Akhlak Sebagai Benteng Keutuhan Rumah Tangga

Bagaimana cara menjadi muslim yang terbaik? Mungkin orang akan menyuguhkan kriteria ubudiyah yang tinggi: Sholat malam tak pernah putus, puasa senin kamis tak pernah tertinggal, minimal sekali dalam sebulan harus khatam Al-Qur’an, dsb. Tapi kenyataannya Rasulullah tidak selalu mengajukan kriteria seperti itu. Kadang Rasulullah mengajukan kriteria: “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan." (HR Muslim) Dan pernah juga Rasulullah menyebut kriteria lain: "Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik akhlaknya kepada istrinya". (HR Tirmidzi) Ternyata bagi seorang suami, media untuk menjadi muslim yang terbaik itu sangat dekat: pada "tulang rusuknya". Keberhasilan menjadi muslim yang terbaik berbanding lurus dengan akhlak kepada istri. Semakin baik akhlak seorang suami kepada istri, semakin baik ia di mata Allah swt. Hikmah kriteria ini adalah akan terbentuknya keluarga yang utuh dan harmonis dalam naungan ridho Allah swt. Ketika seorang suami berusaha menjadi yang terbaik dengan cara menyempurnakan akhlaknya kepada istri, diharapkan akan ada respon yang baik dari istri yaitu pelayanan yang sempurna kepada suami. Dan ini akan menambah rasa kasih sayang di antara mereka. Anak-anak pun akan mendapat ketauladanan yang indah dari akhlak ayahnya. Di samping itu, hubungan orang tua yang mesra sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter seorang anak. Anak yang besar dalam keluarga yang utuh jelas punya peluang untuk mendapat didikan yang lebih baik daripada anak yang besar dalam keluarga yang broken home. Kalau mau ditarik lebih jauh hikmah dari kriteria ini, akan berdampak pada masyarakat, negara, dan dunia. Karena kumpulan keluarga yang muslim akan membentuk masyarakat yang damai. Masyarakat yang damai akan membentuk

negara yang sejahtera. Dan seterusnya. Semua itu berpangkal pada akhlak seorang suami sebagai pribadi muslim. Itulah hikmah kriteria "akhlak kepada istri", dampaknya bisa luar biasa. ***** Bagaimana menjaga keutuhan keluarga? Biasanya akan dijawab: dengan cinta. Memang banyak pasangan yang sudah punya modal cinta saat membangun rumah tangganya, tapi kenyataannya tetap banyak terjadi perceraian dan perselingkuhan. Cinta sudah selayaknya ada dalam rumah tangga, tapi kalau anda sudah menikah, rasanya anda akan sepakat bahwa akhlak lah yang menopang keutuhan rumah tangga. Saya menemukan artikel yang menyebutkan bahwa hormon cinta hanya bertahan selama 4 tahun. Penelitian tentang itu diungkapkan oleh para peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico. Bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu sudah habis. Sependek itu. Tapi saya yakin, durasi bertahannya rasa cinta akan berbeda pada tiap orang. Yang jelas, cinta itu bisa hilang!!! Karena itu akan sangat riskan apabila rumah tangga hanya didasari oleh rasa cinta. Karena saat cinta itu hilang, maka ambruk lah bangunan rumah tangga itu. Bahkan walau pun masih ada cinta di antara pasangan suami istri, namun kalau dalam keseharian mereka tidak mampu saling menunjukkan akhlak yang baik dalam hubungannya, maka rumah tangga itu tetap terancam rubuh. Bahkan akhlak yang buruk itu mempercepat musnahnya cinta. Kasih sayang bisa bersemi di atas akhlak yang kokoh. Bila suami memperlakukan istri dengan baik, dan istri membalas dengan pelayanan yang menyenangkan, maka saat itu lah do’a seorang pria yang minta dikaruniai istri dan anak-anak yang menjadi ‘cahaya mata’ (qurrota a’yun) terwujud. Akhlak adalah benteng keutuhan rumah tangga. **** Akhlak itu harus dimiliki oleh kedua pasangan, bukan hanya suami saja. Akhlak seorang istri kepada suami adalah saat ia menaati suaminya. Dan itu menjadi kewajiban yang tak boleh disepelekan. "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana." (Al-Baqarah: 228).

Rasulullah bersabda, "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya." (HR Abu Daud, AlHakim) Bahkan penyebab wanita banyak menjadi penghuni neraka adalah karena akhlaknya yang buruk kepada suami. Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah saw: "Suatu ketika Rasulullah keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau saw bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau saw menjawab,’Kalian banyak melaknat dan maksiat terhadap suami’". (HR Bukhori) Perkara yang mungkin sepele: mengabaikan kebaikan suami, bisa berakibat sangat fatal. Dalam suatu sabda Rasulullah saw: “…dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma) Berterima kasih atas kelebihan pasangan, dan sabar atas kekurangannya. Itu merupakan kunci akhlak dalam rumah tangga. "Tahu berterima kasih" bukan cuma diharuskan untuk istri, bahkan sikap itu harus dimunculkan oleh suami manakala terbersit ketidak-puasan terhadap istrinya. Allah berfirman, "…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa : 19) Begitulah tips yang diberikan oleh Allah kepada suami untuk mempertahankan rumah tangganya: bersabar dan memperhatikan kebaikan yang dimiliki oleh pasangan. ***** Salah satu akhlak seorang suami yang mengokohkan rumah tangganya adalah ekspresi yang tidak terus terang saat menemukan kekurangan istri. Ia menyembunyikan kekecewaannya sehingga bisa menjaga perasaan istrinya. Seperi saat merasakan ada yang kurang dari masakan istrinya, seorang suami bisa menunjukkan akhlak yang baik saat ia malah memuji masakan itu.

bila dia mencintaimu maka bersyukurlah kepada Allah. Betapa gembiranya ia ketika aku mengawini puterinya. wajahnya sangat jelek dan buruk. Bila dia tidak menyukaimu. datanglah seorang wanita padaku dan berkata. yakni: perang. ""Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara. Begitulah kulalui 15 tahun dari hidupku bersamanya hingga akhir ia wafat.Berdusta dalam rumah tangga . ”sejak usia muda keluargaku selalu berupaya mengawinkan aku. dan ucapan suami kepada istrinya." (HR Muslim) Ada cerita yang penuh hikmah tentang suami yang berekspresi normal saat melihat ketidak-sempurnaan istrinya. yang ternyata miskin dan melamarnya. ***** Berkata ulama salaf: "Seorang suami yang sholih. Aku memohon—atas nama Allah—agar sudilah kiranya engkau mengawiniku. Abdurrahman Ibn Al-Jauzy menceritakan dalam Shaed Al-Khathir kisah berikut ini: Abu Utsman Al-Naisaburi ditanya: ”amal apakah yang pernah anda lakukan dan paling anda harapkan pahalanya?” Beliau menjawab. atau sebaliknya. Lalu suatu ketika. mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia. berkata. barulah aku tahu kalau ternyata matanya juling. dan ketulusan cintanya. Maka tiada amal yang paling kuharapkan pahalanya di akhirat. Semua demi menjaga perasaannya. Aku pun terus duduk dan menyambutnya tanpa sedikit pun mengekspresikan rasa benci dan marah. sungguh aku mencintaimu. maka dia pasti tidak akan menzholimimu. Tapi. yang diceritakan oleh ustadz Anis Matta dalam bukunya ”Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga”.selama dalam kerangka kebaikan . selain dari masa-masa 15 tahun dari kesabaran dan kesetiaanku menjaga perasaannya.” Maka akupun menemui orangtuanya. Tapi ketulusan cintanya padaku telah mencegahku keluar dari kamar.diperbolehkan. Ummu Kultsum rha. Walaupun aku bagai berada di atas panggang api kemarahan dan kebencian. ”Wahai Abu Utsman." (Seperti dikutip dari tulisan ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi di milis nashihah) — . Tapi aku selalu menolak. ketika wanita itu datang menemuiku—setelah akad.

dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. mohon maaf atas segala kekurangan akhlakku. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat. tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya. pun baik di mata manusia. lebih-lebih baik di mata istri. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah . sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. dan merasa benar. Berfirman: “Hai sekalian manusia. dan daripadanya Allah menciptakan isterinya. Tidak Punya Visi Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas.991 Oleh: DR. Baik di mata Allah. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.Untuk Istriku. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Melainkan ada tujuan mulia. 13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan Baitul Muslim 3/6/2008 | 28 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 25. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Semoga bermanfaat. Pertama. Amir Faishol Fath dakwatuna. Tapi aku akan terus berusaha menyempurnakannya. selama pernikahan kita. bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu.com – Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita.

Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar. akan aku masukkan neraka. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan. Kasar Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. maka bertakwalah pada separuh yang tersisa. Karena itu Nabi saw. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Sombong Sombong adalah sifat setan. Ciptaan Allah. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. melainkan yang lembut dan melindungi istri. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.” Wanita adalah mahluk yang lembut. apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong. Dan patahnya berarti talaknya. Bukan diperlakukan secara kasar. Ketiga. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Istri tidak dianggap penting. karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. apalagi kepada manusia. Ingat bahwa istri juga manusia. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami. Namun yang banyak terjadi kini. adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan.” Kedua. siapa yang menandingi aku. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). . Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya.tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku.

bukan suami yang cengeng. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Keenam. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Bukan suami yang plinplan. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. nabi melakukan undian. Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Ketujuh. lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Plinplan Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Tertutup Nabi saw. Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tetapi bukan diktator. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Entah ada rapat.Keempat. . atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Pembohong Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri. ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Cengeng Para istri ingin suami yang tegar. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin). Kelima. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. adalah contoh suami yang baik. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Padahal tidak demikian kejadiannya. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Menang Sendiri Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. kata kasal artinya malas. melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang. Adalah contoh seorang ayah sejati. Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Pengecut Dalam sebuah doa. Kesepuluh. di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman. Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut. Begitu juga seorang istri. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Perhatikan surat Luqman. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Nabi saw. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata. karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal . terkenal pemberani. betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Kesebelas. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. kepada anaknya. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah. Tetapi bukan nekad. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. . Pemalas Di antara doa Nabi saw. Nabi saw. Kesembilan. Nabi saw. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Kedelapan. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya. Ini adalah contoh yang patut ditiru.Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Cuek Pada Anak Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn).

Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan.Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Keduabelas. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Tidak Rapi dan Tidak Harum Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ketigabelas. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga. Jarang Komunikasi Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum. orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Maka kerapian bagian dari keimanan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Allahu a’lam . Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri.

Allah swt. Baitul Muslim 12/5/2008 | 06 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 12. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. َ َ َ ‫وَمن ءايات ِهِ أ َن خل َقَ ل َك ُم من أ َن ْفسك ُم أ َزواجا ل ِت َسك ُنوا إ ِل َي ْها وَجعَل ب َي ْن َك ُم موَد ّة ً وَرحمة إ ِن في ذ َل ِك‬ َ ْ ِ ّ ً َ ْ َ ُ ْ ً َ ْ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ّ ‫(ليات ل ِقوْم ٍ ي َت َفك‬ 21 ‫َ رون )الروم‬ َ ٍ َ َ ُ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.386 Oleh: DR. berfirman.Tiga Langkah Meraih Kebahagiaan Rumah Tangga Al-Qur'an.” Ar Rum:21 Menikah Bukti Keagungan Allah . Amir Faishol Fath 110Share 0diggsdigg 19 Comments Email Print dakwatuna.com . dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.

Tidak mustahil suatu saat – bahkan ini sudah banyak terjadi – akan lahir seorang anak dari hubungan ayah dengan anaknya. Manusia tidak lagi perduli dengan rumah tangga. Bangun Jiwa Sakinah Allah berfirman: litaskunuu ilaihaa. rumah tangga akan rapuh dan mudah retak. atau hubungan antara saudara seayah dan sebagainya. Dalam surah Al Anfal: 63 Allah berfirman: wa allafa baina quluubihim (Dialah Allah yang telah . Bahwa semua yang ada di langit dan di bumi dan segala yang terjadi datang dari-Nya. Karenanya hakikat pernikahan dan rumah tangga bagi Allah swt. Tidak. Dari kata sakana ini di ambil istilah sakinah yang kemudian diartikan tenang. seperti uangkapan ta’liiful quluub. Kata litaskunuu diambil dari kata sakana yaskunu artinya berdiam atau berteduh. dan kekuasaan-Nya. dengan meremehkan tanda-tanda keagungan-Nya. Karena itu hendaklah ketiga langkah tersebut benar-benar dicapai secara maksimal. Paling tidak yang pertama kali hancur adalah kemanusiaan. Sebab dengan melakukan perzinaan seseorang tidak saja mengahancurkan kemanusiaannya sendiri melainkan lebih dari itu ia telah merendahkan Allah swt. janganlah sekali-kali perbuatan ini dilakukan. supaya manusia tidak begitu mudah merendahkan dirinya dengan menganggap bahwa berhubungan dengan siapa saja boleh-boleh saja. ketika manusia hidup di alam perzinaan. Karena dengannya nampak keagungan-Nya. menjadikan hakikat berpasang-pasangan sebagai bukti keagungan-Nya. artinya agar kau berteduh wahai para suami kepada istrimu. Sebaliknya. Jelasnya bahwa dari ayat di atas setidaknya ada tiga langkah yang bisa kita bahas secara mendalam dalam tulisan ini untuk mencapai kebahagiaan dalam rumah tangga: (a) Bangun Jiwa Sakinah (b) Hidupkan Semangat Mawaddah (c) Pertahankan Spirit Rahmah. Termasuk diciptakannya manusia berpasang-pasangan yang dengannya terjadi kelanjutan hidup. Karena itu pada ayat di atas. kerusakan pasti akan meraja lela. Memang bisa saja kata sakana diartikan tenang. Syaikh Ibn Asyur dalam tafsirnya At Tahrir wat Tanwiir mengartikan kata litaskunuu dengan dengan tiga makna: (1) lita’lafuu artinya agar kamu saling mengikat hati. Lama ke lamaan manusia tidak tahu lagi siapa sebenarnya yang ia gauli. yang nampak hanyalah kebinatangan. atau hubungan ibu dengan anaknya. garis nasab akan hilang. seperti yang disebutkan pada ayat di atas.Ayat ini sebenarnya bagian dari cerita tanda-tanda keagungan Allah swt. adalah ikatan yang sangat agung. tetapi pengertian dalam ayat ini lebih dalam lagi dari sekedar tenang. Bila rumah tangga hancur. Bila salah satunya hilang. Bila kebinatangan yang menonjol dalam hidup manusia. atau paling tidak mendekatinya. Dan ketiga langkah ini adalah bekal utama setiap rumah tangga. Allah swt.

Bila seorang suami suka berbohong pasti sang istri akan gelisah. . Selanjutnya ketenangan akan hilang dalam rumah tangga. Asal muasalnya karena kebiasaan tidak jujur dan dosa-dosa. Ini tentu sikap yang tidak pada tempatnya. Bila suami tidak tenang. Karena itu untuk membangun sakinah harus ada dalam diri masing-masing suami istri kecondongan. Sebaliknya bila istri suka berbohong. dan dzikrul haal (dzikir dengan perbuatan). Orang tua harus tahu bahwa sakinah dalam rumah tangga tidak akan di capai tanpa adanya kecondongan. Dari sini nampak bahwa untuk mencapai ketenangan dalam rumah tangga hanya dengan banyak berdzikir kepada Allah. Tapi orang tuanya mengancam dan bahkan menganggap ia bukan anaknya jika tidak mengikuti keinginannya. Dengan makna ini maka suami istri bukan sekedar basabasi untuk bersenang-senang sejenak. (3) Tathma’innuu biha artinya kau merasa tenang dengannya. Maka tidak benar menggunakan kartu merah orang tua. maksudnya seluruh perbuatannya selalu dalam ketaatan kepada Allah swt. (2) Tamiiluu ilaihaa artinya kau condong kepadanya. Sebaliknya semakin lemah iman seseorang. Tanpa kecondongan pasti akan terjadi keterpaksaan. Seringkali rumah tangga hancur karena orang tua tidak meperhatikan kecondongan sang anak. Saya sering menemukan seorang anak muda mengeluh karena dipaksa orang tuanya untuk menikah dengan si fulanah. Maka sungguh tidak mungkin mencapai sakinah rumah tangga yang penuh dengan kemaksiatan kepada Allah swt. Melainkan benar-benar dibangun di atas tekad yang kuat untuk membangun masa depan rumah tangga yang bermanfaat. Para ulama menyebutkan bahwa dzikir ada tiga dimensi: dzikurullisan (dzikir dengan lidah). Condong artinya pikiran. semakin kuat pula ikatan hatinya dalam rumah tangganya. sang suami pasti tidak akan merasa tenang bersamanya. perasaan dan tanggung jawab tercurah kepadanya. bisa dipastikan bahwa rumah tangga tersebut akan rapuh dan mudah retak. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram). Dengan makna ini maka antara suami istri hendaknya benar-benar membangun ikatan hati yang kuat. Maka semakin kuat iman seseorang. dzikrul qalb (dzikir dengan hati) maksudnya hatinya selalu sadar dan ingat kepada Allah. Termasuk kemaksiatan ketika masing-masing suami suka berbohong. bisa jadi kelak rumah tangga akan terancam. Banyak rumah tangga yang retak karena ketidak jujuran masing-masing suami istri. Dalam surah Ar Ra’d:28 Allah berfirman: alaa bidzikrillahi tathma’innul quluub (Ingatlah.mempersatukan hati di antara mereka). Dan sekuat-kuat pengikat hati adalah iman. Karenanya harus ada kecondongan dari masing-masing suami istri. Pun orang tua harus tahu bahwa yang akan hidup bersama istrinya adalah sang anak. untuk memaksakan kecondongannya supaya anak mengikutinya. Dari sini perceraian demi perceraian terjadi. Sementara dalam diri anak muda tersebut tidak ada kecondongan sama sekali. Karena itu orang tua jangan memaksakan kehendaknya jika memang ternyata dalam diri anaknya tidak ada kecondongan.

Tanpa mawaddah rumah tangga akan kering. rumah tangga akan menjadi monoton tanpa dinamika sama sekali. Hindari melihat keburukan dan kekurangannya. tetapi sang suami sangat mencintainya. Dengan mawaddah rumah tangga menjadi dinamis dan produktif. masih ada semangat rahmah yang akan menyelamatkan rumah tangga tersebut. pasti pada akhirnya ia tidak akan pernah punya pasangan. supaya ketika sinyal cinta mulai redup. Para ahli tafsir mengatakan bahwa rahman-Nya Allah meliputi seluruh mahluk-Nya: manusia. (c) Katsratul ittishaali ma’ahu (selalu saling berkomunikasi) sebab dari kemunikasi akan hilang prasangka. bekali rahmah sebagai pengimbangnya. Lama ke lamaan setelah masuk dalam rutinitas rumah tangga. Jelasnya bahwa mawaddah adalah perasaan cinta dan senang dengannya rumah tangga menjadi bergairah dan penuh semangat. Sebaliknya bila jiwa mawaddah hilang. dengan saling memberi hadiah cinta akan selalu hangat. Mawaddah biasanya sangat personal. padahal mereka setiap hari tidak mentaati-Nya. apa lagi kepada keluarga. Pun boleh jadi wanita itu disepakati sebagai wanita cantik. getaran cinta menjadi melemah. dan tidak ada seorang pun yang mecapai kesempurnaan. tetapi sang suami ternyata sangat membencinya. rumah tangga rentan mudah roboh dan tidak kokoh. Karenanya Allah swt.Hidupkan Semangat Mawaddah Mawaddah artinya cinta. Termasuk orang-orang yang tidak beriman. karena itu akan menumbuhkan kebencian dan perselisihan tiada henti. binatang. Bahwa Allah Maha Penyayang. (b) Katsratu dzikrihi (selalu saling mengingat kebaikannya). Memang setiap orang mempunyai kekurangan. Boleh jadi di mata banyak orang wanita itu tidak cantik. Banyak hal yang sebenarnya dimaksudkan untuk kebaikan. Pertahankan Spirit Rahmah Rahmah artinya kasih sayang. tetapi karena lemahnya komunikasi seringkali kesalahpahaman terjadi. diambil dari kata rahima yarhamu. Ia tidak tergantung kepada kecantikan istri atau ketampanan suami. Ibarat mesin. Dalam penelitian saya minimal ciri mawaddah ada tiga: (a) Katsratut tahaady (selalu saling memberi hadiah). Dalam pepatah Arab . mawaddah adalah dinamo penggerak yang mengairahkan. dan mahluk-mahluk lainnya. Kata rahmah lebih bermakna kesungguhan untuk berbuat baik kepada orang lain. karena seperti kata Nabi saw. Imam Hasan Al Bashri mengartikan kata mawaddah sebagai metafor dari hubungan seks. Maka jika setiap manusia selalu mempersepsikan adanya pasangan yang sempurna. Dari kata ini pula diambil kata ar rahmaan salah satu nama Allah swt. karenanya mereka masih bisa hidup dan bisa menikmati fasilitas kehidupan dari Allah. Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa cinta biasanya sering menggebu di masa muda atau di awal-awal pernikahan. Sebab dengan mengingat kebaikannya seseorang akan selalu merasa berhutang budi. Lain halnya dengan orang-orang yang membangun rumah tangga hanya dengan modal cinta.

Famayya’mal mitsqaal dzarratin khairay yarah wamay ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarah (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun. maka rumah tangga akan berjalan penuh kebahagiaan. Penyesalan itu terjadi kelak setelah ia tahu bahwa ternyata Allah tidak menyia-nyiakan sekecil apapun yang dilakukan manusia. Terbang ke mana saja ia mau. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun. Badan banyak sakit-sakitan.” Al Mulk:10 Dari sini nampak bahwa yang membedakan antara manusia dan mahluk lainnya adalah karena manusia Allah bekali akal. Sikap rahmah menekankan adanya sikap saling tolong menolong dalam bersinergi. Az Zalzalah:7-8. Sikap rahmah seringkali berperan ketika semangat cinta mulai menurun. Biasanya itu terjadi setelah usia suami istri sama-sama mencapai tahap tua. ia menikmati keindahan alam semesta dan penuh dengan kelapangan dada. berfirman: inna fiidzaalika laayatil liqawmiyyatafakkaruun maksudnya bahwa itu semua merupakan bukti bagi orang-orang yang berpikir. tidak ada hambatan dan kesulitan.” Qs. pasti pada akhirnya ia tidak akan punya kawan). Menyesal karena telah menyianyiakan kesempatan untuk berbuat baik selama di dunia. bisa dipastikan ia akan gagal dalam lapangan kehidupan yang lain. Pada saat itu kebertahanan rumah tangga sangat ditopang oleh kekuatan rahmah (kasih sayang). Maka ketika ia tidak bisa membangun kedamaian dalam rumah tangganya. . “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Cucu sudah mulai banyak. sehingga kekurangan berubah menjadi kesempurnaan. Dan di antara ciri orang-orang berakal bahwa ia selalu menegakkan kedamaian dalam hidupnya terutama minimal dalam rumah tangganya. Allah swt. Kata rahmah lebih mencerminkan sikap saling memahami kekuarangan masing-masing lalu berusaha untuk saling melengkapi.dikatakan: “Man talaba akhan bilaa ‘aibin laqiya bilaa akhin (orang yang mencari kawan tanpa cacat. Ibarat burung terbang di angkasa. niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. Kesadaran Akhirat Pada penutup ayat di atas Allah swt. berfirman. Dalam Al Qur’an banyak sekali penegasan bahwa kelak di hari Kiamat banyak manusia menyesal karena selama di dunia tidak menggunakan akalnya. Yaitu orangorang yang menggunakan akalnya untuk memahami ajaran Allah swt. Bila seseorang gagal dalam rumah tangga otomatis ia menyesal. niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Bila kedua sayap itu berfungsi dengan baik. Karena itu mawaddah dan rahmah ibarat dua sayap bagi burung. Tanpa sedikit pun ada beban di hatinya.

Wallahu’ alam bishshwab. Pergeseran nilai sosial tampak pada kecenderungan makin permisifnya keluarga-keluarga di masyarakat kita.Kesadaran akhirat seperti inilah yang harus selalu dicamkan oleh setiap suami istri. Di antaranya memilih perceraian sebagai . Banyak memang problema yang biasa dihadapi keluarga. Keluarga Sakinah Dalam Masalah Baitul Muslim 17/2/2007 | 28 Muharram 1428 H | Hits: 18. Tidak sedikit keluarga yang menyerah atas “derita” yang sebetulnya diciptakannya sendiri. atau bahkan sama sekali sudah tidak lagi mengindahkan makna religiusitas dalam hidupnya. Tidak ada satu bangsa pun yang maju dalam kondisi sosial keluarga yang kering spiritual.996 Oleh: Mochamad Bugi dakwatuna. Ini bertolak belakang dengan adagium yang menyatakan keluarga adalah garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa peradaban dunia. Al-Qur’an memuat ajaran tentang keluarga begitu komprehensif. Karena itu. Kawin-cerai hanya dilihat sebatas proses formal sebagai kontrak sosial antara dua insan yang berbeda jenis. Perkawinan kehilangan makna sakral dimana Allah menjadi saksi atas ijab-kabul yang terjadi.com – Kita saat ini ada di tengah arus deras pergeseran nilai sosial dalam masyarakat kita. Keluarga tidak lagi dilihat sebagai ikatan spiritual yang menjadi medium ibadah kepada Sang Pencipta. mulai dari urusan komunikasi antar individu dalam keluarga hingga relasi sosial antar keluarga dalam masyarakat. Dari rahim keluarga lahir berbagai gagasan perubahan dalam menata tatanan masyarakat yang lebih baik. karena hanya dengan kesadaran ini semua prilaku akan menjadi baik dan rumah tangga akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

ayat di atas menyebut. Namun. kata “sakinah” yang digunakan untuk menyifati kata “keluarga” merupakan tata nilai yang seharusnya menjadi kekuatan penggerak dalam membangun tatanan keluarga yang dapat . Kasus-kasus faktual tentang itu ada semua di masyarakat kita. aman. َ َ ‫وَقال ل َهُم ن َب ِي ّهُم إ ِن آ َي َة مل ْك ِهِ أ َن ي َأ ْت ِي َك ُم التابوت فيهِ سكين َة من رب ّك ُم وَب َقي ّة مما ت َرك آ َل موسى‬ ِ ُ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ّ ِ ٌ ِ ْ ُ َ ّ ْ ْ َ ْ ِ ٌ ِ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ُ ُ‫وَآ َل هارون ت َحمل ُه ال ْملئ ِك َة إ ِن في ذ َل ِك ل َي َة ل َك ُم إ ِن كن‬ ‫ْ ْ ْت ُم مؤ ْمني‬ ِ ِ ُ ْ ً ِ ّ ُ Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja. masih banyak lagi kegelisahan yang melilit keluarga-keluarga di masyarakat kita. َ َ ‫هُوَ ال ّذي أ َن ْزل السكين َة في قُلوب ال ْمؤ ْمنين ل ِي َزدادوا إيمانا معَ إيمان ِهِم وَل ِل ّهِ جنود ُ السماوات‬ ِ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ِ ّ ِ ْ َ ِ َ ً َ ِ ُ َ ْ َ ِ ِ ُ ِ ُ َ ‫وال‬ َ ‫َ ْ رض وَكان الل ّه ع َليما ح‬ ِ ُ َ ً ِ ْ Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan. ialah kembalinya tabut kepadamu. Ketenangan adalah suasana batin yang hanya bisa diciptakan sendiri. di dalam peti tersebut terdapat ketenangan –yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut sakinah. Kedua. Jadi. Jadi. Istilah ini memiliki akar kata yang sama dengan “sakanun” yang berarti tempat tinggal. surah Al-Baqarah ayat 248. kata sakinah diterjemahkan sebagai ketenangan yang sengaja Allah turunkan ke dalam hati orang-orang mukmin. menjadi penting bagi kita untuk mencari kunci yang bisa mengokohkan bangun keluarga kita dari hempasan arus zaman yang serba menggelisahkan. Tidak ada jaminan seseorang dapat menciptakan suasana tenang bagi orang lain. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Ketenangan ini merupakan suasana psikologis yang melekat pada setiap individu yang mampu melakukannya. Pertama. termasuk tempat tinggal yang tenang bagi manusia. sehingga menjadi lahan subur untuk tumbuhnya cinta kasih (mawaddah wa rahmah) di antara sesama anggotanya. tabut itu dibawa oleh Malaikat. umumnya kegelisahan itu diakibatkan oleh menurunnya kemampuan mereka menemukan alternatif ketika menghadapi masalah yang tidak dikehendaki. kondusif bagi penyimpanan sesuatu. kata kunci itu adalah sakinah. mudah dipahami memang jika istilah itu digunakan Al-Qur’an untuk menyebut tempat berlabuhnya setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang. Jadi. al-sakinah disebut dalam surah Al-Fath ayat 4. di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. nyaman. Di ayat itu.” Tabut adalah peti tempat menyimpan Taurat yang membawa ketenangan bagi mereka. Makna Sakinah Istilah “sakinah” digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan kenyamanan keluarga. Karena itu.penyelesaian. Di Al-Qur’an ada ayat yang memuat kata “sakinah”. Dan. menurut ayat itu sakinah adalah tempat yang tenang.

atau juga pengalaman orang lain selama tidak merugikan pelaku pengalaman itu. kita bisa pastikan bahwa akar kasus-kasus yang banyak melilit kehidupan keluarga di masyarakat kita adalah karena rumah sudah tidak lagi nyaman untuk dijadikan tempat kembali. Yang satu membawa petaka. baik suami-istri. sakinah adalah konsep keluarga yang dapat memberikan kenyamanan psikologis –meski kadang secara fisik tampak jauh di bawah standar nyaman. Lebih-lebih ketika kita akan belajar tentang baik-buruk kehidupan keluarga dan rumah tangga. keluarga sekolah yang tiada batas waktu. ilmu membina keluarga lebih banyak diperoleh dari pengalaman. Membangun Kenyamanan Keluarga Kenyamanan dalam keluarga hanya dapat dibangun secara bersama-sama. Kita dapat belajar dari pengalaman orang tentang memilih pasangan ideal. memang tepat jika rumah tangga itu diibaratkan perahu. Di sama terjadi proses pembelajaran secara terus menerus untuk menemukan formula yang lebih tepat bagi kedua belah pihak. Tidak banyak buku yang memberi solusi jitu atas problema keluarga. maupun anak-orangtua. Maka tak heran jika keluarga sering diilustrasikan sebagai perahu yang berlayar melawan badai samudra. Proses belajar itu akan mengungkap berbagai misteri keluarga. Rumah tangga juga dua sisi dari keping uang yang sama: bisa menjadi tambang derita yang menyengsarakan. Tentu saja. Semuanya sulit kita dapat dari buku. Kita dapat belajar dari pengalaman siapa pun. Masalah demi masalah yang dilalui dalam perjalanan sejak pertama kali menikah adalah pelajaran berharga. Keluarga menjadi tempat kembali ke mana pun anggotanya pergi. Melalui proses panjang. Bagaimana kita dapat memahami istri yang gemar buka rahasia. atau tentang penyelesaian masalah yang biasa dihadapi keluarga. Sebab. Makanya. Jadi. sedang sisi lainnya datang menyusul kemudian. Hanya kita temukan pada buku kehidupan. Pengalaman pribadi untuk tidak mengulangi kegagalan.memberikan kenyamanan dunia sekaligus memberikan jaminan keselamatan akhirat. siapa pun berharap rumah tangga yang dijalani adalah rumah tangga yang memancarkan pantulan cinta kasih dari setiap sudutnya. Tidak bisa bertepuk sebelah tangan. sekaligus menjadi taman surga yang mencerahkan. Suami tidak lagi menemukan suasana nyaman di dalam rumah. setiap anggota keluarga saling menemukan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan cara pandang itu. anak-anak sekarang lebih mudah menemukan suasana nyaman di luar rumah. demikian pula istri. Dan masih banyak lagi masalah keluarga yang seringkali sulit ditemukan jalan penyelesaiannya. sebab tak henti-hentinya menghadapi badai di tengah samudra luas kehidupan. Penemuan itulah yang harus menjadi ruang untuk saling mencari keseimbangan. dan penuh percaya diri ketika berinteraksi dengan keluarga yang lainnya dalam masyarakat. Sebab. yang lainnya mengajak tertawa. Kedua sisi itu rapat berhimpitan satu sama lain. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang tenang bagi setiap anggota keluarga. Mereka merasa nyaman di dalamnya. Sisi yang satu datang pada waktu tertentu. sakinah menjadi hajat kita semua. Maka. menelusuri kewajiban-kewajiban yang mengikat suami-istri. atau menghadapi suami yang berkemampuan seksual tidak biasa. Bahkan. Rumah tangga yang benar-benar menghadirkan .

melainkan malapetaka yang kerap merundung. Seorang bapak yang tidak lagi berwibawa di hadapan anak dan istrinya.atmosfir surga: keindahan. Benar. dan orang tua pun tidak lagi peduli akan masa depan anaknya. Lunturnya Semangat Sakinah Membangun sakinah dalam keluarga. tidak bisa saling memahami. Betapa bahagianya keluarga ketika ia hanya berwajah kebahagiaan. Bukan kebaikan yang datang berkunjung. “Suami saya akhir-akhir ini jarang pulang”. dan mereka hanya boleh membesarkan raganya. Tetapi. dan keagungan. Penggalan kalimat di atas bukan satu-satunya masalah yang banyak dikeluhkan istri. maupun bapak. ingin mendapat keturunan. atau tidak pernah cinta. Sebab. Bapak berebut otoritas dalam keluarga dengan istrinya. tidak sulit kita cerna maksud utama kalimatnya. . yang ada hanya cinta dan kebaikan. Bayangkan. Anak selalu merindukan orang tua. Ia merupakan bentangan proses yang sering menemui badai. Suami menjadi bahan gunjingan istri. Betapa indahnya taman rumah tangga itu. Sementara. bisa juga menggedor jagat batin istri. Kebaikan inilah yang sejatinya menjadi pakaian sehari-hari keluarga. Ini adalah rumah tangga dengan seorang nakhoda yang pandai menyiasati perubahan. Bila sudah demikian halnya. Hanya ada satu tempat kembali. Godaan itu bisa datang kepada suami. Masih banyak. demikian pula sebaliknya. Rumah menjadi panggung yang menyenangkan untuk sebuah pentas cinta kasih yang diperankan oleh setiap penghuninya. demikian pula sebaliknya. setiap hari jatuh cinta. ketahanan keluarga semakin rapuh karena ketidakpastian pegangan. melainkan neraka yang siap untuk membakar. Dengan pakaian ini pula rumah tangga akan melaju menempuh badai sebesar apapun. kehidupan rumah tangga acapkali menghadirkan hal yang sebaliknya. orang tua tidak punya hak membesarkan jiwa anak-anaknya. Anak tidak lagi merindukan orang tua. dengan kasus yang menimpa wanita pengungkap penggalan kalimat tadi. Tapi raga adalah cermin keharmonisan komunikasi yang akan berpengaruh pada masa depan jiwa dan kepribadian mereka. baik bagi anak. bukan surga lagi yang datang. Payahnya. kedamaian. Karena godaan itu pula. Betapa indahnya kehidupan ketika ia hanya berwajah kebaikan. siapa pun bisa membuat seribu satu alasan. Ada yang mengatakannya sudah tidak harmonis. Maka. semakin hari godaan akibat pergeseran nilai sosial semakin menggelombang dan menghantam. Sebab. yaitu rumah yang mereka rasakan sebagai surga. Ketika seseorang tersedu mengeluhkan sepenggal kalimat. Rumah juga menjadi tempat sentral kembalinya setiap anggota keluarga setelah melalui pengembaraan panjang di tempat mengadu nasibnya masing-masing. kita menemukan banyak kasus yang hampir sama. Tapi kalau ditelusuri akar masalahnya sama: “tidak tahan menghadapi godaan”. memang tidak mudah. Untuk menemukan formulanya pun bukan hal yang sederhana. Kasus-kasus keluarga yang terjadi di sekitar kita dapat menjadi pelajaran penting dan menjadi motif bagi kita untuk berusaha keras mewujudkan indahnya keluarga sakinah di rumah kita. ibu. Anak yang lebih erat dengan ikatan komunitas sebayanya. kita dapati kasus-kasus di mana seorang ibu kehilangan kepercayaan anak dan suaminya. atau bahkan persis sama.

kenapa kita harus larut dengan segala riuh-gelisah perubahan zaman yang kadang membingungkan? Transformasi budaya memang tidak mudah. Anak pun dewasa dengan harus menemukan jalan hidupnya sendiri. baginya.serta istri yang tidak berhenti memperjuangkan hak kesetaraan di hadapan suami. menjadi mimpi yang tidak pernah terpikirkan. struktur fungsi yang sejatinya diperankan oleh masing-masing anggota keluarga tampak semakin kabur. Kenyataan ini merupakan bagian kecil dari proses modernisasi kehidupan yang berlangsung tanpa kendali etika. kita hindari. Banyak problema keluarga yang muncul di sekitar kita umumnya menggambarkan kegelisahan yang diwarnai oleh semakin lunturnya nilai-nilai agama dan budaya masyarakat. Masyarakat kini seolah telah berubah menjadi “masyarakat baru” dengan wujud yang semakin kabur. akan semakin menjauh dari kenyataan. Kini. dan harus mendiskusikan sendiri siapa calon pendampingnya. Bahkan. yang karenanya ia akan melakukan pengejaran atas dasar kehendak pribadi. Sementara perceraian yang dibenci Nabi justru menjadi pilihan yang banyak ditempuh untuk menemukan solusi singkat. setiap sajian budaya yang kita konsumsi dari waktu ke waktu. di sisi lain. Ukuran baik-buruk tidak lagi bersumber pada moralitas universal yang berlandaskan agama. Karena . Tapi benarkah perubahan zaman menjadi sebab utama terjadinya pergeseran nilai dalam rumah tangga? Lalu. jika sendi-sendi keluarga itu telah kehilangan daya perekatnya dan masing-masing telah menemukan jalan hidupnya yang berbedabeda. mengapa keluarga kita tidak lagi sanggup bertahan dengan norma-norma dan jati diri keluarga kita yang asli? Bukankah orang tua-orang tua kita telah membuktikan bahwa norma-norma yang mereka anut telah berhasil mengantarkan mereka membentuk keluarga normal dan berbudaya. maka bangunan “baiti jannati”. Yang ada hanyalah “neraka” yang tidak henti-hentinya membakar suasana rumah tangga. Mencari sendiri ke mana harus memperoleh pengetahuan. diam-diam telah menjadi standar nilai masyarakat kita. Semuanya berjalan sendiri-sendiri. bahkan berhasil membentuk diri kita yang seperti sekarang ini? Lantas. Seorang anak kehilangan pegangan. tapi lebih banyak ditentukan oleh nilai-nilai artifisial yang dibentuk untuk tujuan pragmatis dan bahkan hedonis. yaitu anak. Akan tetapi. Ibu-bapaknya terlalu sibuk untuk sekadar menyapa anakanaknya. Itu menjadi mimpi yang semakin sulit terwujud. Dunia ideal sendiri. perkembangan psikologis yang sedang dilaluinya juga masih belum mampu memberikan alternatif secara matang terutama berkaitan dengan standar nilai yang dikehendakinya. bahkan tidak mungkin. Pernikahan yang dianjurkan Nabi menjadi jalan terakhir setelah menemukan jalan buntu. Tanpa kita sadari. Semua tidak merasa ada yang salah dengan semua kenyataan yang semakin memprihatinkan itu. Satu lagi yang sering menjadi akar bencana keluarga. Akibatnya. Arusnya deras masuk ke rumah kita lewat media informasi dan komunikasi. Gaya hidup remaja yang berujung pada fenomena MBA (married by accident) telah jadi model terbaru yang digemari banyak pasangan. Dunia anak adalah dunia yang lebih banyak diwarnai oleh proses pencarian untuk menemukan apa-apa yang menurut perasaan dan pikirannya ideal. Semua punya argumentasi untuk membenarkan posisinya. adalah dunia yang ada di depan matanya. nilai-nilai itu kini telah membentuk perilaku sosial dan menjadi anutan keluarga dan masyarakat kita. Padahal. rumahku adalah surgaku.

gairah. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi. tetapi menjadi binatang liar ketika keluar dari dinding-dinding rumah dan terbebas dari pengawasan orang tua. maka keluarga bisa berperan sebagai lembaga yang membimbing dan mencerahkan. . anak mulai mencari kesempatan untuk memenuhi kebuntuan komunikasi yang dirasakannya semakin kering dan terbatas. Warna hitam. atau juga sebaliknya. misalnya. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter.024 Oleh: Mochamad Bugi dakwatuna. guru ataupun orang tua bukanlah segala-galanya bagi perkembangan dan masa depan anak. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik. Anak-anak bisa menjadi manusia yang paling shalih di rumah. Dalam situasi seperti inilah.com – Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Guru di sekolah ataupun orang tua di rumah. anak-anak. Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis Baitul Muslim 29/1/2007 | 10 Muharram 1428 H | Hits: 40. Di sinilah proses bimbingan itu diperlukan. Tapi. terutama dalam ikut menemukan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan. ketidaktersediaan aspek ini dalam keluarga dapat berakibat pada munculnya ketidakseimbangan psikologi yang pada gilirannya dapat saja mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan sosial seperti apa yang terjadi di masyarakat sekitar kita. hampir selalu ditemukan berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan lingkungan tempat di mana anak itu berkembang. dan hangat. bisa saja berfungsi sebagai penjara yang hanya mampu menanamkan disiplin semu. Sebab berkomunikasi untuk saling menyambungkan rasa antar anggota keluarga merupakan kebutuhan dasar yang menuntut untuk selalu dipenuhi. seringkali menjadi sosok yang begitu dominan dalam menentukan masa depan anak. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Ada karakter pria. Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Dalam kerangka seperti inilah. pada dasarnya merupakan proses bimbingan yang memerdekakan sekaligus mencerahkan. jika berpadu dengan warna putih. Konsekuensinya. Padahal. bahkan mertua. Pasti ada kelebihan dan kekurangan. dengan demikian. kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Proses pendidikan. Inilah di antara kerusakan akibat lunturnya atmosfir sakinah dalam keluarga. selama proses yang dilaluinya. secara tidak sadar. Jika tidak tepat memainkan peran yang sesungguhnya. akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. akan menimbulkan kesan dinamis.itu. wanita. Proses seperti itu berlangsung alamiah dalam kehidupan yang bebas dari ikatan-ikatan yang justru tidak mendidik. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna.

hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Padahal kalau mau objektif. Karena itu. dan kurang pengertian. 3. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Dalam rumah tangga. Misalnya. suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja. Lihat kelebihan pasangan. Inilah masalah kita. tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian. masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Atau. Misalnya. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi. ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh. Justru. Jadi. kadang isteri bernada tinggi. Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka. Kadang pihak suami yang bernada rendah. Jangan melihat ke belakang Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah.Nah. 2. Tidak tertutup kemungkinan. Kalau ini terjadi. membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak. masalah kurang penghasilan dari pihak suami. materialistis. Berpikir objektif Kadang. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel. na’udzubillah. di situlah letak keharmonisan. Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. isteri pun ikut mencari penghasilan.keempatnya adalah: 1. reaksi balik pun terjadi. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita. segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah. jangan sebaliknya . Jika rasa penyesalan berlarut.

berumah tangga itu melelahkan. Insya Allah. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Berarti. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan. Bisa jadi. Tapi. Sambil jalan. dengan taqarrub pada Allah. Tataplah hikmah di balik masalah. solusi akan terlihat di depan mata. Sertakan sakralitas berumah tangga Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. lihatlah kelebihan pasangan kita. Nah. di sinilah uniknya berumah tangga. Mungkin secara materi dan fisik. Dan secara otomatis. segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. dari situlah kita memandang. Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya. kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah.Untuk menumbuhkan rasa optimistis. Jangan bosan dengan doa. mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Padahal. Imajinasi dari sebuah benda. Jangan sebaliknya. kalau menurut hitung-hitungan materi. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah. Insya Allah! . Paling tidak. Allah swt. 4. pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Lakukanlah pendekatan ubudiyah. masalah yang berat bisa terlihat ringan. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.

Agar Pernikahan Membawa Berkah Baitul Muslim 22/12/2006 | 01 Zulhijjah 1427 H | Hits: 25.342 Oleh: Sri Kusnaeni 400Share 0diggsdigg 48 Comments Email Print .

sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita. dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi. dari segi fisik makin sehat dan kuat. dan menetapkan keberkahan atasmu. maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah.dakwatuna. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi. apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ? 1. bersungguhsungguh dalam bekerja. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat) . Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga. trampil dalam berusaha. baik yang bersifat materil ataupun non materil. “Semoga Allah memberkahimu.Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan. kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna. Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam. bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga. sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas.com . akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya. secara emosi makin matang dan dewasa. baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Namun kenyataannya.

2. Ar Rum:21). Tarmidzi) Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah. artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga. salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum halhal lainnya (kecantikan/ketampanan.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk. sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya. keturunan.” (HR. dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk). dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir). dan harta). tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini. selanjutnya mencari solusi bersama untuk . maka selayaknya proses menuju pernikahan. pemikiran (fikrah). sehingga bernilai sakral dan signifikan.Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul. Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. serta sifat dan kepribadian. ide dan pendapat. atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Sikap saling terbuka (Mushorohah) Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama). sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri. Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR. hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang. Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur). artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya.

Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Komunikasi (Musyawarah) Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. 4. maka suami/isteri harus mampu mempercantik penampilan. saat bersama belajar. dan kekurangan/ kelemahan apapun yang ada pada suami merupakan kekurangan/kelemahan bagi isteri. kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya.penyelesaiannya. dsb). tetapi mema’afkan berarti berusaha untuk memberikan perbaikan dan peningkatan. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya. disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman. Dalam kehidupan rumah tangga. sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada. yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta. dan saat-saat lain dalam . sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang berlarut-larut. 3. dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain. Prinsip “hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. 2:187) antara suami dan isteri harus selalu dipegang. saat bersama makan malam. sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati). artinya berusaha memupuk kebaikan yang ada (capacity building). begitu sebaliknya. pakaian. Misalnya saat bersama setelah menunaikan shalat berjama’ah. Layaknya sebagai pakaian (seperti yang Allah sebutkan dalam QS. kesediaan untuk mendengar. juga selera (makanan. dan menutup aurat artinya berupaya meminimalisir kelemahan/kekurangan yang ada. saat bersama liburan (rihlah). Komunikasi sangat penting. Tentu saja “mema’afkan” bukan berarti “membiarkan” kesalahan terus terjadi. begitu sebaliknya. tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir. cara bersikap/bertindak. seringkali sikap ini belum menjadi kebiasaan yang melekat. memandang suatu permasalahan. Sikap toleran (Tasamuh) Dua insan yang berbeda latar belakang sosial. Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan. Albaqarah:187). Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan bagi isteri. pendidikan. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan. dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi. budaya. karena pada hakikatnya suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah. dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan. (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta. yang meliputi 3 (tiga) tingkatan.

sebagaimana ungkapan bijak berikut:“Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan”. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati. tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan. dan adanya sikap pasrah dan tawakkal kepada Allah.As-Shaaffaat:102. anak-anak yang aktif dan senang membuat keributan. bukan tidak mungkin akan membawa pada jurang kehancuran rumah tangga. .interaksi keseharian. Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima kelemahan/kekurangan pasangan suami/isteri yang memang diluar kesang-gupannya. Maka fikirkanlah apa pendapatmu. Alqur’an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam QS. permintaan anak yang berlebihan. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai satu “paket”. misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung. menuntut perhatian dan waktu yang lebih. Ia menjawab. prasangka buruk terhadap suami/isteri.” Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh. dan sebagainya. dsb. maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran. sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Ibrahim berkata. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak keberkahan. adalah dia yang harus kita terima secara utuh. Ibrahim mengutarakan dengan bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan keputusan. sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar. tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami. Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang menjadi musuh. adanya sikap tunduk/patuh atas perintah Allah. pendidikan dan pergaulan anak. 5. Sabar dan Syukur Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman. begitupun penerimaan kita kepada anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. Hai anakku. baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi berupa surat. telephone. insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. yaitu : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya. Ibaratnya kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental (asasi) untuk mencapai keberkahan. Hai Bapakku. Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi yang timbal balik antara orang tua-anak. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah. email.

dan QS. begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah. Al-Furqon:74. Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik. makanan yang halal dan baik (thoyyib). Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i. dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa. bukan semangat “menuntut” kebaikan. Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan shalat. Ash-Shaafaat:100 .Al-Imran:38. lingkungan yang sehat. diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali radhi). maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Maryam: 5-6. Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf) . Keturunan yang mampu mengemban misi risalah dien ini untuk masa mendatang. keteladanan dalam keseharian. disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan guru/sekolah yang baik. Dalam keluarga harus dihidupkan semangat “memberi” kebaikan. 6. sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur’an (QS. maka jangan pernah bosan untuk selalu memanjatkan do’a: Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata. Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu membanding-bandingkan dengan suami orang lain.Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat). harus diwujudkan dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi keturunan yang menyejukkan hati. sehingga akan terjadi surplus kebaikan. QS. Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh. QS. Ibrahim:7). sebagaimana firmannya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur. dsb. adalah modal masa depan yang harus dipersiapkan. QS. Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap dipandang mata (Qurrota a’yun). yaitu keturunan yang memiliki sifat penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba). adalah modal mahal dalam meraih keberkahan. Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak. fasilitas yang memadai. Ibrahim:40). hendaknya kita selalu memanjatkan do’a tersebut. agar mereka memiliki muwashofaat tersebut. Do’a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan. ruhaniyah yang baik (sholih).

shaum. Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah). dll. sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam segala aktifitasnya (ma’iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam segenap tindakannya (muraqobatullah). karena Allah menyukai orang yang suka mema’afkan. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah tinggal di rumah. hati akan menjadi tenang”.Thabrani & Tirmidzi) Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Ar-Ra’du:28. sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. melalui pembiasaan keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba’ah bersama. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma’af. “Ketahuilah dengan mengingat Allah. mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga. Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah) Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah). sehingga tercipta kondisi yang penuh keakraban. infaq. bila karena sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/suami. Namun bila muncul marah karena sebab orang lain. kedamain. segeralah minta ma’af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah bisa hilang. sebab syetan akan sangat mudah mempengaruhinya. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya. dan cinta kasih. Perasaan tersebut harus dilatih dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga. teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah. ma’tsurat.” (HR. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do’a agar mendapatkan keteguhan hati: “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika” (wahai yang membolak-balikkan hati. segeralah menahan diri dengan beristigfar dan mohon perlindungan Allah (ta’awudz billah). Bila muncul amarah karena sebab-sebab pribadi. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi . Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa. dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku. bila masih merasa marah hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan.Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman. akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana. do’a. Ingatlah. 7. seperti : tilawah. Ungkapan yang menyatakan “Baiti Jannati” (Rumahku Syurgaku) bukan semata dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal. shalat tahajjud. yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia akan bersikap emosional dan marah-marah. baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi. maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah. diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf.

atau menempati rumah dan kendaraan dinas. dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita dalam syurga. AzZukhruf:70) “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. silaturahmi. sebagaimana firman-Nya dalam QS. dan (4) Tetangga yang baik. boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. sebagaimana firman-Nya dalam QS. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya.” Wujud indahnya keberkahan keluarga Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga. Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat. maka sungguh ia telah beruntung. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. (QS. yaitu : (1) Isteri yang sholihah.sarana menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini. dan Kami tiada . dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai cobaan. kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. Kebahagiaan di dunia. Al-Imran : 185 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Ath-Thalaaq: 2-3. (2) Rumah yang luas. “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan mereka (di syurga). Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga. baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Hati yang selalu tenang (muthma’innah). misalnya di saat-saat rihlah. Paling tidak keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang dirasakan. Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman tanpa harus memiliki. (3) Kendaraan yang nyaman. Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah. safar. sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya: “Masuklah kamu ke dalam syurga. karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.” Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk kedalam syurga. dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt menjamin orang-orang yang bertaqwa.

Wahai Wanita Cantik Engkau sungguh indah… Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya. terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya.mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Inilah keberkahan yang hakiki. (QS. Ath-Thuur:21). Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian. menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful