Antoni Yuzar 13 mei 2010 Sosiologi Pendidikan Islam

http://antoniyuzar.wordpress.com/2010/05/13/sosiologi-pendidikan-2/

BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial, yang selalu berkelompok dan saling membutuhkan satu sama lain. Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah-masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomisnya bagi masyarakat. Apabila psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari konteks perilaku dan perkembangan pribadi, maka sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat. Dilihat dari objek penyelidikannya sosiologi pendidikan adalah bagian dari ilmu sosial terutama sosiologi dan ilmu pendidikan yang secara umum juga merupakan bagian dari kelompok ilmu sosial. Sedangkan yang termasuk dalam lingkup ilmu sosial antara lain: ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu pendidikan, psikologi, antropologi dan sosiologi. Dari sini terlihat jelas kedudukan sosiologi dan ilmu pendidikan. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas. Objek penelitiannya adalah tingkah laku manusia dan kelompok. Sudut pandangnya memandang hakikat masyarakat, kebudayaan dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuannya terdiri dari atas konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan dan perkembangan pribadi. Dengan segala keunikan yang dimiliki oleh sosiologi pendidikan, kali ini kami selaku pemakalah akan membahas pengertian, ruang lingkup, sejarah, dan tujuan dan kegunaan sosiologi pendidikan.

Pendapat yang kedua. yaitu[3]: (a) Menurut F. Pengertian Secara harfiah atau etimologi (definisi nominal). (b) kurangnya penelitian dalam bidang ini. sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial. Jadi kami selaku pemakalah dapat menyimpulkan bahwa sosiologi itu adalah suatu ilmu yang mempelajari suatu interaksi seseorang dengan orang lain dan lingkungan masyarakat. Kesukaran untuk memperoleh definisi yang mantap tentang sosiologi pendidikan antara lain disebabkan[2]: (a) sukarnya membatasi bidang studi di antara bidang pendidikan dan bidang sosiologi. (Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi). definisi Sosiologi berdasarkan para pakar adalah sebagai berikut[1]: a. sistem kebudayaan. Bouwman) d. sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan. Menurut Prof. sosiologi adalah ilmu masyarakat umum. yaitu: 1. Nasution. kawan. Para ahli pendidikan dan ahli sosiologi telah berusaha untuk memberikan definisi sosiologi pendidikan. (Mayor Polak) c. Robbins. Sosiologi berasal dari bahasa Latin: Socius = teman. baik statis maupun dinamis. Sedangkan menurut terminologi. struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengantata sosial masyarakat. MA. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan.G. Sekarang bagaimana dengan pengertian sosiologi pendidikan itu sendiri? Mengenai pertanyaan diatas ada dua pendapat. kelompok dengan kelompok. sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. sosiologi adalah studi tentang hubungan antara manusia (human relationship). dan (c) belum nyatanya sumbangannya kepada pendidikan umumnya dan pendidikan guru khususnya. sahabat. S. 2. yakni hubungan antara manusia dengan manusia. baik formal maupun material. manusia dengan kelompok. Mengatakan bahwa memberikan definisi sosiologi pendidikan tidak mudah.J. (P. namun definisi-definisi itu kebanyakan tidak terpakai oleh orang lapangan. dan logos = ilmu pengetahuan. (Alvin Bertrand) b. Dr. termasuk perubahan-perubahan sosial. Sedangkan dinamika yakni .BAB II PEMBAHASAN A. para ahli memberikan pengertiannya.

d. Nasution.dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. DR S. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat. Berikut kami akan tampilkan secara sistematis mengenai ruang lingkup pembahasan sosiologi sebagai berikut[4]: 1. (b) Menurut H. Gunawan.A. Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.G Robbins dan Brown. Oleh karena itu sosiologi disebut juga sebagai Ilmu Masyarakat atau Ilmu yang membicarakan masyarakat. masalah-masalah pendidikan. Dalam kategori ini terdapat antara lain masalah-masalah sebagai berikut: a. Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. (e) Menurut E. baik itu struktur.proses sosial dan kultural. Dari beberapa defenisi di atas. (f) Menurut Drs. ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis. Sosiologi Pendidikana dalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.P. Ary H. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya. hubungan antara sistem pendidikan dengan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan c. fungsi pendidikan dalam kebudayaan b. Jadi ia tergolong applied sociology. dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan. hubungan pendidikan dengan sistem tingkat atau status sosial . Ruang Lingkup Berbicara mengenai ruang lingkup sosiologi pendidikan. (d) Menurut F. hal ini tidak terlepas dari masyarakat. Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis. fungsi sistem pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural atau usaha mempertahankan status quo. (c) Menurut Prof..M. B. dinamika. proses perkembangan kepribadian.G Payne.

kepemimpinan dan hubungan kekuasaan. yang pokok adalah norma/kaidah sosial. murid dan lain-lain atas pengaruh partisipasi dalam keseluruhan sistem pendidikan. . c. kultural dan sebagainya. fungsi sistem pendidikan formal bertalian dengan kelompok rasial. 2. unsur-unsur sosial. lembaga sosial. Pengaruh sekolah terhadap kelakuan dan kepribadian semua pihak di sekolah Dalam bidang ini diutamakan aspek proses pendidikan itu sendiri. pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah b. pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah. Di dalam bidang ini dapat dipelajari: a. 3. Di sini kita analisis kepribadian dan kelakuan guru. 4. faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat bertalian dengan organisasi sekolah. Ary H. yang antara lain meliputi berbagai hubungan antara berbagai unsur di sekolah. Antara lain dapat dipelajari: a. b. kelompok sosial. Gunawan mengatakan bahwa ruang lingkup kajian sosiologi adalah sebagai berikut[5]: a. Hubungan antar-manusia di dalam sekolah Lapangan kedua ini menganalisis struktur sosial di dalam sekolah. dan lapisan sosial. proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. hubungan antara sekolah dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan d. Sedangkan menurut Drs.e. analisis proses pendidikan yang terdapat dalam sistem-sistem sosial dalam masyarakat luar sekolah c. stratifikasi sosial dan pola interaksi informal sebagai terdapat dalam clique serta kelompok-kelompok murid lainnya. pola kebudayaan di dalam sistem sekolah menunjukkan perbedaan dengan apa yang terdapat di dalam masyarakat di luar sekolah. hakikat kebudayaan sekolah sejauh ada perbedaannya dengan kebudayaan di luar sekolah. struktur sosial adalah jalinan dari seluruh unsur-unsur sosial b. yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam masyarakat serta integrasinya di dalam keseluruhan kehidupan masyarakat. Sekolah dalam masyarakat Di sini dianalisis pola-pola interaksi antara sekolah dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat disekitar sekolah.

norma dan tanggung jawab manusia. dan sebagainya. 2. Jadi pada dasarnya sosiologi mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. diperluas dan diperhalus 4. Bersifat empiris yaitu didsarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif. Bersifat kumulatif yaitu teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang ada kemudian diperbaiki. nilai. seperti nilai. Jadi kami selaku pemakalah menyimpulkan bahwa ruang lingkup sosiologi pendidikan adalah • • • Objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia tersebut didalam masyarakat.d. Hubungan sosial out dimulai dari hubungan antara anak dengan orang tua kemudian meluas hingga ketetangga[6]. Bersifat nenotis yaitu tidak mempersoalkan baik buruk suatu fakta tertentu tetapi untuk menjelaskan fakta tersebut. Ia merupakan seorang penulis kebanyakan konsep. menelusuri asal-usul pertumbuhannya serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotannya. ia lahir di Montpellier tahun 1798. secara sadar maupun tidak. metafisika atau abstrak dan saintifik atau positif[7]. Setelah selesai perang dunia II. Sosiologi ini dicetuskan oleh Aguste Comte maka dari itu dia dikenal sebagai bapak sosiologi. Comte membagikan sosiologi atas statika social dan dinamika social dan sosiologi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. perkembangan masyarakat berubah secara drastis dimana masyarakat dunia mengingnkan adanya perubahan dalam menyahuti . 3. sikap. prinsip dan metode yang sekarang dipakai dalam sosiologi berasal dari Comte. Dalam hubungan sosial tersebut terjadilah proses pengenalan dan proses pengenalan tersebut mencakup berbagai budaya. C. perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial. Bersifat teoritis yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dan hasil observasi. Comte mengatakan bahwa tiap-tiap cabang ilmu pengetahuan manusia mesti melalui tiga tahapan perkembangan teori secara berturut-turut yaitu keagamaan atau khayalan. Sejarah Sosiologi Pendidikan Sejak manusia dilahirkan di dunia ini. Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok. sesungguhnya ia telah belajar dan berkenalan dengan hubungan-hubungan social yaitu hubungan antara manusia dalam masyarakat. sehingga dapat tercipta corak kehidupan masyarakat yang berbeda-beda dengan masalah yang berbeda pula.

yaitu[9]: a. anak yang terdidik dengan baik dalam . karena ialah yang pertama kali mempergunakan istilah sosiologi dalam pembahasan tentang masyarakat. Dalam hal ini harus diperhatiakan pengaruh lingkungan dan kebudayaan masyarakat terhadap perkembangan pribadi anak. bahwa sejarah sosiologi pendidikan terdiri dari 4 fase. yaitu sebagai berikut[10]: 1. Menurut pendapat Drs. merupakan fase awal dari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. timbul keinginan-keinginan untuk membangun susunan ilmu berdasarkan pengalaman-pengalaman dan peristiwa-peristiwa nyata (empiris). fase pertama. Oleh karena itu disiplin sosiologi pendidikan yang sempat tenggelam dimunculkan kembali sebagai bagian dari ilmu-ilmu penting dilembaga pendidikan[8]. pada fase yang terakhir ini. Nasution mengatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah Ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk memproleh perkembangan kepribadian individu yang lebih baik. dan lain-lain. Sedang S. d. sekaligus memberikan pengertian-pengertian dan metode-metode sosiologi yang khusus. Hegel. baik dalam keluarga. Orang mengatakan bahwa Comte adalah “bapak sosiologi”. Ary H. Pada fase ini sosiologi merupakan cabang filsafat. Jadi pada fase ini mulai adanya keinginan memisahkan diri antara filsafat dengan sosial. Tujuan dan Kegunaan Sosiologi Francis Broun mengemukakan bahwa sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memproleh dan mengorganisasi pengalamannya. Dari kedua pengertian dan beberapa pengertian yang telah dikemukakan dapat disebutkan beberapa konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan. dimana sosiologi sebagai bagian dari pandangan tentang kehidupan bersama filsafat umum. Dalam fase kedua ini. Adam Muller. maupun masyarakat. b. Dengan ilmu tersebut Saint Simon dan juga Comte mengambil rumusan dari Turgot (1726-1781) sebagai orang yang berjasa terhadap sosiologi. Ia bermaksud membentuk ilmu yang disebut “Psycho-Politique”. maka namanya adalah filsafat sosial.perkembangan dan kebutuhan baru terhadap penyesuaian perilaku lembaga pendidikan. Gunawan. c. Pelopor sosiologi yang otonom dalam metodenya ini berada pada akhir abad 18 dan awal 19 antara lain adalah Fiche. Sedangkan Saint Simon dianggap sebagai “perintis jalan” bagi sosiologi. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak. sekolah. sosiologi pada fase ketiga ini. sehingga sosiologi menjadi tumbuh sendiri. Novalis. ciri utamanya adalah keinginan untuk bersama-sama memberikan batas yang tegas tentang obyek sosiologi. D. Misalnya.

Seperti sosiologi yang digunakan untuk meningkatkan teknik mengajar yaitu metode sosiodrama.2. dan disesuaikan dengan era pembangunan yang ditempuh. . Banyak orang/pakar yang beranggapan bahwa pendidikan memberikan kemungkinan yang besar bagi kemajuan masyarakat. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis perkembangan dan kemajuan social. Disamping itu dengan pengetahuan dan keterampilan yang banyak dapat mengembangkan aktivitas serta kreativitas social. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis partisipasi orang-orang terdidik/berpendidikan dalam kegiatan social. Sosiologi pendidikan tidak hanya mempelajari masalah – masalah sosial dalam pendidikan saja. Seperti di Indonesia. yang tiap 5 (lima) tahun sekali ditetapkan dalam Sidang Umum MPR. Peranan/aktivitas warga yang berpendidikan / intelektual sering menjadi ukuan tentang maju dan berkembang kehidupan masyarakat. melainkan juga hal – hal pokok lain. Misalnya. Anak yang terdidik dalam keluarga intelektual akan cendrung memilih/mengutamakan jalur intlektual pula. sarana belajar. sosiologi pendidikan tidak hanya berkenaan dengan proses belajar dan sosialisasi yang terkait dengan sosiologi saja. setelah dewasa/tua akan cendrung menjadi manusia yang religius pula. 6. Dinamika tujuan pendidikan nasional terletak pada keterkaitanya dengan GBHN. bermain peranan (role playing) dan sebagainya. Berdirinya suatu lembaga pendidikan dalammasyarakat sering disesuaikan dengan tingkatan daerah di mana lembaga pendidikan itu berada. terutama dalam memajukan kepentingan / kebutuhan masyarakat. selain berharga untuk mengalisis pendidikan. Menurut pendapatnya. karena dengan memiliki ijazah yang semakin tinggi akan lebih mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi pula (serta penghasilan yang lebih banyak pula. keluarga yang religius. Sosiologi pendidikan ialah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola. guna menambah kesejahteraan social). Ia harus menjadi motor penggerak dari peningkatan taraf hidup social. Sosiologi pendidikan bertujuan membantu menentukan tujuan pendidikan. strategi belajar. 5. bahan kurikulum. Pancasila sebagai filsafat hidup dan kepribadian bangsa Indonesia harus menjadi dasar untuk menentukan tujuan pendidikan Nasional serta tujuan pendidikan lainnya.dengan demikian sosiologi pendidikan bermanfaat besar bagi para pendidik. seperti tujuan pendidikan. juga bermanfaat untuk memahami hubungan antara manusia di sekolah serta struktur masyarakat. G Payne. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis status pendidikan dalam masyarakat.pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan. Menurut E. 3. tetapi juga segala sesuatu dalam bidang pendidikan yang dapat dianalis sosiologi.guru (termasuk para peneliti dan siapa pun yang terkait dalam bidang pendidikan) latihan – latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan sumbangannya secara cepat dan tepat kepada masalah pendidikan. sosiologi pendidikan bertujuan utama memberi kepada guru. Sejumlah pakar berpendapat bahwa tujuan pendidikan nasional harus bertolak dan dapat dipulangkan kepada filsafat hidup bangsa tersebut. dan sebagainya. 4. serta kebutuhan masyarakat dan kebutuhan manusia. dan sebagainya.segan berpartisipasi aktif dalam kegiatan social. Sebaiknya warga yang berpendidikan tidak segan. perguruan tinggi bisa didirikan di tingkat propinsi atau minimal kabupaten yang cukup animo mahasiswanya serta tersedianya dosen yang bonafid.

Untuk pembangunan pada umumnya. Pada abad pertengahan (1600-an1800-an). Menurut Nasution ada beberapa konsep tentang tujuan Sosiologi Pendidikan. Semuanya cendrung kepada nilai individu anak sebagai manusia yang memiliki karakteristik yang unik. kemudian sebagai ksatria dan penguasa. yaitu[13]: 1. pendidikan mengutamakan menjadikan manusia sebagai pengabdi Khalik (baik versi Islam maupun versi Kristiani). (2) meningkatkan mutu kehidupan manusia Indonesiam (3) meningkatkan martabat manusia Indonesia. (4) mewujudkan tujuan nasional melalui manusia-masusia Indonesia. pendidikannya lebih mengutamakan penciptaan manusia sebagai pemikir. meninggikan martabat dalam ragka mencapai tujuan nasional[12]. dan (7) latihan bagi petugas pendidikan. sehingga setiap individu sebagai anggota masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan berbagai fenomena yang muncul dalam masyarakatnya. Secara universalm tujuan dan fungsi pendidikan itu adalah memanusiakan manusia oleh manusia yang telah memanusia. Kegunaan atau faedah sosiologi untuk kehidupan sehari-hari. Pada zaman Romawi. sosiologi memberikan pengertian tentang masyarkat secara luas.mmeningkatkan mutu kehidupan. sehingga dengan gambaran tersebut para perencana dan pelaksana pembangunan dapat mencari pola pembangunan yang paling sesuai agar berhasil. seperti masa kehidupan Cicero (106-43 BC).Jika dilihat zaman peradaban yunani pada masa Plato (427-327 BC). Oleh karena itu pendidikan diselenggarakan untuk manusia Indonesia sehingga manusia Indonesia tersebut memiliki kemampuan mengembangkan diri. melahirkan teori Nativisme (Rousseau. 2. sosiologi pendidikan akan memberikan penjelasan yang relevan dengan kondisi kekinian masyarakat. sosiologi memberikan gambaran/pengertian tentang berbagai problem sosial. Konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan di atas menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat dalam pendidikan merupakan sebuah proses sehingga pendidikan dapat dijadikan instrument oleh individu untuk dapat berintraksi secara tepat di komunitas dan masyarakatnya. 2 Tahun 1989 pasal 3 adalah “ untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujaun nasional”. Karena itu. (3) analisis intraksi social di sekolah dan antara sekolah dengan masyarakat. sosiologi pendidikan tidak akan keluar darim upaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu sendiri. 1712-1778). Itulah sebabnya system pendidikan nasional menurut UUSPN No. antara lain sebagai berikut[11]: (1) analisis proses sosiologi (2) analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat. Menurut fungsi tersebut jelas sekali bahwa pendidikan diselenggarakan adalan: (1) untuk mengembangkan kemampuan manusia Indonesia. sehingga dapat dicari solusinya secara tepat dan akurat. Tujuan sosiologi pendidikan pada dasarnya untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan. Pada abad pertengahan. (6) sosiologi terapan. Empirisme oleh Locke (1632-1704) dan konvergensi oleh Stern (1871-1939). . (5) dasar untuk menentukan tujuan pendidikan. Untuk pekerjaan sosial. Pada sisi yang lain. pendidikan mengutamakan penciptaan manusia yang hmanistis. (4) alat kemajuan dan perkembangan social.

maka lahirlah sosiologi pendidikan. Latar belakang timbulnya sosiologi pendidikan ialah disebabkan karena masyarakat mengalami perubahan sosial yang cepat. . Lembaga pendidikan tidak mampu mengatasinya kemudian ahli sosiologi menyumbangkan pemikiranpemikirannya untuk memecahkan masalah itu. 3. Sosiologi ialah pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antara sesama manusia (individu dan individu). berikut kami akan merangkum sejumlah isi makalah kami secara ringkas dan padat. Cultural lag ini merupakan sumber masalah sosial dalam masyarakat. Masalah sosial itu di alami oleh dunia pendidikan. Kesimpulan Untuk memudahkan para audiens dalam memahami makalah kami ini. sosiologi pendidikan tidak akan keluar darim uapaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu sendiri. serta sifat perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga dan ide-ide sosial. 2.E. Perubahan sosial itu menimbulkan cultural lag. yaitu: 1. Tujuan sosiologi pendidikan pada dasarnya untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan. antara individu dengan kelompok. Karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful