P. 1
Pengenalan Gemba Kaizen

Pengenalan Gemba Kaizen

|Views: 594|Likes:
Published by budi arief

More info:

Published by: budi arief on Apr 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1.

Perkenalan Kaizen New Shorter Oxford English Dictionary merumuskan kaizen sebagai perbaikan berkesinambungan dari penerapan cara cara kerja, efesien pribadi dan sebagainya, sebagai filosofi bisnis. Dalam bahasa Jepang, kaizen berarti perbaikan berkesinambungan. Istilah ini mencakup pengertian perbaikan yang melibatkan semua orang, baik manajer dan karyawan, melibatkan biaya dalam jumlah tak seberapa. Filsafat berpandangan bahwa cara hidup kita, baik kehidupan kerja, kehidupan sosial maupun kehidupan rumah tangga, hendaknya terfokus kepada upaya perbaikan terus menerus. Meskipun perbaikan dalam bersifat kecil dan berangsur, namun proses mampu membawa hasil yang dramatis mengikuti waktu, juga sebuah pendekatan yang beresiko rendah. 2.1.1. Konsep Utama Kaizen Manajemen harus belajar untuk menerapkan konsep dan sistem yang mendasar tertentu dalam rangka mewujudkan strategi:       Kaizen dan manajemen Proses versus hasil Siklus PDCA/SDCA Mengutamakan kualitas Berbicara dengan data Proses berikut adalah konsumen

Pada saat memperkenalkan kaizen, manajemen puncak harus menggariskan kebijakan ini secara jelas dan teliti. Mereka kemudian harus pula menetapkan jadwal penerapan dan menampilkan kepemimpinan dengan mempraktekan proses kaizen diantara mereka.

6

Kaizen dan manajemen

Jepang berpandangan terhadap Fungsi suatu pekerjaan, manajemen mempunyai dua komponen utama yaitu: pemeliharaan dan penyempurnaan. Pemeliharaan mengacu kepada kegiatan yang ditujukan kepada pemeliharaan standar teknologi, manajerial dan operasi saat ini, atau pemeliharaan yang berkaitan dengan kegiatan untuk memelihara teknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada dan menjaga standar tersebut melalui pelatihan serta disiplin. Penyempurnaan mengacu kepada penyempurnaan standar saat ini.

Manajemen Puncak Manajemen Madya Supervisor Karyawan

Perbaikan Pemeliharaan

Gambar 2.1. Pandangan Jepang terhadap Fungsi Tugas Sumber: Gemba Kaizen, Masaaki Imai

Menyempurnakan standar berarti menetapkan standar yang lebih tinggi. Setelah hal ini tercapai, kini menjadi tugas pemeliharaan manajemen agar standar baru itu diterapkan. Penyempurnaan berkesinambungan hanya dapat tercapai bila karyawan berusaha untuk mencapai standar yang lebih tinggi. Pemeliharaan dan penyempurnaan tidak dapat dipisahkan bagi manajer Jepang. Penyempurnaan dapat dipecah menjadi kaizen dan pembaruan (Inovasi). Kaizen berarti penyempurnaan kecil yang diperoleh sebagai hasil usaha yang berkesinambungan. Pembaruan melibatkan penyempurnaan drastis sebagai hasil investasi besar dengan teknologi dan peralatan baru. .

konsisten dan langsung guna menjamin keberhasilan proses kaizen.7 Manajemen Puncak Manajemen Madya Supervisor Karyawan Inovasi Kaizen Pemeliharaan Gambar 2. cost. delivery). maka selalu harus ada target perbaikan untuk semua bidang) dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut. Kegagalan mencapai hasil yang direncanakan merupakan cermin dari kegagalan proses. siklus SDCA (standardize-do-check-act). Perbaikan dibagi Menjadi Inovasi dan Kaizen Sumber: Gemba Kaizen. Periksa (check) merujuk pada penetapan apakah penerapan tersebut berada dalam jalur yang benar sesuai . JIT (just-in-time) dan TPM (total productive maintenance). karena proses harus disempurnakan agar hasil dapat meningkat. Pendekatan berorientasi proses harus pula diterapkan dalam pencanangan berbagai strategi kaizen: siklus PDCA (plan-do-check-act). Strategi kaizen harus didemonstrasikan secara terbuka. Manajemen harus mengenali dan memperbaiki kesalahan pada proses tersebut. QCD (quality. Siklus PDCA dan SDCA  Rencana (plan) berkaitan dengan penetapan target untuk perbaikan (karena kaizen adalah cara hidup.2. TQM (total quality management). Lakukan (do) berkaitan dengan penerapan dari rencana tersebut. Masaaki Imai  Kaizen Proses Versus Hasil menekan pola pikir berorientasi proses. Elemen yang paling penting dalam menerapkan kaizen adalah komitmen dan keterlibatan penuh dari manajemen puncak. Kaizen berfokus kepada usaha manusia – suatu orientasi yang sangat berbeda dengan orientasi hasil yang diterapkan di Barat.

Berbicara Dengan Data  Kaizen adalah proses pemecahan masalah. agar suatu masalah dapat dipahami secara benar dan dipecahkan. Mengutamakan Kualitas  Tujuan utama dari kualitas.8 rencana dan memantau kemajuan perbaikan yang direncanakan. sedangkan PDCA menerapkan perubahan guna meningkatkannya. Praktek mengutamakan kualitas membutuhkan komitmen manajemen karena manajer seringkali berhadapan dengan berbagai godaan untuk membuat kompromi berkenaan dengan persyaratan penyerahan atau pemotongan biaya. Masalah tersebut harus dikenali untuk kemudian data yang relevan dikumpulkan serta ditelaah. setiap proses kerja baru belum cukup stabil. tetapi juga kehidupan bisnisnya. Mencoba menyelesaikan masalah tanpa data adalah pemecahan masalah berdasarkan perasaan – suatu pendekatan yang tidak ilmiah dan tidak objektif. sedang PDCA merujuk pada fungsi perbaikan. segera setelah suatu perbaikan dicapai. SDCA berkaitan dengan fungsi pemeliharaan. mereka mengambil resiko mengorbankan tidak hanya kualitas. biaya dan penyerahan (QCD) adalah menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi. Sebelum melakukan siklus PDCA berikutnya. Siklus PDCA berputar secara berkesinambungan. Tindak (act) berkaitan dengan standarisasi prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menerapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya. proses tersebut harus distabilkan melalui siklus SDCA. Mengumpulkan data tentang keadaaan saat . Dalam hal ini. Pada awalnya. perusahaan tidak akan mampu bersaing jika kualitas produk dan pelayanannya tidak memadai. keadaan perbaikan tersebut dapat memberikan inspirasi untuk perbaikan selanjutnya. Tidak jadi soal bagaimana menariknya harga dan penyerahan yang ditawarkan pada konsumen. Jadi siklus SDCA menerapkan standarisasi guna mencapai kestabilan proses.

supervisor dan para pekerja langsung. Sistem Utama Kaizen Berikut ini adalah sistem utama yang harus mendapat posisi penting guna mencapai sukses strategi kaizen:       Total Quality Control / Total Quality Management (TQC/TQM) Sistem produksi Just-In-Time (sistem produksi Toyota) Total Productive Maintenance Penjabaran kebijakan perusahaan (policy deployment) Sistem Saran (suggestion system) Kegiatan kelompok kecil (small group activities) Total Quality Control / Total Quality Management  Salah satu prinsip dari manajemen Jepang adalah total quality control (TQC) yang pada awal pertumbuhannya menekan pengendalian pada proses untuk mencapai kualitas. konsumen yang sesungguhnya – konsumen eksternal dipasar – dapat dipastikan akan menerima produk atau jasa layanan berkualitas tinggi sebagai akibatnya. Bila semua orang didalam perusahaan mempraktekan aksioma ini. 2. istilah yang lebih dikenal secara internasional. Proses Berikut Adalah Konsumen  Kebanyakan orang dalam bekerja selalu berhubungan dengan konsumen internal. Prinsip ini telah berevolusi menjadi sistem yang mencakup semua aspek manajemen dan sekarang dirujuk dengan istilah total quality management (TQM).1. Lebih lanjut pengertiannya diperluas kearah pemasok. Kenyataan ini hendaknya dipakai sebagai dasar komitmen untuk tak pernah meneruskan produk cacat ataupun informasi yang salah kepada proses berikutnya.2. agen penjualan dan penjual. Huruf T ini juga mengacu pada kepemimpinan dan kinerja . berarti melibatkan semua orang dalam organisasi. manajemen madya. dari manajemen puncak. Hal ini menjadi langkah awal dalam upaya perbaikan.9 ini membantu anda memahami kearah mana fokus harus diarahkan. Huruf T pada TQC/TQM menekan total.

Sistem Produksi Just-In-Time  Just-in-time (JIT) bertujuan menghapuskan segala jenis kegiatan tak bernilai tambah.10 manajemen puncak (top management). Sistem produksi ini didukung oleh konsep seperti pacu kerja (takt time – waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit secara harmonis) diatas siklus kerja (cycle time). suatu faktor yang sangat esensial untuk penerapan TQC/TQM yang berhasil. sistem produksi tarik (pull production). jidohka (otonomasi). proses kunci harus dikenali. aliran proses satu unit (one-piece-flow). Huruf C merujuk pada pengendalian (control) atau pengendalian proses. 5S ata 5R dianggap sebagai kegiatan pendahuluan pra . dikendalikan dan diperbaiki secara berkesinambungan agar hasilnya meningkat. Dalam TQC/TQM. serangkaian kegiatan kaizen harus diterapkan secara terus menerus guna menghapuskan berbagai kegiatan tak bernilai tambah yang ada di gemba. TPM bertujuan untuk memaksimalkan efesiensi peralatan melalui sistem terpadu untuk pemeliharaan preventif (penjagaan) guna memperpanjang usia peralatan. Seperti halnya TQM yang melibatkan semua orang didalam perusahaan. menyelesaikan produk pada saat yang tepat secara mencolok dapat memperbesar tingkat keuntungan perusahaan. Peran manajemen dalam TQC/TQM adalah menerapkan rencana untuk memeriksa proses dan membandingkan hasilnya guna memperbaiki proses tersebut dan bukan mengecam proses berdasarkan hasil yang dicapai. Untuk mewujudkan gagasan ideal sistem produksi Just-in-time. sedangkan TPM berfokus kepada peningkatan kualitas peralatan. TPM juga melibatkan semua orang didalam perusahaan. Total Productive Maintenance  TQM menekankan peningkatan kinerja manajemen dan kualitan. mencapai sistem produksi yang ramping dan luwes dalam menampung fluktuasi dari permintaan dan pesanan konsumen. tata letak sel produksi berbentuk U dan pengurangan waktu set up. Just-in-time secara dramatis akan mengurangi biaya.

Menbudayakan pola pikir kaizen dan disiplin diri dikalangan karyawan adalah sasaran utama dari sistem saran ini.11 TPM. . Kaizen tanpa target seperti suatu perjalanan tanpa tujuan. rencana ini akan memuat makin banyak rencana tindakan maupun kegiatan nyata secara spesifik. Manajer Jepang memandang peran utama dari sistem saran sebagai sarana menumbuhkan minat terhadap kaizen. tanpa suatu tujuan yang lebih nyata. Sistem Saran  Sistem saran berfungsi sebagai bagian terpadu untuk kaizen secara perorangan dan menekan peningkatan moral serta memperbesar manfaat positif dari partisipasi karyawan. yaitu dengan memberdayakan karyawan mereka dalam mengajukan saran. Kaizen yang sejati dalam pelaksanaan dan penerapannya membutuhkan pemantauan yang ketat dan terperici. Penjabaran Kebijakan Perusahaan  Meskipun strategi kaizen ditujukan pada kegiatan menciptakan perbaikan. Namun. Pertama-tama manajemen puncak harus menetapkan strategi jangka panjang. diluar itu kegiatan 5R dapat menghasilkan pencapaian yang tinggi meskipun terpisah dari TPM. Manajemen puncak juga harus memiliki rencana untuk menjabarkan dan mewujudkan strategi itu. diturunkan melalui jenjang organisasi sampai mencapai tingkat operasional tenaga kerja ditempat kerja. Manajemen harus menetapkan sasaran yang jelas guna memandu semua orang dan memastikan bahwa semua kepemimpinan dan kegiatan kaizen diarahkan guna mencapai tujuan tersebut. yang dijabarkan menjadi strategi jangka menengah dan tahunan. Dengan terjabarnya strategi ketingkat yang makin bawah. dampaknya akan menjadi terbatas bila semua orang melakukannya hanya demi kaizen semata. Kaizen sangat efektif ketika setiap orang bekerja untuk mencapai target dan manajemen harus menentukan target.

Gugus kendali mutu telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas produk dan produktivitas di Jepang.2. namun juga kualitas dari proses yang menghasilkan produk maupun jasa layanan tersebut. Oleh karena itu kerja sama silang fungsi sangat penting. kita harus memahami aspek bisnis apa yang paling penting untuk diperbaiki.1. Mereka juga harus menetapkan prioritas dari perbaikan QCD dalam kebijakannya. Oleh . gemba berarti tempat yang sebenarnya – tempat dimana kejadian terjadi. Bila tiga kondisi yang dirumuskan dalam QCD itu terpenuhi. sejak merancang.3. kelompok antar unit dalam perusahaan yang terorganisir untuk melakukan tugas spesifik dalam lingkungan gugus tugas. keselamatan kerja dan produktivitas. memproduksi. seperti juga kerja sama dengan pemasok atau dengan agen penjualan. namun juga masalah biaya. maka konsumen terpuaskan. perusahaan tak akan ada. 2. Gemba Kaizen Dalam bahasa Jepang. Manajemen puncak bertanggung jawab untuk melakukan penilaian terhadap posisi QCD perusahaan. Jenis yang paling terkenal adalah gugus kendali mutu. Kegiatan QCD merupakan jembatan antar fungsi atau antar departemen dalam organisasi. menjual dan memelihara produk atau jasa layanan tersebut. 2. yang tercermin di pasar setiap saat. Penyerahan (D) adalah menyerahkan produk atau jasa layanan secara tepat jumlah dan tepat waktu. Semua bisnis memiliki tiga kegiatan utama yang berkaitan langsung dengan kegiatan menghasilkan keuntungan: mengembangkan. Sasaran Akhir Dari Strategi Kaizen Karena kaizen berkaitan dengan perbaikan.tanpa kegiatan ini. Dirancang tidak hanya menangani masalah kualitas. memproduksi dan menjual. sukarela. Kualitas (Q) dalam QCD tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk jadi atau jasa layanan.12  Kegiatan Kelompok Kecil Strategi kaizen mencakup pula kegiatan kelompok kecil – informal. Biaya (C) berkaitan dengan biaya keseluruhan.

13 karena itu. Bangunan Manajemen Gemba Sumber: Gemba Kaizen. Pengelolaan harian dari berbagai sumber daya ini membutuhkan standar. dan menemukan penyebab utamanya serta . informasi. Standarisasi Dalam mewujudkan QCD perusahaan harus mengelola berbagai sumber daya secara tepat dari hari ke hari. Manajemen Laba Mnjn Mutu & Keselamatan Operasi Karyaawan Informasi Manajemen Biaya Manajemen Logistik Peralatan Produk & Material Standarisasi Pemeliharaan Tempat Kerja Penghapusan Pemborosan Kerjasama Tim Manajemen Visual Peningkatan Moral Gugus kendali Mutu (5 S) (Muda ) Disiplin Pribadi Sistem Saran Gambar 2. Yang pertama merujuk pada kegiatan mematuhi standar dan menjaga keadaan yang ada. manajer harus bertindak menyelidikinya. Sumber daya ini mencakup tenaga kerja. Setiap kali terjadi masalah atau ketidakwajaran. Bangunan gemba menggambarkan pandangan global dari kegiatan-kegiatan yang terjadi di gemba guna mencapai sasaran QCD. dalam pengertian umum gemba berarti tempat tiga kegiatan utama ini terjadi. sedang yang terakhir berkaitan dengan meningkatkan standar tersebut. peralatan dan material. atau dalam konteks yang lebih khusus gemba sering kali diartikan tempat dimana produk atau jasa layanan dibuat. Masaaki Imai a. Sebuah perusahaan yang memproduksi produk atau jasa layanan berkualitas dengan harga yang wajar dan menyerahkan kepada konsumen pada saat yang tepat akan memberikan kepuasan bagi konsumen sehingga mereka akan selalu loyal.3. Dua kegiatan utama yang terjadi di gemba sehari-hari yang berkaitan dengan manajemen sumber daya adalah pemeliharaan dan kaizen.

Bila standar manajerial berkaitan dengan keperluan internal dalam mengelola karyawan. kaizen dapat meningkatkan kualitas. Standar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gemba kaizen dan merupakan dasar dari perbaikan sehari-hari. Proses penerjemahan tersebut tidak membutuhkan teknologi maupun kecanggihan apa-apa. ramping dan efisien. . Tiga kegiatan utama kaizen yang paling mendasar – standarisasi . Yang dibutuhkan hanyalah rencana yang jelas dari manajemen untuk dijabarkan dalam tahapan yang logis.14 mengubah standar yang ada atau menerapkan standar baru guna mencegah terjadinya masalah berulang. 5R atau pemeliharaan tempat kerja yang mencakup berbagai kegiatan pemeliharaan. diantaranya standar manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola karyawan dalam konteks administrasi. serta penghapusan muda (pemborosan). Standarisasi di gemba seringkali diterjemahkan kebutuhan teknologikal dan teknikal yang telah ditetapkan oleh staft rekayasa teknik kedalam standar operasional harian yang dipahami oleh tenaga kerja. Standar terbagi menjadi dua. Tiga kegiatan ini tidak boleh diabaikan dalam membangun sarana QCD yang berhasil. Standar yang lain disebut standar operasional yang berkaitan erat dengan cara karyawan melaksanakan tugasnya dalam rangka mewujudkan QCD. pedoman dan kebijakan bagi karyawan. standar operasional berkaitan dengan permintaan atau tutuntan eksternal terhadap QCD guna memuaskan konsumen. Bila diterapkan dengan benar. prosedur mempersiapkan bon pengeluaran dan sebagainya. uraian tugas. didalamnya tercakup aturan administrasi. mengurangi biaya secara tajam dan memenuhi tepat waktu penyerahan kepada konsumen tanpa investasi yang besar maupun terobosan teknologi baru.

Memberikan arah sasaran tugas dan petunjuk sasaran latihan. 2. 9. Dasar untuk audit dan diagnosis. Seiri (Ringkas) Merupakan suatu seni membuang. 4. dan yang sebenarnya tidak kita perlukan.15  Ciri-ciri pokok standar: 1. 6. Masaaki Imai menyampaikan konsepnya tentang Kaizen 5S sebagai berikut: 1. Menunjukan kaitan antara sebab dan akibat. Maksudnya. 7. yang sering kita perlukan. c. Waktu pencarian suatu barang menjadi semakin lama. b. Merupakan dasar untuk pelatihan. Seiri adalah seni “membuang”. Seiri merupakan kegiatan memilah mana yang kita perlukan. penyimpanan barang-barang ini termasuk pula barang yang sebenarnya tidak diperlukan. termudah dan paling aman dalam Memberikan cara terbaik dalam melestarikan pengetahuan dan Sebagai cara untuk mengukur kinerja. penguasaan kemampuan. Menjadi dasar untuk memelihara dan memperbaiki proses. Hal ini muncul Seiring dengan adanya budaya menyimpan barang. Merupakan cara yang terbaik. Memungkinkan untuk menjadi sumber penyebab kecelakaan kerja. Membuang bukan saja barang-barang yang sudah ada. tetapi juga membuang benda-benda yang akan ada. 5. dan memperkecil variabelitas. 8. b. Standar sebagai sarana untuk mencegah pengulangan kesalahan melaksanakan tugas. ‘Thea art of throwing things away”. Kerugian-kerugian yang mungkin muncul akibat penumpukan barang yang sebenarnya tidak diperlukan antara lain: a. 3. 5S dan Pemeliharaan Tempat Kerja 5S merupakan lima langkah penataan dan pemeliharaan tempat kerja dikembangkan melalui upaya intensif dalam bidang manufaktur. Perasaan jenuh karena ruangan yang terlalu padat. berusaha .

seperti sakit punggung. . kualitas.16 lebih selektif untuk memilih barang-barang yang disimpan saat ini dan akan disimpan (dalam artian sempit: akan dibeli) nantinya. dan memang seharusnya demikian. kusam. a. Kegiatan membersihkan dipercaya sebagai pembawa semangat dan gairah baru bagi manusia. Kualitas Seiton harus dilakukan dengan memperhatikan kualitas. Macro Level Membersihkan segala sesuatu yang kotor dan membereskan sebab-sebab munculnya kotoran tersebut. Barang-barang yang disimpan harus selalu berada dalam kondisi siap: tidak berkarat. dan mudah dalam hal pengambilan (storage) dan pengembalian (retrieval)). a. 3. 2. dimakan rayap. Sebagian orang merasa bahwa penataan merupakan suatu hal yang mudah. Tapi sejauh mana penataan yang baik telah kita jalankan masih merupakan pertanyaan. Ada 3 mekanisme dimana kegiatan ini akan memberikan hasil “mengejutkan” di tempat kerja. dan tergelincir. biaya. Dilakukan bersama-sama dan dalam skala besarbesaran. Efisiensi Cara penyimpanan barang harus hemat (tempat. Seiton (Rapi) Seiton berarti penataan dan penyimpanan. Keselamatan Cara penyimpanan dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya cidera. dan sebagainya. c. b. Seiso (Resik) Seiso berarti pembersihan. Dengan pembersihan kita sekaligus “memeriksa” Cleaning is inspection. Suatu penataan yang baik adalah penataan yang mengacu pada efisiensi. dan keselamatan.

Membakukan dan mempertahankan hasil 3S sebelumnya. tempat kerja akan berubah menjadi lebih menyenangkan dan itu adalah hasil kerjanya sendiri. bahkan mungkin tidak akan terlaksana. Misalnya operator bubut membersihkan mesin bubut yang menjadi tanggung jawabnya. Membakukan berarti berusaha menciptakan suatu mekanisme dimana ketidakberesan-ketidakberesan baru yang akan mengancam kondisi 3S sebelumnya dapat diidentifikasi dengan segera. rapih dan resik. maka shitsuke memastikan bahwa semua orang selalu menggunakan “alat” tersebut dengan benar. 4. Dari 3 tahap ini. Individual Level Membersihkan tempat kerja yang lebih spesifik sesuai tempat kerja masingmasing. Semua kegiatan 4S diatas tidak akan mungkin bertahan lama. Bersifat personal dan dilakukan sebagai bagian pekerjaan sehari-hari. 5. Seiketsu (Rawat) Seiketsu berarti pemantapan. geram. Setelah melakukan pembersihan secara lebih mendetail. dan mencari cara untuk mengeliminasinya. Shitsuke(Rajin) Shitsuke berarti pembiasaan atau disiplin pribadi. Kebanggaan akan tempat kerjanya pun akan bertambah. Pekerja yang bangga atas pekerjaannya adalah aset perusahaan yang tak ternilai. kontaminan. pekerja mulai berpikir tentang cara mempertahankan kebersihan. dapat dikatakan mempertahankan keadaan yang sudah ringkas. . Ia mulai menyelidiki sumber-sumber debu.17 b. c. Micro Level Operator mulai melakukan kegiatan “membersihkan”nya dengan lebih teliti sampai ke komponen-komponen yang lebih spesifik dari mesinnya. tanpa membuat semua orang yang melakukannya berulang-ulang. secara benar dan mempertahankan 3S yang pertama.

Dalam sistem produksi Tepat Waktu. Pemborosan jenis ini merupakan akibat dari upaya mendahului jadwal produksi. Biarkan setiap jalur kerja untuk meningkatkan produktivitasnya masingTingkatkan kecepatan output mengimbangi “lulus inspeksi langsung” yang produksi yang mampu diikuti oleh berikutnya. atau komponen yang berstatus persediaan merupakan pemborosan. sehingga mereka memaksakan diri untuk berproduksi lebih banyak agar selalu berada disisi yang aman.   masing.  memaksa untuk menaikan tingkat pemanfaatannya. Produksi yang berlebih berasal dari asumsi dan pandangan yang salah yaitu:  Berproduksilah sebanyak yang anda mampu lakukan. pemborosan diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak mempunyai atau tidak memberi nilai tambah.  Manfaatkan mesin untuk memproduksi lebih dari yang diperlukan.  kurang karena tingkat cacat yang dihasilkan. Pemborosan Produksi Berlebih Pemborosan pada produksi merupakan dampak dari seseorang yang selalu khawatir terhadap berbagai masalah yang dihadapi seperti gangguan mesin. 2. abaikan kecepatan Berikan kebebasan kepada operator untuk bekerja secara borongan. berbagai pemborosan . Taichi Ohno mengelompokan pemborosan di gemba ke dalam tujuh jenis yaitu: 1. Pemborosan (Muda) Muda dalam bahasa jepang berarti pemborosan. Dengan kelebihan barang persediaan tidak ada nilai tambah yang tercipta bahkan terjadi penurunan kualitas diakibatkan bertambahnya waktu (adanya kadaluarsa). Bila pemborosan persediaan tidak ada.18 c. setengah jadi. (lulus inspeksi langsung adalah persentase dari produk yang dapat diselesaikan tanpa pengerjaan ulang). mendahului jadwal produksi lebih buruk dari pada terlambat produksi. Pemborosan Persediaan Produk jadi. atau ketidakhadiran karyawan. karena Terapkan penggunaan mesin yang mahal agar depresiasi tinggi dan kapasitas yang dimiliki memang lebih. cacat produksi.

Persediaan seringkali dipandang sebagai tingkat permukaan air kolam yang menyembunyikan berbagai masalah yang tersembunyi dibawahnya. kita harus mengamati cara operator menggunakan tangan dan kakinya. Gerakan-gerakan yang tidak memberi nilai tambah antara lain: mengambil benda kerja. hal ini merupakan pemborosan sumber daya maupun upaya yang telah ditanamkan. preposisi. membawanya dan menggunakannya. dari pengamatan itu dapat dipikirkan penataan dari komponen serta dikembangkan peralatan dan jig yang tepat juga. berjalan dan sebagainya. seperti: kualitas. 4. Pemborosan Pengerjaan Ulang Karena Cacat Hasil produksi yang cacat dapat mengganggu produksi dan membutuhkan pengerjaan ulang yang mahal. Tingkat persediaan yang rendah memberikan petunjuk penting dan terfokus bagi kita dalam merumuskan masalah yang harus ditangani dan juga hal ini memberikan dorongan untuk segera menangani begitu sasaran ynag dituju oleh sistem produksi Just In Time.19 lainnya dapat dihindari. 5. Pemborosan pada pemrosesan pada banyak kasus umumnya diakibatkan karena kegagalan dalam melakukan sinkronisasi proses. Produk cacat dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin atau peralatan yang terdapat pada proses berikutnya. Pemborosan Gerak Kerja Gerakan kerja seseorang yang tidak berkaitan langsung dengan nilai tambah adalah tidak produktif dan merupakan pemborosan. absensi dan lain-lain. Permasalahan terjadinya cacat bisa ditanggulangi dengan menerapkan motto “benar sejak awal”. gangguan mesin. Dalam mengenali pemborosan gerakan kerja. Pemborosan Proses Kadang-kadang teknologi yang kurang tepat atau rancangan produk yang kurang baik berakibat pada pemborosan yang terjadi pada pemrosesan. . 3.

Mura berarti ketimpangan. Pemborosan Waktu Tunggu Pemborosan waktu tunggu terjadi bila terdapat operator yang tidak bekerja (menganggur) atau saat operator menunda bekerja sebagai teknik mengatasi berbagai keadaan. beragam. seperti jalur kerja yang tidak seimbang. keragaman. maupun terpaksa merupakan indikasi masalah. mutu. Visual display adalah display yang memberikan informasi pada manusia melalui proses indera penglihatan oleh mata. Saat ini kaizen diterapkan dalam produksi. mura. atau ketidakteraturan. muri (di Indonesia dialih konsepkan menjadi tiga dosa) di Jepang sering kali digunakan bersama dan dikaitkan dengan pemborosan. istilah mura dan muri digunakan juga sebagai sarana kemudahan mengingat (reminder) di gemba. lewat ambang batas. Visual display dibagi lagi . Seperti juga pemborosan yang merupakan lembar periksa praktis dalam memulai kaizen. Display adalah alat petunjuk yang memberikan informasi kepada manusia melalui indera manusia.20 6. komponen yang belum tersedia. Manajemen Visual Sistem visual adalah sistem pembagian informasi yang menghubungkan tugas yang harus dilaksanakan dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengerjakannya dan dalam waktu yang cepat. ketimpangan dan keterpaksaan selalu mengandung pemborosan yang perlu dihapuskan. Sistem visual akhir-akhir ini dipandang sebagai cara efektif menerapkan kaizen. atau gangguan mesin. keamanan dan sebagainya. namun sesungguhnya memindahkan material maupun benda kerja sama sekali tidak menciptakan nilai tambah pada barang tersebut. Tiga Dosa Istilah muda. 7. Keadaan timpang. d. kesulitan. Lebih jauh lagi. Pemborosan Transportasi Transportasi adalah kegiatan penting dalam operasi di gemba. sedangkan muri berarti keterpaksaan.

Deming dan dikembangkan di Jepang oleh Kaoru Ishitawa dengan menerapkan Quality Control Circle (QCC) atau gugus . Fayol dengan 14 prinsip-prinsip. Sementara display dinamis adalah display yang memberikan informasi yang berubah nilainya atau pengertiannya dari waktu ke waktu. tidak ada perubahan dalam nilai maupun pengertian. dan merupakan kelompok antar unit dalam perusahaan yang diorganisir untuk melakukan tugas spesifik dalam lingkungan gugus tugas. namun juga masalah biaya. Yang dimaksud dengan display statis adalah display yang memberikan informasi yang tetap sama dari waktu ke waktu. Visual display dinamis biasanya digunakan untuk memberikan informasi mengenai nilai suatu keadaan pada suatu waktu tertentu. keselamatan kerja. Jenis yang paling terkenal dari kegiatan kecil ini adalah gugus kendali mutu. terutama di Eropa dan Amerika Serikat dikembangkan konsep manajemen dan organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja organisasi. Kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan kaizen secara berkelompok. Konsep Taylor tentang Manajemen ilmiah. Antara lain dapat dikemukakan adalah konsep Max Weber tentang Birokrasi. pemerintahan dan organisasi sosial. Kegiatan ini tidak hanya menangani masalah kualitas. Upaya untuk meningkatkan mutu dan produktivitas serta kinerja suatu satuan kerja baik dunia usaha maupun birokrasi perlu dilaksanakan terus menerus sedemikian sehingga dapat berfungsi dan mencapai tujuannya secara optimal. Sejak dahulu. E.21 menjadi dua yaitu. sukarela. e.W.M. serta konsep perilaku manusia yang mengutamakan motivasi dan pendekatan demokrasi. Konsep serta prinsip organisasi dan manajemen ini. misalnya nilai suhu ruangan pada suatu waktu tertentu yang berubah-ubah sesuai dengan keadaan saat itu. telah mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi baik pada perusahaan. J. Juran dan Dr. Total Quality Control (Pengendalian Mutu Terpadu) diprakarsai oleh Dr. display statis dan display dinamis. Kegiatan Kelompok Kecil (Gugus Kendali Mutu) Kegiatan kelompok kecil merupakan kegiatan informal. dan produktivitas.

betapapun kecil arti saran tersebut. Karena keberhasilan ini. yaitu dengan memberdayakan karyawan dalam mengajukan saran. produktivitas dan daya saing. menerapkan GKM diperusahaan-perusahaan industri guna meningkatkan mutu. Tujuan GKM ini adalah untuk mendayagunakan seluruh asset yang dimiliki perusahaan atau instansi terutama sumber daya manusianya secara lebih baik. guna meningkatkan mutu dalam arti luas. lingkungan dan lain-lain. proses. yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah. fasilitator. sejumlah negara industri maju dan sedang berkembang termasuk Indonesia. Objek perbaikan (tema) GKM sangat luas meliputi bahan. GKM merupakan bagian integral dari PMT dalam suatu organisasi.22 Kendali Mutu (GKM). Membudayakan pola pikir kaizen dan disiplin diri dikalangan karyawan . Terbukti bahwa salah satu faktor keberhasilan industrialisasi di Jepang adalah penerapan GKM secara efektif. Tema perbaikan atau objek dapat berasal dari anggota gugus. ketua GKM atau pimpinan perusahaan atau organisasi. GKM adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari 3 – 8 orang dari unit kerja yang sama. Penerapan GKM secara konsisten pada perusahaan akan sangat bermanfaat bagi semua pihak. produk. GKM adalah salah satu konsep baru untuk meningkatkan mutu dan produktivitas kerja industri/jasa. antara lain:         Perbaikan mutu dan peningkatan nilai tambah Peningkatan produktivitas sekaligus penurunan biaya Peningkatan kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target Peningkatan moral kerja dengan mengubah tingkah laku Peningkatan hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan Peningkatan keterampilan dan keselamatan kerja Peningkatan kepuasan kerja Pengembangan tim (gugus kendali mutu) f. Sistem Saran Sistem saran sebagai sarana menumbuhkan minat terhadap kaizen.

Untuk dapat dianggap sebagai tim maka sekumpulan orang tertentu harus memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. semua anggotanya harus memahami dan menyepakati misinya. 2. tim merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Suatu kelompok atau grup dapat menjadi tim manakala ada kesepakatan terhadap misi dan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku. sehingga dapat membentuk kerangka usaha pencapaian misi. h. Tidak semua kumpulan orang dapat dikatakan tim. Kerja Sama Tim Kerja sama tim merupakan salah satu unsur fundamental dalam TQM. Peningkatan moral dan perbaikan disiplin pribadi karyawan sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran produksi. Ada kesepakatan terhadap misi tim Agar suatu kelompok dapat menjadi tim dan supaya tim tersebut dapat bekerja dengan efektif.23 adalah sasaran utama sistem saran. Sistem saran berfungsi sebagai bagian terpadu untuk kaizen secara perorangan dan menekan peningkatan moral serta memperbesar manfaat positif dari partisipasi karyawan. 1998). karyawan yang memiliki disiplin pribadi yang baik dapat diandalkan untuk mengikuti dan mematuhi standar kerja yang berlaku dalam mengusahakan sasaran QCD (Imai. Dalam pelaksanaan kaizen peran serta karyawan sangat dibutuhkan karena merekalah yang melakukan proses produksi. g. Manajer Jepang memandang peran utama dari sistem saran sebagai sarana menumbuhkan minat terhadap kaizen. . Displin Pribadi dan Peningkatan Moral Disiplin pribadi adalah batu pertama yang terdapat pada bangunan gemba. Semua anggota menaati peraturan tim yang berlaku Semua tim harus mempunyai peraturan yang berlaku.

Ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil Keberadaan tim tidak meniadakan struktur dan wewenang. 4. mesin dan metode) dalam kotak yang ditempatkan sejajar dan agak jauh dari garis panah utama. Penggunaan Analisis Sebab Akibat:       Untuk mengenal penyebab yang penting Untuk memahami semua akibat dan penyebab Untuk membandingkan prosedur kerja Untuk menemukan pemecahan yang tepat Untuk memecahkan hal apa yang harus dilakukan Untuk mengembangakan proses Langkah-langkah membuat diagram Sebab Akibat Langkah 1: Gambarlah sebuah garis horizontal dengan suatu tanda panah pada ujung sebelah kanan dan suatu kotak didepannya. orang umumnya menolak perubahan. Akibat atau masalah yang ingin Dianalisis ditempatkan dalam kotak AKIBAT Langkah 2: Tulislah penyebab utama (manusia.3.24 3. Orang beradaptasi terhadap perubahan Dalam TQM. bahan. Oleh karena itu setiap anggota tim harus dapat saling membantu dalam beradaptasi terhadap perubahan secara positif. 2. Hubungan kotak tersebut dengan garis panah yang miring ke arah garis panah utama. Sayangnya. . yaitu diagram yang menunjukkan sebab akibat yang berguna untuk mencari atau menganalisa sebab-sebab timbulnya masalah sehingga memudahkan cara mengatasinya. tim dapat berjalan dengan baik apabila tanggung jawab dan wewenang dibagi dan setiap anggota diperlakukan secara adil. Diagram Sebab Akibat (Fishbone Diagram) Disebut juga “Grafik Tulang Ikan”. perubahan bukan saja tak terelakan tetapi juga diperlukan sekali.

Visual display dibagi menjadi dua yaitu. Diagram sebab akibat (fishbone diagram) 2. . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2. display statis dan display dinamis. Yang dimaksud display statis adalah display yang memberikan informasi yang tetap sama dari waktu ke waktu. Hubungkan penyebab kecil tersebut dengan sebuah garis panah dari penyebab utama yang bersangkutan. atau mungkin diperlukan untuk menambahkan lebih dari empat macam penyebab utama.4. Langkah 3: Tulislah penyebab kecil pada diagram tersebut di sekitar penyebab utama. Visual Display Display adalah alat petunjuk yang memberikan informasi kepada manusia melalui indera manusia (indera penglihatan). yang penyebab kecil tersebut mempunyai pengaruh terhadap penyebab utama.25 Kadang-kadang mungkin. tidak ada perubahan dalam nilai maupun pengertian.4. Visual display dinamis biasanya digunakan untuk memberikan informasi mengenai nilai suatu keadaan pada suatu waktu tertentu.4. Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Akibat Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Penyebab Gambar 2. Sementara display dinamis adalah display yang memberikan informasi yang berubah nilainya atau pengertiannya dari waktu ke waktu.

rasio harus dikurangi menjadi 1:2 sampai 1:20. semakin tebal huruf maka semakin mudah dibaca.26 misalnya nilai suhu ruangan pada suatu waktu tertentu yang berubah-ubah sesuai dengan keadaaan saat itu (Sanders. Perbandingan lebar dengan tinggi huruf atau angka Rasio atau perbandingan antara lebar dengan tinggi huruf atau angka digunakan untuk menghitung lebar dan tinggi dari masing-masing huruf atau angka. legibility dan readability yang baik. perancangan display harus mempunyai visibility. Rasio . yaitu: 1. Visibility berhubungan dengan kualitas dari karakter atau simbol yang membuatnya dapat dilihat dengan baik dari kondisi lingkungannya. misalnya 1:5.  Untuk huruf hitam dengan warna latar belakang yang sangat cerah. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran huruf yang akan digunakan pada perancangan display. Legibility berhubungan dengan atribut dari masing-masing abjad sehingga dapat dibedakan antara yang satu dengan yang lain. huruf atau angka tersebut harus dicetak tebal dengan rasio tebal dengan tingginya lebih kecil. Tebal huruf atau angka Berhubungan dengan perbandingan antara tebal dengan tinggi huruf atau angka. 2.  Untuk huruf atau warna yang sangat cerah. rasio yang digunakan jika warna huruf hitam dengan latar belakang putih adalah 1:6 sampai 1:8. Sedangkan readability berhubungan dengan kualitas yang membuat isi informasi dapat dikenali dengan baik. Berikut ini adalah beberapa ketentuan yang dapat digunakan sebagai patokan dalam menentukan tebal huruf atau angka:  Untuk pencahayaan yang baik. 1993).  Untuk pencahayaan atau kontras dengan latar belakang yang kurang baik. Oleh sebab itu. maka digunakan yang tebal. sedangkan rasio yang digunakan jika warna huruf putih dengan latar belakang hitam adalah 1:8 sampai 1:10. Tebal huruf ini bergantung pada warna latar belakang dengan tingkat pencahayaan.  Jika pencahayaan dikurangi.

.. Gothic.. 1993).45 x 10-5 x S x d ……………………….... Persamaan tersebut dapat dilihat pada rumus berikut:    WS = 1..000 jenis huruf atau angka ini dibagi menjadi empat bagian besar yaitu Roman.. maka digunakan persamaan 2.. Script dan Black Letter. Untuk menggunakan persamaan 2.1 dan 2.3) 5 Dimana: WS S d HL R W = tebal huruf atau angka = nilai penyebut dari snellen acuity yang digunakan = jarak pembacaan = tinggi huruf atau angka = rasio antara tebal dengan tinggi huruf atau angka = lebar huruf atau angka Untuk pembacaan jarak dekat yang kurang dari 5000 mm...1) HL = W = Ws ………………………………………....35 yang mempunyai nilai yang sama dengan 1 points (pt) dalam program Microsoft... maka digunakan persamaan yang dikembangkan oleh The National Bureau of Standards (Sanders. tetapi jarak pembacaannya dekat maka dimensi atau ukuran huruf yang dihasilkan kurang baik karena hurufnya bisa menjadi terlalu tipis sehingga sulit untuk dibaca. 3. .27 yang paling umum digunakan antara lebar dengan tinggi huruf atau angka adalah 3:5.. Kemudian HL tersebut dibagi dengan 0.4 tetap harus menggunakan persamaan 2..(Persamaan 2..(Persamaan 2..(Persamaan 2...2) R 3 xH L ……………………………………...2 untuk mendapatkan nilai WS (dalam mm) dan nilai HL... sehingga akhirnya didapat ukuran huruf yang digunakan dalam satuan pt..4 Persamaan-persamaan diatas sebenarnya masih dapat digunakan.. Jenis huruf atau angka Ada lebih dari 30.. Untuk pembacaan dari jarak yang cukup jauh. Untuk menentukan tebal huruf yang dibaca pada jarak yang bervariasi oleh orang-orang dengan nilai snellen acuity yang berbeda pula....

. 0.35 (Persamaan 2..28  pt = HL ………………….....4) .………………………….......

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->