I.

ANATOMI DAN FISIOLOGI LAMBUNG

1. Anatomi Lambung Lambung terletak oblik dari kiri ke kanan menyilang di abdomen atas tepat di bawah diafragma. Dalam keadaan kosong lambung menyerupai bentuk J, dan bila penuh, berbentuk seperti buah pir raksasa. Kapasitas normal lambung adalah 1 sampai 2 liter. Secara anatomi lambung terdiri dari :
a. Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum kardium

dan biasanya penuh terisi gas.
b. Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah

kurvatura minor.
c. Antrum pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot tebal membentuk

spinter pilorus.
d. Kurvatura minor, terdapat disebelah kanan lambung terbentang dari osteum kardiak

sampai pilorus.
e. Kurvatura mayor, lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari sisi kiri osteum

kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju kanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.

b. Lipatan peritonium yang keluar dari satu organ menuju organ lain disebut ligamentum. Submukosa Tersusun atas areolar longgar yang menghubungkan lapisan mukosa dengan lapisan muskularis. lapisan sirkular (bagian tengah). Kekurangan factor intrinsic akan mengakibatkan terjadinya anemia pernisiosa. Terdapat beberapa kelenjar pada lapisan ini. Susunan serabut otot yang unik ini memungkinkan berbagai macam kontraksi yang diperlukan untuk memecah makanan menjadi partikel – partikel yang kecil. . omentum minus adalah tempat yang sering terjadi penimbunan cairan (pseudokista pankreatikum) akibat penyakit pankreatitis akut. dan lapisan oblik (bagian dalam). Dua lapisan peritonium viseralis menyatu pada kurvatura minor lambung dan duodenum kemudian terus memanjang ke hati membentuk omentum minus. Pada kurvatura mayor. Lapisan ini juga mengandung pleksus saraf. mengaduk. berada di dekat orifisium kardia dan menyekresiakn mucus. peritonium terus ke bagian bawah membentuk omentum majus yang menutupi usus halus dari depan seperti sebuah apron besar. Kelenjar fundus atau gastric. c. dan mencampur makanan tersebut dengan cairan lambung. b. Factor intrinsik diperlukan untuk absorbsi vitamin B12 di dalam usus halus. dan mendorongnya ke arah duodenum. kelenjar gastri memiliki tiga tipe utama sel. merupakan tempat dimana eosofagus bagian abdomen masuk ke lambung. Sel-sel parietal menyekresikan HCl dan factkr intrinsik. Sel-sel mukus (leher) ditemukan di leher kelenjar fundus dan menyekresikan mukus. yang memungkinkan terjadinya distensi lambung sewaktu diisi makanan. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik. yakni : a.terletak di fundus dan pada hamper seluruh korpus lambung. Lambung tersusun juga atas 4 lapisan . Tunika Serosa (Lapisan luar) Merupakan bagian dari peritonium viseralis. yakni : a. Mukosa Tersusun atas lipatan – lipatan longitudinal disebut rugae. Osteum kardiakum. Jaringan ini memungkinkan mukosa bergerak peristaltik. pembuluh darah. dan saluran limfe. d.f. Muskularis Terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan longitudinal (bagian luar). Kelenjar kardia.

e. dan memikirkan. yaitu akibat melihat. serta merangsang pengeluaran sekretin dan kolesistokinin pada usus halus. keadaan fisik. diperantarai oleh nervus vagus dan dirangsang oleh gastrin. tampaknya berperan sebagai barier dan asam lumen dan pepsin. dan rangsangan vagus. sebagai disinfektan. • Fungsi pencernaan dan sekresi a. volume. dan olah raga. menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit b. Pencernaan protein oleh pepsin dan HCl dimulai di sini. sudah dimulai bahkan sebelum makanan masuk ke lambung. Fase sefalik. c. alkalinisasi. obat – obatan. Pengaturan Sekresi Lambung Pengaturan sekresi lambung dapat dibagi menjadi fase sefalik. serta oleh emosi. gastric. Getah Cerna Lambung • • • • • HCl Lipase Renin Pepsin Mukus : untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. aktivitas osmotik. Sekresi bikarbonat. dan intestinal. diatur oleh pembukaan spinter pilorus yang dipengaruhi oleh viskositas. Menampung. : memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. a. Menyesuaikan peningkatan volume tanpa menambah tekanan dengan relaksasi reseptif otot polos. Kontraksi peristaltik diatur oleh suatu irama listrik intrinsik dasar. Sekresi mukus. b. bersama dengan sekresi gel mukus. Sekresi faktor intrinsik d. keasaman. : mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI) : memecah putih telur menjadi asam amino ( albumin dan pepton). atau mengecap makanan. Pengosongan lambung. mencium. : untuk melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl. membentuk selubung yang melindungi lambung serta berfungsi sebagai pelumas sehingga makanan lebih mudah diangkut. memecahkan makanan menjadi partikel – partikel kecil dan mencampurnya dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang mengelilingi lambung. Fisiologi Lambung • Fungsi motorik lambung terdiri atas : dicerna dan bergerak pada saluran cerna. pencernaan karbohidrat dan lemak oleh amilase dan lipase dalam lambung kecil peranannya. a. c. Fase ini . Mencampur.2. Sintetis dari pelepasan gastrin dipengaruhi oleh protein yang dimakan. peregangan antrum.

Fase gastric. yang menghambat sekresi dan pengosongan lambung.5). suatu hormone yang menyebabkan lambung terus-menerus menyekresikan sejumlah kecil cairan lambung. Sinyal neurogenik yang menyebabkan fase sefalik berasal dari korteks serebsi atau pusat nafsu makan. dimulai saat makanan mencapai antrum pylorus. yang merangsang sekresi asam. Gastrin dilepas di antrum dan kemudian dibawa oleh aliran darah menuju kelenjar lambung. Sekretin. Pelepasan gastrin juga dirangsang oleh pH alkali. diperantarai oleh pleksus mienterikus. dan asetilkolin. semuanya memiliki efek inhibisi terhadap sekresi lambung. dan peptida pengahambat gastric. Distensi antrum juga dapat menyebabkan terjadinya rangsangan mekanis dari reseptor-resptor pada dinding lambung.diperantarai seluruhnya oleh saraf vagus dan dihilangkan dengan vagotomi. fase gastric dapat terpengaruh oleh reseksi bedah pada antrum pylorus.000ml. untuk merangsang sekresi. saraf simpatis. dan hasil-hasil pemecahan protein menyebabkan lepasnya beberapa hormone di usus. Fase sekresi lambung diduga sebagian besar bersifat hormonal. c. garam empedu di antrum. Fase intestinal. histamine. impuls ini merangsang pengeluaran hormone gastrin dan secara langsung juga merangsang kelenjar-kelenjar lambung. pepsinogen. Fase sekresi gastric menghasilkan lebih dari duapertiga sekresi total lambung setelah makan. . Fase sefalik menghasilkan sekitar 10% dari sekresi lambung normal yang berhubungan dengan makanan. Adanya protein yang tercerna sebagian dalam duodenum merangsang pelepasan gastrin di usus. Hal ini mengakibatkan kelenjar gastric terangsang untuk menyekresikan HCl. Adanya asam (pH kurang dari 2. gastrin dapat beraksi dan juga dapat merangsang pelepasan histamine dari sel enterokromafin dari mukosa untuk sekresi asam. koleksitokinin. sebab disinilah pembentukan gastrin. Membrane sel parietal di fundus dan korpus lambung mengandung reseptor untuk gastrin. Distensi usus halus menimbulkan refleks enterogastrik. b. lemak. dan vagus. Impuls eferen kemudian dihantarkan melalui saraf vagus ke lambung. Impuls tersebut berjalan menuju medulla melalui aferen vagus dan kembali ke lambung melalui eferen vagus. dimuali oleh gerakan kimus dari lambung ke duodenum. dan terutama oleh protein makanan dan alcohol. dan menambah mucus. Setelah makan. sehingga merupakan bagian terbesar dari total sekresi lambung harian yang berjumlah sekitar 2.

Tabel Kerja Gastrin Kerja • Merangsang sekresi asam dan pepsin • Merangsang sekresi factor intrinsic • Merangsang sekresi enzim pancreas hati • Merangsang pengeluaran insulin • Merangsang motilitas lambung dan usus • Mempermudah lambung relaksasi resepitif Makna Fisiologis • Mempermudah pencernaan • Mempermudah absorbs vitamin B12 dalam usus halus • Mempermudah pencernaan • Mempermudah metabolism glukosa • Mempermudah pencampuran dan pendorongan makanan yang telah ditelan • Lambung dapat menambah volumenya tanpa tanpa meningkatkan tekanan • Meningkatkan refluks lambung waktu • Merangsang peningkatkan aliran empedu • Mempermudah pencernaan pencampuran dan pengadukan • Meningkatkan tonus istirahat sfingter • Memungkinkan pencampuran seluruh isi esophagus bagian bawah • Menghambat pengosongan lambung lambung sebelum diteruskan ke usus .

Peradangan pada mukosa lambung yang menyebabkan erosi dan perdarahan mukosa lambung dan setelah terpapar pada zat iritan. 4. 3. Etiologi Kesembronoan diit. Peradangan superficial akibat terpapar oleh zat iritant seperti alcohol. atau lokal dengan karakteristik anoreksia. Penyakit yang serius ini akan dianggap sebagai ulkus akibat stress. difus. rasa penuh. atau lokal. aspirin. kronik difus. trauma. B. Gastritis stress akut yaitu disebabkan akibat pembedahan besar. Gastritis Akut Definisi • • • Proses peradangan mukosa akut. Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut. kronis. atau makanan yang terinfeksi Alkohol Aspirin Refluks empedu . KLASIFIKASI 1. Gastritis merupakan sutau keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut. biasanya bersifat transien. misalnya: makan terlalu banyak. biasanya terjadi pada peminum berat dan pengguna aspirin. dan dapat menyebabkan perlunya reseksi lambung. makan makanan yang terlalu banyak bumbu. luka. Gastritis adalah inflamasi pada dinding gaster terutama pada lapisan mukosa gaster. b. Klasifikasi a. 2. karena keduanya memiliki banyak persamaan. steroid. luka bakar atau infeksi berat yang menyebabkan gastritis serta perdarahan pada lambung. terlalu cepat. asam empedu atau terinfeksi oleh Helocobacter Pylori. mual dan muntah. tidak enak pada epigastrium. Gastritis erosife hemoragik difus. Gastritis adalah peradangan lokal atau penyebaran pada mukosa lambung dan berkembang dipenuhi bakteri.II. Erosi tidak mengenai lapisan otot lambung. KONSEP PENYAKIT A. DEFINISI 1.

Etiologi Gastritis kronik disebabkan oleh gastritis akut yang berulang sehingga terjadi iritasi mukosa lambung yang berulang-ulang dan terjadi penyembuhan yang tidak sempurna akibatnya akan terjadi atrhopi kelenjar epitel dan hilangnya sel pariental dan sel chief. Dapat terjadi kolik dan diare jika makanan yang mengiritasi tidak dimuntahkan. Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap iritasi. Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri Helicobacter pylori. Karena sel desquamosa lebih kuat maka elastisitasnya juga berkurang. Gastritis itu bisa sembuh dan juga bisa terjadi perdarahan serta formasi ulser. Mungkin terjadi muntah dan cegukan 3. Pepsin dan fungsi intinsik lainnya akan menurun dan dinding lambung juga menjadi tipis serta mukosanya rata. misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat. Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. Karena sel pariental dan sel chief hilang maka produksi HCL. tetapi malah mencapai usus 5. Organisme ini menyerang sel permukaan gaster. Pada saat mencerna makanan. lambung melakukan gerakan peristaltic tetapi karena sel penggantinya tidak elastis maka akan timbul kekakuan yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Gastritis Kronis Definisi Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun. memperberat timbulnya desquamasi sel dan muncullah respon radang kronis pada gaster yaitu : destruksi kelenjar dan metaplasia. Beberapa pasien menunjukkan asimptomatik 4. Pasien biasanya pulih kembali sekitar sehari. Rasa tidak nyaman pada abdomen dengan sakit kepala. kelesuan. Metaplasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa . yaitu dengan mengganti sel mukosa gaster. dan anoreksia. mual. Dapat terjadi ulserasi superficial dan mengarah pada hemoragi 2.- Terapi radiasi Gastritis akut yang lebih parah disebabkan oleh asam kuat atau alkali. yang dapat menyebabkan mukosa menjadi ganggren atau perforasi Manifestasi Klinis 1. meskipun napsu makan mungkin akan hilang selama 2 sampai 3 hari 2.

a. Gastritis kronis korpus ( gastritis tipe A). Kerusakan pembuluh darah ini akan menimbulkan perdarahan. misalnya anemia pernisiosa. Penggunaan obat Alkohol Merokok Refluks isi usus ke lambung Bervariasi dan tidak jelas Perasaan penuh. 2. Faktor diet. sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa. anoreksia Distress epigastrik yang tidak nyata Cepat kenyang Mual dan muntah Nyeri epigastrium setelah makan Rasa pahit pada mulut b. Dihubungkan dengan bakteri Helicobacter pylori.pada lapisan lambung. Gambaran hispatology Gastritis kronik superficial Gastritis kronik atropik Atrofi lambung Metaplasia intestinal Perubahan histology kalenjar mukosa lambung menjadi kalenjar-kalenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet. Distribusi anatomi . Gastritis tipe B: - Manifestasi klinis Klasifikasi Klasifikasi gastritis kronis berdasarkan : 1. Gastritis tipe A: - Dihubungkan dengan penyakit autoimun. Sering dihubungkan dengan proses autoimun dan berlanjut menjadi anemia pernisiosa karena terjadi gangguan absorpsi vitamin B12 dimana gangguan absorpsi tersebut disebabkan oleh kerusakan sel parietal yang menyebabkan sekresi asam lambung menurun. seperti minum panas dan pedas.

Jika ada jaringan dalam saluran cerna yang terlihat mencurigakan. Hal ini menunjukkan adanya pendarahan pada lambung. dokter akan mengambil sedikit sampel (biopsy) dari jaringan tersebut. pylori dalam feses oleh bakteri H. atau tidak. . Pemeriksaan pernapasan. tetapi harus menunggu sampai efek dari anestesi menghilang. lambung dan bagian atas usus kecil. Pemeriksaan darah. Hasil yang positif dapat mengindikasikan terjadinya infeksi. yang terjadi akibat pendarahan lambung akibat gastritis. pylori dalam darah. Sampel itu kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang kecil yang fleksibel (endoskop) melalui mulut dan masuk ke dalam esophagus. Hampir tidak ada resiko akibat tes ini. Tes ini memeriksa apakah terdapat H. b. C. d. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam feces. kurang lebih satu atau dua jam. Pasien biasanya tidak langsung disuruh pulang ketika tes ini selesai.- Gastritis kronik antrum (gastritis tipe B) Paling sering dijumpai dan berhubungan dengan kuman Helicobacter pylori. pylori atau tidak. Komplikasi yang sering terjadi adalah rasa tidak nyaman pada tenggorokan akibat menelan endoskop. Tes ini memakan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit. Endoskopi saluran cerna bagian atas. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia. Tes ini dapat menentukan apakah pasien terinfeksi Pemeriksaan feces. Dengan tes ini dapat terlihat adanya ketidak normalan pada saluran cerna bagian atas yang mungkin tidak terlihat dari sinar-X. Hasil tes yang positif menunjukkan bahwa pasien pernah kontak dengan bakteri pada suatu waktu dalam hidupnya. tapi itu tidak menunjukkan bahwa pasien tersebut terkena infeksi. c. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Tenggorokan akan terlebih dahulu dimati-rasakan (anestesi) sebelum endoskop dimasukkan untuk memastikan pasien merasa nyaman menjalani tes ini. Tes ini digunakan untuk memeriksa adanya antibodi H. Gastritis tipe AB Anatominya menyebar ke seluruh gaster dan penyebarannya meningkat seiring bertambahnya usia.

perforasi dan anemia karena gangguan absorpsi vitamin B12 (anemia pernisiosa). tapi digantikan dengan makanan ringan seperti crackers. Meminum obat sesuai dengan anjuran dokter. . tapi digantikan dengan air putih hangat. Jika pasien merasa lapar.dll. karena dapat mengganggu kerja lapisan pelindung lambung. misalnya senam aerobik.karena alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa dalam lambung serta dapat mengakibatkan peradangan dan perdarahan. tempat tidur. Menjaga kebersihan lingkungan seperti alat – alat makan. Minum air putih yang banyak atau dapat digantikan dengan minuman ber-ion. Biasanya akan diminta menelan cairan barium terlebih dahulu sebelum dilakukan ronsen.e. Ronsen saluran cerna bagian atas. Senam aerobik dapat meningkatkan kecepatan jantung dan pernafasan juga dapat menstimulasi aktivitas otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus secara lebih cepat. • • • • • • • • • • Hindari untuk merokok. Lakukan olahraga secara teratur. hindari makan – makanan yang dapat mengiritasi terutama makanan yang pedas dan asam Makan dengan jumlah yang cukup. Bila maag kambuh karena terlambat makan. E. Cairan ini akan melapisi saluran cerna dan akan terlihat lebih jelas ketika di ronsen. jangan langsung minum – minuman yang mengandung kafein seperti teh. Hindari untuk meminum alkohol. Gastritis kronis Pendarahan saluran cerna bagian atas. KOMPLIKASI 1. D. 2. Gastritis akut Komplikasi yang dapat timbul pada gastritis akut adalah hematemesis atau melema. PENDIDIKAN KESEHATAN • • Makan dengan porsi sedikit tapi sering. pada waktunya dan lakukan dengan santai. Mengunyah makanan sampai benar – benar lumat. Tes ini akan melihat adanya tanda-tanda gastritis atau penyakit pencernaan lainnya. jangan langsung makan – makanan berat misalnya nasi. ulkus. Makan secara benar.

kadang tanpa keputusan dari klien.• Menghindari pemakaian aspirin saat merasa tidak enak badan. Respect for autonomy Autonomy berarti setiap individu harus memiliki kebebasan untuk memilih rencana kehidupan dan cara bermoral mereka sendiri. Karena kehidupan sangat berharga. Prinsip ini menyatakan bahwa kehidupan adalah hak yang paling mendasar yang dimiliki seseorang. Hindari stress yang berlebihan. Pada kasus perawat harus mengusahakan segala sesuatu untuk membuat keadaan kesehatan Nona Alice menjadi lebih baik dan juga untuk mempertahankan hidup Nona Alice. tidak akan ada masalah etik. untuk mengurangi efek negatif obat. 2. KONSEP LEGAL ETIK a. perawat pada penentuan secara berhati-hati tentang nilai klien. Paternalisme adalah melakukan apa yang dipercayaai oleh para profesional untuk kebaikan klien. Hindari pemakaian obat gabungan. Prinsip autonomi mengarahkan perhatian moral. serta menerima kematian (Thiroux. Memperhatikan pemakaian obat dan efek sampingnya. • • • • • F. Tanpa kehidupan tersebut. 1985). . digantikan dengan istirahat yang cukup. sebagian karena perawatan kesehatan tradisional menekankan pada prinsip beneficence. Di dalam kasus dikatakan bahwa tidak ada keluarga klien yang dapat dihubungi. Prinsip respect for autonomy sekarang ini telah memperoleh penekanan yang berlebihan. Respect 1. 1990). hasilnya adalah paterbalisme. Selalu memperhatikan pola makan pasien. manusia secara moral memiliki kewajiban untuk memelihara dan menjaganya. Perawat harus melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupan manusia dimana terdapat harapan sembuh atau ketika klien memperoleh keuntungan dari tindakan memperpanjangkan hidup (ANA. Membantu klien mengatasi masalah yang dihadapinya untuk mengurangi rasa stress. Respect for humanity Respect for humanity/seseorang menetapkan bahwa semua etik perawatan kesehatan dan secara tidak langsung manusia harus menghargai kehidupannya sendiri dan kehidupan orang lain. Ketika beneficence ini (kewajiban untuk melakukan yang baik bagi seseorang) mengalahkan autonomi klien.

metronidasol. PENATALAKSANAAN • Gastritis Kronik 1. dan amoksisilin. Eradikasi dikombinasikan dengan penghambat pompa proton dan antibiotik. Eradikasi Helicobacter pyroli  Dapat mengembalikan gambaran histopatologi menjadi normal. G. Beneficence Melakukan yang baik dan dapat menguntungkan klien. perawat juga harus mempertimbangkan resiko atau bahaya dalam setiap kasus. . Non-maleficience Prinsip ini mengajarkan tindakan untuk membuang bahaya. Untuk hasil pengobatan yang lebih baik dapat digunakan lebih dari satu macam antibiotik. Justice Prinsip keadilan menuntut perlakuan terhadap orang lain yang adil dan memberikan apa yang menjadi kebutuhan klien tanpa melihat status sosial klien. d. Perawat harus menetapkan prioritas berdasarkan kebutuhan klien. tetapi dengan syarat perawat terlebih dahulu memberikan informed consent (memberikan informasi tentang penyakit. Tetapi bila tidak ada pihak yang mau menjadi penanggung jawab klien. Mencegah Nona Alice untuk melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kondisinya. pemeriksaan dan manfaat dilakukannya tindakan). Non-maleficience memberikan standar minimum dimana praktisi selalu memegangnya. c. Antibiotik dapat berupa tetrasiklin. Dan perawat meberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk klien. 2. b.Dalam hal ini keputusan dapat dialihkan dengan sah kepada pihak teman atau rekan yang mengantarkan klien ke Rumah sakit. pengobatan. Tindakan pada klien yang tidak sama selalu membutuhkan pertimbangan. maka sesuai dengan penjelasan di atas bahwa para profesional atau pihak Rumah Sakit yang akan memutuskan untuk melakukan tindakan terhadap klien. Dalam beneficence. klaritromisin. dan melakukan langkah positif untuk melakukan yang baik untuk keuntungan orang lain. Prinsip nonmaleficence menuntut perawat menghindari membahayakan klien selama pemberian asuhan keperawatan. Perawat harus melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan standar keperawatan yang berlaku agar tidak mengakibatkan injury pada klien.

4.3. Antagonis H2 (seperti ranitidine) dikombinasikan dengan penghambat pompa proton  Dapat menurunkan sekresi asam lambung. dan pemasangan infus untuk mempertahankan cairan tubuh. Klien yang merupakan pengguna aspirin atau antiinflamasi nonsteroid dapat dicegah dengan misoprostol. suatu derivat prostaglandin mukosa. • • • Bila muntah berlanjut. • Gastritis Akut 1. . • Untuk klien dengan keluhan mual dan muntah dianjurkan untuk bedrest dengan status NPO (nothing per oral). Pemberian vitamin B12 melalui parenteral  Untuk memperbaiki keadaan anemianya. maka diberikan injeksi intravena cobalamin. 2. Pemberian antasida  Mengatasi perasaan bengah (penuh) dan tidak enak di abdomen dan menetralisir asam lambung dengan meningkatkan pH lambung sekitar 4-6. Gastrektomi  Pembedahan gaster dengan indikasi yang absolut. maka dipertimbangkan pemasangan NGT (Nasogastric Tube) Klien yang mengalami anemia pernisiosa. pemberian antimietik.

1999. Yogyakarta : Graha Ilmu Price. Jakarta: FKUI. 2001.Kep.Kep. Jakarta: TIM Sylvia Price. 2007. Jakarta : EGC Setiadi. http://www. Wilson. Brunner dan Suddart.Daftar Pustaka Perry Potter. 2000. Jakarta : EGC. Suratun. Mansjoer. Edisi 6 Vol 1 Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Keperawatan Medikal Bedah.kep & Lusianah. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC LM. Hirlan. Hackley. Jilid I. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. edisi 3. Keperawatan Medikal Bedah. S. 2006.id/index. 2005. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi Ketiga. Anatomi Fisiologi Manusia. and Wilson. M.com/pendidikan-kesehatan-pada-pasien-maaggastritis . S. Fundamental of Nursing. Jakarta: EGC Diane C. Kapita Selekta Kedokteran.1995.php?option=com_content&task=view&id=27&Itemid=125 http://arispurnomo. Arif. 2005.indofarma. M. Patofisiologi Konsep Klinis Proses – proses Penyakit. Dkk.co. Jakarta: EGC. Baughman & Joann C. 2000.Kp. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Gastrointestinal. 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful