BBSC

Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan. DILARANG MENGKOMERSILKAN atau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan. Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99

1

Agatha Christie

MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
THE CLOCKS

by Agatha Christie Copyright © Agatha Christie Ltd. 1963 MAYAT MISTERlUS Alihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45S Hak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jln Palmeral, Selatan 11, Jakarta 10270 Sampul dikerjakan oleh Floren Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT) CHRISTIE, Agatha Mayat Misterius / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. - Jakarta : Gramedia, 1989. 408 hal. ; 18 cm. Judul asli : The Clocks. (ISBN 979-403-455-X. J. fiksi Inggris. I. Judul. II. Tantani, Julanda.

Untuk sahabatku MARIO Dengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE

PROLOG
SIANG tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalam
kejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggal di Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-i amalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa pun tentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.) Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss K. Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yang membosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarik hatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya. Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesali

dan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"

"Edna.—bukan begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah yang jelas dan sembunyikan desahan napasmu."
"Maaf, Miss Martindale." "Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari." "Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale." "Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambat akhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari." "Ya, Miss Martindale." Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya, Naked Love, karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembaca karangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jas dan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kali dikirimkan. Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah. "Sandy Cat memanggilmu," kata Edna. Sheila Webb mengernyitkan dahinya. "Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*' Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya. Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien. Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine. "Kau terlambat, Miss Webb." "Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua." "Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "Miss Pebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*' "Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19." "Saya rasa saya belum pernah ke sana." Miss Martindale melihat jam. "Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di Hotel Curlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet." Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar. "Ada yang menarik, Sheila?" "Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yang memuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik." Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harus masuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisa mengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*' "Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci . Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya. "Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya. "Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Edna menarik napas dan memasang selembar kertas bersih di mesin tik. "Nafsu telah menguasainya. Dengan jari-jari liar, dia merobek kam sifon tipis dari dada wanita ttu dan membenamkan kepala si wanita dalam busa sabun* "Sialan," Edna mengumpat dan mengambil penghapus. Sheila mengambil tas tangannya dan pergi keluar. Wilbraham Crescent adalah sebuah fantasi t yang didirikan oleh seorang kontraktor zaman Victoria di tahun 1880-an. Terdiri dari dua deretan rumah kopel yang membentuk bulan sabit dengan halaman belakang yang saling berhadap-hadapan. Bentuk yang nyentrik itu menyulitkan orang-orang yang asing dengan daerah tersebut. Mereka yang datang dari sebelah luai tidak dapat menemukan nomor-nomor kecil dan mereka yang masuk langsung ke sebelah dalam, akan pusing mencari nomor-nomor besar. Rumahrumah di sana lapi, apik, dengan balkon-balkon yang artistik serta kelihatannya terhormat. Boleh dikara, modernisasi hampir-hampir tidak ada pada bagian luar. Biasanya, dapur dan kamar tidurlah yang mula-mula mengalami perubahan. Tidak ada yang luar biasa pada nomor 19. Rumah itu mempunyai gord&i yang rapi dan pegangan pintu depan dari kuningan yang mengkilap. Ada sederetan pohon mawar tumbuh di kedua sisi jalan kecil menuju pintu depan. Sheila Webb membuka pintu gerbang, berjalan menuju pintu depan dan membunyikan bel. Tidak ada jawaban, dan setelah menunggu satudua menit, dia melakukan seperti yang telah diperintahkan, dan memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan masuklah dia. Pintu ruangan di sebelah kanan gang terbentang lebar. Dia mengetuknya, menunggu, kemudian memasukinya. Ruangan itu adalah mang duduk biasa yang lumayan menyenangkan, cuma mungkin agak terlalu penuh perabot bagi selcia modern. Satu-satunya keistimewaan ruangan tersebut adalah banyaknya jam di situ—sebuah jam besar berbandul berdetak di pojok ruangan, sebuah jam porselen Dresden terletak di atas perapian, sebuah jam kereta perak di atas meja, sebuah jam kecil berbentuk menarik dan disepuh emas terletak di atas rak dekat perapian, dan di atas meja di samping jendela, sebuah jam bepergian dari kulit yang sudali lusuh, dengan huruf-huruf emas bertuliskan ROSEMARY di atasnya. Sheila Webb melihat jam di atas meja dengan sedikit terkejut. Jarum-jarumnya menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit lebih. Pandangannya beralih ke jam di atas perapian. Jarum-jarumnva menunjukkan waktu yang sama. Sheila terkejut sekali, ketika ada yang mendesing dan mengetuk di atas kepalanya, dan dari sebuah jam kayu berukir, seekor burung kukuk melompat keluar melalui pintunya yang kecil dan mengumumkan dengan keras dan jelas: kukuk, kukuk, kukuk f Suara yang kasar itu seolah-olah mengancam. Si burung kukuk menghilang lagi di balik pintu jam yang terbanting tertutup. Sheila Webb tersenyum kecil dan berjalan mengitari ujung sofa. Tiba-tiba dia berhenti dan tersentak. Tubuh seorang laki-laki tergeletak di lantai. Matanya terbuka separo dan pandangannya kosong. Ada sebentuk noda gelap yang lembap di bagian depan jas abu-abu hitamnya. Tanpa sadar Sheila membungkuk. Dia menyentuh pipi orang itu—dingin—tangannya, sama saja... dia menyentuh noda yang basah tersebut dan menarik tangannya dengan cepat, dengan pandangan ketakutan. Pada saat itu juga dia mendengar bunyi pintu gerbang terbuka, kepalanya menengok cepat ke arah jendela. Dilihatnya seorang wanita berjalan tergesa-gesa. Sheila menelan ludahnya tanpa sadar—kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri, terpaku di situ, tak dapat bergerak, tak dapat berteriak... menatap apa yang ada di depannya. Pintu depan terbuka dan seorang wanita tua bertubuh jangkung masuk sambil membawa sebuah tas belanja. Rambut ikalnya yang putih keabu-abuan ditarik ke belakang dahi. Maunya besar dan berwarna biru indah. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, tanpa melihat Sheila. Sheila mengeluarkan suara yang lemah, tidak lebih dari sebuah deheman. Mata biru tadi langsung menatapnya dan wanita itu berkata dengan tajam, "Siapa itu?" "Saya—dia—" Suara gadis itu terputus ketika wanita tersebut berjalan pelan menuju kepadany; di balik sofa. Dan kemudian dia menjerit. "Jangan—jangan... Anda akan menginjaknya.. Dia sudah mati..."

BAB 1
NARASI COLIN LAMB DENGAN memakai istilah polisi: pada pukul 2.59 siang, tanggal 9 September, saya sedang berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent ke arah barat. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal Wilbraham Crescent, dan saya harus mengakui bahwa jalan tersebut membingungkan. Saya secfang melacak sebuah firasat dengan suatu kemauan van g makin hari makin keras, sehingga firasat itu dapat saya legakan sedikit demi sedikit. Itulah saya. Nomoi yang saya inginkan adalah 61, dan dapatkah saya menemukannya? Ternyata tidak. Saya telah mengikuti nomor-nomor, mulai dari tf sampai dengan 35, dan kelihatannya Wilbraham Crescent hanya berakhir sampai di situ. Sebuah jalan raya bernama Albany Road menghalangi jalan saya. Saya berputar kembali. Pada sisi utara tidak ada rumah-rumah, yang ada hanva sebuah dinding. Di balik dinding terdapat blok-blok flat modern yang menjulang tinggi, dan jalan masuk menuju ke sana pasti lain. Jadi jelas tidak mungkin. Saya memperhatikan nomor-nomor yang saya lalui. 24, 23, 22, 21, Diana Lodge (mungkin nomor 20, seekor kucing oranye sedang duduk di atas tiang pintu gerbang sambil menjilati mukanya) 19Ptntu rumah nomor 19 terbuka, dan seorang gadis berlari keluar sepanjang sebuah jalan kecil dengan kecepatan seperti sebuah peluru kendali. Kemiripan dengan peluru kendali tersebut diperkuat dengan sebuah jeritan yang mengiringi larinya. Jeritan itu melengking nyaring serta betul-betul tidak seperti jeritan manusia. Gadis itu berlari melalui pintu "gerbang dan menabrak saya dengan kekuatan yang hampir membuat saya jatuh ke trotoar. Dia tidak hanya menabrak saya saja. Dia mencengkeram iengan saya kuat-kuat dengan penuh keputusasaan. "Tenang," kata saya, ketika sudah berhasil memulihkan keseimbangan saya. Saya mengguncangnya sedikit. "Tenanglah." Gadis itu menjadi tenang. Dia masih mencengkeram saya, tetapi sudah tidak menjerit-jerit lagi. Dia megap-megap, sambil terisak-isak.

tetapi saya tidak mau berbicara lagi. Saya masuk melalui pintu depan. "Saya langsung masuk kemari. tepat sebelum tikungan." Saya melihat ke sekeliling. bila Anda merasa mual." "Mungkin Anda benar." Sava—saya pikir. "Di manakah pesawat teleponnya?" "Saya tidak memiliki pesawat telepon. yang ternyata adalah ruang makan. Saya melihat pada noda di kerah jaket saya. Saya kebetulan lewat. ya." kata saya. Saya berjalan menuju suara tersebut—dan siapa pun orang itu. Saya takkan lama. "Tentu saja tidak masuk ke luangan ini. "Saya tidak tahu apakah dia mau. sekitar 50 meter dari sini. Di mana pesawat telepon yang terdekat?" "Ada sebuah telepon umum di jalan. Saya bertanya siapa dia. "Bagaimana kejadiannya?" tanya saya. Tetapi dia segera menjawab.. menyeberangi gang." katanya tegas. saya sifdali baik sekarang. Dia mengalami shock." "Siapa yang akan menginjaknya? Mengapa?" "Saya kira. Sava akan menelepon polisi. Bisakah Anda—" saya ragu-ratu. Saya segera sadar bahwa ada orang di ruangan ini. dia berlari keluar melewati saya sambil menjerit." Saya mengangguk. "Dan apa yang Anda lakukan kemudian?" "Saya meraba-raba dengan hati-hati sampai kaki saya menyentuh sesuatu. Yang saya lihat pertama kali adalah seorang wanita tua dengan rambut putih. Malahan dia duduk dengan tenang dan menunggu. Katakan padanya saya akan membuat teh. "Di balik sofa. Saya berbicara dengan jelas dan terus terang. "Lebih baik Anda membawa saya masuk dan menunjukkannya pada saya. pasti sudah melapor. memandang pintu di sisi kiri gang. "Anda di sini saja." "Ya. "Tidak. Pasti akan ada orang datang kemari. Saya ingat saya telah melewatinya. "Siapa itu?" Saya segera sadar bahwa wanita itu buta. Saya menarik napas dan mempertimbangkan situasi tersebut. "Seorang wanita muda menghambur keluar ke jalan dan berkata bahwa di sini ada orang mati. Dia tidak menjerit ataupun lari tunggang-langgang karena panik. sedang duduk di atas kursi.. Matanya yang memandang lurus ke arah saya terpusat ke titik di belakang kuping kiri sava. Wanita muda itu." Saya kagum pada ketenangan wanita itu." "Terus?" "Saya berlutut." Dia kelihatan ragu-ragu sedikit tentang hal itu." "Kita harus memanggil polisi." Saya memperhatikannya dengan lebih baik. mati. mendudukkannya."Ada apa?" Gadis itu menarik napas dalam-dalam "Di sana!" dia menunjuk ke arah di belakangnya.. saya terkena darahnya. dan menyandarkannya pada pagar besi. Saya baru pulang dari berbelanja—" Saya melihat sebuah tas belanja yang dicampakkan di atas kursi di dekat pintu." "Oh.. dan masuk ke dalam ruang duduk. "Tapi—dapatkah Anda menangani—" . apakah "Bisakah Anda tetap tinggal di sini ?" atau "Apakah Anda akan baik-baik saja?" Dia membantuku mengambil keputusan-"Anda lebih baik membawa gadis itu ma^uk ke dalam. Memang itulah yang sepantasnya dilakukan. dan hal itu tidaklah gampang. tiba-tiba dia menjerit keras—tentang suatu hal yang menyangkut orang mati dan bahwa saya akan menginjaknya. saya bangkit dan menuju kema^ ri untuk duduk menunggu. "Dan saya. "sampai saya kembali." Dia menunduk dan melepaskan salah satu tangannya yang mencengkeram saya." katanya. Saya bergerak mengitari sudut sofa. Siapa dia?" "Saya tidak tahu." Dia bangkit dan berjalan ke arah saya." "Tapi—tentunya." saya berkata ragu-ragu. Dia bertanya menyelidiki.Saya tidak bisa mengatakan bahwa sava dapat menangani situasi tersebut dengan cemerlang." Tetapi dia jadi gemetar hebat. "Ya?" "Ada seorang laki-laki di lantai. Tampaknya tidak ada tempat yang cocok untuk seorang gadis yang hampir pingsan." Saya melihat ke sekeliling ruangan tersebut. Sava melihatnya—tangannya yang terentang—matanya I ■ yang dingin—noda darah yang beku. tidak. Cerita mereka cocok. Saya pikir lebih baik saya tidak meninggalkan rumah ini. Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Anda akan baik-baik saja." kata saya sambil menunjukkannya pada gadis itu. Bawalah dia ke ruang makan. sava tidak mau masuk ke sana lagi. "Dan sekarang saya juga kena. Wanita itu akan menginjaknya. Membungkuklah dan letakkan kepaia di antara kedua lutut. "Saya tidak tahu... Kelihatannya mustahil ada orang mati di ruangan yang begktf rapi dengan wanita yang tenang tersebut duduk di kursinya sambil melipat tangannya. di seberang gang. "Siapakah sebetulnya Anda ini?" "Nama saya Colin Lamb." Sava merasa tidak masuk akal ketika-mengucap-i kan kata-kata itu. ya..." kata saya. Dan ada darah pada orang itu. siapa pun dia. Dan siapa pun dia. tetapi tak ada jawaban—hanya suara napas seseorang yang terengah-engah. "Anda tinggal di sini? Apakah ini rumah Anda?" "Ya." "Dapatkah Anda mengatakan pada saya apa yang telah terjadi?" "Tentu. raguragu sebentar. Saya menyentuh sesuatu—sebuah tangan laki-laki yang dingin—dan tidak ada denyut nadinya. Sava menepuk pundaknya untuk meyakinkannya dan berjalan cepat menuju jalan kecil tadi. Seseorang yang buta dapat mengetahuinya dengan mudah. Dia menoleh dengan cepat pada saat saya masuk dan berkata. Saya bertanya kepadanya apa yang terjad Menyadari bahwa suara saya betul-betul *a\a mengeraskannya. Saya menurunkannya perlahan-lahan ke trotoar.. wanita itu buta." "Di mana wanita muda itu?" "Saya meninggalkannya di pintu gerbang. saya tahu.

" "Baiklah. Apa yang kaulakukan dengan gadis itu?" "Miss Pebmarsh membuatkan secangkir teh untuknya. dan tahu bahwa wanita itu adalah bekas guru." Saya merangkul bahunya dan mendesaknya maju. Tetapi dia pernah melihatnya beberapa kali. "Masuklah ke ruang makan —di sebelah kiri Anda kalau masuk. Miss Pebmarsh. dengan air muka acuh tak acuh dan alis yang mengesankan alis seorang dewa. "Detektif Inspektur Hardcastle. Secangkir teh akan baik untuk Anda sambil menunggu kedatangan poin si. masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri." "Kau tidak mempermainkan aku. "Colin? Aku sebetulnya tidak berharap untuk kauhubungi sementara ini. Di sana ada seorang dokter bedah kepolisian. "Ini kejadian yang buruk." katanya "Saya kira. tentu saja." "Maafkan kebodohan saya. saya akan membawa Miss Webb ke sana. ketakutan. saya temani Anda masuk. Tunggulah aku di sana. ya. Anda siapa?" "Katakan pada beliau. Menjadi buta tidaklah berarti menjadi tidak berdaya." Dia membuka pintu sambungan antara ruang makan dan dapur dan menyilakan gadis itu masuk. mati." "Jadi dia itu Miss Pebmarsh? Dan dia buta." saya mengeraskan suara untuk menutupi protesnya. dan ahli-ahli penyidik. Wanita buta itu adalah Miss Millicent Pebmarsh. "Saya tidak tahu apakah beliau ada di sini atau tidak. kan?" "Ya. tetapi dia berakal sehat. Kalau saya ini Anda. "Betul. Dia bilang ada seorang laki-laki di lantai dan bahwa seorang wanita yang buta akan menginjaknya. Ada seorang laki-laki tergeletak di lantai rumah nomor 19. Kemudian terdengarlah suara Dick Hardcastle. saya telah memasak makanan untuk diri sendiri di dapur sejak saya mulai tinggal di lumah ini —empat belas tahun yang lalu." "Dan dia menginjak orang mati itu?" "Bukan seperti dalafn bayanganmu. Saya mendudukkannya dengan nyaman di depan meja makan. saya lebih suka menunggu di dalam rumah. sambil menarik sebuah kursi Windsor. BAB 2 Di WILBRAHAM CRESCENT NO. Saya berniat untuk mendapat keterangan tentang apa yang telah terjadi dari Anda sekalian. berbicara sebentar dengan dokter bedah kepolisian dan kemudian pergi ke ruang makan di mana tiga orang sedang duduk menghadapi tiga cangkir teh kosong. Akhirnya datanglah Detektif Inspektur Hard-castle. seorang fotografer kepolisian. Miss Pebmarsh. seorang laki-laki berbadan tinggi. Tiba-tiba seorang gadis melesat keluar dari rumah itu seperti seekor kelelawar terbang dari neraka dan menabrakku. Kupikir dia telah ditikam Dia sudah mati sejak kira-kira setengah jam ^ang lalu." Saya menolongnya berdiri dan berkata riang. Saya akan menelepon polisi sekarang. Nyaris saja aku jatuh. bukan?" Saya mengangguk cepat. "Kursi itu kelihatannya nyaman. Ayolah. kan?" Dick bertanya dengan penuh kecurigaan." "Tunggu sebentar." Komentar Dick hanyalah bahwa semuanya kok kelihatan enak. dan ber^e^as pergi Vagi untuk menelepon. Anda pasti menderita shock berat karenanya. si pemilik rumah. Dia melihat-lihat apakah perintahnya telah dilaksanakan semuanya dengan baik. sekolah untuk anak-anak cacat.Sekejap muncul sebuah senyum tipis di wajahnya. Saya mengerti bahwa Miss—" dia melihat cepat pada buku notes yang diberikan oleh salah seorang bawahannya. ya. Tetapi kenyataannya memang demikian. shock juga baginya. "Pos Polisi Crowdean." kau inspektur itu setelah memperhatikannya sepintas lalu." "Dapatkah saya berbicara dengan Detektif Inspektur Hardcastle?" Suara itu menjawab dengan hati-han. Kejadian itu merupakan. Colin Lamb. Kau?" "Bukan." Saya menunggu. "Bagus. Miss Pebmarsh sedang membuat teh untuk Anda. Dia memperkenalkan diri pada Miss Pebmarsh. "Memang kedengarannya fantastik. Kebutaan-nya menyebabkan dia tidak mengetahui kalau orang mati itu ada di sana. Sebuah suara yang tak bersemangat berkata. Dia yang paling akhir melihat mayat tersebut. "Lumayan cantik. Miss Pebmarsh. Dia sedang menulis dengan diam-diam di atas meja kecil berlapis formika. . Tetapi siapakah nama Anda?" "Millicent Pebmarsh—Miss" Saya keluar dari rumah itu. "Saya—saya pikir saya agak baikan sekarang. aku kebetulan sedang lewat. aku akan mengirim mobil ke «ana. Mereka bergerak secara efisien." Dia tahu tentang Miss Pebmarsh sedikit-sedikit. Gadis itu mendongak menatap saya dan bergegas bangkit. Seorang detektif muda berpakaian sipil sudah ada di sana." kata Hard-casde. meskipun mereka belum pernah bertemu secara profesional. karena di sana tenang. 19." "Siapa yang menemukannya. Kau di mana sekarang?" "Crowdean. Jika Anda mengizinkan saya menggunakan dapur Anda. Kelihatannya betul-betul mustahil ada orang dibunuh di rumahnya yang rapi dan sederhana—tetapi hal-hal yang mustahil biasanya lebih sering terjadi daripada yang diduga orang. dong!" "Di sana—ada orang mati. Tepatnya di Wilbraham Crescent. orang-orang Hukum menguasai keadaan. "Sheila Webb-lah yang sebenarnya menemukan mayat itu. saya Colin Lamb. yang sekarang mengajar Braille di Institut Aaronberg. "Anak muda. model baru. dan seorang gadis jangkung berambut coklat keriting dengan mata yang besar.

bukan?" "Betul. "Tidak ada yang perlu dicemaskan.. Inspektur itu mengangguk. Miss Pebmarsh khusus memin ta saya. mengapa Anda masuk ke luang itu?" "Mengapa?" tanya Sheila bingung. Lawton." "Apa yang tidak Anda perhatikan." "Miss Pebmarsh. Miss Martindale menvuruh saya kemari. Tetapi dia—begitu dingin—dan—dan tangan saya terkena darah." “Memang. Mayat itu mengerikan. tidak. Sayang. Saya tidak melakukan apa-apa. itu. tetapi tidak bisa. "Miss Pebmarsh menelepon ke Biro dan meminta seorang stenografer untuk datang kemari pada pukul tiga. Anda telah menceritakan semuanya dengan baik." "Itu hal yang rutin.. ya. kapan peitama kali Anda melihat mayat itu?" ( "Ketika saya mengitari belakang sofa." "Begitu. Kapan Anda sampai di sini?" "Kira-kira sebelum jam tiga. betul-betul yakin. Berpikirlah dengan cermat. kita sudahi saja hal itu. Apakah Anda betul-betul yakin bahwa dia belum pernah Anda lihat sebelum ini?" "Sangat yakin. Anda tidak menyentuhnya sama sekali?" "Ya—ya saya menyentuhnya. bagaimana Anda bisa berada di Wilbraham Crescent No. Dia masuk sambil membawa sebuah keranjang belanja. "Maafkan saya. Kemudian apa yang Anda lakukan?" "Apa yang saya lakukan}" "Ya. mungkin beberapa menit lebih awal. "Sekarang. tetapi jam-jam lainnya lebih cepat sekitar satu jam. Untuk melihat —maksud saya—hanya untuk melihat.. Sungguh mengerikan—kental dan lengket. satu hal lagi. Miss Webb?" "Tentu saja—jam-jam itu. Maksud saya. Saya tinggal dengan bibi saya. bukan?" "Ya. erftah bagaimana. "Apakah — apakah hanya itu saja?" "Saya kira demikian. Saya ingin Anda tetap menunggu di sini kira-kira sepuluh menit lagi. bukan? Maksud say a—sekarang ini adalah jadwal Anda—atau bagaimanapun susunan jadwalnya. saya setuju. saya kira. Sebab Anda sudah pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Belum pernah. Dan Anda bekerja." Sheila Webb menatapnya dengan pandangan putus asa. mungkin ada hal-hal yang mgin saya tan akan pada Anda nanti. Hanya waktu itu saya tidak tahu kalau dia itu Miss Pebmarsh." "Tentu saja—tidak ada. 19 hari ini?" "Ceritanya begini. y 'Tidak ada yang perlu dimaafkan. Tetapi jika tidak ada jawaban. belum pernah. 14—di belakang pompa bensin. Sebab dia menvuruh begitu.." kata inspektur itu menyetujui. ya. Apa yang terjadi kemudian ?" "Saya tidak tahu.. Sesudah itu. "Dan apa yang Anda katakan?" "Rasanya saya tidak mengatakan apa-apa. teringat pada keterangan Colin.." "Ya.. sebab jam kukuk—" Dia mendadak berhenti. maksud Anda?" "Ya. tidak ada sama sekali." "Baiklah kalau begitu." kata Hardcastle dengan nada kebapakan. tentu saja. Saya tidak memperhatikannya waktu itu. Saya menjerit." “Anda betul-betul yakin? Anda tahu. dan akhirnya. dan sebaliknya berkata." "Dan berapa lama Anda sudah beke> ja di sana?" "Sekitar setahun. dia bukannya jenis orang yang mudah untuk dilupakan. Lanjutkan cerita Anda. ketakutan. nama Anda Sheila Webb-dan alamat Anda?" "Palmerston Road No.." Hardcastle berkata. Dan mayat itu—dia ada di sana. dengan kata-kata Anda sendiri. Bagaimana dengan keluarga Anda—Anda mempunyai keluarga?" "Orang tua saya sudah meninggal." "Ada apa dengan jam-jam itu?" "Jam kukuk menunjukkan pukul tiga. mengerikan.''1 Nadanya menekankan pada keranjang belanja tersebut. Nah. Sepuluh bulan tepatnya. Karenanya. "Semuanya sudah berlalu sekarang. "Begitu. Oh. begitu saya kembali dari makan siang." Inspektur Hardcastle bangkit dan mengulurkan tangannya. Aneli sekali. Anda sampai di sini. dia pulang." "Tapi saya kira Anda belum pernah bercakap-cakap dengannya. saya keluar dari ruang itu melalui pintu depan—" "Seperti seekor kelelawar terbang dari neraka.." sambil berpikir. Saya seorang pengetik steno—saya bekerja di Biro Sekretaris milik Miss Martindale. Kami hanya ingin gambaran yang jelas. Sheila Webb bertanya dengan takut-takut. "Begitu ya. Miss Pebmarsh mengatakan hal itu pada Miss Martindale—bahwa saya harus masuk ke dalam dan menunggu di ruang duduk di sebelah kanan gang. "Ya.. Saya tidak bisa berhenti menjerit. 'Siapa itu?* dan dia berjalan mengitari belakang sofa dan saya pikir—saya pikir dia akan—akan menginjak?^. Lupakan saja darah itu." "Tepat.. sepertinya hal itu tidak pada tempatnya dan kurang relevan. mengapa Anda masuk ke dalam?" "Oh." "Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish — itu nama lengkapnya." jawab Sheila cepat. Saya merasa tercekik di sini" Dia menunjuk tenggorokannya. begitu.. Matanya membesar.. "Belum pernah? Anda yakin?" "Oh... Nah.." Sheila mulai gemetar." "Siapa yang menyuruh?" "Miss Pebmarsh. "Dan terus—terus—dia berkata. ya." "Bukan begitu.." Sheila Webb berbicara dengan lebih percaya diri. "Aneh. Oh. nah. bisa saja dia tidak kelihatan seperti yang biasa Anda lihat. Apakah Anda mengenal orang itu? Apakah dia seseorang yang pernah Anda lihat sebelumnya?" "Oh.. ya." "Mengerikan. "Saya tidak akan menelanmu. Itulah anehnya. ya. kemudian Anda menekan bel." kata inspektur itu. Sungguh aneh!" "Tentu saja sangat aneh." "Dan nama beliau?" "Mrs. "Nah." "Oh." "Miss Pebmarsh khusus meminta And^t?" Alis Hardcastle naik ke atas." tetapi dia menahan diri. saya akan mengantar Anda pulang dengan mobil polisi. Kejadian itu tidak perlu dipikirkan lagi. Hardcastle hampir saja berkata.. Saya mencobanya.Sheila Webb duduk dengan cemas dan menatapnya dengan matanya yang besar dan ketakutan. dan berkata dengan agak tiba-tiba. . Sekarang tolong Anda ceritakan pada saya..

"Saya tidak memiliki pesawat telepon di rumah. tangannya terpelihara." "Saya tidak mengerti apa maksud Anda dengan jam-jam lain. bisakah Anda masuk kemari?" Hardcastle mengulurkan sebelah tangannya untuk menuntun Miss Pebmarsh. Jasnya abu-abu tua. tapi tidak gemuk. Ketika saya diberi tahu bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolong indria penglihatan saya dan bahwa saya akan segera buta. Mungkin dia seseorang yang saya kenal pada pertemuan tertentu. Tetapi saya hanya dapat meyakinkan Anda. Tetapi tentu saja itu hanya sebuah gambaran yang sangat umum." Hardcastle menambahkan. wajah kurus dengan rahang yang kuat." "Dengan senang hati. tetapi dia berjalan dengan mantap melewati sang inspektur. Jam kukuk saya berbunyi tiga kali ketika saya memasuki pintu gerbang. "Ya. Tetapi siapakah dia? Mengapa dia datang kernsri?" Hardcastle menatapnya dengan sedikit terkejut. Inspektur Hardcasde." "Kelihatannya seseorang sudah melakukannya dalam kasus ini. bukan?" "Sejak tahun 1950. Sebelum dia dapat berbicara. Miss Pebmarsh. Nah. saya akan senang jika Anda bersedia menceritakan segala sesuatunya tentang kejadian yang agak mengejutkan tadi." "Dan bagaimana dengan jam-jam Anda vang lain?" "Maaf?" "Jam-jam Anda yang lain kelihatannya lebih cepat satu jam.30 saya mestinya sudah berangkat atau sedang bersiap-siap untuk berangkat dari rumah. umur sekitar enam puluh tahun." "Terima kasih.” . "Dia seorang ahli biologi laut." kata Miss Pebmarsh datar." "Oh. begitu. Miss Pebmarsh. Saya hendak pergi berbelanja. tentu saja. "Miss Pebmarsh. Tetapi hanya sedikit saja yang dapat saya ceritakan. Saya tidak menelepon siapa pun. Apakah Anda merasa mengenalnya?" Milliccnt Pebmarsh mempertimbangkan pei tanyaan itu dengan hati-hati sebelum menjawab." "Anda tidak menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta—" tatap Hardcasde. Anda memerlukannya setelah mengalami kejadian tadi. saya berusaha untuk menjadi seorang spesialis huruf Braille dan bermacam-macam teknik lainnya untuk menolong orang-orang buta. atau seorang dengan profesi sejenis itu." "Apakah Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan hendak mengunjungi Anda akhir-akhir ini?" "Tidak pernah. Tinggi kira-kira seratus tujuh puluh lima." katanya. dia menelepon kami dan saya suruh dia untuk tetap tinggal di sini dan menunggu kami. Saya—dulu—adalah seorang guru sekolah. Colin." "Anda sangat jeli. "Siapakah anak muda itu?" "Namaiwa Colin Lamb. Apakah Anda sedang menantikan seorang tamu?" "Tidak. Miss Webb." kata inspektur itu. "Tolong jaga Miss Webb. bahwa saya tidak membutuhkan seorang stenografer dan tidak—saya ulangi tidak—menelepon tempat yang bernama Cavendish tersebut dengan permintaan seperti itu. "Maafkan saya." "Nah.45. membeli beberapa perangko. terpana. sekolah untuk anak-anak buta dan cacat. matacoklat.30 dan 2." kata Inspektur Hardcasde." "Saya akan membacakan gambaran orang yang terbunuh itu untuk mengetahui apakah dia orang vang Anda kenal." katanva. Hardcastle menutup pintu." Sheila tersenyum kecil padanya seraya berjalan masuk ke dalam mang makan. "Saya rasa tidak. "Cobalah untuk beristirahat dengan enak malam ini. memaketkan sebuah bungkusan. Millicent Pebmarsh berkata dengan tiba-tiba. kemudian berbelanja. seorang akuntan. meskipun kami tidak pernah ketemu lagi sejak beberapa waktu yang lalu." "Anda memanggilnya Colin. Miss Pebmarsh—(jeli bukanlah kata yang tepat untuk itu. "Anda membiarkan pintu depan tidak terkunci. Di manakah Anda pada saat itu?" Miss Pebmarsh berpikir-pikir. tetapi pasti bukan seseorang yang saya kenal baik. menarik kursi itu." Anda sudah cukup lama tinggal di sini. "Sekarang. Tetapi tidak ada kata lain yang cocok)—Colin Lamb adalah teman saya. Gizinya baik. dan duduk di atasnva. seorang pengacara. meraba sebuah kursi dengan jari-jarinya. bercukur bersih. Sekarang saya bekerja di Institut Aaronberg. Tadi Anda telah menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta jasa seorang stenografer dan—" Millicent Pebmarsh menyelanya. Saya dapat mendengarnya dari jalan. Kemudian saya pulang." "Dapatkah Anda menceritakan dengan tepat ke mana Anda pergi?" "Sebentar." "Lebih cepat? Anda maksud jam besar di pojok ruang?" "Bukan cuma itu-semua jam yang ada di ruang duduk begitu juga."Terima kasih banyak. Bisa jadi seorang pegawai bank. yang bisa saja cocok dengan banyak orang. Saya dapat mengatakan pada Anda waktunya dengan tepat." "Ada telepon umum di ujung jalan ini." "Itu yang dia katakan pada saya. ya dan saya membeli beberapa ritsluiting dan peniti di toko kain Field and Wren. "Pada jam 1." "Anda tidak meminta Miss Sheila Webb secara khusus?" "Saya belum pernah mendengar namanya." "Seseorang bisa saja masuk ke dalam. laki-laki itu menurut bukti-bukti medis meninggal antara jam 1. "Saya memang sering tidak menguncinva pada siang liari. "Dia kebetulan sedang lewat di jalan ketika Miss Webb menghambur keluar dari rumah ini sambit menjerit ada pembunuhan. Tidak ada jam-jam lain di ruang duduk." "Baiklah. Saya pergi ke kantor pos yang ada di Albany Road. rambut hitam mulai memutih. sekarang tentang kejadian siang ini." Hardcasde menatapnya. Sesudah masuk ke dajam dan memeriksa sendiri apa yang telali terjadi.

" kata Miss Pebmarsh." kata Miss Pebmarsh. karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membalas mengamat-amati dirinya. Bagaimana dengan jam porselen Dresden yang indah di atas perapian itu? Dan sebuah jam kecil Prancis yang disepuh emas. Sidik jari juga tidak ada pada jam bepergian dari kulit itu." "Bagaimana dengan yang lain-lain dalam mangan ini?" "Ada tiga atau empat jenis sidik jari yang bet beda di ruang ini. Seorang ahli penyidik mendongak melihatnya. Hardcastle melihat pada si ahli penyidik yang sedang berdiri di pintu. bersediakah Anda menemani saya1 masuk ke ruang sebelah?" "Tentu. kemudian menjulurkannya kembali pada Hardcastle. "benda ini dapat pecah. Miss Pebmarsh." "Seharusnya di sana ada sepasang tempat lilin dari porselen. Miss Pebmarsh merabanya dengan hati-hati. kata Anda?" "Di bagian kanan. Curry. "di sini memang ada sebuah tempat lilin. Ltd. tidak memiliki—apa kata Anda—jam dengan tulisan 'Rosemary1—juga tidak memiliki jam emas Prancis dan apa itu yang satu lagi?" "Jam kereta dari perak. "Kelihatannya seperti jam bepergian yang biasa. semuanya wanita. tetapi itu pun dikembalikannya. Pak. Hardcastle membungkuk untuk membacanya. tetapi sudah digeser ke bagian ujung. Curtin. suatu ketegasan pada nada suara Miss Pebmarsh yang mengandung kepastian." Dengan diikuti oleh Miss Pebmarsh." "—dan sebuah jam kukuk di dinding di dekat pintu. kendati mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. Denvers Street 7. R. Inspektur. Di lain pihak." "Kata Anda di sini masili ada jam yang lain?" "Ada dua lagi. jam dengan tulisan 'Rosemary' di atas meia. Ada suatu keyakinan yang positif. "Ya. "Saya sudah hampir selesai di bagian sini." katanya. Dia memikirkan hal-hal tersebut dalam-dalam selama beberapa saat." Hardcastle mengangguk dan memungut sebuah jam kecil untuk bepergian dengan tulisan "Rosemary" di atasnya. Peimukaan seperti itu tidak menimbulkan bekas. Pak. Metropolis and Provincial Insurance Co. sambil meletakkan jam itu dalam tangan Miss Pebmarsh. Jika Anda tidak percaya." katanya. Kalau saya berkata saya ingin meltioat jam-jam itu. Kemudian dia menggelengkan kepala." katanya." Hardcasde mengambil jam porselen Dresden tersebut dan memberinya sebuah jam Prancis kecil yang disepuh emas. w.2. Ada sebuah dompet berisi uang tujuh pound sepuluh shilling. dengan pengetahuan yang pasti tentang posisinya dalam ruangan tersebut. Saya amat yakin akan hal itu." kata Hardcastle tanpa sadar. Anda dapat bertanya pada wanita yang datang kemari untuk membersihkan rumah ini. Inspektur Hardcastle. "Bukan." Dia mengulurkan sebelah tangannya. . Mr. di atas perapian." Hardcastle tidak tahu dengan pasti apa yang harus dikatakannya selanjutnya.H. dan—oh ya. Ada sedikit kerutan bingung di dahi wanita itu. "Anda sudah memeriksa jam-jam ini?" tanyanya." Detektif Inspektur Hardcastle terkejut." katanya. "tapi bukan kepunyaan saya. Hardcastle pergi menuju dapur. Inspektur. Dan sebuah jam kereta dari perak." Dengan gerakan kepalanya. Kemudian dia bangkit berdiri. "model yang kulitnya dapat dilipat. sebuah kotak tak bermerek yang berisi tablet-tablet untuk pencernaan dan sebuah kartu nama. Isi saku-saku baju ada di atas meja. karena memang tidak mungkin. Hardcastle memeriksa barangbarang tersebut. dan duduk. maupun pada jam perak itu dan inilah yang tidak mungkin jika keadaannya normal—mestinya harus ada sidiksidik jari. Saya benar-benar tidak bisa mengerti." Millicent Pebmarsh meraba jam kecil dari porselen itu dengan jari-jarinya yang peka dan teliti. "Anda dapat menyentuh segalanya. Itu juga bukan milik saya.BAB 3 HARDCASTLE menatapnya. ayolah. "Memeriksa adalah kata yang lebih tepat. Dia mengamat-amati wanita di depannya dengan cermat. "tetapi bahkan orang-orang buta. Ini bukan milik saya. menggunakan idiom-idiom yang umum. Dia berkata tajam. "Saya sudah memeriksa semuanya. "Jam im pasti indah bentuknya. Seperti juga halnya dengan jam yang porselen.""Terima kasih. "Salah satu dari kita pasti sudah gda. jam-jam tersebut tidak ada yang diputar dan mereka disetel pada wakni yang sama—jam empat lewat tiga belas menit. sebuah sapu tangan saku dari sutera. "Saya tidak mengerti. menyeberangi gang dan masuk ke ruang duduk. "Hati-hati dengan yang ini." Sekarang giliran Miss Pebmarsh yang menatapnya." . Miss Pebmarsh merabanya dengan cepat. Tidak ada sidik jari pada jam emas itu." kata Hardcastle. "Oh. Inspektur itu mengambilnya kembali dari tangan Miss Pebmarsh." "Melihat?" Hardcastle dengan cepat menanyakan kata itu. Namanva Mrs. dia menunjukkan sebuah timbunan kecil barang-barang di atas meja. beberapa uang recehan. London." Hardcastle memberinya jam yang terbuat dari perak. dan benda ini tidak ada di ruang ini ketika saya meninggalkan rumah pada jam setengah dua. artinya saya ingin memeriksa dan meraba 'mereka dengan jari-jari saya sendiri. Terus terang saya ingin melihat jam-jam itu sendiri. "Miss Pebmarsh. "Jam-jam yang biasanya ada di ruang ini hanyalah sebuah jam besar berbandul yang ada di p<5jok di samping jendela—" "Betul. Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak memiliki jam porselen Dresden. "Itu juga tidak. Di mana letaknya. Dia meletakkannya dalam tangan Miss Pebmarsh. Dengan hati-hati dia mengangkat jam kecil Dresden dari atas perapian.

" kata Haidcastle. terakhir kali saya yakin akan isi ruangan ini adalah ketika saya membersihkan debu di sini tadi pagi. Kemudian dia berkata. "tetapi saya yakin dia bukan seseorang yang pernah saya lihat atau kenal." Miss Pebmarsh menggelengkan kepala. Saya mengajar di sana sampai jam dua belas-lima belas. Mata saya yang buta menyebabkan saya tidak bisa memperhatikan ada atau tidaknya suatu barang yang biasanya tidak ada dalam ruangan ini. Anda tidak meminu keterangan tentang asuransi apa pun. Saya tidak berkeluarga dan tidak mempunyai sanak saudara." kata Hardcastle. "Anda merasa pasti bahwa sampai jam sepuluh pagi ini. "Izinkan saya menuntun Anda—" Dia menuntun Miss Pebmarsh mengiuri sofa. Curry?" Dia mengamatinya dekatdekat. jadi kemungkinan mereka itu dimasukkan kemari pada suatu saat tertentu di pagi hari. "Ini adalah urusan yang luar biasa. garis hidung." katanya.H. Miss Pebmarsh?" Dia mendudukkan Miss Pebmarsh di kursi. Dia tinggal di Dipper Street No. Saya hanya dapat mengatakan. wanita vang membersihkan rumah saya. Pada jam sepuluh. terus pergi lagi. karena para pembantu cenderung ceroboh dengan barang-barang hiasan. berhenti sebentar di bagian belakang kuping kiri. Apakah itu nama laki-laki yang terbunuh itu?" "Kelihatannya begitu." dia mengulangi nama itu. Pada suatu saat tettentu di pagi ini. Miss Pebmarsh. seperti yang telah saya katakan pada jam setengah dua. ketimbang kalau Anda hanya mendengar gambarannya saja. Curtin dan ditinggal sendirian di rumah ini. apakah itu mempunyai arti bagi Anda?" "Empat lewat tiga belas menit. Semua barang ada di tempatnya." 'Tentu. bila salah." "Anda tidak membutuhkan jasa seorang pengetik steno ataupun stenografer. "Anda tidak sedang memikirkan untuk mengambil jenis asuransi apa pun?" "Tidak. tetapi itu dapat kita ketahui darinya nanti. Dia datang kemari mungkin untuk menemui Anda dengan alasan tertenm. Curtin. "Apakah Anda menginginkan saya untuk —untuk menyentuh—" Hardcastle segera mengerti maksudnya." kata Inspektur Hardcastle. hanya ada dua buah jam saja dalam ruangan ini. empat buah jam dibawa kemari." katanya. Dia menjenguk-kan kepalanya ke dalam lagi. jika hal itu tidak memberatkan Anda." Si ahli penyidik telah membereskan peralatannya dan keluar dari ruangan itu. Dia duduk dekat Miss Pebmarsh." kau Hardcastle." "Saya mengerti. tetapi jari-jari Anda mungkin dapat mengatakan pada Anda dengan lebih teliti bagaimana wajah orang itu. dan Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan bahwa seorang wakil dari perusahaan asuransi akan mengunjungi Anda hari fni. Pengangkatan jenazah Mr. Sava tidak begitu paham dengan halhal demikian. Saya tidak mempunyai asuransi jiwa. Sekarang ting-al fakta-fakta berikut ini dan saya ingin Anda dapat memberi ide atau saran. . memberinya isyarat untuk berlutut. Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya." kata Hardcastle. Dia datang kemari sekitar jam sepuluh dan biasanya pulang sekitar jam dua belas. seperti biasanya saya pergi ke Aaronberg Institute. tidak menunjukkan emosi apa pun." katanva sambil menunjuk mavat itu. Saya makan di dapur dan tidak masuk ke ruang ini. saya tidak bisa bersumpah atas pernyataan seperti itu." kata Miss Pebmarsh." "Itu juga betul. jika Anda merasa bahwa hal itu dapat membantu Anda. Apakah semuanya betul?" '"Betul sekali. Jari-jarinya meraba rambut. "Apakah Anda kebetulan sedang mengharapkan kedatangan seseorang dari sebuah perusahaan asuransi?" "Perusahaan asuransi? Tentu saja tidak." "Begitu. "Tidak sama sekali. Dua orang laki-laki masuk ke ruang itu. saya pikir saya tidak pernah mendengar atau mengenal seseorang dengan nama itu. "Apakah Anda bersedia." 'Terima kasih." "Terima kasih. Miss Pebmarsh ragu-ragu sebentar. dan dagu." "Sekarang kita beralih dari soal jam ke mayat itu. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bangkit. Nah. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda? Mr. Koreksilah saya." Miss Pebmarsh mengecek dirinya sebelum menjawab. jam kukuk dan jam besar itu." kata Hardcastle.30. membuat telur dadar di dapur dan membuat secangkir teh. bukan? Tidak. dan dengan lembut menuntun ungannya ke wajah mayat tersebut." katanya. 17. Anda tidak mengharapkan tamu hari ini. Jarum-jarum penunjuk keempat jam tersebut disetel pada pukul empat lewat tiga belas menit." "Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial. Saya biasa membersihkan ruangan ini sendiri. untuk mengetahui apakah saya memahaminya dengan benar. Miss Pebmarsh? Tentu saja. Saya pulang sekitar jam satu kurang seperempat. Tidak ada reaksi apa pun di wajah Miss Pebmarsh. "Saya memiliki gambaran yang jelas tentang rupa orang ini. mulut. "Boleh diambil?" "Boleh. Curry dilakukan dengan cepat dan profesional. Kelihatannya tidak mungkin dia dipersilakan masuk oleh Mrs. "Saya belum pernah mendengar nama itu. "Jika sava harus betul-betul cermat. Miss Pebmarsh tenang sekali. Miss Pebmarsh. "Saya akan mengulangi hal-hal yang penting dengan Anda." "Apakah Anda meninggalkan rumah sama sekali tadi pagi?" "Ya. tetapi saya bersedia melakukannya. "Bukan nama yang umum. Tidak ada jam-jam lainnya. dan Anda tidak menelepon Biro Cavendish auu tidak meminu seorang pun untuk datang kemai i pada pukul tiga. kecuali jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda sedang menanti kedatangan seorang tamu. "Mereka sudah datang untuk membawanya. Hardcastle pergi ke gerbang depan dan kemudian kembali ke ruang duduk. Saya sudah mempunyai asuransi kebakaran dan pencurian pada Perusahaan Asuransi Jove yang memiliki cabang di sini." "Untuk itu Anda harus bertanya pada Mrs." "Ketika Anda meninggalkan rumah ini sekitar pukul 13. kemudian menggelengkan kepalanya. "Saya tahu hal tersebut tidaklah menyenangkan untuk dilakukan. telinga. R. di sini tidak ada jam-jam sebanyak itu. "Curry.Hardcastle kembali ke sofa di mana Miss Pebmarsh duduk. sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengasuransikan hidup saya. "Bagaimana kalau Anda duduk di sini saja.

aku begitu konyol—tadi. ingatlah baik-baik." kata Colin. Jika dia datang kemari karena suatu perjanjian. "Anda dapat pulang sekarang." kata sava. "alamatnya Palmerston Road No. 'Tapi coba lihat. Tiba-tiba Sheila berhenti. ketika mobil sudah melaju." ." Dia memandang saya dengan penuh rahasia dan mengulangi lagi bahwa gadis itu sangat menarik. 14. Dia sudah tidak menjilati mukanya.13." "Tiap orang akan berbuat begitu. Lebih cepat ceritanya diselidiki. Di Palace Street. menonton dengan perasaan ingin tahu. Nomornya sampai —88." Mobil melaju. bukan?" "Lumavan. Hardcastle pergi menemuinya di gang dan kemudian pergi menuju pintu gerbang." "Ya.. Dan. "sebab waktunya singkat. "Dan bagaimana ceritanya sampai kamu berjalan-jalan di Wilbraham Crescent." Dia melihat jamnya sekilas. "Aku selalu tertarik pada orang-orang yang menemukan mayat. ya?" "Ada." Dia memberi beberapa petufTjuk lain dan kemudian beralih ke temannya." katanya. saya tidak dapat membantu Anda. Inspektur. Anda katakan bahwa Anda tidak tahu tentang hal itu. dan memandang kerumunan orang tersebut dengan pandangan yang merendahkan ras manusia yang merupakan hak istimewa bangsa kucing dan unta. "Jadi Anda pikir dia—siapa namanya Curry—membawa jam-jam itu kemari?" 'Tidak ada tanda-tanda adanya suatu tempat penyimpan di mana-mana. sampai Esplanade di sebelah kanan. Sekarang Miss Pebmarsh. Hardcastle bergabung dengan mereka. Dia berbicara selama beberapa menit dengan para bawahannya. Mungkin dia agen asuransi—tetapi Anda juga tidak dapat membantu kami dalam hal ini." kata Colin. Hardcastle berdiri di ambang pintu. "Gadis yang agak menarik. Tetapi itu pun tidak dapat menjelaskan apa-apa. Colin? Mengagumi arsitektur Victoria kita yang beradab? Atau kamu mempunyai maksud tertentu?" "Aku memang punya maksud. "Jam empat lebih.. ketika Sheila memasuki mobil. Inspektur—mereka bukan kepunyaan saya—" Hardcastle beralih ke Sheila Webb." "Kau tidak berpikir bahwa dia—" Hardcastle menyela. Empat lewat tiga belas menit?" Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. "Kau dapat mengantar wanita muda itu pulang sekarang." kata Hardcasde. Mungkin nomor itu tidak ada. Dia berbicara pada sopir mobil. "Biro Sekretaris dulu. ketika aku sampai di nomor 28.baik bersifat bisnis ataupun pribadi." "Itu baik sekali. Mobil polisi yang akan mengantar Anda." "Tetapi gadis itu sudah setengah gila karena ketakutan! Kalau saja kamu mendengar bagaimana dia merijerit. ^Colin dan Sheila pergi keluar dan berjalan menyusuri jalan kecil. Ada sekerumunan kecil orang sekarang. ya dengan waktunya." "Kuambilkan." "Tidak—aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Aku tidak apa-apa sekarang—mereka sudah membawawyd pergi/' Dia berlari masuk dan bergabung kembali dengan Colin beberapa menit kemudian. kurasa. Miss Webb." Dia berhenti sebelum menambahkan. Colin. mengibaskan ekornya pelan-pelan. "Biro Sekretaris Cavendish. ada usul yang dapat Anda katakan sehubungan dengan jam-jam tersebut. "Dia tidak mungkin membawa keempat jam tersebut dalam sakunya. "Saya mau semua jam di ruang duduk itu diangkut dengan hati-hati—semua kecuali jam kukuk di dinding dan jam besar itu. Kucing oranye itu masih duduk di tiang pintu Diana Lodge di rumah sebelah. Tidak.." kata Hardcastle sambil menarik sebuah kursi ke dekat meja dan mulai menulis tanda terima." Seorang polisi muda menjenguk ke dalam.— aku meletakkannya. Dia melemparkan pandangan menggoda ke arah saya. "Sarung tanganku. "Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri bahwa itu adalah pekerjaan orang gila atau seseorang yang salah masuk rumah. Saya akan memberi Anda tanda terima untuk itu. Dick. dia beralih ke bawahannya yang muda. 4. "Saya akan membawa jam-jam itu. "Tetapi dia menceritakan sebuah cerita yang sangat hebat.. Pintu tidak terkunci. tetapi duduk dengan tegapnya." Dia masuk kembali ke ruang makan. Mau ikut?" "Boleh.. Apakah ada yang terlintas dalam pikiran Anda. Pak. sehingga dia bisa saja masuk ke dalam dan duduk menunggu Anda—mengapa?" "Gila!" kata Miss Pebmarsh tidak sabar. BAB 4 NARASI COLIN "KITA mau ke mana?" Saya bertanya pada Dick Hardcastle." kata Hardcaslte. atau kalau tidak dengan jam-jam itu. Antara jam satu-tiga puluh dan dua-empat lima dia telah ditikam dan terbunuh.." Sheila dan Colin bangkit berdiri. Melalui pintu dapur yang terbuka dia dapat mendengar suara Miss Pebmarsh yang sedang sibuk di tempat cucian. Wilbraham Crescent habis di situ. lebih baik. kemudian wanita tukang membersihkan itu. "Aku akan mengadakan kunjungan-kunjungan. Miss Pebmarsh. "Tolong bantu dia masuk ke dalam mobil. Aku mau mencari nomor 61—dan tidak menemukannya. "Maafkan.

Yang ketiga yang sedang mengetik di atas meja yang bertelepon. Kalau kamu membelok ke kanan menuju Albany Road dan kemudian belok ke kanan lagi. kerftalu-maluan dan gadis-gadis yang tersenyum. Hardcastle. Miss Martindale mendongak menatap kami dari tempat duduknya di belakang sebuah meja tulis yang besar. Kecuali—mungkin dia baru datang kemari — baru mulai?" "Bland dilahirkan di sini. menepi ke samping untuk memberi jalan masuk bagi kami. "Mr. Itu bukan sesuatu yang kucari. "Seperti Squares dan Gardens di London. Bland. "Silakan. Dua dari mereka terus mengetik. Seniman Fotografer. rumah-iumah di sana dibangun beradu punggung. Kau tahu siapa yang tinggal di sana?" "61? Sebentar." kata saya. Apakah kita akan makan malam bersama malam ini seperti rencana—atau apakah urusan ini harus didahulukan?" 'Tidak. kau tahu pihak Inland Revenue selalu tertarik bila seseorang tiba-tiba menjadi kaya dalam waktu semalam. Bagaimanapun juga. Sangat licik—tapi selalu berhasil lolos. dan tiga wanita muda sedang mengetik dengan giat. Dalam semua kemungkinan." "Aduh. "aku tidak tertarik pada orang yang kaya mendadak. Ini mungkin untuk menarik hati ibu-ibu. masuk melalui pintu depan yang terbuka dan mematuhi papan di pintu sebelah kanan yang bertuliskan "Silakan masuk. langsung menghadap ke pintu. maka kamu akan sampai di belahan lain Wilbraham Crescent. Kebun belakangnya saling membelakangi satu sama lain. sebuah romah vang bentuknya mirip mempertunjukkan papan nama Edwin Glen yang termasyhur." "Oh. Foto-foto pasangan-pasangan suami-istri juga dipajang. Setelah mengatur permennya pada bagian yang nyaman di mulutnya. Dia kelihatannya sedang mengulum permen." kata Hardcastle memberi semangat. Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang efisien." kata Dick. Onslow Square. Orang yang kuinginkan hampir menyerupai karang kejujuran. Miss Martindale. yang tinggal di sana adalah Bland. usianya sekitar limaputuhan dengan rambut merah pucat dan tatapan yang tajam dan awas.. Mrs. Keluarganya tidak setuju dia menikah dengan Bland."Memang selalu membingungkan orang asing. Curry. "Saya kira beliau sedang menelepon sekarang— " Pada saat itu juga terdengar bunyi klik. "Dua orang tua ingin bertemu dengan Anda. Dia pasti orang sini—sudah bertahun-tahun menjalankan bisnisnya. Di sebelah sananya." Dia memandang kami dan berunya. "Memakai bahan-bahan yang jelek. Dia memandang kami satu per saru. Kau mulai dari satu sisi." Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish terletak di jalan yang merupakan pusat perbelanjaan. Membangun rumah-rumah yang kelihatannya lumayan bagus. kemudian semuanya retak atau jadi berantakan." "Sangat mengecewakan. Alis Miss Martindale terangkat terkejut dan menunjukkan perasaan tidak senang." kata saya. Sekarang yang pertama kali harus dilakukan adalah menggerakkan aparat yang ada. "Kita sudah sampai." Hardcastle melihat ke luar jendela. Kau tahu." kata saya. "Mr. Ahli. Aku sama sekali tidak membayangkan seorang kontraktor. Hardcastle?" Dick mengeluarkan salah satu kartu-kartu jabatannya dan mengulurkannya kepada wanita itu. Foto Anak-anak. dan berkata. Pesta Perkawinan. kan?" Saya mengangguk." Dia meletakkan telepon kembali dan bangkit." "Kau kelihatannya tahu banvak tentang Mr. Pria-pria muda yang. begitu. Bland. Saya menarik diri dengan duduk di sebuah kursi di samping pintu. Miss Martindale. seorang kontraktor. Di sebelah kanannya." "Oh. nomor 61 itu ada. bukan? Atau Cadogan. Wanita itu orang Kanada." dan menutup pintu. 'Dan sudah menyelesaikannya? Atau —belum selesai?" "Ceritanya biasa saja. Dick. berhenti dan memandang kami dengan pandang menyelidik. dan mengusirnya ketika wanita itu tetap melakukannya. mulai foto bayi sampai anak-anak berumur enam tahunan. kurasa. berjalan menuju pintu berhiaskan sebuah lempengan kuningan yang bertuliskan nama MISS MARTINDALE Dia membuka pintu. Di sebelah kiri kantor Biro Sekretaris Cavendish berderet kantor-kantor pedagang batu bara yang sudah lama berdiri dan sudah kuno. Ya. Palace Street. Untuk menunjang pernyataan itu. ketika dia selesai menjelaskan bentuk yang aneh itu dengan panjang lebar. Mereka menyelidikinya dan ternyata semuanya oke. "Detektif Inspektur Hardcastle? Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda. Mereka ingin tahu kalau-kalau orang itu melakukan penipuan atau kecurangan dan kemudian minggat—jadi mereka melakukan penyelidikan. Inspektur?" . yang namanya agak mentereng.. Tepat untuk menyelamatkan Bland dari kebangkrutan." katanya. Hardcastle. kurasa. "Kau tidak mencari seorang kontraktor?" "Tidak. tidak memperhatikan ada orang asing yang masuk. sampai kau tinggal di dalamnya. lewat sini. Hardcastle dan saya berjalan menaiki keempat anak tangga yang ada. "Bisakah saya menolong Anda?" "Miss Martindale?" kara Hardcastle. dan tiba-tiba tempatnya sudah berubah menjadi sebuah Place atau Garden. sangat kokoh. seperti banyak dilakukan atas rumah-rumah zaman Victoria di daerah tersebut. tidak perlu." "Bland mendapat uang banyak sekitar setahun yang lalu—atau lebih tepat istrinya. anak laki-laki satu-satunya meninggal dalam kecelakaan udara dan juga ada korban-korban perang lainnya—singkatnya. salah dong." kami pun masuk. Kemudian tahun lalu seorang pamannya meninggal. Ruang itu lumayan besar ukurannya. Bland adalah satu-satunya keluarga yang masih hidup. Kita ingin tahu semuanya tentang Mr. sekali kita tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dikerjakannya) kita akan mempunyai ide yang baik tentang stapa yang menginginkan kematiannya. itu—ya." "Bukan? Kau telah mendapatkannya. sebuah jendela dipenuhi dengan foto-foto anak-anak dari berbagai ukuran dan usia." "Pada dasarnya. "Boleh saya uh u nama-nama Anda?" "Hardcastle. dia bertanya dengan nada sengau yang lirih. menekan sebuah tombol." "Dia itu kontraktor yang sangat buruk. Bahkan pengemudi taksi juga sering bingung. berjejer lumah-rumah kuno yang model aslinya telah dirobohkan dan diganti dengan sebuah gedung bertingkat tiga yang cemerlang dan memproklamasikan dirinya sebagai Orient Cafe and Restaurant. datang kemari ketika perang dan bertemu dengan Bland. dan lain-lain. dan berkata "Mr." "Tidak ada gunanva membujukku. Kadang-kadang bahkan dia terlalu berani. dan gadis itu mengangkat telepon. Gedung itu sudah dirombak." kata saya menghindar. Jadi dia melimpahkan uangnya pada Mrs.

Saya kira Anda dapat membantu saya. Miss Martindale. Dia berkata bahwa dia adalah Miss Millicent Pebmarsh. Dia adalah tipe wanita yang dengan tepat oleh orang Prancis dijuluki femme formidable. seorang penulis cerita detektif. sebuah nomor di Wil-braham Crescent. dengan bibinya. dia bekerja pada sebuah perusahaan jasa—mungkin agen perumahan. "Saya pikir dia berkata bahwa Sheila Webb pernah bekerja untuknya sebelum ini. Apakah ini suatu lelucon?" "Agak lebih dari itu. sebaliknya. tertulis di atasnya dengan tinta hitam yang tebal. kapan—oh." "Jam berapa dia menelepon?" Miss Martindale berpikir sejenak. mengapa Anda menanyakan semua pertanyaan tadi? Apakah gadis itu telah melibatkan diri dalam suatu persoalan?" "Tidak tepat begitu. Tepatnya jam 1. Saya mengenali salah satu sebagai Mrs. Referensinya ada di arsip. "Saya kira demikian. Sejauh yang dapat saya ingat. Apakah Anda mengenal Miss Millicent Pebmarsh? "Pebmarsh." Miss Martindale menerangkan. Kemudian. tolong datang ke rumahnya pada jam tiga. Di dinding di atas meja Miss Martindale bergantung koleksi foto-foto beitandatangan. Mungkin dia pergi ke Hotel Curlew di ujung Esplanade ini." "Bagaimana perjanjiannya dibuat. "Edna." kata Miss Martindale. Saya tidak mengenalnya." "Tidak. foto seorang penulis cerita seram yang meninggal kira-kira enam belas tahun yang lalu. tetapi saya tidak yakin. dia bertanya tentang Sheila Webb. Jadi pasti pada jam makan siang. "Dia sudah bekerja di sini selama—sebentar." Miss Martindale mematikan interkomnya. "Apakah Miss Pebmarsh—atau siapa pun dia—memberi alasan mengapa dia khusus menginginkan Miss Sheila Webb?" Miss Martindale berpikir sejenak." "Miss Pebmarsh sendiri vang berbicara dengan Anda?" Miss Martindale kelihatan sedikit terkejut. "Dapatkah Anda menceritakan tentang diri Sheila Webb kepada saya?" "Tidak banyak yang dapat Saya -entakan/' kata Miss Martindale. Garry Gregson menghiasi foto lainnya. Sheila pergi ke rumah Miss Pebmarsh siang ini. Miriam menghiasi foto Miriam Hogg." "Tetapi Anda tidak mengenali suaranya? Anda tidak mengenalnya secara pribadi?" "Tidak. "Sudikah Anda menceritakan pada saya apa yang telah terjadi?" kata Miss Martindale dengan sedikit kurang sabar. "Ya. 'Telepon itu langsung teituju pada saya. apakah dia lagi bebas. kalau ya. saya menulisnya di notes. Ariadne Oliver. Pekerjaannya lumayan memuaskan. yang saya kenal sedikit-sedikit. seoiang penulis wanita yang mempunyai spesialisasi dalam cerita roman. Sebelum jam dua pokoknya. Dia memiliki kece patan rata-rata yang a k dan berpendidikan cukup." Dari nada suaranya." . Saya agak ragu-ragu apakah Miss Martindale akan tertarik dengan usaha itu. "Begitu! Betapa anehnya. Dia tinggal. Mungkin sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Perjanjiannya adalah pada jam tiga." Di sini Miss Martindale menjadi sedikit gelisah." "Apakah Anda mengenalnya secara pribadi.49. Inspektur Hardcastle." "Dia khusus meminta Sheila Webb?" "Ya." kata Hardcastle. Ketika saya sedang sibuk menggunakan mata saya. seperti yang saya katakan. Armand Levine. Ada sesuatu yang sama di antara penghargaan-penghargaan tersebut. Miss Martindale. Dia seorang pengetik yang hati-hati dan teliti. Miss Pebmarsh sendiri menyangka! telah menelepon seseorang. "Nah. Yang laki-laki hampir semuanya mengisap pipa dan memakai jas wol. Inspektur Hardcastle. Saya berpikir bahwa Miss Martindale akan menjadi seorang saksi yang hebat. tetapi Anda tidak yakin kalau itu adalah suara Miss Pebmarsh. Miss Martindale?" "Melalui telepon. "Saya kira mestinya dia sudah kembali sekarang." kata Hardcastle." "Anda berkata bahwa dia bagus dalam peKerja-annya?" "Lumayan memadai."Saya ingin menanyakan sedikit informasi pada Anda." Itu adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti. tentu saja." kata Miss Martindale mengerutkan daninya. ya. di luar hubungan kantor?" 'Tidak. jika Anda khusus menginginkan informasi tersebut. Sava kira. Miss Martindale. saya kira. Sava khawatir dia tidak ada sekarang —paling tidak—" Dia menekan interkom dan berbicara dengan seseorang di kantor bagian luar. Hardcastle maju terus dengan pertanyaan-pertanyaannya. memberi saya alamatnya." Miss Martindale menatapnya. "Bukan kelas-pertama?" "Bukan. hampir setahun saya kira." "Begitu. saya tahu bahwa Dick akan menceritakannya dengan cara berputar-putar." "Apakah Anda tahu di mana dta bekerja sebelum dia bekerja untuk Anda?" "Saya kira saya dapat menemukannya untuk Anda. dilengkapi tulisan kecil-kecil. Ah ya. Saya tidak mengenal wanita itu. Dengan hormat. saya kira bukan. saya tidak melihat untungnya berbuat demikian. Tetapi sungguh." "Anda.seorang laki-laki kecil berkepala botak. dia pernah bekerja di London dan mempunyai referensi yang baik dari majikan-majikannya di sana. "Saya kira Anda mempekerjakan seorang gadis bernama Sheila Webb?" "Betul. "Dia pergi bertugas sejak awal siang ini. tentu saja tidak yakin. "Boleh saya bertanya. berkata bahwa dia yang menelepon. apakah Sheila Webb sudah kembali?" "Belum. Salam manis. sedang yang perempuan kelihatan sungguh-sungguh dan cenderung tenggelam dalam mantel-mantel bulu. suatu usaha yang menarik. Dengan hormat. Seks ditunjukkan oleh foto . yang jelas-jelas bukan orang yang murah hati dengan pujian. Selalu. Miss Martindale. Saya mempelajari tata letak ruangan itu. Miss Pebmarsh menelepon dan berkata bahwa dia membutuhkan jasa seorang pengetik steno dan apakah sava dapat mengirimkan Miss Webb. di mana dia mempunyai janji pada jam lima. Ariadne Oliver.

Jika ada hal-hal vang terlintas pada benak Anda-" "Tentu. Inspektur." "Dari Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial?" Miss Martindale menggelengkan kepalanya. "Terima kasih. Selama beberapa saat dia tidak dapat berbicara." kata Miss Martindale. Curry?" "Saya kira tidak. alamat-alamat. Saya membukanya duluan. gadis-gadis itu pergi begitu sering ke orang yang berbeda-beda dan pada tempat yang berbeda-beda pula. Sheila Webb tiba di sana. Sebetulnya. "Dan harganya lumayan mahal. Sekarang saya mempekerjakan delapan gadis. Ketika Miss Webb tiba di Wilbraham Crescent No." Hardcasde melanjutkan. baiklah. "Bu. "Jadi cerita Sheila Webb." "Saya baru akan menjelaskannya." Dia berjalan menuju pintu. dan restoran-restoran untuk orang-orang yang menggambarkan novel mereka di negeri-negeri asing. sava berkata. serta rincian daftar racun. dan mereka selalu sibuk sepanjang waktu. Tetapi sesungguhnya. memang benar. Mulanya kecil-kecilan. Pengetahuan khusus saya tentang kebutuhan para pengarang ternyata sangat berguna. "Semuanya kelihatan sangat mustahil bagi saya. "Bu. "Anda mengetahui dilema saya. "Miss Pebmarsh berkata bahwa dia mungkin akan sedikit terlambat pulang dan bahwa Sheila hams masuk ke dalam dan menunggu." kata Hardcasde. Curtin sambil membanting cangkir-cangkir dan tatakannya pada papan pengering. Nama-nama asing. memegang sebuah tumit sepatu yang runcing di satu tangannya dan sebuah sepatu asal tumit itu tertancap di tangan satunya." "Bu!" kata Ernie Curtin. selama beberapa tahun. Tetapi itu bukan suatu kepastian. bagus ya." "Aku tidak pernah bohong. dan ada dua orang laki-laki turun dari mobil itu. Pokoknya hal-hal seperti itu." BAB 5 . dan bagaimana aku bisa pulang atau naik bis. sebagai permulaan saya berspesialisasi pada para pengarang. Kami lumayan sukses." kata Mrs. "dia menemukan seorang laki-laki mati tergeletak di lantai. "Kau menang. kami sudah banyak menyita waktu Anda. tetapi sekarang para pembaca sering menulis langsung kepada pengarang setiap ada kesempatan." "Baiklah. Saya kenal banyak pengarang yang menjadi rekan-rekan beliau dan mereka memberi saya rekomendasi. Aku tidak dapat jalan. saya tidak melihat hubungannya dengan niat Anda kemari. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda. Miss Martindale? Mr. aku betul-betul tidak tahu—" Pada saat itu barulah dia menyadari kehadiran kami dan Edna buru-buru menvembunvikan sepatu yang menyebalkan itu dengan pandangan khawatir ke arah Miss Martindale yang saya kira bukan jenis wanita yang menyukai tumit-tumit runcing. Mr." Miss Martindale menatapnya. berhenti sebentar dari kesibukannya menggerak-gerakkan sebuah benda kecil dari logam naik-turun di bendul jendela. Bu?" Mrs. Di kantor bagian luar." katanya tidak menyetujui. tiga orang gadis sedang bersiap-siap untuk pulang. Edna. Ketika kami sudah di dalam mobil. Sheila sendiri juga tidak pasti akan hal itu." kata Ernie jujur. Tumit sepatuku terjepit di dalamnya dan copot. Dick Hardcasde menarik napas dan bangkit. Inspektur?" "Terbunuh. "Anda memiliki tempat yang nyaman di sini. seorang wanita berwajah keras yang sedang sibuk mencuci panci di bak cuci. berdiri dengan sedih. Ini gara-gara kisi-kisi brengsek itu—yang ada di tikungan didamping toko kue dekat sini. "Apakah Anda berkata seorang laki-laki mati tergeletak. Inspektur. ada mobil polisi berhenti di luar rumah kita. Miss Pebmarsh menyangkal berbuat demikian. sehingga mereka cenderung untuk tidak ingat hal-hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu. "Gadis itu pasti sangat terkejut. sebetulnya." kata Miss Martindale. Dia menemukan seorang laki-laki mati di sana. Ernie. terus kami memperluas usaha sampai kewalahan karena banyaknya langganan. oh. Curtin. "Kau tahu apa yang kukatakan padamu tentang itu. "Anda berkata Miss Pebmarsh menelepon Anda dan meminta Sheila Webb datang ke rumahnya pada pukul tiga. Hardcasde berkata sopan." kata Dick. biro ini saya dirikan dengan warisan dari beliau juga. kalau hal ini adalah sebuah lelucon. "Ditikam." "Saya lihat Anda berkecimpung dalam bidang literatur. Dia sendiri memakai sepatu kulit bertumit rata. Dia hanya berkata bahwa dia tidak ingat kalau pernah ke sana." kata Miss Martindale.H. Si penerima tamu. Miss Martindale. keterangan-keterangan mengenai segi hukum dan prosedur-prosedur polisi." "Ketika Miss Webb masuk ke ruang duduk. Apakah itu betul?" "Betul sekali."Dan apakah kenyataannya memang demikian?" "Sheila berkata bahwa dia tidak ingat pernah bekerja untuk Miss Pebmarsh. "Anda sudah lama mempunyai usaha ini. Garry Gregson." kata Hardcasde. Tutup-tutup sudah dipasang pada mesin-mesin tik. sambil mulutnya mengeluarkan suara mirip deruman dan lenguhan yang maksudnya menirukan suara roket yang meluncur ke ruang angkasa menuju Venus. "Maaf. R. "Aku baru saja memakainya sebulan. "Saya yakin Anda pantas mendapat pujian." Dia menunggu penuh harap. tidak menjawab. Dia berkata pada saya bahwa hal itu diperintahkan padanya. untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada." kata inspektur itu." Miss Martindale berhenti." katanya sopan. "Ya." "Jangan berbohong lagi." "Oh. bukan?" "Lima belas tahun. di luar kecurigaanmu. 19 dia berjalan masuk ke dalam rumah dan masuk ke ruang duduk." dia mengeluh." Kelihatannya itu adalah karakteristik Miss Martindale dalam memberi pernyataan. memotong kata-kata itu dengan tegas dan sedikit kasar. Saya menawarkan jasa yang sangat membantu dalam mengadakan riset-riset yang diperlukan—tanggal-tanggal dan kutipan-kutipan. Saya pernah menjadi sekretaris pengarang cerita seram yang termasyhur. Bagaimanapun juga. Dulu masyarakat tidak begitu memperhatikan ketelitian. "Itu memang sebuah mobil polisi. dan harus melepaskan kedua belah sepatuku dan balik kemari dengan dua buah roti kismis. Miss Martindale menatapnya dengan pandangan kosong." Hardcasde melihat foto-foto yang ada di dinding.

"Anda yakin bahwa hanya dua jam itu yang ada dalam njangan itu pagi ini?" . Miss Pebmarsh tidak suka membeli barang yang dijual di muka pintu dan saya juga tidak. Dia bukan jenis orang yang suka mengomel. Dan aku tidak menginginkannya." "Nama orang itu. Curtin berputar menghadap anaknya. Curtin. "untuk melihat mayat orang itu dan mengatakan pada kami kalaukalau Anda pernah melihatnya di Wilbraham Crescent atau datang ke rumah itu sebelumnya. bahwa geng-gengan itu tidak baik. dengan penuh rasa ingin tahu. menurut kartu yang ada padanya. Seorang wanita yang sangar baik." Dia buru-buru menambahkan." kata Mrs. Pagi ini. Curtin?" kata yang lebih tinggi dari . "Di ruang duduk}" "Ya. Kadang-kadang membuat Anda terkejut setengah mati. Dia membuka sebuah pintu dan mengisyaratkan inspektur itu untuk masuk ke dalam. Sambil cepat-cepat mengelap tangannya dengan sebuah handuk. "Yah. Tidak pernah. Curtin menyingkir ke tepi." Ernie mengumumkan." "Anda maksud itu pembunuhan}" "Ya." inspektur itu menenangkan n va." "Pasti ada hubungannya dengan Alf. Dia mungkin mengenalkan dirinya sebagai seorang agen asuransi." katanya curiga. Dia menatap kedua orang laki-laki di ambang pintunya dengan pandangan menantang serta ragu-ragu. tetapi ada satu atau dua hal yang terjadi. Curtin tidak percaya. Miss Pebmarsh lebih suka memutarnya sendiri. Pada saat itu terdengar pintu diketuk. Saya datang sekitar jam setengah strnbilan lebih sepuluh dan pulang sekitar jam dua belas atau kalau semuanya sudah beres. pembunuhan." Dengan berat hati Mrs. "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa ada barang-barang yang bilang dicuri.Mrs. Tetapi Anda tidak akan menyangka dia buta. Ruang itu adalah sebuah ruang kecil yang bersih serta memberi kesan jarang dimasuki. Ernie. yang datang ke sana karena suatu kesalahpahaman. berpakaian rapi. kasihan dia. "Apa yang kaulakukan sekarang}" tanvanya. 19 siang ini." "Siapa pembunuhnya?" tuntut Mrs. "Pada Miss Millicent Pebmarsh. "Seorang laki-laki ditemukan mati di iuang duduk Wilbraham Crescent No." "Ya. membuka mulutnya untuk berseru. tidak. lalu dia menutup mulutnya kembali. "Oh." kata Mrs. Miss Pebmarsh sangat yakin kalau orang itu belum pernah ke sana. "Pintu tertutup untuk agen-agen asuransi dan orang-orang yang menjual vacuum cleaner atau Encyclopaedia Britannica. gengnya! Aku sudali menasihatimu. "Memalukan kami. Curtin sedikit melunak. Dan dengan lebih tidak percava lagi." kata Inspektur Hardcasde. juga. "Bukan main. Pokoknya orang-orang seperti itu. Curtin terbelalak. Pergi ke luar. dia pikir dia ditugaskan untuk melakukan sesuatu hal bagi Miss Pebmarsh. saya bekerja pada Miss Pebmarsh. mereka berdua dengan sopan. "Dia dengan gengnya. "Apa masalahnya?" tanyanya. kau dengar?" "Mereka sudah sampai di pintu depan. "Ya. jam yang berbandul. Curry." kata Ernie. Cm tin pergi menuju ke gang dan membuka pintu. Selalu berakhir dengan kesulitan. "Mati?" kata Mrs. Pertama-tama akan ada pengadilan untuk anak-anak. misalnya. "Kami pikir mungkin Anda dapat membantu kami." Mrs. Curtin menarik napas panjang. tidak seperti beberapa orang yang saya kenal. Curtin. Ernie Cuitin bergerak-gerak penuh gairah. "Seperti nama orang Indian saja." gumamnya. "Boleh saya masuk sebentar? Saya Detektif Inspektur Hardcastle. bukan?" "Sebaliknya. Cara dia memegang barang dan berjalan ke mana-mana sungguh mengagumkan. Curtin memandangnya tidak mengerti. dan ayahmu juga sudah menasihatimu. Tidak hari ini." kata Mi s." kata inspektur itu. "Ada jam besar di pojok mangan. sejauh yang sava ingat. teringat pada keempat buah jam tersebut Mrs. Curtin meninggalkan bak cuci dan bergabung dengan anaknya di jendela." kata Mrs. "Aku tidak berbuat apa-apa. Curtin." "Sava tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan. "Saya datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Wilbraham Crescent No. "dia bukan orang Indian." "Tidak ada masalah dengan jam-jam itu. kepala berapa buah jam yang ada di ruang duduk?" Mrs. Dialah yang menemukan mayat itu. Ya." kata Detektif Inspektur Hardcasde dengan sopan. Mrs. Miss" Pebmarsh kembali hampir pada waktu yang sama. yang masih belum dapat men v embun v ikan perasaannya tadi." "Buta. Curtin. Dia telah ditikam." kata Inspektur Hardcastle." "Saya yakin itu. Curtin menggelengkan kepalanya." Kemudian dengan tajam. adalah Mr. seorang pengetik steno. "Mrs. "Bukan main!" "Lain kali kami mungkin akan meminta Anda. apakah ada orang yang mampir ke rumah itu?" "Tidak ada. "Tidak. Anda bekerja di sana." kata Detektif Inspektur Hardcasde. dan menyeberangi jalan. Curtin. "Anak Anda?" kata Detektif Inspektur Hardcasde. dan ada jam kukuk di dinding." kata Mrs. Garis wajah Mrs." Mrs. "dia anak yang baik. kemudian kamu akan dikirim ke rumah tahanan. memang begitulah kesan sebenarnya." "Anda bekerja di sana pagi liari?"' "Betul. Burungnya meloncat ke luar dan berbunyi 'kukuk5. "Huu"—tapi berpikir bahwa itu bukan cara yang sopan untuk menarik perhatian tentang kehadirannya di sana." "Saya tidak akan menyuruh dia masuk. Curtin langsung menjawab." katanva. mengenakan jas berwarna gelap. 19. Curtin. Mrs." "Siapa yang menemukannya—Miss Pebmarsh?" "Seorang wanita muda. Apakah Anda pernah mendengar nama itu?" "Curry? Curry?" Mrs. "Ya. Dapatkah Anda mengingat di luar . Sekarang ada beberapa hal kecil yang ingin sava ketahui." kata Inspektur Hardcastle. "Saya khawatir kami belum sampai sejauh itu." kata Mrs. tentunya!" "Tentu saja tidak. "Betul. datang melalui gang dari dapur dan menyelinap di balik pintu. bukan?" "Saya tidak menyangkalnya. Curtin jujur. Bagaimana rupa orang itu r" "Seorang laki-laki setengah bava sekitai enam-puluh tahunan. apa pun kata Anda. dan menambahkan dengan tegas. "Sava tidak menyentuh satu pun dari mereka.

juga."Tentu. Ketika Anda pulang Anda berkata pada diri sendiri untuk apa aku membeli barang-barang ini?* Dia membeli enam botol selai sekaligus. maka kau tidak akan menyangka bahwa dia itu sebetulnya bukan. Cangkir-cangkir dan tatakannya. Meskipun bukan gelar yang sangat baik. tidak ada jeleknya ke pasar loak. Ernie kemudian menyumbangkan pikirannya pada topik yang baru saja didiskusikan tadi." kata Mrs. jam-jam lucu. Saya menggelengkan kepala. Saya tidak suka Pasar Bersama Eropa. bukan? Maksud saya. bukan?" "Ya. saya pikir saya dapat membuatnya sendiri dengan lebih murah. "Pembunuhan! Huu!" kata Ernie. tetapi tentu saja." kata ibunya. terima kasih. "Tidak." kata Hardcastle." "Jangan mengejek biologi laut. Dick Hardcastle mengembuskan napas penuh kepuasan. Tidak ada barang begituan." "Dia mestinya cerdik. begitu juga Mr. Itu adalah bidang yang sangat berguna. Kau pikir seseorang akan mencurigainya?" "Mereka tidak mencurigainya. Aku mendapatkan gelar kesarjanaannya di Cambridge. Jam saya menunjukkan jam sepuluh. sepanjang yang saya ketahui." "Tidak ada kesempatan untuk membanggakan dirimu. Larkin akan disidangkan bulan depan. Kalau kau pikir seseorang adalah orang yang sangat baik. Curtin. eh?" "Kau lupa. lalu mengguyurnya dengan bir. "Saya dan suami saya pernah pergi berkereta ke Swiss dan Italia dan di sana waktu lebih cepat satu jam." komentar Dick. Apa harus ada yang lain?" "Misalnya. Sebuah pikiran melintas dalam otaknya. jam-jam itu maksud saya. "Miss Pebmarsh tidak mungkin membunuhnya.." "Setiap jam dari keempat jam itu menunjukkan waktu sekitar satu jam lebih cepat daripada jam kukuk dan jam besar itu. atau jam porselen dengan bunga-bunga di atasnya—atau jam dari kulit vang bertuliskan Rosemarv di ujung bagian atas?" "Tentu saja tidak. Dia biasanya pulang antara jam dua belas dan jam setengah satu. tetapi kelihatannya masih seperti baru." "Caranya menyelundupkan barang-barang itu selama ini sungguh mengagumkan. "Apa sebaiknya tadi kukatakan padanya tentang—" "Tentang apa. Curtin. tidak ada ruang gerak untuk seorang ahli biologi laut di Crowdean. Ketika saya melihatnya. "Bukan apa-apa. kau tahu. Saya dapat memperoleh yang lebih baik di pasar pada hari Rabu. Curtin." "Mestinya jam asing. "Jangan tolol. Merasa bahwa dia tidak dapat memperoleh apa-apa lagi pada saat itu. kok." "Aku tahu apa yang kaulakukan selama ini. Kukatakan padamu." kata Mrs. atau jam kecil bersepuh emas—di atas perapian. bukan?" Ernie bertanya dengan penuh gairah. Colin! Kupikir kau sudah selesai dengan belahan dunia bagian sini. Curtin. Harus dipotong dulu." "Tetapi dia tidak biasa membeli barang-barang yang tidak perlu atau barang-barang semacam lukisan atau porselen atau barangbarang seperti itu di pasar loak?" Mrs." kata saya dingin. Anda bisa terhanyut." "Anda pasti memperhatikannya sekiianya benda-benda itu ada di sana?" “Tentu saja. Tetapi ternyata kau masih berkeliaran di jalan-jalan di Crowdean. Inspektur Hardcasde pergi. "Peduli amat dengan agen-agen asuransi yang mati. tentu saja. tetapi pokoknya tetap sebuah gelar. bukan? Kelihatannya memang barang loakan—dari cara Anda mengatakannya. dan gadis-gadis yang menjerit-jerit! Mari kita bicarakan dirimu. Lumayan baik kondisinya." "Yah. . Dalam sekejap saja perang angkasa luar dalam pikirannya sudah digantikan dengan topik hari ini tentang kejadian seram yang sungguh-sungguh terjadi. "Dapatkah Anda mengatakan kapan tepatnva Anda meninggalkan rumah Miss Pebmarsh siang ini?" "jam dua belas lewat seperempat. Itu adalah sebuah bidang yang sangat menarik sekali. Pasti ada hubungannya dengan Pasar Bersama Eropa. sekitar itu. Curtin." "Kelihatannya aneh. Bu?" "Kau tidak perlu tahu. Membeli beberapa gorden beludru juga. "bahwa aku adalah seorang ahli biologi laut." kata Mrs." Dia menggelengkan kepalanya dengan sedih. dan suatu hari kelak aku akan kembali menekuninya. Antik. "Dan selamat untukmu." Inspektur Hardcasde menghindari pembicaraan tentang politik. sehingga kau tidak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan tentang dirimu sendiri lebih lanjut." "Dan dia meninggalkan lumahnya—kapan?" "Sebelum saya datang." "Apakah Miss Pebmarsh sering pergi ke pasar loak?" "Membeli sebuah karpet bulu kira-kira empat bulan yang lalu. Mrs.. katanya. Dick. mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan berkata. dia belum pulang. "Apakah Miss Pebmarsh ada di rumah waktu itu?" "Tidak. Curtin." BAB 6 NARASI COLIN SETFXAH makan dua porsi bistik yang dimasak dengan baik. Sangat murah. "Mungkin Miss Pebmarsh habis dari pasar loak. Menyebutkan namanya saja sudah dapat membuat orang bosan dan mereka begitu takut kalau kau akan membicarakannya." kata Mrs. apa tidak ada jam kotak kecil dari perak yang disebut jam kereta. Inggris cukup baik buat saya. Curtin menggelengkan kepalanya.

61 W "Seperti yang kukatakan tadi." kata saya." "Aku mengerti maksudmu. "Ya. Aku tidak mengeiti artinya. 61 didiami oleh seorang kontraktor lokal. The Rising Moon. atau disalinnya. Aku mungkin menyertakan rumah-rumah yang langsung terletak di belakang nomor 19. dia menghamburkannya. Lansbury Crescent." "Oh. "Seseorang bernama Hanbury memilikinya dalam dompetnya. kami menangkapnya lebih cepat daripada dugaan kami. Ada beberapa Crescent di Portlebury. kami tahu pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut itu dan ujung satunya di London. angka 61 dan inisial W? Aku mengambilnya setelah kematiannya. Sebenarnya." "Bulan sabit?" Hardcastle kelihatan bingung. Itulah vang kulakukan siang ini—tetapi aku tidak dapat menemukan nomor 61. Colin." Dick berkata sambil berpikir. bulan terbit dan lain-lain. tapi itu pasti sesuatu yang ditulis Han-burv. Wilbraham Crescent. dan lain-lain. Kemudian kutinggalkan bulan dan beranjak pada Crescent." kata saya. Aku mempunyai sesuatu yang nyata yang mengawali pencarianku. Mantel-mantel itu ditukar. Kami pikir dia menggantungkan mantelnya di mana selalu ada mantel yang persis sama— meskipun orang yang memakai mantel yang satu itu tidaklah selalu orang yang sama. ingin tahu. Tidak seorang pun mengingat nomornya. "Seorang idealis politik? Menyombongkan harga dirinya? Atau semata-mata untuk uang?" "Dia bukan seorang idealis. kadang-kadang sangat membosankan." Sava mengeluarkan dompet. Begitu. Kami tahu rahasia mereka dan mereka tahu rahasia kami. Atau alternatifnya." "Yang kukejar sebenarnya. "Hanva uang. "\ku tahu." kata Hardcastle sambil berpikir. Organisasi yang baik. Agen-agen kami sering adalah agen-agen mereka juga. Aku tidak tahu apa artinya 61. Crowdean adalah tujuanku sekarang. Di tempatku. Pekerjaan berat selama tiga minggu terus-menerus dan sia-sja. kami harus berpura-pura seperti orangorang bodoh kadang-kadang. Tidak ada apa-apanya. Kemudian ada The Moon and Stars. Dick. yang kebun-kebun . Kelihatannya cocok. kan?" "Kira-kira begitu. Tetapi ada sesuatu di balik it J.2. Dia baik — sangat baik. Jika demikian dia akan terdaftar. "Kenyataannya. Dia keluar dengan membawa dokumen-dokumen itu untuk difoto dan dikembalikan kepadanya lagi. ingin tahu. memang tidak." Saya melihat wajah Dick yang bingung dan tertawa. dan dokumendokumen itu kembali ke tempat asalnya pada hari itu juga. Kami tahu kapan dan di mana tepatnya Larkin mendapat upahnya dan bagaimana." "Trims. Terus terang. The Jolly Sickle. ." Hotel Harrington Berneis Street London W. Kau membuatnya bingung dan kemudian kau memanfaatkannya sedikit. Dia mempunyai kebiasaan untuk makan stang di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang cara kerjanya. Aku menghabiskan banyak waktu di sana. Dick. jadi kami membiarkannya memberi informasi lebih banyak. Aldtidge Crescent. kurasa." kata saya. sebab itulah bagian di mana otak-otaknya berada. bulan. Aku memulai pencarianku di Portlebury sendiri. Tetapi Gowdc-an sepuluh mil jauhnya dari Portlebury. Aku tidak tahu apa yang kucari sekarang. "adalah Crescent. Itulah alasan semuanya. Pada masa ini orang sering merasa bahwa sebetulnya tidak ada suatu hal pun yang betul-betul rahasia."Tidak. Apakah mereka melihat seseorang masuk ke rumah itu. "Itu bukan pekerjaan yang menegangkan seperti yang dikira masyarakat. Sabit. Livermead Crescent. Apakah mereka mempunyai pembantu asing?" "Mungkin. Ada sebuah pub di sana bernama The Crescent Moon (Bulan Sabit). Bulan baru. Dia harus mengambil dokumen-dokumen yang sangat penting. Lumayan cocok dengan W. Kupikir dia hanya melakukan apa yang diperintahkan saja. Pada akhirnya siapa yang menipu siapa meniadi semacam mimpi buruk." "Untuk apa Larkin melakukannya?" tanya Hardcastle." "Udak dapatkah kau menangkapnya lebih cepat dengan cara itu? Dia menghabiskan uangnya. tetapi aku yakin pasti ada sesuatu. Banyak orang yang melakukannya sekarang ini. Victoria Crescent. yang ternyata juga berharga. Kertas itu adalah sehelai kertas tulis hotel yang di atasnya tergambar sebuah sketsa kasar. dan agen-agen mereka sering sekali adalah agen-agen kami. "Jangan bengong. Dia sempat memberikan beberapa informasi yang cukup berharga sebelum kami menangkapnya." "Dan itu sebabnya mengapa kau masih berkeliaran di Pangkalan Angkatan Laut di Ponlebury?" "Ya. Kemudian dia menatap saya. Aku tidak tahu apa artinya W. Dia ditabrak lari di London oleh sebuah mobil. Itulah bagian yang ingin kami ketahui lebih banyak. Dick." '*Dan itu bukan yang kucari. Kadang-kadang kupikir setiap orang mengetahui rahasia orang lain dan mereka bersekutu untuk berpura-pura tidak tahu. dan Larkin tidak pernah berbicara padanya. Tetapi ada sebuah gap. vang meninggalkan jejak yang membingungkan bukan hanya sekali saja tetapi mungkin tujuh atau delapan kali. tetapi orang yang menukarnya tidak pernah berbicara dengan Larkin." Hardcastle menganggukkan kepalanya mengerti. karena dia pikir itu penting. Seseorang vang puma otak cemerlang. mengambil selembar kertas dan mengulurkarmya pada Dick. "Aku mengerti mengapa kau masih berkeliaran di Portlebury. Hanbury banyak berjasa dalam kasus Lai kin. Kucari kau untukmu besok. bukan? Aku tadinya ingin berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent dan melihat bagaimana lupanya nomor 61 sebelum bertanya padamu kalau kau punya keterangan rahasia yang dapat membantuku. aku tidak mengharap banyak dari Crowdean." "Aku akan mengadakan penyelidikan rutin besok pada kedua rumah dt sebelah nomor 19. bukan? Dia tidak menabungnya. kurasa tidak." "Kurasa aku tidak peduli dengan pekerjaanmu. Apa dia punya suatu ide? Atau sesuatu yang dia lihat atau dengar? Sesuatu yang ada hubungannya dengan bulan atau bulan sabit. Semuanya direncanakan dengan sangat baik dengan perhitungan waktu yang sempurna. dengan perencanaan yang hebat. The Cross and The Crescent—yang terletak di tempat terpencil bernama Seamede. Di antara keduanya ada sebuah organisasi kecil yang sangat bagus. Aku sudah menyelidik dalam sebuah radius dengan Portleburv sebagai titik pusatnya. Di suatu tempat tertentu ada sebuah kantor pusat vang sangat baik. Hanya ada satu descent di sini.

"Tidakkah kau sadar. "Aku tidak menuduhnya—tapi aku hai us mulai pada suatu titik. "Itu semua tergantung tipenva. "Ya—ya. aku tidak mengerti mengapa kau begitu bersikeras menuduhnya dalam hal ini." "Jangan tolol. 'Kuambilkan untukmu' dan dia berkata." kata Hardcastle.30. meskipun dia berkata bahwa itu tidak perlu. "Tidak * setiap hari seorang laki-laki muda tiba-tiba mendapatkan seorang gadis jatuh ke dalam pelukannya'sambil menjerit minta tolong dengan gaya Zaman Victoria vang beradab. kurasa—" (Dick adalah orang yang sangat jujur) "—Setiap orang harus ingat untuk mencoret setrap menulis t dan memberi titik setiap menulis i atau semuanya akan berantakan. Yang ada tulisan 'Rosemary* di pojoknya." kata Hardcastle." kata Hardcastle." kata Hardcastle dengan nada menuduh. berbicara dengan Miss Pebmarsh yang ada di dapur dan berkata aku harus membawa jam-jam tersebut dan akan memberinya sebuah tanda terima untuk itu. Tapi dia hanya pergi selama satu menit—" "Apakah dia memakai sarung tangannva.30 sampai jam 2." kata saya berang. Yah. sebab jam-jam itu toh bukan kepunyaannya. atau dipegangnya ketika dia kembali bergabung denganmu?" Saya ragu-ragu. menyembunyikan senjatanya di suatu tempat dengan cermat. Aku meminta Miss Pebmarsh meraba semuanva untuk melihat kalau-kalau dia mengenalnya." Hardcastle mengeluh. Kemudian mereka masuk untuk mengangkat mayat itu." "Aku memberi Miss Pebmarsh tanda terima itu. mungkin dia. orang itu sudah mati paling tidak setengah jam sebelumnya. Itu saja." kata Hardcastle.. Mavat itu ditemukan oleh Sheila Webb —aku tidak perlu mengatakan padamu betapa seringnya orang yang pertama kali menemukan sebuah mayat adalah orang yang terakhir kali melihatnya dalam keadaan hidup. "kau tertarik pada gadis itu. "Jadi." Sava bersiuh "Kelihatannya sangat luar biasa. Bagaimana bisa begitu?" "Orang-orang goblok—dan aku salah seorang dari mereka. kemudian dengan sengaja menghambur keluar dari rumah itu dan menjerit-jerit histeris untuk menipuku?" "Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana pengalamanku. "Teruskan.belakangnya berhadap-hadapan dengannya." "Ketika aku memasuki ruangan itu sekitar pukul tiga lebih. "Rasanya tidak. Aku mestinya berkata. "Katanya. "Aku baru melihatnya pertama kali kemarin siang. Aku „dapat mengajakmu kalau kau mau. "kalau benar kau tak akan ragu-ragu. mungkin lebih." "Jadi tidak ada cukup waktu." "Aku ingat. Aku berkata. Dan itulah salahku. empat buah jam. karena mayatnya sudah tidak ada lagi* dan dia berlari masuk ke dalam. Semuanya." "Jelas tidak. Untuk beberapa saat Hardcastle kelihatannya tidak mampu berbicara. Itu melibatkannya." saya mempertahankan diri dengan gigih. gadis yang ramping itu menikamkan pisau ke badan orang itu. Hanya saja kau harus berhenti melindunginya. Dia mungkin memungut jam itu setelah aku meninggalkan ruangan dan langsung pergi ke dapur dengan membawanya. sehingga tak ada satu pun dari orang-orangmu yang dapat menemukannya. di ruang duduk. jam-jam itu ada di sana kemarin. Edward berkata dia langsung masuk ke dalam dan mengerjakan perintahku. 'Oh. Sepanjang yang kauketahui." Kami sepakat bahwa saya harus datang ke pos polisi pada pukul sembilan tiga puluh keesokan harinya. Kupikir 61 terletak hampir langsung di belakang 19." "Ya. gadis itu mungkin terlibat dalam urusan pembunuhan ini." kata Hardcastle muram." "Hilang? Yang mana?" "Jam bepergian dari kulit. Tapi mengapa?" "Banyak yang harus kita pelajari. kurasa begitu. kecuali jam kukuk dan." "Omong-omong. saya bertanya dengan hati-hati tentang apa yang terjadi." Saya segera menerima tawarannya "Aku akan menjadi Sersan Larnb-mu dan mencatat-catat." kata saya." kata saya sedih. sarung tangannya ketinggalan." "Apakah maksudmu sesungguhnya." "Ya?" "Aku pergi ke luar untuk mengawasi. "Artinya™" "Millicent Pebmarsh itu mungkin melakukannya. Dia tetap yakin kalau hanya ada tiga jam saja. Aku mendengarmu. Kapan?" "Kami baru saja hendak masuk ke mobil polisi. Slieila Webb kelihatannya adalah tipe gadis idam-anmu. selain dua jam yang tetap pada tempatnya itu." "Aku tidak yakin. Sampai ada fakta-fakta batu yang muncul. Bagaimana dengan hal itu?" "Sheila Webb makan siang dari jam 1. Aku kebal terhadap segala daya tarik wanita. "Jam-jam sialan!" "Jam-jam itu tagi? Ada apa sekarang?" "Satu hilang. Ternyata tidak. Aku tidak keberatan masuk ke ruang itu sekarang." "Masalahnya adalah. Mayat itu ditemukan di lumah milik Pebmarsh. tentu saja. dan itu bukan suatu perkenalan yang romantis. Aku menyuruh Edwards membungkus jam-jam yang ada di ruang duduk dengan hati-hati dan membawanya kemari. aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Aku — *' Saya berhenti. dua orang itu tetap masuk perhitungan. "bahwa hidupku penuh dengan mata-mata cantik dari berbagai bangsa? Mereka semua mempunyai ukuran vital yang dapat membuat seorang detektif Amerika melupakan semua tujuannya. jam yang besar itu." . Apa ada orang lain? Apa mungkin gadis itu yang melakukannya?" Saya menjawab." "Bisa juga. Ketika dia sudah menyuruh keluar bawahannya yang ketakutan. Keesokan harinya saya tiba tepat pada waktu vang dijanjikan dan menemukan teman saya lagi marah-marah. Kemudian dia menyembur." "Dia mungkin memasukkannya dalam tasnya. terus aku masuk kembali ke rumah itu." "Kemudian aku berkata pada gadis itu bahwa dia bisa pulang dengan salah satu mobil kami dan memintamu mengantarkannya ke mobil. teringat sesuatu. Kemudian aku bergabung denganmu. Membuat >eorang laki-laki merasa dirinya seperti seorang pahlawan dan seorang pelindung yang sejati." "Setiap orang akan gagal juga sekali waktu. dengan jelas.

dan akhirnya mendapat jabatan di Aaronberg Institute di sini." "Bagaimana halnya dengan nomor 18 dan 20?" "Nomor 18 didiami oleh Mr. ditikam dengan benda tajam. Sayang. bukan—pada siapa pembunuhnya?" "Kau pikir. "Ya. 18 dengan khawatir. sebab tidak ada pemsahaan seperti itu. "Nihil." "Aku meragukannya. Waterhouse. WATERHOUSE menuruni anak-anak tangga di Wilbraham Crescent No. "Aku lebih menyukainya. kendati tidak dapat dikatakan tidak sehat. Mungkin itu caranya memperkenalkan diri ke rumah-rumah dan melakukan penipuan yang meyakinkan. maka itu merupakan suatu kemajuan besar dalam kasus ini. "Maksudmu dia mencetak kartu nama palsu dengan nama." kata Miss Waterhouse. kenyataannya. "Itu. bukan?" kata saya sambil berpikir. termaktub di Kitab Suci." "Menghina Tuhan. Waterhouse sangat terkejut. Sejauh itu menyangkut Mr. Sesuatu yang mirip dengan pisau sayur. ." "Kapan pemeriksaannya dilaksanakan?" "Lusa. dan kami pun berangkat. "Apa yang telah kauketahui tentang Curry?" Hardcastle menjawab dengan kepahitan yang tak saya sangka-sangka. Aku tidak suka kucing—" Saya berkata padanya bahwa kehidupan seorang polisi adalah berat." "Seperti kerah kemeja palsu. "Peringatan dari bangsa Yahudi yang bebas dari perbudakan Mesir. dia buta. Waterhouse kelihatannya merasa bersalah. bukan?" "Dalam penentuan atas jam-jam dan agen-agen asuransi?" "Semuanya memang terlalu fantastis unruk dikatakan. ya. Waterhouse. Miss Waterhouse mendengus dengan sedikit berang. James. "Apakah ada alasan tertentu. Edith. Ini bukan sebuah desa. "Seonang wanita buta tidak mungkin mampu menikam seseorang. Edith. bukan?" ■ "Oh. pengacara. bukan kemerah-merahan.Saya memandangnya geram. Kami sudah memeriksanva." "Oh! Mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dai i para tetangga. Kami betul-betul tidak tahu. tidak ada Denvers Street No. Kami mengirim sidik jarinya untuk melihat apakah dia pernah punya perkara dan tercatat di kantor polisi? Jika memang ada. kasus ini akan lebih rumit. "itu sangat tergantung." "Kurasa itu terlalu jauh. Dan dia tepat seperti yang dikatakannya." kata Mr. aku hanya bermaksud.. Jika tidak. "Seperti Ariadne Oliver dalam keadaannya yang terburuk. Bahkan tidak ada kereta bayi yang didorong sepanjang—" Tidak ada seorang tua invalid yang duduk sepanjang hari di depan jendela?" "Itu yang kita inginkan—tetapi kita tidak mempunyainya. Mungkin dia mengumpulkan premi palsu. dengan rambut keputihan serta bahu yang sedikit bungkuk dan raut muka yang juga keputih-putihan. alamat. Perusahaan Asuiansi Metropolis and Provincial tidak pernah berdiri." kata Hardcastle pahit. Pernyataan seperti itu tidak mungkin terlintas dalam pikirannya." "Apa kata Perusahaan Asuransi Metropolis?" "Mereka tidak bisa bilang apa-apa." "Menarik. sialnya. dan saudara perempuannya yang menghabiskan waktu senggangnya dengan mengurusnya. tidak ada Mr. Sampai jam satu siang. kami akan tahu akhirnya. "Jika orang itu ditikam di halaman depan dan dua orang bertopeng membawanya masuk ke rumah —tak seorang pun akan melihat ke luar jendela atau melihat sesuatu. Waterhouse. Dia betul-betul buta. seorang manajer personalia di perusahaan Gains-ford and Swettenham." "Apakah bukti medisnya?" "Oh. James. "Aku sungguh tidak mengerti maksudmu. ada seseorang yang mondar-mandir sepanjang Wilbraham Crescent dan memilih seorang korban di setiap rumah? Sungguh." Saya berbicara dengan antusias. Waterhouse sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor pengacara di mana dia bekerja. kuingatkan kau." Mr. Dia dulunya adalah guru matematika di sekolah North Country—kehilangan penglihatannya kira-kira enam belas tahun yang lalu—mengambil kursus Braille dan lain-lain.. wanita-wanita pekerja harian yang mungkin saja melihat sesuatu sudah pulang semua." "Tetapi kau akan menemukannya. menengok dengan cemas ke arah saudara perempuannya. James. dan merupakan jenis wanita yang tidak percaya akan segala omong kosong tentang dirinya serta sangat tidak tahan dengan omong kosong tentang orang lain." kata saya sambil berpikir. ya. Wilbrahara Crescent adalah sebuah jalan untuk tempat tinggal yang beradab. Dia adalah orang yang rapi. dan perusahaan asuransi palsu?" "Mungkin. memper-timbangkan apa yang terjadi di sebelah kema-nn. Kau tidak perlu memuaskan hati seorang inspektur atau seorang kepala polisi dan seterusnya." kata Mr. Edith?" kata Mr. "Kau yakin kau akan baik-baik saja?" kata Mr. dengan bahu persegi. menurut kau?" Hardcastle mengangkat bahu. Curry dari Denvers Street. itu sepertinya menghina Tuhan." "Dia mungkin terganggu jiwanya. "Sekarang masih teka-teki." 'Oh. Mr." "Itu sepertinya membebaskan Miss Pebmarsh. Membuka — kemungkinan-kemungkinan-" "jHanya kemungkinan-kemungkinan yang kita peroleh sejauh ini. Curry. Yang kuketahui seluruhnya tentang nomor 20 adalah bahwa wanita yang tinggal di sana memelihara sekitar dua puluh ekor kucing. BAB 7 MR. Dia mungkin seoi ang pengecoh atau seorang penipu yang hebat atau seorang pemungut uang yang tidak penting atau seorang agen penyelidik. Dia harus begitu sering kelihatan merasa bet salah sehingga itu merupakan kebiasaan yang tampak pada air mukanya." kata saya. Kau bukan agen DDI yang lagi bertugas. Semata-mata formal dan tertutup untuk sementara." "Apa maksudmu—nihil?" "Hanya bahwa dia tidak pernah hidup™ tidak ada orang dengan nama itu." "Apa maksudnya sebetulnya. karena ada orang terbunuh di rumah sebelah sehingga aku akan dibunuh hari ini?" "Yah. Waterhouse. Miss Waterhouse adalah wanita yang tinggi. atau almarhum Garry Gregson pada puncak—" "Teruskan—senangkanlah hatimu. 7 atau nomor berapa pun.

Head punya cerita yang luar biasa pagi ini. maka kemungkinan besar si penyerang sendiri yang akan dipukul sampai pingsan dengan sebuah alat pengorek bara atau sebuah pegangan pintu dari timah dan dikirim ke pos polisi dalam kondisi berdarah dan menyedihkan." kata Hardcastle. Tetapi itu tidak berlaku untuk seorang wanita buta. Mrs. kukira begitu." tambahnya. Tentu saja James hanya omong-kosong." "Kukira begitu. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan cerita-cerita yang dibawa oleh pembantu harian mereka yang suka omong itu. hal itu sangat merugikan anak-anak jika datang musim panas. "orang itu adalah bendahara atau salah satu pelindung Aaronberg Institute dan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pembukuannya. pergi menuju tas golfnya. Sekolahsekolah lanjutan baru yang kelihatan aneh tersebut. sebab semua jendela kaca membuat anak-anak ingin memandang ke luar terus. tidak menyukai ruangan kelas barunya. Anda dapat melihatnya dari sorot mata mereka." dia membaca." kata Mr. "Nah. Dia tidak memperhatikan gumaman lirih vangmenyebutkan. Head sendiri yang berkata padaku bahwa Susan. Setelah menutup pintu dia bermaksud beristirahat di loteng. Anda tahu. Mereka berkata. Maksud saya meieka toh hanva polisi. Waterhouse sedikit menggoda." "Pembunuhan di rumah tetangga sebelah tidak biasa untuk tidak diperhatikan. Dia berkata tidak mungkin dapat memperhatikan pelajaran. Saya sudah membersihkan bekas-bekas sarapan dan saya pikir itu tempat yang lebih pantas. "Saya harap Anda tidak keberatan kalau kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama. Dalam pandangan Miss Waterhouse." kata Mrs. Miss Waterhouse ada di kamar tidurnya ketika Mrs. nah. Miss Waterhouse. "Orang itu tidak mungkin berjaga-jaga. bukan? Ah—" dia menggelengkan kepalanya. cara berbicara. yang secara praktis dibangun dari kaca. Miss Waterhouse menerimanya." "Dan Miss Pebmarsh membunuhnya?" kata Mr."^ kata Miss Waterhouse. "tetapi jika Anda memang melihat sesuatu yang dapat menarik hati kami." kata Hardcastle. "Aku akan turun. "mereka bukan tuan yang sebenaL-nya—polisi. "Berbagai macam kabar burung telah tersiar ke mana-mana. Aku hanya berpikir bahwa pandangannya terhadap sesuatu adalah gila-gilaan dan berlebih-lebihan. Sayangku. Siapa yang akan berjaga-jaga menghadapi orang buta? Bukaimya aku sendiri percaya. ada hal-hal lain di samping pendidikan. Dia datang bersama seorang laki-laki muda bertubuh tinggi dan berkulit gelap. tapi dia berhenti sejenak sambil berpikir. untuk mencoba membunuhi. dengan perasaan bersalah yang lebih mendalam. Saudara perempuannya tidak pernah lupa mencemoohkan kebenaran dari khayalan-khayalan mengerikan itu. Kau mungkin berpikir bahwa sesungguhnya bangunan-bangunan itu dimaksudkan untuk menanam timun atau tomat di dalamnya. dan dia datang ke Miss Pebmarsh untuk menyelidikinya. tetapi saya yakin Anda cukup mampu menangani hal-hal seperti itu. Tetapi biasanya ada sesuatu. "Sepasang tuan hendak menemui Anda. "Detektif Inspektur Hardcastle. Selamat tinggal. . Mrs. "Maksudku hanya. memindahkan sebuali tongkat pemukul dan meletakkannya dalam posisi yang strategis di dekat pintu depan. "Aku yakin Miss Pebmarsh adalah seorang wanita dengan watak yang terpuji. "ada—yah — karakter-karakter yang jelas-jelas tidak kita inginkan sedang berkeliaran. "Sersan Lamb. Dia melihat jamnya. saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan sangat berterimakasib." kata Mr. "Nah. "Ada yang bilang." Hardcastle bangkit dari duduknya. Jagalah dirimu Lebih baik pintunya digerendel." kata Miss Waterhouse. "Sava bahkan harus mengusir satu atau dua orang wartawan yang datang kemari untuk bertanya apakah saya mengamati sesuatu." kala Mrs." kata Miss Waterhouse. "Setidak-tidaknva. Bagaimanapun juga. putrinya." Wajah Miss Waterhouse menampakkan seberkas kebanggaan atas pujian itu." kata Mr." "Saya harap saya tidak terlalu pagi datang kemari. Miss Waterhouse berderap ke bawah dan memasuki ruang makan dengan suara perasaan ingin tahu yang ditutupi oleh raut mukanya yang biasa menantang." kaca Miss Waterhouse puas. Head naik ke atas dengan ribut. dan ini mendorong mereka untuk hidup normal. "Tentu saja mereka suka mencari-cari cara untuk memperoleh berita. bukan?" Miss Waterhouse mendengus lagi. "tetapi saya kira Anda tahu maksud kedatangan saya. Bagaimanapun juga dia berkata. Mrs. yang menurut Miss Waterhouse tidak perlu disapa. "Ingin mengetahui apakah Anda memperhatikan hal-hal yang lucu dalam tingkah lakunya." kata Hardcastle. Head adalah seorang wanita bertubuh kecil dan bundar serta mirip sebuah bola karet—dia menikmati benar kejadian-kejadian itu." "Savang. Head. "Detektif Inspektur Hardcastle?" "Selamat pagi. "Apakah kau menyuruh mereka masuk ke ruang tamu?" "Tidak. sayang." kata Miss Waterhouse. Jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri cara dia menangani berbagai hal. Jika seseorang hendak mencoba hal itu. aku takut aku akan sangat terlambat." "Saya kira mereka ingin bertanya pada Anda tentang Miss Pebmarsh. tetapi meskipun demikian dia menikmatinya. Jika dia pribadi disuruh memilih korban. Mereka bilang. "Seorang wanita buta? Tentunya—" "Menyelipkan seutas kabel pada lehernya dan mencekiknya." Dia mengulurkan sebuah kartu. Aku yakin. dia tidak akan memilih saudara perempuannya. Tetapi lebih baik berjaga-jaga dulu." "Anda benar. itu bukan alasan untuk menuduhnya terlibat dalam perkara-perkara kriminal. Head bersemangat. semacam itulah. Anda telah mendengar apa yang terjadi di rumah sebelah kemarin. Waterhouse. melihat lamnva lagi." kata Miss Waterhouse." kata Miss Waterhouse bersemangat. kegilaan bisa muncul tba-tiba dan kadang-kadang hanya sedikit yang dapat diketahui sebelumnya."Aku betul-betul ingin melihat seseorang datang kemari. Anda berada di rumah pada waktu itu. Masyarakat membiarkan orang-orang sakit jiwa keluar dari panti-panti perawatan sekarang ini. Saudara laki-lakinya membayangkan bahwa itu sart_at tidak mungkin. Waterhouse." "Kita betul-betuj tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. hal itu angat berbahaya bagi orang-orang yang tak berdosa." "Anda mengusir mereka?" "Tentu saja." Miss Waterhouse tidak begitu paham dengan alasan itu. saya rasa?" "Sava tidak tahu kapan pembunuhan itu dilakukan." tambahnya. Saya memasukkan mereka ke ruang makan. kau tahu. Waterhouse.

saya kira?" "Ya." komentar Miss Waterhouse. sedangkan ruang makan. "Orang asing?" "Kelihatannya begitu.. Tetapi sava membawa kopi saya ke ruang duduk setelah makan siang dan saya duduk-duduk di kursi dekat jendela. saya ada di kebun." katanya. Suara decitan pintu gerbanglah vang membuat saya mendongak. "Dia cukup terkejut. saya tidak melihatnya ataupun orang-orang lain yang mampir ke sebelah." "Apa kata Miss Pebmarsh tentang hal ini?" tuntut Miss Waterhouse." "Dia adalah orang yang kelihatannya paling terhormat." "Apa yang Anda lakukan antara jam setengah dua sampai jam tiga?" "Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengisi teka-teki yang ada di The Times. pasti. "Tentu. Itu lebih merupakan kebiasaan orang-orang cacat atau orang-orang yang tidak punya pekerjaan kecuali berspekulasi dan menggosipkan urusan tetangga-tetangga mereka. Ada orang-orang tertentu yang saya kenal menghabiskan seluruh waktu mereka melihat-lihat ke luar jendela dan memperhatikan siapa-siapa yang lewat dan siapa mampir ke siapa." kata inspektur itu. Letaknva di depan nomor 15." "Dan saudara laki-laki Anda?" "Dia tidak pulang ke rumah untuk makan siang." "Bagaimana mpa orang itu?" Hardcastle mengambil sebuah gambar cetakan kasar dari sebuah amplop dan mengulurfeannva pada Miss Waterhouse." "Menurut pernyataannya sendiri." kata Miss Waterhouse." katanya. Inspektur?" "Bukan luar biasa. Dia buru-buru berkata. tidak. Dia selesai mengajar. Saya yakin saya belum pernah melihatnya sebelum ini. Oh. saya kira. sebanyak yang saya bisa." kata Miss Waterhouse."Menurut perkiraan kami sekitar pukul setengah satu sampai setengah dua. menghadap—seperti yang Anda lihat—ke kebun belakang." "Betul. tersenyum." "Anda tidak bercakap-cakap dengannya?" "Oh. "Dapatkah Anda mengenalinya?" . "Tentu saja toko-toko memang lebih dekat jika lewat sana. saya betul-betul ingat dia melewati pintu gerbang. "Tidak. Dia tampaknya seperti orang yang terhoimat. Sebentar. Dia biasanya pulang pada waktu itu. sekitar jam setengah satu lewat. "Dia sepertinya seorang pengacara atau seorang pengusaha. saya tidak tahu kapan Miss Pebmarsh biasanya keluar. Miss Pebmarsh ke luar lagi sekitar jam setengah satu." "Apakah Anda melihat Miss Pebmarsh masuk atau meninggalkan rumah?" "Saya pikir dia masuk ke rumahnva — saya mendengar pintu gerbang mendecit—ya. Foto ini sama sekali tidak menakutkan. sepanjang Crescent ini." "Luar biasa. Dia mengajar anak-anak cacat seperti yang mungkin telah Anda ketahui. kemudian saya pergi ke dapur dan membereskan bekas-bekas makan siang." kata Hardcastle. "Ya. Sebentar.Miss Waterhouse melihat gambar itu. "Saya pikir orang ini sama sekait tidak mengira apa yang bakal terjadi pada dirinya.." Miss Waterhouse menggelengkan kepalanya." "Kami memberinya sebuah gambaran yang jelas. dan ada sebuah kantor pos di Albany Road—" "Tetapi mungkin Miss Pebmarsh biasa melebati pintu gerbang Anda sekitar waktu itu?" "Yah. "Nah." "Saya ada di sini. Dia kelihatan seperti sedang tidur. Ruang itu menghadap ke jalan. dapatkah Anda menolong kami. Siapa sebenarnya yang dibunuh ? Kelihatanmu sedikit pun tidak disebut-sebut di koran lokal pagi ini." "Kami belum mengetahui siapa dta sebenai-nva. "Ini adalah orang itu. bukan. sesungguhnya. Miss Waterhouse? Jika Anda memutar kembali ingatan Anda tentang kejadian-kejadian kemarin. dan saya kira pada waktu saya membalik halaman koran itulah saya melihat Miss Pebmarsh melewati gerbang depan. Anda berkata 'melewati pintu gerbang'. tempat kita ini sekarang." kata inspektur itu. "Tidak. saya tidak dapat mengatakan waktunya dengan tepat—ya.. adalah apakah Anda melihat datangnya orang laki-laki ini—saya kira koran-koran pagi menyebutnya si pria misterius. "Jadi bila Miss Pebmarsh memang melewati pintu gerbang Anda. ya. Saya orang yang sibuk dan punya banyak pekerjaan.. "Dia tidak dapat melihat." "Maaf. Saya sibuk dengan urusan pribadi saya sendiri." "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa dia juga asing bagi Miss Pebmarsh?" "Miss Pebmarsh meyakinkan kami bahwa dia tidak mengharapkan kedatangan tamu itu dan dia tidak dapat mengira-ngira siapa sebenarnya orang itu. apakah Anda menengok ke luar jendela atau apakah Anda kebetulan sedang berada di kebun antara jam setengah satu sampai jam tiga?" Miss Waterhouse merenung.." "Betul. Saya masuk sekitar jam satu kurang sepuluh menit dari kebun. menulis . Saya sedang membaca The Times. atau ke arah mana Saya memang tidak berbakat untuk mengamat-amati kegiatan tetangga-tetangga saya. dia mungkin saja pergi untuk menelepon. Inspektur. Saya berada di ruang duduk waktu itu. Tidak. dan saya pikir bahwa jalan terdekat menuju toko-toko dan kantot pos adalah jalan pada arah yang sebaliknya. bukan? Di sanalah letak telepon umum." "Tergantung*pada toko mana yang Anda tuju. "Hanya saya kira Miss Pebmarsh keluar untuk berbelanja sedikit dan pergi ke kantor pos. foto yang satu itu yang dipilih karena paling tidak mengganggu mata." "Pertanyaan penting yang harus saya ajukan pada Anda. Apakah Anda setuju?" "Yah. Apakah ada yang luar biasa dengan hal itu." Miss Waterhouse berbicara dengan penuh kegetiran sehingga inspektur itu merasa yakin bahwa Miss Waterhouse pasti sedang membayangkan seseorang dalam pikirannya. Tentu. Saya menulis dua pucuk surat." Dia menambahkan. Miss Waterhouse." "Dia tidak mungkin yakin akan hal itu. Pasti sebelum jam satu. mencuci tangan dan langsung makan siang. Miss Waterhouse. "Kematian dapat merupakan sesuatu yang penuh kedamaian." Hardcastle tidak menceritakan padanya bahwa dan bermacam-macam foto mayat itu di kepolisian.

Dari lagi." "Apa yang Anda lakukan kemudian?" "Yah." kata Miss Waterhouse. kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih lama lagi. terus saya naik ke loteng dan menyeleksi beberapa barang yang akan saya bawa ke tukang cuci. Miss Waterhouse memandangnya dengan sedikit terkejut. James Waterhouse?" "James tidak tahu apa-apa." katanya. sehingga saya langsung pergi ke jendela. Apakah itu metode tetapmu?" . "Saya lihat Anda sudah siap siaga.beberapa cek untuk melunasi tagihan-tagihan. "Tongkat yang bagus. "Suatu tindakan pencegahan yang bijaksana. Miss Waterhouse membuka pintu dan menyilakan mereka keluar." Dia menimbangnya naik turun dengan tangannya. 'Tidak. "Saya hanya dapat melihat bagian belakang kepala pria muda itu. tetapi Miss Waterhouse tidak sedang melihat ke arahnya dan jelas-jelas tidak berpikir bahwa dialah sebenarnya laki-laki muda yang sedang dibicarakan itu. untuk menghadapi segala peristiwa. James tidak akan dapat menolong Anda. waktu itu dia berada di Gainsford and Swettenhams di High Street. Kemudian dia pergi dan masuk ke dalam rumah itu. Colin Lamb memungut tongkat pemukul golf di samping pintu. Bagaimanapun juga. dia tidak pulang untuk makan siang. Dia merampasnya dari Colin dan meletakkannya kembali dalam tas golf." "Saya berharap saya melihat sesuatu." kata Hafdcastle." "Anda tidak melihat Miss Pebmarsh pulang ke rumahnya sesaat sebelum itu?" Miss Waterhouse menggelengkan kepala." kata Miss Waterhouse. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan seseorang." "Tidak ada surat yang ditandatangani seseorang bernama Curry?" "Curry? Tidak. Kelihatannya dia sedang merayu gadis itu. "Saya juga menyesal." "Adakah 'seseorang yang akhir-akhir ini menyurati Anda dan mengusulkan agar Anda ikut asuransi. Seseorang berkata pada saya bahwa ada pembunuhan di rumah itu. saya tidak begitu memperhatikan semuanya. "Dia tidak pernah tahu apa-apa." kata Miss Waterhouse menghina." "Di mana biasanya dia makan siang?" "Di* biasanya makan sandwich dan minum kopi ai Three Feathers. Sangat luar biasa!" kata Miss Waterhouse dengan penuh perasaan tidak setuju. "Tidak seperti beberapa orang di sekitar sini. Bagi saya hal itu adalah sangat luar biasa." "Terima kasih. tentu tidak/' "Dan nama Curty tidak berarti apa-apa bagi Anda dalam segala hal?" "Tidak. J 'Sungguh. "saya tidak oapat membayangkan bagaimana tongkat itu bisa berada di sini. mendorong satu sama lain. Tentu saja kami kadang-kadang menerima surat-surat edaran ataupun iklan-iklan tentang sesuatu." katanya. mengembuskan napas. "Saudara laki-laki Anda. Ada seorang laki-laki muda dan seorang gadis di pintu gerbang." "Itu bukan nama aslinya?" "Kami mempunyai alasan tertentu untuk mengira bahwa itu bukan nama aslinya." Miss Waterhouse sedikit terkejut. cekikikan» atau membuat gaduh—sehingga saya tidak berpikir bahwa ada yang serius. Ketika saya kembali. akan merupakan seorang saksi yang sangat berguna bagi kami. tetapi saya tidak ingat menerima surat seperti itu akhir-akhir ini. Saya kira saya tidak melihat keluar jendela sampai saya mendengar jeritan yang luar biasa itu. seperti tidak sadar sebelumnya kalau Sersan Lamb merupakan suatu wujud kepribadian yang mempunyai arti. Saya kira dari kamar tidur saya dapat memperhatikan kegaduhan yang terjadi di sebelah. ada sekerumunan keci! orang. "Saya menyesal tidak dapat membantu Anda. "Lumayan berat di bagian kepalanya. "Hanya kebetulan saja itu nama orang yang terbunuh tersebut." Sersan Lamb memindahkan kakinya. Saya heran kenapa belum ada yang dituntut karena bergosip sepanjang waktu. Mr. "kita tidak mendapat banyak darinya. Baik James maupun saya telah mengambil polis asuransi pada Mutual Help Assurance Society. Sebuah rumah yang sangat menyenangkan dan terhormat." "Tentu saja tidak. Miss Waterhouse. Tidak ada hal seperti itu. berdiri di anak tangga dan kemudian berjalan memutar menuju kebun belakang. Saya tahu." "Memfitnah. Suatu hal yang luar biasa untuk dilakukan." "Seorang penipu» eh?" kata Miss Waterhouse. Oh tidak. "Nah. Tampaknya dia sedang berdebat dengan gadis itu. barulah saya sadar bahwa ada hal yang luar biasa yang telah terjadi. atau adakah seseorang yang datang pada Anda atau bermaksud mendatangi Anda?" "Tidak. yang cakap dalam melakukan pengamatan. Mereka khusus melayani makan siang cepat untuk orang-orang profesional. sungguh. tetapi tampaknya tidak banyak yang dapat dilihat dari sisi tersebut. dan bukan hanya pembantu yang berguna bagi Inspektur Hardcascle. kecuali bahwa kau meravunya dengan begitu hebat sepanjang waktu. Anda harus hati-hati. Gadis-gadis dan laki-laki muda selalu berbuat hal-hal yang luar biasa—menjerit-jerit." katanya." kata Hardcastle. Mereka membicarakan segalanya. Pada saat mobil-mobil yang membawa polisi-polisi muncul." kata Colin. tentunya saya langsung pergi keluar. Saya kira tidak. Yah. Seperti yang saya katakan. Akhirnya dia mendudukkan dan menyandarkan gadis itu ke tiang pintu gerbang. tentu saja tidak. saya kira tidak ada lagi." Sersan Lamb mengoreksinya. "Seseorang dengan kepandaian serta pertimbangan seperti Anda. "Tidak ada hal lain yang dapat Anda ingat? Yang dapat Anda katakan pada kain j?" "Tidak. Apakah harus ada apa-apanya?" Hardcastle tersenyum. Miss Waterhouse menemani mereka. Selama beberapa saat nada suaranya semurung nada suara seorang gadis." Dia bangkit dan berjalan menuju gang. berbicara untuk pertama kalinya." kata Miss Waterhouse. "Tidak. "Kami tidak dapat mengatakan demikian sampai kami mempunyai keterangan untuk membuktikannya. Miss Waterhouse.

juga menghalangi usaha seseorang untuk masuk melalui pintu gerbang. jangan ke ruang itu. Tanaman laurel dengan bunganya yang berbintik-bintik sendu dan dipangkas dengan tidak sempurna. Suara-suara yang agak aneh. yang agak kusam. "Memalukan! Saya sudah menulis dan melaporkannya. Cantikku. semuanya adalah mengapa" kau Hatd-castle tak sabar. mengapa? Mengapa semuanya ini tidak berujung pangkal? Jika Miss Pebmarsh menelepon. Di sekeliling lehernya dia memakai selendang bulu berwarna oranye. Inspektur itu menariknya dan sebuah suara berdentang lirih terdengar di dalam. kucing itu tidak mengungkapkan apa pun vang menarik. Tidak ada bel listrik di sana tetapi ada sebuah tuas yang gunanya untuk ditarik. duduk dan menjilati mukanya sambil menatap orang-orang asing itu. "Mrs. padahal seharusnya ke kanan. Suara seperti senandung bernada tinggi. Inspektur. yaitu Diana Lodge. ayo. Chavank/* Saat itulah Inspektur Hardcastle menyadari bahwa selendang bulu oranye tersebut sesungguhnya adalah seekor kucing. setengah menyanyi. Shah-ShahMimi." kata Hardcastle. "Sayangnya. tentang—" . menggeser-geserkan badan mereka dengan lembut pada gaun majikannya." Shah-Shah-Mimi tidak mempedulikan tangan vang menahannya. dua di antaranya mengeong." "Dia mendengkur seperti kucing yang ditawari semangkuk krim sebagai hadiah. Pintu gerbangnya diberi penghalang terhadap para penyerbu dengan cara dililiti kawat berduri di bagian dalam. Hemming?" "Saya Mrs. Penyanyi atau penyenandung itu mendekati pintu depan dan kata-katanya mulai terdengar jelas. Hemming. Manisku. 'Tidak. "Silakan masuk. begitu pula dengan bau kencing kucing yang tajam menusuk. "Oh. Sayang. Hati-hati. "Mengapa harus dinamai Diana Lodge segala?" Dia melihat ke sekelilingnya sambil menilai. Aku tutup. Dia melompat ke meja yang ada di gang. Wilbraham Crescent No." kata Mrs. yang lain menggosok-gosokkan badannya dengan penuh rasa sayang pada celana panjangnya. Itu bukan kucing satu-satunya. Dia bilang kucing-kucing saya dipelihara dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan dan kebahagiaan mereka! Sungguh memalukan! Saya hidup demi kucing-kucing saya." "Ya. Mari kita lihat apakah nomor 20 bisa lebih baik bagi kita. Satu melompat ke lututnya. yang datang kemari dari Badan Pencegahan Kejahatan Terhadap Hewan. "Dia sangat yakin. "Tetapi kalau dia menelepon. Jika Martindale mengenal Miss Pebmarsh secara pribadi.) Mereka menunggu selama beberapa menit. "Tampaknya. "Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada Anda. Mrs. Sayangku." Colin memandangnya ingin tahu. mengapa mereka melibatkan Miss Pebmarsh? Kita tidak tahu apa-apa sekarang." Di dalam ruang itu berbagai macam sikat dan sisir yang dililiti bulu-bulu kucing tergeletak di atas kursi-kursi dan meja-meja. Mereka satu-satunya hiburan dan kesenangan dalam hidup saya. "Mari masuk. Diana Lodge tidak memberi kesan rapi serta tidak memiliki bedeng-bedeng bunga. disanggul dengan rumit menurut mode sekitar tiga puluh tahun yang lalu." "Tidak?" kata Hardcastle. memandangi tamutamu tersebut. kita tidak mendapat banyak dari nomor 18. maka rumah ini kelihatannya cocok. Hemming. "seperti Moated Grange. "Kau masih menyangka bahwa di balik sangkalannya dia mungkin saja menelepon? Dia sangat yakin akan hal itu. Akhirnya pintu depan terbuka." BAB 8 SEBAGAI tambahan pada alamatnya. Detektif Inspektur Hardcastle yang gagah berani hanya dapat mengatupkan bibirnya dan menahan diri. Seperti biasanya. Aku mau tutup pintu. dan ada paling tidak enam ekor kucing lagi. Di sana. Sayangnya dia termasuk orang yang alergi terhadap kucing. Tiga ekor kucing lainnya muncul di gang. Hemming. Di hadapan mereka berdiri seorang nyonya yang mengenakan gaun beludru berwarna hijau lumut pucat. "Mereka mengerti setiap patah kata yang saya ucapkan. setengah berbicara. "Saya hidup demi kesayangan saya." (Rumah besar yang dikelilingi parit." Nada suaranya terdengar tidak memihak. Saya lupa. 20 mempunyai sebuah nama. ■ "Saya Detektif Inspektur Hardcastle." "Saya harap Anda datang sehubungan dengan orang mengerikan itu. mengapa dia menginginkan gadis itu ada di sana? Jika itu orang lain. yang warna biru langit terangnya membuat penampilan kumuh bagian rumah lainnya serta kebun yang tak terawat itu menjadi lebih kentara." kata Colin. Semak-semak vang menjulur dan tumbuh liar merupakan pemandangan yang menonjol. tetapi dia membelok ke kiri. pada kesempatan-kesempatan seperti itu semua kucing segera mengerumuninya. Cleo—Cleopatra." kata Colin. Di sana juga terdapat bantal-bantal kursi yang pudar dan kotor. dan telepon Itu. Rambutnya yang pirang keputihan disisir lurus-lurus. Segala sesuatu saya lakukan demi mereka. Rumah tersebut kelihatannya dalam kondisi yang hampir roboh dengan atap yang mestinya diperbaiki." kata Mrs. Tidak di sana. "Mengapa. Jenis yang keras selalu luluh berhadapan dengan rayuan. atau apakah itu seperti suara Miss Pebmarsh." Terdengar pintu-pintu ditutup. mengapa?" "Oh. dia akan mengetahui apakah itu suaranya atau bukan." Inspektur Hardcastle berjalan masuk dengan gagah. kemudian terdengar suara-suara dari dalam. Hemming. Hati-hati buntutmu. "Apakah—" kata Hardcastle. Pada saat itu juga bau kucing yang tajam menusuk tercium oleh hidung kedua orang laki-laki itu. Hati-hati. Shah-Shah-Mimi. Bau ruangan itu balikan lebih tajam. jangan. "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Suatu hal yang sangat samar dan mungkin tidak penting." kata Mrs. Inspektur Hardcastle berkata ragu-ragu. Satu-satunya tanda yang menyatakan adanya perhatian baru-baru ini pada rumah itu adalah cat vang dikuaskan pada pinru depan. Hemming. Mereka duduk. Colin menoleh padanya dengan cepat. "jika saja ada rumah yang dapat dinamai The Laurels. menurut Miss Martindale." komentar Colin Lamb. Sunbeam. Miss Pebmarsh pergi ke kantor pos dan toko-toko." Dia mendorong sebuah pintu di sebelah kiri. berdering sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Sudah deh."Hasilnya kadang-kadang bagus jika ditetapkan terhadap orang-orang dengan tipe seperti dia.

Saya pergi ke kebun belakang sebab Arabella hilang. Diana Lodge dapat digambarkan sebagai sebuah rumah yang terisolir." kata Colin. Hemming bangkit. "Hari ini anginnya keras dan saya tidak mau semua sayangku masuk angin. Hemming. berhenti dengan ragu-ragu di tengah-tengah kebun belakangnya." Mrs. seorang wanita buta.a datang untuk dibunuh. bukan?" Seekor kucing Persia kelabu yang tampan meletakkan kedua belah kakinya pada lutut Inspektur Hardcastle. baik dia maupun Hardcastle hanya membuang-buang waktu saja di sini. bukan." kata Hardcastle. adalah sebuah gambaran yang bagus. tetapi dia tetap takut. Kucing itu mengibaskan ekornya dengan lembut. Hemming dari gang. saya percaya. Inspektur Hardcastle segera bangkit berdiri. tentu. sehingga kebun belakang Miss Pebmarsh hampir tidak terlihat. Mereka itu betul-betul pengacau. Hemming menggantinya dengan seekor kucing Persia kelabu yang bertampang linglung. ada ahak-anak nakal itu— betul-betul tidak aman membiarkan makhluk-makhluk manis itu berkeliaran di kebun sendirian. Dari sudut pandang penghuni-penghuninya. "Anak-anak nakal?" tanva Hardcastle. Hemming bahwa Colin berbicara di luar peranannya sebagai seorang sersan polisi. "Maaf?" Mrs. lima ekor di kamar saya. tetapi saya curiga. "Tetapi saya kira hanya ada satu orang yang tinggal di rumah itu. Mungkin Anda sudah mendengarnya. "dan saya telah mempelajari sifat-sifat alamiah kucing. Mereka diberi makan ikan yang terbaik yang saya masak sendiri. Apa yang baiu Anda katakan tadi menggambarkan dengan sempurna pola dari tingkah laku kucing dan peraturan-peraturan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Tanaman laurel. Saya mencoba membujuknya dengan sepiring ikan. tempat tidur mereka. "Saya berharap. membelok ke kanan. maka tidak ada tanda apa pun yang muncul di wajahnya. "Sava dapat melihat kebun belakang Anda." kata Mrs. "Saya datang untuk membicarakan kejadian tidak enak yang terjadi di sebelah. Dia masih muda dan dia telah memanjat salah satu pohon dan saya takut dia tidak bisa turun. kemudian menyisir dan merawat mereka. sepertinya hendak mengecek kepercayaan mereka. Kucing-kucing ini manis-manis. Gangguan seperti itu tak dapat lagi ditahannya."Segala sesuatu yang Anda inginkan. semak-semak yang menggerombol dan tidak dipangkas dan banyak sekali tanaman laurel dari varietas yang berbintik-bintik. Mereka memiliki sebuah katapel. ya?" kata Mrs. Dengan cara yang sama kucing-kucing Anda semuanya sedang berkumpul mengitari teman saya yang terus-terang tidak peduli pada kucing. "dan kau betul-betul cantik." kata Hardcastle. tidak tahan lagi untuk tidak berbicara. kata Anda?" kata Mrs. Hemming. Dia memimpin jalan ke luar ruangan itu. Dan Anda tidak akan percaya." kata Mrs. Colin menggaruknya." kata Colin.." "Sebelah? Anda maksud anjing Mr. begitu. Saya mendesak supaya barang itu disita saja. "Nomor 19. Hemming. tetapi tidak lebih. pepohonan." BAB 9 MEREKA mengendarai mobil sepanjang Wilbra-ham Crescent. Saya dapat menunjukkan pada Anda makanan kucing. tujuh iainnva di bawah sini. Mrs. "Saya sangat tertarik pada kucing. Kebun belakang kurang lebih mirip dengan yang di depan." "Dan Anda tidak memperhatikan segala kegiatan di sebelah? Mobil polisi—ambulans—hal-hal seperti itu?" "Yah. Dua anak laki-laki Mrs." Colin menyeringai kecil. atau mereka pernah memilikinya. Menurut pendapat Colin. "Sesungguhnya." kata Colin sambil berpikir-pikir. "Kita pernah bertemu sebelumnya. Betapa anehnya. mereka tidak akan memperhatikan saya meskipun saya senang pada mereka." "Memalukan. Yaitu sekitar jam setengah dua sampai setengah empat?" "Oli ya. Anda tahu." "Orang y«ng terbunuh itu bukan penghuni rumah itu?'" kata Inspektur Hardcastle. Matanya masih tetap terarah pada hewan-hewan kesayangannya." katanya. mengeraskan suaranya. "Kalau boleh saya bertanya. Nyonya. Mrs. Hemming. Si kecil yang malang. Ramsay. Mereka tinggal di bagian selatan Crescent ini." Dia memandang kedua tamunya ganti-berganti. dia turun sendiri dan mengikuti saya masuk. Kebun kami hampir saling membelakangi satu sama lain. Mr. dengan minat yang sopan. Sepertinya inspektur itu adalah sebuah bantalan jarum. baru saja saya masuk melalui pintu. memandangnya dengan penuh gairah dan mencengkeramkan cakar-cakar-nva kuat-kuat dengan gaya mengais-ngais. Mereka memasang perangkap dan bersembunyi. Pada musim panas mereka melempar buah-buah apel. masuk ke Albany Road dan terus ke kanan lagi sepanjang bagian lain Wilbraham Crescent. . Joshua?" "Bukan." kata Mrs." yang ini ditujukan pada seekor kucing Persia lainnya yang sedang duduk di atas meja di samping sebuah lampu porselen. dan semak-semak tumbuh berjajar begitu rapat." . tentu. Saya biasanya belanja lebih awal di pagi hari dan terus pulang supaya dapat menyiapkan makan siang untuk kesayangan saya. "Oh." Dia berjalan menuju ujung gang dan membuka sebuah pintu samping. mungkin rumah itu tidak mempunyai tetangga. "Tolong tutup pintunya. Hemming hanya bergumam lirih." "Ini tidak ada hubungannya dengan kucing." Jika itu terpikirkan oleh Mrs. menyela pembicaraannya.r "Nah itu." kata Colin. "bukan itu. Hardcastle dan Colin mengikutinya. Si kucing oranye melepaskan gulungannya pada leher majikannya.— er—er." kata Colin pada si kucing oranye dan menambahkan. "d. dan beberapa macrocarpas vang agak suram. apakah Anda berada di rumah kemai in siang. Lagi pula. "Mereka selalu tahu. Segalanya yang Anda inginkan. "Saya tidak akan menyembunyikan apa-apa." "Begitu. Yang saya maksud adalah nomor 19 di mana seorang laki-laki ditemukan terbunuh kemarin. masih iagu-ragu. Saya harus menyerah akhirnya dan kembali ke rumah. "Oh. saya rasa saya tidak melihat ke luar jendela depan. tentu saja. Hemming memandangnya de ngan sedikit kaget. mengusap-usap kupingnya dan kucing kelabu itu mendengkur keenakan. kalau Anda keluar. Ada rumput-rumput liar.

"Sederhana sebetulnya," kata Hardcastle. "Kalau kamu sudah tahu," kata Colin. "Nomor 61 memang membelakangi rumah Mrs. Hemming—tetapi salah satu sudutnya menyentuh nomor 19 dan itu cukup baik. Ini akan memberi kesempatan untuk melihat Mr. Bland. Omong-omong, dia tidak punya pembantu asing." "Yah, gugurlah sebuah teori yang indah." Mobil berhenti dan kedua laki-laki itu turun. "Nah, nah," kata Colin. "Sebuah kebun depan vang indah!" Kebun itu betul-betul merupakan model luar kota yang sempurna dalam bentuk mini. Ada bedeng-bedeng geranium dengan pinggiran lobelia. Ada begonia yang besar dan mengkilap, dan ada berbagai hiasan kebun yang dipajang di sana—katak, cendawan, orang cebol, dan peri dalam dongeng. "Aku yakin Mr. Bland pastilah seorang yang sangat terhormat," kata Colin gemetar. "Dia tidak mungkin memiliki ide-ide buruk kalau dia bukan orangnya." Dia menambahkan lagi ketika Hardcastle menekan bel, "Kau kira dia ada di rumah sepagi ini?" "Aku sudah menelepon," Hardcastle menjelaskan. "Menanyakan kalau dia ada waktu." Pada saat itu sebuah mobil pengangkut berhenti dan berbelok masuk garasi, yang jelas-jelas merupakan tambahan baru pada rumah itu. Mr. Josaiah Bland turun, membanting pintu dan berjala" menuju mereka. Orangnya tingginya sedang dengan kepala botak dan sepasang mata biru yang agak kecil. Penampilannya ramali dan hangat. "Inspektur Hardcastle? Silakan masuk." Dia membuka jalan menuju tuang duduk. Ruang itu menunjukkan beberapa bukti kemakmuran. Ada lampu-lampu hias yang mahal, sebuah meja tulis Empire, satu set hiasan perapian bercat emas yang berkilau-kilauan, sebuah bufet berisi hiasan-hiasan, dan sebuah jardiniere yang penuh bunga di jendela. Kursi-kursinya model mutakhir dan mempunyai lapisan yang mewah. "Silakan duduk," kata Mr. Bland hangat. "Rokok? Atau Anda tidak boleh merokok kalau lagi bertugas?" "Tidak, terima kasih," kata Hardcastle. "Tidak minum juga, saya kira?" kata Mr. Bland. "Ah, lebih baik begitu untuk kita berdua, saya kira. Sekarang ada apa? Urusan di nomor 19 bukan? Sudut-sudut kebun kami bergandengan, tetapi kami tidak dapat melihatnya dengan jelas, kecuali dari jendela di tingkat atas. Urusan yang luar biasa kelihatannya—paling tidak dari apa yang saya baca di koran lokal pagi ini- Saya senang menerima pesan Anda tadi. Suatu kesempatan untuk mendapat beberapa keterangan. Anda tidak akan mengira kabar burung macam apa yang tersiar! Ini membuat istri saya agak cemas—merasa ada seorang pembunuh yang bebas berkeliaran. Masalahnya adalah mereka membiarkan semua orang gila itu keluar dari rumah sakit jiwa sekarang ini. Mengirim mereka pulang ke rumah dengan catatan tidak melarikan diri atau apa pun istilahnya. Kemudian mereka membunuh orang lain dan mereka dijebloskan lagi ke rumah sakit. Dan seperti yang saya katakan, kabar burung! Maksud sava, Anda akan kaget bila mendengarnya dari wanita-wanita pekerja harian dan pengantar susu, atau tukang koran. Satu berkata dia dicekik dengan kabel, yang lain berkata dia telah ditikam. Orang lain lagi bilang dia dipukul dengan sebatang pipa timah. Bagaimanapun juga, dia seorang laki-laki, bukan? Maksud saya, bukan si wanita tua yang dibunuh bukan? Orang yang tak dikenal, begitu kata koran-koran." Mr. Bland akhirnya berhenti sama sekali. Hardcastle tersenyum dan berkata dengan suara mencela, "Yah, sebagai yang tak dikenal, dia memiliki sebuah kartu dan sebuah alamat di sakunya." "Cukup menarik juga ceritanya," kata Bland. "Tetapi Anda tahu bagaimana halnya dengan masyarakat. Saya tidak tahu siapa yang merencanakan ini semua." "Selagi kita membicarakan kotban tersebut,"kata Hardcastle, "mungkin Anda sudi melihat. Sekali lagi dikeluarkannya foto kepolisian itu. "Jadi ini dia orangnya?" kau Bland. "Dia kelihatan seperti orang biasa, bukan? Biasa seperti Anda dan saya. Saya kira saya tidak boleh menanyakan alasan mengapa dia mesti dibunuh?" "Terlalu pagi untuk mengatakannya," kata Hardcastle. "Yang ingin saya ketahui, Mr. Bland, adalah apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya yakin belum pernah. Saya lumayan baik dalam mengingat wajah." "Dia tidak mampir kemari dengan maksud-maksud tertentu—menjual polis asuransi atau —vacuum cleaner, atau mesin cuci, atau barang-barang lainnya?" "Tidak, tidak. Tentu saja tidak." "Kami mungkin harus bertanya pada istri Anda," kata Hardcastle. "Bagaimanapun juga, jika dia datang kemari, istri Andalah yang akan ditemuinya." "Ya, itu betul sekali. Saya tidak tahu, meskipun... Valerie tidak begitu sehat. Saya tidak ingin menyusahkannya. Maksud saya adalah, yah, saya kira ini fotonya ketika mati, bukan?" "Ya," kara Hardcasde, "itu betul. Tetapi itu sama sekali bukan foto yang mengerikan." "Memang bukan. Dikerjakan dengan sangat baik. Orang ini kelihatannya sedang tidur." "Kau membicarakan aku, Josaiah?" Sebuah pintu penghubung dengan ruangan lain terbuka dan seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tersebut. Dia, menurut Hardcastle, telah mendengarkan dengan penuh perhatian dari balik pintu. "Ah, kaukah itu, Sayangku," kata Bland. "Kupikir kau sedang tiduran. Ini istri saya, Detektif Inspektur Hardcastle." "Pembunuhan yang mengerikan itu," gumam Mrs. Bland. "Sungguh-sungguh membuat saya bergidik memikirkannya." Dia duduk di sofa sambil sedikit mengeluh. "Naikkan kakimu, Sayang," kata Bland. Mrs. Bland menurut. Dia adalah wanita berambut pirang, dengan suara sedih yang lirih. Dia kelihatan seperti kurang darah, dan mempunyai ciri-ciri seperti orang cacat yang menerima cacat nya dengan suatu kesenangan tertentu. Selama beberapa saat, dia mengingatkan Inspektur Hardcastle pada seseorang. Dia mencoba berpikir siapa, tetapi gagal. Suara yang lirih, agak sedih itu terus berkata. "Kesehatan saya tidak begitu baik, Inspektur Hardcastle, karenanya suami saya berusaha menghindarkan saya dari segala shock atau kecemasan. Saya sangat peka. Anda sedang membicarakan sebuah foto, saya kira, dari—dari orang yang terbunuh itu. Oh, betapa mengerikan kedengarannya. Saya tidak tahu apakah saya akan tahan melihatnya!" Mati karena melihatnya, sebetulnya, pikir Hardcastle. Dengan suara sedikit gusar, dia berkata, "Mungkin kalau begitu saya tidak perlu meminta Anda untuk melihatnya, Mrs. Bland. Tadinya saya berpikir mungkin Anda dapat menolong kami, kalau-kalau orang itu pernah mampir ke rumah Anda suatu ketika."

"Saya harus menunaikan kewajiban saya, bukan?" kata Mrs. Bland, dengan senyum keberanian yang manis. Dia mengulurkan tangannya. "Kaupikir kau mau menyusahkan dirimu sendiri, Val?" "Jangan tolol, Josaiah. Tentu saja aku harus melihatnya." Dia melihat foto itu dengan penuh minat dan, dalam pikiran inspektur itu, dengan sedikit kecewa. "Dia kelihatannya—sungguh, dia tidak seperti mati sama sekali," katanya. "Tidak sama sekali, kendati dia telah dibunuh. Apakah dia—dia tidak mungkin dicekik?" "Dia ditikam," kata inspektur itu. Mrs. Bland menutup matanya dan bergidik. "Oh, oh," katanya, "betapa mengerikan." "Anda tidak merasa pernah melihatnya, Mrs. Bland?" "Tidak," kata Mrs. Bland dengan penyangkalan yang jelas, "tidak, tidak, saya kira tidak. Apakah dia jenis orang yang—yang mampir ke rumah-rumah menjual barang-barang?" "Dia tampaknya seperti seorang agen asuransi," kata inspektur itu hati-hati. "Oh, begitu. Tidak, tidak ada orang seperti itu, saya yakin. Kau tidak pernah ingat saya menyebutkan hal seperti itu, bukan, Josaiah?" "Tidak ingat," kata Mr. Bland. "Apakah dia ada hubungannya dengan Miss Pebmarsh?" tanva Mrs. Bland. 'Tidak," kata inspektur itu, "dia adalah orang asing bagi Miss Pebmarsh." "Sangat aneh," kata Mrs. Bland. "Anda mengenal Miss Pebmarsh?" "Oh ya, maksud saya, kami mengenalnya sebagai tetangga, tentu saja. Dia kadang-kadang bertanya pada suami saya tentang kebun." "Anda seorang tukang kebun yang hebat," kata inspektur itu. "Ah, biasa-biasa saja," kata Bland membantah. "Tidak punya waktu. Tentu saja, saya tahu sedikit tentang berkebun. Tetapi saya punya seorang pekerja yang hebat—datang dua kali seminggu. Dia merawat kebun dan merapikannya. Saya berani taruhan, tidak ada kebun yang dapat menandingi kebun kami di sekitar sini, tetapi sava bukannya tukang kebun sungguhan seperti tetangga saya." "Mrs. Ramsay?" kata Hardcastle terkejut. "Bukan, bukan, lebih jauh lagi. 63. Mr. McNaughton. Dia hidup untuk kebunnya. Di situ terus sepanjang hari, dan gila pada pupuk. Betul, dia sangat membosankan kalau lagi ngomong soal pupuk—tapi saya rasa bukan itu yang hendak Anda bicarakan." "Pasti bukan," kata inspektur itu. "Saya cuma ingin tahu apakah seseorang—Anda atau istri Anda, misalnya—ada di kebun kemarin. Bagaimanapun juga, seperti kata Anda, salah satu sudutnya menyentuh batas nomor 19 dan ada kemungkinan Anda melihat sesuatu yang menarik kemarin—atau mendengar sesuatu, mungkin?" "Tengah hari, bukan? Ketika pembunuhan itu terjadi, maksud saya." "Waktu yang relevan adalah antara jam satu sampai jam tiga." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya tidak melihat banyak. Saya ada di sini. Begitu juga Valerie. Kami sedang makan siang, dan ruang makan kami menghadap ke jalan. Kami tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di kebun." "Jam berapa Anda makan?" "Jam satu atau sekitar itu. Kadang-kadang setengah dua." "Dan Anda tidak pergi ke luar ke kebun sama sekali sesudahnya?" Bland menggelengkan kepalanya. "Sesungguhnya," katanya, "istri sava selalu naik ke loteng untuk beristirahat sesudah makan siang dan, jika tidak terlalu sibuk, saya berbaring-baring sebentar di kursi di sana. Saya mestinya meninggalkan rumah sekitar—oh, saya rasa jam tiga kurang seperempat, tetapi sayangnva saya tidak ke kebun sama sekali." "Oh, sudahlah," kata Hardcastle mengeluh, "kami harus menanyai setiap orang." "Tentu, tentu. Saya harap saya dapat lebih ban vak membantu." "Anda memiliki tempat tinggal yang bagus," kata inspektur itu. "Tidak ada uang yang dihamburkan, saya rasa." Bland tertawa riang. "Ah, ya, kami menyukai barang-barang yang bagus. Istri saya punya selera tinggi. Kami mendapat keberuntungan tahun lalu. Istri saya memperoleh sejumlah uang dari pamannya. Dia tidak pernah melihat pamannya selama dua puluh lima tahun. Cukup mengejutkan! Itu membuat sedikit perbedaan bagi kami, Anda tahu. Kami mampu membiayai diri kami dengan baik dan kami merencanakan untuk bepergian dengan kapal-kapal pesiar di tahun-tahun mendatang. Sangat terpelajar katanva, saya dengai. Yunani dan semuanya. Banyak profesor memberi kuliah di dalam kapal. YahT tentu saja, saya adalah orang yang mandiri dan saya tidak punya banyak waktu untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya akan te> tarik. Orang yang pergi menggali ke Troya, dulunya adalah seorang pemilik warung makanan. Sangat romantis. Saya mengakui bahwa sava senang pergi ke negara-negara asing—kendati tidak sering saya lakukan— sua^u kesempatan berakhir pekan di Paris, hanya itu. Saya terbujuk dengan ide untuk menjual semuanya di sini dan pergi untuk hidup di Spanyol atau Portugis atau bahkan di Hindia Barat. Banyak orang melakukannya. Menghemat pajak dan lain-lainnya. Tetapi istri saya tidak menyetujui ide itu." "Saya senang bepergian, tetapi saya tidak kepingin hidup di luar Inggris," kata Mrs. Bland. "Teman-teman kami tinggal di sini— dan saudara perempuan saya juga tinggal di sini, dan setiap orang mengenal kami. Jika kami ke luar negeri, kami jadi orang asing. Dan—lagi pula kami mempunyai dokter yang sangat baik di sini. Dia sungguh-sungguh mengerti kesehatan saya. Saya tidak akan peduli sama sekali dengan dokter asing. Saya tidak akan mempercayainya." "Kita lihat saja," kata Mr. Bland riang. "Kita pergi pesiar dan kau akan jatuh cinta pada Kepulauan Yunani." Mrs. Bland memandangnva seperti mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. "Mungkin ada juga dokter Inggris yang bermutu di luar negeri," kata Mrs. Bland ragu-ragu. "Tentu saja," kata suaminya: Dia menemani Hardcastle dan Colin sampai di pintu depan, mengulangi sekali lagi betapa menyesalnya dia karena tidak dapat membantu mereka. "Yah," kata Hardcasde. "Bagaimana pendapat-mu tentang dia?" "Aku tidak mau membiarkan dia membangun rumahku," kata Colin. 'Tetapi seorang kontraktor yang sedikit licik bukanlah yang kukejar. Aku mencari seseorang yang penuh pengabdian. Dan sebagai tanggapan pada kasus pembunuhanmu, kau mendapat jenis

pembunuhan yang salah. Sekarang jika Bland memberi istrinya arsenik atau menceburkannya ke Laut Aegea dengan maksud untuk mewarisi uangnya, dan menikah dengan seorang gadis pirang yang cantik-—" "Akan kita urus kalau itu benar-benar terjadi," kata Inspektur Hardcastle. "Sementara ini kita harus terus dengan pembunuhan

ini"

BAB 10
Di WILBRAHAM CRESCENT NO. 62, Mrs. Ramsay berkata pada dirinya sendiri untuk menghibur hati, "Dua hari lagi. Tinggal dua hari." Disibakkannya beberapa helai rambut basah yang menutupi dahinya. Sebuah bunyi pecah yang hebat terdengar dari dapur. Mrs. Ramsay merasa sangat segan untuk pergi dan melihat apa yang terjadi. Jika saja dia dapat berpura-pura bahwa tidak ada yang pecah. Oh, oh —tinggal dua hari. Dia berjalan ke seberang gang, mendorong pintu dapur dan berkata dengan suara yang jauh dari marah dibandingkan suaranya tiga minggu yang lalu, "Sekarang apa yang telah kalian lakukan?" "Maaf, Bu," kata anak laki-lakinya, Bill. "Kami sedang main bowling dengan kaleng-kaleng ini dan entah bagaimana kaleng-kaleng itu menggelinding ke bawah lemari porselen." "Kami tidak bermaksud demikian," kata adiknya, Ted, menguatkan. "Yah, pungudah benda-benda itu dan letakkan kembali dalam lemari. Kemudian sapulah pecahan-pecahan porselen dan buang ke tong sampah." "Oh, Bu, jangan sekarang dong." "Ya, sekarang," "Ted dapat melakukannya," kata Bill. "Enaknya," kata Ted. "Selalu menyuruh aku. Aku tidak mau melakukannya kalau kamu tidak mau." "Taruhan, kamu pasti mau." "Taruhan, aku tidak akan mau." "Kupaksa kau." "Yahhf" Anak-anak itu bergulat dengan seru. Tcd dipaksa telungkup di bawah meja dapur dan semangkuk telur bergoyang-goyang mengkhawatirkan. "Oh, keluar dari dapur!" teriak Mrs. Ramsay. Dia mendorong kedua anaknya ke luar melalui pintu dapur dan menutupnya. Sudah itu dia mulai memunguti kaleng-kaleng serta menyapu pecahan-pecahan porselen tersebut. Dua hari lagi, pikirnya, dan mereka akan kembali ke sekolah! Betapa menyenangkan, betapa tenteramnya bagi seorang ibu! Dia ingat samar-samar ucapan jahat dari seorang penulis wanita. Hanya ada enam hari gembira dalam setahun bagi seorang wanita. Hari pertama dan hari terakhir acara liburan. Memang betul, pikir Mrs. Ramsay sambil menyapu kepingan-kepingan peralatan makannya yang terbaik. Betapa senang dan gembiranya dia ketika mengharapkan kedatangan anak-anaknya lima minggu yang lalu! Dan sekarang? "Besok," dia mengulangi lagi bagi dirinya sendiri, "besok Bill dan Ted akan kembali ke sekolah. Aku hampir tidak percaya. Aku tidak sabar lagi!" Betapa tenteramnya lima minggu vang lalu ketika dia menjemput mereka di stasiun. Gejolak dan rasa sayang mereka waktu pulang. Cara mereka menghambur ke seluruh pelosok rumah dan kebun. Sebuah kue khusus dipanggang untuk teman minum teh. Dan sekarang—apa yang dia harapkan sekarang? Suatu hari yang betul-betul tenang. Tidak perlu menyiapkan makanan yang banyak, tidak perlu terus-terusan membersihkan. Dia mencintai anak-anaknya—mereka anak-anak yang baik, itu tidak perlu diragukan. Dia bangga dengan mereka. Tetapi mereka juga meletihkan. Nafsu makan mereka, vitalitas mereka, suara ribut yang mereka buat. Pada saat itu, teriakan-teriakan mereka mengeras. Dia menoleh terkejut. Tidak apa-apa. Mereka cuma pergi ke kebun. Itu lebih baik, lebih banyak ruang gerak bagi mereka di kebun. Mereka mungkin mengganggu para tetangga. Dia harap mereka tidak mengganggu kucing-kucing Mrs. Hemming lagi. Tidak, itu harus diakui, bukan demi kebaikan kucing-kucing itu, tetapi karena kawat berduri yang mengelilingi kebun Mrs. Hemming dapat merobek celana pendek mereka. Dia melirik ke arah kotak obat yang terletak di atas meja. Bukannya dia terlalu cerewet menanggapi kenakalan-kenakalan alami anak-anak penuh vitalitas itu. Kenyataannya peringatan pertamanya yang tidak dapat dielakkan adalah, "Nah, bukankah sudah kukatakan beratus-ratus kali, kau tidak boleh meneteskan darah di ruang tamu! Segeralah ke dapur dan teteskan di sana, karena aku dapat menghapusnya dari lantai linoleum." Sebuah teriakan hebat dari luar terhenti tiba-tiba, diikuti dengan kesunyian yang begitu mencekam, sehingga Mrs. Ramsay malah merasa waswas. Sungguh, kesunyian itu sangat tidak alami. Dia berdiri bingung dengan papan pe-nyerok berisi pecahan-pecahan porselen di tangannya. Pintu dapur terbuka dan Bill berdiri di sana. Sebuah ekspresi kegairahan yang amat besar dan sangat tidak wajar menghiasi wajah yang baru berumur sebelas tahun itu. "Bu," katanya, "ada seorang detektif inspektur di sini dan ada seorang laki-laki lain bersamanya." "Oh," kata Mrs. Ramsay lega. "Dia mau apa, Savang?" "Dia mau ketemu Ibu," kata Bill, "tapi kupikir itu pasti ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Ibu tahu, di rumah Miss Pebmarsh kemarin." "Aku tidak mengerti kenapa dia harus datang dan menemuiku," kata Mrs. Ramsay, dengan suara sedikit bingung. Hidup ini selalu berkesinambungan, pikirnya. Bagaimana dia bisa memperoleh kentang yang bagus untuk memasak rebusan ala Irlandia, jika detektif inspektur itu datang pada saat seperti ini? "Oh, biailah," katanya mengeluh. "Kukira lebih baik dia kutemui." Dia melemparkan pecahan-pecahan porselen itu ke dalam tong sampah di bawah bak cuci, mencuci tangannya di bawah keran air, merapikan rambutnya dan siap untuk mengikuti Bill, yang berkata tidak sabar, "Oh, ayolah, Bu/" Mrs. Ramsay dengan Bill rapat di sampingnya, masuk ke ruang duduk. Dua orang laki-laki berdiri di sana. Anak bungsunya, Ted, menemani mereka, menatap mereka dengan mata terbelalak kagum. "Mrs. Ramsay?" "Selamat pagi." "Saya kira anak-anak muda ini telah mengatakan pada Anda bahwa saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Sungguh sangat tidak menyenangkan," kata Mrs. Ramsay. "Pagi ini sangat tidak menyenangkan. Saya sibuk sekali. Apakah ini akan memakan waktu lama?" * "Sama sekali tidak," kata Detektif Inspektur Hardcastle meyakinkan. "Boleh kami duduk?"

"Oh, ya, silakan, silakan." Mrs. Ramsay duduk di kursi bet sandaran tegak dan memandang mereka dengan tidak sabar. Dia curiga bahwa ini akan memakan waktu lama. "Kalian berdua tidak perlu tetap di sini," kata Hardcastle pada anak-anak itu dengan ramah. "Au, kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami tidak akan pergi," ulang Ted. "Kami mau mendengar semuanya," kata Bill. "Tentu saja,"' kata Ted. "Apakah darahnya banyak?" tanya Bill. "Apakah itu perampokan?" kata Ted. "Diam, Anak-anak," kata Mrs. Ramsay. "Tidakkah kalian dengar—Mr. Hardcastle berkata bahwa beliau tidak menginginkan kalian di sini5" "Kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami mau mendengar." Hardcastle berjalan menuju pintu dan membukanya Dia menatap anak-anak itu. "Keluar," katanya. Hanya satu kata saja dan diucapkan dengan pelan, tetapi di baliknya terdapat suatu kualitas kewibawaan. Tanpa berkata apa-apa lagi anak-anak itu bangkit, menggeserkan kaki-kaki mereka dan bergerak ke luar ruangan. Mengagumkan, pikir Mrs. Ramsay penuh penghargaan. Ah, mengapa aku tidak bisa sepeiti itu? Tetapi,tentu saja, dia mempertimbangkan, dia adalah ibu anak-anak itu. Dia tahu bahwa anak-anak laki-laki, ketika mereka keluar, mempunyai tingkah laku yang sama sekali berbeda daripada jika mereka di rumah. Selalu saja para ibu yang mendapat tidak enaknya. Tetapi mungkin, dia mempertimbangkan, orang lebih suka demikian. Memiliki anak-anak laki-laki yang manis, diam, sopan, penuh perhatian di rumah, dan berubah menjadi berandal-berandal kecil di luar, yang menciptakan alasan-alasan yang tidak masuk akal bagi diri mereka sendiri, adalah lebih buruk—ya, itu lebih buruk. Dia teringat akan apa yang diharapkan dari padanya, ketika Inspektur Hardcastle datang kembali dan duduk lagi. "Jika ini tentang kejadian di nomor 19 kemarin," katanya dengan cemas, "saya sungguh tidak tahu apa yang dapat saya katakan pada Anda, Inspektur. Saya tidak tahu apa-apa. Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di sana." "Rumah itu didiami oleh Miss Pebmarsh. Dia buta dan bekerja di Institut Aaronberg." "Oh, begitu," kata Mrs. Ramsay. "Saya khawatir saya hampir tidak mengenal siapa pun di Crescent bernomor kecil." "Apakah Anda berada di sini kemarin antara jam setengah dua dan jam tiga?" "Oh, ya," kata Mrs. Ramsay. "Saya harus masak untuk makan malam dan lain-lain. Bagaimanapun juga saya pergi keluar sebelumnya. Saya mengajak anak-anak ke bioskop." Inspektur itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan mengulurkannya kepadanya. "Saya ingin tahu apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Mrs. Ramsay memandang foto itu dengan minat sedikit saja. "Tidak," katanya, "tidak, saya rasa tidak. Saya tidak yakin saya dapat mengingatnya kalau saya pernah melihatnya." "Dia tidak datang ke rumah ini pada suatu waktu—mencoba menjual polis asuransi pada Anda atau barang-barang lain seperti itu?" Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya dengan lebih yakin. 'Tidak. Tidak, saya yakin tidak." "Namanya, kami mempunyai alasan tertentu untuk mempercayainya, adalah Curry. Mr. R. Curry." Inspektur Hardcastle mengamat-amannya. Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya lagi. "Saya khawatir," katanya minta maaf, "saya sungguh-sungguh tidak mempunyai waktu untuk melihat atau memperhatikan apa pun selama anak-anak libur." "Itu selalu merupakan masa yang sibuk, bukan?" kata inspektur itu. "Anda memiliki anak-anak yang hebat. Penuh gairah hidup dan semangat. Agak terlalu bersemangat kadang-kadang." Mrs. Ramsay tersenyum. "Ya," katanya, "memang sedikit capek, tetapi mereka sebenarnya adalah anak anak yang sangat baik." "Saya yakin itu," kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak baik, kedua-duanya. Sangat cerdas, saya kira. Saya akan bercakap-cakap dengan mereka sebelum saya pergi, jika Anda tidak keberatan. Anak-anak laki-laki memperhatikan hal-hal yang kadang-kadang tidak diperhatikan oleh anggota keluarga lainnya." "Saya tidak begitu mengerti bagaimana mereka bisa memperhatikan sesuatu," kata Mrs. Ramsay. "Kami bukan tetangganya." "Tetapi kebun belakang Anda saling membelakangi." "Ya, memang begitu," kata Mrs. Ramsav. "Tetapi letaknya cukup terpisah." "Anda mengenal Mrs. Hemming di nomor 20?" "Yah, dapat dikatakan begitu," kata Mrs. Ramsay, "oleh karena kucing-kucingnya dan hal-hal lainnya." "Anda suka kucing?" "Oh, tidak," kata Mrs. Ramsav, "bukan begitu. Maksud saya keluhan-keluhan." "Oh, begitu. Keluhan-keluhan. Tentang apa?" Mrs. Ramsav merah mukanya. "Masalahnya adalah," katanya, "kalau orang memelihara kucing dengan cara seperti itu—dia punya empat belas—dia akan mutlak tergila-gila pada makhluk-makhluk itu. Dan itu semua adalah omong kosong. Saya suka kucing. Kami dulu memiliki seekor kucing betina. Sangat pandai menangkap tikus. Tetapi segala keributan yang ditimbulkan wanita itu, memasak makanan khusus—hampir-hampir tidak pernah membiarkan makhluk-makhluk malang itu menikmati kehidupan mereka sendiri. Tentu saja kucing-kucing itu selalu mencoba minggat. Saya juga akan begitu kalau saya jadi kucingnya. Dan anak-anak itu sesungguhnya sangat baik, mereka tidak akan menyiksa kucing dengan cara apa pun. Apa yang saya katakan adalah kucing dapat memelihara dirinya sendiri dengan sangat baik. Mereka adalah hewan yang memiliki akal, kalau saja mereka diperlakukan dengan masuk akal." "Saya yakin Anda benar»" kata Inspektur Hardcastle. "Anda mestinya sangat sibuk," lanjutnya, "membuat anak-anak Anda merasa gembira dan memberi mereka makan selama liburan. Kapan mereka kembali ke sekolah?" "Lusa," kata Mrs. Ramsav. "Mudah-mudahan Anda dapat beristirahat setelah itu."

" katanya. kelihatannya sedikit aus. menunjuk ke sela di antara pohon apel dan pohon pir. Anda dapat masuk melalui pagar—ke dalam kebun Miss Pebmarsh. Kemudian ada sebuah lapangan rumput kecil yang tidak rapi pangkasannya." kata Bill merendah. datang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga di sini dengan imbalan dapat belajar Inggris.'* "Kami pergi ke bioskop. "Au. Sayangnya dia harus pergi waktu itu—pada awal liburan lagi. "itu tidak melukai mereka. begitu kan sebutannya. Walau begitu kami tidak mendengar apa-apa. "Dia buta. "Sepanjang pagi." Dia mengeluh. "Jika kami ada di atas kemarin." "Dia sedang bepergian sekarang. taruhan kalian pasti menerobos pagar dan masuk ke kebun nomor 19 dan mencari-cari dengan sepuas hati. Ada sebuah lubang di antara kawat berduri di sana. "Kalian pernah menerobos pagarnya?" "Tidak melalui kawat duri itu. Colin memandangnya tajam." "Kamu nggak bisa diam ya. Dia kelihatan sedikit malu." "Bagaimanapun juga. "meskipun saya selalu merasa bahwa orang asing itu sulit. Pada satu sisi ada bedeng-bedeng bunga dahlia dan bunga daisy Michaelmas. Di sebelahnya ada sebatang pohon pir. Sulit untuk tidak tersandung." Colin sedang menjelajahi sejalur selang air yang terpasang pada sebuah keran air di dalam rumah. "Oh. Suami saya menertawakan saya. dari mana bagian belakang kebun Miss Pebmarsh terlihat jelas. bolak-balik saja." "Kalian tidak melihatnya sama sekali kemarin?" Anak-anak itu menggelengkan kepala. kami mungkin mendengar jeritan-jeritan. bukan?" "Ya—dia harus ke Swedia pada awal Agustus. Hemming datang kemari dan mengadu?" "Dia selalu mengadu. kami mungkin melihat sesuatu. Apakah kalian berada di kebun kemarin?" "Oh. "Ketika kalian kembali dari bioskop dan mendengar apa yang telah terjadi." "Bukan begitu. Tidak perlu berjalan dengan tongkat atau benda-benda seperti itu. Dia lebih suka main kereta api listrik daripada anak-anak. "jika kalian memanjat pohon ini. Ramsay. kadang-kadang. Selang itu terjulur sepanjang jalan setapak kebun dan berhenti di sebuah sudut dekat pohon pir itu." "Kalian dapat melihat rumahnya dengan jelas. "dan kemudian Mrs. "Mungkin anak-anak Anda dapat menunjukkan kebun pada kami?" Bill dan Ted sedang menunggu di gang dan segera menyambut usul tersebut." Suaranya bergetar. "Kalian bisa menyemprotkan air untuk mempermainkan seekor kucing." kata Bill. Tolol?" kata Bill. "Orang laki-laki seperti anak-anak juga." Bill menjelaskan. Dia melemparkan bola kembali kepada kami suatu kali. senapan luar angkasa.. "Tentu saja. atau melihat apaapa. "Sebaliknya." kata Bill." kata Ted sedih. Di ujung kebun ada sebatang pohon apel merah yang bagus. Orang laki-laki muda satunya." "Kalau kami ada di sini sore itu." "Betul.*' kata Bill. "Itu nomor 19 yang ada pembunuhannya." kata Bill." "Saya rasa saya bisa mencobanya. Tetapi tentu saja dia lebih tahu tentang itu daripada saya. kalian betul-betul senang bermain-main dengan selang air itu." kata Ted. "Tidak seperti katapel. "Aupair. Mrs. bukan?" kata Colin. "Dia biasanya pergi ke kebun sesudah minum teh." katanya. ." "Saya kira kalian juga biasa main katapel." kata Ted. Sungguh tidak. ya. 62 agar kelihatan teratur.. yah." kata Colin. "Apakah ada sidik jari?" tanya Bill.. Dia cukup baik." "Yah—" Bill berhenti waspada. dan melihat ke luar." kata Mrs. saya rasa. "Tapi kalian kadang-kadang masuk ke kebunnya. "Itu memang agak—sulit. wanita pemilik rumah itu?" Anak-anak itu saling memandang. "Jeritan-jeritan seram/* "Kalian mengenal Miss Pebmarsh. model-model pesawat terbang. "Kapan dia pulang. "kebun kami ini tidak luas." kata Ted. itu. Hemming. "Kami tidak pernah menjepret apa pun. "Itu dia. "Saya tidak pernah tahu kalau pohon pir perlu disirami.'* Ada sedikit usaha untuk merawat kebun di Wilbraham Crescent No." kata Ted. dan bentuk-bentuk lain dari ilmu pengetahuan modern tergeletak di sana. Dia selalu ke luar." kata Mrs. Terus sedikit ke kanan Anda dapat mendorong semaksemak itu dan masuk ke kebun Mrs." kata Tcd tanpa sadar. mengejutkannya sedikit dengan berbicara. 'Tidak begitu berguna." kata Colin. Ramsay. saya ingin bermalas-malasan. mempertimbangkan. betul nggak? Bagaimana kalian melakukannya?" "Yah. "Anda mestinya memakai satu dari gadis-gadis asing itu. "tetapi dia dapat berjalan-jalan mengitari kebunnya dengan baik. Jalan-jalan setapak yang ada sangat perlu dirapikan. Kadang-kadang rel-rel dan halaman-halaman stasiun dan semuanya disusun melintasi gang dan masuk ke ruangan lain."Maksud saya. dari jendela loteng. Ramsay." Dia menggelengkan kepalanya." katanya membela diri. Saya tidak sesering dia pergi ke luar negeri. "Kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih banyak lagi. Tapi kami tidak melakukannya. Anak-anak itu saling memandang. Ramsay?" "Saya tidak pernah tahu. > "Itu yang kalian lakukan. "Saya rasa kalian melakukan perburuan kecil-kecilan untuk mencari jejak sejak ada pembunuhan itu?" kata Hardcastle. bukan?" kata Inspektur Hardcastle. yang selama ini diam-diam mencatat." Hardcastle bangkit berdiri. "Kami tidak akan melihatnya di pagi hari." Dia memandang kedua anak itu dan tiba-tiba menyeringai. bukan?" Kedua anak itu menggeser-geserkan kaki mereka di tanah dan memandang ke semua arah kecuali ke arah Colin. "Tetapi masih lebih baik." kata Bill. Dia seorang insinyur bangunan. Mrs. kemudian mengangguk. Dia sangat pandai menangani anak-anak." katanya penuh pengertian.

tetapi kelihatannya hanya itu saja yang diketahuinya tentang suaminya. Dia akan melakukan pekerjaan mata-mata. sebuah gesper baju. Oh." "Lebih baik kita ke McNaughton. sudahlah—mari kita teruskan urusan ini. Dia berkelana di luar negeri—secara mendadak. "Pembantu asing akhirnya."Bisa jadi. "Mrs. dan menyebarkan isinya." kata inspektur itu serius." kata Hardcastle. "Saya cukup mengerti. Anak-anak selalu melelahkan. "Sebuah temuan yang menarik. "Saya ambil ini. Setengah dari orang-orang ini bekerja untuk kedua belah pihak dan akhirnya mereka sendiri tidak tahu di pihak mana mereka sebenarnya berada. "Dia ada di loteng. dan sebuah gunting yang tinggal separo." Sebuah suara di kejauhan menjawabnya. "Kau hidup dalam dunia yang aneh. sebuah pecahan porselen dengan pola pohon willow." Dia memandang Hardcastle yang ada di depannya. Standar-standar menjadi kacau. "Ambilkan Ted." "Tentunya orang yang kaucari tidak akan merepotkan diri dengan seorang istri dan dua anak laki-laki. "Ya—dan tidak begitu bahagia." kata Hardcastle." Bill mengakui.. Ada apa. Ruang itu kosong." kata Ted. Menurut Hardcasde .. BAB 1 1 "Ramsay" kata Colin sambil berpikir. "kalian justru menemukan sesuatu yang tidak terlihat oleh kami.. Dia mundur selangkah-dua langkah." Colin memungut uang logam tersebut dan memeriksanya. yang kini tidak riang lagi. "Kau akan kaget dengan penyamaran yang mereka lakukan. "Kebunnva sedikit menyentuh nomor 19—sama seperti Bland." "Dia wanita yang baik." "Capek. Hardcastle membukanya. McNaughton ada." kata Colin. sebuah sekop yang patah." kata wanita muda itu. Dia bisa membuat wanita itu bertekuk lutut. "Kau tak pernah tahu. memang. sepotong kaca yang berwarna-warni." Bill membuat keputusan. Gretel?" "Ada polisi—dua polisi." kata Colin. Colin. "Bukan. katakan pada pihak kita. "Aduh. Anak-anak itu berjanji sepenuh hati kalau mereka tidak akan melakukannya. itu saja.McNaughton—Mis. "Mrs.. Dia keluar ke gang dan memanggil-manggil. dengan masing-masing anak berdiri di sampingnya. kurasa. "Polisi." Hardcasde menggelengkan kepalanya." Kemudian terdengar bunyi derap Itaki dan akhirnya Mi s. Maksudku dia setuju untuk menjadi Mrs. "Bukan Inggris." Dia memimpin mereka menuju ruang duduk yang menghadap ke kebun belakang. "Bukan Inggris. "Jangan bilang apa-apa tentang hal ini pada siapa pun. "Ya. aku harus keluar darinya suatu hari. Istrinya berkata dia seorang insinyur bangunan. McNaughton. Semuanya sangat patriotis. Bung." "Apa yang kauketahui tentang McNaughton?" "Tidak banyak—mereka datang kemari sekitar setahun yang lalu.. "Saya kira temuan kami tidak begitu baik. Jika memang begitu—er— sava akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menunjukkan koleksi kalian pada saya." "Kupikir lebih dari itu. Mungkin ada hubungannya dengan sesuatu." Dia memandang Hardcasde cemas." kata Hardcastle serius. dan memandang Hardcastle seolah-olah dia adalah Fiend yang hidup kembali. Dia sekarang berkebun. itu saja. kau tahu." usulnva. Seorang wanita yang periang dengan baju bercorak bunga-bunga cerah membukakan pintu dan berkata." kata wanita muda itu. Sepasang suami istri setengah baya—pensiunan dosen." katanya. Ada sebuah pegangan cangkir. "Kami mungkin harus mengambil ini juga." Di kebun depan ada semak-semak mawar dan sebuah bedeng bunga krokus musim gugur di bawah jendela. McNajughton memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang mengandung kecemasan." kata Hardcastle. McNaughton." katanya. Dia memaklumi wajah-wajah anak-anak itu." Terdengar bunyi bergegas vang pelan dari loteng dan kata-kata. "Ya. yang penuh semangat dan memungut pecahan kaca tersebut." kata inspektur itu. "Maksudku bukan hidup dalam desa." dan mengulurkan kartunya. "Mrs." kata Hardcastle ragu-ragu. sebuah garpu yang sudah berkarat. Ted kembali. Seorang janda miskin dengan dua orang anak bisa saja diajak untuk membuat penyamaran itu. Aduh. berhenti sebentar di pintu gerbang nomor 63. "Anda ingin?-Ya?" Hardcastle bergumam. Saya suiuh mereka menunggu di mang duduk. Ramsay dan melengkapi latar belakangnya. "Ada apa dengan dia?" "Aku menyukai bunyinya. Ted berlari mematuhi perintahnya." kata Hardcastle." "Aku tidak setuju kalau dia termasuk tipe yang begitu. Dia mengulurkan sebuah buntal-an sapu tangan dekil yang sudah pudar-warnanya. "Kami hanya—sekadar berpura-pura. Kupikir. Banyak yang mengecewakan/* Bill kelihatan lega. ada apa lagi. Orang mulai lupa apa adalah apa dan siapa adalah siapa. sekeping uang logam. "Kebanyakan pekerjaan polisi seperti itu." kata Hardcastle dengan gaya mengajak mereka bersekutu.

bukan. Dia menggolongkan Mrs. Inspektur? Tentu saja. Saya tidak mau menemui dia dan dia keluar dan meresahkan suami saya di kebun depan. Seluruh jalan. McNaughton menatap foto tersebut dengan penuh minat. Hardcastle mengeluh. membuat suara-suara ribut seperti kapal luar angkasa. semakin saya melihat foto ini—" Hardcastle tidak begitu bersemangat mendengar ucapannya." "Oh. Nah. Anda tahu." 'Tidak. bagaimana benda itu dengan cepat bisa membersihkan gorden-gorden. Bland. Menggaru di sepanjang pinggiran bunga-bunga begonia dan geranium dan lobelia. "Saya belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya. Dia menyibakkan'rambut keriting putihnya yang kurang rapi ke belakang. Saya ada di kebun waktu hal itu terjadi. "Sava kira tidak. "Siapa yang bilang pada Anda kalau—bukan Mrs." Sekali lagi Hardcastle mengeluarkan fotonva. Apakah Anda tertarik pada semak-semak. saya hampir pasti. kadang-kadang. Yah. McNaughton sedikit kecewa." katanya lagi. McNaughton?" Mrs. Ramsay?" "Bukan. 'Tolong pegangkan saja." kata Hardcastle. Tetapi sama saja— ya. "Dan sekitar tengah hari lagi. semakin yakin dia kalau dia dapat mengingat seseorang seperti yang ada difoto itu. McNaughton?" Mrs. tetapi Angus berkata bahwa itu suara anak-anak Mrs. serta benda-benda yang harus dibersihkan di musim semi. anak-anak tangga. Semakin lama dia memandang foto tersebut. "Membuat bedeng-bedeng tanah. Urusan kemarin itu. Angus. bukan? Maksud saya." "Tetangga Anda berkata Anda sangat suka berkebun. "Dia mengendarai sebuah mobil boks." "Dan Anda benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang ada di foto ini?" "Wah. Ya. "sebab dia lebih muda umurnya." Dia menunjuk melalui jendela dan pada saat itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang mendorong sebuah gerobak dorong sepanjang jalan setapak. menjadi cerah. 'Dapatkah benda itu menanam umbi bunga?' dan saya mesti mengakui bahwa saya tidak tahan untuk tidak tertawa sebab orang itu sangat terkejut dan langsung pergi. Bukan. Semak yang kata orang hanya dapat tumbuh dengan baik di Devon dan Cornwall." Angus McNaughton mendengus." Dia melihat pada kartu. bukan polis asuransi." Dia memandang sebentar dan berkomentar. tidak kemarin" karan\a. "Tentu saja." Kemudian dia menjadi sedikit cerah. "Tetapi kapan tepatnya saya melihatnya saya tidak ingat. McNaughton memandangnya seperti seorang seniman memandang seseorang yang berkata mereka tidak tahu apa-apa tentang seni tetapi mereka tahu apa yang mereka sukai. saya rasa. "Mungkin suami saya dapat mengingatnya. saya tidak begitu yakin." kata Mrs. . Ya. McNaughton. "aduh. Semakin saya melihatnya semakin yakin saya kalau dia pernah datang kemari dan menawarkan sesuatu pada saya. bukan?" kata Mrs. "Paling tidak — " dia berhenti. Angus sedang menanam beberapa umbi bunga. katanya. Kami betul-betul sudah terasuransi dalam segala hal. itu saja yang dia lakukan. Maksud saya." "Polis asuransi mungkin?" "Bukan. Suami aya menangani semua urusan sepeiti itu. atau roket-roket. Bukan itu yang saya maksud dengan berkebun. dan dia tidak ingin diganggu dan orang itu terus berbicara tentang kehebatan barang jualannya itu. kapankah itu? Apakah dia orang yang datang kemari untuk menanyakan apakah saya mau membeli sebuah ensiklopedi baru dalam empat belas jilid? Atau apakah dia orang yang datang kemari dengan sebuah vacuum cleaner model baru. Ramsav yang menjengkelkan itu. Mobil boks tukang roti. Anda tahu." "Anda tidak melihatnya kemarin. aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat. dia ada di kebun. Mereka berkeliaran di kebun. "Mungkin kami bisa keluar dan berbicara dengannya?" "Tentu saja. 'Tetapi mengapa Anda menemui kami} Kami tidak tahu apa-apa tentang itu. "Tangan sayra penuh tanah. McNaughton." . saya pikir ini berhubungan dengan pembunuhan ku. betul-betul semuanya." katanya. "Mereka datang sehubungan dengan pembunuhan di rumah Miss Pebmarsh. tidak. saya tetap yakin saya pernah melihat wajah ini sebelumnya. "Semuanya kelihatan begitu luar biasa. sekarang ini bukan musimnya. Tidak. Semua terjadi di siang bolong. maksud sava. 'Tuan-tuan ini dari kepolisian. bukan. Mr. Waktu yang aneh untuk datang dan merampok sebuah rumah. ya. Tetapi kita sering membaca hal-hal seperti itu sekarang ini. Kemudian Angus memandangnya dan berkata. Waktu yang tepat saya kira. atau bom-bom atom. Mrs. "Saya hampir yakin saya pernah melihatnya. tetapi saya memiliki satu atau dua jenis semak di sini. Mrs. Tetapi sama saja. melihatnya tetapi tentu saja mereka tidak pemah mengira kalau terjadi sesuatu di sana. ketika orang-onng biasanya ada di rumah. McNaughton bersimbah keringat. Betul-betul menakutkan. Ya. berdasarkan seluruh pengalamannya. McNaughton. Lewat sini." "Saya kira saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pencinta kebun yang sejati. saya baru sadar sekarang. Mereka memiliki foto orang itu." kata Hardcastle. "Apakah Anda pernah melihat orang ini. McNaughton. yang dapat membuat Anda tercengang atas kemampuan saya menanam mereka. yang datang kemai i minggu lalu dan bertanya pada kita kalau kita punya barang antik yang hendak dibuang?" "Coba kulihat. Mungkin lebih baik hidup di sebuah taman umum. dan bantal-bantal kursi. Tahukah kau. "Saya kira sava telah membicarakan topik yang kurang menyenangkan. "Bland tidak tahu apa artinya berkebun." katanya pada Hardcastle. meskipun tampaknya dia mestinya tertarik." kata Hardcastle. saya ada di sini ketika gadis itu menjerit. beberapa teman kami—mereka pergi makan siang dan sebuah mobil pengangkut mebel datang dan orang-orangnya masuk ke dalam rumah dan membawa pergi semua mebel yang ada. saya rasa. Semuanya. Bukan orang itu.kecemasan sudah biasa membayangi wajah Mrs. Mr. ya?" **Yah. sebagai seorang wanita yang terlalu bergairah karena dia pernah melihat seseoiang yang ada hubungannya dengan pembunuhan." "Anakah dia ada di rumah?v "Oh." kata istrinya dengan napas terengah-engah. kan. Inspektur—apa tadi—Hardcastle—oh." kata Mrs McNaughton." kata Mr. "Aduh." Dia memimpin jalan melalui sebuah pintu samping dan masuk ke kebun. saya sungguh-sungguh yakin saya mendengar seseorang menjerit kemarin. McNaughton. ini tidak ada hubungannya dengan surat izin televisi?" Hardcastle meyakinkannya tentang ha! itu.

"Pemeriksaannya lusa katamu? Jam berapa?" Sebelas. Selalu berteriak dan menjerit dan membuat ribut. McNaughton lirih." "Yah. "Kau tidak berpikir bahwa dia mengenali foto itu?" Hardcastle menggelengkan kepalanya. Misalnya. "Aku meragukannya. Di balik pagar terdapat sebuah pergola bunga mawar yang dibangun sampai ke bagian samping rumah. Inspektur. kapan itu?" "Tidak tahu. dia tidak dapat menyebutkan apa-apa." keluh Hardcastle. Aku tidak menyumpah. Apa pendapatmu?" "Sama." "Dia terkurung rapat oleh segala kawat duri itu." "Dia adalah jenis wanita peragu. kebakaran." "Hal yang mengagumkan. Dia hanya ingin berpikir bahwa dia telah melihatnya. Saya ingin melanjutkan pekeijaan saya. itu susahnya. Tidak ada orang yang dapat menangani mereka. trims untuk pagi ini. "saya tidak melakukan apa-apa." kata Mr. Sayangku. Mereka suka pakai pupuk kimia! Bunuh diri! Mari saya tunjukkan." "Mr. timbunan pupuk itu mempertunjukkan kehebatannya. Saya tidak begitu paham. Angus." "Tetapi tentunya jeritan ini tidak datang dari arah yang sama?" "Tidak kalau anak-anak jahanam itu selalu tinggal di kebun mereka sendiri. Sayang? Kau mendengarnya juga. Jam berapa waktu itu. Aku tahu persis jenis saksi seperti itu." Dia menarik lengan Hardcastle dengan penuh semangat dan mendorong gerobaknya sepanjang jalan setapak sampai ke batas pagar yang memisahkan kebunnya dengan kebun nomor 19. Ibu mereka lembek seperti agar-agar. Jam berapa Anda makan siang?" "Setengah dua." katanya." kata Mr. dan semak-belukar Victoria itu menutupi daerah pandangannya. dan lain-lain. Mr. "Anda menyimpan semuanya dengan sangat rapi. "Maaf saya tidak dapat membantu Anda. "Tidak melihat apa-apa. Mereka menerobos pagar-pagar dan tanaman-tanaman orang lain. Tetapi mereka tidak begitu. "Kalau kau bertemu dengan seorang wanita yang linglung—yah. "Selalu bepergian ke mana-mana. "Tidak." kata Colin. maka anak-anak laki-laki jadi sulit diatur. itu adalah khayalannya belaka. Dan juga dia begitu ragu serta tidak tertarik pada pembunuhan itu." "Baiklah."Apa yang Anda lakukan?" "Yah. Aku bisa memahami itu. timbunan pupuk. Dam. "Tentu saja ada hal-hal yang kelihatan janggal. Mereka bukan anak-anak jahat. Dapatkah kau menyuruh ketik catatan-catatanku ini?" Dia mengulurkan catatan-catatannya. menambah timbunan pupuk." kata Mr. Hardcastle memandang nomor 19 sambil berpikir. "Nah. McNaughton." puji Hardcastle." Hardcastle menyeringai. Sebab saya pikir itu adalah perbuatan anakanak Ramsay yang kurang ajar itu. "Sampaikan salamku pada Pak Tua itu. "jika kami beruntung. Ramsav sering ke luar negeri saya kira." Hardcastle mengomel ketika kami sudah masuk lagi ke dalam mobil." dia meyakinkan istrinya. Aku harus mengadakan satu kunjungan lagi." Mereka kembali ke pos polisi. saya bebaskan Anda dari tugas sekarang. bukan?". dan lain-lain. Miss Pebmarsh." kata McNaughton. Tetapi kalau kau menanyakan pendapatku." kata Hardcastle serius. "aku yakin aku sungguh-sungguh melihat seseorang menyelinap ke kebun nomor 19." kata Mr. Sayang." "Kau tidak boleh melakukannya. Hari ini tidak. tetapi mereka tidak disiplin.* begitulah. Hardcastle menyeringai pada temannya dan berkata. Gadis Denmark kami itu tidak bisa membaca jam." "Saya tahu dia seorang insinyur bangunan. "Spesialis? Untuk apa? Ada apa dengan dirimu?" . Ketika aku mendesaknya terus." kata suaminya tegas. "Saya selalu mencopot jam tangan saya sebelum pergi ke kebun." "Tidak ada kunjungan-kunjungan lagi?" "Sementara tidak. McNaughton agak kemalu-maluan." "Kau akan pergi?" "Aku harus ke London besok—memberikan laporanku yang terakhir. "Kita harus selalu memelihara peralatan kita. Kemarin dulu jam saya terkena air dan harus direparasi. atau hal-hal seperti itu ketika Anda berada dekat timbunan pupuk Anda?" McNaughton menggelengkan kepalanya. bukan?" "Mungkin jam setengah tiga—paling tidak setengah jam setelah kami makan siang. perampokan. Aku akan hadir. tetapi aku tidak akan mengajakmu." "Juga." "Linglung!" kata Hardcastle. Dipagari dengan semak-semak bunga lila." "Kau tahu. yah—tentu saja mereka jadi liar. Tentu saja. McNaughton mendorong gerobaknya ke dalam sebuah gudang kecil di sampingnya. "Maksud saya pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan pembangunan bendungan-bendungan atau pipa pipa minyak. McNaughton. Sersan Lamb." "Tentu saja dia mungkin duduk berhadap-hadapan dengan orang itu di bis atau di kendaraan lainnya." "Aku kira tidak." "Aku dapat menebak kepada siapa." "Dan sesudahnya—apakah Anda tidur siang?" "Kadang-kadang." "Wanita itu pasti berkata bahwa dia telah melihat sesuatu." "Kita tidak mendapat banyak. Ah! Orang-orang yang saya kenal. Hemming di kebunnya. Itu artinya memberi banyak pekerjaan pada ibu anakanak itu —memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan itu—dan. Saya membuang rantingranting lapuk. "Tentu. Mr. Hemming tidak peduli bagaimanapun sa kucing-kucingnya—tidak tahu apa-apa tentang tetangganya. Dia harus ke Swedia bulan lalu secara mendadak." kata istrinya. "Aku juga tidak. McNaughton segera menjadi cerah. Mereka mengejar-ngejar kucing-kucing malang milik Mrs. Di dalam gudang itu berbagai peralatan teratur rapi." "Begitu. pembunuhan yang terjadi di sekitarnya tidak akan dipedulikannya. kalau dalam satu rumah tidak ada orang laki-lakinya. aku akan menemui seorang spesialis. kelihatannya hampir tidak mungkin Mrs. "Anda tidak melihat seseorang di kebun nomor 19 atau melihat ke arah jendela rumah itu." "Anda sendiri tidak melihat apa-apa—maksud saya selain mendengar jeritan itu? Omong-omong. Tidak ada yang lebih hebat dari itu.

Colin. Dia minta dikirimi kopi dan sandwich. Itu jauh lebih buruk. Rumah-rumah yang ada. Pintunya terbuka sedikit dan ada empat buah bel dengan nama-nama di bawahnya. 14. Silakan masuk." "Scotland Yard?" "Bukan.. masa jayanya. Pakaian itu dibuat oleh seorang penjahit yang bagus." Dia menambahkan dengan tajam." "Dia belum mati. kalau memang demikian. Mereka mengolah semuanya sejauh yang dapat saya lihat. Seoiang tukang binatu." "Mencampuri urusan pribadi orang seperti yang mereka lakukan itu benar-benar memalukan. sekitar empat puluh lima. Curry adalah orang asing? Hardcastle mempertimbangkan ide tersebut. Akhirnya dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki di dalam dan pintu dibuka oleh seorang wanita kurus. Dia tidak pernah lupa. Setelah Colin pergi." . Dia tidak akan ingat setiap kondektur bis wanita. Selama beberapa saat tidak ada jawaban. seorang dokter gigi. dia berpikir. kalau Mr. Aku punya perasaan dia perlu dibuat gembira sedikit. Wajah gadis itu samar-samar dikenalnya. Dia suka benar pekerjaan beginian. identitas Mr. Seorang detektif swasta—seorang teman ayahku—dan temanku juga. misalnya. Kami akan seger? menghentikannya kalau kami dapat. yang menangani kasus vang menyebabkan Anda diganggu oleh wartawan-wartawan itu. satu sepatu." "Siapa namanya?" "Hercule Poirot. dia sering berkata. akan dicetak di surat-surat kabar. gadis itu memikirkan lagi niatnya itu dan melanjutkan perjalanannya dengan cepat. Hardcastle selalu membanggakan dirinya atas kemampuannya mengenali wajah-wajah. Hardcastle tidak mengendarai mobil polisinya tetapi memilih berjalan kaki saja karena letaknya dekat." kata Colin sambil menyeringai. seperti kata orang. melewati inspektur itu. Dia tentunya tidak akan ingat. Itu adalah hari yang sibuk baginya."Tidak ada apa-apa—jangan pura-pura tolol. tidak. tinggi." Hardcastle memandang Colin penuh ingin tahu. kecuali ada hal-hal khusus yang dapat memouatnyat gampang dikenali. Sesuatu yang dia lakukan dengan mulutnya? Bicara? Mengoleskan lipstik? Bukan. Sementara itu ada hal-hal yang harus dilakukan. bisa membuatnya gembira. pikir inspektur itu. ragu-ragu sebentar. itu juga mengingatkannya akan sesuatu. kan?" "Tentu bukan. seorang ibu kos. "Anda bukan wartawan. gadis itu memiliki satu dari wajah-wajah umum yang sangat sulit untuk dikenali. seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya di sepanjang trotoar. Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. "Saya harap kami dapat menghindarkan Anda dari itu semua. Bagaimanapun juga. Dengan otak yang sibuk berpikir. "Saya kira Anda banyak dibuat cemas oleh wartawan-wartawan itu. Sepatusepatu. Masalahnya adalah. Lawton. pikir Hardcastle." kata Mrs. Dia melihat jam tangannya lagi dan memutuskan bahwa itu adalah saat yang tepat untuk » mengadakan kunjungan yang direncanakannya. Satu-satunya hal vang pernah saya perhatikan tentang berita adalah mereka mencetaknya hingga merupakan sebuah jaringan kebohongan dari awal sampai akhir. Curry. Bau bawang putih menyusup ke luar dari arah dapur. Bisnis fantastis macam yang kautangani ini merupakan kesenangannya." "Sangat menjengkelkan memang. Tidak ada seorang pun di stasiun kereta api atau bis yang dapat mengenali foto Mr. Mata biru. inspektur itu sekejap merasa bahwa gadis itu akan bertanya padanya jalan menuju ke suatu tempat. Tidak ada merek binatu yang dapat membantu. Sersan Cray telah melaporkan bahwa Sheila Webb melanjutkan pekerjaannya di Biro Cavendish. sering merupakan pekerjaan vang lambat. Kemudian dia menyelipkan buku itu kembali ke dalam sakunya dan mulai menangani persoalan-persoalan rutin yang telah menumpuk di mejanya. " "Kau adalah orang yang aneh. Hardcastle bekerja terus tanpa istirahat sampai jam setengah lima. dan menerima laporan dari Sersan Cray—tidak ada hal-hal berguna yang muncul. Mrs. seseorang selalu muncul. Curry yang sebenarnya akan dapat diketahui. Mengetuk pintu dan membunyikan bel dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tolol. Mrs. tetapi nama penjahit itu telah disingkirkan. kulit yang bagus. Dia merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri. Suatu kesan gipsi yang samar terlihat pada penampilannya. Kupikir dia sudah mati. yang telah mencicipi. Ada kemungkinan dia orang Prancis. Laporan dari laboratorium tentang pakaian yang dipakai adalah nihil. tetapi tentu saja ada tempat-tempat lain untuk bertemu." kata Hardcastle dengan nada simpatik. Lawton. telah dirombak menjadi flat-flat atau maisonette. Lawton.. _ Palmerston Road No. Lawton?" "Ya?" Wanita itu memandangnya ragu-ragu dan dengan sedikit jengkel. Spesialis dari golonganmu. Lawton. Siapa nama bibinya? Lawton—Mrs. setiap pelayan wanita yang pernah melayaninya. Foto korban akan disebarluaskan ke pos-pos polisi. Siapa dia—seseor?r*g yang baru saja dia temui akhir-akhir ini. Dia membuang persoalan itu dari pikirannya. dia melihat. wajah yang telah dilihatnya di pelabuhan atau di panggung saksi. Hardcastle bukannya tidak sabar. '"Mrs. Cepat atau lambat. "Ada apa?" "Saya akan senang jika Anda sudi meluangkan sedikit waktu. Pers punva hak untuk itu. Maksudku bukan spesialis macam itu. Mungkinkah gadis itu mengenalnya dan hampir saja berbicara dengannya? Dia berhenti sejenak.. Gadis itu berjalan cukup cepat sekarang. Inspektur Hardcastle melihat pada alamat yang tertulis rapi di buku notesnya dan menganggukkan kepala. tentang apa? Saya agak sibuk sekarang. dengan rambut hitam terurai yang memakai sebuah mantel dan kelihatan sedikit terengah-engah. Curry? Atau identitas pembunuhnya? Rincian bentuk gigi telah disebarkan ke tujuan-tujuan yang tepat dan mungkin merupakan jejak yang paling berguna—memang membutuhkan sedikit waktu—tetapi akhirnya ada hasilnya juga. seorang dokter. Keinginan untuk menyamarkan identitas Mr." kata inspektur icu." 'Tentu saja. . Kau punya teman-teman yang tidak masuk akal. Tapi aku punya perasaan dia sedang bosan sekarang. *Kaianva mereka harus mendapatkan berita bagi masyarakat. Dia telah tiba di nomor 14 sekarang. Tetapi pada akhirnya. dan pada pukul lima dia akan sedang bekerja dengan Profesor Purdy di Hotel Curlew dan dia tidak mungkin kembali sampai sesudah pukul enam. Mulut. dan bukan h?nva pada kasus Curry. Ketika dia membelok di tikungan. Menentukan identitas korban." "Yah." Aku pernah mendengar namanya. Palmerston Road adalah jalan vang suram. mulut yang sedikit terbuka. Dia masuk dan menekan bel di pintu di sebelah kiri gang. Usianya kira-kira. mendiami sebuah flat di lantai dasar. Inspektur Hardcastle heran mengapa pikiran tentang sepatu-sepatu melintas di otaknya dengan tiba-tiba. tetapi kami tidak mempunyai kekuasaan dalam hal itu. mencari gadis itu lagi. Kecuali tentu saja." "Termasuk kamu.

tidak ada yang khusus. Dia tinggal di London sebelumnya." "Apakah Anda ingat nama perusahaan tempat dia bekerja di sana?" "Oh. "Saya kira sudah beres sekarang. "Saya kira tadi saya bertanya pada Anda apakah Miss Webb adalah seorang yatim piatu. Mrs. Pasti merupakan shock yang hebat bagi setiap gadis. Lawton. "Terima kasih. Anda bisa masuk melalui pintu ini dan beri saya waktu beberapa menit. Miss Webb ini yatim piatu. "Saya diberi tahu bahwa dia akan bekerja untuk seorang klien dan saya tidak ingin mengganggunya." "Anda masih belum tahu siapa orang itu?" "Belum. Mungkin dia merencanakan untuk mengambil polis asuransi sendiri. Mrs." Dia membuat gerakan melihat ke buku notesnya sekali lagi. sedikit lebih terengah-engah daripada sebelumnya. Agen perumah-an di Fulham Road. pikirnya. Apakah Rosalie?" "Rosemary. Tetapi dia sudah baik lagi keesokan harinya dan dia sudah bekerja lagi. Semuanya sudah beres sekarang. S?. Lawton meletakkannya di atas meja di gang." kata Mrs. "dia dibaptis dengan nama Rosemary Sheila." "Pemeriksaannya lusa. melainkan Carrington Grove dan nomornya adalah 17. saya tahu itu. "Tentu saja. Orang tuanya sudah . dua bantalan kursi beludru berwarna terang dan sebuah piring tanah liat berisi kulit-kulit kerang asing. Baginya Rosemary hanyalah sebuah nama baptis yang tidak lagi digunakan oleh keponakannya. Dia tinggal dengan dua orang gadis Iain di sebuah flat. Inspektur itu mempertimbangkan apakah dia benar atau salah kalau berpikiran baliwa pertanyaan terakhirnya telah menyinggung Mrs. 'ini tidak akan lebih dari sepuluh menit jadi saya pikir kita selesaikan saja sekalian." Nada suara Hardcasde tidak mencerminkan apa pun yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya merasa puas karena salah satu praduganya ternyata betul. Satu dialamatkan kepada Mrs." "Oh." "Saya mengerti. Sekali dua kali dia mendesak Sheila untuk tinggal dan makan malam bersamanya. "tetapi saya kebetulan sedang berada di daerah ini dan saya ingin memeriksa beberapa hal tentang masalah itu di mana keponakan Anda yang malang terlibat. Apakah ada sesuatu yang dapat saya katakan pada Anda. tapi itu tidak perlu dicemaskan." "Begitu. mempersilakan inspektur itu masuk." Mrs. Hopgood dan Trent. Tapi memang kadang-kadang agak menjengkelkan. bukan? Dia mendapat surat perintah untuk datang. Lawton melihat ke sekelilingnya dengan kesan samar terhadap ketidakrapian ruangan itu." "Ya. Lawton. Inspektur? Kalau-kalau Sheila pulang terlambat sekali. Lawton.ya tidak ingat nama lainnya itu. "Saya kira keponakan Anda datang dari London dan telah bekerja di Biro Cavendish selama kurang lebih sepuluh bulan. lalu menutup pintunya lagi." kata Mrs. Dia beralih ke hal Iain. sebagai catatan pada waktu pemeriksaan." "Ya. kami hanya mengambil data kasar hari itu dan saya tidak yakin kalau saya benar dalam memahaminya. bagaimana dia menemukan mayat itu. Lawton kembali." "Terima kasih. tetapi Sheila selalu berpendapat bahwa nama Rosemary agak romantis sehingga dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama lain kecuali Sheila. tetapi inspektur itu dengan sopan mendahuluinya. Inspektur Hardcastle dengan sengaja melihat surat-surat itu sekali lagi. mungkin juga mahal. memang. "Apakah Anda keberatan kalau saya pergi ke dapur lagi?" "Silakan. Lawton membungkuk untuk memungutnya. yang mempunyai warna campur-baur dan sebuah benda berbentuk abstrak. ya." kata Mrs. Mrs. "Sheila pulang dalam keadaan buruk. Lawton kelihatan sedikit tertarik. orangnya tidak punya perhatian pada waktu sama sekali. Matanya melihat surat-surat itu selama setengah detik. dia yatim piatu." katanya. Ada sebuah kartu di sakunya dan mulanya kami pikir dia adalah seorang agen asuransi. "Saya pikir saya menca-tatnya sebagai Miss Sheila Webb atau Miss Sheila R. "Daya ingat saya tidak begitu baik. bukan?" "Dia mungkin agak terlambat malam ini. "Maafkan saya. saya kira—keluar dari Jalan Fulham." Mrs. Lawton. Dia jadi gelisah. Semuanya kelihatan sangat jelas. Anda tidak tahu tanggal yang tepat." "Apakah Anda mempunyai alamatnya di London?" "Yah. karenanya saya pikir lebih baik kalau saya datang kemari dan bercakap-cakap dengannya di rumahnya sendiri." kata inspektur itu. Saya kira akhir November. "Sebentar. Lawton kembali. saya ingat. sedikit tidak rapi. Webb. saya kira?" "Yah. Orangnya sangat baik dan suka minta maaf. untuk terakhir kalinya. Ada beberapa pucuk surat terjatuh di aras keset." "Terima kasih. "Maafkan saya jika datang pada waktu yang kurang tepat." katanya." kata inspektur itu sambil tersenyum. sebelum diulurkannya pada Mrs. Jawaban-jawabannya boleh dikata-kan spontan dan mudah — sampai saat itu. Lawton keluar. itu bukan Allington Grove. Webb. "Sesuatu seperti Allington Grove. Dulu sebe-lum bekerja di Biro Cavendish dia tidak tinggal di sini bersama Anda?" 'Tidak." "Ya." kata inspektur itu. "Silakan menunggu di ruang duduk. Di London kamar-kamar untuk gadis-gadis sa-ngat mahal sekali.S. Itu tidak begitu penting. Nama Rosemary tidak menimbulkan dampak pada Mrs." kata inspektur itu sambil tersenyum. "Sekarang saya akan membetulkan nama-nama ini. di atas meja." katanya. Kira-kira sekitar November. sebenarnya tepatnya saya tidak tahu. dengan alamat di bagian atas. saya mengerti. Tapi dia belum pulang." Inspektur itu membukakan pintu baginya." kata Hardcastle. ya. Selalu berkata." kata inspektur itu. dengan perabot-perabot yang sudah usang tetapi di sana-sini terdapat beberapa tempat yang berwarna cerah dan beberapa benda aneh. Sava kira masakan saya sudali mendidih." Dia pergi ke dapur. Kalau tidak bibinya ya keponakannya. Miss Sheila Webb—apakah itu nam a lengkapnya ataukah dia punya nam a kecil lainnya? Kami harus mengetahui hal-hal seperti itu dengan tepat. sedikit kurang pasti." katanya minta maaf. Sebuah gelas Venesia yang menarik. Dia masuk ke ruang yang ditunjuk. Itu adalah sebuah ruangan kecil. dan kelihatannya dia sangat menyesal karena telah menyita waktu Sheila lebih dari yang dia sadari.' dan tentu saja akhirnya mulur sampai tiga perempat jam. "Saya sudah membetulkannya. Lawton." "Oh. Lawton. Saya harap dia tidak tertekan karena pengalamannya itu. "Dia bekerja untuk Profesor Purdy dan Sheila berkata. Lawton dan dua lainnya kepada Miss R. Lawton. saya kira begitu. Matanya melayang ke arah pintu. yang memiliki gaya asli dalam dandanannya. "Dia hanya perlu menceritakan kisah-nya. Inspektur itu meminta maaf lagi." Mrs." kata Mrs." "Yah. Dia memikirkan hal itu sampaiMrs. ya?" "Ya. Apakah ada hal lain yang hendak Anda tanyakan? Omong-omong.Dia mundur. Saya kira hal itu belum bisa diumum-kan. "tetapi Anda tahu bagaimana repotnya memasak.

ya. "harus ada sebuah alasan yang jelas di batik kegilaan itu. Mrs." kata Hardcastle lembut. Karena orang tua Miss Webb meninggal ketika dia masih kecil. Tapi tentunya tidak akan sampai melibatkan pembunuhan. "Sava juga berpikir begitu. Dia telah." "Ttu pasti pekerjaan orang gila." Dia meneoba menebak. Anda harus bertanya sendirl padanya. "Bahkan kalau gila. tapi—yah. Dan apakah profesi Mr. Seseorang telah mengatur agar dia masuk ke rumah itu di mana ada korban pembunuhan. tidak dari sudut pandang Anda. Dan memang begitu. Tidak ada seorang pacar tetap. "Apakah dia anak saudara perempuan atau saudara laki-laki Anda?" "Saudara perempuan saya. Lawton. Kemudian dia berkata. Lawton. "mungkin saja ada seorang gadis yang ingin membalas dendam. Itu sebabnya saya beralih pada Anda. Mrs. Webb dulu?" Mrs." kata Hardcastle. Mrs.meninggal. bercerai—sesuatu seperti itu?" "Tidak. Lawton. dijebak agar ada di sana. tetapi kenyataannya seluruh urusan ini adalah mustahil. apa perlunya mengetahui siapa ayah dan ibunya dulu dan apa yang dikerjakan ayahnya dan dari mana dia berasal dan hal-hal lain seperti itu?" "Saya kira memang tidak begitu perlu. kami punya alasan untuk percaya bahwa Miss Webb pergi ke rumah itu kemarin karena dia diminta dengan khusus dari Biro Cavendish. Yah." Hardcastle tersenyum menenangkan-nya." "Mungkin terjadinya ketika dia masih tinggal di London?" usul inspektur itu. saya tidak dapat mempercayainya. Dan itu sebetul-nya. misalnya." usul Hardcastle." "Maksud Anda—maksud Anda seseorang men-coba membuat semuanya kelthatan seperti Sheila yang membunuhnya? Oh." "Ya.. Lawton ragu-ragu. Lawton be-rang.." kata Mrs. Sheila seorang gadis yang sangat manis. Seorang gadis yang ramah. dan korban itu baru saja mati." "Saya kira itu tidak mungkin. Dia menggigit bibirnya." "Anda tidak tahu?" "Maksud saya. Mrs. Ini semua kelihatannya adalah sebuah perbuatan jahat. "tapi kami harus membuat persoalan itu jelas dan terang." kata Mrs. mungkin tidak." Hardcastle melihat bahwa kesulitan dan kece-masan kembali menguasai wanita itu. "Saya tahu semuanya kelihatan mustahil. peristiwa ini memang agak luar biasa." "Tidak. tidak. karena kecelakaan. Lawton bukan-lah seorang wanita yang bodoh." "Atau mungkin juga karena seorang gadis lain. seorang pemuda. Dia cepat-cepat berkata. saya kira Anda tidak begitu mengenal siapa-siapa teman-temannya di sana." "Sudah lama sekali?" "Mereka meninggal ketika dia masih anak-anak." "Dan saya tidak suka mendengar seseorang mengatakan sebaliknya. tahu kalau wanita itu akan berbicara lagi. terutama jika mereka agak terganggu jiwanya. saya mengerti. "Mungkin salah satu dari gadis-gadis teman sekamarnya yang cemburu kepadanya?" "Saya kira. seperti kata orang dalam film-film. Lawton. "Apakah mereka terbunuh pada waktu yang sama. tetapi tidak ada yang serius." kata Mrs." Itu adalah sebuah perkiraan yang cerdas dan Hardcastle mencatat bahwa Mrs. "mengapa saya bertanya pada Anda tentang ayah dan ibu Sheila Webb. seseorang yang mungkin telah jatuh cinta pada keponakan Anda." "Ya. "Tetapi Anda harus sadar. "Bolehkah saya bertanya apa hubungan semua ini dengan pembunuhan itu? Maksud saya. Lawton. "Bagaimanapun juga." "Mereka berdua meninggal karena sebab-sebab alamiah?" "Saya—yah." "Memang agak sulit untuk dipercaya. "Mungkinkah mereka." Ada semacam pertahanan yang jelas nampak pada nada suaranya." "Ayolali. Seseorang yang mungkin—" dia ragu-ragu "—punya dendam terhadap Sheila." "Ah.. Anda akan kaget bagaimana seringnya motif-motif pembunuhan muncul dari akar-akarnya di masa lalu." i Hardcastle menunggu. tentunya dia tidak dapat menceritakan apa-apa tentang mereka pada saya." kata inspektur itu menyetujuinya. Mungkin-kah.. "Saya tidak tahu. Lawton. Anda tahu—Anda tentu tahu mengapa saudara perempuan Anda meninggal?" . "Tentu. ya. kelihatannya keponakan Anda telah dengan se-ngaja dijadikan korban. saya tidak ingat. itu sudah lama sekali. Inspektur Hardcastle. menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinva sambil berpikir." "Saya yakin Anda pasti tahu lebih banyak daripada yang Anda ceritakan." kata Mrs." "Apa maksud Anda—dengan agak luar biasa?" "Yah. dan dia mungkin tidak peduli dengan orang itu? Laki-laki muda kadang-kadang berbuat hal-hal yang sangat buruk untuk membalas dendam. "Sheila mempunyai satu atau dua orang teman dekat lakilaki. maksud saya—saya tidak begitu tahu. Lawton berhenti sejenak sebelum menja-wab." dia melanjutkan. Tetapi saya tidak pernali mendengar ada masalah seperti itu. tidak ada kecelakaan. Sesuatu yang menyebabkannya. mereka tidak bercerai. Tetapi Anda tahu." "Saya tidak dapat membayangkan seseorang dapat mempunyai dendam terhadap Sheila. tidak. Jadi kelihatannya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur agar dia ada di sana. atau sesuatu seperti itu?" "Tidak.

"dan saya sangat terpukul karenanya. "Kelihatannya orang baik-baik." "Di mana saudara Anda sekarang. pendesak. Saya datang kemari pertama kali pada waktu liburan. Dan saya pikir. Dia bilang dia sedang hamil dan laki-laki itu tidak bisa. Anda tidak perlu bercerita padanya?" "Tidak. Dengan keras kepala dan dingin dia telah menyediakan sarana pemeliharaan dan kebahagiaan bagi anaknya." "Maksud Anda. atas keterusterangan Anda pada sava. Dia adalah orang terakhir yang Anda sangka akan—" "Yah. Mrs. ya." "Oh. Tetapi bagaimana halnya dengan saudara perem-puannya? Dia berkata perlahan. "memang sering terjadi begitu. Masuk akal. Mungkin saja hanya itu yang dia ketahui Meskipun hanya sedikit keterangan tentang saudara perempuan itu. Saya kira. Dia pikir itu adalah vang terbaik bagi anaknya dan bagi dirinya." kata inspektur itu." "Itu adalah kejadian yang buruk." kata Mrs. dan menunjukkannya pada Mrs. yang diperoleh Hardcastle. sinis. Saya tidak pernah menceritakannya. "Mungkinkah Sheila Webb—seorang anak haram?" Dia segera melihat adanya campuran rasa khawatir dan lega di wajah Mrs. "Tapi dia masih hidup. Saya jaub lebih muda daripadanya—dua belas tahun. dia mempunyai gagasan untuk mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri selama setahun. Hardcastle memandangnya tajam-tajam. Lawton. Seorang gentleman. "Saya kawin muda dan suami saya terbunuh dalam perang. Lawton menggelengkan kepala. 19. Ke-mudian berkata dengan lembut. Dan lagi pula dia dan saya tidak begitu dekat." kata Mrs. Lawton. saya mungkin pernah melihatnya." "Di mana terjadinya semua itu? Bukan di Qrowdean. "Tidak." katanya tegas. "dan saya yakinkan Anda bahwa saya tidak akan menanyai Miss Webb tentang hal itu kecuali kalau terpaksa harus menyinggung hal itu. ketika Sheila sudah cukup umur untuk sekolah. bijaksana." kata Mrs." "Tapi Anda tidak lagi berhubungan dengannya?" "Itu adalah karena permintaannya." Dia mejigeluarkan foto yang telah ditunjukkannya pada begitu banyak orang dari sakunya. Sangat dihormati dan lain-lain. Lebih baik tidak diungkit-ungkit lagi. Terus. Tetapi saudara perempuan saya itu datang menemui saya dan menceritakan apa yang telah terjadi. "Anda tidak tahu siapa orang ini?" "Mereka sudah menunjukkannya pada saya. pikirnya. kecuali bila ada hubungannya dengan kasus itu. Dia dulunya seorang guru sekolah dan pekerjaannya baik sekali. bukan?" "Saya kira begitu. Betul-betul tidak tahu sama sekali. Mrs. adalah yang terpandai di antara keluarga kami. kecuali kalau memang perlu. dan itu saja yang dapat saya katakan pada Anda" Inspektur itu memandang wanita itu sambil berpikir. Kami tinggal di Lincolnshire waktu itu. Lawton. Lawton. "Dia bukan anak saya" katanya.. Yang jelas hanya itu yang dia ceritakan padanya. Tetapi Sheila sendiri tidak tahu. Itulah mengapa—yah." "Yah.. tapi dia mempunyai kesan bahwa wanita itu pasti memiliki kepribadian pemarah. "Saya tidak pernah berjumpa dengannya." kata inspektur itu. Lawton mempunyai perasaan begitu terhadap anak itu. Anda tahu."Saya tidak mengerti apa—maksud saya. "Tidak kalau Anda mengenal Ann. katanya. Inspektur Hardcastle. dan saya sangat menyukainya sehingga saya menjual toko itu dan datang kemari untuk menetap. Jenis wanita yang memutuskan untuk tidak menghancurkan hidupnya gara-gara satu kesalahan saja. Saudara perempuan saya. hal itu adalah tidak mungkin. Semenjak itu dan seterusnya dia menarik diri untuk memulai kehidupannya lagi sendirian. Saya masih bekerja di sana sekarang. dan saya yakinkan Anda bahwa saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyimpan apa yang Anda ceritakan pada saya—seluruhnya—sebagai rahasia kita berdua. Australia atau negara lain. Kami berdua mempunyai sedikit penghasilan dari peninggalan ibu kami. "Dia selalu tegas dengan keputusannya. Karena itu saya—saya berkata saya mau menolongnya. Saya berkata padanya bahwa orang tuanya mati muda. "terima kasih banyak. Saya yakin." katanya. sangat yakin. bukan?" . Lawton. karena merupakan cara penyelesaian yang halus. Seperti yang saya bilang. Orang-orang di sana me-nyenangkan. tetapi dia akan pindah sekolah." "Dan bagaimana pendapat suami Anda tentang adopsi ini?" "Saya sudah menjanda waktu itu. "Dia adalah anak haram saudara perempuan Anda?" "Ya. dan dingin. kalau tidak." kata Hardcastle. Dia mengambil foto itu dan menelitinya dengan saksama. tidak mungkin terjadi. Ann memberikan setengah dari bagiannya kepada saya untuk dipakai memelihara dan membesarkan anaknya. Saya mempunyai sebuah toko manisan kecil waktu itu. bangkit dari duduk-nya. Dia berhenti sebea&r sebelum menambahkan dengan agak tiba-tiba. Law-ton?" "Saya tidak tahu. pedagang besar gorden di sini. Apakah betul hanya itu yang dia ketahui? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab secara pasti. kami tidak pernah dekat." "Bukan. kalau Mrs." Ada semacam kebingungan dan keputusasa-an dalam sorot matanya." kata Mrs. Dia akan melanjutkan profesinya. dan hal itu hanya bisa terjadi kalau keadaan di masa lalu itu ternyata berkaitan dengan kasus pembunuhan di Wilbraham Crescent No. saya tidak dapat mengatakan — semuanva adalah sangat sulit bagi saya. Lawton. yang mana saya kira. saya tahu. Dia mengenal pria ini -Webb-" "Saya bahkan tidak pernah tahu namanya. Tetapi saya memang menginginkan semua fakta yang ada. Itu saja yang saya ketahui. "Kelihatannya aneh jika dia tidak berhubungan sedikit pun dengan Anda melalui surat. saya bekerja di Roscoe and West. Lawton. Saudara saya itu orangnya ambisius dan dia harus melepas-kan pekerjaannya kalau semuanya diketahui orang. Tentu saja—" dia memandang dekat-dekat. saya tidak pernah melihat orang ini sebelumnya." "Dan Anda tidak akan bilang apa-apa pada Sheila mengenainya?" "Tidak. Mrs. Begitulah perjanjiannya. tidak ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan anaknya?" Mrs. Lawton. atau tidak mau—saya tidak tahu mana yang benar—memkahinya. Saya pikir dia bukan orang sekitar sini.

Masih soal rumput laut dan sejenisnya?" "Betul. yang sedang memegang sebuah sepatu dengan tumit runcingnya yang telah copot. toko-toko makanan asing. Gadis vang berpapas-an dengan dia di jalan! Sekarang dia tahu mengapa gadis itu membuatnya berpikir tentang sepatu. Mr. Kadangkadang harus antri bis dan Hotel Curlew lumayan jauh dari Esplanade. "Dibesarkan di desa. "Mereka masih berpikir dengan cara yang kuno. "Maksud saya. ucapan tersebut terasa sedikit ketinggalan zaman. Novel-novel kuno. kata inspektur itu dalam hati. 6d. Saya sudah membongkarnya» tetapi belum sempat saya atur/1 Anda akan menemukannya di pojok. toko barang-barang antik. Memang arteh nama itu.. "Sangat mengherankan. Seperti^seorang yang telah mencoba menguasai buku-buku itu» tetapi kenyataannya bukubuku itulah yang jelas-jelas telah berhasil menguasainya. Ah. Dia memandang jam tangannya lagi. Mungkin dia telah mengasumsikannya tanpa sadar. Mrs. "Dia itu salah seorang gadis dari kantor. pemilik toko tersebut." "Aneh. ketika dia keluar.. Rosemary dan Sheila? Saudara Anda atau Anda sendiri?" "Sheila adalah nama ibu kami. sepatu-sepatu balet. Untung hanya ada satu jam di ruang ini. Padahal saudara saya sama sekali tidak romantis ataupun sentimentil. Seorang gadis biasa. Di mana-mana buku-buku berserakan dan menguasai tempat» beranak» berlipat-ganda." . Lawton. Ada bertumpuk-tumpuk buku yang terletak di atas meja. Dia bilang ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia ingin bertanya pada Sheila mengenainya. bahkan beberapa buku yang tergolong peninggalan aristokrat yang halaman-halamannya.. "Apakah dia sahabat karib keponakan Anda?" "Yah." "Yah. duduk seorang lakilaki tua yang memakai topi beibentuk kue pie." Sama-samar muncul gambaran yang lebih jelas dalam ingatan inspektur itu. Gadis itu bahkan ragu-ragu. "Saya tidak boleh mengganggu pekerjaan me-masak Anda lebih lama lagi/' katanya. Orang itu adalah Mr. siapa yang memilih nama baptis keponakan Anda. Tidak ada—tidak ada pe. Is. mengulum sejcnis permen waktu berbicara. Jarak antara rak-rak buku begitu sempitnya» sehingga Anda hanya dapat berjalan di antaranya dengan susahpayah. Gadis ituiah vang menerimanya di Biro Cavendish dan gadis ituiah. Lawton yang melihat jam di atas perapian." Ketika inspektur itu membelok dari pintu gerbang menuju ke jalan dia berpikir. Penampilannya menunjukkan bahwa dia telah kalah dalam pei tarungan yang tidak seimbang. Saya mendapat sebuah kiriman bani kemarin dulu. sebab kadang-kadang profesor itu me-mintanya tinggal untuk makan malam. pikimya masam.dapat pulang dengan sepatu seperti itu. Lawton. tidak begitu. yang terletak di antara New Oxford Street dan Covent Garden. saya harus pergi. bahwa dia tidak pernah memikirkan korban pembunuhan itu dengan cara yang sama. Di sebuah bangku di pojok ruang» terkurung oleh buku-buku. Dia mem-bayangkan apa kiranya yang hendak dikatakan gadis itu. atau mungkin juga terpengaruh oleh fakta bahwa orang itu memiliki sebuah kartu di sakunya yang mengan-dung sebuah nama dan alamat yang jelas-jelas adalah palsu. Hardcastle ingat. Tujuan saya adalah sebuah toko buku kecil yang kotor di sebuah jalan samping. "Ada sesuatu dalam bidangku?" tanya saya.. Lawton mengucapkannya dengan biasa.." Dia sendiri melihat foto itu lagi dan berpikir. dan jelas-jelas bisa mengalahkan sebuah tangan yang kuat yang tak mampu mengaturnya. "Ya." "Dia tidak berkata pada Anda apa itu?" "Tidak. dan telah membicarakan kebingungannya bagaimana dia . Wajahnya yang rata dan lebar itu amat mirip seekor ikan. Di bagian luar toko itu ada deretan-deretan buku yang lazim ada di toko buku. dia bilang tidak apa-apa kalau ditun-da. Dia bilang besok saja. akan membuat semuanya jauh lebih sulit. lebih jelas terlihat bahwa buku-buku itulah yang memiliki toko dan bukan sebaliknya. Dia punya janji dengan seseorang. Gadis itu mengenali dirinya ketika dia melaluinya di jalan. Sebenarnya. Dia dan Sheila tidak betul-betul berteman. mereka bekerja di kantor yang sama. saya heran mengapa dia begitu kepingin menemui Sheila malam ini. Dan itu. "Rosemary—hm. yang mundur sebelum diserang oleh bukubukunya. berbagai macam jenis buku yang berlabel 3d. Saya menyelinap masuk ke dalam. Lawton. Anda tahu di mana letaknya. dengan sedikit terkejut. tetapi bibir Mrs. Dia bagaikan Raja Canute dalam dunia buku". Lamb. Memang perlu menyelinap» sebab buku-buku yang disusun dengan sembarangan itu dari hari ke liari makin bergeser menutupi jalan masuk cfari luar. masih utuh. selamat malam. Yah. Lawton mungkin benar. "Anda harus pergi ke atas dan melihat sendiri. tidak jauh dari British Museum. buku-buku literatur lama. "Sheila belum menelepon. atau kapankapan. Di dalam. Saya menghindari daya persona rumah sakit boneka dengan bermacam-macam mata gelas berwarna biru atau coklat. Sambil keluar dia bertanya. ataupun sampulnya. Dia datang kemari untuk menjumpai Sheila sore ini dan dia menunggu sebentar tetapi kemudian dia bilang dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi. biar-lah. Segala macam toko aneh ada di sana. Tetapi penjelasan yang baru saja dia berikan pada Mrs. Rosemary untuk kenangan. Apakah dia orang baik-baik? Dia malahan mengasumsikan sebaliknya.rYah. fosil—Antartika ada di lantai dua. tidak begitu cantik. Dia biasanya menelepon kalau terlambat. Untung saja Edna tidak menunggu. dan akhirnya sampai ke tempat tujuan. "karena toh keponakan Anda belum pulang—" Giliran Mrs. Romantis. "Omong-omong. Biologi laut." pikir inspektur itu." kata Mrs. Kelihatannya dia hendak berbicara dengannya. Tentu saja." kata Mrs. kendati Hardcastle sendiri tidak menge-nalinya. Rosemary adalah pilihan saudara saya. tetapi dia adalah gadis yang agak membosankan.-san—yang Anda ingin tinggalkan untuk Sheila?" "Saya kira tidak. Apakah dia ingin menjelaskan mengapa dia mendatangi Sheila Webb atau apakah gadis itu berpikir bahwa Hardcastle mengharapkannya untuk mengatakan sesuatu? Dia bertanya." kata Mrs. Kelihatannya kartu itu betul-betul mewakili seorang agen asuransi palsu yang telah meletakkannya di saku orang tersebut. sebuah rumah sakit boneka." kata inspektur itu. Dia mengenali saya» sorot matanva yang seperti ikan itu melunak sejenak dan dia mengangguk." . dia menjelaskan. Kenangan yang romantis? Atau—sesuatu yang lain sama sekali?" NARASI COLIN LAMB Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road dan membelok masuk ke jalan-jalan yang simpang-siur. Lawton. saya kira sebentar lagi dia pulang. Jika dia memerintahkan buku itu untuk mundur» sudah jelas dan tak mungkin buku itu mau melakukannya. Melihat sedikit kesan bingung pada wajah Hardcastle. Soloman. Tidak begitu cerdas.Berdasarkan pengalaman inspektur itu. diaterlambat." "Saya mengerti.

Saya melewati semuanya dan naik ke lantai tiga." sambil mendorong mereka kuat-kuat ke samping. Pak. yang terdapat di bagian belakang toko. Nanny (panggilan anak kecil pada pengasuhnya). Pak." Dia meletakkan teleponnya kembali dan mengangguk ke arah saya.. Saya menemu-kan diri saya berada dalam sebuah ruang depan dengan dinding bersih bergambar sapi-sapi Highland." kata Kolonel Beck. Mereka berdiri di sana." kata saya mulai menjelaskan." "Kebetulan ada seorang laki-laki terbunuh di Wilbraham Crescent.. saya mulai dari Crescent. itu tidak bagus." "Subjek penyelidikan adalah Wilbraham Crescent." kata saya. Di situ terletak berjilid-jilid buku yang disebut "janggal** atau "aneh". maksud saya. Betul-betul bulan sabit!" "Saya masih berpikir. mengangkat tele-pon di atas meja. Itu adalah salah satu favoritnya." kata saya. Lokast yang sangat bagus. saya akan menyuruhnya masuk. di mana di atasnya terletak sebuah buku tebal yang besar sekali dan memandang saya dengan gusar. Colin. ko-lonel-kolonei tua. Sekarang ini mereka menyim-pannya dalam lemari es—seperti barang-barang lainnya. Pak. dan berbagai jenis buku lain yang menarik. Pak. Nak. saya tahu. Beri sava fakta-fakta-nya. melangkahi berbagai macam kotak berisi buku yang terbuka di atas lantai. Dia tidak menye-nanginya." "Saya juga tidak berpikiran kalau maksudmu itu adalah toko-toko roti dengan roti udang Prancis di dalamnya. "Oh. sudahlah. Di lantai dua terdapat Orientalia (buku-buku mengenai kebudayaan Timur). mengitari sebuah lemari buku." "Jangan berbelit-belit. Dia punya sebuah kartu dengan nama dan alamat palsu di sakunya.Saya mengangguk dan menyelinap ke atas melalui sebuah tangga kecil yang agak reyot dan sangat kotor. buku-buku kesenian. Ya.. tetapi kelihatannya." katanya." kata saya.. Hanya dugaanmu ini saja yang kelihatannya tidak jalan. Beberapa dari tempat-tempat itu sungguh-sungguh menyanjung roti Prancis buatan mereka." "Hm. seperti seorang pengasuh tua yang sedang menghadapi seorang anak yang mengece-wakan. "Kau mestinya tidak berbicara kepadaku seolah-olah aku ini masih anak kecil. ya." kata saya. memakai kaca mata model kuno." "Ya. "Tetapi saya tidak mau pindah ke tempat lain sekarang. lupa sekelilingnya. yang pada sandaran tangannya terdapat sebuah meja baca atau tulis model kuno yang dapat diputar ke samping. Ya. bukan?" . Kau biasanya keras kepala. digolong-golongkan dengan agak tidak keruan." kata saya. Dia adalab orang yang suka menentang. "Dan jangan panggil aku Nanny. Kan sudah kukatakan padamu sebelumnva. Menarik. "Memang tidak ada buniknya. Tetapi melihat saya mengharapkannya untuk berbicara terus. Saya masih harus menvelidiki sedikit lagi. "Dapat sesuatu?" "Tidak. tidak ada alasan mengapa tidak. bukan?" katanya tanpa menyapa dulu. tetapi dapar ditemukan oleh para ahli. "Itu menghina. jelaskan dirimu." "Saya tahu. ya. Lebih baik kau masuk ke dalam dan membereskannya. menyibakkan gorden yang menutupi sebuah pintu. untuk apa kau kemari? Datang untuk minta izin menyelidiki Wilbraham Crescent—di mana pun letaknya tempat yang aneh bunyinya itu?** "Letaknya di sebuah tempat bernama Crow-dean. Saya menggerakkan pengetuk pintu itu dengan hati-hati dan pintu itu dibuka oleh seorang wanita setengali baya beram-but kelabu. "Baiklah. dan pendeta-pendeta. Seperti yang saya katakan pada Anda." "Dan kau mencurigainya! Atau kau tidak begitu?" "Saya tidak yakin. "Ya." kata wanita itu.. dan berkata. Kelihatannya. sehingga sulit untuk dapat melihat apa-apa. saya dapat melihat tubuh gemuk atasan saya sedang duduk di atas kursi tua yang besar. "Sudah menyelidiki semuanya?" tuntutnya. Di sini buku-buku tentang arkeologi." "Siapa yang dibunuh?" "Sekarang masih belum tahu. Di ruang ini ada sebuah pojokan kecil bertirai yang menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat umum." "Salahmu sendiri. "Pekerjaan-pekerjaan terbaik yang pernah saya lakukan adalah berdasarkan dugaan-dugaan. Colin. Kolonel Beck justru berhenti. Sepuluh mil dari Portlebury. yang sebenarnya bukan Prancis betulan. "Hampir." "Kau perlu waktu lebih lama lagi. Saya berjalan menerobos kerumunan mahasiswa. Kolonel Beck melepas kaca matanya. Saya masuk melalui sebuah pintu di ujung ruangan ke dalam sebuah ruangan lain yang pcnuh asap rokok. "Dia menanyakanmu kemarin. "Mr. "Kamu. Ada suatu kebetulan yang mungkin—hanya mungkin — berarti sesuatu.. dan rok hitam serta mantel tanpa lengan dengan corak bergaris-garis yang agak tidak pantas." "Ah! Yah. sejarah alam. "Permtsi. Ada kaitannya?" "Saya belum tahu. Kau masih berpikir. kesehatan» dan cerita-cerita klasik Prancis." "Jelaskan dirimu. "Jadi kamu datang juga akhirnya?" katanya. Tidak akan berhasil. Kalau dipikir-pikir. mendorong meja bacanya ke samping." "Sava mengakui itu hanya dugaan saja. sementara kau terus asvik berpikir. **Kau harus berusaha dan bekerja lebih baik." Saya menunggu untuk melihat apakah Bung Tua itu akan memperbesar topik tersebut. Saya berkata. bukan?" "Saya perlu waktu lebih lama lagi. Kau tahu itu." Dia menekan sebuah tombol. dan mengambil sebuah kunci dari saku saya. dan menemukan tujuan saya selanjutnya yang terhalang oleh dua orang mahasiswa yang berlainan jenis sedang asyik beipelukan dengan mesranya." "Sudah waktunya kau tumbuh dewasa." Dia menggelengkan kepalanya memandang saya. Itu sebabnya mengapa semua makanan hambar sekarang ini. Nah. Selesai dengan tempat-tempat minum itu?" "Ya. Sesudah pandangan mata saya yang pedih mulai terbiasa. kemudian memutarnya pada lubang kunci dan masuk ke dalam. Rumah-rumah di Crescent. Tetapi untuk apa kau kemari? Tidak biasanya kau minta izin. dan sebuah pintu dengan pengetuk pintu yang mengkilat di atasnya. Tetapi kami tidak dapat menunggu selamanya.

Bagaimanapun juga." "Apa yang dilakukannya ketika dia menemu-kannya?" "Menjerit. "Korban pembunuhan itu." NARASI COLIN LAMB ." "Anda bah kan belum mendengarnya.*' kata kolonel itu. "Ya?" "Sebuah rumah bernama Diana Lodge. dan carilab gadis itu. Aku tidak tahu siapa istri-istrinya itu—miliknya sendiri atau hanya sebagai kamuflase saja." "Yah. Tentunya bukan karena gadis yang kautabrak di Crowdean. "Pola macam itu telah dikenal. "jika pembunuhan itu dilaksanakan oleh salah seorang dari orang-orang lainnya ini.*' kata saya. Orang Skot. bukan?" kata Kolonel Beck. Istri yang sangat baik." Saya memberinya beberapa foto kepolisian pilihan. Kau ingin menyelidikinya. Setengah baya. "Seorang istri yang cukup baik dan dua anak yang suka ribut-ribut—laki-laki. Namanya Mc-Naughton. "dia tenggdam dalam kesibukan mengurus kucing-kucingnya." Dengan mengeluh Kolonel Beck menarik kem-bali meja bacanya ke posisi semula. Apa yang dikerjakan-nya. atau Artemis. Dan ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada Anda. "Terima kasih —tidak ada waktu hari ini. "Hati-hati dengan langkahmu." Beck mengambil uang logam yang kotor kena tanah itu." "Nah." "Dan bagaimana pendapatmu tentang orang-orang lainnya ini?" "Pendapat saya adalah." "Kedengarannya seperti sebuah teka-teki Prancis. Dia bilang tentu saja mereka hanya sebagai kamuflase. Itu ditemukan di kebun belakang nomor 19. Pensiunan dosen. "Siapa ini?" tuntut Kolonel Beck. "Kau selalu sudah punya jawabannya. Yah." kata saya. Hemming ini?" "Tidak ada. yang saya ulurkan padanya. Anakku! Seks muncul seperti biasanya. **Ada sebuah pub bernama The Rising Moon di jalan di sebelah jalan ini." "Saya senang mendengarnya. Anakku." kata sava. bagaima-napun juga. mungkin juga bukan. "Di mana letaknya mayat pamanku? Di kebun sepupu bibiku." kata Beck menghargai. cuma itu. Apakali namanya Diana." "Tinggal sendirian?" "Ya. Kolonel Beck tiba-tiba tertawa kecil. kau ingin tahu tentang Mr. mungkin saja. mengeluarkan sebuah bolpen dari sakunya. Coba pikirkan." kata Kolonel Beck. "Tentu saja mungkin. Dia bekerja di sebuah institut untuk orang buta dan dta telah diselidiki dengan cermat oleh pihak kepolisian lokal. sayakhawatir saya memang begitu. "Sekeping Heller Cekoslovakia? Di mana kau menemukannya?" * "Bukan saya. "Dia mena-brakmu. "Mau rokok?" Saya menggeiengkan kepala.'* "Satu dari sepuluh kemungkinan yang ada. Dan dia juga punya istri di Swiss. Mengapa kau tidak pergi dan mencoba peruntunganmu di sana?" "Saya sudah pernah ke sana. "Ada seorang laki-laki bernama Ramsay." kata saya dingin. bukan? Baiklah. Begitu. Ramsay i ini." "Nah. Tinggal di Wilbraham Crescent No. Kami akan memasukkan mereka dalam mesin untuk meyakinkan." "Pasti akan ditangguhkan. dan sepasang anak perempuan. kan?*' "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. 20. Sudah?" "Belum. Tidak ada alasan untuk mengira bahwa dia dan istrinya bukan orang baik-baik—tetapi—" "Baiklah. sekarang aku ingat. maka hal itu akan sa-f ngat'mudah. bekas gurusekolah. Ada yang lain lagi?" "Aku tidak yakin. Sebetul-nya Wilbraham Crescent No. Mrs. meniupnya dan memandang saya. atau sesuatu seperti bulan sabit atau bulan?" "Bukan. "Coba lihat ini. "Saya sangat senang mendengarnya." kata saya. yang tinggal di sana. Pak. 62." "Kembali lagi ke Crowdean?" "Ya." kata Beck.'* kau saya." "Dia punya seorang istri. ada apa?" "Ada dua orang yang ingin saya ketahui datanya." Kolonel Beck mengi-baskan rokoknya. Kau ingat Pendleton? Dia punya istri dan anak-anak.*' "Menarik. Ada sepasang suami istri di nomor 63. untuk me-j ngangkut sesosok mayat ke dalam nomor 19 pada waktu yang tepat di siang hari. Betul. Pendleton juga punya seorang istri di Jerman." "Diana? Hm." "Sebuah penyamaran yang sangat bagus. Sering pergi ke luar negeri."Betul." kata saya. kalau begitu. "Pergllah ke pemeriksaan itu. Wanita paling bodoh yang pernah kutemui. kau mungkin mendapatkan sesuatu dari keyakinanmu yang teguh pada bulan sabit dan bulan terbit. Ada pemeriksaan yang harus saya hadiri." "Bagus sekali." kata Kolonel Beck. Seorang wanita bernama Mrs. Ini." "Aku tidak perlu cerita. meskipun penuh risiko. Tidak punya ide di kepalanya kalau suaminva itu sesungguhnya bukan seorang agen buku-buku Timur betulan. Kata orang dia seorang insinyur bangun-an. Bagaimana halnya dengan nomor 19 sendiri?" "Seorang wanita buta. "Dewi ( Bulan! Diana Lodge. ingatlah bahwa itu mungkin saja. Mengha-biskan waktunya di kebun. Omong-omong. di salah satu rumah lainnya yang telah saya sebutkan tadi. Hemming dan sekitar delapan belas ekor kucing tinggal di sana. siapa sebenarnya orang-orang ini?" "Mereka adalah orang-orang yang kebunnya berdampingan atau menyentuh kebun rumah tempat pembunuhan itu terjadi. Seluruh cerita itu kedengarannya sangat mustahil bagiku. *Kami akan memeriksanya." kata Kolonel Beck. kan?" "Tentu saja bukan. Berapa lama kau menge-nalnva?" "Tidak ada—maksud saya—yah—memang ada seorang gadis yang menemukan mayat itu. Itu semata-mata hanya sebuah kemungkinan. gadis yang kau minati itu mungkin adalah pembu-nuhnya. "Saya belum menceritakannya pada Anda. menu-rutku. menangis dalam pelukanmu dan mence-ritakannya padamu." kata saya tajam." Dta menambahkan sambil berpikir.

asyik dengan pena mereka. Tidak mungkin betuP dan kaienanya mereka jatuh ke dalamnya!" Saya tertawa. tetapi Poirot adalah satu dari orang-orang pertama yang merasakan dtnginnya musim gugur* dan mengambil tindakan pencegahan ter-hadapnya. Dia selalu langsung pada sasaran. Itu tidak coeok buatmu. aku tidak ingat sekarang ini musim apa?" "Dia menyibukkan diri. dengan tangan terbuka lebar. "dan bagaimana kabar teman baikku. yang segera saya tolak. Jika kau ingin bunga yang terbaik." "Tentu saja. Kuharap aku dapat sebaik dia. mungkin juga betul. sedangkan dia tidak. "dengan kepribadianku. aku sangat menghormati ayahku." "Tetapi berhubungan." "Sampai sejauh ini masih baik-baik saja." kata saya. Sesuatu tentang domba berbulu domba. George masuk pada saat yang tepat. "tapi dia pikir terlalu banyak hal yang harus dirahasiakan se-hingga akhirnya dia berkesimpulan bahwa apa yang dimasukkan pasti kelihatan terlalu jinak dan sederhana sehingga tidak pantas untuk ditulis." kata saya. memakat sepatu kulh yang berkilau-kilauan. Dindingnya dicat lagi dengan warna kuning dan hijau pucat. sebuah gelas. yaitu terlalu menyangkut nama ayahku. Kau adalah serigala berbulu domba. saya sehat-sehat saja." Saya mengangguk dengan penuh simpati. Teman saya. "Saya pikir." Dia terbatuk-batuk kecil. Hercule Poirot. Tangan kanannya memegang sebuah cangkir yang mengepulkan asap. Bukankah begitu? Affaire Larkin." "Ya." kata Poirot. mengapa tidak pergi ke toko bunga? Kupikir Inspektur yang hebat itu akan menulis pengalaman-pengalaman-nya?" "Dia pernah mulai. Tisane pasti. Dia akan memasang jerat. bukan. Tetapi sesungguhnva. Ada sebuah pepatah atau sebuah peribahasa. "Kau bolch menyebutnya begitu. ya. George?" "Syukurlah.Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya mengunjungi Whitehaven Mansion. Kamu. "Berhubungan dekat dengannya." kata Poirot. bukan. "Tetapi ada beberapa hal lagi yang ingin kuketahui. Itu kan pepatah tentang nyonya-nyonya tua yang mencoba untuk kelihatan lebih muda daripada yang sebenarnya. Kebanyakan para ayah suka duduk. Mungkin seperti Sherlock Holmes. Aku mengaguminya." kata saya. metodenya sangat menarik bagiku. "Aku tidak. Tuan—*' Dia membawakan topi saya." kata Poirot. Tapi. kupikir namaku sendiri mungkin menyebabkan timbulnya kesalahpa-haman. Jadi. sederhana. Kau tahu. apa pun per-soalannya." kata saya memuji diri sendiri. Saya naik ke lift dan menekan bel nomor 203. "Kelihatannya kau sedang mengadakan sebuah penyelidikan kecil?" Poirot mengeluh. jadi kamu. Beberapa ta-hun yang lalu bangunan itu adalah sebuah gedung yang menonjol." Dta mundur dan menyilakan saya masuk ke dalam ruang itu. "Sangat sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya—atau chrysanthemum. Sebuah se-nyum tersungging di bibirnya. Tuan. Pendek. Colin! Sudah lama sekali Anda tidak kemari." kata Hercule Poirot. Tuan. kalau begitu. Tidak peduli. mefainkan sel-sel otak. Di kedua belah sisinya di lantai ada etumpuk buku-buku vang disusun rap . "Yah. meskipun kau harus bekerja di balik layar. D atas meja di sisi kirinya terdapat lebih banyak buku lagi. ya? Musim-musim begitu cepat berlalu." kata Poirot. aku tahu. Dia memakai bukti-bukti dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang Iain. dan sebuah sedotan yang diletakkannya di dekat siku saya. tentu saja. Tuan. dan mudah diingat. beiapa dalam daun seledri itu telah tengge-lam di dalam mentega. Dia sangat suka minum tisane dan sering mendesak saya agar meminumnya. Temanku! Temanku yang masih muda—Colin. sedang duduk di kursinya yang besar di depan peraptan. Ya. untuk melengkapinya sampai tuntas. udara hangat. "Ah. Cocok. yang baik itu. Sekarang ada banyak gedung lain yang lebih mengagumkan dan bahkan lebih banyak lagi bangunan modern yang berdiri di kedua belah sisinya. Alia. Pintu dibuka oleh seorang pelayan laki-laki yang penampilannya tak bercela. saya menemukan. Colin Lamb." kata saya. Tidak. Tetapi mengapa me-nyebut dirimu dengan nama Lamb? Coba kupi-kir. Minuman itu rasanya memuakkan dan baunya ta am "Jangan bangkit. bidangku tidak persis sama dengan bidangnya. jerat yang sangat jelas dan orang-orang yang ingin ditangkapnya akan berkata *itu terlalu jelas. 'Tolong sebut saya sebagai Mr. ya—tapi tidak pernah lagi. Begitu. "sebab ayahmu dapat menceritakan beberapa hal yang sangat menarik. "Dan bagaimana dengan dia?" George merendahkan suaranya. "Sekali saja dengan sayuran itu. Dia berjalan ke arah saya." "Seseorang harus mempunyai kebijaksanaan. tetapi Poirot sudah berdiri di atas kakinya." kata saya. dan mengingat semua hal kotor sebisanya dan menulisnya dengan rasa puas. saya berkata." . kan?** '*Tidak juga. ayahmu?" "Ayah baik-baik saja. "Kupikir aku harus membe-rimu selamat atas keberhasilanmu yang agak menakjubkan baru-baiu ini. George. "Dan apa kesibukanmu sekarang?" saya bertanya pada Poirot. Bukan otot yang hendak kulatih. dengan tanaman-tanaman hortikultural?" "Tiap orang kelihatannya mengarah ke sana pada akhirnya. "Hanya saja dalam bidang seperti pekerjaanku. Di dalam. kadang-kadang beiiau agak sedikit tettekan. kau tahu. saya mene-bak. "Mr. kuganti Lamb. Memandang begitu banyak macam buku di sekelilingnya. kataku pada diri sendiri. sebab dia sudah berbicara dengan nada hati-hati sejak awal pembicaraan kami." Saya merendahkan suara saya. kendati itu tidak perlu. bahwa gedung itu baru saja mendapatkan wajah baru. Tentu saja. Saya melihat bahwa satu batangan besi dari pemanas listrik berbentuk segi empat yang ada di situ menyala merah. Tuan. aku tahu. Aku selalu mengaguminya. Saat itu baru awal September." kata saya. dengan sebuah tempat wiski. "mengagumi ayah sendiri sudah tidak mode lagi sekarang." "Baik. "Jika Anda sudi berjalan lewat sini. Yang jadi masalah adalah harus ada sebuah persoalan." kata saya." Dia membuka sebuah pintu dan berbicara dengan suara yang jelas "Mr Colin Lamb sudah datang. Apa kabar. bukan itu yang ingin kubicarakan de-nganmu di sini. Dia menyilakan saya duduk dan menawari saya tisane. Memang tidak menguntungkan." "Aku tidak yakin tentang itu. Akhir-akhir ini aku merasa sangat membutuhkan sebuah pei-soalan.

Teman wanitanya mungkin tei libat. "Betul. Tetapi tidak bagiku. semuanya menjadi jelas bagiku. Semuanya harus jelas pada saat puncaknya." kata saya. jadwal kereta api. hanya itu. betul-betul melawan perin-tah. "tidak ada sesuatu yang betul-betul menegangkan yang terjadi dalam bu-ku-bukunya. dan temanmu juga. dan. "Dan ini adalah Misteri Kamar Kuning. dia adalah seorang ahii. "Dan apa yang kulakukan berikutnya?" Ianjut Poirot. "Orang menikmati suasana zamannya." "Mengecewakan. Itu—ah. sekarang hampir dilupakan/* Poirot melompat dua puluh tahun atau lebih. Cyril Quain." Dia mengulurkan buku itu pada saya. dan melodramanya yang disengaja. yang disembunyikan dengan kata-kata secara hati-haji dan cerdik." katanya. dia membuat deduksi-deduksi yang bagus kadang-kadang. Aku tidak seluruhnya setuju dengan hasil karyanya. juga!" Dia meletakkan Petualangan Arsene Lupin dan memungut buku lain. Poirot memang jujur. Ariadne Oliver dan memungut buku lain. Misalnya prosedur poll si. Sekarang dia juga sedikit lebih percaya pada topik senjata api. Aku akui aku menikmati penggunaan alibi ini. Cyril Quain. "Sekarang Mr. "Aku menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam misteri nyata dalam hidup yang tak terpecahkan." kata saya." Saya merasa telah membiarkan diri saya untuk mendengarkan kuliah. betul-betul sebuah kla-sik! Aku mengaguminya dari awal sampai akhir." "Aku harus membacanya lagi. tetapi dia bukan seorang pengha-sut dalam kasus ini. Begitu aku selesai membaca kasus itu. Bukan. Dan tentang Lizzie Borden. tetapi hal itu membutuhkan usaha yang giat juga untuk membongkar kebohongan. Ada humornya. betapa tidak nyatanya." Saya berpikir sendiri. temanku Colin. pelajaran-nya. juga pembunuhnya. dalam hal alibi. dia mungkin telah memiliki seorang teman pengacara yang 4 telah menempatkannya pada posisi yang benar dalam bidang hukum. Ini—" dia memungut buku yang diletakkannya di lengan kursinya ketika saya masuk. rute-rute bis. Aku bekerja dengan menelusur ke beJakang. Tetapi itu bukan tidak jujur. salah satu anaknya." kata Poirot. Memuaskan. . Saya menebak bahwa akhir-akhir ini dia tidak merniliki teman untuk diajak berbicara dan hanva bisa menikmati suaranya sendiri saja. dia cukup bodoh untuk membuat detektifnya orang Finlandia. penyamaran. Secara keseluruhan ada kebenaran." Dia mengesampingkan Mrs. seperti sering kali kulaku-kan sebelumnya. kekuatannya. Pendekatan yang begitu logis! Ada kntik-kritik-nya juga. "—ini. Poirot melanjutkan. untuk menyoroti pekerjaan pengarang-pengarang lama. Aku mengerti. Kejadian-kejadian di dalamnya sangat mustahil. Nada bicaranya kedengaran sedih. kecuali mungkin hasil karya Sibelius. Quain." "Maksudmu kasus-kasus seperti kasus Bravo. "Dari kehidupan nyata aku beralih ke fiksi."Supaya bisa tetap berfungsi. Tetapi itu terlalu gampang. Motif sebenarnya yang terletak di balik perbuatannya men-cekik adik laki-laki yang masih kecil selalu merupakan teka-teki. tetapi mereka meyakinkan. mungkin. Aku menikmati usaha untuk menemukan kele-mahan Mr. aku di sini tenggelam dalam berbagai macam contoh fiksi-fiksi kriminal dt sebelah kanan dan kiriku. peta-peta jalan pintas. Colin sayang." Dia meletak-kannya dengan khidmat. "Aku adalah orang yang rendah hati. Munculnya tiga potong kulit jeruk kering di tempat payungku secara tidak beralasan." "Dan kukira kau selalu berhasil. "Betapa fantastik." "Dan pern bantu wanita itu." kata saya. Kadang-kadang lebih dari satu. Ada perbedaan setebal sehelai rambut. tidak mudah didapat. Jangkauan tangan kebetulan terlalu sering diterap-kan. Tidak perlu diragukan lagi. mon cber. Sebuah persoalan karenapenggantian wanita pembersih yang lama dengan yang baru—yang mengajak. dan bertahun-tahun kemudian dia telah banyak mem-pelajari hal-hal yang tidak diketahuinya sebelum-nya. sebuah studi psikologi yang hebat. ketika orang-orang itu bertemu di sudut ketiga lorong itu." Dia mengeluh. Aku berusaha menerapkan jawaban-jawabanku pada mereka. Susahnya." Saya menggelengkan kepala dengan serius. "Pada akhirnya persoalan itu tidak menarik sama sekali. karena masih muda waktu itu. tetapi belum demikian. George tidak akan meletakkan potongan-potong-an kulit jeruk tua di tempat payung. kita dapat ber-harap bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang diperlukan kepada berbagai orang yang terlibat. Dan bayangkan vitalitas yang ada pada mereka. Hampir begitu. "Centanya mengagumkan. Ariadne Oliver. Tetapi seseorang tidak perlu memakat sebilah pedang panjang untuk memotong tali pengikat sebuah paket. Gambar-an-gambaran yang terinci dan berlebih-lebihan dari kecantikan Eleanor yang mempesona bagai emas dan kecantikan Mary yang lembut bagai rembulan. kuingat. sama sekali tidak bangga. Ada juga mayat. Hannah. Adelaide Bardett. Saya menenangkan diri untuk terus mendengarnya. dalam pikiranku aku tahu siapa yang membunuh Charles Bravo. tentu saja. yang berbelit-belit dan jelas. "Aku juga sudah membaca." kata Poirot. Meskipun kedengarannya tidak menarik. Constance Kent. bukan. kukira. "beberapa karya awal Mrs. Memang betul Kamis lalu aku mendapatkannya. itu cukup merupakan sebuah persoalan. Mr. Dan. begitu nyata digambarkan." "Dan kau memecahkannya?" "Aku memecahkannya. bahwa kerendahan hati pastilah bukan merupakan kelebihan Hercule Poirot. kehidupan-nya! Mereka memang tidak masuk akal. dan lain-lain?1' "Tepat. "Betul-betul sebuah karya luar biasa." "Dia adalah penulis yang sangat membosankan jika aku tidak salah. Kau lihat." kata saya. "Enfin" kata Poirot. "Tetapi per-soalan-persoalan. tetapi tidak penting. kurasa." "Seperti katamu. kurasa mereka sudah mati semua sekarang. yang mengatakan bahwa itu tidak juju. Apa yang lebih diperlukan lagi adalah. Tetapi yang penting selalu atibinya. Dia kebetulan adalah temanku." kata Poirot. adalah Kasus Leavenworth. dan jelas-jelas dia tidak tahu apa-apa tentang orang Finlandia maupun negaranya. > "Terus kita akan mengambil Petualangan Arse-ne Lupin" Poirot meneruskan. dan Iain-Iain. Aku cukup yakin dengan pikiranku pada apa yang akan merupakan jawabannya. Ah. "Aku sudah lupa bagian-bagian tentang gadis-gadis cantik itu. Kemudian ada seorang remaja yang tidak beruntung. Ya. Juga tidak mungkin ada tamu yang membawa tiga potong kulit jeruk. Tetapi dia memiliki jalan pikiran yang asli. Bagaimana mereka bisa ada di sana? Bagaimana caranya mereka berada di sana? Aku tidak makan jeruk. Bukan.

Kisah melodramatis yang diaduk dengan sebuah tongkat. Si anjing membunuh seekor kelinci atau seekor tikus dan dia membawanya dan meletak-kannya di kaki tuannya. gembira sekali. "Buku-bukunya adalah model yang baik bagi karya tulis yang bermutu. Louisa O'Malley ini. sekarang." "Bagaimana halnya dengan sekolah yang ke-tat?" tanya saya. kendati mereka tidak persis sama. kenyataannya." katanya. ketegangan. Tetapi penyebutan jumlah arak maupun wiski yang tepat dalam setiap halaman cerita-cerita detektif Amerika. Ada aturan dan metode dalam buku-bukunya. itu betul-betul merupakan sebuah kemenangan. dan segala macam jadwal lainnya. "Di mana-mana di dunia ini ada revolusi sekarang. dan memang terjadi demikian. dia betul-betul sangat hebat. Mustahii untuk dihin-dari. Kisah-kisah tentang Sherlock Holmes ini adalah jauh dari kenyataan. ada aturan dan metode pada Mr. "Seorang tuan. Dia telah menulis paling tidak 64 buku. aku membayangkan Cyril Quain sedang duduk di kamarnya. Enfw. bukan secangkir teh sama sekali. di mana selalu terjadi revolusi. Garry Gregson. kukira." Sekali lagi dia mengambil sebuah t&uku. Mengapa?" "Yah — " saya sedikit malu. kejadi-an-kejadian yang beraneka macam." "Ah! Kau akan segera menikah. Dan apa yang dilakukan-nya kemudian? Dia mengibaskan ekornya. "Apakah aku mengibaskan ekorku?" "Kupikir ya. AUbi-altbinya serupa satu sama Iain. apa sebenarnya rumah besar dari batu itu—aku tidak pernah tahu? Apartemen-apartemen yang eksklusif itu. Bradshaw Kontinental. adalah seorang ahli anggur. katamu? Dan kau membawanya pada&x*. mcskipun mungkin. Itu bisa terjadi demikian. Poirot memandangku sambil berpikir." "Sebetulnya. Dia hamprr merupakan contoh kebalikan yang sempurna dari Mr. Dia lebih mirip dengan koktil Amerika itu yang tak keruan. Poirot?" tanya saya. kejahatan yang tak disangka-sangka tetap berlangsung dengan diam-diam. seperti katamu." Dia menarik napas. va. Mereka lebih sedikit menjelaskan tentang suasana dan sedikit saja dibebani oleh keadaan ketimbang kebanyakan penulis Prancis." kata Poirot. Riang dan hidup. non. menyandarkan dirinya. dengan tahun buatan dan tanggal yang betul-betul asli. itu betul-betul berbeda. seperti yang kau ketahui mon ami. "Sekarang Mr." "Itu tidak terbatas pada Amerika Selatan saja. Sir Artliur Conan Doyle. Kau tahu. kemudian berkata. aku menempatkan fiksi-fiksi kriminal Amerika secara keseluruhan pada tempat yang lumayan tinggi. menggelengkan kepala dan meminum sisa tisane-nya. duduk dikelilingi ABC (buku jadwal kereta api). Quain. "aku datang untuk mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda de-nganmu. yang campurannya sangat mencuriga-kan. dengan hormat. Motif minum-minum ini dalam buku-buku Amerika sama artinya dengan kepala Raja Charles bagi Mr. dan di balik itu semua. Semua begitu mengeri-kan. dan bergumam. Mereka terlalu berteletele. dan keangkuhan-keangkuhan yang menggetarkan hati." Dia menarik napas. menggelengkan kepala. ketika dia mencoba menuliskan kenangannya. kupikir kau mengibaskan ekormu. Cyril Quain. "tapi tidak pada-ku." dia mengakui. secangkirteh bagiku. Sekarang coba arnbil Louisa O'Malley misalnya. "Ce cher Hastings." "Mungkin." gumamnya senang. kau lebih baik juga membaca buku literatur kesehatan. Dick yang malang. Rumah-rumah besar dari batu di New York itu. Dia mengusap-usap kumisnya dengan rasa sayang. Kupikir mereka itu lebih jenius." Poirot berhenti. Poirot mengibaskan sekolah yang ketat itu seperti dia mengibaskan seekor lalat atau nyamuk yang mengganggu. tetapi mari kita tidak mendiskusikannya sekarang. Tetesan darah—mayat —jejak-jejak—ketegangan-ketegangan ditumpuk "jadi satu dan ditonjolkan. Dia bukan. penuh dengan kekeli-ruan dan kebanyakan hanya dibuat-buat. Tetapi seni menulisnya—ah. tidak selalu. brosur-brosur penerbang-an. Quain tidak banyak hal yang terjadi. yang aku hormati. Bah. mon cher." Dia mengambil sebuah buku lagi. "Florence Elks. Si anjing. terutama penciptaan ka-rakter yang hebat itu. Dia betul-betul hebat." "Mari kita tidak mendiskusikan bom. Ya. wanita ini. Tout de meme. jelas-jelas karena suatu ide yang berhubungan dengan kenyataan. Sebutkan ke-inginanmu." kata Poirot. juga mampu membalas kebaikan tuannya. bagiku sama sekali tidak mempengaruhi jalan ceritanya dalam cara apa pun. Dia memiliki otak. apa boleh buat. "terjadi setiap hari. Mereka tidak masuk akal dan sangat membingungkan." kata saya tegas. "Bukan hal sepetti itu. seorang penulis cerita seram yang luar biasa. Temanku. lebih imajinatif daripada tuh'san-mlisan Inggris." kata saya. "Petualangan Sherlock Holmes. "Tidak." . sama sekali tidak menarik bagiku. Ah. dan melanjutkan kuliahnya. "Dan kemudian—selalu ada favorit-favorit lama itu. bagai-manapun juga. Colin. Bahkan perjalanan-perjalanan kapal pesiar. Dia." kata saya. Aku. tetapi terlalu banyak penjelasannya. Sebenarnya aku datang untuk menceritakan padamu bahwa aku terlibat dalam suatu persoalan pembunuhan yang rumit. menarik napas. "Kemudtan kita beralih ke Amerika. mengisap pipanya seperti yang terlihat pada foto-fotonya." "Siapa yang memasukkan pikiran itu dalam kepalamu. "Jika memang harus." Dia meletakkan Mr." Saya tertawa. Sudah lama sekali sejak aku mendapat berita darinya. bukan Sherlock Holmes! Pengarangnya. mon cher Colin. pada buku-buku Gairy Gregson terlalu banyak yang terjadi. Dia pergi ke luar dan melempar bola untuk anjingnya. Aku selalu menyenangi anggur merah ataupun anggur burgundy yang dituangkan dalam cerita-cerita."Tidak selalu. Temanku Hastings yang sering kau dengar kusebut-sebut namanya itu. "Maitre!" "Sherlock Holmes?" tanva sava. Quain dan memungut buku lain. "Aku—aku pikir kau akan menyenanginya. Meskipun dia minum satu pint ataupun setengah pint yang diambilnya dari dalam lacinya. Tentu saja. ketakutan yang memuncak yang diciptakannya pada diri pembacanya adalah hebat. "Oh." "Itu terjadi. non." "Begitu? Sebuah persoalan pembunuhan vang rumit. seperti kebanyakan penulis Amerika lain. sesudah beberapa lama orang akan menyadari bahwa bukunya yang satu hampir sama dengan yang lain. "Kekerasan demi kekerasan? Sejak kapan hal itu menarik? Aku telah melihat banyak kekerasan pada awal karierku sebagai seorang polisi. dan bahkan mengucapkan satu patah kata saja." Dia mencomot sebuah buku dari tumpukan di sebelah kirinya. "biasanya sering berbaik hati pada anjingnya." kata saya. Dokter Watson. tidak mungkin terjadi dalam hidup. bukan? Aku gembira. Pada buku-buku Mr. sedikit terlalu tenggelam dalam minuman. Betapa konyolnya untuk pergi dan mengubur diri di Amerika Selatan. Keindahan bahasanya.

Bu-kankah begitu?" "Aku masih menginginkan kau muncul dengan sesuatu. "Satu hal sudah pasti. Tidak diragukan lagi." "Mengapa harus sederhana?" "Sebab kasus itu begitu rumit. "Dan apa yang dikatakan tuan itu? Apakah dia ingin melihat tikus tangkapan anjingnya? Apakah dia ingin mengetahui semuanya tentang tikus itu?" "Tentu saja. "semuanya kelihatan tidak masuk akal. bukan?" "Sayangnya tidak. Hercule Poirot bersandar pada kursinya. sekarang ini kau hanya memberiku sebuah pola. di Liege. Dan selalu dari pembicaraan mereka. ya. Mereka memiliki catatan-catatan kriminal. Mungkin orang ini akan dikenali. ck. Aku tidak bisa." "Sederhana?" saya berteriak heran. "Nah. Mereka tidak tahu apa-apa yang bergu-na. "Semua hal selalu masuk akal. dulu." "Kau berbicara tanpa metode dan aturan." kata saya tidak sabar. "Kupikir kau bisa langsung memberiku jawaban-nva. Kemudian dia bertanya." kata Poirot. "Agen asuransi palsu?" "Bukan. dan sebagainya. Pasti." saya meyakin-kannya. pola itu berulang kembali." kata Poirot dengan keras. ada sesuatu yang rasanya kukenal. orang itu akan dapat dikenali. itu yang kau pikir." Sesudah itu dia melanjutkan ketukannya pada lengan kursinya dan perlahan-lahan menganggukkan kepalanya." "Hanya itu saja. Jadi tidak perlu lagi pergi dan menanyai orang-orang dan berkeliaran ke sana kemari untuk mencari jejak. begitu mayat itu dapat dikenali. Dalam hal itu pihak kepolisian adalah hebat." kata Poirot. entah di mana. tetapi polanya sama." kata saya. Semuanya. sekarang aku butuh jawabannya. Bukan karena aku tersangkut di dalamnya. bukan." kata saya." "Ah. Tapi tentunya kau tidak mungkin mengingat semuanya. cukup lama sesudahnya.. Dia meracuni istrinya agar dapat menikahi seorang pengetik steno berambut pi-rang. Aku mengenalinya. man ami. Kau bilang itu adalah pembunuhan." Dia ber-henti. Aku hanya kebetulan saja terlibat di dalamnya. mereka memiliki daftar orang-orang hilang. "E-patant. "Sans blague?" "Oh. dan kau pikir memang demikianlah adanya. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit. Kau pergi kepada mereka. Dia merasakan kata ttu dengan lidahnya dan mengulanginya per suku kata. "Kumohon kau memberiku fakta-faktanya. "apa yang ba-rusan kau ceritakan padaku — kupikir—ya." "Begitu. dan sebagainya. ck. Ada banyak hal lagi yang harus dicari. Tetapi aku meyakinkan dirimu. tepat. Apakah itu yang kaupikir?" "Selalu ada sesuatu yang harus dilakukan. Dia menutup matanya' dan dengan lembut mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursinya sambil mendengarkan cerita saya Ketika saya akhirnya berhenti. Kali itu adalah persoalan penculikan seekor anjing peking. "Aku pergi dengan Hadrcastle ketika dia menanyai mereka. kutantang kau.. Aku selalu kauajari bahwa seseorang sangat mungkin sekali untuk berbaring di kursi. "Epatant" kata Poirot. Kejahatan itu mempunyai pola."Baiklah kalau begitu. ck. Sekarang di mana — kapan—aku menemukan sesuatu." kata Poirot. bahwa hal itu tidak bisa demikian. Aku bilang berbicaralah dengan mereka. Poirot." "Aku kecewa denganmu. Beberapa waktu kemudian. kau mena-nyai mereka. kau akan 43 . Temanku." "Nah." "Itu tidak mungkin." "Keingintahuan. "Ingatanmu." katanya." kata saya. bukan?" "Memang betul pembunuhan. dan voilal Ituiah dia. bukan." kata saya. dia tidak berbicara selama beberapa saat. Kau mengerti?" "Aku tidak begitu tahu apa yang harus kulaku-kan. Kita baru berada pada bagian permulaan dari taktafakta itu." kata saya. 19. aku ingat. "pastllah merupakan sebuah tempat penyimpanan kasus-kasus kejabat-an maha luas." kata saya. kan?" "Masalahnya adalah. maka pasti sebenarnya sederhana saja." katanya." "Yah. "Bicaralah dengan para tetangga. Ada seseorang tukang rebus sabun. inilah kisahnya. "Apa komentarmu?" "Tetapi kau ingin aku ngomong apa?" "Aku ingin kau memberiku pemecabannya. heh? Tetapi ada banyak lagi yang perlu diketahui. "Itu adalah sebuah tindak keja-hatan vang sederhana. Kau perhatikan." "Tapi. Betul. hanya memikirkan semuanya." kata Poirot tegas. "Aku sudah memberikan fakta-faktanya. "Jam-jam?" sava mengusulkan dengan penuh harap. semuanya akan men-jadi jelas." kata saya. "Nah. ada seratus cara dan sarana lain yang dapat dilakukan. dan mendapatkan jawab-annya. mereka dapat mengiklankan foto orang itu. Aku mencari persamaan antara seorang stenografer pirang dengan tukang rebus sabun. "Misalnya?" Dia menuding-nudingkan jarinya pada saya dengan tegas. "Aku sudah melakukannya. Dan di sini sekali lagi pada apa yang kauceritakan padaku." "Ituiah yang selalu kusarankan. Biarkan mereka berbicara padamu. Oh. kau coba saja ini dan menjelaskannya. "tetapi dari waktu ke waktu ingatan-ingatan itu selalu bergu-na. "Tentu saja. sesudah menunggu sejenak. Tapi itu bukanlah yang kumaksud ketika aku mengatakan berbicaralah dengan para tetangga." Poirot menggelengkan kepa-lanya." Dia berpikir sejenak. bukan. tanpa membuka majanya. Jangan membingung-kan diriku. 'Apakah Anda melihat sesuatu yang mencurigakan?* dan mereka berkata tidak." Saya menceritakan padanya secara terinci keja-dian-kejadian yang berlangsung di Wilbraham Crescent No. aku mempunyai perasaan adanya suatu persama-an. Sebuah kejahatanlah yang kau pikir akan menarik bagiku. "Wanita buta?" "Bukan. ada pemerik-saan ilmiah terhadap pakaian orang itu." "Jadi tidak ada yang dapat dilakukan sekarang.

Poirot memandang saya dengan pandangan menyelidik. itu bisa kulakukan." kata saya.menemukan sebuah petunjuk. mungkin. Ada pesan melalui telepon di Biro Cavendish yang menyuruhnya pergi ke Wilbraham Crescent No." "Tidak." "Kautidak bisa yakin tentang dia tidak tahu mengapa. "Bahkan mungkin akan kautemukan dengan cara bercakap-cakap dengannya. dan kau hams pergi dan menemui wanita buta itu dengan alasan tertentu.. kau adalah anak vang baik. Aky sudah menyuruh seorang petugas untuk menulisnya dengan huruf biasa dan mengeriknya dan aku membawanya untukmu.' Alice dan Cermin Ajaib" "Tepat. tidak begitu." "Ah. Dia adalah seorang gadis yang menarik. 19. hanya ituiah yang dapat kulakukan. Di minta dengan khusus. Dicekam oleh pembunuhan di tengah-tengah mereka. yaitu pukul 1. "Kau mengerti?" tanyanya." "Minta ampun!" kata saya. "Seseorang dapat terpengaruh. ke Wilbraham Crescent No. "Aku menulis apa yang dikatakan dengan steno. Dia ada di sana sungguh-ga tau sungguh karena suatu kebetulan belaka. ditanyai dalam waktu yang lebih singkat." kata Poirot." "Kupikir tidak." Poirot mengakui. adalah biasabiasa saja. "Kau menangkap gayanya yang melodramatik.. "Ya. Tidak ada pertanyaan ataupun penelitian secara terinci. dalam peranku sebagai seorang asisten polisi. yang juga mem-berikan kesaksian. " 'Waktunya sudah tiba. apalagi bila pernyataan itu ternyata betul. "Yah. dengan gaya suatu hasil karva vang telah dibaca-nya. Dan kau harus pergi ke biro pengetik itu dengan berpura-pura hendak menge-tikkan naskah." "Yah. Renungkanlah itu. bagaimanapun juga. mon cher." Poirot meyakinkan saya. "Kau punya usul-usul lain?" tanya saya. Kau bilang begitu padaku. Dan kau akan bercakap-cakap dengarmyrf. Jika kau mau mengulangi bagiku kata demi kata. Miss Martindale. Sheila Webb tidak perlu merasa ketakutan dengan gilirannya. Kau tahu itu dengan sangat baik." katanya." kata saya. "kau akan menik-matinya." kata saya.. "bagi dua orang yang berlainan jenis untuk saling tertarik. Dia diminta melalui telepon. Crowdean muncul dengan harap-an yang menggebu-gebu akan suatu pengungkap-an yang sensasional." "Aku tidak melihat bagaimana—maksudku— aku hampir tidak mengenalnya. . "Memang dibutuhkan waktu. Kata-kata yang diucapkannya betul-betul di luar dugaan. Kau bilang tidak ada yang berguna dari percakapan-percakapan itu. Saya bangkit berdiri sambil tertawa. Kalian sudah berteman. memasuki ruang duduk." "Kau harus bercakap-cakap dengannya." "Kau akan bekerja dengan lebih baik bila memiliki cukup waktu untuk bersantai." "Mungkin kau benar. rnon ami. akan ada sepatah kata yahg memberi tan da. tidak. kukira?" "Yah—yah. "Kuripan dari 'Singa Laut dan Tukang Kayu." kata saya. Acara pemeriksaan itu. kata si Singa Laut. Mereka mungkin akan berbicara tentang kebun-kebun mereka atau hewan-hewan kesayangan mereka atau rata rambut mereka atau penjahit mereka." "Ah. meskipun mungkin dia sendiri tidak menyadari kebenarannya. "cukup menarik." "Dan gadis ttu—" kata saya." Saya tersipu-sipu mendengarnya. dan memberinya beberapa petunjuk tertentu. memintanya untuk mengirim seorang pengetik steno. Inilah dia. jadi itu sebabnya. atau jenis-jenis makanan yang mereka sukaL Selalu saja entah di mana. dengan salah satu dari gadis-gadis muda yang bekerja di sana. kau betul-betul seorang anak yang baik! Apa yang kaulaku-kan adalah tepat betul. Tepat. Kau bisa berbicara dengan gadis ini." "Kau kelihatannya tidak menyadari bahwa aku punya tugas yang harus kulaksanakan. Gadis ini. memang betul. Dia telah mencatat kapan tepatnya telepon itu berbunyi. Untuk saat ini." Hercule Poirot menutup matanya lagi. kalau bisa Miss Sheila Webb. aku selalu punya usul." kata saya dengan keras kepala. kemudian berhenti.49 siang. bertindak sesuai yang diperintahkan. "sebab kalian sudah berteman. Dia telah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Miss Pebmarsh. "Aku tidak akan menvukai—aku tidak mau." "Tidak. itu bukan suatu kebetulan yang sungguh-sungguh." pe-rintah Poirot. Pergilah dan temuilah dia. Je vous remercie infiniment. Selesailah bagian Miss Martindale. "kau adalah dokternya! Ada kata-kata bijaksana lain lagi bagiku? Bagaimana pendapatmu tentang urusan jamjam yang aneh itu?" Poirot menyandarkan dirinya di kursi lagi dan menutup matanya. Dia menemukan mayat itu di sana dan menjerit serta menghambur keluar dari rumah itu untuk mencari bantuan. Untuk membicarakan banyak hal.. atau teman-teman mereka. Tentang sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan tilin laky Dan kubis-kubis dan raja-raja. Kau harus bercakap-cakap dengan orang-orang itu semua dan kemudian kau bisa datang dan menemuiku lagi dan kau akan mence-ritakan padaku segala sesuatu yang mereka kata-kan. "Ya?" katanya. 19. Dan mengapa laut mendidih dengan panasnya Dan apakah babi punya sayap.' " Dia membuka matanya lagi dan mengangguk-kan kepaianya. karena dalam beberapa menit dia sudah selesai." Pemeriksaan ini juga dihadiri oleh masyarakat umum. Aku berkata tidak begitu. Kau akan berkenalan. "Tiada ampun. Besar kemungkinannya dia memang tahu dan menyembunyikan fakta itu." "Tapi dia tidak tahu mengapa. bukan? Apakah kau tidak mendekapnya dalam pelukanmu ketika dia terbang kelpar dari rumah itu dengan ketakutan?' "Kau telah terpengaruh karena membaca Garry Gregson. Dalam pikiranmu kau pikir dia tcrlibat entah bagaimana dalam kasus itu. Dia telah pergi ke sana.

Saya kira kematiannya terjadi sekitar jam setengah dua sampai setengah tiga. 19 di mana dia menemukan mayat itu.Miss Pebmarsh. dan tentang pemeriksaannya atas mayat tersebut. dia pergi ke Wilbraham Crescent No. Dok-ter?" "Saya memeriksanya pada jam setengah em pat. "Dapatkah Anda memberi kami waktu yang kira-kira tepat mengenai saat kematiannya. "Apakah Anda sudah berhasil mengetahui siapa orang itu?" "Belum. setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan kualifikasinya. dipanggil berikutnya. Detektif Inspektur Hardcastle membuat suatu pernyataan pendek tanpa emosi. 19. Pak." Kemudian ada bukti -buktj medis. Kemudian petugas yang memeriksa sebab-sebab kematian bertanya padanya." . Berdasarkan pemberitahuan melalui telepon. alili bedah kepolisian. Untuk alasan ituiah. saya meminta pemeriksaan itu ditangguhkan. bercerita tentang kedatangannya di Wilbraham Crescent No. me-nyangkal dengan tegas kalau dia dianggap telah meminta seorang pengetik tenentu untuk dikirim kepadanya hari itu dari Biro Cavendish. Doktei Rigg." "Begitu.

. Dia berjalan-jalan menjauhi Commarket dan menyusuri High Street..." Dia berbalik dan pergi." . "Apakah kematian itu datangnya segera?" "Kematian akan terjadi beberapa menit kemudian. Bagaimanapun juga.. Apakah ada sesuatu yang penting?" "Oh." "Anda melakukan otopsi?" "Ya. "Dia akan memi-num cairan itu tanpa curiga. Dokter Rigg. masih mengerutkan dahinya dengan bingung." "Persis seperti Sandy Cat. kondisi kesehatan." "Dapatkah Anda mengatakan obat apa itu." kata Edna. "dan berbicara pada—pada orang yang datang ke kantor—Inspektur. dalam keadaan dia ditikam. "Tapi tidak mungkin begitu. Ujung pisau itu menem-bus. Kalau hanya menebak. Dia tidak makan makanan keras paling sedikit selama empat jam. Memang pelit dia itu. "Jika Anda mau mampir lagi nanti di kantor. Saya kira itu saja. "Itu—yah—saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang diucapkannya itu bisa benar.. Dokter. kelihatan ragu-ragu ketika keluar dari pintu." Pemeriksaan itu selesai. Maureen West." gumam perugas iu. Sekali dia berkata dengan keras. "Kau duluan deh—aku harus belanja. Umur." "Dapatkah Anda mengatakan bagaimana obat itu diberikan?" "Saya kira mungkin melalui suatu jenis alkohol." katanya. "Betul. Biro Sekretaris Cavendish ditutup pagi itu."Anda tidak dapat mengatakan waktunya dengan lebih tepat lagi?" "Saya kira saya tidak dapat melakukannya. "Sandy Cat berkata padaku lebih baik aku mengambil giliran pertama untuk makan siang. sampai tanggal 28 September. apa yang Anda maksud dengan pernyataan • tersebut?" "Saya telah memeriksa organ-organ tertentu dan membuat tes-tes tertentu.." kata Maureen. seperti pisau memasak Prancis dengan bilah pisau yang runcing. Dokter?" "Ya.. Edna tetap tinggal di situ." "Waktu yang kumiliki tidak lebih banyak dari waktumu. Chloral bydrat. yang disebabkan karena pengaruh obat. Sesuatu yang kelihatannya. Efek chloral hydrat sangat cepat. ?" "Inspektur Hardcastle. waktu vang paling mungkin adalah jam dua atau lebih awal sedikit. "Bagaimana dengan hal itu. . Tiba-tiba. Apakah Anda mempunyai bukti kapan orang itu makan terakhir kalinva?" "Dia belum makan siang jika itu yang Anda maksud. Dia pergi dengan seorang pria muda—tetapi aku tidak tahu siapa dia. Non. Sema-kin dia mencoba untuk menjelaskan hal-hal itu dengan otaknva." "Maukah Anda menjelaskan pada kami." "Dikenal dt beberapa tempat sebagai Mickey Finn. "Yah—" polisi muda itu mencari di dalam dan menemukan inspektur itu sedang asyik berkon-sultasi dengan petugas pemeriksa serta kepala polisi daerah itu." "Berapa lama sesudah pingsan dia dibunuh?" "Saya tidak dapat mengatakannya dengan tepat. Dia tidak akan sadar sebelum setengah jam dan mungkin juga lebih lama dari itu.. atau jika Anda ingin meninggal-kan pesan pada saya. berkata kepadanya. sebab menurut saya. dia berbalik dari High Street dan menuju Albany Rcwd ke arah Wilbraham Crescent. Hal itu disebabkan karena tidak ada tanda-tanda berontak dan penampilan-nya yang begitu damai. Berpikir bukanlah keahlian Edna. "sesudah selesai memberikan kesaksiannya." Di sini dokter itu menjelaskan secara teknis bagaimana posisi yang tepat dari pisau itu ketika menembus jantung." "Dia pergi duluan. Sekali lagi itu tergantung pada keadaan tubuh korban. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan seorang polisi muda berambut pirang yang berdiri di depan pintu masuk. mungkin." kata Dokter Rigg. "Bisakah saya masuk lagi?" gumamnya lirih. "Pemeriksaan akan ditangguhkan selama dua minggu. "Pelit seperti setan. Dokter Rigg.. Apakah kau mencari seseorang?" "Hanya Sheila." "Betul." kata Edna dengan suara sedih." "Terima kasih. "Kelihatannya dia sedang sibuk sekarang. Menurut saya ketika dibunuh dia dalam keadaan koma. dan berkata. tetapi ada banyak faktor yang harus diperhitungkan." Maureen dan seorang gadis lain pergi bersamasama.. dan lain-lain. orang-orang mulai bergerak keluar dari ruangan. salah seorang dari gadis-gadis itu." Petugas pemetiksa itu kemudian melihat ke sekeliiing dan berkata. tidak begitu penting sebemlnya." kata Maureen. yang datang bersama gadis-gadis Iain dari Biro Cavendish. Orang yang memberi kesaksian pagi mi.. dan sebentar kemudian dia akan terguling dan jatuh pingsan. semakin kacau otaknya jadinya." "Sebab kematian?" "Orang itu telah ditikam dengan sebilah pisau tipis dan runcing. Tadinya kupikir aku bisa punya waktu lebih yang lumayan untuk belanja dan lain-lain. Aku tidak melihatnya keluar. Kau mau ikut?" Edna masih mondar-mandir bingung." "Orang itu tidak akan menjerit ataupun beron-tak?" "Tidak." "Terima kasih. bukan? Kita buka lagi jam dua dan kita semua harus ada di sana. Edna? Apakah kita akan pergi ke Bluebird untuk makan siang? Kita punya banyak waktu. Edna Brent. seperti seseorang yang telah mengambil keputusan." "Dan menurut Anda dia ditikam ketika pingsan?" "Itu keyakinan saya. tidak mungkin terjadi seperti yang dikatakanny a. Dia masih mengerutkan dahinya karena bingung dan mencoba untuk berpikir.. saya rasa. kau mempunyainya.

Maukah kau menemuiku di sana? Dalam waktu setengah jam?" Dia berkata dia mau. Tetapi seseorang telah terbunuh di sana. masih bingung dengan pikirannya — Edna Brent menemukan dirinva berdesak-desakan dengan sebuah kelompok kecil lima atau en am orang yang lagi asyik memandangi rumah tempat pembunuhan itu terjadi." "Baiklah. Dia sedang memasukkan barang-barang perak itu ke dalam tas ketika gadis itu masuk dan menemukannya. kata mereka. Dan mendapatkan dirinya bcrhadapan dengan seseorang yang dikenalnya. Hanya saja. yang menarik masyarakat umum dalam keadaan seperti itu. ketika saya sudah dapat mengejarnya.. Jadi tentu saja. seorang polisi telah ditempatkan di sana untuk mengusir orangorang dengan gaya yang penuh kuasa. tetapi belum pa-dam sama sekali. hampir sejak saat pertama.. tidak lebih. Bukan karena kecantikannya—dia cantik. 47 . saya pernah pergi ke nomor 10 dulu dan di sana. Itu tidak perlu diragukan. yang gampang terpengaruh. wanita-wanita yang berjalan kaki akan berhenti selama empat atau lima menit di kaki lima di seberang jalan dan membelalakkan mata mereka sambil mengingat-ingat tempat tinggal Miss Pebmarsh yang rapi... saya kira ruang duduknya ada di depan.. gadis itu jadi tidak normal sejak. Dia kaget ketika sebuah suara berbisik di telinganya. Saya ingin berpikir. untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. ruang makannya ada di sebelah kanan.. Dia telah memberikan kesaksiannya dengan sangat baik.. BAB 16 NARASI COLIN LAMB SAYA mcmperhatikan ketika Sheila Webb me-nyelinap. Terpikat oleh tingkah laku orang-orang di sekitarnya. kalau begitu. kasihan. hari ini agak hangat. "Aku harus belanja.. di sebelah kiri. can-tik dalam bentuk yang agak lain. Saya tertarik pada gadis itu—tertarik dalam keadaan di mana saya belum pernah tertarik pada seorang gadis seperti itu sebelumnya... "Hari ini udaranya dingin. saya pikir. adalah hal yang benar-benar misterius. saya telah menyadari bahwa dia adalah gadisfcw." Percakapan-percakapan seperti itu dan sejenis-nya berlanjut terus sepanjang waktu. saya harus segera ke toko." "Mayatnya ada di ruang duduk. "Itu rumahnya—itu yang ada di sana. Bukan juga daya tank seksnya—saya sudah sering mengetahui hal-hal seperti itu—bahkan pernah mendapat pelayanan penuh. Edna juga menatap dan berhenti berpikir. Petugas pemeriksa itu sangat baik." Dia gemetar. Dengan kaget dia menengok. "Tidak.." "Rumah itu tidak sedikit pun kelihatan kalau di dalamnya pernah terjadi pembunuhan.. (Dick Hardcasde belum bercerita pada saya mengenainya. 19. berhenri. "Bagaimana kalau kita makan siang agak awal?" usul saya. Sementara angin berembus langsung dari arah laut. saya tahu.." Sheila kelihatan ragu-ragu.. aku tidak bisa—toko-toko itu ada yang tutup antara jam satu sampai jam dua. Hampir setiap orang memiliki sebuah pisau dapur. Wanitawanita yang pergi berbelanja dengan keranjang-keranjang mereka. bukan?" "Belum. Jadi ituiah rumah tempat kejadian itu berlang-sung! Gorden yang rapi di jendela. Dia hampir lupa pada apa yang membuatnya ke Sana." "Tukang sayur bilang pada saya kalau ruang itu di sebelah kanan. saya menikmati suasana itu. Mobil-mobil pengirim barang akan mengui angi kecepatannya sedikit bila melalui rumah itu. Saya pergi menuju tepi laut dan duduk di keteduhan. saya ingat dengan jelas. banyak orang berkumpul di depan rumah itu setiap hari untuk memandangnya... juga memandang rumah itu. Tetapi si tua Beck dan Hercule Poirot dan Dick Hardcastle. mereka semua melihat dengan jelas apa yang harus saya akui sekarang sebagai suatu kebenaran. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" "Dia akan menangguhkan pemeriksaan—untuk mcndapat bukti-bukti lebih lanjut.. i sini." "Ayolah. Ke-nyataannya. keluar dengan diam-diam dari Ruang Pemeriksaan." "Mereka bilang. Day a tank yang terdiri dari batu bata dan semen itu." "Orang itu masuk melalui jendela belakang. tentu saja.?" "Gadis itu." Dia ragu-ragu. dan ruang duduknya di sebelah kiri." "Wanita malang yang memiliki rumah itu.Sejak para wartawan memberitakan adanya pembunuhan di Wilbraham Crescent No.. Bagaimana pendapatmu tentang masakan Cina? Kulihat di sana ada sebuah restOran Cina kecil di ujung jalan. "Kau belum perlu kembali ke tempat mengetikmu." kata saya. oh. Dia kelihatan gugup tetapi bukan dibuat-buat. akan berhenti sejenak dengan mata ingin tahu dan berbisik-bisik bertukar gosip dengan teman-teman mereka." "Tidak. dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi.. Seolah-olah ada magnet vang menarik mereka. orangorang yang paling tidak mungkin pun datang ke Wilbraham Crescent. kan?" kata saya. "Tidak terlalu buruk. tentu saja mungkin.." "Kau pikir mereka akan mengenalinya?" "Oh. Sejak itu minat orang-orang mulai berkurang. tetapi dia pasti sudah me-ngetahuinva) dan kemudian saya mengejar Sheila.... Lumayan mudah ternyata. (Apa yang akan dikatakan Beck? "Sebuah penampilan yang sangat baik." "Oh. dia buta. saya pikir dia ada di sana." "Kau dapat berbelanja sesudahnya." Saya dapat mendengar dia mengatakannya!) Saya merasa kaget mendengar kesaksian Dokter Rigg. tapi dia tidak ada di sana waktu itu. Edna. Saya pikir dia ada di loteng dan mendengarnya." "Yah. ya.. Kelihatannya begitu manis.. Sebuah pisau dapur biasa. Kantor ditutup sampai jam dua. Dibunuh dengan sebuah pisau dapur. "Mereka akan mengenalinya. Orang akan selatu terpan-cing untuk marah bila orang lain ternyata menge-tahui lebih banyak tentang dirinya daripada dia mengetahui tentang dirinya sendiri. Dua minggu ungkin atau sampai mereka dapat mengenali orang mati itu.. Tidak. menatap dan kemudian berlalu. kenyataan nya. Shock yang hebat. Betul-betul alamiah. Oh." Padahal sebenarnya tidak begitu dingin. menghambur keluar dan menjerit sekuat tenaga. Selama dua puluh empat jam pertama." "Oh. bukan.

"DAN JUGA MEMBUTUHKAN PE-NGETAHUAN YANG SANGAT BAIK TENTANG KEBIASAAN-KEBIASAAN PARA TETANGGA. wanita kucing itu. PALMERSTON ROAD. HAL INI TIDAK AKAN MENJELEKKAN SHEILA JIKA DIA ADALAH SEPERTI YANG SAYA BAYANGKAN. "Kami telah menemukan senja-! tanya. Kau tahu. "Bagaimana bisa sederhana?" "Sejauh yang dapat kusimpulkan. Waktu menunjukkan pukul dua lebih. DITAWARI SEGELAS sherry ATAU KOKTIL—MICKEY FINN AKAN SEGERA BEREAKSI DAN MISS PCBMAISH MELAKUKAN TUGASNYA. DAN PERGI KE LUAR SEPERTI BIASA. Saya berkata padanya bahwa menurut saya ' pemeriksaan itu telah berjalan dengan sangat baik dan dilangsungkan dengan sopan. KARTU INI BERGAMBAR GEDUNG PENGADILAN KTIMINALITAS PUSAT. KEMUDIAN DIA MENCUCI GELAS BERISI MICKEY FINN ITU." kata saya." saya menyecujui. "Dia bilang." KATA SAYA. TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN—" "DAN TENTU SAJA SAATNYA ADALAH WAKTU MAKAN SIANG. Apakah kau sudah berkonsukasi dengan spesialismu?" "Sudah. "Kami melakukan hal-hal seperti itu dengan sangat baik di negeri ini." "Para tetangga bahkan lebih penting sekarang." "Dia pasti sudah Iumayan tua. TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL. Dia dibius—kemudian diangkut ke nomor 19—dengan sebuah mobil? Atau bagaimana?" "DIA mungkin TELAH DIBAWA DARI SALAH SATU RUMAH YANG KEBUNNYA BERDAMPINGAN. Dick! Tentu saja semata-mata karena itu. Tuhanku!" kata Hardcastle. Dia melanjutkan. "Mengapa sebetulnya kau menemuinya? Apakah semata-mata karena kebaikan hatimu saja?" "Pikiranmu adalah pikiran polisi yang penuh dengan kecurigaan." HARDCASTLE MEMANDANG SAYA. ketika saya berjalan memasuki kantor polisi dan menanyakan Dick. ya? Di mana?" "Di tempat kucing-kucing itu. WEBB. KEBENARAN AKAN DATANG PADA AKHIRNYA. "Kclihatannva seperti salah_satu dari hal-hal pintar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda di Chelsea." "Bagaimana pendapatmu tentang bukti-bukti medis itu?" "Agak mengejutkan. HEMMING." "Dan apa yang dikatakannya?" Dick bertanya ingin tahu. Tetapi kuakui juga. KELIHATANNYA LEBIH MUNGKIN DIA TELAH DIANGKUT DENGAN MOBIL." Hardcastle menggelengkan kepalanya. 14. KECUALI. Mengapa tidak kaucerita-kan padaku mengenainya?" "Kau sudah pergi waktu itu. TENTU SAJA.S. DENGAN GERAKAN KASAR SAYA MENGELUARKAN SEBUAH KARTU POS DARI SAKU DAN MENDORONGNYA KE SEBERANG MEJA. KALAU MOBIL ITU ADALAH MOBIL MEWAH—SESUATU YANG LUAR BIASA. "bahwa itu adalah sebuah pembunuhan yang sangat sederhana" "Sederhana." "TERLALU BANYAK RISIKO. Ada yang lainnya?" "Yah. COLIN. HARDCASTLE MEMBALIKNVA. ITU ADALAH SALAH SATU SERI KARTU POS BERGAMBAR GEDUNG-GEDUNG DI LONDON." "Oh." "Tidak ada sidik jari." "ITU MENGANDUNG RISIKO JUGA. MELEMPAR PISAU ITU KE KEBUN TETANGGA." HARDCASTLE FNENGULANGI DENGAN NADA DATAR. "Aku tidak mengerti. menutup matamu dan berpikir." 'Tua tetapi tidak gila. aku ingin tahu. "sebab semua kejadian itu begitu rumit. TIBA DI SANA KARENA SUATU JANJI. Banyak kumis. . DI SEBELAH KANAN ADA ALAMATNYA—DALAM CETAKAN YANG RAPI." HardCASTLE MENYERUJUI. dia selalu bilang apa yang kusebut sebagai kebohongan belaka tentang mudahnya mcmecah-kan suatu kasus hanya dengan duduk-duduk di kursi. INI MELIBATKAN MISS MILLI-CENT PEBMARSH LAGI DALAM KASUS INI? KELIHATANNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA SEORANG LAKI-LAKI YANG NORMAL DITIKAM OLEH SEORANG WANITA BUTA—TAPI KALAU DIA SUDAH DIBIUS—" "DENGAN KATA LAIN *JIKA DIA DATANG KE SANA UNTUK DIBUNUH. dan gemetir." "DIA BILANG TIDAK. Aku ingin menantangnya.9 SEPERTI KATA MRS. "AKU BERTANYA PADAMU APA YANG ^WPIKIR MENGENAI HAL ITU?" SAYA TIDAK MENJAWAB SELAMA SATU-DUA MENIT. Dia mendongak dan menanyakan pendapat saya tentang pemeriksaan itu. ORANG-ORANG AKAN MEMPERHATIKAN SEBUALI MOBIL. kukira?" "Dihapus dengan hati-hati." kata Dick. PEMBUNUHNYA TIDAK AKAN BISA MENGETAHUI KALAU ADA SESEORANG YANG MEMPERHA-TIKANNYA ATAU TIDAK. TETAPI AKU SETUJU." "Kurasa aku hanya samar-samar mengingatnya." katanya. membolak-balik setumpuk kertas." "TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MELAKUKANNYA." kata saya." "Setumpuk kumis.Dan saya tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakan-nya tentang persoalan kita yang unik ini. berte-riak. Kemarin. "SETIAP ORANG SUDAH TERLALU BIASA DENGAN MOBIL. MISS R." "Jadi kejadiannya seperti ini." HARDCASTLE MEMERIKSANYA. "APAKAH dia TAHU? GADIS ITU?" "DIA BILANG TIDAK. KAU TAHU. Dan itu mungkin saja pisau milik siapa saja—jarang dipakai—baru diasah." "Praduga tentang dia dibius entah di mana dan diangkut ke nomor 19 untuk dibunuh?" Rasanya ada sesuatu yang saya kenal pada kata-kata itu." kata saya. "Dia sangat bangga dengan kumis itu." "MENELEPON BIRO SEKRETARIS CAVENDISH PADA SAAT— " "DAN MENGAPA DIA MELAKUKANNYA? DAN KHUSUS MEMINTA SHEILA WEBB?" "KUHARAP KITA BISA MENGETAHUINYA. dia menyuruhku untuk berbicara dengan para tetangga. Saya menemukannya duduk di depan mejanya. TANPA CURIGA SEDIKIT PUN. ORANG-ORANG YANG LEWAT MUNGKIN MEMPERHATIKAN SEBUAH MOBIL YANG BERHENTI DI DEPAN NOMOR 19 HARI ITU—" "AKU HERAN JIKA MEREKA akan MEMPERHATIKAN-NYA. dipandang dari bukti-bukti medis itu. BUKAN?" "MEMANG MEMBUTUHKAN KEBERANIAN. MENGATUR MAYAT ITU DENGAN RAPI DI LANTAI. "SHEILA MCNDAPAT INI MELALUI POS. tetapi aku tidak mengerti. Aku meyakinkannya bahwa kita sudah melakukannya. Apa yang SAYA PIKIRKAN? SAYA HARUS MEMUTUSKAN SEKARANG. mengatupkan ujung-ujung jarimu satu sama lain secara simetris. "Itu kurang lebih adalah apa yang dikatakan Mrs." "Kuctng-kucing itu. DIA. Mungkm dilem-par ke sana oleh pembunuhnya setelah melakukan kejahatannya. Aku waktu itu merasa bahwa komentarnva itu agak menarik.—siapa namanya." ■ "Apakah dia melakukan semua prosedur itu untukmu?" "Ya.

"jika itu yang kautakutkan." Pierce masuk. Saya sedang bertu-gas jaga di depan pintu. Saya menanyainya jika dia mau meninggalkan pesan atau—atau mungkin dia bisa datang ke kantor nanti. Pak." Dia menggelengkan kepalanya. saya pasti akan menyuruhnya menunggu. "Bagaimana?" "Dicekik." Hardcastle duduk tegak bersiap-siap. "Aku mempercayainya. "Dokter Rigg menelepon. "Tidak dapatkah kau menyuruhnya menunggu sampai saya selesai?" "Maaf. Dia telah pergi ke Afrika Selatan.' Dan sebuah catatan di bawahnya bcrbunyi 'memiliki banyak utang.13." Saya mcnambahkan. Teruskan. Hampir diyakini telah melakukan penipu--an. saya berkata. Praktisnya semua kertas ini berasal dari orang-orang yang merasa telah mcngenalinya. "Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam-jam itu pada hari itu. Tetapi saya pikir hal itu tidak penting. Dia hanya berkata bahwa dia bingung akan sesuatu hal." Pemuda itu merah mukanya. hilang dari rumah. 65. "Permisi. ketika dia pergi ke rumah Mrs. Ya. saya pikir mungkin saya harus mengatakannya pada Anda. tetapi tentu saja dia telah mencukurnya. kata Tngat' dan waktunya—4. tetapi sebetulnya dia tidak bilang apa-apa." Hardcastle bangkit berdiri. Seorang polisi muda yang keli-hatan gugup. "Mungkin dia pikir dia telah berpesan pada penjaga rumahnya ke mana dia pergi. tetapi mungkin dia telah kembali. tentang gambar di koran itu saya bampir yakin dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengejar kereta api d\ Willesdcn Junction kemarin dulu. Wajah-nya berubah ketika dia berbalik ke arah saya. yang tidak saya sukai. "4.Kami sering menjumpai hal-hal seperti itu. Wajahnya tegang. Dan kebanyakan sama sekali tidak ada apa-apanya. John. Kelihatannya dia hendak menelepon di sana." Dia membaca." Pintu terbuka dan polisi itu berkata. sidik jarinya tidak ada di arsip." "Dengan hormat. Dengan selendangnya sendiri!" Saya tiba-tiba merasa dingin." Dia meletakkan teleponnya. Maafkan saya. Ada sesuatu yang meresahkannya. Pernah terlihat sedang bepergian dengan seorang janda berambut merah. "Dengan hormat. Pak.' " Hardcastle kelihatannya tidak menanggapi Pro-fesor Hargraves dengan serius. jika saya—jika saya semestinya harus melakukan sesuatu. terdapat kata INGAT! dan di bawahnya 4. Saya kira dia sendiri tidak merasa bahwa itu penting. Dia memiliki kumis ketika dia pergi. Wanita-wanita sesungguhnya tidak tahu seperti apa wajah suami-suami mereka! Ada ibu-ibu yang penuh harap yang merasa mengenali anak laki-laki mereka yang tidak pernah mereka lihat selama dua ^ puluh tahun. dijadwalkan untuk memberikan kuliah Selasa lalu. katanya dia sedang dalam pcrjalanan." "Kuharap begitu.. Gadis itu hendak menemui Sheila Webb. Dia sedang menggumam pada dirinya sendiri dan kelihatan sangat liar dan tegang. Siapa yang menemukannya? Apakah dia menyebutkan namanya? . Pierce ingin berbicara dengan Anda. Namanya Edna Brent. "Aku akan menyimpannya." "Dengan hormat." BAB 17 Satu setengah jam kemudian dan Detektif Inspektur Hardcastle duduk di bclakang mejanya dan menerima dengan lega secangkir teh kantor.." kata Hardcastle. Dia mengangkat teleponnya." "Dia bilang dia tidak tahu apa artinya. juga dicetak. ituiah. sibuk berpikir-pikir. Di sebelah kiri. Apa? . Istrinya mengira dia pasti telah linglung." Ada sedikit rasa malu di antara kami berdua. karena teleponnya rusak dan dia menemukan gadis itu di sana tertelungkup di lantai." Interkom di meja Hardcastle berbunyi. Pasti ada kaitannya dengan sesuatu.. "Ya? . 'George Barlow. Gadis itu—gadis yang telah dibunuh ini. "Maaf. "Mati?" saya menatapnya. Dia bilang dia adalah gadis yang sekantor dengan Sheila Webb. "Kau mempunyai banyak tumpukan kertas di mejamu. Sedangkan dia telah .. Pak." katanya. Lawton. Dia—dia berbicara pada saya. Pak. Orang itu tidak punya catatan kriminal. Anda sedang sibuk dengan kepala polisi dan petugas itu dan saya pikir—" "Sialan!" kata Hardcastle. saya pikir orang ini sangat mirip dengan sepupu suami saya.." "Seperti biasanya. Tidak ada yang dapat membantu kita. saya melihat orang di koran itu di kereta api bawah tanah kemarin malam. Polisi itu kelihatannya menge-nalinya." katanya. baiklah. "Mereka menemukan seorang gadis mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. Gadis itu adalah gadis yang berpapasan dengannya di jalan. Pak. "Dia ingin berbicara dengan saya? Apakah dia bilang mengapa?" "Tidak. "Dan ini adalah daftar orang yang hilang. "Bukan gadismu. "Gadis yang mana? Bukan—" Hardcastle memandang saya dengan pandangan yang dingin dan menggoda. Suruh dia masuk." katanya. menahan napas. "Pierce? Oh. Wajahnya masih muram dan marah." "Ya? Mengatakan apa?" "Sesudah pemeriksaan." "Siapa menemukannya? Polisi itu?" "Dia ditemukan oleh Mrs. "Saya kira jika saya tahu. hampir seperti ingin membalas dendam. peng-huni nomor 18..13. Dia diam cukup iama. Untuk melenyapkannya. "Gambar Si Tua Bailey. Waterhouse. Dia akan menemui Anda di Wilbraham Crescent. Anda tahu. Pak. Kita mungkin bisa memperoleh sesuatu dari padanya.' "Berikutnya: 'Profesor Hargraves." "Bingung?" kata Hardcastle. Tidak muncul-muncul dan tidak mengirim telegram ataupun keterangan berhalangan. Pak.13. "Mungkin dia pikir kuliahnya adalah minggu lalu atau minggu depan. Saya pikir waktu itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya" Dan tentu saja ada wanita-wanita yang merasa telah mengenali suami-suami mereka. saya pikir ivaktu saya melihatnya pasti ada sesuatu yang salah." Hardcastle mengangguk.Crowdean." "Berbicara denganmu? Apa katanya?" -"Dia ingin berbicara dengan Anda. Gadis itu mengenalinya ketika berpapasan dengannya dan dia ragu-ragu apakah akan menyapanya atau tidak. Saya tahu. Sussex. Pak.

Pak. kata gadis itu. misalnya." kata Hardcastle pelan. dia menghampiri saya ketika orang-orang keluar dari ruang pemeriksaan dan dia kelihatan ragu-ragu sejenak dan melihat ke sekeli-ling sepertinya dia sedang mencari seseorang." Sendirian Hardcasde berusaha meredakan ama-rahnya yang meledak dan berhenti menyalahkan dirinya. "Saya juga heran. Seandainya gadis itu berkata bahwa hal itu penting dan mendesak. Pierce. "tidak ada gunanya.. dan apa yang dia katakan padamu. maka kejadiannya akan berbeda. katanya. Apakah ada sesuatu dalam kesaksiannya yang telah menimbulkan keheranan pada Edna? Tetapi dia sudah bingung sebelum pemeriksaan itu. "Dapatkah kau mengingat dengan tepat apa yang telah terjadi. "Tentu saja. Ketika ditanya. reaksi Mrs. Inspektur Hardcastle secara profesional selalu berprasangka terhadap orang-orang yang menemukan mayat. Mestinya begitu. menghambur keluar. Hardcastle menulis tiga angka pada buku notesnya. Dia terlalu dipenuhi keinginan untuk mengetahui latar belakang kehi-dupan Sheila Webb.' Dia mengerutkan dahinya dan kelihatan bingung. mereka tidak akan pernah tahu mengapa. "Yah. Pierce?" tanyanya. Hanya. dia tidak mengerti bagaimana kejadiannya bisa seperti yang dia katakan. betul. Tiga rumah lainnya di Crescent yang lebih besar tidak masuk hitungan. secara pribadi—tidak di depan gadis-gadis Iain? Kelihatannya begitu. tetapi dia telah melihat sesuatu. Gadis itu telah merasa bingung? Sekarang." Tidak begitu penting. Pembunuhan itu telah membuat sensasi." Ketika Sersan Cray sudah pergi keluar. entah di mana. Dia tidak cukup cepat pada saat itu. dia bilang bahwa itu tidak begitu penting." "Dugaan. "Teruskan. "Dan dia berkata sebctulnya tidak ada.. Menemukan mayat akan menghindarkan pembunuhnya dari banyak kesulitan — . Dan nomor 18? Miss Waterhouse telah menemukan mayatnya. Tetapi ketika saya menanyainya. "dia mungkin pergi untuk melihat siapa yang tinggal di sana." Dia tahu bahwa tidak baik untuk melampiaskan kemarahannya dan frustrasinya sendiri dengan menyalahkan polisi muda itu.menghilangkan kesempatan itu. Kemudian dia memberi beberapa petunjuk pada Sersan Cray. saya melihat Anda sedang sibuk dengan kepala polisi. dan kebingungan itu sema-kin meningkat sesudah menghadiri pemeriksaan itu. teringat akan pandangan pertamanya mengenai gadis itu di kantornya. "19?" dan "18?" Dia menulis nama-nama yang sesuai dengan nomor-nomor itu. Apakah Edna Brent pergi ke Wilbraham Crescent untuk menemui Miss Pebmarsh? Miss Pebmarsh telah memberi kesaksian pada pemeriksaan. "20.. Gadis yang sama. Ada banyak orang yang menghadiri pemeriksaan itu. Hardcastle mempelajari tiga kemungkinan itu. Bagaimana polisi itu bisa tahu? Sebagian dari latihan yang telah diterimanya mengutamakan kcdisiplinan untuk meyakinkan bahwa atasannya hanya dapat di-ganggu pada waktu yang tepat dan pada tempat t yang tepat. Itu tidak aneh—setengah dari penduduk Crowdean kelihatannya mempunyai keinginan serupa. Tidak. Dia melanjutkan pertimbangannya pada Miss Pebmarsh." "Ya?" Hardcastle mencondongkan tubuhnya ke depan. semua hanya dugaan." pikirnya ma-lah. Apakah yang diketahuinya itu? Sesuatu dalam kesaksian itu? Sesuatu. "Sebaliknya. dalam kcsaksian Sheila Webb? Apakah dia telah pergi ke rumah bibi Sheila dua hari yang lalu dengan tujuan untuk me-nemui Sheila? Mestinya dia dapat berbicara dengan Sheila di kantor? Mengapa dia ingin menemuj Sheila secara pribadi? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Sheila Webb yang membingungkannya? Apakah dia ingin meminta Sheila untuk menjelaskan apa pun yang diketahuinya itu. Orang lain. Saya tanyakan apakah dia mau mcning-galkan pesan atau akan menghubungi Anda kemudian di kantor. "Itu tidak mungkin benar. "Betapa jahatnya orang yang telah melempar pisau yang keji itu pada kucing-kucingku!" katanya. gadis seperti itu. mungkin bukan mengetahui." tulisnya. Hemming. karena dia adalah orang yang jujur." kata Hardcastle. Baiklah. katakan semua yang bisa kau ingat. katanya. Pebmarsh. Bagaimana hubungan antara Mrs. 'Saya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. jika kau ingat lagi. Kelihatannya lebih pantas kalau pisau itu diselipkan ke dalam semak-semak oleh pemilik nomor 20 sendiri. datanglah kepadaku segera. "Apakah ada orang lain di dekatmu saat dia berbicara padamu?" "Yah. mungkin dia ingin tahu—ingin melihat bagaimana rupanya tempat itu. sehingga dia telah mengabai-kan hal yang berharga. telah mengetahui sesuatu. Saya tidak yakin kata-katanya yang tepat. Pierce memandangnya dengan perasaan sangat bersyukur. Dia mengambil nomor 20 dulu. ada banyak orang. Pisau vang dipakai dalam pembunuhan itu ditemukan di sana. gadis yang bertampang seperti kelinci itu." "Kau tidak ingat acla seseorang tertentu yang berada di dekatmu waktu itu—seseorang dari orang-orang yang telah memberi kesaksiaft. sehingga saya menjelaskan padanya kalau Anda sedang sibuk waktu itu. Pak. Pak. "Betul. yang tidak lama kemudian ditemukan mati tercekik di bilik telepon umum. Bukan Anda." "Yah. dan memberi sebuah tanda tanya di belakangnya.. pikir Inspektur Hardcastle. Waterhouse. Seorang gadis yang mungkin tidak percaya pada kemampuan otaknya sendiri. Pak. Saya bertanya apakah ada sesuatu yang penting. Mungkin begini. bahwa ada hubungan tertentu antara Miss Pebmarsh dan Sheila Webb? Itu akan cocok dengan kata-kata yang diucapkannya pada Pierce.. Dia menambahkan. dan dia berkata polisi yang telah memberi kesaksian. "Kau tentu saja tidak tahu kalau itu adalah penting." kata Sersan Cray penuh perasaan. Sesuatu yang membuatnya bingung. Pak/' "Yah. Tetapi dia bukanlah. Gadis itu. sava kira bukan. "Menurut Anda untuk apa gadis itu pergi ke Wilbraham Crescent?" tanya Sersan Cray. Hemming dan Edna Brent? Tidak ada." kata Hardcastle." "Dia tidak mengerti bagaimana apa yang di-katakan seseorang bisa mungkin terjadi?" ulang Hardcastle. mungkin. apalagi dengan pemberitaan yang dilakukan pers. Hemming hanya berang. Pierce. pikirnya. Apakah dia telah mengetahui sesuatu tentang Miss Pebmarsh? Apakah dia mengetahui. Jadi. mendengar sesuatu. Dan saya pikir dia berkata itu lebih baik. misal-nva?" "Saya khawatir saya tidak ingat siapa pun. Dia menyuruh Pierce keluar.. Untuk me ngunjungi salaji satu dari rumah-rumah itu Edn Brent tidak akan berjalan di sepanjang jalan yang bcrnomor kecil. Kemudian dia menghampiri saya dan berkata apakah dia bisa berbicara dengan polisi." Dia menambahkan dengan ramah. mungkin. Dia adalah gadis yang lamban. seperti yang saya katakan.

" Dia berhenti kemudian bertanya. Dia mungkin hanya ingin minta tanda tangan." "Begitu." "Kapan kau kembali?" "Aku tidak tahu. saya kira. Kami pikir kami lebih baik memenksa setiap kemungkinan. Tetapi. "Permisi sebentar. Bisakah saya berbicara dengan Anda?" "Saya ddak mau terlambat ke Instirut. "Apakah kau tidak ingin tahu apa yang kami makan siang itu?" "Jangan bergurau. atau mempercayai. "Saya hanya dapat meyakinkan Anda." "Seorang gadis dari sana lagi! Apakah dia juga dikirim seperti gadis itu. ber-usaha meredakan ketegangan. Tidak seorang pun datang kemari sejak sava pulang dari pemeriksaan itu. hanya tiga atau empat menit saja. Kelihatannya seperti seseorang telah memberitahunya tentang ketidakmampuannya dengan cara yang menyakitkan. Hardcastle berkata lagi." "Apakah Anda berada di sini sekiranya dia datang kemari tadi?" "Saya tidak yakin. Sebentar kemudian terdengar suara Colin. Miss Pebmarsh. "Saya belum mendengarnya. Anak yang malang. Tidak boleh ada motif vang jelas. Apakah Anda—Detektif Inspektur Hardcastle?" "Ya. "Aku mau pergi. kemudian buru-buru mencoba meletakkan senyumnya pada suaranya sewaktu dia sadar bahwa Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. "Bagaimana kau tahu kami makan siang bersama?" "Dengan tebakan yang jitu.. Jam berapa kata Anda tadi?" "Kurang lebih dua belas-tiga puluh atau lebih sedikit. Apakah Edna mungkin mempunyai aiasan tertentu untuk mengetahui.. polisi juga tidak akan mempedulikan sidik jarinya. bahwa hal itu tidak terjadi hari ini." "Tetapi mengapa dia harus datang menemui sava hanya karena dia melihat saya di pemeriksaan itu?" "Yah—" inspektur itu tersenyum kecil." "Oh. Edna Brent meninggal antara pukul 12.30 dan pukul satu.. Rasa marah tercermin sejenak di suaranya." "Aku tahu. "Apakah ada sesuatu yang terjadi?" "Saya pikir Anda mungkin telah mendengar. Kami bertemu di restoran Cina di Market Street pada pukul satu. "Anda telah mendengar apa yang terjadi siang ini?" katanya. Sesuatu seperti itu." kata inspektur itu. Baru saja menyiapkan koper-ku. tetapi dia tidak begitu. Sejauh yang kami ketahui. Inspektui Hardcastle." kata Hardcastle.menyelamatkan dia dari ba-haya dalam menyusun sebuah alibi. terima kasih. Aku hanya menginginkan waktunya yang tepat saja." Hardcastle melihat catatannya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Jika kau tidak melakukan apa-apa sore ini—" Colin mcnyela. 19 hampir bersamaan dengan keluarnya Miss Pebmarsh dari rumahnya. Aku hanya bertanya jam berapa. Aku harus meiaksanakan tugas yang menung-guku. Belum." "Sembilan belas? Sangat muda." Dta masuk lag! ke rumah. Memang harus begitu. "Orang tidak pernah mengerti bagaimana gadis-gadis ini.. Tetapi itu betul. dia telah menghadiri pemeriksaan pagi ini dan dia telah melihat Anda di sana. kan?" "Mengapa aku harus makan siang bersamanya?" "Tidak ada aiasan sama sekali." Suaranya ber-ubah sedikit. "Apakah dia cantik—menarik—seksi?" "Tidak." "Ke mana Anda pergi sesudah pemeriksaan itu?" "Saya langsung pulang. Apakah lama?" "Saya yakinkan Anda." "Tanda tangan!" Miss Pebmarsh berkata meng-hina. Dia minta disambungkan dengan hotel tempat Colin mengi-nap.'* . Sheila Webb. dia mungkin ada di sana." kata Colin dan memutus-kan hubungan. Seorang gadis terbunuh di bilik telepon umum di jalan ini. "Sangat muda. "Dia mungkin berharap bisa begitu." kata Miss Pebmarsh. di rumah Anda?" "Di sini? Tidak. Dalam . Miss Waterhouse tidak memberikan kesaksian pada pemeriksaan. dau dia tentunva punya aiasan tertentu untuk datang ke Wilbraham Crescent. dia tidak punya teman di jalan ini. "Dia tidak datang kemari untuk menemui Anda di sini. "Hardcastle di sini—jam bcrapa kau makan siang dengan Sheila Webb hari ini?" Colin tidak segera menjawab." Berhenti sejenak. banyak hal." "Yah. Miss Pebmarsh. Apakah kau langsung pergi makan siang dari pemeriksaan itu?" 'Tidak." Dia memandang ke jam besar itu. Sheila siapa namanya itu?" "Saya kira tidak." kata Hardcastle. "Seorang gadis —terbunuh! Gadis yang mana?" "Namanya Edna Brent dan dia bekerja di Biro Sekretaris Cavendish.. Dan ada." "Ya. itu adalah sebuah kedudukan yang kokoh—dengan hanva satu syarat saja. "Sava kira sembilan belas. diikuti Hardcastle. bahwa itu adalah Miss Water-house yang telah bersuara seperti Miss Pebmarsh di telepon dan meminta jasa seorang pengetik steno untuk dikirim ke nomor 19? Dugaan lagi." kata Miss Pebmarsh. Dia harus berbelanja. Sudah pasti tidak ada motif yang tampak pada Miss Waterhouse untuk melenyapkan Edna Brent. Paling tidak seminggu —mungkin lebih lama—mungkin tidak pernah lagi!" "Nasib buruk—atau bukan?" "Aku tidak yakin. Tentu saja tidak." "Terbunuh? Kapan?" 'Dua tiga perempat jam yang lalu." "Bet apakah usia gadis itu?" tanya Miss Pebmarsh. "Saya ada di rumah waktu itu. Hardcastle tiba di Wilbraham Crescent No. Aku harus ke luar negeri. "Mengapa Anda pikir gadis itu mungkin datang kemari untuk menemui saya?" "Yah. tentu saja. Siapa yang tega membunuh gadis semuda itu?" "Tapi memang begitulah yang terjadi. Tangan Hardcastle meraih telepon. Sebagai catatan.

jika dia per-caya bahwa gadis itu telah memasuki rumahnya." kata Miss Waterhouse." kata Hardcastle. "bukannya karena tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan apa yang saya katakan sampai sudah terlambat." "Dia adalah seorang pengetik steno di Biro Cavendish." kata Miss Pebmarsh. semuanya adalah mungkin." "Kantor sentral dapat mengatakan apa saja! Saya memutar nomornya dan mendengar suara bising yang amat aneh. "Paling tidak—" "Ya?" kata Hardcastle siap-siaga. Miss Pebmarsh. ketika orang laki-laki itu terbunuh. "Maafkan saya. bukan?" katanya. Saya tahu seorang laki-laki terbunuh di rumahnya."Miss Martindale sedang menunggu Anda.. dia Iupa akan semuanya itu." "Saya yakin Anda telah menjawab semua pertanyaan. bukan bunyi sambungan. Kami harus memeriksa secara lebih teliti lagi. maka usul tentang gadis itu telah peigi ke nomor 19 adalah usul yang cerdas dalam keadaan seperti itu. "tetapi tidak untuk diingat. Hal-hal seperti itu. "Silakan masuk. tidak." "Saya tidak mengerti untuk apa itu. jadi saya keluar untuk pergi ke telepon umum. Kemudian." "Saya kira saya tidak pernah memakai jasa seorang pengetik steno. kantor itu akan dibuka lagi pada jam dua siang ini." kata Miss Waterhouse. Saya tidak pernah mendapat shock seperti itu dalam hidup saya. meskipun saya sebetulnya tidak mengerti peitanyaan-pertanyaan apa lagi yang masih diperlukan." "Kata orang. Anda tidak dapat berdiri di atas keset itu sepanjang hari. Saya hanya berpikir bahwa dia mungkin memiliki sifat yang aneh seperti orang-orang lainnya. tetapi dia menyangkatnya. tentu saja tidak. Menurut kantor sentral. Tetapi saya hanya ingin tahu apakah dia telah datang menemui Anda pagi ini sebelum dibunuh?" "Datang menemui saya? Tidak. dan jika itu adalah kenyataan dalam kasus ini. Dia tahu." kata Miss Waterhouse. Saya segera bergegas dan mengajak polisi itu kemari. "Saya kira hal yang paling mungkin adalah dia pergi ke rumah sebelah—Miss Pebmarsh maksud saya." kata Miss Waterhouse. atau menjual tiket pada saya di bioskop. dan ketika mereka datang. Dia menggelengkan kepala lagi. "Saya ingin bertanya apakah Anda sungguhsungguh yakin Anda tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya?" "Mungkin telah melihatnya berkali-kali. Seluruh kejadian itu merupakan shock yang hebat. Ada brosur di sana pada saat makan siang. saya kira dia mungkin telah memasukkan brosur atau sesuatu melalui pintu.Waterhouse mengakhiri. "Sebetulnya. ^ Dia mungkin mendapat bantuan dari gadis-gadis yang ada di sana. saya kira dia agak gila sedikit. "Oh. Satu dari gadis-gadis itu segera berdiri ketika Hardcastle memasuki kantor." "Tentu saja. Dia berpikir Miss Waterhouse sama sekali tidak adil pada dirinya sendiri dengan mengucapkan du-gaannya yang terakhir itu. Mungkin dia bekerja di kantor saudara laki-laki saya di Gainsford and Swettenham. "tetapi Anda akan mengatakan bahwa orang yang melihatnya menuju pintu gerbang Anda pagi ini adalah salah?" Dia memandang Miss Waterhouse dengan pandangan tak berdosa. Saya kira. . tetapi ada pevkiraan tertentu bahwa gadis itu memang menemui seseorang di Crescent ini dan dia pergi ke sebuah rumah tidak jauh dari sini. mungkin. Saya lebih menyesal dari apa yang dapat saya katakan. Madam" kata Inspektur Hardcastle. bukan?" "Tentu saja tidak." "Yah. dia mungkin telah melayani saya di Woolworth. "tetapi semua per-tanyaan itu tidak dapat ditanyakah sekaligus. Inspektur Hardcastle. Anda}" katanya. dengan kepribadian Miss Pebmarsh." kata Inspektur Hardcastle. Miss Waterhouse juga ada di rumah. maksud saya. saya sudah menceritakan pada orang-orang Anda segala yang saya ketahui. Sekarang tentang telepon Anda—Anda bilang telepon Anda rusak." Gadis itu mengawalnya masuk ke kantor bagian dalam. tetapi Anda tidak dapat menyalahkan saya gara-gara hal itu. membuka pintu dengan tiba-tiba dan menunjukkan keinginan untuk menjerat seseorang ketika orang itu melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. Dia tergo-long jenis wanita sejati. Maksud saya. terkesan seperti dia selalu terkesan. Dia ragu-ragu. Miss Martindale tidak menunggu sejenak pun sebelum menyerangnya. Dan dia akan menemukan Sheila Webb di sana juga. Untuk apa?" "Yah. kendati dia tidak menunjukkannya. Sesuatu tentang pertemuan untuk penghapusan senjata nuklir. Saya mengenal seorang wanita yang dulunya selalu menelepon toko kue dan memesan selusin kue." "Tetapi Anda tidak berpikir bahwa dia akan melakukan pembunuhan?" "Saya tidak pernah berkata tentang pembunuhan atau hal-hal lain yang serupa." kata Miss." kata Miss Waterhouse. kata orang Miss Pebmarsh meminta iasa seorang pengetik steno untuk datang ke rumahnya hari itu. karena telah mengganggu Anda. "Maafkau saya. Sesuai dengan takaran kesehatan" kata Miss Waterhouse galak. Apakah Anda mengarah ke sana?" Oh. Dan sesudahnya." Hardcastle bangkit. Seperti yang saya katakan tadi. . Masuklah dan duduk]ah dan tanyakan semua pertanvaan yang Anda ingin tanyakan. Tentunya. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Miss Waterhouse dan pergi. bahwa saya tidak dapat membantu Anda. atau duduk di samping saya di bis. saya kira. memandangnva dengan pandangan mencela." "Jadi Anda harus menyelidiki sepanjang Crescent. kita tidak bisa mengetahuinya. dia bilang dia tidak memesan apa-apa. ya. Tidak. Saya kira mungkin dia datang kemari dan memasukkan sesuatu ke kotak surat. dia memang menelepon biro itu dan meminta seorang pengetik steno untuk datang. "Detektif Inspektur Hardcasde. Hardcastle memandang jamnya dan memutus-kan bahwa dia masih punya waktu untuk me-ngunjungi Biro Sekrctaris Cavendish. tetapi saya tidak sedikit pun berkata bahwa Miss Pebmarsh terlibat di dalamnya. "Orang yang melihatnya menuju pintu gerbang saya? Tidak masuk akal. Selalu ada hal-hal seperti itu tiap hari."Jadi bukan itu alasannya. jika saya mengingatnya dengan benar. jika Anda ingin tahu. Sebaliknya." kata Hardcastle.. Dia tidak menginginkan kue-kue itu. jika Anda bertanya pada saya. telepon Anda tidak rusak. saya pergi untuk menelepon. "Yah. mungkin." Hardcastle pergi ke luar." "Mengapa Anda pikir itu adalah hal yang paling mungkin?" "Anda berkata dia adalah pengetik steno dan datang dari Biro Cavendish. "Anda sangat bijaksana. Saya membuka pintu telepon umum dan gadis itu ada di sana. seolah-olah semua itu adalah akibat perbuatan Hardcastle. "kelihatannya tidak ada hubungan ke sana." kata inspektur itu. "Dan hanya itu saja. Miss Waterhouse. saya kembali kemari dan meneguk brandy dalam batas yang wajar.

omong sini!" Sctelah tenang sedikit. Miss Martindale. Dapat dipercaya. Saya menginginkan perlindungan bagi gadis-gadis saya dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Hardcastle berbicara pelan-pelan. Polisi seharusnya memberi perlindungan dan itu adalah yang kami butuhkan di kantor ini. Tetapi saya tidak tahan kalau mereka dijadikan korban atau dibunuh." "Bantuan! Bantuan apa yang dapat saya berikan pada Anda? Apakah Anda pikir jika saya memiliki bantuan itu. Saya dapat memberi Anda nama dan alamat mereka."Memalukan. Seluruh kejadian ini adalah luar biasa. Tidak boleh ada waktu yang dibuang. dan saya bermaksud untuk memastikan." "Saya kira Anda tidak perlu takut akan hal itu. Edna. dan siapa yang telah mempermainkan Sheila dengan keji. sebanyak~ba-nyaknya gadis Anda di sini." Dia berdiri dari duduknya dan membuka pintu menuju kantor bagian luar. tetapi mungkin juga ingatannya tentang kejadian-kejadian yang ada tidak dapat dipercaya. Anda tahu. kalian dengar dari siapa?" Mereka saling memandang. Mereka tidak disebut-sebut pagi ini pada pemeriksaan itu. Anda pasti akan mence-gahnya. Inspektur. Pada saat mereka mendengar bunyi langkah kaki saya di gang. Anda harus sampai ke akar-akarnya dengan segera. "Anak-anak." "Yang ingin saya katakan hanyalah. Miss Martindale. Kalian boleh berhenti bekerja untuk itu. Hal berikut yang terjadi adalah pembunuhan atas salah seorang gadis lainnya. Seorang gadis bertampang tegar dan jujur sena berkaca mata. saya tidak akan bergegas m emberi-kannya pada Anda sebelumnya? Anda harus menemukan siapa yang membunuh gadis malang itu. Gadis yang ketiga adalah gadis yang suka cekikikan. saya kira. Berusahalah dan katakanlah padanya segaia sesuatu yang kalian ketahui yang dapat membantunya untuk menemukan siapa yang membunuh Edna Brent. "Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bergosip—gadis-gadis itu. bahwa—" "Apakah Anda akan menyangkal bahwa dua dari gadis-gadis saya. 'Tetapi apa yang membuat dia bingung?" Inspektur Hardcastle sangat berharap bahwa jawaban pertanyaan tersebut ada padanya. Mula-mula Sheila Webb dipanggil dengan penipuan keji itu untuk menemukan sesosok mayat—dan sekarang ini. untuk melindunginya. tetapi tidak begitu cerdas. Saya ingin berbicara dengan. yang menderita—apa sebutannya sekarang ini—suatu kompleks kebencian— pada pengetik-pengetik steno di kantor ini. dia berkata. Inspektur. "Anda harus mengambil tmdakan terhadapnya. menatapnya lagi. "Saya kira kalian telah mendengar apa yang telah terjadi pada Edna Brent." kata Miss Martindale. Mtss Martindale. Miss Martindale." "Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada membongkar kasus ini sampai tuntas. pikirnya. Mata yang memperhatikan hal-hal di sini. bahwa orang-orang yang dibayar oleh Negara untuk melindungi masyarakat memang melaksanakan tugas-tugasnya. kelihatannya keputusan mereka jatuh pada gadis yang jujur itu. Saya menyibukkan mereka dengan peketjaan-pekerjaan dan saya tidak mengizinkan mereka terlambat atau cero-boh. Hardcastle me-nyimpulkan mereka dengan cepat dan ringkas. Miss Martindale. secara informal. gilal Anda harus mengakui bahwa itu adalah rencana gila. Seorang gadis yang betul-betul baik dan tak berdaya terbunuh di bilik telepon umum. Saya datang kemari untuk melihat apakah Anda dapat memberi saya bantuan. "Mereka tidak akan berbicara dengan bebas jika saya berdiri di sana mengawasi." "Sebisa-bisanya hanya sedikit saja yang dise-butkan pagi ini. Jika begitu. dua dari mereka. yang akan setuju dengan apa pun yang di katakan oleli orang lain." "Saya yakin. Sebahknva dia berkata. Saya bermaksud melindungi mereka. Pemeriksaan itu akan dkangguhkan." "Saya kira Anda tidak berpikir bahwa gadis itu akan terbunuh ketika Anda bangun pagi ini. tidak ada petunjuk yang mungkin diberikan Edna pada Anda? Dia tidak kelihatan bingung karena sesuatu. bahwa mereka telah bergosip dan mem-buang-buang waktu mereka. Saya dapat mengerti baliwa tidak mungkin Edna Brent akan mempercayakan ketakutan atau kebingung-annya pada Anda. Semua jam itu. mencoba memutus-kan siapa vang harus jadi juru bicara. jika Anda mau. Semuanya dapat dibumbui sehingga jadi lebih meyakinkan. Inspektur Hardcastle. Perlindungan. Dan ketika salah seorang dari gadis-gadis saya terbunuh atau terjebak dalam keadaan yang memba-hayakan." Dia kembaii ke kantornya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya? Bercakap-cakap." katanya. Anda kan sudah tahu. Inspektur." kata Inspektur Hardcastle. dia yakin. yang namanva. mungkin. "Waktu? Hanya karena anak konyol itu mati. "Beri kami waktu. semampu saya. kelihatannya. Anda harus membongkar sampai tuntas. Berdasarkan kebiasaan." kau Miss Martindale. "Detektif Inspektur Hardcastle ingin membicarakan sesuatu dengan kalian. tetapi dia dapat melihat bahwa tidak mungkin dia dapat racm^i oleh jawabannya dari Miss Martindale." "Terima kasih. Itu jika apa yang kita baca di koran adalah benar. Apakah Anda ingin berbicara dengan mereka semua sementara Anda ada di sini? Lainnya sedang tugas keluar. Omong sana. misalnya. Anda akan sama kagetnya." kata Miss Martindale." Tiga kepala mengangguk cepat. tetapi cukup untuk menjelaskan kualitas mereka—yang akan ditanganinya sebentar lag!. betul-betul memalukan! Anda harus membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. tetapi dia mungkin telah membicarakannya dengan rekan kerjanva. semua mesin tik mulai bei bunyi." Dia mena-tap inspektur itu dan kelihatan seperti seekor harimau betina dalam wujud manusia. dia tidak membicarakannya de ngan Anda?" "Saya kira dia tidak akan membicarakannya dengan saya jika dia sedang bingung. telah dijadikan korban? Sudah jelas ada orang yang tidak bertanggung-jawab yang sedang berkeliar-an. Tiga wajah gadis yang terkejut memandang inspektur itu. adalah Janet. "Hanya ada tiga orang saja di kantor saat ini. Seorang gadis berambut coklat kemerah-merahan yang kelihatan agak gagah dengan model rambut yang membuatnya kelihatan sepert! baru saja bepergian dalam hujan es. "Omong-omong. maka saya kira Anda berpikir bahwa Anda memiliki seluruh waktu yang ada di dunia. Miss Martindale." kata Miss Martindale. Mereka harus mengakui." "Itu mungkin saja. . saya kira. Saya memang keras dengan gadis-gadis itu." "Saya kira Anda ingin berbicara dengan mereka sendirian." "Dan tidak ada yang dapat Anda katakan pada saya.

Brent akhir-akhir ini? Apakah dia kelihatan cemas." kata Maureen." "Itu benar. Dia sangat yakin bahwa gadis itu tidak punya perasaan apa-apa sebenarnya. "Bagaimana orang bisa bekerja dengan serius bila terus-terusan diganggu." "Maafkan saya. bahwa dia melihat pandangan ketakutan yang tiba-tiba muncul di mata Sheila. "tetapi tampaknya. "Dan Sandy Cat sangat jengkel. mula-mula dia tidak mempercayainya. anak itu?* dan saya berkata 'Siapa maksud Anda?' Dan kemudian dia berkata 'Gadis yang baru ditemukan mati di bilik telepon umum." "Tetapi saya tidak mengerti." "Selalu ada saja yang terjadi pada Edna. ada apa? Saya rasa saya sudah bilang tadi bahwa saya tidak mau diganggu siang ini." Gadis jujur itu berkata. "Dan saya berkata. Dan. bukan?" tanya Hardcastle. mulai berkata. ada sesuatu yang meresahkannya." "Saya ingat. Miss Martindale. mengesampingkan buku catatannya. "Saya berkata pada Miss Martindale bahwa dia telah menghadiri pemeriksaan itu bersama kami." Sheila Webb berdiri." "Bukan karena dia punya pacar atau yang seperti itu." Dia memandang sedikit tidak senang pada Sheila Webb dan berkata." kata Maureen. kalau dia mau. "ya. "Dia bisa sangat menakutkan. saya mohon kalian mengatakannya pada saya. "Miss Martindale. Dia bertanya apakah Edna telah mengatakan sesuatu kepada kami tentang ketidakhadirannya di kantor siang ini. dan kemudian dia berhenti. pikirnya sendiri. "Ingat pada turn it sepatunya yang copot waktu itu? Halhal seperti itu bisa terjadi pada Edna. dia bermaksud kembali ke kantor?" "Oh. dan pada saat itu juga dia keluar dai i kantornya dan berkata pada kami. Mereka saling memandang. bingung." "Kapan kalian mendengar apa yang telah terjad'?" dia bertanya lagi." "Apakah kalian pernah memperhatikan adanya perbedaan dalam sikap Edna. silakan masuk. ketika Edna tidak ada di sini pada jam dua." kata gadis yang cekikikan itu. Hardcastle menarik napas. Miss Webb." dia menjelaskan. Dia ingat bagaimana gadis itu berdiri memandang sepatu di tangannya dengan penuh penyesalan.. 'Sesungguhnya ini bukan salah kami. "Dia mencampur-adukkan hal-hal. "Dan bukan nama yang buruk. dan membuat kesalahan." "Saya mengajaknya makan siang bet sama saya." "Omong-omong." kata si rambut coklat. dan bahwa dia seharusnya mengirim surat izin. . ya. Sclamat sore." "Dan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Miss Martindale?" "Yah. dia telah berkata. mungkin Sheila Webb. saya—eh—saya menyelinap sebentar. Proiksor purdy tampakuya merasa tcrganggu ketika dia menghentikan diktenya dan mengang-kat telepon. Kami baru saja mendengar berita buruk tentang Edna. tanyakan padanya bagaimana kalau besok saja?—Oh. bertugas meJayani Profesot Purdv. Matanya memandang pintu ruangan kantor Miss Martindale sejenak." pikir inspektur itu. Itu pasti gadis lain. Dia mengang-guk dengan wajah serius. baiklah—baiklah— Suruh dia naik. maksud saya. Mungkin salah seorang dari gadis-gadis lainnya akan lebih berguna. "Yah." katanya. Si tukang cekikikan merah mukanya karena merasa bersalah. "Kalian tidak tahu ke mana dia sesungguhnya pergi sesudah pemeriksaan itu selesai." kata Janet. saya kira. seperti seharusnya. "Apakah Sheila Webb dan Edna Brent teman dekat?" tanyanya.*' Gadis ketiga cekikikan. Dia selalu tidak menyenangi orang-orang yang berla-gak bijaksana setelah terjadinya suatu peristiwa. Dan ketika saya memasuki toko—yang di tikungan itu dan mereka mengenal saya dengan baik di sana—wanita itu berkata 'Dia bekerja di tempat itu." Mereka saling memandang." kata si rambut coklat." katanya kacau. "Tidak." kata Janet hampir melamun. Dia bermaksud membeli sesuatu dan memakannya di kantor. "Nah. "Dia selalu cemas tentang sesuatu. "Dia bilang 'Tidak masuk akal. "Saya ingin membeli kue untuk dibawa pulang dan saya tahu semuanya akan habis pada saat kami pulang nanti. lebih kurang tiga ribu tahun yang silam. Maureen. sampai di mana kita tadi?" Sheila baru saja hendak menjawab ketika pintu diketuk orang. "Edna akan dimarahi Sandy Cat kalau dia datang. "Sandy Cat adalah nama panggilan kami untuknva. Dia sedikit lambat dalam berpikir." kata Hardcasde. Kalian baru sajamendengarkan gosip konyol di toko." "Selalu ada-ada saja. Profesor Purdy dengan susah-payah menyadarkan dirinya dari kesulitan-kesu-fitan kronologis yang terjadi." kata Maureen.* Gadis jujur itu mengambil bagian puncaknva.' Oh. bukan. "Bisa-bisa menerkam Anda. tentu saja. J Sekarang apa yang sedang kalian lakukan? Tidak ada satu mesin tik pun yang bcrbunyi. maaf bahwa ini terpaksa dilakukan. Ketiga-tiganya memandang Hardcastle penuh harap. Kelihatannya itu semata-mata adalah dugaan yang kabur. saya sungguh-sungguh kaget! Jadi saya berlari kembali dan berceiita pada yang lain dan akhirnya kami sepakat kami harus mence-ritakannya pada Miss Martindale. Mengapa harus Edna?' Dan dia berderap kembali ke ruangannya dan menelepon kantor polisi dan menemukan bahwa hal itu memang benar. Pak. di mana Miss Webb sekarang?" Hardcastle diberi tahu bahwa Sheila Webb ada di Hotel Curlew. Hardcastle memandangnya tidak senang. seolah-olah inspektur itu dapat memberi mereka jawaban atas masalah itu. "Saya tidak mengerti mengapa ada orang hendak membunuh Edna.. Kami semua tahu kami harus kembali ke sini. Hardcastle ingin tahu apakah dia hanya membayangkan saja. tetapi tidak dengan tingkah-laku berkomplot." gadis beram-but gelap itu."Edna tidak datang untuk bekerja pada jam dua." dia menjelaskan. Tidak ada apa-apa baginya di sini. tetapi kami tidak melihatnya lagi sesudah itu dan kami tidak tahu ke mana dia pergi." "Jadi kalau begitu. "Siapa? Apa? Anda maksud dia ada di sini sekarang} Yah. Lebih mungkin lagi. "Ya?" dia berkata menguji. Dia bilang dia tidak peduli mau makan siing atau tidak. "Saya memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi siang ini. seolah-olah dia ada sesuatu dalam pikirannya? Apakah dia menceritakan pada kalian mengenainya? Jika ada sesuatu yang kalian ketahui. Mereka saling memandang sejenak.

. tidak apa-apa. "Ya. "Dicekik di bilik telepon umum. Tetapi. bahwa saya telah meninggalkan mobil saya selama empat setengah jam di meteran parkir. saya ingat. aduh. dia tidak pernah yakin apakah perbuatannya itu betul atau salah. selalu ragu-ragu." kata inspektur itu. mengungkapkannya sebrutal mungkin.. Pak." "Di telepon umum?" kata profesor itu." "Saya menceritakan pada Anda? Bagaimana saya bisa taliu?" "Anda mungkin punya gagasan tentang mengapa Edna Brent ingin menemui Anda?" Dia menggelengkan kepalanya. dia tidak—tidak—saya tidak ada di kantor sama sekali kemarin. sepanjang hari. Kemarin dulu seorang petugas beikeras mengatakan. pelupa. "Oh. Sungguh. "Terjadi padanya? Apa maksud Anda? Apakah dia mengalami kecelakaan atau sesuatu—ditabrak ?" "Sangat berbahaya memang. "Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." kata Hardcastle. Dia mena-tap-Hardcastle. tajam. Mata vang indah." Sheila Webb menatapnya. Sangat luar biasa. apakah sekarang sudah jam enam?" "Maafkan saya. bahwa Edna Brent sangat berharap untuk menemui Anda kemarin duiu." "Oh. Maafkan sava." nada suara Hardcastle terdengar tegas. yah." "Jadi Anda tidak tahu apa yang telah terjadi pada Edna Brent?" "Terjadi padanya?" tanya Sheila. "Saya mengerti. Gadis yang malang. sebab orang tidak selalu langsung membaca hasil ketikan dengan segera untuk mengoreksinya. di bilik telepon umum. "Saya tidak tahu. Saya mengatakan padanya lebih baik dia cepat-cepat menulis surat pada pengarang itu. "sesuatu telah terjadi padanya. Tetapi Edna bilang dia tidak begitu suka berbuat begitu.. saya ingat." "Anda tidak berpikir bahwa dia kelihatan cemas dan bingung akhir-akhir ini?" "Yah. Maksud saya. Kemudian dia bingung lagi. "Setengah tiga." "Betul. mungkin setengah jam lagi. ya. "Oh. tentu saja. Miss Webb. Apakah memang penting? Apakah Edna punya masalah?" "Kami tidak tahu. Mulutnya terbuka sedikit. tentu saja." kata profesor itu. Aduh. Dan kami bekerja sejak saat itu. "Saya makan dengan seorang teman di restoran Ho Tung. Sangat sibuk." "Saya mengerti. baiklah. saya harus memesan teh. sebagaimana yang akan dikatakan pula oleh Miss Webb. jika saya harus melakukan hal seperti itu. Saya tidak boleh ganggu. Profesor Purdy. ke Biro Cavendish? Saya ke sana dan diberi tahu bahwa saya harus langsung kemari. kebut-kebutan itu." kata profesor itu. aduh. Kecuali jika Anda dapat menceritakan pada kami. Padahal saya yakin bahwa itu tidak mungkin. kami tidak selaiu sepakat tentang apa yang harus dilakukannya. ada apa?" kata profesor itu lagi." "Bisakah Anda menunggu? Sekarang ini saya sangat sibuk. Saya sungguh-sungguh menyesalkannya. menganggukkan kepaianya. Inspektur. sebab dia telah mengirimkannya pada pengarang itu sebe-lum dia menyadari apa yang telah terjadi. "tetapi saya tidak tahu kalau itu penting." "Oh. saya khawatir Anda sudah terlambat untuk minunrteh. Dia dapat menulis dan menceritakan apa yang telah terjadi dan memintanya untuk tidak mengadu pada Miss Martindale."Nah." ." "Apakah dia tidak menunjukkan apa-apa pada Anda? Tidak berbicara pada Anda di kantor tentang masalah itu?" "Tidak. Matanya vang biru kelihatan indah sekali—laksa-na bunga iris. Tidak. "Edna Brent. Saya harus pergi ke Landis Bay menemui salah seorang pengarang kami. Anda harus. bahwa dia telah datang ke rumah bibi Anda dan menunggu Anda pulang selama beberapa menit?" "Kesalahan saya lagi. Yah. minta nasihat tentang apa yang harus dilakukan?" "Ya." kata Sheila. Sheila Webb tidak berkata apa-apa. Sejak saat itu. Mungkin juga baru sekarang kau mendengarnya atau kau adalah seorang aktris yang pintar." sela Profesor Purdy. Miss Webb. Cukup malam memang. Anda mestinya mengingatkan saya. Maksud saya. ya. Tidak." "Anda tidak pergi ke kantor sesudahnya?" "Maksud Anda. ke Profesor Purdy pada pukul setengah tiga." kata profesor itu merasa bersalah." "Saya mengerti. Profesor Purdy. yah. Edna selalu kelihatan cemas atau bingung." "Ini lebih senus danpada pelanggaran parkir. yah. "Saya menahan Miss Webb hingga malam. saya mengenainya." kata profesor iru. ada apa?" "Ini tentang gadis bernama Edna Brent" Dia beralih ke Sheila Webb. dengan tajam. "Ya. Dan Anda tidak punya mobil. "Aduh. jika—jika Anda mau tahu. "Edna—terbunuh] Tetapi mengapa?" "Apakah Anda tahu. Oh. pikir Hardcastle sendiri. matanya melebar. Kami sudah sampai pada bagian yang penting. merasa tertarik dengan kejadian itu. kalau inspektur ini ingin bertanva pa Anda. "Kami mungkin tidak pernah tahu. kata Anda?" Dia menaikkan alisnya. Kedengarannya sangat luar biasa bagi saya. "selalu. Nah. tidak apa-apa.. Sial benar nasibnya. Ada apa dengan dia?" "Saya kira berita itu belum sampai pada Anda." Dia berhenti dan kemudian berkata. Dia sangat—apa namanya—pemalu. Di mana Anda makan siang. Anda bams mengingatkan saya soal waktu. Mata yang mengingatkannya pada seseorang. Saya tidak akan memilih tempat seperti itu. Oh. ya." kata profesor itu lagi. Ada apa—pelanggaran lalu lintas? Betapa sok dan suka ikut-campur petugas-petugas lalu lintas itu." "Saya sangat pelupa.." "Yang saya tnginkan sebenarnya adalah berbicara sebentar dengan Miss Webb. "Saya kira Anda telah mendengai nya." "Dia biasanya datang dan meminta nasihat bila timbul masalah?" "Oh. Dia pernah menghilangkan dua halaman ketik penuh naskah Armand Levine dan dia sangat cemas mengenai apa yang harus dilakukannya. bukan?" Profesor Purdy memandang Sheila Webb ragu-ragu. "Dia dice-kik sekitar pukul setengah satu. Miss Webb?" Pipinya memerah. tidak punya gagasan sama sekali. Anda datang kemari naik bis. Kira-kira begitu. Tetapi masalahnya. ya. Dan dia bertanya pada Anda." "Bibi saya bercerita pada saya. Miss Webb akan bebas dalam seperempat jam lagi—oh. baiklah. suaranya meninggi.

" "Bukan itu yang dikatakannya pada isttinya. tetapi pokoknya dia pergi ke sana. Ada sedikit kecaman pada suaranya ketika dia melanjutkan." "Ada instruksi-instruksi khusus?" "Tidak. Kami akan memberimu pesan saat kau mengambil surat-surat keteranganmu." "Apakah Anda telah menyelidiki yang lain? Atau hanva Ramsav?" "Diana Lodge kelihatannya betul-betul Diana. tetapi perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang gelap. dan kemudian berpindah lagi ke pihak semula! Semua campur-aduk dan penyamaran ini menyenang-kan. menutup matamu. berbicara lebih cepat dan agak terengahengah. Matematika. Poirot. Dan bagaimana denganmu.*1 NARASI COLIN Saya segera melapor ke Beck begitu saya tiba di London. Hanbury yang malang mendapat nomor yang salah. McNaughton sedikit menarik. Dia telah melaksanakan beberapa tugas aneh akhir-akhir ini. saya sungguh-sungguh berpikir Anda harus minum segelas sherry. Kali ini Nigel Trench." "Anda gemetar." "Masalahnya adalah. Saya mulai merasa bahwa itu adalah tempat yang seram. tetapi saya hanya berkata mungkin. Ramsay di Wilbraham Crescent No. George menyuguhkan wiski. khusus meminta saya. Saya menolak. "Crescent benar. Apakah itu mempunvai arti bagi Anda. Anda harus. saya harap saya tidak terlibat dengan semua ini. "Jadi Anda tidak dapat membantu saya. Insinyur bangunan itu. Dia adalah pen-siunan dosen. Inspektur." Dia berhenti. bisa begitu tenang seperti yang diperlihatkannya? "Saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya dengan saya. Saya kira itu mungkin betul—tetapi dia tampaknya cukdp sehat wal'-afiat. Colin. Lumayan cemerlang kelihatannya." "Kelihatannya ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakannya dengan Anda di Biro Cavendish. Perusahaanperusahaan sungguhan. sering. Dan saya tentunya tidak dapat membayang-kan mengapa dia ingin datang ke rumah bibi saya dan berbicara dengan saya di sana." kata inspektur ttu." kata inspektur itu. Mr. Anda harusl" "Kami memang bermaksud memecahkannya. "Saya tidak tahu." 'Terima kasih. Ramsay pergi secara mendadak kira-kira lima minggu yang lalu." "Apakah Anda sendiri ada di Wilbraham Crescent hari ini?" "Tidak. Maafkan saya." "Bagaimana bisa? Apa yang bisa diketahui Edna tentang hal itu?" t "Sesuatu yang tidak begitu penting. bagaimana pekerjaan rumahmu itu?" "Pardon}" "Bagaimana tentang Mayat Misterius dan Jam-jam di Crowdean—apakah kau sudah bersandar. 62." kata saya mengelak. "Kau kelihatan tertekan. Semua seperti biasanya. beipindah ke pihak lain." "Mungkin bukan. Saya harap saya dulu tidak pernah pergi ke sana." Pesawat terbang saya berangkat pukul sepuluh malam. "tetapi sesuatu. Jadi kau bisa berlari cepat sekarang. dan sebuah paspor baru yang bagus. "Jadi seperti itu?" "Ya. dengan aiasan sakit. hari itu? Mengapa Edna terbunuh di dekat sana? Anda harus memecahkan kasus ini. seperti yang sudah kauketahui."Jadi adalah biasa-biasa saja jika dia datang pada salah satu dari kalian bila dia mempunyai masalah? Itu sering terjadi?" "Ya. dan menemukan jawaban-nya? "Aku sudah membaca apa yang kautinggalkan di sini—dengan penuh minat. inspektur itu heran. Saya mengangguk. Sebuah sejarah yang panjang tentang kucing. "Adakalanya saya mencuri-gaxmu. adalah agak aneh. agak tiba-tiba. "kita biasa berpikiran bahwa semua yang dilakukan oleh seseotang adalah sangat patut dicurigai." "Semoga berhasil. Carilah keterangan sebisamu tentang Mr. Ya. tetapi saya tidak tahu apa-apa yang dapat membantu Anda." kata sava." Dia mengintip dari balik asap rokoknya. Ramsay. yang dirasakannya harus dirahasiakan antara Anda dan dia. Mengapa mereka mengirim saya. Dan sesuatu itu akan menolong. Kami ingin sedikit lebih tahu tentang dirinya. Saya yakin tidak mungkin seperti itu. Aku harus segera ke luar negeri. Nomor 61 didiami oleh seorang kontraktor tulen yang tak bersalah. Mengundurkan diri dart jabatannya. "Akhirnya saya menemukan sesuatu." katanya. Saya sudah menyiapkan visa untukmu. nomor salah. mungkin. Anakku. yang mana memang agak aneh. "Saya pikir. "Saya dapat meyakinkan Anda. "Tidak banyak yang ada di sana. "Saya tidak pernah mendekatinya lagi. Kau adalah seorang ahli tumbuhtumbuhan. "Bagaimanapun juga mungkin ada sesuatu pada idemu yang konyol tentang bulan sabit itu." "Kau mungkin mendapat sesuatu dari sana. Miss Webb?" "Tidak. "Bilik telepon umum tempat dia ditemukan terbunuh terletak di Wilbraham Crescent. tetapi dia tidak keliru terlalu jauh." kata Profesor Purdy." Dia memandang saya. "Selalu menggembirakan bila ternyata sebuah praduga adalah benar. bukan? Sudah kubilang para tetangga itu adalah percuma—" . dan pergilah. Kali ini dia sedang meminum strop de cassis (lobi-lobi hitam bagi Anda dan saya)." kata Kolonel Beck. Saya pergi menemui Hercule Poirot dulu. Galilah pengetahuanmu tentang tumbuh-an Iangka di daerah Balkan. Dia melambaikan rokoknya ke arah saya. Miss Webb?" "Sama sekali tidak." "Tidak ada yang mungkin berhubungan atau berkaitan dengan kejadian pada tanggal 9 September?" "Maksud Anda—orang itu—orang di Wilbraham Crescent itu?" "Itu maksud saya." kata Poirot." "Anda tidak berpikir bahwa kali ini masalahnya lebih serius?" "Sava kira tidak. Mungkinkah kasusnya begitu?" "Saya kira tidak mungkin. Masalah serius apakah itu?" Apakah Sheila Webb. Dan dia sekarang ada di sana. Dia pergi ke Rumania. 'Tidak sama sekali. "Kau kelihatannya tidak senang. seperti itu. tidaklah seperti apa yang dia tunjukkan. mungkin. bukan? Sesuatu. Sesuatu. Di depan gadis-gadis lainnya. Miss Webb. bukan?" "Saya tidak mengatakan sejaub itu. Dia tampaknya memutuskan hubungan dengan semua teman lamanya." Dia memandang saya dengan cermat. Saya sangat menyesal tentang Edna. dan apa pun latar belakang yang merekatpunyai." kata Poirot. Dia menawari saya. meski bagaimanapun kecilnva." Napasnya menjadi cepat." gadis itu melanjutkan." dia berkata dengan keras. Tidak bersalah dalam pandangan kita.

tinggi dan ukuran tubuhnya sedang. tetapi dirawat dengan baik. Surat itu hanya berkata bahwa penulisnya berpikir bahwa orang yang dicari itu adalah suaminva vang telah lama berpisah dengan dirinya sejak beberapa tahun yang lalu. Identifikasi itu mema-kan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya. sesudah mempertimbangkan sejenak. tetapi dia tidak dapat mencegah untuk tidak menekankan pada hal itu juga. Aku tahu. Aku tidak minta informa-si. Sebuah atau dua buah gelang yang gemerincing. tetapi tidak dalam kasus ini. beberapa cincin. Tetapi hari ini. Semua jalan kelihatannya buntu. menurut perasaan Hardcastle. pikirnya." ^ Cray keluar dan sebentar kemudian masuk lagi sambil berkata. jika kau bisa mengerti. "Kau tidak hanya duduk dan berpikir. Membawa sebuah tas kotak-kotak yang besar. "Apa sesungguhnya pendapatmu tentang urus-an ini?" "Lebih jelas sekarang—seperti biasa. tetapi secara keseluruhan dia mengiranya sebagai lima puluhan. Sekitar lima puluh. "Saya sangat gembira bertemu dengan Anda. kualitas ekspor. "Mrs." "Pasti ada. belum ada orang yang mengenali siapa pria itu—" "Aku tahu. ada banyak sekali otang yang melihat orang yang sama di Lincolnshire. begitu pula binatu." kata Hardcastle. Seperti yang kulakukan dulu. Dan aku punya data lebih lanjut untukmu." "Aku tidak percaya kau tahu sesuatu. "Make-up-nya tebal—bukan make-up yang bermutu tinggi. Begitu dekat di mata." Saya memandangnya bingung. London. Seseorang pasti telah melihat sesuatu. "suruh dia masuk. tebaknya. akibat hasil dandanan yang ceroboh membuatnya kelihatan agak lebih tua dari lima puluh." . dicat tebal. tetapi dari jarak yang jauh—cukup jauh—dia mungkin kelihatan seperti tiga puluh. dilly—datanglah untuk dibunuh." kata Cray." "Mungkin memang sebuah aksioma. Mr. menurut saya. di bis. tentu sa|a. Ratusan jalan." Detekttf inspektur hardcastle melihat kalen-der di mejanya. tidak baru. Enderby. Pemeriksaan laboratorium terhadap pakaian itu tidak menghasilkan sesuatu yang betul-betul berguna. mencoba menyembunyikan wajahnya ketika dia keluar dari bioskop. tidak ada sebuali sidik jari yang dicelupkan dalam darah. Ituiah polanya." saya keberatan. Anak-anak perempuan menulis dengan penuh harapan tentang ayah mereka yang tidak pernah mereka lihat lagi selama bertahun-tahun. Yang harus dilakukan sekarang adalah berbicara dengan lebih banyak tetangga. "Seorang detektif swasta?" Poirot membuka matanya. Secara keseluruhan. Mengapa." "Aku tidak tahu. "Sementara kau pergi. pembu-nuhnya tidak dapat melakukannya sendiri. "Saya baru akan memberi tahu Anda." "Seorang pemeras?" Poirot menutup matanya. bukan siapa diz tetapi dia itu apa. inspektur itu merasa sedikit berpengharapan. Rival. "Kartu pos itu kurang lengkap." "Tetapi siapa pembunuhnya?" Poirot tidak menjawab. Dia hanyalah orang yang tidak mampu dikenali oleh seorang pun. membuat pertimbangan moral berdasarkan peng-alamannya. Rival belum datang juga?" "Baru saja datang/' kata Cray. "Mrs. Kualitasnya sangat baik. "Ingat—empat satu tiga—atau empat tiga belas. bersembunyi di pelabuhan. Tidak memakai topi. "dan saya sangat berharap Anda dapat membantu kami."Sebaliknya." "Kupikir itu tidak jujur. Dia tidak akan menekankan pada hal itu. mungkin. sebab mereka terjebak dalam kesulitan semula: identifikasi sesosok mayat." Tidak ada yang hebat ataupun dramatis pada dirinya. Dia kembali memandangi sepu-cuk surat di atas mejanya. Rival. Pak. dia adalah wanita yang cukup dapat dipercaya. Sudah lewat sepuluh hari. Mrs." "Apa maksudmu dengan itu?" Poirot menutup matanya. kau mengizinkan aku mengadakan sebuah penyehdikan?" "Misalnya?" "Besok aku akan menyuruh Miss Lemon menulis surat pada seorang pengacara rua kenal-anku." katanya." "Begitu? Begitu cepat? Menarik. Dalam kasus ini paling tidak dua dari orang-orang ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas—" "Yang mana? Dan apa yang mereka katakan?" Poirot berkata kepada saya dengan gaya me-nyindir bahwa saya harus membaca ulang catatan saya dengan saksama. tetapi penegasan. Newcastle." Dia mendeklamasikannya dengan amat serius. Itu adalah sebuah aksioma. atau pembersih. Poirot! Ini semua adalah bohong. Secara keseluruhan. Dan sesudah itu aku tidak akan bilang apa-apa lagi. Tidak terkirakan lagi jumlah istri yang yakin bahwa itu adalah suami mereka yang hilang. lumayan dermawan. lumayan baik. "Kau akan melihatnya sendiri. Tidak diragukan lagi. Tetapi dia menyukai surat itu. Aku akan mernintanya untuk menanyakan sebuah akte pernikahan di Somerset House. Dari dekat." "Bagaimana tampangnya?" "Sedikit bertampang aktris. itu pasti nama yang dipilih oleh wanita itu sendiri." "Baiklah. Hardcastle mengeluh ketika dia memi-kirkan telepon-telepon dan surat-surat yang membanjir sesudah foto itu dipublikasikan dalam koran-koran dengan tulisan di bawahnya: TA-HUKAH ANDA SIAPA ORANG INI? Menak-jubkan sekali jumlah orang yang berpikir mereka mengetahui orang ini. Dia akan datang pagi ini. dilty. "Aku akan mengucapkan sebuah kutipan kecil padamu." "Apakah dta kelihatan cemas?" "Tidak. Surat itu tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu mengha-* rap. Dokter gigJ juga belum membantu. Mereka masih belum rnendapat banyak kemajuan seperti yang diinginkannya. dia bukan benar-benar "mayat miste-rius. mungkin juga ramah." "Tidak ada tetangga lagi. dan masih banyak lagi yang muncul dengan memberi harapan dan tidak menghasilkan apa-apa. Dia menanyai sava dengan cermat sampai dia memperoleh setiap data dari saya. kelihatan jahat di pojok sebuah jalan. "Dilly. mungkin. "Ya—itu adalah pola yang sama. Dan." dia mengulangi. Namanya tidak penting. Ada pembunuhan satu lagi. Saya menceritakan padanya pula tentang kartu pos vang saya berikan pada Hardcastle. memakai mantel berwarna gelap dan rok serta blus putih. Devon. Rambut gelap. Saudara perempuan. Mayat itu tetap dijuluki sebagai "mayat misterius!" Padahal. Merlina Rival." Inspektur itu berdiri dan berjabat tangan dengannya. Saudara-saudara perempuan yang kepi-ngin sekali bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya. 20 September. Dapat dipercaya? Itu pertanyaannya. tetapi gampang untuk diajak berkencan. Dia tidak menyukai nama kecil itu. Hardcastle menekan interkomnya dan masuklah Sersan Cray. Pakaian itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa. Dia juga akan mengirimiku sebuah kawat dari luar negeri. Tidak terlihat." Sava menceritakannya. adalah yang punya harapan terkecil. di kereta api bawah tanah. dia yakin. Tidak terlalu teliti. gagal. Ceritakan padaku.*' "Itu tepatnya yang sedang kulakukan! Apa yang akan dikerjakan oleh Miss Lemon hanyalah untuk membuktikan padaku kebenaran kesimpul-an yang sudah kucapai.

" "Maksud saya. Dan Anda mengetahuinya. bukan?" "Saya kira hanva pada keadaan-keadaan tertentu. Dia berkata bahwa rahasia per-mainan itu sudah terbuka. Tidak akan mengejutkan. "Lebih baik." katanya. Sungguh menjengkelkan. Wanita-wanita itu biasanya akan memberikan uang mereka padanya dengan cukup mudah." "Siapa yang terpikat padanya.." kata Hardcastle." kata Mrs. ini akan menenangkan Anda. Maksud saya." kata Mrs. seorang polisi segera muncul dengan baki beiisi teh. "Dia pulang suatu hari dari bepergian. mungkin ada seorang gadis T tap tidak da gunanya bertanya pada kaum laki-laki tentang hal-hal sepern itu. saya—saya curiga. Rival. Rival berkata. Tetapi saya tidak mengira—saya sungguh tidak mengira bahwa dia membuat hal itu sebagai suatu bhnis" "Betulkah itu?" Dia mengangguk. "Saya bisa mengerti. kalau dia adalah Hairy. Itu adalah hal yang paling mudah diucap-kan oleh seorang laki-laki. tetapi dia memang Harry. Beberapa orang memang begitu. "Tetapi kelihatannya memang ' seperti Harry. pikir Hardcastle. "Bukan itu sebenarnya yang saya'pikirkan.. Rival. tetapi dia tidak begitu berubah. kemudian dia berba-lik dengan cepat. Dia jauh lebih tua. "Wanita." Baki itu ditarik. hal itu memberi kesempatan pada seorang laki-laki untuk sering berada di luar rumah." "Saya mengerti. Dia tidak keberatan menceritakannya pada saya. dengan mudah sekali.. Kita pergi sekarang. "Saya pikir dia pasti telah melakukannya. Dia membiarkan Mri> Rival menenangkan dirinya. kemudian melctakkan tangannya pada bahu Mrs. dia menge-luarkan suara tertahan lirih." Hardcastle ingin tahu apa yang sedang dipikir-kannya. Hanya sejak itu saya berpikir. kembali ke mobil dan mereka kembali ke kantor. Rival. Anda tahu. Bukankah begitu?" "Saya kira memang begitu. saya mengerti. tidak. Saya harap saya bisa yakin." kata Mrs. betapa ingatan seseorang pudar dengan berlaiunya waktu. "Dia sangat cermat dengan pakaiannya. "sepanjang perjalan-an naik kereta api. "Anda tahu bahwa itu tidak benar?" "Yah." "Yah. Harry kelihatannya tergolong kelas yang lebih baik dari sebenarnya. hanya saya tidak memberinya satu sen pun. Mereka tidak pernah mencurigai apa-apa. mungkin itu tidak benar. jika Anda mengerti maksud saya. Suaranya gemetar. dia kembali dan berkata bahwa dia harus segera menjelaskannya.. "Dia Harry. petugas itu mengangkat kain penutupnya. Kegugupannya mengenai tempat yang akan mereka tuju tidak lebih dari kegugupan orang-orang lain yang menuju tempat yang sama itu. "Tidak apa-apa. sangat rapi. Ke Newcastle. Mis. Rival?" "Ya. yah agak sedikit mengejutkan. Mereka akan berbohong dan yah. Dia selalu kelihatan—yah. napasnya sedikit cepat. Bagaimanapun juga." "Ya. dan itu sangat berguna kalau mereka punya maksud-maksud tertentu." dia menambahkan dengan cerdik. Sava mulanya tidak begitu memikirkan-nya-" *Tetapi sesudahnya?" Dia tidak segera menjawab. itu adalah gambaran yang cukup baik. "Dan di mana Anda tinggal waktu itu?" "Di sebuah tempat bernama Shipton Bois di Suffolk. Dia sering bergaul dengan mereka. Dia berbicara dengan nada minta maaf. sudah lama saya tidak melihatnya. dia kelihatan lain. Hanya satu atau dua menit saja." Ya. "Anda tidak boleh berperasaan begitu. kemudian dia berkata. Rival." Inspektur itu memandangnya tajam. Saya selaiu berpikir." "Suami Anda sering keluar rumah. Kota pasar. Anda pikir sekitar lima belas tahun sejak Anda terakhir kali melihatnya? Kapan Anda menikah?" "Kira-kira tiga tahun sebelumnya. Ya. Kota yang menyenangkan." kata inspektur itu. Paling tidak—" dia berhenti " — itu yang dikatakannya. Anda tahu." . "Ayolah. Minumlah secangkii. "Dapatkah kita melanjutkannya? Bagaimana-pun juga. mungkinkah emosi? Dia tidak yakin." Dia berdiri dan mengawalnya keluar ruangan itu menuju sebuah mobil yang sedang menunggu. Tahukah Anda. bukan?" "Anda pikir orang itu benar-benar suami Anda?" "Saya yakin betul. Dia kelihatan sangat menyesal. saya juga tidak begitu yakin." Dia memasukkan gula pada tehnya. Saya lalu menanyai dia. Wanita-wanita cenderung untuk terpikat padanya. Sangat mirip dengan Harry. Dia berdiri memandang selama beberapa saat. saya kira sekitar lima belas. Dia berkata. katanya."Tentu saja. tidak begitu." kata inspektur itu.. katanya. Anda tahu. "Bagaimanapun juga. Mungkin. Rival dan membimbingnya keluar.. dan menghirup tehnya dengan cepat. Tentu saja saya cukup siap untuk menerima bahwa dia bukan Harry. seperti sava. Ketika mereka kembali ke ruangnya." "Bagaimana Anda tahu?" Dia mengangkat bahu. Rival?" Suara Hardcastle terdengar lembut dan simpatik. Dia tidak berkata apa-apa. "Kami sangat membutuhkan bantuan Anda dalam kasus ini. dia jauh lebih tua. saya pikir—orangorang terpikat padanya dengan mudah. Mrs. Rival. "bahwa Anda lebih suka segera menyelesaikannya. begitulah. Agak kasar sedikit. Kemudian baru kita bicara. Tentu saja saya tahu bagaimana sifat laki-laki. Hardcas-de menghiburnya. Saya yakin saya berkata dalam surat itu bahwa itu sekitar sepuluh tahun yang lalu." "Bisakah kita membicarakan beberapa fakta yang dapat membantu kita? Kapan terakhir kalinya Anda melihat suami Anda?" "Saya sudah mencoba mengingat-ingatnya dengan tepat. dan mungkin ada sedikit kericuhan mengenainya. Ituiah mengapa. banyak gula." "Dan apa yang dikerjakan suami Anda?" "Dia adalah seorang agen asuransi. tetapi ternyata lebih dari itu. Mrs. Seorang guru sekolah. Baikbaik.. Saya kira. dan saya harap saya tidak membuan0-buang waktu Anda dengan sia-sia. Tentu saja. kelas yang baik. kenyataannya begitu." kata Mrs. Tidak saat itu. "Wanita. dia begitu sering bepergian. "orang cenderung berpikir bahwa itu kuiang dari yang sebenarnya dan itu akan membuat Anda merasa lebih muda. Dia tertibat dengan seorang wanita." Inspektur itu mengangguk pada petugas itu." "Terima kasih. Kelas yang baik. Mrs. Dia memberi wanita itu sebuah cincin dan mereka bertunangan—dan kemudian dia berkata dia akan menginvestasikan uang buat mereka berdua. Mungkin dia meng ra saya tahu lebih banyak dari yang sesungguhnya. Hanya—hanya. Waktu berlalu begitu cepat." "Apakah dia telah mencoba hal yang*sama pada Anda?" "Ya..

Tidak terlalu romantis. kepada wanita itu.c. Namanya adalah Castleton ketika saya menikahinya.au tentang dirinya?" "Tidak sepatah kata pun.. Itu adalah seluruh uang yang saya miliki di rumah. tentang laki-laki dan cara-cara mereka dan segi-segi buruk mereka. Flossie Gapp. Orang hanya tidak bisa mempercayainya. Saya memiliki apa yang disebut sebagai sedikit pengalaman.. Nama asli saya adalah Flossie Gapp. Kadang-kadang keadaan menjadi lebih baik sesaat. dia selalu kelihatan begitu cerhormat." Ada kegetiran dalam suaranya sekarang." "Mungkinkah dia menjual polis-polis asuransi palsu—sesuatu seperti itu?" ." "Anda—maafkan saya— menikahinya ?" "Saya bahkan tidak yakin. maksud saya—berbagai nama yang berbeda-beda. Shipton Bois.." "Dia hamil?" "Ya. Saya dapat menginvestasikannya sendiri. Atau tepatnya. sampai saya melihat fotonya di koran-koran. saya kira. mungkin Anda berkata begitu—atau apakah dia adalah jenis laki-laki yang harus memiliki seorang wanita dan dia tidak melihat alasan mengapa mereka tidak sekaligus membayar biaya untuk hiburan yang diberikannya." kata Mrs." "Anda tidak pernah mendengar apa-apa tentang Harry Castleton sejak Anda berpisah~-at. Rival." "Merlina—er—bukan nama asli Anda. Rival dengan sikap menutup diri. Itu bukan kehidupan yang enak dan saya melepas-kan nama Castleton. Bagaimanapun juga. "Saya kira tidak." "Apakah dia pernah memakai nama Curry?" "Curry? Tidak. Rival?" "Kadang-kadang. setelah kami menikah. "Membantu di pesta-pesta. Hardcasde berkata pelan. dan sebuah senyum riang menghiasi wajahnva." katanya." "Apakah hal ttu pernah terjadi sebelumnya?" "Saya kira begitu. Rival. Tentu saja saya tidak punya ide." "Harry Castleton. "Saya kira dia memakai—dulu. Betul begitu?" "Ya. Anda tahu." kata Mrs. Sampai . Saya kembali memakai nama Merlina Rival.dirinva sejak saat itu. Florence. hal-hal seperti itu. Saya berkata 'Tidak perlu/ Bukannya waktu ku saya tidak mempercayainya." Hardcastle mengulurkan kartu itu ke seberang meja. "Kami memang menikah.. "Ini ada dalam sakunya." kata Mrs. Anda bisa bertemu orang-orang. Banyak bepergian. Saya kira saya terpaksa. Dia bilang dia kekurangan uang. dia bercerita pada saya tentang sebuah kesempatan hebat yang didapatnya. Dia tidak akan gampang ditipu seperti yang lainnya. tetapi saya tidak peduli dan dia segera membuang subjek itu. menjadi penerima tamu." Dia menambahkan. Di gereja pula. jika tidak saya tidak akan menikahinya. Mrs. Apakah hanya. Tidak. Mrs. bahwa saya tidak akan menanggung semua ini!" Dia menambahkan sambil merenung... Rival. Rival?" "Saya tidak tahu. keadaan mungkin berbeda. Lain dari yang lain. Bagaimanapun juga."Mengapa tidak? Apakah Anda tidak mempercayainya waktu itu?" "Yah. saya kira tidak. Rival. Saya kira itu bukan nama aslinya." "Anda bilang Anda tidak pernah mendengar tentang dirinya selama lima belas tahun terakhir ini?" "Dia tidak pernah mengirimi saya kartu Natal. memakai nama yang berbeda-beda. bukan?" "Apa yang Anda lakukan sekarang? Apakah Anda masih bermain di panggung. "Wanita tidak ingin dunia mengetahui bahwa mereka telah ditipu. tetapi saya sering mendengar orang laki-lak berkata mereka sedang mengejai sesuatu yanp hebat dan kemudian ternyata hanya untuk bersenang-senang saja. Selalu simpan uang Anda di tangan dan Anda akan yakin Anda masih memilikinya! Saya telah melihat begitu banyak gadis dan wanita yang membodohi diri mereka sendiri/1 "Kapan dia menginginkan Anda untuk menginvestasikan uang? Sebelum atau sesudah Anda menikah?" "Saya kira dia mengusulkan hal itu sebelumnya. saya bukannya jenis yang mudah percaya begitu saja pada orang lain. adalah apakah Anda mempunyii ide mengapa Harry datang ke daerah int?" "Tidak. Mrs. sepan-jang yang saya ketahui. jika itu yang Anda maksudkan. sebab." "Hal Iain yang dapat saya tanyakan pada Anda. Saya sungguh-sungguh tidak tahu. dia adalah orang yang terpelajar." kata Mrs. Tetapi kali ini." "Dia tidak punya tanda-tanda khusus tertentu? Bekas luka? Sebuah operasi—atau tulang retak —sesuatu seperti itu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya. Sebelumnya kami tinggal dekat Doncaster. karena uang—suatu cara dalam mencari nafkah... saya tidak mau dia menginvestasikan uang saya untuk saya. "Saya melakukan pekerjaan-pekei jaan ringan di sana-sini." katanya. "Jarang sekali. "Saya kira dia tidak tahu di mana saya berada. Itu bukan kehidupan yang jelek." kata Mrs. Betul-betul seorang gentleman. sebagai suami istri—sampai berapa lama?" "Kami di sana sekitar dua tahun. Saya tidak pernah melihat atau mendengar tentang. saya kira?" Dia menggelengkan kepala. Kemudian. "Masih menyebut dirinya sebagai seorang agen asuransi.j mi. saya kira saya mestinya dibapcis dengan nama itu." "Dan Anda tinggal di tempat itu. Gadis atau wanita itu." komentar Mrs. Rival jujur. Anda boleh berkata begitu/' Hardcastle berkata bijaksana.*' "Apakah suami Anda pernah mempunyai masalah dengan polisi?" 'Tidak pernah. Saya tidak mengatakan saya betul-betul terkejut ketika dia kembali hari itu dan bercerita pada saja. tetapi saya tidak tahu kalau dia juga menikahi wanitawanita lain sebelumnya." "Dan apa yang terjadi selanjutnya?" "Dia berkata dia harus segera pergi dari sana dan saya berkata dia boleh pergi dan menyingkir. sedikit bergurau. "Saya tidak benar-benar mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan hal itu. Saya pikir mungkin dia telah pergi ke luar negeri—atau mati. "Saya mengerti. "Sayamem-berinya sepuluh pound. tetapi setiap orang selalu memanggil saya Flossie atau Flo. Sava kembali ke panggung sebentar setclah kami berpisah. Rival. Saya kira saya sudah cukup lama mengetahui bahwa dia menye-Ieweng. kelihatannya. Saya bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya selama tahun-tahun terakhir int. "Saya menciptakannya. "Anda dulu menyenanginya.

Tanggal yang tepat akan ada pada catatan di Somerset House. Rival. Di mana Anda menikah? Dapatkah Anda mengingatnya?" "Di tempat bernama Donbrook—Gereja Santo Michael. Bagi saya kelihat-annya tidak mungkin. sampai lusa. Saya sendiri merasakan hal yang serupa. "Saya akan berpikir bahwa sudah hampir waktunya untuk minum teh. Sebentar kemudian datanglah Sersan Cray. Mereka tidak berarti apa-apa bagi Anda?" "Tidak. saya kira. Rival menam-bahkan dengan jujur." katanya." kata Mrs. Wanita-wanita akan bangga bisa menguasai laki-laki seperti itu. "kami sangat berterima kasih pada Anda." Dia mengangguk menegaskan. Hany selalu sangat hati-hati menjaga dirinya. Maksud saya. Saya kira dia tidak akan menibuat seseorang putus asa. Rival. Kelihatannya mungkin sekali ada lebih dari satu wanita vang ingin membalas dendam padanya. bukan? "Ya. saya kira. Hardcastle mengucapkan selamat jalan." Dia memikirkan lagi jam dengan tulisan Rose-marv di atasnya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersumpah bahwa otang itu adalah Harry Castleton. adalah sebuah pemerasan?" "Yah. ya. sava rasa. seperti yang saya katakan tadi. "Tolong bawakan jam-jam itu kemari. Dia merasa cukup aman. "Nama Harry Castleton—mungkin hanya alias saja. Dia tidak akan mengambil risiko dengan melakukan sesuatu yang memungkinkannya terjebak. Tidak apa-apa." Jam-jam iru dibawa dengan sebuah baki dan ditutupi sehelai kain. Saya kha-watir saya tidak dapat mengingatnya. bukan? Saya suka yang itu. Itu gambaran paling jelas vang bisa saya benkan. Apakah harus begitu?" "Dapatkah Anda memikirkan adanya hubung-an antara suami Anda dengan nama Rosemary?" "Rosemary? Sebentar. Rival." "Jika Anda melihat sebuah jam dengan jarum-jaium yang menunjukkan angka empat-tiga belas—" Hardcastle berhenti. Saya hanya perlu mengatakan siapa dia. "Anda tidak pernah melihat satu pun dari jam-jam ini sebelumnya. Rival. "Ya. Mrs. Wanita tertentu." Dia menyentuh jam bersepuh emas itu. "Kelihatannya begitu. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya. sebab dia selalu kelihatan sebagai tipe yang baik dan terhormai." "Kaum wanita menvukainva. Mrs . bukan?" "Tidak. Kita harus mencari tahu tentang orang itu. Hardcastle membuka kain itu dan menunjukkannya pada Mrs. yang pernah menikahi Anda. yang tidak meng-inginkan sesuatu di masa lalunya terbongkar. Tetapi saya tidak mungkin tahu. Kenang-kenangan? . namanya adalah Rosalie... bukan? Saya tidak perlu menjelaskan? Saya tidak akan menceritakan ting-kah lakunya ketika dia masih hidup—hal-hal seperti itu?" "Sekarang belum perlu. tetapi dia mungkin mengum-pulkan uang sediktt-sedikit. Itu akan membuat saya merasa sudah hampir melangkahkan kaki ke Hang kubur. Ada si rambut merah itu—Bukan." Mrs. "Cantik. Dia kembali ke mejanya dan duduk di sana sambil mengetuk-ngetukkan sebatang pencil. Saya kira dia tidak membutuhkan uang yang banyak. Saya tidak menga-takan memang begitu. Anda tidak kebetatan memberikan kesaksian tentang identifikasi tadi. Saya harap tidak lebih dari dua puluh tahun yang lalu." "Padahal kclihatannva terhormat. "Itu." kau inspektur itu. Saya pikir lebih mungkin ada kaitannya dengan wanita. Pemeriksaan itu telah ditangguhkan. tetapi mungkin begitu. saya tidak tahu. bukan? Harry menyimpan kisah cintanya secara rahasia. Mereka selalu gampang terpikat padanya." Hardcastle berbicara kepada bawahannya. Terurama. mungkin. saya kira. "Memuaskan?" tanya sersan itu." Hardcastle menarik napas. "Yah. "tampaknya adalah barang dagangannya yang utama. Mereka mengharapkan sebuah masa depan vang bahagia bersamanya." kata Cray.-Rival tertawa kecil." "Mungkinkah itu menurut Anda. "Ada satu hal kecil Ugi. mungkin saja. Dia menelitinya dengan minat yang jujur dan baik." kata Hardcastle."Saya betul-betul tidak tahu. Mrs.

" Saya mengangguk. ya?" Sava berkata pelan. dan bagaimana caranya dia pulang?" Poirot bertanva dengan penuh rmnat. siapa pun dia sesunggulinya. aku akan mengunjungimu dan menceritakan semuanya yang kudapat dari Hardcastle tentang Mrs." Matanya bersinar. Aku merencanakan ke sana besok. dia bertanya. Informasi? Atau sesosok mayat?" "Berbicara tentang mayat. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang atau beberapa orang yang tidak diketa-hui. sebagaimana dia menyebut dirinya kadang-kadang—" ." "Mrs. dan itu mungkin menyangkut dengan seseorang yang telah dilihatnya di sana—atau dengan sebuah peristiwa yang terjadi di sana. "Tetapi pada apa. "Coba ambil karya John Dickson Cart atau Carter Dickson." kata Poirot. kau puny a waktu luang?" "Belum. Aku bisa kacau di sini. di mana dia telah memutuskai tumit sepatunya di kisi-ktsi—" dia berhenti. "Aku tidak tahu banyak tentang apa yang telah terjadi selai: ku di luar negeri—hanya fakta tentang identitik. Aku masih berruga^ Tugasku mcmba-waku ke sana—" Saya berhe/iu sejenak dan kemudian berkata. Saya menatapnya. kemudian menggelengkan kepalanya. Aku betul-betu| terganggu." "Kalau aku kembali ke London lagi. Sebaliknya ceritakan padaku tentang si Edna itu—yang mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent." "All." "Apakah itu tidak akan memperbaiki flat-flat ini?" "Ya—tetapi sangat menjengkelkan bagi&«." "Ya—polisi-polisi memang sangat hebat—" "Dan para istri sangat membantu. setiap hal bisa. "Aku tidak tahu. Bagaimana kau berharap untuk mengetahui sesuatu jika kau tidak menanyakan pertanyaanpertanyaan yang sesuai?" "Tetapi bagaimana bisa di mana tumit sepatunya copot jadi persoalan?" "Mungkin tidak. Kemudian. "Tidak perlu. Apalagi dengan bau cat itu nantinya!" Dia memandang saya dengan gusar." "Kau sebaiknya datang ke Crowdean dan bertanya sendiri." "Jadi yang kauketahui seluruhnya. "Bukan— itu sudah lama sekali.NARASI COLIN LAMB "Jadi kau kembali juga. bahkan melakukan pergantian struktural pada flat-flat ini. "Untuk saat ini tidak mungkin. "Aku terganggu. Ada penjualan naskali-naskah para pengarang minggu de-pan—sangat menarik." Saya menggelengkan kepala.u—ba-gaimana pendapatmu mengenamya?" Poirot mengangkat bahu." "Dikenali oleh istrinya. Kalau tahu Poirot. tetapi saya tidak dapat membantunya." "Aku tidak dapat menceritakan padamu lebih daripada yang sudah kuceritakan — aku tidak mengenal gadis itu sama sekali. di mana kisi-kisi itu?" "Sungguh." kata saya jengkel. mende-korasi kembali. aku sudah membaca laporan dati pemeriksaan yang ditangguhkan di Crowdean itu. Aku sendiri tidak tahu apa yang diinginkan. Kau sudah ke Crow-dean?" "Belum. Merlina Rival! Aneh benar namanya!" "Itu mengingatkanku pada sesuatu. Bagaimanapun juga aku tahu kalau tempatnya di dekat kantor itu. kau memang tidak pernah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar! Sebagai hasilnya kau tidak tahu apa-apa yang penting. Dia meletakkan penyisip bukunya dengan cer~ mat untuk menandai halaman yang sedang dibaca-nya. Poirot. Sebaliknya." kata Hercule Poirot. Poirot pastilah mempunyai selera yang buruk dalam minuman! Sekali ini dia tidak menawari saya untuk menemaninya minum. Merlina Rival." "Ah—tapi itu tidak mungkin." kata Poiiot mengecam. bagaimana aku bisa tahu?" "Kau bisa tahu kalau kau bertanya. "Itu sudah diharapkan. "atau seluruhnya yang dapat kauceri-takan padaku adalah bahwa gadis itu adalah seekor kelinci yang malang. Poirot melambaikan tangannya dan berkata." "Aku menemukan apa yang ditugaskan pada-ku. "Kau telah berhasil. "Aku tidak tahu. "Sebuah kunjungan pada seorang teman—di rumah peristirahatan di desa. "Apa kabar?" tanya saya." "Maksudmu kau tahu semuanya tentang dia tanpa diberi tahu?" "Tidak. ya?" ia memandang saya sambil berpikir. mengabaikan kesulitan-kesulitan-nya dengan kibasan tangannya.mengingatkannya pada sesuatu." "Kau terlalu jauh. Aku tidak menemukan orangnya sendiri. "Omong-omong. Dan mayat itu akhirnya mempunyai nama. "Orang harus mengkonsentrasikan diri pada pokok-pokoknya saja." pikir Poirot." saya berjanji." "Oh. kita harus mengetahui tempat yang tepat ke mana gadis itu pergi. Kali ini secangkir coklat panas berdiri di atas meja di dekat sikunya. "Harry Castleton." "Ah-begitu. yang kaulihat kantor pengetik. sebab dia bilang begitu dan bahwa dia membeli roti kismis dan kembali dengan memakai kaus kaki saja dan memakan roti itu di kantor dan dia mengakhiri dengan berkata bagaimana dia bisa pulang dengan keadaan seperti itu. tentu saja." "Masih tetap dengan hobimu?" "Ya. Mereka membuat perbaikan-perbaikan. ^ *. Maksudku aku tidak berminat padanya-" "Kau tidak berminat—tetapi mengapa tidak? Aku tidak mengerti.

Dan meskipun-otang-orang Yard berpikir bahwa Harry Castleton. tidak ada kabar burung tentang dirinya sampai dia ditemukan mati. Semua ini berlangsung cukup lama dulu—lima belas sampai dua puluh tahun. Lainnya itu adalah ciptaannya sendiri. Saya sedang duduk di tangga. "Halo. dan mulai menyediakan minuman penyegar. Sekitar waktu itu dia kelihatannya menghilang." katanya. "Tepat. Aku sudah mulai putus asa." Hardcastle mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu depan. Roger Byron. Itu asalnya jam emas dan porselen Dresden itu. "Seorang detektif inspektur polisi sudah pasti akan kehi-langan muka jika tumahnya dimasuki perampok dengan sangat mudah. memiliki beberapa teman yang tidak jelas." Saya mengatakannya." "Aku bisa saja masuk dengan sangat gampang sekali. ketika dia pulang sore itu. Saya tahu betul apa maksudnya dengan perka-taan itu. Orang itu betul-betul sangat pandai dengan pekerjaannya—men gumpul-kan uang dari sana sini —selalu pola yang sama-— tetapi sangat sukar ditangkap. tidak begitu cepat. Cukup menyenangkan. akan menghilang dari Southend. "Keadaan berubah akhirnva. terkesan pada pengetahuannya yang hebat tentang keuang-* an dan sebentar kemudian dia menghilang secara diam-diam. Kadang-kadang melakukan pekerjaan 'me-nerima tamu*. "Kau tidak tahu latihan kami. dan seseorang bernama Lawrence Dalton akan memu-lai operasinya di Newcastle di Tyne. Saya tidak berminat mende-ngarkan kuliah tentang hal-hal yang telah silam mengenai seni fiksi-fiksi kriminal. Menggambarkan dirinya sebagai bekas aktris. Kami melacak dari mana asalnya mereka—Portobello Market. Dia tidak dapat mengingat wajahnya. Lebih cocok untuk cara hidupnya. kau tahu. seorang laki-lakilah yang membeli mereka. begitulah." kata Hardcastle "Kami telah mengenali mayat itu. Dan sangat tidak membantu1." "Apa yang dulu disebut. Portobello Market selalu penuh dengan turis-turis Amerika." "Maaf." "Hal itu tentunya membuka kemungkinan-kemungkinan. "Masuklah." kata saya berang. di karpet ruang duduk Miss Pebmarsh?" kata saya. "Itu adalah senjata utamanya. di depan rumah Hardcastle. Roger Byron adalah orang yang sama. Jam perak itu berasal dari seorang perajin perak di Bournemouth." • "Aku bisa mengatakan bahwa dia adalah wanita yang baik yang bersedia menolong teman-te-mannya. "Katakan kapan. Istrinya berkata." "Kelihatannya dia bukan laki-laki seperti itu. Kabar burung yang tersebar adalah dia sudah mati—tetapi beberapa orang mengatakan dia telah pergi ke luar negeri—" "Bagaimanapun juga." "Itu adalah suatu berkat. bukan?" "Jika kau menyebutnya merah." "Ya." "Apakah dia pernah diadili?" Belum—kami telah menyelidikinya. Rival mungkin mengetahui sedikit lebih banyak tentang suaminya daripada yang dia ceritakan. wanita yang gampang diajak berkencan. itu lebih cocok. Kupikir mungkin dia pernah." "Dapat dipercaya?" "Lumayan." "Seorang wanita yang dihina yang tidak pernah lupa?" usul saya. Bukan hal yang serius — hanya menipu-nipu—hal-hal seperti itu. Colin? Kamukah itu? Jadi kau sudah bebas dari perasaan haru-birumu. Kupikir dia berkata sebenarnya." "Nama aslinya adalah Flossie Gapp. kau tidak dapat masuk ke dalam. Mereka mem-percayakan tabungan mereka padanya. Raymond Blair. dan kami menikmati minuman itu. Saya bangkit dari kcmuraman untuk menyambutnya. yang tidak mudah melupa-kan—" "Dan jika wanita seperti itu buta—pendeiitaan datang menimpa di atas penderitaan lainnya—" "Itu hanya dugaan. tidak akan bercerita." Dia memimpin jalan menuju ruang duduk. "Yah. sekitar setengah jam. Lawrence Dalton. dengan alasan bahwa ada sebuah janji yang mendesak. Mereka lebih senang kehilangan uang mereka." 'Tentu. Ada wanita yang mempunyai day a ingat yang kuat." alu mengapa kau tidak masuk?" "Aku tidak ingin merendahkan derajatmu dengan cara apa pun." saya menjelaskan." "Apa pekerjaannya? Pelacur?" "Bukan seorang profesional.Saya meloloskan diri sebelum dia dapat mene-ruskan ceritanya. Kau tahu bagaimana pasar itu di hari Sabtu." "Bagaimana rupa istrinya—Mrs. Dia cukup sering mengubah namanya." "Apakah dia sendiri pernah terlibat dalam kegiatan kriminal?" "Tidak untuk dicatat. Kau tahu." t "Aku tahu. dengan hati-hati. Dibeli oleh seorang nyonya Amerika." "Bagaimana dengan jam-jam itu?" "Tidak berarti apa-apa baginya." kata saya memutar pikiran saya kembali. Kaum wanita. mungkin malah masih." "Berapa lama kau ada di sini.—siapa tadi? —Merlina Rival? Aneh benar namanya! Itu pasti bukan namanya sendiri. NARASI COLIN LAMB . Pengenalannya cukup positif." "Dan jam yang keempat? Jam yang hilang itu?" 'Tidak ada komentar. Dia malu untuk dipotret—menghindafi keinginan teman-teman wanitanya untuk memotretnya. mereka tidak pernah dapat membuktikannya. Betapa banyak jumlah istri yang kumiiiki di sini! Aku mulai berpikir hanya wanita yang bijaksana saja yang mengenali suaminya sendiri. Seorang wanita jangkung rrienginginkan-nya sebagai hadiah untuk putrinya yang masih kecil! Hal yang diingatnya tentang wanita itu hanyalah topinya yang hijau. Tidak ada keragu-raguan. misalnya. "dan jangan ngomong yang tidak-tidak. tetapi tidak mudah untuk mendapatkan keterangan. Tidak ada penggantinya sampai saat ini. kukira Mrs. pikir penjaga toko—tetapi kupikir itu hanya tebakan saja." kata Hardcastle. Aku membaca di arsip koran—sia-pakah Harry Castleton itu?" "Seorang laki-laki yang tampaknya sangat ter-hormat dan mencari nafkah dengan menikahi atau semata-mata bertunangan dengan wanitawanita kaya-raya yang gampang dirayu. duduk di depan pintu rumahku?" "Oli.

"Mengapa tidak? Aku siap membayar Biro Cavendish untuk jasamu. mempunyai janji pada pukul dua belas." Dia kelihatan malu." kata Sheila. sehingga membuat matanya lebih berwarna ungu. Douglas Weatherby siap melayani Anda. Kecuali. "Apa pun yang kauceritakan pada orang lain. itu hanya kebiasaannya saja. Ayo-lah. bukan biru. Ketika pelayan wanita itu sudah mencatat pesanan kami dan pergi. bantalan-bantalan kursi plastik dan cangkir-cangkir dan tatakan-tatakan-nya." "Tidak. Dia. karena saya juga punya janji." Dia menyela. Tidak ada gunanya mengatakan itu untuk menghiburku. Saya berkata bahwa saya sudah akan selesai sebelum waktu itu. sebab seseorang menempatkanmu di sana. tentu saja. Hanya karena kau berada di tempat itu pada hari itu. sehingga di ruangan itu hanya ada kami saja.' dan seterusnya. Tetapi yang kutuju adalah." Buttercup Cafe mencoba untuk tampil sesuai dengan namanya. Seseorang mungkin telah memintamu untuk melakukannya. Aku ngeri. Boleh dikatakan profesi kami sebenarnya sama. "Apakah kau mendapat kesulitan?" "Ya—tidak—aku tidak tahu. harganya murah. Nama saya adalah Douglas Weatherby dan saya tinggal di Hotel Clarendon (hotel-hotel vang luar biasa jeleknya selalu mempunyai nama-nama yang keren).Hotel tempat saya menginap adalah sebuah hotel yang kecil dan sempit dekat stasiun. jika Dick tidak menceritakan padaku halhal yang diketahuinya tentang dirimu. tidak begitu. yang bagi saya terasa lama sekali. Dia pikir itu adalah kisah buatan saja. Waktu itu masih cukup pagi. Sebuah cabang yang betul-betul berbeda." "Coba pikir.. Bahkan lebih dari itu." Pelayan wanita itu mengantarkan pesanan kami. tidak ada bukti terhadapmu." "Tentu saja aku takut. Saya maju ke depan. "Bukan. Saya memesan kopi dan kue untuk dua orang. sepu< mantel bulu mink mode terakhir." "Mengapa?" "Kau tahu mengapa." "Gadisku sayang. maka pasti ada alasan khusus. Kau keluar dari rumah itu pada hari itu dengan sangat ketakutan. Meja-meja berlapis formika. Dia berpikir bahwa aku terlibat dalam kasus itu sejak awal mula. Aku ingin kau percaya padaku. Ini karena dia pikir aku tertarik padamu. Kopinya berwarna pucat. berpura-pura sebagai Miss Pebmarsh. kami saling berpandang-an. tentu saja bukan. "Aku tidak tahu kalau pekerjaanmu ada hubungannya dengan kepolisian. Saya sedang berada di luar pintu putar di larendon. Apa bedanya buat mereka jika kita menghabiskan waktumu yang berharga dan malial itu di Buttercup Cafe di s^berang jalan ini daripada mendiktekan surat1 surat yang membosankan yang dimulai dengan 'Kepada yang terhormat. "Apakah kau mengharapkan dia menceritakan segalanya padamu?" 'Tah. Sheila?" "Apa maksudmu—apakah aku baik-baik saja?" Matanya dikelilingi oleh lingkaran hitam d bagian bawah. kerika Sheila muncul. tetapi ada sesuatu yang tidak kauceritakan padaku. dan kemudian kau ketakutan dan sekali kau berbohong mengenainya. sesuatu yang tidak diceritakannya padaku tentang—" Dia menyela lagi. Di sana disediakan daging panggang yang lumayan. aku memang tertarik padamu. "Tidak tepat polisi. kau harus terus berbohong. dan juga Edna. Yah. semua berwarna kuning. yaitu dengan memakai warna kuning secara bertebth-lebihan dan agresif. Kau mungkin telah menelepon hari itu. "Mr.." "Jadi kau tidak mempercayai ceritaku sepatah kata pun?" "Ya. Colin. mungkin dia berkata padamu bahwa itu adalah lelucon. Dan aku sudah kembali." . "Mengapa kau ambil jam dengan tulisan Rosemary di atasnva itu?" "Apa maksudmu? Mengapa aku harus mengambilnya?" "Aku bertanva padamu mengapa kaulakukan hal itu.. Sheila." "Oh. Apakah Miss Sheila Webb bisa datang? Menurut teman saya dia sangat efisien. Dia pikir. Kau tidak berpura-pura. tidak\ Berapa kali harus kukatakan padamu?" "Semuanya memang baik. "Dia selalu pergi ke mana-mana dan sepertinya mencurigai setiap orang. sambil perlahan-lahan mengaduk-aduk kopinya. tidak. dia pikir aku membunuh orang itu. Saya beruntung." "Apakah itu suaramu?" tanya sava. kau harus menceritakan pada&w yang sebenarnya." Matanya memandang ke bawah. "Kaukab itu yang menelepon?" "Ya " "Tapi kau tidak boleh berbuat begitu. "Dia pikir aku menempatkan diriku di sana. Sheila. bagaimanapun juga. Dia pikir Edna mengenali suaraku di telepon." kata saya. Dia pikir Edna dengan suatu cara mengetahui hal itu. Kupikir kau sudah pergi?" "Memang." dia berkata sesudah berhenti paling sedikit selama satu menit. Aku tidak pernah menelepon. tetapi hanya itulah penilaian yang pantas untuknya. mari kita pergi dan minum kopi yang enak dalam suasana yang damal. Apakah kejadiannya seperti itu?" "Tidak.. "Apakah kau baik-baik saja. "Siapa yang kautakuti?" "Temanmu itu—inspektur itu. "Aku takut padanya. Pada pukul sepuluh keesokan harinya saya menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan berkata bahwa saya menginginkan seorang pengetik steno untuk menyalin beberapa surat dan mengetik kembali sebuah perjanjian bisnis. Kau betul-betul takut. Sudah kukatakan padamu. apa pun yang telah kaulakukan. Kau tidak bisa memainkan peranan itu dengan berpurapura. tanpa maksud jahat. Sheila. Jika Hardcastle mempunyai prasangka terhadapmu. tidak ada alasan mengapa dia tidak melakukannya. Sheila dapat segera datang." "Apakah hanya karena menemukan mayat itu yang membuatmu takut? Atau karena hal vang lain?" "Hal lain apa?" Saya memberanikan diri." kata sava. Aku ini untukmu." kata saya meyakinkan.

Jika saya menginginkan Sheila. "Berapa lama kejadian itu sebelum pembunuhan di Wilbraham Crescent No." "Hanya itu. Aku tidak pernah melihatmu memakai sarung tangan. dia menceritakan padaku tentang mereka yang tidak sama dengan ceritanya dulu. Tetapi dia meninggalkannya entah di mana—di bis. sesudah inspektur itu menanyai aku pada hari itu. tetapi dia masih bertahan. Rosemary Shei. Itu pasti dikirim oleh orang yang mengetahui bahwa aku telah mengambil jam itu." "Kau kembali ke ruangan itu sebab kau meninggalkan sarung tanganmu. Jangan bohong padaku tentang hal ini. Jika ayahku adalah seorang penjahat—" ''Apa yang kauketahui tentang avah dan mu?" "Orang tuaku meninggal dalam sebuah kecela kaan ketika aku masih bayi. Bagaimanapun juga. Sheila adalah gadisku —gadis yang kuinginkan—dan ingin kumiliki. katamu. dan dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya? Dan kemudian seseorang datang dan membunuhnya. Dia telah memiliki jam itu hampir seumur hidupnya. Akhirnya jam itu merepotkan. Kelihatannya. Dan kartu pos itu sendiri —bergambar Si Tua Bailey. seorang pembunuh. Dia telah membawanya ke tukang jam tidak jauh dari Biro. Sheila. Kau mungkin adalah seorang anak haram."Aku tidak pernah melakukannya." kata saya. Atau ada orang yang ingin membuat agar segala sesuatunya kelihatan seperti aku yang membunuhnya? Oh. Baiklah kalau begitu. bukan?" Dia diam sejenak. "Dan kemudian?" "Aku mulai berpikir. sebab jam itu toh sudah tua dan selalu macet dan memang sudah sepantasnya diganti dengan yang baru Dan kemudian. Hari itu hari yang cerah di bulan September. Atau mungkin ibuku. dan namaku — . Aku seolah-olah lumpuh. Itu adalah caranya berjuang untuk hidup—penyangkalan yang mudah dan cepat. Itu adalah satu-satunva cara." "Kau tidak mungkin melakukan hal yang lebih konyol dari itu. Itu sangat bodoh. Jadi aku tahu. Mereka lebih baik mengatakan vang sebenarma. Pergi jauh dari sana—itu yang kuinginkan/* Saya mengangguk." "Namamu adalah Rosemary. "Baiklah. sekali-dua. Kau tidak memakai sarung tangan apa pun hari itu. "Baiklah.." 'Tetapi mengapa kaulakukan itu?" "Sebab nama itu—Rosemary. entah bagaimana. Aku mengambil jam itu dan memasukkannya dalam tasku dan aku keluar lagi. Orang-orang kadang-kadang memang mencoba menyembunyikan kenvataan itu dari anak-anak. bukan Sheila?" "Dua-duanva adalah namaku." Ceritanya mengalir keluar dengan kata-kata yang tidak keruan. "Dalam beberapa hal. bisa saja. Kadang-kadang. ketika aku bertanya. dia tidak pernah mengatakan padaku sedikit pun tentang mereka. kau tidak punya otak sama sekali. aku begitu bingung. tetapi saya punya. 19?" Kira-kira seminggu. tetapi aku tidak merasa begitu. Hal itu tidak begitu berarti apa-apa pada zaman sekarang ini. Tetapi tidak ada gunanya mempunyai ilusi-ilusi tentang dirinva. memain-mainkan kuenya di atas piring. Itu adalah apa yan diceritakan oleh bibiku. Dan—dan aku meloncat ke luar. Itu berani kenangan» bukan?" "Yang mungkin saja mempunyai arti yang menyenangkan. takut. Kukira aku—aku konyol sekali." 'Teruskan. Aku melakukannya." "Jadi kau menduga-duga sendiri. Aku berdiri tegak setelah menyentuhnya dan aku berdiri di sana menatapnya dan jamku memandangku dari atas meja di samping perapian—jam^w—dan ada darah di tanganku—dan kemudian dia masuk dan aku lupa segalanya sebab dia akan menginjaknya. Kelemahan saya berbeda dari kelemahan Sheila. Dia bilang dia tidak menelepon memanggilku—lantas siapa yang melakukannya—siapa yang membuatku berada di sana dan meletakkan jam£« di sana? Aku—aku berkata bahwa aku ketinggalan sarung tanganku dan—dan memasukkan jam itu dalam tasku. Itu yang kaulakukan." gadis itu berkata. pikir Sheila." "Aku juga berpikir begitu. "Aku tidak memperhatikannya pada mulanya. Tetapi dia tidak pernah membicarakan mereka. 'Tidak ketika aku memasuki ruang itu. bukan? Kenyataan bahwa kau memiliki nama yang sama dengan nama yang tertulis di atas jam itu?" Dia mendengar ketidakpercavaanku. "Itu jamm«. dan yang selalu dicerita kannya padaku. Dia tidak begitu memikirkannya. bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Mengapa aku dinamai Rosemary? Itu bukan nama keluarga. mungkin." saya berkata padanya. Tetapi yang penting adalah. "Aku takut waktu itu. bahwa aku tidak tahu. Kartu pos itu. kau tahu. Sava memutuskan untuk menverang. semuanya seolah-olah ditujukan padafcw. "Ya. bukan?" kata saya. dan orang mati itu. kau kembali ke ruang itu dan kau mengambil jam itu. Sheila adalah pembohong dan mungkin akan selalu menjadi pembohong. kecuali kalau alasan yang sebenarnya adalah sesuatu—sesuatu yang mereka pikir buruk sekali bagi kita. Itu adalah senjata anak-anak—dan dia mungkin tidak pernah berhenti menggunakannya. mungkin—ayahku. Orang tidak akan mengatakan bahwa orang tua kita meninggal dan tidak dapat atau tidak mau mengatakan apa-apa tentang orang tua kita. Mengapa ada orang yang menginginkan aku ada di sana? Melibatkanku dengan seorang laki-laki aneh yang sudah mati? Atau apakah orang mati itu yang ingin menemuiku di sana? Apakah dia. "Itu kepunyaanmu?" Dia menahan napas. atau di toko tempat dia makan sandwich di saat makan siang. Sampai ketika dia berumur enam tahun dia selalu dipanggil dengan nama Rosemary—tetapi dia membencinya dan mendesak agar dipanggil Sheila.. Itu namaku. Padahal mungkin sederhana saja. saya harus menerimanya sebagaimana dia sebenarnya—sanggup menerima kelemahan-kelemahannya. aku mulai berpikir. Kita semua punya kelemahan. Aku tidak tahu apa yang ada di belakang semua ini. Dan kemudian aku— menemukan mayat itu." Saya memandangnya. "Bagaimana kau tahu?" "Ceritakan padaku. Membuatku ke sana." katanya dengan suara yang nyaris seperti berbisik." 'Tetapi seseorang sedang berusaha melibatkan-ku.i la." "Jadi kupikir mungkin ayahku adalah seorang penjahat—bahkan mungkin.

" kata saya." "Mengapa?" "Aku seperti pendeta Zaman Victoria yang kuno. membayar rekeningnya dan berdiri. tidak pernah suka tinta ungu." Jadi begitulah. Omong-omong. Dengan hormat.. Saya menemukannya sedang mengerutkan dahinya. Rute saya membawa saya melewati kantor polisi dan „setelah ragu-ragu sejenak. Merlina Rival. "Kau harus pergi—menjauhkan diri —jika kau tahu apa yang terbaik untukmu. 413. Apa yang menyusahkanmu?" . saya tetap tidak percaya bahwa Sheila telah bercerita sejujur-jujurnya. (Tentunya itu adalah kata-kata yang paling tolol dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya). Kau akan baik-baik saja. Terkena pisau cukur ketika anjing kami mener-jangnya." kata saya." "Apakah mungkin karena sesuatu yang didengarnya dan dia membuat kesalahan tentang hal itu?" 'Tidak ada apa-apa." "Kukatakan sesuatu padamu. Dia tidak peduli. Clarendon adalah hotel yang menyukai Anda untuk check out sebelum jam dua belas siang. Pada tempat yang disebutkannya.** "Kalau begitu cocok. menyiapkan tas dan menitipkannya pada pengangkat barang di hotel. Itu adalah cara yang sederhana dan mungkin efektif. Kalau dipikir-pikir. dan luka ku harui dijahit. Kau harus menarik telinganya ke depan sebelum kau dapat melihatnya. Sebuah bukti yang menyenangkan. "Kau terlalu banyak mengetik cerita-cerita seram dan misterius." Saya tidak yakin apa maksud kata-katanya itu. kataku." kata saya menuduh. Bila aku sudah selesai dengan tugasku yang sekarang.. Saya bertanya padanya tentang apa yang sedang dicemaskannya. "Maukah kau menerima sebuah nasihat dariku?" "Tidak. Sebenarnya dia memiliki sebuah bekas luka di belakang telinga kirinya. Tidak ada!" Saya memikirkannya." "Aku meragukannya. Paling tidak—kupikir begitu. "Jasa Pelayanan Pi ibadi Colin Lamb sedang melaksanakan tugasnya. "Apakah kau punya musuh pribadi? Pemuda-pemuda yang tidak puas. Aku juga punya Keraguan/' "Berilah waktu pada dirimu sendiri. Semuanya membuatku panik dan melakukan sesuatu yang konyol. Apakah mayat itu punya bekas luka?" "Dia memang punya bekas luka. seperti katamu. Kemudian saya pergi. kendati saya tahu bahwa lebih baik untuk mengakhiri pertemuan kami dengan kata-kata yang romantis. tetapi Keingintahuan Pribadi si Colin Lamb menarik saya." Saya menggeleng-gelengkan kepala memandangnya. "Bacalah. Mungkin saya yang terlalu rendah menilai Sheila. Luka itu begitu kecil dan tidak penting sehingga saya tidak pernah memikirkannya waktu itu." "Tidak seorang pun dapat menentukan apa yang terbaik bagi orang lain. ternyata Sheila pintar juga. saya menyeberangi jalan menuju Clarendon. "Tentu saja tidak. Saya tidak dapat tidak memikirkannya. Dick. saya masuk ke dalam. Saya baru memikirkan sesuatu. aku akan mengundurkan diri. Tetapi saya salah. "Jangan cemas. Dick. "Aku pergi lagi sore ini. Saya menanyakan Hardcastle daff ternyata dia ada. "Tertutup oleh telinga. Anda bertanya pada saya apakah suami saya mempunyai tanda-tanda tertentu dan say* berkata bahwa dia tidak punya." Saya cukup terkesan." kata saya." Dia mendongak. Bahkan sekarang. Itu adalah sebuah kisah yang fantastik. Orang memang tidak peduli kalau mereka mau menasihati Anda." "Apakah dia tidak melihatnya ketika mayat itu ditunjukkan padanya?" Hardcastle menggelengkan kepala. tidak dapat menahan diri lagi. "meskipun alu. gadis-gadis yang cemburu. Dia tidak mungkin berpikir bahwa aku terlibat dalam pembunuhan itu. "Kembali ke London." Dia mengulurkan surat yang sedang dipegangnya itu pada saya." kata saya segera. dan kita akan hidup bahagia untuk selama-lamanya. "Aku membuangnya di tong sampah tetangga sebelah. Bahkan sekarang saya tetap tidak yakin dengan urusan jam itu. NARASI COLIN LAMB Ketika Sheila sudah pergi." kata saya. "Bagaimana dengan Edna? Apakah kau tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ada dalam pikirannya tentang dirimu? Mengapa dia datang ke rumahmu untuk berbicara denganmu kalau dia bisa menemuimu tiap hari di kantor?" "Aku tidak tahu. memandangi sepucuk sufat di tangannya. Dia tidak mungkin bisa.Rosemary—pada jamku sendiri yang seharusnya tidak ada di sana. Apa artinya angka-angka itu? Mengapa menulisnya di atas kartu pos dengan kata: INGAT kecuali kalau kata dan angka itu mempunyai arti tertentu bagi orang kepada siapa kartu itu ditujukan? Saya menarik napas. seseorang yang mungkin agak terganggu jiwanya yang ingin membalas dendam padamu?" Kedengarannya sangat mevakinkan sekali waktu saya mengatakannya. Hormat saya. "Apa yang sebenarnya telah kaulakukan dengan jam itu? Menyembunyikannya dalam lacimu?" Dia diam sejenak sebelum berkata. memandang saya dengan ekspresi wajah sedang memikirkan sesuatu. "Tulisannya bagus.

"Saya kira Anda ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada sava. Dia tidak mengatakannya pada saya sampai saat terakhir. Anda menyelidiki secaia mendalam hal-hal seperti itu." "Dia telah pergi agak lama. Mereka akan menganggap Anda jahat bila Anda menolak.." katanya. Mereka adalah orang Inggris. 62. 'Tidak.. itu betul.. Saya tidak mau membawa anak-anak! Hanya itu masalahnya." kata saya lembut. pasti ada hubungannya dengan seorang wanita pada akhirnya. Ramsay membukakan pintu. Ramsay? Dan pergi agak jauh?" "Apa yang Anda ketahui tentang itu?" "Yah. yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Tiba-tiba ada sifat tegas dalam tingkah lakunya. tajam. Mrs. Saya tidak betul-betu. Ramsay memandang saya dengan lebih bersemangat. Saya tidak pernah lebih daripada seorang simpatisan sayap kiri yang moderat. tetapi saya bekerja pada departemen yang betul-betul berbeda. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dengan mereka. Saya berkata. menghilang. Orang tidak akan menolak seorang polisi untuk masuk ke rumahnya. Anda harus berusaha mengorek-ngorek apa yang tersembunyi di balik kulit seseorang. membuat sebuah isyarat kasar untuk menunjukkan sebuah kursi dan dia duduk di depan saya. Saya harus memutuskan apa yang ingin saya lakukan. Saya kira mungkin juga. "Saya pikir Anda adalah Sersan—Lamb. bukan." kata saya. "Tenang sekali di sini hari ini—saya kira anak-anak Anda telah kembali ke sekolah?" "Ya. tetapi saya tidak. Atau Mr. apakah tetap tinggal di sini . saya tidak begitu terkejut. Saya cukup mencintainya sehingga saya mau menemaninya ke Moskow. Tetapi Anda pasti sudah mengetahuinya. tetapi saya sudah melewati saatsaat terburuknya." Waktu menunjukkan pukul dua belas seperempat ketika aya menekan bel di Wilbrabam Crescent No. Dia hampir-hampir tidak mengangkat matanya untuk memandang saya." Dia berhenti sebentar." Kelesuan hilang dari tingkah laku Mrs. mengetahui apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Ramsay. Sesudah dia menceritakan semuanya pada saya. Saya tidak bisa. dalam pekerjaan Anda." Dia mengangkat matanya untuk mengamat-amati saya dengan lebih saksama. Dan kaum wanita dapat menjadi sangat fanatik. bukan?" "Betul. dia tidak pernah menceritakan apa-apa dengan jelas pada saya. saya tidak tahu." "Apakah Anda tahu ke mana dia pergi?" "Kurang lebih. Saya mencintai suami saya. Memang berbeda rasanya.Hardcastle berkata dengan muram bahwa kasus itu membuatnya jengkeli Dia bertanya apakah saya akan menemui teman saya si orang Prancis atau Belgia itu di London. "Dia ingin saya menemaninya di sana. Apakah saya akan melihat Michael lagi atau tidak. di negeri mereka sendiri." Tiba-tiba Mrs. kemudian dia berkata dengan suara pelan. "Bolehkah saya berbicara dengan Anda sebentar? Saya pernah kemari." "Apakah suami Anda terlibat dalam kasus Larkm?" "Saya tidak tahu. Saya tidak ingin tahu. kecuali kalau dia betul-betul fanatik.. "Saya turut sedih. Dia menginginkan saya membawa anak-anak. saya tidak mengatakannya begitu! Pandangan saya semata-mata bersifat pribadi." "Dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak cukup bersimpati pada tujuan suami Anda?" "Tidak. Anda mungkin tidak ingat. terlibat dengan kepolisian. Ramsay. dan kemudian pergi ke Moskow. Mungkin simpati sava yang tulus dalam suara saya menyentuh perasaannya." kata Mrs. mentari tahu siapa yang menjadi teman dalam perjalanan. tanpa nada. bukan?" Dia diam sejenak. Aku harus mengadakan sebuah penyambutan yang hangat." "Dan hanya itu saja saya kira.." "Apakah dia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu?" "Saya kira begitu. kira-kira sepuluh liari yang lalu. Dia tersenyum kecil. "Mungkin Anda juga merasakannya." Dia memandang saya dengan sedikit terkejut. Dia harus memilih cara hidupnya sendiri dan saya harus memilih hidup saya sendiri. Ramsav sambil berdiri." "Saya mengerti. atau siapa pun Anda sebenarnya. bukan?" "Nama saya memang Lamb. "ada apa kalau begitu?" "Suami Anda masih di luar negeri?" "Ya. ya. "Dia itu betul-betul seperti kerang. Saya percaya." "Anda tidak tertarik dengan pandangan politiknya?" 'Dulu ya. Saya kira. Dia menggelengkan kepala. "Ya. tidak peduli apakah saya setuju dengan pandangan politiknya atau tidak. tetapi saya tahu satu hal dengan pasti. dan langsung. Bolehkah saya masuk?" "Jika Anda mau. Saya ingin mereka dibesarkan sebagai anak-anak Inggris biasa. saya kira. "Itu pasti merupakan sebuah pilihan yang berat.. Saya ingin anak saya dibesarkan di sini. siapa yang menjadi anggota partai. Mengapa?** "Aku menyebut-nyebutnya pada kepala polisi yang berkata bahwa dia mengingatnya dengan baik—kasus pembunuhan Pandu Putri. Mrs. Lamb." Dia meneruskan. "Mungkin. "Ada apa?" katanya." Dia memimpin jalan menuju ruang makan. "Anda datang—Anda bersama inspektur polisi itu. Dia tidak pernah bercerita pada saya atau membicarakan hal itu dengan saya. Anda tahu. "Oh. Dia menatap saya dengan cepat. tentang pembunuhan terakhir ini? Gadis yang terbunuh di bilik telepon umum." "Anda mungkin bisa memberi kami informasi yang sangat berguna bagi kami. Serigala berbulu Domba (Lamb). Mr. Sebuah kerutan kecil nampak di antara alisnya.. boleh saja." "Bukan. Apa yang harus dilakukan. bukan? Menelusuri masa lalu. Ada sedikit kemarahan dalam suaranya. kemudian berkata. dia telah pergi ke balik Tirai Besi." kata saya. Maksud saya bukannya saya tidak mau. tetapi tingkah-kkunya sekarang menjadi lesu. Saya harus membuat rencana-rencana sekarang. bukan.. bila dia memutuskan untuk datang kemari. Saya muak dan jemu pada semuanya! Ketika Michael berkata bahwa dia akan meninggalkan negara ini. Hal itu memang membuat saya terpukul. "Kita lebih baik saling berterus-terang. ke mana harus pergi." "Tidak mungkin." Saya memang ikut merasa sedih. Mrs. bukan itu. hal-hal seperti itu.

"Dan bagaimana kalian menghadapi hal-hal itu?" dia bertanya dengan cerewet. McNaughton. Wanita yang tampangnya begitu biasa. McNaughton kadang-kadang begitu cerah dan suka omong. Mungkin itu pula sebabnya mengapa Mr. dan mengapa kakinya kadang-kadang sedikit goyah.." Saya mendoakan dia agar berhasil dan pergi. Bland kelihatannya dalam kondisi yang baik. "Saya mengerti. bukan?*' "Yah—" saya mengucapkan kata itu dengan nada yang tidak menyiratkan pendapat. "Saya juga. hanya perjalanan sehari ke Boulogne. Saya harus mengatakan bahwa dia tidak begitu sedih dengan kematian suaminva. Pagi itu boleh dikatakan "pagi para tetangga". Saya sudah menduga memang tidak ada apa-apa lagi. Mr. "Itu harapan saya. Mungkin saya akan mengambil kursus steno dan mengetik lagi. Dia sedang membawa sebuah tas belanja dan kelihatannya kakinya sangat goyah. "Sudah lama sekali. "Oh. saya hampir menubiuk Mrs. "Dia kelihatannya telah menikahi seseorang yang derajatnya jauh sekali di bawahnya. Dia mulanya tidak mau membiarkan saya membawanya. saya membuat daftar pertanyaan di luar kepala. "Paris?" saya bertanya. Seperti ini kira-kira: Mr. mengedip kembali." Dia menyikut saya dengan sikunya (hampir seperti Mrs. Berkilo-kilo kentang? "Jangan mengebel. Sekarang saya berjalan di sepanjang Wilbraham Crescent persis seperti ketika saya berjalan pada tanggai 9 September." katanya. McNaughton!). Apakah saya harus mengunjungi Miss Pebmarsh? Menekan bel dan berkata—yah. "Jadi Yard menaruh minat. 61 dan saya berjalan menuju Albany Road. Memang sulit untuk mengetahui apa yang hai us kita lakukan dengan diri kita sendiri. Saya akan mencari pekerjaan." "Dia tidak pernah melihatnya lagi selama lima belas tahun. gombal! Saya menjadi ingin tahu. saya kira. "Angus dan saya telah menikah selama dua puluh tahun. Saya juga!" dia mengedipkan matanya pada saya. "Mari saya bantu. "Mengapa tidak?" "Gadis-gadis yang bekerja di sana tampaknya sering mengalami hal-hal yang tidak menguntungkan. Terdengar bunyi berdenting. menatap saya. "Saya tidak mengajak istri saya." Saya membawakan tasnya sampai ke pintu depan rumahnya dan dia berjalan di sebelah saya. Ketika saya keluar melalui pintu. Tetapi orang harus membereskan dulu semua-semua yang kurang jelas itu. "Hanya keripik jagung dan telur serta semangka. Sayang. Tidak. Kelihatannya hal itu agak mengejutkan bagi istrinya. Ternyata di bawah lembaran gelatine terdapat tiga botol wiski." bisik Mrs.. Saya pergi ke pemeriksaan itu. Maksud saya Mrs. Dia segera mengenali saya. begitu. Anda salah. harus ada lebih banvak yang dapat diperoleh dari para tetangga. dengan sekop di tangannya. Saya meletakkan tas itu di meja dapur. Curry (Casdeton) .." kata saya dan mengambil tasnya. Saya berjumpa dengan Mr." "Nah." saya menjelaskan. "Pintunya tidak dikunci. "Siapa yang—saya baru saja pulang dari luar negeri. Omong-omong. muncul dari balik sudut rumah. Tetapi dapatkah saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik? Ketika saya membelok ke Albany Road. maafkan saya." Saya tidak mengerti apa yang dikatakannya. kemudian dia mencondongkan kepalanya ke depan. apa vang harus-saya katakan? . Memang tidak logis kalau tidak ada seorang pun yang melihat sesuatu! Mungkin Hardcastle telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang salah. Mr. Saya mengerti mengapa Mrs. "Saya mulanya tidak mengenali Anda. Pirang. McNaughton. bukan?" Saya berkata bahwa saya ada di luar negeri waktu itu. bukan?" Saya mengelak dengan berkata bahwa saya datang dari London. "Oh. Ukurannya lumayan hot" "Perjalanan bisnis?" kata saya. "Anda adalah anak muda dari kepolisian." saya menjelaskan. Biar kubawa-kan barang-barangnya—" "Letakkan di dapur saja. Bland ketika saya berjalan di sepanjang Crescent menuju Albany Road. Anda bukan orang sekitar sini." Dia menarik napas." "Jika Anda mengira saya tahu segala sesuatu tentang hal itu. Saya tidak tahu apa-apa. sambil tersenyum cerah." katanya. Tidak boleh cerita sembarang-an di luar sekolah. McNaughton mengundurkan diri dari jabatannya. Seperti kata Poirot. Dan sekarang dia sering berkebun karena sudah tidak mengajar lagi di universitas. Pergi bersama seorang gadis yang menyenangkan. Keripik jagung. Kami berdua tertawa seperti layaknya pria yang menguasai dunia. Currv (Castleton) — telah dibawa ke No. "Apa kabar? Bagaimana dengan kejahatan itu? Saya lihat mayat itu sudah bisa dikenali. Rival. Saya tidak puas dengan diri saya sendiri." Kelihatannya tidak ada pintu yang dikunci di Wilbraham Crescent. 19Bagaimana caranya? Seseorang pasti telah melihat sesuatu! — Siapa? idem — Apa? Saya membelok ke kiri lagi. McNaughton pada saya—sikunya menusuk saya." katanya pada suaminya. Membayangiseseorang. kau sudah pulang. Dia berjalan menuju No. Saya heran apa saja yang ada di dalamnya.atau pergi ke tempat lain. sebagai penyegaran. Anda tidak hadir pada pemeriksaan itu." kata saya. Saya tidak mendapat apa-apa darinya. Tas belanja itu sangat berat. jangan melamar ke Biro Cavendish." Pada saat itu.telah dibius-Kapan? idem — telah dibunuh-Di mana? Mr. dan melemaskan pegangannya. Saya dulu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sekretaris.

Mengapa tidak ada tetangga di sana? Mengapa tidak ada deretan rapi rumah-rumah yang menghadap ke arah saya. Saya memasukkan tangan ke dalam saku. pada orang-orang yang berkeliaran di sana. Saya salah. mungkin menunjukkan sesuatu. Apa yang saya inginkan— apa yang diinginkan Hardcastle—adalah seorang wanita tua yang suka gosip. yang mengalahkan kepopuleran renda-renda Nottingham. Kilatan cahaya itu muncul lagi. Ada seorang anak di jendela itu. Apakah pembunuhnya telah memikirkan hai itu. Saya menyimpan berbagai macam barang dalam saku saya. "Aku tahu kau bisa bicara seperti diriku. Curry dulu juga datang kemari. Saya dapat melihat kepangan rambutnya yang panjang pada salah satu bahunya. Ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan. 19. Beberapa peralatan kecil yang kelihatannya tidak berguna. 20. Dia tidak akan mendengarkan. "tidak ada orang jenius yang melihat. Hemming. sedang duduk di atas tiang pagar itu. Tetapi tidak dalam bahasaku. barang-barang yang mungkin berguna. Karena tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya. Anda akan terkejut pada kegunaan barang-barang itu. kendati sembarangan dan tidak relevan. Ya. Apakah Mr. jam satu siang yang suci. yang punya banyak waktu luang. Tidak ada orang sama sekali di sana. Seperti banyak anggota masyarakat lainnya yang dungu. bagaimanapun juga. menghitung dari jendela itu ke batas pinggir . Saya memandang ke seberang jalan. itu dia muncul lagi. Hal ini merupakan kemunduran yang serius bagi penyelidikan kriminalitas. Saya berhenti dan menyapanya. seperti yang saya lakukan dulu. Saya berdiri di sana. tetapi balikan itu pun sudah langka sekali.Mengunjungi Miss Waterhouse? Tetapi apa gerangan yang harus saya katakan pada«y<*? Mrs. di bagian tengah gedung itu. Perbandingan yang kontras antara ketidakmanusia-wian flat-flat persegi itu membuat saya merasa iba melihat keagungan Victoria yang memudar di Wilbraham Crescent. yang berakal sehat dan senang bisa mendapat pondokan. Saya mempertimbangkan bahwa itu memang saat yang tepat untuk melakukan suatu pembunuhan. dan kelihatan tidak manusiawi itu? Seperti sarang lebah berpenghuni manusia. Dia melewati saya perlahan-lahan. Ternyata ada tetangga di sini. Saya mendongak. "Jika kucing bisa ngomong." saya berkata sedih. Masalahnya wanita tua seperti itu kelihatannya sudah hilang dari peredaran sekarang ini. Pus. Dia memegang sebuah teropong opera kecil dan dia sedang mengamat-amati saya untuk menggoda." Saya merasakan nyeri yang menusuk di bahu. "Maafkan saya. yang disewa oleh lebah-lebah pekerja yang keluar terus sepanjang siang dan hanya pulang pada saat malam untuk mandi atau merias wajah mereka dan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan pemuda-pemuda mereka. memata-matai dan mengintip. Selalu curiga. dan apa yang dia katakan. tetangga yang sangat berguna jika dia bisa bicara. melainkan balok-balok beton yang besar. Hemming mungkin? Tidak begitu penting apa yang hams dikatakan seseorang pada Mrs. jam yang dikeramatkan oleh tradisi Inggris sebagai jam untuk makan siang. Sesuatu yang tidak kita harapkan dan tidak pernah kita pikirkan. dua orang wanita dengan tas-tas belanja mereka. Saya terus berjalan. yang pernah saya lihat sebelumnya. saya ingin tahu? Apakah itu bagian dari rencana si pembunuh? Saya akhirnya tiba di No. dilayani oleh sanak saudara yang setia atau seseorang keluarga jauh yang miskin. Sudah selalu menjadi keyakinan saya bahwa jika kita menunggu cukup lama. Saya bingung. "Oh! Seandainya batubatu ini dapat berbicara!" Kelihatannya itu adalah kutipan favorit pada zaman itu. dikemudikan oleh seorang sopir yang sangat tua. sekelompok orang yang sedang mengelilingi meja makan. Dia berpaling dari saya dan mulai mengibaskan ekornya. bagaimanapun juga. atau hampir. Wilbraham Crescent tetap tinggal diam. Sebuah Rolls-Royce yang sangat tua muncul dengan agungnya menyusuri jalan itu. Rumah-rumah itu sendiri mungkin telah diawetkan seperti mumi terhadap tanda-tanda kehidupan yang ada di dalamnya. dan kucing oranye yang sama. juga memperhatikan nomor-nomor itu. Saya mengeluarkannya dan memegangnya di depan mata saya. Lensanya tidak cukup kuat tetapi memadai. Apakah mungkin kali ini adalah kesempatan saya? Mendongak lagi pada gedung besar persegi itu. Tetangga. Kucing oranye itu membuka mulurnya. atau memenuhi rumah-rumah sakit yang sebenarnya tempat tidurnya sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit. "Tidak ada tetangga. atau—yang mana jauh lebih mungkin—setiap orang yang ada di rumah selalu makan di dapur "modern". Yang selalu berharap untuk menemukan dan melihat sesuatu yang bisa membuat skandal. begitu pula dengan bata dan semen. Dia juga kelihatan agung tetapi mungkin sudah bosan hidup. Mereka sekarang duduk mengelompok di rumah-rumah jompo dengan nyaman. Tetapi batu tidak dapat berbicara. "Aku tahu kau bisa. juga kapur dan lapisan semen. Saya tahu mengapa." Kucing itu merasa tersinggung. Dia memandang saya dengan dingin melalui bahunya dan mulai menjilati dirinya. saya yakin. mengeluarkan suara meong yang mengalun. Pada satu atau dua lumah saya dapat melihat melalui jendela-jendela yang tak bertirai. menyendiri." saya membuka pembicaraan dengannya. dan satu atau dua peralatan kecil yang tidak dikenal oleh sebagian besar orang apa fungsinya. saya memperhatikan dengan cermat posisi jendela yang saya minati itu. tidak perlu diragukan lagi. Kuno." kata saya. saya perhatikan. tetapi terlebih dulu saya lepaskan cakarnya yang suka main-main itu dari bahu saya. Sebuah jendela terbuka dan seseorang memandang melaluinya. Paduka. Sudah saatnya. Meskipun jendelanya ditutupi dengan saksama dengan kawat nilon. Apakah kau duduk di sini hari itu? Apakah kau melihat siapa yang masuk atau keluar dari rumah itu? Apakah kau tahu semua vang terjadi? Mustahil untuk mempercayaimu. kita pasti akan memperoleh sesuatu. entah di mana. mungkin juga dia tidak bermaksud menggoda. Yang lumpuh dan yang pincang serta yang jompo tidak tinggal di rumah mereka sendiri lagi. sekarang mengarahkan teropongnya ke arah sopir itu. Saya nyaris saja berteriak dengan gaya Victoria. melewati saya. ada hal lain yang mempe-sona di siang bolong di Wilbraham Crescent. dua orang anak laki-laki naik sepeda. menurut kebudayaan tahun enam puluhan. Mata saya menangkap kilatan cahaya. Di antara barang-barang lain saya memiliki sebuah teropong burung ukuran saku. Pengamat kecil saya. Pada saat itu. Sebuah selotip. sebuah kaleng berisi serbuk kelabu dengan label yang salah dan sebuah insuflator untuk digunakan dengan serbuk itu. tetapi benar-benar ada dan terjadi. agak kumal dan tidak dibicarakan orang. saya berdiri di sana dan menatapnya. persediaan tetangga sedang langka di Wilbraham Crescent. berpikir. Saya sedang bersandar pada tiang pagar No. yang cukup mampu untuk membuka pintu-pintu yang terkunci. yang tidak tahu apa yang mereka cari. menyebut nomor-nomor itu dalam hati. sampai dia tiba pada nomor yang dia inginkan? Wilbraham Crescent tidak pernah kelihatan begitu indah. seperti dia dalam barisan mobil saja. saya teringat lagi dengan getir! Tidak perlu diragukan. Sebuah wajah yang sedikit tertutup di baiik sesuatu yang dipegang di depannya." kata saya.

saya masak. Saya harus menunggu sebentar. "Aku mengerti.." "Aduh. Bahasa Inggrisnya belum begitu baik." Dia berian dengan gesit. Itu betul. 77." katanya. Saya menekan bel dan berdiri menunggu peristiwa berikutnya. Kalau saya tidak bersikap sebagai seorang yang membosankan dan tidak menarik. Nomor di atasnya. Lantai empat. Dia baru di sini. menutup pintunya dan mendekati kursi itu. ya.." "Maaf?" Kelih atannya dia mengerti maksud saya. maafkan saya. Dia memiliki dahi vang menonjol. Ini dia." kata saya hangat. "Siapa namamu?" Dia segera menjawab dengan tepat. adalah No. berpura-pura mencari sesuatu dan akhirnya berdiri tegak. Geraldine cukup terbuka bagi suatu percakapan. Di situ ada jalan setapak yang cukup lebar. ya?" kata saya. maka akan merupakan suatu kebanggaan jika ibunya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan semuanya. "Dia meninggal ketika aku baru be i umur dua bulan. dan memindahkan sesuatu dari tangan saya ke dalam saku. Kemudian saya berjalan sampai saya tiba di pintu masuk flat-flat itu. Kadang-kadang Gerry. betul atau salah. Pada waktu-waktu lain saya kira pasti ada seorang penjaga di sini. Ternyata di baliknya ada sebuah ruang duduk yang menyenangkan." Pada saat itu. yang mengitari gedung itu. tetapi aku tidak suka yang itu. sehingga mudah bagi saya untuk menebak apa yang sedang dilakukannya. "Saya dapat menanganinya sendiri. menuju ke gedung itu. Saya memasuki ruangan itu. "Aku Colin Lamb. "Tuan ini. Dia melihatnya menunjukkan bahwa dia tidak mengenali benda itu. memandang saya dengan penuh selidik. "Saya tidak ingin mengganggu Anda. tetapi dan dalam gedung ternyata membingungkan." kata saya. Baru dua minggu. dan ada sedikit noda tepung di hidungnya. dia bilang kamu—kamu menjatuhkan. "panjang sekali. Gadis kecil itu kelihatannya biasa-biasa saja. yang menembus serta nyaris membuat saya gemetar. lurus." kata Geraldine. "Geraldine Mary Alexandra Brown. Pesawat itu jatuh. Di dalamnya terdapat sebuah pisau pemotong buah dari perak." "Dan ibumu?" "Mama sudah meninggal. Dan Papa tidak suka singkatan. "Saya memungutnya dan membawanya kemari. "Ya. dagu yang tajam. Pulang dari Prancis. bertuliskan PENJAGA. "Jika Anda membolehkan saya mengembalikannya pada gadis itu. tanpa memaksakan pertanyaan konyol seperti itu. "Itu Ingrid.. tetapi pada saat-saat suci antara jam satu dan jam dua. Dia menunjukkan jalan. tercium bau gosong dari dapur. "Saya kira—saya tidak pernah melihat. mendongak ke atas kepala seolah-olah kaget." dia mengangguk kuat-kuat. Siapa nama panggilanmu?" "Geraldine. "Cartinghaven Engineering Works. menyeberangi gang dan membuka sebuah pintu." Dia berbicara dengan puas dan saya pikir bagi setiap anak yang ibunya sudah meninggal. dan sepasang mata kelabu yang sangat cerdas. Dia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. Sesudah itu saya harus memeriksa setiap hal dengan hati-hati." Saya membuka tangan saya. "Jadi kau punya—" Saya melihat ke pintu. dan dikepang dua. Tangannya telah buru-bmu diseka tetapi masih terdapat bekas-bekas tepung. "Papamu pergi." "Ya. Dia lagi sendirian dan bosan dan munculnya seorang tamu akan diterimanya dengan sikap terbuka. Dia menjawab dengan ketepatan yang sama dan terinci yang telah ditunjukkannya sebelumnya. Semua penumpangnya mati. Kemudian saya mengitari gedung ttu sampai saya tiba di pintu masuk. tanpa berkurang keceriaannya. Dari luar kelihatannya cukup sederhana untuk mengira-ngira letak sebuah ruangan. ruang depan menjadi kosong. maka dia pasti cukup siap untuk berbincang-bincang." Salah satu keuntungan besar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah bahwa mereka mempunyai logika mereka sendiri. Anak itu menjawab "Halo" dan memandang saya dengan pandangan menyelidik yang lama." "Anda pergi sajalah. dan saya cukup vakin bahwa saya menemukan pintu yang benar.. celakanya." kata saya." kata saya." kau saya simpatik. "saya kira Anda punya seorang gadis kecil di sini. tujuh adalah angka mujur. "Menjatuhkan sesuatu—dari jendela. Dia menjatuhkan sesuatu dari jendela. Penunjuk jalan saya berteriak bingung. kemudian pintu itu terbuka. tetapi saya tidak membunyikannya. Ada lift otomatis dan saya masuk ke dalamnya dan menekan tombol ke lantai empat. Dia datang dari Norwegia. dengan sebuah kaki yang sedang digips. Yah. pikir saya. jadi saya melangkahi jalan setapak itu. Sebuah kursi telah ditarik ke dekat jendela dan di atasnya duduk seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun. Aku mengajarinya. Beaver-bridge. "Halo. membungkuk ke rerumputan. Saya berpendapat bahwa lebih baik mengambil tindakan.gedung dan dari tanah ke jendela itu. Di tepinya l>edeng-bedeng bunga yang rapi ditata pada posisiposisi yang strategis di atas rerumputan." kata saya. ya. saya sudah sering latihan dengan keadaan-keadaan seperti itu dulu." Dia mengangguk. Bagaimanapun juga. Rambutnya tipis. Seorang gadis Skandinavia pirang bertubuh besar dengan wajah tersipu-sipu dan memakai pakaian berwarna cerah." . 'Tepatnya empat belas tiga perempat mil dari sini. Dia tidak mengerti bahasa Inggris. "Maaf. Orang dewasa akan segera bertanya apa yang saya inginkan. "Maafkan saya—apa Anda bilang?" "Seorang anak di sini—seorang gadis kecil." kata saya." "Anda sibuk memasak." Di sini saya menggunakan sedikit isyarat. Ada sebuah bel dengan tanda besar di atasnya." Dia tersenyum ramah pada saya. "Permisi." kata saya.

maksudku. "Kupikir tidak begitu banyak yang tidak kaulihat." "Umm—ya. saya pergi. Ingrid. Harry maksudku. Harry. "Apa ini?" "Pisau pemotong buah. "Kualitas nomor satu." katanya. buku-buku." kata Geraldine." katanya." ' "Aku melihat ke luar jendela hampir sepanjang hari. ya. "Bukan untuk bayi dan untuk pura-pura. kalau memang dia yang memberikan benda itu. tetapi sekarang sudah tidak." "Itu pasti cukup menyenangkan. aku melihatmu." "Aku baru saja berbicara dengan salah seekor di antaranya. Dan boleh dikatakan. Dia punya kucing banyak sekali. Aku tidak menjatuhkannya." "Ya." "Pasti membosankan. "kalau dia mencoba sesuatu yang baru." kata saya." kata saya. Ayah Geraldine. Kami juga mengamat-amati nomor-nomor kendaraan. Memang sangat bagus. kau lihat ini. "Ya." "Aku pernah makan ikan mentah di Norwegia." "Pembunuhan itu?" kata saya." "Sial. "Bukan punyaku. "Oh. "Orang yang pohon-pohonnya tidak rapi itu." kata Geraldine tegas. "Aku jatuh dan kakiku patah." kata Geraldine." kata saya. Geraldine memandangnya. kau masak." "Ini sungguhan. Tahukah kau? Dia suka makan ikan mentah. "Ya. "Kau kembali. dan kupikir kau menjatuhkan sesuatu dari jendela. aku suka tart. Mengapa kaupikir aku yang melakukannya?" "Yah. Kau tahu. Senang juga kau punya seorang tamu. Sebetulnya" aku sedang lewat di bawah sana." Dengan bangga dia memamerkan sebuah teropong opera kecil. Saya mengembalikan teropong itu padanya. tidak membuang-buang uang. "Apakah kau datang untuk makan siang ?" "Tidak persis begitu. crayon. "Boleh kulihat?" kata saya. "dan apa yang kaulihat." kata Geraldine. Aku sedang turun dari bis dan bisnya tiba-tiba jalan. kau mulai dari nomor satu dan melihat sejauh mana yang dapat kaucapai. mula-mula curiga dan kemudian mengangguk memujinya. jadi aku menghabiskan banyak waktu dengan melihat ke luar jendela dengan ini. Tentu saja aku tidak tahu nama-nama asli mereka." "Aku?" "Ya. Ingrid membuka pintu dan muncul sambil terengah-engah. Dia menceritakan banyak hal padaku. "Bagus sekali. dan barang-barang seperti itu. Masakannya kadang-kadang agak aneh. Matanya bersinar menunjukkan betapa pentingnya keterangan yang akan diungkapkannya." "Kukira kau pasti tahu tentang semua rumah di sana. "Kadang-kadang itu baik juga. Aku senang kau datang. "Kau pasti sangat cermat. "Ada pembunuhan di rumah itu. Dia sangat baik. Dia menunjukkannya pada saya menuliskan kejadian-kejadian di dalamnya. Plasticine. siapa yang tinggal di dalamnya dan hal-hal lain sepeiti itu." Saya menyodorkan pisau pemotong buah dari perak itu. "Dia mencoba membuat kue tart hari ini. "Kau menyukainya?" "Ya. "Oh." Geraldine kelihatannya sangat meragukan hal itu. Siapa yang tinggal di rumah di sebelahnya—yang rapi itu?" "Oh. jadi aku menundanya sementara ini. ya?" "Kami baik-baik saja. "kucing oranye. di sana." kata saya. Geraldine mengangguk. ada seorang wanita buta di sana." "Ceritakan lebih banyak tentang orang-orang yang tinggal di sana itu. Memang menyenangkan kalau ada seseorang yang dapat diajak ngobrol." "Dia menjadi gugup kalau memasak." kata sava. tetapi dia berjalan seolah-olah dia bisa melihat." "Bukan—aku tahu itu sangat bermutu. "Ini sangat bagus." "Baiklah. seperti Kucing Bersepatu Bot. teka-teki bergambar. dengan rasa kaget. Maksudmu kau dapat memotong apel dengannya dan buah-buah lainnya. Tetapi Papa membawakanku macam-macam." kata saya. mengatur teropong itu pada mata dan melihat ke luar jendela. kau sedang melihat ke luar jendela dan. "Kau baik-baik saja." Dia menambahkan dengan sopan. aku benar-benar melibatnya Sungguh menarik/* . Seperti mengamat-amati kereta api. sambil menunjuk.. Saya mengambilnya dari tangannya."Dan dia mengajarimu bahasa Norwegia?" 'Tidak banyak. Penjaga gedung memberitahuku. juga waktunya. Dia baik. "Kau tidak perlu cemas. "Kedengarannya enak." kata saya memuji. "Itu adalah Marchioness (gelar bangsawan) dan Carrabas. Dan kadang-kadang kami makan sangat terlambat karenanya." Saya membukanya. Mulanya agak sakit dan nyeri sedikit.. Meskipun aku tidak mematahkannya dengan cara yang menarik." kata saya. "Aku punya sepupu bernama Dick dan dia mengamat-amati kereta api." kata saya. bukan?" "Ya." Saya mengatakannya dengan biasa tetapi Geraldine cepat bereaksi." Geraldine menjelaskan." Geraldine menarik napas." kata Geraldine. Sangat mengagumkan bagaimana jelasnya Anda dapat melihat Wilbraham Crescent No." "Aku punya catatan kecil." kata Geraldine bangga." "Olahraga yang cukup baik. aku tahu." tambahnya. Dia betul-betul buta. ya. tetapi aku bosan mengerjakan apa-apa. "Cukup bagus. Sayangnya tidak banyak mobil yang lewat jalan ini. bukan?" Geraldine tersenyum senang. dengan begitu aku jadi lupa kalau aku sudah lapar." kata Geraldine. jadi aku memberi mereka nama karanganku sendiri. 19 dan daerah sekitarnya." Dia mengangguk kuat-kuat dan membuat gerakan-gerakan dengan tangannya." "Ya. Dia menceritakan tentang pembunuhan itu. Kau tahu.

Hanya ikati atau sesuatu. Sepuluh lebih tiga bulan. sungguh. Curry. Dia selalu gugup kalau tiba waktu makan. aku selalu memanggilnya Kaisar sebab dia kelihatan begitu agung—berhenti menjilati dirinya dan kelihatan agak kaget. Geraldine berkata. Dia pergi ke bioskop atau ke kapsalon dan Mrs. Ada seorang pemuda datang dan arah jalan." "Aku pasti punya kembaran. seperti nama makanan. kau tahu. Kadang-kadang jam dua belas. tidak seorang pun tinggal di sana kecuali Miss Pebmarsh. "Itu karena aku harus ngomong banyak dengan Papa. sedikit bingung. Aku tidak makan malam di malam hari. Dia bercerita padaku sesudahnya/* "Apakah dia menceritakan siapa yang dibunuh?" "Dia bilang seorang laki-laki. "Yah. Suka bilang. Tiba-tiba dia menatap saya. Aku dapat melihatnya dari sini." kata saya tertarik. Yah. Tak seorang pun tahu namanya." "Siapa yang menjerit?" "Cuma seorang gadis. "Apa yang terjadi kemudian? Ini sangat menarik. bagaimanapun juga. tentu saja. tapi di sore hari." kata saya. aku makan malam pada saat Ingrid selesai memasaknya. Bukan pada hari yang sama—sesudahnya—di bilik telepon umum di jalan itu. 18—dia muncul dan berdiri di tangga sambil melihat-lihat." "Jadi kau tahu nama aslinya?" "Oh. "Pemuda itu kelihatannya agak mirip denganmu." Matanya bersinar. pemuda itu kelihatannya mendudukkannya. "Sava segera datang. Suka menepuk-nepuk. jadi aku tidak melihat. 'Gadis kecil savang. Tetapi." kata saya. "Banyak sekali polisi. maksudmu? Ini adalah makan malamku. sebab."Ya. "Kau tidak makan pada waktu tertentu. 71 . bukan?" "Ya." "Berapa umurmu." kata saya. Dan gadis yang menjerit itu bernama Sheila Webb." "Yah. ya.' Dia bukan. kadang-kadang sampai jam dua. Gadis itu keluar dari gerbang dan mendekap pemuda itu—seperti ini. tetapi makan tengah hari bisa kapan saja. Dan mereka mengangkut mayat itu dengan mobil seperti ambulans. Ingi id bilang. "Jam berapa kau makan siang—malam. liari itu agak sepi." "Ya. maksudku. aku tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi. "Dan kemudian terjadi berbagai macam hal. cuma aku harus mengeluarkan kepalaku dari jendela dan melongok-longok. Ada banyak orang pagi itu yang hanva berdiri di jalan. cukup cantik. "orang yang bisa diajak ngobrol dengan enak." dia berkata meyakinkan. pemuda itu." "Semuanya sangat menarik. Dia harus menyiapkan sarapan pagi tepat pada waktunya. jika aku tahu bahwa hal itu akan terjadi." Suaranya terdengar sedih. Perry datang unnik menjagaku. Tentu saja hanya ini yang perlu dimasaknya kecuali makan pagi. Di atas tanah dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu dan si Kaisar— itu si kucing oranye. tanpa bermaksud menghina. Apakah kau melihat orang itu—orang yang terbunuh itu—apakah kau melihatnya datang ke rumah itu?" "Tidak. aku pasti akan lebih waspada. Papa pergi ke restoran setiap malam dan mengirim sesuatu dari sana untukku. tidak banyak pada mulanya." 'Teruskan. Dia agak lucu dengan urusan waktu. itu adalah gagasan yang gampang. Dia adalah penjaga flat-flat di sini. Harry berkata padaku bahwa laki-laki yang terbunuh itu bernama Mr. "banyak yang bertampang seperti diriku. Tentu saja aku tidak benarbenar melihatnya. Geraldine?" "Makan malam." kata saya merendah.. memandang rumah di seberang itu. Ingrid keluar siang itu. di kepala. bukan? Aku -belum pernah melihat pembunuhan. kau makan kalau makanannya siap. "Saya datang dengan segera sekarang. Dan ada pembunuhan kedua. "sangat bodoh." "Apa yang kau—er—lihat?" "Ya.' " "Yah. Dia keluar dari pintu dan menjerit-jerit. Bukan makan malam sungguhan. Geraldine?" "Sepuluh. Nama yang lucu." Dia membuat gerakan dengan tangannya. Maksudku aku belum pernah melihat tempat terjadinya suatu pembunuhan." "Miss Mata Lembing?" "Aku memanggilnya Miss Mata Lembing sebab dia kelihatan begitu biasa. "Kami tidak sungguh-sungguh membutuhkannya. Pemuda itu keluar dari rumah itu lagi —kau yakin dia bukan dirimu?" m"Aku ini orang bertampang biasa-biasa saja. Tetapi dia memberiku permen dan lain-lain. sebab Papa bisa sangat marah. "Jam berapa kau biasanya makan siang. Kau tahu." kata saya." "Maksudmu dia tinggal di sana?" "Oh." kata Geraldine serius. maksudku—pada hari pembunuhan itu terjadi?" "Jam dua belas hari itu." Dia menghilang lagi." "Kau tampaknya sangat pintar ngomong. melihatlihat. namanya ada di koran-koran. Dia punya seorang saudara laki-laki yang selalu dirongrongnya. Dia menjengkelkan. Hal yang menarik adalah ketika seseorang berlari ke luar dari rumah itu sambil menjerit. bukan. Dan tentu saja aku tahu bahwa sesuatu pasti telah terjadi. kau tahu. Tentang pembunuhan itu." "Menepuk-nepuk?" tanya saya. Tentu saja ada banyak orang saat itu. "Ya. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Ingrid tidak memilih saat itu untuk muncul lagi dengan kue tart yang lezat atau makanan enak lainnya." kata saya ringan. Lumayan muda. Sebentar kemudian polisi datang." Ingrid muncul sekali lagi. 'Tolong ceritakan kejadian-kejadian sebelumnya." kata Geraldine. Kukira dia mestinya sudah ada di sana sejak sebelumnya. kukira itu benar/' kata Geraldine. Aku juga melihat Harry di sana. dan kemudian Miss Mata Lembing muncul dari rumahnya—itu yang tinggal di No. dia pergi ke jalan dan menelepon polisi dari telepon umum di sana. tidak. Kupikir itu agak bodoh.

" Anak itu betul-betul sebuah ensiklopedi. "dia akan merasa lapar. Aku tahu kapan Mrs. Aku tidak melihatnya. sekitar jam sepuluh." kata Geraldine. Biasanya adalah Southern Downs Laundry. Kepiting datang dan kapan dia pergi. Kadang-kadang dia membawa sebuah bungkusan yang tidak ada padanya pada saat dia datang. mengamat-amati orang-orang." kata saya. dan keju. "Kau mestinya jadi detektif Scotland Yard. "Jadi kau memusatkan diri pada teropong operamu itu. kukira tidak." "Sama sekali tidak sulit. Dan mereka juga berkata Griiss Gott." "Aku ingin tahu apakah mungkin kau telah melihat Mr." "Apakah Miss Pebmarsh menerimanya?" "Tidak." kata Geraldine. Dia berlari ke sana kemari." . "Mengirimnya. Dia hendak berkata tetapi tawanya membuatnya tak bisa bilang apa-apa. Dia punya seorang anak laki-laki kecil. Aku tahu dengan tepat apa vang terjadi hari itu." kata Geraldine." "Dia tidak pergi ke pintu depan dan membunyikan bel." "Jadi pagi itu kau melihat ke luar jendela. Curry tidak datang dari pintu depan." kata Geraldine." "Dan tak seorang pun datang ke rumah itu?" kata sava. Maksudku melalui bagian belakang rumah. Mrs. aku mengisi teka-teki silang." Geraldine menggelengkan kepala. Mereka pasti baru berdiri." Saya berjuang keras untuk menahan rasa tertarik saya muncul pada suara saya. tidak kalau dia menyembunyikan diri dari Miss Pebmarsh. "Jadi itu sebabnya aku tahu Mr. "Ya. membukanya." "Tidak." tambahnya. 1J5 binatu datang. dia sudah keluar lagi. "Dalam sebuah keranjang yang besar. dia lumayan tua.35 tepat. sebab Ingrid dan aku bertengkar. tentu saja tidak. tertawa yang nakal. bukan? Dan dia tidak dapat minta sarapan pagi pada Miss Pebmarsh. kukira. "Tukang binatu baru?" "Ya. bukan?" "Yah." Dia menerima tantangan itu. Saya tidak ingin memancing khayalannya." Saya mencernakan informasi itu. entah bagaimana caranya. Geraldine?" "Jam 1. sebingga dia tidak mau berbicara denganku. "Rumah-rumari itu saling membelakangi." "Oh. Tak seorang pun datang kecuali tukang binatu." kata saya. "Kembang kol dan sayuran yang awet-awet dibeli sendiri oleh Miss Pebmarsh." tambahnya bangga. mungkin dia ke sana pagi-pagi.'* "Jadi apa yang kaukatakan pada Ingrid?" Geraldine mulai tertawa. Maksudku bukan polisi wanita." "Itu adalah si wanita pembersih harian. Kupikir mungkin dia masuk. Dia adalah tukang binatu yang baru. Kebanyakan orang memakai jasa Southern Downs. "Aku ingin tahu seperti apa tampangnya. Jadi Ingrid tahu dan sangat jengkel denganku dan kami tidak berteman sampai hampir saat minum teh keesokan harinya. kira-kira jam sepuluh. "Kedengarannya sangat biasa. sebab Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Dia harus mengatakan padaku dalam bahasa Jerman. Dia menunjuk buku notes kecil. Kupikir polisi wanita itu konyol. 'Pergilah ke Neraka'!— 'Get the hell out of herel Jadi dia berkata begitu pada Miss Bulstrode di sebelah dan Miss Bulstrode sangat marah sekali. dan menunjukkan catatan itu dengan jari telunjuk yang agak kotor. "Apakah binatu itu mengirimkan pakaian atau mengambilnya?" tanya saya. Sekitar lima puluh. "Apakah mereka punya detektif wanita? Aku suka jadi detektif. Dan kemudian Miss Pebmarsh keluar. Aku mengajarinya bahasa Inggris dan dia ingin tahu bagaimana mengucapkan 'sampai jumpa lagi*—*««ti/ we meet again1. Bercukur bersih dan memakai pakaian berwarna abu-abu tua." "Mungkin dia datang dari kebun. Memang agak aneh." kata Geraldine." katanya tidak setuju. bukan?" "Ya. persis seekor kepiting. tetapi hari itu tidak." kata Geraldine." "Jam berapa waktu itu. pada waktu malam dan bersembunyi di gudang. kalau kau berbaring di sini dan selalu melihat ke luar. "Bagaimanapun juga. "tetapi bagiku kelihatannya mustahil." Geraldine mengangguk. Kadang-kadang diajaknya. Dia pergi mengajar anak-anak di sekolah buta. Kaupikir itu mungkin?" "Kupikir semuanya mungkin." "Memang. Kalau begitu aku pasti sudah melihatnya. "dan tukang susu datang pada jam setengah delapan tiap pagi. Kepiting pergi sekitar jam dua belas. 19." "Oh. Aku belum pernah melihat Snowflake Laundry. Jauh lebih besar dari yang biasanya. "kukira sulit bagimu untuk mengingat kejadian di hari tertentu dan membedakannya dengan hari lainnya. "Aku mencatatnya." kata saya. tetapi akhirnya dia bisa berkata juga. tidak. Kasar kalau kau mengucapkannya dalam bahasa Inggris. "Aku dapat menceritakan segalanya padamu tentang pagi itu. jadi Ingrid dapat mencuci semuanya dan pergi setelah jam satu. Auf Wiederseben. Sebelum makan. "Tidak. Curry datang ke rumah itu?" Geraldine menggelengkan kepalanya. ya. Orang-orang itu pasti tak suka kalau dia menyelinap lewat kebun mereka. Sedikit mentega. Sekali-sekali." "Kau belum menceritakan dengan tepat apa yang terjadi ketika binatu itu datang."Jadi kau makan malam lebih cepat pada hari terjadinya pembunuhan itu?" "Ya. No. "Aku menyuruhnya berkata. Pada hari itu ada binatu baru— Snowflake Laundry. "Tak seorang pun? Tak seorang pun dengan mobil—seorang pedagang— pengunjung?" "Tukang sayur datang pada hari Senin dan Kamis. Aku tahu sebab aku pernah ke Swiss sekali dan orang-orang di sana mengucapkannya. tidak.

" kata penjaga bar itu ramah. "Kupikir kau lebih baik menyimpannya. Kukira dia tidak bisa masuk. "Berbohong —berdusta—yah." "Aku akan sudah lama pulang. Tetapi itu tidak penting—pada jalan seperti itu. Dia membayarnya dan mulai menghirup minumannya dari gelas. membuka pintu van." Dia menunjuk ke kanan." kata Fred." Saya berdiri. "Aku ingin memilikinya. Rival melanjutkan gerutuannya. "Hal itu sungguh membuatku terpukul." "Tentu saja aku tahu. jika aku jadi kamu." kata saya." 'Tentu saja tidak betul. tapi—" "Ayolah. Tetapi kupikir. Tidak. Akan merusakkan topimu yang bagus itu. Dia sedang menggerutu lirih. Saya meninggalkan mereka. "Oh. Tidak. Aku akan bilang dan bertindak." "Sampai jumpa. rival mendorong pintu Peacock's Arms dan berjalan sedikit sempoyongan ke bar. Rival mengangguk setuju. Fred." Suaranya menjadi sedih. aku tidak pernah tahan." katanya. dan suka bergurau." kat& Geraldine. Ketika Fred mendekatinya lagi." kata Geraldine. Minuman itu membuat Mrs. jauh lebih tua darimu. Tetapi dia masih bisa minum sedikit lagi. Rival." kata Fred." kata Geraldine. "tetapi aku tidak betul-betul melihatnya dengan jelas sebab dia mengendarai mobilnya ke rumah itu—seperti ini." kata Geraldine. aduh. Dia masih tetap menggerutu." Mrs.. "Kupikir mungkin dia telah melihat sesuatu yang menarik. "Apel?" "Pommel Apfell" Dia berusaha memakai kemampuan bei bahasanya sebaik-baiknya. dia mengusap-usap wajahnya. menganggukkan kepala dengar. "Apa itu." "Dan kemudian dia pergi lagi?" "Ya. aku tidak mau. "Kalau orang-orang memintamu untuk melakukan sesuatu." kata Fred. "Yah. Fred menurut." katanya. cerah "Syukurlah. Miss Peb-marsh mungkin menguncinya." kata saya. tidak bisa. "Aku selalu suka bunga iris. Mrs. mengeluarkan keranjang dan berjalan terhuyunghuyung ke samping rumah menuju pintu belakang. Ada sesuatu yang menjengkelkannya. Dia bukan orang asing di losmen itu dan disambut dengan rasa sayang oleh si penjaga bar." katanya. atau apa saja?" "Sesuatu seperti itu. Sayang?" Mrs. "bagaimana permainannya?" 'Tidak betul. Orang-orang tidak dapat berpikir bahwa mereka bisa seenaknya saja memperlakukan diriku seperti itu. Fred. Sudah minum sedikit. jika aku jadi kamu." dia menasihati. "Tidak." katanya. Menyimpannya sampai ada orang yang menuntutnya. Dia beralih untuk menyambut langganan yang lain. Keadaan yang tidak menyenangkan itu muncul lagi. Bagaimana dengan benda ini?" Dia memungut pisau buah itu." "Tentu saja tidak. "Seperti aku?" tanya saya. Rival nyaris menitik dari bulu mata berhiaskan maskara itu. tidak betul. kalau aku boleh tahu? Mau yang biasanya. itu tidak betul dan jika kau tidak membela dirimu. "Aku akan pulang sesudah minum yang segelas itu. itu kataku. Geraldine. aku akan berhenti." Ingtid membuka pintu lebar-lebar. mungkin. kau tahu maksudku. Rival tersenyum kecil. itu adalah penipuan. Dia mengamat-amati Mrs. Rival. Mrs. Pendusta. bukan?" 73 . "Aku harus pergi sekarang. "tak seorang pun akan menuntutnva. Dia mendorong sebuah trolley. aku yakin aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. jadi mungkin dia meninggalkannya di sana dan kembali." "Kelihatannya bukan milik siapa-siapa. aku tidak tahu. Dia ingin tahu apa yang telah begitu menjengkelkan wanita tua itu. kukira." tambahnya dengan suara keras. berterima kasih. "Sopirnya turun. "Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan berdiam diri. "Oh. ramah. Dan aku tidak akan diam saja. dan aku berkata bahwa itu tidak betul. siapa yang akan membelamu? Berilah aku lagi. Sayang. Aku tidak tahan dengan penipuan. "Kita makan malam sekarang. Dia biasanya berwatak sabar. 'Tidak adil. "Apa kabar." katanya. "Penipuan." "Aku akan pulang dan tidur dengan nyaman." kata Fred menghibur. "Dia berhenti di depan nomor 19 meskipun dia berada pada sisi jalan yang salah. Maksudku." kata Mrs. "aku sudah kelaparan." kata sava jujur. bukan?" "Apakah ini akan menjadi sebuah harta karun. ketika dia mengetahui air mata Mrs. mereka harus mengatakan padamu mengenainya. hujan deras.'* kata Geraldine." kata Mrs. dia menyapanya dengan tingkah laku yang sedikit melembut. tetapi nadanya sudah lebih riang. Pendusta kotor. Rival sedikit gembira. "Ini bukan punyaku. Kukira dia merasa sedikit kepanasan setelah mencoba mengangkat keranjang itu. Aku tahu apa yang kuomong-kan. "Hujan akan segera turun. Flo. Mereka harus menjelaskan apa artinya dan apa yang mereka kerjakan. kau tidak ingin merusakkan topi itu. tidak. Fred menyingkir untuk melayani langganan yang lain. Mengapa kaupikir itu begitu menarik?" "Yah. 'Sama saja. Jika ada satu hal yang tidak dapat kutahan. Aku hanya dapat melihat bagian belakang kepalanya dan ketika dia keluar lagi. Rival dengan mata yang berpengalaman. "Sampai jumpa. Dan terus dia masuk melalui pintu gerbang menekuk sedikit keranjang itu." kata saya." "Seperti apa tampangnya?" "Biasa-biasa saja." "Ambilkan aku apel.JTidak ada yang terjadi. pikirnya sendiri. Ingrid.

" kata seorang laki-laki lainnya. si Harry itu." kata Inspektur Hardcastle. "ya. Kau sangat beper—beperhatian—tidak. itu benar sekali." "Dan Anda mampu memberi kami informasi tambahan. Fred. "Ya. Dia meneruskan. dia tuan rumahnva dan Mrs." katanya. dan berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan agak kotor. Di sini. dan eukaliptus." "Sekarang coba dengar. "Dia tidak banyak berubah." "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu. "Sama sekali tidak menguntungkan saya." katanya. Induk semang Mrs. tentang sebuah bekas luka." katanya sopan. kau bisa menyebutnya gentleman. "hal-hal kecil yang muncul. Anda benar. dan sebuah kepala melongok dari balik pintu dan mendongak ke arahnya." kata Inspektur Hardcastle. Rival dengan sedikit geram. Tentu saja orang tidak pernah tahu mana kiri dan mana kanan dari seseorang. membelok ke kiri. Hal itu sudah lama sekali dan saya tidak mau diingatkan kembali. Kami memeriksanya. Rival. Berpakaian rapi dan lain-lain. kemudian tiba-tiba berhenti dan mundur selangkah. memandang langit. Rival. mungkin akan segera hujan." "Anda mengenali laki-laki itu sebagai suami Anda atau laki-laki yang telah Anda nikahi sekitar lima belas tahun yang lalu. saya yakin itu. "Oh. Mereka membius kuda-kuda itu." "Kembali." Detektif Inspektur Hardcastle bangkit dari kursinya." kata Fred. Ya. Saya langsung datang. keanggunannya berkurang dibandingkan biasanya. "Anda rupanya. menopang dirinya pada pagar pembatas tangga. benar sekali.*' kata Mrs. "Oh. Rival adalah seorang wanita yang sangat suka merawat lemari-lemarinya di musim dingin dan memulai pekerjaan yang baik itu pada pertengahan September. "Dia biasanya seperti seekor buiung yang ceria—tetapi kita semua pernah mengalami saat-saat di puncak dan saat-saat di bawah. aku tidak akan mempercayainya. tetapi tidak seperti Lord Algernon Vere de Vere. "Sesuatu telah menjengkelkan si tua Flo malam ini." "Ini hal yang sangat kecil. memutar kunci itu dan masuk. Rival mengangkat tangannya dan menunjukkan tempat itu. menurutku. Rival menaiki tangga. Mrs. Di sini. kata orang. bukan?" "Saya mestinya berpikir bahwa saat ini Anda pasti telah mengetahui berapa lama tepatnya. Saya tidak mau memikirkannya lagi." Dia meletakkan tangannya pada tempat yang sama lagi. "Selamat malam. saya kira. "bahwa Jerry Granger akan muncul pada nomor lima. "Yah." kata Mrs.'* "Oh." kata Mrs." "Menungguku?** Mrs. "Hal-hal kecil. ikan. Dia menatap tamunya dengan tajam. Dia berjalan di sepanjang jalan. Ketika dia mengeluarkan kunci dan menaiki tangga. Saya sudah mengatakan semuanya yang dapat saya ingat dan sekarang saya tidak ingin mendengarnya lagi. Dia mendongak ragu. "Yah—" dia kelihatan ragu sebentar. Anda menulis kepada saya. Semuanya. "Saya sudah muak dengan Harry. saya pikir begitu. "Silakan duduk. "Yah." Lebih cerdas dari vang kukira." Mrs. Rival kedengarannya sedikit kaget. baiklah. "Apa yang Anda maksudkan dengan satu atau dua hal?" katanya. maksudku bukan itu— apa maksudku?" "Kata-katamu vang penuh perhatian itu. Rival.** Mrs. Rival. Jika kau bertanya padaku. Mrs. Tidak ada yang dapat saya ceritakan lagi. Rumah itu berbau kubis. Mrs. Mrs. itu ada di lehernya. "Ada seorang gentleman menunggumu di atas." "Terima kasih banyak. Posisi mereka mungkin telah tertukar. Rival telah keluar dari Peacock's Arms. pasti ada penipuan dalam hal itu." Mrs. Itu betul. "Ada apa? Coba katakan." kata Mrs." kata orang pertama tadi. Rival agak tidak sabar. pada saat yang sama ketika Hardcasde merasakan timbulnya semangat. Inspektur Hardcastle berkata pada dirinya sendiri. Nada bicaranya lembut dan seperti minta maaf. Rival tamunya. "dan ada satu atau dua hal yang saya pikir ingin saya bicarakan dengan Anda. Er—wanita di bawah itu kelihatannya mengira bahwa Anda akan segera pulang. Bau terakhir itu nyaris permanen pada ruangan itu. membelok ke kanan." kata Mrs. sedikit tergesa-gesa. Yah. seorang laki-laki yang bertampang mutam." "Maksud Anda—tentang Harry?" "Betul. Dia membuka pintu di lantai pertama dan masuk. Rival duduk. bukan? Tetapi." kata Mrs. bukan?" . jadi saya datang kemari dengan harapan bisa bertemu dengan Anda. "Ya. ya. Di belakang telinga kirinya. sebuah suara berbicara padanya dari bawah. saya tidak mengerti—yah—" Inspektur Hardcastle mengambil sebuah kursi." "Selalu sial kalau jadi pengantin di bulan Mei. "Di belakang telinga kiri}" Hardcastle menekankan kata itu. bukan. Rival berhasil menemukan lubang kunci. Balap kuda sekarang ini tidak jujur lagi. "Yah."Itu." "Apa yang Anda inginkan?'* tanya Mrs. Rival melorot turun dari kursinya yang tinggi dan pergi dengan tidak begitu sempoyongan menuju pintu. "Dan Anda bilang karena bercukur. di belakang Queen Caroline. Ya. sebelah kiri." kata salah satu langganan." kata inspektur Hardcastle. Rival muram. Anda menikah pada tanggal 15 Mei 1948. bila sedang tergesa-gesa. saya harus ke London untuk suatu tugas. Rival jadi gelisah. ketika saya melihat fotonya di koran? Saya datang dan menceritakan pada Anda tentang dirinya. "selalu menjaga penampilannya." "Betul. "Jika saja ada orang yang memberitahuku. Anda masih mampu mengenali suami Anda dengan cukup mudah.

sekitar enam bulan sesudah kami menikah. "jika luka itu menimbulkan bekas hanya lima atau enam tahun yang lalu. "Saya tidak percaya." "Sumpah palsu. Inspektur Hardcastle. Tetapi para dokter dapat bercerita banyak daripadanya." Dia sekarang berbicara dengan lebih yakin." katanya. Rival berubah dengan segera. Kami memperoleh anjing itu pada musim panas. Anda tidak berada di bawah sumpah pada pemeriksaan itu. dia pasti tidak punya luka pada saat dia meninggalkan Anda di tahun 1." "Jadi Anda mengerti. "melibatkan diriku dalam hal ini. *Ttu adalah hal yang sangat penting. "Selamat malam. saya menceritakan pada Anda apa yang saya ingat. bahwa Anda harus menceritakan pada kami tentang bekas luka itu?" Mrs. Rival." "Saya tidak mengerti maksud Anda." "Mungkin dia tidak punya. sesudah Anda mengusir suami Anda di tahun 1951. Tetapi untuk menemukan seorang laki-laki yang sangat menyerupai suami Anda yang memiliki bekas luka pada tempat yang dapat dikenali—yah itu membuat identifikasi itu menjadi sangat bagus dan meyakinkan." kata Mrs. Jadi kalau Anda tidak pernah melihatnya lagi. Mrs." "Tidak mungkin. saya ingin Anda memikirkannya kembali dengan hati-hati. berbohong padaku. Aku akan mengaku saja." dia menggumam. Tetapi saya pikir saya tidak membuat kekeliruan. Bekas luka adalah bekas luka. Rival. Saya datang dan membantu Anda. Rival. "Mestinya sekitar—oh. Rival?" "Tentu saja saya yakin.. dan lukanya dalam. ini berarti bahwa jika laki-laki itu adalah suami Anda." Dia berjalan mondar-mandir dengan sempoyongan. "Betul-betul tidak masuk akal. Saya tidak pernah melihat Harry Casdeton sejak saat itu. betul. Rival dengan angkuh. Dan sekarang. matanya berkilauan. Dia kelihatan takut dan cemas. bekas luka di belakang telinga suanu Anda itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa luka yang dipersoalkan itu tidak mungkin lebih tua dari lima atau enam tahun yang lalu. bukan?" "Apa maksud Anda. Itulah yang saya ceritakan pada Anda dulu. Rival. Sangat jahat. Darahnya banyak. Rival." "Yah. tetapi saya yang mengusirn a."Betul. "itu sangat aneh. Mrs. Anda tidak pernah melihatnya lagi sampai Anda melihat fotonya di koran?" 'Ta. Dia berjalan terus sampai ke ujung jalan. Sungguh jahat. Mrs. Dia mengambil payung di pojok ruangan dan ke luar lagi. bagaimana Anda tahu bahwa dia mendapatkan luka itu lima atau enam tahun yang lalu. Mrs. Rival mempertimbangkan sejenak.951. Betul?" "Betul. sederhana saja. Memang sembuh akhirnya. Saya ingat." Hardcastle meneruskan dengan suara lembut. Tetapi bagaimanapun juga dia adalah Harry. Bagaimanapun juga. Saya!" "Ya. Mrs. Mungkin kejadiannya tidak selama itu. Mrs. tingkah laku Mrs. Bagaimanapun juga saya sering bertemu dengan banyak—yah. Anda pergi saja ketimbang datang keman dan menuduh saya telah berbohong. dan orang bisa keliru kadang-kadang. Aku— aku—aku tidak mau terlibat dalam kesulitan gara-gara orang lain. Anda tidak ingin mendapat kesulitan. Orang itu adalah Harry dan Harry punya bekas luka di belakang telinga kirinya." kata Mrs. Tentu saja. Pertahanannya yang bagus telah hilang. Rival berdiri. Dia menerjang Harry dan dia sedang memegang pisau cukur di tangannya. saya sangat yakin dengan hal itu.. mendapat kesulitan?" "Yah. Rival. Rival. Dia pada saat itu nyaris nampak agung sekali. itu adalah pelanggaran yang cukup serius dalam hukum. "sumpali palsu. Rival." "Anda membingungkan saya.." "Dan sesudah suami Anda meninggalkan Anda di tahun 1951. saya yakin itu cukup wajar. Rival membuang muka. "Hanya pikirkanlah itu. tetapi bekasnva tidak hilang. Menurut ahli bedah polisi dan dokter lainnya yang kami ajak berkonsultasi. sampai saya melihatnya sudah jadi mayat. Mungkin ada seseorang—yang mengusulkan pada Anda." kata Mrs. Bagaimanapun jugaj seorang laki-laki kadang-kadang mirip sekali dengan lakilaki yang lain." 'Itu sungguh aneh. yaitu kirakira tahun 1948—Anda tidak bisa mengingat semua hal." "Tetapi Anda tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu. Dia berdiri tegak-tegak. Tentu ^aja. ragu-ragu di depan bilik telepon umum. bahkan masuk penjara.Ya. "Saya pikir Anda lebih baik memikirkan pernyataan Anda dengan sangat hati-hati. Anda tahu. sangat aneh. berapa lama orang itu sudah memiliki bekas luka itu. Dia selalu mena-brak-nabrak—anjing yang manis. Saya—tidak seorang pun dapat berkata begitu. itu tidak akan banyak berarti bagi Anda dan saya. terutama bila bertahun-tahun telah lewat. Hardcastle keluar melalui pintu. Seekor anjing yang suka menerjang-nerjang. "Dan kecelakaan dengan pisau cukur itu terjadi—kapan?" Mrs." "Saya tahu. Anda bisa dihukum. "Seumur hidup. kemudian pergi 75 . Harry punya bekas luka dan saya mengetahuinya. "Begitu. Mrs. bekas luka itu." Inspektur Hardcastle segera berdiri. Anjing itu menerjangnya. Setelah kepergiannya." kata Inspektur Hardcastle. Aku-aku tidak akan meneruskannya." "Dan Anda cukup yakin mengenainya. dan akhirnya mengambil keputusan." "Jadi sekitar Oktober atau November 1948. Bagaimanapun juga itu bukan ketika." "Mengapa—apa maksud Anda?" "Yah. "Melibatkan diriku dalam hal ini." kata Inspektur Hardcastle dan dia bangkit berdiri. Itu saja. Jika saya membuat kesalahan. tetapi Anda mungkin harus bersumpah tentang bukti-bukti Anda itu pada pengadilan yang sebenarnya nanti pada uatu hari Kemudian—yah. Apa pun yang Anda sukai. Mereka dapat mengatakan secara kasar. saya tidak pernah mendengar omongan yang tidak masuk akal seperti itu. menipuku. Rival." "Saya senang Anda puas. Bagaimanapun juga. "Anda sangat membingungkan saya. teman-teman laki-laki. Menceritakannya padaku." "Dia tidak meninggalkan saya." katanya.." Inspektur Hardcasde berbicara dengan suara nyaris meminta maaf." Mrs. Saya berusaha untuk melakukan kewajiban saya. mungkin. bukan? Kelihatannya kami memang bisa jalan terus." kata Mrs.

. baiklah. Dia hanya perlu berkata dia lupa atau tidak ingat." "Yakin tentang itu?" "Ya. dengan gaya seorang ayah yang menasihati. Mrs. Variasi alam yang hebat. ya. Anda selalu membuat segalanya kedengaran begitu gampang. saya tahu bahwa.. Banyak wanita yang tidak dapat mengingat hal-hal yang terjadi setahun yang lalu.. Di sini Flo...ke kantor pos. Berutang pada seseorang adalah satu hal." Dia keluar dari kantor pos berjalan sambil menari-nari di kaki lima dan tersenyum pada dirinya sendiri." "Sebetulnya aku memang sudah memperhatikannya..... Kadang-kadang Anda terlibat dengan sekelompok orang—dan mereka bertindak terlalu jauh daripada yang Anda perkirakan dan itu bukan kesalahan Anda.. pengabdianmu bagi kami sudah selesai. "Tidak begitu. bukan?" "Menurut saya seluruh subjek itu sungguh-sungguh menarik. membunuh seseorang. Kau harus puas dengannya. baiklah.. menukarkan uangnya dengan uang kecil dan pergi lagi ke telepon umum. "Puas?" tanyanya. saya akan datang. Setibanva di sana ternyata ditemukan bahwa dia telah ditikam." kata Beck tak terduga. saya tidak akan tinggal diam." kata sava Beck menuding-nudingkan jarinya pada saya. .. Uang itu akan sangat membantunya. Di stasiun bawah tanah sava membeli sebuah koran. dia akan menyerang terus seperti penyakit yang busuk. Bagaimanapun juga. tetapi saya hat us melakukannya. risikonya tidak terlalu berbahaya. "Dunia adalah tempat yang membingungkan sekarang ini. maksudku.. "Kau kelihatannya tidak mendapat banyak keterangan dari istri Ramsay itu?" keluh Kolonel Beck. tetapi bagaimanapun juga bukan iru vang Anda katakan pada saya dulu. Saya tidak bermimpi sekejap pun bahwa saya akan -terlibat dengan pembunuhan.: Ya.. Yah. Akhirnya meninggal tanpa sadar lagi. saya tahu Anda berkata tidak boleh. saya akan mendengarkan Anda." kata Beck. Dia akan berkata dia telah mencampuradukkan Harry dengan laki-laki lain." "Kau ingin lebih?" "Hal itu tidak cocok sebagai penutup kesenjangan vang ada. Anda tahu kata yang saya maksudkan—asesori. Tentu saja... tetapi sava tidak akan.." "Dia bukan seorang anggota yang aktif?" "Bukan. "Apa yang kukatakan padamu adalah: 'Siap-siaga/ Dan aku tidak memaksudkannya dalam pengertian kepanduan.." Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road sambil berpikir dalam-dalam. Anda hanya bilang bahwa Anda akan merasa tidak enak jika orang itu dikenali. Yah. Bagaimana dengan pembunuhan itu? Berani taruhan. dan telah dibawa ke rumah sakit... sudah. ya. Anda rupanya. jika Anda bilang begitu. Dia masuk ke dalam. baiklah." Beck mengamat-amati saya.. Anda selalu begitu. Tetapi itu tidak banyak. Dia berhenti dan berkata. bukan? Selera.. Nak.. Ada sesuatu tentang menjadi sebuah—as—yah... Yah. Bisa mundur. saya tidak bermaksud mengancam. nah'?" Mau tak mau saya tertawa. Tidak. tetapi tidak pakai cek. ** itu. Meskipun saya selalu berpikir bahwa itu adalah perhiasan imitasi.. Dan itu adalah sumpah palsu. yah. 'Tni sudah cukup lama. sesuatu seperti itu. saya tidak tahu apakah saya hams melibatkan diri dalam hal ini bahkan. tidak ada gunanya Anda membujuk saya. Ada kesulitan?" 'Saya tidak cocok dengari pekerjaan ini... Anda bersumpah Anda tidak terlibat di dalamnya?—Maksud saya... Yah. Dan pada dasarnya." Saya menggelengkan kepala. Rival sebetulnya adalah tipe yang gampang berubah-ubah.. Nomor Anda sudah disambungkan. Yah. saya katakan pada Anda." Dia berbicara. Ya.. Kembalilah pada rumput-rumput laut sialanmu ". Uang sebanyak itu cukup untuk bermain api dengan polisi. menunggu sampai ada sambungan.. Ketika ketakutan muncul.. baiklah. Apa kata Anda?.. dia dapat memikirkan banyak hal untuk dijadikan alasan. Tidak. "Halo. kukira." kata saya pelan. "Memang tidak banyak yang bisa diperoleh. Dia memutar nomor Penerangan dan menyebutkan sebuah nomor. "Sekarang. Yah. artinya adalah menjadi sesuatu dalam sebuah kenyataan.." "Menurutku itu menjijikkan. saya tahu Anda membayar saya untuk itu. apa kesulitannya? Masalah cewek.. saya akan memikirkannya lagi... Tidak. Berapa banyak?. Berita-berita tidak sejelas seperti dulu. Besok? Jam berapa?." "Yah—kita harus mencari di tempat lain. Itu uang yang banyak sekali. Dia mulai berpikir dengan serius dan merencanakan tentang barang-barang pertama yang akan dibelinya dengan uang itu. Yah.. Anda tidak jujur pada saya. Baiklah." "Anda salah. Oh. saya akan tutup mulut. oh.. saya yakin Anda tidak.. Dia berdiri di sana. tetapi harus cepat-cepat. tentu saja itu akan berbeda.." "Kau berbicara dengan satu kata terus.. Yah... saya katakan pada Anda. Sava pikir Anda terlibat dengannya. lho...... tentu saja Anda akan mengatakan begitu. putus asa dengan bulan sabit itu—eh?" "Ya. Kau telah mengerjakan beberapa tugas dengan sangat baik. saya tahu. Bagaimana saya tahu Anda mempunyainya bahkan. Anda tidak pernah berkata apa yang akan saya hadapi. gadis itu yang melakukannya... Yah. Memukul jamur yang besar sehingga pecah menembus dinding! Jika memang begitu. "Itu lebih baik. dan saya takut. "Kau mau saya menepuk-nepuk kepalamu dan berkata 'Nah. "Kau sungguh-sungguh menyukai benda-benda yang menyeramkan itu... Sekarang tampaknya dia baru mendapat luka itu sekitar satu atau dua tahun yang lalu dan saya di sini bersumpah bahwa dia memilikinya sejak dta meninggalkan saya bertahun-tahun yang lalu. Semangatnya melayang tinggi» padahal baru saja dia sangat tertekan sebelumnya. dan saya mungkin bisa masuk penjara karenanya..... Saya membaca. Baiklah kalau begitu. "Silakan berbicara. bahwa seorang wanita diperkirakan telah jatuh pingsan pada jam-jam sibuk di Stasiun Victoria kemarin. menyuruh saya untuk menulis dan bercerita pada mereka tentang bekas luka itu.....

membaliknya—ada apa ini? Saya melihat nomor kamar itu—413—sama seperti jam-jam itu.'* "Jadi Merlina Rival benar-benar terlibat di dalamnya?" "Tahukah kau. Sebuah mobil binatu berhenti di Wilbraham Crescent No. mungkin kedengarannya sedikit terlalu dibuatbuat.K. Ini betul-betul tak terduga. Itu bukan nama yang biasa untuk sebuah perusahaan binatu. yang lari sejak bertahun-tahun yang lalu. kau cuma telah membuat kekeliruan. huruf-hurufnya tercetak rapi. "Sialan.30 dan pergi ke bioskop—sendirian—sebelum pulang. Jika dia langsung mengatakannya. "aku punya sesuatu untukmu." Dia berhenti. Dijamin oleh seorang saksi mata. Tetapi setan yang cerdik Itu berada selangkah di depannya. Kau kenal?" "Tidak di luar kepala. Sesudah membolak-balik dan memain-mainkannya. semua urusan bisnis kami akan diketahui orang. Ingat kasus Barton pada perampokan Levitti Gang? Berjalan sepanjang jalan sebelum dia jatuh dan mati. Dia tidak waspada.Namanya adalah Mrs. Aku berkata padanya bahwa ceritanya tentang bekas luka itu tidak masuk akal. Kau mati berdiri. aku punya masalah. kau tahu itu. Hanya karena berusaha untuk melebihlebihkan sesuatu. Jika mereka berhasil mengenalinya. Hardcastle. Saya bangun pada pukul sepuluh kurang seperempat. tentu saja." Dia mengakhiri dengan. Seseorang membayar wanita itu untuk mengenali mayat itu sebagai suaminya. Tetapi jika kau datang ke sana dan berkata bahwa dia adalah suamimu. jam sibuk. NARASI COLIN Saya tiba di Crowdean pada pukul sebelas malam. Dia terus diamat-amati. Colin. Dia keluar dari bilik telepon umum itu dan kelihatan puas dengan dirinya sendiri. Kata-kata berikut ini tercetak dalam huruf besar di atasnya: (Ketuk tiga kali) * Saya menatapnya. Teruskan penyelidikanmu. itu bukan telepon umum yang kuperkirakan akan dipakainya di ujung jalan rumahnya sendiri. mendapatkan sebuah kamar. Sayangnya. Banyak binatu baru yang muncul. Tetapi ternyata kau tidak. Saya lelah sekali sejak kemarin malam dan saya ketiduran. Di dalamnya terdapat selembar kertas." "Tanpa curiga?' "Dia bukan wanita yang gampang curiga. meskipun kau tidak mengetahuinya. Dia meninggalkan Hotel Ritz sekitar jam 5. "Apakah ini hanya karanganmu saja. Dia pergi ke kantor pos dan minta sambungan dari sebuah telepon umum otomatis. Dia pikir dia akan bertemu dengan orang itu di Crowdean. Aku membuntutinya. Kertasnya tebal dan mahal. Hal yang paling gampang di dunia ini adalah berjalan di belakang seseorang di antara kerumunan begitu banyak orang. Saya memeriksanya dengan sedikit kaget. Saya tidak dapat menahan diri. Dia pergi ke Stasiun Victoria dan membeli sebuah tiket ke Crowdean. Pebmarsh ada di London kemarin. 77 . tetapi tidak terjadi apaapa yang menarik sampai kemarin malam. Seorang laki-laki mengendarainya—dan seorang laki-laki mengangkat keranjang itu ke dalam rumah—" Suara Hardcastle tiba-tiba terdengar penuh kecurigaan. Mungkin seorang teman lama atau kenalannya menemuinya dan berkata." Saya memutuskan hubungan sebelum dia dapat mengorek sava lebih jauh. 19 pada pukul 1. "Aku pergi menemuinya kemarin malam." "Binatu? Binatu apa?" "Snowflake Laundry. Harry Castleton. dan langsung tidur. Dan dia mengerjakannya dengan sangat baik! Aku sungguh-sungguh mempercayainya. "Ya. Pesanan itu dikirimkan dengan disertai sebuah surat bersampul persegi empat yang dialamatkan kepada saya dengan kata-kata DIANTAR LANGSUNG tertulis di sudut kiri atas. yang lari darinya bertahuntahun yang lalu. sialan!" "Apakah kau—sudah memeriksa—setiap orang?" Saya harus bertanya. Tolonglah." kata saya.. Saya minta dikirimi kopi dan roti panggang serta sebuah koran. Waktu itu jam setengah tujuh. demi Tuhan. Medina Rival. lima hari kemudian. "Persis seperti yang mereka katakan. aku tak meragukan hal itu.Aku katakan padamu aku punya seorang saksi mata. orang itu akan berkata. "Mrs. Saya menelepon Hardcastle. Mengapa." "Yah—kau periksa saja. Dan siapa pun dia. Jawabannya muncul dengan segera dan tajam. itu akan lebih meyakinkan dan lebih memastikan identifikasi itu. akhirnya saya membukanya. Sesudah kutinggal. Periksalah. Colin?" "Tidak. Saya pergi ke Hotel Clarendon. Dia harus menukarkan uang kecil." katanya menjawab pertanyaan saya. Orang biasa tidak angsung menyadarinya. dan itu adalah sebuah kehancuran. setiap kait kami menangkap seorang pembunuh pasti ada orang-orang yang mengenalnya dengan baik. "Dan Sheila Webb membawa naskah ketikan untuk diperiksa bersama dengan seorang pengarang asing yang ada di London yang akan menuju New York. dia mencoba untuk lebih pintar sedikit. Dan dia bilang O. dan tidak bisa percaya bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu!" "Apa yang terjadi ketika kau pergi menemuinya?" "Aku membuatnya bingung. dan menikamkan sebuah pisau pada. Jangan mengira dia tahu kalau dia telah ditikam. betapa orang bisa keliru. Lucu sekali. Dick.40. Dia akan menjadi orangnya! Dan dia melakukannya. sialan. Jika dia ingat pada bekas luka yang kecil dan tidak penting itu sebagai pikiran yang muncul kemudian. Dia melakukan suatu urusan untuk Institut itu dan kembali ke Crowdean dengan kereta api 7. 'Apa risikonya? Paling buruk. Bahwa bekas luka itu baru saja terjadi. dia melakukan seperti yang kuharapkan —mencoba menghubungi laki-laki atau wanita yang menyuruhnya. Sebuah kebetulan? Atau bukan sebuah kebetulan." "Coba dengar. Itu memang sebuah keranjang cucian biasa yang sangat besar." Suaranya terdengar kaku dan getir. Hanya perasaan nyeri yang mendadak—kemudian kau berpikir kau baik-baik saja.35 pada tanggal 9 September.. maka seluruh kasus itu akan selesai dengan baik/ " 'Tentunya dia akan menolaknya—berkata bahwa itu terlalu riskan?" "Jika begitu. Seorang teman bisnisku telah terbunuh. Laki-laki yang mengendarainya mengirimkan sebuah keranjang cucian yang besar di pintu belakang rumah. Setiap wanita bisa saja keliru setelah lima belas tahun/ Dan mungkin saat itu disebutkan pula sejumlah uang yang menggiurkan.

dapat hidup tanpa anjing. Anjing pelacak yang baik. pendapat Anda tentang anjing. "sebab apartemen saya di London sedang dibangun dan didekorasi kembali. "Aku berkata bahwa tidak perlulah untuk menjadi seekor anjing pemburu jenis apa pun. "Tetapi menyenangkan. Apa yang dapat kulakukan? Ke mana aku harus pergi?" "Banyak tempat lain." Dia menoleh ke inspektur itu. tidak gembira melihatku lagi. n'est-ce pas}" katanya. kau serigala tua." Saya tertawa terbahak-bahak dan Poirot memandang saya dengan pandangan mencela." teriak saya. Sebuah suara berkata. "Silakan masuk. jadi dia membawakan saya sebuah masalah yang dirasanya akan menarik perhatian saya dan memberi saya sesuatu untuk dikerjakan. Tetapi.. Anjing pelacak. kuharap. Saya tidak bertanya pada bagian informasi hotel. berpakaian.. Dia menantang saya—menantang saya untuk melakukan apa yang sering saya katakan padanya bahwa hal itu benar-benar bisa dilakukan—duduk diam di kursi saya dan—pada waktunya—memecahkan masalah . pintunya tidak dikunc Sava melangkah masuk dan berhenti dengan tiba-tiba. Dan seperti orang yang terpaksa bangkit berdiri padahal sebetulnya dia malas untuk keluar." "Apakah kau mengharapkan begitu?" "Pourquoi pas} Ayolah. 413. Saya tidak melakukan kedua-duanya." Saya memandangnya dan tertawa." katanya. "Saya kira. "Mungkin." kata saya dingin. Musim panas sudah hampir berlalu sekarang. merasa diri saya betul-betul konyol. Dia bisa saja menyebutnya berbincang-bincang—tetapi saya tahu siapa yang akan bicara terus. "M. seluruh peristiwa ini sendiri? Itu tidak akan mudah—" Dia ragu-ragu." "Poirot. Kami sekarang duduk dengan akrab. Tetapi Anda harus memaklumi kesulitan-kesulitan yang ada. Dia memanjakan tuannya! Dia. Poirot. Aku telah mengunjungi kepala polisi yang sangat ramah itu. "Aku akan membelikanmu sebuah balon dan sebuah kelinci mainan siang ini. Sekarang bayangkan sendiri. * Dia selalu berteras bahwa kau bisa mengerjakan semuanya hanya dengan duduk merenung di atas sebuah kursi. aku sudah melaksanakan permainan kecil itu. membanggakan kecerdikan dan kepandaian tuannya. Poirot tidak perlu pergi dan melihat tempat kejadiannya. dengan cara seperti seseorang yang sedang mempelajari sosok makhluk langka yang mengagumkan di kebun binatang. mengapa kau datang kemari?" Poirot menjawab dengan penuh wibawa." "Dan mengetuk tiga kali?" "Aku tidak dapat menahan diri. pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul. Mereka berkeras. yang lari ke sana kemari mengendus-endus Tetapi aku mengakui bahwa untuk pemburuan iru diperlukan seekor anjing. dan berjalan menuju Hotel Curlew dan sampai di sana pada waktu yang tetali ditentukan. dia*prtnl» balrwa saya menganggur dan kesepian. secara pribadi. dan membawa anjingnya jalan-jalan sebab anjing itu sangat menyukai jaian-jalan. "Kelihatannya pantas. Bayangkan kesulitanku. Hardcastle membersihkan kerongkongannya dan berkata. Orang mencintai dan menghargai anjingnya. ' kata saya. karena Anda telah khusus datang kemari—" Poirot menyelanya—dengan sedikit dingin. Tetapi saya menerima. "Une petite surprise. Aku berharap bisa membantu. Kami telah saling berkenalan dan telah saling menvapa. dan sekarang aku sedang menunggu temanmu. "Saya katakan pada Anda. Hercule Poirot! Hardcastle tiba. dan .saya telah hilang. tetapi ini diusulkan oleh dokterku. Saya berdiri di sana sejenak. dan menasihati supaya pasiennya pergi saja ke sana! Apakah kau yang mengirim ini padaku?" saya mengacungkan surat yang saya terima itu." "Kukira ini adalah masa kanak-kanak kedua. "Anda ingin meninjau—yah." "Kupikir kau tidak menikmati kejutanku ini." "Tetapi apa yang kaulakukan di sini?" "Hal itu sangat mengganggu. "bahwa saya bukan seperti orang Inggris. yang tergila-gila pada anjing. Saya sedang memandang orang terakhir yang ingin saya temui di dunia ini." katanya. Saya. bagaimanapun juga. Jika aku bisa mengikutsertakan setangkai rosemary itu akan lebih baik. sudah dilaksanakannya. Detektif Inspektur Hardcastle. Hercule Poit ot duduk menghadap ke arah saya. tidak untuk minta bantuan guna memecahkan masalahnya sendiri. bercukur. "Itu terjadi dengan teman saya Colin yang ramah ini." dia berkata dengan hati-hati. setelah beramah-tamah dan berso-pan-santun." "Salah satu dari dokter-dokter yang penurut itu yang mengetahui ke mana pasiennya ingin pergi. mari kita serius sekarang. mandi. "Bagaimana kau bisa di sini?" "Aku ke sini naik limousine Daimler—sangat nyaman sekali. Temanku. penolakan-penolakan. membanggakan kepandaian dan kecerdikan anjingnya pada temantemannya." Saya memutar pegangan pintu. Dia menganggukkan kepalanya kepada saya." "Dan apa yang akan kaukatakan padanya?" "Sudah kurencanakan bahwa kita bertiga harus berbincang-bincang. betul-betul berkeras. Saya naik lift menuju lantai empat dan berjalan di sepanjang koridor ke No. Saya bangun. juga. Aku sengaja memintanya. keadaan sebaliknya. Tidak banyak orang di hotel. memanjakannya. <tn dia «-ikin'dapardttetesaikannvir sendiri. Aku berpikir untuk melukai jariku dan mencapkan sidik jari berdarah di pintu. Keletihan . bukan. kemudian. yaitu bahwa udara laut akan baik buatku. Poirot? Kalau tidak. Saya meragukan kalau dia pernah bertemu dengan seseorang seperti Hercule Poirot sebelumnya* Akhirnya. untuk mendekorasi kembali apartemenku. Kemudian saya berpikir untuk menelepon Dick Hardcastle." "Mengapa?" Poirot memiringkan kepalanya dan berkedip pada saya. "Tentu saja—siapa lagi?" "Apakah ini suatu kebetulan saja? Bagaimana kau bisa mendapat kamar Nomor 413?" "Bukan kebetulan. Tidak. Tetapi cukuplah! Aku mungkin bisa mendapat infeksi karenanva. saya mengetuk tiga kali. "Saya datang kemari. "Kepala Polisi berkata pada saya untuk membantu Anda sebisa saya. membanggakan tuannya. maka anjing itu akan berusaha untuk memberi tuannya apa yang didambakan oleh tuannya. Dia datang menemui sava.Saya berpikir untuk menelepon Hotel Curlew. Kau tidak menampakkan rasa senangmu sama sekali. Tetapi itu tidak benar. sementara Dick sekalisekali melihat ke arah Poirot dengan diam-diam." komentar saya dingin. Salah satu tangannya memelintir kumisnya dengan gaya puas.av p ur. M. Anjing itu menyukai tuannya.

H. Yakin. Curry. ke ruang duduk. Apa yang kukatakan hanyalah. Dia tiba di sana beberapa menit sebelum jam tiga. "Satu hal. Apa yang kukatakan adalah. maka segala sesuatunya akan cocok. anjing yang malang itu tidak membuat deduksi-deduksi yang diperlukan?" "Jadi.' Itu adalah istilah zaman perang. kau tidak benar-benar mengenal Hercule Poiiot." kata Hardcastle setuju. Tidak ada Denvers Street dan kelihaiannya tidak ada pula orang yang bernama Mr. kita boleh berkata. Dia ingin. "Baiklah. Dia dapat mengulangi untuk Anda.. Miss Millicent Pebmarsh meminta seorang stenografer untuk datang ke Wilbraham Crescent No. Dan seterusnva. masing-masing kurang lebih satu jam lebih cepat dari waktu yang sebenarnya. dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan pemiliknya. saya harus punya bukti. "Baiklah. Mais oui} mon ami. padahal sebetulnya dia punya seorang ipar perempuan bernama Alexandra." "Ayolah. Mereka mengetahuinva dan kami mengetahuinya.. "Saya setuju.' Hal yang menarik minat saya pertama kali. Tetapi pertama-tama biarkan aku mengatakan ini. masuk. saya memiliki fakta-faktanya—saya berada 'di sini." "Demi Santo Michael. Karena orang harus punya fakta-fakta yang akurat. Untuk itu orang butuh anjing. 7. Curry.*' "Pikiran Anda sejalan dengan pikiran saya." Hardcastle menampilkan ekspresi keragu-raguan di wajahnya. Dan mengapa?" "Ya. Teringat akan pesan atasannya. Sekarang biar kami tahu juga!" "Aku pikir kau masih jengkel. 19 itu?" "Tentu saja. padahal sebetulnya jam empat seperempat." "Tentu saja aku tahu!" Hardcastle menatapnya tidak percaya. 19 pada jam tiga. Mungkin saja. yang membawa potongan-potongan fakta itu satu demi satu dan meletakkannya pada—" "Pada kaki tuannya. 'Tetapi Anda tahu." kata saya." kata saya. keliru. dan koran-koran jarang sekali akurat. "Di lantai tergeletak seorang laki-laki yang sudah jadi mayat—seorang laki-laki setengah baya yang kelihatannya terhormat. Miss Webb dikirimkan. adalah sifat kasus ini yang sangat fantastik. saya pikir. Sava memandangnya dan menyeringai dengan rasa sayang." "Maksudmu kau cuma punya praduga. Poirot. mereka berkata seorang laki-laki punya seorang saudara perempuan bernama Elizabeth." "Anda punya kasus yang terbuka dan tertutup?" "Itu. tidak mengubahnya. pembicaraanpembicaraan yang telah berlangsung. Tampaknya pada pukul dua kurang sepuluh menit sebuah agen sekretaris telah ditelepon." 'Tentu saja. M. tetapi dengan sumber-sumber yang ada. R. sejauh yang saya bisa. seperti yang diperintahkan. tetapi tetap sebagai bukti. Tak seorang pun tahu siapa dia (atau sekali lagi itu kata mereka). bukan? 'Meletakkan seseorang di tempat kejadian. untuk mengesankan dirinya. Mereka melaporkan sesuatu yang terjadi pada jam empat. mes amis. Untuk memecahkan suatu masalah orang harus punya fakta-fakta. aku tahui" Hardcasde menarik napas. di balik tantangan itu. mon cher Colin. memperoleh bukti. ada sedikit ancaman. atau begitu kata pemiliknya. Anda bisa." "Orang tidak dapat—hanya dengan duduk-duduk di kursi saja—memecahkan sebuah kasus yang dibacanya di koran. mulai dan sana?" 'Tidak selalu. "Maafkan saya." kata saya. saya memiliki seekor anjing yang pandai sekali—kepandaian. sampai pernyataan itu telah diperiksa dengan saksama. Perusahaan Asuransi Metropolis. Dalam sakunya terdapat sebuah kartu bertuliskan nama Mr. membuktikan pada saya bahwa hal itu sama sekali tidak mudah. harus betul-betul dimengerti. "Berikan kami jawaban masalah itu—jika kau tahu. hampir selalu. Tetapi ternyata Perusahaan Asuransi Metropolis itu tidak ada. Kita tidak boleh. Dia dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat—yaitu. Baiklah. dia tetap berlaku sopan. mempercayai apa yang dikatakan pada kita. Inspektur. ketika Colin mengulangi cerita itu pada saya. M. Anda berkata Anda tahu siapa yang membunuh tiga orang. berarti bila pemecahan yang benar telah tercapai. Semua ini adalah penting sekali. Secara kasar—dia tidak akan berkata 'Dan pada jam sebelas lewat dua puluh datanglah tukang pos' sebaliknya dia akan menggambarkan apa yang sebetulnya terjadi. Kaupikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi dengan cara lain. Tetapi pada kasus Colin di sini." "Dan juga siapa vang membunuh Edna Brent?" "Tentu. Kita sekarang maju selangkah lagi. yang mestinya berada di penjara." Dia menggembungkan dadanya dan memelintir kumisnya. hanya sedikit sekali dan tidak berbahaya. "segeralah mulai! Aku memberimu seluruh nilai yang kauinginkan. bahkan beberapa hari sesudahnya." "Sayangnya." "Anda tahu identitas orang itu?" "Saya tahu siapa dia sebenarnya. tidak boleh. saya kira." "Saya tidak begitu yakin mengenainya. "Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tabu siapa yang membunuh laki-laki di Wilbraham Crescent No. tidak ramali» "Aku tidak akan bertengkar denganmu. saya boleh berkata. Jika Anda tahu—betul-betul tahu—apakah itu bukan langkah yang pertama? Tidak dapatkah Anda. dalam pikiran saya. Itu adalah bukti negatif. Kau tahu. Poirot. seperti kebanyakan orang lainnya.. 79 .itu. Empat buah jam. menyebutkan ketukan di pintu dan seseorang masuk ke ruang itu dengan surat-surat di tangannya." kata saya." Poirot mengatur dirinya dengan nyaman di kursinya dan mengisyaratkan agar inspektur itu mengisi gelasnya lagi. Itu berarti bahwa dia mendengar apa yang akan saya dengar seandainya saya ada di sana dan melihat apa yang akan saya lihat. anjing pelacak. Tetapi ada celaan pada nada suaranva." 'Tetapi itu hanya prosentase yang sangat kecil. yang telah membawanya ke puncak sukses di karirnya sendiri." kata Hardcastle mengeluh. Dia selalu memiliki ingatan yang hebat. itu ternyata betul! Kau ingin mempermainkan aku — hanya sedikit! Aku tidak mencelamu. "Ada orang-orang yang berkeliaran di luar hari ini. Denvers Street No. Khususnya dia meminta Sheila Webb yang dikirim. itu bukan—'* Saya menyela.

Kau juga berada di tempat itu. pasti saya akan mengatakan. Dia menyembunyikannya di balik make-up."Siapa yang mengatakannya? Kapan?" "Nanti saja pada saatnya. Mengapa dia dibunuh? Dan siapa dia? Jawaban dari pertanyaan pertama jelas-jelas tergantung pada jawaban pertanyaan kedua. yang kematiannya penting bagi seseorang.' Tidak." "Tetapi. dengan mempermainkan aku. saya akan berkata pada diri sendiri. dan terhormat." kata saya. M. "Apa yang akan kaukatakan selanjutnya?" "Aku. atau suami seseorang yang keberadaannya menjengkelkan dan membahayakan istrinya. "Tetapi aku tetap tidak mengerti bagaimana kesimpulanmu bisa tepat. bukan?" Hardcastle tidak akan mengatakan begitu. Mencari nomor besar di deretan rumah bernomor kecil. baik. keluarga McNaugh-ton. Setuju?" "Ya. baik. Semakin banyak yang saya dengar. Orang-orang selalu bersiap waspada bila ada topik yang mungkin membahayakan mereka. sama sekali tidak. setiap orang di dalamnya mungkin telah membunuh Mr. kita membuang jehakan-jebakannya dan beralih pada pokok-pokoknya. 'Kau bilang ini mestinya adalah kejahatan yang sederhana? Baiklah. taruhlah memang begitu. Bagi siapa? Dan di sini akhirnya kita bisa menyempitkan ruang lingkupnya sedikit." . Saya boleh menyebutkan bahwa ketika teman muda saya ini datang dengan kisahnya. Miss Waterhouse. "bahkan kau sendiri pun tidak dapat menahan diri terhadap kesan melodramatis dalam kata-katamu sendiri. "Sebab dengan demikian. Anda mengerti maksud saya?" "Yah — " kata inspektur itu. "Andamulai menginjak pada intinya sekarang. Tetapi yang penting. dan membunuhnya sebelum berlari keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit. aku akan mengatakan segalanya!" Poirot mengumumkan dengan gagah. Jadi. menutupi kenyataan bahwa sebetulnya dia tidak mengerti.' " Dia memandang inspektur itu." Poirot berhenti dan memandang saya. *Di antara wajah-wajah setengah baya lainnya. Sebab dalam percakapan Anda tidak langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu —dalam sebuah percakapan biasa. karena ini adalah nyata. Miss Pebmarsh yang mungkin telah membunuhnya sebelum dia keluar pada pukul 1. semakin banyak orang yang percaya bahwa dia kelihatan sebagai seorang laki-laki yang betul-betul biasa. Jadi saya berkata pada teman saya Colin. Anda tidak mungkin bisa maju.' Di sini ada yang dilebih-lebihkan. sehingga orang segera merasa 'Cerita ini tidak nvata dalam kehidupan. "Jadi di sini ada seorang laki-laki biasa. Mrs." kata Poirot. hal itu terjadi Sebuah kalimat kecil yang pentingnya tak terkirakan. dan berhenti dengan sopan. Orang nyaris menerapkan cerita-cerita fiksi itu dalam kehidupan nyata. betul. harus dalam percakapan. "Kelihatannya seperti kebalikan dari Chesterton. dan betul-betul tidak nyata. tentang seorang gadis yang bekerja di sana yang bernama Sheila Webb. Biarkan orang ini tepat seperti kelihatan-nya— seorang laki-laki setengah baya." "Yah. "kau. Seorang laki-laki telah terbunuh. Poirot melanjutkan. ada orang-orang yang telah berada di tempat itu." "Dan tentu saja." kata saya. dengan mantel-mantel bulu yang indah yang dilingkarkan di tubuhnya. orang-orang akan melihat pada mantel bulu dan perhiasannya dan pada coiffure dan haute couture. 'Di mana akan kausembunyikan sehelai daun? Di hutan." kata inspektur itu. Colin sayang. mereka bisa santai. setengah baya. Jika saya menemukan—-tetapi saya tidak akan berkata apa-apa lagi. mungkin itu menarik buatmu—untuk bergurau seperti itu. Ini benarbenar terjadi. Oliver." "Ah. tetapi dia sepenuhnya setuju dengan perasaan itu. dan dengan perhiasan di lehernya dan di telinganya. menyenangkan." "Sebuah penjelasan yang mengagumkan." "Apa?** saya menuntut. Semuanya adalah mustahil/ Tetapi celakanya. Sava membungkuk hormat "Masuklah paiilawan muda kita. tentang Biro Sekretaris Cavendish. 'Ha! Kasus Dickson Carrl' Kemudian ada teman saya Mrs. Tetapi yang Jebih penting lagi. 'Ha! Kejahatan model Sherlock Holmes!* Sama seperti bila sesosok mayat ditemukan di ruangan terkunci. dan mengangguk kuat-kuat. atau seorang penipu. itu tidak cocok di sini. melodrama! Ketika saya berkata pada diri sendiri meniru Chesterton 'Di mana seorang wanita setengah baya menyembunyikan kecantikannya yang memudar?' Sava tidak menjawab. dan mereka sama sekali tidak akan mengamati seperti apa wanita itu sebetulnya! Jadi saya berkata pada diri saya sendiri— dan saya berkata pada teman saya Colin: Oleh karena pembunuhan ini memiliki jebakan-jebakan yang fantastik -dan membingungkan maka pasti sebetulnya kenyataannya adalah sangat sederhana." "Anda tadi berkata. "Kau lihat. Carilah keterangan tentang mereka. "Sayangnya tidak terjadi dalam kasus ini." kata Poitot. Dia jatuh ke dalam pelukan seorang pemuda. tetapi dalam percakapan biasa." Poirot menegaskan. Semua ini sangat melodramatis. "Padahal aku adalah orang yang datang dan meletakkan seluruh kejadian ini ke pangkuan-mu!" "Pembunuh biasanya sombong.menemukan mayat itu di lantai dan berlari ke luar rumah sambil menjerit-jerit. Anda menangkap maksud saya? Di sini ada kejahatan yang diatur dalam keadaan yang sangat mustahil. dan terhormat'. mon cher. Poirot?" Inspektur itu dengan sopan menarik Poirot kembali pada topik pembicaraan. Latar belakang mereka. Dan tiba-tiba saya berpikir sendiri. Anda tahu. Di mana akan kausembunyikan sebuah batu kerikil? Di pantai. Itu adalah kejadian yang bisa terjadi dalam tulisan-tulisan orang-orang seperti Gatry Gregson. Dan sebelum Anda bisa mendapatkan jawaban yang betul untuk kedua pertanyaan ini. misalnya. yang selalu jauh lebih mudah daripada berbohong. "Anda mengerti?" ''Yah—" kata inspektur itu lagi." kata saya. khayalan. Dia bisa menjadi siapa saja. hal-hal kecil sering terselip. Jadi mereka menyelipkan satu fakta kecil yang tanpa mereka sadari dapat membuat perbedaan besar. memutar badannya. Dia bisa jadi seorang pemeras. 'Tetangga. di balik perona pipi dan maskara. sava sedang menyibukkan diri dengan penulis-penulis cerita seram yang menghasilkan karya-karyanya selama lebih dari enam puluh tahun terakhir ini. fantastik. mereka tergoda untuk mengatakan yang sebenarnya. Itu membuat seseorang harus berpikir keras. Bercakap-cakaplah dengan mereka. mon cher. kau berkata begitu. "Jika Anda menggambar sebuah lingkaran di sekeliling nomor 19. "Dan karenanya. Hemming. Sangat menarik. selanjutnya.35 atau sekitar itu dan Miss Webb yang mungkin telah mengatur untuk bertemu dengan orang itu di sana.Ada pengetahuan tentang kebiasaan-kebiasaan setempat—tentang Miss Pebmarsh dan kebiasaannya." "Untuk itu kau harus menunggu. keluarga Bland. Maksudnya jika sava mengamati bahwa seekor anjing tidak menyalak padahal semestinya dia hams menyalak." kata saya geram. Curry.

Delapan orang gadis bekerja di sana. semua ini harus dikesampingkan dulu untuk sementara. mereka dipilih. telah mati. Mereka adalah keempat gadis yang biasanya mengambil giliran makan siang pertama kali dari jam 12. Saudara lakilaki. " 'Dilly. Saya mulai merasa tidak enak. maka kita mencari di antara pewaris-pewarisnya. Dengan pengecualian Mr". kerajaan musnah. saudara perempuan. Karena ingin perang. jika dia orang kaya." "Saya mulai'mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang korban dan pembunuhnya. Edna Brent. Sheila Webb. Hemming adalah janda petugas lelang lokal. "Kita telah tahu bahwa Edna Brent mencemaskan sesuatu." "Tepat.30 sampai jam 1. Curry datang ke Wilbraham Crescent No. Dia cuma datang ke sana untuk dibunuh. untuk menuju pada inti sesuatu masalah. Keempat sisanya.30 sampai jam 2. Jika dia seorang detektif. Tetapi jika kita tidak tahu siapa orang itu—maka kita punya tugas yang lebih sulit untuk mencari di antara orang-orang dalam lingkaran itu siapa yang memiliki alasan. Mrs." Kami berdua menatapnya. 19 untuk dibunuh. Mrs Rival—dan nama itu sendiri sudah mencurigakan. "Bonafiditas setiap orang adalah ash. tanpa mengetahui mengapa kedua nama itu berarti sesuatu. tetapi gagal. Dia mungkin hanya ingin berkonsultasi dengan Sheila Webb tentang sesuatu yang membingungkannya—tetapi jika demikian. Cepat atau lambat. paling tidak akan ada induk semang. Ternyata yang muncul seorang istri. "Mari kita bayangkan Biro Sekretaris Cavendish. berusia setengah baya. Rival. Cuma terdiri dari bunyi telepon yang diterimanya yang mengaku dari Miss Pebmarsh. Janet dan Maureen. "Sejauh itu—rencananya adalah jelas. satu hal sudah jelas. Adalah penting bahwa dia tidak dapat diidentifikasikan. Karena ingin kuda. seperti yang dikatakan dalam 'Alice' Anda yang abadi itu. perang kalah. Dia tidak punya dompet.30. Sederhana sekali!" "Komentarnya memang mencengangkan diriku pada waktu itu. dan bahwa seseorang menginginkan kematiannya." Poirot meneruskan. Dia berkata seperti ini. Ada sebuah desa di Somerset—saya pernah tinggal dekat sana dengan teman-teman dulu—desa Curry Rival—Tanpa sadar. Jika kita tahu siapa orang itu.'* Dia mencondongkan tubuhnya ke depan. Dan mana dia datang? Apa yang membawanya ke Wilbraham Crescent No. mengambil giliran kedua dari jam 1. RarhSay yang1 saya kira tidaklah seperti yang ditunjukkannya. Poirot mendongakkan kepalanya dan berdeklamasi secara dramatis: "Karena tngin paku. Mrs. Edna. Poirot beralih ke Inspektur Hardcastle. kau akan meyakinkan dhiku" kata saya. tersangkut <li kisi-kisi. Tetapi hanya satu orang yang dapat membunuhnya. Kartu nama Curry ng dicetak. Ketika diberi tahu bahwa orang itu tidak tinggal di nomor 19. pembantu.untuk membunuhnya. maka kita harus mencari orang yang bisa diperasnya. dilly. seseorang akan muncul. sepatu hilang. hanyalah ukuran sementara. Jika orang itu tidak berkeluarga. seorang istri. Dia menyimpulkan seluruh kejadian itu. Mr. Curry. Dan semuanya gara-gara ingin sebatang paku sepatu kuda. rekan bisnis. Bland adalah seorang kontraktor lokal yang ternama. merek penjahit telah disingkirkan dari pakaiannya. empat dari gadis-gadis itu mendapat tugas keluar yang agak jauh—sehingga mereka mendapat makan siang dari klien yang memakai jasa mereka. yang diucapkan oleh salah seorang tetangga. siapa yang ada di sana yang tampaknya tidak seperti yang ditunjukkannya? Jawabannya adalah mengecewakan. Tetapi pada hari itu Edna Brent mendapat kecelakaan kecil segera setelah meninggalkan kantor. Jadi kita kembali ke Mr." "Maksud Anda Edna tahu bahwa itu bukan dari Miss Pebmarsh?" "Saya kira lebih sederhana dari itu. Dia membeli roti kismis dan kembali ke kantor Poirot menuding-nudingkan jarinya dengan tegas pada kami. Agen Asuransi. Telah diasumsikan bahwa sesuatu itu berkaitan dengan Sheila Webb. Waterhouse adalah penghuni terhormat sejak dulu. Tetapi ada kemungkinan ketiga—mungkin maksudnya Miss Martindale" "Miss Martindale? Tetapi kesaksiannya cuma beberapa menit saja."Jika kau melanjutkan. "Ini. saya yakin. dilly—datanglah untuk dibunuh. Mr. pengaturan-pengaturan yang dibuat dengan sengaja. 81 ." Di sirj Poirot memandang _-aya dengan pandang bertanya dan saya mengangguk. seperti sangkaan orang pada umumnya. McNaughton pernah menjadi dosen di Cambridge. yang sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri untuk dapat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Oh! Saya mengerti. Jika dia seorang pemeras yang terkenal. Tumit sepatunva putus. Kejahatan itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan lihai'—tetapi sekarang muncullah sekeping kesialan yang tak seorang pembunuh pun dapat meramalkannya. Mereka adalah. Betapa anehnya. Dia tidak dapat pergi makan dengan keadaan seperti itu. Tetapi itu tidak cukup. dan hanya sedang berkunjung ke negeri ini. Hemming. Asumsi lebih jauh adalah bahwa dia bukan orang Inggris.' Hal yang utama adalah bahwa seorang laki-laki biasa. "Kata-katanya pada polisi di pemeriksaan itu adalah satu-satunya petunjuk yang kita miliki mengenai apa yang mencemaskannya. maka kita harus mencari orang yang punya rahasia kriminal. pasti merupakan kejahatan yang sederhana. Jika identitas orang itu harus disembunyikan selamanya. Curry—Mrs. Kehadiran jam-jam yang tidak pada tempatnya itu. Curry datang—dan dia dibunuh. Dia mencoba menemui Sheila Webb di luar kantor. seperti 'sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan lilin lak dan kubis-kubis serta raja-raja. Karena ingin sepatu. 'Saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. mengenalinya dengan yakin dan itulah identitasnya. tidak punya surat-surat keterangan.' Tiga orang wanita telah memberikan kesaksian pagi itu. tetapi apa yang membingungkan saya adalah mengapa pembunuh kita berani mengambil risiko bahwa tidak akan ada identifikasi asli. dan dua gadis lainnya.* Mr. Atau. Mungkin maksud Edna adalah Miss Pebmarsh. Itu akan cocok dengan fakta bahwa giginya tidak cocok dengan catatan gigi mana pun di sini. dia berkata." kata saya. dia mungkin maksudnya Sheila Webb. "Banyak orang punya kemungkinan membunuh Mr.30. Saya kira bahwa tidak ada telepon sama sekali. kuda hilang. dia harus diberi identitas palsu. jarum jam yang diputar agar menunjuk waktu tertentu. tetapi tidak ada bukti mengenainya. agar mayat itu ditemukan. Curry. 19? Dan di sini ada satu ucapan yang sangat berharga. itu akan memberi petunjuk pada kita siapa pembunuhnya." "Dan apakah itu?" tanya Hardcastle. Dia ingin berbicara dengan Sheila Webb di luar kantor. atau mempunyai alasan untuk membunuh gadis itu. Poirot tidak memperhatikan saya. saya berkata pada diri saya sendiri. Ini membuat saya menuju asumsi berikut™ orang ini tidak diketahui telah menghilang. Pada tanggal 9 September. Tanpa diduga. "Dengan mengesampingkan Miss Pebmarsh dan Sheila Webb. Tetapi itu bukan semuanya.' Dia mempunyai bakat. Tidak lebih dari itu.

" "Dan tak seorang pun melihatnya?" Poirot mengangkat bahu. Bland semestinya tidak punya seorang saudara perempuan. Seorang perencana yang baik. Apakah kau ingat bahwa sesudah berbicara tentang hidup di luar negeri. sama sekali tidak punya imajinasi. adalah salah. Mereka mengambilnya. Dia menggoyang-goyangkan jarinya. mendengar pertanyaannya. Dia berkata." Hardcastle menggelengkan kepalanya ragu. Dan semua gadis menghadirinya. terjadi di masa perang. ya. saya ingin tahu?" "Cuma untuk melihat tempat kejadian itu. Kau harus segera menelepon polisi. Kisi-kisi itu terletak cukup dekat dengan kantor. Miss Martindale mengulangi ceritanya tentang telepon itu dan Edna betul-betul tahu-sekarang bahwa bukti yang diberikan Miss Martindale dengan begitu jelas. dan terlaksanalah hal itu. Miss Martindale pasti telah membuat kesalahan—Tetapi Miss Martindale jelas-jelas tidak mungkin membuat kesalahan. "Miss Martindale? Saya tidak melihat bagaimana dia bisa terlibat. itu betul.' Salah satu sifat Edna adalah segera melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan di sini. "Oh. sebab dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. dan boleh dikatakan sedang nganggur. Bland mengatakan bahwa dia suka tinggal di Crowdean sebab dia punya seorang saudara perempuan di sini. Orang tidak melihatnya mula-mula. Miss Martindale bertindak cepat. makmur. Sheila pasti tahu jawabannya. Tidak ada telepon pada waktu itu. ketika meninggalkan Cornmarket dalam kerumunan orang. u an orang-orang di Crescent sibuk menatap nomor 19. ketika dia di luar negeri. Bagaimana dan kapan perjanjian itu dibuat tidak disebutkan pada Edna. Edna mula-mula tidak tahu betapa pentingnya apa yang diketahuinya itu. Dia harus bertanva pada Sheila mengenainya. Dan saya mulai curiga bahwa pada diri Miss Martindale kita menemukan karakter Lady Macbeth. tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu. "Banyak orang melakukannya. semakin kacau jadinya." "Tidak punya imajinasi?" tanya Hardcastle. Bland bersaudara?" "Itu adalah satu-satunya keterangan yang masuk akal. Apa yang terjadi? Saya kira seseorang akan datang berkunjung dari Canada ke negeri ini—dan orang itu mengenal Mrs. Sheila dipanggil oleh Miss Martindale dan disuruh pergi untuk memenuhi panggilan. Bland yang lain? Tidak seorang pun di Crowdean tahu bahwa Bland telah menikah sebelumnya." "Tidak. tidak ada orang lain kecuali dirinya di kantor itu. 'Ini sangat penting. betapa kecewanya dia! Dia jadi geram! Dan kemudian sebuah ide muncul.iia saya melihatnya. maka dia pasti terlibat. Bland yang lain—dia adalah istri kedua—bukan istri pertama—Bayangkan. Tetapi Edna tahu bahwa itu tidak benar. Bagaimanapun juga. Tetapi sangat efisien. Telepon itu dikatakan masuk pada pukul dua kurang sepuluh menit." "Dan kemudian tibalah pemeriksaan itu. dan dia langsung menikah kembali."Tumit sepatu Edna copot. "Jadi percakapan-percakapan para tetangga tidak berguna bagimu. Yang perlu dia lakukan hanvalah berkata bahwa ada telepon jam 1. tidak tahu bahwa Edna telah kembali. eh? Aku menemukan satu kalimat yang sangat jelas. berbagai surat-surat keluarga. berjalan dengannya di sepanjang jalan itu dan Edna mengeluarkan pertanyaannya. tetapi ternyata n siang. Miss Pebmarsh menelepon dan meminta Sheila Webb untuk dikirimkan. Sejauh yang diketahuinya. "Mungkin mereka melihatnya. Penyelidikan-penyelidikan akan dilakukan—'* . wanita yang bengis dan tidak punya imajinasi. Saya kira mungkin Miss Martindale. Berita tentang pembunuhan menyebar dan sedikit demi sedikit ceritanya menjadi lebih jelas. Tetapi Miss Pebmarsh berkata bahwa bukan dia yang menelepon. Mungkin saat itu dia telah mendengar gadis-gadis itu menggoda Edna tentang tumit sepatunya yang copot. Dan jadilah keluarga Bland kaya." Hardcastle duduk bersiap-siap. Dia kembali ke kantor. dan sedang dalam kesulitan keuangan. sehingga tidak dapat ditipu dengan tiruannya. saya kira. "Jadi Anda pikir-" Poirot bersandar pada kursinya dan mengatupkan ujung jari-jarinya. Bagaimanapun juga. Mrs. dan Miss "Martindale menyelinap di belakangnya." "Tetapi mengapa? Apa motifnya?" Hercule Poirot memandang saya. foto-foto dari sanak-saudara di Canada yang telah meninggal sekarang—semuanya sederhana saja. bertahun-tahun yang lalu. Tamu itu akan berkeras untuk melihat wanita yang ingin dilihatnya—" "Jadi— pembunuhan?" "Ya. Bland bisa jatuh sakit. Dia memiliki akte pernikahan yang asli. "Misalnya Anda adalah seorang laki-laki biasa." "Anda menganggap Miss Martindale dan Mrs. atau seorang teman dekat keluarga itu—tetapi siapa pun dia. Tetapi Miss Martindale. ke. Tetapi bagaimana mereka bisa berharap untuk lolos dari itu? Pasti ada yang akan kehilangan orang itu. Suatu hari datanglah sepucuk surat dari kantor pengacara yang mengatakan bahwa istri Anda telah mewarisi harta yang besar dari seorang paman di Canada. menarik selendang di sekeliling lehernya dan mencekiknya. Pernikahannya yang pertama. Tetapi Mrs. lebih baik mengambil risiko. Dia telah mewarisi harta yang besar setahun yang lalu dari pamannya di Canada. saya membayangkan. Dia masuk ke bilik telepon umum.49. dia dapat pergi ke luar negeri— tetapi sesuatu seperti itu akan mencurigakan." kata Harttcas-e r mereka sangat berbeda— tetapi benar—ada kesamaannya juga. Tetapi karena tidak diragukan lagi bahwa Miss Martindale-lah yang membunuh Edna—oh. Bland mungkin adalah dalangnya. dan semua kesulitan keuangan mereka berlalu— "Dan kemudian—setahun berikutnya—sesuatu terjadi. Dia memejamkan matanya dan berbicara sambil melamun. tulah sebabnya dia bertanya pada polisi itu apakah dia bisa berbicara dengan inspektur. Ini nomor kantor polisi. Formalitas yang sah dilalui. Bland dan satu-satunya kesulitan adalah bahwa Mrs. mengangkat gagang telepon. Mereka saat itu berada di dekat telepon umum. ya —hanya dia yang dapat membunuh Edna. di kantor pribadinya. dia membuntuti gadis itu ke Wilbraham Crescent. Mungkin mereka memikirkan cara-cara untuk menghindari pertemuan itu. Mungkin istri pertamanya meninggal sesudahnya. Mengapa Edna pergi ke sana. Teleponlah dan katakan pada mereka kita berdua akan segera ke sana. dengan waktu yang sangat tepat.'* "Ya. dia akan tahu. Surat itu dialamatkan pada Mrs. Siapa yang tahu bahwa yang ini adalah Mrs. saudara perempuan Mrs." kata Hardcastle mengeluh. Mrs. Dia mungkin seorang pengacara keluarga yang sudah tua. Bland yang pertama dengan cukup baik. Dia memikirkan dan merencanakan semuanya. Bland yang meneri-manva adalah Mrs." ^Mrs/ Bland wemangwengmg'arkitirsayaj'pada ses<oianq. Itu adalah kesempatan yang diambil dengan berani oleh seorang wanita yang nekat dan kejam. Semakin Edna memikirkannya. Mungkin Miss Martindale berbicara padanya di sana.

"Saya pikir Anda akan menemukan bahwa Miss Martindale bertanggung jawab atas mereka. adalah kejahatan yang sederhana. itu sering terjadi pada diri kita. seperu yang saya katakan tadi. saya akan menyelinap sehaii ke Prancis atau Belgia dan membuang paspor orang itu di kereta api atau di trem. yang dulu adalah sekretarisnya." 83 ." "Mereka bisa meminjamkanmu apartemen lainnya. Apakah dia kehilangan benda itu di ruang kerja Biro Sekretaris itu? Apakah Miss Martindale mengambilnya sebagai dasar dari khayalannya." kata Hercule Poirot. kau bisa mengerjakan semuany? hanya dengan duduk di kursimu di London dan dapat membuatku dan Dick Hardcastle menemui -mu di sana. mengapa kau datang kemari?" "Sudah kubilang." "Oh. dia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tertentu di Canada untuk saya. kalau begitu mengapa?* Hercule Poirot meledak marah. Oh. Dia hanya perlu mengambilnya dan menyesuaikan dengan tujuannya." "Itu masih dugaan. 7. dengan seorang tamu kaya dan terhormat dari Canada. Jam Rosemary yang direparasikan oleh Sheila Webb. 10. Atau kau bisa pergi ke Ritz. mereka mereparasi apartemenku. akan kukatakan padamu. 515457." kata Hardcastle. "Yah. seperti katamu. terpana. Semua ada di sana—menunggunya. Saya sangat beruntung. "Saya harus memeriksa berbagai hal—" "Tentu—tentu—" Ucapan selamat berpisah diucapkan. Greg-son terburu meninggal dan tidak sempat menulis yang satu ini—tetapi Miss Martindale. itu sangat cocok buat U Martindale. sehingga pemeriksaan akan dilakukan dari negara lain. "Bland berkata padaku bahwa dia baru-baru ini telah pergi sehari ke Boulogne—dengan seorang gadis pirang" "Yang membuat semuanva kelihatan wajar. Dia adalah seorang pengacara internasional yang terkenal. Saya hampir-hampir tidak berani berharap. tidak untuk bisnis. saya menghadiri penjualan naskah-naskah para pengarang minggu ini. Di dalam lemari besi itu." "Sudah tentu. ya. "Coba katakan saru hal padaku. per-mata-permata mahkota keluarga bangsawan Rusia." Saya bergerak tanpa sadar. lima lewat empat menit. bien—dan apa. Aku dapat memecahkan masalahnya. Itulah yang menarik. Aku ini manusia. terima kasih. kalau aku boleh bertanya. "Eh. "Tetapi penyelidikan dapat dilakukan. Dari awal saya telah mendeteksi adanya suatu pola—suatu pola yang saya ketahui. Di antara mereka ada milik Gerry Gregsort. dan mata Poirot beralih ke saya. Apakah nantinya ada yang muncul—" "Saya sangat senang sekali jika saya bisa membantu. Jam-jam yang terkenal itu!" Poirot tersenyum. Aku ingin tahu—Gregson meninggalkan sebuah warisan untuknya—bukan? Bagaimana dan mengapa dia meninggal. V h tas dc bitiseSy seluruhnya! Dan tentu saja ada cerita sejenisnya—seorang gadis yang dihukum mati. W. M. Dia mengumpulkan buku-buku tulis itu dan mengambil kertas hotel itu dari tangan saya. "Kopinya di sini." Poirot meneruskan dengan muak. Lemari besi itu disembunyikan di belakang reproduksi lukisan Mona Lisa. Seperti Colin di sini akan mengatakan pada Anda. Sepucuk surat dari suatu tempat—sepucuk kartu pos dari tempat lainnya. bukan? Aku bisa jadi mesin kalau memang perlu. Pada saat itu siapa yang akan menghubungkan seorang laki-laki yang telah diidentifikasi dan dikuburkan sebagai Harry Casdeton. kukatakan padamu. mengapa—oh. Alisnya naik. Itu adalah kombinasi nomor sebuah lemari besi. saya jadi tahu betapa bodohnya saya. maka harus disamarkan supaya menjadi fantastik. men dieu. kau akan lebih nyaman di sana daripada di Hotel Curlew. ya. pada alur cerita Gregson. rencana perjalanannya mungkin tidak diketahui orang lain. bien. betapa bodohnya aku ini. yang sedang menggigitmu—kau kelihatan seperti orang vang baru saja melihat hantu." "Aha. Karena kejahatan itu. Jam-jamnya diputar pada jam lima lewat satu menit. "Dan Anda berkata bahwa wanita itu tidak punya imajinasi? Kapan dia merencanakan semua ini?" "Tetapi dia tidak merencanakannya."Jika orang itu bepergian ke luar negeri —mungkin untuk bersenang-senang. Melihat kertas itu. Hardcastle pergi. "ada perhiasan. Dia cukup memilih karakter-karakter lokalnya dan mengangkat cerita itu untuk disesuaikan. Tetapi aku ini manusia. Poirot mengalihkan perhatiannya pada saya. "Ya?" katanya. Tetapi nasib baik berpihak pada saya. Ini—" Seperti seorang tukang sulap dia mengeluarkan dua buku tulis kumal dari laci meja "—semuanya ada di sini\ Di antara banyak alur cerita yang direncanakannya untuk ditulis. sebab saya telah membaca pola-pola itu baru-baru ini. Ya. Dia mengambil sehelai kertas hotel dari rak di atasnya dan mengulut kannya pada Hardcastle. kopinya!" "Yah. saya ingin tahu?" Hardcastle menolak untuk mengorek-ngorek sejarah masa lampau. mengetahui semuanya." kata Poirot. Enderby di Ennismore Gardens. "Eh. dan apakah hanya karena jam itu maka dia memilih Sheila sebagai orang yang akan menemukan mayat itu — " Hardcastle meledak. Tidak diragukan lagi itu adalah kebiasaannya. "Anda telah memberi kami sesuatu untuk dipikirkan." Hardcastle menolak. S. Jika. Poirot. Hardcastle telah mencatat alamat Enderby tanpa bersusah-payah untuk membalik kertas itu sehingga posisinya benar. Sebuah pola yang saya kenal. Semua petunjuk yang semarak itu akan menuju—ke mana? Tidak ke mana-mana tepatnya! Ah." "Dan bagaimana tentang urusan jam-jam itu?" "Oh! Jam-jam itu. Poirot. karena kau begitu bodoh untuk menerka." Tetapi mungkin tidak pada Hercule Poirot! Sava harus menyerangnya." "Aku tahu kini. Selama dua menit terakhir saya memandanginya." Poirot berlagak rendah hati. seorang wanita yang efisien. ya." "Tetapi jam-jam-itu pasti mempunyai arti yang asli—maksud saya. Aku dapat berbaring dan berpikir. dan lima lewat tujuh menit. No. "Jika Anda mau menulis pada Mr. Dan masalah ini menyangkut manusia. ke negara di mana dia tidak pernah dilihat sebelumnya? Jika saya jadi pembunuhnya. Alamat hotelnya terbalik di bagian kiri bawah.

" kata saya. untuk memberi saya apa yang kelihatannya sebagai suatu peringatan—" "Ini adalah peringatan. Saya menemukan Anda pada hari pertama saya berada di sini—tapi saya tidak tahu bahwa saya telah menemukan Anda." "Anda tidak akan dapat begitu tidak berperasaan seperti yang Anda inginkan." Saya berada di belakangnya ketika dia membuka laci itu. Saya tidak mempercayainya sedikit pun. Tak seorang pun keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit sekarang. Saya berhenti di depan pintu gerbang nomor 19. "Saya tidak akan mengatakan apakah Anda benar atau salah. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa—bahwa itu mungkin benar?'* "Mata. Anda bekerja di institut untuk anak-anak cacat. kau lagi saya berada di Wilbraham Crescent." "Tidak. Anda telah tal-u siapa tepatnya saya ini sejak hari pertama Anda berbicara dengan saya. Aku datang kemari karena keingintahuan manusia/' kata Hercule Poirot dengan gaya agung. Anda adalah wanita yang memiliki kepandaian dan kepribadian yang luar biasa. .*' "Tetapi watak kami jauh berbeda. Dia menjatuhkan sekeping uang logam Cekoslo-vakia di kebun Anda suatu hari—" "Dia memang ceroboh. saya selalu berusaha tahu tentang dirinya—selalu. Anda menyimpan huku-buku anak-anak dalam huruf Braille di rumah Anda—hal yang sangat wajar." "Dan apa arti semuanya ini?" "Hanya bahwa permainan itu sudah selesai. Mr. Rumah itu rapi dan damai. Dari sini informasi itu diteruskan ke tujuannya lewat Ramsay. "Saya melakukan yang terbaik untuknya. Saya telah menemukan kantor pusat di mana rencana-rencana itu dibuat. Selalu ada kesempatan—bahkan di penjara. untuk melihat bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah ini—dengan satu pengecualian. saya mungkin salah. melalui kebun. malam-malam." Saya melihat jam tangan saya. Saya datang kemari sendiri.. "Sebab saya pikir ada sebuah kemungkinan bahwa Anda mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu mertua saya." "Indoktrinasi. Saya tidak mengalihkan mata saya darinya. Mengapa Anda datang kemari sebelum orang-orang Anda.. Miss Pebmarsh." "Ya.*' "Jangan omong kosong." "Sebagaimana seharusnya. sebuah alasan harus dipikirkan dulu. Apa gunanya? Saya akan tetap di sini sampai—mereka datang. Kebutaannya tidak akan melumpuhkannya jika dia mempunyai kesempatan sekali ja untuk menodongkan sebuah pistol otomatis ke kepala saya. Kalau diperlukan dia akan menyelinap ke rumah Anda. hampir-hampir menentang. Saya juga cukup bodoh untuk membaca sehelai kertas dalam keadaan terbalik. tetapi bahkan seorang wanita buta pun dapat mencelakakan kita jika kita tidak waspada.. "Anda punya waktu dua jam. Si."Jadi?" "Penjelasan sederhana sekali—sama seperti pembunuhan itu.. dan akan tetap di sini sampai orang-orang sava datang." Saya memandang jam tangan saya lagi. Saya pergi ke pintu depan dan menekan bel.. "Bolehkah saya masuk dan berbicara dengan Anda?" "Tentu. Lamb. menuju ke arah Barat. Dia berkata pelan. Miss Pebmarsh. "Tahukah Anda siapa dia—hari itu?" "Tidak sampai saya mendengar namanya. Miss Pebmarsh. Penyamaran Anda sangat baik. "Waktu terus berjalan. Pengecualian itu adalah Anda sendiri. Informasi yang didapat Larkin di Portlebury diteruskan pada Anda." Hening lagi. Saya tidak punya ilusi tentang Millicent Pebmarsh. Dengan Anda. Saya pikir. Saya tidak tahu dorongan apa yang telah menggerakkan Anda—" "Katakan saja bahwa saya mengabdikan diri." Hening sesaat. Catatan-catatan dan memoranda-memoranda yang penting Anda simpan dengan sistem microdot dalam huruf Braille. Bukan sebuah senjata otomatis." "Itu adalah persoalan pendapat saja. Dia kembali dari jendela dan berjalan menuju meja tulis. Dia buta. Saya mengerti bahwa Anda tidak mempunyai hubungan dengan polisi lokal—" "Anda benar.." "Saya tidak begitu yakin apa yang Anda maksudkan.." "Seperti kata Anda. Millicent Pebmarsh berdiri dan pergi ke jendela.*' kata saya. Saya datang ke tempat ini untuk mencari Anda. "Anda kelihatan sering berada di daerah ini. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun. Anda punya dua jam untuk berangkat jika Anda memilih untuk pergi. "Saya mungkin lemah hati." "Dan mengapa Anda katakan semuanya ini pada saya? Kelihatannya ini tidak biasa.** "Saya tidak setuju. tetapi saya tidak bodoh." "Tetapi mengapa? Mengapa}" Saya berkata pelan. Saya pikir itu adalah mungkin. Kemudian saya bertanya." Dia berkata. "Ini Colin Lamb. "Saya tidak akan mengambil keuntungan dari tawaran Anda. "Saya punya fotonya—ketika dia masih anak-anak. Dua jam lagi orang-orang kami akan datang kemari dan mengambil alih — " "Saya tidak memahami maksud Anda. Miss Millicent Pebmarsh membukanva. Tangan saya menindih tangannya dan mengambil pisau itu." "Mungkin pembunuhan itu mengalihkan perhatian Anda. sesungguhnya. Tetapi sebuah pisau kecil yang sangat mematikan." "Kita semua bisa ceroboh kadang-kadang." "Saya dulu begitu bodoh. maksud Anda?" "Jika Anda menyukai istilah itu." Dia mendahului saya masuk ke ruang duduk." kata saya.. Anda buta. Dia meraba sebuah kursi dan duduk.

Bland yang kedua. Meskipun dihapus dengan tergesa-gesa. Saya tidak akan merepotkan Anda dengan keterangan-keterangan yang lebih terinci. karena pernikahan itu tidak disetujui keluarganya. dan pernikahan Mr. Dia adalah tipe wanita pengkhianat. bagaimanapun juga. dan saya rasa Anda mungkin akan tertarik mengetahuinya. bahwa dia bermaksud mencari keluarga Bland sementara dia ada di Inggris. Anda seperti ayah Rosemai-y.Kami duduk di sana. Bland dan keluarganya di Canada putus sejak saat dia menikah. Bland adalah. Mr. tetapi jaksa mempertimbangkan sebuah surat penangkapan untuk menahan Josaiah Bland." kata saya.dulu selalu sayang. bermusuhan satu sama lain. "Saya akan kembali ke pekerjaan sava semula—biologi laut. Kematian Mrs. Paspornya ditemukan oleh scotang pemilik restoran kecil di Boulogne. yang juga bermarkas di Prancis. saya kira.. dan saya harus berterima kasih atas usul Anda yang sangat berguna pada kesempatan itu. keponakannya Valerie. Duguesclin adalah teman lama keluarga Montresor dari Quebec. M. Bland. Mr. Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan Anda hari itu. yang diterangkan sebagai istri Josaiah Bland dari Portlebury. Duguesclin berkata pada salah satu temannya. Dia tidak punya keluarga dekat dan rencananya untuk kembali tidak pasti. Sebuah kantor pengacara di London yang sangat terhormat bertindak sebagai agen bagi pihak Canada. Miss Mar-tindale dan Mrs. yang menyerahkannya pada polisi. Tidak perlu diragukan lagi. bukti-bukti yang memuaskan akan sulit diperoleh. tetapi dengan penuh pengertian. banyak catatan telah dihancurkan waktu itu. tetapi kendati saya setuju dengan pandangan Anda atas partisipasinya dalam-kejahatan ini.pada Valerie." Saya memikirkan kata-kata Hercule Poirot. Bland yang pertama adalah karena serangan musuh di Prancis.Poirot yang terhormat. Anda tidak memiliki apa yang harus dimiliki untuk pekerjaan ini. "menjadi seorang manusia biasa." Kami duduk di sana dalam kesunvian. bersaudara. dengan Hilda Martin-dale (yang waktu itu anggota pasukan wanita). Beberapa buah papan telah ditemukan disembunyikan di pojok gudang keluarga Bland. Saya harap segala perbaikan dan pendekorasi 85 . Mavat vang diidentifikasikan sebagai Henry Castleton telah diidentifikasi ulang—secara positif—sebagai Quentin Duguesclin." "Saya pikir Anda bijaksana.. 'Persetan dengan kelembutan*. Kami sekarang sudah memiliki fakta-fakta tertentu. Quentin Duguesclin dari Quebec meninggalkan Canada menuju Eropa sekitar empat minggu yang lalu. Seseorang bernama Mr. Semua komunikasi antara Mrs." kata saya. Henty Montresor meninggal delapan belas bulan yang lalu. kata-kata SNOWFLAKE LAUNDRY masih bisa terbaca setelah ditangani oleh para ahli. dia adalah seorang wanita yang sangat pandai. meninggalkan hartanya yang banyak pada satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Saya punya harapan. karena dia dari. Kepala keluarga itu. Surat dari Detektif Inspektur Hardcastle kepada M . Mr. kami masing-masing vakin bahwa pandangan pihak lain adalah salah. dilaksanakan dengan terang-terangan. seperti dugaan Anda. "Saya puas. "Saya telah mengundurkan diri dari dinas. dari Mrs. Dia tidak dapat mengerti ucapan Lenin. Tidak lama kemudian paspor itu sudah dikonfirmasikan. meskipun tentu saja. Inggris. Ada sebuah lowongan di universitas di Australia. Hercule Poirot.

McNaughton sekarang berkata dia telah melihat Duguesclin dalam mobil milik Bland ketika mobil itu dimasukkan ke garasi Blan Teman kita Colin telah menikahi gadis itu. Bland membuka rahasia! Mengakui seluruhnya!!! Menimpakan seluruh kesalahan pada saudara perempuannya dan su apa maksud mereka sampai akhirnya terlambat*! Mengira mereka hanya 'akan membiusnya saja'sehingga dia tidak akan mengenali bahw Cerita yang masuk akal! Tetapi saya berpendapat bahwa dia bukan si tokoh utama. Hormat kami.H. Komunikasi lebih lanjut dari R.P.an kembali flat Anda di London hasilnya memuaskan. Hormat kami. kepada H. Orang-orang di Pottobello Market mengenali Miss Martindale sebagai wanita "Amerika'* yang membeli dua buah jam di sana. Sampai jumpa. Mrs. Richard Hardcastle . Berita baik! Mrs. Richard Hardcastle. saya katakan dia itu sudah gila. Jika Anda bertanya pada saya.