P. 1
Agatha_Christie-Mayat_Misterius

Agatha_Christie-Mayat_Misterius

|Views: 77|Likes:
Published by Canda Ningtyas

More info:

Published by: Canda Ningtyas on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2011

pdf

text

original

BBSC

Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan. DILARANG MENGKOMERSILKAN atau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan. Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99

1

Agatha Christie

MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
THE CLOCKS

by Agatha Christie Copyright © Agatha Christie Ltd. 1963 MAYAT MISTERlUS Alihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45S Hak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jln Palmeral, Selatan 11, Jakarta 10270 Sampul dikerjakan oleh Floren Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT) CHRISTIE, Agatha Mayat Misterius / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. - Jakarta : Gramedia, 1989. 408 hal. ; 18 cm. Judul asli : The Clocks. (ISBN 979-403-455-X. J. fiksi Inggris. I. Judul. II. Tantani, Julanda.

Untuk sahabatku MARIO Dengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE

PROLOG
SIANG tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalam
kejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggal di Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-i amalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa pun tentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.) Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss K. Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yang membosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarik hatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya. Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesali

dan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"

"Edna.—bukan begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah yang jelas dan sembunyikan desahan napasmu."
"Maaf, Miss Martindale." "Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari." "Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale." "Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambat akhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari." "Ya, Miss Martindale." Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya, Naked Love, karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembaca karangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jas dan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kali dikirimkan. Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah. "Sandy Cat memanggilmu," kata Edna. Sheila Webb mengernyitkan dahinya. "Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*' Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya. Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien. Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine. "Kau terlambat, Miss Webb." "Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua." "Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "Miss Pebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*' "Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19." "Saya rasa saya belum pernah ke sana." Miss Martindale melihat jam. "Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di Hotel Curlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet." Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar. "Ada yang menarik, Sheila?" "Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yang memuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik." Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harus masuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisa mengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*' "Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci . Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya. "Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya. "Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Edna menarik napas dan memasang selembar kertas bersih di mesin tik. "Nafsu telah menguasainya. Dengan jari-jari liar, dia merobek kam sifon tipis dari dada wanita ttu dan membenamkan kepala si wanita dalam busa sabun* "Sialan," Edna mengumpat dan mengambil penghapus. Sheila mengambil tas tangannya dan pergi keluar. Wilbraham Crescent adalah sebuah fantasi t yang didirikan oleh seorang kontraktor zaman Victoria di tahun 1880-an. Terdiri dari dua deretan rumah kopel yang membentuk bulan sabit dengan halaman belakang yang saling berhadap-hadapan. Bentuk yang nyentrik itu menyulitkan orang-orang yang asing dengan daerah tersebut. Mereka yang datang dari sebelah luai tidak dapat menemukan nomor-nomor kecil dan mereka yang masuk langsung ke sebelah dalam, akan pusing mencari nomor-nomor besar. Rumahrumah di sana lapi, apik, dengan balkon-balkon yang artistik serta kelihatannya terhormat. Boleh dikara, modernisasi hampir-hampir tidak ada pada bagian luar. Biasanya, dapur dan kamar tidurlah yang mula-mula mengalami perubahan. Tidak ada yang luar biasa pada nomor 19. Rumah itu mempunyai gord&i yang rapi dan pegangan pintu depan dari kuningan yang mengkilap. Ada sederetan pohon mawar tumbuh di kedua sisi jalan kecil menuju pintu depan. Sheila Webb membuka pintu gerbang, berjalan menuju pintu depan dan membunyikan bel. Tidak ada jawaban, dan setelah menunggu satudua menit, dia melakukan seperti yang telah diperintahkan, dan memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan masuklah dia. Pintu ruangan di sebelah kanan gang terbentang lebar. Dia mengetuknya, menunggu, kemudian memasukinya. Ruangan itu adalah mang duduk biasa yang lumayan menyenangkan, cuma mungkin agak terlalu penuh perabot bagi selcia modern. Satu-satunya keistimewaan ruangan tersebut adalah banyaknya jam di situ—sebuah jam besar berbandul berdetak di pojok ruangan, sebuah jam porselen Dresden terletak di atas perapian, sebuah jam kereta perak di atas meja, sebuah jam kecil berbentuk menarik dan disepuh emas terletak di atas rak dekat perapian, dan di atas meja di samping jendela, sebuah jam bepergian dari kulit yang sudali lusuh, dengan huruf-huruf emas bertuliskan ROSEMARY di atasnya. Sheila Webb melihat jam di atas meja dengan sedikit terkejut. Jarum-jarumnya menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit lebih. Pandangannya beralih ke jam di atas perapian. Jarum-jarumnva menunjukkan waktu yang sama. Sheila terkejut sekali, ketika ada yang mendesing dan mengetuk di atas kepalanya, dan dari sebuah jam kayu berukir, seekor burung kukuk melompat keluar melalui pintunya yang kecil dan mengumumkan dengan keras dan jelas: kukuk, kukuk, kukuk f Suara yang kasar itu seolah-olah mengancam. Si burung kukuk menghilang lagi di balik pintu jam yang terbanting tertutup. Sheila Webb tersenyum kecil dan berjalan mengitari ujung sofa. Tiba-tiba dia berhenti dan tersentak. Tubuh seorang laki-laki tergeletak di lantai. Matanya terbuka separo dan pandangannya kosong. Ada sebentuk noda gelap yang lembap di bagian depan jas abu-abu hitamnya. Tanpa sadar Sheila membungkuk. Dia menyentuh pipi orang itu—dingin—tangannya, sama saja... dia menyentuh noda yang basah tersebut dan menarik tangannya dengan cepat, dengan pandangan ketakutan. Pada saat itu juga dia mendengar bunyi pintu gerbang terbuka, kepalanya menengok cepat ke arah jendela. Dilihatnya seorang wanita berjalan tergesa-gesa. Sheila menelan ludahnya tanpa sadar—kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri, terpaku di situ, tak dapat bergerak, tak dapat berteriak... menatap apa yang ada di depannya. Pintu depan terbuka dan seorang wanita tua bertubuh jangkung masuk sambil membawa sebuah tas belanja. Rambut ikalnya yang putih keabu-abuan ditarik ke belakang dahi. Maunya besar dan berwarna biru indah. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, tanpa melihat Sheila. Sheila mengeluarkan suara yang lemah, tidak lebih dari sebuah deheman. Mata biru tadi langsung menatapnya dan wanita itu berkata dengan tajam, "Siapa itu?" "Saya—dia—" Suara gadis itu terputus ketika wanita tersebut berjalan pelan menuju kepadany; di balik sofa. Dan kemudian dia menjerit. "Jangan—jangan... Anda akan menginjaknya.. Dia sudah mati..."

BAB 1
NARASI COLIN LAMB DENGAN memakai istilah polisi: pada pukul 2.59 siang, tanggal 9 September, saya sedang berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent ke arah barat. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal Wilbraham Crescent, dan saya harus mengakui bahwa jalan tersebut membingungkan. Saya secfang melacak sebuah firasat dengan suatu kemauan van g makin hari makin keras, sehingga firasat itu dapat saya legakan sedikit demi sedikit. Itulah saya. Nomoi yang saya inginkan adalah 61, dan dapatkah saya menemukannya? Ternyata tidak. Saya telah mengikuti nomor-nomor, mulai dari tf sampai dengan 35, dan kelihatannya Wilbraham Crescent hanya berakhir sampai di situ. Sebuah jalan raya bernama Albany Road menghalangi jalan saya. Saya berputar kembali. Pada sisi utara tidak ada rumah-rumah, yang ada hanva sebuah dinding. Di balik dinding terdapat blok-blok flat modern yang menjulang tinggi, dan jalan masuk menuju ke sana pasti lain. Jadi jelas tidak mungkin. Saya memperhatikan nomor-nomor yang saya lalui. 24, 23, 22, 21, Diana Lodge (mungkin nomor 20, seekor kucing oranye sedang duduk di atas tiang pintu gerbang sambil menjilati mukanya) 19Ptntu rumah nomor 19 terbuka, dan seorang gadis berlari keluar sepanjang sebuah jalan kecil dengan kecepatan seperti sebuah peluru kendali. Kemiripan dengan peluru kendali tersebut diperkuat dengan sebuah jeritan yang mengiringi larinya. Jeritan itu melengking nyaring serta betul-betul tidak seperti jeritan manusia. Gadis itu berlari melalui pintu "gerbang dan menabrak saya dengan kekuatan yang hampir membuat saya jatuh ke trotoar. Dia tidak hanya menabrak saya saja. Dia mencengkeram iengan saya kuat-kuat dengan penuh keputusasaan. "Tenang," kata saya, ketika sudah berhasil memulihkan keseimbangan saya. Saya mengguncangnya sedikit. "Tenanglah." Gadis itu menjadi tenang. Dia masih mencengkeram saya, tetapi sudah tidak menjerit-jerit lagi. Dia megap-megap, sambil terisak-isak.

ya. Saya bertanya kepadanya apa yang terjad Menyadari bahwa suara saya betul-betul *a\a mengeraskannya. "Tentu saja tidak masuk ke luangan ini." Tetapi dia jadi gemetar hebat." Saya melihat ke sekeliling. "Lebih baik Anda membawa saya masuk dan menunjukkannya pada saya."Ada apa?" Gadis itu menarik napas dalam-dalam "Di sana!" dia menunjuk ke arah di belakangnya. Dia tidak menjerit ataupun lari tunggang-langgang karena panik. Dia menoleh dengan cepat pada saat saya masuk dan berkata." kata saya. Sava melihatnya—tangannya yang terentang—matanya I ■ yang dingin—noda darah yang beku. ya. "Bagaimana kejadiannya?" tanya saya. Dan ada darah pada orang itu. saya tahu. saya bangkit dan menuju kema^ ri untuk duduk menunggu. Sava akan menelepon polisi. Malahan dia duduk dengan tenang dan menunggu. Dia mengalami shock. Pasti akan ada orang datang kemari. Tetapi dia segera menjawab.. pasti sudah melapor. raguragu sebentar. sedang duduk di atas kursi. "Dan sekarang saya juga kena. Saya masuk melalui pintu depan. "Ya?" "Ada seorang laki-laki di lantai. "sampai saya kembali. Saya segera sadar bahwa ada orang di ruangan ini. Seseorang yang buta dapat mengetahuinya dengan mudah." "Mungkin Anda benar. "Saya langsung masuk kemari." "Oh. Saya menurunkannya perlahan-lahan ke trotoar. Saya menyentuh sesuatu—sebuah tangan laki-laki yang dingin—dan tidak ada denyut nadinya.." Saya melihat ke sekeliling ruangan tersebut. Saya menarik napas dan mempertimbangkan situasi tersebut. Saya melihat pada noda di kerah jaket saya. saya terkena darahnya.. Dan siapa pun dia. Membungkuklah dan letakkan kepaia di antara kedua lutut. Tampaknya tidak ada tempat yang cocok untuk seorang gadis yang hampir pingsan. Saya pikir lebih baik saya tidak meninggalkan rumah ini. "Tapi—dapatkah Anda menangani—" .. "Siapakah sebetulnya Anda ini?" "Nama saya Colin Lamb. "Di balik sofa. Bawalah dia ke ruang makan. Sava menepuk pundaknya untuk meyakinkannya dan berjalan cepat menuju jalan kecil tadi. bila Anda merasa mual." Saya kagum pada ketenangan wanita itu.Saya tidak bisa mengatakan bahwa sava dapat menangani situasi tersebut dengan cemerlang. Saya kebetulan lewat. di seberang gang. Saya berbicara dengan jelas dan terus terang. sava tidak mau masuk ke sana lagi. Siapa dia?" "Saya tidak tahu. tiba-tiba dia menjerit keras—tentang suatu hal yang menyangkut orang mati dan bahwa saya akan menginjaknya. dan masuk ke dalam ruang duduk." "Terus?" "Saya berlutut. Dia bertanya menyelidiki. Saya takkan lama." "Kita harus memanggil polisi. Saya ingat saya telah melewatinya. "Saya tidak tahu apakah dia mau. Memang itulah yang sepantasnya dilakukan. "Dan apa yang Anda lakukan kemudian?" "Saya meraba-raba dengan hati-hati sampai kaki saya menyentuh sesuatu." Sava merasa tidak masuk akal ketika-mengucap-i kan kata-kata itu. Yang saya lihat pertama kali adalah seorang wanita tua dengan rambut putih. Saya bergerak mengitari sudut sofa. Saya bertanya siapa dia. mendudukkannya. Bisakah Anda—" saya ragu-ratu. yang ternyata adalah ruang makan. "Siapa itu?" Saya segera sadar bahwa wanita itu buta. Wanita muda itu. "Anda di sini saja. Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan.." "Di mana wanita muda itu?" "Saya meninggalkannya di pintu gerbang." katanya tegas." "Tapi—tentunya. Wanita itu akan menginjaknya.. "Di manakah pesawat teleponnya?" "Saya tidak memiliki pesawat telepon.." Dia menunduk dan melepaskan salah satu tangannya yang mencengkeram saya. dan menyandarkannya pada pagar besi." Sava—saya pikir. "Dan saya. sekitar 50 meter dari sini. Saya baru pulang dari berbelanja—" Saya melihat sebuah tas belanja yang dicampakkan di atas kursi di dekat pintu." kata saya. siapa pun dia." katanya. tetapi tak ada jawaban—hanya suara napas seseorang yang terengah-engah. Kelihatannya mustahil ada orang mati di ruangan yang begktf rapi dengan wanita yang tenang tersebut duduk di kursinya sambil melipat tangannya. apakah "Bisakah Anda tetap tinggal di sini ?" atau "Apakah Anda akan baik-baik saja?" Dia membantuku mengambil keputusan-"Anda lebih baik membawa gadis itu ma^uk ke dalam. "Tidak.. Matanya yang memandang lurus ke arah saya terpusat ke titik di belakang kuping kiri sava. Anda akan baik-baik saja. dia berlari keluar melewati saya sambil menjerit. dan hal itu tidaklah gampang. mati. tetapi saya tidak mau berbicara lagi. Katakan padanya saya akan membuat teh." "Ya." Saya mengangguk." Saya memperhatikannya dengan lebih baik. saya sifdali baik sekarang. "Seorang wanita muda menghambur keluar ke jalan dan berkata bahwa di sini ada orang mati. "Saya tidak tahu. memandang pintu di sisi kiri gang. Cerita mereka cocok." "Siapa yang akan menginjaknya? Mengapa?" "Saya kira." "Dapatkah Anda mengatakan pada saya apa yang telah terjadi?" "Tentu." Dia bangkit dan berjalan ke arah saya. tidak." Dia kelihatan ragu-ragu sedikit tentang hal itu.. menyeberangi gang. tepat sebelum tikungan." kata saya sambil menunjukkannya pada gadis itu. "Anda tinggal di sini? Apakah ini rumah Anda?" "Ya. Saya berjalan menuju suara tersebut—dan siapa pun orang itu. Di mana pesawat telepon yang terdekat?" "Ada sebuah telepon umum di jalan." saya berkata ragu-ragu. wanita itu buta.

Sekejap muncul sebuah senyum tipis di wajahnya. meskipun mereka belum pernah bertemu secara profesional. "Betul." "Kau tidak mempermainkan aku. "Masuklah ke ruang makan —di sebelah kiri Anda kalau masuk. kan?" "Ya. "Saya—saya pikir saya agak baikan sekarang. Secangkir teh akan baik untuk Anda sambil menunggu kedatangan poin si. Saya mendudukkannya dengan nyaman di depan meja makan." kau inspektur itu setelah memperhatikannya sepintas lalu." Saya merangkul bahunya dan mendesaknya maju." "Siapa yang menemukannya. Kebutaan-nya menyebabkan dia tidak mengetahui kalau orang mati itu ada di sana. ketakutan. model baru. ya. Apa yang kaulakukan dengan gadis itu?" "Miss Pebmarsh membuatkan secangkir teh untuknya. . "Pos Polisi Crowdean. Sebuah suara yang tak bersemangat berkata. Miss Pebmarsh. Miss Pebmarsh. kan?" Dick bertanya dengan penuh kecurigaan. seorang fotografer kepolisian. Saya akan menelepon polisi sekarang. Tetapi kenyataannya memang demikian. Kupikir dia telah ditikam Dia sudah mati sejak kira-kira setengah jam ^ang lalu." "Tunggu sebentar. Tunggulah aku di sana. "Kursi itu kelihatannya nyaman. ya. Dia memperkenalkan diri pada Miss Pebmarsh. Tiba-tiba seorang gadis melesat keluar dari rumah itu seperti seekor kelelawar terbang dari neraka dan menabrakku. dan ahli-ahli penyidik. saya lebih suka menunggu di dalam rumah. Tetapi dia pernah melihatnya beberapa kali. BAB 2 Di WILBRAHAM CRESCENT NO." kata Hard-casde." "Baiklah. "Sheila Webb-lah yang sebenarnya menemukan mayat itu. Seorang detektif muda berpakaian sipil sudah ada di sana." Komentar Dick hanyalah bahwa semuanya kok kelihatan enak. aku akan mengirim mobil ke «ana. Mereka bergerak secara efisien. "Detektif Inspektur Hardcastle." "Maafkan kebodohan saya. dan seorang gadis jangkung berambut coklat keriting dengan mata yang besar. seorang laki-laki berbadan tinggi. shock juga baginya. Saya berniat untuk mendapat keterangan tentang apa yang telah terjadi dari Anda sekalian." katanya "Saya kira. Kalau saya ini Anda. dan ber^e^as pergi Vagi untuk menelepon. Wanita buta itu adalah Miss Millicent Pebmarsh. Miss Pebmarsh sedang membuat teh untuk Anda. Kau?" "Bukan. Colin Lamb. Anda siapa?" "Katakan pada beliau. Ada seorang laki-laki tergeletak di lantai rumah nomor 19. Dia melihat-lihat apakah perintahnya telah dilaksanakan semuanya dengan baik." Dia membuka pintu sambungan antara ruang makan dan dapur dan menyilakan gadis itu masuk. "Bagus." Saya menunggu. orang-orang Hukum menguasai keadaan." saya mengeraskan suara untuk menutupi protesnya. Kau di mana sekarang?" "Crowdean. yang sekarang mengajar Braille di Institut Aaronberg. karena di sana tenang. 19. Dia bilang ada seorang laki-laki di lantai dan bahwa seorang wanita yang buta akan menginjaknya. Kemudian terdengarlah suara Dick Hardcastle." "Dan dia menginjak orang mati itu?" "Bukan seperti dalafn bayanganmu. Menjadi buta tidaklah berarti menjadi tidak berdaya. Akhirnya datanglah Detektif Inspektur Hard-castle. "Memang kedengarannya fantastik. Kelihatannya betul-betul mustahil ada orang dibunuh di rumahnya yang rapi dan sederhana—tetapi hal-hal yang mustahil biasanya lebih sering terjadi daripada yang diduga orang. Dia sedang menulis dengan diam-diam di atas meja kecil berlapis formika." "Jadi dia itu Miss Pebmarsh? Dan dia buta. saya telah memasak makanan untuk diri sendiri di dapur sejak saya mulai tinggal di lumah ini —empat belas tahun yang lalu. Miss Pebmarsh. si pemilik rumah. Kejadian itu merupakan. aku kebetulan sedang lewat. bukan?" Saya mengangguk cepat. "Saya tidak tahu apakah beliau ada di sini atau tidak." Dia tahu tentang Miss Pebmarsh sedikit-sedikit. "Ini kejadian yang buruk. saya Colin Lamb." "Dapatkah saya berbicara dengan Detektif Inspektur Hardcastle?" Suara itu menjawab dengan hati-han. dengan air muka acuh tak acuh dan alis yang mengesankan alis seorang dewa. Di sana ada seorang dokter bedah kepolisian. Ayolah. tetapi dia berakal sehat. Tetapi siapakah nama Anda?" "Millicent Pebmarsh—Miss" Saya keluar dari rumah itu. Dia yang paling akhir melihat mayat tersebut. saya akan membawa Miss Webb ke sana. "Anak muda. Jika Anda mengizinkan saya menggunakan dapur Anda. dong!" "Di sana—ada orang mati. sekolah untuk anak-anak cacat. saya temani Anda masuk. Tepatnya di Wilbraham Crescent. mati. Gadis itu mendongak menatap saya dan bergegas bangkit. tentu saja. Nyaris saja aku jatuh. masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri. berbicara sebentar dengan dokter bedah kepolisian dan kemudian pergi ke ruang makan di mana tiga orang sedang duduk menghadapi tiga cangkir teh kosong. Saya mengerti bahwa Miss—" dia melihat cepat pada buku notes yang diberikan oleh salah seorang bawahannya." Saya menolongnya berdiri dan berkata riang. sambil menarik sebuah kursi Windsor. dan tahu bahwa wanita itu adalah bekas guru. "Colin? Aku sebetulnya tidak berharap untuk kauhubungi sementara ini. Anda pasti menderita shock berat karenanya. "Lumayan cantik.

"Nah." Sheila Webb berbicara dengan lebih percaya diri. Dia masuk sambil membawa sebuah keranjang belanja... Saya tinggal dengan bibi saya." kata inspektur itu.. Saya mencobanya. maksud Anda?" "Ya. mengapa Anda masuk ke luang itu?" "Mengapa?" tanya Sheila bingung. saya keluar dari ruang itu melalui pintu depan—" "Seperti seekor kelelawar terbang dari neraka. Bagaimana dengan keluarga Anda—Anda mempunyai keluarga?" "Orang tua saya sudah meninggal. erftah bagaimana... Saya seorang pengetik steno—saya bekerja di Biro Sekretaris milik Miss Martindale. Kemudian apa yang Anda lakukan?" "Apa yang saya lakukan}" "Ya." Sheila Webb menatapnya dengan pandangan putus asa. mengerikan. "Maafkan saya.. ya. Kapan Anda sampai di sini?" "Kira-kira sebelum jam tiga. sepertinya hal itu tidak pada tempatnya dan kurang relevan. Nah. "Tidak ada yang perlu dicemaskan. "Begitu. mengapa Anda masuk ke dalam?" "Oh." “Memang. kapan peitama kali Anda melihat mayat itu?" ( "Ketika saya mengitari belakang sofa. Lanjutkan cerita Anda. 14—di belakang pompa bensin. Itulah anehnya. kita sudahi saja hal itu." "Dan nama beliau?" "Mrs. Maksud saya. sebab jam kukuk—" Dia mendadak berhenti." "Itu hal yang rutin. Anda tidak menyentuhnya sama sekali?" "Ya—ya saya menyentuhnya. "Apakah — apakah hanya itu saja?" "Saya kira demikian. Hanya waktu itu saya tidak tahu kalau dia itu Miss Pebmarsh. teringat pada keterangan Colin. Dan mayat itu—dia ada di sana. ya." "Baiklah kalau begitu. Untuk melihat —maksud saya—hanya untuk melihat. mungkin beberapa menit lebih awal." "Tentu saja—tidak ada." "Oh. kemudian Anda menekan bel. Anda sampai di sini. bagaimana Anda bisa berada di Wilbraham Crescent No. 'Siapa itu?* dan dia berjalan mengitari belakang sofa dan saya pikir—saya pikir dia akan—akan menginjak?^. Apakah Anda betul-betul yakin bahwa dia belum pernah Anda lihat sebelum ini?" "Sangat yakin.." "Dan berapa lama Anda sudah beke> ja di sana?" "Sekitar setahun. Karenanya. tetapi jam-jam lainnya lebih cepat sekitar satu jam. Sheila Webb bertanya dengan takut-takut. y 'Tidak ada yang perlu dimaafkan. mungkin ada hal-hal yang mgin saya tan akan pada Anda nanti. Tetapi dia—begitu dingin—dan—dan tangan saya terkena darah." Inspektur Hardcastle bangkit dan mengulurkan tangannya. .Sheila Webb duduk dengan cemas dan menatapnya dengan matanya yang besar dan ketakutan. "Dan apa yang Anda katakan?" "Rasanya saya tidak mengatakan apa-apa. 19 hari ini?" "Ceritanya begini. "Semuanya sudah berlalu sekarang." "Mengerikan. Mayat itu mengerikan. Matanya membesar. itu. bisa saja dia tidak kelihatan seperti yang biasa Anda lihat." "Apa yang tidak Anda perhatikan. Inspektur itu mengangguk. Hardcastle hampir saja berkata." Sheila mulai gemetar." kata Hardcastle dengan nada kebapakan. ya.. "Dan terus—terus—dia berkata.. Sesudah itu. Miss Webb?" "Tentu saja—jam-jam itu.." jawab Sheila cepat." Hardcastle berkata. Miss Pebmarsh khusus memin ta saya. dan berkata dengan agak tiba-tiba.. Saya tidak memperhatikannya waktu itu. saya setuju. Sepuluh bulan tepatnya..''1 Nadanya menekankan pada keranjang belanja tersebut." "Siapa yang menyuruh?" "Miss Pebmarsh. tidak." “Anda betul-betul yakin? Anda tahu. satu hal lagi." "Tapi saya kira Anda belum pernah bercakap-cakap dengannya. dan sebaliknya berkata. dengan kata-kata Anda sendiri. Kami hanya ingin gambaran yang jelas. Saya merasa tercekik di sini" Dia menunjuk tenggorokannya. Saya ingin Anda tetap menunggu di sini kira-kira sepuluh menit lagi." kata inspektur itu menyetujui. "Sekarang. tentu saja. ya. Nah. Aneli sekali. betul-betul yakin.. saya akan mengantar Anda pulang dengan mobil polisi." "Tepat. Sebab Anda sudah pernah bekerja untuknya sebelum ini?" "Belum pernah. Lawton." "Ada apa dengan jam-jam itu?" "Jam kukuk menunjukkan pukul tiga." "Miss Pebmarsh khusus meminta And^t?" Alis Hardcastle naik ke atas. Sebab dia menvuruh begitu. "Begitu ya.. Sayang. Saya tidak bisa berhenti menjerit.. Anda telah menceritakan semuanya dengan baik. "Belum pernah? Anda yakin?" "Oh. Saya menjerit. Apa yang terjadi kemudian ?" "Saya tidak tahu. ya. saya kira." "Begitu. dia pulang. Apakah Anda mengenal orang itu? Apakah dia seseorang yang pernah Anda lihat sebelumnya?" "Oh." "Miss Pebmarsh. bukan? Maksud say a—sekarang ini adalah jadwal Anda—atau bagaimanapun susunan jadwalnya. Miss Martindale menvuruh saya kemari. "Miss Pebmarsh menelepon ke Biro dan meminta seorang stenografer untuk datang kemari pada pukul tiga." "Ya. Sungguh aneh!" "Tentu saja sangat aneh. Tetapi jika tidak ada jawaban. "Ya. "Saya tidak akan menelanmu.. Sungguh mengerikan—kental dan lengket. nama Anda Sheila Webb-dan alamat Anda?" "Palmerston Road No. Saya tidak melakukan apa-apa. Oh. bukan?" "Betul. "Aneh. begitu. bukan?" "Ya. ketakutan. nah. tidak ada sama sekali... begitu saya kembali dari makan siang. tetapi tidak bisa. Dan Anda bekerja.." sambil berpikir. belum pernah. dia bukannya jenis orang yang mudah untuk dilupakan." tetapi dia menahan diri. Sekarang tolong Anda ceritakan pada saya. Lupakan saja darah itu. dan akhirnya. Miss Pebmarsh mengatakan hal itu pada Miss Martindale—bahwa saya harus masuk ke dalam dan menunggu di ruang duduk di sebelah kanan gang." "Bukan begitu. Oh." "Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish — itu nama lengkapnya. Kejadian itu tidak perlu dipikirkan lagi. Berpikirlah dengan cermat..

"Anda membiarkan pintu depan tidak terkunci. Bisa jadi seorang pegawai bank. tentu saja. Apakah Anda merasa mengenalnya?" Milliccnt Pebmarsh mempertimbangkan pei tanyaan itu dengan hati-hati sebelum menjawab. Saya pergi ke kantor pos yang ada di Albany Road. "Dia kebetulan sedang lewat di jalan ketika Miss Webb menghambur keluar dari rumah ini sambit menjerit ada pembunuhan." kata Miss Pebmarsh datar." Hardcastle menambahkan. Tinggi kira-kira seratus tujuh puluh lima. memaketkan sebuah bungkusan. Jasnya abu-abu tua." "Anda memanggilnya Colin." "Itu yang dia katakan pada saya." "Saya akan membacakan gambaran orang yang terbunuh itu untuk mengetahui apakah dia orang vang Anda kenal." "Anda tidak menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta—" tatap Hardcasde. sekolah untuk anak-anak buta dan cacat. membeli beberapa perangko.30 dan 2. meskipun kami tidak pernah ketemu lagi sejak beberapa waktu yang lalu. Miss Pebmarsh. seorang akuntan. "Saya tidak memiliki pesawat telepon di rumah. Saya dapat mengatakan pada Anda waktunya dengan tepat." "Ada telepon umum di ujung jalan ini. Miss Webb. tetapi pasti bukan seseorang yang saya kenal baik. "Saya memang sering tidak menguncinva pada siang liari. rambut hitam mulai memutih. tapi tidak gemuk. meraba sebuah kursi dengan jari-jarinya. Jam kukuk saya berbunyi tiga kali ketika saya memasuki pintu gerbang." katanya. tangannya terpelihara. Tetapi tidak ada kata lain yang cocok)—Colin Lamb adalah teman saya. Ketika saya diberi tahu bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolong indria penglihatan saya dan bahwa saya akan segera buta." "Terima kasih. ya dan saya membeli beberapa ritsluiting dan peniti di toko kain Field and Wren. saya berusaha untuk menjadi seorang spesialis huruf Braille dan bermacam-macam teknik lainnya untuk menolong orang-orang buta." "Dengan senang hati. saya akan senang jika Anda bersedia menceritakan segala sesuatunya tentang kejadian yang agak mengejutkan tadi." Anda sudah cukup lama tinggal di sini. Tadi Anda telah menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan meminta jasa seorang stenografer dan—" Millicent Pebmarsh menyelanya.30 saya mestinya sudah berangkat atau sedang bersiap-siap untuk berangkat dari rumah.45. "Tolong jaga Miss Webb. "Maafkan saya. bukan?" "Sejak tahun 1950. dan duduk di atasnva. wajah kurus dengan rahang yang kuat. bisakah Anda masuk kemari?" Hardcastle mengulurkan sebelah tangannya untuk menuntun Miss Pebmarsh. tetapi dia berjalan dengan mantap melewati sang inspektur. Gizinya baik. Saya hendak pergi berbelanja. sekarang tentang kejadian siang ini." Hardcasde menatapnya. Tetapi siapakah dia? Mengapa dia datang kernsri?" Hardcastle menatapnya dengan sedikit terkejut. Colin." "Kelihatannya seseorang sudah melakukannya dalam kasus ini. Di manakah Anda pada saat itu?" Miss Pebmarsh berpikir-pikir." "Dapatkah Anda menceritakan dengan tepat ke mana Anda pergi?" "Sebentar. menarik kursi itu. "Miss Pebmarsh. Sesudah masuk ke dajam dan memeriksa sendiri apa yang telali terjadi. Saya dapat mendengarnya dari jalan." "Dan bagaimana dengan jam-jam Anda vang lain?" "Maaf?" "Jam-jam Anda yang lain kelihatannya lebih cepat satu jam." "Saya tidak mengerti apa maksud Anda dengan jam-jam lain." "Nah. Sekarang saya bekerja di Institut Aaronberg."Terima kasih banyak. Saya—dulu—adalah seorang guru sekolah. Miss Pebmarsh—(jeli bukanlah kata yang tepat untuk itu. Miss Pebmarsh. bahwa saya tidak membutuhkan seorang stenografer dan tidak—saya ulangi tidak—menelepon tempat yang bernama Cavendish tersebut dengan permintaan seperti itu." "Apakah Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan hendak mengunjungi Anda akhir-akhir ini?" "Tidak pernah. laki-laki itu menurut bukti-bukti medis meninggal antara jam 1. bercukur bersih. seorang pengacara. Nah. Saya tidak menelepon siapa pun." kata inspektur itu." "Anda sangat jeli." Sheila tersenyum kecil padanya seraya berjalan masuk ke dalam mang makan. "Cobalah untuk beristirahat dengan enak malam ini. Anda memerlukannya setelah mengalami kejadian tadi. Apakah Anda sedang menantikan seorang tamu?" "Tidak. yang bisa saja cocok dengan banyak orang. "Dia seorang ahli biologi laut." kata Inspektur Hardcasde. Tetapi saya hanya dapat meyakinkan Anda." "Lebih cepat? Anda maksud jam besar di pojok ruang?" "Bukan cuma itu-semua jam yang ada di ruang duduk begitu juga." "Baiklah. Tetapi hanya sedikit saja yang dapat saya ceritakan. Millicent Pebmarsh berkata dengan tiba-tiba. umur sekitar enam puluh tahun. "Sekarang. dia menelepon kami dan saya suruh dia untuk tetap tinggal di sini dan menunggu kami. matacoklat." "Oh. Hardcastle menutup pintu." katanva. kemudian berbelanja. Inspektur Hardcasde. "Pada jam 1. "Ya." "Seseorang bisa saja masuk ke dalam. "Saya rasa tidak." "Anda tidak meminta Miss Sheila Webb secara khusus?" "Saya belum pernah mendengar namanya. Tetapi tentu saja itu hanya sebuah gambaran yang sangat umum. begitu. Tidak ada jam-jam lain di ruang duduk. Mungkin dia seseorang yang saya kenal pada pertemuan tertentu.” . terpana. atau seorang dengan profesi sejenis itu. "Siapakah anak muda itu?" "Namaiwa Colin Lamb. Kemudian saya pulang. Sebelum dia dapat berbicara.

" katanya.""Terima kasih. Dia mengamat-amati wanita di depannya dengan cermat. menyeberangi gang dan masuk ke ruang duduk. Sidik jari juga tidak ada pada jam bepergian dari kulit itu." "Seharusnya di sana ada sepasang tempat lilin dari porselen. dan duduk." Dengan gerakan kepalanya. Pak. w. Namanva Mrs." katanya. Hardcastle memeriksa barangbarang tersebut. karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membalas mengamat-amati dirinya. R. ayolah." kata Hardcastle." Sekarang giliran Miss Pebmarsh yang menatapnya. Miss Pebmarsh merabanya dengan cepat. Di lain pihak. Ltd." Hardcastle tidak tahu dengan pasti apa yang harus dikatakannya selanjutnya. dan benda ini tidak ada di ruang ini ketika saya meninggalkan rumah pada jam setengah dua. "tapi bukan kepunyaan saya. Kemudian dia bangkit berdiri. dengan pengetahuan yang pasti tentang posisinya dalam ruangan tersebut." kata Miss Pebmarsh. Dengan hati-hati dia mengangkat jam kecil Dresden dari atas perapian. "Bukan. jam dengan tulisan 'Rosemary' di atas meia. Saya benar-benar tidak bisa mengerti." Dengan diikuti oleh Miss Pebmarsh. Itu juga bukan milik saya. Dia meletakkannya dalam tangan Miss Pebmarsh." kata Miss Pebmarsh. Hardcastle pergi menuju dapur. London. Jika Anda tidak percaya. Miss Pebmarsh merabanya dengan hati-hati. beberapa uang recehan." Dia mengulurkan sebelah tangannya. menggunakan idiom-idiom yang umum. kendati mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. bersediakah Anda menemani saya1 masuk ke ruang sebelah?" "Tentu. Dan sebuah jam kereta dari perak. "Memeriksa adalah kata yang lebih tepat. . Tidak ada sidik jari pada jam emas itu. sebuah sapu tangan saku dari sutera.2. "Hati-hati dengan yang ini. Peimukaan seperti itu tidak menimbulkan bekas. maupun pada jam perak itu dan inilah yang tidak mungkin jika keadaannya normal—mestinya harus ada sidiksidik jari. kemudian menjulurkannya kembali pada Hardcastle. Inspektur itu mengambilnya kembali dari tangan Miss Pebmarsh. Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak memiliki jam porselen Dresden." Hardcastle memberinya jam yang terbuat dari perak." .BAB 3 HARDCASTLE menatapnya. Ini bukan milik saya. Inspektur Hardcastle. tidak memiliki—apa kata Anda—jam dengan tulisan 'Rosemary1—juga tidak memiliki jam emas Prancis dan apa itu yang satu lagi?" "Jam kereta dari perak. "Miss Pebmarsh. "Itu juga tidak. Hardcastle membungkuk untuk membacanya. Denvers Street 7. Bagaimana dengan jam porselen Dresden yang indah di atas perapian itu? Dan sebuah jam kecil Prancis yang disepuh emas. "Ya." "Melihat?" Hardcastle dengan cepat menanyakan kata itu. Ada sedikit kerutan bingung di dahi wanita itu. tetapi sudah digeser ke bagian ujung. Metropolis and Provincial Insurance Co." Millicent Pebmarsh meraba jam kecil dari porselen itu dengan jari-jarinya yang peka dan teliti." "Kata Anda di sini masili ada jam yang lain?" "Ada dua lagi. Pak." Detektif Inspektur Hardcastle terkejut. "benda ini dapat pecah. Isi saku-saku baju ada di atas meja. Inspektur. Mr. Terus terang saya ingin melihat jam-jam itu sendiri. karena memang tidak mungkin. semuanya wanita. Dia berkata tajam. Kalau saya berkata saya ingin meltioat jam-jam itu. "Anda sudah memeriksa jam-jam ini?" tanyanya. Ada sebuah dompet berisi uang tujuh pound sepuluh shilling. suatu ketegasan pada nada suara Miss Pebmarsh yang mengandung kepastian." katanya. Kemudian dia menggelengkan kepala. Ada suatu keyakinan yang positif." "Bagaimana dengan yang lain-lain dalam mangan ini?" "Ada tiga atau empat jenis sidik jari yang bet beda di ruang ini. Dia memikirkan hal-hal tersebut dalam-dalam selama beberapa saat. Saya amat yakin akan hal itu. "Anda dapat menyentuh segalanya. di atas perapian. "Oh. tetapi itu pun dikembalikannya. "Saya tidak mengerti. "Kelihatannya seperti jam bepergian yang biasa. "di sini memang ada sebuah tempat lilin.H." Hardcasde mengambil jam porselen Dresden tersebut dan memberinya sebuah jam Prancis kecil yang disepuh emas. "tetapi bahkan orang-orang buta. dia menunjukkan sebuah timbunan kecil barang-barang di atas meja. "Saya sudah hampir selesai di bagian sini. Anda dapat bertanya pada wanita yang datang kemari untuk membersihkan rumah ini. Seorang ahli penyidik mendongak melihatnya. Seperti juga halnya dengan jam yang porselen." katanya." Hardcastle mengangguk dan memungut sebuah jam kecil untuk bepergian dengan tulisan "Rosemary" di atasnya. Curry. "Salah satu dari kita pasti sudah gda. Hardcastle melihat pada si ahli penyidik yang sedang berdiri di pintu. Di mana letaknya. "model yang kulitnya dapat dilipat. sebuah kotak tak bermerek yang berisi tablet-tablet untuk pencernaan dan sebuah kartu nama. sambil meletakkan jam itu dalam tangan Miss Pebmarsh. artinya saya ingin memeriksa dan meraba 'mereka dengan jari-jari saya sendiri. Curtin. jam-jam tersebut tidak ada yang diputar dan mereka disetel pada wakni yang sama—jam empat lewat tiga belas menit. dan—oh ya. Inspektur. "Jam-jam yang biasanya ada di ruang ini hanyalah sebuah jam besar berbandul yang ada di p<5jok di samping jendela—" "Betul." kata Hardcastle tanpa sadar." "—dan sebuah jam kukuk di dinding di dekat pintu. Miss Pebmarsh. "Jam im pasti indah bentuknya. kata Anda?" "Di bagian kanan. "Saya sudah memeriksa semuanya.

wanita vang membersihkan rumah saya." Si ahli penyidik telah membereskan peralatannya dan keluar dari ruangan itu. tidak menunjukkan emosi apa pun. garis hidung. dan dengan lembut menuntun ungannya ke wajah mayat tersebut. kemudian menggelengkan kepalanya. tetapi itu dapat kita ketahui darinya nanti. Tidak ada jam-jam lainnya." "Itu juga betul.Hardcastle kembali ke sofa di mana Miss Pebmarsh duduk." "Untuk itu Anda harus bertanya pada Mrs. Saya tidak mempunyai asuransi jiwa." kata Haidcastle. "Izinkan saya menuntun Anda—" Dia menuntun Miss Pebmarsh mengiuri sofa. 17. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bangkit. "Mereka sudah datang untuk membawanya. membuat telur dadar di dapur dan membuat secangkir teh. jam kukuk dan jam besar itu. seperti yang telah saya katakan pada jam setengah dua. Dia menjenguk-kan kepalanya ke dalam lagi. Kemudian dia berkata. terakhir kali saya yakin akan isi ruangan ini adalah ketika saya membersihkan debu di sini tadi pagi. Curtin. jika Anda merasa bahwa hal itu dapat membantu Anda. "Ini adalah urusan yang luar biasa. Jari-jarinya meraba rambut. mulut. "Jika sava harus betul-betul cermat. Tidak ada reaksi apa pun di wajah Miss Pebmarsh. Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. Saya pulang sekitar jam satu kurang seperempat. memberinya isyarat untuk berlutut. sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengasuransikan hidup saya. Miss Pebmarsh?" Dia mendudukkan Miss Pebmarsh di kursi. Saya biasa membersihkan ruangan ini sendiri. Pengangkatan jenazah Mr. Saya makan di dapur dan tidak masuk ke ruang ini. "Tidak sama sekali. "Saya memiliki gambaran yang jelas tentang rupa orang ini." kata Miss Pebmarsh. "Apakah Anda kebetulan sedang mengharapkan kedatangan seseorang dari sebuah perusahaan asuransi?" "Perusahaan asuransi? Tentu saja tidak. terus pergi lagi. tetapi jari-jari Anda mungkin dapat mengatakan pada Anda dengan lebih teliti bagaimana wajah orang itu." 'Terima kasih. "Saya belum pernah mendengar nama itu." "Ketika Anda meninggalkan rumah ini sekitar pukul 13. Sekarang ting-al fakta-fakta berikut ini dan saya ingin Anda dapat memberi ide atau saran." "Anda tidak membutuhkan jasa seorang pengetik steno ataupun stenografer." katanya. bila salah. "Apakah Anda bersedia. kecuali jika Anda mengatakan padanya bahwa Anda sedang menanti kedatangan seorang tamu." kau Hardcastle. . "Apakah Anda menginginkan saya untuk —untuk menyentuh—" Hardcastle segera mengerti maksudnya." kata Hardcastle. hanya ada dua buah jam saja dalam ruangan ini. jika hal itu tidak memberatkan Anda. Nah. Apakah itu nama laki-laki yang terbunuh itu?" "Kelihatannya begitu." "Terima kasih." dia mengulangi nama itu." 'Tentu." katanva sambil menunjuk mavat itu. saya pikir saya tidak pernah mendengar atau mengenal seseorang dengan nama itu." katanya. Curry?" Dia mengamatinya dekatdekat. empat buah jam dibawa kemari. seperti biasanya saya pergi ke Aaronberg Institute. Semua barang ada di tempatnya. Koreksilah saya. Anda tidak meminu keterangan tentang asuransi apa pun. "Boleh diambil?" "Boleh. Dia duduk dekat Miss Pebmarsh. Miss Pebmarsh? Tentu saja." katanya. Pada suatu saat tettentu di pagi ini. ketimbang kalau Anda hanya mendengar gambarannya saja. Dia datang kemari mungkin untuk menemui Anda dengan alasan tertenm. Saya mengajar di sana sampai jam dua belas-lima belas. Hardcastle pergi ke gerbang depan dan kemudian kembali ke ruang duduk. "Anda tidak sedang memikirkan untuk mengambil jenis asuransi apa pun?" "Tidak. Curtin dan ditinggal sendirian di rumah ini. "tetapi saya yakin dia bukan seseorang yang pernah saya lihat atau kenal. Miss Pebmarsh tenang sekali. "Bukan nama yang umum." "Apakah Anda meninggalkan rumah sama sekali tadi pagi?" "Ya. Saya hanya dapat mengatakan. Saya tidak berkeluarga dan tidak mempunyai sanak saudara. R. "Anda merasa pasti bahwa sampai jam sepuluh pagi ini." kata Inspektur Hardcastle." Miss Pebmarsh menggelengkan kepala. Miss Pebmarsh." kata Hardcastle. Saya sudah mempunyai asuransi kebakaran dan pencurian pada Perusahaan Asuransi Jove yang memiliki cabang di sini. dan Anda tidak menelepon Biro Cavendish auu tidak meminu seorang pun untuk datang kemai i pada pukul tiga.H. Dua orang laki-laki masuk ke ruang itu. Curry dilakukan dengan cepat dan profesional. telinga. Sava tidak begitu paham dengan halhal demikian. jadi kemungkinan mereka itu dimasukkan kemari pada suatu saat tertentu di pagi hari. bukan? Tidak. karena para pembantu cenderung ceroboh dengan barang-barang hiasan." "Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial. tetapi saya bersedia melakukannya. apakah itu mempunyai arti bagi Anda?" "Empat lewat tiga belas menit. Dia tinggal di Dipper Street No. Miss Pebmarsh ragu-ragu sebentar." kata Hardcastle. Apakah semuanya betul?" '"Betul sekali. Anda tidak mengharapkan tamu hari ini. Kelihatannya tidak mungkin dia dipersilakan masuk oleh Mrs. "Curry." "Sekarang kita beralih dari soal jam ke mayat itu. "Bagaimana kalau Anda duduk di sini saja. dan dagu. Jarum-jarum penunjuk keempat jam tersebut disetel pada pukul empat lewat tiga belas menit. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda? Mr. untuk mengetahui apakah saya memahaminya dengan benar. berhenti sebentar di bagian belakang kuping kiri." "Begitu.30. di sini tidak ada jam-jam sebanyak itu. Dia datang kemari sekitar jam sepuluh dan biasanya pulang sekitar jam dua belas. saya tidak bisa bersumpah atas pernyataan seperti itu." "Saya mengerti. "Saya akan mengulangi hal-hal yang penting dengan Anda. Miss Pebmarsh. Pada jam sepuluh. "Saya tahu hal tersebut tidaklah menyenangkan untuk dilakukan. Mata saya yang buta menyebabkan saya tidak bisa memperhatikan ada atau tidaknya suatu barang yang biasanya tidak ada dalam ruangan ini." Miss Pebmarsh mengecek dirinya sebelum menjawab. dan Anda tidak pernah menerima surat dari seseorang yang menyatakan bahwa seorang wakil dari perusahaan asuransi akan mengunjungi Anda hari fni.

" .. Dia sudah tidak menjilati mukanya. mengibaskan ekornya pelan-pelan. menonton dengan perasaan ingin tahu. "Jadi Anda pikir dia—siapa namanya Curry—membawa jam-jam itu kemari?" 'Tidak ada tanda-tanda adanya suatu tempat penyimpan di mana-mana." kata Hardcaslte." Dia memberi beberapa petufTjuk lain dan kemudian beralih ke temannya. "Saya akan membawa jam-jam itu." "Tetapi gadis itu sudah setengah gila karena ketakutan! Kalau saja kamu mendengar bagaimana dia merijerit.." "Itu baik sekali." kata Hardcasde. saya tidak dapat membantu Anda.— aku meletakkannya. "Dan bagaimana ceritanya sampai kamu berjalan-jalan di Wilbraham Crescent. Apakah ada yang terlintas dalam pikiran Anda. Dick. "Maafkan." Dia memandang saya dengan penuh rahasia dan mengulangi lagi bahwa gadis itu sangat menarik. aku begitu konyol—tadi." Dia berhenti sebelum menambahkan. "Aku selalu tertarik pada orang-orang yang menemukan mayat. dan memandang kerumunan orang tersebut dengan pandangan yang merendahkan ras manusia yang merupakan hak istimewa bangsa kucing dan unta. 'Tapi coba lihat. Colin. "Biro Sekretaris Cavendish. 4. Wilbraham Crescent habis di situ. ya dengan waktunya. "Tolong bantu dia masuk ke dalam mobil. Dia berbicara selama beberapa menit dengan para bawahannya. Empat lewat tiga belas menit?" Miss Pebmarsh menggelengkan kepalanya. Tetapi itu pun tidak dapat menjelaskan apa-apa. "Kau dapat mengantar wanita muda itu pulang sekarang." kata Hardcastle sambil menarik sebuah kursi ke dekat meja dan mulai menulis tanda terima.. "Anda dapat pulang sekarang." kata Colin. Saya akan memberi Anda tanda terima untuk itu. "Sarung tanganku. ya?" "Ada. Miss Pebmarsh.. bukan?" "Lumavan. tetapi duduk dengan tegapnya. Dan." Dia melihat jamnya sekilas. Inspektur. dia beralih ke bawahannya yang muda. sampai Esplanade di sebelah kanan. atau kalau tidak dengan jam-jam itu. kemudian wanita tukang membersihkan itu.." katanya. Tiba-tiba Sheila berhenti." "Tiap orang akan berbuat begitu. "Saya mencoba mengatakan pada diri saya sendiri bahwa itu adalah pekerjaan orang gila atau seseorang yang salah masuk rumah. Hardcastle bergabung dengan mereka. Nomornya sampai —88. Ada sekerumunan kecil orang sekarang." Mobil melaju." Sheila dan Colin bangkit berdiri. Jika dia datang kemari karena suatu perjanjian. lebih baik.baik bersifat bisnis ataupun pribadi." "Ya. Lebih cepat ceritanya diselidiki. sehingga dia bisa saja masuk ke dalam dan duduk menunggu Anda—mengapa?" "Gila!" kata Miss Pebmarsh tidak sabar.13. Aku mau mencari nomor 61—dan tidak menemukannya. Inspektur—mereka bukan kepunyaan saya—" Hardcastle beralih ke Sheila Webb. Sekarang Miss Pebmarsh. ada usul yang dapat Anda katakan sehubungan dengan jam-jam tersebut. ketika Sheila memasuki mobil. Dia berbicara pada sopir mobil. Pak. Melalui pintu dapur yang terbuka dia dapat mendengar suara Miss Pebmarsh yang sedang sibuk di tempat cucian. Antara jam satu-tiga puluh dan dua-empat lima dia telah ditikam dan terbunuh. Mobil polisi yang akan mengantar Anda." Seorang polisi muda menjenguk ke dalam." kata sava." "Kau tidak berpikir bahwa dia—" Hardcastle menyela. Dia melemparkan pandangan menggoda ke arah saya. Colin? Mengagumi arsitektur Victoria kita yang beradab? Atau kamu mempunyai maksud tertentu?" "Aku memang punya maksud." "Kuambilkan. Miss Webb. Anda katakan bahwa Anda tidak tahu tentang hal itu." Dia masuk kembali ke ruang makan. ^Colin dan Sheila pergi keluar dan berjalan menyusuri jalan kecil. Mau ikut?" "Boleh. Hardcastle pergi menemuinya di gang dan kemudian pergi menuju pintu gerbang. ingatlah baik-baik. "Gadis yang agak menarik. "alamatnya Palmerston Road No. ketika aku sampai di nomor 28. BAB 4 NARASI COLIN "KITA mau ke mana?" Saya bertanya pada Dick Hardcastle. kurasa. Kucing oranye itu masih duduk di tiang pintu Diana Lodge di rumah sebelah. Di Palace Street. Pintu tidak terkunci. "Dia tidak mungkin membawa keempat jam tersebut dalam sakunya. "Saya mau semua jam di ruang duduk itu diangkut dengan hati-hati—semua kecuali jam kukuk di dinding dan jam besar itu. "Jam empat lebih. Mungkin dia agen asuransi—tetapi Anda juga tidak dapat membantu kami dalam hal ini. "sebab waktunya singkat. "Aku akan mengadakan kunjungan-kunjungan. Mungkin nomor itu tidak ada. "Biro Sekretaris dulu. Aku tidak apa-apa sekarang—mereka sudah membawawyd pergi/' Dia berlari masuk dan bergabung kembali dengan Colin beberapa menit kemudian." kata Colin.. ketika mobil sudah melaju." "Tidak—aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Tidak. "Tetapi dia menceritakan sebuah cerita yang sangat hebat. Hardcastle berdiri di ambang pintu. 14.

" kata Hardcastle memberi semangat. Pesta Perkawinan. Hardcastle dan saya berjalan menaiki keempat anak tangga yang ada. "Silakan.. Curry. Foto Anak-anak. langsung menghadap ke pintu. Bland adalah satu-satunya keluarga yang masih hidup. rumah-iumah di sana dibangun beradu punggung." "Dia itu kontraktor yang sangat buruk. Hardcastle. Miss Martindale mendongak menatap kami dari tempat duduknya di belakang sebuah meja tulis yang besar. Hardcastle?" Dick mengeluarkan salah satu kartu-kartu jabatannya dan mengulurkannya kepada wanita itu. Yang ketiga yang sedang mengetik di atas meja yang bertelepon. Aku sama sekali tidak membayangkan seorang kontraktor. ketika dia selesai menjelaskan bentuk yang aneh itu dengan panjang lebar. Alis Miss Martindale terangkat terkejut dan menunjukkan perasaan tidak senang. "Detektif Inspektur Hardcastle? Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda. yang namanya agak mentereng. itu—ya. sebuah romah vang bentuknya mirip mempertunjukkan papan nama Edwin Glen yang termasyhur. dia bertanya dengan nada sengau yang lirih. Wanita itu orang Kanada. sekali kita tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dikerjakannya) kita akan mempunyai ide yang baik tentang stapa yang menginginkan kematiannya. Keluarganya tidak setuju dia menikah dengan Bland." "Kau kelihatannya tahu banvak tentang Mr. anak laki-laki satu-satunya meninggal dalam kecelakaan udara dan juga ada korban-korban perang lainnya—singkatnya." "Aduh." "Tidak ada gunanva membujukku. Di sebelah sananya. menepi ke samping untuk memberi jalan masuk bagi kami. "Boleh saya uh u nama-nama Anda?" "Hardcastle. Dalam semua kemungkinan. nomor 61 itu ada. salah dong. dan tiga wanita muda sedang mengetik dengan giat. "Dua orang tua ingin bertemu dengan Anda. begitu." "Oh. sebuah jendela dipenuhi dengan foto-foto anak-anak dari berbagai ukuran dan usia. usianya sekitar limaputuhan dengan rambut merah pucat dan tatapan yang tajam dan awas. sampai kau tinggal di dalamnya. Sekarang yang pertama kali harus dilakukan adalah menggerakkan aparat yang ada. Bahkan pengemudi taksi juga sering bingung." kata saya." "Bland mendapat uang banyak sekitar setahun yang lalu—atau lebih tepat istrinya. Onslow Square. Bagaimanapun juga. Dia memandang kami satu per saru. "aku tidak tertarik pada orang yang kaya mendadak. Di sebelah kiri kantor Biro Sekretaris Cavendish berderet kantor-kantor pedagang batu bara yang sudah lama berdiri dan sudah kuno." Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish terletak di jalan yang merupakan pusat perbelanjaan. Kalau kamu membelok ke kanan menuju Albany Road dan kemudian belok ke kanan lagi. Dua dari mereka terus mengetik." dan menutup pintu. Kau mulai dari satu sisi." kata saya. kurasa. Ruang itu lumayan besar ukurannya. "Mr. lewat sini. Bland. Miss Martindale. "Memakai bahan-bahan yang jelek. "Saya kira beliau sedang menelepon sekarang— " Pada saat itu juga terdengar bunyi klik. berjalan menuju pintu berhiaskan sebuah lempengan kuningan yang bertuliskan nama MISS MARTINDALE Dia membuka pintu. dan berkata. Di sebelah kanannya." "Oh. dan mengusirnya ketika wanita itu tetap melakukannya. sangat kokoh. mulai foto bayi sampai anak-anak berumur enam tahunan. Ya. "Kau tidak mencari seorang kontraktor?" "Tidak." kata Dick. Itu bukan sesuatu yang kucari. Sangat licik—tapi selalu berhasil lolos." Hardcastle melihat ke luar jendela. seorang kontraktor." kami pun masuk. kau tahu pihak Inland Revenue selalu tertarik bila seseorang tiba-tiba menjadi kaya dalam waktu semalam. "Kita sudah sampai. berhenti dan memandang kami dengan pandang menyelidik. Kau tahu. Jadi dia melimpahkan uangnya pada Mrs.. menekan sebuah tombol. Ini mungkin untuk menarik hati ibu-ibu. Membangun rumah-rumah yang kelihatannya lumayan bagus." "Bukan? Kau telah mendapatkannya. Inspektur?" . Kadang-kadang bahkan dia terlalu berani. Seniman Fotografer. kemudian semuanya retak atau jadi berantakan. Foto-foto pasangan-pasangan suami-istri juga dipajang. Kebun belakangnya saling membelakangi satu sama lain. Setelah mengatur permennya pada bagian yang nyaman di mulutnya. Mrs." "Sangat mengecewakan."Memang selalu membingungkan orang asing. Pria-pria muda yang. kerftalu-maluan dan gadis-gadis yang tersenyum. "Mr. Kemudian tahun lalu seorang pamannya meninggal. dan gadis itu mengangkat telepon. Apakah kita akan makan malam bersama malam ini seperti rencana—atau apakah urusan ini harus didahulukan?" 'Tidak. Dick. Hardcastle. maka kamu akan sampai di belahan lain Wilbraham Crescent." katanya. kan?" Saya mengangguk. Dia kelihatannya sedang mengulum permen. "Bisakah saya menolong Anda?" "Miss Martindale?" kara Hardcastle. tidak perlu. Ahli. bukan? Atau Cadogan. dan berkata "Mr. Orang yang kuinginkan hampir menyerupai karang kejujuran. dan tiba-tiba tempatnya sudah berubah menjadi sebuah Place atau Garden. seperti banyak dilakukan atas rumah-rumah zaman Victoria di daerah tersebut. Mereka menyelidikinya dan ternyata semuanya oke. tidak memperhatikan ada orang asing yang masuk. 'Dan sudah menyelesaikannya? Atau —belum selesai?" "Ceritanya biasa saja. Kecuali—mungkin dia baru datang kemari — baru mulai?" "Bland dilahirkan di sini. Bland. Palace Street. Saya menarik diri dengan duduk di sebuah kursi di samping pintu. yang tinggal di sana adalah Bland. Tepat untuk menyelamatkan Bland dari kebangkrutan. Dia pasti orang sini—sudah bertahun-tahun menjalankan bisnisnya. dan lain-lain. kurasa." kata saya. Untuk menunjang pernyataan itu. Kita ingin tahu semuanya tentang Mr." Dia meletakkan telepon kembali dan bangkit. berjejer lumah-rumah kuno yang model aslinya telah dirobohkan dan diganti dengan sebuah gedung bertingkat tiga yang cemerlang dan memproklamasikan dirinya sebagai Orient Cafe and Restaurant. Mereka ingin tahu kalau-kalau orang itu melakukan penipuan atau kecurangan dan kemudian minggat—jadi mereka melakukan penyelidikan." kata saya menghindar." Dia memandang kami dan berunya." "Pada dasarnya. Gedung itu sudah dirombak. Kelihatannya dia adalah seorang wanita yang efisien. datang kemari ketika perang dan bertemu dengan Bland. masuk melalui pintu depan yang terbuka dan mematuhi papan di pintu sebelah kanan yang bertuliskan "Silakan masuk. Miss Martindale. "Seperti Squares dan Gardens di London. Kau tahu siapa yang tinggal di sana?" "61? Sebentar.

Saya agak ragu-ragu apakah Miss Martindale akan tertarik dengan usaha itu.49. Sheila pergi ke rumah Miss Pebmarsh siang ini. dia pernah bekerja di London dan mempunyai referensi yang baik dari majikan-majikannya di sana. yang jelas-jelas bukan orang yang murah hati dengan pujian. Selalu." "Tidak. tetapi saya tidak yakin. Ketika saya sedang sibuk menggunakan mata saya. tertulis di atasnya dengan tinta hitam yang tebal. Tepatnya jam 1. Mungkin dia pergi ke Hotel Curlew di ujung Esplanade ini. dengan bibinya. "Saya kira Anda mempekerjakan seorang gadis bernama Sheila Webb?" "Betul. "Saya kira demikian." "Anda. "Edna." Di sini Miss Martindale menjadi sedikit gelisah. Tetapi sungguh." "Apakah Anda mengenalnya secara pribadi. Armand Levine. "Dapatkah Anda menceritakan tentang diri Sheila Webb kepada saya?" "Tidak banyak yang dapat Saya -entakan/' kata Miss Martindale. sebuah nomor di Wil-braham Crescent. apakah Sheila Webb sudah kembali?" "Belum. Mungkin sekitar jam dua kurang sepuluh menit. Perjanjiannya adalah pada jam tiga. "Nah. Miriam menghiasi foto Miriam Hogg. "Saya kira mestinya dia sudah kembali sekarang. Seks ditunjukkan oleh foto . Miss Pebmarsh sendiri menyangka! telah menelepon seseorang. Dia adalah tipe wanita yang dengan tepat oleh orang Prancis dijuluki femme formidable. Saya tidak mengenal wanita itu. Referensinya ada di arsip. Apakah Anda mengenal Miss Millicent Pebmarsh? "Pebmarsh. "Begitu! Betapa anehnya." Itu adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti. dia bekerja pada sebuah perusahaan jasa—mungkin agen perumahan." kata Miss Martindale." kata Hardcastle. Ariadne Oliver. Dengan hormat. seperti yang saya katakan. sedang yang perempuan kelihatan sungguh-sungguh dan cenderung tenggelam dalam mantel-mantel bulu. "Saya pikir dia berkata bahwa Sheila Webb pernah bekerja untuknya sebelum ini. Sebelum jam dua pokoknya. Yang laki-laki hampir semuanya mengisap pipa dan memakai jas wol." Dari nada suaranya. "Dia sudah bekerja di sini selama—sebentar. Miss Martindale. "Bukan kelas-pertama?" "Bukan. "Dia pergi bertugas sejak awal siang ini. seorang penulis cerita detektif. Apakah ini suatu lelucon?" "Agak lebih dari itu. Miss Martindale. di mana dia mempunyai janji pada jam lima. Dengan hormat. di luar hubungan kantor?" 'Tidak." Miss Martindale menatapnya." "Bagaimana perjanjiannya dibuat. tentu saja tidak yakin. Garry Gregson menghiasi foto lainnya. "Sudikah Anda menceritakan pada saya apa yang telah terjadi?" kata Miss Martindale dengan sedikit kurang sabar. yang saya kenal sedikit-sedikit.seorang laki-laki kecil berkepala botak. tetapi Anda tidak yakin kalau itu adalah suara Miss Pebmarsh. seoiang penulis wanita yang mempunyai spesialisasi dalam cerita roman. saya tidak melihat untungnya berbuat demikian. Saya berpikir bahwa Miss Martindale akan menjadi seorang saksi yang hebat. mengapa Anda menanyakan semua pertanyaan tadi? Apakah gadis itu telah melibatkan diri dalam suatu persoalan?" "Tidak tepat begitu. Saya kira Anda dapat membantu saya. Hardcastle maju terus dengan pertanyaan-pertanyaannya. ya. Dia tinggal. Inspektur Hardcastle. jika Anda khusus menginginkan informasi tersebut. dilengkapi tulisan kecil-kecil." "Begitu. Ada sesuatu yang sama di antara penghargaan-penghargaan tersebut. Pekerjaannya lumayan memuaskan. kalau ya. memberi saya alamatnya. tentu saja. dia bertanya tentang Sheila Webb. Jadi pasti pada jam makan siang. Miss Martindale. 'Telepon itu langsung teituju pada saya." kata Miss Martindale mengerutkan daninya. berkata bahwa dia yang menelepon. hampir setahun saya kira." "Tetapi Anda tidak mengenali suaranya? Anda tidak mengenalnya secara pribadi?" "Tidak. Saya mempelajari tata letak ruangan itu. Miss Martindale. Inspektur Hardcastle. Dia seorang pengetik yang hati-hati dan teliti." "Jam berapa dia menelepon?" Miss Martindale berpikir sejenak. Miss Martindale?" "Melalui telepon. kapan—oh." Miss Martindale mematikan interkomnya. Ariadne Oliver. Sava kira. sebaliknya. Di dinding di atas meja Miss Martindale bergantung koleksi foto-foto beitandatangan." "Apakah Anda tahu di mana dta bekerja sebelum dia bekerja untuk Anda?" "Saya kira saya dapat menemukannya untuk Anda." Miss Martindale menerangkan. foto seorang penulis cerita seram yang meninggal kira-kira enam belas tahun yang lalu. saya kira bukan. saya kira. Saya tidak mengenalnya. Salam manis. "Boleh saya bertanya." "Anda berkata bahwa dia bagus dalam peKerja-annya?" "Lumayan memadai." ." "Dia khusus meminta Sheila Webb?" "Ya. Saya mengenali salah satu sebagai Mrs. saya menulisnya di notes. saya tahu bahwa Dick akan menceritakannya dengan cara berputar-putar. Dia memiliki kece patan rata-rata yang a k dan berpendidikan cukup. apakah dia lagi bebas. "Ya. Kemudian. Dia berkata bahwa dia adalah Miss Millicent Pebmarsh. "Apakah Miss Pebmarsh—atau siapa pun dia—memberi alasan mengapa dia khusus menginginkan Miss Sheila Webb?" Miss Martindale berpikir sejenak. Sava khawatir dia tidak ada sekarang —paling tidak—" Dia menekan interkom dan berbicara dengan seseorang di kantor bagian luar. tolong datang ke rumahnya pada jam tiga." "Miss Pebmarsh sendiri vang berbicara dengan Anda?" Miss Martindale kelihatan sedikit terkejut. Ah ya." kata Hardcastle."Saya ingin menanyakan sedikit informasi pada Anda. Sejauh yang dapat saya ingat. suatu usaha yang menarik. Miss Pebmarsh menelepon dan berkata bahwa dia membutuhkan jasa seorang pengetik steno dan apakah sava dapat mengirimkan Miss Webb.

Bu?" Mrs. Inspektur. Saya pernah menjadi sekretaris pengarang cerita seram yang termasyhur. "Anda mengetahui dilema saya. "Apakah nama Curry mempunyai arti bagi Anda. memang benar. Dick Hardcasde menarik napas dan bangkit. terus kami memperluas usaha sampai kewalahan karena banyaknya langganan." "Bu!" kata Ernie Curtin. Garry Gregson. Hardcasde berkata sopan. untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada. Nama-nama asing. sebetulnya." kata Mrs. Tumit sepatuku terjepit di dalamnya dan copot. Si penerima tamu." kata Hardcasde. "Anda sudah lama mempunyai usaha ini. Miss Martindale menatapnya dengan pandangan kosong. sava berkata. "Ditikam. seorang wanita berwajah keras yang sedang sibuk mencuci panci di bak cuci. 19 dia berjalan masuk ke dalam rumah dan masuk ke ruang duduk." katanya sopan. "Jadi cerita Sheila Webb."Dan apakah kenyataannya memang demikian?" "Sheila berkata bahwa dia tidak ingat pernah bekerja untuk Miss Pebmarsh. bagus ya. Dulu masyarakat tidak begitu memperhatikan ketelitian. "Ya. "Kau menang. Edna. Dia hanya berkata bahwa dia tidak ingat kalau pernah ke sana. bukan?" "Lima belas tahun." "Ketika Miss Webb masuk ke ruang duduk. tetapi sekarang para pembaca sering menulis langsung kepada pengarang setiap ada kesempatan. Tutup-tutup sudah dipasang pada mesin-mesin tik. dan harus melepaskan kedua belah sepatuku dan balik kemari dengan dua buah roti kismis. "Dan harganya lumayan mahal. Mulanya kecil-kecilan. "dia menemukan seorang laki-laki mati tergeletak di lantai. "Bu. Mr." Dia menunggu penuh harap. sambil mulutnya mengeluarkan suara mirip deruman dan lenguhan yang maksudnya menirukan suara roket yang meluncur ke ruang angkasa menuju Venus." "Oh. Sebetulnya. oh." kata Miss Martindale." kata Hardcasde. "Maaf. "Saya yakin Anda pantas mendapat pujian. Apakah itu betul?" "Betul sekali. saya tidak melihat hubungannya dengan niat Anda kemari. serta rincian daftar racun. baiklah. R." kata Miss Martindale. "Anda berkata Miss Pebmarsh menelepon Anda dan meminta Sheila Webb datang ke rumahnya pada pukul tiga. Sheila sendiri juga tidak pasti akan hal itu. memotong kata-kata itu dengan tegas dan sedikit kasar. berdiri dengan sedih. Ernie." "Saya lihat Anda berkecimpung dalam bidang literatur. di luar kecurigaanmu. Dia berkata pada saya bahwa hal itu diperintahkan padanya. biro ini saya dirikan dengan warisan dari beliau juga." Miss Martindale menatapnya. Curry?" "Saya kira tidak. "Aku baru saja memakainya sebulan." "Dari Perusahaan Asuransi Metropolis and Provincial?" Miss Martindale menggelengkan kepalanya. "Itu memang sebuah mobil polisi. Aku tidak dapat jalan. Saya membukanya duluan." katanya tidak menyetujui." "Saya baru akan menjelaskannya. gadis-gadis itu pergi begitu sering ke orang yang berbeda-beda dan pada tempat yang berbeda-beda pula. "Apakah Anda berkata seorang laki-laki mati tergeletak. Ini gara-gara kisi-kisi brengsek itu—yang ada di tikungan didamping toko kue dekat sini. Miss Martindale? Mr. Dia sendiri memakai sepatu kulit bertumit rata." dia mengeluh. dan ada dua orang laki-laki turun dari mobil itu." "Aku tidak pernah bohong." Dia berjalan menuju pintu. dan restoran-restoran untuk orang-orang yang menggambarkan novel mereka di negeri-negeri asing. Miss Martindale. "Miss Pebmarsh berkata bahwa dia mungkin akan sedikit terlambat pulang dan bahwa Sheila hams masuk ke dalam dan menunggu." Hardcasde melihat foto-foto yang ada di dinding. Inspektur." kata Ernie jujur. Inspektur?" "Terbunuh. selama beberapa tahun. berhenti sebentar dari kesibukannya menggerak-gerakkan sebuah benda kecil dari logam naik-turun di bendul jendela. Curtin. "Bu. sebagai permulaan saya berspesialisasi pada para pengarang." "Baiklah. alamat-alamat. ada mobil polisi berhenti di luar rumah kita. Ketika Miss Webb tiba di Wilbraham Crescent No." kata Miss Martindale. kalau hal ini adalah sebuah lelucon. Curtin sambil membanting cangkir-cangkir dan tatakannya pada papan pengering. Miss Pebmarsh menyangkal berbuat demikian. kami sudah banyak menyita waktu Anda. Bagaimanapun juga.H. Tetapi sesungguhnya. tiga orang gadis sedang bersiap-siap untuk pulang. tidak menjawab. "Semuanya kelihatan sangat mustahil bagi saya. dan mereka selalu sibuk sepanjang waktu." Miss Martindale berhenti. dan bagaimana aku bisa pulang atau naik bis." Hardcasde melanjutkan. "Gadis itu pasti sangat terkejut. Dia menemukan seorang laki-laki mati di sana. Saya menawarkan jasa yang sangat membantu dalam mengadakan riset-riset yang diperlukan—tanggal-tanggal dan kutipan-kutipan. aku betul-betul tidak tahu—" Pada saat itu barulah dia menyadari kehadiran kami dan Edna buru-buru menvembunvikan sepatu yang menyebalkan itu dengan pandangan khawatir ke arah Miss Martindale yang saya kira bukan jenis wanita yang menyukai tumit-tumit runcing." Kelihatannya itu adalah karakteristik Miss Martindale dalam memberi pernyataan. Pengetahuan khusus saya tentang kebutuhan para pengarang ternyata sangat berguna. Sekarang saya mempekerjakan delapan gadis. "Terima kasih. Saya kenal banyak pengarang yang menjadi rekan-rekan beliau dan mereka memberi saya rekomendasi. keterangan-keterangan mengenai segi hukum dan prosedur-prosedur polisi. Pokoknya hal-hal seperti itu." "Jangan berbohong lagi." kata inspektur itu." BAB 5 ." kata Dick. memegang sebuah tumit sepatu yang runcing di satu tangannya dan sebuah sepatu asal tumit itu tertancap di tangan satunya. "Anda memiliki tempat yang nyaman di sini. Selama beberapa saat dia tidak dapat berbicara. "Kau tahu apa yang kukatakan padamu tentang itu. Tetapi itu bukan suatu kepastian. sehingga mereka cenderung untuk tidak ingat hal-hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Ketika kami sudah di dalam mobil. Di kantor bagian luar. Sheila Webb tiba di sana. Jika ada hal-hal vang terlintas pada benak Anda-" "Tentu. Kami lumayan sukses.

" kata Detektif Inspektur Hardcasde. "Mrs. datang melalui gang dari dapur dan menyelinap di balik pintu. "Bukan main!" "Lain kali kami mungkin akan meminta Anda. Curtin menggelengkan kepalanya. dan ada jam kukuk di dinding. "Anda yakin bahwa hanya dua jam itu yang ada dalam njangan itu pagi ini?" . Curtin sedikit melunak. Curry. Garis wajah Mrs. "Aku tidak berbuat apa-apa. adalah Mr." "Siapa pembunuhnya?" tuntut Mrs. mengenakan jas berwarna gelap. Cm tin pergi menuju ke gang dan membuka pintu." kata Mrs. Ernie Cuitin bergerak-gerak penuh gairah. Curtin tidak percaya. "Oh." kata Inspektur Hardcastle." "Saya tidak akan menyuruh dia masuk. Curtin." kata Detektif Inspektur Hardcasde dengan sopan. yang datang ke sana karena suatu kesalahpahaman. kemudian kamu akan dikirim ke rumah tahanan. jam yang berbandul. "Sava tidak menyentuh satu pun dari mereka. Bagaimana rupa orang itu r" "Seorang laki-laki setengah bava sekitai enam-puluh tahunan." katanva. Ya. Saya datang sekitar jam setengah strnbilan lebih sepuluh dan pulang sekitar jam dua belas atau kalau semuanya sudah beres. "Seorang laki-laki ditemukan mati di iuang duduk Wilbraham Crescent No. Pagi ini. "Mati?" kata Mrs. 19. Ruang itu adalah sebuah ruang kecil yang bersih serta memberi kesan jarang dimasuki. kasihan dia. dia pikir dia ditugaskan untuk melakukan sesuatu hal bagi Miss Pebmarsh. Curtin. Tetapi Anda tidak akan menyangka dia buta. "Huu"—tapi berpikir bahwa itu bukan cara yang sopan untuk menarik perhatian tentang kehadirannya di sana. lalu dia menutup mulutnya kembali. berpakaian rapi. Dia membuka sebuah pintu dan mengisyaratkan inspektur itu untuk masuk ke dalam. Miss" Pebmarsh kembali hampir pada waktu yang sama." "Ya. misalnya. Miss Pebmarsh sangat yakin kalau orang itu belum pernah ke sana. kau dengar?" "Mereka sudah sampai di pintu depan. "Yah. Curtin. "Dia dengan gengnya. tetapi ada satu atau dua hal yang terjadi. bahwa geng-gengan itu tidak baik." Mrs." kata Mrs. Curtin menarik napas panjang. "Bukan main. Pertama-tama akan ada pengadilan untuk anak-anak." Ernie mengumumkan. memang begitulah kesan sebenarnya. Seorang wanita yang sangar baik. "Tidak. "dia bukan orang Indian." katanya curiga. saya bekerja pada Miss Pebmarsh. seorang pengetik steno. tidak seperti beberapa orang yang saya kenal. kepala berapa buah jam yang ada di ruang duduk?" Mrs. Curtin berputar menghadap anaknya." kata Mrs." Dengan berat hati Mrs." "Tidak ada masalah dengan jam-jam itu." "Buta." kata Mrs. gengnya! Aku sudali menasihatimu. "Betul. Curtin langsung menjawab. Sambil cepat-cepat mengelap tangannya dengan sebuah handuk. Ernie." "Sava tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan. Curtin jujur." "Nama orang itu. Curtin. bukan?" "Sebaliknya. "Kami pikir mungkin Anda dapat membantu kami. juga." "Saya yakin itu. mereka berdua dengan sopan. apakah ada orang yang mampir ke rumah itu?" "Tidak ada. yang masih belum dapat men v embun v ikan perasaannya tadi. pembunuhan. Curtin menyingkir ke tepi. Dialah yang menemukan mayat itu. Miss Pebmarsh lebih suka memutarnya sendiri. Mrs. Dia telah ditikam. Pergi ke luar. Curtin. dengan penuh rasa ingin tahu. "Ya. membuka mulutnya untuk berseru.Mrs. dan ayahmu juga sudah menasihatimu. Dia menatap kedua orang laki-laki di ambang pintunya dengan pandangan menantang serta ragu-ragu." kata Ernie. "Seperti nama orang Indian saja. Kadang-kadang membuat Anda terkejut setengah mati. Curtin memandangnya tidak mengerti. dan menambahkan dengan tegas." kata inspektur itu. Pokoknya orang-orang seperti itu. Dan aku tidak menginginkannya. "Saya datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Wilbraham Crescent No. "Anak Anda?" kata Detektif Inspektur Hardcasde. tidak. "Boleh saya masuk sebentar? Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Apakah Anda pernah mendengar nama itu?" "Curry? Curry?" Mrs." "Anda bekerja di sana pagi liari?"' "Betul. dan menyeberangi jalan. Burungnya meloncat ke luar dan berbunyi 'kukuk5. Cara dia memegang barang dan berjalan ke mana-mana sungguh mengagumkan. Dia bukan jenis orang yang suka mengomel." kata Mi s." Dia buru-buru menambahkan. "Ada jam besar di pojok mangan. teringat pada keempat buah jam tersebut Mrs. "Apa yang kaulakukan sekarang}" tanvanya. Curtin meninggalkan bak cuci dan bergabung dengan anaknya di jendela. "Pada Miss Millicent Pebmarsh. Tidak pernah." kata Mrs. Curtin." inspektur itu menenangkan n va. Miss Pebmarsh tidak suka membeli barang yang dijual di muka pintu dan saya juga tidak. "Ya. apa pun kata Anda. Sekarang ada beberapa hal kecil yang ingin sava ketahui. "Saya khawatir kami belum sampai sejauh itu. "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa ada barang-barang yang bilang dicuri. bukan?" "Saya tidak menyangkalnya." Mrs. "Memalukan kami. Dia mungkin mengenalkan dirinya sebagai seorang agen asuransi. Tidak hari ini." gumamnya. "Di ruang duduk}" "Ya. "Pintu tertutup untuk agen-agen asuransi dan orang-orang yang menjual vacuum cleaner atau Encyclopaedia Britannica. Curtin terbelalak." Kemudian dengan tajam. Dapatkah Anda mengingat di luar ." "Pasti ada hubungannya dengan Alf." kata Inspektur Hardcasde. Mrs. 19 siang ini." "Siapa yang menemukannya—Miss Pebmarsh?" "Seorang wanita muda. sejauh yang sava ingat. "Apa masalahnya?" tanyanya. Dan dengan lebih tidak percava lagi. tentunya!" "Tentu saja tidak. Anda bekerja di sana. Selalu berakhir dengan kesulitan. "untuk melihat mayat orang itu dan mengatakan pada kami kalaukalau Anda pernah melihatnya di Wilbraham Crescent atau datang ke rumah itu sebelumnya." "Anda maksud itu pembunuhan}" "Ya." kata Inspektur Hardcastle. menurut kartu yang ada padanya. Curtin?" kata yang lebih tinggi dari . Pada saat itu terdengar pintu diketuk. "dia anak yang baik.

Pasti ada hubungannya dengan Pasar Bersama Eropa." kata Hardcastle. Sebuah pikiran melintas dalam otaknya. katanya. Bu?" "Kau tidak perlu tahu. Dia biasanya pulang antara jam dua belas dan jam setengah satu. Mrs. Merasa bahwa dia tidak dapat memperoleh apa-apa lagi pada saat itu. Curtin. "Miss Pebmarsh tidak mungkin membunuhnya. Kalau kau pikir seseorang adalah orang yang sangat baik. lalu mengguyurnya dengan bir." "Anda pasti memperhatikannya sekiianya benda-benda itu ada di sana?" “Tentu saja. bukan?" Ernie bertanya dengan penuh gairah. Meskipun bukan gelar yang sangat baik."Tentu. Membeli beberapa gorden beludru juga. "bahwa aku adalah seorang ahli biologi laut. mengatakan bahwa dia merasa lebih baik dan berkata. Itu adalah sebuah bidang yang sangat menarik sekali." "Kelihatannya aneh. "Peduli amat dengan agen-agen asuransi yang mati. Saya dapat memperoleh yang lebih baik di pasar pada hari Rabu. Kukatakan padamu. Lumayan baik kondisinya. "Pembunuhan! Huu!" kata Ernie." "Yah." "Tetapi dia tidak biasa membeli barang-barang yang tidak perlu atau barang-barang semacam lukisan atau porselen atau barangbarang seperti itu di pasar loak?" Mrs." kata Mrs. "Bukan apa-apa. Antik." "Setiap jam dari keempat jam itu menunjukkan waktu sekitar satu jam lebih cepat daripada jam kukuk dan jam besar itu." kata saya dingin." BAB 6 NARASI COLIN SETFXAH makan dua porsi bistik yang dimasak dengan baik. atau jam porselen dengan bunga-bunga di atasnya—atau jam dari kulit vang bertuliskan Rosemarv di ujung bagian atas?" "Tentu saja tidak. Kau pikir seseorang akan mencurigainya?" "Mereka tidak mencurigainya. bukan? Kelihatannya memang barang loakan—dari cara Anda mengatakannya. jam-jam lucu." "Dia mestinya cerdik." "Aku tahu apa yang kaulakukan selama ini." "Mestinya jam asing. tetapi tentu saja. Curtin menggelengkan kepalanya. Larkin akan disidangkan bulan depan." Inspektur Hardcasde menghindari pembicaraan tentang politik." kata Mrs. Curtin. tetapi pokoknya tetap sebuah gelar. Harus dipotong dulu. Jam saya menunjukkan jam sepuluh. Saya tidak suka Pasar Bersama Eropa. saya pikir saya dapat membuatnya sendiri dengan lebih murah. "Apa sebaiknya tadi kukatakan padanya tentang—" "Tentang apa. sekitar itu. sepanjang yang saya ketahui. juga. apa tidak ada jam kotak kecil dari perak yang disebut jam kereta. tidak ada ruang gerak untuk seorang ahli biologi laut di Crowdean. Ernie kemudian menyumbangkan pikirannya pada topik yang baru saja didiskusikan tadi.. dia belum pulang. sehingga kau tidak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan tentang dirimu sendiri lebih lanjut." "Dan dia meninggalkan lumahnya—kapan?" "Sebelum saya datang. dan gadis-gadis yang menjerit-jerit! Mari kita bicarakan dirimu. Dick. Sangat murah. "Jangan tolol. jam-jam itu maksud saya. bukan?" "Ya. begitu juga Mr. Inggris cukup baik buat saya. Anda bisa terhanyut. Curtin.. Cangkir-cangkir dan tatakannya. Inspektur Hardcasde pergi. Curtin. "Saya dan suami saya pernah pergi berkereta ke Swiss dan Italia dan di sana waktu lebih cepat satu jam. Tidak ada barang begituan. terima kasih." kata ibunya. Menyebutkan namanya saja sudah dapat membuat orang bosan dan mereka begitu takut kalau kau akan membicarakannya. Curtin. kok. Aku mendapatkan gelar kesarjanaannya di Cambridge. ." Dia menggelengkan kepalanya dengan sedih. Ketika saya melihatnya. tidak ada jeleknya ke pasar loak. bukan? Maksud saya. kau tahu. maka kau tidak akan menyangka bahwa dia itu sebetulnya bukan. tetapi kelihatannya masih seperti baru. Ketika Anda pulang Anda berkata pada diri sendiri untuk apa aku membeli barang-barang ini?* Dia membeli enam botol selai sekaligus. Dick Hardcastle mengembuskan napas penuh kepuasan. atau jam kecil bersepuh emas—di atas perapian. "Dan selamat untukmu. Itu adalah bidang yang sangat berguna. tentu saja. Curtin. Apa harus ada yang lain?" "Misalnya." "Apakah Miss Pebmarsh sering pergi ke pasar loak?" "Membeli sebuah karpet bulu kira-kira empat bulan yang lalu. "Apakah Miss Pebmarsh ada di rumah waktu itu?" "Tidak. "Tidak. Dalam sekejap saja perang angkasa luar dalam pikirannya sudah digantikan dengan topik hari ini tentang kejadian seram yang sungguh-sungguh terjadi. Saya menggelengkan kepala." kata Mrs. Colin! Kupikir kau sudah selesai dengan belahan dunia bagian sini. eh?" "Kau lupa." komentar Dick. Tetapi ternyata kau masih berkeliaran di jalan-jalan di Crowdean." kata Mrs." "Jangan mengejek biologi laut." "Caranya menyelundupkan barang-barang itu selama ini sungguh mengagumkan." "Tidak ada kesempatan untuk membanggakan dirimu. "Dapatkah Anda mengatakan kapan tepatnva Anda meninggalkan rumah Miss Pebmarsh siang ini?" "jam dua belas lewat seperempat. dan suatu hari kelak aku akan kembali menekuninya. "Mungkin Miss Pebmarsh habis dari pasar loak.

" Dick berkata sambil berpikir. Aku tidak tahu apa yang kucari sekarang." "Aku akan mengadakan penyelidikan rutin besok pada kedua rumah dt sebelah nomor 19. Apakah mereka melihat seseorang masuk ke rumah itu. Di suatu tempat tertentu ada sebuah kantor pusat vang sangat baik. Aku menghabiskan banyak waktu di sana. kami harus berpura-pura seperti orangorang bodoh kadang-kadang.2. tetapi aku yakin pasti ada sesuatu. Kupikir dia hanya melakukan apa yang diperintahkan saja. "Kenyataannya. Aku tidak tahu apa artinya W." "Udak dapatkah kau menangkapnya lebih cepat dengan cara itu? Dia menghabiskan uangnya." kata saya. dan dokumendokumen itu kembali ke tempat asalnya pada hari itu juga. ingin tahu. Pekerjaan berat selama tiga minggu terus-menerus dan sia-sja. Dia ditabrak lari di London oleh sebuah mobil. memang tidak. Hanya ada satu descent di sini. Ada beberapa Crescent di Portlebury. Tidak ada apa-apanya." "Bulan sabit?" Hardcastle kelihatan bingung." "Oh. bukan? Aku tadinya ingin berjalan-jalan sepanjang Wilbraham Crescent dan melihat bagaimana lupanya nomor 61 sebelum bertanya padamu kalau kau punya keterangan rahasia yang dapat membantuku." Hotel Harrington Berneis Street London W. Aku tidak tahu apa artinya 61. "Jangan bengong." "Aku mengerti maksudmu." kata Hardcastle sambil berpikir. dan Larkin tidak pernah berbicara padanya. Organisasi yang baik. Crowdean adalah tujuanku sekarang. Kadang-kadang kupikir setiap orang mengetahui rahasia orang lain dan mereka bersekutu untuk berpura-pura tidak tahu. jadi kami membiarkannya memberi informasi lebih banyak. bulan. Kemudian kutinggalkan bulan dan beranjak pada Crescent. kadang-kadang sangat membosankan. Hanbury banyak berjasa dalam kasus Lai kin. dan lain-lain." "Kurasa aku tidak peduli dengan pekerjaanmu. Seseorang vang puma otak cemerlang. Itulah alasan semuanya. Kertas itu adalah sehelai kertas tulis hotel yang di atasnya tergambar sebuah sketsa kasar. ingin tahu. dia menghamburkannya. Aku memulai pencarianku di Portlebury sendiri. 61 W "Seperti yang kukatakan tadi." '*Dan itu bukan yang kucari. aku tidak mengharap banyak dari Crowdean. "Hanva uang. Apa dia punya suatu ide? Atau sesuatu yang dia lihat atau dengar? Sesuatu yang ada hubungannya dengan bulan atau bulan sabit. Kemudian dia menatap saya. 61 didiami oleh seorang kontraktor lokal. Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang cara kerjanya. yang kebun-kebun . . atau disalinnya. Pada masa ini orang sering merasa bahwa sebetulnya tidak ada suatu hal pun yang betul-betul rahasia. "Aku mengerti mengapa kau masih berkeliaran di Portlebury. Aku tidak mengeiti artinya. Kucari kau untukmu besok. Colin. Sebenarnya. Aku mempunyai sesuatu yang nyata yang mengawali pencarianku. "adalah Crescent." Saya melihat wajah Dick yang bingung dan tertawa." "Dan itu sebabnya mengapa kau masih berkeliaran di Pangkalan Angkatan Laut di Ponlebury?" "Ya. Di tempatku. The Cross and The Crescent—yang terletak di tempat terpencil bernama Seamede. Tetapi ada sesuatu di balik it J. Apakah mereka mempunyai pembantu asing?" "Mungkin. Aku mungkin menyertakan rumah-rumah yang langsung terletak di belakang nomor 19. kurasa. kurasa tidak. Dia harus mengambil dokumen-dokumen yang sangat penting. Dick. kami tahu pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut itu dan ujung satunya di London. kan?" "Kira-kira begitu."Tidak." Sava mengeluarkan dompet. angka 61 dan inisial W? Aku mengambilnya setelah kematiannya. "Ya. Kami tahu rahasia mereka dan mereka tahu rahasia kami. Terus terang. sebab itulah bagian di mana otak-otaknya berada. Di antara keduanya ada sebuah organisasi kecil yang sangat bagus." Hardcastle menganggukkan kepalanya mengerti. dengan perencanaan yang hebat. Tetapi Gowdc-an sepuluh mil jauhnya dari Portlebury. kami menangkapnya lebih cepat daripada dugaan kami. Mantel-mantel itu ditukar." kata saya. "Itu bukan pekerjaan yang menegangkan seperti yang dikira masyarakat. Aldtidge Crescent. Kami pikir dia menggantungkan mantelnya di mana selalu ada mantel yang persis sama— meskipun orang yang memakai mantel yang satu itu tidaklah selalu orang yang sama. tapi itu pasti sesuatu yang ditulis Han-burv. Itulah vang kulakukan siang ini—tetapi aku tidak dapat menemukan nomor 61. Kemudian ada The Moon and Stars. Livermead Crescent. Sabit. bulan terbit dan lain-lain. Dia sempat memberikan beberapa informasi yang cukup berharga sebelum kami menangkapnya. Begitu. Wilbraham Crescent. Dick. Dia mempunyai kebiasaan untuk makan stang di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. Itulah bagian yang ingin kami ketahui lebih banyak." "Untuk apa Larkin melakukannya?" tanya Hardcastle. Aku sudah menyelidik dalam sebuah radius dengan Portleburv sebagai titik pusatnya. Tetapi ada sebuah gap. Kami tahu kapan dan di mana tepatnya Larkin mendapat upahnya dan bagaimana. Victoria Crescent. tetapi orang yang menukarnya tidak pernah berbicara dengan Larkin. Pada akhirnya siapa yang menipu siapa meniadi semacam mimpi buruk. Banyak orang yang melakukannya sekarang ini. vang meninggalkan jejak yang membingungkan bukan hanya sekali saja tetapi mungkin tujuh atau delapan kali. Kau membuatnya bingung dan kemudian kau memanfaatkannya sedikit. Dia keluar dengan membawa dokumen-dokumen itu untuk difoto dan dikembalikan kepadanya lagi. yang ternyata juga berharga. Dia baik — sangat baik. bukan? Dia tidak menabungnya. Bulan baru. Kelihatannya cocok." "Trims. Lansbury Crescent. "Seseorang bernama Hanbury memilikinya dalam dompetnya. The Jolly Sickle. karena dia pikir itu penting. Agen-agen kami sering adalah agen-agen mereka juga. "Seorang idealis politik? Menyombongkan harga dirinya? Atau semata-mata untuk uang?" "Dia bukan seorang idealis. Jika demikian dia akan terdaftar. mengambil selembar kertas dan mengulurkarmya pada Dick. Tidak seorang pun mengingat nomornya. Lumayan cocok dengan W. "\ku tahu. Atau alternatifnya. Dick. Ada sebuah pub di sana bernama The Crescent Moon (Bulan Sabit). dan agen-agen mereka sering sekali adalah agen-agen kami." kata saya. Semuanya direncanakan dengan sangat baik dengan perhitungan waktu yang sempurna. The Rising Moon." "Yang kukejar sebenarnya.

" "Bisa juga. Sampai ada fakta-fakta batu yang muncul. Ketika dia sudah menyuruh keluar bawahannya yang ketakutan. atau dipegangnya ketika dia kembali bergabung denganmu?" Saya ragu-ragu. Kemudian mereka masuk untuk mengangkat mayat itu. tentu saja.." "Jadi tidak ada cukup waktu. Keesokan harinya saya tiba tepat pada waktu vang dijanjikan dan menemukan teman saya lagi marah-marah. 'Kuambilkan untukmu' dan dia berkata. Yang ada tulisan 'Rosemary* di pojoknya. terus aku masuk kembali ke rumah itu. Mavat itu ditemukan oleh Sheila Webb —aku tidak perlu mengatakan padamu betapa seringnya orang yang pertama kali menemukan sebuah mayat adalah orang yang terakhir kali melihatnya dalam keadaan hidup. Apa ada orang lain? Apa mungkin gadis itu yang melakukannya?" Saya menjawab." "Aku ingat. Aku mendengarmu. "Katanya." "Aku memberi Miss Pebmarsh tanda terima itu. Aku meminta Miss Pebmarsh meraba semuanva untuk melihat kalau-kalau dia mengenalnya. dua orang itu tetap masuk perhitungan. "Tidak * setiap hari seorang laki-laki muda tiba-tiba mendapatkan seorang gadis jatuh ke dalam pelukannya'sambil menjerit minta tolong dengan gaya Zaman Victoria vang beradab. Tapi dia hanya pergi selama satu menit—" "Apakah dia memakai sarung tangannva. Dia mungkin memungut jam itu setelah aku meninggalkan ruangan dan langsung pergi ke dapur dengan membawanya. Ternyata tidak. Aku kebal terhadap segala daya tarik wanita. aku tahu di mana tepatnya kuletakkan tadi. Sepanjang yang kauketahui." "Hilang? Yang mana?" "Jam bepergian dari kulit. "bahwa hidupku penuh dengan mata-mata cantik dari berbagai bangsa? Mereka semua mempunyai ukuran vital yang dapat membuat seorang detektif Amerika melupakan semua tujuannya. Dia tetap yakin kalau hanya ada tiga jam saja. Aku „dapat mengajakmu kalau kau mau. aku tidak mengerti mengapa kau begitu bersikeras menuduhnya dalam hal ini. kurasa—" (Dick adalah orang yang sangat jujur) "—Setiap orang harus ingat untuk mencoret setrap menulis t dan memberi titik setiap menulis i atau semuanya akan berantakan. "Artinya™" "Millicent Pebmarsh itu mungkin melakukannya." saya mempertahankan diri dengan gigih. kemudian dengan sengaja menghambur keluar dari rumah itu dan menjerit-jerit histeris untuk menipuku?" "Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana pengalamanku. kurasa begitu. gadis yang ramping itu menikamkan pisau ke badan orang itu." Hardcastle mengeluh. Aku tidak keberatan masuk ke ruang itu sekarang. meskipun dia berkata bahwa itu tidak perlu. karena mayatnya sudah tidak ada lagi* dan dia berlari masuk ke dalam. "Jam-jam sialan!" "Jam-jam itu tagi? Ada apa sekarang?" "Satu hilang. berbicara dengan Miss Pebmarsh yang ada di dapur dan berkata aku harus membawa jam-jam tersebut dan akan memberinya sebuah tanda terima untuk itu." kata Hardcastle muram. "Tidakkah kau sadar. jam-jam itu ada di sana kemarin." kata Hardcastle. 'Oh. dan itu bukan suatu perkenalan yang romantis." kata saya sedih." "Setiap orang akan gagal juga sekali waktu. Untuk beberapa saat Hardcastle kelihatannya tidak mampu berbicara. Yah. "Aku tidak menuduhnya—tapi aku hai us mulai pada suatu titik. dengan jelas. Hanya saja kau harus berhenti melindunginya. Itu melibatkannya. Aku mestinya berkata. Edward berkata dia langsung masuk ke dalam dan mengerjakan perintahku." Saya segera menerima tawarannya "Aku akan menjadi Sersan Larnb-mu dan mencatat-catat. "kalau benar kau tak akan ragu-ragu. di ruang duduk. Slieila Webb kelihatannya adalah tipe gadis idam-anmu. Dan itulah salahku. sehingga tak ada satu pun dari orang-orangmu yang dapat menemukannya." "Masalahnya adalah. Mayat itu ditemukan di lumah milik Pebmarsh." "Kemudian aku berkata pada gadis itu bahwa dia bisa pulang dengan salah satu mobil kami dan memintamu mengantarkannya ke mobil." "Aku tidak yakin. jam yang besar itu. mungkin lebih. mungkin dia. orang itu sudah mati paling tidak setengah jam sebelumnya. teringat sesuatu. Aku menyuruh Edwards membungkus jam-jam yang ada di ruang duduk dengan hati-hati dan membawanya kemari. "Aku baru melihatnya pertama kali kemarin siang." "Jelas tidak. saya bertanya dengan hati-hati tentang apa yang terjadi. "Teruskan. Kapan?" "Kami baru saja hendak masuk ke mobil polisi." Kami sepakat bahwa saya harus datang ke pos polisi pada pukul sembilan tiga puluh keesokan harinya." kata Hardcastle. kecuali jam kukuk dan. Kupikir 61 terletak hampir langsung di belakang 19. "kau tertarik pada gadis itu. Tapi mengapa?" "Banyak yang harus kita pelajari. Aku — *' Saya berhenti. gadis itu mungkin terlibat dalam urusan pembunuhan ini." kata Hardcastle dengan nada menuduh. Bagaimana dengan hal itu?" "Sheila Webb makan siang dari jam 1." "Ya?" "Aku pergi ke luar untuk mengawasi. "Itu semua tergantung tipenva. Itu saja. "Rasanya tidak.belakangnya berhadap-hadapan dengannya. Kemudian aku bergabung denganmu. Kemudian dia menyembur." "Omong-omong. empat buah jam." "Ketika aku memasuki ruangan itu sekitar pukul tiga lebih.30. sebab jam-jam itu toh bukan kepunyaannya." "Jangan tolol." kata saya berang. Membuat >eorang laki-laki merasa dirinya seperti seorang pahlawan dan seorang pelindung yang sejati. "Jadi. Bagaimana bisa begitu?" "Orang-orang goblok—dan aku salah seorang dari mereka." "Dia mungkin memasukkannya dalam tasnya. Aku berkata." Sava bersiuh "Kelihatannya sangat luar biasa." "Apakah maksudmu sesungguhnya. menyembunyikan senjatanya di suatu tempat dengan cermat." . sarung tangannya ketinggalan." "Ya. Semuanya. selain dua jam yang tetap pada tempatnya itu." kata Hardcastle. "Ya—ya." kata saya.30 sampai jam 2." kata Hardcastle.

" "Tetapi kau akan menemukannya. menengok dengan cemas ke arah saudara perempuannya. 7 atau nomor berapa pun. dengan bahu persegi. "Apakah ada alasan tertentu. ditikam dengan benda tajam. Sejauh itu menyangkut Mr. Miss Waterhouse adalah wanita yang tinggi. Dia dulunya adalah guru matematika di sekolah North Country—kehilangan penglihatannya kira-kira enam belas tahun yang lalu—mengambil kursus Braille dan lain-lain. Kami mengirim sidik jarinya untuk melihat apakah dia pernah punya perkara dan tercatat di kantor polisi? Jika memang ada." "Menarik. "Seperti Ariadne Oliver dalam keadaannya yang terburuk. Waterhouse. ya." "Bagaimana halnya dengan nomor 18 dan 20?" "Nomor 18 didiami oleh Mr. tidak ada Denvers Street No. aku hanya bermaksud. sebab tidak ada pemsahaan seperti itu. Membuka — kemungkinan-kemungkinan-" "jHanya kemungkinan-kemungkinan yang kita peroleh sejauh ini." kata Miss Waterhouse. Edith. Mungkin itu caranya memperkenalkan diri ke rumah-rumah dan melakukan penipuan yang meyakinkan. Waterhouse sedang siap-siap untuk berangkat ke kantor pengacara di mana dia bekerja. Waterhouse. Semata-mata formal dan tertutup untuk sementara. WATERHOUSE menuruni anak-anak tangga di Wilbraham Crescent No. Sayang. termaktub di Kitab Suci. alamat. dan merupakan jenis wanita yang tidak percaya akan segala omong kosong tentang dirinya serta sangat tidak tahan dengan omong kosong tentang orang lain. Waterhouse. Curry. Edith?" kata Mr. seorang manajer personalia di perusahaan Gains-ford and Swettenham. kendati tidak dapat dikatakan tidak sehat. Perusahaan Asuiansi Metropolis and Provincial tidak pernah berdiri." "Seperti kerah kemeja palsu. Yang kuketahui seluruhnya tentang nomor 20 adalah bahwa wanita yang tinggal di sana memelihara sekitar dua puluh ekor kucing. Wilbrahara Crescent adalah sebuah jalan untuk tempat tinggal yang beradab. "Itu. Kau bukan agen DDI yang lagi bertugas." "Kurasa itu terlalu jauh." "Apa kata Perusahaan Asuransi Metropolis?" "Mereka tidak bisa bilang apa-apa. maka itu merupakan suatu kemajuan besar dalam kasus ini. "Maksudmu dia mencetak kartu nama palsu dengan nama. Dia adalah orang yang rapi. Waterhouse. "itu sangat tergantung." "Aku meragukannya. bukan?" "Dalam penentuan atas jam-jam dan agen-agen asuransi?" "Semuanya memang terlalu fantastis unruk dikatakan. bukan—pada siapa pembunuhnya?" "Kau pikir. dan akhirnya mendapat jabatan di Aaronberg Institute di sini. kenyataannya. Miss Waterhouse mendengus dengan sedikit berang. "Sekarang masih teka-teki. tidak ada Mr. dan perusahaan asuransi palsu?" "Mungkin. 18 dengan khawatir. Dia betul-betul buta. Curry dari Denvers Street." Saya berbicara dengan antusias. Jika tidak." "Menghina Tuhan. itu sepertinya menghina Tuhan. Dia mungkin seoi ang pengecoh atau seorang penipu yang hebat atau seorang pemungut uang yang tidak penting atau seorang agen penyelidik. Sesuatu yang mirip dengan pisau sayur. atau almarhum Garry Gregson pada puncak—" "Teruskan—senangkanlah hatimu. Ini bukan sebuah desa." "Dia mungkin terganggu jiwanya. kami akan tahu akhirnya. bukan?" ■ "Oh. sialnya. "Kau yakin kau akan baik-baik saja?" kata Mr. dengan rambut keputihan serta bahu yang sedikit bungkuk dan raut muka yang juga keputih-putihan." kata saya.. memper-timbangkan apa yang terjadi di sebelah kema-nn. dia buta.." 'Oh. "Peringatan dari bangsa Yahudi yang bebas dari perbudakan Mesir. James. Edith. Dan dia tepat seperti yang dikatakannya." "Apa maksudmu—nihil?" "Hanya bahwa dia tidak pernah hidup™ tidak ada orang dengan nama itu. BAB 7 MR. "Nihil.Saya memandangnya geram. Waterhouse kelihatannya merasa bersalah. ada seseorang yang mondar-mandir sepanjang Wilbraham Crescent dan memilih seorang korban di setiap rumah? Sungguh." kata Mr. Aku tidak suka kucing—" Saya berkata padanya bahwa kehidupan seorang polisi adalah berat. ." "Kapan pemeriksaannya dilaksanakan?" "Lusa. Dia harus begitu sering kelihatan merasa bet salah sehingga itu merupakan kebiasaan yang tampak pada air mukanya." kata Mr. dan kami pun berangkat. pengacara." "Apakah bukti medisnya?" "Oh. bukan kemerah-merahan." "Itu sepertinya membebaskan Miss Pebmarsh. menurut kau?" Hardcastle mengangkat bahu. Waterhouse sangat terkejut. bukan?" kata saya sambil berpikir. "Ya. "Jika orang itu ditikam di halaman depan dan dua orang bertopeng membawanya masuk ke rumah —tak seorang pun akan melihat ke luar jendela atau melihat sesuatu. James." "Oh! Mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang berguna dai i para tetangga. Mr." kata Hardcastle pahit. Kau tidak perlu memuaskan hati seorang inspektur atau seorang kepala polisi dan seterusnya. Kami betul-betul tidak tahu. Mungkin dia mengumpulkan premi palsu. kasus ini akan lebih rumit." "Apa maksudnya sebetulnya. James. ya. Sampai jam satu siang. kuingatkan kau. Bahkan tidak ada kereta bayi yang didorong sepanjang—" Tidak ada seorang tua invalid yang duduk sepanjang hari di depan jendela?" "Itu yang kita inginkan—tetapi kita tidak mempunyainya." kata saya sambil berpikir. "Seonang wanita buta tidak mungkin mampu menikam seseorang. "Aku sungguh tidak mengerti maksudmu. Kami sudah memeriksanva. Pernyataan seperti itu tidak mungkin terlintas dalam pikirannya. "Apa yang telah kauketahui tentang Curry?" Hardcastle menjawab dengan kepahitan yang tak saya sangka-sangka. dan saudara perempuannya yang menghabiskan waktu senggangnya dengan mengurusnya." Mr. karena ada orang terbunuh di rumah sebelah sehingga aku akan dibunuh hari ini?" "Yah. "Aku lebih menyukainya. wanita-wanita pekerja harian yang mungkin saja melihat sesuatu sudah pulang semua.

"orang itu adalah bendahara atau salah satu pelindung Aaronberg Institute dan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pembukuannya. Tentu saja James hanya omong-kosong."^ kata Miss Waterhouse. Miss Waterhouse. dan ini mendorong mereka untuk hidup normal. kegilaan bisa muncul tba-tiba dan kadang-kadang hanya sedikit yang dapat diketahui sebelumnya." kata Miss Waterhouse. maka kemungkinan besar si penyerang sendiri yang akan dipukul sampai pingsan dengan sebuah alat pengorek bara atau sebuah pegangan pintu dari timah dan dikirim ke pos polisi dalam kondisi berdarah dan menyedihkan. dia tidak akan memilih saudara perempuannya. Siapa yang akan berjaga-jaga menghadapi orang buta? Bukaimya aku sendiri percaya. "Berbagai macam kabar burung telah tersiar ke mana-mana. Aku hanya berpikir bahwa pandangannya terhadap sesuatu adalah gila-gilaan dan berlebih-lebihan." kaca Miss Waterhouse puas. Bagaimanapun juga. Dia berkata tidak mungkin dapat memperhatikan pelajaran. sebab semua jendela kaca membuat anak-anak ingin memandang ke luar terus." tambahnya." kata Mrs. ada hal-hal lain di samping pendidikan." "Kukira begitu. "Sersan Lamb. Miss Waterhouse menerimanya. "Maksudku hanya. Anda tahu. "Aku yakin Miss Pebmarsh adalah seorang wanita dengan watak yang terpuji. "tetapi jika Anda memang melihat sesuatu yang dapat menarik hati kami." Hardcastle bangkit dari duduknya. tidak menyukai ruangan kelas barunya. saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan sangat berterimakasib." "Saya harap saya tidak terlalu pagi datang kemari. untuk mencoba membunuhi. Head punya cerita yang luar biasa pagi ini. "Ingin mengetahui apakah Anda memperhatikan hal-hal yang lucu dalam tingkah lakunya. Kau mungkin berpikir bahwa sesungguhnya bangunan-bangunan itu dimaksudkan untuk menanam timun atau tomat di dalamnya."Aku betul-betul ingin melihat seseorang datang kemari. "Tentu saja mereka suka mencari-cari cara untuk memperoleh berita." "Anda mengusir mereka?" "Tentu saja." kata Mr. dengan perasaan bersalah yang lebih mendalam. Miss Waterhouse berderap ke bawah dan memasuki ruang makan dengan suara perasaan ingin tahu yang ditutupi oleh raut mukanya yang biasa menantang. kukira begitu." kata Miss Waterhouse. Bagaimanapun juga dia berkata. Jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri cara dia menangani berbagai hal. memindahkan sebuali tongkat pemukul dan meletakkannya dalam posisi yang strategis di dekat pintu depan. Saudara perempuannya tidak pernah lupa mencemoohkan kebenaran dari khayalan-khayalan mengerikan itu. Tetapi itu tidak berlaku untuk seorang wanita buta. Head. Waterhouse." kata Mr. tetapi saya yakin Anda cukup mampu menangani hal-hal seperti itu. Setelah menutup pintu dia bermaksud beristirahat di loteng. Head sendiri yang berkata padaku bahwa Susan. Aku yakin. Dia tidak memperhatikan gumaman lirih vangmenyebutkan. Waterhouse sedikit menggoda. "tetapi saya kira Anda tahu maksud kedatangan saya. "Seorang wanita buta? Tentunya—" "Menyelipkan seutas kabel pada lehernya dan mencekiknya. "Apakah kau menyuruh mereka masuk ke ruang tamu?" "Tidak. tetapi meskipun demikian dia menikmatinya. Miss Waterhouse ada di kamar tidurnya ketika Mrs. Mrs." "Saya kira mereka ingin bertanya pada Anda tentang Miss Pebmarsh." dia membaca. sayang. itu bukan alasan untuk menuduhnya terlibat dalam perkara-perkara kriminal. "Detektif Inspektur Hardcastle. nah. dan dia datang ke Miss Pebmarsh untuk menyelidikinya. saya rasa?" "Sava tidak tahu kapan pembunuhan itu dilakukan." "Kita betul-betuj tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. hal itu angat berbahaya bagi orang-orang yang tak berdosa. Anda telah mendengar apa yang terjadi di rumah sebelah kemarin. "Detektif Inspektur Hardcastle?" "Selamat pagi. Head bersemangat. Jika dia pribadi disuruh memilih korban. "Setidak-tidaknva." kata Miss Waterhouse bersemangat." kata Mr. pergi menuju tas golfnya. bukan?" Miss Waterhouse mendengus lagi. Saya sudah membersihkan bekas-bekas sarapan dan saya pikir itu tempat yang lebih pantas." kata Hardcastle." Wajah Miss Waterhouse menampakkan seberkas kebanggaan atas pujian itu. "Sepasang tuan hendak menemui Anda." Dia mengulurkan sebuah kartu. cara berbicara." "Dan Miss Pebmarsh membunuhnya?" kata Mr. Anda berada di rumah pada waktu itu. "Ada yang bilang. aku takut aku akan sangat terlambat. "Aku akan turun. Head adalah seorang wanita bertubuh kecil dan bundar serta mirip sebuah bola karet—dia menikmati benar kejadian-kejadian itu. Mrs." "Savang. Sayangku. "Sava bahkan harus mengusir satu atau dua orang wartawan yang datang kemari untuk bertanya apakah saya mengamati sesuatu." kala Mrs. Head naik ke atas dengan ribut. Selamat tinggal. Mereka bilang. Dia datang bersama seorang laki-laki muda bertubuh tinggi dan berkulit gelap. "Nah. bukan? Ah—" dia menggelengkan kepalanya. melihat lamnva lagi." kata Miss Waterhouse. Dalam pandangan Miss Waterhouse. Tetapi lebih baik berjaga-jaga dulu. Masyarakat membiarkan orang-orang sakit jiwa keluar dari panti-panti perawatan sekarang ini. Mereka berkata. Dia melihat jamnya. semacam itulah." kata Miss Waterhouse." Miss Waterhouse tidak begitu paham dengan alasan itu. yang menurut Miss Waterhouse tidak perlu disapa." kata Hardcastle. Jika seseorang hendak mencoba hal itu. Jagalah dirimu Lebih baik pintunya digerendel. putrinya." kata Hardcastle. Saudara laki-lakinya membayangkan bahwa itu sart_at tidak mungkin. "Orang itu tidak mungkin berjaga-jaga. "ada—yah — karakter-karakter yang jelas-jelas tidak kita inginkan sedang berkeliaran. "mereka bukan tuan yang sebenaL-nya—polisi. Waterhouse. Saya memasukkan mereka ke ruang makan." "Pembunuhan di rumah tetangga sebelah tidak biasa untuk tidak diperhatikan. Dia sama sekali tidak ingin mendengarkan cerita-cerita yang dibawa oleh pembantu harian mereka yang suka omong itu. Mrs. Waterhouse. . "Saya harap Anda tidak keberatan kalau kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama. Tetapi biasanya ada sesuatu. hal itu sangat merugikan anak-anak jika datang musim panas. "Nah. kau tahu. Anda dapat melihatnya dari sorot mata mereka. yang secara praktis dibangun dari kaca. Sekolahsekolah lanjutan baru yang kelihatan aneh tersebut. Maksud saya meieka toh hanva polisi. tapi dia berhenti sejenak sambil berpikir." "Anda benar." tambahnya.

" "Luar biasa. menulis . saya ada di kebun. Inspektur. Ruang itu menghadap ke jalan. "Ini adalah orang itu. mencuci tangan dan langsung makan siang." "Maaf. Dia mengajar anak-anak cacat seperti yang mungkin telah Anda ketahui. "Dia sepertinya seorang pengacara atau seorang pengusaha." "Tergantung*pada toko mana yang Anda tuju." "Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa dia juga asing bagi Miss Pebmarsh?" "Miss Pebmarsh meyakinkan kami bahwa dia tidak mengharapkan kedatangan tamu itu dan dia tidak dapat mengira-ngira siapa sebenarnya orang itu. Apakah ada yang luar biasa dengan hal itu. Letaknva di depan nomor 15." "Anda tidak bercakap-cakap dengannya?" "Oh. Tidak. Foto ini sama sekali tidak menakutkan. sekitar jam setengah satu lewat. Miss Waterhouse. Itu lebih merupakan kebiasaan orang-orang cacat atau orang-orang yang tidak punya pekerjaan kecuali berspekulasi dan menggosipkan urusan tetangga-tetangga mereka. Dia tampaknya seperti orang yang terhoimat. Tetapi sava membawa kopi saya ke ruang duduk setelah makan siang dan saya duduk-duduk di kursi dekat jendela. kemudian saya pergi ke dapur dan membereskan bekas-bekas makan siang. Dia biasanya pulang pada waktu itu. pasti. Miss Pebmarsh ke luar lagi sekitar jam setengah satu. dan saya kira pada waktu saya membalik halaman koran itulah saya melihat Miss Pebmarsh melewati gerbang depan. Dia buru-buru berkata. saya kira. Miss Waterhouse? Jika Anda memutar kembali ingatan Anda tentang kejadian-kejadian kemarin. Suara decitan pintu gerbanglah vang membuat saya mendongak. Sebentar." kata Miss Waterhouse. Anda berkata 'melewati pintu gerbang'. Sebentar." katanya. "Orang asing?" "Kelihatannya begitu. "Tidak.. Saya masuk sekitar jam satu kurang sepuluh menit dari kebun." komentar Miss Waterhouse. apakah Anda menengok ke luar jendela atau apakah Anda kebetulan sedang berada di kebun antara jam setengah satu sampai jam tiga?" Miss Waterhouse merenung." "Kami memberinya sebuah gambaran yang jelas. sebanyak yang saya bisa." "Dia tidak mungkin yakin akan hal itu. dan ada sebuah kantor pos di Albany Road—" "Tetapi mungkin Miss Pebmarsh biasa melebati pintu gerbang Anda sekitar waktu itu?" "Yah. "Kematian dapat merupakan sesuatu yang penuh kedamaian. Saya sedang membaca The Times. saya betul-betul ingat dia melewati pintu gerbang. atau ke arah mana Saya memang tidak berbakat untuk mengamat-amati kegiatan tetangga-tetangga saya. Tentu. adalah apakah Anda melihat datangnya orang laki-laki ini—saya kira koran-koran pagi menyebutnya si pria misterius.." "Apa yang Anda lakukan antara jam setengah dua sampai jam tiga?" "Saya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengisi teka-teki yang ada di The Times. tidak." "Apa kata Miss Pebmarsh tentang hal ini?" tuntut Miss Waterhouse.. Saya menulis dua pucuk surat." "Pertanyaan penting yang harus saya ajukan pada Anda. sepanjang Crescent ini." Miss Waterhouse berbicara dengan penuh kegetiran sehingga inspektur itu merasa yakin bahwa Miss Waterhouse pasti sedang membayangkan seseorang dalam pikirannya." Hardcastle tidak menceritakan padanya bahwa dan bermacam-macam foto mayat itu di kepolisian. "Ya.." "Betul. bukan. Pasti sebelum jam satu. "Dapatkah Anda mengenalinya?" ." "Kami belum mengetahui siapa dta sebenai-nva." "Bagaimana mpa orang itu?" Hardcastle mengambil sebuah gambar cetakan kasar dari sebuah amplop dan mengulurfeannva pada Miss Waterhouse." "Menurut pernyataannya sendiri. Apakah Anda setuju?" "Yah." kata inspektur itu. Inspektur?" "Bukan luar biasa." kata Miss Waterhouse. saya tidak tahu kapan Miss Pebmarsh biasanya keluar. "Saya pikir orang ini sama sekait tidak mengira apa yang bakal terjadi pada dirinya. Saya orang yang sibuk dan punya banyak pekerjaan. "Dia cukup terkejut. dapatkah Anda menolong kami. "Tentu saja toko-toko memang lebih dekat jika lewat sana. "Tentu. menghadap—seperti yang Anda lihat—ke kebun belakang. Saya yakin saya belum pernah melihatnya sebelum ini. "Jadi bila Miss Pebmarsh memang melewati pintu gerbang Anda." Miss Waterhouse menggelengkan kepalanya." "Betul." Dia menambahkan. dia mungkin saja pergi untuk menelepon. saya kira?" "Ya. "Dia tidak dapat melihat. ya. Dia kelihatan seperti sedang tidur. Saya berada di ruang duduk waktu itu. "Nah. foto yang satu itu yang dipilih karena paling tidak mengganggu mata. Ada orang-orang tertentu yang saya kenal menghabiskan seluruh waktu mereka melihat-lihat ke luar jendela dan memperhatikan siapa-siapa yang lewat dan siapa mampir ke siapa. saya tidak dapat mengatakan waktunya dengan tepat—ya. Siapa sebenarnya yang dibunuh ? Kelihatanmu sedikit pun tidak disebut-sebut di koran lokal pagi ini.." "Saya ada di sini. saya tidak melihatnya ataupun orang-orang lain yang mampir ke sebelah." kata inspektur itu." "Dia adalah orang yang kelihatannya paling terhormat." kata Hardcastle. bukan? Di sanalah letak telepon umum." "Apakah Anda melihat Miss Pebmarsh masuk atau meninggalkan rumah?" "Saya pikir dia masuk ke rumahnva — saya mendengar pintu gerbang mendecit—ya. "Tidak." "Dan saudara laki-laki Anda?" "Dia tidak pulang ke rumah untuk makan siang."Menurut perkiraan kami sekitar pukul setengah satu sampai setengah dua. sesungguhnya. "Hanya saya kira Miss Pebmarsh keluar untuk berbelanja sedikit dan pergi ke kantor pos. sedangkan ruang makan. Miss Waterhouse. tempat kita ini sekarang.Miss Waterhouse melihat gambar itu. Dia selesai mengajar. dan saya pikir bahwa jalan terdekat menuju toko-toko dan kantot pos adalah jalan pada arah yang sebaliknya." katanya. Saya sibuk dengan urusan pribadi saya sendiri. tersenyum. Oh.

" "Itu bukan nama aslinya?" "Kami mempunyai alasan tertentu untuk mengira bahwa itu bukan nama aslinya. yang cakap dalam melakukan pengamatan. Baik James maupun saya telah mengambil polis asuransi pada Mutual Help Assurance Society. Tampaknya dia sedang berdebat dengan gadis itu. 'Tidak. dan bukan hanya pembantu yang berguna bagi Inspektur Hardcascle." kata Miss Waterhouse. Miss Waterhouse menemani mereka." "Di mana biasanya dia makan siang?" "Di* biasanya makan sandwich dan minum kopi ai Three Feathers. "Saya juga menyesal. terus saya naik ke loteng dan menyeleksi beberapa barang yang akan saya bawa ke tukang cuci." "Apa yang Anda lakukan kemudian?" "Yah." kata Miss Waterhouse. tentunya saya langsung pergi keluar. Anda harus hati-hati." "Memfitnah. "saya tidak oapat membayangkan bagaimana tongkat itu bisa berada di sini. "Saya hanya dapat melihat bagian belakang kepala pria muda itu. Miss Waterhouse memandangnya dengan sedikit terkejut. "Saya lihat Anda sudah siap siaga. Dia merampasnya dari Colin dan meletakkannya kembali dalam tas golf. Yah. Saya kira saya tidak melihat keluar jendela sampai saya mendengar jeritan yang luar biasa itu. Saya heran kenapa belum ada yang dituntut karena bergosip sepanjang waktu. Colin Lamb memungut tongkat pemukul golf di samping pintu. Seseorang berkata pada saya bahwa ada pembunuhan di rumah itu.beberapa cek untuk melunasi tagihan-tagihan. akan merupakan seorang saksi yang sangat berguna bagi kami. Kemudian dia pergi dan masuk ke dalam rumah itu." kata Colin. Sangat luar biasa!" kata Miss Waterhouse dengan penuh perasaan tidak setuju. kecuali bahwa kau meravunya dengan begitu hebat sepanjang waktu. "kita tidak mendapat banyak darinya. Tidak ada hal seperti itu. mengembuskan napas. Ketika saya kembali. tentu tidak/' "Dan nama Curty tidak berarti apa-apa bagi Anda dalam segala hal?" "Tidak. "Tidak ada hal lain yang dapat Anda ingat? Yang dapat Anda katakan pada kain j?" "Tidak. James tidak akan dapat menolong Anda." "Anda tidak melihat Miss Pebmarsh pulang ke rumahnya sesaat sebelum itu?" Miss Waterhouse menggelengkan kepala." Dia menimbangnya naik turun dengan tangannya. "Seseorang dengan kepandaian serta pertimbangan seperti Anda. Saya kira dari kamar tidur saya dapat memperhatikan kegaduhan yang terjadi di sebelah. tetapi saya tidak ingat menerima surat seperti itu akhir-akhir ini. Mr." "Tentu saja tidak. Miss Waterhouse membuka pintu dan menyilakan mereka keluar. "Suatu tindakan pencegahan yang bijaksana. Pada saat mobil-mobil yang membawa polisi-polisi muncul." kata Miss Waterhouse." Miss Waterhouse sedikit terkejut. Kelihatannya dia sedang merayu gadis itu. "Tidak seperti beberapa orang di sekitar sini. Akhirnya dia mendudukkan dan menyandarkan gadis itu ke tiang pintu gerbang." "Seorang penipu» eh?" kata Miss Waterhouse. James Waterhouse?" "James tidak tahu apa-apa. cekikikan» atau membuat gaduh—sehingga saya tidak berpikir bahwa ada yang serius. seperti tidak sadar sebelumnya kalau Sersan Lamb merupakan suatu wujud kepribadian yang mempunyai arti. Apakah itu metode tetapmu?" . waktu itu dia berada di Gainsford and Swettenhams di High Street. untuk menghadapi segala peristiwa. tetapi Miss Waterhouse tidak sedang melihat ke arahnya dan jelas-jelas tidak berpikir bahwa dialah sebenarnya laki-laki muda yang sedang dibicarakan itu. dia tidak pulang untuk makan siang. sungguh." kata Hafdcastle. J 'Sungguh. atau adakah seseorang yang datang pada Anda atau bermaksud mendatangi Anda?" "Tidak. barulah saya sadar bahwa ada hal yang luar biasa yang telah terjadi. Bagaimanapun juga." "Adakah 'seseorang yang akhir-akhir ini menyurati Anda dan mengusulkan agar Anda ikut asuransi. Selama beberapa saat nada suaranya semurung nada suara seorang gadis. "Tidak. kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih lama lagi. berbicara untuk pertama kalinya. Saya tahu. "Dia tidak pernah tahu apa-apa. Bagi saya hal itu adalah sangat luar biasa." Dia bangkit dan berjalan menuju gang. ada sekerumunan keci! orang. sehingga saya langsung pergi ke jendela. berdiri di anak tangga dan kemudian berjalan memutar menuju kebun belakang. Miss Waterhouse. saya kira tidak ada lagi." kata Hardcastle." "Tidak ada surat yang ditandatangani seseorang bernama Curry?" "Curry? Tidak. saya tidak begitu memperhatikan semuanya. "Lumayan berat di bagian kepalanya. Sebuah rumah yang sangat menyenangkan dan terhormat. mendorong satu sama lain. Saya kira tidak. Tentu saja kami kadang-kadang menerima surat-surat edaran ataupun iklan-iklan tentang sesuatu. "Saya menyesal tidak dapat membantu Anda. Mereka khusus melayani makan siang cepat untuk orang-orang profesional." "Terima kasih." Sersan Lamb memindahkan kakinya. "Kami tidak dapat mengatakan demikian sampai kami mempunyai keterangan untuk membuktikannya. Seperti yang saya katakan." "Saya berharap saya melihat sesuatu." katanya. Dari lagi. tetapi tampaknya tidak banyak yang dapat dilihat dari sisi tersebut." kata Miss Waterhouse menghina. Gadis-gadis dan laki-laki muda selalu berbuat hal-hal yang luar biasa—menjerit-jerit. Ada seorang laki-laki muda dan seorang gadis di pintu gerbang. "Nah. Oh tidak. tentu saja tidak." Sersan Lamb mengoreksinya. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan seseorang." katanya. Suatu hal yang luar biasa untuk dilakukan." katanya. Mereka membicarakan segalanya. "Hanya kebetulan saja itu nama orang yang terbunuh tersebut. Miss Waterhouse. Apakah harus ada apa-apanya?" Hardcastle tersenyum. "Saudara laki-laki Anda. "Tongkat yang bagus.

Wilbraham Crescent No. "seperti Moated Grange. Miss Pebmarsh pergi ke kantor pos dan toko-toko. yang warna biru langit terangnya membuat penampilan kumuh bagian rumah lainnya serta kebun yang tak terawat itu menjadi lebih kentara. Aku tutup." kata Mrs. "Tampaknya." Terdengar pintu-pintu ditutup. dua di antaranya mengeong. padahal seharusnya ke kanan. pada kesempatan-kesempatan seperti itu semua kucing segera mengerumuninya. maka rumah ini kelihatannya cocok. Mari kita lihat apakah nomor 20 bisa lebih baik bagi kita." "Dia mendengkur seperti kucing yang ditawari semangkuk krim sebagai hadiah. "Oh. Sayangnya dia termasuk orang yang alergi terhadap kucing. Penyanyi atau penyenandung itu mendekati pintu depan dan kata-katanya mulai terdengar jelas. kita tidak mendapat banyak dari nomor 18. Mereka satu-satunya hiburan dan kesenangan dalam hidup saya. Manisku. Pada saat itu juga bau kucing yang tajam menusuk tercium oleh hidung kedua orang laki-laki itu. semuanya adalah mengapa" kau Hatd-castle tak sabar." Inspektur Hardcastle berjalan masuk dengan gagah." kata Colin. Hemming?" "Saya Mrs."Hasilnya kadang-kadang bagus jika ditetapkan terhadap orang-orang dengan tipe seperti dia. "Apa yang sedang kau pikirkan?" "Suatu hal yang sangat samar dan mungkin tidak penting. jangan ke ruang itu. Seperti biasanya. Hemming. Pintu gerbangnya diberi penghalang terhadap para penyerbu dengan cara dililiti kawat berduri di bagian dalam. "Mari masuk. Hemming. Colin menoleh padanya dengan cepat." "Ya. Segala sesuatu saya lakukan demi mereka. Hati-hati buntutmu. Dia bilang kucing-kucing saya dipelihara dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan dan kebahagiaan mereka! Sungguh memalukan! Saya hidup demi kucing-kucing saya." komentar Colin Lamb. Inspektur itu menariknya dan sebuah suara berdentang lirih terdengar di dalam. setengah menyanyi. Dia melompat ke meja yang ada di gang. Inspektur Hardcastle berkata ragu-ragu. Jenis yang keras selalu luluh berhadapan dengan rayuan. begitu pula dengan bau kencing kucing yang tajam menusuk. "Mereka mengerti setiap patah kata yang saya ucapkan." kata Mrs. Rumah tersebut kelihatannya dalam kondisi yang hampir roboh dengan atap yang mestinya diperbaiki. Suara seperti senandung bernada tinggi. yang datang kemari dari Badan Pencegahan Kejahatan Terhadap Hewan. Rambutnya yang pirang keputihan disisir lurus-lurus. tetapi dia membelok ke kiri. "Mrs. Hemming." (Rumah besar yang dikelilingi parit. Suara-suara yang agak aneh. Mrs." Dia mendorong sebuah pintu di sebelah kiri. Di sana. juga menghalangi usaha seseorang untuk masuk melalui pintu gerbang. Shah-ShahMimi. Di sekeliling lehernya dia memakai selendang bulu berwarna oranye. Semak-semak vang menjulur dan tumbuh liar merupakan pemandangan yang menonjol. Mereka duduk. Tanaman laurel dengan bunganya yang berbintik-bintik sendu dan dipangkas dengan tidak sempurna. mengapa dia menginginkan gadis itu ada di sana? Jika itu orang lain. atau apakah itu seperti suara Miss Pebmarsh. "Sayangnya. dan telepon Itu. Sudah deh. Diana Lodge tidak memberi kesan rapi serta tidak memiliki bedeng-bedeng bunga. Inspektur. "Kau masih menyangka bahwa di balik sangkalannya dia mungkin saja menelepon? Dia sangat yakin akan hal itu. Tidak ada bel listrik di sana tetapi ada sebuah tuas yang gunanya untuk ditarik." kata Hardcastle.) Mereka menunggu selama beberapa menit. 20 mempunyai sebuah nama." Nada suaranya terdengar tidak memihak." kata Colin. mengapa mereka melibatkan Miss Pebmarsh? Kita tidak tahu apa-apa sekarang." BAB 8 SEBAGAI tambahan pada alamatnya. "Memalukan! Saya sudah menulis dan melaporkannya. Chavank/* Saat itulah Inspektur Hardcastle menyadari bahwa selendang bulu oranye tersebut sesungguhnya adalah seekor kucing. Aku mau tutup pintu. Sayangku. Itu bukan kucing satu-satunya. Di sana juga terdapat bantal-bantal kursi yang pudar dan kotor. berdering sekitar jam dua kurang sepuluh menit. ayo. Sunbeam. Hati-hati. dia akan mengetahui apakah itu suaranya atau bukan." Colin memandangnya ingin tahu. Cleo—Cleopatra." Di dalam ruang itu berbagai macam sikat dan sisir yang dililiti bulu-bulu kucing tergeletak di atas kursi-kursi dan meja-meja. kemudian terdengar suara-suara dari dalam. yang lain menggosok-gosokkan badannya dengan penuh rasa sayang pada celana panjangnya. disanggul dengan rumit menurut mode sekitar tiga puluh tahun yang lalu." Shah-Shah-Mimi tidak mempedulikan tangan vang menahannya. "Mengapa. "Silakan masuk. yaitu Diana Lodge. memandangi tamutamu tersebut. mengapa?" "Oh. Akhirnya pintu depan terbuka. jangan. Bau ruangan itu balikan lebih tajam. Di hadapan mereka berdiri seorang nyonya yang mengenakan gaun beludru berwarna hijau lumut pucat. setengah berbicara. Detektif Inspektur Hardcastle yang gagah berani hanya dapat mengatupkan bibirnya dan menahan diri. dan ada paling tidak enam ekor kucing lagi. duduk dan menjilati mukanya sambil menatap orang-orang asing itu. Saya lupa. "Saya hidup demi kesayangan saya. ■ "Saya Detektif Inspektur Hardcastle. Tidak di sana. Sayang. mengapa? Mengapa semuanya ini tidak berujung pangkal? Jika Miss Pebmarsh menelepon. yang agak kusam. "Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada Anda. Hati-hati. Tiga ekor kucing lainnya muncul di gang. "Dia sangat yakin. "jika saja ada rumah yang dapat dinamai The Laurels." "Tidak?" kata Hardcastle. Shah-Shah-Mimi. menurut Miss Martindale. Cantikku. "Apakah—" kata Hardcastle. 'Tidak. Jika Martindale mengenal Miss Pebmarsh secara pribadi. "Mengapa harus dinamai Diana Lodge segala?" Dia melihat ke sekelilingnya sambil menilai. "Tetapi kalau dia menelepon. Hemming." "Saya harap Anda datang sehubungan dengan orang mengerikan itu. Satu-satunya tanda yang menyatakan adanya perhatian baru-baru ini pada rumah itu adalah cat vang dikuaskan pada pinru depan." kata Mrs. Hemming. Satu melompat ke lututnya. kucing itu tidak mengungkapkan apa pun vang menarik. tentang—" . menggeser-geserkan badan mereka dengan lembut pada gaun majikannya.

menyela pembicaraannya. Saya mendesak supaya barang itu disita saja. Anda tahu. Ada rumput-rumput liar." Colin menyeringai kecil. Saya harus menyerah akhirnya dan kembali ke rumah." . "Hari ini anginnya keras dan saya tidak mau semua sayangku masuk angin. Diana Lodge dapat digambarkan sebagai sebuah rumah yang terisolir. Kucing-kucing ini manis-manis.— er—er. "dan saya telah mempelajari sifat-sifat alamiah kucing. Pada musim panas mereka melempar buah-buah apel. Mereka diberi makan ikan yang terbaik yang saya masak sendiri. Hemming. Mereka memasang perangkap dan bersembunyi. "bukan itu." kata Mrs. dengan minat yang sopan. memandangnya dengan penuh gairah dan mencengkeramkan cakar-cakar-nva kuat-kuat dengan gaya mengais-ngais. ya?" kata Mrs. tetapi dia tetap takut. "Kita pernah bertemu sebelumnya." kata Colin. membelok ke kanan. Ramsay." Dia memandang kedua tamunya ganti-berganti. apakah Anda berada di rumah kemai in siang. pepohonan. dan beberapa macrocarpas vang agak suram. "Mereka selalu tahu. mungkin rumah itu tidak mempunyai tetangga. Tanaman laurel." kata Mrs. saya percaya. Dia memimpin jalan ke luar ruangan itu. "Sesungguhnya. seorang wanita buta. "Maaf?" Mrs. Nyonya. bukan?" Seekor kucing Persia kelabu yang tampan meletakkan kedua belah kakinya pada lutut Inspektur Hardcastle. Mr. Betapa anehnya. tentu." yang ini ditujukan pada seekor kucing Persia lainnya yang sedang duduk di atas meja di samping sebuah lampu porselen. "Tolong tutup pintunya. atau mereka pernah memilikinya. Saya pergi ke kebun belakang sebab Arabella hilang. Dan Anda tidak akan percaya. tetapi tidak lebih. Hemming bahwa Colin berbicara di luar peranannya sebagai seorang sersan polisi. saya rasa saya tidak melihat ke luar jendela depan. Kebun belakang kurang lebih mirip dengan yang di depan." "Orang y«ng terbunuh itu bukan penghuni rumah itu?'" kata Inspektur Hardcastle." Mrs. maka tidak ada tanda apa pun yang muncul di wajahnya." kata Hardcastle." BAB 9 MEREKA mengendarai mobil sepanjang Wilbra-ham Crescent. baik dia maupun Hardcastle hanya membuang-buang waktu saja di sini. Gangguan seperti itu tak dapat lagi ditahannya." kata Hardcastle. tempat tidur mereka. "Kalau boleh saya bertanya. Hemming hanya bergumam lirih. Dari sudut pandang penghuni-penghuninya. kata Anda?" kata Mrs." katanya. Si kecil yang malang. ada ahak-anak nakal itu— betul-betul tidak aman membiarkan makhluk-makhluk manis itu berkeliaran di kebun sendirian. Hardcastle dan Colin mengikutinya. Kebun kami hampir saling membelakangi satu sama lain. sehingga kebun belakang Miss Pebmarsh hampir tidak terlihat. "Nomor 19.. Saya dapat menunjukkan pada Anda makanan kucing. mengeraskan suaranya. Menurut pendapat Colin. lima ekor di kamar saya. Apa yang baiu Anda katakan tadi menggambarkan dengan sempurna pola dari tingkah laku kucing dan peraturan-peraturan yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Joshua?" "Bukan. berhenti dengan ragu-ragu di tengah-tengah kebun belakangnya. Hemming. Mereka tinggal di bagian selatan Crescent ini. Hemming. Saya biasanya belanja lebih awal di pagi hari dan terus pulang supaya dapat menyiapkan makan siang untuk kesayangan saya. Mrs. "dan kau betul-betul cantik. Sepertinya inspektur itu adalah sebuah bantalan jarum. Hemming dari gang. kemudian menyisir dan merawat mereka. . semak-semak yang menggerombol dan tidak dipangkas dan banyak sekali tanaman laurel dari varietas yang berbintik-bintik.a datang untuk dibunuh." "Begitu." Dia berjalan menuju ujung gang dan membuka sebuah pintu samping." "Ini tidak ada hubungannya dengan kucing. sepertinya hendak mengecek kepercayaan mereka. "Tetapi saya kira hanya ada satu orang yang tinggal di rumah itu. adalah sebuah gambaran yang bagus.r "Nah itu. tidak tahan lagi untuk tidak berbicara. dan semak-semak tumbuh berjajar begitu rapat. Saya mencoba membujuknya dengan sepiring ikan." kata Colin pada si kucing oranye dan menambahkan. kalau Anda keluar. baru saja saya masuk melalui pintu. Hemming menggantinya dengan seekor kucing Persia kelabu yang bertampang linglung."Segala sesuatu yang Anda inginkan. "Oh. Si kucing oranye melepaskan gulungannya pada leher majikannya. tetapi saya curiga. "d. bukan. Hemming bangkit. "Saya berharap. "Saya sangat tertarik pada kucing. Lagi pula. "Sava dapat melihat kebun belakang Anda. tentu saja. masuk ke Albany Road dan terus ke kanan lagi sepanjang bagian lain Wilbraham Crescent. Kucing itu mengibaskan ekornya dengan lembut. Hemming memandangnya de ngan sedikit kaget." kata Colin. Colin menggaruknya. Yaitu sekitar jam setengah dua sampai setengah empat?" "Oli ya. mengusap-usap kupingnya dan kucing kelabu itu mendengkur keenakan. Dengan cara yang sama kucing-kucing Anda semuanya sedang berkumpul mengitari teman saya yang terus-terang tidak peduli pada kucing." kata Mrs. tentu. Mrs. masih iagu-ragu. Matanya masih tetap terarah pada hewan-hewan kesayangannya. begitu." kata Colin. dia turun sendiri dan mengikuti saya masuk. Dua anak laki-laki Mrs. Mereka itu betul-betul pengacau. mereka tidak akan memperhatikan saya meskipun saya senang pada mereka. Mereka memiliki sebuah katapel." "Dan Anda tidak memperhatikan segala kegiatan di sebelah? Mobil polisi—ambulans—hal-hal seperti itu?" "Yah. tujuh iainnva di bawah sini." "Memalukan." Jika itu terpikirkan oleh Mrs. Mungkin Anda sudah mendengarnya. "Saya tidak akan menyembunyikan apa-apa." "Sebelah? Anda maksud anjing Mr. Inspektur Hardcastle segera bangkit berdiri. "Oh. Dia masih muda dan dia telah memanjat salah satu pohon dan saya takut dia tidak bisa turun. Yang saya maksud adalah nomor 19 di mana seorang laki-laki ditemukan terbunuh kemarin. "Anak-anak nakal?" tanva Hardcastle. Hemming. Segalanya yang Anda inginkan." kata Colin sambil berpikir-pikir. "Saya datang untuk membicarakan kejadian tidak enak yang terjadi di sebelah.

"Sederhana sebetulnya," kata Hardcastle. "Kalau kamu sudah tahu," kata Colin. "Nomor 61 memang membelakangi rumah Mrs. Hemming—tetapi salah satu sudutnya menyentuh nomor 19 dan itu cukup baik. Ini akan memberi kesempatan untuk melihat Mr. Bland. Omong-omong, dia tidak punya pembantu asing." "Yah, gugurlah sebuah teori yang indah." Mobil berhenti dan kedua laki-laki itu turun. "Nah, nah," kata Colin. "Sebuah kebun depan vang indah!" Kebun itu betul-betul merupakan model luar kota yang sempurna dalam bentuk mini. Ada bedeng-bedeng geranium dengan pinggiran lobelia. Ada begonia yang besar dan mengkilap, dan ada berbagai hiasan kebun yang dipajang di sana—katak, cendawan, orang cebol, dan peri dalam dongeng. "Aku yakin Mr. Bland pastilah seorang yang sangat terhormat," kata Colin gemetar. "Dia tidak mungkin memiliki ide-ide buruk kalau dia bukan orangnya." Dia menambahkan lagi ketika Hardcastle menekan bel, "Kau kira dia ada di rumah sepagi ini?" "Aku sudah menelepon," Hardcastle menjelaskan. "Menanyakan kalau dia ada waktu." Pada saat itu sebuah mobil pengangkut berhenti dan berbelok masuk garasi, yang jelas-jelas merupakan tambahan baru pada rumah itu. Mr. Josaiah Bland turun, membanting pintu dan berjala" menuju mereka. Orangnya tingginya sedang dengan kepala botak dan sepasang mata biru yang agak kecil. Penampilannya ramali dan hangat. "Inspektur Hardcastle? Silakan masuk." Dia membuka jalan menuju tuang duduk. Ruang itu menunjukkan beberapa bukti kemakmuran. Ada lampu-lampu hias yang mahal, sebuah meja tulis Empire, satu set hiasan perapian bercat emas yang berkilau-kilauan, sebuah bufet berisi hiasan-hiasan, dan sebuah jardiniere yang penuh bunga di jendela. Kursi-kursinya model mutakhir dan mempunyai lapisan yang mewah. "Silakan duduk," kata Mr. Bland hangat. "Rokok? Atau Anda tidak boleh merokok kalau lagi bertugas?" "Tidak, terima kasih," kata Hardcastle. "Tidak minum juga, saya kira?" kata Mr. Bland. "Ah, lebih baik begitu untuk kita berdua, saya kira. Sekarang ada apa? Urusan di nomor 19 bukan? Sudut-sudut kebun kami bergandengan, tetapi kami tidak dapat melihatnya dengan jelas, kecuali dari jendela di tingkat atas. Urusan yang luar biasa kelihatannya—paling tidak dari apa yang saya baca di koran lokal pagi ini- Saya senang menerima pesan Anda tadi. Suatu kesempatan untuk mendapat beberapa keterangan. Anda tidak akan mengira kabar burung macam apa yang tersiar! Ini membuat istri saya agak cemas—merasa ada seorang pembunuh yang bebas berkeliaran. Masalahnya adalah mereka membiarkan semua orang gila itu keluar dari rumah sakit jiwa sekarang ini. Mengirim mereka pulang ke rumah dengan catatan tidak melarikan diri atau apa pun istilahnya. Kemudian mereka membunuh orang lain dan mereka dijebloskan lagi ke rumah sakit. Dan seperti yang saya katakan, kabar burung! Maksud sava, Anda akan kaget bila mendengarnya dari wanita-wanita pekerja harian dan pengantar susu, atau tukang koran. Satu berkata dia dicekik dengan kabel, yang lain berkata dia telah ditikam. Orang lain lagi bilang dia dipukul dengan sebatang pipa timah. Bagaimanapun juga, dia seorang laki-laki, bukan? Maksud saya, bukan si wanita tua yang dibunuh bukan? Orang yang tak dikenal, begitu kata koran-koran." Mr. Bland akhirnya berhenti sama sekali. Hardcastle tersenyum dan berkata dengan suara mencela, "Yah, sebagai yang tak dikenal, dia memiliki sebuah kartu dan sebuah alamat di sakunya." "Cukup menarik juga ceritanya," kata Bland. "Tetapi Anda tahu bagaimana halnya dengan masyarakat. Saya tidak tahu siapa yang merencanakan ini semua." "Selagi kita membicarakan kotban tersebut,"kata Hardcastle, "mungkin Anda sudi melihat. Sekali lagi dikeluarkannya foto kepolisian itu. "Jadi ini dia orangnya?" kau Bland. "Dia kelihatan seperti orang biasa, bukan? Biasa seperti Anda dan saya. Saya kira saya tidak boleh menanyakan alasan mengapa dia mesti dibunuh?" "Terlalu pagi untuk mengatakannya," kata Hardcastle. "Yang ingin saya ketahui, Mr. Bland, adalah apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya yakin belum pernah. Saya lumayan baik dalam mengingat wajah." "Dia tidak mampir kemari dengan maksud-maksud tertentu—menjual polis asuransi atau —vacuum cleaner, atau mesin cuci, atau barang-barang lainnya?" "Tidak, tidak. Tentu saja tidak." "Kami mungkin harus bertanya pada istri Anda," kata Hardcastle. "Bagaimanapun juga, jika dia datang kemari, istri Andalah yang akan ditemuinya." "Ya, itu betul sekali. Saya tidak tahu, meskipun... Valerie tidak begitu sehat. Saya tidak ingin menyusahkannya. Maksud saya adalah, yah, saya kira ini fotonya ketika mati, bukan?" "Ya," kara Hardcasde, "itu betul. Tetapi itu sama sekali bukan foto yang mengerikan." "Memang bukan. Dikerjakan dengan sangat baik. Orang ini kelihatannya sedang tidur." "Kau membicarakan aku, Josaiah?" Sebuah pintu penghubung dengan ruangan lain terbuka dan seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tersebut. Dia, menurut Hardcastle, telah mendengarkan dengan penuh perhatian dari balik pintu. "Ah, kaukah itu, Sayangku," kata Bland. "Kupikir kau sedang tiduran. Ini istri saya, Detektif Inspektur Hardcastle." "Pembunuhan yang mengerikan itu," gumam Mrs. Bland. "Sungguh-sungguh membuat saya bergidik memikirkannya." Dia duduk di sofa sambil sedikit mengeluh. "Naikkan kakimu, Sayang," kata Bland. Mrs. Bland menurut. Dia adalah wanita berambut pirang, dengan suara sedih yang lirih. Dia kelihatan seperti kurang darah, dan mempunyai ciri-ciri seperti orang cacat yang menerima cacat nya dengan suatu kesenangan tertentu. Selama beberapa saat, dia mengingatkan Inspektur Hardcastle pada seseorang. Dia mencoba berpikir siapa, tetapi gagal. Suara yang lirih, agak sedih itu terus berkata. "Kesehatan saya tidak begitu baik, Inspektur Hardcastle, karenanya suami saya berusaha menghindarkan saya dari segala shock atau kecemasan. Saya sangat peka. Anda sedang membicarakan sebuah foto, saya kira, dari—dari orang yang terbunuh itu. Oh, betapa mengerikan kedengarannya. Saya tidak tahu apakah saya akan tahan melihatnya!" Mati karena melihatnya, sebetulnya, pikir Hardcastle. Dengan suara sedikit gusar, dia berkata, "Mungkin kalau begitu saya tidak perlu meminta Anda untuk melihatnya, Mrs. Bland. Tadinya saya berpikir mungkin Anda dapat menolong kami, kalau-kalau orang itu pernah mampir ke rumah Anda suatu ketika."

"Saya harus menunaikan kewajiban saya, bukan?" kata Mrs. Bland, dengan senyum keberanian yang manis. Dia mengulurkan tangannya. "Kaupikir kau mau menyusahkan dirimu sendiri, Val?" "Jangan tolol, Josaiah. Tentu saja aku harus melihatnya." Dia melihat foto itu dengan penuh minat dan, dalam pikiran inspektur itu, dengan sedikit kecewa. "Dia kelihatannya—sungguh, dia tidak seperti mati sama sekali," katanya. "Tidak sama sekali, kendati dia telah dibunuh. Apakah dia—dia tidak mungkin dicekik?" "Dia ditikam," kata inspektur itu. Mrs. Bland menutup matanya dan bergidik. "Oh, oh," katanya, "betapa mengerikan." "Anda tidak merasa pernah melihatnya, Mrs. Bland?" "Tidak," kata Mrs. Bland dengan penyangkalan yang jelas, "tidak, tidak, saya kira tidak. Apakah dia jenis orang yang—yang mampir ke rumah-rumah menjual barang-barang?" "Dia tampaknya seperti seorang agen asuransi," kata inspektur itu hati-hati. "Oh, begitu. Tidak, tidak ada orang seperti itu, saya yakin. Kau tidak pernah ingat saya menyebutkan hal seperti itu, bukan, Josaiah?" "Tidak ingat," kata Mr. Bland. "Apakah dia ada hubungannya dengan Miss Pebmarsh?" tanva Mrs. Bland. 'Tidak," kata inspektur itu, "dia adalah orang asing bagi Miss Pebmarsh." "Sangat aneh," kata Mrs. Bland. "Anda mengenal Miss Pebmarsh?" "Oh ya, maksud saya, kami mengenalnya sebagai tetangga, tentu saja. Dia kadang-kadang bertanya pada suami saya tentang kebun." "Anda seorang tukang kebun yang hebat," kata inspektur itu. "Ah, biasa-biasa saja," kata Bland membantah. "Tidak punya waktu. Tentu saja, saya tahu sedikit tentang berkebun. Tetapi saya punya seorang pekerja yang hebat—datang dua kali seminggu. Dia merawat kebun dan merapikannya. Saya berani taruhan, tidak ada kebun yang dapat menandingi kebun kami di sekitar sini, tetapi sava bukannya tukang kebun sungguhan seperti tetangga saya." "Mrs. Ramsay?" kata Hardcastle terkejut. "Bukan, bukan, lebih jauh lagi. 63. Mr. McNaughton. Dia hidup untuk kebunnya. Di situ terus sepanjang hari, dan gila pada pupuk. Betul, dia sangat membosankan kalau lagi ngomong soal pupuk—tapi saya rasa bukan itu yang hendak Anda bicarakan." "Pasti bukan," kata inspektur itu. "Saya cuma ingin tahu apakah seseorang—Anda atau istri Anda, misalnya—ada di kebun kemarin. Bagaimanapun juga, seperti kata Anda, salah satu sudutnya menyentuh batas nomor 19 dan ada kemungkinan Anda melihat sesuatu yang menarik kemarin—atau mendengar sesuatu, mungkin?" "Tengah hari, bukan? Ketika pembunuhan itu terjadi, maksud saya." "Waktu yang relevan adalah antara jam satu sampai jam tiga." Bland menggelengkan kepalanya. "Saya tidak melihat banyak. Saya ada di sini. Begitu juga Valerie. Kami sedang makan siang, dan ruang makan kami menghadap ke jalan. Kami tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di kebun." "Jam berapa Anda makan?" "Jam satu atau sekitar itu. Kadang-kadang setengah dua." "Dan Anda tidak pergi ke luar ke kebun sama sekali sesudahnya?" Bland menggelengkan kepalanya. "Sesungguhnya," katanya, "istri sava selalu naik ke loteng untuk beristirahat sesudah makan siang dan, jika tidak terlalu sibuk, saya berbaring-baring sebentar di kursi di sana. Saya mestinya meninggalkan rumah sekitar—oh, saya rasa jam tiga kurang seperempat, tetapi sayangnva saya tidak ke kebun sama sekali." "Oh, sudahlah," kata Hardcastle mengeluh, "kami harus menanyai setiap orang." "Tentu, tentu. Saya harap saya dapat lebih ban vak membantu." "Anda memiliki tempat tinggal yang bagus," kata inspektur itu. "Tidak ada uang yang dihamburkan, saya rasa." Bland tertawa riang. "Ah, ya, kami menyukai barang-barang yang bagus. Istri saya punya selera tinggi. Kami mendapat keberuntungan tahun lalu. Istri saya memperoleh sejumlah uang dari pamannya. Dia tidak pernah melihat pamannya selama dua puluh lima tahun. Cukup mengejutkan! Itu membuat sedikit perbedaan bagi kami, Anda tahu. Kami mampu membiayai diri kami dengan baik dan kami merencanakan untuk bepergian dengan kapal-kapal pesiar di tahun-tahun mendatang. Sangat terpelajar katanva, saya dengai. Yunani dan semuanya. Banyak profesor memberi kuliah di dalam kapal. YahT tentu saja, saya adalah orang yang mandiri dan saya tidak punya banyak waktu untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya akan te> tarik. Orang yang pergi menggali ke Troya, dulunya adalah seorang pemilik warung makanan. Sangat romantis. Saya mengakui bahwa sava senang pergi ke negara-negara asing—kendati tidak sering saya lakukan— sua^u kesempatan berakhir pekan di Paris, hanya itu. Saya terbujuk dengan ide untuk menjual semuanya di sini dan pergi untuk hidup di Spanyol atau Portugis atau bahkan di Hindia Barat. Banyak orang melakukannya. Menghemat pajak dan lain-lainnya. Tetapi istri saya tidak menyetujui ide itu." "Saya senang bepergian, tetapi saya tidak kepingin hidup di luar Inggris," kata Mrs. Bland. "Teman-teman kami tinggal di sini— dan saudara perempuan saya juga tinggal di sini, dan setiap orang mengenal kami. Jika kami ke luar negeri, kami jadi orang asing. Dan—lagi pula kami mempunyai dokter yang sangat baik di sini. Dia sungguh-sungguh mengerti kesehatan saya. Saya tidak akan peduli sama sekali dengan dokter asing. Saya tidak akan mempercayainya." "Kita lihat saja," kata Mr. Bland riang. "Kita pergi pesiar dan kau akan jatuh cinta pada Kepulauan Yunani." Mrs. Bland memandangnva seperti mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. "Mungkin ada juga dokter Inggris yang bermutu di luar negeri," kata Mrs. Bland ragu-ragu. "Tentu saja," kata suaminya: Dia menemani Hardcastle dan Colin sampai di pintu depan, mengulangi sekali lagi betapa menyesalnya dia karena tidak dapat membantu mereka. "Yah," kata Hardcasde. "Bagaimana pendapat-mu tentang dia?" "Aku tidak mau membiarkan dia membangun rumahku," kata Colin. 'Tetapi seorang kontraktor yang sedikit licik bukanlah yang kukejar. Aku mencari seseorang yang penuh pengabdian. Dan sebagai tanggapan pada kasus pembunuhanmu, kau mendapat jenis

pembunuhan yang salah. Sekarang jika Bland memberi istrinya arsenik atau menceburkannya ke Laut Aegea dengan maksud untuk mewarisi uangnya, dan menikah dengan seorang gadis pirang yang cantik-—" "Akan kita urus kalau itu benar-benar terjadi," kata Inspektur Hardcastle. "Sementara ini kita harus terus dengan pembunuhan

ini"

BAB 10
Di WILBRAHAM CRESCENT NO. 62, Mrs. Ramsay berkata pada dirinya sendiri untuk menghibur hati, "Dua hari lagi. Tinggal dua hari." Disibakkannya beberapa helai rambut basah yang menutupi dahinya. Sebuah bunyi pecah yang hebat terdengar dari dapur. Mrs. Ramsay merasa sangat segan untuk pergi dan melihat apa yang terjadi. Jika saja dia dapat berpura-pura bahwa tidak ada yang pecah. Oh, oh —tinggal dua hari. Dia berjalan ke seberang gang, mendorong pintu dapur dan berkata dengan suara yang jauh dari marah dibandingkan suaranya tiga minggu yang lalu, "Sekarang apa yang telah kalian lakukan?" "Maaf, Bu," kata anak laki-lakinya, Bill. "Kami sedang main bowling dengan kaleng-kaleng ini dan entah bagaimana kaleng-kaleng itu menggelinding ke bawah lemari porselen." "Kami tidak bermaksud demikian," kata adiknya, Ted, menguatkan. "Yah, pungudah benda-benda itu dan letakkan kembali dalam lemari. Kemudian sapulah pecahan-pecahan porselen dan buang ke tong sampah." "Oh, Bu, jangan sekarang dong." "Ya, sekarang," "Ted dapat melakukannya," kata Bill. "Enaknya," kata Ted. "Selalu menyuruh aku. Aku tidak mau melakukannya kalau kamu tidak mau." "Taruhan, kamu pasti mau." "Taruhan, aku tidak akan mau." "Kupaksa kau." "Yahhf" Anak-anak itu bergulat dengan seru. Tcd dipaksa telungkup di bawah meja dapur dan semangkuk telur bergoyang-goyang mengkhawatirkan. "Oh, keluar dari dapur!" teriak Mrs. Ramsay. Dia mendorong kedua anaknya ke luar melalui pintu dapur dan menutupnya. Sudah itu dia mulai memunguti kaleng-kaleng serta menyapu pecahan-pecahan porselen tersebut. Dua hari lagi, pikirnya, dan mereka akan kembali ke sekolah! Betapa menyenangkan, betapa tenteramnya bagi seorang ibu! Dia ingat samar-samar ucapan jahat dari seorang penulis wanita. Hanya ada enam hari gembira dalam setahun bagi seorang wanita. Hari pertama dan hari terakhir acara liburan. Memang betul, pikir Mrs. Ramsay sambil menyapu kepingan-kepingan peralatan makannya yang terbaik. Betapa senang dan gembiranya dia ketika mengharapkan kedatangan anak-anaknya lima minggu yang lalu! Dan sekarang? "Besok," dia mengulangi lagi bagi dirinya sendiri, "besok Bill dan Ted akan kembali ke sekolah. Aku hampir tidak percaya. Aku tidak sabar lagi!" Betapa tenteramnya lima minggu vang lalu ketika dia menjemput mereka di stasiun. Gejolak dan rasa sayang mereka waktu pulang. Cara mereka menghambur ke seluruh pelosok rumah dan kebun. Sebuah kue khusus dipanggang untuk teman minum teh. Dan sekarang—apa yang dia harapkan sekarang? Suatu hari yang betul-betul tenang. Tidak perlu menyiapkan makanan yang banyak, tidak perlu terus-terusan membersihkan. Dia mencintai anak-anaknya—mereka anak-anak yang baik, itu tidak perlu diragukan. Dia bangga dengan mereka. Tetapi mereka juga meletihkan. Nafsu makan mereka, vitalitas mereka, suara ribut yang mereka buat. Pada saat itu, teriakan-teriakan mereka mengeras. Dia menoleh terkejut. Tidak apa-apa. Mereka cuma pergi ke kebun. Itu lebih baik, lebih banyak ruang gerak bagi mereka di kebun. Mereka mungkin mengganggu para tetangga. Dia harap mereka tidak mengganggu kucing-kucing Mrs. Hemming lagi. Tidak, itu harus diakui, bukan demi kebaikan kucing-kucing itu, tetapi karena kawat berduri yang mengelilingi kebun Mrs. Hemming dapat merobek celana pendek mereka. Dia melirik ke arah kotak obat yang terletak di atas meja. Bukannya dia terlalu cerewet menanggapi kenakalan-kenakalan alami anak-anak penuh vitalitas itu. Kenyataannya peringatan pertamanya yang tidak dapat dielakkan adalah, "Nah, bukankah sudah kukatakan beratus-ratus kali, kau tidak boleh meneteskan darah di ruang tamu! Segeralah ke dapur dan teteskan di sana, karena aku dapat menghapusnya dari lantai linoleum." Sebuah teriakan hebat dari luar terhenti tiba-tiba, diikuti dengan kesunyian yang begitu mencekam, sehingga Mrs. Ramsay malah merasa waswas. Sungguh, kesunyian itu sangat tidak alami. Dia berdiri bingung dengan papan pe-nyerok berisi pecahan-pecahan porselen di tangannya. Pintu dapur terbuka dan Bill berdiri di sana. Sebuah ekspresi kegairahan yang amat besar dan sangat tidak wajar menghiasi wajah yang baru berumur sebelas tahun itu. "Bu," katanya, "ada seorang detektif inspektur di sini dan ada seorang laki-laki lain bersamanya." "Oh," kata Mrs. Ramsay lega. "Dia mau apa, Savang?" "Dia mau ketemu Ibu," kata Bill, "tapi kupikir itu pasti ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Ibu tahu, di rumah Miss Pebmarsh kemarin." "Aku tidak mengerti kenapa dia harus datang dan menemuiku," kata Mrs. Ramsay, dengan suara sedikit bingung. Hidup ini selalu berkesinambungan, pikirnya. Bagaimana dia bisa memperoleh kentang yang bagus untuk memasak rebusan ala Irlandia, jika detektif inspektur itu datang pada saat seperti ini? "Oh, biailah," katanya mengeluh. "Kukira lebih baik dia kutemui." Dia melemparkan pecahan-pecahan porselen itu ke dalam tong sampah di bawah bak cuci, mencuci tangannya di bawah keran air, merapikan rambutnya dan siap untuk mengikuti Bill, yang berkata tidak sabar, "Oh, ayolah, Bu/" Mrs. Ramsay dengan Bill rapat di sampingnya, masuk ke ruang duduk. Dua orang laki-laki berdiri di sana. Anak bungsunya, Ted, menemani mereka, menatap mereka dengan mata terbelalak kagum. "Mrs. Ramsay?" "Selamat pagi." "Saya kira anak-anak muda ini telah mengatakan pada Anda bahwa saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle." "Sungguh sangat tidak menyenangkan," kata Mrs. Ramsay. "Pagi ini sangat tidak menyenangkan. Saya sibuk sekali. Apakah ini akan memakan waktu lama?" * "Sama sekali tidak," kata Detektif Inspektur Hardcastle meyakinkan. "Boleh kami duduk?"

"Oh, ya, silakan, silakan." Mrs. Ramsay duduk di kursi bet sandaran tegak dan memandang mereka dengan tidak sabar. Dia curiga bahwa ini akan memakan waktu lama. "Kalian berdua tidak perlu tetap di sini," kata Hardcastle pada anak-anak itu dengan ramah. "Au, kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami tidak akan pergi," ulang Ted. "Kami mau mendengar semuanya," kata Bill. "Tentu saja,"' kata Ted. "Apakah darahnya banyak?" tanya Bill. "Apakah itu perampokan?" kata Ted. "Diam, Anak-anak," kata Mrs. Ramsay. "Tidakkah kalian dengar—Mr. Hardcastle berkata bahwa beliau tidak menginginkan kalian di sini5" "Kami tidak akan pergi," kata Bill. "Kami mau mendengar." Hardcastle berjalan menuju pintu dan membukanya Dia menatap anak-anak itu. "Keluar," katanya. Hanya satu kata saja dan diucapkan dengan pelan, tetapi di baliknya terdapat suatu kualitas kewibawaan. Tanpa berkata apa-apa lagi anak-anak itu bangkit, menggeserkan kaki-kaki mereka dan bergerak ke luar ruangan. Mengagumkan, pikir Mrs. Ramsay penuh penghargaan. Ah, mengapa aku tidak bisa sepeiti itu? Tetapi,tentu saja, dia mempertimbangkan, dia adalah ibu anak-anak itu. Dia tahu bahwa anak-anak laki-laki, ketika mereka keluar, mempunyai tingkah laku yang sama sekali berbeda daripada jika mereka di rumah. Selalu saja para ibu yang mendapat tidak enaknya. Tetapi mungkin, dia mempertimbangkan, orang lebih suka demikian. Memiliki anak-anak laki-laki yang manis, diam, sopan, penuh perhatian di rumah, dan berubah menjadi berandal-berandal kecil di luar, yang menciptakan alasan-alasan yang tidak masuk akal bagi diri mereka sendiri, adalah lebih buruk—ya, itu lebih buruk. Dia teringat akan apa yang diharapkan dari padanya, ketika Inspektur Hardcastle datang kembali dan duduk lagi. "Jika ini tentang kejadian di nomor 19 kemarin," katanya dengan cemas, "saya sungguh tidak tahu apa yang dapat saya katakan pada Anda, Inspektur. Saya tidak tahu apa-apa. Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di sana." "Rumah itu didiami oleh Miss Pebmarsh. Dia buta dan bekerja di Institut Aaronberg." "Oh, begitu," kata Mrs. Ramsay. "Saya khawatir saya hampir tidak mengenal siapa pun di Crescent bernomor kecil." "Apakah Anda berada di sini kemarin antara jam setengah dua dan jam tiga?" "Oh, ya," kata Mrs. Ramsay. "Saya harus masak untuk makan malam dan lain-lain. Bagaimanapun juga saya pergi keluar sebelumnya. Saya mengajak anak-anak ke bioskop." Inspektur itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan mengulurkannya kepadanya. "Saya ingin tahu apakah Anda pernah melihat orang ini sebelumnya." Mrs. Ramsay memandang foto itu dengan minat sedikit saja. "Tidak," katanya, "tidak, saya rasa tidak. Saya tidak yakin saya dapat mengingatnya kalau saya pernah melihatnya." "Dia tidak datang ke rumah ini pada suatu waktu—mencoba menjual polis asuransi pada Anda atau barang-barang lain seperti itu?" Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya dengan lebih yakin. 'Tidak. Tidak, saya yakin tidak." "Namanya, kami mempunyai alasan tertentu untuk mempercayainya, adalah Curry. Mr. R. Curry." Inspektur Hardcastle mengamat-amannya. Mrs. Ramsay menggelengkan kepalanya lagi. "Saya khawatir," katanya minta maaf, "saya sungguh-sungguh tidak mempunyai waktu untuk melihat atau memperhatikan apa pun selama anak-anak libur." "Itu selalu merupakan masa yang sibuk, bukan?" kata inspektur itu. "Anda memiliki anak-anak yang hebat. Penuh gairah hidup dan semangat. Agak terlalu bersemangat kadang-kadang." Mrs. Ramsay tersenyum. "Ya," katanya, "memang sedikit capek, tetapi mereka sebenarnya adalah anak anak yang sangat baik." "Saya yakin itu," kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak baik, kedua-duanya. Sangat cerdas, saya kira. Saya akan bercakap-cakap dengan mereka sebelum saya pergi, jika Anda tidak keberatan. Anak-anak laki-laki memperhatikan hal-hal yang kadang-kadang tidak diperhatikan oleh anggota keluarga lainnya." "Saya tidak begitu mengerti bagaimana mereka bisa memperhatikan sesuatu," kata Mrs. Ramsay. "Kami bukan tetangganya." "Tetapi kebun belakang Anda saling membelakangi." "Ya, memang begitu," kata Mrs. Ramsav. "Tetapi letaknya cukup terpisah." "Anda mengenal Mrs. Hemming di nomor 20?" "Yah, dapat dikatakan begitu," kata Mrs. Ramsay, "oleh karena kucing-kucingnya dan hal-hal lainnya." "Anda suka kucing?" "Oh, tidak," kata Mrs. Ramsav, "bukan begitu. Maksud saya keluhan-keluhan." "Oh, begitu. Keluhan-keluhan. Tentang apa?" Mrs. Ramsav merah mukanya. "Masalahnya adalah," katanya, "kalau orang memelihara kucing dengan cara seperti itu—dia punya empat belas—dia akan mutlak tergila-gila pada makhluk-makhluk itu. Dan itu semua adalah omong kosong. Saya suka kucing. Kami dulu memiliki seekor kucing betina. Sangat pandai menangkap tikus. Tetapi segala keributan yang ditimbulkan wanita itu, memasak makanan khusus—hampir-hampir tidak pernah membiarkan makhluk-makhluk malang itu menikmati kehidupan mereka sendiri. Tentu saja kucing-kucing itu selalu mencoba minggat. Saya juga akan begitu kalau saya jadi kucingnya. Dan anak-anak itu sesungguhnya sangat baik, mereka tidak akan menyiksa kucing dengan cara apa pun. Apa yang saya katakan adalah kucing dapat memelihara dirinya sendiri dengan sangat baik. Mereka adalah hewan yang memiliki akal, kalau saja mereka diperlakukan dengan masuk akal." "Saya yakin Anda benar»" kata Inspektur Hardcastle. "Anda mestinya sangat sibuk," lanjutnya, "membuat anak-anak Anda merasa gembira dan memberi mereka makan selama liburan. Kapan mereka kembali ke sekolah?" "Lusa," kata Mrs. Ramsav. "Mudah-mudahan Anda dapat beristirahat setelah itu."

taruhan kalian pasti menerobos pagar dan masuk ke kebun nomor 19 dan mencari-cari dengan sepuas hati. Dia selalu ke luar." katanya. Walau begitu kami tidak mendengar apa-apa. "Itu dia." kata Ted." kata Tcd tanpa sadar.'* "Kami pergi ke bioskop." kata Mrs. datang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga di sini dengan imbalan dapat belajar Inggris. bukan?" kata Colin. kelihatannya sedikit aus. Sulit untuk tidak tersandung. "Mungkin anak-anak Anda dapat menunjukkan kebun pada kami?" Bill dan Ted sedang menunggu di gang dan segera menyambut usul tersebut." "Bagaimanapun juga." "Betul." kata Bill." "Saya kira kalian juga biasa main katapel. "Jika kami ada di atas kemarin. "Jeritan-jeritan seram/* "Kalian mengenal Miss Pebmarsh. Ramsay?" "Saya tidak pernah tahu. Selang itu terjulur sepanjang jalan setapak kebun dan berhenti di sebuah sudut dekat pohon pir itu. 62 agar kelihatan teratur. Di ujung kebun ada sebatang pohon apel merah yang bagus. "Saya tidak pernah tahu kalau pohon pir perlu disirami. Colin memandangnya tajam. "Itu nomor 19 yang ada pembunuhannya. "Saya rasa kalian melakukan perburuan kecil-kecilan untuk mencari jejak sejak ada pembunuhan itu?" kata Hardcastle. Orang laki-laki muda satunya. "jika kalian memanjat pohon ini." kata Bill. "Kami tidak pernah menjepret apa pun. Pada satu sisi ada bedeng-bedeng bunga dahlia dan bunga daisy Michaelmas." kata Bill." Colin sedang menjelajahi sejalur selang air yang terpasang pada sebuah keran air di dalam rumah. kalian betul-betul senang bermain-main dengan selang air itu.*' kata Bill. "Dia buta. dan bentuk-bentuk lain dari ilmu pengetahuan modern tergeletak di sana. "Aupair. "Ketika kalian kembali dari bioskop dan mendengar apa yang telah terjadi." Dia memandang kedua anak itu dan tiba-tiba menyeringai. "Tentu saja.'* Ada sedikit usaha untuk merawat kebun di Wilbraham Crescent No. yang selama ini diam-diam mencatat." Suaranya bergetar. "Kami tidak akan melihatnya di pagi hari. "kebun kami ini tidak luas. "Kapan dia pulang. "Sepanjang pagi." "Kalian dapat melihat rumahnya dengan jelas. dari mana bagian belakang kebun Miss Pebmarsh terlihat jelas. "Au. "Orang laki-laki seperti anak-anak juga. bukan?" kata Inspektur Hardcastle." katanya. "Oh. "tetapi dia dapat berjalan-jalan mengitari kebunnya dengan baik. "Tapi kalian kadang-kadang masuk ke kebunnya. yah." kata Colin. Dia kelihatan sedikit malu. "itu tidak melukai mereka. Mrs. dan melihat ke luar." kata Bill merendah. "Dia biasanya pergi ke kebun sesudah minum teh. model-model pesawat terbang." "Bukan begitu.. "meskipun saya selalu merasa bahwa orang asing itu sulit. Suami saya menertawakan saya. saya ingin bermalas-malasan. senapan luar angkasa. kami mungkin mendengar jeritan-jeritan. "Kalian bisa menyemprotkan air untuk mempermainkan seekor kucing. begitu kan sebutannya." Hardcastle bangkit berdiri. Jalan-jalan setapak yang ada sangat perlu dirapikan. "Sebaliknya.." "Kalau kami ada di sini sore itu." kata Ted sedih. Hemming datang kemari dan mengadu?" "Dia selalu mengadu. Mrs. Dia cukup baik. menunjuk ke sela di antara pohon apel dan pohon pir. "Kalian pernah menerobos pagarnya?" "Tidak melalui kawat duri itu. itu. Sungguh tidak." kata Ted. kemudian mengangguk. "Tidak seperti katapel. Apakah kalian berada di kebun kemarin?" "Oh." "Dia sedang bepergian sekarang." katanya penuh pengertian. Ramsay. . bukan?" Kedua anak itu menggeser-geserkan kaki mereka di tanah dan memandang ke semua arah kecuali ke arah Colin. Terus sedikit ke kanan Anda dapat mendorong semaksemak itu dan masuk ke kebun Mrs." kata Colin. Dia melemparkan bola kembali kepada kami suatu kali. Kemudian ada sebuah lapangan rumput kecil yang tidak rapi pangkasannya. atau melihat apaapa. "Apakah ada sidik jari?" tanya Bill." "Yah—" Bill berhenti waspada." Dia mengeluh. Sayangnya dia harus pergi waktu itu—pada awal liburan lagi. Tetapi tentu saja dia lebih tahu tentang itu daripada saya. "Itu memang agak—sulit." Dia menggelengkan kepalanya. Tidak perlu berjalan dengan tongkat atau benda-benda seperti itu. "dan kemudian Mrs. "Kami tidak boleh menyita waktu Anda lebih banyak lagi. Anda dapat masuk melalui pagar—ke dalam kebun Miss Pebmarsh. dari jendela loteng." katanya membela diri. mengejutkannya sedikit dengan berbicara. Dia lebih suka main kereta api listrik daripada anak-anak." "Kamu nggak bisa diam ya. mempertimbangkan. Anak-anak itu saling memandang. bukan?" "Ya—dia harus ke Swedia pada awal Agustus." kata Mrs. 'Tidak begitu berguna. saya rasa.. bolak-balik saja. kami mungkin melihat sesuatu. "Tetapi masih lebih baik. Ada sebuah lubang di antara kawat berduri di sana."Maksud saya. Ramsay. Hemming. > "Itu yang kalian lakukan. Saya tidak sesering dia pergi ke luar negeri. ya. kadang-kadang." kata Bill. wanita pemilik rumah itu?" Anak-anak itu saling memandang. betul nggak? Bagaimana kalian melakukannya?" "Yah. Dia sangat pandai menangani anak-anak." "Saya rasa saya bisa mencobanya. Di sebelahnya ada sebatang pohon pir." "Kalian tidak melihatnya sama sekali kemarin?" Anak-anak itu menggelengkan kepala." kata Ted. Tapi kami tidak melakukannya. Ramsay. Kadang-kadang rel-rel dan halaman-halaman stasiun dan semuanya disusun melintasi gang dan masuk ke ruangan lain. "Anda mestinya memakai satu dari gadis-gadis asing itu. Dia seorang insinyur bangunan." kata Ted. Tolol?" kata Bill." Bill menjelaskan.

"Bukan. Anak-anak itu berjanji sepenuh hati kalau mereka tidak akan melakukannya." "Apa yang kauketahui tentang McNaughton?" "Tidak banyak—mereka datang kemari sekitar setahun yang lalu. Mungkin ada hubungannya dengan sesuatu. "Pembantu asing akhirnya." kata Hardcastle." kata Ted. "Kami hanya—sekadar berpura-pura. Dia keluar ke gang dan memanggil-manggil. "Aduh. Saya suiuh mereka menunggu di mang duduk. "Kau hidup dalam dunia yang aneh." "Capek. "Kami mungkin harus mengambil ini juga." dan mengulurkan kartunya. dan memandang Hardcastle seolah-olah dia adalah Fiend yang hidup kembali." Dia memandang Hardcasde cemas. sebuah garpu yang sudah berkarat. "Ya." "Aku tidak setuju kalau dia termasuk tipe yang begitu. Ted kembali." kata Colin. "Mrs." kata Hardcastle serius. Dia memaklumi wajah-wajah anak-anak itu. berhenti sebentar di pintu gerbang nomor 63. Maksudku dia setuju untuk menjadi Mrs." "Lebih baik kita ke McNaughton. "Polisi. McNajughton memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang mengandung kecemasan. "Ya—dan tidak begitu bahagia." katanya. sekeping uang logam. sebuah sekop yang patah. "Sebuah temuan yang menarik. "Mrs. "Bukan Inggris. dan menyebarkan isinya. sebuah gesper baju. katakan pada pihak kita. Ada sebuah pegangan cangkir. McNaughton. "Ya." usulnva." kata wanita muda itu. aku harus keluar darinya suatu hari. McNaughton ada. tetapi kelihatannya hanya itu saja yang diketahuinya tentang suaminya. Sepasang suami istri setengah baya—pensiunan dosen."Bisa jadi. Jika memang begitu—er— sava akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menunjukkan koleksi kalian pada saya.. Orang mulai lupa apa adalah apa dan siapa adalah siapa. BAB 1 1 "Ramsay" kata Colin sambil berpikir." Terdengar bunyi bergegas vang pelan dari loteng dan kata-kata. kau tahu. Ada apa." kata Colin." Dia memimpin mereka menuju ruang duduk yang menghadap ke kebun belakang." Colin memungut uang logam tersebut dan memeriksanya. "Ambilkan Ted. "Saya ambil ini. kurasa. itu saja. Istrinya berkata dia seorang insinyur bangunan. "kalian justru menemukan sesuatu yang tidak terlihat oleh kami. "Kau akan kaget dengan penyamaran yang mereka lakukan. Ted berlari mematuhi perintahnya. dengan masing-masing anak berdiri di sampingnya." kata inspektur itu serius. "Saya cukup mengerti.McNaughton—Mis." katanya. Setengah dari orang-orang ini bekerja untuk kedua belah pihak dan akhirnya mereka sendiri tidak tahu di pihak mana mereka sebenarnya berada." "Kupikir lebih dari itu." Hardcasde menggelengkan kepalanya. memang. Anak-anak selalu melelahkan. Banyak yang mengecewakan/* Bill kelihatan lega." Bill mengakui. Dia akan melakukan pekerjaan mata-mata. sudahlah—mari kita teruskan urusan ini. Gretel?" "Ada polisi—dua polisi.. itu saja. Semuanya sangat patriotis. Colin." kata Hardcastle.. Ruang itu kosong." Di kebun depan ada semak-semak mawar dan sebuah bedeng bunga krokus musim gugur di bawah jendela. Bung. "Dia ada di loteng." "Dia wanita yang baik. "Ada apa dengan dia?" "Aku menyukai bunyinya." Dia memandang Hardcastle yang ada di depannya. "Mrs. Ramsay dan melengkapi latar belakangnya." kata Hardcastle. Dia mundur selangkah-dua langkah. Menurut Hardcasde .." kata Hardcastle dengan gaya mengajak mereka bersekutu. "Anda ingin?-Ya?" Hardcastle bergumam. "Kau tak pernah tahu. McNaughton. sebuah pecahan porselen dengan pola pohon willow. "Bukan Inggris. "Kebunnva sedikit menyentuh nomor 19—sama seperti Bland. Seorang wanita yang periang dengan baju bercorak bunga-bunga cerah membukakan pintu dan berkata. Dia bisa membuat wanita itu bertekuk lutut. Oh." "Tentunya orang yang kaucari tidak akan merepotkan diri dengan seorang istri dan dua anak laki-laki. Aduh. yang penuh semangat dan memungut pecahan kaca tersebut. Hardcastle membukanya. ada apa lagi. Seorang janda miskin dengan dua orang anak bisa saja diajak untuk membuat penyamaran itu. "Saya kira temuan kami tidak begitu baik. Standar-standar menjadi kacau. "Maksudku bukan hidup dalam desa." Bill membuat keputusan." Kemudian terdengar bunyi derap Itaki dan akhirnya Mi s." kata Hardcastle ragu-ragu. "Kebanyakan pekerjaan polisi seperti itu.. sepotong kaca yang berwarna-warni. "Jangan bilang apa-apa tentang hal ini pada siapa pun. yang kini tidak riang lagi." kata Hardcastle. Dia sekarang berkebun." kata wanita muda itu." kata inspektur itu. Dia mengulurkan sebuah buntal-an sapu tangan dekil yang sudah pudar-warnanya." Sebuah suara di kejauhan menjawabnya. Dia berkelana di luar negeri—secara mendadak. Kupikir. dan sebuah gunting yang tinggal separo.

" kata Mr." 'Tidak. Urusan kemarin itu. "Siapa yang bilang pada Anda kalau—bukan Mrs. membuat suara-suara ribut seperti kapal luar angkasa. saya rasa. kadang-kadang." "Tetangga Anda berkata Anda sangat suka berkebun. Semuanya." Dia menunjuk melalui jendela dan pada saat itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang mendorong sebuah gerobak dorong sepanjang jalan setapak. "Mungkin suami saya dapat mengingatnya. "Mungkin kami bisa keluar dan berbicara dengannya?" "Tentu saja. Anda tahu. Ramsav yang menjengkelkan itu. Mrs. saya tetap yakin saya pernah melihat wajah ini sebelumnya. Angus sedang menanam beberapa umbi bunga. McNaughton. Ya. Semakin lama dia memandang foto tersebut. melihatnya tetapi tentu saja mereka tidak pemah mengira kalau terjadi sesuatu di sana. Ramsay?" "Bukan. "Tetapi kapan tepatnya saya melihatnya saya tidak ingat." kata Mrs McNaughton." "Oh. McNaughton. "Dan sekitar tengah hari lagi." kata Hardcastle." "Anda tidak melihatnya kemarin. Kemudian Angus memandangnya dan berkata. bukan. Nah. "Membuat bedeng-bedeng tanah." Angus McNaughton mendengus. McNaughton?" Mrs.kecemasan sudah biasa membayangi wajah Mrs. dia ada di kebun. Mereka berkeliaran di kebun. saya ada di sini ketika gadis itu menjerit." kata Hardcastle. sekarang ini bukan musimnya. Tetapi sama saja— ya. Ya. Inspektur? Tentu saja. bukan? Maksud saya. Betul-betul menakutkan. kan. Dia menyibakkan'rambut keriting putihnya yang kurang rapi ke belakang. aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat. McNaughton sedikit kecewa." Sekali lagi Hardcastle mengeluarkan fotonva. saya hampir pasti. Semakin saya melihatnya semakin yakin saya kalau dia pernah datang kemari dan menawarkan sesuatu pada saya. Mr. yang dapat membuat Anda tercengang atas kemampuan saya menanam mereka." ." katanya pada Hardcastle." Dia melihat pada kartu. "Saya kira sava telah membicarakan topik yang kurang menyenangkan. 'Dapatkah benda itu menanam umbi bunga?' dan saya mesti mengakui bahwa saya tidak tahan untuk tidak tertawa sebab orang itu sangat terkejut dan langsung pergi." kata Hardcastle. saya tidak begitu yakin. Saya ada di kebun waktu hal itu terjadi. Mereka memiliki foto orang itu. Tahukah kau. Apakah Anda tertarik pada semak-semak. bukan?" kata Mrs. McNaughton menatap foto tersebut dengan penuh minat. Lewat sini. Bukan. 'Tolong pegangkan saja. tetapi Angus berkata bahwa itu suara anak-anak Mrs. Semua terjadi di siang bolong. Bukan orang itu. Angus. . itu saja yang dia lakukan. McNaughton. anak-anak tangga. Anda tahu. tidak kemarin" karan\a. Seluruh jalan. "Sava kira tidak." kata istrinya dengan napas terengah-engah. Tidak. semakin saya melihat foto ini—" Hardcastle tidak begitu bersemangat mendengar ucapannya." Dia memandang sebentar dan berkomentar. Kami betul-betul sudah terasuransi dalam segala hal. sebagai seorang wanita yang terlalu bergairah karena dia pernah melihat seseoiang yang ada hubungannya dengan pembunuhan. "Dia mengendarai sebuah mobil boks. atau bom-bom atom." "Dan Anda benar-benar yakin bahwa dia adalah orang yang ada di foto ini?" "Wah. saya pikir ini berhubungan dengan pembunuhan ku. Semak yang kata orang hanya dapat tumbuh dengan baik di Devon dan Cornwall. tetapi saya memiliki satu atau dua jenis semak di sini." "Anakah dia ada di rumah?v "Oh. Tetapi kita sering membaca hal-hal seperti itu sekarang ini. beberapa teman kami—mereka pergi makan siang dan sebuah mobil pengangkut mebel datang dan orang-orangnya masuk ke dalam rumah dan membawa pergi semua mebel yang ada. Waktu yang aneh untuk datang dan merampok sebuah rumah. McNaughton. Inspektur—apa tadi—Hardcastle—oh. kapankah itu? Apakah dia orang yang datang kemari untuk menanyakan apakah saya mau membeli sebuah ensiklopedi baru dalam empat belas jilid? Atau apakah dia orang yang datang kemari dengan sebuah vacuum cleaner model baru. saya baru sadar sekarang. Dia menggolongkan Mrs. 'Tuan-tuan ini dari kepolisian. Saya tidak mau menemui dia dan dia keluar dan meresahkan suami saya di kebun depan. "Paling tidak — " dia berhenti. ya. bagaimana benda itu dengan cepat bisa membersihkan gorden-gorden. Maksud saya. Mr. dan dia tidak ingin diganggu dan orang itu terus berbicara tentang kehebatan barang jualannya itu. Mrs. yang datang kemai i minggu lalu dan bertanya pada kita kalau kita punya barang antik yang hendak dibuang?" "Coba kulihat. Yah. semakin yakin dia kalau dia dapat mengingat seseorang seperti yang ada difoto itu. "Tangan sayra penuh tanah." katanya." "Polis asuransi mungkin?" "Bukan. Mobil boks tukang roti." kata Mrs. katanya. serta benda-benda yang harus dibersihkan di musim semi." katanya lagi. "Saya hampir yakin saya pernah melihatnya. Mungkin lebih baik hidup di sebuah taman umum. ya?" **Yah. atau roket-roket. Tetapi sama saja." "Saya kira saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pencinta kebun yang sejati. Menggaru di sepanjang pinggiran bunga-bunga begonia dan geranium dan lobelia. McNaughton bersimbah keringat. McNaughton?" Mrs. Hardcastle mengeluh. Ya. saya sungguh-sungguh yakin saya mendengar seseorang menjerit kemarin. "sebab dia lebih muda umurnya. tidak. McNaughton. betul-betul semuanya. "Semuanya kelihatan begitu luar biasa. Bland. saya rasa. Suami aya menangani semua urusan sepeiti itu. maksud sava. bukan polis asuransi." Kemudian dia menjadi sedikit cerah. "Apakah Anda pernah melihat orang ini." Dia memimpin jalan melalui sebuah pintu samping dan masuk ke kebun. menjadi cerah. dan bantal-bantal kursi. "Tentu saja. meskipun tampaknya dia mestinya tertarik. "Aduh. "Saya belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya. Waktu yang tepat saya kira. "Bland tidak tahu apa artinya berkebun. McNaughton memandangnya seperti seorang seniman memandang seseorang yang berkata mereka tidak tahu apa-apa tentang seni tetapi mereka tahu apa yang mereka sukai. berdasarkan seluruh pengalamannya. "aduh. ini tidak ada hubungannya dengan surat izin televisi?" Hardcastle meyakinkannya tentang ha! itu. 'Tetapi mengapa Anda menemui kami} Kami tidak tahu apa-apa tentang itu. Bukan itu yang saya maksud dengan berkebun. "Mereka datang sehubungan dengan pembunuhan di rumah Miss Pebmarsh. bukan. ketika orang-onng biasanya ada di rumah.

Saya membuang rantingranting lapuk."Apa yang Anda lakukan?" "Yah." "Tentu saja dia mungkin duduk berhadap-hadapan dengan orang itu di bis atau di kendaraan lainnya." "Aku dapat menebak kepada siapa. "aku yakin aku sungguh-sungguh melihat seseorang menyelinap ke kebun nomor 19. Ah! Orang-orang yang saya kenal. Kemarin dulu jam saya terkena air dan harus direparasi." kata Hardcastle serius. kelihatannya hampir tidak mungkin Mrs. Dan juga dia begitu ragu serta tidak tertarik pada pembunuhan itu. Misalnya. Jam berapa Anda makan siang?" "Setengah dua. "Pemeriksaannya lusa katamu? Jam berapa?" Sebelas. itu susahnya." Hardcastle mengomel ketika kami sudah masuk lagi ke dalam mobil." "Kau tahu." "Yah. McNaughton. trims untuk pagi ini." Mereka kembali ke pos polisi. dan lain-lain. Dipagari dengan semak-semak bunga lila." keluh Hardcastle. "Kau tidak berpikir bahwa dia mengenali foto itu?" Hardcastle menggelengkan kepalanya." kata suaminya tegas. Aku bisa memahami itu." "Dia adalah jenis wanita peragu." katanya. Saya ingin melanjutkan pekeijaan saya." "Begitu." "Kita tidak mendapat banyak. Dia hanya ingin berpikir bahwa dia telah melihatnya. "Tentu saja ada hal-hal yang kelihatan janggal. Aku tahu persis jenis saksi seperti itu." "Anda sendiri tidak melihat apa-apa—maksud saya selain mendengar jeritan itu? Omong-omong." "Saya tahu dia seorang insinyur bangunan. "Maaf saya tidak dapat membantu Anda." puji Hardcastle. Sayang? Kau mendengarnya juga." "Dia terkurung rapat oleh segala kawat duri itu. McNaughton mendorong gerobaknya ke dalam sebuah gudang kecil di sampingnya. Aku akan hadir. Apa pendapatmu?" "Sama. Hemming di kebunnya. Tidak ada yang lebih hebat dari itu. Ramsav sering ke luar negeri saya kira. bukan?". timbunan pupuk. dia tidak dapat menyebutkan apa-apa. Miss Pebmarsh." kata istrinya. Di balik pagar terdapat sebuah pergola bunga mawar yang dibangun sampai ke bagian samping rumah. dan lain-lain. tetapi mereka tidak disiplin." kata Mr." "Aku kira tidak. Tentu saja. Hardcastle memandang nomor 19 sambil berpikir. "Tidak melihat apa-apa. "Sampaikan salamku pada Pak Tua itu. McNaughton segera menjadi cerah. Mereka bukan anak-anak jahat. perampokan. Mereka mengejar-ngejar kucing-kucing malang milik Mrs. McNaughton agak kemalu-maluan. Itu artinya memberi banyak pekerjaan pada ibu anakanak itu —memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan itu—dan. Mereka suka pakai pupuk kimia! Bunuh diri! Mari saya tunjukkan. Dapatkah kau menyuruh ketik catatan-catatanku ini?" Dia mengulurkan catatan-catatannya. maka anak-anak laki-laki jadi sulit diatur. kalau dalam satu rumah tidak ada orang laki-lakinya.* begitulah." "Wanita itu pasti berkata bahwa dia telah melihat sesuatu. "Kita harus selalu memelihara peralatan kita. "jika kami beruntung. "Aku meragukannya." kata Mr. "Tidak. saya bebaskan Anda dari tugas sekarang. "Aku juga tidak. McNaughton. Aku tidak menyumpah. Gadis Denmark kami itu tidak bisa membaca jam. Sayang. Saya tidak begitu paham. Dam. yah—tentu saja mereka jadi liar." "Hal yang mengagumkan. dan semak-belukar Victoria itu menutupi daerah pandangannya. Mereka menerobos pagar-pagar dan tanaman-tanaman orang lain. Dia harus ke Swedia bulan lalu secara mendadak." "Kau akan pergi?" "Aku harus ke London besok—memberikan laporanku yang terakhir. "saya tidak melakukan apa-apa. Di dalam gudang itu berbagai peralatan teratur rapi." "Tetapi tentunya jeritan ini tidak datang dari arah yang sama?" "Tidak kalau anak-anak jahanam itu selalu tinggal di kebun mereka sendiri." "Dan sesudahnya—apakah Anda tidur siang?" "Kadang-kadang. "Saya selalu mencopot jam tangan saya sebelum pergi ke kebun. atau hal-hal seperti itu ketika Anda berada dekat timbunan pupuk Anda?" McNaughton menggelengkan kepalanya. Sersan Lamb." kata Colin. Hardcastle menyeringai pada temannya dan berkata." Hardcastle menyeringai. timbunan pupuk itu mempertunjukkan kehebatannya. McNaughton lirih." "Juga. pembunuhan yang terjadi di sekitarnya tidak akan dipedulikannya." "Mr. Ibu mereka lembek seperti agar-agar. menambah timbunan pupuk." kata Mr." "Baiklah. "Kalau kau bertemu dengan seorang wanita yang linglung—yah. Hemming tidak peduli bagaimanapun sa kucing-kucingnya—tidak tahu apa-apa tentang tetangganya. "Anda menyimpan semuanya dengan sangat rapi. Tetapi mereka tidak begitu. "Tentu. Jam berapa waktu itu. itu adalah khayalannya belaka. "Nah. kapan itu?" "Tidak tahu. bukan?" "Mungkin jam setengah tiga—paling tidak setengah jam setelah kami makan siang." kata Mr. "Anda tidak melihat seseorang di kebun nomor 19 atau melihat ke arah jendela rumah itu." kata McNaughton. Aku harus mengadakan satu kunjungan lagi." dia meyakinkan istrinya. Tetapi kalau kau menanyakan pendapatku. Selalu berteriak dan menjerit dan membuat ribut. tetapi aku tidak akan mengajakmu. Inspektur. Ketika aku mendesaknya terus." "Linglung!" kata Hardcastle. kebakaran. Sebab saya pikir itu adalah perbuatan anakanak Ramsay yang kurang ajar itu." Dia menarik lengan Hardcastle dengan penuh semangat dan mendorong gerobaknya sepanjang jalan setapak sampai ke batas pagar yang memisahkan kebunnya dengan kebun nomor 19." "Kau tidak boleh melakukannya. Mr. aku akan menemui seorang spesialis. "Maksud saya pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan pembangunan bendungan-bendungan atau pipa pipa minyak. Tidak ada orang yang dapat menangani mereka." "Tidak ada kunjungan-kunjungan lagi?" "Sementara tidak. Sayangku. Mr. Hari ini tidak. "Selalu bepergian ke mana-mana. Angus. "Spesialis? Untuk apa? Ada apa dengan dirimu?" .

Mulut. gadis itu memikirkan lagi niatnya itu dan melanjutkan perjalanannya dengan cepat. "Saya harap kami dapat menghindarkan Anda dari itu semua. "Ada apa?" "Saya akan senang jika Anda sudi meluangkan sedikit waktu. Masalahnya adalah. Dia telah tiba di nomor 14 sekarang. seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya di sepanjang trotoar. Sersan Cray telah melaporkan bahwa Sheila Webb melanjutkan pekerjaannya di Biro Cavendish.. Dia tentunya tidak akan ingat. dengan rambut hitam terurai yang memakai sebuah mantel dan kelihatan sedikit terengah-engah. Dia minta dikirimi kopi dan sandwich. wajah yang telah dilihatnya di pelabuhan atau di panggung saksi. dia berpikir. dia sering berkata. mulut yang sedikit terbuka. Dia masuk dan menekan bel di pintu di sebelah kiri gang. identitas Mr. . Kecuali tentu saja. Laporan dari laboratorium tentang pakaian yang dipakai adalah nihil. misalnya." . Inspektur Hardcastle melihat pada alamat yang tertulis rapi di buku notesnya dan menganggukkan kepala." Dia menambahkan dengan tajam." "Dia belum mati. Kami akan seger? menghentikannya kalau kami dapat." "Yah. Siapa dia—seseor?r*g yang baru saja dia temui akhir-akhir ini. pikir inspektur itu. Keinginan untuk menyamarkan identitas Mr. setiap pelayan wanita yang pernah melayaninya. Curry adalah orang asing? Hardcastle mempertimbangkan ide tersebut. seperti kata orang." "Sangat menjengkelkan memang. Setelah Colin pergi. Akhirnya dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki di dalam dan pintu dibuka oleh seorang wanita kurus. Maksudku bukan spesialis macam itu. seorang ibu kos. Kupikir dia sudah mati. mencari gadis itu lagi. sekitar empat puluh lima. tetapi kami tidak mempunyai kekuasaan dalam hal itu. mendiami sebuah flat di lantai dasar. Cepat atau lambat. Curry yang sebenarnya akan dapat diketahui. dan bukan h?nva pada kasus Curry. "Anda bukan wartawan. Lawton. Pakaian itu dibuat oleh seorang penjahit yang bagus. Kemudian dia menyelipkan buku itu kembali ke dalam sakunya dan mulai menangani persoalan-persoalan rutin yang telah menumpuk di mejanya. Rumah-rumah yang ada. Dengan otak yang sibuk berpikir. Seoiang tukang binatu. Hardcastle tidak mengendarai mobil polisinya tetapi memilih berjalan kaki saja karena letaknya dekat. Mengetuk pintu dan membunyikan bel dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tolol. Pers punva hak untuk itu. " "Kau adalah orang yang aneh. Ada kemungkinan dia orang Prancis. Spesialis dari golonganmu. seorang dokter. Mrs. Mereka mengolah semuanya sejauh yang dapat saya lihat. dan menerima laporan dari Sersan Cray—tidak ada hal-hal berguna yang muncul. melewati inspektur itu. Suatu kesan gipsi yang samar terlihat pada penampilannya. *Kaianva mereka harus mendapatkan berita bagi masyarakat. kalau Mr." "Mencampuri urusan pribadi orang seperti yang mereka lakukan itu benar-benar memalukan." "Scotland Yard?" "Bukan. tidak. Aku punya perasaan dia perlu dibuat gembira sedikit. Hardcastle bekerja terus tanpa istirahat sampai jam setengah lima. Tidak ada merek binatu yang dapat membantu. dan pada pukul lima dia akan sedang bekerja dengan Profesor Purdy di Hotel Curlew dan dia tidak mungkin kembali sampai sesudah pukul enam. yang menangani kasus vang menyebabkan Anda diganggu oleh wartawan-wartawan itu. Dia suka benar pekerjaan beginian. telah dirombak menjadi flat-flat atau maisonette. satu sepatu. Dia membuang persoalan itu dari pikirannya. Satu-satunya hal vang pernah saya perhatikan tentang berita adalah mereka mencetaknya hingga merupakan sebuah jaringan kebohongan dari awal sampai akhir. Hardcastle selalu membanggakan dirinya atas kemampuannya mengenali wajah-wajah. Lawton. Menentukan identitas korban. Sesuatu yang dia lakukan dengan mulutnya? Bicara? Mengoleskan lipstik? Bukan. Curry? Atau identitas pembunuhnya? Rincian bentuk gigi telah disebarkan ke tujuan-tujuan yang tepat dan mungkin merupakan jejak yang paling berguna—memang membutuhkan sedikit waktu—tetapi akhirnya ada hasilnya juga. seorang dokter gigi. seseorang selalu muncul. yang telah mencicipi. sering merupakan pekerjaan vang lambat. Lawton. ragu-ragu sebentar. tinggi. itu juga mengingatkannya akan sesuatu." 'Tentu saja. Itu jauh lebih buruk. Mungkinkah gadis itu mengenalnya dan hampir saja berbicara dengannya? Dia berhenti sejenak." "Siapa namanya?" "Hercule Poirot. Bau bawang putih menyusup ke luar dari arah dapur. Tidak ada seorang pun di stasiun kereta api atau bis yang dapat mengenali foto Mr. Mrs. '"Mrs." "Termasuk kamu.. Seorang detektif swasta—seorang teman ayahku—dan temanku juga." kata Hardcastle dengan nada simpatik. inspektur itu sekejap merasa bahwa gadis itu akan bertanya padanya jalan menuju ke suatu tempat. Palmerston Road adalah jalan vang suram. Tetapi pada akhirnya. dia melihat. Pintunya terbuka sedikit dan ada empat buah bel dengan nama-nama di bawahnya. gadis itu memiliki satu dari wajah-wajah umum yang sangat sulit untuk dikenali. Dia melihat jam tangannya lagi dan memutuskan bahwa itu adalah saat yang tepat untuk » mengadakan kunjungan yang direncanakannya. Selama beberapa saat tidak ada jawaban."Tidak ada apa-apa—jangan pura-pura tolol. Siapa nama bibinya? Lawton—Mrs. Lawton?" "Ya?" Wanita itu memandangnya ragu-ragu dan dengan sedikit jengkel. Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. kulit yang bagus. Dia tidak pernah lupa. "Saya kira Anda banyak dibuat cemas oleh wartawan-wartawan itu. Kau punya teman-teman yang tidak masuk akal. kecuali ada hal-hal khusus yang dapat memouatnyat gampang dikenali. Usianya kira-kira. Sementara itu ada hal-hal yang harus dilakukan.. 14. Tapi aku punya perasaan dia sedang bosan sekarang. Bisnis fantastis macam yang kautangani ini merupakan kesenangannya. Mata biru. Curry. Silakan masuk. Ketika dia membelok di tikungan." Aku pernah mendengar namanya. Inspektur Hardcastle heran mengapa pikiran tentang sepatu-sepatu melintas di otaknya dengan tiba-tiba. masa jayanya. tetapi tentu saja ada tempat-tempat lain untuk bertemu." kata Colin sambil menyeringai." kata inspektur icu. kan?" "Tentu bukan. tetapi nama penjahit itu telah disingkirkan. Dia merasa sedikit jengkel dengan dirinya sendiri. tentang apa? Saya agak sibuk sekarang. Colin. pikir Hardcastle. bisa membuatnya gembira. Foto korban akan disebarluaskan ke pos-pos polisi. Wajah gadis itu samar-samar dikenalnya. Itu adalah hari yang sibuk baginya. Gadis itu berjalan cukup cepat sekarang." Hardcastle memandang Colin penuh ingin tahu." kata Mrs. Lawton. akan dicetak di surat-surat kabar. Dia tidak akan ingat setiap kondektur bis wanita. _ Palmerston Road No. Bagaimanapun juga. kalau memang demikian. Sepatusepatu. Hardcastle bukannya tidak sabar.

dengan perabot-perabot yang sudah usang tetapi di sana-sini terdapat beberapa tempat yang berwarna cerah dan beberapa benda aneh. ya. Webb. bukan?" "Dia mungkin agak terlambat malam ini. Dia beralih ke hal Iain. itu bukan Allington Grove." kata Hardcastle. memang. saya mengerti." kata inspektur itu. tidak ada yang khusus. Lawton meletakkannya di atas meja di gang. Dulu sebe-lum bekerja di Biro Cavendish dia tidak tinggal di sini bersama Anda?" 'Tidak. Mrs." kata inspektur itu sambil tersenyum. mempersilakan inspektur itu masuk. Mrs. Matanya melayang ke arah pintu." "Terima kasih. Miss Sheila Webb—apakah itu nam a lengkapnya ataukah dia punya nam a kecil lainnya? Kami harus mengetahui hal-hal seperti itu dengan tepat. "Maafkan saya jika datang pada waktu yang kurang tepat.S." Dia pergi ke dapur. "Sekarang saya akan membetulkan nama-nama ini. "Saya pikir saya menca-tatnya sebagai Miss Sheila Webb atau Miss Sheila R. Inspektur itu mempertimbangkan apakah dia benar atau salah kalau berpikiran baliwa pertanyaan terakhirnya telah menyinggung Mrs." kata Mrs. dan kelihatannya dia sangat menyesal karena telah menyita waktu Sheila lebih dari yang dia sadari." kata inspektur itu." Mrs. S?. tetapi inspektur itu dengan sopan mendahuluinya. untuk terakhir kalinya. Anda bisa masuk melalui pintu ini dan beri saya waktu beberapa menit. mungkin juga mahal. saya tahu itu." "Apakah Anda ingat nama perusahaan tempat dia bekerja di sana?" "Oh. Lawton." katanya." Mrs. Sebuah gelas Venesia yang menarik. dia yatim piatu." "Apakah Anda mempunyai alamatnya di London?" "Yah. Lawton. ya. yang mempunyai warna campur-baur dan sebuah benda berbentuk abstrak. Orang tuanya sudah . pikirnya. dengan alamat di bagian atas. ya?" "Ya. "Daya ingat saya tidak begitu baik." kata inspektur itu sambil tersenyum. "Saya kira sudah beres sekarang. "Dia hanya perlu menceritakan kisah-nya. Baginya Rosemary hanyalah sebuah nama baptis yang tidak lagi digunakan oleh keponakannya. Lawton." kata Mrs. orangnya tidak punya perhatian pada waktu sama sekali. Lawton kembali. Lawton." "Terima kasih." kata Mrs. "Maafkan saya. yang memiliki gaya asli dalam dandanannya. tapi itu tidak perlu dicemaskan. tetapi Sheila selalu berpendapat bahwa nama Rosemary agak romantis sehingga dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama lain kecuali Sheila. sebagai catatan pada waktu pemeriksaan. Jawaban-jawabannya boleh dikata-kan spontan dan mudah — sampai saat itu. "Silakan menunggu di ruang duduk. Sekali dua kali dia mendesak Sheila untuk tinggal dan makan malam bersamanya. "tetapi Anda tahu bagaimana repotnya memasak. melainkan Carrington Grove dan nomornya adalah 17. "Sesuatu seperti Allington Grove. saya kira—keluar dari Jalan Fulham. Miss Webb ini yatim piatu. sedikit tidak rapi. Inspektur itu meminta maaf lagi. Tetapi dia sudah baik lagi keesokan harinya dan dia sudah bekerja lagi." "Ya." Inspektur itu membukakan pintu baginya. Matanya melihat surat-surat itu selama setengah detik." "Oh." "Yah. Lawton dan dua lainnya kepada Miss R." "Pemeriksaannya lusa. "Saya kira keponakan Anda datang dari London dan telah bekerja di Biro Cavendish selama kurang lebih sepuluh bulan.Dia mundur. bagaimana dia menemukan mayat itu. Lawton kelihatan sedikit tertarik. "Saya kira tadi saya bertanya pada Anda apakah Miss Webb adalah seorang yatim piatu. saya ingat. Saya harap dia tidak tertekan karena pengalamannya itu. Di London kamar-kamar untuk gadis-gadis sa-ngat mahal sekali." "Saya mengerti. Lawton. di atas meja. Apakah ada sesuatu yang dapat saya katakan pada Anda. Selalu berkata. Webb. Dia tinggal di London sebelumnya. Lawton. Lawton melihat ke sekelilingnya dengan kesan samar terhadap ketidakrapian ruangan itu. "Dia bekerja untuk Profesor Purdy dan Sheila berkata. Dia tinggal dengan dua orang gadis Iain di sebuah flat. Lawton. "Terima kasih. "Apakah Anda keberatan kalau saya pergi ke dapur lagi?" "Silakan. Inspektur? Kalau-kalau Sheila pulang terlambat sekali." Dia membuat gerakan melihat ke buku notesnya sekali lagi. Lawton membungkuk untuk memungutnya. Lawton keluar. Orangnya sangat baik dan suka minta maaf. sebelum diulurkannya pada Mrs. "tetapi saya kebetulan sedang berada di daerah ini dan saya ingin memeriksa beberapa hal tentang masalah itu di mana keponakan Anda yang malang terlibat. "Sheila pulang dalam keadaan buruk. sedikit kurang pasti. Tapi dia belum pulang." katanya. Hopgood dan Trent. sebenarnya tepatnya saya tidak tahu. Satu dialamatkan kepada Mrs. kami hanya mengambil data kasar hari itu dan saya tidak yakin kalau saya benar dalam memahaminya. Tapi memang kadang-kadang agak menjengkelkan. bukan? Dia mendapat surat perintah untuk datang. Ada sebuah kartu di sakunya dan mulanya kami pikir dia adalah seorang agen asuransi. Itu tidak begitu penting. Dia masuk ke ruang yang ditunjuk." "Ya. Pasti merupakan shock yang hebat bagi setiap gadis. saya kira begitu." "Oh. "Tentu saja. Kalau tidak bibinya ya keponakannya. Sava kira masakan saya sudali mendidih. Ada beberapa pucuk surat terjatuh di aras keset." Mrs." katanya. Agen perumah-an di Fulham Road. Mungkin dia merencanakan untuk mengambil polis asuransi sendiri. "Sebentar. karenanya saya pikir lebih baik kalau saya datang kemari dan bercakap-cakap dengannya di rumahnya sendiri." kata inspektur itu. Itu adalah sebuah ruangan kecil. Saya kira akhir November. lalu menutup pintunya lagi. Dia memikirkan hal itu sampaiMrs." "Ya. Nama Rosemary tidak menimbulkan dampak pada Mrs. Kira-kira sekitar November. Dia jadi gelisah." Nada suara Hardcasde tidak mencerminkan apa pun yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya merasa puas karena salah satu praduganya ternyata betul. "Saya sudah membetulkannya. saya kira?" "Yah. Semuanya sudah beres sekarang. Anda tidak tahu tanggal yang tepat. dua bantalan kursi beludru berwarna terang dan sebuah piring tanah liat berisi kulit-kulit kerang asing. Inspektur Hardcastle dengan sengaja melihat surat-surat itu sekali lagi. Apakah Rosalie?" "Rosemary.ya tidak ingat nama lainnya itu. Semuanya kelihatan sangat jelas." katanya minta maaf.' dan tentu saja akhirnya mulur sampai tiga perempat jam. Saya kira hal itu belum bisa diumum-kan. sedikit lebih terengah-engah daripada sebelumnya. Apakah ada hal lain yang hendak Anda tanyakan? Omong-omong. Mrs. Lawton kembali. "dia dibaptis dengan nama Rosemary Sheila." kata Mrs." "Begitu." "Anda masih belum tahu siapa orang itu?" "Belum. 'ini tidak akan lebih dari sepuluh menit jadi saya pikir kita selesaikan saja sekalian. "Saya diberi tahu bahwa dia akan bekerja untuk seorang klien dan saya tidak ingin mengganggunya.

Lawton ragu-ragu. saya tidak ingat. Jadi kelihatannya ada seseorang yang dengan sengaja mengatur agar dia ada di sana. Tidak ada seorang pacar tetap. "Sava juga berpikir begitu." dia melanjutkan. "harus ada sebuah alasan yang jelas di batik kegilaan itu. "Mungkinkah mereka. seperti kata orang dalam film-film. "Bagaimanapun juga. dan korban itu baru saja mati. Tetapi Anda tahu. dan dia mungkin tidak peduli dengan orang itu? Laki-laki muda kadang-kadang berbuat hal-hal yang sangat buruk untuk membalas dendam. Tapi tentunya tidak akan sampai melibatkan pembunuhan. tentunya dia tidak dapat menceritakan apa-apa tentang mereka pada saya. itu sudah lama sekali. menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinva sambil berpikir.. saya tidak dapat mempercayainya. "Mungkin salah satu dari gadis-gadis teman sekamarnya yang cemburu kepadanya?" "Saya kira. misalnya. "Bolehkah saya bertanya apa hubungan semua ini dengan pembunuhan itu? Maksud saya. saya mengerti. Mrs.. ya. Karena orang tua Miss Webb meninggal ketika dia masih kecil. "mengapa saya bertanya pada Anda tentang ayah dan ibu Sheila Webb. mungkin tidak. Dan itu sebetul-nya. Mrs. "Bahkan kalau gila. Lawton be-rang." "Dan saya tidak suka mendengar seseorang mengatakan sebaliknya." "Anda tidak tahu?" "Maksud saya. Anda akan kaget bagaimana seringnya motif-motif pembunuhan muncul dari akar-akarnya di masa lalu. tetapi kenyataannya seluruh urusan ini adalah mustahil." "Sudah lama sekali?" "Mereka meninggal ketika dia masih anak-anak. Itu sebabnya saya beralih pada Anda." kata Hardcastle. Seseorang telah mengatur agar dia masuk ke rumah itu di mana ada korban pembunuhan." "Saya yakin Anda pasti tahu lebih banyak daripada yang Anda ceritakan. Kemudian dia berkata. mereka tidak bercerai. "Sheila mempunyai satu atau dua orang teman dekat lakilaki." "Saya tidak dapat membayangkan seseorang dapat mempunyai dendam terhadap Sheila. kelihatannya keponakan Anda telah dengan se-ngaja dijadikan korban. Lawton." "Ya." "Mereka berdua meninggal karena sebab-sebab alamiah?" "Saya—yah.. "Saya tahu semuanya kelihatan mustahil. Seseorang yang mungkin—" dia ragu-ragu "—punya dendam terhadap Sheila." Dia meneoba menebak. karena kecelakaan. Lawton. Tetapi saya tidak pernali mendengar ada masalah seperti itu. tidak. Mungkin-kah. Dia cepat-cepat berkata. Lawton bukan-lah seorang wanita yang bodoh." "Ya. tidak dari sudut pandang Anda. seseorang yang mungkin telah jatuh cinta pada keponakan Anda. ya. tapi—yah. "mungkin saja ada seorang gadis yang ingin membalas dendam. tetapi tidak ada yang serius. peristiwa ini memang agak luar biasa. Webb dulu?" Mrs." "Apa maksud Anda—dengan agak luar biasa?" "Yah. tidak ada kecelakaan. Mrs." "Atau mungkin juga karena seorang gadis lain." kata Mrs.. "Tentu." kata Mrs." Itu adalah sebuah perkiraan yang cerdas dan Hardcastle mencatat bahwa Mrs." kata inspektur itu menyetujuinya. Sheila seorang gadis yang sangat manis." Ada semacam pertahanan yang jelas nampak pada nada suaranya." "Ah. dijebak agar ada di sana." kata Mrs." kata Mrs. kami punya alasan untuk percaya bahwa Miss Webb pergi ke rumah itu kemarin karena dia diminta dengan khusus dari Biro Cavendish." "Ttu pasti pekerjaan orang gila. terutama jika mereka agak terganggu jiwanya." Hardcastle melihat bahwa kesulitan dan kece-masan kembali menguasai wanita itu. Mrs. "Saya tidak tahu. Dan apakah profesi Mr. "tapi kami harus membuat persoalan itu jelas dan terang. Lawton berhenti sejenak sebelum menja-wab. Anda tahu—Anda tentu tahu mengapa saudara perempuan Anda meninggal?" ." i Hardcastle menunggu. Lawton." "Memang agak sulit untuk dipercaya. Anda harus bertanya sendirl padanya." Hardcastle tersenyum menenangkan-nya. Lawton." "Tidak." "Maksud Anda—maksud Anda seseorang men-coba membuat semuanya kelthatan seperti Sheila yang membunuhnya? Oh. Dan memang begitu. seorang pemuda." "Saya kira itu tidak mungkin." "Mungkin terjadinya ketika dia masih tinggal di London?" usul inspektur itu. apa perlunya mengetahui siapa ayah dan ibunya dulu dan apa yang dikerjakan ayahnya dan dari mana dia berasal dan hal-hal lain seperti itu?" "Saya kira memang tidak begitu perlu. saya kira Anda tidak begitu mengenal siapa-siapa teman-temannya di sana." usul Hardcastle. atau sesuatu seperti itu?" "Tidak. Dia telah. tahu kalau wanita itu akan berbicara lagi." kata Hardcastle lembut. "Apakah dia anak saudara perempuan atau saudara laki-laki Anda?" "Saudara perempuan saya. bercerai—sesuatu seperti itu?" "Tidak. "Apakah mereka terbunuh pada waktu yang sama. "Tetapi Anda harus sadar." "Ayolali. Sesuatu yang menyebabkannya. Ini semua kelihatannya adalah sebuah perbuatan jahat. Lawton.meninggal. Dia menggigit bibirnya. Lawton. tidak. Yah. Inspektur Hardcastle. maksud saya—saya tidak begitu tahu. Seorang gadis yang ramah.

Orang-orang di sana me-nyenangkan." Ada semacam kebingungan dan keputusasa-an dalam sorot matanya. atas keterusterangan Anda pada sava. Lawton mempunyai perasaan begitu terhadap anak itu. Lawton. dan saya sangat menyukainya sehingga saya menjual toko itu dan datang kemari untuk menetap." kata Mrs. Lawton. karena merupakan cara penyelesaian yang halus. Mrs. ketika Sheila sudah cukup umur untuk sekolah. saya tidak pernah melihat orang ini sebelumnya." "Itu adalah kejadian yang buruk. ya. "dan saya yakinkan Anda bahwa saya tidak akan menanyai Miss Webb tentang hal itu kecuali kalau terpaksa harus menyinggung hal itu. "Saya kawin muda dan suami saya terbunuh dalam perang. Begitulah perjanjiannya. Terus." kata Mrs. Lawton. Tentu saja—" dia memandang dekat-dekat." kata inspektur itu. Betul-betul tidak tahu sama sekali.. Dia mengenal pria ini -Webb-" "Saya bahkan tidak pernah tahu namanya. Saya masih bekerja di sana sekarang. sinis. dan itu saja yang dapat saya katakan pada Anda" Inspektur itu memandang wanita itu sambil berpikir." "Di mana terjadinya semua itu? Bukan di Qrowdean." kata Mrs." "Bukan. atau tidak mau—saya tidak tahu mana yang benar—memkahinya. sangat yakin. kalau Mrs. adalah yang terpandai di antara keluarga kami. tidak mungkin terjadi. dan hal itu hanya bisa terjadi kalau keadaan di masa lalu itu ternyata berkaitan dengan kasus pembunuhan di Wilbraham Crescent No. katanya." kata inspektur itu. "Kelihatannya aneh jika dia tidak berhubungan sedikit pun dengan Anda melalui surat. Seperti yang saya bilang. Yang jelas hanya itu yang dia ceritakan padanya. kami tidak pernah dekat. Dan lagi pula dia dan saya tidak begitu dekat. Lebih baik tidak diungkit-ungkit lagi. saya bekerja di Roscoe and West. Mungkin saja hanya itu yang dia ketahui Meskipun hanya sedikit keterangan tentang saudara perempuan itu. tapi dia mempunyai kesan bahwa wanita itu pasti memiliki kepribadian pemarah. Tetapi Sheila sendiri tidak tahu. Lawton. pedagang besar gorden di sini. "Anda tidak tahu siapa orang ini?" "Mereka sudah menunjukkannya pada saya. Itu saja yang saya ketahui. tidak ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan anaknya?" Mrs. "Dia adalah anak haram saudara perempuan Anda?" "Ya. kecuali bila ada hubungannya dengan kasus itu. hal itu adalah tidak mungkin. Itulah mengapa—yah. bijaksana. Lawton. "dan saya sangat terpukul karenanya. Sangat dihormati dan lain-lain. Dia adalah orang terakhir yang Anda sangka akan—" "Yah. Dia mengambil foto itu dan menelitinya dengan saksama. Saya tidak pernah menceritakannya." katanya tegas." kata Hardcastle. dan saya yakinkan Anda bahwa saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyimpan apa yang Anda ceritakan pada saya—seluruhnya—sebagai rahasia kita berdua. yang mana saya kira. Mrs. Hardcastle memandangnya tajam-tajam. Saudara saya itu orangnya ambisius dan dia harus melepas-kan pekerjaannya kalau semuanya diketahui orang. kecuali kalau memang perlu. Jenis wanita yang memutuskan untuk tidak menghancurkan hidupnya gara-gara satu kesalahan saja. Anda tidak perlu bercerita padanya?" "Tidak. pendesak. dan dingin. "memang sering terjadi begitu." katanya. Dan saya pikir. Lawton. bukan?" "Saya kira begitu. bukan?" . Anda tahu. Masuk akal. yang diperoleh Hardcastle. Dia pikir itu adalah vang terbaik bagi anaknya dan bagi dirinya. pikirnya. Tetapi bagaimana halnya dengan saudara perem-puannya? Dia berkata perlahan. bangkit dari duduk-nya. Apakah betul hanya itu yang dia ketahui? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab secara pasti. "terima kasih banyak. Saya yakin."Saya tidak mengerti apa—maksud saya. Saya datang kemari pertama kali pada waktu liburan. "Mungkinkah Sheila Webb—seorang anak haram?" Dia segera melihat adanya campuran rasa khawatir dan lega di wajah Mrs. Dia berhenti sebea&r sebelum menambahkan dengan agak tiba-tiba. Seorang gentleman. Saudara perempuan saya. "Tidak kalau Anda mengenal Ann." "Maksud Anda." "Di mana saudara Anda sekarang. Inspektur Hardcastle. dia mempunyai gagasan untuk mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri selama setahun. Kami berdua mempunyai sedikit penghasilan dari peninggalan ibu kami. saya tahu." "Dan Anda tidak akan bilang apa-apa pada Sheila mengenainya?" "Tidak. "Dia selalu tegas dengan keputusannya. saya tidak dapat mengatakan — semuanva adalah sangat sulit bagi saya. Saya pikir dia bukan orang sekitar sini. "Tapi dia masih hidup. Lawton. Tetapi saya memang menginginkan semua fakta yang ada. saya mungkin pernah melihatnya. Saya jaub lebih muda daripadanya—dua belas tahun. Saya mempunyai sebuah toko manisan kecil waktu itu. Australia atau negara lain." Dia mejigeluarkan foto yang telah ditunjukkannya pada begitu banyak orang dari sakunya." "Dan bagaimana pendapat suami Anda tentang adopsi ini?" "Saya sudah menjanda waktu itu. Dengan keras kepala dan dingin dia telah menyediakan sarana pemeliharaan dan kebahagiaan bagi anaknya. "Dia bukan anak saya" katanya. kalau tidak. Mrs. tetapi dia akan pindah sekolah." "Tapi Anda tidak lagi berhubungan dengannya?" "Itu adalah karena permintaannya." kata Mrs." "Yah. Lawton. Saya berkata padanya bahwa orang tuanya mati muda. Ann memberikan setengah dari bagiannya kepada saya untuk dipakai memelihara dan membesarkan anaknya. Law-ton?" "Saya tidak tahu. Dia akan melanjutkan profesinya. "Kelihatannya orang baik-baik. Karena itu saya—saya berkata saya mau menolongnya. dan menunjukkannya pada Mrs. "Tidak. Lawton menggelengkan kepala. Dia bilang dia sedang hamil dan laki-laki itu tidak bisa. Ke-mudian berkata dengan lembut. "Saya tidak pernah berjumpa dengannya. Kami tinggal di Lincolnshire waktu itu.." "Oh. Semenjak itu dan seterusnya dia menarik diri untuk memulai kehidupannya lagi sendirian. 19. Dia dulunya seorang guru sekolah dan pekerjaannya baik sekali. Tetapi saudara perempuan saya itu datang menemui saya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Saya kira.

selamat malam. Di bagian luar toko itu ada deretan-deretan buku yang lazim ada di toko buku. diaterlambat. Tujuan saya adalah sebuah toko buku kecil yang kotor di sebuah jalan samping. "Omong-omong.. Di sebuah bangku di pojok ruang» terkurung oleh buku-buku. Orang itu adalah Mr." kata Mrs." kata Mrs. mengulum sejcnis permen waktu berbicara. masih utuh. "Anda harus pergi ke atas dan melihat sendiri. fosil—Antartika ada di lantai dua." "Dia tidak berkata pada Anda apa itu?" "Tidak. Seperti^seorang yang telah mencoba menguasai buku-buku itu» tetapi kenyataannya bukubuku itulah yang jelas-jelas telah berhasil menguasainya. lebih jelas terlihat bahwa buku-buku itulah yang memiliki toko dan bukan sebaliknya. Melihat sedikit kesan bingung pada wajah Hardcastle. "Dibesarkan di desa. saya kira sebentar lagi dia pulang. "Apakah dia sahabat karib keponakan Anda?" "Yah. tidak begitu. Wajahnya yang rata dan lebar itu amat mirip seekor ikan. Ah. yang mundur sebelum diserang oleh bukubukunya.Berdasarkan pengalaman inspektur itu." Dia sendiri melihat foto itu lagi dan berpikir. Gadis vang berpapas-an dengan dia di jalan! Sekarang dia tahu mengapa gadis itu membuatnya berpikir tentang sepatu. tidak begitu cantik. dia bilang tidak apa-apa kalau ditun-da. Gadis itu bahkan ragu-ragu. Dia bilang ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan dia ingin bertanya pada Sheila mengenainya. Memang perlu menyelinap» sebab buku-buku yang disusun dengan sembarangan itu dari hari ke liari makin bergeser menutupi jalan masuk cfari luar. bahkan beberapa buku yang tergolong peninggalan aristokrat yang halaman-halamannya.. Rosemary dan Sheila? Saudara Anda atau Anda sendiri?" "Sheila adalah nama ibu kami. Kenangan yang romantis? Atau—sesuatu yang lain sama sekali?" NARASI COLIN LAMB Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road dan membelok masuk ke jalan-jalan yang simpang-siur." "Aneh. Yah. Rosemary adalah pilihan saudara saya. dan telah membicarakan kebingungannya bagaimana dia . tidak jauh dari British Museum." Sama-samar muncul gambaran yang lebih jelas dalam ingatan inspektur itu.rYah. Untung hanya ada satu jam di ruang ini. Dia mengenali saya» sorot matanva yang seperti ikan itu melunak sejenak dan dia mengangguk. pikimya masam. Dia mem-bayangkan apa kiranya yang hendak dikatakan gadis itu. Lawton mungkin benar. "karena toh keponakan Anda belum pulang—" Giliran Mrs. Lawton. Dia bagaikan Raja Canute dalam dunia buku". saya harus pergi. Jarak antara rak-rak buku begitu sempitnya» sehingga Anda hanya dapat berjalan di antaranya dengan susahpayah. duduk seorang lakilaki tua yang memakai topi beibentuk kue pie. Ada bertumpuk-tumpuk buku yang terletak di atas meja.-san—yang Anda ingin tinggalkan untuk Sheila?" "Saya kira tidak. Penampilannya menunjukkan bahwa dia telah kalah dalam pei tarungan yang tidak seimbang." "Saya mengerti. Saya sudah membongkarnya» tetapi belum sempat saya atur/1 Anda akan menemukannya di pojok. sepatu-sepatu balet. Soloman. Kadangkadang harus antri bis dan Hotel Curlew lumayan jauh dari Esplanade. Kelihatannya dia hendak berbicara dengannya. "Mereka masih berpikir dengan cara yang kuno. Seorang gadis biasa. Dia bilang besok saja. Lamb. yang sedang memegang sebuah sepatu dengan tumit runcingnya yang telah copot." ." kata inspektur itu. mereka bekerja di kantor yang sama.. Segala macam toko aneh ada di sana. Di dalam. Dia biasanya menelepon kalau terlambat. Dia datang kemari untuk menjumpai Sheila sore ini dan dia menunggu sebentar tetapi kemudian dia bilang dia tidak dapat menunggu lebih lama lagi. akan membuat semuanya jauh lebih sulit. Tetapi penjelasan yang baru saja dia berikan pada Mrs. Kelihatannya kartu itu betul-betul mewakili seorang agen asuransi palsu yang telah meletakkannya di saku orang tersebut. dan jelas-jelas bisa mengalahkan sebuah tangan yang kuat yang tak mampu mengaturnya. Tidak ada—tidak ada pe. sebuah rumah sakit boneka. "Sheila belum menelepon. ucapan tersebut terasa sedikit ketinggalan zaman. pemilik toko tersebut. Dan itu. saya heran mengapa dia begitu kepingin menemui Sheila malam ini. "Sangat mengherankan. Romantis. 6d. Sebenarnya." Ketika inspektur itu membelok dari pintu gerbang menuju ke jalan dia berpikir. biar-lah. "Ada sesuatu dalam bidangku?" tanya saya. Di mana-mana buku-buku berserakan dan menguasai tempat» beranak» berlipat-ganda. atau mungkin juga terpengaruh oleh fakta bahwa orang itu memiliki sebuah kartu di sakunya yang mengan-dung sebuah nama dan alamat yang jelas-jelas adalah palsu.dapat pulang dengan sepatu seperti itu. Tentu saja. kata inspektur itu dalam hati. Dia memandang jam tangannya lagi. Dia dan Sheila tidak betul-betul berteman. dia menjelaskan. Tidak begitu cerdas. Mr. "Ya. buku-buku literatur lama." "Yah. Untung saja Edna tidak menunggu. "Dia itu salah seorang gadis dari kantor. Jika dia memerintahkan buku itu untuk mundur» sudah jelas dan tak mungkin buku itu mau melakukannya. Lawton. Anda tahu di mana letaknya. "Maksud saya. Novel-novel kuno. "Saya tidak boleh mengganggu pekerjaan me-masak Anda lebih lama lagi/' katanya." pikir inspektur itu. Padahal saudara saya sama sekali tidak romantis ataupun sentimentil. Lawton. tetapi dia adalah gadis yang agak membosankan. dan akhirnya sampai ke tempat tujuan. sebab kadang-kadang profesor itu me-mintanya tinggal untuk makan malam. Apakah dia orang baik-baik? Dia malahan mengasumsikan sebaliknya. "Rosemary—hm. Mungkin dia telah mengasumsikannya tanpa sadar. kendati Hardcastle sendiri tidak menge-nalinya. toko-toko makanan asing.. Biologi laut. tetapi bibir Mrs. Gadis ituiah vang menerimanya di Biro Cavendish dan gadis ituiah. Masih soal rumput laut dan sejenisnya?" "Betul. siapa yang memilih nama baptis keponakan Anda. Lawton mengucapkannya dengan biasa. Saya mendapat sebuah kiriman bani kemarin dulu. Is. Gadis itu mengenali dirinya ketika dia melaluinya di jalan. yang terletak di antara New Oxford Street dan Covent Garden. Memang arteh nama itu. ataupun sampulnya. Hardcastle ingat. Rosemary untuk kenangan. Sambil keluar dia bertanya. Apakah dia ingin menjelaskan mengapa dia mendatangi Sheila Webb atau apakah gadis itu berpikir bahwa Hardcastle mengharapkannya untuk mengatakan sesuatu? Dia bertanya. toko barang-barang antik. dengan sedikit terkejut. ketika dia keluar." kata Mrs. Lawton.. bahwa dia tidak pernah memikirkan korban pembunuhan itu dengan cara yang sama. Saya menyelinap masuk ke dalam. atau kapankapan. Saya menghindari daya persona rumah sakit boneka dengan bermacam-macam mata gelas berwarna biru atau coklat. berbagai macam jenis buku yang berlabel 3d. Lawton yang melihat jam di atas perapian. Mrs." . Dia punya janji dengan seseorang.

Pak.." Saya menunggu untuk melihat apakah Bung Tua itu akan memperbesar topik tersebut. sejarah alam. ya. saya mulai dari Crescent. dan rok hitam serta mantel tanpa lengan dengan corak bergaris-garis yang agak tidak pantas." katanya. "Tetapi saya tidak mau pindah ke tempat lain sekarang.. yang pada sandaran tangannya terdapat sebuah meja baca atau tulis model kuno yang dapat diputar ke samping. Saya berkata. tetapi kelihatannya. "Itu menghina." "Ya. Di lantai dua terdapat Orientalia (buku-buku mengenai kebudayaan Timur). Kan sudah kukatakan padamu sebelumnva. kesehatan» dan cerita-cerita klasik Prancis." kata Kolonel Beck. Hanya dugaanmu ini saja yang kelihatannya tidak jalan. Ada suatu kebetulan yang mungkin—hanya mungkin — berarti sesuatu. bukan?" katanya tanpa menyapa dulu. saya akan menyuruhnya masuk. Kau biasanya keras kepala. Pak. Saya menemu-kan diri saya berada dalam sebuah ruang depan dengan dinding bersih bergambar sapi-sapi Highland. Ada kaitannya?" "Saya belum tahu. Dia punya sebuah kartu dengan nama dan alamat palsu di sakunya." "Jelaskan dirimu. Kelihatannya. "Kamu. Kolonel Beck justru berhenti. "Oh. "Ya. Menarik. maksud saya. Dia tidak menye-nanginya. "Jadi kamu datang juga akhirnya?" katanya. Saya masuk melalui sebuah pintu di ujung ruangan ke dalam sebuah ruangan lain yang pcnuh asap rokok." Dia menggelengkan kepalanya memandang saya.." "Siapa yang dibunuh?" "Sekarang masih belum tahu. sudahlah. Tidak akan berhasil. Nah. "Kau mestinya tidak berbicara kepadaku seolah-olah aku ini masih anak kecil." kata wanita itu." "Salahmu sendiri. Di situ terletak berjilid-jilid buku yang disebut "janggal** atau "aneh". memakai kaca mata model kuno. "Mr. Sesudah pandangan mata saya yang pedih mulai terbiasa. untuk apa kau kemari? Datang untuk minta izin menyelidiki Wilbraham Crescent—di mana pun letaknya tempat yang aneh bunyinya itu?** "Letaknya di sebuah tempat bernama Crow-dean. Ya. sementara kau terus asvik berpikir. Beri sava fakta-fakta-nya. Tetapi untuk apa kau kemari? Tidak biasanya kau minta izin." "Dan kau mencurigainya! Atau kau tidak begitu?" "Saya tidak yakin. Colin. menyibakkan gorden yang menutupi sebuah pintu. Lebih baik kau masuk ke dalam dan membereskannya. Pak." "Kau perlu waktu lebih lama lagi. **Kau harus berusaha dan bekerja lebih baik.. yang sebenarnya bukan Prancis betulan. "Permtsi. Itu adalah salah satu favoritnya. yang terdapat di bagian belakang toko." kata saya. Saya melewati semuanya dan naik ke lantai tiga. digolong-golongkan dengan agak tidak keruan." kata saya.Saya mengangguk dan menyelinap ke atas melalui sebuah tangga kecil yang agak reyot dan sangat kotor. Lokast yang sangat bagus. "Sudah menyelidiki semuanya?" tuntutnya. Colin. Di sini buku-buku tentang arkeologi. Saya menggerakkan pengetuk pintu itu dengan hati-hati dan pintu itu dibuka oleh seorang wanita setengali baya beram-but kelabu. itu tidak bagus. dan sebuah pintu dengan pengetuk pintu yang mengkilat di atasnya. "Dan jangan panggil aku Nanny." "Saya tahu. dan menemukan tujuan saya selanjutnya yang terhalang oleh dua orang mahasiswa yang berlainan jenis sedang asyik beipelukan dengan mesranya. Sekarang ini mereka menyim-pannya dalam lemari es—seperti barang-barang lainnya. Kau tahu itu. "Hampir. saya dapat melihat tubuh gemuk atasan saya sedang duduk di atas kursi tua yang besar. Mereka berdiri di sana." "Jangan berbelit-belit. Tetapi kami tidak dapat menunggu selamanya. Dia adalab orang yang suka menentang.." "Saya juga tidak berpikiran kalau maksudmu itu adalah toko-toko roti dengan roti udang Prancis di dalamnya." kata saya." kata saya mulai menjelaskan. jelaskan dirimu. bukan?" "Saya perlu waktu lebih lama lagi." "Hm. Seperti yang saya katakan pada Anda. "Baiklah. seperti seorang pengasuh tua yang sedang menghadapi seorang anak yang mengece-wakan." "Ah! Yah." "Sava mengakui itu hanya dugaan saja. tetapi dapar ditemukan oleh para ahli. Saya berjalan menerobos kerumunan mahasiswa. mendorong meja bacanya ke samping." "Sudah waktunya kau tumbuh dewasa." kata saya. dan pendeta-pendeta. Nak. dan berbagai jenis buku lain yang menarik. mengitari sebuah lemari buku. Ya. lupa sekelilingnya. sehingga sulit untuk dapat melihat apa-apa. kemudian memutarnya pada lubang kunci dan masuk ke dalam. "Dapat sesuatu?" "Tidak." kata saya. Rumah-rumah di Crescent." "Kebetulan ada seorang laki-laki terbunuh di Wilbraham Crescent. Kau masih berpikir. ya. Di ruang ini ada sebuah pojokan kecil bertirai yang menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat umum. buku-buku kesenian. Tetapi melihat saya mengharapkannya untuk berbicara terus. Selesai dengan tempat-tempat minum itu?" "Ya.. Betul-betul bulan sabit!" "Saya masih berpikir. di mana di atasnya terletak sebuah buku tebal yang besar sekali dan memandang saya dengan gusar. "Dia menanyakanmu kemarin. "Pekerjaan-pekerjaan terbaik yang pernah saya lakukan adalah berdasarkan dugaan-dugaan. Beberapa dari tempat-tempat itu sungguh-sungguh menyanjung roti Prancis buatan mereka. tidak ada alasan mengapa tidak." Dia meletakkan teleponnya kembali dan mengangguk ke arah saya. Pak. bukan?" . mengangkat tele-pon di atas meja. dan mengambil sebuah kunci dari saku saya. Sepuluh mil dari Portlebury." Dia menekan sebuah tombol. Saya masih harus menvelidiki sedikit lagi. ko-lonel-kolonei tua." sambil mendorong mereka kuat-kuat ke samping. Nanny (panggilan anak kecil pada pengasuhnya). Kalau dipikir-pikir. Kolonel Beck melepas kaca matanya." "Subjek penyelidikan adalah Wilbraham Crescent. Itu sebabnya mengapa semua makanan hambar sekarang ini. dan berkata. saya tahu. "Memang tidak ada buniknya. melangkahi berbagai macam kotak berisi buku yang terbuka di atas lantai.

" "Dia punya seorang istri. Kolonel Beck tiba-tiba tertawa kecil. Berapa lama kau menge-nalnva?" "Tidak ada—maksud saya—yah—memang ada seorang gadis yang menemukan mayat itu." kata saya." "Diana? Hm. "Dia mena-brakmu. siapa sebenarnya orang-orang ini?" "Mereka adalah orang-orang yang kebunnya berdampingan atau menyentuh kebun rumah tempat pembunuhan itu terjadi. meskipun penuh risiko. Dan dia juga punya istri di Swiss. untuk me-j ngangkut sesosok mayat ke dalam nomor 19 pada waktu yang tepat di siang hari. menangis dalam pelukanmu dan mence-ritakannya padamu." "Bagus sekali." kata saya. Kau ingat Pendleton? Dia punya istri dan anak-anak. Omong-omong.*' "Menarik. Pendleton juga punya seorang istri di Jerman. bukan?" kata Kolonel Beck. "Mau rokok?" Saya menggeiengkan kepala. Mrs." "Apa yang dilakukannya ketika dia menemu-kannya?" "Menjerit. "Saya belum menceritakannya pada Anda.'* kau saya. bukan? Baiklah. Kau ingin menyelidikinya. meniupnya dan memandang saya. sekarang aku ingat. ada apa?" "Ada dua orang yang ingin saya ketahui datanya. Tidak punya ide di kepalanya kalau suaminva itu sesungguhnya bukan seorang agen buku-buku Timur betulan. Coba pikirkan. Anakku! Seks muncul seperti biasanya. Wanita paling bodoh yang pernah kutemui. Tinggal di Wilbraham Crescent No."Betul. "Tentu saja mungkin." Beck mengambil uang logam yang kotor kena tanah itu. Tentunya bukan karena gadis yang kautabrak di Crowdean. "Seorang istri yang cukup baik dan dua anak yang suka ribut-ribut—laki-laki. "Saya sangat senang mendengarnya." kata saya tajam. Ada yang lain lagi?" "Aku tidak yakin. Mengha-biskan waktunya di kebun. "dia tenggdam dalam kesibukan mengurus kucing-kucingnya. Namanya Mc-Naughton. Ini. Orang Skot. Apa yang dikerjakan-nya. Itu semata-mata hanya sebuah kemungkinan. dan sepasang anak perempuan." kata sava. atau sesuatu seperti bulan sabit atau bulan?" "Bukan." kata Kolonel Beck. Mengapa kau tidak pergi dan mencoba peruntunganmu di sana?" "Saya sudah pernah ke sana. "Pergllah ke pemeriksaan itu." "Aku tidak perlu cerita. "Sekeping Heller Cekoslovakia? Di mana kau menemukannya?" * "Bukan saya. kan?*' "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. Pak. sayakhawatir saya memang begitu. mungkin saja. Dia bilang tentu saja mereka hanya sebagai kamuflase. ingatlah bahwa itu mungkin saja. Kami akan memasukkan mereka dalam mesin untuk meyakinkan." kata Beck menghargai." kata Beck. Seluruh cerita itu kedengarannya sangat mustahil bagiku. mungkin juga bukan. Yah. Ramsay i ini. "Korban pembunuhan itu." Kolonel Beck mengi-baskan rokoknya. Hemming ini?" "Tidak ada." "Yah." kata saya. yang saya ulurkan padanya." "Tinggal sendirian?" "Ya. "Coba lihat ini. "Kau selalu sudah punya jawabannya." "Anda bah kan belum mendengarnya. Sering pergi ke luar negeri." Dta menambahkan sambil berpikir." "Nah. gadis yang kau minati itu mungkin adalah pembu-nuhnya. Bagaimana halnya dengan nomor 19 sendiri?" "Seorang wanita buta. Dia bekerja di sebuah institut untuk orang buta dan dta telah diselidiki dengan cermat oleh pihak kepolisian lokal. Seorang wanita bernama Mrs." "Pasti akan ditangguhkan. Sebetul-nya Wilbraham Crescent No." Dengan mengeluh Kolonel Beck menarik kem-bali meja bacanya ke posisi semula. Kata orang dia seorang insinyur bangun-an." kata Kolonel Beck. Begitu. Setengah baya." "Kedengarannya seperti sebuah teka-teki Prancis. **Ada sebuah pub bernama The Rising Moon di jalan di sebelah jalan ini. bekas gurusekolah. kalau begitu. "jika pembunuhan itu dilaksanakan oleh salah seorang dari orang-orang lainnya ini.'* "Satu dari sepuluh kemungkinan yang ada. Aku tidak tahu siapa istri-istrinya itu—miliknya sendiri atau hanya sebagai kamuflase saja. Itu ditemukan di kebun belakang nomor 19. cuma itu. "Ya?" "Sebuah rumah bernama Diana Lodge. Anakku. bagaima-napun juga." "Sebuah penyamaran yang sangat bagus.*' kata saya. "Terima kasih —tidak ada waktu hari ini. 62. mengeluarkan sebuah bolpen dari sakunya. kau ingin tahu tentang Mr. Pensiunan dosen. Dan ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan pada Anda. dan carilab gadis itu. "Di mana letaknya mayat pamanku? Di kebun sepupu bibiku.*' kata kolonel itu." "Saya senang mendengarnya. Ada sepasang suami istri di nomor 63. "Siapa ini?" tuntut Kolonel Beck." kata Kolonel Beck." NARASI COLIN LAMB . yang tinggal di sana." "Kembali lagi ke Crowdean?" "Ya. kan?" "Tentu saja bukan. Tidak ada alasan untuk mengira bahwa dia dan istrinya bukan orang baik-baik—tetapi—" "Baiklah. Istri yang sangat baik." Saya memberinya beberapa foto kepolisian pilihan. "Hati-hati dengan langkahmu. Hemming dan sekitar delapan belas ekor kucing tinggal di sana. Betul. 20. maka hal itu akan sa-f ngat'mudah. atau Artemis. Ada pemeriksaan yang harus saya hadiri. Sudah?" "Belum." kata saya dingin." "Nah. "Ada seorang laki-laki bernama Ramsay." "Dan bagaimana pendapatmu tentang orang-orang lainnya ini?" "Pendapat saya adalah. "Pola macam itu telah dikenal. kau mungkin mendapatkan sesuatu dari keyakinanmu yang teguh pada bulan sabit dan bulan terbit. "Dewi ( Bulan! Diana Lodge. menu-rutku. *Kami akan memeriksanya. Apakali namanya Diana. di salah satu rumah lainnya yang telah saya sebutkan tadi. Bagaimanapun juga.

" "Seseorang harus mempunyai kebijaksanaan." kata saya. Tuan. Ya. "sebab ayahmu dapat menceritakan beberapa hal yang sangat menarik. Itu kan pepatah tentang nyonya-nyonya tua yang mencoba untuk kelihatan lebih muda daripada yang sebenarnya. mungkin juga betul." kata Poirot. Alia. kendati itu tidak perlu. kadang-kadang beiiau agak sedikit tettekan." Saya merendahkan suara saya. Kau adalah serigala berbulu domba. Dia memakai bukti-bukti dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang Iain." Dta mundur dan menyilakan saya masuk ke dalam ruang itu. "dan bagaimana kabar teman baikku. Saya naik ke lift dan menekan bel nomor 203.Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya mengunjungi Whitehaven Mansion. "Kau bolch menyebutnya begitu. Tetapi sesungguhnva." "Ya. Jika kau ingin bunga yang terbaik. tetapi Poirot adalah satu dari orang-orang pertama yang merasakan dtnginnya musim gugur* dan mengambil tindakan pencegahan ter-hadapnya. aku tahu. kupikir namaku sendiri mungkin menyebabkan timbulnya kesalahpa-haman. Jadi. "Aku tidak. Hercule Poirot. Beberapa ta-hun yang lalu bangunan itu adalah sebuah gedung yang menonjol. ayahmu?" "Ayah baik-baik saja. D atas meja di sisi kirinya terdapat lebih banyak buku lagi. "Dan bagaimana dengan dia?" George merendahkan suaranya. Tapi. tentu saja. Tuan. "Ah. jerat yang sangat jelas dan orang-orang yang ingin ditangkapnya akan berkata *itu terlalu jelas. Aku selalu mengaguminya. dan sebuah sedotan yang diletakkannya di dekat siku saya. dengan tanaman-tanaman hortikultural?" "Tiap orang kelihatannya mengarah ke sana pada akhirnya. Bukan otot yang hendak kulatih. saya berkata. "Hanya saja dalam bidang seperti pekerjaanku." kata Hercule Poirot." kata saya. metodenya sangat menarik bagiku. Tisane pasti. kalau begitu." "Tetapi berhubungan. Dia menyilakan saya duduk dan menawari saya tisane. "Kupikir aku harus membe-rimu selamat atas keberhasilanmu yang agak menakjubkan baru-baiu ini." kata saya. George. sedang duduk di kursinya yang besar di depan peraptan. George masuk pada saat yang tepat. Dia berjalan ke arah saya. Aku mengaguminya. "Mr. Dia selalu langsung pada sasaran. beiapa dalam daun seledri itu telah tengge-lam di dalam mentega. Akhir-akhir ini aku merasa sangat membutuhkan sebuah pei-soalan. "Sangat sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya—atau chrysanthemum. "Saya pikir. Cocok. Pintu dibuka oleh seorang pelayan laki-laki yang penampilannya tak bercela. Memandang begitu banyak macam buku di sekelilingnya. meskipun kau harus bekerja di balik layar. ya—tapi tidak pernah lagi. "Sekali saja dengan sayuran itu. Begitu. Pendek. Tidak mungkin betuP dan kaienanya mereka jatuh ke dalamnya!" Saya tertawa. dan mudah diingat. Yang jadi masalah adalah harus ada sebuah persoalan. Teman saya." kata saya. Sebuah se-nyum tersungging di bibirnya. Kebanyakan para ayah suka duduk. mengapa tidak pergi ke toko bunga? Kupikir Inspektur yang hebat itu akan menulis pengalaman-pengalaman-nya?" "Dia pernah mulai. bidangku tidak persis sama dengan bidangnya. saya mene-bak. bahwa gedung itu baru saja mendapatkan wajah baru. Kamu. untuk melengkapinya sampai tuntas." kata Poirot. Ada sebuah pepatah atau sebuah peribahasa. Memang tidak menguntungkan. jadi kamu. bukan itu yang ingin kubicarakan de-nganmu di sini. aku sangat menghormati ayahku. Temanku! Temanku yang masih muda—Colin. "Berhubungan dekat dengannya. bukan. saya sehat-sehat saja. ya. Tuan. Tuan. Colin Lamb." kata saya. Kuharap aku dapat sebaik dia." Saya mengangguk dengan penuh simpati. Colin! Sudah lama sekali Anda tidak kemari." "Baik. bukan. Dia akan memasang jerat." kata saya. Dia sangat suka minum tisane dan sering mendesak saya agar meminumnya. kan?** '*Tidak juga. George?" "Syukurlah. aku tidak ingat sekarang ini musim apa?" "Dia menyibukkan diri." kata Poirot. "dengan kepribadianku. ya? Musim-musim begitu cepat berlalu. sedangkan dia tidak. sebuah gelas. udara hangat. "Jika Anda sudi berjalan lewat sini. kataku pada diri sendiri. kau tahu." Dia membuka sebuah pintu dan berbicara dengan suara yang jelas "Mr Colin Lamb sudah datang. asyik dengan pena mereka. Bukankah begitu? Affaire Larkin. "mengagumi ayah sendiri sudah tidak mode lagi sekarang. Di kedua belah sisinya di lantai ada etumpuk buku-buku vang disusun rap . Itu tidak coeok buatmu. yang segera saya tolak. apa pun per-soalannya. tetapi Poirot sudah berdiri di atas kakinya. Tidak. dengan sebuah tempat wiski. Dindingnya dicat lagi dengan warna kuning dan hijau pucat. dengan tangan terbuka lebar. saya menemukan. yaitu terlalu menyangkut nama ayahku. Tentu saja. Kau tahu. memakat sepatu kulh yang berkilau-kilauan. Sesuatu tentang domba berbulu domba. mefainkan sel-sel otak." . Mungkin seperti Sherlock Holmes." "Sampai sejauh ini masih baik-baik saja." Dia terbatuk-batuk kecil. Apa kabar. Sekarang ada banyak gedung lain yang lebih mengagumkan dan bahkan lebih banyak lagi bangunan modern yang berdiri di kedua belah sisinya." kata Poirot. Tetapi mengapa me-nyebut dirimu dengan nama Lamb? Coba kupi-kir. Tuan—*' Dia membawakan topi saya. "Dan apa kesibukanmu sekarang?" saya bertanya pada Poirot. "Kelihatannya kau sedang mengadakan sebuah penyelidikan kecil?" Poirot mengeluh. "Yah. Tidak peduli." kata saya. aku tahu. sederhana." kata saya memuji diri sendiri. Saya melihat bahwa satu batangan besi dari pemanas listrik berbentuk segi empat yang ada di situ menyala merah. Di dalam. sebab dia sudah berbicara dengan nada hati-hati sejak awal pembicaraan kami. dan mengingat semua hal kotor sebisanya dan menulisnya dengan rasa puas. 'Tolong sebut saya sebagai Mr. yang baik itu." "Tentu saja. kuganti Lamb. Minuman itu rasanya memuakkan dan baunya ta am "Jangan bangkit. "tapi dia pikir terlalu banyak hal yang harus dirahasiakan se-hingga akhirnya dia berkesimpulan bahwa apa yang dimasukkan pasti kelihatan terlalu jinak dan sederhana sehingga tidak pantas untuk ditulis. "Tetapi ada beberapa hal lagi yang ingin kuketahui." "Aku tidak yakin tentang itu. Tangan kanannya memegang sebuah cangkir yang mengepulkan asap. Saat itu baru awal September.

" "Maksudmu kasus-kasus seperti kasus Bravo. Sebuah persoalan karenapenggantian wanita pembersih yang lama dengan yang baru—yang mengajak. aku di sini tenggelam dalam berbagai macam contoh fiksi-fiksi kriminal dt sebelah kanan dan kiriku. Hampir begitu. Aku berusaha menerapkan jawaban-jawabanku pada mereka. Bagaimana mereka bisa ada di sana? Bagaimana caranya mereka berada di sana? Aku tidak makan jeruk. yang berbelit-belit dan jelas. > "Terus kita akan mengambil Petualangan Arse-ne Lupin" Poirot meneruskan. tidak mudah didapat. Tetapi itu terlalu gampang. Tetapi seseorang tidak perlu memakat sebilah pedang panjang untuk memotong tali pengikat sebuah paket. betul-betul melawan perin-tah. Cyril Quain. peta-peta jalan pintas. kekuatannya. dan temanmu juga. dia cukup bodoh untuk membuat detektifnya orang Finlandia. Memuaskan. Hannah." kata saya." "Seperti katamu." "Dan kau memecahkannya?" "Aku memecahkannya. Aku cukup yakin dengan pikiranku pada apa yang akan merupakan jawabannya. yang disembunyikan dengan kata-kata secara hati-haji dan cerdik. Aku mengerti. itu cukup merupakan sebuah persoalan. kehidupan-nya! Mereka memang tidak masuk akal. semuanya menjadi jelas bagiku. Tetapi itu bukan tidak jujur. kita dapat ber-harap bisa menanyakan beberapa pertanyaan yang diperlukan kepada berbagai orang yang terlibat. Ada humornya. "tidak ada sesuatu yang betul-betul menegangkan yang terjadi dalam bu-ku-bukunya. karena masih muda waktu itu. "Aku menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam misteri nyata dalam hidup yang tak terpecahkan. "Tetapi per-soalan-persoalan. dia adalah seorang ahii." Saya berpikir sendiri. Semuanya harus jelas pada saat puncaknya. dan jelas-jelas dia tidak tahu apa-apa tentang orang Finlandia maupun negaranya. "Betapa fantastik. Aku bekerja dengan menelusur ke beJakang." Dia mengeluh. kukira. Meskipun kedengarannya tidak menarik. dan bertahun-tahun kemudian dia telah banyak mem-pelajari hal-hal yang tidak diketahuinya sebelum-nya." "Dan pern bantu wanita itu. hanya itu." "Dia adalah penulis yang sangat membosankan jika aku tidak salah. mungkin. "Dari kehidupan nyata aku beralih ke fiksi. "Aku sudah lupa bagian-bagian tentang gadis-gadis cantik itu. bahwa kerendahan hati pastilah bukan merupakan kelebihan Hercule Poirot. Tidak perlu diragukan lagi. tetapi mereka meyakinkan. Secara keseluruhan ada kebenaran. kurasa mereka sudah mati semua sekarang. Motif sebenarnya yang terletak di balik perbuatannya men-cekik adik laki-laki yang masih kecil selalu merupakan teka-teki. Nada bicaranya kedengaran sedih. pelajaran-nya." katanya. temanku Colin. Kemudian ada seorang remaja yang tidak beruntung." kata saya. sama sekali tidak bangga. dalam pikiranku aku tahu siapa yang membunuh Charles Bravo. Gambar-an-gambaran yang terinci dan berlebih-lebihan dari kecantikan Eleanor yang mempesona bagai emas dan kecantikan Mary yang lembut bagai rembulan." "Mengecewakan. dan. betul-betul sebuah kla-sik! Aku mengaguminya dari awal sampai akhir. "Dan apa yang kulakukan berikutnya?" Ianjut Poirot. Itu—ah. Susahnya. kuingat. Adelaide Bardett. Ya. Kadang-kadang lebih dari satu. "Betul-betul sebuah karya luar biasa." kata Poirot. "Dan ini adalah Misteri Kamar Kuning. Ada perbedaan setebal sehelai rambut. Ariadne Oliver dan memungut buku lain. Apa yang lebih diperlukan lagi adalah. Bukan. Colin sayang. jadwal kereta api." kata saya. Saya menebak bahwa akhir-akhir ini dia tidak merniliki teman untuk diajak berbicara dan hanva bisa menikmati suaranya sendiri saja. "beberapa karya awal Mrs." kata Poirot. salah satu anaknya. "Aku adalah orang yang rendah hati. seperti sering kali kulaku-kan sebelumnya. dan lain-lain?1' "Tepat. tetapi belum demikian." "Dan kukira kau selalu berhasil. "Betul." Saya merasa telah membiarkan diri saya untuk mendengarkan kuliah. kecuali mungkin hasil karya Sibelius. Teman wanitanya mungkin tei libat. Ini—" dia memungut buku yang diletakkannya di lengan kursinya ketika saya masuk." Saya menggelengkan kepala dengan serius. sekarang hampir dilupakan/* Poirot melompat dua puluh tahun atau lebih. dia membuat deduksi-deduksi yang bagus kadang-kadang. sebuah studi psikologi yang hebat. yang mengatakan bahwa itu tidak juju. Memang betul Kamis lalu aku mendapatkannya. begitu nyata digambarkan. Sekarang dia juga sedikit lebih percaya pada topik senjata api. Dan. kurasa. "Centanya mengagumkan. Pendekatan yang begitu logis! Ada kntik-kritik-nya juga. "Aku juga sudah membaca. Dia kebetulan adalah temanku. "Pada akhirnya persoalan itu tidak menarik sama sekali. juga pembunuhnya." Dia mengulurkan buku itu pada saya." kata Poirot. Cyril Quain. tentu saja. dan Iain-Iain. Tetapi dia memiliki jalan pikiran yang asli." "Aku harus membacanya lagi. tetapi tidak penting. dia mungkin telah memiliki seorang teman pengacara yang 4 telah menempatkannya pada posisi yang benar dalam bidang hukum. Ariadne Oliver. mon cber. rute-rute bis. adalah Kasus Leavenworth. Munculnya tiga potong kulit jeruk kering di tempat payungku secara tidak beralasan. dalam hal alibi." Dia mengesampingkan Mrs. "—ini. penyamaran. Quain. dan melodramanya yang disengaja. Poirot melanjutkan. Kau lihat. Ah. juga!" Dia meletakkan Petualangan Arsene Lupin dan memungut buku lain. Ada juga mayat. Saya menenangkan diri untuk terus mendengarnya. Tetapi yang penting selalu atibinya. Constance Kent." kata saya. Misalnya prosedur poll si. betapa tidak nyatanya. "Sekarang Mr. "Orang menikmati suasana zamannya. Tetapi tidak bagiku. Kejadian-kejadian di dalamnya sangat mustahil. Mr."Supaya bisa tetap berfungsi. bukan. Bukan. Aku tidak seluruhnya setuju dengan hasil karyanya. tetapi hal itu membutuhkan usaha yang giat juga untuk membongkar kebohongan. tetapi dia bukan seorang pengha-sut dalam kasus ini. Poirot memang jujur. untuk menyoroti pekerjaan pengarang-pengarang lama. Begitu aku selesai membaca kasus itu. Jangkauan tangan kebetulan terlalu sering diterap-kan. Juga tidak mungkin ada tamu yang membawa tiga potong kulit jeruk. . "Enfin" kata Poirot. Aku akui aku menikmati penggunaan alibi ini. ketika orang-orang itu bertemu di sudut ketiga lorong itu. Dan bayangkan vitalitas yang ada pada mereka. George tidak akan meletakkan potongan-potong-an kulit jeruk tua di tempat payung. Aku menikmati usaha untuk menemukan kele-mahan Mr. Dan tentang Lizzie Borden." Dia meletak-kannya dengan khidmat.

Bah. tidak selalu. ketegangan." Saya tertawa." Sekali lagi dia mengambil sebuah t&uku. Kau tahu. di mana selalu terjadi revolusi. secangkirteh bagiku. menyandarkan dirinya." kata saya." Poirot berhenti. Si anjing membunuh seekor kelinci atau seekor tikus dan dia membawanya dan meletak-kannya di kaki tuannya. Keindahan bahasanya. seorang penulis cerita seram yang luar biasa. kenyataannya. Dokter Watson. dan di balik itu semua. dan bergumam. Rumah-rumah besar dari batu di New York itu. bukan Sherlock Holmes! Pengarangnya. Semua begitu mengeri-kan. Dia mengusap-usap kumisnya dengan rasa sayang. non." katanya." Dia meletakkan Mr. Mereka lebih sedikit menjelaskan tentang suasana dan sedikit saja dibebani oleh keadaan ketimbang kebanyakan penulis Prancis. kupikir kau mengibaskan ekormu."Tidak selalu. "Apakah aku mengibaskan ekorku?" "Kupikir ya. tidak mungkin terjadi dalam hidup. Kisah-kisah tentang Sherlock Holmes ini adalah jauh dari kenyataan. lebih imajinatif daripada tuh'san-mlisan Inggris. Sekarang coba arnbil Louisa O'Malley misalnya. Dia betul-betul hebat. Pada buku-buku Mr. Dick yang malang. sesudah beberapa lama orang akan menyadari bahwa bukunya yang satu hampir sama dengan yang lain. adalah seorang ahli anggur. sekarang. pada buku-buku Gairy Gregson terlalu banyak yang terjadi." "Itu tidak terbatas pada Amerika Selatan saja. "Seorang tuan. "biasanya sering berbaik hati pada anjingnya." "Begitu? Sebuah persoalan pembunuhan vang rumit. kukira. itu betul-betul merupakan sebuah kemenangan. "terjadi setiap hari." kata Poirot. tetapi mari kita tidak mendiskusikannya sekarang. Ah. jelas-jelas karena suatu ide yang berhubungan dengan kenyataan. Tetesan darah—mayat —jejak-jejak—ketegangan-ketegangan ditumpuk "jadi satu dan ditonjolkan. itu betul-betul berbeda. kau lebih baik juga membaca buku literatur kesehatan. duduk dikelilingi ABC (buku jadwal kereta api). Motif minum-minum ini dalam buku-buku Amerika sama artinya dengan kepala Raja Charles bagi Mr. sedikit terlalu tenggelam dalam minuman. Colin. va. "Tidak. dan melanjutkan kuliahnya. penuh dengan kekeli-ruan dan kebanyakan hanya dibuat-buat. bukan secangkir teh sama sekali. mcskipun mungkin. mengisap pipanya seperti yang terlihat pada foto-fotonya. terutama penciptaan ka-rakter yang hebat itu. Sebutkan ke-inginanmu. "Aku—aku pikir kau akan menyenanginya. dengan tahun buatan dan tanggal yang betul-betul asli. AUbi-altbinya serupa satu sama Iain. "Sekarang Mr. dengan hormat. tetapi terlalu banyak penjelasannya. "Maitre!" "Sherlock Holmes?" tanva sava. Temanku Hastings yang sering kau dengar kusebut-sebut namanya itu. menarik napas. Sebenarnya aku datang untuk menceritakan padamu bahwa aku terlibat dalam suatu persoalan pembunuhan yang rumit. Quain tidak banyak hal yang terjadi. dan memang terjadi demikian. dia betul-betul sangat hebat." gumamnya senang. Si anjing. Tentu saja. seperti katamu. kejahatan yang tak disangka-sangka tetap berlangsung dengan diam-diam. "Dan kemudian—selalu ada favorit-favorit lama itu. Dia hamprr merupakan contoh kebalikan yang sempurna dari Mr. Kisah melodramatis yang diaduk dengan sebuah tongkat. kendati mereka tidak persis sama. bagiku sama sekali tidak mempengaruhi jalan ceritanya dalam cara apa pun. Dia bukan. Quain." Dia mengambil sebuah buku lagi. Louisa O'Malley ini. seperti kebanyakan penulis Amerika lain. Bradshaw Kontinental. Dia. Poirot?" tanya saya. menggelengkan kepala dan meminum sisa tisane-nya. "aku datang untuk mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda de-nganmu. Sir Artliur Conan Doyle." kata saya tegas." kata saya. apa boleh buat." "Itu terjadi. "Bukan hal sepetti itu. kemudian berkata. "tapi tidak pada-ku. Riang dan hidup." Dia menarik napas. yang aku hormati. Meskipun dia minum satu pint ataupun setengah pint yang diambilnya dari dalam lacinya. "Di mana-mana di dunia ini ada revolusi sekarang. dan bahkan mengucapkan satu patah kata saja." dia mengakui. Poirot memandangku sambil berpikir. aku membayangkan Cyril Quain sedang duduk di kamarnya. Garry Gregson. seperti yang kau ketahui mon ami. Betapa konyolnya untuk pergi dan mengubur diri di Amerika Selatan. sama sekali tidak menarik bagiku. Mereka tidak masuk akal dan sangat membingungkan. Cyril Quain. gembira sekali. menggelengkan kepala. Tetapi penyebutan jumlah arak maupun wiski yang tepat dalam setiap halaman cerita-cerita detektif Amerika. mon cher Colin." kata Poirot. Ya. wanita ini. "Kemudtan kita beralih ke Amerika. yang campurannya sangat mencuriga-kan. "Ce cher Hastings." Dia menarik napas. Enfw. Mengapa?" "Yah — " saya sedikit malu. Aku selalu menyenangi anggur merah ataupun anggur burgundy yang dituangkan dalam cerita-cerita. Mustahii untuk dihin-dari. Dia lebih mirip dengan koktil Amerika itu yang tak keruan. ketakutan yang memuncak yang diciptakannya pada diri pembacanya adalah hebat. Ada aturan dan metode dalam buku-bukunya. Dia memiliki otak. bagai-manapun juga. Temanku. dan segala macam jadwal lainnya. juga mampu membalas kebaikan tuannya. non. Sudah lama sekali sejak aku mendapat berita darinya. Tetapi seni menulisnya—ah. apa sebenarnya rumah besar dari batu itu—aku tidak pernah tahu? Apartemen-apartemen yang eksklusif itu. ketika dia mencoba menuliskan kenangannya. dan keangkuhan-keangkuhan yang menggetarkan hati." "Bagaimana halnya dengan sekolah yang ke-tat?" tanya saya. Tout de meme." "Siapa yang memasukkan pikiran itu dalam kepalamu. kejadi-an-kejadian yang beraneka macam. aku menempatkan fiksi-fiksi kriminal Amerika secara keseluruhan pada tempat yang lumayan tinggi. "Buku-bukunya adalah model yang baik bagi karya tulis yang bermutu. "Florence Elks. brosur-brosur penerbang-an." "Mungkin." "Mari kita tidak mendiskusikan bom. Aku." kata saya. Dia telah menulis paling tidak 64 buku." Dia mencomot sebuah buku dari tumpukan di sebelah kirinya." . Bahkan perjalanan-perjalanan kapal pesiar. katamu? Dan kau membawanya pada&x*. mon cher. Kupikir mereka itu lebih jenius. Poirot mengibaskan sekolah yang ketat itu seperti dia mengibaskan seekor lalat atau nyamuk yang mengganggu." "Sebetulnya. "Petualangan Sherlock Holmes. Itu bisa terjadi demikian. ada aturan dan metode pada Mr." "Ah! Kau akan segera menikah. "Jika memang harus. "Oh. Mereka terlalu berteletele. Dia pergi ke luar dan melempar bola untuk anjingnya. bukan? Aku gembira. Quain dan memungut buku lain. "Kekerasan demi kekerasan? Sejak kapan hal itu menarik? Aku telah melihat banyak kekerasan pada awal karierku sebagai seorang polisi. Dan apa yang dilakukan-nya kemudian? Dia mengibaskan ekornya.

'Apakah Anda melihat sesuatu yang mencurigakan?* dan mereka berkata tidak." "Sederhana?" saya berteriak heran. Aku mengenalinya. Biarkan mereka berbicara padamu. aku mempunyai perasaan adanya suatu persama-an. Kemudian dia bertanya." "Nah. "Aku sudah memberikan fakta-faktanya. Tapi tentunya kau tidak mungkin mengingat semuanya." "Hanya itu saja." kata saya." "Kau berbicara tanpa metode dan aturan. Bu-kankah begitu?" "Aku masih menginginkan kau muncul dengan sesuatu. Aku bilang berbicaralah dengan mereka. Jangan membingung-kan diriku. 19." kata Poirot. "Misalnya?" Dia menuding-nudingkan jarinya pada saya dengan tegas." "Jadi tidak ada yang dapat dilakukan sekarang. Kau perhatikan." kata saya. di Liege." katanya. "Itu adalah sebuah tindak keja-hatan vang sederhana. man ami." kata saya. Dan selalu dari pembicaraan mereka. Beberapa waktu kemudian.. hanya memikirkan semuanya. Betul. Aku selalu kauajari bahwa seseorang sangat mungkin sekali untuk berbaring di kursi. "Nah. sesudah menunggu sejenak. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit. Dia meracuni istrinya agar dapat menikahi seorang pengetik steno berambut pi-rang. entah di mana. Tetapi aku meyakinkan dirimu. Kali itu adalah persoalan penculikan seekor anjing peking. Kejahatan itu mempunyai pola. kan?" "Masalahnya adalah. Sekarang di mana — kapan—aku menemukan sesuatu." kata Poirot tegas." kata Poirot." kata Poirot. Ada banyak hal lagi yang harus dicari. tepat. Apakah itu yang kaupikir?" "Selalu ada sesuatu yang harus dilakukan. Jadi tidak perlu lagi pergi dan menanyai orang-orang dan berkeliaran ke sana kemari untuk mencari jejak." "Keingintahuan. "tetapi dari waktu ke waktu ingatan-ingatan itu selalu bergu-na. bukan?" "Memang betul pembunuhan. aku ingat. pola itu berulang kembali. ck." kata saya. Oh. bukan. heh? Tetapi ada banyak lagi yang perlu diketahui." Dia ber-henti. "Tentu saja. ada seratus cara dan sarana lain yang dapat dilakukan." saya meyakin-kannya. sekarang ini kau hanya memberiku sebuah pola. ck. "Wanita buta?" "Bukan. "Kumohon kau memberiku fakta-faktanya. dia tidak berbicara selama beberapa saat." Dia berpikir sejenak. Pasti. "Aku pergi dengan Hadrcastle ketika dia menanyai mereka. "Nah." "Aku kecewa denganmu. dan kau pikir memang demikianlah adanya. tetapi polanya sama." kata saya tidak sabar. Mungkin orang ini akan dikenali. "Bicaralah dengan para tetangga. "Jam-jam?" sava mengusulkan dengan penuh harap. sekarang aku butuh jawabannya. Hercule Poirot bersandar pada kursinya. ada pemerik-saan ilmiah terhadap pakaian orang itu. Ada seseorang tukang rebus sabun. Aku hanya kebetulan saja terlibat di dalamnya. Poirot. cukup lama sesudahnya. "Epatant" kata Poirot. "Apa komentarmu?" "Tetapi kau ingin aku ngomong apa?" "Aku ingin kau memberiku pemecabannya." "Itu tidak mungkin. ada sesuatu yang rasanya kukenal. bukan?" "Sayangnya tidak. semuanya akan men-jadi jelas. Tapi itu bukanlah yang kumaksud ketika aku mengatakan berbicaralah dengan para tetangga. "Satu hal sudah pasti. dan sebagainya." kata Poirot dengan keras. dan voilal Ituiah dia." katanya." Sesudah itu dia melanjutkan ketukannya pada lengan kursinya dan perlahan-lahan menganggukkan kepalanya. dan mendapatkan jawab-annya." "Tapi." Poirot menggelengkan kepa-lanya. tanpa membuka majanya. Kau mengerti?" "Aku tidak begitu tahu apa yang harus kulaku-kan. "Ingatanmu. bahwa hal itu tidak bisa demikian. Dan di sini sekali lagi pada apa yang kauceritakan padaku." "Ituiah yang selalu kusarankan. bukan. ck." "Ah. orang itu akan dapat dikenali. Dia menutup matanya' dan dengan lembut mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursinya sambil mendengarkan cerita saya Ketika saya akhirnya berhenti. "Semua hal selalu masuk akal. Kita baru berada pada bagian permulaan dari taktafakta itu. "apa yang ba-rusan kau ceritakan padaku — kupikir—ya. Dalam hal itu pihak kepolisian adalah hebat. "pastllah merupakan sebuah tempat penyimpanan kasus-kasus kejabat-an maha luas. Kau bilang itu adalah pembunuhan. "Dan apa yang dikatakan tuan itu? Apakah dia ingin melihat tikus tangkapan anjingnya? Apakah dia ingin mengetahui semuanya tentang tikus itu?" "Tentu saja. Aku mencari persamaan antara seorang stenografer pirang dengan tukang rebus sabun. itu yang kau pikir. Mereka memiliki catatan-catatan kriminal." "Mengapa harus sederhana?" "Sebab kasus itu begitu rumit. dan sebagainya. Semuanya. "Agen asuransi palsu?" "Bukan." kata saya. kau coba saja ini dan menjelaskannya." "Yah. Mereka tidak tahu apa-apa yang bergu-na." "Begitu. begitu mayat itu dapat dikenali. "E-patant.. Temanku. mereka dapat mengiklankan foto orang itu. kau mena-nyai mereka. "Kupikir kau bisa langsung memberiku jawaban-nva. "Aku sudah melakukannya. inilah kisahnya. Dia merasakan kata ttu dengan lidahnya dan mengulanginya per suku kata."Baiklah kalau begitu. Aku tidak bisa. "semuanya kelihatan tidak masuk akal." kata saya. kutantang kau. mereka memiliki daftar orang-orang hilang. Sebuah kejahatanlah yang kau pikir akan menarik bagiku. Tidak diragukan lagi." kata saya. bukan. kau akan 43 . "Sans blague?" "Oh. ya." Saya menceritakan padanya secara terinci keja-dian-kejadian yang berlangsung di Wilbraham Crescent No. maka pasti sebenarnya sederhana saja. dulu. Bukan karena aku tersangkut di dalamnya. Kau pergi kepada mereka.

memintanya untuk mengirim seorang pengetik steno." Poirot mengakui. hanya ituiah yang dapat kulakukan. dengan gaya suatu hasil karva vang telah dibaca-nya. bagaimanapun juga. itu bisa kulakukan. Dicekam oleh pembunuhan di tengah-tengah mereka. "Kau punya usul-usul lain?" tanya saya. tidak begitu. karena dalam beberapa menit dia sudah selesai." "Kau harus bercakap-cakap dengannya. "kau akan menik-matinya. Je vous remercie infiniment. Besar kemungkinannya dia memang tahu dan menyembunyikan fakta itu." Hercule Poirot menutup matanya lagi." "Ah. Dan mengapa laut mendidih dengan panasnya Dan apakah babi punya sayap." kata saya." "Yah.' Alice dan Cermin Ajaib" "Tepat. Tidak ada pertanyaan ataupun penelitian secara terinci." kata saya. dengan salah satu dari gadis-gadis muda yang bekerja di sana. apalagi bila pernyataan itu ternyata betul. meskipun mungkin dia sendiri tidak menyadari kebenarannya." Saya tersipu-sipu mendengarnya." "Kupikir tidak. Acara pemeriksaan itu." kata saya dengan keras kepala. jadi itu sebabnya. "bagi dua orang yang berlainan jenis untuk saling tertarik. Untuk membicarakan banyak hal." "Kautidak bisa yakin tentang dia tidak tahu mengapa. Dia adalah seorang gadis yang menarik." "Mungkin kau benar. kau adalah anak vang baik. ditanyai dalam waktu yang lebih singkat.. Poirot memandang saya dengan pandangan menyelidik. akan ada sepatah kata yahg memberi tan da. Kau bilang tidak ada yang berguna dari percakapan-percakapan itu. adalah biasabiasa saja. Dia diminta melalui telepon. Kata-kata yang diucapkannya betul-betul di luar dugaan. Dia ada di sana sungguh-ga tau sungguh karena suatu kebetulan belaka. mon cher. dalam peranku sebagai seorang asisten polisi." "Aku tidak melihat bagaimana—maksudku— aku hampir tidak mengenalnya. rnon ami. yaitu pukul 1. "Memang dibutuhkan waktu. Dan kau akan bercakap-cakap dengarmyrf. yang juga mem-berikan kesaksian. bertindak sesuai yang diperintahkan. kata si Singa Laut. Dalam pikiranmu kau pikir dia tcrlibat entah bagaimana dalam kasus itu. "Kau menangkap gayanya yang melodramatik. Jika kau mau mengulangi bagiku kata demi kata. Dia menemukan mayat itu di sana dan menjerit serta menghambur keluar dari rumah itu untuk mencari bantuan. aku selalu punya usul." "Minta ampun!" kata saya. dan kau hams pergi dan menemui wanita buta itu dengan alasan tertentu. itu bukan suatu kebetulan yang sungguh-sungguh. "Ya. " 'Waktunya sudah tiba. Crowdean muncul dengan harap-an yang menggebu-gebu akan suatu pengungkap-an yang sensasional. "Aku tidak akan menvukai—aku tidak mau. Tentang sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan tilin laky Dan kubis-kubis dan raja-raja. Dia telah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Miss Pebmarsh. Kau akan berkenalan. Pergilah dan temuilah dia.." katanya. "Seseorang dapat terpengaruh. "Kuripan dari 'Singa Laut dan Tukang Kayu. atau jenis-jenis makanan yang mereka sukaL Selalu saja entah di mana. Gadis ini. Aky sudah menyuruh seorang petugas untuk menulisnya dengan huruf biasa dan mengeriknya dan aku membawanya untukmu. . Kau harus bercakap-cakap dengan orang-orang itu semua dan kemudian kau bisa datang dan menemuiku lagi dan kau akan mence-ritakan padaku segala sesuatu yang mereka kata-kan. "sebab kalian sudah berteman. Kau tahu itu dengan sangat baik. bukan? Apakah kau tidak mendekapnya dalam pelukanmu ketika dia terbang kelpar dari rumah itu dengan ketakutan?' "Kau telah terpengaruh karena membaca Garry Gregson. "Yah." "Tidak. "Aku menulis apa yang dikatakan dengan steno. Miss Martindale." kata Poirot. ke Wilbraham Crescent No. Selesailah bagian Miss Martindale. 19." "Kau akan bekerja dengan lebih baik bila memiliki cukup waktu untuk bersantai." "Tidak.49 siang. "kau adalah dokternya! Ada kata-kata bijaksana lain lagi bagiku? Bagaimana pendapatmu tentang urusan jamjam yang aneh itu?" Poirot menyandarkan dirinya di kursi lagi dan menutup matanya." "Ah. "Kau mengerti?" tanyanya.' " Dia membuka matanya lagi dan mengangguk-kan kepaianya. Tepat. "Ya?" katanya.. Mereka mungkin akan berbicara tentang kebun-kebun mereka atau hewan-hewan kesayangan mereka atau rata rambut mereka atau penjahit mereka. Aku berkata tidak begitu." kata saya. kemudian berhenti." Pemeriksaan ini juga dihadiri oleh masyarakat umum. 19.menemukan sebuah petunjuk. atau teman-teman mereka. Inilah dia. mungkin. Kalian sudah berteman.. dan memberinya beberapa petunjuk tertentu." pe-rintah Poirot. Kau bisa berbicara dengan gadis ini." "Dan gadis ttu—" kata saya. tidak. "Tiada ampun. Renungkanlah itu. Kau bilang begitu padaku. kalau bisa Miss Sheila Webb. kau betul-betul seorang anak yang baik! Apa yang kaulaku-kan adalah tepat betul." kata saya. Ada pesan melalui telepon di Biro Cavendish yang menyuruhnya pergi ke Wilbraham Crescent No." Poirot meyakinkan saya. Di minta dengan khusus. Dia telah mencatat kapan tepatnya telepon itu berbunyi. memasuki ruang duduk. Sheila Webb tidak perlu merasa ketakutan dengan gilirannya. Untuk saat ini. "Bahkan mungkin akan kautemukan dengan cara bercakap-cakap dengannya. Dia telah pergi ke sana. Saya bangkit berdiri sambil tertawa." "Kau kelihatannya tidak menyadari bahwa aku punya tugas yang harus kulaksanakan." "Tapi dia tidak tahu mengapa. kukira?" "Yah—yah. Dan kau harus pergi ke biro pengetik itu dengan berpura-pura hendak menge-tikkan naskah. "cukup menarik. memang betul.

me-nyangkal dengan tegas kalau dia dianggap telah meminta seorang pengetik tenentu untuk dikirim kepadanya hari itu dari Biro Cavendish. Doktei Rigg." Kemudian ada bukti -buktj medis. dia pergi ke Wilbraham Crescent No. setelah memperkenalkan diri dan menyebutkan kualifikasinya. "Dapatkah Anda memberi kami waktu yang kira-kira tepat mengenai saat kematiannya. Pak. Detektif Inspektur Hardcastle membuat suatu pernyataan pendek tanpa emosi. Saya kira kematiannya terjadi sekitar jam setengah dua sampai setengah tiga. dipanggil berikutnya. Untuk alasan ituiah. "Apakah Anda sudah berhasil mengetahui siapa orang itu?" "Belum." . 19. 19 di mana dia menemukan mayat itu. alili bedah kepolisian. Kemudian petugas yang memeriksa sebab-sebab kematian bertanya padanya." "Begitu. saya meminta pemeriksaan itu ditangguhkan. bercerita tentang kedatangannya di Wilbraham Crescent No. Dok-ter?" "Saya memeriksanya pada jam setengah em pat. dan tentang pemeriksaannya atas mayat tersebut. Berdasarkan pemberitahuan melalui telepon.Miss Pebmarsh.

" Maureen dan seorang gadis lain pergi bersamasama." "Anda melakukan otopsi?" "Ya. Kalau hanya menebak. Apakah Anda mempunyai bukti kapan orang itu makan terakhir kalinva?" "Dia belum makan siang jika itu yang Anda maksud." kata Dokter Rigg." kata Maureen. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan seorang polisi muda berambut pirang yang berdiri di depan pintu masuk." kata Maureen.. dan lain-lain. Sekali dia berkata dengan keras." kata Edna. Tiba-tiba. "sesudah selesai memberikan kesaksiannya. Menurut saya ketika dibunuh dia dalam keadaan koma. "Sandy Cat berkata padaku lebih baik aku mengambil giliran pertama untuk makan siang. tetapi ada banyak faktor yang harus diperhitungkan. ?" "Inspektur Hardcastle. yang disebabkan karena pengaruh obat." "Dan menurut Anda dia ditikam ketika pingsan?" "Itu keyakinan saya. "Apakah kematian itu datangnya segera?" "Kematian akan terjadi beberapa menit kemudian. seperti pisau memasak Prancis dengan bilah pisau yang runcing. Dokter?" "Ya. Ujung pisau itu menem-bus. waktu vang paling mungkin adalah jam dua atau lebih awal sedikit." gumam perugas iu.. dalam keadaan dia ditikam. saya rasa. Efek chloral hydrat sangat cepat. Dia berjalan-jalan menjauhi Commarket dan menyusuri High Street." "Dapatkah Anda mengatakan bagaimana obat itu diberikan?" "Saya kira mungkin melalui suatu jenis alkohol. berkata kepadanya. Tadinya kupikir aku bisa punya waktu lebih yang lumayan untuk belanja dan lain-lain. Umur. "Itu—yah—saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang diucapkannya itu bisa benar." Pemeriksaan itu selesai." "Berapa lama sesudah pingsan dia dibunuh?" "Saya tidak dapat mengatakannya dengan tepat. atau jika Anda ingin meninggal-kan pesan pada saya." "Dia pergi duluan. salah seorang dari gadis-gadis itu. "Pemeriksaan akan ditangguhkan selama dua minggu. Sema-kin dia mencoba untuk menjelaskan hal-hal itu dengan otaknva. yang datang bersama gadis-gadis Iain dari Biro Cavendish. Apakah kau mencari seseorang?" "Hanya Sheila. "Betul. Kau mau ikut?" Edna masih mondar-mandir bingung." ." "Waktu yang kumiliki tidak lebih banyak dari waktumu." "Persis seperti Sandy Cat." Di sini dokter itu menjelaskan secara teknis bagaimana posisi yang tepat dari pisau itu ketika menembus jantung. tidak begitu penting sebemlnya. Dia tidak makan makanan keras paling sedikit selama empat jam. Edna? Apakah kita akan pergi ke Bluebird untuk makan siang? Kita punya banyak waktu. Dokter. Edna tetap tinggal di situ. kondisi kesehatan.. "Bagaimana dengan hal itu. sebab menurut saya. "Tapi tidak mungkin begitu." Dia berbalik dan pergi." "Sebab kematian?" "Orang itu telah ditikam dengan sebilah pisau tipis dan runcing. Orang yang memberi kesaksian pagi mi. Dokter Rigg. bukan? Kita buka lagi jam dua dan kita semua harus ada di sana. Maureen West. masih mengerutkan dahinya dengan bingung." "Terima kasih." "Maukah Anda menjelaskan pada kami. Sekali lagi itu tergantung pada keadaan tubuh korban. . Memang pelit dia itu. Aku tidak melihatnya keluar. Dia tidak akan sadar sebelum setengah jam dan mungkin juga lebih lama dari itu. kelihatan ragu-ragu ketika keluar dari pintu. dan sebentar kemudian dia akan terguling dan jatuh pingsan." "Dikenal dt beberapa tempat sebagai Mickey Finn. Non. "dan berbicara pada—pada orang yang datang ke kantor—Inspektur. kau mempunyainya." "Betul. seperti seseorang yang telah mengambil keputusan. apa yang Anda maksud dengan pernyataan • tersebut?" "Saya telah memeriksa organ-organ tertentu dan membuat tes-tes tertentu. mungkin. Saya kira itu saja. sampai tanggal 28 September. Hal itu disebabkan karena tidak ada tanda-tanda berontak dan penampilan-nya yang begitu damai."Anda tidak dapat mengatakan waktunya dengan lebih tepat lagi?" "Saya kira saya tidak dapat melakukannya.. "Kelihatannya dia sedang sibuk sekarang." Petugas pemetiksa itu kemudian melihat ke sekeliiing dan berkata. dan berkata. "Bisakah saya masuk lagi?" gumamnya lirih." "Orang itu tidak akan menjerit ataupun beron-tak?" "Tidak.... dia berbalik dari High Street dan menuju Albany Rcwd ke arah Wilbraham Crescent. "Dia akan memi-num cairan itu tanpa curiga." "Terima kasih.. semakin kacau otaknya jadinya. "Yah—" polisi muda itu mencari di dalam dan menemukan inspektur itu sedang asyik berkon-sultasi dengan petugas pemeriksa serta kepala polisi daerah itu. Dia pergi dengan seorang pria muda—tetapi aku tidak tahu siapa dia.. Edna Brent." "Dapatkah Anda mengatakan obat apa itu. Apakah ada sesuatu yang penting?" "Oh." katanya. Chloral bydrat." kata Edna dengan suara sedih. orang-orang mulai bergerak keluar dari ruangan. Dokter Rigg. "Kau duluan deh—aku harus belanja. Sesuatu yang kelihatannya. Biro Sekretaris Cavendish ditutup pagi itu. "Jika Anda mau mampir lagi nanti di kantor. "Pelit seperti setan. Berpikir bukanlah keahlian Edna.. Dia masih mengerutkan dahinya karena bingung dan mencoba untuk berpikir. tidak mungkin terjadi seperti yang dikatakanny a.. Bagaimanapun juga..

menghambur keluar dan menjerit sekuat tenaga. Sejak itu minat orang-orang mulai berkurang. keluar dengan diam-diam dari Ruang Pemeriksaan. Petugas pemeriksa itu sangat baik. Dia kelihatan gugup tetapi bukan dibuat-buat..." "Ayolah. adalah hal yang benar-benar misterius.." "Baiklah. wanita-wanita yang berjalan kaki akan berhenti selama empat atau lima menit di kaki lima di seberang jalan dan membelalakkan mata mereka sambil mengingat-ingat tempat tinggal Miss Pebmarsh yang rapi. kan?" kata saya. Edna juga menatap dan berhenti berpikir." "Oh." "Tukang sayur bilang pada saya kalau ruang itu di sebelah kanan... tapi dia tidak ada di sana waktu itu... saya pikir. masih bingung dengan pikirannya — Edna Brent menemukan dirinva berdesak-desakan dengan sebuah kelompok kecil lima atau en am orang yang lagi asyik memandangi rumah tempat pembunuhan itu terjadi." Percakapan-percakapan seperti itu dan sejenis-nya berlanjut terus sepanjang waktu. Itu tidak perlu diragukan.. juga memandang rumah itu. "Itu rumahnya—itu yang ada di sana. kenyataan nya." "Rumah itu tidak sedikit pun kelihatan kalau di dalamnya pernah terjadi pembunuhan." "Kau pikir mereka akan mengenalinya?" "Oh. "Tidak terlalu buruk. kata mereka. saya menikmati suasana itu. saya pikir dia ada di sana. Tetapi seseorang telah terbunuh di sana.. orangorang yang paling tidak mungkin pun datang ke Wilbraham Crescent. Dengan kaget dia menengok." "Mereka bilang. ya." "Kau dapat berbelanja sesudahnya. tentu saja mungkin. Bagaimana pendapatmu tentang masakan Cina? Kulihat di sana ada sebuah restOran Cina kecil di ujung jalan. Kantor ditutup sampai jam dua. Tetapi si tua Beck dan Hercule Poirot dan Dick Hardcastle." Dia ragu-ragu. "Aku harus belanja. Jadi ituiah rumah tempat kejadian itu berlang-sung! Gorden yang rapi di jendela. gadis itu jadi tidak normal sejak.. Selama dua puluh empat jam pertama. Seolah-olah ada magnet vang menarik mereka. bukan.. yang gampang terpengaruh. akan berhenti sejenak dengan mata ingin tahu dan berbisik-bisik bertukar gosip dengan teman-teman mereka. Dia telah memberikan kesaksiannya dengan sangat baik..... Dia hampir lupa pada apa yang membuatnya ke Sana. 19. Dia kaget ketika sebuah suara berbisik di telinganya. "Bagaimana kalau kita makan siang agak awal?" usul saya. Oh. Terpikat oleh tingkah laku orang-orang di sekitarnya. Dibunuh dengan sebuah pisau dapur. dan ruang duduknya di sebelah kiri.?" "Gadis itu.. yang menarik masyarakat umum dalam keadaan seperti itu. Bukan karena kecantikannya—dia cantik. saya ingat dengan jelas. saya pernah pergi ke nomor 10 dulu dan di sana. Edna. Lumayan mudah ternyata." "Tidak." Padahal sebenarnya tidak begitu dingin." Sheila kelihatan ragu-ragu. "Tidak." Dia gemetar. (Apa yang akan dikatakan Beck? "Sebuah penampilan yang sangat baik. ketika saya sudah dapat mengejarnya.. menatap dan kemudian berlalu. Dan mendapatkan dirinya bcrhadapan dengan seseorang yang dikenalnya. saya tahu. saya telah menyadari bahwa dia adalah gadisfcw. Saya pikir dia ada di loteng dan mendengarnya." "Wanita malang yang memiliki rumah itu. di sebelah kiri. 47 . dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi. Day a tank yang terdiri dari batu bata dan semen itu. untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. Saya tertarik pada gadis itu—tertarik dalam keadaan di mana saya belum pernah tertarik pada seorang gadis seperti itu sebelumnya. Sementara angin berembus langsung dari arah laut. BAB 16 NARASI COLIN LAMB SAYA mcmperhatikan ketika Sheila Webb me-nyelinap. Shock yang hebat.. Wanitawanita yang pergi berbelanja dengan keranjang-keranjang mereka. Kelihatannya begitu manis. Orang akan selatu terpan-cing untuk marah bila orang lain ternyata menge-tahui lebih banyak tentang dirinya daripada dia mengetahui tentang dirinya sendiri. oh.... bukan?" "Belum.. tidak lebih. aku tidak bisa—toko-toko itu ada yang tutup antara jam satu sampai jam dua." Saya dapat mendengar dia mengatakannya!) Saya merasa kaget mendengar kesaksian Dokter Rigg. kalau begitu.. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" "Dia akan menangguhkan pemeriksaan—untuk mcndapat bukti-bukti lebih lanjut. berhenri. saya kira ruang duduknya ada di depan.. mereka semua melihat dengan jelas apa yang harus saya akui sekarang sebagai suatu kebenaran.. (Dick Hardcasde belum bercerita pada saya mengenainya. can-tik dalam bentuk yang agak lain. "Kau belum perlu kembali ke tempat mengetikmu. "Mereka akan mengenalinya. Hampir setiap orang memiliki sebuah pisau dapur. banyak orang berkumpul di depan rumah itu setiap hari untuk memandangnya. i sini. saya harus segera ke toko. tetapi belum pa-dam sama sekali. hari ini agak hangat. Saya ingin berpikir. Mobil-mobil pengirim barang akan mengui angi kecepatannya sedikit bila melalui rumah itu. seorang polisi telah ditempatkan di sana untuk mengusir orangorang dengan gaya yang penuh kuasa. Maukah kau menemuiku di sana? Dalam waktu setengah jam?" Dia berkata dia mau. Dia sedang memasukkan barang-barang perak itu ke dalam tas ketika gadis itu masuk dan menemukannya.Sejak para wartawan memberitakan adanya pembunuhan di Wilbraham Crescent No. "Hari ini udaranya dingin. Jadi tentu saja. Tidak. tetapi dia pasti sudah me-ngetahuinva) dan kemudian saya mengejar Sheila. Ke-nyataannya. hampir sejak saat pertama. Betul-betul alamiah." "Orang itu masuk melalui jendela belakang. Dua minggu ungkin atau sampai mereka dapat mengenali orang mati itu. dia buta. Sebuah pisau dapur biasa. tentu saja. Hanya saja." kata saya. kasihan. Bukan juga daya tank seksnya—saya sudah sering mengetahui hal-hal seperti itu—bahkan pernah mendapat pelayanan penuh." "Yah. Saya pergi menuju tepi laut dan duduk di keteduhan." "Oh. ruang makannya ada di sebelah kanan." "Mayatnya ada di ruang duduk..

" "Kurasa aku hanya samar-samar mengingatnya. "Kclihatannva seperti salah_satu dari hal-hal pintar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda di Chelsea. "Kami melakukan hal-hal seperti itu dengan sangat baik di negeri ini. "SHEILA MCNDAPAT INI MELALUI POS." kata Dick. PALMERSTON ROAD. "Dia bilang." "Setumpuk kumis. TANPA CURIGA SEDIKIT PUN. "sebab semua kejadian itu begitu rumit.—siapa namanya. "Itu kurang lebih adalah apa yang dikatakan Mrs. dipandang dari bukti-bukti medis itu." HARDCASTLE FNENGULANGI DENGAN NADA DATAR. HARDCASTLE MEMBALIKNVA." "Oh. COLIN. KELIHATANNYA LEBIH MUNGKIN DIA TELAH DIANGKUT DENGAN MOBIL. Mengapa tidak kaucerita-kan padaku mengenainya?" "Kau sudah pergi waktu itu. mengatupkan ujung-ujung jarimu satu sama lain secara simetris. Apa yang SAYA PIKIRKAN? SAYA HARUS MEMUTUSKAN SEKARANG. Tuhanku!" kata Hardcastle. KECUALI. MELEMPAR PISAU ITU KE KEBUN TETANGGA. Dia dibius—kemudian diangkut ke nomor 19—dengan sebuah mobil? Atau bagaimana?" "DIA mungkin TELAH DIBAWA DARI SALAH SATU RUMAH YANG KEBUNNYA BERDAMPINGAN.S. wanita kucing itu." kata saya. BUKAN?" "MEMANG MEMBUTUHKAN KEBERANIAN." "DIA BILANG TIDAK. kukira?" "Dihapus dengan hati-hati.Dan saya tidak tahu apa-apa tentang dirinya. TETAPI AKU SETUJU. HEMMING." "Bagaimana pendapatmu tentang bukti-bukti medis itu?" "Agak mengejutkan. KEMUDIAN DIA MENCUCI GELAS BERISI MICKEY FINN ITU. Saya menemukannya duduk di depan mejanya. Dan itu mungkin saja pisau milik siapa saja—jarang dipakai—baru diasah. "AKU BERTANYA PADAMU APA YANG ^WPIKIR MENGENAI HAL ITU?" SAYA TIDAK MENJAWAB SELAMA SATU-DUA MENIT. menutup matamu dan berpikir. Tetapi kuakui juga.9 SEPERTI KATA MRS. dia selalu bilang apa yang kusebut sebagai kebohongan belaka tentang mudahnya mcmecah-kan suatu kasus hanya dengan duduk-duduk di kursi. MISS R." ■ "Apakah dia melakukan semua prosedur itu untukmu?" "Ya. membolak-balik setumpuk kertas. WEBB." "MENELEPON BIRO SEKRETARIS CAVENDISH PADA SAAT— " "DAN MENGAPA DIA MELAKUKANNYA? DAN KHUSUS MEMINTA SHEILA WEBB?" "KUHARAP KITA BISA MENGETAHUINYA." "Tidak ada sidik jari." HardCASTLE MENYERUJUI. aku ingin tahu. Aku meyakinkannya bahwa kita sudah melakukannya. Mungkm dilem-par ke sana oleh pembunuhnya setelah melakukan kejahatannya. ORANG-ORANG YANG LEWAT MUNGKIN MEMPERHATIKAN SEBUAH MOBIL YANG BERHENTI DI DEPAN NOMOR 19 HARI ITU—" "AKU HERAN JIKA MEREKA akan MEMPERHATIKAN-NYA. dan gemetir. Saya berkata padanya bahwa menurut saya ' pemeriksaan itu telah berjalan dengan sangat baik dan dilangsungkan dengan sopan. DIA. "Kami telah menemukan senja-! tanya." "ITU MENGANDUNG RISIKO JUGA. ORANG-ORANG AKAN MEMPERHATIKAN SEBUALI MOBIL. TENTU SAJA. "SETIAP ORANG SUDAH TERLALU BIASA DENGAN MOBIL. Kemarin. ya? Di mana?" "Di tempat kucing-kucing itu." "Dan apa yang dikatakannya?" Dick bertanya ingin tahu. DENGAN GERAKAN KASAR SAYA MENGELUARKAN SEBUAH KARTU POS DARI SAKU DAN MENDORONGNYA KE SEBERANG MEJA. HAL INI TIDAK AKAN MENJELEKKAN SHEILA JIKA DIA ADALAH SEPERTI YANG SAYA BAYANGKAN." katanya." HARDCASTLE MEMERIKSANYA." "Kuctng-kucing itu. Dick! Tentu saja semata-mata karena itu. Aku ingin menantangnya. "Mengapa sebetulnya kau menemuinya? Apakah semata-mata karena kebaikan hatimu saja?" "Pikiranmu adalah pikiran polisi yang penuh dengan kecurigaan. "Bagaimana bisa sederhana?" "Sejauh yang dapat kusimpulkan. Aku waktu itu merasa bahwa komentarnva itu agak menarik." "Jadi kejadiannya seperti ini. tetapi aku tidak mengerti." kata saya." HARDCASTLE MEMANDANG SAYA. KEBENARAN AKAN DATANG PADA AKHIRNYA. ketika saya berjalan memasuki kantor polisi dan menanyakan Dick. "Aku tidak mengerti. ITU ADALAH SALAH SATU SERI KARTU POS BERGAMBAR GEDUNG-GEDUNG DI LONDON." Hardcastle menggelengkan kepalanya. dia menyuruhku untuk berbicara dengan para tetangga. INI MELIBATKAN MISS MILLI-CENT PEBMARSH LAGI DALAM KASUS INI? KELIHATANNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA SEORANG LAKI-LAKI YANG NORMAL DITIKAM OLEH SEORANG WANITA BUTA—TAPI KALAU DIA SUDAH DIBIUS—" "DENGAN KATA LAIN *JIKA DIA DATANG KE SANA UNTUK DIBUNUH. Ada yang lainnya?" "Yah. PEMBUNUHNYA TIDAK AKAN BISA MENGETAHUI KALAU ADA SESEORANG YANG MEMPERHA-TIKANNYA ATAU TIDAK." "TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MELAKUKANNYA. TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN—" "DAN TENTU SAJA SAATNYA ADALAH WAKTU MAKAN SIANG. . "bahwa itu adalah sebuah pembunuhan yang sangat sederhana" "Sederhana. Dia melanjutkan. "DAN JUGA MEMBUTUHKAN PE-NGETAHUAN YANG SANGAT BAIK TENTANG KEBIASAAN-KEBIASAAN PARA TETANGGA. Waktu menunjukkan pukul dua lebih. DI SEBELAH KANAN ADA ALAMATNYA—DALAM CETAKAN YANG RAPI. Dia mendongak dan menanyakan pendapat saya tentang pemeriksaan itu." saya menyecujui. KALAU MOBIL ITU ADALAH MOBIL MEWAH—SESUATU YANG LUAR BIASA. Apakah kau sudah berkonsukasi dengan spesialismu?" "Sudah. KAU TAHU. berte-riak. "Dia sangat bangga dengan kumis itu. "APAKAH dia TAHU? GADIS ITU?" "DIA BILANG TIDAK." "Dia pasti sudah Iumayan tua. Kau tahu." kata saya." "Praduga tentang dia dibius entah di mana dan diangkut ke nomor 19 untuk dibunuh?" Rasanya ada sesuatu yang saya kenal pada kata-kata itu. TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL. DITAWARI SEGELAS sherry ATAU KOKTIL—MICKEY FINN AKAN SEGERA BEREAKSI DAN MISS PCBMAISH MELAKUKAN TUGASNYA. TIBA DI SANA KARENA SUATU JANJI. Banyak kumis. 14." KATA SAYA." "Para tetangga bahkan lebih penting sekarang. MENGATUR MAYAT ITU DENGAN RAPI DI LANTAI. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakan-nya tentang persoalan kita yang unik ini. KARTU INI BERGAMBAR GEDUNG PENGADILAN KTIMINALITAS PUSAT. DAN PERGI KE LUAR SEPERTI BIASA." "TERLALU BANYAK RISIKO." 'Tua tetapi tidak gila.

jika saya—jika saya semestinya harus melakukan sesuatu. Dan kebanyakan sama sekali tidak ada apa-apanya." Dia menggelengkan kepalanya. Teruskan. terdapat kata INGAT! dan di bawahnya 4. Gadis itu hendak menemui Sheila Webb. Saya sedang bertu-gas jaga di depan pintu.13. ketika dia pergi ke rumah Mrs. yang tidak saya sukai." "Siapa menemukannya? Polisi itu?" "Dia ditemukan oleh Mrs." "Bingung?" kata Hardcastle. Dia hanya berkata bahwa dia bingung akan sesuatu hal. Saya tahu. Seorang polisi muda yang keli-hatan gugup. Tidak muncul-muncul dan tidak mengirim telegram ataupun keterangan berhalangan. Ada sesuatu yang meresahkannya.13. Sussex. Dia sedang menggumam pada dirinya sendiri dan kelihatan sangat liar dan tegang. "Mungkin dia pikir kuliahnya adalah minggu lalu atau minggu depan. "Mungkin dia pikir dia telah berpesan pada penjaga rumahnya ke mana dia pergi." BAB 17 Satu setengah jam kemudian dan Detektif Inspektur Hardcastle duduk di bclakang mejanya dan menerima dengan lega secangkir teh kantor. "Gambar Si Tua Bailey. Dia mengangkat teleponnya. "4. Saya menanyainya jika dia mau meninggalkan pesan atau—atau mungkin dia bisa datang ke kantor nanti. Tidak ada yang dapat membantu kita. "Kau mempunyai banyak tumpukan kertas di mejamu.. Apa? . Tetapi saya pikir hal itu tidak penting." Interkom di meja Hardcastle berbunyi. "Mati?" saya menatapnya. Gadis itu mengenalinya ketika berpapasan dengannya dan dia ragu-ragu apakah akan menyapanya atau tidak. saya pikir mungkin saya harus mengatakannya pada Anda. Dengan selendangnya sendiri!" Saya tiba-tiba merasa dingin. 65. Untuk melenyapkannya." Ada sedikit rasa malu di antara kami berdua." Hardcastle bangkit berdiri. menahan napas. Pak. kata Tngat' dan waktunya—4. tetapi tentu saja dia telah mencukurnya." katanya. "Mereka menemukan seorang gadis mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent. Namanya Edna Brent. sidik jarinya tidak ada di arsip." "Dengan hormat. tetapi sebetulnya dia tidak bilang apa-apa. Istrinya mengira dia pasti telah linglung. Orang itu tidak punya catatan kriminal." Dia membaca. "jika itu yang kautakutkan. katanya dia sedang dalam pcrjalanan.." katanya. tentang gambar di koran itu saya bampir yakin dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengejar kereta api d\ Willesdcn Junction kemarin dulu. Pak. Pasti ada kaitannya dengan sesuatu. Sedangkan dia telah .." "Berbicara denganmu? Apa katanya?" -"Dia ingin berbicara dengan Anda. "Dokter Rigg menelepon." "Ya? Mengatakan apa?" "Sesudah pemeriksaan. Saya kira dia sendiri tidak merasa bahwa itu penting. "Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam-jam itu pada hari itu." Hardcastle mengangguk. "Dia ingin berbicara dengan saya? Apakah dia bilang mengapa?" "Tidak. sibuk berpikir-pikir. Gadis itu adalah gadis yang berpapasan dengannya di jalan. Pak. "Aku akan menyimpannya. baiklah. Pak." Dia meletakkan teleponnya. Polisi itu kelihatannya menge-nalinya. 'George Barlow. Dia—dia berbicara pada saya." Saya mcnambahkan. karena teleponnya rusak dan dia menemukan gadis itu di sana tertelungkup di lantai. Pak. Gadis itu—gadis yang telah dibunuh ini.13. "Tidak dapatkah kau menyuruhnya menunggu sampai saya selesai?" "Maaf. Pierce ingin berbicara dengan Anda. saya pikir ivaktu saya melihatnya pasti ada sesuatu yang salah.Crowdean. Kelihatannya dia hendak menelepon di sana. John. "Dengan hormat. Wajahnya masih muram dan marah. Wanita-wanita sesungguhnya tidak tahu seperti apa wajah suami-suami mereka! Ada ibu-ibu yang penuh harap yang merasa mengenali anak laki-laki mereka yang tidak pernah mereka lihat selama dua ^ puluh tahun." "Dengan hormat.' Dan sebuah catatan di bawahnya bcrbunyi 'memiliki banyak utang. peng-huni nomor 18. "Ya? ." Hardcastle duduk tegak bersiap-siap. ituiah." kata Hardcastle. saya melihat orang di koran itu di kereta api bawah tanah kemarin malam. Dia akan menemui Anda di Wilbraham Crescent. Anda tahu. "Pierce? Oh. hilang dari rumah. Ya. Lawton. Pernah terlihat sedang bepergian dengan seorang janda berambut merah. saya berkata. Dia bilang dia adalah gadis yang sekantor dengan Sheila Webb. Praktisnya semua kertas ini berasal dari orang-orang yang merasa telah mcngenalinya. Pak. Wajah-nya berubah ketika dia berbalik ke arah saya. dijadwalkan untuk memberikan kuliah Selasa lalu.. Dia diam cukup iama. juga dicetak." "Kuharap begitu." Pemuda itu merah mukanya.' " Hardcastle kelihatannya tidak menanggapi Pro-fesor Hargraves dengan serius.Kami sering menjumpai hal-hal seperti itu. "Aku mempercayainya. Saya pikir waktu itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya" Dan tentu saja ada wanita-wanita yang merasa telah mengenali suami-suami mereka.. "Bukan gadismu. Maafkan saya. Pak. saya pikir orang ini sangat mirip dengan sepupu suami saya. Pak.' "Berikutnya: 'Profesor Hargraves.." "Seperti biasanya. Suruh dia masuk." "Dia bilang dia tidak tahu apa artinya. Waterhouse. Dia telah pergi ke Afrika Selatan. Dia memiliki kumis ketika dia pergi. "Saya kira jika saya tahu. Wajahnya tegang. hampir seperti ingin membalas dendam. "Permisi. Di sebelah kiri. "Bagaimana?" "Dicekik." katanya." Pintu terbuka dan polisi itu berkata. Siapa yang menemukannya? Apakah dia menyebutkan namanya? . "Dan ini adalah daftar orang yang hilang. tetapi mungkin dia telah kembali. "Gadis yang mana? Bukan—" Hardcastle memandang saya dengan pandangan yang dingin dan menggoda." Pierce masuk. Kita mungkin bisa memperoleh sesuatu dari padanya. "Maaf. Hampir diyakini telah melakukan penipu--an. Anda sedang sibuk dengan kepala polisi dan petugas itu dan saya pikir—" "Sialan!" kata Hardcastle. saya pasti akan menyuruhnya menunggu.

katanya. gadis yang bertampang seperti kelinci itu. pikir Inspektur Hardcastle. "Itu tidak mungkin benar. dia menghampiri saya ketika orang-orang keluar dari ruang pemeriksaan dan dia kelihatan ragu-ragu sejenak dan melihat ke sekeli-ling sepertinya dia sedang mencari seseorang. "Dan dia berkata sebctulnya tidak ada. Tiga rumah lainnya di Crescent yang lebih besar tidak masuk hitungan.. Dia adalah gadis yang lamban. Gadis itu telah merasa bingung? Sekarang. Gadis yang sama.. Itu tidak aneh—setengah dari penduduk Crowdean kelihatannya mempunyai keinginan serupa. Pembunuhan itu telah membuat sensasi. Dia menyuruh Pierce keluar." "Ya?" Hardcastle mencondongkan tubuhnya ke depan. "Sebaliknya. saya melihat Anda sedang sibuk dengan kepala polisi. Saya tanyakan apakah dia mau mcning-galkan pesan atau akan menghubungi Anda kemudian di kantor. telah mengetahui sesuatu. "Betul. Saya tidak yakin kata-katanya yang tepat. Apakah ada sesuatu dalam kesaksiannya yang telah menimbulkan keheranan pada Edna? Tetapi dia sudah bingung sebelum pemeriksaan itu. katanya." tulisnya.. "Teruskan. yang tidak lama kemudian ditemukan mati tercekik di bilik telepon umum. Dia terlalu dipenuhi keinginan untuk mengetahui latar belakang kehi-dupan Sheila Webb.menghilangkan kesempatan itu. Pierce. Hemming. "19?" dan "18?" Dia menulis nama-nama yang sesuai dengan nomor-nomor itu. Kemudian dia menghampiri saya dan berkata apakah dia bisa berbicara dengan polisi." kata Hardcastle. Dan saya pikir dia berkata itu lebih baik. Dia mengambil nomor 20 dulu. jika kau ingat lagi. "Saya juga heran. Gadis itu. maka kejadiannya akan berbeda. Pierce. Seandainya gadis itu berkata bahwa hal itu penting dan mendesak. Kelihatannya lebih pantas kalau pisau itu diselipkan ke dalam semak-semak oleh pemilik nomor 20 sendiri. Pak. Tetapi dia bukanlah. Pierce memandangnya dengan perasaan sangat bersyukur. bahwa ada hubungan tertentu antara Miss Pebmarsh dan Sheila Webb? Itu akan cocok dengan kata-kata yang diucapkannya pada Pierce." "Dugaan. Waterhouse. dan memberi sebuah tanda tanya di belakangnya. seperti yang saya katakan. betul. tetapi dia telah melihat sesuatu. Mungkin begini. Bagaimana polisi itu bisa tahu? Sebagian dari latihan yang telah diterimanya mengutamakan kcdisiplinan untuk meyakinkan bahwa atasannya hanya dapat di-ganggu pada waktu yang tepat dan pada tempat t yang tepat. Apakah yang diketahuinya itu? Sesuatu dalam kesaksian itu? Sesuatu." Tidak begitu penting. Bagaimana hubungan antara Mrs." kata Hardcastle. mendengar sesuatu. 'Saya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. "Kau tentu saja tidak tahu kalau itu adalah penting. dan kebingungan itu sema-kin meningkat sesudah menghadiri pemeriksaan itu. Tidak. Pierce?" tanyanya." kata Hardcastle pelan. Hemming hanya berang. Tetapi ketika saya menanyainya. gadis seperti itu. Pisau vang dipakai dalam pembunuhan itu ditemukan di sana. menghambur keluar." Ketika Sersan Cray sudah pergi keluar. Dan nomor 18? Miss Waterhouse telah menemukan mayatnya. Bukan Anda. Pak. Ketika ditanya. ada banyak orang. Apakah Edna Brent pergi ke Wilbraham Crescent untuk menemui Miss Pebmarsh? Miss Pebmarsh telah memberi kesaksian pada pemeriksaan." "Kau tidak ingat acla seseorang tertentu yang berada di dekatmu waktu itu—seseorang dari orang-orang yang telah memberi kesaksiaft. Dia melanjutkan pertimbangannya pada Miss Pebmarsh. Saya bertanya apakah ada sesuatu yang penting." Dia tahu bahwa tidak baik untuk melampiaskan kemarahannya dan frustrasinya sendiri dengan menyalahkan polisi muda itu. Mestinya begitu. dalam kcsaksian Sheila Webb? Apakah dia telah pergi ke rumah bibi Sheila dua hari yang lalu dengan tujuan untuk me-nemui Sheila? Mestinya dia dapat berbicara dengan Sheila di kantor? Mengapa dia ingin menemuj Sheila secara pribadi? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Sheila Webb yang membingungkannya? Apakah dia ingin meminta Sheila untuk menjelaskan apa pun yang diketahuinya itu. mungkin. Pak. Inspektur Hardcastle secara profesional selalu berprasangka terhadap orang-orang yang menemukan mayat. Menemukan mayat akan menghindarkan pembunuhnya dari banyak kesulitan — . sehingga dia telah mengabai-kan hal yang berharga. Hemming dan Edna Brent? Tidak ada. dia bilang bahwa itu tidak begitu penting. "20. secara pribadi—tidak di depan gadis-gadis Iain? Kelihatannya begitu. "dia mungkin pergi untuk melihat siapa yang tinggal di sana. karena dia adalah orang yang jujur. teringat akan pandangan pertamanya mengenai gadis itu di kantornya. entah di mana." pikirnya ma-lah. "Yah. Orang lain." Sendirian Hardcasde berusaha meredakan ama-rahnya yang meledak dan berhenti menyalahkan dirinya. pikirnya. "tidak ada gunanya. mungkin.. Kemudian dia memberi beberapa petunjuk pada Sersan Cray. Ada banyak orang yang menghadiri pemeriksaan itu. katakan semua yang bisa kau ingat. mereka tidak akan pernah tahu mengapa. dan apa yang dia katakan padamu. sava kira bukan. mungkin dia ingin tahu—ingin melihat bagaimana rupanya tempat itu. misal-nva?" "Saya khawatir saya tidak ingat siapa pun. Seorang gadis yang mungkin tidak percaya pada kemampuan otaknya sendiri. Pak. reaksi Mrs. datanglah kepadaku segera. dan dia berkata polisi yang telah memberi kesaksian. Dia menambahkan..' Dia mengerutkan dahinya dan kelihatan bingung. "Apakah ada orang lain di dekatmu saat dia berbicara padamu?" "Yah. Jadi. Pak/' "Yah.. Hardcastle mempelajari tiga kemungkinan itu. Untuk me ngunjungi salaji satu dari rumah-rumah itu Edn Brent tidak akan berjalan di sepanjang jalan yang bcrnomor kecil. "Menurut Anda untuk apa gadis itu pergi ke Wilbraham Crescent?" tanya Sersan Cray. "Dapatkah kau mengingat dengan tepat apa yang telah terjadi. Baiklah. "Tentu saja. kata gadis itu. misalnya." kata Sersan Cray penuh perasaan." Dia menambahkan dengan ramah. sehingga saya menjelaskan padanya kalau Anda sedang sibuk waktu itu. mungkin bukan mengetahui. "Betapa jahatnya orang yang telah melempar pisau yang keji itu pada kucing-kucingku!" katanya." "Yah. Apakah dia telah mengetahui sesuatu tentang Miss Pebmarsh? Apakah dia mengetahui. Dia tidak cukup cepat pada saat itu. Hanya. apalagi dengan pemberitaan yang dilakukan pers. Pebmarsh." "Dia tidak mengerti bagaimana apa yang di-katakan seseorang bisa mungkin terjadi?" ulang Hardcastle. Sesuatu yang membuatnya bingung. Hardcastle menulis tiga angka pada buku notesnya. dia tidak mengerti bagaimana kejadiannya bisa seperti yang dia katakan. semua hanya dugaan.

" "Tanda tangan!" Miss Pebmarsh berkata meng-hina. Anak yang malang. Hardcastle berkata lagi." "Begitu. Inspektui Hardcastle." "Ya. "Seorang gadis —terbunuh! Gadis yang mana?" "Namanya Edna Brent dan dia bekerja di Biro Sekretaris Cavendish. "Apakah kau tidak ingin tahu apa yang kami makan siang itu?" "Jangan bergurau." kata inspektur itu." "Aku tahu. Apakah Anda—Detektif Inspektur Hardcastle?" "Ya. terima kasih. "Orang tidak pernah mengerti bagaimana gadis-gadis ini. dia tidak punya teman di jalan ini." kata Miss Pebmarsh. Kami bertemu di restoran Cina di Market Street pada pukul satu. Paling tidak seminggu —mungkin lebih lama—mungkin tidak pernah lagi!" "Nasib buruk—atau bukan?" "Aku tidak yakin. Sesuatu seperti itu.30 dan pukul satu. "Apakah ada sesuatu yang terjadi?" "Saya pikir Anda mungkin telah mendengar." "Seorang gadis dari sana lagi! Apakah dia juga dikirim seperti gadis itu. Sheila Webb." Dia memandang ke jam besar itu." "Bet apakah usia gadis itu?" tanya Miss Pebmarsh. Seorang gadis terbunuh di bilik telepon umum di jalan ini." kata Colin dan memutus-kan hubungan. "Anda telah mendengar apa yang terjadi siang ini?" katanya." "Yah.. bahwa itu adalah Miss Water-house yang telah bersuara seperti Miss Pebmarsh di telepon dan meminta jasa seorang pengetik steno untuk dikirim ke nomor 19? Dugaan lagi. Kami pikir kami lebih baik memenksa setiap kemungkinan. "Dia mungkin berharap bisa begitu. Bisakah saya berbicara dengan Anda?" "Saya ddak mau terlambat ke Instirut. Dalam ." kata Hardcastle. "Saya belum mendengarnya. Tentu saja tidak." "Kapan kau kembali?" "Aku tidak tahu. Dia harus berbelanja. ber-usaha meredakan ketegangan." Suaranya ber-ubah sedikit. atau mempercayai. Dia minta disambungkan dengan hotel tempat Colin mengi-nap. Tangan Hardcastle meraih telepon. Aku harus meiaksanakan tugas yang menung-guku. "Dia tidak datang kemari untuk menemui Anda di sini. diikuti Hardcastle. kan?" "Mengapa aku harus makan siang bersamanya?" "Tidak ada aiasan sama sekali." Berhenti sejenak. Hardcastle tiba di Wilbraham Crescent No. Apakah kau langsung pergi makan siang dari pemeriksaan itu?" 'Tidak. "Permisi sebentar. Kemudian dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Jam berapa kata Anda tadi?" "Kurang lebih dua belas-tiga puluh atau lebih sedikit. Sebentar kemudian terdengar suara Colin. Sudah pasti tidak ada motif yang tampak pada Miss Waterhouse untuk melenyapkan Edna Brent." "Terbunuh? Kapan?" 'Dua tiga perempat jam yang lalu. banyak hal. Tetapi itu betul. Tidak seorang pun datang kemari sejak sava pulang dari pemeriksaan itu. Memang harus begitu. dia mungkin ada di sana. Apakah lama?" "Saya yakinkan Anda. Aku harus ke luar negeri... Aku hanya bertanya jam berapa. "Saya hanya dapat meyakinkan Anda." kata Miss Pebmarsh. "Mengapa Anda pikir gadis itu mungkin datang kemari untuk menemui saya?" "Yah. "Hardcastle di sini—jam bcrapa kau makan siang dengan Sheila Webb hari ini?" Colin tidak segera menjawab. Dia mungkin hanya ingin minta tanda tangan.menyelamatkan dia dari ba-haya dalam menyusun sebuah alibi. Sheila siapa namanya itu?" "Saya kira tidak. itu adalah sebuah kedudukan yang kokoh—dengan hanva satu syarat saja. Apakah Edna mungkin mempunyai aiasan tertentu untuk mengetahui. Aku hanya menginginkan waktunya yang tepat saja. dia telah menghadiri pemeriksaan pagi ini dan dia telah melihat Anda di sana. Miss Pebmarsh. tetapi dia tidak begitu. "Sangat muda." "Ke mana Anda pergi sesudah pemeriksaan itu?" "Saya langsung pulang." Dia berhenti kemudian bertanya. "Bagaimana kau tahu kami makan siang bersama?" "Dengan tebakan yang jitu. Miss Waterhouse tidak memberikan kesaksian pada pemeriksaan." "Apakah Anda berada di sini sekiranya dia datang kemari tadi?" "Saya tidak yakin. Dan ada. tentu saja. di rumah Anda?" "Di sini? Tidak." Dta masuk lag! ke rumah. "Saya ada di rumah waktu itu. "Sava kira sembilan belas. dau dia tentunva punya aiasan tertentu untuk datang ke Wilbraham Crescent. Tetapi. saya kira.'* . Tidak boleh ada motif vang jelas. Kelihatannya seperti seseorang telah memberitahunya tentang ketidakmampuannya dengan cara yang menyakitkan." "Oh." "Sembilan belas? Sangat muda. hanya tiga atau empat menit saja. 19 hampir bersamaan dengan keluarnya Miss Pebmarsh dari rumahnya. "Apakah dia cantik—menarik—seksi?" "Tidak. Belum." "Tetapi mengapa dia harus datang menemui sava hanya karena dia melihat saya di pemeriksaan itu?" "Yah—" inspektur itu tersenyum kecil. polisi juga tidak akan mempedulikan sidik jarinya. Baru saja menyiapkan koper-ku. Rasa marah tercermin sejenak di suaranya. kemudian buru-buru mencoba meletakkan senyumnya pada suaranya sewaktu dia sadar bahwa Miss Pebmarsh tidak dapat melihat." Hardcastle melihat catatannya. "Aku mau pergi.. Siapa yang tega membunuh gadis semuda itu?" "Tapi memang begitulah yang terjadi. "Jika kau tidak melakukan apa-apa sore ini—" Colin mcnyela." kata Hardcastle. Miss Pebmarsh. Edna Brent meninggal antara pukul 12. bahwa hal itu tidak terjadi hari ini.. Sebagai catatan. Sejauh yang kami ketahui.

Sebaliknya. ketika orang laki-laki itu terbunuh. bukan?" "Tentu saja tidak. "Sebetulnya. Tetapi saya hanya ingin tahu apakah dia telah datang menemui Anda pagi ini sebelum dibunuh?" "Datang menemui saya? Tidak. Miss Waterhouse juga ada di rumah. tetapi Anda tidak dapat menyalahkan saya gara-gara hal itu. dan ketika mereka datang. "Maafkan saya." "Kata orang." kata Miss Waterhouse. tentu saja tidak." kata Miss Waterhouse. dan jika itu adalah kenyataan dalam kasus ini. Dia menggelengkan kepala lagi. Dan sesudahnya. saya kira. Kemudian. Saya tidak pernah mendapat shock seperti itu dalam hidup saya. "tetapi Anda akan mengatakan bahwa orang yang melihatnya menuju pintu gerbang Anda pagi ini adalah salah?" Dia memandang Miss Waterhouse dengan pandangan tak berdosa. Miss Waterhouse. saya pergi untuk menelepon. tetapi saya tidak sedikit pun berkata bahwa Miss Pebmarsh terlibat di dalamnya. atau duduk di samping saya di bis. Sesuai dengan takaran kesehatan" kata Miss Waterhouse galak. Dia tidak menginginkan kue-kue itu." kata Hardcastle. bukan?" katanya. Anda tidak dapat berdiri di atas keset itu sepanjang hari. . "tetapi semua per-tanyaan itu tidak dapat ditanyakah sekaligus."Jadi bukan itu alasannya. Dia berpikir Miss Waterhouse sama sekali tidak adil pada dirinya sendiri dengan mengucapkan du-gaannya yang terakhir itu. Saya mengenal seorang wanita yang dulunya selalu menelepon toko kue dan memesan selusin kue." Hardcastle bangkit. terkesan seperti dia selalu terkesan. maka usul tentang gadis itu telah peigi ke nomor 19 adalah usul yang cerdas dalam keadaan seperti itu. Selalu ada hal-hal seperti itu tiap hari. jika saya mengingatnya dengan benar." "Saya yakin Anda telah menjawab semua pertanyaan." "Kantor sentral dapat mengatakan apa saja! Saya memutar nomornya dan mendengar suara bising yang amat aneh. jika dia per-caya bahwa gadis itu telah memasuki rumahnya." kata Miss Waterhouse. Saya lebih menyesal dari apa yang dapat saya katakan. Madam" kata Inspektur Hardcastle." kata Hardcastle. "Yah. "Saya ingin bertanya apakah Anda sungguhsungguh yakin Anda tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya?" "Mungkin telah melihatnya berkali-kali. atau menjual tiket pada saya di bioskop. Saya tahu seorang laki-laki terbunuh di rumahnya. Tentunya. Menurut kantor sentral. Miss Pebmarsh. Sesuatu tentang pertemuan untuk penghapusan senjata nuklir. Anda}" katanya. . Mungkin dia bekerja di kantor saudara laki-laki saya di Gainsford and Swettenham. Saya segera bergegas dan mengajak polisi itu kemari. Saya kira. Dia ragu-ragu. "Maafkau saya. saya sudah menceritakan pada orang-orang Anda segala yang saya ketahui." Hardcastle pergi ke luar. karena telah mengganggu Anda. saya kira dia mungkin telah memasukkan brosur atau sesuatu melalui pintu.. Ada brosur di sana pada saat makan siang. Satu dari gadis-gadis itu segera berdiri ketika Hardcastle memasuki kantor. "Silakan masuk. saya kembali kemari dan meneguk brandy dalam batas yang wajar. Miss Martindale tidak menunggu sejenak pun sebelum menyerangnya. jika Anda bertanya pada saya. mungkin. saya kira dia agak gila sedikit. "bukannya karena tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan apa yang saya katakan sampai sudah terlambat." kata Miss Pebmarsh. "Paling tidak—" "Ya?" kata Hardcastle siap-siaga." "Mengapa Anda pikir itu adalah hal yang paling mungkin?" "Anda berkata dia adalah pengetik steno dan datang dari Biro Cavendish. ^ Dia mungkin mendapat bantuan dari gadis-gadis yang ada di sana. Dia mengucapkan selamat tinggal pada Miss Waterhouse dan pergi. "Anda sangat bijaksana. dia bilang dia tidak memesan apa-apa. dia Iupa akan semuanya itu. dengan kepribadian Miss Pebmarsh. Tidak. kata orang Miss Pebmarsh meminta iasa seorang pengetik steno untuk datang ke rumahnya hari itu." "Saya tidak mengerti untuk apa itu. Masuklah dan duduk]ah dan tanyakan semua pertanvaan yang Anda ingin tanyakan. membuka pintu dengan tiba-tiba dan menunjukkan keinginan untuk menjerat seseorang ketika orang itu melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. bukan bunyi sambungan. telepon Anda tidak rusak. dia memang menelepon biro itu dan meminta seorang pengetik steno untuk datang."Miss Martindale sedang menunggu Anda. Seluruh kejadian itu merupakan shock yang hebat." kata Miss Waterhouse. seolah-olah semua itu adalah akibat perbuatan Hardcastle. "kelihatannya tidak ada hubungan ke sana. bahwa saya tidak dapat membantu Anda. maksud saya. Inspektur Hardcastle. Hal-hal seperti itu." "Saya kira saya tidak pernah memakai jasa seorang pengetik steno. "tetapi tidak untuk diingat." "Yah. Untuk apa?" "Yah." kata Miss. Dia tahu. ya. Seperti yang saya katakan tadi. tetapi dia menyangkatnya. "Oh. tidak. Maksud saya.. Saya membuka pintu telepon umum dan gadis itu ada di sana. tetapi ada pevkiraan tertentu bahwa gadis itu memang menemui seseorang di Crescent ini dan dia pergi ke sebuah rumah tidak jauh dari sini. Hardcastle memandang jamnya dan memutus-kan bahwa dia masih punya waktu untuk me-ngunjungi Biro Sekrctaris Cavendish. Dia tergo-long jenis wanita sejati. Kami harus memeriksa secara lebih teliti lagi. Dan dia akan menemukan Sheila Webb di sana juga. Sekarang tentang telepon Anda—Anda bilang telepon Anda rusak." "Jadi Anda harus menyelidiki sepanjang Crescent. dia mungkin telah melayani saya di Woolworth. "Orang yang melihatnya menuju pintu gerbang saya? Tidak masuk akal." "Tentu saja." "Tetapi Anda tidak berpikir bahwa dia akan melakukan pembunuhan?" "Saya tidak pernah berkata tentang pembunuhan atau hal-hal lain yang serupa. mungkin. jadi saya keluar untuk pergi ke telepon umum. jika Anda ingin tahu." "Dia adalah seorang pengetik steno di Biro Cavendish." kata inspektur itu. "Dan hanya itu saja. Saya hanya berpikir bahwa dia mungkin memiliki sifat yang aneh seperti orang-orang lainnya. semuanya adalah mungkin. Apakah Anda mengarah ke sana?" Oh. kita tidak bisa mengetahuinya.Waterhouse mengakhiri. memandangnva dengan pandangan mencela." kata Miss Waterhouse. kantor itu akan dibuka lagi pada jam dua siang ini." Gadis itu mengawalnya masuk ke kantor bagian dalam." kata Inspektur Hardcastle. meskipun saya sebetulnya tidak mengerti peitanyaan-pertanyaan apa lagi yang masih diperlukan. Saya kira mungkin dia datang kemari dan memasukkan sesuatu ke kotak surat. "Detektif Inspektur Hardcasde. kendati dia tidak menunjukkannya. "Saya kira hal yang paling mungkin adalah dia pergi ke rumah sebelah—Miss Pebmarsh maksud saya.

mungkin. dan saya bermaksud untuk memastikan. Saya memang keras dengan gadis-gadis itu. semua mesin tik mulai bei bunyi. dia yakin. "Waktu? Hanya karena anak konyol itu mati. Saya ingin berbicara dengan. . pikirnya. Semuanya dapat dibumbui sehingga jadi lebih meyakinkan. saya tidak akan bergegas m emberi-kannya pada Anda sebelumnya? Anda harus menemukan siapa yang membunuh gadis malang itu." "Saya yakin. Berdasarkan kebiasaan. "Omong-omong. Sebahknva dia berkata. Miss Martindale." katanya. Pada saat mereka mendengar bunyi langkah kaki saya di gang. kelihatannya keputusan mereka jatuh pada gadis yang jujur itu. Hardcastle berbicara pelan-pelan. saya kira. "Anda harus mengambil tmdakan terhadapnya. secara informal. Semua jam itu. dia tidak membicarakannya de ngan Anda?" "Saya kira dia tidak akan membicarakannya dengan saya jika dia sedang bingung. menatapnya lagi." kata Miss Martindale. Inspektur. untuk melindunginya. misalnya. Saya menyibukkan mereka dengan peketjaan-pekerjaan dan saya tidak mengizinkan mereka terlambat atau cero-boh."Memalukan. Tetapi saya tidak tahan kalau mereka dijadikan korban atau dibunuh. Pemeriksaan itu akan dkangguhkan. "Beri kami waktu. Anda akan sama kagetnya." Tiga kepala mengangguk cepat. Seluruh kejadian ini adalah luar biasa." kata Miss Martindale. "Saya kira kalian telah mendengar apa yang telah terjadi pada Edna Brent. Seorang gadis bertampang tegar dan jujur sena berkaca mata." Dia kembaii ke kantornya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat. telah dijadikan korban? Sudah jelas ada orang yang tidak bertanggung-jawab yang sedang berkeliar-an." "Itu mungkin saja. omong sini!" Sctelah tenang sedikit." "Dan tidak ada yang dapat Anda katakan pada saya. Hardcastle me-nyimpulkan mereka dengan cepat dan ringkas. Inspektur." Dia berdiri dari duduknya dan membuka pintu menuju kantor bagian luar. Mtss Martindale. Jika begitu. tetapi tidak begitu cerdas. sebanyak~ba-nyaknya gadis Anda di sini. adalah Janet. Saya dapat memberi Anda nama dan alamat mereka. Saya dapat mengerti baliwa tidak mungkin Edna Brent akan mempercayakan ketakutan atau kebingung-annya pada Anda." kata Inspektur Hardcastle. "Anak-anak." kata Miss Martindale. Tiga wajah gadis yang terkejut memandang inspektur itu. Dan ketika salah seorang dari gadis-gadis saya terbunuh atau terjebak dalam keadaan yang memba-hayakan." Dia mena-tap inspektur itu dan kelihatan seperti seekor harimau betina dalam wujud manusia. Mereka harus mengakui. Saya menginginkan perlindungan bagi gadis-gadis saya dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. yang namanva. bahwa mereka telah bergosip dan mem-buang-buang waktu mereka. Miss Martindale. Saya bermaksud melindungi mereka. "Mereka tidak akan berbicara dengan bebas jika saya berdiri di sana mengawasi." "Bantuan! Bantuan apa yang dapat saya berikan pada Anda? Apakah Anda pikir jika saya memiliki bantuan itu. Miss Martindale." "Saya kira Anda ingin berbicara dengan mereka sendirian. Dapat dipercaya. bahwa—" "Apakah Anda akan menyangkal bahwa dua dari gadis-gadis saya. Berusahalah dan katakanlah padanya segaia sesuatu yang kalian ketahui yang dapat membantunya untuk menemukan siapa yang membunuh Edna Brent. tetapi dia mungkin telah membicarakannya dengan rekan kerjanva." "Terima kasih. Polisi seharusnya memberi perlindungan dan itu adalah yang kami butuhkan di kantor ini. Anda pasti akan mence-gahnya. Saya datang kemari untuk melihat apakah Anda dapat memberi saya bantuan. "Hanya ada tiga orang saja di kantor saat ini. "Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bergosip—gadis-gadis itu. tetapi mungkin juga ingatannya tentang kejadian-kejadian yang ada tidak dapat dipercaya. 'Tetapi apa yang membuat dia bingung?" Inspektur Hardcastle sangat berharap bahwa jawaban pertanyaan tersebut ada padanya. Anda harus sampai ke akar-akarnya dengan segera. maka saya kira Anda berpikir bahwa Anda memiliki seluruh waktu yang ada di dunia. Anda kan sudah tahu." "Yang ingin saya katakan hanyalah. Perlindungan. Mula-mula Sheila Webb dipanggil dengan penipuan keji itu untuk menemukan sesosok mayat—dan sekarang ini. Tidak boleh ada waktu yang dibuang. Hal berikut yang terjadi adalah pembunuhan atas salah seorang gadis lainnya. Omong sana. tetapi cukup untuk menjelaskan kualitas mereka—yang akan ditanganinya sebentar lag!." "Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada membongkar kasus ini sampai tuntas. Seorang gadis berambut coklat kemerah-merahan yang kelihatan agak gagah dengan model rambut yang membuatnya kelihatan sepert! baru saja bepergian dalam hujan es. gilal Anda harus mengakui bahwa itu adalah rencana gila. "Detektif Inspektur Hardcastle ingin membicarakan sesuatu dengan kalian. Inspektur Hardcastle. Tetapi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya? Bercakap-cakap. dua dari mereka. betul-betul memalukan! Anda harus membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. bahwa orang-orang yang dibayar oleh Negara untuk melindungi masyarakat memang melaksanakan tugas-tugasnya. Itu jika apa yang kita baca di koran adalah benar. jika Anda mau. Gadis yang ketiga adalah gadis yang suka cekikikan. tetapi dia dapat melihat bahwa tidak mungkin dia dapat racm^i oleh jawabannya dari Miss Martindale. kelihatannya. yang akan setuju dengan apa pun yang di katakan oleli orang lain. tidak ada petunjuk yang mungkin diberikan Edna pada Anda? Dia tidak kelihatan bingung karena sesuatu. Miss Martindale. Apakah Anda ingin berbicara dengan mereka semua sementara Anda ada di sini? Lainnya sedang tugas keluar. Inspektur. semampu saya. saya kira." "Sebisa-bisanya hanya sedikit saja yang dise-butkan pagi ini. yang menderita—apa sebutannya sekarang ini—suatu kompleks kebencian— pada pengetik-pengetik steno di kantor ini. dia berkata. Anda tahu. Kalian boleh berhenti bekerja untuk itu. Seorang gadis yang betul-betul baik dan tak berdaya terbunuh di bilik telepon umum. Edna." kau Miss Martindale. kalian dengar dari siapa?" Mereka saling memandang. Miss Martindale. dan siapa yang telah mempermainkan Sheila dengan keji. Mereka tidak disebut-sebut pagi ini pada pemeriksaan itu. Anda harus membongkar sampai tuntas. Mata yang memperhatikan hal-hal di sini. mencoba memutus-kan siapa vang harus jadi juru bicara." "Saya kira Anda tidak berpikir bahwa gadis itu akan terbunuh ketika Anda bangun pagi ini." "Saya kira Anda tidak perlu takut akan hal itu.

Si tukang cekikikan merah mukanya karena merasa bersalah. Matanya memandang pintu ruangan kantor Miss Martindale sejenak." kata si rambut coklat. dia telah berkata. "Bisa-bisa menerkam Anda. ya. Hardcastle menarik napas. "Saya tidak mengerti mengapa ada orang hendak membunuh Edna." kata Hardcasde. Dia sedikit lambat dalam berpikir. saya mohon kalian mengatakannya pada saya. anak itu?* dan saya berkata 'Siapa maksud Anda?' Dan kemudian dia berkata 'Gadis yang baru ditemukan mati di bilik telepon umum. Ketiga-tiganya memandang Hardcastle penuh harap. Kami semua tahu kami harus kembali ke sini. "Dan Sandy Cat sangat jengkel. "Dia selalu cemas tentang sesuatu. "Saya berkata pada Miss Martindale bahwa dia telah menghadiri pemeriksaan itu bersama kami." "Apakah kalian pernah memperhatikan adanya perbedaan dalam sikap Edna. Dia selalu tidak menyenangi orang-orang yang berla-gak bijaksana setelah terjadinya suatu peristiwa. Pak. "Sandy Cat adalah nama panggilan kami untuknva." "Kapan kalian mendengar apa yang telah terjad'?" dia bertanya lagi. mulai berkata. lebih kurang tiga ribu tahun yang silam. tetapi tidak dengan tingkah-laku berkomplot. Miss Webb. pikirnya sendiri. tanyakan padanya bagaimana kalau besok saja?—Oh." kata Maureen. "Yah." pikir inspektur itu." Sheila Webb berdiri. "Bagaimana orang bisa bekerja dengan serius bila terus-terusan diganggu. "Dan bukan nama yang buruk. sampai di mana kita tadi?" Sheila baru saja hendak menjawab ketika pintu diketuk orang. maaf bahwa ini terpaksa dilakukan." Dia memandang sedikit tidak senang pada Sheila Webb dan berkata. "Ya?" dia berkata menguji." katanya. Hardcastle memandangnya tidak senang. di mana Miss Webb sekarang?" Hardcastle diberi tahu bahwa Sheila Webb ada di Hotel Curlew. "Saya ingin membeli kue untuk dibawa pulang dan saya tahu semuanya akan habis pada saat kami pulang nanti. "Kalian tidak tahu ke mana dia sesungguhnya pergi sesudah pemeriksaan itu selesai. "Siapa? Apa? Anda maksud dia ada di sini sekarang} Yah." Gadis jujur itu berkata. "Saya memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi siang ini. tentu saja. "Dia mencampur-adukkan hal-hal. mula-mula dia tidak mempercayainya. "Nah. "Miss Martindale. Hardcastle ingin tahu apakah dia hanya membayangkan saja. Kami baru saja mendengar berita buruk tentang Edna. seolah-olah dia ada sesuatu dalam pikirannya? Apakah dia menceritakan pada kalian mengenainya? Jika ada sesuatu yang kalian ketahui." "Saya ingat. Proiksor purdy tampakuya merasa tcrganggu ketika dia menghentikan diktenya dan mengang-kat telepon. Dia mengang-guk dengan wajah serius. ada apa? Saya rasa saya sudah bilang tadi bahwa saya tidak mau diganggu siang ini."Edna tidak datang untuk bekerja pada jam dua." dia menjelaskan." gadis beram-but gelap itu. seperti seharusnya. dia bermaksud kembali ke kantor?" "Oh. Miss Martindale. bukan. dan bahwa dia seharusnya mengirim surat izin. "Apakah Sheila Webb dan Edna Brent teman dekat?" tanyanya. kalau dia mau. saya sungguh-sungguh kaget! Jadi saya berlari kembali dan berceiita pada yang lain dan akhirnya kami sepakat kami harus mence-ritakannya pada Miss Martindale.' Oh. Dan ketika saya memasuki toko—yang di tikungan itu dan mereka mengenal saya dengan baik di sana—wanita itu berkata 'Dia bekerja di tempat itu. "tetapi tampaknya. Mengapa harus Edna?' Dan dia berderap kembali ke ruangannya dan menelepon kantor polisi dan menemukan bahwa hal itu memang benar. Tidak ada apa-apa baginya di sini." "Saya mengajaknya makan siang bet sama saya. "Tidak. "Ingat pada turn it sepatunya yang copot waktu itu? Halhal seperti itu bisa terjadi pada Edna. "Dia bilang 'Tidak masuk akal." kata gadis yang cekikikan itu. Mereka saling memandang." kata Maureen. bingung. Dia bermaksud membeli sesuatu dan memakannya di kantor. J Sekarang apa yang sedang kalian lakukan? Tidak ada satu mesin tik pun yang bcrbunyi." dia menjelaskan. Dia ingat bagaimana gadis itu berdiri memandang sepatu di tangannya dengan penuh penyesalan." kata Janet hampir melamun. silakan masuk. dan membuat kesalahan. mengesampingkan buku catatannya. Dia bilang dia tidak peduli mau makan siing atau tidak." "Selalu ada saja yang terjadi pada Edna. Dia bertanya apakah Edna telah mengatakan sesuatu kepada kami tentang ketidakhadirannya di kantor siang ini. bahwa dia melihat pandangan ketakutan yang tiba-tiba muncul di mata Sheila. dan pada saat itu juga dia keluar dai i kantornya dan berkata pada kami. saya—eh—saya menyelinap sebentar." "Bukan karena dia punya pacar atau yang seperti itu. .Brent akhir-akhir ini? Apakah dia kelihatan cemas.* Gadis jujur itu mengambil bagian puncaknva.*' Gadis ketiga cekikikan. dan kemudian dia berhenti." katanya kacau." "Omong-omong. tetapi kami tidak melihatnya lagi sesudah itu dan kami tidak tahu ke mana dia pergi. ada sesuatu yang meresahkannya.." "Dan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh Miss Martindale?" "Yah. "Edna akan dimarahi Sandy Cat kalau dia datang. bertugas meJayani Profesot Purdv." "Maafkan saya." "Selalu ada-ada saja. Sclamat sore. Dia sangat yakin bahwa gadis itu tidak punya perasaan apa-apa sebenarnya. Maureen. Dan. Kalian baru sajamendengarkan gosip konyol di toko. Profesor Purdy dengan susah-payah menyadarkan dirinya dari kesulitan-kesu-fitan kronologis yang terjadi. "Dia bisa sangat menakutkan." kata Janet. mungkin Sheila Webb." "Jadi kalau begitu. seolah-olah inspektur itu dapat memberi mereka jawaban atas masalah itu. bukan?" tanya Hardcastle." kata Maureen. ketika Edna tidak ada di sini pada jam dua. Mereka saling memandang sejenak. baiklah—baiklah— Suruh dia naik." "Tetapi saya tidak mengerti. Kelihatannya itu semata-mata adalah dugaan yang kabur." Mereka saling memandang. "Dan saya berkata. Lebih mungkin lagi. Mungkin salah seorang dari gadis-gadis lainnya akan lebih berguna. Itu pasti gadis lain. maksud saya. saya kira. "ya." "Itu benar.." kata si rambut coklat. 'Sesungguhnya ini bukan salah kami.

" "Anda tidak berpikir bahwa dia kelihatan cemas dan bingung akhir-akhir ini?" "Yah. Sungguh. Saya tidak akan memilih tempat seperti itu." kata Hardcastle. Miss Webb akan bebas dalam seperempat jam lagi—oh. "Dia dice-kik sekitar pukul setengah satu. aduh. Dia dapat menulis dan menceritakan apa yang telah terjadi dan memintanya untuk tidak mengadu pada Miss Martindale. pikir Hardcastle sendiri. Mata vang indah. sebagaimana yang akan dikatakan pula oleh Miss Webb. Cukup malam memang. Anda bams mengingatkan saya soal waktu. ya. Dan kami bekerja sejak saat itu." kata profesor itu. "Dicekik di bilik telepon umum. Oh. suaranya meninggi. Dia mena-tap-Hardcastle. ke Profesor Purdy pada pukul setengah tiga. Miss Webb?" Pipinya memerah. Maksud saya." "Dia biasanya datang dan meminta nasihat bila timbul masalah?" "Oh. bahwa Edna Brent sangat berharap untuk menemui Anda kemarin duiu. selalu ragu-ragu. tidak apa-apa. mungkin setengah jam lagi. ke Biro Cavendish? Saya ke sana dan diberi tahu bahwa saya harus langsung kemari." "Anda tidak pergi ke kantor sesudahnya?" "Maksud Anda. Oh." Dia berhenti dan kemudian berkata. Saya harus pergi ke Landis Bay menemui salah seorang pengarang kami. Kedengarannya sangat luar biasa bagi saya. Padahal saya yakin bahwa itu tidak mungkin.." nada suara Hardcastle terdengar tegas. bahwa saya telah meninggalkan mobil saya selama empat setengah jam di meteran parkir. Kecuali jika Anda dapat menceritakan pada kami. mengungkapkannya sebrutal mungkin. Profesor Purdy. Tidak." "Saya mengerti. Kemudian dia bingung lagi." sela Profesor Purdy. "Saya tidak tahu. Miss Webb." "Ini lebih senus danpada pelanggaran parkir. "Saya adalah Detektif Inspektur Hardcastle. jika saya harus melakukan hal seperti itu. tajam. Inspektur. merasa tertarik dengan kejadian itu. Anda mestinya mengingatkan saya. "Setengah tiga." "Betul. sepanjang hari. bahwa dia telah datang ke rumah bibi Anda dan menunggu Anda pulang selama beberapa menit?" "Kesalahan saya lagi. Dia sangat—apa namanya—pemalu. di bilik telepon umum. aduh. baiklah. "Saya makan dengan seorang teman di restoran Ho Tung. Matanya vang biru kelihatan indah sekali—laksa-na bunga iris." "Oh. dia tidak—tidak—saya tidak ada di kantor sama sekali kemarin." "Di telepon umum?" kata profesor itu." "Saya mengerti." "Jadi Anda tidak tahu apa yang telah terjadi pada Edna Brent?" "Terjadi padanya?" tanya Sheila. ya. Dia pernah menghilangkan dua halaman ketik penuh naskah Armand Levine dan dia sangat cemas mengenai apa yang harus dilakukannya. Dan dia bertanya pada Anda. yah. yah. sebab dia telah mengirimkannya pada pengarang itu sebe-lum dia menyadari apa yang telah terjadi." ." "Saya sangat pelupa. matanya melebar." "Saya menceritakan pada Anda? Bagaimana saya bisa taliu?" "Anda mungkin punya gagasan tentang mengapa Edna Brent ingin menemui Anda?" Dia menggelengkan kepalanya.. tentu saja. Sangat luar biasa. Tetapi masalahnya. "Saya menahan Miss Webb hingga malam." kata profesor itu lagi. Kira-kira begitu. dia tidak pernah yakin apakah perbuatannya itu betul atau salah. baiklah. saya mengenainya. tidak apa-apa. yah." "Yang saya tnginkan sebenarnya adalah berbicara sebentar dengan Miss Webb." "Apakah dia tidak menunjukkan apa-apa pada Anda? Tidak berbicara pada Anda di kantor tentang masalah itu?" "Tidak. "Saya kira Anda telah mendengai nya. Mata yang mengingatkannya pada seseorang." kata Sheila. Tidak. Saya sungguh-sungguh menyesalkannya. Saya tidak boleh ganggu.. saya khawatir Anda sudah terlambat untuk minunrteh. saya ingat. Ada apa—pelanggaran lalu lintas? Betapa sok dan suka ikut-campur petugas-petugas lalu lintas itu. sebab orang tidak selalu langsung membaca hasil ketikan dengan segera untuk mengoreksinya. kalau inspektur ini ingin bertanva pa Anda. "tetapi saya tidak tahu kalau itu penting. ya. saya ingat. "Aduh." Sheila Webb menatapnya. "Edna—terbunuh] Tetapi mengapa?" "Apakah Anda tahu. Ada apa dengan dia?" "Saya kira berita itu belum sampai pada Anda. ya. Yah. "Ya. Miss Webb." kata profesor itu merasa bersalah." "Oh. Dan Anda tidak punya mobil. tidak punya gagasan sama sekali."Nah. apakah sekarang sudah jam enam?" "Maafkan saya. menganggukkan kepaianya. Nah." "Bisakah Anda menunggu? Sekarang ini saya sangat sibuk. Maksud saya. Mungkin juga baru sekarang kau mendengarnya atau kau adalah seorang aktris yang pintar. "Kami mungkin tidak pernah tahu. jika—jika Anda mau tahu. Di mana Anda makan siang. Mulutnya terbuka sedikit." "Bibi saya bercerita pada saya. Pak.. Maafkan sava. Sangat sibuk. Edna selalu kelihatan cemas atau bingung. Tetapi. bukan?" Profesor Purdy memandang Sheila Webb ragu-ragu. ada apa?" kata profesor itu lagi. "Saya mengerti. Kemarin dulu seorang petugas beikeras mengatakan. dengan tajam. Profesor Purdy. Apakah memang penting? Apakah Edna punya masalah?" "Kami tidak tahu. Anda harus. Anda datang kemari naik bis. kebut-kebutan itu. "Oh." kata inspektur itu.. "sesuatu telah terjadi padanya. saya harus memesan teh. "Edna Brent. Aduh. Sial benar nasibnya. minta nasihat tentang apa yang harus dilakukan?" "Ya." kata profesor itu. ada apa?" "Ini tentang gadis bernama Edna Brent" Dia beralih ke Sheila Webb. Sejak saat itu." kata profesor iru. kami tidak selaiu sepakat tentang apa yang harus dilakukannya. "Terjadi padanya? Apa maksud Anda? Apakah dia mengalami kecelakaan atau sesuatu—ditabrak ?" "Sangat berbahaya memang. pelupa. "Oh. Gadis yang malang. Tetapi Edna bilang dia tidak begitu suka berbuat begitu. Sheila Webb tidak berkata apa-apa. "selalu. Kami sudah sampai pada bagian yang penting. tentu saja. "Ya. Saya mengatakan padanya lebih baik dia cepat-cepat menulis surat pada pengarang itu. kata Anda?" Dia menaikkan alisnya.

Aku harus segera ke luar negeri." "Anda tidak berpikir bahwa kali ini masalahnya lebih serius?" "Sava kira tidak. khusus meminta saya. Saya mengangguk." Dia memandang saya. "Akhirnya saya menemukan sesuatu. Mengapa mereka mengirim saya. bagaimana pekerjaan rumahmu itu?" "Pardon}" "Bagaimana tentang Mayat Misterius dan Jam-jam di Crowdean—apakah kau sudah bersandar. "Kau kelihatannya tidak senang. "Selalu menggembirakan bila ternyata sebuah praduga adalah benar. Miss Webb." "Bagaimana bisa? Apa yang bisa diketahui Edna tentang hal itu?" t "Sesuatu yang tidak begitu penting. "Kau kelihatan tertekan. Miss Webb?" "Sama sekali tidak. Dan bagaimana denganmu. adalah agak aneh. "Adakalanya saya mencuri-gaxmu.*1 NARASI COLIN Saya segera melapor ke Beck begitu saya tiba di London. "Crescent benar. inspektur itu heran. dan menemukan jawaban-nya? "Aku sudah membaca apa yang kautinggalkan di sini—dengan penuh minat." "Kelihatannya ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakannya dengan Anda di Biro Cavendish. Ya." "Semoga berhasil." 'Terima kasih. Dan dia sekarang ada di sana. Semua seperti biasanya. bukan? Sesuatu. Insinyur bangunan itu." dia berkata dengan keras. dengan aiasan sakit. tetapi pokoknya dia pergi ke sana."Jadi adalah biasa-biasa saja jika dia datang pada salah satu dari kalian bila dia mempunyai masalah? Itu sering terjadi?" "Ya. hari itu? Mengapa Edna terbunuh di dekat sana? Anda harus memecahkan kasus ini. Kami akan memberimu pesan saat kau mengambil surat-surat keteranganmu. Sebuah sejarah yang panjang tentang kucing. yang mana memang agak aneh. "Bagaimanapun juga mungkin ada sesuatu pada idemu yang konyol tentang bulan sabit itu. "Tidak banyak yang ada di sana. dan pergilah." "Apakah Anda telah menyelidiki yang lain? Atau hanva Ramsav?" "Diana Lodge kelihatannya betul-betul Diana. 62. Sesuatu." Dia berhenti. Ramsay di Wilbraham Crescent No. Saya yakin tidak mungkin seperti itu. Dan sesuatu itu akan menolong. meski bagaimanapun kecilnva." "Kau mungkin mendapat sesuatu dari sana. Dia tampaknya memutuskan hubungan dengan semua teman lamanya. Colin. Poirot. Miss Webb?" "Tidak. bisa begitu tenang seperti yang diperlihatkannya? "Saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya dengan saya. sering. berbicara lebih cepat dan agak terengahengah." kata Poirot. Mungkinkah kasusnya begitu?" "Saya kira tidak mungkin. "Jadi seperti itu?" "Ya. mungkin. dan sebuah paspor baru yang bagus. Matematika." "Masalahnya adalah. Dan saya tentunya tidak dapat membayang-kan mengapa dia ingin datang ke rumah bibi saya dan berbicara dengan saya di sana. Dia adalah pen-siunan dosen. Ramsay. "Saya dapat meyakinkan Anda. Ada sedikit kecaman pada suaranya ketika dia melanjutkan. seperti yang sudah kauketahui. Kali ini dia sedang meminum strop de cassis (lobi-lobi hitam bagi Anda dan saya)." gadis itu melanjutkan. Dia menawari saya." kata inspektur itu. Inspektur. Saya harap saya dulu tidak pernah pergi ke sana. Mr. beipindah ke pihak lain. "Jadi Anda tidak dapat membantu saya. "tetapi sesuatu. Saya pergi menemui Hercule Poirot dulu. bukan?" "Saya tidak mengatakan sejaub itu. Saya kira itu mungkin betul—tetapi dia tampaknya cukdp sehat wal'-afiat. agak tiba-tiba. Saya menolak." kata saya mengelak." kata Kolonel Beck. Di depan gadis-gadis lainnya. McNaughton sedikit menarik. bukan? Sudah kubilang para tetangga itu adalah percuma—" . Anda harusl" "Kami memang bermaksud memecahkannya. saya sungguh-sungguh berpikir Anda harus minum segelas sherry. Ramsay pergi secara mendadak kira-kira lima minggu yang lalu." "Bukan itu yang dikatakannya pada isttinya." "Anda gemetar. "kita biasa berpikiran bahwa semua yang dilakukan oleh seseotang adalah sangat patut dicurigai." kata Poirot. "Saya pikir. tetapi perusahaan-perusahaan dengan latar belakang yang gelap. Masalah serius apakah itu?" Apakah Sheila Webb. yang dirasakannya harus dirahasiakan antara Anda dan dia. Kau adalah seorang ahli tumbuhtumbuhan. "Saya tidak pernah mendekatinya lagi. Galilah pengetahuanmu tentang tumbuh-an Iangka di daerah Balkan. tetapi dia tidak keliru terlalu jauh. 'Tidak sama sekali. "Saya tidak tahu." katanya. menutup matamu. Lumayan cemerlang kelihatannya. George menyuguhkan wiski. Mengundurkan diri dart jabatannya. Kali ini Nigel Trench. Jadi kau bisa berlari cepat sekarang." Dia mengintip dari balik asap rokoknya. Perusahaanperusahaan sungguhan. tetapi saya tidak tahu apa-apa yang dapat membantu Anda. "Bilik telepon umum tempat dia ditemukan terbunuh terletak di Wilbraham Crescent. Saya sudah menyiapkan visa untukmu." Pesawat terbang saya berangkat pukul sepuluh malam. Anda harus." kata Profesor Purdy. Apakah itu mempunvai arti bagi Anda." Dia memandang saya dengan cermat. Anakku. nomor salah. Carilah keterangan sebisamu tentang Mr. tetapi saya hanya berkata mungkin." "Mungkin bukan. tidaklah seperti apa yang dia tunjukkan. Dia melambaikan rokoknya ke arah saya. dan kemudian berpindah lagi ke pihak semula! Semua campur-aduk dan penyamaran ini menyenang-kan." kata inspektur ttu. seperti itu. saya harap saya tidak terlibat dengan semua ini. Dia pergi ke Rumania. Nomor 61 didiami oleh seorang kontraktor tulen yang tak bersalah." "Apakah Anda sendiri ada di Wilbraham Crescent hari ini?" "Tidak. Saya sangat menyesal tentang Edna. Hanbury yang malang mendapat nomor yang salah." "Ada instruksi-instruksi khusus?" "Tidak. Maafkan saya. dan apa pun latar belakang yang merekatpunyai." "Tidak ada yang mungkin berhubungan atau berkaitan dengan kejadian pada tanggal 9 September?" "Maksud Anda—orang itu—orang di Wilbraham Crescent itu?" "Itu maksud saya. Dia telah melaksanakan beberapa tugas aneh akhir-akhir ini. Tidak bersalah dalam pandangan kita. Kami ingin sedikit lebih tahu tentang dirinya. mungkin. Saya mulai merasa bahwa itu adalah tempat yang seram." Napasnya menjadi cepat." kata sava.

" kata Hardcastle. tetapi gampang untuk diajak berkencan. 20 September. lumayan dermawan. Dia menanyai sava dengan cermat sampai dia memperoleh setiap data dari saya." "Bagaimana tampangnya?" "Sedikit bertampang aktris. "Apa sesungguhnya pendapatmu tentang urus-an ini?" "Lebih jelas sekarang—seperti biasa. Dia kembali memandangi sepu-cuk surat di atas mejanya. "Ya—itu adalah pola yang sama. tetapi secara keseluruhan dia mengiranya sebagai lima puluhan. dilly—datanglah untuk dibunuh. Dia akan datang pagi ini." "Pasti ada. Kualitasnya sangat baik. "Saya baru akan memberi tahu Anda. Tidak diragukan lagi. Saudara perempuan. bukan siapa diz tetapi dia itu apa. atau pembersih. "Sementara kau pergi. tentu sa|a. ada banyak sekali otang yang melihat orang yang sama di Lincolnshire. Dia juga akan mengirimiku sebuah kawat dari luar negeri. Mengapa. menurut saya. inspektur itu merasa sedikit berpengharapan. Seseorang pasti telah melihat sesuatu. itu pasti nama yang dipilih oleh wanita itu sendiri. Dan aku punya data lebih lanjut untukmu. Secara keseluruhan. tinggi dan ukuran tubuhnya sedang. Yang harus dilakukan sekarang adalah berbicara dengan lebih banyak tetangga. Surat itu hanya berkata bahwa penulisnya berpikir bahwa orang yang dicari itu adalah suaminva vang telah lama berpisah dengan dirinya sejak beberapa tahun yang lalu."Sebaliknya. mungkin." Saya memandangnya bingung. memakai mantel berwarna gelap dan rok serta blus putih." Dia mendeklamasikannya dengan amat serius. Tetapi dia menyukai surat itu. Aku tidak minta informa-si. Rival belum datang juga?" "Baru saja datang/' kata Cray. Tidak terlalu teliti. Semua jalan kelihatannya buntu. sebab mereka terjebak dalam kesulitan semula: identifikasi sesosok mayat. di bis. Ada pembunuhan satu lagi. Newcastle. Merlina Rival. Identifikasi itu mema-kan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya. adalah yang punya harapan terkecil. "Saya sangat gembira bertemu dengan Anda. tetapi penegasan. Dari dekat. "Kau tidak hanya duduk dan berpikir. Begitu dekat di mata. gagal. Rambut gelap. Membawa sebuah tas kotak-kotak yang besar. Saudara-saudara perempuan yang kepi-ngin sekali bertemu kembali dengan saudara laki-lakinya. kelihatan jahat di pojok sebuah jalan. Sebuah atau dua buah gelang yang gemerincing.*' "Itu tepatnya yang sedang kulakukan! Apa yang akan dikerjakan oleh Miss Lemon hanyalah untuk membuktikan padaku kebenaran kesimpul-an yang sudah kucapai. Saya menceritakan padanya pula tentang kartu pos vang saya berikan pada Hardcastle. dia adalah wanita yang cukup dapat dipercaya. Pemeriksaan laboratorium terhadap pakaian itu tidak menghasilkan sesuatu yang betul-betul berguna. Tidak terkirakan lagi jumlah istri yang yakin bahwa itu adalah suami mereka yang hilang. Hardcastle mengeluh ketika dia memi-kirkan telepon-telepon dan surat-surat yang membanjir sesudah foto itu dipublikasikan dalam koran-koran dengan tulisan di bawahnya: TA-HUKAH ANDA SIAPA ORANG INI? Menak-jubkan sekali jumlah orang yang berpikir mereka mengetahui orang ini. menurut perasaan Hardcastle. Enderby. "Kartu pos itu kurang lengkap. Mayat itu tetap dijuluki sebagai "mayat misterius!" Padahal. "Mrs. bersembunyi di pelabuhan. lumayan baik. dia bukan benar-benar "mayat miste-rius." "Apa maksudmu dengan itu?" Poirot menutup matanya. "Ingat—empat satu tiga—atau empat tiga belas. "Kau akan melihatnya sendiri." "Seorang pemeras?" Poirot menutup matanya." dia mengulangi. Dokter gigJ juga belum membantu." "Aku tidak percaya kau tahu sesuatu." Detekttf inspektur hardcastle melihat kalen-der di mejanya. Sekitar lima puluh. Ceritakan padaku. Mr. Dia hanyalah orang yang tidak mampu dikenali oleh seorang pun. Mrs." "Mungkin memang sebuah aksioma. Hardcastle menekan interkomnya dan masuklah Sersan Cray. Aku akan mernintanya untuk menanyakan sebuah akte pernikahan di Somerset House. beberapa cincin." "Baiklah." "Kupikir itu tidak jujur. Rival." Sava menceritakannya." katanya. "Dilly." "Apakah dta kelihatan cemas?" "Tidak. di kereta api bawah tanah." . Dan sesudah itu aku tidak akan bilang apa-apa lagi. tidak ada sebuali sidik jari yang dicelupkan dalam darah." kata Cray. "dan saya sangat berharap Anda dapat membantu kami. Ituiah polanya. Anak-anak perempuan menulis dengan penuh harapan tentang ayah mereka yang tidak pernah mereka lihat lagi selama bertahun-tahun." saya keberatan. Secara keseluruhan. tetapi dia tidak dapat mencegah untuk tidak menekankan pada hal itu juga. Poirot! Ini semua adalah bohong. Sudah lewat sepuluh hari. "Mrs. dilty. Namanya tidak penting. dicat tebal." Tidak ada yang hebat ataupun dramatis pada dirinya." "Tetapi siapa pembunuhnya?" Poirot tidak menjawab. Tidak memakai topi. Dapat dipercaya? Itu pertanyaannya. "Make-up-nya tebal—bukan make-up yang bermutu tinggi. Aku tahu. Itu adalah sebuah aksioma. mencoba menyembunyikan wajahnya ketika dia keluar dari bioskop. tetapi dari jarak yang jauh—cukup jauh—dia mungkin kelihatan seperti tiga puluh. tetapi dirawat dengan baik. dia yakin. Pakaian itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa. Mereka masih belum rnendapat banyak kemajuan seperti yang diinginkannya. sesudah mempertimbangkan sejenak. "Seorang detektif swasta?" Poirot membuka matanya. Dalam kasus ini paling tidak dua dari orang-orang ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas—" "Yang mana? Dan apa yang mereka katakan?" Poirot berkata kepada saya dengan gaya me-nyindir bahwa saya harus membaca ulang catatan saya dengan saksama. Dia tidak akan menekankan pada hal itu. kau mengizinkan aku mengadakan sebuah penyehdikan?" "Misalnya?" "Besok aku akan menyuruh Miss Lemon menulis surat pada seorang pengacara rua kenal-anku. Tetapi hari ini. pembu-nuhnya tidak dapat melakukannya sendiri. akibat hasil dandanan yang ceroboh membuatnya kelihatan agak lebih tua dari lima puluh." "Tidak ada tetangga lagi. mungkin juga ramah. begitu pula binatu. Dan. Pak. Ratusan jalan." ^ Cray keluar dan sebentar kemudian masuk lagi sambil berkata. London. tetapi tidak dalam kasus ini. kualitas ekspor. dan masih banyak lagi yang muncul dengan memberi harapan dan tidak menghasilkan apa-apa. "suruh dia masuk. "Aku akan mengucapkan sebuah kutipan kecil padamu. Seperti yang kulakukan dulu. tidak baru. Surat itu tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu mengha-* rap. Devon. belum ada orang yang mengenali siapa pria itu—" "Aku tahu." Inspektur itu berdiri dan berjabat tangan dengannya. pikirnya. Rival. membuat pertimbangan moral berdasarkan peng-alamannya. Tidak terlihat. jika kau bisa mengerti." "Begitu? Begitu cepat? Menarik. tebaknya. Dia tidak menyukai nama kecil itu." "Aku tidak tahu. mungkin.

Kota yang menyenangkan. Mungkin dia meng ra saya tahu lebih banyak dari yang sesungguhnya." "Yah. Anda tahu. Rival. betapa ingatan seseorang pudar dengan berlaiunya waktu. Beberapa orang memang begitu. Tidak saat itu.. Harry kelihatannya tergolong kelas yang lebih baik dari sebenarnya. kemudian dia berba-lik dengan cepat. pikir Hardcastle. tetapi dia tidak begitu berubah. Tetapi saya tidak mengira—saya sungguh tidak mengira bahwa dia membuat hal itu sebagai suatu bhnis" "Betulkah itu?" Dia mengangguk. Hanya satu atau dua menit saja. Dan Anda mengetahuinya. napasnya sedikit cepat. Dia sering bergaul dengan mereka. Hardcas-de menghiburnya. "Dia pulang suatu hari dari bepergian. Rival berkata." Inspektur itu memandangnya tajam. Rival. bukan?" "Saya kira hanva pada keadaan-keadaan tertentu. dia begitu sering bepergian." kata inspektur itu.." "Siapa yang terpikat padanya. Minumlah secangkii." Dia berdiri dan mengawalnya keluar ruangan itu menuju sebuah mobil yang sedang menunggu. Anda tahu. begitulah. Baikbaik. Dia berkata." kata Mrs. dia kelihatan lain. Kelas yang baik. Dia tidak berkata apa-apa. Waktu berlalu begitu cepat." "Ya. Wanita-wanita cenderung untuk terpikat padanya. "Dan di mana Anda tinggal waktu itu?" "Di sebuah tempat bernama Shipton Bois di Suffolk. Saya yakin saya berkata dalam surat itu bahwa itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. sudah lama saya tidak melihatnya. Mrs. "Dia sangat cermat dengan pakaiannya. "Wanita. Tidak akan mengejutkan." "Terima kasih. dia menge-luarkan suara tertahan lirih. Kemudian baru kita bicara. hal itu memberi kesempatan pada seorang laki-laki untuk sering berada di luar rumah. seorang polisi segera muncul dengan baki beiisi teh. Mrs. "Anda tidak boleh berperasaan begitu." "Dan apa yang dikerjakan suami Anda?" "Dia adalah seorang agen asuransi. petugas itu mengangkat kain penutupnya." dia menambahkan dengan cerdik. "Saya pikir dia pasti telah melakukannya." "Suami Anda sering keluar rumah. mungkin ada seorang gadis T tap tidak da gunanya bertanya pada kaum laki-laki tentang hal-hal sepern itu." "Bagaimana Anda tahu?" Dia mengangkat bahu. Suaranya gemetar." "Apakah dia telah mencoba hal yang*sama pada Anda?" "Ya. yah agak sedikit mengejutkan."Tentu saja.. sangat rapi. Dia berbicara dengan nada minta maaf. Bagaimanapun juga. "Wanita. Tentu saja saya cukup siap untuk menerima bahwa dia bukan Harry." katanya.. Dia berdiri memandang selama beberapa saat. Saya lalu menanyai dia. Rival. saya kira sekitar lima belas. Dia tertibat dengan seorang wanita. Anda pikir sekitar lima belas tahun sejak Anda terakhir kali melihatnya? Kapan Anda menikah?" "Kira-kira tiga tahun sebelumnya. "Tetapi kelihatannya memang ' seperti Harry.. dia kembali dan berkata bahwa dia harus segera menjelaskannya. saya pikir—orangorang terpikat padanya dengan mudah. tetapi ternyata lebih dari itu. Ke Newcastle. jika Anda mengerti maksud saya. "sepanjang perjalan-an naik kereta api. tetapi dia memang Harry. Saya harap saya bisa yakin. "Anda tahu bahwa itu tidak benar?" "Yah. mungkin itu tidak benar. banyak gula. Rival?" "Ya. Tentu saja. "Dapatkah kita melanjutkannya? Bagaimana-pun juga. Saya selaiu berpikir. kelas yang baik. dia jauh lebih tua. "orang cenderung berpikir bahwa itu kuiang dari yang sebenarnya dan itu akan membuat Anda merasa lebih muda." kata Hardcastle. itu adalah gambaran yang cukup baik. saya—saya curiga. "Lebih baik. Sangat mirip dengan Harry." kata inspektur itu." Ya. dengan mudah sekali. Dia tidak keberatan menceritakannya pada saya.. "Dia Harry. Dia memberi wanita itu sebuah cincin dan mereka bertunangan—dan kemudian dia berkata dia akan menginvestasikan uang buat mereka berdua." "Saya mengerti. tidak begitu. Hanya—hanya. Dia kelihatan sangat menyesal. saya juga tidak begitu yakin. Paling tidak—" dia berhenti " — itu yang dikatakannya. Mungkin. Tentu saja saya tahu bagaimana sifat laki-laki. Mrs. tidak. Agak kasar sedikit. kemudian melctakkan tangannya pada bahu Mrs. Mereka tidak pernah mencurigai apa-apa." . Rival?" Suara Hardcastle terdengar lembut dan simpatik. "Saya bisa mengerti. Sava mulanya tidak begitu memikirkan-nya-" *Tetapi sesudahnya?" Dia tidak segera menjawab. mungkinkah emosi? Dia tidak yakin. "Bukan itu sebenarnya yang saya'pikirkan. bukan?" "Anda pikir orang itu benar-benar suami Anda?" "Saya yakin betul." Dia memasukkan gula pada tehnya. Bukankah begitu?" "Saya kira memang begitu. katanya. Rival dan membimbingnya keluar. Kita pergi sekarang. Wanita-wanita itu biasanya akan memberikan uang mereka padanya dengan cukup mudah." Baki itu ditarik. kalau dia adalah Hairy. "bahwa Anda lebih suka segera menyelesaikannya. Seorang guru sekolah. "Kami sangat membutuhkan bantuan Anda dalam kasus ini." kata Mrs." kata Mrs. hanya saya tidak memberinya satu sen pun." "Bisakah kita membicarakan beberapa fakta yang dapat membantu kita? Kapan terakhir kalinya Anda melihat suami Anda?" "Saya sudah mencoba mengingat-ingatnya dengan tepat. Dia berkata bahwa rahasia per-mainan itu sudah terbuka." Inspektur itu mengangguk pada petugas itu. dan menghirup tehnya dengan cepat. Dia jauh lebih tua. Tahukah Anda. kenyataannya begitu." kata Mrs. saya mengerti. Itu adalah hal yang paling mudah diucap-kan oleh seorang laki-laki. dan mungkin ada sedikit kericuhan mengenainya. Dia selalu kelihatan—yah. Ituiah mengapa. kembali ke mobil dan mereka kembali ke kantor. Kegugupannya mengenai tempat yang akan mereka tuju tidak lebih dari kegugupan orang-orang lain yang menuju tempat yang sama itu. Kota pasar. dan saya harap saya tidak membuan0-buang waktu Anda dengan sia-sia." Hardcastle ingin tahu apa yang sedang dipikir-kannya. Saya kira. "Ayolah. katanya. Rival. kemudian dia berkata. seperti sava.. Mis. Dia membiarkan Mri> Rival menenangkan dirinya. Ketika mereka kembali ke ruangnya. Hanya sejak itu saya berpikir. Ya.. ini akan menenangkan Anda. "Tidak apa-apa. dan itu sangat berguna kalau mereka punya maksud-maksud tertentu. "Bagaimanapun juga. Rival. Maksud saya. Anda tahu. Mereka akan berbohong dan yah." "Maksud saya. Sungguh menjengkelkan.

Mrs. Rival." "Anda bilang Anda tidak pernah mendengar tentang dirinya selama lima belas tahun terakhir ini?" "Dia tidak pernah mengirimi saya kartu Natal. Tidak.." Hardcastle mengulurkan kartu itu ke seberang meja. "Membantu di pesta-pesta. saya bukannya jenis yang mudah percaya begitu saja pada orang lain. Anda bisa bertemu orang-orang." "Dia hamil?" "Ya. menjadi penerima tamu. Saya pikir mungkin dia telah pergi ke luar negeri—atau mati." kata Mrs. Tetapi kali ini. Betul begitu?" "Ya." "Merlina—er—bukan nama asli Anda. sepan-jang yang saya ketahui.. "Saya kira dia tidak tahu di mana saya berada. Anda tahu. Hardcasde berkata pelan.c. karena uang—suatu cara dalam mencari nafkah. Rival?" "Kadang-kadang. saya tidak mau dia menginvestasikan uang saya untuk saya. maksud saya—berbagai nama yang berbeda-beda. Di gereja pula. Saya kira itu bukan nama aslinya. Dia bilang dia kekurangan uang.j mi. Tidak terlalu romantis. Saya kira saya terpaksa. Dia tidak akan gampang ditipu seperti yang lainnya.. dan sebuah senyum riang menghiasi wajahnva. saya kira. adalah apakah Anda mempunyii ide mengapa Harry datang ke daerah int?" "Tidak. Rival." katanya. Bagaimanapun juga. Nama asli saya adalah Flossie Gapp. tetapi saya tidak peduli dan dia segera membuang subjek itu." "Mungkinkah dia menjual polis-polis asuransi palsu—sesuatu seperti itu?" .."Mengapa tidak? Apakah Anda tidak mempercayainya waktu itu?" "Yah. "Wanita tidak ingin dunia mengetahui bahwa mereka telah ditipu. "Saya mengerti." "Apakah hal ttu pernah terjadi sebelumnya?" "Saya kira begitu. Mrs.au tentang dirinya?" "Tidak sepatah kata pun. keadaan mungkin berbeda. sebagai suami istri—sampai berapa lama?" "Kami di sana sekitar dua tahun. Saya bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya selama tahun-tahun terakhir int. sedikit bergurau." "Anda tidak pernah mendengar apa-apa tentang Harry Castleton sejak Anda berpisah~-at. Saya kira saya sudah cukup lama mengetahui bahwa dia menye-Ieweng. dia adalah orang yang terpelajar.dirinva sejak saat itu. "Saya menciptakannya." "Anda—maafkan saya— menikahinya ?" "Saya bahkan tidak yakin." "Dia tidak punya tanda-tanda khusus tertentu? Bekas luka? Sebuah operasi—atau tulang retak —sesuatu seperti itu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya. dia selalu kelihatan begitu cerhormat. jika itu yang Anda maksudkan. Saya tidak pernah melihat atau mendengar tentang. Sebelumnya kami tinggal dekat Doncaster.." kata Mrs." Dia menambahkan. "Saya kira dia memakai—dulu. saya kira tidak. Itu bukan kehidupan yang jelek. Sampai . Saya tidak mengatakan saya betul-betul terkejut ketika dia kembali hari itu dan bercerita pada saja." kata Mrs. Saya dapat menginvestasikannya sendiri. saya kira?" Dia menggelengkan kepala. Rival jujur. Saya berkata 'Tidak perlu/ Bukannya waktu ku saya tidak mempercayainya. Apakah hanya. mungkin Anda berkata begitu—atau apakah dia adalah jenis laki-laki yang harus memiliki seorang wanita dan dia tidak melihat alasan mengapa mereka tidak sekaligus membayar biaya untuk hiburan yang diberikannya." katanya. Flossie Gapp. Banyak bepergian. sebab. Saya kembali memakai nama Merlina Rival. "Kami memang menikah. Itu bukan kehidupan yang enak dan saya melepas-kan nama Castleton. bukan?" "Apa yang Anda lakukan sekarang? Apakah Anda masih bermain di panggung. tentang laki-laki dan cara-cara mereka dan segi-segi buruk mereka. "Saya tidak benar-benar mengetahui apa yang menyebabkannya melakukan hal itu. Mrs. Itu adalah seluruh uang yang saya miliki di rumah. tetapi setiap orang selalu memanggil saya Flossie atau Flo." "Harry Castleton. Tentu saja saya tidak punya ide. Kadang-kadang keadaan menjadi lebih baik sesaat. Rival dengan sikap menutup diri. "Ini ada dalam sakunya. tetapi saya tidak tahu kalau dia juga menikahi wanitawanita lain sebelumnya. Namanya adalah Castleton ketika saya menikahinya.. Rival?" "Saya tidak tahu. Orang hanya tidak bisa mempercayainya.. saya kira saya mestinya dibapcis dengan nama itu. dia bercerita pada saya tentang sebuah kesempatan hebat yang didapatnya." Ada kegetiran dalam suaranya sekarang. jika tidak saya tidak akan menikahinya. Rival." "Apakah dia pernah memakai nama Curry?" "Curry? Tidak. Rival. Anda boleh berkata begitu/' Hardcastle berkata bijaksana. setelah kami menikah. sampai saya melihat fotonya di koran-koran. Shipton Bois. Florence. "Anda dulu menyenanginya. Sava kembali ke panggung sebentar setclah kami berpisah. Gadis atau wanita itu. "Jarang sekali. memakai nama yang berbeda-beda. Atau tepatnya. Lain dari yang lain. Betul-betul seorang gentleman." kata Mrs. Saya memiliki apa yang disebut sebagai sedikit pengalaman. "Saya melakukan pekerjaan-pekei jaan ringan di sana-sini. kelihatannya." komentar Mrs. Selalu simpan uang Anda di tangan dan Anda akan yakin Anda masih memilikinya! Saya telah melihat begitu banyak gadis dan wanita yang membodohi diri mereka sendiri/1 "Kapan dia menginginkan Anda untuk menginvestasikan uang? Sebelum atau sesudah Anda menikah?" "Saya kira dia mengusulkan hal itu sebelumnya. "Masih menyebut dirinya sebagai seorang agen asuransi." "Dan Anda tinggal di tempat itu. Saya sungguh-sungguh tidak tahu." "Hal Iain yang dapat saya tanyakan pada Anda. Rival. Bagaimanapun juga. tetapi saya sering mendengar orang laki-lak berkata mereka sedang mengejai sesuatu yanp hebat dan kemudian ternyata hanya untuk bersenang-senang saja." "Dan apa yang terjadi selanjutnya?" "Dia berkata dia harus segera pergi dari sana dan saya berkata dia boleh pergi dan menyingkir.. hal-hal seperti itu. kepada wanita itu. "Saya kira tidak. bahwa saya tidak akan menanggung semua ini!" Dia menambahkan sambil merenung.*' "Apakah suami Anda pernah mempunyai masalah dengan polisi?" 'Tidak pernah. Kemudian." kata Mrs. "Sayamem-berinya sepuluh pound.

Kelihatannya mungkin sekali ada lebih dari satu wanita vang ingin membalas dendam padanya. bukan? Saya tidak perlu menjelaskan? Saya tidak akan menceritakan ting-kah lakunya ketika dia masih hidup—hal-hal seperti itu?" "Sekarang belum perlu. Wanita-wanita akan bangga bisa menguasai laki-laki seperti itu. bukan? Harry menyimpan kisah cintanya secara rahasia. Bagi saya kelihat-annya tidak mungkin. "Ya." Dia memikirkan lagi jam dengan tulisan Rose-marv di atasnya. Mereka tidak berarti apa-apa bagi Anda?" "Tidak. Rival menam-bahkan dengan jujur. "Cantik." Hardcastle menarik napas. Hany selalu sangat hati-hati menjaga dirinya. saya kira. sava rasa. Saya pikir lebih mungkin ada kaitannya dengan wanita." Dia mengangguk menegaskan. Saya sendiri merasakan hal yang serupa. Saya kha-watir saya tidak dapat mengingatnya. Rival. namanya adalah Rosalie. saya kira. Mereka selalu gampang terpikat padanya. ya." Dia menyentuh jam bersepuh emas itu. Anda tidak kebetatan memberikan kesaksian tentang identifikasi tadi. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya." kata Hardcastle. Saya kira dia tidak akan menibuat seseorang putus asa. Mrs." "Kaum wanita menvukainva. Hardcastle mengucapkan selamat jalan.. Saya kira dia tidak membutuhkan uang yang banyak." Hardcastle berbicara kepada bawahannya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersumpah bahwa otang itu adalah Harry Castleton. Kita harus mencari tahu tentang orang itu. Terurama. bukan? Saya suka yang itu. Apakah harus begitu?" "Dapatkah Anda memikirkan adanya hubung-an antara suami Anda dengan nama Rosemary?" "Rosemary? Sebentar. "kami sangat berterima kasih pada Anda. Rival. Rival. Tetapi saya tidak mungkin tahu. Mrs . Pemeriksaan itu telah ditangguhkan." Jam-jam iru dibawa dengan sebuah baki dan ditutupi sehelai kain."Saya betul-betul tidak tahu. Tanggal yang tepat akan ada pada catatan di Somerset House. Saya hanya perlu mengatakan siapa dia. saya kira. Saya harap tidak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. tetapi dia mungkin mengum-pulkan uang sediktt-sedikit. adalah sebuah pemerasan?" "Yah. "tampaknya adalah barang dagangannya yang utama. "Ada satu hal kecil Ugi. Kenang-kenangan? . Dia menelitinya dengan minat yang jujur dan baik. seperti yang saya katakan tadi. "Yah. Rival. Itu gambaran paling jelas vang bisa saya benkan. "Kelihatannya begitu. mungkin. saya tidak tahu. Mrs. bukan? "Ya." "Jika Anda melihat sebuah jam dengan jarum-jaium yang menunjukkan angka empat-tiga belas—" Hardcastle berhenti. bukan?" "Tidak.. yang pernah menikahi Anda. "Nama Harry Castleton—mungkin hanya alias saja." katanya. Ada si rambut merah itu—Bukan. Saya tidak menga-takan memang begitu. "Memuaskan?" tanya sersan itu. Tidak apa-apa." kata Cray. mungkin saja. "Tolong bawakan jam-jam itu kemari. Hardcastle membuka kain itu dan menunjukkannya pada Mrs. yang tidak meng-inginkan sesuatu di masa lalunya terbongkar." Mrs.-Rival tertawa kecil. sampai lusa. Dia kembali ke mejanya dan duduk di sana sambil mengetuk-ngetukkan sebatang pencil." "Mungkinkah itu menurut Anda. Dia merasa cukup aman. Sebentar kemudian datanglah Sersan Cray. "Anda tidak pernah melihat satu pun dari jam-jam ini sebelumnya. Di mana Anda menikah? Dapatkah Anda mengingatnya?" "Di tempat bernama Donbrook—Gereja Santo Michael." kau inspektur itu." kata Mrs. Mereka mengharapkan sebuah masa depan vang bahagia bersamanya. tetapi mungkin begitu. Maksud saya. "Itu. "Saya akan berpikir bahwa sudah hampir waktunya untuk minum teh. Dia tidak akan mengambil risiko dengan melakukan sesuatu yang memungkinkannya terjebak. Itu akan membuat saya merasa sudah hampir melangkahkan kaki ke Hang kubur. sebab dia selalu kelihatan sebagai tipe yang baik dan terhormai. Wanita tertentu." "Padahal kclihatannva terhormat.

Mereka membuat perbaikan-perbaikan. "Bukan— itu sudah lama sekali. "Orang harus mengkonsentrasikan diri pada pokok-pokoknya saja. bahkan melakukan pergantian struktural pada flat-flat ini. "Harry Castleton. dan itu mungkin menyangkut dengan seseorang yang telah dilihatnya di sana—atau dengan sebuah peristiwa yang terjadi di sana." "Oh." Saya mengangguk. Bagaimanapun juga aku tahu kalau tempatnya di dekat kantor itu." "Maksudmu kau tahu semuanya tentang dia tanpa diberi tahu?" "Tidak. ya?" ia memandang saya sambil berpikir. mengabaikan kesulitan-kesulitan-nya dengan kibasan tangannya. Kali ini secangkir coklat panas berdiri di atas meja di dekat sikunya. Dia meletakkan penyisip bukunya dengan cer~ mat untuk menandai halaman yang sedang dibaca-nya. Aku sendiri tidak tahu apa yang diinginkan. Aku bisa kacau di sini. "Apa kabar?" tanya saya. yang kaulihat kantor pengetik." saya berjanji." "Aku tidak dapat menceritakan padamu lebih daripada yang sudah kuceritakan — aku tidak mengenal gadis itu sama sekali. siapa pun dia sesunggulinya. "Aku tidak tahu. "Tidak perlu. kau memang tidak pernah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar! Sebagai hasilnya kau tidak tahu apa-apa yang penting. Kau sudah ke Crow-dean?" "Belum. Aku tidak menemukan orangnya sendiri.mengingatkannya pada sesuatu. Merlina Rival! Aneh benar namanya!" "Itu mengingatkanku pada sesuatu." Matanya bersinar. Sebaliknya." "Jadi yang kauketahui seluruhnya. Aku merencanakan ke sana besok." "Ya—polisi-polisi memang sangat hebat—" "Dan para istri sangat membantu. Aku betul-betu| terganggu. "Aku tidak tahu banyak tentang apa yang telah terjadi selai: ku di luar negeri—hanya fakta tentang identitik. sebagaimana dia menyebut dirinya kadang-kadang—" . dia bertanya. Poirot melambaikan tangannya dan berkata. setiap hal bisa. "Itu sudah diharapkan." "Apakah itu tidak akan memperbaiki flat-flat ini?" "Ya—tetapi sangat menjengkelkan bagi&«. aku akan mengunjungimu dan menceritakan semuanya yang kudapat dari Hardcastle tentang Mrs." "Kau sebaiknya datang ke Crowdean dan bertanya sendiri. di mana kisi-kisi itu?" "Sungguh. Aku masih berruga^ Tugasku mcmba-waku ke sana—" Saya berhe/iu sejenak dan kemudian berkata. tetapi saya tidak dapat membantunya. Maksudku aku tidak berminat padanya-" "Kau tidak berminat—tetapi mengapa tidak? Aku tidak mengerti. Ada penjualan naskali-naskah para pengarang minggu de-pan—sangat menarik." "Mrs. aku sudah membaca laporan dati pemeriksaan yang ditangguhkan di Crowdean itu. Apalagi dengan bau cat itu nantinya!" Dia memandang saya dengan gusar. Poirot pastilah mempunyai selera yang buruk dalam minuman! Sekali ini dia tidak menawari saya untuk menemaninya minum. ^ *." kata Poiiot mengecam." kata Hercule Poirot. kau puny a waktu luang?" "Belum.u—ba-gaimana pendapatmu mengenamya?" Poirot mengangkat bahu. Informasi? Atau sesosok mayat?" "Berbicara tentang mayat. sebab dia bilang begitu dan bahwa dia membeli roti kismis dan kembali dengan memakai kaus kaki saja dan memakan roti itu di kantor dan dia mengakhiri dengan berkata bagaimana dia bisa pulang dengan keadaan seperti itu. "Sebuah kunjungan pada seorang teman—di rumah peristirahatan di desa. di mana dia telah memutuskai tumit sepatunya di kisi-ktsi—" dia berhenti." "Ah—tapi itu tidak mungkin. tentu saja." Saya menggelengkan kepala.NARASI COLIN LAMB "Jadi kau kembali juga. Poirot. "Omong-omong. "Tetapi pada apa." "Masih tetap dengan hobimu?" "Ya. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang atau beberapa orang yang tidak diketa-hui. dan bagaimana caranya dia pulang?" Poirot bertanva dengan penuh rmnat. kemudian menggelengkan kepalanya. Saya menatapnya. Sebaliknya ceritakan padaku tentang si Edna itu—yang mati di bilik telepon umum di Wilbraham Crescent." "Aku menemukan apa yang ditugaskan pada-ku. "Aku tidak tahu. Kemudian. Kalau tahu Poirot. "atau seluruhnya yang dapat kauceri-takan padaku adalah bahwa gadis itu adalah seekor kelinci yang malang." kata saya jengkel." "Ah-begitu. bagaimana aku bisa tahu?" "Kau bisa tahu kalau kau bertanya. Merlina Rival." "Kau terlalu jauh. "Kau telah berhasil. ya?" Sava berkata pelan." pikir Poirot. kita harus mengetahui tempat yang tepat ke mana gadis itu pergi." "Kalau aku kembali ke London lagi." kata Poirot. "Coba ambil karya John Dickson Cart atau Carter Dickson. mende-korasi kembali. Bagaimana kau berharap untuk mengetahui sesuatu jika kau tidak menanyakan pertanyaanpertanyaan yang sesuai?" "Tetapi bagaimana bisa di mana tumit sepatunya copot jadi persoalan?" "Mungkin tidak. "Aku terganggu. Dan mayat itu akhirnya mempunyai nama." "Dikenali oleh istrinya." "All. "Untuk saat ini tidak mungkin.

Saya bangkit dari kcmuraman untuk menyambutnya." "Apakah dia sendiri pernah terlibat dalam kegiatan kriminal?" "Tidak untuk dicatat. Menggambarkan dirinya sebagai bekas aktris. Dia cukup sering mengubah namanya." 'Tentu. Portobello Market selalu penuh dengan turis-turis Amerika. Dan meskipun-otang-orang Yard berpikir bahwa Harry Castleton. Aku sudah mulai putus asa. Cukup menyenangkan. Tidak ada keragu-raguan." "Berapa lama kau ada di sini." Hardcastle mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu depan. Jam perak itu berasal dari seorang perajin perak di Bournemouth. Kau tahu bagaimana pasar itu di hari Sabtu. Rival mungkin mengetahui sedikit lebih banyak tentang suaminya daripada yang dia ceritakan." katanya. dan seseorang bernama Lawrence Dalton akan memu-lai operasinya di Newcastle di Tyne. yang tidak mudah melupa-kan—" "Dan jika wanita seperti itu buta—pendeiitaan datang menimpa di atas penderitaan lainnya—" "Itu hanya dugaan. kau tidak dapat masuk ke dalam. Itu asalnya jam emas dan porselen Dresden itu." "Bagaimana rupa istrinya—Mrs. Kadang-kadang melakukan pekerjaan 'me-nerima tamu*. kukira Mrs. "Yah. Tidak ada penggantinya sampai saat ini. itu lebih cocok. Ada wanita yang mempunyai day a ingat yang kuat." "Apakah dia pernah diadili?" Belum—kami telah menyelidikinya. mereka tidak pernah dapat membuktikannya." "Aku bisa saja masuk dengan sangat gampang sekali." "Dapat dipercaya?" "Lumayan." kata Hardcastle. di karpet ruang duduk Miss Pebmarsh?" kata saya." "Dan jam yang keempat? Jam yang hilang itu?" 'Tidak ada komentar." "Bagaimana dengan jam-jam itu?" "Tidak berarti apa-apa baginya." "Apa pekerjaannya? Pelacur?" "Bukan seorang profesional. kau tahu." Saya mengatakannya. "Katakan kapan. Sekitar waktu itu dia kelihatannya menghilang. Kaum wanita. memiliki beberapa teman yang tidak jelas. Kupikir dia berkata sebenarnya. Kabar burung yang tersebar adalah dia sudah mati—tetapi beberapa orang mengatakan dia telah pergi ke luar negeri—" "Bagaimanapun juga." "Maaf. pikir penjaga toko—tetapi kupikir itu hanya tebakan saja. Roger Byron. Roger Byron adalah orang yang sama. Saya tahu betul apa maksudnya dengan perka-taan itu." "Ya. Aku membaca di arsip koran—sia-pakah Harry Castleton itu?" "Seorang laki-laki yang tampaknya sangat ter-hormat dan mencari nafkah dengan menikahi atau semata-mata bertunangan dengan wanitawanita kaya-raya yang gampang dirayu. Kau tahu." saya menjelaskan. Lebih cocok untuk cara hidupnya. Betapa banyak jumlah istri yang kumiiiki di sini! Aku mulai berpikir hanya wanita yang bijaksana saja yang mengenali suaminya sendiri. Dan sangat tidak membantu1. dan kami menikmati minuman itu. wanita yang gampang diajak berkencan. Lainnya itu adalah ciptaannya sendiri. duduk di depan pintu rumahku?" "Oli.—siapa tadi? —Merlina Rival? Aneh benar namanya! Itu pasti bukan namanya sendiri. "Itu adalah senjata utamanya. "Masuklah." "Apa yang dulu disebut. Dibeli oleh seorang nyonya Amerika. "Keadaan berubah akhirnva. tidak ada kabar burung tentang dirinya sampai dia ditemukan mati. Colin? Kamukah itu? Jadi kau sudah bebas dari perasaan haru-birumu. misalnya. Bukan hal yang serius — hanya menipu-nipu—hal-hal seperti itu. dan mulai menyediakan minuman penyegar. "Kau tidak tahu latihan kami. "Halo." t "Aku tahu." kata Hardcastle "Kami telah mengenali mayat itu. "dan jangan ngomong yang tidak-tidak." "Seorang wanita yang dihina yang tidak pernah lupa?" usul saya. sekitar setengah jam. ketika dia pulang sore itu." alu mengapa kau tidak masuk?" "Aku tidak ingin merendahkan derajatmu dengan cara apa pun. tidak begitu cepat." Dia memimpin jalan menuju ruang duduk. tetapi tidak mudah untuk mendapatkan keterangan. Semua ini berlangsung cukup lama dulu—lima belas sampai dua puluh tahun. dengan alasan bahwa ada sebuah janji yang mendesak. Pengenalannya cukup positif. Kupikir mungkin dia pernah. akan menghilang dari Southend. Istrinya berkata." "Itu adalah suatu berkat. "Tepat." "Kelihatannya dia bukan laki-laki seperti itu. Lawrence Dalton. dengan hati-hati." kata saya memutar pikiran saya kembali. mungkin malah masih." • "Aku bisa mengatakan bahwa dia adalah wanita yang baik yang bersedia menolong teman-te-mannya. Orang itu betul-betul sangat pandai dengan pekerjaannya—men gumpul-kan uang dari sana sini —selalu pola yang sama-— tetapi sangat sukar ditangkap. Dia malu untuk dipotret—menghindafi keinginan teman-teman wanitanya untuk memotretnya." "Nama aslinya adalah Flossie Gapp. Mereka lebih senang kehilangan uang mereka." "Hal itu tentunya membuka kemungkinan-kemungkinan.Saya meloloskan diri sebelum dia dapat mene-ruskan ceritanya. "Seorang detektif inspektur polisi sudah pasti akan kehi-langan muka jika tumahnya dimasuki perampok dengan sangat mudah. terkesan pada pengetahuannya yang hebat tentang keuang-* an dan sebentar kemudian dia menghilang secara diam-diam. bukan?" "Jika kau menyebutnya merah. tidak akan bercerita. Raymond Blair. Seorang wanita jangkung rrienginginkan-nya sebagai hadiah untuk putrinya yang masih kecil! Hal yang diingatnya tentang wanita itu hanyalah topinya yang hijau. Kami melacak dari mana asalnya mereka—Portobello Market. Dia tidak dapat mengingat wajahnya. begitulah. seorang laki-lakilah yang membeli mereka. di depan rumah Hardcastle. NARASI COLIN LAMB . Mereka mem-percayakan tabungan mereka padanya." kata saya berang. Saya sedang duduk di tangga. Saya tidak berminat mende-ngarkan kuliah tentang hal-hal yang telah silam mengenai seni fiksi-fiksi kriminal.

Kopinya berwarna pucat. jika Dick tidak menceritakan padaku halhal yang diketahuinya tentang dirimu. tetapi ada sesuatu yang tidak kauceritakan padaku. semua berwarna kuning. "Mr. Tidak ada gunanya mengatakan itu untuk menghiburku. "Tidak tepat polisi. Douglas Weatherby siap melayani Anda. "Apakah kau mengharapkan dia menceritakan segalanya padamu?" 'Tah. Kupikir kau sudah pergi?" "Memang. Apa bedanya buat mereka jika kita menghabiskan waktumu yang berharga dan malial itu di Buttercup Cafe di s^berang jalan ini daripada mendiktekan surat1 surat yang membosankan yang dimulai dengan 'Kepada yang terhormat. Saya memesan kopi dan kue untuk dua orang. mari kita pergi dan minum kopi yang enak dalam suasana yang damal." "Coba pikir. Kau tidak bisa memainkan peranan itu dengan berpurapura. sehingga di ruangan itu hanya ada kami saja." "Tentu saja aku takut. kau harus terus berbohong. Saya maju ke depan." "Mengapa?" "Kau tahu mengapa.. "Kaukab itu yang menelepon?" "Ya " "Tapi kau tidak boleh berbuat begitu. Meja-meja berlapis formika. Ayo-lah. Dia pikir Edna mengenali suaraku di telepon. dan kemudian kau ketakutan dan sekali kau berbohong mengenainya." "Apakah itu suaramu?" tanya sava. Saya sedang berada di luar pintu putar di larendon. bantalan-bantalan kursi plastik dan cangkir-cangkir dan tatakan-tatakan-nya. Ini karena dia pikir aku tertarik padamu. Ketika pelayan wanita itu sudah mencatat pesanan kami dan pergi. Sudah kukatakan padamu. "Apakah kau baik-baik saja. itu hanya kebiasaannya saja. Tetapi yang kutuju adalah. "Apakah kau mendapat kesulitan?" "Ya—tidak—aku tidak tahu. dia pikir aku membunuh orang itu." Buttercup Cafe mencoba untuk tampil sesuai dengan namanya. Kau mungkin telah menelepon hari itu." kata saya. Sebuah cabang yang betul-betul berbeda. apa pun yang telah kaulakukan. Sheila.. mungkin dia berkata padamu bahwa itu adalah lelucon." "Jadi kau tidak mempercayai ceritaku sepatah kata pun?" "Ya. sebab seseorang menempatkanmu di sana." Dia kelihatan malu. karena saya juga punya janji.Hotel tempat saya menginap adalah sebuah hotel yang kecil dan sempit dekat stasiun. Dia pikir. harganya murah. Kecuali. Dia. Colin. Aku ini untukmu. "Mengapa tidak? Aku siap membayar Biro Cavendish untuk jasamu. Bahkan lebih dari itu. "Siapa yang kautakuti?" "Temanmu itu—inspektur itu. Aku tidak pernah menelepon. tidak. Dia berpikir bahwa aku terlibat dalam kasus itu sejak awal mula. Aku ingin kau percaya padaku." "Oh. Dia pikir Edna dengan suatu cara mengetahui hal itu. kau harus menceritakan pada&w yang sebenarnya. Jika Hardcastle mempunyai prasangka terhadapmu. tentu saja bukan. tidak begitu." Dia menyela.. tidak ada bukti terhadapmu. Apakah Miss Sheila Webb bisa datang? Menurut teman saya dia sangat efisien. "Aku tidak tahu kalau pekerjaanmu ada hubungannya dengan kepolisian." Pelayan wanita itu mengantarkan pesanan kami. sambil perlahan-lahan mengaduk-aduk kopinya. Yah. Dan aku sudah kembali. Seseorang mungkin telah memintamu untuk melakukannya. Waktu itu masih cukup pagi. Saya beruntung. Kau tidak berpura-pura. Pada pukul sepuluh keesokan harinya saya menelepon Biro Sekretaris Cavendish dan berkata bahwa saya menginginkan seorang pengetik steno untuk menyalin beberapa surat dan mengetik kembali sebuah perjanjian bisnis.. maka pasti ada alasan khusus. tidak ada alasan mengapa dia tidak melakukannya." "Tidak. "Apa pun yang kauceritakan pada orang lain." Matanya memandang ke bawah. bagaimanapun juga. kerika Sheila muncul. Sheila. Hanya karena kau berada di tempat itu pada hari itu." . tidak\ Berapa kali harus kukatakan padamu?" "Semuanya memang baik. Boleh dikatakan profesi kami sebenarnya sama. "Aku takut padanya. kami saling berpandang-an. tentu saja. Nama saya adalah Douglas Weatherby dan saya tinggal di Hotel Clarendon (hotel-hotel vang luar biasa jeleknya selalu mempunyai nama-nama yang keren). "Mengapa kau ambil jam dengan tulisan Rosemary di atasnva itu?" "Apa maksudmu? Mengapa aku harus mengambilnya?" "Aku bertanva padamu mengapa kaulakukan hal itu. aku memang tertarik padamu. Di sana disediakan daging panggang yang lumayan. dan juga Edna. Saya berkata bahwa saya sudah akan selesai sebelum waktu itu. Aku ngeri. "Bukan. sesuatu yang tidak diceritakannya padaku tentang—" Dia menyela lagi." kata Sheila. yaitu dengan memakai warna kuning secara bertebth-lebihan dan agresif. tanpa maksud jahat." "Apakah hanya karena menemukan mayat itu yang membuatmu takut? Atau karena hal vang lain?" "Hal lain apa?" Saya memberanikan diri. sehingga membuat matanya lebih berwarna ungu. Kau keluar dari rumah itu pada hari itu dengan sangat ketakutan." kata sava. Sheila.' dan seterusnya. Sheila dapat segera datang. tetapi hanya itulah penilaian yang pantas untuknya. "Dia pikir aku menempatkan diriku di sana. sepu< mantel bulu mink mode terakhir." kata saya meyakinkan. yang bagi saya terasa lama sekali. mempunyai janji pada pukul dua belas. berpura-pura sebagai Miss Pebmarsh. Apakah kejadiannya seperti itu?" "Tidak." dia berkata sesudah berhenti paling sedikit selama satu menit. Dia pikir itu adalah kisah buatan saja. bukan biru. "Dia selalu pergi ke mana-mana dan sepertinya mencurigai setiap orang. Sheila?" "Apa maksudmu—apakah aku baik-baik saja?" Matanya dikelilingi oleh lingkaran hitam d bagian bawah." "Gadisku sayang. Kau betul-betul takut.

Jika ayahku adalah seorang penjahat—" ''Apa yang kauketahui tentang avah dan mu?" "Orang tuaku meninggal dalam sebuah kecela kaan ketika aku masih bayi. saya harus menerimanya sebagaimana dia sebenarnya—sanggup menerima kelemahan-kelemahannya. Tetapi dia meninggalkannya entah di mana—di bis. bisa saja. semuanya seolah-olah ditujukan padafcw. "Baiklah. ketika aku bertanya. takut. pikir Sheila. Aku melakukannya. atau di toko tempat dia makan sandwich di saat makan siang. Kita semua punya kelemahan. Itu namaku. dan dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya? Dan kemudian seseorang datang dan membunuhnya. "Baiklah. Kelemahan saya berbeda dari kelemahan Sheila. Dan kemudian aku— menemukan mayat itu. Dia telah memiliki jam itu hampir seumur hidupnya." Saya memandangnya. aku begitu bingung. mungkin—ayahku. kau tidak punya otak sama sekali. Baiklah kalau begitu. sekali-dua. Mengapa ada orang yang menginginkan aku ada di sana? Melibatkanku dengan seorang laki-laki aneh yang sudah mati? Atau apakah orang mati itu yang ingin menemuiku di sana? Apakah dia. "Dalam beberapa hal. tetapi dia masih bertahan. Kau mungkin adalah seorang anak haram. sesudah inspektur itu menanyai aku pada hari itu. Bagaimanapun juga. Hari itu hari yang cerah di bulan September. Itu berani kenangan» bukan?" "Yang mungkin saja mempunyai arti yang menyenangkan. Itu sangat bodoh." "Jadi kupikir mungkin ayahku adalah seorang penjahat—bahkan mungkin. dan namaku — . Aku berdiri tegak setelah menyentuhnya dan aku berdiri di sana menatapnya dan jamku memandangku dari atas meja di samping perapian—jam^w—dan ada darah di tanganku—dan kemudian dia masuk dan aku lupa segalanya sebab dia akan menginjaknya." "Aku juga berpikir begitu. kau kembali ke ruang itu dan kau mengambil jam itu." 'Teruskan. sebab jam itu toh sudah tua dan selalu macet dan memang sudah sepantasnya diganti dengan yang baru Dan kemudian. Atau mungkin ibuku. Sheila adalah pembohong dan mungkin akan selalu menjadi pembohong." kata saya. Itu adalah caranya berjuang untuk hidup—penyangkalan yang mudah dan cepat. Dia bilang dia tidak menelepon memanggilku—lantas siapa yang melakukannya—siapa yang membuatku berada di sana dan meletakkan jam£« di sana? Aku—aku berkata bahwa aku ketinggalan sarung tanganku dan—dan memasukkan jam itu dalam tasku. Aku tidak tahu apa yang ada di belakang semua ini. dia menceritakan padaku tentang mereka yang tidak sama dengan ceritanya dulu. bukan? Kenyataan bahwa kau memiliki nama yang sama dengan nama yang tertulis di atas jam itu?" Dia mendengar ketidakpercavaanku. Dia telah membawanya ke tukang jam tidak jauh dari Biro. Sheila adalah gadisku —gadis yang kuinginkan—dan ingin kumiliki. Padahal mungkin sederhana saja. "Aku tidak memperhatikannya pada mulanya. 19?" Kira-kira seminggu. Orang tidak akan mengatakan bahwa orang tua kita meninggal dan tidak dapat atau tidak mau mengatakan apa-apa tentang orang tua kita. Tetapi yang penting adalah." katanya dengan suara yang nyaris seperti berbisik. memain-mainkan kuenya di atas piring. Itu pasti dikirim oleh orang yang mengetahui bahwa aku telah mengambil jam itu."Aku tidak pernah melakukannya. mungkin. dan yang selalu dicerita kannya padaku. Aku mengambil jam itu dan memasukkannya dalam tasku dan aku keluar lagi. Itu adalah apa yan diceritakan oleh bibiku. Dia tidak begitu memikirkannya." "Kau tidak mungkin melakukan hal yang lebih konyol dari itu. Aku tidak pernah melihatmu memakai sarung tangan. kau tahu. bukan?" kata saya. "Ya. Orang-orang kadang-kadang memang mencoba menyembunyikan kenvataan itu dari anak-anak. Itu adalah senjata anak-anak—dan dia mungkin tidak pernah berhenti menggunakannya. Itu yang kaulakukan. Hal itu tidak begitu berarti apa-apa pada zaman sekarang ini. Sheila. entah bagaimana. "Berapa lama kejadian itu sebelum pembunuhan di Wilbraham Crescent No." "Namamu adalah Rosemary. Kelihatannya. kecuali kalau alasan yang sebenarnya adalah sesuatu—sesuatu yang mereka pikir buruk sekali bagi kita. dia tidak pernah mengatakan padaku sedikit pun tentang mereka. bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Rosemary Shei. "Dan kemudian?" "Aku mulai berpikir. Akhirnya jam itu merepotkan.i la. Kau tidak memakai sarung tangan apa pun hari itu. Tetapi dia tidak pernah membicarakan mereka." "Hanya itu. bukan?" Dia diam sejenak. Aku seolah-olah lumpuh. Kartu pos itu. Jika saya menginginkan Sheila. seorang pembunuh. "Itu jamm«. Dan—dan aku meloncat ke luar." gadis itu berkata. Atau ada orang yang ingin membuat agar segala sesuatunya kelihatan seperti aku yang membunuhnya? Oh. tetapi aku tidak merasa begitu. bahwa aku tidak tahu. aku mulai berpikir. Kukira aku—aku konyol sekali. Kadang-kadang. "Aku takut waktu itu. Sampai ketika dia berumur enam tahun dia selalu dipanggil dengan nama Rosemary—tetapi dia membencinya dan mendesak agar dipanggil Sheila." "Jadi kau menduga-duga sendiri. katamu. dan orang mati itu. Jangan bohong padaku tentang hal ini. Jadi aku tahu." 'Tetapi mengapa kaulakukan itu?" "Sebab nama itu—Rosemary. Membuatku ke sana. Tetapi tidak ada gunanya mempunyai ilusi-ilusi tentang dirinva. Pergi jauh dari sana—itu yang kuinginkan/* Saya mengangguk. tetapi saya punya. Dan kartu pos itu sendiri —bergambar Si Tua Bailey. Mereka lebih baik mengatakan vang sebenarma. "Itu kepunyaanmu?" Dia menahan napas." saya berkata padanya. Mengapa aku dinamai Rosemary? Itu bukan nama keluarga. Itu adalah satu-satunva cara. "Bagaimana kau tahu?" "Ceritakan padaku. 'Tidak ketika aku memasuki ruang itu.." 'Tetapi seseorang sedang berusaha melibatkan-ku.. bukan Sheila?" "Dua-duanva adalah namaku." "Kau kembali ke ruangan itu sebab kau meninggalkan sarung tanganmu." Ceritanya mengalir keluar dengan kata-kata yang tidak keruan. Sava memutuskan untuk menverang.

Luka itu begitu kecil dan tidak penting sehingga saya tidak pernah memikirkannya waktu itu." "Apakah dia tidak melihatnya ketika mayat itu ditunjukkan padanya?" Hardcastle menggelengkan kepala. Dia tidak mungkin bisa. dan kita akan hidup bahagia untuk selama-lamanya.. "Bacalah. Saya menemukannya sedang mengerutkan dahinya. Bahkan sekarang. Merlina Rival. Apa yang menyusahkanmu?" . Bila aku sudah selesai dengan tugasku yang sekarang. "Jasa Pelayanan Pi ibadi Colin Lamb sedang melaksanakan tugasnya. Paling tidak—kupikir begitu. "Kau terlalu banyak mengetik cerita-cerita seram dan misterius. tidak pernah suka tinta ungu." "Kukatakan sesuatu padamu. menyiapkan tas dan menitipkannya pada pengangkat barang di hotel. memandang saya dengan ekspresi wajah sedang memikirkan sesuatu.Rosemary—pada jamku sendiri yang seharusnya tidak ada di sana. "meskipun alu. kataku. Terkena pisau cukur ketika anjing kami mener-jangnya. tidak dapat menahan diri lagi. Saya baru memikirkan sesuatu. saya masuk ke dalam. Saya bertanya padanya tentang apa yang sedang dicemaskannya. seseorang yang mungkin agak terganggu jiwanya yang ingin membalas dendam padamu?" Kedengarannya sangat mevakinkan sekali waktu saya mengatakannya." kata saya." kata saya. "Tertutup oleh telinga." kata saya menuduh. Kau harus menarik telinganya ke depan sebelum kau dapat melihatnya." Saya menggeleng-gelengkan kepala memandangnya." "Tidak seorang pun dapat menentukan apa yang terbaik bagi orang lain. Saya tidak dapat tidak memikirkannya. dan luka ku harui dijahit. ternyata Sheila pintar juga.** "Kalau begitu cocok. saya tetap tidak percaya bahwa Sheila telah bercerita sejujur-jujurnya. tetapi Keingintahuan Pribadi si Colin Lamb menarik saya. NARASI COLIN LAMB Ketika Sheila sudah pergi. "Aku membuangnya di tong sampah tetangga sebelah. Clarendon adalah hotel yang menyukai Anda untuk check out sebelum jam dua belas siang." "Mengapa?" "Aku seperti pendeta Zaman Victoria yang kuno. gadis-gadis yang cemburu." Saya cukup terkesan. aku akan mengundurkan diri." Saya tidak yakin apa maksud kata-katanya itu." Dia mengulurkan surat yang sedang dipegangnya itu pada saya. "Bagaimana dengan Edna? Apakah kau tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ada dalam pikirannya tentang dirimu? Mengapa dia datang ke rumahmu untuk berbicara denganmu kalau dia bisa menemuimu tiap hari di kantor?" "Aku tidak tahu. "Kau harus pergi—menjauhkan diri —jika kau tahu apa yang terbaik untukmu. Rute saya membawa saya melewati kantor polisi dan „setelah ragu-ragu sejenak. "Apakah kau punya musuh pribadi? Pemuda-pemuda yang tidak puas. "Tulisannya bagus. "Jangan cemas. Dick." Jadi begitulah. 413. kendati saya tahu bahwa lebih baik untuk mengakhiri pertemuan kami dengan kata-kata yang romantis." kata saya segera. "Apa yang sebenarnya telah kaulakukan dengan jam itu? Menyembunyikannya dalam lacimu?" Dia diam sejenak sebelum berkata. Tetapi saya salah. Sebenarnya dia memiliki sebuah bekas luka di belakang telinga kirinya." "Aku meragukannya. Kalau dipikir-pikir. (Tentunya itu adalah kata-kata yang paling tolol dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya). Saya menanyakan Hardcastle daff ternyata dia ada. Dick. Pada tempat yang disebutkannya. Hormat saya. Itu adalah sebuah kisah yang fantastik. "Aku pergi lagi sore ini. Anda bertanya pada saya apakah suami saya mempunyai tanda-tanda tertentu dan say* berkata bahwa dia tidak punya. memandangi sepucuk sufat di tangannya. saya menyeberangi jalan menuju Clarendon. Orang memang tidak peduli kalau mereka mau menasihati Anda. Semuanya membuatku panik dan melakukan sesuatu yang konyol. Itu adalah cara yang sederhana dan mungkin efektif.. Bahkan sekarang saya tetap tidak yakin dengan urusan jam itu. "Tentu saja tidak. Omong-omong. Apakah mayat itu punya bekas luka?" "Dia memang punya bekas luka. Dia tidak peduli. Mungkin saya yang terlalu rendah menilai Sheila." Dia mendongak." "Apakah mungkin karena sesuatu yang didengarnya dan dia membuat kesalahan tentang hal itu?" 'Tidak ada apa-apa." kata saya. Tidak ada!" Saya memikirkannya. Aku juga punya Keraguan/' "Berilah waktu pada dirimu sendiri. Sebuah bukti yang menyenangkan. "Maukah kau menerima sebuah nasihat dariku?" "Tidak. Dengan hormat. seperti katamu. Kemudian saya pergi." kata saya. membayar rekeningnya dan berdiri. "Kembali ke London. Apa artinya angka-angka itu? Mengapa menulisnya di atas kartu pos dengan kata: INGAT kecuali kalau kata dan angka itu mempunyai arti tertentu bagi orang kepada siapa kartu itu ditujukan? Saya menarik napas. Kau akan baik-baik saja. Dia tidak mungkin berpikir bahwa aku terlibat dalam pembunuhan itu.

" kata saya lembut. 'Tidak. bila dia memutuskan untuk datang kemari. Saya muak dan jemu pada semuanya! Ketika Michael berkata bahwa dia akan meninggalkan negara ini. Hal itu memang membuat saya terpukul." Waktu menunjukkan pukul dua belas seperempat ketika aya menekan bel di Wilbrabam Crescent No. tanpa nada. "Ya. Saya mencintai suami saya. tidak peduli apakah saya setuju dengan pandangan politiknya atau tidak. siapa yang menjadi anggota partai. "ada apa kalau begitu?" "Suami Anda masih di luar negeri?" "Ya. Dia menginginkan saya membawa anak-anak. Anda tahu." "Apakah Anda tahu ke mana dia pergi?" "Kurang lebih. 62. Anda menyelidiki secaia mendalam hal-hal seperti itu. Ramsay? Dan pergi agak jauh?" "Apa yang Anda ketahui tentang itu?" "Yah. "Tenang sekali di sini hari ini—saya kira anak-anak Anda telah kembali ke sekolah?" "Ya. "Ada apa?" katanya. Saya tidak bisa. Maksud saya bukannya saya tidak mau. "Dia ingin saya menemaninya di sana. Saya kira. Mrs." Kelesuan hilang dari tingkah laku Mrs." kata Mrs. Saya ingin mereka dibesarkan sebagai anak-anak Inggris biasa. Saya tidak ingin tahu. bukan. Saya tidak betul-betu. "Oh." kata saya." "Bukan. "Bolehkah saya berbicara dengan Anda sebentar? Saya pernah kemari. Ramsay memandang saya dengan lebih bersemangat. atau siapa pun Anda sebenarnya. "Saya pikir Anda adalah Sersan—Lamb. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dengan mereka. Ramsay. Dia tidak pernah bercerita pada saya atau membicarakan hal itu dengan saya. mengetahui apa yang mereka rasakan dan pikirkan. bukan. pasti ada hubungannya dengan seorang wanita pada akhirnya. Saya tidak pernah lebih daripada seorang simpatisan sayap kiri yang moderat. dan langsung. Saya harus memutuskan apa yang ingin saya lakukan. "Mungkin.. Tetapi Anda pasti sudah mengetahuinya. tetapi tingkah-kkunya sekarang menjadi lesu." Dia memimpin jalan menuju ruang makan." "Apakah dia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu?" "Saya kira begitu. Ramsay membukakan pintu. hal-hal seperti itu. ke mana harus pergi. ya. Sebuah kerutan kecil nampak di antara alisnya. Saya ingin anak saya dibesarkan di sini. Mungkin simpati sava yang tulus dalam suara saya menyentuh perasaannya. Mengapa?** "Aku menyebut-nyebutnya pada kepala polisi yang berkata bahwa dia mengingatnya dengan baik—kasus pembunuhan Pandu Putri." Dia berhenti sebentar. "Saya kira Anda ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada sava." Dia meneruskan. kemudian berkata. "Itu pasti merupakan sebuah pilihan yang berat. Mrs. tetapi saya bekerja pada departemen yang betul-betul berbeda. Dia tidak mengatakannya pada saya sampai saat terakhir. Saya berkata. "Dia itu betul-betul seperti kerang. bukan?" "Nama saya memang Lamb." Dia memandang saya dengan sedikit terkejut.Hardcastle berkata dengan muram bahwa kasus itu membuatnya jengkeli Dia bertanya apakah saya akan menemui teman saya si orang Prancis atau Belgia itu di London. Anda mungkin tidak ingat. Lamb. Saya percaya.. tetapi saya sudah melewati saatsaat terburuknya. dia tidak pernah menceritakan apa-apa dengan jelas pada saya. Serigala berbulu Domba (Lamb). "Kita lebih baik saling berterus-terang." kata saya. saya tidak begitu terkejut." Tiba-tiba Mrs. yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Aku harus mengadakan sebuah penyambutan yang hangat. dan kemudian pergi ke Moskow.. itu betul. saya tidak tahu. kira-kira sepuluh liari yang lalu. bukan? Menelusuri masa lalu." "Anda mungkin bisa memberi kami informasi yang sangat berguna bagi kami. Dia tersenyum kecil.. membuat sebuah isyarat kasar untuk menunjukkan sebuah kursi dan dia duduk di depan saya. tetapi saya tidak. Saya tidak mau membawa anak-anak! Hanya itu masalahnya. Saya cukup mencintainya sehingga saya mau menemaninya ke Moskow. bukan itu." "Apakah suami Anda terlibat dalam kasus Larkm?" "Saya tidak tahu.. Bolehkah saya masuk?" "Jika Anda mau. apakah tetap tinggal di sini ." "Dia telah pergi agak lama. mentari tahu siapa yang menjadi teman dalam perjalanan.. Dia menggelengkan kepala. Ramsav sambil berdiri. Dan kaum wanita dapat menjadi sangat fanatik. Apa yang harus dilakukan. saya tidak mengatakannya begitu! Pandangan saya semata-mata bersifat pribadi." "Tidak mungkin. dia telah pergi ke balik Tirai Besi." "Anda tidak tertarik dengan pandangan politiknya?" 'Dulu ya. Mrs. Memang berbeda rasanya. menghilang. bukan?" "Betul." Dia mengangkat matanya untuk mengamat-amati saya dengan lebih saksama. Mr. Mereka adalah orang Inggris. Orang tidak akan menolak seorang polisi untuk masuk ke rumahnya. "Saya turut sedih. Dia menatap saya dengan cepat. "Anda datang—Anda bersama inspektur polisi itu.. kemudian dia berkata dengan suara pelan." Saya memang ikut merasa sedih." "Dan hanya itu saja saya kira. bukan?" Dia diam sejenak. Atau Mr. Saya harus membuat rencana-rencana sekarang. Anda harus berusaha mengorek-ngorek apa yang tersembunyi di balik kulit seseorang.. Sesudah dia menceritakan semuanya pada saya." "Saya mengerti. tajam. boleh saja. dalam pekerjaan Anda. Saya kira mungkin juga. tentang pembunuhan terakhir ini? Gadis yang terbunuh di bilik telepon umum. Apakah saya akan melihat Michael lagi atau tidak. terlibat dengan kepolisian. tetapi saya tahu satu hal dengan pasti. "Mungkin Anda juga merasakannya. Dia harus memilih cara hidupnya sendiri dan saya harus memilih hidup saya sendiri. Mereka akan menganggap Anda jahat bila Anda menolak." "Dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak cukup bersimpati pada tujuan suami Anda?" "Tidak. Ada sedikit kemarahan dalam suaranya. Ramsay. Dia hampir-hampir tidak mengangkat matanya untuk memandang saya." katanya. saya kira. di negeri mereka sendiri. kecuali kalau dia betul-betul fanatik. Tiba-tiba ada sifat tegas dalam tingkah lakunya.

Kelihatannya hal itu agak mengejutkan bagi istrinya. Tetapi orang harus membereskan dulu semua-semua yang kurang jelas itu. Bland kelihatannya dalam kondisi yang baik." Pada saat itu. Saya dulu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sekretaris. Saya tidak puas dengan diri saya sendiri. bukan?*' "Yah—" saya mengucapkan kata itu dengan nada yang tidak menyiratkan pendapat. "Saya mulanya tidak mengenali Anda. "Angus dan saya telah menikah selama dua puluh tahun. Mungkin itu pula sebabnya mengapa Mr. Seperti ini kira-kira: Mr. "Anda adalah anak muda dari kepolisian. Kami berdua tertawa seperti layaknya pria yang menguasai dunia. Bland ketika saya berjalan di sepanjang Crescent menuju Albany Road.telah dibius-Kapan? idem — telah dibunuh-Di mana? Mr. saya membuat daftar pertanyaan di luar kepala. mengedip kembali. Tidak boleh cerita sembarang-an di luar sekolah." "Dia tidak pernah melihatnya lagi selama lima belas tahun. "Oh. muncul dari balik sudut rumah. Saya akan mencari pekerjaan. "Saya tidak mengajak istri saya. Keripik jagung. bukan?" Saya mengelak dengan berkata bahwa saya datang dari London. Mr. Terdengar bunyi berdenting. gombal! Saya menjadi ingin tahu. McNaughton pada saya—sikunya menusuk saya. saya hampir menubiuk Mrs. bukan?" Saya berkata bahwa saya ada di luar negeri waktu itu. "Itu harapan saya. Saya juga!" dia mengedipkan matanya pada saya. McNaughton. maafkan saya. 61 dan saya berjalan menuju Albany Road. Tetapi dapatkah saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik? Ketika saya membelok ke Albany Road. Anda bukan orang sekitar sini. "Dan bagaimana kalian menghadapi hal-hal itu?" dia bertanya dengan cerewet." kata saya. Omong-omong. Berkilo-kilo kentang? "Jangan mengebel. Curry (Casdeton) .. Dia berjalan menuju No." katanya pada suaminya. McNaughton. Pergi bersama seorang gadis yang menyenangkan. "Jadi Yard menaruh minat. saya kira. Saya heran apa saja yang ada di dalamnya." bisik Mrs. Biar kubawa-kan barang-barangnya—" "Letakkan di dapur saja." Saya mendoakan dia agar berhasil dan pergi." katanya. begitu. Pagi itu boleh dikatakan "pagi para tetangga". "Dia kelihatannya telah menikahi seseorang yang derajatnya jauh sekali di bawahnya. "Hanya keripik jagung dan telur serta semangka. "Sudah lama sekali. McNaughton kadang-kadang begitu cerah dan suka omong. "Siapa yang—saya baru saja pulang dari luar negeri. Sekarang saya berjalan di sepanjang Wilbraham Crescent persis seperti ketika saya berjalan pada tanggai 9 September.. Pirang. Anda salah. kau sudah pulang." saya menjelaskan. "Paris?" saya bertanya. Saya tidak tahu apa-apa. Wanita yang tampangnya begitu biasa. Dia mulanya tidak mau membiarkan saya membawanya. jangan melamar ke Biro Cavendish. Mr." saya menjelaskan. Ukurannya lumayan hot" "Perjalanan bisnis?" kata saya. Saya berjumpa dengan Mr. Saya mengerti mengapa Mrs. "Oh. Ketika saya keluar melalui pintu. 19Bagaimana caranya? Seseorang pasti telah melihat sesuatu! — Siapa? idem — Apa? Saya membelok ke kiri lagi.. Tidak. sebagai penyegaran. Rival." Saya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Tas belanja itu sangat berat. Maksud saya Mrs. Anda tidak hadir pada pemeriksaan itu." "Nah. "Mari saya bantu. dan melemaskan pegangannya. Memang sulit untuk mengetahui apa yang hai us kita lakukan dengan diri kita sendiri. Membayangiseseorang. "Saya juga. menatap saya. "Mengapa tidak?" "Gadis-gadis yang bekerja di sana tampaknya sering mengalami hal-hal yang tidak menguntungkan." Kelihatannya tidak ada pintu yang dikunci di Wilbraham Crescent. "Saya mengerti." Dia menarik napas. Dia sedang membawa sebuah tas belanja dan kelihatannya kakinya sangat goyah. "Pintunya tidak dikunci. Ternyata di bawah lembaran gelatine terdapat tiga botol wiski. kemudian dia mencondongkan kepalanya ke depan. dan mengapa kakinya kadang-kadang sedikit goyah. harus ada lebih banvak yang dapat diperoleh dari para tetangga. Dia segera mengenali saya. Saya meletakkan tas itu di meja dapur. dengan sekop di tangannya. Dan sekarang dia sering berkebun karena sudah tidak mengajar lagi di universitas. Mungkin saya akan mengambil kursus steno dan mengetik lagi.atau pergi ke tempat lain. Sayang. sambil tersenyum cerah. apa vang harus-saya katakan? ." kata saya dan mengambil tasnya. McNaughton!). Saya tidak mendapat apa-apa darinya. Saya pergi ke pemeriksaan itu." Saya membawakan tasnya sampai ke pintu depan rumahnya dan dia berjalan di sebelah saya." Dia menyikut saya dengan sikunya (hampir seperti Mrs. Apakah saya harus mengunjungi Miss Pebmarsh? Menekan bel dan berkata—yah. Seperti kata Poirot. hanya perjalanan sehari ke Boulogne. Saya harus mengatakan bahwa dia tidak begitu sedih dengan kematian suaminva." katanya. Memang tidak logis kalau tidak ada seorang pun yang melihat sesuatu! Mungkin Hardcastle telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang salah. Currv (Castleton) — telah dibawa ke No. "Apa kabar? Bagaimana dengan kejahatan itu? Saya lihat mayat itu sudah bisa dikenali." "Jika Anda mengira saya tahu segala sesuatu tentang hal itu. Saya sudah menduga memang tidak ada apa-apa lagi. McNaughton mengundurkan diri dari jabatannya.

Pada satu atau dua lumah saya dapat melihat melalui jendela-jendela yang tak bertirai. Saya sedang bersandar pada tiang pagar No. yang disewa oleh lebah-lebah pekerja yang keluar terus sepanjang siang dan hanya pulang pada saat malam untuk mandi atau merias wajah mereka dan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan pemuda-pemuda mereka. Saya mengeluarkannya dan memegangnya di depan mata saya. Rumah-rumah itu sendiri mungkin telah diawetkan seperti mumi terhadap tanda-tanda kehidupan yang ada di dalamnya. sekelompok orang yang sedang mengelilingi meja makan. Saya menyimpan berbagai macam barang dalam saku saya. Apakah pembunuhnya telah memikirkan hai itu. kita pasti akan memperoleh sesuatu. persediaan tetangga sedang langka di Wilbraham Crescent. saya memperhatikan dengan cermat posisi jendela yang saya minati itu. Kilatan cahaya itu muncul lagi. saya perhatikan. menghitung dari jendela itu ke batas pinggir . tetapi benar-benar ada dan terjadi. Karena tidak ada hal lain yang dapat dilihatnya. Meskipun jendelanya ditutupi dengan saksama dengan kawat nilon. Perbandingan yang kontras antara ketidakmanusia-wian flat-flat persegi itu membuat saya merasa iba melihat keagungan Victoria yang memudar di Wilbraham Crescent. Sebuah wajah yang sedikit tertutup di baiik sesuatu yang dipegang di depannya. Lensanya tidak cukup kuat tetapi memadai. sekarang mengarahkan teropongnya ke arah sopir itu. yang berakal sehat dan senang bisa mendapat pondokan. Saya tahu mengapa. Yang lumpuh dan yang pincang serta yang jompo tidak tinggal di rumah mereka sendiri lagi. Paduka. yang cukup mampu untuk membuka pintu-pintu yang terkunci. Apakah kau duduk di sini hari itu? Apakah kau melihat siapa yang masuk atau keluar dari rumah itu? Apakah kau tahu semua vang terjadi? Mustahil untuk mempercayaimu." kata saya. Hal ini merupakan kemunduran yang serius bagi penyelidikan kriminalitas. Dia tidak akan mendengarkan. atau—yang mana jauh lebih mungkin—setiap orang yang ada di rumah selalu makan di dapur "modern". Mereka sekarang duduk mengelompok di rumah-rumah jompo dengan nyaman. juga kapur dan lapisan semen. entah di mana. menurut kebudayaan tahun enam puluhan. Saya salah. Beberapa peralatan kecil yang kelihatannya tidak berguna. Saya nyaris saja berteriak dengan gaya Victoria. berpikir. Kucing oranye itu membuka mulurnya. Sudah saatnya. "Jika kucing bisa ngomong. yang tidak tahu apa yang mereka cari. kendati sembarangan dan tidak relevan. Ya. juga memperhatikan nomor-nomor itu." kata saya. saya yakin. Ada seorang anak di jendela itu. yang punya banyak waktu luang. "Aku tahu kau bisa. Saya berdiri di sana. atau hampir. Mata saya menangkap kilatan cahaya. "Tidak ada tetangga. Pengamat kecil saya. agak kumal dan tidak dibicarakan orang. melainkan balok-balok beton yang besar. tetapi balikan itu pun sudah langka sekali. saya teringat lagi dengan getir! Tidak perlu diragukan. Sebuah selotip. ada hal lain yang mempe-sona di siang bolong di Wilbraham Crescent. Pada saat itu. Apakah mungkin kali ini adalah kesempatan saya? Mendongak lagi pada gedung besar persegi itu. Yang selalu berharap untuk menemukan dan melihat sesuatu yang bisa membuat skandal. Apakah Mr. Tidak ada orang sama sekali di sana. Seperti banyak anggota masyarakat lainnya yang dungu. dan kucing oranye yang sama. jam yang dikeramatkan oleh tradisi Inggris sebagai jam untuk makan siang. seperti yang saya lakukan dulu. di bagian tengah gedung itu. itu dia muncul lagi. saya ingin tahu? Apakah itu bagian dari rencana si pembunuh? Saya akhirnya tiba di No. Kuno. bagaimanapun juga. "Oh! Seandainya batubatu ini dapat berbicara!" Kelihatannya itu adalah kutipan favorit pada zaman itu. Pus. Tetapi batu tidak dapat berbicara. "tidak ada orang jenius yang melihat. Dia memandang saya dengan dingin melalui bahunya dan mulai menjilati dirinya. 20. Ternyata ada tetangga di sini. yang mengalahkan kepopuleran renda-renda Nottingham. barang-barang yang mungkin berguna.Mengunjungi Miss Waterhouse? Tetapi apa gerangan yang harus saya katakan pada«y<*? Mrs. Dia juga kelihatan agung tetapi mungkin sudah bosan hidup. tetangga yang sangat berguna jika dia bisa bicara. dilayani oleh sanak saudara yang setia atau seseorang keluarga jauh yang miskin. tidak perlu diragukan lagi. Apa yang saya inginkan— apa yang diinginkan Hardcastle—adalah seorang wanita tua yang suka gosip. mungkin menunjukkan sesuatu. memata-matai dan mengintip. dua orang anak laki-laki naik sepeda. "Maafkan saya. Saya memasukkan tangan ke dalam saku. menyendiri. Sesuatu yang tidak kita harapkan dan tidak pernah kita pikirkan. sebuah kaleng berisi serbuk kelabu dengan label yang salah dan sebuah insuflator untuk digunakan dengan serbuk itu. Wilbraham Crescent tetap tinggal diam. seperti dia dalam barisan mobil saja. melewati saya. Curry dulu juga datang kemari. Anda akan terkejut pada kegunaan barang-barang itu. Tetapi tidak dalam bahasaku. "Aku tahu kau bisa bicara seperti diriku. Masalahnya wanita tua seperti itu kelihatannya sudah hilang dari peredaran sekarang ini. pada orang-orang yang berkeliaran di sana. mengeluarkan suara meong yang mengalun. tetapi terlebih dulu saya lepaskan cakarnya yang suka main-main itu dari bahu saya. dan satu atau dua peralatan kecil yang tidak dikenal oleh sebagian besar orang apa fungsinya. dua orang wanita dengan tas-tas belanja mereka. saya berdiri di sana dan menatapnya. dan apa yang dia katakan. atau memenuhi rumah-rumah sakit yang sebenarnya tempat tidurnya sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit." Kucing itu merasa tersinggung. Di antara barang-barang lain saya memiliki sebuah teropong burung ukuran saku. Selalu curiga. Saya dapat melihat kepangan rambutnya yang panjang pada salah satu bahunya. Tetangga. mungkin juga dia tidak bermaksud menggoda. Sebuah jendela terbuka dan seseorang memandang melaluinya. Ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan. Saya memandang ke seberang jalan." saya membuka pembicaraan dengannya. Saya bingung. Dia berpaling dari saya dan mulai mengibaskan ekornya." saya berkata sedih. sedang duduk di atas tiang pagar itu. Saya mendongak. dan kelihatan tidak manusiawi itu? Seperti sarang lebah berpenghuni manusia. menyebut nomor-nomor itu dalam hati. Mengapa tidak ada tetangga di sana? Mengapa tidak ada deretan rapi rumah-rumah yang menghadap ke arah saya. Dia melewati saya perlahan-lahan. dikemudikan oleh seorang sopir yang sangat tua. yang pernah saya lihat sebelumnya. Saya berhenti dan menyapanya. Sudah selalu menjadi keyakinan saya bahwa jika kita menunggu cukup lama. Sebuah Rolls-Royce yang sangat tua muncul dengan agungnya menyusuri jalan itu. Dia memegang sebuah teropong opera kecil dan dia sedang mengamat-amati saya untuk menggoda. Hemming. bagaimanapun juga." Saya merasakan nyeri yang menusuk di bahu. sampai dia tiba pada nomor yang dia inginkan? Wilbraham Crescent tidak pernah kelihatan begitu indah. Saya terus berjalan. Hemming mungkin? Tidak begitu penting apa yang hams dikatakan seseorang pada Mrs. begitu pula dengan bata dan semen. jam satu siang yang suci. 19. Saya mempertimbangkan bahwa itu memang saat yang tepat untuk melakukan suatu pembunuhan.

" Pada saat itu. "Aku mengerti.gedung dan dari tanah ke jendela itu. tetapi pada saat-saat suci antara jam satu dan jam dua." "Maaf?" Kelih atannya dia mengerti maksud saya. Ada lift otomatis dan saya masuk ke dalamnya dan menekan tombol ke lantai empat." kata saya. Pada waktu-waktu lain saya kira pasti ada seorang penjaga di sini. Dia memiliki dahi vang menonjol. Kemudian saya mengitari gedung ttu sampai saya tiba di pintu masuk. saya sudah sering latihan dengan keadaan-keadaan seperti itu dulu. dan memindahkan sesuatu dari tangan saya ke dalam saku. Di tepinya l>edeng-bedeng bunga yang rapi ditata pada posisiposisi yang strategis di atas rerumputan. "Saya memungutnya dan membawanya kemari. "Maafkan saya—apa Anda bilang?" "Seorang anak di sini—seorang gadis kecil. menutup pintunya dan mendekati kursi itu." Salah satu keuntungan besar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah bahwa mereka mempunyai logika mereka sendiri. "Dia meninggal ketika aku baru be i umur dua bulan. Anak itu menjawab "Halo" dan memandang saya dengan pandangan menyelidik yang lama." "Ya. "Ya. dan sepasang mata kelabu yang sangat cerdas. berpura-pura mencari sesuatu dan akhirnya berdiri tegak." kata saya. tetapi saya tidak membunyikannya. Lantai empat. maka akan merupakan suatu kebanggaan jika ibunya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan semuanya. dia bilang kamu—kamu menjatuhkan. maka dia pasti cukup siap untuk berbincang-bincang. kemudian pintu itu terbuka. Di dalamnya terdapat sebuah pisau pemotong buah dari perak. Ada sebuah bel dengan tanda besar di atasnya. ruang depan menjadi kosong. "Menjatuhkan sesuatu—dari jendela." katanya. "Jika Anda membolehkan saya mengembalikannya pada gadis itu. Semua penumpangnya mati. "Geraldine Mary Alexandra Brown. "Permisi. Saya harus menunggu sebentar.. yang mengitari gedung itu." kata saya. Di situ ada jalan setapak yang cukup lebar." Dia berbicara dengan puas dan saya pikir bagi setiap anak yang ibunya sudah meninggal." Di sini saya menggunakan sedikit isyarat. Nomor di atasnya. Dia baru di sini." Dia tersenyum ramah pada saya. celakanya. Dia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. sehingga mudah bagi saya untuk menebak apa yang sedang dilakukannya. dengan sebuah kaki yang sedang digips.. ya?" kata saya." kau saya simpatik. Tangannya telah buru-bmu diseka tetapi masih terdapat bekas-bekas tepung. Saya menekan bel dan berdiri menunggu peristiwa berikutnya. "Maaf. Dia datang dari Norwegia. ya." kata Geraldine." "Anda pergi sajalah. "Tuan ini. "Halo. Siapa nama panggilanmu?" "Geraldine. "panjang sekali. tanpa berkurang keceriaannya. Orang dewasa akan segera bertanya apa yang saya inginkan." kata saya. Penunjuk jalan saya berteriak bingung. Itu betul." Dia mengangguk. Ternyata di baliknya ada sebuah ruang duduk yang menyenangkan. "Aku Colin Lamb. "Jadi kau punya—" Saya melihat ke pintu." kata saya. Ini dia. tetapi dan dalam gedung ternyata membingungkan. "Itu Ingrid. "Saya dapat menanganinya sendiri. ya. tanpa memaksakan pertanyaan konyol seperti itu. Dia menunjukkan jalan. "Papamu pergi. Dia menjawab dengan ketepatan yang sama dan terinci yang telah ditunjukkannya sebelumnya. Kemudian saya berjalan sampai saya tiba di pintu masuk flat-flat itu. Beaver-bridge. Aku mengajarinya. dan dikepang dua. Bagaimanapun juga. "Cartinghaven Engineering Works. tetapi aku tidak suka yang itu. Dan Papa tidak suka singkatan. "Saya tidak ingin mengganggu Anda. Dia lagi sendirian dan bosan dan munculnya seorang tamu akan diterimanya dengan sikap terbuka. pikir saya. maafkan saya. yang menembus serta nyaris membuat saya gemetar. memandang saya dengan penuh selidik. jadi saya melangkahi jalan setapak itu. Kadang-kadang Gerry. Rambutnya tipis. mendongak ke atas kepala seolah-olah kaget. 77. bertuliskan PENJAGA. menuju ke gedung itu. Kalau saya tidak bersikap sebagai seorang yang membosankan dan tidak menarik. Saya memasuki ruangan itu." "Aduh. Baru dua minggu. tujuh adalah angka mujur." .. Dari luar kelihatannya cukup sederhana untuk mengira-ngira letak sebuah ruangan. "Saya kira—saya tidak pernah melihat. Bahasa Inggrisnya belum begitu baik. Gadis kecil itu kelihatannya biasa-biasa saja." Dia berian dengan gesit. Geraldine cukup terbuka bagi suatu percakapan. membungkuk ke rerumputan. tercium bau gosong dari dapur." Saya membuka tangan saya. dagu yang tajam. "saya kira Anda punya seorang gadis kecil di sini." "Dan ibumu?" "Mama sudah meninggal. adalah No." dia mengangguk kuat-kuat. Pulang dari Prancis. Dia melihatnya menunjukkan bahwa dia tidak mengenali benda itu. Saya berpendapat bahwa lebih baik mengambil tindakan. saya masak." "Anda sibuk memasak. Pesawat itu jatuh. Dia menjatuhkan sesuatu dari jendela.. Sesudah itu saya harus memeriksa setiap hal dengan hati-hati. 'Tepatnya empat belas tiga perempat mil dari sini. dan saya cukup vakin bahwa saya menemukan pintu yang benar. menyeberangi gang dan membuka sebuah pintu." kata saya hangat. Dia tidak mengerti bahasa Inggris. betul atau salah. dan ada sedikit noda tepung di hidungnya. Yah. Seorang gadis Skandinavia pirang bertubuh besar dengan wajah tersipu-sipu dan memakai pakaian berwarna cerah. lurus." kata saya. "Siapa namamu?" Dia segera menjawab dengan tepat. Sebuah kursi telah ditarik ke dekat jendela dan di atasnya duduk seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun.

Ayah Geraldine." kata saya memuji." "Umm—ya. Aku senang kau datang." "Pasti membosankan." kata Geraldine. jadi aku menghabiskan banyak waktu dengan melihat ke luar jendela dengan ini. Dan boleh dikatakan. Plasticine. Ingrid. Memang sangat bagus." kata Geraldine." ' "Aku melihat ke luar jendela hampir sepanjang hari. "Kau pasti sangat cermat. "Kau menyukainya?" "Ya. aku benar-benar melibatnya Sungguh menarik/* ." kata saya." "Bukan—aku tahu itu sangat bermutu. Dia betul-betul buta." Geraldine menarik napas." "Ini sungguhan. "Aku jatuh dan kakiku patah.. dengan rasa kaget. juga waktunya. "Dia mencoba membuat kue tart hari ini. kau sedang melihat ke luar jendela dan." Dia menambahkan dengan sopan. "Bukan punyaku. Dia sangat baik. Meskipun aku tidak mematahkannya dengan cara yang menarik." kata saya. kau lihat ini. tetapi aku bosan mengerjakan apa-apa. Sangat mengagumkan bagaimana jelasnya Anda dapat melihat Wilbraham Crescent No. Kami juga mengamat-amati nomor-nomor kendaraan. "Apa ini?" "Pisau pemotong buah. tetapi dia berjalan seolah-olah dia bisa melihat. Dia punya kucing banyak sekali. Sebetulnya" aku sedang lewat di bawah sana. "Kupikir tidak begitu banyak yang tidak kaulihat. dan kupikir kau menjatuhkan sesuatu dari jendela. Matanya bersinar menunjukkan betapa pentingnya keterangan yang akan diungkapkannya. Tentu saja aku tidak tahu nama-nama asli mereka. Saya mengembalikan teropong itu padanya." kata Geraldine. mengatur teropong itu pada mata dan melihat ke luar jendela. "kalau dia mencoba sesuatu yang baru." kata saya. "Ya. Seperti mengamat-amati kereta api. "Oh. "kucing oranye. "Kau tidak perlu cemas." "Ya." kata saya. ya?" "Kami baik-baik saja. "Kadang-kadang itu baik juga." kata saya." "Aku?" "Ya." kata Geraldine tegas."Dan dia mengajarimu bahasa Norwegia?" 'Tidak banyak. Mulanya agak sakit dan nyeri sedikit. kau masak." "Ya." Dia mengangguk kuat-kuat dan membuat gerakan-gerakan dengan tangannya." katanya. "Ini sangat bagus. Dia menceritakan banyak hal padaku. Aku sedang turun dari bis dan bisnya tiba-tiba jalan. kalau memang dia yang memberikan benda itu. aku suka tart." kata Geraldine. tidak membuang-buang uang." kata sava." "Aku punya catatan kecil. "Itu adalah Marchioness (gelar bangsawan) dan Carrabas. Kau tahu. 19 dan daerah sekitarnya. mula-mula curiga dan kemudian mengangguk memujinya." Saya menyodorkan pisau pemotong buah dari perak itu. dengan begitu aku jadi lupa kalau aku sudah lapar. "Oh. bukan?" Geraldine tersenyum senang. ada seorang wanita buta di sana. sambil menunjuk." "Aku pernah makan ikan mentah di Norwegia." "Itu pasti cukup menyenangkan.. "Ya." Saya membukanya. Geraldine mengangguk. buku-buku. Dia menunjukkannya pada saya menuliskan kejadian-kejadian di dalamnya." tambahnya." katanya. Maksudmu kau dapat memotong apel dengannya dan buah-buah lainnya. Siapa yang tinggal di rumah di sebelahnya—yang rapi itu?" "Oh. Sayangnya tidak banyak mobil yang lewat jalan ini. maksudku. Saya mengambilnya dari tangannya. Senang juga kau punya seorang tamu. Dia menceritakan tentang pembunuhan itu. siapa yang tinggal di dalamnya dan hal-hal lain sepeiti itu." Geraldine kelihatannya sangat meragukan hal itu." kata Geraldine." "Kukira kau pasti tahu tentang semua rumah di sana. "Cukup bagus. Penjaga gedung memberitahuku. "Kedengarannya enak. Dan kadang-kadang kami makan sangat terlambat karenanya." "Pembunuhan itu?" kata saya." "Olahraga yang cukup baik. Harry. bukan?" "Ya." "Ceritakan lebih banyak tentang orang-orang yang tinggal di sana itu. tetapi sekarang sudah tidak." kata Geraldine bangga. "Apakah kau datang untuk makan siang ?" "Tidak persis begitu. "Kau baik-baik saja. jadi aku memberi mereka nama karanganku sendiri. Tetapi Papa membawakanku macam-macam. "Aku punya sepupu bernama Dick dan dia mengamat-amati kereta api." Dengan bangga dia memamerkan sebuah teropong opera kecil. "Kualitas nomor satu. Kau tahu." kata saya. Mengapa kaupikir aku yang melakukannya?" "Yah. di sana. "Ada pembunuhan di rumah itu." Saya mengatakannya dengan biasa tetapi Geraldine cepat bereaksi. "Bukan untuk bayi dan untuk pura-pura. "Bagus sekali. Dia baik. aku tahu. Masakannya kadang-kadang agak aneh. teka-teki bergambar. Memang menyenangkan kalau ada seseorang yang dapat diajak ngobrol. kau mulai dari nomor satu dan melihat sejauh mana yang dapat kaucapai. aku melihatmu." kata saya. Tahukah kau? Dia suka makan ikan mentah. jadi aku menundanya sementara ini. ya. "Orang yang pohon-pohonnya tidak rapi itu. "Boleh kulihat?" kata saya. Geraldine memandangnya." "Baiklah." "Dia menjadi gugup kalau memasak. saya pergi. crayon." "Sial. "Kau kembali. Harry maksudku. ya. seperti Kucing Bersepatu Bot." Geraldine menjelaskan. Aku tidak menjatuhkannya. "dan apa yang kaulihat." "Aku baru saja berbicara dengan salah seekor di antaranya. dan barang-barang seperti itu. Ingrid membuka pintu dan muncul sambil terengah-engah.

" "Ya." kata Geraldine. Aku juga melihat Harry di sana. aku pasti akan lebih waspada. bagaimanapun juga. tidak. Kadang-kadang jam dua belas." "Siapa yang menjerit?" "Cuma seorang gadis. Lumayan muda. tanpa bermaksud menghina. "Jam berapa kau makan siang—malam. Sepuluh lebih tiga bulan. maksudku—pada hari pembunuhan itu terjadi?" "Jam dua belas hari itu. aku selalu memanggilnya Kaisar sebab dia kelihatan begitu agung—berhenti menjilati dirinya dan kelihatan agak kaget. Di atas tanah dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu dan si Kaisar— itu si kucing oranye." Suaranya terdengar sedih. seperti nama makanan." "Menepuk-nepuk?" tanya saya. Apakah kau melihat orang itu—orang yang terbunuh itu—apakah kau melihatnya datang ke rumah itu?" "Tidak. Dia punya seorang saudara laki-laki yang selalu dirongrongnya." Dia menghilang lagi." 'Teruskan. "sangat bodoh.' Dia bukan. ya. aku makan malam pada saat Ingrid selesai memasaknya. Geraldine?" "Sepuluh. Dan gadis yang menjerit itu bernama Sheila Webb. 18—dia muncul dan berdiri di tangga sambil melihat-lihat." kata saya ringan. Nama yang lucu. cukup cantik." "Aku pasti punya kembaran.. Papa pergi ke restoran setiap malam dan mengirim sesuatu dari sana untukku. jadi aku tidak melihat. memandang rumah di seberang itu. "Ya. Harry berkata padaku bahwa laki-laki yang terbunuh itu bernama Mr. 71 .' " "Yah. "orang yang bisa diajak ngobrol dengan enak. Dia menjengkelkan. sedikit bingung. Maksudku aku belum pernah melihat tempat terjadinya suatu pembunuhan. tidak banyak pada mulanya." "Berapa umurmu. "Itu karena aku harus ngomong banyak dengan Papa. Suka bilang. "Apa yang terjadi kemudian? Ini sangat menarik. maksudmu? Ini adalah makan malamku. "Pemuda itu kelihatannya agak mirip denganmu." Ingrid muncul sekali lagi." Dia membuat gerakan dengan tangannya. itu adalah gagasan yang gampang. melihatlihat. "banyak yang bertampang seperti diriku. "Kami tidak sungguh-sungguh membutuhkannya. Tiba-tiba dia menatap saya. tentu saja. Dia pergi ke bioskop atau ke kapsalon dan Mrs. Kau tahu. sebab Papa bisa sangat marah. Tetapi. Pemuda itu keluar dari rumah itu lagi —kau yakin dia bukan dirimu?" m"Aku ini orang bertampang biasa-biasa saja. kau tahu. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Ingrid tidak memilih saat itu untuk muncul lagi dengan kue tart yang lezat atau makanan enak lainnya. Sebentar kemudian polisi datang. "Yah. Yah. kadang-kadang sampai jam dua." kata saya tertarik." "Kau tampaknya sangat pintar ngomong. namanya ada di koran-koran. Curry. Ada seorang pemuda datang dan arah jalan. bukan. pemuda itu." kata saya merendah. Dia agak lucu dengan urusan waktu. Suka menepuk-nepuk. Dia harus menyiapkan sarapan pagi tepat pada waktunya. Tentang pembunuhan itu. Bukan pada hari yang sama—sesudahnya—di bilik telepon umum di jalan itu. Tetapi dia memberiku permen dan lain-lain. "Kau tidak makan pada waktu tertentu." "Apa yang kau—er—lihat?" "Ya. "Dan kemudian terjadi berbagai macam hal. Dia keluar dari pintu dan menjerit-jerit. liari itu agak sepi. 'Gadis kecil savang. dan kemudian Miss Mata Lembing muncul dari rumahnya—itu yang tinggal di No. Perry datang unnik menjagaku. jika aku tahu bahwa hal itu akan terjadi. di kepala. maksudku. Geraldine?" "Makan malam. Dan ada pembunuhan kedua. Tentu saja ada banyak orang saat itu. cuma aku harus mengeluarkan kepalaku dari jendela dan melongok-longok." kata saya. tapi di sore hari." kata saya. Aku tidak makan malam di malam hari. "Jam berapa kau biasanya makan siang. bukan?" "Ya. Tentu saja hanya ini yang perlu dimasaknya kecuali makan pagi. Kukira dia mestinya sudah ada di sana sejak sebelumnya." kata Geraldine serius." "Semuanya sangat menarik. 'Tolong ceritakan kejadian-kejadian sebelumnya. Tentu saja aku tidak benarbenar melihatnya." kata saya. Hanya ikati atau sesuatu." "Jadi kau tahu nama aslinya?" "Oh." kata saya. Dan tentu saja aku tahu bahwa sesuatu pasti telah terjadi. kau tahu. Ingi id bilang. Hal yang menarik adalah ketika seseorang berlari ke luar dari rumah itu sambil menjerit. aku tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi. sungguh. Ingrid keluar siang itu. Aku dapat melihatnya dari sini. Gadis itu keluar dari gerbang dan mendekap pemuda itu—seperti ini. kukira itu benar/' kata Geraldine." "Miss Mata Lembing?" "Aku memanggilnya Miss Mata Lembing sebab dia kelihatan begitu biasa. Dan mereka mengangkut mayat itu dengan mobil seperti ambulans. tidak seorang pun tinggal di sana kecuali Miss Pebmarsh. Dia adalah penjaga flat-flat di sini. kau makan kalau makanannya siap. Ada banyak orang pagi itu yang hanva berdiri di jalan. "Saya datang dengan segera sekarang. Dia selalu gugup kalau tiba waktu makan. Bukan makan malam sungguhan."Ya." "Yah." "Maksudmu dia tinggal di sana?" "Oh. dia pergi ke jalan dan menelepon polisi dari telepon umum di sana. Tak seorang pun tahu namanya. sebab. "Banyak sekali polisi." dia berkata meyakinkan. pemuda itu kelihatannya mendudukkannya. bukan? Aku -belum pernah melihat pembunuhan. Dia bercerita padaku sesudahnya/* "Apakah dia menceritakan siapa yang dibunuh?" "Dia bilang seorang laki-laki. Kupikir itu agak bodoh. Geraldine berkata. tetapi makan tengah hari bisa kapan saja. "Sava segera datang." Matanya bersinar.

"Jadi itu sebabnya aku tahu Mr. "Aku menyuruhnya berkata. "Ya. sebingga dia tidak mau berbicara denganku. Dia punya seorang anak laki-laki kecil. Sebelum makan." Saya berjuang keras untuk menahan rasa tertarik saya muncul pada suara saya. "kukira sulit bagimu untuk mengingat kejadian di hari tertentu dan membedakannya dengan hari lainnya." kata saya. "Bagaimanapun juga." Geraldine menggelengkan kepala. "Dalam sebuah keranjang yang besar. Kaupikir itu mungkin?" "Kupikir semuanya mungkin. Dia pergi mengajar anak-anak di sekolah buta. "Tak seorang pun? Tak seorang pun dengan mobil—seorang pedagang— pengunjung?" "Tukang sayur datang pada hari Senin dan Kamis." Saya mencernakan informasi itu. tetapi akhirnya dia bisa berkata juga." "Apakah Miss Pebmarsh menerimanya?" "Tidak. tidak kalau dia menyembunyikan diri dari Miss Pebmarsh. Kepiting pergi sekitar jam dua belas." "Dan tak seorang pun datang ke rumah itu?" kata sava." tambahnya. Maksudku melalui bagian belakang rumah." kata saya. Saya tidak ingin memancing khayalannya. tentu saja tidak. "Aku mencatatnya. sebab Ingrid dan aku bertengkar." kata Geraldine." "Itu adalah si wanita pembersih harian. Kasar kalau kau mengucapkannya dalam bahasa Inggris. Kalau begitu aku pasti sudah melihatnya."Jadi kau makan malam lebih cepat pada hari terjadinya pembunuhan itu?" "Ya. Kupikir polisi wanita itu konyol." "Mungkin dia datang dari kebun. aku mengisi teka-teki silang. Aku belum pernah melihat Snowflake Laundry. Biasanya adalah Southern Downs Laundry. Tak seorang pun datang kecuali tukang binatu. Dan kemudian Miss Pebmarsh keluar. sekitar jam sepuluh. Aku mengajarinya bahasa Inggris dan dia ingin tahu bagaimana mengucapkan 'sampai jumpa lagi*—*««ti/ we meet again1. dia sudah keluar lagi. 1J5 binatu datang. Aku tahu kapan Mrs." "Aku ingin tahu apakah mungkin kau telah melihat Mr. Curry datang ke rumah itu?" Geraldine menggelengkan kepalanya. Bercukur bersih dan memakai pakaian berwarna abu-abu tua. Dia menunjuk buku notes kecil. bukan?" "Ya. Dia adalah tukang binatu yang baru. No. tidak. "Apakah binatu itu mengirimkan pakaian atau mengambilnya?" tanya saya. Sekitar lima puluh. Curry tidak datang dari pintu depan." tambahnya bangga. persis seekor kepiting. "Tidak. Dan mereka juga berkata Griiss Gott. Kadang-kadang dia membawa sebuah bungkusan yang tidak ada padanya pada saat dia datang. Memang agak aneh. "Apakah mereka punya detektif wanita? Aku suka jadi detektif." "Memang. Dia berlari ke sana kemari. "Kembang kol dan sayuran yang awet-awet dibeli sendiri oleh Miss Pebmarsh. dia lumayan tua. "Jadi kau memusatkan diri pada teropong operamu itu. Kepiting datang dan kapan dia pergi. Mrs. "dan tukang susu datang pada jam setengah delapan tiap pagi." Dia menerima tantangan itu. "Aku dapat menceritakan segalanya padamu tentang pagi itu. Jadi Ingrid tahu dan sangat jengkel denganku dan kami tidak berteman sampai hampir saat minum teh keesokan harinya. Orang-orang itu pasti tak suka kalau dia menyelinap lewat kebun mereka. "Aku ingin tahu seperti apa tampangnya. "Kedengarannya sangat biasa. Kupikir mungkin dia masuk. Mereka pasti baru berdiri. mungkin dia ke sana pagi-pagi. Dia hendak berkata tetapi tawanya membuatnya tak bisa bilang apa-apa." kata Geraldine." "Oh." "Sama sekali tidak sulit. bukan? Dan dia tidak dapat minta sarapan pagi pada Miss Pebmarsh." Geraldine mengangguk. Dia harus mengatakan padaku dalam bahasa Jerman. kukira." kata Geraldine. bukan?" "Yah." kata Geraldine. 'Pergilah ke Neraka'!— 'Get the hell out of herel Jadi dia berkata begitu pada Miss Bulstrode di sebelah dan Miss Bulstrode sangat marah sekali. "dia akan merasa lapar. 19. Aku tahu dengan tepat apa vang terjadi hari itu." kata Geraldine.35 tepat. mengamat-amati orang-orang. dan menunjukkan catatan itu dengan jari telunjuk yang agak kotor." kata saya. ya. "tetapi bagiku kelihatannya mustahil. jadi Ingrid dapat mencuci semuanya dan pergi setelah jam satu. "Mengirimnya.'* "Jadi apa yang kaukatakan pada Ingrid?" Geraldine mulai tertawa. Aku tahu sebab aku pernah ke Swiss sekali dan orang-orang di sana mengucapkannya. Maksudku bukan polisi wanita." "Jam berapa waktu itu. kukira tidak." "Jadi pagi itu kau melihat ke luar jendela. Kadang-kadang diajaknya." kata Geraldine." ." katanya tidak setuju. Sekali-sekali. "Kau mestinya jadi detektif Scotland Yard. tetapi hari itu tidak. pada waktu malam dan bersembunyi di gudang." Anak itu betul-betul sebuah ensiklopedi. tertawa yang nakal. entah bagaimana caranya. Jauh lebih besar dari yang biasanya. dan keju. sebab Miss Pebmarsh tidak dapat melihat. Kebanyakan orang memakai jasa Southern Downs." "Oh. kira-kira jam sepuluh. Geraldine?" "Jam 1." "Tidak. Pada hari itu ada binatu baru— Snowflake Laundry. "Tukang binatu baru?" "Ya." "Kau belum menceritakan dengan tepat apa yang terjadi ketika binatu itu datang. tidak. "Rumah-rumari itu saling membelakangi. membukanya." "Dia tidak pergi ke pintu depan dan membunyikan bel. Sedikit mentega. Auf Wiederseben. kalau kau berbaring di sini dan selalu melihat ke luar. Aku tidak melihatnya.

"Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan berdiam diri. "Apa kabar. Dia ingin tahu apa yang telah begitu menjengkelkan wanita tua itu. Saya meninggalkan mereka. Tidak. Dan aku tidak akan diam saja." kata saya. Dia mengamat-amati Mrs. Mrs. aku yakin aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. tidak. Dan terus dia masuk melalui pintu gerbang menekuk sedikit keranjang itu. "Oh. Fred. "Aku harus pergi sekarang. Maksudku. Rival tersenyum kecil. aku tidak pernah tahan. "Oh. Ingrid." Mrs. Rival sedikit gembira." kata Mrs. jika aku jadi kamu. 'Sama saja." kata Geraldine." kata Fred. "Kupikir mungkin dia telah melihat sesuatu yang menarik. membuka pintu van. Geraldine. pikirnya sendiri. Dia beralih untuk menyambut langganan yang lain." kata Fred. Rival nyaris menitik dari bulu mata berhiaskan maskara itu." "Seperti apa tampangnya?" "Biasa-biasa saja." tambahnya dengan suara keras. Tetapi dia masih bisa minum sedikit lagi. Minuman itu membuat Mrs. Aku tahu apa yang kuomong-kan." katanya." "Kelihatannya bukan milik siapa-siapa." "Tentu saja tidak. Rival.." Dia menunjuk ke kanan. jauh lebih tua darimu. Dia masih tetap menggerutu. Mrs. Sayang. tetapi nadanya sudah lebih riang. aduh. Rival melanjutkan gerutuannya. jadi mungkin dia meninggalkannya di sana dan kembali. Mengapa kaupikir itu begitu menarik?" "Yah. bukan?" 73 . mengeluarkan keranjang dan berjalan terhuyunghuyung ke samping rumah menuju pintu belakang. Tetapi itu tidak penting—pada jalan seperti itu. mereka harus mengatakan padamu mengenainya. "Hal itu sungguh membuatku terpukul. Ketika Fred mendekatinya lagi. "Berbohong —berdusta—yah. "Hujan akan segera turun. Tetapi kupikir. kau tidak ingin merusakkan topi itu." "Dan kemudian dia pergi lagi?" "Ya. Keadaan yang tidak menyenangkan itu muncul lagi. "Aku ingin memilikinya." kata Fred menghibur. itu kataku. Dia mendorong sebuah trolley. Tidak. Sayang?" Mrs. Dia biasanya berwatak sabar." katanya. Rival mengangguk setuju. tapi—" "Ayolah." kata Geraldine. ramah. Jika ada satu hal yang tidak dapat kutahan. "Aku akan pulang sesudah minum yang segelas itu. Pendusta kotor. "tak seorang pun akan menuntutnva. dan aku berkata bahwa itu tidak betul." Ingtid membuka pintu lebar-lebar. menganggukkan kepala dengar. dan suka bergurau. "Tidak. "Ini bukan punyaku. Aku akan bilang dan bertindak. Mereka harus menjelaskan apa artinya dan apa yang mereka kerjakan. "Kupikir kau lebih baik menyimpannya. "Apel?" "Pommel Apfell" Dia berusaha memakai kemampuan bei bahasanya sebaik-baiknya. Flo." Suaranya menjadi sedih. 'Tidak adil." kata saya." katanya. Kukira dia merasa sedikit kepanasan setelah mencoba mengangkat keranjang itu. "Penipuan. kalau aku boleh tahu? Mau yang biasanya. Aku hanya dapat melihat bagian belakang kepalanya dan ketika dia keluar lagi." kata Geraldine. siapa yang akan membelamu? Berilah aku lagi. aku akan berhenti. Menyimpannya sampai ada orang yang menuntutnya. kukira. atau apa saja?" "Sesuatu seperti itu. Rival. kau tahu maksudku." kat& Geraldine. "Kalau orang-orang memintamu untuk melakukan sesuatu." "Aku akan sudah lama pulang. tidak betul." kata Fred. "Sampai jumpa. Orang-orang tidak dapat berpikir bahwa mereka bisa seenaknya saja memperlakukan diriku seperti itu." katanya." "Ambilkan aku apel. "Aku selalu suka bunga iris. dia mengusap-usap wajahnya. jika aku jadi kamu." kata saya." "Sampai jumpa." kata Mrs. Dia bukan orang asing di losmen itu dan disambut dengan rasa sayang oleh si penjaga bar. dia menyapanya dengan tingkah laku yang sedikit melembut. Ada sesuatu yang menjengkelkannya. Bagaimana dengan benda ini?" Dia memungut pisau buah itu. aku tidak mau." "Aku akan pulang dan tidur dengan nyaman." 'Tentu saja tidak betul. "Kita makan malam sekarang. "Sopirnya turun. Fred menurut. "Apa itu. mungkin. Sudah minum sedikit. bukan?" "Apakah ini akan menjadi sebuah harta karun. Aku tidak tahan dengan penipuan." Saya berdiri. Miss Peb-marsh mungkin menguncinya. Kukira dia tidak bisa masuk. tidak bisa. itu tidak betul dan jika kau tidak membela dirimu. itu adalah penipuan. "Yah. Dia membayarnya dan mulai menghirup minumannya dari gelas. hujan deras. rival mendorong pintu Peacock's Arms dan berjalan sedikit sempoyongan ke bar. Dia sedang menggerutu lirih. Fred. Akan merusakkan topimu yang bagus itu. aku tidak tahu. "Dia berhenti di depan nomor 19 meskipun dia berada pada sisi jalan yang salah. Rival dengan mata yang berpengalaman. cerah "Syukurlah." kata sava jujur. "Seperti aku?" tanya saya. "tetapi aku tidak betul-betul melihatnya dengan jelas sebab dia mengendarai mobilnya ke rumah itu—seperti ini. berterima kasih. Fred menyingkir untuk melayani langganan yang lain." katanya. Pendusta.JTidak ada yang terjadi." kata penjaga bar itu ramah." "Tentu saja aku tahu. "aku sudah kelaparan. ketika dia mengetahui air mata Mrs. "bagaimana permainannya?" 'Tidak betul.'* kata Geraldine." dia menasihati.

Rival berhasil menemukan lubang kunci.'* "Oh. "Anda rupanya. Tentu saja orang tidak pernah tahu mana kiri dan mana kanan dari seseorang. "dan ada satu atau dua hal yang saya pikir ingin saya bicarakan dengan Anda. "ya. Rival adalah seorang wanita yang sangat suka merawat lemari-lemarinya di musim dingin dan memulai pekerjaan yang baik itu pada pertengahan September. seorang laki-laki yang bertampang mutam. menopang dirinya pada pagar pembatas tangga. dan berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan agak kotor. "Sama sekali tidak menguntungkan saya. Inspektur Hardcastle berkata pada dirinya sendiri. Rival duduk. "Jika saja ada orang yang memberitahuku." "Betul. "Dia biasanya seperti seekor buiung yang ceria—tetapi kita semua pernah mengalami saat-saat di puncak dan saat-saat di bawah. Saya langsung datang. Rival mengangkat tangannya dan menunjukkan tempat itu. ya. Er—wanita di bawah itu kelihatannya mengira bahwa Anda akan segera pulang." katanya sopan. Rival.*' kata Mrs. ketika saya melihat fotonya di koran? Saya datang dan menceritakan pada Anda tentang dirinya. Rival telah keluar dari Peacock's Arms." Lebih cerdas dari vang kukira." kata inspektur Hardcastle. "bahwa Jerry Granger akan muncul pada nomor lima. "Silakan duduk. si Harry itu. Berpakaian rapi dan lain-lain. kata orang. bukan. saya tidak mengerti—yah—" Inspektur Hardcastle mengambil sebuah kursi. Jika kau bertanya padaku. Semuanya. itu benar sekali. Ya. Dia mendongak ragu." kata Mrs. Hal itu sudah lama sekali dan saya tidak mau diingatkan kembali. memandang langit. "selalu menjaga penampilannya." Dia meletakkan tangannya pada tempat yang sama lagi. maksudku bukan itu— apa maksudku?" "Kata-katamu vang penuh perhatian itu. "Apa yang Anda maksudkan dengan satu atau dua hal?" katanya. Anda masih mampu mengenali suami Anda dengan cukup mudah. "Yah. kemudian tiba-tiba berhenti dan mundur selangkah. Rival tamunya. Di belakang telinga kirinya. baiklah. sedikit tergesa-gesa." kata seorang laki-laki lainnya. Mrs. saya kira. sebuah suara berbicara padanya dari bawah." Mrs. Dia meneruskan. Induk semang Mrs. Bau terakhir itu nyaris permanen pada ruangan itu. "Ada seorang gentleman menunggumu di atas. memutar kunci itu dan masuk. aku tidak akan mempercayainya." "Sekarang coba dengar. Di sini. ikan. "Ada apa? Coba katakan." "Kembali. Rival." "Terima kasih banyak. tentang sebuah bekas luka." kata orang pertama tadi. Saya sudah mengatakan semuanya yang dapat saya ingat dan sekarang saya tidak ingin mendengarnya lagi." "Dan Anda mampu memberi kami informasi tambahan. bukan?" . Rival dengan sedikit geram. Rival jadi gelisah. Mrs." "Apa yang Anda inginkan?'* tanya Mrs. tetapi tidak seperti Lord Algernon Vere de Vere. Rival melorot turun dari kursinya yang tinggi dan pergi dengan tidak begitu sempoyongan menuju pintu. Posisi mereka mungkin telah tertukar. "Saya sudah muak dengan Harry. "Oh. dan sebuah kepala melongok dari balik pintu dan mendongak ke arahnya. "Ya. "Di belakang telinga kiri}" Hardcastle menekankan kata itu. saya harus ke London untuk suatu tugas. Mrs. Dia berjalan di sepanjang jalan." kata Inspektur Hardcastle. "Selamat malam. bukan? Tetapi. Rival agak tidak sabar. "Yah. "Yah—" dia kelihatan ragu sebentar. menurutku. Nada bicaranya lembut dan seperti minta maaf. "Dia tidak banyak berubah." "Maksud Anda—tentang Harry?" "Betul." kata Mrs." Detektif Inspektur Hardcastle bangkit dari kursinya." kata Mrs. sebelah kiri. Mrs. Yah." kata Mrs. Rival menaiki tangga. membelok ke kanan. dan eukaliptus." "Ini hal yang sangat kecil. "Oh. Anda menikah pada tanggal 15 Mei 1948. Anda menulis kepada saya. "Dan Anda bilang karena bercukur. Tidak ada yang dapat saya ceritakan lagi. Rival. bukan?" "Saya mestinya berpikir bahwa saat ini Anda pasti telah mengetahui berapa lama tepatnya. mungkin akan segera hujan." "Menungguku?** Mrs." "Anda mengenali laki-laki itu sebagai suami Anda atau laki-laki yang telah Anda nikahi sekitar lima belas tahun yang lalu. saya yakin itu.** Mrs. Balap kuda sekarang ini tidak jujur lagi. Rival kedengarannya sedikit kaget. Dia membuka pintu di lantai pertama dan masuk. di belakang Queen Caroline. Mereka membius kuda-kuda itu. "Yah. Saya tidak mau memikirkannya lagi. keanggunannya berkurang dibandingkan biasanya. "Hal-hal kecil." katanya. pasti ada penipuan dalam hal itu. itu ada di lehernya. Dia menatap tamunya dengan tajam. "Sesuatu telah menjengkelkan si tua Flo malam ini. pada saat yang sama ketika Hardcasde merasakan timbulnya semangat. Rival. Itu betul. Rival muram." "Selalu sial kalau jadi pengantin di bulan Mei. saya pikir begitu." "Meskipun bertahun-tahun telah berlalu. membelok ke kiri. Anda benar. Ketika dia mengeluarkan kunci dan menaiki tangga. Ya. Kami memeriksanya. benar sekali. bila sedang tergesa-gesa. jadi saya datang kemari dengan harapan bisa bertemu dengan Anda. Kau sangat beper—beperhatian—tidak. dia tuan rumahnva dan Mrs." kata salah satu langganan."Itu." katanya. Fred. Di sini." kata Inspektur Hardcastle." kata Mrs. kau bisa menyebutnya gentleman." kata Fred. "Ya. "hal-hal kecil yang muncul. Rumah itu berbau kubis." Mrs.

Anda pergi saja ketimbang datang keman dan menuduh saya telah berbohong." Dia sekarang berbicara dengan lebih yakin. Rival. Bagaimanapun juga. Dan sekarang." "Jadi sekitar Oktober atau November 1948. Mrs. mungkin. Mrs. Saya ingat. teman-teman laki-laki." kata Mrs. menipuku. Mrs. bekas luka itu. sampai saya melihatnya sudah jadi mayat. Rival berubah dengan segera. kemudian pergi 75 ." kata Mrs.. sesudah Anda mengusir suami Anda di tahun 1951. "Saya tidak percaya. Kami memperoleh anjing itu pada musim panas. "Melibatkan diriku dalam hal ini." "Mungkin dia tidak punya. Tetapi untuk menemukan seorang laki-laki yang sangat menyerupai suami Anda yang memiliki bekas luka pada tempat yang dapat dikenali—yah itu membuat identifikasi itu menjadi sangat bagus dan meyakinkan." "Mengapa—apa maksud Anda?" "Yah. Mungkin kejadiannya tidak selama itu. Tentu ^aja. Seekor anjing yang suka menerjang-nerjang. bukan?" "Apa maksud Anda. bahwa Anda harus menceritakan pada kami tentang bekas luka itu?" Mrs. saya tidak pernah mendengar omongan yang tidak masuk akal seperti itu. Aku akan mengaku saja. Mrs. "Betul-betul tidak masuk akal. Anda tidak ingin mendapat kesulitan. Menceritakannya padaku. Orang itu adalah Harry dan Harry punya bekas luka di belakang telinga kirinya." Inspektur Hardcastle segera berdiri. "Dan kecelakaan dengan pisau cukur itu terjadi—kapan?" Mrs. Sangat jahat. Mrs." "Tetapi Anda tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu. Aku— aku—aku tidak mau terlibat dalam kesulitan gara-gara orang lain." Mrs. Rival. saya sangat yakin dengan hal itu." katanya. terutama bila bertahun-tahun telah lewat." Inspektur Hardcasde berbicara dengan suara nyaris meminta maaf." katanya. bukan? Kelihatannya kami memang bisa jalan terus. Betul?" "Betul. itu adalah pelanggaran yang cukup serius dalam hukum.. Menurut ahli bedah polisi dan dokter lainnya yang kami ajak berkonsultasi.951. bagaimana Anda tahu bahwa dia mendapatkan luka itu lima atau enam tahun yang lalu." "Saya senang Anda puas. bekas luka di belakang telinga suanu Anda itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa luka yang dipersoalkan itu tidak mungkin lebih tua dari lima atau enam tahun yang lalu. Aku-aku tidak akan meneruskannya. sederhana saja."Betul." "Yah. Dia kelihatan takut dan cemas. Saya datang dan membantu Anda. Saya tidak pernah melihat Harry Casdeton sejak saat itu. ini berarti bahwa jika laki-laki itu adalah suami Anda. Tetapi saya pikir saya tidak membuat kekeliruan. Tentu saja. ragu-ragu di depan bilik telepon umum. *Ttu adalah hal yang sangat penting. dan akhirnya mengambil keputusan. Tetapi bagaimanapun juga dia adalah Harry." kata Inspektur Hardcastle dan dia bangkit berdiri. Itulah yang saya ceritakan pada Anda dulu. Rival?" "Tentu saja saya yakin. Bagaimanapun juga saya sering bertemu dengan banyak—yah. Tetapi para dokter dapat bercerita banyak daripadanya." dia menggumam." kata Inspektur Hardcastle. "Hanya pikirkanlah itu. Setelah kepergiannya. "Saya pikir Anda lebih baik memikirkan pernyataan Anda dengan sangat hati-hati. Mereka dapat mengatakan secara kasar. "sumpali palsu. berbohong padaku." "Saya tidak mengerti maksud Anda. Rival berdiri." "Dan Anda cukup yakin mengenainya. Dia selalu mena-brak-nabrak—anjing yang manis. Darahnya banyak. Dia berdiri tegak-tegak." "Saya tahu. Bagaimanapun jugaj seorang laki-laki kadang-kadang mirip sekali dengan lakilaki yang lain. sekitar enam bulan sesudah kami menikah. Rival." "Sumpah palsu. betul." kata Mrs. sangat aneh. Inspektur Hardcastle. Anda tahu. Anda bisa dihukum. saya yakin itu cukup wajar. Memang sembuh akhirnya. bahkan masuk penjara.Ya. Rival. mendapat kesulitan?" "Yah." "Dan sesudah suami Anda meninggalkan Anda di tahun 1951. berapa lama orang itu sudah memiliki bekas luka itu. Mrs. tetapi saya yang mengusirn a. Dia pada saat itu nyaris nampak agung sekali. dan lukanya dalam." "Dia tidak meninggalkan saya. Rival.. Anjing itu menerjangnya." kata Mrs. Itu saja. Bekas luka adalah bekas luka. Mrs." 'Itu sungguh aneh. Anda tidak pernah melihatnya lagi sampai Anda melihat fotonya di koran?" 'Ta. tetapi bekasnva tidak hilang. itu tidak akan banyak berarti bagi Anda dan saya. Saya berusaha untuk melakukan kewajiban saya. Rival. Hardcastle keluar melalui pintu. Anda tidak berada di bawah sumpah pada pemeriksaan itu. Jadi kalau Anda tidak pernah melihatnya lagi. Pertahanannya yang bagus telah hilang. Jika saya membuat kesalahan." Hardcastle meneruskan dengan suara lembut. "Seumur hidup. Sungguh jahat. saya ingin Anda memikirkannya kembali dengan hati-hati." "Jadi Anda mengerti. Saya—tidak seorang pun dapat berkata begitu.. yaitu kirakira tahun 1948—Anda tidak bisa mengingat semua hal. matanya berkilauan." "Tidak mungkin. Dia berjalan terus sampai ke ujung jalan. "Begitu. Dia menerjang Harry dan dia sedang memegang pisau cukur di tangannya. "Mestinya sekitar—oh. Bagaimanapun juga. Rival dengan angkuh. "itu sangat aneh." "Anda membingungkan saya. tetapi Anda mungkin harus bersumpah tentang bukti-bukti Anda itu pada pengadilan yang sebenarnya nanti pada uatu hari Kemudian—yah. Bagaimanapun juga itu bukan ketika. Mungkin ada seseorang—yang mengusulkan pada Anda. Rival mempertimbangkan sejenak. "melibatkan diriku dalam hal ini. "jika luka itu menimbulkan bekas hanya lima atau enam tahun yang lalu. Dia mengambil payung di pojok ruangan dan ke luar lagi. Harry punya bekas luka dan saya mengetahuinya. Saya!" "Ya. Rival. dan orang bisa keliru kadang-kadang. Rival. Rival. tingkah laku Mrs. dia pasti tidak punya luka pada saat dia meninggalkan Anda di tahun 1." Dia berjalan mondar-mandir dengan sempoyongan. saya menceritakan pada Anda apa yang saya ingat. Rival membuang muka. Apa pun yang Anda sukai. "Anda sangat membingungkan saya. "Selamat malam.

... Dan itu adalah sumpah palsu. Kadang-kadang Anda terlibat dengan sekelompok orang—dan mereka bertindak terlalu jauh daripada yang Anda perkirakan dan itu bukan kesalahan Anda. saya tahu Anda berkata tidak boleh. Dia akan berkata dia telah mencampuradukkan Harry dengan laki-laki lain.. Meskipun saya selalu berpikir bahwa itu adalah perhiasan imitasi.. Sekarang tampaknya dia baru mendapat luka itu sekitar satu atau dua tahun yang lalu dan saya di sini bersumpah bahwa dia memilikinya sejak dta meninggalkan saya bertahun-tahun yang lalu.. pengabdianmu bagi kami sudah selesai. dan telah dibawa ke rumah sakit. Yah. Yah. Bagaimana saya tahu Anda mempunyainya bahkan... Nomor Anda sudah disambungkan.. Dia berhenti dan berkata.. Sava pikir Anda terlibat dengannya. Dia berdiri di sana.. Tentu saja. saya tahu bahwa. Tidak. menyuruh saya untuk menulis dan bercerita pada mereka tentang bekas luka itu. bahwa seorang wanita diperkirakan telah jatuh pingsan pada jam-jam sibuk di Stasiun Victoria kemarin... "Silakan berbicara. Berutang pada seseorang adalah satu hal.. jika Anda bilang begitu. Kau telah mengerjakan beberapa tugas dengan sangat baik. Besok? Jam berapa?.. Berita-berita tidak sejelas seperti dulu. tetapi bagaimanapun juga bukan iru vang Anda katakan pada saya dulu.. saya akan tutup mulut.." Beck mengamat-amati saya.. ya. 'Tni sudah cukup lama. saya tahu. Di stasiun bawah tanah sava membeli sebuah koran.. artinya adalah menjadi sesuatu dalam sebuah kenyataan. ** itu. nah'?" Mau tak mau saya tertawa. yah. lho... Yah..." Saya berjalan sepanjang Charing Cross Road sambil berpikir dalam-dalam. menunggu sampai ada sambungan... Tidak. Anda tahu kata yang saya maksudkan—asesori. Dan pada dasarnya.." kata saya pelan.. Bisa mundur... Anda tidak jujur pada saya.. membunuh seseorang. Yah. Di sini Flo." "Yakin tentang itu?" "Ya. oh..... bukan?" "Menurut saya seluruh subjek itu sungguh-sungguh menarik.: Ya. Semangatnya melayang tinggi» padahal baru saja dia sangat tertekan sebelumnya. Anda rupanya. putus asa dengan bulan sabit itu—eh?" "Ya. Yah.. Anda bersumpah Anda tidak terlibat di dalamnya?—Maksud saya. Saya tidak bermimpi sekejap pun bahwa saya akan -terlibat dengan pembunuhan. sesuatu seperti itu. "Tidak begitu.." Saya menggelengkan kepala. Anda selalu begitu. "Kau kelihatannya tidak mendapat banyak keterangan dari istri Ramsay itu?" keluh Kolonel Beck.." kata sava Beck menuding-nudingkan jarinya pada saya. baiklah." "Dia bukan seorang anggota yang aktif?" "Bukan... risikonya tidak terlalu berbahaya. tetapi tidak pakai cek.. tetapi saya hat us melakukannya. saya tidak tahu apakah saya hams melibatkan diri dalam hal ini bahkan. saya akan memikirkannya lagi.. maksudku. baiklah." "Menurutku itu menjijikkan." Dia berbicara. Anda selalu membuat segalanya kedengaran begitu gampang. kukira." kata Beck tak terduga. saya akan datang." "Kau berbicara dengan satu kata terus. Anda hanya bilang bahwa Anda akan merasa tidak enak jika orang itu dikenali.. Nak.ke kantor pos.. saya akan mendengarkan Anda. Yah. tetapi sava tidak akan. tidak ada gunanya Anda membujuk saya. menukarkan uangnya dengan uang kecil dan pergi lagi ke telepon umum.." "Yah—kita harus mencari di tempat lain. Baiklah kalau begitu." "Anda salah.. Baiklah. sudah.." Dia keluar dari kantor pos berjalan sambil menari-nari di kaki lima dan tersenyum pada dirinya sendiri. saya tidak bermaksud mengancam. dan saya takut. dan saya mungkin bisa masuk penjara karenanya. Yah. saya yakin Anda tidak.. dengan gaya seorang ayah yang menasihati. gadis itu yang melakukannya.. Setibanva di sana ternyata ditemukan bahwa dia telah ditikam. Ketika ketakutan muncul. saya tidak akan tinggal diam. Oh. Uang itu akan sangat membantunya. Saya membaca... Apa kata Anda?.. "Halo. Ada kesulitan?" 'Saya tidak cocok dengari pekerjaan ini. "Dunia adalah tempat yang membingungkan sekarang ini. Memukul jamur yang besar sehingga pecah menembus dinding! Jika memang begitu. "Kau mau saya menepuk-nepuk kepalamu dan berkata 'Nah. bukan? Selera. tentu saja itu akan berbeda. Uang sebanyak itu cukup untuk bermain api dengan polisi. Ya. "Sekarang. Dia hanya perlu berkata dia lupa atau tidak ingat...." "Kau ingin lebih?" "Hal itu tidak cocok sebagai penutup kesenjangan vang ada. "Kau sungguh-sungguh menyukai benda-benda yang menyeramkan itu. Yah. Tetapi itu tidak banyak.. Itu uang yang banyak sekali.. Bagaimanapun juga. Yah. apa kesulitannya? Masalah cewek. Dia mulai berpikir dengan serius dan merencanakan tentang barang-barang pertama yang akan dibelinya dengan uang itu. Dia masuk ke dalam. Kembalilah pada rumput-rumput laut sialanmu ".. "Apa yang kukatakan padamu adalah: 'Siap-siaga/ Dan aku tidak memaksudkannya dalam pengertian kepanduan. "Itu lebih baik. "Memang tidak banyak yang bisa diperoleh. saya katakan pada Anda. dia dapat memikirkan banyak hal untuk dijadikan alasan... tentu saja Anda akan mengatakan begitu. Kau harus puas dengannya. "Puas?" tanyanya. baiklah. Dia memutar nomor Penerangan dan menyebutkan sebuah nomor... Rival sebetulnya adalah tipe yang gampang berubah-ubah. ya.. Berapa banyak?.. saya katakan pada Anda.. baiklah. Banyak wanita yang tidak dapat mengingat hal-hal yang terjadi setahun yang lalu. Anda tidak pernah berkata apa yang akan saya hadapi." kata Beck. Bagaimana dengan pembunuhan itu? Berani taruhan. tetapi harus cepat-cepat." "Sebetulnya aku memang sudah memperhatikannya. Ada sesuatu tentang menjadi sebuah—as—yah. saya tahu Anda membayar saya untuk itu. Mrs. dia akan menyerang terus seperti penyakit yang busuk. Variasi alam yang hebat. Akhirnya meninggal tanpa sadar lagi. Tidak.

"Dan Sheila Webb membawa naskah ketikan untuk diperiksa bersama dengan seorang pengarang asing yang ada di London yang akan menuju New York. dan langsung tidur. "Apakah ini hanya karanganmu saja. Dia meninggalkan Hotel Ritz sekitar jam 5. Jangan mengira dia tahu kalau dia telah ditikam. 19 pada pukul 1. akhirnya saya membukanya. Hanya karena berusaha untuk melebihlebihkan sesuatu.30 dan pergi ke bioskop—sendirian—sebelum pulang. Dan dia mengerjakannya dengan sangat baik! Aku sungguh-sungguh mempercayainya. Kertasnya tebal dan mahal. Dia pergi ke kantor pos dan minta sambungan dari sebuah telepon umum otomatis. Pebmarsh ada di London kemarin. Tolonglah. Mengapa. Seseorang membayar wanita itu untuk mengenali mayat itu sebagai suaminya. Tetapi setan yang cerdik Itu berada selangkah di depannya. Sayangnya.35 pada tanggal 9 September. membaliknya—ada apa ini? Saya melihat nomor kamar itu—413—sama seperti jam-jam itu. Setiap wanita bisa saja keliru setelah lima belas tahun/ Dan mungkin saat itu disebutkan pula sejumlah uang yang menggiurkan.40. Saya menelepon Hardcastle. Saya bangun pada pukul sepuluh kurang seperempat." Suaranya terdengar kaku dan getir.Aku katakan padamu aku punya seorang saksi mata. Tetapi jika kau datang ke sana dan berkata bahwa dia adalah suamimu. "Aku pergi menemuinya kemarin malam. Hardcastle. "aku punya sesuatu untukmu. "Persis seperti yang mereka katakan. Di dalamnya terdapat selembar kertas. Waktu itu jam setengah tujuh. Banyak binatu baru yang muncul. Saya lelah sekali sejak kemarin malam dan saya ketiduran. demi Tuhan. Kau kenal?" "Tidak di luar kepala. dan menikamkan sebuah pisau pada. Bahwa bekas luka itu baru saja terjadi. Seorang teman bisnisku telah terbunuh. tetapi tidak terjadi apaapa yang menarik sampai kemarin malam. mendapatkan sebuah kamar. Dijamin oleh seorang saksi mata. Dia keluar dari bilik telepon umum itu dan kelihatan puas dengan dirinya sendiri.Namanya adalah Mrs. Jawabannya muncul dengan segera dan tajam. setiap kait kami menangkap seorang pembunuh pasti ada orang-orang yang mengenalnya dengan baik. Dick. Dia harus menukarkan uang kecil. "Sialan. dia mencoba untuk lebih pintar sedikit. semua urusan bisnis kami akan diketahui orang. Aku membuntutinya. Itu memang sebuah keranjang cucian biasa yang sangat besar. huruf-hurufnya tercetak rapi. NARASI COLIN Saya tiba di Crowdean pada pukul sebelas malam." katanya menjawab pertanyaan saya. Harry Castleton. "Ya." kata saya. sialan!" "Apakah kau—sudah memeriksa—setiap orang?" Saya harus bertanya. Periksalah. Jika dia langsung mengatakannya.K. itu akan lebih meyakinkan dan lebih memastikan identifikasi itu." "Binatu? Binatu apa?" "Snowflake Laundry. 77 . Colin?" "Tidak. Laki-laki yang mengendarainya mengirimkan sebuah keranjang cucian yang besar di pintu belakang rumah. yang lari darinya bertahuntahun yang lalu. Sebuah mobil binatu berhenti di Wilbraham Crescent No. Ingat kasus Barton pada perampokan Levitti Gang? Berjalan sepanjang jalan sebelum dia jatuh dan mati. Dia akan menjadi orangnya! Dan dia melakukannya. Kata-kata berikut ini tercetak dalam huruf besar di atasnya: (Ketuk tiga kali) * Saya menatapnya. dan itu adalah sebuah kehancuran. aku punya masalah. dan tidak bisa percaya bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu!" "Apa yang terjadi ketika kau pergi menemuinya?" "Aku membuatnya bingung. Tetapi ternyata kau tidak. Lucu sekali. kau cuma telah membuat kekeliruan. Aku berkata padanya bahwa ceritanya tentang bekas luka itu tidak masuk akal... Ini betul-betul tak terduga. Itu bukan nama yang biasa untuk sebuah perusahaan binatu. kau tahu itu. meskipun kau tidak mengetahuinya. Hanya perasaan nyeri yang mendadak—kemudian kau berpikir kau baik-baik saja. Kau mati berdiri. Teruskan penyelidikanmu. Jika mereka berhasil mengenalinya. Dan siapa pun dia. lima hari kemudian. orang itu akan berkata." "Yah—kau periksa saja. Mungkin seorang teman lama atau kenalannya menemuinya dan berkata. Orang biasa tidak angsung menyadarinya." "Tanpa curiga?' "Dia bukan wanita yang gampang curiga." Dia berhenti. Saya memeriksanya dengan sedikit kaget. Pesanan itu dikirimkan dengan disertai sebuah surat bersampul persegi empat yang dialamatkan kepada saya dengan kata-kata DIANTAR LANGSUNG tertulis di sudut kiri atas. Dia melakukan suatu urusan untuk Institut itu dan kembali ke Crowdean dengan kereta api 7. Sesudah kutinggal. Sebuah kebetulan? Atau bukan sebuah kebetulan. Dia tidak waspada. 'Apa risikonya? Paling buruk. Seorang laki-laki mengendarainya—dan seorang laki-laki mengangkat keranjang itu ke dalam rumah—" Suara Hardcastle tiba-tiba terdengar penuh kecurigaan. Jika dia ingat pada bekas luka yang kecil dan tidak penting itu sebagai pikiran yang muncul kemudian." Saya memutuskan hubungan sebelum dia dapat mengorek sava lebih jauh. itu bukan telepon umum yang kuperkirakan akan dipakainya di ujung jalan rumahnya sendiri. yang lari sejak bertahun-tahun yang lalu. sialan. Saya tidak dapat menahan diri. Dia pikir dia akan bertemu dengan orang itu di Crowdean." Dia mengakhiri dengan. "Mrs. jam sibuk." "Coba dengar. Colin. Saya pergi ke Hotel Clarendon. tentu saja. aku tak meragukan hal itu. Dan dia bilang O.'* "Jadi Merlina Rival benar-benar terlibat di dalamnya?" "Tahukah kau. Medina Rival. Sesudah membolak-balik dan memain-mainkannya. Saya minta dikirimi kopi dan roti panggang serta sebuah koran. dia melakukan seperti yang kuharapkan —mencoba menghubungi laki-laki atau wanita yang menyuruhnya. maka seluruh kasus itu akan selesai dengan baik/ " 'Tentunya dia akan menolaknya—berkata bahwa itu terlalu riskan?" "Jika begitu. Dia pergi ke Stasiun Victoria dan membeli sebuah tiket ke Crowdean. Hal yang paling gampang di dunia ini adalah berjalan di belakang seseorang di antara kerumunan begitu banyak orang. betapa orang bisa keliru. Dia terus diamat-amati. mungkin kedengarannya sedikit terlalu dibuatbuat.

Saya sedang memandang orang terakhir yang ingin saya temui di dunia ini. "Kepala Polisi berkata pada saya untuk membantu Anda sebisa saya. dia*prtnl» balrwa saya menganggur dan kesepian. Tidak banyak orang di hotel. bukan. aku sudah melaksanakan permainan kecil itu.." "Mengapa?" Poirot memiringkan kepalanya dan berkedip pada saya. seluruh peristiwa ini sendiri? Itu tidak akan mudah—" Dia ragu-ragu. Tidak. Sebuah suara berkata." katanya. "Saya katakan pada Anda." dia berkata dengan hati-hati. "Saya datang kemari. Mereka berkeras. sudah dilaksanakannya. "Mungkin. yaitu bahwa udara laut akan baik buatku. "sebab apartemen saya di London sedang dibangun dan didekorasi kembali." "Dan mengetuk tiga kali?" "Aku tidak dapat menahan diri. maka anjing itu akan berusaha untuk memberi tuannya apa yang didambakan oleh tuannya. Orang mencintai dan menghargai anjingnya. * Dia selalu berteras bahwa kau bisa mengerjakan semuanya hanya dengan duduk merenung di atas sebuah kursi. tidak gembira melihatku lagi. Tetapi saya menerima. Salah satu tangannya memelintir kumisnya dengan gaya puas. tidak untuk minta bantuan guna memecahkan masalahnya sendiri. Poirot tidak perlu pergi dan melihat tempat kejadiannya. Saya tidak bertanya pada bagian informasi hotel. <tn dia «-ikin'dapardttetesaikannvir sendiri. Saya naik lift menuju lantai empat dan berjalan di sepanjang koridor ke No. "Une petite surprise. Detektif Inspektur Hardcastle. Tetapi Anda harus memaklumi kesulitan-kesulitan yang ada. Apa yang dapat kulakukan? Ke mana aku harus pergi?" "Banyak tempat lain. "M. pendapat Anda tentang anjing. "bahwa saya bukan seperti orang Inggris. Musim panas sudah hampir berlalu sekarang." Dia menoleh ke inspektur itu." "Apakah kau mengharapkan begitu?" "Pourquoi pas} Ayolah. Kami sekarang duduk dengan akrab. Aku berpikir untuk melukai jariku dan mencapkan sidik jari berdarah di pintu. dan . Kami telah saling berkenalan dan telah saling menvapa. sementara Dick sekalisekali melihat ke arah Poirot dengan diam-diam. Jika aku bisa mengikutsertakan setangkai rosemary itu akan lebih baik. "Itu terjadi dengan teman saya Colin yang ramah ini. Keletihan . Aku sengaja memintanya. Anjing pelacak. Aku berharap bisa membantu. Saya berdiri di sana sejenak. memanjakannya." Saya memandangnya dan tertawa. Kemudian saya berpikir untuk menelepon Dick Hardcastle. "Aku berkata bahwa tidak perlulah untuk menjadi seekor anjing pemburu jenis apa pun. bercukur." Saya memutar pegangan pintu. pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul. mandi. "Aku akan membelikanmu sebuah balon dan sebuah kelinci mainan siang ini. bagaimanapun juga. "Tentu saja—siapa lagi?" "Apakah ini suatu kebetulan saja? Bagaimana kau bisa mendapat kamar Nomor 413?" "Bukan kebetulan. "Bagaimana kau bisa di sini?" "Aku ke sini naik limousine Daimler—sangat nyaman sekali. Sekarang bayangkan sendiri. saya mengetuk tiga kali. jadi dia membawakan saya sebuah masalah yang dirasanya akan menarik perhatian saya dan memberi saya sesuatu untuk dikerjakan.Saya berpikir untuk menelepon Hotel Curlew. Hercule Poit ot duduk menghadap ke arah saya. mari kita serius sekarang. penolakan-penolakan. "Anda ingin meninjau—yah. Aku telah mengunjungi kepala polisi yang sangat ramah itu. kuharap." katanya." Saya tertawa terbahak-bahak dan Poirot memandang saya dengan pandangan mencela. dapat hidup tanpa anjing. Poirot." teriak saya. Hardcastle membersihkan kerongkongannya dan berkata. M. Anjing pelacak yang baik. Saya bangun." komentar saya dingin.. merasa diri saya betul-betul konyol. Dia bisa saja menyebutnya berbincang-bincang—tetapi saya tahu siapa yang akan bicara terus. Bayangkan kesulitanku. n'est-ce pas}" katanya." kata saya dingin. Tetapi. berpakaian. kau serigala tua. Anjing itu menyukai tuannya. betul-betul berkeras. Dia memanjakan tuannya! Dia. "Saya kira. kemudian. yang tergila-gila pada anjing. secara pribadi.av p ur. keadaan sebaliknya.saya telah hilang. Saya tidak melakukan kedua-duanya. Kau tidak menampakkan rasa senangmu sama sekali. Hercule Poirot! Hardcastle tiba. Saya meragukan kalau dia pernah bertemu dengan seseorang seperti Hercule Poirot sebelumnya* Akhirnya. Dia menantang saya—menantang saya untuk melakukan apa yang sering saya katakan padanya bahwa hal itu benar-benar bisa dilakukan—duduk diam di kursi saya dan—pada waktunya—memecahkan masalah . membanggakan tuannya. membanggakan kecerdikan dan kepandaian tuannya." "Salah satu dari dokter-dokter yang penurut itu yang mengetahui ke mana pasiennya ingin pergi. dengan cara seperti seseorang yang sedang mempelajari sosok makhluk langka yang mengagumkan di kebun binatang. ' kata saya. tetapi ini diusulkan oleh dokterku. Temanku. dan sekarang aku sedang menunggu temanmu. untuk mendekorasi kembali apartemenku. dan membawa anjingnya jalan-jalan sebab anjing itu sangat menyukai jaian-jalan. 413. dan berjalan menuju Hotel Curlew dan sampai di sana pada waktu yang tetali ditentukan. Dan seperti orang yang terpaksa bangkit berdiri padahal sebetulnya dia malas untuk keluar. juga. setelah beramah-tamah dan berso-pan-santun. pintunya tidak dikunc Sava melangkah masuk dan berhenti dengan tiba-tiba. Tetapi itu tidak benar." "Dan apa yang akan kaukatakan padanya?" "Sudah kurencanakan bahwa kita bertiga harus berbincang-bincang." "Tetapi apa yang kaulakukan di sini?" "Hal itu sangat mengganggu. membanggakan kepandaian dan kecerdikan anjingnya pada temantemannya. "Tetapi menyenangkan. "Silakan masuk." "Kukira ini adalah masa kanak-kanak kedua. mengapa kau datang kemari?" Poirot menjawab dengan penuh wibawa." "Kupikir kau tidak menikmati kejutanku ini. karena Anda telah khusus datang kemari—" Poirot menyelanya—dengan sedikit dingin. Dia menganggukkan kepalanya kepada saya." "Poirot. Saya. Tetapi cukuplah! Aku mungkin bisa mendapat infeksi karenanva. "Kelihatannya pantas. dan menasihati supaya pasiennya pergi saja ke sana! Apakah kau yang mengirim ini padaku?" saya mengacungkan surat yang saya terima itu. yang lari ke sana kemari mengendus-endus Tetapi aku mengakui bahwa untuk pemburuan iru diperlukan seekor anjing. Dia datang menemui sava. Poirot? Kalau tidak.

ketika Colin mengulangi cerita itu pada saya." "Tentu saja aku tahu!" Hardcastle menatapnya tidak percaya. "Ada orang-orang yang berkeliaran di luar hari ini. padahal sebetulnya dia punya seorang ipar perempuan bernama Alexandra." "Saya tidak begitu yakin mengenainya. tidak ramali» "Aku tidak akan bertengkar denganmu. maka segala sesuatunya akan cocok. ada sedikit ancaman." Poirot mengatur dirinya dengan nyaman di kursinya dan mengisyaratkan agar inspektur itu mengisi gelasnya lagi.." "Anda tahu identitas orang itu?" "Saya tahu siapa dia sebenarnya. dalam pikiran saya. aku tahui" Hardcasde menarik napas. Mereka mengetahuinva dan kami mengetahuinya. Kau tahu. Dia ingin. mereka berkata seorang laki-laki punya seorang saudara perempuan bernama Elizabeth. tetapi tetap sebagai bukti. Kita sekarang maju selangkah lagi. kau tidak benar-benar mengenal Hercule Poiiot. seperti yang diperintahkan." kata Hardcastle mengeluh. Sekarang biar kami tahu juga!" "Aku pikir kau masih jengkel. ke ruang duduk.*' "Pikiran Anda sejalan dengan pikiran saya. "Maafkan saya. "Baiklah.H. Tetapi ternyata Perusahaan Asuransi Metropolis itu tidak ada. dan koran-koran jarang sekali akurat. harus betul-betul dimengerti.. yang telah membawanya ke puncak sukses di karirnya sendiri. Inspektur. Tampaknya pada pukul dua kurang sepuluh menit sebuah agen sekretaris telah ditelepon. M. Tak seorang pun tahu siapa dia (atau sekali lagi itu kata mereka). seperti kebanyakan orang lainnya. saya harus punya bukti. atau begitu kata pemiliknya." 'Tentu saja. padahal sebetulnya jam empat seperempat. Miss Webb dikirimkan." Dia menggembungkan dadanya dan memelintir kumisnya. Sava memandangnya dan menyeringai dengan rasa sayang. bahkan beberapa hari sesudahnya.itu. berarti bila pemecahan yang benar telah tercapai." kata saya." "Ayolah. "Berikan kami jawaban masalah itu—jika kau tahu. Apa yang kukatakan adalah. Poirot. Curry. 19 itu?" "Tentu saja. Tidak ada Denvers Street dan kelihaiannya tidak ada pula orang yang bernama Mr. sejauh yang saya bisa. mes amis." Hardcastle menampilkan ekspresi keragu-raguan di wajahnya. saya boleh berkata. tidak boleh. "Di lantai tergeletak seorang laki-laki yang sudah jadi mayat—seorang laki-laki setengah baya yang kelihatannya terhormat. Untuk itu orang butuh anjing." "Anda punya kasus yang terbuka dan tertutup?" "Itu. saya kira. masuk. "Baiklah. saya memiliki seekor anjing yang pandai sekali—kepandaian. Perusahaan Asuransi Metropolis. Itu berarti bahwa dia mendengar apa yang akan saya dengar seandainya saya ada di sana dan melihat apa yang akan saya lihat. sampai pernyataan itu telah diperiksa dengan saksama. Dia tiba di sana beberapa menit sebelum jam tiga." kata Hardcastle setuju. Dan seterusnva. Untuk memecahkan suatu masalah orang harus punya fakta-fakta. dan semuanya dimasukkan ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan pemiliknya. Mereka melaporkan sesuatu yang terjadi pada jam empat. bukan? 'Meletakkan seseorang di tempat kejadian. 79 . masing-masing kurang lebih satu jam lebih cepat dari waktu yang sebenarnya. 7. Semua ini adalah penting sekali. Secara kasar—dia tidak akan berkata 'Dan pada jam sebelas lewat dua puluh datanglah tukang pos' sebaliknya dia akan menggambarkan apa yang sebetulnya terjadi. mulai dan sana?" 'Tidak selalu. mempercayai apa yang dikatakan pada kita." "Maksudmu kau cuma punya praduga. tetapi dengan sumber-sumber yang ada. pembicaraanpembicaraan yang telah berlangsung. 'Tetapi Anda tahu. Dan mengapa?" "Ya. saya pikir. adalah sifat kasus ini yang sangat fantastik. Khususnya dia meminta Sheila Webb yang dikirim. Tetapi pada kasus Colin di sini." kata saya. Itu adalah bukti negatif. mon cher Colin." "Orang tidak dapat—hanya dengan duduk-duduk di kursi saja—memecahkan sebuah kasus yang dibacanya di koran." kata saya. Poirot. 19 pada jam tiga. membuktikan pada saya bahwa hal itu sama sekali tidak mudah. Anda berkata Anda tahu siapa yang membunuh tiga orang. anjing yang malang itu tidak membuat deduksi-deduksi yang diperlukan?" "Jadi." 'Tetapi itu hanya prosentase yang sangat kecil. yang membawa potongan-potongan fakta itu satu demi satu dan meletakkannya pada—" "Pada kaki tuannya. Curry." "Sayangnya. Miss Millicent Pebmarsh meminta seorang stenografer untuk datang ke Wilbraham Crescent No. memperoleh bukti." "Demi Santo Michael. Jika Anda tahu—betul-betul tahu—apakah itu bukan langkah yang pertama? Tidak dapatkah Anda. Dalam sakunya terdapat sebuah kartu bertuliskan nama Mr. Kaupikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi dengan cara lain. untuk mengesankan dirinya. Tetapi ada celaan pada nada suaranva. tidak mengubahnya. anjing pelacak.' Itu adalah istilah zaman perang. Mungkin saja. Apa yang kukatakan hanyalah. kita boleh berkata. Yakin." "Dan juga siapa vang membunuh Edna Brent?" "Tentu. keliru. hanya sedikit sekali dan tidak berbahaya. Denvers Street No. Dia dapat mengulangi kata-kata itu dengan tepat—yaitu. M. "Saya setuju. Teringat akan pesan atasannya. "Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tabu siapa yang membunuh laki-laki di Wilbraham Crescent No." kata saya.' Hal yang menarik minat saya pertama kali. hampir selalu. "segeralah mulai! Aku memberimu seluruh nilai yang kauinginkan. R. Anda bisa. Baiklah. Mais oui} mon ami. itu bukan—'* Saya menyela. menyebutkan ketukan di pintu dan seseorang masuk ke ruang itu dengan surat-surat di tangannya. yang mestinya berada di penjara.. Dia dapat mengulangi untuk Anda. itu ternyata betul! Kau ingin mempermainkan aku — hanya sedikit! Aku tidak mencelamu. Dia selalu memiliki ingatan yang hebat. "Satu hal. Karena orang harus punya fakta-fakta yang akurat. saya memiliki fakta-faktanya—saya berada 'di sini. Tetapi pertama-tama biarkan aku mengatakan ini. Empat buah jam. di balik tantangan itu. Kita tidak boleh. dia tetap berlaku sopan.

' Di sini ada yang dilebih-lebihkan. Semakin banyak yang saya dengar. menutupi kenyataan bahwa sebetulnya dia tidak mengerti." "Dan tentu saja. tetapi dalam percakapan biasa. keluarga McNaugh-ton. baik. Seorang laki-laki telah terbunuh. dan mereka sama sekali tidak akan mengamati seperti apa wanita itu sebetulnya! Jadi saya berkata pada diri saya sendiri— dan saya berkata pada teman saya Colin: Oleh karena pembunuhan ini memiliki jebakan-jebakan yang fantastik -dan membingungkan maka pasti sebetulnya kenyataannya adalah sangat sederhana. kau berkata begitu. Hemming. selanjutnya. ada orang-orang yang telah berada di tempat itu. Colin sayang. bukan?" Hardcastle tidak akan mengatakan begitu. atau seorang penipu. dan mengangguk kuat-kuat. Semua ini sangat melodramatis.35 atau sekitar itu dan Miss Webb yang mungkin telah mengatur untuk bertemu dengan orang itu di sana. Poirot melanjutkan. Sangat menarik. mereka bisa santai. "Andamulai menginjak pada intinya sekarang. dan betul-betul tidak nyata. dan berhenti dengan sopan. sava sedang menyibukkan diri dengan penulis-penulis cerita seram yang menghasilkan karya-karyanya selama lebih dari enam puluh tahun terakhir ini. melodrama! Ketika saya berkata pada diri sendiri meniru Chesterton 'Di mana seorang wanita setengah baya menyembunyikan kecantikannya yang memudar?' Sava tidak menjawab. Dia bisa menjadi siapa saja. Dia menyembunyikannya di balik make-up. betul. "Sayangnya tidak terjadi dalam kasus ini. Saya boleh menyebutkan bahwa ketika teman muda saya ini datang dengan kisahnya. 'Ha! Kejahatan model Sherlock Holmes!* Sama seperti bila sesosok mayat ditemukan di ruangan terkunci. Tetapi yang Jebih penting lagi. Bagi siapa? Dan di sini akhirnya kita bisa menyempitkan ruang lingkupnya sedikit. misalnya. Dan sebelum Anda bisa mendapatkan jawaban yang betul untuk kedua pertanyaan ini. "Tetapi aku tetap tidak mengerti bagaimana kesimpulanmu bisa tepat. Anda tahu. di balik perona pipi dan maskara. harus dalam percakapan. 'Tetangga. setengah baya. 'Ha! Kasus Dickson Carrl' Kemudian ada teman saya Mrs. Anda mengerti maksud saya?" "Yah — " kata inspektur itu. karena ini adalah nyata. Biarkan orang ini tepat seperti kelihatan-nya— seorang laki-laki setengah baya. tentang seorang gadis yang bekerja di sana yang bernama Sheila Webb. baik. fantastik. Mencari nomor besar di deretan rumah bernomor kecil. "Anda mengerti?" ''Yah—" kata inspektur itu lagi. mon cher. "Kau lihat. kita membuang jehakan-jebakannya dan beralih pada pokok-pokoknya. Latar belakang mereka. Tetapi yang penting." "Yah. hal itu terjadi Sebuah kalimat kecil yang pentingnya tak terkirakan. khayalan. mungkin itu menarik buatmu—untuk bergurau seperti itu. 'Kau bilang ini mestinya adalah kejahatan yang sederhana? Baiklah." "Tetapi. sama sekali tidak. semakin banyak orang yang percaya bahwa dia kelihatan sebagai seorang laki-laki yang betul-betul biasa." kata Poitot." "Untuk itu kau harus menunggu. Jadi. yang selalu jauh lebih mudah daripada berbohong." . "Jika Anda menggambar sebuah lingkaran di sekeliling nomor 19.Ada pengetahuan tentang kebiasaan-kebiasaan setempat—tentang Miss Pebmarsh dan kebiasaannya. Jika saya menemukan—-tetapi saya tidak akan berkata apa-apa lagi. tetapi dia sepenuhnya setuju dengan perasaan itu. Dia jatuh ke dalam pelukan seorang pemuda. "Dan karenanya. "bahkan kau sendiri pun tidak dapat menahan diri terhadap kesan melodramatis dalam kata-katamu sendiri. Dia bisa jadi seorang pemeras." "Ah. "Padahal aku adalah orang yang datang dan meletakkan seluruh kejadian ini ke pangkuan-mu!" "Pembunuh biasanya sombong. Miss Pebmarsh yang mungkin telah membunuhnya sebelum dia keluar pada pukul 1. dan dengan perhiasan di lehernya dan di telinganya. *Di antara wajah-wajah setengah baya lainnya." kata saya. orang-orang akan melihat pada mantel bulu dan perhiasannya dan pada coiffure dan haute couture. "Sebab dengan demikian. mon cher. menyenangkan. Carilah keterangan tentang mereka. Mengapa dia dibunuh? Dan siapa dia? Jawaban dari pertanyaan pertama jelas-jelas tergantung pada jawaban pertanyaan kedua.' Tidak. itu tidak cocok di sini." kata inspektur itu.' " Dia memandang inspektur itu. Anda menangkap maksud saya? Di sini ada kejahatan yang diatur dalam keadaan yang sangat mustahil.menemukan mayat itu di lantai dan berlari ke luar rumah sambil menjerit-jerit. sehingga orang segera merasa 'Cerita ini tidak nvata dalam kehidupan. dan membunuhnya sebelum berlari keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit. pasti saya akan mengatakan." Poirot menegaskan. dengan mempermainkan aku. "Apa yang akan kaukatakan selanjutnya?" "Aku. Orang nyaris menerapkan cerita-cerita fiksi itu dalam kehidupan nyata. Orang-orang selalu bersiap waspada bila ada topik yang mungkin membahayakan mereka. Mrs. Ini benarbenar terjadi. dan terhormat'. "kau. Itu membuat seseorang harus berpikir keras. tentang Biro Sekretaris Cavendish." "Sebuah penjelasan yang mengagumkan. memutar badannya. Setuju?" "Ya. aku akan mengatakan segalanya!" Poirot mengumumkan dengan gagah. taruhlah memang begitu. setiap orang di dalamnya mungkin telah membunuh Mr. Sava membungkuk hormat "Masuklah paiilawan muda kita. "Jadi di sini ada seorang laki-laki biasa. Bercakap-cakaplah dengan mereka. Miss Waterhouse. dan terhormat. mereka tergoda untuk mengatakan yang sebenarnya. Semuanya adalah mustahil/ Tetapi celakanya. keluarga Bland. M. "Kelihatannya seperti kebalikan dari Chesterton. Di mana akan kausembunyikan sebuah batu kerikil? Di pantai."Siapa yang mengatakannya? Kapan?" "Nanti saja pada saatnya. Jadi saya berkata pada teman saya Colin." Poirot berhenti dan memandang saya. yang kematiannya penting bagi seseorang. Oliver." "Apa?** saya menuntut." kata saya." kata Poirot. Poirot?" Inspektur itu dengan sopan menarik Poirot kembali pada topik pembicaraan. saya akan berkata pada diri sendiri. hal-hal kecil sering terselip. Sebab dalam percakapan Anda tidak langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu —dalam sebuah percakapan biasa. 'Di mana akan kausembunyikan sehelai daun? Di hutan. Kau juga berada di tempat itu. atau suami seseorang yang keberadaannya menjengkelkan dan membahayakan istrinya. dengan mantel-mantel bulu yang indah yang dilingkarkan di tubuhnya." kata saya. Dan tiba-tiba saya berpikir sendiri. Maksudnya jika sava mengamati bahwa seekor anjing tidak menyalak padahal semestinya dia hams menyalak. Curry. Anda tidak mungkin bisa maju. Jadi mereka menyelipkan satu fakta kecil yang tanpa mereka sadari dapat membuat perbedaan besar. Itu adalah kejadian yang bisa terjadi dalam tulisan-tulisan orang-orang seperti Gatry Gregson." "Anda tadi berkata." kata saya geram.

Itu akan cocok dengan fakta bahwa giginya tidak cocok dengan catatan gigi mana pun di sini. Tetapi itu bukan semuanya.30 sampai jam 1. tetapi gagal. Dengan pengecualian Mr". 19 untuk dibunuh. Dia ingin berbicara dengan Sheila Webb di luar kantor. tidak punya surat-surat keterangan. Jika dia seorang pemeras yang terkenal. Telah diasumsikan bahwa sesuatu itu berkaitan dengan Sheila Webb." Kami berdua menatapnya. Tetapi ada kemungkinan ketiga—mungkin maksudnya Miss Martindale" "Miss Martindale? Tetapi kesaksiannya cuma beberapa menit saja. maka kita harus mencari orang yang bisa diperasnya. Cepat atau lambat. dan hanya sedang berkunjung ke negeri ini. Hemming adalah janda petugas lelang lokal. Janet dan Maureen. Sederhana sekali!" "Komentarnya memang mencengangkan diriku pada waktu itu. seperti sangkaan orang pada umumnya. Rival. perang kalah.'* Dia mencondongkan tubuhnya ke depan. tetapi tidak ada bukti mengenainya. Dia tidak punya dompet. Jika identitas orang itu harus disembunyikan selamanya. Karena ingin sepatu. Dia tidak dapat pergi makan dengan keadaan seperti itu. saya yakin. dilly—datanglah untuk dibunuh. Tetapi itu tidak cukup. seorang istri. Tumit sepatunva putus. Mrs. Waterhouse adalah penghuni terhormat sejak dulu. telah mati." "Dan apakah itu?" tanya Hardcastle. Dia mungkin hanya ingin berkonsultasi dengan Sheila Webb tentang sesuatu yang membingungkannya—tetapi jika demikian. Jika dia seorang detektif. Poirot mendongakkan kepalanya dan berdeklamasi secara dramatis: "Karena tngin paku. siapa yang ada di sana yang tampaknya tidak seperti yang ditunjukkannya? Jawabannya adalah mengecewakan. Keempat sisanya.' Hal yang utama adalah bahwa seorang laki-laki biasa. semua ini harus dikesampingkan dulu untuk sementara. Tetapi jika kita tidak tahu siapa orang itu—maka kita punya tugas yang lebih sulit untuk mencari di antara orang-orang dalam lingkaran itu siapa yang memiliki alasan." kata saya. McNaughton pernah menjadi dosen di Cambridge. 'Saya hanya tidak mengerti bagaimana semua yang dikatakannya itu bisa benar. Curry datang ke Wilbraham Crescent No. Bland adalah seorang kontraktor lokal yang ternama. itu akan memberi petunjuk pada kita siapa pembunuhnya." "Tepat. Pada tanggal 9 September. Saya mulai merasa tidak enak. Mr. sepatu hilang. Cuma terdiri dari bunyi telepon yang diterimanya yang mengaku dari Miss Pebmarsh. Ada sebuah desa di Somerset—saya pernah tinggal dekat sana dengan teman-teman dulu—desa Curry Rival—Tanpa sadar. dia berkata. atau mempunyai alasan untuk membunuh gadis itu. Tetapi hanya satu orang yang dapat membunuhnya. Asumsi lebih jauh adalah bahwa dia bukan orang Inggris. Mrs. maka kita mencari di antara pewaris-pewarisnya. Edna. Curry—Mrs. kau akan meyakinkan dhiku" kata saya. Kejahatan itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan lihai'—tetapi sekarang muncullah sekeping kesialan yang tak seorang pembunuh pun dapat meramalkannya.30. mereka dipilih. "Ini. Tanpa diduga. Dia membeli roti kismis dan kembali ke kantor Poirot menuding-nudingkan jarinya dengan tegas pada kami. "Sejauh itu—rencananya adalah jelas. merek penjahit telah disingkirkan dari pakaiannya. " 'Dilly. Saya kira bahwa tidak ada telepon sama sekali. Mr. dilly. Dan semuanya gara-gara ingin sebatang paku sepatu kuda. Betapa anehnya. Mereka adalah." Di sirj Poirot memandang _-aya dengan pandang bertanya dan saya mengangguk. kerajaan musnah. Mungkin maksud Edna adalah Miss Pebmarsh. Mrs Rival—dan nama itu sendiri sudah mencurigakan. Karena ingin perang.' Dia mempunyai bakat. Jadi kita kembali ke Mr. Dia menyimpulkan seluruh kejadian itu.30 sampai jam 2. Mereka adalah keempat gadis yang biasanya mengambil giliran makan siang pertama kali dari jam 12. "Kata-katanya pada polisi di pemeriksaan itu adalah satu-satunya petunjuk yang kita miliki mengenai apa yang mencemaskannya. "Mari kita bayangkan Biro Sekretaris Cavendish. Curry datang—dan dia dibunuh. Jika orang itu tidak berkeluarga. pembantu. RarhSay yang1 saya kira tidaklah seperti yang ditunjukkannya. dan dua gadis lainnya. dia harus diberi identitas palsu. maka kita harus mencari orang yang punya rahasia kriminal. Karena ingin kuda. yang sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri untuk dapat memperhatikan apa yang dikatakan orang lain."Jika kau melanjutkan. dia mungkin maksudnya Sheila Webb. untuk menuju pada inti sesuatu masalah. Kartu nama Curry ng dicetak. Dia berkata seperti ini.' Tiga orang wanita telah memberikan kesaksian pagi itu. paling tidak akan ada induk semang. pengaturan-pengaturan yang dibuat dengan sengaja. "Bonafiditas setiap orang adalah ash. tersangkut <li kisi-kisi. seseorang akan muncul.* Mr. tetapi apa yang membingungkan saya adalah mengapa pembunuh kita berani mengambil risiko bahwa tidak akan ada identifikasi asli. 19? Dan di sini ada satu ucapan yang sangat berharga. seperti 'sepatu-sepatu dan kapal-kapal dan lilin lak dan kubis-kubis serta raja-raja. "Dengan mengesampingkan Miss Pebmarsh dan Sheila Webb. satu hal sudah jelas. Dia mencoba menemui Sheila Webb di luar kantor." Poirot meneruskan. agar mayat itu ditemukan. "Banyak orang punya kemungkinan membunuh Mr. yang diucapkan oleh salah seorang tetangga. Ketika diberi tahu bahwa orang itu tidak tinggal di nomor 19.untuk membunuhnya. Ini membuat saya menuju asumsi berikut™ orang ini tidak diketahui telah menghilang. seperti yang dikatakan dalam 'Alice' Anda yang abadi itu. Kehadiran jam-jam yang tidak pada tempatnya itu. Jika kita tahu siapa orang itu. rekan bisnis." "Maksud Anda Edna tahu bahwa itu bukan dari Miss Pebmarsh?" "Saya kira lebih sederhana dari itu. mengenalinya dengan yakin dan itulah identitasnya. Poirot tidak memperhatikan saya. Dan mana dia datang? Apa yang membawanya ke Wilbraham Crescent No. empat dari gadis-gadis itu mendapat tugas keluar yang agak jauh—sehingga mereka mendapat makan siang dari klien yang memakai jasa mereka. Atau. dan bahwa seseorang menginginkan kematiannya. Dia cuma datang ke sana untuk dibunuh. Tidak lebih dari itu. saudara perempuan.30. Poirot beralih ke Inspektur Hardcastle. Tetapi pada hari itu Edna Brent mendapat kecelakaan kecil segera setelah meninggalkan kantor. tanpa mengetahui mengapa kedua nama itu berarti sesuatu. Curry. pasti merupakan kejahatan yang sederhana. Adalah penting bahwa dia tidak dapat diidentifikasikan. "Kita telah tahu bahwa Edna Brent mencemaskan sesuatu. saya berkata pada diri saya sendiri. berusia setengah baya. jika dia orang kaya. kuda hilang. Oh! Saya mengerti. Agen Asuransi. Saudara lakilaki. mengambil giliran kedua dari jam 1. Curry. Sheila Webb. Hemming. Edna Brent. Ternyata yang muncul seorang istri." "Saya mulai'mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang korban dan pembunuhnya. jarum jam yang diputar agar menunjuk waktu tertentu. 81 . Delapan orang gadis bekerja di sana. hanyalah ukuran sementara.

Mungkin Miss Martindale berbicara padanya di sana. menarik selendang di sekeliling lehernya dan mencekiknya. semakin kacau jadinya. saya kira. Penyelidikan-penyelidikan akan dilakukan—'* . mendengar pertanyaannya." "Dan kemudian tibalah pemeriksaan itu. itu betul. Berita tentang pembunuhan menyebar dan sedikit demi sedikit ceritanya menjadi lebih jelas. tidak tahu bahwa Edna telah kembali. Dia mungkin seorang pengacara keluarga yang sudah tua. sehingga tidak dapat ditipu dengan tiruannya. wanita yang bengis dan tidak punya imajinasi. Tetapi bagaimana mereka bisa berharap untuk lolos dari itu? Pasti ada yang akan kehilangan orang itu. u an orang-orang di Crescent sibuk menatap nomor 19. Sejauh yang diketahuinya. Seorang perencana yang baik. dan Miss "Martindale menyelinap di belakangnya." Hardcastle menggelengkan kepalanya ragu. tetapi ternyata n siang. ya. dan sedang dalam kesulitan keuangan. Siapa yang tahu bahwa yang ini adalah Mrs. Dan semua gadis menghadirinya. Miss Martindale pasti telah membuat kesalahan—Tetapi Miss Martindale jelas-jelas tidak mungkin membuat kesalahan. Miss Martindale mengulangi ceritanya tentang telepon itu dan Edna betul-betul tahu-sekarang bahwa bukti yang diberikan Miss Martindale dengan begitu jelas. ketika dia di luar negeri. Formalitas yang sah dilalui. Dia harus bertanva pada Sheila mengenainya.' Salah satu sifat Edna adalah segera melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. bertahun-tahun yang lalu. ya —hanya dia yang dapat membunuh Edna. Bland yang lain? Tidak seorang pun di Crowdean tahu bahwa Bland telah menikah sebelumnya. Bland bersaudara?" "Itu adalah satu-satunya keterangan yang masuk akal. Suatu hari datanglah sepucuk surat dari kantor pengacara yang mengatakan bahwa istri Anda telah mewarisi harta yang besar dari seorang paman di Canada. Bland yang lain—dia adalah istri kedua—bukan istri pertama—Bayangkan. Apa yang terjadi? Saya kira seseorang akan datang berkunjung dari Canada ke negeri ini—dan orang itu mengenal Mrs. Bland bisa jatuh sakit. foto-foto dari sanak-saudara di Canada yang telah meninggal sekarang—semuanya sederhana saja. "Jadi percakapan-percakapan para tetangga tidak berguna bagimu. Teleponlah dan katakan pada mereka kita berdua akan segera ke sana.49. tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu. Mungkin istri pertamanya meninggal sesudahnya. Tetapi Miss Martindale. saya membayangkan. Mereka saat itu berada di dekat telepon umum. makmur. Bland dan satu-satunya kesulitan adalah bahwa Mrs. Tidak ada telepon pada waktu itu. adalah salah." "Tidak punya imajinasi?" tanya Hardcastle. Sheila pasti tahu jawabannya. Dia memiliki akte pernikahan yang asli. Bagaimanapun juga. terjadi di masa perang. betapa kecewanya dia! Dia jadi geram! Dan kemudian sebuah ide muncul. tulah sebabnya dia bertanya pada polisi itu apakah dia bisa berbicara dengan inspektur. Mereka mengambilnya. Orang tidak melihatnya mula-mula. Edna mula-mula tidak tahu betapa pentingnya apa yang diketahuinya itu. dan boleh dikatakan sedang nganggur. Dan saya mulai curiga bahwa pada diri Miss Martindale kita menemukan karakter Lady Macbeth. Tetapi Miss Pebmarsh berkata bahwa bukan dia yang menelepon. dengan waktu yang sangat tepat. tidak ada orang lain kecuali dirinya di kantor itu. berbagai surat-surat keluarga. Tetapi Mrs. Mrs. Semakin Edna memikirkannya. Dia telah mewarisi harta yang besar setahun yang lalu dari pamannya di Canada. "Banyak orang melakukannya. Miss Martindale bertindak cepat.iia saya melihatnya." ^Mrs/ Bland wemangwengmg'arkitirsayaj'pada ses<oianq. "Oh. Dan jadilah keluarga Bland kaya. Tetapi karena tidak diragukan lagi bahwa Miss Martindale-lah yang membunuh Edna—oh. saudara perempuan Mrs. dia akan tahu. Tetapi Edna tahu bahwa itu tidak benar. dia dapat pergi ke luar negeri— tetapi sesuatu seperti itu akan mencurigakan. atau seorang teman dekat keluarga itu—tetapi siapa pun dia. "Mungkin mereka melihatnya." "Dan tak seorang pun melihatnya?" Poirot mengangkat bahu." kata Hardcastle mengeluh. maka dia pasti terlibat. ke.'* "Ya. "Misalnya Anda adalah seorang laki-laki biasa. Miss Pebmarsh menelepon dan meminta Sheila Webb untuk dikirimkan. Dia memejamkan matanya dan berbicara sambil melamun. Sheila dipanggil oleh Miss Martindale dan disuruh pergi untuk memenuhi panggilan. Kau harus segera menelepon polisi. Apakah kau ingat bahwa sesudah berbicara tentang hidup di luar negeri. lebih baik mengambil risiko. Bland semestinya tidak punya seorang saudara perempuan. dan dia langsung menikah kembali. eh? Aku menemukan satu kalimat yang sangat jelas. ketika meninggalkan Cornmarket dalam kerumunan orang. Saya kira mungkin Miss Martindale." kata Harttcas-e r mereka sangat berbeda— tetapi benar—ada kesamaannya juga. dan semua kesulitan keuangan mereka berlalu— "Dan kemudian—setahun berikutnya—sesuatu terjadi."Tumit sepatu Edna copot. Yang perlu dia lakukan hanvalah berkata bahwa ada telepon jam 1. Bagaimanapun juga. Pernikahannya yang pertama. Bland mengatakan bahwa dia suka tinggal di Crowdean sebab dia punya seorang saudara perempuan di sini. Bland yang pertama dengan cukup baik. Telepon itu dikatakan masuk pada pukul dua kurang sepuluh menit. "Jadi Anda pikir-" Poirot bersandar pada kursinya dan mengatupkan ujung jari-jarinya. Dia masuk ke bilik telepon umum. Dia memikirkan dan merencanakan semuanya." "Tetapi mengapa? Apa motifnya?" Hercule Poirot memandang saya. Tetapi sangat efisien." Hardcastle duduk bersiap-siap. dan terlaksanalah hal itu. Dan di sini. 'Ini sangat penting. "Miss Martindale? Saya tidak melihat bagaimana dia bisa terlibat. Dia menggoyang-goyangkan jarinya. Dia kembali ke kantor. Ini nomor kantor polisi. sebab dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. saya ingin tahu?" "Cuma untuk melihat tempat kejadian itu. Mrs. mengangkat gagang telepon. Mungkin saat itu dia telah mendengar gadis-gadis itu menggoda Edna tentang tumit sepatunya yang copot. Itu adalah kesempatan yang diambil dengan berani oleh seorang wanita yang nekat dan kejam. Surat itu dialamatkan pada Mrs. di kantor pribadinya." "Anda menganggap Miss Martindale dan Mrs. Bland mungkin adalah dalangnya. sama sekali tidak punya imajinasi. Tamu itu akan berkeras untuk melihat wanita yang ingin dilihatnya—" "Jadi— pembunuhan?" "Ya. Dia berkata. dia membuntuti gadis itu ke Wilbraham Crescent. berjalan dengannya di sepanjang jalan itu dan Edna mengeluarkan pertanyaannya. Kisi-kisi itu terletak cukup dekat dengan kantor. Bagaimana dan kapan perjanjian itu dibuat tidak disebutkan pada Edna. Mungkin mereka memikirkan cara-cara untuk menghindari pertemuan itu. Mengapa Edna pergi ke sana. Bland yang meneri-manva adalah Mrs." "Tidak.

"Tetapi penyelidikan dapat dilakukan. yang dulu adalah sekretarisnya. Dia hanya perlu mengambilnya dan menyesuaikan dengan tujuannya. Jam-jam yang terkenal itu!" Poirot tersenyum. "Dan Anda berkata bahwa wanita itu tidak punya imajinasi? Kapan dia merencanakan semua ini?" "Tetapi dia tidak merencanakannya." 83 . "Saya harus memeriksa berbagai hal—" "Tentu—tentu—" Ucapan selamat berpisah diucapkan. Saya hampir-hampir tidak berani berharap." kata Hercule Poirot. mengapa—oh. saya menghadiri penjualan naskah-naskah para pengarang minggu ini. sehingga pemeriksaan akan dilakukan dari negara lain. Hardcastle telah mencatat alamat Enderby tanpa bersusah-payah untuk membalik kertas itu sehingga posisinya benar. M. Aku dapat berbaring dan berpikir. Pada saat itu siapa yang akan menghubungkan seorang laki-laki yang telah diidentifikasi dan dikuburkan sebagai Harry Casdeton. adalah kejahatan yang sederhana." kata Hardcastle." Tetapi mungkin tidak pada Hercule Poirot! Sava harus menyerangnya." "Oh. tidak untuk bisnis. dan lima lewat tujuh menit. pada alur cerita Gregson. dengan seorang tamu kaya dan terhormat dari Canada. Dia mengumpulkan buku-buku tulis itu dan mengambil kertas hotel itu dari tangan saya. W. betapa bodohnya aku ini. Semua petunjuk yang semarak itu akan menuju—ke mana? Tidak ke mana-mana tepatnya! Ah. Itu adalah kombinasi nomor sebuah lemari besi. 10. kopinya!" "Yah. S. bien. Seperti Colin di sini akan mengatakan pada Anda. Lemari besi itu disembunyikan di belakang reproduksi lukisan Mona Lisa. Dia cukup memilih karakter-karakter lokalnya dan mengangkat cerita itu untuk disesuaikan. saya ingin tahu?" Hardcastle menolak untuk mengorek-ngorek sejarah masa lampau. ya. mereka mereparasi apartemenku. dan apakah hanya karena jam itu maka dia memilih Sheila sebagai orang yang akan menemukan mayat itu — " Hardcastle meledak. bukan? Aku bisa jadi mesin kalau memang perlu. Melihat kertas itu." Poirot meneruskan dengan muak. Enderby di Ennismore Gardens. men dieu. Selama dua menit terakhir saya memandanginya. "Eh." Poirot berlagak rendah hati. kalau begitu mengapa?* Hercule Poirot meledak marah. "Kopinya di sini. Semua ada di sana—menunggunya. "Jika Anda mau menulis pada Mr. Aku dapat memecahkan masalahnya. itu sangat cocok buat U Martindale." kata Poirot. Tetapi aku ini manusia. Aku ini manusia. yang sedang menggigitmu—kau kelihatan seperti orang vang baru saja melihat hantu. saya akan menyelinap sehaii ke Prancis atau Belgia dan membuang paspor orang itu di kereta api atau di trem. Di antara mereka ada milik Gerry Gregsort. "Anda telah memberi kami sesuatu untuk dipikirkan. Hardcastle pergi. Dia mengambil sehelai kertas hotel dari rak di atasnya dan mengulut kannya pada Hardcastle. "ada perhiasan. Sebuah pola yang saya kenal. Greg-son terburu meninggal dan tidak sempat menulis yang satu ini—tetapi Miss Martindale. Dari awal saya telah mendeteksi adanya suatu pola—suatu pola yang saya ketahui. Alamat hotelnya terbalik di bagian kiri bawah. Tidak diragukan lagi itu adalah kebiasaannya. Karena kejahatan itu. mengetahui semuanya. Poirot mengalihkan perhatiannya pada saya. kukatakan padamu. mengapa kau datang kemari?" "Sudah kubilang. V h tas dc bitiseSy seluruhnya! Dan tentu saja ada cerita sejenisnya—seorang gadis yang dihukum mati. per-mata-permata mahkota keluarga bangsawan Rusia. 7. "Saya pikir Anda akan menemukan bahwa Miss Martindale bertanggung jawab atas mereka. ke negara di mana dia tidak pernah dilihat sebelumnya? Jika saya jadi pembunuhnya. dan mata Poirot beralih ke saya. Di dalam lemari besi itu." "Itu masih dugaan. ya. Aku ingin tahu—Gregson meninggalkan sebuah warisan untuknya—bukan? Bagaimana dan mengapa dia meninggal. rencana perjalanannya mungkin tidak diketahui orang lain." "Tetapi jam-jam-itu pasti mempunyai arti yang asli—maksud saya. terima kasih. Itulah yang menarik. "Coba katakan saru hal padaku. Tetapi nasib baik berpihak pada saya. seorang wanita yang efisien. ya. Apakah nantinya ada yang muncul—" "Saya sangat senang sekali jika saya bisa membantu. "Yah. sebab saya telah membaca pola-pola itu baru-baru ini. Alisnya naik. Dan masalah ini menyangkut manusia. Saya sangat beruntung. Apakah dia kehilangan benda itu di ruang kerja Biro Sekretaris itu? Apakah Miss Martindale mengambilnya sebagai dasar dari khayalannya. kau bisa mengerjakan semuany? hanya dengan duduk di kursimu di London dan dapat membuatku dan Dick Hardcastle menemui -mu di sana. maka harus disamarkan supaya menjadi fantastik." "Mereka bisa meminjamkanmu apartemen lainnya. No." "Aku tahu kini. Atau kau bisa pergi ke Ritz. Ya. saya jadi tahu betapa bodohnya saya. lima lewat empat menit. terpana. seperu yang saya katakan tadi. Poirot. seperti katamu. Jika." "Sudah tentu. Jam-jamnya diputar pada jam lima lewat satu menit. "Ya?" katanya." Hardcastle menolak. kau akan lebih nyaman di sana daripada di Hotel Curlew. "Eh. Ini—" Seperti seorang tukang sulap dia mengeluarkan dua buku tulis kumal dari laci meja "—semuanya ada di sini\ Di antara banyak alur cerita yang direncanakannya untuk ditulis. karena kau begitu bodoh untuk menerka. dia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tertentu di Canada untuk saya. Oh." "Dan bagaimana tentang urusan jam-jam itu?" "Oh! Jam-jam itu. Sepucuk surat dari suatu tempat—sepucuk kartu pos dari tempat lainnya. Poirot. Jam Rosemary yang direparasikan oleh Sheila Webb." "Aha. kalau aku boleh bertanya."Jika orang itu bepergian ke luar negeri —mungkin untuk bersenang-senang. "Bland berkata padaku bahwa dia baru-baru ini telah pergi sehari ke Boulogne—dengan seorang gadis pirang" "Yang membuat semuanva kelihatan wajar. akan kukatakan padamu. 515457. itu sering terjadi pada diri kita. bien—dan apa." Saya bergerak tanpa sadar. Dia adalah seorang pengacara internasional yang terkenal.

Dari sini informasi itu diteruskan ke tujuannya lewat Ramsay." kata saya." Dia mendahului saya masuk ke ruang duduk. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun. Miss Pebmarsh. dan akan tetap di sini sampai orang-orang sava datang." "Ya. "Sebab saya pikir ada sebuah kemungkinan bahwa Anda mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu mertua saya. Mr. saya mungkin salah. Saya mengerti bahwa Anda tidak mempunyai hubungan dengan polisi lokal—" "Anda benar. Dua jam lagi orang-orang kami akan datang kemari dan mengambil alih — " "Saya tidak memahami maksud Anda." "Seperti kata Anda.. Saya tidak mempercayainya sedikit pun. Dia buta. Saya datang kemari sendiri. Si." "Tetapi mengapa? Mengapa}" Saya berkata pelan. kau lagi saya berada di Wilbraham Crescent. Pengecualian itu adalah Anda sendiri. melalui kebun. Saya tidak tahu dorongan apa yang telah menggerakkan Anda—" "Katakan saja bahwa saya mengabdikan diri. Anda punya dua jam untuk berangkat jika Anda memilih untuk pergi. untuk memberi saya apa yang kelihatannya sebagai suatu peringatan—" "Ini adalah peringatan. Kemudian saya bertanya.. Saya datang ke tempat ini untuk mencari Anda. "Waktu terus berjalan. "Ini Colin Lamb. Tetapi sebuah pisau kecil yang sangat mematikan. "Saya melakukan yang terbaik untuknya. Bukan sebuah senjata otomatis. Apa gunanya? Saya akan tetap di sini sampai—mereka datang. Aku datang kemari karena keingintahuan manusia/' kata Hercule Poirot dengan gaya agung.*' "Jangan omong kosong. Mengapa Anda datang kemari sebelum orang-orang Anda. menuju ke arah Barat." Saya berada di belakangnya ketika dia membuka laci itu." "Saya tidak begitu yakin apa yang Anda maksudkan." "Kita semua bisa ceroboh kadang-kadang." "Mungkin pembunuhan itu mengalihkan perhatian Anda. Saya tidak punya ilusi tentang Millicent Pebmarsh." "Tidak. "Tahukah Anda siapa dia—hari itu?" "Tidak sampai saya mendengar namanya. Rumah itu rapi dan damai. "Saya tidak akan mengatakan apakah Anda benar atau salah.*' "Tetapi watak kami jauh berbeda.. Saya telah menemukan kantor pusat di mana rencana-rencana itu dibuat. tetapi saya tidak bodoh. Miss Millicent Pebmarsh membukanva. Dia berkata pelan. Informasi yang didapat Larkin di Portlebury diteruskan pada Anda. Saya pikir. Dengan Anda. Miss Pebmarsh. Kalau diperlukan dia akan menyelinap ke rumah Anda. Anda adalah wanita yang memiliki kepandaian dan kepribadian yang luar biasa. Anda telah tal-u siapa tepatnya saya ini sejak hari pertama Anda berbicara dengan saya.*' kata saya. sebuah alasan harus dipikirkan dulu. Miss Pebmarsh. Saya berhenti di depan pintu gerbang nomor 19. Saya tidak mengalihkan mata saya darinya.** "Saya tidak setuju. Lamb.. Tangan saya menindih tangannya dan mengambil pisau itu. tetapi bahkan seorang wanita buta pun dapat mencelakakan kita jika kita tidak waspada. Selalu ada kesempatan—bahkan di penjara. Penyamaran Anda sangat baik." Saya melihat jam tangan saya. . Kebutaannya tidak akan melumpuhkannya jika dia mempunyai kesempatan sekali ja untuk menodongkan sebuah pistol otomatis ke kepala saya." "Dan mengapa Anda katakan semuanya ini pada saya? Kelihatannya ini tidak biasa." "Sebagaimana seharusnya. Millicent Pebmarsh berdiri dan pergi ke jendela." kata saya. "Saya mungkin lemah hati." "Indoktrinasi. Saya pergi ke pintu depan dan menekan bel. sesungguhnya." Hening sesaat. Dia menjatuhkan sekeping uang logam Cekoslo-vakia di kebun Anda suatu hari—" "Dia memang ceroboh. "Saya punya fotonya—ketika dia masih anak-anak." "Itu adalah persoalan pendapat saja. maksud Anda?" "Jika Anda menyukai istilah itu." "Dan apa arti semuanya ini?" "Hanya bahwa permainan itu sudah selesai. "Anda punya waktu dua jam.." Dia berkata. "Saya tidak akan mengambil keuntungan dari tawaran Anda. "Bolehkah saya masuk dan berbicara dengan Anda?" "Tentu. Tak seorang pun keluar dari rumah itu sambil menjerit-jerit sekarang. Catatan-catatan dan memoranda-memoranda yang penting Anda simpan dengan sistem microdot dalam huruf Braille. hampir-hampir menentang.. "Anda kelihatan sering berada di daerah ini. untuk melihat bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah ini—dengan satu pengecualian. malam-malam. Dia kembali dari jendela dan berjalan menuju meja tulis.." "Saya dulu begitu bodoh. Saya pikir itu adalah mungkin. saya selalu berusaha tahu tentang dirinya—selalu. Saya menemukan Anda pada hari pertama saya berada di sini—tapi saya tidak tahu bahwa saya telah menemukan Anda." "Anda tidak akan dapat begitu tidak berperasaan seperti yang Anda inginkan. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa—bahwa itu mungkin benar?'* "Mata.." Saya memandang jam tangan saya lagi. Anda bekerja di institut untuk anak-anak cacat. Saya juga cukup bodoh untuk membaca sehelai kertas dalam keadaan terbalik."Jadi?" "Penjelasan sederhana sekali—sama seperti pembunuhan itu. Dia meraba sebuah kursi dan duduk." Hening lagi. Anda menyimpan huku-buku anak-anak dalam huruf Braille di rumah Anda—hal yang sangat wajar. Anda buta.

Saya harap segala perbaikan dan pendekorasi 85 . Mr. "menjadi seorang manusia biasa. Tidak perlu diragukan lagi. "Saya telah mengundurkan diri dari dinas. Henty Montresor meninggal delapan belas bulan yang lalu. Seseorang bernama Mr. "Saya akan kembali ke pekerjaan sava semula—biologi laut. Bland yang pertama adalah karena serangan musuh di Prancis. bukti-bukti yang memuaskan akan sulit diperoleh. meskipun tentu saja. kata-kata SNOWFLAKE LAUNDRY masih bisa terbaca setelah ditangani oleh para ahli." Kami duduk di sana dalam kesunvian." kata saya. dan saya rasa Anda mungkin akan tertarik mengetahuinya. Bland.. tetapi kendati saya setuju dengan pandangan Anda atas partisipasinya dalam-kejahatan ini. dia adalah seorang wanita yang sangat pandai. tetapi dengan penuh pengertian." "Saya pikir Anda bijaksana. Hercule Poirot. Tidak lama kemudian paspor itu sudah dikonfirmasikan. Beberapa buah papan telah ditemukan disembunyikan di pojok gudang keluarga Bland. yang juga bermarkas di Prancis. Kematian Mrs. Dia tidak dapat mengerti ucapan Lenin. keponakannya Valerie. Meskipun dihapus dengan tergesa-gesa. Kami sekarang sudah memiliki fakta-fakta tertentu. "Saya puas. Duguesclin berkata pada salah satu temannya. karena pernikahan itu tidak disetujui keluarganya. dan pernikahan Mr. yang diterangkan sebagai istri Josaiah Bland dari Portlebury." Saya memikirkan kata-kata Hercule Poirot. M.Kami duduk di sana. Saya tidak akan merepotkan Anda dengan keterangan-keterangan yang lebih terinci. Bland yang kedua. bagaimanapun juga. Anda seperti ayah Rosemai-y." kata saya.Poirot yang terhormat. dilaksanakan dengan terang-terangan. Kepala keluarga itu.pada Valerie. 'Persetan dengan kelembutan*. dengan Hilda Martin-dale (yang waktu itu anggota pasukan wanita). Sebuah kantor pengacara di London yang sangat terhormat bertindak sebagai agen bagi pihak Canada. Quentin Duguesclin dari Quebec meninggalkan Canada menuju Eropa sekitar empat minggu yang lalu. Mr. bahwa dia bermaksud mencari keluarga Bland sementara dia ada di Inggris. Semua komunikasi antara Mrs. seperti dugaan Anda. tetapi jaksa mempertimbangkan sebuah surat penangkapan untuk menahan Josaiah Bland. Surat dari Detektif Inspektur Hardcastle kepada M . Paspornya ditemukan oleh scotang pemilik restoran kecil di Boulogne. bermusuhan satu sama lain. banyak catatan telah dihancurkan waktu itu. yang menyerahkannya pada polisi. saya kira. Dia adalah tipe wanita pengkhianat. Bland dan keluarganya di Canada putus sejak saat dia menikah.dulu selalu sayang. Dia tidak punya keluarga dekat dan rencananya untuk kembali tidak pasti. dan saya harus berterima kasih atas usul Anda yang sangat berguna pada kesempatan itu. Anda tidak memiliki apa yang harus dimiliki untuk pekerjaan ini.. Inggris. Ada sebuah lowongan di universitas di Australia. Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan Anda hari itu. Duguesclin adalah teman lama keluarga Montresor dari Quebec. Mavat vang diidentifikasikan sebagai Henry Castleton telah diidentifikasi ulang—secara positif—sebagai Quentin Duguesclin. dari Mrs. Miss Mar-tindale dan Mrs. Mr. bersaudara. kami masing-masing vakin bahwa pandangan pihak lain adalah salah. meninggalkan hartanya yang banyak pada satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. karena dia dari. Saya punya harapan. Bland adalah.

Richard Hardcastle . Jika Anda bertanya pada saya. Orang-orang di Pottobello Market mengenali Miss Martindale sebagai wanita "Amerika'* yang membeli dua buah jam di sana.H. Richard Hardcastle. Hormat kami. Komunikasi lebih lanjut dari R.P. Berita baik! Mrs. kepada H. McNaughton sekarang berkata dia telah melihat Duguesclin dalam mobil milik Bland ketika mobil itu dimasukkan ke garasi Blan Teman kita Colin telah menikahi gadis itu. saya katakan dia itu sudah gila.an kembali flat Anda di London hasilnya memuaskan. Mrs. Sampai jumpa. Hormat kami. Bland membuka rahasia! Mengakui seluruhnya!!! Menimpakan seluruh kesalahan pada saudara perempuannya dan su apa maksud mereka sampai akhirnya terlambat*! Mengira mereka hanya 'akan membiusnya saja'sehingga dia tidak akan mengenali bahw Cerita yang masuk akal! Tetapi saya berpendapat bahwa dia bukan si tokoh utama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->