Akhlak Sebagai Benteng Keutuhan Rumah Tangga

Bagaimana cara menjadi muslim yang terbaik? Mungkin orang akan menyuguhkan kriteria ubudiyah yang tinggi: Sholat malam tak pernah putus, puasa senin kamis tak pernah tertinggal, minimal sekali dalam sebulan harus khatam Al-Qur’an, dsb. Tapi kenyataannya Rasulullah tidak selalu mengajukan kriteria seperti itu. Kadang Rasulullah mengajukan kriteria: “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan." (HR Muslim) Dan pernah juga Rasulullah menyebut kriteria lain: "Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik akhlaknya kepada istrinya". (HR Tirmidzi) Ternyata bagi seorang suami, media untuk menjadi muslim yang terbaik itu sangat dekat: pada "tulang rusuknya". Keberhasilan menjadi muslim yang terbaik berbanding lurus dengan akhlak kepada istri. Semakin baik akhlak seorang suami kepada istri, semakin baik ia di mata Allah swt. Hikmah kriteria ini adalah akan terbentuknya keluarga yang utuh dan harmonis dalam naungan ridho Allah swt. Ketika seorang suami berusaha menjadi yang terbaik dengan cara menyempurnakan akhlaknya kepada istri, diharapkan akan ada respon yang baik dari istri yaitu pelayanan yang sempurna kepada suami. Dan ini akan menambah rasa kasih sayang di antara mereka. Anak-anak pun akan mendapat ketauladanan yang indah dari akhlak ayahnya. Di samping itu, hubungan orang tua yang mesra sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter seorang anak. Anak yang besar dalam keluarga yang utuh jelas punya peluang untuk mendapat didikan yang lebih baik daripada anak yang besar dalam keluarga yang broken home. Kalau mau ditarik lebih jauh hikmah dari kriteria ini, akan berdampak pada masyarakat, negara, dan dunia. Karena kumpulan keluarga yang muslim akan membentuk masyarakat yang damai. Masyarakat yang damai akan membentuk

negara yang sejahtera. Dan seterusnya. Semua itu berpangkal pada akhlak seorang suami sebagai pribadi muslim. Itulah hikmah kriteria "akhlak kepada istri", dampaknya bisa luar biasa. ***** Bagaimana menjaga keutuhan keluarga? Biasanya akan dijawab: dengan cinta. Memang banyak pasangan yang sudah punya modal cinta saat membangun rumah tangganya, tapi kenyataannya tetap banyak terjadi perceraian dan perselingkuhan. Cinta sudah selayaknya ada dalam rumah tangga, tapi kalau anda sudah menikah, rasanya anda akan sepakat bahwa akhlak lah yang menopang keutuhan rumah tangga. Saya menemukan artikel yang menyebutkan bahwa hormon cinta hanya bertahan selama 4 tahun. Penelitian tentang itu diungkapkan oleh para peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico. Bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu sudah habis. Sependek itu. Tapi saya yakin, durasi bertahannya rasa cinta akan berbeda pada tiap orang. Yang jelas, cinta itu bisa hilang!!! Karena itu akan sangat riskan apabila rumah tangga hanya didasari oleh rasa cinta. Karena saat cinta itu hilang, maka ambruk lah bangunan rumah tangga itu. Bahkan walau pun masih ada cinta di antara pasangan suami istri, namun kalau dalam keseharian mereka tidak mampu saling menunjukkan akhlak yang baik dalam hubungannya, maka rumah tangga itu tetap terancam rubuh. Bahkan akhlak yang buruk itu mempercepat musnahnya cinta. Kasih sayang bisa bersemi di atas akhlak yang kokoh. Bila suami memperlakukan istri dengan baik, dan istri membalas dengan pelayanan yang menyenangkan, maka saat itu lah do’a seorang pria yang minta dikaruniai istri dan anak-anak yang menjadi ‘cahaya mata’ (qurrota a’yun) terwujud. Akhlak adalah benteng keutuhan rumah tangga. **** Akhlak itu harus dimiliki oleh kedua pasangan, bukan hanya suami saja. Akhlak seorang istri kepada suami adalah saat ia menaati suaminya. Dan itu menjadi kewajiban yang tak boleh disepelekan. "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana." (Al-Baqarah: 228).

Rasulullah bersabda, "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya." (HR Abu Daud, AlHakim) Bahkan penyebab wanita banyak menjadi penghuni neraka adalah karena akhlaknya yang buruk kepada suami. Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah saw: "Suatu ketika Rasulullah keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau saw bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau saw menjawab,’Kalian banyak melaknat dan maksiat terhadap suami’". (HR Bukhori) Perkara yang mungkin sepele: mengabaikan kebaikan suami, bisa berakibat sangat fatal. Dalam suatu sabda Rasulullah saw: “…dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma) Berterima kasih atas kelebihan pasangan, dan sabar atas kekurangannya. Itu merupakan kunci akhlak dalam rumah tangga. "Tahu berterima kasih" bukan cuma diharuskan untuk istri, bahkan sikap itu harus dimunculkan oleh suami manakala terbersit ketidak-puasan terhadap istrinya. Allah berfirman, "…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa : 19) Begitulah tips yang diberikan oleh Allah kepada suami untuk mempertahankan rumah tangganya: bersabar dan memperhatikan kebaikan yang dimiliki oleh pasangan. ***** Salah satu akhlak seorang suami yang mengokohkan rumah tangganya adalah ekspresi yang tidak terus terang saat menemukan kekurangan istri. Ia menyembunyikan kekecewaannya sehingga bisa menjaga perasaan istrinya. Seperi saat merasakan ada yang kurang dari masakan istrinya, seorang suami bisa menunjukkan akhlak yang baik saat ia malah memuji masakan itu.

sungguh aku mencintaimu. Maka tiada amal yang paling kuharapkan pahalanya di akhirat. yang diceritakan oleh ustadz Anis Matta dalam bukunya ”Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga”. Begitulah kulalui 15 tahun dari hidupku bersamanya hingga akhir ia wafat. Betapa gembiranya ia ketika aku mengawini puterinya. Aku pun terus duduk dan menyambutnya tanpa sedikit pun mengekspresikan rasa benci dan marah. Bila dia tidak menyukaimu. maka dia pasti tidak akan menzholimimu. bila dia mencintaimu maka bersyukurlah kepada Allah. ""Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara. selain dari masa-masa 15 tahun dari kesabaran dan kesetiaanku menjaga perasaannya. Tapi aku selalu menolak. yang ternyata miskin dan melamarnya. ”sejak usia muda keluargaku selalu berupaya mengawinkan aku. mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia. dan ketulusan cintanya.diperbolehkan. dan ucapan suami kepada istrinya. berkata. wajahnya sangat jelek dan buruk. yakni: perang. Semua demi menjaga perasaannya. ***** Berkata ulama salaf: "Seorang suami yang sholih. barulah aku tahu kalau ternyata matanya juling. Abdurrahman Ibn Al-Jauzy menceritakan dalam Shaed Al-Khathir kisah berikut ini: Abu Utsman Al-Naisaburi ditanya: ”amal apakah yang pernah anda lakukan dan paling anda harapkan pahalanya?” Beliau menjawab. datanglah seorang wanita padaku dan berkata. Aku memohon—atas nama Allah—agar sudilah kiranya engkau mengawiniku.Berdusta dalam rumah tangga . Tapi ketulusan cintanya padaku telah mencegahku keluar dari kamar. Ummu Kultsum rha. Tapi.” Maka akupun menemui orangtuanya. Lalu suatu ketika." (Seperti dikutip dari tulisan ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi di milis nashihah) — . atau sebaliknya. ”Wahai Abu Utsman.selama dalam kerangka kebaikan . Walaupun aku bagai berada di atas panggang api kemarahan dan kebencian." (HR Muslim) Ada cerita yang penuh hikmah tentang suami yang berekspresi normal saat melihat ketidak-sempurnaan istrinya. ketika wanita itu datang menemuiku—setelah akad.

lebih-lebih baik di mata istri. Semoga bermanfaat. pun baik di mata manusia. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya.991 Oleh: DR. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Pertama. selama pernikahan kita.com – Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. dan daripadanya Allah menciptakan isterinya. Melainkan ada tujuan mulia. mohon maaf atas segala kekurangan akhlakku. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah . dan merasa benar. Amir Faishol Fath dakwatuna. Tapi aku akan terus berusaha menyempurnakannya. tidak saja di dunia melainkan sampai di surga.Untuk Istriku. Berfirman: “Hai sekalian manusia. Tidak Punya Visi Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Baik di mata Allah. sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. 13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan Baitul Muslim 3/6/2008 | 28 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 25. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Ketiga. melainkan yang lembut dan melindungi istri. Ciptaan Allah. akan aku masukkan neraka. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. maka bertakwalah pada separuh yang tersisa. Kasar Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Bukan diperlakukan secara kasar. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Sombong Sombong adalah sifat setan. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Istri tidak dianggap penting. . Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Ingat bahwa istri juga manusia. Namun yang banyak terjadi kini. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku. Dan patahnya berarti talaknya. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar. Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama.” Kedua. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. apalagi kepada manusia. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati. Karena itu Nabi saw. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami. apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka. adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. siapa yang menandingi aku. Ia dibantai dan disakiti seenaknya.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34).

Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Cengeng Para istri ingin suami yang tegar. Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar. atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. adalah contoh suami yang baik. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong. bukan suami yang cengeng. Ketujuh. Bukan suami yang plinplan. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin). lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Keenam. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34). Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Tertutup Nabi saw.Keempat. nabi melakukan undian. Padahal tidak demikian kejadiannya. ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Kelima. Entah ada rapat. Plinplan Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah. Pembohong Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya. . Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Tetapi bukan diktator.

Perhatikan surat Luqman. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami. Kesepuluh. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri.Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita. Adalah contoh seorang ayah sejati. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. . Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Nabi saw. Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal . kepada anaknya. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Nabi saw. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Kesebelas. di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya. Nabi saw. Kedelapan. Kesembilan. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Para istri sangat tidak suka suami pengecut. betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Nabi saw. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah. Menang Sendiri Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn). melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang. kata kasal artinya malas. Begitu juga seorang istri. Pemalas Di antara doa Nabi saw. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. terkenal pemberani. Tetapi bukan nekad. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Pengecut Dalam sebuah doa. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Cuek Pada Anak Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya.

Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api. Allahu a’lam . Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan.Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Jarang Komunikasi Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Tidak Rapi dan Tidak Harum Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Keduabelas. Maka kerapian bagian dari keimanan. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ketigabelas. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum.

386 Oleh: DR.Allah swt. Amir Faishol Fath 110Share 0diggsdigg 19 Comments Email Print dakwatuna. َ َ َ ‫وَمن ءايات ِهِ أ َن خل َقَ ل َك ُم من أ َن ْفسك ُم أ َزواجا ل ِت َسك ُنوا إ ِل َي ْها وَجعَل ب َي ْن َك ُم موَد ّة ً وَرحمة إ ِن في ذ َل ِك‬ َ ْ ِ ّ ً َ ْ َ ُ ْ ً َ ْ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ّ ‫(ليات ل ِقوْم ٍ ي َت َفك‬ 21 ‫َ رون )الروم‬ َ ٍ َ َ ُ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.Tiga Langkah Meraih Kebahagiaan Rumah Tangga Al-Qur'an. Baitul Muslim 12/5/2008 | 06 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 12. berfirman. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.com .” Ar Rum:21 Menikah Bukti Keagungan Allah .

Manusia tidak lagi perduli dengan rumah tangga. supaya manusia tidak begitu mudah merendahkan dirinya dengan menganggap bahwa berhubungan dengan siapa saja boleh-boleh saja. Bila salah satunya hilang. Memang bisa saja kata sakana diartikan tenang. Syaikh Ibn Asyur dalam tafsirnya At Tahrir wat Tanwiir mengartikan kata litaskunuu dengan dengan tiga makna: (1) lita’lafuu artinya agar kamu saling mengikat hati. Kata litaskunuu diambil dari kata sakana yaskunu artinya berdiam atau berteduh. seperti uangkapan ta’liiful quluub. artinya agar kau berteduh wahai para suami kepada istrimu. dengan meremehkan tanda-tanda keagungan-Nya. Sebaliknya. adalah ikatan yang sangat agung. janganlah sekali-kali perbuatan ini dilakukan. Dan ketiga langkah ini adalah bekal utama setiap rumah tangga. ketika manusia hidup di alam perzinaan. Bahwa semua yang ada di langit dan di bumi dan segala yang terjadi datang dari-Nya. Karena itu pada ayat di atas. Bangun Jiwa Sakinah Allah berfirman: litaskunuu ilaihaa. Paling tidak yang pertama kali hancur adalah kemanusiaan. atau hubungan antara saudara seayah dan sebagainya. Bila kebinatangan yang menonjol dalam hidup manusia.Ayat ini sebenarnya bagian dari cerita tanda-tanda keagungan Allah swt. atau hubungan ibu dengan anaknya. yang nampak hanyalah kebinatangan. dan kekuasaan-Nya. Lama ke lamaan manusia tidak tahu lagi siapa sebenarnya yang ia gauli. Termasuk diciptakannya manusia berpasang-pasangan yang dengannya terjadi kelanjutan hidup. menjadikan hakikat berpasang-pasangan sebagai bukti keagungan-Nya. tetapi pengertian dalam ayat ini lebih dalam lagi dari sekedar tenang. Jelasnya bahwa dari ayat di atas setidaknya ada tiga langkah yang bisa kita bahas secara mendalam dalam tulisan ini untuk mencapai kebahagiaan dalam rumah tangga: (a) Bangun Jiwa Sakinah (b) Hidupkan Semangat Mawaddah (c) Pertahankan Spirit Rahmah. rumah tangga akan rapuh dan mudah retak. Sebab dengan melakukan perzinaan seseorang tidak saja mengahancurkan kemanusiaannya sendiri melainkan lebih dari itu ia telah merendahkan Allah swt. Allah swt. Karenanya hakikat pernikahan dan rumah tangga bagi Allah swt. Karena dengannya nampak keagungan-Nya. Karena itu hendaklah ketiga langkah tersebut benar-benar dicapai secara maksimal. kerusakan pasti akan meraja lela. Dalam surah Al Anfal: 63 Allah berfirman: wa allafa baina quluubihim (Dialah Allah yang telah . Tidak mustahil suatu saat – bahkan ini sudah banyak terjadi – akan lahir seorang anak dari hubungan ayah dengan anaknya. Dari kata sakana ini di ambil istilah sakinah yang kemudian diartikan tenang. seperti yang disebutkan pada ayat di atas. atau paling tidak mendekatinya. Tidak. Bila rumah tangga hancur. garis nasab akan hilang.

bisa dipastikan bahwa rumah tangga tersebut akan rapuh dan mudah retak. Banyak rumah tangga yang retak karena ketidak jujuran masing-masing suami istri. Orang tua harus tahu bahwa sakinah dalam rumah tangga tidak akan di capai tanpa adanya kecondongan. Dari sini perceraian demi perceraian terjadi. Karena itu orang tua jangan memaksakan kehendaknya jika memang ternyata dalam diri anaknya tidak ada kecondongan. Saya sering menemukan seorang anak muda mengeluh karena dipaksa orang tuanya untuk menikah dengan si fulanah. Dengan makna ini maka suami istri bukan sekedar basabasi untuk bersenang-senang sejenak. Melainkan benar-benar dibangun di atas tekad yang kuat untuk membangun masa depan rumah tangga yang bermanfaat. semakin kuat pula ikatan hatinya dalam rumah tangganya. Dalam surah Ar Ra’d:28 Allah berfirman: alaa bidzikrillahi tathma’innul quluub (Ingatlah. Ini tentu sikap yang tidak pada tempatnya. (2) Tamiiluu ilaihaa artinya kau condong kepadanya. Bila suami tidak tenang. Maka semakin kuat iman seseorang. dzikrul qalb (dzikir dengan hati) maksudnya hatinya selalu sadar dan ingat kepada Allah. Tanpa kecondongan pasti akan terjadi keterpaksaan. . Condong artinya pikiran. bisa jadi kelak rumah tangga akan terancam. sang suami pasti tidak akan merasa tenang bersamanya. Dari sini nampak bahwa untuk mencapai ketenangan dalam rumah tangga hanya dengan banyak berdzikir kepada Allah. dan dzikrul haal (dzikir dengan perbuatan). Tapi orang tuanya mengancam dan bahkan menganggap ia bukan anaknya jika tidak mengikuti keinginannya. Sebaliknya bila istri suka berbohong. Maka tidak benar menggunakan kartu merah orang tua. Pun orang tua harus tahu bahwa yang akan hidup bersama istrinya adalah sang anak. Para ulama menyebutkan bahwa dzikir ada tiga dimensi: dzikurullisan (dzikir dengan lidah). Asal muasalnya karena kebiasaan tidak jujur dan dosa-dosa. Dan sekuat-kuat pengikat hati adalah iman. Karena itu untuk membangun sakinah harus ada dalam diri masing-masing suami istri kecondongan. Maka sungguh tidak mungkin mencapai sakinah rumah tangga yang penuh dengan kemaksiatan kepada Allah swt. Sebaliknya semakin lemah iman seseorang. Bila seorang suami suka berbohong pasti sang istri akan gelisah. Sementara dalam diri anak muda tersebut tidak ada kecondongan sama sekali. Karenanya harus ada kecondongan dari masing-masing suami istri. Selanjutnya ketenangan akan hilang dalam rumah tangga.mempersatukan hati di antara mereka). Seringkali rumah tangga hancur karena orang tua tidak meperhatikan kecondongan sang anak. Dengan makna ini maka antara suami istri hendaknya benar-benar membangun ikatan hati yang kuat. Termasuk kemaksiatan ketika masing-masing suami suka berbohong. maksudnya seluruh perbuatannya selalu dalam ketaatan kepada Allah swt. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram). perasaan dan tanggung jawab tercurah kepadanya. untuk memaksakan kecondongannya supaya anak mengikutinya. (3) Tathma’innuu biha artinya kau merasa tenang dengannya.

Dalam pepatah Arab . Para ahli tafsir mengatakan bahwa rahman-Nya Allah meliputi seluruh mahluk-Nya: manusia. bekali rahmah sebagai pengimbangnya. Imam Hasan Al Bashri mengartikan kata mawaddah sebagai metafor dari hubungan seks. Karenanya Allah swt. karena seperti kata Nabi saw. masih ada semangat rahmah yang akan menyelamatkan rumah tangga tersebut. Maka jika setiap manusia selalu mempersepsikan adanya pasangan yang sempurna. karena itu akan menumbuhkan kebencian dan perselisihan tiada henti. tetapi sang suami ternyata sangat membencinya. Mawaddah biasanya sangat personal. Pun boleh jadi wanita itu disepakati sebagai wanita cantik. Kata rahmah lebih bermakna kesungguhan untuk berbuat baik kepada orang lain. dan tidak ada seorang pun yang mecapai kesempurnaan. tetapi sang suami sangat mencintainya. rumah tangga rentan mudah roboh dan tidak kokoh. pasti pada akhirnya ia tidak akan pernah punya pasangan. Dengan mawaddah rumah tangga menjadi dinamis dan produktif. Banyak hal yang sebenarnya dimaksudkan untuk kebaikan. getaran cinta menjadi melemah. apa lagi kepada keluarga. dengan saling memberi hadiah cinta akan selalu hangat. Ia tidak tergantung kepada kecantikan istri atau ketampanan suami. Memang setiap orang mempunyai kekurangan. padahal mereka setiap hari tidak mentaati-Nya. dan mahluk-mahluk lainnya. Sebab dengan mengingat kebaikannya seseorang akan selalu merasa berhutang budi. Dari kata ini pula diambil kata ar rahmaan salah satu nama Allah swt. Boleh jadi di mata banyak orang wanita itu tidak cantik. supaya ketika sinyal cinta mulai redup. Ibarat mesin. Lama ke lamaan setelah masuk dalam rutinitas rumah tangga. binatang. tetapi karena lemahnya komunikasi seringkali kesalahpahaman terjadi. Tanpa mawaddah rumah tangga akan kering. karenanya mereka masih bisa hidup dan bisa menikmati fasilitas kehidupan dari Allah. Dalam penelitian saya minimal ciri mawaddah ada tiga: (a) Katsratut tahaady (selalu saling memberi hadiah). Bahwa Allah Maha Penyayang. Hindari melihat keburukan dan kekurangannya. rumah tangga akan menjadi monoton tanpa dinamika sama sekali. mawaddah adalah dinamo penggerak yang mengairahkan. Termasuk orang-orang yang tidak beriman. Pertahankan Spirit Rahmah Rahmah artinya kasih sayang. Sebaliknya bila jiwa mawaddah hilang. (b) Katsratu dzikrihi (selalu saling mengingat kebaikannya).Hidupkan Semangat Mawaddah Mawaddah artinya cinta. diambil dari kata rahima yarhamu. Jelasnya bahwa mawaddah adalah perasaan cinta dan senang dengannya rumah tangga menjadi bergairah dan penuh semangat. Lain halnya dengan orang-orang yang membangun rumah tangga hanya dengan modal cinta. (c) Katsratul ittishaali ma’ahu (selalu saling berkomunikasi) sebab dari kemunikasi akan hilang prasangka. Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa cinta biasanya sering menggebu di masa muda atau di awal-awal pernikahan.

Penyesalan itu terjadi kelak setelah ia tahu bahwa ternyata Allah tidak menyia-nyiakan sekecil apapun yang dilakukan manusia.” Qs. sehingga kekurangan berubah menjadi kesempurnaan. Karena itu mawaddah dan rahmah ibarat dua sayap bagi burung. Cucu sudah mulai banyak. Sikap rahmah menekankan adanya sikap saling tolong menolong dalam bersinergi. bisa dipastikan ia akan gagal dalam lapangan kehidupan yang lain. Bila kedua sayap itu berfungsi dengan baik. Az Zalzalah:7-8. Maka ketika ia tidak bisa membangun kedamaian dalam rumah tangganya. Sikap rahmah seringkali berperan ketika semangat cinta mulai menurun. “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Terbang ke mana saja ia mau. pasti pada akhirnya ia tidak akan punya kawan). Kesadaran Akhirat Pada penutup ayat di atas Allah swt. . Allah swt. Biasanya itu terjadi setelah usia suami istri sama-sama mencapai tahap tua. Badan banyak sakit-sakitan. Pada saat itu kebertahanan rumah tangga sangat ditopang oleh kekuatan rahmah (kasih sayang). Bila seseorang gagal dalam rumah tangga otomatis ia menyesal. tidak ada hambatan dan kesulitan. ia menikmati keindahan alam semesta dan penuh dengan kelapangan dada. Yaitu orangorang yang menggunakan akalnya untuk memahami ajaran Allah swt. Dan di antara ciri orang-orang berakal bahwa ia selalu menegakkan kedamaian dalam hidupnya terutama minimal dalam rumah tangganya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun.” Al Mulk:10 Dari sini nampak bahwa yang membedakan antara manusia dan mahluk lainnya adalah karena manusia Allah bekali akal. Famayya’mal mitsqaal dzarratin khairay yarah wamay ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarah (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun. Tanpa sedikit pun ada beban di hatinya. Menyesal karena telah menyianyiakan kesempatan untuk berbuat baik selama di dunia. niscaya dia akan melihat (balasan) nya. berfirman: inna fiidzaalika laayatil liqawmiyyatafakkaruun maksudnya bahwa itu semua merupakan bukti bagi orang-orang yang berpikir. berfirman. maka rumah tangga akan berjalan penuh kebahagiaan. Ibarat burung terbang di angkasa. niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. Kata rahmah lebih mencerminkan sikap saling memahami kekuarangan masing-masing lalu berusaha untuk saling melengkapi. Dalam Al Qur’an banyak sekali penegasan bahwa kelak di hari Kiamat banyak manusia menyesal karena selama di dunia tidak menggunakan akalnya.dikatakan: “Man talaba akhan bilaa ‘aibin laqiya bilaa akhin (orang yang mencari kawan tanpa cacat.

Di antaranya memilih perceraian sebagai .com – Kita saat ini ada di tengah arus deras pergeseran nilai sosial dalam masyarakat kita.996 Oleh: Mochamad Bugi dakwatuna. Tidak ada satu bangsa pun yang maju dalam kondisi sosial keluarga yang kering spiritual. Ini bertolak belakang dengan adagium yang menyatakan keluarga adalah garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa peradaban dunia. Tidak sedikit keluarga yang menyerah atas “derita” yang sebetulnya diciptakannya sendiri. Banyak memang problema yang biasa dihadapi keluarga. Kawin-cerai hanya dilihat sebatas proses formal sebagai kontrak sosial antara dua insan yang berbeda jenis. atau bahkan sama sekali sudah tidak lagi mengindahkan makna religiusitas dalam hidupnya. Al-Qur’an memuat ajaran tentang keluarga begitu komprehensif. Pergeseran nilai sosial tampak pada kecenderungan makin permisifnya keluarga-keluarga di masyarakat kita. Karena itu. Dari rahim keluarga lahir berbagai gagasan perubahan dalam menata tatanan masyarakat yang lebih baik. karena hanya dengan kesadaran ini semua prilaku akan menjadi baik dan rumah tangga akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Wallahu’ alam bishshwab. Perkawinan kehilangan makna sakral dimana Allah menjadi saksi atas ijab-kabul yang terjadi. mulai dari urusan komunikasi antar individu dalam keluarga hingga relasi sosial antar keluarga dalam masyarakat. Keluarga tidak lagi dilihat sebagai ikatan spiritual yang menjadi medium ibadah kepada Sang Pencipta. Keluarga Sakinah Dalam Masalah Baitul Muslim 17/2/2007 | 28 Muharram 1428 H | Hits: 18.Kesadaran akhirat seperti inilah yang harus selalu dicamkan oleh setiap suami istri.

termasuk tempat tinggal yang tenang bagi manusia. Dan. al-sakinah disebut dalam surah Al-Fath ayat 4. kata “sakinah” yang digunakan untuk menyifati kata “keluarga” merupakan tata nilai yang seharusnya menjadi kekuatan penggerak dalam membangun tatanan keluarga yang dapat . Tidak ada jaminan seseorang dapat menciptakan suasana tenang bagi orang lain. nyaman.penyelesaian. Ketenangan adalah suasana batin yang hanya bisa diciptakan sendiri. menurut ayat itu sakinah adalah tempat yang tenang. di dalam peti tersebut terdapat ketenangan –yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut sakinah. di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Istilah ini memiliki akar kata yang sama dengan “sakanun” yang berarti tempat tinggal. َ َ ‫وَقال ل َهُم ن َب ِي ّهُم إ ِن آ َي َة مل ْك ِهِ أ َن ي َأ ْت ِي َك ُم التابوت فيهِ سكين َة من رب ّك ُم وَب َقي ّة مما ت َرك آ َل موسى‬ ِ ُ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ّ ِ ٌ ِ ْ ُ َ ّ ْ ْ َ ْ ِ ٌ ِ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ُ ُ‫وَآ َل هارون ت َحمل ُه ال ْملئ ِك َة إ ِن في ذ َل ِك ل َي َة ل َك ُم إ ِن كن‬ ‫ْ ْ ْت ُم مؤ ْمني‬ ِ ِ ُ ْ ً ِ ّ ُ Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja. Kedua. surah Al-Baqarah ayat 248. Makna Sakinah Istilah “sakinah” digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan kenyamanan keluarga. Pertama. Di Al-Qur’an ada ayat yang memuat kata “sakinah”. Jadi. Dan. masih banyak lagi kegelisahan yang melilit keluarga-keluarga di masyarakat kita. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. tabut itu dibawa oleh Malaikat.” Tabut adalah peti tempat menyimpan Taurat yang membawa ketenangan bagi mereka. َ َ ‫هُوَ ال ّذي أ َن ْزل السكين َة في قُلوب ال ْمؤ ْمنين ل ِي َزدادوا إيمانا معَ إيمان ِهِم وَل ِل ّهِ جنود ُ السماوات‬ ِ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ِ ّ ِ ْ َ ِ َ ً َ ِ ُ َ ْ َ ِ ِ ُ ِ ُ َ ‫وال‬ َ ‫َ ْ رض وَكان الل ّه ع َليما ح‬ ِ ُ َ ً ِ ْ Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Namun. umumnya kegelisahan itu diakibatkan oleh menurunnya kemampuan mereka menemukan alternatif ketika menghadapi masalah yang tidak dikehendaki. Karena itu. kata sakinah diterjemahkan sebagai ketenangan yang sengaja Allah turunkan ke dalam hati orang-orang mukmin. ayat di atas menyebut. Kasus-kasus faktual tentang itu ada semua di masyarakat kita. Di ayat itu. kondusif bagi penyimpanan sesuatu. ialah kembalinya tabut kepadamu. sehingga menjadi lahan subur untuk tumbuhnya cinta kasih (mawaddah wa rahmah) di antara sesama anggotanya. mudah dipahami memang jika istilah itu digunakan Al-Qur’an untuk menyebut tempat berlabuhnya setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang. menjadi penting bagi kita untuk mencari kunci yang bisa mengokohkan bangun keluarga kita dari hempasan arus zaman yang serba menggelisahkan. Ketenangan ini merupakan suasana psikologis yang melekat pada setiap individu yang mampu melakukannya. Jadi. Jadi. kata kunci itu adalah sakinah. aman.

Bagaimana kita dapat memahami istri yang gemar buka rahasia.memberikan kenyamanan dunia sekaligus memberikan jaminan keselamatan akhirat. Tentu saja. Mereka merasa nyaman di dalamnya. anak-anak sekarang lebih mudah menemukan suasana nyaman di luar rumah. Bahkan. Maka. Sebab. maupun anak-orangtua. Semuanya sulit kita dapat dari buku. menelusuri kewajiban-kewajiban yang mengikat suami-istri. siapa pun berharap rumah tangga yang dijalani adalah rumah tangga yang memancarkan pantulan cinta kasih dari setiap sudutnya. Sisi yang satu datang pada waktu tertentu. memang tepat jika rumah tangga itu diibaratkan perahu. yang lainnya mengajak tertawa. Melalui proses panjang. Lebih-lebih ketika kita akan belajar tentang baik-buruk kehidupan keluarga dan rumah tangga. sakinah adalah konsep keluarga yang dapat memberikan kenyamanan psikologis –meski kadang secara fisik tampak jauh di bawah standar nyaman. Keluarga menjadi tempat kembali ke mana pun anggotanya pergi. Hanya kita temukan pada buku kehidupan. Rumah tangga yang benar-benar menghadirkan . keluarga sekolah yang tiada batas waktu. Yang satu membawa petaka. Masalah demi masalah yang dilalui dalam perjalanan sejak pertama kali menikah adalah pelajaran berharga. Penemuan itulah yang harus menjadi ruang untuk saling mencari keseimbangan. Kita dapat belajar dari pengalaman siapa pun. sekaligus menjadi taman surga yang mencerahkan. Rumah tangga juga dua sisi dari keping uang yang sama: bisa menjadi tambang derita yang menyengsarakan. demikian pula istri. Tidak banyak buku yang memberi solusi jitu atas problema keluarga. Suami tidak lagi menemukan suasana nyaman di dalam rumah. Maka tak heran jika keluarga sering diilustrasikan sebagai perahu yang berlayar melawan badai samudra. Kita dapat belajar dari pengalaman orang tentang memilih pasangan ideal. setiap anggota keluarga saling menemukan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan masih banyak lagi masalah keluarga yang seringkali sulit ditemukan jalan penyelesaiannya. Dengan cara pandang itu. dan penuh percaya diri ketika berinteraksi dengan keluarga yang lainnya dalam masyarakat. ilmu membina keluarga lebih banyak diperoleh dari pengalaman. Tidak bisa bertepuk sebelah tangan. Membangun Kenyamanan Keluarga Kenyamanan dalam keluarga hanya dapat dibangun secara bersama-sama. Kedua sisi itu rapat berhimpitan satu sama lain. Makanya. Sebab. sakinah menjadi hajat kita semua. Di sama terjadi proses pembelajaran secara terus menerus untuk menemukan formula yang lebih tepat bagi kedua belah pihak. sedang sisi lainnya datang menyusul kemudian. kita bisa pastikan bahwa akar kasus-kasus yang banyak melilit kehidupan keluarga di masyarakat kita adalah karena rumah sudah tidak lagi nyaman untuk dijadikan tempat kembali. atau menghadapi suami yang berkemampuan seksual tidak biasa. baik suami-istri. Jadi. Pengalaman pribadi untuk tidak mengulangi kegagalan. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang tenang bagi setiap anggota keluarga. sebab tak henti-hentinya menghadapi badai di tengah samudra luas kehidupan. atau juga pengalaman orang lain selama tidak merugikan pelaku pengalaman itu. Proses belajar itu akan mengungkap berbagai misteri keluarga. atau tentang penyelesaian masalah yang biasa dihadapi keluarga.

Sebab. Ketika seseorang tersedu mengeluhkan sepenggal kalimat. . kita dapati kasus-kasus di mana seorang ibu kehilangan kepercayaan anak dan suaminya. Anak yang lebih erat dengan ikatan komunitas sebayanya. Dengan pakaian ini pula rumah tangga akan melaju menempuh badai sebesar apapun. Bila sudah demikian halnya. Seorang bapak yang tidak lagi berwibawa di hadapan anak dan istrinya. Bukan kebaikan yang datang berkunjung. yang ada hanya cinta dan kebaikan. Ini adalah rumah tangga dengan seorang nakhoda yang pandai menyiasati perubahan. ibu. Payahnya. Ada yang mengatakannya sudah tidak harmonis. Tetapi. melainkan malapetaka yang kerap merundung. Tapi kalau ditelusuri akar masalahnya sama: “tidak tahan menghadapi godaan”. Betapa indahnya kehidupan ketika ia hanya berwajah kebaikan. bukan surga lagi yang datang. Benar. maupun bapak. Tapi raga adalah cermin keharmonisan komunikasi yang akan berpengaruh pada masa depan jiwa dan kepribadian mereka. dengan kasus yang menimpa wanita pengungkap penggalan kalimat tadi. Untuk menemukan formulanya pun bukan hal yang sederhana. Rumah menjadi panggung yang menyenangkan untuk sebuah pentas cinta kasih yang diperankan oleh setiap penghuninya. Ia merupakan bentangan proses yang sering menemui badai. tidak sulit kita cerna maksud utama kalimatnya. Masih banyak. Sebab. Sementara. melainkan neraka yang siap untuk membakar. tidak bisa saling memahami. setiap hari jatuh cinta. orang tua tidak punya hak membesarkan jiwa anak-anaknya. dan mereka hanya boleh membesarkan raganya. Bapak berebut otoritas dalam keluarga dengan istrinya. Maka. Kebaikan inilah yang sejatinya menjadi pakaian sehari-hari keluarga. atau bahkan persis sama. Betapa indahnya taman rumah tangga itu. Lunturnya Semangat Sakinah Membangun sakinah dalam keluarga. Suami menjadi bahan gunjingan istri. demikian pula sebaliknya. ketahanan keluarga semakin rapuh karena ketidakpastian pegangan. Hanya ada satu tempat kembali. Betapa bahagianya keluarga ketika ia hanya berwajah kebahagiaan. dan keagungan. Karena godaan itu pula. Rumah juga menjadi tempat sentral kembalinya setiap anggota keluarga setelah melalui pengembaraan panjang di tempat mengadu nasibnya masing-masing. Godaan itu bisa datang kepada suami. “Suami saya akhir-akhir ini jarang pulang”. ingin mendapat keturunan.atmosfir surga: keindahan. memang tidak mudah. semakin hari godaan akibat pergeseran nilai sosial semakin menggelombang dan menghantam. Penggalan kalimat di atas bukan satu-satunya masalah yang banyak dikeluhkan istri. baik bagi anak. Bayangkan. siapa pun bisa membuat seribu satu alasan. Anak tidak lagi merindukan orang tua. demikian pula sebaliknya. Anak selalu merindukan orang tua. kita menemukan banyak kasus yang hampir sama. bisa juga menggedor jagat batin istri. atau tidak pernah cinta. yaitu rumah yang mereka rasakan sebagai surga. kehidupan rumah tangga acapkali menghadirkan hal yang sebaliknya. dan orang tua pun tidak lagi peduli akan masa depan anaknya. kedamaian. Kasus-kasus keluarga yang terjadi di sekitar kita dapat menjadi pelajaran penting dan menjadi motif bagi kita untuk berusaha keras mewujudkan indahnya keluarga sakinah di rumah kita.

Anak pun dewasa dengan harus menemukan jalan hidupnya sendiri. Akan tetapi. yaitu anak. Ukuran baik-buruk tidak lagi bersumber pada moralitas universal yang berlandaskan agama. kenapa kita harus larut dengan segala riuh-gelisah perubahan zaman yang kadang membingungkan? Transformasi budaya memang tidak mudah. baginya. akan semakin menjauh dari kenyataan. Arusnya deras masuk ke rumah kita lewat media informasi dan komunikasi. Akibatnya. Kini. diam-diam telah menjadi standar nilai masyarakat kita. Kenyataan ini merupakan bagian kecil dari proses modernisasi kehidupan yang berlangsung tanpa kendali etika. yang karenanya ia akan melakukan pengejaran atas dasar kehendak pribadi. Padahal. Itu menjadi mimpi yang semakin sulit terwujud. perkembangan psikologis yang sedang dilaluinya juga masih belum mampu memberikan alternatif secara matang terutama berkaitan dengan standar nilai yang dikehendakinya. Seorang anak kehilangan pegangan. Semua tidak merasa ada yang salah dengan semua kenyataan yang semakin memprihatinkan itu. Banyak problema keluarga yang muncul di sekitar kita umumnya menggambarkan kegelisahan yang diwarnai oleh semakin lunturnya nilai-nilai agama dan budaya masyarakat. adalah dunia yang ada di depan matanya. setiap sajian budaya yang kita konsumsi dari waktu ke waktu. Dunia anak adalah dunia yang lebih banyak diwarnai oleh proses pencarian untuk menemukan apa-apa yang menurut perasaan dan pikirannya ideal. kita hindari. Tanpa kita sadari.serta istri yang tidak berhenti memperjuangkan hak kesetaraan di hadapan suami. struktur fungsi yang sejatinya diperankan oleh masing-masing anggota keluarga tampak semakin kabur. Tapi benarkah perubahan zaman menjadi sebab utama terjadinya pergeseran nilai dalam rumah tangga? Lalu. di sisi lain. Bahkan. mengapa keluarga kita tidak lagi sanggup bertahan dengan norma-norma dan jati diri keluarga kita yang asli? Bukankah orang tua-orang tua kita telah membuktikan bahwa norma-norma yang mereka anut telah berhasil mengantarkan mereka membentuk keluarga normal dan berbudaya. Karena . Satu lagi yang sering menjadi akar bencana keluarga. bahkan tidak mungkin. Yang ada hanyalah “neraka” yang tidak henti-hentinya membakar suasana rumah tangga. Masyarakat kini seolah telah berubah menjadi “masyarakat baru” dengan wujud yang semakin kabur. Dunia ideal sendiri. nilai-nilai itu kini telah membentuk perilaku sosial dan menjadi anutan keluarga dan masyarakat kita. maka bangunan “baiti jannati”. Sementara perceraian yang dibenci Nabi justru menjadi pilihan yang banyak ditempuh untuk menemukan solusi singkat. Gaya hidup remaja yang berujung pada fenomena MBA (married by accident) telah jadi model terbaru yang digemari banyak pasangan. Mencari sendiri ke mana harus memperoleh pengetahuan. Semuanya berjalan sendiri-sendiri. Semua punya argumentasi untuk membenarkan posisinya. tapi lebih banyak ditentukan oleh nilai-nilai artifisial yang dibentuk untuk tujuan pragmatis dan bahkan hedonis. bahkan berhasil membentuk diri kita yang seperti sekarang ini? Lantas. Pernikahan yang dianjurkan Nabi menjadi jalan terakhir setelah menemukan jalan buntu. jika sendi-sendi keluarga itu telah kehilangan daya perekatnya dan masing-masing telah menemukan jalan hidupnya yang berbedabeda. Ibu-bapaknya terlalu sibuk untuk sekadar menyapa anakanaknya. dan harus mendiskusikan sendiri siapa calon pendampingnya. rumahku adalah surgaku. menjadi mimpi yang tidak pernah terpikirkan.

jika berpadu dengan warna putih. bisa saja berfungsi sebagai penjara yang hanya mampu menanamkan disiplin semu. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. selama proses yang dilaluinya. maka keluarga bisa berperan sebagai lembaga yang membimbing dan mencerahkan. gairah. Inilah di antara kerusakan akibat lunturnya atmosfir sakinah dalam keluarga. anak mulai mencari kesempatan untuk memenuhi kebuntuan komunikasi yang dirasakannya semakin kering dan terbatas. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. ketidaktersediaan aspek ini dalam keluarga dapat berakibat pada munculnya ketidakseimbangan psikologi yang pada gilirannya dapat saja mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan sosial seperti apa yang terjadi di masyarakat sekitar kita. seringkali menjadi sosok yang begitu dominan dalam menentukan masa depan anak. anak-anak. tetapi menjadi binatang liar ketika keluar dari dinding-dinding rumah dan terbebas dari pengawasan orang tua. Proses seperti itu berlangsung alamiah dalam kehidupan yang bebas dari ikatan-ikatan yang justru tidak mendidik. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.024 Oleh: Mochamad Bugi dakwatuna. Jika tidak tepat memainkan peran yang sesungguhnya. Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola.com – Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Dalam situasi seperti inilah. akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Guru di sekolah ataupun orang tua di rumah. dan hangat. atau juga sebaliknya. Tapi. bahkan mertua. pada dasarnya merupakan proses bimbingan yang memerdekakan sekaligus mencerahkan. guru ataupun orang tua bukanlah segala-galanya bagi perkembangan dan masa depan anak. Dalam kerangka seperti inilah. Warna hitam. Ada karakter pria. Di sinilah proses bimbingan itu diperlukan. wanita. Proses pendidikan. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik. akan menimbulkan kesan dinamis. terutama dalam ikut menemukan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan. misalnya. Padahal.itu. kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. secara tidak sadar. hampir selalu ditemukan berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan lingkungan tempat di mana anak itu berkembang. Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis Baitul Muslim 29/1/2007 | 10 Muharram 1428 H | Hits: 40. Pasti ada kelebihan dan kekurangan. . dengan demikian. Sebab berkomunikasi untuk saling menyambungkan rasa antar anggota keluarga merupakan kebutuhan dasar yang menuntut untuk selalu dipenuhi. Anak-anak bisa menjadi manusia yang paling shalih di rumah. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Konsekuensinya.

Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Dalam rumah tangga. Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka. Lihat kelebihan pasangan. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. di situlah letak keharmonisan. Jika rasa penyesalan berlarut. tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian. isteri pun ikut mencari penghasilan.Nah. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita. reaksi balik pun terjadi. kadang isteri bernada tinggi. membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini. na’udzubillah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja. Misalnya. Berpikir objektif Kadang. masalah kurang penghasilan dari pihak suami. bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak. Jadi. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. 3. Kadang pihak suami yang bernada rendah. Inilah masalah kita. cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi. Karena itu. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah. Misalnya. 2. masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. jangan sebaliknya . Jangan melihat ke belakang Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. Justru.keempatnya adalah: 1. Kalau ini terjadi. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh. materialistis. suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. dan kurang pengertian. Tidak tertutup kemungkinan. Padahal kalau mau objektif. Atau. akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut.

Untuk menumbuhkan rasa optimistis. Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya. dari situlah kita memandang. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Imajinasi dari sebuah benda. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. lihatlah kelebihan pasangan kita. 4. mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. masalah yang berat bisa terlihat ringan. Sambil jalan. Paling tidak. Dan secara otomatis. kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah. Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Nah. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan. kalau menurut hitung-hitungan materi. ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Insya Allah. Berarti. bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya. solusi akan terlihat di depan mata. Luar biasa nilainya di sisi Allah. pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Jangan bosan dengan doa. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu. Insya Allah! . Tapi. ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi. dengan taqarrub pada Allah. Bisa jadi. Mungkin secara materi dan fisik. niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Jangan sebaliknya. di sinilah uniknya berumah tangga. Allah swt. Sertakan sakralitas berumah tangga Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Tataplah hikmah di balik masalah. berumah tangga itu melelahkan. Padahal.

342 Oleh: Sri Kusnaeni 400Share 0diggsdigg 48 Comments Email Print .Agar Pernikahan Membawa Berkah Baitul Muslim 22/12/2006 | 01 Zulhijjah 1427 H | Hits: 25.

sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas. trampil dalam berusaha. bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga. baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). baik yang bersifat materil ataupun non materil. “Semoga Allah memberkahimu. dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna. maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ? 1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat) . bersungguhsungguh dalam bekerja.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam. sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita. dari segi fisik makin sehat dan kuat.dakwatuna. dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi. Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. secara emosi makin matang dan dewasa.com . dan menetapkan keberkahan atasmu. akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya. Namun kenyataannya. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga.Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan.

padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. Tarmidzi) Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. serta sifat dan kepribadian. atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri.Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah. dan harta). tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk). Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera. maka selayaknya proses menuju pernikahan. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum halhal lainnya (kecantikan/ketampanan. pemikiran (fikrah). artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang. sehingga bernilai sakral dan signifikan. dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir). keturunan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur). Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian. ide dan pendapat. sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Sikap saling terbuka (Mushorohah) Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama).” (HR. Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri. 2. Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. selanjutnya mencari solusi bersama untuk . Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini. Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul. salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya. sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya. “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya. artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga. lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR. Ar Rum:21).

3. Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. begitu sebaliknya. artinya berusaha memupuk kebaikan yang ada (capacity building). dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain. dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi. dan menutup aurat artinya berupaya meminimalisir kelemahan/kekurangan yang ada. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya. Komunikasi (Musyawarah) Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Layaknya sebagai pakaian (seperti yang Allah sebutkan dalam QS. dan kekurangan/ kelemahan apapun yang ada pada suami merupakan kekurangan/kelemahan bagi isteri. 2:187) antara suami dan isteri harus selalu dipegang. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan. dan saat-saat lain dalam . dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan. disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman. Sikap toleran (Tasamuh) Dua insan yang berbeda latar belakang sosial. yang meliputi 3 (tiga) tingkatan. seringkali sikap ini belum menjadi kebiasaan yang melekat. budaya. memandang suatu permasalahan. saat bersama makan malam. (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta. tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir. sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang berlarut-larut. tetapi mema’afkan berarti berusaha untuk memberikan perbaikan dan peningkatan. Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan bagi isteri. begitu sebaliknya. sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada. saat bersama belajar. cara bersikap/bertindak. maka suami/isteri harus mampu mempercantik penampilan. Albaqarah:187). Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan. Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. 4. karena pada hakikatnya suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah. kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya. kesediaan untuk mendengar. Misalnya saat bersama setelah menunaikan shalat berjama’ah. pakaian.penyelesaiannya. Komunikasi sangat penting. yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta. sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati). pendidikan. juga selera (makanan. Tentu saja “mema’afkan” bukan berarti “membiarkan” kesalahan terus terjadi. saat bersama liburan (rihlah). Dalam kehidupan rumah tangga. dsb). Prinsip “hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan.

Hai Bapakku. tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan. Hai anakku. Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima kelemahan/kekurangan pasangan suami/isteri yang memang diluar kesang-gupannya. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai satu “paket”. tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami. prasangka buruk terhadap suami/isteri. Ibrahim berkata. pendidikan dan pergaulan anak. baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi berupa surat. begitupun penerimaan kita kepada anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung. Ibaratnya kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental (asasi) untuk mencapai keberkahan. permintaan anak yang berlebihan. adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah. email. anak-anak yang aktif dan senang membuat keributan. 5. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak keberkahan. Alqur’an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam QS. Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi yang timbal balik antara orang tua-anak. Ibrahim mengutarakan dengan bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan keputusan. adalah dia yang harus kita terima secara utuh. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya. Sabar dan Syukur Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman. dan sebagainya. sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar. Maka fikirkanlah apa pendapatmu. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.” Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh. dsb. menuntut perhatian dan waktu yang lebih. yaitu : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati. telephone. adanya sikap tunduk/patuh atas perintah Allah. bukan tidak mungkin akan membawa pada jurang kehancuran rumah tangga. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan adanya sikap pasrah dan tawakkal kepada Allah.As-Shaaffaat:102. sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. sebagaimana ungkapan bijak berikut:“Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan”. Ia menjawab. . maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran.interaksi keseharian. Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang menjadi musuh.

agar mereka memiliki muwashofaat tersebut. QS. Do’a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan. Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap dipandang mata (Qurrota a’yun). Dalam keluarga harus dihidupkan semangat “memberi” kebaikan. hendaknya kita selalu memanjatkan do’a tersebut. maka jangan pernah bosan untuk selalu memanjatkan do’a: Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata. adalah modal masa depan yang harus dipersiapkan. makanan yang halal dan baik (thoyyib). Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan guru/sekolah yang baik. Ash-Shaafaat:100 . fasilitas yang memadai. sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur’an (QS. lingkungan yang sehat. Keturunan yang mampu mengemban misi risalah dien ini untuk masa mendatang. Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik. dsb. Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu membanding-bandingkan dengan suami orang lain. sehingga akan terjadi surplus kebaikan. 6. ruhaniyah yang baik (sholih). diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali radhi). sebagaimana firmannya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur. Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak. adalah modal mahal dalam meraih keberkahan. dan QS. Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan shalat. QS. dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa. Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf) . disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya. Ibrahim:40). maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Maryam: 5-6. Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh. yaitu keturunan yang memiliki sifat penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba). Ibrahim:7). dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat). keteladanan dalam keseharian.Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita. harus diwujudkan dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi keturunan yang menyejukkan hati. Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i. begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. QS. bukan semangat “menuntut” kebaikan. Al-Furqon:74.Al-Imran:38. pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.

ma’tsurat. Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. shalat tahajjud. yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa. Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah). 7. hati akan menjadi tenang”. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah tinggal di rumah. infaq. segeralah menahan diri dengan beristigfar dan mohon perlindungan Allah (ta’awudz billah). sebab syetan akan sangat mudah mempengaruhinya. sehingga tercipta kondisi yang penuh keakraban. Ar-Ra’du:28. Perasaan tersebut harus dilatih dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga. dll. teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu). diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. karena Allah menyukai orang yang suka mema’afkan. Bila muncul amarah karena sebab-sebab pribadi. baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi. berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma’af. maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah. Ungkapan yang menyatakan “Baiti Jannati” (Rumahku Syurgaku) bukan semata dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya. do’a. shaum. akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). Namun bila muncul marah karena sebab orang lain. bila karena sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/suami. melalui pembiasaan keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba’ah bersama.Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do’a agar mendapatkan keteguhan hati: “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika” (wahai yang membolak-balikkan hati. Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa. Ingatlah. bila masih merasa marah hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. kedamain. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi . seperti : tilawah. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah) Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah). sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam segala aktifitasnya (ma’iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam segenap tindakannya (muraqobatullah). segeralah minta ma’af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah bisa hilang. “Ketahuilah dengan mengingat Allah. dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.Thabrani & Tirmidzi) Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga. Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah. Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia akan bersikap emosional dan marah-marah. dan cinta kasih.” (HR.

Ath-Thalaaq: 2-3. kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan mereka (di syurga).” Wujud indahnya keberkahan keluarga Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga. atau menempati rumah dan kendaraan dinas. misalnya di saat-saat rihlah. safar. AzZukhruf:70) “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.” Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk kedalam syurga. dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt menjamin orang-orang yang bertaqwa. silaturahmi. “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. yaitu : (1) Isteri yang sholihah. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga. Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah. dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai cobaan. Al-Imran : 185 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.sarana menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga. dan Kami tiada . Kebahagiaan di dunia. Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat. kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. Hati yang selalu tenang (muthma’innah). Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini. Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman tanpa harus memiliki. sebagaimana firman-Nya dalam QS. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (2) Rumah yang luas. dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita dalam syurga. maka sungguh ia telah beruntung. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. (3) Kendaraan yang nyaman. sebagaimana firman-Nya dalam QS. boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. (QS. Paling tidak keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang dirasakan. sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya: “Masuklah kamu ke dalam syurga. karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. dan (4) Tetangga yang baik.

Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. Inilah keberkahan yang hakiki. terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya. Ath-Thuur:21). Wahai Wanita Cantik Engkau sungguh indah… Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya. menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat . terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian. Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu.mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful