Anika Kartika 0906619176 Lembar Tugas Mandiri Keperawatan Gawat Darurat Ekstensi sore 2009

Stabilisasi dan transportasi pasien
Stabilisasi adalah proses untuk menjaga kondisi dan posisi penderita/ pasien agar tetap stabil selama pertolongan pertama. Prinsip Stabiliasi : - Menjaga korban supaya tidak banyak bergerak sehubungan dengan keadaan yang dialami - Menjaga korban agar pernafasannya tetap stabil - Menjaga agar posisi patah tulang yang telah dipasang bidai tidak berubah - Menjaga agar perdarahan tidak bertambah. - Menjaga agar tingkat kesadaran korban tidak jatuh pada keadaan

Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi), memberikan istirahat dan mengurangi rasa sakit. Pembidaian adalah Suatu cara pertolongan pertama pada cedera/ trauma sistim muskuloskeletal untuk mengistirahatkan ( immobilisasi) bagian tubuh kita yang mengalami cedera dengan menggunakan suatu alat. Tujuan pembidaian: - Untuk mencegah gerakan fragmen patah tulang atau sendi yang mengalami dislokasi
- Untuk meminimalisasi / mencegah kerusakan pada jaringan lunak sekitar tulang yang

patah
- Untuk mengurangi perdarahan & bengkak yang timbul

- Untuk mencegah terjadinya syok - Untuk mengurangi nyeri

dll) . Melewati minimal dua sendi yang berbatasan. jadi tidak perlu harus dipastikan dulu ada tidaknya patah tulang. - akan memberikan nyeri yang hebat pada penderita. Kemungkinan fraktur harus selalu dipikirkan setiap terjadi kecelakaan akibat benturan yang keras. pembengkakan. Pembidaian sebagai tindakan pertolongan sementara .Bisa dilakukan oleh siapapun yang sudah mengetahui prinsip dan teknik dasar pembidaian b. perlakukan sebagai fraktur. Lakukan pembidaian di mana anggota badan mengalami cedera (korban jangan dipindahkan sebelum dibidai). Prinsip umum dalam tindakan pembidaian .Bagian tulang yang patah tidak dapat berfungsi dengan baik atau sama sekali tidak dapat digunakan lagi.Harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih Prinsip pembidaian 1.Menggunakan alat dan bahan khusus sesuai standar pelayanan (gips. pembalutan dan pembidaian. 3.Jenis Pembidaian a.Bahan untuk bidai bersifat sederhana dan apa adanya .Pembidaian dilakukan untuk proses penyembuhan fraktur/dislokasi . bentuk dan panjangnya. memar.Dilakukan di tempat cedera sebelum penderita dibawa ke rumah sakit . Apabila ada keraguan.Dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (klinik atau rumah sakit) . Korban dengan dugaan fraktur lebih aman dipindahkan ke tandu medis darurat setelah dilakukan tindakan perawatan luka. Tanda dan gejala patah tulang: - Adanya tanda ruda paksa pada bagian tubuh yang diduga terjadi patah tulang: Nyeri sumbu: apabila diberi tekanan yang arahnya sejajar dengan tulang yang patah Deformitas: apabila dibandingkan dengan bagian tulang yang sehat terlihat tidak sama . Pembidaian sebagai tindakan pertolongan definitif .Bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan menghindarkan kerusakan yang lebih berat . 2. rasa nyeri. Lakukan juga pembidaian pada persangkaan patah tulang.

Jika terjadi kesulitan dalam meluruskan. inferior dari sendi distal dari lokasi fraktur .. Jika saat dilakukan tarikan terdapat tahanan yang kuat.Ikatlah bidai di atas dan bawah luka/fraktur. maka bidai harus bisa mengimobilisasi pergelangan kaki maupun lutut. diantara lokasi fraktur dan lokasi ikatan pertama c. maka pembidaian dilakukan apa adanya. jangan melepaskan tarikan sebelum ekstremitas yang mengalami fraktur telah terfiksasi dengan baik. Sendi yang masuk dalam pembidaian adalah sendi di bawah dan di atas patah tulang. Jangan mengikat tepat di bagian yang luka/fraktur. Pada trauma sekitar sendi.Luruskan posisi korban dan posisi anggota gerak yang mengalami fraktur maupun dislokasi secara perlahan dan berhati-hati dan jangan sampai memaksakan gerakan. jika tungkai bawah mengalami fraktur. . .Fraktur pada tulang panjang pada tungkai dan lengan. superior dari sendi proximal dari lokasi fraktur b. . yakni pada beberapa titik yang berada pada posisi : a. .dll). yang sekaligus untuk mengisi sela antara ekstremitas dengan bidai. pembidaian harus mencakup tulang di bagian proksimal dan distal.Pembidaian minimal meliputi 2 sendi (proksimal dan distal daerah fraktur). atau pasien merasakan peningkatan rasa nyeri. krepitasi. Sebaiknya dilakukan sebanyak 4 ikatan pada bidai.ketiak. karena kedua ujung tulang yang terpisah dapat menyebabkan tambahan kerusakan jaringan dan beresiko untuk mencederai saraf atau pembuluh darah.Beri bantalan empuk dan penopang pada anggota gerak yang dibidai terutama pada daerah tubuh yang keras/peka(lutut. Sebagai contoh. dapat terbantu dengan traksi atau tarikan ringan ketika pembidaian. Jika anda telah berhasil melakukan traksi. jangan mencoba untuk melakukan traksi.siku.

Siapkan alat-alat selengkapnya 2. . Sebagai contoh. Sebelum dipasang. atau penekanan syaraf. Apabila penderita mengalami fraktur terbuka. diantara lokasi fraktur dan lokasi ikatan ketiga (point c) . 3. hentikan perdarahan dan rawat lukanya dengan cara menutup dengan kasa steril dan membalutnya. baju. 4. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Tiap ikatan tidak boleh menyilang tepat di atas bagian fraktur. pembuluh darah. Mengikat bidai dengan pengikat kain (dapat kain. es tidak boleh ditempelkan secara terus menerus lebih dari 10 menit. 5. . cedera pada tungkai bawah seringkali dapat dilindungi dengan merekatkan tungkai yang cedera pada tungkai yang tidak terluka. terutama pada bagian tubuh yang ada tonjolan tulang. Demikian pula bisa diterapkan pada fraktur jari. dll) dimulai dari sebelah atas dan bawah fraktur. Pastikan bahwa pemasangan bidai telah mampu mencegah pergerakan atau peregangan pada bagian yang cedera. Memakai bantalan di antara bagian yang patah agar tidak terjadi kerusakan jaringan kulit.Pastikan bahwa ujung bidai tidak menekan ketiak atau pantat .Kantong es dapat dipasang dalam bidai dengan terlebih dahulu dibungkus dengan perban elastis.Pastikan bahwa bidai telah rapat. dengan merekatkan pada jari disebelahnya sebagai perlindungan sementara.Harus selalu diingat bahwa improvisasi seringkali diperlukan dalam tindakan pembidaian. Bidai dibalut dengan pembalut sebelum digunakan. diukur dahulu pada sendi yang sehat. . kopel. jika tidak ditemukan bahan yang sesuai untuk membidai. Secara umum. namun jangan terlalu ketat sehingga mengganggu sirkulasi pada ekstremitas yang dibidai.d. Ekstremitas yang mengalami cedera sebaiknya sedikit ditinggikan posisinya untuk meminimalisasi pembengkakan. Harus diberikan perhatian khusus untuk melepaskan kantong es secara berkala untuk mencegah “cold injury” pada jaringan lunak. Prosedur Pembidaian 1.

Upaya terbaik yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama di lapangan sebelum pasien dibawa dalam perjalanan ke rumah sakit . 7. hindarilah melakukan penekanan pada tempat yang dicurigai mengalami fraktur. Pada fraktur ini harus dicurigai adanya fraktur tulang belakang. Ada beberapa bidai khusus yang digunakan untuk fiksasi fraktur tulang wajah (bersifat bidai definitif). Sepatu. jam tangan dan alat pengikat perlu dilepas. Pembidaian leher Dalam kondisi darurat. tidak pada permukaan anggota tubuh yang dibidai. Pembebatan yang efektif akan berfungsi untuk traksi dan fiksasi. gelang. sehingga memungkinkan penyembuhan fraktur dengan hasil yang cukup baik. Teknik Pembidaian pada berbagai lokasi cedera a. Ikatan jangan terlalu keras atau kendor. fixasi leher paling baik dilakukan menggunakan cervical Collar c. Pembalutan dilakukan dengan hati-hati tanpa menggerakkan bagian leher dan kepala. sehingga kedua ujung fragmen fraktur bisa bertemu kembali pada posisi yang seanatomis mungkin. Jika tersedia. Pembalutan dianggap efektif jika mampu meminimalisasi pergerakan daerah leher. Tulang klavikula Terapi definitif untuk fraktur klavikula biasanya dilakukan secara konservatif yaitu dengan “ransel bandage” (lihat gambar 2).Simpul ikatan jatuh pada permukaan bidainya. 6. bisa dilakukan pembidaian dengan pembalutan. Fraktur cranium dan tulang wajah Pada fraktur cranium dan tulang wajah. Ikatan harus cukup jumlahnya agar secara keseluruhan bagian tubuh yang patah tidak bergerak. Tulang iga Perhatian utama pada kondisi suspect fraktur costae adalah upaya untuk mencegah bagian patahan tulang agar tidak melukai paru. d. namun tidak dibahas pada sesi ini karena biasanya dilakukan oleh para ahli. b. Kalau memungkinkan anggota gerak tersebut ditinggikan setelah dibidai. sehingga seharusnya dilakukan imobilisasi tulang belakang. 8.

Gulunglah apex dari sling. dengan cara : . . posisikan lengan bawah sedemikian sehingga posisi tangan sedikit terangkat (kira-kira membentuk sudut 10°). Lengan atas .Bebatlah lengan atas diantara papan bidai (di sisi lateral) dan dinding thorax (pada sisi medial). fiksasi bisa dilakukan dengan pembebatan menggunakan kain yang lebar. ikatlah dua ujung sling pada bahu dimaksud. dan sisipkan di sisi siku.Imobilisasi lengan yang mengalami cedera .Carilah bahan yang kaku yang cukup panjang sehingga mencapai jarak antara siku sampai ujung telapak tangan . .Posisikan lengan atas yang mengalami fraktur agar menempel rapat pada bagian sisi lateral dinding thoraks. dan puncak dari sling berada pada bahu sisi lengan yang tidak cedera. Apex dari sling berada pada siku. sedemikian sehingga sendi siku membentuk sudut 90%.Pasanglah bidai yang telah di balut kain/kassa pada sisi lateral lengan atas yang mengalami fraktur.Letakkan kain sling di sisi bawah lengan. .Carilah tali untuk mengikat bidai pada lengan yang cedera . f.Pasanglah sling untuk gendongan lengan bawah. e.adalah memasang bantalan dan balutan lembut pada dinding dada. Lengan bawah .Jika tidak tersedia papan bidai. . memasang sling untuk merekatkan lengan pada sisi dada yang mengalami cedera sedemikian sehingga menempel secara nyaman pada dada.

Gulunglah apex dari sling.Ikatlah bidai pada lokasi diatas dan dibawah posisi fraktur.Pasanglah bantalan pada ruang kosong antara bidai dan lengan yang dibidai . g.Pasanglah sling untuk menahan bagian lengan yang dibidai.Pasanglah bidai pada lengan bawah sedemikian sehingga bidai menempel antara siku sampai ujung jari . dan puncak dari sling berada pada bahu sisi lengan yang tidak cedera. untuk memastikan bahwa pemasangan bidai tidak terlalu ketat .Flexi-kan lengan yang cedera. posisikan lengan bawah sedemikian sehingga posisi tangan sedikit terangkat (kira-kira membentuk sudut 10°). Posisi natural tangan adalah pada posisi seperti sedang menggenggam sebuah bola softball. Tulang jari Fraktur jari bisa dibidai dengan potongan kayu kecil atau difiksasi dengan merekatkan pada jari di sebelahnya yang tidak terkena injury (buddy splinting) i. sehingga lengan bawah dalam posisi membuat sudut 90° terhadap lengan atas. h.. dengan cara : Letakkan kain sling di sisi bawah lengan. Lakukan penekukan lengan secara perlahan dan hati-hati. dan sisipkan di sisi siku. . yakni posisi yang senatural mungkin.Letakkan gulungan kain atau benda lembut lainnya pada telapak tangan agar berada dalam posisi fungsional .Periksalah sirkulasi. Gulungan pakaian atau bahan bantalan yang lain dapat diletakkan pada telapak tangan sebelum tangan dibalut. tulang punggung . Apex dari sling berada pada siku. ikatlah dua ujung sling pada bahu dimaksud. Pastikan bahwa pergelangan tangan sudah terimobilisasi . Fraktur Tangan dan Pergelangan Tangan Ekstremitas ini seharusnya dibidai dalam “posisi dari fungsi mekanik”. sensasi dan pergerakan pada region distal dari lokasi pembidaian.

Tungkai atas Pada fraktur femur. Imobilisasikan tungkai yang mengalami cedera untuk mengurangi nyeri dan mencegah timbulnya kerusakan yang lebih berat . m. jika perjalanan menuju rumah sakit cukup jauh. l. dan resiko untuk terjadinya cedera tambahan akibat kegagalan traksi seringkali lebih besar. Tungkai bawah 1. Fraktur/dislokasi sendi lutut Cedera lutut membutuhkan bidai yang memanjang antara pinggul sampai dengan pergelangan kaki. Anda bisa melakukan penarikan/traksi untuk mengurangi rasa nyeri. Sebaiknya jangan mencoba untuk melakukan traksi pada cedera tungkai kecuali jika orang yang membantu pembidaian telah siap untuk memasang bidai. Pemindahan pasien yang dicurigai menderita fraktur panggul harus menggunakan tandu. dan terdapat orang yang bisa menggantikan anda saat anda sudah kelelahan. harus dibidai menggunakan spine board atau bahan yang semirip mungkin dengan spine board. Traksi pada cedera tungkai lebih sulit. Fraktur Panggul Fraktur panggul lebih sering terjadi pada orang tua. Bidai ini dipasang pada sisi belakang tungkai dan pantat. atau ditemukan pemendekan dan atau rotasi pada tungkai (biasanya kearah lateral). Jika seseorang yang berusia tua terjatuh dan mengeluhkan nyeri daerah panggul. Apalagi jika pasien tidak bisa menggerakkan tungkai. Tungkai yang mengalami cedera diamankan dengan merapatkan pada tungkai yang tidak cedera sebagai bidai.Pasien yang dicurigai menderita fraktur tulang belakang/punggung. k. bidai harus memanjang antara punggung bawah sampai dengan di bawah lutut pada tungkai yang cedera. maka sebaiknya dianggap mengalami fraktur. j.

ke belakang melalui sisi atas kaki.2. melalui sisi atas kaki. . Letakkan bidai di sepanjang sisi bawah tungkai. sensasi dan pergerakan pada region distal dari lokasi pembidaian. dan demikian seterusnya. Fraktur/dislokasi jari kaki Sebagai tindakan pertama. Cedera pergelangan kaki terkadang bisa diimobilisasi cukup dengan menggunakan pembalutan. cedera pada jari kaki sebaiknya dibantu dengan merekatkan jari yang cedera pada jari di sebelahnya. posisi kaki harus selalu dijaga pada sudut yang benar. 2. Pastikan bahwa tungkai berada dalam posisi lurus 5. o. mengelilingi pergelangan kaki. Saat melalukan tindakan imobilisasi pergelangan kaki. Bidai penahan juga bisa dipasang sepanjang sisi belakang dan sisi lateral pergelangan kaki untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. Periksalah sirkulasi. untuk memastikan bahwa pemasangan bidai tidak terlalu ketat n. Fraktur/dislokasi pergelangan kaki 1. Pastikan bahwa lutut dan pergelangan kaki sudah terimobilisasi dengan baik 8. Pasanglah bidai pasangan di sisi atas tungkai bawah sejajar dengan bidai yang dipasang di sisi bawah tungkai 7. sehingga bidai dalam posisi memanjang antara sisi bawah lutut sampai dengan dibawah telapak kaki 6. Carilah bahan yang bisa digunakan sebagai tali untuk mengikat bidai 4. Ikatlah bidai pada posisi diatas dan di bawah lokasi fraktur. kesisi bawah kaki. Gunakan pola “figure of eight”: Dimulai dari sisi bawah kaki. Pasanglah bantalan pada ruang kosong antara bidai dan lengan yang dibidai 9. Carilah bahan kaku yang cukup panjang sehingga mencapai jarak antara telapak tangan sampai dengan diatas lutut. 3.

Selanjutnya bergeraklah secara halus Aturan dalam penanganan dan pemindahan korban: .Atur punggung tegak namun tidak kaku .Gunakan kaki untuk menopang tenaga yang diperlukan .Pasien tetap selamat sampai tujuan.otot pinggul dan otot bahu .Transportasi adalah proses usaha untuk memindahkan dari tempat satu ke tempat lain tanpa atau mempergunakan alat.Sarana Alat Personil Penilaian Lain Pindah Kondisi “Stabil” .A – Airway (jalan napas) .Pikirkan cara masak-masak sebelum mengangkat korban .Digunakan otot yang kuat antara lain : otot paha. kondisi tidak makin buruk .Pusatkan kekuatan pada lutut .Penderita . Tergantung situasi dan kondisi di lapangan.Tempat Tujuan .Pemindahan korban dilakukan apabila diperlukan betul dan tidak membahayakan penolong .Ikuti cara-cara berikut : .Terangkan kepada korban secara jelas tentang apa yang akan dilakukan sehingga korban kooperatif .D – Disability (kesadaran) Mengangkat yang aman .B – Breathing (pernapasan) .Cara mengangkat begini merusak tulang belakang yang cedera .Berdiri sedekat mungkin dengan pasien atau alat-alat angkat .Pertahankan posisi korban tetap datar selama diangkut Persiapan Transportasi: . Hal yang harus diperhatikan: .C – Circulation (aliran darah) .

Tempat/ kotak tak tembus air .Plester perekat .Pembalut segi tiga .Pembalut elastic .Sarung tangan Perlengkapan tambahan: .Bila sendi yang cedera .Kapas .Bila ekstremitas sangat bengkak.Gunting .Perlengkapan Pertolongan Pertama .Peniti .Lakukan penilaian nadi. sensasi & Gerakan distal tempat yang fraktur Perlengkapan dasar : ..Jangan melepaskan stabilisasi manual pada tulang yang cedera sampai pembidaian sempurna dilakukan .Jangan coba-coba mereposisi atau menekan fragmen tulang yang keluar kembali ketempat semula - Expose / buka pakaian yang menutupi tulang yang patah sebelum memasang bidai Lakukan balut tekan pada fraktur terbuka sebelum memasang bidai Bidai harus melewati sendi proksimal dan sendi distal dari tulang yang patah - .Pertolongan pemindahan korban dibawah satu komando agar dapat dikerjakan bersamaan .Berbagai ukuran pembalut .Libatkan penolong lain.lakukan pembidaian pada tulang proksimal & distal .alat tulis dan tabel . cynnotik . Yakinkan penolong lain mengerti apa yang akan dikerjakan .Pakailah cara mengangkat korban dengan benar . nadi distal tak teraba ? realignment deformitas dengan melakukan tarikan (Gentle traction) sebelum memasang bidai .Kassa steril .Berikan padding ( Bantalan ) pada tulang yang menonjol .Desinfektan .

Satu penolong mengangkat korban dari punggung.Bergeraklah pelan-pelan maju .Alat pelindung diri . Pikir masak-masak sebelum mengangkat/ konsentrasi Berdiri sedekat mungkin dengan korban Pusatkan kekuatan pada lutut Atur punggung tegak namun tidak kaku Gunakan kaki untuk menopang tenaga yang diperlukan Selanjutnya bergeraklah secara Human Crutch pasien pada leher penolong dan gaitlah tangan korban atau pergelangannya . Dapat menekan jaringan pembuluh darah / syaraf dibawahnya bila bidai terlalu ketat 2. Bila bidai terlalu longgar - Masih ada gerakan pada tulang yang patah Menghambat aliran darah ? iskemi jaringan ? Nekrosis Memperlambat transportasi penderita bila terlalu lama melakukan pembidaian - Tanpa Alat Proses pemindahan dilakukan oleh satu penolong. rangkulkan satu lengan . ditimang. dua penolong atau lebih tanpa menggunakan alat.Selimut.Oleh dua penolong : . dua tangan menyangga punggung . digendong .Oleh satu orang : diseret. penolong yang lain menyangga tungkai . . dipapah.. Cara Menolong Satu Orang Cara mengangkat yang aman : a. Dua tangan menyangga paha. lampu KOMPLIKASI 1.Berdiri disamping korban disisi yang cidera atau yang lemah.Oleh tiga/ empat orangà diangkat 1.Rangkulkan tangan penolong yang lain dari arah belakang menggait pinggang korban . alas dari plastik.

Cara The Fore and Aft Carry -Dudukkan pasien. pelan-pelan angkat 2. Anjurkan korban .Gapai dan peganglah paha korban. Cara Cradle (dipopong) punggung korban sedikit diatas pinggang. lengan kanan penolong kiri dan lengan kiri penolong kanan menyilang dibelakang punggung korban.. gapai dan pegang kedua pergelangan tangan korban .Jongkoklah didepan korban dengan punggung menghadap korban. Tenaga Penolong 2 Orang a. Kedua lengan menyilang di dada.Susupkan kedua lengan penolong di bawah ketiak kiri dan kanan korban. Berdirilah pelanpelan dan bersamaan mengangkat korban d. menggapai dan menarik ikat pinggang korban -Kedua tangan penolong yang menerobos dibawah lutut korban saling bergandengan dan mengait dengan cara saling memegang pergelangan tangan -Makin mendekatlah para penolong. b.Bila korban pakai jaket buka semua kancingnya c.Selanjutnya selundupkan kedua tongkat masing-masing di kiri dan kanan tepi kanvas yang sudah dilipat dan dijahit b. Cara Ditandu dengan kedua lengan penolong ( Cara The Two – Handed Seat ) -Kedua penolong jongkok dan saling berhadapan disamping kiri dan kanan korban. .Jongkoklah dibelakang korban . Rangkul dengan menyusupkan lengan penolong dibawah ketiak korban . Cara Drag (diseret) . Cara Pick A Back (Ngaplok di Punggung) meletakkan kedua tangannya merangkul diatas pundak penolong .Jongkoklah dibelakang korban letakkan satu lengan penolong merangkul dibawah .Letakkan tangan yang lain dibawah paha korban tepat dilipatan lutut. Tahan dan atur punggung penolong tegap.

Apabila hanya ada 3 penolong dua penolong berada di bagian kepala . keempat mengangkat bersamaan . kerusakan tungkai berat.Setiap pengangkat siap di keempat sudut. Dan tangan kanan penolong ke tangan kiri korban -Penolong yang lain jongkok disamping korban setinggi lutut dan mencoba mengangkat kedua paha korban 3. Kecuali keadaan2 tertentu : a. Tenaga penolong 4 Orang Memakai Tandu/ Stretcher . korban stroke.Masing-masing pengangkat jongkok dan menggapai masing-masing pegangan dengan kokoh Dibawah komando salah satu pengangkat di bagian kepala. b. letak kepala harus lebih tinggi dari letak kaki . korban kedinginan yang amat sangat.-Pegang pergelangan tangan kiri pasien oleh tangan kanan penolong.Selanjutnya komando berikutnya pengangkat bergerak maju perlahan. trauma kepala. menuruni tangga/ bukit.lahan Dengan bantuan alat Bisa dilakukan oleh dua/ empat orang dengan menggunakan alat bantu : Dengan menggunakan kursi kayu Dengan menggunakan tandu/ usungan Dengan menggunakan kursi beroda atau tandu beroda Log Roll Melakukan Log Roll Dengan komando dari pemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong.Peraturan umum membawa korban dengan usungan kepala korban diarah belakang.tangan saling menyilang Prinsip Melakukan Immobilisasi Tulang & Log Roll Long Spine Board Spine board hanya tali pengikat untuk transfer In Line Immobilisasi penderita kepala leher kolar Bantal pasir dikiri servikal semi rigid dan kanan kepala .

html http://blog.com/593.- Lengan penderita leher dan diikat diluruskan dan diletakkan disamping badan Bahaya pemakaian long spine board: Tungkai bawah diluruskan dalm posisi lebih dari 2 jam kesegarisan kedua dikubitus di pergelangan kaki diikat oksiput skapula.wordpress.tumit plester Sumber: http://asnamusad.com/2008/08/03/pembalutan-dan-pembidaian/ http://belajarkedokteran.ilmukeperawatan.html http://www.blogspot.sakr satu sama lain dengan um.slideshare.net/puskesmasmojoagung/stabilisasi-presentation> .com/2009/01/v-behaviorurldefaultvml-o.