BBSC

Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan. DILARANG MENGKOMERSILKAN atau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan. Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99

1

Agatha Christie

MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
THE CLOCKS

by Agatha Christie Copyright © Agatha Christie Ltd. 1963 MAYAT MISTERlUS Alihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45S Hak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jln Palmeral, Selatan 11, Jakarta 10270 Sampul dikerjakan oleh Floren Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT) CHRISTIE, Agatha Mayat Misterius / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. - Jakarta : Gramedia, 1989. 408 hal. ; 18 cm. Judul asli : The Clocks. (ISBN 979-403-455-X. J. fiksi Inggris. I. Judul. II. Tantani, Julanda.

Untuk sahabatku MARIO Dengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE

PROLOG
SIANG tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalam
kejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggal di Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-i amalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa pun tentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.) Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss K. Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yang membosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarik hatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya. Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesali

dan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"

"Edna.—bukan begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah yang jelas dan sembunyikan desahan napasmu."
"Maaf, Miss Martindale." "Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari." "Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale." "Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambat akhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari." "Ya, Miss Martindale." Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya, Naked Love, karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembaca karangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jas dan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kali dikirimkan. Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah. "Sandy Cat memanggilmu," kata Edna. Sheila Webb mengernyitkan dahinya. "Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*' Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya. Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien. Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine. "Kau terlambat, Miss Webb." "Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua." "Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "Miss Pebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*' "Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19." "Saya rasa saya belum pernah ke sana." Miss Martindale melihat jam. "Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di Hotel Curlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet." Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar. "Ada yang menarik, Sheila?" "Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yang memuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik." Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harus masuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisa mengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*' "Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci . Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya. "Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya. "Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Edna menarik napas dan memasang selembar kertas bersih di mesin tik. "Nafsu telah menguasainya. Dengan jari-jari liar, dia merobek kam sifon tipis dari dada wanita ttu dan membenamkan kepala si wanita dalam busa sabun* "Sialan," Edna mengumpat dan mengambil penghapus. Sheila mengambil tas tangannya dan pergi keluar. Wilbraham Crescent adalah sebuah fantasi t yang didirikan oleh seorang kontraktor zaman Victoria di tahun 1880-an. Terdiri dari dua deretan rumah kopel yang membentuk bulan sabit dengan halaman belakang yang saling berhadap-hadapan. Bentuk yang nyentrik itu menyulitkan orang-orang yang asing dengan daerah tersebut. Mereka yang datang dari sebelah luai tidak dapat menemukan nomor-nomor kecil dan mereka yang masuk langsung ke sebelah dalam, akan pusing mencari nomor-nomor besar. Rumahrumah di sana lapi, apik, dengan balkon-balkon yang artistik serta kelihatannya terhormat. Boleh dikara, modernisasi hampir-hampir tidak ada pada bagian luar. Biasanya, dapur dan kamar tidurlah yang mula-mula mengalami perubahan. Tidak ada yang luar biasa pada nomor 19. Rumah itu mempunyai gord&i yang rapi dan pegangan pintu depan dari kuningan yang mengkilap. Ada sederetan pohon mawar tumbuh di kedua sisi jalan kecil menuju pintu depan. Sheila Webb membuka pintu gerbang, berjalan menuju pintu depan dan membunyikan bel. Tidak ada jawaban, dan setelah menunggu satudua menit, dia melakukan seperti yang telah diperintahkan, dan memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan masuklah dia. Pintu ruangan di sebelah kanan gang terbentang lebar. Dia mengetuknya, menunggu, kemudian memasukinya. Ruangan itu adalah mang duduk biasa yang lumayan menyenangkan, cuma mungkin agak terlalu penuh perabot bagi selcia modern. Satu-satunya keistimewaan ruangan tersebut adalah banyaknya jam di situ—sebuah jam besar berbandul berdetak di pojok ruangan, sebuah jam porselen Dresden terletak di atas perapian, sebuah jam kereta perak di atas meja, sebuah jam kecil berbentuk menarik dan disepuh emas terletak di atas rak dekat perapian, dan di atas meja di samping jendela, sebuah jam bepergian dari kulit yang sudali lusuh, dengan huruf-huruf emas bertuliskan ROSEMARY di atasnya. Sheila Webb melihat jam di atas meja dengan sedikit terkejut. Jarum-jarumnya menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit lebih. Pandangannya beralih ke jam di atas perapian. Jarum-jarumnva menunjukkan waktu yang sama. Sheila terkejut sekali, ketika ada yang mendesing dan mengetuk di atas kepalanya, dan dari sebuah jam kayu berukir, seekor burung kukuk melompat keluar melalui pintunya yang kecil dan mengumumkan dengan keras dan jelas: kukuk, kukuk, kukuk f Suara yang kasar itu seolah-olah mengancam. Si burung kukuk menghilang lagi di balik pintu jam yang terbanting tertutup. Sheila Webb tersenyum kecil dan berjalan mengitari ujung sofa. Tiba-tiba dia berhenti dan tersentak. Tubuh seorang laki-laki tergeletak di lantai. Matanya terbuka separo dan pandangannya kosong. Ada sebentuk noda gelap yang lembap di bagian depan jas abu-abu hitamnya. Tanpa sadar Sheila membungkuk. Dia menyentuh pipi orang itu—dingin—tangannya, sama saja... dia menyentuh noda yang basah tersebut dan menarik tangannya dengan cepat, dengan pandangan ketakutan. Pada saat itu juga dia mendengar bunyi pintu gerbang terbuka, kepalanya menengok cepat ke arah jendela. Dilihatnya seorang wanita berjalan tergesa-gesa. Sheila menelan ludahnya tanpa sadar—kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri, terpaku di situ, tak dapat bergerak, tak dapat berteriak... menatap apa yang ada di depannya. Pintu depan terbuka dan seorang wanita tua bertubuh jangkung masuk sambil membawa sebuah tas belanja. Rambut ikalnya yang putih keabu-abuan ditarik ke belakang dahi. Maunya besar dan berwarna biru indah. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, tanpa melihat Sheila. Sheila mengeluarkan suara yang lemah, tidak lebih dari sebuah deheman. Mata biru tadi langsung menatapnya dan wanita itu berkata dengan tajam, "Siapa itu?" "Saya—dia—" Suara gadis itu terputus ketika wanita tersebut berjalan pelan menuju kepadany; di balik sofa. Dan kemudian dia menjerit. "Jangan—jangan... Anda akan menginjaknya.. Dia sudah mati..."

BAB 1
NARASI COLIN LAMB DENGAN memakai istilah polisi: pada pukul 2.59 siang, tanggal 9 September, saya sedang berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent ke arah barat. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal Wilbraham Crescent, dan saya harus mengakui bahwa jalan tersebut membingungkan. Saya secfang melacak sebuah firasat dengan suatu kemauan van g makin hari makin keras, sehingga firasat itu dapat saya legakan sedikit demi sedikit. Itulah saya. Nomoi yang saya inginkan adalah 61, dan dapatkah saya menemukannya? Ternyata tidak. Saya telah mengikuti nomor-nomor, mulai dari tf sampai dengan 35, dan kelihatannya Wilbraham Crescent hanya berakhir sampai di situ. Sebuah jalan raya bernama Albany Road menghalangi jalan saya. Saya berputar kembali. Pada sisi utara tidak ada rumah-rumah, yang ada hanva sebuah dinding. Di balik dinding terdapat blok-blok flat modern yang menjulang tinggi, dan jalan masuk menuju ke sana pasti lain. Jadi jelas tidak mungkin. Saya memperhatikan nomor-nomor yang saya lalui. 24, 23, 22, 21, Diana Lodge (mungkin nomor 20, seekor kucing oranye sedang duduk di atas tiang pintu gerbang sambil menjilati mukanya) 19Ptntu rumah nomor 19 terbuka, dan seorang gadis berlari keluar sepanjang sebuah jalan kecil dengan kecepatan seperti sebuah peluru kendali. Kemiripan dengan peluru kendali tersebut diperkuat dengan sebuah jeritan yang mengiringi larinya. Jeritan itu melengking nyaring serta betul-betul tidak seperti jeritan manusia. Gadis itu berlari melalui pintu "gerbang dan menabrak saya dengan kekuatan yang hampir membuat saya jatuh ke trotoar. Dia tidak hanya menabrak saya saja. Dia mencengkeram iengan saya kuat-kuat dengan penuh keputusasaan. "Tenang," kata saya, ketika sudah berhasil memulihkan keseimbangan saya. Saya mengguncangnya sedikit. "Tenanglah." Gadis itu menjadi tenang. Dia masih mencengkeram saya, tetapi sudah tidak menjerit-jerit lagi. Dia megap-megap, sambil terisak-isak.

Saya menyentuh sesuatu—sebuah tangan laki-laki yang dingin—dan tidak ada denyut nadinya. "Di manakah pesawat teleponnya?" "Saya tidak memiliki pesawat telepon. "sampai saya kembali. Matanya yang memandang lurus ke arah saya terpusat ke titik di belakang kuping kiri sava. Dia menoleh dengan cepat pada saat saya masuk dan berkata. Saya baru pulang dari berbelanja—" Saya melihat sebuah tas belanja yang dicampakkan di atas kursi di dekat pintu. yang ternyata adalah ruang makan." kata saya. wanita itu buta. bila Anda merasa mual." "Tapi—tentunya. Dan ada darah pada orang itu. Tampaknya tidak ada tempat yang cocok untuk seorang gadis yang hampir pingsan. Dia mengalami shock. Saya bertanya siapa dia. mati. tetapi tak ada jawaban—hanya suara napas seseorang yang terengah-engah. Saya pikir lebih baik saya tidak meninggalkan rumah ini.. dan menyandarkannya pada pagar besi. saya tahu. Yang saya lihat pertama kali adalah seorang wanita tua dengan rambut putih. "Siapa itu?" Saya segera sadar bahwa wanita itu buta. Sava melihatnya—tangannya yang terentang—matanya I ■ yang dingin—noda darah yang beku. Saya menurunkannya perlahan-lahan ke trotoar. Sava akan menelepon polisi. "Bagaimana kejadiannya?" tanya saya." kata saya sambil menunjukkannya pada gadis itu." kata saya. dan masuk ke dalam ruang duduk. "Tentu saja tidak masuk ke luangan ini. tepat sebelum tikungan. "Dan saya." katanya.." Dia kelihatan ragu-ragu sedikit tentang hal itu. sava tidak mau masuk ke sana lagi. Saya menarik napas dan mempertimbangkan situasi tersebut. Kelihatannya mustahil ada orang mati di ruangan yang begktf rapi dengan wanita yang tenang tersebut duduk di kursinya sambil melipat tangannya." Sava—saya pikir. saya terkena darahnya. Seseorang yang buta dapat mengetahuinya dengan mudah. dan hal itu tidaklah gampang. Saya takkan lama. saya bangkit dan menuju kema^ ri untuk duduk menunggu. menyeberangi gang. "Lebih baik Anda membawa saya masuk dan menunjukkannya pada saya. Tetapi dia segera menjawab." Saya mengangguk. Siapa dia?" "Saya tidak tahu. Dia bertanya menyelidiki. "Dan sekarang saya juga kena." "Dapatkah Anda mengatakan pada saya apa yang telah terjadi?" "Tentu. "Saya langsung masuk kemari. "Ya?" "Ada seorang laki-laki di lantai. Saya segera sadar bahwa ada orang di ruangan ini. Memang itulah yang sepantasnya dilakukan. Saya masuk melalui pintu depan." Saya kagum pada ketenangan wanita itu.Saya tidak bisa mengatakan bahwa sava dapat menangani situasi tersebut dengan cemerlang.. Saya bergerak mengitari sudut sofa. Sava menepuk pundaknya untuk meyakinkannya dan berjalan cepat menuju jalan kecil tadi. memandang pintu di sisi kiri gang. di seberang gang. pasti sudah melapor.. Malahan dia duduk dengan tenang dan menunggu." Dia menunduk dan melepaskan salah satu tangannya yang mencengkeram saya." "Kita harus memanggil polisi. siapa pun dia. "Seorang wanita muda menghambur keluar ke jalan dan berkata bahwa di sini ada orang mati. Dia tidak menjerit ataupun lari tunggang-langgang karena panik." "Oh. sekitar 50 meter dari sini.. "Saya tidak tahu apakah dia mau. Katakan padanya saya akan membuat teh. "Saya tidak tahu." saya berkata ragu-ragu. Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Wanita muda itu. Anda akan baik-baik saja. "Tidak. "Tapi—dapatkah Anda menangani—" . "Dan apa yang Anda lakukan kemudian?" "Saya meraba-raba dengan hati-hati sampai kaki saya menyentuh sesuatu." katanya tegas." "Siapa yang akan menginjaknya? Mengapa?" "Saya kira." Tetapi dia jadi gemetar hebat." Saya melihat ke sekeliling. ya. Cerita mereka cocok. sedang duduk di atas kursi. Saya bertanya kepadanya apa yang terjad Menyadari bahwa suara saya betul-betul *a\a mengeraskannya." "Terus?" "Saya berlutut. Membungkuklah dan letakkan kepaia di antara kedua lutut. apakah "Bisakah Anda tetap tinggal di sini ?" atau "Apakah Anda akan baik-baik saja?" Dia membantuku mengambil keputusan-"Anda lebih baik membawa gadis itu ma^uk ke dalam. Saya berjalan menuju suara tersebut—dan siapa pun orang itu. Saya berbicara dengan jelas dan terus terang." Sava merasa tidak masuk akal ketika-mengucap-i kan kata-kata itu. Dan siapa pun dia. "Anda tinggal di sini? Apakah ini rumah Anda?" "Ya. "Anda di sini saja. ya. tiba-tiba dia menjerit keras—tentang suatu hal yang menyangkut orang mati dan bahwa saya akan menginjaknya. Bisakah Anda—" saya ragu-ratu.. Saya ingat saya telah melewatinya." "Di mana wanita muda itu?" "Saya meninggalkannya di pintu gerbang." Saya memperhatikannya dengan lebih baik. Di mana pesawat telepon yang terdekat?" "Ada sebuah telepon umum di jalan." Saya melihat ke sekeliling ruangan tersebut."Ada apa?" Gadis itu menarik napas dalam-dalam "Di sana!" dia menunjuk ke arah di belakangnya." "Ya. "Di balik sofa. Bawalah dia ke ruang makan. Wanita itu akan menginjaknya. Saya kebetulan lewat." "Mungkin Anda benar. dia berlari keluar melewati saya sambil menjerit. Saya melihat pada noda di kerah jaket saya. Pasti akan ada orang datang kemari." Dia bangkit dan berjalan ke arah saya. tetapi saya tidak mau berbicara lagi. mendudukkannya... saya sifdali baik sekarang. raguragu sebentar. "Siapakah sebetulnya Anda ini?" "Nama saya Colin Lamb.. tidak.

saya telah memasak makanan untuk diri sendiri di dapur sejak saya mulai tinggal di lumah ini —empat belas tahun yang lalu. Ada seorang laki-laki tergeletak di lantai rumah nomor 19. saya lebih suka menunggu di dalam rumah. tentu saja." kata Hard-casde. Apa yang kaulakukan dengan gadis itu?" "Miss Pebmarsh membuatkan secangkir teh untuknya. Kebutaan-nya menyebabkan dia tidak mengetahui kalau orang mati itu ada di sana. Dia sedang menulis dengan diam-diam di atas meja kecil berlapis formika." "Dapatkah saya berbicara dengan Detektif Inspektur Hardcastle?" Suara itu menjawab dengan hati-han. Mereka bergerak secara efisien. "Bagus. tetapi dia berakal sehat. model baru." Saya menunggu." "Baiklah. "Ini kejadian yang buruk.Sekejap muncul sebuah senyum tipis di wajahnya. Seorang detektif muda berpakaian sipil sudah ada di sana. Miss Pebmarsh. saya temani Anda masuk. Dia memperkenalkan diri pada Miss Pebmarsh. Kelihatannya betul-betul mustahil ada orang dibunuh di rumahnya yang rapi dan sederhana—tetapi hal-hal yang mustahil biasanya lebih sering terjadi daripada yang diduga orang. Tiba-tiba seorang gadis melesat keluar dari rumah itu seperti seekor kelelawar terbang dari neraka dan menabrakku." Saya menolongnya berdiri dan berkata riang. Tetapi siapakah nama Anda?" "Millicent Pebmarsh—Miss" Saya keluar dari rumah itu. dan ber^e^as pergi Vagi untuk menelepon. 19. Wanita buta itu adalah Miss Millicent Pebmarsh." "Kau tidak mempermainkan aku. Miss Pebmarsh. Nyaris saja aku jatuh. yang sekarang mengajar Braille di Institut Aaronberg. dan ahli-ahli penyidik. . Saya mendudukkannya dengan nyaman di depan meja makan. "Sheila Webb-lah yang sebenarnya menemukan mayat itu. dan seorang gadis jangkung berambut coklat keriting dengan mata yang besar. Kau di mana sekarang?" "Crowdean. karena di sana tenang. "Lumayan cantik. "Memang kedengarannya fantastik. "Masuklah ke ruang makan —di sebelah kiri Anda kalau masuk. Saya akan menelepon polisi sekarang. Tetapi kenyataannya memang demikian. Akhirnya datanglah Detektif Inspektur Hard-castle. seorang fotografer kepolisian." "Dan dia menginjak orang mati itu?" "Bukan seperti dalafn bayanganmu. kan?" "Ya. seorang laki-laki berbadan tinggi." Saya merangkul bahunya dan mendesaknya maju. "Anak muda. Secangkir teh akan baik untuk Anda sambil menunggu kedatangan poin si." saya mengeraskan suara untuk menutupi protesnya. orang-orang Hukum menguasai keadaan. shock juga baginya. masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri." "Siapa yang menemukannya. "Pos Polisi Crowdean. Menjadi buta tidaklah berarti menjadi tidak berdaya. aku kebetulan sedang lewat. mati. dengan air muka acuh tak acuh dan alis yang mengesankan alis seorang dewa." "Maafkan kebodohan saya. Dia bilang ada seorang laki-laki di lantai dan bahwa seorang wanita yang buta akan menginjaknya. Tunggulah aku di sana. "Saya tidak tahu apakah beliau ada di sini atau tidak." kau inspektur itu setelah memperhatikannya sepintas lalu. Ayolah." katanya "Saya kira. kan?" Dick bertanya dengan penuh kecurigaan. "Kursi itu kelihatannya nyaman. saya Colin Lamb. Tepatnya di Wilbraham Crescent. ya. Miss Pebmarsh. Kemudian terdengarlah suara Dick Hardcastle." "Tunggu sebentar. aku akan mengirim mobil ke «ana. Kejadian itu merupakan. Tetapi dia pernah melihatnya beberapa kali. Sebuah suara yang tak bersemangat berkata. Colin Lamb. Di sana ada seorang dokter bedah kepolisian. Saya berniat untuk mendapat keterangan tentang apa yang telah terjadi dari Anda sekalian. "Colin? Aku sebetulnya tidak berharap untuk kauhubungi sementara ini. Kupikir dia telah ditikam Dia sudah mati sejak kira-kira setengah jam ^ang lalu. Kau?" "Bukan." Komentar Dick hanyalah bahwa semuanya kok kelihatan enak. saya akan membawa Miss Webb ke sana. Anda pasti menderita shock berat karenanya. sekolah untuk anak-anak cacat." Dia tahu tentang Miss Pebmarsh sedikit-sedikit. si pemilik rumah. Saya mengerti bahwa Miss—" dia melihat cepat pada buku notes yang diberikan oleh salah seorang bawahannya. ya. BAB 2 Di WILBRAHAM CRESCENT NO. Dia yang paling akhir melihat mayat tersebut. berbicara sebentar dengan dokter bedah kepolisian dan kemudian pergi ke ruang makan di mana tiga orang sedang duduk menghadapi tiga cangkir teh kosong. sambil menarik sebuah kursi Windsor. Jika Anda mengizinkan saya menggunakan dapur Anda. dong!" "Di sana—ada orang mati. bukan?" Saya mengangguk cepat." Dia membuka pintu sambungan antara ruang makan dan dapur dan menyilakan gadis itu masuk. Gadis itu mendongak menatap saya dan bergegas bangkit. meskipun mereka belum pernah bertemu secara profesional." "Jadi dia itu Miss Pebmarsh? Dan dia buta. dan tahu bahwa wanita itu adalah bekas guru. "Detektif Inspektur Hardcastle. Dia melihat-lihat apakah perintahnya telah dilaksanakan semuanya dengan baik. "Saya—saya pikir saya agak baikan sekarang. Kalau saya ini Anda. Miss Pebmarsh sedang membuat teh untuk Anda. Anda siapa?" "Katakan pada beliau. "Betul. ketakutan.

bagaimana Anda bisa berada di Wilbraham Crescent No. Miss Pebmarsh khusus memin ta saya. itu. "Sekarang.. "Semuanya sudah berlalu sekarang. Lanjutkan cerita Anda. y 'Tidak ada yang perlu dimaafkan. Lupakan saja darah itu. Sebab Anda sudah pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Belum pernah. "Dan terus—terus—dia berkata." "Dan nama beliau?" "Mrs." kata inspektur itu." "Itu hal yang rutin. Untuk melihat —maksud saya—hanya untuk melihat." Hardcastle berkata.Sheila Webb duduk dengan cemas dan menatapnya dengan matanya yang besar dan ketakutan. dia pulang. bukan? Maksud say a—sekarang ini adalah jadwal Anda—atau bagaimanapun susunan jadwalnya. tidak. Dan mayat itu—dia ada di sana. Hardcastle hampir saja berkata. Sepuluh bulan tepatnya. "Miss Pebmarsh menelepon ke Biro dan meminta seorang stenografer untuk datang kemari pada pukul tiga. kemudian Anda menekan bel.''1 Nadanya menekankan pada keranjang belanja tersebut. "Dan apa yang Anda katakan?" "Rasanya saya tidak mengatakan apa-apa.. mengerikan. kapan peitama kali Anda melihat mayat itu?" ( "Ketika saya mengitari belakang sofa. ya. saya akan mengantar Anda pulang dengan mobil polisi. Sebab dia menvuruh begitu. Maksud saya. Itulah anehnya. tetapi tidak bisa." "Bukan begitu. belum pernah. kita sudahi saja hal itu." "Siapa yang menyuruh?" "Miss Pebmarsh. Saya seorang pengetik steno—saya bekerja di Biro Sekretaris milik Miss Martindale. Mayat itu mengerikan.. mungkin beberapa menit lebih awal. mengapa Anda masuk ke luang itu?" "Mengapa?" tanya Sheila bingung." kata inspektur itu menyetujui." kata Hardcastle dengan nada kebapakan.." "Begitu. ya. 14—di belakang pompa bensin. "Nah. "Ya. Inspektur itu mengangguk." "Ada apa dengan jam-jam itu?" "Jam kukuk menunjukkan pukul tiga. ya. Apakah Anda betul-betul yakin bahwa dia belum pernah Anda lihat sebelum ini?" "Sangat yakin... 'Siapa itu?* dan dia berjalan mengitari belakang sofa dan saya pikir—saya pikir dia akan—akan menginjak?^. Bagaimana dengan keluarga Anda—Anda mempunyai keluarga?" "Orang tua saya sudah meninggal.. bisa saja dia tidak kelihatan seperti yang biasa Anda lihat." “Anda betul-betul yakin? Anda tahu.. Saya tinggal dengan bibi saya. saya setuju. "Tidak ada yang perlu dicemaskan. Apakah Anda mengenal orang itu? Apakah dia seseorang yang pernah Anda lihat sebelumnya?" "Oh. Saya ingin Anda tetap menunggu di sini kira-kira sepuluh menit lagi." "Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish — itu nama lengkapnya. tentu saja. Saya mencobanya. "Belum pernah? Anda yakin?" "Oh." sambil berpikir. "Saya tidak akan menelanmu. Oh." tetapi dia menahan diri. sepertinya hal itu tidak pada tempatnya dan kurang relevan. nah. Tetapi dia—begitu dingin—dan—dan tangan saya terkena darah." “Memang. Tetapi jika tidak ada jawaban. Saya tidak bisa berhenti menjerit. bukan?" "Betul.." Inspektur Hardcastle bangkit dan mengulurkan tangannya." "Mengerikan. Kejadian itu tidak perlu dipikirkan lagi. Dan Anda bekerja. Nah." jawab Sheila cepat. Anda tidak menyentuhnya sama sekali?" "Ya—ya saya menyentuhnya." "Dan berapa lama Anda sudah beke> ja di sana?" "Sekitar setahun. Sesudah itu. Sungguh mengerikan—kental dan lengket. Apa yang terjadi kemudian ?" "Saya tidak tahu. dia bukannya jenis orang yang mudah untuk dilupakan.. dan sebaliknya berkata. Sayang. Saya menjerit. 19 hari ini?" "Ceritanya begini. sebab jam kukuk—" Dia mendadak berhenti. Anda telah menceritakan semuanya dengan baik.. Miss Webb?" "Tentu saja—jam-jam itu. saya keluar dari ruang itu melalui pintu depan—" "Seperti seekor kelelawar terbang dari neraka. bukan?" "Ya.." "Miss Pebmarsh." "Tapi saya kira Anda belum pernah bercakap-cakap dengannya. mungkin ada hal-hal yang mgin saya tan akan pada Anda nanti." Sheila Webb berbicara dengan lebih percaya diri.. Saya merasa tercekik di sini" Dia menunjuk tenggorokannya. Miss Pebmarsh mengatakan hal itu pada Miss Martindale—bahwa saya harus masuk ke dalam dan menunggu di ruang duduk di sebelah kanan gang." "Baiklah kalau begitu. nama Anda Sheila Webb-dan alamat Anda?" "Palmerston Road No. dan berkata dengan agak tiba-tiba. Sungguh aneh!" "Tentu saja sangat aneh. Aneli sekali. Lawton. Kapan Anda sampai di sini?" "Kira-kira sebelum jam tiga. Berpikirlah dengan cermat. Sekarang tolong Anda ceritakan pada saya. Dia masuk sambil membawa sebuah keranjang belanja. tetapi jam-jam lainnya lebih cepat sekitar satu jam. Anda sampai di sini. "Aneh. maksud Anda?" "Ya. erftah bagaimana.. dan akhirnya. saya kira.." "Tepat. teringat pada keterangan Colin. betul-betul yakin. tidak ada sama sekali. Nah. begitu.." "Ya. satu hal lagi. Saya tidak melakukan apa-apa. dengan kata-kata Anda sendiri. .. Matanya membesar. Sheila Webb bertanya dengan takut-takut. "Apakah — apakah hanya itu saja?" "Saya kira demikian. ketakutan. Oh. Karenanya. ya. begitu saya kembali dari makan siang. ya." "Miss Pebmarsh khusus meminta And^t?" Alis Hardcastle naik ke atas. Saya tidak memperhatikannya waktu itu. Miss Martindale menvuruh saya kemari. "Begitu ya.." "Apa yang tidak Anda perhatikan." "Tentu saja—tidak ada." "Oh. Kemudian apa yang Anda lakukan?" "Apa yang saya lakukan}" "Ya. mengapa Anda masuk ke dalam?" "Oh. "Maafkan saya. Kami hanya ingin gambaran yang jelas. Hanya waktu itu saya tidak tahu kalau dia itu Miss Pebmarsh.. "Begitu.." Sheila Webb menatapnya dengan pandangan putus asa." Sheila mulai gemetar.

"Dia kebetulan sedang lewat di jalan ketika Miss Webb menghambur keluar dari rumah ini sambit menjerit ada pembunuhan. Colin." "Apakah Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan hendak mengunjungi Anda akhir-akhir ini?" "Tidak pernah. Sebelum dia dapat berbicara. atau seorang dengan profesi sejenis itu. Bisa jadi seorang pegawai bank.” . tangannya terpelihara. Saya—dulu—adalah seorang guru sekolah. "Tolong jaga Miss Webb. Tetapi saya hanya dapat meyakinkan Anda. begitu. Saya tidak menelepon siapa pun. tetapi dia berjalan dengan mantap melewati sang inspektur." "Saya tidak mengerti apa maksud Anda dengan jam-jam lain. umur sekitar enam puluh tahun. laki-laki itu menurut bukti-bukti medis meninggal antara jam 1. wajah kurus dengan rahang yang kuat. Miss Webb. meraba sebuah kursi dengan jari-jarinya." "Dan bagaimana dengan jam-jam Anda vang lain?" "Maaf?" "Jam-jam Anda yang lain kelihatannya lebih cepat satu jam." katanya. saya berusaha untuk menjadi seorang spesialis huruf Braille dan bermacam-macam teknik lainnya untuk menolong orang-orang buta." "Anda memanggilnya Colin. Saya dapat mengatakan pada Anda waktunya dengan tepat. "Anda membiarkan pintu depan tidak terkunci."Terima kasih banyak. "Saya tidak memiliki pesawat telepon di rumah. bukan?" "Sejak tahun 1950. Inspektur Hardcasde. terpana. rambut hitam mulai memutih. Anda memerlukannya setelah mengalami kejadian tadi. tapi tidak gemuk." Hardcastle menambahkan. Ketika saya diberi tahu bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolong indria penglihatan saya dan bahwa saya akan segera buta." Hardcasde menatapnya." "Itu yang dia katakan pada saya. Apakah Anda merasa mengenalnya?" Milliccnt Pebmarsh mempertimbangkan pei tanyaan itu dengan hati-hati sebelum menjawab. "Cobalah untuk beristirahat dengan enak malam ini." "Seseorang bisa saja masuk ke dalam. Nah. bisakah Anda masuk kemari?" Hardcastle mengulurkan sebelah tangannya untuk menuntun Miss Pebmarsh. membeli beberapa perangko." "Dengan senang hati. Apakah Anda sedang menantikan seorang tamu?" "Tidak. "Dia seorang ahli biologi laut. ya dan saya membeli beberapa ritsluiting dan peniti di toko kain Field and Wren. Sekarang saya bekerja di Institut Aaronberg. seorang pengacara. Gizinya baik. Millicent Pebmarsh berkata dengan tiba-tiba." "Baiklah." "Terima kasih. "Miss Pebmarsh. "Saya rasa tidak. seorang akuntan. Tetapi tentu saja itu hanya sebuah gambaran yang sangat umum. matacoklat." "Oh. Jam kukuk saya berbunyi tiga kali ketika saya memasuki pintu gerbang." katanva.30 dan 2." "Ada telepon umum di ujung jalan ini. Saya dapat mendengarnya dari jalan.30 saya mestinya sudah berangkat atau sedang bersiap-siap untuk berangkat dari rumah. bercukur bersih." "Anda tidak meminta Miss Sheila Webb secara khusus?" "Saya belum pernah mendengar namanya. menarik kursi itu. Mungkin dia seseorang yang saya kenal pada pertemuan tertentu. Tetapi hanya sedikit saja yang dapat saya ceritakan. Miss Pebmarsh." "Dapatkah Anda menceritakan dengan tepat ke mana Anda pergi?" "Sebentar. "Saya memang sering tidak menguncinva pada siang liari. Miss Pebmarsh. memaketkan sebuah bungkusan. dia menelepon kami dan saya suruh dia untuk tetap tinggal di sini dan menunggu kami." kata Inspektur Hardcasde. Tinggi kira-kira seratus tujuh puluh lima. "Ya. tetapi pasti bukan seseorang yang saya kenal baik. "Sekarang. sekolah untuk anak-anak buta dan cacat. Sesudah masuk ke dajam dan memeriksa sendiri apa yang telali terjadi." Anda sudah cukup lama tinggal di sini." "Nah. Tetapi siapakah dia? Mengapa dia datang kernsri?" Hardcastle menatapnya dengan sedikit terkejut. Jasnya abu-abu tua. bahwa saya tidak membutuhkan seorang stenografer dan tidak—saya ulangi tidak—menelepon tempat yang bernama Cavendish tersebut dengan permintaan seperti itu. Tidak ada jam-jam lain di ruang duduk. kemudian berbelanja. dan duduk di atasnva. saya akan senang jika Anda bersedia menceritakan segala sesuatunya tentang kejadian yang agak mengejutkan tadi. Kemudian saya pulang." Sheila tersenyum kecil padanya seraya berjalan masuk ke dalam mang makan. "Maafkan saya." kata inspektur itu." "Kelihatannya seseorang sudah melakukannya dalam kasus ini." "Lebih cepat? Anda maksud jam besar di pojok ruang?" "Bukan cuma itu-semua jam yang ada di ruang duduk begitu juga.45. Tadi Anda telah menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta jasa seorang stenografer dan—" Millicent Pebmarsh menyelanya. sekarang tentang kejadian siang ini. Saya hendak pergi berbelanja. "Siapakah anak muda itu?" "Namaiwa Colin Lamb. Di manakah Anda pada saat itu?" Miss Pebmarsh berpikir-pikir. Tetapi tidak ada kata lain yang cocok)—Colin Lamb adalah teman saya. Saya pergi ke kantor pos yang ada di Albany Road. Hardcastle menutup pintu." "Saya akan membacakan gambaran orang yang terbunuh itu untuk mengetahui apakah dia orang vang Anda kenal." "Anda sangat jeli." kata Miss Pebmarsh datar. tentu saja. yang bisa saja cocok dengan banyak orang. meskipun kami tidak pernah ketemu lagi sejak beberapa waktu yang lalu. Miss Pebmarsh—(jeli bukanlah kata yang tepat untuk itu. "Pada jam 1." "Anda tidak menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta—" tatap Hardcasde.

Dia mengamat-amati wanita di depannya dengan cermat. sambil meletakkan jam itu dalam tangan Miss Pebmarsh. dia menunjukkan sebuah timbunan kecil barang-barang di atas meja. kendati mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. "Anda sudah memeriksa jam-jam ini?" tanyanya. semuanya wanita. Mr. jam-jam tersebut tidak ada yang diputar dan mereka disetel pada wakni yang sama—jam empat lewat tiga belas menit. Kemudian dia menggelengkan kepala. Di mana letaknya. artinya saya ingin memeriksa dan meraba 'mereka dengan jari-jari saya sendiri. Hardcastle memeriksa barangbarang tersebut. Dan sebuah jam kereta dari perak. Miss Pebmarsh merabanya dengan cepat. Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak memiliki jam porselen Dresden." kata Hardcastle tanpa sadar. "Itu juga tidak. karena memang tidak mungkin. Inspektur itu mengambilnya kembali dari tangan Miss Pebmarsh. "Miss Pebmarsh. "di sini memang ada sebuah tempat lilin. Terus terang saya ingin melihat jam-jam itu sendiri. Hardcastle membungkuk untuk membacanya. Dia meletakkannya dalam tangan Miss Pebmarsh. "tetapi bahkan orang-orang buta. "Jam im pasti indah bentuknya. Kemudian dia bangkit berdiri. Ltd." "—dan sebuah jam kukuk di dinding di dekat pintu. menggunakan idiom-idiom yang umum. Inspektur. dan duduk. Jika Anda tidak percaya. "benda ini dapat pecah. jam dengan tulisan 'Rosemary' di atas meia. Ada suatu keyakinan yang positif. "Kelihatannya seperti jam bepergian yang biasa. . kata Anda?" "Di bagian kanan. beberapa uang recehan." Dia mengulurkan sebelah tangannya. w. "Saya tidak mengerti. "Jam-jam yang biasanya ada di ruang ini hanyalah sebuah jam besar berbandul yang ada di p<5jok di samping jendela—" "Betul." Hardcastle memberinya jam yang terbuat dari perak." katanya. maupun pada jam perak itu dan inilah yang tidak mungkin jika keadaannya normal—mestinya harus ada sidiksidik jari. Peimukaan seperti itu tidak menimbulkan bekas. "Anda dapat menyentuh segalanya. di atas perapian. Miss Pebmarsh. Anda dapat bertanya pada wanita yang datang kemari untuk membersihkan rumah ini." "Seharusnya di sana ada sepasang tempat lilin dari porselen. Inspektur Hardcastle. sebuah sapu tangan saku dari sutera. Ini bukan milik saya." Sekarang giliran Miss Pebmarsh yang menatapnya." katanya. Saya benar-benar tidak bisa mengerti. Curry. Seorang ahli penyidik mendongak melihatnya. dan benda ini tidak ada di ruang ini ketika saya meninggalkan rumah pada jam setengah dua.H. Namanva Mrs. Bagaimana dengan jam porselen Dresden yang indah di atas perapian itu? Dan sebuah jam kecil Prancis yang disepuh emas." katanya. Hardcastle pergi menuju dapur. Pak. Tidak ada sidik jari pada jam emas itu. Itu juga bukan milik saya. dan—oh ya. Saya amat yakin akan hal itu." . ayolah." Hardcastle mengangguk dan memungut sebuah jam kecil untuk bepergian dengan tulisan "Rosemary" di atasnya. Dengan hati-hati dia mengangkat jam kecil Dresden dari atas perapian." "Melihat?" Hardcastle dengan cepat menanyakan kata itu." kata Miss Pebmarsh." kata Miss Pebmarsh. Hardcastle melihat pada si ahli penyidik yang sedang berdiri di pintu." kata Hardcastle. "Saya sudah hampir selesai di bagian sini. Inspektur. dengan pengetahuan yang pasti tentang posisinya dalam ruangan tersebut. R. Kalau saya berkata saya ingin meltioat jam-jam itu. sebuah kotak tak bermerek yang berisi tablet-tablet untuk pencernaan dan sebuah kartu nama. Sidik jari juga tidak ada pada jam bepergian dari kulit itu. "model yang kulitnya dapat dilipat. London. "Ya." "Bagaimana dengan yang lain-lain dalam mangan ini?" "Ada tiga atau empat jenis sidik jari yang bet beda di ruang ini. Metropolis and Provincial Insurance Co. "Memeriksa adalah kata yang lebih tepat. Miss Pebmarsh merabanya dengan hati-hati." Millicent Pebmarsh meraba jam kecil dari porselen itu dengan jari-jarinya yang peka dan teliti.2. Di lain pihak." "Kata Anda di sini masili ada jam yang lain?" "Ada dua lagi. suatu ketegasan pada nada suara Miss Pebmarsh yang mengandung kepastian.BAB 3 HARDCASTLE menatapnya. Seperti juga halnya dengan jam yang porselen." Dengan diikuti oleh Miss Pebmarsh. Ada sebuah dompet berisi uang tujuh pound sepuluh shilling. Pak. "Oh. kemudian menjulurkannya kembali pada Hardcastle. "Hati-hati dengan yang ini. "Saya sudah memeriksa semuanya." Hardcastle tidak tahu dengan pasti apa yang harus dikatakannya selanjutnya. tidak memiliki—apa kata Anda—jam dengan tulisan 'Rosemary1—juga tidak memiliki jam emas Prancis dan apa itu yang satu lagi?" "Jam kereta dari perak. Ada sedikit kerutan bingung di dahi wanita itu." Dengan gerakan kepalanya. Dia berkata tajam. Denvers Street 7. Dia memikirkan hal-hal tersebut dalam-dalam selama beberapa saat. Isi saku-saku baju ada di atas meja. "tapi bukan kepunyaan saya. tetapi itu pun dikembalikannya." katanya. bersediakah Anda menemani saya1 masuk ke ruang sebelah?" "Tentu. "Salah satu dari kita pasti sudah gda. "Bukan. tetapi sudah digeser ke bagian ujung. Curtin." Detektif Inspektur Hardcastle terkejut. karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membalas mengamat-amati dirinya. menyeberangi gang dan masuk ke ruang duduk." Hardcasde mengambil jam porselen Dresden tersebut dan memberinya sebuah jam Prancis kecil yang disepuh emas.""Terima kasih.

17. Apakah semuanya betul?" '"Betul sekali. Curtin. kemudian menggelengkan kepalanya. "Curry. "Ini adalah urusan yang luar biasa." 'Tentu. dan dagu. Saya makan di dapur dan tidak masuk ke ruang ini." "Apakah Anda meninggalkan rumah sama sekali tadi pagi?" "Ya. "Apakah Anda bersedia. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bangkit. jam kukuk dan jam besar itu." kata Haidcastle. mulut. Dia menjenguk-kan kepalanya ke dalam lagi. Hardcastle pergi ke gerbang depan dan kemudian kembali ke ruang duduk.H." "Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial." "Itu juga betul. Pengangkatan jenazah Mr. dan Anda tidak menelepon Biro Cavendish auu tidak meminu seorang pun untuk datang kemai i pada pukul tiga. "Tidak sama sekali. membuat telur dadar di dapur dan membuat secangkir teh. Miss Pebmarsh. Curtin dan ditinggal sendirian di rumah ini. Sava tidak begitu paham dengan halhal demikian. Koreksilah saya. "tetapi saya yakin dia bukan seseorang yang pernah saya lihat atau kenal. Miss Pebmarsh? Tentu saja. Miss Pebmarsh ragu-ragu sebentar. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda? Mr. "Mereka sudah datang untuk membawanya. "Apakah Anda kebetulan sedang mengharapkan kedatangan seseorang dari sebuah perusahaan asuransi?" "Perusahaan asuransi? Tentu saja tidak. bila salah." Si ahli penyidik telah membereskan peralatannya dan keluar dari ruangan itu. Pada jam sepuluh." kata Inspektur Hardcastle. Pada suatu saat tettentu di pagi ini. Saya sudah mempunyai asuransi kebakaran dan pencurian pada Perusahaan Asuransi Jove yang memiliki cabang di sini. "Bagaimana kalau Anda duduk di sini saja." dia mengulangi nama itu. Apakah itu nama laki-laki yang terbunuh itu?" "Kelihatannya begitu. Dia datang kemari sekitar jam sepuluh dan biasanya pulang sekitar jam dua belas. tetapi saya bersedia melakukannya. saya tidak bisa bersumpah atas pernyataan seperti itu." "Ketika Anda meninggalkan rumah ini sekitar pukul 13." "Terima kasih. Kemudian dia berkata. Saya pulang sekitar jam satu kurang seperempat." kata Miss Pebmarsh.Hardcastle kembali ke sofa di mana Miss Pebmarsh duduk." katanya. berhenti sebentar di bagian belakang kuping kiri." kata Hardcastle. Jari-jarinya meraba rambut. telinga. terakhir kali saya yakin akan isi ruangan ini adalah ketika saya membersihkan debu di sini tadi pagi. apakah itu mempunyai arti bagi Anda?" "Empat lewat tiga belas menit." 'Terima kasih. tetapi jari-jari Anda mungkin dapat mengatakan pada Anda dengan lebih teliti bagaimana wajah orang itu.30. Anda tidak mengharapkan tamu hari ini." katanya. seperti biasanya saya pergi ke Aaronberg Institute." kata Hardcastle." Miss Pebmarsh menggelengkan kepala. empat buah jam dibawa kemari. Curry dilakukan dengan cepat dan profesional. "Saya akan mengulangi hal-hal yang penting dengan Anda. tidak menunjukkan emosi apa pun. terus pergi lagi. Dia duduk dekat Miss Pebmarsh. Dua orang laki-laki masuk ke ruang itu. "Jika sava harus betul-betul cermat. "Saya belum pernah mendengar nama itu. "Saya memiliki gambaran yang jelas tentang rupa orang ini. sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengasuransikan hidup saya. ketimbang kalau Anda hanya mendengar gambarannya saja. jika Anda merasa bahwa hal itu dapat membantu Anda. Miss Pebmarsh tenang sekali. "Apakah Anda menginginkan saya untuk —untuk menyentuh—" Hardcastle segera mengerti maksudnya." "Sekarang kita beralih dari soal jam ke mayat itu. Miss Pebmarsh?" Dia mendudukkan Miss Pebmarsh di kursi. Dia datang kemari mungkin untuk menemui Anda dengan alasan tertenm." Miss Pebmarsh mengecek dirinya sebelum menjawab. garis hidung. kecuali jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda sedang menanti kedatangan seorang tamu. Sekarang ting-al fakta-fakta berikut ini dan saya ingin Anda dapat memberi ide atau saran." kata Hardcastle. dan Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan bahwa seorang wakil dari perusahaan asuransi akan mengunjungi Anda hari fni. Nah. Curry?" Dia mengamatinya dekatdekat. Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya." "Begitu." "Anda tidak membutuhkan jasa seorang pengetik steno ataupun stenografer. Mata saya yang buta menyebabkan saya tidak bisa memperhatikan ada atau tidaknya suatu barang yang biasanya tidak ada dalam ruangan ini." "Untuk itu Anda harus bertanya pada Mrs. R. jadi kemungkinan mereka itu dimasukkan kemari pada suatu saat tertentu di pagi hari. "Bukan nama yang umum. karena para pembantu cenderung ceroboh dengan barang-barang hiasan. Tidak ada jam-jam lainnya. wanita vang membersihkan rumah saya. Semua barang ada di tempatnya." kau Hardcastle. Saya biasa membersihkan ruangan ini sendiri. hanya ada dua buah jam saja dalam ruangan ini. seperti yang telah saya katakan pada jam setengah dua." katanya. Tidak ada reaksi apa pun di wajah Miss Pebmarsh. Saya mengajar di sana sampai jam dua belas-lima belas. "Anda merasa pasti bahwa sampai jam sepuluh pagi ini. di sini tidak ada jam-jam sebanyak itu." katanva sambil menunjuk mavat itu. saya pikir saya tidak pernah mendengar atau mengenal seseorang dengan nama itu. jika hal itu tidak memberatkan Anda. untuk mengetahui apakah saya memahaminya dengan benar." "Saya mengerti. Saya tidak mempunyai asuransi jiwa. Jarum-jarum penunjuk keempat jam tersebut disetel pada pukul empat lewat tiga belas menit. . Dia tinggal di Dipper Street No. Anda tidak meminu keterangan tentang asuransi apa pun. "Boleh diambil?" "Boleh. memberinya isyarat untuk berlutut. "Saya tahu hal tersebut tidaklah menyenangkan untuk dilakukan. bukan? Tidak. tetapi itu dapat kita ketahui darinya nanti. Miss Pebmarsh. "Anda tidak sedang memikirkan untuk mengambil jenis asuransi apa pun?" "Tidak. Saya tidak berkeluarga dan tidak mempunyai sanak saudara. "Izinkan saya menuntun Anda—" Dia menuntun Miss Pebmarsh mengiuri sofa. Saya hanya dapat mengatakan. dan dengan lembut menuntun ungannya ke wajah mayat tersebut. Kelihatannya tidak mungkin dia dipersilakan masuk oleh Mrs.

4. Dia melemparkan pandangan menggoda ke arah saya." kata Hardcasde. Apakah ada yang terlintas dalam pikiran Anda. "Biro Sekretaris dulu. "alamatnya Palmerston Road No." kata Colin. "Biro Sekretaris Cavendish. Sekarang Miss Pebmarsh. "Aku akan mengadakan kunjungan-kunjungan. Miss Pebmarsh. Mungkin nomor itu tidak ada. kemudian wanita tukang membersihkan itu. ^Colin dan Sheila pergi keluar dan berjalan menyusuri jalan kecil." kata Hardcaslte. ketika aku sampai di nomor 28." Sheila dan Colin bangkit berdiri. BAB 4 NARASI COLIN "KITA mau ke mana?" Saya bertanya pada Dick Hardcastle." Seorang polisi muda menjenguk ke dalam.— aku meletakkannya." Dia memandang saya dengan penuh rahasia dan mengulangi lagi bahwa gadis itu sangat menarik. Lebih cepat ceritanya diselidiki." Mobil melaju." "Ya. Inspektur—mereka bukan kepunyaan saya—" Hardcastle beralih ke Sheila Webb. Dia sudah tidak menjilati mukanya." kata Colin. "Dia tidak mungkin membawa keempat jam tersebut dalam sakunya. Aku mau mencari nomor 61—dan tidak menemukannya. Kucing oranye itu masih duduk di tiang pintu Diana Lodge di rumah sebelah. "Gadis yang agak menarik.. Hardcastle bergabung dengan mereka. "Jadi Anda pikir dia—siapa namanya Curry—membawa jam-jam itu kemari?" 'Tidak ada tanda-tanda adanya suatu tempat penyimpan di mana-mana." Dia berhenti sebelum menambahkan. Saya akan memberi Anda tanda terima untuk itu. Dia berbicara pada sopir mobil. dan memandang kerumunan orang tersebut dengan pandangan yang merendahkan ras manusia yang merupakan hak istimewa bangsa kucing dan unta. Ada sekerumunan kecil orang sekarang." katanya. saya tidak dapat membantu Anda. Hardcastle pergi menemuinya di gang dan kemudian pergi menuju pintu gerbang. Mobil polisi yang akan mengantar Anda. Inspektur." "Tiap orang akan berbuat begitu. "Aku selalu tertarik pada orang-orang yang menemukan mayat. sehingga dia bisa saja masuk ke dalam dan duduk menunggu Anda—mengapa?" "Gila!" kata Miss Pebmarsh tidak sabar. "Tolong bantu dia masuk ke dalam mobil." "Tidak—aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi.baik bersifat bisnis ataupun pribadi. Pintu tidak terkunci.13. sampai Esplanade di sebelah kanan. Miss Webb. Pak. "Saya mau semua jam di ruang duduk itu diangkut dengan hati-hati—semua kecuali jam kukuk di dinding dan jam besar itu. "Sarung tanganku. atau kalau tidak dengan jam-jam itu. "Kau dapat mengantar wanita muda itu pulang sekarang. Hardcastle berdiri di ambang pintu." . ingatlah baik-baik. Empat lewat tiga belas menit?" Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. Nomornya sampai —88." "Tetapi gadis itu sudah setengah gila karena ketakutan! Kalau saja kamu mendengar bagaimana dia merijerit." kata Hardcastle sambil menarik sebuah kursi ke dekat meja dan mulai menulis tanda terima.." "Itu baik sekali. "sebab waktunya singkat." Dia memberi beberapa petufTjuk lain dan kemudian beralih ke temannya. Dan." "Kuambilkan. bukan?" "Lumavan. aku begitu konyol—tadi. Tiba-tiba Sheila berhenti." Dia melihat jamnya sekilas.. 14. Jika dia datang kemari karena suatu perjanjian. Anda katakan bahwa Anda tidak tahu tentang hal itu. Mungkin dia agen asuransi—tetapi Anda juga tidak dapat membantu kami dalam hal ini. ya?" "Ada. Tetapi itu pun tidak dapat menjelaskan apa-apa. Antara jam satu-tiga puluh dan dua-empat lima dia telah ditikam dan terbunuh. "Anda dapat pulang sekarang. kurasa. "Tetapi dia menceritakan sebuah cerita yang sangat hebat. Dick. Wilbraham Crescent habis di situ. Melalui pintu dapur yang terbuka dia dapat mendengar suara Miss Pebmarsh yang sedang sibuk di tempat cucian. ketika Sheila memasuki mobil. lebih baik." Dia masuk kembali ke ruang makan. ada usul yang dapat Anda katakan sehubungan dengan jam-jam tersebut. Tidak. dia beralih ke bawahannya yang muda. "Dan bagaimana ceritanya sampai kamu berjalan-jalan di Wilbraham Crescent.. menonton dengan perasaan ingin tahu. Colin? Mengagumi arsitektur Victoria kita yang beradab? Atau kamu mempunyai maksud tertentu?" "Aku memang punya maksud. Aku tidak apa-apa sekarang—mereka sudah membawawyd pergi/' Dia berlari masuk dan bergabung kembali dengan Colin beberapa menit kemudian. ya dengan waktunya. Dia berbicara selama beberapa menit dengan para bawahannya." kata sava. ketika mobil sudah melaju.. tetapi duduk dengan tegapnya. "Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri bahwa itu adalah pekerjaan orang gila atau seseorang yang salah masuk rumah. Mau ikut?" "Boleh. "Maafkan. "Saya akan membawa jam-jam itu. Di Palace Street." "Kau tidak berpikir bahwa dia—" Hardcastle menyela. Colin. mengibaskan ekornya pelan-pelan. 'Tapi coba lihat.. "Jam empat lebih.

"Silakan. sampai kau tinggal di dalamnya. Keluarganya tidak setuju dia menikah dengan Bland. "Dua orang tua ingin bertemu dengan Anda. Di sebelah kiri kantor Biro Sekretaris Cavendish berderet kantor-kantor pedagang batu bara yang sudah lama berdiri dan sudah kuno."Memang selalu membingungkan orang asing." "Dia itu kontraktor yang sangat buruk. dan tiga wanita muda sedang mengetik dengan giat. Dalam semua kemungkinan. Dua dari mereka terus mengetik. Apakah kita akan makan malam bersama malam ini seperti rencana—atau apakah urusan ini harus didahulukan?" 'Tidak. dan mengusirnya ketika wanita itu tetap melakukannya. Ahli. Kau mulai dari satu sisi.. kan?" Saya mengangguk. Bland. sangat kokoh." kata saya menghindar. Bland adalah satu-satunya keluarga yang masih hidup. Dia pasti orang sini—sudah bertahun-tahun menjalankan bisnisnya." kami pun masuk. seperti banyak dilakukan atas rumah-rumah zaman Victoria di daerah tersebut. Di sebelah sananya. menepi ke samping untuk memberi jalan masuk bagi kami. Sangat licik—tapi selalu berhasil lolos." Dia memandang kami dan berunya. "Bisakah saya menolong Anda?" "Miss Martindale?" kara Hardcastle. itu—ya. "Saya kira beliau sedang menelepon sekarang— " Pada saat itu juga terdengar bunyi klik. Tepat untuk menyelamatkan Bland dari kebangkrutan. kurasa. Foto-foto pasangan-pasangan suami-istri juga dipajang. lewat sini. Orang yang kuinginkan hampir menyerupai karang kejujuran. "Kau tidak mencari seorang kontraktor?" "Tidak." katanya. berhenti dan memandang kami dengan pandang menyelidik." "Pada dasarnya. yang namanya agak mentereng. Ruang itu lumayan besar ukurannya. Pria-pria muda yang. Curry. Jadi dia melimpahkan uangnya pada Mrs." Hardcastle melihat ke luar jendela." "Oh. rumah-iumah di sana dibangun beradu punggung. Di sebelah kanannya. kau tahu pihak Inland Revenue selalu tertarik bila seseorang tiba-tiba menjadi kaya dalam waktu semalam. kemudian semuanya retak atau jadi berantakan." dan menutup pintu. bukan? Atau Cadogan. anak laki-laki satu-satunya meninggal dalam kecelakaan udara dan juga ada korban-korban perang lainnya—singkatnya. Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang efisien. tidak memperhatikan ada orang asing yang masuk." "Bland mendapat uang banyak sekitar setahun yang lalu—atau lebih tepat istrinya.. Wanita itu orang Kanada. Membangun rumah-rumah yang kelihatannya lumayan bagus. seorang kontraktor. Inspektur?" . Bahkan pengemudi taksi juga sering bingung. Yang ketiga yang sedang mengetik di atas meja yang bertelepon. Kadang-kadang bahkan dia terlalu berani. "Mr." "Kau kelihatannya tahu banvak tentang Mr. Hardcastle. masuk melalui pintu depan yang terbuka dan mematuhi papan di pintu sebelah kanan yang bertuliskan "Silakan masuk. "Kita sudah sampai. Dia kelihatannya sedang mengulum permen. kurasa. Setelah mengatur permennya pada bagian yang nyaman di mulutnya. Miss Martindale. Hardcastle. Itu bukan sesuatu yang kucari. Foto Anak-anak. Seniman Fotografer." Dia meletakkan telepon kembali dan bangkit. dan berkata "Mr. Kemudian tahun lalu seorang pamannya meninggal. dia bertanya dengan nada sengau yang lirih. Mrs. yang tinggal di sana adalah Bland. Pesta Perkawinan. langsung menghadap ke pintu. "Memakai bahan-bahan yang jelek. dan lain-lain. Ya. Onslow Square. Hardcastle dan saya berjalan menaiki keempat anak tangga yang ada. 'Dan sudah menyelesaikannya? Atau —belum selesai?" "Ceritanya biasa saja. maka kamu akan sampai di belahan lain Wilbraham Crescent." "Aduh. Alis Miss Martindale terangkat terkejut dan menunjukkan perasaan tidak senang. datang kemari ketika perang dan bertemu dengan Bland. Kalau kamu membelok ke kanan menuju Albany Road dan kemudian belok ke kanan lagi." kata Hardcastle memberi semangat. "Seperti Squares dan Gardens di London." "Oh. "aku tidak tertarik pada orang yang kaya mendadak. dan berkata. sebuah romah vang bentuknya mirip mempertunjukkan papan nama Edwin Glen yang termasyhur." kata saya. "Boleh saya uh u nama-nama Anda?" "Hardcastle. Miss Martindale. Hardcastle?" Dick mengeluarkan salah satu kartu-kartu jabatannya dan mengulurkannya kepada wanita itu. berjalan menuju pintu berhiaskan sebuah lempengan kuningan yang bertuliskan nama MISS MARTINDALE Dia membuka pintu. Kebun belakangnya saling membelakangi satu sama lain." kata Dick. Mereka menyelidikinya dan ternyata semuanya oke. usianya sekitar limaputuhan dengan rambut merah pucat dan tatapan yang tajam dan awas. Bland. dan gadis itu mengangkat telepon. berjejer lumah-rumah kuno yang model aslinya telah dirobohkan dan diganti dengan sebuah gedung bertingkat tiga yang cemerlang dan memproklamasikan dirinya sebagai Orient Cafe and Restaurant. Untuk menunjang pernyataan itu. dan tiba-tiba tempatnya sudah berubah menjadi sebuah Place atau Garden. Miss Martindale mendongak menatap kami dari tempat duduknya di belakang sebuah meja tulis yang besar. Bagaimanapun juga. tidak perlu. Dia memandang kami satu per saru." "Sangat mengecewakan. ketika dia selesai menjelaskan bentuk yang aneh itu dengan panjang lebar. begitu. menekan sebuah tombol. kerftalu-maluan dan gadis-gadis yang tersenyum. Kecuali—mungkin dia baru datang kemari — baru mulai?" "Bland dilahirkan di sini. Sekarang yang pertama kali harus dilakukan adalah menggerakkan aparat yang ada. salah dong. nomor 61 itu ada. Kau tahu siapa yang tinggal di sana?" "61? Sebentar. sekali kita tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dikerjakannya) kita akan mempunyai ide yang baik tentang stapa yang menginginkan kematiannya. sebuah jendela dipenuhi dengan foto-foto anak-anak dari berbagai ukuran dan usia. Kita ingin tahu semuanya tentang Mr. Saya menarik diri dengan duduk di sebuah kursi di samping pintu." "Tidak ada gunanva membujukku. Dick." Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish terletak di jalan yang merupakan pusat perbelanjaan. Ini mungkin untuk menarik hati ibu-ibu. Palace Street. "Mr. Gedung itu sudah dirombak." kata saya. Kau tahu. "Detektif Inspektur Hardcastle? Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda." kata saya. Mereka ingin tahu kalau-kalau orang itu melakukan penipuan atau kecurangan dan kemudian minggat—jadi mereka melakukan penyelidikan." "Bukan? Kau telah mendapatkannya. mulai foto bayi sampai anak-anak berumur enam tahunan. Aku sama sekali tidak membayangkan seorang kontraktor.

Miriam menghiasi foto Miriam Hogg. Dia adalah tipe wanita yang dengan tepat oleh orang Prancis dijuluki femme formidable. Miss Pebmarsh menelepon dan berkata bahwa dia membutuhkan jasa seorang pengetik steno dan apakah sava dapat mengirimkan Miss Webb. yang jelas-jelas bukan orang yang murah hati dengan pujian. "Nah. Mungkin dia pergi ke Hotel Curlew di ujung Esplanade ini. Miss Martindale. Kemudian. apakah Sheila Webb sudah kembali?" "Belum." "Miss Pebmarsh sendiri vang berbicara dengan Anda?" Miss Martindale kelihatan sedikit terkejut." "Dia khusus meminta Sheila Webb?" "Ya. tolong datang ke rumahnya pada jam tiga. ya. mengapa Anda menanyakan semua pertanyaan tadi? Apakah gadis itu telah melibatkan diri dalam suatu persoalan?" "Tidak tepat begitu. Saya mengenali salah satu sebagai Mrs. Sava khawatir dia tidak ada sekarang —paling tidak—" Dia menekan interkom dan berbicara dengan seseorang di kantor bagian luar." . sebaliknya. Inspektur Hardcastle. Saya mempelajari tata letak ruangan itu. Armand Levine. tentu saja. "Dia sudah bekerja di sini selama—sebentar. yang saya kenal sedikit-sedikit. Miss Martindale. Saya kira Anda dapat membantu saya." kata Miss Martindale." "Tidak. Jadi pasti pada jam makan siang. dia bekerja pada sebuah perusahaan jasa—mungkin agen perumahan. Selalu."Saya ingin menanyakan sedikit informasi pada Anda. Ariadne Oliver. Dia berkata bahwa dia adalah Miss Millicent Pebmarsh. Miss Martindale?" "Melalui telepon. Sheila pergi ke rumah Miss Pebmarsh siang ini. saya menulisnya di notes. "Bukan kelas-pertama?" "Bukan. kapan—oh. dengan bibinya. kalau ya. seperti yang saya katakan. tetapi Anda tidak yakin kalau itu adalah suara Miss Pebmarsh. saya tahu bahwa Dick akan menceritakannya dengan cara berputar-putar. apakah dia lagi bebas. hampir setahun saya kira. Referensinya ada di arsip. di luar hubungan kantor?" 'Tidak. sedang yang perempuan kelihatan sungguh-sungguh dan cenderung tenggelam dalam mantel-mantel bulu. di mana dia mempunyai janji pada jam lima. Garry Gregson menghiasi foto lainnya. Mungkin sekitar jam dua kurang sepuluh menit." Miss Martindale menatapnya." kata Hardcastle. Miss Pebmarsh sendiri menyangka! telah menelepon seseorang. Tetapi sungguh." Itu adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti. Dia tinggal. "Dia pergi bertugas sejak awal siang ini. "Sudikah Anda menceritakan pada saya apa yang telah terjadi?" kata Miss Martindale dengan sedikit kurang sabar.49." Di sini Miss Martindale menjadi sedikit gelisah. tertulis di atasnya dengan tinta hitam yang tebal. Saya tidak mengenalnya.seorang laki-laki kecil berkepala botak." Miss Martindale mematikan interkomnya. Sebelum jam dua pokoknya. "Boleh saya bertanya." "Begitu. jika Anda khusus menginginkan informasi tersebut. Yang laki-laki hampir semuanya mengisap pipa dan memakai jas wol. tentu saja tidak yakin. Perjanjiannya adalah pada jam tiga. Saya tidak mengenal wanita itu." "Apakah Anda mengenalnya secara pribadi. "Saya kira mestinya dia sudah kembali sekarang." "Anda. Salam manis. Ariadne Oliver. sebuah nomor di Wil-braham Crescent. Pekerjaannya lumayan memuaskan. Dengan hormat. "Saya kira Anda mempekerjakan seorang gadis bernama Sheila Webb?" "Betul. Sejauh yang dapat saya ingat. Miss Martindale." "Anda berkata bahwa dia bagus dalam peKerja-annya?" "Lumayan memadai. Ketika saya sedang sibuk menggunakan mata saya. "Saya kira demikian. Seks ditunjukkan oleh foto . "Begitu! Betapa anehnya. Ah ya." "Bagaimana perjanjiannya dibuat." kata Miss Martindale mengerutkan daninya. dilengkapi tulisan kecil-kecil. Dia memiliki kece patan rata-rata yang a k dan berpendidikan cukup. Apakah Anda mengenal Miss Millicent Pebmarsh? "Pebmarsh." "Tetapi Anda tidak mengenali suaranya? Anda tidak mengenalnya secara pribadi?" "Tidak. Dia seorang pengetik yang hati-hati dan teliti. 'Telepon itu langsung teituju pada saya." kata Hardcastle. Hardcastle maju terus dengan pertanyaan-pertanyaannya. Inspektur Hardcastle. suatu usaha yang menarik. Dengan hormat. Apakah ini suatu lelucon?" "Agak lebih dari itu. seorang penulis cerita detektif. Ada sesuatu yang sama di antara penghargaan-penghargaan tersebut." "Apakah Anda tahu di mana dta bekerja sebelum dia bekerja untuk Anda?" "Saya kira saya dapat menemukannya untuk Anda. Di dinding di atas meja Miss Martindale bergantung koleksi foto-foto beitandatangan. seoiang penulis wanita yang mempunyai spesialisasi dalam cerita roman." Miss Martindale menerangkan. saya tidak melihat untungnya berbuat demikian. saya kira. "Ya. saya kira bukan. Sava kira." "Jam berapa dia menelepon?" Miss Martindale berpikir sejenak. Saya agak ragu-ragu apakah Miss Martindale akan tertarik dengan usaha itu. dia pernah bekerja di London dan mempunyai referensi yang baik dari majikan-majikannya di sana. Saya berpikir bahwa Miss Martindale akan menjadi seorang saksi yang hebat. dia bertanya tentang Sheila Webb. Miss Martindale. Tepatnya jam 1. berkata bahwa dia yang menelepon. memberi saya alamatnya. "Saya pikir dia berkata bahwa Sheila Webb pernah bekerja untuknya sebelum ini. foto seorang penulis cerita seram yang meninggal kira-kira enam belas tahun yang lalu." Dari nada suaranya. "Dapatkah Anda menceritakan tentang diri Sheila Webb kepada saya?" "Tidak banyak yang dapat Saya -entakan/' kata Miss Martindale. tetapi saya tidak yakin. "Apakah Miss Pebmarsh—atau siapa pun dia—memberi alasan mengapa dia khusus menginginkan Miss Sheila Webb?" Miss Martindale berpikir sejenak. "Edna.

aku betul-betul tidak tahu—" Pada saat itu barulah dia menyadari kehadiran kami dan Edna buru-buru menvembunvikan sepatu yang menyebalkan itu dengan pandangan khawatir ke arah Miss Martindale yang saya kira bukan jenis wanita yang menyukai tumit-tumit runcing. "Anda sudah lama mempunyai usaha ini. "Bu. Curry?" "Saya kira tidak. Aku tidak dapat jalan." Hardcasde melanjutkan. Nama-nama asing." "Jangan berbohong lagi." Kelihatannya itu adalah karakteristik Miss Martindale dalam memberi pernyataan. "Apakah Anda berkata seorang laki-laki mati tergeletak. "Kau tahu apa yang kukatakan padamu tentang itu. "Itu memang sebuah mobil polisi. Mulanya kecil-kecilan. "Jadi cerita Sheila Webb. "Anda mengetahui dilema saya. Ini gara-gara kisi-kisi brengsek itu—yang ada di tikungan didamping toko kue dekat sini. saya tidak melihat hubungannya dengan niat Anda kemari." kata Hardcasde." Dia menunggu penuh harap. Inspektur?" "Terbunuh. dan bagaimana aku bisa pulang atau naik bis. Tetapi itu bukan suatu kepastian. "Aku baru saja memakainya sebulan. R. Miss Martindale menatapnya dengan pandangan kosong. "Ditikam. Sebetulnya. Jika ada hal-hal vang terlintas pada benak Anda-" "Tentu. dan harus melepaskan kedua belah sepatuku dan balik kemari dengan dua buah roti kismis. Ernie. tetapi sekarang para pembaca sering menulis langsung kepada pengarang setiap ada kesempatan. dan restoran-restoran untuk orang-orang yang menggambarkan novel mereka di negeri-negeri asing. berdiri dengan sedih. Curtin sambil membanting cangkir-cangkir dan tatakannya pada papan pengering. berhenti sebentar dari kesibukannya menggerak-gerakkan sebuah benda kecil dari logam naik-turun di bendul jendela. sebagai permulaan saya berspesialisasi pada para pengarang. "Maaf." "Oh. "Ya. Pokoknya hal-hal seperti itu. Tetapi sesungguhnya. Pengetahuan khusus saya tentang kebutuhan para pengarang ternyata sangat berguna." Dia berjalan menuju pintu. untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada." "Baiklah." BAB 5 . baiklah. 19 dia berjalan masuk ke dalam rumah dan masuk ke ruang duduk. "Terima kasih. Saya kenal banyak pengarang yang menjadi rekan-rekan beliau dan mereka memberi saya rekomendasi. Si penerima tamu. Dia sendiri memakai sepatu kulit bertumit rata." "Saya baru akan menjelaskannya." katanya tidak menyetujui." Miss Martindale berhenti. Curtin. Bu?" Mrs. Garry Gregson." kata inspektur itu. Dick Hardcasde menarik napas dan bangkit. Miss Martindale? Mr. Saya membukanya duluan. memang benar. Sekarang saya mempekerjakan delapan gadis. kami sudah banyak menyita waktu Anda. "Bu. oh. Kami lumayan sukses." kata Ernie jujur. serta rincian daftar racun. kalau hal ini adalah sebuah lelucon." kata Miss Martindale." kata Mrs. Tumit sepatuku terjepit di dalamnya dan copot. Sheila sendiri juga tidak pasti akan hal itu. sebetulnya." kata Hardcasde. memotong kata-kata itu dengan tegas dan sedikit kasar. Di kantor bagian luar. "dia menemukan seorang laki-laki mati tergeletak di lantai." katanya sopan. Dia menemukan seorang laki-laki mati di sana. "Anda memiliki tempat yang nyaman di sini." "Bu!" kata Ernie Curtin. alamat-alamat. biro ini saya dirikan dengan warisan dari beliau juga. sava berkata. bukan?" "Lima belas tahun. Hardcasde berkata sopan. "Dan harganya lumayan mahal." kata Miss Martindale. "Anda berkata Miss Pebmarsh menelepon Anda dan meminta Sheila Webb datang ke rumahnya pada pukul tiga. Mr. sehingga mereka cenderung untuk tidak ingat hal-hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu. seorang wanita berwajah keras yang sedang sibuk mencuci panci di bak cuci."Dan apakah kenyataannya memang demikian?" "Sheila berkata bahwa dia tidak ingat pernah bekerja untuk Miss Pebmarsh. gadis-gadis itu pergi begitu sering ke orang yang berbeda-beda dan pada tempat yang berbeda-beda pula. tiga orang gadis sedang bersiap-siap untuk pulang. memegang sebuah tumit sepatu yang runcing di satu tangannya dan sebuah sepatu asal tumit itu tertancap di tangan satunya. Inspektur. Dia berkata pada saya bahwa hal itu diperintahkan padanya. "Gadis itu pasti sangat terkejut. Tutup-tutup sudah dipasang pada mesin-mesin tik. Miss Martindale. Selama beberapa saat dia tidak dapat berbicara. dan ada dua orang laki-laki turun dari mobil itu." kata Miss Martindale. Bagaimanapun juga. ada mobil polisi berhenti di luar rumah kita. Saya pernah menjadi sekretaris pengarang cerita seram yang termasyhur. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda. "Semuanya kelihatan sangat mustahil bagi saya. di luar kecurigaanmu. Saya menawarkan jasa yang sangat membantu dalam mengadakan riset-riset yang diperlukan—tanggal-tanggal dan kutipan-kutipan. dan mereka selalu sibuk sepanjang waktu. Apakah itu betul?" "Betul sekali.H. "Kau menang." kata Dick. Inspektur. "Miss Pebmarsh berkata bahwa dia mungkin akan sedikit terlambat pulang dan bahwa Sheila hams masuk ke dalam dan menunggu. Dulu masyarakat tidak begitu memperhatikan ketelitian. Ketika Miss Webb tiba di Wilbraham Crescent No. bagus ya. Edna. keterangan-keterangan mengenai segi hukum dan prosedur-prosedur polisi. sambil mulutnya mengeluarkan suara mirip deruman dan lenguhan yang maksudnya menirukan suara roket yang meluncur ke ruang angkasa menuju Venus. Miss Pebmarsh menyangkal berbuat demikian. "Saya yakin Anda pantas mendapat pujian. Sheila Webb tiba di sana." "Dari Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial?" Miss Martindale menggelengkan kepalanya. selama beberapa tahun. Ketika kami sudah di dalam mobil. tidak menjawab." "Ketika Miss Webb masuk ke ruang duduk." Miss Martindale menatapnya. terus kami memperluas usaha sampai kewalahan karena banyaknya langganan." "Saya lihat Anda berkecimpung dalam bidang literatur." dia mengeluh." "Aku tidak pernah bohong." Hardcasde melihat foto-foto yang ada di dinding. Dia hanya berkata bahwa dia tidak ingat kalau pernah ke sana.

bukan?" "Saya tidak menyangkalnya. "Bukan main. "Memalukan kami. membuka mulutnya untuk berseru." Mrs. apakah ada orang yang mampir ke rumah itu?" "Tidak ada. "Anda yakin bahwa hanya dua jam itu yang ada dalam njangan itu pagi ini?" . Dan aku tidak menginginkannya." "Nama orang itu. Dapatkah Anda mengingat di luar . Ruang itu adalah sebuah ruang kecil yang bersih serta memberi kesan jarang dimasuki. Miss Pebmarsh lebih suka memutarnya sendiri. Burungnya meloncat ke luar dan berbunyi 'kukuk5. seorang pengetik steno. Dia menatap kedua orang laki-laki di ambang pintunya dengan pandangan menantang serta ragu-ragu. Garis wajah Mrs. Cara dia memegang barang dan berjalan ke mana-mana sungguh mengagumkan. kepala berapa buah jam yang ada di ruang duduk?" Mrs." "Siapa yang menemukannya—Miss Pebmarsh?" "Seorang wanita muda. "Tidak. tidak seperti beberapa orang yang saya kenal. lalu dia menutup mulutnya kembali. dia pikir dia ditugaskan untuk melakukan sesuatu hal bagi Miss Pebmarsh. Ernie. Dia bukan jenis orang yang suka mengomel." kata inspektur itu. bahwa geng-gengan itu tidak baik." "Tidak ada masalah dengan jam-jam itu." Mrs." inspektur itu menenangkan n va. "Saya datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Wilbraham Crescent No. tetapi ada satu atau dua hal yang terjadi. Pokoknya orang-orang seperti itu." kata Inspektur Hardcastle." kata Detektif Inspektur Hardcasde. Curtin memandangnya tidak mengerti." kata Mi s. Ernie Cuitin bergerak-gerak penuh gairah. Curry." "Anda bekerja di sana pagi liari?"' "Betul. Curtin. adalah Mr. "Di ruang duduk}" "Ya. kau dengar?" "Mereka sudah sampai di pintu depan. Dia mungkin mengenalkan dirinya sebagai seorang agen asuransi. "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa ada barang-barang yang bilang dicuri. Cm tin pergi menuju ke gang dan membuka pintu. dan menambahkan dengan tegas. Kadang-kadang membuat Anda terkejut setengah mati. saya bekerja pada Miss Pebmarsh. Curtin. Curtin tidak percaya. kasihan dia." kata Inspektur Hardcastle. Sekarang ada beberapa hal kecil yang ingin sava ketahui. Selalu berakhir dengan kesulitan." "Pasti ada hubungannya dengan Alf. Curtin." "Ya. Dia telah ditikam. tentunya!" "Tentu saja tidak. Tidak hari ini. Curtin meninggalkan bak cuci dan bergabung dengan anaknya di jendela. Dia membuka sebuah pintu dan mengisyaratkan inspektur itu untuk masuk ke dalam. "Dia dengan gengnya. jam yang berbandul. "Oh. pembunuhan. "Bukan main!" "Lain kali kami mungkin akan meminta Anda. memang begitulah kesan sebenarnya." katanya curiga." kata Mrs. 19 siang ini. "Ya. Seorang wanita yang sangar baik. "Mati?" kata Mrs." kata Mrs. dan ayahmu juga sudah menasihatimu." kata Detektif Inspektur Hardcasde dengan sopan. dan ada jam kukuk di dinding. kemudian kamu akan dikirim ke rumah tahanan. "untuk melihat mayat orang itu dan mengatakan pada kami kalaukalau Anda pernah melihatnya di Wilbraham Crescent atau datang ke rumah itu sebelumnya. Curtin sedikit melunak. Miss Pebmarsh sangat yakin kalau orang itu belum pernah ke sana. Mrs. 19.Mrs." kata Inspektur Hardcasde. Miss Pebmarsh tidak suka membeli barang yang dijual di muka pintu dan saya juga tidak." Dia buru-buru menambahkan. bukan?" "Sebaliknya. mereka berdua dengan sopan. yang datang ke sana karena suatu kesalahpahaman." "Anda maksud itu pembunuhan}" "Ya. Apakah Anda pernah mendengar nama itu?" "Curry? Curry?" Mrs." kata Mrs." katanva. Dan dengan lebih tidak percava lagi. Tetapi Anda tidak akan menyangka dia buta. Curtin. "Apa yang kaulakukan sekarang}" tanvanya. sejauh yang sava ingat. Sambil cepat-cepat mengelap tangannya dengan sebuah handuk. Curtin. Ya." "Saya yakin itu." kata Mrs. misalnya. Bagaimana rupa orang itu r" "Seorang laki-laki setengah bava sekitai enam-puluh tahunan." "Buta. "dia bukan orang Indian. Curtin. Pertama-tama akan ada pengadilan untuk anak-anak." gumamnya. berpakaian rapi. Curtin menyingkir ke tepi. tidak. Saya datang sekitar jam setengah strnbilan lebih sepuluh dan pulang sekitar jam dua belas atau kalau semuanya sudah beres. "Huu"—tapi berpikir bahwa itu bukan cara yang sopan untuk menarik perhatian tentang kehadirannya di sana. gengnya! Aku sudali menasihatimu. Mrs. dan menyeberangi jalan. "Saya khawatir kami belum sampai sejauh itu. Curtin menggelengkan kepalanya. "Ya. "Betul. Curtin menarik napas panjang. "Seorang laki-laki ditemukan mati di iuang duduk Wilbraham Crescent No. menurut kartu yang ada padanya. Pagi ini. mengenakan jas berwarna gelap. Curtin jujur." Dengan berat hati Mrs. Dialah yang menemukan mayat itu. yang masih belum dapat men v embun v ikan perasaannya tadi. dengan penuh rasa ingin tahu. "dia anak yang baik. "Sava tidak menyentuh satu pun dari mereka." "Saya tidak akan menyuruh dia masuk. Pergi ke luar. "Pada Miss Millicent Pebmarsh." Kemudian dengan tajam. Curtin?" kata yang lebih tinggi dari ." Ernie mengumumkan. Miss" Pebmarsh kembali hampir pada waktu yang sama. "Aku tidak berbuat apa-apa. Curtin langsung menjawab. "Yah." "Siapa pembunuhnya?" tuntut Mrs. "Ada jam besar di pojok mangan." kata Ernie. Anda bekerja di sana." "Sava tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan. Curtin terbelalak. teringat pada keempat buah jam tersebut Mrs. apa pun kata Anda. Curtin berputar menghadap anaknya." kata Mrs. "Pintu tertutup untuk agen-agen asuransi dan orang-orang yang menjual vacuum cleaner atau Encyclopaedia Britannica. "Kami pikir mungkin Anda dapat membantu kami. Pada saat itu terdengar pintu diketuk. "Apa masalahnya?" tanyanya. "Anak Anda?" kata Detektif Inspektur Hardcasde. "Mrs. Tidak pernah. datang melalui gang dari dapur dan menyelinap di balik pintu. juga. "Seperti nama orang Indian saja. "Boleh saya masuk sebentar? Saya Detektif Inspektur Hardcastle.

" komentar Dick. "Peduli amat dengan agen-agen asuransi yang mati. Curtin menggelengkan kepalanya. Saya menggelengkan kepala. Antik." "Tidak ada kesempatan untuk membanggakan dirimu. Curtin. Membeli beberapa gorden beludru juga." "Dan dia meninggalkan lumahnya—kapan?" "Sebelum saya datang. Curtin. bukan?" "Ya. tidak ada ruang gerak untuk seorang ahli biologi laut di Crowdean. lalu mengguyurnya dengan bir. Tetapi ternyata kau masih berkeliaran di jalan-jalan di Crowdean. Dick. sekitar itu." kata Mrs. dan suatu hari kelak aku akan kembali menekuninya.. Curtin. Ketika Anda pulang Anda berkata pada diri sendiri untuk apa aku membeli barang-barang ini?* Dia membeli enam botol selai sekaligus. "Tidak. Kukatakan padamu. Merasa bahwa dia tidak dapat memperoleh apa-apa lagi pada saat itu. Jam saya menunjukkan jam sepuluh. sepanjang yang saya ketahui. "Pembunuhan! Huu!" kata Ernie. . mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan berkata. Larkin akan disidangkan bulan depan. tidak ada jeleknya ke pasar loak." "Kelihatannya aneh. Colin! Kupikir kau sudah selesai dengan belahan dunia bagian sini. Curtin. Dick Hardcastle mengembuskan napas penuh kepuasan. Tidak ada barang begituan. sehingga kau tidak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan tentang dirimu sendiri lebih lanjut. Lumayan baik kondisinya." Dia menggelengkan kepalanya dengan sedih. "Miss Pebmarsh tidak mungkin membunuhnya." "Yah. Curtin. Aku mendapatkan gelar kesarjanaannya di Cambridge. saya pikir saya dapat membuatnya sendiri dengan lebih murah. Ketika saya melihatnya. Meskipun bukan gelar yang sangat baik. Inggris cukup baik buat saya. Kau pikir seseorang akan mencurigainya?" "Mereka tidak mencurigainya. dan gadis-gadis yang menjerit-jerit! Mari kita bicarakan dirimu." kata Mrs." "Caranya menyelundupkan barang-barang itu selama ini sungguh mengagumkan. atau jam kecil bersepuh emas—di atas perapian." "Mestinya jam asing. apa tidak ada jam kotak kecil dari perak yang disebut jam kereta. tentu saja. Pasti ada hubungannya dengan Pasar Bersama Eropa. "Bukan apa-apa." kata ibunya. dia belum pulang. Inspektur Hardcasde pergi." BAB 6 NARASI COLIN SETFXAH makan dua porsi bistik yang dimasak dengan baik.. Cangkir-cangkir dan tatakannya." "Jangan mengejek biologi laut. bukan? Kelihatannya memang barang loakan—dari cara Anda mengatakannya." "Setiap jam dari keempat jam itu menunjukkan waktu sekitar satu jam lebih cepat daripada jam kukuk dan jam besar itu." "Apakah Miss Pebmarsh sering pergi ke pasar loak?" "Membeli sebuah karpet bulu kira-kira empat bulan yang lalu. kok. terima kasih. Itu adalah sebuah bidang yang sangat menarik sekali."Tentu." "Anda pasti memperhatikannya sekiianya benda-benda itu ada di sana?" “Tentu saja. Mrs. "Dan selamat untukmu. Menyebutkan namanya saja sudah dapat membuat orang bosan dan mereka begitu takut kalau kau akan membicarakannya." Inspektur Hardcasde menghindari pembicaraan tentang politik. Dalam sekejap saja perang angkasa luar dalam pikirannya sudah digantikan dengan topik hari ini tentang kejadian seram yang sungguh-sungguh terjadi. begitu juga Mr. Kalau kau pikir seseorang adalah orang yang sangat baik. Sebuah pikiran melintas dalam otaknya." kata Mrs. juga. kau tahu. bukan? Maksud saya. tetapi tentu saja. "Apa sebaiknya tadi kukatakan padanya tentang—" "Tentang apa. tetapi pokoknya tetap sebuah gelar. Dia biasanya pulang antara jam dua belas dan jam setengah satu." "Aku tahu apa yang kaulakukan selama ini. Curtin. Sangat murah. tetapi kelihatannya masih seperti baru. Anda bisa terhanyut. "Saya dan suami saya pernah pergi berkereta ke Swiss dan Italia dan di sana waktu lebih cepat satu jam. jam-jam itu maksud saya." kata Hardcastle. Apa harus ada yang lain?" "Misalnya." "Tetapi dia tidak biasa membeli barang-barang yang tidak perlu atau barang-barang semacam lukisan atau porselen atau barangbarang seperti itu di pasar loak?" Mrs. "Apakah Miss Pebmarsh ada di rumah waktu itu?" "Tidak. Saya tidak suka Pasar Bersama Eropa. "Jangan tolol. katanya. bukan?" Ernie bertanya dengan penuh gairah. Saya dapat memperoleh yang lebih baik di pasar pada hari Rabu. "Dapatkah Anda mengatakan kapan tepatnva Anda meninggalkan rumah Miss Pebmarsh siang ini?" "jam dua belas lewat seperempat." kata saya dingin. "Mungkin Miss Pebmarsh habis dari pasar loak. jam-jam lucu. atau jam porselen dengan bunga-bunga di atasnya—atau jam dari kulit vang bertuliskan Rosemarv di ujung bagian atas?" "Tentu saja tidak. "bahwa aku adalah seorang ahli biologi laut." "Dia mestinya cerdik. Ernie kemudian menyumbangkan pikirannya pada topik yang baru saja didiskusikan tadi. maka kau tidak akan menyangka bahwa dia itu sebetulnya bukan. eh?" "Kau lupa. Harus dipotong dulu." kata Mrs. Bu?" "Kau tidak perlu tahu. Itu adalah bidang yang sangat berguna.

" "Bulan sabit?" Hardcastle kelihatan bingung. Aku memulai pencarianku di Portlebury sendiri. Aku tidak tahu apa artinya W. The Cross and The Crescent—yang terletak di tempat terpencil bernama Seamede. Banyak orang yang melakukannya sekarang ini. "Aku mengerti mengapa kau masih berkeliaran di Portlebury. Dia baik — sangat baik. Tetapi ada sesuatu di balik it J. Agen-agen kami sering adalah agen-agen mereka juga." Hotel Harrington Berneis Street London W."Tidak. Pada masa ini orang sering merasa bahwa sebetulnya tidak ada suatu hal pun yang betul-betul rahasia. Pekerjaan berat selama tiga minggu terus-menerus dan sia-sja. Aku mungkin menyertakan rumah-rumah yang langsung terletak di belakang nomor 19. Dick. Dia ditabrak lari di London oleh sebuah mobil. kurasa. Itulah bagian yang ingin kami ketahui lebih banyak. dia menghamburkannya. Di suatu tempat tertentu ada sebuah kantor pusat vang sangat baik. ingin tahu. "Itu bukan pekerjaan yang menegangkan seperti yang dikira masyarakat. kami tahu pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut itu dan ujung satunya di London. "Seseorang bernama Hanbury memilikinya dalam dompetnya. Dia harus mengambil dokumen-dokumen yang sangat penting. kami menangkapnya lebih cepat daripada dugaan kami. Apakah mereka melihat seseorang masuk ke rumah itu. "Kenyataannya.2. Aku menghabiskan banyak waktu di sana. tetapi orang yang menukarnya tidak pernah berbicara dengan Larkin. Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang cara kerjanya. "Seorang idealis politik? Menyombongkan harga dirinya? Atau semata-mata untuk uang?" "Dia bukan seorang idealis. vang meninggalkan jejak yang membingungkan bukan hanya sekali saja tetapi mungkin tujuh atau delapan kali. kami harus berpura-pura seperti orangorang bodoh kadang-kadang. Kupikir dia hanya melakukan apa yang diperintahkan saja. bukan? Dia tidak menabungnya. Livermead Crescent. Ada sebuah pub di sana bernama The Crescent Moon (Bulan Sabit). ingin tahu. Aku tidak tahu apa artinya 61. Ada beberapa Crescent di Portlebury. 61 W "Seperti yang kukatakan tadi. dan Larkin tidak pernah berbicara padanya. Seseorang vang puma otak cemerlang. Dia sempat memberikan beberapa informasi yang cukup berharga sebelum kami menangkapnya. kan?" "Kira-kira begitu. Victoria Crescent. The Jolly Sickle. bulan terbit dan lain-lain. Dick. kadang-kadang sangat membosankan. Di tempatku." "Untuk apa Larkin melakukannya?" tanya Hardcastle. Aku mempunyai sesuatu yang nyata yang mengawali pencarianku. dengan perencanaan yang hebat. "Ya." "Yang kukejar sebenarnya. Colin. Di antara keduanya ada sebuah organisasi kecil yang sangat bagus. Kemudian ada The Moon and Stars. 61 didiami oleh seorang kontraktor lokal." '*Dan itu bukan yang kucari. Aku tidak mengeiti artinya. Sabit." "Aku akan mengadakan penyelidikan rutin besok pada kedua rumah dt sebelah nomor 19. Sebenarnya. Begitu." Saya melihat wajah Dick yang bingung dan tertawa. Tetapi ada sebuah gap. Dick. Aku tidak tahu apa yang kucari sekarang. Hanbury banyak berjasa dalam kasus Lai kin. Aku sudah menyelidik dalam sebuah radius dengan Portleburv sebagai titik pusatnya. bukan? Aku tadinya ingin berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent dan melihat bagaimana lupanya nomor 61 sebelum bertanya padamu kalau kau punya keterangan rahasia yang dapat membantuku. Apakah mereka mempunyai pembantu asing?" "Mungkin. The Rising Moon. dan agen-agen mereka sering sekali adalah agen-agen kami. yang kebun-kebun ." "Oh. Tidak seorang pun mengingat nomornya. Kelihatannya cocok. Kami pikir dia menggantungkan mantelnya di mana selalu ada mantel yang persis sama— meskipun orang yang memakai mantel yang satu itu tidaklah selalu orang yang sama. Atau alternatifnya. Kemudian kutinggalkan bulan dan beranjak pada Crescent. yang ternyata juga berharga. Kau membuatnya bingung dan kemudian kau memanfaatkannya sedikit. aku tidak mengharap banyak dari Crowdean. Mantel-mantel itu ditukar." "Aku mengerti maksudmu. Itulah alasan semuanya." "Dan itu sebabnya mengapa kau masih berkeliaran di Pangkalan Angkatan Laut di Ponlebury?" "Ya. Kertas itu adalah sehelai kertas tulis hotel yang di atasnya tergambar sebuah sketsa kasar. Lumayan cocok dengan W. Wilbraham Crescent." Hardcastle menganggukkan kepalanya mengerti. Lansbury Crescent. tetapi aku yakin pasti ada sesuatu." Sava mengeluarkan dompet." kata saya. Jika demikian dia akan terdaftar. Tetapi Gowdc-an sepuluh mil jauhnya dari Portlebury. . dan dokumendokumen itu kembali ke tempat asalnya pada hari itu juga. Organisasi yang baik. Pada akhirnya siapa yang menipu siapa meniadi semacam mimpi buruk. "\ku tahu. atau disalinnya. tapi itu pasti sesuatu yang ditulis Han-burv. Aldtidge Crescent. memang tidak." "Kurasa aku tidak peduli dengan pekerjaanmu. bulan. Kami tahu kapan dan di mana tepatnya Larkin mendapat upahnya dan bagaimana. jadi kami membiarkannya memberi informasi lebih banyak." "Udak dapatkah kau menangkapnya lebih cepat dengan cara itu? Dia menghabiskan uangnya. Kemudian dia menatap saya. angka 61 dan inisial W? Aku mengambilnya setelah kematiannya." kata Hardcastle sambil berpikir. Dia keluar dengan membawa dokumen-dokumen itu untuk difoto dan dikembalikan kepadanya lagi. kurasa tidak. "adalah Crescent. Bulan baru. karena dia pikir itu penting. Crowdean adalah tujuanku sekarang. Tidak ada apa-apanya. dan lain-lain. Kami tahu rahasia mereka dan mereka tahu rahasia kami. mengambil selembar kertas dan mengulurkarmya pada Dick. "Jangan bengong. sebab itulah bagian di mana otak-otaknya berada. Hanya ada satu descent di sini." Dick berkata sambil berpikir." kata saya. Apa dia punya suatu ide? Atau sesuatu yang dia lihat atau dengar? Sesuatu yang ada hubungannya dengan bulan atau bulan sabit." kata saya. Itulah vang kulakukan siang ini—tetapi aku tidak dapat menemukan nomor 61." "Trims. Kucari kau untukmu besok. Dia mempunyai kebiasaan untuk makan stang di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. Terus terang. Semuanya direncanakan dengan sangat baik dengan perhitungan waktu yang sempurna. "Hanva uang. Kadang-kadang kupikir setiap orang mengetahui rahasia orang lain dan mereka bersekutu untuk berpura-pura tidak tahu.

"Jam-jam sialan!" "Jam-jam itu tagi? Ada apa sekarang?" "Satu hilang. Keesokan harinya saya tiba tepat pada waktu vang dijanjikan dan menemukan teman saya lagi marah-marah. 'Oh." "Jangan tolol. kemudian dengan sengaja menghambur keluar dari rumah itu dan menjerit-jerit histeris untuk menipuku?" "Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana pengalamanku. selain dua jam yang tetap pada tempatnya itu. Semuanya. 'Kuambilkan untukmu' dan dia berkata. gadis yang ramping itu menikamkan pisau ke badan orang itu. "Artinya™" "Millicent Pebmarsh itu mungkin melakukannya." kata Hardcastle muram. "Ya—ya. Kemudian dia menyembur." saya mempertahankan diri dengan gigih. mungkin dia. dengan jelas. Aku menyuruh Edwards membungkus jam-jam yang ada di ruang duduk dengan hati-hati dan membawanya kemari. Ketika dia sudah menyuruh keluar bawahannya yang ketakutan. "kalau benar kau tak akan ragu-ragu." Kami sepakat bahwa saya harus datang ke pos polisi pada pukul sembilan tiga puluh keesokan harinya. Kemudian aku bergabung denganmu. Sampai ada fakta-fakta batu yang muncul." "Aku ingat.belakangnya berhadap-hadapan dengannya." "Jadi tidak ada cukup waktu. Kemudian mereka masuk untuk mengangkat mayat itu. Aku meminta Miss Pebmarsh meraba semuanva untuk melihat kalau-kalau dia mengenalnya." "Dia mungkin memasukkannya dalam tasnya. Sepanjang yang kauketahui. saya bertanya dengan hati-hati tentang apa yang terjadi. kurasa—" (Dick adalah orang yang sangat jujur) "—Setiap orang harus ingat untuk mencoret setrap menulis t dan memberi titik setiap menulis i atau semuanya akan berantakan." kata Hardcastle. Aku mendengarmu." "Hilang? Yang mana?" "Jam bepergian dari kulit." "Kemudian aku berkata pada gadis itu bahwa dia bisa pulang dengan salah satu mobil kami dan memintamu mengantarkannya ke mobil." "Setiap orang akan gagal juga sekali waktu. "Jadi. Aku mestinya berkata." kata saya. Kupikir 61 terletak hampir langsung di belakang 19. kecuali jam kukuk dan. "Tidak * setiap hari seorang laki-laki muda tiba-tiba mendapatkan seorang gadis jatuh ke dalam pelukannya'sambil menjerit minta tolong dengan gaya Zaman Victoria vang beradab. Apa ada orang lain? Apa mungkin gadis itu yang melakukannya?" Saya menjawab. Aku „dapat mengajakmu kalau kau mau. Untuk beberapa saat Hardcastle kelihatannya tidak mampu berbicara. sarung tangannya ketinggalan. Aku kebal terhadap segala daya tarik wanita. Bagaimana bisa begitu?" "Orang-orang goblok—dan aku salah seorang dari mereka." kata Hardcastle.. "kau tertarik pada gadis itu. sehingga tak ada satu pun dari orang-orangmu yang dapat menemukannya. teringat sesuatu." "Bisa juga." Saya segera menerima tawarannya "Aku akan menjadi Sersan Larnb-mu dan mencatat-catat. Bagaimana dengan hal itu?" "Sheila Webb makan siang dari jam 1. Membuat >eorang laki-laki merasa dirinya seperti seorang pahlawan dan seorang pelindung yang sejati. Mavat itu ditemukan oleh Sheila Webb —aku tidak perlu mengatakan padamu betapa seringnya orang yang pertama kali menemukan sebuah mayat adalah orang yang terakhir kali melihatnya dalam keadaan hidup. Dan itulah salahku. karena mayatnya sudah tidak ada lagi* dan dia berlari masuk ke dalam. "bahwa hidupku penuh dengan mata-mata cantik dari berbagai bangsa? Mereka semua mempunyai ukuran vital yang dapat membuat seorang detektif Amerika melupakan semua tujuannya." Sava bersiuh "Kelihatannya sangat luar biasa. dan itu bukan suatu perkenalan yang romantis. Yang ada tulisan 'Rosemary* di pojoknya.30. Yah. menyembunyikan senjatanya di suatu tempat dengan cermat. sebab jam-jam itu toh bukan kepunyaannya. gadis itu mungkin terlibat dalam urusan pembunuhan ini.30 sampai jam 2. Aku tidak keberatan masuk ke ruang itu sekarang. di ruang duduk. kurasa begitu. "Katanya. Hanya saja kau harus berhenti melindunginya. berbicara dengan Miss Pebmarsh yang ada di dapur dan berkata aku harus membawa jam-jam tersebut dan akan memberinya sebuah tanda terima untuk itu. atau dipegangnya ketika dia kembali bergabung denganmu?" Saya ragu-ragu. Itu melibatkannya. "Aku baru melihatnya pertama kali kemarin siang. dua orang itu tetap masuk perhitungan. Tapi dia hanya pergi selama satu menit—" "Apakah dia memakai sarung tangannva." "Jelas tidak. Kapan?" "Kami baru saja hendak masuk ke mobil polisi." Hardcastle mengeluh. "Itu semua tergantung tipenva. Aku berkata. tentu saja." "Ketika aku memasuki ruangan itu sekitar pukul tiga lebih. aku tidak mengerti mengapa kau begitu bersikeras menuduhnya dalam hal ini. "Teruskan." kata saya sedih. "Rasanya tidak." kata Hardcastle. empat buah jam. jam yang besar itu." "Omong-omong." "Ya. Itu saja. meskipun dia berkata bahwa itu tidak perlu. "Aku tidak menuduhnya—tapi aku hai us mulai pada suatu titik." kata saya berang. Slieila Webb kelihatannya adalah tipe gadis idam-anmu. Dia mungkin memungut jam itu setelah aku meninggalkan ruangan dan langsung pergi ke dapur dengan membawanya. Ternyata tidak." kata Hardcastle dengan nada menuduh." "Aku memberi Miss Pebmarsh tanda terima itu." kata Hardcastle." "Ya?" "Aku pergi ke luar untuk mengawasi. aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi." . Dia tetap yakin kalau hanya ada tiga jam saja." "Apakah maksudmu sesungguhnya. "Tidakkah kau sadar. terus aku masuk kembali ke rumah itu." "Aku tidak yakin. Mayat itu ditemukan di lumah milik Pebmarsh. Tapi mengapa?" "Banyak yang harus kita pelajari." "Masalahnya adalah. jam-jam itu ada di sana kemarin. Edward berkata dia langsung masuk ke dalam dan mengerjakan perintahku. Aku — *' Saya berhenti. mungkin lebih. orang itu sudah mati paling tidak setengah jam sebelumnya.

tidak ada Mr.. dengan bahu persegi. dan akhirnya mendapat jabatan di Aaronberg Institute di sini. WATERHOUSE menuruni anak-anak tangga di Wilbraham Crescent No. . Mungkin itu caranya memperkenalkan diri ke rumah-rumah dan melakukan penipuan yang meyakinkan. menurut kau?" Hardcastle mengangkat bahu. Kau bukan agen DDI yang lagi bertugas. James. Kami betul-betul tidak tahu." "Apa maksudmu—nihil?" "Hanya bahwa dia tidak pernah hidup™ tidak ada orang dengan nama itu.Saya memandangnya geram. "Kau yakin kau akan baik-baik saja?" kata Mr. dan saudara perempuannya yang menghabiskan waktu senggangnya dengan mengurusnya. Dia mungkin seoi ang pengecoh atau seorang penipu yang hebat atau seorang pemungut uang yang tidak penting atau seorang agen penyelidik.. ada seseorang yang mondar-mandir sepanjang Wilbraham Crescent dan memilih seorang korban di setiap rumah? Sungguh. BAB 7 MR. termaktub di Kitab Suci. Perusahaan Asuiansi Metropolis and Provincial tidak pernah berdiri. Wilbrahara Crescent adalah sebuah jalan untuk tempat tinggal yang beradab." "Apa kata Perusahaan Asuransi Metropolis?" "Mereka tidak bisa bilang apa-apa." kata saya sambil berpikir." "Oh! Mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dai i para tetangga. Waterhouse." "Itu sepertinya membebaskan Miss Pebmarsh. Kami mengirim sidik jarinya untuk melihat apakah dia pernah punya perkara dan tercatat di kantor polisi? Jika memang ada." "Kapan pemeriksaannya dilaksanakan?" "Lusa. Dia dulunya adalah guru matematika di sekolah North Country—kehilangan penglihatannya kira-kira enam belas tahun yang lalu—mengambil kursus Braille dan lain-lain." "Apakah bukti medisnya?" "Oh. "Sekarang masih teka-teki. Bahkan tidak ada kereta bayi yang didorong sepanjang—" Tidak ada seorang tua invalid yang duduk sepanjang hari di depan jendela?" "Itu yang kita inginkan—tetapi kita tidak mempunyainya. Mungkin dia mengumpulkan premi palsu." Mr. Curry dari Denvers Street." kata Miss Waterhouse." "Apa maksudnya sebetulnya. "Apakah ada alasan tertentu. "Aku sungguh tidak mengerti maksudmu. Miss Waterhouse mendengus dengan sedikit berang. aku hanya bermaksud. maka itu merupakan suatu kemajuan besar dalam kasus ini. dia buta. Edith." "Menarik. Dan dia tepat seperti yang dikatakannya. "Seonang wanita buta tidak mungkin mampu menikam seseorang. "Itu. kuingatkan kau. Mr. kasus ini akan lebih rumit. ya. dan perusahaan asuransi palsu?" "Mungkin. karena ada orang terbunuh di rumah sebelah sehingga aku akan dibunuh hari ini?" "Yah. dan kami pun berangkat. bukan?" "Dalam penentuan atas jam-jam dan agen-agen asuransi?" "Semuanya memang terlalu fantastis unruk dikatakan. "itu sangat tergantung. Waterhouse kelihatannya merasa bersalah. dengan rambut keputihan serta bahu yang sedikit bungkuk dan raut muka yang juga keputih-putihan. Waterhouse. bukan?" ■ "Oh. Pernyataan seperti itu tidak mungkin terlintas dalam pikirannya. Waterhouse." kata Mr. Waterhouse sangat terkejut. "Nihil. kami akan tahu akhirnya. "Peringatan dari bangsa Yahudi yang bebas dari perbudakan Mesir. Edith. "Aku lebih menyukainya. Kau tidak perlu memuaskan hati seorang inspektur atau seorang kepala polisi dan seterusnya. atau almarhum Garry Gregson pada puncak—" "Teruskan—senangkanlah hatimu. "Seperti Ariadne Oliver dalam keadaannya yang terburuk. memper-timbangkan apa yang terjadi di sebelah kema-nn. "Apa yang telah kauketahui tentang Curry?" Hardcastle menjawab dengan kepahitan yang tak saya sangka-sangka." "Kurasa itu terlalu jauh. itu sepertinya menghina Tuhan." "Tetapi kau akan menemukannya. Sejauh itu menyangkut Mr. ya. Waterhouse sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor pengacara di mana dia bekerja. tidak ada Denvers Street No." kata Hardcastle pahit. dan merupakan jenis wanita yang tidak percaya akan segala omong kosong tentang dirinya serta sangat tidak tahan dengan omong kosong tentang orang lain. kendati tidak dapat dikatakan tidak sehat. Kami sudah memeriksanva." "Menghina Tuhan. "Ya. Membuka — kemungkinan-kemungkinan-" "jHanya kemungkinan-kemungkinan yang kita peroleh sejauh ini. Curry. 7 atau nomor berapa pun. James. Miss Waterhouse adalah wanita yang tinggi. sebab tidak ada pemsahaan seperti itu. Semata-mata formal dan tertutup untuk sementara. Dia harus begitu sering kelihatan merasa bet salah sehingga itu merupakan kebiasaan yang tampak pada air mukanya. pengacara." 'Oh. Aku tidak suka kucing—" Saya berkata padanya bahwa kehidupan seorang polisi adalah berat. Yang kuketahui seluruhnya tentang nomor 20 adalah bahwa wanita yang tinggal di sana memelihara sekitar dua puluh ekor kucing. Dia adalah orang yang rapi. Dia betul-betul buta. ditikam dengan benda tajam. kenyataannya. wanita-wanita pekerja harian yang mungkin saja melihat sesuatu sudah pulang semua. seorang manajer personalia di perusahaan Gains-ford and Swettenham. 18 dengan khawatir." "Bagaimana halnya dengan nomor 18 dan 20?" "Nomor 18 didiami oleh Mr. bukan?" kata saya sambil berpikir. sialnya. James. Ini bukan sebuah desa. Jika tidak." "Aku meragukannya." kata Mr." kata saya. menengok dengan cemas ke arah saudara perempuannya." "Seperti kerah kemeja palsu." "Dia mungkin terganggu jiwanya." Saya berbicara dengan antusias. "Maksudmu dia mencetak kartu nama palsu dengan nama. "Jika orang itu ditikam di halaman depan dan dua orang bertopeng membawanya masuk ke rumah —tak seorang pun akan melihat ke luar jendela atau melihat sesuatu. Sampai jam satu siang. Sesuatu yang mirip dengan pisau sayur. Waterhouse. Sayang. bukan kemerah-merahan. Edith?" kata Mr. bukan—pada siapa pembunuhnya?" "Kau pikir. alamat.

" kata Mr. sayang." "Anda benar. Head bersemangat. kegilaan bisa muncul tba-tiba dan kadang-kadang hanya sedikit yang dapat diketahui sebelumnya. pergi menuju tas golfnya. Head naik ke atas dengan ribut. Miss Waterhouse. Mereka berkata. aku takut aku akan sangat terlambat. putrinya. Head." dia membaca. "tetapi jika Anda memang melihat sesuatu yang dapat menarik hati kami." "Kita betul-betuj tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Jika seseorang hendak mencoba hal itu. "Nah. Dalam pandangan Miss Waterhouse. "Ingin mengetahui apakah Anda memperhatikan hal-hal yang lucu dalam tingkah lakunya. itu bukan alasan untuk menuduhnya terlibat dalam perkara-perkara kriminal." kata Hardcastle."Aku betul-betul ingin melihat seseorang datang kemari. Saya sudah membersihkan bekas-bekas sarapan dan saya pikir itu tempat yang lebih pantas." "Saya kira mereka ingin bertanya pada Anda tentang Miss Pebmarsh." tambahnya." kata Miss Waterhouse bersemangat. Kau mungkin berpikir bahwa sesungguhnya bangunan-bangunan itu dimaksudkan untuk menanam timun atau tomat di dalamnya." kata Mr. "mereka bukan tuan yang sebenaL-nya—polisi. melihat lamnva lagi. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan cerita-cerita yang dibawa oleh pembantu harian mereka yang suka omong itu." kata Miss Waterhouse. hal itu angat berbahaya bagi orang-orang yang tak berdosa. Aku hanya berpikir bahwa pandangannya terhadap sesuatu adalah gila-gilaan dan berlebih-lebihan. saya rasa?" "Sava tidak tahu kapan pembunuhan itu dilakukan." kata Miss Waterhouse. ada hal-hal lain di samping pendidikan. Saudara perempuannya tidak pernah lupa mencemoohkan kebenaran dari khayalan-khayalan mengerikan itu. Setelah menutup pintu dia bermaksud beristirahat di loteng. "Ada yang bilang. dia tidak akan memilih saudara perempuannya." Miss Waterhouse tidak begitu paham dengan alasan itu. "Detektif Inspektur Hardcastle?" "Selamat pagi. "orang itu adalah bendahara atau salah satu pelindung Aaronberg Institute dan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pembukuannya. Waterhouse. memindahkan sebuali tongkat pemukul dan meletakkannya dalam posisi yang strategis di dekat pintu depan. tetapi saya yakin Anda cukup mampu menangani hal-hal seperti itu. Anda telah mendengar apa yang terjadi di rumah sebelah kemarin." kata Mrs. "Aku akan turun. Saudara laki-lakinya membayangkan bahwa itu sart_at tidak mungkin. Mereka bilang." "Anda mengusir mereka?" "Tentu saja. nah. Selamat tinggal. Mrs. "Detektif Inspektur Hardcastle. tapi dia berhenti sejenak sambil berpikir. "Aku yakin Miss Pebmarsh adalah seorang wanita dengan watak yang terpuji."^ kata Miss Waterhouse. untuk mencoba membunuhi. Tetapi lebih baik berjaga-jaga dulu. bukan? Ah—" dia menggelengkan kepalanya. . Waterhouse. Head adalah seorang wanita bertubuh kecil dan bundar serta mirip sebuah bola karet—dia menikmati benar kejadian-kejadian itu." tambahnya. Aku yakin." kaca Miss Waterhouse puas. Miss Waterhouse menerimanya. hal itu sangat merugikan anak-anak jika datang musim panas. Head sendiri yang berkata padaku bahwa Susan. Dia datang bersama seorang laki-laki muda bertubuh tinggi dan berkulit gelap." "Dan Miss Pebmarsh membunuhnya?" kata Mr. Tetapi biasanya ada sesuatu." "Savang. "Seorang wanita buta? Tentunya—" "Menyelipkan seutas kabel pada lehernya dan mencekiknya. bukan?" Miss Waterhouse mendengus lagi. Bagaimanapun juga. "Sepasang tuan hendak menemui Anda. Bagaimanapun juga dia berkata. Waterhouse." Dia mengulurkan sebuah kartu. "Sava bahkan harus mengusir satu atau dua orang wartawan yang datang kemari untuk bertanya apakah saya mengamati sesuatu." "Saya harap saya tidak terlalu pagi datang kemari. Miss Waterhouse berderap ke bawah dan memasuki ruang makan dengan suara perasaan ingin tahu yang ditutupi oleh raut mukanya yang biasa menantang. "Apakah kau menyuruh mereka masuk ke ruang tamu?" "Tidak. Mrs." Hardcastle bangkit dari duduknya." "Pembunuhan di rumah tetangga sebelah tidak biasa untuk tidak diperhatikan." "Kukira begitu. semacam itulah. Maksud saya meieka toh hanva polisi. Tentu saja James hanya omong-kosong. Masyarakat membiarkan orang-orang sakit jiwa keluar dari panti-panti perawatan sekarang ini. "Maksudku hanya." kata Miss Waterhouse. "Nah. Tetapi itu tidak berlaku untuk seorang wanita buta. "Tentu saja mereka suka mencari-cari cara untuk memperoleh berita. Anda berada di rumah pada waktu itu. Head punya cerita yang luar biasa pagi ini. Siapa yang akan berjaga-jaga menghadapi orang buta? Bukaimya aku sendiri percaya. dan ini mendorong mereka untuk hidup normal. Dia berkata tidak mungkin dapat memperhatikan pelajaran. yang secara praktis dibangun dari kaca. "ada—yah — karakter-karakter yang jelas-jelas tidak kita inginkan sedang berkeliaran. Anda tahu. Jagalah dirimu Lebih baik pintunya digerendel. dengan perasaan bersalah yang lebih mendalam. "Saya harap Anda tidak keberatan kalau kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama. dan dia datang ke Miss Pebmarsh untuk menyelidikinya. maka kemungkinan besar si penyerang sendiri yang akan dipukul sampai pingsan dengan sebuah alat pengorek bara atau sebuah pegangan pintu dari timah dan dikirim ke pos polisi dalam kondisi berdarah dan menyedihkan. kukira begitu. sebab semua jendela kaca membuat anak-anak ingin memandang ke luar terus. tetapi meskipun demikian dia menikmatinya. Waterhouse sedikit menggoda. yang menurut Miss Waterhouse tidak perlu disapa. "Sersan Lamb." kata Hardcastle. tidak menyukai ruangan kelas barunya. "Orang itu tidak mungkin berjaga-jaga. Saya memasukkan mereka ke ruang makan." kata Miss Waterhouse. Mrs." kata Mr. "tetapi saya kira Anda tahu maksud kedatangan saya. Miss Waterhouse ada di kamar tidurnya ketika Mrs. Anda dapat melihatnya dari sorot mata mereka. Dia melihat jamnya. Jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri cara dia menangani berbagai hal. saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan sangat berterimakasib. Sayangku. Jika dia pribadi disuruh memilih korban. Sekolahsekolah lanjutan baru yang kelihatan aneh tersebut. "Berbagai macam kabar burung telah tersiar ke mana-mana. "Setidak-tidaknva. cara berbicara." kata Hardcastle. Dia tidak memperhatikan gumaman lirih vangmenyebutkan." Wajah Miss Waterhouse menampakkan seberkas kebanggaan atas pujian itu. kau tahu." kala Mrs.

Apakah ada yang luar biasa dengan hal itu. tidak. Anda berkata 'melewati pintu gerbang'." kata Miss Waterhouse. "Nah." kata Miss Waterhouse. "Dia sepertinya seorang pengacara atau seorang pengusaha." kata inspektur itu. Ruang itu menghadap ke jalan. bukan. menulis . pasti. menghadap—seperti yang Anda lihat—ke kebun belakang." "Maaf. "Tentu. Dia buru-buru berkata. dan ada sebuah kantor pos di Albany Road—" "Tetapi mungkin Miss Pebmarsh biasa melebati pintu gerbang Anda sekitar waktu itu?" "Yah. saya tidak melihatnya ataupun orang-orang lain yang mampir ke sebelah. Sebentar.. Apakah Anda setuju?" "Yah. Saya menulis dua pucuk surat. Saya berada di ruang duduk waktu itu. mencuci tangan dan langsung makan siang." Miss Waterhouse berbicara dengan penuh kegetiran sehingga inspektur itu merasa yakin bahwa Miss Waterhouse pasti sedang membayangkan seseorang dalam pikirannya. Suara decitan pintu gerbanglah vang membuat saya mendongak. saya kira?" "Ya. "Saya pikir orang ini sama sekait tidak mengira apa yang bakal terjadi pada dirinya. "Tidak. Sebentar. "Dia tidak dapat melihat. saya tidak tahu kapan Miss Pebmarsh biasanya keluar. Dia selesai mengajar. Saya sibuk dengan urusan pribadi saya sendiri. saya kira."Menurut perkiraan kami sekitar pukul setengah satu sampai setengah dua." "Pertanyaan penting yang harus saya ajukan pada Anda. sekitar jam setengah satu lewat. "Kematian dapat merupakan sesuatu yang penuh kedamaian." "Apa kata Miss Pebmarsh tentang hal ini?" tuntut Miss Waterhouse. Miss Waterhouse." "Kami belum mengetahui siapa dta sebenai-nva." komentar Miss Waterhouse." "Luar biasa. Saya masuk sekitar jam satu kurang sepuluh menit dari kebun. "Tidak. "Dia cukup terkejut." Hardcastle tidak menceritakan padanya bahwa dan bermacam-macam foto mayat itu di kepolisian. Dia tampaknya seperti orang yang terhoimat. atau ke arah mana Saya memang tidak berbakat untuk mengamat-amati kegiatan tetangga-tetangga saya." Miss Waterhouse menggelengkan kepalanya. sesungguhnya." "Apakah Anda melihat Miss Pebmarsh masuk atau meninggalkan rumah?" "Saya pikir dia masuk ke rumahnva — saya mendengar pintu gerbang mendecit—ya. sedangkan ruang makan. dapatkah Anda menolong kami." kata Hardcastle. dan saya pikir bahwa jalan terdekat menuju toko-toko dan kantot pos adalah jalan pada arah yang sebaliknya. saya tidak dapat mengatakan waktunya dengan tepat—ya. "Dapatkah Anda mengenalinya?" . Dia mengajar anak-anak cacat seperti yang mungkin telah Anda ketahui. foto yang satu itu yang dipilih karena paling tidak mengganggu mata." "Tergantung*pada toko mana yang Anda tuju. Tetapi sava membawa kopi saya ke ruang duduk setelah makan siang dan saya duduk-duduk di kursi dekat jendela. dia mungkin saja pergi untuk menelepon. Dia kelihatan seperti sedang tidur. Miss Waterhouse.. sebanyak yang saya bisa." katanya. Letaknva di depan nomor 15. Oh. "Ya. Tidak. "Ini adalah orang itu. Ada orang-orang tertentu yang saya kenal menghabiskan seluruh waktu mereka melihat-lihat ke luar jendela dan memperhatikan siapa-siapa yang lewat dan siapa mampir ke siapa.. Inspektur?" "Bukan luar biasa. tersenyum.. Saya orang yang sibuk dan punya banyak pekerjaan. "Jadi bila Miss Pebmarsh memang melewati pintu gerbang Anda." Dia menambahkan.Miss Waterhouse melihat gambar itu. tempat kita ini sekarang.." "Dan saudara laki-laki Anda?" "Dia tidak pulang ke rumah untuk makan siang. sepanjang Crescent ini. bukan? Di sanalah letak telepon umum. saya ada di kebun. Inspektur." katanya. "Tentu saja toko-toko memang lebih dekat jika lewat sana. Tentu. Miss Pebmarsh ke luar lagi sekitar jam setengah satu. ya." kata inspektur itu. Saya sedang membaca The Times. adalah apakah Anda melihat datangnya orang laki-laki ini—saya kira koran-koran pagi menyebutnya si pria misterius. Dia biasanya pulang pada waktu itu." "Dia tidak mungkin yakin akan hal itu." "Dia adalah orang yang kelihatannya paling terhormat. Pasti sebelum jam satu." "Apa yang Anda lakukan antara jam setengah dua sampai jam tiga?" "Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengisi teka-teki yang ada di The Times. Saya yakin saya belum pernah melihatnya sebelum ini." "Anda tidak bercakap-cakap dengannya?" "Oh." "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa dia juga asing bagi Miss Pebmarsh?" "Miss Pebmarsh meyakinkan kami bahwa dia tidak mengharapkan kedatangan tamu itu dan dia tidak dapat mengira-ngira siapa sebenarnya orang itu. Miss Waterhouse? Jika Anda memutar kembali ingatan Anda tentang kejadian-kejadian kemarin." "Betul. saya betul-betul ingat dia melewati pintu gerbang. dan saya kira pada waktu saya membalik halaman koran itulah saya melihat Miss Pebmarsh melewati gerbang depan." "Betul." "Bagaimana mpa orang itu?" Hardcastle mengambil sebuah gambar cetakan kasar dari sebuah amplop dan mengulurfeannva pada Miss Waterhouse." "Kami memberinya sebuah gambaran yang jelas. apakah Anda menengok ke luar jendela atau apakah Anda kebetulan sedang berada di kebun antara jam setengah satu sampai jam tiga?" Miss Waterhouse merenung. Siapa sebenarnya yang dibunuh ? Kelihatanmu sedikit pun tidak disebut-sebut di koran lokal pagi ini." "Saya ada di sini. "Orang asing?" "Kelihatannya begitu." "Menurut pernyataannya sendiri. kemudian saya pergi ke dapur dan membereskan bekas-bekas makan siang. Foto ini sama sekali tidak menakutkan. "Hanya saya kira Miss Pebmarsh keluar untuk berbelanja sedikit dan pergi ke kantor pos. Itu lebih merupakan kebiasaan orang-orang cacat atau orang-orang yang tidak punya pekerjaan kecuali berspekulasi dan menggosipkan urusan tetangga-tetangga mereka.

Colin Lamb memungut tongkat pemukul golf di samping pintu." katanya. Baik James maupun saya telah mengambil polis asuransi pada Mutual Help Assurance Society. Dia merampasnya dari Colin dan meletakkannya kembali dalam tas golf. Sangat luar biasa!" kata Miss Waterhouse dengan penuh perasaan tidak setuju. "Dia tidak pernah tahu apa-apa." "Terima kasih. "kita tidak mendapat banyak darinya. waktu itu dia berada di Gainsford and Swettenhams di High Street. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan seseorang. "Saya lihat Anda sudah siap siaga. "Saya hanya dapat melihat bagian belakang kepala pria muda itu. "Suatu tindakan pencegahan yang bijaksana. "Saya juga menyesal." "Apa yang Anda lakukan kemudian?" "Yah. Saya kira dari kamar tidur saya dapat memperhatikan kegaduhan yang terjadi di sebelah. "Tidak ada hal lain yang dapat Anda ingat? Yang dapat Anda katakan pada kain j?" "Tidak. Seperti yang saya katakan." Dia bangkit dan berjalan menuju gang." kata Miss Waterhouse. "Kami tidak dapat mengatakan demikian sampai kami mempunyai keterangan untuk membuktikannya. Tampaknya dia sedang berdebat dengan gadis itu. atau adakah seseorang yang datang pada Anda atau bermaksud mendatangi Anda?" "Tidak. saya kira tidak ada lagi. "Hanya kebetulan saja itu nama orang yang terbunuh tersebut. "Seseorang dengan kepandaian serta pertimbangan seperti Anda. Seseorang berkata pada saya bahwa ada pembunuhan di rumah itu. barulah saya sadar bahwa ada hal yang luar biasa yang telah terjadi." "Anda tidak melihat Miss Pebmarsh pulang ke rumahnya sesaat sebelum itu?" Miss Waterhouse menggelengkan kepala." Sersan Lamb memindahkan kakinya. Selama beberapa saat nada suaranya semurung nada suara seorang gadis." katanya." Sersan Lamb mengoreksinya. Gadis-gadis dan laki-laki muda selalu berbuat hal-hal yang luar biasa—menjerit-jerit. untuk menghadapi segala peristiwa.beberapa cek untuk melunasi tagihan-tagihan. dan bukan hanya pembantu yang berguna bagi Inspektur Hardcascle. Mereka khusus melayani makan siang cepat untuk orang-orang profesional. "Nah. sehingga saya langsung pergi ke jendela." kata Hardcastle. Ketika saya kembali. berbicara untuk pertama kalinya. kecuali bahwa kau meravunya dengan begitu hebat sepanjang waktu." "Tidak ada surat yang ditandatangani seseorang bernama Curry?" "Curry? Tidak. saya tidak begitu memperhatikan semuanya. Miss Waterhouse membuka pintu dan menyilakan mereka keluar." "Tentu saja tidak. tetapi tampaknya tidak banyak yang dapat dilihat dari sisi tersebut. tentu saja tidak. mengembuskan napas. Yah. tetapi saya tidak ingat menerima surat seperti itu akhir-akhir ini. Suatu hal yang luar biasa untuk dilakukan. Anda harus hati-hati. "Lumayan berat di bagian kepalanya. Bagi saya hal itu adalah sangat luar biasa. yang cakap dalam melakukan pengamatan. "Tongkat yang bagus. Pada saat mobil-mobil yang membawa polisi-polisi muncul." "Memfitnah. Bagaimanapun juga." "Saya berharap saya melihat sesuatu." "Seorang penipu» eh?" kata Miss Waterhouse. seperti tidak sadar sebelumnya kalau Sersan Lamb merupakan suatu wujud kepribadian yang mempunyai arti. Oh tidak. 'Tidak. Akhirnya dia mendudukkan dan menyandarkan gadis itu ke tiang pintu gerbang. Apakah harus ada apa-apanya?" Hardcastle tersenyum. tetapi Miss Waterhouse tidak sedang melihat ke arahnya dan jelas-jelas tidak berpikir bahwa dialah sebenarnya laki-laki muda yang sedang dibicarakan itu." kata Miss Waterhouse menghina. Miss Waterhouse memandangnya dengan sedikit terkejut." kata Miss Waterhouse. Tidak ada hal seperti itu. Mr. "Saya menyesal tidak dapat membantu Anda." katanya. James Waterhouse?" "James tidak tahu apa-apa. akan merupakan seorang saksi yang sangat berguna bagi kami. Saya heran kenapa belum ada yang dituntut karena bergosip sepanjang waktu." "Di mana biasanya dia makan siang?" "Di* biasanya makan sandwich dan minum kopi ai Three Feathers. tentunya saya langsung pergi keluar. James tidak akan dapat menolong Anda. berdiri di anak tangga dan kemudian berjalan memutar menuju kebun belakang." "Itu bukan nama aslinya?" "Kami mempunyai alasan tertentu untuk mengira bahwa itu bukan nama aslinya." Miss Waterhouse sedikit terkejut. Miss Waterhouse. "Tidak. Saya kira saya tidak melihat keluar jendela sampai saya mendengar jeritan yang luar biasa itu. cekikikan» atau membuat gaduh—sehingga saya tidak berpikir bahwa ada yang serius. terus saya naik ke loteng dan menyeleksi beberapa barang yang akan saya bawa ke tukang cuci. Kemudian dia pergi dan masuk ke dalam rumah itu." kata Miss Waterhouse." kata Hafdcastle. "Tidak seperti beberapa orang di sekitar sini. Miss Waterhouse menemani mereka. mendorong satu sama lain. Saya kira tidak. J 'Sungguh. "saya tidak oapat membayangkan bagaimana tongkat itu bisa berada di sini." Dia menimbangnya naik turun dengan tangannya. dia tidak pulang untuk makan siang. sungguh. Tentu saja kami kadang-kadang menerima surat-surat edaran ataupun iklan-iklan tentang sesuatu. Ada seorang laki-laki muda dan seorang gadis di pintu gerbang. Apakah itu metode tetapmu?" . Sebuah rumah yang sangat menyenangkan dan terhormat. tentu tidak/' "Dan nama Curty tidak berarti apa-apa bagi Anda dalam segala hal?" "Tidak. kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih lama lagi." kata Colin. ada sekerumunan keci! orang. Dari lagi. Saya tahu." "Adakah 'seseorang yang akhir-akhir ini menyurati Anda dan mengusulkan agar Anda ikut asuransi. "Saudara laki-laki Anda. Miss Waterhouse. Mereka membicarakan segalanya. Kelihatannya dia sedang merayu gadis itu.

Saya lupa. dan telepon Itu. Satu-satunya tanda yang menyatakan adanya perhatian baru-baru ini pada rumah itu adalah cat vang dikuaskan pada pinru depan." Colin memandangnya ingin tahu." kata Hardcastle. setengah menyanyi. "Sayangnya. "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Suatu hal yang sangat samar dan mungkin tidak penting. Hemming. setengah berbicara. Mereka duduk. Suara seperti senandung bernada tinggi. Hati-hati. tetapi dia membelok ke kiri. "Mengapa. Sunbeam. Dia melompat ke meja yang ada di gang." kata Mrs. menurut Miss Martindale. Akhirnya pintu depan terbuka. semuanya adalah mengapa" kau Hatd-castle tak sabar. dia akan mengetahui apakah itu suaranya atau bukan. "Mari masuk. yang warna biru langit terangnya membuat penampilan kumuh bagian rumah lainnya serta kebun yang tak terawat itu menjadi lebih kentara. dan ada paling tidak enam ekor kucing lagi. Hemming. Sayangnya dia termasuk orang yang alergi terhadap kucing. Mari kita lihat apakah nomor 20 bisa lebih baik bagi kita. "Mereka mengerti setiap patah kata yang saya ucapkan. jangan. memandangi tamutamu tersebut." (Rumah besar yang dikelilingi parit. Segala sesuatu saya lakukan demi mereka.) Mereka menunggu selama beberapa menit. Pintu gerbangnya diberi penghalang terhadap para penyerbu dengan cara dililiti kawat berduri di bagian dalam. Seperti biasanya." kata Mrs. menggeser-geserkan badan mereka dengan lembut pada gaun majikannya. padahal seharusnya ke kanan. yaitu Diana Lodge. tentang—" . "Saya hidup demi kesayangan saya. Jika Martindale mengenal Miss Pebmarsh secara pribadi. 20 mempunyai sebuah nama. "Dia sangat yakin. Sayangku. pada kesempatan-kesempatan seperti itu semua kucing segera mengerumuninya. Hemming?" "Saya Mrs. Manisku. Hemming. Hemming. Itu bukan kucing satu-satunya." Nada suaranya terdengar tidak memihak. Suara-suara yang agak aneh. kemudian terdengar suara-suara dari dalam. Chavank/* Saat itulah Inspektur Hardcastle menyadari bahwa selendang bulu oranye tersebut sesungguhnya adalah seekor kucing. Shah-ShahMimi. Mereka satu-satunya hiburan dan kesenangan dalam hidup saya. dua di antaranya mengeong. Penyanyi atau penyenandung itu mendekati pintu depan dan kata-katanya mulai terdengar jelas. Semak-semak vang menjulur dan tumbuh liar merupakan pemandangan yang menonjol. "Apakah—" kata Hardcastle. mengapa?" "Oh. Cantikku." Di dalam ruang itu berbagai macam sikat dan sisir yang dililiti bulu-bulu kucing tergeletak di atas kursi-kursi dan meja-meja." BAB 8 SEBAGAI tambahan pada alamatnya. "Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada Anda. yang lain menggosok-gosokkan badannya dengan penuh rasa sayang pada celana panjangnya. yang datang kemari dari Badan Pencegahan Kejahatan Terhadap Hewan. Aku mau tutup pintu. kucing itu tidak mengungkapkan apa pun vang menarik. "Memalukan! Saya sudah menulis dan melaporkannya."Hasilnya kadang-kadang bagus jika ditetapkan terhadap orang-orang dengan tipe seperti dia. Hati-hati. Hati-hati buntutmu. Sudah deh. Rumah tersebut kelihatannya dalam kondisi yang hampir roboh dengan atap yang mestinya diperbaiki." "Dia mendengkur seperti kucing yang ditawari semangkuk krim sebagai hadiah. "jika saja ada rumah yang dapat dinamai The Laurels. Mrs. "Mrs. Tiga ekor kucing lainnya muncul di gang. Miss Pebmarsh pergi ke kantor pos dan toko-toko. ayo. disanggul dengan rumit menurut mode sekitar tiga puluh tahun yang lalu. Satu melompat ke lututnya. mengapa dia menginginkan gadis itu ada di sana? Jika itu orang lain. "Mengapa harus dinamai Diana Lodge segala?" Dia melihat ke sekelilingnya sambil menilai." "Tidak?" kata Hardcastle. mengapa? Mengapa semuanya ini tidak berujung pangkal? Jika Miss Pebmarsh menelepon. Aku tutup. "Tetapi kalau dia menelepon. atau apakah itu seperti suara Miss Pebmarsh. Cleo—Cleopatra." kata Mrs." kata Colin. "seperti Moated Grange. Colin menoleh padanya dengan cepat. Inspektur itu menariknya dan sebuah suara berdentang lirih terdengar di dalam. maka rumah ini kelihatannya cocok. Inspektur." Inspektur Hardcastle berjalan masuk dengan gagah." Terdengar pintu-pintu ditutup. Shah-Shah-Mimi. Rambutnya yang pirang keputihan disisir lurus-lurus." "Saya harap Anda datang sehubungan dengan orang mengerikan itu. Dia bilang kucing-kucing saya dipelihara dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan dan kebahagiaan mereka! Sungguh memalukan! Saya hidup demi kucing-kucing saya. Tanaman laurel dengan bunganya yang berbintik-bintik sendu dan dipangkas dengan tidak sempurna. "Kau masih menyangka bahwa di balik sangkalannya dia mungkin saja menelepon? Dia sangat yakin akan hal itu. Di hadapan mereka berdiri seorang nyonya yang mengenakan gaun beludru berwarna hijau lumut pucat. Bau ruangan itu balikan lebih tajam." komentar Colin Lamb. Hemming. ■ "Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Tidak ada bel listrik di sana tetapi ada sebuah tuas yang gunanya untuk ditarik. "Oh. Di sekeliling lehernya dia memakai selendang bulu berwarna oranye. Di sana." kata Colin. Detektif Inspektur Hardcastle yang gagah berani hanya dapat mengatupkan bibirnya dan menahan diri. Jenis yang keras selalu luluh berhadapan dengan rayuan." Shah-Shah-Mimi tidak mempedulikan tangan vang menahannya. duduk dan menjilati mukanya sambil menatap orang-orang asing itu. juga menghalangi usaha seseorang untuk masuk melalui pintu gerbang. mengapa mereka melibatkan Miss Pebmarsh? Kita tidak tahu apa-apa sekarang." Dia mendorong sebuah pintu di sebelah kiri. "Silakan masuk. kita tidak mendapat banyak dari nomor 18. 'Tidak. Inspektur Hardcastle berkata ragu-ragu. yang agak kusam. Di sana juga terdapat bantal-bantal kursi yang pudar dan kotor. Diana Lodge tidak memberi kesan rapi serta tidak memiliki bedeng-bedeng bunga." "Ya. berdering sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Sayang. Tidak di sana. Pada saat itu juga bau kucing yang tajam menusuk tercium oleh hidung kedua orang laki-laki itu. "Tampaknya. begitu pula dengan bau kencing kucing yang tajam menusuk. jangan ke ruang itu. Wilbraham Crescent No.

masih iagu-ragu. Gangguan seperti itu tak dapat lagi ditahannya. sehingga kebun belakang Miss Pebmarsh hampir tidak terlihat. Betapa anehnya. Saya mencoba membujuknya dengan sepiring ikan. dan semak-semak tumbuh berjajar begitu rapat. Nyonya. Dia masih muda dan dia telah memanjat salah satu pohon dan saya takut dia tidak bisa turun. "d." kata Mrs. Saya pergi ke kebun belakang sebab Arabella hilang. baik dia maupun Hardcastle hanya membuang-buang waktu saja di sini. "Saya berharap. seorang wanita buta." kata Colin. "Anak-anak nakal?" tanva Hardcastle.a datang untuk dibunuh.. Kucing-kucing ini manis-manis." "Dan Anda tidak memperhatikan segala kegiatan di sebelah? Mobil polisi—ambulans—hal-hal seperti itu?" "Yah. Si kecil yang malang.r "Nah itu." kata Colin pada si kucing oranye dan menambahkan. Dengan cara yang sama kucing-kucing Anda semuanya sedang berkumpul mengitari teman saya yang terus-terang tidak peduli pada kucing. kalau Anda keluar. Tanaman laurel. Segalanya yang Anda inginkan. Saya dapat menunjukkan pada Anda makanan kucing. Hemming bahwa Colin berbicara di luar peranannya sebagai seorang sersan polisi. Apa yang baiu Anda katakan tadi menggambarkan dengan sempurna pola dari tingkah laku kucing dan peraturan-peraturan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Kebun belakang kurang lebih mirip dengan yang di depan. pepohonan. Yang saya maksud adalah nomor 19 di mana seorang laki-laki ditemukan terbunuh kemarin. mengusap-usap kupingnya dan kucing kelabu itu mendengkur keenakan." Dia memandang kedua tamunya ganti-berganti. menyela pembicaraannya. "Oh. Colin menggaruknya." BAB 9 MEREKA mengendarai mobil sepanjang Wilbra-ham Crescent. Mereka memiliki sebuah katapel. Mereka memasang perangkap dan bersembunyi. Sepertinya inspektur itu adalah sebuah bantalan jarum. "Saya tidak akan menyembunyikan apa-apa. Dan Anda tidak akan percaya. Hemming menggantinya dengan seekor kucing Persia kelabu yang bertampang linglung. Mrs. dia turun sendiri dan mengikuti saya masuk. mungkin rumah itu tidak mempunyai tetangga. Mereka itu betul-betul pengacau. "Kalau boleh saya bertanya. Hemming." . "Mereka selalu tahu. tidak tahan lagi untuk tidak berbicara." "Orang y«ng terbunuh itu bukan penghuni rumah itu?'" kata Inspektur Hardcastle. "dan kau betul-betul cantik. saya percaya. Kucing itu mengibaskan ekornya dengan lembut. Hemming memandangnya de ngan sedikit kaget. "Nomor 19. masuk ke Albany Road dan terus ke kanan lagi sepanjang bagian lain Wilbraham Crescent. Lagi pula." kata Colin sambil berpikir-pikir. "Saya sangat tertarik pada kucing. berhenti dengan ragu-ragu di tengah-tengah kebun belakangnya." yang ini ditujukan pada seekor kucing Persia lainnya yang sedang duduk di atas meja di samping sebuah lampu porselen. Kebun kami hampir saling membelakangi satu sama lain. "Hari ini anginnya keras dan saya tidak mau semua sayangku masuk angin." kata Hardcastle. "Sava dapat melihat kebun belakang Anda. "bukan itu. tentu saja. Matanya masih tetap terarah pada hewan-hewan kesayangannya. "Oh. tetapi dia tetap takut. Dia memimpin jalan ke luar ruangan itu." kata Colin. "Maaf?" Mrs. atau mereka pernah memilikinya. "Kita pernah bertemu sebelumnya. tentu. Menurut pendapat Colin. lima ekor di kamar saya. semak-semak yang menggerombol dan tidak dipangkas dan banyak sekali tanaman laurel dari varietas yang berbintik-bintik. dan beberapa macrocarpas vang agak suram. Mrs." "Memalukan. mereka tidak akan memperhatikan saya meskipun saya senang pada mereka. tetapi saya curiga. dengan minat yang sopan." kata Colin. Ada rumput-rumput liar." Colin menyeringai kecil. "Tolong tutup pintunya. kata Anda?" kata Mrs. Saya mendesak supaya barang itu disita saja. Mereka diberi makan ikan yang terbaik yang saya masak sendiri. "Sesungguhnya." "Begitu. ya?" kata Mrs."Segala sesuatu yang Anda inginkan. Saya biasanya belanja lebih awal di pagi hari dan terus pulang supaya dapat menyiapkan makan siang untuk kesayangan saya. tempat tidur mereka. membelok ke kanan. Diana Lodge dapat digambarkan sebagai sebuah rumah yang terisolir." Dia berjalan menuju ujung gang dan membuka sebuah pintu samping. Yaitu sekitar jam setengah dua sampai setengah empat?" "Oli ya. maka tidak ada tanda apa pun yang muncul di wajahnya. begitu." "Sebelah? Anda maksud anjing Mr. Hardcastle dan Colin mengikutinya. tujuh iainnva di bawah sini. Inspektur Hardcastle segera bangkit berdiri. kemudian menyisir dan merawat mereka. Hemming bangkit.— er—er. apakah Anda berada di rumah kemai in siang. ada ahak-anak nakal itu— betul-betul tidak aman membiarkan makhluk-makhluk manis itu berkeliaran di kebun sendirian." Mrs. baru saja saya masuk melalui pintu. Hemming. Dari sudut pandang penghuni-penghuninya. Mungkin Anda sudah mendengarnya. saya rasa saya tidak melihat ke luar jendela depan. sepertinya hendak mengecek kepercayaan mereka." kata Hardcastle. Anda tahu. adalah sebuah gambaran yang bagus." kata Mrs. Hemming dari gang." Jika itu terpikirkan oleh Mrs. bukan?" Seekor kucing Persia kelabu yang tampan meletakkan kedua belah kakinya pada lutut Inspektur Hardcastle. Pada musim panas mereka melempar buah-buah apel. tetapi tidak lebih. "Saya datang untuk membicarakan kejadian tidak enak yang terjadi di sebelah. Hemming hanya bergumam lirih." "Ini tidak ada hubungannya dengan kucing. Ramsay. memandangnya dengan penuh gairah dan mencengkeramkan cakar-cakar-nva kuat-kuat dengan gaya mengais-ngais. Hemming. Joshua?" "Bukan. "Tetapi saya kira hanya ada satu orang yang tinggal di rumah itu. Saya harus menyerah akhirnya dan kembali ke rumah. Mr. Hemming. . tentu. bukan. "dan saya telah mempelajari sifat-sifat alamiah kucing. Dua anak laki-laki Mrs." kata Mrs." katanya. Mereka tinggal di bagian selatan Crescent ini. Si kucing oranye melepaskan gulungannya pada leher majikannya. mengeraskan suaranya.

"Sederhana sebetulnya," kata Hardcastle. "Kalau kamu sudah tahu," kata Colin. "Nomor 61 memang membelakangi rumah Mrs. Hemming—tetapi salah satu sudutnya menyentuh nomor 19 dan itu cukup baik. Ini akan memberi kesempatan untuk melihat Mr. Bland. Omong-omong, dia tidak punya pembantu asing." "Yah, gugurlah sebuah teori yang indah." Mobil berhenti dan kedua laki-laki itu turun. "Nah, nah," kata Colin. "Sebuah kebun depan vang indah!" Kebun itu betul-betul merupakan model luar kota yang sempurna dalam bentuk mini. Ada bedeng-bedeng geranium dengan pinggiran lobelia. Ada begonia yang besar dan mengkilap, dan ada berbagai hiasan kebun yang dipajang di sana—katak, cendawan, orang cebol, dan peri dalam dongeng. "Aku yakin Mr. Bland pastilah seorang yang sangat terhormat," kata Colin gemetar. "Dia tidak mungkin memiliki ide-ide buruk kalau dia bukan orangnya." Dia menambahkan lagi ketika Hardcastle menekan bel, "Kau kira dia ada di rumah sepagi ini?" "Aku sudah menelepon," Hardcastle menjelaskan. "Menanyakan kalau dia ada waktu." Pada saat itu sebuah mobil pengangkut berhenti dan berbelok masuk garasi, yang jelas-jelas merupakan tambahan baru pada rumah itu. Mr. Josaiah Bland turun, membanting pintu dan berjala" menuju mereka. Orangnya tingginya sedang dengan kepala botak dan sepasang mata biru yang agak kecil. Penampilannya ramali dan hangat. "Inspektur Hardcastle? Silakan masuk." Dia membuka jalan menuju tuang duduk. Ruang itu menunjukkan beberapa bukti kemakmuran. Ada lampu-lampu hias yang mahal, sebuah meja tulis Empire, satu set hiasan perapian bercat emas yang berkilau-kilauan, sebuah bufet berisi hiasan-hiasan, dan sebuah jardiniere yang penuh bunga di jendela. Kursi-kursinya model mutakhir dan mempunyai lapisan yang mewah. "Silakan duduk," kata Mr. Bland hangat. "Rokok? Atau Anda tidak boleh merokok kalau lagi bertugas?" "Tidak, terima kasih," kata Hardcastle. "Tidak minum juga, saya kira?" kata Mr. Bland. "Ah, lebih baik begitu untuk kita berdua, saya kira. Sekarang ada apa? Urusan di nomor 19 bukan? Sudut-sudut kebun kami bergandengan, tetapi kami tidak dapat melihatnya dengan jelas, kecuali dari jendela di tingkat atas. Urusan yang luar biasa kelihatannya—paling tidak dari apa yang saya baca di koran lokal pagi ini- Saya senang menerima pesan Anda tadi. Suatu kesempatan untuk mendapat beberapa keterangan. Anda tidak akan mengira kabar burung macam apa yang tersiar! Ini membuat istri saya agak cemas—merasa ada seorang pembunuh yang bebas berkeliaran. Masalahnya adalah mereka membiarkan semua orang gila itu keluar dari rumah sakit jiwa sekarang ini. Mengirim mereka pulang ke rumah dengan catatan tidak melarikan diri atau apa pun istilahnya. Kemudian mereka membunuh orang lain dan mereka dijebloskan lagi ke rumah sakit. Dan seperti yang saya katakan, kabar burung! Maksud sava, Anda akan kaget bila mendengarnya dari wanita-wanita pekerja harian dan pengantar susu, atau tukang koran. Satu berkata dia dicekik dengan kabel, yang lain berkata dia telah ditikam. Orang lain lagi bilang dia dipukul dengan sebatang pipa timah. Bagaimanapun juga, dia seorang laki-laki, bukan? Maksud saya, bukan si wanita tua yang dibunuh bukan? Orang yang tak dikenal, begitu kata koran-koran." Mr. Bland akhirnya berhenti sama sekali. Hardcastle tersenyum dan berkata dengan suara mencela, "Yah, sebagai yang tak dikenal, dia memiliki sebuah kartu dan sebuah alamat di sakunya." "Cukup menarik juga ceritanya," kata Bland. "Tetapi Anda tahu bagaimana halnya dengan masyarakat. Saya tidak tahu siapa yang merencanakan ini semua." "Selagi kita membicarakan kotban tersebut,"kata Hardcastle, "mungkin Anda sudi melihat. Sekali lagi dikeluarkannya foto kepolisian itu. "Jadi ini dia orangnya?" kau Bland. "Dia kelihatan seperti orang biasa, bukan? Biasa seperti Anda dan saya. Saya kira saya tidak boleh menanyakan alasan mengapa dia mesti dibunuh?" "Terlalu pagi untuk mengatakannya," kata Hardcastle. "Yang ingin saya ketahui, Mr. Bland, adalah apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya yakin belum pernah. Saya lumayan baik dalam mengingat wajah." "Dia tidak mampir kemari dengan maksud-maksud tertentu—menjual polis asuransi atau —vacuum cleaner, atau mesin cuci, atau barang-barang lainnya?" "Tidak, tidak. Tentu saja tidak." "Kami mungkin harus bertanya pada istri Anda," kata Hardcastle. "Bagaimanapun juga, jika dia datang kemari, istri Andalah yang akan ditemuinya." "Ya, itu betul sekali. Saya tidak tahu, meskipun... Valerie tidak begitu sehat. Saya tidak ingin menyusahkannya. Maksud saya adalah, yah, saya kira ini fotonya ketika mati, bukan?" "Ya," kara Hardcasde, "itu betul. Tetapi itu sama sekali bukan foto yang mengerikan." "Memang bukan. Dikerjakan dengan sangat baik. Orang ini kelihatannya sedang tidur." "Kau membicarakan aku, Josaiah?" Sebuah pintu penghubung dengan ruangan lain terbuka dan seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tersebut. Dia, menurut Hardcastle, telah mendengarkan dengan penuh perhatian dari balik pintu. "Ah, kaukah itu, Sayangku," kata Bland. "Kupikir kau sedang tiduran. Ini istri saya, Detektif Inspektur Hardcastle." "Pembunuhan yang mengerikan itu," gumam Mrs. Bland. "Sungguh-sungguh membuat saya bergidik memikirkannya." Dia duduk di sofa sambil sedikit mengeluh. "Naikkan kakimu, Sayang," kata Bland. Mrs. Bland menurut. Dia adalah wanita berambut pirang, dengan suara sedih yang lirih. Dia kelihatan seperti kurang darah, dan mempunyai ciri-ciri seperti orang cacat yang menerima cacat nya dengan suatu kesenangan tertentu. Selama beberapa saat, dia mengingatkan Inspektur Hardcastle pada seseorang. Dia mencoba berpikir siapa, tetapi gagal. Suara yang lirih, agak sedih itu terus berkata. "Kesehatan saya tidak begitu baik, Inspektur Hardcastle, karenanya suami saya berusaha menghindarkan saya dari segala shock atau kecemasan. Saya sangat peka. Anda sedang membicarakan sebuah foto, saya kira, dari—dari orang yang terbunuh itu. Oh, betapa mengerikan kedengarannya. Saya tidak tahu apakah saya akan tahan melihatnya!" Mati karena melihatnya, sebetulnya, pikir Hardcastle. Dengan suara sedikit gusar, dia berkata, "Mungkin kalau begitu saya tidak perlu meminta Anda untuk melihatnya, Mrs. Bland. Tadinya saya berpikir mungkin Anda dapat menolong kami, kalau-kalau orang itu pernah mampir ke rumah Anda suatu ketika."

"Saya harus menunaikan kewajiban saya, bukan?" kata Mrs. Bland, dengan senyum keberanian yang manis. Dia mengulurkan tangannya. "Kaupikir kau mau menyusahkan dirimu sendiri, Val?" "Jangan tolol, Josaiah. Tentu saja aku harus melihatnya." Dia melihat foto itu dengan penuh minat dan, dalam pikiran inspektur itu, dengan sedikit kecewa. "Dia kelihatannya—sungguh, dia tidak seperti mati sama sekali," katanya. "Tidak sama sekali, kendati dia telah dibunuh. Apakah dia—dia tidak mungkin dicekik?" "Dia ditikam," kata inspektur itu. Mrs. Bland menutup matanya dan bergidik. "Oh, oh," katanya, "betapa mengerikan." "Anda tidak merasa pernah melihatnya, Mrs. Bland?" "Tidak," kata Mrs. Bland dengan penyangkalan yang jelas, "tidak, tidak, saya kira tidak. Apakah dia jenis orang yang—yang mampir ke rumah-rumah menjual barang-barang?" "Dia tampaknya seperti seorang agen asuransi," kata inspektur itu hati-hati. "Oh, begitu. Tidak, tidak ada orang seperti itu, saya yakin. Kau tidak pernah ingat saya menyebutkan hal seperti itu, bukan, Josaiah?" "Tidak ingat," kata Mr. Bland. "Apakah dia ada hubungannya dengan Miss Pebmarsh?" tanva Mrs. Bland. 'Tidak," kata inspektur itu, "dia adalah orang asing bagi Miss Pebmarsh." "Sangat aneh," kata Mrs. Bland. "Anda mengenal Miss Pebmarsh?" "Oh ya, maksud saya, kami mengenalnya sebagai tetangga, tentu saja. Dia kadang-kadang bertanya pada suami saya tentang kebun." "Anda seorang tukang kebun yang hebat," kata inspektur itu. "Ah, biasa-biasa saja," kata Bland membantah. "Tidak punya waktu. Tentu saja, saya tahu sedikit tentang berkebun. Tetapi saya punya seorang pekerja yang hebat—datang dua kali seminggu. Dia merawat kebun dan merapikannya. Saya berani taruhan, tidak ada kebun yang dapat menandingi kebun kami di sekitar sini, tetapi sava bukannya tukang kebun sungguhan seperti tetangga saya." "Mrs. Ramsay?" kata Hardcastle terkejut. "Bukan, bukan, lebih jauh lagi. 63. Mr. McNaughton. Dia hidup untuk kebunnya. Di situ terus sepanjang hari, dan gila pada pupuk. Betul, dia sangat membosankan kalau lagi ngomong soal pupuk—tapi saya rasa bukan itu yang hendak Anda bicarakan." "Pasti bukan," kata inspektur itu. "Saya cuma ingin tahu apakah seseorang—Anda atau istri Anda, misalnya—ada di kebun kemarin. Bagaimanapun juga, seperti kata Anda, salah satu sudutnya menyentuh batas nomor 19 dan ada kemungkinan Anda melihat sesuatu yang menarik kemarin—atau mendengar sesuatu, mungkin?" "Tengah hari, bukan? Ketika pembunuhan itu terjadi, maksud saya." "Waktu yang relevan adalah antara jam satu sampai jam tiga." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya tidak melihat banyak. Saya ada di sini. Begitu juga Valerie. Kami sedang makan siang, dan ruang makan kami menghadap ke jalan. Kami tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di kebun." "Jam berapa Anda makan?" "Jam satu atau sekitar itu. Kadang-kadang setengah dua." "Dan Anda tidak pergi ke luar ke kebun sama sekali sesudahnya?" Bland menggelengkan kepalanya. "Sesungguhnya," katanya, "istri sava selalu naik ke loteng untuk beristirahat sesudah makan siang dan, jika tidak terlalu sibuk, saya berbaring-baring sebentar di kursi di sana. Saya mestinya meninggalkan rumah sekitar—oh, saya rasa jam tiga kurang seperempat, tetapi sayangnva saya tidak ke kebun sama sekali." "Oh, sudahlah," kata Hardcastle mengeluh, "kami harus menanyai setiap orang." "Tentu, tentu. Saya harap saya dapat lebih ban vak membantu." "Anda memiliki tempat tinggal yang bagus," kata inspektur itu. "Tidak ada uang yang dihamburkan, saya rasa." Bland tertawa riang. "Ah, ya, kami menyukai barang-barang yang bagus. Istri saya punya selera tinggi. Kami mendapat keberuntungan tahun lalu. Istri saya memperoleh sejumlah uang dari pamannya. Dia tidak pernah melihat pamannya selama dua puluh lima tahun. Cukup mengejutkan! Itu membuat sedikit perbedaan bagi kami, Anda tahu. Kami mampu membiayai diri kami dengan baik dan kami merencanakan untuk bepergian dengan kapal-kapal pesiar di tahun-tahun mendatang. Sangat terpelajar katanva, saya dengai. Yunani dan semuanya. Banyak profesor memberi kuliah di dalam kapal. YahT tentu saja, saya adalah orang yang mandiri dan saya tidak punya banyak waktu untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya akan te> tarik. Orang yang pergi menggali ke Troya, dulunya adalah seorang pemilik warung makanan. Sangat romantis. Saya mengakui bahwa sava senang pergi ke negara-negara asing—kendati tidak sering saya lakukan— sua^u kesempatan berakhir pekan di Paris, hanya itu. Saya terbujuk dengan ide untuk menjual semuanya di sini dan pergi untuk hidup di Spanyol atau Portugis atau bahkan di Hindia Barat. Banyak orang melakukannya. Menghemat pajak dan lain-lainnya. Tetapi istri saya tidak menyetujui ide itu." "Saya senang bepergian, tetapi saya tidak kepingin hidup di luar Inggris," kata Mrs. Bland. "Teman-teman kami tinggal di sini— dan saudara perempuan saya juga tinggal di sini, dan setiap orang mengenal kami. Jika kami ke luar negeri, kami jadi orang asing. Dan—lagi pula kami mempunyai dokter yang sangat baik di sini. Dia sungguh-sungguh mengerti kesehatan saya. Saya tidak akan peduli sama sekali dengan dokter asing. Saya tidak akan mempercayainya." "Kita lihat saja," kata Mr. Bland riang. "Kita pergi pesiar dan kau akan jatuh cinta pada Kepulauan Yunani." Mrs. Bland memandangnva seperti mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. "Mungkin ada juga dokter Inggris yang bermutu di luar negeri," kata Mrs. Bland ragu-ragu. "Tentu saja," kata suaminya: Dia menemani Hardcastle dan Colin sampai di pintu depan, mengulangi sekali lagi betapa menyesalnya dia karena tidak dapat membantu mereka. "Yah," kata Hardcasde. "Bagaimana pendapat-mu tentang dia?" "Aku tidak mau membiarkan dia membangun rumahku," kata Colin. 'Tetapi seorang kontraktor yang sedikit licik bukanlah yang kukejar. Aku mencari seseorang yang penuh pengabdian. Dan sebagai tanggapan pada kasus pembunuhanmu, kau mendapat jenis

pembunuhan yang salah. Sekarang jika Bland memberi istrinya arsenik atau menceburkannya ke Laut Aegea dengan maksud untuk mewarisi uangnya, dan menikah dengan seorang gadis pirang yang cantik-—" "Akan kita urus kalau itu benar-benar terjadi," kata Inspektur Hardcastle. "Sementara ini kita harus terus dengan pembunuhan

ini"

BAB 10
Di WILBRAHAM CRESCENT NO. 62, Mrs. Ramsay berkata pada dirinya sendiri untuk menghibur hati, "Dua hari lagi. Tinggal dua hari." Disibakkannya beberapa helai rambut basah yang menutupi dahinya. Sebuah bunyi pecah yang hebat terdengar dari dapur. Mrs. Ramsay merasa sangat segan untuk pergi dan melihat apa yang terjadi. Jika saja dia dapat berpura-pura bahwa tidak ada yang pecah. Oh, oh —tinggal dua hari. Dia berjalan ke seberang gang, mendorong pintu dapur dan berkata dengan suara yang jauh dari marah dibandingkan suaranya tiga minggu yang lalu, "Sekarang apa yang telah kalian lakukan?" "Maaf, Bu," kata anak laki-lakinya, Bill. "Kami sedang main bowling dengan kaleng-kaleng ini dan entah bagaimana kaleng-kaleng itu menggelinding ke bawah lemari porselen." "Kami tidak bermaksud demikian," kata adiknya, Ted, menguatkan. "Yah, pungudah benda-benda itu dan letakkan kembali dalam lemari. Kemudian sapulah pecahan-pecahan porselen dan buang ke tong sampah." "Oh, Bu, jangan sekarang dong." "Ya, sekarang," "Ted dapat melakukannya," kata Bill. "Enaknya," kata Ted. "Selalu menyuruh aku. Aku tidak mau melakukannya kalau kamu tidak mau." "Taruhan, kamu pasti mau." "Taruhan, aku tidak akan mau." "Kupaksa kau." "Yahhf" Anak-anak itu bergulat dengan seru. Tcd dipaksa telungkup di bawah meja dapur dan semangkuk telur bergoyang-goyang mengkhawatirkan. "Oh, keluar dari dapur!" teriak Mrs. Ramsay. Dia mendorong kedua anaknya ke luar melalui pintu dapur dan menutupnya. Sudah itu dia mulai memunguti kaleng-kaleng serta menyapu pecahan-pecahan porselen tersebut. Dua hari lagi, pikirnya, dan mereka akan kembali ke sekolah! Betapa menyenangkan, betapa tenteramnya bagi seorang ibu! Dia ingat samar-samar ucapan jahat dari seorang penulis wanita. Hanya ada enam hari gembira dalam setahun bagi seorang wanita. Hari pertama dan hari terakhir acara liburan. Memang betul, pikir Mrs. Ramsay sambil menyapu kepingan-kepingan peralatan makannya yang terbaik. Betapa senang dan gembiranya dia ketika mengharapkan kedatangan anak-anaknya lima minggu yang lalu! Dan sekarang? "Besok," dia mengulangi lagi bagi dirinya sendiri, "besok Bill dan Ted akan kembali ke sekolah. Aku hampir tidak percaya. Aku tidak sabar lagi!" Betapa tenteramnya lima minggu vang lalu ketika dia menjemput mereka di stasiun. Gejolak dan rasa sayang mereka waktu pulang. Cara mereka menghambur ke seluruh pelosok rumah dan kebun. Sebuah kue khusus dipanggang untuk teman minum teh. Dan sekarang—apa yang dia harapkan sekarang? Suatu hari yang betul-betul tenang. Tidak perlu menyiapkan makanan yang banyak, tidak perlu terus-terusan membersihkan. Dia mencintai anak-anaknya—mereka anak-anak yang baik, itu tidak perlu diragukan. Dia bangga dengan mereka. Tetapi mereka juga meletihkan. Nafsu makan mereka, vitalitas mereka, suara ribut yang mereka buat. Pada saat itu, teriakan-teriakan mereka mengeras. Dia menoleh terkejut. Tidak apa-apa. Mereka cuma pergi ke kebun. Itu lebih baik, lebih banyak ruang gerak bagi mereka di kebun. Mereka mungkin mengganggu para tetangga. Dia harap mereka tidak mengganggu kucing-kucing Mrs. Hemming lagi. Tidak, itu harus diakui, bukan demi kebaikan kucing-kucing itu, tetapi karena kawat berduri yang mengelilingi kebun Mrs. Hemming dapat merobek celana pendek mereka. Dia melirik ke arah kotak obat yang terletak di atas meja. Bukannya dia terlalu cerewet menanggapi kenakalan-kenakalan alami anak-anak penuh vitalitas itu. Kenyataannya peringatan pertamanya yang tidak dapat dielakkan adalah, "Nah, bukankah sudah kukatakan beratus-ratus kali, kau tidak boleh meneteskan darah di ruang tamu! Segeralah ke dapur dan teteskan di sana, karena aku dapat menghapusnya dari lantai linoleum." Sebuah teriakan hebat dari luar terhenti tiba-tiba, diikuti dengan kesunyian yang begitu mencekam, sehingga Mrs. Ramsay malah merasa waswas. Sungguh, kesunyian itu sangat tidak alami. Dia berdiri bingung dengan papan pe-nyerok berisi pecahan-pecahan porselen di tangannya. Pintu dapur terbuka dan Bill berdiri di sana. Sebuah ekspresi kegairahan yang amat besar dan sangat tidak wajar menghiasi wajah yang baru berumur sebelas tahun itu. "Bu," katanya, "ada seorang detektif inspektur di sini dan ada seorang laki-laki lain bersamanya." "Oh," kata Mrs. Ramsay lega. "Dia mau apa, Savang?" "Dia mau ketemu Ibu," kata Bill, "tapi kupikir itu pasti ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Ibu tahu, di rumah Miss Pebmarsh kemarin." "Aku tidak mengerti kenapa dia harus datang dan menemuiku," kata Mrs. Ramsay, dengan suara sedikit bingung. Hidup ini selalu berkesinambungan, pikirnya. Bagaimana dia bisa memperoleh kentang yang bagus untuk memasak rebusan ala Irlandia, jika detektif inspektur itu datang pada saat seperti ini? "Oh, biailah," katanya mengeluh. "Kukira lebih baik dia kutemui." Dia melemparkan pecahan-pecahan porselen itu ke dalam tong sampah di bawah bak cuci, mencuci tangannya di bawah keran air, merapikan rambutnya dan siap untuk mengikuti Bill, yang berkata tidak sabar, "Oh, ayolah, Bu/" Mrs. Ramsay dengan Bill rapat di sampingnya, masuk ke ruang duduk. Dua orang laki-laki berdiri di sana. Anak bungsunya, Ted, menemani mereka, menatap mereka dengan mata terbelalak kagum. "Mrs. Ramsay?" "Selamat pagi." "Saya kira anak-anak muda ini telah mengatakan pada Anda bahwa saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Sungguh sangat tidak menyenangkan," kata Mrs. Ramsay. "Pagi ini sangat tidak menyenangkan. Saya sibuk sekali. Apakah ini akan memakan waktu lama?" * "Sama sekali tidak," kata Detektif Inspektur Hardcastle meyakinkan. "Boleh kami duduk?"

"Oh, ya, silakan, silakan." Mrs. Ramsay duduk di kursi bet sandaran tegak dan memandang mereka dengan tidak sabar. Dia curiga bahwa ini akan memakan waktu lama. "Kalian berdua tidak perlu tetap di sini," kata Hardcastle pada anak-anak itu dengan ramah. "Au, kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami tidak akan pergi," ulang Ted. "Kami mau mendengar semuanya," kata Bill. "Tentu saja,"' kata Ted. "Apakah darahnya banyak?" tanya Bill. "Apakah itu perampokan?" kata Ted. "Diam, Anak-anak," kata Mrs. Ramsay. "Tidakkah kalian dengar—Mr. Hardcastle berkata bahwa beliau tidak menginginkan kalian di sini5" "Kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami mau mendengar." Hardcastle berjalan menuju pintu dan membukanya Dia menatap anak-anak itu. "Keluar," katanya. Hanya satu kata saja dan diucapkan dengan pelan, tetapi di baliknya terdapat suatu kualitas kewibawaan. Tanpa berkata apa-apa lagi anak-anak itu bangkit, menggeserkan kaki-kaki mereka dan bergerak ke luar ruangan. Mengagumkan, pikir Mrs. Ramsay penuh penghargaan. Ah, mengapa aku tidak bisa sepeiti itu? Tetapi,tentu saja, dia mempertimbangkan, dia adalah ibu anak-anak itu. Dia tahu bahwa anak-anak laki-laki, ketika mereka keluar, mempunyai tingkah laku yang sama sekali berbeda daripada jika mereka di rumah. Selalu saja para ibu yang mendapat tidak enaknya. Tetapi mungkin, dia mempertimbangkan, orang lebih suka demikian. Memiliki anak-anak laki-laki yang manis, diam, sopan, penuh perhatian di rumah, dan berubah menjadi berandal-berandal kecil di luar, yang menciptakan alasan-alasan yang tidak masuk akal bagi diri mereka sendiri, adalah lebih buruk—ya, itu lebih buruk. Dia teringat akan apa yang diharapkan dari padanya, ketika Inspektur Hardcastle datang kembali dan duduk lagi. "Jika ini tentang kejadian di nomor 19 kemarin," katanya dengan cemas, "saya sungguh tidak tahu apa yang dapat saya katakan pada Anda, Inspektur. Saya tidak tahu apa-apa. Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di sana." "Rumah itu didiami oleh Miss Pebmarsh. Dia buta dan bekerja di Institut Aaronberg." "Oh, begitu," kata Mrs. Ramsay. "Saya khawatir saya hampir tidak mengenal siapa pun di Crescent bernomor kecil." "Apakah Anda berada di sini kemarin antara jam setengah dua dan jam tiga?" "Oh, ya," kata Mrs. Ramsay. "Saya harus masak untuk makan malam dan lain-lain. Bagaimanapun juga saya pergi keluar sebelumnya. Saya mengajak anak-anak ke bioskop." Inspektur itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan mengulurkannya kepadanya. "Saya ingin tahu apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Mrs. Ramsay memandang foto itu dengan minat sedikit saja. "Tidak," katanya, "tidak, saya rasa tidak. Saya tidak yakin saya dapat mengingatnya kalau saya pernah melihatnya." "Dia tidak datang ke rumah ini pada suatu waktu—mencoba menjual polis asuransi pada Anda atau barang-barang lain seperti itu?" Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya dengan lebih yakin. 'Tidak. Tidak, saya yakin tidak." "Namanya, kami mempunyai alasan tertentu untuk mempercayainya, adalah Curry. Mr. R. Curry." Inspektur Hardcastle mengamat-amannya. Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya lagi. "Saya khawatir," katanya minta maaf, "saya sungguh-sungguh tidak mempunyai waktu untuk melihat atau memperhatikan apa pun selama anak-anak libur." "Itu selalu merupakan masa yang sibuk, bukan?" kata inspektur itu. "Anda memiliki anak-anak yang hebat. Penuh gairah hidup dan semangat. Agak terlalu bersemangat kadang-kadang." Mrs. Ramsay tersenyum. "Ya," katanya, "memang sedikit capek, tetapi mereka sebenarnya adalah anak anak yang sangat baik." "Saya yakin itu," kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak baik, kedua-duanya. Sangat cerdas, saya kira. Saya akan bercakap-cakap dengan mereka sebelum saya pergi, jika Anda tidak keberatan. Anak-anak laki-laki memperhatikan hal-hal yang kadang-kadang tidak diperhatikan oleh anggota keluarga lainnya." "Saya tidak begitu mengerti bagaimana mereka bisa memperhatikan sesuatu," kata Mrs. Ramsay. "Kami bukan tetangganya." "Tetapi kebun belakang Anda saling membelakangi." "Ya, memang begitu," kata Mrs. Ramsav. "Tetapi letaknya cukup terpisah." "Anda mengenal Mrs. Hemming di nomor 20?" "Yah, dapat dikatakan begitu," kata Mrs. Ramsay, "oleh karena kucing-kucingnya dan hal-hal lainnya." "Anda suka kucing?" "Oh, tidak," kata Mrs. Ramsav, "bukan begitu. Maksud saya keluhan-keluhan." "Oh, begitu. Keluhan-keluhan. Tentang apa?" Mrs. Ramsav merah mukanya. "Masalahnya adalah," katanya, "kalau orang memelihara kucing dengan cara seperti itu—dia punya empat belas—dia akan mutlak tergila-gila pada makhluk-makhluk itu. Dan itu semua adalah omong kosong. Saya suka kucing. Kami dulu memiliki seekor kucing betina. Sangat pandai menangkap tikus. Tetapi segala keributan yang ditimbulkan wanita itu, memasak makanan khusus—hampir-hampir tidak pernah membiarkan makhluk-makhluk malang itu menikmati kehidupan mereka sendiri. Tentu saja kucing-kucing itu selalu mencoba minggat. Saya juga akan begitu kalau saya jadi kucingnya. Dan anak-anak itu sesungguhnya sangat baik, mereka tidak akan menyiksa kucing dengan cara apa pun. Apa yang saya katakan adalah kucing dapat memelihara dirinya sendiri dengan sangat baik. Mereka adalah hewan yang memiliki akal, kalau saja mereka diperlakukan dengan masuk akal." "Saya yakin Anda benar»" kata Inspektur Hardcastle. "Anda mestinya sangat sibuk," lanjutnya, "membuat anak-anak Anda merasa gembira dan memberi mereka makan selama liburan. Kapan mereka kembali ke sekolah?" "Lusa," kata Mrs. Ramsav. "Mudah-mudahan Anda dapat beristirahat setelah itu."

Sulit untuk tidak tersandung. bukan?" kata Colin. "Saya rasa kalian melakukan perburuan kecil-kecilan untuk mencari jejak sejak ada pembunuhan itu?" kata Hardcastle. "Apakah ada sidik jari?" tanya Bill." kata Ted. Dia sangat pandai menangani anak-anak. Kadang-kadang rel-rel dan halaman-halaman stasiun dan semuanya disusun melintasi gang dan masuk ke ruangan lain. "Jika kami ada di atas kemarin. senapan luar angkasa." kata Bill. kemudian mengangguk. "Dia biasanya pergi ke kebun sesudah minum teh. Ramsay?" "Saya tidak pernah tahu. "Kami tidak pernah menjepret apa pun. wanita pemilik rumah itu?" Anak-anak itu saling memandang. Sungguh tidak. "Sepanjang pagi. Tidak perlu berjalan dengan tongkat atau benda-benda seperti itu." Dia memandang kedua anak itu dan tiba-tiba menyeringai. Orang laki-laki muda satunya. "Itu nomor 19 yang ada pembunuhannya." Suaranya bergetar. "Tapi kalian kadang-kadang masuk ke kebunnya. Mrs. "dan kemudian Mrs. Ada sebuah lubang di antara kawat berduri di sana. Dia cukup baik. saya ingin bermalas-malasan. "Aupair." kata Mrs. Dia lebih suka main kereta api listrik daripada anak-anak. Kemudian ada sebuah lapangan rumput kecil yang tidak rapi pangkasannya.. kadang-kadang." "Kalau kami ada di sini sore itu. Suami saya menertawakan saya. "Jeritan-jeritan seram/* "Kalian mengenal Miss Pebmarsh. Dia melemparkan bola kembali kepada kami suatu kali. "Sebaliknya. Dia seorang insinyur bangunan. Anda dapat masuk melalui pagar—ke dalam kebun Miss Pebmarsh. "Tentu saja. Pada satu sisi ada bedeng-bedeng bunga dahlia dan bunga daisy Michaelmas. "Kalian bisa menyemprotkan air untuk mempermainkan seekor kucing. menunjuk ke sela di antara pohon apel dan pohon pir." "Dia sedang bepergian sekarang.*' kata Bill. Walau begitu kami tidak mendengar apa-apa. Tapi kami tidak melakukannya. > "Itu yang kalian lakukan. "Tidak seperti katapel." kata Ted. Dia selalu ke luar. saya rasa. Anak-anak itu saling memandang." kata Colin." "Kamu nggak bisa diam ya. yah." "Yah—" Bill berhenti waspada." kata Colin. kalian betul-betul senang bermain-main dengan selang air itu. Ramsay. bukan?" kata Inspektur Hardcastle. dan melihat ke luar. "Au. Di sebelahnya ada sebatang pohon pir.. kami mungkin mendengar jeritan-jeritan. bukan?" "Ya—dia harus ke Swedia pada awal Agustus.'* "Kami pergi ke bioskop. "itu tidak melukai mereka." kata Ted. "Kami tidak akan melihatnya di pagi hari. ." "Kalian tidak melihatnya sama sekali kemarin?" Anak-anak itu menggelengkan kepala." "Saya rasa saya bisa mencobanya. itu." "Bukan begitu." "Bagaimanapun juga." kata Ted sedih. "Mungkin anak-anak Anda dapat menunjukkan kebun pada kami?" Bill dan Ted sedang menunggu di gang dan segera menyambut usul tersebut. yang selama ini diam-diam mencatat." kata Bill merendah." katanya. ya. Terus sedikit ke kanan Anda dapat mendorong semaksemak itu dan masuk ke kebun Mrs. model-model pesawat terbang. betul nggak? Bagaimana kalian melakukannya?" "Yah. Tetapi tentu saja dia lebih tahu tentang itu daripada saya. "Kapan dia pulang." kata Bill." Hardcastle bangkit berdiri." "Betul. Mrs. mempertimbangkan." "Kalian dapat melihat rumahnya dengan jelas. "meskipun saya selalu merasa bahwa orang asing itu sulit. taruhan kalian pasti menerobos pagar dan masuk ke kebun nomor 19 dan mencari-cari dengan sepuas hati. "Itu memang agak—sulit. "Anda mestinya memakai satu dari gadis-gadis asing itu. "Saya tidak pernah tahu kalau pohon pir perlu disirami." kata Bill. Hemming." kata Mrs. kami mungkin melihat sesuatu. dari mana bagian belakang kebun Miss Pebmarsh terlihat jelas. "jika kalian memanjat pohon ini. Colin memandangnya tajam. Tolol?" kata Bill." katanya. mengejutkannya sedikit dengan berbicara. Jalan-jalan setapak yang ada sangat perlu dirapikan. "Tetapi masih lebih baik. "Kalian pernah menerobos pagarnya?" "Tidak melalui kawat duri itu. "Dia buta. begitu kan sebutannya." Dia menggelengkan kepalanya. bukan?" Kedua anak itu menggeser-geserkan kaki mereka di tanah dan memandang ke semua arah kecuali ke arah Colin. 62 agar kelihatan teratur. Selang itu terjulur sepanjang jalan setapak kebun dan berhenti di sebuah sudut dekat pohon pir itu. kelihatannya sedikit aus. datang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga di sini dengan imbalan dapat belajar Inggris.'* Ada sedikit usaha untuk merawat kebun di Wilbraham Crescent No." kata Bill. "Oh. Sayangnya dia harus pergi waktu itu—pada awal liburan lagi. "Ketika kalian kembali dari bioskop dan mendengar apa yang telah terjadi." Colin sedang menjelajahi sejalur selang air yang terpasang pada sebuah keran air di dalam rumah." Bill menjelaskan. 'Tidak begitu berguna. "Kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih banyak lagi.. "kebun kami ini tidak luas." kata Tcd tanpa sadar." katanya penuh pengertian." Dia mengeluh. "Itu dia. atau melihat apaapa. Di ujung kebun ada sebatang pohon apel merah yang bagus."Maksud saya." kata Ted. "Orang laki-laki seperti anak-anak juga. dari jendela loteng. Ramsay. Hemming datang kemari dan mengadu?" "Dia selalu mengadu. Saya tidak sesering dia pergi ke luar negeri. dan bentuk-bentuk lain dari ilmu pengetahuan modern tergeletak di sana." katanya membela diri. "tetapi dia dapat berjalan-jalan mengitari kebunnya dengan baik. Ramsay. Dia kelihatan sedikit malu. bolak-balik saja. Apakah kalian berada di kebun kemarin?" "Oh." "Saya kira kalian juga biasa main katapel.

McNaughton. Jika memang begitu—er— sava akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menunjukkan koleksi kalian pada saya. Aduh.. "Ada apa dengan dia?" "Aku menyukai bunyinya. Hardcastle membukanya." "Kupikir lebih dari itu." dan mengulurkan kartunya." kata Ted." kata Hardcastle. dengan masing-masing anak berdiri di sampingnya. "Saya ambil ini. sekeping uang logam. "Kau hidup dalam dunia yang aneh." "Tentunya orang yang kaucari tidak akan merepotkan diri dengan seorang istri dan dua anak laki-laki. Seorang wanita yang periang dengan baju bercorak bunga-bunga cerah membukakan pintu dan berkata." Dia memandang Hardcasde cemas." "Capek. Semuanya sangat patriotis. aku harus keluar darinya suatu hari. Anak-anak selalu melelahkan. Orang mulai lupa apa adalah apa dan siapa adalah siapa. Ted kembali." kata Hardcastle. Dia berkelana di luar negeri—secara mendadak. Ada apa. Setengah dari orang-orang ini bekerja untuk kedua belah pihak dan akhirnya mereka sendiri tidak tahu di pihak mana mereka sebenarnya berada. "Anda ingin?-Ya?" Hardcastle bergumam. McNaughton ada. sudahlah—mari kita teruskan urusan ini. sebuah gesper baju. "Ya—dan tidak begitu bahagia. "Kami hanya—sekadar berpura-pura. "kalian justru menemukan sesuatu yang tidak terlihat oleh kami." Kemudian terdengar bunyi derap Itaki dan akhirnya Mi s." kata Colin." "Apa yang kauketahui tentang McNaughton?" "Tidak banyak—mereka datang kemari sekitar setahun yang lalu." kata Colin. Ruang itu kosong." kata wanita muda itu. sebuah sekop yang patah. dan memandang Hardcastle seolah-olah dia adalah Fiend yang hidup kembali." Bill mengakui." Di kebun depan ada semak-semak mawar dan sebuah bedeng bunga krokus musim gugur di bawah jendela. Ted berlari mematuhi perintahnya. Standar-standar menjadi kacau." kata Hardcastle dengan gaya mengajak mereka bersekutu." katanya. sebuah pecahan porselen dengan pola pohon willow. yang penuh semangat dan memungut pecahan kaca tersebut.. ada apa lagi." "Aku tidak setuju kalau dia termasuk tipe yang begitu." Terdengar bunyi bergegas vang pelan dari loteng dan kata-kata. Sepasang suami istri setengah baya—pensiunan dosen. sepotong kaca yang berwarna-warni.. "Sebuah temuan yang menarik. "Dia ada di loteng." "Lebih baik kita ke McNaughton. memang.McNaughton—Mis. sebuah garpu yang sudah berkarat. Gretel?" "Ada polisi—dua polisi. "Ambilkan Ted. Dia memaklumi wajah-wajah anak-anak itu." kata wanita muda itu. kau tahu. Bung. tetapi kelihatannya hanya itu saja yang diketahuinya tentang suaminya. BAB 1 1 "Ramsay" kata Colin sambil berpikir. Maksudku dia setuju untuk menjadi Mrs." usulnva. "Mrs. Istrinya berkata dia seorang insinyur bangunan. "Saya kira temuan kami tidak begitu baik. Ramsay dan melengkapi latar belakangnya. dan menyebarkan isinya." kata Hardcastle. Dia mundur selangkah-dua langkah. "Saya cukup mengerti. yang kini tidak riang lagi." Dia memimpin mereka menuju ruang duduk yang menghadap ke kebun belakang. "Polisi." kata Hardcastle serius. Banyak yang mengecewakan/* Bill kelihatan lega." Dia memandang Hardcastle yang ada di depannya." katanya. "Bukan.. Menurut Hardcasde . berhenti sebentar di pintu gerbang nomor 63." kata inspektur itu." Bill membuat keputusan. "Kau tak pernah tahu. "Kami mungkin harus mengambil ini juga. "Ya. "Mrs." Hardcasde menggelengkan kepalanya. "Kau akan kaget dengan penyamaran yang mereka lakukan. "Bukan Inggris. McNajughton memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang mengandung kecemasan." kata Hardcastle. Dia keluar ke gang dan memanggil-manggil. itu saja. katakan pada pihak kita. Dia sekarang berkebun. "Mrs. "Jangan bilang apa-apa tentang hal ini pada siapa pun."Bisa jadi. "Pembantu asing akhirnya. Dia mengulurkan sebuah buntal-an sapu tangan dekil yang sudah pudar-warnanya. itu saja. Colin. Dia akan melakukan pekerjaan mata-mata.. "Ya. Ada sebuah pegangan cangkir." kata Hardcastle ragu-ragu. Dia bisa membuat wanita itu bertekuk lutut. "Maksudku bukan hidup dalam desa. "Kebanyakan pekerjaan polisi seperti itu. Seorang janda miskin dengan dua orang anak bisa saja diajak untuk membuat penyamaran itu. Mungkin ada hubungannya dengan sesuatu. "Aduh. "Bukan Inggris." "Dia wanita yang baik." Colin memungut uang logam tersebut dan memeriksanya. dan sebuah gunting yang tinggal separo. "Kebunnva sedikit menyentuh nomor 19—sama seperti Bland. kurasa. Kupikir." kata inspektur itu serius. Saya suiuh mereka menunggu di mang duduk. Anak-anak itu berjanji sepenuh hati kalau mereka tidak akan melakukannya. McNaughton. Oh." Sebuah suara di kejauhan menjawabnya.

"Dan sekitar tengah hari lagi. Bukan orang itu. Inspektur—apa tadi—Hardcastle—oh. Ramsay?" "Bukan. Mrs. yang datang kemai i minggu lalu dan bertanya pada kita kalau kita punya barang antik yang hendak dibuang?" "Coba kulihat." Dia menunjuk melalui jendela dan pada saat itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang mendorong sebuah gerobak dorong sepanjang jalan setapak. bukan? Maksud saya. melihatnya tetapi tentu saja mereka tidak pemah mengira kalau terjadi sesuatu di sana. Maksud saya. McNaughton?" Mrs. McNaughton. serta benda-benda yang harus dibersihkan di musim semi. Anda tahu. 'Tetapi mengapa Anda menemui kami} Kami tidak tahu apa-apa tentang itu. Waktu yang aneh untuk datang dan merampok sebuah rumah. saya rasa. McNaughton sedikit kecewa." katanya. "Tangan sayra penuh tanah." Dia memandang sebentar dan berkomentar." kata Hardcastle. Mr. Semak yang kata orang hanya dapat tumbuh dengan baik di Devon dan Cornwall. saya pikir ini berhubungan dengan pembunuhan ku. McNaughton memandangnya seperti seorang seniman memandang seseorang yang berkata mereka tidak tahu apa-apa tentang seni tetapi mereka tahu apa yang mereka sukai. Suami aya menangani semua urusan sepeiti itu. bukan. katanya.kecemasan sudah biasa membayangi wajah Mrs. menjadi cerah." katanya pada Hardcastle. Betul-betul menakutkan. 'Dapatkah benda itu menanam umbi bunga?' dan saya mesti mengakui bahwa saya tidak tahan untuk tidak tertawa sebab orang itu sangat terkejut dan langsung pergi. saya rasa. Nah. Anda tahu. "sebab dia lebih muda umurnya." "Dan Anda benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang ada di foto ini?" "Wah. McNaughton bersimbah keringat. tetapi Angus berkata bahwa itu suara anak-anak Mrs. saya hampir pasti. Yah. kadang-kadang. Mr." Kemudian dia menjadi sedikit cerah." "Tetangga Anda berkata Anda sangat suka berkebun. bagaimana benda itu dengan cepat bisa membersihkan gorden-gorden. 'Tuan-tuan ini dari kepolisian." 'Tidak. Inspektur? Tentu saja. saya tidak begitu yakin. Tidak. Lewat sini. Tetapi kita sering membaca hal-hal seperti itu sekarang ini. semakin saya melihat foto ini—" Hardcastle tidak begitu bersemangat mendengar ucapannya." kata istrinya dengan napas terengah-engah. kan. dia ada di kebun. "aduh." "Oh. sekarang ini bukan musimnya." Angus McNaughton mendengus. "Sava kira tidak. McNaughton menatap foto tersebut dengan penuh minat. membuat suara-suara ribut seperti kapal luar angkasa. Mrs. tetapi saya memiliki satu atau dua jenis semak di sini. Ya. "Dia mengendarai sebuah mobil boks. Angus sedang menanam beberapa umbi bunga. Bukan itu yang saya maksud dengan berkebun." kata Mr. Mobil boks tukang roti. Ya. "Tentu saja. ya. Mungkin lebih baik hidup di sebuah taman umum. McNaughton. atau bom-bom atom. Tetapi sama saja." "Anda tidak melihatnya kemarin. Ramsav yang menjengkelkan itu. "Saya hampir yakin saya pernah melihatnya. bukan?" kata Mrs. "Mungkin suami saya dapat mengingatnya. "Saya belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya. Semakin saya melihatnya semakin yakin saya kalau dia pernah datang kemari dan menawarkan sesuatu pada saya. Menggaru di sepanjang pinggiran bunga-bunga begonia dan geranium dan lobelia. Waktu yang tepat saya kira. "Mungkin kami bisa keluar dan berbicara dengannya?" "Tentu saja. Angus. sebagai seorang wanita yang terlalu bergairah karena dia pernah melihat seseoiang yang ada hubungannya dengan pembunuhan. McNaughton. Bukan." kata Mrs McNaughton." kata Hardcastle. "Paling tidak — " dia berhenti. maksud sava. 'Tolong pegangkan saja. Urusan kemarin itu. tidak kemarin" karan\a. dan dia tidak ingin diganggu dan orang itu terus berbicara tentang kehebatan barang jualannya itu. Seluruh jalan. "Siapa yang bilang pada Anda kalau—bukan Mrs. itu saja yang dia lakukan. Saya ada di kebun waktu hal itu terjadi. kapankah itu? Apakah dia orang yang datang kemari untuk menanyakan apakah saya mau membeli sebuah ensiklopedi baru dalam empat belas jilid? Atau apakah dia orang yang datang kemari dengan sebuah vacuum cleaner model baru. Hardcastle mengeluh. Bland. betul-betul semuanya. McNaughton. saya baru sadar sekarang. Apakah Anda tertarik pada semak-semak. yang dapat membuat Anda tercengang atas kemampuan saya menanam mereka. atau roket-roket." "Polis asuransi mungkin?" "Bukan. Kami betul-betul sudah terasuransi dalam segala hal. "Semuanya kelihatan begitu luar biasa. ini tidak ada hubungannya dengan surat izin televisi?" Hardcastle meyakinkannya tentang ha! itu. "Tetapi kapan tepatnya saya melihatnya saya tidak ingat. aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat. Kemudian Angus memandangnya dan berkata." kata Hardcastle. Tetapi sama saja— ya. semakin yakin dia kalau dia dapat mengingat seseorang seperti yang ada difoto itu. meskipun tampaknya dia mestinya tertarik." . bukan polis asuransi. Semua terjadi di siang bolong. Saya tidak mau menemui dia dan dia keluar dan meresahkan suami saya di kebun depan." katanya lagi." "Saya kira saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pencinta kebun yang sejati. saya ada di sini ketika gadis itu menjerit. anak-anak tangga. ." "Anakah dia ada di rumah?v "Oh. Dia menggolongkan Mrs. "Saya kira sava telah membicarakan topik yang kurang menyenangkan. "Bland tidak tahu apa artinya berkebun. saya tetap yakin saya pernah melihat wajah ini sebelumnya. Mereka berkeliaran di kebun. McNaughton?" Mrs. ya?" **Yah. Dia menyibakkan'rambut keriting putihnya yang kurang rapi ke belakang." Sekali lagi Hardcastle mengeluarkan fotonva. McNaughton. saya sungguh-sungguh yakin saya mendengar seseorang menjerit kemarin." Dia melihat pada kartu. dan bantal-bantal kursi. berdasarkan seluruh pengalamannya. "Mereka datang sehubungan dengan pembunuhan di rumah Miss Pebmarsh. Ya. tidak. "Aduh." kata Mrs." Dia memimpin jalan melalui sebuah pintu samping dan masuk ke kebun. "Apakah Anda pernah melihat orang ini. Tahukah kau. beberapa teman kami—mereka pergi makan siang dan sebuah mobil pengangkut mebel datang dan orang-orangnya masuk ke dalam rumah dan membawa pergi semua mebel yang ada. bukan. Semuanya. Mereka memiliki foto orang itu. "Membuat bedeng-bedeng tanah. ketika orang-onng biasanya ada di rumah. Semakin lama dia memandang foto tersebut.

"Nah." katanya." kata Hardcastle serius." Dia menarik lengan Hardcastle dengan penuh semangat dan mendorong gerobaknya sepanjang jalan setapak sampai ke batas pagar yang memisahkan kebunnya dengan kebun nomor 19. itu susahnya. Itu artinya memberi banyak pekerjaan pada ibu anakanak itu —memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan itu—dan. dan semak-belukar Victoria itu menutupi daerah pandangannya. aku akan menemui seorang spesialis. Selalu berteriak dan menjerit dan membuat ribut." "Hal yang mengagumkan. Sersan Lamb. Aku bisa memahami itu." kata McNaughton. itu adalah khayalannya belaka. kebakaran. "Saya selalu mencopot jam tangan saya sebelum pergi ke kebun." "Dia terkurung rapat oleh segala kawat duri itu. Di balik pagar terdapat sebuah pergola bunga mawar yang dibangun sampai ke bagian samping rumah." Mereka kembali ke pos polisi." "Kita tidak mendapat banyak. Dia hanya ingin berpikir bahwa dia telah melihatnya. "Anda menyimpan semuanya dengan sangat rapi." keluh Hardcastle. dan lain-lain." "Aku dapat menebak kepada siapa." "Tentu saja dia mungkin duduk berhadap-hadapan dengan orang itu di bis atau di kendaraan lainnya. Mereka mengejar-ngejar kucing-kucing malang milik Mrs." kata Colin. atau hal-hal seperti itu ketika Anda berada dekat timbunan pupuk Anda?" McNaughton menggelengkan kepalanya. Tidak ada yang lebih hebat dari itu. McNaughton segera menjadi cerah." "Mr." "Tetapi tentunya jeritan ini tidak datang dari arah yang sama?" "Tidak kalau anak-anak jahanam itu selalu tinggal di kebun mereka sendiri. "saya tidak melakukan apa-apa. Mereka suka pakai pupuk kimia! Bunuh diri! Mari saya tunjukkan. Miss Pebmarsh. saya bebaskan Anda dari tugas sekarang. Hardcastle memandang nomor 19 sambil berpikir. Mereka bukan anak-anak jahat. Apa pendapatmu?" "Sama." "Linglung!" kata Hardcastle. Tetapi mereka tidak begitu. "Anda tidak melihat seseorang di kebun nomor 19 atau melihat ke arah jendela rumah itu." "Yah. Dam. "Kau tidak berpikir bahwa dia mengenali foto itu?" Hardcastle menggelengkan kepalanya. McNaughton mendorong gerobaknya ke dalam sebuah gudang kecil di sampingnya." Hardcastle mengomel ketika kami sudah masuk lagi ke dalam mobil. yah—tentu saja mereka jadi liar. "Spesialis? Untuk apa? Ada apa dengan dirimu?" . maka anak-anak laki-laki jadi sulit diatur. "jika kami beruntung. Aku harus mengadakan satu kunjungan lagi. Saya membuang rantingranting lapuk. Tidak ada orang yang dapat menangani mereka. Dan juga dia begitu ragu serta tidak tertarik pada pembunuhan itu." Hardcastle menyeringai.* begitulah. Misalnya. McNaughton. Sayang. kalau dalam satu rumah tidak ada orang laki-lakinya. "Maksud saya pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan pembangunan bendungan-bendungan atau pipa pipa minyak." kata Mr. Tentu saja. Sayangku. "Tentu saja ada hal-hal yang kelihatan janggal. Aku tahu persis jenis saksi seperti itu." "Dia adalah jenis wanita peragu. Dia harus ke Swedia bulan lalu secara mendadak. pembunuhan yang terjadi di sekitarnya tidak akan dipedulikannya. "Maaf saya tidak dapat membantu Anda. "Tentu. "Aku juga tidak. Hemming di kebunnya." "Aku kira tidak." "Begitu. menambah timbunan pupuk. Ah! Orang-orang yang saya kenal. Ibu mereka lembek seperti agar-agar. Aku tidak menyumpah. McNaughton lirih. Hardcastle menyeringai pada temannya dan berkata." "Juga." "Anda sendiri tidak melihat apa-apa—maksud saya selain mendengar jeritan itu? Omong-omong."Apa yang Anda lakukan?" "Yah. trims untuk pagi ini. Dipagari dengan semak-semak bunga lila. Jam berapa waktu itu. Saya ingin melanjutkan pekeijaan saya. "Selalu bepergian ke mana-mana. dia tidak dapat menyebutkan apa-apa." "Kau akan pergi?" "Aku harus ke London besok—memberikan laporanku yang terakhir. "Tidak melihat apa-apa. tetapi mereka tidak disiplin." kata istrinya." "Kau tahu. McNaughton. timbunan pupuk itu mempertunjukkan kehebatannya." dia meyakinkan istrinya." "Dan sesudahnya—apakah Anda tidur siang?" "Kadang-kadang. bukan?" "Mungkin jam setengah tiga—paling tidak setengah jam setelah kami makan siang." kata Mr. Inspektur. Aku akan hadir." kata Mr. Ketika aku mendesaknya terus. Mereka menerobos pagar-pagar dan tanaman-tanaman orang lain. "Aku meragukannya. Angus. Mr. Sebab saya pikir itu adalah perbuatan anakanak Ramsay yang kurang ajar itu. "aku yakin aku sungguh-sungguh melihat seseorang menyelinap ke kebun nomor 19." kata Mr." "Kau tidak boleh melakukannya." "Baiklah. Ramsav sering ke luar negeri saya kira. kelihatannya hampir tidak mungkin Mrs. Gadis Denmark kami itu tidak bisa membaca jam." "Wanita itu pasti berkata bahwa dia telah melihat sesuatu. Dapatkah kau menyuruh ketik catatan-catatanku ini?" Dia mengulurkan catatan-catatannya. "Kita harus selalu memelihara peralatan kita. "Tidak. "Sampaikan salamku pada Pak Tua itu. Tetapi kalau kau menanyakan pendapatku. Kemarin dulu jam saya terkena air dan harus direparasi. "Pemeriksaannya lusa katamu? Jam berapa?" Sebelas. Jam berapa Anda makan siang?" "Setengah dua. Saya tidak begitu paham. Hari ini tidak. timbunan pupuk. bukan?"." "Tidak ada kunjungan-kunjungan lagi?" "Sementara tidak." puji Hardcastle." "Saya tahu dia seorang insinyur bangunan. Sayang? Kau mendengarnya juga. perampokan. "Kalau kau bertemu dengan seorang wanita yang linglung—yah. Hemming tidak peduli bagaimanapun sa kucing-kucingnya—tidak tahu apa-apa tentang tetangganya. dan lain-lain. Di dalam gudang itu berbagai peralatan teratur rapi. tetapi aku tidak akan mengajakmu. Mr. kapan itu?" "Tidak tahu." kata suaminya tegas. McNaughton agak kemalu-maluan.

Suatu kesan gipsi yang samar terlihat pada penampilannya. Menentukan identitas korban. sering merupakan pekerjaan vang lambat. Rumah-rumah yang ada. Mereka mengolah semuanya sejauh yang dapat saya lihat. akan dicetak di surat-surat kabar. kalau memang demikian. Dia telah tiba di nomor 14 sekarang. pikir Hardcastle. inspektur itu sekejap merasa bahwa gadis itu akan bertanya padanya jalan menuju ke suatu tempat. Kupikir dia sudah mati. kecuali ada hal-hal khusus yang dapat memouatnyat gampang dikenali. Palmerston Road adalah jalan vang suram. seorang ibu kos. _ Palmerston Road No. mencari gadis itu lagi. Mrs. Kau punya teman-teman yang tidak masuk akal. *Kaianva mereka harus mendapatkan berita bagi masyarakat. seorang dokter. tentang apa? Saya agak sibuk sekarang. Lawton. Curry. Dia merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri. Inspektur Hardcastle melihat pada alamat yang tertulis rapi di buku notesnya dan menganggukkan kepala. Pintunya terbuka sedikit dan ada empat buah bel dengan nama-nama di bawahnya." kata inspektur icu." "Mencampuri urusan pribadi orang seperti yang mereka lakukan itu benar-benar memalukan. Dia minta dikirimi kopi dan sandwich. Setelah Colin pergi. Lawton. Tidak ada seorang pun di stasiun kereta api atau bis yang dapat mengenali foto Mr. Hardcastle bekerja terus tanpa istirahat sampai jam setengah lima. Wajah gadis itu samar-samar dikenalnya. Tidak ada merek binatu yang dapat membantu. Inspektur Hardcastle heran mengapa pikiran tentang sepatu-sepatu melintas di otaknya dengan tiba-tiba." . Itu adalah hari yang sibuk baginya. tidak. Mungkinkah gadis itu mengenalnya dan hampir saja berbicara dengannya? Dia berhenti sejenak. Spesialis dari golonganmu. Dia masuk dan menekan bel di pintu di sebelah kiri gang." Hardcastle memandang Colin penuh ingin tahu. Bisnis fantastis macam yang kautangani ini merupakan kesenangannya. dia berpikir. "Saya harap kami dapat menghindarkan Anda dari itu semua. identitas Mr. Mata biru. Curry? Atau identitas pembunuhnya? Rincian bentuk gigi telah disebarkan ke tujuan-tujuan yang tepat dan mungkin merupakan jejak yang paling berguna—memang membutuhkan sedikit waktu—tetapi akhirnya ada hasilnya juga. Sementara itu ada hal-hal yang harus dilakukan. Sesuatu yang dia lakukan dengan mulutnya? Bicara? Mengoleskan lipstik? Bukan. tetapi kami tidak mempunyai kekuasaan dalam hal itu. Dia melihat jam tangannya lagi dan memutuskan bahwa itu adalah saat yang tepat untuk » mengadakan kunjungan yang direncanakannya." "Siapa namanya?" "Hercule Poirot. Itu jauh lebih buruk." "Dia belum mati. sekitar empat puluh lima." kata Colin sambil menyeringai. pikir inspektur itu. 14. Lawton?" "Ya?" Wanita itu memandangnya ragu-ragu dan dengan sedikit jengkel." kata Hardcastle dengan nada simpatik. Masalahnya adalah. Dia tidak akan ingat setiap kondektur bis wanita. seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya di sepanjang trotoar. setiap pelayan wanita yang pernah melayaninya. Foto korban akan disebarluaskan ke pos-pos polisi. Bagaimanapun juga. tinggi. satu sepatu. Satu-satunya hal vang pernah saya perhatikan tentang berita adalah mereka mencetaknya hingga merupakan sebuah jaringan kebohongan dari awal sampai akhir. Hardcastle selalu membanggakan dirinya atas kemampuannya mengenali wajah-wajah. kan?" "Tentu bukan. Hardcastle bukannya tidak sabar. Kecuali tentu saja. Ada kemungkinan dia orang Prancis. seperti kata orang. Tetapi pada akhirnya. "Ada apa?" "Saya akan senang jika Anda sudi meluangkan sedikit waktu. tetapi nama penjahit itu telah disingkirkan. Silakan masuk. Dia tidak pernah lupa. Cepat atau lambat. mulut yang sedikit terbuka. " "Kau adalah orang yang aneh. Gadis itu berjalan cukup cepat sekarang. Curry adalah orang asing? Hardcastle mempertimbangkan ide tersebut. Lawton. Kemudian dia menyelipkan buku itu kembali ke dalam sakunya dan mulai menangani persoalan-persoalan rutin yang telah menumpuk di mejanya. Seoiang tukang binatu. dan pada pukul lima dia akan sedang bekerja dengan Profesor Purdy di Hotel Curlew dan dia tidak mungkin kembali sampai sesudah pukul enam." "Sangat menjengkelkan memang. Tapi aku punya perasaan dia sedang bosan sekarang. bisa membuatnya gembira. Curry yang sebenarnya akan dapat diketahui." Dia menambahkan dengan tajam. Mengetuk pintu dan membunyikan bel dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tolol. Siapa nama bibinya? Lawton—Mrs. Maksudku bukan spesialis macam itu. . "Saya kira Anda banyak dibuat cemas oleh wartawan-wartawan itu. dengan rambut hitam terurai yang memakai sebuah mantel dan kelihatan sedikit terengah-engah. Sepatusepatu. Dengan otak yang sibuk berpikir. kalau Mr." "Yah. yang telah mencicipi.. seorang dokter gigi. Aku punya perasaan dia perlu dibuat gembira sedikit." "Scotland Yard?" "Bukan.." 'Tentu saja. "Anda bukan wartawan. dan bukan h?nva pada kasus Curry."Tidak ada apa-apa—jangan pura-pura tolol. yang menangani kasus vang menyebabkan Anda diganggu oleh wartawan-wartawan itu. mendiami sebuah flat di lantai dasar. Keinginan untuk menyamarkan identitas Mr. Bau bawang putih menyusup ke luar dari arah dapur. itu juga mengingatkannya akan sesuatu. gadis itu memiliki satu dari wajah-wajah umum yang sangat sulit untuk dikenali. kulit yang bagus." kata Mrs.. telah dirombak menjadi flat-flat atau maisonette. Usianya kira-kira. Sersan Cray telah melaporkan bahwa Sheila Webb melanjutkan pekerjaannya di Biro Cavendish. Colin. Ketika dia membelok di tikungan. gadis itu memikirkan lagi niatnya itu dan melanjutkan perjalanannya dengan cepat. Pers punva hak untuk itu. seseorang selalu muncul. Hardcastle tidak mengendarai mobil polisinya tetapi memilih berjalan kaki saja karena letaknya dekat. tetapi tentu saja ada tempat-tempat lain untuk bertemu. Akhirnya dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki di dalam dan pintu dibuka oleh seorang wanita kurus. Mrs. Siapa dia—seseor?r*g yang baru saja dia temui akhir-akhir ini. Kami akan seger? menghentikannya kalau kami dapat." Aku pernah mendengar namanya. masa jayanya. misalnya. Lawton. Mulut. Laporan dari laboratorium tentang pakaian yang dipakai adalah nihil. Dia membuang persoalan itu dari pikirannya. dan menerima laporan dari Sersan Cray—tidak ada hal-hal berguna yang muncul. Pakaian itu dibuat oleh seorang penjahit yang bagus. wajah yang telah dilihatnya di pelabuhan atau di panggung saksi. '"Mrs. Selama beberapa saat tidak ada jawaban. Dia suka benar pekerjaan beginian. Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. dia sering berkata. Dia tentunya tidak akan ingat." "Termasuk kamu. ragu-ragu sebentar. melewati inspektur itu. dia melihat. Seorang detektif swasta—seorang teman ayahku—dan temanku juga.

Sava kira masakan saya sudali mendidih." Mrs. Semuanya kelihatan sangat jelas. "Saya sudah membetulkannya. ya?" "Ya. ya." "Apakah Anda mempunyai alamatnya di London?" "Yah. di atas meja. "Saya kira sudah beres sekarang. Dulu sebe-lum bekerja di Biro Cavendish dia tidak tinggal di sini bersama Anda?" 'Tidak." "Terima kasih." kata Mrs. "Silakan menunggu di ruang duduk. Satu dialamatkan kepada Mrs. Kira-kira sekitar November. Itu tidak begitu penting. karenanya saya pikir lebih baik kalau saya datang kemari dan bercakap-cakap dengannya di rumahnya sendiri. untuk terakhir kalinya." "Apakah Anda ingat nama perusahaan tempat dia bekerja di sana?" "Oh. Inspektur Hardcastle dengan sengaja melihat surat-surat itu sekali lagi. "Sebentar. tetapi Sheila selalu berpendapat bahwa nama Rosemary agak romantis sehingga dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama lain kecuali Sheila.S. "Tentu saja." "Terima kasih. pikirnya. Agen perumah-an di Fulham Road. Miss Webb ini yatim piatu. dan kelihatannya dia sangat menyesal karena telah menyita waktu Sheila lebih dari yang dia sadari. tidak ada yang khusus." katanya. Lawton. Pasti merupakan shock yang hebat bagi setiap gadis. Tapi dia belum pulang. sedikit tidak rapi." kata inspektur itu sambil tersenyum. "Saya pikir saya menca-tatnya sebagai Miss Sheila Webb atau Miss Sheila R. saya kira?" "Yah. Lawton. saya mengerti. dia yatim piatu. Apakah ada sesuatu yang dapat saya katakan pada Anda.' dan tentu saja akhirnya mulur sampai tiga perempat jam. yang mempunyai warna campur-baur dan sebuah benda berbentuk abstrak. Lawton kembali. Ada beberapa pucuk surat terjatuh di aras keset. Saya harap dia tidak tertekan karena pengalamannya itu. tetapi inspektur itu dengan sopan mendahuluinya. bukan? Dia mendapat surat perintah untuk datang. sebenarnya tepatnya saya tidak tahu. Dia beralih ke hal Iain. Nama Rosemary tidak menimbulkan dampak pada Mrs." "Yah." katanya." kata Hardcastle. Mrs. Dia jadi gelisah. "Dia bekerja untuk Profesor Purdy dan Sheila berkata. saya tahu itu. Kalau tidak bibinya ya keponakannya. "Saya diberi tahu bahwa dia akan bekerja untuk seorang klien dan saya tidak ingin mengganggunya. Saya kira hal itu belum bisa diumum-kan. Selalu berkata. bagaimana dia menemukan mayat itu. mungkin juga mahal." Dia membuat gerakan melihat ke buku notesnya sekali lagi. Inspektur itu mempertimbangkan apakah dia benar atau salah kalau berpikiran baliwa pertanyaan terakhirnya telah menyinggung Mrs." kata inspektur itu. Anda tidak tahu tanggal yang tepat. sebelum diulurkannya pada Mrs. Hopgood dan Trent. "Sheila pulang dalam keadaan buruk. Itu adalah sebuah ruangan kecil." kata Mrs. Inspektur? Kalau-kalau Sheila pulang terlambat sekali." "Saya mengerti. "tetapi saya kebetulan sedang berada di daerah ini dan saya ingin memeriksa beberapa hal tentang masalah itu di mana keponakan Anda yang malang terlibat. Baginya Rosemary hanyalah sebuah nama baptis yang tidak lagi digunakan oleh keponakannya. dengan perabot-perabot yang sudah usang tetapi di sana-sini terdapat beberapa tempat yang berwarna cerah dan beberapa benda aneh. saya ingat. "Saya kira keponakan Anda datang dari London dan telah bekerja di Biro Cavendish selama kurang lebih sepuluh bulan. Ada sebuah kartu di sakunya dan mulanya kami pikir dia adalah seorang agen asuransi. "dia dibaptis dengan nama Rosemary Sheila. saya kira begitu." Inspektur itu membukakan pintu baginya. "Sesuatu seperti Allington Grove." Mrs. Dia tinggal di London sebelumnya. Matanya melihat surat-surat itu selama setengah detik. dua bantalan kursi beludru berwarna terang dan sebuah piring tanah liat berisi kulit-kulit kerang asing." "Ya." katanya minta maaf." kata inspektur itu." kata inspektur itu sambil tersenyum. Semuanya sudah beres sekarang. Lawton kembali. Sebuah gelas Venesia yang menarik. Lawton. bukan?" "Dia mungkin agak terlambat malam ini." Nada suara Hardcasde tidak mencerminkan apa pun yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya merasa puas karena salah satu praduganya ternyata betul. Dia masuk ke ruang yang ditunjuk. memang." kata inspektur itu. Miss Sheila Webb—apakah itu nam a lengkapnya ataukah dia punya nam a kecil lainnya? Kami harus mengetahui hal-hal seperti itu dengan tepat. "Dia hanya perlu menceritakan kisah-nya." Dia pergi ke dapur. orangnya tidak punya perhatian pada waktu sama sekali. Inspektur itu meminta maaf lagi." "Oh. Mrs. sedikit lebih terengah-engah daripada sebelumnya. Di London kamar-kamar untuk gadis-gadis sa-ngat mahal sekali. kami hanya mengambil data kasar hari itu dan saya tidak yakin kalau saya benar dalam memahaminya. melainkan Carrington Grove dan nomornya adalah 17. S?. "Sekarang saya akan membetulkan nama-nama ini. Orangnya sangat baik dan suka minta maaf. "Maafkan saya. Sekali dua kali dia mendesak Sheila untuk tinggal dan makan malam bersamanya." "Ya.ya tidak ingat nama lainnya itu. 'ini tidak akan lebih dari sepuluh menit jadi saya pikir kita selesaikan saja sekalian. itu bukan Allington Grove. mempersilakan inspektur itu masuk. Apakah ada hal lain yang hendak Anda tanyakan? Omong-omong. "Terima kasih. lalu menutup pintunya lagi." "Anda masih belum tahu siapa orang itu?" "Belum. sebagai catatan pada waktu pemeriksaan. Lawton. Lawton melihat ke sekelilingnya dengan kesan samar terhadap ketidakrapian ruangan itu. Anda bisa masuk melalui pintu ini dan beri saya waktu beberapa menit. Lawton keluar. Lawton. Dia tinggal dengan dua orang gadis Iain di sebuah flat. "Apakah Anda keberatan kalau saya pergi ke dapur lagi?" "Silakan. Tetapi dia sudah baik lagi keesokan harinya dan dia sudah bekerja lagi. Orang tuanya sudah ." kata Mrs. "Maafkan saya jika datang pada waktu yang kurang tepat. Matanya melayang ke arah pintu. Lawton membungkuk untuk memungutnya." "Ya. yang memiliki gaya asli dalam dandanannya. Lawton. dengan alamat di bagian atas. Saya kira akhir November.Dia mundur. Apakah Rosalie?" "Rosemary." Mrs. Webb. Mungkin dia merencanakan untuk mengambil polis asuransi sendiri. Tapi memang kadang-kadang agak menjengkelkan. sedikit kurang pasti." kata Mrs. Dia memikirkan hal itu sampaiMrs." katanya. Lawton kelihatan sedikit tertarik." "Pemeriksaannya lusa. Lawton. Lawton meletakkannya di atas meja di gang. "Daya ingat saya tidak begitu baik. Webb." "Oh. "Saya kira tadi saya bertanya pada Anda apakah Miss Webb adalah seorang yatim piatu. tapi itu tidak perlu dicemaskan. "tetapi Anda tahu bagaimana repotnya memasak." "Begitu. Mrs. saya kira—keluar dari Jalan Fulham. Lawton dan dua lainnya kepada Miss R. ya. Jawaban-jawabannya boleh dikata-kan spontan dan mudah — sampai saat itu.

Lawton be-rang." kata Hardcastle lembut. itu sudah lama sekali." "Ya. Tidak ada seorang pacar tetap. seseorang yang mungkin telah jatuh cinta pada keponakan Anda. "Mungkin salah satu dari gadis-gadis teman sekamarnya yang cemburu kepadanya?" "Saya kira. kelihatannya keponakan Anda telah dengan se-ngaja dijadikan korban. dan korban itu baru saja mati." "Mungkin terjadinya ketika dia masih tinggal di London?" usul inspektur itu. Yah.. menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinva sambil berpikir. karena kecelakaan. saya kira Anda tidak begitu mengenal siapa-siapa teman-temannya di sana. "Sheila mempunyai satu atau dua orang teman dekat lakilaki. Mrs. mereka tidak bercerai.. Dia cepat-cepat berkata. tidak." "Sudah lama sekali?" "Mereka meninggal ketika dia masih anak-anak. "mungkin saja ada seorang gadis yang ingin membalas dendam." Ada semacam pertahanan yang jelas nampak pada nada suaranya." "Atau mungkin juga karena seorang gadis lain." kata inspektur itu menyetujuinya. "Apakah mereka terbunuh pada waktu yang sama. Itu sebabnya saya beralih pada Anda. tidak dari sudut pandang Anda. Dan memang begitu. tetapi kenyataannya seluruh urusan ini adalah mustahil.." "Mereka berdua meninggal karena sebab-sebab alamiah?" "Saya—yah. Lawton." Hardcastle melihat bahwa kesulitan dan kece-masan kembali menguasai wanita itu. Anda tahu—Anda tentu tahu mengapa saudara perempuan Anda meninggal?" . Dan apakah profesi Mr. Lawton. tahu kalau wanita itu akan berbicara lagi. Karena orang tua Miss Webb meninggal ketika dia masih kecil. mungkin tidak." kata Mrs.. saya tidak dapat mempercayainya. Seseorang yang mungkin—" dia ragu-ragu "—punya dendam terhadap Sheila. Dia menggigit bibirnya. "Bahkan kalau gila. "Apakah dia anak saudara perempuan atau saudara laki-laki Anda?" "Saudara perempuan saya. Mungkin-kah." "Saya tidak dapat membayangkan seseorang dapat mempunyai dendam terhadap Sheila." Dia meneoba menebak." "Ttu pasti pekerjaan orang gila. Sheila seorang gadis yang sangat manis." "Apa maksud Anda—dengan agak luar biasa?" "Yah. saya tidak ingat." "Saya yakin Anda pasti tahu lebih banyak daripada yang Anda ceritakan. atau sesuatu seperti itu?" "Tidak. Ini semua kelihatannya adalah sebuah perbuatan jahat. Seseorang telah mengatur agar dia masuk ke rumah itu di mana ada korban pembunuhan. Tapi tentunya tidak akan sampai melibatkan pembunuhan. Mrs. seorang pemuda. peristiwa ini memang agak luar biasa. "Bagaimanapun juga." "Anda tidak tahu?" "Maksud saya." kata Mrs." "Maksud Anda—maksud Anda seseorang men-coba membuat semuanya kelthatan seperti Sheila yang membunuhnya? Oh." kata Mrs." "Ah. terutama jika mereka agak terganggu jiwanya. ya." kata Mrs. tidak ada kecelakaan. "Sava juga berpikir begitu. "Saya tidak tahu. "Mungkinkah mereka. Anda akan kaget bagaimana seringnya motif-motif pembunuhan muncul dari akar-akarnya di masa lalu. tidak. Inspektur Hardcastle. Lawton berhenti sejenak sebelum menja-wab. "Tentu." kata Hardcastle. apa perlunya mengetahui siapa ayah dan ibunya dulu dan apa yang dikerjakan ayahnya dan dari mana dia berasal dan hal-hal lain seperti itu?" "Saya kira memang tidak begitu perlu. seperti kata orang dalam film-film." "Saya kira itu tidak mungkin. "mengapa saya bertanya pada Anda tentang ayah dan ibu Sheila Webb. Webb dulu?" Mrs. Seorang gadis yang ramah. Mrs. Dia telah. Lawton. Sesuatu yang menyebabkannya. "tapi kami harus membuat persoalan itu jelas dan terang. "Tetapi Anda harus sadar." "Dan saya tidak suka mendengar seseorang mengatakan sebaliknya. "Bolehkah saya bertanya apa hubungan semua ini dengan pembunuhan itu? Maksud saya. misalnya. maksud saya—saya tidak begitu tahu. dijebak agar ada di sana. "Saya tahu semuanya kelihatan mustahil." Itu adalah sebuah perkiraan yang cerdas dan Hardcastle mencatat bahwa Mrs. ya." dia melanjutkan. saya mengerti. "harus ada sebuah alasan yang jelas di batik kegilaan itu." usul Hardcastle. Jadi kelihatannya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur agar dia ada di sana. Lawton bukan-lah seorang wanita yang bodoh. Mrs." "Memang agak sulit untuk dipercaya. tentunya dia tidak dapat menceritakan apa-apa tentang mereka pada saya. Lawton ragu-ragu. Dan itu sebetul-nya. Tetapi saya tidak pernali mendengar ada masalah seperti itu. Kemudian dia berkata." "Ayolali. kami punya alasan untuk percaya bahwa Miss Webb pergi ke rumah itu kemarin karena dia diminta dengan khusus dari Biro Cavendish." "Ya." "Tidak." i Hardcastle menunggu. Anda harus bertanya sendirl padanya. Lawton.meninggal. dan dia mungkin tidak peduli dengan orang itu? Laki-laki muda kadang-kadang berbuat hal-hal yang sangat buruk untuk membalas dendam. Tetapi Anda tahu. tapi—yah. tetapi tidak ada yang serius. bercerai—sesuatu seperti itu?" "Tidak. Lawton. Lawton." Hardcastle tersenyum menenangkan-nya.

bukan?" "Saya kira begitu. yang mana saya kira.. adalah yang terpandai di antara keluarga kami. Lawton. Tetapi saudara perempuan saya itu datang menemui saya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Lawton. bukan?" . pendesak. Lawton. saya tidak dapat mengatakan — semuanva adalah sangat sulit bagi saya. "Tidak. kecuali bila ada hubungannya dengan kasus itu. katanya. Begitulah perjanjiannya. dan menunjukkannya pada Mrs. dan saya yakinkan Anda bahwa saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyimpan apa yang Anda ceritakan pada saya—seluruhnya—sebagai rahasia kita berdua. tetapi dia akan pindah sekolah. Mungkin saja hanya itu yang dia ketahui Meskipun hanya sedikit keterangan tentang saudara perempuan itu. Dia bilang dia sedang hamil dan laki-laki itu tidak bisa." kata Hardcastle. Law-ton?" "Saya tidak tahu. Saya datang kemari pertama kali pada waktu liburan. Dan saya pikir. dan saya sangat menyukainya sehingga saya menjual toko itu dan datang kemari untuk menetap. bangkit dari duduk-nya." katanya. pedagang besar gorden di sini. "Mungkinkah Sheila Webb—seorang anak haram?" Dia segera melihat adanya campuran rasa khawatir dan lega di wajah Mrs. Dia mengenal pria ini -Webb-" "Saya bahkan tidak pernah tahu namanya. Lawton mempunyai perasaan begitu terhadap anak itu. tidak ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan anaknya?" Mrs. Dia pikir itu adalah vang terbaik bagi anaknya dan bagi dirinya." "Tapi Anda tidak lagi berhubungan dengannya?" "Itu adalah karena permintaannya. Australia atau negara lain. Karena itu saya—saya berkata saya mau menolongnya. Saya tidak pernah menceritakannya." Ada semacam kebingungan dan keputusasa-an dalam sorot matanya. Jenis wanita yang memutuskan untuk tidak menghancurkan hidupnya gara-gara satu kesalahan saja. atas keterusterangan Anda pada sava." "Di mana saudara Anda sekarang. hal itu adalah tidak mungkin. "Tapi dia masih hidup." "Di mana terjadinya semua itu? Bukan di Qrowdean. Mrs. Apakah betul hanya itu yang dia ketahui? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab secara pasti. Saya jaub lebih muda daripadanya—dua belas tahun." kata inspektur itu. "memang sering terjadi begitu. "dan saya sangat terpukul karenanya. Dia akan melanjutkan profesinya. dan hal itu hanya bisa terjadi kalau keadaan di masa lalu itu ternyata berkaitan dengan kasus pembunuhan di Wilbraham Crescent No. "Saya kawin muda dan suami saya terbunuh dalam perang. "Saya tidak pernah berjumpa dengannya. "Dia adalah anak haram saudara perempuan Anda?" "Ya. Lawton. dan itu saja yang dapat saya katakan pada Anda" Inspektur itu memandang wanita itu sambil berpikir. tidak mungkin terjadi. Dia dulunya seorang guru sekolah dan pekerjaannya baik sekali." kata Mrs. Hardcastle memandangnya tajam-tajam. Kami tinggal di Lincolnshire waktu itu. Semenjak itu dan seterusnya dia menarik diri untuk memulai kehidupannya lagi sendirian. Saya yakin. Dia adalah orang terakhir yang Anda sangka akan—" "Yah. Tentu saja—" dia memandang dekat-dekat. ketika Sheila sudah cukup umur untuk sekolah. pikirnya. kami tidak pernah dekat. Kami berdua mempunyai sedikit penghasilan dari peninggalan ibu kami." "Bukan. Tetapi bagaimana halnya dengan saudara perem-puannya? Dia berkata perlahan. karena merupakan cara penyelesaian yang halus." kata Mrs." kata Mrs. bijaksana. Saya kira. Masuk akal."Saya tidak mengerti apa—maksud saya. Sangat dihormati dan lain-lain. Itulah mengapa—yah. saya tahu. Anda tidak perlu bercerita padanya?" "Tidak. "Dia bukan anak saya" katanya. Lawton. Tetapi saya memang menginginkan semua fakta yang ada. atau tidak mau—saya tidak tahu mana yang benar—memkahinya. saya mungkin pernah melihatnya. Lawton menggelengkan kepala." "Oh. "terima kasih banyak. Dia mengambil foto itu dan menelitinya dengan saksama. Mrs. Itu saja yang saya ketahui." Dia mejigeluarkan foto yang telah ditunjukkannya pada begitu banyak orang dari sakunya. Inspektur Hardcastle. kalau Mrs. "Tidak kalau Anda mengenal Ann. "Anda tidak tahu siapa orang ini?" "Mereka sudah menunjukkannya pada saya. Saya berkata padanya bahwa orang tuanya mati muda. Orang-orang di sana me-nyenangkan. Ann memberikan setengah dari bagiannya kepada saya untuk dipakai memelihara dan membesarkan anaknya. Lawton. dan dingin. Dengan keras kepala dan dingin dia telah menyediakan sarana pemeliharaan dan kebahagiaan bagi anaknya. Tetapi Sheila sendiri tidak tahu. "Kelihatannya aneh jika dia tidak berhubungan sedikit pun dengan Anda melalui surat. "Dia selalu tegas dengan keputusannya. Saya masih bekerja di sana sekarang. Mrs." "Itu adalah kejadian yang buruk. ya. "dan saya yakinkan Anda bahwa saya tidak akan menanyai Miss Webb tentang hal itu kecuali kalau terpaksa harus menyinggung hal itu. Anda tahu. dia mempunyai gagasan untuk mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri selama setahun. Terus. sinis. sangat yakin. Dan lagi pula dia dan saya tidak begitu dekat. kecuali kalau memang perlu. tapi dia mempunyai kesan bahwa wanita itu pasti memiliki kepribadian pemarah. Seperti yang saya bilang. Ke-mudian berkata dengan lembut. saya bekerja di Roscoe and West. Saya pikir dia bukan orang sekitar sini." kata Mrs. Saudara saya itu orangnya ambisius dan dia harus melepas-kan pekerjaannya kalau semuanya diketahui orang. Saya mempunyai sebuah toko manisan kecil waktu itu. Lawton. Betul-betul tidak tahu sama sekali. Seorang gentleman. kalau tidak. Lawton." "Dan Anda tidak akan bilang apa-apa pada Sheila mengenainya?" "Tidak." kata inspektur itu." "Maksud Anda. 19." "Yah." "Dan bagaimana pendapat suami Anda tentang adopsi ini?" "Saya sudah menjanda waktu itu." katanya tegas.. Yang jelas hanya itu yang dia ceritakan padanya. "Kelihatannya orang baik-baik. Saudara perempuan saya. yang diperoleh Hardcastle. Lebih baik tidak diungkit-ungkit lagi. saya tidak pernah melihat orang ini sebelumnya. Dia berhenti sebea&r sebelum menambahkan dengan agak tiba-tiba.

" kata Mrs. siapa yang memilih nama baptis keponakan Anda. diaterlambat. Sambil keluar dia bertanya. Segala macam toko aneh ada di sana.. saya harus pergi. Dia datang kemari untuk menjumpai Sheila sore ini dan dia menunggu sebentar tetapi kemudian dia bilang dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi. mereka bekerja di kantor yang sama. "Rosemary—hm. Anda tahu di mana letaknya. "Dia itu salah seorang gadis dari kantor. Tidak begitu cerdas. bahwa dia tidak pernah memikirkan korban pembunuhan itu dengan cara yang sama. Kenangan yang romantis? Atau—sesuatu yang lain sama sekali?" NARASI COLIN LAMB Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road dan membelok masuk ke jalan-jalan yang simpang-siur. Orang itu adalah Mr." kata inspektur itu." pikir inspektur itu. bahkan beberapa buku yang tergolong peninggalan aristokrat yang halaman-halamannya. Soloman. Hardcastle ingat. Seperti^seorang yang telah mencoba menguasai buku-buku itu» tetapi kenyataannya bukubuku itulah yang jelas-jelas telah berhasil menguasainya. "Sangat mengherankan. Lamb. Ada bertumpuk-tumpuk buku yang terletak di atas meja." kata Mrs. akan membuat semuanya jauh lebih sulit. "Saya tidak boleh mengganggu pekerjaan me-masak Anda lebih lama lagi/' katanya. Ah. "Ya. Lawton mengucapkannya dengan biasa. Untung saja Edna tidak menunggu. Di bagian luar toko itu ada deretan-deretan buku yang lazim ada di toko buku." "Aneh. Dia biasanya menelepon kalau terlambat. pikimya masam. Mrs. Jarak antara rak-rak buku begitu sempitnya» sehingga Anda hanya dapat berjalan di antaranya dengan susahpayah. Romantis." Dia sendiri melihat foto itu lagi dan berpikir.. tetapi dia adalah gadis yang agak membosankan. "Mereka masih berpikir dengan cara yang kuno. ucapan tersebut terasa sedikit ketinggalan zaman. Rosemary untuk kenangan. Lawton. Yah. atau mungkin juga terpengaruh oleh fakta bahwa orang itu memiliki sebuah kartu di sakunya yang mengan-dung sebuah nama dan alamat yang jelas-jelas adalah palsu. masih utuh. Gadis itu mengenali dirinya ketika dia melaluinya di jalan. Wajahnya yang rata dan lebar itu amat mirip seekor ikan. Dia mengenali saya» sorot matanva yang seperti ikan itu melunak sejenak dan dia mengangguk. yang sedang memegang sebuah sepatu dengan tumit runcingnya yang telah copot.." "Saya mengerti." Sama-samar muncul gambaran yang lebih jelas dalam ingatan inspektur itu. saya kira sebentar lagi dia pulang. Seorang gadis biasa. duduk seorang lakilaki tua yang memakai topi beibentuk kue pie.. Apakah dia ingin menjelaskan mengapa dia mendatangi Sheila Webb atau apakah gadis itu berpikir bahwa Hardcastle mengharapkannya untuk mengatakan sesuatu? Dia bertanya. Kadangkadang harus antri bis dan Hotel Curlew lumayan jauh dari Esplanade. Dan itu. pemilik toko tersebut. "Sheila belum menelepon. dia menjelaskan. Saya menghindari daya persona rumah sakit boneka dengan bermacam-macam mata gelas berwarna biru atau coklat. 6d. toko barang-barang antik. Gadis ituiah vang menerimanya di Biro Cavendish dan gadis ituiah. Jika dia memerintahkan buku itu untuk mundur» sudah jelas dan tak mungkin buku itu mau melakukannya. "Anda harus pergi ke atas dan melihat sendiri. sepatu-sepatu balet. fosil—Antartika ada di lantai dua. "Dibesarkan di desa. "Omong-omong. saya heran mengapa dia begitu kepingin menemui Sheila malam ini. Biologi laut." Ketika inspektur itu membelok dari pintu gerbang menuju ke jalan dia berpikir. "Apakah dia sahabat karib keponakan Anda?" "Yah. lebih jelas terlihat bahwa buku-buku itulah yang memiliki toko dan bukan sebaliknya. "Ada sesuatu dalam bidangku?" tanya saya." kata Mrs. dia bilang tidak apa-apa kalau ditun-da. sebuah rumah sakit boneka. "karena toh keponakan Anda belum pulang—" Giliran Mrs.-san—yang Anda ingin tinggalkan untuk Sheila?" "Saya kira tidak. Tidak ada—tidak ada pe. Gadis vang berpapas-an dengan dia di jalan! Sekarang dia tahu mengapa gadis itu membuatnya berpikir tentang sepatu. Dia dan Sheila tidak betul-betul berteman. sebab kadang-kadang profesor itu me-mintanya tinggal untuk makan malam. mengulum sejcnis permen waktu berbicara. tetapi bibir Mrs. Di sebuah bangku di pojok ruang» terkurung oleh buku-buku. yang mundur sebelum diserang oleh bukubukunya. Kelihatannya dia hendak berbicara dengannya. tidak begitu. ketika dia keluar. yang terletak di antara New Oxford Street dan Covent Garden. Penampilannya menunjukkan bahwa dia telah kalah dalam pei tarungan yang tidak seimbang. Di dalam. kata inspektur itu dalam hati. Dia bagaikan Raja Canute dalam dunia buku"." "Yah. Tentu saja." . Padahal saudara saya sama sekali tidak romantis ataupun sentimentil. Dia memandang jam tangannya lagi. Kelihatannya kartu itu betul-betul mewakili seorang agen asuransi palsu yang telah meletakkannya di saku orang tersebut. Melihat sedikit kesan bingung pada wajah Hardcastle. Saya sudah membongkarnya» tetapi belum sempat saya atur/1 Anda akan menemukannya di pojok..rYah. selamat malam.Berdasarkan pengalaman inspektur itu. Lawton mungkin benar. kendati Hardcastle sendiri tidak menge-nalinya. Mungkin dia telah mengasumsikannya tanpa sadar. tidak begitu cantik. Saya menyelinap masuk ke dalam. toko-toko makanan asing. Rosemary dan Sheila? Saudara Anda atau Anda sendiri?" "Sheila adalah nama ibu kami. Tujuan saya adalah sebuah toko buku kecil yang kotor di sebuah jalan samping. "Maksud saya. Masih soal rumput laut dan sejenisnya?" "Betul.dapat pulang dengan sepatu seperti itu. Is. berbagai macam jenis buku yang berlabel 3d. dengan sedikit terkejut. Dia mem-bayangkan apa kiranya yang hendak dikatakan gadis itu. Dia bilang besok saja. Lawton. dan telah membicarakan kebingungannya bagaimana dia ." "Dia tidak berkata pada Anda apa itu?" "Tidak. Novel-novel kuno. Apakah dia orang baik-baik? Dia malahan mengasumsikan sebaliknya." . Lawton. Sebenarnya. Tetapi penjelasan yang baru saja dia berikan pada Mrs. Rosemary adalah pilihan saudara saya. tidak jauh dari British Museum. Gadis itu bahkan ragu-ragu. biar-lah. ataupun sampulnya. Memang perlu menyelinap» sebab buku-buku yang disusun dengan sembarangan itu dari hari ke liari makin bergeser menutupi jalan masuk cfari luar. Dia punya janji dengan seseorang. Lawton. Memang arteh nama itu. Lawton yang melihat jam di atas perapian. buku-buku literatur lama. Di mana-mana buku-buku berserakan dan menguasai tempat» beranak» berlipat-ganda. dan akhirnya sampai ke tempat tujuan. Untung hanya ada satu jam di ruang ini. Dia bilang ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia ingin bertanya pada Sheila mengenainya. atau kapankapan. Saya mendapat sebuah kiriman bani kemarin dulu. Mr. dan jelas-jelas bisa mengalahkan sebuah tangan yang kuat yang tak mampu mengaturnya.

" "Ah! Yah." "Jelaskan dirimu. saya akan menyuruhnya masuk. Betul-betul bulan sabit!" "Saya masih berpikir." sambil mendorong mereka kuat-kuat ke samping. "Itu menghina. Tetapi melihat saya mengharapkannya untuk berbicara terus. mengangkat tele-pon di atas meja. dan berbagai jenis buku lain yang menarik." "Sava mengakui itu hanya dugaan saja. Beri sava fakta-fakta-nya. Kan sudah kukatakan padamu sebelumnva. dan berkata." "Ya. tetapi dapar ditemukan oleh para ahli. tetapi kelihatannya. dan mengambil sebuah kunci dari saku saya. sejarah alam. ya. Saya berjalan menerobos kerumunan mahasiswa. maksud saya. Kau masih berpikir. Seperti yang saya katakan pada Anda. Dia adalab orang yang suka menentang." Dia menekan sebuah tombol. **Kau harus berusaha dan bekerja lebih baik. untuk apa kau kemari? Datang untuk minta izin menyelidiki Wilbraham Crescent—di mana pun letaknya tempat yang aneh bunyinya itu?** "Letaknya di sebuah tempat bernama Crow-dean. Di sini buku-buku tentang arkeologi. Ada kaitannya?" "Saya belum tahu. Pak. jelaskan dirimu. Nak. Mereka berdiri di sana. kesehatan» dan cerita-cerita klasik Prancis." "Saya juga tidak berpikiran kalau maksudmu itu adalah toko-toko roti dengan roti udang Prancis di dalamnya. "Ya. Pak." "Jangan berbelit-belit. Ada suatu kebetulan yang mungkin—hanya mungkin — berarti sesuatu. "Dan jangan panggil aku Nanny. memakai kaca mata model kuno. seperti seorang pengasuh tua yang sedang menghadapi seorang anak yang mengece-wakan. saya dapat melihat tubuh gemuk atasan saya sedang duduk di atas kursi tua yang besar. menyibakkan gorden yang menutupi sebuah pintu." Dia menggelengkan kepalanya memandang saya." "Saya tahu." kata saya. "Hampir." Dia meletakkan teleponnya kembali dan mengangguk ke arah saya. itu tidak bagus. Dia tidak menye-nanginya. Nanny (panggilan anak kecil pada pengasuhnya)." "Kebetulan ada seorang laki-laki terbunuh di Wilbraham Crescent." kata saya. dan rok hitam serta mantel tanpa lengan dengan corak bergaris-garis yang agak tidak pantas. Tidak akan berhasil. di mana di atasnya terletak sebuah buku tebal yang besar sekali dan memandang saya dengan gusar.Saya mengangguk dan menyelinap ke atas melalui sebuah tangga kecil yang agak reyot dan sangat kotor." "Kau perlu waktu lebih lama lagi. Di lantai dua terdapat Orientalia (buku-buku mengenai kebudayaan Timur). sementara kau terus asvik berpikir. dan menemukan tujuan saya selanjutnya yang terhalang oleh dua orang mahasiswa yang berlainan jenis sedang asyik beipelukan dengan mesranya. "Kamu. "Sudah menyelidiki semuanya?" tuntutnya. melangkahi berbagai macam kotak berisi buku yang terbuka di atas lantai. mendorong meja bacanya ke samping. Sepuluh mil dari Portlebury. "Dia menanyakanmu kemarin." "Siapa yang dibunuh?" "Sekarang masih belum tahu. yang pada sandaran tangannya terdapat sebuah meja baca atau tulis model kuno yang dapat diputar ke samping. Tetapi untuk apa kau kemari? Tidak biasanya kau minta izin. Saya masuk melalui sebuah pintu di ujung ruangan ke dalam sebuah ruangan lain yang pcnuh asap rokok. Itu adalah salah satu favoritnya. Pak. mengitari sebuah lemari buku." kata saya mulai menjelaskan. digolong-golongkan dengan agak tidak keruan. Ya. "Tetapi saya tidak mau pindah ke tempat lain sekarang. ko-lonel-kolonei tua.. Saya melewati semuanya dan naik ke lantai tiga. Saya menggerakkan pengetuk pintu itu dengan hati-hati dan pintu itu dibuka oleh seorang wanita setengali baya beram-but kelabu. ya. "Pekerjaan-pekerjaan terbaik yang pernah saya lakukan adalah berdasarkan dugaan-dugaan. Kolonel Beck justru berhenti.." kata saya. Rumah-rumah di Crescent. bukan?" "Saya perlu waktu lebih lama lagi." "Salahmu sendiri. Di ruang ini ada sebuah pojokan kecil bertirai yang menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat umum. "Jadi kamu datang juga akhirnya?" katanya." kata wanita itu.. Lokast yang sangat bagus. bukan?" katanya tanpa menyapa dulu.. Kolonel Beck melepas kaca matanya. Saya masih harus menvelidiki sedikit lagi. "Oh. Sesudah pandangan mata saya yang pedih mulai terbiasa. yang terdapat di bagian belakang toko. dan pendeta-pendeta. Lebih baik kau masuk ke dalam dan membereskannya. Nah. lupa sekelilingnya. Hanya dugaanmu ini saja yang kelihatannya tidak jalan. bukan?" . Selesai dengan tempat-tempat minum itu?" "Ya. kemudian memutarnya pada lubang kunci dan masuk ke dalam. Kelihatannya. sehingga sulit untuk dapat melihat apa-apa." katanya. Saya menemu-kan diri saya berada dalam sebuah ruang depan dengan dinding bersih bergambar sapi-sapi Highland." kata Kolonel Beck. "Dapat sesuatu?" "Tidak. Saya berkata." "Dan kau mencurigainya! Atau kau tidak begitu?" "Saya tidak yakin. "Memang tidak ada buniknya. dan sebuah pintu dengan pengetuk pintu yang mengkilat di atasnya. Itu sebabnya mengapa semua makanan hambar sekarang ini." kata saya. Beberapa dari tempat-tempat itu sungguh-sungguh menyanjung roti Prancis buatan mereka." "Sudah waktunya kau tumbuh dewasa. buku-buku kesenian. Ya. saya mulai dari Crescent. Sekarang ini mereka menyim-pannya dalam lemari es—seperti barang-barang lainnya. saya tahu. Tetapi kami tidak dapat menunggu selamanya. "Kau mestinya tidak berbicara kepadaku seolah-olah aku ini masih anak kecil." "Subjek penyelidikan adalah Wilbraham Crescent. Menarik. "Permtsi. yang sebenarnya bukan Prancis betulan. "Baiklah. Kalau dipikir-pikir.. Colin. Di situ terletak berjilid-jilid buku yang disebut "janggal** atau "aneh". sudahlah. Pak." Saya menunggu untuk melihat apakah Bung Tua itu akan memperbesar topik tersebut. Dia punya sebuah kartu dengan nama dan alamat palsu di sakunya. Kau tahu itu. Colin." kata saya.. "Mr. tidak ada alasan mengapa tidak. Kau biasanya keras kepala." "Hm.

kan?" "Tentu saja bukan." "Yah. 62. "Hati-hati dengan langkahmu. Berapa lama kau menge-nalnva?" "Tidak ada—maksud saya—yah—memang ada seorang gadis yang menemukan mayat itu. dan carilab gadis itu. meniupnya dan memandang saya. Ada sepasang suami istri di nomor 63. Aku tidak tahu siapa istri-istrinya itu—miliknya sendiri atau hanya sebagai kamuflase saja. Tidak punya ide di kepalanya kalau suaminva itu sesungguhnya bukan seorang agen buku-buku Timur betulan. Kolonel Beck tiba-tiba tertawa kecil. mengeluarkan sebuah bolpen dari sakunya.'* "Satu dari sepuluh kemungkinan yang ada. Itu ditemukan di kebun belakang nomor 19. Apa yang dikerjakan-nya.'* kau saya. Bagaimana halnya dengan nomor 19 sendiri?" "Seorang wanita buta. "Mau rokok?" Saya menggeiengkan kepala. Seorang wanita bernama Mrs. mungkin saja. di salah satu rumah lainnya yang telah saya sebutkan tadi. Itu semata-mata hanya sebuah kemungkinan." "Diana? Hm. Tentunya bukan karena gadis yang kautabrak di Crowdean." "Bagus sekali." "Pasti akan ditangguhkan. "Di mana letaknya mayat pamanku? Di kebun sepupu bibiku. Apakali namanya Diana. cuma itu." "Apa yang dilakukannya ketika dia menemu-kannya?" "Menjerit. kau mungkin mendapatkan sesuatu dari keyakinanmu yang teguh pada bulan sabit dan bulan terbit. Sudah?" "Belum. Omong-omong. "Tentu saja mungkin. Hemming dan sekitar delapan belas ekor kucing tinggal di sana. Yah. sayakhawatir saya memang begitu. Kau ingin menyelidikinya. yang tinggal di sana. "Saya belum menceritakannya pada Anda. Begitu. Pensiunan dosen. Bagaimanapun juga. kalau begitu. atau sesuatu seperti bulan sabit atau bulan?" "Bukan. "Siapa ini?" tuntut Kolonel Beck. kau ingin tahu tentang Mr. Mrs. Ada pemeriksaan yang harus saya hadiri. untuk me-j ngangkut sesosok mayat ke dalam nomor 19 pada waktu yang tepat di siang hari. "Dia mena-brakmu. Seluruh cerita itu kedengarannya sangat mustahil bagiku. Ini." kata Kolonel Beck. atau Artemis. Anakku! Seks muncul seperti biasanya." "Nah. Dan ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada Anda." "Anda bah kan belum mendengarnya." "Saya senang mendengarnya. Sering pergi ke luar negeri." "Dia punya seorang istri." kata Kolonel Beck. Hemming ini?" "Tidak ada. *Kami akan memeriksanya. Pak. Dan dia juga punya istri di Swiss. Dia bilang tentu saja mereka hanya sebagai kamuflase." kata saya." Dengan mengeluh Kolonel Beck menarik kem-bali meja bacanya ke posisi semula." Beck mengambil uang logam yang kotor kena tanah itu." kata saya. Namanya Mc-Naughton. ingatlah bahwa itu mungkin saja. "Seorang istri yang cukup baik dan dua anak yang suka ribut-ribut—laki-laki. Kami akan memasukkan mereka dalam mesin untuk meyakinkan. Anakku." "Aku tidak perlu cerita. "Dewi ( Bulan! Diana Lodge." Dta menambahkan sambil berpikir. "Pergllah ke pemeriksaan itu." kata saya tajam." "Dan bagaimana pendapatmu tentang orang-orang lainnya ini?" "Pendapat saya adalah. "Coba lihat ini. "Pola macam itu telah dikenal."Betul. siapa sebenarnya orang-orang ini?" "Mereka adalah orang-orang yang kebunnya berdampingan atau menyentuh kebun rumah tempat pembunuhan itu terjadi." NARASI COLIN LAMB . Kau ingat Pendleton? Dia punya istri dan anak-anak.*' "Menarik. meskipun penuh risiko." kata Beck menghargai. Istri yang sangat baik. Setengah baya. "Sekeping Heller Cekoslovakia? Di mana kau menemukannya?" * "Bukan saya. Kata orang dia seorang insinyur bangun-an." Saya memberinya beberapa foto kepolisian pilihan. bekas gurusekolah. menangis dalam pelukanmu dan mence-ritakannya padamu. yang saya ulurkan padanya. "Korban pembunuhan itu. Dia bekerja di sebuah institut untuk orang buta dan dta telah diselidiki dengan cermat oleh pihak kepolisian lokal." kata sava. Tinggal di Wilbraham Crescent No. ada apa?" "Ada dua orang yang ingin saya ketahui datanya. **Ada sebuah pub bernama The Rising Moon di jalan di sebelah jalan ini. 20. Mengapa kau tidak pergi dan mencoba peruntunganmu di sana?" "Saya sudah pernah ke sana. Ada yang lain lagi?" "Aku tidak yakin. "jika pembunuhan itu dilaksanakan oleh salah seorang dari orang-orang lainnya ini. "Terima kasih —tidak ada waktu hari ini. Ramsay i ini. gadis yang kau minati itu mungkin adalah pembu-nuhnya." kata Beck. bagaima-napun juga. Sebetul-nya Wilbraham Crescent No." "Kembali lagi ke Crowdean?" "Ya.*' kata saya. "dia tenggdam dalam kesibukan mengurus kucing-kucingnya." kata saya. Tidak ada alasan untuk mengira bahwa dia dan istrinya bukan orang baik-baik—tetapi—" "Baiklah. sekarang aku ingat. dan sepasang anak perempuan." "Kedengarannya seperti sebuah teka-teki Prancis. Coba pikirkan. Wanita paling bodoh yang pernah kutemui. bukan?" kata Kolonel Beck." "Sebuah penyamaran yang sangat bagus. kan?*' "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. Betul." "Nah." "Tinggal sendirian?" "Ya. Pendleton juga punya seorang istri di Jerman. "Kau selalu sudah punya jawabannya. maka hal itu akan sa-f ngat'mudah." kata Kolonel Beck. Mengha-biskan waktunya di kebun. bukan? Baiklah." kata saya dingin.*' kata kolonel itu. menu-rutku." Kolonel Beck mengi-baskan rokoknya. mungkin juga bukan. "Ada seorang laki-laki bernama Ramsay. Orang Skot. "Ya?" "Sebuah rumah bernama Diana Lodge. "Saya sangat senang mendengarnya.

"Kelihatannya kau sedang mengadakan sebuah penyelidikan kecil?" Poirot mengeluh. Saat itu baru awal September. tentu saja. Alia. beiapa dalam daun seledri itu telah tengge-lam di dalam mentega. Dia berjalan ke arah saya." "Tentu saja. saya berkata." "Ya. Apa kabar. George?" "Syukurlah. Temanku! Temanku yang masih muda—Colin. Beberapa ta-hun yang lalu bangunan itu adalah sebuah gedung yang menonjol." kata saya. udara hangat. kendati itu tidak perlu. Saya naik ke lift dan menekan bel nomor 203. Memandang begitu banyak macam buku di sekelilingnya. "Mr. Dia akan memasang jerat. kan?** '*Tidak juga. "Sangat sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya—atau chrysanthemum. Pendek. kalau begitu. Dia selalu langsung pada sasaran. bukan. kataku pada diri sendiri. dan mudah diingat. ya? Musim-musim begitu cepat berlalu. aku sangat menghormati ayahku. Tuan. kupikir namaku sendiri mungkin menyebabkan timbulnya kesalahpa-haman. saya sehat-sehat saja." "Baik. bukan." kata saya. Kuharap aku dapat sebaik dia." Dta mundur dan menyilakan saya masuk ke dalam ruang itu." Saya merendahkan suara saya." "Aku tidak yakin tentang itu. Hercule Poirot." Saya mengangguk dengan penuh simpati. Aku mengaguminya." "Sampai sejauh ini masih baik-baik saja. Bukan otot yang hendak kulatih. "Ah. meskipun kau harus bekerja di balik layar. Colin! Sudah lama sekali Anda tidak kemari. D atas meja di sisi kirinya terdapat lebih banyak buku lagi. Tetapi mengapa me-nyebut dirimu dengan nama Lamb? Coba kupi-kir." kata Poirot." kata Poirot. Minuman itu rasanya memuakkan dan baunya ta am "Jangan bangkit. kuganti Lamb. Dia sangat suka minum tisane dan sering mendesak saya agar meminumnya. Tuan. Dia memakai bukti-bukti dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang Iain." . "tapi dia pikir terlalu banyak hal yang harus dirahasiakan se-hingga akhirnya dia berkesimpulan bahwa apa yang dimasukkan pasti kelihatan terlalu jinak dan sederhana sehingga tidak pantas untuk ditulis. Tapi. aku tahu. Jadi. "Sekali saja dengan sayuran itu. Tuan. tetapi Poirot adalah satu dari orang-orang pertama yang merasakan dtnginnya musim gugur* dan mengambil tindakan pencegahan ter-hadapnya." kata saya. yaitu terlalu menyangkut nama ayahku. Colin Lamb. kau tahu. bidangku tidak persis sama dengan bidangnya. "Kupikir aku harus membe-rimu selamat atas keberhasilanmu yang agak menakjubkan baru-baiu ini." kata saya. untuk melengkapinya sampai tuntas. jadi kamu. Mungkin seperti Sherlock Holmes." kata saya. Tangan kanannya memegang sebuah cangkir yang mengepulkan asap. Memang tidak menguntungkan. "Tetapi ada beberapa hal lagi yang ingin kuketahui. metodenya sangat menarik bagiku. Akhir-akhir ini aku merasa sangat membutuhkan sebuah pei-soalan. Sebuah se-nyum tersungging di bibirnya. Bukankah begitu? Affaire Larkin. dan sebuah sedotan yang diletakkannya di dekat siku saya." kata saya memuji diri sendiri. Dindingnya dicat lagi dengan warna kuning dan hijau pucat.Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya mengunjungi Whitehaven Mansion. dengan sebuah tempat wiski. Sesuatu tentang domba berbulu domba. bahwa gedung itu baru saja mendapatkan wajah baru. Dia menyilakan saya duduk dan menawari saya tisane. sedangkan dia tidak." Dia membuka sebuah pintu dan berbicara dengan suara yang jelas "Mr Colin Lamb sudah datang. Di kedua belah sisinya di lantai ada etumpuk buku-buku vang disusun rap . "Dan bagaimana dengan dia?" George merendahkan suaranya." kata Hercule Poirot. Tetapi sesungguhnva. Ada sebuah pepatah atau sebuah peribahasa. Tentu saja. kadang-kadang beiiau agak sedikit tettekan. Kamu. Saya melihat bahwa satu batangan besi dari pemanas listrik berbentuk segi empat yang ada di situ menyala merah. Sekarang ada banyak gedung lain yang lebih mengagumkan dan bahkan lebih banyak lagi bangunan modern yang berdiri di kedua belah sisinya. Jika kau ingin bunga yang terbaik. apa pun per-soalannya. asyik dengan pena mereka. Teman saya. Tuan—*' Dia membawakan topi saya. George masuk pada saat yang tepat. Kebanyakan para ayah suka duduk. Tisane pasti. mengapa tidak pergi ke toko bunga? Kupikir Inspektur yang hebat itu akan menulis pengalaman-pengalaman-nya?" "Dia pernah mulai. yang segera saya tolak. "Dan apa kesibukanmu sekarang?" saya bertanya pada Poirot. "sebab ayahmu dapat menceritakan beberapa hal yang sangat menarik. sebab dia sudah berbicara dengan nada hati-hati sejak awal pembicaraan kami. tetapi Poirot sudah berdiri di atas kakinya. Ya. Pintu dibuka oleh seorang pelayan laki-laki yang penampilannya tak bercela. ayahmu?" "Ayah baik-baik saja. dengan tanaman-tanaman hortikultural?" "Tiap orang kelihatannya mengarah ke sana pada akhirnya. memakat sepatu kulh yang berkilau-kilauan. Begitu. "Jika Anda sudi berjalan lewat sini. Tuan." kata saya." kata saya." kata Poirot. Kau adalah serigala berbulu domba. ya. dengan tangan terbuka lebar. jerat yang sangat jelas dan orang-orang yang ingin ditangkapnya akan berkata *itu terlalu jelas. "Kau bolch menyebutnya begitu. aku tidak ingat sekarang ini musim apa?" "Dia menyibukkan diri. saya menemukan. "Hanya saja dalam bidang seperti pekerjaanku. Di dalam. yang baik itu. "Aku tidak." Dia terbatuk-batuk kecil. Tidak mungkin betuP dan kaienanya mereka jatuh ke dalamnya!" Saya tertawa. dan mengingat semua hal kotor sebisanya dan menulisnya dengan rasa puas. Aku selalu mengaguminya. "dan bagaimana kabar teman baikku. "Yah. Itu kan pepatah tentang nyonya-nyonya tua yang mencoba untuk kelihatan lebih muda daripada yang sebenarnya. sedang duduk di kursinya yang besar di depan peraptan. Itu tidak coeok buatmu. 'Tolong sebut saya sebagai Mr. Tidak. mefainkan sel-sel otak. "dengan kepribadianku." "Tetapi berhubungan. Cocok. ya—tapi tidak pernah lagi. aku tahu. sederhana. "Berhubungan dekat dengannya." kata Poirot." "Seseorang harus mempunyai kebijaksanaan. saya mene-bak. George. Yang jadi masalah adalah harus ada sebuah persoalan. Kau tahu. "mengagumi ayah sendiri sudah tidak mode lagi sekarang. mungkin juga betul. "Saya pikir. bukan itu yang ingin kubicarakan de-nganmu di sini. Tidak peduli. sebuah gelas.

"beberapa karya awal Mrs. aku di sini tenggelam dalam berbagai macam contoh fiksi-fiksi kriminal dt sebelah kanan dan kiriku. Bukan. dan Iain-Iain. "Aku sudah lupa bagian-bagian tentang gadis-gadis cantik itu." "Dan pern bantu wanita itu." kata saya. temanku Colin. "Dan apa yang kulakukan berikutnya?" Ianjut Poirot. "Aku adalah orang yang rendah hati. Nada bicaranya kedengaran sedih. betul-betul sebuah kla-sik! Aku mengaguminya dari awal sampai akhir." "Aku harus membacanya lagi. kita dapat ber-harap bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang diperlukan kepada berbagai orang yang terlibat. Memang betul Kamis lalu aku mendapatkannya. Ariadne Oliver. Poirot memang jujur." Saya berpikir sendiri. Gambar-an-gambaran yang terinci dan berlebih-lebihan dari kecantikan Eleanor yang mempesona bagai emas dan kecantikan Mary yang lembut bagai rembulan. itu cukup merupakan sebuah persoalan. Tetapi dia memiliki jalan pikiran yang asli. Ada perbedaan setebal sehelai rambut." kata Poirot. dan jelas-jelas dia tidak tahu apa-apa tentang orang Finlandia maupun negaranya. Quain. kukira. Sebuah persoalan karenapenggantian wanita pembersih yang lama dengan yang baru—yang mengajak. "Enfin" kata Poirot. Aku berusaha menerapkan jawaban-jawabanku pada mereka. Juga tidak mungkin ada tamu yang membawa tiga potong kulit jeruk. dan temanmu juga. dan. untuk menyoroti pekerjaan pengarang-pengarang lama. > "Terus kita akan mengambil Petualangan Arse-ne Lupin" Poirot meneruskan. Itu—ah. "Dan ini adalah Misteri Kamar Kuning. dan lain-lain?1' "Tepat. dan bertahun-tahun kemudian dia telah banyak mem-pelajari hal-hal yang tidak diketahuinya sebelum-nya. Aku mengerti. Meskipun kedengarannya tidak menarik. kecuali mungkin hasil karya Sibelius. Sekarang dia juga sedikit lebih percaya pada topik senjata api. "Aku juga sudah membaca. sebuah studi psikologi yang hebat. bahwa kerendahan hati pastilah bukan merupakan kelebihan Hercule Poirot. karena masih muda waktu itu. "—ini. Bukan. semuanya menjadi jelas bagiku. "Betul." "Dia adalah penulis yang sangat membosankan jika aku tidak salah. tidak mudah didapat. Susahnya. seperti sering kali kulaku-kan sebelumnya. Memuaskan. yang disembunyikan dengan kata-kata secara hati-haji dan cerdik. begitu nyata digambarkan. "tidak ada sesuatu yang betul-betul menegangkan yang terjadi dalam bu-ku-bukunya. salah satu anaknya. kurasa mereka sudah mati semua sekarang. "Betul-betul sebuah karya luar biasa. Constance Kent. penyamaran. Jangkauan tangan kebetulan terlalu sering diterap-kan." Dia mengeluh. Secara keseluruhan ada kebenaran. Ini—" dia memungut buku yang diletakkannya di lengan kursinya ketika saya masuk." Dia meletak-kannya dengan khidmat. adalah Kasus Leavenworth. kekuatannya. Kejadian-kejadian di dalamnya sangat mustahil. Motif sebenarnya yang terletak di balik perbuatannya men-cekik adik laki-laki yang masih kecil selalu merupakan teka-teki." kata saya. Dan bayangkan vitalitas yang ada pada mereka. betapa tidak nyatanya. Semuanya harus jelas pada saat puncaknya. Tetapi itu bukan tidak jujur. "Centanya mengagumkan. . Aku tidak seluruhnya setuju dengan hasil karyanya. yang mengatakan bahwa itu tidak juju. "Sekarang Mr. Mr. "Aku menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam misteri nyata dalam hidup yang tak terpecahkan. tetapi tidak penting. Tetapi itu terlalu gampang. kuingat. Kemudian ada seorang remaja yang tidak beruntung. jadwal kereta api. Cyril Quain. "Tetapi per-soalan-persoalan. "Betapa fantastik. betul-betul melawan perin-tah. dalam pikiranku aku tahu siapa yang membunuh Charles Bravo. Kadang-kadang lebih dari satu. Ah. rute-rute bis. tetapi hal itu membutuhkan usaha yang giat juga untuk membongkar kebohongan. Saya menenangkan diri untuk terus mendengarnya. Ada humornya." kata Poirot. Munculnya tiga potong kulit jeruk kering di tempat payungku secara tidak beralasan. Hannah." kata saya. ketika orang-orang itu bertemu di sudut ketiga lorong itu. tentu saja." "Dan kau memecahkannya?" "Aku memecahkannya. Ariadne Oliver dan memungut buku lain. Dan tentang Lizzie Borden." "Dan kukira kau selalu berhasil. tetapi dia bukan seorang pengha-sut dalam kasus ini. pelajaran-nya. dalam hal alibi. Tidak perlu diragukan lagi. dia mungkin telah memiliki seorang teman pengacara yang 4 telah menempatkannya pada posisi yang benar dalam bidang hukum. sekarang hampir dilupakan/* Poirot melompat dua puluh tahun atau lebih. Poirot melanjutkan. Hampir begitu." Dia mengesampingkan Mrs."Supaya bisa tetap berfungsi. George tidak akan meletakkan potongan-potong-an kulit jeruk tua di tempat payung. Bagaimana mereka bisa ada di sana? Bagaimana caranya mereka berada di sana? Aku tidak makan jeruk." kata Poirot." "Seperti katamu. Cyril Quain. Ya. tetapi mereka meyakinkan. Apa yang lebih diperlukan lagi adalah." Saya menggelengkan kepala dengan serius. Dia kebetulan adalah temanku. juga pembunuhnya. Aku bekerja dengan menelusur ke beJakang. yang berbelit-belit dan jelas. bukan. dan melodramanya yang disengaja. Begitu aku selesai membaca kasus itu. Saya menebak bahwa akhir-akhir ini dia tidak merniliki teman untuk diajak berbicara dan hanva bisa menikmati suaranya sendiri saja." kata saya." Dia mengulurkan buku itu pada saya. "Pada akhirnya persoalan itu tidak menarik sama sekali." "Maksudmu kasus-kasus seperti kasus Bravo. dia cukup bodoh untuk membuat detektifnya orang Finlandia. Tetapi seseorang tidak perlu memakat sebilah pedang panjang untuk memotong tali pengikat sebuah paket. juga!" Dia meletakkan Petualangan Arsene Lupin dan memungut buku lain. kurasa. Dan. hanya itu. kehidupan-nya! Mereka memang tidak masuk akal." "Mengecewakan. Tetapi tidak bagiku. Teman wanitanya mungkin tei libat. sama sekali tidak bangga. mon cber. Misalnya prosedur poll si. tetapi belum demikian. "Orang menikmati suasana zamannya. Pendekatan yang begitu logis! Ada kntik-kritik-nya juga. Aku cukup yakin dengan pikiranku pada apa yang akan merupakan jawabannya. Adelaide Bardett. Ada juga mayat. Aku menikmati usaha untuk menemukan kele-mahan Mr. "Dari kehidupan nyata aku beralih ke fiksi. Colin sayang. dia membuat deduksi-deduksi yang bagus kadang-kadang. Tetapi yang penting selalu atibinya. Aku akui aku menikmati penggunaan alibi ini. dia adalah seorang ahii. mungkin. Kau lihat." katanya. peta-peta jalan pintas." Saya merasa telah membiarkan diri saya untuk mendengarkan kuliah.

"Kemudtan kita beralih ke Amerika. bukan secangkir teh sama sekali. "Di mana-mana di dunia ini ada revolusi sekarang." "Siapa yang memasukkan pikiran itu dalam kepalamu. ketegangan. AUbi-altbinya serupa satu sama Iain. "Sekarang Mr. Meskipun dia minum satu pint ataupun setengah pint yang diambilnya dari dalam lacinya. mcskipun mungkin. apa sebenarnya rumah besar dari batu itu—aku tidak pernah tahu? Apartemen-apartemen yang eksklusif itu. adalah seorang ahli anggur. Dia pergi ke luar dan melempar bola untuk anjingnya. Semua begitu mengeri-kan. Kupikir mereka itu lebih jenius. Keindahan bahasanya. Aku. seorang penulis cerita seram yang luar biasa. bagiku sama sekali tidak mempengaruhi jalan ceritanya dalam cara apa pun. "Jika memang harus. Riang dan hidup. "Dan kemudian—selalu ada favorit-favorit lama itu. tidak mungkin terjadi dalam hidup. tidak selalu." kata saya. Poirot memandangku sambil berpikir." Poirot berhenti. Bah. Betapa konyolnya untuk pergi dan mengubur diri di Amerika Selatan." "Bagaimana halnya dengan sekolah yang ke-tat?" tanya saya. Si anjing. dan melanjutkan kuliahnya. sedikit terlalu tenggelam dalam minuman. kenyataannya. Sebenarnya aku datang untuk menceritakan padamu bahwa aku terlibat dalam suatu persoalan pembunuhan yang rumit. "biasanya sering berbaik hati pada anjingnya. Tetapi seni menulisnya—ah. penuh dengan kekeli-ruan dan kebanyakan hanya dibuat-buat. Tentu saja. Cyril Quain." dia mengakui. "Buku-bukunya adalah model yang baik bagi karya tulis yang bermutu." "Itu terjadi. kau lebih baik juga membaca buku literatur kesehatan. kendati mereka tidak persis sama. Kisah-kisah tentang Sherlock Holmes ini adalah jauh dari kenyataan."Tidak selalu. Aku selalu menyenangi anggur merah ataupun anggur burgundy yang dituangkan dalam cerita-cerita. Ah. Louisa O'Malley ini. va. yang aku hormati. bagai-manapun juga." "Mari kita tidak mendiskusikan bom. Dia bukan." "Ah! Kau akan segera menikah. Bradshaw Kontinental. di mana selalu terjadi revolusi. katamu? Dan kau membawanya pada&x*. non. Mustahii untuk dihin-dari." "Itu tidak terbatas pada Amerika Selatan saja." Dia meletakkan Mr. dia betul-betul sangat hebat. Tetesan darah—mayat —jejak-jejak—ketegangan-ketegangan ditumpuk "jadi satu dan ditonjolkan. Sir Artliur Conan Doyle. Poirot mengibaskan sekolah yang ketat itu seperti dia mengibaskan seekor lalat atau nyamuk yang mengganggu. seperti katamu. mengisap pipanya seperti yang terlihat pada foto-fotonya." Sekali lagi dia mengambil sebuah t&uku. apa boleh buat. dengan tahun buatan dan tanggal yang betul-betul asli. dengan hormat." Dia mencomot sebuah buku dari tumpukan di sebelah kirinya. Tetapi penyebutan jumlah arak maupun wiski yang tepat dalam setiap halaman cerita-cerita detektif Amerika. "Florence Elks. Bahkan perjalanan-perjalanan kapal pesiar. jelas-jelas karena suatu ide yang berhubungan dengan kenyataan. seperti yang kau ketahui mon ami." kata saya." Dia menarik napas. "terjadi setiap hari. Dia telah menulis paling tidak 64 buku." Dia mengambil sebuah buku lagi." kata saya tegas. Rumah-rumah besar dari batu di New York itu." gumamnya senang. "Oh. Poirot?" tanya saya. Quain dan memungut buku lain." katanya. menggelengkan kepala dan meminum sisa tisane-nya. Temanku Hastings yang sering kau dengar kusebut-sebut namanya itu. Motif minum-minum ini dalam buku-buku Amerika sama artinya dengan kepala Raja Charles bagi Mr. Temanku. Mereka terlalu berteletele. Dia mengusap-usap kumisnya dengan rasa sayang. Ya. "Bukan hal sepetti itu. aku membayangkan Cyril Quain sedang duduk di kamarnya." kata Poirot. pada buku-buku Gairy Gregson terlalu banyak yang terjadi. mon cher. "Aku—aku pikir kau akan menyenanginya. "Ce cher Hastings. kejadi-an-kejadian yang beraneka macam. kemudian berkata. itu betul-betul berbeda. Quain. itu betul-betul merupakan sebuah kemenangan. Kau tahu. "Petualangan Sherlock Holmes. ketika dia mencoba menuliskan kenangannya. Sudah lama sekali sejak aku mendapat berita darinya. tetapi mari kita tidak mendiskusikannya sekarang. terutama penciptaan ka-rakter yang hebat itu. seperti kebanyakan penulis Amerika lain. duduk dikelilingi ABC (buku jadwal kereta api). Dia memiliki otak. dan keangkuhan-keangkuhan yang menggetarkan hati. Colin. menyandarkan dirinya. Dia hamprr merupakan contoh kebalikan yang sempurna dari Mr. bukan? Aku gembira. wanita ini. Enfw. dan di balik itu semua. menarik napas. lebih imajinatif daripada tuh'san-mlisan Inggris. kukira. Pada buku-buku Mr. "Apakah aku mengibaskan ekorku?" "Kupikir ya. Dokter Watson. kupikir kau mengibaskan ekormu. bukan Sherlock Holmes! Pengarangnya. Dia." Dia menarik napas. ada aturan dan metode pada Mr. tetapi terlalu banyak penjelasannya." Saya tertawa." "Mungkin. Si anjing membunuh seekor kelinci atau seekor tikus dan dia membawanya dan meletak-kannya di kaki tuannya. dan segala macam jadwal lainnya. Dick yang malang. Tout de meme. dan bergumam. secangkirteh bagiku. non. dan bahkan mengucapkan satu patah kata saja. Dia lebih mirip dengan koktil Amerika itu yang tak keruan. ketakutan yang memuncak yang diciptakannya pada diri pembacanya adalah hebat." "Begitu? Sebuah persoalan pembunuhan vang rumit. Quain tidak banyak hal yang terjadi. "tapi tidak pada-ku. dan memang terjadi demikian. yang campurannya sangat mencuriga-kan. "Maitre!" "Sherlock Holmes?" tanva sava. "Tidak. Garry Gregson. brosur-brosur penerbang-an. gembira sekali. mon cher Colin. sama sekali tidak menarik bagiku. "Seorang tuan. "aku datang untuk mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda de-nganmu. Dan apa yang dilakukan-nya kemudian? Dia mengibaskan ekornya. juga mampu membalas kebaikan tuannya. Sekarang coba arnbil Louisa O'Malley misalnya. sesudah beberapa lama orang akan menyadari bahwa bukunya yang satu hampir sama dengan yang lain. Ada aturan dan metode dalam buku-bukunya." "Sebetulnya. kejahatan yang tak disangka-sangka tetap berlangsung dengan diam-diam. Kisah melodramatis yang diaduk dengan sebuah tongkat. Mereka tidak masuk akal dan sangat membingungkan. Dia betul-betul hebat. Mereka lebih sedikit menjelaskan tentang suasana dan sedikit saja dibebani oleh keadaan ketimbang kebanyakan penulis Prancis. Sebutkan ke-inginanmu." kata Poirot. Mengapa?" "Yah — " saya sedikit malu. menggelengkan kepala." . Itu bisa terjadi demikian. aku menempatkan fiksi-fiksi kriminal Amerika secara keseluruhan pada tempat yang lumayan tinggi. "Kekerasan demi kekerasan? Sejak kapan hal itu menarik? Aku telah melihat banyak kekerasan pada awal karierku sebagai seorang polisi." kata saya. sekarang.

" "Itu tidak mungkin. dia tidak berbicara selama beberapa saat. Dan selalu dari pembicaraan mereka. Sebuah kejahatanlah yang kau pikir akan menarik bagiku."Baiklah kalau begitu. Mereka tidak tahu apa-apa yang bergu-na. Apakah itu yang kaupikir?" "Selalu ada sesuatu yang harus dilakukan. Bu-kankah begitu?" "Aku masih menginginkan kau muncul dengan sesuatu. 19. Dan di sini sekali lagi pada apa yang kauceritakan padaku. "Aku sudah memberikan fakta-faktanya." katanya. Mereka memiliki catatan-catatan kriminal. Bukan karena aku tersangkut di dalamnya." kata Poirot. Kau pergi kepada mereka. bahwa hal itu tidak bisa demikian. Biarkan mereka berbicara padamu. Kemudian dia bertanya. bukan?" "Memang betul pembunuhan. Ada banyak hal lagi yang harus dicari. Jadi tidak perlu lagi pergi dan menanyai orang-orang dan berkeliaran ke sana kemari untuk mencari jejak. "semuanya kelihatan tidak masuk akal. "Itu adalah sebuah tindak keja-hatan vang sederhana." katanya. tetapi polanya sama. sekarang aku butuh jawabannya. "Bicaralah dengan para tetangga. "pastllah merupakan sebuah tempat penyimpanan kasus-kasus kejabat-an maha luas. 'Apakah Anda melihat sesuatu yang mencurigakan?* dan mereka berkata tidak." saya meyakin-kannya. ada pemerik-saan ilmiah terhadap pakaian orang itu. "Apa komentarmu?" "Tetapi kau ingin aku ngomong apa?" "Aku ingin kau memberiku pemecabannya. mereka memiliki daftar orang-orang hilang." kata saya." kata Poirot. aku mempunyai perasaan adanya suatu persama-an. Kau bilang itu adalah pembunuhan." kata Poirot." "Ah. Tetapi aku meyakinkan dirimu. Dia menutup matanya' dan dengan lembut mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursinya sambil mendengarkan cerita saya Ketika saya akhirnya berhenti. Semuanya. "Misalnya?" Dia menuding-nudingkan jarinya pada saya dengan tegas. ada sesuatu yang rasanya kukenal. sesudah menunggu sejenak. "Kumohon kau memberiku fakta-faktanya." kata Poirot tegas." kata saya." Dia ber-henti. inilah kisahnya. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit. Tapi tentunya kau tidak mungkin mengingat semuanya. "apa yang ba-rusan kau ceritakan padaku — kupikir—ya. sekarang ini kau hanya memberiku sebuah pola." kata Poirot dengan keras. kutantang kau. dan voilal Ituiah dia. bukan." kata saya tidak sabar. ada seratus cara dan sarana lain yang dapat dilakukan. aku ingat. "Wanita buta?" "Bukan. ck. man ami. begitu mayat itu dapat dikenali. "E-patant. "Satu hal sudah pasti. Kau mengerti?" "Aku tidak begitu tahu apa yang harus kulaku-kan." kata saya." "Nah." "Kau berbicara tanpa metode dan aturan.. Kejahatan itu mempunyai pola. "Kupikir kau bisa langsung memberiku jawaban-nva. Hercule Poirot bersandar pada kursinya. Tidak diragukan lagi." kata saya. Sekarang di mana — kapan—aku menemukan sesuatu. semuanya akan men-jadi jelas. Dalam hal itu pihak kepolisian adalah hebat. Poirot. "Tentu saja. Betul. Mungkin orang ini akan dikenali. Oh." "Keingintahuan. Beberapa waktu kemudian. Aku mencari persamaan antara seorang stenografer pirang dengan tukang rebus sabun. ya. "Epatant" kata Poirot. dan kau pikir memang demikianlah adanya." "Tapi. Dia merasakan kata ttu dengan lidahnya dan mengulanginya per suku kata." Saya menceritakan padanya secara terinci keja-dian-kejadian yang berlangsung di Wilbraham Crescent No. "Ingatanmu." "Sederhana?" saya berteriak heran. bukan. dulu. "Agen asuransi palsu?" "Bukan. Kita baru berada pada bagian permulaan dari taktafakta itu. Kali itu adalah persoalan penculikan seekor anjing peking. cukup lama sesudahnya." "Hanya itu saja. Jangan membingung-kan diriku. kan?" "Masalahnya adalah. Kau perhatikan." "Jadi tidak ada yang dapat dilakukan sekarang. Ada seseorang tukang rebus sabun." Dia berpikir sejenak. Tapi itu bukanlah yang kumaksud ketika aku mengatakan berbicaralah dengan para tetangga. tepat. Dia meracuni istrinya agar dapat menikahi seorang pengetik steno berambut pi-rang. pola itu berulang kembali. bukan." kata saya. hanya memikirkan semuanya. kau akan 43 . Pasti." "Mengapa harus sederhana?" "Sebab kasus itu begitu rumit. "Sans blague?" "Oh. Aku hanya kebetulan saja terlibat di dalamnya. Aku bilang berbicaralah dengan mereka." "Yah. bukan?" "Sayangnya tidak. ck." Sesudah itu dia melanjutkan ketukannya pada lengan kursinya dan perlahan-lahan menganggukkan kepalanya." kata saya. kau mena-nyai mereka. Aku mengenalinya. kau coba saja ini dan menjelaskannya. dan sebagainya. di Liege. "Jam-jam?" sava mengusulkan dengan penuh harap. heh? Tetapi ada banyak lagi yang perlu diketahui. "Aku sudah melakukannya. "Aku pergi dengan Hadrcastle ketika dia menanyai mereka. "Dan apa yang dikatakan tuan itu? Apakah dia ingin melihat tikus tangkapan anjingnya? Apakah dia ingin mengetahui semuanya tentang tikus itu?" "Tentu saja. Aku selalu kauajari bahwa seseorang sangat mungkin sekali untuk berbaring di kursi. maka pasti sebenarnya sederhana saja. "Semua hal selalu masuk akal. mereka dapat mengiklankan foto orang itu. Temanku." "Aku kecewa denganmu. dan mendapatkan jawab-annya.. entah di mana." "Begitu. Aku tidak bisa. "Nah." "Ituiah yang selalu kusarankan. ck. orang itu akan dapat dikenali. tanpa membuka majanya." kata saya. dan sebagainya." Poirot menggelengkan kepa-lanya. "Nah. "tetapi dari waktu ke waktu ingatan-ingatan itu selalu bergu-na. itu yang kau pikir.

Dan kau harus pergi ke biro pengetik itu dengan berpura-pura hendak menge-tikkan naskah. Renungkanlah itu. kemudian berhenti." "Tidak. apalagi bila pernyataan itu ternyata betul. Dia telah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Miss Pebmarsh. Inilah dia." "Tapi dia tidak tahu mengapa." kata saya dengan keras kepala. Je vous remercie infiniment. Dia ada di sana sungguh-ga tau sungguh karena suatu kebetulan belaka." "Ah. kalau bisa Miss Sheila Webb. "Tiada ampun. Ada pesan melalui telepon di Biro Cavendish yang menyuruhnya pergi ke Wilbraham Crescent No. jadi itu sebabnya. itu bisa kulakukan. memang betul." kata saya. 19. Dan kau akan bercakap-cakap dengarmyrf.. yang juga mem-berikan kesaksian." Saya tersipu-sipu mendengarnya." "Kau akan bekerja dengan lebih baik bila memiliki cukup waktu untuk bersantai. Kalian sudah berteman." "Minta ampun!" kata saya. mungkin. "Aku tidak akan menvukai—aku tidak mau. "Yah." pe-rintah Poirot." Pemeriksaan ini juga dihadiri oleh masyarakat umum. karena dalam beberapa menit dia sudah selesai. dalam peranku sebagai seorang asisten polisi. Dia diminta melalui telepon.. ditanyai dalam waktu yang lebih singkat. " 'Waktunya sudah tiba." kata saya." "Dan gadis ttu—" kata saya." "Kautidak bisa yakin tentang dia tidak tahu mengapa. yaitu pukul 1. Acara pemeriksaan itu. "Memang dibutuhkan waktu. "Ya?" katanya." "Ah." "Tidak. kau betul-betul seorang anak yang baik! Apa yang kaulaku-kan adalah tepat betul. Sheila Webb tidak perlu merasa ketakutan dengan gilirannya. hanya ituiah yang dapat kulakukan. mon cher. bagaimanapun juga. "cukup menarik. "Kau mengerti?" tanyanya. memasuki ruang duduk. Kau bilang tidak ada yang berguna dari percakapan-percakapan itu." kata Poirot." Poirot mengakui." "Mungkin kau benar. Kata-kata yang diucapkannya betul-betul di luar dugaan.menemukan sebuah petunjuk. dengan gaya suatu hasil karva vang telah dibaca-nya." Hercule Poirot menutup matanya lagi. Dia telah pergi ke sana. atau jenis-jenis makanan yang mereka sukaL Selalu saja entah di mana. Poirot memandang saya dengan pandangan menyelidik. . "Bahkan mungkin akan kautemukan dengan cara bercakap-cakap dengannya. Mereka mungkin akan berbicara tentang kebun-kebun mereka atau hewan-hewan kesayangan mereka atau rata rambut mereka atau penjahit mereka." katanya. Gadis ini. "Aku menulis apa yang dikatakan dengan steno." "Kau harus bercakap-cakap dengannya. aku selalu punya usul. Dalam pikiranmu kau pikir dia tcrlibat entah bagaimana dalam kasus itu.. rnon ami. Kau tahu itu dengan sangat baik. bertindak sesuai yang diperintahkan. 19. "sebab kalian sudah berteman. Aky sudah menyuruh seorang petugas untuk menulisnya dengan huruf biasa dan mengeriknya dan aku membawanya untukmu. tidak begitu. Kau bilang begitu padaku. "Ya. meskipun mungkin dia sendiri tidak menyadari kebenarannya. "kau adalah dokternya! Ada kata-kata bijaksana lain lagi bagiku? Bagaimana pendapatmu tentang urusan jamjam yang aneh itu?" Poirot menyandarkan dirinya di kursi lagi dan menutup matanya. Dia menemukan mayat itu di sana dan menjerit serta menghambur keluar dari rumah itu untuk mencari bantuan." kata saya." Poirot meyakinkan saya. "bagi dua orang yang berlainan jenis untuk saling tertarik.49 siang. Selesailah bagian Miss Martindale.' Alice dan Cermin Ajaib" "Tepat." "Aku tidak melihat bagaimana—maksudku— aku hampir tidak mengenalnya. Kau harus bercakap-cakap dengan orang-orang itu semua dan kemudian kau bisa datang dan menemuiku lagi dan kau akan mence-ritakan padaku segala sesuatu yang mereka kata-kan. "Kau menangkap gayanya yang melodramatik. Dia telah mencatat kapan tepatnya telepon itu berbunyi. kau adalah anak vang baik.. Besar kemungkinannya dia memang tahu dan menyembunyikan fakta itu. "Kuripan dari 'Singa Laut dan Tukang Kayu. Dan mengapa laut mendidih dengan panasnya Dan apakah babi punya sayap. kukira?" "Yah—yah. atau teman-teman mereka. Tentang sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan tilin laky Dan kubis-kubis dan raja-raja. Pergilah dan temuilah dia. "Kau punya usul-usul lain?" tanya saya. Saya bangkit berdiri sambil tertawa. "Seseorang dapat terpengaruh." "Kau kelihatannya tidak menyadari bahwa aku punya tugas yang harus kulaksanakan. bukan? Apakah kau tidak mendekapnya dalam pelukanmu ketika dia terbang kelpar dari rumah itu dengan ketakutan?' "Kau telah terpengaruh karena membaca Garry Gregson. Miss Martindale. dan kau hams pergi dan menemui wanita buta itu dengan alasan tertentu." kata saya." "Kupikir tidak. tidak. Di minta dengan khusus. Kau akan berkenalan. Dicekam oleh pembunuhan di tengah-tengah mereka. Untuk membicarakan banyak hal. Untuk saat ini.' " Dia membuka matanya lagi dan mengangguk-kan kepaianya. Kau bisa berbicara dengan gadis ini. ke Wilbraham Crescent No. Jika kau mau mengulangi bagiku kata demi kata. Tidak ada pertanyaan ataupun penelitian secara terinci. akan ada sepatah kata yahg memberi tan da. memintanya untuk mengirim seorang pengetik steno." "Yah. itu bukan suatu kebetulan yang sungguh-sungguh. adalah biasabiasa saja. dengan salah satu dari gadis-gadis muda yang bekerja di sana. kata si Singa Laut. Dia adalah seorang gadis yang menarik. dan memberinya beberapa petunjuk tertentu. "kau akan menik-matinya. Aku berkata tidak begitu. Crowdean muncul dengan harap-an yang menggebu-gebu akan suatu pengungkap-an yang sensasional. Tepat.

19 di mana dia menemukan mayat itu. Pak. Saya kira kematiannya terjadi sekitar jam setengah dua sampai setengah tiga.Miss Pebmarsh." Kemudian ada bukti -buktj medis." "Begitu. me-nyangkal dengan tegas kalau dia dianggap telah meminta seorang pengetik tenentu untuk dikirim kepadanya hari itu dari Biro Cavendish. saya meminta pemeriksaan itu ditangguhkan. Doktei Rigg. dipanggil berikutnya. "Dapatkah Anda memberi kami waktu yang kira-kira tepat mengenai saat kematiannya. Detektif Inspektur Hardcastle membuat suatu pernyataan pendek tanpa emosi. 19. dan tentang pemeriksaannya atas mayat tersebut. bercerita tentang kedatangannya di Wilbraham Crescent No. Berdasarkan pemberitahuan melalui telepon. dia pergi ke Wilbraham Crescent No. alili bedah kepolisian." . Dok-ter?" "Saya memeriksanya pada jam setengah em pat. Untuk alasan ituiah. setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan kualifikasinya. "Apakah Anda sudah berhasil mengetahui siapa orang itu?" "Belum. Kemudian petugas yang memeriksa sebab-sebab kematian bertanya padanya.

.. "sesudah selesai memberikan kesaksiannya. "Tapi tidak mungkin begitu. yang datang bersama gadis-gadis Iain dari Biro Cavendish. salah seorang dari gadis-gadis itu. "Kau duluan deh—aku harus belanja." kata Edna dengan suara sedih." katanya. Dia tidak makan makanan keras paling sedikit selama empat jam. berkata kepadanya. Umur. kondisi kesehatan. Tiba-tiba. sebab menurut saya. Biro Sekretaris Cavendish ditutup pagi itu. Edna? Apakah kita akan pergi ke Bluebird untuk makan siang? Kita punya banyak waktu. saya rasa. . atau jika Anda ingin meninggal-kan pesan pada saya. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan seorang polisi muda berambut pirang yang berdiri di depan pintu masuk. Kalau hanya menebak. "Dia akan memi-num cairan itu tanpa curiga." "Terima kasih. apa yang Anda maksud dengan pernyataan • tersebut?" "Saya telah memeriksa organ-organ tertentu dan membuat tes-tes tertentu." "Berapa lama sesudah pingsan dia dibunuh?" "Saya tidak dapat mengatakannya dengan tepat. Apakah Anda mempunyai bukti kapan orang itu makan terakhir kalinva?" "Dia belum makan siang jika itu yang Anda maksud. Kau mau ikut?" Edna masih mondar-mandir bingung." kata Dokter Rigg." "Dikenal dt beberapa tempat sebagai Mickey Finn. Memang pelit dia itu. Apakah ada sesuatu yang penting?" "Oh. "Pelit seperti setan." Petugas pemetiksa itu kemudian melihat ke sekeliiing dan berkata." "Orang itu tidak akan menjerit ataupun beron-tak?" "Tidak." Dia berbalik dan pergi. Dokter Rigg." "Dapatkah Anda mengatakan bagaimana obat itu diberikan?" "Saya kira mungkin melalui suatu jenis alkohol. Dia tidak akan sadar sebelum setengah jam dan mungkin juga lebih lama dari itu." kata Maureen. Menurut saya ketika dibunuh dia dalam keadaan koma. Dokter. Sema-kin dia mencoba untuk menjelaskan hal-hal itu dengan otaknva. yang disebabkan karena pengaruh obat." "Betul." "Dapatkah Anda mengatakan obat apa itu.." .." kata Edna. "Apakah kematian itu datangnya segera?" "Kematian akan terjadi beberapa menit kemudian." "Persis seperti Sandy Cat. Apakah kau mencari seseorang?" "Hanya Sheila." "Waktu yang kumiliki tidak lebih banyak dari waktumu.. seperti seseorang yang telah mengambil keputusan..." gumam perugas iu. seperti pisau memasak Prancis dengan bilah pisau yang runcing." "Maukah Anda menjelaskan pada kami. Aku tidak melihatnya keluar. Ujung pisau itu menem-bus. Hal itu disebabkan karena tidak ada tanda-tanda berontak dan penampilan-nya yang begitu damai. Dia masih mengerutkan dahinya karena bingung dan mencoba untuk berpikir. dalam keadaan dia ditikam.."Anda tidak dapat mengatakan waktunya dengan lebih tepat lagi?" "Saya kira saya tidak dapat melakukannya. dan berkata. sampai tanggal 28 September.. tidak begitu penting sebemlnya." "Sebab kematian?" "Orang itu telah ditikam dengan sebilah pisau tipis dan runcing. Bagaimanapun juga. "Bisakah saya masuk lagi?" gumamnya lirih. Sesuatu yang kelihatannya. "Pemeriksaan akan ditangguhkan selama dua minggu. Dokter?" "Ya." Di sini dokter itu menjelaskan secara teknis bagaimana posisi yang tepat dari pisau itu ketika menembus jantung. "Kelihatannya dia sedang sibuk sekarang. Tadinya kupikir aku bisa punya waktu lebih yang lumayan untuk belanja dan lain-lain. kau mempunyainya." Maureen dan seorang gadis lain pergi bersamasama. "Itu—yah—saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang diucapkannya itu bisa benar. orang-orang mulai bergerak keluar dari ruangan. mungkin.. Dia berjalan-jalan menjauhi Commarket dan menyusuri High Street." kata Maureen." Pemeriksaan itu selesai. dan sebentar kemudian dia akan terguling dan jatuh pingsan. bukan? Kita buka lagi jam dua dan kita semua harus ada di sana. "Betul. tidak mungkin terjadi seperti yang dikatakanny a. semakin kacau otaknya jadinya. Sekali dia berkata dengan keras. Non. Edna tetap tinggal di situ. dia berbalik dari High Street dan menuju Albany Rcwd ke arah Wilbraham Crescent. Saya kira itu saja. Edna Brent. masih mengerutkan dahinya dengan bingung.." "Anda melakukan otopsi?" "Ya. kelihatan ragu-ragu ketika keluar dari pintu. tetapi ada banyak faktor yang harus diperhitungkan. waktu vang paling mungkin adalah jam dua atau lebih awal sedikit. "dan berbicara pada—pada orang yang datang ke kantor—Inspektur." "Dan menurut Anda dia ditikam ketika pingsan?" "Itu keyakinan saya. Dokter Rigg. Efek chloral hydrat sangat cepat.. Sekali lagi itu tergantung pada keadaan tubuh korban." "Terima kasih. "Sandy Cat berkata padaku lebih baik aku mengambil giliran pertama untuk makan siang. ?" "Inspektur Hardcastle. Chloral bydrat. "Yah—" polisi muda itu mencari di dalam dan menemukan inspektur itu sedang asyik berkon-sultasi dengan petugas pemeriksa serta kepala polisi daerah itu." "Dia pergi duluan. Orang yang memberi kesaksian pagi mi. Dia pergi dengan seorang pria muda—tetapi aku tidak tahu siapa dia. Maureen West. Berpikir bukanlah keahlian Edna. dan lain-lain. "Jika Anda mau mampir lagi nanti di kantor. "Bagaimana dengan hal itu.

Dia kaget ketika sebuah suara berbisik di telinganya. saya pikir dia ada di sana. dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi. Tetapi si tua Beck dan Hercule Poirot dan Dick Hardcastle. ketika saya sudah dapat mengejarnya." "Tukang sayur bilang pada saya kalau ruang itu di sebelah kanan. ya. Saya tertarik pada gadis itu—tertarik dalam keadaan di mana saya belum pernah tertarik pada seorang gadis seperti itu sebelumnya. bukan. Petugas pemeriksa itu sangat baik.. menghambur keluar dan menjerit sekuat tenaga." "Mayatnya ada di ruang duduk. Dia telah memberikan kesaksiannya dengan sangat baik. tentu saja mungkin. Terpikat oleh tingkah laku orang-orang di sekitarnya. Bukan karena kecantikannya—dia cantik. Dua minggu ungkin atau sampai mereka dapat mengenali orang mati itu... Dan mendapatkan dirinya bcrhadapan dengan seseorang yang dikenalnya. saya telah menyadari bahwa dia adalah gadisfcw." "Wanita malang yang memiliki rumah itu. gadis itu jadi tidak normal sejak. Sejak itu minat orang-orang mulai berkurang. kasihan. dan ruang duduknya di sebelah kiri. Maukah kau menemuiku di sana? Dalam waktu setengah jam?" Dia berkata dia mau. kan?" kata saya. kalau begitu. Seolah-olah ada magnet vang menarik mereka. untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka.. bukan?" "Belum. Oh.. oh. Hanya saja. akan berhenti sejenak dengan mata ingin tahu dan berbisik-bisik bertukar gosip dengan teman-teman mereka." Percakapan-percakapan seperti itu dan sejenis-nya berlanjut terus sepanjang waktu. saya tahu. di sebelah kiri." "Rumah itu tidak sedikit pun kelihatan kalau di dalamnya pernah terjadi pembunuhan. Tidak. BAB 16 NARASI COLIN LAMB SAYA mcmperhatikan ketika Sheila Webb me-nyelinap. Dengan kaget dia menengok." Dia ragu-ragu. "Tidak terlalu buruk. kata mereka. (Dick Hardcasde belum bercerita pada saya mengenainya. hari ini agak hangat. "Itu rumahnya—itu yang ada di sana. Tetapi seseorang telah terbunuh di sana. ruang makannya ada di sebelah kanan. Bagaimana pendapatmu tentang masakan Cina? Kulihat di sana ada sebuah restOran Cina kecil di ujung jalan.... orangorang yang paling tidak mungkin pun datang ke Wilbraham Crescent." Sheila kelihatan ragu-ragu. "Hari ini udaranya dingin." "Oh. Jadi ituiah rumah tempat kejadian itu berlang-sung! Gorden yang rapi di jendela. wanita-wanita yang berjalan kaki akan berhenti selama empat atau lima menit di kaki lima di seberang jalan dan membelalakkan mata mereka sambil mengingat-ingat tempat tinggal Miss Pebmarsh yang rapi. banyak orang berkumpul di depan rumah itu setiap hari untuk memandangnya. Orang akan selatu terpan-cing untuk marah bila orang lain ternyata menge-tahui lebih banyak tentang dirinya daripada dia mengetahui tentang dirinya sendiri. Dia kelihatan gugup tetapi bukan dibuat-buat. Sebuah pisau dapur biasa. Sementara angin berembus langsung dari arah laut." "Orang itu masuk melalui jendela belakang." kata saya. Itu tidak perlu diragukan.. 47 .. Jadi tentu saja. masih bingung dengan pikirannya — Edna Brent menemukan dirinva berdesak-desakan dengan sebuah kelompok kecil lima atau en am orang yang lagi asyik memandangi rumah tempat pembunuhan itu terjadi.. Edna juga menatap dan berhenti berpikir. tetapi belum pa-dam sama sekali. Dibunuh dengan sebuah pisau dapur. saya pernah pergi ke nomor 10 dulu dan di sana.. Saya pergi menuju tepi laut dan duduk di keteduhan. Mobil-mobil pengirim barang akan mengui angi kecepatannya sedikit bila melalui rumah itu.. keluar dengan diam-diam dari Ruang Pemeriksaan. saya kira ruang duduknya ada di depan. Wanitawanita yang pergi berbelanja dengan keranjang-keranjang mereka. aku tidak bisa—toko-toko itu ada yang tutup antara jam satu sampai jam dua. berhenri." "Mereka bilang. Selama dua puluh empat jam pertama. Day a tank yang terdiri dari batu bata dan semen itu. tidak lebih. kenyataan nya. dia buta. tetapi dia pasti sudah me-ngetahuinva) dan kemudian saya mengejar Sheila.. i sini." "Kau pikir mereka akan mengenalinya?" "Oh. yang menarik masyarakat umum dalam keadaan seperti itu.?" "Gadis itu. 19.. mereka semua melihat dengan jelas apa yang harus saya akui sekarang sebagai suatu kebenaran. adalah hal yang benar-benar misterius... saya menikmati suasana itu... Saya pikir dia ada di loteng dan mendengarnya." "Oh." Saya dapat mendengar dia mengatakannya!) Saya merasa kaget mendengar kesaksian Dokter Rigg. Hampir setiap orang memiliki sebuah pisau dapur. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" "Dia akan menangguhkan pemeriksaan—untuk mcndapat bukti-bukti lebih lanjut. Betul-betul alamiah.... Dia hampir lupa pada apa yang membuatnya ke Sana. yang gampang terpengaruh. Ke-nyataannya. Lumayan mudah ternyata. "Kau belum perlu kembali ke tempat mengetikmu. tapi dia tidak ada di sana waktu itu. "Aku harus belanja. Saya ingin berpikir... Bukan juga daya tank seksnya—saya sudah sering mengetahui hal-hal seperti itu—bahkan pernah mendapat pelayanan penuh. menatap dan kemudian berlalu." "Kau dapat berbelanja sesudahnya.. "Bagaimana kalau kita makan siang agak awal?" usul saya. Edna." "Baiklah. hampir sejak saat pertama.. seorang polisi telah ditempatkan di sana untuk mengusir orangorang dengan gaya yang penuh kuasa. saya harus segera ke toko.Sejak para wartawan memberitakan adanya pembunuhan di Wilbraham Crescent No. saya pikir." "Yah. juga memandang rumah itu." "Ayolah. tentu saja. saya ingat dengan jelas. can-tik dalam bentuk yang agak lain." Dia gemetar." Padahal sebenarnya tidak begitu dingin. Kantor ditutup sampai jam dua. "Mereka akan mengenalinya. "Tidak." "Tidak. Dia sedang memasukkan barang-barang perak itu ke dalam tas ketika gadis itu masuk dan menemukannya. Shock yang hebat. Kelihatannya begitu manis. (Apa yang akan dikatakan Beck? "Sebuah penampilan yang sangat baik.

Saya menemukannya duduk di depan mejanya. INI MELIBATKAN MISS MILLI-CENT PEBMARSH LAGI DALAM KASUS INI? KELIHATANNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA SEORANG LAKI-LAKI YANG NORMAL DITIKAM OLEH SEORANG WANITA BUTA—TAPI KALAU DIA SUDAH DIBIUS—" "DENGAN KATA LAIN *JIKA DIA DATANG KE SANA UNTUK DIBUNUH. dia selalu bilang apa yang kusebut sebagai kebohongan belaka tentang mudahnya mcmecah-kan suatu kasus hanya dengan duduk-duduk di kursi." "MENELEPON BIRO SEKRETARIS CAVENDISH PADA SAAT— " "DAN MENGAPA DIA MELAKUKANNYA? DAN KHUSUS MEMINTA SHEILA WEBB?" "KUHARAP KITA BISA MENGETAHUINYA." HARDCASTLE FNENGULANGI DENGAN NADA DATAR. DENGAN GERAKAN KASAR SAYA MENGELUARKAN SEBUAH KARTU POS DARI SAKU DAN MENDORONGNYA KE SEBERANG MEJA. ITU ADALAH SALAH SATU SERI KARTU POS BERGAMBAR GEDUNG-GEDUNG DI LONDON. DAN PERGI KE LUAR SEPERTI BIASA. KARTU INI BERGAMBAR GEDUNG PENGADILAN KTIMINALITAS PUSAT. BUKAN?" "MEMANG MEMBUTUHKAN KEBERANIAN. "Kami melakukan hal-hal seperti itu dengan sangat baik di negeri ini. "Kclihatannva seperti salah_satu dari hal-hal pintar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda di Chelsea." "Setumpuk kumis." "TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MELAKUKANNYA.Dan saya tidak tahu apa-apa tentang dirinya. aku ingin tahu. "Aku tidak mengerti. tetapi aku tidak mengerti. dipandang dari bukti-bukti medis itu.S. Apa yang SAYA PIKIRKAN? SAYA HARUS MEMUTUSKAN SEKARANG. Dan itu mungkin saja pisau milik siapa saja—jarang dipakai—baru diasah." 'Tua tetapi tidak gila." "Dia pasti sudah Iumayan tua." katanya. Dia melanjutkan." saya menyecujui. mengatupkan ujung-ujung jarimu satu sama lain secara simetris. Dick! Tentu saja semata-mata karena itu. "DAN JUGA MEMBUTUHKAN PE-NGETAHUAN YANG SANGAT BAIK TENTANG KEBIASAAN-KEBIASAAN PARA TETANGGA. Aku meyakinkannya bahwa kita sudah melakukannya." HARDCASTLE MEMANDANG SAYA. . Dia mendongak dan menanyakan pendapat saya tentang pemeriksaan itu." KATA SAYA. TIBA DI SANA KARENA SUATU JANJI." HardCASTLE MENYERUJUI." kata Dick. Tuhanku!" kata Hardcastle. "sebab semua kejadian itu begitu rumit. WEBB. MELEMPAR PISAU ITU KE KEBUN TETANGGA. PEMBUNUHNYA TIDAK AKAN BISA MENGETAHUI KALAU ADA SESEORANG YANG MEMPERHA-TIKANNYA ATAU TIDAK.—siapa namanya. "APAKAH dia TAHU? GADIS ITU?" "DIA BILANG TIDAK. Waktu menunjukkan pukul dua lebih. DIA. "Dia sangat bangga dengan kumis itu. Aku ingin menantangnya. dan gemetir." "Praduga tentang dia dibius entah di mana dan diangkut ke nomor 19 untuk dibunuh?" Rasanya ada sesuatu yang saya kenal pada kata-kata itu. Banyak kumis. ORANG-ORANG YANG LEWAT MUNGKIN MEMPERHATIKAN SEBUAH MOBIL YANG BERHENTI DI DEPAN NOMOR 19 HARI ITU—" "AKU HERAN JIKA MEREKA akan MEMPERHATIKAN-NYA." kata saya. Dia dibius—kemudian diangkut ke nomor 19—dengan sebuah mobil? Atau bagaimana?" "DIA mungkin TELAH DIBAWA DARI SALAH SATU RUMAH YANG KEBUNNYA BERDAMPINGAN. "Bagaimana bisa sederhana?" "Sejauh yang dapat kusimpulkan. Ada yang lainnya?" "Yah." "Dan apa yang dikatakannya?" Dick bertanya ingin tahu. DI SEBELAH KANAN ADA ALAMATNYA—DALAM CETAKAN YANG RAPI. Kau tahu." "Para tetangga bahkan lebih penting sekarang. HAL INI TIDAK AKAN MENJELEKKAN SHEILA JIKA DIA ADALAH SEPERTI YANG SAYA BAYANGKAN. PALMERSTON ROAD. membolak-balik setumpuk kertas. ketika saya berjalan memasuki kantor polisi dan menanyakan Dick. Mungkm dilem-par ke sana oleh pembunuhnya setelah melakukan kejahatannya. KEMUDIAN DIA MENCUCI GELAS BERISI MICKEY FINN ITU. Aku waktu itu merasa bahwa komentarnva itu agak menarik." "Oh. ORANG-ORANG AKAN MEMPERHATIKAN SEBUALI MOBIL.9 SEPERTI KATA MRS." "Kuctng-kucing itu. TANPA CURIGA SEDIKIT PUN." Hardcastle menggelengkan kepalanya. TETAPI AKU SETUJU. menutup matamu dan berpikir. Tetapi kuakui juga. "Kami telah menemukan senja-! tanya." "DIA BILANG TIDAK. Mengapa tidak kaucerita-kan padaku mengenainya?" "Kau sudah pergi waktu itu." kata saya. wanita kucing itu. "Dia bilang. ya? Di mana?" "Di tempat kucing-kucing itu. MENGATUR MAYAT ITU DENGAN RAPI DI LANTAI. "Mengapa sebetulnya kau menemuinya? Apakah semata-mata karena kebaikan hatimu saja?" "Pikiranmu adalah pikiran polisi yang penuh dengan kecurigaan." ■ "Apakah dia melakukan semua prosedur itu untukmu?" "Ya. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakan-nya tentang persoalan kita yang unik ini. "Itu kurang lebih adalah apa yang dikatakan Mrs. HARDCASTLE MEMBALIKNVA." HARDCASTLE MEMERIKSANYA. KECUALI." kata saya." "Kurasa aku hanya samar-samar mengingatnya." "Jadi kejadiannya seperti ini. berte-riak. MISS R. Apakah kau sudah berkonsukasi dengan spesialismu?" "Sudah. TENTU SAJA. "AKU BERTANYA PADAMU APA YANG ^WPIKIR MENGENAI HAL ITU?" SAYA TIDAK MENJAWAB SELAMA SATU-DUA MENIT. KALAU MOBIL ITU ADALAH MOBIL MEWAH—SESUATU YANG LUAR BIASA. DITAWARI SEGELAS sherry ATAU KOKTIL—MICKEY FINN AKAN SEGERA BEREAKSI DAN MISS PCBMAISH MELAKUKAN TUGASNYA. TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN—" "DAN TENTU SAJA SAATNYA ADALAH WAKTU MAKAN SIANG. KAU TAHU. "SETIAP ORANG SUDAH TERLALU BIASA DENGAN MOBIL. Kemarin." "TERLALU BANYAK RISIKO. TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL. KELIHATANNYA LEBIH MUNGKIN DIA TELAH DIANGKUT DENGAN MOBIL." "Bagaimana pendapatmu tentang bukti-bukti medis itu?" "Agak mengejutkan. "SHEILA MCNDAPAT INI MELALUI POS. KEBENARAN AKAN DATANG PADA AKHIRNYA. COLIN." "ITU MENGANDUNG RISIKO JUGA. HEMMING. 14. dia menyuruhku untuk berbicara dengan para tetangga. "bahwa itu adalah sebuah pembunuhan yang sangat sederhana" "Sederhana. kukira?" "Dihapus dengan hati-hati. Saya berkata padanya bahwa menurut saya ' pemeriksaan itu telah berjalan dengan sangat baik dan dilangsungkan dengan sopan." "Tidak ada sidik jari.

"Kau mempunyai banyak tumpukan kertas di mejamu. sibuk berpikir-pikir. "Dengan hormat. peng-huni nomor 18. "Dokter Rigg menelepon. Seorang polisi muda yang keli-hatan gugup.. tentang gambar di koran itu saya bampir yakin dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengejar kereta api d\ Willesdcn Junction kemarin dulu. "Pierce? Oh. Polisi itu kelihatannya menge-nalinya.Kami sering menjumpai hal-hal seperti itu. Saya pikir waktu itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya" Dan tentu saja ada wanita-wanita yang merasa telah mengenali suami-suami mereka. "Tidak dapatkah kau menyuruhnya menunggu sampai saya selesai?" "Maaf." "Dia bilang dia tidak tahu apa artinya. Anda sedang sibuk dengan kepala polisi dan petugas itu dan saya pikir—" "Sialan!" kata Hardcastle. ketika dia pergi ke rumah Mrs. Pak." katanya. Istrinya mengira dia pasti telah linglung. Tetapi saya pikir hal itu tidak penting. Pak. Pierce ingin berbicara dengan Anda. Dan kebanyakan sama sekali tidak ada apa-apanya. Namanya Edna Brent. "Aku mempercayainya. menahan napas.. Orang itu tidak punya catatan kriminal. Pak.." Pemuda itu merah mukanya. sidik jarinya tidak ada di arsip.' " Hardcastle kelihatannya tidak menanggapi Pro-fesor Hargraves dengan serius.Crowdean. Teruskan. Siapa yang menemukannya? Apakah dia menyebutkan namanya? ." Interkom di meja Hardcastle berbunyi. "Dan ini adalah daftar orang yang hilang. saya melihat orang di koran itu di kereta api bawah tanah kemarin malam. saya berkata. Maafkan saya. Pak. saya pikir mungkin saya harus mengatakannya pada Anda. Pak. "Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam-jam itu pada hari itu. "4. Pak." "Dengan hormat. "Bagaimana?" "Dicekik. yang tidak saya sukai. tetapi sebetulnya dia tidak bilang apa-apa.' Dan sebuah catatan di bawahnya bcrbunyi 'memiliki banyak utang. "Mati?" saya menatapnya. Saya menanyainya jika dia mau meninggalkan pesan atau—atau mungkin dia bisa datang ke kantor nanti. "Bukan gadismu. Praktisnya semua kertas ini berasal dari orang-orang yang merasa telah mcngenalinya. Pak.' "Berikutnya: 'Profesor Hargraves." BAB 17 Satu setengah jam kemudian dan Detektif Inspektur Hardcastle duduk di bclakang mejanya dan menerima dengan lega secangkir teh kantor. tetapi mungkin dia telah kembali. Dia—dia berbicara pada saya. "Mereka menemukan seorang gadis mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. "Ya? . Dia memiliki kumis ketika dia pergi. Saya tahu. "Maaf. Sussex. saya pikir ivaktu saya melihatnya pasti ada sesuatu yang salah. Gadis itu mengenalinya ketika berpapasan dengannya dan dia ragu-ragu apakah akan menyapanya atau tidak.13. saya pasti akan menyuruhnya menunggu.. "jika itu yang kautakutkan. Apa? ." Pierce masuk. Sedangkan dia telah . "Mungkin dia pikir dia telah berpesan pada penjaga rumahnya ke mana dia pergi." "Berbicara denganmu? Apa katanya?" -"Dia ingin berbicara dengan Anda. Suruh dia masuk. Dia mengangkat teleponnya. Gadis itu adalah gadis yang berpapasan dengannya di jalan." Dia meletakkan teleponnya. Dia diam cukup iama." "Bingung?" kata Hardcastle. terdapat kata INGAT! dan di bawahnya 4. "Permisi. baiklah. Dia hanya berkata bahwa dia bingung akan sesuatu hal.. Dia sedang menggumam pada dirinya sendiri dan kelihatan sangat liar dan tegang." "Seperti biasanya.13. Saya sedang bertu-gas jaga di depan pintu. Waterhouse." Pintu terbuka dan polisi itu berkata. Saya kira dia sendiri tidak merasa bahwa itu penting. "Aku akan menyimpannya. Di sebelah kiri. 'George Barlow. Wajah-nya berubah ketika dia berbalik ke arah saya. Gadis itu hendak menemui Sheila Webb. Kelihatannya dia hendak menelepon di sana." katanya. karena teleponnya rusak dan dia menemukan gadis itu di sana tertelungkup di lantai. Dia bilang dia adalah gadis yang sekantor dengan Sheila Webb. juga dicetak. "Mungkin dia pikir kuliahnya adalah minggu lalu atau minggu depan. Dia telah pergi ke Afrika Selatan." "Siapa menemukannya? Polisi itu?" "Dia ditemukan oleh Mrs. ituiah. "Gadis yang mana? Bukan—" Hardcastle memandang saya dengan pandangan yang dingin dan menggoda. Untuk melenyapkannya. Wajahnya tegang. Ada sesuatu yang meresahkannya. Dengan selendangnya sendiri!" Saya tiba-tiba merasa dingin. jika saya—jika saya semestinya harus melakukan sesuatu. tetapi tentu saja dia telah mencukurnya." Hardcastle mengangguk. Pak. Wanita-wanita sesungguhnya tidak tahu seperti apa wajah suami-suami mereka! Ada ibu-ibu yang penuh harap yang merasa mengenali anak laki-laki mereka yang tidak pernah mereka lihat selama dua ^ puluh tahun. "Gambar Si Tua Bailey." kata Hardcastle. Pasti ada kaitannya dengan sesuatu." katanya. saya pikir orang ini sangat mirip dengan sepupu suami saya. Dia akan menemui Anda di Wilbraham Crescent. Pernah terlihat sedang bepergian dengan seorang janda berambut merah..13. hilang dari rumah. katanya dia sedang dalam pcrjalanan." "Kuharap begitu. "Dia ingin berbicara dengan saya? Apakah dia bilang mengapa?" "Tidak. Tidak muncul-muncul dan tidak mengirim telegram ataupun keterangan berhalangan. Wajahnya masih muram dan marah." Ada sedikit rasa malu di antara kami berdua." Hardcastle duduk tegak bersiap-siap. Kita mungkin bisa memperoleh sesuatu dari padanya. Tidak ada yang dapat membantu kita. Lawton. Hampir diyakini telah melakukan penipu--an. dijadwalkan untuk memberikan kuliah Selasa lalu." Dia membaca." Hardcastle bangkit berdiri. "Saya kira jika saya tahu. Gadis itu—gadis yang telah dibunuh ini. hampir seperti ingin membalas dendam." Saya mcnambahkan." Dia menggelengkan kepalanya. 65." "Ya? Mengatakan apa?" "Sesudah pemeriksaan. John. Ya." "Dengan hormat. Anda tahu. kata Tngat' dan waktunya—4.

Kelihatannya lebih pantas kalau pisau itu diselipkan ke dalam semak-semak oleh pemilik nomor 20 sendiri. sava kira bukan. kata gadis itu." "Yah. 'Saya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. Pak. Pierce memandangnya dengan perasaan sangat bersyukur. Gadis itu. apalagi dengan pemberitaan yang dilakukan pers. gadis seperti itu. Saya bertanya apakah ada sesuatu yang penting. Dia menambahkan. reaksi Mrs. pikirnya. "Kau tentu saja tidak tahu kalau itu adalah penting. Saya tidak yakin kata-katanya yang tepat. "Sebaliknya. "19?" dan "18?" Dia menulis nama-nama yang sesuai dengan nomor-nomor itu." pikirnya ma-lah. mungkin. gadis yang bertampang seperti kelinci itu. Jadi. Gadis itu telah merasa bingung? Sekarang. dan apa yang dia katakan padamu. Pak/' "Yah." kata Hardcastle pelan. dan kebingungan itu sema-kin meningkat sesudah menghadiri pemeriksaan itu. "20." kata Hardcastle. Kemudian dia memberi beberapa petunjuk pada Sersan Cray. sehingga dia telah mengabai-kan hal yang berharga. "Betul. teringat akan pandangan pertamanya mengenai gadis itu di kantornya. misal-nva?" "Saya khawatir saya tidak ingat siapa pun. "Teruskan. bahwa ada hubungan tertentu antara Miss Pebmarsh dan Sheila Webb? Itu akan cocok dengan kata-kata yang diucapkannya pada Pierce. Inspektur Hardcastle secara profesional selalu berprasangka terhadap orang-orang yang menemukan mayat. Sesuatu yang membuatnya bingung. jika kau ingat lagi.." Dia tahu bahwa tidak baik untuk melampiaskan kemarahannya dan frustrasinya sendiri dengan menyalahkan polisi muda itu. "Dapatkah kau mengingat dengan tepat apa yang telah terjadi. mungkin. sehingga saya menjelaskan padanya kalau Anda sedang sibuk waktu itu. Orang lain. "Tentu saja. Baiklah. "Itu tidak mungkin benar. "Menurut Anda untuk apa gadis itu pergi ke Wilbraham Crescent?" tanya Sersan Cray. Dia menyuruh Pierce keluar. Bukan Anda. katakan semua yang bisa kau ingat. Seandainya gadis itu berkata bahwa hal itu penting dan mendesak. Dia mengambil nomor 20 dulu. Bagaimana hubungan antara Mrs. betul. Apakah yang diketahuinya itu? Sesuatu dalam kesaksian itu? Sesuatu. Dia melanjutkan pertimbangannya pada Miss Pebmarsh. yang tidak lama kemudian ditemukan mati tercekik di bilik telepon umum. Mungkin begini. Mestinya begitu. Hardcastle mempelajari tiga kemungkinan itu. saya melihat Anda sedang sibuk dengan kepala polisi. Itu tidak aneh—setengah dari penduduk Crowdean kelihatannya mempunyai keinginan serupa." Dia menambahkan dengan ramah. Tidak. dia menghampiri saya ketika orang-orang keluar dari ruang pemeriksaan dan dia kelihatan ragu-ragu sejenak dan melihat ke sekeli-ling sepertinya dia sedang mencari seseorang. Pierce?" tanyanya." kata Hardcastle." Tidak begitu penting. Pierce. "Dan dia berkata sebctulnya tidak ada." Ketika Sersan Cray sudah pergi keluar. seperti yang saya katakan. Hanya. mungkin bukan mengetahui. Pak. dalam kcsaksian Sheila Webb? Apakah dia telah pergi ke rumah bibi Sheila dua hari yang lalu dengan tujuan untuk me-nemui Sheila? Mestinya dia dapat berbicara dengan Sheila di kantor? Mengapa dia ingin menemuj Sheila secara pribadi? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Sheila Webb yang membingungkannya? Apakah dia ingin meminta Sheila untuk menjelaskan apa pun yang diketahuinya itu." tulisnya." "Dia tidak mengerti bagaimana apa yang di-katakan seseorang bisa mungkin terjadi?" ulang Hardcastle. mendengar sesuatu. Waterhouse. Tetapi ketika saya menanyainya. Dia tidak cukup cepat pada saat itu. Kemudian dia menghampiri saya dan berkata apakah dia bisa berbicara dengan polisi. Pisau vang dipakai dalam pembunuhan itu ditemukan di sana. Tetapi dia bukanlah. "Apakah ada orang lain di dekatmu saat dia berbicara padamu?" "Yah. "Yah. ada banyak orang." "Dugaan. Gadis yang sama. Pak. Dia adalah gadis yang lamban. Hemming hanya berang. Dia terlalu dipenuhi keinginan untuk mengetahui latar belakang kehi-dupan Sheila Webb." kata Sersan Cray penuh perasaan. Hardcastle menulis tiga angka pada buku notesnya. "Betapa jahatnya orang yang telah melempar pisau yang keji itu pada kucing-kucingku!" katanya. Menemukan mayat akan menghindarkan pembunuhnya dari banyak kesulitan — . pikir Inspektur Hardcastle.." "Ya?" Hardcastle mencondongkan tubuhnya ke depan. dia bilang bahwa itu tidak begitu penting. Pierce. secara pribadi—tidak di depan gadis-gadis Iain? Kelihatannya begitu. Hemming. "tidak ada gunanya.' Dia mengerutkan dahinya dan kelihatan bingung. dan dia berkata polisi yang telah memberi kesaksian. tetapi dia telah melihat sesuatu. katanya. Apakah dia telah mengetahui sesuatu tentang Miss Pebmarsh? Apakah dia mengetahui. Pebmarsh. Hemming dan Edna Brent? Tidak ada. dia tidak mengerti bagaimana kejadiannya bisa seperti yang dia katakan. "dia mungkin pergi untuk melihat siapa yang tinggal di sana." Sendirian Hardcasde berusaha meredakan ama-rahnya yang meledak dan berhenti menyalahkan dirinya. Apakah ada sesuatu dalam kesaksiannya yang telah menimbulkan keheranan pada Edna? Tetapi dia sudah bingung sebelum pemeriksaan itu. Apakah Edna Brent pergi ke Wilbraham Crescent untuk menemui Miss Pebmarsh? Miss Pebmarsh telah memberi kesaksian pada pemeriksaan. telah mengetahui sesuatu. maka kejadiannya akan berbeda. katanya. menghambur keluar. karena dia adalah orang yang jujur. Seorang gadis yang mungkin tidak percaya pada kemampuan otaknya sendiri. mungkin dia ingin tahu—ingin melihat bagaimana rupanya tempat itu." "Kau tidak ingat acla seseorang tertentu yang berada di dekatmu waktu itu—seseorang dari orang-orang yang telah memberi kesaksiaft. Pembunuhan itu telah membuat sensasi. Bagaimana polisi itu bisa tahu? Sebagian dari latihan yang telah diterimanya mengutamakan kcdisiplinan untuk meyakinkan bahwa atasannya hanya dapat di-ganggu pada waktu yang tepat dan pada tempat t yang tepat. mereka tidak akan pernah tahu mengapa. Saya tanyakan apakah dia mau mcning-galkan pesan atau akan menghubungi Anda kemudian di kantor. Pak. datanglah kepadaku segera... Ada banyak orang yang menghadiri pemeriksaan itu. entah di mana. Dan nomor 18? Miss Waterhouse telah menemukan mayatnya.menghilangkan kesempatan itu. Dan saya pikir dia berkata itu lebih baik. Ketika ditanya. dan memberi sebuah tanda tanya di belakangnya. Untuk me ngunjungi salaji satu dari rumah-rumah itu Edn Brent tidak akan berjalan di sepanjang jalan yang bcrnomor kecil. "Saya juga heran... Tiga rumah lainnya di Crescent yang lebih besar tidak masuk hitungan. misalnya. semua hanya dugaan.

.." "Sembilan belas? Sangat muda." Dta masuk lag! ke rumah." Hardcastle melihat catatannya." "Ya. atau mempercayai. dia mungkin ada di sana. hanya tiga atau empat menit saja." Suaranya ber-ubah sedikit. Sheila Webb. Memang harus begitu.. Kami bertemu di restoran Cina di Market Street pada pukul satu. Apakah Anda—Detektif Inspektur Hardcastle?" "Ya. Sudah pasti tidak ada motif yang tampak pada Miss Waterhouse untuk melenyapkan Edna Brent." "Ke mana Anda pergi sesudah pemeriksaan itu?" "Saya langsung pulang." "Bet apakah usia gadis itu?" tanya Miss Pebmarsh. di rumah Anda?" "Di sini? Tidak. 19 hampir bersamaan dengan keluarnya Miss Pebmarsh dari rumahnya." "Seorang gadis dari sana lagi! Apakah dia juga dikirim seperti gadis itu. Miss Pebmarsh. diikuti Hardcastle. Sesuatu seperti itu." "Oh. Siapa yang tega membunuh gadis semuda itu?" "Tapi memang begitulah yang terjadi. "Saya belum mendengarnya. "Apakah dia cantik—menarik—seksi?" "Tidak. "Dia mungkin berharap bisa begitu.30 dan pukul satu. Baru saja menyiapkan koper-ku. "Bagaimana kau tahu kami makan siang bersama?" "Dengan tebakan yang jitu. Sheila siapa namanya itu?" "Saya kira tidak. "Saya ada di rumah waktu itu. Apakah Edna mungkin mempunyai aiasan tertentu untuk mengetahui." kata inspektur itu. Inspektui Hardcastle. Aku hanya menginginkan waktunya yang tepat saja." kata Miss Pebmarsh. bahwa hal itu tidak terjadi hari ini. "Mengapa Anda pikir gadis itu mungkin datang kemari untuk menemui saya?" "Yah. Sebentar kemudian terdengar suara Colin. Aku harus meiaksanakan tugas yang menung-guku. "Orang tidak pernah mengerti bagaimana gadis-gadis ini." kata Colin dan memutus-kan hubungan. Dia minta disambungkan dengan hotel tempat Colin mengi-nap. "Anda telah mendengar apa yang terjadi siang ini?" katanya. Tidak seorang pun datang kemari sejak sava pulang dari pemeriksaan itu. terima kasih. Aku harus ke luar negeri. Tentu saja tidak." "Aku tahu." "Apakah Anda berada di sini sekiranya dia datang kemari tadi?" "Saya tidak yakin. Miss Pebmarsh. Tidak boleh ada motif vang jelas. Paling tidak seminggu —mungkin lebih lama—mungkin tidak pernah lagi!" "Nasib buruk—atau bukan?" "Aku tidak yakin. Sebagai catatan. Tetapi itu betul. Dan ada. Miss Waterhouse tidak memberikan kesaksian pada pemeriksaan.'* ." kata Hardcastle. saya kira. Bisakah saya berbicara dengan Anda?" "Saya ddak mau terlambat ke Instirut.. "Dia tidak datang kemari untuk menemui Anda di sini. Anak yang malang." "Kapan kau kembali?" "Aku tidak tahu. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Apakah ada sesuatu yang terjadi?" "Saya pikir Anda mungkin telah mendengar. Apakah kau langsung pergi makan siang dari pemeriksaan itu?" 'Tidak. Hardcastle berkata lagi. tentu saja. dia telah menghadiri pemeriksaan pagi ini dan dia telah melihat Anda di sana. Jam berapa kata Anda tadi?" "Kurang lebih dua belas-tiga puluh atau lebih sedikit. tetapi dia tidak begitu. ber-usaha meredakan ketegangan. polisi juga tidak akan mempedulikan sidik jarinya. "Seorang gadis —terbunuh! Gadis yang mana?" "Namanya Edna Brent dan dia bekerja di Biro Sekretaris Cavendish. Kami pikir kami lebih baik memenksa setiap kemungkinan. Edna Brent meninggal antara pukul 12. dau dia tentunva punya aiasan tertentu untuk datang ke Wilbraham Crescent. Apakah lama?" "Saya yakinkan Anda. kan?" "Mengapa aku harus makan siang bersamanya?" "Tidak ada aiasan sama sekali. "Apakah kau tidak ingin tahu apa yang kami makan siang itu?" "Jangan bergurau. kemudian buru-buru mencoba meletakkan senyumnya pada suaranya sewaktu dia sadar bahwa Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Dalam . "Jika kau tidak melakukan apa-apa sore ini—" Colin mcnyela. "Aku mau pergi. Kelihatannya seperti seseorang telah memberitahunya tentang ketidakmampuannya dengan cara yang menyakitkan. "Sava kira sembilan belas. Belum. Dia mungkin hanya ingin minta tanda tangan." "Tanda tangan!" Miss Pebmarsh berkata meng-hina." "Tetapi mengapa dia harus datang menemui sava hanya karena dia melihat saya di pemeriksaan itu?" "Yah—" inspektur itu tersenyum kecil. Aku hanya bertanya jam berapa. Sejauh yang kami ketahui. banyak hal." Dia berhenti kemudian bertanya. "Sangat muda. Tangan Hardcastle meraih telepon. itu adalah sebuah kedudukan yang kokoh—dengan hanva satu syarat saja." Dia memandang ke jam besar itu. Seorang gadis terbunuh di bilik telepon umum di jalan ini." kata Miss Pebmarsh. Tetapi." kata Hardcastle.." "Terbunuh? Kapan?" 'Dua tiga perempat jam yang lalu.menyelamatkan dia dari ba-haya dalam menyusun sebuah alibi. "Hardcastle di sini—jam bcrapa kau makan siang dengan Sheila Webb hari ini?" Colin tidak segera menjawab." Berhenti sejenak. Dia harus berbelanja. "Permisi sebentar. bahwa itu adalah Miss Water-house yang telah bersuara seperti Miss Pebmarsh di telepon dan meminta jasa seorang pengetik steno untuk dikirim ke nomor 19? Dugaan lagi." "Yah." "Begitu. dia tidak punya teman di jalan ini. "Saya hanya dapat meyakinkan Anda. Rasa marah tercermin sejenak di suaranya. Hardcastle tiba di Wilbraham Crescent No.

jika saya mengingatnya dengan benar. tetapi ada pevkiraan tertentu bahwa gadis itu memang menemui seseorang di Crescent ini dan dia pergi ke sebuah rumah tidak jauh dari sini. memandangnva dengan pandangan mencela. Untuk apa?" "Yah." kata Miss Waterhouse." "Saya yakin Anda telah menjawab semua pertanyaan. dia Iupa akan semuanya itu. tetapi Anda tidak dapat menyalahkan saya gara-gara hal itu. "Saya kira hal yang paling mungkin adalah dia pergi ke rumah sebelah—Miss Pebmarsh maksud saya. Saya tidak pernah mendapat shock seperti itu dalam hidup saya. jadi saya keluar untuk pergi ke telepon umum. bukan?" "Tentu saja tidak. Saya tahu seorang laki-laki terbunuh di rumahnya. Ada brosur di sana pada saat makan siang. kendati dia tidak menunjukkannya." kata Miss. "Dan hanya itu saja. karena telah mengganggu Anda. Dia menggelengkan kepala lagi. Seperti yang saya katakan tadi. atau duduk di samping saya di bis. "bukannya karena tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan apa yang saya katakan sampai sudah terlambat." Hardcastle bangkit." "Kantor sentral dapat mengatakan apa saja! Saya memutar nomornya dan mendengar suara bising yang amat aneh. kantor itu akan dibuka lagi pada jam dua siang ini. Saya hanya berpikir bahwa dia mungkin memiliki sifat yang aneh seperti orang-orang lainnya. "Anda sangat bijaksana.Waterhouse mengakhiri. Masuklah dan duduk]ah dan tanyakan semua pertanvaan yang Anda ingin tanyakan. Dan dia akan menemukan Sheila Webb di sana juga. Anda}" katanya. saya kembali kemari dan meneguk brandy dalam batas yang wajar. "tetapi tidak untuk diingat. Seluruh kejadian itu merupakan shock yang hebat." "Yah. ketika orang laki-laki itu terbunuh. saya kira dia mungkin telah memasukkan brosur atau sesuatu melalui pintu." "Mengapa Anda pikir itu adalah hal yang paling mungkin?" "Anda berkata dia adalah pengetik steno dan datang dari Biro Cavendish. tentu saja tidak." kata Miss Waterhouse. mungkin. Dia ragu-ragu. jika dia per-caya bahwa gadis itu telah memasuki rumahnya."Miss Martindale sedang menunggu Anda. Dia tidak menginginkan kue-kue itu. Kami harus memeriksa secara lebih teliti lagi." kata inspektur itu." kata Miss Waterhouse. "Orang yang melihatnya menuju pintu gerbang saya? Tidak masuk akal. atau menjual tiket pada saya di bioskop. "tetapi Anda akan mengatakan bahwa orang yang melihatnya menuju pintu gerbang Anda pagi ini adalah salah?" Dia memandang Miss Waterhouse dengan pandangan tak berdosa. Sekarang tentang telepon Anda—Anda bilang telepon Anda rusak. "Oh. dia bilang dia tidak memesan apa-apa. Miss Waterhouse juga ada di rumah. Hal-hal seperti itu. "Silakan masuk. ^ Dia mungkin mendapat bantuan dari gadis-gadis yang ada di sana." "Tetapi Anda tidak berpikir bahwa dia akan melakukan pembunuhan?" "Saya tidak pernah berkata tentang pembunuhan atau hal-hal lain yang serupa. Hardcastle memandang jamnya dan memutus-kan bahwa dia masih punya waktu untuk me-ngunjungi Biro Sekrctaris Cavendish." "Saya kira saya tidak pernah memakai jasa seorang pengetik steno." "Dia adalah seorang pengetik steno di Biro Cavendish.. Miss Martindale tidak menunggu sejenak pun sebelum menyerangnya. "Maafkau saya. saya kira dia agak gila sedikit. "tetapi semua per-tanyaan itu tidak dapat ditanyakah sekaligus. Dia tergo-long jenis wanita sejati. Tidak." kata Hardcastle. dan jika itu adalah kenyataan dalam kasus ini." Hardcastle pergi ke luar." "Jadi Anda harus menyelidiki sepanjang Crescent. maka usul tentang gadis itu telah peigi ke nomor 19 adalah usul yang cerdas dalam keadaan seperti itu. Saya lebih menyesal dari apa yang dapat saya katakan. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Miss Waterhouse dan pergi. bukan bunyi sambungan. Anda tidak dapat berdiri di atas keset itu sepanjang hari. jika Anda ingin tahu." kata Miss Waterhouse. dengan kepribadian Miss Pebmarsh." Gadis itu mengawalnya masuk ke kantor bagian dalam."Jadi bukan itu alasannya. dia mungkin telah melayani saya di Woolworth. saya kira." "Kata orang. Tentunya." kata Inspektur Hardcastle. Saya kira. Tetapi saya hanya ingin tahu apakah dia telah datang menemui Anda pagi ini sebelum dibunuh?" "Datang menemui saya? Tidak. maksud saya. "Detektif Inspektur Hardcasde. kita tidak bisa mengetahuinya. Madam" kata Inspektur Hardcastle. Sesuatu tentang pertemuan untuk penghapusan senjata nuklir." "Saya tidak mengerti untuk apa itu. "Maafkan saya. Saya membuka pintu telepon umum dan gadis itu ada di sana. meskipun saya sebetulnya tidak mengerti peitanyaan-pertanyaan apa lagi yang masih diperlukan. Sesuai dengan takaran kesehatan" kata Miss Waterhouse galak.. "Sebetulnya. . "Yah. "kelihatannya tidak ada hubungan ke sana. mungkin. kata orang Miss Pebmarsh meminta iasa seorang pengetik steno untuk datang ke rumahnya hari itu. ya. . Dia tahu. semuanya adalah mungkin. seolah-olah semua itu adalah akibat perbuatan Hardcastle. tetapi dia menyangkatnya. dan ketika mereka datang. Dan sesudahnya. saya pergi untuk menelepon. Saya mengenal seorang wanita yang dulunya selalu menelepon toko kue dan memesan selusin kue. terkesan seperti dia selalu terkesan. bahwa saya tidak dapat membantu Anda. Saya segera bergegas dan mengajak polisi itu kemari. Selalu ada hal-hal seperti itu tiap hari." kata Miss Waterhouse. "Saya ingin bertanya apakah Anda sungguhsungguh yakin Anda tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya?" "Mungkin telah melihatnya berkali-kali. Menurut kantor sentral. Dia berpikir Miss Waterhouse sama sekali tidak adil pada dirinya sendiri dengan mengucapkan du-gaannya yang terakhir itu. saya sudah menceritakan pada orang-orang Anda segala yang saya ketahui. tetapi saya tidak sedikit pun berkata bahwa Miss Pebmarsh terlibat di dalamnya. Miss Waterhouse. jika Anda bertanya pada saya. telepon Anda tidak rusak. Sebaliknya. "Paling tidak—" "Ya?" kata Hardcastle siap-siaga." kata Miss Pebmarsh. tidak. bukan?" katanya." "Tentu saja. Kemudian." kata Hardcastle. dia memang menelepon biro itu dan meminta seorang pengetik steno untuk datang. Saya kira mungkin dia datang kemari dan memasukkan sesuatu ke kotak surat. membuka pintu dengan tiba-tiba dan menunjukkan keinginan untuk menjerat seseorang ketika orang itu melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. Apakah Anda mengarah ke sana?" Oh. Satu dari gadis-gadis itu segera berdiri ketika Hardcastle memasuki kantor. Inspektur Hardcastle. Maksud saya. Miss Pebmarsh. Mungkin dia bekerja di kantor saudara laki-laki saya di Gainsford and Swettenham.

. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya? Bercakap-cakap." kata Miss Martindale. Mula-mula Sheila Webb dipanggil dengan penipuan keji itu untuk menemukan sesosok mayat—dan sekarang ini. dan saya bermaksud untuk memastikan. dia yakin." "Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada membongkar kasus ini sampai tuntas."Memalukan. pikirnya. saya tidak akan bergegas m emberi-kannya pada Anda sebelumnya? Anda harus menemukan siapa yang membunuh gadis malang itu. Saya datang kemari untuk melihat apakah Anda dapat memberi saya bantuan. dia berkata. "Waktu? Hanya karena anak konyol itu mati. Sebahknva dia berkata. semua mesin tik mulai bei bunyi. "Mereka tidak akan berbicara dengan bebas jika saya berdiri di sana mengawasi." "Bantuan! Bantuan apa yang dapat saya berikan pada Anda? Apakah Anda pikir jika saya memiliki bantuan itu. yang akan setuju dengan apa pun yang di katakan oleli orang lain. "Detektif Inspektur Hardcastle ingin membicarakan sesuatu dengan kalian." kata Miss Martindale. "Saya kira kalian telah mendengar apa yang telah terjadi pada Edna Brent. bahwa orang-orang yang dibayar oleh Negara untuk melindungi masyarakat memang melaksanakan tugas-tugasnya. Anda harus membongkar sampai tuntas. Miss Martindale. Hardcastle me-nyimpulkan mereka dengan cepat dan ringkas." "Saya kira Anda tidak perlu takut akan hal itu. Tiga wajah gadis yang terkejut memandang inspektur itu. tetapi dia mungkin telah membicarakannya dengan rekan kerjanva." "Itu mungkin saja. Hardcastle berbicara pelan-pelan. Tidak boleh ada waktu yang dibuang. Semuanya dapat dibumbui sehingga jadi lebih meyakinkan. Apakah Anda ingin berbicara dengan mereka semua sementara Anda ada di sini? Lainnya sedang tugas keluar. Saya menginginkan perlindungan bagi gadis-gadis saya dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Anda akan sama kagetnya. Seorang gadis yang betul-betul baik dan tak berdaya terbunuh di bilik telepon umum. yang menderita—apa sebutannya sekarang ini—suatu kompleks kebencian— pada pengetik-pengetik steno di kantor ini. kalian dengar dari siapa?" Mereka saling memandang. Seorang gadis berambut coklat kemerah-merahan yang kelihatan agak gagah dengan model rambut yang membuatnya kelihatan sepert! baru saja bepergian dalam hujan es. Gadis yang ketiga adalah gadis yang suka cekikikan. tidak ada petunjuk yang mungkin diberikan Edna pada Anda? Dia tidak kelihatan bingung karena sesuatu. Seorang gadis bertampang tegar dan jujur sena berkaca mata. maka saya kira Anda berpikir bahwa Anda memiliki seluruh waktu yang ada di dunia. Saya bermaksud melindungi mereka. Itu jika apa yang kita baca di koran adalah benar. mencoba memutus-kan siapa vang harus jadi juru bicara. Miss Martindale. "Beri kami waktu. menatapnya lagi. telah dijadikan korban? Sudah jelas ada orang yang tidak bertanggung-jawab yang sedang berkeliar-an. yang namanva. Polisi seharusnya memberi perlindungan dan itu adalah yang kami butuhkan di kantor ini. Anda pasti akan mence-gahnya." Dia kembaii ke kantornya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat. Saya dapat memberi Anda nama dan alamat mereka. Anda kan sudah tahu. dua dari mereka. Saya menyibukkan mereka dengan peketjaan-pekerjaan dan saya tidak mengizinkan mereka terlambat atau cero-boh. mungkin. kelihatannya. jika Anda mau. semampu saya. 'Tetapi apa yang membuat dia bingung?" Inspektur Hardcastle sangat berharap bahwa jawaban pertanyaan tersebut ada padanya. Dapat dipercaya." "Sebisa-bisanya hanya sedikit saja yang dise-butkan pagi ini. tetapi cukup untuk menjelaskan kualitas mereka—yang akan ditanganinya sebentar lag!. Edna. Anda harus sampai ke akar-akarnya dengan segera. dan siapa yang telah mempermainkan Sheila dengan keji. omong sini!" Sctelah tenang sedikit." Dia berdiri dari duduknya dan membuka pintu menuju kantor bagian luar. Miss Martindale." kata Miss Martindale. Seluruh kejadian ini adalah luar biasa." "Saya yakin. secara informal. Saya ingin berbicara dengan." Dia mena-tap inspektur itu dan kelihatan seperti seekor harimau betina dalam wujud manusia. Miss Martindale. Dan ketika salah seorang dari gadis-gadis saya terbunuh atau terjebak dalam keadaan yang memba-hayakan. misalnya. Perlindungan. bahwa mereka telah bergosip dan mem-buang-buang waktu mereka. "Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bergosip—gadis-gadis itu. tetapi tidak begitu cerdas. "Hanya ada tiga orang saja di kantor saat ini." "Saya kira Anda tidak berpikir bahwa gadis itu akan terbunuh ketika Anda bangun pagi ini. Jika begitu. Inspektur Hardcastle. Berdasarkan kebiasaan." "Dan tidak ada yang dapat Anda katakan pada saya. "Anak-anak. Pada saat mereka mendengar bunyi langkah kaki saya di gang. adalah Janet. kelihatannya keputusan mereka jatuh pada gadis yang jujur itu. Pemeriksaan itu akan dkangguhkan. Saya dapat mengerti baliwa tidak mungkin Edna Brent akan mempercayakan ketakutan atau kebingung-annya pada Anda. Inspektur. Mtss Martindale. betul-betul memalukan! Anda harus membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. sebanyak~ba-nyaknya gadis Anda di sini. Mata yang memperhatikan hal-hal di sini. Omong sana." kata Inspektur Hardcastle. saya kira." Tiga kepala mengangguk cepat. Miss Martindale. "Omong-omong." kau Miss Martindale. Inspektur. tetapi mungkin juga ingatannya tentang kejadian-kejadian yang ada tidak dapat dipercaya. Anda tahu. Tetapi saya tidak tahan kalau mereka dijadikan korban atau dibunuh. Semua jam itu. Mereka tidak disebut-sebut pagi ini pada pemeriksaan itu. dia tidak membicarakannya de ngan Anda?" "Saya kira dia tidak akan membicarakannya dengan saya jika dia sedang bingung." "Yang ingin saya katakan hanyalah. Inspektur. bahwa—" "Apakah Anda akan menyangkal bahwa dua dari gadis-gadis saya." "Saya kira Anda ingin berbicara dengan mereka sendirian. Kalian boleh berhenti bekerja untuk itu. saya kira. Mereka harus mengakui. Berusahalah dan katakanlah padanya segaia sesuatu yang kalian ketahui yang dapat membantunya untuk menemukan siapa yang membunuh Edna Brent. gilal Anda harus mengakui bahwa itu adalah rencana gila." katanya." "Terima kasih. Hal berikut yang terjadi adalah pembunuhan atas salah seorang gadis lainnya. "Anda harus mengambil tmdakan terhadapnya. tetapi dia dapat melihat bahwa tidak mungkin dia dapat racm^i oleh jawabannya dari Miss Martindale. untuk melindunginya. Saya memang keras dengan gadis-gadis itu.

"Edna akan dimarahi Sandy Cat kalau dia datang. Dia bertanya apakah Edna telah mengatakan sesuatu kepada kami tentang ketidakhadirannya di kantor siang ini. Kelihatannya itu semata-mata adalah dugaan yang kabur. bertugas meJayani Profesot Purdv. Dia sedikit lambat dalam berpikir. ada sesuatu yang meresahkannya." kata Maureen." kata si rambut coklat. "Saya ingin membeli kue untuk dibawa pulang dan saya tahu semuanya akan habis pada saat kami pulang nanti. Kami baru saja mendengar berita buruk tentang Edna. Hardcastle menarik napas. "Saya memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi siang ini.' Oh." "Omong-omong." dia menjelaskan. Si tukang cekikikan merah mukanya karena merasa bersalah. Mereka saling memandang." kata Janet hampir melamun. tentu saja."Edna tidak datang untuk bekerja pada jam dua. Mereka saling memandang sejenak. Dan ketika saya memasuki toko—yang di tikungan itu dan mereka mengenal saya dengan baik di sana—wanita itu berkata 'Dia bekerja di tempat itu." "Itu benar." "Kapan kalian mendengar apa yang telah terjad'?" dia bertanya lagi. Pak. J Sekarang apa yang sedang kalian lakukan? Tidak ada satu mesin tik pun yang bcrbunyi. seolah-olah dia ada sesuatu dalam pikirannya? Apakah dia menceritakan pada kalian mengenainya? Jika ada sesuatu yang kalian ketahui." "Apakah kalian pernah memperhatikan adanya perbedaan dalam sikap Edna. Dia mengang-guk dengan wajah serius. ." Mereka saling memandang. "Saya tidak mengerti mengapa ada orang hendak membunuh Edna. ada apa? Saya rasa saya sudah bilang tadi bahwa saya tidak mau diganggu siang ini." gadis beram-but gelap itu. Lebih mungkin lagi. Kami semua tahu kami harus kembali ke sini." "Saya ingat. Dia bilang dia tidak peduli mau makan siing atau tidak. di mana Miss Webb sekarang?" Hardcastle diberi tahu bahwa Sheila Webb ada di Hotel Curlew. Profesor Purdy dengan susah-payah menyadarkan dirinya dari kesulitan-kesu-fitan kronologis yang terjadi. "Dan Sandy Cat sangat jengkel. anak itu?* dan saya berkata 'Siapa maksud Anda?' Dan kemudian dia berkata 'Gadis yang baru ditemukan mati di bilik telepon umum. Kalian baru sajamendengarkan gosip konyol di toko. dia bermaksud kembali ke kantor?" "Oh. Tidak ada apa-apa baginya di sini. "Siapa? Apa? Anda maksud dia ada di sini sekarang} Yah." pikir inspektur itu. "Dia mencampur-adukkan hal-hal. Dia selalu tidak menyenangi orang-orang yang berla-gak bijaksana setelah terjadinya suatu peristiwa." "Saya mengajaknya makan siang bet sama saya. lebih kurang tiga ribu tahun yang silam." katanya kacau. dan kemudian dia berhenti. saya sungguh-sungguh kaget! Jadi saya berlari kembali dan berceiita pada yang lain dan akhirnya kami sepakat kami harus mence-ritakannya pada Miss Martindale. "Ya?" dia berkata menguji. Ketiga-tiganya memandang Hardcastle penuh harap. "ya." kata si rambut coklat." katanya. "Bisa-bisa menerkam Anda." kata Maureen. Mungkin salah seorang dari gadis-gadis lainnya akan lebih berguna." dia menjelaskan." "Tetapi saya tidak mengerti. mungkin Sheila Webb. "Nah. "Ingat pada turn it sepatunya yang copot waktu itu? Halhal seperti itu bisa terjadi pada Edna. "Miss Martindale. silakan masuk. saya—eh—saya menyelinap sebentar.*' Gadis ketiga cekikikan. baiklah—baiklah— Suruh dia naik. mula-mula dia tidak mempercayainya. "Sandy Cat adalah nama panggilan kami untuknva. Hardcastle ingin tahu apakah dia hanya membayangkan saja. ya. tanyakan padanya bagaimana kalau besok saja?—Oh. maksud saya. Miss Webb. dia telah berkata.. Maureen. "Apakah Sheila Webb dan Edna Brent teman dekat?" tanyanya." kata Hardcasde. saya mohon kalian mengatakannya pada saya. dan bahwa dia seharusnya mengirim surat izin. tetapi tidak dengan tingkah-laku berkomplot. "Dia bilang 'Tidak masuk akal. Hardcastle memandangnya tidak senang. tetapi kami tidak melihatnya lagi sesudah itu dan kami tidak tahu ke mana dia pergi." "Jadi kalau begitu. "Dia selalu cemas tentang sesuatu. "Bagaimana orang bisa bekerja dengan serius bila terus-terusan diganggu. seolah-olah inspektur itu dapat memberi mereka jawaban atas masalah itu. bukan?" tanya Hardcastle. "tetapi tampaknya. Matanya memandang pintu ruangan kantor Miss Martindale sejenak." Gadis jujur itu berkata.." kata Maureen. Dia ingat bagaimana gadis itu berdiri memandang sepatu di tangannya dengan penuh penyesalan." "Selalu ada saja yang terjadi pada Edna. mengesampingkan buku catatannya." "Maafkan saya. "Dan bukan nama yang buruk." "Bukan karena dia punya pacar atau yang seperti itu. Sclamat sore. "Dan saya berkata." Sheila Webb berdiri." Dia memandang sedikit tidak senang pada Sheila Webb dan berkata. bingung. sampai di mana kita tadi?" Sheila baru saja hendak menjawab ketika pintu diketuk orang. "Dia bisa sangat menakutkan. Dia bermaksud membeli sesuatu dan memakannya di kantor. dan pada saat itu juga dia keluar dai i kantornya dan berkata pada kami. Dan. "Tidak. dan membuat kesalahan. "Kalian tidak tahu ke mana dia sesungguhnya pergi sesudah pemeriksaan itu selesai. ketika Edna tidak ada di sini pada jam dua. pikirnya sendiri." kata gadis yang cekikikan itu. Proiksor purdy tampakuya merasa tcrganggu ketika dia menghentikan diktenya dan mengang-kat telepon. seperti seharusnya. "Saya berkata pada Miss Martindale bahwa dia telah menghadiri pemeriksaan itu bersama kami. Mengapa harus Edna?' Dan dia berderap kembali ke ruangannya dan menelepon kantor polisi dan menemukan bahwa hal itu memang benar. maaf bahwa ini terpaksa dilakukan. Miss Martindale. Dia sangat yakin bahwa gadis itu tidak punya perasaan apa-apa sebenarnya. bukan.* Gadis jujur itu mengambil bagian puncaknva. saya kira. kalau dia mau. "Yah." "Dan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Miss Martindale?" "Yah. bahwa dia melihat pandangan ketakutan yang tiba-tiba muncul di mata Sheila. mulai berkata." "Selalu ada-ada saja." kata Janet. Itu pasti gadis lain.Brent akhir-akhir ini? Apakah dia kelihatan cemas. 'Sesungguhnya ini bukan salah kami.

pelupa. "Edna Brent. baiklah. Maksud saya. pikir Hardcastle sendiri." "Saya mengerti." "Betul." "Oh. Miss Webb akan bebas dalam seperempat jam lagi—oh. "selalu. minta nasihat tentang apa yang harus dilakukan?" "Ya. merasa tertarik dengan kejadian itu." Dia berhenti dan kemudian berkata. tentu saja. kata Anda?" Dia menaikkan alisnya. mungkin setengah jam lagi. Kemarin dulu seorang petugas beikeras mengatakan. tentu saja. kami tidak selaiu sepakat tentang apa yang harus dilakukannya. Tidak. Pak." "Saya sangat pelupa." kata profesor itu. Tetapi." "Dia biasanya datang dan meminta nasihat bila timbul masalah?" "Oh. Anda harus. ada apa?" "Ini tentang gadis bernama Edna Brent" Dia beralih ke Sheila Webb." "Bibi saya bercerita pada saya. sebab orang tidak selalu langsung membaca hasil ketikan dengan segera untuk mengoreksinya. Oh. baiklah. Dia sangat—apa namanya—pemalu." "Oh. Kedengarannya sangat luar biasa bagi saya. bahwa saya telah meninggalkan mobil saya selama empat setengah jam di meteran parkir. Miss Webb. Mata yang mengingatkannya pada seseorang.. aduh. sebagaimana yang akan dikatakan pula oleh Miss Webb. Dan Anda tidak punya mobil. mengungkapkannya sebrutal mungkin. ada apa?" kata profesor itu lagi. Saya sungguh-sungguh menyesalkannya. Tidak. saya harus memesan teh. Tetapi Edna bilang dia tidak begitu suka berbuat begitu. Anda bams mengingatkan saya soal waktu. Oh." kata profesor itu. Kecuali jika Anda dapat menceritakan pada kami. Dia mena-tap-Hardcastle. jika—jika Anda mau tahu. tajam. "sesuatu telah terjadi padanya. Sangat sibuk. "Setengah tiga." kata Sheila." kata Hardcastle. saya ingat. "Ya. ke Biro Cavendish? Saya ke sana dan diberi tahu bahwa saya harus langsung kemari. Sheila Webb tidak berkata apa-apa. "tetapi saya tidak tahu kalau itu penting. dia tidak pernah yakin apakah perbuatannya itu betul atau salah. "Dia dice-kik sekitar pukul setengah satu. Sangat luar biasa. saya ingat. ya. ya. Sungguh. ya. Mulutnya terbuka sedikit. Gadis yang malang. tidak apa-apa. Saya tidak boleh ganggu. sebab dia telah mengirimkannya pada pengarang itu sebe-lum dia menyadari apa yang telah terjadi. Kami sudah sampai pada bagian yang penting. "Oh. Profesor Purdy. Nah." kata profesor iru. Ada apa dengan dia?" "Saya kira berita itu belum sampai pada Anda. ke Profesor Purdy pada pukul setengah tiga." . Sial benar nasibnya. bahwa Edna Brent sangat berharap untuk menemui Anda kemarin duiu. sepanjang hari. "Dicekik di bilik telepon umum. saya khawatir Anda sudah terlambat untuk minunrteh. Aduh. Saya tidak akan memilih tempat seperti itu. bukan?" Profesor Purdy memandang Sheila Webb ragu-ragu. kebut-kebutan itu. Tetapi masalahnya. "Ya. "Saya tidak tahu. "Edna—terbunuh] Tetapi mengapa?" "Apakah Anda tahu. Miss Webb?" Pipinya memerah. menganggukkan kepaianya. "Oh. "Aduh. bahwa dia telah datang ke rumah bibi Anda dan menunggu Anda pulang selama beberapa menit?" "Kesalahan saya lagi. Matanya vang biru kelihatan indah sekali—laksa-na bunga iris.. Maafkan sava. Inspektur. Edna selalu kelihatan cemas atau bingung." "Ini lebih senus danpada pelanggaran parkir." "Saya mengerti. Dia pernah menghilangkan dua halaman ketik penuh naskah Armand Levine dan dia sangat cemas mengenai apa yang harus dilakukannya. apakah sekarang sudah jam enam?" "Maafkan saya.. "Terjadi padanya? Apa maksud Anda? Apakah dia mengalami kecelakaan atau sesuatu—ditabrak ?" "Sangat berbahaya memang. saya mengenainya." "Bisakah Anda menunggu? Sekarang ini saya sangat sibuk. Kemudian dia bingung lagi. "Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. yah." kata profesor itu lagi. Dan dia bertanya pada Anda. Yah. Mata vang indah."Nah." "Apakah dia tidak menunjukkan apa-apa pada Anda? Tidak berbicara pada Anda di kantor tentang masalah itu?" "Tidak. yah. Saya mengatakan padanya lebih baik dia cepat-cepat menulis surat pada pengarang itu." kata profesor itu merasa bersalah. di bilik telepon umum. Saya harus pergi ke Landis Bay menemui salah seorang pengarang kami. "Saya makan dengan seorang teman di restoran Ho Tung. Mungkin juga baru sekarang kau mendengarnya atau kau adalah seorang aktris yang pintar. Anda mestinya mengingatkan saya." sela Profesor Purdy. Dan kami bekerja sejak saat itu. "Saya kira Anda telah mendengai nya. Miss Webb. yah." "Saya menceritakan pada Anda? Bagaimana saya bisa taliu?" "Anda mungkin punya gagasan tentang mengapa Edna Brent ingin menemui Anda?" Dia menggelengkan kepalanya. jika saya harus melakukan hal seperti itu. selalu ragu-ragu." kata inspektur itu. kalau inspektur ini ingin bertanva pa Anda. Di mana Anda makan siang. tidak punya gagasan sama sekali. "Kami mungkin tidak pernah tahu. Maksud saya. suaranya meninggi." Sheila Webb menatapnya. aduh." "Yang saya tnginkan sebenarnya adalah berbicara sebentar dengan Miss Webb.. dengan tajam. "Saya menahan Miss Webb hingga malam." "Anda tidak berpikir bahwa dia kelihatan cemas dan bingung akhir-akhir ini?" "Yah. "Saya mengerti.. Ada apa—pelanggaran lalu lintas? Betapa sok dan suka ikut-campur petugas-petugas lalu lintas itu. matanya melebar. ya." "Di telepon umum?" kata profesor itu. Apakah memang penting? Apakah Edna punya masalah?" "Kami tidak tahu. Sejak saat itu. Dia dapat menulis dan menceritakan apa yang telah terjadi dan memintanya untuk tidak mengadu pada Miss Martindale. Kira-kira begitu. Profesor Purdy." "Jadi Anda tidak tahu apa yang telah terjadi pada Edna Brent?" "Terjadi padanya?" tanya Sheila. tidak apa-apa. dia tidak—tidak—saya tidak ada di kantor sama sekali kemarin." "Anda tidak pergi ke kantor sesudahnya?" "Maksud Anda. Cukup malam memang." nada suara Hardcastle terdengar tegas. Anda datang kemari naik bis. Padahal saya yakin bahwa itu tidak mungkin.

Masalah serius apakah itu?" Apakah Sheila Webb. Saya sudah menyiapkan visa untukmu. "Jadi Anda tidak dapat membantu saya. Miss Webb. saya harap saya tidak terlibat dengan semua ini. Miss Webb?" "Tidak." kata inspektur ttu. Lumayan cemerlang kelihatannya. mungkin. Ramsay pergi secara mendadak kira-kira lima minggu yang lalu. "Jadi seperti itu?" "Ya. Kali ini dia sedang meminum strop de cassis (lobi-lobi hitam bagi Anda dan saya). inspektur itu heran." katanya. Mengapa mereka mengirim saya. Saya mengangguk. bukan?" "Saya tidak mengatakan sejaub itu." "Kelihatannya ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakannya dengan Anda di Biro Cavendish. Dia pergi ke Rumania. Kali ini Nigel Trench. Dan saya tentunya tidak dapat membayang-kan mengapa dia ingin datang ke rumah bibi saya dan berbicara dengan saya di sana. tetapi perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang gelap. Ramsay di Wilbraham Crescent No. Anda harus." Dia mengintip dari balik asap rokoknya. dengan aiasan sakit. "Saya dapat meyakinkan Anda. menutup matamu. Kami ingin sedikit lebih tahu tentang dirinya. Saya mulai merasa bahwa itu adalah tempat yang seram. Dia melambaikan rokoknya ke arah saya. Carilah keterangan sebisamu tentang Mr. Colin." kata Poirot. tetapi pokoknya dia pergi ke sana. dan menemukan jawaban-nya? "Aku sudah membaca apa yang kautinggalkan di sini—dengan penuh minat. "kita biasa berpikiran bahwa semua yang dilakukan oleh seseotang adalah sangat patut dicurigai. Matematika. tetapi saya hanya berkata mungkin. bukan? Sudah kubilang para tetangga itu adalah percuma—" . Mungkinkah kasusnya begitu?" "Saya kira tidak mungkin. Miss Webb?" "Sama sekali tidak. Saya yakin tidak mungkin seperti itu." "Anda tidak berpikir bahwa kali ini masalahnya lebih serius?" "Sava kira tidak.*1 NARASI COLIN Saya segera melapor ke Beck begitu saya tiba di London." dia berkata dengan keras. dan sebuah paspor baru yang bagus. dan kemudian berpindah lagi ke pihak semula! Semua campur-aduk dan penyamaran ini menyenang-kan. Saya sangat menyesal tentang Edna. "Kau kelihatan tertekan. beipindah ke pihak lain." kata Kolonel Beck." kata inspektur itu. "tetapi sesuatu. bisa begitu tenang seperti yang diperlihatkannya? "Saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya dengan saya. Poirot. adalah agak aneh. Dia tampaknya memutuskan hubungan dengan semua teman lamanya." gadis itu melanjutkan. Galilah pengetahuanmu tentang tumbuh-an Iangka di daerah Balkan." "Apakah Anda telah menyelidiki yang lain? Atau hanva Ramsav?" "Diana Lodge kelihatannya betul-betul Diana." "Mungkin bukan. "Crescent benar. Tidak bersalah dalam pandangan kita. "Akhirnya saya menemukan sesuatu." 'Terima kasih. Dia telah melaksanakan beberapa tugas aneh akhir-akhir ini." "Masalahnya adalah." "Kau mungkin mendapat sesuatu dari sana. 62. Apakah itu mempunvai arti bagi Anda. tetapi dia tidak keliru terlalu jauh. Dia menawari saya. George menyuguhkan wiski. Saya harap saya dulu tidak pernah pergi ke sana. Sesuatu." Dia memandang saya. "Saya tidak tahu. seperti yang sudah kauketahui." kata Profesor Purdy. 'Tidak sama sekali. khusus meminta saya. sering. Jadi kau bisa berlari cepat sekarang. Mengundurkan diri dart jabatannya." "Tidak ada yang mungkin berhubungan atau berkaitan dengan kejadian pada tanggal 9 September?" "Maksud Anda—orang itu—orang di Wilbraham Crescent itu?" "Itu maksud saya." "Anda gemetar. yang mana memang agak aneh. nomor salah. Hanbury yang malang mendapat nomor yang salah. hari itu? Mengapa Edna terbunuh di dekat sana? Anda harus memecahkan kasus ini. Nomor 61 didiami oleh seorang kontraktor tulen yang tak bersalah. Kau adalah seorang ahli tumbuhtumbuhan. Perusahaanperusahaan sungguhan. Maafkan saya. Kami akan memberimu pesan saat kau mengambil surat-surat keteranganmu. Sebuah sejarah yang panjang tentang kucing." "Semoga berhasil." Pesawat terbang saya berangkat pukul sepuluh malam. bukan? Sesuatu." "Apakah Anda sendiri ada di Wilbraham Crescent hari ini?" "Tidak. McNaughton sedikit menarik. Aku harus segera ke luar negeri. Insinyur bangunan itu. dan apa pun latar belakang yang merekatpunyai. Saya menolak." "Ada instruksi-instruksi khusus?" "Tidak. berbicara lebih cepat dan agak terengahengah. saya sungguh-sungguh berpikir Anda harus minum segelas sherry." "Bagaimana bisa? Apa yang bisa diketahui Edna tentang hal itu?" t "Sesuatu yang tidak begitu penting." kata saya mengelak. Dan sesuatu itu akan menolong. agak tiba-tiba. meski bagaimanapun kecilnva." kata Poirot. Mr. "Saya pikir. "Bagaimanapun juga mungkin ada sesuatu pada idemu yang konyol tentang bulan sabit itu. dan pergilah. Saya kira itu mungkin betul—tetapi dia tampaknya cukdp sehat wal'-afiat. Dia adalah pen-siunan dosen. tetapi saya tidak tahu apa-apa yang dapat membantu Anda." kata sava. Inspektur. Dan dia sekarang ada di sana. Saya pergi menemui Hercule Poirot dulu. Dan bagaimana denganmu." Dia memandang saya dengan cermat." Dia berhenti. Ya. "Adakalanya saya mencuri-gaxmu."Jadi adalah biasa-biasa saja jika dia datang pada salah satu dari kalian bila dia mempunyai masalah? Itu sering terjadi?" "Ya. tidaklah seperti apa yang dia tunjukkan. yang dirasakannya harus dirahasiakan antara Anda dan dia. "Saya tidak pernah mendekatinya lagi. "Kau kelihatannya tidak senang. Anda harusl" "Kami memang bermaksud memecahkannya. "Selalu menggembirakan bila ternyata sebuah praduga adalah benar. mungkin. Ramsay. Anakku. Semua seperti biasanya. "Tidak banyak yang ada di sana. bagaimana pekerjaan rumahmu itu?" "Pardon}" "Bagaimana tentang Mayat Misterius dan Jam-jam di Crowdean—apakah kau sudah bersandar. Ada sedikit kecaman pada suaranya ketika dia melanjutkan." Napasnya menjadi cepat. "Bilik telepon umum tempat dia ditemukan terbunuh terletak di Wilbraham Crescent." "Bukan itu yang dikatakannya pada isttinya. seperti itu. Di depan gadis-gadis lainnya.

Pakaian itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa. Dia hanyalah orang yang tidak mampu dikenali oleh seorang pun. Sebuah atau dua buah gelang yang gemerincing. Aku tahu. Enderby. bukan siapa diz tetapi dia itu apa. akibat hasil dandanan yang ceroboh membuatnya kelihatan agak lebih tua dari lima puluh. inspektur itu merasa sedikit berpengharapan. Sudah lewat sepuluh hari. Namanya tidak penting. Rambut gelap." katanya. Yang harus dilakukan sekarang adalah berbicara dengan lebih banyak tetangga. tetapi dirawat dengan baik. tetapi dari jarak yang jauh—cukup jauh—dia mungkin kelihatan seperti tiga puluh. Secara keseluruhan. itu pasti nama yang dipilih oleh wanita itu sendiri. London. Secara keseluruhan. Anak-anak perempuan menulis dengan penuh harapan tentang ayah mereka yang tidak pernah mereka lihat lagi selama bertahun-tahun. kualitas ekspor." "Apakah dta kelihatan cemas?" "Tidak. Newcastle. memakai mantel berwarna gelap dan rok serta blus putih." "Kupikir itu tidak jujur." dia mengulangi. ada banyak sekali otang yang melihat orang yang sama di Lincolnshire. Dokter gigJ juga belum membantu. Pak. Mayat itu tetap dijuluki sebagai "mayat misterius!" Padahal." Saya memandangnya bingung. mencoba menyembunyikan wajahnya ketika dia keluar dari bioskop. "dan saya sangat berharap Anda dapat membantu kami. "Kau akan melihatnya sendiri. "Sementara kau pergi." "Aku tidak percaya kau tahu sesuatu. Ceritakan padaku. tidak baru.*' "Itu tepatnya yang sedang kulakukan! Apa yang akan dikerjakan oleh Miss Lemon hanyalah untuk membuktikan padaku kebenaran kesimpul-an yang sudah kucapai. Saudara perempuan. Rival belum datang juga?" "Baru saja datang/' kata Cray. belum ada orang yang mengenali siapa pria itu—" "Aku tahu. Dan aku punya data lebih lanjut untukmu." "Baiklah. dan masih banyak lagi yang muncul dengan memberi harapan dan tidak menghasilkan apa-apa. dilly—datanglah untuk dibunuh. "Saya sangat gembira bertemu dengan Anda. tentu sa|a. Dia kembali memandangi sepu-cuk surat di atas mejanya. Ituiah polanya. lumayan dermawan. Sekitar lima puluh. menurut perasaan Hardcastle. Seperti yang kulakukan dulu. Dari dekat. Ada pembunuhan satu lagi. Surat itu hanya berkata bahwa penulisnya berpikir bahwa orang yang dicari itu adalah suaminva vang telah lama berpisah dengan dirinya sejak beberapa tahun yang lalu. Surat itu tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu mengha-* rap. Mereka masih belum rnendapat banyak kemajuan seperti yang diinginkannya. begitu pula binatu." "Tetapi siapa pembunuhnya?" Poirot tidak menjawab. Poirot! Ini semua adalah bohong. mungkin." saya keberatan. "Mrs." Tidak ada yang hebat ataupun dramatis pada dirinya. Hardcastle menekan interkomnya dan masuklah Sersan Cray. tetapi secara keseluruhan dia mengiranya sebagai lima puluhan." "Begitu? Begitu cepat? Menarik. Tidak memakai topi."Sebaliknya." Inspektur itu berdiri dan berjabat tangan dengannya." "Seorang pemeras?" Poirot menutup matanya. Seseorang pasti telah melihat sesuatu." . Dia tidak menyukai nama kecil itu. Tetapi hari ini. mungkin. sesudah mempertimbangkan sejenak. gagal. Itu adalah sebuah aksioma. "Ya—itu adalah pola yang sama. "Kartu pos itu kurang lengkap. Begitu dekat di mata. Merlina Rival. menurut saya. Kualitasnya sangat baik." ^ Cray keluar dan sebentar kemudian masuk lagi sambil berkata." "Mungkin memang sebuah aksioma. Dan. "Ingat—empat satu tiga—atau empat tiga belas. tetapi tidak dalam kasus ini. "Mrs. Rival. "Apa sesungguhnya pendapatmu tentang urus-an ini?" "Lebih jelas sekarang—seperti biasa. kau mengizinkan aku mengadakan sebuah penyehdikan?" "Misalnya?" "Besok aku akan menyuruh Miss Lemon menulis surat pada seorang pengacara rua kenal-anku. Ratusan jalan. Hardcastle mengeluh ketika dia memi-kirkan telepon-telepon dan surat-surat yang membanjir sesudah foto itu dipublikasikan dalam koran-koran dengan tulisan di bawahnya: TA-HUKAH ANDA SIAPA ORANG INI? Menak-jubkan sekali jumlah orang yang berpikir mereka mengetahui orang ini. Mr. jika kau bisa mengerti. Dan sesudah itu aku tidak akan bilang apa-apa lagi. mungkin juga ramah. bersembunyi di pelabuhan. beberapa cincin. "Kau tidak hanya duduk dan berpikir. dicat tebal. tetapi penegasan. Semua jalan kelihatannya buntu. Dia juga akan mengirimiku sebuah kawat dari luar negeri." "Bagaimana tampangnya?" "Sedikit bertampang aktris. Dapat dipercaya? Itu pertanyaannya. membuat pertimbangan moral berdasarkan peng-alamannya. lumayan baik. "Seorang detektif swasta?" Poirot membuka matanya. Dia akan datang pagi ini. "Aku akan mengucapkan sebuah kutipan kecil padamu. tetapi dia tidak dapat mencegah untuk tidak menekankan pada hal itu juga. 20 September. Dalam kasus ini paling tidak dua dari orang-orang ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas—" "Yang mana? Dan apa yang mereka katakan?" Poirot berkata kepada saya dengan gaya me-nyindir bahwa saya harus membaca ulang catatan saya dengan saksama. tetapi gampang untuk diajak berkencan." kata Hardcastle. dia bukan benar-benar "mayat miste-rius. Identifikasi itu mema-kan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya." kata Cray. dia adalah wanita yang cukup dapat dipercaya. sebab mereka terjebak dalam kesulitan semula: identifikasi sesosok mayat. pikirnya. tidak ada sebuali sidik jari yang dicelupkan dalam darah. Tidak terkirakan lagi jumlah istri yang yakin bahwa itu adalah suami mereka yang hilang. "Saya baru akan memberi tahu Anda. dia yakin. Mengapa. "suruh dia masuk. tebaknya. Saudara-saudara perempuan yang kepi-ngin sekali bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya. pembu-nuhnya tidak dapat melakukannya sendiri. Saya menceritakan padanya pula tentang kartu pos vang saya berikan pada Hardcastle. kelihatan jahat di pojok sebuah jalan. Dia menanyai sava dengan cermat sampai dia memperoleh setiap data dari saya." Sava menceritakannya. di kereta api bawah tanah." Dia mendeklamasikannya dengan amat serius. Membawa sebuah tas kotak-kotak yang besar. Pemeriksaan laboratorium terhadap pakaian itu tidak menghasilkan sesuatu yang betul-betul berguna. "Make-up-nya tebal—bukan make-up yang bermutu tinggi. adalah yang punya harapan terkecil. Tidak diragukan lagi. Rival." "Apa maksudmu dengan itu?" Poirot menutup matanya. dilty." "Pasti ada." Detekttf inspektur hardcastle melihat kalen-der di mejanya." "Aku tidak tahu. Aku akan mernintanya untuk menanyakan sebuah akte pernikahan di Somerset House." "Tidak ada tetangga lagi. tinggi dan ukuran tubuhnya sedang. Tetapi dia menyukai surat itu. atau pembersih. Devon. Tidak terlihat. Dia tidak akan menekankan pada hal itu. Tidak terlalu teliti. Aku tidak minta informa-si. di bis. "Dilly. Mrs.

Wanita-wanita itu biasanya akan memberikan uang mereka padanya dengan cukup mudah." Inspektur itu memandangnya tajam." kata inspektur itu. Beberapa orang memang begitu. Baikbaik. "Ayolah. katanya. kemudian melctakkan tangannya pada bahu Mrs. dan menghirup tehnya dengan cepat. katanya. Dia kelihatan sangat menyesal. Mrs. "Anda tidak boleh berperasaan begitu. Kegugupannya mengenai tempat yang akan mereka tuju tidak lebih dari kegugupan orang-orang lain yang menuju tempat yang sama itu. dengan mudah sekali. Hardcas-de menghiburnya. "Lebih baik. Hanya satu atau dua menit saja. dan mungkin ada sedikit kericuhan mengenainya. "Dapatkah kita melanjutkannya? Bagaimana-pun juga. "Wanita. Kota pasar. Waktu berlalu begitu cepat. bukan?" "Saya kira hanva pada keadaan-keadaan tertentu. saya—saya curiga. Sava mulanya tidak begitu memikirkan-nya-" *Tetapi sesudahnya?" Dia tidak segera menjawab." "Bisakah kita membicarakan beberapa fakta yang dapat membantu kita? Kapan terakhir kalinya Anda melihat suami Anda?" "Saya sudah mencoba mengingat-ingatnya dengan tepat. Anda tahu. Hanya sejak itu saya berpikir. Rival?" "Ya. dia kembali dan berkata bahwa dia harus segera menjelaskannya. "orang cenderung berpikir bahwa itu kuiang dari yang sebenarnya dan itu akan membuat Anda merasa lebih muda." Ya. "Wanita. kemudian dia berkata." "Siapa yang terpikat padanya. Tentu saja saya tahu bagaimana sifat laki-laki. Wanita-wanita cenderung untuk terpikat padanya. tidak.. betapa ingatan seseorang pudar dengan berlaiunya waktu. Dia selalu kelihatan—yah." kata inspektur itu. tetapi dia tidak begitu berubah. hanya saya tidak memberinya satu sen pun. Dia sering bergaul dengan mereka. Dia tidak berkata apa-apa. Dan Anda mengetahuinya." "Yah." kata Mrs. Bagaimanapun juga." "Dan apa yang dikerjakan suami Anda?" "Dia adalah seorang agen asuransi. saya mengerti. begitulah." Inspektur itu mengangguk pada petugas itu. sudah lama saya tidak melihatnya. Rival. bukan?" "Anda pikir orang itu benar-benar suami Anda?" "Saya yakin betul. Rival dan membimbingnya keluar. Saya lalu menanyai dia. hal itu memberi kesempatan pada seorang laki-laki untuk sering berada di luar rumah. Dia tidak keberatan menceritakannya pada saya. Seorang guru sekolah." . Mungkin. "Saya pikir dia pasti telah melakukannya. kalau dia adalah Hairy. dia kelihatan lain." kata Hardcastle. dia menge-luarkan suara tertahan lirih." Baki itu ditarik. "Kami sangat membutuhkan bantuan Anda dalam kasus ini. "Tetapi kelihatannya memang ' seperti Harry. Rival. kelas yang baik. Sungguh menjengkelkan. Tidak akan mengejutkan. jika Anda mengerti maksud saya. Dia berkata bahwa rahasia per-mainan itu sudah terbuka. "Bukan itu sebenarnya yang saya'pikirkan. Ke Newcastle. Saya selaiu berpikir.. "Dia pulang suatu hari dari bepergian. Paling tidak—" dia berhenti " — itu yang dikatakannya." Hardcastle ingin tahu apa yang sedang dipikir-kannya." "Suami Anda sering keluar rumah. "sepanjang perjalan-an naik kereta api. ini akan menenangkan Anda. "Dia Harry. Dia berkata. dan itu sangat berguna kalau mereka punya maksud-maksud tertentu. "Dan di mana Anda tinggal waktu itu?" "Di sebuah tempat bernama Shipton Bois di Suffolk. saya kira sekitar lima belas. dia begitu sering bepergian. Dia berdiri memandang selama beberapa saat." kata Mrs. Rival. tidak begitu. mungkin ada seorang gadis T tap tidak da gunanya bertanya pada kaum laki-laki tentang hal-hal sepern itu. Rival.. "Anda tahu bahwa itu tidak benar?" "Yah." kata Mrs. dan saya harap saya tidak membuan0-buang waktu Anda dengan sia-sia. Dia memberi wanita itu sebuah cincin dan mereka bertunangan—dan kemudian dia berkata dia akan menginvestasikan uang buat mereka berdua. tetapi dia memang Harry. Saya yakin saya berkata dalam surat itu bahwa itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. pikir Hardcastle. Saya harap saya bisa yakin. Mrs.. Kelas yang baik. Dia berbicara dengan nada minta maaf. napasnya sedikit cepat. kenyataannya begitu." "Apakah dia telah mencoba hal yang*sama pada Anda?" "Ya. Tahukah Anda. mungkin itu tidak benar. Harry kelihatannya tergolong kelas yang lebih baik dari sebenarnya. Tidak saat itu. Ketika mereka kembali ke ruangnya. "Dia sangat cermat dengan pakaiannya. Maksud saya. mungkinkah emosi? Dia tidak yakin. Suaranya gemetar. Kita pergi sekarang. seorang polisi segera muncul dengan baki beiisi teh. "bahwa Anda lebih suka segera menyelesaikannya." Dia memasukkan gula pada tehnya. itu adalah gambaran yang cukup baik. Bukankah begitu?" "Saya kira memang begitu. Anda tahu. kembali ke mobil dan mereka kembali ke kantor.. Dia membiarkan Mri> Rival menenangkan dirinya.. Mis.. Ituiah mengapa.. Rival?" Suara Hardcastle terdengar lembut dan simpatik. sangat rapi. "Tidak apa-apa. Saya kira." "Maksud saya. Kemudian baru kita bicara. seperti sava." Dia berdiri dan mengawalnya keluar ruangan itu menuju sebuah mobil yang sedang menunggu. Itu adalah hal yang paling mudah diucap-kan oleh seorang laki-laki. Anda pikir sekitar lima belas tahun sejak Anda terakhir kali melihatnya? Kapan Anda menikah?" "Kira-kira tiga tahun sebelumnya. Kota yang menyenangkan. Mereka tidak pernah mencurigai apa-apa. kemudian dia berba-lik dengan cepat. "Bagaimanapun juga." "Bagaimana Anda tahu?" Dia mengangkat bahu." "Terima kasih. Rival berkata."Tentu saja. tetapi ternyata lebih dari itu. dia jauh lebih tua. Rival. Tentu saja. "Saya bisa mengerti. Mrs. yah agak sedikit mengejutkan. Dia jauh lebih tua. Dia tertibat dengan seorang wanita. Agak kasar sedikit. Minumlah secangkii." dia menambahkan dengan cerdik. Sangat mirip dengan Harry. Anda tahu." "Saya mengerti. Hanya—hanya." "Ya. Tetapi saya tidak mengira—saya sungguh tidak mengira bahwa dia membuat hal itu sebagai suatu bhnis" "Betulkah itu?" Dia mengangguk. Mungkin dia meng ra saya tahu lebih banyak dari yang sesungguhnya." katanya. Tentu saja saya cukup siap untuk menerima bahwa dia bukan Harry. petugas itu mengangkat kain penutupnya. saya pikir—orangorang terpikat padanya dengan mudah. Ya." kata Mrs. Mereka akan berbohong dan yah. banyak gula. saya juga tidak begitu yakin.

Anda tahu. Shipton Bois. karena uang—suatu cara dalam mencari nafkah. Banyak bepergian. Saya bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya selama tahun-tahun terakhir int. Saya pikir mungkin dia telah pergi ke luar negeri—atau mati. Itu bukan kehidupan yang enak dan saya melepas-kan nama Castleton. tetapi saya sering mendengar orang laki-lak berkata mereka sedang mengejai sesuatu yanp hebat dan kemudian ternyata hanya untuk bersenang-senang saja. maksud saya—berbagai nama yang berbeda-beda. tetapi saya tidak peduli dan dia segera membuang subjek itu." komentar Mrs. Gadis atau wanita itu." "Dia hamil?" "Ya... Rival. "Membantu di pesta-pesta." "Dia tidak punya tanda-tanda khusus tertentu? Bekas luka? Sebuah operasi—atau tulang retak —sesuatu seperti itu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya. saya bukannya jenis yang mudah percaya begitu saja pada orang lain. Saya tidak mengatakan saya betul-betul terkejut ketika dia kembali hari itu dan bercerita pada saja. Itu bukan kehidupan yang jelek. "Sayamem-berinya sepuluh pound. Rival. "Anda dulu menyenanginya. saya tidak mau dia menginvestasikan uang saya untuk saya." "Hal Iain yang dapat saya tanyakan pada Anda. Rival jujur. Mrs." "Dan Anda tinggal di tempat itu. Flossie Gapp." "Mungkinkah dia menjual polis-polis asuransi palsu—sesuatu seperti itu?" .. dia selalu kelihatan begitu cerhormat." "Anda tidak pernah mendengar apa-apa tentang Harry Castleton sejak Anda berpisah~-at." "Apakah dia pernah memakai nama Curry?" "Curry? Tidak. Sampai . Orang hanya tidak bisa mempercayainya. "Jarang sekali. dan sebuah senyum riang menghiasi wajahnva. Saya kira saya sudah cukup lama mengetahui bahwa dia menye-Ieweng. Itu adalah seluruh uang yang saya miliki di rumah. Saya tidak pernah melihat atau mendengar tentang.dirinva sejak saat itu. Dia tidak akan gampang ditipu seperti yang lainnya. Di gereja pula. Tidak. "Kami memang menikah. Saya kira itu bukan nama aslinya. menjadi penerima tamu. saya kira. Rival. Tentu saja saya tidak punya ide." kata Mrs. Namanya adalah Castleton ketika saya menikahinya. Selalu simpan uang Anda di tangan dan Anda akan yakin Anda masih memilikinya! Saya telah melihat begitu banyak gadis dan wanita yang membodohi diri mereka sendiri/1 "Kapan dia menginginkan Anda untuk menginvestasikan uang? Sebelum atau sesudah Anda menikah?" "Saya kira dia mengusulkan hal itu sebelumnya." katanya. Bagaimanapun juga. sampai saya melihat fotonya di koran-koran. memakai nama yang berbeda-beda. Betul begitu?" "Ya. adalah apakah Anda mempunyii ide mengapa Harry datang ke daerah int?" "Tidak. Saya kembali memakai nama Merlina Rival. bahwa saya tidak akan menanggung semua ini!" Dia menambahkan sambil merenung. Betul-betul seorang gentleman. "Saya menciptakannya. Saya sungguh-sungguh tidak tahu. Apakah hanya. Saya dapat menginvestasikannya sendiri. "Saya kira tidak. Hardcasde berkata pelan. Sebelumnya kami tinggal dekat Doncaster. kelihatannya." Dia menambahkan. dia bercerita pada saya tentang sebuah kesempatan hebat yang didapatnya. jika itu yang Anda maksudkan. Saya kira saya terpaksa. Rival?" "Kadang-kadang. Nama asli saya adalah Flossie Gapp." kata Mrs." "Anda—maafkan saya— menikahinya ?" "Saya bahkan tidak yakin. Rival. tetapi saya tidak tahu kalau dia juga menikahi wanitawanita lain sebelumnya. kepada wanita itu. Lain dari yang lain. "Saya tidak benar-benar mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan hal itu. "Saya melakukan pekerjaan-pekei jaan ringan di sana-sini.. tetapi setiap orang selalu memanggil saya Flossie atau Flo." "Apakah hal ttu pernah terjadi sebelumnya?" "Saya kira begitu. Kadang-kadang keadaan menjadi lebih baik sesaat." kata Mrs. keadaan mungkin berbeda. "Wanita tidak ingin dunia mengetahui bahwa mereka telah ditipu. "Saya mengerti. Tetapi kali ini. saya kira saya mestinya dibapcis dengan nama itu. Anda boleh berkata begitu/' Hardcastle berkata bijaksana.*' "Apakah suami Anda pernah mempunyai masalah dengan polisi?" 'Tidak pernah. Mrs.." Hardcastle mengulurkan kartu itu ke seberang meja. sebab. sebagai suami istri—sampai berapa lama?" "Kami di sana sekitar dua tahun." "Dan apa yang terjadi selanjutnya?" "Dia berkata dia harus segera pergi dari sana dan saya berkata dia boleh pergi dan menyingkir. Saya berkata 'Tidak perlu/ Bukannya waktu ku saya tidak mempercayainya.j mi. sedikit bergurau. "Ini ada dalam sakunya. Bagaimanapun juga." "Merlina—er—bukan nama asli Anda. Anda bisa bertemu orang-orang." katanya." kata Mrs. tentang laki-laki dan cara-cara mereka dan segi-segi buruk mereka." kata Mrs. Rival?" "Saya tidak tahu. Rival dengan sikap menutup diri. Rival... Atau tepatnya. saya kira?" Dia menggelengkan kepala. setelah kami menikah." Ada kegetiran dalam suaranya sekarang. sepan-jang yang saya ketahui."Mengapa tidak? Apakah Anda tidak mempercayainya waktu itu?" "Yah. "Masih menyebut dirinya sebagai seorang agen asuransi. jika tidak saya tidak akan menikahinya. Mrs.au tentang dirinya?" "Tidak sepatah kata pun. "Saya kira dia memakai—dulu. Tidak terlalu romantis. Kemudian." "Anda bilang Anda tidak pernah mendengar tentang dirinya selama lima belas tahun terakhir ini?" "Dia tidak pernah mengirimi saya kartu Natal. dia adalah orang yang terpelajar. hal-hal seperti itu. bukan?" "Apa yang Anda lakukan sekarang? Apakah Anda masih bermain di panggung. "Saya kira dia tidak tahu di mana saya berada. Florence. Dia bilang dia kekurangan uang.c. Sava kembali ke panggung sebentar setclah kami berpisah. Saya memiliki apa yang disebut sebagai sedikit pengalaman.. mungkin Anda berkata begitu—atau apakah dia adalah jenis laki-laki yang harus memiliki seorang wanita dan dia tidak melihat alasan mengapa mereka tidak sekaligus membayar biaya untuk hiburan yang diberikannya. saya kira tidak." "Harry Castleton.

Mrs. Saya sendiri merasakan hal yang serupa. Saya harap tidak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Saya kha-watir saya tidak dapat mengingatnya. Rival. Itu gambaran paling jelas vang bisa saya benkan." Dia menyentuh jam bersepuh emas itu. yang tidak meng-inginkan sesuatu di masa lalunya terbongkar. Saya tidak menga-takan memang begitu. Mereka selalu gampang terpikat padanya. "Memuaskan?" tanya sersan itu. "Yah. Rival. Kenang-kenangan? . Mereka mengharapkan sebuah masa depan vang bahagia bersamanya. "Cantik. Kelihatannya mungkin sekali ada lebih dari satu wanita vang ingin membalas dendam padanya. tetapi dia mungkin mengum-pulkan uang sediktt-sedikit. sampai lusa. Apakah harus begitu?" "Dapatkah Anda memikirkan adanya hubung-an antara suami Anda dengan nama Rosemary?" "Rosemary? Sebentar." katanya." Dia memikirkan lagi jam dengan tulisan Rose-marv di atasnya. saya kira. "Tolong bawakan jam-jam itu kemari. Dia merasa cukup aman. Kita harus mencari tahu tentang orang itu. Saya pikir lebih mungkin ada kaitannya dengan wanita. Dia kembali ke mejanya dan duduk di sana sambil mengetuk-ngetukkan sebatang pencil. Dia tidak akan mengambil risiko dengan melakukan sesuatu yang memungkinkannya terjebak. saya tidak tahu. Rival. Anda tidak kebetatan memberikan kesaksian tentang identifikasi tadi. Tetapi saya tidak mungkin tahu." Jam-jam iru dibawa dengan sebuah baki dan ditutupi sehelai kain. seperti yang saya katakan tadi. Saya kira dia tidak membutuhkan uang yang banyak. bukan? Saya suka yang itu." kata Mrs. "Ada satu hal kecil Ugi. Mrs. sebab dia selalu kelihatan sebagai tipe yang baik dan terhormai." Hardcastle berbicara kepada bawahannya. adalah sebuah pemerasan?" "Yah. "Itu. ya. Pemeriksaan itu telah ditangguhkan. "kami sangat berterima kasih pada Anda." "Jika Anda melihat sebuah jam dengan jarum-jaium yang menunjukkan angka empat-tiga belas—" Hardcastle berhenti. Tanggal yang tepat akan ada pada catatan di Somerset House. Hany selalu sangat hati-hati menjaga dirinya. sava rasa. bukan? "Ya. Wanita-wanita akan bangga bisa menguasai laki-laki seperti itu. "Kelihatannya begitu. tetapi mungkin begitu. Tidak apa-apa. bukan? Harry menyimpan kisah cintanya secara rahasia. Terurama.. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersumpah bahwa otang itu adalah Harry Castleton. Mereka tidak berarti apa-apa bagi Anda?" "Tidak. Hardcastle mengucapkan selamat jalan." Hardcastle menarik napas. yang pernah menikahi Anda. Rival menam-bahkan dengan jujur.-Rival tertawa kecil. Saya hanya perlu mengatakan siapa dia."Saya betul-betul tidak tahu. mungkin saja." kata Hardcastle. Itu akan membuat saya merasa sudah hampir melangkahkan kaki ke Hang kubur." kata Cray." kau inspektur itu. "Ya. Saya kira dia tidak akan menibuat seseorang putus asa. "Anda tidak pernah melihat satu pun dari jam-jam ini sebelumnya." "Kaum wanita menvukainva. Wanita tertentu. namanya adalah Rosalie. bukan? Saya tidak perlu menjelaskan? Saya tidak akan menceritakan ting-kah lakunya ketika dia masih hidup—hal-hal seperti itu?" "Sekarang belum perlu. Dia menelitinya dengan minat yang jujur dan baik. Sebentar kemudian datanglah Sersan Cray. "Nama Harry Castleton—mungkin hanya alias saja." "Padahal kclihatannva terhormat. Hardcastle membuka kain itu dan menunjukkannya pada Mrs. Ada si rambut merah itu—Bukan. Maksud saya. Rival.. Di mana Anda menikah? Dapatkah Anda mengingatnya?" "Di tempat bernama Donbrook—Gereja Santo Michael." Mrs. "Saya akan berpikir bahwa sudah hampir waktunya untuk minum teh. saya kira. saya kira. "tampaknya adalah barang dagangannya yang utama." Dia mengangguk menegaskan." "Mungkinkah itu menurut Anda. bukan?" "Tidak. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya. Bagi saya kelihat-annya tidak mungkin. mungkin. Mrs .

Bagaimana kau berharap untuk mengetahui sesuatu jika kau tidak menanyakan pertanyaanpertanyaan yang sesuai?" "Tetapi bagaimana bisa di mana tumit sepatunya copot jadi persoalan?" "Mungkin tidak. Aku bisa kacau di sini." "Jadi yang kauketahui seluruhnya." "Ya—polisi-polisi memang sangat hebat—" "Dan para istri sangat membantu. Informasi? Atau sesosok mayat?" "Berbicara tentang mayat." Saya mengangguk. Merlina Rival. tetapi saya tidak dapat membantunya." "Apakah itu tidak akan memperbaiki flat-flat ini?" "Ya—tetapi sangat menjengkelkan bagi&«. kau puny a waktu luang?" "Belum. ya?" Sava berkata pelan." "Oh. mengabaikan kesulitan-kesulitan-nya dengan kibasan tangannya. kau memang tidak pernah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar! Sebagai hasilnya kau tidak tahu apa-apa yang penting." "Kalau aku kembali ke London lagi. ^ *." Matanya bersinar.NARASI COLIN LAMB "Jadi kau kembali juga. "Aku terganggu. mende-korasi kembali. Kemudian. Aku sendiri tidak tahu apa yang diinginkan. Poirot pastilah mempunyai selera yang buruk dalam minuman! Sekali ini dia tidak menawari saya untuk menemaninya minum." "Maksudmu kau tahu semuanya tentang dia tanpa diberi tahu?" "Tidak." kata Poirot. setiap hal bisa." "Kau sebaiknya datang ke Crowdean dan bertanya sendiri. Dia meletakkan penyisip bukunya dengan cer~ mat untuk menandai halaman yang sedang dibaca-nya. sebagaimana dia menyebut dirinya kadang-kadang—" .mengingatkannya pada sesuatu. "Coba ambil karya John Dickson Cart atau Carter Dickson. "Sebuah kunjungan pada seorang teman—di rumah peristirahatan di desa. di mana kisi-kisi itu?" "Sungguh. Aku masih berruga^ Tugasku mcmba-waku ke sana—" Saya berhe/iu sejenak dan kemudian berkata. di mana dia telah memutuskai tumit sepatunya di kisi-ktsi—" dia berhenti. "Tidak perlu. Kalau tahu Poirot." "Ah—tapi itu tidak mungkin. "Aku tidak tahu. Aku tidak menemukan orangnya sendiri." "Kau terlalu jauh. "Untuk saat ini tidak mungkin." pikir Poirot." Saya menggelengkan kepala." "All. Mereka membuat perbaikan-perbaikan. Apalagi dengan bau cat itu nantinya!" Dia memandang saya dengan gusar. Ada penjualan naskali-naskah para pengarang minggu de-pan—sangat menarik." kata Poiiot mengecam. dia bertanya. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang atau beberapa orang yang tidak diketa-hui. "atau seluruhnya yang dapat kauceri-takan padaku adalah bahwa gadis itu adalah seekor kelinci yang malang." saya berjanji. Saya menatapnya. Poirot melambaikan tangannya dan berkata. aku sudah membaca laporan dati pemeriksaan yang ditangguhkan di Crowdean itu. ya?" ia memandang saya sambil berpikir.u—ba-gaimana pendapatmu mengenamya?" Poirot mengangkat bahu. "Bukan— itu sudah lama sekali. aku akan mengunjungimu dan menceritakan semuanya yang kudapat dari Hardcastle tentang Mrs. Dan mayat itu akhirnya mempunyai nama. Sebaliknya. siapa pun dia sesunggulinya. Merlina Rival! Aneh benar namanya!" "Itu mengingatkanku pada sesuatu. kemudian menggelengkan kepalanya. bahkan melakukan pergantian struktural pada flat-flat ini. "Orang harus mengkonsentrasikan diri pada pokok-pokoknya saja. "Tetapi pada apa. "Omong-omong. Kau sudah ke Crow-dean?" "Belum. "Aku tidak tahu banyak tentang apa yang telah terjadi selai: ku di luar negeri—hanya fakta tentang identitik." "Aku menemukan apa yang ditugaskan pada-ku. Bagaimanapun juga aku tahu kalau tempatnya di dekat kantor itu. "Kau telah berhasil. Aku betul-betu| terganggu. "Harry Castleton. "Itu sudah diharapkan." "Aku tidak dapat menceritakan padamu lebih daripada yang sudah kuceritakan — aku tidak mengenal gadis itu sama sekali. "Apa kabar?" tanya saya. bagaimana aku bisa tahu?" "Kau bisa tahu kalau kau bertanya. dan itu mungkin menyangkut dengan seseorang yang telah dilihatnya di sana—atau dengan sebuah peristiwa yang terjadi di sana." "Masih tetap dengan hobimu?" "Ya. Aku merencanakan ke sana besok." kata saya jengkel. sebab dia bilang begitu dan bahwa dia membeli roti kismis dan kembali dengan memakai kaus kaki saja dan memakan roti itu di kantor dan dia mengakhiri dengan berkata bagaimana dia bisa pulang dengan keadaan seperti itu. Maksudku aku tidak berminat padanya-" "Kau tidak berminat—tetapi mengapa tidak? Aku tidak mengerti." "Dikenali oleh istrinya. kita harus mengetahui tempat yang tepat ke mana gadis itu pergi. dan bagaimana caranya dia pulang?" Poirot bertanva dengan penuh rmnat. "Aku tidak tahu." kata Hercule Poirot." "Ah-begitu. tentu saja. Sebaliknya ceritakan padaku tentang si Edna itu—yang mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. Kali ini secangkir coklat panas berdiri di atas meja di dekat sikunya. yang kaulihat kantor pengetik." "Mrs. Poirot.

" saya menjelaskan. Dia malu untuk dipotret—menghindafi keinginan teman-teman wanitanya untuk memotretnya. kau tahu. NARASI COLIN LAMB ." • "Aku bisa mengatakan bahwa dia adalah wanita yang baik yang bersedia menolong teman-te-mannya. pikir penjaga toko—tetapi kupikir itu hanya tebakan saja. terkesan pada pengetahuannya yang hebat tentang keuang-* an dan sebentar kemudian dia menghilang secara diam-diam. Kau tahu bagaimana pasar itu di hari Sabtu." "Dan jam yang keempat? Jam yang hilang itu?" 'Tidak ada komentar." Dia memimpin jalan menuju ruang duduk. "Katakan kapan. Cukup menyenangkan. dengan hati-hati. mungkin malah masih. Pengenalannya cukup positif. Kadang-kadang melakukan pekerjaan 'me-nerima tamu*. Raymond Blair. begitulah. "Masuklah. "Keadaan berubah akhirnva.Saya meloloskan diri sebelum dia dapat mene-ruskan ceritanya." "Hal itu tentunya membuka kemungkinan-kemungkinan. Itu asalnya jam emas dan porselen Dresden itu. Semua ini berlangsung cukup lama dulu—lima belas sampai dua puluh tahun. di karpet ruang duduk Miss Pebmarsh?" kata saya." "Apakah dia pernah diadili?" Belum—kami telah menyelidikinya." Hardcastle mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu depan. memiliki beberapa teman yang tidak jelas. mereka tidak pernah dapat membuktikannya. dengan alasan bahwa ada sebuah janji yang mendesak. Mereka lebih senang kehilangan uang mereka. dan kami menikmati minuman itu. tidak akan bercerita. Saya bangkit dari kcmuraman untuk menyambutnya. Bukan hal yang serius — hanya menipu-nipu—hal-hal seperti itu. Rival mungkin mengetahui sedikit lebih banyak tentang suaminya daripada yang dia ceritakan. Lainnya itu adalah ciptaannya sendiri." "Seorang wanita yang dihina yang tidak pernah lupa?" usul saya. tetapi tidak mudah untuk mendapatkan keterangan. "dan jangan ngomong yang tidak-tidak. Kau tahu." katanya. Dan meskipun-otang-orang Yard berpikir bahwa Harry Castleton. Lebih cocok untuk cara hidupnya. kukira Mrs. Menggambarkan dirinya sebagai bekas aktris. Kabar burung yang tersebar adalah dia sudah mati—tetapi beberapa orang mengatakan dia telah pergi ke luar negeri—" "Bagaimanapun juga. kau tidak dapat masuk ke dalam. Mereka mem-percayakan tabungan mereka padanya." 'Tentu." "Kelihatannya dia bukan laki-laki seperti itu." alu mengapa kau tidak masuk?" "Aku tidak ingin merendahkan derajatmu dengan cara apa pun. Tidak ada keragu-raguan. Saya tahu betul apa maksudnya dengan perka-taan itu. Tidak ada penggantinya sampai saat ini. Dia cukup sering mengubah namanya. Lawrence Dalton. "Kau tidak tahu latihan kami. "Itu adalah senjata utamanya. akan menghilang dari Southend. Aku sudah mulai putus asa. Dan sangat tidak membantu1." "Apa pekerjaannya? Pelacur?" "Bukan seorang profesional. tidak begitu cepat. Istrinya berkata." "Bagaimana dengan jam-jam itu?" "Tidak berarti apa-apa baginya. Seorang wanita jangkung rrienginginkan-nya sebagai hadiah untuk putrinya yang masih kecil! Hal yang diingatnya tentang wanita itu hanyalah topinya yang hijau. Aku membaca di arsip koran—sia-pakah Harry Castleton itu?" "Seorang laki-laki yang tampaknya sangat ter-hormat dan mencari nafkah dengan menikahi atau semata-mata bertunangan dengan wanitawanita kaya-raya yang gampang dirayu. di depan rumah Hardcastle. Saya sedang duduk di tangga. Colin? Kamukah itu? Jadi kau sudah bebas dari perasaan haru-birumu. sekitar setengah jam. Jam perak itu berasal dari seorang perajin perak di Bournemouth. "Halo. tidak ada kabar burung tentang dirinya sampai dia ditemukan mati. duduk di depan pintu rumahku?" "Oli. Saya tidak berminat mende-ngarkan kuliah tentang hal-hal yang telah silam mengenai seni fiksi-fiksi kriminal. Sekitar waktu itu dia kelihatannya menghilang." "Aku bisa saja masuk dengan sangat gampang sekali." "Apa yang dulu disebut." "Berapa lama kau ada di sini. misalnya." "Dapat dipercaya?" "Lumayan. Roger Byron adalah orang yang sama. Betapa banyak jumlah istri yang kumiiiki di sini! Aku mulai berpikir hanya wanita yang bijaksana saja yang mengenali suaminya sendiri. dan mulai menyediakan minuman penyegar." kata saya memutar pikiran saya kembali." kata Hardcastle "Kami telah mengenali mayat itu. "Tepat. yang tidak mudah melupa-kan—" "Dan jika wanita seperti itu buta—pendeiitaan datang menimpa di atas penderitaan lainnya—" "Itu hanya dugaan. Dia tidak dapat mengingat wajahnya. Portobello Market selalu penuh dengan turis-turis Amerika. Kami melacak dari mana asalnya mereka—Portobello Market. bukan?" "Jika kau menyebutnya merah. wanita yang gampang diajak berkencan. "Yah. Kupikir dia berkata sebenarnya. Orang itu betul-betul sangat pandai dengan pekerjaannya—men gumpul-kan uang dari sana sini —selalu pola yang sama-— tetapi sangat sukar ditangkap. dan seseorang bernama Lawrence Dalton akan memu-lai operasinya di Newcastle di Tyne. ketika dia pulang sore itu. Kaum wanita." "Maaf." "Itu adalah suatu berkat." kata saya berang. seorang laki-lakilah yang membeli mereka." "Apakah dia sendiri pernah terlibat dalam kegiatan kriminal?" "Tidak untuk dicatat." kata Hardcastle. Ada wanita yang mempunyai day a ingat yang kuat.—siapa tadi? —Merlina Rival? Aneh benar namanya! Itu pasti bukan namanya sendiri." "Bagaimana rupa istrinya—Mrs." t "Aku tahu. Dibeli oleh seorang nyonya Amerika." "Nama aslinya adalah Flossie Gapp. Kupikir mungkin dia pernah." Saya mengatakannya. "Seorang detektif inspektur polisi sudah pasti akan kehi-langan muka jika tumahnya dimasuki perampok dengan sangat mudah. Roger Byron. itu lebih cocok." "Ya.

Ayo-lah. Dia pikir. semua berwarna kuning. tentu saja bukan. Pada pukul sepuluh keesokan harinya saya menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan berkata bahwa saya menginginkan seorang pengetik steno untuk menyalin beberapa surat dan mengetik kembali sebuah perjanjian bisnis.Hotel tempat saya menginap adalah sebuah hotel yang kecil dan sempit dekat stasiun." "Apakah itu suaramu?" tanya sava. Kau tidak bisa memainkan peranan itu dengan berpurapura. Bahkan lebih dari itu. Dia berpikir bahwa aku terlibat dalam kasus itu sejak awal mula. sesuatu yang tidak diceritakannya padaku tentang—" Dia menyela lagi. Sheila. "Apa pun yang kauceritakan pada orang lain." "Gadisku sayang. sambil perlahan-lahan mengaduk-aduk kopinya. tetapi ada sesuatu yang tidak kauceritakan padaku. Yah. sehingga membuat matanya lebih berwarna ungu. Dia. aku memang tertarik padamu. Kau tidak berpura-pura. Aku tidak pernah menelepon. Kupikir kau sudah pergi?" "Memang. Apakah kejadiannya seperti itu?" "Tidak. "Apakah kau mendapat kesulitan?" "Ya—tidak—aku tidak tahu. "Aku takut padanya. dan kemudian kau ketakutan dan sekali kau berbohong mengenainya. Saya memesan kopi dan kue untuk dua orang. "Dia pikir aku menempatkan diriku di sana. "Tidak tepat polisi. yaitu dengan memakai warna kuning secara bertebth-lebihan dan agresif. Sebuah cabang yang betul-betul berbeda. Hanya karena kau berada di tempat itu pada hari itu. tidak ada bukti terhadapmu. apa pun yang telah kaulakukan. Meja-meja berlapis formika. Saya beruntung." Matanya memandang ke bawah. "Apakah kau baik-baik saja. bagaimanapun juga. Kecuali. kami saling berpandang-an. Waktu itu masih cukup pagi." kata saya. yang bagi saya terasa lama sekali." kata saya meyakinkan." dia berkata sesudah berhenti paling sedikit selama satu menit. Apa bedanya buat mereka jika kita menghabiskan waktumu yang berharga dan malial itu di Buttercup Cafe di s^berang jalan ini daripada mendiktekan surat1 surat yang membosankan yang dimulai dengan 'Kepada yang terhormat." "Tentu saja aku takut. Colin. Sheila." . Dan aku sudah kembali. Tetapi yang kutuju adalah." Buttercup Cafe mencoba untuk tampil sesuai dengan namanya. mungkin dia berkata padamu bahwa itu adalah lelucon. Tidak ada gunanya mengatakan itu untuk menghiburku. maka pasti ada alasan khusus." "Apakah hanya karena menemukan mayat itu yang membuatmu takut? Atau karena hal vang lain?" "Hal lain apa?" Saya memberanikan diri. harganya murah. Boleh dikatakan profesi kami sebenarnya sama. Aku ingin kau percaya padaku. tentu saja. karena saya juga punya janji. kerika Sheila muncul." "Mengapa?" "Kau tahu mengapa. dan juga Edna." kata Sheila. "Mengapa kau ambil jam dengan tulisan Rosemary di atasnva itu?" "Apa maksudmu? Mengapa aku harus mengambilnya?" "Aku bertanva padamu mengapa kaulakukan hal itu. Kopinya berwarna pucat. berpura-pura sebagai Miss Pebmarsh. "Mr. sepu< mantel bulu mink mode terakhir." "Oh. tidak\ Berapa kali harus kukatakan padamu?" "Semuanya memang baik. mari kita pergi dan minum kopi yang enak dalam suasana yang damal. mempunyai janji pada pukul dua belas." kata sava. Saya sedang berada di luar pintu putar di larendon. dia pikir aku membunuh orang itu. tanpa maksud jahat." "Jadi kau tidak mempercayai ceritaku sepatah kata pun?" "Ya.' dan seterusnya. Sheila dapat segera datang. "Bukan. itu hanya kebiasaannya saja. sebab seseorang menempatkanmu di sana. Aku ngeri. tidak begitu. tidak. "Kaukab itu yang menelepon?" "Ya " "Tapi kau tidak boleh berbuat begitu.. Nama saya adalah Douglas Weatherby dan saya tinggal di Hotel Clarendon (hotel-hotel vang luar biasa jeleknya selalu mempunyai nama-nama yang keren)." Dia kelihatan malu. tetapi hanya itulah penilaian yang pantas untuknya. kau harus terus berbohong. Dia pikir Edna mengenali suaraku di telepon. bantalan-bantalan kursi plastik dan cangkir-cangkir dan tatakan-tatakan-nya." Pelayan wanita itu mengantarkan pesanan kami. Seseorang mungkin telah memintamu untuk melakukannya.. Apakah Miss Sheila Webb bisa datang? Menurut teman saya dia sangat efisien." Dia menyela. Kau mungkin telah menelepon hari itu. Di sana disediakan daging panggang yang lumayan. "Aku tidak tahu kalau pekerjaanmu ada hubungannya dengan kepolisian. Kau keluar dari rumah itu pada hari itu dengan sangat ketakutan. kau harus menceritakan pada&w yang sebenarnya. Jika Hardcastle mempunyai prasangka terhadapmu. "Mengapa tidak? Aku siap membayar Biro Cavendish untuk jasamu. "Apakah kau mengharapkan dia menceritakan segalanya padamu?" 'Tah. Sheila?" "Apa maksudmu—apakah aku baik-baik saja?" Matanya dikelilingi oleh lingkaran hitam d bagian bawah. Dia pikir Edna dengan suatu cara mengetahui hal itu. Saya maju ke depan." "Tidak. Saya berkata bahwa saya sudah akan selesai sebelum waktu itu. "Siapa yang kautakuti?" "Temanmu itu—inspektur itu. Aku ini untukmu. Douglas Weatherby siap melayani Anda." "Coba pikir.. Kau betul-betul takut. "Dia selalu pergi ke mana-mana dan sepertinya mencurigai setiap orang. jika Dick tidak menceritakan padaku halhal yang diketahuinya tentang dirimu. sehingga di ruangan itu hanya ada kami saja. Ini karena dia pikir aku tertarik padamu. bukan biru. Sheila. tidak ada alasan mengapa dia tidak melakukannya. Dia pikir itu adalah kisah buatan saja. Ketika pelayan wanita itu sudah mencatat pesanan kami dan pergi. Sudah kukatakan padamu..

Itu adalah apa yan diceritakan oleh bibiku. Kelihatannya. dan namaku — ." "Kau tidak mungkin melakukan hal yang lebih konyol dari itu. Itu pasti dikirim oleh orang yang mengetahui bahwa aku telah mengambil jam itu. dia menceritakan padaku tentang mereka yang tidak sama dengan ceritanya dulu. Aku tidak tahu apa yang ada di belakang semua ini. Rosemary Shei." saya berkata padanya. dan yang selalu dicerita kannya padaku. Hari itu hari yang cerah di bulan September. Itu adalah satu-satunva cara. Baiklah kalau begitu. dan orang mati itu." 'Tetapi seseorang sedang berusaha melibatkan-ku. Sheila adalah pembohong dan mungkin akan selalu menjadi pembohong." "Jadi kau menduga-duga sendiri. katamu. "Dan kemudian?" "Aku mulai berpikir. tetapi saya punya.." 'Teruskan. Sheila. entah bagaimana. Kadang-kadang. mungkin—ayahku. bukan?" Dia diam sejenak. Mengapa aku dinamai Rosemary? Itu bukan nama keluarga. Sampai ketika dia berumur enam tahun dia selalu dipanggil dengan nama Rosemary—tetapi dia membencinya dan mendesak agar dipanggil Sheila." Saya memandangnya. Tetapi dia tidak pernah membicarakan mereka. kau tahu. Kita semua punya kelemahan.. Tetapi tidak ada gunanya mempunyai ilusi-ilusi tentang dirinva. Orang-orang kadang-kadang memang mencoba menyembunyikan kenvataan itu dari anak-anak. "Baiklah. Itu sangat bodoh. Dia tidak begitu memikirkannya. Kau tidak memakai sarung tangan apa pun hari itu. Itu yang kaulakukan. bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Sheila adalah gadisku —gadis yang kuinginkan—dan ingin kumiliki." "Namamu adalah Rosemary. tetapi aku tidak merasa begitu. "Bagaimana kau tahu?" "Ceritakan padaku. Itu namaku. kecuali kalau alasan yang sebenarnya adalah sesuatu—sesuatu yang mereka pikir buruk sekali bagi kita. Mengapa ada orang yang menginginkan aku ada di sana? Melibatkanku dengan seorang laki-laki aneh yang sudah mati? Atau apakah orang mati itu yang ingin menemuiku di sana? Apakah dia. Aku seolah-olah lumpuh. Kau mungkin adalah seorang anak haram. Atau mungkin ibuku. "Dalam beberapa hal." kata saya. Kukira aku—aku konyol sekali." "Aku juga berpikir begitu. Kartu pos itu." katanya dengan suara yang nyaris seperti berbisik. Akhirnya jam itu merepotkan. Sava memutuskan untuk menverang. Hal itu tidak begitu berarti apa-apa pada zaman sekarang ini." gadis itu berkata. "Itu kepunyaanmu?" Dia menahan napas. Bagaimanapun juga. tetapi dia masih bertahan. Aku tidak pernah melihatmu memakai sarung tangan. bisa saja. pikir Sheila. Itu berani kenangan» bukan?" "Yang mungkin saja mempunyai arti yang menyenangkan."Aku tidak pernah melakukannya. saya harus menerimanya sebagaimana dia sebenarnya—sanggup menerima kelemahan-kelemahannya. mungkin. Jadi aku tahu. Orang tidak akan mengatakan bahwa orang tua kita meninggal dan tidak dapat atau tidak mau mengatakan apa-apa tentang orang tua kita. "Aku takut waktu itu." 'Tetapi mengapa kaulakukan itu?" "Sebab nama itu—Rosemary. takut. "Ya. memain-mainkan kuenya di atas piring. aku begitu bingung.i la. Jangan bohong padaku tentang hal ini. sekali-dua. 19?" Kira-kira seminggu. "Baiklah. Tetapi dia meninggalkannya entah di mana—di bis. dan dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya? Dan kemudian seseorang datang dan membunuhnya. Jika ayahku adalah seorang penjahat—" ''Apa yang kauketahui tentang avah dan mu?" "Orang tuaku meninggal dalam sebuah kecela kaan ketika aku masih bayi. Membuatku ke sana. 'Tidak ketika aku memasuki ruang itu. Atau ada orang yang ingin membuat agar segala sesuatunya kelihatan seperti aku yang membunuhnya? Oh." "Hanya itu. ketika aku bertanya. "Itu jamm«. Mereka lebih baik mengatakan vang sebenarma. Aku melakukannya. Aku berdiri tegak setelah menyentuhnya dan aku berdiri di sana menatapnya dan jamku memandangku dari atas meja di samping perapian—jam^w—dan ada darah di tanganku—dan kemudian dia masuk dan aku lupa segalanya sebab dia akan menginjaknya. Tetapi yang penting adalah. dia tidak pernah mengatakan padaku sedikit pun tentang mereka. Aku mengambil jam itu dan memasukkannya dalam tasku dan aku keluar lagi. "Berapa lama kejadian itu sebelum pembunuhan di Wilbraham Crescent No. Dan kartu pos itu sendiri —bergambar Si Tua Bailey. Dan—dan aku meloncat ke luar." Ceritanya mengalir keluar dengan kata-kata yang tidak keruan. Jika saya menginginkan Sheila. kau tidak punya otak sama sekali. kau kembali ke ruang itu dan kau mengambil jam itu. sesudah inspektur itu menanyai aku pada hari itu. Dia telah memiliki jam itu hampir seumur hidupnya. Dia telah membawanya ke tukang jam tidak jauh dari Biro. bukan Sheila?" "Dua-duanva adalah namaku. "Aku tidak memperhatikannya pada mulanya. Pergi jauh dari sana—itu yang kuinginkan/* Saya mengangguk. bahwa aku tidak tahu." "Jadi kupikir mungkin ayahku adalah seorang penjahat—bahkan mungkin. bukan? Kenyataan bahwa kau memiliki nama yang sama dengan nama yang tertulis di atas jam itu?" Dia mendengar ketidakpercavaanku. Dan kemudian aku— menemukan mayat itu. Kelemahan saya berbeda dari kelemahan Sheila. semuanya seolah-olah ditujukan padafcw. bukan?" kata saya. Itu adalah caranya berjuang untuk hidup—penyangkalan yang mudah dan cepat. Dia bilang dia tidak menelepon memanggilku—lantas siapa yang melakukannya—siapa yang membuatku berada di sana dan meletakkan jam£« di sana? Aku—aku berkata bahwa aku ketinggalan sarung tanganku dan—dan memasukkan jam itu dalam tasku. sebab jam itu toh sudah tua dan selalu macet dan memang sudah sepantasnya diganti dengan yang baru Dan kemudian. Padahal mungkin sederhana saja. seorang pembunuh. Itu adalah senjata anak-anak—dan dia mungkin tidak pernah berhenti menggunakannya." "Kau kembali ke ruangan itu sebab kau meninggalkan sarung tanganmu. atau di toko tempat dia makan sandwich di saat makan siang. aku mulai berpikir.

Dick." Dia mendongak. Omong-omong. "Bagaimana dengan Edna? Apakah kau tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ada dalam pikirannya tentang dirimu? Mengapa dia datang ke rumahmu untuk berbicara denganmu kalau dia bisa menemuimu tiap hari di kantor?" "Aku tidak tahu. ternyata Sheila pintar juga. Terkena pisau cukur ketika anjing kami mener-jangnya. kendati saya tahu bahwa lebih baik untuk mengakhiri pertemuan kami dengan kata-kata yang romantis. Kalau dipikir-pikir. Dia tidak peduli. Apakah mayat itu punya bekas luka?" "Dia memang punya bekas luka. tetapi Keingintahuan Pribadi si Colin Lamb menarik saya.. Bahkan sekarang. gadis-gadis yang cemburu. Apa yang menyusahkanmu?" . Mungkin saya yang terlalu rendah menilai Sheila. Sebuah bukti yang menyenangkan. aku akan mengundurkan diri. Aku juga punya Keraguan/' "Berilah waktu pada dirimu sendiri. Itu adalah cara yang sederhana dan mungkin efektif. Saya menemukannya sedang mengerutkan dahinya. Saya tidak dapat tidak memikirkannya. "Apakah kau punya musuh pribadi? Pemuda-pemuda yang tidak puas." "Kukatakan sesuatu padamu. Tidak ada!" Saya memikirkannya. "Jangan cemas. "Aku pergi lagi sore ini. Dia tidak mungkin bisa. menyiapkan tas dan menitipkannya pada pengangkat barang di hotel. memandang saya dengan ekspresi wajah sedang memikirkan sesuatu. Dick. Semuanya membuatku panik dan melakukan sesuatu yang konyol." kata saya segera. Saya bertanya padanya tentang apa yang sedang dicemaskannya. memandangi sepucuk sufat di tangannya.Rosemary—pada jamku sendiri yang seharusnya tidak ada di sana. Sebenarnya dia memiliki sebuah bekas luka di belakang telinga kirinya. Apa artinya angka-angka itu? Mengapa menulisnya di atas kartu pos dengan kata: INGAT kecuali kalau kata dan angka itu mempunyai arti tertentu bagi orang kepada siapa kartu itu ditujukan? Saya menarik napas. NARASI COLIN LAMB Ketika Sheila sudah pergi. saya masuk ke dalam. tidak pernah suka tinta ungu." kata saya." Saya cukup terkesan. Dengan hormat. Kemudian saya pergi. "Kau terlalu banyak mengetik cerita-cerita seram dan misterius." "Apakah mungkin karena sesuatu yang didengarnya dan dia membuat kesalahan tentang hal itu?" 'Tidak ada apa-apa. Merlina Rival. membayar rekeningnya dan berdiri. Saya menanyakan Hardcastle daff ternyata dia ada. Anda bertanya pada saya apakah suami saya mempunyai tanda-tanda tertentu dan say* berkata bahwa dia tidak punya. "Apa yang sebenarnya telah kaulakukan dengan jam itu? Menyembunyikannya dalam lacimu?" Dia diam sejenak sebelum berkata. Kau harus menarik telinganya ke depan sebelum kau dapat melihatnya. Luka itu begitu kecil dan tidak penting sehingga saya tidak pernah memikirkannya waktu itu. Dia tidak mungkin berpikir bahwa aku terlibat dalam pembunuhan itu." Jadi begitulah." Dia mengulurkan surat yang sedang dipegangnya itu pada saya. kataku. (Tentunya itu adalah kata-kata yang paling tolol dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya). seperti katamu. tidak dapat menahan diri lagi." "Apakah dia tidak melihatnya ketika mayat itu ditunjukkan padanya?" Hardcastle menggelengkan kepala. Paling tidak—kupikir begitu. Clarendon adalah hotel yang menyukai Anda untuk check out sebelum jam dua belas siang. Pada tempat yang disebutkannya. Saya baru memikirkan sesuatu. Hormat saya. "Kembali ke London. dan kita akan hidup bahagia untuk selama-lamanya." "Aku meragukannya.** "Kalau begitu cocok." Saya menggeleng-gelengkan kepala memandangnya." kata saya. seseorang yang mungkin agak terganggu jiwanya yang ingin membalas dendam padamu?" Kedengarannya sangat mevakinkan sekali waktu saya mengatakannya. saya tetap tidak percaya bahwa Sheila telah bercerita sejujur-jujurnya.. Tetapi saya salah. saya menyeberangi jalan menuju Clarendon. Bahkan sekarang saya tetap tidak yakin dengan urusan jam itu." kata saya menuduh. "Aku membuangnya di tong sampah tetangga sebelah." Saya tidak yakin apa maksud kata-katanya itu. 413. "Bacalah." "Mengapa?" "Aku seperti pendeta Zaman Victoria yang kuno. "Maukah kau menerima sebuah nasihat dariku?" "Tidak." kata saya. dan luka ku harui dijahit. "Tulisannya bagus. Orang memang tidak peduli kalau mereka mau menasihati Anda. "Jasa Pelayanan Pi ibadi Colin Lamb sedang melaksanakan tugasnya. Rute saya membawa saya melewati kantor polisi dan „setelah ragu-ragu sejenak. "Tertutup oleh telinga." kata saya. Itu adalah sebuah kisah yang fantastik." "Tidak seorang pun dapat menentukan apa yang terbaik bagi orang lain. "Tentu saja tidak. Bila aku sudah selesai dengan tugasku yang sekarang. "meskipun alu. "Kau harus pergi—menjauhkan diri —jika kau tahu apa yang terbaik untukmu. Kau akan baik-baik saja.

Maksud saya bukannya saya tidak mau. bila dia memutuskan untuk datang kemari. Saya kira mungkin juga. "Itu pasti merupakan sebuah pilihan yang berat. "Oh. kemudian berkata. tetapi saya bekerja pada departemen yang betul-betul berbeda. Anda tahu. Serigala berbulu Domba (Lamb). saya tidak mengatakannya begitu! Pandangan saya semata-mata bersifat pribadi. Tiba-tiba ada sifat tegas dalam tingkah lakunya.Hardcastle berkata dengan muram bahwa kasus itu membuatnya jengkeli Dia bertanya apakah saya akan menemui teman saya si orang Prancis atau Belgia itu di London. Aku harus mengadakan sebuah penyambutan yang hangat. Ramsay. Mrs." Dia memimpin jalan menuju ruang makan. Dia hampir-hampir tidak mengangkat matanya untuk memandang saya. Atau Mr.. "Tenang sekali di sini hari ini—saya kira anak-anak Anda telah kembali ke sekolah?" "Ya." Dia berhenti sebentar. kecuali kalau dia betul-betul fanatik. 62. membuat sebuah isyarat kasar untuk menunjukkan sebuah kursi dan dia duduk di depan saya. Lamb. Ramsay membukakan pintu. bukan. dan langsung." Saya memang ikut merasa sedih. Memang berbeda rasanya. siapa yang menjadi anggota partai." Kelesuan hilang dari tingkah laku Mrs. ya. Saya kira." kata saya." "Bukan." "Dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak cukup bersimpati pada tujuan suami Anda?" "Tidak. Saya tidak bisa.. "Mungkin. "Kita lebih baik saling berterus-terang." "Apakah dia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu?" "Saya kira begitu. "Saya pikir Anda adalah Sersan—Lamb. Hal itu memang membuat saya terpukul.. Saya cukup mencintainya sehingga saya mau menemaninya ke Moskow." kata saya. tajam." "Saya mengerti." kata saya lembut. bukan?" Dia diam sejenak. mentari tahu siapa yang menjadi teman dalam perjalanan. 'Tidak. "ada apa kalau begitu?" "Suami Anda masih di luar negeri?" "Ya. Ramsav sambil berdiri.. Saya berkata. tentang pembunuhan terakhir ini? Gadis yang terbunuh di bilik telepon umum.. bukan?" "Betul. boleh saja. bukan. Bolehkah saya masuk?" "Jika Anda mau. Mrs.. Saya percaya. ke mana harus pergi." Waktu menunjukkan pukul dua belas seperempat ketika aya menekan bel di Wilbrabam Crescent No. "Saya turut sedih. Saya harus memutuskan apa yang ingin saya lakukan. "Ada apa?" katanya. Dia tidak mengatakannya pada saya sampai saat terakhir. tidak peduli apakah saya setuju dengan pandangan politiknya atau tidak." Tiba-tiba Mrs. Ramsay? Dan pergi agak jauh?" "Apa yang Anda ketahui tentang itu?" "Yah. Saya tidak pernah lebih daripada seorang simpatisan sayap kiri yang moderat. Anda mungkin tidak ingat. dan kemudian pergi ke Moskow. bukan?" "Nama saya memang Lamb. tanpa nada." Dia mengangkat matanya untuk mengamat-amati saya dengan lebih saksama. Saya tidak mau membawa anak-anak! Hanya itu masalahnya. Saya harus membuat rencana-rencana sekarang. mengetahui apa yang mereka rasakan dan pikirkan. "Anda datang—Anda bersama inspektur polisi itu. Dia menatap saya dengan cepat. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dengan mereka. Anda harus berusaha mengorek-ngorek apa yang tersembunyi di balik kulit seseorang. kemudian dia berkata dengan suara pelan. dalam pekerjaan Anda. tetapi tingkah-kkunya sekarang menjadi lesu. tetapi saya tahu satu hal dengan pasti. Apakah saya akan melihat Michael lagi atau tidak. "Bolehkah saya berbicara dengan Anda sebentar? Saya pernah kemari. menghilang." "Anda tidak tertarik dengan pandangan politiknya?" 'Dulu ya. Sebuah kerutan kecil nampak di antara alisnya. Mereka akan menganggap Anda jahat bila Anda menolak. atau siapa pun Anda sebenarnya." "Dia telah pergi agak lama. Saya mencintai suami saya." "Anda mungkin bisa memberi kami informasi yang sangat berguna bagi kami. Dia menggelengkan kepala. terlibat dengan kepolisian. Mungkin simpati sava yang tulus dalam suara saya menyentuh perasaannya." Dia meneruskan. Dia menginginkan saya membawa anak-anak. bukan itu. saya kira." "Apakah suami Anda terlibat dalam kasus Larkm?" "Saya tidak tahu." kata Mrs. Ramsay memandang saya dengan lebih bersemangat. Mengapa?** "Aku menyebut-nyebutnya pada kepala polisi yang berkata bahwa dia mengingatnya dengan baik—kasus pembunuhan Pandu Putri. yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Ada sedikit kemarahan dalam suaranya." Dia memandang saya dengan sedikit terkejut. bukan? Menelusuri masa lalu. Dan kaum wanita dapat menjadi sangat fanatik. hal-hal seperti itu. "Saya kira Anda ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada sava. Saya tidak ingin tahu. Saya tidak betul-betu." "Dan hanya itu saja saya kira. Saya ingin mereka dibesarkan sebagai anak-anak Inggris biasa." katanya. Ramsay. saya tidak begitu terkejut. di negeri mereka sendiri. Sesudah dia menceritakan semuanya pada saya. dia telah pergi ke balik Tirai Besi. Anda menyelidiki secaia mendalam hal-hal seperti itu. "Dia itu betul-betul seperti kerang. dia tidak pernah menceritakan apa-apa dengan jelas pada saya.. Mrs. "Ya. Mr. itu betul." "Apakah Anda tahu ke mana dia pergi?" "Kurang lebih." "Tidak mungkin. apakah tetap tinggal di sini . tetapi saya sudah melewati saatsaat terburuknya. Saya ingin anak saya dibesarkan di sini. kira-kira sepuluh liari yang lalu.. Dia tersenyum kecil. Saya muak dan jemu pada semuanya! Ketika Michael berkata bahwa dia akan meninggalkan negara ini. Dia tidak pernah bercerita pada saya atau membicarakan hal itu dengan saya. "Mungkin Anda juga merasakannya. Orang tidak akan menolak seorang polisi untuk masuk ke rumahnya. Dia harus memilih cara hidupnya sendiri dan saya harus memilih hidup saya sendiri. "Dia ingin saya menemaninya di sana. Apa yang harus dilakukan. tetapi saya tidak. Tetapi Anda pasti sudah mengetahuinya. pasti ada hubungannya dengan seorang wanita pada akhirnya. saya tidak tahu. Mereka adalah orang Inggris.

saya kira. McNaughton!). Pirang. Rival. hanya perjalanan sehari ke Boulogne. mengedip kembali. apa vang harus-saya katakan? . Bland ketika saya berjalan di sepanjang Crescent menuju Albany Road. McNaughton. Saya heran apa saja yang ada di dalamnya. sebagai penyegaran." katanya pada suaminya. "Mari saya bantu. Ketika saya keluar melalui pintu." Pada saat itu. Dia segera mengenali saya. Tidak. "Angus dan saya telah menikah selama dua puluh tahun." "Dia tidak pernah melihatnya lagi selama lima belas tahun. Membayangiseseorang. "Apa kabar? Bagaimana dengan kejahatan itu? Saya lihat mayat itu sudah bisa dikenali. "Hanya keripik jagung dan telur serta semangka. Saya meletakkan tas itu di meja dapur. Tetapi dapatkah saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik? Ketika saya membelok ke Albany Road. Saya pergi ke pemeriksaan itu." "Jika Anda mengira saya tahu segala sesuatu tentang hal itu. Mr. "Jadi Yard menaruh minat. Saya tidak puas dengan diri saya sendiri." katanya. "Siapa yang—saya baru saja pulang dari luar negeri. 61 dan saya berjalan menuju Albany Road. Kami berdua tertawa seperti layaknya pria yang menguasai dunia. dan melemaskan pegangannya. Tetapi orang harus membereskan dulu semua-semua yang kurang jelas itu. gombal! Saya menjadi ingin tahu. "Saya juga. Memang tidak logis kalau tidak ada seorang pun yang melihat sesuatu! Mungkin Hardcastle telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang salah. Berkilo-kilo kentang? "Jangan mengebel. Saya berjumpa dengan Mr. "Saya tidak mengajak istri saya. Dia mulanya tidak mau membiarkan saya membawanya. "Pintunya tidak dikunci." Saya tidak mengerti apa yang dikatakannya." Dia menyikut saya dengan sikunya (hampir seperti Mrs. Saya tidak tahu apa-apa. Mungkin saya akan mengambil kursus steno dan mengetik lagi. Mungkin itu pula sebabnya mengapa Mr. Omong-omong. Tas belanja itu sangat berat. Currv (Castleton) — telah dibawa ke No." kata saya. kau sudah pulang. bukan?" Saya berkata bahwa saya ada di luar negeri waktu itu. jangan melamar ke Biro Cavendish. begitu. Anda salah. Saya juga!" dia mengedipkan matanya pada saya. harus ada lebih banvak yang dapat diperoleh dari para tetangga. "Itu harapan saya.. Seperti ini kira-kira: Mr. saya membuat daftar pertanyaan di luar kepala. dan mengapa kakinya kadang-kadang sedikit goyah. Seperti kata Poirot. Saya harus mengatakan bahwa dia tidak begitu sedih dengan kematian suaminva. Terdengar bunyi berdenting. sambil tersenyum cerah. Keripik jagung. Bland kelihatannya dalam kondisi yang baik. Dia berjalan menuju No. Saya mengerti mengapa Mrs. Pagi itu boleh dikatakan "pagi para tetangga"." "Nah. saya hampir menubiuk Mrs." Saya membawakan tasnya sampai ke pintu depan rumahnya dan dia berjalan di sebelah saya.. Saya sudah menduga memang tidak ada apa-apa lagi. Dan sekarang dia sering berkebun karena sudah tidak mengajar lagi di universitas. "Saya mengerti. Anda tidak hadir pada pemeriksaan itu. Curry (Casdeton) ." Kelihatannya tidak ada pintu yang dikunci di Wilbraham Crescent. bukan?" Saya mengelak dengan berkata bahwa saya datang dari London. muncul dari balik sudut rumah." katanya. Maksud saya Mrs. bukan?*' "Yah—" saya mengucapkan kata itu dengan nada yang tidak menyiratkan pendapat. "Oh. "Mengapa tidak?" "Gadis-gadis yang bekerja di sana tampaknya sering mengalami hal-hal yang tidak menguntungkan. McNaughton mengundurkan diri dari jabatannya. "Dan bagaimana kalian menghadapi hal-hal itu?" dia bertanya dengan cerewet. "Sudah lama sekali. "Saya mulanya tidak mengenali Anda. Wanita yang tampangnya begitu biasa. "Oh. "Anda adalah anak muda dari kepolisian. "Paris?" saya bertanya.telah dibius-Kapan? idem — telah dibunuh-Di mana? Mr. Saya akan mencari pekerjaan." saya menjelaskan." Dia menarik napas. Dia sedang membawa sebuah tas belanja dan kelihatannya kakinya sangat goyah." saya menjelaskan. Sekarang saya berjalan di sepanjang Wilbraham Crescent persis seperti ketika saya berjalan pada tanggai 9 September. Pergi bersama seorang gadis yang menyenangkan. "Dia kelihatannya telah menikahi seseorang yang derajatnya jauh sekali di bawahnya.atau pergi ke tempat lain. Biar kubawa-kan barang-barangnya—" "Letakkan di dapur saja. Mr. kemudian dia mencondongkan kepalanya ke depan. Ternyata di bawah lembaran gelatine terdapat tiga botol wiski." kata saya dan mengambil tasnya." bisik Mrs. McNaughton pada saya—sikunya menusuk saya. Tidak boleh cerita sembarang-an di luar sekolah. dengan sekop di tangannya. maafkan saya. Sayang. Ukurannya lumayan hot" "Perjalanan bisnis?" kata saya. McNaughton." Saya mendoakan dia agar berhasil dan pergi. Kelihatannya hal itu agak mengejutkan bagi istrinya. menatap saya. Memang sulit untuk mengetahui apa yang hai us kita lakukan dengan diri kita sendiri. 19Bagaimana caranya? Seseorang pasti telah melihat sesuatu! — Siapa? idem — Apa? Saya membelok ke kiri lagi. Saya tidak mendapat apa-apa darinya. Apakah saya harus mengunjungi Miss Pebmarsh? Menekan bel dan berkata—yah. Saya dulu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sekretaris. McNaughton kadang-kadang begitu cerah dan suka omong.. Anda bukan orang sekitar sini.

tetapi benar-benar ada dan terjadi. Sudah saatnya. Saya bingung. memata-matai dan mengintip." kata saya. pada orang-orang yang berkeliaran di sana. Ada seorang anak di jendela itu. mengeluarkan suara meong yang mengalun. Pada saat itu. Sebuah wajah yang sedikit tertutup di baiik sesuatu yang dipegang di depannya. sampai dia tiba pada nomor yang dia inginkan? Wilbraham Crescent tidak pernah kelihatan begitu indah. di bagian tengah gedung itu. Saya sedang bersandar pada tiang pagar No. Saya berdiri di sana. Saya tahu mengapa. "tidak ada orang jenius yang melihat. Tidak ada orang sama sekali di sana. Wilbraham Crescent tetap tinggal diam. menyebut nomor-nomor itu dalam hati. dan apa yang dia katakan. dan satu atau dua peralatan kecil yang tidak dikenal oleh sebagian besar orang apa fungsinya. Apakah Mr. 20. "Oh! Seandainya batubatu ini dapat berbicara!" Kelihatannya itu adalah kutipan favorit pada zaman itu. saya berdiri di sana dan menatapnya. Karena tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya. Selalu curiga." saya membuka pembicaraan dengannya. seperti dia dalam barisan mobil saja. Beberapa peralatan kecil yang kelihatannya tidak berguna. "Maafkan saya. "Tidak ada tetangga. Saya terus berjalan. tetapi balikan itu pun sudah langka sekali. dikemudikan oleh seorang sopir yang sangat tua. saya memperhatikan dengan cermat posisi jendela yang saya minati itu. begitu pula dengan bata dan semen. Apakah pembunuhnya telah memikirkan hai itu. sedang duduk di atas tiang pagar itu. Mereka sekarang duduk mengelompok di rumah-rumah jompo dengan nyaman. Dia juga kelihatan agung tetapi mungkin sudah bosan hidup. Tetapi tidak dalam bahasaku. saya ingin tahu? Apakah itu bagian dari rencana si pembunuh? Saya akhirnya tiba di No. agak kumal dan tidak dibicarakan orang. dan kucing oranye yang sama. Anda akan terkejut pada kegunaan barang-barang itu. yang tidak tahu apa yang mereka cari. Saya salah. Sebuah selotip. Hal ini merupakan kemunduran yang serius bagi penyelidikan kriminalitas. dua orang wanita dengan tas-tas belanja mereka. tetangga yang sangat berguna jika dia bisa bicara. Sebuah Rolls-Royce yang sangat tua muncul dengan agungnya menyusuri jalan itu. kendati sembarangan dan tidak relevan. "Aku tahu kau bisa. Kuno. barang-barang yang mungkin berguna. Ya. Mata saya menangkap kilatan cahaya. Sesuatu yang tidak kita harapkan dan tidak pernah kita pikirkan. Sebuah jendela terbuka dan seseorang memandang melaluinya. Di antara barang-barang lain saya memiliki sebuah teropong burung ukuran saku." kata saya. Paduka. menyendiri. Tetapi batu tidak dapat berbicara. entah di mana. Ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan. seperti yang saya lakukan dulu. bagaimanapun juga. yang cukup mampu untuk membuka pintu-pintu yang terkunci. Saya menyimpan berbagai macam barang dalam saku saya. dilayani oleh sanak saudara yang setia atau seseorang keluarga jauh yang miskin. atau—yang mana jauh lebih mungkin—setiap orang yang ada di rumah selalu makan di dapur "modern". Saya nyaris saja berteriak dengan gaya Victoria. Kucing oranye itu membuka mulurnya. Saya dapat melihat kepangan rambutnya yang panjang pada salah satu bahunya. Perbandingan yang kontras antara ketidakmanusia-wian flat-flat persegi itu membuat saya merasa iba melihat keagungan Victoria yang memudar di Wilbraham Crescent. mungkin menunjukkan sesuatu. saya teringat lagi dengan getir! Tidak perlu diragukan. bagaimanapun juga. yang punya banyak waktu luang. saya yakin." Saya merasakan nyeri yang menusuk di bahu. Mengapa tidak ada tetangga di sana? Mengapa tidak ada deretan rapi rumah-rumah yang menghadap ke arah saya. atau memenuhi rumah-rumah sakit yang sebenarnya tempat tidurnya sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit. Ternyata ada tetangga di sini. Yang selalu berharap untuk menemukan dan melihat sesuatu yang bisa membuat skandal. tetapi terlebih dulu saya lepaskan cakarnya yang suka main-main itu dari bahu saya. Masalahnya wanita tua seperti itu kelihatannya sudah hilang dari peredaran sekarang ini. juga memperhatikan nomor-nomor itu. yang berakal sehat dan senang bisa mendapat pondokan. mungkin juga dia tidak bermaksud menggoda. Saya mendongak. Yang lumpuh dan yang pincang serta yang jompo tidak tinggal di rumah mereka sendiri lagi. Dia berpaling dari saya dan mulai mengibaskan ekornya. "Jika kucing bisa ngomong. Saya mempertimbangkan bahwa itu memang saat yang tepat untuk melakukan suatu pembunuhan. Apakah kau duduk di sini hari itu? Apakah kau melihat siapa yang masuk atau keluar dari rumah itu? Apakah kau tahu semua vang terjadi? Mustahil untuk mempercayaimu. Sudah selalu menjadi keyakinan saya bahwa jika kita menunggu cukup lama. Curry dulu juga datang kemari. sekarang mengarahkan teropongnya ke arah sopir itu. Lensanya tidak cukup kuat tetapi memadai. 19. Tetangga. Dia memandang saya dengan dingin melalui bahunya dan mulai menjilati dirinya. jam yang dikeramatkan oleh tradisi Inggris sebagai jam untuk makan siang. persediaan tetangga sedang langka di Wilbraham Crescent. Dia memegang sebuah teropong opera kecil dan dia sedang mengamat-amati saya untuk menggoda. melewati saya. jam satu siang yang suci." Kucing itu merasa tersinggung. Meskipun jendelanya ditutupi dengan saksama dengan kawat nilon. melainkan balok-balok beton yang besar. yang mengalahkan kepopuleran renda-renda Nottingham. Pengamat kecil saya. Apakah mungkin kali ini adalah kesempatan saya? Mendongak lagi pada gedung besar persegi itu. Saya mengeluarkannya dan memegangnya di depan mata saya. Hemming mungkin? Tidak begitu penting apa yang hams dikatakan seseorang pada Mrs. tidak perlu diragukan lagi. menghitung dari jendela itu ke batas pinggir . "Aku tahu kau bisa bicara seperti diriku. dan kelihatan tidak manusiawi itu? Seperti sarang lebah berpenghuni manusia.Mengunjungi Miss Waterhouse? Tetapi apa gerangan yang harus saya katakan pada«y<*? Mrs. Hemming. sekelompok orang yang sedang mengelilingi meja makan. atau hampir. Seperti banyak anggota masyarakat lainnya yang dungu. yang pernah saya lihat sebelumnya. Saya memasukkan tangan ke dalam saku. Saya berhenti dan menyapanya. Kilatan cahaya itu muncul lagi. saya perhatikan." saya berkata sedih. kita pasti akan memperoleh sesuatu. Saya memandang ke seberang jalan. Rumah-rumah itu sendiri mungkin telah diawetkan seperti mumi terhadap tanda-tanda kehidupan yang ada di dalamnya. sebuah kaleng berisi serbuk kelabu dengan label yang salah dan sebuah insuflator untuk digunakan dengan serbuk itu. Apa yang saya inginkan— apa yang diinginkan Hardcastle—adalah seorang wanita tua yang suka gosip. berpikir. Pada satu atau dua lumah saya dapat melihat melalui jendela-jendela yang tak bertirai. juga kapur dan lapisan semen. dua orang anak laki-laki naik sepeda. Pus. itu dia muncul lagi. menurut kebudayaan tahun enam puluhan. ada hal lain yang mempe-sona di siang bolong di Wilbraham Crescent. yang disewa oleh lebah-lebah pekerja yang keluar terus sepanjang siang dan hanya pulang pada saat malam untuk mandi atau merias wajah mereka dan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan pemuda-pemuda mereka. Dia melewati saya perlahan-lahan. Dia tidak akan mendengarkan.

dan memindahkan sesuatu dari tangan saya ke dalam saku. "Ya. "Saya memungutnya dan membawanya kemari. dia bilang kamu—kamu menjatuhkan." "Aduh. Dia tidak mengerti bahasa Inggris. Dia menjawab dengan ketepatan yang sama dan terinci yang telah ditunjukkannya sebelumnya." Dia mengangguk. kemudian pintu itu terbuka. ya. yang menembus serta nyaris membuat saya gemetar. Dan Papa tidak suka singkatan. "Saya kira—saya tidak pernah melihat. Nomor di atasnya.gedung dan dari tanah ke jendela itu." Saya membuka tangan saya. Seorang gadis Skandinavia pirang bertubuh besar dengan wajah tersipu-sipu dan memakai pakaian berwarna cerah. Lantai empat. "Tuan ini. membungkuk ke rerumputan." Dia berian dengan gesit. "Halo. Siapa nama panggilanmu?" "Geraldine. Pada waktu-waktu lain saya kira pasti ada seorang penjaga di sini. Dia menjatuhkan sesuatu dari jendela." kata saya." "Dan ibumu?" "Mama sudah meninggal. ya. Saya memasuki ruangan itu." Pada saat itu. Dia datang dari Norwegia. celakanya. Gadis kecil itu kelihatannya biasa-biasa saja. ya?" kata saya. "Siapa namamu?" Dia segera menjawab dengan tepat. Kemudian saya berjalan sampai saya tiba di pintu masuk flat-flat itu. Di tepinya l>edeng-bedeng bunga yang rapi ditata pada posisiposisi yang strategis di atas rerumputan." dia mengangguk kuat-kuat. Dia lagi sendirian dan bosan dan munculnya seorang tamu akan diterimanya dengan sikap terbuka. "Dia meninggal ketika aku baru be i umur dua bulan. Dia memiliki dahi vang menonjol. "Papamu pergi." katanya. 77." "Anda pergi sajalah." kata saya. Ada sebuah bel dengan tanda besar di atasnya. tanpa memaksakan pertanyaan konyol seperti itu." Di sini saya menggunakan sedikit isyarat. Orang dewasa akan segera bertanya apa yang saya inginkan. menyeberangi gang dan membuka sebuah pintu. maka akan merupakan suatu kebanggaan jika ibunya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan semuanya. Ini dia. tercium bau gosong dari dapur. "Cartinghaven Engineering Works. tetapi saya tidak membunyikannya. Dia baru di sini. sehingga mudah bagi saya untuk menebak apa yang sedang dilakukannya. jadi saya melangkahi jalan setapak itu." kata saya. saya masak. Di dalamnya terdapat sebuah pisau pemotong buah dari perak. "Maaf. Dia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. "Aku mengerti." Dia tersenyum ramah pada saya. bertuliskan PENJAGA." kata saya." "Ya. Penunjuk jalan saya berteriak bingung. adalah No. dan ada sedikit noda tepung di hidungnya. "Geraldine Mary Alexandra Brown. "saya kira Anda punya seorang gadis kecil di sini." "Anda sibuk memasak." . maafkan saya. dan saya cukup vakin bahwa saya menemukan pintu yang benar. Dari luar kelihatannya cukup sederhana untuk mengira-ngira letak sebuah ruangan." kau saya simpatik. menutup pintunya dan mendekati kursi itu. pikir saya. "panjang sekali. Pulang dari Prancis. ruang depan menjadi kosong." "Maaf?" Kelih atannya dia mengerti maksud saya. Beaver-bridge. Geraldine cukup terbuka bagi suatu percakapan.. dagu yang tajam. Bahasa Inggrisnya belum begitu baik. tetapi aku tidak suka yang itu. Anak itu menjawab "Halo" dan memandang saya dengan pandangan menyelidik yang lama." Salah satu keuntungan besar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah bahwa mereka mempunyai logika mereka sendiri. mendongak ke atas kepala seolah-olah kaget. "Jika Anda membolehkan saya mengembalikannya pada gadis itu. saya sudah sering latihan dengan keadaan-keadaan seperti itu dulu. dengan sebuah kaki yang sedang digips. memandang saya dengan penuh selidik. Kalau saya tidak bersikap sebagai seorang yang membosankan dan tidak menarik. tetapi pada saat-saat suci antara jam satu dan jam dua. tanpa berkurang keceriaannya. tetapi dan dalam gedung ternyata membingungkan. Ada lift otomatis dan saya masuk ke dalamnya dan menekan tombol ke lantai empat. dan dikepang dua. Dia melihatnya menunjukkan bahwa dia tidak mengenali benda itu. lurus. Saya berpendapat bahwa lebih baik mengambil tindakan. "Saya tidak ingin mengganggu Anda. Ternyata di baliknya ada sebuah ruang duduk yang menyenangkan. Sebuah kursi telah ditarik ke dekat jendela dan di atasnya duduk seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun. Pesawat itu jatuh. Yah." Dia berbicara dengan puas dan saya pikir bagi setiap anak yang ibunya sudah meninggal. "Maafkan saya—apa Anda bilang?" "Seorang anak di sini—seorang gadis kecil. "Menjatuhkan sesuatu—dari jendela." kata saya. maka dia pasti cukup siap untuk berbincang-bincang. Sesudah itu saya harus memeriksa setiap hal dengan hati-hati. Di situ ada jalan setapak yang cukup lebar." kata saya. Aku mengajarinya. Saya harus menunggu sebentar." kata saya hangat.. "Jadi kau punya—" Saya melihat ke pintu. betul atau salah. tujuh adalah angka mujur. Tangannya telah buru-bmu diseka tetapi masih terdapat bekas-bekas tepung. Kadang-kadang Gerry. menuju ke gedung itu. "Itu Ingrid. Dia menunjukkan jalan. Baru dua minggu. Saya menekan bel dan berdiri menunggu peristiwa berikutnya.. 'Tepatnya empat belas tiga perempat mil dari sini. "Permisi." kata Geraldine. "Saya dapat menanganinya sendiri. Rambutnya tipis.. berpura-pura mencari sesuatu dan akhirnya berdiri tegak. dan sepasang mata kelabu yang sangat cerdas. Itu betul. Semua penumpangnya mati. Bagaimanapun juga. Kemudian saya mengitari gedung ttu sampai saya tiba di pintu masuk. "Aku Colin Lamb. yang mengitari gedung itu.

siapa yang tinggal di dalamnya dan hal-hal lain sepeiti itu." kata Geraldine. Saya mengambilnya dari tangannya. Dan kadang-kadang kami makan sangat terlambat karenanya. "Orang yang pohon-pohonnya tidak rapi itu." "Ini sungguhan. tidak membuang-buang uang. Tetapi Papa membawakanku macam-macam. jadi aku menghabiskan banyak waktu dengan melihat ke luar jendela dengan ini. Sangat mengagumkan bagaimana jelasnya Anda dapat melihat Wilbraham Crescent No. ya." "Sial. "Bagus sekali." "Aku baru saja berbicara dengan salah seekor di antaranya." "Aku punya catatan kecil." "Baiklah. aku melihatmu. kau lihat ini. Dia sangat baik. "Boleh kulihat?" kata saya." kata Geraldine bangga. "Bukan punyaku. bukan?" Geraldine tersenyum senang. Kau tahu." "Dia menjadi gugup kalau memasak. Harry maksudku." "Itu pasti cukup menyenangkan. "Aku jatuh dan kakiku patah."Dan dia mengajarimu bahasa Norwegia?" 'Tidak banyak. Masakannya kadang-kadang agak aneh. Aku senang kau datang. ada seorang wanita buta di sana." "Ceritakan lebih banyak tentang orang-orang yang tinggal di sana itu. Sebetulnya" aku sedang lewat di bawah sana. dan kupikir kau menjatuhkan sesuatu dari jendela. mula-mula curiga dan kemudian mengangguk memujinya. "Bukan untuk bayi dan untuk pura-pura. Tahukah kau? Dia suka makan ikan mentah." tambahnya. Ingrid. "Kualitas nomor satu. "kalau dia mencoba sesuatu yang baru." kata Geraldine. bukan?" "Ya. Harry. aku suka tart. "Kau tidak perlu cemas. "Ya. "Kau menyukainya?" "Ya. "Oh. Dia baik. Penjaga gedung memberitahuku." kata saya. Geraldine mengangguk. teka-teki bergambar. Mulanya agak sakit dan nyeri sedikit. "Kedengarannya enak. "Aku punya sepupu bernama Dick dan dia mengamat-amati kereta api. sambil menunjuk. Dia menceritakan tentang pembunuhan itu." "Aku pernah makan ikan mentah di Norwegia." kata Geraldine. kalau memang dia yang memberikan benda itu. aku tahu. "Kau baik-baik saja. Dia punya kucing banyak sekali." ' "Aku melihat ke luar jendela hampir sepanjang hari. "Apakah kau datang untuk makan siang ?" "Tidak persis begitu." kata saya. Ingrid membuka pintu dan muncul sambil terengah-engah. tetapi sekarang sudah tidak. jadi aku memberi mereka nama karanganku sendiri. Maksudmu kau dapat memotong apel dengannya dan buah-buah lainnya. kau sedang melihat ke luar jendela dan. Geraldine memandangnya." kata Geraldine." Dia menambahkan dengan sopan." Geraldine kelihatannya sangat meragukan hal itu. "dan apa yang kaulihat." katanya. "Oh. Saya mengembalikan teropong itu padanya. ya. "Kadang-kadang itu baik juga. tetapi dia berjalan seolah-olah dia bisa melihat.." "Kukira kau pasti tahu tentang semua rumah di sana. 19 dan daerah sekitarnya. kau mulai dari nomor satu dan melihat sejauh mana yang dapat kaucapai." kata saya memuji." Saya membukanya. Plasticine." kata saya. "kucing oranye. Kau tahu. Dan boleh dikatakan. "Ini sangat bagus." Geraldine menjelaskan." "Umm—ya. "Ada pembunuhan di rumah itu. maksudku." "Pasti membosankan. Dia betul-betul buta." "Olahraga yang cukup baik." kata saya. Memang menyenangkan kalau ada seseorang yang dapat diajak ngobrol. Dia menceritakan banyak hal padaku." kata saya. "Kupikir tidak begitu banyak yang tidak kaulihat. Sayangnya tidak banyak mobil yang lewat jalan ini. Siapa yang tinggal di rumah di sebelahnya—yang rapi itu?" "Oh." "Bukan—aku tahu itu sangat bermutu." katanya. Seperti mengamat-amati kereta api. "Cukup bagus. "Ya." Saya menyodorkan pisau pemotong buah dari perak itu. dengan rasa kaget. Matanya bersinar menunjukkan betapa pentingnya keterangan yang akan diungkapkannya. Aku sedang turun dari bis dan bisnya tiba-tiba jalan. Tentu saja aku tidak tahu nama-nama asli mereka. Dia menunjukkannya pada saya menuliskan kejadian-kejadian di dalamnya. "Kau pasti sangat cermat. jadi aku menundanya sementara ini. mengatur teropong itu pada mata dan melihat ke luar jendela. dengan begitu aku jadi lupa kalau aku sudah lapar." "Ya." "Aku?" "Ya." kata Geraldine. tetapi aku bosan mengerjakan apa-apa. Kami juga mengamat-amati nomor-nomor kendaraan. dan barang-barang seperti itu." Dia mengangguk kuat-kuat dan membuat gerakan-gerakan dengan tangannya. buku-buku." "Pembunuhan itu?" kata saya. "Dia mencoba membuat kue tart hari ini. ya?" "Kami baik-baik saja. "Itu adalah Marchioness (gelar bangsawan) dan Carrabas." kata saya. Ayah Geraldine." kata saya." Saya mengatakannya dengan biasa tetapi Geraldine cepat bereaksi. crayon. juga waktunya." kata Geraldine tegas." Geraldine menarik napas. Mengapa kaupikir aku yang melakukannya?" "Yah. seperti Kucing Bersepatu Bot. di sana. Aku tidak menjatuhkannya." kata sava. Meskipun aku tidak mematahkannya dengan cara yang menarik. Senang juga kau punya seorang tamu." Dengan bangga dia memamerkan sebuah teropong opera kecil. "Kau kembali. "Apa ini?" "Pisau pemotong buah. Memang sangat bagus. aku benar-benar melibatnya Sungguh menarik/* . saya pergi. kau masak.." "Ya.

Sebentar kemudian polisi datang. jadi aku tidak melihat. Hal yang menarik adalah ketika seseorang berlari ke luar dari rumah itu sambil menjerit. Dia keluar dari pintu dan menjerit-jerit. Geraldine berkata." kata saya. liari itu agak sepi. Tentu saja hanya ini yang perlu dimasaknya kecuali makan pagi.. pemuda itu kelihatannya mendudukkannya. itu adalah gagasan yang gampang." kata saya. aku selalu memanggilnya Kaisar sebab dia kelihatan begitu agung—berhenti menjilati dirinya dan kelihatan agak kaget." Ingrid muncul sekali lagi. kau tahu. memandang rumah di seberang itu. dia pergi ke jalan dan menelepon polisi dari telepon umum di sana. jika aku tahu bahwa hal itu akan terjadi. "Saya datang dengan segera sekarang. Suka bilang. Suka menepuk-nepuk. Dia punya seorang saudara laki-laki yang selalu dirongrongnya. sebab. Aku dapat melihatnya dari sini. 71 . Kupikir itu agak bodoh. "Kami tidak sungguh-sungguh membutuhkannya. Dia menjengkelkan. ya. Papa pergi ke restoran setiap malam dan mengirim sesuatu dari sana untukku. Dia adalah penjaga flat-flat di sini. Kadang-kadang jam dua belas. cukup cantik. tapi di sore hari. "banyak yang bertampang seperti diriku. "Yah. "Ya."Ya. seperti nama makanan." Matanya bersinar." "Ya. aku tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi. Geraldine?" "Makan malam." kata saya merendah. tentu saja. 'Tolong ceritakan kejadian-kejadian sebelumnya. Yah. "Banyak sekali polisi. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Ingrid tidak memilih saat itu untuk muncul lagi dengan kue tart yang lezat atau makanan enak lainnya. "sangat bodoh." kata saya." "Semuanya sangat menarik. Bukan pada hari yang sama—sesudahnya—di bilik telepon umum di jalan itu. "Apa yang terjadi kemudian? Ini sangat menarik. tetapi makan tengah hari bisa kapan saja. Dan mereka mengangkut mayat itu dengan mobil seperti ambulans. kukira itu benar/' kata Geraldine. sebab Papa bisa sangat marah. tidak seorang pun tinggal di sana kecuali Miss Pebmarsh. pemuda itu." kata saya. bukan? Aku -belum pernah melihat pembunuhan. Dia harus menyiapkan sarapan pagi tepat pada waktunya. Curry. tidak banyak pada mulanya. aku makan malam pada saat Ingrid selesai memasaknya. Tentang pembunuhan itu. "Kau tidak makan pada waktu tertentu. Ada seorang pemuda datang dan arah jalan. dan kemudian Miss Mata Lembing muncul dari rumahnya—itu yang tinggal di No. Pemuda itu keluar dari rumah itu lagi —kau yakin dia bukan dirimu?" m"Aku ini orang bertampang biasa-biasa saja. Ingi id bilang. Perry datang unnik menjagaku. Di atas tanah dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu dan si Kaisar— itu si kucing oranye.' " "Yah." "Kau tampaknya sangat pintar ngomong. Kau tahu." "Jadi kau tahu nama aslinya?" "Oh." kata saya tertarik. sedikit bingung. Sepuluh lebih tiga bulan." "Berapa umurmu." "Maksudmu dia tinggal di sana?" "Oh. Tak seorang pun tahu namanya. Tiba-tiba dia menatap saya." kata Geraldine serius. Dia agak lucu dengan urusan waktu. bagaimanapun juga." Dia menghilang lagi." "Apa yang kau—er—lihat?" "Ya. Tentu saja ada banyak orang saat itu." "Aku pasti punya kembaran. Nama yang lucu." 'Teruskan." kata saya ringan." Dia membuat gerakan dengan tangannya. tidak. Tentu saja aku tidak benarbenar melihatnya. Bukan makan malam sungguhan. 'Gadis kecil savang. Dan gadis yang menjerit itu bernama Sheila Webb. kadang-kadang sampai jam dua. 18—dia muncul dan berdiri di tangga sambil melihat-lihat. "Itu karena aku harus ngomong banyak dengan Papa." Suaranya terdengar sedih. Lumayan muda." "Siapa yang menjerit?" "Cuma seorang gadis. kau tahu. Dia selalu gugup kalau tiba waktu makan. Dia bercerita padaku sesudahnya/* "Apakah dia menceritakan siapa yang dibunuh?" "Dia bilang seorang laki-laki." "Miss Mata Lembing?" "Aku memanggilnya Miss Mata Lembing sebab dia kelihatan begitu biasa. "Pemuda itu kelihatannya agak mirip denganmu. Tetapi." "Menepuk-nepuk?" tanya saya. Tetapi dia memberiku permen dan lain-lain. Geraldine?" "Sepuluh. Ingrid keluar siang itu. maksudmu? Ini adalah makan malamku. bukan. tanpa bermaksud menghina." kata Geraldine. bukan?" "Ya." dia berkata meyakinkan. aku pasti akan lebih waspada. melihatlihat. Harry berkata padaku bahwa laki-laki yang terbunuh itu bernama Mr. maksudku—pada hari pembunuhan itu terjadi?" "Jam dua belas hari itu." "Yah. "Jam berapa kau biasanya makan siang. Kukira dia mestinya sudah ada di sana sejak sebelumnya. "Jam berapa kau makan siang—malam. maksudku. Ada banyak orang pagi itu yang hanva berdiri di jalan. cuma aku harus mengeluarkan kepalaku dari jendela dan melongok-longok.' Dia bukan. kau makan kalau makanannya siap. "orang yang bisa diajak ngobrol dengan enak. sungguh. Aku tidak makan malam di malam hari. Dan ada pembunuhan kedua. Dan tentu saja aku tahu bahwa sesuatu pasti telah terjadi. Maksudku aku belum pernah melihat tempat terjadinya suatu pembunuhan. Gadis itu keluar dari gerbang dan mendekap pemuda itu—seperti ini. Dia pergi ke bioskop atau ke kapsalon dan Mrs. "Sava segera datang. Aku juga melihat Harry di sana. di kepala. Hanya ikati atau sesuatu. "Dan kemudian terjadi berbagai macam hal. Apakah kau melihat orang itu—orang yang terbunuh itu—apakah kau melihatnya datang ke rumah itu?" "Tidak. namanya ada di koran-koran.

" "Kau belum menceritakan dengan tepat apa yang terjadi ketika binatu itu datang. "Tukang binatu baru?" "Ya." "Apakah Miss Pebmarsh menerimanya?" "Tidak. "tetapi bagiku kelihatannya mustahil." "Sama sekali tidak sulit. Curry tidak datang dari pintu depan. "Rumah-rumari itu saling membelakangi." "Oh. Tak seorang pun datang kecuali tukang binatu. dan menunjukkan catatan itu dengan jari telunjuk yang agak kotor." Dia menerima tantangan itu. Kepiting datang dan kapan dia pergi. "dan tukang susu datang pada jam setengah delapan tiap pagi." kata Geraldine. 1J5 binatu datang. Kupikir mungkin dia masuk. Kepiting pergi sekitar jam dua belas. "Aku ingin tahu seperti apa tampangnya. Orang-orang itu pasti tak suka kalau dia menyelinap lewat kebun mereka." Geraldine mengangguk. Sedikit mentega. bukan?" "Yah. "dia akan merasa lapar. Dia harus mengatakan padaku dalam bahasa Jerman. "Apakah mereka punya detektif wanita? Aku suka jadi detektif." kata Geraldine. "Jadi kau memusatkan diri pada teropong operamu itu. Kasar kalau kau mengucapkannya dalam bahasa Inggris. "Aku mencatatnya. jadi Ingrid dapat mencuci semuanya dan pergi setelah jam satu. Pada hari itu ada binatu baru— Snowflake Laundry. Jadi Ingrid tahu dan sangat jengkel denganku dan kami tidak berteman sampai hampir saat minum teh keesokan harinya. "Dalam sebuah keranjang yang besar.35 tepat." kata Geraldine.'* "Jadi apa yang kaukatakan pada Ingrid?" Geraldine mulai tertawa. Kebanyakan orang memakai jasa Southern Downs. Kadang-kadang dia membawa sebuah bungkusan yang tidak ada padanya pada saat dia datang. Aku tahu dengan tepat apa vang terjadi hari itu. Curry datang ke rumah itu?" Geraldine menggelengkan kepalanya. Aku tidak melihatnya." kata saya. Dia adalah tukang binatu yang baru." kata saya. Aku tahu sebab aku pernah ke Swiss sekali dan orang-orang di sana mengucapkannya." "Memang. Aku mengajarinya bahasa Inggris dan dia ingin tahu bagaimana mengucapkan 'sampai jumpa lagi*—*««ti/ we meet again1. "Mengirimnya. Saya tidak ingin memancing khayalannya. aku mengisi teka-teki silang." tambahnya bangga." "Oh." "Aku ingin tahu apakah mungkin kau telah melihat Mr. sebingga dia tidak mau berbicara denganku. bukan? Dan dia tidak dapat minta sarapan pagi pada Miss Pebmarsh. "Apakah binatu itu mengirimkan pakaian atau mengambilnya?" tanya saya. "Jadi itu sebabnya aku tahu Mr. "Aku menyuruhnya berkata. 19. Dia punya seorang anak laki-laki kecil. "kukira sulit bagimu untuk mengingat kejadian di hari tertentu dan membedakannya dengan hari lainnya. "Kau mestinya jadi detektif Scotland Yard. Kaupikir itu mungkin?" "Kupikir semuanya mungkin." Anak itu betul-betul sebuah ensiklopedi. tidak kalau dia menyembunyikan diri dari Miss Pebmarsh. "Kembang kol dan sayuran yang awet-awet dibeli sendiri oleh Miss Pebmarsh. "Aku dapat menceritakan segalanya padamu tentang pagi itu. pada waktu malam dan bersembunyi di gudang." tambahnya. Memang agak aneh. kalau kau berbaring di sini dan selalu melihat ke luar. Dia pergi mengajar anak-anak di sekolah buta. dan keju." katanya tidak setuju." kata Geraldine. "Tidak. Dia hendak berkata tetapi tawanya membuatnya tak bisa bilang apa-apa. "Ya." "Jadi pagi itu kau melihat ke luar jendela. kukira." kata Geraldine. Sekitar lima puluh." "Mungkin dia datang dari kebun." kata saya. Mereka pasti baru berdiri. Aku tahu kapan Mrs. tetapi hari itu tidak. Dan mereka juga berkata Griiss Gott." "Tidak." Saya berjuang keras untuk menahan rasa tertarik saya muncul pada suara saya. Sebelum makan. kira-kira jam sepuluh." Geraldine menggelengkan kepala. mungkin dia ke sana pagi-pagi. kukira tidak. Jauh lebih besar dari yang biasanya. "Bagaimanapun juga. sebab Miss Pebmarsh tidak dapat melihat." "Dia tidak pergi ke pintu depan dan membunyikan bel. sebab Ingrid dan aku bertengkar. Maksudku melalui bagian belakang rumah." "Jam berapa waktu itu. persis seekor kepiting. tetapi akhirnya dia bisa berkata juga. Maksudku bukan polisi wanita. bukan?" "Ya. tertawa yang nakal. No. tidak. "Tak seorang pun? Tak seorang pun dengan mobil—seorang pedagang— pengunjung?" "Tukang sayur datang pada hari Senin dan Kamis. dia sudah keluar lagi. Kupikir polisi wanita itu konyol. Dia berlari ke sana kemari. Sekali-sekali. "Kedengarannya sangat biasa. Kadang-kadang diajaknya. mengamat-amati orang-orang." "Itu adalah si wanita pembersih harian. 'Pergilah ke Neraka'!— 'Get the hell out of herel Jadi dia berkata begitu pada Miss Bulstrode di sebelah dan Miss Bulstrode sangat marah sekali. sekitar jam sepuluh. tidak. membukanya. Dia menunjuk buku notes kecil."Jadi kau makan malam lebih cepat pada hari terjadinya pembunuhan itu?" "Ya. Bercukur bersih dan memakai pakaian berwarna abu-abu tua. Kalau begitu aku pasti sudah melihatnya." "Dan tak seorang pun datang ke rumah itu?" kata sava. Mrs. entah bagaimana caranya. tentu saja tidak." ." kata Geraldine. dia lumayan tua. Biasanya adalah Southern Downs Laundry. Geraldine?" "Jam 1. Dan kemudian Miss Pebmarsh keluar. Auf Wiederseben. ya. Aku belum pernah melihat Snowflake Laundry." Saya mencernakan informasi itu.

kau tidak ingin merusakkan topi itu. "Hujan akan segera turun. Dia membayarnya dan mulai menghirup minumannya dari gelas." kat& Geraldine." tambahnya dengan suara keras. jika aku jadi kamu. atau apa saja?" "Sesuatu seperti itu. Aku tahu apa yang kuomong-kan. berterima kasih. Rival sedikit gembira. Saya meninggalkan mereka. "Aku ingin memilikinya. dia menyapanya dengan tingkah laku yang sedikit melembut. Aku tidak tahan dengan penipuan. Fred." "Aku akan pulang dan tidur dengan nyaman. Minuman itu membuat Mrs." "Dan kemudian dia pergi lagi?" "Ya. Rival. 'Sama saja. "Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan berdiam diri. tidak betul. "tetapi aku tidak betul-betul melihatnya dengan jelas sebab dia mengendarai mobilnya ke rumah itu—seperti ini." "Aku akan sudah lama pulang. "Aku selalu suka bunga iris. Tetapi kupikir. "Ini bukan punyaku." kata Fred. ketika dia mengetahui air mata Mrs. tidak. Pendusta kotor. aku tidak mau. "Kalau orang-orang memintamu untuk melakukan sesuatu. "Kupikir kau lebih baik menyimpannya. Rival mengangguk setuju. "Kupikir mungkin dia telah melihat sesuatu yang menarik. Fred menurut. jika aku jadi kamu. Pendusta. aku tidak tahu." katanya. Rival tersenyum kecil. Kukira dia merasa sedikit kepanasan setelah mencoba mengangkat keranjang itu. kau tahu maksudku." Suaranya menjadi sedih.. Fred menyingkir untuk melayani langganan yang lain. Orang-orang tidak dapat berpikir bahwa mereka bisa seenaknya saja memperlakukan diriku seperti itu. Dia sedang menggerutu lirih. Aku akan bilang dan bertindak. Dia biasanya berwatak sabar." katanya. "Seperti aku?" tanya saya. Flo." kata Mrs. tetapi nadanya sudah lebih riang. aku tidak pernah tahan. itu tidak betul dan jika kau tidak membela dirimu." Mrs." Dia menunjuk ke kanan. Mengapa kaupikir itu begitu menarik?" "Yah. jadi mungkin dia meninggalkannya di sana dan kembali. "Kita makan malam sekarang." Saya berdiri. Sayang?" Mrs. Rival melanjutkan gerutuannya. Fred." "Seperti apa tampangnya?" "Biasa-biasa saja. Rival. Dia masih tetap menggerutu. dia mengusap-usap wajahnya." katanya. itu adalah penipuan. kalau aku boleh tahu? Mau yang biasanya. Mrs. "Dia berhenti di depan nomor 19 meskipun dia berada pada sisi jalan yang salah. "Yah. aduh." "Kelihatannya bukan milik siapa-siapa." kata saya. "Aku harus pergi sekarang. Aku hanya dapat melihat bagian belakang kepalanya dan ketika dia keluar lagi. Tetapi itu tidak penting—pada jalan seperti itu. "Tidak. Tidak." 'Tentu saja tidak betul. Sayang. Dia ingin tahu apa yang telah begitu menjengkelkan wanita tua itu.JTidak ada yang terjadi.'* kata Geraldine. Dia mendorong sebuah trolley. dan suka bergurau." "Sampai jumpa. Tidak." kata Mrs." kata Fred. "Berbohong —berdusta—yah. aku yakin aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. jauh lebih tua darimu. itu kataku. Dia beralih untuk menyambut langganan yang lain. Mrs." "Ambilkan aku apel." "Tentu saja aku tahu." kata Fred. Ada sesuatu yang menjengkelkannya." kata Geraldine." kata saya. ramah. "Penipuan. tapi—" "Ayolah. "aku sudah kelaparan. "Sopirnya turun. menganggukkan kepala dengar. cerah "Syukurlah. Dan aku tidak akan diam saja. Akan merusakkan topimu yang bagus itu. Jika ada satu hal yang tidak dapat kutahan." kata sava jujur. Rival nyaris menitik dari bulu mata berhiaskan maskara itu. pikirnya sendiri. "Apa kabar. rival mendorong pintu Peacock's Arms dan berjalan sedikit sempoyongan ke bar. Dia mengamat-amati Mrs. dan aku berkata bahwa itu tidak betul. Keadaan yang tidak menyenangkan itu muncul lagi. Rival dengan mata yang berpengalaman. aku akan berhenti. "Apel?" "Pommel Apfell" Dia berusaha memakai kemampuan bei bahasanya sebaik-baiknya. Bagaimana dengan benda ini?" Dia memungut pisau buah itu." kata saya. mungkin. Tetapi dia masih bisa minum sedikit lagi." "Tentu saja tidak. 'Tidak adil. Menyimpannya sampai ada orang yang menuntutnya. membuka pintu van. "Oh. Kukira dia tidak bisa masuk. mereka harus mengatakan padamu mengenainya. "Oh. "Aku akan pulang sesudah minum yang segelas itu. Mereka harus menjelaskan apa artinya dan apa yang mereka kerjakan." kata penjaga bar itu ramah. siapa yang akan membelamu? Berilah aku lagi. "Sampai jumpa. bukan?" 73 . "bagaimana permainannya?" 'Tidak betul. mengeluarkan keranjang dan berjalan terhuyunghuyung ke samping rumah menuju pintu belakang. kukira. "Apa itu. "tak seorang pun akan menuntutnva. "Hal itu sungguh membuatku terpukul. Ingrid." kata Geraldine. Maksudku." katanya." Ingtid membuka pintu lebar-lebar." dia menasihati." kata Geraldine. hujan deras. Dia bukan orang asing di losmen itu dan disambut dengan rasa sayang oleh si penjaga bar. Dan terus dia masuk melalui pintu gerbang menekuk sedikit keranjang itu. Sudah minum sedikit." kata Fred menghibur. Ketika Fred mendekatinya lagi." katanya. bukan?" "Apakah ini akan menjadi sebuah harta karun. Miss Peb-marsh mungkin menguncinya. tidak bisa. Geraldine.

di belakang Queen Caroline. ya. sedikit tergesa-gesa. Mrs. dan berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan agak kotor. Rival menaiki tangga. itu ada di lehernya. Rival kedengarannya sedikit kaget. Dia menatap tamunya dengan tajam. "Oh. bila sedang tergesa-gesa. Rival. Rival duduk. Rival telah keluar dari Peacock's Arms." "Dan Anda mampu memberi kami informasi tambahan. "Ada seorang gentleman menunggumu di atas. Mrs. "Dia biasanya seperti seekor buiung yang ceria—tetapi kita semua pernah mengalami saat-saat di puncak dan saat-saat di bawah.'* "Oh." Dia meletakkan tangannya pada tempat yang sama lagi. "Ya. sebelah kiri. saya yakin itu.** Mrs. Rival. Rival muram. Mrs. saya tidak mengerti—yah—" Inspektur Hardcastle mengambil sebuah kursi. "Yah. pada saat yang sama ketika Hardcasde merasakan timbulnya semangat. Dia berjalan di sepanjang jalan. "Selamat malam. "Ya." kata Mrs." kata Mrs. seorang laki-laki yang bertampang mutam. Mereka membius kuda-kuda itu." kata inspektur Hardcastle. "Hal-hal kecil. Tidak ada yang dapat saya ceritakan lagi. dan eukaliptus." katanya. Anda menulis kepada saya." Lebih cerdas dari vang kukira. sebuah suara berbicara padanya dari bawah. Anda menikah pada tanggal 15 Mei 1948. "Yah—" dia kelihatan ragu sebentar. "Di belakang telinga kiri}" Hardcastle menekankan kata itu. Di belakang telinga kirinya. Rival melorot turun dari kursinya yang tinggi dan pergi dengan tidak begitu sempoyongan menuju pintu." "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu." kata seorang laki-laki lainnya. si Harry itu. "Jika saja ada orang yang memberitahuku." "Selalu sial kalau jadi pengantin di bulan Mei. Bau terakhir itu nyaris permanen pada ruangan itu. bukan." kata Mrs." Mrs. Dia mendongak ragu. ketika saya melihat fotonya di koran? Saya datang dan menceritakan pada Anda tentang dirinya. Rival berhasil menemukan lubang kunci. Rival. Rival tamunya. Rival adalah seorang wanita yang sangat suka merawat lemari-lemarinya di musim dingin dan memulai pekerjaan yang baik itu pada pertengahan September. menurutku. menopang dirinya pada pagar pembatas tangga. Kami memeriksanya. Itu betul." kata Mrs." Mrs. "Dan Anda bilang karena bercukur." katanya sopan. "Silakan duduk. tetapi tidak seperti Lord Algernon Vere de Vere. benar sekali. Anda masih mampu mengenali suami Anda dengan cukup mudah." "Kembali. "Anda rupanya. ikan.*' kata Mrs. Fred." kata Inspektur Hardcastle. Rumah itu berbau kubis. Rival mengangkat tangannya dan menunjukkan tempat itu. mungkin akan segera hujan." "Betul." kata Inspektur Hardcastle. Er—wanita di bawah itu kelihatannya mengira bahwa Anda akan segera pulang. Di sini. kemudian tiba-tiba berhenti dan mundur selangkah. memandang langit. Induk semang Mrs. Dia membuka pintu di lantai pertama dan masuk. "Sesuatu telah menjengkelkan si tua Flo malam ini. kata orang. itu benar sekali. Balap kuda sekarang ini tidak jujur lagi. "dan ada satu atau dua hal yang saya pikir ingin saya bicarakan dengan Anda. Hal itu sudah lama sekali dan saya tidak mau diingatkan kembali. Kau sangat beper—beperhatian—tidak. Anda benar. memutar kunci itu dan masuk. bukan?" . keanggunannya berkurang dibandingkan biasanya. Jika kau bertanya padaku." "Menungguku?** Mrs. Berpakaian rapi dan lain-lain. pasti ada penipuan dalam hal itu. Ya. Saya sudah mengatakan semuanya yang dapat saya ingat dan sekarang saya tidak ingin mendengarnya lagi." kata Mrs. saya harus ke London untuk suatu tugas. jadi saya datang kemari dengan harapan bisa bertemu dengan Anda. Di sini. bukan? Tetapi. Rival agak tidak sabar. Dia meneruskan. Rival dengan sedikit geram. "bahwa Jerry Granger akan muncul pada nomor lima. saya pikir begitu." kata Fred. "Apa yang Anda maksudkan dengan satu atau dua hal?" katanya. Yah. "Sama sekali tidak menguntungkan saya. "Yah. maksudku bukan itu— apa maksudku?" "Kata-katamu vang penuh perhatian itu. membelok ke kiri." "Apa yang Anda inginkan?'* tanya Mrs. "hal-hal kecil yang muncul. Nada bicaranya lembut dan seperti minta maaf." "Sekarang coba dengar." kata salah satu langganan. Rival jadi gelisah. "Ada apa? Coba katakan." kata orang pertama tadi. Ketika dia mengeluarkan kunci dan menaiki tangga."Itu." "Terima kasih banyak. Rival. Tentu saja orang tidak pernah tahu mana kiri dan mana kanan dari seseorang. Saya langsung datang." katanya. "Saya sudah muak dengan Harry. Ya. "Yah. kau bisa menyebutnya gentleman." "Anda mengenali laki-laki itu sebagai suami Anda atau laki-laki yang telah Anda nikahi sekitar lima belas tahun yang lalu. Inspektur Hardcastle berkata pada dirinya sendiri. membelok ke kanan. Posisi mereka mungkin telah tertukar. "selalu menjaga penampilannya. Semuanya. tentang sebuah bekas luka. dan sebuah kepala melongok dari balik pintu dan mendongak ke arahnya. "ya. Mrs. "Oh. baiklah." "Maksud Anda—tentang Harry?" "Betul." "Ini hal yang sangat kecil. saya kira." Detektif Inspektur Hardcastle bangkit dari kursinya. Saya tidak mau memikirkannya lagi. bukan?" "Saya mestinya berpikir bahwa saat ini Anda pasti telah mengetahui berapa lama tepatnya. dia tuan rumahnva dan Mrs. "Dia tidak banyak berubah. aku tidak akan mempercayainya.

Menceritakannya padaku. berapa lama orang itu sudah memiliki bekas luka itu. saya yakin itu cukup wajar. bagaimana Anda tahu bahwa dia mendapatkan luka itu lima atau enam tahun yang lalu. matanya berkilauan. *Ttu adalah hal yang sangat penting." "Mengapa—apa maksud Anda?" "Yah. Sangat jahat. "Saya tidak percaya." kata Inspektur Hardcastle." "Jadi Anda mengerti. Sungguh jahat. Rival." kata Mrs. Rival. Mrs. bukan?" "Apa maksud Anda. itu adalah pelanggaran yang cukup serius dalam hukum." "Anda membingungkan saya. kemudian pergi 75 . Jika saya membuat kesalahan." "Yah. Dan sekarang. Tetapi bagaimanapun juga dia adalah Harry. Saya ingat. Bagaimanapun juga itu bukan ketika. Rival berdiri. Anda bisa dihukum. "jika luka itu menimbulkan bekas hanya lima atau enam tahun yang lalu. Rival?" "Tentu saja saya yakin. tetapi Anda mungkin harus bersumpah tentang bukti-bukti Anda itu pada pengadilan yang sebenarnya nanti pada uatu hari Kemudian—yah. tetapi saya yang mengusirn a. "itu sangat aneh. "Selamat malam. Mungkin kejadiannya tidak selama itu. Tetapi para dokter dapat bercerita banyak daripadanya. "Melibatkan diriku dalam hal ini." Mrs.. Tetapi saya pikir saya tidak membuat kekeliruan. sangat aneh. sesudah Anda mengusir suami Anda di tahun 1951." Inspektur Hardcasde berbicara dengan suara nyaris meminta maaf. Dia kelihatan takut dan cemas. Betul?" "Betul. Mrs." "Saya tidak mengerti maksud Anda. Mrs. Saya—tidak seorang pun dapat berkata begitu. bekas luka di belakang telinga suanu Anda itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa luka yang dipersoalkan itu tidak mungkin lebih tua dari lima atau enam tahun yang lalu. Bagaimanapun juga. Aku— aku—aku tidak mau terlibat dalam kesulitan gara-gara orang lain. "Seumur hidup.." kata Mrs. Mungkin ada seseorang—yang mengusulkan pada Anda. Rival. Tentu saja. Bekas luka adalah bekas luka." katanya. Apa pun yang Anda sukai." "Dan sesudah suami Anda meninggalkan Anda di tahun 1951. Tetapi untuk menemukan seorang laki-laki yang sangat menyerupai suami Anda yang memiliki bekas luka pada tempat yang dapat dikenali—yah itu membuat identifikasi itu menjadi sangat bagus dan meyakinkan. Rival membuang muka. Mrs. Mereka dapat mengatakan secara kasar. bahwa Anda harus menceritakan pada kami tentang bekas luka itu?" Mrs. sekitar enam bulan sesudah kami menikah. Orang itu adalah Harry dan Harry punya bekas luka di belakang telinga kirinya. Saya tidak pernah melihat Harry Casdeton sejak saat itu. tetapi bekasnva tidak hilang." Dia berjalan mondar-mandir dengan sempoyongan." "Tetapi Anda tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu. Anjing itu menerjangnya." katanya. Setelah kepergiannya." kata Inspektur Hardcastle dan dia bangkit berdiri. dan akhirnya mengambil keputusan. saya menceritakan pada Anda apa yang saya ingat." Hardcastle meneruskan dengan suara lembut. ini berarti bahwa jika laki-laki itu adalah suami Anda. Itulah yang saya ceritakan pada Anda dulu. Saya berusaha untuk melakukan kewajiban saya. Rival. Harry punya bekas luka dan saya mengetahuinya. sederhana saja." kata Mrs. Rival."Betul. menipuku. dan orang bisa keliru kadang-kadang. Memang sembuh akhirnya. Dia menerjang Harry dan dia sedang memegang pisau cukur di tangannya. Anda tahu. saya sangat yakin dengan hal itu. Inspektur Hardcastle." Dia sekarang berbicara dengan lebih yakin. Menurut ahli bedah polisi dan dokter lainnya yang kami ajak berkonsultasi. Seekor anjing yang suka menerjang-nerjang. Itu saja. tingkah laku Mrs. Dia selalu mena-brak-nabrak—anjing yang manis. Anda tidak berada di bawah sumpah pada pemeriksaan itu. Anda tidak pernah melihatnya lagi sampai Anda melihat fotonya di koran?" 'Ta." Inspektur Hardcastle segera berdiri.. Rival. "Mestinya sekitar—oh. Bagaimanapun jugaj seorang laki-laki kadang-kadang mirip sekali dengan lakilaki yang lain." "Jadi sekitar Oktober atau November 1948. Rival mempertimbangkan sejenak. dan lukanya dalam. mendapat kesulitan?" "Yah." "Sumpah palsu. "Dan kecelakaan dengan pisau cukur itu terjadi—kapan?" Mrs. berbohong padaku. Saya datang dan membantu Anda. Mrs. saya tidak pernah mendengar omongan yang tidak masuk akal seperti itu. "Hanya pikirkanlah itu. betul. Rival berubah dengan segera. Bagaimanapun juga saya sering bertemu dengan banyak—yah." "Mungkin dia tidak punya. Aku-aku tidak akan meneruskannya. bahkan masuk penjara. Rival dengan angkuh. Saya!" "Ya. "Betul-betul tidak masuk akal. "Saya pikir Anda lebih baik memikirkan pernyataan Anda dengan sangat hati-hati. Tentu ^aja. bekas luka itu." "Saya tahu. Dia berdiri tegak-tegak. Anda pergi saja ketimbang datang keman dan menuduh saya telah berbohong. dia pasti tidak punya luka pada saat dia meninggalkan Anda di tahun 1.Ya. saya ingin Anda memikirkannya kembali dengan hati-hati. Bagaimanapun juga." dia menggumam. Dia pada saat itu nyaris nampak agung sekali." 'Itu sungguh aneh. ragu-ragu di depan bilik telepon umum." "Dan Anda cukup yakin mengenainya. mungkin. Aku akan mengaku saja. sampai saya melihatnya sudah jadi mayat. Rival." "Saya senang Anda puas. Darahnya banyak. Dia berjalan terus sampai ke ujung jalan. bukan? Kelihatannya kami memang bisa jalan terus. Mrs." "Dia tidak meninggalkan saya. Anda tidak ingin mendapat kesulitan. Rival." kata Mrs. Mrs. Rival. terutama bila bertahun-tahun telah lewat. yaitu kirakira tahun 1948—Anda tidak bisa mengingat semua hal. Jadi kalau Anda tidak pernah melihatnya lagi. "sumpali palsu.951. Dia mengambil payung di pojok ruangan dan ke luar lagi. "Begitu. "melibatkan diriku dalam hal ini. Pertahanannya yang bagus telah hilang. itu tidak akan banyak berarti bagi Anda dan saya.. Hardcastle keluar melalui pintu." "Tidak mungkin. "Anda sangat membingungkan saya. teman-teman laki-laki. Kami memperoleh anjing itu pada musim panas.

dia akan menyerang terus seperti penyakit yang busuk. Bisa mundur." Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road sambil berpikir dalam-dalam." kata saya pelan. apa kesulitannya? Masalah cewek.. tetapi sava tidak akan.. baiklah. Yah. Akhirnya meninggal tanpa sadar lagi. Baiklah kalau begitu.... bukan?" "Menurut saya seluruh subjek itu sungguh-sungguh menarik. Tidak. Anda tahu kata yang saya maksudkan—asesori.. "Sekarang. tetapi harus cepat-cepat. saya tahu Anda berkata tidak boleh.. pengabdianmu bagi kami sudah selesai.. menukarkan uangnya dengan uang kecil dan pergi lagi ke telepon umum. baiklah.... Mrs. Kau telah mengerjakan beberapa tugas dengan sangat baik.. Tentu saja.. lho.. Yah.. "Halo. maksudku. Ya." "Kau ingin lebih?" "Hal itu tidak cocok sebagai penutup kesenjangan vang ada." Dia keluar dari kantor pos berjalan sambil menari-nari di kaki lima dan tersenyum pada dirinya sendiri.. Sava pikir Anda terlibat dengannya." "Anda salah. dan saya takut. Dia berdiri di sana. bukan? Selera. Anda selalu membuat segalanya kedengaran begitu gampang.. oh. Yah. Anda hanya bilang bahwa Anda akan merasa tidak enak jika orang itu dikenali. Bagaimana dengan pembunuhan itu? Berani taruhan. Uang itu akan sangat membantunya. tentu saja Anda akan mengatakan begitu. putus asa dengan bulan sabit itu—eh?" "Ya. Dia berhenti dan berkata.. saya akan mendengarkan Anda.. dan telah dibawa ke rumah sakit. ** itu. gadis itu yang melakukannya. Dia memutar nomor Penerangan dan menyebutkan sebuah nomor. Variasi alam yang hebat. Di sini Flo." Dia berbicara. Dia hanya perlu berkata dia lupa atau tidak ingat. Tetapi itu tidak banyak. saya katakan pada Anda." Saya menggelengkan kepala. Anda rupanya. "Kau mau saya menepuk-nepuk kepalamu dan berkata 'Nah. baiklah.. Uang sebanyak itu cukup untuk bermain api dengan polisi. Berapa banyak?.. saya tahu bahwa...." "Sebetulnya aku memang sudah memperhatikannya. Semangatnya melayang tinggi» padahal baru saja dia sangat tertekan sebelumnya..." "Dia bukan seorang anggota yang aktif?" "Bukan... Ketika ketakutan muncul. 'Tni sudah cukup lama. Ada kesulitan?" 'Saya tidak cocok dengari pekerjaan ini. sesuatu seperti itu. baiklah. bahwa seorang wanita diperkirakan telah jatuh pingsan pada jam-jam sibuk di Stasiun Victoria kemarin. Anda tidak jujur pada saya. tetapi bagaimanapun juga bukan iru vang Anda katakan pada saya dulu. sudah. nah'?" Mau tak mau saya tertawa. dengan gaya seorang ayah yang menasihati.. Yah... Tidak. "Kau kelihatannya tidak mendapat banyak keterangan dari istri Ramsay itu?" keluh Kolonel Beck. "Puas?" tanyanya..ke kantor pos... ya." "Menurutku itu menjijikkan. tentu saja itu akan berbeda. jika Anda bilang begitu. Anda selalu begitu.. Dan pada dasarnya.. Berutang pada seseorang adalah satu hal. saya tahu. Baiklah. Kau harus puas dengannya." "Kau berbicara dengan satu kata terus. Apa kata Anda?." kata Beck tak terduga.. Berita-berita tidak sejelas seperti dulu. menunggu sampai ada sambungan. saya tahu Anda membayar saya untuk itu. yah. "Apa yang kukatakan padamu adalah: 'Siap-siaga/ Dan aku tidak memaksudkannya dalam pengertian kepanduan.... Saya membaca." kata sava Beck menuding-nudingkan jarinya pada saya. Rival sebetulnya adalah tipe yang gampang berubah-ubah.." "Yakin tentang itu?" "Ya. "Tidak begitu. "Kau sungguh-sungguh menyukai benda-benda yang menyeramkan itu.. Dan itu adalah sumpah palsu. Besok? Jam berapa?... "Memang tidak banyak yang bisa diperoleh. dan saya mungkin bisa masuk penjara karenanya. Yah.. Tidak. "Dunia adalah tempat yang membingungkan sekarang ini. Itu uang yang banyak sekali. Yah.. Yah. Oh. saya tidak bermaksud mengancam. dia dapat memikirkan banyak hal untuk dijadikan alasan. saya tidak akan tinggal diam." Beck mengamat-amati saya... Yah. Anda bersumpah Anda tidak terlibat di dalamnya?—Maksud saya... Nomor Anda sudah disambungkan.. "Silakan berbicara. Memukul jamur yang besar sehingga pecah menembus dinding! Jika memang begitu. Bagaimana saya tahu Anda mempunyainya bahkan. kukira. Kadang-kadang Anda terlibat dengan sekelompok orang—dan mereka bertindak terlalu jauh daripada yang Anda perkirakan dan itu bukan kesalahan Anda. Setibanva di sana ternyata ditemukan bahwa dia telah ditikam. membunuh seseorang.. . Dia mulai berpikir dengan serius dan merencanakan tentang barang-barang pertama yang akan dibelinya dengan uang itu. saya akan tutup mulut. Kembalilah pada rumput-rumput laut sialanmu ". Meskipun saya selalu berpikir bahwa itu adalah perhiasan imitasi. Di stasiun bawah tanah sava membeli sebuah koran.. Nak.. Bagaimanapun juga. saya akan memikirkannya lagi." kata Beck. Dia akan berkata dia telah mencampuradukkan Harry dengan laki-laki lain.." "Yah—kita harus mencari di tempat lain.. Dia masuk ke dalam.. Banyak wanita yang tidak dapat mengingat hal-hal yang terjadi setahun yang lalu.: Ya. saya katakan pada Anda. tetapi saya hat us melakukannya. ya. risikonya tidak terlalu berbahaya. menyuruh saya untuk menulis dan bercerita pada mereka tentang bekas luka itu.. saya tidak tahu apakah saya hams melibatkan diri dalam hal ini bahkan. saya yakin Anda tidak.. Ada sesuatu tentang menjadi sebuah—as—yah... Saya tidak bermimpi sekejap pun bahwa saya akan -terlibat dengan pembunuhan. "Itu lebih baik. Yah. Sekarang tampaknya dia baru mendapat luka itu sekitar satu atau dua tahun yang lalu dan saya di sini bersumpah bahwa dia memilikinya sejak dta meninggalkan saya bertahun-tahun yang lalu.. Anda tidak pernah berkata apa yang akan saya hadapi. artinya adalah menjadi sesuatu dalam sebuah kenyataan. tetapi tidak pakai cek. saya akan datang. tidak ada gunanya Anda membujuk saya..

Dia keluar dari bilik telepon umum itu dan kelihatan puas dengan dirinya sendiri." "Coba dengar. Seorang laki-laki mengendarainya—dan seorang laki-laki mengangkat keranjang itu ke dalam rumah—" Suara Hardcastle tiba-tiba terdengar penuh kecurigaan. aku punya masalah. Tetapi ternyata kau tidak. "Apakah ini hanya karanganmu saja. Medina Rival. Seseorang membayar wanita itu untuk mengenali mayat itu sebagai suaminya. betapa orang bisa keliru. yang lari darinya bertahuntahun yang lalu. Sesudah membolak-balik dan memain-mainkannya. meskipun kau tidak mengetahuinya. Kata-kata berikut ini tercetak dalam huruf besar di atasnya: (Ketuk tiga kali) * Saya menatapnya. Sesudah kutinggal. Periksalah." "Binatu? Binatu apa?" "Snowflake Laundry. Laki-laki yang mengendarainya mengirimkan sebuah keranjang cucian yang besar di pintu belakang rumah. huruf-hurufnya tercetak rapi. "Ya. Hardcastle.. Teruskan penyelidikanmu. Dia tidak waspada. Bahwa bekas luka itu baru saja terjadi. "Dan Sheila Webb membawa naskah ketikan untuk diperiksa bersama dengan seorang pengarang asing yang ada di London yang akan menuju New York. Dia melakukan suatu urusan untuk Institut itu dan kembali ke Crowdean dengan kereta api 7. Hanya perasaan nyeri yang mendadak—kemudian kau berpikir kau baik-baik saja.Namanya adalah Mrs. aku tak meragukan hal itu. NARASI COLIN Saya tiba di Crowdean pada pukul sebelas malam. Dia terus diamat-amati. Sebuah kebetulan? Atau bukan sebuah kebetulan. Dia pikir dia akan bertemu dengan orang itu di Crowdean. Ini betul-betul tak terduga. mungkin kedengarannya sedikit terlalu dibuatbuat." kata saya." Dia berhenti.30 dan pergi ke bioskop—sendirian—sebelum pulang. 77 .Aku katakan padamu aku punya seorang saksi mata. semua urusan bisnis kami akan diketahui orang. tentu saja. Hal yang paling gampang di dunia ini adalah berjalan di belakang seseorang di antara kerumunan begitu banyak orang. Dia pergi ke Stasiun Victoria dan membeli sebuah tiket ke Crowdean. akhirnya saya membukanya. Saya menelepon Hardcastle. 'Apa risikonya? Paling buruk. kau cuma telah membuat kekeliruan.40. Saya pergi ke Hotel Clarendon. itu akan lebih meyakinkan dan lebih memastikan identifikasi itu. mendapatkan sebuah kamar. Dan siapa pun dia. Banyak binatu baru yang muncul. demi Tuhan. Ingat kasus Barton pada perampokan Levitti Gang? Berjalan sepanjang jalan sebelum dia jatuh dan mati. dan langsung tidur. "Sialan. Saya minta dikirimi kopi dan roti panggang serta sebuah koran. Dan dia mengerjakannya dengan sangat baik! Aku sungguh-sungguh mempercayainya. Dia pergi ke kantor pos dan minta sambungan dari sebuah telepon umum otomatis. Sebuah mobil binatu berhenti di Wilbraham Crescent No. Kertasnya tebal dan mahal. maka seluruh kasus itu akan selesai dengan baik/ " 'Tentunya dia akan menolaknya—berkata bahwa itu terlalu riskan?" "Jika begitu. Kau kenal?" "Tidak di luar kepala. Mungkin seorang teman lama atau kenalannya menemuinya dan berkata.. Tetapi jika kau datang ke sana dan berkata bahwa dia adalah suamimu. Saya tidak dapat menahan diri." "Yah—kau periksa saja. Jika dia langsung mengatakannya. Aku membuntutinya. Jangan mengira dia tahu kalau dia telah ditikam. Di dalamnya terdapat selembar kertas." Suaranya terdengar kaku dan getir. Jawabannya muncul dengan segera dan tajam. Itu bukan nama yang biasa untuk sebuah perusahaan binatu. Saya bangun pada pukul sepuluh kurang seperempat. jam sibuk. tetapi tidak terjadi apaapa yang menarik sampai kemarin malam. Pebmarsh ada di London kemarin. membaliknya—ada apa ini? Saya melihat nomor kamar itu—413—sama seperti jam-jam itu. Colin?" "Tidak. Jika dia ingat pada bekas luka yang kecil dan tidak penting itu sebagai pikiran yang muncul kemudian. dia mencoba untuk lebih pintar sedikit. dan itu adalah sebuah kehancuran. Kau mati berdiri. Mengapa. Pesanan itu dikirimkan dengan disertai sebuah surat bersampul persegi empat yang dialamatkan kepada saya dengan kata-kata DIANTAR LANGSUNG tertulis di sudut kiri atas. dan menikamkan sebuah pisau pada. yang lari sejak bertahun-tahun yang lalu." katanya menjawab pertanyaan saya. Dick. Aku berkata padanya bahwa ceritanya tentang bekas luka itu tidak masuk akal. orang itu akan berkata. Waktu itu jam setengah tujuh. kau tahu itu.K. sialan!" "Apakah kau—sudah memeriksa—setiap orang?" Saya harus bertanya. setiap kait kami menangkap seorang pembunuh pasti ada orang-orang yang mengenalnya dengan baik. Harry Castleton. Jika mereka berhasil mengenalinya. "Persis seperti yang mereka katakan. Saya memeriksanya dengan sedikit kaget. Dijamin oleh seorang saksi mata." Dia mengakhiri dengan. sialan. Dia akan menjadi orangnya! Dan dia melakukannya.'* "Jadi Merlina Rival benar-benar terlibat di dalamnya?" "Tahukah kau. Tetapi setan yang cerdik Itu berada selangkah di depannya. "aku punya sesuatu untukmu. Dia meninggalkan Hotel Ritz sekitar jam 5. Orang biasa tidak angsung menyadarinya. Itu memang sebuah keranjang cucian biasa yang sangat besar.35 pada tanggal 9 September. Hanya karena berusaha untuk melebihlebihkan sesuatu. itu bukan telepon umum yang kuperkirakan akan dipakainya di ujung jalan rumahnya sendiri. Colin. dia melakukan seperti yang kuharapkan —mencoba menghubungi laki-laki atau wanita yang menyuruhnya." Saya memutuskan hubungan sebelum dia dapat mengorek sava lebih jauh. Seorang teman bisnisku telah terbunuh. Setiap wanita bisa saja keliru setelah lima belas tahun/ Dan mungkin saat itu disebutkan pula sejumlah uang yang menggiurkan. Tolonglah. dan tidak bisa percaya bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu!" "Apa yang terjadi ketika kau pergi menemuinya?" "Aku membuatnya bingung. Sayangnya. 19 pada pukul 1. Saya lelah sekali sejak kemarin malam dan saya ketiduran. "Mrs. lima hari kemudian. "Aku pergi menemuinya kemarin malam. Dan dia bilang O." "Tanpa curiga?' "Dia bukan wanita yang gampang curiga. Dia harus menukarkan uang kecil. Lucu sekali.

Tetapi cukuplah! Aku mungkin bisa mendapat infeksi karenanva. Temanku. Aku telah mengunjungi kepala polisi yang sangat ramah itu. Dia menganggukkan kepalanya kepada saya. dan menasihati supaya pasiennya pergi saja ke sana! Apakah kau yang mengirim ini padaku?" saya mengacungkan surat yang saya terima itu. Poirot tidak perlu pergi dan melihat tempat kejadiannya. Saya tidak melakukan kedua-duanya. Salah satu tangannya memelintir kumisnya dengan gaya puas. Tetapi saya menerima. tidak untuk minta bantuan guna memecahkan masalahnya sendiri. Saya naik lift menuju lantai empat dan berjalan di sepanjang koridor ke No. sementara Dick sekalisekali melihat ke arah Poirot dengan diam-diam." dia berkata dengan hati-hati. "Aku akan membelikanmu sebuah balon dan sebuah kelinci mainan siang ini. merasa diri saya betul-betul konyol. dan berjalan menuju Hotel Curlew dan sampai di sana pada waktu yang tetali ditentukan. pintunya tidak dikunc Sava melangkah masuk dan berhenti dengan tiba-tiba. yang lari ke sana kemari mengendus-endus Tetapi aku mengakui bahwa untuk pemburuan iru diperlukan seekor anjing. yaitu bahwa udara laut akan baik buatku. "Une petite surprise. "Aku berkata bahwa tidak perlulah untuk menjadi seekor anjing pemburu jenis apa pun." Saya memandangnya dan tertawa. Jika aku bisa mengikutsertakan setangkai rosemary itu akan lebih baik. pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul. bagaimanapun juga. ' kata saya. "Silakan masuk. memanjakannya." "Tetapi apa yang kaulakukan di sini?" "Hal itu sangat mengganggu." Saya memutar pegangan pintu. kau serigala tua. "sebab apartemen saya di London sedang dibangun dan didekorasi kembali." katanya. "Saya katakan pada Anda. "Tetapi menyenangkan. Saya sedang memandang orang terakhir yang ingin saya temui di dunia ini. berpakaian. "Mungkin. Tetapi. "Saya kira. mandi. Aku berpikir untuk melukai jariku dan mencapkan sidik jari berdarah di pintu. Dia menantang saya—menantang saya untuk melakukan apa yang sering saya katakan padanya bahwa hal itu benar-benar bisa dilakukan—duduk diam di kursi saya dan—pada waktunya—memecahkan masalah . keadaan sebaliknya. dan sekarang aku sedang menunggu temanmu. kemudian. Dia datang menemui sava.av p ur." "Apakah kau mengharapkan begitu?" "Pourquoi pas} Ayolah. "bahwa saya bukan seperti orang Inggris.saya telah hilang. mengapa kau datang kemari?" Poirot menjawab dengan penuh wibawa. Bayangkan kesulitanku. aku sudah melaksanakan permainan kecil itu." kata saya dingin. mari kita serius sekarang." komentar saya dingin. Musim panas sudah hampir berlalu sekarang." katanya. Saya. "M. pendapat Anda tentang anjing. Hercule Poit ot duduk menghadap ke arah saya. Orang mencintai dan menghargai anjingnya. Anjing itu menyukai tuannya. Detektif Inspektur Hardcastle. membanggakan kepandaian dan kecerdikan anjingnya pada temantemannya.. secara pribadi. Anjing pelacak. Hardcastle membersihkan kerongkongannya dan berkata. * Dia selalu berteras bahwa kau bisa mengerjakan semuanya hanya dengan duduk merenung di atas sebuah kursi. karena Anda telah khusus datang kemari—" Poirot menyelanya—dengan sedikit dingin. Apa yang dapat kulakukan? Ke mana aku harus pergi?" "Banyak tempat lain. Kami sekarang duduk dengan akrab. Hercule Poirot! Hardcastle tiba. M. betul-betul berkeras. Anjing pelacak yang baik. Kemudian saya berpikir untuk menelepon Dick Hardcastle. "Tentu saja—siapa lagi?" "Apakah ini suatu kebetulan saja? Bagaimana kau bisa mendapat kamar Nomor 413?" "Bukan kebetulan." "Mengapa?" Poirot memiringkan kepalanya dan berkedip pada saya. Dan seperti orang yang terpaksa bangkit berdiri padahal sebetulnya dia malas untuk keluar." teriak saya. "Kelihatannya pantas. membanggakan tuannya." Dia menoleh ke inspektur itu. sudah dilaksanakannya. seluruh peristiwa ini sendiri? Itu tidak akan mudah—" Dia ragu-ragu. dia*prtnl» balrwa saya menganggur dan kesepian. tetapi ini diusulkan oleh dokterku. Kau tidak menampakkan rasa senangmu sama sekali. "Anda ingin meninjau—yah. Saya meragukan kalau dia pernah bertemu dengan seseorang seperti Hercule Poirot sebelumnya* Akhirnya. dan . maka anjing itu akan berusaha untuk memberi tuannya apa yang didambakan oleh tuannya. Saya tidak bertanya pada bagian informasi hotel.Saya berpikir untuk menelepon Hotel Curlew. Saya berdiri di sana sejenak. <tn dia «-ikin'dapardttetesaikannvir sendiri. Aku sengaja memintanya." "Kukira ini adalah masa kanak-kanak kedua. Aku berharap bisa membantu. setelah beramah-tamah dan berso-pan-santun. Poirot? Kalau tidak. "Itu terjadi dengan teman saya Colin yang ramah ini. Poirot. penolakan-penolakan. bukan. yang tergila-gila pada anjing. "Kepala Polisi berkata pada saya untuk membantu Anda sebisa saya." Saya tertawa terbahak-bahak dan Poirot memandang saya dengan pandangan mencela. dan membawa anjingnya jalan-jalan sebab anjing itu sangat menyukai jaian-jalan." "Salah satu dari dokter-dokter yang penurut itu yang mengetahui ke mana pasiennya ingin pergi. 413. dapat hidup tanpa anjing." "Dan mengetuk tiga kali?" "Aku tidak dapat menahan diri. kuharap. Sekarang bayangkan sendiri. n'est-ce pas}" katanya. untuk mendekorasi kembali apartemenku. Tetapi Anda harus memaklumi kesulitan-kesulitan yang ada. saya mengetuk tiga kali. Kami telah saling berkenalan dan telah saling menvapa. Saya bangun.. dengan cara seperti seseorang yang sedang mempelajari sosok makhluk langka yang mengagumkan di kebun binatang. Keletihan . Dia memanjakan tuannya! Dia. jadi dia membawakan saya sebuah masalah yang dirasanya akan menarik perhatian saya dan memberi saya sesuatu untuk dikerjakan. membanggakan kecerdikan dan kepandaian tuannya. Mereka berkeras. "Bagaimana kau bisa di sini?" "Aku ke sini naik limousine Daimler—sangat nyaman sekali. Tidak." "Poirot. Tetapi itu tidak benar. Tidak banyak orang di hotel. bercukur. juga." "Kupikir kau tidak menikmati kejutanku ini. "Saya datang kemari. Sebuah suara berkata." "Dan apa yang akan kaukatakan padanya?" "Sudah kurencanakan bahwa kita bertiga harus berbincang-bincang. tidak gembira melihatku lagi. Dia bisa saja menyebutnya berbincang-bincang—tetapi saya tahu siapa yang akan bicara terus.

"Satu hal.. Tak seorang pun tahu siapa dia (atau sekali lagi itu kata mereka). Poirot. ke ruang duduk. "segeralah mulai! Aku memberimu seluruh nilai yang kauinginkan. Baiklah. ada sedikit ancaman. Mereka melaporkan sesuatu yang terjadi pada jam empat. saya harus punya bukti. harus betul-betul dimengerti. saya kira. saya boleh berkata. Apa yang kukatakan adalah. Jika Anda tahu—betul-betul tahu—apakah itu bukan langkah yang pertama? Tidak dapatkah Anda." kata saya." "Ayolah. mon cher Colin. Dia dapat mengulangi untuk Anda." "Dan juga siapa vang membunuh Edna Brent?" "Tentu." kata Hardcastle mengeluh. anjing yang malang itu tidak membuat deduksi-deduksi yang diperlukan?" "Jadi. Kau tahu. dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan pemiliknya. Denvers Street No. 79 . Untuk itu orang butuh anjing. Kita sekarang maju selangkah lagi. Apa yang kukatakan hanyalah. 7. 'Tetapi Anda tahu. Tidak ada Denvers Street dan kelihaiannya tidak ada pula orang yang bernama Mr." kata Hardcastle setuju. Tetapi ada celaan pada nada suaranva. ketika Colin mengulangi cerita itu pada saya. Yakin. Empat buah jam.' Itu adalah istilah zaman perang. saya memiliki seekor anjing yang pandai sekali—kepandaian. Mais oui} mon ami. yang mestinya berada di penjara. saya memiliki fakta-faktanya—saya berada 'di sini. "Baiklah. untuk mengesankan dirinya. di balik tantangan itu." Hardcastle menampilkan ekspresi keragu-raguan di wajahnya. Dan mengapa?" "Ya. masing-masing kurang lebih satu jam lebih cepat dari waktu yang sebenarnya." "Anda tahu identitas orang itu?" "Saya tahu siapa dia sebenarnya. hanya sedikit sekali dan tidak berbahaya. masuk. mempercayai apa yang dikatakan pada kita. Secara kasar—dia tidak akan berkata 'Dan pada jam sebelas lewat dua puluh datanglah tukang pos' sebaliknya dia akan menggambarkan apa yang sebetulnya terjadi. tidak boleh. "Di lantai tergeletak seorang laki-laki yang sudah jadi mayat—seorang laki-laki setengah baya yang kelihatannya terhormat. Dia selalu memiliki ingatan yang hebat. Khususnya dia meminta Sheila Webb yang dikirim.*' "Pikiran Anda sejalan dengan pikiran saya. M." "Anda punya kasus yang terbuka dan tertutup?" "Itu." "Maksudmu kau cuma punya praduga. bukan? 'Meletakkan seseorang di tempat kejadian. mereka berkata seorang laki-laki punya seorang saudara perempuan bernama Elizabeth.' Hal yang menarik minat saya pertama kali.. dalam pikiran saya. yang membawa potongan-potongan fakta itu satu demi satu dan meletakkannya pada—" "Pada kaki tuannya. padahal sebetulnya dia punya seorang ipar perempuan bernama Alexandra. R." "Sayangnya.H. Tampaknya pada pukul dua kurang sepuluh menit sebuah agen sekretaris telah ditelepon." kata saya. pembicaraanpembicaraan yang telah berlangsung." Poirot mengatur dirinya dengan nyaman di kursinya dan mengisyaratkan agar inspektur itu mengisi gelasnya lagi. seperti kebanyakan orang lainnya. dia tetap berlaku sopan. Tetapi pada kasus Colin di sini. mes amis. Sekarang biar kami tahu juga!" "Aku pikir kau masih jengkel. Tetapi pertama-tama biarkan aku mengatakan ini. Semua ini adalah penting sekali. "Maafkan saya. Perusahaan Asuransi Metropolis." "Tentu saja aku tahu!" Hardcastle menatapnya tidak percaya. keliru. membuktikan pada saya bahwa hal itu sama sekali tidak mudah. Anda berkata Anda tahu siapa yang membunuh tiga orang. Kaupikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi dengan cara lain. menyebutkan ketukan di pintu dan seseorang masuk ke ruang itu dengan surat-surat di tangannya. Curry." 'Tetapi itu hanya prosentase yang sangat kecil. kau tidak benar-benar mengenal Hercule Poiiot. Itu adalah bukti negatif. atau begitu kata pemiliknya. Dia tiba di sana beberapa menit sebelum jam tiga. Teringat akan pesan atasannya." kata saya.." Dia menggembungkan dadanya dan memelintir kumisnya.itu. seperti yang diperintahkan. Miss Millicent Pebmarsh meminta seorang stenografer untuk datang ke Wilbraham Crescent No. bahkan beberapa hari sesudahnya. Dalam sakunya terdapat sebuah kartu bertuliskan nama Mr. itu ternyata betul! Kau ingin mempermainkan aku — hanya sedikit! Aku tidak mencelamu. Dia dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat—yaitu. Mereka mengetahuinva dan kami mengetahuinya. dan koran-koran jarang sekali akurat. Sava memandangnya dan menyeringai dengan rasa sayang. saya pikir. itu bukan—'* Saya menyela." "Orang tidak dapat—hanya dengan duduk-duduk di kursi saja—memecahkan sebuah kasus yang dibacanya di koran." 'Tentu saja. "Saya setuju. Itu berarti bahwa dia mendengar apa yang akan saya dengar seandainya saya ada di sana dan melihat apa yang akan saya lihat. Curry. Poirot." "Saya tidak begitu yakin mengenainya. Mungkin saja. mulai dan sana?" 'Tidak selalu. Inspektur. memperoleh bukti. Tetapi ternyata Perusahaan Asuransi Metropolis itu tidak ada. "Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tabu siapa yang membunuh laki-laki di Wilbraham Crescent No." "Demi Santo Michael. maka segala sesuatunya akan cocok. 19 pada jam tiga. padahal sebetulnya jam empat seperempat. hampir selalu. kita boleh berkata. Untuk memecahkan suatu masalah orang harus punya fakta-fakta. "Baiklah. Dan seterusnva. berarti bila pemecahan yang benar telah tercapai. sejauh yang saya bisa. Karena orang harus punya fakta-fakta yang akurat. tidak ramali» "Aku tidak akan bertengkar denganmu. Anda bisa." kata saya. tetapi tetap sebagai bukti. "Berikan kami jawaban masalah itu—jika kau tahu. Dia ingin. sampai pernyataan itu telah diperiksa dengan saksama. anjing pelacak. tetapi dengan sumber-sumber yang ada. M. 19 itu?" "Tentu saja. "Ada orang-orang yang berkeliaran di luar hari ini. yang telah membawanya ke puncak sukses di karirnya sendiri. adalah sifat kasus ini yang sangat fantastik. aku tahui" Hardcasde menarik napas. Miss Webb dikirimkan. Kita tidak boleh. tidak mengubahnya.

kita membuang jehakan-jebakannya dan beralih pada pokok-pokoknya." Poirot menegaskan. menyenangkan." "Sebuah penjelasan yang mengagumkan. Dan sebelum Anda bisa mendapatkan jawaban yang betul untuk kedua pertanyaan ini. mungkin itu menarik buatmu—untuk bergurau seperti itu.35 atau sekitar itu dan Miss Webb yang mungkin telah mengatur untuk bertemu dengan orang itu di sana. Mrs. Biarkan orang ini tepat seperti kelihatan-nya— seorang laki-laki setengah baya. tentang seorang gadis yang bekerja di sana yang bernama Sheila Webb. Tetapi yang Jebih penting lagi. yang selalu jauh lebih mudah daripada berbohong. "Kau lihat. Bercakap-cakaplah dengan mereka. 'Kau bilang ini mestinya adalah kejahatan yang sederhana? Baiklah. dengan mempermainkan aku. Poirot?" Inspektur itu dengan sopan menarik Poirot kembali pada topik pembicaraan. Miss Waterhouse. "Apa yang akan kaukatakan selanjutnya?" "Aku. Miss Pebmarsh yang mungkin telah membunuhnya sebelum dia keluar pada pukul 1. 'Ha! Kasus Dickson Carrl' Kemudian ada teman saya Mrs. "Padahal aku adalah orang yang datang dan meletakkan seluruh kejadian ini ke pangkuan-mu!" "Pembunuh biasanya sombong. fantastik." "Tetapi.' Tidak. Jadi. dengan mantel-mantel bulu yang indah yang dilingkarkan di tubuhnya. Tetapi yang penting." kata inspektur itu. "kau. Kau juga berada di tempat itu."Siapa yang mengatakannya? Kapan?" "Nanti saja pada saatnya. "Dan karenanya. Poirot melanjutkan.Ada pengetahuan tentang kebiasaan-kebiasaan setempat—tentang Miss Pebmarsh dan kebiasaannya. Jadi mereka menyelipkan satu fakta kecil yang tanpa mereka sadari dapat membuat perbedaan besar. dan dengan perhiasan di lehernya dan di telinganya. dan mengangguk kuat-kuat. Oliver. atau suami seseorang yang keberadaannya menjengkelkan dan membahayakan istrinya. mon cher. "Anda mengerti?" ''Yah—" kata inspektur itu lagi. Anda tahu. Ini benarbenar terjadi. keluarga McNaugh-ton. betul. selanjutnya. Di mana akan kausembunyikan sebuah batu kerikil? Di pantai. dan berhenti dengan sopan. melodrama! Ketika saya berkata pada diri sendiri meniru Chesterton 'Di mana seorang wanita setengah baya menyembunyikan kecantikannya yang memudar?' Sava tidak menjawab. orang-orang akan melihat pada mantel bulu dan perhiasannya dan pada coiffure dan haute couture. Seorang laki-laki telah terbunuh. 'Ha! Kejahatan model Sherlock Holmes!* Sama seperti bila sesosok mayat ditemukan di ruangan terkunci.menemukan mayat itu di lantai dan berlari ke luar rumah sambil menjerit-jerit. menutupi kenyataan bahwa sebetulnya dia tidak mengerti. *Di antara wajah-wajah setengah baya lainnya." "Dan tentu saja.' " Dia memandang inspektur itu. Mencari nomor besar di deretan rumah bernomor kecil. Anda mengerti maksud saya?" "Yah — " kata inspektur itu. Colin sayang. saya akan berkata pada diri sendiri. Sava membungkuk hormat "Masuklah paiilawan muda kita." Poirot berhenti dan memandang saya. Dia bisa menjadi siapa saja. harus dalam percakapan. mereka bisa santai. Sebab dalam percakapan Anda tidak langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu —dalam sebuah percakapan biasa. Semakin banyak yang saya dengar. tetapi dia sepenuhnya setuju dengan perasaan itu. "Jika Anda menggambar sebuah lingkaran di sekeliling nomor 19." "Yah." "Apa?** saya menuntut. kau berkata begitu. setiap orang di dalamnya mungkin telah membunuh Mr." "Anda tadi berkata. 'Di mana akan kausembunyikan sehelai daun? Di hutan. Sangat menarik. dan betul-betul tidak nyata." kata saya. Itu adalah kejadian yang bisa terjadi dalam tulisan-tulisan orang-orang seperti Gatry Gregson. Saya boleh menyebutkan bahwa ketika teman muda saya ini datang dengan kisahnya." kata saya geram." . khayalan. dan membunuhnya sebelum berlari keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit. 'Tetangga. Hemming. aku akan mengatakan segalanya!" Poirot mengumumkan dengan gagah. sava sedang menyibukkan diri dengan penulis-penulis cerita seram yang menghasilkan karya-karyanya selama lebih dari enam puluh tahun terakhir ini. M. "bahkan kau sendiri pun tidak dapat menahan diri terhadap kesan melodramatis dalam kata-katamu sendiri. Anda tidak mungkin bisa maju. Mengapa dia dibunuh? Dan siapa dia? Jawaban dari pertanyaan pertama jelas-jelas tergantung pada jawaban pertanyaan kedua. atau seorang penipu. baik. itu tidak cocok di sini. tentang Biro Sekretaris Cavendish. hal-hal kecil sering terselip. sama sekali tidak. Jadi saya berkata pada teman saya Colin. setengah baya. misalnya. Orang nyaris menerapkan cerita-cerita fiksi itu dalam kehidupan nyata. hal itu terjadi Sebuah kalimat kecil yang pentingnya tak terkirakan. mon cher. "Sayangnya tidak terjadi dalam kasus ini. pasti saya akan mengatakan." kata Poirot." "Ah. dan mereka sama sekali tidak akan mengamati seperti apa wanita itu sebetulnya! Jadi saya berkata pada diri saya sendiri— dan saya berkata pada teman saya Colin: Oleh karena pembunuhan ini memiliki jebakan-jebakan yang fantastik -dan membingungkan maka pasti sebetulnya kenyataannya adalah sangat sederhana." kata Poitot." kata saya. ada orang-orang yang telah berada di tempat itu. yang kematiannya penting bagi seseorang. bukan?" Hardcastle tidak akan mengatakan begitu. baik." "Untuk itu kau harus menunggu. Latar belakang mereka. dan terhormat'.' Di sini ada yang dilebih-lebihkan. Itu membuat seseorang harus berpikir keras. "Kelihatannya seperti kebalikan dari Chesterton. sehingga orang segera merasa 'Cerita ini tidak nvata dalam kehidupan. mereka tergoda untuk mengatakan yang sebenarnya. Bagi siapa? Dan di sini akhirnya kita bisa menyempitkan ruang lingkupnya sedikit. Anda menangkap maksud saya? Di sini ada kejahatan yang diatur dalam keadaan yang sangat mustahil. Dia jatuh ke dalam pelukan seorang pemuda. taruhlah memang begitu. "Jadi di sini ada seorang laki-laki biasa. memutar badannya. Semuanya adalah mustahil/ Tetapi celakanya. Orang-orang selalu bersiap waspada bila ada topik yang mungkin membahayakan mereka. di balik perona pipi dan maskara. "Andamulai menginjak pada intinya sekarang. Setuju?" "Ya. Semua ini sangat melodramatis. karena ini adalah nyata. tetapi dalam percakapan biasa. Jika saya menemukan—-tetapi saya tidak akan berkata apa-apa lagi." kata saya. "Tetapi aku tetap tidak mengerti bagaimana kesimpulanmu bisa tepat. Carilah keterangan tentang mereka. dan terhormat. Dia bisa jadi seorang pemeras. semakin banyak orang yang percaya bahwa dia kelihatan sebagai seorang laki-laki yang betul-betul biasa. Dia menyembunyikannya di balik make-up. Maksudnya jika sava mengamati bahwa seekor anjing tidak menyalak padahal semestinya dia hams menyalak. Curry. keluarga Bland. Dan tiba-tiba saya berpikir sendiri. "Sebab dengan demikian.

Ini membuat saya menuju asumsi berikut™ orang ini tidak diketahui telah menghilang. Curry—Mrs. Tetapi pada hari itu Edna Brent mendapat kecelakaan kecil segera setelah meninggalkan kantor. itu akan memberi petunjuk pada kita siapa pembunuhnya. empat dari gadis-gadis itu mendapat tugas keluar yang agak jauh—sehingga mereka mendapat makan siang dari klien yang memakai jasa mereka. Tumit sepatunva putus. Dia menyimpulkan seluruh kejadian itu. Jika dia seorang detektif. Karena ingin sepatu. atau mempunyai alasan untuk membunuh gadis itu. kau akan meyakinkan dhiku" kata saya. Edna. Dengan pengecualian Mr". tidak punya surat-surat keterangan. dilly—datanglah untuk dibunuh. "Bonafiditas setiap orang adalah ash. dilly. Itu akan cocok dengan fakta bahwa giginya tidak cocok dengan catatan gigi mana pun di sini. Dia tidak dapat pergi makan dengan keadaan seperti itu. "Sejauh itu—rencananya adalah jelas. Mereka adalah keempat gadis yang biasanya mengambil giliran makan siang pertama kali dari jam 12. Poirot beralih ke Inspektur Hardcastle. Waterhouse adalah penghuni terhormat sejak dulu. Curry. tanpa mengetahui mengapa kedua nama itu berarti sesuatu. seorang istri. Cepat atau lambat. Agen Asuransi. dan bahwa seseorang menginginkan kematiannya. Mr. sepatu hilang. Jika identitas orang itu harus disembunyikan selamanya. "Kita telah tahu bahwa Edna Brent mencemaskan sesuatu. Tetapi ada kemungkinan ketiga—mungkin maksudnya Miss Martindale" "Miss Martindale? Tetapi kesaksiannya cuma beberapa menit saja." Poirot meneruskan." "Maksud Anda Edna tahu bahwa itu bukan dari Miss Pebmarsh?" "Saya kira lebih sederhana dari itu. semua ini harus dikesampingkan dulu untuk sementara. tetapi apa yang membingungkan saya adalah mengapa pembunuh kita berani mengambil risiko bahwa tidak akan ada identifikasi asli.30 sampai jam 1. Karena ingin kuda. perang kalah.' Tiga orang wanita telah memberikan kesaksian pagi itu. Jika orang itu tidak berkeluarga. maka kita harus mencari orang yang bisa diperasnya. siapa yang ada di sana yang tampaknya tidak seperti yang ditunjukkannya? Jawabannya adalah mengecewakan. Mungkin maksud Edna adalah Miss Pebmarsh. 19? Dan di sini ada satu ucapan yang sangat berharga. seperti yang dikatakan dalam 'Alice' Anda yang abadi itu. maka kita mencari di antara pewaris-pewarisnya. Mr. dia mungkin maksudnya Sheila Webb. Saudara lakilaki. Tanpa diduga. Kartu nama Curry ng dicetak. Ada sebuah desa di Somerset—saya pernah tinggal dekat sana dengan teman-teman dulu—desa Curry Rival—Tanpa sadar. Jika dia seorang pemeras yang terkenal. "Ini. telah mati. Ketika diberi tahu bahwa orang itu tidak tinggal di nomor 19. kerajaan musnah. rekan bisnis. Saya mulai merasa tidak enak. Dan semuanya gara-gara ingin sebatang paku sepatu kuda. Asumsi lebih jauh adalah bahwa dia bukan orang Inggris. Oh! Saya mengerti. Dia ingin berbicara dengan Sheila Webb di luar kantor. Jadi kita kembali ke Mr. 81 . Atau. dia berkata. Sederhana sekali!" "Komentarnya memang mencengangkan diriku pada waktu itu. pasti merupakan kejahatan yang sederhana. hanyalah ukuran sementara. Poirot tidak memperhatikan saya. yang diucapkan oleh salah seorang tetangga. merek penjahit telah disingkirkan dari pakaiannya. Saya kira bahwa tidak ada telepon sama sekali. Jika kita tahu siapa orang itu." Di sirj Poirot memandang _-aya dengan pandang bertanya dan saya mengangguk. agar mayat itu ditemukan. 'Saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. Dia mungkin hanya ingin berkonsultasi dengan Sheila Webb tentang sesuatu yang membingungkannya—tetapi jika demikian. 19 untuk dibunuh. Dia mencoba menemui Sheila Webb di luar kantor. mereka dipilih. Kehadiran jam-jam yang tidak pada tempatnya itu. maka kita harus mencari orang yang punya rahasia kriminal. "Banyak orang punya kemungkinan membunuh Mr. saudara perempuan.' Hal yang utama adalah bahwa seorang laki-laki biasa." kata saya. berusia setengah baya. Telah diasumsikan bahwa sesuatu itu berkaitan dengan Sheila Webb. Cuma terdiri dari bunyi telepon yang diterimanya yang mengaku dari Miss Pebmarsh. Dan mana dia datang? Apa yang membawanya ke Wilbraham Crescent No. Sheila Webb. Dia cuma datang ke sana untuk dibunuh. Betapa anehnya. dan hanya sedang berkunjung ke negeri ini. jarum jam yang diputar agar menunjuk waktu tertentu. RarhSay yang1 saya kira tidaklah seperti yang ditunjukkannya. seseorang akan muncul. Mereka adalah. Pada tanggal 9 September. kuda hilang. Mrs. "Mari kita bayangkan Biro Sekretaris Cavendish.30. Hemming adalah janda petugas lelang lokal." "Dan apakah itu?" tanya Hardcastle. Dia berkata seperti ini. satu hal sudah jelas. seperti sangkaan orang pada umumnya. saya berkata pada diri saya sendiri. Curry. Poirot mendongakkan kepalanya dan berdeklamasi secara dramatis: "Karena tngin paku. paling tidak akan ada induk semang. Kejahatan itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan lihai'—tetapi sekarang muncullah sekeping kesialan yang tak seorang pembunuh pun dapat meramalkannya. McNaughton pernah menjadi dosen di Cambridge. Delapan orang gadis bekerja di sana. Edna Brent.'* Dia mencondongkan tubuhnya ke depan. saya yakin. jika dia orang kaya. Mrs. pengaturan-pengaturan yang dibuat dengan sengaja. dia harus diberi identitas palsu. Tetapi itu tidak cukup. mengambil giliran kedua dari jam 1." "Tepat.' Dia mempunyai bakat. "Kata-katanya pada polisi di pemeriksaan itu adalah satu-satunya petunjuk yang kita miliki mengenai apa yang mencemaskannya."Jika kau melanjutkan. tetapi tidak ada bukti mengenainya." Kami berdua menatapnya. Tetapi itu bukan semuanya. tetapi gagal. Curry datang—dan dia dibunuh. tersangkut <li kisi-kisi. Rival.* Mr.untuk membunuhnya. yang sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri untuk dapat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Adalah penting bahwa dia tidak dapat diidentifikasikan. Keempat sisanya." "Saya mulai'mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang korban dan pembunuhnya. seperti 'sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan lilin lak dan kubis-kubis serta raja-raja. pembantu. Bland adalah seorang kontraktor lokal yang ternama. mengenalinya dengan yakin dan itulah identitasnya. "Dengan mengesampingkan Miss Pebmarsh dan Sheila Webb. Ternyata yang muncul seorang istri. Tidak lebih dari itu. Dia membeli roti kismis dan kembali ke kantor Poirot menuding-nudingkan jarinya dengan tegas pada kami. untuk menuju pada inti sesuatu masalah. Tetapi hanya satu orang yang dapat membunuhnya. Tetapi jika kita tidak tahu siapa orang itu—maka kita punya tugas yang lebih sulit untuk mencari di antara orang-orang dalam lingkaran itu siapa yang memiliki alasan. Hemming. Janet dan Maureen. dan dua gadis lainnya. " 'Dilly. Karena ingin perang.30. Dia tidak punya dompet.30 sampai jam 2. Curry datang ke Wilbraham Crescent No. Mrs Rival—dan nama itu sendiri sudah mencurigakan.

ke. Bland yang pertama dengan cukup baik. dan dia langsung menikah kembali. Dia memejamkan matanya dan berbicara sambil melamun.' Salah satu sifat Edna adalah segera melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Berita tentang pembunuhan menyebar dan sedikit demi sedikit ceritanya menjadi lebih jelas. betapa kecewanya dia! Dia jadi geram! Dan kemudian sebuah ide muncul. "Mungkin mereka melihatnya. Tetapi Miss Martindale. "Jadi Anda pikir-" Poirot bersandar pada kursinya dan mengatupkan ujung jari-jarinya.'* "Ya. Tetapi Miss Pebmarsh berkata bahwa bukan dia yang menelepon. saya ingin tahu?" "Cuma untuk melihat tempat kejadian itu. itu betul. Dia memikirkan dan merencanakan semuanya. Siapa yang tahu bahwa yang ini adalah Mrs. Tidak ada telepon pada waktu itu. Tetapi karena tidak diragukan lagi bahwa Miss Martindale-lah yang membunuh Edna—oh. dia membuntuti gadis itu ke Wilbraham Crescent. Mereka saat itu berada di dekat telepon umum. semakin kacau jadinya." "Anda menganggap Miss Martindale dan Mrs. Dia menggoyang-goyangkan jarinya. atau seorang teman dekat keluarga itu—tetapi siapa pun dia. ketika dia di luar negeri. Itu adalah kesempatan yang diambil dengan berani oleh seorang wanita yang nekat dan kejam." "Tidak punya imajinasi?" tanya Hardcastle. sehingga tidak dapat ditipu dengan tiruannya. Dan semua gadis menghadirinya. Pernikahannya yang pertama. Dia memiliki akte pernikahan yang asli. Dia telah mewarisi harta yang besar setahun yang lalu dari pamannya di Canada. sebab dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. Bland bersaudara?" "Itu adalah satu-satunya keterangan yang masuk akal. 'Ini sangat penting. eh? Aku menemukan satu kalimat yang sangat jelas. Mereka mengambilnya. Bland mungkin adalah dalangnya. saya membayangkan." Hardcastle duduk bersiap-siap. dan terlaksanalah hal itu. Mungkin Miss Martindale berbicara padanya di sana." "Dan kemudian tibalah pemeriksaan itu." "Dan tak seorang pun melihatnya?" Poirot mengangkat bahu. Dia kembali ke kantor. Miss Pebmarsh menelepon dan meminta Sheila Webb untuk dikirimkan. dia akan tahu. Bagaimanapun juga. Mrs.49. lebih baik mengambil risiko. Suatu hari datanglah sepucuk surat dari kantor pengacara yang mengatakan bahwa istri Anda telah mewarisi harta yang besar dari seorang paman di Canada. Miss Martindale bertindak cepat. dan Miss "Martindale menyelinap di belakangnya. Apakah kau ingat bahwa sesudah berbicara tentang hidup di luar negeri. Seorang perencana yang baik. mendengar pertanyaannya. Mrs. Dia mungkin seorang pengacara keluarga yang sudah tua. Dia harus bertanva pada Sheila mengenainya. "Oh. Bland bisa jatuh sakit. berbagai surat-surat keluarga. mengangkat gagang telepon. dan sedang dalam kesulitan keuangan. Bagaimana dan kapan perjanjian itu dibuat tidak disebutkan pada Edna. "Jadi percakapan-percakapan para tetangga tidak berguna bagimu. wanita yang bengis dan tidak punya imajinasi. Tetapi Edna tahu bahwa itu tidak benar. Ini nomor kantor polisi. Penyelidikan-penyelidikan akan dilakukan—'* . Bland semestinya tidak punya seorang saudara perempuan." ^Mrs/ Bland wemangwengmg'arkitirsayaj'pada ses<oianq. "Misalnya Anda adalah seorang laki-laki biasa. Formalitas yang sah dilalui. sama sekali tidak punya imajinasi. Teleponlah dan katakan pada mereka kita berdua akan segera ke sana. Bland yang lain—dia adalah istri kedua—bukan istri pertama—Bayangkan. ya. Dan saya mulai curiga bahwa pada diri Miss Martindale kita menemukan karakter Lady Macbeth. Dia masuk ke bilik telepon umum. Bland yang lain? Tidak seorang pun di Crowdean tahu bahwa Bland telah menikah sebelumnya. Orang tidak melihatnya mula-mula."Tumit sepatu Edna copot. Saya kira mungkin Miss Martindale. Miss Martindale mengulangi ceritanya tentang telepon itu dan Edna betul-betul tahu-sekarang bahwa bukti yang diberikan Miss Martindale dengan begitu jelas. Tetapi bagaimana mereka bisa berharap untuk lolos dari itu? Pasti ada yang akan kehilangan orang itu. dengan waktu yang sangat tepat. tetapi ternyata n siang. saya kira." kata Harttcas-e r mereka sangat berbeda— tetapi benar—ada kesamaannya juga. tulah sebabnya dia bertanya pada polisi itu apakah dia bisa berbicara dengan inspektur. Bland yang meneri-manva adalah Mrs. terjadi di masa perang. Mungkin saat itu dia telah mendengar gadis-gadis itu menggoda Edna tentang tumit sepatunya yang copot. di kantor pribadinya. Surat itu dialamatkan pada Mrs. Yang perlu dia lakukan hanvalah berkata bahwa ada telepon jam 1. Apa yang terjadi? Saya kira seseorang akan datang berkunjung dari Canada ke negeri ini—dan orang itu mengenal Mrs. foto-foto dari sanak-saudara di Canada yang telah meninggal sekarang—semuanya sederhana saja. Mengapa Edna pergi ke sana. maka dia pasti terlibat. Kisi-kisi itu terletak cukup dekat dengan kantor." kata Hardcastle mengeluh. ketika meninggalkan Cornmarket dalam kerumunan orang. berjalan dengannya di sepanjang jalan itu dan Edna mengeluarkan pertanyaannya. Sheila dipanggil oleh Miss Martindale dan disuruh pergi untuk memenuhi panggilan. Sejauh yang diketahuinya. Bland mengatakan bahwa dia suka tinggal di Crowdean sebab dia punya seorang saudara perempuan di sini. dan semua kesulitan keuangan mereka berlalu— "Dan kemudian—setahun berikutnya—sesuatu terjadi. "Miss Martindale? Saya tidak melihat bagaimana dia bisa terlibat. Semakin Edna memikirkannya. Tetapi sangat efisien. tidak ada orang lain kecuali dirinya di kantor itu. makmur. bertahun-tahun yang lalu. ya —hanya dia yang dapat membunuh Edna. tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu. Mungkin istri pertamanya meninggal sesudahnya. Dan jadilah keluarga Bland kaya. Edna mula-mula tidak tahu betapa pentingnya apa yang diketahuinya itu. Bagaimanapun juga." "Tidak.iia saya melihatnya." "Tetapi mengapa? Apa motifnya?" Hercule Poirot memandang saya. Sheila pasti tahu jawabannya. Mungkin mereka memikirkan cara-cara untuk menghindari pertemuan itu. Telepon itu dikatakan masuk pada pukul dua kurang sepuluh menit. Dia berkata. saudara perempuan Mrs. adalah salah. Bland dan satu-satunya kesulitan adalah bahwa Mrs. "Banyak orang melakukannya. Tetapi Mrs. dan boleh dikatakan sedang nganggur. Tamu itu akan berkeras untuk melihat wanita yang ingin dilihatnya—" "Jadi— pembunuhan?" "Ya. u an orang-orang di Crescent sibuk menatap nomor 19. tidak tahu bahwa Edna telah kembali. Kau harus segera menelepon polisi. dia dapat pergi ke luar negeri— tetapi sesuatu seperti itu akan mencurigakan." Hardcastle menggelengkan kepalanya ragu. Dan di sini. menarik selendang di sekeliling lehernya dan mencekiknya. Miss Martindale pasti telah membuat kesalahan—Tetapi Miss Martindale jelas-jelas tidak mungkin membuat kesalahan.

Apakah nantinya ada yang muncul—" "Saya sangat senang sekali jika saya bisa membantu. "Eh. Saya sangat beruntung. mengapa kau datang kemari?" "Sudah kubilang. Poirot. 10. "Jika Anda mau menulis pada Mr. Poirot. Ya. per-mata-permata mahkota keluarga bangsawan Rusia. seorang wanita yang efisien. ke negara di mana dia tidak pernah dilihat sebelumnya? Jika saya jadi pembunuhnya. Jika. Aku ini manusia. No." 83 . Melihat kertas itu. "Saya pikir Anda akan menemukan bahwa Miss Martindale bertanggung jawab atas mereka. 515457. "Coba katakan saru hal padaku. Alisnya naik. Itu adalah kombinasi nomor sebuah lemari besi. Jam-jamnya diputar pada jam lima lewat satu menit. ya." "Tetapi jam-jam-itu pasti mempunyai arti yang asli—maksud saya. mengetahui semuanya. sebab saya telah membaca pola-pola itu baru-baru ini. saya ingin tahu?" Hardcastle menolak untuk mengorek-ngorek sejarah masa lampau. Di dalam lemari besi itu. Atau kau bisa pergi ke Ritz. Dari awal saya telah mendeteksi adanya suatu pola—suatu pola yang saya ketahui. "Bland berkata padaku bahwa dia baru-baru ini telah pergi sehari ke Boulogne—dengan seorang gadis pirang" "Yang membuat semuanva kelihatan wajar. Dia mengambil sehelai kertas hotel dari rak di atasnya dan mengulut kannya pada Hardcastle." kata Poirot. Tidak diragukan lagi itu adalah kebiasaannya." "Itu masih dugaan. Karena kejahatan itu. saya menghadiri penjualan naskah-naskah para pengarang minggu ini. dengan seorang tamu kaya dan terhormat dari Canada." "Aha. maka harus disamarkan supaya menjadi fantastik." "Mereka bisa meminjamkanmu apartemen lainnya. rencana perjalanannya mungkin tidak diketahui orang lain." Hardcastle menolak. W. S." "Aku tahu kini. pada alur cerita Gregson. Aku dapat memecahkan masalahnya. yang dulu adalah sekretarisnya. Itulah yang menarik. terima kasih. dia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tertentu di Canada untuk saya. mengapa—oh. Semua petunjuk yang semarak itu akan menuju—ke mana? Tidak ke mana-mana tepatnya! Ah. bukan? Aku bisa jadi mesin kalau memang perlu. adalah kejahatan yang sederhana. Jam-jam yang terkenal itu!" Poirot tersenyum." "Sudah tentu. seperti katamu. Seperti Colin di sini akan mengatakan pada Anda. saya akan menyelinap sehaii ke Prancis atau Belgia dan membuang paspor orang itu di kereta api atau di trem. kau bisa mengerjakan semuany? hanya dengan duduk di kursimu di London dan dapat membuatku dan Dick Hardcastle menemui -mu di sana. bien—dan apa." kata Hardcastle." "Dan bagaimana tentang urusan jam-jam itu?" "Oh! Jam-jam itu. Selama dua menit terakhir saya memandanginya. Pada saat itu siapa yang akan menghubungkan seorang laki-laki yang telah diidentifikasi dan dikuburkan sebagai Harry Casdeton. kopinya!" "Yah. Di antara mereka ada milik Gerry Gregsort. Dan masalah ini menyangkut manusia. Greg-son terburu meninggal dan tidak sempat menulis yang satu ini—tetapi Miss Martindale. "Dan Anda berkata bahwa wanita itu tidak punya imajinasi? Kapan dia merencanakan semua ini?" "Tetapi dia tidak merencanakannya. Sebuah pola yang saya kenal. "Eh. akan kukatakan padamu. Tetapi aku ini manusia. Enderby di Ennismore Gardens. karena kau begitu bodoh untuk menerka. Ini—" Seperti seorang tukang sulap dia mengeluarkan dua buku tulis kumal dari laci meja "—semuanya ada di sini\ Di antara banyak alur cerita yang direncanakannya untuk ditulis. "Saya harus memeriksa berbagai hal—" "Tentu—tentu—" Ucapan selamat berpisah diucapkan." "Oh. Apakah dia kehilangan benda itu di ruang kerja Biro Sekretaris itu? Apakah Miss Martindale mengambilnya sebagai dasar dari khayalannya." kata Hercule Poirot. mereka mereparasi apartemenku. Hardcastle telah mencatat alamat Enderby tanpa bersusah-payah untuk membalik kertas itu sehingga posisinya benar." Saya bergerak tanpa sadar. bien. "Kopinya di sini. yang sedang menggigitmu—kau kelihatan seperti orang vang baru saja melihat hantu."Jika orang itu bepergian ke luar negeri —mungkin untuk bersenang-senang. "Yah." Tetapi mungkin tidak pada Hercule Poirot! Sava harus menyerangnya. terpana. lima lewat empat menit. Saya hampir-hampir tidak berani berharap. "Anda telah memberi kami sesuatu untuk dipikirkan. Jam Rosemary yang direparasikan oleh Sheila Webb. Dia hanya perlu mengambilnya dan menyesuaikan dengan tujuannya. Oh. saya jadi tahu betapa bodohnya saya. itu sering terjadi pada diri kita. Semua ada di sana—menunggunya. V h tas dc bitiseSy seluruhnya! Dan tentu saja ada cerita sejenisnya—seorang gadis yang dihukum mati. 7. kalau begitu mengapa?* Hercule Poirot meledak marah. dan lima lewat tujuh menit. betapa bodohnya aku ini. Poirot mengalihkan perhatiannya pada saya. Dia adalah seorang pengacara internasional yang terkenal. seperu yang saya katakan tadi. ya. kalau aku boleh bertanya. kukatakan padamu. dan mata Poirot beralih ke saya. Aku ingin tahu—Gregson meninggalkan sebuah warisan untuknya—bukan? Bagaimana dan mengapa dia meninggal. "Ya?" katanya." Poirot berlagak rendah hati. Tetapi nasib baik berpihak pada saya. dan apakah hanya karena jam itu maka dia memilih Sheila sebagai orang yang akan menemukan mayat itu — " Hardcastle meledak. "Tetapi penyelidikan dapat dilakukan. Alamat hotelnya terbalik di bagian kiri bawah. Lemari besi itu disembunyikan di belakang reproduksi lukisan Mona Lisa. Dia mengumpulkan buku-buku tulis itu dan mengambil kertas hotel itu dari tangan saya. Sepucuk surat dari suatu tempat—sepucuk kartu pos dari tempat lainnya. Aku dapat berbaring dan berpikir. ya. tidak untuk bisnis. itu sangat cocok buat U Martindale. M." Poirot meneruskan dengan muak. kau akan lebih nyaman di sana daripada di Hotel Curlew. men dieu. Hardcastle pergi. "ada perhiasan. sehingga pemeriksaan akan dilakukan dari negara lain. Dia cukup memilih karakter-karakter lokalnya dan mengangkat cerita itu untuk disesuaikan.

malam-malam. Dengan Anda. Tangan saya menindih tangannya dan mengambil pisau itu. Saya menemukan Anda pada hari pertama saya berada di sini—tapi saya tidak tahu bahwa saya telah menemukan Anda. Miss Pebmarsh. "Saya tidak akan mengatakan apakah Anda benar atau salah. Dari sini informasi itu diteruskan ke tujuannya lewat Ramsay. maksud Anda?" "Jika Anda menyukai istilah itu. Tak seorang pun keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit sekarang." Dia berkata. Anda adalah wanita yang memiliki kepandaian dan kepribadian yang luar biasa." "Itu adalah persoalan pendapat saja. Dia menjatuhkan sekeping uang logam Cekoslo-vakia di kebun Anda suatu hari—" "Dia memang ceroboh. Anda punya dua jam untuk berangkat jika Anda memilih untuk pergi." kata saya." Hening lagi. tetapi bahkan seorang wanita buta pun dapat mencelakakan kita jika kita tidak waspada." "Ya. "Waktu terus berjalan. hampir-hampir menentang.. "Saya punya fotonya—ketika dia masih anak-anak.. Millicent Pebmarsh berdiri dan pergi ke jendela. Dua jam lagi orang-orang kami akan datang kemari dan mengambil alih — " "Saya tidak memahami maksud Anda. Anda bekerja di institut untuk anak-anak cacat." "Saya dulu begitu bodoh." Dia mendahului saya masuk ke ruang duduk. Saya tidak mengalihkan mata saya darinya. Lamb." "Seperti kata Anda. saya mungkin salah. Kalau diperlukan dia akan menyelinap ke rumah Anda. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun. Selalu ada kesempatan—bahkan di penjara. Anda menyimpan huku-buku anak-anak dalam huruf Braille di rumah Anda—hal yang sangat wajar. Saya mengerti bahwa Anda tidak mempunyai hubungan dengan polisi lokal—" "Anda benar.. Tetapi sebuah pisau kecil yang sangat mematikan. Saya pikir itu adalah mungkin. Dia buta. Pengecualian itu adalah Anda sendiri. untuk melihat bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah ini—dengan satu pengecualian. sesungguhnya. Mengapa Anda datang kemari sebelum orang-orang Anda." "Mungkin pembunuhan itu mengalihkan perhatian Anda. Anda buta. Miss Pebmarsh. Saya telah menemukan kantor pusat di mana rencana-rencana itu dibuat. Saya datang ke tempat ini untuk mencari Anda. Penyamaran Anda sangat baik. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa—bahwa itu mungkin benar?'* "Mata. Mr. "Ini Colin Lamb. menuju ke arah Barat. Saya tidak mempercayainya sedikit pun." "Indoktrinasi. Saya berhenti di depan pintu gerbang nomor 19. Apa gunanya? Saya akan tetap di sini sampai—mereka datang.. kau lagi saya berada di Wilbraham Crescent. Miss Millicent Pebmarsh membukanva." "Tetapi mengapa? Mengapa}" Saya berkata pelan.** "Saya tidak setuju. Si."Jadi?" "Penjelasan sederhana sekali—sama seperti pembunuhan itu. Catatan-catatan dan memoranda-memoranda yang penting Anda simpan dengan sistem microdot dalam huruf Braille. dan akan tetap di sini sampai orang-orang sava datang. Dia meraba sebuah kursi dan duduk. "Sebab saya pikir ada sebuah kemungkinan bahwa Anda mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu mertua saya." Saya berada di belakangnya ketika dia membuka laci itu." "Kita semua bisa ceroboh kadang-kadang." "Saya tidak begitu yakin apa yang Anda maksudkan. Kemudian saya bertanya. . untuk memberi saya apa yang kelihatannya sebagai suatu peringatan—" "Ini adalah peringatan.. Saya tidak tahu dorongan apa yang telah menggerakkan Anda—" "Katakan saja bahwa saya mengabdikan diri. "Bolehkah saya masuk dan berbicara dengan Anda?" "Tentu. Anda telah tal-u siapa tepatnya saya ini sejak hari pertama Anda berbicara dengan saya. Dia kembali dari jendela dan berjalan menuju meja tulis.*' "Tetapi watak kami jauh berbeda. saya selalu berusaha tahu tentang dirinya—selalu. melalui kebun. Miss Pebmarsh. tetapi saya tidak bodoh.. Informasi yang didapat Larkin di Portlebury diteruskan pada Anda.. "Anda punya waktu dua jam. Saya tidak punya ilusi tentang Millicent Pebmarsh." "Sebagaimana seharusnya.. Saya pikir." "Dan apa arti semuanya ini?" "Hanya bahwa permainan itu sudah selesai." Saya melihat jam tangan saya. Rumah itu rapi dan damai. "Tahukah Anda siapa dia—hari itu?" "Tidak sampai saya mendengar namanya. "Anda kelihatan sering berada di daerah ini." "Tidak." Saya memandang jam tangan saya lagi.*' "Jangan omong kosong. Dia berkata pelan. Aku datang kemari karena keingintahuan manusia/' kata Hercule Poirot dengan gaya agung. sebuah alasan harus dipikirkan dulu. Saya datang kemari sendiri. Saya pergi ke pintu depan dan menekan bel." "Anda tidak akan dapat begitu tidak berperasaan seperti yang Anda inginkan. "Saya tidak akan mengambil keuntungan dari tawaran Anda." kata saya." Hening sesaat. Kebutaannya tidak akan melumpuhkannya jika dia mempunyai kesempatan sekali ja untuk menodongkan sebuah pistol otomatis ke kepala saya. "Saya melakukan yang terbaik untuknya. Saya juga cukup bodoh untuk membaca sehelai kertas dalam keadaan terbalik. Bukan sebuah senjata otomatis. "Saya mungkin lemah hati." "Dan mengapa Anda katakan semuanya ini pada saya? Kelihatannya ini tidak biasa.*' kata saya.

Mr.dulu selalu sayang. Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan Anda hari itu. 'Persetan dengan kelembutan*. Beberapa buah papan telah ditemukan disembunyikan di pojok gudang keluarga Bland. bermusuhan satu sama lain. yang diterangkan sebagai istri Josaiah Bland dari Portlebury." kata saya. bersaudara. yang juga bermarkas di Prancis. yang menyerahkannya pada polisi. dan saya rasa Anda mungkin akan tertarik mengetahuinya. Saya harap segala perbaikan dan pendekorasi 85 . dan pernikahan Mr. Anda seperti ayah Rosemai-y. bukti-bukti yang memuaskan akan sulit diperoleh. Meskipun dihapus dengan tergesa-gesa.. Inggris. "menjadi seorang manusia biasa.. karena pernikahan itu tidak disetujui keluarganya. Bland yang pertama adalah karena serangan musuh di Prancis. meninggalkan hartanya yang banyak pada satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. kata-kata SNOWFLAKE LAUNDRY masih bisa terbaca setelah ditangani oleh para ahli. M. Bland yang kedua. Paspornya ditemukan oleh scotang pemilik restoran kecil di Boulogne.Kami duduk di sana." Kami duduk di sana dalam kesunvian. dan saya harus berterima kasih atas usul Anda yang sangat berguna pada kesempatan itu. Kematian Mrs." Saya memikirkan kata-kata Hercule Poirot. banyak catatan telah dihancurkan waktu itu. Mr. dengan Hilda Martin-dale (yang waktu itu anggota pasukan wanita). Sebuah kantor pengacara di London yang sangat terhormat bertindak sebagai agen bagi pihak Canada. "Saya telah mengundurkan diri dari dinas. Saya punya harapan. bahwa dia bermaksud mencari keluarga Bland sementara dia ada di Inggris. "Saya puas. Mr. Dia tidak punya keluarga dekat dan rencananya untuk kembali tidak pasti. Hercule Poirot." kata saya. Anda tidak memiliki apa yang harus dimiliki untuk pekerjaan ini.pada Valerie. Dia adalah tipe wanita pengkhianat. meskipun tentu saja. tetapi kendati saya setuju dengan pandangan Anda atas partisipasinya dalam-kejahatan ini. Miss Mar-tindale dan Mrs.Poirot yang terhormat. Kami sekarang sudah memiliki fakta-fakta tertentu. Tidak perlu diragukan lagi. Duguesclin berkata pada salah satu temannya. dia adalah seorang wanita yang sangat pandai. Seseorang bernama Mr. Bland adalah. tetapi dengan penuh pengertian. Quentin Duguesclin dari Quebec meninggalkan Canada menuju Eropa sekitar empat minggu yang lalu. Mavat vang diidentifikasikan sebagai Henry Castleton telah diidentifikasi ulang—secara positif—sebagai Quentin Duguesclin. Duguesclin adalah teman lama keluarga Montresor dari Quebec. "Saya akan kembali ke pekerjaan sava semula—biologi laut. Dia tidak dapat mengerti ucapan Lenin. saya kira. Tidak lama kemudian paspor itu sudah dikonfirmasikan. dilaksanakan dengan terang-terangan." "Saya pikir Anda bijaksana. kami masing-masing vakin bahwa pandangan pihak lain adalah salah. Semua komunikasi antara Mrs. Saya tidak akan merepotkan Anda dengan keterangan-keterangan yang lebih terinci. karena dia dari. seperti dugaan Anda. keponakannya Valerie. Surat dari Detektif Inspektur Hardcastle kepada M . Bland. Kepala keluarga itu. Ada sebuah lowongan di universitas di Australia. bagaimanapun juga. tetapi jaksa mempertimbangkan sebuah surat penangkapan untuk menahan Josaiah Bland. Henty Montresor meninggal delapan belas bulan yang lalu. Bland dan keluarganya di Canada putus sejak saat dia menikah. dari Mrs.

an kembali flat Anda di London hasilnya memuaskan. Richard Hardcastle . Hormat kami.P. Sampai jumpa. Komunikasi lebih lanjut dari R. kepada H. Hormat kami. Bland membuka rahasia! Mengakui seluruhnya!!! Menimpakan seluruh kesalahan pada saudara perempuannya dan su apa maksud mereka sampai akhirnya terlambat*! Mengira mereka hanya 'akan membiusnya saja'sehingga dia tidak akan mengenali bahw Cerita yang masuk akal! Tetapi saya berpendapat bahwa dia bukan si tokoh utama. Richard Hardcastle. Orang-orang di Pottobello Market mengenali Miss Martindale sebagai wanita "Amerika'* yang membeli dua buah jam di sana. Mrs. Jika Anda bertanya pada saya.H. saya katakan dia itu sudah gila. McNaughton sekarang berkata dia telah melihat Duguesclin dalam mobil milik Bland ketika mobil itu dimasukkan ke garasi Blan Teman kita Colin telah menikahi gadis itu. Berita baik! Mrs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful