BBSC

Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan. DILARANG MENGKOMERSILKAN atau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan. Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99

1

Agatha Christie

MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
THE CLOCKS

by Agatha Christie Copyright © Agatha Christie Ltd. 1963 MAYAT MISTERlUS Alihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45S Hak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jln Palmeral, Selatan 11, Jakarta 10270 Sampul dikerjakan oleh Floren Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT) CHRISTIE, Agatha Mayat Misterius / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. - Jakarta : Gramedia, 1989. 408 hal. ; 18 cm. Judul asli : The Clocks. (ISBN 979-403-455-X. J. fiksi Inggris. I. Judul. II. Tantani, Julanda.

Untuk sahabatku MARIO Dengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE

PROLOG
SIANG tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalam
kejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggal di Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-i amalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa pun tentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.) Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss K. Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yang membosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarik hatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya. Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesali

dan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"

"Edna.—bukan begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah yang jelas dan sembunyikan desahan napasmu."
"Maaf, Miss Martindale." "Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari." "Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale." "Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambat akhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari." "Ya, Miss Martindale." Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya, Naked Love, karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembaca karangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jas dan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kali dikirimkan. Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah. "Sandy Cat memanggilmu," kata Edna. Sheila Webb mengernyitkan dahinya. "Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*' Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya. Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien. Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine. "Kau terlambat, Miss Webb." "Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua." "Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "Miss Pebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*' "Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19." "Saya rasa saya belum pernah ke sana." Miss Martindale melihat jam. "Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di Hotel Curlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet." Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar. "Ada yang menarik, Sheila?" "Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yang memuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik." Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harus masuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisa mengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*' "Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci . Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya. "Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya. "Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Edna menarik napas dan memasang selembar kertas bersih di mesin tik. "Nafsu telah menguasainya. Dengan jari-jari liar, dia merobek kam sifon tipis dari dada wanita ttu dan membenamkan kepala si wanita dalam busa sabun* "Sialan," Edna mengumpat dan mengambil penghapus. Sheila mengambil tas tangannya dan pergi keluar. Wilbraham Crescent adalah sebuah fantasi t yang didirikan oleh seorang kontraktor zaman Victoria di tahun 1880-an. Terdiri dari dua deretan rumah kopel yang membentuk bulan sabit dengan halaman belakang yang saling berhadap-hadapan. Bentuk yang nyentrik itu menyulitkan orang-orang yang asing dengan daerah tersebut. Mereka yang datang dari sebelah luai tidak dapat menemukan nomor-nomor kecil dan mereka yang masuk langsung ke sebelah dalam, akan pusing mencari nomor-nomor besar. Rumahrumah di sana lapi, apik, dengan balkon-balkon yang artistik serta kelihatannya terhormat. Boleh dikara, modernisasi hampir-hampir tidak ada pada bagian luar. Biasanya, dapur dan kamar tidurlah yang mula-mula mengalami perubahan. Tidak ada yang luar biasa pada nomor 19. Rumah itu mempunyai gord&i yang rapi dan pegangan pintu depan dari kuningan yang mengkilap. Ada sederetan pohon mawar tumbuh di kedua sisi jalan kecil menuju pintu depan. Sheila Webb membuka pintu gerbang, berjalan menuju pintu depan dan membunyikan bel. Tidak ada jawaban, dan setelah menunggu satudua menit, dia melakukan seperti yang telah diperintahkan, dan memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan masuklah dia. Pintu ruangan di sebelah kanan gang terbentang lebar. Dia mengetuknya, menunggu, kemudian memasukinya. Ruangan itu adalah mang duduk biasa yang lumayan menyenangkan, cuma mungkin agak terlalu penuh perabot bagi selcia modern. Satu-satunya keistimewaan ruangan tersebut adalah banyaknya jam di situ—sebuah jam besar berbandul berdetak di pojok ruangan, sebuah jam porselen Dresden terletak di atas perapian, sebuah jam kereta perak di atas meja, sebuah jam kecil berbentuk menarik dan disepuh emas terletak di atas rak dekat perapian, dan di atas meja di samping jendela, sebuah jam bepergian dari kulit yang sudali lusuh, dengan huruf-huruf emas bertuliskan ROSEMARY di atasnya. Sheila Webb melihat jam di atas meja dengan sedikit terkejut. Jarum-jarumnya menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit lebih. Pandangannya beralih ke jam di atas perapian. Jarum-jarumnva menunjukkan waktu yang sama. Sheila terkejut sekali, ketika ada yang mendesing dan mengetuk di atas kepalanya, dan dari sebuah jam kayu berukir, seekor burung kukuk melompat keluar melalui pintunya yang kecil dan mengumumkan dengan keras dan jelas: kukuk, kukuk, kukuk f Suara yang kasar itu seolah-olah mengancam. Si burung kukuk menghilang lagi di balik pintu jam yang terbanting tertutup. Sheila Webb tersenyum kecil dan berjalan mengitari ujung sofa. Tiba-tiba dia berhenti dan tersentak. Tubuh seorang laki-laki tergeletak di lantai. Matanya terbuka separo dan pandangannya kosong. Ada sebentuk noda gelap yang lembap di bagian depan jas abu-abu hitamnya. Tanpa sadar Sheila membungkuk. Dia menyentuh pipi orang itu—dingin—tangannya, sama saja... dia menyentuh noda yang basah tersebut dan menarik tangannya dengan cepat, dengan pandangan ketakutan. Pada saat itu juga dia mendengar bunyi pintu gerbang terbuka, kepalanya menengok cepat ke arah jendela. Dilihatnya seorang wanita berjalan tergesa-gesa. Sheila menelan ludahnya tanpa sadar—kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri, terpaku di situ, tak dapat bergerak, tak dapat berteriak... menatap apa yang ada di depannya. Pintu depan terbuka dan seorang wanita tua bertubuh jangkung masuk sambil membawa sebuah tas belanja. Rambut ikalnya yang putih keabu-abuan ditarik ke belakang dahi. Maunya besar dan berwarna biru indah. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, tanpa melihat Sheila. Sheila mengeluarkan suara yang lemah, tidak lebih dari sebuah deheman. Mata biru tadi langsung menatapnya dan wanita itu berkata dengan tajam, "Siapa itu?" "Saya—dia—" Suara gadis itu terputus ketika wanita tersebut berjalan pelan menuju kepadany; di balik sofa. Dan kemudian dia menjerit. "Jangan—jangan... Anda akan menginjaknya.. Dia sudah mati..."

BAB 1
NARASI COLIN LAMB DENGAN memakai istilah polisi: pada pukul 2.59 siang, tanggal 9 September, saya sedang berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent ke arah barat. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal Wilbraham Crescent, dan saya harus mengakui bahwa jalan tersebut membingungkan. Saya secfang melacak sebuah firasat dengan suatu kemauan van g makin hari makin keras, sehingga firasat itu dapat saya legakan sedikit demi sedikit. Itulah saya. Nomoi yang saya inginkan adalah 61, dan dapatkah saya menemukannya? Ternyata tidak. Saya telah mengikuti nomor-nomor, mulai dari tf sampai dengan 35, dan kelihatannya Wilbraham Crescent hanya berakhir sampai di situ. Sebuah jalan raya bernama Albany Road menghalangi jalan saya. Saya berputar kembali. Pada sisi utara tidak ada rumah-rumah, yang ada hanva sebuah dinding. Di balik dinding terdapat blok-blok flat modern yang menjulang tinggi, dan jalan masuk menuju ke sana pasti lain. Jadi jelas tidak mungkin. Saya memperhatikan nomor-nomor yang saya lalui. 24, 23, 22, 21, Diana Lodge (mungkin nomor 20, seekor kucing oranye sedang duduk di atas tiang pintu gerbang sambil menjilati mukanya) 19Ptntu rumah nomor 19 terbuka, dan seorang gadis berlari keluar sepanjang sebuah jalan kecil dengan kecepatan seperti sebuah peluru kendali. Kemiripan dengan peluru kendali tersebut diperkuat dengan sebuah jeritan yang mengiringi larinya. Jeritan itu melengking nyaring serta betul-betul tidak seperti jeritan manusia. Gadis itu berlari melalui pintu "gerbang dan menabrak saya dengan kekuatan yang hampir membuat saya jatuh ke trotoar. Dia tidak hanya menabrak saya saja. Dia mencengkeram iengan saya kuat-kuat dengan penuh keputusasaan. "Tenang," kata saya, ketika sudah berhasil memulihkan keseimbangan saya. Saya mengguncangnya sedikit. "Tenanglah." Gadis itu menjadi tenang. Dia masih mencengkeram saya, tetapi sudah tidak menjerit-jerit lagi. Dia megap-megap, sambil terisak-isak.

Siapa dia?" "Saya tidak tahu. pasti sudah melapor. sava tidak mau masuk ke sana lagi." Dia menunduk dan melepaskan salah satu tangannya yang mencengkeram saya." "Dapatkah Anda mengatakan pada saya apa yang telah terjadi?" "Tentu.." kata saya."Ada apa?" Gadis itu menarik napas dalam-dalam "Di sana!" dia menunjuk ke arah di belakangnya. saya sifdali baik sekarang. Saya segera sadar bahwa ada orang di ruangan ini." Saya kagum pada ketenangan wanita itu. "Dan saya. "Seorang wanita muda menghambur keluar ke jalan dan berkata bahwa di sini ada orang mati. bila Anda merasa mual. Pasti akan ada orang datang kemari." "Kita harus memanggil polisi. Di mana pesawat telepon yang terdekat?" "Ada sebuah telepon umum di jalan. siapa pun dia." Saya melihat ke sekeliling. Saya bertanya kepadanya apa yang terjad Menyadari bahwa suara saya betul-betul *a\a mengeraskannya. Saya bergerak mengitari sudut sofa. Saya pikir lebih baik saya tidak meninggalkan rumah ini. Yang saya lihat pertama kali adalah seorang wanita tua dengan rambut putih. di seberang gang." Sava merasa tidak masuk akal ketika-mengucap-i kan kata-kata itu. tepat sebelum tikungan. "Tentu saja tidak masuk ke luangan ini. Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Dia tidak menjerit ataupun lari tunggang-langgang karena panik. Saya ingat saya telah melewatinya. tiba-tiba dia menjerit keras—tentang suatu hal yang menyangkut orang mati dan bahwa saya akan menginjaknya. "Lebih baik Anda membawa saya masuk dan menunjukkannya pada saya." Dia bangkit dan berjalan ke arah saya." "Di mana wanita muda itu?" "Saya meninggalkannya di pintu gerbang. Wanita muda itu. Matanya yang memandang lurus ke arah saya terpusat ke titik di belakang kuping kiri sava. apakah "Bisakah Anda tetap tinggal di sini ?" atau "Apakah Anda akan baik-baik saja?" Dia membantuku mengambil keputusan-"Anda lebih baik membawa gadis itu ma^uk ke dalam. "Di manakah pesawat teleponnya?" "Saya tidak memiliki pesawat telepon. mati.. sekitar 50 meter dari sini. yang ternyata adalah ruang makan. saya bangkit dan menuju kema^ ri untuk duduk menunggu." "Tapi—tentunya. Dia bertanya menyelidiki. tidak. ya." kata saya sambil menunjukkannya pada gadis itu." Dia kelihatan ragu-ragu sedikit tentang hal itu." Sava—saya pikir. Wanita itu akan menginjaknya.. dan masuk ke dalam ruang duduk. Saya takkan lama." Saya mengangguk. ya. Anda akan baik-baik saja." Tetapi dia jadi gemetar hebat. "Tapi—dapatkah Anda menangani—" ." Saya melihat ke sekeliling ruangan tersebut. Membungkuklah dan letakkan kepaia di antara kedua lutut.. Saya kebetulan lewat. Saya masuk melalui pintu depan. "Di balik sofa.." saya berkata ragu-ragu. menyeberangi gang. Saya berjalan menuju suara tersebut—dan siapa pun orang itu.." "Mungkin Anda benar. Dia menoleh dengan cepat pada saat saya masuk dan berkata. Malahan dia duduk dengan tenang dan menunggu. memandang pintu di sisi kiri gang. tetapi tak ada jawaban—hanya suara napas seseorang yang terengah-engah. dan hal itu tidaklah gampang. Bisakah Anda—" saya ragu-ratu.. dan menyandarkannya pada pagar besi. Saya berbicara dengan jelas dan terus terang. "Dan apa yang Anda lakukan kemudian?" "Saya meraba-raba dengan hati-hati sampai kaki saya menyentuh sesuatu. tetapi saya tidak mau berbicara lagi. Sava akan menelepon polisi. "Ya?" "Ada seorang laki-laki di lantai.. "Bagaimana kejadiannya?" tanya saya. raguragu sebentar. "Siapa itu?" Saya segera sadar bahwa wanita itu buta. "Anda di sini saja." katanya tegas. Dan ada darah pada orang itu. Tetapi dia segera menjawab.. sedang duduk di atas kursi. wanita itu buta. "sampai saya kembali. Saya baru pulang dari berbelanja—" Saya melihat sebuah tas belanja yang dicampakkan di atas kursi di dekat pintu. Saya menarik napas dan mempertimbangkan situasi tersebut." kata saya. saya tahu. Memang itulah yang sepantasnya dilakukan. Seseorang yang buta dapat mengetahuinya dengan mudah." katanya. Dan siapa pun dia. "Siapakah sebetulnya Anda ini?" "Nama saya Colin Lamb. Saya bertanya siapa dia. Tampaknya tidak ada tempat yang cocok untuk seorang gadis yang hampir pingsan. "Anda tinggal di sini? Apakah ini rumah Anda?" "Ya.Saya tidak bisa mengatakan bahwa sava dapat menangani situasi tersebut dengan cemerlang." "Ya. "Tidak. Cerita mereka cocok." "Oh." "Terus?" "Saya berlutut. "Saya tidak tahu apakah dia mau. Saya menyentuh sesuatu—sebuah tangan laki-laki yang dingin—dan tidak ada denyut nadinya. "Saya langsung masuk kemari. Katakan padanya saya akan membuat teh. Dia mengalami shock. Kelihatannya mustahil ada orang mati di ruangan yang begktf rapi dengan wanita yang tenang tersebut duduk di kursinya sambil melipat tangannya. Sava menepuk pundaknya untuk meyakinkannya dan berjalan cepat menuju jalan kecil tadi. Sava melihatnya—tangannya yang terentang—matanya I ■ yang dingin—noda darah yang beku." "Siapa yang akan menginjaknya? Mengapa?" "Saya kira. Saya menurunkannya perlahan-lahan ke trotoar. "Saya tidak tahu. Saya melihat pada noda di kerah jaket saya. Bawalah dia ke ruang makan. dia berlari keluar melewati saya sambil menjerit. mendudukkannya. saya terkena darahnya." Saya memperhatikannya dengan lebih baik. "Dan sekarang saya juga kena.

" Saya menolongnya berdiri dan berkata riang. Nyaris saja aku jatuh. Tetapi kenyataannya memang demikian. ya. si pemilik rumah. dan seorang gadis jangkung berambut coklat keriting dengan mata yang besar. seorang fotografer kepolisian. "Anak muda. Gadis itu mendongak menatap saya dan bergegas bangkit." Komentar Dick hanyalah bahwa semuanya kok kelihatan enak. "Bagus. Saya akan menelepon polisi sekarang. Jika Anda mengizinkan saya menggunakan dapur Anda. model baru. sekolah untuk anak-anak cacat." "Dapatkah saya berbicara dengan Detektif Inspektur Hardcastle?" Suara itu menjawab dengan hati-han. Secangkir teh akan baik untuk Anda sambil menunggu kedatangan poin si. dan ber^e^as pergi Vagi untuk menelepon. "Memang kedengarannya fantastik. mati." "Dan dia menginjak orang mati itu?" "Bukan seperti dalafn bayanganmu. Menjadi buta tidaklah berarti menjadi tidak berdaya. "Lumayan cantik. meskipun mereka belum pernah bertemu secara profesional. Kebutaan-nya menyebabkan dia tidak mengetahui kalau orang mati itu ada di sana. bukan?" Saya mengangguk cepat. Akhirnya datanglah Detektif Inspektur Hard-castle. tetapi dia berakal sehat. karena di sana tenang. Tepatnya di Wilbraham Crescent. "Ini kejadian yang buruk. tentu saja. ketakutan. "Saya tidak tahu apakah beliau ada di sini atau tidak." katanya "Saya kira." Dia tahu tentang Miss Pebmarsh sedikit-sedikit." "Siapa yang menemukannya. Saya berniat untuk mendapat keterangan tentang apa yang telah terjadi dari Anda sekalian." "Tunggu sebentar. Kau di mana sekarang?" "Crowdean. dan ahli-ahli penyidik. Tetapi siapakah nama Anda?" "Millicent Pebmarsh—Miss" Saya keluar dari rumah itu. kan?" Dick bertanya dengan penuh kecurigaan." Dia membuka pintu sambungan antara ruang makan dan dapur dan menyilakan gadis itu masuk. Kupikir dia telah ditikam Dia sudah mati sejak kira-kira setengah jam ^ang lalu. 19. "Colin? Aku sebetulnya tidak berharap untuk kauhubungi sementara ini. Apa yang kaulakukan dengan gadis itu?" "Miss Pebmarsh membuatkan secangkir teh untuknya. dong!" "Di sana—ada orang mati. Anda pasti menderita shock berat karenanya. Colin Lamb. Kalau saya ini Anda. Miss Pebmarsh. dan tahu bahwa wanita itu adalah bekas guru." "Maafkan kebodohan saya. "Kursi itu kelihatannya nyaman." kata Hard-casde. Dia bilang ada seorang laki-laki di lantai dan bahwa seorang wanita yang buta akan menginjaknya. Mereka bergerak secara efisien. "Detektif Inspektur Hardcastle. Sebuah suara yang tak bersemangat berkata. Miss Pebmarsh. shock juga baginya. Miss Pebmarsh.Sekejap muncul sebuah senyum tipis di wajahnya. "Sheila Webb-lah yang sebenarnya menemukan mayat itu. Wanita buta itu adalah Miss Millicent Pebmarsh. saya temani Anda masuk. "Pos Polisi Crowdean. "Masuklah ke ruang makan —di sebelah kiri Anda kalau masuk. Di sana ada seorang dokter bedah kepolisian. aku akan mengirim mobil ke «ana. Dia memperkenalkan diri pada Miss Pebmarsh. seorang laki-laki berbadan tinggi. Ayolah. saya lebih suka menunggu di dalam rumah. Miss Pebmarsh sedang membuat teh untuk Anda. Kau?" "Bukan. aku kebetulan sedang lewat. Saya mendudukkannya dengan nyaman di depan meja makan. saya akan membawa Miss Webb ke sana. masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri. berbicara sebentar dengan dokter bedah kepolisian dan kemudian pergi ke ruang makan di mana tiga orang sedang duduk menghadapi tiga cangkir teh kosong. Dia sedang menulis dengan diam-diam di atas meja kecil berlapis formika. Dia yang paling akhir melihat mayat tersebut." Saya menunggu. . Dia melihat-lihat apakah perintahnya telah dilaksanakan semuanya dengan baik. Kejadian itu merupakan." Saya merangkul bahunya dan mendesaknya maju. ya." "Baiklah." kau inspektur itu setelah memperhatikannya sepintas lalu. BAB 2 Di WILBRAHAM CRESCENT NO. Saya mengerti bahwa Miss—" dia melihat cepat pada buku notes yang diberikan oleh salah seorang bawahannya. "Betul. yang sekarang mengajar Braille di Institut Aaronberg. saya Colin Lamb. saya telah memasak makanan untuk diri sendiri di dapur sejak saya mulai tinggal di lumah ini —empat belas tahun yang lalu. Tunggulah aku di sana." "Kau tidak mempermainkan aku. Kemudian terdengarlah suara Dick Hardcastle. sambil menarik sebuah kursi Windsor. Seorang detektif muda berpakaian sipil sudah ada di sana. dengan air muka acuh tak acuh dan alis yang mengesankan alis seorang dewa. Anda siapa?" "Katakan pada beliau. Tiba-tiba seorang gadis melesat keluar dari rumah itu seperti seekor kelelawar terbang dari neraka dan menabrakku. orang-orang Hukum menguasai keadaan. Tetapi dia pernah melihatnya beberapa kali." "Jadi dia itu Miss Pebmarsh? Dan dia buta. "Saya—saya pikir saya agak baikan sekarang." saya mengeraskan suara untuk menutupi protesnya. Kelihatannya betul-betul mustahil ada orang dibunuh di rumahnya yang rapi dan sederhana—tetapi hal-hal yang mustahil biasanya lebih sering terjadi daripada yang diduga orang. Ada seorang laki-laki tergeletak di lantai rumah nomor 19. kan?" "Ya.

Matanya membesar. Dia masuk sambil membawa sebuah keranjang belanja. bagaimana Anda bisa berada di Wilbraham Crescent No. begitu saya kembali dari makan siang. Bagaimana dengan keluarga Anda—Anda mempunyai keluarga?" "Orang tua saya sudah meninggal. 19 hari ini?" "Ceritanya begini... "Maafkan saya. "Begitu. Saya tinggal dengan bibi saya." Inspektur Hardcastle bangkit dan mengulurkan tangannya. Sebab Anda sudah pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Belum pernah." "Tepat. Sesudah itu. Hanya waktu itu saya tidak tahu kalau dia itu Miss Pebmarsh." "Oh. Anda sampai di sini. Saya mencobanya. "Aneh. "Dan apa yang Anda katakan?" "Rasanya saya tidak mengatakan apa-apa. saya kira. "Begitu ya. tetapi jam-jam lainnya lebih cepat sekitar satu jam.. dia bukannya jenis orang yang mudah untuk dilupakan. "Dan terus—terus—dia berkata. y 'Tidak ada yang perlu dimaafkan. Itulah anehnya." "Siapa yang menyuruh?" "Miss Pebmarsh. Lanjutkan cerita Anda. "Ya. Saya tidak melakukan apa-apa." "Mengerikan. kemudian Anda menekan bel. Saya ingin Anda tetap menunggu di sini kira-kira sepuluh menit lagi. ya.. maksud Anda?" "Ya." "Bukan begitu." “Memang. Berpikirlah dengan cermat. "Semuanya sudah berlalu sekarang. "Sekarang. dengan kata-kata Anda sendiri... Hardcastle hampir saja berkata. Lupakan saja darah itu. Apakah Anda mengenal orang itu? Apakah dia seseorang yang pernah Anda lihat sebelumnya?" "Oh. tidak.''1 Nadanya menekankan pada keranjang belanja tersebut. "Nah." "Tentu saja—tidak ada. Untuk melihat —maksud saya—hanya untuk melihat.. bukan?" "Ya.. Oh. mungkin ada hal-hal yang mgin saya tan akan pada Anda nanti. Miss Martindale menvuruh saya kemari. begitu. Anda telah menceritakan semuanya dengan baik.. Tetapi jika tidak ada jawaban. Saya tidak bisa berhenti menjerit." "Ya. Miss Pebmarsh mengatakan hal itu pada Miss Martindale—bahwa saya harus masuk ke dalam dan menunggu di ruang duduk di sebelah kanan gang. "Saya tidak akan menelanmu. 14—di belakang pompa bensin. Kemudian apa yang Anda lakukan?" "Apa yang saya lakukan}" "Ya. tidak ada sama sekali.Sheila Webb duduk dengan cemas dan menatapnya dengan matanya yang besar dan ketakutan. dan sebaliknya berkata. Saya menjerit. erftah bagaimana." "Miss Pebmarsh.. Maksud saya. Sebab dia menvuruh begitu. Sungguh aneh!" "Tentu saja sangat aneh. mengapa Anda masuk ke dalam?" "Oh.." "Miss Pebmarsh khusus meminta And^t?" Alis Hardcastle naik ke atas." "Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish — itu nama lengkapnya. satu hal lagi." "Tapi saya kira Anda belum pernah bercakap-cakap dengannya." sambil berpikir. sepertinya hal itu tidak pada tempatnya dan kurang relevan. Lawton. Sekarang tolong Anda ceritakan pada saya. "Miss Pebmarsh menelepon ke Biro dan meminta seorang stenografer untuk datang kemari pada pukul tiga. ya.." "Ada apa dengan jam-jam itu?" "Jam kukuk menunjukkan pukul tiga. Karenanya. Mayat itu mengerikan. Sheila Webb bertanya dengan takut-takut. Nah. bukan?" "Betul. Anda tidak menyentuhnya sama sekali?" "Ya—ya saya menyentuhnya. bisa saja dia tidak kelihatan seperti yang biasa Anda lihat." “Anda betul-betul yakin? Anda tahu. Sayang.. Dan Anda bekerja. Saya seorang pengetik steno—saya bekerja di Biro Sekretaris milik Miss Martindale. Apa yang terjadi kemudian ?" "Saya tidak tahu." "Baiklah kalau begitu." kata Hardcastle dengan nada kebapakan. Dan mayat itu—dia ada di sana." Sheila mulai gemetar. saya setuju. ketakutan.." "Begitu." tetapi dia menahan diri.. Miss Webb?" "Tentu saja—jam-jam itu. mungkin beberapa menit lebih awal. belum pernah. tetapi tidak bisa." "Dan berapa lama Anda sudah beke> ja di sana?" "Sekitar setahun. Kejadian itu tidak perlu dipikirkan lagi. 'Siapa itu?* dan dia berjalan mengitari belakang sofa dan saya pikir—saya pikir dia akan—akan menginjak?^.. ya. mengapa Anda masuk ke luang itu?" "Mengapa?" tanya Sheila bingung. itu. sebab jam kukuk—" Dia mendadak berhenti." Hardcastle berkata. "Belum pernah? Anda yakin?" "Oh. Oh. Miss Pebmarsh khusus memin ta saya." kata inspektur itu.. dan berkata dengan agak tiba-tiba. Tetapi dia—begitu dingin—dan—dan tangan saya terkena darah.. saya akan mengantar Anda pulang dengan mobil polisi. dia pulang. Sepuluh bulan tepatnya. . Kami hanya ingin gambaran yang jelas. kapan peitama kali Anda melihat mayat itu?" ( "Ketika saya mengitari belakang sofa. Nah." jawab Sheila cepat." Sheila Webb berbicara dengan lebih percaya diri. tentu saja. saya keluar dari ruang itu melalui pintu depan—" "Seperti seekor kelelawar terbang dari neraka. Kapan Anda sampai di sini?" "Kira-kira sebelum jam tiga. "Tidak ada yang perlu dicemaskan." "Apa yang tidak Anda perhatikan. nah. ya. teringat pada keterangan Colin.." Sheila Webb menatapnya dengan pandangan putus asa. Aneli sekali. Saya merasa tercekik di sini" Dia menunjuk tenggorokannya. nama Anda Sheila Webb-dan alamat Anda?" "Palmerston Road No. dan akhirnya. "Apakah — apakah hanya itu saja?" "Saya kira demikian." "Dan nama beliau?" "Mrs. ya. Apakah Anda betul-betul yakin bahwa dia belum pernah Anda lihat sebelum ini?" "Sangat yakin. Inspektur itu mengangguk. mengerikan. kita sudahi saja hal itu." kata inspektur itu menyetujui. Saya tidak memperhatikannya waktu itu. bukan? Maksud say a—sekarang ini adalah jadwal Anda—atau bagaimanapun susunan jadwalnya. Sungguh mengerikan—kental dan lengket.. betul-betul yakin." "Itu hal yang rutin.

Apakah Anda sedang menantikan seorang tamu?" "Tidak." "Baiklah. sekolah untuk anak-anak buta dan cacat." "Anda tidak menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta—" tatap Hardcasde." Sheila tersenyum kecil padanya seraya berjalan masuk ke dalam mang makan. meskipun kami tidak pernah ketemu lagi sejak beberapa waktu yang lalu." "Itu yang dia katakan pada saya. Anda memerlukannya setelah mengalami kejadian tadi. memaketkan sebuah bungkusan. Tidak ada jam-jam lain di ruang duduk. Saya dapat mendengarnya dari jalan. "Dia kebetulan sedang lewat di jalan ketika Miss Webb menghambur keluar dari rumah ini sambit menjerit ada pembunuhan." "Terima kasih. Saya pergi ke kantor pos yang ada di Albany Road. tentu saja. Miss Webb. Ketika saya diberi tahu bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolong indria penglihatan saya dan bahwa saya akan segera buta. "Tolong jaga Miss Webb. seorang pengacara. Miss Pebmarsh. saya berusaha untuk menjadi seorang spesialis huruf Braille dan bermacam-macam teknik lainnya untuk menolong orang-orang buta. umur sekitar enam puluh tahun. Tinggi kira-kira seratus tujuh puluh lima. "Pada jam 1. Hardcastle menutup pintu. Sebelum dia dapat berbicara. "Dia seorang ahli biologi laut. matacoklat. laki-laki itu menurut bukti-bukti medis meninggal antara jam 1. Saya—dulu—adalah seorang guru sekolah. meraba sebuah kursi dengan jari-jarinya. tetapi pasti bukan seseorang yang saya kenal baik." Anda sudah cukup lama tinggal di sini." Hardcastle menambahkan. atau seorang dengan profesi sejenis itu. begitu. kemudian berbelanja. rambut hitam mulai memutih. "Maafkan saya. "Anda membiarkan pintu depan tidak terkunci. tapi tidak gemuk. tetapi dia berjalan dengan mantap melewati sang inspektur. tangannya terpelihara. "Miss Pebmarsh. Di manakah Anda pada saat itu?" Miss Pebmarsh berpikir-pikir." "Apakah Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan hendak mengunjungi Anda akhir-akhir ini?" "Tidak pernah. Tetapi hanya sedikit saja yang dapat saya ceritakan. Mungkin dia seseorang yang saya kenal pada pertemuan tertentu. bahwa saya tidak membutuhkan seorang stenografer dan tidak—saya ulangi tidak—menelepon tempat yang bernama Cavendish tersebut dengan permintaan seperti itu.30 saya mestinya sudah berangkat atau sedang bersiap-siap untuk berangkat dari rumah. bukan?" "Sejak tahun 1950." katanva. Tetapi siapakah dia? Mengapa dia datang kernsri?" Hardcastle menatapnya dengan sedikit terkejut. Tetapi tentu saja itu hanya sebuah gambaran yang sangat umum. "Saya memang sering tidak menguncinva pada siang liari." "Ada telepon umum di ujung jalan ini. "Saya rasa tidak. "Siapakah anak muda itu?" "Namaiwa Colin Lamb. Tetapi tidak ada kata lain yang cocok)—Colin Lamb adalah teman saya. Saya tidak menelepon siapa pun. bisakah Anda masuk kemari?" Hardcastle mengulurkan sebelah tangannya untuk menuntun Miss Pebmarsh. "Ya. Sekarang saya bekerja di Institut Aaronberg. Saya dapat mengatakan pada Anda waktunya dengan tepat. Miss Pebmarsh—(jeli bukanlah kata yang tepat untuk itu." kata Inspektur Hardcasde. Jam kukuk saya berbunyi tiga kali ketika saya memasuki pintu gerbang." "Anda sangat jeli." "Lebih cepat? Anda maksud jam besar di pojok ruang?" "Bukan cuma itu-semua jam yang ada di ruang duduk begitu juga. yang bisa saja cocok dengan banyak orang. Sesudah masuk ke dajam dan memeriksa sendiri apa yang telali terjadi." "Saya tidak mengerti apa maksud Anda dengan jam-jam lain.” . Jasnya abu-abu tua." kata Miss Pebmarsh datar. sekarang tentang kejadian siang ini. Apakah Anda merasa mengenalnya?" Milliccnt Pebmarsh mempertimbangkan pei tanyaan itu dengan hati-hati sebelum menjawab." kata inspektur itu." "Dengan senang hati. ya dan saya membeli beberapa ritsluiting dan peniti di toko kain Field and Wren. seorang akuntan. Millicent Pebmarsh berkata dengan tiba-tiba. Bisa jadi seorang pegawai bank. "Saya tidak memiliki pesawat telepon di rumah. Miss Pebmarsh. bercukur bersih.45."Terima kasih banyak." katanya." "Dan bagaimana dengan jam-jam Anda vang lain?" "Maaf?" "Jam-jam Anda yang lain kelihatannya lebih cepat satu jam. menarik kursi itu." "Dapatkah Anda menceritakan dengan tepat ke mana Anda pergi?" "Sebentar. dan duduk di atasnva. wajah kurus dengan rahang yang kuat. saya akan senang jika Anda bersedia menceritakan segala sesuatunya tentang kejadian yang agak mengejutkan tadi. Tadi Anda telah menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta jasa seorang stenografer dan—" Millicent Pebmarsh menyelanya. "Cobalah untuk beristirahat dengan enak malam ini. terpana." "Kelihatannya seseorang sudah melakukannya dalam kasus ini. membeli beberapa perangko. Gizinya baik." "Nah." "Seseorang bisa saja masuk ke dalam. Nah. dia menelepon kami dan saya suruh dia untuk tetap tinggal di sini dan menunggu kami.30 dan 2. Kemudian saya pulang. Inspektur Hardcasde." Hardcasde menatapnya." "Anda memanggilnya Colin." "Anda tidak meminta Miss Sheila Webb secara khusus?" "Saya belum pernah mendengar namanya. Saya hendak pergi berbelanja." "Oh. Tetapi saya hanya dapat meyakinkan Anda." "Saya akan membacakan gambaran orang yang terbunuh itu untuk mengetahui apakah dia orang vang Anda kenal. Colin. "Sekarang.

menggunakan idiom-idiom yang umum. . kata Anda?" "Di bagian kanan. Ada suatu keyakinan yang positif. "Hati-hati dengan yang ini." katanya. Di lain pihak. "Jam im pasti indah bentuknya. karena memang tidak mungkin." kata Miss Pebmarsh. Denvers Street 7. Seperti juga halnya dengan jam yang porselen." Dia mengulurkan sebelah tangannya. Ada sedikit kerutan bingung di dahi wanita itu. Ini bukan milik saya. Miss Pebmarsh merabanya dengan cepat. Miss Pebmarsh merabanya dengan hati-hati. bersediakah Anda menemani saya1 masuk ke ruang sebelah?" "Tentu." "Seharusnya di sana ada sepasang tempat lilin dari porselen. Saya amat yakin akan hal itu. "Ya. Namanva Mrs. Ada sebuah dompet berisi uang tujuh pound sepuluh shilling." katanya. suatu ketegasan pada nada suara Miss Pebmarsh yang mengandung kepastian. "Memeriksa adalah kata yang lebih tepat. Tidak ada sidik jari pada jam emas itu. Hardcastle membungkuk untuk membacanya. "tapi bukan kepunyaan saya. tetapi sudah digeser ke bagian ujung. jam-jam tersebut tidak ada yang diputar dan mereka disetel pada wakni yang sama—jam empat lewat tiga belas menit. dia menunjukkan sebuah timbunan kecil barang-barang di atas meja. Pak. "model yang kulitnya dapat dilipat. dan benda ini tidak ada di ruang ini ketika saya meninggalkan rumah pada jam setengah dua." . Dia mengamat-amati wanita di depannya dengan cermat. sebuah sapu tangan saku dari sutera." "Melihat?" Hardcastle dengan cepat menanyakan kata itu. "Salah satu dari kita pasti sudah gda." Sekarang giliran Miss Pebmarsh yang menatapnya. jam dengan tulisan 'Rosemary' di atas meia. tidak memiliki—apa kata Anda—jam dengan tulisan 'Rosemary1—juga tidak memiliki jam emas Prancis dan apa itu yang satu lagi?" "Jam kereta dari perak. Dia memikirkan hal-hal tersebut dalam-dalam selama beberapa saat. "Saya sudah hampir selesai di bagian sini. Terus terang saya ingin melihat jam-jam itu sendiri. ayolah. Mr. maupun pada jam perak itu dan inilah yang tidak mungkin jika keadaannya normal—mestinya harus ada sidiksidik jari." kata Miss Pebmarsh. Dia berkata tajam. "Miss Pebmarsh. Inspektur itu mengambilnya kembali dari tangan Miss Pebmarsh. Sidik jari juga tidak ada pada jam bepergian dari kulit itu. Dia meletakkannya dalam tangan Miss Pebmarsh. Curtin. Seorang ahli penyidik mendongak melihatnya. artinya saya ingin memeriksa dan meraba 'mereka dengan jari-jari saya sendiri. kemudian menjulurkannya kembali pada Hardcastle. "Jam-jam yang biasanya ada di ruang ini hanyalah sebuah jam besar berbandul yang ada di p<5jok di samping jendela—" "Betul. Dengan hati-hati dia mengangkat jam kecil Dresden dari atas perapian. dengan pengetahuan yang pasti tentang posisinya dalam ruangan tersebut. Pak. Hardcastle memeriksa barangbarang tersebut. Hardcastle melihat pada si ahli penyidik yang sedang berdiri di pintu. Anda dapat bertanya pada wanita yang datang kemari untuk membersihkan rumah ini. London. Saya benar-benar tidak bisa mengerti." Detektif Inspektur Hardcastle terkejut. sebuah kotak tak bermerek yang berisi tablet-tablet untuk pencernaan dan sebuah kartu nama. Dan sebuah jam kereta dari perak. sambil meletakkan jam itu dalam tangan Miss Pebmarsh." Hardcastle tidak tahu dengan pasti apa yang harus dikatakannya selanjutnya. Miss Pebmarsh. dan—oh ya. Hardcastle pergi menuju dapur. beberapa uang recehan." kata Hardcastle tanpa sadar." Hardcastle memberinya jam yang terbuat dari perak. Ltd." Hardcasde mengambil jam porselen Dresden tersebut dan memberinya sebuah jam Prancis kecil yang disepuh emas. "benda ini dapat pecah.2. Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak memiliki jam porselen Dresden.""Terima kasih. "Oh." katanya. dan duduk. Inspektur Hardcastle. "Bukan. Di mana letaknya. kendati mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. Curry. "Itu juga tidak. Kemudian dia menggelengkan kepala. "Saya tidak mengerti. "Saya sudah memeriksa semuanya. Isi saku-saku baju ada di atas meja. semuanya wanita." katanya.H. Inspektur." "Kata Anda di sini masili ada jam yang lain?" "Ada dua lagi." Millicent Pebmarsh meraba jam kecil dari porselen itu dengan jari-jarinya yang peka dan teliti. "Kelihatannya seperti jam bepergian yang biasa. Itu juga bukan milik saya. Bagaimana dengan jam porselen Dresden yang indah di atas perapian itu? Dan sebuah jam kecil Prancis yang disepuh emas. karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membalas mengamat-amati dirinya. R. Kemudian dia bangkit berdiri. "Anda sudah memeriksa jam-jam ini?" tanyanya." Dengan gerakan kepalanya. Kalau saya berkata saya ingin meltioat jam-jam itu. Peimukaan seperti itu tidak menimbulkan bekas. menyeberangi gang dan masuk ke ruang duduk." Dengan diikuti oleh Miss Pebmarsh.BAB 3 HARDCASTLE menatapnya. Inspektur. tetapi itu pun dikembalikannya." Hardcastle mengangguk dan memungut sebuah jam kecil untuk bepergian dengan tulisan "Rosemary" di atasnya." "—dan sebuah jam kukuk di dinding di dekat pintu. Metropolis and Provincial Insurance Co. di atas perapian." kata Hardcastle. "Anda dapat menyentuh segalanya. "di sini memang ada sebuah tempat lilin. Jika Anda tidak percaya. "tetapi bahkan orang-orang buta." "Bagaimana dengan yang lain-lain dalam mangan ini?" "Ada tiga atau empat jenis sidik jari yang bet beda di ruang ini. w.

Miss Pebmarsh. bukan? Tidak. Saya biasa membersihkan ruangan ini sendiri. "Tidak sama sekali." 'Terima kasih." katanya. "Saya belum pernah mendengar nama itu. untuk mengetahui apakah saya memahaminya dengan benar. "Apakah Anda bersedia. Anda tidak meminu keterangan tentang asuransi apa pun. "Saya akan mengulangi hal-hal yang penting dengan Anda. terakhir kali saya yakin akan isi ruangan ini adalah ketika saya membersihkan debu di sini tadi pagi. jadi kemungkinan mereka itu dimasukkan kemari pada suatu saat tertentu di pagi hari. Curry dilakukan dengan cepat dan profesional." 'Tentu. Dia tinggal di Dipper Street No. "Mereka sudah datang untuk membawanya. hanya ada dua buah jam saja dalam ruangan ini. "Ini adalah urusan yang luar biasa. Curtin dan ditinggal sendirian di rumah ini.Hardcastle kembali ke sofa di mana Miss Pebmarsh duduk. Apakah semuanya betul?" '"Betul sekali. Nah. terus pergi lagi. "tetapi saya yakin dia bukan seseorang yang pernah saya lihat atau kenal. Dia datang kemari mungkin untuk menemui Anda dengan alasan tertenm. mulut. "Bagaimana kalau Anda duduk di sini saja." kata Hardcastle. Dia datang kemari sekitar jam sepuluh dan biasanya pulang sekitar jam dua belas. telinga. Jarum-jarum penunjuk keempat jam tersebut disetel pada pukul empat lewat tiga belas menit. "Apakah Anda kebetulan sedang mengharapkan kedatangan seseorang dari sebuah perusahaan asuransi?" "Perusahaan asuransi? Tentu saja tidak. saya tidak bisa bersumpah atas pernyataan seperti itu. 17. "Izinkan saya menuntun Anda—" Dia menuntun Miss Pebmarsh mengiuri sofa. Saya hanya dapat mengatakan. saya pikir saya tidak pernah mendengar atau mengenal seseorang dengan nama itu. Dia menjenguk-kan kepalanya ke dalam lagi. memberinya isyarat untuk berlutut. Tidak ada reaksi apa pun di wajah Miss Pebmarsh. "Apakah Anda menginginkan saya untuk —untuk menyentuh—" Hardcastle segera mengerti maksudnya. Pengangkatan jenazah Mr. . Jari-jarinya meraba rambut. Semua barang ada di tempatnya." "Sekarang kita beralih dari soal jam ke mayat itu. sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengasuransikan hidup saya. tetapi jari-jari Anda mungkin dapat mengatakan pada Anda dengan lebih teliti bagaimana wajah orang itu. garis hidung." Si ahli penyidik telah membereskan peralatannya dan keluar dari ruangan itu." "Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial. R. Miss Pebmarsh? Tentu saja. Koreksilah saya. empat buah jam dibawa kemari." katanva sambil menunjuk mavat itu. kecuali jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda sedang menanti kedatangan seorang tamu. Anda tidak mengharapkan tamu hari ini." dia mengulangi nama itu. Saya tidak mempunyai asuransi jiwa." kau Hardcastle. karena para pembantu cenderung ceroboh dengan barang-barang hiasan. jika Anda merasa bahwa hal itu dapat membantu Anda.H. "Bukan nama yang umum." katanya. dan dengan lembut menuntun ungannya ke wajah mayat tersebut. di sini tidak ada jam-jam sebanyak itu. kemudian menggelengkan kepalanya." "Ketika Anda meninggalkan rumah ini sekitar pukul 13. Saya makan di dapur dan tidak masuk ke ruang ini. berhenti sebentar di bagian belakang kuping kiri. tidak menunjukkan emosi apa pun. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bangkit. Saya pulang sekitar jam satu kurang seperempat. apakah itu mempunyai arti bagi Anda?" "Empat lewat tiga belas menit." "Saya mengerti." kata Hardcastle." "Anda tidak membutuhkan jasa seorang pengetik steno ataupun stenografer. "Anda tidak sedang memikirkan untuk mengambil jenis asuransi apa pun?" "Tidak. jam kukuk dan jam besar itu. tetapi saya bersedia melakukannya." kata Miss Pebmarsh. bila salah.30." "Terima kasih. Kemudian dia berkata. "Jika sava harus betul-betul cermat." "Itu juga betul. Pada suatu saat tettentu di pagi ini. seperti yang telah saya katakan pada jam setengah dua. Dia duduk dekat Miss Pebmarsh. Tidak ada jam-jam lainnya. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda? Mr. jika hal itu tidak memberatkan Anda. Miss Pebmarsh. Miss Pebmarsh tenang sekali. dan Anda tidak menelepon Biro Cavendish auu tidak meminu seorang pun untuk datang kemai i pada pukul tiga. wanita vang membersihkan rumah saya. Dua orang laki-laki masuk ke ruang itu. Sekarang ting-al fakta-fakta berikut ini dan saya ingin Anda dapat memberi ide atau saran. dan Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan bahwa seorang wakil dari perusahaan asuransi akan mengunjungi Anda hari fni. Miss Pebmarsh?" Dia mendudukkan Miss Pebmarsh di kursi. dan dagu. Saya tidak berkeluarga dan tidak mempunyai sanak saudara. Kelihatannya tidak mungkin dia dipersilakan masuk oleh Mrs." kata Haidcastle." Miss Pebmarsh menggelengkan kepala." Miss Pebmarsh mengecek dirinya sebelum menjawab. tetapi itu dapat kita ketahui darinya nanti. "Curry." "Apakah Anda meninggalkan rumah sama sekali tadi pagi?" "Ya." katanya. Mata saya yang buta menyebabkan saya tidak bisa memperhatikan ada atau tidaknya suatu barang yang biasanya tidak ada dalam ruangan ini. "Boleh diambil?" "Boleh. Miss Pebmarsh ragu-ragu sebentar. Curtin." "Untuk itu Anda harus bertanya pada Mrs. Curry?" Dia mengamatinya dekatdekat. seperti biasanya saya pergi ke Aaronberg Institute. Hardcastle pergi ke gerbang depan dan kemudian kembali ke ruang duduk. Saya sudah mempunyai asuransi kebakaran dan pencurian pada Perusahaan Asuransi Jove yang memiliki cabang di sini. membuat telur dadar di dapur dan membuat secangkir teh. Sava tidak begitu paham dengan halhal demikian." kata Hardcastle. Apakah itu nama laki-laki yang terbunuh itu?" "Kelihatannya begitu. "Saya tahu hal tersebut tidaklah menyenangkan untuk dilakukan." "Begitu. Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. "Anda merasa pasti bahwa sampai jam sepuluh pagi ini. "Saya memiliki gambaran yang jelas tentang rupa orang ini. Pada jam sepuluh. Saya mengajar di sana sampai jam dua belas-lima belas. ketimbang kalau Anda hanya mendengar gambarannya saja." kata Inspektur Hardcastle.

" kata Colin." Dia berhenti sebelum menambahkan.. "Sarung tanganku. "Biro Sekretaris Cavendish. Sekarang Miss Pebmarsh. Kucing oranye itu masih duduk di tiang pintu Diana Lodge di rumah sebelah." "Tetapi gadis itu sudah setengah gila karena ketakutan! Kalau saja kamu mendengar bagaimana dia merijerit. "Jadi Anda pikir dia—siapa namanya Curry—membawa jam-jam itu kemari?" 'Tidak ada tanda-tanda adanya suatu tempat penyimpan di mana-mana. "Dan bagaimana ceritanya sampai kamu berjalan-jalan di Wilbraham Crescent. "Aku selalu tertarik pada orang-orang yang menemukan mayat. 4. mengibaskan ekornya pelan-pelan.. "Maafkan. "Saya akan membawa jam-jam itu." Sheila dan Colin bangkit berdiri.baik bersifat bisnis ataupun pribadi. menonton dengan perasaan ingin tahu. Aku tidak apa-apa sekarang—mereka sudah membawawyd pergi/' Dia berlari masuk dan bergabung kembali dengan Colin beberapa menit kemudian. Jika dia datang kemari karena suatu perjanjian." Dia memberi beberapa petufTjuk lain dan kemudian beralih ke temannya. Tidak. Hardcastle pergi menemuinya di gang dan kemudian pergi menuju pintu gerbang. ^Colin dan Sheila pergi keluar dan berjalan menyusuri jalan kecil. Nomornya sampai —88." "Kuambilkan. kemudian wanita tukang membersihkan itu. Aku mau mencari nomor 61—dan tidak menemukannya. Antara jam satu-tiga puluh dan dua-empat lima dia telah ditikam dan terbunuh." Dia masuk kembali ke ruang makan.. "Biro Sekretaris dulu. sehingga dia bisa saja masuk ke dalam dan duduk menunggu Anda—mengapa?" "Gila!" kata Miss Pebmarsh tidak sabar. "sebab waktunya singkat. ketika aku sampai di nomor 28." "Ya. ketika Sheila memasuki mobil." Dia memandang saya dengan penuh rahasia dan mengulangi lagi bahwa gadis itu sangat menarik. aku begitu konyol—tadi. kurasa." kata Hardcaslte. "Jam empat lebih. dia beralih ke bawahannya yang muda. BAB 4 NARASI COLIN "KITA mau ke mana?" Saya bertanya pada Dick Hardcastle.— aku meletakkannya. tetapi duduk dengan tegapnya. Empat lewat tiga belas menit?" Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya." "Tiap orang akan berbuat begitu. Hardcastle bergabung dengan mereka. Miss Pebmarsh. ada usul yang dapat Anda katakan sehubungan dengan jam-jam tersebut. ingatlah baik-baik. bukan?" "Lumavan. Inspektur—mereka bukan kepunyaan saya—" Hardcastle beralih ke Sheila Webb. 'Tapi coba lihat." "Kau tidak berpikir bahwa dia—" Hardcastle menyela. sampai Esplanade di sebelah kanan. Colin? Mengagumi arsitektur Victoria kita yang beradab? Atau kamu mempunyai maksud tertentu?" "Aku memang punya maksud. Apakah ada yang terlintas dalam pikiran Anda.. dan memandang kerumunan orang tersebut dengan pandangan yang merendahkan ras manusia yang merupakan hak istimewa bangsa kucing dan unta. Pak. Di Palace Street. "Aku akan mengadakan kunjungan-kunjungan." Mobil melaju. "Dia tidak mungkin membawa keempat jam tersebut dalam sakunya. "Gadis yang agak menarik. "Saya mau semua jam di ruang duduk itu diangkut dengan hati-hati—semua kecuali jam kukuk di dinding dan jam besar itu. "Tolong bantu dia masuk ke dalam mobil. Inspektur. "Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri bahwa itu adalah pekerjaan orang gila atau seseorang yang salah masuk rumah. "Tetapi dia menceritakan sebuah cerita yang sangat hebat. Dia berbicara pada sopir mobil. "Kau dapat mengantar wanita muda itu pulang sekarang. Colin." katanya. Dia melemparkan pandangan menggoda ke arah saya." Seorang polisi muda menjenguk ke dalam." kata Hardcastle sambil menarik sebuah kursi ke dekat meja dan mulai menulis tanda terima. Melalui pintu dapur yang terbuka dia dapat mendengar suara Miss Pebmarsh yang sedang sibuk di tempat cucian. Dia berbicara selama beberapa menit dengan para bawahannya." kata Hardcasde." Dia melihat jamnya sekilas.13. Mau ikut?" "Boleh. ya dengan waktunya. Pintu tidak terkunci. Saya akan memberi Anda tanda terima untuk itu.. atau kalau tidak dengan jam-jam itu. Tetapi itu pun tidak dapat menjelaskan apa-apa. Dia sudah tidak menjilati mukanya.. Mungkin dia agen asuransi—tetapi Anda juga tidak dapat membantu kami dalam hal ini. Mobil polisi yang akan mengantar Anda." . lebih baik. Tiba-tiba Sheila berhenti." "Itu baik sekali. Anda katakan bahwa Anda tidak tahu tentang hal itu." kata sava. Ada sekerumunan kecil orang sekarang." kata Colin. Miss Webb. Hardcastle berdiri di ambang pintu. "alamatnya Palmerston Road No. Dick. "Anda dapat pulang sekarang. Lebih cepat ceritanya diselidiki. saya tidak dapat membantu Anda. Wilbraham Crescent habis di situ. Mungkin nomor itu tidak ada. ketika mobil sudah melaju." "Tidak—aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. 14. Dan. ya?" "Ada.

sangat kokoh. Kalau kamu membelok ke kanan menuju Albany Road dan kemudian belok ke kanan lagi. Kebun belakangnya saling membelakangi satu sama lain. dan tiga wanita muda sedang mengetik dengan giat. Di sebelah kiri kantor Biro Sekretaris Cavendish berderet kantor-kantor pedagang batu bara yang sudah lama berdiri dan sudah kuno. Apakah kita akan makan malam bersama malam ini seperti rencana—atau apakah urusan ini harus didahulukan?" 'Tidak. "aku tidak tertarik pada orang yang kaya mendadak. sampai kau tinggal di dalamnya. Hardcastle dan saya berjalan menaiki keempat anak tangga yang ada. Foto-foto pasangan-pasangan suami-istri juga dipajang. datang kemari ketika perang dan bertemu dengan Bland. Dalam semua kemungkinan. kurasa. nomor 61 itu ada. Mereka ingin tahu kalau-kalau orang itu melakukan penipuan atau kecurangan dan kemudian minggat—jadi mereka melakukan penyelidikan. Foto Anak-anak." "Kau kelihatannya tahu banvak tentang Mr. Keluarganya tidak setuju dia menikah dengan Bland. masuk melalui pintu depan yang terbuka dan mematuhi papan di pintu sebelah kanan yang bertuliskan "Silakan masuk. begitu. Pria-pria muda yang. Miss Martindale. "Boleh saya uh u nama-nama Anda?" "Hardcastle. Kemudian tahun lalu seorang pamannya meninggal. Kau tahu siapa yang tinggal di sana?" "61? Sebentar." kata saya. langsung menghadap ke pintu." kata Hardcastle memberi semangat." katanya. "Saya kira beliau sedang menelepon sekarang— " Pada saat itu juga terdengar bunyi klik. Miss Martindale. sebuah jendela dipenuhi dengan foto-foto anak-anak dari berbagai ukuran dan usia. Setelah mengatur permennya pada bagian yang nyaman di mulutnya. Gedung itu sudah dirombak. "Seperti Squares dan Gardens di London. Kita ingin tahu semuanya tentang Mr. Hardcastle?" Dick mengeluarkan salah satu kartu-kartu jabatannya dan mengulurkannya kepada wanita itu. Mereka menyelidikinya dan ternyata semuanya oke. "Memakai bahan-bahan yang jelek. rumah-iumah di sana dibangun beradu punggung. Tepat untuk menyelamatkan Bland dari kebangkrutan. Wanita itu orang Kanada. salah dong. Dia memandang kami satu per saru. Aku sama sekali tidak membayangkan seorang kontraktor. berhenti dan memandang kami dengan pandang menyelidik." Hardcastle melihat ke luar jendela." kata saya. Kadang-kadang bahkan dia terlalu berani. kerftalu-maluan dan gadis-gadis yang tersenyum. sebuah romah vang bentuknya mirip mempertunjukkan papan nama Edwin Glen yang termasyhur." dan menutup pintu.. menekan sebuah tombol. yang namanya agak mentereng." "Bukan? Kau telah mendapatkannya. Ahli. Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang efisien. "Kau tidak mencari seorang kontraktor?" "Tidak. Hardcastle." kata Dick. "Silakan. Mrs. menepi ke samping untuk memberi jalan masuk bagi kami. Bland. Palace Street. Ya." "Pada dasarnya. Onslow Square. Dick. Membangun rumah-rumah yang kelihatannya lumayan bagus. seperti banyak dilakukan atas rumah-rumah zaman Victoria di daerah tersebut. Kau tahu. Di sebelah kanannya. dan lain-lain. dan tiba-tiba tempatnya sudah berubah menjadi sebuah Place atau Garden. yang tinggal di sana adalah Bland. Seniman Fotografer. Inspektur?" . Untuk menunjang pernyataan itu. Saya menarik diri dengan duduk di sebuah kursi di samping pintu. Hardcastle. bukan? Atau Cadogan. Ruang itu lumayan besar ukurannya. Pesta Perkawinan." Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish terletak di jalan yang merupakan pusat perbelanjaan. kan?" Saya mengangguk. "Dua orang tua ingin bertemu dengan Anda. maka kamu akan sampai di belahan lain Wilbraham Crescent. Bland. dia bertanya dengan nada sengau yang lirih. Orang yang kuinginkan hampir menyerupai karang kejujuran. Dua dari mereka terus mengetik. 'Dan sudah menyelesaikannya? Atau —belum selesai?" "Ceritanya biasa saja." Dia meletakkan telepon kembali dan bangkit. lewat sini. Kau mulai dari satu sisi. dan berkata. Itu bukan sesuatu yang kucari. "Mr." "Bland mendapat uang banyak sekitar setahun yang lalu—atau lebih tepat istrinya. kemudian semuanya retak atau jadi berantakan."Memang selalu membingungkan orang asing. Jadi dia melimpahkan uangnya pada Mrs. Dia kelihatannya sedang mengulum permen. Di sebelah sananya. kau tahu pihak Inland Revenue selalu tertarik bila seseorang tiba-tiba menjadi kaya dalam waktu semalam. "Detektif Inspektur Hardcastle? Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda." kami pun masuk." "Oh. Dia pasti orang sini—sudah bertahun-tahun menjalankan bisnisnya. Kecuali—mungkin dia baru datang kemari — baru mulai?" "Bland dilahirkan di sini. sekali kita tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dikerjakannya) kita akan mempunyai ide yang baik tentang stapa yang menginginkan kematiannya. "Mr. Sekarang yang pertama kali harus dilakukan adalah menggerakkan aparat yang ada. "Kita sudah sampai." kata saya. ketika dia selesai menjelaskan bentuk yang aneh itu dengan panjang lebar. tidak perlu. berjalan menuju pintu berhiaskan sebuah lempengan kuningan yang bertuliskan nama MISS MARTINDALE Dia membuka pintu." "Oh. itu—ya. Bahkan pengemudi taksi juga sering bingung. Curry. mulai foto bayi sampai anak-anak berumur enam tahunan.. dan berkata "Mr." "Aduh. berjejer lumah-rumah kuno yang model aslinya telah dirobohkan dan diganti dengan sebuah gedung bertingkat tiga yang cemerlang dan memproklamasikan dirinya sebagai Orient Cafe and Restaurant." "Sangat mengecewakan. dan gadis itu mengangkat telepon. anak laki-laki satu-satunya meninggal dalam kecelakaan udara dan juga ada korban-korban perang lainnya—singkatnya. Ini mungkin untuk menarik hati ibu-ibu. tidak memperhatikan ada orang asing yang masuk." Dia memandang kami dan berunya. usianya sekitar limaputuhan dengan rambut merah pucat dan tatapan yang tajam dan awas." "Tidak ada gunanva membujukku. "Bisakah saya menolong Anda?" "Miss Martindale?" kara Hardcastle. Alis Miss Martindale terangkat terkejut dan menunjukkan perasaan tidak senang. Bland adalah satu-satunya keluarga yang masih hidup. Bagaimanapun juga. seorang kontraktor. kurasa." kata saya menghindar. dan mengusirnya ketika wanita itu tetap melakukannya." "Dia itu kontraktor yang sangat buruk. Sangat licik—tapi selalu berhasil lolos. Yang ketiga yang sedang mengetik di atas meja yang bertelepon. Miss Martindale mendongak menatap kami dari tempat duduknya di belakang sebuah meja tulis yang besar.

Kemudian. Sheila pergi ke rumah Miss Pebmarsh siang ini. Selalu." Miss Martindale menatapnya. Miss Martindale?" "Melalui telepon. "Begitu! Betapa anehnya." "Miss Pebmarsh sendiri vang berbicara dengan Anda?" Miss Martindale kelihatan sedikit terkejut. Tepatnya jam 1. kapan—oh.seorang laki-laki kecil berkepala botak." "Begitu. Perjanjiannya adalah pada jam tiga. tetapi saya tidak yakin. Ketika saya sedang sibuk menggunakan mata saya. seorang penulis cerita detektif. Salam manis. "Saya kira mestinya dia sudah kembali sekarang. 'Telepon itu langsung teituju pada saya. Saya berpikir bahwa Miss Martindale akan menjadi seorang saksi yang hebat. tentu saja. sebuah nomor di Wil-braham Crescent." "Jam berapa dia menelepon?" Miss Martindale berpikir sejenak. tetapi Anda tidak yakin kalau itu adalah suara Miss Pebmarsh." Itu adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti. Saya tidak mengenalnya. Saya kira Anda dapat membantu saya. Tetapi sungguh. hampir setahun saya kira. di luar hubungan kantor?" 'Tidak. kalau ya. Garry Gregson menghiasi foto lainnya. Dia adalah tipe wanita yang dengan tepat oleh orang Prancis dijuluki femme formidable. Saya tidak mengenal wanita itu." "Anda berkata bahwa dia bagus dalam peKerja-annya?" "Lumayan memadai. yang jelas-jelas bukan orang yang murah hati dengan pujian. memberi saya alamatnya. sedang yang perempuan kelihatan sungguh-sungguh dan cenderung tenggelam dalam mantel-mantel bulu. Miss Martindale. Dia seorang pengetik yang hati-hati dan teliti. Dia berkata bahwa dia adalah Miss Millicent Pebmarsh." Dari nada suaranya." kata Miss Martindale." Miss Martindale menerangkan. Miss Martindale. mengapa Anda menanyakan semua pertanyaan tadi? Apakah gadis itu telah melibatkan diri dalam suatu persoalan?" "Tidak tepat begitu. Inspektur Hardcastle. tolong datang ke rumahnya pada jam tiga. Inspektur Hardcastle. Pekerjaannya lumayan memuaskan. dia bekerja pada sebuah perusahaan jasa—mungkin agen perumahan. Armand Levine. "Apakah Miss Pebmarsh—atau siapa pun dia—memberi alasan mengapa dia khusus menginginkan Miss Sheila Webb?" Miss Martindale berpikir sejenak. tentu saja tidak yakin. "Nah." "Tidak. Miss Pebmarsh sendiri menyangka! telah menelepon seseorang. Sava kira. Saya mempelajari tata letak ruangan itu. "Dia pergi bertugas sejak awal siang ini. "Saya kira demikian. "Sudikah Anda menceritakan pada saya apa yang telah terjadi?" kata Miss Martindale dengan sedikit kurang sabar. Ariadne Oliver."Saya ingin menanyakan sedikit informasi pada Anda. Ariadne Oliver. tertulis di atasnya dengan tinta hitam yang tebal. jika Anda khusus menginginkan informasi tersebut. "Edna. Yang laki-laki hampir semuanya mengisap pipa dan memakai jas wol. "Dia sudah bekerja di sini selama—sebentar. Sava khawatir dia tidak ada sekarang —paling tidak—" Dia menekan interkom dan berbicara dengan seseorang di kantor bagian luar. "Saya pikir dia berkata bahwa Sheila Webb pernah bekerja untuknya sebelum ini. apakah Sheila Webb sudah kembali?" "Belum. ya. saya kira. Dengan hormat. Referensinya ada di arsip. Dia tinggal." . apakah dia lagi bebas." kata Hardcastle." "Apakah Anda mengenalnya secara pribadi. saya tahu bahwa Dick akan menceritakannya dengan cara berputar-putar. dengan bibinya." "Bagaimana perjanjiannya dibuat. Jadi pasti pada jam makan siang. dia pernah bekerja di London dan mempunyai referensi yang baik dari majikan-majikannya di sana. Mungkin dia pergi ke Hotel Curlew di ujung Esplanade ini. Ada sesuatu yang sama di antara penghargaan-penghargaan tersebut. sebaliknya. dia bertanya tentang Sheila Webb. Apakah ini suatu lelucon?" "Agak lebih dari itu. di mana dia mempunyai janji pada jam lima. suatu usaha yang menarik. berkata bahwa dia yang menelepon." "Apakah Anda tahu di mana dta bekerja sebelum dia bekerja untuk Anda?" "Saya kira saya dapat menemukannya untuk Anda." Di sini Miss Martindale menjadi sedikit gelisah. Miss Martindale. "Bukan kelas-pertama?" "Bukan. "Ya." Miss Martindale mematikan interkomnya. saya menulisnya di notes. Saya mengenali salah satu sebagai Mrs." kata Miss Martindale mengerutkan daninya. Dia memiliki kece patan rata-rata yang a k dan berpendidikan cukup. Hardcastle maju terus dengan pertanyaan-pertanyaannya. dilengkapi tulisan kecil-kecil. seperti yang saya katakan. Ah ya." "Tetapi Anda tidak mengenali suaranya? Anda tidak mengenalnya secara pribadi?" "Tidak. "Boleh saya bertanya. seoiang penulis wanita yang mempunyai spesialisasi dalam cerita roman. Sebelum jam dua pokoknya. foto seorang penulis cerita seram yang meninggal kira-kira enam belas tahun yang lalu. Apakah Anda mengenal Miss Millicent Pebmarsh? "Pebmarsh. Seks ditunjukkan oleh foto ." "Dia khusus meminta Sheila Webb?" "Ya." kata Hardcastle.49. Mungkin sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Saya agak ragu-ragu apakah Miss Martindale akan tertarik dengan usaha itu. saya kira bukan. Miss Martindale. Miss Pebmarsh menelepon dan berkata bahwa dia membutuhkan jasa seorang pengetik steno dan apakah sava dapat mengirimkan Miss Webb. "Dapatkah Anda menceritakan tentang diri Sheila Webb kepada saya?" "Tidak banyak yang dapat Saya -entakan/' kata Miss Martindale. Sejauh yang dapat saya ingat. Miriam menghiasi foto Miriam Hogg. "Saya kira Anda mempekerjakan seorang gadis bernama Sheila Webb?" "Betul." "Anda. Dengan hormat. saya tidak melihat untungnya berbuat demikian. yang saya kenal sedikit-sedikit. Di dinding di atas meja Miss Martindale bergantung koleksi foto-foto beitandatangan.

"Semuanya kelihatan sangat mustahil bagi saya. Sheila Webb tiba di sana. "Apakah Anda berkata seorang laki-laki mati tergeletak." "Dari Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial?" Miss Martindale menggelengkan kepalanya. sambil mulutnya mengeluarkan suara mirip deruman dan lenguhan yang maksudnya menirukan suara roket yang meluncur ke ruang angkasa menuju Venus. Jika ada hal-hal vang terlintas pada benak Anda-" "Tentu. "Anda sudah lama mempunyai usaha ini. biro ini saya dirikan dengan warisan dari beliau juga. Sebetulnya. aku betul-betul tidak tahu—" Pada saat itu barulah dia menyadari kehadiran kami dan Edna buru-buru menvembunvikan sepatu yang menyebalkan itu dengan pandangan khawatir ke arah Miss Martindale yang saya kira bukan jenis wanita yang menyukai tumit-tumit runcing. Tumit sepatuku terjepit di dalamnya dan copot. di luar kecurigaanmu. Dulu masyarakat tidak begitu memperhatikan ketelitian. "Aku baru saja memakainya sebulan." kata inspektur itu. Tetapi sesungguhnya. "Ya. Nama-nama asing. Hardcasde berkata sopan." kata Hardcasde." Dia menunggu penuh harap. memegang sebuah tumit sepatu yang runcing di satu tangannya dan sebuah sepatu asal tumit itu tertancap di tangan satunya. kalau hal ini adalah sebuah lelucon. dan harus melepaskan kedua belah sepatuku dan balik kemari dengan dua buah roti kismis. Apakah itu betul?" "Betul sekali. Miss Martindale. Pengetahuan khusus saya tentang kebutuhan para pengarang ternyata sangat berguna. "Itu memang sebuah mobil polisi. Curry?" "Saya kira tidak. sebetulnya. saya tidak melihat hubungannya dengan niat Anda kemari. Mr. Pokoknya hal-hal seperti itu. dan mereka selalu sibuk sepanjang waktu." Miss Martindale menatapnya." kata Mrs. Aku tidak dapat jalan." katanya tidak menyetujui. "dia menemukan seorang laki-laki mati tergeletak di lantai. Edna." BAB 5 . Ketika Miss Webb tiba di Wilbraham Crescent No. tidak menjawab. bagus ya." Kelihatannya itu adalah karakteristik Miss Martindale dalam memberi pernyataan. Miss Martindale? Mr. seorang wanita berwajah keras yang sedang sibuk mencuci panci di bak cuci. keterangan-keterangan mengenai segi hukum dan prosedur-prosedur polisi. Inspektur." "Baiklah." "Ketika Miss Webb masuk ke ruang duduk. Saya pernah menjadi sekretaris pengarang cerita seram yang termasyhur. sava berkata. terus kami memperluas usaha sampai kewalahan karena banyaknya langganan. dan ada dua orang laki-laki turun dari mobil itu. "Bu. Sheila sendiri juga tidak pasti akan hal itu. berdiri dengan sedih. berhenti sebentar dari kesibukannya menggerak-gerakkan sebuah benda kecil dari logam naik-turun di bendul jendela. Dick Hardcasde menarik napas dan bangkit." kata Ernie jujur. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda. R. Miss Martindale menatapnya dengan pandangan kosong. alamat-alamat. Ini gara-gara kisi-kisi brengsek itu—yang ada di tikungan didamping toko kue dekat sini. dan restoran-restoran untuk orang-orang yang menggambarkan novel mereka di negeri-negeri asing. "Anda memiliki tempat yang nyaman di sini." "Saya baru akan menjelaskannya. "Ditikam. Mulanya kecil-kecilan.H. Kami lumayan sukses. "Saya yakin Anda pantas mendapat pujian. memang benar. Curtin." Dia berjalan menuju pintu. Saya membukanya duluan. Bagaimanapun juga." Miss Martindale berhenti. Dia menemukan seorang laki-laki mati di sana. "Miss Pebmarsh berkata bahwa dia mungkin akan sedikit terlambat pulang dan bahwa Sheila hams masuk ke dalam dan menunggu. Garry Gregson."Dan apakah kenyataannya memang demikian?" "Sheila berkata bahwa dia tidak ingat pernah bekerja untuk Miss Pebmarsh. Inspektur." katanya sopan. "Kau tahu apa yang kukatakan padamu tentang itu." kata Miss Martindale. Ketika kami sudah di dalam mobil. Tetapi itu bukan suatu kepastian. "Terima kasih." kata Hardcasde. Dia hanya berkata bahwa dia tidak ingat kalau pernah ke sana. tiga orang gadis sedang bersiap-siap untuk pulang. sebagai permulaan saya berspesialisasi pada para pengarang. Dia berkata pada saya bahwa hal itu diperintahkan padanya." kata Dick. Saya menawarkan jasa yang sangat membantu dalam mengadakan riset-riset yang diperlukan—tanggal-tanggal dan kutipan-kutipan. 19 dia berjalan masuk ke dalam rumah dan masuk ke ruang duduk." "Oh. "Dan harganya lumayan mahal. "Jadi cerita Sheila Webb. selama beberapa tahun." "Bu!" kata Ernie Curtin. "Kau menang. tetapi sekarang para pembaca sering menulis langsung kepada pengarang setiap ada kesempatan." "Jangan berbohong lagi. gadis-gadis itu pergi begitu sering ke orang yang berbeda-beda dan pada tempat yang berbeda-beda pula. dan bagaimana aku bisa pulang atau naik bis." dia mengeluh. memotong kata-kata itu dengan tegas dan sedikit kasar. Ernie. Inspektur?" "Terbunuh." Hardcasde melanjutkan. Dia sendiri memakai sepatu kulit bertumit rata. ada mobil polisi berhenti di luar rumah kita. "Maaf. "Bu. kami sudah banyak menyita waktu Anda. Bu?" Mrs." kata Miss Martindale. Sekarang saya mempekerjakan delapan gadis. Miss Pebmarsh menyangkal berbuat demikian. Saya kenal banyak pengarang yang menjadi rekan-rekan beliau dan mereka memberi saya rekomendasi. serta rincian daftar racun." Hardcasde melihat foto-foto yang ada di dinding." "Saya lihat Anda berkecimpung dalam bidang literatur. sehingga mereka cenderung untuk tidak ingat hal-hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Tutup-tutup sudah dipasang pada mesin-mesin tik." kata Miss Martindale. oh. Di kantor bagian luar. "Anda mengetahui dilema saya. untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada. Selama beberapa saat dia tidak dapat berbicara. "Gadis itu pasti sangat terkejut." "Aku tidak pernah bohong. bukan?" "Lima belas tahun. Curtin sambil membanting cangkir-cangkir dan tatakannya pada papan pengering. baiklah. Si penerima tamu. "Anda berkata Miss Pebmarsh menelepon Anda dan meminta Sheila Webb datang ke rumahnya pada pukul tiga.

Curry. "dia anak yang baik. Miss Pebmarsh sangat yakin kalau orang itu belum pernah ke sana. adalah Mr. "Saya khawatir kami belum sampai sejauh itu. "Betul." kata Detektif Inspektur Hardcasde dengan sopan. pembunuhan. Seorang wanita yang sangar baik. dan menambahkan dengan tegas. dan menyeberangi jalan. Curtin?" kata yang lebih tinggi dari . tidak. "dia bukan orang Indian. Tidak pernah. "Saya datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Wilbraham Crescent No. Anda bekerja di sana. menurut kartu yang ada padanya. "Huu"—tapi berpikir bahwa itu bukan cara yang sopan untuk menarik perhatian tentang kehadirannya di sana. Burungnya meloncat ke luar dan berbunyi 'kukuk5. Curtin langsung menjawab. Curtin. kepala berapa buah jam yang ada di ruang duduk?" Mrs." Mrs." "Nama orang itu. "Di ruang duduk}" "Ya. kemudian kamu akan dikirim ke rumah tahanan. "Oh. apa pun kata Anda. kasihan dia. bukan?" "Sebaliknya." "Siapa pembunuhnya?" tuntut Mrs." "Sava tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan. apakah ada orang yang mampir ke rumah itu?" "Tidak ada. "untuk melihat mayat orang itu dan mengatakan pada kami kalaukalau Anda pernah melihatnya di Wilbraham Crescent atau datang ke rumah itu sebelumnya. "Bukan main. dan ayahmu juga sudah menasihatimu. "Bukan main!" "Lain kali kami mungkin akan meminta Anda. jam yang berbandul. "Kami pikir mungkin Anda dapat membantu kami." kata Ernie. Curtin menggelengkan kepalanya. Curtin jujur. "Anak Anda?" kata Detektif Inspektur Hardcasde. 19 siang ini. "Ya. Apakah Anda pernah mendengar nama itu?" "Curry? Curry?" Mrs. Ruang itu adalah sebuah ruang kecil yang bersih serta memberi kesan jarang dimasuki. "Apa masalahnya?" tanyanya. bahwa geng-gengan itu tidak baik. Saya datang sekitar jam setengah strnbilan lebih sepuluh dan pulang sekitar jam dua belas atau kalau semuanya sudah beres. "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa ada barang-barang yang bilang dicuri. datang melalui gang dari dapur dan menyelinap di balik pintu. Dan dengan lebih tidak percava lagi. yang datang ke sana karena suatu kesalahpahaman." kata Mrs. memang begitulah kesan sebenarnya. dia pikir dia ditugaskan untuk melakukan sesuatu hal bagi Miss Pebmarsh. Curtin tidak percaya. Dapatkah Anda mengingat di luar ." kata Mrs. "Dia dengan gengnya." Dia buru-buru menambahkan. "Mati?" kata Mrs.Mrs. juga. berpakaian rapi. saya bekerja pada Miss Pebmarsh. seorang pengetik steno. Curtin sedikit melunak. "Anda yakin bahwa hanya dua jam itu yang ada dalam njangan itu pagi ini?" . Sambil cepat-cepat mengelap tangannya dengan sebuah handuk." katanva. sejauh yang sava ingat." "Ya." kata Mrs." "Buta. "Mrs. Pada saat itu terdengar pintu diketuk. tentunya!" "Tentu saja tidak. misalnya. Dia telah ditikam. tetapi ada satu atau dua hal yang terjadi. Mrs. "Pada Miss Millicent Pebmarsh. "Aku tidak berbuat apa-apa. Curtin. dan ada jam kukuk di dinding. Pertama-tama akan ada pengadilan untuk anak-anak. tidak seperti beberapa orang yang saya kenal. bukan?" "Saya tidak menyangkalnya." kata Mi s. "Sava tidak menyentuh satu pun dari mereka. Curtin. Dia menatap kedua orang laki-laki di ambang pintunya dengan pandangan menantang serta ragu-ragu." kata Inspektur Hardcastle." inspektur itu menenangkan n va. Ya." "Saya yakin itu. "Yah. gengnya! Aku sudali menasihatimu. Dialah yang menemukan mayat itu. Dan aku tidak menginginkannya. Curtin memandangnya tidak mengerti. Mrs. Selalu berakhir dengan kesulitan. "Boleh saya masuk sebentar? Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Bagaimana rupa orang itu r" "Seorang laki-laki setengah bava sekitai enam-puluh tahunan. yang masih belum dapat men v embun v ikan perasaannya tadi." Ernie mengumumkan. Curtin menarik napas panjang. Curtin. Kadang-kadang membuat Anda terkejut setengah mati. Ernie. membuka mulutnya untuk berseru. Cm tin pergi menuju ke gang dan membuka pintu. Curtin meninggalkan bak cuci dan bergabung dengan anaknya di jendela. Pergi ke luar." kata Detektif Inspektur Hardcasde. "Ada jam besar di pojok mangan. Miss" Pebmarsh kembali hampir pada waktu yang sama." "Tidak ada masalah dengan jam-jam itu. Dia membuka sebuah pintu dan mengisyaratkan inspektur itu untuk masuk ke dalam." Mrs. teringat pada keempat buah jam tersebut Mrs." kata Mrs." "Saya tidak akan menyuruh dia masuk. Curtin berputar menghadap anaknya." kata Inspektur Hardcasde." "Anda maksud itu pembunuhan}" "Ya. "Seperti nama orang Indian saja. mengenakan jas berwarna gelap." Dengan berat hati Mrs. Garis wajah Mrs. "Ya. dengan penuh rasa ingin tahu." kata Inspektur Hardcastle." "Pasti ada hubungannya dengan Alf. Dia bukan jenis orang yang suka mengomel. Cara dia memegang barang dan berjalan ke mana-mana sungguh mengagumkan. "Seorang laki-laki ditemukan mati di iuang duduk Wilbraham Crescent No." gumamnya. Dia mungkin mengenalkan dirinya sebagai seorang agen asuransi. Pagi ini. "Memalukan kami. Pokoknya orang-orang seperti itu. "Apa yang kaulakukan sekarang}" tanvanya. Sekarang ada beberapa hal kecil yang ingin sava ketahui. kau dengar?" "Mereka sudah sampai di pintu depan. Curtin." Kemudian dengan tajam. Curtin menyingkir ke tepi. "Tidak. Ernie Cuitin bergerak-gerak penuh gairah. Miss Pebmarsh tidak suka membeli barang yang dijual di muka pintu dan saya juga tidak. 19." kata inspektur itu." "Anda bekerja di sana pagi liari?"' "Betul. Curtin. "Pintu tertutup untuk agen-agen asuransi dan orang-orang yang menjual vacuum cleaner atau Encyclopaedia Britannica. Tidak hari ini. lalu dia menutup mulutnya kembali." katanya curiga. Miss Pebmarsh lebih suka memutarnya sendiri. mereka berdua dengan sopan." "Siapa yang menemukannya—Miss Pebmarsh?" "Seorang wanita muda. Tetapi Anda tidak akan menyangka dia buta. Curtin terbelalak." kata Mrs.

"Mungkin Miss Pebmarsh habis dari pasar loak. Kalau kau pikir seseorang adalah orang yang sangat baik." "Aku tahu apa yang kaulakukan selama ini. Itu adalah sebuah bidang yang sangat menarik sekali." kata ibunya. "Pembunuhan! Huu!" kata Ernie. "Dan selamat untukmu." kata Hardcastle. Jam saya menunjukkan jam sepuluh. sepanjang yang saya ketahui. Ernie kemudian menyumbangkan pikirannya pada topik yang baru saja didiskusikan tadi." "Apakah Miss Pebmarsh sering pergi ke pasar loak?" "Membeli sebuah karpet bulu kira-kira empat bulan yang lalu." kata saya dingin." "Jangan mengejek biologi laut. bukan? Maksud saya. Dalam sekejap saja perang angkasa luar dalam pikirannya sudah digantikan dengan topik hari ini tentang kejadian seram yang sungguh-sungguh terjadi. tentu saja. begitu juga Mr. juga. sekitar itu." "Dia mestinya cerdik. "Jangan tolol. "Tidak." Dia menggelengkan kepalanya dengan sedih. Larkin akan disidangkan bulan depan. Curtin menggelengkan kepalanya. Aku mendapatkan gelar kesarjanaannya di Cambridge. "Apa sebaiknya tadi kukatakan padanya tentang—" "Tentang apa. dan suatu hari kelak aku akan kembali menekuninya." "Mestinya jam asing.. Bu?" "Kau tidak perlu tahu."Tentu. "Peduli amat dengan agen-agen asuransi yang mati. kau tahu. atau jam kecil bersepuh emas—di atas perapian. jam-jam lucu. saya pikir saya dapat membuatnya sendiri dengan lebih murah. Itu adalah bidang yang sangat berguna. eh?" "Kau lupa. Antik." "Anda pasti memperhatikannya sekiianya benda-benda itu ada di sana?" “Tentu saja. Dick Hardcastle mengembuskan napas penuh kepuasan." "Kelihatannya aneh. atau jam porselen dengan bunga-bunga di atasnya—atau jam dari kulit vang bertuliskan Rosemarv di ujung bagian atas?" "Tentu saja tidak. "Saya dan suami saya pernah pergi berkereta ke Swiss dan Italia dan di sana waktu lebih cepat satu jam. Saya dapat memperoleh yang lebih baik di pasar pada hari Rabu. apa tidak ada jam kotak kecil dari perak yang disebut jam kereta. Apa harus ada yang lain?" "Misalnya." kata Mrs." kata Mrs. Curtin. Curtin." Inspektur Hardcasde menghindari pembicaraan tentang politik. tidak ada ruang gerak untuk seorang ahli biologi laut di Crowdean." "Tidak ada kesempatan untuk membanggakan dirimu.. Ketika saya melihatnya. dia belum pulang. Saya tidak suka Pasar Bersama Eropa. Curtin. Inspektur Hardcasde pergi. dan gadis-gadis yang menjerit-jerit! Mari kita bicarakan dirimu. tidak ada jeleknya ke pasar loak. Anda bisa terhanyut." "Setiap jam dari keempat jam itu menunjukkan waktu sekitar satu jam lebih cepat daripada jam kukuk dan jam besar itu. Membeli beberapa gorden beludru juga. mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan berkata." "Caranya menyelundupkan barang-barang itu selama ini sungguh mengagumkan. Curtin. Tetapi ternyata kau masih berkeliaran di jalan-jalan di Crowdean. bukan?" Ernie bertanya dengan penuh gairah. Curtin. ." kata Mrs. Merasa bahwa dia tidak dapat memperoleh apa-apa lagi pada saat itu. Colin! Kupikir kau sudah selesai dengan belahan dunia bagian sini. Dick. terima kasih. "Dapatkah Anda mengatakan kapan tepatnva Anda meninggalkan rumah Miss Pebmarsh siang ini?" "jam dua belas lewat seperempat. Sebuah pikiran melintas dalam otaknya." kata Mrs. tetapi kelihatannya masih seperti baru. tetapi tentu saja. bukan?" "Ya. Ketika Anda pulang Anda berkata pada diri sendiri untuk apa aku membeli barang-barang ini?* Dia membeli enam botol selai sekaligus. Meskipun bukan gelar yang sangat baik. Menyebutkan namanya saja sudah dapat membuat orang bosan dan mereka begitu takut kalau kau akan membicarakannya. Lumayan baik kondisinya. jam-jam itu maksud saya. kok. tetapi pokoknya tetap sebuah gelar. katanya. Kukatakan padamu. "bahwa aku adalah seorang ahli biologi laut. Inggris cukup baik buat saya. Cangkir-cangkir dan tatakannya. "Miss Pebmarsh tidak mungkin membunuhnya. Dia biasanya pulang antara jam dua belas dan jam setengah satu. Saya menggelengkan kepala. Curtin. Harus dipotong dulu. Pasti ada hubungannya dengan Pasar Bersama Eropa. maka kau tidak akan menyangka bahwa dia itu sebetulnya bukan. "Bukan apa-apa." "Dan dia meninggalkan lumahnya—kapan?" "Sebelum saya datang." "Yah. bukan? Kelihatannya memang barang loakan—dari cara Anda mengatakannya." "Tetapi dia tidak biasa membeli barang-barang yang tidak perlu atau barang-barang semacam lukisan atau porselen atau barangbarang seperti itu di pasar loak?" Mrs." BAB 6 NARASI COLIN SETFXAH makan dua porsi bistik yang dimasak dengan baik. Kau pikir seseorang akan mencurigainya?" "Mereka tidak mencurigainya." komentar Dick. Mrs. "Apakah Miss Pebmarsh ada di rumah waktu itu?" "Tidak. Sangat murah. lalu mengguyurnya dengan bir. Tidak ada barang begituan. sehingga kau tidak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan tentang dirimu sendiri lebih lanjut.

Tidak ada apa-apanya. Aku tidak tahu apa artinya 61. bulan terbit dan lain-lain. Di antara keduanya ada sebuah organisasi kecil yang sangat bagus. Di suatu tempat tertentu ada sebuah kantor pusat vang sangat baik. angka 61 dan inisial W? Aku mengambilnya setelah kematiannya. dia menghamburkannya. Crowdean adalah tujuanku sekarang." Sava mengeluarkan dompet. Apakah mereka melihat seseorang masuk ke rumah itu. "Aku mengerti mengapa kau masih berkeliaran di Portlebury. vang meninggalkan jejak yang membingungkan bukan hanya sekali saja tetapi mungkin tujuh atau delapan kali." Dick berkata sambil berpikir. Aku menghabiskan banyak waktu di sana. dan Larkin tidak pernah berbicara padanya." "Trims. Itulah bagian yang ingin kami ketahui lebih banyak. Ada beberapa Crescent di Portlebury. Kau membuatnya bingung dan kemudian kau memanfaatkannya sedikit. kami tahu pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut itu dan ujung satunya di London. Agen-agen kami sering adalah agen-agen mereka juga. "adalah Crescent. Itulah alasan semuanya. mengambil selembar kertas dan mengulurkarmya pada Dick. Kemudian kutinggalkan bulan dan beranjak pada Crescent." '*Dan itu bukan yang kucari. Dick. Pada masa ini orang sering merasa bahwa sebetulnya tidak ada suatu hal pun yang betul-betul rahasia. Dia baik — sangat baik. Kelihatannya cocok. The Cross and The Crescent—yang terletak di tempat terpencil bernama Seamede. Hanya ada satu descent di sini. Dia keluar dengan membawa dokumen-dokumen itu untuk difoto dan dikembalikan kepadanya lagi. bukan? Dia tidak menabungnya. Lumayan cocok dengan W. "\ku tahu. The Rising Moon. Dia mempunyai kebiasaan untuk makan stang di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. tetapi aku yakin pasti ada sesuatu. Tetapi ada sesuatu di balik it J. Lansbury Crescent. Tidak seorang pun mengingat nomornya. Kami tahu kapan dan di mana tepatnya Larkin mendapat upahnya dan bagaimana. bukan? Aku tadinya ingin berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent dan melihat bagaimana lupanya nomor 61 sebelum bertanya padamu kalau kau punya keterangan rahasia yang dapat membantuku. Aku mungkin menyertakan rumah-rumah yang langsung terletak di belakang nomor 19. Begitu. Kupikir dia hanya melakukan apa yang diperintahkan saja. dan lain-lain. Mantel-mantel itu ditukar. dan agen-agen mereka sering sekali adalah agen-agen kami. Seseorang vang puma otak cemerlang. Terus terang." "Aku akan mengadakan penyelidikan rutin besok pada kedua rumah dt sebelah nomor 19. Aku tidak mengeiti artinya. Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang cara kerjanya. Dick. bulan. Jika demikian dia akan terdaftar. Tetapi Gowdc-an sepuluh mil jauhnya dari Portlebury." kata saya. kurasa tidak." "Bulan sabit?" Hardcastle kelihatan bingung. Dia ditabrak lari di London oleh sebuah mobil. Dia harus mengambil dokumen-dokumen yang sangat penting. Apakah mereka mempunyai pembantu asing?" "Mungkin. ." kata saya. kami menangkapnya lebih cepat daripada dugaan kami. Bulan baru. "Seorang idealis politik? Menyombongkan harga dirinya? Atau semata-mata untuk uang?" "Dia bukan seorang idealis." "Udak dapatkah kau menangkapnya lebih cepat dengan cara itu? Dia menghabiskan uangnya. ingin tahu." Hardcastle menganggukkan kepalanya mengerti. Atau alternatifnya. Aldtidge Crescent. Dia sempat memberikan beberapa informasi yang cukup berharga sebelum kami menangkapnya. Wilbraham Crescent. Kemudian ada The Moon and Stars. Hanbury banyak berjasa dalam kasus Lai kin. Ada sebuah pub di sana bernama The Crescent Moon (Bulan Sabit). Aku memulai pencarianku di Portlebury sendiri. Kami pikir dia menggantungkan mantelnya di mana selalu ada mantel yang persis sama— meskipun orang yang memakai mantel yang satu itu tidaklah selalu orang yang sama. Aku tidak tahu apa artinya W. "Seseorang bernama Hanbury memilikinya dalam dompetnya. Pekerjaan berat selama tiga minggu terus-menerus dan sia-sja. ingin tahu. tapi itu pasti sesuatu yang ditulis Han-burv. Kadang-kadang kupikir setiap orang mengetahui rahasia orang lain dan mereka bersekutu untuk berpura-pura tidak tahu. Organisasi yang baik. Apa dia punya suatu ide? Atau sesuatu yang dia lihat atau dengar? Sesuatu yang ada hubungannya dengan bulan atau bulan sabit."Tidak. kadang-kadang sangat membosankan. Sebenarnya. kurasa. Sabit. kan?" "Kira-kira begitu. 61 didiami oleh seorang kontraktor lokal. "Kenyataannya. Pada akhirnya siapa yang menipu siapa meniadi semacam mimpi buruk." Hotel Harrington Berneis Street London W." Saya melihat wajah Dick yang bingung dan tertawa. Di tempatku. "Ya. Aku tidak tahu apa yang kucari sekarang. Livermead Crescent. tetapi orang yang menukarnya tidak pernah berbicara dengan Larkin. Itulah vang kulakukan siang ini—tetapi aku tidak dapat menemukan nomor 61. Victoria Crescent." kata Hardcastle sambil berpikir." kata saya. Banyak orang yang melakukannya sekarang ini. Dick. Kucari kau untukmu besok." "Yang kukejar sebenarnya. Aku mempunyai sesuatu yang nyata yang mengawali pencarianku. yang ternyata juga berharga. Semuanya direncanakan dengan sangat baik dengan perhitungan waktu yang sempurna. "Itu bukan pekerjaan yang menegangkan seperti yang dikira masyarakat." "Dan itu sebabnya mengapa kau masih berkeliaran di Pangkalan Angkatan Laut di Ponlebury?" "Ya. aku tidak mengharap banyak dari Crowdean. sebab itulah bagian di mana otak-otaknya berada." "Kurasa aku tidak peduli dengan pekerjaanmu.2. atau disalinnya. Aku sudah menyelidik dalam sebuah radius dengan Portleburv sebagai titik pusatnya. Kemudian dia menatap saya." "Oh. kami harus berpura-pura seperti orangorang bodoh kadang-kadang. dengan perencanaan yang hebat. Tetapi ada sebuah gap. "Jangan bengong. The Jolly Sickle. 61 W "Seperti yang kukatakan tadi. karena dia pikir itu penting. Kertas itu adalah sehelai kertas tulis hotel yang di atasnya tergambar sebuah sketsa kasar. "Hanva uang. Colin. yang kebun-kebun . jadi kami membiarkannya memberi informasi lebih banyak. Kami tahu rahasia mereka dan mereka tahu rahasia kami. memang tidak." "Untuk apa Larkin melakukannya?" tanya Hardcastle. dan dokumendokumen itu kembali ke tempat asalnya pada hari itu juga." "Aku mengerti maksudmu.

Apa ada orang lain? Apa mungkin gadis itu yang melakukannya?" Saya menjawab. Sepanjang yang kauketahui. aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. orang itu sudah mati paling tidak setengah jam sebelumnya." kata saya. karena mayatnya sudah tidak ada lagi* dan dia berlari masuk ke dalam. Membuat >eorang laki-laki merasa dirinya seperti seorang pahlawan dan seorang pelindung yang sejati." Kami sepakat bahwa saya harus datang ke pos polisi pada pukul sembilan tiga puluh keesokan harinya. Hanya saja kau harus berhenti melindunginya. "kau tertarik pada gadis itu. "bahwa hidupku penuh dengan mata-mata cantik dari berbagai bangsa? Mereka semua mempunyai ukuran vital yang dapat membuat seorang detektif Amerika melupakan semua tujuannya. terus aku masuk kembali ke rumah itu. saya bertanya dengan hati-hati tentang apa yang terjadi." Hardcastle mengeluh." "Dia mungkin memasukkannya dalam tasnya." kata Hardcastle. 'Oh. jam-jam itu ada di sana kemarin. Dan itulah salahku. Aku berkata. Keesokan harinya saya tiba tepat pada waktu vang dijanjikan dan menemukan teman saya lagi marah-marah.30 sampai jam 2. Kemudian aku bergabung denganmu. Ketika dia sudah menyuruh keluar bawahannya yang ketakutan. Ternyata tidak." kata saya sedih. empat buah jam. "Tidakkah kau sadar." ." "Apakah maksudmu sesungguhnya. sehingga tak ada satu pun dari orang-orangmu yang dapat menemukannya. Mavat itu ditemukan oleh Sheila Webb —aku tidak perlu mengatakan padamu betapa seringnya orang yang pertama kali menemukan sebuah mayat adalah orang yang terakhir kali melihatnya dalam keadaan hidup. berbicara dengan Miss Pebmarsh yang ada di dapur dan berkata aku harus membawa jam-jam tersebut dan akan memberinya sebuah tanda terima untuk itu. "Aku baru melihatnya pertama kali kemarin siang. Itu melibatkannya. gadis yang ramping itu menikamkan pisau ke badan orang itu. aku tidak mengerti mengapa kau begitu bersikeras menuduhnya dalam hal ini. atau dipegangnya ketika dia kembali bergabung denganmu?" Saya ragu-ragu. Kapan?" "Kami baru saja hendak masuk ke mobil polisi. "Itu semua tergantung tipenva. dan itu bukan suatu perkenalan yang romantis. "Katanya. Kemudian mereka masuk untuk mengangkat mayat itu. Semuanya." "Jadi tidak ada cukup waktu. Aku — *' Saya berhenti. 'Kuambilkan untukmu' dan dia berkata. "Teruskan." "Kemudian aku berkata pada gadis itu bahwa dia bisa pulang dengan salah satu mobil kami dan memintamu mengantarkannya ke mobil. Yah. teringat sesuatu. Yang ada tulisan 'Rosemary* di pojoknya. Bagaimana bisa begitu?" "Orang-orang goblok—dan aku salah seorang dari mereka. selain dua jam yang tetap pada tempatnya itu." "Hilang? Yang mana?" "Jam bepergian dari kulit. Tapi mengapa?" "Banyak yang harus kita pelajari. Dia mungkin memungut jam itu setelah aku meninggalkan ruangan dan langsung pergi ke dapur dengan membawanya. "Ya—ya. "Rasanya tidak. Dia tetap yakin kalau hanya ada tiga jam saja. tentu saja." "Jangan tolol." "Ketika aku memasuki ruangan itu sekitar pukul tiga lebih. kemudian dengan sengaja menghambur keluar dari rumah itu dan menjerit-jerit histeris untuk menipuku?" "Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana pengalamanku. gadis itu mungkin terlibat dalam urusan pembunuhan ini. kurasa begitu." kata Hardcastle." "Aku tidak yakin. Aku mendengarmu. Aku mestinya berkata. Aku tidak keberatan masuk ke ruang itu sekarang. dengan jelas. Edward berkata dia langsung masuk ke dalam dan mengerjakan perintahku. "Artinya™" "Millicent Pebmarsh itu mungkin melakukannya.30. Aku „dapat mengajakmu kalau kau mau." "Aku memberi Miss Pebmarsh tanda terima itu." "Setiap orang akan gagal juga sekali waktu." Sava bersiuh "Kelihatannya sangat luar biasa. Untuk beberapa saat Hardcastle kelihatannya tidak mampu berbicara. kecuali jam kukuk dan." kata Hardcastle muram. "Jadi. sebab jam-jam itu toh bukan kepunyaannya. Kupikir 61 terletak hampir langsung di belakang 19." saya mempertahankan diri dengan gigih. dua orang itu tetap masuk perhitungan." kata Hardcastle." "Aku ingat. mungkin dia." "Omong-omong. Sampai ada fakta-fakta batu yang muncul. kurasa—" (Dick adalah orang yang sangat jujur) "—Setiap orang harus ingat untuk mencoret setrap menulis t dan memberi titik setiap menulis i atau semuanya akan berantakan. Aku menyuruh Edwards membungkus jam-jam yang ada di ruang duduk dengan hati-hati dan membawanya kemari. Mayat itu ditemukan di lumah milik Pebmarsh. Slieila Webb kelihatannya adalah tipe gadis idam-anmu. Kemudian dia menyembur." kata Hardcastle. mungkin lebih. meskipun dia berkata bahwa itu tidak perlu. jam yang besar itu.belakangnya berhadap-hadapan dengannya. Bagaimana dengan hal itu?" "Sheila Webb makan siang dari jam 1. "Aku tidak menuduhnya—tapi aku hai us mulai pada suatu titik. Aku meminta Miss Pebmarsh meraba semuanva untuk melihat kalau-kalau dia mengenalnya. Tapi dia hanya pergi selama satu menit—" "Apakah dia memakai sarung tangannva. menyembunyikan senjatanya di suatu tempat dengan cermat." kata Hardcastle dengan nada menuduh." "Bisa juga.. "Jam-jam sialan!" "Jam-jam itu tagi? Ada apa sekarang?" "Satu hilang. di ruang duduk. sarung tangannya ketinggalan. Itu saja." Saya segera menerima tawarannya "Aku akan menjadi Sersan Larnb-mu dan mencatat-catat. "Tidak * setiap hari seorang laki-laki muda tiba-tiba mendapatkan seorang gadis jatuh ke dalam pelukannya'sambil menjerit minta tolong dengan gaya Zaman Victoria vang beradab." "Ya." "Masalahnya adalah. "kalau benar kau tak akan ragu-ragu. Aku kebal terhadap segala daya tarik wanita." kata saya berang." "Jelas tidak." "Ya?" "Aku pergi ke luar untuk mengawasi.

sebab tidak ada pemsahaan seperti itu. ada seseorang yang mondar-mandir sepanjang Wilbraham Crescent dan memilih seorang korban di setiap rumah? Sungguh. "itu sangat tergantung. Perusahaan Asuiansi Metropolis and Provincial tidak pernah berdiri. Mr." "Dia mungkin terganggu jiwanya." kata saya sambil berpikir." "Apa maksudnya sebetulnya.. tidak ada Mr." "Apakah bukti medisnya?" "Oh. maka itu merupakan suatu kemajuan besar dalam kasus ini. "Nihil." "Menarik. dan saudara perempuannya yang menghabiskan waktu senggangnya dengan mengurusnya. WATERHOUSE menuruni anak-anak tangga di Wilbraham Crescent No." "Itu sepertinya membebaskan Miss Pebmarsh. dan perusahaan asuransi palsu?" "Mungkin. bukan?" ■ "Oh. Kami sudah memeriksanva. Waterhouse sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor pengacara di mana dia bekerja. bukan?" "Dalam penentuan atas jam-jam dan agen-agen asuransi?" "Semuanya memang terlalu fantastis unruk dikatakan. dan kami pun berangkat. Edith?" kata Mr. menengok dengan cemas ke arah saudara perempuannya. "Peringatan dari bangsa Yahudi yang bebas dari perbudakan Mesir. tidak ada Denvers Street No. wanita-wanita pekerja harian yang mungkin saja melihat sesuatu sudah pulang semua. Kami betul-betul tidak tahu. BAB 7 MR. Dia betul-betul buta. itu sepertinya menghina Tuhan. Membuka — kemungkinan-kemungkinan-" "jHanya kemungkinan-kemungkinan yang kita peroleh sejauh ini. Waterhouse sangat terkejut." "Aku meragukannya. "Maksudmu dia mencetak kartu nama palsu dengan nama. Edith. Dia mungkin seoi ang pengecoh atau seorang penipu yang hebat atau seorang pemungut uang yang tidak penting atau seorang agen penyelidik. Sejauh itu menyangkut Mr. ya. Dia dulunya adalah guru matematika di sekolah North Country—kehilangan penglihatannya kira-kira enam belas tahun yang lalu—mengambil kursus Braille dan lain-lain. menurut kau?" Hardcastle mengangkat bahu." kata Miss Waterhouse. kuingatkan kau. dengan bahu persegi. "Apa yang telah kauketahui tentang Curry?" Hardcastle menjawab dengan kepahitan yang tak saya sangka-sangka. Yang kuketahui seluruhnya tentang nomor 20 adalah bahwa wanita yang tinggal di sana memelihara sekitar dua puluh ekor kucing." "Oh! Mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dai i para tetangga. Curry dari Denvers Street. Sayang. kasus ini akan lebih rumit. "Seperti Ariadne Oliver dalam keadaannya yang terburuk. . "Sekarang masih teka-teki. dengan rambut keputihan serta bahu yang sedikit bungkuk dan raut muka yang juga keputih-putihan. Dia adalah orang yang rapi. "Itu." "Apa kata Perusahaan Asuransi Metropolis?" "Mereka tidak bisa bilang apa-apa.Saya memandangnya geram. dan akhirnya mendapat jabatan di Aaronberg Institute di sini. Mungkin itu caranya memperkenalkan diri ke rumah-rumah dan melakukan penipuan yang meyakinkan. "Seonang wanita buta tidak mungkin mampu menikam seseorang. ditikam dengan benda tajam. Kau bukan agen DDI yang lagi bertugas. Waterhouse kelihatannya merasa bersalah. James. 18 dengan khawatir." kata Mr. Wilbrahara Crescent adalah sebuah jalan untuk tempat tinggal yang beradab. "Kau yakin kau akan baik-baik saja?" kata Mr. "Jika orang itu ditikam di halaman depan dan dua orang bertopeng membawanya masuk ke rumah —tak seorang pun akan melihat ke luar jendela atau melihat sesuatu. memper-timbangkan apa yang terjadi di sebelah kema-nn." 'Oh. Kami mengirim sidik jarinya untuk melihat apakah dia pernah punya perkara dan tercatat di kantor polisi? Jika memang ada. Sampai jam satu siang. alamat. sialnya. kenyataannya. Edith." Saya berbicara dengan antusias. "Aku lebih menyukainya. Aku tidak suka kucing—" Saya berkata padanya bahwa kehidupan seorang polisi adalah berat." kata Hardcastle pahit. 7 atau nomor berapa pun. James." "Kurasa itu terlalu jauh. dia buta. Mungkin dia mengumpulkan premi palsu." kata Mr. aku hanya bermaksud. Miss Waterhouse mendengus dengan sedikit berang." Mr." "Tetapi kau akan menemukannya." "Seperti kerah kemeja palsu." "Menghina Tuhan. karena ada orang terbunuh di rumah sebelah sehingga aku akan dibunuh hari ini?" "Yah. Kau tidak perlu memuaskan hati seorang inspektur atau seorang kepala polisi dan seterusnya. Pernyataan seperti itu tidak mungkin terlintas dalam pikirannya. Ini bukan sebuah desa. Waterhouse." "Bagaimana halnya dengan nomor 18 dan 20?" "Nomor 18 didiami oleh Mr." kata saya. kami akan tahu akhirnya. bukan kemerah-merahan.. Dan dia tepat seperti yang dikatakannya. seorang manajer personalia di perusahaan Gains-ford and Swettenham. "Apakah ada alasan tertentu. termaktub di Kitab Suci. atau almarhum Garry Gregson pada puncak—" "Teruskan—senangkanlah hatimu. James. Curry. Dia harus begitu sering kelihatan merasa bet salah sehingga itu merupakan kebiasaan yang tampak pada air mukanya. ya. dan merupakan jenis wanita yang tidak percaya akan segala omong kosong tentang dirinya serta sangat tidak tahan dengan omong kosong tentang orang lain. Sesuatu yang mirip dengan pisau sayur. Waterhouse. "Ya. "Aku sungguh tidak mengerti maksudmu. pengacara. bukan?" kata saya sambil berpikir." "Kapan pemeriksaannya dilaksanakan?" "Lusa. Jika tidak." "Apa maksudmu—nihil?" "Hanya bahwa dia tidak pernah hidup™ tidak ada orang dengan nama itu. Semata-mata formal dan tertutup untuk sementara. Miss Waterhouse adalah wanita yang tinggi. Bahkan tidak ada kereta bayi yang didorong sepanjang—" Tidak ada seorang tua invalid yang duduk sepanjang hari di depan jendela?" "Itu yang kita inginkan—tetapi kita tidak mempunyainya. Waterhouse. Waterhouse. bukan—pada siapa pembunuhnya?" "Kau pikir. kendati tidak dapat dikatakan tidak sehat.

Head. Miss Waterhouse. . "Nah. Saya sudah membersihkan bekas-bekas sarapan dan saya pikir itu tempat yang lebih pantas. Waterhouse. "Ingin mengetahui apakah Anda memperhatikan hal-hal yang lucu dalam tingkah lakunya. Tetapi biasanya ada sesuatu. Bagaimanapun juga." kata Miss Waterhouse. "Seorang wanita buta? Tentunya—" "Menyelipkan seutas kabel pada lehernya dan mencekiknya." "Saya harap saya tidak terlalu pagi datang kemari." Dia mengulurkan sebuah kartu. Jagalah dirimu Lebih baik pintunya digerendel. tetapi saya yakin Anda cukup mampu menangani hal-hal seperti itu. Miss Waterhouse berderap ke bawah dan memasuki ruang makan dengan suara perasaan ingin tahu yang ditutupi oleh raut mukanya yang biasa menantang. Miss Waterhouse menerimanya. Maksud saya meieka toh hanva polisi. dengan perasaan bersalah yang lebih mendalam. "Saya harap Anda tidak keberatan kalau kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama. "Berbagai macam kabar burung telah tersiar ke mana-mana." kala Mrs. "Detektif Inspektur Hardcastle?" "Selamat pagi. bukan? Ah—" dia menggelengkan kepalanya. Tetapi itu tidak berlaku untuk seorang wanita buta." kata Miss Waterhouse." Hardcastle bangkit dari duduknya. Tetapi lebih baik berjaga-jaga dulu. saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan sangat berterimakasib. yang menurut Miss Waterhouse tidak perlu disapa. Dia tidak memperhatikan gumaman lirih vangmenyebutkan." "Savang. "Apakah kau menyuruh mereka masuk ke ruang tamu?" "Tidak. Sayangku. "Sersan Lamb." kata Hardcastle. melihat lamnva lagi. cara berbicara. Jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri cara dia menangani berbagai hal. "Maksudku hanya. Sekolahsekolah lanjutan baru yang kelihatan aneh tersebut." "Anda mengusir mereka?" "Tentu saja. tetapi meskipun demikian dia menikmatinya. Waterhouse. Setelah menutup pintu dia bermaksud beristirahat di loteng. "Aku akan turun. Saudara laki-lakinya membayangkan bahwa itu sart_at tidak mungkin. semacam itulah. Mereka bilang." kata Mr. Mrs." kata Miss Waterhouse. Miss Waterhouse ada di kamar tidurnya ketika Mrs." kata Miss Waterhouse. nah." "Saya kira mereka ingin bertanya pada Anda tentang Miss Pebmarsh. Aku yakin. Bagaimanapun juga dia berkata. "Orang itu tidak mungkin berjaga-jaga." "Kukira begitu. hal itu sangat merugikan anak-anak jika datang musim panas. "Setidak-tidaknva. Kau mungkin berpikir bahwa sesungguhnya bangunan-bangunan itu dimaksudkan untuk menanam timun atau tomat di dalamnya. Jika seseorang hendak mencoba hal itu."^ kata Miss Waterhouse. dia tidak akan memilih saudara perempuannya. dan dia datang ke Miss Pebmarsh untuk menyelidikinya." tambahnya. "Detektif Inspektur Hardcastle. "tetapi saya kira Anda tahu maksud kedatangan saya. Aku hanya berpikir bahwa pandangannya terhadap sesuatu adalah gila-gilaan dan berlebih-lebihan. "Sepasang tuan hendak menemui Anda. kegilaan bisa muncul tba-tiba dan kadang-kadang hanya sedikit yang dapat diketahui sebelumnya. Dalam pandangan Miss Waterhouse. Mrs. sebab semua jendela kaca membuat anak-anak ingin memandang ke luar terus. Anda tahu. sayang. ada hal-hal lain di samping pendidikan. Saya memasukkan mereka ke ruang makan. Head punya cerita yang luar biasa pagi ini." kata Hardcastle. itu bukan alasan untuk menuduhnya terlibat dalam perkara-perkara kriminal. "Nah. kau tahu. Saudara perempuannya tidak pernah lupa mencemoohkan kebenaran dari khayalan-khayalan mengerikan itu. tapi dia berhenti sejenak sambil berpikir. Anda telah mendengar apa yang terjadi di rumah sebelah kemarin. Anda dapat melihatnya dari sorot mata mereka. Mrs. Anda berada di rumah pada waktu itu. Dia datang bersama seorang laki-laki muda bertubuh tinggi dan berkulit gelap. yang secara praktis dibangun dari kaca. Siapa yang akan berjaga-jaga menghadapi orang buta? Bukaimya aku sendiri percaya. "Ada yang bilang." kaca Miss Waterhouse puas." kata Mr. Head naik ke atas dengan ribut." tambahnya. memindahkan sebuali tongkat pemukul dan meletakkannya dalam posisi yang strategis di dekat pintu depan." "Anda benar. "Tentu saja mereka suka mencari-cari cara untuk memperoleh berita. Masyarakat membiarkan orang-orang sakit jiwa keluar dari panti-panti perawatan sekarang ini. Jika dia pribadi disuruh memilih korban. "tetapi jika Anda memang melihat sesuatu yang dapat menarik hati kami. Dia melihat jamnya." kata Mrs. aku takut aku akan sangat terlambat. putrinya." kata Mr." Wajah Miss Waterhouse menampakkan seberkas kebanggaan atas pujian itu. "Sava bahkan harus mengusir satu atau dua orang wartawan yang datang kemari untuk bertanya apakah saya mengamati sesuatu. Waterhouse sedikit menggoda. Head adalah seorang wanita bertubuh kecil dan bundar serta mirip sebuah bola karet—dia menikmati benar kejadian-kejadian itu. "mereka bukan tuan yang sebenaL-nya—polisi. Dia berkata tidak mungkin dapat memperhatikan pelajaran. saya rasa?" "Sava tidak tahu kapan pembunuhan itu dilakukan." kata Hardcastle. Waterhouse. Head bersemangat. pergi menuju tas golfnya. kukira begitu. "Aku yakin Miss Pebmarsh adalah seorang wanita dengan watak yang terpuji. bukan?" Miss Waterhouse mendengus lagi." dia membaca. Tentu saja James hanya omong-kosong. maka kemungkinan besar si penyerang sendiri yang akan dipukul sampai pingsan dengan sebuah alat pengorek bara atau sebuah pegangan pintu dari timah dan dikirim ke pos polisi dalam kondisi berdarah dan menyedihkan. tidak menyukai ruangan kelas barunya." "Kita betul-betuj tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi." kata Miss Waterhouse bersemangat." Miss Waterhouse tidak begitu paham dengan alasan itu." "Pembunuhan di rumah tetangga sebelah tidak biasa untuk tidak diperhatikan. "orang itu adalah bendahara atau salah satu pelindung Aaronberg Institute dan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pembukuannya. Mereka berkata. hal itu angat berbahaya bagi orang-orang yang tak berdosa." "Dan Miss Pebmarsh membunuhnya?" kata Mr."Aku betul-betul ingin melihat seseorang datang kemari. dan ini mendorong mereka untuk hidup normal. Head sendiri yang berkata padaku bahwa Susan. untuk mencoba membunuhi. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan cerita-cerita yang dibawa oleh pembantu harian mereka yang suka omong itu. Selamat tinggal. "ada—yah — karakter-karakter yang jelas-jelas tidak kita inginkan sedang berkeliaran.

"Hanya saya kira Miss Pebmarsh keluar untuk berbelanja sedikit dan pergi ke kantor pos. Dia selesai mengajar.. "Dapatkah Anda mengenalinya?" . "Orang asing?" "Kelihatannya begitu." kata Hardcastle. Foto ini sama sekali tidak menakutkan. Oh. Suara decitan pintu gerbanglah vang membuat saya mendongak. "Dia sepertinya seorang pengacara atau seorang pengusaha." "Maaf. Saya orang yang sibuk dan punya banyak pekerjaan. Sebentar." "Menurut pernyataannya sendiri.." kata inspektur itu. kemudian saya pergi ke dapur dan membereskan bekas-bekas makan siang. Miss Pebmarsh ke luar lagi sekitar jam setengah satu. sedangkan ruang makan. dan saya pikir bahwa jalan terdekat menuju toko-toko dan kantot pos adalah jalan pada arah yang sebaliknya. Dia kelihatan seperti sedang tidur." "Dan saudara laki-laki Anda?" "Dia tidak pulang ke rumah untuk makan siang. "Tentu saja toko-toko memang lebih dekat jika lewat sana. menghadap—seperti yang Anda lihat—ke kebun belakang. Itu lebih merupakan kebiasaan orang-orang cacat atau orang-orang yang tidak punya pekerjaan kecuali berspekulasi dan menggosipkan urusan tetangga-tetangga mereka." Hardcastle tidak menceritakan padanya bahwa dan bermacam-macam foto mayat itu di kepolisian. Miss Waterhouse? Jika Anda memutar kembali ingatan Anda tentang kejadian-kejadian kemarin. pasti. "Ya. Siapa sebenarnya yang dibunuh ? Kelihatanmu sedikit pun tidak disebut-sebut di koran lokal pagi ini." "Apa yang Anda lakukan antara jam setengah dua sampai jam tiga?" "Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengisi teka-teki yang ada di The Times. saya tidak dapat mengatakan waktunya dengan tepat—ya. Letaknva di depan nomor 15. Dia mengajar anak-anak cacat seperti yang mungkin telah Anda ketahui. adalah apakah Anda melihat datangnya orang laki-laki ini—saya kira koran-koran pagi menyebutnya si pria misterius.. dan ada sebuah kantor pos di Albany Road—" "Tetapi mungkin Miss Pebmarsh biasa melebati pintu gerbang Anda sekitar waktu itu?" "Yah. tersenyum." Miss Waterhouse berbicara dengan penuh kegetiran sehingga inspektur itu merasa yakin bahwa Miss Waterhouse pasti sedang membayangkan seseorang dalam pikirannya. "Tidak. Ada orang-orang tertentu yang saya kenal menghabiskan seluruh waktu mereka melihat-lihat ke luar jendela dan memperhatikan siapa-siapa yang lewat dan siapa mampir ke siapa. sesungguhnya. bukan? Di sanalah letak telepon umum." "Betul." "Saya ada di sini. Pasti sebelum jam satu."Menurut perkiraan kami sekitar pukul setengah satu sampai setengah dua. saya kira?" "Ya. Tidak. Dia biasanya pulang pada waktu itu. Sebentar. foto yang satu itu yang dipilih karena paling tidak mengganggu mata. Saya sedang membaca The Times." "Kami memberinya sebuah gambaran yang jelas." Dia menambahkan. dapatkah Anda menolong kami." "Dia adalah orang yang kelihatannya paling terhormat. saya kira. "Jadi bila Miss Pebmarsh memang melewati pintu gerbang Anda. Saya sibuk dengan urusan pribadi saya sendiri. saya tidak tahu kapan Miss Pebmarsh biasanya keluar.. Miss Waterhouse. saya ada di kebun. Saya masuk sekitar jam satu kurang sepuluh menit dari kebun. "Tentu. Tetapi sava membawa kopi saya ke ruang duduk setelah makan siang dan saya duduk-duduk di kursi dekat jendela. Saya menulis dua pucuk surat. "Saya pikir orang ini sama sekait tidak mengira apa yang bakal terjadi pada dirinya." "Tergantung*pada toko mana yang Anda tuju." katanya." "Dia tidak mungkin yakin akan hal itu. sepanjang Crescent ini. Inspektur?" "Bukan luar biasa. Apakah ada yang luar biasa dengan hal itu. Tentu. menulis . Saya berada di ruang duduk waktu itu. "Nah. Ruang itu menghadap ke jalan. sebanyak yang saya bisa. Saya yakin saya belum pernah melihatnya sebelum ini.." "Bagaimana mpa orang itu?" Hardcastle mengambil sebuah gambar cetakan kasar dari sebuah amplop dan mengulurfeannva pada Miss Waterhouse. tempat kita ini sekarang. saya tidak melihatnya ataupun orang-orang lain yang mampir ke sebelah. "Ini adalah orang itu." "Apakah Anda melihat Miss Pebmarsh masuk atau meninggalkan rumah?" "Saya pikir dia masuk ke rumahnva — saya mendengar pintu gerbang mendecit—ya. Dia tampaknya seperti orang yang terhoimat." Miss Waterhouse menggelengkan kepalanya. Miss Waterhouse." "Pertanyaan penting yang harus saya ajukan pada Anda. "Kematian dapat merupakan sesuatu yang penuh kedamaian. Inspektur. dan saya kira pada waktu saya membalik halaman koran itulah saya melihat Miss Pebmarsh melewati gerbang depan." komentar Miss Waterhouse." "Anda tidak bercakap-cakap dengannya?" "Oh. "Dia cukup terkejut." kata inspektur itu. sekitar jam setengah satu lewat. atau ke arah mana Saya memang tidak berbakat untuk mengamat-amati kegiatan tetangga-tetangga saya. "Tidak. ya. saya betul-betul ingat dia melewati pintu gerbang.Miss Waterhouse melihat gambar itu." kata Miss Waterhouse. "Dia tidak dapat melihat. Apakah Anda setuju?" "Yah." katanya." "Luar biasa." kata Miss Waterhouse." "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa dia juga asing bagi Miss Pebmarsh?" "Miss Pebmarsh meyakinkan kami bahwa dia tidak mengharapkan kedatangan tamu itu dan dia tidak dapat mengira-ngira siapa sebenarnya orang itu." "Betul. apakah Anda menengok ke luar jendela atau apakah Anda kebetulan sedang berada di kebun antara jam setengah satu sampai jam tiga?" Miss Waterhouse merenung. tidak. Anda berkata 'melewati pintu gerbang'." "Kami belum mengetahui siapa dta sebenai-nva. Dia buru-buru berkata. mencuci tangan dan langsung makan siang. dia mungkin saja pergi untuk menelepon." "Apa kata Miss Pebmarsh tentang hal ini?" tuntut Miss Waterhouse. bukan.

Tentu saja kami kadang-kadang menerima surat-surat edaran ataupun iklan-iklan tentang sesuatu. "Kami tidak dapat mengatakan demikian sampai kami mempunyai keterangan untuk membuktikannya. "Tidak seperti beberapa orang di sekitar sini. Mereka khusus melayani makan siang cepat untuk orang-orang profesional." "Adakah 'seseorang yang akhir-akhir ini menyurati Anda dan mengusulkan agar Anda ikut asuransi." "Memfitnah. Suatu hal yang luar biasa untuk dilakukan. sehingga saya langsung pergi ke jendela. James tidak akan dapat menolong Anda. berbicara untuk pertama kalinya. atau adakah seseorang yang datang pada Anda atau bermaksud mendatangi Anda?" "Tidak. tetapi saya tidak ingat menerima surat seperti itu akhir-akhir ini. dan bukan hanya pembantu yang berguna bagi Inspektur Hardcascle. tentunya saya langsung pergi keluar. Pada saat mobil-mobil yang membawa polisi-polisi muncul. Saya tahu." "Apa yang Anda lakukan kemudian?" "Yah. "Saya menyesal tidak dapat membantu Anda." "Terima kasih. Tidak ada hal seperti itu." katanya." "Saya berharap saya melihat sesuatu." kata Hardcastle. James Waterhouse?" "James tidak tahu apa-apa. "Suatu tindakan pencegahan yang bijaksana. Miss Waterhouse menemani mereka. Miss Waterhouse. kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih lama lagi. Saya kira tidak. 'Tidak. Mereka membicarakan segalanya. "Lumayan berat di bagian kepalanya." kata Miss Waterhouse menghina. Seperti yang saya katakan. saya kira tidak ada lagi. J 'Sungguh. seperti tidak sadar sebelumnya kalau Sersan Lamb merupakan suatu wujud kepribadian yang mempunyai arti. saya tidak begitu memperhatikan semuanya. "Seseorang dengan kepandaian serta pertimbangan seperti Anda. kecuali bahwa kau meravunya dengan begitu hebat sepanjang waktu." Dia bangkit dan berjalan menuju gang." kata Miss Waterhouse. Kemudian dia pergi dan masuk ke dalam rumah itu. akan merupakan seorang saksi yang sangat berguna bagi kami. Miss Waterhouse membuka pintu dan menyilakan mereka keluar." "Itu bukan nama aslinya?" "Kami mempunyai alasan tertentu untuk mengira bahwa itu bukan nama aslinya. Miss Waterhouse. Seseorang berkata pada saya bahwa ada pembunuhan di rumah itu. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan seseorang. "saya tidak oapat membayangkan bagaimana tongkat itu bisa berada di sini. Sangat luar biasa!" kata Miss Waterhouse dengan penuh perasaan tidak setuju. Dari lagi. "kita tidak mendapat banyak darinya. "Saya lihat Anda sudah siap siaga. Sebuah rumah yang sangat menyenangkan dan terhormat. Oh tidak. "Hanya kebetulan saja itu nama orang yang terbunuh tersebut." "Seorang penipu» eh?" kata Miss Waterhouse. Miss Waterhouse memandangnya dengan sedikit terkejut. Saya kira saya tidak melihat keluar jendela sampai saya mendengar jeritan yang luar biasa itu. tentu saja tidak." kata Miss Waterhouse. Baik James maupun saya telah mengambil polis asuransi pada Mutual Help Assurance Society. Gadis-gadis dan laki-laki muda selalu berbuat hal-hal yang luar biasa—menjerit-jerit." "Di mana biasanya dia makan siang?" "Di* biasanya makan sandwich dan minum kopi ai Three Feathers. cekikikan» atau membuat gaduh—sehingga saya tidak berpikir bahwa ada yang serius. "Tidak. dia tidak pulang untuk makan siang. tetapi tampaknya tidak banyak yang dapat dilihat dari sisi tersebut. "Nah." Miss Waterhouse sedikit terkejut. Bagi saya hal itu adalah sangat luar biasa." katanya. Tampaknya dia sedang berdebat dengan gadis itu. Dia merampasnya dari Colin dan meletakkannya kembali dalam tas golf. "Dia tidak pernah tahu apa-apa. yang cakap dalam melakukan pengamatan." Sersan Lamb mengoreksinya. Akhirnya dia mendudukkan dan menyandarkan gadis itu ke tiang pintu gerbang. berdiri di anak tangga dan kemudian berjalan memutar menuju kebun belakang. terus saya naik ke loteng dan menyeleksi beberapa barang yang akan saya bawa ke tukang cuci. tentu tidak/' "Dan nama Curty tidak berarti apa-apa bagi Anda dalam segala hal?" "Tidak. Colin Lamb memungut tongkat pemukul golf di samping pintu. sungguh. Ada seorang laki-laki muda dan seorang gadis di pintu gerbang. "Saya hanya dapat melihat bagian belakang kepala pria muda itu. mengembuskan napas." "Anda tidak melihat Miss Pebmarsh pulang ke rumahnya sesaat sebelum itu?" Miss Waterhouse menggelengkan kepala. barulah saya sadar bahwa ada hal yang luar biasa yang telah terjadi. Anda harus hati-hati. Ketika saya kembali." Dia menimbangnya naik turun dengan tangannya. Saya heran kenapa belum ada yang dituntut karena bergosip sepanjang waktu. Saya kira dari kamar tidur saya dapat memperhatikan kegaduhan yang terjadi di sebelah." kata Colin.beberapa cek untuk melunasi tagihan-tagihan. Apakah harus ada apa-apanya?" Hardcastle tersenyum. waktu itu dia berada di Gainsford and Swettenhams di High Street. Kelihatannya dia sedang merayu gadis itu. Apakah itu metode tetapmu?" . "Tidak ada hal lain yang dapat Anda ingat? Yang dapat Anda katakan pada kain j?" "Tidak." kata Hafdcastle." kata Miss Waterhouse." "Tidak ada surat yang ditandatangani seseorang bernama Curry?" "Curry? Tidak. "Saya juga menyesal." "Tentu saja tidak. ada sekerumunan keci! orang. Selama beberapa saat nada suaranya semurung nada suara seorang gadis. Mr. "Saudara laki-laki Anda. Bagaimanapun juga. tetapi Miss Waterhouse tidak sedang melihat ke arahnya dan jelas-jelas tidak berpikir bahwa dialah sebenarnya laki-laki muda yang sedang dibicarakan itu." Sersan Lamb memindahkan kakinya. untuk menghadapi segala peristiwa. mendorong satu sama lain." katanya. Yah. "Tongkat yang bagus.

" Dia mendorong sebuah pintu di sebelah kiri." BAB 8 SEBAGAI tambahan pada alamatnya. "Tampaknya. menurut Miss Martindale." kata Colin. jangan. menggeser-geserkan badan mereka dengan lembut pada gaun majikannya. Hati-hati." Nada suaranya terdengar tidak memihak. Tidak di sana. begitu pula dengan bau kencing kucing yang tajam menusuk. Mari kita lihat apakah nomor 20 bisa lebih baik bagi kita. Cantikku." "Ya. Suara-suara yang agak aneh. "Sayangnya. Inspektur. dua di antaranya mengeong." kata Mrs. "Memalukan! Saya sudah menulis dan melaporkannya. Hemming. Bau ruangan itu balikan lebih tajam. kemudian terdengar suara-suara dari dalam. "Oh. Chavank/* Saat itulah Inspektur Hardcastle menyadari bahwa selendang bulu oranye tersebut sesungguhnya adalah seekor kucing." Di dalam ruang itu berbagai macam sikat dan sisir yang dililiti bulu-bulu kucing tergeletak di atas kursi-kursi dan meja-meja. atau apakah itu seperti suara Miss Pebmarsh. Tanaman laurel dengan bunganya yang berbintik-bintik sendu dan dipangkas dengan tidak sempurna. Segala sesuatu saya lakukan demi mereka. kucing itu tidak mengungkapkan apa pun vang menarik. Dia melompat ke meja yang ada di gang. Diana Lodge tidak memberi kesan rapi serta tidak memiliki bedeng-bedeng bunga. Shah-ShahMimi. Di sana juga terdapat bantal-bantal kursi yang pudar dan kotor. "Tetapi kalau dia menelepon. Saya lupa. Hemming?" "Saya Mrs. Mrs. Akhirnya pintu depan terbuka. mengapa dia menginginkan gadis itu ada di sana? Jika itu orang lain. Wilbraham Crescent No. yang lain menggosok-gosokkan badannya dengan penuh rasa sayang pada celana panjangnya. Cleo—Cleopatra. Seperti biasanya. ayo. "seperti Moated Grange. setengah berbicara. mengapa? Mengapa semuanya ini tidak berujung pangkal? Jika Miss Pebmarsh menelepon. jangan ke ruang itu." kata Mrs. juga menghalangi usaha seseorang untuk masuk melalui pintu gerbang. Sayangnya dia termasuk orang yang alergi terhadap kucing. "Dia sangat yakin." (Rumah besar yang dikelilingi parit. Sudah deh. Aku mau tutup pintu. dia akan mengetahui apakah itu suaranya atau bukan. Detektif Inspektur Hardcastle yang gagah berani hanya dapat mengatupkan bibirnya dan menahan diri. Suara seperti senandung bernada tinggi." "Saya harap Anda datang sehubungan dengan orang mengerikan itu. mengapa?" "Oh. pada kesempatan-kesempatan seperti itu semua kucing segera mengerumuninya. Inspektur Hardcastle berkata ragu-ragu. yang datang kemari dari Badan Pencegahan Kejahatan Terhadap Hewan. Hemming. memandangi tamutamu tersebut. Dia bilang kucing-kucing saya dipelihara dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan dan kebahagiaan mereka! Sungguh memalukan! Saya hidup demi kucing-kucing saya. dan ada paling tidak enam ekor kucing lagi. Jika Martindale mengenal Miss Pebmarsh secara pribadi. "jika saja ada rumah yang dapat dinamai The Laurels. "Mereka mengerti setiap patah kata yang saya ucapkan." Terdengar pintu-pintu ditutup. duduk dan menjilati mukanya sambil menatap orang-orang asing itu. Hemming. Hemming. Shah-Shah-Mimi. "Mrs."Hasilnya kadang-kadang bagus jika ditetapkan terhadap orang-orang dengan tipe seperti dia. "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Suatu hal yang sangat samar dan mungkin tidak penting. Di hadapan mereka berdiri seorang nyonya yang mengenakan gaun beludru berwarna hijau lumut pucat." Inspektur Hardcastle berjalan masuk dengan gagah. 'Tidak. "Silakan masuk. ■ "Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Hemming." "Dia mendengkur seperti kucing yang ditawari semangkuk krim sebagai hadiah. Satu melompat ke lututnya. mengapa mereka melibatkan Miss Pebmarsh? Kita tidak tahu apa-apa sekarang." kata Hardcastle. Aku tutup. "Mengapa. "Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada Anda. dan telepon Itu. padahal seharusnya ke kanan.) Mereka menunggu selama beberapa menit. semuanya adalah mengapa" kau Hatd-castle tak sabar." komentar Colin Lamb. Mereka satu-satunya hiburan dan kesenangan dalam hidup saya. Penyanyi atau penyenandung itu mendekati pintu depan dan kata-katanya mulai terdengar jelas. berdering sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Colin menoleh padanya dengan cepat. Miss Pebmarsh pergi ke kantor pos dan toko-toko. "Mari masuk. 20 mempunyai sebuah nama. tetapi dia membelok ke kiri. "Saya hidup demi kesayangan saya. "Apakah—" kata Hardcastle. Inspektur itu menariknya dan sebuah suara berdentang lirih terdengar di dalam. Rambutnya yang pirang keputihan disisir lurus-lurus." Shah-Shah-Mimi tidak mempedulikan tangan vang menahannya. Tiga ekor kucing lainnya muncul di gang. Semak-semak vang menjulur dan tumbuh liar merupakan pemandangan yang menonjol. Rumah tersebut kelihatannya dalam kondisi yang hampir roboh dengan atap yang mestinya diperbaiki. "Mengapa harus dinamai Diana Lodge segala?" Dia melihat ke sekelilingnya sambil menilai." "Tidak?" kata Hardcastle. maka rumah ini kelihatannya cocok. Sunbeam. Tidak ada bel listrik di sana tetapi ada sebuah tuas yang gunanya untuk ditarik." Colin memandangnya ingin tahu. Hati-hati. Di sana. setengah menyanyi. tentang—" . Di sekeliling lehernya dia memakai selendang bulu berwarna oranye." kata Mrs." kata Colin. Itu bukan kucing satu-satunya. Manisku. Satu-satunya tanda yang menyatakan adanya perhatian baru-baru ini pada rumah itu adalah cat vang dikuaskan pada pinru depan. disanggul dengan rumit menurut mode sekitar tiga puluh tahun yang lalu. Mereka duduk. yang warna biru langit terangnya membuat penampilan kumuh bagian rumah lainnya serta kebun yang tak terawat itu menjadi lebih kentara. kita tidak mendapat banyak dari nomor 18. "Kau masih menyangka bahwa di balik sangkalannya dia mungkin saja menelepon? Dia sangat yakin akan hal itu. Sayangku. yaitu Diana Lodge. Hati-hati buntutmu. Sayang. Pada saat itu juga bau kucing yang tajam menusuk tercium oleh hidung kedua orang laki-laki itu. yang agak kusam. Jenis yang keras selalu luluh berhadapan dengan rayuan. Pintu gerbangnya diberi penghalang terhadap para penyerbu dengan cara dililiti kawat berduri di bagian dalam.

"Nomor 19. Kebun kami hampir saling membelakangi satu sama lain. baru saja saya masuk melalui pintu. seorang wanita buta. Betapa anehnya. Mereka memiliki sebuah katapel. Saya mendesak supaya barang itu disita saja. Mrs." kata Colin. ya?" kata Mrs. atau mereka pernah memilikinya. dengan minat yang sopan. mungkin rumah itu tidak mempunyai tetangga. Dia masih muda dan dia telah memanjat salah satu pohon dan saya takut dia tidak bisa turun. "Hari ini anginnya keras dan saya tidak mau semua sayangku masuk angin. Colin menggaruknya. Sepertinya inspektur itu adalah sebuah bantalan jarum. Mereka itu betul-betul pengacau. begitu. Hardcastle dan Colin mengikutinya. . mengeraskan suaranya. "Tolong tutup pintunya." Colin menyeringai kecil. mengusap-usap kupingnya dan kucing kelabu itu mendengkur keenakan. Hemming. Saya biasanya belanja lebih awal di pagi hari dan terus pulang supaya dapat menyiapkan makan siang untuk kesayangan saya. Pada musim panas mereka melempar buah-buah apel. Gangguan seperti itu tak dapat lagi ditahannya. Hemming." "Orang y«ng terbunuh itu bukan penghuni rumah itu?'" kata Inspektur Hardcastle. masuk ke Albany Road dan terus ke kanan lagi sepanjang bagian lain Wilbraham Crescent. "Saya datang untuk membicarakan kejadian tidak enak yang terjadi di sebelah. kata Anda?" kata Mrs." kata Colin sambil berpikir-pikir. "Anak-anak nakal?" tanva Hardcastle. Kebun belakang kurang lebih mirip dengan yang di depan. dan semak-semak tumbuh berjajar begitu rapat. Tanaman laurel. baik dia maupun Hardcastle hanya membuang-buang waktu saja di sini." kata Hardcastle." kata Mrs. Hemming dari gang. berhenti dengan ragu-ragu di tengah-tengah kebun belakangnya. Hemming menggantinya dengan seekor kucing Persia kelabu yang bertampang linglung. "Sava dapat melihat kebun belakang Anda. Mereka diberi makan ikan yang terbaik yang saya masak sendiri. Inspektur Hardcastle segera bangkit berdiri. "Mereka selalu tahu. membelok ke kanan." "Memalukan." "Begitu. Apa yang baiu Anda katakan tadi menggambarkan dengan sempurna pola dari tingkah laku kucing dan peraturan-peraturan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Saya mencoba membujuknya dengan sepiring ikan." kata Colin pada si kucing oranye dan menambahkan. "Kita pernah bertemu sebelumnya. tujuh iainnva di bawah sini. "dan kau betul-betul cantik. dan beberapa macrocarpas vang agak suram. Dari sudut pandang penghuni-penghuninya. "d. pepohonan. "Saya berharap." Dia memandang kedua tamunya ganti-berganti. Dua anak laki-laki Mrs. tempat tidur mereka. Hemming hanya bergumam lirih. apakah Anda berada di rumah kemai in siang.r "Nah itu. Saya dapat menunjukkan pada Anda makanan kucing." kata Colin. Ramsay." "Sebelah? Anda maksud anjing Mr. Hemming bahwa Colin berbicara di luar peranannya sebagai seorang sersan polisi. Hemming bangkit. Mereka tinggal di bagian selatan Crescent ini. mereka tidak akan memperhatikan saya meskipun saya senang pada mereka. Saya harus menyerah akhirnya dan kembali ke rumah." katanya. "Tetapi saya kira hanya ada satu orang yang tinggal di rumah itu. "Sesungguhnya." BAB 9 MEREKA mengendarai mobil sepanjang Wilbra-ham Crescent. Yaitu sekitar jam setengah dua sampai setengah empat?" "Oli ya. Segalanya yang Anda inginkan. Dia memimpin jalan ke luar ruangan itu. tidak tahan lagi untuk tidak berbicara. "Saya sangat tertarik pada kucing. bukan?" Seekor kucing Persia kelabu yang tampan meletakkan kedua belah kakinya pada lutut Inspektur Hardcastle." Jika itu terpikirkan oleh Mrs. Hemming memandangnya de ngan sedikit kaget. Diana Lodge dapat digambarkan sebagai sebuah rumah yang terisolir." kata Mrs. "Kalau boleh saya bertanya. "Maaf?" Mrs. Nyonya. Mungkin Anda sudah mendengarnya. tentu. "bukan itu. "Oh." "Ini tidak ada hubungannya dengan kucing. Kucing itu mengibaskan ekornya dengan lembut." kata Hardcastle. sepertinya hendak mengecek kepercayaan mereka. Mereka memasang perangkap dan bersembunyi. "Saya tidak akan menyembunyikan apa-apa. saya percaya.." .a datang untuk dibunuh. dia turun sendiri dan mengikuti saya masuk. maka tidak ada tanda apa pun yang muncul di wajahnya. tetapi dia tetap takut. Anda tahu. Dan Anda tidak akan percaya. Mrs. "Oh. Dengan cara yang sama kucing-kucing Anda semuanya sedang berkumpul mengitari teman saya yang terus-terang tidak peduli pada kucing. Kucing-kucing ini manis-manis. tetapi saya curiga. tentu. Hemming." Mrs. Si kucing oranye melepaskan gulungannya pada leher majikannya. bukan. adalah sebuah gambaran yang bagus." Dia berjalan menuju ujung gang dan membuka sebuah pintu samping. Mr. tentu saja." "Dan Anda tidak memperhatikan segala kegiatan di sebelah? Mobil polisi—ambulans—hal-hal seperti itu?" "Yah. Ada rumput-rumput liar. Yang saya maksud adalah nomor 19 di mana seorang laki-laki ditemukan terbunuh kemarin. Saya pergi ke kebun belakang sebab Arabella hilang. saya rasa saya tidak melihat ke luar jendela depan." yang ini ditujukan pada seekor kucing Persia lainnya yang sedang duduk di atas meja di samping sebuah lampu porselen. Hemming. lima ekor di kamar saya. Matanya masih tetap terarah pada hewan-hewan kesayangannya. Lagi pula. sehingga kebun belakang Miss Pebmarsh hampir tidak terlihat. memandangnya dengan penuh gairah dan mencengkeramkan cakar-cakar-nva kuat-kuat dengan gaya mengais-ngais. semak-semak yang menggerombol dan tidak dipangkas dan banyak sekali tanaman laurel dari varietas yang berbintik-bintik. "dan saya telah mempelajari sifat-sifat alamiah kucing. Joshua?" "Bukan. Si kecil yang malang. Menurut pendapat Colin."Segala sesuatu yang Anda inginkan. menyela pembicaraannya. masih iagu-ragu. tetapi tidak lebih." kata Mrs. ada ahak-anak nakal itu— betul-betul tidak aman membiarkan makhluk-makhluk manis itu berkeliaran di kebun sendirian." kata Colin.— er—er. kalau Anda keluar. kemudian menyisir dan merawat mereka.

"Sederhana sebetulnya," kata Hardcastle. "Kalau kamu sudah tahu," kata Colin. "Nomor 61 memang membelakangi rumah Mrs. Hemming—tetapi salah satu sudutnya menyentuh nomor 19 dan itu cukup baik. Ini akan memberi kesempatan untuk melihat Mr. Bland. Omong-omong, dia tidak punya pembantu asing." "Yah, gugurlah sebuah teori yang indah." Mobil berhenti dan kedua laki-laki itu turun. "Nah, nah," kata Colin. "Sebuah kebun depan vang indah!" Kebun itu betul-betul merupakan model luar kota yang sempurna dalam bentuk mini. Ada bedeng-bedeng geranium dengan pinggiran lobelia. Ada begonia yang besar dan mengkilap, dan ada berbagai hiasan kebun yang dipajang di sana—katak, cendawan, orang cebol, dan peri dalam dongeng. "Aku yakin Mr. Bland pastilah seorang yang sangat terhormat," kata Colin gemetar. "Dia tidak mungkin memiliki ide-ide buruk kalau dia bukan orangnya." Dia menambahkan lagi ketika Hardcastle menekan bel, "Kau kira dia ada di rumah sepagi ini?" "Aku sudah menelepon," Hardcastle menjelaskan. "Menanyakan kalau dia ada waktu." Pada saat itu sebuah mobil pengangkut berhenti dan berbelok masuk garasi, yang jelas-jelas merupakan tambahan baru pada rumah itu. Mr. Josaiah Bland turun, membanting pintu dan berjala" menuju mereka. Orangnya tingginya sedang dengan kepala botak dan sepasang mata biru yang agak kecil. Penampilannya ramali dan hangat. "Inspektur Hardcastle? Silakan masuk." Dia membuka jalan menuju tuang duduk. Ruang itu menunjukkan beberapa bukti kemakmuran. Ada lampu-lampu hias yang mahal, sebuah meja tulis Empire, satu set hiasan perapian bercat emas yang berkilau-kilauan, sebuah bufet berisi hiasan-hiasan, dan sebuah jardiniere yang penuh bunga di jendela. Kursi-kursinya model mutakhir dan mempunyai lapisan yang mewah. "Silakan duduk," kata Mr. Bland hangat. "Rokok? Atau Anda tidak boleh merokok kalau lagi bertugas?" "Tidak, terima kasih," kata Hardcastle. "Tidak minum juga, saya kira?" kata Mr. Bland. "Ah, lebih baik begitu untuk kita berdua, saya kira. Sekarang ada apa? Urusan di nomor 19 bukan? Sudut-sudut kebun kami bergandengan, tetapi kami tidak dapat melihatnya dengan jelas, kecuali dari jendela di tingkat atas. Urusan yang luar biasa kelihatannya—paling tidak dari apa yang saya baca di koran lokal pagi ini- Saya senang menerima pesan Anda tadi. Suatu kesempatan untuk mendapat beberapa keterangan. Anda tidak akan mengira kabar burung macam apa yang tersiar! Ini membuat istri saya agak cemas—merasa ada seorang pembunuh yang bebas berkeliaran. Masalahnya adalah mereka membiarkan semua orang gila itu keluar dari rumah sakit jiwa sekarang ini. Mengirim mereka pulang ke rumah dengan catatan tidak melarikan diri atau apa pun istilahnya. Kemudian mereka membunuh orang lain dan mereka dijebloskan lagi ke rumah sakit. Dan seperti yang saya katakan, kabar burung! Maksud sava, Anda akan kaget bila mendengarnya dari wanita-wanita pekerja harian dan pengantar susu, atau tukang koran. Satu berkata dia dicekik dengan kabel, yang lain berkata dia telah ditikam. Orang lain lagi bilang dia dipukul dengan sebatang pipa timah. Bagaimanapun juga, dia seorang laki-laki, bukan? Maksud saya, bukan si wanita tua yang dibunuh bukan? Orang yang tak dikenal, begitu kata koran-koran." Mr. Bland akhirnya berhenti sama sekali. Hardcastle tersenyum dan berkata dengan suara mencela, "Yah, sebagai yang tak dikenal, dia memiliki sebuah kartu dan sebuah alamat di sakunya." "Cukup menarik juga ceritanya," kata Bland. "Tetapi Anda tahu bagaimana halnya dengan masyarakat. Saya tidak tahu siapa yang merencanakan ini semua." "Selagi kita membicarakan kotban tersebut,"kata Hardcastle, "mungkin Anda sudi melihat. Sekali lagi dikeluarkannya foto kepolisian itu. "Jadi ini dia orangnya?" kau Bland. "Dia kelihatan seperti orang biasa, bukan? Biasa seperti Anda dan saya. Saya kira saya tidak boleh menanyakan alasan mengapa dia mesti dibunuh?" "Terlalu pagi untuk mengatakannya," kata Hardcastle. "Yang ingin saya ketahui, Mr. Bland, adalah apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya yakin belum pernah. Saya lumayan baik dalam mengingat wajah." "Dia tidak mampir kemari dengan maksud-maksud tertentu—menjual polis asuransi atau —vacuum cleaner, atau mesin cuci, atau barang-barang lainnya?" "Tidak, tidak. Tentu saja tidak." "Kami mungkin harus bertanya pada istri Anda," kata Hardcastle. "Bagaimanapun juga, jika dia datang kemari, istri Andalah yang akan ditemuinya." "Ya, itu betul sekali. Saya tidak tahu, meskipun... Valerie tidak begitu sehat. Saya tidak ingin menyusahkannya. Maksud saya adalah, yah, saya kira ini fotonya ketika mati, bukan?" "Ya," kara Hardcasde, "itu betul. Tetapi itu sama sekali bukan foto yang mengerikan." "Memang bukan. Dikerjakan dengan sangat baik. Orang ini kelihatannya sedang tidur." "Kau membicarakan aku, Josaiah?" Sebuah pintu penghubung dengan ruangan lain terbuka dan seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tersebut. Dia, menurut Hardcastle, telah mendengarkan dengan penuh perhatian dari balik pintu. "Ah, kaukah itu, Sayangku," kata Bland. "Kupikir kau sedang tiduran. Ini istri saya, Detektif Inspektur Hardcastle." "Pembunuhan yang mengerikan itu," gumam Mrs. Bland. "Sungguh-sungguh membuat saya bergidik memikirkannya." Dia duduk di sofa sambil sedikit mengeluh. "Naikkan kakimu, Sayang," kata Bland. Mrs. Bland menurut. Dia adalah wanita berambut pirang, dengan suara sedih yang lirih. Dia kelihatan seperti kurang darah, dan mempunyai ciri-ciri seperti orang cacat yang menerima cacat nya dengan suatu kesenangan tertentu. Selama beberapa saat, dia mengingatkan Inspektur Hardcastle pada seseorang. Dia mencoba berpikir siapa, tetapi gagal. Suara yang lirih, agak sedih itu terus berkata. "Kesehatan saya tidak begitu baik, Inspektur Hardcastle, karenanya suami saya berusaha menghindarkan saya dari segala shock atau kecemasan. Saya sangat peka. Anda sedang membicarakan sebuah foto, saya kira, dari—dari orang yang terbunuh itu. Oh, betapa mengerikan kedengarannya. Saya tidak tahu apakah saya akan tahan melihatnya!" Mati karena melihatnya, sebetulnya, pikir Hardcastle. Dengan suara sedikit gusar, dia berkata, "Mungkin kalau begitu saya tidak perlu meminta Anda untuk melihatnya, Mrs. Bland. Tadinya saya berpikir mungkin Anda dapat menolong kami, kalau-kalau orang itu pernah mampir ke rumah Anda suatu ketika."

"Saya harus menunaikan kewajiban saya, bukan?" kata Mrs. Bland, dengan senyum keberanian yang manis. Dia mengulurkan tangannya. "Kaupikir kau mau menyusahkan dirimu sendiri, Val?" "Jangan tolol, Josaiah. Tentu saja aku harus melihatnya." Dia melihat foto itu dengan penuh minat dan, dalam pikiran inspektur itu, dengan sedikit kecewa. "Dia kelihatannya—sungguh, dia tidak seperti mati sama sekali," katanya. "Tidak sama sekali, kendati dia telah dibunuh. Apakah dia—dia tidak mungkin dicekik?" "Dia ditikam," kata inspektur itu. Mrs. Bland menutup matanya dan bergidik. "Oh, oh," katanya, "betapa mengerikan." "Anda tidak merasa pernah melihatnya, Mrs. Bland?" "Tidak," kata Mrs. Bland dengan penyangkalan yang jelas, "tidak, tidak, saya kira tidak. Apakah dia jenis orang yang—yang mampir ke rumah-rumah menjual barang-barang?" "Dia tampaknya seperti seorang agen asuransi," kata inspektur itu hati-hati. "Oh, begitu. Tidak, tidak ada orang seperti itu, saya yakin. Kau tidak pernah ingat saya menyebutkan hal seperti itu, bukan, Josaiah?" "Tidak ingat," kata Mr. Bland. "Apakah dia ada hubungannya dengan Miss Pebmarsh?" tanva Mrs. Bland. 'Tidak," kata inspektur itu, "dia adalah orang asing bagi Miss Pebmarsh." "Sangat aneh," kata Mrs. Bland. "Anda mengenal Miss Pebmarsh?" "Oh ya, maksud saya, kami mengenalnya sebagai tetangga, tentu saja. Dia kadang-kadang bertanya pada suami saya tentang kebun." "Anda seorang tukang kebun yang hebat," kata inspektur itu. "Ah, biasa-biasa saja," kata Bland membantah. "Tidak punya waktu. Tentu saja, saya tahu sedikit tentang berkebun. Tetapi saya punya seorang pekerja yang hebat—datang dua kali seminggu. Dia merawat kebun dan merapikannya. Saya berani taruhan, tidak ada kebun yang dapat menandingi kebun kami di sekitar sini, tetapi sava bukannya tukang kebun sungguhan seperti tetangga saya." "Mrs. Ramsay?" kata Hardcastle terkejut. "Bukan, bukan, lebih jauh lagi. 63. Mr. McNaughton. Dia hidup untuk kebunnya. Di situ terus sepanjang hari, dan gila pada pupuk. Betul, dia sangat membosankan kalau lagi ngomong soal pupuk—tapi saya rasa bukan itu yang hendak Anda bicarakan." "Pasti bukan," kata inspektur itu. "Saya cuma ingin tahu apakah seseorang—Anda atau istri Anda, misalnya—ada di kebun kemarin. Bagaimanapun juga, seperti kata Anda, salah satu sudutnya menyentuh batas nomor 19 dan ada kemungkinan Anda melihat sesuatu yang menarik kemarin—atau mendengar sesuatu, mungkin?" "Tengah hari, bukan? Ketika pembunuhan itu terjadi, maksud saya." "Waktu yang relevan adalah antara jam satu sampai jam tiga." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya tidak melihat banyak. Saya ada di sini. Begitu juga Valerie. Kami sedang makan siang, dan ruang makan kami menghadap ke jalan. Kami tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di kebun." "Jam berapa Anda makan?" "Jam satu atau sekitar itu. Kadang-kadang setengah dua." "Dan Anda tidak pergi ke luar ke kebun sama sekali sesudahnya?" Bland menggelengkan kepalanya. "Sesungguhnya," katanya, "istri sava selalu naik ke loteng untuk beristirahat sesudah makan siang dan, jika tidak terlalu sibuk, saya berbaring-baring sebentar di kursi di sana. Saya mestinya meninggalkan rumah sekitar—oh, saya rasa jam tiga kurang seperempat, tetapi sayangnva saya tidak ke kebun sama sekali." "Oh, sudahlah," kata Hardcastle mengeluh, "kami harus menanyai setiap orang." "Tentu, tentu. Saya harap saya dapat lebih ban vak membantu." "Anda memiliki tempat tinggal yang bagus," kata inspektur itu. "Tidak ada uang yang dihamburkan, saya rasa." Bland tertawa riang. "Ah, ya, kami menyukai barang-barang yang bagus. Istri saya punya selera tinggi. Kami mendapat keberuntungan tahun lalu. Istri saya memperoleh sejumlah uang dari pamannya. Dia tidak pernah melihat pamannya selama dua puluh lima tahun. Cukup mengejutkan! Itu membuat sedikit perbedaan bagi kami, Anda tahu. Kami mampu membiayai diri kami dengan baik dan kami merencanakan untuk bepergian dengan kapal-kapal pesiar di tahun-tahun mendatang. Sangat terpelajar katanva, saya dengai. Yunani dan semuanya. Banyak profesor memberi kuliah di dalam kapal. YahT tentu saja, saya adalah orang yang mandiri dan saya tidak punya banyak waktu untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya akan te> tarik. Orang yang pergi menggali ke Troya, dulunya adalah seorang pemilik warung makanan. Sangat romantis. Saya mengakui bahwa sava senang pergi ke negara-negara asing—kendati tidak sering saya lakukan— sua^u kesempatan berakhir pekan di Paris, hanya itu. Saya terbujuk dengan ide untuk menjual semuanya di sini dan pergi untuk hidup di Spanyol atau Portugis atau bahkan di Hindia Barat. Banyak orang melakukannya. Menghemat pajak dan lain-lainnya. Tetapi istri saya tidak menyetujui ide itu." "Saya senang bepergian, tetapi saya tidak kepingin hidup di luar Inggris," kata Mrs. Bland. "Teman-teman kami tinggal di sini— dan saudara perempuan saya juga tinggal di sini, dan setiap orang mengenal kami. Jika kami ke luar negeri, kami jadi orang asing. Dan—lagi pula kami mempunyai dokter yang sangat baik di sini. Dia sungguh-sungguh mengerti kesehatan saya. Saya tidak akan peduli sama sekali dengan dokter asing. Saya tidak akan mempercayainya." "Kita lihat saja," kata Mr. Bland riang. "Kita pergi pesiar dan kau akan jatuh cinta pada Kepulauan Yunani." Mrs. Bland memandangnva seperti mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. "Mungkin ada juga dokter Inggris yang bermutu di luar negeri," kata Mrs. Bland ragu-ragu. "Tentu saja," kata suaminya: Dia menemani Hardcastle dan Colin sampai di pintu depan, mengulangi sekali lagi betapa menyesalnya dia karena tidak dapat membantu mereka. "Yah," kata Hardcasde. "Bagaimana pendapat-mu tentang dia?" "Aku tidak mau membiarkan dia membangun rumahku," kata Colin. 'Tetapi seorang kontraktor yang sedikit licik bukanlah yang kukejar. Aku mencari seseorang yang penuh pengabdian. Dan sebagai tanggapan pada kasus pembunuhanmu, kau mendapat jenis

pembunuhan yang salah. Sekarang jika Bland memberi istrinya arsenik atau menceburkannya ke Laut Aegea dengan maksud untuk mewarisi uangnya, dan menikah dengan seorang gadis pirang yang cantik-—" "Akan kita urus kalau itu benar-benar terjadi," kata Inspektur Hardcastle. "Sementara ini kita harus terus dengan pembunuhan

ini"

BAB 10
Di WILBRAHAM CRESCENT NO. 62, Mrs. Ramsay berkata pada dirinya sendiri untuk menghibur hati, "Dua hari lagi. Tinggal dua hari." Disibakkannya beberapa helai rambut basah yang menutupi dahinya. Sebuah bunyi pecah yang hebat terdengar dari dapur. Mrs. Ramsay merasa sangat segan untuk pergi dan melihat apa yang terjadi. Jika saja dia dapat berpura-pura bahwa tidak ada yang pecah. Oh, oh —tinggal dua hari. Dia berjalan ke seberang gang, mendorong pintu dapur dan berkata dengan suara yang jauh dari marah dibandingkan suaranya tiga minggu yang lalu, "Sekarang apa yang telah kalian lakukan?" "Maaf, Bu," kata anak laki-lakinya, Bill. "Kami sedang main bowling dengan kaleng-kaleng ini dan entah bagaimana kaleng-kaleng itu menggelinding ke bawah lemari porselen." "Kami tidak bermaksud demikian," kata adiknya, Ted, menguatkan. "Yah, pungudah benda-benda itu dan letakkan kembali dalam lemari. Kemudian sapulah pecahan-pecahan porselen dan buang ke tong sampah." "Oh, Bu, jangan sekarang dong." "Ya, sekarang," "Ted dapat melakukannya," kata Bill. "Enaknya," kata Ted. "Selalu menyuruh aku. Aku tidak mau melakukannya kalau kamu tidak mau." "Taruhan, kamu pasti mau." "Taruhan, aku tidak akan mau." "Kupaksa kau." "Yahhf" Anak-anak itu bergulat dengan seru. Tcd dipaksa telungkup di bawah meja dapur dan semangkuk telur bergoyang-goyang mengkhawatirkan. "Oh, keluar dari dapur!" teriak Mrs. Ramsay. Dia mendorong kedua anaknya ke luar melalui pintu dapur dan menutupnya. Sudah itu dia mulai memunguti kaleng-kaleng serta menyapu pecahan-pecahan porselen tersebut. Dua hari lagi, pikirnya, dan mereka akan kembali ke sekolah! Betapa menyenangkan, betapa tenteramnya bagi seorang ibu! Dia ingat samar-samar ucapan jahat dari seorang penulis wanita. Hanya ada enam hari gembira dalam setahun bagi seorang wanita. Hari pertama dan hari terakhir acara liburan. Memang betul, pikir Mrs. Ramsay sambil menyapu kepingan-kepingan peralatan makannya yang terbaik. Betapa senang dan gembiranya dia ketika mengharapkan kedatangan anak-anaknya lima minggu yang lalu! Dan sekarang? "Besok," dia mengulangi lagi bagi dirinya sendiri, "besok Bill dan Ted akan kembali ke sekolah. Aku hampir tidak percaya. Aku tidak sabar lagi!" Betapa tenteramnya lima minggu vang lalu ketika dia menjemput mereka di stasiun. Gejolak dan rasa sayang mereka waktu pulang. Cara mereka menghambur ke seluruh pelosok rumah dan kebun. Sebuah kue khusus dipanggang untuk teman minum teh. Dan sekarang—apa yang dia harapkan sekarang? Suatu hari yang betul-betul tenang. Tidak perlu menyiapkan makanan yang banyak, tidak perlu terus-terusan membersihkan. Dia mencintai anak-anaknya—mereka anak-anak yang baik, itu tidak perlu diragukan. Dia bangga dengan mereka. Tetapi mereka juga meletihkan. Nafsu makan mereka, vitalitas mereka, suara ribut yang mereka buat. Pada saat itu, teriakan-teriakan mereka mengeras. Dia menoleh terkejut. Tidak apa-apa. Mereka cuma pergi ke kebun. Itu lebih baik, lebih banyak ruang gerak bagi mereka di kebun. Mereka mungkin mengganggu para tetangga. Dia harap mereka tidak mengganggu kucing-kucing Mrs. Hemming lagi. Tidak, itu harus diakui, bukan demi kebaikan kucing-kucing itu, tetapi karena kawat berduri yang mengelilingi kebun Mrs. Hemming dapat merobek celana pendek mereka. Dia melirik ke arah kotak obat yang terletak di atas meja. Bukannya dia terlalu cerewet menanggapi kenakalan-kenakalan alami anak-anak penuh vitalitas itu. Kenyataannya peringatan pertamanya yang tidak dapat dielakkan adalah, "Nah, bukankah sudah kukatakan beratus-ratus kali, kau tidak boleh meneteskan darah di ruang tamu! Segeralah ke dapur dan teteskan di sana, karena aku dapat menghapusnya dari lantai linoleum." Sebuah teriakan hebat dari luar terhenti tiba-tiba, diikuti dengan kesunyian yang begitu mencekam, sehingga Mrs. Ramsay malah merasa waswas. Sungguh, kesunyian itu sangat tidak alami. Dia berdiri bingung dengan papan pe-nyerok berisi pecahan-pecahan porselen di tangannya. Pintu dapur terbuka dan Bill berdiri di sana. Sebuah ekspresi kegairahan yang amat besar dan sangat tidak wajar menghiasi wajah yang baru berumur sebelas tahun itu. "Bu," katanya, "ada seorang detektif inspektur di sini dan ada seorang laki-laki lain bersamanya." "Oh," kata Mrs. Ramsay lega. "Dia mau apa, Savang?" "Dia mau ketemu Ibu," kata Bill, "tapi kupikir itu pasti ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Ibu tahu, di rumah Miss Pebmarsh kemarin." "Aku tidak mengerti kenapa dia harus datang dan menemuiku," kata Mrs. Ramsay, dengan suara sedikit bingung. Hidup ini selalu berkesinambungan, pikirnya. Bagaimana dia bisa memperoleh kentang yang bagus untuk memasak rebusan ala Irlandia, jika detektif inspektur itu datang pada saat seperti ini? "Oh, biailah," katanya mengeluh. "Kukira lebih baik dia kutemui." Dia melemparkan pecahan-pecahan porselen itu ke dalam tong sampah di bawah bak cuci, mencuci tangannya di bawah keran air, merapikan rambutnya dan siap untuk mengikuti Bill, yang berkata tidak sabar, "Oh, ayolah, Bu/" Mrs. Ramsay dengan Bill rapat di sampingnya, masuk ke ruang duduk. Dua orang laki-laki berdiri di sana. Anak bungsunya, Ted, menemani mereka, menatap mereka dengan mata terbelalak kagum. "Mrs. Ramsay?" "Selamat pagi." "Saya kira anak-anak muda ini telah mengatakan pada Anda bahwa saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Sungguh sangat tidak menyenangkan," kata Mrs. Ramsay. "Pagi ini sangat tidak menyenangkan. Saya sibuk sekali. Apakah ini akan memakan waktu lama?" * "Sama sekali tidak," kata Detektif Inspektur Hardcastle meyakinkan. "Boleh kami duduk?"

"Oh, ya, silakan, silakan." Mrs. Ramsay duduk di kursi bet sandaran tegak dan memandang mereka dengan tidak sabar. Dia curiga bahwa ini akan memakan waktu lama. "Kalian berdua tidak perlu tetap di sini," kata Hardcastle pada anak-anak itu dengan ramah. "Au, kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami tidak akan pergi," ulang Ted. "Kami mau mendengar semuanya," kata Bill. "Tentu saja,"' kata Ted. "Apakah darahnya banyak?" tanya Bill. "Apakah itu perampokan?" kata Ted. "Diam, Anak-anak," kata Mrs. Ramsay. "Tidakkah kalian dengar—Mr. Hardcastle berkata bahwa beliau tidak menginginkan kalian di sini5" "Kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami mau mendengar." Hardcastle berjalan menuju pintu dan membukanya Dia menatap anak-anak itu. "Keluar," katanya. Hanya satu kata saja dan diucapkan dengan pelan, tetapi di baliknya terdapat suatu kualitas kewibawaan. Tanpa berkata apa-apa lagi anak-anak itu bangkit, menggeserkan kaki-kaki mereka dan bergerak ke luar ruangan. Mengagumkan, pikir Mrs. Ramsay penuh penghargaan. Ah, mengapa aku tidak bisa sepeiti itu? Tetapi,tentu saja, dia mempertimbangkan, dia adalah ibu anak-anak itu. Dia tahu bahwa anak-anak laki-laki, ketika mereka keluar, mempunyai tingkah laku yang sama sekali berbeda daripada jika mereka di rumah. Selalu saja para ibu yang mendapat tidak enaknya. Tetapi mungkin, dia mempertimbangkan, orang lebih suka demikian. Memiliki anak-anak laki-laki yang manis, diam, sopan, penuh perhatian di rumah, dan berubah menjadi berandal-berandal kecil di luar, yang menciptakan alasan-alasan yang tidak masuk akal bagi diri mereka sendiri, adalah lebih buruk—ya, itu lebih buruk. Dia teringat akan apa yang diharapkan dari padanya, ketika Inspektur Hardcastle datang kembali dan duduk lagi. "Jika ini tentang kejadian di nomor 19 kemarin," katanya dengan cemas, "saya sungguh tidak tahu apa yang dapat saya katakan pada Anda, Inspektur. Saya tidak tahu apa-apa. Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di sana." "Rumah itu didiami oleh Miss Pebmarsh. Dia buta dan bekerja di Institut Aaronberg." "Oh, begitu," kata Mrs. Ramsay. "Saya khawatir saya hampir tidak mengenal siapa pun di Crescent bernomor kecil." "Apakah Anda berada di sini kemarin antara jam setengah dua dan jam tiga?" "Oh, ya," kata Mrs. Ramsay. "Saya harus masak untuk makan malam dan lain-lain. Bagaimanapun juga saya pergi keluar sebelumnya. Saya mengajak anak-anak ke bioskop." Inspektur itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan mengulurkannya kepadanya. "Saya ingin tahu apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Mrs. Ramsay memandang foto itu dengan minat sedikit saja. "Tidak," katanya, "tidak, saya rasa tidak. Saya tidak yakin saya dapat mengingatnya kalau saya pernah melihatnya." "Dia tidak datang ke rumah ini pada suatu waktu—mencoba menjual polis asuransi pada Anda atau barang-barang lain seperti itu?" Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya dengan lebih yakin. 'Tidak. Tidak, saya yakin tidak." "Namanya, kami mempunyai alasan tertentu untuk mempercayainya, adalah Curry. Mr. R. Curry." Inspektur Hardcastle mengamat-amannya. Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya lagi. "Saya khawatir," katanya minta maaf, "saya sungguh-sungguh tidak mempunyai waktu untuk melihat atau memperhatikan apa pun selama anak-anak libur." "Itu selalu merupakan masa yang sibuk, bukan?" kata inspektur itu. "Anda memiliki anak-anak yang hebat. Penuh gairah hidup dan semangat. Agak terlalu bersemangat kadang-kadang." Mrs. Ramsay tersenyum. "Ya," katanya, "memang sedikit capek, tetapi mereka sebenarnya adalah anak anak yang sangat baik." "Saya yakin itu," kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak baik, kedua-duanya. Sangat cerdas, saya kira. Saya akan bercakap-cakap dengan mereka sebelum saya pergi, jika Anda tidak keberatan. Anak-anak laki-laki memperhatikan hal-hal yang kadang-kadang tidak diperhatikan oleh anggota keluarga lainnya." "Saya tidak begitu mengerti bagaimana mereka bisa memperhatikan sesuatu," kata Mrs. Ramsay. "Kami bukan tetangganya." "Tetapi kebun belakang Anda saling membelakangi." "Ya, memang begitu," kata Mrs. Ramsav. "Tetapi letaknya cukup terpisah." "Anda mengenal Mrs. Hemming di nomor 20?" "Yah, dapat dikatakan begitu," kata Mrs. Ramsay, "oleh karena kucing-kucingnya dan hal-hal lainnya." "Anda suka kucing?" "Oh, tidak," kata Mrs. Ramsav, "bukan begitu. Maksud saya keluhan-keluhan." "Oh, begitu. Keluhan-keluhan. Tentang apa?" Mrs. Ramsav merah mukanya. "Masalahnya adalah," katanya, "kalau orang memelihara kucing dengan cara seperti itu—dia punya empat belas—dia akan mutlak tergila-gila pada makhluk-makhluk itu. Dan itu semua adalah omong kosong. Saya suka kucing. Kami dulu memiliki seekor kucing betina. Sangat pandai menangkap tikus. Tetapi segala keributan yang ditimbulkan wanita itu, memasak makanan khusus—hampir-hampir tidak pernah membiarkan makhluk-makhluk malang itu menikmati kehidupan mereka sendiri. Tentu saja kucing-kucing itu selalu mencoba minggat. Saya juga akan begitu kalau saya jadi kucingnya. Dan anak-anak itu sesungguhnya sangat baik, mereka tidak akan menyiksa kucing dengan cara apa pun. Apa yang saya katakan adalah kucing dapat memelihara dirinya sendiri dengan sangat baik. Mereka adalah hewan yang memiliki akal, kalau saja mereka diperlakukan dengan masuk akal." "Saya yakin Anda benar»" kata Inspektur Hardcastle. "Anda mestinya sangat sibuk," lanjutnya, "membuat anak-anak Anda merasa gembira dan memberi mereka makan selama liburan. Kapan mereka kembali ke sekolah?" "Lusa," kata Mrs. Ramsav. "Mudah-mudahan Anda dapat beristirahat setelah itu."

Dia cukup baik. "Apakah ada sidik jari?" tanya Bill. Tolol?" kata Bill. "tetapi dia dapat berjalan-jalan mengitari kebunnya dengan baik. "Kalian pernah menerobos pagarnya?" "Tidak melalui kawat duri itu.." "Kalian tidak melihatnya sama sekali kemarin?" Anak-anak itu menggelengkan kepala. "Tentu saja. saya ingin bermalas-malasan. taruhan kalian pasti menerobos pagar dan masuk ke kebun nomor 19 dan mencari-cari dengan sepuas hati." kata Ted. kalian betul-betul senang bermain-main dengan selang air itu. Pada satu sisi ada bedeng-bedeng bunga dahlia dan bunga daisy Michaelmas." Dia memandang kedua anak itu dan tiba-tiba menyeringai. Sungguh tidak." "Saya rasa saya bisa mencobanya. "Itu memang agak—sulit. "Sebaliknya. Sayangnya dia harus pergi waktu itu—pada awal liburan lagi. "Au. Dia lebih suka main kereta api listrik daripada anak-anak." katanya membela diri. > "Itu yang kalian lakukan. Saya tidak sesering dia pergi ke luar negeri. "Tidak seperti katapel. Suami saya menertawakan saya. Selang itu terjulur sepanjang jalan setapak kebun dan berhenti di sebuah sudut dekat pohon pir itu." "Yah—" Bill berhenti waspada. Tetapi tentu saja dia lebih tahu tentang itu daripada saya. mengejutkannya sedikit dengan berbicara. "Oh. "Sepanjang pagi." kata Bill. Hemming." kata Bill merendah. yang selama ini diam-diam mencatat. bukan?" Kedua anak itu menggeser-geserkan kaki mereka di tanah dan memandang ke semua arah kecuali ke arah Colin. "Kapan dia pulang. kadang-kadang. Anda dapat masuk melalui pagar—ke dalam kebun Miss Pebmarsh. Orang laki-laki muda satunya. wanita pemilik rumah itu?" Anak-anak itu saling memandang.'* "Kami pergi ke bioskop." "Kamu nggak bisa diam ya. "Saya rasa kalian melakukan perburuan kecil-kecilan untuk mencari jejak sejak ada pembunuhan itu?" kata Hardcastle. ya." kata Ted sedih." kata Mrs." kata Bill." kata Ted. Dia melemparkan bola kembali kepada kami suatu kali. menunjuk ke sela di antara pohon apel dan pohon pir.*' kata Bill. Mrs. Ramsay. itu. Tidak perlu berjalan dengan tongkat atau benda-benda seperti itu. Kadang-kadang rel-rel dan halaman-halaman stasiun dan semuanya disusun melintasi gang dan masuk ke ruangan lain." kata Bill. . "Kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih banyak lagi." kata Bill. saya rasa. "Tetapi masih lebih baik.. Anak-anak itu saling memandang.'* Ada sedikit usaha untuk merawat kebun di Wilbraham Crescent No. Dia selalu ke luar. Ramsay. Walau begitu kami tidak mendengar apa-apa. Dia seorang insinyur bangunan. "Aupair."Maksud saya." Bill menjelaskan. Mrs." "Bagaimanapun juga. "Saya tidak pernah tahu kalau pohon pir perlu disirami. Dia kelihatan sedikit malu." katanya penuh pengertian." Hardcastle bangkit berdiri. "kebun kami ini tidak luas. betul nggak? Bagaimana kalian melakukannya?" "Yah." katanya. "Kalian bisa menyemprotkan air untuk mempermainkan seekor kucing. bolak-balik saja." "Betul. dari mana bagian belakang kebun Miss Pebmarsh terlihat jelas. Sulit untuk tidak tersandung. "meskipun saya selalu merasa bahwa orang asing itu sulit. "Kami tidak pernah menjepret apa pun. Jalan-jalan setapak yang ada sangat perlu dirapikan. 'Tidak begitu berguna." Suaranya bergetar. "Kami tidak akan melihatnya di pagi hari. 62 agar kelihatan teratur." "Kalian dapat melihat rumahnya dengan jelas." "Dia sedang bepergian sekarang." Colin sedang menjelajahi sejalur selang air yang terpasang pada sebuah keran air di dalam rumah. Tapi kami tidak melakukannya." kata Mrs. Ramsay. "Itu nomor 19 yang ada pembunuhannya." "Saya kira kalian juga biasa main katapel. Dia sangat pandai menangani anak-anak. "itu tidak melukai mereka. "Anda mestinya memakai satu dari gadis-gadis asing itu. "jika kalian memanjat pohon ini. kami mungkin melihat sesuatu. begitu kan sebutannya. "Dia biasanya pergi ke kebun sesudah minum teh." kata Ted. "dan kemudian Mrs. Ramsay?" "Saya tidak pernah tahu. yah. Di sebelahnya ada sebatang pohon pir. Colin memandangnya tajam. kelihatannya sedikit aus." kata Tcd tanpa sadar. atau melihat apaapa. "Dia buta. "Jeritan-jeritan seram/* "Kalian mengenal Miss Pebmarsh." kata Ted.. bukan?" kata Inspektur Hardcastle." Dia menggelengkan kepalanya. Hemming datang kemari dan mengadu?" "Dia selalu mengadu. Terus sedikit ke kanan Anda dapat mendorong semaksemak itu dan masuk ke kebun Mrs. "Ketika kalian kembali dari bioskop dan mendengar apa yang telah terjadi. dan bentuk-bentuk lain dari ilmu pengetahuan modern tergeletak di sana. kemudian mengangguk. "Tapi kalian kadang-kadang masuk ke kebunnya." Dia mengeluh." katanya. datang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga di sini dengan imbalan dapat belajar Inggris. Kemudian ada sebuah lapangan rumput kecil yang tidak rapi pangkasannya." "Bukan begitu. "Mungkin anak-anak Anda dapat menunjukkan kebun pada kami?" Bill dan Ted sedang menunggu di gang dan segera menyambut usul tersebut. "Orang laki-laki seperti anak-anak juga. senapan luar angkasa. "Itu dia. dan melihat ke luar." kata Colin. model-model pesawat terbang. Apakah kalian berada di kebun kemarin?" "Oh. "Jika kami ada di atas kemarin." kata Colin. Ada sebuah lubang di antara kawat berduri di sana." "Kalau kami ada di sini sore itu. bukan?" kata Colin. dari jendela loteng. mempertimbangkan. bukan?" "Ya—dia harus ke Swedia pada awal Agustus. Di ujung kebun ada sebatang pohon apel merah yang bagus. kami mungkin mendengar jeritan-jeritan.

Hardcastle membukanya. "Mrs." kata Colin. berhenti sebentar di pintu gerbang nomor 63. "Ya. sebuah sekop yang patah. Dia keluar ke gang dan memanggil-manggil." Di kebun depan ada semak-semak mawar dan sebuah bedeng bunga krokus musim gugur di bawah jendela." Dia memandang Hardcasde cemas. "Ambilkan Ted. sebuah garpu yang sudah berkarat. "Saya kira temuan kami tidak begitu baik. sebuah gesper baju. McNaughton. "Kebanyakan pekerjaan polisi seperti itu." "Dia wanita yang baik. Menurut Hardcasde . Dia mengulurkan sebuah buntal-an sapu tangan dekil yang sudah pudar-warnanya. Dia memaklumi wajah-wajah anak-anak itu." katanya. sepotong kaca yang berwarna-warni. McNajughton memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang mengandung kecemasan. dan menyebarkan isinya. ada apa lagi. dan sebuah gunting yang tinggal separo." Colin memungut uang logam tersebut dan memeriksanya. "Kau akan kaget dengan penyamaran yang mereka lakukan. Ada sebuah pegangan cangkir. "Bukan Inggris." kata Hardcastle. Colin. memang. Sepasang suami istri setengah baya—pensiunan dosen. "Ya. itu saja. Semuanya sangat patriotis. Ramsay dan melengkapi latar belakangnya. itu saja. Saya suiuh mereka menunggu di mang duduk." "Capek. McNaughton ada." "Lebih baik kita ke McNaughton. dengan masing-masing anak berdiri di sampingnya. Ada apa. Seorang janda miskin dengan dua orang anak bisa saja diajak untuk membuat penyamaran itu. katakan pada pihak kita. dan memandang Hardcastle seolah-olah dia adalah Fiend yang hidup kembali." Dia memimpin mereka menuju ruang duduk yang menghadap ke kebun belakang." kata wanita muda itu. "Maksudku bukan hidup dalam desa. Bung." kata Ted. "Sebuah temuan yang menarik. "Bukan. yang penuh semangat dan memungut pecahan kaca tersebut. Dia mundur selangkah-dua langkah. Kupikir. "Kami hanya—sekadar berpura-pura. "Jangan bilang apa-apa tentang hal ini pada siapa pun.. Dia sekarang berkebun." kata wanita muda itu. "Aduh. "Pembantu asing akhirnya. "Mrs. Dia bisa membuat wanita itu bertekuk lutut. aku harus keluar darinya suatu hari." Dia memandang Hardcastle yang ada di depannya." Hardcasde menggelengkan kepalanya. yang kini tidak riang lagi.McNaughton—Mis." katanya. "Anda ingin?-Ya?" Hardcastle bergumam. Setengah dari orang-orang ini bekerja untuk kedua belah pihak dan akhirnya mereka sendiri tidak tahu di pihak mana mereka sebenarnya berada. Oh.."Bisa jadi. Gretel?" "Ada polisi—dua polisi." Bill membuat keputusan." kata Hardcastle. kau tahu." kata inspektur itu serius. BAB 1 1 "Ramsay" kata Colin sambil berpikir." Terdengar bunyi bergegas vang pelan dari loteng dan kata-kata. "Kau hidup dalam dunia yang aneh." "Kupikir lebih dari itu." Sebuah suara di kejauhan menjawabnya. "Dia ada di loteng. Ruang itu kosong.." kata Colin. sekeping uang logam. Banyak yang mengecewakan/* Bill kelihatan lega." usulnva." kata inspektur itu. Mungkin ada hubungannya dengan sesuatu. "Bukan Inggris." dan mengulurkan kartunya." kata Hardcastle. "Saya cukup mengerti. "Mrs. Ted kembali." "Tentunya orang yang kaucari tidak akan merepotkan diri dengan seorang istri dan dua anak laki-laki. Anak-anak selalu melelahkan. Seorang wanita yang periang dengan baju bercorak bunga-bunga cerah membukakan pintu dan berkata. "Kami mungkin harus mengambil ini juga. Maksudku dia setuju untuk menjadi Mrs. Standar-standar menjadi kacau. McNaughton. Istrinya berkata dia seorang insinyur bangunan." "Apa yang kauketahui tentang McNaughton?" "Tidak banyak—mereka datang kemari sekitar setahun yang lalu. "Ya—dan tidak begitu bahagia. Orang mulai lupa apa adalah apa dan siapa adalah siapa. kurasa." Bill mengakui. Ted berlari mematuhi perintahnya.." kata Hardcastle dengan gaya mengajak mereka bersekutu. Dia akan melakukan pekerjaan mata-mata. Jika memang begitu—er— sava akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menunjukkan koleksi kalian pada saya. Aduh." kata Hardcastle serius. sudahlah—mari kita teruskan urusan ini. "Kau tak pernah tahu. sebuah pecahan porselen dengan pola pohon willow. "Kebunnva sedikit menyentuh nomor 19—sama seperti Bland." kata Hardcastle. "Ada apa dengan dia?" "Aku menyukai bunyinya." kata Hardcastle ragu-ragu. "kalian justru menemukan sesuatu yang tidak terlihat oleh kami. "Polisi." Kemudian terdengar bunyi derap Itaki dan akhirnya Mi s. Dia berkelana di luar negeri—secara mendadak. tetapi kelihatannya hanya itu saja yang diketahuinya tentang suaminya." "Aku tidak setuju kalau dia termasuk tipe yang begitu. Anak-anak itu berjanji sepenuh hati kalau mereka tidak akan melakukannya. "Saya ambil ini..

ya?" **Yah." Dia memimpin jalan melalui sebuah pintu samping dan masuk ke kebun." Dia memandang sebentar dan berkomentar. Anda tahu. McNaughton?" Mrs. Dia menyibakkan'rambut keriting putihnya yang kurang rapi ke belakang. aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat." "Oh. sekarang ini bukan musimnya.kecemasan sudah biasa membayangi wajah Mrs. saya tetap yakin saya pernah melihat wajah ini sebelumnya. Hardcastle mengeluh. Bland. "Paling tidak — " dia berhenti. Waktu yang tepat saya kira. Ya. "Dan sekitar tengah hari lagi. ketika orang-onng biasanya ada di rumah." kata Mrs. dan bantal-bantal kursi. Tahukah kau. Mrs." kata Hardcastle. Mr. sebagai seorang wanita yang terlalu bergairah karena dia pernah melihat seseoiang yang ada hubungannya dengan pembunuhan. McNaughton." "Tetangga Anda berkata Anda sangat suka berkebun." "Anda tidak melihatnya kemarin. Yah. Betul-betul menakutkan. tetapi saya memiliki satu atau dua jenis semak di sini. 'Tetapi mengapa Anda menemui kami} Kami tidak tahu apa-apa tentang itu. Bukan. dia ada di kebun. Inspektur? Tentu saja. melihatnya tetapi tentu saja mereka tidak pemah mengira kalau terjadi sesuatu di sana. saya baru sadar sekarang. Mrs. Dia menggolongkan Mrs. Tetapi sama saja— ya. saya rasa." kata Hardcastle. serta benda-benda yang harus dibersihkan di musim semi. yang datang kemai i minggu lalu dan bertanya pada kita kalau kita punya barang antik yang hendak dibuang?" "Coba kulihat. bagaimana benda itu dengan cepat bisa membersihkan gorden-gorden." kata Mrs McNaughton. saya pikir ini berhubungan dengan pembunuhan ku. bukan?" kata Mrs. itu saja yang dia lakukan. bukan? Maksud saya. Mr. "Mungkin kami bisa keluar dan berbicara dengannya?" "Tentu saja. katanya. Lewat sini. "Mereka datang sehubungan dengan pembunuhan di rumah Miss Pebmarsh. "Semuanya kelihatan begitu luar biasa." "Dan Anda benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang ada di foto ini?" "Wah. McNaughton bersimbah keringat. Angus sedang menanam beberapa umbi bunga. Maksud saya. "Saya hampir yakin saya pernah melihatnya. Ya. kapankah itu? Apakah dia orang yang datang kemari untuk menanyakan apakah saya mau membeli sebuah ensiklopedi baru dalam empat belas jilid? Atau apakah dia orang yang datang kemari dengan sebuah vacuum cleaner model baru. Mereka memiliki foto orang itu. Mereka berkeliaran di kebun. bukan. Tetapi sama saja." 'Tidak." Dia menunjuk melalui jendela dan pada saat itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang mendorong sebuah gerobak dorong sepanjang jalan setapak. ini tidak ada hubungannya dengan surat izin televisi?" Hardcastle meyakinkannya tentang ha! itu. Kami betul-betul sudah terasuransi dalam segala hal. Ya. Inspektur—apa tadi—Hardcastle—oh. Ramsav yang menjengkelkan itu. membuat suara-suara ribut seperti kapal luar angkasa." kata Hardcastle. McNaughton. Seluruh jalan. Ramsay?" "Bukan. tetapi Angus berkata bahwa itu suara anak-anak Mrs. kan. "Apakah Anda pernah melihat orang ini. Saya tidak mau menemui dia dan dia keluar dan meresahkan suami saya di kebun depan." Kemudian dia menjadi sedikit cerah." "Anakah dia ada di rumah?v "Oh." katanya lagi. bukan polis asuransi. McNaughton. anak-anak tangga. "Tentu saja." katanya. Saya ada di kebun waktu hal itu terjadi. Nah. Anda tahu. Apakah Anda tertarik pada semak-semak. "Mungkin suami saya dapat mengingatnya. "Saya kira sava telah membicarakan topik yang kurang menyenangkan. "Dia mengendarai sebuah mobil boks. Semak yang kata orang hanya dapat tumbuh dengan baik di Devon dan Cornwall. saya rasa. yang dapat membuat Anda tercengang atas kemampuan saya menanam mereka. Semua terjadi di siang bolong. 'Tolong pegangkan saja. "Sava kira tidak." katanya pada Hardcastle. Tetapi kita sering membaca hal-hal seperti itu sekarang ini. ya. "aduh. menjadi cerah. Angus. Bukan orang itu. "Aduh. Menggaru di sepanjang pinggiran bunga-bunga begonia dan geranium dan lobelia. bukan. meskipun tampaknya dia mestinya tertarik. "Tangan sayra penuh tanah." "Saya kira saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pencinta kebun yang sejati. . berdasarkan seluruh pengalamannya. Bukan itu yang saya maksud dengan berkebun. beberapa teman kami—mereka pergi makan siang dan sebuah mobil pengangkut mebel datang dan orang-orangnya masuk ke dalam rumah dan membawa pergi semua mebel yang ada." Sekali lagi Hardcastle mengeluarkan fotonva. Semakin lama dia memandang foto tersebut. 'Tuan-tuan ini dari kepolisian. Semakin saya melihatnya semakin yakin saya kalau dia pernah datang kemari dan menawarkan sesuatu pada saya. McNaughton. Mungkin lebih baik hidup di sebuah taman umum. semakin saya melihat foto ini—" Hardcastle tidak begitu bersemangat mendengar ucapannya. tidak kemarin" karan\a. saya ada di sini ketika gadis itu menjerit." "Polis asuransi mungkin?" "Bukan. Waktu yang aneh untuk datang dan merampok sebuah rumah. 'Dapatkah benda itu menanam umbi bunga?' dan saya mesti mengakui bahwa saya tidak tahan untuk tidak tertawa sebab orang itu sangat terkejut dan langsung pergi. "Membuat bedeng-bedeng tanah. McNaughton menatap foto tersebut dengan penuh minat." kata Mr. McNaughton memandangnya seperti seorang seniman memandang seseorang yang berkata mereka tidak tahu apa-apa tentang seni tetapi mereka tahu apa yang mereka sukai. "Saya belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya. atau bom-bom atom. saya hampir pasti. "sebab dia lebih muda umurnya. Suami aya menangani semua urusan sepeiti itu. Urusan kemarin itu." Angus McNaughton mendengus. Semuanya. saya tidak begitu yakin. maksud sava. McNaughton?" Mrs. McNaughton sedikit kecewa." Dia melihat pada kartu. kadang-kadang. "Siapa yang bilang pada Anda kalau—bukan Mrs." . Kemudian Angus memandangnya dan berkata. McNaughton. "Bland tidak tahu apa artinya berkebun. "Tetapi kapan tepatnya saya melihatnya saya tidak ingat." kata istrinya dengan napas terengah-engah. betul-betul semuanya. Tidak. tidak. dan dia tidak ingin diganggu dan orang itu terus berbicara tentang kehebatan barang jualannya itu. atau roket-roket. semakin yakin dia kalau dia dapat mengingat seseorang seperti yang ada difoto itu. Mobil boks tukang roti. saya sungguh-sungguh yakin saya mendengar seseorang menjerit kemarin.

Saya ingin melanjutkan pekeijaan saya. "Sampaikan salamku pada Pak Tua itu. Jam berapa waktu itu. kapan itu?" "Tidak tahu. "Anda menyimpan semuanya dengan sangat rapi. Di balik pagar terdapat sebuah pergola bunga mawar yang dibangun sampai ke bagian samping rumah. Ibu mereka lembek seperti agar-agar. "Anda tidak melihat seseorang di kebun nomor 19 atau melihat ke arah jendela rumah itu. Aku akan hadir." puji Hardcastle. Ah! Orang-orang yang saya kenal. Apa pendapatmu?" "Sama. "Kita harus selalu memelihara peralatan kita." kata McNaughton." kata Mr. Tetapi kalau kau menanyakan pendapatku. Aku bisa memahami itu. Hardcastle memandang nomor 19 sambil berpikir." "Baiklah. "saya tidak melakukan apa-apa. Di dalam gudang itu berbagai peralatan teratur rapi. Itu artinya memberi banyak pekerjaan pada ibu anakanak itu —memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan itu—dan. pembunuhan yang terjadi di sekitarnya tidak akan dipedulikannya." kata suaminya tegas." katanya." kata Mr. Sersan Lamb." "Aku dapat menebak kepada siapa. "Selalu bepergian ke mana-mana. Inspektur." "Dia adalah jenis wanita peragu. "Maaf saya tidak dapat membantu Anda." "Wanita itu pasti berkata bahwa dia telah melihat sesuatu." "Kau tahu. Dipagari dengan semak-semak bunga lila." Mereka kembali ke pos polisi." dia meyakinkan istrinya. maka anak-anak laki-laki jadi sulit diatur. McNaughton lirih." "Juga. Gadis Denmark kami itu tidak bisa membaca jam. McNaughton mendorong gerobaknya ke dalam sebuah gudang kecil di sampingnya. Dia harus ke Swedia bulan lalu secara mendadak. timbunan pupuk itu mempertunjukkan kehebatannya. Ramsav sering ke luar negeri saya kira. Sayang? Kau mendengarnya juga." kata Mr. Hari ini tidak." "Yah. Kemarin dulu jam saya terkena air dan harus direparasi. bukan?"." "Hal yang mengagumkan." keluh Hardcastle. dan lain-lain. "Aku meragukannya." kata Colin. itu adalah khayalannya belaka. Sayang. "Nah. "Aku juga tidak." "Aku kira tidak. Jam berapa Anda makan siang?" "Setengah dua. Tetapi mereka tidak begitu. "Saya selalu mencopot jam tangan saya sebelum pergi ke kebun. "Kalau kau bertemu dengan seorang wanita yang linglung—yah. McNaughton. Dan juga dia begitu ragu serta tidak tertarik pada pembunuhan itu. Mr. yah—tentu saja mereka jadi liar. kalau dalam satu rumah tidak ada orang laki-lakinya." "Anda sendiri tidak melihat apa-apa—maksud saya selain mendengar jeritan itu? Omong-omong. Angus. "Pemeriksaannya lusa katamu? Jam berapa?" Sebelas. Mereka menerobos pagar-pagar dan tanaman-tanaman orang lain." "Mr. tetapi mereka tidak disiplin." Hardcastle menyeringai. menambah timbunan pupuk. Dia hanya ingin berpikir bahwa dia telah melihatnya." "Kau tidak boleh melakukannya." "Tidak ada kunjungan-kunjungan lagi?" "Sementara tidak. Sebab saya pikir itu adalah perbuatan anakanak Ramsay yang kurang ajar itu. Mereka mengejar-ngejar kucing-kucing malang milik Mrs. kebakaran. tetapi aku tidak akan mengajakmu. "jika kami beruntung. Tentu saja." "Saya tahu dia seorang insinyur bangunan. McNaughton segera menjadi cerah. Hemming di kebunnya. saya bebaskan Anda dari tugas sekarang." "Tetapi tentunya jeritan ini tidak datang dari arah yang sama?" "Tidak kalau anak-anak jahanam itu selalu tinggal di kebun mereka sendiri. "Kau tidak berpikir bahwa dia mengenali foto itu?" Hardcastle menggelengkan kepalanya. "Spesialis? Untuk apa? Ada apa dengan dirimu?" ." "Dia terkurung rapat oleh segala kawat duri itu. Sayangku. atau hal-hal seperti itu ketika Anda berada dekat timbunan pupuk Anda?" McNaughton menggelengkan kepalanya." "Kita tidak mendapat banyak. "Tidak." Hardcastle mengomel ketika kami sudah masuk lagi ke dalam mobil. "Maksud saya pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan pembangunan bendungan-bendungan atau pipa pipa minyak. Tidak ada yang lebih hebat dari itu. McNaughton agak kemalu-maluan. "Tentu saja ada hal-hal yang kelihatan janggal." kata Mr.* begitulah. Dapatkah kau menyuruh ketik catatan-catatanku ini?" Dia mengulurkan catatan-catatannya. aku akan menemui seorang spesialis. perampokan. Saya tidak begitu paham. trims untuk pagi ini. "aku yakin aku sungguh-sungguh melihat seseorang menyelinap ke kebun nomor 19." Dia menarik lengan Hardcastle dengan penuh semangat dan mendorong gerobaknya sepanjang jalan setapak sampai ke batas pagar yang memisahkan kebunnya dengan kebun nomor 19. Aku harus mengadakan satu kunjungan lagi." kata Hardcastle serius."Apa yang Anda lakukan?" "Yah. bukan?" "Mungkin jam setengah tiga—paling tidak setengah jam setelah kami makan siang. dan lain-lain. Tidak ada orang yang dapat menangani mereka. timbunan pupuk." "Linglung!" kata Hardcastle. "Tidak melihat apa-apa. Miss Pebmarsh." kata istrinya. Saya membuang rantingranting lapuk. Selalu berteriak dan menjerit dan membuat ribut. Hemming tidak peduli bagaimanapun sa kucing-kucingnya—tidak tahu apa-apa tentang tetangganya. Dam." "Tentu saja dia mungkin duduk berhadap-hadapan dengan orang itu di bis atau di kendaraan lainnya. dan semak-belukar Victoria itu menutupi daerah pandangannya. Misalnya. McNaughton. Mr. Aku tahu persis jenis saksi seperti itu. Ketika aku mendesaknya terus. Mereka bukan anak-anak jahat. Mereka suka pakai pupuk kimia! Bunuh diri! Mari saya tunjukkan. "Tentu." "Dan sesudahnya—apakah Anda tidur siang?" "Kadang-kadang. dia tidak dapat menyebutkan apa-apa." "Begitu. Aku tidak menyumpah. itu susahnya. Hardcastle menyeringai pada temannya dan berkata. kelihatannya hampir tidak mungkin Mrs." "Kau akan pergi?" "Aku harus ke London besok—memberikan laporanku yang terakhir.

kalau Mr. Bau bawang putih menyusup ke luar dari arah dapur. wajah yang telah dilihatnya di pelabuhan atau di panggung saksi. Curry? Atau identitas pembunuhnya? Rincian bentuk gigi telah disebarkan ke tujuan-tujuan yang tepat dan mungkin merupakan jejak yang paling berguna—memang membutuhkan sedikit waktu—tetapi akhirnya ada hasilnya juga. *Kaianva mereka harus mendapatkan berita bagi masyarakat. Hardcastle bukannya tidak sabar. pikir Hardcastle. Maksudku bukan spesialis macam itu." kata Hardcastle dengan nada simpatik. kan?" "Tentu bukan. Lawton?" "Ya?" Wanita itu memandangnya ragu-ragu dan dengan sedikit jengkel. Itu adalah hari yang sibuk baginya. seperti kata orang." "Yah. dia sering berkata. Tapi aku punya perasaan dia sedang bosan sekarang. Usianya kira-kira. Mrs. Dengan otak yang sibuk berpikir. tetapi tentu saja ada tempat-tempat lain untuk bertemu. Spesialis dari golonganmu. Dia telah tiba di nomor 14 sekarang. mulut yang sedikit terbuka. tinggi. 14. Dia merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri. Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." kata Colin sambil menyeringai. Lawton. Satu-satunya hal vang pernah saya perhatikan tentang berita adalah mereka mencetaknya hingga merupakan sebuah jaringan kebohongan dari awal sampai akhir. seseorang selalu muncul. dia melihat. itu juga mengingatkannya akan sesuatu. Kecuali tentu saja. Cepat atau lambat. Laporan dari laboratorium tentang pakaian yang dipakai adalah nihil. Sesuatu yang dia lakukan dengan mulutnya? Bicara? Mengoleskan lipstik? Bukan. Siapa nama bibinya? Lawton—Mrs." Hardcastle memandang Colin penuh ingin tahu. "Ada apa?" "Saya akan senang jika Anda sudi meluangkan sedikit waktu. telah dirombak menjadi flat-flat atau maisonette. dan menerima laporan dari Sersan Cray—tidak ada hal-hal berguna yang muncul. mendiami sebuah flat di lantai dasar. Mungkinkah gadis itu mengenalnya dan hampir saja berbicara dengannya? Dia berhenti sejenak. Palmerston Road adalah jalan vang suram. kalau memang demikian. Hardcastle tidak mengendarai mobil polisinya tetapi memilih berjalan kaki saja karena letaknya dekat. Seoiang tukang binatu. "Saya kira Anda banyak dibuat cemas oleh wartawan-wartawan itu. Dia minta dikirimi kopi dan sandwich. Dia membuang persoalan itu dari pikirannya. dan bukan h?nva pada kasus Curry. Suatu kesan gipsi yang samar terlihat pada penampilannya. Masalahnya adalah. Pintunya terbuka sedikit dan ada empat buah bel dengan nama-nama di bawahnya. Dia suka benar pekerjaan beginian.. Mengetuk pintu dan membunyikan bel dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tolol. Curry adalah orang asing? Hardcastle mempertimbangkan ide tersebut." "Scotland Yard?" "Bukan. inspektur itu sekejap merasa bahwa gadis itu akan bertanya padanya jalan menuju ke suatu tempat. _ Palmerston Road No." kata inspektur icu. identitas Mr. dan pada pukul lima dia akan sedang bekerja dengan Profesor Purdy di Hotel Curlew dan dia tidak mungkin kembali sampai sesudah pukul enam. Sepatusepatu." "Termasuk kamu." "Dia belum mati. bisa membuatnya gembira. Dia tentunya tidak akan ingat. Mata biru. kecuali ada hal-hal khusus yang dapat memouatnyat gampang dikenali. tentang apa? Saya agak sibuk sekarang. Seorang detektif swasta—seorang teman ayahku—dan temanku juga. Hardcastle bekerja terus tanpa istirahat sampai jam setengah lima. Menentukan identitas korban. Curry. Lawton." Dia menambahkan dengan tajam." kata Mrs. Tetapi pada akhirnya. Lawton. Aku punya perasaan dia perlu dibuat gembira sedikit. Sersan Cray telah melaporkan bahwa Sheila Webb melanjutkan pekerjaannya di Biro Cavendish. dengan rambut hitam terurai yang memakai sebuah mantel dan kelihatan sedikit terengah-engah. yang menangani kasus vang menyebabkan Anda diganggu oleh wartawan-wartawan itu. Dia masuk dan menekan bel di pintu di sebelah kiri gang." "Siapa namanya?" "Hercule Poirot. Tidak ada merek binatu yang dapat membantu. Foto korban akan disebarluaskan ke pos-pos polisi. pikir inspektur itu. Curry yang sebenarnya akan dapat diketahui. seorang dokter gigi. Kau punya teman-teman yang tidak masuk akal. seorang dokter. Tidak ada seorang pun di stasiun kereta api atau bis yang dapat mengenali foto Mr. Ketika dia membelok di tikungan. Inspektur Hardcastle melihat pada alamat yang tertulis rapi di buku notesnya dan menganggukkan kepala. seorang ibu kos. Lawton. Dia tidak akan ingat setiap kondektur bis wanita. Kupikir dia sudah mati. tetapi kami tidak mempunyai kekuasaan dalam hal itu. Kami akan seger? menghentikannya kalau kami dapat. Setelah Colin pergi. Dia tidak pernah lupa. setiap pelayan wanita yang pernah melayaninya. Bisnis fantastis macam yang kautangani ini merupakan kesenangannya. ragu-ragu sebentar." "Sangat menjengkelkan memang. Sementara itu ada hal-hal yang harus dilakukan. Siapa dia—seseor?r*g yang baru saja dia temui akhir-akhir ini. "Saya harap kami dapat menghindarkan Anda dari itu semua. Dia melihat jam tangannya lagi dan memutuskan bahwa itu adalah saat yang tepat untuk » mengadakan kunjungan yang direncanakannya. Mereka mengolah semuanya sejauh yang dapat saya lihat. Rumah-rumah yang ada. melewati inspektur itu. Gadis itu berjalan cukup cepat sekarang."Tidak ada apa-apa—jangan pura-pura tolol. Mrs.." "Mencampuri urusan pribadi orang seperti yang mereka lakukan itu benar-benar memalukan. Hardcastle selalu membanggakan dirinya atas kemampuannya mengenali wajah-wajah. Wajah gadis itu samar-samar dikenalnya. '"Mrs. Itu jauh lebih buruk. sekitar empat puluh lima. satu sepatu. sering merupakan pekerjaan vang lambat. Selama beberapa saat tidak ada jawaban. Silakan masuk. misalnya. gadis itu memiliki satu dari wajah-wajah umum yang sangat sulit untuk dikenali. Ada kemungkinan dia orang Prancis.. mencari gadis itu lagi. kulit yang bagus." . " "Kau adalah orang yang aneh. tidak. Bagaimanapun juga. Mulut. yang telah mencicipi. akan dicetak di surat-surat kabar. Colin. Inspektur Hardcastle heran mengapa pikiran tentang sepatu-sepatu melintas di otaknya dengan tiba-tiba. Akhirnya dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki di dalam dan pintu dibuka oleh seorang wanita kurus. . Pers punva hak untuk itu. masa jayanya. Keinginan untuk menyamarkan identitas Mr." Aku pernah mendengar namanya. Kemudian dia menyelipkan buku itu kembali ke dalam sakunya dan mulai menangani persoalan-persoalan rutin yang telah menumpuk di mejanya. "Anda bukan wartawan. seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya di sepanjang trotoar. gadis itu memikirkan lagi niatnya itu dan melanjutkan perjalanannya dengan cepat. dia berpikir. tetapi nama penjahit itu telah disingkirkan. Pakaian itu dibuat oleh seorang penjahit yang bagus." 'Tentu saja.

dia yatim piatu. Hopgood dan Trent. saya kira begitu. "Sesuatu seperti Allington Grove." "Apakah Anda ingat nama perusahaan tempat dia bekerja di sana?" "Oh. sedikit kurang pasti. "Maafkan saya jika datang pada waktu yang kurang tepat. saya kira—keluar dari Jalan Fulham.ya tidak ingat nama lainnya itu. Dulu sebe-lum bekerja di Biro Cavendish dia tidak tinggal di sini bersama Anda?" 'Tidak." kata Mrs. Webb. Lawton membungkuk untuk memungutnya. "tetapi Anda tahu bagaimana repotnya memasak. Jawaban-jawabannya boleh dikata-kan spontan dan mudah — sampai saat itu. Dia masuk ke ruang yang ditunjuk. mungkin juga mahal." "Pemeriksaannya lusa. kami hanya mengambil data kasar hari itu dan saya tidak yakin kalau saya benar dalam memahaminya." "Saya mengerti. "Sebentar. "Saya kira keponakan Anda datang dari London dan telah bekerja di Biro Cavendish selama kurang lebih sepuluh bulan. memang. karenanya saya pikir lebih baik kalau saya datang kemari dan bercakap-cakap dengannya di rumahnya sendiri. Lawton kelihatan sedikit tertarik. Tetapi dia sudah baik lagi keesokan harinya dan dia sudah bekerja lagi. Inspektur? Kalau-kalau Sheila pulang terlambat sekali." katanya. "dia dibaptis dengan nama Rosemary Sheila. Orangnya sangat baik dan suka minta maaf." kata inspektur itu. Kira-kira sekitar November. Tapi memang kadang-kadang agak menjengkelkan. dan kelihatannya dia sangat menyesal karena telah menyita waktu Sheila lebih dari yang dia sadari." kata inspektur itu. Saya harap dia tidak tertekan karena pengalamannya itu. "Saya diberi tahu bahwa dia akan bekerja untuk seorang klien dan saya tidak ingin mengganggunya. Saya kira akhir November. tidak ada yang khusus. Dia jadi gelisah. Apakah ada sesuatu yang dapat saya katakan pada Anda. S?. Dia tinggal dengan dua orang gadis Iain di sebuah flat." kata inspektur itu sambil tersenyum. "Daya ingat saya tidak begitu baik. Lawton. saya mengerti. Tapi dia belum pulang. "Terima kasih. Lawton." "Terima kasih. bukan? Dia mendapat surat perintah untuk datang. Satu dialamatkan kepada Mrs." "Ya. bagaimana dia menemukan mayat itu. Ada beberapa pucuk surat terjatuh di aras keset. Inspektur Hardcastle dengan sengaja melihat surat-surat itu sekali lagi. sedikit lebih terengah-engah daripada sebelumnya. "tetapi saya kebetulan sedang berada di daerah ini dan saya ingin memeriksa beberapa hal tentang masalah itu di mana keponakan Anda yang malang terlibat." katanya minta maaf. "Apakah Anda keberatan kalau saya pergi ke dapur lagi?" "Silakan. Selalu berkata." Dia membuat gerakan melihat ke buku notesnya sekali lagi." kata inspektur itu sambil tersenyum. Dia memikirkan hal itu sampaiMrs." Inspektur itu membukakan pintu baginya." katanya." katanya. lalu menutup pintunya lagi. untuk terakhir kalinya. Mrs. "Saya sudah membetulkannya. Semuanya kelihatan sangat jelas.Dia mundur. Lawton." kata Mrs." "Ya. melainkan Carrington Grove dan nomornya adalah 17. dua bantalan kursi beludru berwarna terang dan sebuah piring tanah liat berisi kulit-kulit kerang asing." Nada suara Hardcasde tidak mencerminkan apa pun yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya merasa puas karena salah satu praduganya ternyata betul. "Tentu saja." "Ya. Di London kamar-kamar untuk gadis-gadis sa-ngat mahal sekali. Agen perumah-an di Fulham Road. Inspektur itu mempertimbangkan apakah dia benar atau salah kalau berpikiran baliwa pertanyaan terakhirnya telah menyinggung Mrs. sebelum diulurkannya pada Mrs." Mrs." "Yah. yang mempunyai warna campur-baur dan sebuah benda berbentuk abstrak. 'ini tidak akan lebih dari sepuluh menit jadi saya pikir kita selesaikan saja sekalian. Lawton. "Saya pikir saya menca-tatnya sebagai Miss Sheila Webb atau Miss Sheila R. orangnya tidak punya perhatian pada waktu sama sekali. Anda tidak tahu tanggal yang tepat. bukan?" "Dia mungkin agak terlambat malam ini. Webb." kata Mrs. pikirnya. Anda bisa masuk melalui pintu ini dan beri saya waktu beberapa menit. sebagai catatan pada waktu pemeriksaan." "Oh. dengan alamat di bagian atas. Dia tinggal di London sebelumnya. Miss Webb ini yatim piatu. Lawton keluar. ya. Kalau tidak bibinya ya keponakannya. Apakah ada hal lain yang hendak Anda tanyakan? Omong-omong. ya?" "Ya. Lawton. saya kira?" "Yah. "Sheila pulang dalam keadaan buruk. "Silakan menunggu di ruang duduk. "Saya kira sudah beres sekarang. saya tahu itu." "Oh." "Terima kasih. Itu tidak begitu penting. Sebuah gelas Venesia yang menarik. Inspektur itu meminta maaf lagi. Lawton. Lawton melihat ke sekelilingnya dengan kesan samar terhadap ketidakrapian ruangan itu. Matanya melihat surat-surat itu selama setengah detik. Semuanya sudah beres sekarang. Saya kira hal itu belum bisa diumum-kan. Lawton." Dia pergi ke dapur." kata Hardcastle. sedikit tidak rapi. Lawton kembali. "Dia bekerja untuk Profesor Purdy dan Sheila berkata. itu bukan Allington Grove." kata Mrs. tetapi inspektur itu dengan sopan mendahuluinya. tapi itu tidak perlu dicemaskan. Baginya Rosemary hanyalah sebuah nama baptis yang tidak lagi digunakan oleh keponakannya.' dan tentu saja akhirnya mulur sampai tiga perempat jam. tetapi Sheila selalu berpendapat bahwa nama Rosemary agak romantis sehingga dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama lain kecuali Sheila. Miss Sheila Webb—apakah itu nam a lengkapnya ataukah dia punya nam a kecil lainnya? Kami harus mengetahui hal-hal seperti itu dengan tepat." "Anda masih belum tahu siapa orang itu?" "Belum. sebenarnya tepatnya saya tidak tahu. mempersilakan inspektur itu masuk. Lawton dan dua lainnya kepada Miss R. Dia beralih ke hal Iain. Mrs." Mrs. Lawton meletakkannya di atas meja di gang. Pasti merupakan shock yang hebat bagi setiap gadis." "Apakah Anda mempunyai alamatnya di London?" "Yah.S. Nama Rosemary tidak menimbulkan dampak pada Mrs. Lawton kembali. Itu adalah sebuah ruangan kecil. Sekali dua kali dia mendesak Sheila untuk tinggal dan makan malam bersamanya. Matanya melayang ke arah pintu. "Dia hanya perlu menceritakan kisah-nya. Orang tuanya sudah . Apakah Rosalie?" "Rosemary. di atas meja." "Begitu. yang memiliki gaya asli dalam dandanannya. "Maafkan saya. Sava kira masakan saya sudali mendidih. "Saya kira tadi saya bertanya pada Anda apakah Miss Webb adalah seorang yatim piatu. Mungkin dia merencanakan untuk mengambil polis asuransi sendiri. ya. dengan perabot-perabot yang sudah usang tetapi di sana-sini terdapat beberapa tempat yang berwarna cerah dan beberapa benda aneh." Mrs. saya ingat. Ada sebuah kartu di sakunya dan mulanya kami pikir dia adalah seorang agen asuransi. Mrs." kata inspektur itu. "Sekarang saya akan membetulkan nama-nama ini.

Lawton." kata Hardcastle. Lawton ragu-ragu. Dia cepat-cepat berkata. maksud saya—saya tidak begitu tahu." kata Mrs." "Ayolali." kata Mrs. bercerai—sesuatu seperti itu?" "Tidak. Mrs. "Bahkan kalau gila." "Maksud Anda—maksud Anda seseorang men-coba membuat semuanya kelthatan seperti Sheila yang membunuhnya? Oh. tidak ada kecelakaan. Lawton. karena kecelakaan. Yah. "Mungkinkah mereka.meninggal. "mengapa saya bertanya pada Anda tentang ayah dan ibu Sheila Webb. tetapi kenyataannya seluruh urusan ini adalah mustahil. Itu sebabnya saya beralih pada Anda.. tentunya dia tidak dapat menceritakan apa-apa tentang mereka pada saya. Lawton be-rang. saya tidak dapat mempercayainya. dijebak agar ada di sana." kata Mrs. misalnya." usul Hardcastle. ya. saya tidak ingat. Seseorang telah mengatur agar dia masuk ke rumah itu di mana ada korban pembunuhan. Mrs. "Saya tahu semuanya kelihatan mustahil. "Mungkin salah satu dari gadis-gadis teman sekamarnya yang cemburu kepadanya?" "Saya kira. peristiwa ini memang agak luar biasa." kata Hardcastle lembut. tidak." "Sudah lama sekali?" "Mereka meninggal ketika dia masih anak-anak. kelihatannya keponakan Anda telah dengan se-ngaja dijadikan korban." dia melanjutkan. Tapi tentunya tidak akan sampai melibatkan pembunuhan. Sesuatu yang menyebabkannya." kata Mrs. Tetapi saya tidak pernali mendengar ada masalah seperti itu." "Saya tidak dapat membayangkan seseorang dapat mempunyai dendam terhadap Sheila. Lawton. "mungkin saja ada seorang gadis yang ingin membalas dendam. mereka tidak bercerai. tahu kalau wanita itu akan berbicara lagi." "Atau mungkin juga karena seorang gadis lain." Dia meneoba menebak. Dia telah." Hardcastle tersenyum menenangkan-nya. Sheila seorang gadis yang sangat manis." "Dan saya tidak suka mendengar seseorang mengatakan sebaliknya. apa perlunya mengetahui siapa ayah dan ibunya dulu dan apa yang dikerjakan ayahnya dan dari mana dia berasal dan hal-hal lain seperti itu?" "Saya kira memang tidak begitu perlu." "Mereka berdua meninggal karena sebab-sebab alamiah?" "Saya—yah. Inspektur Hardcastle." "Ya. Lawton. Dan apakah profesi Mr. "Tetapi Anda harus sadar." Hardcastle melihat bahwa kesulitan dan kece-masan kembali menguasai wanita itu. Lawton." "Apa maksud Anda—dengan agak luar biasa?" "Yah. Webb dulu?" Mrs. Ini semua kelihatannya adalah sebuah perbuatan jahat. dan korban itu baru saja mati." "Memang agak sulit untuk dipercaya. "tapi kami harus membuat persoalan itu jelas dan terang." "Ah. dan dia mungkin tidak peduli dengan orang itu? Laki-laki muda kadang-kadang berbuat hal-hal yang sangat buruk untuk membalas dendam. Dan memang begitu. kami punya alasan untuk percaya bahwa Miss Webb pergi ke rumah itu kemarin karena dia diminta dengan khusus dari Biro Cavendish." "Mungkin terjadinya ketika dia masih tinggal di London?" usul inspektur itu. atau sesuatu seperti itu?" "Tidak. mungkin tidak. tetapi tidak ada yang serius. "Bagaimanapun juga. Seseorang yang mungkin—" dia ragu-ragu "—punya dendam terhadap Sheila. saya mengerti. menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinva sambil berpikir. "Bolehkah saya bertanya apa hubungan semua ini dengan pembunuhan itu? Maksud saya." "Ttu pasti pekerjaan orang gila." Ada semacam pertahanan yang jelas nampak pada nada suaranya. seseorang yang mungkin telah jatuh cinta pada keponakan Anda. terutama jika mereka agak terganggu jiwanya. Anda akan kaget bagaimana seringnya motif-motif pembunuhan muncul dari akar-akarnya di masa lalu. Dan itu sebetul-nya." "Ya. "Apakah dia anak saudara perempuan atau saudara laki-laki Anda?" "Saudara perempuan saya... tapi—yah. "Apakah mereka terbunuh pada waktu yang sama. Lawton berhenti sejenak sebelum menja-wab. Anda harus bertanya sendirl padanya." "Anda tidak tahu?" "Maksud saya. "Tentu." "Tidak. Tidak ada seorang pacar tetap. seperti kata orang dalam film-film." i Hardcastle menunggu. Tetapi Anda tahu. Karena orang tua Miss Webb meninggal ketika dia masih kecil. itu sudah lama sekali. Mungkin-kah. Lawton bukan-lah seorang wanita yang bodoh. Kemudian dia berkata. "harus ada sebuah alasan yang jelas di batik kegilaan itu. Mrs. Dia menggigit bibirnya." "Saya yakin Anda pasti tahu lebih banyak daripada yang Anda ceritakan.. saya kira Anda tidak begitu mengenal siapa-siapa teman-temannya di sana. Lawton. tidak. "Sheila mempunyai satu atau dua orang teman dekat lakilaki. seorang pemuda. "Sava juga berpikir begitu. ya. Seorang gadis yang ramah. "Saya tidak tahu. tidak dari sudut pandang Anda. Anda tahu—Anda tentu tahu mengapa saudara perempuan Anda meninggal?" . Mrs." Itu adalah sebuah perkiraan yang cerdas dan Hardcastle mencatat bahwa Mrs." kata inspektur itu menyetujuinya." "Saya kira itu tidak mungkin. Jadi kelihatannya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur agar dia ada di sana.

dan itu saja yang dapat saya katakan pada Anda" Inspektur itu memandang wanita itu sambil berpikir. Jenis wanita yang memutuskan untuk tidak menghancurkan hidupnya gara-gara satu kesalahan saja." "Dan Anda tidak akan bilang apa-apa pada Sheila mengenainya?" "Tidak. Saudara perempuan saya. Lawton. "Saya tidak pernah berjumpa dengannya. Tetapi saya memang menginginkan semua fakta yang ada. "Mungkinkah Sheila Webb—seorang anak haram?" Dia segera melihat adanya campuran rasa khawatir dan lega di wajah Mrs." "Oh. Lebih baik tidak diungkit-ungkit lagi. Saya pikir dia bukan orang sekitar sini. Seperti yang saya bilang. kalau tidak. katanya. Sangat dihormati dan lain-lain. Dia mengambil foto itu dan menelitinya dengan saksama. bukan?" "Saya kira begitu. saya tidak dapat mengatakan — semuanva adalah sangat sulit bagi saya. Dia mengenal pria ini -Webb-" "Saya bahkan tidak pernah tahu namanya. "Tidak kalau Anda mengenal Ann. Saudara saya itu orangnya ambisius dan dia harus melepas-kan pekerjaannya kalau semuanya diketahui orang. Lawton. dan dingin. tapi dia mempunyai kesan bahwa wanita itu pasti memiliki kepribadian pemarah. sangat yakin. Ann memberikan setengah dari bagiannya kepada saya untuk dipakai memelihara dan membesarkan anaknya. Dia pikir itu adalah vang terbaik bagi anaknya dan bagi dirinya. Mrs. Apakah betul hanya itu yang dia ketahui? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab secara pasti. Lawton menggelengkan kepala. "Dia bukan anak saya" katanya. yang mana saya kira. Ke-mudian berkata dengan lembut." "Tapi Anda tidak lagi berhubungan dengannya?" "Itu adalah karena permintaannya. Saya masih bekerja di sana sekarang. Hardcastle memandangnya tajam-tajam. Tentu saja—" dia memandang dekat-dekat. Lawton. tidak mungkin terjadi. "Anda tidak tahu siapa orang ini?" "Mereka sudah menunjukkannya pada saya. Dia bilang dia sedang hamil dan laki-laki itu tidak bisa. Tetapi bagaimana halnya dengan saudara perem-puannya? Dia berkata perlahan. Kami tinggal di Lincolnshire waktu itu. Anda tidak perlu bercerita padanya?" "Tidak. Lawton.. Seorang gentleman. adalah yang terpandai di antara keluarga kami. dan hal itu hanya bisa terjadi kalau keadaan di masa lalu itu ternyata berkaitan dengan kasus pembunuhan di Wilbraham Crescent No." "Di mana saudara Anda sekarang. Saya jaub lebih muda daripadanya—dua belas tahun. tetapi dia akan pindah sekolah. saya tahu. Tetapi Sheila sendiri tidak tahu. Saya datang kemari pertama kali pada waktu liburan. Dia berhenti sebea&r sebelum menambahkan dengan agak tiba-tiba. yang diperoleh Hardcastle. pikirnya. Betul-betul tidak tahu sama sekali. atas keterusterangan Anda pada sava. Lawton mempunyai perasaan begitu terhadap anak itu. Saya tidak pernah menceritakannya. "Dia adalah anak haram saudara perempuan Anda?" "Ya. sinis. Karena itu saya—saya berkata saya mau menolongnya. Dia dulunya seorang guru sekolah dan pekerjaannya baik sekali. Tetapi saudara perempuan saya itu datang menemui saya dan menceritakan apa yang telah terjadi." kata Mrs. Kami berdua mempunyai sedikit penghasilan dari peninggalan ibu kami. "Saya kawin muda dan suami saya terbunuh dalam perang. "Kelihatannya orang baik-baik. dan saya yakinkan Anda bahwa saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyimpan apa yang Anda ceritakan pada saya—seluruhnya—sebagai rahasia kita berdua. kami tidak pernah dekat." Dia mejigeluarkan foto yang telah ditunjukkannya pada begitu banyak orang dari sakunya. Dan saya pikir. Australia atau negara lain. Orang-orang di sana me-nyenangkan. dan menunjukkannya pada Mrs. Lawton." "Bukan. Saya kira. tidak ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan anaknya?" Mrs."Saya tidak mengerti apa—maksud saya." kata inspektur itu." "Itu adalah kejadian yang buruk. "dan saya yakinkan Anda bahwa saya tidak akan menanyai Miss Webb tentang hal itu kecuali kalau terpaksa harus menyinggung hal itu." kata Mrs." katanya tegas." kata Mrs. hal itu adalah tidak mungkin. "Kelihatannya aneh jika dia tidak berhubungan sedikit pun dengan Anda melalui surat. karena merupakan cara penyelesaian yang halus. Mrs." "Maksud Anda. Semenjak itu dan seterusnya dia menarik diri untuk memulai kehidupannya lagi sendirian. Begitulah perjanjiannya. Terus. Inspektur Hardcastle. Itulah mengapa—yah. "Tidak. kecuali bila ada hubungannya dengan kasus itu." kata Hardcastle. saya bekerja di Roscoe and West. Lawton." kata Mrs. Dan lagi pula dia dan saya tidak begitu dekat." "Yah. Dia adalah orang terakhir yang Anda sangka akan—" "Yah. "terima kasih banyak. dia mempunyai gagasan untuk mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri selama setahun. Mrs. Saya mempunyai sebuah toko manisan kecil waktu itu. ya. Saya berkata padanya bahwa orang tuanya mati muda. atau tidak mau—saya tidak tahu mana yang benar—memkahinya. Anda tahu." katanya. Dengan keras kepala dan dingin dia telah menyediakan sarana pemeliharaan dan kebahagiaan bagi anaknya. Itu saja yang saya ketahui. pedagang besar gorden di sini. bijaksana. dan saya sangat menyukainya sehingga saya menjual toko itu dan datang kemari untuk menetap.. ketika Sheila sudah cukup umur untuk sekolah. kecuali kalau memang perlu. "memang sering terjadi begitu." Ada semacam kebingungan dan keputusasa-an dalam sorot matanya. saya tidak pernah melihat orang ini sebelumnya. "Tapi dia masih hidup." "Di mana terjadinya semua itu? Bukan di Qrowdean. Dia akan melanjutkan profesinya. bangkit dari duduk-nya. "dan saya sangat terpukul karenanya. kalau Mrs. Yang jelas hanya itu yang dia ceritakan padanya. Masuk akal. Lawton. Mungkin saja hanya itu yang dia ketahui Meskipun hanya sedikit keterangan tentang saudara perempuan itu. Lawton. Law-ton?" "Saya tidak tahu. Saya yakin." kata inspektur itu. "Dia selalu tegas dengan keputusannya. 19. bukan?" . pendesak. saya mungkin pernah melihatnya." "Dan bagaimana pendapat suami Anda tentang adopsi ini?" "Saya sudah menjanda waktu itu.

toko-toko makanan asing. siapa yang memilih nama baptis keponakan Anda. Gadis itu mengenali dirinya ketika dia melaluinya di jalan.. masih utuh. dan jelas-jelas bisa mengalahkan sebuah tangan yang kuat yang tak mampu mengaturnya. "Anda harus pergi ke atas dan melihat sendiri. "Mereka masih berpikir dengan cara yang kuno. Seorang gadis biasa. "Sangat mengherankan. "Dibesarkan di desa. Gadis vang berpapas-an dengan dia di jalan! Sekarang dia tahu mengapa gadis itu membuatnya berpikir tentang sepatu. bahkan beberapa buku yang tergolong peninggalan aristokrat yang halaman-halamannya.. Lawton. Lawton mungkin benar. sepatu-sepatu balet. Tentu saja. kendati Hardcastle sendiri tidak menge-nalinya." Dia sendiri melihat foto itu lagi dan berpikir. Melihat sedikit kesan bingung pada wajah Hardcastle." "Dia tidak berkata pada Anda apa itu?" "Tidak. saya heran mengapa dia begitu kepingin menemui Sheila malam ini. "Dia itu salah seorang gadis dari kantor. yang sedang memegang sebuah sepatu dengan tumit runcingnya yang telah copot.. Masih soal rumput laut dan sejenisnya?" "Betul." "Saya mengerti. Dia dan Sheila tidak betul-betul berteman. 6d. dengan sedikit terkejut. Kadangkadang harus antri bis dan Hotel Curlew lumayan jauh dari Esplanade. Kelihatannya kartu itu betul-betul mewakili seorang agen asuransi palsu yang telah meletakkannya di saku orang tersebut. dia bilang tidak apa-apa kalau ditun-da. sebuah rumah sakit boneka. Lawton. saya harus pergi. Dan itu. Dia memandang jam tangannya lagi. saya kira sebentar lagi dia pulang. Lawton mengucapkannya dengan biasa. Penampilannya menunjukkan bahwa dia telah kalah dalam pei tarungan yang tidak seimbang. Mr. Dia bagaikan Raja Canute dalam dunia buku". Rosemary untuk kenangan. Rosemary adalah pilihan saudara saya. "Saya tidak boleh mengganggu pekerjaan me-masak Anda lebih lama lagi/' katanya.rYah." pikir inspektur itu. Tujuan saya adalah sebuah toko buku kecil yang kotor di sebuah jalan samping. toko barang-barang antik. tidak begitu. Jarak antara rak-rak buku begitu sempitnya» sehingga Anda hanya dapat berjalan di antaranya dengan susahpayah.. tetapi bibir Mrs. bahwa dia tidak pernah memikirkan korban pembunuhan itu dengan cara yang sama. pemilik toko tersebut.Berdasarkan pengalaman inspektur itu." Ketika inspektur itu membelok dari pintu gerbang menuju ke jalan dia berpikir." "Aneh. mengulum sejcnis permen waktu berbicara. Orang itu adalah Mr." . kata inspektur itu dalam hati. berbagai macam jenis buku yang berlabel 3d.-san—yang Anda ingin tinggalkan untuk Sheila?" "Saya kira tidak. Gadis itu bahkan ragu-ragu." Sama-samar muncul gambaran yang lebih jelas dalam ingatan inspektur itu. Jika dia memerintahkan buku itu untuk mundur» sudah jelas dan tak mungkin buku itu mau melakukannya. diaterlambat. Gadis ituiah vang menerimanya di Biro Cavendish dan gadis ituiah. atau mungkin juga terpengaruh oleh fakta bahwa orang itu memiliki sebuah kartu di sakunya yang mengan-dung sebuah nama dan alamat yang jelas-jelas adalah palsu. dan akhirnya sampai ke tempat tujuan. pikimya masam. dia menjelaskan. "karena toh keponakan Anda belum pulang—" Giliran Mrs. fosil—Antartika ada di lantai dua. yang mundur sebelum diserang oleh bukubukunya. buku-buku literatur lama. Seperti^seorang yang telah mencoba menguasai buku-buku itu» tetapi kenyataannya bukubuku itulah yang jelas-jelas telah berhasil menguasainya. ketika dia keluar. mereka bekerja di kantor yang sama. Apakah dia orang baik-baik? Dia malahan mengasumsikan sebaliknya. Wajahnya yang rata dan lebar itu amat mirip seekor ikan. Di sebuah bangku di pojok ruang» terkurung oleh buku-buku. Is. "Sheila belum menelepon. Saya menghindari daya persona rumah sakit boneka dengan bermacam-macam mata gelas berwarna biru atau coklat. Memang arteh nama itu. akan membuat semuanya jauh lebih sulit. Di mana-mana buku-buku berserakan dan menguasai tempat» beranak» berlipat-ganda. Memang perlu menyelinap» sebab buku-buku yang disusun dengan sembarangan itu dari hari ke liari makin bergeser menutupi jalan masuk cfari luar. Lawton. Dia mengenali saya» sorot matanva yang seperti ikan itu melunak sejenak dan dia mengangguk. ataupun sampulnya. Mungkin dia telah mengasumsikannya tanpa sadar. Lawton yang melihat jam di atas perapian. lebih jelas terlihat bahwa buku-buku itulah yang memiliki toko dan bukan sebaliknya. sebab kadang-kadang profesor itu me-mintanya tinggal untuk makan malam. Kenangan yang romantis? Atau—sesuatu yang lain sama sekali?" NARASI COLIN LAMB Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road dan membelok masuk ke jalan-jalan yang simpang-siur." kata inspektur itu. Sebenarnya. Lawton. dan telah membicarakan kebingungannya bagaimana dia . Dia bilang ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia ingin bertanya pada Sheila mengenainya. "Omong-omong. Apakah dia ingin menjelaskan mengapa dia mendatangi Sheila Webb atau apakah gadis itu berpikir bahwa Hardcastle mengharapkannya untuk mengatakan sesuatu? Dia bertanya. biar-lah. ucapan tersebut terasa sedikit ketinggalan zaman. atau kapankapan. Segala macam toko aneh ada di sana. "Rosemary—hm. selamat malam. Untung hanya ada satu jam di ruang ini. duduk seorang lakilaki tua yang memakai topi beibentuk kue pie. Dia mem-bayangkan apa kiranya yang hendak dikatakan gadis itu. Di bagian luar toko itu ada deretan-deretan buku yang lazim ada di toko buku. tidak jauh dari British Museum. Tidak begitu cerdas. "Apakah dia sahabat karib keponakan Anda?" "Yah. Dia punya janji dengan seseorang. Biologi laut. Yah. Novel-novel kuno." "Yah." kata Mrs. Saya mendapat sebuah kiriman bani kemarin dulu. "Ada sesuatu dalam bidangku?" tanya saya. Lamb. Ada bertumpuk-tumpuk buku yang terletak di atas meja. "Maksud saya." kata Mrs. Saya sudah membongkarnya» tetapi belum sempat saya atur/1 Anda akan menemukannya di pojok.dapat pulang dengan sepatu seperti itu. Soloman. Di dalam. tetapi dia adalah gadis yang agak membosankan. Kelihatannya dia hendak berbicara dengannya. Romantis. Saya menyelinap masuk ke dalam. Untung saja Edna tidak menunggu. Hardcastle ingat. Sambil keluar dia bertanya. Mrs. "Ya." . Rosemary dan Sheila? Saudara Anda atau Anda sendiri?" "Sheila adalah nama ibu kami." kata Mrs.. Anda tahu di mana letaknya. Tidak ada—tidak ada pe. Ah. Tetapi penjelasan yang baru saja dia berikan pada Mrs. yang terletak di antara New Oxford Street dan Covent Garden. Dia biasanya menelepon kalau terlambat. Dia bilang besok saja. tidak begitu cantik. Padahal saudara saya sama sekali tidak romantis ataupun sentimentil. Dia datang kemari untuk menjumpai Sheila sore ini dan dia menunggu sebentar tetapi kemudian dia bilang dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi.

saya akan menyuruhnya masuk." katanya. Saya menggerakkan pengetuk pintu itu dengan hati-hati dan pintu itu dibuka oleh seorang wanita setengali baya beram-but kelabu. Pak." "Ah! Yah. sejarah alam. Kelihatannya. ko-lonel-kolonei tua. Tetapi melihat saya mengharapkannya untuk berbicara terus." Saya menunggu untuk melihat apakah Bung Tua itu akan memperbesar topik tersebut. bukan?" katanya tanpa menyapa dulu. Kolonel Beck justru berhenti. Di ruang ini ada sebuah pojokan kecil bertirai yang menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat umum. Saya masih harus menvelidiki sedikit lagi. Mereka berdiri di sana. Beri sava fakta-fakta-nya. ya. Kan sudah kukatakan padamu sebelumnva." Dia menekan sebuah tombol. "Kau mestinya tidak berbicara kepadaku seolah-olah aku ini masih anak kecil. Betul-betul bulan sabit!" "Saya masih berpikir. dan mengambil sebuah kunci dari saku saya. Kolonel Beck melepas kaca matanya. dan pendeta-pendeta. Saya berkata." Dia meletakkan teleponnya kembali dan mengangguk ke arah saya." "Hm. yang sebenarnya bukan Prancis betulan." "Ya. Nanny (panggilan anak kecil pada pengasuhnya). Kalau dipikir-pikir." kata saya. jelaskan dirimu. "Permtsi. bukan?" "Saya perlu waktu lebih lama lagi. dan rok hitam serta mantel tanpa lengan dengan corak bergaris-garis yang agak tidak pantas." "Kau perlu waktu lebih lama lagi. dan berbagai jenis buku lain yang menarik. saya dapat melihat tubuh gemuk atasan saya sedang duduk di atas kursi tua yang besar. saya tahu." kata saya.. Dia adalab orang yang suka menentang." "Subjek penyelidikan adalah Wilbraham Crescent. Ada suatu kebetulan yang mungkin—hanya mungkin — berarti sesuatu. Ya." kata saya. Sesudah pandangan mata saya yang pedih mulai terbiasa. dan menemukan tujuan saya selanjutnya yang terhalang oleh dua orang mahasiswa yang berlainan jenis sedang asyik beipelukan dengan mesranya. menyibakkan gorden yang menutupi sebuah pintu. "Jadi kamu datang juga akhirnya?" katanya. Nah." "Kebetulan ada seorang laki-laki terbunuh di Wilbraham Crescent." kata saya." sambil mendorong mereka kuat-kuat ke samping. Tetapi untuk apa kau kemari? Tidak biasanya kau minta izin. melangkahi berbagai macam kotak berisi buku yang terbuka di atas lantai. Tidak akan berhasil. yang pada sandaran tangannya terdapat sebuah meja baca atau tulis model kuno yang dapat diputar ke samping. yang terdapat di bagian belakang toko." kata saya.. mengitari sebuah lemari buku. bukan?" ." Dia menggelengkan kepalanya memandang saya. Pak..Saya mengangguk dan menyelinap ke atas melalui sebuah tangga kecil yang agak reyot dan sangat kotor. lupa sekelilingnya. Rumah-rumah di Crescent. Tetapi kami tidak dapat menunggu selamanya. Ya." kata saya mulai menjelaskan. Ada kaitannya?" "Saya belum tahu. untuk apa kau kemari? Datang untuk minta izin menyelidiki Wilbraham Crescent—di mana pun letaknya tempat yang aneh bunyinya itu?** "Letaknya di sebuah tempat bernama Crow-dean. "Dan jangan panggil aku Nanny. kesehatan» dan cerita-cerita klasik Prancis. tidak ada alasan mengapa tidak. Saya melewati semuanya dan naik ke lantai tiga. Colin. ya. maksud saya. Hanya dugaanmu ini saja yang kelihatannya tidak jalan. Sekarang ini mereka menyim-pannya dalam lemari es—seperti barang-barang lainnya." "Jangan berbelit-belit. "Mr. Kau biasanya keras kepala. seperti seorang pengasuh tua yang sedang menghadapi seorang anak yang mengece-wakan. Saya berjalan menerobos kerumunan mahasiswa. Di sini buku-buku tentang arkeologi. Pak." "Jelaskan dirimu. "Memang tidak ada buniknya." kata wanita itu. itu tidak bagus." "Siapa yang dibunuh?" "Sekarang masih belum tahu. digolong-golongkan dengan agak tidak keruan. Sepuluh mil dari Portlebury. tetapi kelihatannya. Saya menemu-kan diri saya berada dalam sebuah ruang depan dengan dinding bersih bergambar sapi-sapi Highland. **Kau harus berusaha dan bekerja lebih baik. Pak. Lokast yang sangat bagus. Kau masih berpikir. kemudian memutarnya pada lubang kunci dan masuk ke dalam." "Saya tahu." "Sava mengakui itu hanya dugaan saja." kata Kolonel Beck. tetapi dapar ditemukan oleh para ahli. "Tetapi saya tidak mau pindah ke tempat lain sekarang. mendorong meja bacanya ke samping. sementara kau terus asvik berpikir. di mana di atasnya terletak sebuah buku tebal yang besar sekali dan memandang saya dengan gusar." "Salahmu sendiri. Menarik. Kau tahu itu. "Hampir. Colin. "Ya. Dia punya sebuah kartu dengan nama dan alamat palsu di sakunya." "Dan kau mencurigainya! Atau kau tidak begitu?" "Saya tidak yakin." "Sudah waktunya kau tumbuh dewasa. "Oh. sudahlah. Selesai dengan tempat-tempat minum itu?" "Ya. "Sudah menyelidiki semuanya?" tuntutnya. "Dia menanyakanmu kemarin." "Saya juga tidak berpikiran kalau maksudmu itu adalah toko-toko roti dengan roti udang Prancis di dalamnya. "Pekerjaan-pekerjaan terbaik yang pernah saya lakukan adalah berdasarkan dugaan-dugaan. sehingga sulit untuk dapat melihat apa-apa. Di situ terletak berjilid-jilid buku yang disebut "janggal** atau "aneh". saya mulai dari Crescent.. Itu sebabnya mengapa semua makanan hambar sekarang ini. buku-buku kesenian. Seperti yang saya katakan pada Anda. "Dapat sesuatu?" "Tidak. Beberapa dari tempat-tempat itu sungguh-sungguh menyanjung roti Prancis buatan mereka. Nak. Lebih baik kau masuk ke dalam dan membereskannya. mengangkat tele-pon di atas meja. memakai kaca mata model kuno. "Itu menghina. Dia tidak menye-nanginya. Saya masuk melalui sebuah pintu di ujung ruangan ke dalam sebuah ruangan lain yang pcnuh asap rokok.. Di lantai dua terdapat Orientalia (buku-buku mengenai kebudayaan Timur). "Kamu. "Baiklah. Itu adalah salah satu favoritnya.. dan berkata. dan sebuah pintu dengan pengetuk pintu yang mengkilat di atasnya.

" kata saya tajam." "Dan bagaimana pendapatmu tentang orang-orang lainnya ini?" "Pendapat saya adalah. di salah satu rumah lainnya yang telah saya sebutkan tadi." "Kedengarannya seperti sebuah teka-teki Prancis.'* "Satu dari sepuluh kemungkinan yang ada. Pensiunan dosen. "Siapa ini?" tuntut Kolonel Beck." kata Beck. "Tentu saja mungkin. **Ada sebuah pub bernama The Rising Moon di jalan di sebelah jalan ini. Begitu. bukan? Baiklah. Dia bilang tentu saja mereka hanya sebagai kamuflase. Mengha-biskan waktunya di kebun. Kau ingin menyelidikinya. bekas gurusekolah. dan carilab gadis itu. "Seorang istri yang cukup baik dan dua anak yang suka ribut-ribut—laki-laki. ingatlah bahwa itu mungkin saja.*' "Menarik. Hemming ini?" "Tidak ada. Tidak ada alasan untuk mengira bahwa dia dan istrinya bukan orang baik-baik—tetapi—" "Baiklah." "Anda bah kan belum mendengarnya. "Hati-hati dengan langkahmu. Yah." Beck mengambil uang logam yang kotor kena tanah itu. atau sesuatu seperti bulan sabit atau bulan?" "Bukan. Berapa lama kau menge-nalnva?" "Tidak ada—maksud saya—yah—memang ada seorang gadis yang menemukan mayat itu." "Bagus sekali. "Ada seorang laki-laki bernama Ramsay. Dan ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada Anda. kan?" "Tentu saja bukan. Kata orang dia seorang insinyur bangun-an. bukan?" kata Kolonel Beck. maka hal itu akan sa-f ngat'mudah. Sering pergi ke luar negeri. Apa yang dikerjakan-nya. Anakku. Mrs. Dia bekerja di sebuah institut untuk orang buta dan dta telah diselidiki dengan cermat oleh pihak kepolisian lokal." "Nah." NARASI COLIN LAMB . Seluruh cerita itu kedengarannya sangat mustahil bagiku." Saya memberinya beberapa foto kepolisian pilihan. Dan dia juga punya istri di Swiss. untuk me-j ngangkut sesosok mayat ke dalam nomor 19 pada waktu yang tepat di siang hari. Omong-omong." "Aku tidak perlu cerita. Bagaimana halnya dengan nomor 19 sendiri?" "Seorang wanita buta." Dta menambahkan sambil berpikir. Itu ditemukan di kebun belakang nomor 19. meskipun penuh risiko. Tinggal di Wilbraham Crescent No." "Saya senang mendengarnya. kalau begitu. "Saya belum menceritakannya pada Anda." kata Kolonel Beck. "Di mana letaknya mayat pamanku? Di kebun sepupu bibiku. bagaima-napun juga." kata saya dingin. Betul.'* kau saya." kata saya. "Pola macam itu telah dikenal. Anakku! Seks muncul seperti biasanya. menangis dalam pelukanmu dan mence-ritakannya padamu. Sudah?" "Belum. "Korban pembunuhan itu. Setengah baya. Ini. Sebetul-nya Wilbraham Crescent No. Mengapa kau tidak pergi dan mencoba peruntunganmu di sana?" "Saya sudah pernah ke sana.*' kata kolonel itu. "Coba lihat ini. Itu semata-mata hanya sebuah kemungkinan. Kami akan memasukkan mereka dalam mesin untuk meyakinkan." "Sebuah penyamaran yang sangat bagus." "Diana? Hm. "Terima kasih —tidak ada waktu hari ini. yang saya ulurkan padanya. Coba pikirkan. Seorang wanita bernama Mrs. ada apa?" "Ada dua orang yang ingin saya ketahui datanya. sekarang aku ingat." kata sava. Wanita paling bodoh yang pernah kutemui. Apakali namanya Diana. menu-rutku. kan?*' "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. "Ya?" "Sebuah rumah bernama Diana Lodge." "Tinggal sendirian?" "Ya." Kolonel Beck mengi-baskan rokoknya. Aku tidak tahu siapa istri-istrinya itu—miliknya sendiri atau hanya sebagai kamuflase saja." kata saya. meniupnya dan memandang saya. atau Artemis."Betul. kau mungkin mendapatkan sesuatu dari keyakinanmu yang teguh pada bulan sabit dan bulan terbit. Pak. Hemming dan sekitar delapan belas ekor kucing tinggal di sana. Kau ingat Pendleton? Dia punya istri dan anak-anak. dan sepasang anak perempuan. "Sekeping Heller Cekoslovakia? Di mana kau menemukannya?" * "Bukan saya." kata Kolonel Beck. Kolonel Beck tiba-tiba tertawa kecil. "dia tenggdam dalam kesibukan mengurus kucing-kucingnya. mungkin saja. gadis yang kau minati itu mungkin adalah pembu-nuhnya. "Kau selalu sudah punya jawabannya. mungkin juga bukan. Ada pemeriksaan yang harus saya hadiri." "Apa yang dilakukannya ketika dia menemu-kannya?" "Menjerit." "Yah." kata Kolonel Beck. "Pergllah ke pemeriksaan itu." kata Beck menghargai.*' kata saya. mengeluarkan sebuah bolpen dari sakunya. sayakhawatir saya memang begitu. "Dia mena-brakmu. Pendleton juga punya seorang istri di Jerman." kata saya." "Nah. yang tinggal di sana." "Pasti akan ditangguhkan. 20. Tentunya bukan karena gadis yang kautabrak di Crowdean." Dengan mengeluh Kolonel Beck menarik kem-bali meja bacanya ke posisi semula. siapa sebenarnya orang-orang ini?" "Mereka adalah orang-orang yang kebunnya berdampingan atau menyentuh kebun rumah tempat pembunuhan itu terjadi. Ada yang lain lagi?" "Aku tidak yakin. *Kami akan memeriksanya." "Dia punya seorang istri. cuma itu. Orang Skot. Bagaimanapun juga. Namanya Mc-Naughton. "jika pembunuhan itu dilaksanakan oleh salah seorang dari orang-orang lainnya ini. kau ingin tahu tentang Mr. Istri yang sangat baik. "Mau rokok?" Saya menggeiengkan kepala. "Saya sangat senang mendengarnya. "Dewi ( Bulan! Diana Lodge." "Kembali lagi ke Crowdean?" "Ya. Ramsay i ini. Ada sepasang suami istri di nomor 63. 62. Tidak punya ide di kepalanya kalau suaminva itu sesungguhnya bukan seorang agen buku-buku Timur betulan.

meskipun kau harus bekerja di balik layar. dan mudah diingat. Hercule Poirot. Dia selalu langsung pada sasaran. 'Tolong sebut saya sebagai Mr. Itu tidak coeok buatmu. sebab dia sudah berbicara dengan nada hati-hati sejak awal pembicaraan kami." Dia membuka sebuah pintu dan berbicara dengan suara yang jelas "Mr Colin Lamb sudah datang. George masuk pada saat yang tepat. Ya. "sebab ayahmu dapat menceritakan beberapa hal yang sangat menarik. dan mengingat semua hal kotor sebisanya dan menulisnya dengan rasa puas. kataku pada diri sendiri. tetapi Poirot adalah satu dari orang-orang pertama yang merasakan dtnginnya musim gugur* dan mengambil tindakan pencegahan ter-hadapnya. Sesuatu tentang domba berbulu domba. Begitu. aku tahu. Dia berjalan ke arah saya. Kebanyakan para ayah suka duduk. ya? Musim-musim begitu cepat berlalu. kadang-kadang beiiau agak sedikit tettekan. Dia memakai bukti-bukti dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang Iain. Dia sangat suka minum tisane dan sering mendesak saya agar meminumnya. "Saya pikir. Di kedua belah sisinya di lantai ada etumpuk buku-buku vang disusun rap . asyik dengan pena mereka. apa pun per-soalannya. "dan bagaimana kabar teman baikku. ya. "Mr. kupikir namaku sendiri mungkin menyebabkan timbulnya kesalahpa-haman. Ada sebuah pepatah atau sebuah peribahasa. mungkin juga betul. Alia. sedangkan dia tidak. Colin Lamb. tentu saja. "Ah. jadi kamu." kata saya. Aku mengaguminya." "Sampai sejauh ini masih baik-baik saja. kuganti Lamb." kata saya. sebuah gelas. Cocok. dengan tangan terbuka lebar. "Kupikir aku harus membe-rimu selamat atas keberhasilanmu yang agak menakjubkan baru-baiu ini. Tetapi mengapa me-nyebut dirimu dengan nama Lamb? Coba kupi-kir. memakat sepatu kulh yang berkilau-kilauan. untuk melengkapinya sampai tuntas. kan?** '*Tidak juga. beiapa dalam daun seledri itu telah tengge-lam di dalam mentega. kendati itu tidak perlu. metodenya sangat menarik bagiku. "Hanya saja dalam bidang seperti pekerjaanku." kata saya. Sekarang ada banyak gedung lain yang lebih mengagumkan dan bahkan lebih banyak lagi bangunan modern yang berdiri di kedua belah sisinya." "Seseorang harus mempunyai kebijaksanaan. Kuharap aku dapat sebaik dia. aku tidak ingat sekarang ini musim apa?" "Dia menyibukkan diri." kata saya. bidangku tidak persis sama dengan bidangnya. bukan. Saya melihat bahwa satu batangan besi dari pemanas listrik berbentuk segi empat yang ada di situ menyala merah. Tangan kanannya memegang sebuah cangkir yang mengepulkan asap. saya mene-bak. D atas meja di sisi kirinya terdapat lebih banyak buku lagi. bahwa gedung itu baru saja mendapatkan wajah baru. George. yang segera saya tolak. dengan sebuah tempat wiski." kata Poirot. Yang jadi masalah adalah harus ada sebuah persoalan. Jika kau ingin bunga yang terbaik. "Sekali saja dengan sayuran itu." Dia terbatuk-batuk kecil. kau tahu. aku sangat menghormati ayahku. Apa kabar. Tidak peduli. udara hangat. Aku selalu mengaguminya. Tidak. "Kau bolch menyebutnya begitu." kata saya. Temanku! Temanku yang masih muda—Colin.Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya mengunjungi Whitehaven Mansion. Tentu saja. jerat yang sangat jelas dan orang-orang yang ingin ditangkapnya akan berkata *itu terlalu jelas. Tuan. Saya naik ke lift dan menekan bel nomor 203. dan sebuah sedotan yang diletakkannya di dekat siku saya. "Yah. Pintu dibuka oleh seorang pelayan laki-laki yang penampilannya tak bercela." kata Hercule Poirot. Tapi. Akhir-akhir ini aku merasa sangat membutuhkan sebuah pei-soalan. "Aku tidak. ya—tapi tidak pernah lagi. mengapa tidak pergi ke toko bunga? Kupikir Inspektur yang hebat itu akan menulis pengalaman-pengalaman-nya?" "Dia pernah mulai. "Dan apa kesibukanmu sekarang?" saya bertanya pada Poirot." . "Sangat sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya—atau chrysanthemum. Bukankah begitu? Affaire Larkin." kata saya. bukan. Sebuah se-nyum tersungging di bibirnya." "Baik. Memandang begitu banyak macam buku di sekelilingnya. Tuan. "Jika Anda sudi berjalan lewat sini." Saya mengangguk dengan penuh simpati." "Tetapi berhubungan. "Berhubungan dekat dengannya. "tapi dia pikir terlalu banyak hal yang harus dirahasiakan se-hingga akhirnya dia berkesimpulan bahwa apa yang dimasukkan pasti kelihatan terlalu jinak dan sederhana sehingga tidak pantas untuk ditulis. sedang duduk di kursinya yang besar di depan peraptan. George?" "Syukurlah. dengan tanaman-tanaman hortikultural?" "Tiap orang kelihatannya mengarah ke sana pada akhirnya. Itu kan pepatah tentang nyonya-nyonya tua yang mencoba untuk kelihatan lebih muda daripada yang sebenarnya. kalau begitu." "Ya. Di dalam. saya sehat-sehat saja. "Dan bagaimana dengan dia?" George merendahkan suaranya. "Kelihatannya kau sedang mengadakan sebuah penyelidikan kecil?" Poirot mengeluh." kata Poirot. Tuan—*' Dia membawakan topi saya. yaitu terlalu menyangkut nama ayahku. Beberapa ta-hun yang lalu bangunan itu adalah sebuah gedung yang menonjol. ayahmu?" "Ayah baik-baik saja. Colin! Sudah lama sekali Anda tidak kemari. "mengagumi ayah sendiri sudah tidak mode lagi sekarang. tetapi Poirot sudah berdiri di atas kakinya." kata saya. Jadi." "Tentu saja. mefainkan sel-sel otak." kata Poirot." Dta mundur dan menyilakan saya masuk ke dalam ruang itu. Kamu. Bukan otot yang hendak kulatih. saya menemukan. Dindingnya dicat lagi dengan warna kuning dan hijau pucat. Pendek. "dengan kepribadianku. Tuan. Saat itu baru awal September. aku tahu. yang baik itu." kata Poirot. Dia menyilakan saya duduk dan menawari saya tisane. Tidak mungkin betuP dan kaienanya mereka jatuh ke dalamnya!" Saya tertawa. Memang tidak menguntungkan." "Aku tidak yakin tentang itu." Saya merendahkan suara saya. Kau adalah serigala berbulu domba. Minuman itu rasanya memuakkan dan baunya ta am "Jangan bangkit. saya berkata." kata saya memuji diri sendiri. Mungkin seperti Sherlock Holmes. bukan itu yang ingin kubicarakan de-nganmu di sini. Tisane pasti. Teman saya. Tuan. "Tetapi ada beberapa hal lagi yang ingin kuketahui. Dia akan memasang jerat. sederhana. Tetapi sesungguhnva. Kau tahu.

rute-rute bis. dan temanmu juga. Susahnya. kita dapat ber-harap bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang diperlukan kepada berbagai orang yang terlibat. mon cber. tetapi dia bukan seorang pengha-sut dalam kasus ini." kata Poirot. mungkin." "Maksudmu kasus-kasus seperti kasus Bravo. tetapi hal itu membutuhkan usaha yang giat juga untuk membongkar kebohongan. Constance Kent. Memang betul Kamis lalu aku mendapatkannya. Ini—" dia memungut buku yang diletakkannya di lengan kursinya ketika saya masuk. Ada juga mayat. dan Iain-Iain. seperti sering kali kulaku-kan sebelumnya. dan bertahun-tahun kemudian dia telah banyak mem-pelajari hal-hal yang tidak diketahuinya sebelum-nya. Cyril Quain. Ariadne Oliver dan memungut buku lain." Dia mengulurkan buku itu pada saya. Colin sayang. Aku tidak seluruhnya setuju dengan hasil karyanya. "—ini. Tetapi itu bukan tidak jujur. dalam hal alibi. tentu saja. Ya. Nada bicaranya kedengaran sedih. "Dari kehidupan nyata aku beralih ke fiksi." "Mengecewakan." kata Poirot. dia mungkin telah memiliki seorang teman pengacara yang 4 telah menempatkannya pada posisi yang benar dalam bidang hukum. Semuanya harus jelas pada saat puncaknya. dia adalah seorang ahii. betapa tidak nyatanya. "Aku adalah orang yang rendah hati. Aku bekerja dengan menelusur ke beJakang. Apa yang lebih diperlukan lagi adalah. "Pada akhirnya persoalan itu tidak menarik sama sekali. Kemudian ada seorang remaja yang tidak beruntung. "Aku juga sudah membaca. kurasa mereka sudah mati semua sekarang. Dan bayangkan vitalitas yang ada pada mereka. "Dan ini adalah Misteri Kamar Kuning. "Dan apa yang kulakukan berikutnya?" Ianjut Poirot. "Enfin" kata Poirot. untuk menyoroti pekerjaan pengarang-pengarang lama." "Dan kau memecahkannya?" "Aku memecahkannya. yang mengatakan bahwa itu tidak juju." Saya merasa telah membiarkan diri saya untuk mendengarkan kuliah. Bukan. Meskipun kedengarannya tidak menarik. Cyril Quain. "Orang menikmati suasana zamannya. Begitu aku selesai membaca kasus itu. Memuaskan. kurasa. "Aku menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam misteri nyata dalam hidup yang tak terpecahkan. Juga tidak mungkin ada tamu yang membawa tiga potong kulit jeruk. Tetapi dia memiliki jalan pikiran yang asli. peta-peta jalan pintas. juga!" Dia meletakkan Petualangan Arsene Lupin dan memungut buku lain." "Dan pern bantu wanita itu. sama sekali tidak bangga. tetapi mereka meyakinkan. George tidak akan meletakkan potongan-potong-an kulit jeruk tua di tempat payung. jadwal kereta api. tidak mudah didapat. begitu nyata digambarkan. adalah Kasus Leavenworth. Bagaimana mereka bisa ada di sana? Bagaimana caranya mereka berada di sana? Aku tidak makan jeruk." "Dia adalah penulis yang sangat membosankan jika aku tidak salah. "Aku sudah lupa bagian-bagian tentang gadis-gadis cantik itu." "Dan kukira kau selalu berhasil." katanya. Tetapi yang penting selalu atibinya. Aku cukup yakin dengan pikiranku pada apa yang akan merupakan jawabannya." Dia meletak-kannya dengan khidmat. dia cukup bodoh untuk membuat detektifnya orang Finlandia. Ada perbedaan setebal sehelai rambut. Tetapi seseorang tidak perlu memakat sebilah pedang panjang untuk memotong tali pengikat sebuah paket." kata saya."Supaya bisa tetap berfungsi. salah satu anaknya. Tetapi itu terlalu gampang. kecuali mungkin hasil karya Sibelius. Ariadne Oliver. Aku menikmati usaha untuk menemukan kele-mahan Mr. "Betul. Kejadian-kejadian di dalamnya sangat mustahil. bukan. Aku berusaha menerapkan jawaban-jawabanku pada mereka. karena masih muda waktu itu. Sebuah persoalan karenapenggantian wanita pembersih yang lama dengan yang baru—yang mengajak. dan melodramanya yang disengaja. yang berbelit-belit dan jelas. Pendekatan yang begitu logis! Ada kntik-kritik-nya juga. Aku akui aku menikmati penggunaan alibi ini. penyamaran. Dan tentang Lizzie Borden. "beberapa karya awal Mrs. dia membuat deduksi-deduksi yang bagus kadang-kadang. Tidak perlu diragukan lagi. Jangkauan tangan kebetulan terlalu sering diterap-kan." kata Poirot. dan jelas-jelas dia tidak tahu apa-apa tentang orang Finlandia maupun negaranya. Ada humornya. Kadang-kadang lebih dari satu. Poirot melanjutkan. Secara keseluruhan ada kebenaran. Aku mengerti. kuingat. Sekarang dia juga sedikit lebih percaya pada topik senjata api." kata saya. "tidak ada sesuatu yang betul-betul menegangkan yang terjadi dalam bu-ku-bukunya. Bukan. dalam pikiranku aku tahu siapa yang membunuh Charles Bravo. tetapi tidak penting." Dia mengesampingkan Mrs. kehidupan-nya! Mereka memang tidak masuk akal. Tetapi tidak bagiku. Quain. Hampir begitu. "Centanya mengagumkan. Dia kebetulan adalah temanku. kekuatannya." kata saya. . Poirot memang jujur. kukira. ketika orang-orang itu bertemu di sudut ketiga lorong itu. Hannah. "Sekarang Mr." "Seperti katamu. bahwa kerendahan hati pastilah bukan merupakan kelebihan Hercule Poirot. Kau lihat. Munculnya tiga potong kulit jeruk kering di tempat payungku secara tidak beralasan. betul-betul sebuah kla-sik! Aku mengaguminya dari awal sampai akhir. sekarang hampir dilupakan/* Poirot melompat dua puluh tahun atau lebih. dan. yang disembunyikan dengan kata-kata secara hati-haji dan cerdik. Dan. dan lain-lain?1' "Tepat. "Betapa fantastik. Mr. Itu—ah. tetapi belum demikian. juga pembunuhnya." "Aku harus membacanya lagi. sebuah studi psikologi yang hebat. Teman wanitanya mungkin tei libat. "Betul-betul sebuah karya luar biasa. Saya menebak bahwa akhir-akhir ini dia tidak merniliki teman untuk diajak berbicara dan hanva bisa menikmati suaranya sendiri saja. Gambar-an-gambaran yang terinci dan berlebih-lebihan dari kecantikan Eleanor yang mempesona bagai emas dan kecantikan Mary yang lembut bagai rembulan. temanku Colin. Saya menenangkan diri untuk terus mendengarnya. Ah. Adelaide Bardett." Dia mengeluh." kata saya. aku di sini tenggelam dalam berbagai macam contoh fiksi-fiksi kriminal dt sebelah kanan dan kiriku. "Tetapi per-soalan-persoalan. pelajaran-nya." Saya berpikir sendiri. betul-betul melawan perin-tah. Motif sebenarnya yang terletak di balik perbuatannya men-cekik adik laki-laki yang masih kecil selalu merupakan teka-teki. hanya itu." Saya menggelengkan kepala dengan serius. itu cukup merupakan sebuah persoalan. > "Terus kita akan mengambil Petualangan Arse-ne Lupin" Poirot meneruskan. Misalnya prosedur poll si. semuanya menjadi jelas bagiku.

dan melanjutkan kuliahnya. Tetapi penyebutan jumlah arak maupun wiski yang tepat dalam setiap halaman cerita-cerita detektif Amerika. menyandarkan dirinya. "biasanya sering berbaik hati pada anjingnya. "Jika memang harus. menggelengkan kepala. "Petualangan Sherlock Holmes. sedikit terlalu tenggelam dalam minuman. mon cher." Dia meletakkan Mr. Kisah melodramatis yang diaduk dengan sebuah tongkat. kupikir kau mengibaskan ekormu. Dan apa yang dilakukan-nya kemudian? Dia mengibaskan ekornya. Dia pergi ke luar dan melempar bola untuk anjingnya." dia mengakui. ketegangan. bukan Sherlock Holmes! Pengarangnya. bukan? Aku gembira. tetapi mari kita tidak mendiskusikannya sekarang." "Begitu? Sebuah persoalan pembunuhan vang rumit. "Seorang tuan. lebih imajinatif daripada tuh'san-mlisan Inggris." "Mari kita tidak mendiskusikan bom. ketika dia mencoba menuliskan kenangannya. Keindahan bahasanya. di mana selalu terjadi revolusi." katanya." Dia mengambil sebuah buku lagi. AUbi-altbinya serupa satu sama Iain. wanita ini." kata saya. va. kenyataannya. "Apakah aku mengibaskan ekorku?" "Kupikir ya. kendati mereka tidak persis sama. Meskipun dia minum satu pint ataupun setengah pint yang diambilnya dari dalam lacinya. kemudian berkata." kata Poirot. Cyril Quain." "Mungkin. ketakutan yang memuncak yang diciptakannya pada diri pembacanya adalah hebat. katamu? Dan kau membawanya pada&x*." kata saya." . Dokter Watson. Garry Gregson. dengan tahun buatan dan tanggal yang betul-betul asli. kau lebih baik juga membaca buku literatur kesehatan. mcskipun mungkin. brosur-brosur penerbang-an. gembira sekali. Dia betul-betul hebat. Mereka tidak masuk akal dan sangat membingungkan. non. Tetesan darah—mayat —jejak-jejak—ketegangan-ketegangan ditumpuk "jadi satu dan ditonjolkan. mon cher Colin. dan memang terjadi demikian." "Ah! Kau akan segera menikah. Riang dan hidup. itu betul-betul berbeda. "tapi tidak pada-ku. Tentu saja. apa sebenarnya rumah besar dari batu itu—aku tidak pernah tahu? Apartemen-apartemen yang eksklusif itu." kata saya tegas. menarik napas. Dia mengusap-usap kumisnya dengan rasa sayang. Sebenarnya aku datang untuk menceritakan padamu bahwa aku terlibat dalam suatu persoalan pembunuhan yang rumit. "Ce cher Hastings. Quain tidak banyak hal yang terjadi. Quain. Pada buku-buku Mr. Louisa O'Malley ini. juga mampu membalas kebaikan tuannya. tidak mungkin terjadi dalam hidup. Mustahii untuk dihin-dari. Temanku. Kau tahu. itu betul-betul merupakan sebuah kemenangan." "Siapa yang memasukkan pikiran itu dalam kepalamu. kejadi-an-kejadian yang beraneka macam. Enfw. "Florence Elks. bukan secangkir teh sama sekali. dan bahkan mengucapkan satu patah kata saja. Bah. dan bergumam. ada aturan dan metode pada Mr. Ah. Rumah-rumah besar dari batu di New York itu. yang aku hormati." Poirot berhenti. "Maitre!" "Sherlock Holmes?" tanva sava. sekarang. Kupikir mereka itu lebih jenius. Aku selalu menyenangi anggur merah ataupun anggur burgundy yang dituangkan dalam cerita-cerita. Dia bukan. aku menempatkan fiksi-fiksi kriminal Amerika secara keseluruhan pada tempat yang lumayan tinggi. dengan hormat. dan segala macam jadwal lainnya. Poirot mengibaskan sekolah yang ketat itu seperti dia mengibaskan seekor lalat atau nyamuk yang mengganggu. "Bukan hal sepetti itu. pada buku-buku Gairy Gregson terlalu banyak yang terjadi. Dia telah menulis paling tidak 64 buku. jelas-jelas karena suatu ide yang berhubungan dengan kenyataan. Si anjing. kejahatan yang tak disangka-sangka tetap berlangsung dengan diam-diam. Aku. menggelengkan kepala dan meminum sisa tisane-nya. "terjadi setiap hari. Sudah lama sekali sejak aku mendapat berita darinya. Sir Artliur Conan Doyle. seperti katamu. bagai-manapun juga. Dia hamprr merupakan contoh kebalikan yang sempurna dari Mr. Tout de meme. Semua begitu mengeri-kan. "Sekarang Mr. mengisap pipanya seperti yang terlihat pada foto-fotonya. penuh dengan kekeli-ruan dan kebanyakan hanya dibuat-buat. "Tidak." kata saya. apa boleh buat. Quain dan memungut buku lain." Dia menarik napas." Saya tertawa. kukira. Itu bisa terjadi demikian. aku membayangkan Cyril Quain sedang duduk di kamarnya. "Kekerasan demi kekerasan? Sejak kapan hal itu menarik? Aku telah melihat banyak kekerasan pada awal karierku sebagai seorang polisi. Si anjing membunuh seekor kelinci atau seekor tikus dan dia membawanya dan meletak-kannya di kaki tuannya. Sekarang coba arnbil Louisa O'Malley misalnya. "Aku—aku pikir kau akan menyenanginya. Sebutkan ke-inginanmu. Colin." Dia menarik napas. Mereka terlalu berteletele. dan keangkuhan-keangkuhan yang menggetarkan hati." "Itu tidak terbatas pada Amerika Selatan saja." Dia mencomot sebuah buku dari tumpukan di sebelah kirinya. sesudah beberapa lama orang akan menyadari bahwa bukunya yang satu hampir sama dengan yang lain." Sekali lagi dia mengambil sebuah t&uku. duduk dikelilingi ABC (buku jadwal kereta api). Motif minum-minum ini dalam buku-buku Amerika sama artinya dengan kepala Raja Charles bagi Mr. Mereka lebih sedikit menjelaskan tentang suasana dan sedikit saja dibebani oleh keadaan ketimbang kebanyakan penulis Prancis." gumamnya senang." kata Poirot. adalah seorang ahli anggur. "aku datang untuk mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda de-nganmu. Ya. Dia memiliki otak. Poirot memandangku sambil berpikir. tetapi terlalu banyak penjelasannya."Tidak selalu. Kisah-kisah tentang Sherlock Holmes ini adalah jauh dari kenyataan. Bahkan perjalanan-perjalanan kapal pesiar. Temanku Hastings yang sering kau dengar kusebut-sebut namanya itu. seperti kebanyakan penulis Amerika lain." "Bagaimana halnya dengan sekolah yang ke-tat?" tanya saya. Dia lebih mirip dengan koktil Amerika itu yang tak keruan. "Oh. Bradshaw Kontinental. dia betul-betul sangat hebat." "Sebetulnya. yang campurannya sangat mencuriga-kan. "Kemudtan kita beralih ke Amerika. Tetapi seni menulisnya—ah. tidak selalu. Betapa konyolnya untuk pergi dan mengubur diri di Amerika Selatan. terutama penciptaan ka-rakter yang hebat itu. sama sekali tidak menarik bagiku. Dia. bagiku sama sekali tidak mempengaruhi jalan ceritanya dalam cara apa pun. seorang penulis cerita seram yang luar biasa. Ada aturan dan metode dalam buku-bukunya. Mengapa?" "Yah — " saya sedikit malu. dan di balik itu semua. secangkirteh bagiku. non. seperti yang kau ketahui mon ami. "Di mana-mana di dunia ini ada revolusi sekarang. Poirot?" tanya saya. "Buku-bukunya adalah model yang baik bagi karya tulis yang bermutu. "Dan kemudian—selalu ada favorit-favorit lama itu." "Itu terjadi. Dick yang malang.

entah di mana. ck. Dan di sini sekali lagi pada apa yang kauceritakan padaku." kata saya. "Nah. Ada seseorang tukang rebus sabun. Tidak diragukan lagi. aku ingat. "Agen asuransi palsu?" "Bukan." "Ituiah yang selalu kusarankan. Bukan karena aku tersangkut di dalamnya. kau coba saja ini dan menjelaskannya. Bu-kankah begitu?" "Aku masih menginginkan kau muncul dengan sesuatu. "tetapi dari waktu ke waktu ingatan-ingatan itu selalu bergu-na. sesudah menunggu sejenak. Betul. begitu mayat itu dapat dikenali. dan kau pikir memang demikianlah adanya. "Ingatanmu. "Itu adalah sebuah tindak keja-hatan vang sederhana. sekarang ini kau hanya memberiku sebuah pola. Kemudian dia bertanya. kau mena-nyai mereka. sekarang aku butuh jawabannya. dan sebagainya. Sekarang di mana — kapan—aku menemukan sesuatu. "Kumohon kau memberiku fakta-faktanya." kata Poirot. ck. ya. "Sans blague?" "Oh. Oh." "Keingintahuan. kau akan 43 .." kata Poirot. di Liege. heh? Tetapi ada banyak lagi yang perlu diketahui. Semuanya. tetapi polanya sama. "Bicaralah dengan para tetangga. hanya memikirkan semuanya. dan mendapatkan jawab-annya. Aku hanya kebetulan saja terlibat di dalamnya." kata Poirot." kata saya. Aku mencari persamaan antara seorang stenografer pirang dengan tukang rebus sabun. Aku selalu kauajari bahwa seseorang sangat mungkin sekali untuk berbaring di kursi. "apa yang ba-rusan kau ceritakan padaku — kupikir—ya. bukan. Biarkan mereka berbicara padamu. ada pemerik-saan ilmiah terhadap pakaian orang itu." "Mengapa harus sederhana?" "Sebab kasus itu begitu rumit. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit. maka pasti sebenarnya sederhana saja. Aku mengenalinya. Sebuah kejahatanlah yang kau pikir akan menarik bagiku. "E-patant. ada sesuatu yang rasanya kukenal. Kau mengerti?" "Aku tidak begitu tahu apa yang harus kulaku-kan. ck. Dia meracuni istrinya agar dapat menikahi seorang pengetik steno berambut pi-rang. Poirot. kan?" "Masalahnya adalah." Sesudah itu dia melanjutkan ketukannya pada lengan kursinya dan perlahan-lahan menganggukkan kepalanya. Kau bilang itu adalah pembunuhan." kata saya. tepat. Tapi itu bukanlah yang kumaksud ketika aku mengatakan berbicaralah dengan para tetangga.. bukan. Kau pergi kepada mereka. tanpa membuka majanya. orang itu akan dapat dikenali."Baiklah kalau begitu." katanya. Dan selalu dari pembicaraan mereka." Dia berpikir sejenak. Hercule Poirot bersandar pada kursinya. 19. dan sebagainya. cukup lama sesudahnya." kata saya. "Kupikir kau bisa langsung memberiku jawaban-nva. Jangan membingung-kan diriku. "Tentu saja. "Wanita buta?" "Bukan. Kejahatan itu mempunyai pola. Aku tidak bisa." "Nah. Mungkin orang ini akan dikenali. Aku bilang berbicaralah dengan mereka." kata saya. dulu. bukan. Mereka memiliki catatan-catatan kriminal." kata Poirot tegas. Kali itu adalah persoalan penculikan seekor anjing peking. Mereka tidak tahu apa-apa yang bergu-na." "Yah. Dia menutup matanya' dan dengan lembut mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursinya sambil mendengarkan cerita saya Ketika saya akhirnya berhenti." kata saya tidak sabar. Tetapi aku meyakinkan dirimu." katanya. pola itu berulang kembali." "Sederhana?" saya berteriak heran." "Begitu. "Aku sudah melakukannya." Dia ber-henti. bahwa hal itu tidak bisa demikian. Dalam hal itu pihak kepolisian adalah hebat. "Aku pergi dengan Hadrcastle ketika dia menanyai mereka. "semuanya kelihatan tidak masuk akal. semuanya akan men-jadi jelas. Temanku. "pastllah merupakan sebuah tempat penyimpanan kasus-kasus kejabat-an maha luas. Dia merasakan kata ttu dengan lidahnya dan mengulanginya per suku kata. "Nah. Apakah itu yang kaupikir?" "Selalu ada sesuatu yang harus dilakukan. "Apa komentarmu?" "Tetapi kau ingin aku ngomong apa?" "Aku ingin kau memberiku pemecabannya. inilah kisahnya. dia tidak berbicara selama beberapa saat." "Kau berbicara tanpa metode dan aturan. mereka memiliki daftar orang-orang hilang. man ami. aku mempunyai perasaan adanya suatu persama-an. Ada banyak hal lagi yang harus dicari. "Jam-jam?" sava mengusulkan dengan penuh harap. Kita baru berada pada bagian permulaan dari taktafakta itu." "Hanya itu saja. "Misalnya?" Dia menuding-nudingkan jarinya pada saya dengan tegas." Saya menceritakan padanya secara terinci keja-dian-kejadian yang berlangsung di Wilbraham Crescent No. "Epatant" kata Poirot." "Ah." "Aku kecewa denganmu. mereka dapat mengiklankan foto orang itu." "Tapi. Tapi tentunya kau tidak mungkin mengingat semuanya." "Jadi tidak ada yang dapat dilakukan sekarang." kata Poirot dengan keras. "Semua hal selalu masuk akal. bukan?" "Memang betul pembunuhan. kutantang kau." saya meyakin-kannya. Pasti. Jadi tidak perlu lagi pergi dan menanyai orang-orang dan berkeliaran ke sana kemari untuk mencari jejak." kata saya. dan voilal Ituiah dia. Beberapa waktu kemudian. "Satu hal sudah pasti. "Aku sudah memberikan fakta-faktanya. "Dan apa yang dikatakan tuan itu? Apakah dia ingin melihat tikus tangkapan anjingnya? Apakah dia ingin mengetahui semuanya tentang tikus itu?" "Tentu saja. Kau perhatikan." "Itu tidak mungkin." Poirot menggelengkan kepa-lanya." kata saya. itu yang kau pikir. ada seratus cara dan sarana lain yang dapat dilakukan. bukan?" "Sayangnya tidak. 'Apakah Anda melihat sesuatu yang mencurigakan?* dan mereka berkata tidak.

dengan salah satu dari gadis-gadis muda yang bekerja di sana." "Ah. bertindak sesuai yang diperintahkan. kau betul-betul seorang anak yang baik! Apa yang kaulaku-kan adalah tepat betul. Tidak ada pertanyaan ataupun penelitian secara terinci.. "kau adalah dokternya! Ada kata-kata bijaksana lain lagi bagiku? Bagaimana pendapatmu tentang urusan jamjam yang aneh itu?" Poirot menyandarkan dirinya di kursi lagi dan menutup matanya. tidak. itu bisa kulakukan. mungkin. Tepat. Besar kemungkinannya dia memang tahu dan menyembunyikan fakta itu." "Tapi dia tidak tahu mengapa. "Bahkan mungkin akan kautemukan dengan cara bercakap-cakap dengannya. "Ya?" katanya." pe-rintah Poirot. Ada pesan melalui telepon di Biro Cavendish yang menyuruhnya pergi ke Wilbraham Crescent No. Kau bilang tidak ada yang berguna dari percakapan-percakapan itu." "Kau akan bekerja dengan lebih baik bila memiliki cukup waktu untuk bersantai. . Jika kau mau mengulangi bagiku kata demi kata. Dan mengapa laut mendidih dengan panasnya Dan apakah babi punya sayap. jadi itu sebabnya. ditanyai dalam waktu yang lebih singkat.49 siang." katanya. apalagi bila pernyataan itu ternyata betul. Mereka mungkin akan berbicara tentang kebun-kebun mereka atau hewan-hewan kesayangan mereka atau rata rambut mereka atau penjahit mereka. dengan gaya suatu hasil karva vang telah dibaca-nya. "bagi dua orang yang berlainan jenis untuk saling tertarik." Hercule Poirot menutup matanya lagi." "Tidak. "kau akan menik-matinya. "Kau mengerti?" tanyanya." "Kautidak bisa yakin tentang dia tidak tahu mengapa. Kau bilang begitu padaku. kemudian berhenti.' " Dia membuka matanya lagi dan mengangguk-kan kepaianya." Poirot mengakui. atau jenis-jenis makanan yang mereka sukaL Selalu saja entah di mana. Dicekam oleh pembunuhan di tengah-tengah mereka. Kau bisa berbicara dengan gadis ini. dan kau hams pergi dan menemui wanita buta itu dengan alasan tertentu. memasuki ruang duduk. "Memang dibutuhkan waktu. Aku berkata tidak begitu. Dia menemukan mayat itu di sana dan menjerit serta menghambur keluar dari rumah itu untuk mencari bantuan. Dia telah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Miss Pebmarsh. mon cher. Poirot memandang saya dengan pandangan menyelidik." kata saya. "Kuripan dari 'Singa Laut dan Tukang Kayu. Pergilah dan temuilah dia. memang betul. Kau tahu itu dengan sangat baik. dan memberinya beberapa petunjuk tertentu." "Ah. "Kau menangkap gayanya yang melodramatik. "cukup menarik. Dalam pikiranmu kau pikir dia tcrlibat entah bagaimana dalam kasus itu." kata saya dengan keras kepala. atau teman-teman mereka. Dan kau harus pergi ke biro pengetik itu dengan berpura-pura hendak menge-tikkan naskah. Dia telah pergi ke sana." "Kupikir tidak. adalah biasabiasa saja. yaitu pukul 1. Kata-kata yang diucapkannya betul-betul di luar dugaan. Kau harus bercakap-cakap dengan orang-orang itu semua dan kemudian kau bisa datang dan menemuiku lagi dan kau akan mence-ritakan padaku segala sesuatu yang mereka kata-kan. kalau bisa Miss Sheila Webb." "Minta ampun!" kata saya. Kalian sudah berteman. Crowdean muncul dengan harap-an yang menggebu-gebu akan suatu pengungkap-an yang sensasional. Gadis ini. "Aku tidak akan menvukai—aku tidak mau. Di minta dengan khusus. kau adalah anak vang baik. Inilah dia. bukan? Apakah kau tidak mendekapnya dalam pelukanmu ketika dia terbang kelpar dari rumah itu dengan ketakutan?' "Kau telah terpengaruh karena membaca Garry Gregson. "Aku menulis apa yang dikatakan dengan steno... dalam peranku sebagai seorang asisten polisi. kata si Singa Laut. meskipun mungkin dia sendiri tidak menyadari kebenarannya. 19. Sheila Webb tidak perlu merasa ketakutan dengan gilirannya. rnon ami." "Aku tidak melihat bagaimana—maksudku— aku hampir tidak mengenalnya." Saya tersipu-sipu mendengarnya. Dia adalah seorang gadis yang menarik. Miss Martindale. Dan kau akan bercakap-cakap dengarmyrf." kata saya." kata saya." "Dan gadis ttu—" kata saya. Dia telah mencatat kapan tepatnya telepon itu berbunyi.' Alice dan Cermin Ajaib" "Tepat. tidak begitu. Kau akan berkenalan. 19. Dia ada di sana sungguh-ga tau sungguh karena suatu kebetulan belaka. Untuk membicarakan banyak hal. Acara pemeriksaan itu. Aky sudah menyuruh seorang petugas untuk menulisnya dengan huruf biasa dan mengeriknya dan aku membawanya untukmu. akan ada sepatah kata yahg memberi tan da. aku selalu punya usul.. memintanya untuk mengirim seorang pengetik steno." kata Poirot." "Kau kelihatannya tidak menyadari bahwa aku punya tugas yang harus kulaksanakan. hanya ituiah yang dapat kulakukan. kukira?" "Yah—yah. Je vous remercie infiniment. bagaimanapun juga. " 'Waktunya sudah tiba. "Tiada ampun. Dia diminta melalui telepon. Saya bangkit berdiri sambil tertawa." "Mungkin kau benar. Untuk saat ini. "Seseorang dapat terpengaruh. "sebab kalian sudah berteman. itu bukan suatu kebetulan yang sungguh-sungguh. karena dalam beberapa menit dia sudah selesai. Renungkanlah itu." "Yah. ke Wilbraham Crescent No." "Kau harus bercakap-cakap dengannya. yang juga mem-berikan kesaksian. "Kau punya usul-usul lain?" tanya saya.menemukan sebuah petunjuk." Pemeriksaan ini juga dihadiri oleh masyarakat umum. Tentang sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan tilin laky Dan kubis-kubis dan raja-raja. "Ya." Poirot meyakinkan saya." "Tidak." kata saya. Selesailah bagian Miss Martindale. "Yah.

" "Begitu. 19. Pak. alili bedah kepolisian. Untuk alasan ituiah. Detektif Inspektur Hardcastle membuat suatu pernyataan pendek tanpa emosi. Dok-ter?" "Saya memeriksanya pada jam setengah em pat. Kemudian petugas yang memeriksa sebab-sebab kematian bertanya padanya. Doktei Rigg. "Dapatkah Anda memberi kami waktu yang kira-kira tepat mengenai saat kematiannya. saya meminta pemeriksaan itu ditangguhkan. Saya kira kematiannya terjadi sekitar jam setengah dua sampai setengah tiga. bercerita tentang kedatangannya di Wilbraham Crescent No. 19 di mana dia menemukan mayat itu." ." Kemudian ada bukti -buktj medis. me-nyangkal dengan tegas kalau dia dianggap telah meminta seorang pengetik tenentu untuk dikirim kepadanya hari itu dari Biro Cavendish. dia pergi ke Wilbraham Crescent No.Miss Pebmarsh. Berdasarkan pemberitahuan melalui telepon. "Apakah Anda sudah berhasil mengetahui siapa orang itu?" "Belum. dan tentang pemeriksaannya atas mayat tersebut. setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan kualifikasinya. dipanggil berikutnya.

" kata Edna.." "Dapatkah Anda mengatakan bagaimana obat itu diberikan?" "Saya kira mungkin melalui suatu jenis alkohol." Petugas pemetiksa itu kemudian melihat ke sekeliiing dan berkata. sebab menurut saya." kata Dokter Rigg. tidak begitu penting sebemlnya.. Dia pergi dengan seorang pria muda—tetapi aku tidak tahu siapa dia. "Itu—yah—saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang diucapkannya itu bisa benar. Biro Sekretaris Cavendish ditutup pagi itu." "Terima kasih." "Dia pergi duluan. "Tapi tidak mungkin begitu. kelihatan ragu-ragu ketika keluar dari pintu. ?" "Inspektur Hardcastle. Chloral bydrat." "Maukah Anda menjelaskan pada kami. kondisi kesehatan. "sesudah selesai memberikan kesaksiannya. "Dia akan memi-num cairan itu tanpa curiga.." Maureen dan seorang gadis lain pergi bersamasama. yang disebabkan karena pengaruh obat. tetapi ada banyak faktor yang harus diperhitungkan. "Betul. ." "Dan menurut Anda dia ditikam ketika pingsan?" "Itu keyakinan saya. "Kelihatannya dia sedang sibuk sekarang. dan lain-lain. "Apakah kematian itu datangnya segera?" "Kematian akan terjadi beberapa menit kemudian. Kalau hanya menebak." Di sini dokter itu menjelaskan secara teknis bagaimana posisi yang tepat dari pisau itu ketika menembus jantung.. apa yang Anda maksud dengan pernyataan • tersebut?" "Saya telah memeriksa organ-organ tertentu dan membuat tes-tes tertentu." "Waktu yang kumiliki tidak lebih banyak dari waktumu. Aku tidak melihatnya keluar. dia berbalik dari High Street dan menuju Albany Rcwd ke arah Wilbraham Crescent. dalam keadaan dia ditikam." gumam perugas iu. Edna Brent. orang-orang mulai bergerak keluar dari ruangan. Memang pelit dia itu. Umur. Hal itu disebabkan karena tidak ada tanda-tanda berontak dan penampilan-nya yang begitu damai." "Berapa lama sesudah pingsan dia dibunuh?" "Saya tidak dapat mengatakannya dengan tepat." "Orang itu tidak akan menjerit ataupun beron-tak?" "Tidak." kata Maureen. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan seorang polisi muda berambut pirang yang berdiri di depan pintu masuk. tidak mungkin terjadi seperti yang dikatakanny a. semakin kacau otaknya jadinya. Sema-kin dia mencoba untuk menjelaskan hal-hal itu dengan otaknva. mungkin. Dia tidak akan sadar sebelum setengah jam dan mungkin juga lebih lama dari itu."Anda tidak dapat mengatakan waktunya dengan lebih tepat lagi?" "Saya kira saya tidak dapat melakukannya. "Sandy Cat berkata padaku lebih baik aku mengambil giliran pertama untuk makan siang. atau jika Anda ingin meninggal-kan pesan pada saya.." "Persis seperti Sandy Cat. Ujung pisau itu menem-bus.. Dia tidak makan makanan keras paling sedikit selama empat jam. Sekali lagi itu tergantung pada keadaan tubuh korban. "Yah—" polisi muda itu mencari di dalam dan menemukan inspektur itu sedang asyik berkon-sultasi dengan petugas pemeriksa serta kepala polisi daerah itu. Apakah Anda mempunyai bukti kapan orang itu makan terakhir kalinva?" "Dia belum makan siang jika itu yang Anda maksud. Berpikir bukanlah keahlian Edna. Menurut saya ketika dibunuh dia dalam keadaan koma. Orang yang memberi kesaksian pagi mi. kau mempunyainya. Maureen West." kata Maureen. Kau mau ikut?" Edna masih mondar-mandir bingung. Bagaimanapun juga." "Betul.. Dia masih mengerutkan dahinya karena bingung dan mencoba untuk berpikir. Saya kira itu saja. Tiba-tiba. dan berkata." "Sebab kematian?" "Orang itu telah ditikam dengan sebilah pisau tipis dan runcing.. Sekali dia berkata dengan keras. "Pemeriksaan akan ditangguhkan selama dua minggu. Apakah kau mencari seseorang?" "Hanya Sheila. Dia berjalan-jalan menjauhi Commarket dan menyusuri High Street. "Pelit seperti setan." Dia berbalik dan pergi. Dokter. Non.." "Anda melakukan otopsi?" "Ya. yang datang bersama gadis-gadis Iain dari Biro Cavendish. sampai tanggal 28 September. "Kau duluan deh—aku harus belanja. dan sebentar kemudian dia akan terguling dan jatuh pingsan. seperti seseorang yang telah mengambil keputusan. bukan? Kita buka lagi jam dua dan kita semua harus ada di sana. Sesuatu yang kelihatannya. seperti pisau memasak Prancis dengan bilah pisau yang runcing. "dan berbicara pada—pada orang yang datang ke kantor—Inspektur. Efek chloral hydrat sangat cepat." "Terima kasih. Tadinya kupikir aku bisa punya waktu lebih yang lumayan untuk belanja dan lain-lain. Edna tetap tinggal di situ. masih mengerutkan dahinya dengan bingung." "Dikenal dt beberapa tempat sebagai Mickey Finn. "Jika Anda mau mampir lagi nanti di kantor. Dokter Rigg." Pemeriksaan itu selesai.. Dokter Rigg. salah seorang dari gadis-gadis itu. waktu vang paling mungkin adalah jam dua atau lebih awal sedikit." . Edna? Apakah kita akan pergi ke Bluebird untuk makan siang? Kita punya banyak waktu. Dokter?" "Ya." kata Edna dengan suara sedih. saya rasa. "Bisakah saya masuk lagi?" gumamnya lirih." katanya.." "Dapatkah Anda mengatakan obat apa itu. "Bagaimana dengan hal itu. Apakah ada sesuatu yang penting?" "Oh. berkata kepadanya..

gadis itu jadi tidak normal sejak.." "Yah. 19. bukan. Itu tidak perlu diragukan.Sejak para wartawan memberitakan adanya pembunuhan di Wilbraham Crescent No. kan?" kata saya. tetapi dia pasti sudah me-ngetahuinva) dan kemudian saya mengejar Sheila.. ketika saya sudah dapat mengejarnya.." Dia gemetar. yang gampang terpengaruh. aku tidak bisa—toko-toko itu ada yang tutup antara jam satu sampai jam dua. Dua minggu ungkin atau sampai mereka dapat mengenali orang mati itu. kasihan. orangorang yang paling tidak mungkin pun datang ke Wilbraham Crescent. 47 .. (Dick Hardcasde belum bercerita pada saya mengenainya. Tetapi seseorang telah terbunuh di sana. Terpikat oleh tingkah laku orang-orang di sekitarnya." Sheila kelihatan ragu-ragu. saya menikmati suasana itu.. Sejak itu minat orang-orang mulai berkurang. Tetapi si tua Beck dan Hercule Poirot dan Dick Hardcastle. saya tahu. di sebelah kiri." "Mereka bilang. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" "Dia akan menangguhkan pemeriksaan—untuk mcndapat bukti-bukti lebih lanjut." Dia ragu-ragu. Bukan karena kecantikannya—dia cantik. Saya pikir dia ada di loteng dan mendengarnya. Dia telah memberikan kesaksiannya dengan sangat baik.. mereka semua melihat dengan jelas apa yang harus saya akui sekarang sebagai suatu kebenaran." "Rumah itu tidak sedikit pun kelihatan kalau di dalamnya pernah terjadi pembunuhan. Seolah-olah ada magnet vang menarik mereka. Bukan juga daya tank seksnya—saya sudah sering mengetahui hal-hal seperti itu—bahkan pernah mendapat pelayanan penuh. Shock yang hebat..." Padahal sebenarnya tidak begitu dingin. Kelihatannya begitu manis. Ke-nyataannya. (Apa yang akan dikatakan Beck? "Sebuah penampilan yang sangat baik." Percakapan-percakapan seperti itu dan sejenis-nya berlanjut terus sepanjang waktu. "Bagaimana kalau kita makan siang agak awal?" usul saya. Selama dua puluh empat jam pertama. banyak orang berkumpul di depan rumah itu setiap hari untuk memandangnya. juga memandang rumah itu... dan ruang duduknya di sebelah kiri. berhenri. Tidak. Dia hampir lupa pada apa yang membuatnya ke Sana." "Oh. Saya pergi menuju tepi laut dan duduk di keteduhan. "Mereka akan mengenalinya. Orang akan selatu terpan-cing untuk marah bila orang lain ternyata menge-tahui lebih banyak tentang dirinya daripada dia mengetahui tentang dirinya sendiri. Day a tank yang terdiri dari batu bata dan semen itu. kata mereka. saya pikir dia ada di sana." "Kau pikir mereka akan mengenalinya?" "Oh. Maukah kau menemuiku di sana? Dalam waktu setengah jam?" Dia berkata dia mau... "Tidak terlalu buruk." Saya dapat mendengar dia mengatakannya!) Saya merasa kaget mendengar kesaksian Dokter Rigg. Saya tertarik pada gadis itu—tertarik dalam keadaan di mana saya belum pernah tertarik pada seorang gadis seperti itu sebelumnya. Sementara angin berembus langsung dari arah laut. ya. dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi.. menatap dan kemudian berlalu. Dengan kaget dia menengok. Mobil-mobil pengirim barang akan mengui angi kecepatannya sedikit bila melalui rumah itu. Kantor ditutup sampai jam dua.. wanita-wanita yang berjalan kaki akan berhenti selama empat atau lima menit di kaki lima di seberang jalan dan membelalakkan mata mereka sambil mengingat-ingat tempat tinggal Miss Pebmarsh yang rapi." "Tukang sayur bilang pada saya kalau ruang itu di sebelah kanan. Hanya saja. Edna. tentu saja. "Tidak.. Dia sedang memasukkan barang-barang perak itu ke dalam tas ketika gadis itu masuk dan menemukannya.. Lumayan mudah ternyata. Dibunuh dengan sebuah pisau dapur. Dia kaget ketika sebuah suara berbisik di telinganya. Wanitawanita yang pergi berbelanja dengan keranjang-keranjang mereka." "Orang itu masuk melalui jendela belakang. dia buta. "Hari ini udaranya dingin." "Ayolah. hampir sejak saat pertama. untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. i sini. tetapi belum pa-dam sama sekali..." kata saya. saya pernah pergi ke nomor 10 dulu dan di sana. "Itu rumahnya—itu yang ada di sana. adalah hal yang benar-benar misterius.. saya pikir. Sebuah pisau dapur biasa." "Mayatnya ada di ruang duduk. saya harus segera ke toko. Jadi tentu saja. keluar dengan diam-diam dari Ruang Pemeriksaan. Edna juga menatap dan berhenti berpikir. "Aku harus belanja. can-tik dalam bentuk yang agak lain. saya kira ruang duduknya ada di depan. Petugas pemeriksa itu sangat baik.. Dia kelihatan gugup tetapi bukan dibuat-buat. Bagaimana pendapatmu tentang masakan Cina? Kulihat di sana ada sebuah restOran Cina kecil di ujung jalan.?" "Gadis itu." "Kau dapat berbelanja sesudahnya. kenyataan nya.. oh. "Kau belum perlu kembali ke tempat mengetikmu. menghambur keluar dan menjerit sekuat tenaga. BAB 16 NARASI COLIN LAMB SAYA mcmperhatikan ketika Sheila Webb me-nyelinap. tidak lebih. Hampir setiap orang memiliki sebuah pisau dapur. hari ini agak hangat.. saya telah menyadari bahwa dia adalah gadisfcw." "Baiklah. Saya ingin berpikir." "Oh. tentu saja mungkin. ruang makannya ada di sebelah kanan.. masih bingung dengan pikirannya — Edna Brent menemukan dirinva berdesak-desakan dengan sebuah kelompok kecil lima atau en am orang yang lagi asyik memandangi rumah tempat pembunuhan itu terjadi." "Tidak. seorang polisi telah ditempatkan di sana untuk mengusir orangorang dengan gaya yang penuh kuasa. Oh. yang menarik masyarakat umum dalam keadaan seperti itu.. saya ingat dengan jelas. Dan mendapatkan dirinya bcrhadapan dengan seseorang yang dikenalnya.. Betul-betul alamiah. kalau begitu. akan berhenti sejenak dengan mata ingin tahu dan berbisik-bisik bertukar gosip dengan teman-teman mereka." "Wanita malang yang memiliki rumah itu. bukan?" "Belum. Jadi ituiah rumah tempat kejadian itu berlang-sung! Gorden yang rapi di jendela.. tapi dia tidak ada di sana waktu itu.

menutup matamu dan berpikir." HARDCASTLE MEMANDANG SAYA. ketika saya berjalan memasuki kantor polisi dan menanyakan Dick." "Setumpuk kumis. "sebab semua kejadian itu begitu rumit." "Kurasa aku hanya samar-samar mengingatnya. tetapi aku tidak mengerti." "Praduga tentang dia dibius entah di mana dan diangkut ke nomor 19 untuk dibunuh?" Rasanya ada sesuatu yang saya kenal pada kata-kata itu." "Para tetangga bahkan lebih penting sekarang." kata saya.9 SEPERTI KATA MRS." Hardcastle menggelengkan kepalanya. "Kami telah menemukan senja-! tanya. dia menyuruhku untuk berbicara dengan para tetangga. "DAN JUGA MEMBUTUHKAN PE-NGETAHUAN YANG SANGAT BAIK TENTANG KEBIASAAN-KEBIASAAN PARA TETANGGA. "Mengapa sebetulnya kau menemuinya? Apakah semata-mata karena kebaikan hatimu saja?" "Pikiranmu adalah pikiran polisi yang penuh dengan kecurigaan. INI MELIBATKAN MISS MILLI-CENT PEBMARSH LAGI DALAM KASUS INI? KELIHATANNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA SEORANG LAKI-LAKI YANG NORMAL DITIKAM OLEH SEORANG WANITA BUTA—TAPI KALAU DIA SUDAH DIBIUS—" "DENGAN KATA LAIN *JIKA DIA DATANG KE SANA UNTUK DIBUNUH. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakan-nya tentang persoalan kita yang unik ini. KELIHATANNYA LEBIH MUNGKIN DIA TELAH DIANGKUT DENGAN MOBIL. . KEMUDIAN DIA MENCUCI GELAS BERISI MICKEY FINN ITU." "Kuctng-kucing itu. TIBA DI SANA KARENA SUATU JANJI. "Dia bilang. Waktu menunjukkan pukul dua lebih." "ITU MENGANDUNG RISIKO JUGA. KALAU MOBIL ITU ADALAH MOBIL MEWAH—SESUATU YANG LUAR BIASA.Dan saya tidak tahu apa-apa tentang dirinya. dipandang dari bukti-bukti medis itu." kata saya. KAU TAHU." kata saya. ORANG-ORANG YANG LEWAT MUNGKIN MEMPERHATIKAN SEBUAH MOBIL YANG BERHENTI DI DEPAN NOMOR 19 HARI ITU—" "AKU HERAN JIKA MEREKA akan MEMPERHATIKAN-NYA. ya? Di mana?" "Di tempat kucing-kucing itu." "Jadi kejadiannya seperti ini." "TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MELAKUKANNYA." ■ "Apakah dia melakukan semua prosedur itu untukmu?" "Ya. "bahwa itu adalah sebuah pembunuhan yang sangat sederhana" "Sederhana. Tuhanku!" kata Hardcastle. "Kclihatannva seperti salah_satu dari hal-hal pintar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda di Chelsea. Dick! Tentu saja semata-mata karena itu. Mengapa tidak kaucerita-kan padaku mengenainya?" "Kau sudah pergi waktu itu." "DIA BILANG TIDAK. Mungkm dilem-par ke sana oleh pembunuhnya setelah melakukan kejahatannya." KATA SAYA. 14. KECUALI. MISS R. Dia melanjutkan." "Oh." "Tidak ada sidik jari. WEBB. "Aku tidak mengerti. "Bagaimana bisa sederhana?" "Sejauh yang dapat kusimpulkan. aku ingin tahu. PALMERSTON ROAD. Ada yang lainnya?" "Yah. Tetapi kuakui juga. TETAPI AKU SETUJU." HARDCASTLE MEMERIKSANYA. KEBENARAN AKAN DATANG PADA AKHIRNYA.S. Kau tahu." 'Tua tetapi tidak gila. TENTU SAJA. ITU ADALAH SALAH SATU SERI KARTU POS BERGAMBAR GEDUNG-GEDUNG DI LONDON. DAN PERGI KE LUAR SEPERTI BIASA.—siapa namanya. COLIN. PEMBUNUHNYA TIDAK AKAN BISA MENGETAHUI KALAU ADA SESEORANG YANG MEMPERHA-TIKANNYA ATAU TIDAK. membolak-balik setumpuk kertas. HARDCASTLE MEMBALIKNVA. "AKU BERTANYA PADAMU APA YANG ^WPIKIR MENGENAI HAL ITU?" SAYA TIDAK MENJAWAB SELAMA SATU-DUA MENIT. Aku meyakinkannya bahwa kita sudah melakukannya. Dan itu mungkin saja pisau milik siapa saja—jarang dipakai—baru diasah." saya menyecujui. TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN—" "DAN TENTU SAJA SAATNYA ADALAH WAKTU MAKAN SIANG. Aku waktu itu merasa bahwa komentarnva itu agak menarik. wanita kucing itu." "Bagaimana pendapatmu tentang bukti-bukti medis itu?" "Agak mengejutkan. BUKAN?" "MEMANG MEMBUTUHKAN KEBERANIAN. Kemarin. "APAKAH dia TAHU? GADIS ITU?" "DIA BILANG TIDAK." "TERLALU BANYAK RISIKO. HEMMING." "Dan apa yang dikatakannya?" Dick bertanya ingin tahu. MELEMPAR PISAU ITU KE KEBUN TETANGGA. TANPA CURIGA SEDIKIT PUN. "Itu kurang lebih adalah apa yang dikatakan Mrs. KARTU INI BERGAMBAR GEDUNG PENGADILAN KTIMINALITAS PUSAT. Dia dibius—kemudian diangkut ke nomor 19—dengan sebuah mobil? Atau bagaimana?" "DIA mungkin TELAH DIBAWA DARI SALAH SATU RUMAH YANG KEBUNNYA BERDAMPINGAN. MENGATUR MAYAT ITU DENGAN RAPI DI LANTAI. TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL." "Dia pasti sudah Iumayan tua. Dia mendongak dan menanyakan pendapat saya tentang pemeriksaan itu. Apa yang SAYA PIKIRKAN? SAYA HARUS MEMUTUSKAN SEKARANG." "MENELEPON BIRO SEKRETARIS CAVENDISH PADA SAAT— " "DAN MENGAPA DIA MELAKUKANNYA? DAN KHUSUS MEMINTA SHEILA WEBB?" "KUHARAP KITA BISA MENGETAHUINYA. Aku ingin menantangnya. dia selalu bilang apa yang kusebut sebagai kebohongan belaka tentang mudahnya mcmecah-kan suatu kasus hanya dengan duduk-duduk di kursi." katanya. mengatupkan ujung-ujung jarimu satu sama lain secara simetris. dan gemetir. Apakah kau sudah berkonsukasi dengan spesialismu?" "Sudah. kukira?" "Dihapus dengan hati-hati." HardCASTLE MENYERUJUI." kata Dick. "Dia sangat bangga dengan kumis itu. DENGAN GERAKAN KASAR SAYA MENGELUARKAN SEBUAH KARTU POS DARI SAKU DAN MENDORONGNYA KE SEBERANG MEJA. Banyak kumis." HARDCASTLE FNENGULANGI DENGAN NADA DATAR. ORANG-ORANG AKAN MEMPERHATIKAN SEBUALI MOBIL. Saya berkata padanya bahwa menurut saya ' pemeriksaan itu telah berjalan dengan sangat baik dan dilangsungkan dengan sopan. DITAWARI SEGELAS sherry ATAU KOKTIL—MICKEY FINN AKAN SEGERA BEREAKSI DAN MISS PCBMAISH MELAKUKAN TUGASNYA. DIA. "Kami melakukan hal-hal seperti itu dengan sangat baik di negeri ini. HAL INI TIDAK AKAN MENJELEKKAN SHEILA JIKA DIA ADALAH SEPERTI YANG SAYA BAYANGKAN. DI SEBELAH KANAN ADA ALAMATNYA—DALAM CETAKAN YANG RAPI. "SHEILA MCNDAPAT INI MELALUI POS. "SETIAP ORANG SUDAH TERLALU BIASA DENGAN MOBIL. Saya menemukannya duduk di depan mejanya. berte-riak.

Anda sedang sibuk dengan kepala polisi dan petugas itu dan saya pikir—" "Sialan!" kata Hardcastle.Kami sering menjumpai hal-hal seperti itu.. Lawton. Seorang polisi muda yang keli-hatan gugup.. katanya dia sedang dalam pcrjalanan. Apa? . juga dicetak. saya pikir mungkin saya harus mengatakannya pada Anda. "Dia ingin berbicara dengan saya? Apakah dia bilang mengapa?" "Tidak. Saya sedang bertu-gas jaga di depan pintu." Dia menggelengkan kepalanya. Tidak ada yang dapat membantu kita. Gadis itu hendak menemui Sheila Webb. Tetapi saya pikir hal itu tidak penting." Hardcastle mengangguk. Pernah terlihat sedang bepergian dengan seorang janda berambut merah. Orang itu tidak punya catatan kriminal. Dia—dia berbicara pada saya. Ada sesuatu yang meresahkannya. Pierce ingin berbicara dengan Anda. "Gambar Si Tua Bailey. sidik jarinya tidak ada di arsip." katanya. Dan kebanyakan sama sekali tidak ada apa-apanya. tentang gambar di koran itu saya bampir yakin dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengejar kereta api d\ Willesdcn Junction kemarin dulu. Maafkan saya.13." katanya. Wanita-wanita sesungguhnya tidak tahu seperti apa wajah suami-suami mereka! Ada ibu-ibu yang penuh harap yang merasa mengenali anak laki-laki mereka yang tidak pernah mereka lihat selama dua ^ puluh tahun." "Kuharap begitu. Namanya Edna Brent. tetapi mungkin dia telah kembali. "Gadis yang mana? Bukan—" Hardcastle memandang saya dengan pandangan yang dingin dan menggoda." Interkom di meja Hardcastle berbunyi. Dia bilang dia adalah gadis yang sekantor dengan Sheila Webb.13. Wajah-nya berubah ketika dia berbalik ke arah saya. "Aku akan menyimpannya. baiklah. Pak. peng-huni nomor 18. "Mungkin dia pikir kuliahnya adalah minggu lalu atau minggu depan. saya melihat orang di koran itu di kereta api bawah tanah kemarin malam. Dia memiliki kumis ketika dia pergi. Gadis itu—gadis yang telah dibunuh ini. "Dan ini adalah daftar orang yang hilang. Saya tahu. Hampir diyakini telah melakukan penipu--an." Dia membaca. Ya. Wajahnya tegang." katanya. "Mungkin dia pikir dia telah berpesan pada penjaga rumahnya ke mana dia pergi. Pasti ada kaitannya dengan sesuatu.13. dijadwalkan untuk memberikan kuliah Selasa lalu. "jika itu yang kautakutkan. saya berkata. sibuk berpikir-pikir. Sedangkan dia telah . terdapat kata INGAT! dan di bawahnya 4." "Ya? Mengatakan apa?" "Sesudah pemeriksaan. Saya menanyainya jika dia mau meninggalkan pesan atau—atau mungkin dia bisa datang ke kantor nanti." Saya mcnambahkan. Praktisnya semua kertas ini berasal dari orang-orang yang merasa telah mcngenalinya. Dia diam cukup iama." "Dengan hormat. Dia akan menemui Anda di Wilbraham Crescent. kata Tngat' dan waktunya—4.. Gadis itu adalah gadis yang berpapasan dengannya di jalan. Siapa yang menemukannya? Apakah dia menyebutkan namanya? ." "Dengan hormat. Untuk melenyapkannya." Ada sedikit rasa malu di antara kami berdua. Pak. "Bukan gadismu. Pak. Wajahnya masih muram dan marah.." Hardcastle bangkit berdiri." "Berbicara denganmu? Apa katanya?" -"Dia ingin berbicara dengan Anda. Pak. "Dokter Rigg menelepon.Crowdean. Kita mungkin bisa memperoleh sesuatu dari padanya. hampir seperti ingin membalas dendam. tetapi sebetulnya dia tidak bilang apa-apa. "Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam-jam itu pada hari itu. 'George Barlow. Di sebelah kiri. ituiah. Pak. John. Tidak muncul-muncul dan tidak mengirim telegram ataupun keterangan berhalangan. Waterhouse.' Dan sebuah catatan di bawahnya bcrbunyi 'memiliki banyak utang. karena teleponnya rusak dan dia menemukan gadis itu di sana tertelungkup di lantai. Sussex. saya pikir orang ini sangat mirip dengan sepupu suami saya. "Mereka menemukan seorang gadis mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. "Aku mempercayainya. "4.. "Ya? . Anda tahu. Saya kira dia sendiri tidak merasa bahwa itu penting. "Maaf. yang tidak saya sukai. Gadis itu mengenalinya ketika berpapasan dengannya dan dia ragu-ragu apakah akan menyapanya atau tidak. Pak. menahan napas." "Bingung?" kata Hardcastle.' "Berikutnya: 'Profesor Hargraves. saya pikir ivaktu saya melihatnya pasti ada sesuatu yang salah.' " Hardcastle kelihatannya tidak menanggapi Pro-fesor Hargraves dengan serius." kata Hardcastle." "Dia bilang dia tidak tahu apa artinya. Dia mengangkat teleponnya." BAB 17 Satu setengah jam kemudian dan Detektif Inspektur Hardcastle duduk di bclakang mejanya dan menerima dengan lega secangkir teh kantor. hilang dari rumah. "Mati?" saya menatapnya." Dia meletakkan teleponnya." Pintu terbuka dan polisi itu berkata. Saya pikir waktu itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya" Dan tentu saja ada wanita-wanita yang merasa telah mengenali suami-suami mereka. Kelihatannya dia hendak menelepon di sana. Polisi itu kelihatannya menge-nalinya. Istrinya mengira dia pasti telah linglung. jika saya—jika saya semestinya harus melakukan sesuatu. "Bagaimana?" "Dicekik. Dia sedang menggumam pada dirinya sendiri dan kelihatan sangat liar dan tegang. Dengan selendangnya sendiri!" Saya tiba-tiba merasa dingin.. Dia hanya berkata bahwa dia bingung akan sesuatu hal. Teruskan." Hardcastle duduk tegak bersiap-siap. "Permisi. saya pasti akan menyuruhnya menunggu." Pierce masuk. "Tidak dapatkah kau menyuruhnya menunggu sampai saya selesai?" "Maaf." "Seperti biasanya. "Kau mempunyai banyak tumpukan kertas di mejamu. "Saya kira jika saya tahu. Pak. 65. tetapi tentu saja dia telah mencukurnya. Suruh dia masuk. Pak. "Dengan hormat." Pemuda itu merah mukanya. ketika dia pergi ke rumah Mrs." "Siapa menemukannya? Polisi itu?" "Dia ditemukan oleh Mrs. "Pierce? Oh. Dia telah pergi ke Afrika Selatan.

dan apa yang dia katakan padamu. Pak. Pak. Saya bertanya apakah ada sesuatu yang penting." Tidak begitu penting. Baiklah. sehingga saya menjelaskan padanya kalau Anda sedang sibuk waktu itu. Apakah ada sesuatu dalam kesaksiannya yang telah menimbulkan keheranan pada Edna? Tetapi dia sudah bingung sebelum pemeriksaan itu.menghilangkan kesempatan itu. datanglah kepadaku segera." tulisnya. Mungkin begini. gadis yang bertampang seperti kelinci itu." "Dugaan. reaksi Mrs. Hardcastle mempelajari tiga kemungkinan itu.." Dia tahu bahwa tidak baik untuk melampiaskan kemarahannya dan frustrasinya sendiri dengan menyalahkan polisi muda itu. tetapi dia telah melihat sesuatu. "tidak ada gunanya. dalam kcsaksian Sheila Webb? Apakah dia telah pergi ke rumah bibi Sheila dua hari yang lalu dengan tujuan untuk me-nemui Sheila? Mestinya dia dapat berbicara dengan Sheila di kantor? Mengapa dia ingin menemuj Sheila secara pribadi? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Sheila Webb yang membingungkannya? Apakah dia ingin meminta Sheila untuk menjelaskan apa pun yang diketahuinya itu. Hardcastle menulis tiga angka pada buku notesnya. "20. gadis seperti itu. "Betapa jahatnya orang yang telah melempar pisau yang keji itu pada kucing-kucingku!" katanya. maka kejadiannya akan berbeda. "Teruskan. Inspektur Hardcastle secara profesional selalu berprasangka terhadap orang-orang yang menemukan mayat. pikirnya. Seandainya gadis itu berkata bahwa hal itu penting dan mendesak. dan dia berkata polisi yang telah memberi kesaksian. Dia menyuruh Pierce keluar. Jadi. Pak/' "Yah. Hemming hanya berang. sehingga dia telah mengabai-kan hal yang berharga. "dia mungkin pergi untuk melihat siapa yang tinggal di sana. saya melihat Anda sedang sibuk dengan kepala polisi. Gadis yang sama. Apakah dia telah mengetahui sesuatu tentang Miss Pebmarsh? Apakah dia mengetahui. Seorang gadis yang mungkin tidak percaya pada kemampuan otaknya sendiri. "Dapatkah kau mengingat dengan tepat apa yang telah terjadi." "Ya?" Hardcastle mencondongkan tubuhnya ke depan. mungkin dia ingin tahu—ingin melihat bagaimana rupanya tempat itu. dia bilang bahwa itu tidak begitu penting. Pierce memandangnya dengan perasaan sangat bersyukur. mungkin. Tiga rumah lainnya di Crescent yang lebih besar tidak masuk hitungan. entah di mana. secara pribadi—tidak di depan gadis-gadis Iain? Kelihatannya begitu. dia tidak mengerti bagaimana kejadiannya bisa seperti yang dia katakan. mungkin. Untuk me ngunjungi salaji satu dari rumah-rumah itu Edn Brent tidak akan berjalan di sepanjang jalan yang bcrnomor kecil. Saya tanyakan apakah dia mau mcning-galkan pesan atau akan menghubungi Anda kemudian di kantor. Kemudian dia menghampiri saya dan berkata apakah dia bisa berbicara dengan polisi. Hanya. Gadis itu. misalnya.. sava kira bukan. betul. Orang lain. katakan semua yang bisa kau ingat. Pak. Kemudian dia memberi beberapa petunjuk pada Sersan Cray. Dia mengambil nomor 20 dulu. Ada banyak orang yang menghadiri pemeriksaan itu. "Saya juga heran. yang tidak lama kemudian ditemukan mati tercekik di bilik telepon umum. "Itu tidak mungkin benar. Apakah Edna Brent pergi ke Wilbraham Crescent untuk menemui Miss Pebmarsh? Miss Pebmarsh telah memberi kesaksian pada pemeriksaan. Menemukan mayat akan menghindarkan pembunuhnya dari banyak kesulitan — . Kelihatannya lebih pantas kalau pisau itu diselipkan ke dalam semak-semak oleh pemilik nomor 20 sendiri. Dia tidak cukup cepat pada saat itu." kata Hardcastle.. Dia terlalu dipenuhi keinginan untuk mengetahui latar belakang kehi-dupan Sheila Webb. mungkin bukan mengetahui." pikirnya ma-lah. telah mengetahui sesuatu. Pierce." Ketika Sersan Cray sudah pergi keluar. Dia menambahkan. Dan nomor 18? Miss Waterhouse telah menemukan mayatnya. "Dan dia berkata sebctulnya tidak ada. Ketika ditanya. menghambur keluar. mendengar sesuatu.. Hemming. pikir Inspektur Hardcastle. Bukan Anda. Waterhouse. jika kau ingat lagi. Pierce?" tanyanya." kata Hardcastle pelan. Pak. "Sebaliknya. Dia melanjutkan pertimbangannya pada Miss Pebmarsh. Itu tidak aneh—setengah dari penduduk Crowdean kelihatannya mempunyai keinginan serupa. Hemming dan Edna Brent? Tidak ada. Tidak. Gadis itu telah merasa bingung? Sekarang. bahwa ada hubungan tertentu antara Miss Pebmarsh dan Sheila Webb? Itu akan cocok dengan kata-kata yang diucapkannya pada Pierce. "Apakah ada orang lain di dekatmu saat dia berbicara padamu?" "Yah." kata Sersan Cray penuh perasaan. Saya tidak yakin kata-katanya yang tepat.. "19?" dan "18?" Dia menulis nama-nama yang sesuai dengan nomor-nomor itu. Bagaimana hubungan antara Mrs. karena dia adalah orang yang jujur." "Kau tidak ingat acla seseorang tertentu yang berada di dekatmu waktu itu—seseorang dari orang-orang yang telah memberi kesaksiaft." "Yah. 'Saya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. dan memberi sebuah tanda tanya di belakangnya." kata Hardcastle. "Kau tentu saja tidak tahu kalau itu adalah penting. Dan saya pikir dia berkata itu lebih baik. Bagaimana polisi itu bisa tahu? Sebagian dari latihan yang telah diterimanya mengutamakan kcdisiplinan untuk meyakinkan bahwa atasannya hanya dapat di-ganggu pada waktu yang tepat dan pada tempat t yang tepat. dan kebingungan itu sema-kin meningkat sesudah menghadiri pemeriksaan itu. "Yah. Tetapi ketika saya menanyainya. Pebmarsh. katanya. "Betul." Dia menambahkan dengan ramah. Pisau vang dipakai dalam pembunuhan itu ditemukan di sana. Pembunuhan itu telah membuat sensasi.. ada banyak orang. kata gadis itu. seperti yang saya katakan. "Tentu saja. Pierce. Tetapi dia bukanlah. Apakah yang diketahuinya itu? Sesuatu dalam kesaksian itu? Sesuatu. dia menghampiri saya ketika orang-orang keluar dari ruang pemeriksaan dan dia kelihatan ragu-ragu sejenak dan melihat ke sekeli-ling sepertinya dia sedang mencari seseorang. katanya. Mestinya begitu. misal-nva?" "Saya khawatir saya tidak ingat siapa pun. apalagi dengan pemberitaan yang dilakukan pers. Sesuatu yang membuatnya bingung. "Menurut Anda untuk apa gadis itu pergi ke Wilbraham Crescent?" tanya Sersan Cray. semua hanya dugaan.' Dia mengerutkan dahinya dan kelihatan bingung." Sendirian Hardcasde berusaha meredakan ama-rahnya yang meledak dan berhenti menyalahkan dirinya. mereka tidak akan pernah tahu mengapa. teringat akan pandangan pertamanya mengenai gadis itu di kantornya. Dia adalah gadis yang lamban." "Dia tidak mengerti bagaimana apa yang di-katakan seseorang bisa mungkin terjadi?" ulang Hardcastle.

" "Yah. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. dia telah menghadiri pemeriksaan pagi ini dan dia telah melihat Anda di sana. bahwa hal itu tidak terjadi hari ini." Berhenti sejenak." kata Hardcastle. Dia mungkin hanya ingin minta tanda tangan. Memang harus begitu. Dia minta disambungkan dengan hotel tempat Colin mengi-nap. "Apakah ada sesuatu yang terjadi?" "Saya pikir Anda mungkin telah mendengar.. Tidak boleh ada motif vang jelas. Dia harus berbelanja. "Apakah kau tidak ingin tahu apa yang kami makan siang itu?" "Jangan bergurau. bahwa itu adalah Miss Water-house yang telah bersuara seperti Miss Pebmarsh di telepon dan meminta jasa seorang pengetik steno untuk dikirim ke nomor 19? Dugaan lagi. Rasa marah tercermin sejenak di suaranya. tentu saja. Jam berapa kata Anda tadi?" "Kurang lebih dua belas-tiga puluh atau lebih sedikit.. Inspektui Hardcastle.'* . Hardcastle berkata lagi. "Sangat muda. "Jika kau tidak melakukan apa-apa sore ini—" Colin mcnyela. "Mengapa Anda pikir gadis itu mungkin datang kemari untuk menemui saya?" "Yah. ber-usaha meredakan ketegangan. "Saya ada di rumah waktu itu. "Aku mau pergi. terima kasih. itu adalah sebuah kedudukan yang kokoh—dengan hanva satu syarat saja.menyelamatkan dia dari ba-haya dalam menyusun sebuah alibi. Kami bertemu di restoran Cina di Market Street pada pukul satu. Miss Waterhouse tidak memberikan kesaksian pada pemeriksaan." "Bet apakah usia gadis itu?" tanya Miss Pebmarsh. hanya tiga atau empat menit saja. di rumah Anda?" "Di sini? Tidak. "Saya belum mendengarnya. Siapa yang tega membunuh gadis semuda itu?" "Tapi memang begitulah yang terjadi. Apakah lama?" "Saya yakinkan Anda." Suaranya ber-ubah sedikit. kan?" "Mengapa aku harus makan siang bersamanya?" "Tidak ada aiasan sama sekali. Aku harus meiaksanakan tugas yang menung-guku. Tetapi." "Sembilan belas? Sangat muda. Dan ada. "Permisi sebentar." "Oh. Tangan Hardcastle meraih telepon. kemudian buru-buru mencoba meletakkan senyumnya pada suaranya sewaktu dia sadar bahwa Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Edna Brent meninggal antara pukul 12. Sebentar kemudian terdengar suara Colin. Aku hanya menginginkan waktunya yang tepat saja." kata Hardcastle. "Dia mungkin berharap bisa begitu. Sebagai catatan. dia tidak punya teman di jalan ini." Hardcastle melihat catatannya. Kelihatannya seperti seseorang telah memberitahunya tentang ketidakmampuannya dengan cara yang menyakitkan. Hardcastle tiba di Wilbraham Crescent No. Miss Pebmarsh. "Apakah dia cantik—menarik—seksi?" "Tidak." kata Miss Pebmarsh. atau mempercayai." Dia berhenti kemudian bertanya." "Apakah Anda berada di sini sekiranya dia datang kemari tadi?" "Saya tidak yakin. Apakah kau langsung pergi makan siang dari pemeriksaan itu?" 'Tidak." kata Miss Pebmarsh." "Ya. Belum." "Tetapi mengapa dia harus datang menemui sava hanya karena dia melihat saya di pemeriksaan itu?" "Yah—" inspektur itu tersenyum kecil. saya kira." Dta masuk lag! ke rumah. Bisakah saya berbicara dengan Anda?" "Saya ddak mau terlambat ke Instirut. "Bagaimana kau tahu kami makan siang bersama?" "Dengan tebakan yang jitu.. Sesuatu seperti itu. Baru saja menyiapkan koper-ku. Seorang gadis terbunuh di bilik telepon umum di jalan ini..." "Begitu. Aku hanya bertanya jam berapa." kata Colin dan memutus-kan hubungan. dia mungkin ada di sana." "Seorang gadis dari sana lagi! Apakah dia juga dikirim seperti gadis itu.30 dan pukul satu." kata inspektur itu. Anak yang malang. "Anda telah mendengar apa yang terjadi siang ini?" katanya. Tidak seorang pun datang kemari sejak sava pulang dari pemeriksaan itu." "Terbunuh? Kapan?" 'Dua tiga perempat jam yang lalu." "Tanda tangan!" Miss Pebmarsh berkata meng-hina. "Seorang gadis —terbunuh! Gadis yang mana?" "Namanya Edna Brent dan dia bekerja di Biro Sekretaris Cavendish. Aku harus ke luar negeri. Tetapi itu betul. Sheila siapa namanya itu?" "Saya kira tidak. Apakah Anda—Detektif Inspektur Hardcastle?" "Ya. "Orang tidak pernah mengerti bagaimana gadis-gadis ini." "Ke mana Anda pergi sesudah pemeriksaan itu?" "Saya langsung pulang. Apakah Edna mungkin mempunyai aiasan tertentu untuk mengetahui. 19 hampir bersamaan dengan keluarnya Miss Pebmarsh dari rumahnya. "Dia tidak datang kemari untuk menemui Anda di sini. "Sava kira sembilan belas. Sejauh yang kami ketahui. banyak hal. Sheila Webb." "Aku tahu. Miss Pebmarsh. Tentu saja tidak. "Saya hanya dapat meyakinkan Anda. diikuti Hardcastle." "Kapan kau kembali?" "Aku tidak tahu. Paling tidak seminggu —mungkin lebih lama—mungkin tidak pernah lagi!" "Nasib buruk—atau bukan?" "Aku tidak yakin. polisi juga tidak akan mempedulikan sidik jarinya. Kami pikir kami lebih baik memenksa setiap kemungkinan. "Hardcastle di sini—jam bcrapa kau makan siang dengan Sheila Webb hari ini?" Colin tidak segera menjawab. Dalam . tetapi dia tidak begitu. Sudah pasti tidak ada motif yang tampak pada Miss Waterhouse untuk melenyapkan Edna Brent. dau dia tentunva punya aiasan tertentu untuk datang ke Wilbraham Crescent." Dia memandang ke jam besar itu.

jika dia per-caya bahwa gadis itu telah memasuki rumahnya. Saya hanya berpikir bahwa dia mungkin memiliki sifat yang aneh seperti orang-orang lainnya. Ada brosur di sana pada saat makan siang. tetapi ada pevkiraan tertentu bahwa gadis itu memang menemui seseorang di Crescent ini dan dia pergi ke sebuah rumah tidak jauh dari sini. Dia ragu-ragu." Hardcastle bangkit. Hal-hal seperti itu.." "Kata orang. "Silakan masuk." "Yah. dia mungkin telah melayani saya di Woolworth."Miss Martindale sedang menunggu Anda. Satu dari gadis-gadis itu segera berdiri ketika Hardcastle memasuki kantor. Saya membuka pintu telepon umum dan gadis itu ada di sana." Hardcastle pergi ke luar. "Yah. telepon Anda tidak rusak. Untuk apa?" "Yah."Jadi bukan itu alasannya. jika saya mengingatnya dengan benar. Saya mengenal seorang wanita yang dulunya selalu menelepon toko kue dan memesan selusin kue. Dan dia akan menemukan Sheila Webb di sana juga. dan ketika mereka datang. saya kira dia mungkin telah memasukkan brosur atau sesuatu melalui pintu." Gadis itu mengawalnya masuk ke kantor bagian dalam.. Saya kira. Dia tahu. saya pergi untuk menelepon. Dia berpikir Miss Waterhouse sama sekali tidak adil pada dirinya sendiri dengan mengucapkan du-gaannya yang terakhir itu. Dan sesudahnya. Tetapi saya hanya ingin tahu apakah dia telah datang menemui Anda pagi ini sebelum dibunuh?" "Datang menemui saya? Tidak. bukan?" katanya. "bukannya karena tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan apa yang saya katakan sampai sudah terlambat." "Dia adalah seorang pengetik steno di Biro Cavendish. Menurut kantor sentral. "Saya kira hal yang paling mungkin adalah dia pergi ke rumah sebelah—Miss Pebmarsh maksud saya. Dia menggelengkan kepala lagi. Dia tergo-long jenis wanita sejati. "Paling tidak—" "Ya?" kata Hardcastle siap-siaga." "Mengapa Anda pikir itu adalah hal yang paling mungkin?" "Anda berkata dia adalah pengetik steno dan datang dari Biro Cavendish. "tetapi semua per-tanyaan itu tidak dapat ditanyakah sekaligus. Seperti yang saya katakan tadi." "Saya tidak mengerti untuk apa itu. "Oh." kata Miss Waterhouse. tentu saja tidak." kata Miss Waterhouse. Tidak. Inspektur Hardcastle." "Tentu saja. Miss Martindale tidak menunggu sejenak pun sebelum menyerangnya. Miss Pebmarsh. Sesuai dengan takaran kesehatan" kata Miss Waterhouse galak. jika Anda bertanya pada saya. semuanya adalah mungkin. dia memang menelepon biro itu dan meminta seorang pengetik steno untuk datang. memandangnva dengan pandangan mencela. tidak." kata Miss Waterhouse. Seluruh kejadian itu merupakan shock yang hebat. Anda tidak dapat berdiri di atas keset itu sepanjang hari. "Sebetulnya. kendati dia tidak menunjukkannya. "tetapi tidak untuk diingat. dengan kepribadian Miss Pebmarsh. maka usul tentang gadis itu telah peigi ke nomor 19 adalah usul yang cerdas dalam keadaan seperti itu. Saya tahu seorang laki-laki terbunuh di rumahnya. ^ Dia mungkin mendapat bantuan dari gadis-gadis yang ada di sana. Maksud saya. Sesuatu tentang pertemuan untuk penghapusan senjata nuklir. . karena telah mengganggu Anda. kita tidak bisa mengetahuinya. Sekarang tentang telepon Anda—Anda bilang telepon Anda rusak. Kemudian." kata Miss Waterhouse." "Saya yakin Anda telah menjawab semua pertanyaan." kata Hardcastle. mungkin. saya kira. Saya lebih menyesal dari apa yang dapat saya katakan. "Detektif Inspektur Hardcasde. "Dan hanya itu saja. terkesan seperti dia selalu terkesan. ya. kantor itu akan dibuka lagi pada jam dua siang ini. dia Iupa akan semuanya itu. kata orang Miss Pebmarsh meminta iasa seorang pengetik steno untuk datang ke rumahnya hari itu. Miss Waterhouse juga ada di rumah. "Anda sangat bijaksana. Mungkin dia bekerja di kantor saudara laki-laki saya di Gainsford and Swettenham. . bukan bunyi sambungan. saya sudah menceritakan pada orang-orang Anda segala yang saya ketahui. "Maafkau saya. Apakah Anda mengarah ke sana?" Oh." kata Miss. dan jika itu adalah kenyataan dalam kasus ini." "Jadi Anda harus menyelidiki sepanjang Crescent. jadi saya keluar untuk pergi ke telepon umum." kata Miss Pebmarsh. "Maafkan saya. Saya kira mungkin dia datang kemari dan memasukkan sesuatu ke kotak surat." "Kantor sentral dapat mengatakan apa saja! Saya memutar nomornya dan mendengar suara bising yang amat aneh. dia bilang dia tidak memesan apa-apa. bahwa saya tidak dapat membantu Anda. jika Anda ingin tahu. Saya segera bergegas dan mengajak polisi itu kemari. Selalu ada hal-hal seperti itu tiap hari. "Saya ingin bertanya apakah Anda sungguhsungguh yakin Anda tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya?" "Mungkin telah melihatnya berkali-kali. "Orang yang melihatnya menuju pintu gerbang saya? Tidak masuk akal. saya kira dia agak gila sedikit. Dia tidak menginginkan kue-kue itu. saya kembali kemari dan meneguk brandy dalam batas yang wajar. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Miss Waterhouse dan pergi. atau menjual tiket pada saya di bioskop. meskipun saya sebetulnya tidak mengerti peitanyaan-pertanyaan apa lagi yang masih diperlukan." kata Miss Waterhouse." "Tetapi Anda tidak berpikir bahwa dia akan melakukan pembunuhan?" "Saya tidak pernah berkata tentang pembunuhan atau hal-hal lain yang serupa.Waterhouse mengakhiri. "tetapi Anda akan mengatakan bahwa orang yang melihatnya menuju pintu gerbang Anda pagi ini adalah salah?" Dia memandang Miss Waterhouse dengan pandangan tak berdosa. tetapi saya tidak sedikit pun berkata bahwa Miss Pebmarsh terlibat di dalamnya. atau duduk di samping saya di bis." "Saya kira saya tidak pernah memakai jasa seorang pengetik steno. seolah-olah semua itu adalah akibat perbuatan Hardcastle. Madam" kata Inspektur Hardcastle. Hardcastle memandang jamnya dan memutus-kan bahwa dia masih punya waktu untuk me-ngunjungi Biro Sekrctaris Cavendish. Anda}" katanya. Miss Waterhouse. Masuklah dan duduk]ah dan tanyakan semua pertanvaan yang Anda ingin tanyakan. maksud saya. bukan?" "Tentu saja tidak. Tentunya. tetapi Anda tidak dapat menyalahkan saya gara-gara hal itu. Kami harus memeriksa secara lebih teliti lagi. "kelihatannya tidak ada hubungan ke sana." kata Inspektur Hardcastle. tetapi dia menyangkatnya. membuka pintu dengan tiba-tiba dan menunjukkan keinginan untuk menjerat seseorang ketika orang itu melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. ketika orang laki-laki itu terbunuh." kata Hardcastle. Saya tidak pernah mendapat shock seperti itu dalam hidup saya. Sebaliknya. mungkin." kata inspektur itu.

" kata Miss Martindale. "Beri kami waktu. mencoba memutus-kan siapa vang harus jadi juru bicara. Berdasarkan kebiasaan. ." "Saya kira Anda tidak perlu takut akan hal itu. jika Anda mau." kau Miss Martindale. Apakah Anda ingin berbicara dengan mereka semua sementara Anda ada di sini? Lainnya sedang tugas keluar. Saya bermaksud melindungi mereka. Edna. Mereka harus mengakui. "Saya kira kalian telah mendengar apa yang telah terjadi pada Edna Brent. Hardcastle berbicara pelan-pelan. "Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bergosip—gadis-gadis itu. betul-betul memalukan! Anda harus membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya."Memalukan. yang namanva. dia tidak membicarakannya de ngan Anda?" "Saya kira dia tidak akan membicarakannya dengan saya jika dia sedang bingung. Miss Martindale. tetapi cukup untuk menjelaskan kualitas mereka—yang akan ditanganinya sebentar lag!. Mereka tidak disebut-sebut pagi ini pada pemeriksaan itu. "Anak-anak. Inspektur. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya? Bercakap-cakap. Jika begitu. Pemeriksaan itu akan dkangguhkan. Saya ingin berbicara dengan. Hal berikut yang terjadi adalah pembunuhan atas salah seorang gadis lainnya. Gadis yang ketiga adalah gadis yang suka cekikikan. Saya menginginkan perlindungan bagi gadis-gadis saya dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Inspektur. Sebahknva dia berkata. tidak ada petunjuk yang mungkin diberikan Edna pada Anda? Dia tidak kelihatan bingung karena sesuatu. "Anda harus mengambil tmdakan terhadapnya. Saya memang keras dengan gadis-gadis itu. misalnya. mungkin. Itu jika apa yang kita baca di koran adalah benar. Mata yang memperhatikan hal-hal di sini." "Terima kasih. Kalian boleh berhenti bekerja untuk itu." "Sebisa-bisanya hanya sedikit saja yang dise-butkan pagi ini. untuk melindunginya. Tiga wajah gadis yang terkejut memandang inspektur itu. bahwa orang-orang yang dibayar oleh Negara untuk melindungi masyarakat memang melaksanakan tugas-tugasnya. Pada saat mereka mendengar bunyi langkah kaki saya di gang. Anda harus membongkar sampai tuntas. Inspektur. kalian dengar dari siapa?" Mereka saling memandang. bahwa—" "Apakah Anda akan menyangkal bahwa dua dari gadis-gadis saya." "Dan tidak ada yang dapat Anda katakan pada saya. Semuanya dapat dibumbui sehingga jadi lebih meyakinkan. Miss Martindale. Omong sana. yang akan setuju dengan apa pun yang di katakan oleli orang lain. Seluruh kejadian ini adalah luar biasa. pikirnya." kata Inspektur Hardcastle." kata Miss Martindale." "Bantuan! Bantuan apa yang dapat saya berikan pada Anda? Apakah Anda pikir jika saya memiliki bantuan itu. maka saya kira Anda berpikir bahwa Anda memiliki seluruh waktu yang ada di dunia. tetapi mungkin juga ingatannya tentang kejadian-kejadian yang ada tidak dapat dipercaya. menatapnya lagi." Dia berdiri dari duduknya dan membuka pintu menuju kantor bagian luar. Miss Martindale. Dapat dipercaya." Dia mena-tap inspektur itu dan kelihatan seperti seekor harimau betina dalam wujud manusia. semua mesin tik mulai bei bunyi." "Saya kira Anda tidak berpikir bahwa gadis itu akan terbunuh ketika Anda bangun pagi ini." "Saya kira Anda ingin berbicara dengan mereka sendirian. dan siapa yang telah mempermainkan Sheila dengan keji. Anda tahu. "Omong-omong. Inspektur Hardcastle. telah dijadikan korban? Sudah jelas ada orang yang tidak bertanggung-jawab yang sedang berkeliar-an. Miss Martindale." Dia kembaii ke kantornya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat. Dan ketika salah seorang dari gadis-gadis saya terbunuh atau terjebak dalam keadaan yang memba-hayakan. Seorang gadis berambut coklat kemerah-merahan yang kelihatan agak gagah dengan model rambut yang membuatnya kelihatan sepert! baru saja bepergian dalam hujan es. dan saya bermaksud untuk memastikan. "Mereka tidak akan berbicara dengan bebas jika saya berdiri di sana mengawasi. bahwa mereka telah bergosip dan mem-buang-buang waktu mereka. saya tidak akan bergegas m emberi-kannya pada Anda sebelumnya? Anda harus menemukan siapa yang membunuh gadis malang itu. Saya dapat memberi Anda nama dan alamat mereka. Anda kan sudah tahu. Seorang gadis bertampang tegar dan jujur sena berkaca mata. sebanyak~ba-nyaknya gadis Anda di sini." "Yang ingin saya katakan hanyalah. yang menderita—apa sebutannya sekarang ini—suatu kompleks kebencian— pada pengetik-pengetik steno di kantor ini. semampu saya." katanya. Hardcastle me-nyimpulkan mereka dengan cepat dan ringkas. Tetapi saya tidak tahan kalau mereka dijadikan korban atau dibunuh. "Hanya ada tiga orang saja di kantor saat ini. Saya dapat mengerti baliwa tidak mungkin Edna Brent akan mempercayakan ketakutan atau kebingung-annya pada Anda. kelihatannya keputusan mereka jatuh pada gadis yang jujur itu. "Waktu? Hanya karena anak konyol itu mati. Anda pasti akan mence-gahnya. Anda harus sampai ke akar-akarnya dengan segera. gilal Anda harus mengakui bahwa itu adalah rencana gila. Anda akan sama kagetnya. omong sini!" Sctelah tenang sedikit. Seorang gadis yang betul-betul baik dan tak berdaya terbunuh di bilik telepon umum. Perlindungan. Mula-mula Sheila Webb dipanggil dengan penipuan keji itu untuk menemukan sesosok mayat—dan sekarang ini." Tiga kepala mengangguk cepat. Semua jam itu. adalah Janet. saya kira. "Detektif Inspektur Hardcastle ingin membicarakan sesuatu dengan kalian. tetapi dia dapat melihat bahwa tidak mungkin dia dapat racm^i oleh jawabannya dari Miss Martindale." "Saya yakin. 'Tetapi apa yang membuat dia bingung?" Inspektur Hardcastle sangat berharap bahwa jawaban pertanyaan tersebut ada padanya. Berusahalah dan katakanlah padanya segaia sesuatu yang kalian ketahui yang dapat membantunya untuk menemukan siapa yang membunuh Edna Brent. Miss Martindale. dia berkata. Saya datang kemari untuk melihat apakah Anda dapat memberi saya bantuan." "Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada membongkar kasus ini sampai tuntas. secara informal. Mtss Martindale. dua dari mereka. tetapi dia mungkin telah membicarakannya dengan rekan kerjanva. Saya menyibukkan mereka dengan peketjaan-pekerjaan dan saya tidak mengizinkan mereka terlambat atau cero-boh. dia yakin. Polisi seharusnya memberi perlindungan dan itu adalah yang kami butuhkan di kantor ini. kelihatannya. tetapi tidak begitu cerdas." "Itu mungkin saja. saya kira." kata Miss Martindale. Tidak boleh ada waktu yang dibuang.

Mereka saling memandang sejenak. Matanya memandang pintu ruangan kantor Miss Martindale sejenak." "Omong-omong. seolah-olah inspektur itu dapat memberi mereka jawaban atas masalah itu." kata Maureen. mula-mula dia tidak mempercayainya." gadis beram-but gelap itu. maksud saya. Dia bertanya apakah Edna telah mengatakan sesuatu kepada kami tentang ketidakhadirannya di kantor siang ini." kata Maureen." "Bukan karena dia punya pacar atau yang seperti itu. mungkin Sheila Webb." "Itu benar. "Edna akan dimarahi Sandy Cat kalau dia datang. Ketiga-tiganya memandang Hardcastle penuh harap. ya. tanyakan padanya bagaimana kalau besok saja?—Oh. saya sungguh-sungguh kaget! Jadi saya berlari kembali dan berceiita pada yang lain dan akhirnya kami sepakat kami harus mence-ritakannya pada Miss Martindale. mulai berkata. J Sekarang apa yang sedang kalian lakukan? Tidak ada satu mesin tik pun yang bcrbunyi. kalau dia mau. tetapi tidak dengan tingkah-laku berkomplot. . Kelihatannya itu semata-mata adalah dugaan yang kabur. silakan masuk." katanya. ada apa? Saya rasa saya sudah bilang tadi bahwa saya tidak mau diganggu siang ini. "Sandy Cat adalah nama panggilan kami untuknva. dan pada saat itu juga dia keluar dai i kantornya dan berkata pada kami." "Apakah kalian pernah memperhatikan adanya perbedaan dalam sikap Edna." Mereka saling memandang." kata Hardcasde. "Dia selalu cemas tentang sesuatu." "Dan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Miss Martindale?" "Yah." "Tetapi saya tidak mengerti. Kalian baru sajamendengarkan gosip konyol di toko.' Oh. seolah-olah dia ada sesuatu dalam pikirannya? Apakah dia menceritakan pada kalian mengenainya? Jika ada sesuatu yang kalian ketahui. "Yah. sampai di mana kita tadi?" Sheila baru saja hendak menjawab ketika pintu diketuk orang.." "Kapan kalian mendengar apa yang telah terjad'?" dia bertanya lagi. Hardcastle ingin tahu apakah dia hanya membayangkan saja. "Dan Sandy Cat sangat jengkel. ketika Edna tidak ada di sini pada jam dua. Kami semua tahu kami harus kembali ke sini. 'Sesungguhnya ini bukan salah kami. "Kalian tidak tahu ke mana dia sesungguhnya pergi sesudah pemeriksaan itu selesai. "Tidak. dan membuat kesalahan. maaf bahwa ini terpaksa dilakukan. Sclamat sore.* Gadis jujur itu mengambil bagian puncaknva. Tidak ada apa-apa baginya di sini." kata Janet." kata si rambut coklat. dia telah berkata." "Saya ingat. "Miss Martindale. Miss Webb. "Nah." kata gadis yang cekikikan itu. "Apakah Sheila Webb dan Edna Brent teman dekat?" tanyanya. Proiksor purdy tampakuya merasa tcrganggu ketika dia menghentikan diktenya dan mengang-kat telepon. di mana Miss Webb sekarang?" Hardcastle diberi tahu bahwa Sheila Webb ada di Hotel Curlew. anak itu?* dan saya berkata 'Siapa maksud Anda?' Dan kemudian dia berkata 'Gadis yang baru ditemukan mati di bilik telepon umum. Profesor Purdy dengan susah-payah menyadarkan dirinya dari kesulitan-kesu-fitan kronologis yang terjadi. ada sesuatu yang meresahkannya." Sheila Webb berdiri. Dia bilang dia tidak peduli mau makan siing atau tidak. tentu saja. Miss Martindale.Brent akhir-akhir ini? Apakah dia kelihatan cemas." dia menjelaskan. Si tukang cekikikan merah mukanya karena merasa bersalah. "Saya tidak mengerti mengapa ada orang hendak membunuh Edna. baiklah—baiklah— Suruh dia naik. lebih kurang tiga ribu tahun yang silam. tetapi kami tidak melihatnya lagi sesudah itu dan kami tidak tahu ke mana dia pergi." pikir inspektur itu. "Siapa? Apa? Anda maksud dia ada di sini sekarang} Yah. Dia ingat bagaimana gadis itu berdiri memandang sepatu di tangannya dengan penuh penyesalan. Mereka saling memandang. bukan?" tanya Hardcastle." kata Janet hampir melamun. Mengapa harus Edna?' Dan dia berderap kembali ke ruangannya dan menelepon kantor polisi dan menemukan bahwa hal itu memang benar. Mungkin salah seorang dari gadis-gadis lainnya akan lebih berguna." "Selalu ada saja yang terjadi pada Edna. bukan. Hardcastle memandangnya tidak senang." Dia memandang sedikit tidak senang pada Sheila Webb dan berkata. Dia sedikit lambat dalam berpikir." katanya kacau. "Dia bisa sangat menakutkan. dan kemudian dia berhenti. "Dia bilang 'Tidak masuk akal. "Saya ingin membeli kue untuk dibawa pulang dan saya tahu semuanya akan habis pada saat kami pulang nanti. "Bisa-bisa menerkam Anda." "Selalu ada-ada saja. saya—eh—saya menyelinap sebentar." Gadis jujur itu berkata. Dia sangat yakin bahwa gadis itu tidak punya perasaan apa-apa sebenarnya." "Maafkan saya. Lebih mungkin lagi." kata si rambut coklat. Kami baru saja mendengar berita buruk tentang Edna. bingung. Pak. "Dan bukan nama yang buruk. "tetapi tampaknya. "Dan saya berkata." dia menjelaskan.. pikirnya sendiri. bertugas meJayani Profesot Purdv. "ya. "Dia mencampur-adukkan hal-hal. "Ingat pada turn it sepatunya yang copot waktu itu? Halhal seperti itu bisa terjadi pada Edna. bahwa dia melihat pandangan ketakutan yang tiba-tiba muncul di mata Sheila. "Ya?" dia berkata menguji. mengesampingkan buku catatannya. dia bermaksud kembali ke kantor?" "Oh. seperti seharusnya. Dia mengang-guk dengan wajah serius."Edna tidak datang untuk bekerja pada jam dua. "Saya berkata pada Miss Martindale bahwa dia telah menghadiri pemeriksaan itu bersama kami. Dan ketika saya memasuki toko—yang di tikungan itu dan mereka mengenal saya dengan baik di sana—wanita itu berkata 'Dia bekerja di tempat itu." kata Maureen. saya mohon kalian mengatakannya pada saya. Dan. "Saya memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi siang ini. saya kira. Hardcastle menarik napas. Dia bermaksud membeli sesuatu dan memakannya di kantor.*' Gadis ketiga cekikikan. Maureen." "Saya mengajaknya makan siang bet sama saya. "Bagaimana orang bisa bekerja dengan serius bila terus-terusan diganggu. dan bahwa dia seharusnya mengirim surat izin." "Jadi kalau begitu. Dia selalu tidak menyenangi orang-orang yang berla-gak bijaksana setelah terjadinya suatu peristiwa. Itu pasti gadis lain.

Sangat sibuk. Dan kami bekerja sejak saat itu. Tidak." kata profesor itu. Maksud saya. saya ingat. Maafkan sava. Mulutnya terbuka sedikit." "Saya menceritakan pada Anda? Bagaimana saya bisa taliu?" "Anda mungkin punya gagasan tentang mengapa Edna Brent ingin menemui Anda?" Dia menggelengkan kepalanya.. yah. Dia dapat menulis dan menceritakan apa yang telah terjadi dan memintanya untuk tidak mengadu pada Miss Martindale. Sial benar nasibnya. Saya tidak boleh ganggu." kata profesor itu merasa bersalah." "Saya sangat pelupa.. suaranya meninggi. Miss Webb. kami tidak selaiu sepakat tentang apa yang harus dilakukannya." kata profesor itu lagi. Kami sudah sampai pada bagian yang penting. "Aduh. Profesor Purdy. Di mana Anda makan siang. ya.." "Ini lebih senus danpada pelanggaran parkir. "Ya. dia tidak—tidak—saya tidak ada di kantor sama sekali kemarin. baiklah." "Yang saya tnginkan sebenarnya adalah berbicara sebentar dengan Miss Webb. dia tidak pernah yakin apakah perbuatannya itu betul atau salah. sebab dia telah mengirimkannya pada pengarang itu sebe-lum dia menyadari apa yang telah terjadi. Edna selalu kelihatan cemas atau bingung. Mata vang indah. "selalu. "Setengah tiga." nada suara Hardcastle terdengar tegas. "Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Di telepon umum?" kata profesor itu." sela Profesor Purdy. sebab orang tidak selalu langsung membaca hasil ketikan dengan segera untuk mengoreksinya. tentu saja." "Betul. di bilik telepon umum. yah." "Anda tidak pergi ke kantor sesudahnya?" "Maksud Anda. Sangat luar biasa. ada apa?" "Ini tentang gadis bernama Edna Brent" Dia beralih ke Sheila Webb. minta nasihat tentang apa yang harus dilakukan?" "Ya. tidak apa-apa. Kira-kira begitu.. Miss Webb?" Pipinya memerah. Ada apa dengan dia?" "Saya kira berita itu belum sampai pada Anda. Kemarin dulu seorang petugas beikeras mengatakan. saya ingat. tidak apa-apa. "Edna—terbunuh] Tetapi mengapa?" "Apakah Anda tahu. Mungkin juga baru sekarang kau mendengarnya atau kau adalah seorang aktris yang pintar. kalau inspektur ini ingin bertanva pa Anda. jika—jika Anda mau tahu. selalu ragu-ragu. tentu saja. Anda datang kemari naik bis. Anda mestinya mengingatkan saya. mengungkapkannya sebrutal mungkin. ya. "Ya. "Terjadi padanya? Apa maksud Anda? Apakah dia mengalami kecelakaan atau sesuatu—ditabrak ?" "Sangat berbahaya memang." "Oh. tidak punya gagasan sama sekali. Tetapi. Dan Anda tidak punya mobil. Saya tidak akan memilih tempat seperti itu. dengan tajam. ya. aduh. saya khawatir Anda sudah terlambat untuk minunrteh. Tidak. Anda harus. Saya sungguh-sungguh menyesalkannya." "Apakah dia tidak menunjukkan apa-apa pada Anda? Tidak berbicara pada Anda di kantor tentang masalah itu?" "Tidak." kata Hardcastle. Saya mengatakan padanya lebih baik dia cepat-cepat menulis surat pada pengarang itu. apakah sekarang sudah jam enam?" "Maafkan saya." kata profesor itu. Kedengarannya sangat luar biasa bagi saya. bahwa saya telah meninggalkan mobil saya selama empat setengah jam di meteran parkir. Anda bams mengingatkan saya soal waktu. "Oh." "Anda tidak berpikir bahwa dia kelihatan cemas dan bingung akhir-akhir ini?" "Yah."Nah. Dan dia bertanya pada Anda. Sheila Webb tidak berkata apa-apa. Saya harus pergi ke Landis Bay menemui salah seorang pengarang kami. baiklah. Kemudian dia bingung lagi. "Saya tidak tahu. Gadis yang malang." "Saya mengerti. Dia sangat—apa namanya—pemalu." "Bisakah Anda menunggu? Sekarang ini saya sangat sibuk. Apakah memang penting? Apakah Edna punya masalah?" "Kami tidak tahu. "sesuatu telah terjadi padanya. Dia mena-tap-Hardcastle. pelupa." Sheila Webb menatapnya. "tetapi saya tidak tahu kalau itu penting. "Saya kira Anda telah mendengai nya. menganggukkan kepaianya. Kecuali jika Anda dapat menceritakan pada kami. pikir Hardcastle sendiri." "Saya mengerti. Pak. "Dicekik di bilik telepon umum. "Oh. "Kami mungkin tidak pernah tahu. bahwa Edna Brent sangat berharap untuk menemui Anda kemarin duiu. aduh." "Jadi Anda tidak tahu apa yang telah terjadi pada Edna Brent?" "Terjadi padanya?" tanya Sheila. ya. Matanya vang biru kelihatan indah sekali—laksa-na bunga iris. kebut-kebutan itu.. Oh. Miss Webb. kata Anda?" Dia menaikkan alisnya." kata Sheila. Dia pernah menghilangkan dua halaman ketik penuh naskah Armand Levine dan dia sangat cemas mengenai apa yang harus dilakukannya." "Dia biasanya datang dan meminta nasihat bila timbul masalah?" "Oh. jika saya harus melakukan hal seperti itu. yah. Tetapi masalahnya. Inspektur. tajam." . Padahal saya yakin bahwa itu tidak mungkin. Cukup malam memang. Yah. ke Profesor Purdy pada pukul setengah tiga. bahwa dia telah datang ke rumah bibi Anda dan menunggu Anda pulang selama beberapa menit?" "Kesalahan saya lagi. Ada apa—pelanggaran lalu lintas? Betapa sok dan suka ikut-campur petugas-petugas lalu lintas itu. Tetapi Edna bilang dia tidak begitu suka berbuat begitu." kata profesor iru. saya mengenainya. Sejak saat itu. Aduh." "Oh. saya harus memesan teh. sebagaimana yang akan dikatakan pula oleh Miss Webb. Sungguh. sepanjang hari. "Edna Brent. mungkin setengah jam lagi. Profesor Purdy. Mata yang mengingatkannya pada seseorang." kata inspektur itu." "Bibi saya bercerita pada saya. Miss Webb akan bebas dalam seperempat jam lagi—oh. "Dia dice-kik sekitar pukul setengah satu. merasa tertarik dengan kejadian itu. "Saya makan dengan seorang teman di restoran Ho Tung. ada apa?" kata profesor itu lagi. "Saya menahan Miss Webb hingga malam. Maksud saya. Nah. bukan?" Profesor Purdy memandang Sheila Webb ragu-ragu." Dia berhenti dan kemudian berkata. Oh. "Saya mengerti. matanya melebar. ke Biro Cavendish? Saya ke sana dan diberi tahu bahwa saya harus langsung kemari.

nomor salah." "Apakah Anda telah menyelidiki yang lain? Atau hanva Ramsav?" "Diana Lodge kelihatannya betul-betul Diana. Matematika. Mungkinkah kasusnya begitu?" "Saya kira tidak mungkin. Ramsay pergi secara mendadak kira-kira lima minggu yang lalu. "Adakalanya saya mencuri-gaxmu." "Apakah Anda sendiri ada di Wilbraham Crescent hari ini?" "Tidak. Ya. Poirot. Mengundurkan diri dart jabatannya. bagaimana pekerjaan rumahmu itu?" "Pardon}" "Bagaimana tentang Mayat Misterius dan Jam-jam di Crowdean—apakah kau sudah bersandar." Dia memandang saya. "Saya dapat meyakinkan Anda. "Kau kelihatannya tidak senang. Maafkan saya. dan menemukan jawaban-nya? "Aku sudah membaca apa yang kautinggalkan di sini—dengan penuh minat. Mr. Saya pergi menemui Hercule Poirot dulu. saya sungguh-sungguh berpikir Anda harus minum segelas sherry.*1 NARASI COLIN Saya segera melapor ke Beck begitu saya tiba di London. beipindah ke pihak lain. Kali ini dia sedang meminum strop de cassis (lobi-lobi hitam bagi Anda dan saya). dan pergilah. 'Tidak sama sekali. bukan? Sudah kubilang para tetangga itu adalah percuma—" . "Bilik telepon umum tempat dia ditemukan terbunuh terletak di Wilbraham Crescent." kata inspektur ttu. Anakku. inspektur itu heran. berbicara lebih cepat dan agak terengahengah." "Kau mungkin mendapat sesuatu dari sana. Aku harus segera ke luar negeri. Saya kira itu mungkin betul—tetapi dia tampaknya cukdp sehat wal'-afiat. Perusahaanperusahaan sungguhan. dengan aiasan sakit. "Bagaimanapun juga mungkin ada sesuatu pada idemu yang konyol tentang bulan sabit itu. seperti itu. Ramsay. Jadi kau bisa berlari cepat sekarang. Insinyur bangunan itu." "Semoga berhasil. tetapi saya hanya berkata mungkin. Di depan gadis-gadis lainnya. Dan bagaimana denganmu. Saya mulai merasa bahwa itu adalah tempat yang seram." Dia berhenti. Anda harusl" "Kami memang bermaksud memecahkannya. Dia menawari saya." "Bagaimana bisa? Apa yang bisa diketahui Edna tentang hal itu?" t "Sesuatu yang tidak begitu penting. Ada sedikit kecaman pada suaranya ketika dia melanjutkan. Tidak bersalah dalam pandangan kita." kata Kolonel Beck. Galilah pengetahuanmu tentang tumbuh-an Iangka di daerah Balkan." gadis itu melanjutkan. menutup matamu." "Ada instruksi-instruksi khusus?" "Tidak. George menyuguhkan wiski." "Mungkin bukan. mungkin. Ramsay di Wilbraham Crescent No. tetapi pokoknya dia pergi ke sana. khusus meminta saya. yang mana memang agak aneh." "Anda tidak berpikir bahwa kali ini masalahnya lebih serius?" "Sava kira tidak. Saya harap saya dulu tidak pernah pergi ke sana. tidaklah seperti apa yang dia tunjukkan. dan apa pun latar belakang yang merekatpunyai. "Tidak banyak yang ada di sana. "kita biasa berpikiran bahwa semua yang dilakukan oleh seseotang adalah sangat patut dicurigai. sering. Mengapa mereka mengirim saya." kata inspektur itu. Dia melambaikan rokoknya ke arah saya. mungkin. hari itu? Mengapa Edna terbunuh di dekat sana? Anda harus memecahkan kasus ini. Saya mengangguk. tetapi dia tidak keliru terlalu jauh." Pesawat terbang saya berangkat pukul sepuluh malam. Masalah serius apakah itu?" Apakah Sheila Webb." Dia memandang saya dengan cermat. Sesuatu. "Selalu menggembirakan bila ternyata sebuah praduga adalah benar." dia berkata dengan keras. Anda harus. Nomor 61 didiami oleh seorang kontraktor tulen yang tak bersalah. "Saya tidak tahu." Dia mengintip dari balik asap rokoknya." kata sava. Dia tampaknya memutuskan hubungan dengan semua teman lamanya."Jadi adalah biasa-biasa saja jika dia datang pada salah satu dari kalian bila dia mempunyai masalah? Itu sering terjadi?" "Ya. Miss Webb?" "Sama sekali tidak." katanya. yang dirasakannya harus dirahasiakan antara Anda dan dia. bisa begitu tenang seperti yang diperlihatkannya? "Saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya dengan saya. bukan? Sesuatu. saya harap saya tidak terlibat dengan semua ini. Dan sesuatu itu akan menolong. Dan saya tentunya tidak dapat membayang-kan mengapa dia ingin datang ke rumah bibi saya dan berbicara dengan saya di sana. dan sebuah paspor baru yang bagus. "Akhirnya saya menemukan sesuatu. "Crescent benar. 62. Kali ini Nigel Trench. Saya yakin tidak mungkin seperti itu. Dia telah melaksanakan beberapa tugas aneh akhir-akhir ini. Saya menolak." kata Poirot. Miss Webb?" "Tidak." kata saya mengelak. tetapi saya tidak tahu apa-apa yang dapat membantu Anda. Saya sangat menyesal tentang Edna. Semua seperti biasanya. Kami ingin sedikit lebih tahu tentang dirinya. Kami akan memberimu pesan saat kau mengambil surat-surat keteranganmu. Colin. adalah agak aneh. Apakah itu mempunvai arti bagi Anda. Sebuah sejarah yang panjang tentang kucing. "Kau kelihatan tertekan." kata Poirot. Dia adalah pen-siunan dosen." Napasnya menjadi cepat. Miss Webb. "Jadi seperti itu?" "Ya. meski bagaimanapun kecilnva." "Anda gemetar. Dan dia sekarang ada di sana. "Saya tidak pernah mendekatinya lagi. tetapi perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang gelap. McNaughton sedikit menarik." "Kelihatannya ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakannya dengan Anda di Biro Cavendish. Saya sudah menyiapkan visa untukmu. Hanbury yang malang mendapat nomor yang salah." kata Profesor Purdy. Dia pergi ke Rumania. Kau adalah seorang ahli tumbuhtumbuhan." "Tidak ada yang mungkin berhubungan atau berkaitan dengan kejadian pada tanggal 9 September?" "Maksud Anda—orang itu—orang di Wilbraham Crescent itu?" "Itu maksud saya." "Bukan itu yang dikatakannya pada isttinya. dan kemudian berpindah lagi ke pihak semula! Semua campur-aduk dan penyamaran ini menyenang-kan. agak tiba-tiba. "Saya pikir. bukan?" "Saya tidak mengatakan sejaub itu. Inspektur." 'Terima kasih. "Jadi Anda tidak dapat membantu saya. Lumayan cemerlang kelihatannya. "tetapi sesuatu. Carilah keterangan sebisamu tentang Mr." "Masalahnya adalah. seperti yang sudah kauketahui.

menurut saya." "Pasti ada. akibat hasil dandanan yang ceroboh membuatnya kelihatan agak lebih tua dari lima puluh. Mrs. dia yakin. Tidak terlihat. Dalam kasus ini paling tidak dua dari orang-orang ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas—" "Yang mana? Dan apa yang mereka katakan?" Poirot berkata kepada saya dengan gaya me-nyindir bahwa saya harus membaca ulang catatan saya dengan saksama. Enderby. Dia tidak akan menekankan pada hal itu. lumayan baik. mencoba menyembunyikan wajahnya ketika dia keluar dari bioskop." "Aku tidak percaya kau tahu sesuatu. kualitas ekspor. "Sementara kau pergi. Dia tidak menyukai nama kecil itu. tebaknya. Dia akan datang pagi ini. Dari dekat. tidak ada sebuali sidik jari yang dicelupkan dalam darah." Sava menceritakannya. adalah yang punya harapan terkecil." "Mungkin memang sebuah aksioma. Membawa sebuah tas kotak-kotak yang besar. itu pasti nama yang dipilih oleh wanita itu sendiri." ^ Cray keluar dan sebentar kemudian masuk lagi sambil berkata. Secara keseluruhan. Dia menanyai sava dengan cermat sampai dia memperoleh setiap data dari saya. bukan siapa diz tetapi dia itu apa." . "Mrs. "Saya sangat gembira bertemu dengan Anda. Dan sesudah itu aku tidak akan bilang apa-apa lagi." kata Hardcastle." Tidak ada yang hebat ataupun dramatis pada dirinya. dicat tebal. Aku tidak minta informa-si. tinggi dan ukuran tubuhnya sedang. Pemeriksaan laboratorium terhadap pakaian itu tidak menghasilkan sesuatu yang betul-betul berguna. memakai mantel berwarna gelap dan rok serta blus putih. Semua jalan kelihatannya buntu. "Apa sesungguhnya pendapatmu tentang urus-an ini?" "Lebih jelas sekarang—seperti biasa. Pakaian itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa. dilty. Dan. beberapa cincin. Ada pembunuhan satu lagi. Dia juga akan mengirimiku sebuah kawat dari luar negeri." "Apakah dta kelihatan cemas?" "Tidak. sesudah mempertimbangkan sejenak. Dan aku punya data lebih lanjut untukmu.*' "Itu tepatnya yang sedang kulakukan! Apa yang akan dikerjakan oleh Miss Lemon hanyalah untuk membuktikan padaku kebenaran kesimpul-an yang sudah kucapai." dia mengulangi. Surat itu hanya berkata bahwa penulisnya berpikir bahwa orang yang dicari itu adalah suaminva vang telah lama berpisah dengan dirinya sejak beberapa tahun yang lalu. London. dilly—datanglah untuk dibunuh. "Ingat—empat satu tiga—atau empat tiga belas. tetapi dirawat dengan baik. menurut perasaan Hardcastle. pikirnya. Identifikasi itu mema-kan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya. Sudah lewat sepuluh hari. "Kartu pos itu kurang lengkap. Tetapi hari ini." Inspektur itu berdiri dan berjabat tangan dengannya. inspektur itu merasa sedikit berpengharapan. Hardcastle menekan interkomnya dan masuklah Sersan Cray. Sebuah atau dua buah gelang yang gemerincing. Dia kembali memandangi sepu-cuk surat di atas mejanya. tetapi dia tidak dapat mencegah untuk tidak menekankan pada hal itu juga. tetapi gampang untuk diajak berkencan. tetapi secara keseluruhan dia mengiranya sebagai lima puluhan." Saya memandangnya bingung." "Begitu? Begitu cepat? Menarik. di bis. Dapat dipercaya? Itu pertanyaannya. Saudara-saudara perempuan yang kepi-ngin sekali bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya. Secara keseluruhan." "Tetapi siapa pembunuhnya?" Poirot tidak menjawab. di kereta api bawah tanah. tidak baru." Detekttf inspektur hardcastle melihat kalen-der di mejanya." "Seorang pemeras?" Poirot menutup matanya. "dan saya sangat berharap Anda dapat membantu kami. Surat itu tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu mengha-* rap. Yang harus dilakukan sekarang adalah berbicara dengan lebih banyak tetangga." "Apa maksudmu dengan itu?" Poirot menutup matanya. Rival. Newcastle. Tidak diragukan lagi. Tidak terkirakan lagi jumlah istri yang yakin bahwa itu adalah suami mereka yang hilang. Ratusan jalan." "Kupikir itu tidak jujur. bersembunyi di pelabuhan. begitu pula binatu. Saya menceritakan padanya pula tentang kartu pos vang saya berikan pada Hardcastle. Itu adalah sebuah aksioma. Sekitar lima puluh." kata Cray. dan masih banyak lagi yang muncul dengan memberi harapan dan tidak menghasilkan apa-apa. Ituiah polanya. atau pembersih. kau mengizinkan aku mengadakan sebuah penyehdikan?" "Misalnya?" "Besok aku akan menyuruh Miss Lemon menulis surat pada seorang pengacara rua kenal-anku. Kualitasnya sangat baik. Rival belum datang juga?" "Baru saja datang/' kata Cray. Devon." "Bagaimana tampangnya?" "Sedikit bertampang aktris. gagal. Dokter gigJ juga belum membantu. belum ada orang yang mengenali siapa pria itu—" "Aku tahu. pembu-nuhnya tidak dapat melakukannya sendiri. Tidak terlalu teliti. "Aku akan mengucapkan sebuah kutipan kecil padamu. "Make-up-nya tebal—bukan make-up yang bermutu tinggi. Seperti yang kulakukan dulu. Dia hanyalah orang yang tidak mampu dikenali oleh seorang pun. tetapi dari jarak yang jauh—cukup jauh—dia mungkin kelihatan seperti tiga puluh. Begitu dekat di mata. lumayan dermawan." saya keberatan. ada banyak sekali otang yang melihat orang yang sama di Lincolnshire. "Ya—itu adalah pola yang sama. Saudara perempuan. "Kau akan melihatnya sendiri. mungkin juga ramah. sebab mereka terjebak dalam kesulitan semula: identifikasi sesosok mayat." Dia mendeklamasikannya dengan amat serius. Hardcastle mengeluh ketika dia memi-kirkan telepon-telepon dan surat-surat yang membanjir sesudah foto itu dipublikasikan dalam koran-koran dengan tulisan di bawahnya: TA-HUKAH ANDA SIAPA ORANG INI? Menak-jubkan sekali jumlah orang yang berpikir mereka mengetahui orang ini."Sebaliknya. "suruh dia masuk. Poirot! Ini semua adalah bohong." "Baiklah. "Dilly. "Seorang detektif swasta?" Poirot membuka matanya. Rambut gelap. Anak-anak perempuan menulis dengan penuh harapan tentang ayah mereka yang tidak pernah mereka lihat lagi selama bertahun-tahun. Aku tahu. 20 September. Namanya tidak penting. Tidak memakai topi. "Mrs." "Aku tidak tahu. mungkin. Aku akan mernintanya untuk menanyakan sebuah akte pernikahan di Somerset House. dia bukan benar-benar "mayat miste-rius." katanya. Pak. dia adalah wanita yang cukup dapat dipercaya. Mayat itu tetap dijuluki sebagai "mayat misterius!" Padahal." "Tidak ada tetangga lagi. tetapi penegasan. jika kau bisa mengerti. tetapi tidak dalam kasus ini. Rival. mungkin. Mr. Mereka masih belum rnendapat banyak kemajuan seperti yang diinginkannya. "Saya baru akan memberi tahu Anda. kelihatan jahat di pojok sebuah jalan. membuat pertimbangan moral berdasarkan peng-alamannya. Tetapi dia menyukai surat itu. "Kau tidak hanya duduk dan berpikir. Ceritakan padaku. Merlina Rival. tentu sa|a. Seseorang pasti telah melihat sesuatu. Mengapa.

kemudian dia berkata. hal itu memberi kesempatan pada seorang laki-laki untuk sering berada di luar rumah. betapa ingatan seseorang pudar dengan berlaiunya waktu. dan mungkin ada sedikit kericuhan mengenainya. "Tidak apa-apa. mungkinkah emosi? Dia tidak yakin." Inspektur itu mengangguk pada petugas itu. Dia tidak berkata apa-apa. tetapi ternyata lebih dari itu. Mrs. dia kembali dan berkata bahwa dia harus segera menjelaskannya. kelas yang baik. Dia tertibat dengan seorang wanita. mungkin itu tidak benar. tetapi dia tidak begitu berubah. Kegugupannya mengenai tempat yang akan mereka tuju tidak lebih dari kegugupan orang-orang lain yang menuju tempat yang sama itu." Dia memasukkan gula pada tehnya. Rival. kemudian dia berba-lik dengan cepat. dan menghirup tehnya dengan cepat. "Bukan itu sebenarnya yang saya'pikirkan. Sungguh menjengkelkan. Dia memberi wanita itu sebuah cincin dan mereka bertunangan—dan kemudian dia berkata dia akan menginvestasikan uang buat mereka berdua. Hanya—hanya. Dia membiarkan Mri> Rival menenangkan dirinya. "Saya bisa mengerti." "Dan apa yang dikerjakan suami Anda?" "Dia adalah seorang agen asuransi. mungkin ada seorang gadis T tap tidak da gunanya bertanya pada kaum laki-laki tentang hal-hal sepern itu. Rival. Waktu berlalu begitu cepat. sangat rapi... Wanita-wanita cenderung untuk terpikat padanya. tetapi dia memang Harry." Ya. Maksud saya." kata inspektur itu. Agak kasar sedikit. begitulah. Dia berkata bahwa rahasia per-mainan itu sudah terbuka. ini akan menenangkan Anda. Mereka akan berbohong dan yah." "Bisakah kita membicarakan beberapa fakta yang dapat membantu kita? Kapan terakhir kalinya Anda melihat suami Anda?" "Saya sudah mencoba mengingat-ingatnya dengan tepat. "Anda tahu bahwa itu tidak benar?" "Yah.. "sepanjang perjalan-an naik kereta api. Sangat mirip dengan Harry. Dia berkata. Dia kelihatan sangat menyesal. Kemudian baru kita bicara. bukan?" "Saya kira hanva pada keadaan-keadaan tertentu. tidak. "Dia Harry. saya juga tidak begitu yakin. Bagaimanapun juga. "Saya pikir dia pasti telah melakukannya." Baki itu ditarik. Saya yakin saya berkata dalam surat itu bahwa itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. dia jauh lebih tua." katanya. Hanya satu atau dua menit saja." kata inspektur itu. bukan?" "Anda pikir orang itu benar-benar suami Anda?" "Saya yakin betul." . Wanita-wanita itu biasanya akan memberikan uang mereka padanya dengan cukup mudah. Baikbaik. seorang polisi segera muncul dengan baki beiisi teh. seperti sava. Beberapa orang memang begitu. Rival. katanya. Mereka tidak pernah mencurigai apa-apa. "Lebih baik. Saya selaiu berpikir. Tetapi saya tidak mengira—saya sungguh tidak mengira bahwa dia membuat hal itu sebagai suatu bhnis" "Betulkah itu?" Dia mengangguk." "Maksud saya." "Bagaimana Anda tahu?" Dia mengangkat bahu. Tentu saja. Hanya sejak itu saya berpikir. saya kira sekitar lima belas. "Dia pulang suatu hari dari bepergian. Rival?" Suara Hardcastle terdengar lembut dan simpatik. petugas itu mengangkat kain penutupnya. Dia jauh lebih tua." kata Mrs. Bukankah begitu?" "Saya kira memang begitu. jika Anda mengerti maksud saya. Seorang guru sekolah. Minumlah secangkii. tidak begitu. dia begitu sering bepergian. "Ayolah. saya—saya curiga. Rival. Mrs.. "Anda tidak boleh berperasaan begitu. Dan Anda mengetahuinya." "Suami Anda sering keluar rumah. Anda tahu. saya mengerti. Saya harap saya bisa yakin. Anda tahu. kenyataannya begitu. Mungkin." dia menambahkan dengan cerdik. Dia sering bergaul dengan mereka. Sava mulanya tidak begitu memikirkan-nya-" *Tetapi sesudahnya?" Dia tidak segera menjawab. Dia selalu kelihatan—yah. Dia tidak keberatan menceritakannya pada saya." "Terima kasih. Ke Newcastle. "Dan di mana Anda tinggal waktu itu?" "Di sebuah tempat bernama Shipton Bois di Suffolk." "Apakah dia telah mencoba hal yang*sama pada Anda?" "Ya. Paling tidak—" dia berhenti " — itu yang dikatakannya. katanya. Hardcas-de menghiburnya. itu adalah gambaran yang cukup baik." Inspektur itu memandangnya tajam. Saya lalu menanyai dia. Kelas yang baik. Tahukah Anda. Harry kelihatannya tergolong kelas yang lebih baik dari sebenarnya. Rival dan membimbingnya keluar. pikir Hardcastle. Anda tahu. Rival berkata. Ketika mereka kembali ke ruangnya. Kota pasar.. hanya saya tidak memberinya satu sen pun." Dia berdiri dan mengawalnya keluar ruangan itu menuju sebuah mobil yang sedang menunggu. Mungkin dia meng ra saya tahu lebih banyak dari yang sesungguhnya. Ya. Kita pergi sekarang." "Yah. dia kelihatan lain. Mrs.. "Wanita. dengan mudah sekali. Itu adalah hal yang paling mudah diucap-kan oleh seorang laki-laki. banyak gula. "Tetapi kelihatannya memang ' seperti Harry. Dia berdiri memandang selama beberapa saat. "Kami sangat membutuhkan bantuan Anda dalam kasus ini. Ituiah mengapa. Anda pikir sekitar lima belas tahun sejak Anda terakhir kali melihatnya? Kapan Anda menikah?" "Kira-kira tiga tahun sebelumnya. Saya kira. "orang cenderung berpikir bahwa itu kuiang dari yang sebenarnya dan itu akan membuat Anda merasa lebih muda." kata Mrs. "Dapatkah kita melanjutkannya? Bagaimana-pun juga. "Bagaimanapun juga. Tidak saat itu. kalau dia adalah Hairy. Rival?" "Ya. dan itu sangat berguna kalau mereka punya maksud-maksud tertentu. Dia berbicara dengan nada minta maaf. kembali ke mobil dan mereka kembali ke kantor." "Saya mengerti.. dan saya harap saya tidak membuan0-buang waktu Anda dengan sia-sia.. Tentu saja saya tahu bagaimana sifat laki-laki." kata Mrs. yah agak sedikit mengejutkan." kata Mrs. Suaranya gemetar. sudah lama saya tidak melihatnya."Tentu saja. kemudian melctakkan tangannya pada bahu Mrs. Rival. "bahwa Anda lebih suka segera menyelesaikannya." Hardcastle ingin tahu apa yang sedang dipikir-kannya." kata Hardcastle. napasnya sedikit cepat. Tentu saja saya cukup siap untuk menerima bahwa dia bukan Harry. "Wanita." "Ya. Mis. Tidak akan mengejutkan." "Siapa yang terpikat padanya. saya pikir—orangorang terpikat padanya dengan mudah. Kota yang menyenangkan. "Dia sangat cermat dengan pakaiannya. dia menge-luarkan suara tertahan lirih.

" "Anda—maafkan saya— menikahinya ?" "Saya bahkan tidak yakin.. tetapi saya sering mendengar orang laki-lak berkata mereka sedang mengejai sesuatu yanp hebat dan kemudian ternyata hanya untuk bersenang-senang saja. Nama asli saya adalah Flossie Gapp. Mrs." "Dia hamil?" "Ya.. "Saya kira tidak." "Dia tidak punya tanda-tanda khusus tertentu? Bekas luka? Sebuah operasi—atau tulang retak —sesuatu seperti itu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya." kata Mrs." komentar Mrs. Anda bisa bertemu orang-orang. sampai saya melihat fotonya di koran-koran. Florence. Tentu saja saya tidak punya ide. Hardcasde berkata pelan. tetapi setiap orang selalu memanggil saya Flossie atau Flo."Mengapa tidak? Apakah Anda tidak mempercayainya waktu itu?" "Yah. saya kira?" Dia menggelengkan kepala. "Kami memang menikah. Namanya adalah Castleton ketika saya menikahinya. Rival. tentang laki-laki dan cara-cara mereka dan segi-segi buruk mereka.au tentang dirinya?" "Tidak sepatah kata pun." katanya. Saya tidak mengatakan saya betul-betul terkejut ketika dia kembali hari itu dan bercerita pada saja. kepada wanita itu. Itu bukan kehidupan yang jelek. Betul-betul seorang gentleman." "Harry Castleton." kata Mrs. Dia tidak akan gampang ditipu seperti yang lainnya. Atau tepatnya. Tetapi kali ini. memakai nama yang berbeda-beda. kelihatannya. "Anda dulu menyenanginya. Saya pikir mungkin dia telah pergi ke luar negeri—atau mati. Saya kira saya sudah cukup lama mengetahui bahwa dia menye-Ieweng. Anda tahu. Dia bilang dia kekurangan uang. Rival?" "Saya tidak tahu." katanya. tetapi saya tidak peduli dan dia segera membuang subjek itu. saya kira saya mestinya dibapcis dengan nama itu. Rival dengan sikap menutup diri. menjadi penerima tamu. Kadang-kadang keadaan menjadi lebih baik sesaat... Kemudian. Mrs.. sebagai suami istri—sampai berapa lama?" "Kami di sana sekitar dua tahun. Saya berkata 'Tidak perlu/ Bukannya waktu ku saya tidak mempercayainya. Saya dapat menginvestasikannya sendiri. Mrs. Tidak terlalu romantis. Rival?" "Kadang-kadang. karena uang—suatu cara dalam mencari nafkah. Rival. setelah kami menikah. saya kira. Flossie Gapp. "Saya tidak benar-benar mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan hal itu. dia selalu kelihatan begitu cerhormat. "Ini ada dalam sakunya. "Sayamem-berinya sepuluh pound. Tidak." "Hal Iain yang dapat saya tanyakan pada Anda. dan sebuah senyum riang menghiasi wajahnva. Anda boleh berkata begitu/' Hardcastle berkata bijaksana. saya kira tidak. "Saya mengerti.j mi. sepan-jang yang saya ketahui." "Dan apa yang terjadi selanjutnya?" "Dia berkata dia harus segera pergi dari sana dan saya berkata dia boleh pergi dan menyingkir. Saya bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya selama tahun-tahun terakhir int. "Saya kira dia tidak tahu di mana saya berada.*' "Apakah suami Anda pernah mempunyai masalah dengan polisi?" 'Tidak pernah. Saya sungguh-sungguh tidak tahu. Bagaimanapun juga." Hardcastle mengulurkan kartu itu ke seberang meja." "Mungkinkah dia menjual polis-polis asuransi palsu—sesuatu seperti itu?" ." kata Mrs. Sampai . Sava kembali ke panggung sebentar setclah kami berpisah. bukan?" "Apa yang Anda lakukan sekarang? Apakah Anda masih bermain di panggung. Selalu simpan uang Anda di tangan dan Anda akan yakin Anda masih memilikinya! Saya telah melihat begitu banyak gadis dan wanita yang membodohi diri mereka sendiri/1 "Kapan dia menginginkan Anda untuk menginvestasikan uang? Sebelum atau sesudah Anda menikah?" "Saya kira dia mengusulkan hal itu sebelumnya." Dia menambahkan. bahwa saya tidak akan menanggung semua ini!" Dia menambahkan sambil merenung. saya bukannya jenis yang mudah percaya begitu saja pada orang lain. saya tidak mau dia menginvestasikan uang saya untuk saya. Shipton Bois. Lain dari yang lain.. Bagaimanapun juga. keadaan mungkin berbeda." kata Mrs. Saya kembali memakai nama Merlina Rival. Rival. Sebelumnya kami tinggal dekat Doncaster. Saya kira itu bukan nama aslinya." "Dan Anda tinggal di tempat itu. "Saya menciptakannya." "Apakah hal ttu pernah terjadi sebelumnya?" "Saya kira begitu.. dia bercerita pada saya tentang sebuah kesempatan hebat yang didapatnya. dia adalah orang yang terpelajar. Di gereja pula. Banyak bepergian." "Anda bilang Anda tidak pernah mendengar tentang dirinya selama lima belas tahun terakhir ini?" "Dia tidak pernah mengirimi saya kartu Natal." kata Mrs. Rival jujur. sedikit bergurau. "Saya kira dia memakai—dulu. "Wanita tidak ingin dunia mengetahui bahwa mereka telah ditipu. Saya tidak pernah melihat atau mendengar tentang. Rival." "Apakah dia pernah memakai nama Curry?" "Curry? Tidak. tetapi saya tidak tahu kalau dia juga menikahi wanitawanita lain sebelumnya. "Saya melakukan pekerjaan-pekei jaan ringan di sana-sini. "Membantu di pesta-pesta." "Merlina—er—bukan nama asli Anda." "Anda tidak pernah mendengar apa-apa tentang Harry Castleton sejak Anda berpisah~-at. Rival. jika itu yang Anda maksudkan. Itu bukan kehidupan yang enak dan saya melepas-kan nama Castleton. Orang hanya tidak bisa mempercayainya. Apakah hanya.. Itu adalah seluruh uang yang saya miliki di rumah. Gadis atau wanita itu. "Jarang sekali. maksud saya—berbagai nama yang berbeda-beda." Ada kegetiran dalam suaranya sekarang. jika tidak saya tidak akan menikahinya.c. sebab. mungkin Anda berkata begitu—atau apakah dia adalah jenis laki-laki yang harus memiliki seorang wanita dan dia tidak melihat alasan mengapa mereka tidak sekaligus membayar biaya untuk hiburan yang diberikannya. Saya kira saya terpaksa. adalah apakah Anda mempunyii ide mengapa Harry datang ke daerah int?" "Tidak. Saya memiliki apa yang disebut sebagai sedikit pengalaman.dirinva sejak saat itu. "Masih menyebut dirinya sebagai seorang agen asuransi. hal-hal seperti itu. Betul begitu?" "Ya.

Mrs. Rival. Mrs.. Kita harus mencari tahu tentang orang itu. yang tidak meng-inginkan sesuatu di masa lalunya terbongkar. Terurama. Hardcastle mengucapkan selamat jalan. Hany selalu sangat hati-hati menjaga dirinya. Saya kira dia tidak akan menibuat seseorang putus asa. sebab dia selalu kelihatan sebagai tipe yang baik dan terhormai. Itu gambaran paling jelas vang bisa saya benkan. tetapi mungkin begitu. Dia tidak akan mengambil risiko dengan melakukan sesuatu yang memungkinkannya terjebak. Apakah harus begitu?" "Dapatkah Anda memikirkan adanya hubung-an antara suami Anda dengan nama Rosemary?" "Rosemary? Sebentar. namanya adalah Rosalie. "tampaknya adalah barang dagangannya yang utama. "Memuaskan?" tanya sersan itu. sampai lusa." Hardcastle menarik napas. Saya kira dia tidak membutuhkan uang yang banyak." kata Mrs." kata Hardcastle. bukan? Saya tidak perlu menjelaskan? Saya tidak akan menceritakan ting-kah lakunya ketika dia masih hidup—hal-hal seperti itu?" "Sekarang belum perlu. "Itu." kata Cray. Kelihatannya mungkin sekali ada lebih dari satu wanita vang ingin membalas dendam padanya. saya kira. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersumpah bahwa otang itu adalah Harry Castleton. bukan? "Ya. ya. Rival. Pemeriksaan itu telah ditangguhkan. Rival menam-bahkan dengan jujur. saya kira. Mrs . Kenang-kenangan? . Itu akan membuat saya merasa sudah hampir melangkahkan kaki ke Hang kubur. Saya sendiri merasakan hal yang serupa." Dia mengangguk menegaskan. Dia kembali ke mejanya dan duduk di sana sambil mengetuk-ngetukkan sebatang pencil. seperti yang saya katakan tadi. bukan? Saya suka yang itu.-Rival tertawa kecil. "Cantik. Dia merasa cukup aman." "Mungkinkah itu menurut Anda. Hardcastle membuka kain itu dan menunjukkannya pada Mrs. tetapi dia mungkin mengum-pulkan uang sediktt-sedikit. Di mana Anda menikah? Dapatkah Anda mengingatnya?" "Di tempat bernama Donbrook—Gereja Santo Michael. Saya pikir lebih mungkin ada kaitannya dengan wanita." kau inspektur itu." "Kaum wanita menvukainva. Saya tidak menga-takan memang begitu. Rival. bukan?" "Tidak. Saya harap tidak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Ada si rambut merah itu—Bukan. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya. saya tidak tahu. Tetapi saya tidak mungkin tahu. "Anda tidak pernah melihat satu pun dari jam-jam ini sebelumnya. Mereka selalu gampang terpikat padanya. Dia menelitinya dengan minat yang jujur dan baik. Rival. bukan? Harry menyimpan kisah cintanya secara rahasia. "Tolong bawakan jam-jam itu kemari." Hardcastle berbicara kepada bawahannya. Tanggal yang tepat akan ada pada catatan di Somerset House. "Kelihatannya begitu. mungkin." Dia menyentuh jam bersepuh emas itu." katanya. saya kira. "kami sangat berterima kasih pada Anda. "Ya. "Yah. Tidak apa-apa. Anda tidak kebetatan memberikan kesaksian tentang identifikasi tadi. "Ada satu hal kecil Ugi." Mrs. sava rasa. "Nama Harry Castleton—mungkin hanya alias saja. mungkin saja." "Padahal kclihatannva terhormat. Bagi saya kelihat-annya tidak mungkin. yang pernah menikahi Anda." "Jika Anda melihat sebuah jam dengan jarum-jaium yang menunjukkan angka empat-tiga belas—" Hardcastle berhenti." Jam-jam iru dibawa dengan sebuah baki dan ditutupi sehelai kain. Sebentar kemudian datanglah Sersan Cray. Wanita-wanita akan bangga bisa menguasai laki-laki seperti itu. Maksud saya."Saya betul-betul tidak tahu. Mereka tidak berarti apa-apa bagi Anda?" "Tidak. adalah sebuah pemerasan?" "Yah. "Saya akan berpikir bahwa sudah hampir waktunya untuk minum teh. Wanita tertentu. Saya hanya perlu mengatakan siapa dia. Saya kha-watir saya tidak dapat mengingatnya.. Mereka mengharapkan sebuah masa depan vang bahagia bersamanya." Dia memikirkan lagi jam dengan tulisan Rose-marv di atasnya.

mengingatkannya pada sesuatu. "Aku tidak tahu." Matanya bersinar. Informasi? Atau sesosok mayat?" "Berbicara tentang mayat. di mana dia telah memutuskai tumit sepatunya di kisi-ktsi—" dia berhenti. kau puny a waktu luang?" "Belum. mengabaikan kesulitan-kesulitan-nya dengan kibasan tangannya. Mereka membuat perbaikan-perbaikan." kata Poiiot mengecam. "Harry Castleton. "Kau telah berhasil. "Aku tidak tahu. setiap hal bisa. "Omong-omong. Kali ini secangkir coklat panas berdiri di atas meja di dekat sikunya. Bagaimana kau berharap untuk mengetahui sesuatu jika kau tidak menanyakan pertanyaanpertanyaan yang sesuai?" "Tetapi bagaimana bisa di mana tumit sepatunya copot jadi persoalan?" "Mungkin tidak. Merlina Rival." "Kau terlalu jauh." "Oh. Sebaliknya." "Mrs. mende-korasi kembali." kata Poirot. "Aku terganggu. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang atau beberapa orang yang tidak diketa-hui." "Dikenali oleh istrinya. dan itu mungkin menyangkut dengan seseorang yang telah dilihatnya di sana—atau dengan sebuah peristiwa yang terjadi di sana." Saya menggelengkan kepala. "Tetapi pada apa." kata saya jengkel. ya?" ia memandang saya sambil berpikir. bahkan melakukan pergantian struktural pada flat-flat ini. "Tidak perlu. "Aku tidak tahu banyak tentang apa yang telah terjadi selai: ku di luar negeri—hanya fakta tentang identitik. Kemudian. dia bertanya. kemudian menggelengkan kepalanya. Poirot." "Apakah itu tidak akan memperbaiki flat-flat ini?" "Ya—tetapi sangat menjengkelkan bagi&«. Aku merencanakan ke sana besok." "Aku menemukan apa yang ditugaskan pada-ku. Ada penjualan naskali-naskah para pengarang minggu de-pan—sangat menarik. aku akan mengunjungimu dan menceritakan semuanya yang kudapat dari Hardcastle tentang Mrs. Poirot melambaikan tangannya dan berkata. Dia meletakkan penyisip bukunya dengan cer~ mat untuk menandai halaman yang sedang dibaca-nya. kita harus mengetahui tempat yang tepat ke mana gadis itu pergi. "Coba ambil karya John Dickson Cart atau Carter Dickson." "Ah-begitu.NARASI COLIN LAMB "Jadi kau kembali juga." "Masih tetap dengan hobimu?" "Ya. Kau sudah ke Crow-dean?" "Belum. ^ *. "Apa kabar?" tanya saya." "Maksudmu kau tahu semuanya tentang dia tanpa diberi tahu?" "Tidak. Aku bisa kacau di sini. siapa pun dia sesunggulinya. ya?" Sava berkata pelan. bagaimana aku bisa tahu?" "Kau bisa tahu kalau kau bertanya. sebagaimana dia menyebut dirinya kadang-kadang—" . Poirot pastilah mempunyai selera yang buruk dalam minuman! Sekali ini dia tidak menawari saya untuk menemaninya minum." "Ya—polisi-polisi memang sangat hebat—" "Dan para istri sangat membantu. "Untuk saat ini tidak mungkin. "Itu sudah diharapkan. Merlina Rival! Aneh benar namanya!" "Itu mengingatkanku pada sesuatu." "Aku tidak dapat menceritakan padamu lebih daripada yang sudah kuceritakan — aku tidak mengenal gadis itu sama sekali. Aku masih berruga^ Tugasku mcmba-waku ke sana—" Saya berhe/iu sejenak dan kemudian berkata.u—ba-gaimana pendapatmu mengenamya?" Poirot mengangkat bahu. Sebaliknya ceritakan padaku tentang si Edna itu—yang mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. kau memang tidak pernah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar! Sebagai hasilnya kau tidak tahu apa-apa yang penting. Aku sendiri tidak tahu apa yang diinginkan." "Jadi yang kauketahui seluruhnya. Bagaimanapun juga aku tahu kalau tempatnya di dekat kantor itu. "Orang harus mengkonsentrasikan diri pada pokok-pokoknya saja. Apalagi dengan bau cat itu nantinya!" Dia memandang saya dengan gusar. "atau seluruhnya yang dapat kauceri-takan padaku adalah bahwa gadis itu adalah seekor kelinci yang malang. Saya menatapnya." kata Hercule Poirot. "Bukan— itu sudah lama sekali. tetapi saya tidak dapat membantunya. tentu saja. dan bagaimana caranya dia pulang?" Poirot bertanva dengan penuh rmnat." Saya mengangguk. Kalau tahu Poirot. Dan mayat itu akhirnya mempunyai nama. yang kaulihat kantor pengetik." "Kau sebaiknya datang ke Crowdean dan bertanya sendiri. Maksudku aku tidak berminat padanya-" "Kau tidak berminat—tetapi mengapa tidak? Aku tidak mengerti. "Sebuah kunjungan pada seorang teman—di rumah peristirahatan di desa." "Ah—tapi itu tidak mungkin." pikir Poirot." "All. sebab dia bilang begitu dan bahwa dia membeli roti kismis dan kembali dengan memakai kaus kaki saja dan memakan roti itu di kantor dan dia mengakhiri dengan berkata bagaimana dia bisa pulang dengan keadaan seperti itu." "Kalau aku kembali ke London lagi. di mana kisi-kisi itu?" "Sungguh. aku sudah membaca laporan dati pemeriksaan yang ditangguhkan di Crowdean itu." saya berjanji. Aku betul-betu| terganggu. Aku tidak menemukan orangnya sendiri.

Roger Byron. Betapa banyak jumlah istri yang kumiiiki di sini! Aku mulai berpikir hanya wanita yang bijaksana saja yang mengenali suaminya sendiri. sekitar setengah jam. seorang laki-lakilah yang membeli mereka." t "Aku tahu. "Yah." kata Hardcastle "Kami telah mengenali mayat itu. mungkin malah masih." kata saya berang. Mereka lebih senang kehilangan uang mereka. "Keadaan berubah akhirnva. Kau tahu bagaimana pasar itu di hari Sabtu. Aku sudah mulai putus asa. pikir penjaga toko—tetapi kupikir itu hanya tebakan saja. Dia tidak dapat mengingat wajahnya. misalnya. Bukan hal yang serius — hanya menipu-nipu—hal-hal seperti itu." "Seorang wanita yang dihina yang tidak pernah lupa?" usul saya.Saya meloloskan diri sebelum dia dapat mene-ruskan ceritanya." kata saya memutar pikiran saya kembali. Ada wanita yang mempunyai day a ingat yang kuat. Rival mungkin mengetahui sedikit lebih banyak tentang suaminya daripada yang dia ceritakan. Tidak ada keragu-raguan.—siapa tadi? —Merlina Rival? Aneh benar namanya! Itu pasti bukan namanya sendiri." "Dapat dipercaya?" "Lumayan." Hardcastle mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu depan. Colin? Kamukah itu? Jadi kau sudah bebas dari perasaan haru-birumu. Kabar burung yang tersebar adalah dia sudah mati—tetapi beberapa orang mengatakan dia telah pergi ke luar negeri—" "Bagaimanapun juga. NARASI COLIN LAMB . Lawrence Dalton. Orang itu betul-betul sangat pandai dengan pekerjaannya—men gumpul-kan uang dari sana sini —selalu pola yang sama-— tetapi sangat sukar ditangkap. "Masuklah. kukira Mrs. Dia malu untuk dipotret—menghindafi keinginan teman-teman wanitanya untuk memotretnya." 'Tentu. Istrinya berkata. Kadang-kadang melakukan pekerjaan 'me-nerima tamu*. Cukup menyenangkan. kau tidak dapat masuk ke dalam. wanita yang gampang diajak berkencan. tidak ada kabar burung tentang dirinya sampai dia ditemukan mati." "Nama aslinya adalah Flossie Gapp. mereka tidak pernah dapat membuktikannya. Itu asalnya jam emas dan porselen Dresden itu." "Berapa lama kau ada di sini. Saya tahu betul apa maksudnya dengan perka-taan itu. di karpet ruang duduk Miss Pebmarsh?" kata saya. yang tidak mudah melupa-kan—" "Dan jika wanita seperti itu buta—pendeiitaan datang menimpa di atas penderitaan lainnya—" "Itu hanya dugaan. Portobello Market selalu penuh dengan turis-turis Amerika. Saya bangkit dari kcmuraman untuk menyambutnya. Lainnya itu adalah ciptaannya sendiri. tidak akan bercerita. "Tepat. begitulah. Dan meskipun-otang-orang Yard berpikir bahwa Harry Castleton. "Seorang detektif inspektur polisi sudah pasti akan kehi-langan muka jika tumahnya dimasuki perampok dengan sangat mudah. Aku membaca di arsip koran—sia-pakah Harry Castleton itu?" "Seorang laki-laki yang tampaknya sangat ter-hormat dan mencari nafkah dengan menikahi atau semata-mata bertunangan dengan wanitawanita kaya-raya yang gampang dirayu." "Hal itu tentunya membuka kemungkinan-kemungkinan." "Apakah dia pernah diadili?" Belum—kami telah menyelidikinya. memiliki beberapa teman yang tidak jelas. "dan jangan ngomong yang tidak-tidak." kata Hardcastle. Kupikir dia berkata sebenarnya. Jam perak itu berasal dari seorang perajin perak di Bournemouth. tidak begitu cepat. "Katakan kapan. Kami melacak dari mana asalnya mereka—Portobello Market." saya menjelaskan. Tidak ada penggantinya sampai saat ini." • "Aku bisa mengatakan bahwa dia adalah wanita yang baik yang bersedia menolong teman-te-mannya. Saya tidak berminat mende-ngarkan kuliah tentang hal-hal yang telah silam mengenai seni fiksi-fiksi kriminal." alu mengapa kau tidak masuk?" "Aku tidak ingin merendahkan derajatmu dengan cara apa pun." "Kelihatannya dia bukan laki-laki seperti itu." "Apa pekerjaannya? Pelacur?" "Bukan seorang profesional. ketika dia pulang sore itu." "Apakah dia sendiri pernah terlibat dalam kegiatan kriminal?" "Tidak untuk dicatat. dan kami menikmati minuman itu. duduk di depan pintu rumahku?" "Oli. Dan sangat tidak membantu1." "Bagaimana dengan jam-jam itu?" "Tidak berarti apa-apa baginya." "Aku bisa saja masuk dengan sangat gampang sekali. Sekitar waktu itu dia kelihatannya menghilang. Semua ini berlangsung cukup lama dulu—lima belas sampai dua puluh tahun. dengan alasan bahwa ada sebuah janji yang mendesak." "Bagaimana rupa istrinya—Mrs. dan mulai menyediakan minuman penyegar. di depan rumah Hardcastle." "Itu adalah suatu berkat. Roger Byron adalah orang yang sama. Raymond Blair. Menggambarkan dirinya sebagai bekas aktris. Pengenalannya cukup positif. tetapi tidak mudah untuk mendapatkan keterangan. kau tahu. "Itu adalah senjata utamanya. Kaum wanita. terkesan pada pengetahuannya yang hebat tentang keuang-* an dan sebentar kemudian dia menghilang secara diam-diam. itu lebih cocok." "Apa yang dulu disebut." katanya. "Halo." "Maaf. dengan hati-hati. Kau tahu. Seorang wanita jangkung rrienginginkan-nya sebagai hadiah untuk putrinya yang masih kecil! Hal yang diingatnya tentang wanita itu hanyalah topinya yang hijau." "Ya." Saya mengatakannya. Dibeli oleh seorang nyonya Amerika. Kupikir mungkin dia pernah. akan menghilang dari Southend. Saya sedang duduk di tangga. bukan?" "Jika kau menyebutnya merah. Lebih cocok untuk cara hidupnya." Dia memimpin jalan menuju ruang duduk. "Kau tidak tahu latihan kami." "Dan jam yang keempat? Jam yang hilang itu?" 'Tidak ada komentar. Mereka mem-percayakan tabungan mereka padanya. Dia cukup sering mengubah namanya. dan seseorang bernama Lawrence Dalton akan memu-lai operasinya di Newcastle di Tyne.

Dan aku sudah kembali. mempunyai janji pada pukul dua belas." "Tentu saja aku takut. Aku ingin kau percaya padaku. Ini karena dia pikir aku tertarik padamu. Dia pikir. Kau tidak berpura-pura. aku memang tertarik padamu. "Siapa yang kautakuti?" "Temanmu itu—inspektur itu. sehingga membuat matanya lebih berwarna ungu. berpura-pura sebagai Miss Pebmarsh." kata Sheila." kata saya meyakinkan.. Hanya karena kau berada di tempat itu pada hari itu. Sheila?" "Apa maksudmu—apakah aku baik-baik saja?" Matanya dikelilingi oleh lingkaran hitam d bagian bawah. Colin. Kecuali. "Aku tidak tahu kalau pekerjaanmu ada hubungannya dengan kepolisian." Buttercup Cafe mencoba untuk tampil sesuai dengan namanya. Sheila dapat segera datang. bantalan-bantalan kursi plastik dan cangkir-cangkir dan tatakan-tatakan-nya." "Oh. tetapi hanya itulah penilaian yang pantas untuknya. Boleh dikatakan profesi kami sebenarnya sama. tidak. harganya murah. dan juga Edna. Apa bedanya buat mereka jika kita menghabiskan waktumu yang berharga dan malial itu di Buttercup Cafe di s^berang jalan ini daripada mendiktekan surat1 surat yang membosankan yang dimulai dengan 'Kepada yang terhormat. Ayo-lah. dan kemudian kau ketakutan dan sekali kau berbohong mengenainya. "Apakah kau baik-baik saja. jika Dick tidak menceritakan padaku halhal yang diketahuinya tentang dirimu. Sudah kukatakan padamu. Dia pikir Edna mengenali suaraku di telepon." kata saya. "Kaukab itu yang menelepon?" "Ya " "Tapi kau tidak boleh berbuat begitu. Dia pikir itu adalah kisah buatan saja. kami saling berpandang-an. Kopinya berwarna pucat. Aku tidak pernah menelepon. Waktu itu masih cukup pagi. tetapi ada sesuatu yang tidak kauceritakan padaku. "Dia selalu pergi ke mana-mana dan sepertinya mencurigai setiap orang." "Mengapa?" "Kau tahu mengapa." "Apakah hanya karena menemukan mayat itu yang membuatmu takut? Atau karena hal vang lain?" "Hal lain apa?" Saya memberanikan diri.. itu hanya kebiasaannya saja. Aku ini untukmu. tanpa maksud jahat. "Apakah kau mendapat kesulitan?" "Ya—tidak—aku tidak tahu." kata sava. tentu saja." Dia kelihatan malu. maka pasti ada alasan khusus. yang bagi saya terasa lama sekali. Saya berkata bahwa saya sudah akan selesai sebelum waktu itu." "Tidak. tidak begitu. tidak\ Berapa kali harus kukatakan padamu?" "Semuanya memang baik. Di sana disediakan daging panggang yang lumayan. Sheila. Saya maju ke depan. semua berwarna kuning. Saya sedang berada di luar pintu putar di larendon. Kau keluar dari rumah itu pada hari itu dengan sangat ketakutan. Seseorang mungkin telah memintamu untuk melakukannya." "Apakah itu suaramu?" tanya sava. tidak ada alasan mengapa dia tidak melakukannya. "Bukan. Jika Hardcastle mempunyai prasangka terhadapmu. "Mengapa tidak? Aku siap membayar Biro Cavendish untuk jasamu. Kau betul-betul takut. tidak ada bukti terhadapmu. sepu< mantel bulu mink mode terakhir. karena saya juga punya janji. sebab seseorang menempatkanmu di sana." "Coba pikir. sehingga di ruangan itu hanya ada kami saja. Bahkan lebih dari itu. bukan biru. sambil perlahan-lahan mengaduk-aduk kopinya." Dia menyela. Aku ngeri. "Mr. Apakah kejadiannya seperti itu?" "Tidak. Nama saya adalah Douglas Weatherby dan saya tinggal di Hotel Clarendon (hotel-hotel vang luar biasa jeleknya selalu mempunyai nama-nama yang keren). Sheila. Saya memesan kopi dan kue untuk dua orang. Yah.Hotel tempat saya menginap adalah sebuah hotel yang kecil dan sempit dekat stasiun. mungkin dia berkata padamu bahwa itu adalah lelucon. yaitu dengan memakai warna kuning secara bertebth-lebihan dan agresif. kau harus menceritakan pada&w yang sebenarnya. Pada pukul sepuluh keesokan harinya saya menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan berkata bahwa saya menginginkan seorang pengetik steno untuk menyalin beberapa surat dan mengetik kembali sebuah perjanjian bisnis. Saya beruntung. "Tidak tepat polisi. apa pun yang telah kaulakukan." . "Dia pikir aku menempatkan diriku di sana." "Jadi kau tidak mempercayai ceritaku sepatah kata pun?" "Ya. dia pikir aku membunuh orang itu. Ketika pelayan wanita itu sudah mencatat pesanan kami dan pergi. Douglas Weatherby siap melayani Anda." Matanya memandang ke bawah. Kau mungkin telah menelepon hari itu." "Gadisku sayang. Kau tidak bisa memainkan peranan itu dengan berpurapura. bagaimanapun juga. "Aku takut padanya. kau harus terus berbohong. Dia. Dia pikir Edna dengan suatu cara mengetahui hal itu. Sheila. "Apakah kau mengharapkan dia menceritakan segalanya padamu?" 'Tah. Apakah Miss Sheila Webb bisa datang? Menurut teman saya dia sangat efisien. tentu saja bukan. Dia berpikir bahwa aku terlibat dalam kasus itu sejak awal mula." dia berkata sesudah berhenti paling sedikit selama satu menit." Pelayan wanita itu mengantarkan pesanan kami. Kupikir kau sudah pergi?" "Memang.' dan seterusnya. mari kita pergi dan minum kopi yang enak dalam suasana yang damal.. sesuatu yang tidak diceritakannya padaku tentang—" Dia menyela lagi. Tidak ada gunanya mengatakan itu untuk menghiburku. "Apa pun yang kauceritakan pada orang lain. Tetapi yang kutuju adalah. Meja-meja berlapis formika. "Mengapa kau ambil jam dengan tulisan Rosemary di atasnva itu?" "Apa maksudmu? Mengapa aku harus mengambilnya?" "Aku bertanva padamu mengapa kaulakukan hal itu. kerika Sheila muncul.. Sebuah cabang yang betul-betul berbeda.

Dia telah membawanya ke tukang jam tidak jauh dari Biro. Tetapi dia meninggalkannya entah di mana—di bis. Dan kemudian aku— menemukan mayat itu." "Kau tidak mungkin melakukan hal yang lebih konyol dari itu. sekali-dua. Kelemahan saya berbeda dari kelemahan Sheila. Itu namaku." Saya memandangnya. mungkin—ayahku. dan orang mati itu. Akhirnya jam itu merepotkan. takut." "Hanya itu. Sheila adalah pembohong dan mungkin akan selalu menjadi pembohong. bukan?" Dia diam sejenak. atau di toko tempat dia makan sandwich di saat makan siang." 'Tetapi mengapa kaulakukan itu?" "Sebab nama itu—Rosemary." "Jadi kau menduga-duga sendiri. bukan? Kenyataan bahwa kau memiliki nama yang sama dengan nama yang tertulis di atas jam itu?" Dia mendengar ketidakpercavaanku. Sheila adalah gadisku —gadis yang kuinginkan—dan ingin kumiliki. Dia bilang dia tidak menelepon memanggilku—lantas siapa yang melakukannya—siapa yang membuatku berada di sana dan meletakkan jam£« di sana? Aku—aku berkata bahwa aku ketinggalan sarung tanganku dan—dan memasukkan jam itu dalam tasku. entah bagaimana. "Aku tidak memperhatikannya pada mulanya. Itu yang kaulakukan. Tetapi yang penting adalah. aku begitu bingung. sesudah inspektur itu menanyai aku pada hari itu. Orang tidak akan mengatakan bahwa orang tua kita meninggal dan tidak dapat atau tidak mau mengatakan apa-apa tentang orang tua kita. dan namaku — . Jika ayahku adalah seorang penjahat—" ''Apa yang kauketahui tentang avah dan mu?" "Orang tuaku meninggal dalam sebuah kecela kaan ketika aku masih bayi. "Bagaimana kau tahu?" "Ceritakan padaku. Rosemary Shei." katanya dengan suara yang nyaris seperti berbisik." "Namamu adalah Rosemary. pikir Sheila. Sava memutuskan untuk menverang. sebab jam itu toh sudah tua dan selalu macet dan memang sudah sepantasnya diganti dengan yang baru Dan kemudian. Aku mengambil jam itu dan memasukkannya dalam tasku dan aku keluar lagi. Atau ada orang yang ingin membuat agar segala sesuatunya kelihatan seperti aku yang membunuhnya? Oh. "Baiklah. 'Tidak ketika aku memasuki ruang itu. Itu berani kenangan» bukan?" "Yang mungkin saja mempunyai arti yang menyenangkan. "Itu kepunyaanmu?" Dia menahan napas. Tetapi tidak ada gunanya mempunyai ilusi-ilusi tentang dirinva. memain-mainkan kuenya di atas piring. "Aku takut waktu itu. Hari itu hari yang cerah di bulan September. kau kembali ke ruang itu dan kau mengambil jam itu." gadis itu berkata. Aku melakukannya. bisa saja. bukan?" kata saya. semuanya seolah-olah ditujukan padafcw. kecuali kalau alasan yang sebenarnya adalah sesuatu—sesuatu yang mereka pikir buruk sekali bagi kita." 'Tetapi seseorang sedang berusaha melibatkan-ku. bahwa aku tidak tahu. seorang pembunuh. bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Kukira aku—aku konyol sekali."Aku tidak pernah melakukannya. aku mulai berpikir. bukan Sheila?" "Dua-duanva adalah namaku." 'Teruskan. "Itu jamm«. Jika saya menginginkan Sheila. Itu pasti dikirim oleh orang yang mengetahui bahwa aku telah mengambil jam itu. Jadi aku tahu. Kadang-kadang. kau tidak punya otak sama sekali. ketika aku bertanya. Dan—dan aku meloncat ke luar." "Kau kembali ke ruangan itu sebab kau meninggalkan sarung tanganmu.. tetapi saya punya. saya harus menerimanya sebagaimana dia sebenarnya—sanggup menerima kelemahan-kelemahannya." saya berkata padanya. tetapi dia masih bertahan. Aku tidak tahu apa yang ada di belakang semua ini. Kau tidak memakai sarung tangan apa pun hari itu. Tetapi dia tidak pernah membicarakan mereka." "Jadi kupikir mungkin ayahku adalah seorang penjahat—bahkan mungkin. Sheila. Kau mungkin adalah seorang anak haram. Mengapa aku dinamai Rosemary? Itu bukan nama keluarga. Itu adalah apa yan diceritakan oleh bibiku. Itu sangat bodoh. "Ya. tetapi aku tidak merasa begitu. Dia tidak begitu memikirkannya. Mereka lebih baik mengatakan vang sebenarma. Hal itu tidak begitu berarti apa-apa pada zaman sekarang ini. Sampai ketika dia berumur enam tahun dia selalu dipanggil dengan nama Rosemary—tetapi dia membencinya dan mendesak agar dipanggil Sheila. 19?" Kira-kira seminggu." "Aku juga berpikir begitu. Membuatku ke sana. Dia telah memiliki jam itu hampir seumur hidupnya. Dan kartu pos itu sendiri —bergambar Si Tua Bailey. Kelihatannya. "Baiklah. Kartu pos itu." Ceritanya mengalir keluar dengan kata-kata yang tidak keruan. Aku seolah-olah lumpuh. Itu adalah caranya berjuang untuk hidup—penyangkalan yang mudah dan cepat. Aku tidak pernah melihatmu memakai sarung tangan. Kita semua punya kelemahan. katamu.i la. Jangan bohong padaku tentang hal ini. Itu adalah senjata anak-anak—dan dia mungkin tidak pernah berhenti menggunakannya. "Berapa lama kejadian itu sebelum pembunuhan di Wilbraham Crescent No. Orang-orang kadang-kadang memang mencoba menyembunyikan kenvataan itu dari anak-anak. dan dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya? Dan kemudian seseorang datang dan membunuhnya. "Dalam beberapa hal." kata saya. dan yang selalu dicerita kannya padaku. Pergi jauh dari sana—itu yang kuinginkan/* Saya mengangguk. Bagaimanapun juga. Aku berdiri tegak setelah menyentuhnya dan aku berdiri di sana menatapnya dan jamku memandangku dari atas meja di samping perapian—jam^w—dan ada darah di tanganku—dan kemudian dia masuk dan aku lupa segalanya sebab dia akan menginjaknya. Mengapa ada orang yang menginginkan aku ada di sana? Melibatkanku dengan seorang laki-laki aneh yang sudah mati? Atau apakah orang mati itu yang ingin menemuiku di sana? Apakah dia. Baiklah kalau begitu.. Padahal mungkin sederhana saja. dia tidak pernah mengatakan padaku sedikit pun tentang mereka. Atau mungkin ibuku. dia menceritakan padaku tentang mereka yang tidak sama dengan ceritanya dulu. kau tahu. Itu adalah satu-satunva cara. mungkin. "Dan kemudian?" "Aku mulai berpikir.

memandang saya dengan ekspresi wajah sedang memikirkan sesuatu. Saya menemukannya sedang mengerutkan dahinya. "Aku pergi lagi sore ini. Dengan hormat. Itu adalah sebuah kisah yang fantastik. tidak pernah suka tinta ungu. saya masuk ke dalam." Dia mengulurkan surat yang sedang dipegangnya itu pada saya. Hormat saya. Terkena pisau cukur ketika anjing kami mener-jangnya." kata saya. "Tulisannya bagus. saya menyeberangi jalan menuju Clarendon. Semuanya membuatku panik dan melakukan sesuatu yang konyol. dan kita akan hidup bahagia untuk selama-lamanya. Rute saya membawa saya melewati kantor polisi dan „setelah ragu-ragu sejenak. "Aku membuangnya di tong sampah tetangga sebelah. Dick. "Apakah kau punya musuh pribadi? Pemuda-pemuda yang tidak puas." Jadi begitulah. "Kembali ke London." "Apakah mungkin karena sesuatu yang didengarnya dan dia membuat kesalahan tentang hal itu?" 'Tidak ada apa-apa. Saya bertanya padanya tentang apa yang sedang dicemaskannya." "Apakah dia tidak melihatnya ketika mayat itu ditunjukkan padanya?" Hardcastle menggelengkan kepala." kata saya segera. "Maukah kau menerima sebuah nasihat dariku?" "Tidak. Dia tidak mungkin bisa. Apakah mayat itu punya bekas luka?" "Dia memang punya bekas luka. Kalau dipikir-pikir." "Aku meragukannya.Rosemary—pada jamku sendiri yang seharusnya tidak ada di sana. memandangi sepucuk sufat di tangannya. "Jasa Pelayanan Pi ibadi Colin Lamb sedang melaksanakan tugasnya. Dick. "Bacalah. Pada tempat yang disebutkannya. saya tetap tidak percaya bahwa Sheila telah bercerita sejujur-jujurnya. Sebuah bukti yang menyenangkan. "Jangan cemas. "Tertutup oleh telinga." "Tidak seorang pun dapat menentukan apa yang terbaik bagi orang lain. Sebenarnya dia memiliki sebuah bekas luka di belakang telinga kirinya. membayar rekeningnya dan berdiri. tetapi Keingintahuan Pribadi si Colin Lamb menarik saya." kata saya." kata saya menuduh. tidak dapat menahan diri lagi." "Kukatakan sesuatu padamu. Merlina Rival. kendati saya tahu bahwa lebih baik untuk mengakhiri pertemuan kami dengan kata-kata yang romantis. (Tentunya itu adalah kata-kata yang paling tolol dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya). "Apa yang sebenarnya telah kaulakukan dengan jam itu? Menyembunyikannya dalam lacimu?" Dia diam sejenak sebelum berkata. "Kau harus pergi—menjauhkan diri —jika kau tahu apa yang terbaik untukmu. Tidak ada!" Saya memikirkannya." kata saya. Itu adalah cara yang sederhana dan mungkin efektif. Saya menanyakan Hardcastle daff ternyata dia ada. Tetapi saya salah. gadis-gadis yang cemburu. NARASI COLIN LAMB Ketika Sheila sudah pergi. Apa artinya angka-angka itu? Mengapa menulisnya di atas kartu pos dengan kata: INGAT kecuali kalau kata dan angka itu mempunyai arti tertentu bagi orang kepada siapa kartu itu ditujukan? Saya menarik napas.." Saya cukup terkesan. Kau akan baik-baik saja. Orang memang tidak peduli kalau mereka mau menasihati Anda. 413. Kau harus menarik telinganya ke depan sebelum kau dapat melihatnya. "meskipun alu. Omong-omong. Mungkin saya yang terlalu rendah menilai Sheila. Paling tidak—kupikir begitu. Kemudian saya pergi." "Mengapa?" "Aku seperti pendeta Zaman Victoria yang kuno. Bahkan sekarang saya tetap tidak yakin dengan urusan jam itu. Dia tidak mungkin berpikir bahwa aku terlibat dalam pembunuhan itu. "Tentu saja tidak. Saya tidak dapat tidak memikirkannya. Dia tidak peduli." kata saya.. Apa yang menyusahkanmu?" . "Bagaimana dengan Edna? Apakah kau tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ada dalam pikirannya tentang dirimu? Mengapa dia datang ke rumahmu untuk berbicara denganmu kalau dia bisa menemuimu tiap hari di kantor?" "Aku tidak tahu. kataku. seseorang yang mungkin agak terganggu jiwanya yang ingin membalas dendam padamu?" Kedengarannya sangat mevakinkan sekali waktu saya mengatakannya. aku akan mengundurkan diri. dan luka ku harui dijahit. Bila aku sudah selesai dengan tugasku yang sekarang." Saya tidak yakin apa maksud kata-katanya itu.** "Kalau begitu cocok. Anda bertanya pada saya apakah suami saya mempunyai tanda-tanda tertentu dan say* berkata bahwa dia tidak punya." Dia mendongak. ternyata Sheila pintar juga. Clarendon adalah hotel yang menyukai Anda untuk check out sebelum jam dua belas siang. Aku juga punya Keraguan/' "Berilah waktu pada dirimu sendiri. Luka itu begitu kecil dan tidak penting sehingga saya tidak pernah memikirkannya waktu itu. seperti katamu. "Kau terlalu banyak mengetik cerita-cerita seram dan misterius." Saya menggeleng-gelengkan kepala memandangnya. Saya baru memikirkan sesuatu. menyiapkan tas dan menitipkannya pada pengangkat barang di hotel. Bahkan sekarang.

" "Saya mengerti. Saya tidak bisa. Saya kira mungkin juga. Aku harus mengadakan sebuah penyambutan yang hangat. Apa yang harus dilakukan. Dia menginginkan saya membawa anak-anak. dia telah pergi ke balik Tirai Besi. Ramsay. "Bolehkah saya berbicara dengan Anda sebentar? Saya pernah kemari. "Saya pikir Anda adalah Sersan—Lamb. "Ya. "Saya kira Anda ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada sava. Mungkin simpati sava yang tulus dalam suara saya menyentuh perasaannya." Waktu menunjukkan pukul dua belas seperempat ketika aya menekan bel di Wilbrabam Crescent No. "Oh. Mr. Anda harus berusaha mengorek-ngorek apa yang tersembunyi di balik kulit seseorang." "Dan hanya itu saja saya kira. Mereka adalah orang Inggris. atau siapa pun Anda sebenarnya. kemudian dia berkata dengan suara pelan. terlibat dengan kepolisian." "Anda tidak tertarik dengan pandangan politiknya?" 'Dulu ya." Dia berhenti sebentar. Anda menyelidiki secaia mendalam hal-hal seperti itu. Ramsav sambil berdiri. Saya cukup mencintainya sehingga saya mau menemaninya ke Moskow. hal-hal seperti itu. Hal itu memang membuat saya terpukul.. membuat sebuah isyarat kasar untuk menunjukkan sebuah kursi dan dia duduk di depan saya. Maksud saya bukannya saya tidak mau. Saya tidak ingin tahu. Saya kira. pasti ada hubungannya dengan seorang wanita pada akhirnya. ya." "Dia telah pergi agak lama. yang sebelumnya tidak saya perhatikan." "Apakah dia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu?" "Saya kira begitu.. tidak peduli apakah saya setuju dengan pandangan politiknya atau tidak. Orang tidak akan menolak seorang polisi untuk masuk ke rumahnya." Dia meneruskan. tajam. Mrs. tanpa nada.." "Anda mungkin bisa memberi kami informasi yang sangat berguna bagi kami. itu betul." katanya. bukan?" "Betul. tentang pembunuhan terakhir ini? Gadis yang terbunuh di bilik telepon umum. Apakah saya akan melihat Michael lagi atau tidak. "Tenang sekali di sini hari ini—saya kira anak-anak Anda telah kembali ke sekolah?" "Ya. Saya ingin mereka dibesarkan sebagai anak-anak Inggris biasa. tetapi saya tahu satu hal dengan pasti. Sebuah kerutan kecil nampak di antara alisnya. tetapi tingkah-kkunya sekarang menjadi lesu.. Saya mencintai suami saya. di negeri mereka sendiri.. dan langsung. "Anda datang—Anda bersama inspektur polisi itu. "Kita lebih baik saling berterus-terang. Bolehkah saya masuk?" "Jika Anda mau. Tiba-tiba ada sifat tegas dalam tingkah lakunya.. Dia tersenyum kecil. saya tidak tahu. bukan. 62. Saya ingin anak saya dibesarkan di sini. kira-kira sepuluh liari yang lalu. "Mungkin. Saya tidak betul-betu. Mengapa?** "Aku menyebut-nyebutnya pada kepala polisi yang berkata bahwa dia mengingatnya dengan baik—kasus pembunuhan Pandu Putri. saya tidak begitu terkejut. boleh saja. kemudian berkata. dia tidak pernah menceritakan apa-apa dengan jelas pada saya. Mereka akan menganggap Anda jahat bila Anda menolak. bila dia memutuskan untuk datang kemari. ke mana harus pergi." kata saya lembut. Saya percaya. tetapi saya bekerja pada departemen yang betul-betul berbeda. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dengan mereka. bukan? Menelusuri masa lalu. Serigala berbulu Domba (Lamb). Dia tidak pernah bercerita pada saya atau membicarakan hal itu dengan saya.. dalam pekerjaan Anda. bukan?" "Nama saya memang Lamb." Dia mengangkat matanya untuk mengamat-amati saya dengan lebih saksama. 'Tidak." "Bukan. Tetapi Anda pasti sudah mengetahuinya. mengetahui apa yang mereka rasakan dan pikirkan. tetapi saya sudah melewati saatsaat terburuknya." Tiba-tiba Mrs." Kelesuan hilang dari tingkah laku Mrs. Mrs. "Dia ingin saya menemaninya di sana. "Saya turut sedih." kata Mrs." "Dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak cukup bersimpati pada tujuan suami Anda?" "Tidak. saya tidak mengatakannya begitu! Pandangan saya semata-mata bersifat pribadi. Atau Mr. "Itu pasti merupakan sebuah pilihan yang berat. Sesudah dia menceritakan semuanya pada saya." kata saya. "Ada apa?" katanya. "ada apa kalau begitu?" "Suami Anda masih di luar negeri?" "Ya. Anda mungkin tidak ingat." Dia memandang saya dengan sedikit terkejut. mentari tahu siapa yang menjadi teman dalam perjalanan. apakah tetap tinggal di sini . "Mungkin Anda juga merasakannya. Saya tidak pernah lebih daripada seorang simpatisan sayap kiri yang moderat. kecuali kalau dia betul-betul fanatik. bukan. bukan?" Dia diam sejenak. dan kemudian pergi ke Moskow. Ramsay membukakan pintu." "Apakah Anda tahu ke mana dia pergi?" "Kurang lebih. Saya tidak mau membawa anak-anak! Hanya itu masalahnya. Saya harus membuat rencana-rencana sekarang." "Tidak mungkin. Ramsay. Anda tahu. Saya muak dan jemu pada semuanya! Ketika Michael berkata bahwa dia akan meninggalkan negara ini. bukan itu. Ramsay memandang saya dengan lebih bersemangat. Saya berkata." Dia memimpin jalan menuju ruang makan. tetapi saya tidak. Ramsay? Dan pergi agak jauh?" "Apa yang Anda ketahui tentang itu?" "Yah.. Dia hampir-hampir tidak mengangkat matanya untuk memandang saya. Dia menggelengkan kepala. Dia tidak mengatakannya pada saya sampai saat terakhir. siapa yang menjadi anggota partai. Dia harus memilih cara hidupnya sendiri dan saya harus memilih hidup saya sendiri. Memang berbeda rasanya. Ada sedikit kemarahan dalam suaranya. Saya harus memutuskan apa yang ingin saya lakukan. Dia menatap saya dengan cepat. Lamb." kata saya. "Dia itu betul-betul seperti kerang." "Apakah suami Anda terlibat dalam kasus Larkm?" "Saya tidak tahu." Saya memang ikut merasa sedih. saya kira. menghilang. Mrs.Hardcastle berkata dengan muram bahwa kasus itu membuatnya jengkeli Dia bertanya apakah saya akan menemui teman saya si orang Prancis atau Belgia itu di London. Dan kaum wanita dapat menjadi sangat fanatik.

Saya sudah menduga memang tidak ada apa-apa lagi. sambil tersenyum cerah. "Saya mengerti. Seperti kata Poirot. apa vang harus-saya katakan? . "Oh. Tetapi dapatkah saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik? Ketika saya membelok ke Albany Road. Tetapi orang harus membereskan dulu semua-semua yang kurang jelas itu. dengan sekop di tangannya." "Dia tidak pernah melihatnya lagi selama lima belas tahun. dan melemaskan pegangannya. McNaughton. Saya berjumpa dengan Mr. Dia segera mengenali saya. bukan?*' "Yah—" saya mengucapkan kata itu dengan nada yang tidak menyiratkan pendapat. Pirang." Dia menarik napas. Dan sekarang dia sering berkebun karena sudah tidak mengajar lagi di universitas. Bland kelihatannya dalam kondisi yang baik. Mungkin itu pula sebabnya mengapa Mr. saya kira.." Pada saat itu. muncul dari balik sudut rumah. menatap saya. Rival. Saya heran apa saja yang ada di dalamnya. Ternyata di bawah lembaran gelatine terdapat tiga botol wiski. jangan melamar ke Biro Cavendish. "Sudah lama sekali. McNaughton!). bukan?" Saya mengelak dengan berkata bahwa saya datang dari London. "Dia kelihatannya telah menikahi seseorang yang derajatnya jauh sekali di bawahnya. Biar kubawa-kan barang-barangnya—" "Letakkan di dapur saja. McNaughton pada saya—sikunya menusuk saya. saya hampir menubiuk Mrs." "Nah. McNaughton kadang-kadang begitu cerah dan suka omong. Omong-omong. Mungkin saya akan mengambil kursus steno dan mengetik lagi. Saya tidak mendapat apa-apa darinya. Maksud saya Mrs." Saya mendoakan dia agar berhasil dan pergi. Currv (Castleton) — telah dibawa ke No." "Jika Anda mengira saya tahu segala sesuatu tentang hal itu. Membayangiseseorang. "Mengapa tidak?" "Gadis-gadis yang bekerja di sana tampaknya sering mengalami hal-hal yang tidak menguntungkan. Apakah saya harus mengunjungi Miss Pebmarsh? Menekan bel dan berkata—yah. McNaughton mengundurkan diri dari jabatannya. 19Bagaimana caranya? Seseorang pasti telah melihat sesuatu! — Siapa? idem — Apa? Saya membelok ke kiri lagi. Anda bukan orang sekitar sini. Saya mengerti mengapa Mrs. Tidak boleh cerita sembarang-an di luar sekolah." Kelihatannya tidak ada pintu yang dikunci di Wilbraham Crescent. McNaughton. gombal! Saya menjadi ingin tahu. Saya tidak tahu apa-apa. dan mengapa kakinya kadang-kadang sedikit goyah. harus ada lebih banvak yang dapat diperoleh dari para tetangga. saya membuat daftar pertanyaan di luar kepala. Tas belanja itu sangat berat. "Itu harapan saya. Ketika saya keluar melalui pintu. "Saya tidak mengajak istri saya. begitu." bisik Mrs. Keripik jagung. Sekarang saya berjalan di sepanjang Wilbraham Crescent persis seperti ketika saya berjalan pada tanggai 9 September. Saya meletakkan tas itu di meja dapur. "Siapa yang—saya baru saja pulang dari luar negeri. "Jadi Yard menaruh minat. Tidak. Saya juga!" dia mengedipkan matanya pada saya. kemudian dia mencondongkan kepalanya ke depan. Berkilo-kilo kentang? "Jangan mengebel. "Hanya keripik jagung dan telur serta semangka.atau pergi ke tempat lain." saya menjelaskan." kata saya dan mengambil tasnya. "Dan bagaimana kalian menghadapi hal-hal itu?" dia bertanya dengan cerewet. mengedip kembali. Ukurannya lumayan hot" "Perjalanan bisnis?" kata saya. Memang sulit untuk mengetahui apa yang hai us kita lakukan dengan diri kita sendiri. Dia mulanya tidak mau membiarkan saya membawanya.telah dibius-Kapan? idem — telah dibunuh-Di mana? Mr. Saya tidak puas dengan diri saya sendiri. "Angus dan saya telah menikah selama dua puluh tahun. Sayang." saya menjelaskan. "Mari saya bantu. maafkan saya. Pagi itu boleh dikatakan "pagi para tetangga". Pergi bersama seorang gadis yang menyenangkan." katanya pada suaminya." katanya." Dia menyikut saya dengan sikunya (hampir seperti Mrs. Dia sedang membawa sebuah tas belanja dan kelihatannya kakinya sangat goyah. Seperti ini kira-kira: Mr. Saya akan mencari pekerjaan." Saya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Curry (Casdeton) . Saya pergi ke pemeriksaan itu.. Terdengar bunyi berdenting. Kami berdua tertawa seperti layaknya pria yang menguasai dunia." katanya. "Saya juga." kata saya. bukan?" Saya berkata bahwa saya ada di luar negeri waktu itu." Saya membawakan tasnya sampai ke pintu depan rumahnya dan dia berjalan di sebelah saya. kau sudah pulang. Anda salah. "Oh. hanya perjalanan sehari ke Boulogne. Saya harus mengatakan bahwa dia tidak begitu sedih dengan kematian suaminva. Mr. Anda tidak hadir pada pemeriksaan itu. Dia berjalan menuju No. "Anda adalah anak muda dari kepolisian. 61 dan saya berjalan menuju Albany Road. sebagai penyegaran. "Saya mulanya tidak mengenali Anda. Mr. Kelihatannya hal itu agak mengejutkan bagi istrinya. "Apa kabar? Bagaimana dengan kejahatan itu? Saya lihat mayat itu sudah bisa dikenali. Wanita yang tampangnya begitu biasa. Memang tidak logis kalau tidak ada seorang pun yang melihat sesuatu! Mungkin Hardcastle telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang salah. "Paris?" saya bertanya. Saya dulu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sekretaris.. "Pintunya tidak dikunci. Bland ketika saya berjalan di sepanjang Crescent menuju Albany Road.

Dia berpaling dari saya dan mulai mengibaskan ekornya. "Tidak ada tetangga. Saya tahu mengapa. Sebuah jendela terbuka dan seseorang memandang melaluinya. sampai dia tiba pada nomor yang dia inginkan? Wilbraham Crescent tidak pernah kelihatan begitu indah. Dia juga kelihatan agung tetapi mungkin sudah bosan hidup. "Jika kucing bisa ngomong. Rumah-rumah itu sendiri mungkin telah diawetkan seperti mumi terhadap tanda-tanda kehidupan yang ada di dalamnya." kata saya." Saya merasakan nyeri yang menusuk di bahu. Mengapa tidak ada tetangga di sana? Mengapa tidak ada deretan rapi rumah-rumah yang menghadap ke arah saya. entah di mana. Sebuah selotip. dua orang wanita dengan tas-tas belanja mereka. dilayani oleh sanak saudara yang setia atau seseorang keluarga jauh yang miskin. Apakah kau duduk di sini hari itu? Apakah kau melihat siapa yang masuk atau keluar dari rumah itu? Apakah kau tahu semua vang terjadi? Mustahil untuk mempercayaimu. "Aku tahu kau bisa bicara seperti diriku. dan kelihatan tidak manusiawi itu? Seperti sarang lebah berpenghuni manusia. saya ingin tahu? Apakah itu bagian dari rencana si pembunuh? Saya akhirnya tiba di No. dua orang anak laki-laki naik sepeda. kita pasti akan memperoleh sesuatu. Perbandingan yang kontras antara ketidakmanusia-wian flat-flat persegi itu membuat saya merasa iba melihat keagungan Victoria yang memudar di Wilbraham Crescent. melewati saya. "Maafkan saya. Apa yang saya inginkan— apa yang diinginkan Hardcastle—adalah seorang wanita tua yang suka gosip. Saya mendongak. Ternyata ada tetangga di sini. yang punya banyak waktu luang. Tetapi batu tidak dapat berbicara. sedang duduk di atas tiang pagar itu. begitu pula dengan bata dan semen. Selalu curiga. saya yakin. Dia memandang saya dengan dingin melalui bahunya dan mulai menjilati dirinya. Hemming mungkin? Tidak begitu penting apa yang hams dikatakan seseorang pada Mrs. juga memperhatikan nomor-nomor itu. dan satu atau dua peralatan kecil yang tidak dikenal oleh sebagian besar orang apa fungsinya. tetapi balikan itu pun sudah langka sekali. memata-matai dan mengintip. Pengamat kecil saya. di bagian tengah gedung itu. Dia melewati saya perlahan-lahan. jam satu siang yang suci. "tidak ada orang jenius yang melihat. agak kumal dan tidak dibicarakan orang. Wilbraham Crescent tetap tinggal diam. Yang selalu berharap untuk menemukan dan melihat sesuatu yang bisa membuat skandal. Tidak ada orang sama sekali di sana. Ada seorang anak di jendela itu. tidak perlu diragukan lagi. Pada saat itu. juga kapur dan lapisan semen. ada hal lain yang mempe-sona di siang bolong di Wilbraham Crescent. Pada satu atau dua lumah saya dapat melihat melalui jendela-jendela yang tak bertirai. Ya. bagaimanapun juga. yang berakal sehat dan senang bisa mendapat pondokan. "Aku tahu kau bisa. melainkan balok-balok beton yang besar. Mata saya menangkap kilatan cahaya. Saya berhenti dan menyapanya. Tetangga. mungkin menunjukkan sesuatu. yang cukup mampu untuk membuka pintu-pintu yang terkunci. Sudah selalu menjadi keyakinan saya bahwa jika kita menunggu cukup lama. dan apa yang dia katakan. mengeluarkan suara meong yang mengalun. saya teringat lagi dengan getir! Tidak perlu diragukan. jam yang dikeramatkan oleh tradisi Inggris sebagai jam untuk makan siang. menyebut nomor-nomor itu dalam hati. Paduka. itu dia muncul lagi. saya memperhatikan dengan cermat posisi jendela yang saya minati itu." saya membuka pembicaraan dengannya. bagaimanapun juga. Saya sedang bersandar pada tiang pagar No. Karena tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya. Hal ini merupakan kemunduran yang serius bagi penyelidikan kriminalitas. seperti dia dalam barisan mobil saja. Saya berdiri di sana. atau—yang mana jauh lebih mungkin—setiap orang yang ada di rumah selalu makan di dapur "modern". Lensanya tidak cukup kuat tetapi memadai. atau memenuhi rumah-rumah sakit yang sebenarnya tempat tidurnya sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit. yang pernah saya lihat sebelumnya. Yang lumpuh dan yang pincang serta yang jompo tidak tinggal di rumah mereka sendiri lagi. menyendiri. Saya memasukkan tangan ke dalam saku. Mereka sekarang duduk mengelompok di rumah-rumah jompo dengan nyaman." saya berkata sedih. menghitung dari jendela itu ke batas pinggir . Sebuah wajah yang sedikit tertutup di baiik sesuatu yang dipegang di depannya. Saya memandang ke seberang jalan. Kuno. sebuah kaleng berisi serbuk kelabu dengan label yang salah dan sebuah insuflator untuk digunakan dengan serbuk itu. Saya terus berjalan. Pus. Apakah Mr. sekarang mengarahkan teropongnya ke arah sopir itu. mungkin juga dia tidak bermaksud menggoda. Saya bingung. yang disewa oleh lebah-lebah pekerja yang keluar terus sepanjang siang dan hanya pulang pada saat malam untuk mandi atau merias wajah mereka dan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan pemuda-pemuda mereka. saya berdiri di sana dan menatapnya. dan kucing oranye yang sama. Saya nyaris saja berteriak dengan gaya Victoria. Tetapi tidak dalam bahasaku." Kucing itu merasa tersinggung. sekelompok orang yang sedang mengelilingi meja makan. Saya dapat melihat kepangan rambutnya yang panjang pada salah satu bahunya. berpikir. Ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan. dikemudikan oleh seorang sopir yang sangat tua. Saya salah." kata saya. yang tidak tahu apa yang mereka cari. Masalahnya wanita tua seperti itu kelihatannya sudah hilang dari peredaran sekarang ini. Meskipun jendelanya ditutupi dengan saksama dengan kawat nilon. Sudah saatnya. barang-barang yang mungkin berguna. kendati sembarangan dan tidak relevan. Saya mengeluarkannya dan memegangnya di depan mata saya. Sesuatu yang tidak kita harapkan dan tidak pernah kita pikirkan. Hemming. menurut kebudayaan tahun enam puluhan. 19. Kilatan cahaya itu muncul lagi. Beberapa peralatan kecil yang kelihatannya tidak berguna. tetangga yang sangat berguna jika dia bisa bicara. Seperti banyak anggota masyarakat lainnya yang dungu. Anda akan terkejut pada kegunaan barang-barang itu. Sebuah Rolls-Royce yang sangat tua muncul dengan agungnya menyusuri jalan itu. Kucing oranye itu membuka mulurnya. Saya mempertimbangkan bahwa itu memang saat yang tepat untuk melakukan suatu pembunuhan. tetapi benar-benar ada dan terjadi. Saya menyimpan berbagai macam barang dalam saku saya. tetapi terlebih dulu saya lepaskan cakarnya yang suka main-main itu dari bahu saya. atau hampir. seperti yang saya lakukan dulu. persediaan tetangga sedang langka di Wilbraham Crescent. 20. saya perhatikan. Apakah pembunuhnya telah memikirkan hai itu. Di antara barang-barang lain saya memiliki sebuah teropong burung ukuran saku. Dia memegang sebuah teropong opera kecil dan dia sedang mengamat-amati saya untuk menggoda. Dia tidak akan mendengarkan. Apakah mungkin kali ini adalah kesempatan saya? Mendongak lagi pada gedung besar persegi itu. "Oh! Seandainya batubatu ini dapat berbicara!" Kelihatannya itu adalah kutipan favorit pada zaman itu. pada orang-orang yang berkeliaran di sana.Mengunjungi Miss Waterhouse? Tetapi apa gerangan yang harus saya katakan pada«y<*? Mrs. Curry dulu juga datang kemari. yang mengalahkan kepopuleran renda-renda Nottingham.

Beaver-bridge." "Maaf?" Kelih atannya dia mengerti maksud saya. menyeberangi gang dan membuka sebuah pintu. Dia menunjukkan jalan. 77. menuju ke gedung itu. Di situ ada jalan setapak yang cukup lebar. Dia lagi sendirian dan bosan dan munculnya seorang tamu akan diterimanya dengan sikap terbuka. ya. dan saya cukup vakin bahwa saya menemukan pintu yang benar. Pada waktu-waktu lain saya kira pasti ada seorang penjaga di sini. "Ya. adalah No. "Jadi kau punya—" Saya melihat ke pintu. "Itu Ingrid. Penunjuk jalan saya berteriak bingung." kata saya. Saya menekan bel dan berdiri menunggu peristiwa berikutnya. "Geraldine Mary Alexandra Brown. "panjang sekali. dan sepasang mata kelabu yang sangat cerdas. Nomor di atasnya. membungkuk ke rerumputan. Orang dewasa akan segera bertanya apa yang saya inginkan." kata saya hangat. Di dalamnya terdapat sebuah pisau pemotong buah dari perak. tanpa berkurang keceriaannya. "Saya dapat menanganinya sendiri." Salah satu keuntungan besar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah bahwa mereka mempunyai logika mereka sendiri. bertuliskan PENJAGA. betul atau salah." Dia berbicara dengan puas dan saya pikir bagi setiap anak yang ibunya sudah meninggal. Ada lift otomatis dan saya masuk ke dalamnya dan menekan tombol ke lantai empat. tetapi pada saat-saat suci antara jam satu dan jam dua. Dia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. Lantai empat.. Kemudian saya mengitari gedung ttu sampai saya tiba di pintu masuk. 'Tepatnya empat belas tiga perempat mil dari sini. Gadis kecil itu kelihatannya biasa-biasa saja. dan memindahkan sesuatu dari tangan saya ke dalam saku. yang mengitari gedung itu. "Menjatuhkan sesuatu—dari jendela. lurus. ya. Saya harus menunggu sebentar. Yah." Saya membuka tangan saya. "Siapa namamu?" Dia segera menjawab dengan tepat. Dia baru di sini. "Saya kira—saya tidak pernah melihat. Dia menjawab dengan ketepatan yang sama dan terinci yang telah ditunjukkannya sebelumnya. tetapi aku tidak suka yang itu. Kalau saya tidak bersikap sebagai seorang yang membosankan dan tidak menarik. tanpa memaksakan pertanyaan konyol seperti itu. dengan sebuah kaki yang sedang digips. "Dia meninggal ketika aku baru be i umur dua bulan. Seorang gadis Skandinavia pirang bertubuh besar dengan wajah tersipu-sipu dan memakai pakaian berwarna cerah. berpura-pura mencari sesuatu dan akhirnya berdiri tegak. Pesawat itu jatuh. Dia menjatuhkan sesuatu dari jendela. maka akan merupakan suatu kebanggaan jika ibunya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan semuanya. Saya berpendapat bahwa lebih baik mengambil tindakan. "Aku mengerti. "Permisi. Anak itu menjawab "Halo" dan memandang saya dengan pandangan menyelidik yang lama. Pulang dari Prancis." kata Geraldine. yang menembus serta nyaris membuat saya gemetar. "Aku Colin Lamb." Dia berian dengan gesit." kau saya simpatik." kata saya. tujuh adalah angka mujur. Aku mengajarinya." "Aduh. ruang depan menjadi kosong. "Halo. dan dikepang dua." Pada saat itu. "Cartinghaven Engineering Works. maafkan saya. saya masak." kata saya. jadi saya melangkahi jalan setapak itu. "Tuan ini. Rambutnya tipis. Saya memasuki ruangan itu. "Saya memungutnya dan membawanya kemari. Dia memiliki dahi vang menonjol. Bagaimanapun juga. Dia tidak mengerti bahasa Inggris. Dia melihatnya menunjukkan bahwa dia tidak mengenali benda itu. ya?" kata saya. dan ada sedikit noda tepung di hidungnya. "Papamu pergi. memandang saya dengan penuh selidik. celakanya. Ada sebuah bel dengan tanda besar di atasnya. Dia datang dari Norwegia. dagu yang tajam. Sebuah kursi telah ditarik ke dekat jendela dan di atasnya duduk seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun. mendongak ke atas kepala seolah-olah kaget." katanya." . Dan Papa tidak suka singkatan.. "Saya tidak ingin mengganggu Anda." kata saya." "Dan ibumu?" "Mama sudah meninggal. tercium bau gosong dari dapur.." Dia tersenyum ramah pada saya. Ternyata di baliknya ada sebuah ruang duduk yang menyenangkan. saya sudah sering latihan dengan keadaan-keadaan seperti itu dulu. Di tepinya l>edeng-bedeng bunga yang rapi ditata pada posisiposisi yang strategis di atas rerumputan." Dia mengangguk. Itu betul. Kemudian saya berjalan sampai saya tiba di pintu masuk flat-flat itu." "Anda sibuk memasak." dia mengangguk kuat-kuat. Siapa nama panggilanmu?" "Geraldine." Di sini saya menggunakan sedikit isyarat. maka dia pasti cukup siap untuk berbincang-bincang. dia bilang kamu—kamu menjatuhkan." kata saya. Kadang-kadang Gerry. sehingga mudah bagi saya untuk menebak apa yang sedang dilakukannya.. tetapi dan dalam gedung ternyata membingungkan. "Maafkan saya—apa Anda bilang?" "Seorang anak di sini—seorang gadis kecil." kata saya. Baru dua minggu. Bahasa Inggrisnya belum begitu baik. Dari luar kelihatannya cukup sederhana untuk mengira-ngira letak sebuah ruangan. Semua penumpangnya mati. menutup pintunya dan mendekati kursi itu." "Ya. Tangannya telah buru-bmu diseka tetapi masih terdapat bekas-bekas tepung." "Anda pergi sajalah. pikir saya.gedung dan dari tanah ke jendela itu. Ini dia. kemudian pintu itu terbuka. "saya kira Anda punya seorang gadis kecil di sini. Sesudah itu saya harus memeriksa setiap hal dengan hati-hati. "Jika Anda membolehkan saya mengembalikannya pada gadis itu. Geraldine cukup terbuka bagi suatu percakapan. "Maaf. tetapi saya tidak membunyikannya.

aku tahu." katanya. "Kau baik-baik saja. tetapi sekarang sudah tidak." kata Geraldine. bukan?" "Ya. "Kupikir tidak begitu banyak yang tidak kaulihat. Dia menunjukkannya pada saya menuliskan kejadian-kejadian di dalamnya." Geraldine menarik napas." "Umm—ya." Dia menambahkan dengan sopan. crayon. tetapi dia berjalan seolah-olah dia bisa melihat. "Ya. sambil menunjuk. "Apa ini?" "Pisau pemotong buah. "Oh. Kau tahu. dengan rasa kaget. kau sedang melihat ke luar jendela dan. Harry. kau lihat ini." kata saya. "kalau dia mencoba sesuatu yang baru. ya. buku-buku. Penjaga gedung memberitahuku. "Ya. bukan?" Geraldine tersenyum senang." "Ceritakan lebih banyak tentang orang-orang yang tinggal di sana itu. Matanya bersinar menunjukkan betapa pentingnya keterangan yang akan diungkapkannya. "Kau tidak perlu cemas. aku suka tart." kata saya.. di sana." "Dia menjadi gugup kalau memasak. ada seorang wanita buta di sana. "Aku jatuh dan kakiku patah. Dia menceritakan banyak hal padaku. Tentu saja aku tidak tahu nama-nama asli mereka." kata saya. Dan kadang-kadang kami makan sangat terlambat karenanya. saya pergi." "Kukira kau pasti tahu tentang semua rumah di sana." "Pembunuhan itu?" kata saya. Harry maksudku. Sangat mengagumkan bagaimana jelasnya Anda dapat melihat Wilbraham Crescent No." "Ini sungguhan." kata saya memuji. Dia betul-betul buta. Saya mengambilnya dari tangannya." "Bukan—aku tahu itu sangat bermutu. Maksudmu kau dapat memotong apel dengannya dan buah-buah lainnya. Geraldine memandangnya." Geraldine kelihatannya sangat meragukan hal itu." "Ya. 19 dan daerah sekitarnya. "Aku punya sepupu bernama Dick dan dia mengamat-amati kereta api. "Bukan untuk bayi dan untuk pura-pura. Tahukah kau? Dia suka makan ikan mentah." Dengan bangga dia memamerkan sebuah teropong opera kecil. dan barang-barang seperti itu." kata Geraldine." "Ya. "Oh." Saya mengatakannya dengan biasa tetapi Geraldine cepat bereaksi. Memang sangat bagus. "kucing oranye. Tetapi Papa membawakanku macam-macam. jadi aku memberi mereka nama karanganku sendiri. "Ini sangat bagus. ya. aku melihatmu. "Boleh kulihat?" kata saya. maksudku. kau mulai dari nomor satu dan melihat sejauh mana yang dapat kaucapai. "Apakah kau datang untuk makan siang ?" "Tidak persis begitu." "Aku baru saja berbicara dengan salah seekor di antaranya. aku benar-benar melibatnya Sungguh menarik/* . "Bukan punyaku. Mulanya agak sakit dan nyeri sedikit." kata sava." "Baiklah. "Orang yang pohon-pohonnya tidak rapi itu. kalau memang dia yang memberikan benda itu. Mengapa kaupikir aku yang melakukannya?" "Yah." kata saya. "Bagus sekali. "Kadang-kadang itu baik juga. Dan boleh dikatakan. Aku senang kau datang. Senang juga kau punya seorang tamu." Dia mengangguk kuat-kuat dan membuat gerakan-gerakan dengan tangannya. Siapa yang tinggal di rumah di sebelahnya—yang rapi itu?" "Oh." kata Geraldine bangga. Geraldine mengangguk." "Aku punya catatan kecil." kata saya. seperti Kucing Bersepatu Bot. tidak membuang-buang uang. Sayangnya tidak banyak mobil yang lewat jalan ini." Saya membukanya." "Itu pasti cukup menyenangkan." katanya." kata Geraldine tegas. dengan begitu aku jadi lupa kalau aku sudah lapar. Meskipun aku tidak mematahkannya dengan cara yang menarik. Ingrid membuka pintu dan muncul sambil terengah-engah. ya?" "Kami baik-baik saja."Dan dia mengajarimu bahasa Norwegia?" 'Tidak banyak. jadi aku menundanya sementara ini. Aku sedang turun dari bis dan bisnya tiba-tiba jalan." Saya menyodorkan pisau pemotong buah dari perak itu. juga waktunya. Memang menyenangkan kalau ada seseorang yang dapat diajak ngobrol. "dan apa yang kaulihat. "Cukup bagus." "Aku?" "Ya." "Sial. "Kedengarannya enak. "Itu adalah Marchioness (gelar bangsawan) dan Carrabas. Saya mengembalikan teropong itu padanya. Dia punya kucing banyak sekali. Dia menceritakan tentang pembunuhan itu. Ingrid. Kami juga mengamat-amati nomor-nomor kendaraan. teka-teki bergambar. Aku tidak menjatuhkannya." kata Geraldine. "Kau menyukainya?" "Ya. tetapi aku bosan mengerjakan apa-apa. Seperti mengamat-amati kereta api. "Kau kembali." kata saya. "Kau pasti sangat cermat. mula-mula curiga dan kemudian mengangguk memujinya. Sebetulnya" aku sedang lewat di bawah sana. Kau tahu. Dia baik. kau masak." Geraldine menjelaskan." ' "Aku melihat ke luar jendela hampir sepanjang hari. Masakannya kadang-kadang agak aneh." kata Geraldine. mengatur teropong itu pada mata dan melihat ke luar jendela. Ayah Geraldine. jadi aku menghabiskan banyak waktu dengan melihat ke luar jendela dengan ini. dan kupikir kau menjatuhkan sesuatu dari jendela." kata Geraldine." "Olahraga yang cukup baik." kata saya. "Ada pembunuhan di rumah itu. Dia sangat baik. Plasticine. "Dia mencoba membuat kue tart hari ini.." "Aku pernah makan ikan mentah di Norwegia." "Pasti membosankan." tambahnya. siapa yang tinggal di dalamnya dan hal-hal lain sepeiti itu. "Kualitas nomor satu.

" "Berapa umurmu. Dia bercerita padaku sesudahnya/* "Apakah dia menceritakan siapa yang dibunuh?" "Dia bilang seorang laki-laki. tidak seorang pun tinggal di sana kecuali Miss Pebmarsh. Tiba-tiba dia menatap saya. jika aku tahu bahwa hal itu akan terjadi. cukup cantik. Tak seorang pun tahu namanya. Yah." kata saya merendah. 'Tolong ceritakan kejadian-kejadian sebelumnya. 'Gadis kecil savang. "Yah. Kukira dia mestinya sudah ada di sana sejak sebelumnya. tidak banyak pada mulanya. Dia adalah penjaga flat-flat di sini. dan kemudian Miss Mata Lembing muncul dari rumahnya—itu yang tinggal di No." Dia membuat gerakan dengan tangannya. tetapi makan tengah hari bisa kapan saja. 71 . Harry berkata padaku bahwa laki-laki yang terbunuh itu bernama Mr. Dan mereka mengangkut mayat itu dengan mobil seperti ambulans. Aku tidak makan malam di malam hari. Dia keluar dari pintu dan menjerit-jerit. Aku dapat melihatnya dari sini. "Apa yang terjadi kemudian? Ini sangat menarik." "Maksudmu dia tinggal di sana?" "Oh. Dan ada pembunuhan kedua." kata Geraldine serius." dia berkata meyakinkan." "Aku pasti punya kembaran. ya. Kupikir itu agak bodoh." "Jadi kau tahu nama aslinya?" "Oh. Ada banyak orang pagi itu yang hanva berdiri di jalan. tidak. maksudmu? Ini adalah makan malamku. Nama yang lucu. aku makan malam pada saat Ingrid selesai memasaknya. Kadang-kadang jam dua belas." Matanya bersinar. jadi aku tidak melihat. sedikit bingung." "Siapa yang menjerit?" "Cuma seorang gadis. 18—dia muncul dan berdiri di tangga sambil melihat-lihat. sebab Papa bisa sangat marah. "Saya datang dengan segera sekarang." kata saya." Suaranya terdengar sedih." 'Teruskan. pemuda itu." kata saya. "Kau tidak makan pada waktu tertentu. "banyak yang bertampang seperti diriku. Bukan pada hari yang sama—sesudahnya—di bilik telepon umum di jalan itu. Ingi id bilang. "orang yang bisa diajak ngobrol dengan enak." "Kau tampaknya sangat pintar ngomong. "Ya. Sebentar kemudian polisi datang. "Jam berapa kau biasanya makan siang. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Ingrid tidak memilih saat itu untuk muncul lagi dengan kue tart yang lezat atau makanan enak lainnya. Hal yang menarik adalah ketika seseorang berlari ke luar dari rumah itu sambil menjerit. liari itu agak sepi. bukan? Aku -belum pernah melihat pembunuhan. "Jam berapa kau makan siang—malam. Dia punya seorang saudara laki-laki yang selalu dirongrongnya. Sepuluh lebih tiga bulan. Dia harus menyiapkan sarapan pagi tepat pada waktunya. Perry datang unnik menjagaku. Curry. "sangat bodoh." "Menepuk-nepuk?" tanya saya. Maksudku aku belum pernah melihat tempat terjadinya suatu pembunuhan. seperti nama makanan. Geraldine berkata. Tentu saja ada banyak orang saat itu. Tentang pembunuhan itu. tentu saja. memandang rumah di seberang itu. aku pasti akan lebih waspada. namanya ada di koran-koran. Suka bilang. "Pemuda itu kelihatannya agak mirip denganmu. Ada seorang pemuda datang dan arah jalan. bukan. pemuda itu kelihatannya mendudukkannya." "Semuanya sangat menarik. Dan tentu saja aku tahu bahwa sesuatu pasti telah terjadi. bagaimanapun juga. Papa pergi ke restoran setiap malam dan mengirim sesuatu dari sana untukku. Tentu saja aku tidak benarbenar melihatnya." kata saya ringan. Dia menjengkelkan. "Sava segera datang. dia pergi ke jalan dan menelepon polisi dari telepon umum di sana. "Dan kemudian terjadi berbagai macam hal. tapi di sore hari." kata saya. di kepala." kata saya." Ingrid muncul sekali lagi. Gadis itu keluar dari gerbang dan mendekap pemuda itu—seperti ini. sebab. sungguh." "Apa yang kau—er—lihat?" "Ya. Suka menepuk-nepuk. Hanya ikati atau sesuatu. Ingrid keluar siang itu. "Banyak sekali polisi. maksudku—pada hari pembunuhan itu terjadi?" "Jam dua belas hari itu. bukan?" "Ya.' " "Yah. Lumayan muda. cuma aku harus mengeluarkan kepalaku dari jendela dan melongok-longok. itu adalah gagasan yang gampang. Geraldine?" "Sepuluh. kau tahu." kata Geraldine. Dia agak lucu dengan urusan waktu. aku selalu memanggilnya Kaisar sebab dia kelihatan begitu agung—berhenti menjilati dirinya dan kelihatan agak kaget. Tentu saja hanya ini yang perlu dimasaknya kecuali makan pagi. Tetapi. Bukan makan malam sungguhan."Ya. tanpa bermaksud menghina. "Itu karena aku harus ngomong banyak dengan Papa." kata saya tertarik.' Dia bukan. "Kami tidak sungguh-sungguh membutuhkannya. maksudku. Geraldine?" "Makan malam." "Yah.. Kau tahu." "Miss Mata Lembing?" "Aku memanggilnya Miss Mata Lembing sebab dia kelihatan begitu biasa. kukira itu benar/' kata Geraldine. Di atas tanah dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu dan si Kaisar— itu si kucing oranye." "Ya." Dia menghilang lagi. Tetapi dia memberiku permen dan lain-lain. Dan gadis yang menjerit itu bernama Sheila Webb. aku tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi. Apakah kau melihat orang itu—orang yang terbunuh itu—apakah kau melihatnya datang ke rumah itu?" "Tidak. kadang-kadang sampai jam dua. Dia pergi ke bioskop atau ke kapsalon dan Mrs. Aku juga melihat Harry di sana. kau tahu. Dia selalu gugup kalau tiba waktu makan. Pemuda itu keluar dari rumah itu lagi —kau yakin dia bukan dirimu?" m"Aku ini orang bertampang biasa-biasa saja. melihatlihat. kau makan kalau makanannya siap.

"Ya. Geraldine?" "Jam 1. bukan?" "Yah."Jadi kau makan malam lebih cepat pada hari terjadinya pembunuhan itu?" "Ya. Dia harus mengatakan padaku dalam bahasa Jerman." Anak itu betul-betul sebuah ensiklopedi. Kupikir mungkin dia masuk. entah bagaimana caranya. Jauh lebih besar dari yang biasanya. "Aku ingin tahu seperti apa tampangnya. Dan kemudian Miss Pebmarsh keluar. Kepiting datang dan kapan dia pergi." kata Geraldine. persis seekor kepiting." Geraldine mengangguk. Kadang-kadang dia membawa sebuah bungkusan yang tidak ada padanya pada saat dia datang." katanya tidak setuju. sebab Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. "Aku mencatatnya. "Aku dapat menceritakan segalanya padamu tentang pagi itu. Aku tahu kapan Mrs. Mrs. Memang agak aneh." kata Geraldine. "Bagaimanapun juga. "Tidak." "Jam berapa waktu itu. "Jadi kau memusatkan diri pada teropong operamu itu.35 tepat. "Tak seorang pun? Tak seorang pun dengan mobil—seorang pedagang— pengunjung?" "Tukang sayur datang pada hari Senin dan Kamis. "kukira sulit bagimu untuk mengingat kejadian di hari tertentu dan membedakannya dengan hari lainnya. Curry datang ke rumah itu?" Geraldine menggelengkan kepalanya. kira-kira jam sepuluh. Dia hendak berkata tetapi tawanya membuatnya tak bisa bilang apa-apa. Dia pergi mengajar anak-anak di sekolah buta. dia sudah keluar lagi. Curry tidak datang dari pintu depan. mengamat-amati orang-orang. tidak. dan menunjukkan catatan itu dengan jari telunjuk yang agak kotor." "Aku ingin tahu apakah mungkin kau telah melihat Mr. No. dia lumayan tua. "tetapi bagiku kelihatannya mustahil." tambahnya." kata Geraldine." "Kau belum menceritakan dengan tepat apa yang terjadi ketika binatu itu datang. Pada hari itu ada binatu baru— Snowflake Laundry." kata Geraldine. kalau kau berbaring di sini dan selalu melihat ke luar." "Memang. Kepiting pergi sekitar jam dua belas. Auf Wiederseben. kukira. Jadi Ingrid tahu dan sangat jengkel denganku dan kami tidak berteman sampai hampir saat minum teh keesokan harinya." Saya mencernakan informasi itu." "Mungkin dia datang dari kebun." Dia menerima tantangan itu. Aku mengajarinya bahasa Inggris dan dia ingin tahu bagaimana mengucapkan 'sampai jumpa lagi*—*««ti/ we meet again1. Biasanya adalah Southern Downs Laundry. sebingga dia tidak mau berbicara denganku. tidak.'* "Jadi apa yang kaukatakan pada Ingrid?" Geraldine mulai tertawa. Kalau begitu aku pasti sudah melihatnya. "Aku menyuruhnya berkata." kata Geraldine. Saya tidak ingin memancing khayalannya. tetapi akhirnya dia bisa berkata juga. "Dalam sebuah keranjang yang besar. membukanya. 'Pergilah ke Neraka'!— 'Get the hell out of herel Jadi dia berkata begitu pada Miss Bulstrode di sebelah dan Miss Bulstrode sangat marah sekali. Kupikir polisi wanita itu konyol. Sekitar lima puluh. "dan tukang susu datang pada jam setengah delapan tiap pagi. tertawa yang nakal. "Apakah binatu itu mengirimkan pakaian atau mengambilnya?" tanya saya. "Mengirimnya. Dia menunjuk buku notes kecil." "Dan tak seorang pun datang ke rumah itu?" kata sava. "Kembang kol dan sayuran yang awet-awet dibeli sendiri oleh Miss Pebmarsh." "Tidak. jadi Ingrid dapat mencuci semuanya dan pergi setelah jam satu. "Apakah mereka punya detektif wanita? Aku suka jadi detektif. Maksudku bukan polisi wanita. 1J5 binatu datang. mungkin dia ke sana pagi-pagi. "Rumah-rumari itu saling membelakangi." tambahnya bangga. kukira tidak. Tak seorang pun datang kecuali tukang binatu. Aku tahu dengan tepat apa vang terjadi hari itu. tidak kalau dia menyembunyikan diri dari Miss Pebmarsh. Dia adalah tukang binatu yang baru. pada waktu malam dan bersembunyi di gudang." "Apakah Miss Pebmarsh menerimanya?" "Tidak. bukan? Dan dia tidak dapat minta sarapan pagi pada Miss Pebmarsh. Sekali-sekali. tentu saja tidak. Orang-orang itu pasti tak suka kalau dia menyelinap lewat kebun mereka. Sebelum makan. Kebanyakan orang memakai jasa Southern Downs. 19. Kadang-kadang diajaknya." kata Geraldine." "Oh. Dia punya seorang anak laki-laki kecil." . Aku tidak melihatnya. sebab Ingrid dan aku bertengkar. Dan mereka juga berkata Griiss Gott." kata saya. "Kau mestinya jadi detektif Scotland Yard." "Dia tidak pergi ke pintu depan dan membunyikan bel. "Jadi itu sebabnya aku tahu Mr. "Kedengarannya sangat biasa. Bercukur bersih dan memakai pakaian berwarna abu-abu tua. Dia berlari ke sana kemari." "Sama sekali tidak sulit." Saya berjuang keras untuk menahan rasa tertarik saya muncul pada suara saya. ya." "Itu adalah si wanita pembersih harian. Kaupikir itu mungkin?" "Kupikir semuanya mungkin. Maksudku melalui bagian belakang rumah." kata saya." "Jadi pagi itu kau melihat ke luar jendela." "Oh." kata saya. Aku tahu sebab aku pernah ke Swiss sekali dan orang-orang di sana mengucapkannya. Kasar kalau kau mengucapkannya dalam bahasa Inggris. aku mengisi teka-teki silang. Aku belum pernah melihat Snowflake Laundry. sekitar jam sepuluh. "dia akan merasa lapar. Mereka pasti baru berdiri. "Tukang binatu baru?" "Ya. Sedikit mentega." Geraldine menggelengkan kepala. tetapi hari itu tidak. bukan?" "Ya. dan keju.

Keadaan yang tidak menyenangkan itu muncul lagi." kata saya. "Sopirnya turun. Aku tidak tahan dengan penipuan. mungkin." kata Mrs. "Apel?" "Pommel Apfell" Dia berusaha memakai kemampuan bei bahasanya sebaik-baiknya. Orang-orang tidak dapat berpikir bahwa mereka bisa seenaknya saja memperlakukan diriku seperti itu." "Kelihatannya bukan milik siapa-siapa. Aku hanya dapat melihat bagian belakang kepalanya dan ketika dia keluar lagi. kau tidak ingin merusakkan topi itu. Akan merusakkan topimu yang bagus itu. Kukira dia merasa sedikit kepanasan setelah mencoba mengangkat keranjang itu. "Oh. "Kupikir kau lebih baik menyimpannya. Dia membayarnya dan mulai menghirup minumannya dari gelas. Rival sedikit gembira. Tidak. tidak." katanya. Geraldine. "Penipuan." kata Mrs. Flo." katanya. "Kita makan malam sekarang. "tetapi aku tidak betul-betul melihatnya dengan jelas sebab dia mengendarai mobilnya ke rumah itu—seperti ini. "Apa kabar." kata Fred menghibur. Dan terus dia masuk melalui pintu gerbang menekuk sedikit keranjang itu. tetapi nadanya sudah lebih riang. Fred menurut. Dia bukan orang asing di losmen itu dan disambut dengan rasa sayang oleh si penjaga bar. Minuman itu membuat Mrs. "Sampai jumpa. "Ini bukan punyaku. aku akan berhenti. "Berbohong —berdusta—yah. Kukira dia tidak bisa masuk. Rival. mengeluarkan keranjang dan berjalan terhuyunghuyung ke samping rumah menuju pintu belakang." katanya." kata Geraldine. Fred. Ingrid." kata Fred. "Hujan akan segera turun." "Tentu saja aku tahu. Dia sedang menggerutu lirih. "Apa itu. Miss Peb-marsh mungkin menguncinya. "Tidak.JTidak ada yang terjadi. aku tidak pernah tahan. bukan?" "Apakah ini akan menjadi sebuah harta karun. menganggukkan kepala dengar.'* kata Geraldine. Sudah minum sedikit. Mrs. itu adalah penipuan. membuka pintu van. Dia biasanya berwatak sabar. Rival melanjutkan gerutuannya. kau tahu maksudku. mereka harus mengatakan padamu mengenainya." 'Tentu saja tidak betul. dia menyapanya dengan tingkah laku yang sedikit melembut. "Seperti aku?" tanya saya. dan suka bergurau." "Seperti apa tampangnya?" "Biasa-biasa saja. Pendusta. itu kataku. Menyimpannya sampai ada orang yang menuntutnya. aduh. jauh lebih tua darimu. "Yah." Saya berdiri. Dan aku tidak akan diam saja. jika aku jadi kamu. "Kupikir mungkin dia telah melihat sesuatu yang menarik. "Dia berhenti di depan nomor 19 meskipun dia berada pada sisi jalan yang salah. atau apa saja?" "Sesuatu seperti itu. Dia mengamat-amati Mrs." kata Fred. jadi mungkin dia meninggalkannya di sana dan kembali. Mengapa kaupikir itu begitu menarik?" "Yah." Suaranya menjadi sedih." kata Geraldine. ketika dia mengetahui air mata Mrs. Sayang?" Mrs. Bagaimana dengan benda ini?" Dia memungut pisau buah itu. Rival dengan mata yang berpengalaman. Tetapi itu tidak penting—pada jalan seperti itu." katanya. Rival. cerah "Syukurlah. "bagaimana permainannya?" 'Tidak betul. Fred. aku tidak mau. siapa yang akan membelamu? Berilah aku lagi. Mereka harus menjelaskan apa artinya dan apa yang mereka kerjakan. "aku sudah kelaparan. Aku akan bilang dan bertindak. kukira. Rival tersenyum kecil. Dia masih tetap menggerutu. dia mengusap-usap wajahnya.. kalau aku boleh tahu? Mau yang biasanya. Saya meninggalkan mereka. itu tidak betul dan jika kau tidak membela dirimu. tapi—" "Ayolah. pikirnya sendiri. "Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan berdiam diri. Pendusta kotor. aku yakin aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. aku tidak tahu." dia menasihati." kata Geraldine. Jika ada satu hal yang tidak dapat kutahan. Dia ingin tahu apa yang telah begitu menjengkelkan wanita tua itu. Dia mendorong sebuah trolley. ramah." kata saya." "Aku akan pulang dan tidur dengan nyaman." "Tentu saja tidak. 'Sama saja." "Aku akan sudah lama pulang. Tetapi dia masih bisa minum sedikit lagi. berterima kasih." Mrs. "Aku harus pergi sekarang." kat& Geraldine. Ada sesuatu yang menjengkelkannya. rival mendorong pintu Peacock's Arms dan berjalan sedikit sempoyongan ke bar." tambahnya dengan suara keras." "Dan kemudian dia pergi lagi?" "Ya." kata Fred. Dia beralih untuk menyambut langganan yang lain. "Aku ingin memilikinya. "tak seorang pun akan menuntutnva. 'Tidak adil. tidak betul." katanya. hujan deras. "Aku selalu suka bunga iris." "Sampai jumpa." kata penjaga bar itu ramah. Aku tahu apa yang kuomong-kan. Fred menyingkir untuk melayani langganan yang lain. Rival nyaris menitik dari bulu mata berhiaskan maskara itu. Tidak. Sayang. bukan?" 73 . "Hal itu sungguh membuatku terpukul. "Kalau orang-orang memintamu untuk melakukan sesuatu. dan aku berkata bahwa itu tidak betul. tidak bisa." "Ambilkan aku apel. Mrs. jika aku jadi kamu. "Aku akan pulang sesudah minum yang segelas itu. Maksudku. Tetapi kupikir. Ketika Fred mendekatinya lagi." kata saya." kata sava jujur. Rival mengangguk setuju. "Oh." Ingtid membuka pintu lebar-lebar." Dia menunjuk ke kanan.

saya kira. Dia menatap tamunya dengan tajam. Mrs. dan sebuah kepala melongok dari balik pintu dan mendongak ke arahnya." kata Fred. sebelah kiri. Inspektur Hardcastle berkata pada dirinya sendiri. sedikit tergesa-gesa." "Kembali. Mrs. "Saya sudah muak dengan Harry." kata Inspektur Hardcastle. "Silakan duduk. "Oh. bukan? Tetapi. baiklah. ketika saya melihat fotonya di koran? Saya datang dan menceritakan pada Anda tentang dirinya. "Apa yang Anda maksudkan dengan satu atau dua hal?" katanya. "Ya." kata Mrs. "Ada seorang gentleman menunggumu di atas. memandang langit. kau bisa menyebutnya gentleman." Mrs. Berpakaian rapi dan lain-lain. Er—wanita di bawah itu kelihatannya mengira bahwa Anda akan segera pulang." kata salah satu langganan." kata Mrs. si Harry itu. saya tidak mengerti—yah—" Inspektur Hardcastle mengambil sebuah kursi. "dan ada satu atau dua hal yang saya pikir ingin saya bicarakan dengan Anda. "Dia tidak banyak berubah. Balap kuda sekarang ini tidak jujur lagi. Rival berhasil menemukan lubang kunci. maksudku bukan itu— apa maksudku?" "Kata-katamu vang penuh perhatian itu. Nada bicaranya lembut dan seperti minta maaf. "hal-hal kecil yang muncul. mungkin akan segera hujan. "Anda rupanya." katanya. Mereka membius kuda-kuda itu." "Selalu sial kalau jadi pengantin di bulan Mei. Di belakang telinga kirinya. Tidak ada yang dapat saya ceritakan lagi. "Ada apa? Coba katakan. Rival telah keluar dari Peacock's Arms."Itu." kata inspektur Hardcastle. pada saat yang sama ketika Hardcasde merasakan timbulnya semangat." "Betul." kata Inspektur Hardcastle. dan eukaliptus." kata orang pertama tadi. "Yah. menurutku." "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu." Dia meletakkan tangannya pada tempat yang sama lagi. Hal itu sudah lama sekali dan saya tidak mau diingatkan kembali. bukan?" "Saya mestinya berpikir bahwa saat ini Anda pasti telah mengetahui berapa lama tepatnya. Rival. ikan. "bahwa Jerry Granger akan muncul pada nomor lima.** Mrs. Rival." kata Mrs. Posisi mereka mungkin telah tertukar. Rival menaiki tangga. benar sekali. Rival muram. bukan. "Dan Anda bilang karena bercukur." kata seorang laki-laki lainnya.*' kata Mrs. "Jika saja ada orang yang memberitahuku. seorang laki-laki yang bertampang mutam. Anda masih mampu mengenali suami Anda dengan cukup mudah. itu ada di lehernya. saya pikir begitu. "Oh. membelok ke kanan. itu benar sekali." "Ini hal yang sangat kecil. sebuah suara berbicara padanya dari bawah. memutar kunci itu dan masuk. Anda menikah pada tanggal 15 Mei 1948. Rival agak tidak sabar. "Hal-hal kecil. bukan?" . dan berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan agak kotor. Kau sangat beper—beperhatian—tidak. di belakang Queen Caroline. "Ya. Di sini. kata orang." katanya sopan. Ya. Rival kedengarannya sedikit kaget. keanggunannya berkurang dibandingkan biasanya. tentang sebuah bekas luka. saya harus ke London untuk suatu tugas. "selalu menjaga penampilannya." katanya. Itu betul. Fred. Semuanya. Rival jadi gelisah. "Yah—" dia kelihatan ragu sebentar. "Sesuatu telah menjengkelkan si tua Flo malam ini. Jika kau bertanya padaku. Rival mengangkat tangannya dan menunjukkan tempat itu. Ketika dia mengeluarkan kunci dan menaiki tangga. membelok ke kiri. Yah. Saya sudah mengatakan semuanya yang dapat saya ingat dan sekarang saya tidak ingin mendengarnya lagi. pasti ada penipuan dalam hal itu. kemudian tiba-tiba berhenti dan mundur selangkah. Saya langsung datang." "Dan Anda mampu memberi kami informasi tambahan. "ya. tetapi tidak seperti Lord Algernon Vere de Vere. Dia meneruskan. "Di belakang telinga kiri}" Hardcastle menekankan kata itu. menopang dirinya pada pagar pembatas tangga. Rival tamunya. Rival. dia tuan rumahnva dan Mrs. Mrs. Rival melorot turun dari kursinya yang tinggi dan pergi dengan tidak begitu sempoyongan menuju pintu. bila sedang tergesa-gesa. aku tidak akan mempercayainya. Rival adalah seorang wanita yang sangat suka merawat lemari-lemarinya di musim dingin dan memulai pekerjaan yang baik itu pada pertengahan September. Di sini. Bau terakhir itu nyaris permanen pada ruangan itu. Induk semang Mrs.'* "Oh. jadi saya datang kemari dengan harapan bisa bertemu dengan Anda. Rumah itu berbau kubis." "Apa yang Anda inginkan?'* tanya Mrs." "Maksud Anda—tentang Harry?" "Betul." "Menungguku?** Mrs. Mrs. Ya. Rival duduk." Detektif Inspektur Hardcastle bangkit dari kursinya. Anda menulis kepada saya. Dia berjalan di sepanjang jalan. "Dia biasanya seperti seekor buiung yang ceria—tetapi kita semua pernah mengalami saat-saat di puncak dan saat-saat di bawah. ya. "Yah. "Selamat malam." Lebih cerdas dari vang kukira." "Terima kasih banyak. Rival. Tentu saja orang tidak pernah tahu mana kiri dan mana kanan dari seseorang." Mrs. Saya tidak mau memikirkannya lagi." "Anda mengenali laki-laki itu sebagai suami Anda atau laki-laki yang telah Anda nikahi sekitar lima belas tahun yang lalu. Rival dengan sedikit geram." "Sekarang coba dengar." kata Mrs. "Yah. saya yakin itu. Anda benar. Kami memeriksanya." kata Mrs. Dia mendongak ragu. "Sama sekali tidak menguntungkan saya. Dia membuka pintu di lantai pertama dan masuk.

Anda tahu." "Dia tidak meninggalkan saya. *Ttu adalah hal yang sangat penting. Tetapi saya pikir saya tidak membuat kekeliruan." "Sumpah palsu.951." "Mengapa—apa maksud Anda?" "Yah. sekitar enam bulan sesudah kami menikah. itu adalah pelanggaran yang cukup serius dalam hukum. Bagaimanapun juga. Hardcastle keluar melalui pintu. bekas luka di belakang telinga suanu Anda itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa luka yang dipersoalkan itu tidak mungkin lebih tua dari lima atau enam tahun yang lalu." Inspektur Hardcastle segera berdiri. Rival. Mrs. Mrs." "Saya senang Anda puas." Mrs. Memang sembuh akhirnya." Dia sekarang berbicara dengan lebih yakin.Ya. Dan sekarang. Jadi kalau Anda tidak pernah melihatnya lagi." "Saya tidak mengerti maksud Anda. Rival dengan angkuh. sangat aneh. tetapi bekasnva tidak hilang. berbohong padaku. Rival membuang muka. "Begitu. Mungkin ada seseorang—yang mengusulkan pada Anda. Itu saja. sederhana saja. "Saya pikir Anda lebih baik memikirkan pernyataan Anda dengan sangat hati-hati. tingkah laku Mrs. Tetapi untuk menemukan seorang laki-laki yang sangat menyerupai suami Anda yang memiliki bekas luka pada tempat yang dapat dikenali—yah itu membuat identifikasi itu menjadi sangat bagus dan meyakinkan. Bagaimanapun juga saya sering bertemu dengan banyak—yah. Anda tidak pernah melihatnya lagi sampai Anda melihat fotonya di koran?" 'Ta. Kami memperoleh anjing itu pada musim panas." katanya. menipuku. Menceritakannya padaku. Dia mengambil payung di pojok ruangan dan ke luar lagi.. Tentu saja. Bagaimanapun juga. saya tidak pernah mendengar omongan yang tidak masuk akal seperti itu. Mrs. Darahnya banyak. Anda tidak berada di bawah sumpah pada pemeriksaan itu. Saya ingat." "Anda membingungkan saya. Dia menerjang Harry dan dia sedang memegang pisau cukur di tangannya." "Tidak mungkin. Bagaimanapun jugaj seorang laki-laki kadang-kadang mirip sekali dengan lakilaki yang lain. Mrs." "Saya tahu. Dia berjalan terus sampai ke ujung jalan. Seekor anjing yang suka menerjang-nerjang. Pertahanannya yang bagus telah hilang. bahwa Anda harus menceritakan pada kami tentang bekas luka itu?" Mrs. Rival?" "Tentu saja saya yakin. tetapi Anda mungkin harus bersumpah tentang bukti-bukti Anda itu pada pengadilan yang sebenarnya nanti pada uatu hari Kemudian—yah. "Dan kecelakaan dengan pisau cukur itu terjadi—kapan?" Mrs. sesudah Anda mengusir suami Anda di tahun 1951. Mrs." Hardcastle meneruskan dengan suara lembut. teman-teman laki-laki. Betul?" "Betul. saya sangat yakin dengan hal itu. Rival. Mereka dapat mengatakan secara kasar. Orang itu adalah Harry dan Harry punya bekas luka di belakang telinga kirinya. "melibatkan diriku dalam hal ini. "jika luka itu menimbulkan bekas hanya lima atau enam tahun yang lalu. mungkin." Dia berjalan mondar-mandir dengan sempoyongan. Anda tidak ingin mendapat kesulitan. Bagaimanapun juga itu bukan ketika." kata Mrs. Saya berusaha untuk melakukan kewajiban saya. bukan?" "Apa maksud Anda. Rival. kemudian pergi 75 . sampai saya melihatnya sudah jadi mayat. "Mestinya sekitar—oh." "Jadi Anda mengerti. betul. "sumpali palsu. Setelah kepergiannya. Rival.. "Melibatkan diriku dalam hal ini. Rival. Mrs. Dia berdiri tegak-tegak. Rival." kata Inspektur Hardcastle dan dia bangkit berdiri. Tetapi para dokter dapat bercerita banyak daripadanya. Saya tidak pernah melihat Harry Casdeton sejak saat itu. bekas luka itu."Betul. "itu sangat aneh. Mungkin kejadiannya tidak selama itu." "Tetapi Anda tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu. tetapi saya yang mengusirn a. Harry punya bekas luka dan saya mengetahuinya. Tentu ^aja. Rival. "Seumur hidup. Itulah yang saya ceritakan pada Anda dulu." kata Inspektur Hardcastle. "Selamat malam." "Dan Anda cukup yakin mengenainya. Dia selalu mena-brak-nabrak—anjing yang manis. dan orang bisa keliru kadang-kadang. dia pasti tidak punya luka pada saat dia meninggalkan Anda di tahun 1. Inspektur Hardcastle. saya yakin itu cukup wajar. Apa pun yang Anda sukai." kata Mrs. bahkan masuk penjara. Saya!" "Ya. "Hanya pikirkanlah itu. Dia pada saat itu nyaris nampak agung sekali." dia menggumam. Saya—tidak seorang pun dapat berkata begitu." "Mungkin dia tidak punya. dan akhirnya mengambil keputusan. ragu-ragu di depan bilik telepon umum. dan lukanya dalam. Bekas luka adalah bekas luka. Sungguh jahat. Anjing itu menerjangnya. Rival berubah dengan segera." kata Mrs. "Anda sangat membingungkan saya. Tetapi bagaimanapun juga dia adalah Harry. Mrs." Inspektur Hardcasde berbicara dengan suara nyaris meminta maaf. Sangat jahat. "Saya tidak percaya. Rival berdiri. bukan? Kelihatannya kami memang bisa jalan terus. matanya berkilauan. "Betul-betul tidak masuk akal." "Yah. Dia kelihatan takut dan cemas. Saya datang dan membantu Anda. ini berarti bahwa jika laki-laki itu adalah suami Anda.. itu tidak akan banyak berarti bagi Anda dan saya." kata Mrs. Rival. Rival mempertimbangkan sejenak. Anda pergi saja ketimbang datang keman dan menuduh saya telah berbohong. Rival. bagaimana Anda tahu bahwa dia mendapatkan luka itu lima atau enam tahun yang lalu. Jika saya membuat kesalahan. Aku akan mengaku saja. yaitu kirakira tahun 1948—Anda tidak bisa mengingat semua hal. Aku-aku tidak akan meneruskannya. berapa lama orang itu sudah memiliki bekas luka itu. saya ingin Anda memikirkannya kembali dengan hati-hati." katanya." 'Itu sungguh aneh.. terutama bila bertahun-tahun telah lewat." "Dan sesudah suami Anda meninggalkan Anda di tahun 1951." "Jadi sekitar Oktober atau November 1948. Menurut ahli bedah polisi dan dokter lainnya yang kami ajak berkonsultasi. Aku— aku—aku tidak mau terlibat dalam kesulitan gara-gara orang lain. mendapat kesulitan?" "Yah. Anda bisa dihukum. saya menceritakan pada Anda apa yang saya ingat.

Bagaimana dengan pembunuhan itu? Berani taruhan.. Nak. Yah. Meskipun saya selalu berpikir bahwa itu adalah perhiasan imitasi. "Sekarang. bukan?" "Menurut saya seluruh subjek itu sungguh-sungguh menarik. Dia memutar nomor Penerangan dan menyebutkan sebuah nomor. "Halo. saya tahu bahwa. sesuatu seperti itu. Yah..: Ya. saya tidak akan tinggal diam. Kembalilah pada rumput-rumput laut sialanmu ". saya akan memikirkannya lagi. Bagaimana saya tahu Anda mempunyainya bahkan. Ada kesulitan?" 'Saya tidak cocok dengari pekerjaan ini.. Yah. "Memang tidak banyak yang bisa diperoleh. menunggu sampai ada sambungan. dia akan menyerang terus seperti penyakit yang busuk. ya." Beck mengamat-amati saya..." "Kau ingin lebih?" "Hal itu tidak cocok sebagai penutup kesenjangan vang ada... Rival sebetulnya adalah tipe yang gampang berubah-ubah. ya." kata Beck. Bisa mundur. Anda bersumpah Anda tidak terlibat di dalamnya?—Maksud saya. Ada sesuatu tentang menjadi sebuah—as—yah. baiklah. artinya adalah menjadi sesuatu dalam sebuah kenyataan." Dia keluar dari kantor pos berjalan sambil menari-nari di kaki lima dan tersenyum pada dirinya sendiri." "Menurutku itu menjijikkan. gadis itu yang melakukannya. Mrs." Saya menggelengkan kepala. Setibanva di sana ternyata ditemukan bahwa dia telah ditikam. Sekarang tampaknya dia baru mendapat luka itu sekitar satu atau dua tahun yang lalu dan saya di sini bersumpah bahwa dia memilikinya sejak dta meninggalkan saya bertahun-tahun yang lalu. tentu saja itu akan berbeda. Yah. Kau harus puas dengannya.. Berutang pada seseorang adalah satu hal. Dan pada dasarnya. tetapi tidak pakai cek.. Anda rupanya.. Anda tahu kata yang saya maksudkan—asesori. Tidak. apa kesulitannya? Masalah cewek. tetapi bagaimanapun juga bukan iru vang Anda katakan pada saya dulu. Di sini Flo. Oh..... tidak ada gunanya Anda membujuk saya. Dia akan berkata dia telah mencampuradukkan Harry dengan laki-laki lain. Di stasiun bawah tanah sava membeli sebuah koran. Yah. dengan gaya seorang ayah yang menasihati. Anda tidak jujur pada saya. "Kau mau saya menepuk-nepuk kepalamu dan berkata 'Nah.. tetapi sava tidak akan." kata Beck tak terduga.. Dia berhenti dan berkata. Memukul jamur yang besar sehingga pecah menembus dinding! Jika memang begitu. saya katakan pada Anda. Yah. menukarkan uangnya dengan uang kecil dan pergi lagi ke telepon umum..... bukan? Selera." "Dia bukan seorang anggota yang aktif?" "Bukan. pengabdianmu bagi kami sudah selesai.. Nomor Anda sudah disambungkan. yah. "Dunia adalah tempat yang membingungkan sekarang ini. baiklah. "Apa yang kukatakan padamu adalah: 'Siap-siaga/ Dan aku tidak memaksudkannya dalam pengertian kepanduan. Anda hanya bilang bahwa Anda akan merasa tidak enak jika orang itu dikenali.. tetapi saya hat us melakukannya. Dia hanya perlu berkata dia lupa atau tidak ingat." kata sava Beck menuding-nudingkan jarinya pada saya... Semangatnya melayang tinggi» padahal baru saja dia sangat tertekan sebelumnya. Yah.. saya akan mendengarkan Anda...... Ketika ketakutan muncul..." "Kau berbicara dengan satu kata terus. dia dapat memikirkan banyak hal untuk dijadikan alasan.. "Puas?" tanyanya. Berapa banyak?." "Sebetulnya aku memang sudah memperhatikannya.." "Anda salah..." kata saya pelan. saya yakin Anda tidak. Anda tidak pernah berkata apa yang akan saya hadapi.. saya tahu Anda berkata tidak boleh. Tetapi itu tidak banyak.. . Kau telah mengerjakan beberapa tugas dengan sangat baik. Saya tidak bermimpi sekejap pun bahwa saya akan -terlibat dengan pembunuhan.... Dan itu adalah sumpah palsu. Kadang-kadang Anda terlibat dengan sekelompok orang—dan mereka bertindak terlalu jauh daripada yang Anda perkirakan dan itu bukan kesalahan Anda.. 'Tni sudah cukup lama. Baiklah. nah'?" Mau tak mau saya tertawa." "Yakin tentang itu?" "Ya. Anda selalu membuat segalanya kedengaran begitu gampang. Sava pikir Anda terlibat dengannya.. ** itu. Banyak wanita yang tidak dapat mengingat hal-hal yang terjadi setahun yang lalu..... "Silakan berbicara. baiklah. Berita-berita tidak sejelas seperti dulu. saya tahu Anda membayar saya untuk itu. dan saya takut. "Tidak begitu. baiklah. saya akan datang. Anda selalu begitu.. saya tidak bermaksud mengancam.. Akhirnya meninggal tanpa sadar lagi.. Saya membaca.. saya tahu. Uang itu akan sangat membantunya. Dia berdiri di sana. Baiklah kalau begitu. bahwa seorang wanita diperkirakan telah jatuh pingsan pada jam-jam sibuk di Stasiun Victoria kemarin.. sudah. Yah. tetapi harus cepat-cepat.. menyuruh saya untuk menulis dan bercerita pada mereka tentang bekas luka itu.. "Kau sungguh-sungguh menyukai benda-benda yang menyeramkan itu. tentu saja Anda akan mengatakan begitu.." Dia berbicara. Itu uang yang banyak sekali. Besok? Jam berapa?. Tentu saja.ke kantor pos. Bagaimanapun juga. maksudku. Tidak. "Kau kelihatannya tidak mendapat banyak keterangan dari istri Ramsay itu?" keluh Kolonel Beck. Dia masuk ke dalam..." Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road sambil berpikir dalam-dalam. Dia mulai berpikir dengan serius dan merencanakan tentang barang-barang pertama yang akan dibelinya dengan uang itu.. lho. Variasi alam yang hebat. saya katakan pada Anda. dan telah dibawa ke rumah sakit. Uang sebanyak itu cukup untuk bermain api dengan polisi. saya tidak tahu apakah saya hams melibatkan diri dalam hal ini bahkan. saya akan tutup mulut. "Itu lebih baik. jika Anda bilang begitu.. Tidak. risikonya tidak terlalu berbahaya. kukira. putus asa dengan bulan sabit itu—eh?" "Ya.. Ya.. dan saya mungkin bisa masuk penjara karenanya. Apa kata Anda?.. Yah." "Yah—kita harus mencari di tempat lain. membunuh seseorang.. oh.

"Persis seperti yang mereka katakan. "Dan Sheila Webb membawa naskah ketikan untuk diperiksa bersama dengan seorang pengarang asing yang ada di London yang akan menuju New York. Banyak binatu baru yang muncul. Orang biasa tidak angsung menyadarinya. Ini betul-betul tak terduga. Saya bangun pada pukul sepuluh kurang seperempat. "Ya. tetapi tidak terjadi apaapa yang menarik sampai kemarin malam. Harry Castleton.'* "Jadi Merlina Rival benar-benar terlibat di dalamnya?" "Tahukah kau. Saya tidak dapat menahan diri. Dan dia mengerjakannya dengan sangat baik! Aku sungguh-sungguh mempercayainya. Waktu itu jam setengah tujuh. Dia pergi ke Stasiun Victoria dan membeli sebuah tiket ke Crowdean. membaliknya—ada apa ini? Saya melihat nomor kamar itu—413—sama seperti jam-jam itu. Jangan mengira dia tahu kalau dia telah ditikam. Sesudah membolak-balik dan memain-mainkannya. Hanya perasaan nyeri yang mendadak—kemudian kau berpikir kau baik-baik saja. Seorang teman bisnisku telah terbunuh. Sebuah mobil binatu berhenti di Wilbraham Crescent No. Kertasnya tebal dan mahal. itu bukan telepon umum yang kuperkirakan akan dipakainya di ujung jalan rumahnya sendiri. Dia terus diamat-amati. "Apakah ini hanya karanganmu saja. "Sialan. 19 pada pukul 1. Pebmarsh ada di London kemarin. dia mencoba untuk lebih pintar sedikit. Dia meninggalkan Hotel Ritz sekitar jam 5. Lucu sekali. Colin?" "Tidak. Jika dia langsung mengatakannya. Dia tidak waspada. dan tidak bisa percaya bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu!" "Apa yang terjadi ketika kau pergi menemuinya?" "Aku membuatnya bingung. Saya memeriksanya dengan sedikit kaget. Tetapi jika kau datang ke sana dan berkata bahwa dia adalah suamimu. Dick. Saya pergi ke Hotel Clarendon. Kata-kata berikut ini tercetak dalam huruf besar di atasnya: (Ketuk tiga kali) * Saya menatapnya. Dia keluar dari bilik telepon umum itu dan kelihatan puas dengan dirinya sendiri. tentu saja. orang itu akan berkata. kau tahu itu.40. mendapatkan sebuah kamar.30 dan pergi ke bioskop—sendirian—sebelum pulang." kata saya." "Binatu? Binatu apa?" "Snowflake Laundry. Jawabannya muncul dengan segera dan tajam. Teruskan penyelidikanmu. Mengapa. Jika dia ingat pada bekas luka yang kecil dan tidak penting itu sebagai pikiran yang muncul kemudian. Itu memang sebuah keranjang cucian biasa yang sangat besar. Hanya karena berusaha untuk melebihlebihkan sesuatu. sialan!" "Apakah kau—sudah memeriksa—setiap orang?" Saya harus bertanya. demi Tuhan. dan langsung tidur. Saya lelah sekali sejak kemarin malam dan saya ketiduran. lima hari kemudian. "Mrs.Aku katakan padamu aku punya seorang saksi mata. semua urusan bisnis kami akan diketahui orang. Dia harus menukarkan uang kecil. akhirnya saya membukanya. Di dalamnya terdapat selembar kertas.. Medina Rival. Kau kenal?" "Tidak di luar kepala. NARASI COLIN Saya tiba di Crowdean pada pukul sebelas malam. meskipun kau tidak mengetahuinya. Saya minta dikirimi kopi dan roti panggang serta sebuah koran. Mungkin seorang teman lama atau kenalannya menemuinya dan berkata. Itu bukan nama yang biasa untuk sebuah perusahaan binatu. dia melakukan seperti yang kuharapkan —mencoba menghubungi laki-laki atau wanita yang menyuruhnya.. Dia melakukan suatu urusan untuk Institut itu dan kembali ke Crowdean dengan kereta api 7. huruf-hurufnya tercetak rapi. "aku punya sesuatu untukmu. Kau mati berdiri. "Aku pergi menemuinya kemarin malam. kau cuma telah membuat kekeliruan. Sebuah kebetulan? Atau bukan sebuah kebetulan." "Coba dengar. Periksalah." Saya memutuskan hubungan sebelum dia dapat mengorek sava lebih jauh. Saya menelepon Hardcastle. Aku berkata padanya bahwa ceritanya tentang bekas luka itu tidak masuk akal." Suaranya terdengar kaku dan getir. dan menikamkan sebuah pisau pada. Ingat kasus Barton pada perampokan Levitti Gang? Berjalan sepanjang jalan sebelum dia jatuh dan mati. Colin. aku tak meragukan hal itu. 77 . Hal yang paling gampang di dunia ini adalah berjalan di belakang seseorang di antara kerumunan begitu banyak orang. Seseorang membayar wanita itu untuk mengenali mayat itu sebagai suaminya. Hardcastle. Aku membuntutinya.Namanya adalah Mrs. Dan siapa pun dia." katanya menjawab pertanyaan saya. Dia akan menjadi orangnya! Dan dia melakukannya. Jika mereka berhasil mengenalinya. maka seluruh kasus itu akan selesai dengan baik/ " 'Tentunya dia akan menolaknya—berkata bahwa itu terlalu riskan?" "Jika begitu. betapa orang bisa keliru." "Yah—kau periksa saja. Dia pergi ke kantor pos dan minta sambungan dari sebuah telepon umum otomatis. Setiap wanita bisa saja keliru setelah lima belas tahun/ Dan mungkin saat itu disebutkan pula sejumlah uang yang menggiurkan. dan itu adalah sebuah kehancuran. Tetapi ternyata kau tidak. itu akan lebih meyakinkan dan lebih memastikan identifikasi itu. Laki-laki yang mengendarainya mengirimkan sebuah keranjang cucian yang besar di pintu belakang rumah. Sesudah kutinggal.35 pada tanggal 9 September. 'Apa risikonya? Paling buruk. Tetapi setan yang cerdik Itu berada selangkah di depannya. yang lari sejak bertahun-tahun yang lalu. Tolonglah. jam sibuk. Seorang laki-laki mengendarainya—dan seorang laki-laki mengangkat keranjang itu ke dalam rumah—" Suara Hardcastle tiba-tiba terdengar penuh kecurigaan. Dan dia bilang O. Bahwa bekas luka itu baru saja terjadi.K. Pesanan itu dikirimkan dengan disertai sebuah surat bersampul persegi empat yang dialamatkan kepada saya dengan kata-kata DIANTAR LANGSUNG tertulis di sudut kiri atas. mungkin kedengarannya sedikit terlalu dibuatbuat." Dia berhenti." "Tanpa curiga?' "Dia bukan wanita yang gampang curiga. setiap kait kami menangkap seorang pembunuh pasti ada orang-orang yang mengenalnya dengan baik. Dia pikir dia akan bertemu dengan orang itu di Crowdean. yang lari darinya bertahuntahun yang lalu. Sayangnya." Dia mengakhiri dengan. Dijamin oleh seorang saksi mata. aku punya masalah. sialan.

Dia menantang saya—menantang saya untuk melakukan apa yang sering saya katakan padanya bahwa hal itu benar-benar bisa dilakukan—duduk diam di kursi saya dan—pada waktunya—memecahkan masalah . mengapa kau datang kemari?" Poirot menjawab dengan penuh wibawa. keadaan sebaliknya. Saya tidak melakukan kedua-duanya." Dia menoleh ke inspektur itu. Saya sedang memandang orang terakhir yang ingin saya temui di dunia ini. Dia memanjakan tuannya! Dia. n'est-ce pas}" katanya. "Silakan masuk. membanggakan kecerdikan dan kepandaian tuannya.." "Dan apa yang akan kaukatakan padanya?" "Sudah kurencanakan bahwa kita bertiga harus berbincang-bincang. Kami sekarang duduk dengan akrab. "Aku berkata bahwa tidak perlulah untuk menjadi seekor anjing pemburu jenis apa pun. Dia bisa saja menyebutnya berbincang-bincang—tetapi saya tahu siapa yang akan bicara terus. aku sudah melaksanakan permainan kecil itu. dia*prtnl» balrwa saya menganggur dan kesepian. "Aku akan membelikanmu sebuah balon dan sebuah kelinci mainan siang ini. yang tergila-gila pada anjing. Dan seperti orang yang terpaksa bangkit berdiri padahal sebetulnya dia malas untuk keluar. pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul. bagaimanapun juga. 413. "Kelihatannya pantas. penolakan-penolakan. Anjing pelacak. Poirot? Kalau tidak. Aku berpikir untuk melukai jariku dan mencapkan sidik jari berdarah di pintu. Tetapi cukuplah! Aku mungkin bisa mendapat infeksi karenanva." "Dan mengetuk tiga kali?" "Aku tidak dapat menahan diri." kata saya dingin. yaitu bahwa udara laut akan baik buatku. Temanku. Poirot tidak perlu pergi dan melihat tempat kejadiannya." katanya.av p ur." katanya." Saya memutar pegangan pintu. Kau tidak menampakkan rasa senangmu sama sekali. Saya bangun. dan membawa anjingnya jalan-jalan sebab anjing itu sangat menyukai jaian-jalan. "bahwa saya bukan seperti orang Inggris. kau serigala tua. Poirot. Jika aku bisa mengikutsertakan setangkai rosemary itu akan lebih baik. setelah beramah-tamah dan berso-pan-santun." "Salah satu dari dokter-dokter yang penurut itu yang mengetahui ke mana pasiennya ingin pergi. pendapat Anda tentang anjing. merasa diri saya betul-betul konyol. kuharap. dan berjalan menuju Hotel Curlew dan sampai di sana pada waktu yang tetali ditentukan. maka anjing itu akan berusaha untuk memberi tuannya apa yang didambakan oleh tuannya. tetapi ini diusulkan oleh dokterku." "Tetapi apa yang kaulakukan di sini?" "Hal itu sangat mengganggu. Anjing itu menyukai tuannya. * Dia selalu berteras bahwa kau bisa mengerjakan semuanya hanya dengan duduk merenung di atas sebuah kursi. Orang mencintai dan menghargai anjingnya. "sebab apartemen saya di London sedang dibangun dan didekorasi kembali.Saya berpikir untuk menelepon Hotel Curlew.. Aku telah mengunjungi kepala polisi yang sangat ramah itu. Sekarang bayangkan sendiri. "Une petite surprise. "Tetapi menyenangkan. Tetapi itu tidak benar." komentar saya dingin. "Tentu saja—siapa lagi?" "Apakah ini suatu kebetulan saja? Bagaimana kau bisa mendapat kamar Nomor 413?" "Bukan kebetulan." teriak saya. membanggakan kepandaian dan kecerdikan anjingnya pada temantemannya.saya telah hilang. Bayangkan kesulitanku. Tetapi Anda harus memaklumi kesulitan-kesulitan yang ada. Dia menganggukkan kepalanya kepada saya. berpakaian. Keletihan ." "Poirot. tidak untuk minta bantuan guna memecahkan masalahnya sendiri." "Apakah kau mengharapkan begitu?" "Pourquoi pas} Ayolah. Apa yang dapat kulakukan? Ke mana aku harus pergi?" "Banyak tempat lain. "Saya katakan pada Anda. "Saya kira. Anjing pelacak yang baik. Tidak. dan menasihati supaya pasiennya pergi saja ke sana! Apakah kau yang mengirim ini padaku?" saya mengacungkan surat yang saya terima itu. "Itu terjadi dengan teman saya Colin yang ramah ini. Mereka berkeras. "Kepala Polisi berkata pada saya untuk membantu Anda sebisa saya. Saya berdiri di sana sejenak. saya mengetuk tiga kali. dan sekarang aku sedang menunggu temanmu." Saya tertawa terbahak-bahak dan Poirot memandang saya dengan pandangan mencela. Saya tidak bertanya pada bagian informasi hotel. Salah satu tangannya memelintir kumisnya dengan gaya puas. M. Musim panas sudah hampir berlalu sekarang. dengan cara seperti seseorang yang sedang mempelajari sosok makhluk langka yang mengagumkan di kebun binatang. Detektif Inspektur Hardcastle. membanggakan tuannya. Saya. Sebuah suara berkata. Aku sengaja memintanya. jadi dia membawakan saya sebuah masalah yang dirasanya akan menarik perhatian saya dan memberi saya sesuatu untuk dikerjakan. ' kata saya." "Kukira ini adalah masa kanak-kanak kedua. Hercule Poirot! Hardcastle tiba. untuk mendekorasi kembali apartemenku. Saya naik lift menuju lantai empat dan berjalan di sepanjang koridor ke No. dapat hidup tanpa anjing. "Mungkin. Hardcastle membersihkan kerongkongannya dan berkata. memanjakannya. Hercule Poit ot duduk menghadap ke arah saya. sementara Dick sekalisekali melihat ke arah Poirot dengan diam-diam. pintunya tidak dikunc Sava melangkah masuk dan berhenti dengan tiba-tiba. secara pribadi. kemudian. mari kita serius sekarang. sudah dilaksanakannya." "Mengapa?" Poirot memiringkan kepalanya dan berkedip pada saya. "Saya datang kemari. Kami telah saling berkenalan dan telah saling menvapa. Dia datang menemui sava. "Anda ingin meninjau—yah. dan . Saya meragukan kalau dia pernah bertemu dengan seseorang seperti Hercule Poirot sebelumnya* Akhirnya. tidak gembira melihatku lagi. juga. betul-betul berkeras. Aku berharap bisa membantu. Tetapi. seluruh peristiwa ini sendiri? Itu tidak akan mudah—" Dia ragu-ragu." "Kupikir kau tidak menikmati kejutanku ini. Tetapi saya menerima. mandi. bercukur." dia berkata dengan hati-hati. karena Anda telah khusus datang kemari—" Poirot menyelanya—dengan sedikit dingin. Tidak banyak orang di hotel. "M." Saya memandangnya dan tertawa. <tn dia «-ikin'dapardttetesaikannvir sendiri. bukan. "Bagaimana kau bisa di sini?" "Aku ke sini naik limousine Daimler—sangat nyaman sekali. yang lari ke sana kemari mengendus-endus Tetapi aku mengakui bahwa untuk pemburuan iru diperlukan seekor anjing. Kemudian saya berpikir untuk menelepon Dick Hardcastle.

Poirot. yang mestinya berada di penjara." Hardcastle menampilkan ekspresi keragu-raguan di wajahnya. Dia selalu memiliki ingatan yang hebat. "segeralah mulai! Aku memberimu seluruh nilai yang kauinginkan. dalam pikiran saya. ada sedikit ancaman. saya memiliki seekor anjing yang pandai sekali—kepandaian. Dan seterusnva.H. 19 itu?" "Tentu saja. untuk mengesankan dirinya. tidak mengubahnya. masing-masing kurang lebih satu jam lebih cepat dari waktu yang sebenarnya." "Demi Santo Michael. saya pikir. ketika Colin mengulangi cerita itu pada saya. memperoleh bukti. mulai dan sana?" 'Tidak selalu." "Dan juga siapa vang membunuh Edna Brent?" "Tentu. ke ruang duduk. tetapi tetap sebagai bukti.. M. Mereka melaporkan sesuatu yang terjadi pada jam empat. Karena orang harus punya fakta-fakta yang akurat. anjing pelacak. Tak seorang pun tahu siapa dia (atau sekali lagi itu kata mereka)." kata saya.' Hal yang menarik minat saya pertama kali. itu ternyata betul! Kau ingin mempermainkan aku — hanya sedikit! Aku tidak mencelamu. Jika Anda tahu—betul-betul tahu—apakah itu bukan langkah yang pertama? Tidak dapatkah Anda." "Tentu saja aku tahu!" Hardcastle menatapnya tidak percaya. Mungkin saja. seperti yang diperintahkan. "Berikan kami jawaban masalah itu—jika kau tahu. menyebutkan ketukan di pintu dan seseorang masuk ke ruang itu dengan surat-surat di tangannya. Teringat akan pesan atasannya. anjing yang malang itu tidak membuat deduksi-deduksi yang diperlukan?" "Jadi." "Anda tahu identitas orang itu?" "Saya tahu siapa dia sebenarnya. aku tahui" Hardcasde menarik napas. itu bukan—'* Saya menyela. Empat buah jam. sejauh yang saya bisa. Kita sekarang maju selangkah lagi. Dia ingin. Tampaknya pada pukul dua kurang sepuluh menit sebuah agen sekretaris telah ditelepon. Apa yang kukatakan hanyalah." 'Tentu saja. Dia dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat—yaitu. kau tidak benar-benar mengenal Hercule Poiiot." kata saya. 79 . Kau tahu." "Orang tidak dapat—hanya dengan duduk-duduk di kursi saja—memecahkan sebuah kasus yang dibacanya di koran. Dia tiba di sana beberapa menit sebelum jam tiga. harus betul-betul dimengerti. di balik tantangan itu." kata saya." "Saya tidak begitu yakin mengenainya. tidak ramali» "Aku tidak akan bertengkar denganmu. Curry." "Anda punya kasus yang terbuka dan tertutup?" "Itu. Dan mengapa?" "Ya. "Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tabu siapa yang membunuh laki-laki di Wilbraham Crescent No. bukan? 'Meletakkan seseorang di tempat kejadian. hanya sedikit sekali dan tidak berbahaya. Perusahaan Asuransi Metropolis. Denvers Street No. Sekarang biar kami tahu juga!" "Aku pikir kau masih jengkel. mereka berkata seorang laki-laki punya seorang saudara perempuan bernama Elizabeth." kata Hardcastle mengeluh. dia tetap berlaku sopan. "Maafkan saya. saya harus punya bukti. "Saya setuju. saya kira." "Ayolah. Miss Millicent Pebmarsh meminta seorang stenografer untuk datang ke Wilbraham Crescent No. Poirot. hampir selalu. Kaupikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi dengan cara lain. membuktikan pada saya bahwa hal itu sama sekali tidak mudah. pembicaraanpembicaraan yang telah berlangsung. sampai pernyataan itu telah diperiksa dengan saksama. yang membawa potongan-potongan fakta itu satu demi satu dan meletakkannya pada—" "Pada kaki tuannya." Dia menggembungkan dadanya dan memelintir kumisnya. Untuk itu orang butuh anjing. Anda bisa. Mais oui} mon ami. R. Secara kasar—dia tidak akan berkata 'Dan pada jam sebelas lewat dua puluh datanglah tukang pos' sebaliknya dia akan menggambarkan apa yang sebetulnya terjadi." kata Hardcastle setuju. mon cher Colin.*' "Pikiran Anda sejalan dengan pikiran saya. Semua ini adalah penting sekali. 'Tetapi Anda tahu. Sava memandangnya dan menyeringai dengan rasa sayang. Dia dapat mengulangi untuk Anda. kita boleh berkata. mes amis. Anda berkata Anda tahu siapa yang membunuh tiga orang. saya memiliki fakta-faktanya—saya berada 'di sini. bahkan beberapa hari sesudahnya. Mereka mengetahuinva dan kami mengetahuinya." "Maksudmu kau cuma punya praduga. maka segala sesuatunya akan cocok. "Satu hal. Khususnya dia meminta Sheila Webb yang dikirim. adalah sifat kasus ini yang sangat fantastik. Miss Webb dikirimkan." "Sayangnya. Inspektur. keliru. seperti kebanyakan orang lainnya. berarti bila pemecahan yang benar telah tercapai. Tetapi pada kasus Colin di sini. dan koran-koran jarang sekali akurat.' Itu adalah istilah zaman perang. Tetapi ternyata Perusahaan Asuransi Metropolis itu tidak ada. 19 pada jam tiga. "Ada orang-orang yang berkeliaran di luar hari ini. tetapi dengan sumber-sumber yang ada. Tetapi pertama-tama biarkan aku mengatakan ini. Tidak ada Denvers Street dan kelihaiannya tidak ada pula orang yang bernama Mr.itu. Itu adalah bukti negatif. Itu berarti bahwa dia mendengar apa yang akan saya dengar seandainya saya ada di sana dan melihat apa yang akan saya lihat. masuk. mempercayai apa yang dikatakan pada kita. M. tidak boleh. padahal sebetulnya dia punya seorang ipar perempuan bernama Alexandra. Baiklah.. Apa yang kukatakan adalah. Dalam sakunya terdapat sebuah kartu bertuliskan nama Mr." 'Tetapi itu hanya prosentase yang sangat kecil. saya boleh berkata. Curry." kata saya. padahal sebetulnya jam empat seperempat. Untuk memecahkan suatu masalah orang harus punya fakta-fakta. "Di lantai tergeletak seorang laki-laki yang sudah jadi mayat—seorang laki-laki setengah baya yang kelihatannya terhormat. yang telah membawanya ke puncak sukses di karirnya sendiri. Kita tidak boleh.. 7." Poirot mengatur dirinya dengan nyaman di kursinya dan mengisyaratkan agar inspektur itu mengisi gelasnya lagi. "Baiklah. dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan pemiliknya. Tetapi ada celaan pada nada suaranva. "Baiklah. Yakin. atau begitu kata pemiliknya.

" kata saya geram.Ada pengetahuan tentang kebiasaan-kebiasaan setempat—tentang Miss Pebmarsh dan kebiasaannya. setiap orang di dalamnya mungkin telah membunuh Mr. dan terhormat'. tetapi dia sepenuhnya setuju dengan perasaan itu." Poirot berhenti dan memandang saya. sava sedang menyibukkan diri dengan penulis-penulis cerita seram yang menghasilkan karya-karyanya selama lebih dari enam puluh tahun terakhir ini. mungkin itu menarik buatmu—untuk bergurau seperti itu. Hemming. Itu membuat seseorang harus berpikir keras.' Di sini ada yang dilebih-lebihkan.' Tidak. Curry. Bagi siapa? Dan di sini akhirnya kita bisa menyempitkan ruang lingkupnya sedikit. tetapi dalam percakapan biasa. Mengapa dia dibunuh? Dan siapa dia? Jawaban dari pertanyaan pertama jelas-jelas tergantung pada jawaban pertanyaan kedua. sehingga orang segera merasa 'Cerita ini tidak nvata dalam kehidupan. yang kematiannya penting bagi seseorang. Seorang laki-laki telah terbunuh. menyenangkan. misalnya. Oliver. aku akan mengatakan segalanya!" Poirot mengumumkan dengan gagah. Anda tidak mungkin bisa maju. dan dengan perhiasan di lehernya dan di telinganya. "Apa yang akan kaukatakan selanjutnya?" "Aku. kita membuang jehakan-jebakannya dan beralih pada pokok-pokoknya. Biarkan orang ini tepat seperti kelihatan-nya— seorang laki-laki setengah baya. betul. saya akan berkata pada diri sendiri. Sava membungkuk hormat "Masuklah paiilawan muda kita. orang-orang akan melihat pada mantel bulu dan perhiasannya dan pada coiffure dan haute couture. Anda tahu. keluarga Bland. Tetapi yang penting. Jadi mereka menyelipkan satu fakta kecil yang tanpa mereka sadari dapat membuat perbedaan besar.35 atau sekitar itu dan Miss Webb yang mungkin telah mengatur untuk bertemu dengan orang itu di sana. dan membunuhnya sebelum berlari keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit.menemukan mayat itu di lantai dan berlari ke luar rumah sambil menjerit-jerit. Dia bisa jadi seorang pemeras. dan mereka sama sekali tidak akan mengamati seperti apa wanita itu sebetulnya! Jadi saya berkata pada diri saya sendiri— dan saya berkata pada teman saya Colin: Oleh karena pembunuhan ini memiliki jebakan-jebakan yang fantastik -dan membingungkan maka pasti sebetulnya kenyataannya adalah sangat sederhana. menutupi kenyataan bahwa sebetulnya dia tidak mengerti. 'Ha! Kasus Dickson Carrl' Kemudian ada teman saya Mrs. "Jika Anda menggambar sebuah lingkaran di sekeliling nomor 19. Bercakap-cakaplah dengan mereka. sama sekali tidak. taruhlah memang begitu. Mencari nomor besar di deretan rumah bernomor kecil."Siapa yang mengatakannya? Kapan?" "Nanti saja pada saatnya. Poirot?" Inspektur itu dengan sopan menarik Poirot kembali pada topik pembicaraan. Anda menangkap maksud saya? Di sini ada kejahatan yang diatur dalam keadaan yang sangat mustahil. Itu adalah kejadian yang bisa terjadi dalam tulisan-tulisan orang-orang seperti Gatry Gregson. Sangat menarik. Miss Waterhouse. Semuanya adalah mustahil/ Tetapi celakanya. Jika saya menemukan—-tetapi saya tidak akan berkata apa-apa lagi. tentang Biro Sekretaris Cavendish." Poirot menegaskan." kata saya. "Dan karenanya." "Untuk itu kau harus menunggu. Colin sayang. di balik perona pipi dan maskara. Maksudnya jika sava mengamati bahwa seekor anjing tidak menyalak padahal semestinya dia hams menyalak. baik. yang selalu jauh lebih mudah daripada berbohong. "Sayangnya tidak terjadi dalam kasus ini. mereka bisa santai. dengan mantel-mantel bulu yang indah yang dilingkarkan di tubuhnya. pasti saya akan mengatakan. semakin banyak orang yang percaya bahwa dia kelihatan sebagai seorang laki-laki yang betul-betul biasa. *Di antara wajah-wajah setengah baya lainnya. dan mengangguk kuat-kuat." "Ah." "Tetapi." kata Poitot." kata saya. Dan sebelum Anda bisa mendapatkan jawaban yang betul untuk kedua pertanyaan ini. tentang seorang gadis yang bekerja di sana yang bernama Sheila Webb. Carilah keterangan tentang mereka. keluarga McNaugh-ton. Orang-orang selalu bersiap waspada bila ada topik yang mungkin membahayakan mereka. "Anda mengerti?" ''Yah—" kata inspektur itu lagi. bukan?" Hardcastle tidak akan mengatakan begitu." "Dan tentu saja. Orang nyaris menerapkan cerita-cerita fiksi itu dalam kehidupan nyata. "Kelihatannya seperti kebalikan dari Chesterton. kau berkata begitu. dan berhenti dengan sopan. mon cher." kata Poirot. Semakin banyak yang saya dengar. Setuju?" "Ya. hal itu terjadi Sebuah kalimat kecil yang pentingnya tak terkirakan. Tetapi yang Jebih penting lagi. "Sebab dengan demikian. melodrama! Ketika saya berkata pada diri sendiri meniru Chesterton 'Di mana seorang wanita setengah baya menyembunyikan kecantikannya yang memudar?' Sava tidak menjawab. Saya boleh menyebutkan bahwa ketika teman muda saya ini datang dengan kisahnya. Dia menyembunyikannya di balik make-up. "bahkan kau sendiri pun tidak dapat menahan diri terhadap kesan melodramatis dalam kata-katamu sendiri. setengah baya." "Anda tadi berkata. ada orang-orang yang telah berada di tempat itu. Latar belakang mereka." "Sebuah penjelasan yang mengagumkan. khayalan. Kau juga berada di tempat itu. 'Di mana akan kausembunyikan sehelai daun? Di hutan. dan betul-betul tidak nyata. Anda mengerti maksud saya?" "Yah — " kata inspektur itu. 'Tetangga." "Yah. atau suami seseorang yang keberadaannya menjengkelkan dan membahayakan istrinya. M. memutar badannya.' " Dia memandang inspektur itu. fantastik." "Apa?** saya menuntut. "kau. selanjutnya." . Di mana akan kausembunyikan sebuah batu kerikil? Di pantai. 'Kau bilang ini mestinya adalah kejahatan yang sederhana? Baiklah. baik. Dia bisa menjadi siapa saja. Sebab dalam percakapan Anda tidak langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu —dalam sebuah percakapan biasa. mereka tergoda untuk mengatakan yang sebenarnya. "Tetapi aku tetap tidak mengerti bagaimana kesimpulanmu bisa tepat. Poirot melanjutkan. "Andamulai menginjak pada intinya sekarang. Dan tiba-tiba saya berpikir sendiri. Jadi. karena ini adalah nyata." kata inspektur itu. hal-hal kecil sering terselip. Semua ini sangat melodramatis." kata saya. "Kau lihat. Jadi saya berkata pada teman saya Colin. harus dalam percakapan. Miss Pebmarsh yang mungkin telah membunuhnya sebelum dia keluar pada pukul 1. Ini benarbenar terjadi. Dia jatuh ke dalam pelukan seorang pemuda. dan terhormat. itu tidak cocok di sini. atau seorang penipu. dengan mempermainkan aku. Mrs. "Jadi di sini ada seorang laki-laki biasa. 'Ha! Kejahatan model Sherlock Holmes!* Sama seperti bila sesosok mayat ditemukan di ruangan terkunci. "Padahal aku adalah orang yang datang dan meletakkan seluruh kejadian ini ke pangkuan-mu!" "Pembunuh biasanya sombong. mon cher.

Saya mulai merasa tidak enak. Dia membeli roti kismis dan kembali ke kantor Poirot menuding-nudingkan jarinya dengan tegas pada kami. Dia cuma datang ke sana untuk dibunuh. Karena ingin perang. mengambil giliran kedua dari jam 1."Jika kau melanjutkan. Dengan pengecualian Mr". Tetapi itu bukan semuanya. yang diucapkan oleh salah seorang tetangga. RarhSay yang1 saya kira tidaklah seperti yang ditunjukkannya. Tidak lebih dari itu. Curry datang ke Wilbraham Crescent No. Betapa anehnya. Pada tanggal 9 September. berusia setengah baya. jika dia orang kaya. 19 untuk dibunuh. 81 . merek penjahit telah disingkirkan dari pakaiannya. dan bahwa seseorang menginginkan kematiannya. Mereka adalah keempat gadis yang biasanya mengambil giliran makan siang pertama kali dari jam 12. itu akan memberi petunjuk pada kita siapa pembunuhnya. semua ini harus dikesampingkan dulu untuk sementara. "Ini. sepatu hilang. "Kata-katanya pada polisi di pemeriksaan itu adalah satu-satunya petunjuk yang kita miliki mengenai apa yang mencemaskannya. kerajaan musnah. pasti merupakan kejahatan yang sederhana. Mrs. dan dua gadis lainnya. Curry. Edna. Hemming. Jika orang itu tidak berkeluarga. Dan mana dia datang? Apa yang membawanya ke Wilbraham Crescent No. "Banyak orang punya kemungkinan membunuh Mr. Asumsi lebih jauh adalah bahwa dia bukan orang Inggris. Poirot mendongakkan kepalanya dan berdeklamasi secara dramatis: "Karena tngin paku. 19? Dan di sini ada satu ucapan yang sangat berharga. dia mungkin maksudnya Sheila Webb. Edna Brent. Telah diasumsikan bahwa sesuatu itu berkaitan dengan Sheila Webb. atau mempunyai alasan untuk membunuh gadis itu. Janet dan Maureen. "Dengan mengesampingkan Miss Pebmarsh dan Sheila Webb. dia berkata. mereka dipilih. saya berkata pada diri saya sendiri.30 sampai jam 1.30. Karena ingin kuda. Delapan orang gadis bekerja di sana. Sheila Webb. kuda hilang. agar mayat itu ditemukan. "Mari kita bayangkan Biro Sekretaris Cavendish. seperti sangkaan orang pada umumnya. maka kita harus mencari orang yang punya rahasia kriminal. kau akan meyakinkan dhiku" kata saya. maka kita mencari di antara pewaris-pewarisnya." Kami berdua menatapnya.' Dia mempunyai bakat. "Bonafiditas setiap orang adalah ash. Mr.untuk membunuhnya. paling tidak akan ada induk semang. Tetapi jika kita tidak tahu siapa orang itu—maka kita punya tugas yang lebih sulit untuk mencari di antara orang-orang dalam lingkaran itu siapa yang memiliki alasan. Keempat sisanya." "Maksud Anda Edna tahu bahwa itu bukan dari Miss Pebmarsh?" "Saya kira lebih sederhana dari itu. Tetapi itu tidak cukup. Rival. Jadi kita kembali ke Mr. hanyalah ukuran sementara. seperti yang dikatakan dalam 'Alice' Anda yang abadi itu. pembantu.'* Dia mencondongkan tubuhnya ke depan. Mungkin maksud Edna adalah Miss Pebmarsh. dilly. "Sejauh itu—rencananya adalah jelas. jarum jam yang diputar agar menunjuk waktu tertentu. Dia berkata seperti ini. mengenalinya dengan yakin dan itulah identitasnya.' Hal yang utama adalah bahwa seorang laki-laki biasa. tidak punya surat-surat keterangan. pengaturan-pengaturan yang dibuat dengan sengaja." Di sirj Poirot memandang _-aya dengan pandang bertanya dan saya mengangguk. Bland adalah seorang kontraktor lokal yang ternama. Saya kira bahwa tidak ada telepon sama sekali. 'Saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar." "Saya mulai'mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang korban dan pembunuhnya. dia harus diberi identitas palsu. dan hanya sedang berkunjung ke negeri ini. Atau. Cuma terdiri dari bunyi telepon yang diterimanya yang mengaku dari Miss Pebmarsh. Tumit sepatunva putus. Kejahatan itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan lihai'—tetapi sekarang muncullah sekeping kesialan yang tak seorang pembunuh pun dapat meramalkannya. Waterhouse adalah penghuni terhormat sejak dulu. siapa yang ada di sana yang tampaknya tidak seperti yang ditunjukkannya? Jawabannya adalah mengecewakan. tersangkut <li kisi-kisi. untuk menuju pada inti sesuatu masalah. Oh! Saya mengerti." "Tepat. tetapi gagal. rekan bisnis. Tetapi hanya satu orang yang dapat membunuhnya. Curry—Mrs. seorang istri. Jika dia seorang detektif. Kehadiran jam-jam yang tidak pada tempatnya itu. seseorang akan muncul. saya yakin. Tetapi pada hari itu Edna Brent mendapat kecelakaan kecil segera setelah meninggalkan kantor. Curry. Mr. Dia mencoba menemui Sheila Webb di luar kantor. dilly—datanglah untuk dibunuh. tetapi tidak ada bukti mengenainya. Jika kita tahu siapa orang itu. Dan semuanya gara-gara ingin sebatang paku sepatu kuda." Poirot meneruskan. telah mati. tanpa mengetahui mengapa kedua nama itu berarti sesuatu. Adalah penting bahwa dia tidak dapat diidentifikasikan. Tetapi ada kemungkinan ketiga—mungkin maksudnya Miss Martindale" "Miss Martindale? Tetapi kesaksiannya cuma beberapa menit saja. Dia mungkin hanya ingin berkonsultasi dengan Sheila Webb tentang sesuatu yang membingungkannya—tetapi jika demikian.30 sampai jam 2. "Kita telah tahu bahwa Edna Brent mencemaskan sesuatu. Jika identitas orang itu harus disembunyikan selamanya. maka kita harus mencari orang yang bisa diperasnya. Mrs Rival—dan nama itu sendiri sudah mencurigakan. Ternyata yang muncul seorang istri. saudara perempuan. empat dari gadis-gadis itu mendapat tugas keluar yang agak jauh—sehingga mereka mendapat makan siang dari klien yang memakai jasa mereka." "Dan apakah itu?" tanya Hardcastle." kata saya. tetapi apa yang membingungkan saya adalah mengapa pembunuh kita berani mengambil risiko bahwa tidak akan ada identifikasi asli.30. Dia tidak punya dompet. " 'Dilly. Dia menyimpulkan seluruh kejadian itu. Ini membuat saya menuju asumsi berikut™ orang ini tidak diketahui telah menghilang. Ketika diberi tahu bahwa orang itu tidak tinggal di nomor 19. Sederhana sekali!" "Komentarnya memang mencengangkan diriku pada waktu itu. Kartu nama Curry ng dicetak. Saudara lakilaki. yang sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri untuk dapat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Poirot beralih ke Inspektur Hardcastle. Poirot tidak memperhatikan saya. Curry datang—dan dia dibunuh. Ada sebuah desa di Somerset—saya pernah tinggal dekat sana dengan teman-teman dulu—desa Curry Rival—Tanpa sadar. Karena ingin sepatu. satu hal sudah jelas. Hemming adalah janda petugas lelang lokal. Tanpa diduga. Itu akan cocok dengan fakta bahwa giginya tidak cocok dengan catatan gigi mana pun di sini. McNaughton pernah menjadi dosen di Cambridge. Jika dia seorang pemeras yang terkenal.' Tiga orang wanita telah memberikan kesaksian pagi itu. Cepat atau lambat. Mrs. perang kalah.* Mr. Agen Asuransi. Dia ingin berbicara dengan Sheila Webb di luar kantor. seperti 'sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan lilin lak dan kubis-kubis serta raja-raja. Dia tidak dapat pergi makan dengan keadaan seperti itu. Mereka adalah.

Berita tentang pembunuhan menyebar dan sedikit demi sedikit ceritanya menjadi lebih jelas. Mungkin istri pertamanya meninggal sesudahnya. Bland yang lain—dia adalah istri kedua—bukan istri pertama—Bayangkan. dan terlaksanalah hal itu. Apakah kau ingat bahwa sesudah berbicara tentang hidup di luar negeri. Tetapi Edna tahu bahwa itu tidak benar."Tumit sepatu Edna copot. Bagaimanapun juga. u an orang-orang di Crescent sibuk menatap nomor 19. Tetapi bagaimana mereka bisa berharap untuk lolos dari itu? Pasti ada yang akan kehilangan orang itu. Pernikahannya yang pertama. Bland yang pertama dengan cukup baik." "Dan kemudian tibalah pemeriksaan itu. Bland mungkin adalah dalangnya. Mungkin Miss Martindale berbicara padanya di sana. Dan di sini. Dia harus bertanva pada Sheila mengenainya. Bland mengatakan bahwa dia suka tinggal di Crowdean sebab dia punya seorang saudara perempuan di sini. Mengapa Edna pergi ke sana. makmur. itu betul. Dia mungkin seorang pengacara keluarga yang sudah tua. di kantor pribadinya. eh? Aku menemukan satu kalimat yang sangat jelas. dan semua kesulitan keuangan mereka berlalu— "Dan kemudian—setahun berikutnya—sesuatu terjadi. tidak tahu bahwa Edna telah kembali. Sheila pasti tahu jawabannya. semakin kacau jadinya. bertahun-tahun yang lalu. ketika meninggalkan Cornmarket dalam kerumunan orang. Tidak ada telepon pada waktu itu. Mungkin saat itu dia telah mendengar gadis-gadis itu menggoda Edna tentang tumit sepatunya yang copot. Miss Martindale mengulangi ceritanya tentang telepon itu dan Edna betul-betul tahu-sekarang bahwa bukti yang diberikan Miss Martindale dengan begitu jelas.iia saya melihatnya." "Dan tak seorang pun melihatnya?" Poirot mengangkat bahu. tulah sebabnya dia bertanya pada polisi itu apakah dia bisa berbicara dengan inspektur. "Oh. dia dapat pergi ke luar negeri— tetapi sesuatu seperti itu akan mencurigakan.' Salah satu sifat Edna adalah segera melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Ini nomor kantor polisi. Bagaimanapun juga. Edna mula-mula tidak tahu betapa pentingnya apa yang diketahuinya itu." kata Harttcas-e r mereka sangat berbeda— tetapi benar—ada kesamaannya juga. Tetapi karena tidak diragukan lagi bahwa Miss Martindale-lah yang membunuh Edna—oh." "Tidak. Dia memikirkan dan merencanakan semuanya. Tetapi Mrs. Miss Martindale pasti telah membuat kesalahan—Tetapi Miss Martindale jelas-jelas tidak mungkin membuat kesalahan. Formalitas yang sah dilalui. ya —hanya dia yang dapat membunuh Edna. ketika dia di luar negeri. Dan saya mulai curiga bahwa pada diri Miss Martindale kita menemukan karakter Lady Macbeth. "Banyak orang melakukannya. Miss Pebmarsh menelepon dan meminta Sheila Webb untuk dikirimkan." "Anda menganggap Miss Martindale dan Mrs. betapa kecewanya dia! Dia jadi geram! Dan kemudian sebuah ide muncul. sebab dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Tetapi sangat efisien." "Tetapi mengapa? Apa motifnya?" Hercule Poirot memandang saya. Bland bersaudara?" "Itu adalah satu-satunya keterangan yang masuk akal. 'Ini sangat penting. maka dia pasti terlibat. menarik selendang di sekeliling lehernya dan mencekiknya. Penyelidikan-penyelidikan akan dilakukan—'* . berjalan dengannya di sepanjang jalan itu dan Edna mengeluarkan pertanyaannya. dan boleh dikatakan sedang nganggur. Semakin Edna memikirkannya. ya." Hardcastle menggelengkan kepalanya ragu. Mrs. "Mungkin mereka melihatnya. Bland dan satu-satunya kesulitan adalah bahwa Mrs. Teleponlah dan katakan pada mereka kita berdua akan segera ke sana. "Miss Martindale? Saya tidak melihat bagaimana dia bisa terlibat. Dia menggoyang-goyangkan jarinya." ^Mrs/ Bland wemangwengmg'arkitirsayaj'pada ses<oianq. mendengar pertanyaannya. wanita yang bengis dan tidak punya imajinasi. Itu adalah kesempatan yang diambil dengan berani oleh seorang wanita yang nekat dan kejam. Mungkin mereka memikirkan cara-cara untuk menghindari pertemuan itu. Bland yang lain? Tidak seorang pun di Crowdean tahu bahwa Bland telah menikah sebelumnya. tetapi ternyata n siang. atau seorang teman dekat keluarga itu—tetapi siapa pun dia. tidak ada orang lain kecuali dirinya di kantor itu.49. Bagaimana dan kapan perjanjian itu dibuat tidak disebutkan pada Edna. sama sekali tidak punya imajinasi. Sejauh yang diketahuinya. Bland bisa jatuh sakit. Tetapi Miss Pebmarsh berkata bahwa bukan dia yang menelepon. Kau harus segera menelepon polisi. Bland semestinya tidak punya seorang saudara perempuan. dan Miss "Martindale menyelinap di belakangnya. saya kira. Dan jadilah keluarga Bland kaya. Dia memejamkan matanya dan berbicara sambil melamun. "Jadi Anda pikir-" Poirot bersandar pada kursinya dan mengatupkan ujung jari-jarinya. Dia memiliki akte pernikahan yang asli. Dan semua gadis menghadirinya. Dia berkata.'* "Ya." Hardcastle duduk bersiap-siap. sehingga tidak dapat ditipu dengan tiruannya. tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu. Surat itu dialamatkan pada Mrs. dia membuntuti gadis itu ke Wilbraham Crescent. Apa yang terjadi? Saya kira seseorang akan datang berkunjung dari Canada ke negeri ini—dan orang itu mengenal Mrs. Tamu itu akan berkeras untuk melihat wanita yang ingin dilihatnya—" "Jadi— pembunuhan?" "Ya. "Jadi percakapan-percakapan para tetangga tidak berguna bagimu. Saya kira mungkin Miss Martindale. Yang perlu dia lakukan hanvalah berkata bahwa ada telepon jam 1. mengangkat gagang telepon. Mereka saat itu berada di dekat telepon umum. Seorang perencana yang baik. lebih baik mengambil risiko. Miss Martindale bertindak cepat. dia akan tahu. Kisi-kisi itu terletak cukup dekat dengan kantor. Orang tidak melihatnya mula-mula. Bland yang meneri-manva adalah Mrs. saudara perempuan Mrs. dengan waktu yang sangat tepat. Suatu hari datanglah sepucuk surat dari kantor pengacara yang mengatakan bahwa istri Anda telah mewarisi harta yang besar dari seorang paman di Canada. Dia masuk ke bilik telepon umum. ke. Dia kembali ke kantor. Siapa yang tahu bahwa yang ini adalah Mrs. dan sedang dalam kesulitan keuangan. Mereka mengambilnya. dan dia langsung menikah kembali. "Misalnya Anda adalah seorang laki-laki biasa. saya ingin tahu?" "Cuma untuk melihat tempat kejadian itu. foto-foto dari sanak-saudara di Canada yang telah meninggal sekarang—semuanya sederhana saja. saya membayangkan. berbagai surat-surat keluarga." kata Hardcastle mengeluh. Sheila dipanggil oleh Miss Martindale dan disuruh pergi untuk memenuhi panggilan. terjadi di masa perang. Tetapi Miss Martindale." "Tidak punya imajinasi?" tanya Hardcastle. adalah salah. Mrs. Dia telah mewarisi harta yang besar setahun yang lalu dari pamannya di Canada. Telepon itu dikatakan masuk pada pukul dua kurang sepuluh menit.

itu sangat cocok buat U Martindale. "Eh. V h tas dc bitiseSy seluruhnya! Dan tentu saja ada cerita sejenisnya—seorang gadis yang dihukum mati. Enderby di Ennismore Gardens. pada alur cerita Gregson." Hardcastle menolak. Pada saat itu siapa yang akan menghubungkan seorang laki-laki yang telah diidentifikasi dan dikuburkan sebagai Harry Casdeton. "Ya?" katanya. Jam-jam yang terkenal itu!" Poirot tersenyum. 7. Itu adalah kombinasi nomor sebuah lemari besi." "Aha. akan kukatakan padamu. lima lewat empat menit. Semua ada di sana—menunggunya. dengan seorang tamu kaya dan terhormat dari Canada. Atau kau bisa pergi ke Ritz. kalau begitu mengapa?* Hercule Poirot meledak marah. "Anda telah memberi kami sesuatu untuk dipikirkan. bukan? Aku bisa jadi mesin kalau memang perlu. mengetahui semuanya. mengapa kau datang kemari?" "Sudah kubilang. Dia mengumpulkan buku-buku tulis itu dan mengambil kertas hotel itu dari tangan saya." Poirot berlagak rendah hati." "Tetapi jam-jam-itu pasti mempunyai arti yang asli—maksud saya. men dieu. sehingga pemeriksaan akan dilakukan dari negara lain. Dia mengambil sehelai kertas hotel dari rak di atasnya dan mengulut kannya pada Hardcastle. "Jika Anda mau menulis pada Mr." kata Poirot. yang dulu adalah sekretarisnya. Poirot. Apakah nantinya ada yang muncul—" "Saya sangat senang sekali jika saya bisa membantu. tidak untuk bisnis." Poirot meneruskan dengan muak. mengapa—oh. karena kau begitu bodoh untuk menerka. Dari awal saya telah mendeteksi adanya suatu pola—suatu pola yang saya ketahui. terima kasih." "Sudah tentu. Sepucuk surat dari suatu tempat—sepucuk kartu pos dari tempat lainnya. saya menghadiri penjualan naskah-naskah para pengarang minggu ini. per-mata-permata mahkota keluarga bangsawan Rusia. saya ingin tahu?" Hardcastle menolak untuk mengorek-ngorek sejarah masa lampau. Seperti Colin di sini akan mengatakan pada Anda. Jam-jamnya diputar pada jam lima lewat satu menit. Saya hampir-hampir tidak berani berharap. "Coba katakan saru hal padaku. Melihat kertas itu. Di antara mereka ada milik Gerry Gregsort." "Dan bagaimana tentang urusan jam-jam itu?" "Oh! Jam-jam itu. Itulah yang menarik. Alisnya naik. Greg-son terburu meninggal dan tidak sempat menulis yang satu ini—tetapi Miss Martindale. Saya sangat beruntung. Hardcastle telah mencatat alamat Enderby tanpa bersusah-payah untuk membalik kertas itu sehingga posisinya benar. dan lima lewat tujuh menit." kata Hardcastle. adalah kejahatan yang sederhana. Jam Rosemary yang direparasikan oleh Sheila Webb. Tetapi nasib baik berpihak pada saya. betapa bodohnya aku ini. ya. Lemari besi itu disembunyikan di belakang reproduksi lukisan Mona Lisa. ya. Di dalam lemari besi itu. W. saya akan menyelinap sehaii ke Prancis atau Belgia dan membuang paspor orang itu di kereta api atau di trem." kata Hercule Poirot. Karena kejahatan itu. "Eh. kau akan lebih nyaman di sana daripada di Hotel Curlew. Dia adalah seorang pengacara internasional yang terkenal. saya jadi tahu betapa bodohnya saya. "Saya harus memeriksa berbagai hal—" "Tentu—tentu—" Ucapan selamat berpisah diucapkan. rencana perjalanannya mungkin tidak diketahui orang lain. Aku dapat berbaring dan berpikir. Dia cukup memilih karakter-karakter lokalnya dan mengangkat cerita itu untuk disesuaikan. "Saya pikir Anda akan menemukan bahwa Miss Martindale bertanggung jawab atas mereka." "Mereka bisa meminjamkanmu apartemen lainnya. Oh. kau bisa mengerjakan semuany? hanya dengan duduk di kursimu di London dan dapat membuatku dan Dick Hardcastle menemui -mu di sana. Apakah dia kehilangan benda itu di ruang kerja Biro Sekretaris itu? Apakah Miss Martindale mengambilnya sebagai dasar dari khayalannya. "Yah. terpana. Ya. Aku dapat memecahkan masalahnya. Dan masalah ini menyangkut manusia. Poirot mengalihkan perhatiannya pada saya. ya. bien—dan apa. bien. ke negara di mana dia tidak pernah dilihat sebelumnya? Jika saya jadi pembunuhnya. 515457. "Dan Anda berkata bahwa wanita itu tidak punya imajinasi? Kapan dia merencanakan semua ini?" "Tetapi dia tidak merencanakannya. kopinya!" "Yah. Ini—" Seperti seorang tukang sulap dia mengeluarkan dua buku tulis kumal dari laci meja "—semuanya ada di sini\ Di antara banyak alur cerita yang direncanakannya untuk ditulis. itu sering terjadi pada diri kita. Selama dua menit terakhir saya memandanginya. Dia hanya perlu mengambilnya dan menyesuaikan dengan tujuannya. kalau aku boleh bertanya. dia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tertentu di Canada untuk saya. dan mata Poirot beralih ke saya. Hardcastle pergi."Jika orang itu bepergian ke luar negeri —mungkin untuk bersenang-senang. Semua petunjuk yang semarak itu akan menuju—ke mana? Tidak ke mana-mana tepatnya! Ah. Tetapi aku ini manusia." "Aku tahu kini. Poirot." Tetapi mungkin tidak pada Hercule Poirot! Sava harus menyerangnya. seperu yang saya katakan tadi. "Bland berkata padaku bahwa dia baru-baru ini telah pergi sehari ke Boulogne—dengan seorang gadis pirang" "Yang membuat semuanva kelihatan wajar. seperti katamu. S." 83 . 10. seorang wanita yang efisien. mereka mereparasi apartemenku. Aku ingin tahu—Gregson meninggalkan sebuah warisan untuknya—bukan? Bagaimana dan mengapa dia meninggal. Sebuah pola yang saya kenal. No. dan apakah hanya karena jam itu maka dia memilih Sheila sebagai orang yang akan menemukan mayat itu — " Hardcastle meledak. Tidak diragukan lagi itu adalah kebiasaannya. "Kopinya di sini. sebab saya telah membaca pola-pola itu baru-baru ini. Jika. maka harus disamarkan supaya menjadi fantastik. M. Aku ini manusia. "Tetapi penyelidikan dapat dilakukan. "ada perhiasan. Alamat hotelnya terbalik di bagian kiri bawah. yang sedang menggigitmu—kau kelihatan seperti orang vang baru saja melihat hantu." "Itu masih dugaan. kukatakan padamu." "Oh." Saya bergerak tanpa sadar.

Anda menyimpan huku-buku anak-anak dalam huruf Braille di rumah Anda—hal yang sangat wajar. Anda punya dua jam untuk berangkat jika Anda memilih untuk pergi. "Saya tidak akan mengambil keuntungan dari tawaran Anda. Tak seorang pun keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit sekarang. Saya tidak punya ilusi tentang Millicent Pebmarsh. "Saya punya fotonya—ketika dia masih anak-anak. Selalu ada kesempatan—bahkan di penjara. Saya tidak mengalihkan mata saya darinya. menuju ke arah Barat.." "Saya dulu begitu bodoh. Catatan-catatan dan memoranda-memoranda yang penting Anda simpan dengan sistem microdot dalam huruf Braille. Dia kembali dari jendela dan berjalan menuju meja tulis. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa—bahwa itu mungkin benar?'* "Mata.. "Sebab saya pikir ada sebuah kemungkinan bahwa Anda mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu mertua saya." Saya memandang jam tangan saya lagi. Dari sini informasi itu diteruskan ke tujuannya lewat Ramsay. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun. Aku datang kemari karena keingintahuan manusia/' kata Hercule Poirot dengan gaya agung. saya selalu berusaha tahu tentang dirinya—selalu. . Informasi yang didapat Larkin di Portlebury diteruskan pada Anda. Saya pergi ke pintu depan dan menekan bel. Saya tidak mempercayainya sedikit pun." "Itu adalah persoalan pendapat saja." Saya melihat jam tangan saya.." "Ya." kata saya.*' kata saya. Anda telah tal-u siapa tepatnya saya ini sejak hari pertama Anda berbicara dengan saya. Bukan sebuah senjata otomatis. Kalau diperlukan dia akan menyelinap ke rumah Anda." kata saya. Dia meraba sebuah kursi dan duduk. "Anda punya waktu dua jam." Dia berkata. Pengecualian itu adalah Anda sendiri. Miss Pebmarsh. Saya datang ke tempat ini untuk mencari Anda. tetapi bahkan seorang wanita buta pun dapat mencelakakan kita jika kita tidak waspada." "Dan mengapa Anda katakan semuanya ini pada saya? Kelihatannya ini tidak biasa. Kebutaannya tidak akan melumpuhkannya jika dia mempunyai kesempatan sekali ja untuk menodongkan sebuah pistol otomatis ke kepala saya. kau lagi saya berada di Wilbraham Crescent. Anda adalah wanita yang memiliki kepandaian dan kepribadian yang luar biasa. Saya telah menemukan kantor pusat di mana rencana-rencana itu dibuat." "Kita semua bisa ceroboh kadang-kadang. Saya tidak tahu dorongan apa yang telah menggerakkan Anda—" "Katakan saja bahwa saya mengabdikan diri. Lamb. Si. saya mungkin salah." "Mungkin pembunuhan itu mengalihkan perhatian Anda." Hening lagi. Miss Pebmarsh. "Saya mungkin lemah hati." Dia mendahului saya masuk ke ruang duduk." "Saya tidak begitu yakin apa yang Anda maksudkan. Dua jam lagi orang-orang kami akan datang kemari dan mengambil alih — " "Saya tidak memahami maksud Anda.*' "Tetapi watak kami jauh berbeda. "Saya melakukan yang terbaik untuknya. Anda bekerja di institut untuk anak-anak cacat." Hening sesaat.*' "Jangan omong kosong." "Tetapi mengapa? Mengapa}" Saya berkata pelan." "Indoktrinasi.. dan akan tetap di sini sampai orang-orang sava datang. "Saya tidak akan mengatakan apakah Anda benar atau salah. sesungguhnya. Mengapa Anda datang kemari sebelum orang-orang Anda. "Bolehkah saya masuk dan berbicara dengan Anda?" "Tentu."Jadi?" "Penjelasan sederhana sekali—sama seperti pembunuhan itu.. Dengan Anda. untuk memberi saya apa yang kelihatannya sebagai suatu peringatan—" "Ini adalah peringatan. Apa gunanya? Saya akan tetap di sini sampai—mereka datang. Saya menemukan Anda pada hari pertama saya berada di sini—tapi saya tidak tahu bahwa saya telah menemukan Anda. "Waktu terus berjalan. "Tahukah Anda siapa dia—hari itu?" "Tidak sampai saya mendengar namanya. Anda buta." "Tidak. Saya datang kemari sendiri. Miss Pebmarsh." "Dan apa arti semuanya ini?" "Hanya bahwa permainan itu sudah selesai. Penyamaran Anda sangat baik. Dia buta. Saya mengerti bahwa Anda tidak mempunyai hubungan dengan polisi lokal—" "Anda benar." Saya berada di belakangnya ketika dia membuka laci itu. Saya juga cukup bodoh untuk membaca sehelai kertas dalam keadaan terbalik. Saya pikir itu adalah mungkin. malam-malam. "Anda kelihatan sering berada di daerah ini. sebuah alasan harus dipikirkan dulu. Saya pikir.. Tangan saya menindih tangannya dan mengambil pisau itu.** "Saya tidak setuju.. Mr." "Sebagaimana seharusnya. Dia berkata pelan. Miss Millicent Pebmarsh membukanva." "Anda tidak akan dapat begitu tidak berperasaan seperti yang Anda inginkan. tetapi saya tidak bodoh. hampir-hampir menentang. Rumah itu rapi dan damai. Tetapi sebuah pisau kecil yang sangat mematikan. Kemudian saya bertanya. Millicent Pebmarsh berdiri dan pergi ke jendela. Dia menjatuhkan sekeping uang logam Cekoslo-vakia di kebun Anda suatu hari—" "Dia memang ceroboh. "Ini Colin Lamb.. maksud Anda?" "Jika Anda menyukai istilah itu. untuk melihat bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah ini—dengan satu pengecualian. melalui kebun." "Seperti kata Anda. Saya berhenti di depan pintu gerbang nomor 19.

Semua komunikasi antara Mrs. Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan Anda hari itu. karena pernikahan itu tidak disetujui keluarganya." kata saya. Duguesclin adalah teman lama keluarga Montresor dari Quebec. Bland dan keluarganya di Canada putus sejak saat dia menikah. saya kira. banyak catatan telah dihancurkan waktu itu. tetapi jaksa mempertimbangkan sebuah surat penangkapan untuk menahan Josaiah Bland. bagaimanapun juga. Bland. tetapi dengan penuh pengertian.pada Valerie. dilaksanakan dengan terang-terangan. Miss Mar-tindale dan Mrs. Henty Montresor meninggal delapan belas bulan yang lalu. bukti-bukti yang memuaskan akan sulit diperoleh. Quentin Duguesclin dari Quebec meninggalkan Canada menuju Eropa sekitar empat minggu yang lalu. Tidak perlu diragukan lagi.. Seseorang bernama Mr. Mr. bermusuhan satu sama lain. yang juga bermarkas di Prancis. "menjadi seorang manusia biasa.Poirot yang terhormat.dulu selalu sayang. Saya tidak akan merepotkan Anda dengan keterangan-keterangan yang lebih terinci." kata saya. dengan Hilda Martin-dale (yang waktu itu anggota pasukan wanita). Dia adalah tipe wanita pengkhianat. Kami sekarang sudah memiliki fakta-fakta tertentu. dari Mrs.Kami duduk di sana. Inggris. dan saya harus berterima kasih atas usul Anda yang sangat berguna pada kesempatan itu. meskipun tentu saja. meninggalkan hartanya yang banyak pada satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup." Saya memikirkan kata-kata Hercule Poirot. kami masing-masing vakin bahwa pandangan pihak lain adalah salah. Mavat vang diidentifikasikan sebagai Henry Castleton telah diidentifikasi ulang—secara positif—sebagai Quentin Duguesclin. tetapi kendati saya setuju dengan pandangan Anda atas partisipasinya dalam-kejahatan ini." "Saya pikir Anda bijaksana. Tidak lama kemudian paspor itu sudah dikonfirmasikan. Kepala keluarga itu. Mr. Ada sebuah lowongan di universitas di Australia. bahwa dia bermaksud mencari keluarga Bland sementara dia ada di Inggris. Mr. Meskipun dihapus dengan tergesa-gesa.. dia adalah seorang wanita yang sangat pandai. "Saya puas. Surat dari Detektif Inspektur Hardcastle kepada M . Hercule Poirot. Bland yang pertama adalah karena serangan musuh di Prancis. karena dia dari. dan saya rasa Anda mungkin akan tertarik mengetahuinya. "Saya telah mengundurkan diri dari dinas." Kami duduk di sana dalam kesunvian. seperti dugaan Anda. kata-kata SNOWFLAKE LAUNDRY masih bisa terbaca setelah ditangani oleh para ahli. Kematian Mrs. Anda seperti ayah Rosemai-y. Bland yang kedua. Saya punya harapan. Bland adalah. Dia tidak dapat mengerti ucapan Lenin. bersaudara. yang menyerahkannya pada polisi. keponakannya Valerie. 'Persetan dengan kelembutan*. Beberapa buah papan telah ditemukan disembunyikan di pojok gudang keluarga Bland. M. Paspornya ditemukan oleh scotang pemilik restoran kecil di Boulogne. Saya harap segala perbaikan dan pendekorasi 85 . Sebuah kantor pengacara di London yang sangat terhormat bertindak sebagai agen bagi pihak Canada. yang diterangkan sebagai istri Josaiah Bland dari Portlebury. dan pernikahan Mr. Anda tidak memiliki apa yang harus dimiliki untuk pekerjaan ini. Dia tidak punya keluarga dekat dan rencananya untuk kembali tidak pasti. Duguesclin berkata pada salah satu temannya. "Saya akan kembali ke pekerjaan sava semula—biologi laut.

Komunikasi lebih lanjut dari R. kepada H.P. Hormat kami.an kembali flat Anda di London hasilnya memuaskan. Hormat kami. Berita baik! Mrs. Orang-orang di Pottobello Market mengenali Miss Martindale sebagai wanita "Amerika'* yang membeli dua buah jam di sana. Richard Hardcastle . McNaughton sekarang berkata dia telah melihat Duguesclin dalam mobil milik Bland ketika mobil itu dimasukkan ke garasi Blan Teman kita Colin telah menikahi gadis itu.H. Richard Hardcastle. saya katakan dia itu sudah gila. Mrs. Bland membuka rahasia! Mengakui seluruhnya!!! Menimpakan seluruh kesalahan pada saudara perempuannya dan su apa maksud mereka sampai akhirnya terlambat*! Mengira mereka hanya 'akan membiusnya saja'sehingga dia tidak akan mengenali bahw Cerita yang masuk akal! Tetapi saya berpendapat bahwa dia bukan si tokoh utama. Sampai jumpa. Jika Anda bertanya pada saya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful