P. 1
HUBUNGAN ILMU KALAM

HUBUNGAN ILMU KALAM

|Views: 611|Likes:
Published by sayyidah shofie

More info:

Published by: sayyidah shofie on Apr 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

HUBUNGAN ILMU KALAM, TASAWUF DAN FILSAFAT

HUBUNGAN ILMU KALAM, TASAWUF DAN
FILSAFAT
A. Pengertian Ilmu Kalam

Ada beberapa ta'rif ilmu tauhid yang diberikan oleh para ulama. Di bawah ini
disebutkan beberapa diantaranya yang dipandang tepat dengan yang dimaksud.
Ilmu Tauhid adalah Suatu Ilmu yang membahas tentang wujud Alloh sifat-sifat yang
wajib tetap padanya, sifat-sifaat yang boleh disifatkan kepadanya dan tentang sifat-
sifat yang sama sekali wajib dilenyapkan daripadanya: juga membahas tentang para
rosul Alloh meyakinkan kerosulan mereka, meyakinkan apa yang wajib pada diri
mereka, apa yang boleh dihubungkan (nisbah) kepada diri mereka dan apa yang
terlarang menghubungkannya kepada mereka
.
Ilmu tauhid juga disebut Ilmu Kalam karena masalah yang paling masyhur dan
banyak menimbulkan perbedaan pendapat diantara ulama¶-ulama¶ kurun pertama
yaitu apakah kalam Alloh, Wahyu, hadits atau Qodim?
Dan juga ada pengertian lain mengenahi tauhid dengan Pertama: Ilmu tauhid, ialah
"ilmu yang membahas dan melengkapkan segala hujjah, terhadap keimanan,
berdasarkan dalil-dalil akal serta menolak dan menangkis segala paham ahli bid'ah
yang keliru, yang menyimpang dari jalan yang lurus".
Kedua: Ilmu tauhid, ialah ilmu yang di dalamnya dibahas:
[1] Tentang wujud Allah, sifat-sifat-Nya yang wajib di-itsbat-kan bagi-Nya, sifat-sifat
yang harus (mumkin) bagi-Nya dan sifat-sifat yang wajib ditolak daripada-Nya.
[2] Tentang kerasulan rasul-rasul untuk membuktikan dan menetapkan kerasulannya;
tentang sifat-sifat yang wajib baginya; sifat-sifat yang mumkin dan tentang sifat-sifat
yang mustahil baginya.
Ta'rif pertama, memasukkan segala soal keimanan, baik mengenai ketuhanan,
kerasulan, maupun mengenai soal-soal gaib yang lain, seperti soal malaikat dan
akhirat. Tegasnya, melengkapi Ilahiyat, (soal-soal ketuhanan), nubuwwat (kenabian,
kitab, malaikat) dan Sam'iyat (soal-soal keakhiratan, alam gaib). Ta'rif yang kedua
mengkhususkan ilmu tauhid dengan soal yang mengenai ketuhanan dan kerasulan
saja.
Dengan berpegang pada ta'rif yang pertama, maka sebahagian ulama tauhid
membahas soal-soal malaikat, soal-soal kitab, soal-soal kadar, soal-soal akhirat, dan
lain-lain yang berhubungan dengan soal beriman di bagian akhir dari kitab-kitab
mereka.
Ulama yang berpegang pada ta'rif yang kedua, hanya membahas soal-soal yang
mengenai ketuhanan dan kerasulan saja. Risalah Tauhid Muhammad Abduh yang
sangat terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan adalah salah satu dari kitab yang
berpegang pada takrif kedua
.
1.Awal Munculnya Tasawuf/Sufi

Pada jaman Rasulullah Shallallahu µAlaihi wa Sallam, Islam tidak mengenal aliran
tasawwuf, juga pada masa shahabat dan tabi¶in (yaitu generasi setelah shahabat yang
mereka itu menuntut ilmu dari para shahabat). Kemudian datang setelah masa tabi¶in
suatu kaum yang mengaku zuhud yang berpakaian shuf (pakaian dari bulu domba),
maka karena pakaian inilah mereka mendapat julukan sebagai nama bagi mereka
yaitu Sufi dengan nama tarekatnya Tasawwuf.

Adapun hanya sekedar pengakuan tanpa adanya dalil yang menerangkan ataupun dari
berita-berita dusta yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya ra.
adalah juga golongan tasawwuf maka cara berhujjah seperti ini tidaklah dapat
diterima oleh orang yang berakal.

2. Pengertian Imu Tasawuf

Istilah "tasawuf"(sufism), yang telah sangat populer digunakan selama berabad-abad,
dan sering dengan bermacam-macam arti, berasal dari tiga huruf Arab, sha, wau dan
fa. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari sha wa fa. Ada yang
berpendapat, kata itu berasal dari shafa yang berarti kesucian. Menurut pendapat lain
kata itu berasal dari kata kerja bahasa Arab safwe yang berarti orang-orang yang
terpilih. Makna ini sering dikutip dalam literatur sufi. Sebagian berpendapat bahwa
kata itu berasal dari kata shafwe yang berarti baris atau deret, yang menunjukkan
kaum Muslim awal yang berdiri di baris pertama dalam salat atau dalam perang suci.
Sebagian lainnya lagi berpendapat bahwa kata itu berasal dari shuffa, ini serambi
rendah terbuat dari tanah liat dan sedikit nyembul di atas tanah di luar Mesjid Nabi di
Madinah, tempat orang-orang miskin berhati baik yang mengikuti beliau sering
duduk-duduk. Ada pula yang menganggap bahwa kata tasawuf berasal dari shuf yang
berarti bulu domba, yang me- nunjukkan bahwa orang-orang yang tertarik pada
pengetahuan batin kurang mempedulikan penampilan lahiriahnya dan sering memakai
jubah sederhana yang terbuat dari bulu domba sepanjang tahun.
Harun Nasution mendefinisikan tasawuf sebagai ilmu yang mempelajari cara dan
jalan bagaimana orang Islam dapat sedekat mungkin dengan Alloh agar memperoleh
hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan bahwa seseorang betul-betul berada di
hadirat Tuhan.

Apa pun asalnya, istilah tasawuf berarti orang-orang yang tertarik kepada
pengetahuan batin, orang-orang yang tertarik untuk menemukan suatu jalan atau
praktik ke arah kesadaran dan pencerahan batin.
Penting diperhatikan bahwa istilah ini hampir tak pernah digunakan pada dua abad
pertama Hijriah. Banyak pengritik sufi, atau musuh-musuh mereka, mengingatkan
kita bahwa istilah tersebut tak pernah terdengar di masa hidup Nabi Muhammad saw,
atau orang sesudah beliau, atau yang hidup setelah mereka.
Namun, di abad kedua dan ketiga setelah kedatangan Islam (622), ada sebagian orang
yang mulai menyebut dirinya sufi, atau menggunakan istilah serupa lainnya yang
berhubungan dengan tasawuf, yang berarti bahwa mereka mengikuti jalan penyucian
diri, penyucian "hati", dan pembenahan kualitas watak dan perilaku mereka untuk
mencapai maqam (kedudukan) orang-orang yang menyembah Allah seakan-akan
mereka melihat Dia, dengan mengetahui bahwa sekalipun mereka tidak melihat Dia,
Dia melihat mereka. Inilah makna istilah tasawuf sepanjang zaman dalam konteks
Islam.
Saya kutipkan di bawah ini beberapa definisi dari syekh besar sufi:
Imam Junaid dari Baghdad (910 M.) mendefinisikan tasawuf sebagai "mengambil
setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat rendah". Syekh Abul Hasan asy-
Syadzili (1258 M.), syekh sufi besar dari Arika Utara, mendefinisikan tasawuf sebagai
"praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan
diri kepada jalan Tuhan". Syekh Ahmad Zorruq (1494 M.) dari Maroko
mendefinisikan tasawuf sebagai berikut:

Ilmu yang dengannya Anda dapat memperbaiki hati dan menjadikannya semata-mata
bagi Allah, dengan menggunakan pengetahuan Anda tentang jalan Islam,khususnya
fiqih dan pengetahuan yang berkaitan, untuk memperbaiki amal Anda dan
menjaganya dalam batas-batas syariat Islam agar kebijaksanaan menjadi nyata.
Ia menambahkan, "Fondasi tasawuf ialah pengetahuan tentang tauhid, dan setelah itu
Anda memerlukan manisnya keyakinan dan kepastian; apabila tidak demikian maka
Anda tidak akan dapat mengadakan penyembuhan 'hati'."
Menurut Syekh Ibn Ajiba (1809 M):
Tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya Anda belajar bagaimana berperilaku
supaya berada dalam kehadiran Tuhan yang Maha ada melalui penyucian batin dan
mempermanisnya dengan amal baik. Jalan tasawuf dimulai sebagai suatu ilmu,
tengahnva adalah amal. dan akhirnva adalah karunia Ilahi.
Syekh As-Suyuthi berkata, "Sufi adalah orang yang bersiteguh dalam kesucian kepada
Allah, dan berakhlak baik kepada makhluk".
Dari banyak ucapan yang tercatat dan tulisan tentang tasawuf seperti ini, dapatlah
disimpulkan bahwa basis tasawuf ialah penyucian "hati" dan penjagaannya dari setiap
cedera, dan bahwa produk akhirya ialah hubungan yang benar dan harmonis antara
manusia dan Penciptanya. Jadi, sufi adalah orang yang telah dimampukan Allah untuk
menyucikan "hati"-nya dan menegakkan hubungannya dengan Dia dan ciptaan-Nya
dengan melangkah pada jalan yang benar, sebagaimana dicontohkan dengan sebaik-
baiknya oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam konteks Islam tradisional tasawuf berdasarkan pada kebaikan budi ( adab)
yang akhirnya mengantarkan kepada kebaikan dan kesadaran universal. Ke baikan
dimulai dari adab lahiriah, dan kaum sufi yang benar akan mempraktikkan
pembersihan lahiriah serta tetap berada dalam batas-batas yang diizinkan Allah, la
mulai dengan mengikuti hukum Islam, yakni dengan menegakkan hukum dan
ketentuan-ketentuan Islam yang tepat, yang merupakan jalan ketaatan kepada Allah.
Jadi, tasawuf dimulai dengan mendapatkan pengetahuan tentang amal-amal lahiriah
untuk membangun, mengembangkan, dan menghidupkan keadaan batin yang sudah
sadar.
3. Pengertian Filsafat

Arti Logatnya (Etimologi) Filsafat berasal dari Bahasa Arab ³Falsafat´ yang berasal
dari bahasa Yunani ³Philosophia´, Philos berarti suka dan Sophia berarti
kebijakasanaan. Jadi Philosophia orang yang suka kebijaksanaan maksudnya orang
yang berfilsafat akan menjadi bijaksana.
Arti Praktis, Filsafat berarti alam berfikir jadi berfilsafat berarti berfikir, berfikir
secara mendalam dan sangat sungguh-sungguh.
Definisi filsafat menurut para filosof:

a. Plato (427 SM - 348 SM) ³Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat
mencapai kebenaran yang asli.´

b. Aristoteles (382 SM - 322 SM) ³Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi
kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika,rektorika, etika,
ekonomi, politik dan estetika.´

c. Al Farabi (870 - 950) ³Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan
bagaimana hakikat yang sebenarnya.´

d. Descartes (1590 - 1650) ³Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana
Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.´
e. Immanuel Klant (1724 - 1804): ³Filsafat adalah suatu pengetahuan yan g menajadi
pokok dan pangkal dari segala pengetahuan, yang tercakup didalam empat persoalan:
1. Apakah yang dapat kita ketahui? (Jawabnya: Metafisika)

2. Apa yang seharusnya kita ketahui? (Jawabnya: Etika)

3. Sampai dimanakah harapan kita? (Jawabnya: Agama)

4. Apakah yang dinamakan manusia? (Jawabnya: Antropologi)´

Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan: ³Filsafat adalah ilmu yang
menyelidiki secara mendalam tentang tuhan alam semesta dan manusia untu mencari
kebenaran yang sejati´

4. Kedudukan Nadhar Dalam Islam

Dalam kitab Hawasyil Isyarat disebutkan, bahwa nadhar itu ialah menggunakan akal
di sekitar masalah yang dapat dijangkau oleh akal (ma'qulat).
Para filosof bermufakat, bahwa nadhar itu hukum yang digunakan dalam mengetahui
dalil. Alasan yang menegaskan bahwa nadhar ini sah dan menghasilkan keyakinan,
ialah bahwa dalam alam ini terdapat kebenaran dan kebatalan. Manusia juga terbagi
atas dua macam: Ahli hak dan ahli batal. Tidak dapat diketahui mana yang hak dan
mana yang batal. kalau bukan dengan nadhar. Dengan demikian maka fungsi nadhar
(penelitian) ialah untuk menjelaskan hal-hal yang gaib agar dapat dicerna oleh akal
disamping menentukan mana yang benar diantara dua pendapat yang berbeda.
Melalui nadhar, manusia bisa sampai pada pengetahuan yang meyakinkan. Untuk
mengetahui mana yang hak dan mana yang batal. mana yang kufur dan mana yang
iman, demikian pula untuk mengenal Allah dan Rasul-Nya lebih jelas haruslah
melalui nadhar. Karena itu, bertaklid buta. Tidak mau lagi melakukan nadhar adalah
keliru sesat dan menyesatkan. Dalam al-Qur'an cukup banyak dijumpai ayat-ayat yang
memerintahkan untuk melakukan nadhar. Diantara-nya ialah: Katakanlah ya
Muhammad: "Lihatlah apa yang di langit dan di bumi; dan tidak berguna tanda-tanda
dan peringatan-peringatan kepada kaum yang tidak beriman".
Mengapakah mereka tidak melihat kepada alam (malakut) langit dan bumi dan kepada
apa yang Allah jadikan?

Maka ambil ibaratlah wahai ahli akal.
...................... oo|n¦1+v· |n7))Jo<oo÷NZ Bt=v1'oN )/+t÷oZO. P·¦
oo::÷7Z

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim bumi malakut (langit) dan bumi.
Ayat-ayat tersebut diatas adalah nash yang tegas yang mendorong untuk melakukan
nadhar terhadap segala maujud, dan menjadi nash yang tegas pula yang mewajibkan
kita memakai qiyas 'aqli atau qiyas manthiqi dan sya'i. Ayat yang terakhir
menerangkan, bahwa Allah telah nadhar kepada Ibrahim as.
5. Kedudukan Akal Dalam Pandangan Islam
Dalam kitab Hawasyil-Isyarat diterangkan bahwa akal itu, ialah tenaga jiwa untuk
memahami mujarradat (sesuatu yang tidak dapat diraba atau dirasa dengan
pancaindera). Kekuatan jiwa yang mempersiapkan untuk memikir (berusaha), dinamai
dzihin. Gerakan jiwa untuk memikir sesuatu agar diperoleh apa yang dimaksudkan,
dinamai fikir.
Tersebut dalam suatu kitab falsafah: "Akal itu suatu kekuatan untuk mengetahui
makna mujarradat, makna yang diperoleh dari menyelidiki dan rupa-rupa benda".
memperhatikan rupa-rupa benda". Al-Mawardi dalam A'lamun-Nubuwwah menulis:
"Akal itu suatu tenaga yang memberi faedah bagi kita mengetahui segala yang
menjadi kepastiannya". Ada pula yang mengatakan: "Akal itu kekuatan yang
membedakan yang hak dengan yang batal".
Al-Mawardi membagi akal kepada: gharizi dan kasbi. Gharizi adalah pokok akal,
sedang kasbi adalah cabang yang tumbuh daripadanya: itulah akal yang dengannya
berpaut dan bergantung taklif dan beribadat. Adapun akal kasbi (akal muktasab), ialah
akal yang digunakan untuk berijtihad dan menjalankan nadhar. Akal ini tidak dapat
terlepas dari akal gharizi, sedang akal gharizi mungkin terlepas dari akal ini.
6. Titik Persamaan Antara Ilmu Tauhid, Filsafat dan Tasawuf

Ilmu Kalam, filsafat dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian. Objek kajian
ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu dengan-Nya. Objek kajian filsafat
adalah masalah ketuhanan disamping masalah alam, manusia dan segala sesuatu yang
ada. Sementara itu objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yakni upaya-upaya pendekatan
terhadapnya. Jadi dilihat dari aspek objeknya, ketiga ilmu itu membahas tentang
masalah yang berkaitan dengan ketuhanan
Baik ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama, yaitu
kebenaran. Ilmu kalam dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran
tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan-Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri
pula, berusaha menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun manusia atau
tentang Tuhan. Sementara itu Tasawuf dengan metodenya yang tipikal berusah
menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan kebenaran spiritual menuju Tuhan.
7. Titik perbedaan Antara Ilmu Tauhid, Filsafat dan Tasawuf
Perbedaan diantara ketiga Ilmu tersebut terletak pada aspek metodologinya. Ilmu
kalam, sebagai ilmu yang menggunakan logika disamping argumentasi-argumentasi
naqliyah berfungsi untuk empertahankan keyakinan ajaran agama, yang sangat
tampak nilai apologinya. Ilmu Kalam berisi keyakinan-keyakinan kebenaran agama
yang dipertahankan melalui argumen-argumen rasional, sebagian ilmuan berpendapat
bahwa ilmu ini keyakinan-keyakinan kebenaran agama, praktek dan pelaksanaan
ajaran agama, serta pengalaman keagamaan yang dijelaskan dengan pendekatan
rasional.
Sementara itu filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh
kebenaran rasional, metode yang digunakanpun adalah metode rasional.
Filsafatmenghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal
(mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal (mengalam); tidak merasa
terikat oleh iketan apapun, kecuali oleh ikatan tanganya sendiri bernama logika.
Adapun ilmu tasawuf aedalah ilmu yang lebih menekankan rasa daripada rasio. Oleh
sebab itu, filsafat dan tasawuf sangat distingtif. Sebagai sebuah ilmu yang prosesnya
diperoleh oleh rasa, ilmu tasawuf bersifat sanagt subyektif, yakni sangat berkaitan
dengan pengalaman seseorang. Itulah sebabnya bahasa tasawuf tampak aneh bila
dilihat dari aspek rasio, hal ini karena pengalaman rasa sangat sulit dibahasakan.
8. Hubugan Ilmu Tauhid dengan Ilmu Tasawuf
Ilmu Kalam sebagaimana telah disebutkan merupakan disiplin ilmu keislaman yang
mengedepankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam tuhan, persoalan-
persolan kalam ini mengarah pada perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar
argumentasi, baik rasional (aqliyah) maupun naqliyah. Argumentasi rasional yang
dimaksudkan adalah landasan pemahaman yang cenderung menggunakana metode
berfikir Filosofis, sedangkan argumentasi naqliyyah biasanya bertendensi pada
argumentasi berupa dalil-dalil Al Qur¶an dan Hadits.
Dalam kaitanya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf berfungsi, sebagai pemberi
wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Pengahayatan yang mendalam lewat hati
(dzauq dan wijjan) terhadap ilmu tauhid atau ilmu kalam menjadikan ilmu ini lebih
terhayati atau teraplikasikan dalam perilaku. Denagn demikian ilmu tasawuf
merupakan penyempurna ilmu tauhid jika dilihat bahwa ilmu tasawuf merupakan sisi
terapan rohaniyah dari ilmu tauhid.

Awal Munculnya Tasawuf/Sufi Pada jaman Rasulullah Shallallahu µAlaihi wa Sallam. berasal dari tiga huruf Arab. Pengertian Imu Tasawuf Istilah "tasawuf"(sufism). Menurut pendapat lain kata itu berasal dari kata kerja bahasa Arab safwe yang berarti orang -orang yang terpilih. 1. yang menunjukkan . Ulama yang berpegang pada ta'rif yang kedua. soal-soal akhirat. dan sering dengan bermacam-macam arti. sha. a maka karena pakaian inilah mereka mendapat julukan sebagai nama bagi mereka yaitu Sufi dengan nama tarekatnya Tasawwuf. Makna ini sering dikutip dalam literatur sufi. Risalah Tauhid Muhammad Abduh yang sangat terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan adalah salah satu dari kitab yang berpegang pada takrif kedua . Kemudian datang setelah masa tabi¶in suatu kaum yang mengaku zuhud yang berpakaian shuf (pakai n dari bulu domba). maka sebahagian ulama tauhid membahas soal-soal malaikat. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari sha wa fa. adalah juga golongan tasawwuf maka cara berhujjah seperti ini tidaklah dapat diterima oleh orang yang berakal. 2. Sebagian berpendapat bahwa kata itu berasal dari kata shafwe yang berarti baris atau deret. juga pada masa shahabat dan tabi¶in (yaitu generasi setelah shahabat yang mereka itu menuntut ilmu dari para shahabat).mengkhususkan ilmu tauhid dengan soal yang mengenai ketuhanan dan kerasulan saja. yang telah sangat populer digunakan selama berabad-abad. soal-soal kitab. kata itu berasal dari shafa yang berarti kesucian. Ada yang berpendapat. soal-soal kadar. wau dan fa. Islam tidak mengenal aliran tasawwuf. Adapun hanya sekedar pengakuan tanpa adanya dalil yang menerangkan ataupun dari berita-berita dusta yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya ra. hanya membahas soal-soal yang mengenai ketuhanan dan kerasulan saja. Dengan berpegang pada ta'rif yang pertama. dan lain-lain yang berhubungan dengan soal beriman di bagian akhir dari kitab-kitab mereka.

Banyak pengritik sufi. Dia melihat mereka. di abad kedua dan ketiga setelah kedatangan Islam (622).). dan pembenahan kualitas watak dan perilaku mereka untuk mencapai maqam (kedudukan) orang-orang yang menyembah Allah seakan-akan mereka melihat Dia. syekh sufi besar dari Arika Utara. Ada pula yang menganggap bahwa kata tasawuf berasal dari shuf yang berarti bulu domba.) mendefinisikan tasawuf sebagai "mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat rendah". ini serambi rendah terbuat dari tanah liat dan sedikit nyembul di atas tanah di luar Mesjid Nabi di Madinah. penyucian "hati". Penting diperhatikan bahwa istilah ini hampir tak pernah digunakan pada dua abad pertama Hijriah. Inilah makna istilah tasawuf sepanjang zaman dalam konteks Islam. atau musuh-musuh mereka. istilah tasawuf berarti orang-orang yang tertarik kepada pengetahuan batin.kaum Muslim awal yang berdiri di baris pertama dalam salat atau dalam perang suci. orang-orang yang tertarik untuk menemukan suatu jalan atau praktik ke arah kesadaran dan pencerahan batin. Apa pun asalnya. atau orang sesudah beliau. atau menggunakan istilah serupa lainnya yang berhubungan dengan tasawuf. atau yang hidup setelah mereka. yang berarti bahwa mereka mengikuti jalan penyucian diri. dengan mengetahui bahwa sekalipun mereka tidak melihat Dia. yang me. ada sebagian orang yang mulai menyebut dirinya sufi. Sebagian lainnya lagi berpendapat bahwa kata itu berasal dari shuffa. Syekh Abul Hasan asy Syadzili (1258 M. mendefinisikan tasawuf sebagai "praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan . Namun. tempat orang-orang miskin berhati baik yang mengikuti beliau sering duduk-duduk.nunjukkan bahwa orang-orang yang tertarik pada pengetahuan batin kurang mempedulikan penampilan lahiriahnya dan sering memakai jubah sederhana yang terbuat dari bulu domba sepanjang tahun. Saya kutipkan di bawah ini beberapa definisi dari syekh besar sufi: Imam Junaid dari Baghdad (910 M. mengingatkan kita bahwa istilah tersebut tak pernah terdengar di masa hidup Nabi Muhammad saw. Harun Nasution mendefinisikan tasawuf sebagai ilmu yang mempelajari cara dan jalan bagaimana orang Islam dapat sedekat mungkin dengan Alloh agar memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan bahwa seseorang betul-betul berada di hadirat Tuhan.

untuk memperbaiki amal Anda dan menjaganya dalam batas-batas syariat Islam agar kebijaksanaan menjadi nyata.) dari Maroko mendefinisikan tasawuf sebagai berikut: Ilmu yang dengannya Anda dapat memperbaiki hati dan menjadikannya semata-mata bagi Allah. tengahnva adalah amal. yakni dengan menegakkan hukum dan ketentuan-ketentuan Islam yang tepat.diri kepada jalan Tuhan". "Fondasi tasawuf ialah pengetahuan tentang tauhid. mengembangkan. yang merupakan jalan ketaatan kepada Allah. Syekh Ahmad Zorruq (1494 M. apabila tidak demikian maka Anda Menurut tidak akan Syekh dapat Ibn mengadakan Ajiba penyembuhan (1809 'hati'. dan akhirnva adalah karunia Ilahi." M): Tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya Anda belajar bagaimana berperilaku supaya berada dalam kehadiran Tuhan yang Maha ada melalui penyucian batin dan mempermanisnya dengan amal baik. Ke baikan dimulai dari adab lahiriah. Jadi. dan menghidupkan keadaan batin yang sudah . dan berakhlak baik kepada makhluk". dan bahwa produk akhirya ialah hubungan yang benar dan harmonis antara manusia dan Penciptanya. Jalan tasawuf dimulai sebagai suatu ilmu. Dalam konteks Islam tradisional tasawuf berdasarkan pada kebaikan bud ( adab) i yang akhirnya mengantarkan kepada kebaikan dan kesadaran universal. Ia menambahkan. dapatlah disimpulkan bahwa basis tasawuf ialah penyucian "hati" dan penjagaannya dari setiap cedera. sebagaimana dicontohkan dengan sebaik baiknya oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi. Dari banyak ucapan yang tercatat dan tulisan tentang tasawuf seperti ini. dengan menggunakan pengetahuan Anda tentang jalan Islam. sufi adalah orang yang telah dimampukan Allah untuk menyucikan "hati"-nya dan menegakkan hubungannya dengan Dia dan ciptaan-Nya dengan melangkah pada jalan yang benar. la mulai dengan mengikuti hukum Islam. dan setelah itu Anda memerlukan manisnya keyakinan dan kepastian. Syekh As-Suyuthi berkata. "Sufi adalah orang yang bersiteguh dalam kesucian kepada Allah. dan kaum sufi yang benar akan mempraktikkan pembersihan lahiriah serta tetap berada dalam batas-batas yang diizinkan Allah.khususnya fiqih dan pengetahuan yang berkaitan. tasawuf dimulai dengan mendapatkan pengetahuan tentang amal-amal lahiriah untuk membangun.

Aristoteles (382 SM .322 SM) ³Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika. etika.´ c. Apakah yang dapat kita ketahui? (Jawabnya: Metafisika) 2.1804): ³Filsafat adalah suatu pengetahuan yan g menajadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Philos berarti suka dan Sophia berarti kebijakasanaan. Pengertian Filsafat Arti Logatnya (Etimologi) Filsafat berasal dari Bahasa Arab ³Falsafat´ yang berasal dari bahasa Yunani ³Philosophia´. Descartes (1590 . Jadi Philosophia orang yang suka kebijaksanaan maksudnya orang yang berfilsafat akan menjadi bijaksana. Apa yang seharusnya kita ketahui? (Jawabnya: Etika) 3. Definisi filsafat menurut para filosof: a. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Sampai dimanakah harapan kita? (Jawabnya: Agama) 4. yang tercakup didalam empat persoalan: 1.´ b. Al Farabi (870 . Filsafat berarti alam berfikir jadi berfilsafat berarti berfikir.´ d.348 SM) ³Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. berfikir secara mendalam dan sangat sungguh-sungguh.rektorika. Immanuel Klant (1724 . ekonomi.950) ³Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bagaimana hakikat yang sebenarnya.sadar. politik dan estetika. logika. 3.1650) ³Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan. Plato (427 SM . Arti Praktis.´ e. Apakah yang dinamakan manusia? (Jawabnya: Antropologi)´ Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan: ³Filsafat adalah ilmu yang .

Untuk mengetahui mana yang hak dan mana yang batal. Para filosof bermufakat. Alasan yang menegaskan bahwa nadhar ini sah dan menghasilkan keyakinan.. Dengan demikian maka fungsi nadhar (penelitian) ialah untuk menjelaskan hal-hal yang gaib agar dapat dicerna oleh akal disamping menentukan mana yang benar diantara dua pendapat yang berbeda. Tidak dapat diketahui mana yang hak dan mana yang batal. Karena itu..... Diantara-nya ialah: Katakanlah ya Muhammad: "Lihatlah apa yang di langit dan di bumi. bahwa Allah telah nadhar kepada Ibrahim as. . manusia bisa sampai pada pengetahuan yang meyakinkan.. Dalam al-Qur'an cukup banyak dijumpai ayat-ayat yang memerintahkan untuk melakukan nadhar. VY_* ¸œ‰ cc. Manusia juga terbagi atas dua macam: Ahli hak dan ahli batal...... Mengapakah mereka tidak melihat kepada alam (malakut) langit dan bumi dan kepada apa yang Allah jadikan? Maka VY\ \|‘ ambil ibaratlah wahai ahli akal. bertaklid buta.... mana yang kufur dan mana yang iman. dan tidak berguna tanda-tanda dan peringatan-peringatan kepada kaum yang tidak beriman".. ialah bahwa dalam alam ini terdapat kebenaran dan kebatalan. dan menjadi nash yang tegas pula yang mewajibkan kita memakai qiyas 'aqli atau qiyas manthiqi dan sya'i.... Melalui nadhar.. .. Ayat yang terakhir menerangkan. demikian pula untuk mengenal Allah dan Rasul-Nya lebih jelas haruslah melalui nadhar. bahwa nadhar itu ialah menggunakan akal di sekitar masalah yang dapat dijangkau oleh akal (ma'qulat). Tidak mau lagi melakukan nadhar adalah keliru sesat dan menyesatkan. Kedudukan Nadhar Dalam Islam Dalam kitab Hawasyil Isyarat disebutkan. Ayat-ayat tersebut diatas adalah nash yang tegas yang mendorong untuk melakukan nadhar terhadap segala maujud. bahwa nadhar itu hukum yang digunakan dalam mengetahui dalil.. kalau bukan dengan nadhar.menyelidiki secara mendalam tentang tuhan alam semesta dan manusia untu mencari kebenaran yang sejati´ 4.]}UY|2‘ &X!R¦U2` ¸ X|H‘ 3^ 6© Ž ¾ Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim bumi malakut (langit) dan bumi.

Gharizi adalah pokok akal. Ilmu kalam. yaitu kebenaran. filsafat. ialah akal yang digunakan untuk berijtihad dan menjalankan nadhar. baik tentang alam maupun manusia atau tentang Tuhan. sebagai ilmu yang menggunakan logika disamping argumentasi-argumentasi . Titik perbedaan Antara Ilmu Tauhid. 6. Ada pula yang mengatakan: "Akal itu kekuatan yang membedakan yang hak dengan yang batal". ialah tenaga jiwa untuk memahami mujarradat (sesuatu yang tidak dapat diraba atau dirasa dengan pancaindera).5. ketiga ilmu itu membahas tentang masalah yang berkaitan dengan ketuhanan Baik ilmu kalam. Sementara itu Tasawuf dengan metodenya yang tipikal berusah menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan kebenaran spiritual menuju Tuhan. manusia dan segala sesuatu yang ada. Akal ini tidak dapat terlepas dari akal gharizi. dinamai fikir. Kedudukan Akal Dalam Pandangan Islam Dalam kitab Hawasyil-Isyarat diterangkan bahwa akal itu. filsafat dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian. yakni upaya-upaya pendekatan terhadapnya. makna yang diperoleh dari menyelidiki dan rupa-rupa benda". Jadi dilihat dari aspek objeknya. sedang kasbi adalah cabang yang tumbuh daripadanya: itulah akal yang dengannya berpaut dan bergantung taklif dan beribadat. Adapun akal kasbi (akal muktasab). Al-Mawardi dalam A'lamun-Nubuwwah menulis: "Akal itu suatu tenaga yang memberi faedah bagi kita mengetahui segala yang menjadi kepastiannya". memperhatikan rupa-rupa benda". berusaha menghampiri kebenaran. Tersebut dalam suatu kitab falsafah: "Akal itu suatu kekuatan untuk mengetahui makna mujarradat. Sementara itu objek kajian tasawuf adalah Tuhan. Gerakan jiwa untuk memikir sesuatu agar diperoleh apa yang dimaksudkan. 7. Titik Persamaan Antara Ilmu Tauhid. sedang akal gharizi mungkin terlepas dari akal ini. Al-Mawardi membagi akal kepada: gharizi dan kasbi. Filsafat dan Tasawuf Perbedaan diantara ketiga Ilmu tersebut terletak pada aspek metodologinya. Ilmu kalam dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan-Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri pula. maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama. dinamai dzihin. Filsafat dan Tasawuf Ilmu Kalam. Kekuatan jiwa yang mempersiapkan untuk memikir (berusaha). Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu dengan -Nya. Objek kajian filsafat adalah masalah ketuhanan disamping masalah alam.

Hubugan Ilmu Tauhid dengan Ilmu Tasawuf Ilmu Kalam sebagaimana telah disebutkan merupakan disiplin ilmu keislaman yang mengedepankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam tuhan. Argumentasi rasional yang dimaksudkan adalah landasan pemahaman yang cenderung menggunakana metode berfikir Filosofis. Dalam kaitanya dengan ilmu kalam. Oleh sebab itu. Adapun ilmu tasawuf aedalah ilmu yang lebih menekankan rasa daripada rasio. metode yang digunakanpun adalah metode rasional. serta pengalaman keagamaan yang dijelaskan dengan pendekatan rasional. sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. . baik rasional (aqliyah) maupun naqliyah. Denagn demikian ilmu tas awuf merupakan penyempurna ilmu tauhid jika dilihat bahwa ilmu tasawuf merupakan sisi terapan rohaniyah dari ilmu tauhid. persoalanpersolan kalam ini mengarah pada perbincangan yang mendalam dengan dasar -dasar argumentasi. praktek dan pelaksanaan ajaran agama. filsafat dan tasawuf sangat distingtif. ilmu tasawuf berfungsi. Sebagai sebuah ilmu yang prosesnya diperoleh oleh rasa. Sementara itu filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. yakni sangat berkaitan dengan pengalaman seseorang. kecuali oleh ikatan tanganya sendiri bernama logika. ilmu tasawuf bersifat sanagt subyektif. hal ini karena pengalaman rasa sangat sulit dibahasakan.naqliyah berfungsi untuk empertahankan keyakinan ajaran agama. sedangkan argumentasi naqliyyah biasanya bertendensi pada argumentasi berupa dalil-dalil Al Qur¶an dan Hadits. Pengahayatan yang mendalam lewat hati (dzauq dan wijjan) terhadap ilmu tauhid atau ilmu kalam menjadikan ilmu ini lebih terhayati atau teraplikasikan dalam perilaku. 8. tidak merasa terikat oleh iketan apapun. Itulah sebabnya bahasa tasawuf tampak aneh bila dilihat dari aspek rasio. Filsafatmenghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal (mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal (mengalam). sebagian ilmuan berpendapat bahwa ilmu ini keyakinan-keyakinan kebenaran agama. yang sangat tampak nilai apologinya. Ilmu Kalam berisi keyakinan-keyakinan kebenaran agama yang dipertahankan melalui argumen-argumen rasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->