BBSC

Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan. DILARANG MENGKOMERSILKAN atau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan. Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99

1

Agatha Christie

MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
THE CLOCKS

by Agatha Christie Copyright © Agatha Christie Ltd. 1963 MAYAT MISTERlUS Alihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45S Hak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jln Palmeral, Selatan 11, Jakarta 10270 Sampul dikerjakan oleh Floren Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT) CHRISTIE, Agatha Mayat Misterius / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. - Jakarta : Gramedia, 1989. 408 hal. ; 18 cm. Judul asli : The Clocks. (ISBN 979-403-455-X. J. fiksi Inggris. I. Judul. II. Tantani, Julanda.

Untuk sahabatku MARIO Dengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE

PROLOG
SIANG tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalam
kejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggal di Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-i amalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa pun tentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.) Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss K. Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yang membosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarik hatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya. Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesali

dan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"

"Edna.—bukan begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah yang jelas dan sembunyikan desahan napasmu."
"Maaf, Miss Martindale." "Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari." "Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale." "Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambat akhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari." "Ya, Miss Martindale." Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya, Naked Love, karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembaca karangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jas dan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kali dikirimkan. Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah. "Sandy Cat memanggilmu," kata Edna. Sheila Webb mengernyitkan dahinya. "Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*' Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya. Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien. Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine. "Kau terlambat, Miss Webb." "Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua." "Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "Miss Pebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*' "Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19." "Saya rasa saya belum pernah ke sana." Miss Martindale melihat jam. "Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di Hotel Curlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet." Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar. "Ada yang menarik, Sheila?" "Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yang memuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik." Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harus masuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisa mengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*' "Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci . Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya. "Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya. "Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Edna menarik napas dan memasang selembar kertas bersih di mesin tik. "Nafsu telah menguasainya. Dengan jari-jari liar, dia merobek kam sifon tipis dari dada wanita ttu dan membenamkan kepala si wanita dalam busa sabun* "Sialan," Edna mengumpat dan mengambil penghapus. Sheila mengambil tas tangannya dan pergi keluar. Wilbraham Crescent adalah sebuah fantasi t yang didirikan oleh seorang kontraktor zaman Victoria di tahun 1880-an. Terdiri dari dua deretan rumah kopel yang membentuk bulan sabit dengan halaman belakang yang saling berhadap-hadapan. Bentuk yang nyentrik itu menyulitkan orang-orang yang asing dengan daerah tersebut. Mereka yang datang dari sebelah luai tidak dapat menemukan nomor-nomor kecil dan mereka yang masuk langsung ke sebelah dalam, akan pusing mencari nomor-nomor besar. Rumahrumah di sana lapi, apik, dengan balkon-balkon yang artistik serta kelihatannya terhormat. Boleh dikara, modernisasi hampir-hampir tidak ada pada bagian luar. Biasanya, dapur dan kamar tidurlah yang mula-mula mengalami perubahan. Tidak ada yang luar biasa pada nomor 19. Rumah itu mempunyai gord&i yang rapi dan pegangan pintu depan dari kuningan yang mengkilap. Ada sederetan pohon mawar tumbuh di kedua sisi jalan kecil menuju pintu depan. Sheila Webb membuka pintu gerbang, berjalan menuju pintu depan dan membunyikan bel. Tidak ada jawaban, dan setelah menunggu satudua menit, dia melakukan seperti yang telah diperintahkan, dan memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan masuklah dia. Pintu ruangan di sebelah kanan gang terbentang lebar. Dia mengetuknya, menunggu, kemudian memasukinya. Ruangan itu adalah mang duduk biasa yang lumayan menyenangkan, cuma mungkin agak terlalu penuh perabot bagi selcia modern. Satu-satunya keistimewaan ruangan tersebut adalah banyaknya jam di situ—sebuah jam besar berbandul berdetak di pojok ruangan, sebuah jam porselen Dresden terletak di atas perapian, sebuah jam kereta perak di atas meja, sebuah jam kecil berbentuk menarik dan disepuh emas terletak di atas rak dekat perapian, dan di atas meja di samping jendela, sebuah jam bepergian dari kulit yang sudali lusuh, dengan huruf-huruf emas bertuliskan ROSEMARY di atasnya. Sheila Webb melihat jam di atas meja dengan sedikit terkejut. Jarum-jarumnya menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit lebih. Pandangannya beralih ke jam di atas perapian. Jarum-jarumnva menunjukkan waktu yang sama. Sheila terkejut sekali, ketika ada yang mendesing dan mengetuk di atas kepalanya, dan dari sebuah jam kayu berukir, seekor burung kukuk melompat keluar melalui pintunya yang kecil dan mengumumkan dengan keras dan jelas: kukuk, kukuk, kukuk f Suara yang kasar itu seolah-olah mengancam. Si burung kukuk menghilang lagi di balik pintu jam yang terbanting tertutup. Sheila Webb tersenyum kecil dan berjalan mengitari ujung sofa. Tiba-tiba dia berhenti dan tersentak. Tubuh seorang laki-laki tergeletak di lantai. Matanya terbuka separo dan pandangannya kosong. Ada sebentuk noda gelap yang lembap di bagian depan jas abu-abu hitamnya. Tanpa sadar Sheila membungkuk. Dia menyentuh pipi orang itu—dingin—tangannya, sama saja... dia menyentuh noda yang basah tersebut dan menarik tangannya dengan cepat, dengan pandangan ketakutan. Pada saat itu juga dia mendengar bunyi pintu gerbang terbuka, kepalanya menengok cepat ke arah jendela. Dilihatnya seorang wanita berjalan tergesa-gesa. Sheila menelan ludahnya tanpa sadar—kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri, terpaku di situ, tak dapat bergerak, tak dapat berteriak... menatap apa yang ada di depannya. Pintu depan terbuka dan seorang wanita tua bertubuh jangkung masuk sambil membawa sebuah tas belanja. Rambut ikalnya yang putih keabu-abuan ditarik ke belakang dahi. Maunya besar dan berwarna biru indah. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, tanpa melihat Sheila. Sheila mengeluarkan suara yang lemah, tidak lebih dari sebuah deheman. Mata biru tadi langsung menatapnya dan wanita itu berkata dengan tajam, "Siapa itu?" "Saya—dia—" Suara gadis itu terputus ketika wanita tersebut berjalan pelan menuju kepadany; di balik sofa. Dan kemudian dia menjerit. "Jangan—jangan... Anda akan menginjaknya.. Dia sudah mati..."

BAB 1
NARASI COLIN LAMB DENGAN memakai istilah polisi: pada pukul 2.59 siang, tanggal 9 September, saya sedang berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent ke arah barat. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal Wilbraham Crescent, dan saya harus mengakui bahwa jalan tersebut membingungkan. Saya secfang melacak sebuah firasat dengan suatu kemauan van g makin hari makin keras, sehingga firasat itu dapat saya legakan sedikit demi sedikit. Itulah saya. Nomoi yang saya inginkan adalah 61, dan dapatkah saya menemukannya? Ternyata tidak. Saya telah mengikuti nomor-nomor, mulai dari tf sampai dengan 35, dan kelihatannya Wilbraham Crescent hanya berakhir sampai di situ. Sebuah jalan raya bernama Albany Road menghalangi jalan saya. Saya berputar kembali. Pada sisi utara tidak ada rumah-rumah, yang ada hanva sebuah dinding. Di balik dinding terdapat blok-blok flat modern yang menjulang tinggi, dan jalan masuk menuju ke sana pasti lain. Jadi jelas tidak mungkin. Saya memperhatikan nomor-nomor yang saya lalui. 24, 23, 22, 21, Diana Lodge (mungkin nomor 20, seekor kucing oranye sedang duduk di atas tiang pintu gerbang sambil menjilati mukanya) 19Ptntu rumah nomor 19 terbuka, dan seorang gadis berlari keluar sepanjang sebuah jalan kecil dengan kecepatan seperti sebuah peluru kendali. Kemiripan dengan peluru kendali tersebut diperkuat dengan sebuah jeritan yang mengiringi larinya. Jeritan itu melengking nyaring serta betul-betul tidak seperti jeritan manusia. Gadis itu berlari melalui pintu "gerbang dan menabrak saya dengan kekuatan yang hampir membuat saya jatuh ke trotoar. Dia tidak hanya menabrak saya saja. Dia mencengkeram iengan saya kuat-kuat dengan penuh keputusasaan. "Tenang," kata saya, ketika sudah berhasil memulihkan keseimbangan saya. Saya mengguncangnya sedikit. "Tenanglah." Gadis itu menjadi tenang. Dia masih mencengkeram saya, tetapi sudah tidak menjerit-jerit lagi. Dia megap-megap, sambil terisak-isak.

"Siapa itu?" Saya segera sadar bahwa wanita itu buta." Sava—saya pikir. "Tentu saja tidak masuk ke luangan ini. Saya bertanya kepadanya apa yang terjad Menyadari bahwa suara saya betul-betul *a\a mengeraskannya. Sava akan menelepon polisi. saya terkena darahnya. tetapi tak ada jawaban—hanya suara napas seseorang yang terengah-engah. "Tapi—dapatkah Anda menangani—" . Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. "Di manakah pesawat teleponnya?" "Saya tidak memiliki pesawat telepon." katanya. Dia mengalami shock. Tampaknya tidak ada tempat yang cocok untuk seorang gadis yang hampir pingsan.." Tetapi dia jadi gemetar hebat." Dia kelihatan ragu-ragu sedikit tentang hal itu. memandang pintu di sisi kiri gang. Seseorang yang buta dapat mengetahuinya dengan mudah. Di mana pesawat telepon yang terdekat?" "Ada sebuah telepon umum di jalan.. tiba-tiba dia menjerit keras—tentang suatu hal yang menyangkut orang mati dan bahwa saya akan menginjaknya. siapa pun dia. Saya berjalan menuju suara tersebut—dan siapa pun orang itu. di seberang gang."Ada apa?" Gadis itu menarik napas dalam-dalam "Di sana!" dia menunjuk ke arah di belakangnya.. Saya masuk melalui pintu depan. Tetapi dia segera menjawab. Siapa dia?" "Saya tidak tahu. "Saya langsung masuk kemari. bila Anda merasa mual. Wanita muda itu.Saya tidak bisa mengatakan bahwa sava dapat menangani situasi tersebut dengan cemerlang. Kelihatannya mustahil ada orang mati di ruangan yang begktf rapi dengan wanita yang tenang tersebut duduk di kursinya sambil melipat tangannya. Saya takkan lama. mati. Dia bertanya menyelidiki." "Dapatkah Anda mengatakan pada saya apa yang telah terjadi?" "Tentu. pasti sudah melapor. wanita itu buta. "Saya tidak tahu. saya sifdali baik sekarang. Membungkuklah dan letakkan kepaia di antara kedua lutut." saya berkata ragu-ragu. tepat sebelum tikungan. "Anda di sini saja. "Saya tidak tahu apakah dia mau. Malahan dia duduk dengan tenang dan menunggu." "Mungkin Anda benar. "Lebih baik Anda membawa saya masuk dan menunjukkannya pada saya." "Di mana wanita muda itu?" "Saya meninggalkannya di pintu gerbang." "Ya. Dan ada darah pada orang itu. Saya pikir lebih baik saya tidak meninggalkan rumah ini. Saya baru pulang dari berbelanja—" Saya melihat sebuah tas belanja yang dicampakkan di atas kursi di dekat pintu." Dia bangkit dan berjalan ke arah saya. yang ternyata adalah ruang makan. Saya menurunkannya perlahan-lahan ke trotoar. apakah "Bisakah Anda tetap tinggal di sini ?" atau "Apakah Anda akan baik-baik saja?" Dia membantuku mengambil keputusan-"Anda lebih baik membawa gadis itu ma^uk ke dalam. ya. "Seorang wanita muda menghambur keluar ke jalan dan berkata bahwa di sini ada orang mati. Dan siapa pun dia. Saya berbicara dengan jelas dan terus terang." kata saya. Wanita itu akan menginjaknya. sedang duduk di atas kursi. raguragu sebentar." Sava merasa tidak masuk akal ketika-mengucap-i kan kata-kata itu. "Anda tinggal di sini? Apakah ini rumah Anda?" "Ya. "Ya?" "Ada seorang laki-laki di lantai." "Terus?" "Saya berlutut.." Saya mengangguk. Sava melihatnya—tangannya yang terentang—matanya I ■ yang dingin—noda darah yang beku. sekitar 50 meter dari sini. "Dan saya.." "Tapi—tentunya. saya bangkit dan menuju kema^ ri untuk duduk menunggu. Saya menarik napas dan mempertimbangkan situasi tersebut. Bawalah dia ke ruang makan." Saya kagum pada ketenangan wanita itu. ya. Saya ingat saya telah melewatinya. Saya menyentuh sesuatu—sebuah tangan laki-laki yang dingin—dan tidak ada denyut nadinya." Dia menunduk dan melepaskan salah satu tangannya yang mencengkeram saya. Saya kebetulan lewat.. dia berlari keluar melewati saya sambil menjerit. Saya bergerak mengitari sudut sofa." kata saya. Pasti akan ada orang datang kemari." kata saya sambil menunjukkannya pada gadis itu. Katakan padanya saya akan membuat teh. dan menyandarkannya pada pagar besi." Saya memperhatikannya dengan lebih baik. sava tidak mau masuk ke sana lagi. "sampai saya kembali." katanya tegas." "Oh. dan masuk ke dalam ruang duduk." "Siapa yang akan menginjaknya? Mengapa?" "Saya kira. Matanya yang memandang lurus ke arah saya terpusat ke titik di belakang kuping kiri sava.. Memang itulah yang sepantasnya dilakukan. saya tahu. "Dan sekarang saya juga kena. mendudukkannya. Sava menepuk pundaknya untuk meyakinkannya dan berjalan cepat menuju jalan kecil tadi. Bisakah Anda—" saya ragu-ratu. tidak. Cerita mereka cocok." Saya melihat ke sekeliling ruangan tersebut. tetapi saya tidak mau berbicara lagi. Saya segera sadar bahwa ada orang di ruangan ini. "Di balik sofa." Saya melihat ke sekeliling. dan hal itu tidaklah gampang. menyeberangi gang. "Tidak. Dia menoleh dengan cepat pada saat saya masuk dan berkata. Saya bertanya siapa dia. "Dan apa yang Anda lakukan kemudian?" "Saya meraba-raba dengan hati-hati sampai kaki saya menyentuh sesuatu. Dia tidak menjerit ataupun lari tunggang-langgang karena panik." "Kita harus memanggil polisi. Yang saya lihat pertama kali adalah seorang wanita tua dengan rambut putih... Anda akan baik-baik saja. "Bagaimana kejadiannya?" tanya saya. "Siapakah sebetulnya Anda ini?" "Nama saya Colin Lamb. Saya melihat pada noda di kerah jaket saya.

Menjadi buta tidaklah berarti menjadi tidak berdaya. Miss Pebmarsh. "Detektif Inspektur Hardcastle. "Colin? Aku sebetulnya tidak berharap untuk kauhubungi sementara ini. sambil menarik sebuah kursi Windsor. dan tahu bahwa wanita itu adalah bekas guru. "Memang kedengarannya fantastik. Tetapi dia pernah melihatnya beberapa kali.Sekejap muncul sebuah senyum tipis di wajahnya. Kejadian itu merupakan. Kemudian terdengarlah suara Dick Hardcastle." saya mengeraskan suara untuk menutupi protesnya. "Kursi itu kelihatannya nyaman. Saya berniat untuk mendapat keterangan tentang apa yang telah terjadi dari Anda sekalian. dan ahli-ahli penyidik. Di sana ada seorang dokter bedah kepolisian. Kau di mana sekarang?" "Crowdean." Komentar Dick hanyalah bahwa semuanya kok kelihatan enak. saya akan membawa Miss Webb ke sana. Secangkir teh akan baik untuk Anda sambil menunggu kedatangan poin si. Wanita buta itu adalah Miss Millicent Pebmarsh. meskipun mereka belum pernah bertemu secara profesional." "Jadi dia itu Miss Pebmarsh? Dan dia buta. saya Colin Lamb. "Sheila Webb-lah yang sebenarnya menemukan mayat itu. ketakutan. Tiba-tiba seorang gadis melesat keluar dari rumah itu seperti seekor kelelawar terbang dari neraka dan menabrakku." "Kau tidak mempermainkan aku. Dia yang paling akhir melihat mayat tersebut. Jika Anda mengizinkan saya menggunakan dapur Anda. Colin Lamb. mati. berbicara sebentar dengan dokter bedah kepolisian dan kemudian pergi ke ruang makan di mana tiga orang sedang duduk menghadapi tiga cangkir teh kosong. orang-orang Hukum menguasai keadaan. shock juga baginya. yang sekarang mengajar Braille di Institut Aaronberg. tentu saja." Dia tahu tentang Miss Pebmarsh sedikit-sedikit. Mereka bergerak secara efisien. Dia memperkenalkan diri pada Miss Pebmarsh. Anda pasti menderita shock berat karenanya. "Saya—saya pikir saya agak baikan sekarang. ." "Dan dia menginjak orang mati itu?" "Bukan seperti dalafn bayanganmu. Akhirnya datanglah Detektif Inspektur Hard-castle. seorang laki-laki berbadan tinggi. "Pos Polisi Crowdean. Kebutaan-nya menyebabkan dia tidak mengetahui kalau orang mati itu ada di sana. ya. Kelihatannya betul-betul mustahil ada orang dibunuh di rumahnya yang rapi dan sederhana—tetapi hal-hal yang mustahil biasanya lebih sering terjadi daripada yang diduga orang. sekolah untuk anak-anak cacat. Saya mendudukkannya dengan nyaman di depan meja makan. aku akan mengirim mobil ke «ana." "Tunggu sebentar. saya lebih suka menunggu di dalam rumah. karena di sana tenang." Saya menunggu. Kupikir dia telah ditikam Dia sudah mati sejak kira-kira setengah jam ^ang lalu. bukan?" Saya mengangguk cepat." Dia membuka pintu sambungan antara ruang makan dan dapur dan menyilakan gadis itu masuk. Kau?" "Bukan. Saya akan menelepon polisi sekarang. Miss Pebmarsh sedang membuat teh untuk Anda. Nyaris saja aku jatuh." Saya menolongnya berdiri dan berkata riang. Ada seorang laki-laki tergeletak di lantai rumah nomor 19. Dia sedang menulis dengan diam-diam di atas meja kecil berlapis formika." kau inspektur itu setelah memperhatikannya sepintas lalu. 19. Saya mengerti bahwa Miss—" dia melihat cepat pada buku notes yang diberikan oleh salah seorang bawahannya. saya temani Anda masuk. "Lumayan cantik. Dia melihat-lihat apakah perintahnya telah dilaksanakan semuanya dengan baik. dan ber^e^as pergi Vagi untuk menelepon. "Masuklah ke ruang makan —di sebelah kiri Anda kalau masuk." Saya merangkul bahunya dan mendesaknya maju. dan seorang gadis jangkung berambut coklat keriting dengan mata yang besar. Ayolah. Miss Pebmarsh. BAB 2 Di WILBRAHAM CRESCENT NO." "Dapatkah saya berbicara dengan Detektif Inspektur Hardcastle?" Suara itu menjawab dengan hati-han. Tunggulah aku di sana. Anda siapa?" "Katakan pada beliau. Tepatnya di Wilbraham Crescent. "Ini kejadian yang buruk. Dia bilang ada seorang laki-laki di lantai dan bahwa seorang wanita yang buta akan menginjaknya. model baru. saya telah memasak makanan untuk diri sendiri di dapur sejak saya mulai tinggal di lumah ini —empat belas tahun yang lalu. Gadis itu mendongak menatap saya dan bergegas bangkit. Miss Pebmarsh. Apa yang kaulakukan dengan gadis itu?" "Miss Pebmarsh membuatkan secangkir teh untuknya. "Betul. masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri. si pemilik rumah. dong!" "Di sana—ada orang mati. seorang fotografer kepolisian. Tetapi kenyataannya memang demikian. "Anak muda. kan?" "Ya. "Saya tidak tahu apakah beliau ada di sini atau tidak." kata Hard-casde. ya. Sebuah suara yang tak bersemangat berkata. kan?" Dick bertanya dengan penuh kecurigaan." "Baiklah. Kalau saya ini Anda. dengan air muka acuh tak acuh dan alis yang mengesankan alis seorang dewa. Seorang detektif muda berpakaian sipil sudah ada di sana. aku kebetulan sedang lewat." katanya "Saya kira. Tetapi siapakah nama Anda?" "Millicent Pebmarsh—Miss" Saya keluar dari rumah itu. tetapi dia berakal sehat." "Maafkan kebodohan saya. "Bagus." "Siapa yang menemukannya.

tidak. tetapi jam-jam lainnya lebih cepat sekitar satu jam. Dia masuk sambil membawa sebuah keranjang belanja. mengapa Anda masuk ke luang itu?" "Mengapa?" tanya Sheila bingung. nah. Sebab Anda sudah pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Belum pernah." kata inspektur itu. kapan peitama kali Anda melihat mayat itu?" ( "Ketika saya mengitari belakang sofa. dia bukannya jenis orang yang mudah untuk dilupakan.." "Ada apa dengan jam-jam itu?" "Jam kukuk menunjukkan pukul tiga. "Semuanya sudah berlalu sekarang. saya kira." kata Hardcastle dengan nada kebapakan. ketakutan. Tetapi jika tidak ada jawaban. bagaimana Anda bisa berada di Wilbraham Crescent No." "Ya. Sesudah itu.''1 Nadanya menekankan pada keranjang belanja tersebut. Bagaimana dengan keluarga Anda—Anda mempunyai keluarga?" "Orang tua saya sudah meninggal. "Dan terus—terus—dia berkata. 14—di belakang pompa bensin. Inspektur itu mengangguk.. Untuk melihat —maksud saya—hanya untuk melihat. Sekarang tolong Anda ceritakan pada saya. Nah. Anda telah menceritakan semuanya dengan baik. Dan mayat itu—dia ada di sana. Saya seorang pengetik steno—saya bekerja di Biro Sekretaris milik Miss Martindale. "Begitu ya. kita sudahi saja hal itu. Oh. bukan?" "Ya. satu hal lagi." "Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish — itu nama lengkapnya.. ya. Saya menjerit." "Miss Pebmarsh khusus meminta And^t?" Alis Hardcastle naik ke atas. tetapi tidak bisa." "Dan berapa lama Anda sudah beke> ja di sana?" "Sekitar setahun. Hanya waktu itu saya tidak tahu kalau dia itu Miss Pebmarsh.. Sepuluh bulan tepatnya. 'Siapa itu?* dan dia berjalan mengitari belakang sofa dan saya pikir—saya pikir dia akan—akan menginjak?^." "Tapi saya kira Anda belum pernah bercakap-cakap dengannya. ya. Nah. dan berkata dengan agak tiba-tiba. Karenanya." "Miss Pebmarsh. "Dan apa yang Anda katakan?" "Rasanya saya tidak mengatakan apa-apa. saya akan mengantar Anda pulang dengan mobil polisi. Oh. . ya. dan sebaliknya berkata." Sheila Webb menatapnya dengan pandangan putus asa. Matanya membesar.. "Tidak ada yang perlu dicemaskan." tetapi dia menahan diri. Itulah anehnya." Sheila Webb berbicara dengan lebih percaya diri. ya. Sebab dia menvuruh begitu..." "Baiklah kalau begitu. saya setuju. Miss Pebmarsh khusus memin ta saya. belum pernah.." "Tentu saja—tidak ada." "Tepat. mengapa Anda masuk ke dalam?" "Oh. Anda tidak menyentuhnya sama sekali?" "Ya—ya saya menyentuhnya. begitu saya kembali dari makan siang. "Begitu." jawab Sheila cepat. Sungguh mengerikan—kental dan lengket. maksud Anda?" "Ya. Apakah Anda betul-betul yakin bahwa dia belum pernah Anda lihat sebelum ini?" "Sangat yakin. tentu saja. erftah bagaimana." “Memang. kemudian Anda menekan bel." "Siapa yang menyuruh?" "Miss Pebmarsh. Miss Webb?" "Tentu saja—jam-jam itu. betul-betul yakin. "Belum pernah? Anda yakin?" "Oh.. Apakah Anda mengenal orang itu? Apakah dia seseorang yang pernah Anda lihat sebelumnya?" "Oh. saya keluar dari ruang itu melalui pintu depan—" "Seperti seekor kelelawar terbang dari neraka.Sheila Webb duduk dengan cemas dan menatapnya dengan matanya yang besar dan ketakutan. begitu. Anda sampai di sini. "Aneh. Miss Martindale menvuruh saya kemari.. Kami hanya ingin gambaran yang jelas. "Miss Pebmarsh menelepon ke Biro dan meminta seorang stenografer untuk datang kemari pada pukul tiga." "Itu hal yang rutin... Sungguh aneh!" "Tentu saja sangat aneh. tidak ada sama sekali. itu. mungkin beberapa menit lebih awal. Sheila Webb bertanya dengan takut-takut. Saya ingin Anda tetap menunggu di sini kira-kira sepuluh menit lagi. bukan? Maksud say a—sekarang ini adalah jadwal Anda—atau bagaimanapun susunan jadwalnya. Saya tidak melakukan apa-apa. dia pulang." "Apa yang tidak Anda perhatikan. Saya merasa tercekik di sini" Dia menunjuk tenggorokannya. 19 hari ini?" "Ceritanya begini." "Oh..." "Begitu. dengan kata-kata Anda sendiri." "Mengerikan. Miss Pebmarsh mengatakan hal itu pada Miss Martindale—bahwa saya harus masuk ke dalam dan menunggu di ruang duduk di sebelah kanan gang.. Aneli sekali." Inspektur Hardcastle bangkit dan mengulurkan tangannya." Sheila mulai gemetar. Lupakan saja darah itu. Lawton. dan akhirnya. Kemudian apa yang Anda lakukan?" "Apa yang saya lakukan}" "Ya. "Apakah — apakah hanya itu saja?" "Saya kira demikian. mengerikan.. Maksud saya. Dan Anda bekerja. Saya tinggal dengan bibi saya. sepertinya hal itu tidak pada tempatnya dan kurang relevan.." Hardcastle berkata. Kejadian itu tidak perlu dipikirkan lagi. "Nah. bisa saja dia tidak kelihatan seperti yang biasa Anda lihat." kata inspektur itu menyetujui. mungkin ada hal-hal yang mgin saya tan akan pada Anda nanti." sambil berpikir. "Sekarang. "Ya." “Anda betul-betul yakin? Anda tahu. Saya mencobanya." "Dan nama beliau?" "Mrs. y 'Tidak ada yang perlu dimaafkan. "Saya tidak akan menelanmu.. sebab jam kukuk—" Dia mendadak berhenti." "Bukan begitu. Saya tidak memperhatikannya waktu itu. Berpikirlah dengan cermat. "Maafkan saya. ya. nama Anda Sheila Webb-dan alamat Anda?" "Palmerston Road No. Mayat itu mengerikan. Apa yang terjadi kemudian ?" "Saya tidak tahu. bukan?" "Betul. Hardcastle hampir saja berkata. Sayang. Tetapi dia—begitu dingin—dan—dan tangan saya terkena darah.. Saya tidak bisa berhenti menjerit.. teringat pada keterangan Colin. Kapan Anda sampai di sini?" "Kira-kira sebelum jam tiga. Lanjutkan cerita Anda.

"Maafkan saya." "Baiklah. Jam kukuk saya berbunyi tiga kali ketika saya memasuki pintu gerbang." "Terima kasih. Saya hendak pergi berbelanja. bisakah Anda masuk kemari?" Hardcastle mengulurkan sebelah tangannya untuk menuntun Miss Pebmarsh. dan duduk di atasnva. memaketkan sebuah bungkusan." Anda sudah cukup lama tinggal di sini. Bisa jadi seorang pegawai bank." "Dan bagaimana dengan jam-jam Anda vang lain?" "Maaf?" "Jam-jam Anda yang lain kelihatannya lebih cepat satu jam. Saya tidak menelepon siapa pun. Apakah Anda sedang menantikan seorang tamu?" "Tidak." "Nah. Mungkin dia seseorang yang saya kenal pada pertemuan tertentu. Miss Pebmarsh. laki-laki itu menurut bukti-bukti medis meninggal antara jam 1.30 dan 2. Sebelum dia dapat berbicara. umur sekitar enam puluh tahun. Tetapi saya hanya dapat meyakinkan Anda. Saya dapat mengatakan pada Anda waktunya dengan tepat. "Ya. seorang akuntan." Hardcastle menambahkan. terpana. bercukur bersih.30 saya mestinya sudah berangkat atau sedang bersiap-siap untuk berangkat dari rumah. tetapi pasti bukan seseorang yang saya kenal baik. dia menelepon kami dan saya suruh dia untuk tetap tinggal di sini dan menunggu kami. Saya pergi ke kantor pos yang ada di Albany Road." "Apakah Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan hendak mengunjungi Anda akhir-akhir ini?" "Tidak pernah." "Anda memanggilnya Colin. Sekarang saya bekerja di Institut Aaronberg. menarik kursi itu. matacoklat." "Saya akan membacakan gambaran orang yang terbunuh itu untuk mengetahui apakah dia orang vang Anda kenal. "Anda membiarkan pintu depan tidak terkunci." katanya." "Ada telepon umum di ujung jalan ini. yang bisa saja cocok dengan banyak orang. Apakah Anda merasa mengenalnya?" Milliccnt Pebmarsh mempertimbangkan pei tanyaan itu dengan hati-hati sebelum menjawab." "Dapatkah Anda menceritakan dengan tepat ke mana Anda pergi?" "Sebentar. "Dia kebetulan sedang lewat di jalan ketika Miss Webb menghambur keluar dari rumah ini sambit menjerit ada pembunuhan. "Saya tidak memiliki pesawat telepon di rumah. Tetapi tidak ada kata lain yang cocok)—Colin Lamb adalah teman saya." "Anda sangat jeli. Di manakah Anda pada saat itu?" Miss Pebmarsh berpikir-pikir." Hardcasde menatapnya. meraba sebuah kursi dengan jari-jarinya. kemudian berbelanja. sekarang tentang kejadian siang ini. sekolah untuk anak-anak buta dan cacat. Miss Pebmarsh—(jeli bukanlah kata yang tepat untuk itu. ya dan saya membeli beberapa ritsluiting dan peniti di toko kain Field and Wren." "Saya tidak mengerti apa maksud Anda dengan jam-jam lain. Gizinya baik. Miss Webb. "Dia seorang ahli biologi laut. "Saya rasa tidak. Tadi Anda telah menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta jasa seorang stenografer dan—" Millicent Pebmarsh menyelanya. atau seorang dengan profesi sejenis itu.45. Anda memerlukannya setelah mengalami kejadian tadi. wajah kurus dengan rahang yang kuat. Tinggi kira-kira seratus tujuh puluh lima. Millicent Pebmarsh berkata dengan tiba-tiba." "Kelihatannya seseorang sudah melakukannya dalam kasus ini. Tidak ada jam-jam lain di ruang duduk. meskipun kami tidak pernah ketemu lagi sejak beberapa waktu yang lalu. Ketika saya diberi tahu bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolong indria penglihatan saya dan bahwa saya akan segera buta. bahwa saya tidak membutuhkan seorang stenografer dan tidak—saya ulangi tidak—menelepon tempat yang bernama Cavendish tersebut dengan permintaan seperti itu." "Itu yang dia katakan pada saya." "Lebih cepat? Anda maksud jam besar di pojok ruang?" "Bukan cuma itu-semua jam yang ada di ruang duduk begitu juga." kata Miss Pebmarsh datar." "Dengan senang hati. membeli beberapa perangko. "Siapakah anak muda itu?" "Namaiwa Colin Lamb. rambut hitam mulai memutih." kata Inspektur Hardcasde." "Anda tidak menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta—" tatap Hardcasde. tetapi dia berjalan dengan mantap melewati sang inspektur. Tetapi hanya sedikit saja yang dapat saya ceritakan. begitu.” . Tetapi siapakah dia? Mengapa dia datang kernsri?" Hardcastle menatapnya dengan sedikit terkejut. Nah. tangannya terpelihara." "Anda tidak meminta Miss Sheila Webb secara khusus?" "Saya belum pernah mendengar namanya. Colin. "Tolong jaga Miss Webb." Sheila tersenyum kecil padanya seraya berjalan masuk ke dalam mang makan. "Saya memang sering tidak menguncinva pada siang liari. saya akan senang jika Anda bersedia menceritakan segala sesuatunya tentang kejadian yang agak mengejutkan tadi. "Pada jam 1. Miss Pebmarsh. Sesudah masuk ke dajam dan memeriksa sendiri apa yang telali terjadi. Saya—dulu—adalah seorang guru sekolah. "Miss Pebmarsh." "Oh. Hardcastle menutup pintu. "Cobalah untuk beristirahat dengan enak malam ini. tapi tidak gemuk. saya berusaha untuk menjadi seorang spesialis huruf Braille dan bermacam-macam teknik lainnya untuk menolong orang-orang buta." katanva. Inspektur Hardcasde. bukan?" "Sejak tahun 1950. tentu saja."Terima kasih banyak. Tetapi tentu saja itu hanya sebuah gambaran yang sangat umum." kata inspektur itu. seorang pengacara. Kemudian saya pulang. "Sekarang. Jasnya abu-abu tua. Saya dapat mendengarnya dari jalan." "Seseorang bisa saja masuk ke dalam.

maupun pada jam perak itu dan inilah yang tidak mungkin jika keadaannya normal—mestinya harus ada sidiksidik jari. w. dan benda ini tidak ada di ruang ini ketika saya meninggalkan rumah pada jam setengah dua. "tetapi bahkan orang-orang buta. tetapi itu pun dikembalikannya. Kalau saya berkata saya ingin meltioat jam-jam itu. "Bukan. R. beberapa uang recehan. Inspektur. Ada sedikit kerutan bingung di dahi wanita itu. Seperti juga halnya dengan jam yang porselen. Namanva Mrs. Denvers Street 7. Saya amat yakin akan hal itu. Isi saku-saku baju ada di atas meja." "Melihat?" Hardcastle dengan cepat menanyakan kata itu." kata Miss Pebmarsh. Miss Pebmarsh. Pak. Miss Pebmarsh merabanya dengan hati-hati. Inspektur itu mengambilnya kembali dari tangan Miss Pebmarsh. "tapi bukan kepunyaan saya. Seorang ahli penyidik mendongak melihatnya. karena memang tidak mungkin. Peimukaan seperti itu tidak menimbulkan bekas. artinya saya ingin memeriksa dan meraba 'mereka dengan jari-jari saya sendiri." Millicent Pebmarsh meraba jam kecil dari porselen itu dengan jari-jarinya yang peka dan teliti. ." katanya.H. Inspektur. Ini bukan milik saya. Di lain pihak." "Bagaimana dengan yang lain-lain dalam mangan ini?" "Ada tiga atau empat jenis sidik jari yang bet beda di ruang ini. "Saya tidak mengerti.BAB 3 HARDCASTLE menatapnya. Inspektur Hardcastle. tidak memiliki—apa kata Anda—jam dengan tulisan 'Rosemary1—juga tidak memiliki jam emas Prancis dan apa itu yang satu lagi?" "Jam kereta dari perak. Tidak ada sidik jari pada jam emas itu. ayolah. Dengan hati-hati dia mengangkat jam kecil Dresden dari atas perapian. Di mana letaknya." "Kata Anda di sini masili ada jam yang lain?" "Ada dua lagi. "model yang kulitnya dapat dilipat. Sidik jari juga tidak ada pada jam bepergian dari kulit itu. Dia mengamat-amati wanita di depannya dengan cermat. Ada suatu keyakinan yang positif. Kemudian dia menggelengkan kepala." "Seharusnya di sana ada sepasang tempat lilin dari porselen." . Itu juga bukan milik saya. Saya benar-benar tidak bisa mengerti." Hardcasde mengambil jam porselen Dresden tersebut dan memberinya sebuah jam Prancis kecil yang disepuh emas. "Itu juga tidak." kata Miss Pebmarsh." Sekarang giliran Miss Pebmarsh yang menatapnya. Ada sebuah dompet berisi uang tujuh pound sepuluh shilling. Dan sebuah jam kereta dari perak." Detektif Inspektur Hardcastle terkejut." Dengan diikuti oleh Miss Pebmarsh. Mr. dengan pengetahuan yang pasti tentang posisinya dalam ruangan tersebut. Kemudian dia bangkit berdiri. "Kelihatannya seperti jam bepergian yang biasa. Hardcastle pergi menuju dapur." Dia mengulurkan sebelah tangannya. di atas perapian. London." "—dan sebuah jam kukuk di dinding di dekat pintu. semuanya wanita. "Anda dapat menyentuh segalanya." kata Hardcastle. "Hati-hati dengan yang ini. dan—oh ya. Metropolis and Provincial Insurance Co. kata Anda?" "Di bagian kanan. Anda dapat bertanya pada wanita yang datang kemari untuk membersihkan rumah ini." Hardcastle tidak tahu dengan pasti apa yang harus dikatakannya selanjutnya. Curry.""Terima kasih. Hardcastle melihat pada si ahli penyidik yang sedang berdiri di pintu. Dia memikirkan hal-hal tersebut dalam-dalam selama beberapa saat. Hardcastle memeriksa barangbarang tersebut.2. sebuah sapu tangan saku dari sutera. sambil meletakkan jam itu dalam tangan Miss Pebmarsh. kendati mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. "Salah satu dari kita pasti sudah gda. "Jam-jam yang biasanya ada di ruang ini hanyalah sebuah jam besar berbandul yang ada di p<5jok di samping jendela—" "Betul. jam-jam tersebut tidak ada yang diputar dan mereka disetel pada wakni yang sama—jam empat lewat tiga belas menit." Hardcastle memberinya jam yang terbuat dari perak. "di sini memang ada sebuah tempat lilin. Dia berkata tajam." Dengan gerakan kepalanya. bersediakah Anda menemani saya1 masuk ke ruang sebelah?" "Tentu. "Saya sudah hampir selesai di bagian sini. Miss Pebmarsh merabanya dengan cepat." Hardcastle mengangguk dan memungut sebuah jam kecil untuk bepergian dengan tulisan "Rosemary" di atasnya. Dia meletakkannya dalam tangan Miss Pebmarsh. Pak. sebuah kotak tak bermerek yang berisi tablet-tablet untuk pencernaan dan sebuah kartu nama. jam dengan tulisan 'Rosemary' di atas meia. Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak memiliki jam porselen Dresden. tetapi sudah digeser ke bagian ujung. "Miss Pebmarsh. "Ya. karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membalas mengamat-amati dirinya. dia menunjukkan sebuah timbunan kecil barang-barang di atas meja. "Jam im pasti indah bentuknya. dan duduk. "benda ini dapat pecah. Jika Anda tidak percaya. menggunakan idiom-idiom yang umum. Curtin. Ltd. suatu ketegasan pada nada suara Miss Pebmarsh yang mengandung kepastian." katanya. menyeberangi gang dan masuk ke ruang duduk. "Oh. Hardcastle membungkuk untuk membacanya. kemudian menjulurkannya kembali pada Hardcastle." kata Hardcastle tanpa sadar." katanya. Bagaimana dengan jam porselen Dresden yang indah di atas perapian itu? Dan sebuah jam kecil Prancis yang disepuh emas." katanya. "Anda sudah memeriksa jam-jam ini?" tanyanya. "Memeriksa adalah kata yang lebih tepat. "Saya sudah memeriksa semuanya. Terus terang saya ingin melihat jam-jam itu sendiri.

Apakah itu nama laki-laki yang terbunuh itu?" "Kelihatannya begitu. "Saya belum pernah mendengar nama itu." kata Miss Pebmarsh. tetapi jari-jari Anda mungkin dapat mengatakan pada Anda dengan lebih teliti bagaimana wajah orang itu. kemudian menggelengkan kepalanya. "Izinkan saya menuntun Anda—" Dia menuntun Miss Pebmarsh mengiuri sofa. tetapi itu dapat kita ketahui darinya nanti. Dia menjenguk-kan kepalanya ke dalam lagi. dan Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan bahwa seorang wakil dari perusahaan asuransi akan mengunjungi Anda hari fni. Semua barang ada di tempatnya. Saya hanya dapat mengatakan. berhenti sebentar di bagian belakang kuping kiri. Miss Pebmarsh?" Dia mendudukkan Miss Pebmarsh di kursi." 'Tentu. Saya tidak berkeluarga dan tidak mempunyai sanak saudara. kecuali jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda sedang menanti kedatangan seorang tamu. Pada suatu saat tettentu di pagi ini. Sekarang ting-al fakta-fakta berikut ini dan saya ingin Anda dapat memberi ide atau saran." kata Haidcastle. "Saya tahu hal tersebut tidaklah menyenangkan untuk dilakukan. bukan? Tidak. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bangkit." Miss Pebmarsh menggelengkan kepala. "Boleh diambil?" "Boleh. "Curry. dan dagu. apakah itu mempunyai arti bagi Anda?" "Empat lewat tiga belas menit." "Untuk itu Anda harus bertanya pada Mrs.Hardcastle kembali ke sofa di mana Miss Pebmarsh duduk." kata Hardcastle. Curtin dan ditinggal sendirian di rumah ini. Saya mengajar di sana sampai jam dua belas-lima belas. Saya biasa membersihkan ruangan ini sendiri. Curry dilakukan dengan cepat dan profesional. Miss Pebmarsh ragu-ragu sebentar. membuat telur dadar di dapur dan membuat secangkir teh. Apakah semuanya betul?" '"Betul sekali. terakhir kali saya yakin akan isi ruangan ini adalah ketika saya membersihkan debu di sini tadi pagi. "Saya akan mengulangi hal-hal yang penting dengan Anda. seperti yang telah saya katakan pada jam setengah dua.H. "Apakah Anda menginginkan saya untuk —untuk menyentuh—" Hardcastle segera mengerti maksudnya. karena para pembantu cenderung ceroboh dengan barang-barang hiasan." "Begitu. Saya tidak mempunyai asuransi jiwa. . "Bagaimana kalau Anda duduk di sini saja. Miss Pebmarsh? Tentu saja. R. Nah. Dia datang kemari mungkin untuk menemui Anda dengan alasan tertenm. Saya makan di dapur dan tidak masuk ke ruang ini. "Jika sava harus betul-betul cermat. dan dengan lembut menuntun ungannya ke wajah mayat tersebut. Anda tidak meminu keterangan tentang asuransi apa pun. Dua orang laki-laki masuk ke ruang itu. untuk mengetahui apakah saya memahaminya dengan benar." dia mengulangi nama itu. saya tidak bisa bersumpah atas pernyataan seperti itu. Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. jika Anda merasa bahwa hal itu dapat membantu Anda. "Mereka sudah datang untuk membawanya. jika hal itu tidak memberatkan Anda. "Apakah Anda bersedia." "Terima kasih." "Apakah Anda meninggalkan rumah sama sekali tadi pagi?" "Ya." "Anda tidak membutuhkan jasa seorang pengetik steno ataupun stenografer. "Ini adalah urusan yang luar biasa. "Apakah Anda kebetulan sedang mengharapkan kedatangan seseorang dari sebuah perusahaan asuransi?" "Perusahaan asuransi? Tentu saja tidak. Kelihatannya tidak mungkin dia dipersilakan masuk oleh Mrs. Miss Pebmarsh. telinga. Mata saya yang buta menyebabkan saya tidak bisa memperhatikan ada atau tidaknya suatu barang yang biasanya tidak ada dalam ruangan ini. dan Anda tidak menelepon Biro Cavendish auu tidak meminu seorang pun untuk datang kemai i pada pukul tiga. Jarum-jarum penunjuk keempat jam tersebut disetel pada pukul empat lewat tiga belas menit. terus pergi lagi. Jari-jarinya meraba rambut. saya pikir saya tidak pernah mendengar atau mengenal seseorang dengan nama itu. Dia tinggal di Dipper Street No. Curtin. wanita vang membersihkan rumah saya. sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengasuransikan hidup saya." "Ketika Anda meninggalkan rumah ini sekitar pukul 13. Saya pulang sekitar jam satu kurang seperempat. jadi kemungkinan mereka itu dimasukkan kemari pada suatu saat tertentu di pagi hari. hanya ada dua buah jam saja dalam ruangan ini." katanya." katanya. Hardcastle pergi ke gerbang depan dan kemudian kembali ke ruang duduk.30." katanya. Pada jam sepuluh. garis hidung. tidak menunjukkan emosi apa pun." kau Hardcastle." "Saya mengerti. Tidak ada jam-jam lainnya. Saya sudah mempunyai asuransi kebakaran dan pencurian pada Perusahaan Asuransi Jove yang memiliki cabang di sini. Tidak ada reaksi apa pun di wajah Miss Pebmarsh. tetapi saya bersedia melakukannya. 17. "Anda tidak sedang memikirkan untuk mengambil jenis asuransi apa pun?" "Tidak." "Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial. Dia datang kemari sekitar jam sepuluh dan biasanya pulang sekitar jam dua belas. Miss Pebmarsh." kata Inspektur Hardcastle. Dia duduk dekat Miss Pebmarsh." kata Hardcastle. jam kukuk dan jam besar itu. empat buah jam dibawa kemari. Curry?" Dia mengamatinya dekatdekat." katanva sambil menunjuk mavat itu. Sava tidak begitu paham dengan halhal demikian. "Bukan nama yang umum. ketimbang kalau Anda hanya mendengar gambarannya saja. Pengangkatan jenazah Mr. memberinya isyarat untuk berlutut. Anda tidak mengharapkan tamu hari ini." "Sekarang kita beralih dari soal jam ke mayat itu." Miss Pebmarsh mengecek dirinya sebelum menjawab." 'Terima kasih. di sini tidak ada jam-jam sebanyak itu. "Saya memiliki gambaran yang jelas tentang rupa orang ini. Kemudian dia berkata. Koreksilah saya. "Anda merasa pasti bahwa sampai jam sepuluh pagi ini. "tetapi saya yakin dia bukan seseorang yang pernah saya lihat atau kenal." kata Hardcastle." "Itu juga betul. mulut. seperti biasanya saya pergi ke Aaronberg Institute. bila salah. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda? Mr. Miss Pebmarsh tenang sekali." Si ahli penyidik telah membereskan peralatannya dan keluar dari ruangan itu. "Tidak sama sekali.

4. ketika aku sampai di nomor 28. Anda katakan bahwa Anda tidak tahu tentang hal itu." kata Hardcaslte. "sebab waktunya singkat.baik bersifat bisnis ataupun pribadi." "Kuambilkan. ingatlah baik-baik. Dia sudah tidak menjilati mukanya." katanya." "Itu baik sekali." Mobil melaju. Tidak.13." Dia masuk kembali ke ruang makan." kata Colin. "Dan bagaimana ceritanya sampai kamu berjalan-jalan di Wilbraham Crescent. Aku tidak apa-apa sekarang—mereka sudah membawawyd pergi/' Dia berlari masuk dan bergabung kembali dengan Colin beberapa menit kemudian. Nomornya sampai —88." Seorang polisi muda menjenguk ke dalam. Hardcastle berdiri di ambang pintu. BAB 4 NARASI COLIN "KITA mau ke mana?" Saya bertanya pada Dick Hardcastle. Hardcastle bergabung dengan mereka. "Dia tidak mungkin membawa keempat jam tersebut dalam sakunya. Aku mau mencari nomor 61—dan tidak menemukannya. Sekarang Miss Pebmarsh. "Kau dapat mengantar wanita muda itu pulang sekarang. Di Palace Street. ketika Sheila memasuki mobil." kata Hardcastle sambil menarik sebuah kursi ke dekat meja dan mulai menulis tanda terima." Dia memberi beberapa petufTjuk lain dan kemudian beralih ke temannya. aku begitu konyol—tadi. Kucing oranye itu masih duduk di tiang pintu Diana Lodge di rumah sebelah." Dia berhenti sebelum menambahkan. Miss Webb. Dick. 'Tapi coba lihat. 14. Melalui pintu dapur yang terbuka dia dapat mendengar suara Miss Pebmarsh yang sedang sibuk di tempat cucian.. Tiba-tiba Sheila berhenti." "Kau tidak berpikir bahwa dia—" Hardcastle menyela. "alamatnya Palmerston Road No. Wilbraham Crescent habis di situ.. Colin." "Tetapi gadis itu sudah setengah gila karena ketakutan! Kalau saja kamu mendengar bagaimana dia merijerit." kata sava. dia beralih ke bawahannya yang muda. ya dengan waktunya. ya?" "Ada." kata Hardcasde.. Pintu tidak terkunci. Jika dia datang kemari karena suatu perjanjian. menonton dengan perasaan ingin tahu." Dia melihat jamnya sekilas." Sheila dan Colin bangkit berdiri. "Anda dapat pulang sekarang. ketika mobil sudah melaju. lebih baik. atau kalau tidak dengan jam-jam itu. Mungkin dia agen asuransi—tetapi Anda juga tidak dapat membantu kami dalam hal ini. "Biro Sekretaris dulu." "Tiap orang akan berbuat begitu.— aku meletakkannya. Mau ikut?" "Boleh. "Tolong bantu dia masuk ke dalam mobil. "Saya mau semua jam di ruang duduk itu diangkut dengan hati-hati—semua kecuali jam kukuk di dinding dan jam besar itu. kurasa. "Aku akan mengadakan kunjungan-kunjungan." "Tidak—aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. "Biro Sekretaris Cavendish. "Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri bahwa itu adalah pekerjaan orang gila atau seseorang yang salah masuk rumah. bukan?" "Lumavan.." kata Colin." Dia memandang saya dengan penuh rahasia dan mengulangi lagi bahwa gadis itu sangat menarik. sampai Esplanade di sebelah kanan. "Tetapi dia menceritakan sebuah cerita yang sangat hebat." . "Sarung tanganku. Empat lewat tiga belas menit?" Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. "Jam empat lebih. Dia melemparkan pandangan menggoda ke arah saya. Dan. Pak. "Gadis yang agak menarik. kemudian wanita tukang membersihkan itu. Mobil polisi yang akan mengantar Anda. Colin? Mengagumi arsitektur Victoria kita yang beradab? Atau kamu mempunyai maksud tertentu?" "Aku memang punya maksud. saya tidak dapat membantu Anda. Mungkin nomor itu tidak ada. Miss Pebmarsh. Inspektur. tetapi duduk dengan tegapnya. "Maafkan. ^Colin dan Sheila pergi keluar dan berjalan menyusuri jalan kecil. dan memandang kerumunan orang tersebut dengan pandangan yang merendahkan ras manusia yang merupakan hak istimewa bangsa kucing dan unta. Hardcastle pergi menemuinya di gang dan kemudian pergi menuju pintu gerbang. "Aku selalu tertarik pada orang-orang yang menemukan mayat.. Inspektur—mereka bukan kepunyaan saya—" Hardcastle beralih ke Sheila Webb. sehingga dia bisa saja masuk ke dalam dan duduk menunggu Anda—mengapa?" "Gila!" kata Miss Pebmarsh tidak sabar. Apakah ada yang terlintas dalam pikiran Anda. Saya akan memberi Anda tanda terima untuk itu.. "Saya akan membawa jam-jam itu. mengibaskan ekornya pelan-pelan. "Jadi Anda pikir dia—siapa namanya Curry—membawa jam-jam itu kemari?" 'Tidak ada tanda-tanda adanya suatu tempat penyimpan di mana-mana. Ada sekerumunan kecil orang sekarang. Dia berbicara selama beberapa menit dengan para bawahannya." "Ya. Antara jam satu-tiga puluh dan dua-empat lima dia telah ditikam dan terbunuh. Tetapi itu pun tidak dapat menjelaskan apa-apa. Lebih cepat ceritanya diselidiki. Dia berbicara pada sopir mobil. ada usul yang dapat Anda katakan sehubungan dengan jam-jam tersebut.

Onslow Square." kata saya. bukan? Atau Cadogan. lewat sini. Ruang itu lumayan besar ukurannya. "Mr. Pesta Perkawinan. Inspektur?" . Bland adalah satu-satunya keluarga yang masih hidup." "Dia itu kontraktor yang sangat buruk. Dia pasti orang sini—sudah bertahun-tahun menjalankan bisnisnya. Keluarganya tidak setuju dia menikah dengan Bland. Bahkan pengemudi taksi juga sering bingung." "Oh. Di sebelah sananya." kata Hardcastle memberi semangat. Sekarang yang pertama kali harus dilakukan adalah menggerakkan aparat yang ada. Itu bukan sesuatu yang kucari. salah dong. Miss Martindale mendongak menatap kami dari tempat duduknya di belakang sebuah meja tulis yang besar. berjejer lumah-rumah kuno yang model aslinya telah dirobohkan dan diganti dengan sebuah gedung bertingkat tiga yang cemerlang dan memproklamasikan dirinya sebagai Orient Cafe and Restaurant. sampai kau tinggal di dalamnya. Foto Anak-anak." "Bukan? Kau telah mendapatkannya. Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang efisien. nomor 61 itu ada. begitu. Kecuali—mungkin dia baru datang kemari — baru mulai?" "Bland dilahirkan di sini." Hardcastle melihat ke luar jendela. tidak perlu. masuk melalui pintu depan yang terbuka dan mematuhi papan di pintu sebelah kanan yang bertuliskan "Silakan masuk. 'Dan sudah menyelesaikannya? Atau —belum selesai?" "Ceritanya biasa saja. Dua dari mereka terus mengetik."Memang selalu membingungkan orang asing. Palace Street.. "Seperti Squares dan Gardens di London." "Aduh. "Detektif Inspektur Hardcastle? Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda. Kadang-kadang bahkan dia terlalu berani. Dalam semua kemungkinan. Ahli. langsung menghadap ke pintu. ketika dia selesai menjelaskan bentuk yang aneh itu dengan panjang lebar. menepi ke samping untuk memberi jalan masuk bagi kami. berjalan menuju pintu berhiaskan sebuah lempengan kuningan yang bertuliskan nama MISS MARTINDALE Dia membuka pintu." katanya. Miss Martindale. sangat kokoh. Orang yang kuinginkan hampir menyerupai karang kejujuran. kerftalu-maluan dan gadis-gadis yang tersenyum. kemudian semuanya retak atau jadi berantakan. Kau tahu. dia bertanya dengan nada sengau yang lirih. Miss Martindale. Jadi dia melimpahkan uangnya pada Mrs." "Oh. Sangat licik—tapi selalu berhasil lolos." Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish terletak di jalan yang merupakan pusat perbelanjaan. Seniman Fotografer. Dick. "Boleh saya uh u nama-nama Anda?" "Hardcastle. Hardcastle?" Dick mengeluarkan salah satu kartu-kartu jabatannya dan mengulurkannya kepada wanita itu. "aku tidak tertarik pada orang yang kaya mendadak." "Pada dasarnya. Foto-foto pasangan-pasangan suami-istri juga dipajang. Hardcastle dan saya berjalan menaiki keempat anak tangga yang ada. kan?" Saya mengangguk. Kalau kamu membelok ke kanan menuju Albany Road dan kemudian belok ke kanan lagi. "Bisakah saya menolong Anda?" "Miss Martindale?" kara Hardcastle." "Bland mendapat uang banyak sekitar setahun yang lalu—atau lebih tepat istrinya. dan lain-lain. Tepat untuk menyelamatkan Bland dari kebangkrutan. Dia kelihatannya sedang mengulum permen. Dia memandang kami satu per saru. kurasa. sebuah jendela dipenuhi dengan foto-foto anak-anak dari berbagai ukuran dan usia. mulai foto bayi sampai anak-anak berumur enam tahunan." kata Dick. "Dua orang tua ingin bertemu dengan Anda. Bland. itu—ya. Kau mulai dari satu sisi. yang tinggal di sana adalah Bland. sekali kita tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dikerjakannya) kita akan mempunyai ide yang baik tentang stapa yang menginginkan kematiannya. Kemudian tahun lalu seorang pamannya meninggal." kata saya. Bagaimanapun juga. Mereka menyelidikinya dan ternyata semuanya oke. kau tahu pihak Inland Revenue selalu tertarik bila seseorang tiba-tiba menjadi kaya dalam waktu semalam. sebuah romah vang bentuknya mirip mempertunjukkan papan nama Edwin Glen yang termasyhur." dan menutup pintu." Dia memandang kami dan berunya. "Saya kira beliau sedang menelepon sekarang— " Pada saat itu juga terdengar bunyi klik. dan mengusirnya ketika wanita itu tetap melakukannya. Setelah mengatur permennya pada bagian yang nyaman di mulutnya. maka kamu akan sampai di belahan lain Wilbraham Crescent. seperti banyak dilakukan atas rumah-rumah zaman Victoria di daerah tersebut. Mrs." kata saya menghindar. Di sebelah kiri kantor Biro Sekretaris Cavendish berderet kantor-kantor pedagang batu bara yang sudah lama berdiri dan sudah kuno. Saya menarik diri dengan duduk di sebuah kursi di samping pintu. Kau tahu siapa yang tinggal di sana?" "61? Sebentar. rumah-iumah di sana dibangun beradu punggung. dan tiga wanita muda sedang mengetik dengan giat." "Tidak ada gunanva membujukku. Mereka ingin tahu kalau-kalau orang itu melakukan penipuan atau kecurangan dan kemudian minggat—jadi mereka melakukan penyelidikan.. Kebun belakangnya saling membelakangi satu sama lain." kata saya. berhenti dan memandang kami dengan pandang menyelidik. "Kau tidak mencari seorang kontraktor?" "Tidak. Untuk menunjang pernyataan itu. "Memakai bahan-bahan yang jelek. Ya. "Mr. Kita ingin tahu semuanya tentang Mr. datang kemari ketika perang dan bertemu dengan Bland." kami pun masuk. Curry. seorang kontraktor. usianya sekitar limaputuhan dengan rambut merah pucat dan tatapan yang tajam dan awas. dan berkata. Apakah kita akan makan malam bersama malam ini seperti rencana—atau apakah urusan ini harus didahulukan?" 'Tidak. Gedung itu sudah dirombak. Hardcastle. Yang ketiga yang sedang mengetik di atas meja yang bertelepon. Wanita itu orang Kanada. Membangun rumah-rumah yang kelihatannya lumayan bagus. menekan sebuah tombol. Hardcastle. kurasa. Di sebelah kanannya. Pria-pria muda yang." "Kau kelihatannya tahu banvak tentang Mr." "Sangat mengecewakan. Alis Miss Martindale terangkat terkejut dan menunjukkan perasaan tidak senang. anak laki-laki satu-satunya meninggal dalam kecelakaan udara dan juga ada korban-korban perang lainnya—singkatnya. Ini mungkin untuk menarik hati ibu-ibu. dan tiba-tiba tempatnya sudah berubah menjadi sebuah Place atau Garden. dan gadis itu mengangkat telepon. yang namanya agak mentereng. tidak memperhatikan ada orang asing yang masuk. Bland. Aku sama sekali tidak membayangkan seorang kontraktor. dan berkata "Mr. "Kita sudah sampai." Dia meletakkan telepon kembali dan bangkit. "Silakan.

Dia berkata bahwa dia adalah Miss Millicent Pebmarsh." "Begitu. "Saya pikir dia berkata bahwa Sheila Webb pernah bekerja untuknya sebelum ini. "Sudikah Anda menceritakan pada saya apa yang telah terjadi?" kata Miss Martindale dengan sedikit kurang sabar. Sheila pergi ke rumah Miss Pebmarsh siang ini. Tepatnya jam 1." "Apakah Anda mengenalnya secara pribadi." Miss Martindale mematikan interkomnya." Dari nada suaranya." ." Miss Martindale menerangkan. berkata bahwa dia yang menelepon. Saya tidak mengenal wanita itu." Di sini Miss Martindale menjadi sedikit gelisah. "Saya kira demikian. foto seorang penulis cerita seram yang meninggal kira-kira enam belas tahun yang lalu." "Apakah Anda tahu di mana dta bekerja sebelum dia bekerja untuk Anda?" "Saya kira saya dapat menemukannya untuk Anda. Ariadne Oliver. sedang yang perempuan kelihatan sungguh-sungguh dan cenderung tenggelam dalam mantel-mantel bulu." Miss Martindale menatapnya. Dia tinggal. tentu saja. Miss Martindale. Armand Levine. "Begitu! Betapa anehnya. Dengan hormat. Dia memiliki kece patan rata-rata yang a k dan berpendidikan cukup. saya kira. Di dinding di atas meja Miss Martindale bergantung koleksi foto-foto beitandatangan." kata Hardcastle. Inspektur Hardcastle. Saya agak ragu-ragu apakah Miss Martindale akan tertarik dengan usaha itu. Saya mempelajari tata letak ruangan itu. "Ya. Saya mengenali salah satu sebagai Mrs. Jadi pasti pada jam makan siang. Sava kira. Tetapi sungguh. seperti yang saya katakan. Miriam menghiasi foto Miriam Hogg. Sava khawatir dia tidak ada sekarang —paling tidak—" Dia menekan interkom dan berbicara dengan seseorang di kantor bagian luar. Pekerjaannya lumayan memuaskan. Miss Martindale. "Boleh saya bertanya. dia bertanya tentang Sheila Webb. sebuah nomor di Wil-braham Crescent. suatu usaha yang menarik." "Tetapi Anda tidak mengenali suaranya? Anda tidak mengenalnya secara pribadi?" "Tidak. saya menulisnya di notes." "Bagaimana perjanjiannya dibuat. yang saya kenal sedikit-sedikit. Salam manis. sebaliknya. "Dia sudah bekerja di sini selama—sebentar. "Dia pergi bertugas sejak awal siang ini. kapan—oh."Saya ingin menanyakan sedikit informasi pada Anda. "Nah. tetapi Anda tidak yakin kalau itu adalah suara Miss Pebmarsh. seoiang penulis wanita yang mempunyai spesialisasi dalam cerita roman. Miss Martindale?" "Melalui telepon. Saya kira Anda dapat membantu saya. Mungkin dia pergi ke Hotel Curlew di ujung Esplanade ini. Saya berpikir bahwa Miss Martindale akan menjadi seorang saksi yang hebat. tetapi saya tidak yakin. seorang penulis cerita detektif. Garry Gregson menghiasi foto lainnya. Miss Pebmarsh sendiri menyangka! telah menelepon seseorang.seorang laki-laki kecil berkepala botak." "Anda berkata bahwa dia bagus dalam peKerja-annya?" "Lumayan memadai. Apakah ini suatu lelucon?" "Agak lebih dari itu. Miss Martindale. saya kira bukan. Ariadne Oliver. Kemudian. Perjanjiannya adalah pada jam tiga. 'Telepon itu langsung teituju pada saya. saya tahu bahwa Dick akan menceritakannya dengan cara berputar-putar. Saya tidak mengenalnya. Dia seorang pengetik yang hati-hati dan teliti. jika Anda khusus menginginkan informasi tersebut. saya tidak melihat untungnya berbuat demikian. yang jelas-jelas bukan orang yang murah hati dengan pujian. apakah dia lagi bebas. Hardcastle maju terus dengan pertanyaan-pertanyaannya. Miss Martindale. "Dapatkah Anda menceritakan tentang diri Sheila Webb kepada saya?" "Tidak banyak yang dapat Saya -entakan/' kata Miss Martindale. di luar hubungan kantor?" 'Tidak. dilengkapi tulisan kecil-kecil. memberi saya alamatnya. "Apakah Miss Pebmarsh—atau siapa pun dia—memberi alasan mengapa dia khusus menginginkan Miss Sheila Webb?" Miss Martindale berpikir sejenak. mengapa Anda menanyakan semua pertanyaan tadi? Apakah gadis itu telah melibatkan diri dalam suatu persoalan?" "Tidak tepat begitu. dia bekerja pada sebuah perusahaan jasa—mungkin agen perumahan. tentu saja tidak yakin. kalau ya. Dia adalah tipe wanita yang dengan tepat oleh orang Prancis dijuluki femme formidable. Referensinya ada di arsip. "Saya kira Anda mempekerjakan seorang gadis bernama Sheila Webb?" "Betul. "Edna. Ketika saya sedang sibuk menggunakan mata saya." "Miss Pebmarsh sendiri vang berbicara dengan Anda?" Miss Martindale kelihatan sedikit terkejut. Sejauh yang dapat saya ingat." "Jam berapa dia menelepon?" Miss Martindale berpikir sejenak. Sebelum jam dua pokoknya. Miss Pebmarsh menelepon dan berkata bahwa dia membutuhkan jasa seorang pengetik steno dan apakah sava dapat mengirimkan Miss Webb. Ah ya. "Bukan kelas-pertama?" "Bukan. Ada sesuatu yang sama di antara penghargaan-penghargaan tersebut." "Tidak." "Anda. ya. tertulis di atasnya dengan tinta hitam yang tebal. di mana dia mempunyai janji pada jam lima. tolong datang ke rumahnya pada jam tiga. "Saya kira mestinya dia sudah kembali sekarang. Selalu. Mungkin sekitar jam dua kurang sepuluh menit. hampir setahun saya kira. Dengan hormat." kata Hardcastle." Itu adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti." "Dia khusus meminta Sheila Webb?" "Ya. dia pernah bekerja di London dan mempunyai referensi yang baik dari majikan-majikannya di sana. Inspektur Hardcastle. Apakah Anda mengenal Miss Millicent Pebmarsh? "Pebmarsh. Yang laki-laki hampir semuanya mengisap pipa dan memakai jas wol. Seks ditunjukkan oleh foto .49. dengan bibinya. apakah Sheila Webb sudah kembali?" "Belum." kata Miss Martindale mengerutkan daninya." kata Miss Martindale.

Hardcasde berkata sopan. Curtin sambil membanting cangkir-cangkir dan tatakannya pada papan pengering. Nama-nama asing. Tetapi sesungguhnya. dan ada dua orang laki-laki turun dari mobil itu. Si penerima tamu. "Dan harganya lumayan mahal." kata Miss Martindale. "Itu memang sebuah mobil polisi. "Apakah Anda berkata seorang laki-laki mati tergeletak."Dan apakah kenyataannya memang demikian?" "Sheila berkata bahwa dia tidak ingat pernah bekerja untuk Miss Pebmarsh. Edna. Tutup-tutup sudah dipasang pada mesin-mesin tik. kami sudah banyak menyita waktu Anda. Pengetahuan khusus saya tentang kebutuhan para pengarang ternyata sangat berguna. Ketika kami sudah di dalam mobil." "Oh. Inspektur." kata Miss Martindale. Sebetulnya." katanya sopan. Miss Martindale menatapnya dengan pandangan kosong." Dia menunggu penuh harap." kata Hardcasde. bukan?" "Lima belas tahun. tidak menjawab. Mr. tiga orang gadis sedang bersiap-siap untuk pulang. "Kau menang. baiklah. Dick Hardcasde menarik napas dan bangkit. 19 dia berjalan masuk ke dalam rumah dan masuk ke ruang duduk. Dia berkata pada saya bahwa hal itu diperintahkan padanya. "Kau tahu apa yang kukatakan padamu tentang itu. "Bu. "Maaf. keterangan-keterangan mengenai segi hukum dan prosedur-prosedur polisi." "Dari Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial?" Miss Martindale menggelengkan kepalanya. berdiri dengan sedih. alamat-alamat. Kami lumayan sukses. memegang sebuah tumit sepatu yang runcing di satu tangannya dan sebuah sepatu asal tumit itu tertancap di tangan satunya. sava berkata." kata inspektur itu. gadis-gadis itu pergi begitu sering ke orang yang berbeda-beda dan pada tempat yang berbeda-beda pula. Curtin." BAB 5 . aku betul-betul tidak tahu—" Pada saat itu barulah dia menyadari kehadiran kami dan Edna buru-buru menvembunvikan sepatu yang menyebalkan itu dengan pandangan khawatir ke arah Miss Martindale yang saya kira bukan jenis wanita yang menyukai tumit-tumit runcing. Miss Martindale. Dia menemukan seorang laki-laki mati di sana. Inspektur. R. bagus ya. dan restoran-restoran untuk orang-orang yang menggambarkan novel mereka di negeri-negeri asing. "Semuanya kelihatan sangat mustahil bagi saya. Dulu masyarakat tidak begitu memperhatikan ketelitian." "Saya baru akan menjelaskannya. Pokoknya hal-hal seperti itu." "Ketika Miss Webb masuk ke ruang duduk." "Baiklah. Curry?" "Saya kira tidak. Sekarang saya mempekerjakan delapan gadis. selama beberapa tahun. dan bagaimana aku bisa pulang atau naik bis. "Aku baru saja memakainya sebulan. Selama beberapa saat dia tidak dapat berbicara." kata Mrs. Saya kenal banyak pengarang yang menjadi rekan-rekan beliau dan mereka memberi saya rekomendasi." kata Dick. Jika ada hal-hal vang terlintas pada benak Anda-" "Tentu. seorang wanita berwajah keras yang sedang sibuk mencuci panci di bak cuci. dan mereka selalu sibuk sepanjang waktu. Ketika Miss Webb tiba di Wilbraham Crescent No. terus kami memperluas usaha sampai kewalahan karena banyaknya langganan. Miss Martindale? Mr. "Miss Pebmarsh berkata bahwa dia mungkin akan sedikit terlambat pulang dan bahwa Sheila hams masuk ke dalam dan menunggu. "Anda mengetahui dilema saya." Hardcasde melihat foto-foto yang ada di dinding. sehingga mereka cenderung untuk tidak ingat hal-hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu. "Ditikam.H. "Anda berkata Miss Pebmarsh menelepon Anda dan meminta Sheila Webb datang ke rumahnya pada pukul tiga. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda. biro ini saya dirikan dengan warisan dari beliau juga. Garry Gregson. Saya menawarkan jasa yang sangat membantu dalam mengadakan riset-riset yang diperlukan—tanggal-tanggal dan kutipan-kutipan. Apakah itu betul?" "Betul sekali. di luar kecurigaanmu. "Saya yakin Anda pantas mendapat pujian. sebetulnya." kata Ernie jujur. Tumit sepatuku terjepit di dalamnya dan copot. ada mobil polisi berhenti di luar rumah kita. "Anda sudah lama mempunyai usaha ini. "Ya. Sheila Webb tiba di sana. "Gadis itu pasti sangat terkejut. dan harus melepaskan kedua belah sepatuku dan balik kemari dengan dua buah roti kismis. "Jadi cerita Sheila Webb." Dia berjalan menuju pintu." Kelihatannya itu adalah karakteristik Miss Martindale dalam memberi pernyataan." "Bu!" kata Ernie Curtin." "Jangan berbohong lagi." "Aku tidak pernah bohong. Ini gara-gara kisi-kisi brengsek itu—yang ada di tikungan didamping toko kue dekat sini. Bagaimanapun juga." katanya tidak menyetujui. saya tidak melihat hubungannya dengan niat Anda kemari. Dia sendiri memakai sepatu kulit bertumit rata. serta rincian daftar racun. "dia menemukan seorang laki-laki mati tergeletak di lantai. Di kantor bagian luar. Bu?" Mrs." Miss Martindale menatapnya. Miss Pebmarsh menyangkal berbuat demikian." dia mengeluh. "Bu. "Anda memiliki tempat yang nyaman di sini. Dia hanya berkata bahwa dia tidak ingat kalau pernah ke sana. Sheila sendiri juga tidak pasti akan hal itu. "Terima kasih. sambil mulutnya mengeluarkan suara mirip deruman dan lenguhan yang maksudnya menirukan suara roket yang meluncur ke ruang angkasa menuju Venus. sebagai permulaan saya berspesialisasi pada para pengarang." Miss Martindale berhenti." kata Miss Martindale. untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada. memotong kata-kata itu dengan tegas dan sedikit kasar. Saya membukanya duluan. Mulanya kecil-kecilan. Tetapi itu bukan suatu kepastian. kalau hal ini adalah sebuah lelucon. oh. Ernie. berhenti sebentar dari kesibukannya menggerak-gerakkan sebuah benda kecil dari logam naik-turun di bendul jendela. tetapi sekarang para pembaca sering menulis langsung kepada pengarang setiap ada kesempatan. Aku tidak dapat jalan. memang benar." Hardcasde melanjutkan. Inspektur?" "Terbunuh." kata Hardcasde." "Saya lihat Anda berkecimpung dalam bidang literatur. Saya pernah menjadi sekretaris pengarang cerita seram yang termasyhur.

tentunya!" "Tentu saja tidak." kata Detektif Inspektur Hardcasde." inspektur itu menenangkan n va. "dia bukan orang Indian. tidak. Pokoknya orang-orang seperti itu. Pertama-tama akan ada pengadilan untuk anak-anak. "Tidak." kata Mrs. mereka berdua dengan sopan. Dia mungkin mengenalkan dirinya sebagai seorang agen asuransi." gumamnya. Pergi ke luar. kau dengar?" "Mereka sudah sampai di pintu depan. Curry." kata Mrs. "Pada Miss Millicent Pebmarsh. dan menyeberangi jalan." "Tidak ada masalah dengan jam-jam itu. 19." kata Mrs. "Apa yang kaulakukan sekarang}" tanvanya. pembunuhan. "Apa masalahnya?" tanyanya. Curtin memandangnya tidak mengerti. "Betul. "untuk melihat mayat orang itu dan mengatakan pada kami kalaukalau Anda pernah melihatnya di Wilbraham Crescent atau datang ke rumah itu sebelumnya." Kemudian dengan tajam. "Oh. "Kami pikir mungkin Anda dapat membantu kami. Pada saat itu terdengar pintu diketuk. "Anak Anda?" kata Detektif Inspektur Hardcasde. Mrs. bukan?" "Saya tidak menyangkalnya." "Siapa pembunuhnya?" tuntut Mrs. Garis wajah Mrs. Dia bukan jenis orang yang suka mengomel." kata Mi s. "Ada jam besar di pojok mangan. "Ya. Curtin berputar menghadap anaknya. Curtin terbelalak. Dia telah ditikam. Miss Pebmarsh lebih suka memutarnya sendiri. Cm tin pergi menuju ke gang dan membuka pintu." Mrs. jam yang berbandul. Curtin langsung menjawab." kata Inspektur Hardcasde. "Sava tidak menyentuh satu pun dari mereka. Dan dengan lebih tidak percava lagi. sejauh yang sava ingat. dengan penuh rasa ingin tahu. datang melalui gang dari dapur dan menyelinap di balik pintu." kata Detektif Inspektur Hardcasde dengan sopan." "Buta. Kadang-kadang membuat Anda terkejut setengah mati. tidak seperti beberapa orang yang saya kenal. "Boleh saya masuk sebentar? Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Miss Pebmarsh sangat yakin kalau orang itu belum pernah ke sana. Curtin menarik napas panjang. apakah ada orang yang mampir ke rumah itu?" "Tidak ada. kemudian kamu akan dikirim ke rumah tahanan. Sambil cepat-cepat mengelap tangannya dengan sebuah handuk. "Bukan main. Ernie. Tidak hari ini." Dia buru-buru menambahkan. Cara dia memegang barang dan berjalan ke mana-mana sungguh mengagumkan. tetapi ada satu atau dua hal yang terjadi. Mrs. apa pun kata Anda. "dia anak yang baik. Curtin tidak percaya. Anda bekerja di sana. "Aku tidak berbuat apa-apa." "Saya yakin itu." kata Mrs. bukan?" "Sebaliknya." "Ya. "Ya. Selalu berakhir dengan kesulitan. Miss Pebmarsh tidak suka membeli barang yang dijual di muka pintu dan saya juga tidak. Curtin. kasihan dia. Curtin. dan ayahmu juga sudah menasihatimu." "Saya tidak akan menyuruh dia masuk." "Sava tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan. Burungnya meloncat ke luar dan berbunyi 'kukuk5. Dan aku tidak menginginkannya." katanya curiga. Curtin?" kata yang lebih tinggi dari . juga." "Anda maksud itu pembunuhan}" "Ya. dan menambahkan dengan tegas. Miss" Pebmarsh kembali hampir pada waktu yang sama." "Nama orang itu." kata Inspektur Hardcastle." "Pasti ada hubungannya dengan Alf. lalu dia menutup mulutnya kembali. adalah Mr. "Yah. "Seorang laki-laki ditemukan mati di iuang duduk Wilbraham Crescent No." kata Mrs. Ya." kata inspektur itu. berpakaian rapi. Dia menatap kedua orang laki-laki di ambang pintunya dengan pandangan menantang serta ragu-ragu. Dapatkah Anda mengingat di luar . kepala berapa buah jam yang ada di ruang duduk?" Mrs. "Pintu tertutup untuk agen-agen asuransi dan orang-orang yang menjual vacuum cleaner atau Encyclopaedia Britannica. dia pikir dia ditugaskan untuk melakukan sesuatu hal bagi Miss Pebmarsh. bahwa geng-gengan itu tidak baik. gengnya! Aku sudali menasihatimu. "Mati?" kata Mrs." Mrs. mengenakan jas berwarna gelap. memang begitulah kesan sebenarnya. membuka mulutnya untuk berseru." kata Ernie. Curtin. teringat pada keempat buah jam tersebut Mrs. Curtin jujur." kata Inspektur Hardcastle. menurut kartu yang ada padanya. Pagi ini. Curtin menyingkir ke tepi. "Memalukan kami." katanva. seorang pengetik steno. Curtin meninggalkan bak cuci dan bergabung dengan anaknya di jendela. Bagaimana rupa orang itu r" "Seorang laki-laki setengah bava sekitai enam-puluh tahunan.Mrs." "Siapa yang menemukannya—Miss Pebmarsh?" "Seorang wanita muda. Sekarang ada beberapa hal kecil yang ingin sava ketahui. yang masih belum dapat men v embun v ikan perasaannya tadi. Apakah Anda pernah mendengar nama itu?" "Curry? Curry?" Mrs. yang datang ke sana karena suatu kesalahpahaman. Tidak pernah. Saya datang sekitar jam setengah strnbilan lebih sepuluh dan pulang sekitar jam dua belas atau kalau semuanya sudah beres. "Mrs. "Dia dengan gengnya. "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa ada barang-barang yang bilang dicuri. "Di ruang duduk}" "Ya. saya bekerja pada Miss Pebmarsh. Curtin. Curtin menggelengkan kepalanya. Curtin sedikit melunak. Dia membuka sebuah pintu dan mengisyaratkan inspektur itu untuk masuk ke dalam. dan ada jam kukuk di dinding. "Anda yakin bahwa hanya dua jam itu yang ada dalam njangan itu pagi ini?" . "Huu"—tapi berpikir bahwa itu bukan cara yang sopan untuk menarik perhatian tentang kehadirannya di sana. Seorang wanita yang sangar baik." Ernie mengumumkan. Dialah yang menemukan mayat itu." Dengan berat hati Mrs. Tetapi Anda tidak akan menyangka dia buta. Ruang itu adalah sebuah ruang kecil yang bersih serta memberi kesan jarang dimasuki. Curtin. Ernie Cuitin bergerak-gerak penuh gairah. "Saya datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Wilbraham Crescent No. Curtin. "Seperti nama orang Indian saja. 19 siang ini." "Anda bekerja di sana pagi liari?"' "Betul. "Bukan main!" "Lain kali kami mungkin akan meminta Anda. misalnya. "Saya khawatir kami belum sampai sejauh itu.

Itu adalah bidang yang sangat berguna. Menyebutkan namanya saja sudah dapat membuat orang bosan dan mereka begitu takut kalau kau akan membicarakannya." "Kelihatannya aneh. "Apa sebaiknya tadi kukatakan padanya tentang—" "Tentang apa. "Mungkin Miss Pebmarsh habis dari pasar loak. "Jangan tolol. Curtin. Lumayan baik kondisinya. "Dan selamat untukmu. Sangat murah. "Peduli amat dengan agen-agen asuransi yang mati. tidak ada ruang gerak untuk seorang ahli biologi laut di Crowdean. kok. Kalau kau pikir seseorang adalah orang yang sangat baik. Itu adalah sebuah bidang yang sangat menarik sekali. Tetapi ternyata kau masih berkeliaran di jalan-jalan di Crowdean." "Tidak ada kesempatan untuk membanggakan dirimu. Antik. Curtin. Curtin. . Cangkir-cangkir dan tatakannya. sehingga kau tidak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan tentang dirimu sendiri lebih lanjut. Pasti ada hubungannya dengan Pasar Bersama Eropa. lalu mengguyurnya dengan bir. Dia biasanya pulang antara jam dua belas dan jam setengah satu. Merasa bahwa dia tidak dapat memperoleh apa-apa lagi pada saat itu. jam-jam itu maksud saya. tetapi kelihatannya masih seperti baru. apa tidak ada jam kotak kecil dari perak yang disebut jam kereta." kata Hardcastle. Aku mendapatkan gelar kesarjanaannya di Cambridge. terima kasih. Bu?" "Kau tidak perlu tahu. mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan berkata. dia belum pulang." "Caranya menyelundupkan barang-barang itu selama ini sungguh mengagumkan. Curtin. Dalam sekejap saja perang angkasa luar dalam pikirannya sudah digantikan dengan topik hari ini tentang kejadian seram yang sungguh-sungguh terjadi. Sebuah pikiran melintas dalam otaknya. eh?" "Kau lupa. Membeli beberapa gorden beludru juga." "Mestinya jam asing. "Dapatkah Anda mengatakan kapan tepatnva Anda meninggalkan rumah Miss Pebmarsh siang ini?" "jam dua belas lewat seperempat. Mrs." komentar Dick. Curtin. Saya tidak suka Pasar Bersama Eropa." BAB 6 NARASI COLIN SETFXAH makan dua porsi bistik yang dimasak dengan baik." "Apakah Miss Pebmarsh sering pergi ke pasar loak?" "Membeli sebuah karpet bulu kira-kira empat bulan yang lalu. Apa harus ada yang lain?" "Misalnya. sekitar itu. Kau pikir seseorang akan mencurigainya?" "Mereka tidak mencurigainya." kata saya dingin. jam-jam lucu. Curtin. tetapi pokoknya tetap sebuah gelar." "Dia mestinya cerdik. bukan?" "Ya. Ketika saya melihatnya. Anda bisa terhanyut. Saya menggelengkan kepala. Meskipun bukan gelar yang sangat baik. dan gadis-gadis yang menjerit-jerit! Mari kita bicarakan dirimu. Ernie kemudian menyumbangkan pikirannya pada topik yang baru saja didiskusikan tadi.. Jam saya menunjukkan jam sepuluh. maka kau tidak akan menyangka bahwa dia itu sebetulnya bukan. "Bukan apa-apa." "Jangan mengejek biologi laut. Kukatakan padamu." "Tetapi dia tidak biasa membeli barang-barang yang tidak perlu atau barang-barang semacam lukisan atau porselen atau barangbarang seperti itu di pasar loak?" Mrs. tentu saja." "Setiap jam dari keempat jam itu menunjukkan waktu sekitar satu jam lebih cepat daripada jam kukuk dan jam besar itu." kata Mrs. bukan?" Ernie bertanya dengan penuh gairah. bukan? Maksud saya. dan suatu hari kelak aku akan kembali menekuninya." Inspektur Hardcasde menghindari pembicaraan tentang politik. Larkin akan disidangkan bulan depan. "Pembunuhan! Huu!" kata Ernie. Saya dapat memperoleh yang lebih baik di pasar pada hari Rabu. begitu juga Mr." "Yah. "Tidak. Curtin menggelengkan kepalanya. tidak ada jeleknya ke pasar loak. Dick Hardcastle mengembuskan napas penuh kepuasan. atau jam porselen dengan bunga-bunga di atasnya—atau jam dari kulit vang bertuliskan Rosemarv di ujung bagian atas?" "Tentu saja tidak. katanya. Dick." kata ibunya. sepanjang yang saya ketahui. Inspektur Hardcasde pergi." kata Mrs." kata Mrs." "Dan dia meninggalkan lumahnya—kapan?" "Sebelum saya datang. Colin! Kupikir kau sudah selesai dengan belahan dunia bagian sini. juga. "Miss Pebmarsh tidak mungkin membunuhnya. kau tahu." "Anda pasti memperhatikannya sekiianya benda-benda itu ada di sana?" “Tentu saja." "Aku tahu apa yang kaulakukan selama ini." Dia menggelengkan kepalanya dengan sedih. Harus dipotong dulu. Ketika Anda pulang Anda berkata pada diri sendiri untuk apa aku membeli barang-barang ini?* Dia membeli enam botol selai sekaligus. Tidak ada barang begituan. bukan? Kelihatannya memang barang loakan—dari cara Anda mengatakannya. atau jam kecil bersepuh emas—di atas perapian."Tentu. tetapi tentu saja." kata Mrs. "bahwa aku adalah seorang ahli biologi laut. Inggris cukup baik buat saya. saya pikir saya dapat membuatnya sendiri dengan lebih murah. "Apakah Miss Pebmarsh ada di rumah waktu itu?" "Tidak. "Saya dan suami saya pernah pergi berkereta ke Swiss dan Italia dan di sana waktu lebih cepat satu jam..

Tetapi Gowdc-an sepuluh mil jauhnya dari Portlebury. . "Aku mengerti mengapa kau masih berkeliaran di Portlebury.2. Dia mempunyai kebiasaan untuk makan stang di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. Aku tidak tahu apa artinya 61. Tidak seorang pun mengingat nomornya. Kupikir dia hanya melakukan apa yang diperintahkan saja. Di suatu tempat tertentu ada sebuah kantor pusat vang sangat baik. Dia sempat memberikan beberapa informasi yang cukup berharga sebelum kami menangkapnya. Aku mempunyai sesuatu yang nyata yang mengawali pencarianku. Pada masa ini orang sering merasa bahwa sebetulnya tidak ada suatu hal pun yang betul-betul rahasia. kami harus berpura-pura seperti orangorang bodoh kadang-kadang. Ada beberapa Crescent di Portlebury. Organisasi yang baik. Tetapi ada sebuah gap. Pekerjaan berat selama tiga minggu terus-menerus dan sia-sja. Dia baik — sangat baik. kan?" "Kira-kira begitu." Hardcastle menganggukkan kepalanya mengerti. Banyak orang yang melakukannya sekarang ini. Di tempatku. The Cross and The Crescent—yang terletak di tempat terpencil bernama Seamede. Tetapi ada sesuatu di balik it J. Aku menghabiskan banyak waktu di sana. Semuanya direncanakan dengan sangat baik dengan perhitungan waktu yang sempurna. "Kenyataannya. Dia harus mengambil dokumen-dokumen yang sangat penting. Kau membuatnya bingung dan kemudian kau memanfaatkannya sedikit. kami menangkapnya lebih cepat daripada dugaan kami. mengambil selembar kertas dan mengulurkarmya pada Dick." kata saya." "Dan itu sebabnya mengapa kau masih berkeliaran di Pangkalan Angkatan Laut di Ponlebury?" "Ya." "Bulan sabit?" Hardcastle kelihatan bingung." Hotel Harrington Berneis Street London W. Dick. kadang-kadang sangat membosankan. ingin tahu. sebab itulah bagian di mana otak-otaknya berada. "adalah Crescent. atau disalinnya. aku tidak mengharap banyak dari Crowdean. Aku tidak tahu apa yang kucari sekarang. 61 didiami oleh seorang kontraktor lokal. Aldtidge Crescent. "Jangan bengong. angka 61 dan inisial W? Aku mengambilnya setelah kematiannya. vang meninggalkan jejak yang membingungkan bukan hanya sekali saja tetapi mungkin tujuh atau delapan kali. yang kebun-kebun . Ada sebuah pub di sana bernama The Crescent Moon (Bulan Sabit). Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang cara kerjanya. dan Larkin tidak pernah berbicara padanya. Itulah alasan semuanya. 61 W "Seperti yang kukatakan tadi. "\ku tahu. memang tidak. Itulah bagian yang ingin kami ketahui lebih banyak. dengan perencanaan yang hebat. Kucari kau untukmu besok. The Rising Moon." "Kurasa aku tidak peduli dengan pekerjaanmu. Kemudian ada The Moon and Stars." kata saya. ingin tahu. Colin. bulan. Dia keluar dengan membawa dokumen-dokumen itu untuk difoto dan dikembalikan kepadanya lagi. tapi itu pasti sesuatu yang ditulis Han-burv. Victoria Crescent. Aku tidak mengeiti artinya. bulan terbit dan lain-lain. Kami tahu rahasia mereka dan mereka tahu rahasia kami." "Udak dapatkah kau menangkapnya lebih cepat dengan cara itu? Dia menghabiskan uangnya. dia menghamburkannya. Kadang-kadang kupikir setiap orang mengetahui rahasia orang lain dan mereka bersekutu untuk berpura-pura tidak tahu. Agen-agen kami sering adalah agen-agen mereka juga. Sebenarnya. "Hanva uang. Begitu. kurasa. "Seseorang bernama Hanbury memilikinya dalam dompetnya. Dia ditabrak lari di London oleh sebuah mobil. Aku sudah menyelidik dalam sebuah radius dengan Portleburv sebagai titik pusatnya." '*Dan itu bukan yang kucari. "Itu bukan pekerjaan yang menegangkan seperti yang dikira masyarakat." "Untuk apa Larkin melakukannya?" tanya Hardcastle. tetapi orang yang menukarnya tidak pernah berbicara dengan Larkin. Apa dia punya suatu ide? Atau sesuatu yang dia lihat atau dengar? Sesuatu yang ada hubungannya dengan bulan atau bulan sabit. Atau alternatifnya. tetapi aku yakin pasti ada sesuatu. Kertas itu adalah sehelai kertas tulis hotel yang di atasnya tergambar sebuah sketsa kasar. The Jolly Sickle." "Oh. Kelihatannya cocok. Livermead Crescent. jadi kami membiarkannya memberi informasi lebih banyak. Apakah mereka mempunyai pembantu asing?" "Mungkin." "Aku akan mengadakan penyelidikan rutin besok pada kedua rumah dt sebelah nomor 19." Saya melihat wajah Dick yang bingung dan tertawa. Dick. Hanya ada satu descent di sini. kami tahu pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut itu dan ujung satunya di London. dan agen-agen mereka sering sekali adalah agen-agen kami. Mantel-mantel itu ditukar. Dick. Kami pikir dia menggantungkan mantelnya di mana selalu ada mantel yang persis sama— meskipun orang yang memakai mantel yang satu itu tidaklah selalu orang yang sama. karena dia pikir itu penting. Wilbraham Crescent."Tidak. Jika demikian dia akan terdaftar. Tidak ada apa-apanya." kata Hardcastle sambil berpikir. Hanbury banyak berjasa dalam kasus Lai kin. Itulah vang kulakukan siang ini—tetapi aku tidak dapat menemukan nomor 61. Kemudian kutinggalkan bulan dan beranjak pada Crescent. dan dokumendokumen itu kembali ke tempat asalnya pada hari itu juga. Kami tahu kapan dan di mana tepatnya Larkin mendapat upahnya dan bagaimana. Bulan baru. Aku memulai pencarianku di Portlebury sendiri." kata saya." "Aku mengerti maksudmu. Crowdean adalah tujuanku sekarang. Di antara keduanya ada sebuah organisasi kecil yang sangat bagus. bukan? Dia tidak menabungnya. Terus terang. yang ternyata juga berharga. Aku tidak tahu apa artinya W." Sava mengeluarkan dompet. Lansbury Crescent. "Ya. "Seorang idealis politik? Menyombongkan harga dirinya? Atau semata-mata untuk uang?" "Dia bukan seorang idealis. Lumayan cocok dengan W. Pada akhirnya siapa yang menipu siapa meniadi semacam mimpi buruk. Kemudian dia menatap saya. Sabit." "Yang kukejar sebenarnya. dan lain-lain. kurasa tidak. Seseorang vang puma otak cemerlang. Apakah mereka melihat seseorang masuk ke rumah itu." Dick berkata sambil berpikir." "Trims. Aku mungkin menyertakan rumah-rumah yang langsung terletak di belakang nomor 19. bukan? Aku tadinya ingin berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent dan melihat bagaimana lupanya nomor 61 sebelum bertanya padamu kalau kau punya keterangan rahasia yang dapat membantuku.

aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Hanya saja kau harus berhenti melindunginya." kata saya sedih. kurasa begitu. "kau tertarik pada gadis itu. dua orang itu tetap masuk perhitungan. Kupikir 61 terletak hampir langsung di belakang 19." .30 sampai jam 2." "Hilang? Yang mana?" "Jam bepergian dari kulit. gadis yang ramping itu menikamkan pisau ke badan orang itu." "Bisa juga. aku tidak mengerti mengapa kau begitu bersikeras menuduhnya dalam hal ini. di ruang duduk. Dia mungkin memungut jam itu setelah aku meninggalkan ruangan dan langsung pergi ke dapur dengan membawanya." "Omong-omong. Edward berkata dia langsung masuk ke dalam dan mengerjakan perintahku." Sava bersiuh "Kelihatannya sangat luar biasa. Yah. jam-jam itu ada di sana kemarin. Mayat itu ditemukan di lumah milik Pebmarsh. dan itu bukan suatu perkenalan yang romantis. "Jam-jam sialan!" "Jam-jam itu tagi? Ada apa sekarang?" "Satu hilang. "Rasanya tidak." "Ketika aku memasuki ruangan itu sekitar pukul tiga lebih. "Aku baru melihatnya pertama kali kemarin siang. Keesokan harinya saya tiba tepat pada waktu vang dijanjikan dan menemukan teman saya lagi marah-marah. 'Kuambilkan untukmu' dan dia berkata. jam yang besar itu. karena mayatnya sudah tidak ada lagi* dan dia berlari masuk ke dalam. "Katanya. Aku „dapat mengajakmu kalau kau mau. empat buah jam. Membuat >eorang laki-laki merasa dirinya seperti seorang pahlawan dan seorang pelindung yang sejati. terus aku masuk kembali ke rumah itu. menyembunyikan senjatanya di suatu tempat dengan cermat. Ternyata tidak. Kapan?" "Kami baru saja hendak masuk ke mobil polisi." Kami sepakat bahwa saya harus datang ke pos polisi pada pukul sembilan tiga puluh keesokan harinya. kecuali jam kukuk dan. Aku kebal terhadap segala daya tarik wanita. mungkin lebih. Apa ada orang lain? Apa mungkin gadis itu yang melakukannya?" Saya menjawab. Semuanya. Slieila Webb kelihatannya adalah tipe gadis idam-anmu.30." kata saya. Dia tetap yakin kalau hanya ada tiga jam saja." "Apakah maksudmu sesungguhnya. teringat sesuatu. "Teruskan." kata saya berang. orang itu sudah mati paling tidak setengah jam sebelumnya. Aku — *' Saya berhenti. Aku mestinya berkata. Aku berkata. Sampai ada fakta-fakta batu yang muncul. "Jadi." kata Hardcastle. kemudian dengan sengaja menghambur keluar dari rumah itu dan menjerit-jerit histeris untuk menipuku?" "Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana pengalamanku. dengan jelas. Yang ada tulisan 'Rosemary* di pojoknya. sebab jam-jam itu toh bukan kepunyaannya. Kemudian dia menyembur.. Dan itulah salahku. Tapi mengapa?" "Banyak yang harus kita pelajari." kata Hardcastle. Itu saja." "Aku ingat." "Jangan tolol." "Setiap orang akan gagal juga sekali waktu. kurasa—" (Dick adalah orang yang sangat jujur) "—Setiap orang harus ingat untuk mencoret setrap menulis t dan memberi titik setiap menulis i atau semuanya akan berantakan." kata Hardcastle. berbicara dengan Miss Pebmarsh yang ada di dapur dan berkata aku harus membawa jam-jam tersebut dan akan memberinya sebuah tanda terima untuk itu. Aku menyuruh Edwards membungkus jam-jam yang ada di ruang duduk dengan hati-hati dan membawanya kemari. Aku tidak keberatan masuk ke ruang itu sekarang. selain dua jam yang tetap pada tempatnya itu. atau dipegangnya ketika dia kembali bergabung denganmu?" Saya ragu-ragu. Itu melibatkannya. Sepanjang yang kauketahui." "Aku tidak yakin. Tapi dia hanya pergi selama satu menit—" "Apakah dia memakai sarung tangannva. "Aku tidak menuduhnya—tapi aku hai us mulai pada suatu titik. mungkin dia." "Aku memberi Miss Pebmarsh tanda terima itu." kata Hardcastle muram. Kemudian mereka masuk untuk mengangkat mayat itu." Hardcastle mengeluh. tentu saja. Kemudian aku bergabung denganmu. "bahwa hidupku penuh dengan mata-mata cantik dari berbagai bangsa? Mereka semua mempunyai ukuran vital yang dapat membuat seorang detektif Amerika melupakan semua tujuannya." "Masalahnya adalah. "Ya—ya. Bagaimana dengan hal itu?" "Sheila Webb makan siang dari jam 1." kata Hardcastle dengan nada menuduh. Aku meminta Miss Pebmarsh meraba semuanva untuk melihat kalau-kalau dia mengenalnya." kata Hardcastle." "Dia mungkin memasukkannya dalam tasnya." "Kemudian aku berkata pada gadis itu bahwa dia bisa pulang dengan salah satu mobil kami dan memintamu mengantarkannya ke mobil. 'Oh. "Artinya™" "Millicent Pebmarsh itu mungkin melakukannya. Aku mendengarmu." "Ya?" "Aku pergi ke luar untuk mengawasi." saya mempertahankan diri dengan gigih. Bagaimana bisa begitu?" "Orang-orang goblok—dan aku salah seorang dari mereka. gadis itu mungkin terlibat dalam urusan pembunuhan ini." Saya segera menerima tawarannya "Aku akan menjadi Sersan Larnb-mu dan mencatat-catat. "Tidak * setiap hari seorang laki-laki muda tiba-tiba mendapatkan seorang gadis jatuh ke dalam pelukannya'sambil menjerit minta tolong dengan gaya Zaman Victoria vang beradab. "Tidakkah kau sadar. "kalau benar kau tak akan ragu-ragu." "Ya. sarung tangannya ketinggalan. meskipun dia berkata bahwa itu tidak perlu. Mavat itu ditemukan oleh Sheila Webb —aku tidak perlu mengatakan padamu betapa seringnya orang yang pertama kali menemukan sebuah mayat adalah orang yang terakhir kali melihatnya dalam keadaan hidup. saya bertanya dengan hati-hati tentang apa yang terjadi." "Jadi tidak ada cukup waktu. sehingga tak ada satu pun dari orang-orangmu yang dapat menemukannya. Ketika dia sudah menyuruh keluar bawahannya yang ketakutan. "Itu semua tergantung tipenva." "Jelas tidak. Untuk beberapa saat Hardcastle kelihatannya tidak mampu berbicara.belakangnya berhadap-hadapan dengannya.

"Jika orang itu ditikam di halaman depan dan dua orang bertopeng membawanya masuk ke rumah —tak seorang pun akan melihat ke luar jendela atau melihat sesuatu." "Seperti kerah kemeja palsu. Kami mengirim sidik jarinya untuk melihat apakah dia pernah punya perkara dan tercatat di kantor polisi? Jika memang ada. Waterhouse sangat terkejut." "Apakah bukti medisnya?" "Oh. Wilbrahara Crescent adalah sebuah jalan untuk tempat tinggal yang beradab. "Apa yang telah kauketahui tentang Curry?" Hardcastle menjawab dengan kepahitan yang tak saya sangka-sangka. Perusahaan Asuiansi Metropolis and Provincial tidak pernah berdiri. "Peringatan dari bangsa Yahudi yang bebas dari perbudakan Mesir." kata saya sambil berpikir. Dia betul-betul buta. dan akhirnya mendapat jabatan di Aaronberg Institute di sini. Miss Waterhouse mendengus dengan sedikit berang." "Apa maksudmu—nihil?" "Hanya bahwa dia tidak pernah hidup™ tidak ada orang dengan nama itu. 7 atau nomor berapa pun." "Aku meragukannya. Edith. Waterhouse. dan saudara perempuannya yang menghabiskan waktu senggangnya dengan mengurusnya. bukan?" kata saya sambil berpikir. BAB 7 MR. bukan kemerah-merahan." Mr. Curry. Mungkin dia mengumpulkan premi palsu. "Aku lebih menyukainya." kata Hardcastle pahit. Pernyataan seperti itu tidak mungkin terlintas dalam pikirannya. Miss Waterhouse adalah wanita yang tinggi. tidak ada Denvers Street No. "Kau yakin kau akan baik-baik saja?" kata Mr. alamat. dengan rambut keputihan serta bahu yang sedikit bungkuk dan raut muka yang juga keputih-putihan. Sayang." 'Oh.Saya memandangnya geram. ya." "Tetapi kau akan menemukannya." kata saya. Dan dia tepat seperti yang dikatakannya. Curry dari Denvers Street. Dia harus begitu sering kelihatan merasa bet salah sehingga itu merupakan kebiasaan yang tampak pada air mukanya. "Itu. kasus ini akan lebih rumit. Waterhouse. kuingatkan kau. "Aku sungguh tidak mengerti maksudmu. dan kami pun berangkat. Waterhouse. Semata-mata formal dan tertutup untuk sementara." kata Mr. ditikam dengan benda tajam." "Apa kata Perusahaan Asuransi Metropolis?" "Mereka tidak bisa bilang apa-apa. kami akan tahu akhirnya. itu sepertinya menghina Tuhan. Kami sudah memeriksanva. dia buta. bukan?" "Dalam penentuan atas jam-jam dan agen-agen asuransi?" "Semuanya memang terlalu fantastis unruk dikatakan. Kami betul-betul tidak tahu." "Oh! Mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dai i para tetangga. bukan—pada siapa pembunuhnya?" "Kau pikir. sialnya. Dia dulunya adalah guru matematika di sekolah North Country—kehilangan penglihatannya kira-kira enam belas tahun yang lalu—mengambil kursus Braille dan lain-lain." "Menarik. Kau tidak perlu memuaskan hati seorang inspektur atau seorang kepala polisi dan seterusnya. seorang manajer personalia di perusahaan Gains-ford and Swettenham. Mungkin itu caranya memperkenalkan diri ke rumah-rumah dan melakukan penipuan yang meyakinkan. "Nihil. atau almarhum Garry Gregson pada puncak—" "Teruskan—senangkanlah hatimu. Aku tidak suka kucing—" Saya berkata padanya bahwa kehidupan seorang polisi adalah berat. pengacara. Sampai jam satu siang. "Sekarang masih teka-teki. James. menurut kau?" Hardcastle mengangkat bahu." "Dia mungkin terganggu jiwanya. "Seperti Ariadne Oliver dalam keadaannya yang terburuk. ada seseorang yang mondar-mandir sepanjang Wilbraham Crescent dan memilih seorang korban di setiap rumah? Sungguh.. tidak ada Mr." "Bagaimana halnya dengan nomor 18 dan 20?" "Nomor 18 didiami oleh Mr. kendati tidak dapat dikatakan tidak sehat. kenyataannya. karena ada orang terbunuh di rumah sebelah sehingga aku akan dibunuh hari ini?" "Yah. sebab tidak ada pemsahaan seperti itu. dan perusahaan asuransi palsu?" "Mungkin. dan merupakan jenis wanita yang tidak percaya akan segala omong kosong tentang dirinya serta sangat tidak tahan dengan omong kosong tentang orang lain. maka itu merupakan suatu kemajuan besar dalam kasus ini. Kau bukan agen DDI yang lagi bertugas. Jika tidak. James. Edith. "Maksudmu dia mencetak kartu nama palsu dengan nama." "Kurasa itu terlalu jauh. wanita-wanita pekerja harian yang mungkin saja melihat sesuatu sudah pulang semua. James. Mr. ya. Membuka — kemungkinan-kemungkinan-" "jHanya kemungkinan-kemungkinan yang kita peroleh sejauh ini. aku hanya bermaksud. dengan bahu persegi. termaktub di Kitab Suci. WATERHOUSE menuruni anak-anak tangga di Wilbraham Crescent No. "Apakah ada alasan tertentu." kata Mr. Waterhouse sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor pengacara di mana dia bekerja. Yang kuketahui seluruhnya tentang nomor 20 adalah bahwa wanita yang tinggal di sana memelihara sekitar dua puluh ekor kucing. Waterhouse kelihatannya merasa bersalah." kata Miss Waterhouse. Bahkan tidak ada kereta bayi yang didorong sepanjang—" Tidak ada seorang tua invalid yang duduk sepanjang hari di depan jendela?" "Itu yang kita inginkan—tetapi kita tidak mempunyainya. 18 dengan khawatir. Edith?" kata Mr. Sejauh itu menyangkut Mr. Dia adalah orang yang rapi. "Seonang wanita buta tidak mungkin mampu menikam seseorang." "Apa maksudnya sebetulnya. bukan?" ■ "Oh." "Menghina Tuhan. "Ya." "Itu sepertinya membebaskan Miss Pebmarsh." "Kapan pemeriksaannya dilaksanakan?" "Lusa. menengok dengan cemas ke arah saudara perempuannya. Dia mungkin seoi ang pengecoh atau seorang penipu yang hebat atau seorang pemungut uang yang tidak penting atau seorang agen penyelidik. memper-timbangkan apa yang terjadi di sebelah kema-nn. Sesuatu yang mirip dengan pisau sayur. "itu sangat tergantung.." Saya berbicara dengan antusias. . Ini bukan sebuah desa. Waterhouse.

kau tahu. saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan sangat berterimakasib. Sekolahsekolah lanjutan baru yang kelihatan aneh tersebut. "tetapi jika Anda memang melihat sesuatu yang dapat menarik hati kami. "Seorang wanita buta? Tentunya—" "Menyelipkan seutas kabel pada lehernya dan mencekiknya. Jika seseorang hendak mencoba hal itu. saya rasa?" "Sava tidak tahu kapan pembunuhan itu dilakukan. putrinya. ." "Anda benar." Miss Waterhouse tidak begitu paham dengan alasan itu. Dalam pandangan Miss Waterhouse. "Detektif Inspektur Hardcastle. Dia datang bersama seorang laki-laki muda bertubuh tinggi dan berkulit gelap. Head bersemangat."^ kata Miss Waterhouse." "Saya kira mereka ingin bertanya pada Anda tentang Miss Pebmarsh. Anda dapat melihatnya dari sorot mata mereka. nah. dengan perasaan bersalah yang lebih mendalam. Head punya cerita yang luar biasa pagi ini. ada hal-hal lain di samping pendidikan. Miss Waterhouse ada di kamar tidurnya ketika Mrs." kaca Miss Waterhouse puas. Miss Waterhouse menerimanya." Hardcastle bangkit dari duduknya. Miss Waterhouse berderap ke bawah dan memasuki ruang makan dengan suara perasaan ingin tahu yang ditutupi oleh raut mukanya yang biasa menantang. Anda tahu. Aku yakin. yang secara praktis dibangun dari kaca." kata Miss Waterhouse bersemangat. Waterhouse sedikit menggoda." kata Hardcastle. Waterhouse. dan ini mendorong mereka untuk hidup normal. "Berbagai macam kabar burung telah tersiar ke mana-mana. Head. Setelah menutup pintu dia bermaksud beristirahat di loteng. melihat lamnva lagi. "Aku yakin Miss Pebmarsh adalah seorang wanita dengan watak yang terpuji." kata Mr. semacam itulah. "mereka bukan tuan yang sebenaL-nya—polisi. "Sepasang tuan hendak menemui Anda. Jagalah dirimu Lebih baik pintunya digerendel. "Sersan Lamb. "tetapi saya kira Anda tahu maksud kedatangan saya. hal itu sangat merugikan anak-anak jika datang musim panas. Bagaimanapun juga dia berkata. "orang itu adalah bendahara atau salah satu pelindung Aaronberg Institute dan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pembukuannya." "Anda mengusir mereka?" "Tentu saja. Saudara perempuannya tidak pernah lupa mencemoohkan kebenaran dari khayalan-khayalan mengerikan itu. Anda telah mendengar apa yang terjadi di rumah sebelah kemarin. bukan? Ah—" dia menggelengkan kepalanya. Mereka bilang. Miss Waterhouse. Head adalah seorang wanita bertubuh kecil dan bundar serta mirip sebuah bola karet—dia menikmati benar kejadian-kejadian itu. Selamat tinggal. pergi menuju tas golfnya." kata Mrs. Waterhouse." "Dan Miss Pebmarsh membunuhnya?" kata Mr. Saya sudah membersihkan bekas-bekas sarapan dan saya pikir itu tempat yang lebih pantas." kata Hardcastle. bukan?" Miss Waterhouse mendengus lagi. cara berbicara." "Pembunuhan di rumah tetangga sebelah tidak biasa untuk tidak diperhatikan. tetapi meskipun demikian dia menikmatinya. Tentu saja James hanya omong-kosong. tetapi saya yakin Anda cukup mampu menangani hal-hal seperti itu. "Ingin mengetahui apakah Anda memperhatikan hal-hal yang lucu dalam tingkah lakunya. Dia melihat jamnya. Anda berada di rumah pada waktu itu."Aku betul-betul ingin melihat seseorang datang kemari. Head sendiri yang berkata padaku bahwa Susan. Saya memasukkan mereka ke ruang makan. dan dia datang ke Miss Pebmarsh untuk menyelidikinya. aku takut aku akan sangat terlambat. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan cerita-cerita yang dibawa oleh pembantu harian mereka yang suka omong itu." Wajah Miss Waterhouse menampakkan seberkas kebanggaan atas pujian itu. Sayangku. Siapa yang akan berjaga-jaga menghadapi orang buta? Bukaimya aku sendiri percaya. Mrs. itu bukan alasan untuk menuduhnya terlibat dalam perkara-perkara kriminal. Kau mungkin berpikir bahwa sesungguhnya bangunan-bangunan itu dimaksudkan untuk menanam timun atau tomat di dalamnya. "Maksudku hanya." tambahnya." "Saya harap saya tidak terlalu pagi datang kemari." kata Mr. kukira begitu. untuk mencoba membunuhi. "Tentu saja mereka suka mencari-cari cara untuk memperoleh berita. kegilaan bisa muncul tba-tiba dan kadang-kadang hanya sedikit yang dapat diketahui sebelumnya. "Saya harap Anda tidak keberatan kalau kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama. Tetapi biasanya ada sesuatu. "Orang itu tidak mungkin berjaga-jaga." "Savang. Bagaimanapun juga. "Nah." Dia mengulurkan sebuah kartu. Mrs. Tetapi lebih baik berjaga-jaga dulu. tidak menyukai ruangan kelas barunya. tapi dia berhenti sejenak sambil berpikir. Masyarakat membiarkan orang-orang sakit jiwa keluar dari panti-panti perawatan sekarang ini. maka kemungkinan besar si penyerang sendiri yang akan dipukul sampai pingsan dengan sebuah alat pengorek bara atau sebuah pegangan pintu dari timah dan dikirim ke pos polisi dalam kondisi berdarah dan menyedihkan. Mrs." tambahnya. "Aku akan turun. Tetapi itu tidak berlaku untuk seorang wanita buta. Mereka berkata. memindahkan sebuali tongkat pemukul dan meletakkannya dalam posisi yang strategis di dekat pintu depan. "Nah. "Ada yang bilang." "Kukira begitu. sebab semua jendela kaca membuat anak-anak ingin memandang ke luar terus." kata Miss Waterhouse." kata Mr. "ada—yah — karakter-karakter yang jelas-jelas tidak kita inginkan sedang berkeliaran." dia membaca. Saudara laki-lakinya membayangkan bahwa itu sart_at tidak mungkin." kala Mrs. Dia tidak memperhatikan gumaman lirih vangmenyebutkan. Dia berkata tidak mungkin dapat memperhatikan pelajaran." kata Miss Waterhouse." "Kita betul-betuj tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi." kata Hardcastle. Jika dia pribadi disuruh memilih korban." kata Miss Waterhouse. Waterhouse. dia tidak akan memilih saudara perempuannya. Jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri cara dia menangani berbagai hal. Aku hanya berpikir bahwa pandangannya terhadap sesuatu adalah gila-gilaan dan berlebih-lebihan. hal itu angat berbahaya bagi orang-orang yang tak berdosa." kata Miss Waterhouse. "Sava bahkan harus mengusir satu atau dua orang wartawan yang datang kemari untuk bertanya apakah saya mengamati sesuatu. sayang. Head naik ke atas dengan ribut. "Apakah kau menyuruh mereka masuk ke ruang tamu?" "Tidak. yang menurut Miss Waterhouse tidak perlu disapa. Maksud saya meieka toh hanva polisi. "Setidak-tidaknva. "Detektif Inspektur Hardcastle?" "Selamat pagi.

"Dapatkah Anda mengenalinya?" .." "Anda tidak bercakap-cakap dengannya?" "Oh. saya ada di kebun. Saya yakin saya belum pernah melihatnya sebelum ini." "Dan saudara laki-laki Anda?" "Dia tidak pulang ke rumah untuk makan siang." Miss Waterhouse menggelengkan kepalanya. Ada orang-orang tertentu yang saya kenal menghabiskan seluruh waktu mereka melihat-lihat ke luar jendela dan memperhatikan siapa-siapa yang lewat dan siapa mampir ke siapa. "Hanya saya kira Miss Pebmarsh keluar untuk berbelanja sedikit dan pergi ke kantor pos." Hardcastle tidak menceritakan padanya bahwa dan bermacam-macam foto mayat itu di kepolisian." kata Hardcastle." "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa dia juga asing bagi Miss Pebmarsh?" "Miss Pebmarsh meyakinkan kami bahwa dia tidak mengharapkan kedatangan tamu itu dan dia tidak dapat mengira-ngira siapa sebenarnya orang itu." katanya. Dia kelihatan seperti sedang tidur. Miss Pebmarsh ke luar lagi sekitar jam setengah satu. bukan. saya tidak tahu kapan Miss Pebmarsh biasanya keluar." "Tergantung*pada toko mana yang Anda tuju.. saya kira. Saya sedang membaca The Times. Apakah ada yang luar biasa dengan hal itu. saya betul-betul ingat dia melewati pintu gerbang. atau ke arah mana Saya memang tidak berbakat untuk mengamat-amati kegiatan tetangga-tetangga saya." "Maaf." "Apa kata Miss Pebmarsh tentang hal ini?" tuntut Miss Waterhouse. "Dia tidak dapat melihat. "Saya pikir orang ini sama sekait tidak mengira apa yang bakal terjadi pada dirinya. saya tidak melihatnya ataupun orang-orang lain yang mampir ke sebelah. dan saya pikir bahwa jalan terdekat menuju toko-toko dan kantot pos adalah jalan pada arah yang sebaliknya. Apakah Anda setuju?" "Yah. "Ya." "Menurut pernyataannya sendiri. sedangkan ruang makan.. Saya berada di ruang duduk waktu itu." "Apakah Anda melihat Miss Pebmarsh masuk atau meninggalkan rumah?" "Saya pikir dia masuk ke rumahnva — saya mendengar pintu gerbang mendecit—ya. Itu lebih merupakan kebiasaan orang-orang cacat atau orang-orang yang tidak punya pekerjaan kecuali berspekulasi dan menggosipkan urusan tetangga-tetangga mereka. "Ini adalah orang itu. menulis ." "Saya ada di sini. Foto ini sama sekali tidak menakutkan. Letaknva di depan nomor 15." kata inspektur itu." "Bagaimana mpa orang itu?" Hardcastle mengambil sebuah gambar cetakan kasar dari sebuah amplop dan mengulurfeannva pada Miss Waterhouse. Sebentar. apakah Anda menengok ke luar jendela atau apakah Anda kebetulan sedang berada di kebun antara jam setengah satu sampai jam tiga?" Miss Waterhouse merenung.Miss Waterhouse melihat gambar itu." "Dia adalah orang yang kelihatannya paling terhormat." Miss Waterhouse berbicara dengan penuh kegetiran sehingga inspektur itu merasa yakin bahwa Miss Waterhouse pasti sedang membayangkan seseorang dalam pikirannya. sepanjang Crescent ini." "Apa yang Anda lakukan antara jam setengah dua sampai jam tiga?" "Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengisi teka-teki yang ada di The Times. Dia biasanya pulang pada waktu itu.. dapatkah Anda menolong kami. Saya orang yang sibuk dan punya banyak pekerjaan. Miss Waterhouse." "Betul. Pasti sebelum jam satu. Inspektur. tempat kita ini sekarang." Dia menambahkan. tersenyum. saya kira?" "Ya." kata Miss Waterhouse." "Betul." "Pertanyaan penting yang harus saya ajukan pada Anda." "Dia tidak mungkin yakin akan hal itu. "Dia cukup terkejut. sesungguhnya. adalah apakah Anda melihat datangnya orang laki-laki ini—saya kira koran-koran pagi menyebutnya si pria misterius. Tentu. "Orang asing?" "Kelihatannya begitu. Dia buru-buru berkata. mencuci tangan dan langsung makan siang. Oh."Menurut perkiraan kami sekitar pukul setengah satu sampai setengah dua. sebanyak yang saya bisa. Saya menulis dua pucuk surat. foto yang satu itu yang dipilih karena paling tidak mengganggu mata. kemudian saya pergi ke dapur dan membereskan bekas-bekas makan siang. Siapa sebenarnya yang dibunuh ? Kelihatanmu sedikit pun tidak disebut-sebut di koran lokal pagi ini. tidak. "Tidak. ya. Miss Waterhouse. dia mungkin saja pergi untuk menelepon." kata inspektur itu. dan saya kira pada waktu saya membalik halaman koran itulah saya melihat Miss Pebmarsh melewati gerbang depan. Saya sibuk dengan urusan pribadi saya sendiri. Sebentar. "Dia sepertinya seorang pengacara atau seorang pengusaha. pasti. Ruang itu menghadap ke jalan." katanya. Tetapi sava membawa kopi saya ke ruang duduk setelah makan siang dan saya duduk-duduk di kursi dekat jendela. "Nah. dan ada sebuah kantor pos di Albany Road—" "Tetapi mungkin Miss Pebmarsh biasa melebati pintu gerbang Anda sekitar waktu itu?" "Yah. sekitar jam setengah satu lewat. Anda berkata 'melewati pintu gerbang'." "Kami belum mengetahui siapa dta sebenai-nva. "Kematian dapat merupakan sesuatu yang penuh kedamaian." kata Miss Waterhouse. Dia mengajar anak-anak cacat seperti yang mungkin telah Anda ketahui. Dia selesai mengajar. "Tidak. Miss Waterhouse? Jika Anda memutar kembali ingatan Anda tentang kejadian-kejadian kemarin. bukan? Di sanalah letak telepon umum. Inspektur?" "Bukan luar biasa." komentar Miss Waterhouse. menghadap—seperti yang Anda lihat—ke kebun belakang." "Kami memberinya sebuah gambaran yang jelas. Dia tampaknya seperti orang yang terhoimat. Saya masuk sekitar jam satu kurang sepuluh menit dari kebun. "Jadi bila Miss Pebmarsh memang melewati pintu gerbang Anda. "Tentu saja toko-toko memang lebih dekat jika lewat sana.. "Tentu. Suara decitan pintu gerbanglah vang membuat saya mendongak. saya tidak dapat mengatakan waktunya dengan tepat—ya." "Luar biasa. Tidak.

Baik James maupun saya telah mengambil polis asuransi pada Mutual Help Assurance Society. Miss Waterhouse. Gadis-gadis dan laki-laki muda selalu berbuat hal-hal yang luar biasa—menjerit-jerit. Oh tidak. "Lumayan berat di bagian kepalanya. Seperti yang saya katakan. "Seseorang dengan kepandaian serta pertimbangan seperti Anda. Mr. Saya heran kenapa belum ada yang dituntut karena bergosip sepanjang waktu." Dia menimbangnya naik turun dengan tangannya. "Saya lihat Anda sudah siap siaga.beberapa cek untuk melunasi tagihan-tagihan. tentunya saya langsung pergi keluar. waktu itu dia berada di Gainsford and Swettenhams di High Street. "Hanya kebetulan saja itu nama orang yang terbunuh tersebut." "Apa yang Anda lakukan kemudian?" "Yah. Anda harus hati-hati. Dia merampasnya dari Colin dan meletakkannya kembali dalam tas golf." katanya." "Tidak ada surat yang ditandatangani seseorang bernama Curry?" "Curry? Tidak." katanya. "Tidak ada hal lain yang dapat Anda ingat? Yang dapat Anda katakan pada kain j?" "Tidak. Yah. Pada saat mobil-mobil yang membawa polisi-polisi muncul. "Kami tidak dapat mengatakan demikian sampai kami mempunyai keterangan untuk membuktikannya. Colin Lamb memungut tongkat pemukul golf di samping pintu. yang cakap dalam melakukan pengamatan. terus saya naik ke loteng dan menyeleksi beberapa barang yang akan saya bawa ke tukang cuci." kata Miss Waterhouse menghina. Selama beberapa saat nada suaranya semurung nada suara seorang gadis. Bagi saya hal itu adalah sangat luar biasa. J 'Sungguh. James tidak akan dapat menolong Anda. Apakah harus ada apa-apanya?" Hardcastle tersenyum. atau adakah seseorang yang datang pada Anda atau bermaksud mendatangi Anda?" "Tidak. saya tidak begitu memperhatikan semuanya. sehingga saya langsung pergi ke jendela." Sersan Lamb memindahkan kakinya. "Tidak. "Dia tidak pernah tahu apa-apa. Suatu hal yang luar biasa untuk dilakukan. saya kira tidak ada lagi. tentu tidak/' "Dan nama Curty tidak berarti apa-apa bagi Anda dalam segala hal?" "Tidak." "Tentu saja tidak. "kita tidak mendapat banyak darinya. "saya tidak oapat membayangkan bagaimana tongkat itu bisa berada di sini. Miss Waterhouse menemani mereka. 'Tidak. Akhirnya dia mendudukkan dan menyandarkan gadis itu ke tiang pintu gerbang. Tentu saja kami kadang-kadang menerima surat-surat edaran ataupun iklan-iklan tentang sesuatu. untuk menghadapi segala peristiwa. tentu saja tidak. tetapi tampaknya tidak banyak yang dapat dilihat dari sisi tersebut. Sebuah rumah yang sangat menyenangkan dan terhormat. mendorong satu sama lain. Kemudian dia pergi dan masuk ke dalam rumah itu. Bagaimanapun juga. ada sekerumunan keci! orang. Miss Waterhouse. Tidak ada hal seperti itu. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan seseorang. Apakah itu metode tetapmu?" . Mereka khusus melayani makan siang cepat untuk orang-orang profesional." "Memfitnah. "Saya menyesal tidak dapat membantu Anda. Sangat luar biasa!" kata Miss Waterhouse dengan penuh perasaan tidak setuju." "Saya berharap saya melihat sesuatu. Ketika saya kembali. cekikikan» atau membuat gaduh—sehingga saya tidak berpikir bahwa ada yang serius. tetapi saya tidak ingat menerima surat seperti itu akhir-akhir ini. "Saya juga menyesal." kata Hardcastle." "Terima kasih. James Waterhouse?" "James tidak tahu apa-apa." "Di mana biasanya dia makan siang?" "Di* biasanya makan sandwich dan minum kopi ai Three Feathers." kata Hafdcastle. Kelihatannya dia sedang merayu gadis itu." "Itu bukan nama aslinya?" "Kami mempunyai alasan tertentu untuk mengira bahwa itu bukan nama aslinya. tetapi Miss Waterhouse tidak sedang melihat ke arahnya dan jelas-jelas tidak berpikir bahwa dialah sebenarnya laki-laki muda yang sedang dibicarakan itu. "Tidak seperti beberapa orang di sekitar sini. kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih lama lagi. mengembuskan napas. berdiri di anak tangga dan kemudian berjalan memutar menuju kebun belakang. kecuali bahwa kau meravunya dengan begitu hebat sepanjang waktu. seperti tidak sadar sebelumnya kalau Sersan Lamb merupakan suatu wujud kepribadian yang mempunyai arti. akan merupakan seorang saksi yang sangat berguna bagi kami. Tampaknya dia sedang berdebat dengan gadis itu." kata Miss Waterhouse. "Saudara laki-laki Anda. dan bukan hanya pembantu yang berguna bagi Inspektur Hardcascle." Miss Waterhouse sedikit terkejut. "Saya hanya dapat melihat bagian belakang kepala pria muda itu. Saya kira dari kamar tidur saya dapat memperhatikan kegaduhan yang terjadi di sebelah." "Seorang penipu» eh?" kata Miss Waterhouse." kata Colin. Dari lagi." "Adakah 'seseorang yang akhir-akhir ini menyurati Anda dan mengusulkan agar Anda ikut asuransi." katanya. Saya kira saya tidak melihat keluar jendela sampai saya mendengar jeritan yang luar biasa itu. Seseorang berkata pada saya bahwa ada pembunuhan di rumah itu." Sersan Lamb mengoreksinya. Saya tahu. Saya kira tidak. berbicara untuk pertama kalinya. barulah saya sadar bahwa ada hal yang luar biasa yang telah terjadi." kata Miss Waterhouse. "Nah. dia tidak pulang untuk makan siang. "Tongkat yang bagus. Miss Waterhouse memandangnya dengan sedikit terkejut. Miss Waterhouse membuka pintu dan menyilakan mereka keluar. "Suatu tindakan pencegahan yang bijaksana. sungguh. Mereka membicarakan segalanya." Dia bangkit dan berjalan menuju gang." kata Miss Waterhouse." "Anda tidak melihat Miss Pebmarsh pulang ke rumahnya sesaat sebelum itu?" Miss Waterhouse menggelengkan kepala. Ada seorang laki-laki muda dan seorang gadis di pintu gerbang.

Mrs. Jika Martindale mengenal Miss Pebmarsh secara pribadi. Colin menoleh padanya dengan cepat. "Saya hidup demi kesayangan saya. "Tetapi kalau dia menelepon. begitu pula dengan bau kencing kucing yang tajam menusuk. Semak-semak vang menjulur dan tumbuh liar merupakan pemandangan yang menonjol. Bau ruangan itu balikan lebih tajam. Di hadapan mereka berdiri seorang nyonya yang mengenakan gaun beludru berwarna hijau lumut pucat. "Mengapa." "Tidak?" kata Hardcastle. Satu melompat ke lututnya." komentar Colin Lamb. Sunbeam. Hati-hati. setengah menyanyi. Saya lupa. "Apakah—" kata Hardcastle." Terdengar pintu-pintu ditutup. 'Tidak. Suara seperti senandung bernada tinggi. "Memalukan! Saya sudah menulis dan melaporkannya. Suara-suara yang agak aneh. "jika saja ada rumah yang dapat dinamai The Laurels. Aku tutup. Mereka duduk. yaitu Diana Lodge. Tanaman laurel dengan bunganya yang berbintik-bintik sendu dan dipangkas dengan tidak sempurna. "Oh. Mereka satu-satunya hiburan dan kesenangan dalam hidup saya. Cantikku. Chavank/* Saat itulah Inspektur Hardcastle menyadari bahwa selendang bulu oranye tersebut sesungguhnya adalah seekor kucing." (Rumah besar yang dikelilingi parit." kata Mrs. Rambutnya yang pirang keputihan disisir lurus-lurus. Sayang. Inspektur. mengapa?" "Oh. "Sayangnya. dia akan mengetahui apakah itu suaranya atau bukan. juga menghalangi usaha seseorang untuk masuk melalui pintu gerbang. "Mrs. padahal seharusnya ke kanan. Penyanyi atau penyenandung itu mendekati pintu depan dan kata-katanya mulai terdengar jelas. dua di antaranya mengeong. Manisku." "Saya harap Anda datang sehubungan dengan orang mengerikan itu. Satu-satunya tanda yang menyatakan adanya perhatian baru-baru ini pada rumah itu adalah cat vang dikuaskan pada pinru depan. menggeser-geserkan badan mereka dengan lembut pada gaun majikannya. semuanya adalah mengapa" kau Hatd-castle tak sabar. "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Suatu hal yang sangat samar dan mungkin tidak penting. Di sana. setengah berbicara. menurut Miss Martindale. Hemming?" "Saya Mrs. Dia melompat ke meja yang ada di gang. "Silakan masuk. berdering sekitar jam dua kurang sepuluh menit. "Dia sangat yakin. Sayangku. mengapa? Mengapa semuanya ini tidak berujung pangkal? Jika Miss Pebmarsh menelepon. Miss Pebmarsh pergi ke kantor pos dan toko-toko.) Mereka menunggu selama beberapa menit. yang agak kusam. Di sekeliling lehernya dia memakai selendang bulu berwarna oranye." "Dia mendengkur seperti kucing yang ditawari semangkuk krim sebagai hadiah. dan ada paling tidak enam ekor kucing lagi." Shah-Shah-Mimi tidak mempedulikan tangan vang menahannya. Hemming. Hemming. ■ "Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Aku mau tutup pintu. Dia bilang kucing-kucing saya dipelihara dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan dan kebahagiaan mereka! Sungguh memalukan! Saya hidup demi kucing-kucing saya. Pada saat itu juga bau kucing yang tajam menusuk tercium oleh hidung kedua orang laki-laki itu. Sayangnya dia termasuk orang yang alergi terhadap kucing." kata Colin. Hemming. Mari kita lihat apakah nomor 20 bisa lebih baik bagi kita. tentang—" . mengapa mereka melibatkan Miss Pebmarsh? Kita tidak tahu apa-apa sekarang. yang lain menggosok-gosokkan badannya dengan penuh rasa sayang pada celana panjangnya. Hemming. ayo." kata Mrs. mengapa dia menginginkan gadis itu ada di sana? Jika itu orang lain." kata Hardcastle. Shah-ShahMimi. disanggul dengan rumit menurut mode sekitar tiga puluh tahun yang lalu." kata Colin. "seperti Moated Grange. memandangi tamutamu tersebut. Segala sesuatu saya lakukan demi mereka. kucing itu tidak mengungkapkan apa pun vang menarik. jangan. Inspektur itu menariknya dan sebuah suara berdentang lirih terdengar di dalam. maka rumah ini kelihatannya cocok. tetapi dia membelok ke kiri." Di dalam ruang itu berbagai macam sikat dan sisir yang dililiti bulu-bulu kucing tergeletak di atas kursi-kursi dan meja-meja. "Tampaknya. Hemming. Tidak di sana. Seperti biasanya." Inspektur Hardcastle berjalan masuk dengan gagah. 20 mempunyai sebuah nama. kemudian terdengar suara-suara dari dalam. Hati-hati. atau apakah itu seperti suara Miss Pebmarsh. Pintu gerbangnya diberi penghalang terhadap para penyerbu dengan cara dililiti kawat berduri di bagian dalam. dan telepon Itu. Tidak ada bel listrik di sana tetapi ada sebuah tuas yang gunanya untuk ditarik. Jenis yang keras selalu luluh berhadapan dengan rayuan. yang datang kemari dari Badan Pencegahan Kejahatan Terhadap Hewan. "Mengapa harus dinamai Diana Lodge segala?" Dia melihat ke sekelilingnya sambil menilai." Colin memandangnya ingin tahu. "Mereka mengerti setiap patah kata yang saya ucapkan. Hati-hati buntutmu. Sudah deh." BAB 8 SEBAGAI tambahan pada alamatnya. "Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada Anda. "Mari masuk. jangan ke ruang itu. Inspektur Hardcastle berkata ragu-ragu." "Ya. "Kau masih menyangka bahwa di balik sangkalannya dia mungkin saja menelepon? Dia sangat yakin akan hal itu. Diana Lodge tidak memberi kesan rapi serta tidak memiliki bedeng-bedeng bunga. Di sana juga terdapat bantal-bantal kursi yang pudar dan kotor. yang warna biru langit terangnya membuat penampilan kumuh bagian rumah lainnya serta kebun yang tak terawat itu menjadi lebih kentara. Tiga ekor kucing lainnya muncul di gang. duduk dan menjilati mukanya sambil menatap orang-orang asing itu." Nada suaranya terdengar tidak memihak. Detektif Inspektur Hardcastle yang gagah berani hanya dapat mengatupkan bibirnya dan menahan diri. Shah-Shah-Mimi." kata Mrs. pada kesempatan-kesempatan seperti itu semua kucing segera mengerumuninya. Wilbraham Crescent No. kita tidak mendapat banyak dari nomor 18. Itu bukan kucing satu-satunya. Akhirnya pintu depan terbuka."Hasilnya kadang-kadang bagus jika ditetapkan terhadap orang-orang dengan tipe seperti dia." Dia mendorong sebuah pintu di sebelah kiri. Rumah tersebut kelihatannya dalam kondisi yang hampir roboh dengan atap yang mestinya diperbaiki. Cleo—Cleopatra.

"Kita pernah bertemu sebelumnya. "bukan itu. Kebun kami hampir saling membelakangi satu sama lain. Gangguan seperti itu tak dapat lagi ditahannya. Dan Anda tidak akan percaya. Inspektur Hardcastle segera bangkit berdiri. Hemming bahwa Colin berbicara di luar peranannya sebagai seorang sersan polisi. "Oh." Dia memandang kedua tamunya ganti-berganti. Matanya masih tetap terarah pada hewan-hewan kesayangannya. "Sesungguhnya. Hemming. tetapi saya curiga." "Memalukan. Hemming. Dengan cara yang sama kucing-kucing Anda semuanya sedang berkumpul mengitari teman saya yang terus-terang tidak peduli pada kucing. Si kecil yang malang. Hemming menggantinya dengan seekor kucing Persia kelabu yang bertampang linglung. dan beberapa macrocarpas vang agak suram. Lagi pula." kata Mrs. Segalanya yang Anda inginkan. berhenti dengan ragu-ragu di tengah-tengah kebun belakangnya. Kucing itu mengibaskan ekornya dengan lembut. kalau Anda keluar. Mr." "Begitu. "Saya sangat tertarik pada kucing. Ada rumput-rumput liar. Saya mendesak supaya barang itu disita saja." "Sebelah? Anda maksud anjing Mr. Saya mencoba membujuknya dengan sepiring ikan.r "Nah itu. tujuh iainnva di bawah sini. lima ekor di kamar saya. membelok ke kanan. Kucing-kucing ini manis-manis. Yang saya maksud adalah nomor 19 di mana seorang laki-laki ditemukan terbunuh kemarin. "Tetapi saya kira hanya ada satu orang yang tinggal di rumah itu.a datang untuk dibunuh." yang ini ditujukan pada seekor kucing Persia lainnya yang sedang duduk di atas meja di samping sebuah lampu porselen. Betapa anehnya. "Kalau boleh saya bertanya. memandangnya dengan penuh gairah dan mencengkeramkan cakar-cakar-nva kuat-kuat dengan gaya mengais-ngais. Mrs. dia turun sendiri dan mengikuti saya masuk." kata Colin. Hemming memandangnya de ngan sedikit kaget. Saya harus menyerah akhirnya dan kembali ke rumah. Hemming. bukan?" Seekor kucing Persia kelabu yang tampan meletakkan kedua belah kakinya pada lutut Inspektur Hardcastle. saya percaya. Mrs. Dia memimpin jalan ke luar ruangan itu. atau mereka pernah memilikinya. Hemming. dengan minat yang sopan. Sepertinya inspektur itu adalah sebuah bantalan jarum. "Mereka selalu tahu. semak-semak yang menggerombol dan tidak dipangkas dan banyak sekali tanaman laurel dari varietas yang berbintik-bintik. Mereka tinggal di bagian selatan Crescent ini." "Ini tidak ada hubungannya dengan kucing. "Sava dapat melihat kebun belakang Anda. "Oh. Dua anak laki-laki Mrs. baik dia maupun Hardcastle hanya membuang-buang waktu saja di sini. Hemming hanya bergumam lirih. . seorang wanita buta." Mrs.— er—er. maka tidak ada tanda apa pun yang muncul di wajahnya. Mereka memasang perangkap dan bersembunyi. Apa yang baiu Anda katakan tadi menggambarkan dengan sempurna pola dari tingkah laku kucing dan peraturan-peraturan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri." katanya. "Tolong tutup pintunya. Tanaman laurel. Pada musim panas mereka melempar buah-buah apel." kata Colin pada si kucing oranye dan menambahkan. tidak tahan lagi untuk tidak berbicara. "Saya tidak akan menyembunyikan apa-apa. Mungkin Anda sudah mendengarnya. masuk ke Albany Road dan terus ke kanan lagi sepanjang bagian lain Wilbraham Crescent. Mereka memiliki sebuah katapel. pepohonan. mereka tidak akan memperhatikan saya meskipun saya senang pada mereka. menyela pembicaraannya." kata Hardcastle. Nyonya." BAB 9 MEREKA mengendarai mobil sepanjang Wilbra-ham Crescent." Colin menyeringai kecil. Hardcastle dan Colin mengikutinya. Mereka diberi makan ikan yang terbaik yang saya masak sendiri. Anda tahu. Yaitu sekitar jam setengah dua sampai setengah empat?" "Oli ya. masih iagu-ragu. saya rasa saya tidak melihat ke luar jendela depan." "Dan Anda tidak memperhatikan segala kegiatan di sebelah? Mobil polisi—ambulans—hal-hal seperti itu?" "Yah. Diana Lodge dapat digambarkan sebagai sebuah rumah yang terisolir. Ramsay. Dari sudut pandang penghuni-penghuninya. bukan. "Saya berharap. tempat tidur mereka. kemudian menyisir dan merawat mereka. "Hari ini anginnya keras dan saya tidak mau semua sayangku masuk angin. ya?" kata Mrs. "d." . kata Anda?" kata Mrs. sehingga kebun belakang Miss Pebmarsh hampir tidak terlihat." kata Hardcastle. "Nomor 19." Dia berjalan menuju ujung gang dan membuka sebuah pintu samping. ada ahak-anak nakal itu— betul-betul tidak aman membiarkan makhluk-makhluk manis itu berkeliaran di kebun sendirian. mengusap-usap kupingnya dan kucing kelabu itu mendengkur keenakan. Menurut pendapat Colin. Mereka itu betul-betul pengacau. Colin menggaruknya. Hemming dari gang. tentu saja. "dan kau betul-betul cantik. Saya biasanya belanja lebih awal di pagi hari dan terus pulang supaya dapat menyiapkan makan siang untuk kesayangan saya.." kata Mrs. apakah Anda berada di rumah kemai in siang." Jika itu terpikirkan oleh Mrs. tentu. Si kucing oranye melepaskan gulungannya pada leher majikannya. adalah sebuah gambaran yang bagus. tentu. "Saya datang untuk membicarakan kejadian tidak enak yang terjadi di sebelah." kata Colin sambil berpikir-pikir. Saya dapat menunjukkan pada Anda makanan kucing. tetapi tidak lebih. dan semak-semak tumbuh berjajar begitu rapat. Saya pergi ke kebun belakang sebab Arabella hilang. Hemming bangkit. "dan saya telah mempelajari sifat-sifat alamiah kucing. sepertinya hendak mengecek kepercayaan mereka. baru saja saya masuk melalui pintu."Segala sesuatu yang Anda inginkan." kata Mrs. mungkin rumah itu tidak mempunyai tetangga. tetapi dia tetap takut. mengeraskan suaranya. Dia masih muda dan dia telah memanjat salah satu pohon dan saya takut dia tidak bisa turun." kata Colin. begitu." kata Colin. "Maaf?" Mrs. Joshua?" "Bukan. Kebun belakang kurang lebih mirip dengan yang di depan." "Orang y«ng terbunuh itu bukan penghuni rumah itu?'" kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak nakal?" tanva Hardcastle.

"Sederhana sebetulnya," kata Hardcastle. "Kalau kamu sudah tahu," kata Colin. "Nomor 61 memang membelakangi rumah Mrs. Hemming—tetapi salah satu sudutnya menyentuh nomor 19 dan itu cukup baik. Ini akan memberi kesempatan untuk melihat Mr. Bland. Omong-omong, dia tidak punya pembantu asing." "Yah, gugurlah sebuah teori yang indah." Mobil berhenti dan kedua laki-laki itu turun. "Nah, nah," kata Colin. "Sebuah kebun depan vang indah!" Kebun itu betul-betul merupakan model luar kota yang sempurna dalam bentuk mini. Ada bedeng-bedeng geranium dengan pinggiran lobelia. Ada begonia yang besar dan mengkilap, dan ada berbagai hiasan kebun yang dipajang di sana—katak, cendawan, orang cebol, dan peri dalam dongeng. "Aku yakin Mr. Bland pastilah seorang yang sangat terhormat," kata Colin gemetar. "Dia tidak mungkin memiliki ide-ide buruk kalau dia bukan orangnya." Dia menambahkan lagi ketika Hardcastle menekan bel, "Kau kira dia ada di rumah sepagi ini?" "Aku sudah menelepon," Hardcastle menjelaskan. "Menanyakan kalau dia ada waktu." Pada saat itu sebuah mobil pengangkut berhenti dan berbelok masuk garasi, yang jelas-jelas merupakan tambahan baru pada rumah itu. Mr. Josaiah Bland turun, membanting pintu dan berjala" menuju mereka. Orangnya tingginya sedang dengan kepala botak dan sepasang mata biru yang agak kecil. Penampilannya ramali dan hangat. "Inspektur Hardcastle? Silakan masuk." Dia membuka jalan menuju tuang duduk. Ruang itu menunjukkan beberapa bukti kemakmuran. Ada lampu-lampu hias yang mahal, sebuah meja tulis Empire, satu set hiasan perapian bercat emas yang berkilau-kilauan, sebuah bufet berisi hiasan-hiasan, dan sebuah jardiniere yang penuh bunga di jendela. Kursi-kursinya model mutakhir dan mempunyai lapisan yang mewah. "Silakan duduk," kata Mr. Bland hangat. "Rokok? Atau Anda tidak boleh merokok kalau lagi bertugas?" "Tidak, terima kasih," kata Hardcastle. "Tidak minum juga, saya kira?" kata Mr. Bland. "Ah, lebih baik begitu untuk kita berdua, saya kira. Sekarang ada apa? Urusan di nomor 19 bukan? Sudut-sudut kebun kami bergandengan, tetapi kami tidak dapat melihatnya dengan jelas, kecuali dari jendela di tingkat atas. Urusan yang luar biasa kelihatannya—paling tidak dari apa yang saya baca di koran lokal pagi ini- Saya senang menerima pesan Anda tadi. Suatu kesempatan untuk mendapat beberapa keterangan. Anda tidak akan mengira kabar burung macam apa yang tersiar! Ini membuat istri saya agak cemas—merasa ada seorang pembunuh yang bebas berkeliaran. Masalahnya adalah mereka membiarkan semua orang gila itu keluar dari rumah sakit jiwa sekarang ini. Mengirim mereka pulang ke rumah dengan catatan tidak melarikan diri atau apa pun istilahnya. Kemudian mereka membunuh orang lain dan mereka dijebloskan lagi ke rumah sakit. Dan seperti yang saya katakan, kabar burung! Maksud sava, Anda akan kaget bila mendengarnya dari wanita-wanita pekerja harian dan pengantar susu, atau tukang koran. Satu berkata dia dicekik dengan kabel, yang lain berkata dia telah ditikam. Orang lain lagi bilang dia dipukul dengan sebatang pipa timah. Bagaimanapun juga, dia seorang laki-laki, bukan? Maksud saya, bukan si wanita tua yang dibunuh bukan? Orang yang tak dikenal, begitu kata koran-koran." Mr. Bland akhirnya berhenti sama sekali. Hardcastle tersenyum dan berkata dengan suara mencela, "Yah, sebagai yang tak dikenal, dia memiliki sebuah kartu dan sebuah alamat di sakunya." "Cukup menarik juga ceritanya," kata Bland. "Tetapi Anda tahu bagaimana halnya dengan masyarakat. Saya tidak tahu siapa yang merencanakan ini semua." "Selagi kita membicarakan kotban tersebut,"kata Hardcastle, "mungkin Anda sudi melihat. Sekali lagi dikeluarkannya foto kepolisian itu. "Jadi ini dia orangnya?" kau Bland. "Dia kelihatan seperti orang biasa, bukan? Biasa seperti Anda dan saya. Saya kira saya tidak boleh menanyakan alasan mengapa dia mesti dibunuh?" "Terlalu pagi untuk mengatakannya," kata Hardcastle. "Yang ingin saya ketahui, Mr. Bland, adalah apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya yakin belum pernah. Saya lumayan baik dalam mengingat wajah." "Dia tidak mampir kemari dengan maksud-maksud tertentu—menjual polis asuransi atau —vacuum cleaner, atau mesin cuci, atau barang-barang lainnya?" "Tidak, tidak. Tentu saja tidak." "Kami mungkin harus bertanya pada istri Anda," kata Hardcastle. "Bagaimanapun juga, jika dia datang kemari, istri Andalah yang akan ditemuinya." "Ya, itu betul sekali. Saya tidak tahu, meskipun... Valerie tidak begitu sehat. Saya tidak ingin menyusahkannya. Maksud saya adalah, yah, saya kira ini fotonya ketika mati, bukan?" "Ya," kara Hardcasde, "itu betul. Tetapi itu sama sekali bukan foto yang mengerikan." "Memang bukan. Dikerjakan dengan sangat baik. Orang ini kelihatannya sedang tidur." "Kau membicarakan aku, Josaiah?" Sebuah pintu penghubung dengan ruangan lain terbuka dan seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tersebut. Dia, menurut Hardcastle, telah mendengarkan dengan penuh perhatian dari balik pintu. "Ah, kaukah itu, Sayangku," kata Bland. "Kupikir kau sedang tiduran. Ini istri saya, Detektif Inspektur Hardcastle." "Pembunuhan yang mengerikan itu," gumam Mrs. Bland. "Sungguh-sungguh membuat saya bergidik memikirkannya." Dia duduk di sofa sambil sedikit mengeluh. "Naikkan kakimu, Sayang," kata Bland. Mrs. Bland menurut. Dia adalah wanita berambut pirang, dengan suara sedih yang lirih. Dia kelihatan seperti kurang darah, dan mempunyai ciri-ciri seperti orang cacat yang menerima cacat nya dengan suatu kesenangan tertentu. Selama beberapa saat, dia mengingatkan Inspektur Hardcastle pada seseorang. Dia mencoba berpikir siapa, tetapi gagal. Suara yang lirih, agak sedih itu terus berkata. "Kesehatan saya tidak begitu baik, Inspektur Hardcastle, karenanya suami saya berusaha menghindarkan saya dari segala shock atau kecemasan. Saya sangat peka. Anda sedang membicarakan sebuah foto, saya kira, dari—dari orang yang terbunuh itu. Oh, betapa mengerikan kedengarannya. Saya tidak tahu apakah saya akan tahan melihatnya!" Mati karena melihatnya, sebetulnya, pikir Hardcastle. Dengan suara sedikit gusar, dia berkata, "Mungkin kalau begitu saya tidak perlu meminta Anda untuk melihatnya, Mrs. Bland. Tadinya saya berpikir mungkin Anda dapat menolong kami, kalau-kalau orang itu pernah mampir ke rumah Anda suatu ketika."

"Saya harus menunaikan kewajiban saya, bukan?" kata Mrs. Bland, dengan senyum keberanian yang manis. Dia mengulurkan tangannya. "Kaupikir kau mau menyusahkan dirimu sendiri, Val?" "Jangan tolol, Josaiah. Tentu saja aku harus melihatnya." Dia melihat foto itu dengan penuh minat dan, dalam pikiran inspektur itu, dengan sedikit kecewa. "Dia kelihatannya—sungguh, dia tidak seperti mati sama sekali," katanya. "Tidak sama sekali, kendati dia telah dibunuh. Apakah dia—dia tidak mungkin dicekik?" "Dia ditikam," kata inspektur itu. Mrs. Bland menutup matanya dan bergidik. "Oh, oh," katanya, "betapa mengerikan." "Anda tidak merasa pernah melihatnya, Mrs. Bland?" "Tidak," kata Mrs. Bland dengan penyangkalan yang jelas, "tidak, tidak, saya kira tidak. Apakah dia jenis orang yang—yang mampir ke rumah-rumah menjual barang-barang?" "Dia tampaknya seperti seorang agen asuransi," kata inspektur itu hati-hati. "Oh, begitu. Tidak, tidak ada orang seperti itu, saya yakin. Kau tidak pernah ingat saya menyebutkan hal seperti itu, bukan, Josaiah?" "Tidak ingat," kata Mr. Bland. "Apakah dia ada hubungannya dengan Miss Pebmarsh?" tanva Mrs. Bland. 'Tidak," kata inspektur itu, "dia adalah orang asing bagi Miss Pebmarsh." "Sangat aneh," kata Mrs. Bland. "Anda mengenal Miss Pebmarsh?" "Oh ya, maksud saya, kami mengenalnya sebagai tetangga, tentu saja. Dia kadang-kadang bertanya pada suami saya tentang kebun." "Anda seorang tukang kebun yang hebat," kata inspektur itu. "Ah, biasa-biasa saja," kata Bland membantah. "Tidak punya waktu. Tentu saja, saya tahu sedikit tentang berkebun. Tetapi saya punya seorang pekerja yang hebat—datang dua kali seminggu. Dia merawat kebun dan merapikannya. Saya berani taruhan, tidak ada kebun yang dapat menandingi kebun kami di sekitar sini, tetapi sava bukannya tukang kebun sungguhan seperti tetangga saya." "Mrs. Ramsay?" kata Hardcastle terkejut. "Bukan, bukan, lebih jauh lagi. 63. Mr. McNaughton. Dia hidup untuk kebunnya. Di situ terus sepanjang hari, dan gila pada pupuk. Betul, dia sangat membosankan kalau lagi ngomong soal pupuk—tapi saya rasa bukan itu yang hendak Anda bicarakan." "Pasti bukan," kata inspektur itu. "Saya cuma ingin tahu apakah seseorang—Anda atau istri Anda, misalnya—ada di kebun kemarin. Bagaimanapun juga, seperti kata Anda, salah satu sudutnya menyentuh batas nomor 19 dan ada kemungkinan Anda melihat sesuatu yang menarik kemarin—atau mendengar sesuatu, mungkin?" "Tengah hari, bukan? Ketika pembunuhan itu terjadi, maksud saya." "Waktu yang relevan adalah antara jam satu sampai jam tiga." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya tidak melihat banyak. Saya ada di sini. Begitu juga Valerie. Kami sedang makan siang, dan ruang makan kami menghadap ke jalan. Kami tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di kebun." "Jam berapa Anda makan?" "Jam satu atau sekitar itu. Kadang-kadang setengah dua." "Dan Anda tidak pergi ke luar ke kebun sama sekali sesudahnya?" Bland menggelengkan kepalanya. "Sesungguhnya," katanya, "istri sava selalu naik ke loteng untuk beristirahat sesudah makan siang dan, jika tidak terlalu sibuk, saya berbaring-baring sebentar di kursi di sana. Saya mestinya meninggalkan rumah sekitar—oh, saya rasa jam tiga kurang seperempat, tetapi sayangnva saya tidak ke kebun sama sekali." "Oh, sudahlah," kata Hardcastle mengeluh, "kami harus menanyai setiap orang." "Tentu, tentu. Saya harap saya dapat lebih ban vak membantu." "Anda memiliki tempat tinggal yang bagus," kata inspektur itu. "Tidak ada uang yang dihamburkan, saya rasa." Bland tertawa riang. "Ah, ya, kami menyukai barang-barang yang bagus. Istri saya punya selera tinggi. Kami mendapat keberuntungan tahun lalu. Istri saya memperoleh sejumlah uang dari pamannya. Dia tidak pernah melihat pamannya selama dua puluh lima tahun. Cukup mengejutkan! Itu membuat sedikit perbedaan bagi kami, Anda tahu. Kami mampu membiayai diri kami dengan baik dan kami merencanakan untuk bepergian dengan kapal-kapal pesiar di tahun-tahun mendatang. Sangat terpelajar katanva, saya dengai. Yunani dan semuanya. Banyak profesor memberi kuliah di dalam kapal. YahT tentu saja, saya adalah orang yang mandiri dan saya tidak punya banyak waktu untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya akan te> tarik. Orang yang pergi menggali ke Troya, dulunya adalah seorang pemilik warung makanan. Sangat romantis. Saya mengakui bahwa sava senang pergi ke negara-negara asing—kendati tidak sering saya lakukan— sua^u kesempatan berakhir pekan di Paris, hanya itu. Saya terbujuk dengan ide untuk menjual semuanya di sini dan pergi untuk hidup di Spanyol atau Portugis atau bahkan di Hindia Barat. Banyak orang melakukannya. Menghemat pajak dan lain-lainnya. Tetapi istri saya tidak menyetujui ide itu." "Saya senang bepergian, tetapi saya tidak kepingin hidup di luar Inggris," kata Mrs. Bland. "Teman-teman kami tinggal di sini— dan saudara perempuan saya juga tinggal di sini, dan setiap orang mengenal kami. Jika kami ke luar negeri, kami jadi orang asing. Dan—lagi pula kami mempunyai dokter yang sangat baik di sini. Dia sungguh-sungguh mengerti kesehatan saya. Saya tidak akan peduli sama sekali dengan dokter asing. Saya tidak akan mempercayainya." "Kita lihat saja," kata Mr. Bland riang. "Kita pergi pesiar dan kau akan jatuh cinta pada Kepulauan Yunani." Mrs. Bland memandangnva seperti mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. "Mungkin ada juga dokter Inggris yang bermutu di luar negeri," kata Mrs. Bland ragu-ragu. "Tentu saja," kata suaminya: Dia menemani Hardcastle dan Colin sampai di pintu depan, mengulangi sekali lagi betapa menyesalnya dia karena tidak dapat membantu mereka. "Yah," kata Hardcasde. "Bagaimana pendapat-mu tentang dia?" "Aku tidak mau membiarkan dia membangun rumahku," kata Colin. 'Tetapi seorang kontraktor yang sedikit licik bukanlah yang kukejar. Aku mencari seseorang yang penuh pengabdian. Dan sebagai tanggapan pada kasus pembunuhanmu, kau mendapat jenis

pembunuhan yang salah. Sekarang jika Bland memberi istrinya arsenik atau menceburkannya ke Laut Aegea dengan maksud untuk mewarisi uangnya, dan menikah dengan seorang gadis pirang yang cantik-—" "Akan kita urus kalau itu benar-benar terjadi," kata Inspektur Hardcastle. "Sementara ini kita harus terus dengan pembunuhan

ini"

BAB 10
Di WILBRAHAM CRESCENT NO. 62, Mrs. Ramsay berkata pada dirinya sendiri untuk menghibur hati, "Dua hari lagi. Tinggal dua hari." Disibakkannya beberapa helai rambut basah yang menutupi dahinya. Sebuah bunyi pecah yang hebat terdengar dari dapur. Mrs. Ramsay merasa sangat segan untuk pergi dan melihat apa yang terjadi. Jika saja dia dapat berpura-pura bahwa tidak ada yang pecah. Oh, oh —tinggal dua hari. Dia berjalan ke seberang gang, mendorong pintu dapur dan berkata dengan suara yang jauh dari marah dibandingkan suaranya tiga minggu yang lalu, "Sekarang apa yang telah kalian lakukan?" "Maaf, Bu," kata anak laki-lakinya, Bill. "Kami sedang main bowling dengan kaleng-kaleng ini dan entah bagaimana kaleng-kaleng itu menggelinding ke bawah lemari porselen." "Kami tidak bermaksud demikian," kata adiknya, Ted, menguatkan. "Yah, pungudah benda-benda itu dan letakkan kembali dalam lemari. Kemudian sapulah pecahan-pecahan porselen dan buang ke tong sampah." "Oh, Bu, jangan sekarang dong." "Ya, sekarang," "Ted dapat melakukannya," kata Bill. "Enaknya," kata Ted. "Selalu menyuruh aku. Aku tidak mau melakukannya kalau kamu tidak mau." "Taruhan, kamu pasti mau." "Taruhan, aku tidak akan mau." "Kupaksa kau." "Yahhf" Anak-anak itu bergulat dengan seru. Tcd dipaksa telungkup di bawah meja dapur dan semangkuk telur bergoyang-goyang mengkhawatirkan. "Oh, keluar dari dapur!" teriak Mrs. Ramsay. Dia mendorong kedua anaknya ke luar melalui pintu dapur dan menutupnya. Sudah itu dia mulai memunguti kaleng-kaleng serta menyapu pecahan-pecahan porselen tersebut. Dua hari lagi, pikirnya, dan mereka akan kembali ke sekolah! Betapa menyenangkan, betapa tenteramnya bagi seorang ibu! Dia ingat samar-samar ucapan jahat dari seorang penulis wanita. Hanya ada enam hari gembira dalam setahun bagi seorang wanita. Hari pertama dan hari terakhir acara liburan. Memang betul, pikir Mrs. Ramsay sambil menyapu kepingan-kepingan peralatan makannya yang terbaik. Betapa senang dan gembiranya dia ketika mengharapkan kedatangan anak-anaknya lima minggu yang lalu! Dan sekarang? "Besok," dia mengulangi lagi bagi dirinya sendiri, "besok Bill dan Ted akan kembali ke sekolah. Aku hampir tidak percaya. Aku tidak sabar lagi!" Betapa tenteramnya lima minggu vang lalu ketika dia menjemput mereka di stasiun. Gejolak dan rasa sayang mereka waktu pulang. Cara mereka menghambur ke seluruh pelosok rumah dan kebun. Sebuah kue khusus dipanggang untuk teman minum teh. Dan sekarang—apa yang dia harapkan sekarang? Suatu hari yang betul-betul tenang. Tidak perlu menyiapkan makanan yang banyak, tidak perlu terus-terusan membersihkan. Dia mencintai anak-anaknya—mereka anak-anak yang baik, itu tidak perlu diragukan. Dia bangga dengan mereka. Tetapi mereka juga meletihkan. Nafsu makan mereka, vitalitas mereka, suara ribut yang mereka buat. Pada saat itu, teriakan-teriakan mereka mengeras. Dia menoleh terkejut. Tidak apa-apa. Mereka cuma pergi ke kebun. Itu lebih baik, lebih banyak ruang gerak bagi mereka di kebun. Mereka mungkin mengganggu para tetangga. Dia harap mereka tidak mengganggu kucing-kucing Mrs. Hemming lagi. Tidak, itu harus diakui, bukan demi kebaikan kucing-kucing itu, tetapi karena kawat berduri yang mengelilingi kebun Mrs. Hemming dapat merobek celana pendek mereka. Dia melirik ke arah kotak obat yang terletak di atas meja. Bukannya dia terlalu cerewet menanggapi kenakalan-kenakalan alami anak-anak penuh vitalitas itu. Kenyataannya peringatan pertamanya yang tidak dapat dielakkan adalah, "Nah, bukankah sudah kukatakan beratus-ratus kali, kau tidak boleh meneteskan darah di ruang tamu! Segeralah ke dapur dan teteskan di sana, karena aku dapat menghapusnya dari lantai linoleum." Sebuah teriakan hebat dari luar terhenti tiba-tiba, diikuti dengan kesunyian yang begitu mencekam, sehingga Mrs. Ramsay malah merasa waswas. Sungguh, kesunyian itu sangat tidak alami. Dia berdiri bingung dengan papan pe-nyerok berisi pecahan-pecahan porselen di tangannya. Pintu dapur terbuka dan Bill berdiri di sana. Sebuah ekspresi kegairahan yang amat besar dan sangat tidak wajar menghiasi wajah yang baru berumur sebelas tahun itu. "Bu," katanya, "ada seorang detektif inspektur di sini dan ada seorang laki-laki lain bersamanya." "Oh," kata Mrs. Ramsay lega. "Dia mau apa, Savang?" "Dia mau ketemu Ibu," kata Bill, "tapi kupikir itu pasti ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Ibu tahu, di rumah Miss Pebmarsh kemarin." "Aku tidak mengerti kenapa dia harus datang dan menemuiku," kata Mrs. Ramsay, dengan suara sedikit bingung. Hidup ini selalu berkesinambungan, pikirnya. Bagaimana dia bisa memperoleh kentang yang bagus untuk memasak rebusan ala Irlandia, jika detektif inspektur itu datang pada saat seperti ini? "Oh, biailah," katanya mengeluh. "Kukira lebih baik dia kutemui." Dia melemparkan pecahan-pecahan porselen itu ke dalam tong sampah di bawah bak cuci, mencuci tangannya di bawah keran air, merapikan rambutnya dan siap untuk mengikuti Bill, yang berkata tidak sabar, "Oh, ayolah, Bu/" Mrs. Ramsay dengan Bill rapat di sampingnya, masuk ke ruang duduk. Dua orang laki-laki berdiri di sana. Anak bungsunya, Ted, menemani mereka, menatap mereka dengan mata terbelalak kagum. "Mrs. Ramsay?" "Selamat pagi." "Saya kira anak-anak muda ini telah mengatakan pada Anda bahwa saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Sungguh sangat tidak menyenangkan," kata Mrs. Ramsay. "Pagi ini sangat tidak menyenangkan. Saya sibuk sekali. Apakah ini akan memakan waktu lama?" * "Sama sekali tidak," kata Detektif Inspektur Hardcastle meyakinkan. "Boleh kami duduk?"

"Oh, ya, silakan, silakan." Mrs. Ramsay duduk di kursi bet sandaran tegak dan memandang mereka dengan tidak sabar. Dia curiga bahwa ini akan memakan waktu lama. "Kalian berdua tidak perlu tetap di sini," kata Hardcastle pada anak-anak itu dengan ramah. "Au, kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami tidak akan pergi," ulang Ted. "Kami mau mendengar semuanya," kata Bill. "Tentu saja,"' kata Ted. "Apakah darahnya banyak?" tanya Bill. "Apakah itu perampokan?" kata Ted. "Diam, Anak-anak," kata Mrs. Ramsay. "Tidakkah kalian dengar—Mr. Hardcastle berkata bahwa beliau tidak menginginkan kalian di sini5" "Kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami mau mendengar." Hardcastle berjalan menuju pintu dan membukanya Dia menatap anak-anak itu. "Keluar," katanya. Hanya satu kata saja dan diucapkan dengan pelan, tetapi di baliknya terdapat suatu kualitas kewibawaan. Tanpa berkata apa-apa lagi anak-anak itu bangkit, menggeserkan kaki-kaki mereka dan bergerak ke luar ruangan. Mengagumkan, pikir Mrs. Ramsay penuh penghargaan. Ah, mengapa aku tidak bisa sepeiti itu? Tetapi,tentu saja, dia mempertimbangkan, dia adalah ibu anak-anak itu. Dia tahu bahwa anak-anak laki-laki, ketika mereka keluar, mempunyai tingkah laku yang sama sekali berbeda daripada jika mereka di rumah. Selalu saja para ibu yang mendapat tidak enaknya. Tetapi mungkin, dia mempertimbangkan, orang lebih suka demikian. Memiliki anak-anak laki-laki yang manis, diam, sopan, penuh perhatian di rumah, dan berubah menjadi berandal-berandal kecil di luar, yang menciptakan alasan-alasan yang tidak masuk akal bagi diri mereka sendiri, adalah lebih buruk—ya, itu lebih buruk. Dia teringat akan apa yang diharapkan dari padanya, ketika Inspektur Hardcastle datang kembali dan duduk lagi. "Jika ini tentang kejadian di nomor 19 kemarin," katanya dengan cemas, "saya sungguh tidak tahu apa yang dapat saya katakan pada Anda, Inspektur. Saya tidak tahu apa-apa. Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di sana." "Rumah itu didiami oleh Miss Pebmarsh. Dia buta dan bekerja di Institut Aaronberg." "Oh, begitu," kata Mrs. Ramsay. "Saya khawatir saya hampir tidak mengenal siapa pun di Crescent bernomor kecil." "Apakah Anda berada di sini kemarin antara jam setengah dua dan jam tiga?" "Oh, ya," kata Mrs. Ramsay. "Saya harus masak untuk makan malam dan lain-lain. Bagaimanapun juga saya pergi keluar sebelumnya. Saya mengajak anak-anak ke bioskop." Inspektur itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan mengulurkannya kepadanya. "Saya ingin tahu apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Mrs. Ramsay memandang foto itu dengan minat sedikit saja. "Tidak," katanya, "tidak, saya rasa tidak. Saya tidak yakin saya dapat mengingatnya kalau saya pernah melihatnya." "Dia tidak datang ke rumah ini pada suatu waktu—mencoba menjual polis asuransi pada Anda atau barang-barang lain seperti itu?" Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya dengan lebih yakin. 'Tidak. Tidak, saya yakin tidak." "Namanya, kami mempunyai alasan tertentu untuk mempercayainya, adalah Curry. Mr. R. Curry." Inspektur Hardcastle mengamat-amannya. Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya lagi. "Saya khawatir," katanya minta maaf, "saya sungguh-sungguh tidak mempunyai waktu untuk melihat atau memperhatikan apa pun selama anak-anak libur." "Itu selalu merupakan masa yang sibuk, bukan?" kata inspektur itu. "Anda memiliki anak-anak yang hebat. Penuh gairah hidup dan semangat. Agak terlalu bersemangat kadang-kadang." Mrs. Ramsay tersenyum. "Ya," katanya, "memang sedikit capek, tetapi mereka sebenarnya adalah anak anak yang sangat baik." "Saya yakin itu," kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak baik, kedua-duanya. Sangat cerdas, saya kira. Saya akan bercakap-cakap dengan mereka sebelum saya pergi, jika Anda tidak keberatan. Anak-anak laki-laki memperhatikan hal-hal yang kadang-kadang tidak diperhatikan oleh anggota keluarga lainnya." "Saya tidak begitu mengerti bagaimana mereka bisa memperhatikan sesuatu," kata Mrs. Ramsay. "Kami bukan tetangganya." "Tetapi kebun belakang Anda saling membelakangi." "Ya, memang begitu," kata Mrs. Ramsav. "Tetapi letaknya cukup terpisah." "Anda mengenal Mrs. Hemming di nomor 20?" "Yah, dapat dikatakan begitu," kata Mrs. Ramsay, "oleh karena kucing-kucingnya dan hal-hal lainnya." "Anda suka kucing?" "Oh, tidak," kata Mrs. Ramsav, "bukan begitu. Maksud saya keluhan-keluhan." "Oh, begitu. Keluhan-keluhan. Tentang apa?" Mrs. Ramsav merah mukanya. "Masalahnya adalah," katanya, "kalau orang memelihara kucing dengan cara seperti itu—dia punya empat belas—dia akan mutlak tergila-gila pada makhluk-makhluk itu. Dan itu semua adalah omong kosong. Saya suka kucing. Kami dulu memiliki seekor kucing betina. Sangat pandai menangkap tikus. Tetapi segala keributan yang ditimbulkan wanita itu, memasak makanan khusus—hampir-hampir tidak pernah membiarkan makhluk-makhluk malang itu menikmati kehidupan mereka sendiri. Tentu saja kucing-kucing itu selalu mencoba minggat. Saya juga akan begitu kalau saya jadi kucingnya. Dan anak-anak itu sesungguhnya sangat baik, mereka tidak akan menyiksa kucing dengan cara apa pun. Apa yang saya katakan adalah kucing dapat memelihara dirinya sendiri dengan sangat baik. Mereka adalah hewan yang memiliki akal, kalau saja mereka diperlakukan dengan masuk akal." "Saya yakin Anda benar»" kata Inspektur Hardcastle. "Anda mestinya sangat sibuk," lanjutnya, "membuat anak-anak Anda merasa gembira dan memberi mereka makan selama liburan. Kapan mereka kembali ke sekolah?" "Lusa," kata Mrs. Ramsav. "Mudah-mudahan Anda dapat beristirahat setelah itu."

"Itu memang agak—sulit. "Aupair. "Tidak seperti katapel. Kadang-kadang rel-rel dan halaman-halaman stasiun dan semuanya disusun melintasi gang dan masuk ke ruangan lain. "Jika kami ada di atas kemarin. Ada sebuah lubang di antara kawat berduri di sana. "Sebaliknya." katanya. "kebun kami ini tidak luas. Anak-anak itu saling memandang. datang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga di sini dengan imbalan dapat belajar Inggris." "Bukan begitu.. "Saya rasa kalian melakukan perburuan kecil-kecilan untuk mencari jejak sejak ada pembunuhan itu?" kata Hardcastle. bolak-balik saja." kata Bill merendah. itu. model-model pesawat terbang. Dia cukup baik." kata Ted." Hardcastle bangkit berdiri." "Dia sedang bepergian sekarang. 62 agar kelihatan teratur. Dia melemparkan bola kembali kepada kami suatu kali." kata Ted. "dan kemudian Mrs. "Dia buta. bukan?" kata Colin." "Kalian dapat melihat rumahnya dengan jelas. dan bentuk-bentuk lain dari ilmu pengetahuan modern tergeletak di sana.*' kata Bill." kata Mrs. Terus sedikit ke kanan Anda dapat mendorong semaksemak itu dan masuk ke kebun Mrs. Ramsay. dan melihat ke luar. kami mungkin melihat sesuatu. kadang-kadang. "Orang laki-laki seperti anak-anak juga. atau melihat apaapa." kata Ted." "Betul. bukan?" "Ya—dia harus ke Swedia pada awal Agustus." kata Mrs. yang selama ini diam-diam mencatat." Dia mengeluh. senapan luar angkasa. Tidak perlu berjalan dengan tongkat atau benda-benda seperti itu." Dia menggelengkan kepalanya." katanya membela diri. bukan?" kata Inspektur Hardcastle. Sayangnya dia harus pergi waktu itu—pada awal liburan lagi." kata Ted. Dia sangat pandai menangani anak-anak. "Kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih banyak lagi. Di sebelahnya ada sebatang pohon pir." Bill menjelaskan." kata Ted sedih."Maksud saya. dari mana bagian belakang kebun Miss Pebmarsh terlihat jelas. Colin memandangnya tajam. Saya tidak sesering dia pergi ke luar negeri." kata Colin." "Saya kira kalian juga biasa main katapel. "Kalian pernah menerobos pagarnya?" "Tidak melalui kawat duri itu. Tapi kami tidak melakukannya. "Tentu saja. "Jeritan-jeritan seram/* "Kalian mengenal Miss Pebmarsh. "Tetapi masih lebih baik. yah. > "Itu yang kalian lakukan. "Saya tidak pernah tahu kalau pohon pir perlu disirami. "Itu nomor 19 yang ada pembunuhannya. Anda dapat masuk melalui pagar—ke dalam kebun Miss Pebmarsh.'* "Kami pergi ke bioskop. ya. Mrs. "itu tidak melukai mereka." katanya. Pada satu sisi ada bedeng-bedeng bunga dahlia dan bunga daisy Michaelmas. Jalan-jalan setapak yang ada sangat perlu dirapikan. Kemudian ada sebuah lapangan rumput kecil yang tidak rapi pangkasannya. taruhan kalian pasti menerobos pagar dan masuk ke kebun nomor 19 dan mencari-cari dengan sepuas hati." kata Colin. menunjuk ke sela di antara pohon apel dan pohon pir. Hemming. "Kapan dia pulang. Sungguh tidak." "Kalau kami ada di sini sore itu." Colin sedang menjelajahi sejalur selang air yang terpasang pada sebuah keran air di dalam rumah. "Tapi kalian kadang-kadang masuk ke kebunnya. Dia lebih suka main kereta api listrik daripada anak-anak. Tolol?" kata Bill." "Kalian tidak melihatnya sama sekali kemarin?" Anak-anak itu menggelengkan kepala. "Ketika kalian kembali dari bioskop dan mendengar apa yang telah terjadi. Ramsay?" "Saya tidak pernah tahu. kalian betul-betul senang bermain-main dengan selang air itu. Dia seorang insinyur bangunan. "Mungkin anak-anak Anda dapat menunjukkan kebun pada kami?" Bill dan Ted sedang menunggu di gang dan segera menyambut usul tersebut. kami mungkin mendengar jeritan-jeritan. mengejutkannya sedikit dengan berbicara. Hemming datang kemari dan mengadu?" "Dia selalu mengadu." Dia memandang kedua anak itu dan tiba-tiba menyeringai. wanita pemilik rumah itu?" Anak-anak itu saling memandang. Walau begitu kami tidak mendengar apa-apa." kata Bill. saya ingin bermalas-malasan. "Kami tidak pernah menjepret apa pun." kata Bill. Selang itu terjulur sepanjang jalan setapak kebun dan berhenti di sebuah sudut dekat pohon pir itu. "Dia biasanya pergi ke kebun sesudah minum teh. "meskipun saya selalu merasa bahwa orang asing itu sulit." "Bagaimanapun juga. Sulit untuk tidak tersandung." kata Bill. Apakah kalian berada di kebun kemarin?" "Oh. 'Tidak begitu berguna. bukan?" Kedua anak itu menggeser-geserkan kaki mereka di tanah dan memandang ke semua arah kecuali ke arah Colin.. dari jendela loteng. mempertimbangkan. . "jika kalian memanjat pohon ini. Ramsay. Orang laki-laki muda satunya.." "Yah—" Bill berhenti waspada. "Kalian bisa menyemprotkan air untuk mempermainkan seekor kucing." kata Tcd tanpa sadar. Dia selalu ke luar." Suaranya bergetar. Suami saya menertawakan saya. "Anda mestinya memakai satu dari gadis-gadis asing itu." kata Bill. Tetapi tentu saja dia lebih tahu tentang itu daripada saya. Dia kelihatan sedikit malu. kemudian mengangguk. kelihatannya sedikit aus. Di ujung kebun ada sebatang pohon apel merah yang bagus. saya rasa." katanya penuh pengertian. "Sepanjang pagi. "Kami tidak akan melihatnya di pagi hari. "Oh. Ramsay." "Saya rasa saya bisa mencobanya.'* Ada sedikit usaha untuk merawat kebun di Wilbraham Crescent No." "Kamu nggak bisa diam ya. "Au. "tetapi dia dapat berjalan-jalan mengitari kebunnya dengan baik. betul nggak? Bagaimana kalian melakukannya?" "Yah. Mrs. "Itu dia. "Apakah ada sidik jari?" tanya Bill. begitu kan sebutannya.

" Terdengar bunyi bergegas vang pelan dari loteng dan kata-kata." "Dia wanita yang baik. Aduh." Hardcasde menggelengkan kepalanya." "Tentunya orang yang kaucari tidak akan merepotkan diri dengan seorang istri dan dua anak laki-laki. Ted kembali. aku harus keluar darinya suatu hari. "Ya—dan tidak begitu bahagia. "Saya ambil ini." katanya. "Pembantu asing akhirnya. Standar-standar menjadi kacau." "Kupikir lebih dari itu." kata Hardcastle ragu-ragu. dan sebuah gunting yang tinggal separo. kau tahu." kata Colin." "Apa yang kauketahui tentang McNaughton?" "Tidak banyak—mereka datang kemari sekitar setahun yang lalu. "Kau hidup dalam dunia yang aneh. "Mrs." kata Colin. "Ya. Ruang itu kosong." kata inspektur itu serius. Saya suiuh mereka menunggu di mang duduk.. "Saya cukup mengerti. McNaughton ada. "Kebunnva sedikit menyentuh nomor 19—sama seperti Bland.. yang penuh semangat dan memungut pecahan kaca tersebut." katanya.. Ramsay dan melengkapi latar belakangnya." Kemudian terdengar bunyi derap Itaki dan akhirnya Mi s. Sepasang suami istri setengah baya—pensiunan dosen. McNajughton memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang mengandung kecemasan. sebuah garpu yang sudah berkarat. "Mrs." kata wanita muda itu." "Lebih baik kita ke McNaughton. "Maksudku bukan hidup dalam desa. "Dia ada di loteng. sebuah pecahan porselen dengan pola pohon willow. Colin. sekeping uang logam. "Sebuah temuan yang menarik. Dia mundur selangkah-dua langkah." kata Hardcastle." kata Hardcastle. Maksudku dia setuju untuk menjadi Mrs. Dia memaklumi wajah-wajah anak-anak itu. Istrinya berkata dia seorang insinyur bangunan. sudahlah—mari kita teruskan urusan ini. itu saja." Dia memimpin mereka menuju ruang duduk yang menghadap ke kebun belakang. Setengah dari orang-orang ini bekerja untuk kedua belah pihak dan akhirnya mereka sendiri tidak tahu di pihak mana mereka sebenarnya berada. yang kini tidak riang lagi. Ada apa. Ada sebuah pegangan cangkir." Bill mengakui. Semuanya sangat patriotis. Ted berlari mematuhi perintahnya. sebuah gesper baju." Di kebun depan ada semak-semak mawar dan sebuah bedeng bunga krokus musim gugur di bawah jendela. "Bukan Inggris.. Anak-anak selalu melelahkan. dan memandang Hardcastle seolah-olah dia adalah Fiend yang hidup kembali. "Ada apa dengan dia?" "Aku menyukai bunyinya. "Mrs. Dia akan melakukan pekerjaan mata-mata. Gretel?" "Ada polisi—dua polisi. Jika memang begitu—er— sava akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menunjukkan koleksi kalian pada saya." Sebuah suara di kejauhan menjawabnya. sebuah sekop yang patah." kata Ted." kata wanita muda itu. "Ya." kata Hardcastle. Dia sekarang berkebun. "Bukan Inggris. Hardcastle membukanya. katakan pada pihak kita." kata Hardcastle serius. Banyak yang mengecewakan/* Bill kelihatan lega. Kupikir. Dia berkelana di luar negeri—secara mendadak." dan mengulurkan kartunya. memang. "Ambilkan Ted. McNaughton. Mungkin ada hubungannya dengan sesuatu." "Aku tidak setuju kalau dia termasuk tipe yang begitu. "Bukan. berhenti sebentar di pintu gerbang nomor 63. "Anda ingin?-Ya?" Hardcastle bergumam." Colin memungut uang logam tersebut dan memeriksanya. "Kebanyakan pekerjaan polisi seperti itu." kata inspektur itu. "Jangan bilang apa-apa tentang hal ini pada siapa pun. ada apa lagi. Menurut Hardcasde ." kata Hardcastle. "Aduh." usulnva. kurasa. "Kami mungkin harus mengambil ini juga."Bisa jadi. itu saja. tetapi kelihatannya hanya itu saja yang diketahuinya tentang suaminya.. Orang mulai lupa apa adalah apa dan siapa adalah siapa. sepotong kaca yang berwarna-warni. Seorang janda miskin dengan dua orang anak bisa saja diajak untuk membuat penyamaran itu. "kalian justru menemukan sesuatu yang tidak terlihat oleh kami. BAB 1 1 "Ramsay" kata Colin sambil berpikir. Dia keluar ke gang dan memanggil-manggil. Dia mengulurkan sebuah buntal-an sapu tangan dekil yang sudah pudar-warnanya." "Capek." Bill membuat keputusan. "Kau tak pernah tahu. "Kau akan kaget dengan penyamaran yang mereka lakukan. Bung. dengan masing-masing anak berdiri di sampingnya." Dia memandang Hardcastle yang ada di depannya. "Kami hanya—sekadar berpura-pura. Seorang wanita yang periang dengan baju bercorak bunga-bunga cerah membukakan pintu dan berkata. McNaughton." kata Hardcastle dengan gaya mengajak mereka bersekutu. Anak-anak itu berjanji sepenuh hati kalau mereka tidak akan melakukannya. Dia bisa membuat wanita itu bertekuk lutut. "Polisi. "Saya kira temuan kami tidak begitu baik. dan menyebarkan isinya." Dia memandang Hardcasde cemas.McNaughton—Mis. Oh.

Bukan orang itu. Mrs. Bland." "Tetangga Anda berkata Anda sangat suka berkebun. membuat suara-suara ribut seperti kapal luar angkasa. "Mereka datang sehubungan dengan pembunuhan di rumah Miss Pebmarsh. Inspektur—apa tadi—Hardcastle—oh. atau roket-roket. Tetapi kita sering membaca hal-hal seperti itu sekarang ini. Angus sedang menanam beberapa umbi bunga.kecemasan sudah biasa membayangi wajah Mrs." kata Hardcastle." katanya. Nah. "Tetapi kapan tepatnya saya melihatnya saya tidak ingat. saya rasa. "Semuanya kelihatan begitu luar biasa." Dia memimpin jalan melalui sebuah pintu samping dan masuk ke kebun. bukan polis asuransi. McNaughton. Angus. saya pikir ini berhubungan dengan pembunuhan ku. Saya tidak mau menemui dia dan dia keluar dan meresahkan suami saya di kebun depan. saya tidak begitu yakin. "Saya hampir yakin saya pernah melihatnya." "Polis asuransi mungkin?" "Bukan. Hardcastle mengeluh. ya?" **Yah. Waktu yang aneh untuk datang dan merampok sebuah rumah. kan. Bukan itu yang saya maksud dengan berkebun. McNaughton menatap foto tersebut dengan penuh minat. "Tangan sayra penuh tanah. Waktu yang tepat saya kira. Mereka memiliki foto orang itu. Mr. saya tetap yakin saya pernah melihat wajah ini sebelumnya. Ramsay?" "Bukan." katanya pada Hardcastle." Kemudian dia menjadi sedikit cerah. Dia menyibakkan'rambut keriting putihnya yang kurang rapi ke belakang. Tidak. McNaughton?" Mrs. betul-betul semuanya. Lewat sini. "Membuat bedeng-bedeng tanah." kata Mrs. Bukan. Urusan kemarin itu. tidak kemarin" karan\a. Betul-betul menakutkan. "Siapa yang bilang pada Anda kalau—bukan Mrs. McNaughton?" Mrs. serta benda-benda yang harus dibersihkan di musim semi. Semua terjadi di siang bolong. "Saya belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya." kata Hardcastle. Saya ada di kebun waktu hal itu terjadi. "Tentu saja. dia ada di kebun. menjadi cerah. "Bland tidak tahu apa artinya berkebun. "Dia mengendarai sebuah mobil boks. Mrs. bukan? Maksud saya. McNaughton. itu saja yang dia lakukan. Ya. 'Tuan-tuan ini dari kepolisian. saya ada di sini ketika gadis itu menjerit. bukan?" kata Mrs." Dia menunjuk melalui jendela dan pada saat itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang mendorong sebuah gerobak dorong sepanjang jalan setapak. Kami betul-betul sudah terasuransi dalam segala hal. maksud sava. yang dapat membuat Anda tercengang atas kemampuan saya menanam mereka. "Apakah Anda pernah melihat orang ini." . Suami aya menangani semua urusan sepeiti itu." kata Mr. "aduh. Dia menggolongkan Mrs." kata Mrs McNaughton. Mr. "Aduh. Inspektur? Tentu saja. katanya. McNaughton memandangnya seperti seorang seniman memandang seseorang yang berkata mereka tidak tahu apa-apa tentang seni tetapi mereka tahu apa yang mereka sukai. Semakin lama dia memandang foto tersebut. Ya." "Saya kira saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pencinta kebun yang sejati. Tetapi sama saja. Semuanya. McNaughton. meskipun tampaknya dia mestinya tertarik." katanya lagi. melihatnya tetapi tentu saja mereka tidak pemah mengira kalau terjadi sesuatu di sana. saya rasa. bagaimana benda itu dengan cepat bisa membersihkan gorden-gorden. Maksud saya. 'Dapatkah benda itu menanam umbi bunga?' dan saya mesti mengakui bahwa saya tidak tahan untuk tidak tertawa sebab orang itu sangat terkejut dan langsung pergi. McNaughton sedikit kecewa. McNaughton. Mobil boks tukang roti." "Anakah dia ada di rumah?v "Oh. Anda tahu." "Dan Anda benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang ada di foto ini?" "Wah. tetapi Angus berkata bahwa itu suara anak-anak Mrs. saya sungguh-sungguh yakin saya mendengar seseorang menjerit kemarin. saya hampir pasti. bukan. "Saya kira sava telah membicarakan topik yang kurang menyenangkan." Angus McNaughton mendengus. yang datang kemai i minggu lalu dan bertanya pada kita kalau kita punya barang antik yang hendak dibuang?" "Coba kulihat." Sekali lagi Hardcastle mengeluarkan fotonva. McNaughton." "Oh. beberapa teman kami—mereka pergi makan siang dan sebuah mobil pengangkut mebel datang dan orang-orangnya masuk ke dalam rumah dan membawa pergi semua mebel yang ada. "Sava kira tidak. atau bom-bom atom. Ramsav yang menjengkelkan itu. Seluruh jalan. Yah. sekarang ini bukan musimnya. semakin saya melihat foto ini—" Hardcastle tidak begitu bersemangat mendengar ucapannya. McNaughton bersimbah keringat. saya baru sadar sekarang. bukan. ini tidak ada hubungannya dengan surat izin televisi?" Hardcastle meyakinkannya tentang ha! itu. "sebab dia lebih muda umurnya. Semakin saya melihatnya semakin yakin saya kalau dia pernah datang kemari dan menawarkan sesuatu pada saya. Mereka berkeliaran di kebun. Ya. kapankah itu? Apakah dia orang yang datang kemari untuk menanyakan apakah saya mau membeli sebuah ensiklopedi baru dalam empat belas jilid? Atau apakah dia orang yang datang kemari dengan sebuah vacuum cleaner model baru. Apakah Anda tertarik pada semak-semak. Mungkin lebih baik hidup di sebuah taman umum. Tetapi sama saja— ya. aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat. kadang-kadang. semakin yakin dia kalau dia dapat mengingat seseorang seperti yang ada difoto itu. ya. dan dia tidak ingin diganggu dan orang itu terus berbicara tentang kehebatan barang jualannya itu. Kemudian Angus memandangnya dan berkata. Menggaru di sepanjang pinggiran bunga-bunga begonia dan geranium dan lobelia. "Paling tidak — " dia berhenti. dan bantal-bantal kursi. 'Tetapi mengapa Anda menemui kami} Kami tidak tahu apa-apa tentang itu. . "Mungkin suami saya dapat mengingatnya." kata Hardcastle. tetapi saya memiliki satu atau dua jenis semak di sini." 'Tidak." Dia melihat pada kartu. "Mungkin kami bisa keluar dan berbicara dengannya?" "Tentu saja. Semak yang kata orang hanya dapat tumbuh dengan baik di Devon dan Cornwall. berdasarkan seluruh pengalamannya." kata istrinya dengan napas terengah-engah. ketika orang-onng biasanya ada di rumah." "Anda tidak melihatnya kemarin. Anda tahu. Tahukah kau. "Dan sekitar tengah hari lagi. 'Tolong pegangkan saja. sebagai seorang wanita yang terlalu bergairah karena dia pernah melihat seseoiang yang ada hubungannya dengan pembunuhan. anak-anak tangga. tidak." Dia memandang sebentar dan berkomentar.

Sebab saya pikir itu adalah perbuatan anakanak Ramsay yang kurang ajar itu." "Dia terkurung rapat oleh segala kawat duri itu. Mereka suka pakai pupuk kimia! Bunuh diri! Mari saya tunjukkan. Hemming tidak peduli bagaimanapun sa kucing-kucingnya—tidak tahu apa-apa tentang tetangganya. McNaughton. Ah! Orang-orang yang saya kenal." dia meyakinkan istrinya. "Kau tidak berpikir bahwa dia mengenali foto itu?" Hardcastle menggelengkan kepalanya." puji Hardcastle." "Tetapi tentunya jeritan ini tidak datang dari arah yang sama?" "Tidak kalau anak-anak jahanam itu selalu tinggal di kebun mereka sendiri. bukan?" "Mungkin jam setengah tiga—paling tidak setengah jam setelah kami makan siang. Mereka menerobos pagar-pagar dan tanaman-tanaman orang lain. Apa pendapatmu?" "Sama. tetapi aku tidak akan mengajakmu. Ketika aku mendesaknya terus. Hemming di kebunnya. Sersan Lamb. "jika kami beruntung. "Maksud saya pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan pembangunan bendungan-bendungan atau pipa pipa minyak." "Begitu. "aku yakin aku sungguh-sungguh melihat seseorang menyelinap ke kebun nomor 19. dan lain-lain." "Saya tahu dia seorang insinyur bangunan. Inspektur. itu adalah khayalannya belaka." "Kau tahu. Di dalam gudang itu berbagai peralatan teratur rapi. timbunan pupuk. kelihatannya hampir tidak mungkin Mrs. "Maaf saya tidak dapat membantu Anda. Miss Pebmarsh. McNaughton segera menjadi cerah. kebakaran." kata suaminya tegas. Tetapi mereka tidak begitu." "Kau tidak boleh melakukannya. "Tentu. Tidak ada orang yang dapat menangani mereka. Gadis Denmark kami itu tidak bisa membaca jam. Dan juga dia begitu ragu serta tidak tertarik pada pembunuhan itu. "Anda tidak melihat seseorang di kebun nomor 19 atau melihat ke arah jendela rumah itu. Misalnya." kata Colin. Jam berapa Anda makan siang?" "Setengah dua." "Anda sendiri tidak melihat apa-apa—maksud saya selain mendengar jeritan itu? Omong-omong." kata Mr." keluh Hardcastle. "Anda menyimpan semuanya dengan sangat rapi.* begitulah. Dapatkah kau menyuruh ketik catatan-catatanku ini?" Dia mengulurkan catatan-catatannya. "Pemeriksaannya lusa katamu? Jam berapa?" Sebelas. "Sampaikan salamku pada Pak Tua itu. Dia harus ke Swedia bulan lalu secara mendadak. timbunan pupuk itu mempertunjukkan kehebatannya. Dam. Sayang." kata Mr. Aku bisa memahami itu. McNaughton mendorong gerobaknya ke dalam sebuah gudang kecil di sampingnya. Saya membuang rantingranting lapuk. McNaughton agak kemalu-maluan. Aku akan hadir. Sayangku." "Juga. "Selalu bepergian ke mana-mana. Saya tidak begitu paham. Sayang? Kau mendengarnya juga." "Tidak ada kunjungan-kunjungan lagi?" "Sementara tidak. perampokan." "Yah. dia tidak dapat menyebutkan apa-apa." "Hal yang mengagumkan. saya bebaskan Anda dari tugas sekarang. Tidak ada yang lebih hebat dari itu." Hardcastle menyeringai. Di balik pagar terdapat sebuah pergola bunga mawar yang dibangun sampai ke bagian samping rumah." "Linglung!" kata Hardcastle. Tentu saja. "Kalau kau bertemu dengan seorang wanita yang linglung—yah. Angus. Hardcastle menyeringai pada temannya dan berkata. "Tentu saja ada hal-hal yang kelihatan janggal." Hardcastle mengomel ketika kami sudah masuk lagi ke dalam mobil. kalau dalam satu rumah tidak ada orang laki-lakinya." "Baiklah. dan semak-belukar Victoria itu menutupi daerah pandangannya. aku akan menemui seorang spesialis. "Tidak. tetapi mereka tidak disiplin." katanya. "Aku meragukannya." "Dia adalah jenis wanita peragu. Selalu berteriak dan menjerit dan membuat ribut. Mr. "Saya selalu mencopot jam tangan saya sebelum pergi ke kebun." "Kau akan pergi?" "Aku harus ke London besok—memberikan laporanku yang terakhir." kata Mr. "saya tidak melakukan apa-apa. Saya ingin melanjutkan pekeijaan saya. Hardcastle memandang nomor 19 sambil berpikir." kata McNaughton. McNaughton." "Wanita itu pasti berkata bahwa dia telah melihat sesuatu." Dia menarik lengan Hardcastle dengan penuh semangat dan mendorong gerobaknya sepanjang jalan setapak sampai ke batas pagar yang memisahkan kebunnya dengan kebun nomor 19. Aku tahu persis jenis saksi seperti itu. Mr. Jam berapa waktu itu. Itu artinya memberi banyak pekerjaan pada ibu anakanak itu —memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan itu—dan. Aku harus mengadakan satu kunjungan lagi. atau hal-hal seperti itu ketika Anda berada dekat timbunan pupuk Anda?" McNaughton menggelengkan kepalanya." kata Hardcastle serius." Mereka kembali ke pos polisi. Dia hanya ingin berpikir bahwa dia telah melihatnya. Hari ini tidak. kapan itu?" "Tidak tahu. menambah timbunan pupuk." kata istrinya." "Aku kira tidak." "Kita tidak mendapat banyak. "Nah. McNaughton lirih. "Aku juga tidak. Aku tidak menyumpah. "Tidak melihat apa-apa. maka anak-anak laki-laki jadi sulit diatur. Dipagari dengan semak-semak bunga lila." kata Mr. Ibu mereka lembek seperti agar-agar. pembunuhan yang terjadi di sekitarnya tidak akan dipedulikannya." "Tentu saja dia mungkin duduk berhadap-hadapan dengan orang itu di bis atau di kendaraan lainnya."Apa yang Anda lakukan?" "Yah. Ramsav sering ke luar negeri saya kira. Tetapi kalau kau menanyakan pendapatku. bukan?". Mereka bukan anak-anak jahat. yah—tentu saja mereka jadi liar." "Mr. Kemarin dulu jam saya terkena air dan harus direparasi. "Kita harus selalu memelihara peralatan kita. "Spesialis? Untuk apa? Ada apa dengan dirimu?" ." "Aku dapat menebak kepada siapa. trims untuk pagi ini. itu susahnya." "Dan sesudahnya—apakah Anda tidur siang?" "Kadang-kadang. Mereka mengejar-ngejar kucing-kucing malang milik Mrs. dan lain-lain.

Siapa dia—seseor?r*g yang baru saja dia temui akhir-akhir ini. kulit yang bagus. Curry yang sebenarnya akan dapat diketahui. Sesuatu yang dia lakukan dengan mulutnya? Bicara? Mengoleskan lipstik? Bukan. Dia tidak akan ingat setiap kondektur bis wanita. " "Kau adalah orang yang aneh. kecuali ada hal-hal khusus yang dapat memouatnyat gampang dikenali. Mrs."Tidak ada apa-apa—jangan pura-pura tolol. Tapi aku punya perasaan dia sedang bosan sekarang. setiap pelayan wanita yang pernah melayaninya. Cepat atau lambat. pikir inspektur itu. Tetapi pada akhirnya. Mrs. dia berpikir. Dia masuk dan menekan bel di pintu di sebelah kiri gang." "Yah." kata inspektur icu. "Saya kira Anda banyak dibuat cemas oleh wartawan-wartawan itu. Curry? Atau identitas pembunuhnya? Rincian bentuk gigi telah disebarkan ke tujuan-tujuan yang tepat dan mungkin merupakan jejak yang paling berguna—memang membutuhkan sedikit waktu—tetapi akhirnya ada hasilnya juga. Mulut. sering merupakan pekerjaan vang lambat. *Kaianva mereka harus mendapatkan berita bagi masyarakat.. Mengetuk pintu dan membunyikan bel dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tolol. Palmerston Road adalah jalan vang suram. _ Palmerston Road No. Lawton. kalau Mr. dia sering berkata. dia melihat." kata Hardcastle dengan nada simpatik. Tidak ada merek binatu yang dapat membantu. sekitar empat puluh lima. tinggi. Tidak ada seorang pun di stasiun kereta api atau bis yang dapat mengenali foto Mr. Kecuali tentu saja." . "Saya harap kami dapat menghindarkan Anda dari itu semua. itu juga mengingatkannya akan sesuatu." Aku pernah mendengar namanya. Seorang detektif swasta—seorang teman ayahku—dan temanku juga. Dia minta dikirimi kopi dan sandwich." "Dia belum mati. tidak. Colin. Mereka mengolah semuanya sejauh yang dapat saya lihat. kan?" "Tentu bukan. Ada kemungkinan dia orang Prancis. "Ada apa?" "Saya akan senang jika Anda sudi meluangkan sedikit waktu. misalnya. Inspektur Hardcastle heran mengapa pikiran tentang sepatu-sepatu melintas di otaknya dengan tiba-tiba. Curry adalah orang asing? Hardcastle mempertimbangkan ide tersebut." kata Mrs." "Termasuk kamu. Satu-satunya hal vang pernah saya perhatikan tentang berita adalah mereka mencetaknya hingga merupakan sebuah jaringan kebohongan dari awal sampai akhir. Aku punya perasaan dia perlu dibuat gembira sedikit. Kami akan seger? menghentikannya kalau kami dapat. dengan rambut hitam terurai yang memakai sebuah mantel dan kelihatan sedikit terengah-engah. Kemudian dia menyelipkan buku itu kembali ke dalam sakunya dan mulai menangani persoalan-persoalan rutin yang telah menumpuk di mejanya. Dia melihat jam tangannya lagi dan memutuskan bahwa itu adalah saat yang tepat untuk » mengadakan kunjungan yang direncanakannya. Rumah-rumah yang ada. Maksudku bukan spesialis macam itu. mendiami sebuah flat di lantai dasar. Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. masa jayanya. seseorang selalu muncul. Masalahnya adalah. . Pakaian itu dibuat oleh seorang penjahit yang bagus. Sementara itu ada hal-hal yang harus dilakukan. Pers punva hak untuk itu. tentang apa? Saya agak sibuk sekarang. Hardcastle tidak mengendarai mobil polisinya tetapi memilih berjalan kaki saja karena letaknya dekat. seorang dokter gigi. Bau bawang putih menyusup ke luar dari arah dapur. Dia tentunya tidak akan ingat. Bagaimanapun juga.. melewati inspektur itu. tetapi tentu saja ada tempat-tempat lain untuk bertemu. dan menerima laporan dari Sersan Cray—tidak ada hal-hal berguna yang muncul. Dia tidak pernah lupa." "Sangat menjengkelkan memang. Sepatusepatu. Lawton. Wajah gadis itu samar-samar dikenalnya. Lawton?" "Ya?" Wanita itu memandangnya ragu-ragu dan dengan sedikit jengkel. Sersan Cray telah melaporkan bahwa Sheila Webb melanjutkan pekerjaannya di Biro Cavendish. Laporan dari laboratorium tentang pakaian yang dipakai adalah nihil. Siapa nama bibinya? Lawton—Mrs." kata Colin sambil menyeringai. seperti kata orang. Hardcastle selalu membanggakan dirinya atas kemampuannya mengenali wajah-wajah. Kupikir dia sudah mati. seorang ibu kos. Pintunya terbuka sedikit dan ada empat buah bel dengan nama-nama di bawahnya. kalau memang demikian. Gadis itu berjalan cukup cepat sekarang. Lawton. Curry. dan bukan h?nva pada kasus Curry. inspektur itu sekejap merasa bahwa gadis itu akan bertanya padanya jalan menuju ke suatu tempat." Hardcastle memandang Colin penuh ingin tahu." Dia menambahkan dengan tajam. identitas Mr. Foto korban akan disebarluaskan ke pos-pos polisi." "Mencampuri urusan pribadi orang seperti yang mereka lakukan itu benar-benar memalukan. Dia membuang persoalan itu dari pikirannya. Suatu kesan gipsi yang samar terlihat pada penampilannya. Inspektur Hardcastle melihat pada alamat yang tertulis rapi di buku notesnya dan menganggukkan kepala. Hardcastle bukannya tidak sabar." "Scotland Yard?" "Bukan. seorang dokter. Ketika dia membelok di tikungan. Keinginan untuk menyamarkan identitas Mr. gadis itu memiliki satu dari wajah-wajah umum yang sangat sulit untuk dikenali. satu sepatu. tetapi kami tidak mempunyai kekuasaan dalam hal itu. dan pada pukul lima dia akan sedang bekerja dengan Profesor Purdy di Hotel Curlew dan dia tidak mungkin kembali sampai sesudah pukul enam. telah dirombak menjadi flat-flat atau maisonette. Kau punya teman-teman yang tidak masuk akal. seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya di sepanjang trotoar. Itu jauh lebih buruk. Lawton. Mungkinkah gadis itu mengenalnya dan hampir saja berbicara dengannya? Dia berhenti sejenak. ragu-ragu sebentar. yang menangani kasus vang menyebabkan Anda diganggu oleh wartawan-wartawan itu. akan dicetak di surat-surat kabar. Silakan masuk." "Siapa namanya?" "Hercule Poirot. "Anda bukan wartawan. Mata biru. Hardcastle bekerja terus tanpa istirahat sampai jam setengah lima. wajah yang telah dilihatnya di pelabuhan atau di panggung saksi. Usianya kira-kira. Dia suka benar pekerjaan beginian. Dia telah tiba di nomor 14 sekarang. Seoiang tukang binatu. 14. bisa membuatnya gembira. mencari gadis itu lagi. Menentukan identitas korban. Dengan otak yang sibuk berpikir.. pikir Hardcastle. Dia merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri. gadis itu memikirkan lagi niatnya itu dan melanjutkan perjalanannya dengan cepat. Spesialis dari golonganmu. mulut yang sedikit terbuka. '"Mrs. tetapi nama penjahit itu telah disingkirkan. Selama beberapa saat tidak ada jawaban. Setelah Colin pergi. yang telah mencicipi. Bisnis fantastis macam yang kautangani ini merupakan kesenangannya. Itu adalah hari yang sibuk baginya. Akhirnya dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki di dalam dan pintu dibuka oleh seorang wanita kurus." 'Tentu saja.

Tetapi dia sudah baik lagi keesokan harinya dan dia sudah bekerja lagi. memang. Apakah Rosalie?" "Rosemary. Webb. itu bukan Allington Grove." kata inspektur itu. "tetapi Anda tahu bagaimana repotnya memasak." katanya." "Anda masih belum tahu siapa orang itu?" "Belum." "Oh. untuk terakhir kalinya." "Begitu. Lawton. dua bantalan kursi beludru berwarna terang dan sebuah piring tanah liat berisi kulit-kulit kerang asing. Baginya Rosemary hanyalah sebuah nama baptis yang tidak lagi digunakan oleh keponakannya. sebenarnya tepatnya saya tidak tahu. Ada sebuah kartu di sakunya dan mulanya kami pikir dia adalah seorang agen asuransi. Lawton kembali. Mrs." "Apakah Anda mempunyai alamatnya di London?" "Yah. "dia dibaptis dengan nama Rosemary Sheila. Kira-kira sekitar November. Itu adalah sebuah ruangan kecil." "Apakah Anda ingat nama perusahaan tempat dia bekerja di sana?" "Oh. Lawton membungkuk untuk memungutnya. di atas meja. Lawton." "Ya. sedikit tidak rapi. "Saya diberi tahu bahwa dia akan bekerja untuk seorang klien dan saya tidak ingin mengganggunya. yang memiliki gaya asli dalam dandanannya." katanya. lalu menutup pintunya lagi." kata Mrs. "Daya ingat saya tidak begitu baik. Lawton melihat ke sekelilingnya dengan kesan samar terhadap ketidakrapian ruangan itu. saya mengerti. Jawaban-jawabannya boleh dikata-kan spontan dan mudah — sampai saat itu. "Saya kira tadi saya bertanya pada Anda apakah Miss Webb adalah seorang yatim piatu. yang mempunyai warna campur-baur dan sebuah benda berbentuk abstrak. Miss Webb ini yatim piatu. Inspektur itu mempertimbangkan apakah dia benar atau salah kalau berpikiran baliwa pertanyaan terakhirnya telah menyinggung Mrs. ya." Nada suara Hardcasde tidak mencerminkan apa pun yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya merasa puas karena salah satu praduganya ternyata betul." kata inspektur itu sambil tersenyum. Itu tidak begitu penting. saya kira begitu. Di London kamar-kamar untuk gadis-gadis sa-ngat mahal sekali. bukan?" "Dia mungkin agak terlambat malam ini. sedikit kurang pasti. Lawton keluar. mungkin juga mahal. "Dia bekerja untuk Profesor Purdy dan Sheila berkata. pikirnya. "Sekarang saya akan membetulkan nama-nama ini. Dulu sebe-lum bekerja di Biro Cavendish dia tidak tinggal di sini bersama Anda?" 'Tidak. Mrs. Mungkin dia merencanakan untuk mengambil polis asuransi sendiri." kata Mrs." "Oh. sedikit lebih terengah-engah daripada sebelumnya. Lawton. Saya kira akhir November. karenanya saya pikir lebih baik kalau saya datang kemari dan bercakap-cakap dengannya di rumahnya sendiri. saya ingat." "Yah. "Silakan menunggu di ruang duduk. Sekali dua kali dia mendesak Sheila untuk tinggal dan makan malam bersamanya." kata inspektur itu. Pasti merupakan shock yang hebat bagi setiap gadis. Lawton. "Maafkan saya. saya kira—keluar dari Jalan Fulham." "Ya. S?. ya. "Sheila pulang dalam keadaan buruk. Orang tuanya sudah . saya kira?" "Yah." kata inspektur itu sambil tersenyum. Inspektur? Kalau-kalau Sheila pulang terlambat sekali." "Saya mengerti. Nama Rosemary tidak menimbulkan dampak pada Mrs. Tapi dia belum pulang. dengan perabot-perabot yang sudah usang tetapi di sana-sini terdapat beberapa tempat yang berwarna cerah dan beberapa benda aneh." kata inspektur itu. Lawton. Lawton. Orangnya sangat baik dan suka minta maaf." Mrs. Semuanya sudah beres sekarang." "Terima kasih. Dia tinggal dengan dua orang gadis Iain di sebuah flat. Dia beralih ke hal Iain. "Tentu saja. Agen perumah-an di Fulham Road. Sebuah gelas Venesia yang menarik. tidak ada yang khusus. "Saya kira sudah beres sekarang. Matanya melayang ke arah pintu. kami hanya mengambil data kasar hari itu dan saya tidak yakin kalau saya benar dalam memahaminya. "Sebentar. bukan? Dia mendapat surat perintah untuk datang. dengan alamat di bagian atas. "Maafkan saya jika datang pada waktu yang kurang tepat." "Pemeriksaannya lusa. Inspektur itu meminta maaf lagi.S. bagaimana dia menemukan mayat itu." "Ya. Lawton kembali. Kalau tidak bibinya ya keponakannya. Lawton. dia yatim piatu. Miss Sheila Webb—apakah itu nam a lengkapnya ataukah dia punya nam a kecil lainnya? Kami harus mengetahui hal-hal seperti itu dengan tepat. Apakah ada sesuatu yang dapat saya katakan pada Anda. Saya harap dia tidak tertekan karena pengalamannya itu. Semuanya kelihatan sangat jelas." Mrs. Ada beberapa pucuk surat terjatuh di aras keset." Dia pergi ke dapur. Apakah ada hal lain yang hendak Anda tanyakan? Omong-omong. melainkan Carrington Grove dan nomornya adalah 17. "Saya kira keponakan Anda datang dari London dan telah bekerja di Biro Cavendish selama kurang lebih sepuluh bulan. sebagai catatan pada waktu pemeriksaan. saya tahu itu. Webb. Lawton meletakkannya di atas meja di gang." "Terima kasih." katanya minta maaf." kata Hardcastle. tetapi Sheila selalu berpendapat bahwa nama Rosemary agak romantis sehingga dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama lain kecuali Sheila. Anda tidak tahu tanggal yang tepat." Inspektur itu membukakan pintu baginya. "Apakah Anda keberatan kalau saya pergi ke dapur lagi?" "Silakan. Saya kira hal itu belum bisa diumum-kan. Dia tinggal di London sebelumnya. mempersilakan inspektur itu masuk. tetapi inspektur itu dengan sopan mendahuluinya. Lawton kelihatan sedikit tertarik. Mrs. Dia jadi gelisah. orangnya tidak punya perhatian pada waktu sama sekali. Inspektur Hardcastle dengan sengaja melihat surat-surat itu sekali lagi." Dia membuat gerakan melihat ke buku notesnya sekali lagi. Selalu berkata. sebelum diulurkannya pada Mrs. ya?" "Ya." kata Mrs. Lawton dan dua lainnya kepada Miss R." katanya. Dia masuk ke ruang yang ditunjuk. Tapi memang kadang-kadang agak menjengkelkan. Satu dialamatkan kepada Mrs. Anda bisa masuk melalui pintu ini dan beri saya waktu beberapa menit." Mrs. Sava kira masakan saya sudali mendidih. tapi itu tidak perlu dicemaskan.' dan tentu saja akhirnya mulur sampai tiga perempat jam. "tetapi saya kebetulan sedang berada di daerah ini dan saya ingin memeriksa beberapa hal tentang masalah itu di mana keponakan Anda yang malang terlibat.ya tidak ingat nama lainnya itu. "Saya pikir saya menca-tatnya sebagai Miss Sheila Webb atau Miss Sheila R.Dia mundur. Matanya melihat surat-surat itu selama setengah detik. "Sesuatu seperti Allington Grove. "Saya sudah membetulkannya. Hopgood dan Trent. "Dia hanya perlu menceritakan kisah-nya. Dia memikirkan hal itu sampaiMrs." kata Mrs. 'ini tidak akan lebih dari sepuluh menit jadi saya pikir kita selesaikan saja sekalian. "Terima kasih. dan kelihatannya dia sangat menyesal karena telah menyita waktu Sheila lebih dari yang dia sadari.

" "Ayolali. tidak dari sudut pandang Anda." "Saya yakin Anda pasti tahu lebih banyak daripada yang Anda ceritakan. tidak." Dia meneoba menebak. "Mungkinkah mereka. mungkin tidak. Jadi kelihatannya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur agar dia ada di sana. Kemudian dia berkata. Lawton bukan-lah seorang wanita yang bodoh. "Bolehkah saya bertanya apa hubungan semua ini dengan pembunuhan itu? Maksud saya. dijebak agar ada di sana. saya tidak ingat. "Apakah mereka terbunuh pada waktu yang sama. ya. "mungkin saja ada seorang gadis yang ingin membalas dendam. Itu sebabnya saya beralih pada Anda. Sesuatu yang menyebabkannya." kata Mrs. tidak. Tapi tentunya tidak akan sampai melibatkan pembunuhan. Sheila seorang gadis yang sangat manis. mereka tidak bercerai." usul Hardcastle. Karena orang tua Miss Webb meninggal ketika dia masih kecil. "Apakah dia anak saudara perempuan atau saudara laki-laki Anda?" "Saudara perempuan saya." Ada semacam pertahanan yang jelas nampak pada nada suaranya. tidak ada kecelakaan." "Mereka berdua meninggal karena sebab-sebab alamiah?" "Saya—yah. atau sesuatu seperti itu?" "Tidak. dan dia mungkin tidak peduli dengan orang itu? Laki-laki muda kadang-kadang berbuat hal-hal yang sangat buruk untuk membalas dendam." Hardcastle melihat bahwa kesulitan dan kece-masan kembali menguasai wanita itu. Dia cepat-cepat berkata." "Dan saya tidak suka mendengar seseorang mengatakan sebaliknya. Seseorang yang mungkin—" dia ragu-ragu "—punya dendam terhadap Sheila. maksud saya—saya tidak begitu tahu. apa perlunya mengetahui siapa ayah dan ibunya dulu dan apa yang dikerjakan ayahnya dan dari mana dia berasal dan hal-hal lain seperti itu?" "Saya kira memang tidak begitu perlu." Hardcastle tersenyum menenangkan-nya. misalnya." "Apa maksud Anda—dengan agak luar biasa?" "Yah. Lawton." "Mungkin terjadinya ketika dia masih tinggal di London?" usul inspektur itu. "Saya tidak tahu." "Ya. Anda tahu—Anda tentu tahu mengapa saudara perempuan Anda meninggal?" ." kata Mrs. Lawton. seseorang yang mungkin telah jatuh cinta pada keponakan Anda. Anda akan kaget bagaimana seringnya motif-motif pembunuhan muncul dari akar-akarnya di masa lalu." Itu adalah sebuah perkiraan yang cerdas dan Hardcastle mencatat bahwa Mrs." "Sudah lama sekali?" "Mereka meninggal ketika dia masih anak-anak. seperti kata orang dalam film-film. bercerai—sesuatu seperti itu?" "Tidak." kata Hardcastle. "mengapa saya bertanya pada Anda tentang ayah dan ibu Sheila Webb. Tidak ada seorang pacar tetap. Inspektur Hardcastle. "Mungkin salah satu dari gadis-gadis teman sekamarnya yang cemburu kepadanya?" "Saya kira. Tetapi Anda tahu." "Tidak." "Saya kira itu tidak mungkin. seorang pemuda. "Bahkan kalau gila.meninggal. dan korban itu baru saja mati. "harus ada sebuah alasan yang jelas di batik kegilaan itu." "Atau mungkin juga karena seorang gadis lain. kami punya alasan untuk percaya bahwa Miss Webb pergi ke rumah itu kemarin karena dia diminta dengan khusus dari Biro Cavendish. tentunya dia tidak dapat menceritakan apa-apa tentang mereka pada saya. "tapi kami harus membuat persoalan itu jelas dan terang. Dan apakah profesi Mr. terutama jika mereka agak terganggu jiwanya. karena kecelakaan.." kata Hardcastle lembut. itu sudah lama sekali. "Tetapi Anda harus sadar." kata inspektur itu menyetujuinya. saya mengerti. Lawton berhenti sejenak sebelum menja-wab. Lawton ragu-ragu.. tapi—yah." "Maksud Anda—maksud Anda seseorang men-coba membuat semuanya kelthatan seperti Sheila yang membunuhnya? Oh. tahu kalau wanita itu akan berbicara lagi." i Hardcastle menunggu. "Sheila mempunyai satu atau dua orang teman dekat lakilaki." "Ah. "Tentu. Lawton. Anda harus bertanya sendirl padanya. tetapi tidak ada yang serius." "Saya tidak dapat membayangkan seseorang dapat mempunyai dendam terhadap Sheila. tetapi kenyataannya seluruh urusan ini adalah mustahil. "Sava juga berpikir begitu. saya tidak dapat mempercayainya. kelihatannya keponakan Anda telah dengan se-ngaja dijadikan korban. Lawton. Mrs. peristiwa ini memang agak luar biasa. ya. Webb dulu?" Mrs." "Memang agak sulit untuk dipercaya." "Anda tidak tahu?" "Maksud saya. Lawton. menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinva sambil berpikir." kata Mrs.. Mrs. Dan memang begitu. Seseorang telah mengatur agar dia masuk ke rumah itu di mana ada korban pembunuhan. Seorang gadis yang ramah. Mrs." kata Mrs. Ini semua kelihatannya adalah sebuah perbuatan jahat. saya kira Anda tidak begitu mengenal siapa-siapa teman-temannya di sana. Tetapi saya tidak pernali mendengar ada masalah seperti itu. Dia menggigit bibirnya." dia melanjutkan. Yah. Dia telah. Lawton be-rang. "Bagaimanapun juga." "Ttu pasti pekerjaan orang gila.." "Ya. Dan itu sebetul-nya. Lawton. Mrs. "Saya tahu semuanya kelihatan mustahil. Mungkin-kah.

Hardcastle memandangnya tajam-tajam. dan dingin."Saya tidak mengerti apa—maksud saya. Lawton mempunyai perasaan begitu terhadap anak itu. Anda tidak perlu bercerita padanya?" "Tidak.. Betul-betul tidak tahu sama sekali. bijaksana. tetapi dia akan pindah sekolah. Dia dulunya seorang guru sekolah dan pekerjaannya baik sekali. adalah yang terpandai di antara keluarga kami. Terus. Semenjak itu dan seterusnya dia menarik diri untuk memulai kehidupannya lagi sendirian. Dia pikir itu adalah vang terbaik bagi anaknya dan bagi dirinya. Tentu saja—" dia memandang dekat-dekat. bukan?" "Saya kira begitu. Tetapi bagaimana halnya dengan saudara perem-puannya? Dia berkata perlahan. sinis. kecuali kalau memang perlu. bangkit dari duduk-nya. Seperti yang saya bilang. "Saya kawin muda dan suami saya terbunuh dalam perang. Lawton. Mungkin saja hanya itu yang dia ketahui Meskipun hanya sedikit keterangan tentang saudara perempuan itu. Law-ton?" "Saya tidak tahu. "Tapi dia masih hidup. "Anda tidak tahu siapa orang ini?" "Mereka sudah menunjukkannya pada saya. Saudara saya itu orangnya ambisius dan dia harus melepas-kan pekerjaannya kalau semuanya diketahui orang. Lawton. Sangat dihormati dan lain-lain." "Dan Anda tidak akan bilang apa-apa pada Sheila mengenainya?" "Tidak. Inspektur Hardcastle. yang diperoleh Hardcastle. katanya. kami tidak pernah dekat. Lawton. Ke-mudian berkata dengan lembut. Lawton. Dia berhenti sebea&r sebelum menambahkan dengan agak tiba-tiba. Ann memberikan setengah dari bagiannya kepada saya untuk dipakai memelihara dan membesarkan anaknya. karena merupakan cara penyelesaian yang halus. Lawton. Dia bilang dia sedang hamil dan laki-laki itu tidak bisa. dan saya sangat menyukainya sehingga saya menjual toko itu dan datang kemari untuk menetap. tapi dia mempunyai kesan bahwa wanita itu pasti memiliki kepribadian pemarah. Kami berdua mempunyai sedikit penghasilan dari peninggalan ibu kami. Saya datang kemari pertama kali pada waktu liburan. bukan?" ." kata Mrs. Orang-orang di sana me-nyenangkan. Apakah betul hanya itu yang dia ketahui? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab secara pasti." "Di mana terjadinya semua itu? Bukan di Qrowdean. hal itu adalah tidak mungkin. pendesak. ketika Sheila sudah cukup umur untuk sekolah. Begitulah perjanjiannya. Kami tinggal di Lincolnshire waktu itu." kata Hardcastle. dan itu saja yang dapat saya katakan pada Anda" Inspektur itu memandang wanita itu sambil berpikir." "Oh. Mrs. Dia mengambil foto itu dan menelitinya dengan saksama.. atas keterusterangan Anda pada sava. pikirnya. kalau tidak. sangat yakin. "Dia bukan anak saya" katanya. Mrs. Australia atau negara lain. Lawton. Dan saya pikir. kecuali bila ada hubungannya dengan kasus itu. Lawton." "Di mana saudara Anda sekarang. Saya berkata padanya bahwa orang tuanya mati muda. dan hal itu hanya bisa terjadi kalau keadaan di masa lalu itu ternyata berkaitan dengan kasus pembunuhan di Wilbraham Crescent No." kata Mrs. Karena itu saya—saya berkata saya mau menolongnya. Masuk akal. "Tidak kalau Anda mengenal Ann. saya bekerja di Roscoe and West. Itu saja yang saya ketahui. saya mungkin pernah melihatnya. "Tidak." "Maksud Anda. "Dia selalu tegas dengan keputusannya." kata Mrs. Saya mempunyai sebuah toko manisan kecil waktu itu. Dia akan melanjutkan profesinya. Mrs. Anda tahu. "dan saya sangat terpukul karenanya. "Saya tidak pernah berjumpa dengannya. Saya kira. Dia adalah orang terakhir yang Anda sangka akan—" "Yah. 19. yang mana saya kira. "Mungkinkah Sheila Webb—seorang anak haram?" Dia segera melihat adanya campuran rasa khawatir dan lega di wajah Mrs. Saya yakin. Saya jaub lebih muda daripadanya—dua belas tahun. Yang jelas hanya itu yang dia ceritakan padanya. Dengan keras kepala dan dingin dia telah menyediakan sarana pemeliharaan dan kebahagiaan bagi anaknya. Dia mengenal pria ini -Webb-" "Saya bahkan tidak pernah tahu namanya." katanya. ya." "Bukan. Lawton menggelengkan kepala. Saudara perempuan saya. Lawton. Tetapi saya memang menginginkan semua fakta yang ada." "Itu adalah kejadian yang buruk." kata Mrs." "Tapi Anda tidak lagi berhubungan dengannya?" "Itu adalah karena permintaannya. "memang sering terjadi begitu. Itulah mengapa—yah. "terima kasih banyak. saya tidak pernah melihat orang ini sebelumnya. dan menunjukkannya pada Mrs. "Kelihatannya aneh jika dia tidak berhubungan sedikit pun dengan Anda melalui surat. dia mempunyai gagasan untuk mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri selama setahun. Lebih baik tidak diungkit-ungkit lagi. tidak mungkin terjadi. Saya tidak pernah menceritakannya. saya tidak dapat mengatakan — semuanva adalah sangat sulit bagi saya. "Dia adalah anak haram saudara perempuan Anda?" "Ya." Ada semacam kebingungan dan keputusasa-an dalam sorot matanya." Dia mejigeluarkan foto yang telah ditunjukkannya pada begitu banyak orang dari sakunya. dan saya yakinkan Anda bahwa saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyimpan apa yang Anda ceritakan pada saya—seluruhnya—sebagai rahasia kita berdua. Tetapi Sheila sendiri tidak tahu. atau tidak mau—saya tidak tahu mana yang benar—memkahinya. "Kelihatannya orang baik-baik. Tetapi saudara perempuan saya itu datang menemui saya dan menceritakan apa yang telah terjadi." "Yah. pedagang besar gorden di sini. Saya pikir dia bukan orang sekitar sini. Saya masih bekerja di sana sekarang. kalau Mrs. saya tahu. "dan saya yakinkan Anda bahwa saya tidak akan menanyai Miss Webb tentang hal itu kecuali kalau terpaksa harus menyinggung hal itu." katanya tegas." kata inspektur itu. Dan lagi pula dia dan saya tidak begitu dekat. Jenis wanita yang memutuskan untuk tidak menghancurkan hidupnya gara-gara satu kesalahan saja. tidak ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan anaknya?" Mrs. Seorang gentleman." kata inspektur itu." "Dan bagaimana pendapat suami Anda tentang adopsi ini?" "Saya sudah menjanda waktu itu.

Kenangan yang romantis? Atau—sesuatu yang lain sama sekali?" NARASI COLIN LAMB Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road dan membelok masuk ke jalan-jalan yang simpang-siur. Saya sudah membongkarnya» tetapi belum sempat saya atur/1 Anda akan menemukannya di pojok. pikimya masam.. siapa yang memilih nama baptis keponakan Anda. Penampilannya menunjukkan bahwa dia telah kalah dalam pei tarungan yang tidak seimbang. Rosemary adalah pilihan saudara saya. Biologi laut. akan membuat semuanya jauh lebih sulit. Segala macam toko aneh ada di sana. Kadangkadang harus antri bis dan Hotel Curlew lumayan jauh dari Esplanade. fosil—Antartika ada di lantai dua." Ketika inspektur itu membelok dari pintu gerbang menuju ke jalan dia berpikir. saya harus pergi. Dia biasanya menelepon kalau terlambat.. Yah. 6d. Mr.-san—yang Anda ingin tinggalkan untuk Sheila?" "Saya kira tidak. selamat malam. buku-buku literatur lama. Soloman.rYah. Dia memandang jam tangannya lagi. bahkan beberapa buku yang tergolong peninggalan aristokrat yang halaman-halamannya. Gadis vang berpapas-an dengan dia di jalan! Sekarang dia tahu mengapa gadis itu membuatnya berpikir tentang sepatu. Ada bertumpuk-tumpuk buku yang terletak di atas meja. biar-lah. Lawton." "Aneh. Tidak begitu cerdas. Jarak antara rak-rak buku begitu sempitnya» sehingga Anda hanya dapat berjalan di antaranya dengan susahpayah. Lawton yang melihat jam di atas perapian." Dia sendiri melihat foto itu lagi dan berpikir. bahwa dia tidak pernah memikirkan korban pembunuhan itu dengan cara yang sama. "Maksud saya. dia menjelaskan. duduk seorang lakilaki tua yang memakai topi beibentuk kue pie. Memang perlu menyelinap» sebab buku-buku yang disusun dengan sembarangan itu dari hari ke liari makin bergeser menutupi jalan masuk cfari luar. saya kira sebentar lagi dia pulang. Dia bagaikan Raja Canute dalam dunia buku". Dia mengenali saya» sorot matanva yang seperti ikan itu melunak sejenak dan dia mengangguk. Dia bilang besok saja. Lawton. sebab kadang-kadang profesor itu me-mintanya tinggal untuk makan malam. "Anda harus pergi ke atas dan melihat sendiri. dengan sedikit terkejut." "Dia tidak berkata pada Anda apa itu?" "Tidak. Di sebuah bangku di pojok ruang» terkurung oleh buku-buku. Dia dan Sheila tidak betul-betul berteman. Lawton. Sebenarnya. "Apakah dia sahabat karib keponakan Anda?" "Yah. Anda tahu di mana letaknya. dia bilang tidak apa-apa kalau ditun-da. berbagai macam jenis buku yang berlabel 3d. Sambil keluar dia bertanya. dan jelas-jelas bisa mengalahkan sebuah tangan yang kuat yang tak mampu mengaturnya. Seperti^seorang yang telah mencoba menguasai buku-buku itu» tetapi kenyataannya bukubuku itulah yang jelas-jelas telah berhasil menguasainya. Lawton. ketika dia keluar. tetapi bibir Mrs. Padahal saudara saya sama sekali tidak romantis ataupun sentimentil. Gadis itu mengenali dirinya ketika dia melaluinya di jalan. Lamb. Rosemary untuk kenangan. mengulum sejcnis permen waktu berbicara. ataupun sampulnya. "Saya tidak boleh mengganggu pekerjaan me-masak Anda lebih lama lagi/' katanya. toko-toko makanan asing. Jika dia memerintahkan buku itu untuk mundur» sudah jelas dan tak mungkin buku itu mau melakukannya. "Rosemary—hm. lebih jelas terlihat bahwa buku-buku itulah yang memiliki toko dan bukan sebaliknya. "Dibesarkan di desa. Di mana-mana buku-buku berserakan dan menguasai tempat» beranak» berlipat-ganda. "Dia itu salah seorang gadis dari kantor. Tentu saja." kata Mrs. "Ada sesuatu dalam bidangku?" tanya saya. Saya menyelinap masuk ke dalam. tidak begitu cantik. Dan itu. Untung hanya ada satu jam di ruang ini. yang sedang memegang sebuah sepatu dengan tumit runcingnya yang telah copot. ucapan tersebut terasa sedikit ketinggalan zaman. Dia bilang ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia ingin bertanya pada Sheila mengenainya.Berdasarkan pengalaman inspektur itu.." "Yah. Saya mendapat sebuah kiriman bani kemarin dulu. sepatu-sepatu balet. Lawton mungkin benar." Sama-samar muncul gambaran yang lebih jelas dalam ingatan inspektur itu. Novel-novel kuno. Apakah dia orang baik-baik? Dia malahan mengasumsikan sebaliknya. atau kapankapan. "Mereka masih berpikir dengan cara yang kuno. kendati Hardcastle sendiri tidak menge-nalinya. Gadis itu bahkan ragu-ragu. tetapi dia adalah gadis yang agak membosankan. toko barang-barang antik. Rosemary dan Sheila? Saudara Anda atau Anda sendiri?" "Sheila adalah nama ibu kami. Romantis. Untung saja Edna tidak menunggu. Memang arteh nama itu.. Hardcastle ingat. yang mundur sebelum diserang oleh bukubukunya. kata inspektur itu dalam hati. Tidak ada—tidak ada pe.. "Sangat mengherankan." kata inspektur itu. Masih soal rumput laut dan sejenisnya?" "Betul. mereka bekerja di kantor yang sama. "Omong-omong. diaterlambat." . masih utuh. sebuah rumah sakit boneka. Gadis ituiah vang menerimanya di Biro Cavendish dan gadis ituiah. tidak begitu. Orang itu adalah Mr. Apakah dia ingin menjelaskan mengapa dia mendatangi Sheila Webb atau apakah gadis itu berpikir bahwa Hardcastle mengharapkannya untuk mengatakan sesuatu? Dia bertanya. dan akhirnya sampai ke tempat tujuan. "Ya. atau mungkin juga terpengaruh oleh fakta bahwa orang itu memiliki sebuah kartu di sakunya yang mengan-dung sebuah nama dan alamat yang jelas-jelas adalah palsu. Wajahnya yang rata dan lebar itu amat mirip seekor ikan. Dia punya janji dengan seseorang. Is. "karena toh keponakan Anda belum pulang—" Giliran Mrs. Di bagian luar toko itu ada deretan-deretan buku yang lazim ada di toko buku. Melihat sedikit kesan bingung pada wajah Hardcastle." "Saya mengerti. Seorang gadis biasa. Dia mem-bayangkan apa kiranya yang hendak dikatakan gadis itu." pikir inspektur itu." kata Mrs. Tetapi penjelasan yang baru saja dia berikan pada Mrs. Tujuan saya adalah sebuah toko buku kecil yang kotor di sebuah jalan samping. Lawton mengucapkannya dengan biasa. "Sheila belum menelepon. Ah. saya heran mengapa dia begitu kepingin menemui Sheila malam ini. Mungkin dia telah mengasumsikannya tanpa sadar. pemilik toko tersebut. tidak jauh dari British Museum. Mrs. Kelihatannya dia hendak berbicara dengannya. yang terletak di antara New Oxford Street dan Covent Garden. Dia datang kemari untuk menjumpai Sheila sore ini dan dia menunggu sebentar tetapi kemudian dia bilang dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Di dalam. Kelihatannya kartu itu betul-betul mewakili seorang agen asuransi palsu yang telah meletakkannya di saku orang tersebut.dapat pulang dengan sepatu seperti itu. Saya menghindari daya persona rumah sakit boneka dengan bermacam-macam mata gelas berwarna biru atau coklat." kata Mrs." . dan telah membicarakan kebingungannya bagaimana dia .

"Kamu. bukan?" katanya tanpa menyapa dulu. Kau biasanya keras kepala. "Dan jangan panggil aku Nanny." "Hm." kata Kolonel Beck. **Kau harus berusaha dan bekerja lebih baik. Dia punya sebuah kartu dengan nama dan alamat palsu di sakunya. kesehatan» dan cerita-cerita klasik Prancis. mendorong meja bacanya ke samping. "Permtsi. yang sebenarnya bukan Prancis betulan. Lebih baik kau masuk ke dalam dan membereskannya. Di situ terletak berjilid-jilid buku yang disebut "janggal** atau "aneh". Menarik. itu tidak bagus. "Memang tidak ada buniknya. sehingga sulit untuk dapat melihat apa-apa. dan berbagai jenis buku lain yang menarik. "Jadi kamu datang juga akhirnya?" katanya. kemudian memutarnya pada lubang kunci dan masuk ke dalam." Dia menekan sebuah tombol. digolong-golongkan dengan agak tidak keruan. "Ya. Kolonel Beck melepas kaca matanya. maksud saya. Mereka berdiri di sana. mengangkat tele-pon di atas meja.Saya mengangguk dan menyelinap ke atas melalui sebuah tangga kecil yang agak reyot dan sangat kotor. Kelihatannya.. Kan sudah kukatakan padamu sebelumnva." Dia menggelengkan kepalanya memandang saya. Sekarang ini mereka menyim-pannya dalam lemari es—seperti barang-barang lainnya. "Kau mestinya tidak berbicara kepadaku seolah-olah aku ini masih anak kecil. dan berkata. mengitari sebuah lemari buku." katanya. Ya. "Itu menghina. sudahlah. saya tahu. Tetapi untuk apa kau kemari? Tidak biasanya kau minta izin. di mana di atasnya terletak sebuah buku tebal yang besar sekali dan memandang saya dengan gusar. Saya masuk melalui sebuah pintu di ujung ruangan ke dalam sebuah ruangan lain yang pcnuh asap rokok. lupa sekelilingnya. Rumah-rumah di Crescent." "Jelaskan dirimu. "Sudah menyelidiki semuanya?" tuntutnya. "Pekerjaan-pekerjaan terbaik yang pernah saya lakukan adalah berdasarkan dugaan-dugaan. Kau masih berpikir. Ada kaitannya?" "Saya belum tahu." sambil mendorong mereka kuat-kuat ke samping." kata wanita itu.. Nak." "Subjek penyelidikan adalah Wilbraham Crescent. ko-lonel-kolonei tua. Dia adalab orang yang suka menentang." "Kau perlu waktu lebih lama lagi. Ada suatu kebetulan yang mungkin—hanya mungkin — berarti sesuatu. Tetapi kami tidak dapat menunggu selamanya. Saya berkata." Dia meletakkan teleponnya kembali dan mengangguk ke arah saya.. Saya menemu-kan diri saya berada dalam sebuah ruang depan dengan dinding bersih bergambar sapi-sapi Highland. Beri sava fakta-fakta-nya." "Saya tahu. Pak." kata saya. tidak ada alasan mengapa tidak." "Dan kau mencurigainya! Atau kau tidak begitu?" "Saya tidak yakin. Pak. Sepuluh mil dari Portlebury. buku-buku kesenian. untuk apa kau kemari? Datang untuk minta izin menyelidiki Wilbraham Crescent—di mana pun letaknya tempat yang aneh bunyinya itu?** "Letaknya di sebuah tempat bernama Crow-dean.. Seperti yang saya katakan pada Anda. jelaskan dirimu. Pak. Lokast yang sangat bagus. Itu adalah salah satu favoritnya. Kolonel Beck justru berhenti. Tetapi melihat saya mengharapkannya untuk berbicara terus. Selesai dengan tempat-tempat minum itu?" "Ya. saya dapat melihat tubuh gemuk atasan saya sedang duduk di atas kursi tua yang besar." Saya menunggu untuk melihat apakah Bung Tua itu akan memperbesar topik tersebut." "Salahmu sendiri. memakai kaca mata model kuno. "Baiklah. sejarah alam." "Siapa yang dibunuh?" "Sekarang masih belum tahu. saya mulai dari Crescent. Itu sebabnya mengapa semua makanan hambar sekarang ini." "Sava mengakui itu hanya dugaan saja." "Ah! Yah. "Dapat sesuatu?" "Tidak. Saya masih harus menvelidiki sedikit lagi. Di ruang ini ada sebuah pojokan kecil bertirai yang menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat umum." "Saya juga tidak berpikiran kalau maksudmu itu adalah toko-toko roti dengan roti udang Prancis di dalamnya. Kau tahu itu. melangkahi berbagai macam kotak berisi buku yang terbuka di atas lantai. Betul-betul bulan sabit!" "Saya masih berpikir. "Mr." "Ya. "Oh. tetapi dapar ditemukan oleh para ahli. Colin. "Dia menanyakanmu kemarin." kata saya mulai menjelaskan. dan rok hitam serta mantel tanpa lengan dengan corak bergaris-garis yang agak tidak pantas. Beberapa dari tempat-tempat itu sungguh-sungguh menyanjung roti Prancis buatan mereka. Pak." kata saya. dan mengambil sebuah kunci dari saku saya. Di sini buku-buku tentang arkeologi. tetapi kelihatannya. Nanny (panggilan anak kecil pada pengasuhnya). Di lantai dua terdapat Orientalia (buku-buku mengenai kebudayaan Timur). seperti seorang pengasuh tua yang sedang menghadapi seorang anak yang mengece-wakan." "Jangan berbelit-belit. "Tetapi saya tidak mau pindah ke tempat lain sekarang. yang pada sandaran tangannya terdapat sebuah meja baca atau tulis model kuno yang dapat diputar ke samping." "Sudah waktunya kau tumbuh dewasa. Sesudah pandangan mata saya yang pedih mulai terbiasa. sementara kau terus asvik berpikir." "Kebetulan ada seorang laki-laki terbunuh di Wilbraham Crescent. saya akan menyuruhnya masuk. menyibakkan gorden yang menutupi sebuah pintu. Saya melewati semuanya dan naik ke lantai tiga. Dia tidak menye-nanginya. Saya berjalan menerobos kerumunan mahasiswa." kata saya.. Ya. dan pendeta-pendeta. Tidak akan berhasil. bukan?" . bukan?" "Saya perlu waktu lebih lama lagi. Kalau dipikir-pikir." kata saya. "Hampir. ya. dan menemukan tujuan saya selanjutnya yang terhalang oleh dua orang mahasiswa yang berlainan jenis sedang asyik beipelukan dengan mesranya. ya. yang terdapat di bagian belakang toko. Nah." kata saya. Colin. Saya menggerakkan pengetuk pintu itu dengan hati-hati dan pintu itu dibuka oleh seorang wanita setengali baya beram-but kelabu.. dan sebuah pintu dengan pengetuk pintu yang mengkilat di atasnya. Hanya dugaanmu ini saja yang kelihatannya tidak jalan.

Betul. "Dia mena-brakmu. bagaima-napun juga." "Yah. **Ada sebuah pub bernama The Rising Moon di jalan di sebelah jalan ini." kata saya dingin. 62. Ada sepasang suami istri di nomor 63. "Mau rokok?" Saya menggeiengkan kepala. yang saya ulurkan padanya. Orang Skot. Dan dia juga punya istri di Swiss. Sebetul-nya Wilbraham Crescent No. cuma itu. gadis yang kau minati itu mungkin adalah pembu-nuhnya. yang tinggal di sana. atau sesuatu seperti bulan sabit atau bulan?" "Bukan. dan sepasang anak perempuan. Dan ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada Anda." kata Beck. Mrs." "Bagus sekali. Tinggal di Wilbraham Crescent No." "Pasti akan ditangguhkan. Pak. Omong-omong. Anakku." Saya memberinya beberapa foto kepolisian pilihan. Sering pergi ke luar negeri. Kau ingin menyelidikinya. Mengha-biskan waktunya di kebun. bukan?" kata Kolonel Beck. kau ingin tahu tentang Mr. ingatlah bahwa itu mungkin saja."Betul. Kau ingat Pendleton? Dia punya istri dan anak-anak. Tentunya bukan karena gadis yang kautabrak di Crowdean." "Sebuah penyamaran yang sangat bagus." kata saya tajam. "Siapa ini?" tuntut Kolonel Beck." "Kembali lagi ke Crowdean?" "Ya." kata Kolonel Beck. Bagaimanapun juga." "Aku tidak perlu cerita. "Hati-hati dengan langkahmu.*' kata saya. Ada pemeriksaan yang harus saya hadiri. Itu ditemukan di kebun belakang nomor 19." "Anda bah kan belum mendengarnya." kata Kolonel Beck." Beck mengambil uang logam yang kotor kena tanah itu. Ini. "Pergllah ke pemeriksaan itu. Coba pikirkan." NARASI COLIN LAMB .'* kau saya. Dia bekerja di sebuah institut untuk orang buta dan dta telah diselidiki dengan cermat oleh pihak kepolisian lokal. Hemming dan sekitar delapan belas ekor kucing tinggal di sana." "Nah." "Tinggal sendirian?" "Ya." "Nah. "Terima kasih —tidak ada waktu hari ini." "Kedengarannya seperti sebuah teka-teki Prancis. Itu semata-mata hanya sebuah kemungkinan. "Kau selalu sudah punya jawabannya." "Dan bagaimana pendapatmu tentang orang-orang lainnya ini?" "Pendapat saya adalah. sekarang aku ingat. mengeluarkan sebuah bolpen dari sakunya. sayakhawatir saya memang begitu. "dia tenggdam dalam kesibukan mengurus kucing-kucingnya. Seorang wanita bernama Mrs." kata saya. Begitu. "Coba lihat ini. Namanya Mc-Naughton. "Saya belum menceritakannya pada Anda." "Dia punya seorang istri. "Dewi ( Bulan! Diana Lodge. Kata orang dia seorang insinyur bangun-an." kata saya. "Seorang istri yang cukup baik dan dua anak yang suka ribut-ribut—laki-laki. Ramsay i ini. "jika pembunuhan itu dilaksanakan oleh salah seorang dari orang-orang lainnya ini. Sudah?" "Belum." kata saya." kata Kolonel Beck.*' "Menarik. Pendleton juga punya seorang istri di Jerman. "Ya?" "Sebuah rumah bernama Diana Lodge. Anakku! Seks muncul seperti biasanya. kan?" "Tentu saja bukan. Yah. 20. Wanita paling bodoh yang pernah kutemui. siapa sebenarnya orang-orang ini?" "Mereka adalah orang-orang yang kebunnya berdampingan atau menyentuh kebun rumah tempat pembunuhan itu terjadi." kata Beck menghargai. bukan? Baiklah. *Kami akan memeriksanya. Apakali namanya Diana." "Saya senang mendengarnya. maka hal itu akan sa-f ngat'mudah. Pensiunan dosen. "Pola macam itu telah dikenal. kan?*' "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. ada apa?" "Ada dua orang yang ingin saya ketahui datanya. Apa yang dikerjakan-nya. Berapa lama kau menge-nalnva?" "Tidak ada—maksud saya—yah—memang ada seorang gadis yang menemukan mayat itu. "Saya sangat senang mendengarnya. menu-rutku. di salah satu rumah lainnya yang telah saya sebutkan tadi." Dta menambahkan sambil berpikir. Ada yang lain lagi?" "Aku tidak yakin." kata sava. atau Artemis. meskipun penuh risiko.'* "Satu dari sepuluh kemungkinan yang ada." Dengan mengeluh Kolonel Beck menarik kem-bali meja bacanya ke posisi semula. dan carilab gadis itu. Hemming ini?" "Tidak ada. bekas gurusekolah. Bagaimana halnya dengan nomor 19 sendiri?" "Seorang wanita buta. "Tentu saja mungkin." Kolonel Beck mengi-baskan rokoknya. kalau begitu. kau mungkin mendapatkan sesuatu dari keyakinanmu yang teguh pada bulan sabit dan bulan terbit. Tidak punya ide di kepalanya kalau suaminva itu sesungguhnya bukan seorang agen buku-buku Timur betulan. menangis dalam pelukanmu dan mence-ritakannya padamu. Kolonel Beck tiba-tiba tertawa kecil. untuk me-j ngangkut sesosok mayat ke dalam nomor 19 pada waktu yang tepat di siang hari. "Ada seorang laki-laki bernama Ramsay. Kami akan memasukkan mereka dalam mesin untuk meyakinkan." "Diana? Hm. meniupnya dan memandang saya. "Korban pembunuhan itu. "Di mana letaknya mayat pamanku? Di kebun sepupu bibiku. Dia bilang tentu saja mereka hanya sebagai kamuflase. Mengapa kau tidak pergi dan mencoba peruntunganmu di sana?" "Saya sudah pernah ke sana. "Sekeping Heller Cekoslovakia? Di mana kau menemukannya?" * "Bukan saya." "Apa yang dilakukannya ketika dia menemu-kannya?" "Menjerit. Setengah baya. Istri yang sangat baik. mungkin saja. mungkin juga bukan. Seluruh cerita itu kedengarannya sangat mustahil bagiku.*' kata kolonel itu. Tidak ada alasan untuk mengira bahwa dia dan istrinya bukan orang baik-baik—tetapi—" "Baiklah. Aku tidak tahu siapa istri-istrinya itu—miliknya sendiri atau hanya sebagai kamuflase saja.

'Tolong sebut saya sebagai Mr. meskipun kau harus bekerja di balik layar. Ada sebuah pepatah atau sebuah peribahasa. Beberapa ta-hun yang lalu bangunan itu adalah sebuah gedung yang menonjol. "Sangat sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya—atau chrysanthemum. dengan sebuah tempat wiski. sederhana. "Berhubungan dekat dengannya." "Seseorang harus mempunyai kebijaksanaan. kau tahu. dan mengingat semua hal kotor sebisanya dan menulisnya dengan rasa puas." Dia membuka sebuah pintu dan berbicara dengan suara yang jelas "Mr Colin Lamb sudah datang." kata saya. "sebab ayahmu dapat menceritakan beberapa hal yang sangat menarik. Minuman itu rasanya memuakkan dan baunya ta am "Jangan bangkit. "Kupikir aku harus membe-rimu selamat atas keberhasilanmu yang agak menakjubkan baru-baiu ini. dengan tangan terbuka lebar. yaitu terlalu menyangkut nama ayahku. Mungkin seperti Sherlock Holmes. "dengan kepribadianku. aku tahu. tentu saja. Sekarang ada banyak gedung lain yang lebih mengagumkan dan bahkan lebih banyak lagi bangunan modern yang berdiri di kedua belah sisinya. kendati itu tidak perlu. "Kelihatannya kau sedang mengadakan sebuah penyelidikan kecil?" Poirot mengeluh. kan?** '*Tidak juga. Tuan. mefainkan sel-sel otak. Tuan. yang baik itu. "Sekali saja dengan sayuran itu. Kamu." kata Poirot. beiapa dalam daun seledri itu telah tengge-lam di dalam mentega. tetapi Poirot adalah satu dari orang-orang pertama yang merasakan dtnginnya musim gugur* dan mengambil tindakan pencegahan ter-hadapnya. "tapi dia pikir terlalu banyak hal yang harus dirahasiakan se-hingga akhirnya dia berkesimpulan bahwa apa yang dimasukkan pasti kelihatan terlalu jinak dan sederhana sehingga tidak pantas untuk ditulis. Tuan—*' Dia membawakan topi saya." "Ya. Pintu dibuka oleh seorang pelayan laki-laki yang penampilannya tak bercela. Itu kan pepatah tentang nyonya-nyonya tua yang mencoba untuk kelihatan lebih muda daripada yang sebenarnya." kata saya." kata Poirot. Jika kau ingin bunga yang terbaik. kadang-kadang beiiau agak sedikit tettekan." "Tetapi berhubungan. sedangkan dia tidak. Dia selalu langsung pada sasaran." Saya mengangguk dengan penuh simpati. bidangku tidak persis sama dengan bidangnya. Tidak mungkin betuP dan kaienanya mereka jatuh ke dalamnya!" Saya tertawa." kata saya memuji diri sendiri." "Aku tidak yakin tentang itu. jerat yang sangat jelas dan orang-orang yang ingin ditangkapnya akan berkata *itu terlalu jelas. Teman saya. Cocok. kuganti Lamb. Yang jadi masalah adalah harus ada sebuah persoalan. Tetapi sesungguhnva. Temanku! Temanku yang masih muda—Colin. saya berkata. Tapi. Itu tidak coeok buatmu. tetapi Poirot sudah berdiri di atas kakinya. Tidak. Begitu. "Dan apa kesibukanmu sekarang?" saya bertanya pada Poirot." kata saya. Memandang begitu banyak macam buku di sekelilingnya. saya menemukan. Dindingnya dicat lagi dengan warna kuning dan hijau pucat. "Saya pikir." kata saya. saya mene-bak. dengan tanaman-tanaman hortikultural?" "Tiap orang kelihatannya mengarah ke sana pada akhirnya. Tisane pasti. bukan. kalau begitu. ayahmu?" "Ayah baik-baik saja. "Kau bolch menyebutnya begitu. bukan itu yang ingin kubicarakan de-nganmu di sini. Tangan kanannya memegang sebuah cangkir yang mengepulkan asap. Saya naik ke lift dan menekan bel nomor 203. Kau adalah serigala berbulu domba." Dia terbatuk-batuk kecil. udara hangat. asyik dengan pena mereka. "Tetapi ada beberapa hal lagi yang ingin kuketahui. aku sangat menghormati ayahku.Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya mengunjungi Whitehaven Mansion. George masuk pada saat yang tepat. sebuah gelas. "Hanya saja dalam bidang seperti pekerjaanku. "Dan bagaimana dengan dia?" George merendahkan suaranya. Memang tidak menguntungkan. Sebuah se-nyum tersungging di bibirnya. George?" "Syukurlah. mengapa tidak pergi ke toko bunga? Kupikir Inspektur yang hebat itu akan menulis pengalaman-pengalaman-nya?" "Dia pernah mulai." kata Poirot. Kuharap aku dapat sebaik dia. Colin Lamb. Kau tahu. Dia akan memasang jerat. "dan bagaimana kabar teman baikku. Alia. "Aku tidak. ya? Musim-musim begitu cepat berlalu. sebab dia sudah berbicara dengan nada hati-hati sejak awal pembicaraan kami. memakat sepatu kulh yang berkilau-kilauan. dan mudah diingat. Di kedua belah sisinya di lantai ada etumpuk buku-buku vang disusun rap . saya sehat-sehat saja. mungkin juga betul." Saya merendahkan suara saya. George." kata Hercule Poirot. dan sebuah sedotan yang diletakkannya di dekat siku saya. Dia memakai bukti-bukti dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang Iain. kataku pada diri sendiri. Aku mengaguminya. bahwa gedung itu baru saja mendapatkan wajah baru." . Aku selalu mengaguminya." "Baik. Jadi. Dia sangat suka minum tisane dan sering mendesak saya agar meminumnya. untuk melengkapinya sampai tuntas. "Jika Anda sudi berjalan lewat sini." "Tentu saja." Dta mundur dan menyilakan saya masuk ke dalam ruang itu. Saya melihat bahwa satu batangan besi dari pemanas listrik berbentuk segi empat yang ada di situ menyala merah." kata saya. Bukankah begitu? Affaire Larkin. Kebanyakan para ayah suka duduk. aku tahu. Apa kabar. bukan. yang segera saya tolak. "Ah. kupikir namaku sendiri mungkin menyebabkan timbulnya kesalahpa-haman." kata saya. Saat itu baru awal September. aku tidak ingat sekarang ini musim apa?" "Dia menyibukkan diri. metodenya sangat menarik bagiku. ya. apa pun per-soalannya. "Mr. Hercule Poirot. jadi kamu. Tentu saja. Tetapi mengapa me-nyebut dirimu dengan nama Lamb? Coba kupi-kir. Tuan. "Yah. Sesuatu tentang domba berbulu domba. Pendek." kata Poirot. Tuan. Tidak peduli. Bukan otot yang hendak kulatih. Colin! Sudah lama sekali Anda tidak kemari. D atas meja di sisi kirinya terdapat lebih banyak buku lagi. Dia menyilakan saya duduk dan menawari saya tisane." kata saya. Ya. Di dalam. sedang duduk di kursinya yang besar di depan peraptan. Dia berjalan ke arah saya." "Sampai sejauh ini masih baik-baik saja. "mengagumi ayah sendiri sudah tidak mode lagi sekarang. ya—tapi tidak pernah lagi. Akhir-akhir ini aku merasa sangat membutuhkan sebuah pei-soalan.

betapa tidak nyatanya. > "Terus kita akan mengambil Petualangan Arse-ne Lupin" Poirot meneruskan." Dia meletak-kannya dengan khidmat. tetapi hal itu membutuhkan usaha yang giat juga untuk membongkar kebohongan. Poirot melanjutkan." "Seperti katamu. Begitu aku selesai membaca kasus itu. Kau lihat. dia cukup bodoh untuk membuat detektifnya orang Finlandia. Tetapi dia memiliki jalan pikiran yang asli. kecuali mungkin hasil karya Sibelius. "Enfin" kata Poirot. Mr. "Dari kehidupan nyata aku beralih ke fiksi. kekuatannya." "Aku harus membacanya lagi." "Dan kukira kau selalu berhasil. Saya menebak bahwa akhir-akhir ini dia tidak merniliki teman untuk diajak berbicara dan hanva bisa menikmati suaranya sendiri saja. peta-peta jalan pintas. "Betul. Ariadne Oliver. "Aku juga sudah membaca. dan jelas-jelas dia tidak tahu apa-apa tentang orang Finlandia maupun negaranya. betul-betul sebuah kla-sik! Aku mengaguminya dari awal sampai akhir. Saya menenangkan diri untuk terus mendengarnya. Aku menikmati usaha untuk menemukan kele-mahan Mr. "—ini." "Dia adalah penulis yang sangat membosankan jika aku tidak salah. Ada juga mayat. tentu saja. "Aku adalah orang yang rendah hati. karena masih muda waktu itu. Ya. Aku akui aku menikmati penggunaan alibi ini." Saya merasa telah membiarkan diri saya untuk mendengarkan kuliah. Aku berusaha menerapkan jawaban-jawabanku pada mereka. Aku mengerti. kurasa mereka sudah mati semua sekarang." "Dan pern bantu wanita itu."Supaya bisa tetap berfungsi. Aku tidak seluruhnya setuju dengan hasil karyanya. "Sekarang Mr. Kemudian ada seorang remaja yang tidak beruntung." Saya berpikir sendiri. Dan. tetapi mereka meyakinkan. juga!" Dia meletakkan Petualangan Arsene Lupin dan memungut buku lain. kurasa." Dia mengeluh. Jangkauan tangan kebetulan terlalu sering diterap-kan. Nada bicaranya kedengaran sedih. aku di sini tenggelam dalam berbagai macam contoh fiksi-fiksi kriminal dt sebelah kanan dan kiriku. bukan." kata saya. Memuaskan. sebuah studi psikologi yang hebat. bahwa kerendahan hati pastilah bukan merupakan kelebihan Hercule Poirot. "Aku menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam misteri nyata dalam hidup yang tak terpecahkan. Colin sayang. "Tetapi per-soalan-persoalan." "Dan kau memecahkannya?" "Aku memecahkannya. Apa yang lebih diperlukan lagi adalah. sama sekali tidak bangga. "Betapa fantastik. . semuanya menjadi jelas bagiku." "Maksudmu kasus-kasus seperti kasus Bravo. adalah Kasus Leavenworth. Bagaimana mereka bisa ada di sana? Bagaimana caranya mereka berada di sana? Aku tidak makan jeruk. Ah. Juga tidak mungkin ada tamu yang membawa tiga potong kulit jeruk. yang mengatakan bahwa itu tidak juju. kehidupan-nya! Mereka memang tidak masuk akal. dia membuat deduksi-deduksi yang bagus kadang-kadang. dia mungkin telah memiliki seorang teman pengacara yang 4 telah menempatkannya pada posisi yang benar dalam bidang hukum. Dan bayangkan vitalitas yang ada pada mereka. sekarang hampir dilupakan/* Poirot melompat dua puluh tahun atau lebih. Tidak perlu diragukan lagi. Pendekatan yang begitu logis! Ada kntik-kritik-nya juga. Secara keseluruhan ada kebenaran. jadwal kereta api. tetapi belum demikian. Dan tentang Lizzie Borden. Semuanya harus jelas pada saat puncaknya. "Dan ini adalah Misteri Kamar Kuning. dan Iain-Iain. Bukan. Tetapi itu bukan tidak jujur. juga pembunuhnya. "Orang menikmati suasana zamannya. "tidak ada sesuatu yang betul-betul menegangkan yang terjadi dalam bu-ku-bukunya. dalam hal alibi. dia adalah seorang ahii. Hampir begitu. tidak mudah didapat. betul-betul melawan perin-tah. Tetapi yang penting selalu atibinya." katanya. Munculnya tiga potong kulit jeruk kering di tempat payungku secara tidak beralasan. begitu nyata digambarkan. Tetapi seseorang tidak perlu memakat sebilah pedang panjang untuk memotong tali pengikat sebuah paket. Misalnya prosedur poll si. Bukan. penyamaran. tetapi tidak penting. Kejadian-kejadian di dalamnya sangat mustahil. kukira. Cyril Quain. Constance Kent. hanya itu. kuingat. Cyril Quain." kata Poirot. Quain. ketika orang-orang itu bertemu di sudut ketiga lorong itu. Dia kebetulan adalah temanku. dan bertahun-tahun kemudian dia telah banyak mem-pelajari hal-hal yang tidak diketahuinya sebelum-nya. yang berbelit-belit dan jelas. dalam pikiranku aku tahu siapa yang membunuh Charles Bravo." Dia mengulurkan buku itu pada saya. seperti sering kali kulaku-kan sebelumnya. "Centanya mengagumkan. yang disembunyikan dengan kata-kata secara hati-haji dan cerdik. Aku cukup yakin dengan pikiranku pada apa yang akan merupakan jawabannya. Sebuah persoalan karenapenggantian wanita pembersih yang lama dengan yang baru—yang mengajak. Ada humornya. Hannah. "Dan apa yang kulakukan berikutnya?" Ianjut Poirot. "beberapa karya awal Mrs. mungkin. kita dapat ber-harap bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang diperlukan kepada berbagai orang yang terlibat. Adelaide Bardett." kata saya. dan melodramanya yang disengaja. "Betul-betul sebuah karya luar biasa." Saya menggelengkan kepala dengan serius. dan. temanku Colin. Kadang-kadang lebih dari satu. tetapi dia bukan seorang pengha-sut dalam kasus ini." "Mengecewakan. dan temanmu juga. Tetapi itu terlalu gampang. Tetapi tidak bagiku." kata saya. Ada perbedaan setebal sehelai rambut. untuk menyoroti pekerjaan pengarang-pengarang lama. "Pada akhirnya persoalan itu tidak menarik sama sekali. Ariadne Oliver dan memungut buku lain." kata saya." kata Poirot. Ini—" dia memungut buku yang diletakkannya di lengan kursinya ketika saya masuk." kata Poirot. itu cukup merupakan sebuah persoalan. Itu—ah. mon cber. Meskipun kedengarannya tidak menarik. Memang betul Kamis lalu aku mendapatkannya. Aku bekerja dengan menelusur ke beJakang. Gambar-an-gambaran yang terinci dan berlebih-lebihan dari kecantikan Eleanor yang mempesona bagai emas dan kecantikan Mary yang lembut bagai rembulan." Dia mengesampingkan Mrs. Motif sebenarnya yang terletak di balik perbuatannya men-cekik adik laki-laki yang masih kecil selalu merupakan teka-teki. "Aku sudah lupa bagian-bagian tentang gadis-gadis cantik itu. dan lain-lain?1' "Tepat. rute-rute bis. pelajaran-nya. Sekarang dia juga sedikit lebih percaya pada topik senjata api. George tidak akan meletakkan potongan-potong-an kulit jeruk tua di tempat payung. Susahnya. Teman wanitanya mungkin tei libat. salah satu anaknya. Poirot memang jujur.

kendati mereka tidak persis sama." kata Poirot. Dia bukan. gembira sekali. "Oh. jelas-jelas karena suatu ide yang berhubungan dengan kenyataan. menggelengkan kepala. Colin. "Kekerasan demi kekerasan? Sejak kapan hal itu menarik? Aku telah melihat banyak kekerasan pada awal karierku sebagai seorang polisi. Betapa konyolnya untuk pergi dan mengubur diri di Amerika Selatan. kemudian berkata." kata saya tegas. Mustahii untuk dihin-dari. Mereka tidak masuk akal dan sangat membingungkan. kupikir kau mengibaskan ekormu. brosur-brosur penerbang-an. dan segala macam jadwal lainnya. Louisa O'Malley ini. sekarang. Tentu saja. Tetesan darah—mayat —jejak-jejak—ketegangan-ketegangan ditumpuk "jadi satu dan ditonjolkan. sesudah beberapa lama orang akan menyadari bahwa bukunya yang satu hampir sama dengan yang lain. duduk dikelilingi ABC (buku jadwal kereta api). Sir Artliur Conan Doyle. apa boleh buat. Poirot memandangku sambil berpikir. "Tidak. Riang dan hidup. Ada aturan dan metode dalam buku-bukunya. mon cher Colin." Poirot berhenti. wanita ini. dan memang terjadi demikian. Si anjing. dan di balik itu semua. Rumah-rumah besar dari batu di New York itu. tetapi terlalu banyak penjelasannya. Temanku. "Aku—aku pikir kau akan menyenanginya. bukan? Aku gembira. ketakutan yang memuncak yang diciptakannya pada diri pembacanya adalah hebat. "Dan kemudian—selalu ada favorit-favorit lama itu." kata saya. kukira. "Seorang tuan. ketegangan. mcskipun mungkin." ." Saya tertawa. Dia telah menulis paling tidak 64 buku. Dia betul-betul hebat. Aku selalu menyenangi anggur merah ataupun anggur burgundy yang dituangkan dalam cerita-cerita. dan bergumam. Kisah melodramatis yang diaduk dengan sebuah tongkat. Dia memiliki otak." "Bagaimana halnya dengan sekolah yang ke-tat?" tanya saya." Dia menarik napas. apa sebenarnya rumah besar dari batu itu—aku tidak pernah tahu? Apartemen-apartemen yang eksklusif itu. kau lebih baik juga membaca buku literatur kesehatan." Dia meletakkan Mr. Itu bisa terjadi demikian. "Ce cher Hastings." "Mari kita tidak mendiskusikan bom. Ah." Dia menarik napas. Si anjing membunuh seekor kelinci atau seekor tikus dan dia membawanya dan meletak-kannya di kaki tuannya. secangkirteh bagiku. Quain tidak banyak hal yang terjadi. "Di mana-mana di dunia ini ada revolusi sekarang. katamu? Dan kau membawanya pada&x*. "Bukan hal sepetti itu." "Itu tidak terbatas pada Amerika Selatan saja. non. Keindahan bahasanya."Tidak selalu. Tetapi penyebutan jumlah arak maupun wiski yang tepat dalam setiap halaman cerita-cerita detektif Amerika. "Buku-bukunya adalah model yang baik bagi karya tulis yang bermutu. Mengapa?" "Yah — " saya sedikit malu. Pada buku-buku Mr. dan keangkuhan-keangkuhan yang menggetarkan hati. "Sekarang Mr. tetapi mari kita tidak mendiskusikannya sekarang. aku membayangkan Cyril Quain sedang duduk di kamarnya. Dokter Watson. Kupikir mereka itu lebih jenius. di mana selalu terjadi revolusi. menarik napas. Dia hamprr merupakan contoh kebalikan yang sempurna dari Mr. Sebutkan ke-inginanmu. "Petualangan Sherlock Holmes. sedikit terlalu tenggelam dalam minuman. Dia lebih mirip dengan koktil Amerika itu yang tak keruan. Bradshaw Kontinental. Poirot mengibaskan sekolah yang ketat itu seperti dia mengibaskan seekor lalat atau nyamuk yang mengganggu. kenyataannya. Dia mengusap-usap kumisnya dengan rasa sayang. seperti kebanyakan penulis Amerika lain." kata Poirot. Sekarang coba arnbil Louisa O'Malley misalnya. ada aturan dan metode pada Mr." "Siapa yang memasukkan pikiran itu dalam kepalamu. "Kemudtan kita beralih ke Amerika. "biasanya sering berbaik hati pada anjingnya. menggelengkan kepala dan meminum sisa tisane-nya. lebih imajinatif daripada tuh'san-mlisan Inggris. Motif minum-minum ini dalam buku-buku Amerika sama artinya dengan kepala Raja Charles bagi Mr. yang campurannya sangat mencuriga-kan. Ya. Quain dan memungut buku lain. Kau tahu. mengisap pipanya seperti yang terlihat pada foto-fotonya. Bahkan perjalanan-perjalanan kapal pesiar. Bah. Dan apa yang dilakukan-nya kemudian? Dia mengibaskan ekornya. tidak selalu. pada buku-buku Gairy Gregson terlalu banyak yang terjadi. Temanku Hastings yang sering kau dengar kusebut-sebut namanya itu. dengan tahun buatan dan tanggal yang betul-betul asli. sama sekali tidak menarik bagiku." "Ah! Kau akan segera menikah. bagiku sama sekali tidak mempengaruhi jalan ceritanya dalam cara apa pun. Cyril Quain. juga mampu membalas kebaikan tuannya. Tetapi seni menulisnya—ah. bukan secangkir teh sama sekali. menyandarkan dirinya. va. dengan hormat. "aku datang untuk mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda de-nganmu. yang aku hormati. bukan Sherlock Holmes! Pengarangnya. "Florence Elks. terutama penciptaan ka-rakter yang hebat itu." katanya. non." Dia mengambil sebuah buku lagi. itu betul-betul merupakan sebuah kemenangan." "Begitu? Sebuah persoalan pembunuhan vang rumit. kejahatan yang tak disangka-sangka tetap berlangsung dengan diam-diam." Sekali lagi dia mengambil sebuah t&uku. Meskipun dia minum satu pint ataupun setengah pint yang diambilnya dari dalam lacinya." kata saya. Poirot?" tanya saya." "Sebetulnya. Quain. penuh dengan kekeli-ruan dan kebanyakan hanya dibuat-buat. dia betul-betul sangat hebat. mon cher." kata saya. aku menempatkan fiksi-fiksi kriminal Amerika secara keseluruhan pada tempat yang lumayan tinggi. dan melanjutkan kuliahnya." Dia mencomot sebuah buku dari tumpukan di sebelah kirinya. "tapi tidak pada-ku." "Itu terjadi. Sudah lama sekali sejak aku mendapat berita darinya. Dia pergi ke luar dan melempar bola untuk anjingnya. bagai-manapun juga." gumamnya senang." "Mungkin. "Apakah aku mengibaskan ekorku?" "Kupikir ya. itu betul-betul berbeda. adalah seorang ahli anggur." dia mengakui. seorang penulis cerita seram yang luar biasa. "terjadi setiap hari. Dick yang malang. Mereka lebih sedikit menjelaskan tentang suasana dan sedikit saja dibebani oleh keadaan ketimbang kebanyakan penulis Prancis. Mereka terlalu berteletele. kejadi-an-kejadian yang beraneka macam. seperti yang kau ketahui mon ami. Kisah-kisah tentang Sherlock Holmes ini adalah jauh dari kenyataan. Dia. ketika dia mencoba menuliskan kenangannya. tidak mungkin terjadi dalam hidup. seperti katamu. Sebenarnya aku datang untuk menceritakan padamu bahwa aku terlibat dalam suatu persoalan pembunuhan yang rumit. "Maitre!" "Sherlock Holmes?" tanva sava. Garry Gregson. "Jika memang harus. Aku. dan bahkan mengucapkan satu patah kata saja. Enfw. AUbi-altbinya serupa satu sama Iain. Semua begitu mengeri-kan. Tout de meme.

kau akan 43 . dulu. hanya memikirkan semuanya. bukan." "Keingintahuan. begitu mayat itu dapat dikenali. Tidak diragukan lagi. "Aku sudah melakukannya." "Kau berbicara tanpa metode dan aturan. Temanku. 19." kata Poirot dengan keras. "Satu hal sudah pasti. "Sans blague?" "Oh. Mereka tidak tahu apa-apa yang bergu-na.. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit. tepat. ada sesuatu yang rasanya kukenal. cukup lama sesudahnya. di Liege. kan?" "Masalahnya adalah. Oh. Aku tidak bisa. "apa yang ba-rusan kau ceritakan padaku — kupikir—ya. "pastllah merupakan sebuah tempat penyimpanan kasus-kasus kejabat-an maha luas. orang itu akan dapat dikenali. bukan?" "Memang betul pembunuhan. Jadi tidak perlu lagi pergi dan menanyai orang-orang dan berkeliaran ke sana kemari untuk mencari jejak. sesudah menunggu sejenak." saya meyakin-kannya." kata Poirot tegas. Aku mengenalinya. aku ingat. Dia menutup matanya' dan dengan lembut mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursinya sambil mendengarkan cerita saya Ketika saya akhirnya berhenti. Kau mengerti?" "Aku tidak begitu tahu apa yang harus kulaku-kan. "tetapi dari waktu ke waktu ingatan-ingatan itu selalu bergu-na. bukan?" "Sayangnya tidak. "Dan apa yang dikatakan tuan itu? Apakah dia ingin melihat tikus tangkapan anjingnya? Apakah dia ingin mengetahui semuanya tentang tikus itu?" "Tentu saja."Baiklah kalau begitu." "Sederhana?" saya berteriak heran." kata Poirot. "Kumohon kau memberiku fakta-faktanya. "Misalnya?" Dia menuding-nudingkan jarinya pada saya dengan tegas. "Aku pergi dengan Hadrcastle ketika dia menanyai mereka. Ada banyak hal lagi yang harus dicari." kata Poirot." Dia berpikir sejenak. "Epatant" kata Poirot. aku mempunyai perasaan adanya suatu persama-an. "Semua hal selalu masuk akal." Dia ber-henti. "Bicaralah dengan para tetangga. "Itu adalah sebuah tindak keja-hatan vang sederhana." "Hanya itu saja. Dia merasakan kata ttu dengan lidahnya dan mengulanginya per suku kata. Kau bilang itu adalah pembunuhan. Kali itu adalah persoalan penculikan seekor anjing peking. dan sebagainya. tetapi polanya sama." "Tapi. "Nah. dia tidak berbicara selama beberapa saat. dan voilal Ituiah dia. Aku mencari persamaan antara seorang stenografer pirang dengan tukang rebus sabun." "Ah. Pasti. heh? Tetapi ada banyak lagi yang perlu diketahui." kata saya." kata saya." "Itu tidak mungkin. Biarkan mereka berbicara padamu. ck. kau mena-nyai mereka. "Jam-jam?" sava mengusulkan dengan penuh harap. Mungkin orang ini akan dikenali. "Kupikir kau bisa langsung memberiku jawaban-nva." "Nah. semuanya akan men-jadi jelas." katanya. 'Apakah Anda melihat sesuatu yang mencurigakan?* dan mereka berkata tidak." "Mengapa harus sederhana?" "Sebab kasus itu begitu rumit. Sebuah kejahatanlah yang kau pikir akan menarik bagiku." kata Poirot. Kemudian dia bertanya. Dan di sini sekali lagi pada apa yang kauceritakan padaku. Aku hanya kebetulan saja terlibat di dalamnya. dan sebagainya. itu yang kau pikir. Bukan karena aku tersangkut di dalamnya. "semuanya kelihatan tidak masuk akal. Poirot. man ami. Mereka memiliki catatan-catatan kriminal. Aku bilang berbicaralah dengan mereka. pola itu berulang kembali. "Tentu saja." kata saya. bahwa hal itu tidak bisa demikian." "Ituiah yang selalu kusarankan. Kita baru berada pada bagian permulaan dari taktafakta itu. Tapi itu bukanlah yang kumaksud ketika aku mengatakan berbicaralah dengan para tetangga. Dan selalu dari pembicaraan mereka. Bu-kankah begitu?" "Aku masih menginginkan kau muncul dengan sesuatu. Kau pergi kepada mereka." Sesudah itu dia melanjutkan ketukannya pada lengan kursinya dan perlahan-lahan menganggukkan kepalanya. maka pasti sebenarnya sederhana saja. mereka dapat mengiklankan foto orang itu. entah di mana." "Yah." "Begitu. dan kau pikir memang demikianlah adanya." kata saya." "Jadi tidak ada yang dapat dilakukan sekarang. inilah kisahnya. Dalam hal itu pihak kepolisian adalah hebat. ada pemerik-saan ilmiah terhadap pakaian orang itu." katanya. sekarang aku butuh jawabannya. mereka memiliki daftar orang-orang hilang. "Apa komentarmu?" "Tetapi kau ingin aku ngomong apa?" "Aku ingin kau memberiku pemecabannya. kau coba saja ini dan menjelaskannya. Jangan membingung-kan diriku. "Aku sudah memberikan fakta-faktanya. ck. Kejahatan itu mempunyai pola." kata saya tidak sabar. "E-patant. "Agen asuransi palsu?" "Bukan. dan mendapatkan jawab-annya. Dia meracuni istrinya agar dapat menikahi seorang pengetik steno berambut pi-rang. Apakah itu yang kaupikir?" "Selalu ada sesuatu yang harus dilakukan.." "Aku kecewa denganmu. kutantang kau. bukan. "Wanita buta?" "Bukan. Betul. ada seratus cara dan sarana lain yang dapat dilakukan. Aku selalu kauajari bahwa seseorang sangat mungkin sekali untuk berbaring di kursi. Sekarang di mana — kapan—aku menemukan sesuatu. ya. Beberapa waktu kemudian. "Nah. Kau perhatikan." kata saya. Hercule Poirot bersandar pada kursinya." Saya menceritakan padanya secara terinci keja-dian-kejadian yang berlangsung di Wilbraham Crescent No. tanpa membuka majanya. Ada seseorang tukang rebus sabun." Poirot menggelengkan kepa-lanya." kata saya. Tapi tentunya kau tidak mungkin mengingat semuanya. bukan. ck." kata saya. Semuanya. "Ingatanmu. Tetapi aku meyakinkan dirimu. sekarang ini kau hanya memberiku sebuah pola.

"Kau punya usul-usul lain?" tanya saya. Dia menemukan mayat itu di sana dan menjerit serta menghambur keluar dari rumah itu untuk mencari bantuan." "Kau kelihatannya tidak menyadari bahwa aku punya tugas yang harus kulaksanakan. dengan salah satu dari gadis-gadis muda yang bekerja di sana. "Kuripan dari 'Singa Laut dan Tukang Kayu. Sheila Webb tidak perlu merasa ketakutan dengan gilirannya. Besar kemungkinannya dia memang tahu dan menyembunyikan fakta itu. hanya ituiah yang dapat kulakukan. Dalam pikiranmu kau pikir dia tcrlibat entah bagaimana dalam kasus itu.' " Dia membuka matanya lagi dan mengangguk-kan kepaianya.' Alice dan Cermin Ajaib" "Tepat." "Kupikir tidak.49 siang.. bukan? Apakah kau tidak mendekapnya dalam pelukanmu ketika dia terbang kelpar dari rumah itu dengan ketakutan?' "Kau telah terpengaruh karena membaca Garry Gregson. Dia telah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Miss Pebmarsh. Poirot memandang saya dengan pandangan menyelidik. Aky sudah menyuruh seorang petugas untuk menulisnya dengan huruf biasa dan mengeriknya dan aku membawanya untukmu. . Di minta dengan khusus. Mereka mungkin akan berbicara tentang kebun-kebun mereka atau hewan-hewan kesayangan mereka atau rata rambut mereka atau penjahit mereka." "Ah." Hercule Poirot menutup matanya lagi." "Kautidak bisa yakin tentang dia tidak tahu mengapa. meskipun mungkin dia sendiri tidak menyadari kebenarannya. Miss Martindale." "Kau harus bercakap-cakap dengannya. Pergilah dan temuilah dia. Selesailah bagian Miss Martindale. Dia ada di sana sungguh-ga tau sungguh karena suatu kebetulan belaka. ditanyai dalam waktu yang lebih singkat." "Aku tidak melihat bagaimana—maksudku— aku hampir tidak mengenalnya." kata saya. "bagi dua orang yang berlainan jenis untuk saling tertarik. Kalian sudah berteman. Renungkanlah itu. Crowdean muncul dengan harap-an yang menggebu-gebu akan suatu pengungkap-an yang sensasional." Poirot mengakui. kalau bisa Miss Sheila Webb. 19. yang juga mem-berikan kesaksian. "kau akan menik-matinya. Dia telah pergi ke sana. Kau bisa berbicara dengan gadis ini. Kau bilang tidak ada yang berguna dari percakapan-percakapan itu. Acara pemeriksaan itu. kau adalah anak vang baik. kau betul-betul seorang anak yang baik! Apa yang kaulaku-kan adalah tepat betul. Kata-kata yang diucapkannya betul-betul di luar dugaan. Tentang sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan tilin laky Dan kubis-kubis dan raja-raja. itu bukan suatu kebetulan yang sungguh-sungguh. "Ya?" katanya. mon cher. bagaimanapun juga. Gadis ini. Dia diminta melalui telepon. bertindak sesuai yang diperintahkan. "Ya. karena dalam beberapa menit dia sudah selesai." "Mungkin kau benar. tidak begitu. "Aku tidak akan menvukai—aku tidak mau. kata si Singa Laut." Poirot meyakinkan saya.. Saya bangkit berdiri sambil tertawa." kata saya dengan keras kepala. Dan kau harus pergi ke biro pengetik itu dengan berpura-pura hendak menge-tikkan naskah." "Kau akan bekerja dengan lebih baik bila memiliki cukup waktu untuk bersantai." kata saya. Dan kau akan bercakap-cakap dengarmyrf. Kau harus bercakap-cakap dengan orang-orang itu semua dan kemudian kau bisa datang dan menemuiku lagi dan kau akan mence-ritakan padaku segala sesuatu yang mereka kata-kan. jadi itu sebabnya. "sebab kalian sudah berteman. dan kau hams pergi dan menemui wanita buta itu dengan alasan tertentu. "Kau mengerti?" tanyanya. Inilah dia. kemudian berhenti." "Yah. adalah biasabiasa saja. kukira?" "Yah—yah." kata saya. Kau tahu itu dengan sangat baik. "Seseorang dapat terpengaruh. "Bahkan mungkin akan kautemukan dengan cara bercakap-cakap dengannya. tidak. Kau bilang begitu padaku. "Memang dibutuhkan waktu." Saya tersipu-sipu mendengarnya. Untuk saat ini. Dia telah mencatat kapan tepatnya telepon itu berbunyi. akan ada sepatah kata yahg memberi tan da. atau teman-teman mereka. 19. "Kau menangkap gayanya yang melodramatik. dalam peranku sebagai seorang asisten polisi. Untuk membicarakan banyak hal. Kau akan berkenalan." kata Poirot. memang betul. Tepat. Jika kau mau mengulangi bagiku kata demi kata. itu bisa kulakukan. "Yah." "Dan gadis ttu—" kata saya. Tidak ada pertanyaan ataupun penelitian secara terinci." pe-rintah Poirot.." "Tidak." "Tapi dia tidak tahu mengapa. Aku berkata tidak begitu." "Tidak. memasuki ruang duduk. Dia adalah seorang gadis yang menarik. rnon ami.menemukan sebuah petunjuk." "Ah. Dan mengapa laut mendidih dengan panasnya Dan apakah babi punya sayap. memintanya untuk mengirim seorang pengetik steno. atau jenis-jenis makanan yang mereka sukaL Selalu saja entah di mana. aku selalu punya usul. "Aku menulis apa yang dikatakan dengan steno." "Minta ampun!" kata saya." Pemeriksaan ini juga dihadiri oleh masyarakat umum." katanya. ke Wilbraham Crescent No." kata saya. dengan gaya suatu hasil karva vang telah dibaca-nya. "cukup menarik. mungkin.. Je vous remercie infiniment. " 'Waktunya sudah tiba. "Tiada ampun. Ada pesan melalui telepon di Biro Cavendish yang menyuruhnya pergi ke Wilbraham Crescent No. apalagi bila pernyataan itu ternyata betul. "kau adalah dokternya! Ada kata-kata bijaksana lain lagi bagiku? Bagaimana pendapatmu tentang urusan jamjam yang aneh itu?" Poirot menyandarkan dirinya di kursi lagi dan menutup matanya. dan memberinya beberapa petunjuk tertentu. yaitu pukul 1. Dicekam oleh pembunuhan di tengah-tengah mereka.

dan tentang pemeriksaannya atas mayat tersebut. 19. me-nyangkal dengan tegas kalau dia dianggap telah meminta seorang pengetik tenentu untuk dikirim kepadanya hari itu dari Biro Cavendish. Berdasarkan pemberitahuan melalui telepon. saya meminta pemeriksaan itu ditangguhkan. dipanggil berikutnya. Kemudian petugas yang memeriksa sebab-sebab kematian bertanya padanya. Pak. Untuk alasan ituiah.Miss Pebmarsh." . Doktei Rigg. setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan kualifikasinya. alili bedah kepolisian. Saya kira kematiannya terjadi sekitar jam setengah dua sampai setengah tiga. 19 di mana dia menemukan mayat itu. Dok-ter?" "Saya memeriksanya pada jam setengah em pat." "Begitu." Kemudian ada bukti -buktj medis. "Apakah Anda sudah berhasil mengetahui siapa orang itu?" "Belum. "Dapatkah Anda memberi kami waktu yang kira-kira tepat mengenai saat kematiannya. bercerita tentang kedatangannya di Wilbraham Crescent No. dia pergi ke Wilbraham Crescent No. Detektif Inspektur Hardcastle membuat suatu pernyataan pendek tanpa emosi.

. dia berbalik dari High Street dan menuju Albany Rcwd ke arah Wilbraham Crescent. "Bisakah saya masuk lagi?" gumamnya lirih. "Apakah kematian itu datangnya segera?" "Kematian akan terjadi beberapa menit kemudian." katanya." "Terima kasih."Anda tidak dapat mengatakan waktunya dengan lebih tepat lagi?" "Saya kira saya tidak dapat melakukannya. Dia pergi dengan seorang pria muda—tetapi aku tidak tahu siapa dia." kata Edna." kata Edna dengan suara sedih. Edna? Apakah kita akan pergi ke Bluebird untuk makan siang? Kita punya banyak waktu. "Sandy Cat berkata padaku lebih baik aku mengambil giliran pertama untuk makan siang.." Maureen dan seorang gadis lain pergi bersamasama.. kondisi kesehatan. mungkin. Biro Sekretaris Cavendish ditutup pagi itu. "Dia akan memi-num cairan itu tanpa curiga. "dan berbicara pada—pada orang yang datang ke kantor—Inspektur. Memang pelit dia itu. dan berkata. "sesudah selesai memberikan kesaksiannya. Tiba-tiba. Orang yang memberi kesaksian pagi mi. seperti pisau memasak Prancis dengan bilah pisau yang runcing. Chloral bydrat." kata Maureen. Sema-kin dia mencoba untuk menjelaskan hal-hal itu dengan otaknva. "Pemeriksaan akan ditangguhkan selama dua minggu." "Maukah Anda menjelaskan pada kami. tidak mungkin terjadi seperti yang dikatakanny a. "Yah—" polisi muda itu mencari di dalam dan menemukan inspektur itu sedang asyik berkon-sultasi dengan petugas pemeriksa serta kepala polisi daerah itu. Kau mau ikut?" Edna masih mondar-mandir bingung. Dokter Rigg. Berpikir bukanlah keahlian Edna. Edna tetap tinggal di situ.. Dia tidak makan makanan keras paling sedikit selama empat jam." kata Maureen. Ujung pisau itu menem-bus. kelihatan ragu-ragu ketika keluar dari pintu." Dia berbalik dan pergi. Tadinya kupikir aku bisa punya waktu lebih yang lumayan untuk belanja dan lain-lain. "Bagaimana dengan hal itu.." kata Dokter Rigg. Efek chloral hydrat sangat cepat. Aku tidak melihatnya keluar. Umur." "Waktu yang kumiliki tidak lebih banyak dari waktumu. "Pelit seperti setan. sampai tanggal 28 September. tetapi ada banyak faktor yang harus diperhitungkan." "Berapa lama sesudah pingsan dia dibunuh?" "Saya tidak dapat mengatakannya dengan tepat." Di sini dokter itu menjelaskan secara teknis bagaimana posisi yang tepat dari pisau itu ketika menembus jantung. Apakah Anda mempunyai bukti kapan orang itu makan terakhir kalinva?" "Dia belum makan siang jika itu yang Anda maksud. Non. apa yang Anda maksud dengan pernyataan • tersebut?" "Saya telah memeriksa organ-organ tertentu dan membuat tes-tes tertentu. Sesuatu yang kelihatannya. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan seorang polisi muda berambut pirang yang berdiri di depan pintu masuk. Maureen West.. "Betul. yang disebabkan karena pengaruh obat." Pemeriksaan itu selesai.. tidak begitu penting sebemlnya." "Anda melakukan otopsi?" "Ya." "Terima kasih. Menurut saya ketika dibunuh dia dalam keadaan koma. ?" "Inspektur Hardcastle. Hal itu disebabkan karena tidak ada tanda-tanda berontak dan penampilan-nya yang begitu damai.. Apakah ada sesuatu yang penting?" "Oh. kau mempunyainya." "Orang itu tidak akan menjerit ataupun beron-tak?" "Tidak. "Tapi tidak mungkin begitu." "Dan menurut Anda dia ditikam ketika pingsan?" "Itu keyakinan saya." "Dapatkah Anda mengatakan bagaimana obat itu diberikan?" "Saya kira mungkin melalui suatu jenis alkohol." "Dia pergi duluan. berkata kepadanya. dan lain-lain." "Betul." "Persis seperti Sandy Cat. Sekali dia berkata dengan keras. Edna Brent. "Jika Anda mau mampir lagi nanti di kantor.. seperti seseorang yang telah mengambil keputusan. masih mengerutkan dahinya dengan bingung. Dokter?" "Ya. semakin kacau otaknya jadinya. dan sebentar kemudian dia akan terguling dan jatuh pingsan. "Itu—yah—saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang diucapkannya itu bisa benar. . bukan? Kita buka lagi jam dua dan kita semua harus ada di sana." .." "Sebab kematian?" "Orang itu telah ditikam dengan sebilah pisau tipis dan runcing. Dokter.. Dia tidak akan sadar sebelum setengah jam dan mungkin juga lebih lama dari itu. orang-orang mulai bergerak keluar dari ruangan. atau jika Anda ingin meninggal-kan pesan pada saya. Dia berjalan-jalan menjauhi Commarket dan menyusuri High Street. saya rasa. Sekali lagi itu tergantung pada keadaan tubuh korban. Bagaimanapun juga." gumam perugas iu. sebab menurut saya. "Kau duluan deh—aku harus belanja. salah seorang dari gadis-gadis itu." "Dikenal dt beberapa tempat sebagai Mickey Finn. Dokter Rigg. Dia masih mengerutkan dahinya karena bingung dan mencoba untuk berpikir. yang datang bersama gadis-gadis Iain dari Biro Cavendish. Saya kira itu saja. dalam keadaan dia ditikam. Apakah kau mencari seseorang?" "Hanya Sheila. Kalau hanya menebak." Petugas pemetiksa itu kemudian melihat ke sekeliiing dan berkata.. "Kelihatannya dia sedang sibuk sekarang." "Dapatkah Anda mengatakan obat apa itu. waktu vang paling mungkin adalah jam dua atau lebih awal sedikit.

19. hampir sejak saat pertama. Oh. akan berhenti sejenak dengan mata ingin tahu dan berbisik-bisik bertukar gosip dengan teman-teman mereka. saya telah menyadari bahwa dia adalah gadisfcw. "Itu rumahnya—itu yang ada di sana. kata mereka. Itu tidak perlu diragukan.. bukan?" "Belum. Orang akan selatu terpan-cing untuk marah bila orang lain ternyata menge-tahui lebih banyak tentang dirinya daripada dia mengetahui tentang dirinya sendiri. Lumayan mudah ternyata. "Hari ini udaranya dingin. gadis itu jadi tidak normal sejak.." Dia gemetar. juga memandang rumah itu. Bagaimana pendapatmu tentang masakan Cina? Kulihat di sana ada sebuah restOran Cina kecil di ujung jalan... Ke-nyataannya. Jadi ituiah rumah tempat kejadian itu berlang-sung! Gorden yang rapi di jendela. Dia hampir lupa pada apa yang membuatnya ke Sana. kenyataan nya. ketika saya sudah dapat mengejarnya. dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi... saya tahu. Selama dua puluh empat jam pertama. tapi dia tidak ada di sana waktu itu. Tetapi si tua Beck dan Hercule Poirot dan Dick Hardcastle. tentu saja.. dan ruang duduknya di sebelah kiri.. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" "Dia akan menangguhkan pemeriksaan—untuk mcndapat bukti-bukti lebih lanjut." "Wanita malang yang memiliki rumah itu. Maukah kau menemuiku di sana? Dalam waktu setengah jam?" Dia berkata dia mau. adalah hal yang benar-benar misterius." "Oh. yang gampang terpengaruh. Wanitawanita yang pergi berbelanja dengan keranjang-keranjang mereka. Dua minggu ungkin atau sampai mereka dapat mengenali orang mati itu.. berhenri. saya pikir dia ada di sana. mereka semua melihat dengan jelas apa yang harus saya akui sekarang sebagai suatu kebenaran. Tidak." "Mayatnya ada di ruang duduk. Seolah-olah ada magnet vang menarik mereka. (Dick Hardcasde belum bercerita pada saya mengenainya. Edna. Dan mendapatkan dirinya bcrhadapan dengan seseorang yang dikenalnya." Sheila kelihatan ragu-ragu. "Tidak. saya pikir. untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. oh." "Kau pikir mereka akan mengenalinya?" "Oh. dia buta." Dia ragu-ragu. Dengan kaget dia menengok. (Apa yang akan dikatakan Beck? "Sebuah penampilan yang sangat baik.. Sejak itu minat orang-orang mulai berkurang. saya ingat dengan jelas. banyak orang berkumpul di depan rumah itu setiap hari untuk memandangnya. Dia sedang memasukkan barang-barang perak itu ke dalam tas ketika gadis itu masuk dan menemukannya. tentu saja mungkin.. can-tik dalam bentuk yang agak lain. Hanya saja." Padahal sebenarnya tidak begitu dingin. "Kau belum perlu kembali ke tempat mengetikmu. i sini. "Mereka akan mengenalinya." "Orang itu masuk melalui jendela belakang.. tetapi dia pasti sudah me-ngetahuinva) dan kemudian saya mengejar Sheila. bukan.. Bukan juga daya tank seksnya—saya sudah sering mengetahui hal-hal seperti itu—bahkan pernah mendapat pelayanan penuh. Betul-betul alamiah.. Jadi tentu saja.?" "Gadis itu. Dia telah memberikan kesaksiannya dengan sangat baik.. kalau begitu. yang menarik masyarakat umum dalam keadaan seperti itu. Saya ingin berpikir. seorang polisi telah ditempatkan di sana untuk mengusir orangorang dengan gaya yang penuh kuasa. Saya tertarik pada gadis itu—tertarik dalam keadaan di mana saya belum pernah tertarik pada seorang gadis seperti itu sebelumnya. Shock yang hebat. tetapi belum pa-dam sama sekali. Dibunuh dengan sebuah pisau dapur." Percakapan-percakapan seperti itu dan sejenis-nya berlanjut terus sepanjang waktu.. "Tidak terlalu buruk..Sejak para wartawan memberitakan adanya pembunuhan di Wilbraham Crescent No. saya pernah pergi ke nomor 10 dulu dan di sana. Terpikat oleh tingkah laku orang-orang di sekitarnya. tidak lebih.. kasihan. ruang makannya ada di sebelah kanan. Tetapi seseorang telah terbunuh di sana. "Bagaimana kalau kita makan siang agak awal?" usul saya. Petugas pemeriksa itu sangat baik." "Ayolah. aku tidak bisa—toko-toko itu ada yang tutup antara jam satu sampai jam dua." "Rumah itu tidak sedikit pun kelihatan kalau di dalamnya pernah terjadi pembunuhan. Saya pergi menuju tepi laut dan duduk di keteduhan. Dia kelihatan gugup tetapi bukan dibuat-buat... Mobil-mobil pengirim barang akan mengui angi kecepatannya sedikit bila melalui rumah itu." kata saya. wanita-wanita yang berjalan kaki akan berhenti selama empat atau lima menit di kaki lima di seberang jalan dan membelalakkan mata mereka sambil mengingat-ingat tempat tinggal Miss Pebmarsh yang rapi." "Tidak." "Tukang sayur bilang pada saya kalau ruang itu di sebelah kanan. "Aku harus belanja.. Sebuah pisau dapur biasa... Bukan karena kecantikannya—dia cantik. Saya pikir dia ada di loteng dan mendengarnya. di sebelah kiri. saya kira ruang duduknya ada di depan. ya.. orangorang yang paling tidak mungkin pun datang ke Wilbraham Crescent. Kelihatannya begitu manis. Hampir setiap orang memiliki sebuah pisau dapur." "Mereka bilang.." "Kau dapat berbelanja sesudahnya. saya menikmati suasana itu. masih bingung dengan pikirannya — Edna Brent menemukan dirinva berdesak-desakan dengan sebuah kelompok kecil lima atau en am orang yang lagi asyik memandangi rumah tempat pembunuhan itu terjadi. keluar dengan diam-diam dari Ruang Pemeriksaan. Sementara angin berembus langsung dari arah laut." Saya dapat mendengar dia mengatakannya!) Saya merasa kaget mendengar kesaksian Dokter Rigg. Edna juga menatap dan berhenti berpikir. menghambur keluar dan menjerit sekuat tenaga. hari ini agak hangat. Day a tank yang terdiri dari batu bata dan semen itu. saya harus segera ke toko." "Baiklah. kan?" kata saya." "Oh.. menatap dan kemudian berlalu. Kantor ditutup sampai jam dua. Dia kaget ketika sebuah suara berbisik di telinganya. BAB 16 NARASI COLIN LAMB SAYA mcmperhatikan ketika Sheila Webb me-nyelinap." "Yah. 47 .

"SHEILA MCNDAPAT INI MELALUI POS. "Dia sangat bangga dengan kumis itu. Saya berkata padanya bahwa menurut saya ' pemeriksaan itu telah berjalan dengan sangat baik dan dilangsungkan dengan sopan. DI SEBELAH KANAN ADA ALAMATNYA—DALAM CETAKAN YANG RAPI. "DAN JUGA MEMBUTUHKAN PE-NGETAHUAN YANG SANGAT BAIK TENTANG KEBIASAAN-KEBIASAAN PARA TETANGGA. INI MELIBATKAN MISS MILLI-CENT PEBMARSH LAGI DALAM KASUS INI? KELIHATANNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA SEORANG LAKI-LAKI YANG NORMAL DITIKAM OLEH SEORANG WANITA BUTA—TAPI KALAU DIA SUDAH DIBIUS—" "DENGAN KATA LAIN *JIKA DIA DATANG KE SANA UNTUK DIBUNUH. Kau tahu." "Dan apa yang dikatakannya?" Dick bertanya ingin tahu. Dick! Tentu saja semata-mata karena itu. KAU TAHU. ORANG-ORANG YANG LEWAT MUNGKIN MEMPERHATIKAN SEBUAH MOBIL YANG BERHENTI DI DEPAN NOMOR 19 HARI ITU—" "AKU HERAN JIKA MEREKA akan MEMPERHATIKAN-NYA." kata saya. Aku waktu itu merasa bahwa komentarnva itu agak menarik." "Setumpuk kumis. dipandang dari bukti-bukti medis itu. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakan-nya tentang persoalan kita yang unik ini. "Aku tidak mengerti. KEBENARAN AKAN DATANG PADA AKHIRNYA." 'Tua tetapi tidak gila." HARDCASTLE MEMANDANG SAYA. Dia dibius—kemudian diangkut ke nomor 19—dengan sebuah mobil? Atau bagaimana?" "DIA mungkin TELAH DIBAWA DARI SALAH SATU RUMAH YANG KEBUNNYA BERDAMPINGAN." katanya." "ITU MENGANDUNG RISIKO JUGA." "TERLALU BANYAK RISIKO. HAL INI TIDAK AKAN MENJELEKKAN SHEILA JIKA DIA ADALAH SEPERTI YANG SAYA BAYANGKAN. DITAWARI SEGELAS sherry ATAU KOKTIL—MICKEY FINN AKAN SEGERA BEREAKSI DAN MISS PCBMAISH MELAKUKAN TUGASNYA. wanita kucing itu." "Kurasa aku hanya samar-samar mengingatnya. dan gemetir." kata Dick. Tuhanku!" kata Hardcastle. Ada yang lainnya?" "Yah. "Mengapa sebetulnya kau menemuinya? Apakah semata-mata karena kebaikan hatimu saja?" "Pikiranmu adalah pikiran polisi yang penuh dengan kecurigaan." "DIA BILANG TIDAK. MISS R. MELEMPAR PISAU ITU KE KEBUN TETANGGA. DAN PERGI KE LUAR SEPERTI BIASA. TIBA DI SANA KARENA SUATU JANJI. WEBB. "Kami telah menemukan senja-! tanya. PALMERSTON ROAD. KEMUDIAN DIA MENCUCI GELAS BERISI MICKEY FINN ITU." HARDCASTLE MEMERIKSANYA. HEMMING. Tetapi kuakui juga." "Bagaimana pendapatmu tentang bukti-bukti medis itu?" "Agak mengejutkan. DIA. "Bagaimana bisa sederhana?" "Sejauh yang dapat kusimpulkan. "APAKAH dia TAHU? GADIS ITU?" "DIA BILANG TIDAK." ■ "Apakah dia melakukan semua prosedur itu untukmu?" "Ya. ORANG-ORANG AKAN MEMPERHATIKAN SEBUALI MOBIL. Aku ingin menantangnya." KATA SAYA. Banyak kumis." "MENELEPON BIRO SEKRETARIS CAVENDISH PADA SAAT— " "DAN MENGAPA DIA MELAKUKANNYA? DAN KHUSUS MEMINTA SHEILA WEBB?" "KUHARAP KITA BISA MENGETAHUINYA. TETAPI AKU SETUJU. "Kami melakukan hal-hal seperti itu dengan sangat baik di negeri ini. TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN—" "DAN TENTU SAJA SAATNYA ADALAH WAKTU MAKAN SIANG. ya? Di mana?" "Di tempat kucing-kucing itu." Hardcastle menggelengkan kepalanya. Waktu menunjukkan pukul dua lebih. ketika saya berjalan memasuki kantor polisi dan menanyakan Dick. ITU ADALAH SALAH SATU SERI KARTU POS BERGAMBAR GEDUNG-GEDUNG DI LONDON. Dia melanjutkan. mengatupkan ujung-ujung jarimu satu sama lain secara simetris. Aku meyakinkannya bahwa kita sudah melakukannya. 14." HardCASTLE MENYERUJUI.S. aku ingin tahu." "Praduga tentang dia dibius entah di mana dan diangkut ke nomor 19 untuk dibunuh?" Rasanya ada sesuatu yang saya kenal pada kata-kata itu. tetapi aku tidak mengerti. Mengapa tidak kaucerita-kan padaku mengenainya?" "Kau sudah pergi waktu itu. "AKU BERTANYA PADAMU APA YANG ^WPIKIR MENGENAI HAL ITU?" SAYA TIDAK MENJAWAB SELAMA SATU-DUA MENIT. TANPA CURIGA SEDIKIT PUN. menutup matamu dan berpikir." "Kuctng-kucing itu. KARTU INI BERGAMBAR GEDUNG PENGADILAN KTIMINALITAS PUSAT.9 SEPERTI KATA MRS. ." "Para tetangga bahkan lebih penting sekarang. KELIHATANNYA LEBIH MUNGKIN DIA TELAH DIANGKUT DENGAN MOBIL. HARDCASTLE MEMBALIKNVA. BUKAN?" "MEMANG MEMBUTUHKAN KEBERANIAN." kata saya. "Kclihatannva seperti salah_satu dari hal-hal pintar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda di Chelsea. kukira?" "Dihapus dengan hati-hati. "SETIAP ORANG SUDAH TERLALU BIASA DENGAN MOBIL.—siapa namanya." "TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MELAKUKANNYA. "Itu kurang lebih adalah apa yang dikatakan Mrs." "Dia pasti sudah Iumayan tua. Kemarin." "Jadi kejadiannya seperti ini. "bahwa itu adalah sebuah pembunuhan yang sangat sederhana" "Sederhana. KALAU MOBIL ITU ADALAH MOBIL MEWAH—SESUATU YANG LUAR BIASA. Mungkm dilem-par ke sana oleh pembunuhnya setelah melakukan kejahatannya. dia selalu bilang apa yang kusebut sebagai kebohongan belaka tentang mudahnya mcmecah-kan suatu kasus hanya dengan duduk-duduk di kursi. KECUALI. "sebab semua kejadian itu begitu rumit. MENGATUR MAYAT ITU DENGAN RAPI DI LANTAI. Dia mendongak dan menanyakan pendapat saya tentang pemeriksaan itu. Dan itu mungkin saja pisau milik siapa saja—jarang dipakai—baru diasah." kata saya. "Dia bilang. PEMBUNUHNYA TIDAK AKAN BISA MENGETAHUI KALAU ADA SESEORANG YANG MEMPERHA-TIKANNYA ATAU TIDAK. TENTU SAJA." "Oh. COLIN." HARDCASTLE FNENGULANGI DENGAN NADA DATAR. membolak-balik setumpuk kertas. Saya menemukannya duduk di depan mejanya. dia menyuruhku untuk berbicara dengan para tetangga. DENGAN GERAKAN KASAR SAYA MENGELUARKAN SEBUAH KARTU POS DARI SAKU DAN MENDORONGNYA KE SEBERANG MEJA." "Tidak ada sidik jari. Apakah kau sudah berkonsukasi dengan spesialismu?" "Sudah. TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL. berte-riak. Apa yang SAYA PIKIRKAN? SAYA HARUS MEMUTUSKAN SEKARANG.Dan saya tidak tahu apa-apa tentang dirinya." saya menyecujui.

Dia bilang dia adalah gadis yang sekantor dengan Sheila Webb.. Wanita-wanita sesungguhnya tidak tahu seperti apa wajah suami-suami mereka! Ada ibu-ibu yang penuh harap yang merasa mengenali anak laki-laki mereka yang tidak pernah mereka lihat selama dua ^ puluh tahun. terdapat kata INGAT! dan di bawahnya 4. "Gadis yang mana? Bukan—" Hardcastle memandang saya dengan pandangan yang dingin dan menggoda. "Mati?" saya menatapnya." Ada sedikit rasa malu di antara kami berdua." BAB 17 Satu setengah jam kemudian dan Detektif Inspektur Hardcastle duduk di bclakang mejanya dan menerima dengan lega secangkir teh kantor. "Kau mempunyai banyak tumpukan kertas di mejamu. Gadis itu adalah gadis yang berpapasan dengannya di jalan. Hampir diyakini telah melakukan penipu--an. menahan napas." katanya." "Berbicara denganmu? Apa katanya?" -"Dia ingin berbicara dengan Anda. saya pikir orang ini sangat mirip dengan sepupu suami saya.. baiklah. Saya sedang bertu-gas jaga di depan pintu. "Tidak dapatkah kau menyuruhnya menunggu sampai saya selesai?" "Maaf. Saya kira dia sendiri tidak merasa bahwa itu penting. Tidak muncul-muncul dan tidak mengirim telegram ataupun keterangan berhalangan. Dan kebanyakan sama sekali tidak ada apa-apanya. katanya dia sedang dalam pcrjalanan." "Bingung?" kata Hardcastle. Saya menanyainya jika dia mau meninggalkan pesan atau—atau mungkin dia bisa datang ke kantor nanti. "Pierce? Oh." "Kuharap begitu." Interkom di meja Hardcastle berbunyi.13. sidik jarinya tidak ada di arsip. saya pikir mungkin saya harus mengatakannya pada Anda. 'George Barlow. dijadwalkan untuk memberikan kuliah Selasa lalu. Pak.. Dia akan menemui Anda di Wilbraham Crescent. "Bagaimana?" "Dicekik." "Dengan hormat. Dia sedang menggumam pada dirinya sendiri dan kelihatan sangat liar dan tegang." "Ya? Mengatakan apa?" "Sesudah pemeriksaan." Hardcastle duduk tegak bersiap-siap. peng-huni nomor 18. "Bukan gadismu. saya melihat orang di koran itu di kereta api bawah tanah kemarin malam. Ya. Pak. "Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam-jam itu pada hari itu. Istrinya mengira dia pasti telah linglung. jika saya—jika saya semestinya harus melakukan sesuatu. 65. Polisi itu kelihatannya menge-nalinya. Teruskan. Wajahnya tegang." Dia menggelengkan kepalanya. Kelihatannya dia hendak menelepon di sana. karena teleponnya rusak dan dia menemukan gadis itu di sana tertelungkup di lantai." Dia meletakkan teleponnya. "Dokter Rigg menelepon. Gadis itu—gadis yang telah dibunuh ini." katanya. Di sebelah kiri." katanya. "Gambar Si Tua Bailey. Apa? . Kita mungkin bisa memperoleh sesuatu dari padanya." Saya mcnambahkan. tentang gambar di koran itu saya bampir yakin dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengejar kereta api d\ Willesdcn Junction kemarin dulu." Pierce masuk. Gadis itu hendak menemui Sheila Webb. Dia memiliki kumis ketika dia pergi." "Siapa menemukannya? Polisi itu?" "Dia ditemukan oleh Mrs." Pintu terbuka dan polisi itu berkata. Waterhouse. kata Tngat' dan waktunya—4. "Aku akan menyimpannya. Pak. John. Maafkan saya. hilang dari rumah." "Seperti biasanya.. Namanya Edna Brent. "Mungkin dia pikir dia telah berpesan pada penjaga rumahnya ke mana dia pergi. Anda sedang sibuk dengan kepala polisi dan petugas itu dan saya pikir—" "Sialan!" kata Hardcastle. Wajah-nya berubah ketika dia berbalik ke arah saya." Hardcastle mengangguk. Praktisnya semua kertas ini berasal dari orang-orang yang merasa telah mcngenalinya.. "Saya kira jika saya tahu. Tetapi saya pikir hal itu tidak penting. "Maaf. ituiah. "Permisi. saya berkata.. "Dengan hormat. Saya tahu. sibuk berpikir-pikir. Pasti ada kaitannya dengan sesuatu. Pak. Sedangkan dia telah . juga dicetak. saya pikir ivaktu saya melihatnya pasti ada sesuatu yang salah. Saya pikir waktu itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya" Dan tentu saja ada wanita-wanita yang merasa telah mengenali suami-suami mereka. Tidak ada yang dapat membantu kita. Dia telah pergi ke Afrika Selatan. Sussex. Suruh dia masuk." Pemuda itu merah mukanya. "Mungkin dia pikir kuliahnya adalah minggu lalu atau minggu depan. yang tidak saya sukai. Pak. Gadis itu mengenalinya ketika berpapasan dengannya dan dia ragu-ragu apakah akan menyapanya atau tidak. tetapi sebetulnya dia tidak bilang apa-apa. "jika itu yang kautakutkan. Pak.' "Berikutnya: 'Profesor Hargraves. Siapa yang menemukannya? Apakah dia menyebutkan namanya? . Untuk melenyapkannya. saya pasti akan menyuruhnya menunggu. tetapi tentu saja dia telah mencukurnya. Pak. "Mereka menemukan seorang gadis mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent." kata Hardcastle." "Dia bilang dia tidak tahu apa artinya. Orang itu tidak punya catatan kriminal. "4. hampir seperti ingin membalas dendam.' " Hardcastle kelihatannya tidak menanggapi Pro-fesor Hargraves dengan serius.13. Dengan selendangnya sendiri!" Saya tiba-tiba merasa dingin. "Dan ini adalah daftar orang yang hilang." "Dengan hormat. Wajahnya masih muram dan marah. Dia diam cukup iama. tetapi mungkin dia telah kembali. Pak.' Dan sebuah catatan di bawahnya bcrbunyi 'memiliki banyak utang. Anda tahu. Ada sesuatu yang meresahkannya. Dia mengangkat teleponnya. Pernah terlihat sedang bepergian dengan seorang janda berambut merah. Dia—dia berbicara pada saya.Kami sering menjumpai hal-hal seperti itu.Crowdean. "Dia ingin berbicara dengan saya? Apakah dia bilang mengapa?" "Tidak. Seorang polisi muda yang keli-hatan gugup. Pierce ingin berbicara dengan Anda. ketika dia pergi ke rumah Mrs. Dia hanya berkata bahwa dia bingung akan sesuatu hal. "Aku mempercayainya. Lawton." Hardcastle bangkit berdiri.13." Dia membaca. "Ya? .

Kemudian dia menghampiri saya dan berkata apakah dia bisa berbicara dengan polisi. Dia menyuruh Pierce keluar. Pak." Dia tahu bahwa tidak baik untuk melampiaskan kemarahannya dan frustrasinya sendiri dengan menyalahkan polisi muda itu. dalam kcsaksian Sheila Webb? Apakah dia telah pergi ke rumah bibi Sheila dua hari yang lalu dengan tujuan untuk me-nemui Sheila? Mestinya dia dapat berbicara dengan Sheila di kantor? Mengapa dia ingin menemuj Sheila secara pribadi? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Sheila Webb yang membingungkannya? Apakah dia ingin meminta Sheila untuk menjelaskan apa pun yang diketahuinya itu. Apakah dia telah mengetahui sesuatu tentang Miss Pebmarsh? Apakah dia mengetahui. Waterhouse. "Dan dia berkata sebctulnya tidak ada. Bagaimana hubungan antara Mrs. Inspektur Hardcastle secara profesional selalu berprasangka terhadap orang-orang yang menemukan mayat.. Apakah Edna Brent pergi ke Wilbraham Crescent untuk menemui Miss Pebmarsh? Miss Pebmarsh telah memberi kesaksian pada pemeriksaan.. pikir Inspektur Hardcastle. semua hanya dugaan. Hemming dan Edna Brent? Tidak ada. seperti yang saya katakan. Hardcastle menulis tiga angka pada buku notesnya." kata Sersan Cray penuh perasaan. Tiga rumah lainnya di Crescent yang lebih besar tidak masuk hitungan. Pierce. Apakah ada sesuatu dalam kesaksiannya yang telah menimbulkan keheranan pada Edna? Tetapi dia sudah bingung sebelum pemeriksaan itu. "Menurut Anda untuk apa gadis itu pergi ke Wilbraham Crescent?" tanya Sersan Cray. dia bilang bahwa itu tidak begitu penting. "Saya juga heran. Sesuatu yang membuatnya bingung. "Teruskan." pikirnya ma-lah. Saya tanyakan apakah dia mau mcning-galkan pesan atau akan menghubungi Anda kemudian di kantor. Kelihatannya lebih pantas kalau pisau itu diselipkan ke dalam semak-semak oleh pemilik nomor 20 sendiri. Dia menambahkan.' Dia mengerutkan dahinya dan kelihatan bingung. sehingga saya menjelaskan padanya kalau Anda sedang sibuk waktu itu. misal-nva?" "Saya khawatir saya tidak ingat siapa pun. misalnya. Menemukan mayat akan menghindarkan pembunuhnya dari banyak kesulitan — . Seorang gadis yang mungkin tidak percaya pada kemampuan otaknya sendiri. Untuk me ngunjungi salaji satu dari rumah-rumah itu Edn Brent tidak akan berjalan di sepanjang jalan yang bcrnomor kecil. Hanya. Dia mengambil nomor 20 dulu. Jadi. Gadis yang sama. katakan semua yang bisa kau ingat. "Sebaliknya." "Ya?" Hardcastle mencondongkan tubuhnya ke depan. Kemudian dia memberi beberapa petunjuk pada Sersan Cray. "Kau tentu saja tidak tahu kalau itu adalah penting. "19?" dan "18?" Dia menulis nama-nama yang sesuai dengan nomor-nomor itu. Bagaimana polisi itu bisa tahu? Sebagian dari latihan yang telah diterimanya mengutamakan kcdisiplinan untuk meyakinkan bahwa atasannya hanya dapat di-ganggu pada waktu yang tepat dan pada tempat t yang tepat." Dia menambahkan dengan ramah. gadis yang bertampang seperti kelinci itu. "Apakah ada orang lain di dekatmu saat dia berbicara padamu?" "Yah. maka kejadiannya akan berbeda. Hardcastle mempelajari tiga kemungkinan itu." kata Hardcastle." tulisnya." kata Hardcastle pelan. Pak. telah mengetahui sesuatu. "Itu tidak mungkin benar. Orang lain. dia menghampiri saya ketika orang-orang keluar dari ruang pemeriksaan dan dia kelihatan ragu-ragu sejenak dan melihat ke sekeli-ling sepertinya dia sedang mencari seseorang." "Yah. Tetapi ketika saya menanyainya. Tetapi dia bukanlah. mungkin bukan mengetahui. mungkin. pikirnya. yang tidak lama kemudian ditemukan mati tercekik di bilik telepon umum. "20. Hemming.. Itu tidak aneh—setengah dari penduduk Crowdean kelihatannya mempunyai keinginan serupa.. sava kira bukan. gadis seperti itu. secara pribadi—tidak di depan gadis-gadis Iain? Kelihatannya begitu. Pak. Pisau vang dipakai dalam pembunuhan itu ditemukan di sana. entah di mana. "dia mungkin pergi untuk melihat siapa yang tinggal di sana. Hemming hanya berang." "Dia tidak mengerti bagaimana apa yang di-katakan seseorang bisa mungkin terjadi?" ulang Hardcastle. Pak. Seandainya gadis itu berkata bahwa hal itu penting dan mendesak." Ketika Sersan Cray sudah pergi keluar. Pembunuhan itu telah membuat sensasi. Tidak. Gadis itu. Pak/' "Yah. Saya tidak yakin kata-katanya yang tepat. dia tidak mengerti bagaimana kejadiannya bisa seperti yang dia katakan. Gadis itu telah merasa bingung? Sekarang. Pierce memandangnya dengan perasaan sangat bersyukur. Ketika ditanya. ada banyak orang. mendengar sesuatu. Dia adalah gadis yang lamban. apalagi dengan pemberitaan yang dilakukan pers. Dan nomor 18? Miss Waterhouse telah menemukan mayatnya. dan kebingungan itu sema-kin meningkat sesudah menghadiri pemeriksaan itu." "Kau tidak ingat acla seseorang tertentu yang berada di dekatmu waktu itu—seseorang dari orang-orang yang telah memberi kesaksiaft." kata Hardcastle. saya melihat Anda sedang sibuk dengan kepala polisi. dan apa yang dia katakan padamu. dan dia berkata polisi yang telah memberi kesaksian. mungkin. tetapi dia telah melihat sesuatu.menghilangkan kesempatan itu. Pierce." Tidak begitu penting. Mestinya begitu. jika kau ingat lagi. reaksi Mrs. bahwa ada hubungan tertentu antara Miss Pebmarsh dan Sheila Webb? Itu akan cocok dengan kata-kata yang diucapkannya pada Pierce. karena dia adalah orang yang jujur. Pebmarsh." "Dugaan. "Betul. Baiklah. katanya.. dan memberi sebuah tanda tanya di belakangnya. katanya.. mungkin dia ingin tahu—ingin melihat bagaimana rupanya tempat itu. "Yah. Saya bertanya apakah ada sesuatu yang penting. betul. kata gadis itu. "Dapatkah kau mengingat dengan tepat apa yang telah terjadi. teringat akan pandangan pertamanya mengenai gadis itu di kantornya. 'Saya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. menghambur keluar. datanglah kepadaku segera. Mungkin begini. Bukan Anda. Dan saya pikir dia berkata itu lebih baik. sehingga dia telah mengabai-kan hal yang berharga. Dia melanjutkan pertimbangannya pada Miss Pebmarsh. "Tentu saja. Apakah yang diketahuinya itu? Sesuatu dalam kesaksian itu? Sesuatu. Dia tidak cukup cepat pada saat itu. Pierce?" tanyanya. "tidak ada gunanya. Dia terlalu dipenuhi keinginan untuk mengetahui latar belakang kehi-dupan Sheila Webb." Sendirian Hardcasde berusaha meredakan ama-rahnya yang meledak dan berhenti menyalahkan dirinya. Ada banyak orang yang menghadiri pemeriksaan itu. "Betapa jahatnya orang yang telah melempar pisau yang keji itu pada kucing-kucingku!" katanya. mereka tidak akan pernah tahu mengapa.

" "Sembilan belas? Sangat muda." kata Hardcastle. Miss Pebmarsh. Dia harus berbelanja. Seorang gadis terbunuh di bilik telepon umum di jalan ini. Paling tidak seminggu —mungkin lebih lama—mungkin tidak pernah lagi!" "Nasib buruk—atau bukan?" "Aku tidak yakin. Sheila Webb. Anak yang malang. tentu saja. Baru saja menyiapkan koper-ku. banyak hal. "Seorang gadis —terbunuh! Gadis yang mana?" "Namanya Edna Brent dan dia bekerja di Biro Sekretaris Cavendish. diikuti Hardcastle." Dia berhenti kemudian bertanya." "Ke mana Anda pergi sesudah pemeriksaan itu?" "Saya langsung pulang.." Hardcastle melihat catatannya.. "Mengapa Anda pikir gadis itu mungkin datang kemari untuk menemui saya?" "Yah. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.. "Apakah ada sesuatu yang terjadi?" "Saya pikir Anda mungkin telah mendengar. "Dia tidak datang kemari untuk menemui Anda di sini. dia telah menghadiri pemeriksaan pagi ini dan dia telah melihat Anda di sana. Bisakah saya berbicara dengan Anda?" "Saya ddak mau terlambat ke Instirut. saya kira. Apakah Edna mungkin mempunyai aiasan tertentu untuk mengetahui. Edna Brent meninggal antara pukul 12." "Aku tahu." "Tetapi mengapa dia harus datang menemui sava hanya karena dia melihat saya di pemeriksaan itu?" "Yah—" inspektur itu tersenyum kecil." "Bet apakah usia gadis itu?" tanya Miss Pebmarsh." "Tanda tangan!" Miss Pebmarsh berkata meng-hina.menyelamatkan dia dari ba-haya dalam menyusun sebuah alibi. Tentu saja tidak. Dia mungkin hanya ingin minta tanda tangan. Kami bertemu di restoran Cina di Market Street pada pukul satu. "Saya ada di rumah waktu itu." kata Hardcastle. Tangan Hardcastle meraih telepon. Sesuatu seperti itu. "Bagaimana kau tahu kami makan siang bersama?" "Dengan tebakan yang jitu. Tidak boleh ada motif vang jelas. Aku harus ke luar negeri." kata Miss Pebmarsh. 19 hampir bersamaan dengan keluarnya Miss Pebmarsh dari rumahnya. Kelihatannya seperti seseorang telah memberitahunya tentang ketidakmampuannya dengan cara yang menyakitkan. kemudian buru-buru mencoba meletakkan senyumnya pada suaranya sewaktu dia sadar bahwa Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Sebentar kemudian terdengar suara Colin." "Seorang gadis dari sana lagi! Apakah dia juga dikirim seperti gadis itu. Dia minta disambungkan dengan hotel tempat Colin mengi-nap." kata Miss Pebmarsh." "Yah. Hardcastle tiba di Wilbraham Crescent No. Aku hanya bertanya jam berapa. Miss Waterhouse tidak memberikan kesaksian pada pemeriksaan. Sudah pasti tidak ada motif yang tampak pada Miss Waterhouse untuk melenyapkan Edna Brent." "Begitu. itu adalah sebuah kedudukan yang kokoh—dengan hanva satu syarat saja. hanya tiga atau empat menit saja. terima kasih. Apakah kau langsung pergi makan siang dari pemeriksaan itu?" 'Tidak." "Apakah Anda berada di sini sekiranya dia datang kemari tadi?" "Saya tidak yakin." Berhenti sejenak." "Oh. Tidak seorang pun datang kemari sejak sava pulang dari pemeriksaan itu. "Hardcastle di sini—jam bcrapa kau makan siang dengan Sheila Webb hari ini?" Colin tidak segera menjawab. "Dia mungkin berharap bisa begitu." "Ya. ber-usaha meredakan ketegangan. Tetapi. kan?" "Mengapa aku harus makan siang bersamanya?" "Tidak ada aiasan sama sekali.. Hardcastle berkata lagi. Inspektui Hardcastle. Belum." Suaranya ber-ubah sedikit.30 dan pukul satu. atau mempercayai. Aku hanya menginginkan waktunya yang tepat saja. "Saya belum mendengarnya. dia tidak punya teman di jalan ini." kata Colin dan memutus-kan hubungan." kata inspektur itu. Miss Pebmarsh. Siapa yang tega membunuh gadis semuda itu?" "Tapi memang begitulah yang terjadi. Kami pikir kami lebih baik memenksa setiap kemungkinan. Sejauh yang kami ketahui." "Kapan kau kembali?" "Aku tidak tahu. Memang harus begitu. "Jika kau tidak melakukan apa-apa sore ini—" Colin mcnyela." Dta masuk lag! ke rumah. bahwa itu adalah Miss Water-house yang telah bersuara seperti Miss Pebmarsh di telepon dan meminta jasa seorang pengetik steno untuk dikirim ke nomor 19? Dugaan lagi. di rumah Anda?" "Di sini? Tidak. dia mungkin ada di sana." Dia memandang ke jam besar itu." "Terbunuh? Kapan?" 'Dua tiga perempat jam yang lalu. Jam berapa kata Anda tadi?" "Kurang lebih dua belas-tiga puluh atau lebih sedikit. "Aku mau pergi.'* .. "Sava kira sembilan belas. Sheila siapa namanya itu?" "Saya kira tidak. "Anda telah mendengar apa yang terjadi siang ini?" katanya. Apakah Anda—Detektif Inspektur Hardcastle?" "Ya. Sebagai catatan. Tetapi itu betul. "Apakah kau tidak ingin tahu apa yang kami makan siang itu?" "Jangan bergurau. tetapi dia tidak begitu. "Permisi sebentar. Dalam . Dan ada. "Saya hanya dapat meyakinkan Anda. "Apakah dia cantik—menarik—seksi?" "Tidak. Rasa marah tercermin sejenak di suaranya. polisi juga tidak akan mempedulikan sidik jarinya. Apakah lama?" "Saya yakinkan Anda. "Sangat muda. dau dia tentunva punya aiasan tertentu untuk datang ke Wilbraham Crescent. bahwa hal itu tidak terjadi hari ini. Aku harus meiaksanakan tugas yang menung-guku. "Orang tidak pernah mengerti bagaimana gadis-gadis ini.

"Jadi bukan itu alasannya. terkesan seperti dia selalu terkesan. Kemudian. Dia tahu. saya kira dia agak gila sedikit. saya sudah menceritakan pada orang-orang Anda segala yang saya ketahui. kata orang Miss Pebmarsh meminta iasa seorang pengetik steno untuk datang ke rumahnya hari itu. kita tidak bisa mengetahuinya. Dia tidak menginginkan kue-kue itu. Sebaliknya. Saya kira mungkin dia datang kemari dan memasukkan sesuatu ke kotak surat. Dia tergo-long jenis wanita sejati." kata Miss Pebmarsh. Anda tidak dapat berdiri di atas keset itu sepanjang hari." "Saya yakin Anda telah menjawab semua pertanyaan.. "Saya ingin bertanya apakah Anda sungguhsungguh yakin Anda tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya?" "Mungkin telah melihatnya berkali-kali. Apakah Anda mengarah ke sana?" Oh. "Oh. Anda}" katanya. Menurut kantor sentral." "Tetapi Anda tidak berpikir bahwa dia akan melakukan pembunuhan?" "Saya tidak pernah berkata tentang pembunuhan atau hal-hal lain yang serupa. Tentunya. Inspektur Hardcastle." kata inspektur itu." "Kata orang. ^ Dia mungkin mendapat bantuan dari gadis-gadis yang ada di sana. Mungkin dia bekerja di kantor saudara laki-laki saya di Gainsford and Swettenham. saya kira." "Tentu saja. tetapi Anda tidak dapat menyalahkan saya gara-gara hal itu. "bukannya karena tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan apa yang saya katakan sampai sudah terlambat. Saya tahu seorang laki-laki terbunuh di rumahnya. telepon Anda tidak rusak. Dan sesudahnya. bahwa saya tidak dapat membantu Anda. "Saya kira hal yang paling mungkin adalah dia pergi ke rumah sebelah—Miss Pebmarsh maksud saya. ketika orang laki-laki itu terbunuh."Miss Martindale sedang menunggu Anda. kantor itu akan dibuka lagi pada jam dua siang ini. Dia ragu-ragu. jika Anda bertanya pada saya. jika saya mengingatnya dengan benar. tetapi saya tidak sedikit pun berkata bahwa Miss Pebmarsh terlibat di dalamnya. atau duduk di samping saya di bis. mungkin. Seluruh kejadian itu merupakan shock yang hebat. Tetapi saya hanya ingin tahu apakah dia telah datang menemui Anda pagi ini sebelum dibunuh?" "Datang menemui saya? Tidak. ya. . Kami harus memeriksa secara lebih teliti lagi. Hal-hal seperti itu." kata Miss Waterhouse." kata Miss Waterhouse. tetapi ada pevkiraan tertentu bahwa gadis itu memang menemui seseorang di Crescent ini dan dia pergi ke sebuah rumah tidak jauh dari sini. maksud saya." kata Miss Waterhouse." kata Hardcastle. meskipun saya sebetulnya tidak mengerti peitanyaan-pertanyaan apa lagi yang masih diperlukan. dengan kepribadian Miss Pebmarsh. dia memang menelepon biro itu dan meminta seorang pengetik steno untuk datang. memandangnva dengan pandangan mencela. Saya segera bergegas dan mengajak polisi itu kemari. Saya tidak pernah mendapat shock seperti itu dalam hidup saya. kendati dia tidak menunjukkannya. bukan?" katanya. Dia berpikir Miss Waterhouse sama sekali tidak adil pada dirinya sendiri dengan mengucapkan du-gaannya yang terakhir itu. Dan dia akan menemukan Sheila Webb di sana juga. saya kembali kemari dan meneguk brandy dalam batas yang wajar. Masuklah dan duduk]ah dan tanyakan semua pertanvaan yang Anda ingin tanyakan. Satu dari gadis-gadis itu segera berdiri ketika Hardcastle memasuki kantor." kata Miss Waterhouse. Hardcastle memandang jamnya dan memutus-kan bahwa dia masih punya waktu untuk me-ngunjungi Biro Sekrctaris Cavendish. "tetapi semua per-tanyaan itu tidak dapat ditanyakah sekaligus.." kata Hardcastle. seolah-olah semua itu adalah akibat perbuatan Hardcastle." kata Inspektur Hardcastle. jika Anda ingin tahu. bukan?" "Tentu saja tidak. Seperti yang saya katakan tadi. "Detektif Inspektur Hardcasde." "Saya tidak mengerti untuk apa itu. jadi saya keluar untuk pergi ke telepon umum. "Orang yang melihatnya menuju pintu gerbang saya? Tidak masuk akal. Sesuai dengan takaran kesehatan" kata Miss Waterhouse galak. Sekarang tentang telepon Anda—Anda bilang telepon Anda rusak." "Mengapa Anda pikir itu adalah hal yang paling mungkin?" "Anda berkata dia adalah pengetik steno dan datang dari Biro Cavendish." kata Miss. bukan bunyi sambungan. mungkin. tidak. "Maafkan saya. Untuk apa?" "Yah. atau menjual tiket pada saya di bioskop. "kelihatannya tidak ada hubungan ke sana." "Saya kira saya tidak pernah memakai jasa seorang pengetik steno. Madam" kata Inspektur Hardcastle." "Yah. saya pergi untuk menelepon. "Maafkau saya. Maksud saya. Saya membuka pintu telepon umum dan gadis itu ada di sana." kata Miss Waterhouse. Ada brosur di sana pada saat makan siang. saya kira dia mungkin telah memasukkan brosur atau sesuatu melalui pintu." Hardcastle bangkit. karena telah mengganggu Anda. "Silakan masuk." Gadis itu mengawalnya masuk ke kantor bagian dalam. "Anda sangat bijaksana. Saya lebih menyesal dari apa yang dapat saya katakan. maka usul tentang gadis itu telah peigi ke nomor 19 adalah usul yang cerdas dalam keadaan seperti itu. Saya hanya berpikir bahwa dia mungkin memiliki sifat yang aneh seperti orang-orang lainnya." "Dia adalah seorang pengetik steno di Biro Cavendish. semuanya adalah mungkin. dan jika itu adalah kenyataan dalam kasus ini. dan ketika mereka datang.Waterhouse mengakhiri. Saya mengenal seorang wanita yang dulunya selalu menelepon toko kue dan memesan selusin kue. "Paling tidak—" "Ya?" kata Hardcastle siap-siaga." "Kantor sentral dapat mengatakan apa saja! Saya memutar nomornya dan mendengar suara bising yang amat aneh. membuka pintu dengan tiba-tiba dan menunjukkan keinginan untuk menjerat seseorang ketika orang itu melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. jika dia per-caya bahwa gadis itu telah memasuki rumahnya. Tidak. Selalu ada hal-hal seperti itu tiap hari. Miss Waterhouse. "tetapi tidak untuk diingat." Hardcastle pergi ke luar. Sesuatu tentang pertemuan untuk penghapusan senjata nuklir. dia mungkin telah melayani saya di Woolworth. dia bilang dia tidak memesan apa-apa. dia Iupa akan semuanya itu." "Jadi Anda harus menyelidiki sepanjang Crescent. "Dan hanya itu saja. tentu saja tidak. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Miss Waterhouse dan pergi. Saya kira. "tetapi Anda akan mengatakan bahwa orang yang melihatnya menuju pintu gerbang Anda pagi ini adalah salah?" Dia memandang Miss Waterhouse dengan pandangan tak berdosa. Miss Pebmarsh. . Miss Martindale tidak menunggu sejenak pun sebelum menyerangnya. "Yah. tetapi dia menyangkatnya. Miss Waterhouse juga ada di rumah. Dia menggelengkan kepala lagi. "Sebetulnya.

" katanya. 'Tetapi apa yang membuat dia bingung?" Inspektur Hardcastle sangat berharap bahwa jawaban pertanyaan tersebut ada padanya. Pemeriksaan itu akan dkangguhkan. saya tidak akan bergegas m emberi-kannya pada Anda sebelumnya? Anda harus menemukan siapa yang membunuh gadis malang itu. Dapat dipercaya. "Omong-omong. Saya memang keras dengan gadis-gadis itu. betul-betul memalukan! Anda harus membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. kelihatannya keputusan mereka jatuh pada gadis yang jujur itu. Mula-mula Sheila Webb dipanggil dengan penipuan keji itu untuk menemukan sesosok mayat—dan sekarang ini. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya? Bercakap-cakap. Pada saat mereka mendengar bunyi langkah kaki saya di gang. dan siapa yang telah mempermainkan Sheila dengan keji." "Terima kasih. tetapi dia mungkin telah membicarakannya dengan rekan kerjanva. Saya dapat mengerti baliwa tidak mungkin Edna Brent akan mempercayakan ketakutan atau kebingung-annya pada Anda. "Mereka tidak akan berbicara dengan bebas jika saya berdiri di sana mengawasi. Anda akan sama kagetnya. tetapi mungkin juga ingatannya tentang kejadian-kejadian yang ada tidak dapat dipercaya." "Itu mungkin saja. "Anak-anak. yang akan setuju dengan apa pun yang di katakan oleli orang lain."Memalukan. Gadis yang ketiga adalah gadis yang suka cekikikan." "Dan tidak ada yang dapat Anda katakan pada saya. dia berkata. Inspektur. tetapi tidak begitu cerdas. Polisi seharusnya memberi perlindungan dan itu adalah yang kami butuhkan di kantor ini. Berdasarkan kebiasaan. Mereka tidak disebut-sebut pagi ini pada pemeriksaan itu." "Saya yakin. Sebahknva dia berkata. Inspektur. omong sini!" Sctelah tenang sedikit. semampu saya. Anda kan sudah tahu." kata Inspektur Hardcastle." "Sebisa-bisanya hanya sedikit saja yang dise-butkan pagi ini." "Bantuan! Bantuan apa yang dapat saya berikan pada Anda? Apakah Anda pikir jika saya memiliki bantuan itu. "Waktu? Hanya karena anak konyol itu mati. Tidak boleh ada waktu yang dibuang. Mtss Martindale. jika Anda mau." kata Miss Martindale. semua mesin tik mulai bei bunyi. "Saya kira kalian telah mendengar apa yang telah terjadi pada Edna Brent. dia yakin. bahwa orang-orang yang dibayar oleh Negara untuk melindungi masyarakat memang melaksanakan tugas-tugasnya. dan saya bermaksud untuk memastikan. "Hanya ada tiga orang saja di kantor saat ini. pikirnya. Miss Martindale. secara informal. saya kira. Miss Martindale. "Anda harus mengambil tmdakan terhadapnya. Itu jika apa yang kita baca di koran adalah benar. Seorang gadis bertampang tegar dan jujur sena berkaca mata. Anda harus membongkar sampai tuntas. tetapi dia dapat melihat bahwa tidak mungkin dia dapat racm^i oleh jawabannya dari Miss Martindale. dia tidak membicarakannya de ngan Anda?" "Saya kira dia tidak akan membicarakannya dengan saya jika dia sedang bingung. Anda tahu. Semua jam itu. bahwa mereka telah bergosip dan mem-buang-buang waktu mereka." "Saya kira Anda ingin berbicara dengan mereka sendirian. Jika begitu. dua dari mereka. Anda harus sampai ke akar-akarnya dengan segera. kalian dengar dari siapa?" Mereka saling memandang. Kalian boleh berhenti bekerja untuk itu. Apakah Anda ingin berbicara dengan mereka semua sementara Anda ada di sini? Lainnya sedang tugas keluar. tidak ada petunjuk yang mungkin diberikan Edna pada Anda? Dia tidak kelihatan bingung karena sesuatu." Dia kembaii ke kantornya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat. "Beri kami waktu. saya kira." "Saya kira Anda tidak perlu takut akan hal itu. adalah Janet. "Detektif Inspektur Hardcastle ingin membicarakan sesuatu dengan kalian. untuk melindunginya. Saya dapat memberi Anda nama dan alamat mereka. Semuanya dapat dibumbui sehingga jadi lebih meyakinkan. Tetapi saya tidak tahan kalau mereka dijadikan korban atau dibunuh. Dan ketika salah seorang dari gadis-gadis saya terbunuh atau terjebak dalam keadaan yang memba-hayakan. kelihatannya. . sebanyak~ba-nyaknya gadis Anda di sini. Edna. Mereka harus mengakui. "Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bergosip—gadis-gadis itu." kau Miss Martindale." Dia berdiri dari duduknya dan membuka pintu menuju kantor bagian luar. Inspektur Hardcastle. Berusahalah dan katakanlah padanya segaia sesuatu yang kalian ketahui yang dapat membantunya untuk menemukan siapa yang membunuh Edna Brent. yang menderita—apa sebutannya sekarang ini—suatu kompleks kebencian— pada pengetik-pengetik steno di kantor ini. Hal berikut yang terjadi adalah pembunuhan atas salah seorang gadis lainnya. Anda pasti akan mence-gahnya. yang namanva. Seorang gadis yang betul-betul baik dan tak berdaya terbunuh di bilik telepon umum. maka saya kira Anda berpikir bahwa Anda memiliki seluruh waktu yang ada di dunia. bahwa—" "Apakah Anda akan menyangkal bahwa dua dari gadis-gadis saya. Tiga wajah gadis yang terkejut memandang inspektur itu. mungkin." Dia mena-tap inspektur itu dan kelihatan seperti seekor harimau betina dalam wujud manusia." kata Miss Martindale. Saya datang kemari untuk melihat apakah Anda dapat memberi saya bantuan." "Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada membongkar kasus ini sampai tuntas. Hardcastle me-nyimpulkan mereka dengan cepat dan ringkas. gilal Anda harus mengakui bahwa itu adalah rencana gila. Mata yang memperhatikan hal-hal di sini. menatapnya lagi. Seorang gadis berambut coklat kemerah-merahan yang kelihatan agak gagah dengan model rambut yang membuatnya kelihatan sepert! baru saja bepergian dalam hujan es." kata Miss Martindale. telah dijadikan korban? Sudah jelas ada orang yang tidak bertanggung-jawab yang sedang berkeliar-an. Saya bermaksud melindungi mereka. misalnya. Inspektur." Tiga kepala mengangguk cepat. Perlindungan. Saya menyibukkan mereka dengan peketjaan-pekerjaan dan saya tidak mengizinkan mereka terlambat atau cero-boh. mencoba memutus-kan siapa vang harus jadi juru bicara. Hardcastle berbicara pelan-pelan." "Yang ingin saya katakan hanyalah. Saya menginginkan perlindungan bagi gadis-gadis saya dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Saya ingin berbicara dengan. tetapi cukup untuk menjelaskan kualitas mereka—yang akan ditanganinya sebentar lag!." "Saya kira Anda tidak berpikir bahwa gadis itu akan terbunuh ketika Anda bangun pagi ini. Omong sana. Miss Martindale. Miss Martindale. Seluruh kejadian ini adalah luar biasa. Miss Martindale.

" "Omong-omong. Kalian baru sajamendengarkan gosip konyol di toko. saya sungguh-sungguh kaget! Jadi saya berlari kembali dan berceiita pada yang lain dan akhirnya kami sepakat kami harus mence-ritakannya pada Miss Martindale." dia menjelaskan. Dia bertanya apakah Edna telah mengatakan sesuatu kepada kami tentang ketidakhadirannya di kantor siang ini. "Bisa-bisa menerkam Anda. "Saya memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi siang ini. silakan masuk." "Apakah kalian pernah memperhatikan adanya perbedaan dalam sikap Edna. Hardcastle memandangnya tidak senang." kata Hardcasde." "Bukan karena dia punya pacar atau yang seperti itu. "Edna akan dimarahi Sandy Cat kalau dia datang." kata Janet hampir melamun. anak itu?* dan saya berkata 'Siapa maksud Anda?' Dan kemudian dia berkata 'Gadis yang baru ditemukan mati di bilik telepon umum. Tidak ada apa-apa baginya di sini.*' Gadis ketiga cekikikan. "Bagaimana orang bisa bekerja dengan serius bila terus-terusan diganggu. Kelihatannya itu semata-mata adalah dugaan yang kabur. mungkin Sheila Webb." gadis beram-but gelap itu. "Siapa? Apa? Anda maksud dia ada di sini sekarang} Yah. Miss Webb. tetapi tidak dengan tingkah-laku berkomplot." pikir inspektur itu. Sclamat sore. maksud saya."Edna tidak datang untuk bekerja pada jam dua. pikirnya sendiri. lebih kurang tiga ribu tahun yang silam." "Selalu ada saja yang terjadi pada Edna. tetapi kami tidak melihatnya lagi sesudah itu dan kami tidak tahu ke mana dia pergi. dan membuat kesalahan. maaf bahwa ini terpaksa dilakukan." kata Maureen." "Kapan kalian mendengar apa yang telah terjad'?" dia bertanya lagi. Dia selalu tidak menyenangi orang-orang yang berla-gak bijaksana setelah terjadinya suatu peristiwa. dia bermaksud kembali ke kantor?" "Oh." "Dan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Miss Martindale?" "Yah." kata Maureen." "Tetapi saya tidak mengerti. J Sekarang apa yang sedang kalian lakukan? Tidak ada satu mesin tik pun yang bcrbunyi. ada apa? Saya rasa saya sudah bilang tadi bahwa saya tidak mau diganggu siang ini. "Dan Sandy Cat sangat jengkel.Brent akhir-akhir ini? Apakah dia kelihatan cemas. "Dan saya berkata." Gadis jujur itu berkata. "Dia selalu cemas tentang sesuatu. ya. "Kalian tidak tahu ke mana dia sesungguhnya pergi sesudah pemeriksaan itu selesai. Dia ingat bagaimana gadis itu berdiri memandang sepatu di tangannya dengan penuh penyesalan. Itu pasti gadis lain. "Saya tidak mengerti mengapa ada orang hendak membunuh Edna. seolah-olah inspektur itu dapat memberi mereka jawaban atas masalah itu. Dia sangat yakin bahwa gadis itu tidak punya perasaan apa-apa sebenarnya. bingung. tentu saja." "Jadi kalau begitu. bukan. mengesampingkan buku catatannya. ada sesuatu yang meresahkannya." kata Maureen. saya mohon kalian mengatakannya pada saya." "Saya mengajaknya makan siang bet sama saya. Dia mengang-guk dengan wajah serius. bahwa dia melihat pandangan ketakutan yang tiba-tiba muncul di mata Sheila. "Dan bukan nama yang buruk. bertugas meJayani Profesot Purdv. Dia bermaksud membeli sesuatu dan memakannya di kantor." dia menjelaskan. Dan. Ketiga-tiganya memandang Hardcastle penuh harap. dia telah berkata. "ya. mula-mula dia tidak mempercayainya. mulai berkata. dan pada saat itu juga dia keluar dai i kantornya dan berkata pada kami. Dia sedikit lambat dalam berpikir." "Itu benar. sampai di mana kita tadi?" Sheila baru saja hendak menjawab ketika pintu diketuk orang. . "Dia bisa sangat menakutkan. "Ya?" dia berkata menguji." kata Janet. "Saya berkata pada Miss Martindale bahwa dia telah menghadiri pemeriksaan itu bersama kami. Dan ketika saya memasuki toko—yang di tikungan itu dan mereka mengenal saya dengan baik di sana—wanita itu berkata 'Dia bekerja di tempat itu. Dia bilang dia tidak peduli mau makan siing atau tidak. "Yah. "Dia bilang 'Tidak masuk akal. ketika Edna tidak ada di sini pada jam dua. bukan?" tanya Hardcastle. dan bahwa dia seharusnya mengirim surat izin." Dia memandang sedikit tidak senang pada Sheila Webb dan berkata. Hardcastle ingin tahu apakah dia hanya membayangkan saja." Sheila Webb berdiri." "Saya ingat. Hardcastle menarik napas. seolah-olah dia ada sesuatu dalam pikirannya? Apakah dia menceritakan pada kalian mengenainya? Jika ada sesuatu yang kalian ketahui.. Proiksor purdy tampakuya merasa tcrganggu ketika dia menghentikan diktenya dan mengang-kat telepon. Mereka saling memandang. seperti seharusnya. "Miss Martindale." kata si rambut coklat. 'Sesungguhnya ini bukan salah kami.. tanyakan padanya bagaimana kalau besok saja?—Oh. Kami semua tahu kami harus kembali ke sini. Profesor Purdy dengan susah-payah menyadarkan dirinya dari kesulitan-kesu-fitan kronologis yang terjadi. Mereka saling memandang sejenak." "Maafkan saya. dan kemudian dia berhenti. baiklah—baiklah— Suruh dia naik. "tetapi tampaknya. Mungkin salah seorang dari gadis-gadis lainnya akan lebih berguna. Matanya memandang pintu ruangan kantor Miss Martindale sejenak. Mengapa harus Edna?' Dan dia berderap kembali ke ruangannya dan menelepon kantor polisi dan menemukan bahwa hal itu memang benar. Miss Martindale. "Tidak." katanya kacau." "Selalu ada-ada saja." katanya. "Ingat pada turn it sepatunya yang copot waktu itu? Halhal seperti itu bisa terjadi pada Edna. Pak. "Sandy Cat adalah nama panggilan kami untuknva. "Apakah Sheila Webb dan Edna Brent teman dekat?" tanyanya." kata si rambut coklat." kata gadis yang cekikikan itu. Maureen." Mereka saling memandang.* Gadis jujur itu mengambil bagian puncaknva. "Nah. saya kira. di mana Miss Webb sekarang?" Hardcastle diberi tahu bahwa Sheila Webb ada di Hotel Curlew. "Saya ingin membeli kue untuk dibawa pulang dan saya tahu semuanya akan habis pada saat kami pulang nanti. saya—eh—saya menyelinap sebentar.' Oh. Si tukang cekikikan merah mukanya karena merasa bersalah. "Dia mencampur-adukkan hal-hal. Kami baru saja mendengar berita buruk tentang Edna. kalau dia mau. Lebih mungkin lagi.

Saya tidak boleh ganggu. Miss Webb. Pak. tentu saja. baiklah. Saya sungguh-sungguh menyesalkannya. Maafkan sava. Sangat luar biasa." "Ini lebih senus danpada pelanggaran parkir. tidak apa-apa. bukan?" Profesor Purdy memandang Sheila Webb ragu-ragu." "Jadi Anda tidak tahu apa yang telah terjadi pada Edna Brent?" "Terjadi padanya?" tanya Sheila. Mungkin juga baru sekarang kau mendengarnya atau kau adalah seorang aktris yang pintar. Kami sudah sampai pada bagian yang penting. Nah. "Saya kira Anda telah mendengai nya. tidak punya gagasan sama sekali. di bilik telepon umum. Sheila Webb tidak berkata apa-apa. "Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. mengungkapkannya sebrutal mungkin. "Oh. "Aduh. Kecuali jika Anda dapat menceritakan pada kami. ke Biro Cavendish? Saya ke sana dan diberi tahu bahwa saya harus langsung kemari. Kedengarannya sangat luar biasa bagi saya. "Saya makan dengan seorang teman di restoran Ho Tung." kata inspektur itu. "Ya." kata profesor iru. ada apa?" "Ini tentang gadis bernama Edna Brent" Dia beralih ke Sheila Webb. ya. "Kami mungkin tidak pernah tahu. Di mana Anda makan siang. ya." "Anda tidak berpikir bahwa dia kelihatan cemas dan bingung akhir-akhir ini?" "Yah. Mata yang mengingatkannya pada seseorang. saya harus memesan teh. "sesuatu telah terjadi padanya." kata Hardcastle. Ada apa—pelanggaran lalu lintas? Betapa sok dan suka ikut-campur petugas-petugas lalu lintas itu. Miss Webb. Mata vang indah. pelupa. "Terjadi padanya? Apa maksud Anda? Apakah dia mengalami kecelakaan atau sesuatu—ditabrak ?" "Sangat berbahaya memang." "Anda tidak pergi ke kantor sesudahnya?" "Maksud Anda. Profesor Purdy." "Saya sangat pelupa. "Edna—terbunuh] Tetapi mengapa?" "Apakah Anda tahu. ada apa?" kata profesor itu lagi. minta nasihat tentang apa yang harus dilakukan?" "Ya.. Sungguh. Anda bams mengingatkan saya soal waktu." "Di telepon umum?" kata profesor itu." "Yang saya tnginkan sebenarnya adalah berbicara sebentar dengan Miss Webb. Inspektur." "Oh. Kemudian dia bingung lagi." Dia berhenti dan kemudian berkata. Edna selalu kelihatan cemas atau bingung. "Setengah tiga." kata profesor itu. Anda mestinya mengingatkan saya. pikir Hardcastle sendiri. Dan Anda tidak punya mobil. Tidak." "Apakah dia tidak menunjukkan apa-apa pada Anda? Tidak berbicara pada Anda di kantor tentang masalah itu?" "Tidak." "Saya mengerti. tajam. Kira-kira begitu. "Saya menahan Miss Webb hingga malam. ya. Ada apa dengan dia?" "Saya kira berita itu belum sampai pada Anda. Yah." "Saya mengerti. Miss Webb?" Pipinya memerah. ya." kata profesor itu." "Betul. Saya harus pergi ke Landis Bay menemui salah seorang pengarang kami. bahwa saya telah meninggalkan mobil saya selama empat setengah jam di meteran parkir." nada suara Hardcastle terdengar tegas.." "Oh." kata profesor itu merasa bersalah. saya khawatir Anda sudah terlambat untuk minunrteh." "Dia biasanya datang dan meminta nasihat bila timbul masalah?" "Oh. Cukup malam memang. suaranya meninggi. Padahal saya yakin bahwa itu tidak mungkin. "Saya mengerti. Tetapi masalahnya."Nah. Oh. "Oh. Anda datang kemari naik bis. apakah sekarang sudah jam enam?" "Maafkan saya. Maksud saya. sepanjang hari. "tetapi saya tidak tahu kalau itu penting." "Saya menceritakan pada Anda? Bagaimana saya bisa taliu?" "Anda mungkin punya gagasan tentang mengapa Edna Brent ingin menemui Anda?" Dia menggelengkan kepalanya." "Bisakah Anda menunggu? Sekarang ini saya sangat sibuk. kami tidak selaiu sepakat tentang apa yang harus dilakukannya. kebut-kebutan itu. Sejak saat itu." kata Sheila. Maksud saya. Anda harus. matanya melebar. "Edna Brent. Saya mengatakan padanya lebih baik dia cepat-cepat menulis surat pada pengarang itu. jika—jika Anda mau tahu. Mulutnya terbuka sedikit.. yah. Kemarin dulu seorang petugas beikeras mengatakan. Dia pernah menghilangkan dua halaman ketik penuh naskah Armand Levine dan dia sangat cemas mengenai apa yang harus dilakukannya. bahwa dia telah datang ke rumah bibi Anda dan menunggu Anda pulang selama beberapa menit?" "Kesalahan saya lagi. Dia mena-tap-Hardcastle. kata Anda?" Dia menaikkan alisnya. Profesor Purdy. selalu ragu-ragu. yah. Dia dapat menulis dan menceritakan apa yang telah terjadi dan memintanya untuk tidak mengadu pada Miss Martindale. "selalu. Sangat sibuk. aduh. Matanya vang biru kelihatan indah sekali—laksa-na bunga iris.. tentu saja." sela Profesor Purdy. Miss Webb akan bebas dalam seperempat jam lagi—oh. menganggukkan kepaianya. sebab orang tidak selalu langsung membaca hasil ketikan dengan segera untuk mengoreksinya. Dia sangat—apa namanya—pemalu. "Dicekik di bilik telepon umum." kata profesor itu lagi. Apakah memang penting? Apakah Edna punya masalah?" "Kami tidak tahu. mungkin setengah jam lagi." . Dan kami bekerja sejak saat itu. "Saya tidak tahu. Oh. sebagaimana yang akan dikatakan pula oleh Miss Webb. Dan dia bertanya pada Anda. "Ya. yah. dia tidak—tidak—saya tidak ada di kantor sama sekali kemarin. ke Profesor Purdy pada pukul setengah tiga. jika saya harus melakukan hal seperti itu. Tetapi Edna bilang dia tidak begitu suka berbuat begitu. Sial benar nasibnya. dengan tajam. sebab dia telah mengirimkannya pada pengarang itu sebe-lum dia menyadari apa yang telah terjadi. bahwa Edna Brent sangat berharap untuk menemui Anda kemarin duiu. saya ingat. "Dia dice-kik sekitar pukul setengah satu. aduh. kalau inspektur ini ingin bertanva pa Anda. baiklah. Tidak. Gadis yang malang. tidak apa-apa." Sheila Webb menatapnya." "Bibi saya bercerita pada saya. Aduh. saya ingat. merasa tertarik dengan kejadian itu.. saya mengenainya. Saya tidak akan memilih tempat seperti itu. Tetapi. dia tidak pernah yakin apakah perbuatannya itu betul atau salah.

Anakku. Lumayan cemerlang kelihatannya." Dia berhenti. Miss Webb?" "Sama sekali tidak. tetapi saya tidak tahu apa-apa yang dapat membantu Anda. Matematika." "Anda gemetar. Saya menolak. Carilah keterangan sebisamu tentang Mr. bukan? Sesuatu." kata sava. Kali ini dia sedang meminum strop de cassis (lobi-lobi hitam bagi Anda dan saya). mungkin." "Semoga berhasil. Tidak bersalah dalam pandangan kita." "Kau mungkin mendapat sesuatu dari sana. George menyuguhkan wiski. Kami ingin sedikit lebih tahu tentang dirinya. bukan? Sudah kubilang para tetangga itu adalah percuma—" . adalah agak aneh. menutup matamu. Dia pergi ke Rumania. sering. "kita biasa berpikiran bahwa semua yang dilakukan oleh seseotang adalah sangat patut dicurigai."Jadi adalah biasa-biasa saja jika dia datang pada salah satu dari kalian bila dia mempunyai masalah? Itu sering terjadi?" "Ya. yang dirasakannya harus dirahasiakan antara Anda dan dia. nomor salah. Saya sangat menyesal tentang Edna. Saya mulai merasa bahwa itu adalah tempat yang seram." katanya. Semua seperti biasanya. seperti itu. Kau adalah seorang ahli tumbuhtumbuhan." gadis itu melanjutkan. Insinyur bangunan itu. "Bagaimanapun juga mungkin ada sesuatu pada idemu yang konyol tentang bulan sabit itu. Di depan gadis-gadis lainnya. Dan saya tentunya tidak dapat membayang-kan mengapa dia ingin datang ke rumah bibi saya dan berbicara dengan saya di sana. Saya yakin tidak mungkin seperti itu. dan menemukan jawaban-nya? "Aku sudah membaca apa yang kautinggalkan di sini—dengan penuh minat. yang mana memang agak aneh. Galilah pengetahuanmu tentang tumbuh-an Iangka di daerah Balkan. "Jadi Anda tidak dapat membantu saya. 62. seperti yang sudah kauketahui." Dia memandang saya. Nomor 61 didiami oleh seorang kontraktor tulen yang tak bersalah. bukan?" "Saya tidak mengatakan sejaub itu." Napasnya menjadi cepat. mungkin. Mengapa mereka mengirim saya. Aku harus segera ke luar negeri. Dan bagaimana denganmu. "Saya pikir. Ramsay di Wilbraham Crescent No. Dia adalah pen-siunan dosen. Kali ini Nigel Trench. Dan dia sekarang ada di sana. Dia telah melaksanakan beberapa tugas aneh akhir-akhir ini. agak tiba-tiba. Ramsay. dan kemudian berpindah lagi ke pihak semula! Semua campur-aduk dan penyamaran ini menyenang-kan." Dia memandang saya dengan cermat. "Tidak banyak yang ada di sana. dan sebuah paspor baru yang bagus. khusus meminta saya. Perusahaanperusahaan sungguhan." Dia mengintip dari balik asap rokoknya. dengan aiasan sakit. "Kau kelihatannya tidak senang. Miss Webb?" "Tidak." "Bukan itu yang dikatakannya pada isttinya. bisa begitu tenang seperti yang diperlihatkannya? "Saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya dengan saya. Miss Webb. bagaimana pekerjaan rumahmu itu?" "Pardon}" "Bagaimana tentang Mayat Misterius dan Jam-jam di Crowdean—apakah kau sudah bersandar." "Mungkin bukan. Saya sudah menyiapkan visa untukmu. Mr. tetapi saya hanya berkata mungkin. "Saya tidak tahu." "Masalahnya adalah." "Ada instruksi-instruksi khusus?" "Tidak. "tetapi sesuatu. saya harap saya tidak terlibat dengan semua ini. "Saya tidak pernah mendekatinya lagi. "Saya dapat meyakinkan Anda. Hanbury yang malang mendapat nomor yang salah.*1 NARASI COLIN Saya segera melapor ke Beck begitu saya tiba di London. Mungkinkah kasusnya begitu?" "Saya kira tidak mungkin. Dan sesuatu itu akan menolong. 'Tidak sama sekali. Anda harusl" "Kami memang bermaksud memecahkannya." kata Kolonel Beck. Masalah serius apakah itu?" Apakah Sheila Webb. Ramsay pergi secara mendadak kira-kira lima minggu yang lalu. "Crescent benar." "Kelihatannya ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakannya dengan Anda di Biro Cavendish. McNaughton sedikit menarik. "Adakalanya saya mencuri-gaxmu. Kami akan memberimu pesan saat kau mengambil surat-surat keteranganmu. Dia menawari saya. "Kau kelihatan tertekan. Apakah itu mempunvai arti bagi Anda." "Apakah Anda sendiri ada di Wilbraham Crescent hari ini?" "Tidak." "Apakah Anda telah menyelidiki yang lain? Atau hanva Ramsav?" "Diana Lodge kelihatannya betul-betul Diana." "Tidak ada yang mungkin berhubungan atau berkaitan dengan kejadian pada tanggal 9 September?" "Maksud Anda—orang itu—orang di Wilbraham Crescent itu?" "Itu maksud saya. Dia melambaikan rokoknya ke arah saya. tetapi pokoknya dia pergi ke sana. Ada sedikit kecaman pada suaranya ketika dia melanjutkan. Jadi kau bisa berlari cepat sekarang." kata inspektur itu. "Selalu menggembirakan bila ternyata sebuah praduga adalah benar. Inspektur." "Bagaimana bisa? Apa yang bisa diketahui Edna tentang hal itu?" t "Sesuatu yang tidak begitu penting. Saya pergi menemui Hercule Poirot dulu. "Bilik telepon umum tempat dia ditemukan terbunuh terletak di Wilbraham Crescent. saya sungguh-sungguh berpikir Anda harus minum segelas sherry. dan apa pun latar belakang yang merekatpunyai. tidaklah seperti apa yang dia tunjukkan." Pesawat terbang saya berangkat pukul sepuluh malam." "Anda tidak berpikir bahwa kali ini masalahnya lebih serius?" "Sava kira tidak. Poirot. "Akhirnya saya menemukan sesuatu. Sesuatu. Saya mengangguk. tetapi perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang gelap. inspektur itu heran." dia berkata dengan keras. Saya harap saya dulu tidak pernah pergi ke sana. dan pergilah. Saya kira itu mungkin betul—tetapi dia tampaknya cukdp sehat wal'-afiat. Colin. berbicara lebih cepat dan agak terengahengah." kata Poirot. tetapi dia tidak keliru terlalu jauh." kata Poirot." kata inspektur ttu. Mengundurkan diri dart jabatannya. meski bagaimanapun kecilnva. Anda harus. Sebuah sejarah yang panjang tentang kucing. Dia tampaknya memutuskan hubungan dengan semua teman lamanya." kata saya mengelak. beipindah ke pihak lain. "Jadi seperti itu?" "Ya." kata Profesor Purdy. Ya. hari itu? Mengapa Edna terbunuh di dekat sana? Anda harus memecahkan kasus ini. Maafkan saya." 'Terima kasih.

"dan saya sangat berharap Anda dapat membantu kami. Surat itu hanya berkata bahwa penulisnya berpikir bahwa orang yang dicari itu adalah suaminva vang telah lama berpisah dengan dirinya sejak beberapa tahun yang lalu." Dia mendeklamasikannya dengan amat serius. tetapi tidak dalam kasus ini. Dapat dipercaya? Itu pertanyaannya. "suruh dia masuk. tebaknya." "Pasti ada." Saya memandangnya bingung. dicat tebal." Detekttf inspektur hardcastle melihat kalen-der di mejanya. tetapi secara keseluruhan dia mengiranya sebagai lima puluhan. tetapi dari jarak yang jauh—cukup jauh—dia mungkin kelihatan seperti tiga puluh. sebab mereka terjebak dalam kesulitan semula: identifikasi sesosok mayat. di bis. Pak." saya keberatan. membuat pertimbangan moral berdasarkan peng-alamannya. Tidak diragukan lagi. Itu adalah sebuah aksioma. Mrs. Tidak terlalu teliti. Dalam kasus ini paling tidak dua dari orang-orang ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas—" "Yang mana? Dan apa yang mereka katakan?" Poirot berkata kepada saya dengan gaya me-nyindir bahwa saya harus membaca ulang catatan saya dengan saksama. tentu sa|a." dia mengulangi. 20 September. Seseorang pasti telah melihat sesuatu. Tetapi dia menyukai surat itu. Dia hanyalah orang yang tidak mampu dikenali oleh seorang pun. Pemeriksaan laboratorium terhadap pakaian itu tidak menghasilkan sesuatu yang betul-betul berguna." "Kupikir itu tidak jujur. mungkin. Enderby. Hardcastle menekan interkomnya dan masuklah Sersan Cray. dilty. Sebuah atau dua buah gelang yang gemerincing. Ada pembunuhan satu lagi." Sava menceritakannya. "Seorang detektif swasta?" Poirot membuka matanya. Saudara perempuan. Dia juga akan mengirimiku sebuah kawat dari luar negeri. pikirnya. Secara keseluruhan. lumayan dermawan. Rambut gelap. menurut saya. "Make-up-nya tebal—bukan make-up yang bermutu tinggi. dia bukan benar-benar "mayat miste-rius. dilly—datanglah untuk dibunuh. memakai mantel berwarna gelap dan rok serta blus putih. Ceritakan padaku." "Bagaimana tampangnya?" "Sedikit bertampang aktris. mencoba menyembunyikan wajahnya ketika dia keluar dari bioskop. Devon. Kualitasnya sangat baik. Tidak terlihat. "Sementara kau pergi. akibat hasil dandanan yang ceroboh membuatnya kelihatan agak lebih tua dari lima puluh. tidak baru. Rival. "Mrs. "Apa sesungguhnya pendapatmu tentang urus-an ini?" "Lebih jelas sekarang—seperti biasa. tetapi penegasan. Dia tidak akan menekankan pada hal itu. Dan. "Ya—itu adalah pola yang sama. Dokter gigJ juga belum membantu." katanya. tetapi dia tidak dapat mencegah untuk tidak menekankan pada hal itu juga. Mengapa. kelihatan jahat di pojok sebuah jalan. belum ada orang yang mengenali siapa pria itu—" "Aku tahu." Inspektur itu berdiri dan berjabat tangan dengannya. Saya menceritakan padanya pula tentang kartu pos vang saya berikan pada Hardcastle."Sebaliknya. bersembunyi di pelabuhan. adalah yang punya harapan terkecil. Sekitar lima puluh. Aku akan mernintanya untuk menanyakan sebuah akte pernikahan di Somerset House. "Kau tidak hanya duduk dan berpikir. tetapi gampang untuk diajak berkencan. Identifikasi itu mema-kan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya. dia yakin. Ratusan jalan. Secara keseluruhan. Pakaian itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa.*' "Itu tepatnya yang sedang kulakukan! Apa yang akan dikerjakan oleh Miss Lemon hanyalah untuk membuktikan padaku kebenaran kesimpul-an yang sudah kucapai." "Begitu? Begitu cepat? Menarik." "Apakah dta kelihatan cemas?" "Tidak. dan masih banyak lagi yang muncul dengan memberi harapan dan tidak menghasilkan apa-apa. "Ingat—empat satu tiga—atau empat tiga belas. Sudah lewat sepuluh hari. Rival. "Saya sangat gembira bertemu dengan Anda." "Seorang pemeras?" Poirot menutup matanya. inspektur itu merasa sedikit berpengharapan. Dia akan datang pagi ini." kata Hardcastle. "Saya baru akan memberi tahu Anda. Membawa sebuah tas kotak-kotak yang besar." "Baiklah. lumayan baik. Aku tidak minta informa-si. Begitu dekat di mata. Semua jalan kelihatannya buntu. beberapa cincin. Yang harus dilakukan sekarang adalah berbicara dengan lebih banyak tetangga. Poirot! Ini semua adalah bohong. "Dilly. Dia kembali memandangi sepu-cuk surat di atas mejanya. "Kau akan melihatnya sendiri. Dari dekat." . London." ^ Cray keluar dan sebentar kemudian masuk lagi sambil berkata. ada banyak sekali otang yang melihat orang yang sama di Lincolnshire. Newcastle. Hardcastle mengeluh ketika dia memi-kirkan telepon-telepon dan surat-surat yang membanjir sesudah foto itu dipublikasikan dalam koran-koran dengan tulisan di bawahnya: TA-HUKAH ANDA SIAPA ORANG INI? Menak-jubkan sekali jumlah orang yang berpikir mereka mengetahui orang ini. sesudah mempertimbangkan sejenak." "Aku tidak tahu. Seperti yang kulakukan dulu. Mr. mungkin juga ramah." Tidak ada yang hebat ataupun dramatis pada dirinya." "Tidak ada tetangga lagi. Mereka masih belum rnendapat banyak kemajuan seperti yang diinginkannya. Anak-anak perempuan menulis dengan penuh harapan tentang ayah mereka yang tidak pernah mereka lihat lagi selama bertahun-tahun. "Aku akan mengucapkan sebuah kutipan kecil padamu. Ituiah polanya. Tidak memakai topi. Tidak terkirakan lagi jumlah istri yang yakin bahwa itu adalah suami mereka yang hilang." "Tetapi siapa pembunuhnya?" Poirot tidak menjawab. Mayat itu tetap dijuluki sebagai "mayat misterius!" Padahal." kata Cray. tetapi dirawat dengan baik. pembu-nuhnya tidak dapat melakukannya sendiri." "Apa maksudmu dengan itu?" Poirot menutup matanya. dia adalah wanita yang cukup dapat dipercaya. mungkin." "Mungkin memang sebuah aksioma. kualitas ekspor. Saudara-saudara perempuan yang kepi-ngin sekali bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya." "Aku tidak percaya kau tahu sesuatu. atau pembersih. Dan sesudah itu aku tidak akan bilang apa-apa lagi. Namanya tidak penting. Dia menanyai sava dengan cermat sampai dia memperoleh setiap data dari saya. Dia tidak menyukai nama kecil itu. begitu pula binatu. Merlina Rival. bukan siapa diz tetapi dia itu apa. tidak ada sebuali sidik jari yang dicelupkan dalam darah. Rival belum datang juga?" "Baru saja datang/' kata Cray. Aku tahu. "Kartu pos itu kurang lengkap. Tetapi hari ini. tinggi dan ukuran tubuhnya sedang. kau mengizinkan aku mengadakan sebuah penyehdikan?" "Misalnya?" "Besok aku akan menyuruh Miss Lemon menulis surat pada seorang pengacara rua kenal-anku. Dan aku punya data lebih lanjut untukmu. jika kau bisa mengerti. itu pasti nama yang dipilih oleh wanita itu sendiri. di kereta api bawah tanah. menurut perasaan Hardcastle. gagal. "Mrs. Surat itu tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu mengha-* rap.

Tidak saat itu. kemudian dia berba-lik dengan cepat. Rival." "Ya. "sepanjang perjalan-an naik kereta api." kata Hardcastle. Wanita-wanita cenderung untuk terpikat padanya." Inspektur itu memandangnya tajam. Tentu saja saya cukup siap untuk menerima bahwa dia bukan Harry. dan menghirup tehnya dengan cepat. Dia sering bergaul dengan mereka." Ya. betapa ingatan seseorang pudar dengan berlaiunya waktu. jika Anda mengerti maksud saya. seperti sava. Dia berdiri memandang selama beberapa saat. tidak." Dia berdiri dan mengawalnya keluar ruangan itu menuju sebuah mobil yang sedang menunggu. Rival dan membimbingnya keluar. Ketika mereka kembali ke ruangnya. Kota yang menyenangkan.. Saya yakin saya berkata dalam surat itu bahwa itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. Rival berkata. "Saya bisa mengerti. Dia kelihatan sangat menyesal. Hardcas-de menghiburnya. "Lebih baik. petugas itu mengangkat kain penutupnya. Tahukah Anda. Tentu saja saya tahu bagaimana sifat laki-laki.. Hanya—hanya. Dia membiarkan Mri> Rival menenangkan dirinya. Tentu saja. tetapi dia memang Harry. "Ayolah. Wanita-wanita itu biasanya akan memberikan uang mereka padanya dengan cukup mudah. "Bagaimanapun juga."Tentu saja." kata Mrs. pikir Hardcastle. Kelas yang baik. Mrs." "Apakah dia telah mencoba hal yang*sama pada Anda?" "Ya. katanya. mungkin itu tidak benar. mungkinkah emosi? Dia tidak yakin. Dia jauh lebih tua. yah agak sedikit mengejutkan. "Anda tidak boleh berperasaan begitu. "Dan di mana Anda tinggal waktu itu?" "Di sebuah tempat bernama Shipton Bois di Suffolk." "Yah. Paling tidak—" dia berhenti " — itu yang dikatakannya. "Kami sangat membutuhkan bantuan Anda dalam kasus ini. kenyataannya begitu. ini akan menenangkan Anda." "Siapa yang terpikat padanya.. Kota pasar." kata Mrs. "Tetapi kelihatannya memang ' seperti Harry. kalau dia adalah Hairy. seorang polisi segera muncul dengan baki beiisi teh. Beberapa orang memang begitu. saya juga tidak begitu yakin." "Dan apa yang dikerjakan suami Anda?" "Dia adalah seorang agen asuransi. Dia berkata bahwa rahasia per-mainan itu sudah terbuka. Mrs. bukan?" "Saya kira hanva pada keadaan-keadaan tertentu." Hardcastle ingin tahu apa yang sedang dipikir-kannya.. Waktu berlalu begitu cepat. Kegugupannya mengenai tempat yang akan mereka tuju tidak lebih dari kegugupan orang-orang lain yang menuju tempat yang sama itu. Dia tertibat dengan seorang wanita. Rival. Tetapi saya tidak mengira—saya sungguh tidak mengira bahwa dia membuat hal itu sebagai suatu bhnis" "Betulkah itu?" Dia mengangguk. Ituiah mengapa. "Dia sangat cermat dengan pakaiannya. dan saya harap saya tidak membuan0-buang waktu Anda dengan sia-sia. Saya harap saya bisa yakin." kata Mrs." katanya. "Anda tahu bahwa itu tidak benar?" "Yah. Saya lalu menanyai dia. Sava mulanya tidak begitu memikirkan-nya-" *Tetapi sesudahnya?" Dia tidak segera menjawab. Anda tahu. Anda tahu. hanya saya tidak memberinya satu sen pun. bukan?" "Anda pikir orang itu benar-benar suami Anda?" "Saya yakin betul. Rival. dia kelihatan lain. hal itu memberi kesempatan pada seorang laki-laki untuk sering berada di luar rumah. dia jauh lebih tua. dan itu sangat berguna kalau mereka punya maksud-maksud tertentu. dengan mudah sekali. Saya kira. Minumlah secangkii." kata Mrs." . "Saya pikir dia pasti telah melakukannya. saya pikir—orangorang terpikat padanya dengan mudah. napasnya sedikit cepat. saya—saya curiga. "Dia pulang suatu hari dari bepergian. Mis. Dan Anda mengetahuinya. Dia memberi wanita itu sebuah cincin dan mereka bertunangan—dan kemudian dia berkata dia akan menginvestasikan uang buat mereka berdua. Baikbaik. mungkin ada seorang gadis T tap tidak da gunanya bertanya pada kaum laki-laki tentang hal-hal sepern itu. Dia selalu kelihatan—yah. Ya. Maksud saya. Mereka tidak pernah mencurigai apa-apa.. Hanya sejak itu saya berpikir. "Bukan itu sebenarnya yang saya'pikirkan. Dia tidak keberatan menceritakannya pada saya. Mereka akan berbohong dan yah. Agak kasar sedikit. saya kira sekitar lima belas. Mungkin. dan mungkin ada sedikit kericuhan mengenainya. Dia berbicara dengan nada minta maaf." Dia memasukkan gula pada tehnya. "bahwa Anda lebih suka segera menyelesaikannya. kembali ke mobil dan mereka kembali ke kantor." "Terima kasih." kata inspektur itu. Dia berkata." "Suami Anda sering keluar rumah." Inspektur itu mengangguk pada petugas itu. Suaranya gemetar. Rival?" "Ya. Sungguh menjengkelkan. kelas yang baik. dia kembali dan berkata bahwa dia harus segera menjelaskannya." "Bagaimana Anda tahu?" Dia mengangkat bahu. Bagaimanapun juga. saya mengerti." kata inspektur itu. Tidak akan mengejutkan. begitulah. Kemudian baru kita bicara. kemudian melctakkan tangannya pada bahu Mrs. tidak begitu. Rival?" Suara Hardcastle terdengar lembut dan simpatik.. Saya selaiu berpikir. Ke Newcastle. "Dia Harry. Itu adalah hal yang paling mudah diucap-kan oleh seorang laki-laki. "Dapatkah kita melanjutkannya? Bagaimana-pun juga. dia begitu sering bepergian. kemudian dia berkata. Harry kelihatannya tergolong kelas yang lebih baik dari sebenarnya. sangat rapi.." "Saya mengerti. itu adalah gambaran yang cukup baik. tetapi ternyata lebih dari itu. "Wanita. katanya. sudah lama saya tidak melihatnya. Anda tahu. Dia tidak berkata apa-apa. Rival. Kita pergi sekarang. "Tidak apa-apa. Mungkin dia meng ra saya tahu lebih banyak dari yang sesungguhnya. "Wanita. Rival. Mrs." Baki itu ditarik. Bukankah begitu?" "Saya kira memang begitu. Anda pikir sekitar lima belas tahun sejak Anda terakhir kali melihatnya? Kapan Anda menikah?" "Kira-kira tiga tahun sebelumnya. banyak gula." dia menambahkan dengan cerdik. Hanya satu atau dua menit saja." "Maksud saya." "Bisakah kita membicarakan beberapa fakta yang dapat membantu kita? Kapan terakhir kalinya Anda melihat suami Anda?" "Saya sudah mencoba mengingat-ingatnya dengan tepat.. Sangat mirip dengan Harry. Seorang guru sekolah. dia menge-luarkan suara tertahan lirih. "orang cenderung berpikir bahwa itu kuiang dari yang sebenarnya dan itu akan membuat Anda merasa lebih muda. tetapi dia tidak begitu berubah.

saya kira saya mestinya dibapcis dengan nama itu. Rival. Apakah hanya. "Masih menyebut dirinya sebagai seorang agen asuransi. saya kira. Sampai . Rival jujur. karena uang—suatu cara dalam mencari nafkah." komentar Mrs. tetapi saya tidak tahu kalau dia juga menikahi wanitawanita lain sebelumnya. Gadis atau wanita itu. dia bercerita pada saya tentang sebuah kesempatan hebat yang didapatnya. Rival. Atau tepatnya." kata Mrs. Di gereja pula. bahwa saya tidak akan menanggung semua ini!" Dia menambahkan sambil merenung. Florence. hal-hal seperti itu. keadaan mungkin berbeda. Selalu simpan uang Anda di tangan dan Anda akan yakin Anda masih memilikinya! Saya telah melihat begitu banyak gadis dan wanita yang membodohi diri mereka sendiri/1 "Kapan dia menginginkan Anda untuk menginvestasikan uang? Sebelum atau sesudah Anda menikah?" "Saya kira dia mengusulkan hal itu sebelumnya. Sebelumnya kami tinggal dekat Doncaster." "Anda tidak pernah mendengar apa-apa tentang Harry Castleton sejak Anda berpisah~-at." "Mungkinkah dia menjual polis-polis asuransi palsu—sesuatu seperti itu?" . "Saya mengerti.dirinva sejak saat itu. "Kami memang menikah. Saya kira saya terpaksa. Tidak terlalu romantis.. saya tidak mau dia menginvestasikan uang saya untuk saya. "Anda dulu menyenanginya.au tentang dirinya?" "Tidak sepatah kata pun. saya kira?" Dia menggelengkan kepala.. Rival?" "Kadang-kadang. Rival. Bagaimanapun juga. Anda boleh berkata begitu/' Hardcastle berkata bijaksana. Saya dapat menginvestasikannya sendiri. Nama asli saya adalah Flossie Gapp. dan sebuah senyum riang menghiasi wajahnva. sepan-jang yang saya ketahui. "Membantu di pesta-pesta. jika tidak saya tidak akan menikahinya." kata Mrs. Namanya adalah Castleton ketika saya menikahinya. Shipton Bois. Dia bilang dia kekurangan uang." "Apakah dia pernah memakai nama Curry?" "Curry? Tidak. Rival. kepada wanita itu. "Saya kira dia memakai—dulu.. "Saya kira tidak. "Saya tidak benar-benar mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan hal itu. "Ini ada dalam sakunya. Rival dengan sikap menutup diri. Saya kira itu bukan nama aslinya. Saya tidak mengatakan saya betul-betul terkejut ketika dia kembali hari itu dan bercerita pada saja." "Hal Iain yang dapat saya tanyakan pada Anda.. Saya sungguh-sungguh tidak tahu. Mrs." Ada kegetiran dalam suaranya sekarang. menjadi penerima tamu." "Anda—maafkan saya— menikahinya ?" "Saya bahkan tidak yakin. Tidak. Mrs. "Saya melakukan pekerjaan-pekei jaan ringan di sana-sini. dia selalu kelihatan begitu cerhormat. tetapi setiap orang selalu memanggil saya Flossie atau Flo. mungkin Anda berkata begitu—atau apakah dia adalah jenis laki-laki yang harus memiliki seorang wanita dan dia tidak melihat alasan mengapa mereka tidak sekaligus membayar biaya untuk hiburan yang diberikannya." "Apakah hal ttu pernah terjadi sebelumnya?" "Saya kira begitu." "Anda bilang Anda tidak pernah mendengar tentang dirinya selama lima belas tahun terakhir ini?" "Dia tidak pernah mengirimi saya kartu Natal. tetapi saya sering mendengar orang laki-lak berkata mereka sedang mengejai sesuatu yanp hebat dan kemudian ternyata hanya untuk bersenang-senang saja. setelah kami menikah. adalah apakah Anda mempunyii ide mengapa Harry datang ke daerah int?" "Tidak. Saya kira saya sudah cukup lama mengetahui bahwa dia menye-Ieweng.c. "Jarang sekali." Dia menambahkan. dia adalah orang yang terpelajar." "Harry Castleton. Saya tidak pernah melihat atau mendengar tentang. sebab. Mrs.. "Saya menciptakannya." "Dia tidak punya tanda-tanda khusus tertentu? Bekas luka? Sebuah operasi—atau tulang retak —sesuatu seperti itu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya." katanya. Saya kembali memakai nama Merlina Rival. Itu adalah seluruh uang yang saya miliki di rumah. Banyak bepergian.. kelihatannya." "Dia hamil?" "Ya. Saya pikir mungkin dia telah pergi ke luar negeri—atau mati. Hardcasde berkata pelan. sebagai suami istri—sampai berapa lama?" "Kami di sana sekitar dua tahun." kata Mrs. "Wanita tidak ingin dunia mengetahui bahwa mereka telah ditipu." Hardcastle mengulurkan kartu itu ke seberang meja. tentang laki-laki dan cara-cara mereka dan segi-segi buruk mereka. Tentu saja saya tidak punya ide. "Sayamem-berinya sepuluh pound. memakai nama yang berbeda-beda." "Dan Anda tinggal di tempat itu. sedikit bergurau." "Dan apa yang terjadi selanjutnya?" "Dia berkata dia harus segera pergi dari sana dan saya berkata dia boleh pergi dan menyingkir. Kemudian. Saya memiliki apa yang disebut sebagai sedikit pengalaman. tetapi saya tidak peduli dan dia segera membuang subjek itu. Saya berkata 'Tidak perlu/ Bukannya waktu ku saya tidak mempercayainya. Flossie Gapp." kata Mrs. Itu bukan kehidupan yang enak dan saya melepas-kan nama Castleton. Rival." katanya." "Merlina—er—bukan nama asli Anda.. Anda bisa bertemu orang-orang. Saya bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya selama tahun-tahun terakhir int. Itu bukan kehidupan yang jelek.. "Saya kira dia tidak tahu di mana saya berada. Rival?" "Saya tidak tahu. Sava kembali ke panggung sebentar setclah kami berpisah. saya kira tidak."Mengapa tidak? Apakah Anda tidak mempercayainya waktu itu?" "Yah. sampai saya melihat fotonya di koran-koran.*' "Apakah suami Anda pernah mempunyai masalah dengan polisi?" 'Tidak pernah. jika itu yang Anda maksudkan. Betul begitu?" "Ya. bukan?" "Apa yang Anda lakukan sekarang? Apakah Anda masih bermain di panggung. saya bukannya jenis yang mudah percaya begitu saja pada orang lain. Anda tahu. Dia tidak akan gampang ditipu seperti yang lainnya. Bagaimanapun juga. Kadang-kadang keadaan menjadi lebih baik sesaat.j mi. Lain dari yang lain. Betul-betul seorang gentleman. maksud saya—berbagai nama yang berbeda-beda." kata Mrs. Orang hanya tidak bisa mempercayainya. Tetapi kali ini.

Mereka selalu gampang terpikat padanya. Mereka tidak berarti apa-apa bagi Anda?" "Tidak. "Ya. Hardcastle mengucapkan selamat jalan. Rival menam-bahkan dengan jujur.-Rival tertawa kecil. sava rasa. Bagi saya kelihat-annya tidak mungkin. yang tidak meng-inginkan sesuatu di masa lalunya terbongkar. Dia tidak akan mengambil risiko dengan melakukan sesuatu yang memungkinkannya terjebak.. Maksud saya." Mrs. Saya harap tidak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. "Ada satu hal kecil Ugi." katanya. Pemeriksaan itu telah ditangguhkan. Di mana Anda menikah? Dapatkah Anda mengingatnya?" "Di tempat bernama Donbrook—Gereja Santo Michael." kata Cray." kata Mrs." Hardcastle berbicara kepada bawahannya. Mrs . adalah sebuah pemerasan?" "Yah. Saya kha-watir saya tidak dapat mengingatnya. Wanita-wanita akan bangga bisa menguasai laki-laki seperti itu. bukan? Saya tidak perlu menjelaskan? Saya tidak akan menceritakan ting-kah lakunya ketika dia masih hidup—hal-hal seperti itu?" "Sekarang belum perlu. Mrs. tetapi dia mungkin mengum-pulkan uang sediktt-sedikit. Wanita tertentu. saya kira. "Yah. Saya hanya perlu mengatakan siapa dia. Tetapi saya tidak mungkin tahu. sampai lusa. ya. "tampaknya adalah barang dagangannya yang utama." "Kaum wanita menvukainva. Terurama.. Saya pikir lebih mungkin ada kaitannya dengan wanita. "Cantik." Jam-jam iru dibawa dengan sebuah baki dan ditutupi sehelai kain." Dia menyentuh jam bersepuh emas itu." Dia memikirkan lagi jam dengan tulisan Rose-marv di atasnya. Kelihatannya mungkin sekali ada lebih dari satu wanita vang ingin membalas dendam padanya. Hardcastle membuka kain itu dan menunjukkannya pada Mrs. Saya tidak menga-takan memang begitu. "Memuaskan?" tanya sersan itu. sebab dia selalu kelihatan sebagai tipe yang baik dan terhormai. Saya sendiri merasakan hal yang serupa. Rival. bukan? Saya suka yang itu. "Itu. namanya adalah Rosalie." Hardcastle menarik napas. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersumpah bahwa otang itu adalah Harry Castleton. "Tolong bawakan jam-jam itu kemari. saya kira. seperti yang saya katakan tadi. Anda tidak kebetatan memberikan kesaksian tentang identifikasi tadi. Kenang-kenangan? . Dia kembali ke mejanya dan duduk di sana sambil mengetuk-ngetukkan sebatang pencil. bukan? Harry menyimpan kisah cintanya secara rahasia. "Nama Harry Castleton—mungkin hanya alias saja." kata Hardcastle. mungkin. tetapi mungkin begitu. Tanggal yang tepat akan ada pada catatan di Somerset House. "Saya akan berpikir bahwa sudah hampir waktunya untuk minum teh." "Mungkinkah itu menurut Anda. Sebentar kemudian datanglah Sersan Cray. bukan? "Ya." "Jika Anda melihat sebuah jam dengan jarum-jaium yang menunjukkan angka empat-tiga belas—" Hardcastle berhenti. "Kelihatannya begitu. Hany selalu sangat hati-hati menjaga dirinya. mungkin saja. Dia merasa cukup aman. Rival. Apakah harus begitu?" "Dapatkah Anda memikirkan adanya hubung-an antara suami Anda dengan nama Rosemary?" "Rosemary? Sebentar. Dia menelitinya dengan minat yang jujur dan baik. saya tidak tahu." Dia mengangguk menegaskan. "kami sangat berterima kasih pada Anda. "Anda tidak pernah melihat satu pun dari jam-jam ini sebelumnya. Itu akan membuat saya merasa sudah hampir melangkahkan kaki ke Hang kubur. bukan?" "Tidak. Saya kira dia tidak membutuhkan uang yang banyak. Kita harus mencari tahu tentang orang itu. Ada si rambut merah itu—Bukan. Mereka mengharapkan sebuah masa depan vang bahagia bersamanya. Rival." "Padahal kclihatannva terhormat. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya. Tidak apa-apa. yang pernah menikahi Anda. saya kira. Mrs. Rival. Itu gambaran paling jelas vang bisa saya benkan."Saya betul-betul tidak tahu." kau inspektur itu. Saya kira dia tidak akan menibuat seseorang putus asa.

" "All. Informasi? Atau sesosok mayat?" "Berbicara tentang mayat. Sebaliknya ceritakan padaku tentang si Edna itu—yang mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. kau memang tidak pernah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar! Sebagai hasilnya kau tidak tahu apa-apa yang penting. Merlina Rival! Aneh benar namanya!" "Itu mengingatkanku pada sesuatu. Apalagi dengan bau cat itu nantinya!" Dia memandang saya dengan gusar. "Tetapi pada apa. "Tidak perlu. kita harus mengetahui tempat yang tepat ke mana gadis itu pergi. di mana dia telah memutuskai tumit sepatunya di kisi-ktsi—" dia berhenti." kata Poiiot mengecam. "Aku tidak tahu. "atau seluruhnya yang dapat kauceri-takan padaku adalah bahwa gadis itu adalah seekor kelinci yang malang." "Ah-begitu. "Coba ambil karya John Dickson Cart atau Carter Dickson. tetapi saya tidak dapat membantunya. Dia meletakkan penyisip bukunya dengan cer~ mat untuk menandai halaman yang sedang dibaca-nya. Dan mayat itu akhirnya mempunyai nama. Maksudku aku tidak berminat padanya-" "Kau tidak berminat—tetapi mengapa tidak? Aku tidak mengerti. kau puny a waktu luang?" "Belum. kemudian menggelengkan kepalanya." "Kau terlalu jauh. sebagaimana dia menyebut dirinya kadang-kadang—" . tentu saja. "Sebuah kunjungan pada seorang teman—di rumah peristirahatan di desa." "Aku tidak dapat menceritakan padamu lebih daripada yang sudah kuceritakan — aku tidak mengenal gadis itu sama sekali." "Apakah itu tidak akan memperbaiki flat-flat ini?" "Ya—tetapi sangat menjengkelkan bagi&«." kata Poirot." "Masih tetap dengan hobimu?" "Ya." "Jadi yang kauketahui seluruhnya. mengabaikan kesulitan-kesulitan-nya dengan kibasan tangannya. di mana kisi-kisi itu?" "Sungguh. bahkan melakukan pergantian struktural pada flat-flat ini. "Bukan— itu sudah lama sekali. Kali ini secangkir coklat panas berdiri di atas meja di dekat sikunya. Mereka membuat perbaikan-perbaikan. "Untuk saat ini tidak mungkin. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang atau beberapa orang yang tidak diketa-hui. aku akan mengunjungimu dan menceritakan semuanya yang kudapat dari Hardcastle tentang Mrs. dia bertanya. Saya menatapnya.mengingatkannya pada sesuatu.NARASI COLIN LAMB "Jadi kau kembali juga." Saya mengangguk. ^ *." "Ya—polisi-polisi memang sangat hebat—" "Dan para istri sangat membantu. Kau sudah ke Crow-dean?" "Belum. Aku merencanakan ke sana besok. ya?" Sava berkata pelan." "Maksudmu kau tahu semuanya tentang dia tanpa diberi tahu?" "Tidak." "Kalau aku kembali ke London lagi. Aku masih berruga^ Tugasku mcmba-waku ke sana—" Saya berhe/iu sejenak dan kemudian berkata. yang kaulihat kantor pengetik. siapa pun dia sesunggulinya. "Apa kabar?" tanya saya. Kalau tahu Poirot." kata saya jengkel. aku sudah membaca laporan dati pemeriksaan yang ditangguhkan di Crowdean itu." Matanya bersinar." "Ah—tapi itu tidak mungkin." "Kau sebaiknya datang ke Crowdean dan bertanya sendiri. Ada penjualan naskali-naskah para pengarang minggu de-pan—sangat menarik." "Mrs. "Aku terganggu. mende-korasi kembali." kata Hercule Poirot. Aku bisa kacau di sini." "Dikenali oleh istrinya." "Oh. "Aku tidak tahu. Sebaliknya.u—ba-gaimana pendapatmu mengenamya?" Poirot mengangkat bahu. "Orang harus mengkonsentrasikan diri pada pokok-pokoknya saja. Bagaimanapun juga aku tahu kalau tempatnya di dekat kantor itu. "Kau telah berhasil. "Aku tidak tahu banyak tentang apa yang telah terjadi selai: ku di luar negeri—hanya fakta tentang identitik. Aku sendiri tidak tahu apa yang diinginkan. "Itu sudah diharapkan. Poirot melambaikan tangannya dan berkata. Aku betul-betu| terganggu. setiap hal bisa. Poirot." saya berjanji. "Omong-omong. "Harry Castleton. Kemudian. dan itu mungkin menyangkut dengan seseorang yang telah dilihatnya di sana—atau dengan sebuah peristiwa yang terjadi di sana. Merlina Rival. Aku tidak menemukan orangnya sendiri. Poirot pastilah mempunyai selera yang buruk dalam minuman! Sekali ini dia tidak menawari saya untuk menemaninya minum." Saya menggelengkan kepala." pikir Poirot. dan bagaimana caranya dia pulang?" Poirot bertanva dengan penuh rmnat. bagaimana aku bisa tahu?" "Kau bisa tahu kalau kau bertanya." "Aku menemukan apa yang ditugaskan pada-ku. sebab dia bilang begitu dan bahwa dia membeli roti kismis dan kembali dengan memakai kaus kaki saja dan memakan roti itu di kantor dan dia mengakhiri dengan berkata bagaimana dia bisa pulang dengan keadaan seperti itu. ya?" ia memandang saya sambil berpikir. Bagaimana kau berharap untuk mengetahui sesuatu jika kau tidak menanyakan pertanyaanpertanyaan yang sesuai?" "Tetapi bagaimana bisa di mana tumit sepatunya copot jadi persoalan?" "Mungkin tidak.

Dan sangat tidak membantu1." "Hal itu tentunya membuka kemungkinan-kemungkinan." "Aku bisa saja masuk dengan sangat gampang sekali. di karpet ruang duduk Miss Pebmarsh?" kata saya. dan seseorang bernama Lawrence Dalton akan memu-lai operasinya di Newcastle di Tyne." t "Aku tahu.Saya meloloskan diri sebelum dia dapat mene-ruskan ceritanya." "Dan jam yang keempat? Jam yang hilang itu?" 'Tidak ada komentar." Dia memimpin jalan menuju ruang duduk. "Itu adalah senjata utamanya. Dan meskipun-otang-orang Yard berpikir bahwa Harry Castleton. Tidak ada penggantinya sampai saat ini. yang tidak mudah melupa-kan—" "Dan jika wanita seperti itu buta—pendeiitaan datang menimpa di atas penderitaan lainnya—" "Itu hanya dugaan. dengan hati-hati. "Yah. Kadang-kadang melakukan pekerjaan 'me-nerima tamu*. Seorang wanita jangkung rrienginginkan-nya sebagai hadiah untuk putrinya yang masih kecil! Hal yang diingatnya tentang wanita itu hanyalah topinya yang hijau. dan kami menikmati minuman itu. Menggambarkan dirinya sebagai bekas aktris. mereka tidak pernah dapat membuktikannya. di depan rumah Hardcastle." "Seorang wanita yang dihina yang tidak pernah lupa?" usul saya. wanita yang gampang diajak berkencan. Aku sudah mulai putus asa. Kupikir dia berkata sebenarnya. "Keadaan berubah akhirnva. Mereka lebih senang kehilangan uang mereka. "Tepat. Kupikir mungkin dia pernah. "Seorang detektif inspektur polisi sudah pasti akan kehi-langan muka jika tumahnya dimasuki perampok dengan sangat mudah. Sekitar waktu itu dia kelihatannya menghilang." "Bagaimana dengan jam-jam itu?" "Tidak berarti apa-apa baginya. Colin? Kamukah itu? Jadi kau sudah bebas dari perasaan haru-birumu." 'Tentu. Itu asalnya jam emas dan porselen Dresden itu. Rival mungkin mengetahui sedikit lebih banyak tentang suaminya daripada yang dia ceritakan. Ada wanita yang mempunyai day a ingat yang kuat. Saya bangkit dari kcmuraman untuk menyambutnya." "Maaf. sekitar setengah jam." "Apakah dia pernah diadili?" Belum—kami telah menyelidikinya." • "Aku bisa mengatakan bahwa dia adalah wanita yang baik yang bersedia menolong teman-te-mannya. tidak ada kabar burung tentang dirinya sampai dia ditemukan mati. kau tidak dapat masuk ke dalam." "Ya. dan mulai menyediakan minuman penyegar. Raymond Blair. Kami melacak dari mana asalnya mereka—Portobello Market. akan menghilang dari Southend." "Bagaimana rupa istrinya—Mrs. Roger Byron adalah orang yang sama. Dia malu untuk dipotret—menghindafi keinginan teman-teman wanitanya untuk memotretnya. Dia tidak dapat mengingat wajahnya. memiliki beberapa teman yang tidak jelas." "Berapa lama kau ada di sini. Saya tidak berminat mende-ngarkan kuliah tentang hal-hal yang telah silam mengenai seni fiksi-fiksi kriminal. Istrinya berkata. Orang itu betul-betul sangat pandai dengan pekerjaannya—men gumpul-kan uang dari sana sini —selalu pola yang sama-— tetapi sangat sukar ditangkap. tidak begitu cepat." kata saya berang. Aku membaca di arsip koran—sia-pakah Harry Castleton itu?" "Seorang laki-laki yang tampaknya sangat ter-hormat dan mencari nafkah dengan menikahi atau semata-mata bertunangan dengan wanitawanita kaya-raya yang gampang dirayu. Kaum wanita." kata Hardcastle. Kabar burung yang tersebar adalah dia sudah mati—tetapi beberapa orang mengatakan dia telah pergi ke luar negeri—" "Bagaimanapun juga. Portobello Market selalu penuh dengan turis-turis Amerika. "Halo. Lawrence Dalton." katanya. begitulah. dengan alasan bahwa ada sebuah janji yang mendesak. "Masuklah. seorang laki-lakilah yang membeli mereka. Saya tahu betul apa maksudnya dengan perka-taan itu." "Dapat dipercaya?" "Lumayan." "Kelihatannya dia bukan laki-laki seperti itu. Dia cukup sering mengubah namanya. "Katakan kapan. NARASI COLIN LAMB . misalnya. Mereka mem-percayakan tabungan mereka padanya. "dan jangan ngomong yang tidak-tidak. tidak akan bercerita. Roger Byron. bukan?" "Jika kau menyebutnya merah. terkesan pada pengetahuannya yang hebat tentang keuang-* an dan sebentar kemudian dia menghilang secara diam-diam. duduk di depan pintu rumahku?" "Oli. ketika dia pulang sore itu. "Kau tidak tahu latihan kami." kata Hardcastle "Kami telah mengenali mayat itu." "Apa pekerjaannya? Pelacur?" "Bukan seorang profesional." Saya mengatakannya. Dibeli oleh seorang nyonya Amerika. Kau tahu bagaimana pasar itu di hari Sabtu. kau tahu. Jam perak itu berasal dari seorang perajin perak di Bournemouth. Lainnya itu adalah ciptaannya sendiri." saya menjelaskan. Pengenalannya cukup positif." "Apakah dia sendiri pernah terlibat dalam kegiatan kriminal?" "Tidak untuk dicatat.—siapa tadi? —Merlina Rival? Aneh benar namanya! Itu pasti bukan namanya sendiri. mungkin malah masih. Betapa banyak jumlah istri yang kumiiiki di sini! Aku mulai berpikir hanya wanita yang bijaksana saja yang mengenali suaminya sendiri." kata saya memutar pikiran saya kembali." "Nama aslinya adalah Flossie Gapp. Cukup menyenangkan. Kau tahu. pikir penjaga toko—tetapi kupikir itu hanya tebakan saja. Semua ini berlangsung cukup lama dulu—lima belas sampai dua puluh tahun." "Itu adalah suatu berkat." "Apa yang dulu disebut. kukira Mrs. Saya sedang duduk di tangga. Lebih cocok untuk cara hidupnya." alu mengapa kau tidak masuk?" "Aku tidak ingin merendahkan derajatmu dengan cara apa pun. Bukan hal yang serius — hanya menipu-nipu—hal-hal seperti itu. itu lebih cocok. Tidak ada keragu-raguan." Hardcastle mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu depan. tetapi tidak mudah untuk mendapatkan keterangan.

semua berwarna kuning. Meja-meja berlapis formika. apa pun yang telah kaulakukan." Buttercup Cafe mencoba untuk tampil sesuai dengan namanya. Di sana disediakan daging panggang yang lumayan. bukan biru. Boleh dikatakan profesi kami sebenarnya sama. Sudah kukatakan padamu. "Siapa yang kautakuti?" "Temanmu itu—inspektur itu. tidak ada bukti terhadapmu. tidak ada alasan mengapa dia tidak melakukannya. "Bukan." "Jadi kau tidak mempercayai ceritaku sepatah kata pun?" "Ya." "Tidak." "Apakah itu suaramu?" tanya sava. Sheila?" "Apa maksudmu—apakah aku baik-baik saja?" Matanya dikelilingi oleh lingkaran hitam d bagian bawah. Apakah Miss Sheila Webb bisa datang? Menurut teman saya dia sangat efisien." "Oh. Saya sedang berada di luar pintu putar di larendon. maka pasti ada alasan khusus. Sebuah cabang yang betul-betul berbeda. Kopinya berwarna pucat. dan kemudian kau ketakutan dan sekali kau berbohong mengenainya. jika Dick tidak menceritakan padaku halhal yang diketahuinya tentang dirimu. Bahkan lebih dari itu. karena saya juga punya janji." "Apakah hanya karena menemukan mayat itu yang membuatmu takut? Atau karena hal vang lain?" "Hal lain apa?" Saya memberanikan diri. Saya maju ke depan. kau harus menceritakan pada&w yang sebenarnya.. Dia pikir itu adalah kisah buatan saja.. Dia berpikir bahwa aku terlibat dalam kasus itu sejak awal mula. Sheila dapat segera datang. yaitu dengan memakai warna kuning secara bertebth-lebihan dan agresif. mungkin dia berkata padamu bahwa itu adalah lelucon. "Kaukab itu yang menelepon?" "Ya " "Tapi kau tidak boleh berbuat begitu. "Mengapa tidak? Aku siap membayar Biro Cavendish untuk jasamu. "Apakah kau baik-baik saja." kata Sheila. "Tidak tepat polisi. "Apakah kau mendapat kesulitan?" "Ya—tidak—aku tidak tahu. Colin.." Matanya memandang ke bawah. Sheila. Ketika pelayan wanita itu sudah mencatat pesanan kami dan pergi. Kecuali. Jika Hardcastle mempunyai prasangka terhadapmu. bantalan-bantalan kursi plastik dan cangkir-cangkir dan tatakan-tatakan-nya. kami saling berpandang-an." "Coba pikir. Saya beruntung. Kau betul-betul takut." Dia menyela.. Kau tidak berpura-pura. tanpa maksud jahat." Pelayan wanita itu mengantarkan pesanan kami. Kau keluar dari rumah itu pada hari itu dengan sangat ketakutan. Sheila. Kupikir kau sudah pergi?" "Memang. Douglas Weatherby siap melayani Anda. berpura-pura sebagai Miss Pebmarsh. tidak. Aku ingin kau percaya padaku. kerika Sheila muncul. sehingga di ruangan itu hanya ada kami saja. Pada pukul sepuluh keesokan harinya saya menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan berkata bahwa saya menginginkan seorang pengetik steno untuk menyalin beberapa surat dan mengetik kembali sebuah perjanjian bisnis. Yah. tetapi hanya itulah penilaian yang pantas untuknya. "Apakah kau mengharapkan dia menceritakan segalanya padamu?" 'Tah. Ayo-lah. mempunyai janji pada pukul dua belas. aku memang tertarik padamu. Tetapi yang kutuju adalah. Apa bedanya buat mereka jika kita menghabiskan waktumu yang berharga dan malial itu di Buttercup Cafe di s^berang jalan ini daripada mendiktekan surat1 surat yang membosankan yang dimulai dengan 'Kepada yang terhormat. sebab seseorang menempatkanmu di sana. "Aku takut padanya. mari kita pergi dan minum kopi yang enak dalam suasana yang damal. bagaimanapun juga. sesuatu yang tidak diceritakannya padaku tentang—" Dia menyela lagi. tentu saja bukan. Dia. Hanya karena kau berada di tempat itu pada hari itu. kau harus terus berbohong. harganya murah. Tidak ada gunanya mengatakan itu untuk menghiburku." . "Mr. Aku tidak pernah menelepon." kata sava. "Mengapa kau ambil jam dengan tulisan Rosemary di atasnva itu?" "Apa maksudmu? Mengapa aku harus mengambilnya?" "Aku bertanva padamu mengapa kaulakukan hal itu.' dan seterusnya. "Apa pun yang kauceritakan pada orang lain. tetapi ada sesuatu yang tidak kauceritakan padaku. Waktu itu masih cukup pagi. Aku ini untukmu. Sheila. Saya memesan kopi dan kue untuk dua orang. yang bagi saya terasa lama sekali. Dia pikir. Dia pikir Edna mengenali suaraku di telepon. Seseorang mungkin telah memintamu untuk melakukannya." kata saya meyakinkan. "Dia pikir aku menempatkan diriku di sana.Hotel tempat saya menginap adalah sebuah hotel yang kecil dan sempit dekat stasiun. Nama saya adalah Douglas Weatherby dan saya tinggal di Hotel Clarendon (hotel-hotel vang luar biasa jeleknya selalu mempunyai nama-nama yang keren). Dan aku sudah kembali. "Aku tidak tahu kalau pekerjaanmu ada hubungannya dengan kepolisian." dia berkata sesudah berhenti paling sedikit selama satu menit." "Gadisku sayang. sepu< mantel bulu mink mode terakhir. sambil perlahan-lahan mengaduk-aduk kopinya. tentu saja." "Mengapa?" "Kau tahu mengapa. Aku ngeri." "Tentu saja aku takut. Dia pikir Edna dengan suatu cara mengetahui hal itu. tidak begitu. itu hanya kebiasaannya saja. Saya berkata bahwa saya sudah akan selesai sebelum waktu itu. "Dia selalu pergi ke mana-mana dan sepertinya mencurigai setiap orang. Kau mungkin telah menelepon hari itu. dan juga Edna. Ini karena dia pikir aku tertarik padamu. sehingga membuat matanya lebih berwarna ungu. dia pikir aku membunuh orang itu." Dia kelihatan malu. tidak\ Berapa kali harus kukatakan padamu?" "Semuanya memang baik. Kau tidak bisa memainkan peranan itu dengan berpurapura." kata saya. Apakah kejadiannya seperti itu?" "Tidak.

" kata saya. "Bagaimana kau tahu?" "Ceritakan padaku. Akhirnya jam itu merepotkan. Sheila. entah bagaimana. Atau mungkin ibuku. takut. "Itu kepunyaanmu?" Dia menahan napas. Sampai ketika dia berumur enam tahun dia selalu dipanggil dengan nama Rosemary—tetapi dia membencinya dan mendesak agar dipanggil Sheila. aku begitu bingung. semuanya seolah-olah ditujukan padafcw." Saya memandangnya." saya berkata padanya. Bagaimanapun juga. "Baiklah." "Kau tidak mungkin melakukan hal yang lebih konyol dari itu." Ceritanya mengalir keluar dengan kata-kata yang tidak keruan. Itu adalah apa yan diceritakan oleh bibiku. dia tidak pernah mengatakan padaku sedikit pun tentang mereka. Kadang-kadang. aku mulai berpikir. Sheila adalah pembohong dan mungkin akan selalu menjadi pembohong." "Aku juga berpikir begitu. Aku seolah-olah lumpuh. sesudah inspektur itu menanyai aku pada hari itu.. Dan kemudian aku— menemukan mayat itu. Jadi aku tahu. dan namaku — . Itu namaku." 'Tetapi mengapa kaulakukan itu?" "Sebab nama itu—Rosemary. Membuatku ke sana. kecuali kalau alasan yang sebenarnya adalah sesuatu—sesuatu yang mereka pikir buruk sekali bagi kita. "Dalam beberapa hal. Jika saya menginginkan Sheila. sekali-dua. Itu sangat bodoh. sebab jam itu toh sudah tua dan selalu macet dan memang sudah sepantasnya diganti dengan yang baru Dan kemudian. Orang-orang kadang-kadang memang mencoba menyembunyikan kenvataan itu dari anak-anak. kau tahu. bisa saja. Hari itu hari yang cerah di bulan September. dia menceritakan padaku tentang mereka yang tidak sama dengan ceritanya dulu. Sava memutuskan untuk menverang. Atau ada orang yang ingin membuat agar segala sesuatunya kelihatan seperti aku yang membunuhnya? Oh. memain-mainkan kuenya di atas piring. kau tidak punya otak sama sekali. Aku tidak pernah melihatmu memakai sarung tangan. 19?" Kira-kira seminggu. atau di toko tempat dia makan sandwich di saat makan siang. Mereka lebih baik mengatakan vang sebenarma. Dia telah membawanya ke tukang jam tidak jauh dari Biro. dan dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya? Dan kemudian seseorang datang dan membunuhnya. Itu adalah caranya berjuang untuk hidup—penyangkalan yang mudah dan cepat. Kartu pos itu. dan orang mati itu." "Hanya itu. pikir Sheila. Rosemary Shei.i la." 'Tetapi seseorang sedang berusaha melibatkan-ku. dan yang selalu dicerita kannya padaku. Baiklah kalau begitu. "Ya. Orang tidak akan mengatakan bahwa orang tua kita meninggal dan tidak dapat atau tidak mau mengatakan apa-apa tentang orang tua kita. tetapi dia masih bertahan. seorang pembunuh. Tetapi dia tidak pernah membicarakan mereka. Jika ayahku adalah seorang penjahat—" ''Apa yang kauketahui tentang avah dan mu?" "Orang tuaku meninggal dalam sebuah kecela kaan ketika aku masih bayi. kau kembali ke ruang itu dan kau mengambil jam itu. tetapi saya punya. "Aku tidak memperhatikannya pada mulanya." gadis itu berkata. katamu. Kau mungkin adalah seorang anak haram. Aku berdiri tegak setelah menyentuhnya dan aku berdiri di sana menatapnya dan jamku memandangku dari atas meja di samping perapian—jam^w—dan ada darah di tanganku—dan kemudian dia masuk dan aku lupa segalanya sebab dia akan menginjaknya. Itu adalah satu-satunva cara." "Kau kembali ke ruangan itu sebab kau meninggalkan sarung tanganmu. Kita semua punya kelemahan. tetapi aku tidak merasa begitu. Sheila adalah gadisku —gadis yang kuinginkan—dan ingin kumiliki. Pergi jauh dari sana—itu yang kuinginkan/* Saya mengangguk." 'Teruskan. Kelihatannya. Kelemahan saya berbeda dari kelemahan Sheila. "Aku takut waktu itu. Mengapa ada orang yang menginginkan aku ada di sana? Melibatkanku dengan seorang laki-laki aneh yang sudah mati? Atau apakah orang mati itu yang ingin menemuiku di sana? Apakah dia. "Berapa lama kejadian itu sebelum pembunuhan di Wilbraham Crescent No. "Baiklah. Dia telah memiliki jam itu hampir seumur hidupnya. Aku mengambil jam itu dan memasukkannya dalam tasku dan aku keluar lagi. Hal itu tidak begitu berarti apa-apa pada zaman sekarang ini. Kukira aku—aku konyol sekali. Padahal mungkin sederhana saja. Tetapi tidak ada gunanya mempunyai ilusi-ilusi tentang dirinva. Aku melakukannya." "Jadi kupikir mungkin ayahku adalah seorang penjahat—bahkan mungkin. Itu pasti dikirim oleh orang yang mengetahui bahwa aku telah mengambil jam itu. bukan Sheila?" "Dua-duanva adalah namaku. 'Tidak ketika aku memasuki ruang itu. Dan kartu pos itu sendiri —bergambar Si Tua Bailey. ketika aku bertanya. Mengapa aku dinamai Rosemary? Itu bukan nama keluarga. Itu adalah senjata anak-anak—dan dia mungkin tidak pernah berhenti menggunakannya. "Itu jamm«." "Jadi kau menduga-duga sendiri. Kau tidak memakai sarung tangan apa pun hari itu. bukan? Kenyataan bahwa kau memiliki nama yang sama dengan nama yang tertulis di atas jam itu?" Dia mendengar ketidakpercavaanku.. Jangan bohong padaku tentang hal ini. saya harus menerimanya sebagaimana dia sebenarnya—sanggup menerima kelemahan-kelemahannya. bukan?" kata saya. Dia bilang dia tidak menelepon memanggilku—lantas siapa yang melakukannya—siapa yang membuatku berada di sana dan meletakkan jam£« di sana? Aku—aku berkata bahwa aku ketinggalan sarung tanganku dan—dan memasukkan jam itu dalam tasku. Dan—dan aku meloncat ke luar. Dia tidak begitu memikirkannya. "Dan kemudian?" "Aku mulai berpikir. bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Aku tidak tahu apa yang ada di belakang semua ini. Itu yang kaulakukan."Aku tidak pernah melakukannya." katanya dengan suara yang nyaris seperti berbisik. Tetapi dia meninggalkannya entah di mana—di bis. Itu berani kenangan» bukan?" "Yang mungkin saja mempunyai arti yang menyenangkan. bukan?" Dia diam sejenak. mungkin—ayahku. Tetapi yang penting adalah." "Namamu adalah Rosemary. bahwa aku tidak tahu. mungkin.

"meskipun alu. seseorang yang mungkin agak terganggu jiwanya yang ingin membalas dendam padamu?" Kedengarannya sangat mevakinkan sekali waktu saya mengatakannya. Kau harus menarik telinganya ke depan sebelum kau dapat melihatnya. Dick. tetapi Keingintahuan Pribadi si Colin Lamb menarik saya." "Kukatakan sesuatu padamu. Dia tidak mungkin berpikir bahwa aku terlibat dalam pembunuhan itu. saya menyeberangi jalan menuju Clarendon.Rosemary—pada jamku sendiri yang seharusnya tidak ada di sana. Rute saya membawa saya melewati kantor polisi dan „setelah ragu-ragu sejenak. Bahkan sekarang saya tetap tidak yakin dengan urusan jam itu. memandang saya dengan ekspresi wajah sedang memikirkan sesuatu. seperti katamu. ternyata Sheila pintar juga. Dick." "Apakah dia tidak melihatnya ketika mayat itu ditunjukkan padanya?" Hardcastle menggelengkan kepala. saya tetap tidak percaya bahwa Sheila telah bercerita sejujur-jujurnya. NARASI COLIN LAMB Ketika Sheila sudah pergi. Orang memang tidak peduli kalau mereka mau menasihati Anda. Saya menanyakan Hardcastle daff ternyata dia ada." "Mengapa?" "Aku seperti pendeta Zaman Victoria yang kuno. "Maukah kau menerima sebuah nasihat dariku?" "Tidak. Merlina Rival. Terkena pisau cukur ketika anjing kami mener-jangnya. Kau akan baik-baik saja. Luka itu begitu kecil dan tidak penting sehingga saya tidak pernah memikirkannya waktu itu." kata saya segera. Sebuah bukti yang menyenangkan. saya masuk ke dalam. Tidak ada!" Saya memikirkannya." kata saya menuduh." Jadi begitulah. menyiapkan tas dan menitipkannya pada pengangkat barang di hotel. Anda bertanya pada saya apakah suami saya mempunyai tanda-tanda tertentu dan say* berkata bahwa dia tidak punya. tidak pernah suka tinta ungu. Apa yang menyusahkanmu?" ." kata saya. Saya tidak dapat tidak memikirkannya.** "Kalau begitu cocok. "Jasa Pelayanan Pi ibadi Colin Lamb sedang melaksanakan tugasnya. Bahkan sekarang." kata saya. Mungkin saya yang terlalu rendah menilai Sheila. Omong-omong." "Aku meragukannya. 413. Pada tempat yang disebutkannya. Apakah mayat itu punya bekas luka?" "Dia memang punya bekas luka. kendati saya tahu bahwa lebih baik untuk mengakhiri pertemuan kami dengan kata-kata yang romantis. Hormat saya." Dia mengulurkan surat yang sedang dipegangnya itu pada saya. Saya baru memikirkan sesuatu. Dengan hormat. "Apa yang sebenarnya telah kaulakukan dengan jam itu? Menyembunyikannya dalam lacimu?" Dia diam sejenak sebelum berkata. dan kita akan hidup bahagia untuk selama-lamanya. "Aku membuangnya di tong sampah tetangga sebelah. Paling tidak—kupikir begitu. Bila aku sudah selesai dengan tugasku yang sekarang. "Kau terlalu banyak mengetik cerita-cerita seram dan misterius. "Kembali ke London.. Kalau dipikir-pikir. Dia tidak peduli.. Saya menemukannya sedang mengerutkan dahinya. (Tentunya itu adalah kata-kata yang paling tolol dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya)." Dia mendongak. Itu adalah cara yang sederhana dan mungkin efektif. gadis-gadis yang cemburu. Itu adalah sebuah kisah yang fantastik. tidak dapat menahan diri lagi. "Aku pergi lagi sore ini. "Jangan cemas. "Tulisannya bagus. "Tertutup oleh telinga. "Apakah kau punya musuh pribadi? Pemuda-pemuda yang tidak puas. "Bacalah. Kemudian saya pergi. Clarendon adalah hotel yang menyukai Anda untuk check out sebelum jam dua belas siang. Sebenarnya dia memiliki sebuah bekas luka di belakang telinga kirinya." "Apakah mungkin karena sesuatu yang didengarnya dan dia membuat kesalahan tentang hal itu?" 'Tidak ada apa-apa. membayar rekeningnya dan berdiri." "Tidak seorang pun dapat menentukan apa yang terbaik bagi orang lain. dan luka ku harui dijahit. Tetapi saya salah. aku akan mengundurkan diri. kataku." Saya cukup terkesan. memandangi sepucuk sufat di tangannya." kata saya. Semuanya membuatku panik dan melakukan sesuatu yang konyol." Saya tidak yakin apa maksud kata-katanya itu. Saya bertanya padanya tentang apa yang sedang dicemaskannya. "Tentu saja tidak. "Kau harus pergi—menjauhkan diri —jika kau tahu apa yang terbaik untukmu." Saya menggeleng-gelengkan kepala memandangnya. Apa artinya angka-angka itu? Mengapa menulisnya di atas kartu pos dengan kata: INGAT kecuali kalau kata dan angka itu mempunyai arti tertentu bagi orang kepada siapa kartu itu ditujukan? Saya menarik napas. Aku juga punya Keraguan/' "Berilah waktu pada dirimu sendiri. Dia tidak mungkin bisa." kata saya. "Bagaimana dengan Edna? Apakah kau tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ada dalam pikirannya tentang dirimu? Mengapa dia datang ke rumahmu untuk berbicara denganmu kalau dia bisa menemuimu tiap hari di kantor?" "Aku tidak tahu.

Dia hampir-hampir tidak mengangkat matanya untuk memandang saya. "Ya. boleh saja. Dan kaum wanita dapat menjadi sangat fanatik. apakah tetap tinggal di sini . Sesudah dia menceritakan semuanya pada saya. Maksud saya bukannya saya tidak mau. tajam." Tiba-tiba Mrs. dalam pekerjaan Anda. Dia harus memilih cara hidupnya sendiri dan saya harus memilih hidup saya sendiri. tetapi saya tidak. dan langsung. bukan?" Dia diam sejenak. Anda mungkin tidak ingat. Saya harus membuat rencana-rencana sekarang. Saya berkata. di negeri mereka sendiri. "Kita lebih baik saling berterus-terang. "Mungkin Anda juga merasakannya. Lamb. bukan?" "Nama saya memang Lamb." "Dia telah pergi agak lama. Ramsay? Dan pergi agak jauh?" "Apa yang Anda ketahui tentang itu?" "Yah.Hardcastle berkata dengan muram bahwa kasus itu membuatnya jengkeli Dia bertanya apakah saya akan menemui teman saya si orang Prancis atau Belgia itu di London." "Anda tidak tertarik dengan pandangan politiknya?" 'Dulu ya. Anda harus berusaha mengorek-ngorek apa yang tersembunyi di balik kulit seseorang. Saya tidak ingin tahu. Tetapi Anda pasti sudah mengetahuinya. "Oh. tidak peduli apakah saya setuju dengan pandangan politiknya atau tidak. Sebuah kerutan kecil nampak di antara alisnya. tanpa nada. "Itu pasti merupakan sebuah pilihan yang berat. Mereka adalah orang Inggris. "Dia ingin saya menemaninya di sana. Dia tidak pernah bercerita pada saya atau membicarakan hal itu dengan saya." "Apakah suami Anda terlibat dalam kasus Larkm?" "Saya tidak tahu. "ada apa kalau begitu?" "Suami Anda masih di luar negeri?" "Ya. Mrs. Saya kira. saya kira. Dia tidak mengatakannya pada saya sampai saat terakhir." "Dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak cukup bersimpati pada tujuan suami Anda?" "Tidak. tentang pembunuhan terakhir ini? Gadis yang terbunuh di bilik telepon umum." "Apakah Anda tahu ke mana dia pergi?" "Kurang lebih. Saya tidak pernah lebih daripada seorang simpatisan sayap kiri yang moderat. Dia menginginkan saya membawa anak-anak. Orang tidak akan menolak seorang polisi untuk masuk ke rumahnya. Mengapa?** "Aku menyebut-nyebutnya pada kepala polisi yang berkata bahwa dia mengingatnya dengan baik—kasus pembunuhan Pandu Putri. Tiba-tiba ada sifat tegas dalam tingkah lakunya. siapa yang menjadi anggota partai. Saya tidak mau membawa anak-anak! Hanya itu masalahnya. Dia tersenyum kecil. "Mungkin.." Dia memimpin jalan menuju ruang makan. mengetahui apa yang mereka rasakan dan pikirkan.. dia telah pergi ke balik Tirai Besi." "Saya mengerti. dan kemudian pergi ke Moskow. kemudian dia berkata dengan suara pelan." kata saya. Saya percaya. saya tidak begitu terkejut. membuat sebuah isyarat kasar untuk menunjukkan sebuah kursi dan dia duduk di depan saya. Memang berbeda rasanya." "Tidak mungkin. Aku harus mengadakan sebuah penyambutan yang hangat. Saya ingin mereka dibesarkan sebagai anak-anak Inggris biasa. Anda tahu. Saya mencintai suami saya. bukan? Menelusuri masa lalu. kecuali kalau dia betul-betul fanatik. Anda menyelidiki secaia mendalam hal-hal seperti itu." katanya. Mrs. Hal itu memang membuat saya terpukul. tetapi saya tahu satu hal dengan pasti. Mrs.. 'Tidak. "Ada apa?" katanya. Mr." Dia meneruskan." Saya memang ikut merasa sedih. bukan." Dia memandang saya dengan sedikit terkejut. menghilang. 62. Ada sedikit kemarahan dalam suaranya. bukan?" "Betul. Saya cukup mencintainya sehingga saya mau menemaninya ke Moskow. Ramsay membukakan pintu.. Ramsay. Saya tidak bisa. tetapi saya bekerja pada departemen yang betul-betul berbeda. Saya harus memutuskan apa yang ingin saya lakukan. Bolehkah saya masuk?" "Jika Anda mau." Waktu menunjukkan pukul dua belas seperempat ketika aya menekan bel di Wilbrabam Crescent No. atau siapa pun Anda sebenarnya. "Tenang sekali di sini hari ini—saya kira anak-anak Anda telah kembali ke sekolah?" "Ya. saya tidak mengatakannya begitu! Pandangan saya semata-mata bersifat pribadi. Apakah saya akan melihat Michael lagi atau tidak. "Saya pikir Anda adalah Sersan—Lamb. Saya tidak betul-betu." Dia mengangkat matanya untuk mengamat-amati saya dengan lebih saksama. ya." "Bukan. Dia menggelengkan kepala. "Saya turut sedih. yang sebelumnya tidak saya perhatikan. "Anda datang—Anda bersama inspektur polisi itu. Mungkin simpati sava yang tulus dalam suara saya menyentuh perasaannya. Mereka akan menganggap Anda jahat bila Anda menolak. "Dia itu betul-betul seperti kerang. ke mana harus pergi. saya tidak tahu. hal-hal seperti itu." kata saya lembut. kemudian berkata. Ramsav sambil berdiri. mentari tahu siapa yang menjadi teman dalam perjalanan. dia tidak pernah menceritakan apa-apa dengan jelas pada saya. Serigala berbulu Domba (Lamb). kira-kira sepuluh liari yang lalu. pasti ada hubungannya dengan seorang wanita pada akhirnya. bila dia memutuskan untuk datang kemari." "Apakah dia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu?" "Saya kira begitu. "Bolehkah saya berbicara dengan Anda sebentar? Saya pernah kemari." kata saya. tetapi tingkah-kkunya sekarang menjadi lesu. Saya muak dan jemu pada semuanya! Ketika Michael berkata bahwa dia akan meninggalkan negara ini.." kata Mrs. Ramsay." Dia berhenti sebentar.. "Saya kira Anda ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada sava. Saya kira mungkin juga. itu betul. terlibat dengan kepolisian. Saya ingin anak saya dibesarkan di sini.." "Dan hanya itu saja saya kira. Atau Mr.. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dengan mereka. Dia menatap saya dengan cepat. tetapi saya sudah melewati saatsaat terburuknya." "Anda mungkin bisa memberi kami informasi yang sangat berguna bagi kami. Apa yang harus dilakukan. bukan itu." Kelesuan hilang dari tingkah laku Mrs. bukan. Ramsay memandang saya dengan lebih bersemangat.

telah dibius-Kapan? idem — telah dibunuh-Di mana? Mr. harus ada lebih banvak yang dapat diperoleh dari para tetangga. "Saya mengerti. McNaughton kadang-kadang begitu cerah dan suka omong." katanya. Saya tidak puas dengan diri saya sendiri. saya membuat daftar pertanyaan di luar kepala. saya kira. Wanita yang tampangnya begitu biasa. Saya juga!" dia mengedipkan matanya pada saya. Tas belanja itu sangat berat. "Dan bagaimana kalian menghadapi hal-hal itu?" dia bertanya dengan cerewet. Currv (Castleton) — telah dibawa ke No. Curry (Casdeton) . Pagi itu boleh dikatakan "pagi para tetangga". Sayang. 19Bagaimana caranya? Seseorang pasti telah melihat sesuatu! — Siapa? idem — Apa? Saya membelok ke kiri lagi." "Nah. "Siapa yang—saya baru saja pulang dari luar negeri. "Sudah lama sekali." Dia menyikut saya dengan sikunya (hampir seperti Mrs. Mr. Membayangiseseorang. "Angus dan saya telah menikah selama dua puluh tahun. "Saya juga. Kami berdua tertawa seperti layaknya pria yang menguasai dunia.. dengan sekop di tangannya." saya menjelaskan. Tetapi dapatkah saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik? Ketika saya membelok ke Albany Road. Saya tidak tahu apa-apa. McNaughton. Maksud saya Mrs. "Mengapa tidak?" "Gadis-gadis yang bekerja di sana tampaknya sering mengalami hal-hal yang tidak menguntungkan. McNaughton mengundurkan diri dari jabatannya. Keripik jagung. Saya berjumpa dengan Mr. Bland kelihatannya dalam kondisi yang baik. Kelihatannya hal itu agak mengejutkan bagi istrinya. Sekarang saya berjalan di sepanjang Wilbraham Crescent persis seperti ketika saya berjalan pada tanggai 9 September. Saya dulu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sekretaris. Saya heran apa saja yang ada di dalamnya.. Tidak. Saya sudah menduga memang tidak ada apa-apa lagi. 61 dan saya berjalan menuju Albany Road. Seperti ini kira-kira: Mr." "Jika Anda mengira saya tahu segala sesuatu tentang hal itu. Saya mengerti mengapa Mrs. dan mengapa kakinya kadang-kadang sedikit goyah. kau sudah pulang. "Saya mulanya tidak mengenali Anda. Saya pergi ke pemeriksaan itu. Saya harus mengatakan bahwa dia tidak begitu sedih dengan kematian suaminva. gombal! Saya menjadi ingin tahu. Berkilo-kilo kentang? "Jangan mengebel." kata saya. dan melemaskan pegangannya. Saya meletakkan tas itu di meja dapur. bukan?" Saya berkata bahwa saya ada di luar negeri waktu itu." Pada saat itu.. bukan?" Saya mengelak dengan berkata bahwa saya datang dari London. bukan?*' "Yah—" saya mengucapkan kata itu dengan nada yang tidak menyiratkan pendapat." Dia menarik napas. "Anda adalah anak muda dari kepolisian. "Hanya keripik jagung dan telur serta semangka." katanya. Dan sekarang dia sering berkebun karena sudah tidak mengajar lagi di universitas. menatap saya. Dia sedang membawa sebuah tas belanja dan kelihatannya kakinya sangat goyah. Mungkin itu pula sebabnya mengapa Mr.atau pergi ke tempat lain. Apakah saya harus mengunjungi Miss Pebmarsh? Menekan bel dan berkata—yah." "Dia tidak pernah melihatnya lagi selama lima belas tahun." Saya membawakan tasnya sampai ke pintu depan rumahnya dan dia berjalan di sebelah saya." katanya pada suaminya. Pirang. "Oh. Rival. Ukurannya lumayan hot" "Perjalanan bisnis?" kata saya. Bland ketika saya berjalan di sepanjang Crescent menuju Albany Road. sambil tersenyum cerah. "Saya tidak mengajak istri saya. saya hampir menubiuk Mrs. kemudian dia mencondongkan kepalanya ke depan. "Mari saya bantu. mengedip kembali. apa vang harus-saya katakan? . sebagai penyegaran. Anda salah. begitu. Tetapi orang harus membereskan dulu semua-semua yang kurang jelas itu. "Paris?" saya bertanya. Memang sulit untuk mengetahui apa yang hai us kita lakukan dengan diri kita sendiri. "Jadi Yard menaruh minat. McNaughton pada saya—sikunya menusuk saya. McNaughton!)." Saya mendoakan dia agar berhasil dan pergi. hanya perjalanan sehari ke Boulogne. Dia segera mengenali saya." Saya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Biar kubawa-kan barang-barangnya—" "Letakkan di dapur saja. "Itu harapan saya. Pergi bersama seorang gadis yang menyenangkan. muncul dari balik sudut rumah. Saya tidak mendapat apa-apa darinya." bisik Mrs. Dia berjalan menuju No. McNaughton." saya menjelaskan. "Dia kelihatannya telah menikahi seseorang yang derajatnya jauh sekali di bawahnya. Memang tidak logis kalau tidak ada seorang pun yang melihat sesuatu! Mungkin Hardcastle telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang salah. Seperti kata Poirot. Mungkin saya akan mengambil kursus steno dan mengetik lagi. Anda bukan orang sekitar sini." kata saya dan mengambil tasnya. maafkan saya. Ketika saya keluar melalui pintu. Saya akan mencari pekerjaan. jangan melamar ke Biro Cavendish. Ternyata di bawah lembaran gelatine terdapat tiga botol wiski." Kelihatannya tidak ada pintu yang dikunci di Wilbraham Crescent. "Oh. Anda tidak hadir pada pemeriksaan itu. Omong-omong. "Pintunya tidak dikunci. Terdengar bunyi berdenting. "Apa kabar? Bagaimana dengan kejahatan itu? Saya lihat mayat itu sudah bisa dikenali. Tidak boleh cerita sembarang-an di luar sekolah. Dia mulanya tidak mau membiarkan saya membawanya. Mr.

Pus. Mereka sekarang duduk mengelompok di rumah-rumah jompo dengan nyaman. mungkin juga dia tidak bermaksud menggoda. Sebuah jendela terbuka dan seseorang memandang melaluinya. juga kapur dan lapisan semen. Pada satu atau dua lumah saya dapat melihat melalui jendela-jendela yang tak bertirai. Wilbraham Crescent tetap tinggal diam. Tetangga. Ya. tetapi benar-benar ada dan terjadi. Saya mempertimbangkan bahwa itu memang saat yang tepat untuk melakukan suatu pembunuhan. ada hal lain yang mempe-sona di siang bolong di Wilbraham Crescent. Paduka. Tetapi batu tidak dapat berbicara. sampai dia tiba pada nomor yang dia inginkan? Wilbraham Crescent tidak pernah kelihatan begitu indah. kita pasti akan memperoleh sesuatu. Kilatan cahaya itu muncul lagi. Perbandingan yang kontras antara ketidakmanusia-wian flat-flat persegi itu membuat saya merasa iba melihat keagungan Victoria yang memudar di Wilbraham Crescent. Selalu curiga. Sudah saatnya. Di antara barang-barang lain saya memiliki sebuah teropong burung ukuran saku. Sesuatu yang tidak kita harapkan dan tidak pernah kita pikirkan. atau memenuhi rumah-rumah sakit yang sebenarnya tempat tidurnya sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit. mungkin menunjukkan sesuatu. jam yang dikeramatkan oleh tradisi Inggris sebagai jam untuk makan siang. Yang selalu berharap untuk menemukan dan melihat sesuatu yang bisa membuat skandal. Saya terus berjalan. menghitung dari jendela itu ke batas pinggir . Seperti banyak anggota masyarakat lainnya yang dungu. dan kucing oranye yang sama. dikemudikan oleh seorang sopir yang sangat tua. saya perhatikan. "Maafkan saya. dan apa yang dia katakan. tetapi balikan itu pun sudah langka sekali. Saya salah. Meskipun jendelanya ditutupi dengan saksama dengan kawat nilon. saya teringat lagi dengan getir! Tidak perlu diragukan. memata-matai dan mengintip. sekelompok orang yang sedang mengelilingi meja makan. Apakah Mr. Saya berdiri di sana. Ternyata ada tetangga di sini. Ada seorang anak di jendela itu. saya yakin. Apakah kau duduk di sini hari itu? Apakah kau melihat siapa yang masuk atau keluar dari rumah itu? Apakah kau tahu semua vang terjadi? Mustahil untuk mempercayaimu." Saya merasakan nyeri yang menusuk di bahu. dua orang anak laki-laki naik sepeda. Hal ini merupakan kemunduran yang serius bagi penyelidikan kriminalitas. Dia tidak akan mendengarkan. atau—yang mana jauh lebih mungkin—setiap orang yang ada di rumah selalu makan di dapur "modern". "Aku tahu kau bisa bicara seperti diriku. Ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan. barang-barang yang mungkin berguna. Saya tahu mengapa. Kucing oranye itu membuka mulurnya. Sebuah selotip. agak kumal dan tidak dibicarakan orang. 19. melewati saya. dan kelihatan tidak manusiawi itu? Seperti sarang lebah berpenghuni manusia. bagaimanapun juga. Saya mendongak. tidak perlu diragukan lagi. "Jika kucing bisa ngomong. persediaan tetangga sedang langka di Wilbraham Crescent. Hemming mungkin? Tidak begitu penting apa yang hams dikatakan seseorang pada Mrs. Sudah selalu menjadi keyakinan saya bahwa jika kita menunggu cukup lama. jam satu siang yang suci. Karena tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya. Anda akan terkejut pada kegunaan barang-barang itu. di bagian tengah gedung itu. Kuno. Saya berhenti dan menyapanya. Saya menyimpan berbagai macam barang dalam saku saya. saya berdiri di sana dan menatapnya. saya memperhatikan dengan cermat posisi jendela yang saya minati itu. pada orang-orang yang berkeliaran di sana. berpikir. Dia memegang sebuah teropong opera kecil dan dia sedang mengamat-amati saya untuk menggoda. sebuah kaleng berisi serbuk kelabu dengan label yang salah dan sebuah insuflator untuk digunakan dengan serbuk itu. Lensanya tidak cukup kuat tetapi memadai. Dia berpaling dari saya dan mulai mengibaskan ekornya. Saya sedang bersandar pada tiang pagar No. yang cukup mampu untuk membuka pintu-pintu yang terkunci. Saya memandang ke seberang jalan. "Oh! Seandainya batubatu ini dapat berbicara!" Kelihatannya itu adalah kutipan favorit pada zaman itu. Beberapa peralatan kecil yang kelihatannya tidak berguna. sedang duduk di atas tiang pagar itu. "tidak ada orang jenius yang melihat. Tetapi tidak dalam bahasaku. Dia melewati saya perlahan-lahan. Saya nyaris saja berteriak dengan gaya Victoria. yang pernah saya lihat sebelumnya. Saya bingung. begitu pula dengan bata dan semen. "Aku tahu kau bisa. Hemming. melainkan balok-balok beton yang besar. yang mengalahkan kepopuleran renda-renda Nottingham. Yang lumpuh dan yang pincang serta yang jompo tidak tinggal di rumah mereka sendiri lagi. Saya mengeluarkannya dan memegangnya di depan mata saya. yang berakal sehat dan senang bisa mendapat pondokan." saya berkata sedih. yang punya banyak waktu luang. entah di mana. tetapi terlebih dulu saya lepaskan cakarnya yang suka main-main itu dari bahu saya. saya ingin tahu? Apakah itu bagian dari rencana si pembunuh? Saya akhirnya tiba di No." Kucing itu merasa tersinggung. yang disewa oleh lebah-lebah pekerja yang keluar terus sepanjang siang dan hanya pulang pada saat malam untuk mandi atau merias wajah mereka dan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan pemuda-pemuda mereka. tetangga yang sangat berguna jika dia bisa bicara. mengeluarkan suara meong yang mengalun. Dia memandang saya dengan dingin melalui bahunya dan mulai menjilati dirinya. seperti yang saya lakukan dulu. 20. Sebuah wajah yang sedikit tertutup di baiik sesuatu yang dipegang di depannya. itu dia muncul lagi. Mata saya menangkap kilatan cahaya." saya membuka pembicaraan dengannya. dua orang wanita dengan tas-tas belanja mereka. Curry dulu juga datang kemari. kendati sembarangan dan tidak relevan. Saya memasukkan tangan ke dalam saku. Pada saat itu. Rumah-rumah itu sendiri mungkin telah diawetkan seperti mumi terhadap tanda-tanda kehidupan yang ada di dalamnya. atau hampir. yang tidak tahu apa yang mereka cari. Tidak ada orang sama sekali di sana. bagaimanapun juga. "Tidak ada tetangga. Saya dapat melihat kepangan rambutnya yang panjang pada salah satu bahunya. juga memperhatikan nomor-nomor itu. Apa yang saya inginkan— apa yang diinginkan Hardcastle—adalah seorang wanita tua yang suka gosip. menyendiri. Apakah mungkin kali ini adalah kesempatan saya? Mendongak lagi pada gedung besar persegi itu. Masalahnya wanita tua seperti itu kelihatannya sudah hilang dari peredaran sekarang ini. Dia juga kelihatan agung tetapi mungkin sudah bosan hidup." kata saya. sekarang mengarahkan teropongnya ke arah sopir itu. Apakah pembunuhnya telah memikirkan hai itu. dilayani oleh sanak saudara yang setia atau seseorang keluarga jauh yang miskin. Pengamat kecil saya." kata saya.Mengunjungi Miss Waterhouse? Tetapi apa gerangan yang harus saya katakan pada«y<*? Mrs. dan satu atau dua peralatan kecil yang tidak dikenal oleh sebagian besar orang apa fungsinya. menurut kebudayaan tahun enam puluhan. Sebuah Rolls-Royce yang sangat tua muncul dengan agungnya menyusuri jalan itu. Mengapa tidak ada tetangga di sana? Mengapa tidak ada deretan rapi rumah-rumah yang menghadap ke arah saya. menyebut nomor-nomor itu dalam hati. seperti dia dalam barisan mobil saja.

celakanya." Pada saat itu. "Menjatuhkan sesuatu—dari jendela.. "saya kira Anda punya seorang gadis kecil di sini. tanpa memaksakan pertanyaan konyol seperti itu. Dia memiliki dahi vang menonjol. Seorang gadis Skandinavia pirang bertubuh besar dengan wajah tersipu-sipu dan memakai pakaian berwarna cerah. saya sudah sering latihan dengan keadaan-keadaan seperti itu dulu. Siapa nama panggilanmu?" "Geraldine. ya. "Geraldine Mary Alexandra Brown. Nomor di atasnya. "Jadi kau punya—" Saya melihat ke pintu. Ternyata di baliknya ada sebuah ruang duduk yang menyenangkan. Kadang-kadang Gerry. Dia menjawab dengan ketepatan yang sama dan terinci yang telah ditunjukkannya sebelumnya." Dia berian dengan gesit." Dia tersenyum ramah pada saya. membungkuk ke rerumputan. Saya memasuki ruangan itu." kata saya. Kemudian saya berjalan sampai saya tiba di pintu masuk flat-flat itu." kata Geraldine." "Maaf?" Kelih atannya dia mengerti maksud saya. dan dikepang dua. Dia datang dari Norwegia. tetapi dan dalam gedung ternyata membingungkan." "Anda pergi sajalah. Kalau saya tidak bersikap sebagai seorang yang membosankan dan tidak menarik. Sesudah itu saya harus memeriksa setiap hal dengan hati-hati. dan ada sedikit noda tepung di hidungnya. lurus. Beaver-bridge. Anak itu menjawab "Halo" dan memandang saya dengan pandangan menyelidik yang lama. "Saya memungutnya dan membawanya kemari. Ada lift otomatis dan saya masuk ke dalamnya dan menekan tombol ke lantai empat." Saya membuka tangan saya. Orang dewasa akan segera bertanya apa yang saya inginkan. "Maaf. ya?" kata saya." kata saya. Aku mengajarinya. Rambutnya tipis. maafkan saya. dan sepasang mata kelabu yang sangat cerdas. Dan Papa tidak suka singkatan." kata saya. Di situ ada jalan setapak yang cukup lebar. dagu yang tajam." "Ya. Baru dua minggu. Bagaimanapun juga. Geraldine cukup terbuka bagi suatu percakapan." kata saya. Saya berpendapat bahwa lebih baik mengambil tindakan. "Saya tidak ingin mengganggu Anda." Salah satu keuntungan besar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah bahwa mereka mempunyai logika mereka sendiri. Itu betul. sehingga mudah bagi saya untuk menebak apa yang sedang dilakukannya. Sebuah kursi telah ditarik ke dekat jendela dan di atasnya duduk seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun. "Siapa namamu?" Dia segera menjawab dengan tepat.. "Aku Colin Lamb. menuju ke gedung itu. "Aku mengerti." kata saya hangat. Pada waktu-waktu lain saya kira pasti ada seorang penjaga di sini. menyeberangi gang dan membuka sebuah pintu. "Saya dapat menanganinya sendiri.. "Papamu pergi. Dia lagi sendirian dan bosan dan munculnya seorang tamu akan diterimanya dengan sikap terbuka. "Ya. menutup pintunya dan mendekati kursi itu. Dia baru di sini. "Itu Ingrid. maka akan merupakan suatu kebanggaan jika ibunya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan semuanya. "Tuan ini. kemudian pintu itu terbuka. memandang saya dengan penuh selidik." Di sini saya menggunakan sedikit isyarat. Dia melihatnya menunjukkan bahwa dia tidak mengenali benda itu. "Cartinghaven Engineering Works. tetapi pada saat-saat suci antara jam satu dan jam dua. Dia tidak mengerti bahasa Inggris. Di tepinya l>edeng-bedeng bunga yang rapi ditata pada posisiposisi yang strategis di atas rerumputan." dia mengangguk kuat-kuat." . tercium bau gosong dari dapur. Di dalamnya terdapat sebuah pisau pemotong buah dari perak." Dia berbicara dengan puas dan saya pikir bagi setiap anak yang ibunya sudah meninggal." katanya. Dia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang." kata saya. ya. jadi saya melangkahi jalan setapak itu. "Jika Anda membolehkan saya mengembalikannya pada gadis itu. Bahasa Inggrisnya belum begitu baik." kau saya simpatik. yang menembus serta nyaris membuat saya gemetar. adalah No. "Saya kira—saya tidak pernah melihat. tanpa berkurang keceriaannya. 'Tepatnya empat belas tiga perempat mil dari sini. tetapi saya tidak membunyikannya. maka dia pasti cukup siap untuk berbincang-bincang. yang mengitari gedung itu. 77. "Permisi. tetapi aku tidak suka yang itu. Saya menekan bel dan berdiri menunggu peristiwa berikutnya. betul atau salah. ruang depan menjadi kosong. bertuliskan PENJAGA. Yah. dan saya cukup vakin bahwa saya menemukan pintu yang benar. Semua penumpangnya mati. berpura-pura mencari sesuatu dan akhirnya berdiri tegak. dengan sebuah kaki yang sedang digips." kata saya. "Dia meninggal ketika aku baru be i umur dua bulan. Pesawat itu jatuh. Pulang dari Prancis." "Dan ibumu?" "Mama sudah meninggal. Gadis kecil itu kelihatannya biasa-biasa saja. "Halo. Lantai empat. dia bilang kamu—kamu menjatuhkan. "Maafkan saya—apa Anda bilang?" "Seorang anak di sini—seorang gadis kecil. Kemudian saya mengitari gedung ttu sampai saya tiba di pintu masuk. Penunjuk jalan saya berteriak bingung.gedung dan dari tanah ke jendela itu. tujuh adalah angka mujur. Ini dia." "Anda sibuk memasak. "panjang sekali. Dia menjatuhkan sesuatu dari jendela.. mendongak ke atas kepala seolah-olah kaget. dan memindahkan sesuatu dari tangan saya ke dalam saku." Dia mengangguk. Tangannya telah buru-bmu diseka tetapi masih terdapat bekas-bekas tepung." "Aduh. Dia menunjukkan jalan. Ada sebuah bel dengan tanda besar di atasnya. Dari luar kelihatannya cukup sederhana untuk mengira-ngira letak sebuah ruangan. pikir saya. saya masak. Saya harus menunggu sebentar.

Tetapi Papa membawakanku macam-macam. "Aku jatuh dan kakiku patah." "Sial. Ayah Geraldine. Memang sangat bagus. "Dia mencoba membuat kue tart hari ini." "Bukan—aku tahu itu sangat bermutu. Dia punya kucing banyak sekali." Dia mengangguk kuat-kuat dan membuat gerakan-gerakan dengan tangannya. Matanya bersinar menunjukkan betapa pentingnya keterangan yang akan diungkapkannya. "Kedengarannya enak." katanya." kata Geraldine. bukan?" "Ya. jadi aku memberi mereka nama karanganku sendiri. jadi aku menghabiskan banyak waktu dengan melihat ke luar jendela dengan ini. tetapi sekarang sudah tidak. Senang juga kau punya seorang tamu." "Itu pasti cukup menyenangkan." tambahnya. Dan kadang-kadang kami makan sangat terlambat karenanya." Dia menambahkan dengan sopan. dengan begitu aku jadi lupa kalau aku sudah lapar. "Bagus sekali. aku tahu." kata Geraldine. saya pergi." "Aku punya catatan kecil. kau mulai dari nomor satu dan melihat sejauh mana yang dapat kaucapai. Meskipun aku tidak mematahkannya dengan cara yang menarik." kata Geraldine. teka-teki bergambar. Masakannya kadang-kadang agak aneh." Geraldine menarik napas. Dia menunjukkannya pada saya menuliskan kejadian-kejadian di dalamnya. tidak membuang-buang uang. sambil menunjuk.." kata saya." Saya mengatakannya dengan biasa tetapi Geraldine cepat bereaksi. Harry maksudku. 19 dan daerah sekitarnya." "Ceritakan lebih banyak tentang orang-orang yang tinggal di sana itu. "Bukan punyaku. crayon." kata saya." kata sava. Dia baik.." Saya membukanya." katanya. di sana. Dan boleh dikatakan." kata saya. Kau tahu. ada seorang wanita buta di sana. Geraldine mengangguk. Sebetulnya" aku sedang lewat di bawah sana. Mulanya agak sakit dan nyeri sedikit. "kucing oranye. "Ya. Kami juga mengamat-amati nomor-nomor kendaraan. aku suka tart. dan kupikir kau menjatuhkan sesuatu dari jendela. kau sedang melihat ke luar jendela dan." "Baiklah." Geraldine kelihatannya sangat meragukan hal itu. Tahukah kau? Dia suka makan ikan mentah. tetapi aku bosan mengerjakan apa-apa. "Aku punya sepupu bernama Dick dan dia mengamat-amati kereta api. "Kupikir tidak begitu banyak yang tidak kaulihat. Siapa yang tinggal di rumah di sebelahnya—yang rapi itu?" "Oh." "Ya." kata Geraldine. tetapi dia berjalan seolah-olah dia bisa melihat. "Cukup bagus. Saya mengambilnya dari tangannya. ya. bukan?" Geraldine tersenyum senang. maksudku. Maksudmu kau dapat memotong apel dengannya dan buah-buah lainnya. "kalau dia mencoba sesuatu yang baru." kata saya. Mengapa kaupikir aku yang melakukannya?" "Yah. "Ada pembunuhan di rumah itu. Sayangnya tidak banyak mobil yang lewat jalan ini." "Ya. Geraldine memandangnya. aku benar-benar melibatnya Sungguh menarik/* ." Saya menyodorkan pisau pemotong buah dari perak itu. "Oh. ya?" "Kami baik-baik saja."Dan dia mengajarimu bahasa Norwegia?" 'Tidak banyak. dengan rasa kaget. Aku tidak menjatuhkannya. "Ya. kau masak." kata saya. siapa yang tinggal di dalamnya dan hal-hal lain sepeiti itu. "Kau pasti sangat cermat. Dia sangat baik." kata Geraldine. Dia menceritakan tentang pembunuhan itu." "Pembunuhan itu?" kata saya." kata saya. Plasticine. "Bukan untuk bayi dan untuk pura-pura. Kau tahu." "Kukira kau pasti tahu tentang semua rumah di sana. "Ini sangat bagus. "dan apa yang kaulihat." kata Geraldine tegas. "Kadang-kadang itu baik juga." "Umm—ya. Ingrid. ya. "Oh. "Apakah kau datang untuk makan siang ?" "Tidak persis begitu." kata saya memuji. Penjaga gedung memberitahuku." ' "Aku melihat ke luar jendela hampir sepanjang hari. "Kau baik-baik saja. Tentu saja aku tidak tahu nama-nama asli mereka." "Aku?" "Ya. "Kau menyukainya?" "Ya. Seperti mengamat-amati kereta api." Dengan bangga dia memamerkan sebuah teropong opera kecil. aku melihatmu. Memang menyenangkan kalau ada seseorang yang dapat diajak ngobrol. Sangat mengagumkan bagaimana jelasnya Anda dapat melihat Wilbraham Crescent No. Dia betul-betul buta." "Dia menjadi gugup kalau memasak. mula-mula curiga dan kemudian mengangguk memujinya. dan barang-barang seperti itu. "Apa ini?" "Pisau pemotong buah." kata saya. Saya mengembalikan teropong itu padanya." "Aku pernah makan ikan mentah di Norwegia. buku-buku." kata Geraldine bangga. Harry. mengatur teropong itu pada mata dan melihat ke luar jendela. jadi aku menundanya sementara ini. Aku sedang turun dari bis dan bisnya tiba-tiba jalan. kau lihat ini. kalau memang dia yang memberikan benda itu." "Pasti membosankan." "Olahraga yang cukup baik. "Boleh kulihat?" kata saya." "Aku baru saja berbicara dengan salah seekor di antaranya. Dia menceritakan banyak hal padaku. Ingrid membuka pintu dan muncul sambil terengah-engah. seperti Kucing Bersepatu Bot." "Ini sungguhan. "Kualitas nomor satu. juga waktunya. "Orang yang pohon-pohonnya tidak rapi itu. "Itu adalah Marchioness (gelar bangsawan) dan Carrabas. "Kau kembali. Aku senang kau datang." Geraldine menjelaskan. "Kau tidak perlu cemas.

" Dia membuat gerakan dengan tangannya. Tentu saja aku tidak benarbenar melihatnya." "Kau tampaknya sangat pintar ngomong. tidak seorang pun tinggal di sana kecuali Miss Pebmarsh. bukan?" "Ya." kata Geraldine. Apakah kau melihat orang itu—orang yang terbunuh itu—apakah kau melihatnya datang ke rumah itu?" "Tidak." "Apa yang kau—er—lihat?" "Ya. "orang yang bisa diajak ngobrol dengan enak." "Ya." "Berapa umurmu. Geraldine berkata. aku pasti akan lebih waspada. "Banyak sekali polisi. "Kami tidak sungguh-sungguh membutuhkannya. jika aku tahu bahwa hal itu akan terjadi. 'Gadis kecil savang. kau tahu. Aku tidak makan malam di malam hari." kata saya. Tentu saja hanya ini yang perlu dimasaknya kecuali makan pagi. Ingi id bilang. "Dan kemudian terjadi berbagai macam hal. Tentu saja ada banyak orang saat itu. "Ya. kadang-kadang sampai jam dua. "Kau tidak makan pada waktu tertentu." "Siapa yang menjerit?" "Cuma seorang gadis. melihatlihat. sebab. tidak banyak pada mulanya." Ingrid muncul sekali lagi. 18—dia muncul dan berdiri di tangga sambil melihat-lihat. Aku dapat melihatnya dari sini. seperti nama makanan." kata saya ringan. Dia adalah penjaga flat-flat di sini. "Jam berapa kau biasanya makan siang. Kadang-kadang jam dua belas. Dia agak lucu dengan urusan waktu. Hanya ikati atau sesuatu. Kukira dia mestinya sudah ada di sana sejak sebelumnya. Aku juga melihat Harry di sana. Dia pergi ke bioskop atau ke kapsalon dan Mrs." Dia menghilang lagi. Kau tahu. Bukan makan malam sungguhan. "Pemuda itu kelihatannya agak mirip denganmu. sebab Papa bisa sangat marah. "Yah. Sebentar kemudian polisi datang. Tak seorang pun tahu namanya. Tiba-tiba dia menatap saya. Ada banyak orang pagi itu yang hanva berdiri di jalan." 'Teruskan. "banyak yang bertampang seperti diriku."Ya. Gadis itu keluar dari gerbang dan mendekap pemuda itu—seperti ini. pemuda itu." Suaranya terdengar sedih. aku makan malam pada saat Ingrid selesai memasaknya. Nama yang lucu. kau makan kalau makanannya siap. Dia punya seorang saudara laki-laki yang selalu dirongrongnya. Hal yang menarik adalah ketika seseorang berlari ke luar dari rumah itu sambil menjerit. tidak. Lumayan muda. maksudmu? Ini adalah makan malamku. memandang rumah di seberang itu. ya. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Ingrid tidak memilih saat itu untuk muncul lagi dengan kue tart yang lezat atau makanan enak lainnya. Kupikir itu agak bodoh. Dia harus menyiapkan sarapan pagi tepat pada waktunya. Di atas tanah dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu dan si Kaisar— itu si kucing oranye. Curry. Papa pergi ke restoran setiap malam dan mengirim sesuatu dari sana untukku. dia pergi ke jalan dan menelepon polisi dari telepon umum di sana." "Semuanya sangat menarik. "Sava segera datang." kata saya tertarik.' Dia bukan. liari itu agak sepi. aku selalu memanggilnya Kaisar sebab dia kelihatan begitu agung—berhenti menjilati dirinya dan kelihatan agak kaget. aku tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi. tapi di sore hari. Geraldine?" "Makan malam. 'Tolong ceritakan kejadian-kejadian sebelumnya. Dia keluar dari pintu dan menjerit-jerit. Suka bilang. Dia selalu gugup kalau tiba waktu makan." "Menepuk-nepuk?" tanya saya. "Jam berapa kau makan siang—malam. tentu saja. maksudku." dia berkata meyakinkan. Ada seorang pemuda datang dan arah jalan." "Maksudmu dia tinggal di sana?" "Oh." kata saya. kau tahu." kata saya. Pemuda itu keluar dari rumah itu lagi —kau yakin dia bukan dirimu?" m"Aku ini orang bertampang biasa-biasa saja." kata saya merendah. sedikit bingung. "sangat bodoh. maksudku—pada hari pembunuhan itu terjadi?" "Jam dua belas hari itu." "Aku pasti punya kembaran." "Jadi kau tahu nama aslinya?" "Oh. Yah. Tetapi dia memberiku permen dan lain-lain. Dan gadis yang menjerit itu bernama Sheila Webb. "Saya datang dengan segera sekarang. pemuda itu kelihatannya mendudukkannya. cuma aku harus mengeluarkan kepalaku dari jendela dan melongok-longok. Dia menjengkelkan. dan kemudian Miss Mata Lembing muncul dari rumahnya—itu yang tinggal di No. namanya ada di koran-koran. di kepala. tetapi makan tengah hari bisa kapan saja." Matanya bersinar. "Itu karena aku harus ngomong banyak dengan Papa.' " "Yah." "Yah. Tetapi. Ingrid keluar siang itu. 71 . Sepuluh lebih tiga bulan." kata Geraldine serius. "Apa yang terjadi kemudian? Ini sangat menarik. Dan tentu saja aku tahu bahwa sesuatu pasti telah terjadi. bagaimanapun juga. cukup cantik. Harry berkata padaku bahwa laki-laki yang terbunuh itu bernama Mr. Perry datang unnik menjagaku." kata saya. Dia bercerita padaku sesudahnya/* "Apakah dia menceritakan siapa yang dibunuh?" "Dia bilang seorang laki-laki. kukira itu benar/' kata Geraldine. bukan? Aku -belum pernah melihat pembunuhan. sungguh. Geraldine?" "Sepuluh. tanpa bermaksud menghina. Maksudku aku belum pernah melihat tempat terjadinya suatu pembunuhan." "Miss Mata Lembing?" "Aku memanggilnya Miss Mata Lembing sebab dia kelihatan begitu biasa. Dan ada pembunuhan kedua. Suka menepuk-nepuk. Bukan pada hari yang sama—sesudahnya—di bilik telepon umum di jalan itu. itu adalah gagasan yang gampang. Tentang pembunuhan itu. Dan mereka mengangkut mayat itu dengan mobil seperti ambulans.. bukan. jadi aku tidak melihat.

" Dia menerima tantangan itu. dia sudah keluar lagi.35 tepat. tidak. No. sekitar jam sepuluh." "Jadi pagi itu kau melihat ke luar jendela. "tetapi bagiku kelihatannya mustahil. tentu saja tidak." "Dia tidak pergi ke pintu depan dan membunyikan bel. Dan mereka juga berkata Griiss Gott." Geraldine menggelengkan kepala. Mereka pasti baru berdiri." kata saya." kata Geraldine. Aku mengajarinya bahasa Inggris dan dia ingin tahu bagaimana mengucapkan 'sampai jumpa lagi*—*««ti/ we meet again1." "Kau belum menceritakan dengan tepat apa yang terjadi ketika binatu itu datang." "Apakah Miss Pebmarsh menerimanya?" "Tidak." kata Geraldine. entah bagaimana caranya." "Memang. Dia menunjuk buku notes kecil. Aku tahu sebab aku pernah ke Swiss sekali dan orang-orang di sana mengucapkannya.'* "Jadi apa yang kaukatakan pada Ingrid?" Geraldine mulai tertawa. Jadi Ingrid tahu dan sangat jengkel denganku dan kami tidak berteman sampai hampir saat minum teh keesokan harinya. Kasar kalau kau mengucapkannya dalam bahasa Inggris. 19. Aku tahu dengan tepat apa vang terjadi hari itu. Dia hendak berkata tetapi tawanya membuatnya tak bisa bilang apa-apa. "Ya. "Dalam sebuah keranjang yang besar. "Rumah-rumari itu saling membelakangi. Maksudku bukan polisi wanita. Aku tidak melihatnya. Kupikir polisi wanita itu konyol." ." "Aku ingin tahu apakah mungkin kau telah melihat Mr. Dia pergi mengajar anak-anak di sekolah buta. Sedikit mentega. tertawa yang nakal. "Aku ingin tahu seperti apa tampangnya. Dia berlari ke sana kemari. dan keju." kata Geraldine. "Tidak. Biasanya adalah Southern Downs Laundry. Jauh lebih besar dari yang biasanya. Maksudku melalui bagian belakang rumah. "Aku menyuruhnya berkata." tambahnya. bukan?" "Yah. ya. Memang agak aneh. dia lumayan tua. mengamat-amati orang-orang." "Jam berapa waktu itu." "Oh. "Tukang binatu baru?" "Ya. bukan? Dan dia tidak dapat minta sarapan pagi pada Miss Pebmarsh. bukan?" "Ya. Geraldine?" "Jam 1." Saya mencernakan informasi itu. 'Pergilah ke Neraka'!— 'Get the hell out of herel Jadi dia berkata begitu pada Miss Bulstrode di sebelah dan Miss Bulstrode sangat marah sekali." katanya tidak setuju." "Dan tak seorang pun datang ke rumah itu?" kata sava. Kaupikir itu mungkin?" "Kupikir semuanya mungkin. Dan kemudian Miss Pebmarsh keluar. Kadang-kadang diajaknya. kira-kira jam sepuluh. "Jadi kau memusatkan diri pada teropong operamu itu. Curry tidak datang dari pintu depan. Dia adalah tukang binatu yang baru. dan menunjukkan catatan itu dengan jari telunjuk yang agak kotor. kalau kau berbaring di sini dan selalu melihat ke luar. "Kembang kol dan sayuran yang awet-awet dibeli sendiri oleh Miss Pebmarsh. sebab Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Tak seorang pun datang kecuali tukang binatu. "Jadi itu sebabnya aku tahu Mr. Kalau begitu aku pasti sudah melihatnya. "Tak seorang pun? Tak seorang pun dengan mobil—seorang pedagang— pengunjung?" "Tukang sayur datang pada hari Senin dan Kamis. "Kedengarannya sangat biasa. "Apakah mereka punya detektif wanita? Aku suka jadi detektif. Bercukur bersih dan memakai pakaian berwarna abu-abu tua. Kepiting datang dan kapan dia pergi. Kadang-kadang dia membawa sebuah bungkusan yang tidak ada padanya pada saat dia datang. persis seekor kepiting. sebab Ingrid dan aku bertengkar. tetapi hari itu tidak." Saya berjuang keras untuk menahan rasa tertarik saya muncul pada suara saya. Aku tahu kapan Mrs. Pada hari itu ada binatu baru— Snowflake Laundry." kata saya. mungkin dia ke sana pagi-pagi." kata saya. Sebelum makan." "Itu adalah si wanita pembersih harian. "Aku dapat menceritakan segalanya padamu tentang pagi itu. jadi Ingrid dapat mencuci semuanya dan pergi setelah jam satu." "Oh. tidak kalau dia menyembunyikan diri dari Miss Pebmarsh. "Aku mencatatnya. Dia punya seorang anak laki-laki kecil. "Bagaimanapun juga. "Apakah binatu itu mengirimkan pakaian atau mengambilnya?" tanya saya. "Mengirimnya. Curry datang ke rumah itu?" Geraldine menggelengkan kepalanya. Aku belum pernah melihat Snowflake Laundry. Saya tidak ingin memancing khayalannya. tidak. Kupikir mungkin dia masuk. kukira tidak. kukira. Dia harus mengatakan padaku dalam bahasa Jerman." "Mungkin dia datang dari kebun." kata Geraldine. pada waktu malam dan bersembunyi di gudang. Kebanyakan orang memakai jasa Southern Downs. "dia akan merasa lapar. Sekali-sekali. "dan tukang susu datang pada jam setengah delapan tiap pagi. Mrs." "Sama sekali tidak sulit. Sekitar lima puluh. "kukira sulit bagimu untuk mengingat kejadian di hari tertentu dan membedakannya dengan hari lainnya."Jadi kau makan malam lebih cepat pada hari terjadinya pembunuhan itu?" "Ya. membukanya. Auf Wiederseben. "Kau mestinya jadi detektif Scotland Yard." tambahnya bangga. Orang-orang itu pasti tak suka kalau dia menyelinap lewat kebun mereka. tetapi akhirnya dia bisa berkata juga. sebingga dia tidak mau berbicara denganku." kata Geraldine." Anak itu betul-betul sebuah ensiklopedi." kata Geraldine. 1J5 binatu datang." "Tidak. aku mengisi teka-teki silang." Geraldine mengangguk. Kepiting pergi sekitar jam dua belas.

" Mrs. Rival mengangguk setuju. Geraldine. Dia ingin tahu apa yang telah begitu menjengkelkan wanita tua itu." kata saya. Fred." 'Tentu saja tidak betul. kalau aku boleh tahu? Mau yang biasanya. bukan?" "Apakah ini akan menjadi sebuah harta karun. rival mendorong pintu Peacock's Arms dan berjalan sedikit sempoyongan ke bar. Rival dengan mata yang berpengalaman. Flo. Dia mendorong sebuah trolley. "Apel?" "Pommel Apfell" Dia berusaha memakai kemampuan bei bahasanya sebaik-baiknya." kata Geraldine. Akan merusakkan topimu yang bagus itu." katanya. dan suka bergurau. "Penipuan." kata sava jujur. Menyimpannya sampai ada orang yang menuntutnya." katanya. aduh." katanya.JTidak ada yang terjadi." "Aku akan pulang dan tidur dengan nyaman." kata Fred. "Kupikir mungkin dia telah melihat sesuatu yang menarik. mengeluarkan keranjang dan berjalan terhuyunghuyung ke samping rumah menuju pintu belakang. kukira. tetapi nadanya sudah lebih riang. Kukira dia tidak bisa masuk. "Dia berhenti di depan nomor 19 meskipun dia berada pada sisi jalan yang salah. "tetapi aku tidak betul-betul melihatnya dengan jelas sebab dia mengendarai mobilnya ke rumah itu—seperti ini. itu kataku. "aku sudah kelaparan. Maksudku. "Oh." "Dan kemudian dia pergi lagi?" "Ya. Rival nyaris menitik dari bulu mata berhiaskan maskara itu. Dan aku tidak akan diam saja. 'Tidak adil. pikirnya sendiri. Saya meninggalkan mereka. tapi—" "Ayolah." dia menasihati. Sudah minum sedikit." kata saya. siapa yang akan membelamu? Berilah aku lagi. Tidak. "Oh. ketika dia mengetahui air mata Mrs. Pendusta kotor." kat& Geraldine. Tetapi kupikir. Rival. "Hujan akan segera turun." kata Geraldine. Tidak. tidak betul." "Sampai jumpa. "Aku selalu suka bunga iris. Kukira dia merasa sedikit kepanasan setelah mencoba mengangkat keranjang itu. jadi mungkin dia meninggalkannya di sana dan kembali." kata saya." katanya. "Yah. "Ini bukan punyaku. Mrs. Miss Peb-marsh mungkin menguncinya. aku tidak mau. Fred menyingkir untuk melayani langganan yang lain." Ingtid membuka pintu lebar-lebar. Aku akan bilang dan bertindak." Suaranya menjadi sedih. "Aku akan pulang sesudah minum yang segelas itu. Ingrid. aku tidak pernah tahan. jauh lebih tua darimu. Ketika Fred mendekatinya lagi. tidak. "Apa kabar. itu adalah penipuan." kata Fred menghibur. Mereka harus menjelaskan apa artinya dan apa yang mereka kerjakan. 'Sama saja. Jika ada satu hal yang tidak dapat kutahan. aku akan berhenti. "Sampai jumpa. "Sopirnya turun. kau tahu maksudku. jika aku jadi kamu. Keadaan yang tidak menyenangkan itu muncul lagi. Dia mengamat-amati Mrs.. dan aku berkata bahwa itu tidak betul. "Kalau orang-orang memintamu untuk melakukan sesuatu." "Aku akan sudah lama pulang. Rival melanjutkan gerutuannya. "bagaimana permainannya?" 'Tidak betul." kata Fred. hujan deras. "Tidak." "Kelihatannya bukan milik siapa-siapa." kata penjaga bar itu ramah. Dia membayarnya dan mulai menghirup minumannya dari gelas. "Aku harus pergi sekarang. Aku hanya dapat melihat bagian belakang kepalanya dan ketika dia keluar lagi.'* kata Geraldine." tambahnya dengan suara keras. Minuman itu membuat Mrs. mungkin. Dan terus dia masuk melalui pintu gerbang menekuk sedikit keranjang itu. Dia sedang menggerutu lirih. dia menyapanya dengan tingkah laku yang sedikit melembut." kata Geraldine. "Hal itu sungguh membuatku terpukul. kau tidak ingin merusakkan topi itu." "Tentu saja tidak. Aku tidak tahan dengan penipuan. Dia bukan orang asing di losmen itu dan disambut dengan rasa sayang oleh si penjaga bar. jika aku jadi kamu. Sayang. Aku tahu apa yang kuomong-kan. aku yakin aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. "Berbohong —berdusta—yah. Tetapi itu tidak penting—pada jalan seperti itu. Dia masih tetap menggerutu. Rival sedikit gembira." "Seperti apa tampangnya?" "Biasa-biasa saja. Tetapi dia masih bisa minum sedikit lagi." "Tentu saja aku tahu. Ada sesuatu yang menjengkelkannya. atau apa saja?" "Sesuatu seperti itu. itu tidak betul dan jika kau tidak membela dirimu. Sayang?" Mrs. "Seperti aku?" tanya saya. Fred menurut. Orang-orang tidak dapat berpikir bahwa mereka bisa seenaknya saja memperlakukan diriku seperti itu. Rival tersenyum kecil. Dia biasanya berwatak sabar." kata Mrs. berterima kasih." Dia menunjuk ke kanan." kata Fred. Rival. aku tidak tahu." katanya. ramah. "Kita makan malam sekarang. tidak bisa. "Kupikir kau lebih baik menyimpannya. Fred. "Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan berdiam diri. membuka pintu van. dia mengusap-usap wajahnya. Mrs. menganggukkan kepala dengar." "Ambilkan aku apel." Saya berdiri. "Aku ingin memilikinya. Dia beralih untuk menyambut langganan yang lain. Pendusta. cerah "Syukurlah. Bagaimana dengan benda ini?" Dia memungut pisau buah itu. "Apa itu." kata Mrs. "tak seorang pun akan menuntutnva. mereka harus mengatakan padamu mengenainya. Mengapa kaupikir itu begitu menarik?" "Yah. bukan?" 73 .

Yah. Rival. "Hal-hal kecil. itu ada di lehernya. "bahwa Jerry Granger akan muncul pada nomor lima. sebelah kiri.*' kata Mrs." kata Mrs. Dia meneruskan." kata seorang laki-laki lainnya. Ya. Rival jadi gelisah." "Betul. Di sini. Rival telah keluar dari Peacock's Arms. Saya langsung datang. "Dan Anda bilang karena bercukur. aku tidak akan mempercayainya. Mrs." "Menungguku?** Mrs. ya. Dia membuka pintu di lantai pertama dan masuk. Bau terakhir itu nyaris permanen pada ruangan itu. saya pikir begitu." katanya sopan. Itu betul. "Ada apa? Coba katakan.** Mrs. tentang sebuah bekas luka." kata Inspektur Hardcastle. "Yah—" dia kelihatan ragu sebentar." kata salah satu langganan. bila sedang tergesa-gesa. mungkin akan segera hujan. Rival dengan sedikit geram. Rival muram. Balap kuda sekarang ini tidak jujur lagi. Nada bicaranya lembut dan seperti minta maaf." "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu.'* "Oh. Rival. "Di belakang telinga kiri}" Hardcastle menekankan kata itu." "Anda mengenali laki-laki itu sebagai suami Anda atau laki-laki yang telah Anda nikahi sekitar lima belas tahun yang lalu."Itu. Er—wanita di bawah itu kelihatannya mengira bahwa Anda akan segera pulang. keanggunannya berkurang dibandingkan biasanya." "Dan Anda mampu memberi kami informasi tambahan." Dia meletakkan tangannya pada tempat yang sama lagi. menurutku." Mrs. "Sesuatu telah menjengkelkan si tua Flo malam ini. "Jika saja ada orang yang memberitahuku. "Dia biasanya seperti seekor buiung yang ceria—tetapi kita semua pernah mengalami saat-saat di puncak dan saat-saat di bawah." kata Mrs. seorang laki-laki yang bertampang mutam. saya kira. membelok ke kiri. Rival kedengarannya sedikit kaget. saya tidak mengerti—yah—" Inspektur Hardcastle mengambil sebuah kursi." kata Inspektur Hardcastle. Tentu saja orang tidak pernah tahu mana kiri dan mana kanan dari seseorang. sedikit tergesa-gesa. "Ya. Ya." "Ini hal yang sangat kecil. Dia berjalan di sepanjang jalan." "Terima kasih banyak. Tidak ada yang dapat saya ceritakan lagi." kata Mrs. "hal-hal kecil yang muncul. Saya tidak mau memikirkannya lagi. Mrs." "Maksud Anda—tentang Harry?" "Betul." Detektif Inspektur Hardcastle bangkit dari kursinya. Anda menulis kepada saya. "Selamat malam. Mrs." kata Mrs. bukan? Tetapi. "ya. kata orang. Hal itu sudah lama sekali dan saya tidak mau diingatkan kembali. sebuah suara berbicara padanya dari bawah. Di belakang telinga kirinya. "Ada seorang gentleman menunggumu di atas. Rival berhasil menemukan lubang kunci. membelok ke kanan. Di sini. Anda benar." kata Mrs. "Sama sekali tidak menguntungkan saya." katanya. Rival melorot turun dari kursinya yang tinggi dan pergi dengan tidak begitu sempoyongan menuju pintu. itu benar sekali. "Dia tidak banyak berubah. Dia menatap tamunya dengan tajam. pada saat yang sama ketika Hardcasde merasakan timbulnya semangat. memutar kunci itu dan masuk. Mrs. menopang dirinya pada pagar pembatas tangga. kau bisa menyebutnya gentleman. di belakang Queen Caroline." "Kembali." kata orang pertama tadi. bukan?" . "Apa yang Anda maksudkan dengan satu atau dua hal?" katanya. Mereka membius kuda-kuda itu. Rival tamunya. Rival. Induk semang Mrs. memandang langit. Rival. dan eukaliptus." "Apa yang Anda inginkan?'* tanya Mrs. Anda menikah pada tanggal 15 Mei 1948." kata Fred. ketika saya melihat fotonya di koran? Saya datang dan menceritakan pada Anda tentang dirinya. jadi saya datang kemari dengan harapan bisa bertemu dengan Anda. "selalu menjaga penampilannya. "Yah. Rival agak tidak sabar. "Yah." "Selalu sial kalau jadi pengantin di bulan Mei. Semuanya." kata inspektur Hardcastle. "Anda rupanya. tetapi tidak seperti Lord Algernon Vere de Vere. dan berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan agak kotor. Saya sudah mengatakan semuanya yang dapat saya ingat dan sekarang saya tidak ingin mendengarnya lagi. Inspektur Hardcastle berkata pada dirinya sendiri. dia tuan rumahnva dan Mrs. Rival mengangkat tangannya dan menunjukkan tempat itu. pasti ada penipuan dalam hal itu. "Yah. Rival menaiki tangga. "Ya. saya harus ke London untuk suatu tugas." "Sekarang coba dengar. Anda masih mampu mengenali suami Anda dengan cukup mudah. Dia mendongak ragu. "Saya sudah muak dengan Harry." katanya. Kau sangat beper—beperhatian—tidak. maksudku bukan itu— apa maksudku?" "Kata-katamu vang penuh perhatian itu. Ketika dia mengeluarkan kunci dan menaiki tangga. "Silakan duduk. "Oh. Rival adalah seorang wanita yang sangat suka merawat lemari-lemarinya di musim dingin dan memulai pekerjaan yang baik itu pada pertengahan September. Kami memeriksanya. kemudian tiba-tiba berhenti dan mundur selangkah. Rival duduk. baiklah. "Oh. benar sekali. dan sebuah kepala melongok dari balik pintu dan mendongak ke arahnya." Mrs. Fred. Posisi mereka mungkin telah tertukar. bukan. Berpakaian rapi dan lain-lain." Lebih cerdas dari vang kukira. Rumah itu berbau kubis. saya yakin itu. Jika kau bertanya padaku. ikan. bukan?" "Saya mestinya berpikir bahwa saat ini Anda pasti telah mengetahui berapa lama tepatnya. "dan ada satu atau dua hal yang saya pikir ingin saya bicarakan dengan Anda. si Harry itu.

Rival dengan angkuh. Tetapi untuk menemukan seorang laki-laki yang sangat menyerupai suami Anda yang memiliki bekas luka pada tempat yang dapat dikenali—yah itu membuat identifikasi itu menjadi sangat bagus dan meyakinkan. *Ttu adalah hal yang sangat penting. "Saya tidak percaya. Anda tidak berada di bawah sumpah pada pemeriksaan itu." "Sumpah palsu. sederhana saja. Itulah yang saya ceritakan pada Anda dulu. Menceritakannya padaku." "Saya tidak mengerti maksud Anda. Itu saja. yaitu kirakira tahun 1948—Anda tidak bisa mengingat semua hal. Mrs. tetapi Anda mungkin harus bersumpah tentang bukti-bukti Anda itu pada pengadilan yang sebenarnya nanti pada uatu hari Kemudian—yah. matanya berkilauan. Tentu saja. Hardcastle keluar melalui pintu." 'Itu sungguh aneh. Rival. mungkin. Setelah kepergiannya. Bagaimanapun juga. Dan sekarang." "Saya senang Anda puas." "Dan Anda cukup yakin mengenainya. Anda pergi saja ketimbang datang keman dan menuduh saya telah berbohong. Rival berubah dengan segera. bekas luka itu. Dia pada saat itu nyaris nampak agung sekali. Dia berjalan terus sampai ke ujung jalan. "jika luka itu menimbulkan bekas hanya lima atau enam tahun yang lalu. Rival. saya menceritakan pada Anda apa yang saya ingat. saya ingin Anda memikirkannya kembali dengan hati-hati." "Dan sesudah suami Anda meninggalkan Anda di tahun 1951. Saya—tidak seorang pun dapat berkata begitu. Jadi kalau Anda tidak pernah melihatnya lagi. Mungkin kejadiannya tidak selama itu. Saya!" "Ya. Rival. bekas luka di belakang telinga suanu Anda itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa luka yang dipersoalkan itu tidak mungkin lebih tua dari lima atau enam tahun yang lalu. menipuku. Pertahanannya yang bagus telah hilang." "Dia tidak meninggalkan saya. Mungkin ada seseorang—yang mengusulkan pada Anda. Tetapi saya pikir saya tidak membuat kekeliruan. Rival. Rival. Rival mempertimbangkan sejenak.." kata Mrs. Anda tidak ingin mendapat kesulitan. bukan?" "Apa maksud Anda. ragu-ragu di depan bilik telepon umum. bahwa Anda harus menceritakan pada kami tentang bekas luka itu?" Mrs. sekitar enam bulan sesudah kami menikah." "Anda membingungkan saya. Menurut ahli bedah polisi dan dokter lainnya yang kami ajak berkonsultasi." katanya. betul. tingkah laku Mrs. Saya datang dan membantu Anda. Kami memperoleh anjing itu pada musim panas. Aku-aku tidak akan meneruskannya. "itu sangat aneh." "Jadi sekitar Oktober atau November 1948. ini berarti bahwa jika laki-laki itu adalah suami Anda. Seekor anjing yang suka menerjang-nerjang. terutama bila bertahun-tahun telah lewat. "Begitu." Inspektur Hardcastle segera berdiri. Mrs." dia menggumam. Anda tidak pernah melihatnya lagi sampai Anda melihat fotonya di koran?" 'Ta. "Hanya pikirkanlah itu. "Anda sangat membingungkan saya." Dia sekarang berbicara dengan lebih yakin. sesudah Anda mengusir suami Anda di tahun 1951. kemudian pergi 75 . Dia kelihatan takut dan cemas. "Mestinya sekitar—oh." kata Mrs. bahkan masuk penjara. Bagaimanapun juga itu bukan ketika. tetapi bekasnva tidak hilang. "Selamat malam." "Saya tahu. Rival berdiri." Dia berjalan mondar-mandir dengan sempoyongan. "Melibatkan diriku dalam hal ini. Saya tidak pernah melihat Harry Casdeton sejak saat itu. Anda tahu. Betul?" "Betul." kata Mrs." Mrs." Hardcastle meneruskan dengan suara lembut. Mrs. "Saya pikir Anda lebih baik memikirkan pernyataan Anda dengan sangat hati-hati. Dia berdiri tegak-tegak. Mrs. Saya berusaha untuk melakukan kewajiban saya. "Seumur hidup. Anjing itu menerjangnya. saya yakin itu cukup wajar. Memang sembuh akhirnya. itu adalah pelanggaran yang cukup serius dalam hukum. saya tidak pernah mendengar omongan yang tidak masuk akal seperti itu." "Jadi Anda mengerti. "Dan kecelakaan dengan pisau cukur itu terjadi—kapan?" Mrs. Jika saya membuat kesalahan." kata Inspektur Hardcastle. Apa pun yang Anda sukai. Rival membuang muka. Rival. Bagaimanapun juga saya sering bertemu dengan banyak—yah." "Tetapi Anda tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu. "sumpali palsu. Saya ingat. Darahnya banyak. bagaimana Anda tahu bahwa dia mendapatkan luka itu lima atau enam tahun yang lalu. berapa lama orang itu sudah memiliki bekas luka itu." "Tidak mungkin. "Betul-betul tidak masuk akal." Inspektur Hardcasde berbicara dengan suara nyaris meminta maaf. Mereka dapat mengatakan secara kasar. mendapat kesulitan?" "Yah. Dia selalu mena-brak-nabrak—anjing yang manis. Dia menerjang Harry dan dia sedang memegang pisau cukur di tangannya. itu tidak akan banyak berarti bagi Anda dan saya. Bekas luka adalah bekas luka. sangat aneh. Bagaimanapun juga. Mrs. saya sangat yakin dengan hal itu. Rival. Mrs." "Mengapa—apa maksud Anda?" "Yah. Inspektur Hardcastle. Harry punya bekas luka dan saya mengetahuinya. Tentu ^aja. dia pasti tidak punya luka pada saat dia meninggalkan Anda di tahun 1." "Mungkin dia tidak punya. bukan? Kelihatannya kami memang bisa jalan terus. Anda bisa dihukum. dan akhirnya mengambil keputusan.." katanya. Rival?" "Tentu saja saya yakin. Dia mengambil payung di pojok ruangan dan ke luar lagi. Tetapi para dokter dapat bercerita banyak daripadanya. sampai saya melihatnya sudah jadi mayat. teman-teman laki-laki." kata Mrs." "Yah. Tetapi bagaimanapun juga dia adalah Harry.951. Aku— aku—aku tidak mau terlibat dalam kesulitan gara-gara orang lain.Ya.. Mrs. Rival.. berbohong padaku. Sungguh jahat. Sangat jahat. dan orang bisa keliru kadang-kadang. dan lukanya dalam."Betul. Bagaimanapun jugaj seorang laki-laki kadang-kadang mirip sekali dengan lakilaki yang lain. "melibatkan diriku dalam hal ini. tetapi saya yang mengusirn a. Rival. Orang itu adalah Harry dan Harry punya bekas luka di belakang telinga kirinya." kata Inspektur Hardcastle dan dia bangkit berdiri. Aku akan mengaku saja.

." kata Beck. saya katakan pada Anda. saya akan tutup mulut... Banyak wanita yang tidak dapat mengingat hal-hal yang terjadi setahun yang lalu.: Ya.. Ada kesulitan?" 'Saya tidak cocok dengari pekerjaan ini. bukan?" "Menurut saya seluruh subjek itu sungguh-sungguh menarik." Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road sambil berpikir dalam-dalam. Tidak.. Yah.. risikonya tidak terlalu berbahaya.. saya tidak bermaksud mengancam. Yah. Rival sebetulnya adalah tipe yang gampang berubah-ubah.. dia dapat memikirkan banyak hal untuk dijadikan alasan.. Tentu saja. Kau telah mengerjakan beberapa tugas dengan sangat baik.. Nomor Anda sudah disambungkan. apa kesulitannya? Masalah cewek.. lho.. baiklah. Bagaimana saya tahu Anda mempunyainya bahkan." Dia berbicara. Akhirnya meninggal tanpa sadar lagi....." kata saya pelan. Uang sebanyak itu cukup untuk bermain api dengan polisi. .. "Silakan berbicara. "Kau mau saya menepuk-nepuk kepalamu dan berkata 'Nah." "Menurutku itu menjijikkan. Berutang pada seseorang adalah satu hal. Baiklah kalau begitu. Yah. Bisa mundur. "Memang tidak banyak yang bisa diperoleh.. dengan gaya seorang ayah yang menasihati.. Kau harus puas dengannya. Yah. "Kau sungguh-sungguh menyukai benda-benda yang menyeramkan itu. Kembalilah pada rumput-rumput laut sialanmu "." "Kau berbicara dengan satu kata terus. Bagaimanapun juga. Setibanva di sana ternyata ditemukan bahwa dia telah ditikam. menukarkan uangnya dengan uang kecil dan pergi lagi ke telepon umum.. tetapi tidak pakai cek. "Itu lebih baik. membunuh seseorang. dan saya mungkin bisa masuk penjara karenanya. baiklah. Yah.... "Halo. menunggu sampai ada sambungan. Yah. "Apa yang kukatakan padamu adalah: 'Siap-siaga/ Dan aku tidak memaksudkannya dalam pengertian kepanduan. Dia hanya perlu berkata dia lupa atau tidak ingat. sesuatu seperti itu. sudah.. Variasi alam yang hebat. tetapi saya hat us melakukannya." kata sava Beck menuding-nudingkan jarinya pada saya. tidak ada gunanya Anda membujuk saya.. Memukul jamur yang besar sehingga pecah menembus dinding! Jika memang begitu... Saya tidak bermimpi sekejap pun bahwa saya akan -terlibat dengan pembunuhan. Baiklah. Nak. Anda selalu begitu. dan saya takut.. bahwa seorang wanita diperkirakan telah jatuh pingsan pada jam-jam sibuk di Stasiun Victoria kemarin. pengabdianmu bagi kami sudah selesai. baiklah. Tidak. Sava pikir Anda terlibat dengannya... Dia memutar nomor Penerangan dan menyebutkan sebuah nomor.... Anda bersumpah Anda tidak terlibat di dalamnya?—Maksud saya. saya tidak akan tinggal diam." "Yakin tentang itu?" "Ya. menyuruh saya untuk menulis dan bercerita pada mereka tentang bekas luka itu.. saya tahu bahwa. jika Anda bilang begitu." Saya menggelengkan kepala. Tetapi itu tidak banyak. Yah. Uang itu akan sangat membantunya.. saya tahu Anda berkata tidak boleh. Yah. Berita-berita tidak sejelas seperti dulu.. Meskipun saya selalu berpikir bahwa itu adalah perhiasan imitasi. dan telah dibawa ke rumah sakit. Semangatnya melayang tinggi» padahal baru saja dia sangat tertekan sebelumnya. bukan? Selera. Besok? Jam berapa?. saya tidak tahu apakah saya hams melibatkan diri dalam hal ini bahkan.. Anda tidak jujur pada saya.. saya katakan pada Anda... putus asa dengan bulan sabit itu—eh?" "Ya.ke kantor pos. ya. "Tidak begitu... Tidak. tetapi harus cepat-cepat. Anda hanya bilang bahwa Anda akan merasa tidak enak jika orang itu dikenali.. tetapi sava tidak akan.. Anda selalu membuat segalanya kedengaran begitu gampang. nah'?" Mau tak mau saya tertawa.. saya akan mendengarkan Anda. Ya.. Anda tahu kata yang saya maksudkan—asesori. Dia akan berkata dia telah mencampuradukkan Harry dengan laki-laki lain. "Kau kelihatannya tidak mendapat banyak keterangan dari istri Ramsay itu?" keluh Kolonel Beck. Kadang-kadang Anda terlibat dengan sekelompok orang—dan mereka bertindak terlalu jauh daripada yang Anda perkirakan dan itu bukan kesalahan Anda. Mrs. Sekarang tampaknya dia baru mendapat luka itu sekitar satu atau dua tahun yang lalu dan saya di sini bersumpah bahwa dia memilikinya sejak dta meninggalkan saya bertahun-tahun yang lalu. Anda tidak pernah berkata apa yang akan saya hadapi." "Sebetulnya aku memang sudah memperhatikannya." "Kau ingin lebih?" "Hal itu tidak cocok sebagai penutup kesenjangan vang ada. Di sini Flo. Dan itu adalah sumpah palsu. Anda rupanya.... kukira. oh. saya tahu.... yah.. maksudku. Oh. Ada sesuatu tentang menjadi sebuah—as—yah. "Sekarang. saya akan datang. Dia mulai berpikir dengan serius dan merencanakan tentang barang-barang pertama yang akan dibelinya dengan uang itu... dia akan menyerang terus seperti penyakit yang busuk.. Apa kata Anda?. tentu saja Anda akan mengatakan begitu. Dia masuk ke dalam...." kata Beck tak terduga." Beck mengamat-amati saya." "Dia bukan seorang anggota yang aktif?" "Bukan. Dia berhenti dan berkata." "Anda salah.. Berapa banyak?. Saya membaca.. 'Tni sudah cukup lama. ** itu. gadis itu yang melakukannya. Itu uang yang banyak sekali.. Bagaimana dengan pembunuhan itu? Berani taruhan.. tentu saja itu akan berbeda." "Yah—kita harus mencari di tempat lain. baiklah. artinya adalah menjadi sesuatu dalam sebuah kenyataan. saya yakin Anda tidak. Di stasiun bawah tanah sava membeli sebuah koran. saya akan memikirkannya lagi. ya. Ketika ketakutan muncul. "Puas?" tanyanya. saya tahu Anda membayar saya untuk itu. Dia berdiri di sana. tetapi bagaimanapun juga bukan iru vang Anda katakan pada saya dulu. Dan pada dasarnya." Dia keluar dari kantor pos berjalan sambil menari-nari di kaki lima dan tersenyum pada dirinya sendiri. "Dunia adalah tempat yang membingungkan sekarang ini. Yah.

Dan siapa pun dia. 'Apa risikonya? Paling buruk." Saya memutuskan hubungan sebelum dia dapat mengorek sava lebih jauh. dia mencoba untuk lebih pintar sedikit. 77 . "Dan Sheila Webb membawa naskah ketikan untuk diperiksa bersama dengan seorang pengarang asing yang ada di London yang akan menuju New York." Suaranya terdengar kaku dan getir. Waktu itu jam setengah tujuh. Saya tidak dapat menahan diri. "Ya. Pebmarsh ada di London kemarin.Aku katakan padamu aku punya seorang saksi mata. kau cuma telah membuat kekeliruan. tentu saja. itu bukan telepon umum yang kuperkirakan akan dipakainya di ujung jalan rumahnya sendiri. Laki-laki yang mengendarainya mengirimkan sebuah keranjang cucian yang besar di pintu belakang rumah.30 dan pergi ke bioskop—sendirian—sebelum pulang.. Saya memeriksanya dengan sedikit kaget. Ingat kasus Barton pada perampokan Levitti Gang? Berjalan sepanjang jalan sebelum dia jatuh dan mati. NARASI COLIN Saya tiba di Crowdean pada pukul sebelas malam. Seseorang membayar wanita itu untuk mengenali mayat itu sebagai suaminya. "Apakah ini hanya karanganmu saja. "aku punya sesuatu untukmu. mendapatkan sebuah kamar. demi Tuhan." katanya menjawab pertanyaan saya. "Persis seperti yang mereka katakan. Dia melakukan suatu urusan untuk Institut itu dan kembali ke Crowdean dengan kereta api 7. sialan!" "Apakah kau—sudah memeriksa—setiap orang?" Saya harus bertanya. Itu bukan nama yang biasa untuk sebuah perusahaan binatu. jam sibuk. Medina Rival. itu akan lebih meyakinkan dan lebih memastikan identifikasi itu." "Tanpa curiga?' "Dia bukan wanita yang gampang curiga. Colin. Seorang teman bisnisku telah terbunuh. Dia pergi ke kantor pos dan minta sambungan dari sebuah telepon umum otomatis. Aku membuntutinya. Bahwa bekas luka itu baru saja terjadi. Harry Castleton." "Binatu? Binatu apa?" "Snowflake Laundry. Tetapi jika kau datang ke sana dan berkata bahwa dia adalah suamimu. lima hari kemudian. aku tak meragukan hal itu. Hardcastle. maka seluruh kasus itu akan selesai dengan baik/ " 'Tentunya dia akan menolaknya—berkata bahwa itu terlalu riskan?" "Jika begitu. setiap kait kami menangkap seorang pembunuh pasti ada orang-orang yang mengenalnya dengan baik.'* "Jadi Merlina Rival benar-benar terlibat di dalamnya?" "Tahukah kau. Dan dia bilang O. akhirnya saya membukanya. Kata-kata berikut ini tercetak dalam huruf besar di atasnya: (Ketuk tiga kali) * Saya menatapnya. Periksalah. dan tidak bisa percaya bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu!" "Apa yang terjadi ketika kau pergi menemuinya?" "Aku membuatnya bingung. semua urusan bisnis kami akan diketahui orang. Seorang laki-laki mengendarainya—dan seorang laki-laki mengangkat keranjang itu ke dalam rumah—" Suara Hardcastle tiba-tiba terdengar penuh kecurigaan. 19 pada pukul 1. Jika dia ingat pada bekas luka yang kecil dan tidak penting itu sebagai pikiran yang muncul kemudian. Jawabannya muncul dengan segera dan tajam. Hanya perasaan nyeri yang mendadak—kemudian kau berpikir kau baik-baik saja. Dan dia mengerjakannya dengan sangat baik! Aku sungguh-sungguh mempercayainya. Saya lelah sekali sejak kemarin malam dan saya ketiduran. Jangan mengira dia tahu kalau dia telah ditikam. Kertasnya tebal dan mahal. dan menikamkan sebuah pisau pada. Kau mati berdiri. betapa orang bisa keliru. Tolonglah. Saya menelepon Hardcastle.K. Lucu sekali. Kau kenal?" "Tidak di luar kepala. dan langsung tidur. Hanya karena berusaha untuk melebihlebihkan sesuatu. Sayangnya. Dia pikir dia akan bertemu dengan orang itu di Crowdean. Banyak binatu baru yang muncul. Mungkin seorang teman lama atau kenalannya menemuinya dan berkata. Jika mereka berhasil mengenalinya. Dia terus diamat-amati." "Coba dengar. huruf-hurufnya tercetak rapi. Dia tidak waspada." kata saya. "Sialan. Dijamin oleh seorang saksi mata. orang itu akan berkata. yang lari darinya bertahuntahun yang lalu. Dick. yang lari sejak bertahun-tahun yang lalu. Pesanan itu dikirimkan dengan disertai sebuah surat bersampul persegi empat yang dialamatkan kepada saya dengan kata-kata DIANTAR LANGSUNG tertulis di sudut kiri atas. Aku berkata padanya bahwa ceritanya tentang bekas luka itu tidak masuk akal.Namanya adalah Mrs. Dia harus menukarkan uang kecil. tetapi tidak terjadi apaapa yang menarik sampai kemarin malam. kau tahu itu.40. Jika dia langsung mengatakannya. Sesudah membolak-balik dan memain-mainkannya. Ini betul-betul tak terduga. Dia keluar dari bilik telepon umum itu dan kelihatan puas dengan dirinya sendiri. Dia akan menjadi orangnya! Dan dia melakukannya. mungkin kedengarannya sedikit terlalu dibuatbuat. Mengapa. Saya bangun pada pukul sepuluh kurang seperempat." "Yah—kau periksa saja. Sebuah mobil binatu berhenti di Wilbraham Crescent No. Dia pergi ke Stasiun Victoria dan membeli sebuah tiket ke Crowdean. Itu memang sebuah keranjang cucian biasa yang sangat besar." Dia berhenti." Dia mengakhiri dengan. Sebuah kebetulan? Atau bukan sebuah kebetulan. Orang biasa tidak angsung menyadarinya. meskipun kau tidak mengetahuinya. Teruskan penyelidikanmu. Sesudah kutinggal. sialan.. dia melakukan seperti yang kuharapkan —mencoba menghubungi laki-laki atau wanita yang menyuruhnya. Setiap wanita bisa saja keliru setelah lima belas tahun/ Dan mungkin saat itu disebutkan pula sejumlah uang yang menggiurkan. "Mrs. Hal yang paling gampang di dunia ini adalah berjalan di belakang seseorang di antara kerumunan begitu banyak orang. Dia meninggalkan Hotel Ritz sekitar jam 5. Tetapi setan yang cerdik Itu berada selangkah di depannya. dan itu adalah sebuah kehancuran. Tetapi ternyata kau tidak. Saya minta dikirimi kopi dan roti panggang serta sebuah koran. "Aku pergi menemuinya kemarin malam. Colin?" "Tidak. Saya pergi ke Hotel Clarendon. aku punya masalah. membaliknya—ada apa ini? Saya melihat nomor kamar itu—413—sama seperti jam-jam itu.35 pada tanggal 9 September. Di dalamnya terdapat selembar kertas.

Kami telah saling berkenalan dan telah saling menvapa. <tn dia «-ikin'dapardttetesaikannvir sendiri. bercukur. Dia datang menemui sava. Kami sekarang duduk dengan akrab. setelah beramah-tamah dan berso-pan-santun. "Silakan masuk. membanggakan kecerdikan dan kepandaian tuannya. Tetapi itu tidak benar." Saya tertawa terbahak-bahak dan Poirot memandang saya dengan pandangan mencela. Keletihan . Tidak banyak orang di hotel. Musim panas sudah hampir berlalu sekarang. Aku berharap bisa membantu. Kau tidak menampakkan rasa senangmu sama sekali. Saya naik lift menuju lantai empat dan berjalan di sepanjang koridor ke No." "Kukira ini adalah masa kanak-kanak kedua.Saya berpikir untuk menelepon Hotel Curlew. dengan cara seperti seseorang yang sedang mempelajari sosok makhluk langka yang mengagumkan di kebun binatang. Dia menantang saya—menantang saya untuk melakukan apa yang sering saya katakan padanya bahwa hal itu benar-benar bisa dilakukan—duduk diam di kursi saya dan—pada waktunya—memecahkan masalah ." "Mengapa?" Poirot memiringkan kepalanya dan berkedip pada saya. yaitu bahwa udara laut akan baik buatku. Tidak. tidak untuk minta bantuan guna memecahkan masalahnya sendiri. kemudian. "Saya datang kemari. kau serigala tua." "Dan mengetuk tiga kali?" "Aku tidak dapat menahan diri. "Saya katakan pada Anda. yang tergila-gila pada anjing.." "Salah satu dari dokter-dokter yang penurut itu yang mengetahui ke mana pasiennya ingin pergi. pendapat Anda tentang anjing. dan membawa anjingnya jalan-jalan sebab anjing itu sangat menyukai jaian-jalan. "Tetapi menyenangkan. secara pribadi. Hercule Poit ot duduk menghadap ke arah saya." "Kupikir kau tidak menikmati kejutanku ini. "Une petite surprise. Apa yang dapat kulakukan? Ke mana aku harus pergi?" "Banyak tempat lain." "Poirot. membanggakan kepandaian dan kecerdikan anjingnya pada temantemannya. Aku berpikir untuk melukai jariku dan mencapkan sidik jari berdarah di pintu. Aku sengaja memintanya." teriak saya. * Dia selalu berteras bahwa kau bisa mengerjakan semuanya hanya dengan duduk merenung di atas sebuah kursi. Dia menganggukkan kepalanya kepada saya. pintunya tidak dikunc Sava melangkah masuk dan berhenti dengan tiba-tiba. penolakan-penolakan." katanya. "Aku akan membelikanmu sebuah balon dan sebuah kelinci mainan siang ini." Dia menoleh ke inspektur itu. Jika aku bisa mengikutsertakan setangkai rosemary itu akan lebih baik. Sekarang bayangkan sendiri. "M." Saya memandangnya dan tertawa. Saya tidak melakukan kedua-duanya.saya telah hilang. Tetapi Anda harus memaklumi kesulitan-kesulitan yang ada. n'est-ce pas}" katanya. "Saya kira. Bayangkan kesulitanku. yang lari ke sana kemari mengendus-endus Tetapi aku mengakui bahwa untuk pemburuan iru diperlukan seekor anjing. tidak gembira melihatku lagi." dia berkata dengan hati-hati. Hardcastle membersihkan kerongkongannya dan berkata. Tetapi. tetapi ini diusulkan oleh dokterku. Aku telah mengunjungi kepala polisi yang sangat ramah itu. juga. karena Anda telah khusus datang kemari—" Poirot menyelanya—dengan sedikit dingin. jadi dia membawakan saya sebuah masalah yang dirasanya akan menarik perhatian saya dan memberi saya sesuatu untuk dikerjakan. Salah satu tangannya memelintir kumisnya dengan gaya puas. "Kelihatannya pantas. Mereka berkeras. keadaan sebaliknya. dan menasihati supaya pasiennya pergi saja ke sana! Apakah kau yang mengirim ini padaku?" saya mengacungkan surat yang saya terima itu. Dan seperti orang yang terpaksa bangkit berdiri padahal sebetulnya dia malas untuk keluar. pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul. Anjing itu menyukai tuannya. mandi. bagaimanapun juga. saya mengetuk tiga kali. Orang mencintai dan menghargai anjingnya. "Aku berkata bahwa tidak perlulah untuk menjadi seekor anjing pemburu jenis apa pun. seluruh peristiwa ini sendiri? Itu tidak akan mudah—" Dia ragu-ragu. Poirot. Saya berdiri di sana sejenak. Poirot tidak perlu pergi dan melihat tempat kejadiannya. merasa diri saya betul-betul konyol.. bukan. Poirot? Kalau tidak. Dia memanjakan tuannya! Dia. "sebab apartemen saya di London sedang dibangun dan didekorasi kembali. "Bagaimana kau bisa di sini?" "Aku ke sini naik limousine Daimler—sangat nyaman sekali. kuharap. Tetapi saya menerima. Anjing pelacak. dapat hidup tanpa anjing. "Mungkin. ' kata saya. "Itu terjadi dengan teman saya Colin yang ramah ini. Detektif Inspektur Hardcastle." kata saya dingin. untuk mendekorasi kembali apartemenku. aku sudah melaksanakan permainan kecil itu. memanjakannya. Saya. betul-betul berkeras. sementara Dick sekalisekali melihat ke arah Poirot dengan diam-diam. membanggakan tuannya. mengapa kau datang kemari?" Poirot menjawab dengan penuh wibawa. Hercule Poirot! Hardcastle tiba. dan berjalan menuju Hotel Curlew dan sampai di sana pada waktu yang tetali ditentukan. Saya bangun. Temanku." "Apakah kau mengharapkan begitu?" "Pourquoi pas} Ayolah. "bahwa saya bukan seperti orang Inggris. Saya meragukan kalau dia pernah bertemu dengan seseorang seperti Hercule Poirot sebelumnya* Akhirnya. dia*prtnl» balrwa saya menganggur dan kesepian. berpakaian. sudah dilaksanakannya." "Dan apa yang akan kaukatakan padanya?" "Sudah kurencanakan bahwa kita bertiga harus berbincang-bincang. mari kita serius sekarang." katanya." Saya memutar pegangan pintu. M. Anjing pelacak yang baik. "Anda ingin meninjau—yah. Sebuah suara berkata. Saya tidak bertanya pada bagian informasi hotel. 413." "Tetapi apa yang kaulakukan di sini?" "Hal itu sangat mengganggu. "Kepala Polisi berkata pada saya untuk membantu Anda sebisa saya. "Tentu saja—siapa lagi?" "Apakah ini suatu kebetulan saja? Bagaimana kau bisa mendapat kamar Nomor 413?" "Bukan kebetulan. Kemudian saya berpikir untuk menelepon Dick Hardcastle." komentar saya dingin. dan sekarang aku sedang menunggu temanmu. Tetapi cukuplah! Aku mungkin bisa mendapat infeksi karenanva. Saya sedang memandang orang terakhir yang ingin saya temui di dunia ini. dan .av p ur. Dia bisa saja menyebutnya berbincang-bincang—tetapi saya tahu siapa yang akan bicara terus. maka anjing itu akan berusaha untuk memberi tuannya apa yang didambakan oleh tuannya.

harus betul-betul dimengerti. ada sedikit ancaman. Tampaknya pada pukul dua kurang sepuluh menit sebuah agen sekretaris telah ditelepon. Empat buah jam... hanya sedikit sekali dan tidak berbahaya. seperti yang diperintahkan." "Maksudmu kau cuma punya praduga." "Saya tidak begitu yakin mengenainya. Baiklah. Mereka mengetahuinva dan kami mengetahuinya. Perusahaan Asuransi Metropolis. Denvers Street No. masing-masing kurang lebih satu jam lebih cepat dari waktu yang sebenarnya." kata saya." Dia menggembungkan dadanya dan memelintir kumisnya." "Dan juga siapa vang membunuh Edna Brent?" "Tentu. Kita tidak boleh." "Ayolah.' Itu adalah istilah zaman perang." "Orang tidak dapat—hanya dengan duduk-duduk di kursi saja—memecahkan sebuah kasus yang dibacanya di koran. Dia dapat mengulangi untuk Anda. Miss Webb dikirimkan. tetapi tetap sebagai bukti.. "Berikan kami jawaban masalah itu—jika kau tahu. "Satu hal. Itu berarti bahwa dia mendengar apa yang akan saya dengar seandainya saya ada di sana dan melihat apa yang akan saya lihat. Mereka melaporkan sesuatu yang terjadi pada jam empat. saya harus punya bukti." "Anda tahu identitas orang itu?" "Saya tahu siapa dia sebenarnya. menyebutkan ketukan di pintu dan seseorang masuk ke ruang itu dengan surat-surat di tangannya. "Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tabu siapa yang membunuh laki-laki di Wilbraham Crescent No. Dia dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat—yaitu. Dan mengapa?" "Ya. dia tetap berlaku sopan. ketika Colin mengulangi cerita itu pada saya. dalam pikiran saya. Untuk memecahkan suatu masalah orang harus punya fakta-fakta. "segeralah mulai! Aku memberimu seluruh nilai yang kauinginkan. Dia ingin. Dan seterusnva. saya boleh berkata. Teringat akan pesan atasannya. Curry. tidak boleh. 7. adalah sifat kasus ini yang sangat fantastik." Poirot mengatur dirinya dengan nyaman di kursinya dan mengisyaratkan agar inspektur itu mengisi gelasnya lagi. mempercayai apa yang dikatakan pada kita. Mais oui} mon ami. Tetapi ternyata Perusahaan Asuransi Metropolis itu tidak ada. Secara kasar—dia tidak akan berkata 'Dan pada jam sebelas lewat dua puluh datanglah tukang pos' sebaliknya dia akan menggambarkan apa yang sebetulnya terjadi. M. aku tahui" Hardcasde menarik napas. padahal sebetulnya dia punya seorang ipar perempuan bernama Alexandra. yang mestinya berada di penjara. tidak ramali» "Aku tidak akan bertengkar denganmu. mulai dan sana?" 'Tidak selalu. kita boleh berkata. sejauh yang saya bisa. "Saya setuju. Apa yang kukatakan hanyalah. anjing pelacak. untuk mengesankan dirinya. saya memiliki seekor anjing yang pandai sekali—kepandaian. masuk. Kaupikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi dengan cara lain. dan koran-koran jarang sekali akurat. Untuk itu orang butuh anjing. bahkan beberapa hari sesudahnya. Dia selalu memiliki ingatan yang hebat. "Di lantai tergeletak seorang laki-laki yang sudah jadi mayat—seorang laki-laki setengah baya yang kelihatannya terhormat. Tetapi ada celaan pada nada suaranva. mon cher Colin. memperoleh bukti." "Anda punya kasus yang terbuka dan tertutup?" "Itu. Itu adalah bukti negatif. itu bukan—'* Saya menyela. Semua ini adalah penting sekali. Dia tiba di sana beberapa menit sebelum jam tiga. Sava memandangnya dan menyeringai dengan rasa sayang. 79 . Miss Millicent Pebmarsh meminta seorang stenografer untuk datang ke Wilbraham Crescent No. "Maafkan saya. Anda berkata Anda tahu siapa yang membunuh tiga orang. Inspektur. keliru. Karena orang harus punya fakta-fakta yang akurat. di balik tantangan itu. tetapi dengan sumber-sumber yang ada. Yakin. atau begitu kata pemiliknya. pembicaraanpembicaraan yang telah berlangsung." "Demi Santo Michael. itu ternyata betul! Kau ingin mempermainkan aku — hanya sedikit! Aku tidak mencelamu. hampir selalu." kata saya. kau tidak benar-benar mengenal Hercule Poiiot. Tak seorang pun tahu siapa dia (atau sekali lagi itu kata mereka)." 'Tetapi itu hanya prosentase yang sangat kecil. Mungkin saja. Tetapi pertama-tama biarkan aku mengatakan ini." Hardcastle menampilkan ekspresi keragu-raguan di wajahnya. yang membawa potongan-potongan fakta itu satu demi satu dan meletakkannya pada—" "Pada kaki tuannya. tidak mengubahnya. saya memiliki fakta-faktanya—saya berada 'di sini. "Baiklah. Apa yang kukatakan adalah. Poirot. mereka berkata seorang laki-laki punya seorang saudara perempuan bernama Elizabeth." kata saya.H. maka segala sesuatunya akan cocok. Tetapi pada kasus Colin di sini. Dalam sakunya terdapat sebuah kartu bertuliskan nama Mr." kata Hardcastle setuju. Poirot. saya pikir. seperti kebanyakan orang lainnya. membuktikan pada saya bahwa hal itu sama sekali tidak mudah.' Hal yang menarik minat saya pertama kali. Sekarang biar kami tahu juga!" "Aku pikir kau masih jengkel. mes amis.itu. R." kata Hardcastle mengeluh." kata saya. 19 itu?" "Tentu saja. Curry. "Baiklah. Khususnya dia meminta Sheila Webb yang dikirim. Anda bisa. berarti bila pemecahan yang benar telah tercapai. sampai pernyataan itu telah diperiksa dengan saksama. yang telah membawanya ke puncak sukses di karirnya sendiri. 19 pada jam tiga. Kau tahu. anjing yang malang itu tidak membuat deduksi-deduksi yang diperlukan?" "Jadi. saya kira. 'Tetapi Anda tahu. ke ruang duduk. dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan pemiliknya. Jika Anda tahu—betul-betul tahu—apakah itu bukan langkah yang pertama? Tidak dapatkah Anda." "Sayangnya." "Tentu saja aku tahu!" Hardcastle menatapnya tidak percaya.*' "Pikiran Anda sejalan dengan pikiran saya. bukan? 'Meletakkan seseorang di tempat kejadian. M. padahal sebetulnya jam empat seperempat. Kita sekarang maju selangkah lagi." 'Tentu saja. Tidak ada Denvers Street dan kelihaiannya tidak ada pula orang yang bernama Mr. "Ada orang-orang yang berkeliaran di luar hari ini.

" kata saya. Mengapa dia dibunuh? Dan siapa dia? Jawaban dari pertanyaan pertama jelas-jelas tergantung pada jawaban pertanyaan kedua. yang kematiannya penting bagi seseorang. 'Tetangga." . sehingga orang segera merasa 'Cerita ini tidak nvata dalam kehidupan. Itu adalah kejadian yang bisa terjadi dalam tulisan-tulisan orang-orang seperti Gatry Gregson. Anda tidak mungkin bisa maju. Kau juga berada di tempat itu. dan betul-betul tidak nyata. mon cher. M. "Apa yang akan kaukatakan selanjutnya?" "Aku. Anda tahu." Poirot berhenti dan memandang saya. menutupi kenyataan bahwa sebetulnya dia tidak mengerti. mon cher." "Untuk itu kau harus menunggu. Colin sayang. tentang Biro Sekretaris Cavendish. "Kau lihat. "Kelihatannya seperti kebalikan dari Chesterton. Carilah keterangan tentang mereka. misalnya.35 atau sekitar itu dan Miss Webb yang mungkin telah mengatur untuk bertemu dengan orang itu di sana. Poirot?" Inspektur itu dengan sopan menarik Poirot kembali pada topik pembicaraan." "Anda tadi berkata. Orang-orang selalu bersiap waspada bila ada topik yang mungkin membahayakan mereka. bukan?" Hardcastle tidak akan mengatakan begitu. Semuanya adalah mustahil/ Tetapi celakanya. "Jadi di sini ada seorang laki-laki biasa. dengan mempermainkan aku. "bahkan kau sendiri pun tidak dapat menahan diri terhadap kesan melodramatis dalam kata-katamu sendiri. Semua ini sangat melodramatis. memutar badannya. *Di antara wajah-wajah setengah baya lainnya. Dan tiba-tiba saya berpikir sendiri. Anda menangkap maksud saya? Di sini ada kejahatan yang diatur dalam keadaan yang sangat mustahil." "Dan tentu saja. tetapi dalam percakapan biasa." kata saya geram. 'Ha! Kasus Dickson Carrl' Kemudian ada teman saya Mrs. tetapi dia sepenuhnya setuju dengan perasaan itu. Setuju?" "Ya. baik." "Tetapi. mereka tergoda untuk mengatakan yang sebenarnya." kata inspektur itu. Oliver. Jika saya menemukan—-tetapi saya tidak akan berkata apa-apa lagi.menemukan mayat itu di lantai dan berlari ke luar rumah sambil menjerit-jerit.' Tidak. Mrs. Sebab dalam percakapan Anda tidak langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu —dalam sebuah percakapan biasa. kau berkata begitu. Dan sebelum Anda bisa mendapatkan jawaban yang betul untuk kedua pertanyaan ini. Dia bisa menjadi siapa saja."Siapa yang mengatakannya? Kapan?" "Nanti saja pada saatnya. Hemming. selanjutnya. Sangat menarik. Orang nyaris menerapkan cerita-cerita fiksi itu dalam kehidupan nyata. atau seorang penipu. Itu membuat seseorang harus berpikir keras. "Tetapi aku tetap tidak mengerti bagaimana kesimpulanmu bisa tepat. Di mana akan kausembunyikan sebuah batu kerikil? Di pantai. karena ini adalah nyata. Maksudnya jika sava mengamati bahwa seekor anjing tidak menyalak padahal semestinya dia hams menyalak. aku akan mengatakan segalanya!" Poirot mengumumkan dengan gagah. 'Ha! Kejahatan model Sherlock Holmes!* Sama seperti bila sesosok mayat ditemukan di ruangan terkunci." "Sebuah penjelasan yang mengagumkan." "Ah. dengan mantel-mantel bulu yang indah yang dilingkarkan di tubuhnya. Tetapi yang penting. Poirot melanjutkan. Biarkan orang ini tepat seperti kelihatan-nya— seorang laki-laki setengah baya. di balik perona pipi dan maskara.' " Dia memandang inspektur itu. hal-hal kecil sering terselip. dan mengangguk kuat-kuat. Dia bisa jadi seorang pemeras. Tetapi yang Jebih penting lagi. Curry. fantastik. melodrama! Ketika saya berkata pada diri sendiri meniru Chesterton 'Di mana seorang wanita setengah baya menyembunyikan kecantikannya yang memudar?' Sava tidak menjawab. setengah baya. "kau. khayalan. keluarga McNaugh-ton. saya akan berkata pada diri sendiri. betul." Poirot menegaskan. taruhlah memang begitu." kata saya. pasti saya akan mengatakan. orang-orang akan melihat pada mantel bulu dan perhiasannya dan pada coiffure dan haute couture. baik. Semakin banyak yang saya dengar. Miss Waterhouse. dan membunuhnya sebelum berlari keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit. Jadi mereka menyelipkan satu fakta kecil yang tanpa mereka sadari dapat membuat perbedaan besar." kata saya. Mencari nomor besar di deretan rumah bernomor kecil. Bercakap-cakaplah dengan mereka. harus dalam percakapan. Saya boleh menyebutkan bahwa ketika teman muda saya ini datang dengan kisahnya. sama sekali tidak. menyenangkan. 'Di mana akan kausembunyikan sehelai daun? Di hutan." kata Poitot." kata Poirot. atau suami seseorang yang keberadaannya menjengkelkan dan membahayakan istrinya. "Andamulai menginjak pada intinya sekarang. Bagi siapa? Dan di sini akhirnya kita bisa menyempitkan ruang lingkupnya sedikit. Anda mengerti maksud saya?" "Yah — " kata inspektur itu. Sava membungkuk hormat "Masuklah paiilawan muda kita. ada orang-orang yang telah berada di tempat itu. Seorang laki-laki telah terbunuh. tentang seorang gadis yang bekerja di sana yang bernama Sheila Webb. Jadi. dan mereka sama sekali tidak akan mengamati seperti apa wanita itu sebetulnya! Jadi saya berkata pada diri saya sendiri— dan saya berkata pada teman saya Colin: Oleh karena pembunuhan ini memiliki jebakan-jebakan yang fantastik -dan membingungkan maka pasti sebetulnya kenyataannya adalah sangat sederhana. sava sedang menyibukkan diri dengan penulis-penulis cerita seram yang menghasilkan karya-karyanya selama lebih dari enam puluh tahun terakhir ini. itu tidak cocok di sini. hal itu terjadi Sebuah kalimat kecil yang pentingnya tak terkirakan. dan terhormat'. Miss Pebmarsh yang mungkin telah membunuhnya sebelum dia keluar pada pukul 1. "Dan karenanya. Jadi saya berkata pada teman saya Colin. dan berhenti dengan sopan. "Sebab dengan demikian. "Jika Anda menggambar sebuah lingkaran di sekeliling nomor 19." "Yah. Latar belakang mereka. keluarga Bland. Ini benarbenar terjadi. setiap orang di dalamnya mungkin telah membunuh Mr. semakin banyak orang yang percaya bahwa dia kelihatan sebagai seorang laki-laki yang betul-betul biasa. Dia jatuh ke dalam pelukan seorang pemuda. 'Kau bilang ini mestinya adalah kejahatan yang sederhana? Baiklah.' Di sini ada yang dilebih-lebihkan. mungkin itu menarik buatmu—untuk bergurau seperti itu. "Padahal aku adalah orang yang datang dan meletakkan seluruh kejadian ini ke pangkuan-mu!" "Pembunuh biasanya sombong. dan dengan perhiasan di lehernya dan di telinganya. kita membuang jehakan-jebakannya dan beralih pada pokok-pokoknya. Dia menyembunyikannya di balik make-up. dan terhormat.Ada pengetahuan tentang kebiasaan-kebiasaan setempat—tentang Miss Pebmarsh dan kebiasaannya. "Anda mengerti?" ''Yah—" kata inspektur itu lagi. mereka bisa santai." "Apa?** saya menuntut. yang selalu jauh lebih mudah daripada berbohong. "Sayangnya tidak terjadi dalam kasus ini.

Edna. jika dia orang kaya. Karena ingin perang. Mr. "Banyak orang punya kemungkinan membunuh Mr. Mungkin maksud Edna adalah Miss Pebmarsh. merek penjahit telah disingkirkan dari pakaiannya." Di sirj Poirot memandang _-aya dengan pandang bertanya dan saya mengangguk. Dia ingin berbicara dengan Sheila Webb di luar kantor. Mrs Rival—dan nama itu sendiri sudah mencurigakan. seorang istri. Jika identitas orang itu harus disembunyikan selamanya. Sheila Webb. kuda hilang. paling tidak akan ada induk semang. Curry—Mrs. Karena ingin kuda. Ini membuat saya menuju asumsi berikut™ orang ini tidak diketahui telah menghilang. Saya mulai merasa tidak enak. "Sejauh itu—rencananya adalah jelas. dilly. tetapi gagal.' Dia mempunyai bakat. yang sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri untuk dapat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Sederhana sekali!" "Komentarnya memang mencengangkan diriku pada waktu itu.30. Dan semuanya gara-gara ingin sebatang paku sepatu kuda. Hemming. Jadi kita kembali ke Mr. mengenalinya dengan yakin dan itulah identitasnya. Telah diasumsikan bahwa sesuatu itu berkaitan dengan Sheila Webb. agar mayat itu ditemukan.30 sampai jam 1. itu akan memberi petunjuk pada kita siapa pembunuhnya. Asumsi lebih jauh adalah bahwa dia bukan orang Inggris. "Mari kita bayangkan Biro Sekretaris Cavendish." "Saya mulai'mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang korban dan pembunuhnya. hanyalah ukuran sementara. rekan bisnis. sepatu hilang.'* Dia mencondongkan tubuhnya ke depan. Tetapi jika kita tidak tahu siapa orang itu—maka kita punya tugas yang lebih sulit untuk mencari di antara orang-orang dalam lingkaran itu siapa yang memiliki alasan. seperti sangkaan orang pada umumnya. Oh! Saya mengerti. " 'Dilly. Dia mencoba menemui Sheila Webb di luar kantor. Dia membeli roti kismis dan kembali ke kantor Poirot menuding-nudingkan jarinya dengan tegas pada kami. maka kita mencari di antara pewaris-pewarisnya. "Dengan mengesampingkan Miss Pebmarsh dan Sheila Webb." Poirot meneruskan. McNaughton pernah menjadi dosen di Cambridge. Betapa anehnya. perang kalah. Adalah penting bahwa dia tidak dapat diidentifikasikan. 81 . Tanpa diduga. Rival. Mrs. Mereka adalah.' Hal yang utama adalah bahwa seorang laki-laki biasa. Atau. Ternyata yang muncul seorang istri. berusia setengah baya. Dia tidak punya dompet. Tetapi hanya satu orang yang dapat membunuhnya. dilly—datanglah untuk dibunuh. "Kata-katanya pada polisi di pemeriksaan itu adalah satu-satunya petunjuk yang kita miliki mengenai apa yang mencemaskannya. Poirot mendongakkan kepalanya dan berdeklamasi secara dramatis: "Karena tngin paku." "Dan apakah itu?" tanya Hardcastle. Curry datang ke Wilbraham Crescent No. Curry datang—dan dia dibunuh. Dan mana dia datang? Apa yang membawanya ke Wilbraham Crescent No. Janet dan Maureen. dan hanya sedang berkunjung ke negeri ini. Kartu nama Curry ng dicetak. mengambil giliran kedua dari jam 1. Cepat atau lambat. Waterhouse adalah penghuni terhormat sejak dulu. Poirot tidak memperhatikan saya. saudara perempuan. Curry. tidak punya surat-surat keterangan. "Ini. saya yakin. Mrs. Tetapi ada kemungkinan ketiga—mungkin maksudnya Miss Martindale" "Miss Martindale? Tetapi kesaksiannya cuma beberapa menit saja. Poirot beralih ke Inspektur Hardcastle. Jika orang itu tidak berkeluarga. Saya kira bahwa tidak ada telepon sama sekali. Jika kita tahu siapa orang itu. atau mempunyai alasan untuk membunuh gadis itu. dia berkata. dia mungkin maksudnya Sheila Webb. Saudara lakilaki. "Kita telah tahu bahwa Edna Brent mencemaskan sesuatu. Tetapi itu bukan semuanya. Mr. mereka dipilih. kau akan meyakinkan dhiku" kata saya. Bland adalah seorang kontraktor lokal yang ternama. Ketika diberi tahu bahwa orang itu tidak tinggal di nomor 19. seperti 'sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan lilin lak dan kubis-kubis serta raja-raja. Tetapi itu tidak cukup. 19 untuk dibunuh.30. Dia menyimpulkan seluruh kejadian itu. Pada tanggal 9 September. untuk menuju pada inti sesuatu masalah. Keempat sisanya. dan bahwa seseorang menginginkan kematiannya." Kami berdua menatapnya. Jika dia seorang detektif. tetapi tidak ada bukti mengenainya. Cuma terdiri dari bunyi telepon yang diterimanya yang mengaku dari Miss Pebmarsh.untuk membunuhnya. 'Saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar." "Maksud Anda Edna tahu bahwa itu bukan dari Miss Pebmarsh?" "Saya kira lebih sederhana dari itu." kata saya. Mereka adalah keempat gadis yang biasanya mengambil giliran makan siang pertama kali dari jam 12. Dia cuma datang ke sana untuk dibunuh. Karena ingin sepatu. Itu akan cocok dengan fakta bahwa giginya tidak cocok dengan catatan gigi mana pun di sini. Tidak lebih dari itu. satu hal sudah jelas. Delapan orang gadis bekerja di sana. siapa yang ada di sana yang tampaknya tidak seperti yang ditunjukkannya? Jawabannya adalah mengecewakan. telah mati. empat dari gadis-gadis itu mendapat tugas keluar yang agak jauh—sehingga mereka mendapat makan siang dari klien yang memakai jasa mereka. Tetapi pada hari itu Edna Brent mendapat kecelakaan kecil segera setelah meninggalkan kantor. Ada sebuah desa di Somerset—saya pernah tinggal dekat sana dengan teman-teman dulu—desa Curry Rival—Tanpa sadar.' Tiga orang wanita telah memberikan kesaksian pagi itu.30 sampai jam 2. Kehadiran jam-jam yang tidak pada tempatnya itu. yang diucapkan oleh salah seorang tetangga. 19? Dan di sini ada satu ucapan yang sangat berharga."Jika kau melanjutkan.* Mr. Hemming adalah janda petugas lelang lokal. Jika dia seorang pemeras yang terkenal. tetapi apa yang membingungkan saya adalah mengapa pembunuh kita berani mengambil risiko bahwa tidak akan ada identifikasi asli." "Tepat. maka kita harus mencari orang yang punya rahasia kriminal. Curry. seperti yang dikatakan dalam 'Alice' Anda yang abadi itu. dan dua gadis lainnya. seseorang akan muncul. saya berkata pada diri saya sendiri. jarum jam yang diputar agar menunjuk waktu tertentu. kerajaan musnah. pembantu. Agen Asuransi. tersangkut <li kisi-kisi. RarhSay yang1 saya kira tidaklah seperti yang ditunjukkannya. Edna Brent. Dengan pengecualian Mr". Dia berkata seperti ini. pasti merupakan kejahatan yang sederhana. Kejahatan itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan lihai'—tetapi sekarang muncullah sekeping kesialan yang tak seorang pembunuh pun dapat meramalkannya. "Bonafiditas setiap orang adalah ash. pengaturan-pengaturan yang dibuat dengan sengaja. maka kita harus mencari orang yang bisa diperasnya. Tumit sepatunva putus. dia harus diberi identitas palsu. Dia tidak dapat pergi makan dengan keadaan seperti itu. semua ini harus dikesampingkan dulu untuk sementara. tanpa mengetahui mengapa kedua nama itu berarti sesuatu. Dia mungkin hanya ingin berkonsultasi dengan Sheila Webb tentang sesuatu yang membingungkannya—tetapi jika demikian.

Seorang perencana yang baik. dan boleh dikatakan sedang nganggur. makmur." "Tetapi mengapa? Apa motifnya?" Hercule Poirot memandang saya." Hardcastle menggelengkan kepalanya ragu. Tetapi Miss Martindale.iia saya melihatnya. ya —hanya dia yang dapat membunuh Edna. dia dapat pergi ke luar negeri— tetapi sesuatu seperti itu akan mencurigakan. Dia memikirkan dan merencanakan semuanya. Dan semua gadis menghadirinya. Dan jadilah keluarga Bland kaya. Dia kembali ke kantor. tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu. Ini nomor kantor polisi. Bland yang lain—dia adalah istri kedua—bukan istri pertama—Bayangkan. Mungkin Miss Martindale berbicara padanya di sana. Mrs. di kantor pribadinya. Surat itu dialamatkan pada Mrs. Itu adalah kesempatan yang diambil dengan berani oleh seorang wanita yang nekat dan kejam. Apakah kau ingat bahwa sesudah berbicara tentang hidup di luar negeri. Bland mungkin adalah dalangnya. Penyelidikan-penyelidikan akan dilakukan—'* . saudara perempuan Mrs. Dan saya mulai curiga bahwa pada diri Miss Martindale kita menemukan karakter Lady Macbeth. Orang tidak melihatnya mula-mula. Berita tentang pembunuhan menyebar dan sedikit demi sedikit ceritanya menjadi lebih jelas. saya ingin tahu?" "Cuma untuk melihat tempat kejadian itu. Pernikahannya yang pertama. Bland semestinya tidak punya seorang saudara perempuan. "Banyak orang melakukannya. Bland bersaudara?" "Itu adalah satu-satunya keterangan yang masuk akal. "Mungkin mereka melihatnya. dengan waktu yang sangat tepat. "Jadi percakapan-percakapan para tetangga tidak berguna bagimu. Bland yang pertama dengan cukup baik. Bagaimanapun juga. menarik selendang di sekeliling lehernya dan mencekiknya. Dia masuk ke bilik telepon umum. Tamu itu akan berkeras untuk melihat wanita yang ingin dilihatnya—" "Jadi— pembunuhan?" "Ya."Tumit sepatu Edna copot. "Misalnya Anda adalah seorang laki-laki biasa. Sheila pasti tahu jawabannya. Dia mungkin seorang pengacara keluarga yang sudah tua. tulah sebabnya dia bertanya pada polisi itu apakah dia bisa berbicara dengan inspektur. Saya kira mungkin Miss Martindale. Mungkin mereka memikirkan cara-cara untuk menghindari pertemuan itu. Kau harus segera menelepon polisi. mengangkat gagang telepon. Telepon itu dikatakan masuk pada pukul dua kurang sepuluh menit. Bland yang meneri-manva adalah Mrs. Dia harus bertanva pada Sheila mengenainya. tidak tahu bahwa Edna telah kembali. wanita yang bengis dan tidak punya imajinasi. maka dia pasti terlibat. Bland dan satu-satunya kesulitan adalah bahwa Mrs. dan terlaksanalah hal itu. Mungkin saat itu dia telah mendengar gadis-gadis itu menggoda Edna tentang tumit sepatunya yang copot. "Jadi Anda pikir-" Poirot bersandar pada kursinya dan mengatupkan ujung jari-jarinya." ^Mrs/ Bland wemangwengmg'arkitirsayaj'pada ses<oianq. Dia telah mewarisi harta yang besar setahun yang lalu dari pamannya di Canada. Kisi-kisi itu terletak cukup dekat dengan kantor. itu betul. dia akan tahu. "Miss Martindale? Saya tidak melihat bagaimana dia bisa terlibat. Mengapa Edna pergi ke sana. Bagaimanapun juga. ketika meninggalkan Cornmarket dalam kerumunan orang." "Tidak. Mereka mengambilnya. Mungkin istri pertamanya meninggal sesudahnya. terjadi di masa perang. Miss Martindale pasti telah membuat kesalahan—Tetapi Miss Martindale jelas-jelas tidak mungkin membuat kesalahan. Bagaimana dan kapan perjanjian itu dibuat tidak disebutkan pada Edna. Bland mengatakan bahwa dia suka tinggal di Crowdean sebab dia punya seorang saudara perempuan di sini. lebih baik mengambil risiko." "Dan tak seorang pun melihatnya?" Poirot mengangkat bahu. ketika dia di luar negeri." Hardcastle duduk bersiap-siap. Miss Martindale bertindak cepat. dan dia langsung menikah kembali. Sheila dipanggil oleh Miss Martindale dan disuruh pergi untuk memenuhi panggilan." "Anda menganggap Miss Martindale dan Mrs. u an orang-orang di Crescent sibuk menatap nomor 19." "Tidak punya imajinasi?" tanya Hardcastle. berjalan dengannya di sepanjang jalan itu dan Edna mengeluarkan pertanyaannya. tidak ada orang lain kecuali dirinya di kantor itu. mendengar pertanyaannya. Dia menggoyang-goyangkan jarinya." "Dan kemudian tibalah pemeriksaan itu. semakin kacau jadinya." kata Hardcastle mengeluh. sebab dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Suatu hari datanglah sepucuk surat dari kantor pengacara yang mengatakan bahwa istri Anda telah mewarisi harta yang besar dari seorang paman di Canada. saya kira. sehingga tidak dapat ditipu dengan tiruannya. foto-foto dari sanak-saudara di Canada yang telah meninggal sekarang—semuanya sederhana saja. Sejauh yang diketahuinya. Tetapi bagaimana mereka bisa berharap untuk lolos dari itu? Pasti ada yang akan kehilangan orang itu.'* "Ya. sama sekali tidak punya imajinasi. bertahun-tahun yang lalu. Miss Pebmarsh menelepon dan meminta Sheila Webb untuk dikirimkan. Miss Martindale mengulangi ceritanya tentang telepon itu dan Edna betul-betul tahu-sekarang bahwa bukti yang diberikan Miss Martindale dengan begitu jelas. Tetapi Edna tahu bahwa itu tidak benar.' Salah satu sifat Edna adalah segera melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Tetapi Mrs. Dia berkata. Bland bisa jatuh sakit. Teleponlah dan katakan pada mereka kita berdua akan segera ke sana. Formalitas yang sah dilalui. dan Miss "Martindale menyelinap di belakangnya. Dia memiliki akte pernikahan yang asli. Dan di sini. dan sedang dalam kesulitan keuangan. Mrs. Mereka saat itu berada di dekat telepon umum. eh? Aku menemukan satu kalimat yang sangat jelas. dan semua kesulitan keuangan mereka berlalu— "Dan kemudian—setahun berikutnya—sesuatu terjadi. Tetapi Miss Pebmarsh berkata bahwa bukan dia yang menelepon. ya. dia membuntuti gadis itu ke Wilbraham Crescent. Dia memejamkan matanya dan berbicara sambil melamun. Yang perlu dia lakukan hanvalah berkata bahwa ada telepon jam 1. "Oh. Tidak ada telepon pada waktu itu. tetapi ternyata n siang. ke.49. Tetapi karena tidak diragukan lagi bahwa Miss Martindale-lah yang membunuh Edna—oh. Apa yang terjadi? Saya kira seseorang akan datang berkunjung dari Canada ke negeri ini—dan orang itu mengenal Mrs. Semakin Edna memikirkannya." kata Harttcas-e r mereka sangat berbeda— tetapi benar—ada kesamaannya juga. Edna mula-mula tidak tahu betapa pentingnya apa yang diketahuinya itu. adalah salah. betapa kecewanya dia! Dia jadi geram! Dan kemudian sebuah ide muncul. saya membayangkan. Bland yang lain? Tidak seorang pun di Crowdean tahu bahwa Bland telah menikah sebelumnya. Tetapi sangat efisien. Siapa yang tahu bahwa yang ini adalah Mrs. atau seorang teman dekat keluarga itu—tetapi siapa pun dia. 'Ini sangat penting. berbagai surat-surat keluarga.

ke negara di mana dia tidak pernah dilihat sebelumnya? Jika saya jadi pembunuhnya. saya menghadiri penjualan naskah-naskah para pengarang minggu ini. terima kasih. saya ingin tahu?" Hardcastle menolak untuk mengorek-ngorek sejarah masa lampau. mereka mereparasi apartemenku. kukatakan padamu. yang sedang menggigitmu—kau kelihatan seperti orang vang baru saja melihat hantu. Apakah dia kehilangan benda itu di ruang kerja Biro Sekretaris itu? Apakah Miss Martindale mengambilnya sebagai dasar dari khayalannya. "Eh. "Eh. maka harus disamarkan supaya menjadi fantastik. Enderby di Ennismore Gardens. Di dalam lemari besi itu. Ini—" Seperti seorang tukang sulap dia mengeluarkan dua buku tulis kumal dari laci meja "—semuanya ada di sini\ Di antara banyak alur cerita yang direncanakannya untuk ditulis. "Saya harus memeriksa berbagai hal—" "Tentu—tentu—" Ucapan selamat berpisah diucapkan. seperti katamu."Jika orang itu bepergian ke luar negeri —mungkin untuk bersenang-senang. Aku ini manusia. tidak untuk bisnis. Semua petunjuk yang semarak itu akan menuju—ke mana? Tidak ke mana-mana tepatnya! Ah. Tidak diragukan lagi itu adalah kebiasaannya. lima lewat empat menit. Dia hanya perlu mengambilnya dan menyesuaikan dengan tujuannya. Itu adalah kombinasi nomor sebuah lemari besi. Selama dua menit terakhir saya memandanginya. "Coba katakan saru hal padaku. seorang wanita yang efisien. ya. Aku dapat memecahkan masalahnya. "Bland berkata padaku bahwa dia baru-baru ini telah pergi sehari ke Boulogne—dengan seorang gadis pirang" "Yang membuat semuanva kelihatan wajar." Hardcastle menolak. Hardcastle telah mencatat alamat Enderby tanpa bersusah-payah untuk membalik kertas itu sehingga posisinya benar. Semua ada di sana—menunggunya. betapa bodohnya aku ini. Poirot. Greg-son terburu meninggal dan tidak sempat menulis yang satu ini—tetapi Miss Martindale. Sepucuk surat dari suatu tempat—sepucuk kartu pos dari tempat lainnya. Oh. terpana. "Kopinya di sini. bukan? Aku bisa jadi mesin kalau memang perlu. ya. bien—dan apa. "Ya?" katanya. pada alur cerita Gregson. mengetahui semuanya." Tetapi mungkin tidak pada Hercule Poirot! Sava harus menyerangnya. Jam-jam yang terkenal itu!" Poirot tersenyum. Pada saat itu siapa yang akan menghubungkan seorang laki-laki yang telah diidentifikasi dan dikuburkan sebagai Harry Casdeton. saya jadi tahu betapa bodohnya saya. Jam-jamnya diputar pada jam lima lewat satu menit. Dia cukup memilih karakter-karakter lokalnya dan mengangkat cerita itu untuk disesuaikan. kau akan lebih nyaman di sana daripada di Hotel Curlew. Apakah nantinya ada yang muncul—" "Saya sangat senang sekali jika saya bisa membantu. Lemari besi itu disembunyikan di belakang reproduksi lukisan Mona Lisa. kalau begitu mengapa?* Hercule Poirot meledak marah. Jam Rosemary yang direparasikan oleh Sheila Webb. "Jika Anda mau menulis pada Mr. Alamat hotelnya terbalik di bagian kiri bawah. Karena kejahatan itu. Di antara mereka ada milik Gerry Gregsort." "Sudah tentu. karena kau begitu bodoh untuk menerka." Saya bergerak tanpa sadar. dan lima lewat tujuh menit. Dia mengumpulkan buku-buku tulis itu dan mengambil kertas hotel itu dari tangan saya. dan apakah hanya karena jam itu maka dia memilih Sheila sebagai orang yang akan menemukan mayat itu — " Hardcastle meledak. bien. yang dulu adalah sekretarisnya. mengapa kau datang kemari?" "Sudah kubilang. Dari awal saya telah mendeteksi adanya suatu pola—suatu pola yang saya ketahui. Jika. "ada perhiasan. 515457. dan mata Poirot beralih ke saya. "Dan Anda berkata bahwa wanita itu tidak punya imajinasi? Kapan dia merencanakan semua ini?" "Tetapi dia tidak merencanakannya. akan kukatakan padamu." "Tetapi jam-jam-itu pasti mempunyai arti yang asli—maksud saya. Dan masalah ini menyangkut manusia." "Oh. 10. "Saya pikir Anda akan menemukan bahwa Miss Martindale bertanggung jawab atas mereka. Hardcastle pergi. Aku dapat berbaring dan berpikir. Poirot." kata Poirot. sebab saya telah membaca pola-pola itu baru-baru ini. "Yah. Atau kau bisa pergi ke Ritz. Saya hampir-hampir tidak berani berharap. Dia mengambil sehelai kertas hotel dari rak di atasnya dan mengulut kannya pada Hardcastle. saya akan menyelinap sehaii ke Prancis atau Belgia dan membuang paspor orang itu di kereta api atau di trem. W. adalah kejahatan yang sederhana. Tetapi aku ini manusia." "Dan bagaimana tentang urusan jam-jam itu?" "Oh! Jam-jam itu. ya. Itulah yang menarik. Dia adalah seorang pengacara internasional yang terkenal." 83 ." "Mereka bisa meminjamkanmu apartemen lainnya. Melihat kertas itu. M. Aku ingin tahu—Gregson meninggalkan sebuah warisan untuknya—bukan? Bagaimana dan mengapa dia meninggal. itu sering terjadi pada diri kita." kata Hardcastle. Ya. V h tas dc bitiseSy seluruhnya! Dan tentu saja ada cerita sejenisnya—seorang gadis yang dihukum mati. kalau aku boleh bertanya. per-mata-permata mahkota keluarga bangsawan Rusia. rencana perjalanannya mungkin tidak diketahui orang lain. Sebuah pola yang saya kenal. No. dia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tertentu di Canada untuk saya." Poirot meneruskan dengan muak. kau bisa mengerjakan semuany? hanya dengan duduk di kursimu di London dan dapat membuatku dan Dick Hardcastle menemui -mu di sana. mengapa—oh. men dieu." "Aha. kopinya!" "Yah. Seperti Colin di sini akan mengatakan pada Anda. "Anda telah memberi kami sesuatu untuk dipikirkan. sehingga pemeriksaan akan dilakukan dari negara lain." Poirot berlagak rendah hati. dengan seorang tamu kaya dan terhormat dari Canada." "Itu masih dugaan. 7. "Tetapi penyelidikan dapat dilakukan. S. Tetapi nasib baik berpihak pada saya. Alisnya naik. Saya sangat beruntung." "Aku tahu kini. Poirot mengalihkan perhatiannya pada saya. seperu yang saya katakan tadi." kata Hercule Poirot. itu sangat cocok buat U Martindale.

. Aku datang kemari karena keingintahuan manusia/' kata Hercule Poirot dengan gaya agung. saya selalu berusaha tahu tentang dirinya—selalu. melalui kebun. Apa gunanya? Saya akan tetap di sini sampai—mereka datang. Tetapi sebuah pisau kecil yang sangat mematikan. Saya berhenti di depan pintu gerbang nomor 19." kata saya. . Saya telah menemukan kantor pusat di mana rencana-rencana itu dibuat. saya mungkin salah." Saya memandang jam tangan saya lagi. Si. untuk melihat bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah ini—dengan satu pengecualian.. "Anda kelihatan sering berada di daerah ini. Rumah itu rapi dan damai. Anda menyimpan huku-buku anak-anak dalam huruf Braille di rumah Anda—hal yang sangat wajar. Saya pikir itu adalah mungkin. Anda buta. "Ini Colin Lamb. Tangan saya menindih tangannya dan mengambil pisau itu. "Saya mungkin lemah hati. Pengecualian itu adalah Anda sendiri. "Sebab saya pikir ada sebuah kemungkinan bahwa Anda mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu mertua saya. Saya datang ke tempat ini untuk mencari Anda. Miss Pebmarsh." "Kita semua bisa ceroboh kadang-kadang. Dia kembali dari jendela dan berjalan menuju meja tulis." "Ya. "Waktu terus berjalan.*' "Jangan omong kosong. Informasi yang didapat Larkin di Portlebury diteruskan pada Anda." Dia mendahului saya masuk ke ruang duduk. "Saya tidak akan mengambil keuntungan dari tawaran Anda. maksud Anda?" "Jika Anda menyukai istilah itu.** "Saya tidak setuju. Mengapa Anda datang kemari sebelum orang-orang Anda. "Saya melakukan yang terbaik untuknya. Saya tidak tahu dorongan apa yang telah menggerakkan Anda—" "Katakan saja bahwa saya mengabdikan diri. sebuah alasan harus dipikirkan dulu. Miss Pebmarsh." "Indoktrinasi. Anda telah tal-u siapa tepatnya saya ini sejak hari pertama Anda berbicara dengan saya. hampir-hampir menentang.." "Mungkin pembunuhan itu mengalihkan perhatian Anda. Kebutaannya tidak akan melumpuhkannya jika dia mempunyai kesempatan sekali ja untuk menodongkan sebuah pistol otomatis ke kepala saya. "Saya punya fotonya—ketika dia masih anak-anak." Dia berkata. Selalu ada kesempatan—bahkan di penjara." "Sebagaimana seharusnya. Dia buta.. Bukan sebuah senjata otomatis. "Bolehkah saya masuk dan berbicara dengan Anda?" "Tentu." Hening sesaat. untuk memberi saya apa yang kelihatannya sebagai suatu peringatan—" "Ini adalah peringatan. Saya pikir. Kemudian saya bertanya."Jadi?" "Penjelasan sederhana sekali—sama seperti pembunuhan itu. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa—bahwa itu mungkin benar?'* "Mata. Kalau diperlukan dia akan menyelinap ke rumah Anda. tetapi saya tidak bodoh. "Tahukah Anda siapa dia—hari itu?" "Tidak sampai saya mendengar namanya. Dengan Anda. kau lagi saya berada di Wilbraham Crescent." "Tetapi mengapa? Mengapa}" Saya berkata pelan." "Dan mengapa Anda katakan semuanya ini pada saya? Kelihatannya ini tidak biasa. menuju ke arah Barat. Saya juga cukup bodoh untuk membaca sehelai kertas dalam keadaan terbalik. Miss Pebmarsh. Anda bekerja di institut untuk anak-anak cacat.. Saya tidak mempercayainya sedikit pun." "Anda tidak akan dapat begitu tidak berperasaan seperti yang Anda inginkan." kata saya.*' kata saya. Miss Millicent Pebmarsh membukanva. Saya mengerti bahwa Anda tidak mempunyai hubungan dengan polisi lokal—" "Anda benar. Penyamaran Anda sangat baik. "Anda punya waktu dua jam. Saya pergi ke pintu depan dan menekan bel." "Dan apa arti semuanya ini?" "Hanya bahwa permainan itu sudah selesai." "Saya dulu begitu bodoh.. sesungguhnya. Anda adalah wanita yang memiliki kepandaian dan kepribadian yang luar biasa. dan akan tetap di sini sampai orang-orang sava datang..*' "Tetapi watak kami jauh berbeda. Millicent Pebmarsh berdiri dan pergi ke jendela. tetapi bahkan seorang wanita buta pun dapat mencelakakan kita jika kita tidak waspada. Dia menjatuhkan sekeping uang logam Cekoslo-vakia di kebun Anda suatu hari—" "Dia memang ceroboh. Dari sini informasi itu diteruskan ke tujuannya lewat Ramsay. "Saya tidak akan mengatakan apakah Anda benar atau salah." "Saya tidak begitu yakin apa yang Anda maksudkan." Saya melihat jam tangan saya. Mr. Catatan-catatan dan memoranda-memoranda yang penting Anda simpan dengan sistem microdot dalam huruf Braille. Saya tidak mengalihkan mata saya darinya." "Seperti kata Anda." Hening lagi. Dia berkata pelan. Saya datang kemari sendiri." "Tidak. Anda punya dua jam untuk berangkat jika Anda memilih untuk pergi.. Tak seorang pun keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit sekarang. Saya menemukan Anda pada hari pertama saya berada di sini—tapi saya tidak tahu bahwa saya telah menemukan Anda. Dua jam lagi orang-orang kami akan datang kemari dan mengambil alih — " "Saya tidak memahami maksud Anda. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun." "Itu adalah persoalan pendapat saja. Lamb." Saya berada di belakangnya ketika dia membuka laci itu. Dia meraba sebuah kursi dan duduk. malam-malam. Saya tidak punya ilusi tentang Millicent Pebmarsh.

tetapi jaksa mempertimbangkan sebuah surat penangkapan untuk menahan Josaiah Bland. Anda seperti ayah Rosemai-y. Kematian Mrs. Kami sekarang sudah memiliki fakta-fakta tertentu. kata-kata SNOWFLAKE LAUNDRY masih bisa terbaca setelah ditangani oleh para ahli." Kami duduk di sana dalam kesunvian. saya kira. bagaimanapun juga. tetapi kendati saya setuju dengan pandangan Anda atas partisipasinya dalam-kejahatan ini. Sebuah kantor pengacara di London yang sangat terhormat bertindak sebagai agen bagi pihak Canada. Bland dan keluarganya di Canada putus sejak saat dia menikah. Paspornya ditemukan oleh scotang pemilik restoran kecil di Boulogne. "Saya akan kembali ke pekerjaan sava semula—biologi laut. Anda tidak memiliki apa yang harus dimiliki untuk pekerjaan ini.pada Valerie. Kepala keluarga itu. M. dia adalah seorang wanita yang sangat pandai. dengan Hilda Martin-dale (yang waktu itu anggota pasukan wanita).dulu selalu sayang. kami masing-masing vakin bahwa pandangan pihak lain adalah salah. Dia adalah tipe wanita pengkhianat. meskipun tentu saja. bersaudara." kata saya.Poirot yang terhormat. banyak catatan telah dihancurkan waktu itu. yang diterangkan sebagai istri Josaiah Bland dari Portlebury.. karena dia dari. Dia tidak dapat mengerti ucapan Lenin. 'Persetan dengan kelembutan*. dan saya harus berterima kasih atas usul Anda yang sangat berguna pada kesempatan itu. Dia tidak punya keluarga dekat dan rencananya untuk kembali tidak pasti. Mr. "menjadi seorang manusia biasa. Saya harap segala perbaikan dan pendekorasi 85 ." "Saya pikir Anda bijaksana. bahwa dia bermaksud mencari keluarga Bland sementara dia ada di Inggris. Ada sebuah lowongan di universitas di Australia. bukti-bukti yang memuaskan akan sulit diperoleh. Duguesclin berkata pada salah satu temannya. dan saya rasa Anda mungkin akan tertarik mengetahuinya. Saya punya harapan.Kami duduk di sana." kata saya. Mr. Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan Anda hari itu. meninggalkan hartanya yang banyak pada satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Inggris. Semua komunikasi antara Mrs. Tidak lama kemudian paspor itu sudah dikonfirmasikan. Bland. Surat dari Detektif Inspektur Hardcastle kepada M . Miss Mar-tindale dan Mrs. karena pernikahan itu tidak disetujui keluarganya. Seseorang bernama Mr. "Saya puas." Saya memikirkan kata-kata Hercule Poirot. Saya tidak akan merepotkan Anda dengan keterangan-keterangan yang lebih terinci. Meskipun dihapus dengan tergesa-gesa. "Saya telah mengundurkan diri dari dinas. dari Mrs. dan pernikahan Mr. yang menyerahkannya pada polisi. Mr. Hercule Poirot. Henty Montresor meninggal delapan belas bulan yang lalu. dilaksanakan dengan terang-terangan. yang juga bermarkas di Prancis. Tidak perlu diragukan lagi. Quentin Duguesclin dari Quebec meninggalkan Canada menuju Eropa sekitar empat minggu yang lalu. bermusuhan satu sama lain. Duguesclin adalah teman lama keluarga Montresor dari Quebec. Mavat vang diidentifikasikan sebagai Henry Castleton telah diidentifikasi ulang—secara positif—sebagai Quentin Duguesclin. Beberapa buah papan telah ditemukan disembunyikan di pojok gudang keluarga Bland. Bland yang kedua. Bland yang pertama adalah karena serangan musuh di Prancis. tetapi dengan penuh pengertian. seperti dugaan Anda.. keponakannya Valerie. Bland adalah.

McNaughton sekarang berkata dia telah melihat Duguesclin dalam mobil milik Bland ketika mobil itu dimasukkan ke garasi Blan Teman kita Colin telah menikahi gadis itu. Sampai jumpa. Richard Hardcastle. Berita baik! Mrs. Mrs. Bland membuka rahasia! Mengakui seluruhnya!!! Menimpakan seluruh kesalahan pada saudara perempuannya dan su apa maksud mereka sampai akhirnya terlambat*! Mengira mereka hanya 'akan membiusnya saja'sehingga dia tidak akan mengenali bahw Cerita yang masuk akal! Tetapi saya berpendapat bahwa dia bukan si tokoh utama. Jika Anda bertanya pada saya. Hormat kami.H. saya katakan dia itu sudah gila. kepada H.P. Richard Hardcastle .an kembali flat Anda di London hasilnya memuaskan. Orang-orang di Pottobello Market mengenali Miss Martindale sebagai wanita "Amerika'* yang membeli dua buah jam di sana. Komunikasi lebih lanjut dari R. Hormat kami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful