyak orang. "20. "19?" dan "18?" Dia menulis nama-nama yang sesuai dengan nomor-nomor itu." kata Hardcastle. saya melihat Anda sedang sibuk dengan kepala polisi. 'Saya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar." Dia tahu bahwa tidak baik untuk melampiaskan kemarahannya dan frustrasinya sendiri dengan menyalahkan polisi muda itu. tetapi dia telah melihat sesuatu. Seandainya gadis itu berkata bahwa hal itu penting dan mendesak. dan dia berkata polisi yang telah memberi kesaksian. dia tidak mengerti bagaimana kejadiannya bisa seperti yang dia katakan. misalnya. "Yah. dia bilang bahwa itu tidak begitu penting." Ketika Sersan Cray sudah pergi keluar. mungkin. "Teruskan. Saya tanyakan apakah dia mau mcning-galkan pesan atau akan menghubungi Anda kemudian di kantor. "Dan dia berkata sebctulnya tidak ada." Tidak begitu penting. Pak. gadis yang bertampang seperti kelinci itu. katanya. Tetapi dia bukanlah. jika kau ingat lagi." kata Hardcastle." kata Sersan Cray penuh perasaan. Bagaimana hubungan antara Mrs. "Betapa jahatnya orang yang telah melempar pisau yang keji itu pada kucing-kucingku!" katanya. "Saya juga heran. Apakah ada sesuatu dalam kesaksiannya yang telah menimbulkan keheranan pada Edna? Tetapi dia sudah bingung sebelum pemeriksaan itu. semua hanya dugaan. karena dia adalah orang yang jujur. Orang lain.menghilangkan kesempatan itu. Hardcastle mempelajari tiga kemungkinan itu. "Menurut Anda untuk apa gadis itu pergi ke Wilbraham Crescent?" tanya Sersan Cray. "Kau tentu saja tidak tahu kalau itu adalah penting. gadis seperti itu. Hemming dan Edna Brent? Tidak ada. Untuk me ngunjungi salaji satu dari rumah-rumah itu Edn Brent tidak akan berjalan di sepanjang jalan yang bcrnomor kecil. seperti yang saya katakan.

dau dia tentunva punya aiasan tertentu untuk datang ke Wilbraham Crescent. tetapi dia tidak begitu. Aku hanya menginginkan waktunya yang tepat saja. Miss Pebmarsh." Berhenti sejenak. Kami bertemu di restoran Cina di Market Street pada pukul satu. Tetapi. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.. "Saya ada di rumah waktu itu. "Apakah kau tidak ingin tahu apa yang kami makan siang itu?" "Jangan bergurau. dia tidak punya teman di jalan ini." "Aku tahu. Anak yang malang. "Saya hanya dapat meyakinkan Anda. Sebagai catatan." "Tanda tangan!" Miss Pebmarsh berkata meng-hina. "Orang tidak pernah mengerti bagaimana gadis-gadis ini. Miss Pebmarsh. Tidak boleh ada motif vang jelas. Rasa marah tercermin sejenak di suaranya. "Saya belum mendengarnya. Apakah lama?" "Saya yakinkan Anda.30 dan pukul satu." "Seorang gadis dari sana lagi! Apakah dia juga dikirim seperti gadis itu.'* . Hardcastle tiba di Wilbraham Crescent No." "Apakah Anda berada di sini sekiranya dia datang kemari tadi?" "Saya tidak yakin. "Dia tidak datang kemari untuk menemui Anda di sini. Siapa yang tega membunuh gadis semuda itu?" "Tapi memang begitulah yang terjadi. Tetapi itu betul. Dalam . Apakah kau langsung pergi makan siang dari pemeriksaan itu?" 'Tidak. Sheila siapa namanya itu?" "Saya kira tidak." "Bet apakah usia gadis itu?" tanya Miss Pebmarsh. kemudian buru-buru mencoba meletakkan senyumnya pada suaranya sewaktu dia sadar bahwa Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Sesuatu seperti itu. Sheila Webb. Hardcastle berkata lagi. terima kasih." "Oh. dia mungkin ada di sana. Bisakah saya berbicara dengan Anda?" "Saya ddak mau terlambat ke Instirut." kata Miss Pebmarsh. dia telah menghadiri pemeriksaan pagi ini dan dia telah melihat Anda di sana. Kelihatannya seperti seseorang telah memberitahunya tentang ketidakmampuannya dengan cara yang menyakitkan. Belum." "Begitu. Aku harus meiaksanakan tugas yang menung-guku.menyelamatkan dia dari ba-haya dalam menyusun sebuah alibi." Dta masuk lag! ke rumah." kata Miss Pebmarsh. Jam berapa kata Anda tadi?" "Kurang lebih dua belas-tiga puluh atau lebih sedikit. Apakah Edna mungkin mempunyai aiasan tertentu untuk mengetahui. "Jika kau tidak melakukan apa-apa sore ini—" Colin mcnyela. atau mempercayai.." "Ke mana Anda pergi sesudah pemeriksaan itu?" "Saya langsung pulang. 19 hampir bersamaan dengan keluarnya Miss Pebmarsh dari rumahnya. hanya tiga atau empat menit saja." "Sembilan belas? Sangat muda. Aku harus ke luar negeri. Tidak seorang pun datang kemari sejak sava pulang dari pemeriksaan itu." Suaranya ber-ubah sedikit. "Mengapa Anda pikir gadis itu mungkin datang kemari untuk menemui saya?" "Yah. saya kira.. Dia mungkin hanya ingin minta tanda tangan. bahwa itu adalah Miss Water-house yang telah bersuara seperti Miss Pebmarsh di telepon dan meminta jasa seorang pengetik steno untuk dikirim ke nomor 19? Dugaan lagi. itu adalah sebuah kedudukan yang kokoh—dengan hanva satu syarat saja. Apakah Anda—Detektif Inspektur Hardcastle?" "Ya. bahwa hal itu tidak terjadi hari ini. Miss Waterhouse tidak memberikan kesaksian pada pemeriksaan. Paling tidak seminggu —mungkin lebih lama—mungkin tidak pernah lagi!" "Nasib buruk—atau bukan?" "Aku tidak yakin." Dia memandang ke jam besar itu. "Permisi sebentar." kata inspektur itu. di rumah Anda?" "Di sini? Tidak. Dia harus berbelanja. Kami pikir kami lebih baik memenksa setiap kemungkinan. Inspektui Hardcastle. "Aku mau pergi. "Anda telah mendengar apa yang terjadi siang ini?" katanya. "Apakah ada sesuatu yang terjadi?" "Saya pikir Anda mungkin telah mendengar. kan?" "Mengapa aku harus makan siang bersamanya?" "Tidak ada aiasan sama sekali. diikuti Hardcastle. Baru saja menyiapkan koper-ku. "Seorang gadis —terbunuh! Gadis yang mana?" "Namanya Edna Brent dan dia bekerja di Biro Sekretaris Cavendish. "Apakah dia cantik—menarik—seksi?" "Tidak. "Sangat muda. "Hardcastle di sini—jam bcrapa kau makan siang dengan Sheila Webb hari ini?" Colin tidak segera menjawab. Sudah pasti tidak ada motif yang tampak pada Miss Waterhouse untuk melenyapkan Edna Brent. "Bagaimana kau tahu kami makan siang bersama?" "Dengan tebakan yang jitu. Sejauh yang kami ketahui. Sebentar kemudian terdengar suara Colin. tentu saja." Hardcastle melihat catatannya. Dia minta disambungkan dengan hotel tempat Colin mengi-nap.. Tangan Hardcastle meraih telepon. Edna Brent meninggal antara pukul 12." "Yah. Dan ada. polisi juga tidak akan mempedulikan sidik jarinya. Seorang gadis terbunuh di bilik telepon umum di jalan ini." "Tetapi mengapa dia harus datang menemui sava hanya karena dia melihat saya di pemeriksaan itu?" "Yah—" inspektur itu tersenyum kecil. banyak hal. Memang harus begitu.. Aku hanya bertanya jam berapa." kata Colin dan memutus-kan hubungan. "Sava kira sembilan belas. "Dia mungkin berharap bisa begitu." kata Hardcastle." Dia berhenti kemudian bertanya. ber-usaha meredakan ketegangan." "Kapan kau kembali?" "Aku tidak tahu." "Terbunuh? Kapan?" 'Dua tiga perempat jam yang lalu." kata Hardcastle. Tentu saja tidak." "Ya.

Tetapi saya hanya ingin tahu apakah dia telah datang menemui Anda pagi ini sebelum dibunuh?" "Datang menemui saya? Tidak. ya. Miss Waterhouse juga ada di rumah.." "Tentu saja. seolah-olah semua itu adalah akibat perbuatan Hardcastle. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Miss Waterhouse dan pergi." "Saya tidak mengerti untuk apa itu. "tetapi Anda akan mengatakan bahwa orang yang melihatnya menuju pintu gerbang Anda pagi ini adalah salah?" Dia memandang Miss Waterhouse dengan pandangan tak berdosa." kata Miss Waterhouse." kata Miss Waterhouse. jika Anda ingin tahu." kata Inspektur Hardcastle. Dia tahu. tentu saja tidak." "Jadi Anda harus menyelidiki sepanjang Crescent. "kelihatannya tidak ada hubungan ke sana. saya kira dia agak gila sedikit. Hardcastle memandang jamnya dan memutus-kan bahwa dia masih punya waktu untuk me-ngunjungi Biro Sekrctaris Cavendish."Miss Martindale sedang menunggu Anda. "tetapi semua per-tanyaan itu tidak dapat ditanyakah sekaligus. Dan dia akan menemukan Sheila Webb di sana juga. "Paling tidak—" "Ya?" kata Hardcastle siap-siaga. Ada brosur di sana pada saat makan siang. . "Orang yang melihatnya menuju pintu gerbang saya? Tidak masuk akal. saya kira. Anda tidak dapat berdiri di atas keset itu sepanjang hari. Saya mengenal seorang wanita yang dulunya selalu menelepon toko kue dan memesan selusin kue. Sekarang tentang telepon Anda—Anda bilang telepon Anda rusak. Dia tidak menginginkan kue-kue itu. maksud saya. Saya segera bergegas dan mengajak polisi itu kemari. "Maafkan saya. jika saya mengingatnya dengan benar. Kemudian." kata Miss. "Sebetulnya. Seperti yang saya katakan tadi. Inspektur Hardcastle." kata Hardcastle. membuka pintu dengan tiba-tiba dan menunjukkan keinginan untuk menjerat seseorang ketika orang itu melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. memandangnva dengan pandangan mencela. dia Iupa akan semuanya itu. Tidak." "Kata orang. saya kira dia mungkin telah memasukkan brosur atau sesuatu melalui pintu. Selalu ada hal-hal seperti itu tiap hari. jadi saya keluar untuk pergi ke telepon umum. saya pergi untuk menelepon. . Tentunya. kendati dia tidak menunjukkannya. atau menjual tiket pada saya di bioskop. "Anda sangat bijaksana. "Saya kira hal yang paling mungkin adalah dia pergi ke rumah sebelah—Miss Pebmarsh maksud saya." Hardcastle bangkit." "Yah. Mungkin dia bekerja di kantor saudara laki-laki saya di Gainsford and Swettenham. tetapi Anda tidak dapat menyalahkan saya gara-gara hal itu. "bukannya karena tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan apa yang saya katakan sampai sudah terlambat. dia memang menelepon biro itu dan meminta seorang pengetik steno untuk datang." "Saya kira saya tidak pernah memakai jasa seorang pengetik steno. dia mungkin telah melayani saya di Woolworth. Dia ragu-ragu. telepon Anda tidak rusak. Saya hanya berpikir bahwa dia mungkin memiliki sifat yang aneh seperti orang-orang lainnya. Saya tidak pernah mendapat shock seperti itu dalam hidup saya. Hal-hal seperti itu. Maksud saya. jika dia per-caya bahwa gadis itu telah memasuki rumahnya. Madam" kata Inspektur Hardcastle. dia bilang dia tidak memesan apa-apa. kita tidak bisa mengetahuinya. saya sudah menceritakan pada orang-orang Anda segala yang saya ketahui. bahwa saya tidak dapat membantu Anda. tetapi ada pevkiraan tertentu bahwa gadis itu memang menemui seseorang di Crescent ini dan dia pergi ke sebuah rumah tidak jauh dari sini. Saya tahu seorang laki-laki terbunuh di rumahnya. bukan?" "Tentu saja tidak. Seluruh kejadian itu merupakan shock yang hebat. "Detektif Inspektur Hardcasde. Masuklah dan duduk]ah dan tanyakan semua pertanvaan yang Anda ingin tanyakan." Gadis itu mengawalnya masuk ke kantor bagian dalam. mungkin. Kami harus memeriksa secara lebih teliti lagi. Miss Martindale tidak menunggu sejenak pun sebelum menyerangnya. tetapi saya tidak sedikit pun berkata bahwa Miss Pebmarsh terlibat di dalamnya. Menurut kantor sentral." kata Miss Waterhouse. Dia tergo-long jenis wanita sejati. ketika orang laki-laki itu terbunuh. dan ketika mereka datang. tidak." "Saya yakin Anda telah menjawab semua pertanyaan.Waterhouse mengakhiri.. Sesuai dengan takaran kesehatan" kata Miss Waterhouse galak. "Yah. Dia menggelengkan kepala lagi. ^ Dia mungkin mendapat bantuan dari gadis-gadis yang ada di sana. Saya kira mungkin dia datang kemari dan memasukkan sesuatu ke kotak surat. tetapi dia menyangkatnya. meskipun saya sebetulnya tidak mengerti peitanyaan-pertanyaan apa lagi yang masih diperlukan. "tetapi tidak untuk diingat. Sesuatu tentang pertemuan untuk penghapusan senjata nuklir." kata Hardcastle. Saya kira. Dan sesudahnya. bukan bunyi sambungan." "Tetapi Anda tidak berpikir bahwa dia akan melakukan pembunuhan?" "Saya tidak pernah berkata tentang pembunuhan atau hal-hal lain yang serupa."Jadi bukan itu alasannya. Saya lebih menyesal dari apa yang dapat saya katakan. dengan kepribadian Miss Pebmarsh. Untuk apa?" "Yah." kata Miss Pebmarsh. Dia berpikir Miss Waterhouse sama sekali tidak adil pada dirinya sendiri dengan mengucapkan du-gaannya yang terakhir itu. jika Anda bertanya pada saya. karena telah mengganggu Anda. Satu dari gadis-gadis itu segera berdiri ketika Hardcastle memasuki kantor. Miss Waterhouse. atau duduk di samping saya di bis. terkesan seperti dia selalu terkesan. Saya membuka pintu telepon umum dan gadis itu ada di sana. maka usul tentang gadis itu telah peigi ke nomor 19 adalah usul yang cerdas dalam keadaan seperti itu." Hardcastle pergi ke luar." "Mengapa Anda pikir itu adalah hal yang paling mungkin?" "Anda berkata dia adalah pengetik steno dan datang dari Biro Cavendish. saya kembali kemari dan meneguk brandy dalam batas yang wajar. "Oh." "Kantor sentral dapat mengatakan apa saja! Saya memutar nomornya dan mendengar suara bising yang amat aneh. dan jika itu adalah kenyataan dalam kasus ini." kata Miss Waterhouse." kata inspektur itu." kata Miss Waterhouse. Apakah Anda mengarah ke sana?" Oh. "Dan hanya itu saja. "Maafkau saya. Anda}" katanya. semuanya adalah mungkin. Miss Pebmarsh. mungkin. kata orang Miss Pebmarsh meminta iasa seorang pengetik steno untuk datang ke rumahnya hari itu. kantor itu akan dibuka lagi pada jam dua siang ini." "Dia adalah seorang pengetik steno di Biro Cavendish. "Saya ingin bertanya apakah Anda sungguhsungguh yakin Anda tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya?" "Mungkin telah melihatnya berkali-kali. "Silakan masuk. bukan?" katanya. Sebaliknya.

Omong sana. semua mesin tik mulai bei bunyi." "Dan tidak ada yang dapat Anda katakan pada saya. Seorang gadis yang betul-betul baik dan tak berdaya terbunuh di bilik telepon umum. dia tidak membicarakannya de ngan Anda?" "Saya kira dia tidak akan membicarakannya dengan saya jika dia sedang bingung. pikirnya. . Saya menyibukkan mereka dengan peketjaan-pekerjaan dan saya tidak mengizinkan mereka terlambat atau cero-boh. saya tidak akan bergegas m emberi-kannya pada Anda sebelumnya? Anda harus menemukan siapa yang membunuh gadis malang itu." kata Miss Martindale. Anda harus sampai ke akar-akarnya dengan segera. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya? Bercakap-cakap. Itu jika apa yang kita baca di koran adalah benar. Mereka tidak disebut-sebut pagi ini pada pemeriksaan itu. sebanyak~ba-nyaknya gadis Anda di sini. Mata yang memperhatikan hal-hal di sini. "Detektif Inspektur Hardcastle ingin membicarakan sesuatu dengan kalian. Miss Martindale. dan saya bermaksud untuk memastikan. Jika begitu. Saya memang keras dengan gadis-gadis itu. bahwa—" "Apakah Anda akan menyangkal bahwa dua dari gadis-gadis saya. Seorang gadis bertampang tegar dan jujur sena berkaca mata. bahwa mereka telah bergosip dan mem-buang-buang waktu mereka." Dia berdiri dari duduknya dan membuka pintu menuju kantor bagian luar. Miss Martindale. Perlindungan. untuk melindunginya. Anda tahu. Hal berikut yang terjadi adalah pembunuhan atas salah seorang gadis lainnya." Dia kembaii ke kantornya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat. jika Anda mau. Tiga wajah gadis yang terkejut memandang inspektur itu. betul-betul memalukan! Anda harus membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Saya bermaksud melindungi mereka. Miss Martindale. 'Tetapi apa yang membuat dia bingung?" Inspektur Hardcastle sangat berharap bahwa jawaban pertanyaan tersebut ada padanya. Hardcastle me-nyimpulkan mereka dengan cepat dan ringkas. yang akan setuju dengan apa pun yang di katakan oleli orang lain. tetapi tidak begitu cerdas. Anda harus membongkar sampai tuntas. yang menderita—apa sebutannya sekarang ini—suatu kompleks kebencian— pada pengetik-pengetik steno di kantor ini. telah dijadikan korban? Sudah jelas ada orang yang tidak bertanggung-jawab yang sedang berkeliar-an." katanya. Mula-mula Sheila Webb dipanggil dengan penipuan keji itu untuk menemukan sesosok mayat—dan sekarang ini. "Mereka tidak akan berbicara dengan bebas jika saya berdiri di sana mengawasi. Saya ingin berbicara dengan. kelihatannya. secara informal. Tidak boleh ada waktu yang dibuang. dia yakin. "Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bergosip—gadis-gadis itu." "Yang ingin saya katakan hanyalah. mencoba memutus-kan siapa vang harus jadi juru bicara. dan siapa yang telah mempermainkan Sheila dengan keji. Dan ketika salah seorang dari gadis-gadis saya terbunuh atau terjebak dalam keadaan yang memba-hayakan." "Bantuan! Bantuan apa yang dapat saya berikan pada Anda? Apakah Anda pikir jika saya memiliki bantuan itu. Berdasarkan kebiasaan. Saya datang kemari untuk melihat apakah Anda dapat memberi saya bantuan. Seorang gadis berambut coklat kemerah-merahan yang kelihatan agak gagah dengan model rambut yang membuatnya kelihatan sepert! baru saja bepergian dalam hujan es. "Anda harus mengambil tmdakan terhadapnya. Kalian boleh berhenti bekerja untuk itu. Anda pasti akan mence-gahnya. Anda kan sudah tahu. semampu saya. Apakah Anda ingin berbicara dengan mereka semua sementara Anda ada di sini? Lainnya sedang tugas keluar. saya kira. Inspektur. Semua jam itu. yang namanva. Inspektur. menatapnya lagi. "Waktu? Hanya karena anak konyol itu mati. Edna. Inspektur." kata Inspektur Hardcastle. Pada saat mereka mendengar bunyi langkah kaki saya di gang. Inspektur Hardcastle." "Saya yakin. Anda akan sama kagetnya. Miss Martindale." "Itu mungkin saja." "Saya kira Anda ingin berbicara dengan mereka sendirian." "Sebisa-bisanya hanya sedikit saja yang dise-butkan pagi ini. adalah Janet. tetapi dia mungkin telah membicarakannya dengan rekan kerjanva. bahwa orang-orang yang dibayar oleh Negara untuk melindungi masyarakat memang melaksanakan tugas-tugasnya. Gadis yang ketiga adalah gadis yang suka cekikikan. "Omong-omong. "Saya kira kalian telah mendengar apa yang telah terjadi pada Edna Brent. gilal Anda harus mengakui bahwa itu adalah rencana gila. misalnya."Memalukan. Sebahknva dia berkata. Tetapi saya tidak tahan kalau mereka dijadikan korban atau dibunuh. Mtss Martindale. tetapi mungkin juga ingatannya tentang kejadian-kejadian yang ada tidak dapat dipercaya. Saya dapat memberi Anda nama dan alamat mereka. Mereka harus mengakui. kalian dengar dari siapa?" Mereka saling memandang." kata Miss Martindale. dua dari mereka." "Terima kasih. "Hanya ada tiga orang saja di kantor saat ini. Saya menginginkan perlindungan bagi gadis-gadis saya dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Miss Martindale. mungkin. Pemeriksaan itu akan dkangguhkan. Dapat dipercaya. maka saya kira Anda berpikir bahwa Anda memiliki seluruh waktu yang ada di dunia." Dia mena-tap inspektur itu dan kelihatan seperti seekor harimau betina dalam wujud manusia. tetapi cukup untuk menjelaskan kualitas mereka—yang akan ditanganinya sebentar lag!. omong sini!" Sctelah tenang sedikit. dia berkata. Semuanya dapat dibumbui sehingga jadi lebih meyakinkan." kata Miss Martindale." "Saya kira Anda tidak perlu takut akan hal itu. Polisi seharusnya memberi perlindungan dan itu adalah yang kami butuhkan di kantor ini. Seluruh kejadian ini adalah luar biasa. Saya dapat mengerti baliwa tidak mungkin Edna Brent akan mempercayakan ketakutan atau kebingung-annya pada Anda." "Saya kira Anda tidak berpikir bahwa gadis itu akan terbunuh ketika Anda bangun pagi ini. tetapi dia dapat melihat bahwa tidak mungkin dia dapat racm^i oleh jawabannya dari Miss Martindale." "Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada membongkar kasus ini sampai tuntas. saya kira. kelihatannya keputusan mereka jatuh pada gadis yang jujur itu. Hardcastle berbicara pelan-pelan. tidak ada petunjuk yang mungkin diberikan Edna pada Anda? Dia tidak kelihatan bingung karena sesuatu. "Anak-anak." kau Miss Martindale." Tiga kepala mengangguk cepat. "Beri kami waktu. Berusahalah dan katakanlah padanya segaia sesuatu yang kalian ketahui yang dapat membantunya untuk menemukan siapa yang membunuh Edna Brent.

" dia menjelaskan. "Saya ingin membeli kue untuk dibawa pulang dan saya tahu semuanya akan habis pada saat kami pulang nanti." kata Janet. "Saya memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi siang ini. pikirnya sendiri. maaf bahwa ini terpaksa dilakukan. mengesampingkan buku catatannya. Lebih mungkin lagi." kata si rambut coklat. Proiksor purdy tampakuya merasa tcrganggu ketika dia menghentikan diktenya dan mengang-kat telepon. Dia mengang-guk dengan wajah serius. dan pada saat itu juga dia keluar dai i kantornya dan berkata pada kami. kalau dia mau. Dia bermaksud membeli sesuatu dan memakannya di kantor." "Dan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Miss Martindale?" "Yah. "Saya tidak mengerti mengapa ada orang hendak membunuh Edna. Miss Webb.." Gadis jujur itu berkata. saya—eh—saya menyelinap sebentar." "Apakah kalian pernah memperhatikan adanya perbedaan dalam sikap Edna. dan kemudian dia berhenti. Sclamat sore. Dia selalu tidak menyenangi orang-orang yang berla-gak bijaksana setelah terjadinya suatu peristiwa. Maureen." "Maafkan saya. Dan. seperti seharusnya." pikir inspektur itu." "Jadi kalau begitu." Mereka saling memandang." "Bukan karena dia punya pacar atau yang seperti itu. "ya. tetapi tidak dengan tingkah-laku berkomplot. Kami semua tahu kami harus kembali ke sini. "Dan bukan nama yang buruk. Mungkin salah seorang dari gadis-gadis lainnya akan lebih berguna. Kami baru saja mendengar berita buruk tentang Edna. "Dia mencampur-adukkan hal-hal." Sheila Webb berdiri. "Saya berkata pada Miss Martindale bahwa dia telah menghadiri pemeriksaan itu bersama kami. "Sandy Cat adalah nama panggilan kami untuknva. "Bisa-bisa menerkam Anda. Dia bertanya apakah Edna telah mengatakan sesuatu kepada kami tentang ketidakhadirannya di kantor siang ini. seolah-olah dia ada sesuatu dalam pikirannya? Apakah dia menceritakan pada kalian mengenainya? Jika ada sesuatu yang kalian ketahui. sampai di mana kita tadi?" Sheila baru saja hendak menjawab ketika pintu diketuk orang." "Tetapi saya tidak mengerti. "Ya?" dia berkata menguji. ada sesuatu yang meresahkannya. di mana Miss Webb sekarang?" Hardcastle diberi tahu bahwa Sheila Webb ada di Hotel Curlew. "Miss Martindale." katanya kacau. "Dan saya berkata. . Dan ketika saya memasuki toko—yang di tikungan itu dan mereka mengenal saya dengan baik di sana—wanita itu berkata 'Dia bekerja di tempat itu. Dia bilang dia tidak peduli mau makan siing atau tidak. Itu pasti gadis lain. "Siapa? Apa? Anda maksud dia ada di sini sekarang} Yah. "Ingat pada turn it sepatunya yang copot waktu itu? Halhal seperti itu bisa terjadi pada Edna." "Saya mengajaknya makan siang bet sama saya. "Dia bisa sangat menakutkan. bahwa dia melihat pandangan ketakutan yang tiba-tiba muncul di mata Sheila. saya mohon kalian mengatakannya pada saya. lebih kurang tiga ribu tahun yang silam. bertugas meJayani Profesot Purdv. "Dia selalu cemas tentang sesuatu." kata si rambut coklat. "Tidak. ya." "Selalu ada-ada saja. Hardcastle ingin tahu apakah dia hanya membayangkan saja. Hardcastle menarik napas. saya kira. Si tukang cekikikan merah mukanya karena merasa bersalah. Kalian baru sajamendengarkan gosip konyol di toko. saya sungguh-sungguh kaget! Jadi saya berlari kembali dan berceiita pada yang lain dan akhirnya kami sepakat kami harus mence-ritakannya pada Miss Martindale. Mereka saling memandang sejenak. "Edna akan dimarahi Sandy Cat kalau dia datang." kata Maureen. Dia sedikit lambat dalam berpikir. bukan. bukan?" tanya Hardcastle." "Kapan kalian mendengar apa yang telah terjad'?" dia bertanya lagi. "Bagaimana orang bisa bekerja dengan serius bila terus-terusan diganggu." "Omong-omong. dia bermaksud kembali ke kantor?" "Oh. Mengapa harus Edna?' Dan dia berderap kembali ke ruangannya dan menelepon kantor polisi dan menemukan bahwa hal itu memang benar. mula-mula dia tidak mempercayainya. seolah-olah inspektur itu dapat memberi mereka jawaban atas masalah itu. Dia ingat bagaimana gadis itu berdiri memandang sepatu di tangannya dengan penuh penyesalan. dan bahwa dia seharusnya mengirim surat izin. Profesor Purdy dengan susah-payah menyadarkan dirinya dari kesulitan-kesu-fitan kronologis yang terjadi. "Nah. baiklah—baiklah— Suruh dia naik.Brent akhir-akhir ini? Apakah dia kelihatan cemas.' Oh. Tidak ada apa-apa baginya di sini. tentu saja." katanya. Kelihatannya itu semata-mata adalah dugaan yang kabur. mulai berkata." kata Maureen." Dia memandang sedikit tidak senang pada Sheila Webb dan berkata." "Itu benar. Pak." "Saya ingat. "tetapi tampaknya. Dia sangat yakin bahwa gadis itu tidak punya perasaan apa-apa sebenarnya."Edna tidak datang untuk bekerja pada jam dua. 'Sesungguhnya ini bukan salah kami." kata gadis yang cekikikan itu." kata Hardcasde. "Dia bilang 'Tidak masuk akal. "Apakah Sheila Webb dan Edna Brent teman dekat?" tanyanya. silakan masuk. Hardcastle memandangnya tidak senang. J Sekarang apa yang sedang kalian lakukan? Tidak ada satu mesin tik pun yang bcrbunyi. ada apa? Saya rasa saya sudah bilang tadi bahwa saya tidak mau diganggu siang ini. "Yah. anak itu?* dan saya berkata 'Siapa maksud Anda?' Dan kemudian dia berkata 'Gadis yang baru ditemukan mati di bilik telepon umum. bingung. Matanya memandang pintu ruangan kantor Miss Martindale sejenak. "Kalian tidak tahu ke mana dia sesungguhnya pergi sesudah pemeriksaan itu selesai.*' Gadis ketiga cekikikan. Miss Martindale. Mereka saling memandang. Ketiga-tiganya memandang Hardcastle penuh harap." dia menjelaskan. dia telah berkata.." gadis beram-but gelap itu. tanyakan padanya bagaimana kalau besok saja?—Oh. tetapi kami tidak melihatnya lagi sesudah itu dan kami tidak tahu ke mana dia pergi. ketika Edna tidak ada di sini pada jam dua." kata Janet hampir melamun. "Dan Sandy Cat sangat jengkel. mungkin Sheila Webb. maksud saya." kata Maureen.* Gadis jujur itu mengambil bagian puncaknva." "Selalu ada saja yang terjadi pada Edna. dan membuat kesalahan.

saya harus memesan teh." "Jadi Anda tidak tahu apa yang telah terjadi pada Edna Brent?" "Terjadi padanya?" tanya Sheila. kalau inspektur ini ingin bertanva pa Anda. "selalu. Padahal saya yakin bahwa itu tidak mungkin. dia tidak—tidak—saya tidak ada di kantor sama sekali kemarin." "Yang saya tnginkan sebenarnya adalah berbicara sebentar dengan Miss Webb. Oh. "sesuatu telah terjadi padanya. tidak apa-apa. Maafkan sava. ya. baiklah. "Saya tidak tahu. Dia dapat menulis dan menceritakan apa yang telah terjadi dan memintanya untuk tidak mengadu pada Miss Martindale. ke Profesor Purdy pada pukul setengah tiga. "Oh. yah. "Kami mungkin tidak pernah tahu. yah. Profesor Purdy. mengungkapkannya sebrutal mungkin. Dia sangat—apa namanya—pemalu. Sejak saat itu. kami tidak selaiu sepakat tentang apa yang harus dilakukannya. jika saya harus melakukan hal seperti itu. Di mana Anda makan siang. Saya harus pergi ke Landis Bay menemui salah seorang pengarang kami." "Apakah dia tidak menunjukkan apa-apa pada Anda? Tidak berbicara pada Anda di kantor tentang masalah itu?" "Tidak. "Oh. Oh. tentu saja. Kedengarannya sangat luar biasa bagi saya. Saya sungguh-sungguh menyesalkannya." . "tetapi saya tidak tahu kalau itu penting. jika—jika Anda mau tahu. Anda bams mengingatkan saya soal waktu. aduh. Matanya vang biru kelihatan indah sekali—laksa-na bunga iris."Nah." "Oh." kata inspektur itu. Sangat luar biasa. minta nasihat tentang apa yang harus dilakukan?" "Ya. Cukup malam memang. pelupa. Anda datang kemari naik bis.." kata profesor itu merasa bersalah." "Bisakah Anda menunggu? Sekarang ini saya sangat sibuk. Tidak. baiklah. Sungguh." kata Sheila. Miss Webb akan bebas dalam seperempat jam lagi—oh." Dia berhenti dan kemudian berkata. Tetapi masalahnya. ke Biro Cavendish? Saya ke sana dan diberi tahu bahwa saya harus langsung kemari. Mata yang mengingatkannya pada seseorang. sebab orang tidak selalu langsung membaca hasil ketikan dengan segera untuk mengoreksinya. saya ingat. "Setengah tiga. Kira-kira begitu. "Dicekik di bilik telepon umum. aduh. Yah. dengan tajam. Ada apa dengan dia?" "Saya kira berita itu belum sampai pada Anda." "Saya mengerti. ada apa?" kata profesor itu lagi. "Edna—terbunuh] Tetapi mengapa?" "Apakah Anda tahu. merasa tertarik dengan kejadian itu. Nah. ya. Sangat sibuk." "Anda tidak pergi ke kantor sesudahnya?" "Maksud Anda." nada suara Hardcastle terdengar tegas. Saya tidak boleh ganggu. "Saya kira Anda telah mendengai nya. tidak apa-apa. "Dia dice-kik sekitar pukul setengah satu. Dan Anda tidak punya mobil." "Oh." sela Profesor Purdy. Tidak. Saya tidak akan memilih tempat seperti itu. ya. Anda harus. "Ya. Ada apa—pelanggaran lalu lintas? Betapa sok dan suka ikut-campur petugas-petugas lalu lintas itu. Dia pernah menghilangkan dua halaman ketik penuh naskah Armand Levine dan dia sangat cemas mengenai apa yang harus dilakukannya. Kecuali jika Anda dapat menceritakan pada kami." "Betul. "Ya. Mulutnya terbuka sedikit.. di bilik telepon umum. saya mengenainya. dia tidak pernah yakin apakah perbuatannya itu betul atau salah." "Bibi saya bercerita pada saya. yah. ya. ada apa?" "Ini tentang gadis bernama Edna Brent" Dia beralih ke Sheila Webb. Kemarin dulu seorang petugas beikeras mengatakan. bukan?" Profesor Purdy memandang Sheila Webb ragu-ragu. "Edna Brent. Mata vang indah." kata profesor iru." kata profesor itu. Miss Webb?" Pipinya memerah. Kemudian dia bingung lagi. Sial benar nasibnya." "Ini lebih senus danpada pelanggaran parkir. sebagaimana yang akan dikatakan pula oleh Miss Webb. mungkin setengah jam lagi. Aduh. pikir Hardcastle sendiri. Inspektur. matanya melebar." "Anda tidak berpikir bahwa dia kelihatan cemas dan bingung akhir-akhir ini?" "Yah. "Terjadi padanya? Apa maksud Anda? Apakah dia mengalami kecelakaan atau sesuatu—ditabrak ?" "Sangat berbahaya memang." "Saya mengerti. Gadis yang malang." kata profesor itu. bahwa saya telah meninggalkan mobil saya selama empat setengah jam di meteran parkir. Tetapi Edna bilang dia tidak begitu suka berbuat begitu. Maksud saya. Sheila Webb tidak berkata apa-apa." Sheila Webb menatapnya. Apakah memang penting? Apakah Edna punya masalah?" "Kami tidak tahu. "Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. saya ingat.. selalu ragu-ragu." kata profesor itu lagi. tajam. Edna selalu kelihatan cemas atau bingung. "Saya mengerti. saya khawatir Anda sudah terlambat untuk minunrteh." kata Hardcastle.. Dia mena-tap-Hardcastle. suaranya meninggi." "Dia biasanya datang dan meminta nasihat bila timbul masalah?" "Oh. "Aduh. Profesor Purdy. sepanjang hari. "Saya menahan Miss Webb hingga malam. sebab dia telah mengirimkannya pada pengarang itu sebe-lum dia menyadari apa yang telah terjadi. Dan kami bekerja sejak saat itu." "Saya menceritakan pada Anda? Bagaimana saya bisa taliu?" "Anda mungkin punya gagasan tentang mengapa Edna Brent ingin menemui Anda?" Dia menggelengkan kepalanya. Miss Webb. Kami sudah sampai pada bagian yang penting. tentu saja. Miss Webb. kata Anda?" Dia menaikkan alisnya. kebut-kebutan itu. Maksud saya. Tetapi. apakah sekarang sudah jam enam?" "Maafkan saya. Pak. Anda mestinya mengingatkan saya." "Saya sangat pelupa. Saya mengatakan padanya lebih baik dia cepat-cepat menulis surat pada pengarang itu. Dan dia bertanya pada Anda. menganggukkan kepaianya. "Saya makan dengan seorang teman di restoran Ho Tung. bahwa Edna Brent sangat berharap untuk menemui Anda kemarin duiu. Mungkin juga baru sekarang kau mendengarnya atau kau adalah seorang aktris yang pintar. tidak punya gagasan sama sekali.." "Di telepon umum?" kata profesor itu. bahwa dia telah datang ke rumah bibi Anda dan menunggu Anda pulang selama beberapa menit?" "Kesalahan saya lagi.

berbicara lebih cepat dan agak terengahengah. Masalah serius apakah itu?" Apakah Sheila Webb." kata saya mengelak."Jadi adalah biasa-biasa saja jika dia datang pada salah satu dari kalian bila dia mempunyai masalah? Itu sering terjadi?" "Ya. Carilah keterangan sebisamu tentang Mr. mungkin. Kau adalah seorang ahli tumbuhtumbuhan. McNaughton sedikit menarik. Miss Webb." kata Poirot. "Kau kelihatannya tidak senang. "tetapi sesuatu. Mr. "Jadi seperti itu?" "Ya." Dia berhenti. nomor salah. 62. yang mana memang agak aneh. dan apa pun latar belakang yang merekatpunyai. "Bilik telepon umum tempat dia ditemukan terbunuh terletak di Wilbraham Crescent. Maafkan saya. "Adakalanya saya mencuri-gaxmu. "Tidak banyak yang ada di sana. "Saya tidak pernah mendekatinya lagi. Apakah itu mempunvai arti bagi Anda. "Bagaimanapun juga mungkin ada sesuatu pada idemu yang konyol tentang bulan sabit itu. Ada sedikit kecaman pada suaranya ketika dia melanjutkan. beipindah ke pihak lain. Nomor 61 didiami oleh seorang kontraktor tulen yang tak bersalah. Dan bagaimana denganmu. Kami akan memberimu pesan saat kau mengambil surat-surat keteranganmu." kata Profesor Purdy." Pesawat terbang saya berangkat pukul sepuluh malam. seperti itu. "Saya dapat meyakinkan Anda. bukan?" "Saya tidak mengatakan sejaub itu. tetapi saya tidak tahu apa-apa yang dapat membantu Anda. Inspektur. Colin. Sesuatu. dan kemudian berpindah lagi ke pihak semula! Semua campur-aduk dan penyamaran ini menyenang-kan. Dia telah melaksanakan beberapa tugas aneh akhir-akhir ini. Galilah pengetahuanmu tentang tumbuh-an Iangka di daerah Balkan. Saya harap saya dulu tidak pernah pergi ke sana. tidaklah seperti apa yang dia tunjukkan. Dan dia sekarang ada di sana. seperti yang sudah kauketahui. Semua seperti biasanya. "Akhirnya saya menemukan sesuatu. "Kau kelihatan tertekan. mungkin. saya sungguh-sungguh berpikir Anda harus minum segelas sherry. Ya. Dia pergi ke Rumania. Kami ingin sedikit lebih tahu tentang dirinya. "Selalu menggembirakan bila ternyata sebuah praduga adalah benar." 'Terima kasih. 'Tidak sama sekali. Ramsay. Saya sangat menyesal tentang Edna. dan sebuah paspor baru yang bagus." kata inspektur itu." Dia mengintip dari balik asap rokoknya.*1 NARASI COLIN Saya segera melapor ke Beck begitu saya tiba di London. Mengundurkan diri dart jabatannya. tetapi perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang gelap. tetapi dia tidak keliru terlalu jauh. dan pergilah. yang dirasakannya harus dirahasiakan antara Anda dan dia. Miss Webb?" "Tidak. Kali ini Nigel Trench. "kita biasa berpikiran bahwa semua yang dilakukan oleh seseotang adalah sangat patut dicurigai. sering. Perusahaanperusahaan sungguhan. khusus meminta saya. hari itu? Mengapa Edna terbunuh di dekat sana? Anda harus memecahkan kasus ini. adalah agak aneh. Di depan gadis-gadis lainnya. Saya mengangguk. "Crescent benar. Anda harusl" "Kami memang bermaksud memecahkannya." "Kelihatannya ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakannya dengan Anda di Biro Cavendish." "Anda tidak berpikir bahwa kali ini masalahnya lebih serius?" "Sava kira tidak." gadis itu melanjutkan." kata inspektur ttu." Dia memandang saya." kata sava. Mengapa mereka mengirim saya. bukan? Sudah kubilang para tetangga itu adalah percuma—" . Anakku." "Apakah Anda telah menyelidiki yang lain? Atau hanva Ramsav?" "Diana Lodge kelihatannya betul-betul Diana. Dia tampaknya memutuskan hubungan dengan semua teman lamanya. Hanbury yang malang mendapat nomor yang salah. bisa begitu tenang seperti yang diperlihatkannya? "Saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya dengan saya. saya harap saya tidak terlibat dengan semua ini." kata Poirot. Dia melambaikan rokoknya ke arah saya. "Jadi Anda tidak dapat membantu saya. Ramsay pergi secara mendadak kira-kira lima minggu yang lalu. Lumayan cemerlang kelihatannya. Saya pergi menemui Hercule Poirot dulu. "Saya pikir. Ramsay di Wilbraham Crescent No. Aku harus segera ke luar negeri. bagaimana pekerjaan rumahmu itu?" "Pardon}" "Bagaimana tentang Mayat Misterius dan Jam-jam di Crowdean—apakah kau sudah bersandar. Dia adalah pen-siunan dosen. Tidak bersalah dalam pandangan kita. Sebuah sejarah yang panjang tentang kucing. Saya mulai merasa bahwa itu adalah tempat yang seram." "Semoga berhasil. tetapi pokoknya dia pergi ke sana. Insinyur bangunan itu." "Mungkin bukan." "Tidak ada yang mungkin berhubungan atau berkaitan dengan kejadian pada tanggal 9 September?" "Maksud Anda—orang itu—orang di Wilbraham Crescent itu?" "Itu maksud saya." "Ada instruksi-instruksi khusus?" "Tidak. agak tiba-tiba." "Bagaimana bisa? Apa yang bisa diketahui Edna tentang hal itu?" t "Sesuatu yang tidak begitu penting." dia berkata dengan keras. tetapi saya hanya berkata mungkin. Saya menolak. "Saya tidak tahu. Saya kira itu mungkin betul—tetapi dia tampaknya cukdp sehat wal'-afiat." Napasnya menjadi cepat. Anda harus. Mungkinkah kasusnya begitu?" "Saya kira tidak mungkin." "Anda gemetar." katanya. George menyuguhkan wiski. Kali ini dia sedang meminum strop de cassis (lobi-lobi hitam bagi Anda dan saya). bukan? Sesuatu. Dan saya tentunya tidak dapat membayang-kan mengapa dia ingin datang ke rumah bibi saya dan berbicara dengan saya di sana. meski bagaimanapun kecilnva. Jadi kau bisa berlari cepat sekarang. dengan aiasan sakit." "Apakah Anda sendiri ada di Wilbraham Crescent hari ini?" "Tidak. menutup matamu." "Bukan itu yang dikatakannya pada isttinya." "Masalahnya adalah. Matematika. Dan sesuatu itu akan menolong." kata Kolonel Beck." "Kau mungkin mendapat sesuatu dari sana. Saya sudah menyiapkan visa untukmu. inspektur itu heran. Poirot. dan menemukan jawaban-nya? "Aku sudah membaca apa yang kautinggalkan di sini—dengan penuh minat. Saya yakin tidak mungkin seperti itu. Dia menawari saya." Dia memandang saya dengan cermat. Miss Webb?" "Sama sekali tidak.

Hardcastle menekan interkomnya dan masuklah Sersan Cray. kau mengizinkan aku mengadakan sebuah penyehdikan?" "Misalnya?" "Besok aku akan menyuruh Miss Lemon menulis surat pada seorang pengacara rua kenal-anku. bersembunyi di pelabuhan. Dan. "Apa sesungguhnya pendapatmu tentang urus-an ini?" "Lebih jelas sekarang—seperti biasa. Mr. Sebuah atau dua buah gelang yang gemerincing. lumayan baik." kata Hardcastle." katanya. dia bukan benar-benar "mayat miste-rius. Poirot! Ini semua adalah bohong. dicat tebal. Tetapi hari ini. tetapi secara keseluruhan dia mengiranya sebagai lima puluhan. "Dilly. mungkin juga ramah." dia mengulangi. Pemeriksaan laboratorium terhadap pakaian itu tidak menghasilkan sesuatu yang betul-betul berguna. Dia juga akan mengirimiku sebuah kawat dari luar negeri. "Saya sangat gembira bertemu dengan Anda. "Ingat—empat satu tiga—atau empat tiga belas. Secara keseluruhan." Tidak ada yang hebat ataupun dramatis pada dirinya. Hardcastle mengeluh ketika dia memi-kirkan telepon-telepon dan surat-surat yang membanjir sesudah foto itu dipublikasikan dalam koran-koran dengan tulisan di bawahnya: TA-HUKAH ANDA SIAPA ORANG INI? Menak-jubkan sekali jumlah orang yang berpikir mereka mengetahui orang ini. Ceritakan padaku. "dan saya sangat berharap Anda dapat membantu kami. Sudah lewat sepuluh hari. Dari dekat. "Make-up-nya tebal—bukan make-up yang bermutu tinggi. Namanya tidak penting. beberapa cincin. Identifikasi itu mema-kan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya. gagal. Ratusan jalan. belum ada orang yang mengenali siapa pria itu—" "Aku tahu. inspektur itu merasa sedikit berpengharapan. begitu pula binatu. tentu sa|a." kata Cray. Seseorang pasti telah melihat sesuatu. Itu adalah sebuah aksioma. Aku tidak minta informa-si. Saudara-saudara perempuan yang kepi-ngin sekali bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya. dilly—datanglah untuk dibunuh. mungkin. tebaknya. Tidak terlalu teliti. membuat pertimbangan moral berdasarkan peng-alamannya." Dia mendeklamasikannya dengan amat serius. Kualitasnya sangat baik. Tidak diragukan lagi. 20 September. Dia kembali memandangi sepu-cuk surat di atas mejanya. Rambut gelap. mungkin. sebab mereka terjebak dalam kesulitan semula: identifikasi sesosok mayat." "Pasti ada. "Kau tidak hanya duduk dan berpikir. Sekitar lima puluh. Yang harus dilakukan sekarang adalah berbicara dengan lebih banyak tetangga. Rival. tidak ada sebuali sidik jari yang dicelupkan dalam darah. atau pembersih. tetapi penegasan. Dokter gigJ juga belum membantu. Tidak terkirakan lagi jumlah istri yang yakin bahwa itu adalah suami mereka yang hilang. "Kartu pos itu kurang lengkap. Dan sesudah itu aku tidak akan bilang apa-apa lagi. Merlina Rival. Dalam kasus ini paling tidak dua dari orang-orang ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas—" "Yang mana? Dan apa yang mereka katakan?" Poirot berkata kepada saya dengan gaya me-nyindir bahwa saya harus membaca ulang catatan saya dengan saksama. Semua jalan kelihatannya buntu. di bis." "Tetapi siapa pembunuhnya?" Poirot tidak menjawab. Mrs. Dia tidak akan menekankan pada hal itu. Dia menanyai sava dengan cermat sampai dia memperoleh setiap data dari saya." "Mungkin memang sebuah aksioma. tinggi dan ukuran tubuhnya sedang. jika kau bisa mengerti. Dapat dipercaya? Itu pertanyaannya." "Baiklah. Pak. Rival belum datang juga?" "Baru saja datang/' kata Cray." "Bagaimana tampangnya?" "Sedikit bertampang aktris. Pakaian itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa. dia adalah wanita yang cukup dapat dipercaya." ^ Cray keluar dan sebentar kemudian masuk lagi sambil berkata." saya keberatan. Saya menceritakan padanya pula tentang kartu pos vang saya berikan pada Hardcastle. tetapi dirawat dengan baik." "Tidak ada tetangga lagi." "Aku tidak percaya kau tahu sesuatu. "suruh dia masuk. akibat hasil dandanan yang ceroboh membuatnya kelihatan agak lebih tua dari lima puluh. Surat itu hanya berkata bahwa penulisnya berpikir bahwa orang yang dicari itu adalah suaminva vang telah lama berpisah dengan dirinya sejak beberapa tahun yang lalu. Aku tahu." "Begitu? Begitu cepat? Menarik." "Apa maksudmu dengan itu?" Poirot menutup matanya. ada banyak sekali otang yang melihat orang yang sama di Lincolnshire.*' "Itu tepatnya yang sedang kulakukan! Apa yang akan dikerjakan oleh Miss Lemon hanyalah untuk membuktikan padaku kebenaran kesimpul-an yang sudah kucapai. "Sementara kau pergi." . kualitas ekspor. Rival. "Ya—itu adalah pola yang sama. tetapi gampang untuk diajak berkencan. Dia akan datang pagi ini." "Kupikir itu tidak jujur. Mengapa. Tetapi dia menyukai surat itu. tetapi dari jarak yang jauh—cukup jauh—dia mungkin kelihatan seperti tiga puluh. menurut perasaan Hardcastle." Detekttf inspektur hardcastle melihat kalen-der di mejanya. pikirnya. Tidak memakai topi. tidak baru. Dan aku punya data lebih lanjut untukmu. "Mrs." "Apakah dta kelihatan cemas?" "Tidak. Membawa sebuah tas kotak-kotak yang besar. lumayan dermawan. di kereta api bawah tanah. memakai mantel berwarna gelap dan rok serta blus putih. "Seorang detektif swasta?" Poirot membuka matanya. mencoba menyembunyikan wajahnya ketika dia keluar dari bioskop. adalah yang punya harapan terkecil. pembu-nuhnya tidak dapat melakukannya sendiri. kelihatan jahat di pojok sebuah jalan. dia yakin. Aku akan mernintanya untuk menanyakan sebuah akte pernikahan di Somerset House. London. "Saya baru akan memberi tahu Anda." Saya memandangnya bingung. Enderby. Newcastle. tetapi tidak dalam kasus ini. Secara keseluruhan." "Seorang pemeras?" Poirot menutup matanya. Tidak terlihat. dilty." Inspektur itu berdiri dan berjabat tangan dengannya. itu pasti nama yang dipilih oleh wanita itu sendiri." Sava menceritakannya. dan masih banyak lagi yang muncul dengan memberi harapan dan tidak menghasilkan apa-apa. Ada pembunuhan satu lagi."Sebaliknya. bukan siapa diz tetapi dia itu apa. Mereka masih belum rnendapat banyak kemajuan seperti yang diinginkannya. Devon. "Kau akan melihatnya sendiri. "Aku akan mengucapkan sebuah kutipan kecil padamu. Mayat itu tetap dijuluki sebagai "mayat misterius!" Padahal. Surat itu tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu mengha-* rap." "Aku tidak tahu. Dia hanyalah orang yang tidak mampu dikenali oleh seorang pun. sesudah mempertimbangkan sejenak. tetapi dia tidak dapat mencegah untuk tidak menekankan pada hal itu juga. "Mrs. Anak-anak perempuan menulis dengan penuh harapan tentang ayah mereka yang tidak pernah mereka lihat lagi selama bertahun-tahun. Ituiah polanya. Seperti yang kulakukan dulu. Begitu dekat di mata. Dia tidak menyukai nama kecil itu. menurut saya. Saudara perempuan.

" kata Mrs. Rival. Agak kasar sedikit. Dia memberi wanita itu sebuah cincin dan mereka bertunangan—dan kemudian dia berkata dia akan menginvestasikan uang buat mereka berdua." kata Hardcastle.. Bukankah begitu?" "Saya kira memang begitu. Kegugupannya mengenai tempat yang akan mereka tuju tidak lebih dari kegugupan orang-orang lain yang menuju tempat yang sama itu." "Apakah dia telah mencoba hal yang*sama pada Anda?" "Ya. dia jauh lebih tua. Sungguh menjengkelkan." . tetapi ternyata lebih dari itu. Dia sering bergaul dengan mereka. Hardcas-de menghiburnya. hal itu memberi kesempatan pada seorang laki-laki untuk sering berada di luar rumah. saya mengerti. seperti sava. pikir Hardcastle. dia begitu sering bepergian. Tahukah Anda. "Anda tahu bahwa itu tidak benar?" "Yah. Hanya sejak itu saya berpikir. saya juga tidak begitu yakin. betapa ingatan seseorang pudar dengan berlaiunya waktu.. Ya. Rival berkata." Hardcastle ingin tahu apa yang sedang dipikir-kannya. Dia jauh lebih tua." "Saya mengerti. "Dia sangat cermat dengan pakaiannya. Mungkin dia meng ra saya tahu lebih banyak dari yang sesungguhnya. katanya. Anda tahu. "orang cenderung berpikir bahwa itu kuiang dari yang sebenarnya dan itu akan membuat Anda merasa lebih muda. Mereka tidak pernah mencurigai apa-apa." "Maksud saya. yah agak sedikit mengejutkan. jika Anda mengerti maksud saya. Wanita-wanita itu biasanya akan memberikan uang mereka padanya dengan cukup mudah. "Bagaimanapun juga. Dan Anda mengetahuinya. tidak. saya pikir—orangorang terpikat padanya dengan mudah. tetapi dia tidak begitu berubah. Rival. Dia berkata. Ituiah mengapa." "Dan apa yang dikerjakan suami Anda?" "Dia adalah seorang agen asuransi. "Dapatkah kita melanjutkannya? Bagaimana-pun juga. dia kembali dan berkata bahwa dia harus segera menjelaskannya. Mrs. tetapi dia memang Harry. Dia berkata bahwa rahasia per-mainan itu sudah terbuka. Maksud saya. "Saya bisa mengerti. Kelas yang baik. petugas itu mengangkat kain penutupnya. Kemudian baru kita bicara. Mis. Ketika mereka kembali ke ruangnya. Sangat mirip dengan Harry." kata Mrs. "Wanita." "Siapa yang terpikat padanya. sangat rapi. Saya harap saya bisa yakin. Beberapa orang memang begitu. Harry kelihatannya tergolong kelas yang lebih baik dari sebenarnya. Kota pasar. kemudian dia berkata."Tentu saja. Minumlah secangkii. Suaranya gemetar. Dia berdiri memandang selama beberapa saat. Tentu saja saya tahu bagaimana sifat laki-laki. Mrs." katanya. mungkinkah emosi? Dia tidak yakin. "Tidak apa-apa. "bahwa Anda lebih suka segera menyelesaikannya. Dia tidak berkata apa-apa. "Lebih baik. Mereka akan berbohong dan yah. ini akan menenangkan Anda. dan saya harap saya tidak membuan0-buang waktu Anda dengan sia-sia.. kalau dia adalah Hairy. napasnya sedikit cepat." Dia berdiri dan mengawalnya keluar ruangan itu menuju sebuah mobil yang sedang menunggu." kata inspektur itu. "Tetapi kelihatannya memang ' seperti Harry." "Ya." Ya.. kemudian melctakkan tangannya pada bahu Mrs. "sepanjang perjalan-an naik kereta api.. "Wanita. "Ayolah. Mrs. seorang polisi segera muncul dengan baki beiisi teh. Dia tidak keberatan menceritakannya pada saya. Mungkin. Dia kelihatan sangat menyesal. Paling tidak—" dia berhenti " — itu yang dikatakannya." kata inspektur itu. Bagaimanapun juga. Anda pikir sekitar lima belas tahun sejak Anda terakhir kali melihatnya? Kapan Anda menikah?" "Kira-kira tiga tahun sebelumnya." Inspektur itu memandangnya tajam. bukan?" "Anda pikir orang itu benar-benar suami Anda?" "Saya yakin betul. Kota yang menyenangkan. Tentu saja." kata Mrs. bukan?" "Saya kira hanva pada keadaan-keadaan tertentu. "Kami sangat membutuhkan bantuan Anda dalam kasus ini. sudah lama saya tidak melihatnya. Tidak saat itu." "Suami Anda sering keluar rumah. Itu adalah hal yang paling mudah diucap-kan oleh seorang laki-laki. Ke Newcastle. Wanita-wanita cenderung untuk terpikat padanya." "Bagaimana Anda tahu?" Dia mengangkat bahu. Rival." Baki itu ditarik. Kita pergi sekarang.." "Yah. dia kelihatan lain. saya kira sekitar lima belas. hanya saya tidak memberinya satu sen pun. dan mungkin ada sedikit kericuhan mengenainya. Anda tahu." "Terima kasih." Inspektur itu mengangguk pada petugas itu. "Dia Harry. "Dia pulang suatu hari dari bepergian. Hanya—hanya. "Anda tidak boleh berperasaan begitu. dengan mudah sekali. katanya. Seorang guru sekolah. Rival?" "Ya. Saya kira. saya—saya curiga.. Rival dan membimbingnya keluar. begitulah. tidak begitu. mungkin itu tidak benar. Saya selaiu berpikir." dia menambahkan dengan cerdik. kembali ke mobil dan mereka kembali ke kantor. Dia berbicara dengan nada minta maaf. Saya lalu menanyai dia. Hanya satu atau dua menit saja. kemudian dia berba-lik dengan cepat.. mungkin ada seorang gadis T tap tidak da gunanya bertanya pada kaum laki-laki tentang hal-hal sepern itu. kelas yang baik." "Bisakah kita membicarakan beberapa fakta yang dapat membantu kita? Kapan terakhir kalinya Anda melihat suami Anda?" "Saya sudah mencoba mengingat-ingatnya dengan tepat. Dia tertibat dengan seorang wanita. kenyataannya begitu. Rival. "Dan di mana Anda tinggal waktu itu?" "Di sebuah tempat bernama Shipton Bois di Suffolk. Anda tahu." kata Mrs. Baikbaik. "Saya pikir dia pasti telah melakukannya. Tetapi saya tidak mengira—saya sungguh tidak mengira bahwa dia membuat hal itu sebagai suatu bhnis" "Betulkah itu?" Dia mengangguk. banyak gula. dan itu sangat berguna kalau mereka punya maksud-maksud tertentu. Dia selalu kelihatan—yah. "Bukan itu sebenarnya yang saya'pikirkan. dia menge-luarkan suara tertahan lirih. Tentu saja saya cukup siap untuk menerima bahwa dia bukan Harry. Tidak akan mengejutkan." Dia memasukkan gula pada tehnya. Waktu berlalu begitu cepat. itu adalah gambaran yang cukup baik. Dia membiarkan Mri> Rival menenangkan dirinya. Sava mulanya tidak begitu memikirkan-nya-" *Tetapi sesudahnya?" Dia tidak segera menjawab. dan menghirup tehnya dengan cepat. Rival. Saya yakin saya berkata dalam surat itu bahwa itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. Rival?" Suara Hardcastle terdengar lembut dan simpatik.

Saya kembali memakai nama Merlina Rival. "Saya melakukan pekerjaan-pekei jaan ringan di sana-sini." kata Mrs. tetapi setiap orang selalu memanggil saya Flossie atau Flo." "Harry Castleton. "Kami memang menikah. adalah apakah Anda mempunyii ide mengapa Harry datang ke daerah int?" "Tidak." Ada kegetiran dalam suaranya sekarang. dan sebuah senyum riang menghiasi wajahnva. Anda boleh berkata begitu/' Hardcastle berkata bijaksana. karena uang—suatu cara dalam mencari nafkah. "Sayamem-berinya sepuluh pound. Apakah hanya. Betul-betul seorang gentleman. Rival dengan sikap menutup diri. Shipton Bois. jika itu yang Anda maksudkan." "Merlina—er—bukan nama asli Anda. Banyak bepergian. Saya pikir mungkin dia telah pergi ke luar negeri—atau mati." Hardcastle mengulurkan kartu itu ke seberang meja.*' "Apakah suami Anda pernah mempunyai masalah dengan polisi?" 'Tidak pernah. memakai nama yang berbeda-beda. Bagaimanapun juga. dia adalah orang yang terpelajar. Sava kembali ke panggung sebentar setclah kami berpisah. Saya sungguh-sungguh tidak tahu. saya kira." kata Mrs." "Anda bilang Anda tidak pernah mendengar tentang dirinya selama lima belas tahun terakhir ini?" "Dia tidak pernah mengirimi saya kartu Natal. Tentu saja saya tidak punya ide. Tetapi kali ini. "Wanita tidak ingin dunia mengetahui bahwa mereka telah ditipu." katanya. Mrs. "Ini ada dalam sakunya." "Dia hamil?" "Ya. Mrs." "Anda—maafkan saya— menikahinya ?" "Saya bahkan tidak yakin." "Apakah dia pernah memakai nama Curry?" "Curry? Tidak. menjadi penerima tamu. Saya tidak mengatakan saya betul-betul terkejut ketika dia kembali hari itu dan bercerita pada saja. maksud saya—berbagai nama yang berbeda-beda. Saya kira saya terpaksa." kata Mrs." "Dan apa yang terjadi selanjutnya?" "Dia berkata dia harus segera pergi dari sana dan saya berkata dia boleh pergi dan menyingkir... saya kira saya mestinya dibapcis dengan nama itu. "Saya mengerti. Betul begitu?" "Ya. Anda bisa bertemu orang-orang. sedikit bergurau. "Saya kira dia memakai—dulu." "Anda tidak pernah mendengar apa-apa tentang Harry Castleton sejak Anda berpisah~-at. Saya bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya selama tahun-tahun terakhir int. saya kira?" Dia menggelengkan kepala.. "Anda dulu menyenanginya. tetapi saya tidak tahu kalau dia juga menikahi wanitawanita lain sebelumnya." kata Mrs. saya tidak mau dia menginvestasikan uang saya untuk saya. hal-hal seperti itu..dirinva sejak saat itu." "Apakah hal ttu pernah terjadi sebelumnya?" "Saya kira begitu. Rival. Sampai . Dia bilang dia kekurangan uang. Mrs. Hardcasde berkata pelan." "Dia tidak punya tanda-tanda khusus tertentu? Bekas luka? Sebuah operasi—atau tulang retak —sesuatu seperti itu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya. bahwa saya tidak akan menanggung semua ini!" Dia menambahkan sambil merenung. dia bercerita pada saya tentang sebuah kesempatan hebat yang didapatnya.. saya kira tidak. Lain dari yang lain. Saya berkata 'Tidak perlu/ Bukannya waktu ku saya tidak mempercayainya. Itu adalah seluruh uang yang saya miliki di rumah. keadaan mungkin berbeda.. tetapi saya sering mendengar orang laki-lak berkata mereka sedang mengejai sesuatu yanp hebat dan kemudian ternyata hanya untuk bersenang-senang saja. kelihatannya. Gadis atau wanita itu. Saya dapat menginvestasikannya sendiri. "Saya tidak benar-benar mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan hal itu. "Saya kira dia tidak tahu di mana saya berada. "Saya kira tidak. Selalu simpan uang Anda di tangan dan Anda akan yakin Anda masih memilikinya! Saya telah melihat begitu banyak gadis dan wanita yang membodohi diri mereka sendiri/1 "Kapan dia menginginkan Anda untuk menginvestasikan uang? Sebelum atau sesudah Anda menikah?" "Saya kira dia mengusulkan hal itu sebelumnya. saya bukannya jenis yang mudah percaya begitu saja pada orang lain. Saya kira saya sudah cukup lama mengetahui bahwa dia menye-Ieweng. Bagaimanapun juga. Rival?" "Saya tidak tahu. Orang hanya tidak bisa mempercayainya. jika tidak saya tidak akan menikahinya. bukan?" "Apa yang Anda lakukan sekarang? Apakah Anda masih bermain di panggung. Florence. Dia tidak akan gampang ditipu seperti yang lainnya. tetapi saya tidak peduli dan dia segera membuang subjek itu. Anda tahu." komentar Mrs." Dia menambahkan. sebab." kata Mrs. Saya kira itu bukan nama aslinya. sampai saya melihat fotonya di koran-koran. Itu bukan kehidupan yang jelek. dia selalu kelihatan begitu cerhormat. Tidak terlalu romantis. "Masih menyebut dirinya sebagai seorang agen asuransi.. Rival. tentang laki-laki dan cara-cara mereka dan segi-segi buruk mereka. Kadang-kadang keadaan menjadi lebih baik sesaat. Di gereja pula. mungkin Anda berkata begitu—atau apakah dia adalah jenis laki-laki yang harus memiliki seorang wanita dan dia tidak melihat alasan mengapa mereka tidak sekaligus membayar biaya untuk hiburan yang diberikannya. sepan-jang yang saya ketahui.." "Hal Iain yang dapat saya tanyakan pada Anda." "Mungkinkah dia menjual polis-polis asuransi palsu—sesuatu seperti itu?" . Rival?" "Kadang-kadang." "Dan Anda tinggal di tempat itu. "Saya menciptakannya. kepada wanita itu. Nama asli saya adalah Flossie Gapp. Rival. Rival. Tidak. "Membantu di pesta-pesta.c. Kemudian. Itu bukan kehidupan yang enak dan saya melepas-kan nama Castleton. setelah kami menikah. Sebelumnya kami tinggal dekat Doncaster." katanya. Namanya adalah Castleton ketika saya menikahinya. sebagai suami istri—sampai berapa lama?" "Kami di sana sekitar dua tahun. Atau tepatnya. Rival. Flossie Gapp.au tentang dirinya?" "Tidak sepatah kata pun."Mengapa tidak? Apakah Anda tidak mempercayainya waktu itu?" "Yah. "Jarang sekali.j mi. Saya memiliki apa yang disebut sebagai sedikit pengalaman. Rival jujur. Saya tidak pernah melihat atau mendengar tentang.

Rival. "tampaknya adalah barang dagangannya yang utama. Saya hanya perlu mengatakan siapa dia. "Anda tidak pernah melihat satu pun dari jam-jam ini sebelumnya. saya tidak tahu. "Ada satu hal kecil Ugi. Kita harus mencari tahu tentang orang itu. "Saya akan berpikir bahwa sudah hampir waktunya untuk minum teh." Dia mengangguk menegaskan. Rival. yang tidak meng-inginkan sesuatu di masa lalunya terbongkar. "Memuaskan?" tanya sersan itu. saya kira. Saya tidak menga-takan memang begitu. tetapi dia mungkin mengum-pulkan uang sediktt-sedikit." "Kaum wanita menvukainva.-Rival tertawa kecil. Saya sendiri merasakan hal yang serupa. adalah sebuah pemerasan?" "Yah. Hardcastle membuka kain itu dan menunjukkannya pada Mrs. Mereka selalu gampang terpikat padanya. bukan? Harry menyimpan kisah cintanya secara rahasia. "Tolong bawakan jam-jam itu kemari. mungkin. Terurama." kau inspektur itu." Hardcastle berbicara kepada bawahannya. Saya harap tidak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Wanita tertentu. Saya kira dia tidak membutuhkan uang yang banyak. Mereka mengharapkan sebuah masa depan vang bahagia bersamanya. Mereka tidak berarti apa-apa bagi Anda?" "Tidak." kata Mrs. Hardcastle mengucapkan selamat jalan. Bagi saya kelihat-annya tidak mungkin." Mrs." "Jika Anda melihat sebuah jam dengan jarum-jaium yang menunjukkan angka empat-tiga belas—" Hardcastle berhenti. Di mana Anda menikah? Dapatkah Anda mengingatnya?" "Di tempat bernama Donbrook—Gereja Santo Michael. Dia kembali ke mejanya dan duduk di sana sambil mengetuk-ngetukkan sebatang pencil. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya. Mrs. Saya pikir lebih mungkin ada kaitannya dengan wanita. Apakah harus begitu?" "Dapatkah Anda memikirkan adanya hubung-an antara suami Anda dengan nama Rosemary?" "Rosemary? Sebentar." kata Hardcastle. "Itu. mungkin saja. Dia menelitinya dengan minat yang jujur dan baik. Mrs. bukan?" "Tidak. "Yah." Hardcastle menarik napas. seperti yang saya katakan tadi. Rival. namanya adalah Rosalie. Itu akan membuat saya merasa sudah hampir melangkahkan kaki ke Hang kubur. Rival. Kelihatannya mungkin sekali ada lebih dari satu wanita vang ingin membalas dendam padanya. Ada si rambut merah itu—Bukan. tetapi mungkin begitu. Dia tidak akan mengambil risiko dengan melakukan sesuatu yang memungkinkannya terjebak. bukan? "Ya. Saya kira dia tidak akan menibuat seseorang putus asa. Pemeriksaan itu telah ditangguhkan. sebab dia selalu kelihatan sebagai tipe yang baik dan terhormai. Maksud saya. Hany selalu sangat hati-hati menjaga dirinya. Mrs . Tidak apa-apa. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersumpah bahwa otang itu adalah Harry Castleton. "kami sangat berterima kasih pada Anda. sampai lusa." Dia memikirkan lagi jam dengan tulisan Rose-marv di atasnya. Tanggal yang tepat akan ada pada catatan di Somerset House. Sebentar kemudian datanglah Sersan Cray." Dia menyentuh jam bersepuh emas itu.. "Cantik. Tetapi saya tidak mungkin tahu." "Mungkinkah itu menurut Anda. Rival menam-bahkan dengan jujur. "Kelihatannya begitu. bukan? Saya tidak perlu menjelaskan? Saya tidak akan menceritakan ting-kah lakunya ketika dia masih hidup—hal-hal seperti itu?" "Sekarang belum perlu. Saya kha-watir saya tidak dapat mengingatnya. sava rasa. "Ya. saya kira." katanya. Itu gambaran paling jelas vang bisa saya benkan." "Padahal kclihatannva terhormat. saya kira. Kenang-kenangan? . "Nama Harry Castleton—mungkin hanya alias saja."Saya betul-betul tidak tahu. yang pernah menikahi Anda. Anda tidak kebetatan memberikan kesaksian tentang identifikasi tadi." Jam-jam iru dibawa dengan sebuah baki dan ditutupi sehelai kain. Wanita-wanita akan bangga bisa menguasai laki-laki seperti itu." kata Cray. Dia merasa cukup aman. bukan? Saya suka yang itu.. ya.

Sebaliknya. yang kaulihat kantor pengetik. tentu saja. bahkan melakukan pergantian struktural pada flat-flat ini. ya?" Sava berkata pelan." "Aku menemukan apa yang ditugaskan pada-ku." "Kau terlalu jauh. Sebaliknya ceritakan padaku tentang si Edna itu—yang mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. Poirot." "Ah-begitu." kata Hercule Poirot. kita harus mengetahui tempat yang tepat ke mana gadis itu pergi. Aku merencanakan ke sana besok. "Kau telah berhasil. Kemudian." "Oh. "Aku tidak tahu. Informasi? Atau sesosok mayat?" "Berbicara tentang mayat." "Ya—polisi-polisi memang sangat hebat—" "Dan para istri sangat membantu. tetapi saya tidak dapat membantunya. dan bagaimana caranya dia pulang?" Poirot bertanva dengan penuh rmnat. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang atau beberapa orang yang tidak diketa-hui. dia bertanya. "Tetapi pada apa." "Kau sebaiknya datang ke Crowdean dan bertanya sendiri." kata saya jengkel. aku akan mengunjungimu dan menceritakan semuanya yang kudapat dari Hardcastle tentang Mrs. Aku sendiri tidak tahu apa yang diinginkan. Dia meletakkan penyisip bukunya dengan cer~ mat untuk menandai halaman yang sedang dibaca-nya. ^ *. Mereka membuat perbaikan-perbaikan." "Maksudmu kau tahu semuanya tentang dia tanpa diberi tahu?" "Tidak." "Masih tetap dengan hobimu?" "Ya. di mana dia telah memutuskai tumit sepatunya di kisi-ktsi—" dia berhenti. dan itu mungkin menyangkut dengan seseorang yang telah dilihatnya di sana—atau dengan sebuah peristiwa yang terjadi di sana." "Aku tidak dapat menceritakan padamu lebih daripada yang sudah kuceritakan — aku tidak mengenal gadis itu sama sekali. Merlina Rival! Aneh benar namanya!" "Itu mengingatkanku pada sesuatu. "Bukan— itu sudah lama sekali." "Jadi yang kauketahui seluruhnya." pikir Poirot. setiap hal bisa." saya berjanji. sebab dia bilang begitu dan bahwa dia membeli roti kismis dan kembali dengan memakai kaus kaki saja dan memakan roti itu di kantor dan dia mengakhiri dengan berkata bagaimana dia bisa pulang dengan keadaan seperti itu. bagaimana aku bisa tahu?" "Kau bisa tahu kalau kau bertanya. Kau sudah ke Crow-dean?" "Belum." "Mrs." Saya menggelengkan kepala. "Tidak perlu. Ada penjualan naskali-naskah para pengarang minggu de-pan—sangat menarik. Aku bisa kacau di sini." "All. Aku tidak menemukan orangnya sendiri.mengingatkannya pada sesuatu. "Aku tidak tahu. Maksudku aku tidak berminat padanya-" "Kau tidak berminat—tetapi mengapa tidak? Aku tidak mengerti. "Untuk saat ini tidak mungkin. "Apa kabar?" tanya saya. "Orang harus mengkonsentrasikan diri pada pokok-pokoknya saja. aku sudah membaca laporan dati pemeriksaan yang ditangguhkan di Crowdean itu. "Itu sudah diharapkan. "Aku tidak tahu banyak tentang apa yang telah terjadi selai: ku di luar negeri—hanya fakta tentang identitik. Bagaimana kau berharap untuk mengetahui sesuatu jika kau tidak menanyakan pertanyaanpertanyaan yang sesuai?" "Tetapi bagaimana bisa di mana tumit sepatunya copot jadi persoalan?" "Mungkin tidak. mende-korasi kembali. mengabaikan kesulitan-kesulitan-nya dengan kibasan tangannya. Dan mayat itu akhirnya mempunyai nama.u—ba-gaimana pendapatmu mengenamya?" Poirot mengangkat bahu. di mana kisi-kisi itu?" "Sungguh. Aku masih berruga^ Tugasku mcmba-waku ke sana—" Saya berhe/iu sejenak dan kemudian berkata. Kalau tahu Poirot. Poirot melambaikan tangannya dan berkata. Aku betul-betu| terganggu. kau memang tidak pernah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar! Sebagai hasilnya kau tidak tahu apa-apa yang penting." "Ah—tapi itu tidak mungkin. Saya menatapnya. Kali ini secangkir coklat panas berdiri di atas meja di dekat sikunya. Poirot pastilah mempunyai selera yang buruk dalam minuman! Sekali ini dia tidak menawari saya untuk menemaninya minum. ya?" ia memandang saya sambil berpikir." "Dikenali oleh istrinya." Saya mengangguk." kata Poiiot mengecam. Bagaimanapun juga aku tahu kalau tempatnya di dekat kantor itu. "Aku terganggu. siapa pun dia sesunggulinya. "Sebuah kunjungan pada seorang teman—di rumah peristirahatan di desa." "Apakah itu tidak akan memperbaiki flat-flat ini?" "Ya—tetapi sangat menjengkelkan bagi&«. "Coba ambil karya John Dickson Cart atau Carter Dickson. "Omong-omong. kemudian menggelengkan kepalanya. "atau seluruhnya yang dapat kauceri-takan padaku adalah bahwa gadis itu adalah seekor kelinci yang malang. Merlina Rival. kau puny a waktu luang?" "Belum." "Kalau aku kembali ke London lagi. sebagaimana dia menyebut dirinya kadang-kadang—" ." kata Poirot. "Harry Castleton.NARASI COLIN LAMB "Jadi kau kembali juga." Matanya bersinar. Apalagi dengan bau cat itu nantinya!" Dia memandang saya dengan gusar.

tetapi tidak mudah untuk mendapatkan keterangan." "Kelihatannya dia bukan laki-laki seperti itu. "Itu adalah senjata utamanya. Kabar burung yang tersebar adalah dia sudah mati—tetapi beberapa orang mengatakan dia telah pergi ke luar negeri—" "Bagaimanapun juga. Kau tahu. Roger Byron. Mereka lebih senang kehilangan uang mereka. "Katakan kapan. Colin? Kamukah itu? Jadi kau sudah bebas dari perasaan haru-birumu." Dia memimpin jalan menuju ruang duduk." "Itu adalah suatu berkat. Dia malu untuk dipotret—menghindafi keinginan teman-teman wanitanya untuk memotretnya." kata saya berang. Tidak ada penggantinya sampai saat ini." "Dan jam yang keempat? Jam yang hilang itu?" 'Tidak ada komentar." "Berapa lama kau ada di sini. "dan jangan ngomong yang tidak-tidak. duduk di depan pintu rumahku?" "Oli. NARASI COLIN LAMB . itu lebih cocok. Saya tahu betul apa maksudnya dengan perka-taan itu. memiliki beberapa teman yang tidak jelas. "Halo. tidak begitu cepat. Mereka mem-percayakan tabungan mereka padanya. Dibeli oleh seorang nyonya Amerika. pikir penjaga toko—tetapi kupikir itu hanya tebakan saja." kata saya memutar pikiran saya kembali. Saya tidak berminat mende-ngarkan kuliah tentang hal-hal yang telah silam mengenai seni fiksi-fiksi kriminal. Rival mungkin mengetahui sedikit lebih banyak tentang suaminya daripada yang dia ceritakan. dan mulai menyediakan minuman penyegar. Tidak ada keragu-raguan." alu mengapa kau tidak masuk?" "Aku tidak ingin merendahkan derajatmu dengan cara apa pun. Aku sudah mulai putus asa. "Keadaan berubah akhirnva." Hardcastle mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu depan. "Yah. mungkin malah masih. Dan meskipun-otang-orang Yard berpikir bahwa Harry Castleton." "Dapat dipercaya?" "Lumayan. Sekitar waktu itu dia kelihatannya menghilang." kata Hardcastle. "Tepat. Lainnya itu adalah ciptaannya sendiri." 'Tentu." "Nama aslinya adalah Flossie Gapp. di depan rumah Hardcastle. Lebih cocok untuk cara hidupnya. Istrinya berkata. Betapa banyak jumlah istri yang kumiiiki di sini! Aku mulai berpikir hanya wanita yang bijaksana saja yang mengenali suaminya sendiri." "Bagaimana dengan jam-jam itu?" "Tidak berarti apa-apa baginya. kau tahu. tidak akan bercerita. Semua ini berlangsung cukup lama dulu—lima belas sampai dua puluh tahun. dan seseorang bernama Lawrence Dalton akan memu-lai operasinya di Newcastle di Tyne. kau tidak dapat masuk ke dalam." saya menjelaskan. Ada wanita yang mempunyai day a ingat yang kuat. dan kami menikmati minuman itu. Aku membaca di arsip koran—sia-pakah Harry Castleton itu?" "Seorang laki-laki yang tampaknya sangat ter-hormat dan mencari nafkah dengan menikahi atau semata-mata bertunangan dengan wanitawanita kaya-raya yang gampang dirayu. Pengenalannya cukup positif. seorang laki-lakilah yang membeli mereka. Kaum wanita." "Apa pekerjaannya? Pelacur?" "Bukan seorang profesional.Saya meloloskan diri sebelum dia dapat mene-ruskan ceritanya. ketika dia pulang sore itu." "Hal itu tentunya membuka kemungkinan-kemungkinan. Portobello Market selalu penuh dengan turis-turis Amerika.—siapa tadi? —Merlina Rival? Aneh benar namanya! Itu pasti bukan namanya sendiri. Bukan hal yang serius — hanya menipu-nipu—hal-hal seperti itu." "Seorang wanita yang dihina yang tidak pernah lupa?" usul saya. Itu asalnya jam emas dan porselen Dresden itu." t "Aku tahu. Kupikir mungkin dia pernah. Kau tahu bagaimana pasar itu di hari Sabtu. begitulah." "Maaf. akan menghilang dari Southend. "Kau tidak tahu latihan kami. "Seorang detektif inspektur polisi sudah pasti akan kehi-langan muka jika tumahnya dimasuki perampok dengan sangat mudah. Raymond Blair. misalnya. Kadang-kadang melakukan pekerjaan 'me-nerima tamu*. Dia cukup sering mengubah namanya. di karpet ruang duduk Miss Pebmarsh?" kata saya. Kami melacak dari mana asalnya mereka—Portobello Market. Orang itu betul-betul sangat pandai dengan pekerjaannya—men gumpul-kan uang dari sana sini —selalu pola yang sama-— tetapi sangat sukar ditangkap. Roger Byron adalah orang yang sama." kata Hardcastle "Kami telah mengenali mayat itu." "Bagaimana rupa istrinya—Mrs. Dan sangat tidak membantu1. Saya sedang duduk di tangga. terkesan pada pengetahuannya yang hebat tentang keuang-* an dan sebentar kemudian dia menghilang secara diam-diam. wanita yang gampang diajak berkencan." "Aku bisa saja masuk dengan sangat gampang sekali. dengan hati-hati. Cukup menyenangkan. Menggambarkan dirinya sebagai bekas aktris." • "Aku bisa mengatakan bahwa dia adalah wanita yang baik yang bersedia menolong teman-te-mannya." "Ya. yang tidak mudah melupa-kan—" "Dan jika wanita seperti itu buta—pendeiitaan datang menimpa di atas penderitaan lainnya—" "Itu hanya dugaan. mereka tidak pernah dapat membuktikannya." Saya mengatakannya. Saya bangkit dari kcmuraman untuk menyambutnya." "Apakah dia pernah diadili?" Belum—kami telah menyelidikinya. Jam perak itu berasal dari seorang perajin perak di Bournemouth." "Apa yang dulu disebut. Seorang wanita jangkung rrienginginkan-nya sebagai hadiah untuk putrinya yang masih kecil! Hal yang diingatnya tentang wanita itu hanyalah topinya yang hijau. bukan?" "Jika kau menyebutnya merah. "Masuklah. sekitar setengah jam. kukira Mrs. dengan alasan bahwa ada sebuah janji yang mendesak. Lawrence Dalton." "Apakah dia sendiri pernah terlibat dalam kegiatan kriminal?" "Tidak untuk dicatat." katanya. tidak ada kabar burung tentang dirinya sampai dia ditemukan mati. Kupikir dia berkata sebenarnya. Dia tidak dapat mengingat wajahnya.

"Apakah kau mendapat kesulitan?" "Ya—tidak—aku tidak tahu. "Apa pun yang kauceritakan pada orang lain. Boleh dikatakan profesi kami sebenarnya sama. bukan biru. Ini karena dia pikir aku tertarik padamu. Sheila?" "Apa maksudmu—apakah aku baik-baik saja?" Matanya dikelilingi oleh lingkaran hitam d bagian bawah. Douglas Weatherby siap melayani Anda. aku memang tertarik padamu. sehingga membuat matanya lebih berwarna ungu." kata saya.. "Apakah kau baik-baik saja. Dan aku sudah kembali. Kupikir kau sudah pergi?" "Memang. Nama saya adalah Douglas Weatherby dan saya tinggal di Hotel Clarendon (hotel-hotel vang luar biasa jeleknya selalu mempunyai nama-nama yang keren). tetapi hanya itulah penilaian yang pantas untuknya. tidak\ Berapa kali harus kukatakan padamu?" "Semuanya memang baik. tidak. "Dia selalu pergi ke mana-mana dan sepertinya mencurigai setiap orang. Kopinya berwarna pucat. Ketika pelayan wanita itu sudah mencatat pesanan kami dan pergi. Seseorang mungkin telah memintamu untuk melakukannya. tidak begitu. "Tidak tepat polisi. Kau betul-betul takut. harganya murah. Jika Hardcastle mempunyai prasangka terhadapmu." kata sava. Aku ini untukmu. Aku ingin kau percaya padaku. Kau keluar dari rumah itu pada hari itu dengan sangat ketakutan. mempunyai janji pada pukul dua belas. "Mengapa kau ambil jam dengan tulisan Rosemary di atasnva itu?" "Apa maksudmu? Mengapa aku harus mengambilnya?" "Aku bertanva padamu mengapa kaulakukan hal itu. Apa bedanya buat mereka jika kita menghabiskan waktumu yang berharga dan malial itu di Buttercup Cafe di s^berang jalan ini daripada mendiktekan surat1 surat yang membosankan yang dimulai dengan 'Kepada yang terhormat." dia berkata sesudah berhenti paling sedikit selama satu menit. "Bukan. maka pasti ada alasan khusus." "Mengapa?" "Kau tahu mengapa." Buttercup Cafe mencoba untuk tampil sesuai dengan namanya. "Kaukab itu yang menelepon?" "Ya " "Tapi kau tidak boleh berbuat begitu. sehingga di ruangan itu hanya ada kami saja. Dia berpikir bahwa aku terlibat dalam kasus itu sejak awal mula." Matanya memandang ke bawah. Dia pikir Edna mengenali suaraku di telepon. Yah. Waktu itu masih cukup pagi. Tetapi yang kutuju adalah." "Tidak. apa pun yang telah kaulakukan. jika Dick tidak menceritakan padaku halhal yang diketahuinya tentang dirimu." Dia menyela. Di sana disediakan daging panggang yang lumayan. tanpa maksud jahat. sebab seseorang menempatkanmu di sana. Sheila. Kau mungkin telah menelepon hari itu." "Coba pikir." "Apakah hanya karena menemukan mayat itu yang membuatmu takut? Atau karena hal vang lain?" "Hal lain apa?" Saya memberanikan diri. Sheila." "Tentu saja aku takut." . semua berwarna kuning. dan juga Edna. Saya memesan kopi dan kue untuk dua orang. Saya berkata bahwa saya sudah akan selesai sebelum waktu itu. Pada pukul sepuluh keesokan harinya saya menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan berkata bahwa saya menginginkan seorang pengetik steno untuk menyalin beberapa surat dan mengetik kembali sebuah perjanjian bisnis. kami saling berpandang-an. tidak ada alasan mengapa dia tidak melakukannya. mungkin dia berkata padamu bahwa itu adalah lelucon. Tidak ada gunanya mengatakan itu untuk menghiburku. Apakah kejadiannya seperti itu?" "Tidak. "Mr. Saya maju ke depan. tentu saja bukan." kata saya meyakinkan. Sheila dapat segera datang." "Apakah itu suaramu?" tanya sava. Saya beruntung." kata Sheila. sesuatu yang tidak diceritakannya padaku tentang—" Dia menyela lagi. Ayo-lah. Apakah Miss Sheila Webb bisa datang? Menurut teman saya dia sangat efisien. karena saya juga punya janji. "Mengapa tidak? Aku siap membayar Biro Cavendish untuk jasamu. mari kita pergi dan minum kopi yang enak dalam suasana yang damal. Kau tidak bisa memainkan peranan itu dengan berpurapura. Sebuah cabang yang betul-betul berbeda. "Siapa yang kautakuti?" "Temanmu itu—inspektur itu. Dia pikir itu adalah kisah buatan saja." "Jadi kau tidak mempercayai ceritaku sepatah kata pun?" "Ya. "Apakah kau mengharapkan dia menceritakan segalanya padamu?" 'Tah. tentu saja. bagaimanapun juga. "Dia pikir aku menempatkan diriku di sana. Bahkan lebih dari itu. tidak ada bukti terhadapmu. tetapi ada sesuatu yang tidak kauceritakan padaku. kau harus menceritakan pada&w yang sebenarnya. Kau tidak berpura-pura. Dia pikir Edna dengan suatu cara mengetahui hal itu.. Aku tidak pernah menelepon. Colin. Saya sedang berada di luar pintu putar di larendon. Dia." Pelayan wanita itu mengantarkan pesanan kami. dia pikir aku membunuh orang itu.." "Oh. yang bagi saya terasa lama sekali. Aku ngeri. itu hanya kebiasaannya saja.' dan seterusnya. Sheila. yaitu dengan memakai warna kuning secara bertebth-lebihan dan agresif. Meja-meja berlapis formika. sambil perlahan-lahan mengaduk-aduk kopinya. dan kemudian kau ketakutan dan sekali kau berbohong mengenainya. "Aku tidak tahu kalau pekerjaanmu ada hubungannya dengan kepolisian. "Aku takut padanya. Sudah kukatakan padamu. berpura-pura sebagai Miss Pebmarsh. Kecuali. Dia pikir." Dia kelihatan malu. kerika Sheila muncul. bantalan-bantalan kursi plastik dan cangkir-cangkir dan tatakan-tatakan-nya. Hanya karena kau berada di tempat itu pada hari itu.." "Gadisku sayang. kau harus terus berbohong.Hotel tempat saya menginap adalah sebuah hotel yang kecil dan sempit dekat stasiun. sepu< mantel bulu mink mode terakhir.

" "Hanya itu. dan yang selalu dicerita kannya padaku. "Itu kepunyaanmu?" Dia menahan napas." "Namamu adalah Rosemary. Baiklah kalau begitu. pikir Sheila." katanya dengan suara yang nyaris seperti berbisik. Itu adalah senjata anak-anak—dan dia mungkin tidak pernah berhenti menggunakannya. Dia telah membawanya ke tukang jam tidak jauh dari Biro.i la. Aku mengambil jam itu dan memasukkannya dalam tasku dan aku keluar lagi. Padahal mungkin sederhana saja. "Aku takut waktu itu. Tetapi tidak ada gunanya mempunyai ilusi-ilusi tentang dirinva. Mengapa aku dinamai Rosemary? Itu bukan nama keluarga. Aku tidak tahu apa yang ada di belakang semua ini. Sheila. Kita semua punya kelemahan. bahwa ada sesuatu yang tidak beres. entah bagaimana. seorang pembunuh. kau tahu. Sheila adalah pembohong dan mungkin akan selalu menjadi pembohong. dan dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya? Dan kemudian seseorang datang dan membunuhnya. dan orang mati itu." 'Tetapi seseorang sedang berusaha melibatkan-ku. Itu yang kaulakukan. Aku berdiri tegak setelah menyentuhnya dan aku berdiri di sana menatapnya dan jamku memandangku dari atas meja di samping perapian—jam^w—dan ada darah di tanganku—dan kemudian dia masuk dan aku lupa segalanya sebab dia akan menginjaknya. Jika ayahku adalah seorang penjahat—" ''Apa yang kauketahui tentang avah dan mu?" "Orang tuaku meninggal dalam sebuah kecela kaan ketika aku masih bayi. Itu adalah apa yan diceritakan oleh bibiku. Kelemahan saya berbeda dari kelemahan Sheila. bahwa aku tidak tahu. tetapi saya punya. Kelihatannya. Itu adalah caranya berjuang untuk hidup—penyangkalan yang mudah dan cepat. Aku tidak pernah melihatmu memakai sarung tangan. Dan kemudian aku— menemukan mayat itu. Atau mungkin ibuku." Ceritanya mengalir keluar dengan kata-kata yang tidak keruan. "Bagaimana kau tahu?" "Ceritakan padaku. Itu adalah satu-satunva cara. Dan—dan aku meloncat ke luar." "Aku juga berpikir begitu. Itu sangat bodoh. Membuatku ke sana. Bagaimanapun juga. Aku seolah-olah lumpuh." "Kau tidak mungkin melakukan hal yang lebih konyol dari itu. Orang tidak akan mengatakan bahwa orang tua kita meninggal dan tidak dapat atau tidak mau mengatakan apa-apa tentang orang tua kita. Kau mungkin adalah seorang anak haram. "Ya." "Jadi kupikir mungkin ayahku adalah seorang penjahat—bahkan mungkin. sesudah inspektur itu menanyai aku pada hari itu. Mereka lebih baik mengatakan vang sebenarma. Kartu pos itu. "Baiklah. sekali-dua. Dia tidak begitu memikirkannya. 19?" Kira-kira seminggu. Dan kartu pos itu sendiri —bergambar Si Tua Bailey. "Dan kemudian?" "Aku mulai berpikir. bisa saja. ketika aku bertanya. tetapi dia masih bertahan. sebab jam itu toh sudah tua dan selalu macet dan memang sudah sepantasnya diganti dengan yang baru Dan kemudian.. bukan?" kata saya. bukan? Kenyataan bahwa kau memiliki nama yang sama dengan nama yang tertulis di atas jam itu?" Dia mendengar ketidakpercavaanku. Dia bilang dia tidak menelepon memanggilku—lantas siapa yang melakukannya—siapa yang membuatku berada di sana dan meletakkan jam£« di sana? Aku—aku berkata bahwa aku ketinggalan sarung tanganku dan—dan memasukkan jam itu dalam tasku. Aku melakukannya." gadis itu berkata. Hal itu tidak begitu berarti apa-apa pada zaman sekarang ini. kau tidak punya otak sama sekali. "Baiklah. aku begitu bingung. "Itu jamm«." "Kau kembali ke ruangan itu sebab kau meninggalkan sarung tanganmu. aku mulai berpikir. atau di toko tempat dia makan sandwich di saat makan siang. bukan?" Dia diam sejenak. mungkin—ayahku. Tetapi dia meninggalkannya entah di mana—di bis. Dia telah memiliki jam itu hampir seumur hidupnya. Hari itu hari yang cerah di bulan September. dia menceritakan padaku tentang mereka yang tidak sama dengan ceritanya dulu. mungkin." 'Teruskan." "Jadi kau menduga-duga sendiri. Sheila adalah gadisku —gadis yang kuinginkan—dan ingin kumiliki. "Berapa lama kejadian itu sebelum pembunuhan di Wilbraham Crescent No. 'Tidak ketika aku memasuki ruang itu. Pergi jauh dari sana—itu yang kuinginkan/* Saya mengangguk. saya harus menerimanya sebagaimana dia sebenarnya—sanggup menerima kelemahan-kelemahannya. Tetapi dia tidak pernah membicarakan mereka." 'Tetapi mengapa kaulakukan itu?" "Sebab nama itu—Rosemary. takut. Sampai ketika dia berumur enam tahun dia selalu dipanggil dengan nama Rosemary—tetapi dia membencinya dan mendesak agar dipanggil Sheila. katamu. "Aku tidak memperhatikannya pada mulanya. Jika saya menginginkan Sheila. Akhirnya jam itu merepotkan. Kukira aku—aku konyol sekali." Saya memandangnya. bukan Sheila?" "Dua-duanva adalah namaku. Jangan bohong padaku tentang hal ini. Jadi aku tahu." saya berkata padanya. Itu pasti dikirim oleh orang yang mengetahui bahwa aku telah mengambil jam itu."Aku tidak pernah melakukannya. dan namaku — . tetapi aku tidak merasa begitu. Orang-orang kadang-kadang memang mencoba menyembunyikan kenvataan itu dari anak-anak. dia tidak pernah mengatakan padaku sedikit pun tentang mereka. semuanya seolah-olah ditujukan padafcw. Sava memutuskan untuk menverang." kata saya. Atau ada orang yang ingin membuat agar segala sesuatunya kelihatan seperti aku yang membunuhnya? Oh. Itu berani kenangan» bukan?" "Yang mungkin saja mempunyai arti yang menyenangkan. Tetapi yang penting adalah. Rosemary Shei. Kau tidak memakai sarung tangan apa pun hari itu. kecuali kalau alasan yang sebenarnya adalah sesuatu—sesuatu yang mereka pikir buruk sekali bagi kita. Mengapa ada orang yang menginginkan aku ada di sana? Melibatkanku dengan seorang laki-laki aneh yang sudah mati? Atau apakah orang mati itu yang ingin menemuiku di sana? Apakah dia. kau kembali ke ruang itu dan kau mengambil jam itu. memain-mainkan kuenya di atas piring. Itu namaku. "Dalam beberapa hal. Kadang-kadang..

Anda bertanya pada saya apakah suami saya mempunyai tanda-tanda tertentu dan say* berkata bahwa dia tidak punya." kata saya. aku akan mengundurkan diri. Saya bertanya padanya tentang apa yang sedang dicemaskannya. Itu adalah cara yang sederhana dan mungkin efektif. memandangi sepucuk sufat di tangannya. "Kembali ke London." "Apakah mungkin karena sesuatu yang didengarnya dan dia membuat kesalahan tentang hal itu?" 'Tidak ada apa-apa." kata saya. "Aku pergi lagi sore ini. Luka itu begitu kecil dan tidak penting sehingga saya tidak pernah memikirkannya waktu itu.** "Kalau begitu cocok." Dia mengulurkan surat yang sedang dipegangnya itu pada saya." "Aku meragukannya. dan luka ku harui dijahit. Tetapi saya salah. Kemudian saya pergi. "Apakah kau punya musuh pribadi? Pemuda-pemuda yang tidak puas. Dia tidak mungkin berpikir bahwa aku terlibat dalam pembunuhan itu." kata saya.Rosemary—pada jamku sendiri yang seharusnya tidak ada di sana. Dia tidak mungkin bisa. Apa yang menyusahkanmu?" . Hormat saya." "Tidak seorang pun dapat menentukan apa yang terbaik bagi orang lain. Dengan hormat. menyiapkan tas dan menitipkannya pada pengangkat barang di hotel. Bila aku sudah selesai dengan tugasku yang sekarang. Sebenarnya dia memiliki sebuah bekas luka di belakang telinga kirinya. Pada tempat yang disebutkannya. Merlina Rival. Rute saya membawa saya melewati kantor polisi dan „setelah ragu-ragu sejenak.. NARASI COLIN LAMB Ketika Sheila sudah pergi." Saya tidak yakin apa maksud kata-katanya itu. Sebuah bukti yang menyenangkan. tetapi Keingintahuan Pribadi si Colin Lamb menarik saya. saya masuk ke dalam. saya tetap tidak percaya bahwa Sheila telah bercerita sejujur-jujurnya. Dick. Bahkan sekarang. tidak dapat menahan diri lagi. kendati saya tahu bahwa lebih baik untuk mengakhiri pertemuan kami dengan kata-kata yang romantis. "Maukah kau menerima sebuah nasihat dariku?" "Tidak." kata saya menuduh. ternyata Sheila pintar juga. gadis-gadis yang cemburu. 413. Apa artinya angka-angka itu? Mengapa menulisnya di atas kartu pos dengan kata: INGAT kecuali kalau kata dan angka itu mempunyai arti tertentu bagi orang kepada siapa kartu itu ditujukan? Saya menarik napas. Dia tidak peduli. "Tentu saja tidak. Clarendon adalah hotel yang menyukai Anda untuk check out sebelum jam dua belas siang." "Kukatakan sesuatu padamu. "Tulisannya bagus. kataku. "Kau harus pergi—menjauhkan diri —jika kau tahu apa yang terbaik untukmu. Orang memang tidak peduli kalau mereka mau menasihati Anda. "Bacalah. (Tentunya itu adalah kata-kata yang paling tolol dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya). "meskipun alu." kata saya segera." Dia mendongak. Kau akan baik-baik saja. Kau harus menarik telinganya ke depan sebelum kau dapat melihatnya. "Kau terlalu banyak mengetik cerita-cerita seram dan misterius. membayar rekeningnya dan berdiri. Itu adalah sebuah kisah yang fantastik. Saya baru memikirkan sesuatu." Saya menggeleng-gelengkan kepala memandangnya. "Apa yang sebenarnya telah kaulakukan dengan jam itu? Menyembunyikannya dalam lacimu?" Dia diam sejenak sebelum berkata." Saya cukup terkesan. Semuanya membuatku panik dan melakukan sesuatu yang konyol. saya menyeberangi jalan menuju Clarendon. Saya tidak dapat tidak memikirkannya. Paling tidak—kupikir begitu." "Apakah dia tidak melihatnya ketika mayat itu ditunjukkan padanya?" Hardcastle menggelengkan kepala. Tidak ada!" Saya memikirkannya. "Tertutup oleh telinga. tidak pernah suka tinta ungu." Jadi begitulah. Omong-omong. Mungkin saya yang terlalu rendah menilai Sheila." "Mengapa?" "Aku seperti pendeta Zaman Victoria yang kuno. Saya menanyakan Hardcastle daff ternyata dia ada. seseorang yang mungkin agak terganggu jiwanya yang ingin membalas dendam padamu?" Kedengarannya sangat mevakinkan sekali waktu saya mengatakannya. "Bagaimana dengan Edna? Apakah kau tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ada dalam pikirannya tentang dirimu? Mengapa dia datang ke rumahmu untuk berbicara denganmu kalau dia bisa menemuimu tiap hari di kantor?" "Aku tidak tahu. Terkena pisau cukur ketika anjing kami mener-jangnya. "Jangan cemas. Saya menemukannya sedang mengerutkan dahinya. Aku juga punya Keraguan/' "Berilah waktu pada dirimu sendiri." kata saya. Kalau dipikir-pikir.. memandang saya dengan ekspresi wajah sedang memikirkan sesuatu. "Jasa Pelayanan Pi ibadi Colin Lamb sedang melaksanakan tugasnya. Apakah mayat itu punya bekas luka?" "Dia memang punya bekas luka. dan kita akan hidup bahagia untuk selama-lamanya. Bahkan sekarang saya tetap tidak yakin dengan urusan jam itu. "Aku membuangnya di tong sampah tetangga sebelah. seperti katamu. Dick.

" "Anda mungkin bisa memberi kami informasi yang sangat berguna bagi kami. "Mungkin. "Dia itu betul-betul seperti kerang. kemudian dia berkata dengan suara pelan.. Dia harus memilih cara hidupnya sendiri dan saya harus memilih hidup saya sendiri. dia telah pergi ke balik Tirai Besi." Dia meneruskan." "Saya mengerti. "Oh. dan kemudian pergi ke Moskow. Memang berbeda rasanya. Saya percaya. Mereka akan menganggap Anda jahat bila Anda menolak. Apakah saya akan melihat Michael lagi atau tidak. Mereka adalah orang Inggris. hal-hal seperti itu." Saya memang ikut merasa sedih. Saya tidak bisa. bukan?" Dia diam sejenak. Dia tidak mengatakannya pada saya sampai saat terakhir. 'Tidak. Lamb. "Bolehkah saya berbicara dengan Anda sebentar? Saya pernah kemari. Saya harus membuat rencana-rencana sekarang. Saya mencintai suami saya. Dia hampir-hampir tidak mengangkat matanya untuk memandang saya. "Mungkin Anda juga merasakannya." Kelesuan hilang dari tingkah laku Mrs. pasti ada hubungannya dengan seorang wanita pada akhirnya." "Dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak cukup bersimpati pada tujuan suami Anda?" "Tidak. Sebuah kerutan kecil nampak di antara alisnya. Tiba-tiba ada sifat tegas dalam tingkah lakunya. Dia menginginkan saya membawa anak-anak." kata saya lembut. bukan. "ada apa kalau begitu?" "Suami Anda masih di luar negeri?" "Ya." "Apakah dia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu?" "Saya kira begitu." "Tidak mungkin. di negeri mereka sendiri. membuat sebuah isyarat kasar untuk menunjukkan sebuah kursi dan dia duduk di depan saya. Ramsay. Mengapa?** "Aku menyebut-nyebutnya pada kepala polisi yang berkata bahwa dia mengingatnya dengan baik—kasus pembunuhan Pandu Putri. Saya ingin anak saya dibesarkan di sini. Bolehkah saya masuk?" "Jika Anda mau. Dia tersenyum kecil. bila dia memutuskan untuk datang kemari. "Saya turut sedih. Ramsav sambil berdiri. Hal itu memang membuat saya terpukul. saya tidak begitu terkejut." "Apakah suami Anda terlibat dalam kasus Larkm?" "Saya tidak tahu. "Itu pasti merupakan sebuah pilihan yang berat.. "Kita lebih baik saling berterus-terang. Mrs. Saya tidak mau membawa anak-anak! Hanya itu masalahnya. mentari tahu siapa yang menjadi teman dalam perjalanan. tetapi saya sudah melewati saatsaat terburuknya. Saya tidak betul-betu. tetapi saya tahu satu hal dengan pasti. Tetapi Anda pasti sudah mengetahuinya. tetapi saya bekerja pada departemen yang betul-betul berbeda.." Dia mengangkat matanya untuk mengamat-amati saya dengan lebih saksama. Atau Mr." Waktu menunjukkan pukul dua belas seperempat ketika aya menekan bel di Wilbrabam Crescent No. tentang pembunuhan terakhir ini? Gadis yang terbunuh di bilik telepon umum. Mungkin simpati sava yang tulus dalam suara saya menyentuh perasaannya. "Tenang sekali di sini hari ini—saya kira anak-anak Anda telah kembali ke sekolah?" "Ya.." "Bukan. Ada sedikit kemarahan dalam suaranya. Dan kaum wanita dapat menjadi sangat fanatik. Anda mungkin tidak ingat. dia tidak pernah menceritakan apa-apa dengan jelas pada saya. saya tidak mengatakannya begitu! Pandangan saya semata-mata bersifat pribadi." kata saya. "Saya kira Anda ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada sava. saya kira. Saya muak dan jemu pada semuanya! Ketika Michael berkata bahwa dia akan meninggalkan negara ini." Dia memimpin jalan menuju ruang makan." Dia memandang saya dengan sedikit terkejut. Dia menggelengkan kepala. kira-kira sepuluh liari yang lalu. "Ada apa?" katanya." "Apakah Anda tahu ke mana dia pergi?" "Kurang lebih. dalam pekerjaan Anda. Ramsay membukakan pintu." "Dan hanya itu saja saya kira." kata saya. "Ya. tajam. bukan?" "Nama saya memang Lamb.." katanya. Anda harus berusaha mengorek-ngorek apa yang tersembunyi di balik kulit seseorang." Tiba-tiba Mrs. tidak peduli apakah saya setuju dengan pandangan politiknya atau tidak. Saya cukup mencintainya sehingga saya mau menemaninya ke Moskow. Ramsay memandang saya dengan lebih bersemangat. Aku harus mengadakan sebuah penyambutan yang hangat.. "Anda datang—Anda bersama inspektur polisi itu. Saya tidak pernah lebih daripada seorang simpatisan sayap kiri yang moderat. Dia menatap saya dengan cepat. "Saya pikir Anda adalah Sersan—Lamb. Sesudah dia menceritakan semuanya pada saya." Dia berhenti sebentar. yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Ramsay. dan langsung. Saya berkata. bukan. Saya tidak ingin tahu. Serigala berbulu Domba (Lamb). bukan?" "Betul. Apa yang harus dilakukan. Anda menyelidiki secaia mendalam hal-hal seperti itu. Mrs. Maksud saya bukannya saya tidak mau. mengetahui apa yang mereka rasakan dan pikirkan. siapa yang menjadi anggota partai. saya tidak tahu. boleh saja. bukan itu. tetapi tingkah-kkunya sekarang menjadi lesu. kecuali kalau dia betul-betul fanatik. tetapi saya tidak. apakah tetap tinggal di sini ." "Dia telah pergi agak lama. atau siapa pun Anda sebenarnya. Saya harus memutuskan apa yang ingin saya lakukan.Hardcastle berkata dengan muram bahwa kasus itu membuatnya jengkeli Dia bertanya apakah saya akan menemui teman saya si orang Prancis atau Belgia itu di London. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dengan mereka." kata Mrs. Dia tidak pernah bercerita pada saya atau membicarakan hal itu dengan saya. 62." "Anda tidak tertarik dengan pandangan politiknya?" 'Dulu ya. Saya kira mungkin juga. Ramsay? Dan pergi agak jauh?" "Apa yang Anda ketahui tentang itu?" "Yah. Orang tidak akan menolak seorang polisi untuk masuk ke rumahnya.. Mrs. Saya kira. ke mana harus pergi. Saya ingin mereka dibesarkan sebagai anak-anak Inggris biasa. itu betul. terlibat dengan kepolisian. bukan? Menelusuri masa lalu. Mr.. menghilang. tanpa nada. Anda tahu. "Dia ingin saya menemaninya di sana. ya. kemudian berkata.

maafkan saya. Memang sulit untuk mengetahui apa yang hai us kita lakukan dengan diri kita sendiri. menatap saya. "Angus dan saya telah menikah selama dua puluh tahun. Seperti ini kira-kira: Mr. saya membuat daftar pertanyaan di luar kepala. Maksud saya Mrs. Pergi bersama seorang gadis yang menyenangkan. hanya perjalanan sehari ke Boulogne. Mr. 19Bagaimana caranya? Seseorang pasti telah melihat sesuatu! — Siapa? idem — Apa? Saya membelok ke kiri lagi. Kelihatannya hal itu agak mengejutkan bagi istrinya. muncul dari balik sudut rumah." saya menjelaskan. Apakah saya harus mengunjungi Miss Pebmarsh? Menekan bel dan berkata—yah. bukan?*' "Yah—" saya mengucapkan kata itu dengan nada yang tidak menyiratkan pendapat. Saya heran apa saja yang ada di dalamnya. "Dan bagaimana kalian menghadapi hal-hal itu?" dia bertanya dengan cerewet. "Hanya keripik jagung dan telur serta semangka. "Jadi Yard menaruh minat. Ketika saya keluar melalui pintu. McNaughton mengundurkan diri dari jabatannya. begitu. 61 dan saya berjalan menuju Albany Road. saya kira. Dia segera mengenali saya. kemudian dia mencondongkan kepalanya ke depan. Sayang. Saya tidak tahu apa-apa. Omong-omong." Kelihatannya tidak ada pintu yang dikunci di Wilbraham Crescent. "Itu harapan saya. Dia sedang membawa sebuah tas belanja dan kelihatannya kakinya sangat goyah. Keripik jagung. Ternyata di bawah lembaran gelatine terdapat tiga botol wiski." Saya membawakan tasnya sampai ke pintu depan rumahnya dan dia berjalan di sebelah saya. McNaughton kadang-kadang begitu cerah dan suka omong." kata saya dan mengambil tasnya. "Saya juga. Wanita yang tampangnya begitu biasa." katanya pada suaminya. "Dia kelihatannya telah menikahi seseorang yang derajatnya jauh sekali di bawahnya." katanya. "Anda adalah anak muda dari kepolisian.. Dan sekarang dia sering berkebun karena sudah tidak mengajar lagi di universitas.. "Oh. sambil tersenyum cerah. "Oh. Currv (Castleton) — telah dibawa ke No. Mungkin saya akan mengambil kursus steno dan mengetik lagi. Dia mulanya tidak mau membiarkan saya membawanya." Saya mendoakan dia agar berhasil dan pergi. Tas belanja itu sangat berat. dan melemaskan pegangannya. "Pintunya tidak dikunci. McNaughton. Tetapi dapatkah saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik? Ketika saya membelok ke Albany Road." kata saya. McNaughton pada saya—sikunya menusuk saya. "Saya tidak mengajak istri saya." Dia menarik napas. kau sudah pulang. Rival. "Saya mulanya tidak mengenali Anda. Saya juga!" dia mengedipkan matanya pada saya. Saya akan mencari pekerjaan. Pagi itu boleh dikatakan "pagi para tetangga"." Pada saat itu." saya menjelaskan. Kami berdua tertawa seperti layaknya pria yang menguasai dunia. mengedip kembali. Saya dulu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sekretaris." "Jika Anda mengira saya tahu segala sesuatu tentang hal itu. Pirang. McNaughton. "Mari saya bantu. Anda bukan orang sekitar sini. gombal! Saya menjadi ingin tahu.telah dibius-Kapan? idem — telah dibunuh-Di mana? Mr." "Dia tidak pernah melihatnya lagi selama lima belas tahun. Tidak boleh cerita sembarang-an di luar sekolah. dengan sekop di tangannya. Memang tidak logis kalau tidak ada seorang pun yang melihat sesuatu! Mungkin Hardcastle telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang salah. Anda tidak hadir pada pemeriksaan itu. Curry (Casdeton) ." "Nah." Saya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Saya sudah menduga memang tidak ada apa-apa lagi. Bland ketika saya berjalan di sepanjang Crescent menuju Albany Road. "Sudah lama sekali. Tetapi orang harus membereskan dulu semua-semua yang kurang jelas itu. jangan melamar ke Biro Cavendish. Dia berjalan menuju No.. apa vang harus-saya katakan? . bukan?" Saya berkata bahwa saya ada di luar negeri waktu itu. Mungkin itu pula sebabnya mengapa Mr. Ukurannya lumayan hot" "Perjalanan bisnis?" kata saya.atau pergi ke tempat lain." bisik Mrs. harus ada lebih banvak yang dapat diperoleh dari para tetangga. Saya mengerti mengapa Mrs. Saya pergi ke pemeriksaan itu. Saya meletakkan tas itu di meja dapur. Mr." Dia menyikut saya dengan sikunya (hampir seperti Mrs. "Paris?" saya bertanya. Terdengar bunyi berdenting. Anda salah. Seperti kata Poirot. Membayangiseseorang. "Apa kabar? Bagaimana dengan kejahatan itu? Saya lihat mayat itu sudah bisa dikenali. Saya harus mengatakan bahwa dia tidak begitu sedih dengan kematian suaminva. dan mengapa kakinya kadang-kadang sedikit goyah. McNaughton!). "Siapa yang—saya baru saja pulang dari luar negeri. saya hampir menubiuk Mrs. Sekarang saya berjalan di sepanjang Wilbraham Crescent persis seperti ketika saya berjalan pada tanggai 9 September. bukan?" Saya mengelak dengan berkata bahwa saya datang dari London. Bland kelihatannya dalam kondisi yang baik. Berkilo-kilo kentang? "Jangan mengebel. Tidak. Saya tidak mendapat apa-apa darinya. "Mengapa tidak?" "Gadis-gadis yang bekerja di sana tampaknya sering mengalami hal-hal yang tidak menguntungkan. Saya berjumpa dengan Mr. Saya tidak puas dengan diri saya sendiri." katanya. sebagai penyegaran. Biar kubawa-kan barang-barangnya—" "Letakkan di dapur saja. "Saya mengerti.

saya teringat lagi dengan getir! Tidak perlu diragukan. Perbandingan yang kontras antara ketidakmanusia-wian flat-flat persegi itu membuat saya merasa iba melihat keagungan Victoria yang memudar di Wilbraham Crescent. Dia juga kelihatan agung tetapi mungkin sudah bosan hidup. saya memperhatikan dengan cermat posisi jendela yang saya minati itu. Curry dulu juga datang kemari. 19. dua orang wanita dengan tas-tas belanja mereka. agak kumal dan tidak dibicarakan orang. tetapi benar-benar ada dan terjadi. Saya salah. Saya mendongak. Mengapa tidak ada tetangga di sana? Mengapa tidak ada deretan rapi rumah-rumah yang menghadap ke arah saya.Mengunjungi Miss Waterhouse? Tetapi apa gerangan yang harus saya katakan pada«y<*? Mrs. atau—yang mana jauh lebih mungkin—setiap orang yang ada di rumah selalu makan di dapur "modern". Sesuatu yang tidak kita harapkan dan tidak pernah kita pikirkan. Saya berhenti dan menyapanya. Ada seorang anak di jendela itu. bagaimanapun juga. saya yakin. Sudah selalu menjadi keyakinan saya bahwa jika kita menunggu cukup lama. Saya berdiri di sana. dan kucing oranye yang sama. di bagian tengah gedung itu. yang berakal sehat dan senang bisa mendapat pondokan. persediaan tetangga sedang langka di Wilbraham Crescent." saya berkata sedih. menyendiri. yang pernah saya lihat sebelumnya. Tetapi tidak dalam bahasaku. dan apa yang dia katakan. sampai dia tiba pada nomor yang dia inginkan? Wilbraham Crescent tidak pernah kelihatan begitu indah. Pengamat kecil saya. Sebuah Rolls-Royce yang sangat tua muncul dengan agungnya menyusuri jalan itu. juga memperhatikan nomor-nomor itu. melainkan balok-balok beton yang besar. dan satu atau dua peralatan kecil yang tidak dikenal oleh sebagian besar orang apa fungsinya. Yang selalu berharap untuk menemukan dan melihat sesuatu yang bisa membuat skandal. jam yang dikeramatkan oleh tradisi Inggris sebagai jam untuk makan siang. Pus. Lensanya tidak cukup kuat tetapi memadai. Anda akan terkejut pada kegunaan barang-barang itu. itu dia muncul lagi. atau hampir. Ternyata ada tetangga di sini. dua orang anak laki-laki naik sepeda. "Oh! Seandainya batubatu ini dapat berbicara!" Kelihatannya itu adalah kutipan favorit pada zaman itu. 20. menyebut nomor-nomor itu dalam hati. juga kapur dan lapisan semen. berpikir. Beberapa peralatan kecil yang kelihatannya tidak berguna. bagaimanapun juga. Dia tidak akan mendengarkan. Saya menyimpan berbagai macam barang dalam saku saya. tetapi terlebih dulu saya lepaskan cakarnya yang suka main-main itu dari bahu saya. Sudah saatnya. kendati sembarangan dan tidak relevan. Kilatan cahaya itu muncul lagi. dan kelihatan tidak manusiawi itu? Seperti sarang lebah berpenghuni manusia. Saya mempertimbangkan bahwa itu memang saat yang tepat untuk melakukan suatu pembunuhan. mungkin juga dia tidak bermaksud menggoda." kata saya. dikemudikan oleh seorang sopir yang sangat tua. Apakah mungkin kali ini adalah kesempatan saya? Mendongak lagi pada gedung besar persegi itu. pada orang-orang yang berkeliaran di sana. kita pasti akan memperoleh sesuatu. Kucing oranye itu membuka mulurnya. Hemming mungkin? Tidak begitu penting apa yang hams dikatakan seseorang pada Mrs. menurut kebudayaan tahun enam puluhan." saya membuka pembicaraan dengannya. Sebuah selotip." kata saya. tetangga yang sangat berguna jika dia bisa bicara. Dia memegang sebuah teropong opera kecil dan dia sedang mengamat-amati saya untuk menggoda. yang tidak tahu apa yang mereka cari. Yang lumpuh dan yang pincang serta yang jompo tidak tinggal di rumah mereka sendiri lagi. Saya memandang ke seberang jalan. Rumah-rumah itu sendiri mungkin telah diawetkan seperti mumi terhadap tanda-tanda kehidupan yang ada di dalamnya. "tidak ada orang jenius yang melihat. barang-barang yang mungkin berguna. yang disewa oleh lebah-lebah pekerja yang keluar terus sepanjang siang dan hanya pulang pada saat malam untuk mandi atau merias wajah mereka dan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan pemuda-pemuda mereka. Meskipun jendelanya ditutupi dengan saksama dengan kawat nilon. Tetangga. atau memenuhi rumah-rumah sakit yang sebenarnya tempat tidurnya sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit. seperti yang saya lakukan dulu. Saya sedang bersandar pada tiang pagar No. Tidak ada orang sama sekali di sana. Mereka sekarang duduk mengelompok di rumah-rumah jompo dengan nyaman." Kucing itu merasa tersinggung. Saya dapat melihat kepangan rambutnya yang panjang pada salah satu bahunya. entah di mana. Saya mengeluarkannya dan memegangnya di depan mata saya. Mata saya menangkap kilatan cahaya. sekarang mengarahkan teropongnya ke arah sopir itu. Pada satu atau dua lumah saya dapat melihat melalui jendela-jendela yang tak bertirai. Selalu curiga. tetapi balikan itu pun sudah langka sekali. dilayani oleh sanak saudara yang setia atau seseorang keluarga jauh yang miskin. sedang duduk di atas tiang pagar itu. Tetapi batu tidak dapat berbicara. yang mengalahkan kepopuleran renda-renda Nottingham. saya ingin tahu? Apakah itu bagian dari rencana si pembunuh? Saya akhirnya tiba di No. Hal ini merupakan kemunduran yang serius bagi penyelidikan kriminalitas. begitu pula dengan bata dan semen. Sebuah jendela terbuka dan seseorang memandang melaluinya. mungkin menunjukkan sesuatu. Dia memandang saya dengan dingin melalui bahunya dan mulai menjilati dirinya. Saya tahu mengapa. Dia melewati saya perlahan-lahan. Wilbraham Crescent tetap tinggal diam. Apakah Mr. Apakah pembunuhnya telah memikirkan hai itu. Paduka. Hemming. "Jika kucing bisa ngomong. Seperti banyak anggota masyarakat lainnya yang dungu. saya berdiri di sana dan menatapnya. sekelompok orang yang sedang mengelilingi meja makan. Saya terus berjalan. tidak perlu diragukan lagi. "Aku tahu kau bisa. Sebuah wajah yang sedikit tertutup di baiik sesuatu yang dipegang di depannya. "Maafkan saya. mengeluarkan suara meong yang mengalun. "Tidak ada tetangga. Masalahnya wanita tua seperti itu kelihatannya sudah hilang dari peredaran sekarang ini. Saya bingung. Kuno. ada hal lain yang mempe-sona di siang bolong di Wilbraham Crescent. yang cukup mampu untuk membuka pintu-pintu yang terkunci." Saya merasakan nyeri yang menusuk di bahu. Ya. memata-matai dan mengintip. Saya memasukkan tangan ke dalam saku. Apa yang saya inginkan— apa yang diinginkan Hardcastle—adalah seorang wanita tua yang suka gosip. saya perhatikan. jam satu siang yang suci. Apakah kau duduk di sini hari itu? Apakah kau melihat siapa yang masuk atau keluar dari rumah itu? Apakah kau tahu semua vang terjadi? Mustahil untuk mempercayaimu. menghitung dari jendela itu ke batas pinggir . Pada saat itu. Karena tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya. seperti dia dalam barisan mobil saja. "Aku tahu kau bisa bicara seperti diriku. melewati saya. Dia berpaling dari saya dan mulai mengibaskan ekornya. Di antara barang-barang lain saya memiliki sebuah teropong burung ukuran saku. sebuah kaleng berisi serbuk kelabu dengan label yang salah dan sebuah insuflator untuk digunakan dengan serbuk itu. yang punya banyak waktu luang. Saya nyaris saja berteriak dengan gaya Victoria. Ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan.

Dia melihatnya menunjukkan bahwa dia tidak mengenali benda itu. "Tuan ini. Pesawat itu jatuh.. "Cartinghaven Engineering Works. Di dalamnya terdapat sebuah pisau pemotong buah dari perak. Geraldine cukup terbuka bagi suatu percakapan. Yah. membungkuk ke rerumputan." Di sini saya menggunakan sedikit isyarat. Nomor di atasnya. Dia memiliki dahi vang menonjol. pikir saya. mendongak ke atas kepala seolah-olah kaget." "Anda pergi sajalah. tercium bau gosong dari dapur. "Halo. Dari luar kelihatannya cukup sederhana untuk mengira-ngira letak sebuah ruangan. Sebuah kursi telah ditarik ke dekat jendela dan di atasnya duduk seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun. "Menjatuhkan sesuatu—dari jendela. Aku mengajarinya. dia bilang kamu—kamu menjatuhkan. dan dikepang dua. tetapi saya tidak membunyikannya. Baru dua minggu. dan saya cukup vakin bahwa saya menemukan pintu yang benar. "Permisi. celakanya. Kalau saya tidak bersikap sebagai seorang yang membosankan dan tidak menarik." "Ya. Kadang-kadang Gerry. Penunjuk jalan saya berteriak bingung." "Anda sibuk memasak. Anak itu menjawab "Halo" dan memandang saya dengan pandangan menyelidik yang lama. Tangannya telah buru-bmu diseka tetapi masih terdapat bekas-bekas tepung. Seorang gadis Skandinavia pirang bertubuh besar dengan wajah tersipu-sipu dan memakai pakaian berwarna cerah. Gadis kecil itu kelihatannya biasa-biasa saja. maka dia pasti cukup siap untuk berbincang-bincang." Saya membuka tangan saya. Kemudian saya berjalan sampai saya tiba di pintu masuk flat-flat itu. tanpa memaksakan pertanyaan konyol seperti itu. Beaver-bridge. bertuliskan PENJAGA. 77. Dia tidak mengerti bahasa Inggris. Semua penumpangnya mati. "Maaf. Pada waktu-waktu lain saya kira pasti ada seorang penjaga di sini. Dia baru di sini." "Aduh." kata saya hangat. "Dia meninggal ketika aku baru be i umur dua bulan. 'Tepatnya empat belas tiga perempat mil dari sini." "Dan ibumu?" "Mama sudah meninggal. saya masak. menuju ke gedung itu. Di situ ada jalan setapak yang cukup lebar." kata saya. dan memindahkan sesuatu dari tangan saya ke dalam saku. "Saya tidak ingin mengganggu Anda. menyeberangi gang dan membuka sebuah pintu. Kemudian saya mengitari gedung ttu sampai saya tiba di pintu masuk. maka akan merupakan suatu kebanggaan jika ibunya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan semuanya." dia mengangguk kuat-kuat. berpura-pura mencari sesuatu dan akhirnya berdiri tegak. saya sudah sering latihan dengan keadaan-keadaan seperti itu dulu. Saya harus menunggu sebentar. "Itu Ingrid. lurus. "Saya kira—saya tidak pernah melihat." kau saya simpatik. maafkan saya. dengan sebuah kaki yang sedang digips." katanya." "Maaf?" Kelih atannya dia mengerti maksud saya." Dia tersenyum ramah pada saya." kata saya. "Geraldine Mary Alexandra Brown. "Ya. Dan Papa tidak suka singkatan. Siapa nama panggilanmu?" "Geraldine. tetapi dan dalam gedung ternyata membingungkan. Dia menjatuhkan sesuatu dari jendela." Salah satu keuntungan besar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah bahwa mereka mempunyai logika mereka sendiri." kata saya. Ada sebuah bel dengan tanda besar di atasnya. "panjang sekali." kata saya. ya. Saya memasuki ruangan itu. Di tepinya l>edeng-bedeng bunga yang rapi ditata pada posisiposisi yang strategis di atas rerumputan." Dia berbicara dengan puas dan saya pikir bagi setiap anak yang ibunya sudah meninggal. Dia menjawab dengan ketepatan yang sama dan terinci yang telah ditunjukkannya sebelumnya. Bahasa Inggrisnya belum begitu baik. memandang saya dengan penuh selidik. dan sepasang mata kelabu yang sangat cerdas. "Siapa namamu?" Dia segera menjawab dengan tepat. "Papamu pergi. Dia lagi sendirian dan bosan dan munculnya seorang tamu akan diterimanya dengan sikap terbuka. Ini dia. "Jadi kau punya—" Saya melihat ke pintu. Bagaimanapun juga. "Aku mengerti.gedung dan dari tanah ke jendela itu.." Dia berian dengan gesit. yang mengitari gedung itu. Ada lift otomatis dan saya masuk ke dalamnya dan menekan tombol ke lantai empat." Dia mengangguk. dagu yang tajam. "Saya memungutnya dan membawanya kemari." kata saya.. Itu betul. sehingga mudah bagi saya untuk menebak apa yang sedang dilakukannya. Rambutnya tipis. "Jika Anda membolehkan saya mengembalikannya pada gadis itu. menutup pintunya dan mendekati kursi itu." kata Geraldine. yang menembus serta nyaris membuat saya gemetar. "Saya dapat menanganinya sendiri. Lantai empat. Ternyata di baliknya ada sebuah ruang duduk yang menyenangkan. Dia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. Pulang dari Prancis. Saya berpendapat bahwa lebih baik mengambil tindakan. Orang dewasa akan segera bertanya apa yang saya inginkan. dan ada sedikit noda tepung di hidungnya. Sesudah itu saya harus memeriksa setiap hal dengan hati-hati. ruang depan menjadi kosong. Dia datang dari Norwegia.." Pada saat itu. kemudian pintu itu terbuka. tetapi aku tidak suka yang itu. betul atau salah." . tanpa berkurang keceriaannya." kata saya. "saya kira Anda punya seorang gadis kecil di sini. jadi saya melangkahi jalan setapak itu. Saya menekan bel dan berdiri menunggu peristiwa berikutnya. adalah No. ya. ya?" kata saya. Dia menunjukkan jalan. tetapi pada saat-saat suci antara jam satu dan jam dua. "Maafkan saya—apa Anda bilang?" "Seorang anak di sini—seorang gadis kecil. tujuh adalah angka mujur. "Aku Colin Lamb.

Kau tahu. Kau tahu. Tentu saja aku tidak tahu nama-nama asli mereka. tidak membuang-buang uang. Sebetulnya" aku sedang lewat di bawah sana. saya pergi. Plasticine." "Ya." "Pembunuhan itu?" kata saya. "Ada pembunuhan di rumah itu." katanya. tetapi dia berjalan seolah-olah dia bisa melihat. jadi aku menghabiskan banyak waktu dengan melihat ke luar jendela dengan ini." kata saya. "kucing oranye. "Ya. "Bukan untuk bayi dan untuk pura-pura. Dia sangat baik. Saya mengembalikan teropong itu padanya. dengan rasa kaget. "Oh." kata Geraldine. ya?" "Kami baik-baik saja."Dan dia mengajarimu bahasa Norwegia?" 'Tidak banyak. "Dia mencoba membuat kue tart hari ini." "Dia menjadi gugup kalau memasak. bukan?" "Ya. Ingrid. "Boleh kulihat?" kata saya. tetapi aku bosan mengerjakan apa-apa. "dan apa yang kaulihat. 19 dan daerah sekitarnya." Dia mengangguk kuat-kuat dan membuat gerakan-gerakan dengan tangannya. "Itu adalah Marchioness (gelar bangsawan) dan Carrabas. Saya mengambilnya dari tangannya. dan kupikir kau menjatuhkan sesuatu dari jendela." kata Geraldine. dan barang-barang seperti itu." "Ini sungguhan. Maksudmu kau dapat memotong apel dengannya dan buah-buah lainnya. Dia menunjukkannya pada saya menuliskan kejadian-kejadian di dalamnya. "Aku jatuh dan kakiku patah. Matanya bersinar menunjukkan betapa pentingnya keterangan yang akan diungkapkannya. siapa yang tinggal di dalamnya dan hal-hal lain sepeiti itu." kata Geraldine bangga. di sana. Memang sangat bagus." "Baiklah. "Kau menyukainya?" "Ya. Ayah Geraldine. tetapi sekarang sudah tidak.. "Kau kembali." kata Geraldine. "Bukan punyaku. "Oh." Saya menyodorkan pisau pemotong buah dari perak itu." "Ceritakan lebih banyak tentang orang-orang yang tinggal di sana itu." kata Geraldine. seperti Kucing Bersepatu Bot. aku melihatmu. "Apakah kau datang untuk makan siang ?" "Tidak persis begitu. Tahukah kau? Dia suka makan ikan mentah. Masakannya kadang-kadang agak aneh." Dengan bangga dia memamerkan sebuah teropong opera kecil." Geraldine menjelaskan." "Aku punya catatan kecil." kata saya." ' "Aku melihat ke luar jendela hampir sepanjang hari." "Pasti membosankan. Senang juga kau punya seorang tamu. ada seorang wanita buta di sana. "Apa ini?" "Pisau pemotong buah." kata saya. "Cukup bagus. Dan boleh dikatakan. Siapa yang tinggal di rumah di sebelahnya—yang rapi itu?" "Oh. Harry maksudku. "Kualitas nomor satu. "Aku punya sepupu bernama Dick dan dia mengamat-amati kereta api. Kami juga mengamat-amati nomor-nomor kendaraan. Meskipun aku tidak mematahkannya dengan cara yang menarik. Dia baik." katanya. juga waktunya. kau lihat ini. Dia menceritakan banyak hal padaku. Dia punya kucing banyak sekali. Geraldine mengangguk." "Aku baru saja berbicara dengan salah seekor di antaranya." "Sial. Ingrid membuka pintu dan muncul sambil terengah-engah. aku benar-benar melibatnya Sungguh menarik/* . "Kupikir tidak begitu banyak yang tidak kaulihat. Harry." Saya mengatakannya dengan biasa tetapi Geraldine cepat bereaksi. crayon. aku suka tart. buku-buku." "Kukira kau pasti tahu tentang semua rumah di sana. Mulanya agak sakit dan nyeri sedikit." kata saya." "Bukan—aku tahu itu sangat bermutu." "Aku?" "Ya.. Sayangnya tidak banyak mobil yang lewat jalan ini. sambil menunjuk." kata Geraldine. aku tahu." Saya membukanya. "Ya. mengatur teropong itu pada mata dan melihat ke luar jendela." Geraldine menarik napas. teka-teki bergambar. "Bagus sekali. Mengapa kaupikir aku yang melakukannya?" "Yah. jadi aku menundanya sementara ini. "Ini sangat bagus. Sangat mengagumkan bagaimana jelasnya Anda dapat melihat Wilbraham Crescent No. Tetapi Papa membawakanku macam-macam." tambahnya. Aku tidak menjatuhkannya. mula-mula curiga dan kemudian mengangguk memujinya. Memang menyenangkan kalau ada seseorang yang dapat diajak ngobrol." kata Geraldine tegas. Dia menceritakan tentang pembunuhan itu." "Aku pernah makan ikan mentah di Norwegia. bukan?" Geraldine tersenyum senang. Dia betul-betul buta. "Kau pasti sangat cermat. Aku sedang turun dari bis dan bisnya tiba-tiba jalan." Dia menambahkan dengan sopan. kalau memang dia yang memberikan benda itu. Penjaga gedung memberitahuku. maksudku. "Orang yang pohon-pohonnya tidak rapi itu." "Itu pasti cukup menyenangkan. "kalau dia mencoba sesuatu yang baru." "Ya. Seperti mengamat-amati kereta api. kau sedang melihat ke luar jendela dan." kata saya." kata sava. "Kau baik-baik saja. Geraldine memandangnya. jadi aku memberi mereka nama karanganku sendiri. Dan kadang-kadang kami makan sangat terlambat karenanya. "Kedengarannya enak. dengan begitu aku jadi lupa kalau aku sudah lapar." kata saya memuji. ya." kata saya." "Olahraga yang cukup baik. "Kau tidak perlu cemas. Aku senang kau datang. kau mulai dari nomor satu dan melihat sejauh mana yang dapat kaucapai. kau masak. "Kadang-kadang itu baik juga." "Umm—ya." Geraldine kelihatannya sangat meragukan hal itu. ya." kata saya.

aku selalu memanggilnya Kaisar sebab dia kelihatan begitu agung—berhenti menjilati dirinya dan kelihatan agak kaget. Dia adalah penjaga flat-flat di sini." Dia menghilang lagi. Tentu saja aku tidak benarbenar melihatnya. Papa pergi ke restoran setiap malam dan mengirim sesuatu dari sana untukku. namanya ada di koran-koran. "Jam berapa kau biasanya makan siang. Kukira dia mestinya sudah ada di sana sejak sebelumnya." "Berapa umurmu. pemuda itu kelihatannya mendudukkannya. Kupikir itu agak bodoh. Kadang-kadang jam dua belas." "Miss Mata Lembing?" "Aku memanggilnya Miss Mata Lembing sebab dia kelihatan begitu biasa.' " "Yah. melihatlihat." Matanya bersinar. liari itu agak sepi. Di atas tanah dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu dan si Kaisar— itu si kucing oranye." "Semuanya sangat menarik. Pemuda itu keluar dari rumah itu lagi —kau yakin dia bukan dirimu?" m"Aku ini orang bertampang biasa-biasa saja. jika aku tahu bahwa hal itu akan terjadi. Aku tidak makan malam di malam hari. Tentang pembunuhan itu. bukan?" "Ya." kata Geraldine serius. 18—dia muncul dan berdiri di tangga sambil melihat-lihat. kau tahu. Yah. "Sava segera datang." kata saya." Ingrid muncul sekali lagi. "Kau tidak makan pada waktu tertentu. Tetapi dia memberiku permen dan lain-lain. Aku dapat melihatnya dari sini. "Yah. Geraldine berkata." Dia membuat gerakan dengan tangannya." "Siapa yang menjerit?" "Cuma seorang gadis. Tak seorang pun tahu namanya. sebab. Suka bilang. pemuda itu. Ingi id bilang. Apakah kau melihat orang itu—orang yang terbunuh itu—apakah kau melihatnya datang ke rumah itu?" "Tidak. Geraldine?" "Makan malam. tidak. bukan. Aku juga melihat Harry di sana. Bukan makan malam sungguhan. bagaimanapun juga." kata saya tertarik. bukan? Aku -belum pernah melihat pembunuhan. di kepala." kata saya merendah." kata saya. Gadis itu keluar dari gerbang dan mendekap pemuda itu—seperti ini. sebab Papa bisa sangat marah. Dia selalu gugup kalau tiba waktu makan. Tentu saja ada banyak orang saat itu. Dia pergi ke bioskop atau ke kapsalon dan Mrs. kukira itu benar/' kata Geraldine." Suaranya terdengar sedih. "Dan kemudian terjadi berbagai macam hal." "Yah. kadang-kadang sampai jam dua. sungguh. tidak seorang pun tinggal di sana kecuali Miss Pebmarsh. Geraldine?" "Sepuluh. Maksudku aku belum pernah melihat tempat terjadinya suatu pembunuhan. Suka menepuk-nepuk. Harry berkata padaku bahwa laki-laki yang terbunuh itu bernama Mr." kata saya. memandang rumah di seberang itu." kata saya." 'Teruskan. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Ingrid tidak memilih saat itu untuk muncul lagi dengan kue tart yang lezat atau makanan enak lainnya. sedikit bingung." "Ya. Bukan pada hari yang sama—sesudahnya—di bilik telepon umum di jalan itu." "Menepuk-nepuk?" tanya saya. cuma aku harus mengeluarkan kepalaku dari jendela dan melongok-longok." "Apa yang kau—er—lihat?" "Ya. cukup cantik. ya. Curry. "Saya datang dengan segera sekarang. aku makan malam pada saat Ingrid selesai memasaknya. Ada banyak orang pagi itu yang hanva berdiri di jalan. Tentu saja hanya ini yang perlu dimasaknya kecuali makan pagi. "sangat bodoh. Lumayan muda. aku tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi. 'Gadis kecil savang. Dia bercerita padaku sesudahnya/* "Apakah dia menceritakan siapa yang dibunuh?" "Dia bilang seorang laki-laki. Dan mereka mengangkut mayat itu dengan mobil seperti ambulans. Sepuluh lebih tiga bulan. Dia agak lucu dengan urusan waktu." "Jadi kau tahu nama aslinya?" "Oh.." "Aku pasti punya kembaran. Kau tahu. Dia keluar dari pintu dan menjerit-jerit. Tetapi." "Kau tampaknya sangat pintar ngomong. "orang yang bisa diajak ngobrol dengan enak. maksudmu? Ini adalah makan malamku. tanpa bermaksud menghina. itu adalah gagasan yang gampang." kata Geraldine.' Dia bukan. maksudku—pada hari pembunuhan itu terjadi?" "Jam dua belas hari itu. dan kemudian Miss Mata Lembing muncul dari rumahnya—itu yang tinggal di No. Ada seorang pemuda datang dan arah jalan. "banyak yang bertampang seperti diriku. "Kami tidak sungguh-sungguh membutuhkannya. dia pergi ke jalan dan menelepon polisi dari telepon umum di sana. kau makan kalau makanannya siap. Dia harus menyiapkan sarapan pagi tepat pada waktunya. kau tahu. 'Tolong ceritakan kejadian-kejadian sebelumnya. tentu saja. Sebentar kemudian polisi datang. seperti nama makanan. Hanya ikati atau sesuatu." kata saya ringan. "Banyak sekali polisi. tetapi makan tengah hari bisa kapan saja. "Itu karena aku harus ngomong banyak dengan Papa. tapi di sore hari. Tiba-tiba dia menatap saya. Dan ada pembunuhan kedua. 71 . Hal yang menarik adalah ketika seseorang berlari ke luar dari rumah itu sambil menjerit. "Pemuda itu kelihatannya agak mirip denganmu. Dan tentu saja aku tahu bahwa sesuatu pasti telah terjadi. "Jam berapa kau makan siang—malam. Dia menjengkelkan." "Maksudmu dia tinggal di sana?" "Oh. tidak banyak pada mulanya. aku pasti akan lebih waspada. "Ya."Ya. Perry datang unnik menjagaku. "Apa yang terjadi kemudian? Ini sangat menarik. Nama yang lucu. Dan gadis yang menjerit itu bernama Sheila Webb. maksudku. Dia punya seorang saudara laki-laki yang selalu dirongrongnya." dia berkata meyakinkan. jadi aku tidak melihat. Ingrid keluar siang itu.

Kasar kalau kau mengucapkannya dalam bahasa Inggris. mungkin dia ke sana pagi-pagi. pada waktu malam dan bersembunyi di gudang. "Kedengarannya sangat biasa. "Tak seorang pun? Tak seorang pun dengan mobil—seorang pedagang— pengunjung?" "Tukang sayur datang pada hari Senin dan Kamis. Auf Wiederseben." "Aku ingin tahu apakah mungkin kau telah melihat Mr." "Dan tak seorang pun datang ke rumah itu?" kata sava. "Aku dapat menceritakan segalanya padamu tentang pagi itu. Kadang-kadang diajaknya. "dia akan merasa lapar. "Mengirimnya." "Apakah Miss Pebmarsh menerimanya?" "Tidak. Dia hendak berkata tetapi tawanya membuatnya tak bisa bilang apa-apa. "Jadi kau memusatkan diri pada teropong operamu itu." . "Apakah binatu itu mengirimkan pakaian atau mengambilnya?" tanya saya. Sekali-sekali. "Bagaimanapun juga." Geraldine mengangguk." "Itu adalah si wanita pembersih harian." "Oh. "Apakah mereka punya detektif wanita? Aku suka jadi detektif. Dia punya seorang anak laki-laki kecil."Jadi kau makan malam lebih cepat pada hari terjadinya pembunuhan itu?" "Ya. Aku belum pernah melihat Snowflake Laundry. Kepiting datang dan kapan dia pergi. membukanya." Dia menerima tantangan itu. sekitar jam sepuluh. "Jadi itu sebabnya aku tahu Mr. sebab Ingrid dan aku bertengkar. tidak." kata saya. Kalau begitu aku pasti sudah melihatnya. "Kembang kol dan sayuran yang awet-awet dibeli sendiri oleh Miss Pebmarsh. "tetapi bagiku kelihatannya mustahil. Dia harus mengatakan padaku dalam bahasa Jerman. bukan? Dan dia tidak dapat minta sarapan pagi pada Miss Pebmarsh." "Tidak. sebingga dia tidak mau berbicara denganku. Dia pergi mengajar anak-anak di sekolah buta. 19. Aku tahu dengan tepat apa vang terjadi hari itu." "Jam berapa waktu itu. Aku tahu sebab aku pernah ke Swiss sekali dan orang-orang di sana mengucapkannya. Maksudku melalui bagian belakang rumah. Jauh lebih besar dari yang biasanya. "Aku menyuruhnya berkata." "Jadi pagi itu kau melihat ke luar jendela. Kupikir polisi wanita itu konyol." kata saya. persis seekor kepiting. Dan mereka juga berkata Griiss Gott. Kepiting pergi sekitar jam dua belas. Biasanya adalah Southern Downs Laundry. Memang agak aneh. tentu saja tidak. Curry tidak datang dari pintu depan." kata Geraldine. Dia menunjuk buku notes kecil." "Kau belum menceritakan dengan tepat apa yang terjadi ketika binatu itu datang." "Memang. Kaupikir itu mungkin?" "Kupikir semuanya mungkin. "Kau mestinya jadi detektif Scotland Yard." Anak itu betul-betul sebuah ensiklopedi. 1J5 binatu datang." katanya tidak setuju. Sekitar lima puluh. Dia berlari ke sana kemari. Sebelum makan. Aku tahu kapan Mrs. tidak." "Oh." Geraldine menggelengkan kepala. kukira tidak. No.'* "Jadi apa yang kaukatakan pada Ingrid?" Geraldine mulai tertawa. Bercukur bersih dan memakai pakaian berwarna abu-abu tua. bukan?" "Yah. tetapi akhirnya dia bisa berkata juga. dia sudah keluar lagi. Kadang-kadang dia membawa sebuah bungkusan yang tidak ada padanya pada saat dia datang. kukira. "Dalam sebuah keranjang yang besar. "Aku ingin tahu seperti apa tampangnya. Orang-orang itu pasti tak suka kalau dia menyelinap lewat kebun mereka." kata Geraldine. kalau kau berbaring di sini dan selalu melihat ke luar. Mereka pasti baru berdiri. mengamat-amati orang-orang." "Mungkin dia datang dari kebun." kata Geraldine. "Tidak. jadi Ingrid dapat mencuci semuanya dan pergi setelah jam satu." kata Geraldine. "Ya. dia lumayan tua. Saya tidak ingin memancing khayalannya. Dia adalah tukang binatu yang baru." "Dia tidak pergi ke pintu depan dan membunyikan bel. dan menunjukkan catatan itu dengan jari telunjuk yang agak kotor. 'Pergilah ke Neraka'!— 'Get the hell out of herel Jadi dia berkata begitu pada Miss Bulstrode di sebelah dan Miss Bulstrode sangat marah sekali. Curry datang ke rumah itu?" Geraldine menggelengkan kepalanya. Aku mengajarinya bahasa Inggris dan dia ingin tahu bagaimana mengucapkan 'sampai jumpa lagi*—*««ti/ we meet again1. entah bagaimana caranya. tertawa yang nakal. "Tukang binatu baru?" "Ya. "Rumah-rumari itu saling membelakangi. dan keju. kira-kira jam sepuluh. Jadi Ingrid tahu dan sangat jengkel denganku dan kami tidak berteman sampai hampir saat minum teh keesokan harinya. Aku tidak melihatnya. Maksudku bukan polisi wanita. aku mengisi teka-teki silang." tambahnya. tetapi hari itu tidak. tidak kalau dia menyembunyikan diri dari Miss Pebmarsh. Kupikir mungkin dia masuk. Pada hari itu ada binatu baru— Snowflake Laundry." kata saya.35 tepat. Geraldine?" "Jam 1. "kukira sulit bagimu untuk mengingat kejadian di hari tertentu dan membedakannya dengan hari lainnya." kata Geraldine. Kebanyakan orang memakai jasa Southern Downs." "Sama sekali tidak sulit. Tak seorang pun datang kecuali tukang binatu. Dan kemudian Miss Pebmarsh keluar. sebab Miss Pebmarsh tidak dapat melihat." Saya mencernakan informasi itu." tambahnya bangga." kata Geraldine. Sedikit mentega." Saya berjuang keras untuk menahan rasa tertarik saya muncul pada suara saya. "Aku mencatatnya. bukan?" "Ya. ya. Mrs. "dan tukang susu datang pada jam setengah delapan tiap pagi.

"Dia berhenti di depan nomor 19 meskipun dia berada pada sisi jalan yang salah. "Ini bukan punyaku. Tetapi kupikir. Mrs. Jika ada satu hal yang tidak dapat kutahan." katanya. Fred menurut. "Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan berdiam diri. dia menyapanya dengan tingkah laku yang sedikit melembut." kat& Geraldine." "Aku akan sudah lama pulang. atau apa saja?" "Sesuatu seperti itu." kata Geraldine." kata Fred. aku akan berhenti. Bagaimana dengan benda ini?" Dia memungut pisau buah itu. Dia beralih untuk menyambut langganan yang lain. Dia ingin tahu apa yang telah begitu menjengkelkan wanita tua itu. kau tidak ingin merusakkan topi itu. Geraldine. Kukira dia tidak bisa masuk. Sudah minum sedikit. aduh. Dia masih tetap menggerutu. dia mengusap-usap wajahnya. Dia mengamat-amati Mrs. 'Tidak adil. Ketika Fred mendekatinya lagi. Fred. aku yakin aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Fred. tapi—" "Ayolah. Maksudku. Dia membayarnya dan mulai menghirup minumannya dari gelas. Rival dengan mata yang berpengalaman." kata saya. Sayang?" Mrs. Miss Peb-marsh mungkin menguncinya. "Sopirnya turun." dia menasihati. "Apel?" "Pommel Apfell" Dia berusaha memakai kemampuan bei bahasanya sebaik-baiknya." "Aku akan pulang dan tidur dengan nyaman. ramah. Ingrid. itu tidak betul dan jika kau tidak membela dirimu. aku tidak mau. tetapi nadanya sudah lebih riang. Aku tahu apa yang kuomong-kan. mereka harus mengatakan padamu mengenainya." kata Fred. "Yah. tidak. Aku hanya dapat melihat bagian belakang kepalanya dan ketika dia keluar lagi. jika aku jadi kamu. Rival melanjutkan gerutuannya. Rival sedikit gembira. "Sampai jumpa. itu adalah penipuan. dan aku berkata bahwa itu tidak betul. Rival nyaris menitik dari bulu mata berhiaskan maskara itu." katanya. "Seperti aku?" tanya saya. mungkin. Aku tidak tahan dengan penipuan. kau tahu maksudku. Pendusta. pikirnya sendiri. Rival tersenyum kecil. aku tidak tahu. "Tidak. jauh lebih tua darimu. "Kupikir kau lebih baik menyimpannya. rival mendorong pintu Peacock's Arms dan berjalan sedikit sempoyongan ke bar. Rival. Tetapi dia masih bisa minum sedikit lagi. tidak bisa. Orang-orang tidak dapat berpikir bahwa mereka bisa seenaknya saja memperlakukan diriku seperti itu." 'Tentu saja tidak betul." "Sampai jumpa." Ingtid membuka pintu lebar-lebar. Rival. bukan?" 73 . Dia sedang menggerutu lirih. Tidak. "bagaimana permainannya?" 'Tidak betul. "tak seorang pun akan menuntutnva. itu kataku. Mrs. Dan terus dia masuk melalui pintu gerbang menekuk sedikit keranjang itu. kukira. "Berbohong —berdusta—yah. siapa yang akan membelamu? Berilah aku lagi. Akan merusakkan topimu yang bagus itu. Tidak. membuka pintu van.'* kata Geraldine." "Ambilkan aku apel." "Tentu saja aku tahu. Fred menyingkir untuk melayani langganan yang lain. Mereka harus menjelaskan apa artinya dan apa yang mereka kerjakan. jadi mungkin dia meninggalkannya di sana dan kembali. "Hal itu sungguh membuatku terpukul. "Oh." kata Geraldine. mengeluarkan keranjang dan berjalan terhuyunghuyung ke samping rumah menuju pintu belakang. hujan deras." kata Mrs. "Aku harus pergi sekarang." katanya." kata penjaga bar itu ramah. "Kita makan malam sekarang." kata Geraldine. menganggukkan kepala dengar. "aku sudah kelaparan. tidak betul.JTidak ada yang terjadi. Pendusta kotor. Dan aku tidak akan diam saja." "Kelihatannya bukan milik siapa-siapa." kata saya. bukan?" "Apakah ini akan menjadi sebuah harta karun. Minuman itu membuat Mrs. Aku akan bilang dan bertindak. "Aku ingin memilikinya." Saya berdiri." "Tentu saja tidak. Tetapi itu tidak penting—pada jalan seperti itu. Saya meninggalkan mereka.. Flo. Rival mengangguk setuju." "Seperti apa tampangnya?" "Biasa-biasa saja. jika aku jadi kamu. Kukira dia merasa sedikit kepanasan setelah mencoba mengangkat keranjang itu. Mengapa kaupikir itu begitu menarik?" "Yah. Ada sesuatu yang menjengkelkannya. Dia mendorong sebuah trolley." kata Mrs. "Penipuan. "tetapi aku tidak betul-betul melihatnya dengan jelas sebab dia mengendarai mobilnya ke rumah itu—seperti ini. "Aku akan pulang sesudah minum yang segelas itu. "Oh." kata sava jujur." "Dan kemudian dia pergi lagi?" "Ya. dan suka bergurau. "Apa itu. ketika dia mengetahui air mata Mrs. aku tidak pernah tahan. cerah "Syukurlah. Keadaan yang tidak menyenangkan itu muncul lagi. 'Sama saja. "Kalau orang-orang memintamu untuk melakukan sesuatu. Menyimpannya sampai ada orang yang menuntutnya." katanya." kata Fred menghibur. Sayang." Dia menunjuk ke kanan. Dia bukan orang asing di losmen itu dan disambut dengan rasa sayang oleh si penjaga bar. Dia biasanya berwatak sabar." Suaranya menjadi sedih. "Hujan akan segera turun. kalau aku boleh tahu? Mau yang biasanya. berterima kasih." kata Fred." tambahnya dengan suara keras. "Aku selalu suka bunga iris." katanya. "Kupikir mungkin dia telah melihat sesuatu yang menarik." kata saya. "Apa kabar." Mrs.

" kata seorang laki-laki lainnya. Rival adalah seorang wanita yang sangat suka merawat lemari-lemarinya di musim dingin dan memulai pekerjaan yang baik itu pada pertengahan September. pada saat yang sama ketika Hardcasde merasakan timbulnya semangat. bukan?" . Rival dengan sedikit geram." kata inspektur Hardcastle. "Selamat malam. sebuah suara berbicara padanya dari bawah." kata Fred. Di sini. "Dan Anda bilang karena bercukur." "Sekarang coba dengar. Ketika dia mengeluarkan kunci dan menaiki tangga." kata Mrs." Dia meletakkan tangannya pada tempat yang sama lagi. Rival. Dia mendongak ragu. Rival muram. Saya sudah mengatakan semuanya yang dapat saya ingat dan sekarang saya tidak ingin mendengarnya lagi. Ya. Rival menaiki tangga." kata orang pertama tadi. Rumah itu berbau kubis. benar sekali." "Menungguku?** Mrs. saya kira. Tentu saja orang tidak pernah tahu mana kiri dan mana kanan dari seseorang. Rival mengangkat tangannya dan menunjukkan tempat itu." Mrs." kata Mrs. bukan." "Dan Anda mampu memberi kami informasi tambahan. memandang langit. Anda masih mampu mengenali suami Anda dengan cukup mudah. kau bisa menyebutnya gentleman. "Di belakang telinga kiri}" Hardcastle menekankan kata itu. Rival. Mrs. Ya. "bahwa Jerry Granger akan muncul pada nomor lima." "Terima kasih banyak. di belakang Queen Caroline." kata Mrs. "Hal-hal kecil. Dia berjalan di sepanjang jalan. Balap kuda sekarang ini tidak jujur lagi." "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu. "hal-hal kecil yang muncul. ya. Bau terakhir itu nyaris permanen pada ruangan itu. Rival berhasil menemukan lubang kunci." kata Inspektur Hardcastle. membelok ke kanan. "ya." kata Mrs. tetapi tidak seperti Lord Algernon Vere de Vere. Semuanya. sebelah kiri. Hal itu sudah lama sekali dan saya tidak mau diingatkan kembali. bukan? Tetapi." Mrs. mungkin akan segera hujan. Saya tidak mau memikirkannya lagi." Detektif Inspektur Hardcastle bangkit dari kursinya. jadi saya datang kemari dengan harapan bisa bertemu dengan Anda. "Jika saja ada orang yang memberitahuku. Inspektur Hardcastle berkata pada dirinya sendiri. Rival. "Sesuatu telah menjengkelkan si tua Flo malam ini. saya harus ke London untuk suatu tugas. Dia membuka pintu di lantai pertama dan masuk. saya pikir begitu. maksudku bukan itu— apa maksudku?" "Kata-katamu vang penuh perhatian itu." "Ini hal yang sangat kecil." Lebih cerdas dari vang kukira. itu ada di lehernya. Rival melorot turun dari kursinya yang tinggi dan pergi dengan tidak begitu sempoyongan menuju pintu. Anda menulis kepada saya. Rival telah keluar dari Peacock's Arms.'* "Oh. Berpakaian rapi dan lain-lain. memutar kunci itu dan masuk. saya tidak mengerti—yah—" Inspektur Hardcastle mengambil sebuah kursi. "Dia biasanya seperti seekor buiung yang ceria—tetapi kita semua pernah mengalami saat-saat di puncak dan saat-saat di bawah. Posisi mereka mungkin telah tertukar. "Yah. Induk semang Mrs. Rival jadi gelisah. Rival." katanya sopan." kata salah satu langganan. ikan. Rival agak tidak sabar. "Ya. "Ya. "Ada apa? Coba katakan. Kami memeriksanya.*' kata Mrs. Kau sangat beper—beperhatian—tidak. "Dia tidak banyak berubah. "Yah—" dia kelihatan ragu sebentar. membelok ke kiri. Mrs. Yah. baiklah. kata orang." katanya. tentang sebuah bekas luka. si Harry itu. Saya langsung datang. Di sini." "Anda mengenali laki-laki itu sebagai suami Anda atau laki-laki yang telah Anda nikahi sekitar lima belas tahun yang lalu. Di belakang telinga kirinya. "Saya sudah muak dengan Harry. dan eukaliptus. dan berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan agak kotor." kata Inspektur Hardcastle. Mereka membius kuda-kuda itu. Jika kau bertanya padaku. seorang laki-laki yang bertampang mutam.** Mrs. "selalu menjaga penampilannya. Rival duduk. Rival tamunya. "Ada seorang gentleman menunggumu di atas." "Apa yang Anda inginkan?'* tanya Mrs. dan sebuah kepala melongok dari balik pintu dan mendongak ke arahnya. "Silakan duduk. Mrs. Rival kedengarannya sedikit kaget. Anda benar. pasti ada penipuan dalam hal itu." kata Mrs. Tidak ada yang dapat saya ceritakan lagi." katanya. Fred. ketika saya melihat fotonya di koran? Saya datang dan menceritakan pada Anda tentang dirinya. keanggunannya berkurang dibandingkan biasanya. menurutku. sedikit tergesa-gesa. "Apa yang Anda maksudkan dengan satu atau dua hal?" katanya. "Sama sekali tidak menguntungkan saya." "Selalu sial kalau jadi pengantin di bulan Mei. "Yah. Mrs. Er—wanita di bawah itu kelihatannya mengira bahwa Anda akan segera pulang. dia tuan rumahnva dan Mrs." "Betul. bila sedang tergesa-gesa. "dan ada satu atau dua hal yang saya pikir ingin saya bicarakan dengan Anda. "Oh. Anda menikah pada tanggal 15 Mei 1948. Dia menatap tamunya dengan tajam. "Oh. itu benar sekali. Dia meneruskan."Itu. aku tidak akan mempercayainya. "Yah. Nada bicaranya lembut dan seperti minta maaf. kemudian tiba-tiba berhenti dan mundur selangkah. menopang dirinya pada pagar pembatas tangga. bukan?" "Saya mestinya berpikir bahwa saat ini Anda pasti telah mengetahui berapa lama tepatnya." "Maksud Anda—tentang Harry?" "Betul." "Kembali. saya yakin itu. "Anda rupanya. Itu betul.

itu adalah pelanggaran yang cukup serius dalam hukum. Bagaimanapun juga. "Betul-betul tidak masuk akal. mendapat kesulitan?" "Yah.951.. Aku-aku tidak akan meneruskannya. tetapi bekasnva tidak hilang. "Saya tidak percaya. "Anda sangat membingungkan saya. "Mestinya sekitar—oh. Mrs. berapa lama orang itu sudah memiliki bekas luka itu. Hardcastle keluar melalui pintu." 'Itu sungguh aneh. "Seumur hidup. Harry punya bekas luka dan saya mengetahuinya. Mungkin kejadiannya tidak selama itu. Darahnya banyak. Rival. Dia kelihatan takut dan cemas. Dia menerjang Harry dan dia sedang memegang pisau cukur di tangannya." dia menggumam. Anda pergi saja ketimbang datang keman dan menuduh saya telah berbohong.. Anda tidak ingin mendapat kesulitan." "Anda membingungkan saya. "Begitu. "Selamat malam. Bekas luka adalah bekas luka. "Dan kecelakaan dengan pisau cukur itu terjadi—kapan?" Mrs. "sumpali palsu. terutama bila bertahun-tahun telah lewat." Mrs. bekas luka di belakang telinga suanu Anda itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa luka yang dipersoalkan itu tidak mungkin lebih tua dari lima atau enam tahun yang lalu. teman-teman laki-laki.Ya. sesudah Anda mengusir suami Anda di tahun 1951. Tetapi bagaimanapun juga dia adalah Harry. bagaimana Anda tahu bahwa dia mendapatkan luka itu lima atau enam tahun yang lalu. "jika luka itu menimbulkan bekas hanya lima atau enam tahun yang lalu. sampai saya melihatnya sudah jadi mayat. Saya berusaha untuk melakukan kewajiban saya. Anda tidak pernah melihatnya lagi sampai Anda melihat fotonya di koran?" 'Ta. betul. bukan?" "Apa maksud Anda. tetapi Anda mungkin harus bersumpah tentang bukti-bukti Anda itu pada pengadilan yang sebenarnya nanti pada uatu hari Kemudian—yah." "Sumpah palsu. Jadi kalau Anda tidak pernah melihatnya lagi. ini berarti bahwa jika laki-laki itu adalah suami Anda. Tetapi para dokter dapat bercerita banyak daripadanya." Hardcastle meneruskan dengan suara lembut." "Mengapa—apa maksud Anda?" "Yah. Rival berubah dengan segera. "itu sangat aneh. Seekor anjing yang suka menerjang-nerjang." Inspektur Hardcasde berbicara dengan suara nyaris meminta maaf. Saya ingat. Mrs." "Saya senang Anda puas. bukan? Kelihatannya kami memang bisa jalan terus." Dia sekarang berbicara dengan lebih yakin. Rival dengan angkuh. Rival. *Ttu adalah hal yang sangat penting. Mereka dapat mengatakan secara kasar. Aku— aku—aku tidak mau terlibat dalam kesulitan gara-gara orang lain. Dia mengambil payung di pojok ruangan dan ke luar lagi. Tetapi untuk menemukan seorang laki-laki yang sangat menyerupai suami Anda yang memiliki bekas luka pada tempat yang dapat dikenali—yah itu membuat identifikasi itu menjadi sangat bagus dan meyakinkan. Anjing itu menerjangnya. Orang itu adalah Harry dan Harry punya bekas luka di belakang telinga kirinya. Mrs. saya sangat yakin dengan hal itu." kata Mrs. Anda tidak berada di bawah sumpah pada pemeriksaan itu. Rival mempertimbangkan sejenak. saya tidak pernah mendengar omongan yang tidak masuk akal seperti itu. Saya datang dan membantu Anda.. Apa pun yang Anda sukai. Mungkin ada seseorang—yang mengusulkan pada Anda. Bagaimanapun juga itu bukan ketika. Anda tahu. Mrs." "Yah. Aku akan mengaku saja. sekitar enam bulan sesudah kami menikah. Tentu ^aja. Rival. Bagaimanapun juga. Itulah yang saya ceritakan pada Anda dulu. Setelah kepergiannya. "Melibatkan diriku dalam hal ini. dan orang bisa keliru kadang-kadang. mungkin.." "Saya tidak mengerti maksud Anda. Bagaimanapun juga saya sering bertemu dengan banyak—yah. Dia berjalan terus sampai ke ujung jalan. Betul?" "Betul." katanya. Anda bisa dihukum. Rival berdiri. matanya berkilauan. Menurut ahli bedah polisi dan dokter lainnya yang kami ajak berkonsultasi. Rival." katanya. Rival?" "Tentu saja saya yakin. Sangat jahat." kata Mrs. ragu-ragu di depan bilik telepon umum. Bagaimanapun jugaj seorang laki-laki kadang-kadang mirip sekali dengan lakilaki yang lain. Saya!" "Ya." "Mungkin dia tidak punya." kata Mrs. Menceritakannya padaku. Rival membuang muka. Inspektur Hardcastle. Jika saya membuat kesalahan. "Hanya pikirkanlah itu." Inspektur Hardcastle segera berdiri. bahkan masuk penjara. Rival. Dan sekarang." "Tidak mungkin. tingkah laku Mrs. Dia selalu mena-brak-nabrak—anjing yang manis. Rival. Rival. Memang sembuh akhirnya." Dia berjalan mondar-mandir dengan sempoyongan. Mrs. sederhana saja. Itu saja." "Jadi sekitar Oktober atau November 1948. itu tidak akan banyak berarti bagi Anda dan saya. Saya tidak pernah melihat Harry Casdeton sejak saat itu. sangat aneh. bekas luka itu." "Dan sesudah suami Anda meninggalkan Anda di tahun 1951. Rival." "Saya tahu. Dia berdiri tegak-tegak. kemudian pergi 75 ." "Tetapi Anda tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu. bahwa Anda harus menceritakan pada kami tentang bekas luka itu?" Mrs. berbohong padaku."Betul. "Saya pikir Anda lebih baik memikirkan pernyataan Anda dengan sangat hati-hati. saya menceritakan pada Anda apa yang saya ingat. Tentu saja." "Dia tidak meninggalkan saya. Kami memperoleh anjing itu pada musim panas. tetapi saya yang mengusirn a. dan akhirnya mengambil keputusan. saya ingin Anda memikirkannya kembali dengan hati-hati. Sungguh jahat. Tetapi saya pikir saya tidak membuat kekeliruan. yaitu kirakira tahun 1948—Anda tidak bisa mengingat semua hal. Pertahanannya yang bagus telah hilang. Dia pada saat itu nyaris nampak agung sekali. saya yakin itu cukup wajar. Mrs." kata Mrs. Saya—tidak seorang pun dapat berkata begitu. "melibatkan diriku dalam hal ini. dia pasti tidak punya luka pada saat dia meninggalkan Anda di tahun 1. Mrs. Rival." "Jadi Anda mengerti." kata Inspektur Hardcastle dan dia bangkit berdiri." "Dan Anda cukup yakin mengenainya. menipuku. dan lukanya dalam." kata Inspektur Hardcastle.

. Anda tahu kata yang saya maksudkan—asesori.. Besok? Jam berapa?. Yah. 'Tni sudah cukup lama...... Bagaimana saya tahu Anda mempunyainya bahkan. Apa kata Anda?.. "Apa yang kukatakan padamu adalah: 'Siap-siaga/ Dan aku tidak memaksudkannya dalam pengertian kepanduan.. Kembalilah pada rumput-rumput laut sialanmu ". "Kau sungguh-sungguh menyukai benda-benda yang menyeramkan itu. Di stasiun bawah tanah sava membeli sebuah koran. tidak ada gunanya Anda membujuk saya. sudah. Yah. bahwa seorang wanita diperkirakan telah jatuh pingsan pada jam-jam sibuk di Stasiun Victoria kemarin. Saya membaca. ya. Kadang-kadang Anda terlibat dengan sekelompok orang—dan mereka bertindak terlalu jauh daripada yang Anda perkirakan dan itu bukan kesalahan Anda. membunuh seseorang.. Berita-berita tidak sejelas seperti dulu. Kau harus puas dengannya. Tidak. "Puas?" tanyanya....." kata Beck tak terduga. Dia berdiri di sana. Nak.. nah'?" Mau tak mau saya tertawa.: Ya. Meskipun saya selalu berpikir bahwa itu adalah perhiasan imitasi. Dia berhenti dan berkata.... dan saya takut. maksudku. apa kesulitannya? Masalah cewek. dan saya mungkin bisa masuk penjara karenanya. dan telah dibawa ke rumah sakit. Anda tidak jujur pada saya.. sesuatu seperti itu.. Itu uang yang banyak sekali. Mrs. Bagaimanapun juga." Beck mengamat-amati saya. saya katakan pada Anda. Dan pada dasarnya. Yah. Dia hanya perlu berkata dia lupa atau tidak ingat. menyuruh saya untuk menulis dan bercerita pada mereka tentang bekas luka itu. Anda selalu membuat segalanya kedengaran begitu gampang. saya tahu bahwa. Sekarang tampaknya dia baru mendapat luka itu sekitar satu atau dua tahun yang lalu dan saya di sini bersumpah bahwa dia memilikinya sejak dta meninggalkan saya bertahun-tahun yang lalu. Tidak. bukan?" "Menurut saya seluruh subjek itu sungguh-sungguh menarik. dengan gaya seorang ayah yang menasihati. saya tahu. tetapi sava tidak akan.. lho. Bisa mundur.." "Sebetulnya aku memang sudah memperhatikannya. "Tidak begitu. menunggu sampai ada sambungan.. Tidak. Baiklah." "Dia bukan seorang anggota yang aktif?" "Bukan. "Halo.. saya akan memikirkannya lagi.. Anda bersumpah Anda tidak terlibat di dalamnya?—Maksud saya.." "Anda salah. tetapi harus cepat-cepat. ya. Dan itu adalah sumpah palsu." Saya menggelengkan kepala. saya tahu Anda membayar saya untuk itu. saya tahu Anda berkata tidak boleh. Uang sebanyak itu cukup untuk bermain api dengan polisi. Baiklah kalau begitu... baiklah. Kau telah mengerjakan beberapa tugas dengan sangat baik. Yah. baiklah. Memukul jamur yang besar sehingga pecah menembus dinding! Jika memang begitu. Yah.. Saya tidak bermimpi sekejap pun bahwa saya akan -terlibat dengan pembunuhan.. "Dunia adalah tempat yang membingungkan sekarang ini. jika Anda bilang begitu.. Yah. Anda hanya bilang bahwa Anda akan merasa tidak enak jika orang itu dikenali. Berapa banyak?... dia dapat memikirkan banyak hal untuk dijadikan alasan... saya tidak tahu apakah saya hams melibatkan diri dalam hal ini bahkan. Banyak wanita yang tidak dapat mengingat hal-hal yang terjadi setahun yang lalu. Ya. bukan? Selera. Anda selalu begitu. Anda rupanya. "Memang tidak banyak yang bisa diperoleh. Semangatnya melayang tinggi» padahal baru saja dia sangat tertekan sebelumnya. saya tidak akan tinggal diam. Nomor Anda sudah disambungkan. Dia memutar nomor Penerangan dan menyebutkan sebuah nomor. Anda tidak pernah berkata apa yang akan saya hadapi... "Kau kelihatannya tidak mendapat banyak keterangan dari istri Ramsay itu?" keluh Kolonel Beck. "Kau mau saya menepuk-nepuk kepalamu dan berkata 'Nah... tetapi bagaimanapun juga bukan iru vang Anda katakan pada saya dulu.. . Dia mulai berpikir dengan serius dan merencanakan tentang barang-barang pertama yang akan dibelinya dengan uang itu.. Setibanva di sana ternyata ditemukan bahwa dia telah ditikam." Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road sambil berpikir dalam-dalam.. tetapi tidak pakai cek... saya akan tutup mulut.. "Silakan berbicara. "Sekarang. risikonya tidak terlalu berbahaya. Tetapi itu tidak banyak. tentu saja Anda akan mengatakan begitu.. gadis itu yang melakukannya. Sava pikir Anda terlibat dengannya. Berutang pada seseorang adalah satu hal." kata Beck. Akhirnya meninggal tanpa sadar lagi.. oh. Ada sesuatu tentang menjadi sebuah—as—yah. tentu saja itu akan berbeda... Ada kesulitan?" 'Saya tidak cocok dengari pekerjaan ini. saya akan mendengarkan Anda. Rival sebetulnya adalah tipe yang gampang berubah-ubah. kukira.. yah.. Di sini Flo." "Kau berbicara dengan satu kata terus. Yah." Dia berbicara... "Itu lebih baik. artinya adalah menjadi sesuatu dalam sebuah kenyataan.. Oh." Dia keluar dari kantor pos berjalan sambil menari-nari di kaki lima dan tersenyum pada dirinya sendiri." "Yah—kita harus mencari di tempat lain." "Kau ingin lebih?" "Hal itu tidak cocok sebagai penutup kesenjangan vang ada.. saya yakin Anda tidak. saya tidak bermaksud mengancam. Tentu saja." "Yakin tentang itu?" "Ya.. Dia masuk ke dalam.. dia akan menyerang terus seperti penyakit yang busuk. baiklah. menukarkan uangnya dengan uang kecil dan pergi lagi ke telepon umum..." "Menurutku itu menjijikkan. Ketika ketakutan muncul. Variasi alam yang hebat. baiklah. saya akan datang. tetapi saya hat us melakukannya. saya katakan pada Anda.ke kantor pos." kata sava Beck menuding-nudingkan jarinya pada saya. ** itu. Uang itu akan sangat membantunya.. Yah. Yah. Bagaimana dengan pembunuhan itu? Berani taruhan. putus asa dengan bulan sabit itu—eh?" "Ya." kata saya pelan.. Dia akan berkata dia telah mencampuradukkan Harry dengan laki-laki lain. pengabdianmu bagi kami sudah selesai...

Itu bukan nama yang biasa untuk sebuah perusahaan binatu. Setiap wanita bisa saja keliru setelah lima belas tahun/ Dan mungkin saat itu disebutkan pula sejumlah uang yang menggiurkan. semua urusan bisnis kami akan diketahui orang. Dia meninggalkan Hotel Ritz sekitar jam 5. 19 pada pukul 1.40. Dan siapa pun dia." katanya menjawab pertanyaan saya. 'Apa risikonya? Paling buruk. Colin?" "Tidak. Saya minta dikirimi kopi dan roti panggang serta sebuah koran.'* "Jadi Merlina Rival benar-benar terlibat di dalamnya?" "Tahukah kau." Dia berhenti. Dia pergi ke kantor pos dan minta sambungan dari sebuah telepon umum otomatis. "Persis seperti yang mereka katakan. Periksalah. Jika dia langsung mengatakannya. Dan dia bilang O. Di dalamnya terdapat selembar kertas. orang itu akan berkata. lima hari kemudian. Bahwa bekas luka itu baru saja terjadi. Hal yang paling gampang di dunia ini adalah berjalan di belakang seseorang di antara kerumunan begitu banyak orang. Lucu sekali. akhirnya saya membukanya. tetapi tidak terjadi apaapa yang menarik sampai kemarin malam. Kertasnya tebal dan mahal. Dia melakukan suatu urusan untuk Institut itu dan kembali ke Crowdean dengan kereta api 7. Dia tidak waspada. "Dan Sheila Webb membawa naskah ketikan untuk diperiksa bersama dengan seorang pengarang asing yang ada di London yang akan menuju New York. "aku punya sesuatu untukmu. mungkin kedengarannya sedikit terlalu dibuatbuat." "Binatu? Binatu apa?" "Snowflake Laundry. Laki-laki yang mengendarainya mengirimkan sebuah keranjang cucian yang besar di pintu belakang rumah. Kau kenal?" "Tidak di luar kepala. "Mrs. Jika dia ingat pada bekas luka yang kecil dan tidak penting itu sebagai pikiran yang muncul kemudian. "Apakah ini hanya karanganmu saja. betapa orang bisa keliru. Colin." Saya memutuskan hubungan sebelum dia dapat mengorek sava lebih jauh. Banyak binatu baru yang muncul. Seseorang membayar wanita itu untuk mengenali mayat itu sebagai suaminya. Itu memang sebuah keranjang cucian biasa yang sangat besar. 77 . Sebuah kebetulan? Atau bukan sebuah kebetulan. Sebuah mobil binatu berhenti di Wilbraham Crescent No. Dia pikir dia akan bertemu dengan orang itu di Crowdean. dan itu adalah sebuah kehancuran." "Tanpa curiga?' "Dia bukan wanita yang gampang curiga. Pebmarsh ada di London kemarin. Saya bangun pada pukul sepuluh kurang seperempat. Saya menelepon Hardcastle. Sesudah kutinggal. Aku berkata padanya bahwa ceritanya tentang bekas luka itu tidak masuk akal. Dia akan menjadi orangnya! Dan dia melakukannya. maka seluruh kasus itu akan selesai dengan baik/ " 'Tentunya dia akan menolaknya—berkata bahwa itu terlalu riskan?" "Jika begitu." "Coba dengar. sialan. mendapatkan sebuah kamar. Saya lelah sekali sejak kemarin malam dan saya ketiduran." kata saya. Saya tidak dapat menahan diri." Dia mengakhiri dengan. Medina Rival. itu bukan telepon umum yang kuperkirakan akan dipakainya di ujung jalan rumahnya sendiri. dia melakukan seperti yang kuharapkan —mencoba menghubungi laki-laki atau wanita yang menyuruhnya. Hanya perasaan nyeri yang mendadak—kemudian kau berpikir kau baik-baik saja.35 pada tanggal 9 September. kau cuma telah membuat kekeliruan. Dijamin oleh seorang saksi mata. "Sialan. Ini betul-betul tak terduga. Dia pergi ke Stasiun Victoria dan membeli sebuah tiket ke Crowdean. Hanya karena berusaha untuk melebihlebihkan sesuatu." Suaranya terdengar kaku dan getir.Namanya adalah Mrs. "Aku pergi menemuinya kemarin malam. Ingat kasus Barton pada perampokan Levitti Gang? Berjalan sepanjang jalan sebelum dia jatuh dan mati. sialan!" "Apakah kau—sudah memeriksa—setiap orang?" Saya harus bertanya. yang lari sejak bertahun-tahun yang lalu.Aku katakan padamu aku punya seorang saksi mata. Seorang laki-laki mengendarainya—dan seorang laki-laki mengangkat keranjang itu ke dalam rumah—" Suara Hardcastle tiba-tiba terdengar penuh kecurigaan. Orang biasa tidak angsung menyadarinya. NARASI COLIN Saya tiba di Crowdean pada pukul sebelas malam. huruf-hurufnya tercetak rapi. dan langsung tidur. dia mencoba untuk lebih pintar sedikit. kau tahu itu. Mengapa.30 dan pergi ke bioskop—sendirian—sebelum pulang. Harry Castleton. yang lari darinya bertahuntahun yang lalu. Jika mereka berhasil mengenalinya. Tetapi setan yang cerdik Itu berada selangkah di depannya. "Ya. setiap kait kami menangkap seorang pembunuh pasti ada orang-orang yang mengenalnya dengan baik. aku punya masalah. dan menikamkan sebuah pisau pada. Sayangnya. Sesudah membolak-balik dan memain-mainkannya.K. Dia terus diamat-amati. Dan dia mengerjakannya dengan sangat baik! Aku sungguh-sungguh mempercayainya. Aku membuntutinya. Hardcastle. Tolonglah. itu akan lebih meyakinkan dan lebih memastikan identifikasi itu. tentu saja. aku tak meragukan hal itu.. Kau mati berdiri. Tetapi ternyata kau tidak. Tetapi jika kau datang ke sana dan berkata bahwa dia adalah suamimu. Seorang teman bisnisku telah terbunuh. Saya memeriksanya dengan sedikit kaget. Dia keluar dari bilik telepon umum itu dan kelihatan puas dengan dirinya sendiri. meskipun kau tidak mengetahuinya. demi Tuhan.. membaliknya—ada apa ini? Saya melihat nomor kamar itu—413—sama seperti jam-jam itu." "Yah—kau periksa saja. Teruskan penyelidikanmu. Mungkin seorang teman lama atau kenalannya menemuinya dan berkata. Pesanan itu dikirimkan dengan disertai sebuah surat bersampul persegi empat yang dialamatkan kepada saya dengan kata-kata DIANTAR LANGSUNG tertulis di sudut kiri atas. dan tidak bisa percaya bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu!" "Apa yang terjadi ketika kau pergi menemuinya?" "Aku membuatnya bingung. Saya pergi ke Hotel Clarendon. Dia harus menukarkan uang kecil. Dick. jam sibuk. Waktu itu jam setengah tujuh. Jawabannya muncul dengan segera dan tajam. Kata-kata berikut ini tercetak dalam huruf besar di atasnya: (Ketuk tiga kali) * Saya menatapnya. Jangan mengira dia tahu kalau dia telah ditikam.

berpakaian. dan menasihati supaya pasiennya pergi saja ke sana! Apakah kau yang mengirim ini padaku?" saya mengacungkan surat yang saya terima itu. Poirot. Anjing pelacak. Apa yang dapat kulakukan? Ke mana aku harus pergi?" "Banyak tempat lain." kata saya dingin. ' kata saya. Salah satu tangannya memelintir kumisnya dengan gaya puas. Tetapi saya menerima.saya telah hilang. Poirot tidak perlu pergi dan melihat tempat kejadiannya. memanjakannya. Dia menganggukkan kepalanya kepada saya. setelah beramah-tamah dan berso-pan-santun. kau serigala tua." dia berkata dengan hati-hati. secara pribadi. dengan cara seperti seseorang yang sedang mempelajari sosok makhluk langka yang mengagumkan di kebun binatang. Bayangkan kesulitanku. n'est-ce pas}" katanya. mengapa kau datang kemari?" Poirot menjawab dengan penuh wibawa. pintunya tidak dikunc Sava melangkah masuk dan berhenti dengan tiba-tiba. kuharap. "Mungkin. Kemudian saya berpikir untuk menelepon Dick Hardcastle. Anjing pelacak yang baik." Saya memutar pegangan pintu. bercukur. juga." komentar saya dingin. dan berjalan menuju Hotel Curlew dan sampai di sana pada waktu yang tetali ditentukan. Saya tidak melakukan kedua-duanya. Temanku." "Mengapa?" Poirot memiringkan kepalanya dan berkedip pada saya." "Kupikir kau tidak menikmati kejutanku ini. Jika aku bisa mengikutsertakan setangkai rosemary itu akan lebih baik." katanya. maka anjing itu akan berusaha untuk memberi tuannya apa yang didambakan oleh tuannya. keadaan sebaliknya. dan sekarang aku sedang menunggu temanmu." Saya memandangnya dan tertawa. Saya berdiri di sana sejenak. "Saya katakan pada Anda. membanggakan tuannya. Saya meragukan kalau dia pernah bertemu dengan seseorang seperti Hercule Poirot sebelumnya* Akhirnya. Hercule Poit ot duduk menghadap ke arah saya." teriak saya." Dia menoleh ke inspektur itu. "Silakan masuk. membanggakan kecerdikan dan kepandaian tuannya. Keletihan . dapat hidup tanpa anjing.. pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul. "Saya datang kemari. Dan seperti orang yang terpaksa bangkit berdiri padahal sebetulnya dia malas untuk keluar. Kami sekarang duduk dengan akrab. Aku sengaja memintanya. saya mengetuk tiga kali. membanggakan kepandaian dan kecerdikan anjingnya pada temantemannya. aku sudah melaksanakan permainan kecil itu." "Kukira ini adalah masa kanak-kanak kedua. "Aku akan membelikanmu sebuah balon dan sebuah kelinci mainan siang ini. "Saya kira. yang tergila-gila pada anjing. Poirot? Kalau tidak. penolakan-penolakan. Mereka berkeras. karena Anda telah khusus datang kemari—" Poirot menyelanya—dengan sedikit dingin. yaitu bahwa udara laut akan baik buatku. Saya sedang memandang orang terakhir yang ingin saya temui di dunia ini. Hercule Poirot! Hardcastle tiba. <tn dia «-ikin'dapardttetesaikannvir sendiri. "Anda ingin meninjau—yah. merasa diri saya betul-betul konyol. Tetapi itu tidak benar. Dia menantang saya—menantang saya untuk melakukan apa yang sering saya katakan padanya bahwa hal itu benar-benar bisa dilakukan—duduk diam di kursi saya dan—pada waktunya—memecahkan masalah . Tidak banyak orang di hotel. Kami telah saling berkenalan dan telah saling menvapa. Dia datang menemui sava. Kau tidak menampakkan rasa senangmu sama sekali." "Dan apa yang akan kaukatakan padanya?" "Sudah kurencanakan bahwa kita bertiga harus berbincang-bincang. bukan. tetapi ini diusulkan oleh dokterku.. mari kita serius sekarang." Saya tertawa terbahak-bahak dan Poirot memandang saya dengan pandangan mencela. "bahwa saya bukan seperti orang Inggris. sudah dilaksanakannya. Hardcastle membersihkan kerongkongannya dan berkata. Aku berpikir untuk melukai jariku dan mencapkan sidik jari berdarah di pintu. Dia memanjakan tuannya! Dia. Sekarang bayangkan sendiri. bagaimanapun juga.av p ur." "Tetapi apa yang kaulakukan di sini?" "Hal itu sangat mengganggu. "Bagaimana kau bisa di sini?" "Aku ke sini naik limousine Daimler—sangat nyaman sekali. "Aku berkata bahwa tidak perlulah untuk menjadi seekor anjing pemburu jenis apa pun. Saya naik lift menuju lantai empat dan berjalan di sepanjang koridor ke No. "Itu terjadi dengan teman saya Colin yang ramah ini. yang lari ke sana kemari mengendus-endus Tetapi aku mengakui bahwa untuk pemburuan iru diperlukan seekor anjing. Aku telah mengunjungi kepala polisi yang sangat ramah itu. kemudian. "Tetapi menyenangkan. dan membawa anjingnya jalan-jalan sebab anjing itu sangat menyukai jaian-jalan. "sebab apartemen saya di London sedang dibangun dan didekorasi kembali. sementara Dick sekalisekali melihat ke arah Poirot dengan diam-diam. betul-betul berkeras. "Tentu saja—siapa lagi?" "Apakah ini suatu kebetulan saja? Bagaimana kau bisa mendapat kamar Nomor 413?" "Bukan kebetulan. Tetapi. "Une petite surprise. Saya. * Dia selalu berteras bahwa kau bisa mengerjakan semuanya hanya dengan duduk merenung di atas sebuah kursi. Tetapi cukuplah! Aku mungkin bisa mendapat infeksi karenanva. dan . tidak untuk minta bantuan guna memecahkan masalahnya sendiri. "M.Saya berpikir untuk menelepon Hotel Curlew. Tidak. Saya tidak bertanya pada bagian informasi hotel." katanya." "Dan mengetuk tiga kali?" "Aku tidak dapat menahan diri. untuk mendekorasi kembali apartemenku." "Apakah kau mengharapkan begitu?" "Pourquoi pas} Ayolah. Dia bisa saja menyebutnya berbincang-bincang—tetapi saya tahu siapa yang akan bicara terus." "Poirot. 413. Tetapi Anda harus memaklumi kesulitan-kesulitan yang ada. seluruh peristiwa ini sendiri? Itu tidak akan mudah—" Dia ragu-ragu. dia*prtnl» balrwa saya menganggur dan kesepian. jadi dia membawakan saya sebuah masalah yang dirasanya akan menarik perhatian saya dan memberi saya sesuatu untuk dikerjakan. pendapat Anda tentang anjing. Musim panas sudah hampir berlalu sekarang. Sebuah suara berkata. Anjing itu menyukai tuannya. mandi. "Kepala Polisi berkata pada saya untuk membantu Anda sebisa saya. tidak gembira melihatku lagi." "Salah satu dari dokter-dokter yang penurut itu yang mengetahui ke mana pasiennya ingin pergi. Orang mencintai dan menghargai anjingnya. Saya bangun. Detektif Inspektur Hardcastle. "Kelihatannya pantas. Aku berharap bisa membantu. M.

Curry. mereka berkata seorang laki-laki punya seorang saudara perempuan bernama Elizabeth. Baiklah. Tetapi ada celaan pada nada suaranva. 19 pada jam tiga. atau begitu kata pemiliknya. Dan seterusnva. kau tidak benar-benar mengenal Hercule Poiiot. Mais oui} mon ami. masuk." kata Hardcastle mengeluh. mulai dan sana?" 'Tidak selalu. tidak mengubahnya. yang mestinya berada di penjara. dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan pemiliknya. seperti kebanyakan orang lainnya." "Orang tidak dapat—hanya dengan duduk-duduk di kursi saja—memecahkan sebuah kasus yang dibacanya di koran. tetapi tetap sebagai bukti. di balik tantangan itu. Perusahaan Asuransi Metropolis." 'Tentu saja. Tetapi ternyata Perusahaan Asuransi Metropolis itu tidak ada." "Saya tidak begitu yakin mengenainya.*' "Pikiran Anda sejalan dengan pikiran saya." kata saya.H. ada sedikit ancaman." "Demi Santo Michael. 79 . "Baiklah. aku tahui" Hardcasde menarik napas. keliru. Anda berkata Anda tahu siapa yang membunuh tiga orang. Empat buah jam. untuk mengesankan dirinya. itu bukan—'* Saya menyela. Tak seorang pun tahu siapa dia (atau sekali lagi itu kata mereka). saya harus punya bukti. Dan mengapa?" "Ya. "Di lantai tergeletak seorang laki-laki yang sudah jadi mayat—seorang laki-laki setengah baya yang kelihatannya terhormat.. padahal sebetulnya dia punya seorang ipar perempuan bernama Alexandra." "Maksudmu kau cuma punya praduga. saya boleh berkata. yang telah membawanya ke puncak sukses di karirnya sendiri. yang membawa potongan-potongan fakta itu satu demi satu dan meletakkannya pada—" "Pada kaki tuannya." Hardcastle menampilkan ekspresi keragu-raguan di wajahnya. menyebutkan ketukan di pintu dan seseorang masuk ke ruang itu dengan surat-surat di tangannya. Kita sekarang maju selangkah lagi. berarti bila pemecahan yang benar telah tercapai. Dia dapat mengulangi untuk Anda. Khususnya dia meminta Sheila Webb yang dikirim. "Ada orang-orang yang berkeliaran di luar hari ini. Apa yang kukatakan hanyalah." "Dan juga siapa vang membunuh Edna Brent?" "Tentu. "Maafkan saya. "Baiklah. tidak ramali» "Aku tidak akan bertengkar denganmu. Tetapi pada kasus Colin di sini. Yakin. saya memiliki fakta-faktanya—saya berada 'di sini.itu. ke ruang duduk. Tampaknya pada pukul dua kurang sepuluh menit sebuah agen sekretaris telah ditelepon. Miss Millicent Pebmarsh meminta seorang stenografer untuk datang ke Wilbraham Crescent No. saya kira." Dia menggembungkan dadanya dan memelintir kumisnya. M. Dia ingin. hampir selalu." "Anda tahu identitas orang itu?" "Saya tahu siapa dia sebenarnya. dan koran-koran jarang sekali akurat. Karena orang harus punya fakta-fakta yang akurat. mes amis. Miss Webb dikirimkan." "Anda punya kasus yang terbuka dan tertutup?" "Itu. masing-masing kurang lebih satu jam lebih cepat dari waktu yang sebenarnya." kata saya." "Sayangnya. "Satu hal. Tetapi pertama-tama biarkan aku mengatakan ini. padahal sebetulnya jam empat seperempat. Sekarang biar kami tahu juga!" "Aku pikir kau masih jengkel." kata saya. saya memiliki seekor anjing yang pandai sekali—kepandaian. Teringat akan pesan atasannya. bukan? 'Meletakkan seseorang di tempat kejadian. Anda bisa. kita boleh berkata. itu ternyata betul! Kau ingin mempermainkan aku — hanya sedikit! Aku tidak mencelamu. Kaupikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi dengan cara lain... anjing yang malang itu tidak membuat deduksi-deduksi yang diperlukan?" "Jadi. Untuk memecahkan suatu masalah orang harus punya fakta-fakta. Itu berarti bahwa dia mendengar apa yang akan saya dengar seandainya saya ada di sana dan melihat apa yang akan saya lihat. Apa yang kukatakan adalah. Dia dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat—yaitu." 'Tetapi itu hanya prosentase yang sangat kecil. Semua ini adalah penting sekali. seperti yang diperintahkan. Jika Anda tahu—betul-betul tahu—apakah itu bukan langkah yang pertama? Tidak dapatkah Anda. Inspektur. Dia tiba di sana beberapa menit sebelum jam tiga. tetapi dengan sumber-sumber yang ada. 19 itu?" "Tentu saja. Denvers Street No. adalah sifat kasus ini yang sangat fantastik. dia tetap berlaku sopan." "Tentu saja aku tahu!" Hardcastle menatapnya tidak percaya. Secara kasar—dia tidak akan berkata 'Dan pada jam sebelas lewat dua puluh datanglah tukang pos' sebaliknya dia akan menggambarkan apa yang sebetulnya terjadi. pembicaraanpembicaraan yang telah berlangsung. Kau tahu. harus betul-betul dimengerti. Sava memandangnya dan menyeringai dengan rasa sayang. mempercayai apa yang dikatakan pada kita." "Ayolah. dalam pikiran saya. Dia selalu memiliki ingatan yang hebat." kata saya. sejauh yang saya bisa. Kita tidak boleh. Mungkin saja. "segeralah mulai! Aku memberimu seluruh nilai yang kauinginkan. Untuk itu orang butuh anjing. bahkan beberapa hari sesudahnya. maka segala sesuatunya akan cocok. hanya sedikit sekali dan tidak berbahaya." kata Hardcastle setuju. 7. 'Tetapi Anda tahu." Poirot mengatur dirinya dengan nyaman di kursinya dan mengisyaratkan agar inspektur itu mengisi gelasnya lagi.' Hal yang menarik minat saya pertama kali. "Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tabu siapa yang membunuh laki-laki di Wilbraham Crescent No. Mereka mengetahuinva dan kami mengetahuinya. ketika Colin mengulangi cerita itu pada saya. R. Dalam sakunya terdapat sebuah kartu bertuliskan nama Mr. membuktikan pada saya bahwa hal itu sama sekali tidak mudah. sampai pernyataan itu telah diperiksa dengan saksama. tidak boleh.' Itu adalah istilah zaman perang. Poirot. "Berikan kami jawaban masalah itu—jika kau tahu. mon cher Colin. Curry. Tidak ada Denvers Street dan kelihaiannya tidak ada pula orang yang bernama Mr. "Saya setuju. M. Poirot. Mereka melaporkan sesuatu yang terjadi pada jam empat. saya pikir. memperoleh bukti. Itu adalah bukti negatif. anjing pelacak.

"Dan karenanya. Jadi saya berkata pada teman saya Colin." kata inspektur itu. 'Kau bilang ini mestinya adalah kejahatan yang sederhana? Baiklah. "bahkan kau sendiri pun tidak dapat menahan diri terhadap kesan melodramatis dalam kata-katamu sendiri. Poirot melanjutkan. sehingga orang segera merasa 'Cerita ini tidak nvata dalam kehidupan. misalnya." "Tetapi. tentang Biro Sekretaris Cavendish. mungkin itu menarik buatmu—untuk bergurau seperti itu. Di mana akan kausembunyikan sebuah batu kerikil? Di pantai." kata saya. hal itu terjadi Sebuah kalimat kecil yang pentingnya tak terkirakan. memutar badannya. Tetapi yang Jebih penting lagi. "Padahal aku adalah orang yang datang dan meletakkan seluruh kejadian ini ke pangkuan-mu!" "Pembunuh biasanya sombong. Maksudnya jika sava mengamati bahwa seekor anjing tidak menyalak padahal semestinya dia hams menyalak. tetapi dia sepenuhnya setuju dengan perasaan itu. kau berkata begitu. setiap orang di dalamnya mungkin telah membunuh Mr. betul. Bercakap-cakaplah dengan mereka. keluarga Bland. yang selalu jauh lebih mudah daripada berbohong. yang kematiannya penting bagi seseorang. Jika saya menemukan—-tetapi saya tidak akan berkata apa-apa lagi." kata Poirot. atau suami seseorang yang keberadaannya menjengkelkan dan membahayakan istrinya. "Anda mengerti?" ''Yah—" kata inspektur itu lagi. Ini benarbenar terjadi. dan terhormat'. "Jadi di sini ada seorang laki-laki biasa. mereka bisa santai. Orang-orang selalu bersiap waspada bila ada topik yang mungkin membahayakan mereka. "Sayangnya tidak terjadi dalam kasus ini." kata Poitot." kata saya. 'Ha! Kejahatan model Sherlock Holmes!* Sama seperti bila sesosok mayat ditemukan di ruangan terkunci. Anda menangkap maksud saya? Di sini ada kejahatan yang diatur dalam keadaan yang sangat mustahil. 'Ha! Kasus Dickson Carrl' Kemudian ada teman saya Mrs." Poirot menegaskan. tentang seorang gadis yang bekerja di sana yang bernama Sheila Webb. Curry. dengan mantel-mantel bulu yang indah yang dilingkarkan di tubuhnya. Dia bisa jadi seorang pemeras. Saya boleh menyebutkan bahwa ketika teman muda saya ini datang dengan kisahnya. Itu adalah kejadian yang bisa terjadi dalam tulisan-tulisan orang-orang seperti Gatry Gregson. Miss Pebmarsh yang mungkin telah membunuhnya sebelum dia keluar pada pukul 1. "Tetapi aku tetap tidak mengerti bagaimana kesimpulanmu bisa tepat. dengan mempermainkan aku. Carilah keterangan tentang mereka. Jadi. Itu membuat seseorang harus berpikir keras.' " Dia memandang inspektur itu. Jadi mereka menyelipkan satu fakta kecil yang tanpa mereka sadari dapat membuat perbedaan besar. Dan tiba-tiba saya berpikir sendiri. Oliver." "Dan tentu saja. Anda mengerti maksud saya?" "Yah — " kata inspektur itu. Mrs.' Tidak. "Jika Anda menggambar sebuah lingkaran di sekeliling nomor 19. "kau. khayalan. Hemming.menemukan mayat itu di lantai dan berlari ke luar rumah sambil menjerit-jerit. sava sedang menyibukkan diri dengan penulis-penulis cerita seram yang menghasilkan karya-karyanya selama lebih dari enam puluh tahun terakhir ini." "Anda tadi berkata. bukan?" Hardcastle tidak akan mengatakan begitu. "Kelihatannya seperti kebalikan dari Chesterton. dan mereka sama sekali tidak akan mengamati seperti apa wanita itu sebetulnya! Jadi saya berkata pada diri saya sendiri— dan saya berkata pada teman saya Colin: Oleh karena pembunuhan ini memiliki jebakan-jebakan yang fantastik -dan membingungkan maka pasti sebetulnya kenyataannya adalah sangat sederhana. saya akan berkata pada diri sendiri. pasti saya akan mengatakan. "Sebab dengan demikian. hal-hal kecil sering terselip. atau seorang penipu. menyenangkan. dan dengan perhiasan di lehernya dan di telinganya.Ada pengetahuan tentang kebiasaan-kebiasaan setempat—tentang Miss Pebmarsh dan kebiasaannya. Semakin banyak yang saya dengar. M. Anda tahu. menutupi kenyataan bahwa sebetulnya dia tidak mengerti. Sebab dalam percakapan Anda tidak langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu —dalam sebuah percakapan biasa. taruhlah memang begitu. baik. Seorang laki-laki telah terbunuh. Setuju?" "Ya. Semua ini sangat melodramatis. baik. Kau juga berada di tempat itu. ada orang-orang yang telah berada di tempat itu. Sava membungkuk hormat "Masuklah paiilawan muda kita. 'Di mana akan kausembunyikan sehelai daun? Di hutan. dan berhenti dengan sopan. Bagi siapa? Dan di sini akhirnya kita bisa menyempitkan ruang lingkupnya sedikit. karena ini adalah nyata. Latar belakang mereka. Miss Waterhouse. Sangat menarik. Anda tidak mungkin bisa maju. semakin banyak orang yang percaya bahwa dia kelihatan sebagai seorang laki-laki yang betul-betul biasa. Biarkan orang ini tepat seperti kelihatan-nya— seorang laki-laki setengah baya. tetapi dalam percakapan biasa. dan mengangguk kuat-kuat. Semuanya adalah mustahil/ Tetapi celakanya." . orang-orang akan melihat pada mantel bulu dan perhiasannya dan pada coiffure dan haute couture. "Apa yang akan kaukatakan selanjutnya?" "Aku." "Ah. Dan sebelum Anda bisa mendapatkan jawaban yang betul untuk kedua pertanyaan ini. Dia menyembunyikannya di balik make-up. mon cher. harus dalam percakapan. "Kau lihat. Orang nyaris menerapkan cerita-cerita fiksi itu dalam kehidupan nyata. dan betul-betul tidak nyata. Mencari nomor besar di deretan rumah bernomor kecil. Poirot?" Inspektur itu dengan sopan menarik Poirot kembali pada topik pembicaraan." "Sebuah penjelasan yang mengagumkan."Siapa yang mengatakannya? Kapan?" "Nanti saja pada saatnya. Tetapi yang penting. keluarga McNaugh-ton. di balik perona pipi dan maskara. mon cher. Dia jatuh ke dalam pelukan seorang pemuda." kata saya geram. dan terhormat. sama sekali tidak." "Untuk itu kau harus menunggu. Mengapa dia dibunuh? Dan siapa dia? Jawaban dari pertanyaan pertama jelas-jelas tergantung pada jawaban pertanyaan kedua. mereka tergoda untuk mengatakan yang sebenarnya. selanjutnya. aku akan mengatakan segalanya!" Poirot mengumumkan dengan gagah." Poirot berhenti dan memandang saya.' Di sini ada yang dilebih-lebihkan. "Andamulai menginjak pada intinya sekarang. Colin sayang. Dia bisa menjadi siapa saja. fantastik. kita membuang jehakan-jebakannya dan beralih pada pokok-pokoknya. *Di antara wajah-wajah setengah baya lainnya. melodrama! Ketika saya berkata pada diri sendiri meniru Chesterton 'Di mana seorang wanita setengah baya menyembunyikan kecantikannya yang memudar?' Sava tidak menjawab. 'Tetangga. itu tidak cocok di sini." "Apa?** saya menuntut." kata saya.35 atau sekitar itu dan Miss Webb yang mungkin telah mengatur untuk bertemu dengan orang itu di sana. dan membunuhnya sebelum berlari keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit." "Yah. setengah baya.

Rival.untuk membunuhnya. semua ini harus dikesampingkan dulu untuk sementara. Curry. Bland adalah seorang kontraktor lokal yang ternama. Asumsi lebih jauh adalah bahwa dia bukan orang Inggris." "Saya mulai'mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang korban dan pembunuhnya. maka kita harus mencari orang yang bisa diperasnya. Mr. Tetapi hanya satu orang yang dapat membunuhnya. tetapi apa yang membingungkan saya adalah mengapa pembunuh kita berani mengambil risiko bahwa tidak akan ada identifikasi asli. Tetapi itu tidak cukup. tetapi gagal. dia berkata.30. mereka dipilih. saya yakin. McNaughton pernah menjadi dosen di Cambridge. Mereka adalah. Betapa anehnya. Tidak lebih dari itu. "Ini. yang sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri untuk dapat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Mungkin maksud Edna adalah Miss Pebmarsh. Curry. Jika kita tahu siapa orang itu. 'Saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. Poirot beralih ke Inspektur Hardcastle. seperti sangkaan orang pada umumnya. Adalah penting bahwa dia tidak dapat diidentifikasikan. Ini membuat saya menuju asumsi berikut™ orang ini tidak diketahui telah menghilang.'* Dia mencondongkan tubuhnya ke depan. Ternyata yang muncul seorang istri. seperti 'sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan lilin lak dan kubis-kubis serta raja-raja. hanyalah ukuran sementara. Telah diasumsikan bahwa sesuatu itu berkaitan dengan Sheila Webb. Saudara lakilaki. 81 . Dia cuma datang ke sana untuk dibunuh. Dan semuanya gara-gara ingin sebatang paku sepatu kuda. "Kita telah tahu bahwa Edna Brent mencemaskan sesuatu. Jika identitas orang itu harus disembunyikan selamanya.' Tiga orang wanita telah memberikan kesaksian pagi itu. Tetapi itu bukan semuanya. Karena ingin perang. " 'Dilly. tetapi tidak ada bukti mengenainya. Saya kira bahwa tidak ada telepon sama sekali. Delapan orang gadis bekerja di sana. tidak punya surat-surat keterangan. "Mari kita bayangkan Biro Sekretaris Cavendish. maka kita mencari di antara pewaris-pewarisnya. Tanpa diduga. Poirot tidak memperhatikan saya. Waterhouse adalah penghuni terhormat sejak dulu. kerajaan musnah. dia mungkin maksudnya Sheila Webb.' Hal yang utama adalah bahwa seorang laki-laki biasa. Dia membeli roti kismis dan kembali ke kantor Poirot menuding-nudingkan jarinya dengan tegas pada kami. Dia mungkin hanya ingin berkonsultasi dengan Sheila Webb tentang sesuatu yang membingungkannya—tetapi jika demikian. Sederhana sekali!" "Komentarnya memang mencengangkan diriku pada waktu itu. "Kata-katanya pada polisi di pemeriksaan itu adalah satu-satunya petunjuk yang kita miliki mengenai apa yang mencemaskannya. Mereka adalah keempat gadis yang biasanya mengambil giliran makan siang pertama kali dari jam 12. Dengan pengecualian Mr". paling tidak akan ada induk semang. Tetapi ada kemungkinan ketiga—mungkin maksudnya Miss Martindale" "Miss Martindale? Tetapi kesaksiannya cuma beberapa menit saja. Cepat atau lambat. Edna. Tetapi pada hari itu Edna Brent mendapat kecelakaan kecil segera setelah meninggalkan kantor." Kami berdua menatapnya. siapa yang ada di sana yang tampaknya tidak seperti yang ditunjukkannya? Jawabannya adalah mengecewakan. "Banyak orang punya kemungkinan membunuh Mr.30 sampai jam 1. tersangkut <li kisi-kisi. Poirot mendongakkan kepalanya dan berdeklamasi secara dramatis: "Karena tngin paku." "Tepat. berusia setengah baya. dan hanya sedang berkunjung ke negeri ini. telah mati. "Sejauh itu—rencananya adalah jelas. "Bonafiditas setiap orang adalah ash. RarhSay yang1 saya kira tidaklah seperti yang ditunjukkannya.* Mr. Tetapi jika kita tidak tahu siapa orang itu—maka kita punya tugas yang lebih sulit untuk mencari di antara orang-orang dalam lingkaran itu siapa yang memiliki alasan.' Dia mempunyai bakat. kuda hilang. pengaturan-pengaturan yang dibuat dengan sengaja. dia harus diberi identitas palsu. Ada sebuah desa di Somerset—saya pernah tinggal dekat sana dengan teman-teman dulu—desa Curry Rival—Tanpa sadar. perang kalah. Ketika diberi tahu bahwa orang itu tidak tinggal di nomor 19. Jika dia seorang detektif. seperti yang dikatakan dalam 'Alice' Anda yang abadi itu. Hemming adalah janda petugas lelang lokal. Karena ingin kuda. saudara perempuan. sepatu hilang."Jika kau melanjutkan. mengenalinya dengan yakin dan itulah identitasnya. Dia berkata seperti ini. Kehadiran jam-jam yang tidak pada tempatnya itu. Atau. Dan mana dia datang? Apa yang membawanya ke Wilbraham Crescent No. merek penjahit telah disingkirkan dari pakaiannya. dilly. Karena ingin sepatu. tanpa mengetahui mengapa kedua nama itu berarti sesuatu." Di sirj Poirot memandang _-aya dengan pandang bertanya dan saya mengangguk. Jika dia seorang pemeras yang terkenal. pasti merupakan kejahatan yang sederhana. Dia ingin berbicara dengan Sheila Webb di luar kantor. Oh! Saya mengerti. Sheila Webb. agar mayat itu ditemukan. jarum jam yang diputar agar menunjuk waktu tertentu. Mrs. maka kita harus mencari orang yang punya rahasia kriminal. 19 untuk dibunuh. Tumit sepatunva putus. 19? Dan di sini ada satu ucapan yang sangat berharga. Dia tidak punya dompet. rekan bisnis. jika dia orang kaya. Agen Asuransi. empat dari gadis-gadis itu mendapat tugas keluar yang agak jauh—sehingga mereka mendapat makan siang dari klien yang memakai jasa mereka. Janet dan Maureen. Itu akan cocok dengan fakta bahwa giginya tidak cocok dengan catatan gigi mana pun di sini. Saya mulai merasa tidak enak. Jika orang itu tidak berkeluarga. Keempat sisanya. Mrs Rival—dan nama itu sendiri sudah mencurigakan.30. satu hal sudah jelas. untuk menuju pada inti sesuatu masalah. Kartu nama Curry ng dicetak. mengambil giliran kedua dari jam 1. Cuma terdiri dari bunyi telepon yang diterimanya yang mengaku dari Miss Pebmarsh. seseorang akan muncul." "Maksud Anda Edna tahu bahwa itu bukan dari Miss Pebmarsh?" "Saya kira lebih sederhana dari itu. pembantu. Mrs. Kejahatan itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan lihai'—tetapi sekarang muncullah sekeping kesialan yang tak seorang pembunuh pun dapat meramalkannya. Edna Brent. kau akan meyakinkan dhiku" kata saya." "Dan apakah itu?" tanya Hardcastle. Dia mencoba menemui Sheila Webb di luar kantor. Curry datang ke Wilbraham Crescent No." kata saya. dan bahwa seseorang menginginkan kematiannya. Curry datang—dan dia dibunuh.30 sampai jam 2. itu akan memberi petunjuk pada kita siapa pembunuhnya. Dia menyimpulkan seluruh kejadian itu. yang diucapkan oleh salah seorang tetangga. Mr. Jadi kita kembali ke Mr." Poirot meneruskan. Pada tanggal 9 September. atau mempunyai alasan untuk membunuh gadis itu. "Dengan mengesampingkan Miss Pebmarsh dan Sheila Webb. dilly—datanglah untuk dibunuh. saya berkata pada diri saya sendiri. seorang istri. Curry—Mrs. Hemming. Dia tidak dapat pergi makan dengan keadaan seperti itu. dan dua gadis lainnya.

" "Tidak punya imajinasi?" tanya Hardcastle." "Tidak. "Jadi Anda pikir-" Poirot bersandar pada kursinya dan mengatupkan ujung jari-jarinya. semakin kacau jadinya. Dia memiliki akte pernikahan yang asli. Siapa yang tahu bahwa yang ini adalah Mrs. Dia telah mewarisi harta yang besar setahun yang lalu dari pamannya di Canada. Dia masuk ke bilik telepon umum. saya kira. Suatu hari datanglah sepucuk surat dari kantor pengacara yang mengatakan bahwa istri Anda telah mewarisi harta yang besar dari seorang paman di Canada. Dia memikirkan dan merencanakan semuanya. Dan saya mulai curiga bahwa pada diri Miss Martindale kita menemukan karakter Lady Macbeth. Apakah kau ingat bahwa sesudah berbicara tentang hidup di luar negeri. Semakin Edna memikirkannya. berjalan dengannya di sepanjang jalan itu dan Edna mengeluarkan pertanyaannya. itu betul. Tetapi bagaimana mereka bisa berharap untuk lolos dari itu? Pasti ada yang akan kehilangan orang itu. Mereka mengambilnya." "Dan kemudian tibalah pemeriksaan itu. berbagai surat-surat keluarga. tidak tahu bahwa Edna telah kembali. Mrs. Tetapi karena tidak diragukan lagi bahwa Miss Martindale-lah yang membunuh Edna—oh. tetapi ternyata n siang. tidak ada orang lain kecuali dirinya di kantor itu. Miss Pebmarsh menelepon dan meminta Sheila Webb untuk dikirimkan. betapa kecewanya dia! Dia jadi geram! Dan kemudian sebuah ide muncul. "Mungkin mereka melihatnya. Dia harus bertanva pada Sheila mengenainya. Bagaimana dan kapan perjanjian itu dibuat tidak disebutkan pada Edna. bertahun-tahun yang lalu. ketika meninggalkan Cornmarket dalam kerumunan orang. Pernikahannya yang pertama. adalah salah. di kantor pribadinya." "Dan tak seorang pun melihatnya?" Poirot mengangkat bahu. dia membuntuti gadis itu ke Wilbraham Crescent. tulah sebabnya dia bertanya pada polisi itu apakah dia bisa berbicara dengan inspektur. ya. Bagaimanapun juga. Mrs. atau seorang teman dekat keluarga itu—tetapi siapa pun dia.49. terjadi di masa perang. Surat itu dialamatkan pada Mrs. mengangkat gagang telepon. ke. dia dapat pergi ke luar negeri— tetapi sesuatu seperti itu akan mencurigakan. Miss Martindale bertindak cepat. Apa yang terjadi? Saya kira seseorang akan datang berkunjung dari Canada ke negeri ini—dan orang itu mengenal Mrs. Mungkin istri pertamanya meninggal sesudahnya. Dan semua gadis menghadirinya.iia saya melihatnya. Dan di sini. saya ingin tahu?" "Cuma untuk melihat tempat kejadian itu. Dia memejamkan matanya dan berbicara sambil melamun. Itu adalah kesempatan yang diambil dengan berani oleh seorang wanita yang nekat dan kejam. u an orang-orang di Crescent sibuk menatap nomor 19. Tamu itu akan berkeras untuk melihat wanita yang ingin dilihatnya—" "Jadi— pembunuhan?" "Ya. Bland mungkin adalah dalangnya. Bland yang meneri-manva adalah Mrs. Orang tidak melihatnya mula-mula. menarik selendang di sekeliling lehernya dan mencekiknya." Hardcastle menggelengkan kepalanya ragu. sebab dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Teleponlah dan katakan pada mereka kita berdua akan segera ke sana.' Salah satu sifat Edna adalah segera melakukan apa yang diperintahkan kepadanya." "Tetapi mengapa? Apa motifnya?" Hercule Poirot memandang saya. saudara perempuan Mrs. "Banyak orang melakukannya. eh? Aku menemukan satu kalimat yang sangat jelas. sehingga tidak dapat ditipu dengan tiruannya. Bland yang pertama dengan cukup baik." ^Mrs/ Bland wemangwengmg'arkitirsayaj'pada ses<oianq. Ini nomor kantor polisi. Kau harus segera menelepon polisi. Bland dan satu-satunya kesulitan adalah bahwa Mrs." "Anda menganggap Miss Martindale dan Mrs. Formalitas yang sah dilalui. Saya kira mungkin Miss Martindale. Berita tentang pembunuhan menyebar dan sedikit demi sedikit ceritanya menjadi lebih jelas. Bagaimanapun juga. Bland yang lain—dia adalah istri kedua—bukan istri pertama—Bayangkan. Sheila dipanggil oleh Miss Martindale dan disuruh pergi untuk memenuhi panggilan. ya —hanya dia yang dapat membunuh Edna. Bland semestinya tidak punya seorang saudara perempuan. Bland yang lain? Tidak seorang pun di Crowdean tahu bahwa Bland telah menikah sebelumnya. dia akan tahu.'* "Ya. dan Miss "Martindale menyelinap di belakangnya." Hardcastle duduk bersiap-siap." kata Harttcas-e r mereka sangat berbeda— tetapi benar—ada kesamaannya juga. Dan jadilah keluarga Bland kaya. Kisi-kisi itu terletak cukup dekat dengan kantor. makmur. Tetapi Edna tahu bahwa itu tidak benar. Mungkin mereka memikirkan cara-cara untuk menghindari pertemuan itu. dengan waktu yang sangat tepat. Mereka saat itu berada di dekat telepon umum. Tetapi Miss Pebmarsh berkata bahwa bukan dia yang menelepon. Penyelidikan-penyelidikan akan dilakukan—'* . Dia berkata."Tumit sepatu Edna copot. Mengapa Edna pergi ke sana. sama sekali tidak punya imajinasi. Bland bersaudara?" "Itu adalah satu-satunya keterangan yang masuk akal. Edna mula-mula tidak tahu betapa pentingnya apa yang diketahuinya itu. 'Ini sangat penting. Sheila pasti tahu jawabannya. Sejauh yang diketahuinya. Telepon itu dikatakan masuk pada pukul dua kurang sepuluh menit. ketika dia di luar negeri. Mungkin Miss Martindale berbicara padanya di sana. Tetapi Mrs. "Oh. foto-foto dari sanak-saudara di Canada yang telah meninggal sekarang—semuanya sederhana saja. saya membayangkan. "Misalnya Anda adalah seorang laki-laki biasa. Yang perlu dia lakukan hanvalah berkata bahwa ada telepon jam 1. wanita yang bengis dan tidak punya imajinasi. Tetapi Miss Martindale. Miss Martindale pasti telah membuat kesalahan—Tetapi Miss Martindale jelas-jelas tidak mungkin membuat kesalahan. dan terlaksanalah hal itu. Tetapi sangat efisien. Tidak ada telepon pada waktu itu. dan sedang dalam kesulitan keuangan. Dia menggoyang-goyangkan jarinya. "Miss Martindale? Saya tidak melihat bagaimana dia bisa terlibat. dan semua kesulitan keuangan mereka berlalu— "Dan kemudian—setahun berikutnya—sesuatu terjadi. dan boleh dikatakan sedang nganggur. dan dia langsung menikah kembali. Miss Martindale mengulangi ceritanya tentang telepon itu dan Edna betul-betul tahu-sekarang bahwa bukti yang diberikan Miss Martindale dengan begitu jelas. mendengar pertanyaannya. "Jadi percakapan-percakapan para tetangga tidak berguna bagimu. Seorang perencana yang baik. Dia kembali ke kantor. tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu. Mungkin saat itu dia telah mendengar gadis-gadis itu menggoda Edna tentang tumit sepatunya yang copot. maka dia pasti terlibat." kata Hardcastle mengeluh. Dia mungkin seorang pengacara keluarga yang sudah tua. Bland mengatakan bahwa dia suka tinggal di Crowdean sebab dia punya seorang saudara perempuan di sini. Bland bisa jatuh sakit. lebih baik mengambil risiko.

7. Selama dua menit terakhir saya memandanginya. yang sedang menggigitmu—kau kelihatan seperti orang vang baru saja melihat hantu. seperti katamu. "Eh. "Eh. dan lima lewat tujuh menit. "Bland berkata padaku bahwa dia baru-baru ini telah pergi sehari ke Boulogne—dengan seorang gadis pirang" "Yang membuat semuanva kelihatan wajar. bien. Dan masalah ini menyangkut manusia. "Coba katakan saru hal padaku." kata Poirot. terima kasih. Ya." "Mereka bisa meminjamkanmu apartemen lainnya. 10." Poirot meneruskan dengan muak." Poirot berlagak rendah hati." "Tetapi jam-jam-itu pasti mempunyai arti yang asli—maksud saya. Apakah nantinya ada yang muncul—" "Saya sangat senang sekali jika saya bisa membantu. Dari awal saya telah mendeteksi adanya suatu pola—suatu pola yang saya ketahui. Pada saat itu siapa yang akan menghubungkan seorang laki-laki yang telah diidentifikasi dan dikuburkan sebagai Harry Casdeton. Semua ada di sana—menunggunya. "ada perhiasan. adalah kejahatan yang sederhana. Lemari besi itu disembunyikan di belakang reproduksi lukisan Mona Lisa. ya." kata Hercule Poirot. Poirot mengalihkan perhatiannya pada saya. terpana. pada alur cerita Gregson. bukan? Aku bisa jadi mesin kalau memang perlu. Semua petunjuk yang semarak itu akan menuju—ke mana? Tidak ke mana-mana tepatnya! Ah. karena kau begitu bodoh untuk menerka." "Aku tahu kini. Aku dapat berbaring dan berpikir. Apakah dia kehilangan benda itu di ruang kerja Biro Sekretaris itu? Apakah Miss Martindale mengambilnya sebagai dasar dari khayalannya. 515457. Itu adalah kombinasi nomor sebuah lemari besi. dan apakah hanya karena jam itu maka dia memilih Sheila sebagai orang yang akan menemukan mayat itu — " Hardcastle meledak. Itulah yang menarik. saya ingin tahu?" Hardcastle menolak untuk mengorek-ngorek sejarah masa lampau. rencana perjalanannya mungkin tidak diketahui orang lain. Tetapi aku ini manusia. maka harus disamarkan supaya menjadi fantastik. Sepucuk surat dari suatu tempat—sepucuk kartu pos dari tempat lainnya. Dia hanya perlu mengambilnya dan menyesuaikan dengan tujuannya." "Aha. dia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tertentu di Canada untuk saya. Dia mengambil sehelai kertas hotel dari rak di atasnya dan mengulut kannya pada Hardcastle. mengapa kau datang kemari?" "Sudah kubilang. Jam-jamnya diputar pada jam lima lewat satu menit. Oh. Greg-son terburu meninggal dan tidak sempat menulis yang satu ini—tetapi Miss Martindale. Di antara mereka ada milik Gerry Gregsort." Hardcastle menolak. kukatakan padamu. mengetahui semuanya. saya akan menyelinap sehaii ke Prancis atau Belgia dan membuang paspor orang itu di kereta api atau di trem. itu sangat cocok buat U Martindale. "Dan Anda berkata bahwa wanita itu tidak punya imajinasi? Kapan dia merencanakan semua ini?" "Tetapi dia tidak merencanakannya. Hardcastle telah mencatat alamat Enderby tanpa bersusah-payah untuk membalik kertas itu sehingga posisinya benar. W. sehingga pemeriksaan akan dilakukan dari negara lain. ya. Aku ingin tahu—Gregson meninggalkan sebuah warisan untuknya—bukan? Bagaimana dan mengapa dia meninggal. akan kukatakan padamu."Jika orang itu bepergian ke luar negeri —mungkin untuk bersenang-senang. Poirot. Ini—" Seperti seorang tukang sulap dia mengeluarkan dua buku tulis kumal dari laci meja "—semuanya ada di sini\ Di antara banyak alur cerita yang direncanakannya untuk ditulis. Tidak diragukan lagi itu adalah kebiasaannya. No." 83 . bien—dan apa. Aku dapat memecahkan masalahnya." kata Hardcastle. "Saya harus memeriksa berbagai hal—" "Tentu—tentu—" Ucapan selamat berpisah diucapkan. seorang wanita yang efisien. Dia cukup memilih karakter-karakter lokalnya dan mengangkat cerita itu untuk disesuaikan. saya menghadiri penjualan naskah-naskah para pengarang minggu ini. dengan seorang tamu kaya dan terhormat dari Canada. lima lewat empat menit. Karena kejahatan itu. "Yah. saya jadi tahu betapa bodohnya saya. M. Melihat kertas itu. "Kopinya di sini. ya." "Itu masih dugaan. seperu yang saya katakan tadi. mengapa—oh. dan mata Poirot beralih ke saya. sebab saya telah membaca pola-pola itu baru-baru ini. Saya sangat beruntung." "Oh. Atau kau bisa pergi ke Ritz. kau bisa mengerjakan semuany? hanya dengan duduk di kursimu di London dan dapat membuatku dan Dick Hardcastle menemui -mu di sana. per-mata-permata mahkota keluarga bangsawan Rusia. Saya hampir-hampir tidak berani berharap. Hardcastle pergi. kalau aku boleh bertanya. Jam Rosemary yang direparasikan oleh Sheila Webb. Tetapi nasib baik berpihak pada saya." Tetapi mungkin tidak pada Hercule Poirot! Sava harus menyerangnya. Alisnya naik. Jika. kau akan lebih nyaman di sana daripada di Hotel Curlew. S. men dieu. mereka mereparasi apartemenku. Sebuah pola yang saya kenal. tidak untuk bisnis. betapa bodohnya aku ini. Di dalam lemari besi itu. "Jika Anda mau menulis pada Mr. "Tetapi penyelidikan dapat dilakukan. kopinya!" "Yah. Poirot. Aku ini manusia. yang dulu adalah sekretarisnya." "Sudah tentu. "Saya pikir Anda akan menemukan bahwa Miss Martindale bertanggung jawab atas mereka. Jam-jam yang terkenal itu!" Poirot tersenyum. ke negara di mana dia tidak pernah dilihat sebelumnya? Jika saya jadi pembunuhnya. kalau begitu mengapa?* Hercule Poirot meledak marah. Dia adalah seorang pengacara internasional yang terkenal. "Ya?" katanya. Enderby di Ennismore Gardens. Alamat hotelnya terbalik di bagian kiri bawah. itu sering terjadi pada diri kita. Seperti Colin di sini akan mengatakan pada Anda." "Dan bagaimana tentang urusan jam-jam itu?" "Oh! Jam-jam itu." Saya bergerak tanpa sadar. "Anda telah memberi kami sesuatu untuk dipikirkan. V h tas dc bitiseSy seluruhnya! Dan tentu saja ada cerita sejenisnya—seorang gadis yang dihukum mati. Dia mengumpulkan buku-buku tulis itu dan mengambil kertas hotel itu dari tangan saya.

Lamb. Catatan-catatan dan memoranda-memoranda yang penting Anda simpan dengan sistem microdot dalam huruf Braille. Apa gunanya? Saya akan tetap di sini sampai—mereka datang. Si." "Ya.. Dia meraba sebuah kursi dan duduk. Anda menyimpan huku-buku anak-anak dalam huruf Braille di rumah Anda—hal yang sangat wajar. "Waktu terus berjalan."Jadi?" "Penjelasan sederhana sekali—sama seperti pembunuhan itu." kata saya." Dia mendahului saya masuk ke ruang duduk. Saya pergi ke pintu depan dan menekan bel. Saya telah menemukan kantor pusat di mana rencana-rencana itu dibuat. tetapi saya tidak bodoh. "Saya melakukan yang terbaik untuknya. Miss Pebmarsh.*' "Jangan omong kosong." "Indoktrinasi. . untuk memberi saya apa yang kelihatannya sebagai suatu peringatan—" "Ini adalah peringatan. Informasi yang didapat Larkin di Portlebury diteruskan pada Anda. Dia buta. Bukan sebuah senjata otomatis. Dua jam lagi orang-orang kami akan datang kemari dan mengambil alih — " "Saya tidak memahami maksud Anda. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun." "Tetapi mengapa? Mengapa}" Saya berkata pelan. Saya berhenti di depan pintu gerbang nomor 19. Dia berkata pelan." "Dan mengapa Anda katakan semuanya ini pada saya? Kelihatannya ini tidak biasa." "Saya dulu begitu bodoh. Pengecualian itu adalah Anda sendiri. Rumah itu rapi dan damai. "Saya mungkin lemah hati. "Saya tidak akan mengambil keuntungan dari tawaran Anda. Miss Millicent Pebmarsh membukanva." kata saya. Mr. Saya juga cukup bodoh untuk membaca sehelai kertas dalam keadaan terbalik. tetapi bahkan seorang wanita buta pun dapat mencelakakan kita jika kita tidak waspada. "Saya tidak akan mengatakan apakah Anda benar atau salah. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa—bahwa itu mungkin benar?'* "Mata.*' "Tetapi watak kami jauh berbeda. sebuah alasan harus dipikirkan dulu. malam-malam.*' kata saya. Miss Pebmarsh.. "Bolehkah saya masuk dan berbicara dengan Anda?" "Tentu. Anda punya dua jam untuk berangkat jika Anda memilih untuk pergi.." Saya berada di belakangnya ketika dia membuka laci itu." "Dan apa arti semuanya ini?" "Hanya bahwa permainan itu sudah selesai. hampir-hampir menentang. Saya tidak tahu dorongan apa yang telah menggerakkan Anda—" "Katakan saja bahwa saya mengabdikan diri." Saya melihat jam tangan saya. Saya mengerti bahwa Anda tidak mempunyai hubungan dengan polisi lokal—" "Anda benar." "Sebagaimana seharusnya. Tetapi sebuah pisau kecil yang sangat mematikan. maksud Anda?" "Jika Anda menyukai istilah itu." Dia berkata." "Anda tidak akan dapat begitu tidak berperasaan seperti yang Anda inginkan. "Tahukah Anda siapa dia—hari itu?" "Tidak sampai saya mendengar namanya. kau lagi saya berada di Wilbraham Crescent. "Sebab saya pikir ada sebuah kemungkinan bahwa Anda mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu mertua saya. Saya tidak punya ilusi tentang Millicent Pebmarsh. Saya menemukan Anda pada hari pertama saya berada di sini—tapi saya tidak tahu bahwa saya telah menemukan Anda. dan akan tetap di sini sampai orang-orang sava datang." "Kita semua bisa ceroboh kadang-kadang. Mengapa Anda datang kemari sebelum orang-orang Anda.." Hening lagi. Saya pikir. Tak seorang pun keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit sekarang. Saya datang ke tempat ini untuk mencari Anda. menuju ke arah Barat. sesungguhnya. Anda adalah wanita yang memiliki kepandaian dan kepribadian yang luar biasa. Kemudian saya bertanya. Kalau diperlukan dia akan menyelinap ke rumah Anda. Millicent Pebmarsh berdiri dan pergi ke jendela." Saya memandang jam tangan saya lagi. Anda bekerja di institut untuk anak-anak cacat. "Anda kelihatan sering berada di daerah ini. Saya datang kemari sendiri... Selalu ada kesempatan—bahkan di penjara. melalui kebun." Hening sesaat." "Mungkin pembunuhan itu mengalihkan perhatian Anda.. saya mungkin salah." "Saya tidak begitu yakin apa yang Anda maksudkan. Anda buta. Saya pikir itu adalah mungkin. Saya tidak mempercayainya sedikit pun. Penyamaran Anda sangat baik. Miss Pebmarsh. Anda telah tal-u siapa tepatnya saya ini sejak hari pertama Anda berbicara dengan saya. untuk melihat bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah ini—dengan satu pengecualian. Dengan Anda.." "Itu adalah persoalan pendapat saja.** "Saya tidak setuju. Dia menjatuhkan sekeping uang logam Cekoslo-vakia di kebun Anda suatu hari—" "Dia memang ceroboh." "Seperti kata Anda. Dari sini informasi itu diteruskan ke tujuannya lewat Ramsay. Dia kembali dari jendela dan berjalan menuju meja tulis. saya selalu berusaha tahu tentang dirinya—selalu. Saya tidak mengalihkan mata saya darinya. "Anda punya waktu dua jam. "Ini Colin Lamb. Tangan saya menindih tangannya dan mengambil pisau itu. Aku datang kemari karena keingintahuan manusia/' kata Hercule Poirot dengan gaya agung." "Tidak. "Saya punya fotonya—ketika dia masih anak-anak. Kebutaannya tidak akan melumpuhkannya jika dia mempunyai kesempatan sekali ja untuk menodongkan sebuah pistol otomatis ke kepala saya.

tetapi dengan penuh pengertian. kata-kata SNOWFLAKE LAUNDRY masih bisa terbaca setelah ditangani oleh para ahli. Seseorang bernama Mr. meskipun tentu saja." Saya memikirkan kata-kata Hercule Poirot. Paspornya ditemukan oleh scotang pemilik restoran kecil di Boulogne. Mr. Anda seperti ayah Rosemai-y. yang diterangkan sebagai istri Josaiah Bland dari Portlebury. bukti-bukti yang memuaskan akan sulit diperoleh. dan pernikahan Mr. Ada sebuah lowongan di universitas di Australia. Duguesclin adalah teman lama keluarga Montresor dari Quebec. Dia tidak dapat mengerti ucapan Lenin. saya kira. Bland adalah. yang menyerahkannya pada polisi. dia adalah seorang wanita yang sangat pandai. Surat dari Detektif Inspektur Hardcastle kepada M . Bland yang kedua. meninggalkan hartanya yang banyak pada satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Hercule Poirot.. Kepala keluarga itu. Sebuah kantor pengacara di London yang sangat terhormat bertindak sebagai agen bagi pihak Canada. yang juga bermarkas di Prancis. Anda tidak memiliki apa yang harus dimiliki untuk pekerjaan ini. Tidak perlu diragukan lagi." kata saya. 'Persetan dengan kelembutan*. Beberapa buah papan telah ditemukan disembunyikan di pojok gudang keluarga Bland. bagaimanapun juga.Kami duduk di sana. Semua komunikasi antara Mrs. Quentin Duguesclin dari Quebec meninggalkan Canada menuju Eropa sekitar empat minggu yang lalu." kata saya. Kami sekarang sudah memiliki fakta-fakta tertentu. karena pernikahan itu tidak disetujui keluarganya. Saya tidak akan merepotkan Anda dengan keterangan-keterangan yang lebih terinci. Bland yang pertama adalah karena serangan musuh di Prancis. dilaksanakan dengan terang-terangan. bermusuhan satu sama lain. Mavat vang diidentifikasikan sebagai Henry Castleton telah diidentifikasi ulang—secara positif—sebagai Quentin Duguesclin. "Saya telah mengundurkan diri dari dinas. Inggris. bahwa dia bermaksud mencari keluarga Bland sementara dia ada di Inggris. dan saya rasa Anda mungkin akan tertarik mengetahuinya. bersaudara. Mr. Henty Montresor meninggal delapan belas bulan yang lalu. "Saya puas.dulu selalu sayang.. dari Mrs.Poirot yang terhormat. Tidak lama kemudian paspor itu sudah dikonfirmasikan. tetapi kendati saya setuju dengan pandangan Anda atas partisipasinya dalam-kejahatan ini.pada Valerie. Miss Mar-tindale dan Mrs. Bland." "Saya pikir Anda bijaksana. Dia adalah tipe wanita pengkhianat. "menjadi seorang manusia biasa. karena dia dari. Saya harap segala perbaikan dan pendekorasi 85 . kami masing-masing vakin bahwa pandangan pihak lain adalah salah. tetapi jaksa mempertimbangkan sebuah surat penangkapan untuk menahan Josaiah Bland. seperti dugaan Anda. Mr. dan saya harus berterima kasih atas usul Anda yang sangat berguna pada kesempatan itu. keponakannya Valerie. banyak catatan telah dihancurkan waktu itu. Duguesclin berkata pada salah satu temannya. Saya punya harapan. Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan Anda hari itu. M. Dia tidak punya keluarga dekat dan rencananya untuk kembali tidak pasti. Bland dan keluarganya di Canada putus sejak saat dia menikah. Kematian Mrs. Meskipun dihapus dengan tergesa-gesa." Kami duduk di sana dalam kesunvian. "Saya akan kembali ke pekerjaan sava semula—biologi laut. dengan Hilda Martin-dale (yang waktu itu anggota pasukan wanita).

Sampai jumpa.H.P. Orang-orang di Pottobello Market mengenali Miss Martindale sebagai wanita "Amerika'* yang membeli dua buah jam di sana. Berita baik! Mrs. Mrs. Bland membuka rahasia! Mengakui seluruhnya!!! Menimpakan seluruh kesalahan pada saudara perempuannya dan su apa maksud mereka sampai akhirnya terlambat*! Mengira mereka hanya 'akan membiusnya saja'sehingga dia tidak akan mengenali bahw Cerita yang masuk akal! Tetapi saya berpendapat bahwa dia bukan si tokoh utama. Richard Hardcastle . Hormat kami. Hormat kami. Komunikasi lebih lanjut dari R. Richard Hardcastle.an kembali flat Anda di London hasilnya memuaskan. McNaughton sekarang berkata dia telah melihat Duguesclin dalam mobil milik Bland ketika mobil itu dimasukkan ke garasi Blan Teman kita Colin telah menikahi gadis itu. saya katakan dia itu sudah gila. Jika Anda bertanya pada saya. kepada H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful