P. 1
Siap Menjadi Pemimpin

Siap Menjadi Pemimpin

|Views: 2,465|Likes:
Published by Padepokan Kata

More info:

Published by: Padepokan Kata on Apr 08, 2011
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

Untuk memahami contoh kepemimpinan dan strukturnya dalam lingkup

kecil (di sekolah) kita telah mengenal Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

OSIS adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang

dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan

Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang

terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang

pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah

seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh

anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus

OSIS.

11

Sumber: www.flickriver.com

Gbr. 1.2
Logo Organisasi Siswa Intra Sekolah
(OSIS)

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi

yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur

keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:

- Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)

- Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)

- Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)

- Ketua Umum

- Wakil Ketua I

- Wakil Ketua II

- Sekretaris Umum

- Sektetaris I

- Sekretaris II

- Bendahara

- Wakil Bendahara

- Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang

berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.

Biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus

yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler

yang ada di sekolah.

12

Berdasarkan contoh tata urutan kepemimpinan dalam OSIS tersebut, kamu

setidaknya mengetahui peran kepemimpinan apa saja yang dilakukan oleh ketua

OSIS sampei ketua sekretaris bidang. Dalam alur kepemimpinan tersebut ada

fungsi dan tugas tertentu. Selain itu, sosok-sosok yang mengisi jabatan

kepemimpinan tersebut tentunya tidak asal ambil. Ada proses seleksi sampai uji

kemampuan tiap-tiap bidang. Namun, inti yang akan dibahas pada bagian ini

adalah masalah kepemimpinan yang perlu kita ketahui untuk mengenal hal apa

saja yang harus dimiliki oleh sang pemimpin.

Dalam Kamus Besar Bahsa Indonesia, istilah pemimpin, kemimpinan, dan

memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama pimpin. Namun

demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda. Pengertian yang

berhubungan dengan kepemimpinan adalah sebagai berikut.

memimpin: mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dsb):

pemimpin:orang yang memimpin

pimpinan: hasil memimpin; bimbingan; tuntunan:

kepemimpinan: perihal pemimpin; cara memimpin:

Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya

seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki keterampilan kepemimpinan

dan belum tentu mampu memimpin. Istilah “kepemimpinan” pada dasarnya

berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki

seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan

"pemimpin".

Sumber: www.indonesiakudjaya.com

13

Gbr. 1.3
Para pemimpin negara Indonesia

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan

kelebihan, khususnya kecakapan/kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu

mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas

tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang

pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan -khususnya kecakapan-kelebihan

di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama

melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.

Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi leader, yang

mempunyai tugas untuk me-lead anggota di sekitarnya. Sedangkan makna lead

mengandung pengertian sebagai berikut:

- Loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan setia kawan kepada

rekan-rekannya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.

- Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan

mewariskan pengetahuan pada rekan-rekannya.

- Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada

- Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan

kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.

Sumber: www.dedidwitagama.files.wordpress.com

Gbr. 1.4
Seorang calon pemimpin harus memberikan contoh
baik kepada yang lain

14

Dalam suatu organisasi, kepemimpinan merupakan faktor yang sangat

penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh

organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari

kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas

untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk

mencapai tujuan tertentu.

Kepemimpinan bisa disebut juga sebagai kemampuan untuk mempengaruhi

suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan pun dapat mengandung

pengertian sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian,

termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka

meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas

tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan

batin, serta merasa tidak terpaksa.

Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok

antara lain:

1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau

organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,

2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi

bawahan oleh pemimpin, dan

3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan

adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok

orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Beberapa pendapat mengenai kepemimipinan adalah sebagai berikut:

1. Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan

individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.

2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan

langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan

tertentu.

3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti

Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin

dalam mencapai tujuan.

15

4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada

umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka

mencapai tujuan tertentu.

5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas

untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok

yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu

dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan

tertentu.

7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar

supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat

kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana

dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat

melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh

semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak.

Sumber: www.smacepiring.files.wordpress.com

Gbr. 1.5
Pramuka sebagai salah satu media
membentuk calon pemimpin

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan

mempunyai pengertiansecara khsusus: kemampuan untuk mempengaruhi perilaku

seseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi

16

tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi

interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk

mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk,

memotivasi dan mengkoordinasi.

Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam

menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam

melaksanakan program-program saja. Aka tetapi lebih dari itu, yaitu pemimpin

harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau

masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan

sumbangsih yang positif dalam usaha mencapai tujuan bersama.

Berbicara tentang pemimpin dan kepemimpinan masa depan erat kaitannya

dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Bangsa ini,

masih membutuhkan pemimpin yang kuat di berbagai sektor kehidupan

masyarakat, pemimpin yang berwawasan kebangsaaan dalam menghadapi

permasalahan bangsa yang demikian kompleks. Ini selaras dengan kerangka ideal

normatif sistem kepemimpinan nasional sebagai sebuah sistem dalam arti statik

maupun arti dinamik.

Dalam arti sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan komponen

bangsa secara hierarkial maupun pada tatanan komponen bangsa secara horizontal

dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Sementara itu, dalam sistem yang bersifat dinamik, sistem kepemimpinan nasional

adalah keseluruhan aktivitas kepemimpinan yang berporos dari dan komponen

proses transformasi (interaksi moral, etika, dan gaya kepemimpinan) dan akhirnya

keluar dalam bentuk orientasi kepemimpinan yang berdimensi aman, damai, adil

dan sejahtera.

Saat ini, kita butuh pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan,

kemajuan, dan kejayaan bangsa dan negara, bukan kepada kepentingan

pribadi/kelompok, bukan untuk melanggengkan kekuasaan kelompok, dan bukan

pula kepemimpinan yang membiarkan hidupnya budaya anarkisme, budaya

kekerasan, dan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita butuh, pemimpin

berwawasan kebangsaan, pemimpin Pancasilais, setia kepada Negara Kesatuan

Republik Indonesia dan UUD Negara RI Tahun 1945, serta memahami karakter

dan kultur bangsa Indonesia.

17

Dalam era saat ini, pemimpin kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan

Indonesia masih sangat dibutuhkan, melalui pemahaman dan penghayatan nilai-

nilai dasar negara, yaitu Pancasila yang bersifat integratif. Oleh karena itu, para

pemimpin dan kader kepemimpinan masa depan harus merupakan bagian integral

dari kepemimpinan nasional integratif, yang memiliki kriteria pokok, yaitu:

Pertama, terciptanya interaksi atau keterpaduan yang harmonis antara

pemimpin dengan yang dipimpin.

Kedua, memiliki ciri, sifat, prinsip, teknik, azas serta gaya dan jenis

kepemimpinan yang andal.

Ketiga, mempunyai strategi kepemimpinan nasional yang tepat, sesuai

situasi dan kondisi, serta kurun waktu yang dihadapi.

Pemimpin dan kepemimpinan masa depan yang integratif harus memiliki

pola pikir, pola sikap dan pola tindak sebagai negarawan. Makna dari negarawan

adalah seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengubah kondisi saat ini

melalui proses untuk menciptakan kondisi yang diharapkan dalam rangka

mencapai tujuan nasional dan mewujudkan cita-cita nasional. Pemimpin akan

dapat melaksanakan fungsi kepemimpinan-nya dengan efektif, apabila ia diterima,

dipercaya, didukung serta dapat diandalkan.

Seorang pemimpin harus memiliki reputasi yang baik, menunjukkan kinerja

yang diakui, terutama dalam mengantisipasi tantangan-tantangan di depan dan

keberhasilannya mengatasi masalah-masalah yang kritikal dan membawa

kemajuan-kemajuan yang dirasakan langsung oleh anggotanya.

Sumber: www.sma13smg.sch.id

18

Gbr. 1.6

Seorang pemimpin harus
memiliki reputasi yang baik

Pemimpin dalam lingkup kepentingan negara dan bangsa bagi

penyelenggaraan negara haruslah memiliki nilai-nilai sebagai seorang negarawan,

artinya warga negara yang mau dan mampu mengambil sikap dan keputusan, demi

kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai kenegarawan itu tidak hanya dimiliki

oleh seorang Kepala Negara, pejabat pemerintahan dan birokrasi/pejabat publik

semata, tetapi harus dimiliki oleh setiap pribadi warga negara dan setiap elemen

kemasyarakatan baik pengusaha, budayawan, pemimpin umat keagamaan,

pemimpin kemasyarakatan, cendekiawan, olahragawan dan kaum muda seperti

para mahasiswa.

Dalam konteks inilah sebenarnya konsep think globally dan act locally

(berpikir secara global dan bertindak secara lokal) ini dapat diimplementasikan

dalam menghadapi tantangan era globalisasi saat ini. Oleh karenanya, pemimpin

masa depan diharapkan mampu memahami visi mewujudkan masyarakat Indonesia

yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta

baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara dan melaksanakan sistem

penyelenggaraan negara secara baik dan benar.

Hal ini agar kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita nasional dan tujuan

nasional dapat benar-benar diwujudkan, sehingga kepemimpinannya, sejalan

dengan visi yang telah digariskan pemerintah, yaitu terwujudnya masyarakat

Indonesia yang damai, demokratis, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah

Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tentunya harus didukung oleh

manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia,

cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, memiliki pengetahuan dan

teknologi, memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi dan berdisiplin.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam

hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan.

Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok

kecil.

Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi

kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati &

menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah

19

impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah

tugas manusia.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk

Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan

untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan

kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.

Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial

manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya

manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak

untuk memimpin dirinya sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin, manusia akan dapat mengelola diri, kelompok

dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang

relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam

mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu

tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala

yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai

pemimpin, dapat disimpulkan bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat

amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau

mengatur orang lain.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan

memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan

organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi

untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah

kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang

diinginkan pihak lainnya. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan

menggerakkan orang–orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan,

kepercayaan, respek, dan kerja sama secara loyal untuk menyelesaikan tugas.

20

Sumber: www.photos-767.friendster.com

Gbr. 1.7

Kepemimpinan siswa dapat dilatih di sekolah

Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau

melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin,

kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki

keterikatan yang tidak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan

hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang

berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut

pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya,

keterampilan, bakat, sifat–sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana

nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan

diterapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->