P. 1
Siap Menjadi Pemimpin

Siap Menjadi Pemimpin

|Views: 2,463|Likes:
Published by Padepokan Kata

More info:

Published by: Padepokan Kata on Apr 08, 2011
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

Sections

Siap Menjadi Pemimpin

Aminudin

1

Kata Pengantar
Setiap orang sebetulnya adalah seorang pemimpin. Ia bisa menjadi pemimpin di sekolah, di rumah, atau pemimpin dalam kegiatan. Kita bisa berpotensi menjadi seorang pemimpin yang unggul. Namun, apakah

kepemimpinan muncul dengan sendirinya? Sama sekali tidak. Kita harus menanam benihnya terlebih dahulu dan menyiraminya setiap hari. Kita perlu berlatih untuk mematangkannya. Kita perlu mengenal untuk mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menjadi sosok pemimpin. Setiap orang memiliki kesempatan menjadi pemimpin, tetapi hanya sedikit saja yang mau memanfaatkannya. Lakukanlah untuk berlatih menjadi seorang pemimpin. Kita tidak perlu takut, sebab sekalipun mungkin pada awalnya kita gagal; setiap kegagalan yang terjadi, akan membuahkan pelajaran berharga. Buku ini diharapkan dapat membantumu untuk tumbuh dan berkembang, hingga akhirnya anda memiliki kualitas kepemimpinan yang unggul. Selamat berlatih dan menyiapkan diri menjadi pemimpin.

Salam

Penulis

2

Daftar Isi
PENDAHULUAN

BAB I Generasi Unggul Siap Menjadi Pemimpin A. Pengertian Pemimpin B. Syarat Menjadi Pemimpin Masa Depan

BAB 2 Pemimpin Masa Depan Berakhlak Mulia A. Sikap Relegiusnya Teladan bagi Orang Lain B. Sikap Tolerannya Teladan bagi Seluruh Umat Beragama C. Sikap Jujurnya Teladan bagi Orang Lain

BAB 3 Pemimpin Masa Depan Penuh Teladan A. Sikap Disiplinnya Inspiratif untuk Orang Lain B. Sikap Rajinnya Inspiratif untuk Orang Lain C. Sikap Kreatifnya Inspiratif untuk Orang Lain

BAB 4 Pemimpin Masa Depan Memiliki Performa Utama A. Menghormati Diri Sendiri B. Memiliki Kepedulian terhadap Sesama C. Memiliki Kepedulian terhadap Lingkungan

BAB 5 Pemimpin Masa Depan Memiliki Prestasi A. Peduli terhadap Ilmu Pengetahuan B. Peduli terhadap Kegemaran Membaca C. Peduli terhadap Sikap Mandiri

BAB 6 Pemimpin Masa Depan Bervisi Nasionalis A. Pelopor Rasa Bangga terhadap Bahasa B. Pelopor Rasa Bangga terhadap Budaya C. Pelopor Rasa Bangga terhadap Tanah Air

3

BAB 7 Pemimpin Masa Depan Pandai Bergaul A. Bersikap Terbuka dan Cinta Perdamaian B. Bersikap Santun dalam Berbahasa C. Bersikap Ramah dan Santun kepada Semua Orang

BAB 8 PENUTUP A. Bangsa yang Besar Mendambakan Pemimpin B. Refleksi

Daftar Pustaka Daftar Istilah Indeks

4

PENDAHULUAN
Manusia yang hidup berelompok tidak pernah lepas dari kepemimpinan. Dalam lingkup kecil, misalnya kelas, ada seorang pemimpin yang biasa disebut ketua kelas. Belum lagi dalam lingkup lebih luas, misalnya negara yang ada presiden. Kepemimpinan memang dibutuhkan oleh manusia untuk pengaturan hubungan dan menentukan tujuan bersama. Kepemimpinan telah menjadi suatu faktor penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam kehidupan organisasi. Seringkali dikatakan suatu organisasi atau kelompok akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan lain mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, dan juga menjadi faktor utama penentu keberhasilan dari suatu pekerjaan. Jika sudah seperti itu, seorang pemimpin ternyata memikul tugas yang tidak ringan. Ada banyak syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin adalah orang yang mempunyai beragam ketangguhan dalam dirinya sekaligus juga mampu membina hubungan baik dengan orang lain. Apabila kepemimpinan dibatasi oleh aturan tertentu atau dikaitkan

terjadinya dalam suatu organisasi tertentu, maka dinamakan manajemen. Kepemimpinan dapat terjadi dimana saja asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang–orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “manajemen” mempunyai makna: 1. penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; 2. pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Kepemimpinan sangat dekat dengan manajemen. Seorang pemimpin harus bisa mengatur (memanaje) potensi yang ada di dalam lingkup organisasinya sekaligus juga bertanggung jawab atas jalannya kelompok tersebut. Dapat terjadi pada seseorang yang berperilaku sebagai seorang pemimpin, asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang-orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Akan tetapi, seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan pengatur untuk mempengaruhi perilaku orang-orang lain. Dengan kata lain seorang leader atau pemimpin belum tentu seorang pengatur, tetapi seorang

5

pengatur bisa berperilaku sebagai seorang leader atau pemimpin. Misalnya, jika di kelasmu ada ketua kelas, belum tentu ia selalu menjadi orang yang memimpin jika kelasmu ada kegiatan. Ada orang lain yang bisa berposisi menjadi seorang pemimpin tanpa harus ada pengakuan formalitas.

Sumber: www.budhiwarman2.com Generasi muda adalah bibit-bibit pemimpin di masa depan

Apakah kamu punya bakat jadi pemimpin? Perhatikan, apakah kamu selalu mengatur teman-teman mengenai kegiatan apa yang akan dilakukan? Apakah teman-temanmu dengan sukarela mengikuti kemauanmu? Apakah kamu selalu berani mengungkapkan pendapat dan meminta untuk diberi kesempatan menyanyi atau berdoa di depan kelas? Apakah kamu merasakan tingkat kepercayaan diri yang berbeda dengan teman-temanmu? Mungkin, belum kamu menunjukkan perilaku yang menunjukkan karakter seorang pemimpin. Lalu, bagaimana cara mendorong kita untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan? Berikut ini beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk siap menjadi pemimpin. Hal-hal berikut merupakan pengenalan dasar menjadi pemimpin sebelum kamu nanti belajar lebih mendalam di Bab-Bab berikutnya. 1. Tanyakan pada diri sendiri. Kamu bisa menanyakan pada diri sendiri: Apakah kamu siap menjadi pemimpin? Hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menjadi pemimpin itu? Layakkah kamu jadi pemimpin? 2. Kenalkan diri kamu pada para pemimpin. Kamu dapat mengenal mengenai sejumlah tokoh pemimpin, entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang

6

yang ada di lingkungan sekitar. Saat melihat bagaimana pemimpin beraksi, kamu akan tahu bagaimana perilaku seorang pemimpin. Kelak, kamu pun akan meniru tingkah laku tersebut. 3. Lakukan kegiatan yang membantu kamu menunjukkan kemampuan memimpin Kenalkan diri kamu pada kegiatan-kegiatan yang membantumu melakukan kemampuan memimpin. Misalnya, membantu mengatur barisan teman-teman saat acara di sekolah. Ketika kamu dibiasakan untuk melakukan hal-hal seperti ini, mereka juga akan mampu mempraktekkannya di rumah maupun di tempat lain. Kiat-kiat tersebut dapat kamu praktekkan dalam lingkup kecil, misalnya di sekolah. Kamu dapat mengembangkan potensi kepemimpinan dengan mencoba menunjukkan diri dalam suatu kegiatan atau organisasi di sekolah. Hal ini tidak lain sebagai ajang pelatihan bagimu dalam memahami bagaimana proses menjadi sosok pemimpin ke depan. Calon pemimpin yang hebat tentu saja harus mempunyai bekal-bekal yang sangat cukup. Bekal-bekal kepemimpinan itu diperoleh melalui bentuk-bentuk latihan kepemimpinan. Ada beberapa bentuk latihan yang dapat diterapkan, yaitu seperti berikut.

a. Upacara Bendera Sejak SD, kamu mungkin sudah diwajibkan mengikuti upacara bendera di sekolahan. Ada apa di balik aktivitas ini? Banyak latihan kepemimpinan dalam upacara bendera ini. Ada siswa yang bertugas memberi aba-aba, merapikan dan menyiapkan teman-temannya dalam barisan-barisan. Ada yang mengibarkan bendera, memimpin grup paduan suara, dan memimpin doa. Ada juga yang bertugas sebagai komandan upacara. Jelas bahwa upacara bendera sangat kental akan pelatihan kepemimpinan. Para pemimpin harus selalu siap sedia dan terampil menertibkan kelancaran upacara. Kamu harus belajar berani tampil menjadi pemimpin supaya nanti mampu menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

b. Menjadi Ketua Kelas Menjadi ketua kelas merupakan latihan bentuk kepemimpinan yang lebih rutin bagimu. Setiap hari kamu harus mengoordinasi teman-temannya supaya tertib, dan mengusahakan kemajuan kelasnya. Sang ketua kelas berhak menegur 7

teman-temannya demi menjaga “kualitas kelas”. Jika kelak dewasa, kamu pasti mampu menjaga kualitas perusahaan, kantor, atau organisasi yang dipimpin olehmu.

c. Menjadi Ketua Panitia Mencoba menjadi ketua panitia dalam suatu acara atau kegiatan tertentu, misalnya ketua panitia peringatan tujuh belas Agustus bukan hal yang biasa. Kamu bisa belajar untuk mengelola acara, memilih teman-teman yang pas, dan dapat membantu pekerjaannya secara sungguh-sungguh. Jika jiwa kepemimpinanmu kental, lama-lama kamu akan ketagihan juga untuk meningkatkan lingkup acara. Ke depannya mungkin kamu bisa menjadi ketua acara pentas seni (pensi) di sekolah.

d. Menjadi Ketua Kelompok Organisasi Bila kamu sudah terlatih menjalani bentuk-bentuk kepemimpinan di atas, kamu dapat belajar meningkatkan ruang lingkup kepemimpinan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu menjadi ketua kelompok organisasi. Tugas-tugas di organisasi ini lebih kompleks dan harus lebih menguras pikiran dan tenaga. Calon pemimpin yang cerdas, pasti akan berhasil mengupayakan perkembangan yang baik bagi organisasinya. Contoh sederhana adalah kamu menjadi ketua bidang ekstra kurikuler di sekolah (ketua tim basket, PMR, Paskibra, Pramuka, band sekolah, Karya Ilmiah Remaja, dan sebagainya.)

8

BAB I Generasi Unggul Siap Menjadi Pemimpin
Konsep kepemimpinan idak terlepas dari adanya generasi unggul. Generasi unggul mempunyai kelebihan-kelebihan dan ciri khas tertentu. Sejarah sudah membuktikan bahwa kehadiran seorang pemimpin adalah melalui proses. Pemimpin sejati tidak lahir begitu saja. Pemimpin sejati lahir dari sikapnya yang selalu berbeda dengan yang lain dalam ranah keunggulan. Masa depan tidak dapat dipisahkan dengan masa kini dan masa lampau. Begitu pula pemimpin masa depan, ia harus dapat berpikir secara menyeluruh melacak sejarah, menapakkan kakinya pada kekinian, serta sekaligus menaantang masa depan. Pemimpin sejati harus memperhatikan berbagai kendala masa lalu dan masa kini, tetapi ia pun harus memiliki daya cipta untuk membawa yang dipimpinnya ke dalam kehidupan yang lebih sejahtera lahir batin di masa depan. Ia harus dapat melihat ke belakang, ke dalam masanya, dan ke masa depan, dan memahami semua yang dilihatnya dalam rangka aspirasi semua. Pemimpin masa depan tidak mungkin bersandar semata-mata kepada kharisma, baik dari pembawaan, karena peran sejarah. Pemimpin masa depan adalah diri kalian sendiri yang entah untuk beberapa tahun atau puluhan tahun ke depan menjadi sosok yang siap mengatur negeri ini. Bayangkan kalau sekarang kamu masih duduk di kursi dan bermain dengan teman. Apakah kamu berpikiran bahwa beberapa tahun ke depan kamu adalah sosok yang siap mengatur keadaan dan orang lain? Jika kamu adalah sosok pribadi yang ungul, sikap untuk maju tentunya harus dimiliki dari sekarang. Sekolah bukan hanya sekadar tempat bertemu teman. Gali potensi dirimu selama di sekolah. Jika hanya belajar, tanpa mempunyai ketereampilan lain, percayalah kamu akan menjadi sosok yang kaku.

9

Sumber: www.eramuslim.com Gbr. 1.1 Bung Karno dan Bung Hatta dwitunggal pemimpin Indonesia

Kelebihan seorang pemimpin akan diukur dari prestasi nyata dan kualitas pemikirannya oleh lingkungan dan orang-orang yang setara dengannya. Para pemimpin nantinya mungkin tidak berbeda terlalu lebih dari yang lain. Namun, pemimpin yang dituntut adalah yang berjiwa kerakyatan dan sadar bahwa kepemimpinannya adalah mandat atau kepercayaan yang diberikan oleh yang dipimpin dan harus dipertanggungjawabkannya. Tidak mungkin lagi seorang pemimpin pada masa kini dan masa mendatang merasa kepemimpinannya itu sebagai haknya, entah karena keturunan, kekayaan, atau kepintarannya.

A. Pengertian Pemimpin
Untuk memahami contoh kepemimpinan dan strukturnya dalam lingkup kecil (di sekolah) kita telah mengenal Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). OSIS adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

10

Sumber: www.flickriver.com Gbr. 1.2 Logo Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:

- Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah) - Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah) - Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah) - Ketua Umum - Wakil Ketua I - Wakil Ketua II - Sekretaris Umum - Sektetaris I - Sekretaris II - Bendahara - Wakil Bendahara - Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya. Biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

11

Berdasarkan contoh tata urutan kepemimpinan dalam OSIS tersebut, kamu setidaknya mengetahui peran kepemimpinan apa saja yang dilakukan oleh ketua OSIS sampei ketua sekretaris bidang. Dalam alur kepemimpinan tersebut ada fungsi dan tugas tertentu. Selain itu, sosok-sosok yang mengisi jabatan kepemimpinan tersebut tentunya tidak asal ambil. Ada proses seleksi sampai uji kemampuan tiap-tiap bidang. Namun, inti yang akan dibahas pada bagian ini adalah masalah kepemimpinan yang perlu kita ketahui untuk mengenal hal apa saja yang harus dimiliki oleh sang pemimpin. Dalam Kamus Besar Bahsa Indonesia, istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama pimpin. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda. Pengertian yang berhubungan dengan kepemimpinan adalah sebagai berikut. memimpin: mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dsb): pemimpin:orang yang memimpin pimpinan: hasil memimpin; bimbingan; tuntunan: kepemimpinan: perihal pemimpin; cara memimpin: Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki keterampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah “kepemimpinan” pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".

Sumber: www.indonesiakudjaya.com

12

Gbr. 1.3 Para pemimpin negara Indonesia

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan -khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi leader, yang mempunyai tugas untuk me-lead anggota di sekitarnya. Sedangkan makna lead mengandung pengertian sebagai berikut: - Loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan setia kawan kepada rekan-rekannya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan. - Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan pengetahuan pada rekan-rekannya. - Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada - Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.

Sumber: www.dedidwitagama.files.wordpress.com Gbr. 1.4 Seorang calon pemimpin harus memberikan contoh baik kepada yang lain

13

Dalam suatu organisasi, kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan bisa disebut juga sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan pun dapat mengandung pengertian sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa. Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain: 1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi, 2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan 3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai. Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Beberapa pendapat mengenai kepemimipinan adalah sebagai berikut: 1. Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. 2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu. 3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan.

14

4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. 5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu. 7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. 8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak.

Sumber: www.smacepiring.files.wordpress.com Gbr. 1.5 Pramuka sebagai salah satu media membentuk calon pemimpin

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan mempunyai pengertiansecara khsusus: kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi

15

tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja. Aka tetapi lebih dari itu, yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan sumbangsih yang positif dalam usaha mencapai tujuan bersama. Berbicara tentang pemimpin dan kepemimpinan masa depan erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Bangsa ini, masih membutuhkan pemimpin yang kuat di berbagai sektor kehidupan masyarakat, pemimpin yang berwawasan kebangsaaan dalam menghadapi permasalahan bangsa yang demikian kompleks. Ini selaras dengan kerangka ideal normatif sistem kepemimpinan nasional sebagai sebuah sistem dalam arti statik maupun arti dinamik. Dalam arti sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan komponen bangsa secara hierarkial maupun pada tatanan komponen bangsa secara horizontal dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sementara itu, dalam sistem yang bersifat dinamik, sistem kepemimpinan nasional adalah keseluruhan aktivitas kepemimpinan yang berporos dari dan komponen proses transformasi (interaksi moral, etika, dan gaya kepemimpinan) dan akhirnya keluar dalam bentuk orientasi kepemimpinan yang berdimensi aman, damai, adil dan sejahtera. Saat ini, kita butuh pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan, kemajuan, dan kejayaan bangsa dan negara, bukan kepada kepentingan pribadi/kelompok, bukan untuk melanggengkan kekuasaan kelompok, dan bukan pula kepemimpinan yang membiarkan hidupnya budaya anarkisme, budaya kekerasan, dan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita butuh, pemimpin berwawasan kebangsaan, pemimpin Pancasilais, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD Negara RI Tahun 1945, serta memahami karakter dan kultur bangsa Indonesia.

16

Dalam era saat ini, pemimpin kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan Indonesia masih sangat dibutuhkan, melalui pemahaman dan penghayatan nilainilai dasar negara, yaitu Pancasila yang bersifat integratif. Oleh karena itu, para pemimpin dan kader kepemimpinan masa depan harus merupakan bagian integral dari kepemimpinan nasional integratif, yang memiliki kriteria pokok, yaitu: Pertama, terciptanya interaksi atau keterpaduan yang harmonis antara

pemimpin dengan yang dipimpin. Kedua, memiliki ciri, sifat, prinsip, teknik, azas serta gaya dan jenis kepemimpinan yang andal. Ketiga, mempunyai strategi kepemimpinan nasional yang tepat, sesuai situasi dan kondisi, serta kurun waktu yang dihadapi. Pemimpin dan kepemimpinan masa depan yang integratif harus memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak sebagai negarawan. Makna dari negarawan adalah seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengubah kondisi saat ini melalui proses untuk menciptakan kondisi yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan nasional dan mewujudkan cita-cita nasional. Pemimpin akan dapat melaksanakan fungsi kepemimpinan-nya dengan efektif, apabila ia diterima, dipercaya, didukung serta dapat diandalkan. Seorang pemimpin harus memiliki reputasi yang baik, menunjukkan kinerja yang diakui, terutama dalam mengantisipasi tantangan-tantangan di depan dan keberhasilannya mengatasi masalah-masalah yang kritikal dan membawa kemajuan-kemajuan yang dirasakan langsung oleh anggotanya.

Sumber: www.sma13smg.sch.id

17

Gbr. 1.6

Seorang pemimpin harus memiliki reputasi yang baik Pemimpin dalam lingkup kepentingan negara dan bangsa bagi

penyelenggaraan negara haruslah memiliki nilai-nilai sebagai seorang negarawan, artinya warga negara yang mau dan mampu mengambil sikap dan keputusan, demi kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai kenegarawan itu tidak hanya dimiliki oleh seorang Kepala Negara, pejabat pemerintahan dan birokrasi/pejabat publik semata, tetapi harus dimiliki oleh setiap pribadi warga negara dan setiap elemen kemasyarakatan baik pengusaha, budayawan, pemimpin umat keagamaan, pemimpin kemasyarakatan, cendekiawan, olahragawan dan kaum muda seperti para mahasiswa. Dalam konteks inilah sebenarnya konsep think globally dan act locally (berpikir secara global dan bertindak secara lokal) ini dapat diimplementasikan dalam menghadapi tantangan era globalisasi saat ini. Oleh karenanya, pemimpin masa depan diharapkan mampu memahami visi mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara dan melaksanakan sistem penyelenggaraan negara secara baik dan benar. Hal ini agar kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita nasional dan tujuan nasional dapat benar-benar diwujudkan, sehingga kepemimpinannya, sejalan dengan visi yang telah digariskan pemerintah, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tentunya harus didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, memiliki pengetahuan dan teknologi, memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi dan berdisiplin. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah

18

impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin, manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat disimpulkan bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan

memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang–orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerja sama secara loyal untuk menyelesaikan tugas.

19

Sumber: www.photos-767.friendster.com Gbr. 1.7

Kepemimpinan siswa dapat dilatih di sekolah Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tidak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya,

keterampilan, bakat, sifat–sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.

B. Syarat Menjadi Pemimpin Masa Depan
Waktu yang terus bergerak telah memilih dan memilah beragam pemimpin di negeri ini. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, pemimpin yang lahir adalah sosok-sosok unggulan yang mampu mengatur semua situasi dengan kecerdasan dan kecakapannya. Pemimpin baru selalu lahir dari berbagai generasi. Pemimpin adalah orang pilihan yang menasbihkan dirinya dalam sosok yang selalu siap berjuang demi kesejahteraan dan cita-cita bersama. Untuk menjadi bangsa maju dan sejahtera diperlukan pemimpin bermutu di semua tingkat dan tidak hanya pada tingkat nasional, dan di semua bidang kehidupan dan tidak hanya di bidang politik saja. Akan tetapi apabila pada tingkat nasional ada pemimpin yang besar kemampuannya, akan merangsang bangkitnya 20

pula pemimpin-pemimpin yang bermutu di semua tingkat dan bagian kehidupan masyarakat. Bagaimanakah pemimpin masa depan yang kiranya dapat mengajak bangsa Indonesia mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang adil dan merata, lahir dan batin? Sudah barang tentu harus dipenuhi syarat-syarat yang membuat orang tidak sekadar sebagai pengikut atau pengamat, melainkan menjadi pemimpin. Syaratsyarat ini ada yang berlaku sepanjang zaman karena menyangkut hubungan manusia dan manusia, antara lain: 1. Orang itu diliputi dorongan kuat dalam dirinya untuk memajukan bangsanya dengan mengajak orang-orang lain bergerak bersama dengan dia. Ia berkehendak kuat menjadi pemimpin bangsanya ke arah kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Dorongan itu membuatnya tidak hanya berangan-angan, melainkan mengambil langkah-langkah secara nyata. Makin orang itu mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain, makin banyak orang yang bergabung dan percaya kepadanya. Seorang pemimpin harus mampu merebut kepercayaan orang lain sehingga mereka dengan tulus bergerak dan berjuang bersamanya, bahkan ada yang secara sadar bersedia berkorban untuk perjuangan itu. Hal itu secara langsung atau tidak langsung menyempitkan ruang gerak bagi mereka yang menyainginya dan melawannya. 2. Karena pentingnya faktor kepercayaan, maka seorang pemimpin harus pandai berbicara dan meyakinkan orang lain tentang benarnya tujuan perjuangannya. Akan tetapi tidak cukup hanya pandai bicara, melainkan juga menunjukkan bukti akan kesungguh-sungguhannya atau komitmennya dalam mengejar tujuannya, dengan melakukan berbagai tindakan dan perbuatan yang meyakinkan orang lain bahwa ia bukan hanya penyebar omongan dan janji, melainkan seorang yang sanggup berbuat.

21

Sumber: www.1.bp.blogspot.com Gbr. 1.8

Seorang pemimpin diharapkan dapat menunjukkan bukti akan kesungguh-sungguhannya Seorang pemimpin ia bukan orang yang hanya penuh pertimbangan, melainkan sanggup mengambil keputusan dengan perhitungan matang. Ia menunjukkan tauladan yang merangsang orang lain untuk mengikuti. Hal itu sebaiknya disertai hasil nyata (concrete results) yang menimbulkan rasa bangga pada semua yang bergerak bersamanya. 3. Ia harus menggambarkan satu wawasan atau visi yang menunjukkan secara jelas kepada semua pihak dan terutama kepada pengikutnya, apa yang hendak dicapai bersama. Wawasan itu harus cukup agung, tetapi tidak boleh sesuatu yang fantastis. Pemimpin juga harus mampu menjaga agar semua memegang teguh disiplin perjuangan dan mengoreksi yang lemah serta menghukum yang melanggar dan merintangi jalannya perjuangan. Pemimpin yang tidak sanggup memegang dan menegakkan disiplin perjuangan akan dinilai lemah dan menimbulkan rasa sangsi dan cemas pada pengikutnya. Sebaliknya menggembirakan lawan dan saingannya. Pemimpin harus mempunyai pikiran yang fleksibel dan terbuka, tetapi itu tidak boleh mengurangi keteguhan dalam pendirian dan sikap. Setiap keberhasilan untuk memperlemah dan meniadakan saingan dan perlawanan, apalagi kalau mampu membuat mereka malahan bergabung, akan menambah wibawa pemimpin.

22

4. Pemimpin masa depan harus memahami masa depan umat manusia dan bangsa Indonesia. Adalah satu kenyataan bahwa perkembangan umat manusia amat dipengaruhi oleh sains dan teknologi. Pemimpin masa depan harus memahami perkembangan sains dan teknologi dan memanfaatkannya untuk

kepemimpinannya.

Sumber: www.world.kbs.co.kr Gbr. 1.9

Pemimpin masa depan harus bisa menguasai sains dan teknologi 5. Pemimpin masa depan harus arif bijaksana dilandasi naluri (instinct) untuk memperjuangkan tujuannya dengan lebih canggih dan lihay. Pergaulan internasional dalam globalisasi tidak saja amat mempererat hubungan bangsa satu dengan yang lain, tetapi juga mempertinggi kondisi persaingan antar bangsa. 6. Pemimpin masa depan harus menyadari bahwa perkembangan umat manusia amat mempengaruhi bangsa Indonesia yang majemuk. Pengaruh itu terutama datang dari perkembangan demokrasi dan sains dan teknologi sebagai kenyataan menonjol umat manusia. Hal itu mendorong setiap suku bangsa dan daerah untuk mencapai kemajuan dan mampu menentukan nasibnya dalam arena dunia yang makin dinamis. Demikian pula setiap individu makin menyadari hak-haknya untuk maju dan bersedia memperjuangkannya. Namun sebaliknya juga dorongan untuk kebersamaan berkembang makin kuat. Adalah pula frappant bahwa di samping perkembangan sains dan teknologi yang begitu cepat dan luas terdapat peningkatan kesadaran manusia untuk hidup religius.

23

Para pemimpin masa depan akan memimpin rakyat yang makin luas dan dalam pengetahuannya, yang makin paham akan hak-haknya dan makin menjaga martabat, dan kepentingannya. Maka pemimpin tidak lagi bisa mengandalkan kepada kekuatan fisik, seperti di masa awal di banyak negara berkembang, tetapi harus lebih kepada kekuatan moral dan intelektual. Pemimpin masyarakat modern harus siap memimpin secara demokratis, karena kehidupan demokrasi adalah senapas dengan kemajuan dan kesejahteraan ekonomi. Dengan demikian pemimpin yang diperlukan, dan yang paling akan berhasil memimpin, adalah pemimpin yang berjiwa demokrat, dan bukan yang otoriter. Pemimpin yang tegas bukan harus pemimpin yang otoriter, tetapi justru yang mampu meyakinkan yang dipimpinnya akan kebenaran arah yang akan ditempuh. Masyarakat akan makin canggih, dan tuntutan kepada pemimpinnya akan makin canggih pula. Masyarakat memilih pemimpin yang punya wawasan ke masa depan. Karena masa depan sangat padat pada teknologi, maka seorang pemimpin tidak boleh merasa asing terhadap kemajuan ilmu dan teknologi. Hal ini tidak berarti seorang pemimpin harus seorang ilmuwan (scientist). Yang lebih penting adalah seorang pemimpin harus memiliki apresiasi terhadap ilmu pengetahuan dan peran teknologi sebagai unsur yang sangat pokok dalam membentuk kehidupan masa depan. Dalam suasana kehidupan yang makin rumit, untuk menentukan pilihan yang paling baik menjadi makin sulit. Oleh karena itu, kearifan sangat diperlukan, lebih daripada di masa lalu, untuk menentukan mana yang terbaik, atau mana yang paling kurang buruk di antara alternatif-alternatif yang buruk. Di samping kearifan, diperlukan pula suatu tingkat pemahaman teknis, agar keputusan yang menyangkut dampak yang rumit tidak diambil semata-mata atas dasar naluri batin, seperti dalam banyak masyarakat tradisional, tetapi dengan dasar pengetahuan dan perhitungan yang matang. Karena masyarakat akan lebih terbuka, dan kebebasan diperlukan untuk mengembangkan kreativitas, maka untuk mencapai kesepakatan akan makin pelik. Kembali diperlukan kearifan dari pemimpin untuk mengambil keputusan yang tepat yang tidak selalu mendapat dukungan orang banyak. Perkembangan dunia serta persaingan yang makin tajam membuat pemimpin bangsa di masa depan harus memiliki pengetahuan yang memadai 24

mengenai tata hubungan internasional dan mengenai kerja sama dunia. Para pemimpin bangsa nanti harus memiliki kemampuan untuk membawa bangsa ini untuk memenangkan persaingan yang sangat diperlukan untuk kesejahteraan rakyatnya. Tidak ada bangsa yang dapat mengisolasikan diri dan tidak tergantung kepada hubungan internasional. Pemimpin modern dengan demikian harus mempunyai minat dan pengetahuan yang cukup mengenai hal ikhwal yang terjadi di luar batas kepentingan bangsanya sendiri yang langsung. Ia harus memiliki jiwa kemanusiaan dan perhatian terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Dengan berbekal wawasan kebangsaan para pemimpin harus mampu memelihara kedaulatan dan kehormatan bangsa di antara masyarakat bangsabangsa di dunia. Selain kekuatan yang dimiliki suatu negara, kualitas kepemimpinan dalam suatu bangsa juga mempengaruhi martabat bangsa itu dalam pergaulan internasional.

Sumber: www.vibizdaily.com Gbr. 1.10

Pemimpin masa depan diharapkan mampu memahami tatahubungan internasional Secara keseluruhan pemimpin masa depan adalah pemimpin yang harus membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan mandiri. Kemajuan dan kemandirian ini harus menjadi landasan serta modal untuk membangun bangsa yang adil dan makmur, yang sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kepemimpinan modern, di samping memiliki sifat-sifat tradisional, yang melambangkan moral kepemimpinan bangsa, juga harus merupakan sosok modern. Pemimpin yang demikian adalah seorang yang memiliki wawasan kebangsaan, jiwa kerakyatan, kemampuan profesional, memiliki wawasan masa depan, inovatif,

25

dan rasional. Ia harus mampu di satu pihak memahami masalah-masalah yang kompleks, dan di pihak lain mampu menemukan pemecahan yang sederhana dan mudah dipahami serta dilaksanakan bagi pemecahan masalah-masalah yang kompleks itu. Ia bukan hanya harus berani mengambil risiko, tetapi juga mampu menghitung risiko Pemimpin masa depan harus dapat mengakomodasi semua kecenderungan itu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu sebabnya Pancasila sebagai wawasan nasional dan dasar negara justru makin relevan untuk masa depan bangsa Indonesia. Adapun yang menjadi kewajiban pemimpin masa depan adalah menjadikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai semboyan belaka, sebagaimana hingga kini terjadi, melainkan membuatnya kenyataan yang hidup dalam setiap aspek kehidupan bangsa. Sebaliknya, pemimpin masa depan harus mampu membuktikan kepada pihak-pihak yang menolak Pancasila, bahwa tanpa Pancasila Indonesia akan berakhir sebagai entitas negara dan bangsa. Berbicara tentang pemimpin dan kepemimpinan masa depan erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Bangsa ini, membutuhkan pemimpin yang kuat di berbagai sektor kehidupan masyarakat, pemimpin yang berwawasan kebangsaaan dalam menghadapi permasalahan bangsa yang demikian kompleks. Saat ini, kita butuh pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan, kemajuan, dan kejayaan bangsa dan negara, bukan kepada kepentingan pribadi/kelompok, bukan untuk melanggengkan kekuasaan kelompok, dan bukan pula kepemimpinan yang membiarkan hidupnya budaya anarkhisme, budaya kekerasan, dan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita butuh, pemimpin berwawasan kebangsaan, pemimpin Pancasilais, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD Negara RI Tahun 1945, serta memahami karakter dan kultur bangsa Indonesia. Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan: 1. Pendayagunaan pengaruh 2. Hubungan antar manusia 3. Proses komunikasi dan 4. Pencapaian suatu tujuan. Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah: 26

1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan). 2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok. 3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun empat kriteria pemimpin sejati yaitu: 1. Visioner Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan hidup kita adalah poros hidup. pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.

2. Sukses Bersama Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bagi dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.

Sumber: www.kilaucahaya.blogspot.com Gbr. 1.11

Sukses bersama adalah tujuan pemimipin dan yang dipimpinnya 3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and learn continuous) Banyak hal yang harus dipelajari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus bertahan sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalamandiri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang pemimpin. Sang pemimpin akan memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang 27

positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong bakat kepemimpinan dengan terus meningkat.

4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan Pemimpin sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang pemimpin sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya Adapun karakteristik seorang pemimpin masa depan didasarkan kepada prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Seorang yang belajar seumur hidup Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

Sumber: www.kalimantanpost.com Gbr. 1.12

Seorang pemimpin dituntut keseriusannya untuk terus belajar Belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Bedasarkan idea tersebut konsep belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan sebagai belajar berkesinambungan (continuing learning).

28

Dengan terus menerus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui ini, mereka tidak akan terasing dan generasi muda, mereka tidak akan menjadi snile atau pikun secara dini, dan tetap dapat memberikan sumbangannya bagi kehidupan di lingkungannya. Belajar apabila membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai jumlah pengetahuan, melainkan juga dalam bentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, penghargaan, minat, penyesuaian diri. Pendeknya mengenai segala aspek organisme atau pribadi seseorang. Karena itu seorang yang belajar ia tidak sama lagi dengan saat sebelumnya, karena ia lebih sanggup menghadapi kesulitan memecahkan masalah atau menyesuaikan diri dengan keadaan. Ia tidak hanya bertambah pengetahuannya, akan tetapi dapat pula menerapkanya secara fungsional dalam situasi hidupnya.

2. Berorientasi pada pelayanan Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik. eorang pemimpin harus memiliki empati dan simpati kepada orang yang dipimpinnya. Dalam memimpin, pemimpin harus dapat memberikan motivasi kepada orang yang dipimpinnya. Sebagai rakyat, kita tentu membutuhkan pemimpin yang dapat memberikan motivasi ketika kita sedang dalam kesulitan. Kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan pemimpin tersebut untuk mengelola dirinya sendiri, kemudian bergerak keluar untuk mengelola dan melayani rakyatnya. Disinilah pentingnya integritas dan karakter pemimpin sejati agar diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Tujuan utama kepemimpinan adalah melayani orang yang dipimpinnya, dalam hal ini rakyatnya. Pemimpin sejati berorientasi untuk membangunan masyarakat dan daerahnya, bukan membangun diri dan keluarga serta golongannya. Kepentingan publik lebih utama dibandingkan kepentingan diri dan golongannya. Pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabel. Artinya memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap institusi dan orang yang dipimpinnya. Seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggung jawabkan baik kepada rakyatnya maupun Tuhan Yang Maha Esa. 29

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya. Mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadinya. Memiliki ketahanan mental yang kuat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi.

3. Membawa energi yang positif Setiap orang mempunyai energi dan semangat. menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, sepert:

a. Percaya pada orang lain Seorang pemimpin mempercayai orang lain, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan suatu pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.

b. Keseimbangan dalam kehidupan Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya dengan mengarah kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan Kata 'tantangan' sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreativitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

d. Sinergi Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi 30

adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perseorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja. Seseorang yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :

1. Pengaruh Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.

Sumber: www.pita-blog.blogspot.com Gbr. 1.13

Bunda Theresa contoh pemimpin yang berpengaruh karena sikap sosialnya Untuk dapat mempengaruhi, seorang pemimpin harus memiliki beberapa kemampuan seperti kemampuan untuk berkomunikasi, kemampun menjalin hubungan dengan sesama manusia, kemampuan memotivasi orang lain untuk bekerja, kemampuan untuk memanajemen organisasi, kemampuan untuk berbicara di depan publik dan yang lebih penting dari semua itu dia dapat menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya (integritas). Tanpa keteladanan, jika seorang pemimpin hanya bisa berbicara tanpa bisa berbuat maka, dia tidak akan dipercaya

31

dan tidak akan didengarkan oleh orang lain sehingga kepemimpinannya berubah menjadi tidak efektif.

2. Kekuasaan Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak samasama saling diuntungkan.

3. Wewenang Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.

4. Pengikut Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

32

Sumber: www.mitmardlatillah.com Gbr. 1.14

Seorang pemimpin harus selalu siap mengatur orang lain Pemimpin adalah inti dari organisasi. Ini berarti bahwa organisasi akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama. Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:

1. Pemimpin bekerja dengan orang lain Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan orang lain dalam organisasi sebaik orang di luar organisasi. 2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai hasil yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan dengan anak buahnya tanpa kegagalan. 3.Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan

33

pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif. 4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. 5. Pemimpin adalah seorang mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). 6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. 7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Adapun peran pemimpin sebagai sosok individu adalah : 1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi. 2. Fungsi peran informal sebagai monitor, penyebar informasi, dan juru bicara. 3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator. Peran pemimpin amat besar dalam perkembangan satu masyarakat, negara dan bangsa. Dalam sejarah bangsa Indonesia diakui peran besar Mahapatih Gajah Mada yang dalam abad ke-15 menjadikan kerajaan Majapahit maju, sejahtera dan berwibawa. Pada waktu itu wibawa dan pengaruh Majapahit terasa di seluruh Asia Tenggara.

34

Sumber: www.reachtoteachrecruiting.com Gbr. 1.15

Deng Xiaoping melakukan Revolusi pada bangsa Cina sehingga negaranya berkembang pesat

Dalam sejarah Cina modern menonjol peran Deng Xiaoping yang mengangkat bangsanya yang terpuruk dan amat berantakan oleh Revolusi Kebudayaan kembali menjadi bangsa yang maju dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Dalam sejarah India dikenal peran Mahatma Gandhi dan Pandit Jawaharlal Nehru yang memimpin bangsanya keluar dari penjajahan dan tampil sebagai bangsa India merdeka yang sekarang makin tampak dalam arena dunia. Dan bangsa Indonesia menjadi merdeka karena kepemimpinan Soekarno dan Mohamad Hatta yang berhasil mengakhiri penjajahan dari bumi Indonesia. Kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia dalam Abad ke-21 ini juga akan amat ditentukan oleh kepemimpinan yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Sayangnya adalah bahwa pada waktu ini bangsa Indonesia sedang berada dalam krisis kepemimpinan. Hal itu merupakan ironi karena hakikatnya Reformasi memperjuangkan perbaikan keadaan bangsa di semua aspek kehidupan. Akan tetapi, pasti satu saat nanti akan timbul pemimpin-pemimpin yang mampu mengajak rakyat Indonesia mengatasi berbagai persoalannya dan langkah demi langkah mewujudkan tujuan perjuangan bangsa, yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Untuk menjadi bangsa maju dan sejahtera diperlukan pemimpin bermutu di semua tingkat dan tidak hanya pada tingkat nasional, dan di semua bidang kehidupan dan tidak hanya di bidang politik saja. Akan tetapi apabila pada tingkat

35

nasional ada pemimpin yang besar kemampuannya, akan merangsang bangkitnya pula pemimpin-pemimpin yang bermutu di semua tingkat dan aspek kehidupan masyarakat.

Sumber: www.purdiechandra.net Gbr. 1.16

Pemimpin bermutu adalah teladan bagi orang lain Kepemimpinan adalah bukan jabatan, hak istimewa, gelar, apalagi uang. Kepemimpinan adalah tanggung jawab dan keteladanan. Sejak manusia mulai mengenal budaya dan peradaban, masalah kepemimpinan adalah masalah yang ramai diperbincangkan dan diper­debatkan, dicari kriterianya dan batasannya, serta diperebutkan. Sampai sekarang masalah ini ternyata terus berlanjut. Sementara kepemimpinan berikut: (1) bagaimana seorang pemimpin muncul tanpa tergantung pada jenjang atau status serta berasal dari dalam organisasi yang membuahkan wewenang yang menyebar; (2) bagaimana peranan kepemimpinan dirumuskan bagi mereka yang mau menerima tanggung jawab untuk menumbuhkan memimpin organisasi yang selalu belajar; (3) bagaimana para pemimpin memotivasi dengan cara membalik organisa­si yang berbentuk piramida; peru­bahan dengan jalan itu, dalam pandangan kepemimpinan modern, khususnya

yang mengarahkan orang mempertanyakan banyak hal seperti

36

(4) bagaimana bermitra menjadi keah­lian utama para pemimpin bertaraf dunia; (5) bagaimana mematahkan mitos yang menyatakan bahwa hanya segelintir manusia yang beruntung yang dapat menguraikan rahasia kepemimpinan; (6) bagaimana pemimpin millenium mendatang akan menciptakan budaya yang dilan­dasi prinsip-prinsip bahwa semua pada dasarnya ada dalam suatu dunia yang penuh guncangan; dan (7) bagaimana menggerakkan harapan dan tujuan mereka yang menghendaki arahan dan ingin berbagi wawasan. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting, karena ciri kepemimpinan masa lalu yang konon lebih menitik beratkan pada kharisma dan wibawa,

menjadi kurang relevan jika diterapkan begitu saja dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Tetapi, bahwa kharisma dan wibawa tetaplah merupakan elemen dan faktor penting yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin. Cuma jika dahulu dua faktor ini lebih mengedepan, sekarang dua faktor ini harus mengedepan bersama-sama dengan banyak faktor lainnya. Jika dahulu dua faktor ini sudah menjamin seorang menjadi pemimpin yang sukses, sekarang justru sebaliknya. Jika hanya mengandalkan dua hal ini seorang pemimpin akan lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya.

Sumber: www.politikana.com Gbr. 1.17

Pemimpin harus siap selalu berdiri di depan dan memiliki karakter unggul

37

Seorang pemimpin yang positif dan efektif memiliki karakter, yang mengantarkan dia menjadi seorang pemimpin yang disegani dan diikuti oleh orang yang dipimpinnya. Karakter inilah yang membuatnya berbeda dari orang yang dipimpinnya, sehingga dia layak menjadi seorang pemimpin sejati, berikut ini adalah karakternya: 1. Karisma; yaitu karakter kepemimpinan yang didasarkan pada kualitas kepribadian, kejujuran, kesungguhan, keikhlasan dan keuletannya sehingga menumbuhkan karisma dan nilai spiritual dalam dirinya 2. Kepedulian, seorang pemimpin positif memili karakter yang mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan kepentingan orang yang dipimpinnnya 3. Komitmen, yaitu karakter pemimpin yang menunjukkan kesediaan untuk melakukan hal dan nilai yang disepakati bersama, serta kesesuaian perkataan dan perbuatan 4. Kejelasan, yaitu kemampuan pemimpin untuk memberikan perintah yang mudah dipahami untuk dikerjakan 5. Komunikator, yaitu karakter pemimpin yang pandai memindahkan ide, gagasan, konsep dan keputusannya kepada orang lain 6. Konsisten, kesediaan pemimpin untuk terus menerus memberikan dorongan, support, supervisi dan kerjasama 7. Kreatif, kemampuan pikiran dan konsepnya yang imajinatif, unik, cerdas dan menarik sehingga membuat orang mau bekerja melaksanakan gagasannya 8. Kompeten, yaitu kemampuan dan keahlian dalam bidang kerja dan operasional lembaga yang dipimpinnya 9. Keberanian, kalau ingin efektif memimpin seorang pemimpin harus menunjukkan sikap berani dan percaya diri dalam menjalankan fungsi dan kebijakannya, termasuk melindungi anggota dan organisasinya 10. Kenekatan, adakalanya seorang pemimpin dituntut untuk menempuh resiko dalam keadaan yang darurat, sehingga dia menjadi orang pertama yang melakukan tugas sebelum orang lain mau melakukannya. Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan.

38

Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :

1. Teori Kepemimpinan Sifat (Trait Theory) Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat–sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat–sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian. Ada empat sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan

kepemimpinan organisasi, antara lain:

- Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata–rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. Seorang pemimpin harus cerdas, sehingga bisa menyelesaikan semua persoalaan dengan baik tanpa tanpa menyisakan persoalan-persolan lain di kemudian hari. Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk dapat mengenali perubahanperubahan penting, serta mampu mengambil tempat di dalam hati setiap orang, agar semua orang dalam organisasi bisa saling menyatu dan saling berempati, untuk membawa perubahan itu ke arah yang lebih memberi manfaat positif buat organisasi dan buat setiap manusianya.

39

Sumber: www.student.ipb.ac.id Gbr. 1.18

Pemimpin selalu memiliki semangat dan gairah untuk maju Pemimpin harus bisa membangkitkan semangat dan gairah perubahan dari setiap orang di dalam organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lebih cepat, serta berjuang keras dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil perubahan yang lebih baik dari rencana yang ada. Pemimpin harus menyadarkan setiap orang, agar selalu menggunakan cara-cara profesionalisme dalam merespon setiap perubahan. Untuk itu, pemimpin harus duduk bersama semua kekuatan sumber daya manusianya, untuk berbicara tentang perubahan-perubahan itu dengan cara-cara penuh inspirasi dan profesional. Pemimpin harus cerdas menggunakan tema perubahan dalam organisasinya, sebagai sarana untuk meningkatkan keuntungan kompetitif bisnis usahanya. Pemimpin harus bisa menggambarkan perubahan itu secara nyata dipikiran setiap orang, dan memberikan cermin perubahan untuk dapat dilihat setiap orang tentang wujud asli dari perubahan tersebut.

- Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.

40

Sumber: www.smpi-almudriky.co.cc Gbr. 1.19

Pemimpin mempunyai ciri hubungan sosial yang baik Seorang pemimpin harus memberi inspirasi kepada setiap orang, untuk menghadapi perubahan dalam pekerjaan, untuk menghadapi perubahan dalam keluarga, untuk menghadapi perubahan dalam hidup. Dan dalam semua aspek yang bertujuan untuk meningkatkan gairah dan kepercayaan diri organisasi, untuk memenangkan persaingan dalam kompetisi bisnis yang ketat. Pemimpin harus mengajak dan menggandeng setiap hati dan setiap pikiran, untuk berpikir dan bertindak dalam semangat meningkatkan semua potensi organisasi, agar mampu menangani semua potensi hebat secara lebih baik, dengan cara mengubah hal-hal yang menghambat gerak sukses organisasi

- Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.

- Sikap Hubungan Kemanusiaan Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya. Pola berpikir yang lebih sederhana akan mendekatkan semua solusi terbaik melalui logika dan akal sehat, yang dapat diukur kebenarannya. Oleh karena itu, berpikir sederhana akan menuntun pemimpin dan

41

pengikutnya dalam jalur yang tidak rumit untuk menemukan segala macam solusi terbaik, dimana semua solusi itu masih bisa diukur kebenarannya dengan pikiran jernih yang berlogika cerdas; semua solusi terbaik pada dasarnya telah ada, hanya saja diperlukan keandalan kepemimpinan yang solid dan kuat, untuk menjadi lebih sederhana, jernih, dan sabar dalam menyusuri jalur sederhana menuju puncak penghasil solusi andal buat sebuah perubahan yang hebat dan bermanfaat.

- Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi sosok yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik. Sang pemimpin adalah pembawa perubahan, yang membahagiakan hati setiap orang dalam dekapan rasa damai dan rasa nyaman Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrrungan ke arah dua hal. Pertama yang disebut dengan adanya kecenderungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan, dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.

Sumber: www.pasarkreasi.com Gbr. 1.20

Pemimpin harus bisa memberi masukan pada bawahan

42

Kedua disebut struktur inisiasi yaitu kecenederungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai. Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.

2. Teori Kewibawaan Pemimpin Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.

3. Teori Kepemimpinan Situasi Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

Sumber: www.dianaaprill.onsugar.com Gbr. 1.21

Pemimpin yang baik mampu bersosialisasi 4. Teori Kelompok

43

Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Gaya tersebut bisa berbeda–beda atas dasar motivasi, kuasa, ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Diantara beberapa gaya

kepemimpinan, terdapat pemimpin yang positif dan negatif, dimana perbedaan itu didasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi orang lain. Apabila pendekatan dalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau penghargaan berarti telah digunakan gaya kepemimpinan yang positif. Sebaliknya, jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment, berarti dia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. Pendekatan kedua ini dapat

menghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi, tetapi menimbulkan kerugian manusiawi.

5. Otokratis Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominan digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri, dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.

6. Partisipasif Lebih banyak mendesentralisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.

7. Demokrasi 44

Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

Sumber: www.smp1blora.co.cc Gbr. 1.22

Sikap demokrasi di sekolah, contohnya dengan pemilihan ketua OSIS 8. Kendali Bebas Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung–jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri. Dilihat dari orientasi si pemimpin, terdapat dua gaya kepemimpinan yang diterapkan, yaitu gaya konsideral dan struktur, atau dikenal juga sebagai orientasi pegawai dan orientasi tugas. Beberapa hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa prestasi dan kepuasan kerja pegawai dapat ditingkatkan apabila konsiderasi merupakan gaya kepemimpinan yang dominan. Sebaliknya, para pemimpin yang berorientasi tugas yang terstruktur, percaya bahwa mereka memperoleh hasil dengan tetap membuat orang–orang sibuk dan mendesak mereka untuk berproduksi.

45

Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinan seseorang. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard, yang mengemukakan empat gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah sebagai berikut.

1. Directing Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan anak buah kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabila kita berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu. Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikan aturan–aturan dan proses yang detil kepada anak buah. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detail yang sudah dikerjakan.

2. Coaching Pemimpin tidak hanya memberikan detail proses dan aturan kepada anak buah/bawahan tapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung proses perkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yang tepat apabila anak buah kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya, dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka.

46

Sumber: www.arsipberita.com Gbr. 1.23

Ciri pemimpin coaching adalah selalu memberi motivasi dan arahan kepada anak buah 3. Supporting Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secara detail, tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan anak buah. Gaya ini akan berhasil apabila anak buah telah mengenal teknik–teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan kita. Dalam hal ini kita perlu meluangkan waktu untuk berbincang–bincang, untuk lebih melibatkan mereka dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkan saran–saran mereka mengenai peningkatan program kerja.

4. Delegating Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya ini akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri.

Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan, serta sangat tergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada, dan juga kesiapan dari bawahannya. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai

47

situational leadership. Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harus menyesuaikan keadaan dari orang–orang yang dipimpinnya.

48

BAB 2 Pemimpin Masa Depan Berakhlak Mulia
Pemimpin masa depan haruslah yang memiliki ciri-ciri kepemimpinan modern, yakni memiliki semangat, nilai-nilai, pikiran-pikiran modern, dan berakhlak mulia. Kita tidak boleh lupa pula bahwa bangsa Indonesia memiliki warisan dari para leluhur mengenai prinsip-prinsip kepemimpinan. Banyak di antaranya yang sesuai sepanjang masa dan sekarang pun masih digunakan. Salah sebuah konsep kepemimpinan yang merupakan warisan kebudayaan bangsa adalah Hastha Brata, atau delapan ajaran keutamaan, seperti yang ditunjukkan oleh sifat-sifat alam.

Sumber: www.uniqpost.com Gbr.2.1

Ki Hadjar Dewantara peletak kepemimpinan sosial Ki Hadjar Dewantara merumuskan kepemimpinan sosial dengan tiga ungkapan yang sangat dalam maknanya: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangunkarso, dan tut wuri handayani. Ing Ngarso Sung Tulodo artinya menjadi

49

pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi anak buah. Makna Ing Madyo Mangun Karso adalah seorang pemimpin di tengah kesibukannya harus bisa membangkitkan atau menggugah semangat bawahanya. Seorang pemimpin harus mampu memberikan inovasi-inovasi di lingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana yang kondusif. Sedangkan Tut Wuri Handayani berarti seorang pemimpin harus bisa memberi dorongan moril dan semangat kerja dari belakang.

Sumber: www.heroans.files.wordpress.com Gbr.2.2

Logo Tut Wuri Handayani Apabila ditelaah secara dalam, pesan-pesan leluhur serta asas-asas kepemimpinan yang telah kita miliki itu mengandung nilai-nilai kepemimpinan yang berlaku di segala zaman. Ini merupakan contoh dari nilai-nilai tradisional yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai modern, dan tidak lapuk dan lekang oleh gelombang perubahan apapun. Ini merupakan sifat-sifat kepemimpinan yang universal, yang berintikan suatu nilai bahwa sang pemimpin harus dapat memotivasi dan memberikan keyakinan kepada yang dipimpinnya. Adapun yang dipimpin harus merasakan kemanfaatan dari kepemimpinannya. Dengan

demikian, kepemimpinannya akan efektif dan yang dipimpin dapat menerimanya dengan taat dan ikhlas.

50

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu membutuhkan adanya pemimpin. Di dalam kehidupan rumah tangga diperlukan adanya pemimpin atau kepala keluarga. Di sebuah negara ada presidennya. Ini semua menunjukkan betapa penting kedudukan pemimpin dalam suatu masyarakat, baik dalam skala yang kecil apalagi skala yang besar. Dari pengantar di atas, terasa dan terbayang sekali betapa dalam pandangan terhadap “pemimpin” yang mempunyai kedudukan yang sangat penting, karenanya siapa saja yang menjadi pemimpin tidak boleh dan jangan sampai

menyalahgunakan kepemimpinannya untuk hal-hal yang tidak benar. Karena itu, para pemimpin dan orang-orang yang dipimpin harus memahami hakikat kepemimpinan dalam pandangan yang mendalam sbb :

1. Tangung Jawab, Bukan Keistimewaan. Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya. Bukan hanya dihadapan manusia tapi juga di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, jabatan dalam semua tingkatan bukanlah suatu keistimewaan sehingga seorang pemimpin tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan ia sangat marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya. Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang dinamakan hak. Tanggung jawab merupakan perbuatan yang sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa tanggung jawab, semuanya akan menjadi kacau. Contohnya saja adalah jika seorang pelajar tidak melakukan tanggung jawabnya belajar dengan baik, maka pendidikannya akan kacau. Bagaimanapun juga tanggung jawab menjadi nomor satu di dalam kehidupan seseorang. Dengan bertanggung jawab, kita akan dipercaya orang lain, selalu tepat melaksanakan sesuatu, mendapatkan hak dengan wajarnya. Seringkali orang tidak melakukan tanggung jawabnya, mungkin disebabkan oleh hal-hal yang membuat orang itu lebih memilih melakukan hal di luar tanggung jawabnya. Sebagai contohnya, seorang pelajar mempunyai tanggung jawab belajar, sekolah, tapi karena ada game/ajakan teman yang tidak baik untuk bolos sekolah, maka seorang anak itu bisa saja melalaikan tanggung jawabnya untuk bermain/bolos sekolah. Jika melalaikan tanggung jawab, maka kualitas dari 51

diri kita mungkin akan rendah. Oleh sebab itu, tanggung jawab adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena tanggung jawab menyangkut orang lain; apalagi jika kita menjadi seorang pemimpin.

2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas Menjadi pemimpin bukanlah untuk menikmati kemewahan atau

kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit. Kepemimpinan menuntut pengorbanan. Seorang pemimpin harus berkorban demi peningkatan. Jika kita ingin menjadi pemimpin yg terbaik, maka kita harus rela berkorban agar dapat memimpin dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang pengorbanan: - Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Pemimpin yang efektif telah mengorbankan banyak hal yang baik agar bisa mendedikasikan diri mereka untuk yang terbaik. - Para pemimpin sering kali dituntut untuk berkorban lebih dari orang lain.Jantung dari kepemimpinan adalah mendahulukan orang lain daripada diri sendiri, itu adalah melakukan yang terbaik demi organisasi. - Seorang pemimpin harus terus berkorban agar tetap maju. Sebagian besar orang mau berkorban pada awal karier demi untuk peningkatan, tetapi dalam kepemimpinan, pengorbanan adalah proses yang berkelanjutan, bukan pembayaran sekali waktu saja. Jika para pemimpin harus berkorban demi peningkatan, mereka harus lebih banyak berkorban untuk mempertahankannya. - Semakin tinggi tingkat kepemimpinan, semakin besar pengorbanannya.

3. Kerja Keras, Bukan Santai. Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimisme.

52

Tidak penting mencari-cari kelemahan diri sendiri sebenarnya, karena jauh lebih penting untuk mencari tahu kenapa orang lain bersedia bekerja keras atau menempatkan kerja keras sebagai hal yang terpenting dalam hidup mereka. Kalau kita memperhatikan, banyak negara besar didukung oleh warga negaranya yang terbiasa bekerja keras. Kita bisa melihat betapa majunya mereka.

Sumber: www.kubaat.files.wordpress.com Gbr.2.3

Kerja keras adalah ciri pemimpin tangguh Sebenarnya ada beberapa manfaat nyata dalam bekerja keras yaitu: - Dengan bekerja keras, kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah menjadi lebih baik lagi. - Dengan bekerja keras, kita dapat mengubah nasib, mewujudkan mimpi di malam hari menjadi sebuah prestasi yang nyata. - Dengan bekerja keras, kita akan menemukan potensi dan kekuatan kita yang sebenarnya bukan dalam khayalan saja. Kerja keras tidak pernah sia-sia. Semakin besar kapasitas kita sebagai pemimpin untuk bekerja keras, semakin besar imbalan yang akan kita peroleh. Sadari bahwa segala sesuatu yang kita inginkan membutuhkan kerja keras, tetap sehat butuh kerja keras, membangun dan membina hubungan membutuhkan kerja

53

keras, dan menjadi pemimpin yang baik juga menuntut kerja keras. Namun kalau kita tahu caranya maka kerja keras bisa menjadi lebih menyenangkan.

4. Melayani, Bukan Sewenang-Wenang. Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk membohongin rakyatnya apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya. Bila pemimpin seperti ini terdapat dalam kehidupan kita, maka ini adalah pengkhianatan yang paling besar.

Sumber: www.cianjurcybercity.com Gbr.2.4

Pemimpin memberikan pelayanan, bukan dilayani 5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.

54

Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin

menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebenaran.

A. Sikap Relegiusnya Teladan bagi Orang Lain
Tanpa memiliki ideal dan agama, manusia tidak dapat hidup sehat, juga tak dapat memberikan pengabdiannya yang bermanfaat kepada umat manusia dan budaya manusia. Bila seseorang tidak memiliki ideal dan agama, maka dia akan asyik memikirkan kesejahteraan hidupnya sendiri, atau akan berubah menjadi robot tak bernyawa yang meraba-raba dalam gelap dan tidak tahu tugasnya berkenaan dengan masalah moral dan sosial dalam hidup ini. Dia akan memperlihatkan reaksi yang aneh terhadap masalah moral dan sosial tersebut. Bila seseorang mengikuti suatu mazhab, ideologi atau agama, dia tahu dengan jelas tanggung jawabnya. Namun seseorang yang tanggung jawabnya tidak dijelaskan oleh mazhab atau sistem, dia akan hidup dalam kebingungan, dia terkadang ke sana dan terkadang ke situ. Dia akan menjadi makhluk yang eksentrik atau ganjil. Sesungguhnya tidak mungkin ada dua pendapat mengenai perlunya mengikuti suatu mazhab atau ideologi. Penting untuk dicatat bahwa keyakinan religius sajalah yang dapat mengubah manusia menjadi manusia sejati, dan sanggup mengendalikan egoismenya. Keyakinan religius menciptakan dalam diri seseorang suatu kepatuhan total, hingga orang itu tidak lagi dapat meragukan pengajaranpengajaran sangat sepele yang terdapat dalam mazhabnya. Dia menyimpan keyakinan dalam hatinya, dan beranggapan bahwa bila tanpa keyakinannya maka hidup tidak akan ada artinya, dan mendukung ideologinya dengan penuh semangat.

55

Sumber: www.deplu.go.id Gbr.2.5

Keyakinan religius akan membawa manusia pada kedamaian Kecenderungan melakukan berbagai religius upaya, juga bisa mendorong dengan seorang pemimpin perasaan

sekalipun

mengorbankan

individualistis dan naluriahnya. Terkadang seorang pemimpin mengorbankan jiwanya dan kedudukan sosialnya untuk kepentingan agamanya. Hal ini dapat terjadi hanya bila idealnya sudah mencapai tingkat kesucian dan sepenuhnya mengendalikan eksistensinya. Hanya kekuatan religiuslah yang dapat membuat suatu ideal menjadi suci, dan membuat ideal tersebut memiliki kedamaian terhadap manusia. Memang, sering orang mengorbankan jiwanya, hartanya dan semua yang dicintainya bukan untuk kepentingan ideal atau keyakinan religius apa pun, melainkan karena ditekan oleh rasa benci, dengki, dendam atau karena reaksi keras terhadap rasa tertindas. Kasus-kasus seperti ini lumrah terjadi di seluruh penjuru dunia. Namun, antara ideal religius dan ideal nonreligius ada bedanya. Karena keyakinan religius dapat membuat suatu ideal menjadi suci, maka untuk kepentingan keyakinan tersebut dilakukan berbagai pengorbanan secara ikhlas dan naluriah. Tugas yang ditunaikan dengan ikhlas memperlihatkan suatu pilihan, namun tugas yang ditunaikan karena pengaruh tekanan jiwa yang mengusik, berarti suatu ledakan. Jadi jelaslah, antara keduanya ada perbedaan yang besar. Selanjutnya, kalau menurut manusia mengenai dunia bersifat material semata dan dasarnya hanyalah realitas yang kasat mata, maka dia melihat segala 56

bentuk idealisme sosial dan manusiawi bertentangan dengan realitas kasat mata dan hubungannya dengan dunia yang dirasakannya pada saat tertentu. Keyakinan religius seorang pemimpin bukan saja menetapkan baginya sejumlah tugas, terlepas dari kecenderungan naluriahnya, namun juga sepenuhnya mengubah pandangannya tentang dunia. Dalam struktur pandangannya ini, dia mulai melihat unsur-unsur baru. Dunia yang kering, dingin, mekanis dan material itu diubah menjadi dunia yang hidup. Keyakinan religius mengubah kesan manusia mengenai alam semesta. Selain itu, setiap manusia mempunyai fitrah untuk mempercayai kebenaran dan realitas spiritual yang menarik. Manusia memiliki banyak kemampuan terpendam yang siap ditumbuh-kembangkan. Semua kecenderungannya sifatnya non-material. Kecenderungan spiritual yang dimiliki oleh manusia sifatnya fitri, bukan hasil dari upaya. Ini merupakan fakta yang didukung oleh ilmu pengetahuan. Mengingat kecenderungan spiritual memang ada, maka kecenderungan ini harus ditumbuh-kembangkan dengan baik dan saksama; apalagi oleh pemimpin masa depan. Kalau tidak, bisa-bisa kecenderungan ini menyimpang dari jalan yang benar, dan akibatnya adalah kerugian yang tidak mungkin dapat ditutup. Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan agama dan tidak menghendaki batas bagi orientasinya dan subjek bagi masa lalunya. Manusia sendiri boleh jadi tidak membedakan antara keyakinan religius dan keyakinan nonreligiusnya, dan boleh jadi percaya bahwa dirinya tidak beragama. Boleh jadi dia memandang fokusnya kepada tujuan yang kelihatannya nonreligius, seperti harta, tahta atau kesuksesan, sebagai semata-mata isyarat perhatiannya kepada urusan praktis dan upaya untuk mewujudkan kesejahteraannya sendiri. Yang menjadi masalah bukanlah apakah manusia beragama atau tidak beragama, melainkan apa agama yang dianutnya. Manusia tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan mencintai sesuatu. Kalau yang diakui dan disembahnya bukan Tuhan, dia pasti mengakui sesuatu sebagai kenyataan yang kekal, dan pasti menjadikannya sebagai objek keyakinan dan pemujaannya. Mengingat manusia membutuhkan ideal dan keyakinan, dan berdasarkan naluri dia berupaya mendapatkan sesuatu yang boleh jadi disucikan dan dipujanya, maka satu-satunya jalan adalah meningkatkan keyakinan religius kita, yang merupakan satu-satunya keyakinan yang benar-benar dapat

mempengaruhi manusia. 57

Banyak pengaruh positif yang diberikan oleh keyakinan religius bagi seorang pemimpin. Keyakinan religius mewujudkan kebahagian dan kegembiraan, mengembangkan hubungan sosial, dan mengurangi serta menghilangkan kecemasan yang menjadi ciri pokok dunia material ini. Berikut ini dijelaskan pengaruh keyakinan religius bagi seorang pemimpin masa depan.

1. Kebahagiaan dan Kegembiraan Pengaruh pertama keyakinan religius, dilihat dari sudut pandang kebahagiaan dan kegembiraan, adalah optimisme. Seorang pemimpin yang memiliki keyakinan religius selalu optimis sikapnya terhadap dunia, kehidupan dan alam semesta. Keyakinan religius memberikan bentuk tersendiri kepada sikap manusia terhadap dunia. Karena menurut agama, alam semesta itu ada tujuannya dan bahwa tujuannya itu adalah perbaikan (kemajuan) dan evolusi, maka keyakinan religius tentu saja mempengaruhi pandangan seorang pemimpin dan membuatnya optimis dengan sistem alam semesta dan hukum yang mengatur alam semesta. Sikap seorang pemimpin yang berkeyakinan religius terhadap alam semesta adalah sama dengan sikap seorang yang tinggal di sebuah negara yang meyakini bahwa sistem, hukum dan bentuk negara tersebut bagus, bahwa pemimpin negara tersebut tulus dan bermaksud baik, dan bahwa di negara tersebut setiap warganya, termasuk dirinya, berpeluang membuat prestasi. Pemimpin seperti itu tentu saja akan berpendapat bahwa penyebab tetap terkebelakangnya dirinya atau orang lain, tidak lain adalah kemalasan dan tak berpengalamannya orang bersangkutan, dan bahwa dirinya dan warga lain bertanggung jawab dan di tuntut untuk menunaikan tugas mereka. Seorang pemimpin yang memiliki keyakinan religius akan bertanggung jawab atas keterbelakangan dirinya dan tidak akan menyalahkan orang lain. Dia percaya bahwa jika ada yang tidak beres, hal itu karena dirinya dan warga lain seperti dirinya tidak dapat menunaikan tugas dengan baik. Tentu saja perasaan seperti ini akan membangkitkan rasa harga dirinya, dan mendorong dirinya melangkah ke depan dengan penuh optimisme. Sebaliknya, seorang pemimpin yang tidak memiliki keyakinan religius adalah seperti orang yang tinggal di sebuah negara yang sistem, hukum dan formasinya dia yakini zalim, dan orang tersebut terpaksa menerima, meski tidak 58

sesuai dengan kata hatinya, sistem, hukum dan formasi negara tersebut. Hati orang seperti itu akan selalu dipenuhi rasa benci dan dendam. Sedikit pun dia tak akan pernah berencana meningkatkan kualitas dirinya. Menurutnya, kalau segalanya sudah tidak beres, kejujuran dan ketulusan dirinya tidak akan ada gunanya. Orang seperti itu tak akan pernah menikmati dunia ini. Sesungguhnya, keyakinan religiuslah yang membuat kehidupan seorang pemimpin lapang secara spiritual, dan yang menyelamatkannya dari tekanan faktor-faktor spiritual. Dari sudut pandang penciptaan kebahagiaan dan kegembiraan, pengaruh kedua dari keyakinan religius adalah tercerahkannya had. Kalau manusia melihat dunia dicerahkan oleh cahaya kebenaran, maka hati dan jiwanya juga tercerahkan.

Sumber: www.azuharu.wordpress.com Gbr.2.6

Keyakinan religius yang dimili pemimpin akan memperkaya spiritualnya Keyakinan religius adalah laksana lentera yang menerangi rohaninya. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki keyakinan religius melihat dunia gelap gulita, kotor dan tak ada artinya, dan akibatnya hati orang tersebut tetap gelap gulita di dunia yang dianggapnya gelap gulita itu. Dari sudut pandang material murni, dunia fana ini tak peduli siapa yang lurus dan benar jalannya, dan siapa yang salah jalannya. Hasil dari suatu upaya ditentukan semata-mata oleh satu hal, yaitu seberapa keras upaya tersebut dilakukan. Namun, menurut sudut pandang orang yang memiliki keyakinan religius, dunia fana ini tidak acuh dan tidak netral terhadap upaya orang-orang yang berbuat benar dan salah. Reaksi dunia terhadap upaya dua kelompok ini tidak

59

sama. Sistem alam semesta mendukung orang-orang yang berbuat untuk ke­benaran, keadilan dan integritas. Manusia mengetahui tugasnya terhadap dirinya sendiri. Aspek ini tidak membuatnya khawatir, karena yang mengusik manusia adalah perasaan ragu dan tidak pasti. Manusia yakin dengan semua yang penting bagi dirinya. Yang mengusik manusia dan yang tidak jelas bagi manusia adalah tugasnya terhadap dunia. Pertanyaan yang paling mengusiknya adalah: Apakah perbuatan baik itu ada gunanya? Apakah kebenaran dan kejujuran itu membantu mencapai tujuan? Apakah akhir dari penunaian tugas adalah kesia-siaan? Inilah pertanyaanpertanyaan yang menimbulkan kecemasan dalam bentuknya yang paling mengerikan. Keyakinan religius mengembalikan rasa percaya seorang pemimpin kepada dunia, dan menghilangkan rasa tidak percayanya kepada perilaku dunia terhadap dirinya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa salah satu pengaruh keyakinan religius adalah ketenangan mental. Pengaruh lain dari keyakinan religius, dari sudut pandang kegembiraan dan kebahagiaan, adalah lebih menikmati kenikmatan yang dikenal sebagai kenikmatan spiritual. Ada dua macam kenikmatan yang dapat dirasakan oleh manusia. Kenikmatan macam pertama berkaitan dengan salah satu dari panca indera. Kenikmatan seperti ini dirasakan berkat terjadinya kontak antara organ tubuh manusia dan objek tertentu. Mata memperoleh kenikmatan melalui melihat, telinga melalui mendengar, mulut melalui merasakan, dan indera peraba melalui meraba atau menyentuh. Kenikmatan jenis lain adalah kenikmatan yang berkaitan dengan jiwa dan indera batiniah manusia. Kenikmatan seperti ini tak ada hubungannya dengan organ tubuh, dan tidak diperoleh melalui kontak dengan objek tertentu. Kenikmatan seperti ini diperoleh bila kita berbuat baik kepada orang atau makhluk lain, bila kita dihormati dan menjadi popular, atau bila kita sukses atau bila anak kita sukses. Kenikmatan seperti ini khususnya tidak berkaitan dengan organ tubuh, juga tidak dipengaruhi langsung oleh faktor material.

2. Peran Keyakinan Religius dalam Meningkatkan Hubungan Sosial Seperti sebagian binatang lainnya, manusia suka hidup berkelompok. Tak seorang manusia pun yang seorang diri dapat memenuhi semua kebutuhannya. Dalam hidup ini mutlak diperlukan kerja sama. Harus ada saling memberi dan 60

menerima dan pembagian kerja. Namun demikian, ada satu perbedaan antara manusia dan binatang lain yang juga suka hidup berkelompok, seperti lebah misalnya. Binatang lain secara naluriah menjalankan prinsip pembagian kerja. Binatang ini tak kuasa untuk tidak mengikuti hukum ini. Sebaliknya, manusia leluasa. Manusia memiliki kuasa untuk memilih. Manusia dapat mengerjakan pekerjaan yang disukainya, dan memandang pekerjaan ini sebagai tugasnya. Dengan kata lain, pada binatang lain yang juga suka hidup berkelompok, naluri sosial dipaksakan. Meskipun kebutuhan manusia bersifat sosial, namun pada manusia naluri sosial tersebut tidak dipaksakan. Naluri sosial pada diri manusia ada dalam bentuk dorongan yang dapat ditumbuh-kembangkan melalui pendidikan dan pelatihan. Kehidupan sosial dapat dikatakan baik kalau semua individunya menghormati hukum dan hak masing-masing, memperlihatkan rasa bersahabat terhadap satu sama lain, dan menganggap suci keadilan. Dalam masyarakat yang sehat, setiap orang menghendaki untuk orang lain apa yang dikehendaki untuk dirinya dan tidak meng­hendaki untuk orang lain apa yang tidak dikehendaki untuk dirinya. Semua individunya saling percaya, dan dasar dari saling percaya ini adalah kualitas spiritual mereka.

Sumber: www.metro-bidik.blogspot.com Gbr.2.7

Ketika di tengah masyarakat, seorang pemimpin mampu meningkatkan aspek religinya Setiap orang merasa bertanggung jawab terhadap masyarakatnya, juga memperlihatkan kualitas ketakwaan dan kebajikan ketika sendirian maupun ketika berada di tengah masyarakat, dan berbuat baik kepada orang lain dengan tulus.

61

Semua anggota masyarakat menentang tirani dan kezaliman, dan tidak membiarkan penindas berbuat kerusakan atau kejahatan. Semua anggota masyarakat menghormati nilai-nilai moral dan hidup bersama dalam kesatuan dan harmoni yang sempurna seperti organ-organ pada satu tubuh. Keyakinan religius sajalah yang, terutama sekali, menghargai kebenaran, menghormati keadilan, mendorong kebajikan dan saling percaya, menanamkan semangat ketakwaan, mengakui nilai-nilai moral, menyemangati individu untuk menentang tirani dan mempersatukan individu menjadi satu tubuh yang solid. Kebanyakan tokoh yang cemerlang dan termasyhur di dunia dan dalam sejarah mendapat ilham dari perasaan religius.

3. Mengurangi Kecemasan Kehidupan manusia berkisar antara kesuksesan, prestasi, kesenangan, kegembiraan dan kegagalan, penderitaan, dan kecemasan. Banyak penderitaan dan kegagalan dapat dicegah atau diobati, tentu saja dengan upaya keras. Jelaslah, manusia ber­tanggungjawab menundukkan alam dan mengubah kemalangan hidup menjadi keberuntungan hidup. Namun demikian, banyak kejadian pahit tak dapat dicegah atau juga tak dapat ditentang. Misal, ambil contoh usia lanjut. Berangsur-angsur orang pasti berusia lanjut dan pasti mengalami kemerosotan kondisi jasmani akibat usia lanjut. Usia lanjut, kemunduran kondisi tubuh dan penyakit membuat hidup orang lanjut usia terasa sulit. Takut mati dan takut mewariskan dunia fana ini kepada orang lain selalu terasa menyakitkan hati.

62

Sumber: www.intellasia.net Gbr.2.8

Keyakinan religius akan membawa manusia menjadi terarah Keyakinan religius memberikan kepada manusia kekuatan untuk

menentang dan kekuatan bertahan serta mengubah kepahitan hidup menjadi terasa manis. Orang yang memiliki keyakinan religius tahu bahwa segala yang ada di dunia ini ada skemanya. Seandainya orang tersebut tidak mungkin keluar dari kepahitan hidup, maka Tuhan akan memberinya kompensasi dengan cara lain, dengan catatan dia menunjukkan reaksi yang baik terhadap kemalangan hidupnya. Bagi orang yang takwa, usia lanjut itu menyenangkan dan lebih nikmat ketimbang usia muda karena dua alasan: Pertama, dia tidak percaya kalau usia lanjut merupakan akhir segalanya; kedua, waktu yang masih ada dimanfaatkannya dengan asyik memuja dan mengingat Tuhan.

63

Sumber: www.antarafoto.com Gbr.2.9

Pemimpin beriman akan menyadari adanya dunia fana dan dunia abadi Sikap orang beriman terhadap kematian beda dengan sikap orang tak beriman. Bagi orang beriman, kematian bukanlah berarti kehancuran total, melainkan hanyalah peralihan dari dunia fana yang kecil ini ke alam abadi yang agung. Kematian berarti meninggalkan "dunia kerja" menuju "dunia hasil." Karena itu orang beriman menyikapi rasa takut matinya dengan menyibukkan diri berbuat baik, dan perbuatan baik ini oleh agama disebut dengan "amal saleh." Merupakan suatu fakta yang tak terbantahkan bahwa kebanyakan penyakit jiwa diakibatkan oleh kecemasan mental dan kepahitan hidup, dan penyakit ini lazim dijumpai di kalangan orang-orang nonreligius. Penyakit zaman modern ini, yang muncul akibat lemahnya keyakinan religius, berupa semakin meluasnya penyakit jiwa dan saraf. Di Indonesia kecerdasan spiritual lebih sering diartikan rajin salat, rajin beribadah, rajin ke masjid, pokoknya yang menyangkut agama. Jadi kecerdasan spiritual dipahami secara keliru. Padahal kecerdasan spiritual itu kemampuan orang untuk memberi makna dalam kehidupan. Ada juga orang yang mengartikan kecerdasan spiritual itusebagai kemampuan untuk tetap bahagia dalam situasi apapun tanpa tergantung kepada situasinya. Ciri orang yang cerdas spiritual itu di antaranya adalah senang berbuat baik, senang menolong orang lain, telah menemukan tujuan hidupnya, jadi merasa rnemikul sebuah misi yang mulia kemudian merasa terhubung dengan sumber kekuatan di alam semesta (Tuhan atau apapun yang diyakini, kekuatan alam 64

semesta misalnya), dan punya rasa humor yang baik. Di Amerika, pelatihan pelatihan kecerdasan spiritual ditujukan untuk itu, yaitu melatih orang memilih kebahagiaan di dalam hidup. Penelitian itu dilanjutkan sampai muncul aliran di dalam psikologi (ilmu kejiwaan) yang membuat terapi baru. Dulu kalau ada orang depresi diobati dengan obat anti depresi seperti prozak, sekarang cukup disuruh beramal, menolong orang lain, ternyata terjadi perbaikan. Dengan menolong dan beramal, dia menemukan bahwa hidupnya bermakna, dan itu namanya kecerdasan spiritual, jadi orang yang cerdas spiritual itu bukan yang paling rajin salatnya, tapi yang senang membantu orang lain, mempunyai kemampuan empati yang tinggi, juga terhadap penderitaan orang lain, dan bisa memilih kebahagiaan dalam hidupnya.

B. Sikap Tolerannya Teladan bagi Seluruh Umat Beragama
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, toleransi berasal dari kata “toleran” (Inggris: tolerance; Arab: tasamuh) yang berarti batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan. Secara etimologi, toleransi adalah kesabaran, ketahanan emosional, dan kelapangan dada. Sedangkan menurut istilah, toleransi yaitu bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dsb.) yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya.

Sumber: www.rika.student.umm.ac.id

65

Gbr.2.10

Toleransi harus kita kembangkan dalam kehidupan sehari-hari

Jadi, toleransi beragama adalah ialah sikap sabar dan menahan diri untuk tidak mengganggu dan tidak melecehkan agama atau system keyakinan dan ibadah penganut agama-agama lain. Ciri bangsa Indonesia yang mengakui kebhinekaan dan menghormati keragaman (kemajemukan) semakin hari semakin hilang. Kini muncul kecenderungan melihat perbedaan ideologi, agama dan latar belakang budaya sebagai ancaman. Masalah tersebut, tentu harus menjadi perhatian dan keprihatinan bersama seluruh elemen bangsa termasuk para pemimpin agama. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi seorang pemimpin membangun jejaring dengan para pemeluk agama dan tidak mau terjebak dalam suatu kepentingan. Marilah kita renungkan dan amati suasana peri kehidupan bangsa Indonesia. Kita harus merasa bangga akan tanah air kita dan juga kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita telah dikaruniai tanah air yang indah dengan aneka ragam kekayaan alam yang berlimpah ditambah lagi beraneka ragam suku, ras, adat istiadat, budaya, bahasa, serta agama dan lain-lainnya.

Sumber: www.baltyra.com Gbr.2.11

Ciri toleransi adalah hidup berdampingan secara damai antar pemeluk umat beragama

66

Kondisi bangsa Indonesia yang pluralistis (berbeda-beda) menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti masalah SARA, paham separatisme, tawuran ataupun kesenjangan sosial. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kerukunan hidup antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama. Toleransi antar umat beragama bila kita bina dengan baik akan dapat menumbuhkan sikap hormat menghormati antar pemeluk agama sehingga tercipta suasana yang tenang, damai dan tenteram dalam kehidupan beragama termasuk dalam melaksanakan ibadat sesuai dengan agama dan keyakinannya. Melalui toleransi diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing. Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu akan terbina peri kehidupan yang rukun, tertib, dan damai. Contoh pelaksanaan toleransi antara umat beragama dapat kita lihat seperti: a. membangun jembatan, b. memperbaiki tempat-tempat umum, c. membantu orang yang kena musibah banjir, d. membantu korban kecelakaan lalu-lintas.

Sumber: www.beritakota.net Gbr.2.12

Bentuk toleransi dalam masyarakat Jadi, bentuk kerjasama ini harus calon seorang pemimpin wujudkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan dan tidak menyinggung keyakinan

67

agama masing-masing. Seorang pemimpin sebagai umat beragama berkewajiban menahan diri untuk tidak menyinggung perasaan umat beragama yang lain. Hidup rukun dan bertoleransi tidak berarti bahwa agama yang satu dan agama yang lainnya dicampuradukkan. Jadi sekali lagi melalui toleransi ini diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban, serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing. Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu, akan terbina peri kehidupan yang rukun, tertib, dan damai. Toleransi adalah ciri khas yang memang melekat jauh pada kita, sebelum hari ini sekalipun. Karena bisa bertoleransilah maka negara ini tidak bubar di usianya yang sangat muda. Ketika pertama sekali dibentuk, ada sekelompok orang yang kemudian melakukan kompromi bagaimana supaya negara ini utuh dan tidak terpecah berdasarkan basis agama tertentu. Memang berdasarkan sejarah ada negara yang memang kuat karena dibangun di atas dasar keagamaan tertentu. Tetapi tidak sedikit juga contoh negara yang kemudian bubar karena tidak sanggup menghadapi perbedaan yang kemudian berujung kepada kekacauan. Agama memang harusnya menjadi perekat kita bersama. Sebagai salah satu negara yang memiliki sejarah panjang keagamaan, adalah wajar kemudian kita selalu saja mendengungkan hal ini kemana-mana. Inilah salah satu watak yang harus dimiliki pemimpin, yaitu mampu mengembangkan dan menjaga toleransi antarumat beragama. Di forum internasional, kita selalu saja bisa membuktikan bahwa kita adalah negara beragama yang meski memiliki perbedaan-perbedaan tersebut, tetap saja bisa memanfaatkannya dengan baik, untuk merekatkan dan untuk mempererat hubungan di antara sesama.

68

Sumber: www.archive.kaskus.us Gbr.2.13

Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa Ada ratusan suku dan bahasa yang ada di negeri ini tersebar di lebih dari 15.000 ribu pulau di seluruh Nusantara. Adalah mustahil menjadikan kita semua seragam dalam apapun itu namanya, kecuali kebangsaan. Hal itulah yang harus seorang pemimpin sadari kalau ingin membangun kesadaran yang nyata mengenai bagaimana seharusnya kita bisa hidup dengan lebih baik lagi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam suku bangsa. Lebih dari 400 suku bangsa ada di Indonesia. Walaupun demikian, semua suku bangsa tersebut dapat bersatu. Persatuan merupakan modal penting uintuk pembangunan. Sumpah Pemuda telah menyadarkan semua suku untuk bersatu. Sumpah Pemuda mengajarkan kepada kita untuk toleransi. Sumpah Pemuda mencerminkan sebuah tekad luhur. Yaitu tekad untuk selalu bersatu. Dengan demikian, menjunjung tinggi persatuan bangsa adalah keharusan. Nilai Sumpah Pemuda harus diamalkan. Tentunya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik kehidupan bermasyarakat, kehidupan berbangsa, atau kehidupan bernegara. Bentuk pengamalan Sumpah pemuda sangatlah beragam. Diantaranya sebagai berikut.

1. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama Misalnya dengan menghormati umat agama lain yang sedang menjalankan ibadahnya.

2. Saling menghormati antarsuku bangsa

69

Sikap menghormati ini bisa ditunjukkan dengan menghormati adat istiadat daerah lain. Bisa pula dengan mempelajari budaya suku lain.

Sumber: www.baltyra.com Gbr.2.14

Keanekaragaman suku bangsa adalah kekayaan Indonesia 3. Hidup gotong royong dalam masyarakat Gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia. Gotong royong mencermikan sikap bersatu dan saling membantu. Kegiatan gotong royong antara lain diwujudkan dalam pembuatan sarana umum seperti jalan, pembuatan jembatan, atau membangun rumah.

4. Saling tolong-menolong Wilayah Indonesia rawan akan bencana alam. Oleh karena itu kita harus siap dalam menghadapi bencana. Saat saudara kita terkena bencana alam, maka kita harus segera menolongnya. Misalnya saat terjadi tsunami di Aceh. Seluruh bangsa Indonesia turut membantu para korban di Aceh. Tentunya sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Dalam kehidupan bertetangga ada keberagaman. Contohnya keberagaman agama, suku bangsa, maupun bahasa. Walaupun demikian, antartetangga harus rukun. Harus saling toleransi. Sama halnya dengan di lingkungan sekolah. Setiap murid harus menjaga kerukunan. Misalnya kerukunan hidup dalam kelas. Dengan teman tidak boleh bertengkar. Keadaan sekolah harus aman dan tentram. Supaya kegiatan belajar berjalan dengan baik. Semua contoh baik bertoleransi itu harus

70

bisa ditunjukkan oleh seorang pemimpin. Hal ini karena seorang pemimpin adalah contoh utama terhadap yang dipimpinnya. Sikap toleransi tidak berarti membenarkan orang lain berpendapat lain yang tidak sesuai dengan hak asasi, karena pengertian toleransi itu sendiri juga berarti suatu sikap perbuatan yang dilandasi oleh kasih sayang sesama manusia.

Sumber: www.jogjakota.go.id Gbr.2.15

Sikap damai dengan agama lain adalah ciri pengembangan toleransi Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, sudah pasti memerlukan orang lain. Contoh: sebagian rezeki kita, datang lewat rezeki orang lain. Sebagian dari keberlangsungan kehidupan kita, bergantung pada keberadaan orang lain. Sebagian dari kesuksesan kita, bertumpu kepada kesuksesan orang lain. Adakah yang bisa hidup sendiri di dunia ini tanpa orang lain? Sulit, bahkan mustahil. Dalam kaitan dengan baik buruknya perilaku kita, ketergantungan itu juga ada. Setidaknya, kita perlu bantuan orang lain untuk menjadi baik, minimal sebagai mitra, sahabat, atau saudara yang mengingatkan di kala kita lalai, yang menuntun kita saat kita tersesat, yang membimbing kita ketika kita kebingungan. Demikian pula kita sebagai seorang siswa secara tidak langsung sering mendapatkan kasih sayang baik dari guru kita maupun dari kedua orangtua, benarkah demikian? Jika benar berarti guru dan orangtua kita memiliki sikap kasih sayang terhadap kita. Norma agama mengajarkan kepada manusia untuk berbuat kebajikan kepada sesama karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki

71

harkat dan martabat sama serta memiliki akal dan budi yang mulia. Dengan akal dan budinya, manusia wajib menjalin hubungan baik dengan lingkungan hidupnya, dengan sikap saling menghormati dan saling mengasihi. Setiap manusia dikaruniai hak-hak asasi yang harus dihormati oleh orang lain. Manusia yang percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan selalu berbuat baik dan bersikap toleran terhadap manusia lain. Pernahkah Anda berbuat baik kepada teman kamu atau saudaramu yang lainnya? Coba Anda berikan contoh perbuatan-perbuatan baik kamu terhadap teman Anda. Pernahkah Anda meminjamkan buku kepada temanmu? Pernahkah kamu menghormati orang yang berbeda agama atau suku denganmu? Jika kamu melakukan perbuatan itu berarti kamu telah berbuat baik terhadap temanmu, baik yang berbeda agama maupun suku. Itulah yang diharapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sumber: www.smp1wng.blogspot.com

Gbr.2.16 Pemimpin harus bisa menjaga hubungan toleransi Dari uraian di atas seorang pemimpin hendaknya menyadari bahwa: a. Hidup saling mengingatkan dalam usaha mencapai tata pergaulan yang baik merupakan sikap dan perbuatan yang terpuji. b. Tanpa hidup saling mengasihi dan saling menghormati antara sesama warga masyarakat, kehidupan masyarakat akan menjadi buruk dan rusak. Tentu kamu tidak menghendaki bukan? c. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengajarkan agar manusia hidup saling menghormati dan saling mengasihi walaupun manusia itu

72

tidak seagama dan sekepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuku, seadat dan sebagainya. Ajaran agama menuntun ke arah perbuatan yang baik saling menghormati bagi sesama manusia di dunia tanpa kecuali. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah-pecah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama. Kita ingin hidup tertib, aman, dan damai, saling menghormati dan saling menghargai agama dan keyakinan masing-masing. Untuk itu kita harus dapat menciptakan kehidupan umat beragama yang serasi, selaras, dan seimbang, sebagai umat beragama, sebagai masyarakat maupun warga negara. Di era Reformasi menuju Indonesia baru mari kita berupaya semakin meningkatkan kualitas hidup. Salah satunya adalah bagaimana seharusnya kita bina atau menjalin hubungan toleransi dengan benar.

Sumber: www.luruskanlah.blogspot.com

Gbr.2.17 Kualitas hidup Indonesia bisa d ikembankan dengan adanya toleransi Kita perlu dan wajib membina dan menjalin kehidupan yang penuh dengan toleransi. Apalagi kita sebagai manusia, secara kodrat tidak bisa hidup sendiri. Hal ini berarti seseorang tidak hidup sendirian, tetapi ia berteman, bertetangga, bahkan ajaran agama mengatakan kita tidak boleh membedakan warna kulit, ras, dan golongan.

73

Sikap dan perilaku toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan seharihari, di manapun kita berada, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara. Di bawah ini contoh-contoh pengamalan toleransi dalam berbagai aspek kehidupan.

1. Dalam Kehidupan Sekolah Sama halnya dengan kehidupan keluarga. Kehidupan sekolah pun dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid dengan murid. Toleransi tersebut dibutuhkan untuk terciptanya proses pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat tercapai. Adapun contoh-contoh toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain: a. Mematuhi tata tertib sekolah. b. Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar. c. Berkata yang sopan, tidak berbicara kotor, atau menyinggung perasaan orang lain.

Sumber: www.smakkosayu.sch.id

Gbr.2.18 Sikap toleransi bisa dikembangkan di lingkungan sekolah 2. Dalam Kehidupan di Masyarakat Cobalah kamu renungkan dan sadari mengapa terjadi peristiwa seperti tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa

74

tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi, toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu: a. Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama. b. Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

3. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Demikian pula di dalamnya terdapat berbagai kehidupan antar suku bangsa yang berbeda. Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai.

Sumber: www.anatasya-edogawa.blogspot.com

Gbr.2.19 Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku dan adat istiadat

75

Akan tetapi, justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi bangsa. Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain: a. Merasa senasib sepenanggungan. b. Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme. c. Mengakui dan menghargai hak asasi manusia.

Sumber: www.harianmandiri.wordpress.com

Gbr.2.20 Sikap toleransi dengan membantu orang lain

C. Sikap JujurnyaTeladan bagi Orang Lain
Sejak dari kecil kita selalu diajarkan sikap sopan santun, jujur,adil dan berbagai atutan-aturan yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat atau sosial. Pembelajaran tersebut bertujuan agar sejak dini kita dapat menanamkam dan menerapkan nilai-nilai atau norma-norma dalam diri kita yang sendirinya akan sangat mempengaruhi bagaimana kita bersikap di dalam lingkungan masayarakat kita. Apabila aturan-aturan yang berlaku dilanggar maka orang yang melanggarnya akan dikenakan hukuman yang berlaku di dalam masyarakatnya contohnya bila kita meludah sembarangan atau berbicara kotor kepada orang lain terutama orang yang lebih tua, maka kita telah melanggar norma kesopanan dan hukumannya adalah berupa teguran atau kita akan mejadi bahan omongan yang buruk dikalangan masyarakat kita.

76

Di dalam kelompok masyarakat memiliki tolok ukur atau standar moral yang harus diterapkan dan dipatuhi oleh setiap orang di dalam masyarakatnya. Yaitu standar moral yang berhubungan dengan berbagai persoalan apa saja yang dapat menguntungkan atau merugikan manusia atupun anggota kelompoknya. Selain itu, penentuan standar moral merupakan bagian dari etika.

Sumber: www.djuniadi.wordpress.com

Gbr.2.21 Etika salah satu hal yang harus dimiliki calon pemimpin Agar setiap orang dapat menerapkan semua aturan di dalam masayarakat dengan baik,maka setiap orang perlu menanamkan berbagai sikap yang baik seperti kejujuran dan keadilan, sebab apabila setiap orang telah memiliki sikap jujur dan adil, maka ia akan selalu bersikap dan berkata jujur di dalam kehidupannya seharihari terutama dalam menjalankan pekerjaan yang menuntut adanya sikap kejujuran. Sehingga ia akan mudah mendapat percayaan dari orang lain dalam memjalankan tugas tertentu. Bersikap adil pun tak kalah pentingnya karena lebih menyangkut hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya, terutama dalam hal hubungan antara pimpinanan dalam mengatur masyarakatnya ataupun bawahannya dala bekerja. Setiap orang dituntut untuk dapat bersikap adil yaitu tidak membeda-bedakan atau berbuat semena-mena terhadap orang lain. Karena apabila kita dapat berbuat jujur dan adil kepada orang lainnya maka kita dihormati oleh orang lain. Jika India memiliki Mahatma Gandhi sebagai bapak negarawan yang sederhana, santun, jujur, dan bersahaja bagi rakyatnya, maka Indonesia memiliki Bung Hatta. Sepanjang hidupnya, Bung Hatta berperilaku senantiasa menampilkan

77

sikap yang santun dan jujur terhadap siapa pun. Baik kawan maupun lawan. Terhadap Bung Karno yang pada masa sebelum kemerdekaan melakukan kerja sama cukup erat namun kemudian mereka tidak dapat bekerja sama secara politik, tetapi sebagai sesama manusia, Bung Hatta masih menghormatinya. Ketika Bung Karno sakit, Bung Hatta menengoknya. Demikian pula sebaliknya. Kesantunan menjadi sikap dalam hidupnya untuk saling menghargai.

Sumber: www.vgsiahaya.wordpress.com

Gbr.2.22 Pemimpin bangsa mempunyai sikap berani, teguh, dan jujur Keberanian, keteguhan, dan kejujurannya mengantarkan dirinya menjadi salah satu tokoh kunci pergerakan bangsa. Keberaniannya nampak ketika ia menandatangani naskah proklamasi, naskah sakti bukti pernyataan kebebasan Indonesia atas kolonialisme bersama Soekarno yang akhirnya dijuluki Dwituggal. Mereka berdua penanggung jawab peralihan kekuasaan dari pemerintahan kolonialisme kepada negara merdeka yang berkesatuan. Banyak teladan yang perlu dicontoh dari Bung Hatta. Dia adalah sosok yang jujur karena tidak pernah melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme selama menjadi pejabat negara. Di juga jujur terhadap hati nuraninya. Pada saat yang sama, dia adalah pribadi yang sederhana dan apa adanya. Paahlawan bangsa ini tidak pernah tergoda dengan kekuasaan. Setelah mengundurkan diri dari pemerintahan, dia menjadi warga negara biasa. Beberapa perusahaan menawarinya untuk menjadi komisaris, tetapi dia menolak. Alasannya dia malu dinilai hanya mencari pangkat dan jabatan. Dia juga tidak mau dinilai

78

rakyat seperti orang yang mementingkan diri sendiri dengan tidak mau memperhatikan perkembangan negeri ini. Sikap jujur dan kesederhanaannya juga ditunjukkan dengan menolak kenaikan uang pensiun. Bahkan dia menolak diberi rumah tambahan yang lebih besar karena takut tidak mampu membiayai ongkos perawatan rumah tersebut. Prinsipnya yang kokoh itu kian tampak ketika Bank Dunia menawarkan kedudukan pada Hatta, tetapi dia tak mau menerimanya. Penolakan itu sempat mengecewakan anak-anaknya. Halida anak bungsunya mengatakan bahwa ia ingin kuliah ke luar negeri. Namun keinginannya itu tertunda lantaran penolakan Hatta atas posisi yang ditawarkan Bang Dunia tersebut. Peristiwa menakjubkan terjadi pada 1970. Ketika itu Bung Hatta diundang berkunjung ke Irian Jaya (Papua), untuk sekaligus meninjau tempat dia pernah dibuang pada masa penjajahan Belanda. Di sana dia disodori amplop sebagai uang saku, tetapi dia menolaknya. Ketika amplop itu disodorkan kepadanya, spontan dia berkata, “surat apa ini?”. Dijawab oleh Sumarno yang mengatur kunjungan Hatta, “bukan surat Bung, uang saku buat perjalanan Bung Hatta di sini. Bung Hatta menjawab, bukankah uang ongkos sudah ditanggung pemerintah. Sumarno terus meyakinkan Hatta agar menerima uang itu, tapi tetap ditolaknya dengan alasan bahwa uang itu adalah uang rakyat. Hatta juga merupakan pemimpin bangsa yang santun dalam mengutarakan pendapatnya. Setelah tidak menjabat wakil presiden dia rajin menyampaikan kritik membangun terhadap pemerintahan Soekarno. Dia tidak mau mengerahkan massa, memprovokasi, memberontak, dan sebagainya. Karena dia bukanlah tipe penggerak massa dan haus kekuasaan. Dia rajin mengkampanyekan pentingnya mendidik rakyat secara baik, santun, dan jujur. Kejujuran merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang pemimpin rakyat. Sosok pemimpin seharusnya memiliki sifat tersebut, karena jika hal tersebut diabaikan, maka impian masyarakat untuk dapat menikmati kehidupan yang lebih baik hanyalah khayalan belaka. Sikap jujur senantiasa akan berbuah kebaikan bagi diri pribadi maupun bagi mereka yang dipimpinnya. Konteks kekinian telah menggambarkan bahwa kejujuran bukan lagi syarat utama. Sehingga ketimpangan muncul dimana-mana. Contoh saja, korupsi yang dilakukan oleh aparat penguasa menandakan telah salah jalan. 79

Jika ada pertanyaan:”Apakah saya 100% jujur?”, bisa serta merta kita jawab dengan ‘tidak’. Kita tentu pernah melanggar peraturan, menyontek, membohong pada orangtua, dan sebagainya. Namun, kita pastinya akan lebih menjaga sikap dan tindakan kita saat ada di depan orang lain, karena sebagai manusia yang sehat kita tentunya ingin mengajarkan kejujuran dan mewariskan nilai-nilai luhur pada orang-orang yang kita cintai. Ini membuktikan bahwa kita memang mampu mengatur pendekatan terhadap situasi. Jujur tidaknya kita bisa langsung kita rasakan dan monitor sendiri. Kejujuran bukanlah sesuatu yang ada jauh di dasar kepribadian kita, sampai tidak bisa dilacak. Semua gerak, ekspresi dan keputusan kita bisa memperlihatkan kejujuran dengan gamblang. Kejujuran memang adalah nilai yang tidak bisa dianggap remeh, ia berkembang sejalan dengan konflik dan rumitnya situasi. Kontrol diri yang akan membantu kita untuk menghindari perbuatan perbuatan yang jauh dari kejujuran. Individu, apalagi pemimpin harus menyadari bahwa dialah yang perlu menciptakan sistem kejujuran di sekitarnya agar perjalanan nilai kejujurannya tetap berkembang. Bila dalam situasi yang berat, seorang pemimpin tetap bisa menunjukkan komitmen, bisa dipercaya, dan loyal, kita lihat ia akan disegani karena kualitas kejujurannya. kita, baik rasional maupun emosional

80

Sumber: www.rudisony.wordpress.com

Gbr.2.23 Salah satu cara mengembangkan kejujuran dengan adanya kantin jujur Kejujuran tampaknya perlu menjadi sasaran hidup seorang individu, apalagi pemimpin, karena ini adalah modal utama dalam pengambilan keputusan dan menjadi perisai yang ampuh dalam kancah politik. Hanya dengan kekuatan inilah seorang pemimpin tidak bisa tergoyah dalam dirinya dan akan dikenal luas dengan penuh rasa hormat. Kejujuran merupakan kualitas manusiawi melalui makna manusia mengomunikasikan diri dan bertindak secara benar (truthfully). Karena itu, kejujuran sesungguhnya berkaitan erat dengan nilai kebenaran, termasuk di dalamnya kemampuan mendengarkan, sebagaimana kemampuan berbicara, serta setiap perilaku yang bisa muncul dari tindakan manusia. Secara sederhana, kejujuran bisa diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk mengekspresikan fakta-fakta dan keyakinan pribadi sebaik mungkin sebagaimana adanya. Sikap ini terwujud dalam perilaku, baik jujur terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri (tidak menipu diri), serta sikap jujur terhadap motivasi pribadi maupun kenyataan batin dalam diri seorang individu. Kualitas

81

kejujuran seseorang meliputi seluruh perilakunya,

yaitu, perilaku

yang

termanifestasi keluar, maupun sikap batin yang ada di dalam. Keaslian kepribadian seseorang bisa dilihat dari kualitas kejujurannya. Perilaku jujur mengukur kualitas moral seseorang di mana segala pola perilaku dan motivasi tergantung pada pengaturan diri seorang individu. Meskipun tergantung pada proses penentuan diri, kita tidak bisa mengklaim bahwa pendapat diri kita sematalah yang benar. Seandainya kita telah meyakini bahwa pendapat kita merupakan pendapat yang menurut kita paling baik, perlulah tetap mendengarkan pendapat orang lain. Setiap keyakinan pribadi bisa saja mengaburkan diri kita dalam memahami keadaan sebagaimana adanya. Sikap jujur dengan demikian bisa dikatakan sebagai sebuah usaha untuk senantiasa bersikap selaras dengan nilai-nilai kebenaran, sebuah usaha hidup secara bermoral dalam kebersamaan dengan orang lain. Kualitas keterbukaan kita terhadap yang lain akan menentukan kadar kejujuran atau ketidakjujuran kita. Namun seringkali keterbukaan ini tergantung pada pemahaman diri kita terhadap keadaan, termasuk pemahaman nilai-nilai moral yang kita yakini. Keyakinan moral seseorang bisa saja keliru. Namun persepsi diri kita tentang nilai-nilai moral tidaklah statis. Ia dinamis seiring dengan banyaknya informasi dan pengetahuan yang kita terima. Ketika kita menolak menerima adanya sudut pandang lain yang berbeda dengan diri kita, biasanya ini merupakan pertanda bahwa kita kurang memiliki interest terhadap kebenaran. Sikap demikian ini bisa dikatakan sebagai sikap abai terhadap nilai kejujuran. Mengupayakan nilai kejujuran tidak sama dengan memperjuangkan ideologi yang sifatnya lentur dan bisa berubah setiap saat. Inilah mengapa, meskipun kita tahu bahwa kejujuran itu sangat penting bagi kehidupan, nilai kejujuran sulit (untuk mengatakan tidak dapat) menjadi norma sebuah kultur masyarakat. Ideologi senantiasa mencari pendukung yang memperkuat gagasannya dan mendukung sudut pandangnya sendiri sementara menolak dan mengabaikan pandangan orang lain. Pendekatan ideologis menganggap bahwa cara-cara mereka merupakan satu-satunya cara yang benar. Pendekatan demikian mengikis praksis perilaku jujur dan meningkatkan konflik bagi setiap relasi antar manusia. Kejujuran memiliki kaitan yang erat dengan kebenaran dan moralitas. Bersikap jujur merupakan salah satu tanda kualitas moral seseorang. Dengan menjadi seorang pribadi yang berkualitas, kita mampu membangun sebuah 82

masyarakat ideal yang lebih otentik dan khas manusiawi. Socrates, misalnya, mengatakan, jika seseorang sungguh-sungguh mengerti bahwa perilaku mereka itu keliru, mereka tidak akan memilihnya. Seseorang itu akan semakin jauh dari kebenaran dan karena itu ketidakjujuran jika ia tidak menyadari bahwa perilakunya itu sesungguhnya keliru. Kesadaran diri bahwa setiap manusia bisa salah dan mengakuinya merupakan langkah awal bertumbuhnya nilai kejujuran dalam diri seseorang.

Sumber: www.muslimgreen86.wordpress.com

Gbr.2.24 Kejujuran adalah sikap positif yang harus dimiliki calon pemimpin Sikap jujur pun merupakan salah satu sikap positif yang diperlukan untuk dapat kehidupanmu di masa yang akan datang. Kebiasaan untuk bersikap jujur menimbulkan ketenangan dalam diri. Jika menjadi pemimpin, memperoleh kepercayaan dari orang lain adalah suatu dorongan dan keinginan setiap orang. Namun, memperoleh kepercayaan tanpa didasari oleh nilai-nilai kebenaran, tetap membuahkan sesuatu yang tidak baik, bahkan berakhir dengan sebuah kegagalan. Pada zaman era globalisasi saat ini sangat sulit untuk mencari orang yang jujur. Hal ini dikarenakan adanya keinginan manusia yang haus terhadap harta sehingga kejujuran dapat dibeli dengan mudah. Adanya kejujuran atau bersikap jujur pada diri seseorang tidak membuat semua orang lain senang.Ada di antara mereka yang mengecam bila kejujuran itu dikatakan, maka akan menimbulkan perselisihan dan masalah bagi orang tersebut.

83

BAB 3 Pemimpin Masa Depan Penuh Teladan
Menjadi pemimpin memang tidak mudah. Lebih sulit lagi menjadi pemimpin yang baik. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka tidak layak menjadi seorang pemimpin. Keteladanan seorang pemimpin bisa dipahami dengan konsep belajar sosial yang banyak. Secara singkat konsep belajar sosial menyebutkan bahwa untuk menjadi teladan, pemimpin harus benarbenar bisa menjadi pusat perhatian yang baik dan menarik. Perhatian yang diberikan oleh orang lain terhadap pemimpinnya akan banyak menimbulkan proses tanggapan di dalam masyarakat itu. Ucapan dan perilakunya akan banyak dijadikan anutan. Ternyata menjadi pemimpin yang bisa diteladani bukan hal yang mudah. Bahkan sebenarnya untuk bisa sekadar menjadi pemimpin pun juga tidak mudah. Namun karena menjadi pemimpin memang bisa membawa keuntungan, terutama keuntungan pribadi, maka banyak yang menginginkannya. Bila keadaan seperti itu diteruskan, maka pola kepemimpinan yang diterapkan pun cenderung otoriter. Kekuasaan yang dimiliki lebih banyak dimanfaatkan untuk memaksa. Bukan memberi kebaikan atau kesejahteraan bagi orang lain. Jangan harap pula kepemimpinan yang demikian akan menumbuhkan keteladanan yang baik.

A. Sikap Disiplinnya Inspiratif untuk Orang Lain
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar kita memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman dimana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain.

84

Sumber: www.eldomenico.wordpress.com

Gbr. 3.1 Disiplin sekolah salah satu ciri keunggulan pemimpin Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Untuk membentuk mental seorang pemimpin diperlukan suatu kedisiplinan. Karena dengan disiplin, maka secara tidak langsung seorang pemimpin sudah melatih diri sendiri untuk bertanggung jawab. Artinya, seberat apa pun tugas yang diemban, seorang pemimpin tetap melakukannya dengan senang hati dan penuh rasa tanggung jawab. Seperti yang diungkapkan Elbert Hubbard,”Disiplin diri merupakan kemampuan yang mendorong Anda melakukan apa yang seharusnya Anda kerjakan, kapan Anda harus melakukannya, tidak peduli Anda menyukainya atau tidak.” Ketika seorang pemimpin melakukan sesuatu dengan disiplin, maka akan terasa perbedaannya dimana pada saat yang bersamaan harga diri seorang

85

pemimpin akan meningkat dan ini akan memberikan kepercayaan diri yang lebih bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang sukses juga akan dapat mengembangkan dirinya untuk tetap terus berpegang teguh pada tujuan semula, tidak mudah terpengaruh pada segala hal dan di samping itu, orang yang sukses juga memiliki kemampuan dalam mengontrol dirinya dan menguasai emosinya dengan lebih baik. Kesuksesan yang seorang pemimpin rasakan akan sesuai dengan pengorbanan yang diberikan dalam mendisiplinkan diri. seorang pemimpin yang disiplin berarti dia memiliki integritas yang tinggi, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, mematuhi aturan yang sudah ditetapkan dan kemungkinan untuk terselesainya pekerjaan menjadi lebih besar.Dengan bersikap disiplin, maka langkah seorang pemimpin untuk meraih kesuksesan tidak akan terhambat, begitupun sebaliknya. Jadi biasakanlah untuk bersikap disiplin terhadap segalanya, terutama dalam hal waktu. Disiplin diri itu seperti otot. Semakin kita melatihnya, semakin kuatlah kita. Begitu pula sebaliknya. Seperti halnya semua orang memunyai kekuatan otot yang berbeda, kita semua memiliki tingkat disiplin yang berbeda juga. Setiap orang memiliki disiplin diri, jika kita mampu menahan napas selama beberapa detik, itu berarti kita memiliki disiplin diri. Namun begitu, tidak semua orang mengembangkan disiplin mereka pada tingkat yang sama. Diperlukan otot untuk membangun otot. Maka dari itu, untuk membangun disiplin diri, kita memerlukan disiplin diri. Cara untuk membangun disiplin diri analoginya sama dengan melakukan angkat beban untuk membangun otot. Ini berarti mengangkat beban sampai mendekati batas kemampuan/kekuatan. Perhatikan ketika mengangkat beban, kita mengangkat beban yang mampu kita angkat. Kita memaksa otot-otot sampai kita tidak kuat lagi dan kemudian beristirahat. Hampir sama, metode dasar untuk membangun disiplin diri adalah menjalani tantangan yang mampu kita selesaikan, tapi untuk menyelesaikannya kita harus bersusah payah dan mengerahkan segenap tenaga/kekuatan. Ini bukan berarti mencoba melakukan sesuatu dan gagal melakukannya setiap hari. Ini juga bukan berarti kita harus melakukan sesuatu yang dapat dengan mudah kita lakukan. Kita tidak akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban yang tidak mampu kita angkat dan kita juga tidak akan mendapatkan kekuatan dengan 86

mengangkat

beban

yang

terlalu

ringan.

Kita

harus

memulai

dengan

beban/tantangan yang dapat kita angkat/jalani, tapi untuk melakukan hal itu, kita harus bersusah payah sampai mendekati batas kekuatan kita. Latihan bertahap berarti sekali kita sukses, kita menaikkan tingkat tantangannya setingkat lebih tinggi. Jika kita tetap mengangkat beban dengan berat yang sama setiap waktu, kita tidak akan bertambah kuat. Demikian halnya, jika kamu gagal menantang diri kita sendiri dalam kehidupan, kita tidak akan mampu untuk berdisiplin diri. Adalah suatu kesalahan untuk memaksa diri kita terlalu keras saat kita membangun disiplin diri. Jika kita mencoba mengubah hidup kita dalam semalam dengan menetapkan lusinan tujuan untuk diri kita sendiri dan keesokan harinya kita berharap bisa memulai melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan-tujuan itu secara konsisten, kita hampir pasti akan mengalami kegagalan. Hal itu sama seperti orang yang pergi ke tempat fitnes untuk pertama kalinya dan mencoba mengangkat beban tiga ratus kilogram. Kita hanya akan terlihat bodoh. Jika kita hanya mampu mengangkat sepuluh kilogram beban, kita hanya bisa mengangkat sepuluh kilogram beban. Bukan sesuatu yang memalukan jika kita memulai dari apa yang bisa kita lakukan. Dengan latihan, kita akan menjadi semakin kuat. Sama halnya jika sekarang kita sangat tidak disiplin, kita masih dapat menggunakan sedikit disiplin yang kita miliki untuk dilatih sehingga kita dapat menjadi semakin disiplin. Semakin disiplin, hidup kita semakin mudah untuk dijalani. Tantangan yang pada mulanya terlihat mustahil bagi kita untuk dijalani, akhirnya akan tampak seperti mainan anak-anak. Saat kita semakin kuat, berat beban yang sama akan terasa semakin ringan. Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain. Itu tidak akan menolong. Jika kita berpikir bahwa kita lemah, orang lain akan tampak lebih kuat. Sebaliknya, jika kita berpikir bahwa kita kuat, orang lain akan tampak lebih lemah. Tidak ada gunanya melakukan hal tersebut. Lihatlah kemampuan kita sendiri dan bercitacitalah bahwa kita akan semakin kuat saat kita melatih diri.

B. Sikap Rajinnya Inspiratif untuk Orang Lain

87

Pemimpin yang unggul memiliki kelebihan dibanding orang lain. Dia mempunyai ciri khusus, misalnya dia rajin dalam belajar. Sebagai calon pemimpin yang ada di sekolah, berikut ini beberapa contoh kebiasaan rajin yang ditunjukkan pelajar sebagai seorang calon pemimpin.

1. Rajin masuk sekolah setiap hari Baginya sekolah adalah sebuah tempat pendidikan yang sangat bermanfaat bagi kehidupannya. Tidak ada alasan baginya untuk malas-malasan. Sekolah dijadikan media untuk bertemu dengan teman sekaligus belajar menemukan hal-hal baru melalui pelajaran yang disampaikan guru.

Sumber: www.rynaldiyosemib.files.wordpress.com

Gbr. 3.2 Seorang pemimpin berkeyakinan bahwa pendidikan itu penting 2. Masuk ke kelas dengan perasaan terbuka Kita sering merasakan kita menyukai kelas yang satu sedangkan ada juga kelas yang tidak kita sukai. Entah itu karena gurunya galak, tidak dapat menerangkan dengan baik atau bahan yang diajarkan tidak menarik. Karena alasan itulah akhirnya kita sering ogah-ogahan untuk mengikuti kelas tersebut dengan baik. Wah, kalau kita merasa begini terus, bisa-bisa kita tidak dapat nilai bagus di buku rapor. Agar nilai di rapor tetap memuaskan cobalah untuk tidak langsung mencap kelas tersebut tidak menyenangkan. Siswa yang rajin akan mendengarkan apa yang

88

diajarkan oleh guru tersebut, lalu meresapi pelajaran yang diajarkan hingga mengerti. Kalau ada yang kurang jelas, ia bertanya kepada guru tersebut. Ia berprinsip bahwa semua guru menginginkan agar muridnya pintar dan beliau tidak akan lelah untuk mengajari hingga muridnya mengerti. Dengan begitu, selain dia mengerti pelajaran yang diajarkan, ia juga menciptakan hubungan yang baik dengan guru.

3. Selalu siap sebelum masuk kelas Untuk memastikan bahwa pelajaran yang diajarkan dimengerti oleh para muridnya, guru sering memberikan latihan untuk di rumah atau yang kita sebut dengan pekerjaan rumah (PR). Pemimpin yang baik akan membiasakan untuk menyelesaikan dan mengumpulkan PR tersebut di saat yang ditentukan. Apabila ia kesulitan menyelesaikan tugas tersebut, ia tidak segan meminta bantuan dari ayah, ibu, kakak, teman sekelas atau bahkan dari guru mata pelajaran tersebut. Begitu juga dengan tugas-tugas lain seperti prakarya atau kerajinan tangan, ia mengumpulkan tepat pada waktunya. Dengan demikian, nilai yang ia dapatkan utuh dan tidak dipotong karena terlambat mengumpulkan.

4. Mengikuti bimbingan belajar dan estrakurikuler Bimbingan belajar dapat membantu seorang calon pemimpin untuk lebih memperdalam pelajaran yang diajarkan di sekolah. Begitu juga saat mmilih ekstrakurikuler yang menunjang pembelajaran atau membantu pembelajarannya lebih baik. Hal ini karena dilihat dari beberapa aspek memang lebih banyak manfaatnya, diantaranya, membantunya dalam belajar yang merupakan kebutuhan utama siswa di sekolah.

Sumber: www.muslimharokah.blogspot.com

89

Gbr. 3.3 Jiwa kepemimpinan salah satunya dapat dipupuk melalui ekskul Ia akan memilih ekskul yang menyangkut olahraga, seni atau ekskul yang tidak menunjang ataupun tidak ada kaitannya dengan pembelajaran sama sekali, karena itu berguna untuk refreshing (menghilangkan stres karena belajar). Ia pun akan mengikuti ekstrakurikuler yang berguna untuk pembentukan dirinya. Hal ini karena dirasa akan sangat berguna di masa depan dan di kehidupan dirinya. Sikap rajin dari dalam diri seseorang tercermin dalam upayanya selalu kerja keras dan siap menghadapai tantangan apapun. Berikut ini beberapa hal yang berhubungan dengan sikap rajin kita.

1. Kecerdasan otak Kecerdasan adalah pemahaman dan kesadaran kita terhadap apa yang dialaminya dan kemampuan membandingkan pengetahuan dengan pengalaman. Sebagai contoh ketika kita membaca buku tentang proses terjadinya hujan serta mengamati keadaan sebenarnya ketika hujan. Maka muncullah pemahaman, kalau ada awan hitam dan gelap maka sebentar lagi akan hujan. Pemahaman adalah kombinasi antara upaya memperbanyak “masukkan melalui pancaindra” dengan “pengetahuan yang sudah dimiliki”. Namun pada saat ini, masih ada orang tua dan pendidik yang menekankan pada pengetahuan. Terlalu banyak pengetahuan yang diberikan seperti kata-kata, angka, rumus dan kesimpulan yang tidak berdasarkan pengalaman akan menghambat perkembangan anak. Karena itulah kita memerlukan keseimbangan. Keseimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan dalam mengoptimalkan kecerdasan. Satu cara penting dalam menyeimbangkan otak kiri dan kanan adalah pada cara belajar. Teknik belajar tepat yang mengoptimalkan kecerdasan melibatkan memori, peta pikiran, cara membaca, berpikir sambil membayangkan, asosiasi, gambar, mencetuskan ide selancar mungkin, permainan, mengambil keputusan dan cara mengulang. Cerdas bisa dilakukan dengan memiliki teknik belajar yang tepat. Teknik belajar yang berkaitan dengan kerja fungsi otak kiri dan kanan. Karena itulah mereka seringkali dikatakan pembelajar otak kiri dan kanan. Saat kita

90

memiliki Teknik belajar yang tepat maka akan melejitkan potensi kita. Mereka adalah contoh tepat, bagaimana belajar lebih pintar bukan belajar lebih keras.

Sumber: www.waynebimo.files.wordpress.com

Gbr. 3.4 Seorang pemimpin mempunyai kecerdasan otak yang unggul 2. Kecerdasan Emosi Kecerdasan Emosi atau Emotional Quotation (EQ) meliputi kemampuan mengungkapkan perasaan, kesadaran serta pemahaman tentang emosi dan kemampuan untuk mengatur dan mengendalikannya. Kita sering mendengar kisah seorang yang sangat cerdas, tapi sayang hidupnya tidak pernah mengecap kesuksesan sama sekali atau orang yang lulus cumlaude dari universitas ternama dengan IPK yang sangat tinggi dan mempunyai banyak prestasi akademik, tapi dia hanya menjadi buruh bangunan atau pencuci piring. Lalu apa yang menyebabkan mereka menemui banyak kegagalan. Apakah kecerdasan saja tidak mampu mengatasi segala hambatan kita untuk meraih tangga kesuksesan. Sebaliknya banyak orang sukses, tapi mempunyai tingkat kecerdasan yang biasa-biasa saja dan tidak pernah merasakan bangku kuliah. Salah satu penyebabnya adalah karena dunia pendidikan yang mengacu dunia Barat saat ini masih sangat berorentasi pada IQ. Dengan sistem pendidikan di sekolah yang

91

terfokus pada mengolah pikiran rasional dan otak kiri kita, tapi tanpa mengajarkan bagaimana mengolah kecerdasan emosi (EQ) akan memberi dampak buruk bagi masa depan generasi kita. Kita sering melihat banyak orang cerdas tapi

mempunyai mental yang lemah, sangat pemalas, selalu dihantui ketakutan untuk melangkah, mudah menyerah sebelum bertanding, tidak punya daya juang tinggi, bermoral bobrok, kurang bergaul, tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain atau tidak mau mendengar pendapat orang lain, arogan dan keras kepala, dan lebih suka mencari jalan pintas. Sebenarnya EQ ini dapat diajarkan dengan melatih aktivitas otak kanan kita yang mengintegrasikan aktivitas non vebal dan proses pemikiran holistik termasuk emosi yang didasarkan pada persepsi pengalaman nyata dan menghasilkan intuisi. Penyatukan antara pikiran dan perasaan akan menimbulkan kesimbangan jiwa dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika salah satu dari pikiran atau perasaan yang lebih kita tekankan, maka kita akan banyak menemui hambatan di dalam hidup kita selanjutnya. Dalam dunia sekolah, faktor penting adalah melatih EQ, karena hal tersebut dapat menimbulkan kerjasama antara siswa, kreativitas dan keterbukaan, memahami sudut pandang yang lain, kemampuan menggunakan empati dalam negosiasi, kualitas kepemimpinan dan komunikasi. Sayang sampai saat ini EQ jarang diajarkan di sekolahan, tapi hanya bisa kita dapatkan dari pengalaman hidup kita sehari-hari. Konsep EQ ini bermula dari konsep “kecerdasan sosial” yang pertama kali diungkapkan oleh E.L. Thorndike di tahun 1920. Biasanya psikolog membagi kecerdasan yang lain dalam tiga kelompok: 1. Kecerdasan Abstrak. (Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi dengan simbol verbal dan matematis) 2. Kecerdasan Konkret (Kemampuan memahami dan memanipulasi dengan objek) 3. Kecerdasan Sosial (Kemampuan untuk memahami dan berhubungan dengan orang) Kecerdasan sosial juga dipahami sebagai kemampuan memahami dan mengatur lelaki dan perempuan, anak lelaki atau anak perempuan, untuk bertindak secara bijak. Ada yang memasukan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dalam teori kecerdasan. Kedua kecerdasan itu dimasukan dalam kecerdasan sosial. Adapun definisikanya sebagai berikut: 92

1. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana bekerja secara kooperatif dengan mereka. Politikus, guru, salesman, dokter, dan pemimpin religius yang sukses adalah seseorang yang mempunyai kecerdasan interpersonal yang tinggi. 2. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri. Inilah kapasitas untuk membentuk model diri sendiri yang akurat dan sebenarnya dan mampu menggunakan model tersebut untuk dijalankan secara efektif dalam kehidupan. Kecerdasan emosi atau EQ meliputi kecerdasan sosial dan menekankan pada pengaruh emosi pada kemampuan melihat situasi secara objektif dan memahami diri sendiri dan orang lain. Inilah kemampuan untuk merasakan, memahami, dan secara efektif menggunakan kekuatan emosi, disalurkan sebagai sumber energi, kreativitas, dan pengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari, di tempat kerja atau dalam berhubungan dengan orang lain. Emosi sendiri adalah sumber energi dari manusia, aspirasi dan dorongan, membangkitkan perasaan terdalam dan tujuan hidup, dan mentransformasikannya dari apa yang kita pikirkan menuju menghargai hidup kita. Sesungguhnya

kesuksesan kita dalam hidup bukan hanya disebabkan oleh kecerdasan tapi ada kualitas-kualitas yang lainnya seperti kepercayaan, integritas, otensitas, kreativitas, kejujuran, dan keuletan juga sangat penting. Kecerdasan yang lain inilah yang disebut dengan kecerdasan emosi . Kecerdasan emosi (EQ) menjadi indikator paling kuat dalam kesuksesan seseorang. Dia mendefinsikan kecerdasan emosi berdasarkan kesadaran diri,

atruisme, motivasi pribadi, empati, dan kemampuan untuk mencintai dan dicintai oleh teman-teman, patner, dan anggota keluarga. Orang yang memiliki kecerdasan emosi adalah orang yang sesungguhnya sukses dalam tempat kerja, karir yang panjang, dan hubungan sosial. Sesungguhnya EQ bukan bawaan sejak lahir yang tidak bisa diubah-ubah, tetapi sesuatu yang bisa dipelajari dan dikembangkan melalui hubungan kita dengan orang lain. Kecerdasan emosi memainkan peran integral dalam mendefiniskan karakter dan menentukan nasib seseorang atau kelompok. Untuk mendapatkan kekuatan emosi secara cerdas, kita harus mempunyai lima strategi, yaitu:

1. Kecerdasan diri 93

Mengamati emosi sebagai mana apa adanya, mewujudkan ide-ide sebelumnya dan konsep-konsep yang mendasari respon emosional, menjadi terbuka pada pengetahuan intuitif, kejujuran emosi-sebuah perasaan integritas dan otentitas yang terbangun.

2. Kedewasaan emosi Menghadapi ketakutan dan kegelisahan, kemarahan, kesedihan dan ketidakpuasan dan mengekspresikan energi itu secara konstruktif, mampu menahannya secara spontan.

3. Motivasi diri Menyalurkan energi emosi untuk mencapai tujuan tertentu, keterbukaan pada ide-ide baru, kemampuan untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat, keuletan yang penuh optimisme berdasarkan kompetensi, perasaan bertanggungjawab dan kekuatan pribadi untuk mengerjakan sesuatu menurut apa yang dibutuhkan dan diinginkan.

Sumber: www.bisnisukm.com

Gbr. 3.5 Motivasi adalah pangkal kesuksesan menjadi pemimpin 4. Pemahaman atas orang lain Sensivitas kepada perasaan dan perhatian orang lain dan kemauan untuk menghargai pandangan mereka, menghormati perbedaan dalam apa yang dirasakan

94

seseorang, kapasitas untuk mempercayai dan dipercayai, untuk memaafkan dan dimaafkan.

5. Kualitas komunikasi Mengatur emosi melalui komunikasi berdasarkan empati dan pemahaman, utuk membanguan perasaan saling percaya, skill sosial, termasuk mengatasi ketidaksepakatan secara konstruktif, dan kemampuan untuk menciptakan dan mempertahankan persahabatan, dan kepemimpinan yang efektif. Kecerdasan emosi ini ditunjukan dengan toleransi, empati dan kasih sayang kepada orang lain, kemampuan untuk memverbalkan perasaan secara akurat dan penuh integritas, dan dapat mengatasi kesedihan emosional. Inilah alasan mengapa EQ jauh lebih penting daripada IQ untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Mungkin anda dapat sukses dalam tes dan ujian akademis, tapi bagaimana cara kita mengatasi kekecewaan, kemarahan, kecemburuan, dan ketakutan, masalah komunikasi, dan hubungan dengan orang lain yang selalu naik turun? Orang yang mempunyai kecerdasan emosi akan jauh lebih percaya diri dan lebih bisa memahami orang lain dengan penuh empati. Dia akan mempunyai kematangan emosional dimana banyak orang dewasa gagal mencapainya dan

masih bertingkah laku seperti anak kecil saat menghadapi banyak cobaan. Kecerdasan emosi dapat juga diartikan sebagai kemampuan mental yang membantu kita mengendalikan dan memahami perasaan-perasaan kita dan orang lain yang menuntun kepada kemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan tersebut. Jadi orang yang cerdas secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi juga memahami apa artinya. Dapat melihat diri sendiri seperti orang lain melihat kita, mampu memahami orang lain seolah-olah apa yang dirasakan orang itu kita rasakan juga. Tidak ada standar test EQ yang resmi dan baku. Namun kecerdasan Emosi dapat ditingkatkan, baik terukur maupun tidak. Tetapi dampaknya dapat dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Banyak ahli berpendapat kecerdasan emosi yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup.

95

Sejauh mana kecerdasan emosi kita? Untuk mengetahuinya, kelima unsur diatas dapat dijadikan barometer untuk mengukur apakah anda termasuk orang yang cerdas secara emosi. Berikut ini adalah hal-hal spesifik yang perlu dipahami dan dimiliki oleh orang-orang yang cerdas secara emosi:

a. Mengatasi Stress Stress merupakan tekanan yang timbul akibat beban hidup. Stress dapat dialami oleh siapa saja. Toleransi terhadap stress merupakan kemampuan untuk bertahan terhadap peristiwa-peristiwa buruk dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi hancur. Ini berarti mengelola stress dengan positif dan merubahnya menjadi pengaruh yang baik. Orang yang cerdas secara emosional mampu menghadapi kesulitan hidup dengan kepala tegak, tegar dan tidak hanyut oleh emosi yang kuat. Cenderung menghadapi semua hal, bukannya lari dan menghindar. Dapat mengelakkan pukulan sehingga tidak hancur dan tetap terkendali. Mungkin sesekali terjatuh namun tidak terpuruk sehingga dapat berdiri tegak kembali.

Sumber: www.matanews.com

Gbr. 3.6 Salah satu ciri pemimpin adalah cerdas emosional b. Mengendalikan Dorongan Hati Merupakan karakteristik emosi untuk menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Hal ini sering juga disebut “menahan diri”.

96

Orang yang cerdas secara emosi tidak memakai prinsip “harus memiliki segalanya saat itu juga”. Mengendalikan dorongan hati merupakan salah satu seni bersabar dan menukar rasa sakit atau kesulitan saat ini dengan kesenangan yang jauh lebih besar dimasa yang akan datang. Kecerdasan emosi penuh dengan perhitungan.

c. Mengelola Suasana Hati Merupakan kemampuan emosional yang meliputi kecakapan untuk tetap tenang dalam suasana apapun, menghilangkan gelisahan yang timbul, mengatasi kesedihan atau berdamai dengan sesuatu yang menjengkelkan. Orang yang cerdas secara emosi tidak berada dibawah kekuasaan emosi. Mereka akan cepat kembali bersemangat apapun situasi yang menghadang dan tahu cara menenangkan diri. Mengelola suasana hati bukan berarti menekan perasaan. Salah satu ekspresi emosi yang bisa timbul bagi setiap orang adalah marah. Menurut Aristoteles, Marah itu mudah. Tetapi untuk marah kepada orang yang tepat, tingkat yang tepat, waktu, tujuan dan dengan cara yang tepat, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang cerdas secara emosi. Ketiga hal tersebut merupakan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi-emosi diri sendiri yang harus dimiliki oleh orang-orang yang dikatakan cerdas secara emosi.

d. Memotivasi Diri Orang dengan keterampilan ini cenderung sangat produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka hadapi. Ada banyak cara untuk memotivasi diri sendiri antra lain dengan banyak membaca buku atau artikel-artikel positif, “selftalk”, tetap fokus pada impian-impian, evaluasi diri dan sebagainya. Berikut ini beberapa cara untuk mendapatkan motivasi setiap hari: - Bicaralah pada teman atau saudara tentang rencana kita, atau tuliskan dalam selembar kertas apa yang akan kita lakukan lalu tempelkan di tempat yang mudah kita lihat. - Lihat imbalan dari usaha kita secara jelas. Cara ini memberikan banyak motivasi untuk membuat rencana kita cepat terwujud. Bayangkan cita-cita kita setiap hari, dan ini akan memberikan kita dorongan untuk menjadikannya nyata.

97

- Jika tidak ada ketertarikan sama sekali, kita mungkin perlu melakukan sesuatu, untuk itu buat sebuah tujuan besar dalam pikiran kita. - Setiap sebuah langkah kecil yang kita ambil untuk mencapi tujuan akan memberikan motivasi pada kita setiap hari. - Dalam lain cara, kita membutuhkan energi lebih sebagai motivasi untuk setiap hari, misalnya dengan olah raga atau tidur cukup. - Sangat sulit untuk menemukan motivasi jika kita dalam keadaan tertekan. Hilangkan beberapa perasaan negatif kita, atau pada akhirnya pilih kerjakan pekerjaan penting bagi kita.

e. Memahami Orang lain Menyadari dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah hal terpenting dalam kecerdasan emosi. Hal ini juga biasa disebut dengan empati. Empati bisa juga berarti melihat dunia dari mata orang lain. Ini berarti juga dapat membaca dan memahami emosi-emosi orang lain. Memahami perasaan orang lain tidak harus mendikte tindakan kita. Menjadi pendengar yang baik tidak berarti harus setuju dengan apapun yang kita dengar. Keuntungan dari memahami orang lain adalah kita lebih banyak pilihan tentang cara bersikap dan memiliki peluang lebih baik untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

f. Kemampuan Sosial Memiliki perhatian mendasar terhadap orang lain. Orang yang mempunyai kemampuan sosial dapat bergaul dengan siapa saja, menyenangkan dan tenggang rasa terhadap orang lain ynag berbeda dengan dirinya.

98

Sumber: www.foto.detik.com

Gbr. 3.7 Kemampuan sosial harus dimiliki oleh calon pemimpin Tingkah laku seperti itu memerlukan harga diri yang tinggi, yaitu: menerima diri sendiri apa adanya, tidak perlu membuktikan apapun (baik pada diri sendiri maupun orang lain), bahagia dan puas pada diri sendiri apapun keadaannya. Kemampuan sosial erat hubungannya dengan keterampilan menjalin hubungan dengan orang lain. Orang yang cerdas secara emosi mampu menjalin hubungan sosial dengan siapa saja. Orang-orang senang berada disekitar mereka dan merasa bahwa hubungan ini berharga dan menyenangkan. Ini berarti kedua belah pihak dapat menjadi diri mereka sendiri. Orang-orang dengan kecerdasan emosi yang tinggi bisa membuat orang lain merasa tentram dan nyaman berada didekatnya. Mereka menebar kehangatan dan keterbukaan atau transparansi dengan cara yang tepat.

3. Memahami teknik belajar yang tepat Setiap orang pastinya ingin sukses. Salah satu cara yang menjadi keniscayaan adalah menjadi seorang pembelajar secara terus-menerus. Apapun teknik belajar yang digunakan, yang terpenting adalah semangat atau kemauan untuk belajar. Tidak ada batasan umur, wilayah, ras, agama, semua berhak untuk mendapatkan kesempatan belajar. Perlu kita ketahui, setiap orang memiliki gaya

99

belajar berbeda-beda. Ada yang bergaya belajar verbal, visual, atau kinestetik. Masing-masing gaya tersebut memiliki karakteristik berbeda. Saat ini, mungkin kamu sedang mencari teknik belajar yang efektif. Merasa cara belajarmu selama ini masih kurang pas, dan tidak optimal. Berikut ini empat persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum belajar, yaitu:

a. Persiapan Mental Masalah mental memiliki peran tersendiri dalam mendukung kesuksesan belajarmu. Karenanya, bayangkan, hasil ujian yang baik agar kamu merasa bahagia dan nyaman dalam belajar. Berpikirlah positif. Yakinlah, kamu mampu menyelesaikan semua pelajaran dengan baik. Teknik belajar yang baik adalah dengan memasang mental Juara. Seorang juara akan selalu berjuang hingga titik darah penghabisan, tanpa peduli hasil akhir yang akan ia dapatkan.

b. Persiapkan Fisik Jika fisik tidak prima, maka kamu tidak mungkin bisa belajar dengan efektif. Sebelum mulai belajar, kamu bisa melakukan senam ringan, untuk memberikan efek ketenangan pada psikis kamu. Kamu juga bisa mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi sebelum belajar. Kamu bisa mandi terlebih dahulu, agar lebih bersemangat dalam belajar. Fisik yang bugar, menjadi bagian teknik belajar yang efektif.

c. Tentukan yang ingin Kamu Pelajari Pastikan kamu mempelajari mata pelajaran yang tepat. Jika akan menghadapi ujian, jangan sampai kamu tidak mendapatkan informasi mengenai bab yang akan diujikan. Akan sangat fatal hasilnya jika kamu mempersiapkan yang bukan sesungguhnya diujikan, karena keteledoranmu. Sebaik apapun teknik belajar yang Anda gunakan, jika tidak didukung keakuratan informasi materi yang diujikan, maka hasilnya tidak akan optimal.

d. Berdoa Hal ini akan melatih konsentrasi dan menumbuhkan keyakinan diri sebelum melakukan sesuatu. Bahkan, keyakinan menjadi satu faktor pendukung kesuksesan, yang mendukung teknik belajar yang lain. 100

Berikut ini langkah-langkah teknik belajar yang efektif :

a. Kenali gaya belajarmu Pahami, apakah kamu lebih mudah mengingat sesuatu melalui verbal, gambar (visual), atau kinestetik. Jika tipe verbal, perbanyak belajar melalui membaca atau mendengarkan. Jika tipe visual, perbanyaklah belajar menggunakan bantuan gambar-gambar. Sementara bila tipe kinestetik, lakukan belajar sambil melakukan (berbuat).

b. Latih konsentrasi Teknik belajar yang baik tidak ditentukan pada lamanya waktu, tapi kualitas tingkat konsentrasi. Untuk melatihnya, setiap hari biasakan 5-10 menit untuk belajar. Semakin lama tingkatkan durasi waktunya.

Sumber: www.fast-fmmagelang.blogspot.com

Gbr. 3.8 Ciri pemimpin dengan belajar tekun c. Kontinyu Jangan belajar hanya saat akan menghadapi ujian. Biasakan belajar secara rutin. Sesuatu yang dibaca berulang-ulang pasti akan lebih mudah diingat.

d. Gunakan teknik menghafal

101

Anda bisa menggunakan beberapa sistem dalam menghafal yang efektif. Misalnya, membuat singkatan dengan istilah yang mudah diingat. Model itu disebut jembatan keledai atau kaitkan konsep dengan gambar tertentu yang lebih mudah diingat.

e. Buat catatan singkat pada kertas kecil untuk memudahkan mengingat Kamu bisa menggunakan teknik belajar ini untuk mengingat hal-hal penting dalam proses belajarmu. Dengan demikian, kamu bisa mengulangnya dari catatan tersebut, tanpa perlu membawa diktat pelajaran yang tebal. Belajar secara menyenangkan pun bisa menjadi solusi efektif bagi kita dalam meningkatkan kemampunan diri. Belajar itu memiliki makna yang luas. Bahkan keseluruhan hidup kita ini adalah belajar. Kita melakukan sesuatu , mengevaluasinya, menjadi lebih baik. Tetapi terkadang belajar itu dilakukan dengan keterpaksaan dan tanpa melibatkan hati. Belajar pun jadi terkesan membosankan. Jika sudah begini, kita perlu menjadikan belajar jadi menyenangkan. Ada kiat-kita khusus supaya belajar menjadi menyengangkan, antara lain sebagai berikut:

a. Cari Sisi Menariknya Setiap pelajaran pasti memiliki sisi menariknya bagi anda. Entah dimana, letaknya bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Mulailah belajar dari bagian yang anda anggap menarik. Karena langkah awal sangatlah menentukan. Buatlah kesan pertama belajar anda menyenangkan, maka setelahnya akan lebih mudah.

b. Hubungkan dengan Hobi Setiap orang pasti punya hobi. Aktivitas yang membuat kamu senang bahkan kamu anggap sebagai hiburan. Kuncinya adalah bagaimana kamu membuat hobimu sebagai sarana belajar. Kamu bisa menonton film dengan subtitle (teks terjemahan) bahasa Inggris, membaca majalah berbahasa inggris, diskusi online di forum atau Facebook, jalan-jalan sambil memperhatikan tingkah manusia dan menghubungkannya dengan teori-teori psikologi dan sosiologi, dll. Jadikan menjadi hiburan yang mendidik atau pendidikan yang menghibur.

c. Jadikan Sebagai Syarat Menggapai Cita-Cita 102

Cita-cita itu seperti pom bensin. Dia akan mengisi tangki motivasi ketika anda mulai lelah dan tak bersemangat. Kekuatan cita-cita juga akan membuat anda berusaha memenuhi segala syarat untuk menggapainya. Anda pasti akan lebih bersemangat belajar matematika dan ekonomi ketika anda telah memantapkan hati untuk menjadi ekonom. Ketika anda melakukannya, hati anda akan berkata, "Aku harus menguasai ... jika ingin menjadi ..."

d. Cari Sumber Lain Belajar dengan sumber yang sudah ditentukan biasanya membosankan. Karena selera itu tidak bisa diseragamkan. Untuk itu, sebagai pembelajar kita harus mandiri, mencari sumber lain sendiri.

e. Indentifikasi Role Model Role model atau panutan memiliki fungsi yang hampir sama dengan citacita. Tapi ia orientasinya lebih ke orang. Sehingga karakteristik yang ingin dicapai bisa lebih jelas. Tidak harus menirunya 100%, karena hal itu pun pasti punya kekurangan. Identifikasi kelebihan-kelebihannya dan bagaimana ia mencapainya. Role model akan membuat cita-cita anda menjadi lebih jelas dan konkret.

f. Cari Tempat Lain Lingkungan pasti akan mempengaruhi individu. Yakinkan diri anda bahwa lingkungan anda sudah membangun atau setidaknya tidak menghambat aktvitas belajar anda. Pindahlah jika hal yang berlawanan yang terjadi. Carilah suasana baru seperti taman hijau yang sudah jarang anda kunjungi atau tempat nongkrong yang baru buka di ujung jalan sana. Membaca buku atau berselancar internetlah di sana. Tempat dan suasana baru bagai sebuah batere baru bagi mobil-mobilan yang membuatnya berlari lebih kencang.

103

Sumber: www.sman1-slo.sch.id

Gbr. 3.9 Untuk variasi belajar bisa mencari tempat yang lain daripada biasanya 7. Lakukan! Hal paling parah adalah ketika kamu menunda-nunda belajar dengan alasan bosan. Berhenti sejenak tidak apa, tapi jangan sampai membuat kamu malas memulai lagi. Padahal hal yang menyenangkan terkadang tidak ada di depan, tetapi berada di tengah. Lakukan saja, maka anda akan temukan betapa

menyenangkannya hal yang anda pelajari. Orang yang ingin belajar adalah orang ingin maju. Jangan sia-siakan waktu kamu untuk berleha-leha hanya karena 'cap' membosankan yang tertempel di benak kamu tentang belajar. Termasuk penyimpitan makna bahwa belajar itu haruslah di sekolah. Bahkan, waktu libur untuk siswa adalah waktu yang tepat untuk belajar. Belajar hal-hal yang di sekolah tidak dipelajari.

C. Sikap Kreatifnya Inspiratif untuk Orang Lain
Ciri-ciri pemimpin kreatif ada tiga kategori: 1. Ciri-ciri pokok: Ia selali melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan. 2. Ciri-ciri yang memungkinkan: ia mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemukan tetap hidup. 3. Ciri-ciri sampingan: ia tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup.

104

Adapun ciri-ciri pemimpin kreatif berdasarkan arahan berpikir dan bertindak adalah sebagai berikut. 1. Berpikir dari segala arah (convergent thingking). Pemimpin kreatif akan memandang dirinya dengan memosisikan diri dari segala arah. Ia mencocokan dirinya jika ia berdiri di suatu tempat. Dengan demikian, akan ada pandangan dan ide yang berbeda. Ciri utama dalam hal ini adalah tidak adanya kekakuan dalam menjalani kehidupan. Ia bisa menikmati proses interaksi dengan orang lain. 2. Berpikir ke segala arah (divergent thingking). Pemimpin kreatif akan berpikir menyebar mengenai segala arah. Misalkan kita yang berada di sekolah akan memikirkan beragam pelajaran yang diserap sebagai sumber ide. Ia akan memandang segala sisi apa yang dia dapatkan. Dalam hal ini, ada sebuah upaya lebih untuk memahami sesuatu. Bahkan, ia mau belajar dari segala sesuatu tersebut sebagai hal yang bermanfaat.

Sumber: www.netsains.com

Gbr. 3.10 Pemimpin yang baik bisa berpikir ke segala arah 3. Fleksibilitas konseptual, pemimpin kreatif secara spontan mengganti cara memandang, pendekatan, kerja yang tidak jalan. Ia tidak terpaku pada satu jalan. Istilahnya “banyak jalan menuju Roma”. Pemimpin kreatif menjadi pribadi yang fleksibel dan mampu mengubah pandangan dalam waktu cepat demi mendapatkan sisi kreatif. 4. Orisinalitas, yaitu kemampuan pemimpin kreatif mengeluarkan ide yang asli bahkan mengejutkan. Dalam hal ini, pemimpin kreatif akan berbeda dengan yang

105

lain. Ia akan tertantang membuat sesuatu yang lain daripada yang lain, walaupun mungkin dianggap aneh atau tidak umum. Namun, pemimpin kreatif selalu yakin dengan apa yang akan dihasilkannya. 5. Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas. Artinya, pemimpin kreatif lebih tertantang untuk berpikir kompleks (rumit). Kalau berpikir sederhana, ia akan stagnan atau tidak akan mengalami kemajuan. Kompleksitas pemikirannya mungkin saja diilhami oleh mimpi atau cita-citanya demi mewujudkan sesuatu. 6. Latar belakang hidup yang merangsang, yaitu pemimpin kreatif hidup dalam lingkungan yang dapat menjadi contoh. Pemimpin kreatif biasanya muncul dalam lingkungan yang mengarahkan dia untuk berkreatif. Dalam artian, bisa saja ia datang dari kehidupan yang kurang ideal, namun bisa mewujudkan sebuah lingkungan baru yang bisa dijadikan contoh orang lain. 7. Kecakapan dalam banyak hal (multiple skills). Dalam proses kreatif, pemimpin kreatif hendaknya mampu dan siap ketika diberikan dalam banyak tantangan. Contoh kecilnya, selain menjadi siswa yang pandai dalam pelajaran, mungkin saja ia terampil dalam bidang lainnya. Orang seperti ini akan siap menghadapi tantangan dengan keahlian dan kreativitas yang dia miliki. Selanjutnya, ciri-ciri/karakter pokok orang yang kreatif adalah sebagai berikut.

1. Kemampuan untuk bekerja keras. Thomas Alfa Edison sang raja penemu pernah mengungkapkan bahwa untuk meraih sukses dibutuhkan 1% bakat dan 99% kerja keras. Siapakah yang tidak mengenal Edison yang pernah menemukan lampu bohlam? Beliau menemukan penemuan besar ini dengan perjuangan yang keras. Bahkan ada yang bilang bahwa beliau harus mengalami kegagalan sampai 99 kali dan akhirnya sukses di percobaan yang ke-100. Apakah bohlam lampu ditemukan oleh Beliau karena kejeniusannya? Mungkin iya. Tetapi yang jelas tanpa kerja kerasnya sehingga harus mencoba sampai ratusan, niscaya bohlam lampu tidak akan bersinar.

106

Sumber: www.hauntedamericatours.com

Gbr. 3.10 Thomas Alva Edison dikenal dengan semangat kerja keras dan pantang menyerah 2. Berpikir mandiri Landasan untuk berpikir secara mandiri adalah dengan mengambil keputusan sendiri. Mulailah dengan pilihan kecil, seperti; buku apa yang mau dibaca hari ini, mau makan apa hari ini, dan sebagainya. Tentunya, penting bagi kita untuk memberikan pilihan yang tidak menyusahkan dan bisa kita tolerir.

3. Pantang menyerah Pantang menyerah menyiratkan semangat yang tidak mengenal putus asa. Pantang menyerah dapat dimaknai dengan arti suatu bentuk keberanian sikap dalam menghentikan sebuah penjelajahan tanpa batasan jelas untuk berani memulai sebuah pergerakan diri memasuki babak baru di depan yang bersifat dinamis dan diejawantahkan dalam bentuk aktualisasi real tindakan dengan semangat yang tidak mengenal putus asa.

4. Mampu berkomunikasi dengan baik Komunikasi yang baik akan menentukan langkah atau proses kerja kreatif berikutnya. Sebaliknya, komunikasi yang tak jalan bisa berdampak pada hasil kerja kreatif atau hubungan kerja kreatif.

107

5. Lebih tertarik pada konsep daripada detail (segi-segi kecil) Dalam berkonsep ini ada sebuah mimpi-mimpi yang bisa diwujudkan dalam bentuk krativitas. Orang kreatif mampu membangun konsep yang akan menopang dirinya ke arah kemajuan.

6. Keingintahuan intelektual Dalam hal ini, orang kreatif selalu terdepan dalam mendapatkan pengetahuan atau informasi terbaru. Ia akan mencari sumber pengetahuan untuk menunjang kreativitasnya. Segala indra tubuhnya akan digunakan secara terbuka dalam menggapai hal-hal baru. Begitu pula dengan tingkat pemikirannya yang selalu dijejali dengan hal-hal baru demi mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Salah satu ciri orang kreatif adalah tidak akan ketinggalan dalam hal apapun.

7. Kaya humor dan fantasi Dengan humor, orang kreatif menjalani kehidupan ini dengan sikap santai dan terbuka. Humor sebagai media untuk sosialisasi sekaligus menghibur diri. Begitu pula dengan fantasi pemikirannya yang terus berkeliaran hingga mampu membawa suasana kehidupan lebih menyegarkan dan mampu memandang kehidupan dengan sisi positif.

8. Tidak segera menolak ide atau gagasan baru Dalam artian, ia akan menyerap dan kemudian memilah apa saja yang sesuai dengan dirinya dalam mengembangkan kreativitas. Orang kreatif mampu menelaah dan menganalisis hal-hal baru tanpa melakukan penghakiman bahwa hal itu kurang baik. Hal-hal yang ia terima bisa menjadi pembanding sekaligus tolok ukur saat dia mengambil keputusan berpikir atau bertindak.

9. Arah hidup yang mantap Orang kreatif bak seorang nakhoda kapal yang tahu arah tujuan yang akan ia capai. Kemantapan dalam mengarungi kehidupan untuk arah yang lebih baik merupakan pertalian semua hasil olah pikir dan tindakan dia dalam memahami makna sebuah tujuan. Tidak jarang orang yang kreatif selalu memegang prinsipprinsip hidup yang ia yakini mampu membawanya ke arah perubahan. 108

Selain ciri–ciri tersebut, ada pula ciri-ciri sampingan yang biasanya menjadi karakter seorang dikategorikan sebagai orang yang kretif. - Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam - Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot - Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah - Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu - Mempunyai/ menghargai rasa keindahan - Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi - Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi - Mempunyai rasa humor - Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa) - Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (orisinil) - Kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macam gagasan - Mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan Semua komponen masyarakat memiliki peranan masing-masing dalam proses pembangunan. Termasuk para generasi muda, sebagai aset sumber daya manusia, kreativitas dan partisipasi aktif mereka sangat diperlukan. Generasi muda sejati adalah mereka yang bangga dengan usahanya sendiri, bukan bangga karena status orang tua atau keluarga lainnya. Kreativitas dan partisipasi generasi muda sangat dinantikan dalam pembangunan. Banyak yang dapat dilakukan para generasi muda mengisi pembangunan. Untuk mewujudkan karakter manusia yang kreatif tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kreativitas dari seorang individu terlahir dengan adanya daya kreasi dan usaha keras. Manusia kreatif bukanlah manusia bermental cengeng dan manja terhadap keadaan. Lantas, apa sajakah syarat-syarat yang harus dilakukan untuk menjadi manusia kreatif itu? Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek berikut, yaitu:

1. Aspek Pribadi Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya. Orang kreatif akan memandang kehidupan di sekelilingnya sebagai sumber yang tidak akan pernah habis. Ia akan melakukan 109

hubungan yang harmonis dengan lingkungan di sekitarnya. Apa saja yang ada di sekelilingnya akan menjadi sumber ide. Ia menganggap semua yang ada di sekitar berguna dan bisa diberdayakan secara baik. Kreativitas yang muncul merupakan bentuk memahami dan menghayati di sekeliling (lingkungan). Jika ia bergaul dengan orang lain, ia akan menggunakan pergaulan tersebut sebagai salah satu bagian untuk mewujudkan aspek kreativitasnya. Misalnya, jika ada temannya yang mempunyai barang-barang bekas, idenya akan muncul untuk memberdayakan barang-barang bekas tersebut menjadi barang yang berdaya guna. Contoh lain adalah di dunia sekolah (pendidikan), ia akan menggunakan pergaulan dengan temannya sebagai ajang untuk ekspresi diri dalam berkreatif. Siswa yang kreatif mungkin akan memberdayakan teman-temannya membentuk group ekstrakurikuler yang mempelajari bidang tertentu. Misalnya, ia dan temantemannya membuat majalah dinding yang tulisa-tulisannya bersumber dari temantemannya. Hal ini dilakukan dengan adanya sinergi positif sehingga orang lain mampu bekerja sama dengan dia.

2. Aspek Pendorong Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan. Dorongan yang muncul dari diri sendiri adalah faktor internal. Tidak jarang orang yang kurang memahami hal ini. Misalkan seseorang mempunyai alat-alat musik, jika dorongan kreatif bermusik dari dirinya kurang, ia akan membiarkan alat musik tersebut terbengkalai. Namun, ada juga orang yang dorongan kreatif bermusiknya kuat, tetapi tidak punya alat/fasilitas. Kedua hal ini harus saling sinergis, misalnya bisa saja dia meminjam alat kepada temannya yang punya.

110

Sumber: www.solopos.com

Gbr. 3.11 Salah satu sikap kreatif adalah dengan membuat kerajinan dari barang bekas Adapun dorongan eksternal adalah bersumber dari luar. Misalkan tadi adanya alat-alat musik yang akhirnya mendorong seseorang untuk bermain musik dengan baik. Dorongan luar (eksternal) lainnya misalnya dari keluarga atau teman. Misalkan kita punya potensi kreatif dalam menulis dan orang lain mendorong kita untuk menulis sebuah karya. Karya tulisan tersebut dibaca oleh teman-teman dan kita pun akan merasa puas serta belajar terus untuk berlatih menulis.

3. Aspek Proses Ditinjau sebagai proses, kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi hingga akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya. Kadang manusia ingin segalanya instan. Hal inilah yang menjadikan kreativitas menjadi terhalang. Bentuk kreativitas yang baik sebenarnya perwujudan dari buah usaha kita dalam memahami proses. Proses menuntun kita pada arah pembelajaran dan mengenali diri serta lingkungan. Kesabaran sangat diperlukan untuk bisa mewujudkan proses kreatif. Begitu pula perlu upaya yang terus menerus serta pantang menyerah dalam mewujudkannya. Misalnya, saat kita belajar memperbaiki sepeda. Mungkin sebelumnya kita hanya tahu beres dari tukang reparasi sepeda. Ketika mencoba belajar memperbaiki sepeda, kita akan belajar bagaimana melepaskan komponen-komponen sepeda

111

hingga memasangnya kembali. Wajar jika selama pembelajaran tersebut ada kesalahan-kesalahan. Bukankah kita bisa belajar untuk menjadi ahli setelah mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut?

4. Aspek Produk Pengertian produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna. Kreativitas tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses. Proses kreatif mengalir melalui lima tahap. Adapun tahap-tahap tersebut sebagai berikut: 1. Persiapan: Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan. 2. Inkubasi: Mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran. 3. Iluminasi: Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan. 4. Verifikasi: Memastikam apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. 5. Aplikasi: Mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut Adapun proses kreatif urutannya sebagai berikut. 1. Persiapan (preparation): meletakan dasar, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya. Meskipun tidak semua ahli kreatif, namun kebanyakan pencipta adalah ahli. Terobosan gemilang dalam suatu bidang hampir selalu dihasilkan oleh orang-orang yang sudah lama berkecimpung dan lama berpikir dalam bidang itu. Persiapan untuk kreativitas itu kebanyakan

dilakukan atas dasar minat. Kesuksesan orang-orang besar tercapai dan bertahan, bukan oleh loncatan yang tiba-tiba, tetapi dengan usaha keras.

2. Konsentrasi (concentration): sepenuhnya memikirkan, masuk luluh, terserap dalam perkara yang dihadapi. Orang-orang kreatif biasanya serius, perhatiannya tercurah dan pikirannya terpusat pada hal yang mereka kerjakan. Tahap

konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu menimbang-nimbang, waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal uji coba.

3. Inkubasi (incubation): mengambil waktu untuk meninggalkan perkara, istirahat, waktu santai. Sebuah busur tak dapat direntang terus-menerus untuk jangka panjang tanpa bahaya patah. Maka kita perlu melarikan diri dari perkara yang sedang kita selesaikan, masalah yang hendak kita pecahkan. Inkubasi

112

merupakan saat di mana sedikit demi sedikit kita bebaskan dari kerutinan berpikir, kebiasaan bekerja, kelaziman pemakai cara.

4. Iluminasi: mendapatkan ide gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru. Ketika segalanya jelas, hubungan kaitan perkara keberuntungan dan penerangan untuk pemecahan masalah, jawaban baru tiba-tiba tampak laksana kilat. Reaksi keberhasilan itu biasanya tidak hanya teras di batin, tetapi juga diungkapkan keluar secara fisik.

5. Verifikasi/Produksi: memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. Betapa pun hal ini belum memuaskan, barulah merupakan akhir dari suatu awal. Masih ada pekerjaan berat yang harus dikerjakan. Kalau sudah

menemukan ide, gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja baru, kita harus turun tangan mewujudkannya. Kecakapan kerja merupakan bagian penting dalam karya kreatif. Betapapun banyak ide, gagasan, ilham, impian bagus-bagus yang ditemukan, jika tidak dapat diwujudkan, semuanya akan lenyap bagai embun diterjang sinar matahari. Maka orang kreatif harus memiliki kecakapan kerja baik secara pribadi maupun kelompok. Selain syarat-syarat tersebut, tentunya pula kita harus mengetahui hambatan- hambatan dalam berkreativitas. Seorang pakar mengartikan hambatan kreativitas sebagai dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Bangunan mental yang bersifat menghambat ini terdapat pada setiap orang dalam kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. Hambatan tersebut antara lain sebagai berikut. – Hambatan psikologis (jiwa), hal ini dikarenakan kebanyakan kita telah mengikuti proses pendidikan formal maupun informal yang sangat menekankan pentingnya satu jawaban yang benar. Sehingga kurang mampu mengekspresikan kemampuan konseptual, dan kurang mampu berkomunikasi dengan baik.

– Hambatan budaya, hal ini dikarenakan adanya keseragaman berpikir atau pemujaan terhadap berpikir logis dan rasional (akal). Pemecahan masalah haruslah selalu bersifat serius dan tanpa humor maupun canda, sehingga menghambat penyelesaian yang bersifat intuitif atau menggunakan perasaan dan kreativitas. 113

– Hambatan lingkungan sosial maupun fisik, hal ini dikarenakan lingkungan sosial yang selalu teratur, dan lingkungan fisik atau layout yang tetap, permanen dan mapan, sehingga dapat mengurangi produktivitas dan kreativitas.

– Hambatan bahasa berpikir, hal ini dikarenakan kita memiliki beragam bahasa yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah, misalnya bahasa lisan, matematik, visual dan bahasa pengindraan lainnya. Sehingga kita tidak selalu dapat menggunakan satu bahasa berpikir untuk menyelesaikan segala persoalan.

– Hambatan keterpakuan fungsional, hal ini dikarenakan pada kebiasaan kita untuk memfungsikan peralatan, orang, ataupun teknologi hanya dengan satu cara. Sebagai contoh sabuk/gesper yang kita pakai dapat untuk memperpanjang seutas tali yang kurang panjang dll.

114

BAB 4 Pemimpin Masa Depan Memiliki Performa Utama
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masingmasing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Apalagi jika seseorang itu berpotensi menjadi seorang pemimpin. Jika ingin mengetahu potensi diri kita, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Kenali diri sendiri Coba buatlah daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat kamu bahagia; apa yang kamu inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatanmu; dan apa saja kelemahanmu. Kemudian jawablah pertanyaan tersebut secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatanmu.

Sumber: www.sparklingchelsea.wordpress.com

Gbr. 4.1 Salah satu untuk mengenal diri adalah membuat catatan seputar hidup kita 2. Tentukan tujuan hidup Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan

115

kemampuan dan kompetensimu. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.

3. Kenali motivasi hidup Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidupmu, apa yang bisa melecut semangatmu untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga kamu memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.

4. Hilangkan pola pikir negatif Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah kamu mencapai tujuan. Setiap kali kamu menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika kamu telah menemukan jalan yang mantap.

5. Jangan mengadili diri sendiri Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuanmu, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju. Kita-kiat tersebut adalah gambaran dasar bagaimana melejitkan diri kita untuk tampil sebagai sosok pemimpin yang tangguh. Selain itu, ada beberapa hal yang kiranya perlu kita ketahui untuk lebih meningkatkan performa diri kita sebagai calon pemimpin masa depan.

A. Menghormati Diri Sendiri
Ciri pemimpin masa depan adalah mampu menghormati diri sendiri untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Berpikir bahwa kita layak dihormati adalah contoh yang penting dari kuasa pemikiran kita sebagai calon pemimpin. Semakin kita menghormati diri sendiri, semakin kita dihormati dalam interaksi sehari-hari kita dengan sesama. Bagaimana kita bepikir menentukan

116

bagaimana kita bertindak. Bagaimana kita bertindak, pada giliranya, menentukan bagaimana orang bereaksi terhadap kita. Sikap menghormati diri sendiri itu akan tampak melalui segala hal yang anda perbuat. Apakah kita menghormati diri sendiri dengan menjaga kotmitmenkotmitmen kita terhadap diru sendiri? Itu adalah Komponen yang penting. Apakah kita menghormati tubuh kita dengan memberinya makanan yang sehat, yang bergizi, dan dengan menggerakkannya secara teratur untuk meningkatkannya? Apakah kita berbicara baik tentang diri sendiri bukannya secara sombong, melainkan secara positif? Itu bahkan mencakup cara kita berbicara kepada diri sendiri di benak kita Apakah kita mewakili diri sendiri dengan cara yang penuh hormat? Apakah kita berpakaian pantas dan menjaga penampilan kita? Ini adalah demontrasi yang besar kuasanya tentang sikap menghormati diri sendiri. Cara kita tampil mengatakan banyak hal yang besar kuasanya tentang kita. Benar, kita tentu pernah mendengar bahwa tidak biajaksana, menilai sebuah buku dari sampulnya. Tetapi ada juga hikmat yang mengatakan bahawa kita tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk memberikan kesan pertama! Merawat diri baik-baik adalah sangat mendasar bagi sikap menghormati diri sendiri.

Sumber: www.lutugokilz.blogspot.com

Gbr. 4.2 Salah satu untuk mengenal diri adalah membuat catatan seputar hidup kita Semua sikap yang ada pada diri kitalah yang menentukan kita baik dan buruknya kita berada di tengah-tengah lingkungan orang banyak. Mungkin kita jarang mendengar kata hormatilah diri sendiri pastinya yang sering kita dengar dari 117

kebanyakan orang cobalah hormati orang lain. Apa kita tahu bagaimana cara menghormati diri kita sendiri? Cara kita menghormati diri kita sendiri tentunya perlu bantuan dari banyak orang dengan cara menghormati mereka dengan menjaga ucapan dan tindakan kita. Lama kelamaan kita pun akan tahu bagaimana cara anda menghormati diri kita sendiri. Mereka pun akan membantu kita menghormati diri kita sendiri. Cara lain untuk menghormati diri sendiri adalah dengan menggali potensi yang ada dalam diri kita. Potensi diri merupakan modal yang perlu kita ketahui. Kita gali dan kita maksimalkan. Karena sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Lalu mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Jika itu terjadi, kita akan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu denga mantap. Lalu dimanakah letak potensi kita? Dan bagaimana kita bisa mendobraknya? Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita. Karena Sikap menentukan segalanya. Lalu apa sebenarnya manfaat kita mendobrak potensi yang kita miliki? Potensi apa yang perlu kita dobrak? Mengapa kita perlu mendobraknya? Merupakan kondisi yang perlu sama-sama kita pecahkan disini. Pekerjaan ini, tentu saja membutuhkan komitmen tinggi, agar kita dapat merealisasikannya. Jika dobrakan yang kita lakukan separuh hati, maka daya ungkitnya-pun tidak akan menonjol dan sebesar apa yang kita harapkan. Sama dengan hukum bola pingpong. Semakin kuat kita melemparkannya, maka semakin kuat pula ia memantulkannya. Begitupun dengan masalah dobrak mendobrak. Apalagi yang mau kita dobrak adalah mental kita sendiri. Ratapan yang tersebar di sekitar kita, merupakan refleksi lemahnya daya ungkit terhadap potensi diri. Potensi diri terdiri dari dua kekuatan, positif dan negatif. Keduanya terkadang berjalan bersamaan dan saling melengkapi. Sehingga kita tidak mampu lagi membedakan mana sikap positif dan mana sikap negatif kita. Keduanya sudah menyatu menjadi sebuah karakter yang kuat, membentuk pribadi seperti apa diri kita sekarang.

118

Seandainya saja kita memiliki kemauan dan komitmen tinggi untuk berubah, kita yakin kita dapat mendobraknya. Dengan modal kekuatan pengetahuan yang kita milliki. Dan kemauan besar untuk membuka diri, yakinlah kita bisa memaksimalkan potensi diri yang kita miliki selama ini. Salah satu upaya untuk menghormati diri sendiri juga dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan positif. Kebutuhan utama bagi setiap generasi muda adalah lingkungan positif yang mau menerimanya dan memberi kebebasan untuk berkembang, serta mengarahkan mereka melakukan hal terbaik untuk diri sendiri dan orang lain. Yang dibutuhkan adalah lingkungan positif yang melihat potensi dalam diri kita dengan sifat-sifat mulia dan bakat-bakat yang dianugrahkan Tuhan pada kita. Pola pikir seperti ini akan membangun kepercayaan dalam diri kita untuk maju. Lingkungan positif dapat dibangun di keluarga yang merupakan lingkungan awal dan keseharian kita. Setiap anggota keluarga dapat memulai suasana yang harmonis dan saling mendukung untuk menciptakan keterbukaan dan kenyamanan. Salah satu hal penting adalah menghindari sikap saling menyalahkan maupun memarahi, karena hal itu dapat menurunkan motivasi dalam diri kita. Semakin tidak terbatasnya lingkungan negatif saat ini, akan sangat berakibat buruk bagi perkembangan diri kita. Oleh sebab itu, di lingkungan masyarakat maupun sekolah harus ada lingkungan positif yang dibentuk. Salah satu contoh, melalui inisiatif para kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif yang penuh keceriaan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah memberi pemahaman untuk tidak terjerumus melakukan hal-hal yang negatif. Salah satu fenomena negatif yang mengkhawatirkan di kalangan generasi muda adalah merebaknya Narkoba. Dunia Kedokteran melaporkan bahwa sekitar 70 persen pelaku penyalahgunaan narkotika adalah para remaja. Belakngan ini, banyak dijumpai remaja yang masih duduk di bangku sekolah terlibat sekaligus sebagai pengedar. Bahkan belakangan ini, ada upaya memasukkan Narkoba ke anak-anak sekolah dasar melalui berbagai cara, seperti memasukkan ke dalam makanan yang djual di kantin sekolah, memasukkan ke ujung pensil atau pulpen yang biasa dihirup atau dijilat anak-anak dan lain sebagainya. Fenomena ini sangat mengkahawatirkan, karena Narkoba dapat

menghancurkan masa depan remaja itu sendiri., bahkan jika kejadiaannya massif dapat menghancurkan masa depan bangsa. Betapa tidak, seorang yang sudah 119

kecandu Narkoba, ia akan berusaha memuaskan dirinya sendiri dan tidak memiliki kepedulian terhadap orang lain. Cara apapun akan dilakukannya untuk mendapatkan Narkoba, tidak peduli dengan berbohong, bahkan mencuri. Orangorang yang sudah tercandu Narkoba tidak memiliki lagi piiran yang jernih untuk mempersiapkan masa depannya, apalagi masa depan orang lain. Yang dipikirkannya hanya masa kini saja, yaitu bagaimana memuaskan dirinya dengan Narkoba. Ia akan bersedih jika tidak menemukan Narkoba dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Remaja dan para pengguna atau pengedar akan kehilangan masa depannya jika bergelimang dengan Narkoba. Ia akan merepotkan dan menjadi beban bagi orang lain. Bayangkan jika mayoritas remaja kecandu Narkoba, mau jadi apa bangsa ini. Padahal di masa depan, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda yang briliyan, cerdas, dan memiliki wawasan masa depan. Jika kita tidak mempersiapkan diri, jangan harapkita memiliki masa depan yang cerah. Karena itu, sudah seharusnya kita menjauhi Narkoba apapun bentuknya. Untuk menjauhi Narkoba, memang bukan perkara mudah, apalagi bagi kita yang tinggal di perkotaan. Karena di perkotaan banyak hal yang dapat menyebabkan seorang remaja tercandu Narkoba, seperti rasa ingin tahu karena teman-teamn bercerita tentang kenhikmatan Narkoba, perasaan tidak enak jika menolak ajakan teman, pelarian masalah, keluarga yang tidak harmonis, dan kuatnya jaringan pemasaran Narkoba di perkotaan. Oleh sebab itu, sayangi diri sendiri dengan tidak coba-coba mengkonsumsi Narkoba! Cara menyayangi diri sendiri dapat kita gali juga dengan mengembangkan bakat dan minta. Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan memberi semangat dalam mempelajari atau menjalaninya. Tapi serimgkali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi ksrena terbawa dan ikut teman-temannya, atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat mencerna terlebih dahulu dan memahami bidang yang akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah ataupun lebih jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang akan digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut. Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa 120

mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Dalam usaha menemukan jati dirinya dalam arti mengatahui kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan bakat dan minat remaja sangat penting. Dan dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengambangkan bakat dan minatmu adalah: a. sejak sekarang cermati berbagai kelebihan, keterampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada dirimu. b. yakini dan fokus pada kelebihan dirimu. c. Kembangkan konsep diri positif pada dirimu. d. Perkaya dirimu dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di berbagai bidang. e. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat dirimu untuk belajar dan menekuni bidang-bidang yang menjadi kelebihann dirimu. f. Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya. g. Stimulasi dirimu untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain. h. Sediakan fasilitas atau sarana untuk mengembangkan bakat dirimu i. Cari jalan untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya. j. Jalin hubungan baik antara orang tua dan gurumu,.

Hal-hal yang perlu dicermati dalam mengembangkan bakat dan minat remaja, yaitu: a. Mengikuti minat teman. Usia remaja adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap teman-teman sebayanya. Remaja kurang memahami siapa dirinya, 121

memiliki kebutuhan yang besar untuk berada dan diakui dalam kelompoknya. Hal ini seringkali membuat remaja mengikuti minat temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat dan minatnya. Untuk memilih bidangbidang yang akan dikembangkannya, remaja perlu berdiskusi, mencari masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya.

b. Penelusuran bakat dan minat secara dangkal. Memperhatikan bakat dan minat anak membutuhkan usaha yang serius dan berkesinambungan. Tes bakat pada umumnya memadukan kemampuan intelektual ataupun ketrampilan dengan bakat dan minat yang dimiliki seseorang. Kemampuan tinggi tanpa didukung oleh minat akan membuat anak bisa berhasil dalam pendidikannya akan tetapi antusiasme untuk mempelajarinya kurang tinggi minat dan bakat yang tinggi di suatu bidang tanpa didukung kemampuan akan membuat seseorang membutuhkan tenaga dan usaha ekstra keras untuk mencapainya. Selain hal tersebut tentunya di manapun seseorang belajar dan bekerja dibutuhkan motivasi belajar, daya juang dan ketekunan. Banyak orang tidak selalu mudah menemukan bakat dan minat yang tepat, karena beberapa hal: a. Siswa belum secara sengaja menjajagi kemampuan, bakat serta minatnya. b. Kurangnya wawasan bidang studi atau lapangan pekerjaan yang ada. c. Tidak ada masukan dari lingkungan mengenai kelebihan dalam kemampuan atau bakatnya. d. Siswa belajar tanpa tahu kegunaan dan tujuan dari bidang studi yang dipelajarinya. e. Bidang yang diminati dan bakat yang dimiliki bervariasi. f. Bakat yang ada belum terasah atau kurang mendapat kesempatan untuk dikembangkan sehimgga tidak nampak. g. Perasaan tidak mampu atau tidak berbakat dari pribadi yang bersangkutan ataupun dari lingkungannya.

B. Memiliki Kepedulian terhadap Sesama
Salah satu prinsip yang harus dimilik oleh pemimpin masa depan adalah adanya kepedulian kepada orang lain. Prinsip terdiri dari beberapa ide utama

122

berdasarkan motivasi pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau organisasi. Prinsip adalah bagian dari suatu kondisi (keadaan), realisasi (kenyataan) dan konsekuensi (akibat). Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepedulian kepada sesama adalah sebagai berikut: kepada prinsip-prinsip

1. Berorientasi pada pelayanan Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.

3. Membawa energi yang positif Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: (1) kemauan dan keinginan sepihak; (2) kebanggaan dan penolakan; dan (3) ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut, memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. 123

Hukum alam tidak dapat dihindari dalam proses pengembangan pribadi. Perkembangan intelektual seseorang seringkali lebih cepat dibanding

perkembangan emosinya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencapai keseimbangan diantara keduanya, sehingga akan menjadi faktor pengendali dalam kemampuan intelektual. Pelatihan emosional dimulai dari belajar mendengar. Mendengarkan berarti sabar, membuka diri, dan berkeinginan memahami orang lain. Latihan ini tidak dapat dipaksakan. Langkah melatih pendengaran adalah bertanya, memberi alasan, memberi penghargaan, mengancam dan mendorong. Dalam proses melatih tersebut, seseorang memerlukan pengontrolan diri, diikuti dengan memenuhi keinginan orang. Mengembangkan kekuatan pribadi akan lebih menguntungkan dari pada bergantung pada kekuatan dari luar. Kekuatan dan kewenangan bertujuan untuk melegitimasi kepemimpinan dan seharusnya tidak untuk menciptakan ketakutan. Peningkatan diri dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap sangat dibutuhkan untuk menciptakan seorang pemimpin yang berpinsip karena seorang pemimpin seharusnya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional (IQ, EQ dan SQ). Seorang pemimpin yang efektif, tanpa memperhatikan kepribadian, gaya, kemam­puan, maupun minatnya, seorang pemimpin yang efektif mempunyai cara kerja yang kurang lebih sama, yang jika dikristalisasikan dapat dituliskan seperti berikut: Seorang pemimpin tidak memulai dengan pertanyaan "Apa yang saya mulai dengan pertanyaan "Apa yang perlu

inginkan?" tetapi selalu akan dikerjakan?";

- Berikutnya seorang pemimpin akan bertanya "Apa yang dapat dan harus saya lakukan untuk membuat adanya perbedaan?" untuk menunjukkan bahwa pada titik inilah dia mempunyai kemampuan dan ke­kuatan yang dapat diandalkan; - Seorang pemimpin akan senantiasa bertanya "Apa misi dan sasaran

organisasi?" dalam bingkai pemikiran apa saja yang menentukan kinerja dan hasil suatu organisasi; - Seorang pemimpin mempunyai tenggang rasa yang tinggi terhadap perbedaan pada setiap orang dan dia tidak mencari orang yang mirip dengan dirinya semata untuk diajak bekerja sama, atau dengan kata lain mereka jarang bertanya "Apakah saya suka atau tidak suka kepada seseorang?", tetapi ketika menyangkut 124

masalah prestasi, standar, dan nilai seseorang, pemimpin yang efektif biasanya sangat tidak toleran; - Seorang pemimpin yang efektif tidak takut pada kelebihan yang dimiliki rekanrekan sekerja mereka, bahkan mereka menyukai kelebihan tersebut; dan - Seorang pemimpin yang efektif selalu berhasil bertahan terhadap godaan dan rayuan untuk mengerjakan hal-hal yang populer dan bukannya hal-hal yang tepat, serta biasanya lebih suka memilih menyelesaikan pekerjaan yang kecil, sedangsedang, atau sederha­na, daripada berusaha menyelesaikan pekerjaan besar yang sering­kali hanya merupakan angan-angan kosong berbingkai popularitas. Inti dari semua ciri ini, jika boleh diungkapkan dalam satu kalimat sederhana, mungkin akan tampak seperti berikut. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pemimpin yang arif yang selalu melaksanakan apa yang

diucapkannya dalam bingkai ketela­danan penuh kasih sayang pada sesama. Seorang pemimpin yang arif dan efektif, yang sangat kita harapkan di masa depan nanti, adalah pemimpin yang mempunyai tiga ciri penting, yaitu: (1) percaya kepada orang lain; (2) bersemangat dalam melaksanakan tugas; dan (3) dapat mencintai orang lain. Percaya kepada orang lain menjadi sangat penting bagi seorang

pemimpin masa depan karena sikap dan sifat inilah yang dapat memberi rasa percaya diri seseorang dalam memasuki ketidak­tahuan dan mendorong orang lain menuju ke arah yang belum pernah dikenali. Namun sifat ini hendaknya selalu dipadukan dengan sifat ragu-ragu yang logis, sikap rendah hati untuk menerima kenyataan bahwa orang kadang-kadang melakukan kesalahan, bahwa orang lain juga mempunyai gagasan, dan bahwa mendengar adalah sama pen­tingnya dengan berbicara. Bersemangat dalam melaksanakan tugas menjadi penting karena sifat dan sikap ini memberi energi dan fokus pada hal-hal yang dapat menggerakkan organisasi, serta memberi contoh dan teladan kepada yang lain. Namun, sifat ini pun haruslah dipadukan dengan kesadaran akan adanya dunia dan wawasan lain, yang dapat dipero­leh lewat waktu yang digunakan untuk membaca, menemui dan berbin­cang-bincang dengan orang di luar lingkungan mereka sendiri, serta jika perlu menjelajah kawasan dan lingkungan lain selama ini. 125 yang belum pernah didatangi

Sedangkan sikap dapat mencintai orang lain juga menjadi sangat penting dan bahkan maha penting karena dalam suatu komunitas masyarakat,

kecenderungan yang kuat saja yang dihormati dan ditakuti tetap merupakan fenomena dan gejala alami yang sulit dipatahkan. Adalah tugas seorang pemimpin yang efektif mematahkan fenomena ini dengan menunjukkan sikap bahwa meskipun dirinya kuat dan berkuasa tidaklah perlu ditakuti karena dia dapat mencintai orang lain seperti dia mencintai dirinya sendiri. Namun, sikap ini tetap saja harus dipadukan dengan kemampuan untuk berusaha dalam kesendirian, karena seorang pemimpin harus berada di garis depan dan tidak mengharapkan selalu berbagi kecemasan dengan orang lain setiap saat. Kepedulian kepada sesama dapat dilakukan dengan melakukan kegiatankegiatan berikut.

1. Tolong menolong Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang. Dengan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita.

126

Sumber: www.indoalert.blogspot.com

Gbr. 4.3 Seorang pemimpin harus memiliki kepedulian kepada sesama Kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya. Dengan menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, itu yang kita yakini dalam agama kita, jadi janganlah sungkan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain hidup kita akan terasa bermakna, jauh dari kehampaan hidup. Banyak orang yang sekarang ini merasa hampa, karena sudah dikuasai cara hidup individualistis.

2. Peduli pada sekitar Peduli adalah sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita. Orang-orang peduli adalah mereka yang terpanggil melakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan di sekitarnya. Ketika ia melihat suatu keadaan tertentu, ketika ia menyaksikan kondisi

127

masyarakat maka dirinya akan tergerak melakukan sesuatu. Apa yang dilakukan ini diharapkan dapat memperbaiki atau membantu kondisi di sekitarnya. Sikap peduli adalah sikap keterpanggilan untuk membantu mereka yang lemah, miskin, membantu mengatasi penderitaan, dan kesulitan yang dihadapi orang lain. Orang-orang peduli adalah orang-orang yang tidak bisa tinggal diam menyaksikan penderitaan orang lain. Sikap peduli adalah sikap untuk proaktif dalam mengatasi masalah-masalah di masyarakat dengan menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat. Sikap peduli adalah sikap kesediaan untuk memberi solusi terhadap persoalan masyarakat. Agar masyarakat dapat mau berdonasi, agar masyarakat mau menyumbang, agar masyarakat memilih kerelawanan sehingga mau membantu kesulitan saudara-saudara kita. Peduli Adalah sikap untuk memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, selalu tergerak membantu kesulitan manusia lainnya. Sikap peduli adalah sikap untuk berusaha membangkitkan kemandirian yang ada di masyarakat. Orang-orang yang peduli adalah orang-orang yang tidak bisa tinggal diam, melihat kelemahan, sikap berpangku tangan dan membiarkan keadaan-keadaan yang buruk terus terjadi di masyarakat. Sikap peduli adalah suatu sikap untuk senantiasa ikut merasakan penderitaan orang lain, ikut merasakan ketika penderitaan sebagian masyarakat lain sedang sakit, ikut merasa bersedih ketika sebagian saudara-saudara kita di timpa musibah bencana, kesulitan atau ditimpa keadaan-keadaan yang

memberatkan dan membangkitkan rasa kasihan dan iba. Sebagai organisasi yang dilahirkan dari rahim penderitaan masyarakat, terutama masyarakat yang hidup dalam kondisi kekurangan dan selalu menderita, maka kewajiban organisasi yang paling utama adalah senantiasa menempatkan diri dalam posisi membela kepentingan mereka, memperjuangkan hak-hak mereka, menjadi pendamping dan teman bagi kehidupannya serta mengadvokasi dan menolong masyarakat kecil dan tertindas (mustad'afin) itu. Organisasi akan selalu pro aktif dalam membela nasib orang-orang yang tidak mampu yang didzalimi. Karena kondisi seperti itulah, maka organisasi akan terdorong untuk mengemas berbagai program sebagai bagian dari pertolongan dan pembelaan terhadap nasib orang-orang yang tertindas. Upaya lain yang dilakukan

128

adalah dengan senantiasa menyuarakan dan mengadvokasi kesulitan dan ketertindasan masyarakat yang hidup kekurangan itu. Sebagai organisasi yang berperan membantu masyarakat yang tidak mampu, maka menolong masyarakat yang paling membutuhkan adalah hal yang menjadi prioritas. Manakala terdapat sejumlah orang yang memerlukan bantuan, akan tetapi ketersediaan sumber daya terbatas sehingga tidak mungkin membantu keseluruhan orang yang memerlukan bantuan, maka organisasi akan

memprioritaskan yang paling membutuhkan. Terlebih pada saat terjadi bencana, maka mengutamakan yang paling menderita adalah menjadi prioritas utama. Dalam konteks tingkat kualitas yang sama di antara sejumlah orang yang memerlukan bantuan, tetap saja terdapat perbedaan kesulitan kehidupan, kemiskinan atau tingkat penderitaan, maka organisasi akan mengutamakan yang paling membutuhkan.

C. Memiliki Kepedulian terhadap Lingkungan
Apa itu lingkungan? Selama ini kebanyakan orang ketika ditanya dengan pertanyaan itu akan menjawab bahwa lingkungan adalah sesuatu yang berada di sekeliling kita. Kaitannya dengan lingkungan yang bersih, lingkungan yang aman, menjaga lingkungan tetapi tidak ada yang benar-benar paham lingkungan sebenarnya. Lingkungan adalah suatu sistem, dapat diibaratkan dengan sistem tubuh kita. Coba saja perut mual maka kita bisa muntah, bisa pusing, bisa jadi demam gara-gara ada yang terganggu dalam tubuh kita atau misalnya gigi yang bolong bisa membuat kepala pusing, tidak konsentrasi, tubuh jadi lemas, dan macammacam. Intinya adalah ketika satu bagian yang terganggu maka bagian yang lain juga ikut terganggu. Begitu juga dengan lingkungan, contoh konkretnya adalah tidak adanya bak sampah akan membuat sampah bertebaran di mana-mana, kalau sampah sudah seperti itu, maka akan timbul bibit penyakit, nah bibit penyakit ini bisa menyerang manusia. Padahal masalahnya sepele hanya bak sampah saja yang nihil. Tapi akibatnya bisa di luar dugaan. Misalnya, terjadi banjir.

129

Sumber: www. harianjogja.co

Gbr. 4.4 Cinta lingkungan adalah ciri seorang pemimpin Mau tidak mau manusia harus memikirkan hal yang seperti ini, contoh di atas adalah contoh yang terlihat dan bentuknya disadari betul bahwa bak sampah adalah tempat sampah seharusnya berada. Tapi kalau yang lain? Misalnya limbah kimia yang sulit terurai, coba kalau kita lihat luasnya samudra sangatlah luar biasa dan limbah kimia jika dibandingkan dengan samudra sangatlah kecil, sehingga secara nyata hal ini dapat dijadikan argumentasi bahwa limbah-limbah dapat dibuang ke laut, dan masih banyak contoh yang lain. Namun pertanyaannya adalah limbah tersebut akan menyakiti apa? siapa? atau merusak apa? apakah terjamin bahwa limbah akan cepat terurai di laut? Hubungannya apa dengan manusia? Kalau dilihat dari segmen-segmen kecil, mungkin hal ini tak berarti apa-apa tapi kalau dilihat secara holistik atau keseluruhan maka efeknya akan menyebar sampai ke mana-mana misalnya karang jadi rusak, ikan mati, ikan keracunan, lalu ikan keracunan dimakan manusia, lalu manusia jadi keracunan. Mudah kan? Pokoknya kalau sudah mengganggu lingkungan maka manusia sendiri nantinya yang akan terganggu. Kecil-kecil memang tidak disadari bahayanya nanti kalau sudah besar barulah tanggul ditinggikan, belum tinggi betul dibangun sudah diterjang bahaya. Inilah yang harus dihindari. Kalau kita merasa akan sakit, kita jarang ke dokter atau mengambil inisiatif minum vitamin atau obat. Tapi kalau sudah sakit barulah obat dicari, tapi sudah terlanjur sakit dan rasanya tidak enak. Ini juga mental

130

manusia yang harus diubah, kita sepatutnya mempelajari peribahasa bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dari segi ekologi, manusia merupakan bagian dari ekosistem tempat hidupnya. Seperti halnya mahluk hidup lainnya manusia merupakan bagian jaringjaring kehidupan dan juga salah satu komponen dalam daur materi. Manusia hidup dari komponen lainnya dalam ekosistemnya: oksigen, air, tumbuhan dan hewan. Sebaliknya manusia juga menghidupi komponen hayati lainnya, misalnya, tinja dan air seninya merupakan makanan bagi berbagai mahluk hidup, tubuhnya pun setelah meninggal dimakan oleh jasad renik dan di uraikan menjadi mineral, Air dan CO2. Permasalahan lingkungan bukan semata–mata persoalan moral, persoalan perilaku demikian juga dengan krisis ekologi global saat ini yang kita alami adalah persoalan moral dan krisis moral secara global. Menurut Arne Naess krisis lingkungan saat ini hanya bisa diatasi dengan melakukan perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam yang fundamental dan radikal yang dibutuhkan sebuah pola hidup atau gaya baru yang tidak hanya menyangkut orang per orang, tetapi juga budaya masyarakat secara keseluruhan. Artinya dibutuhkan etika lingkungan hidup yang menuntun manusia berinteraksi dengan lingkungan hidup saat ini.Cara pandang sangat menentukan gerak langkah manusia terhadap kegiatannya termasuk dalam memperlakukan alam ini dua cara pandang yang dominan diantaranya adalah antroposentrisme dan ekosentrisme keduanya mempunyai alasan masing – masing dari beberapa tokohnya. Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta cara pandang ini menyebabkan manusia mengekploitasi dan menguras alam semesta demi memenuhi kebutuhan kepentingan manusia selain itu cara pandang ini pula melahirkan sikap yang rakus dan tamak yang menyebabkan manusia mengambil semua kebutuhan hidupnya dari alam tanpa memperhitungkan kelestariannya karena alam dipandang hanya demi kepentingan manusia, sehingga sebagian pihak mengatakan krisis lingkungan di anggap terjadi karena perilaku manusia yang dipengaruhi oleh cara pandang antroposentris ini. Cara pandang kedua yaitu ekosentrisme yang merupakan kelanjutan teori biosentrisme (teori yang menganggap bahwa setiap kehidupan dan mahluk hiudp mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri sehingga teori ini menganggap 131

serius setiap kehidupan dan mahluk hidup di alam semesta.)bahkan sering disamakan begitu saja karena ada kesamaan diantara keduanya, kedua cara pandang ini mendobrak cara pandang antroposentris, selanjutnya ekosentrisme diperluas untuk mencakup komunitas ekologis seluruhnya, sekarang populer dengan nama Deep Ecology yang pertama kali di kenalkan oleh Arne Naess Filsuf Norwegia tahun 1973 yang kemudian di kenal dengan tokoh deep ecology sampai sekarang Manusia adalah tertuduh dari ambruknya kualitas bumi, ia dinilai terlampau asik memuaskan keinginannta tanpa mempedulikan akibat pada bumi. Mental dan nalar antroposentris di nilai sebagai muasal.antroposentrisme yang merusak justeru ditahbiskan kesucian epistemologinya oleh ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan modern ialah kabar buruk dari ideologi patriarkal barat (vandana siva,seorang tokoh ekofeminis india). Pendidikan lingkungan adalah mengubah pandangan dan perilaku seseorang terhadap lingkungan, orang yang tadinya masa bodoh dengan lingkungan diharapkan berubah menjadi peduli dengan lingkungannya. Orang tadinya hanya menjadi pemerhati pasif berubah menjadi pelaku aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, bahkan diharapkan juga orang yang tadinya berperan dalam perusakan dapat berubah menjadi pelaku aktif upaya pelestarian lingkungan. Upaya mengubah perilaku seseorang melalui pendidikan bukanlah hal yang dapat terlaksana dengan mudah dan dalam waktu yang singkat atau dengan kata lain instan. Oleh karena itu, hasilnya tidak dapat di ukur atau di nilai dalam kurun waktu yang pendek. Sulit untuk mengharapkan reproduksi kesadaran pardigmatik, berikut solusi paradigmatik dari persoalan lingkungan. Ini penting, mengingat persoalan lingkungan tak sekedar persoalan teknis belaka, melainkan juga persoalan paradigma yakni pardigma manusia modern yang mengklaim dirinya sebagai yang terpenting dan paling berkuasa di muka bumi. Pendidikan lingkungan pada dasarnya adalah upaya penyadaran dengan pemaparan realita yang yang terjadi sekarang bukan sebagai suatu pembenaran atas tindakan sekarang yang merugikan dan perubahan sikap dan cara pandang dapat dilakukan dengan berbagai metode pada konsep pendidikan lingkungan. Bila pemimpin peduli lingkungan, memberi contoh, dan memimpin langsung, maka ia akan mewariskan lingkungan yang lestari dan mencegah 132

bencana akibat kesalahan manusia. Berikut ini beberapa kegiatan yang dapat kita lakukan adalah yang ada di lingkungan terdekat, misalnya sekolah.

1. Menciptakan sekolah hijau Sekolah hijau diartikan sebagai sekolah yang memiliki kepedulian mengembangkan program-program untuk mengenalkan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Karenanya, tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah lingkungan.

Sumber: www.smpn2rog.blogspot.com

Gbr. 4.5 Sekolah hijau Melihat kondisi lingkungan sekitar saat ini, konsep sekolah hijau sangat penting untuk diimplementasikan secara lebih luas. Berbagai bencana alam yang terjadi seperti banjir, tanah longsor, dan sebagainya, sebagian besar diakibatkan oleh perbuatan manusia yang merusak ekosistem lingkungan. Selain berserah diri pada-Nya, tentu saja perlu dilakukan upaya penyadaran agar manusia makin ramah pada lingkungan. Di sinilah, kita harus mendukung konsep sekolah hijau dalam

menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi penting dan strategis. Di sekolah, proses pembelajaran mengarah pada upaya pembentukan perilaku kita sebagai siswa yang peduli lingkungan melalui model pembelajaran yang aplikatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Sementara itu, lingkungan sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari pada diri kita. Dengan demikian, kedua

133

aspek tadi, menuju pada satu tujuan pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia adalah negara dengan tingkat kehilangan hutan cukup tinggi, diperkirakan mencapai 1,871 hektare per tahun. Kawasan tangkapan air yang ada di Indonesia dipengaruhi dengan tingkat kehilangan hutan. Tingkat kehilangan air secara nasional adalah 32,18%. Ketersediaan air di Indonesia melingkupi 6% dari total stok air di dunia, sementara total stok air yang disumbangkan dari wilayah Asia Pasifik adalah 21% . Sementara isu langkanya air semakin meningkat di negeri ini. Menurut data Departemen Kehutanan, 39 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dalam keadaan kritis, dimana 42% berada di Jawa dan 25% di Sumatra. Lebih dari 70% penduduk Indonesia menggunakan air yang diambil dari sumber yang kemungkinan besar sudah tercemar. Akses terhadap air bersih yang terbatas karena tingginya biaya pelayanan dan rendahnya kualitas pelayanan sehingga terjadi peningkatan penggunaan air bawah tanah. Eksploitasi berlebih atas air tanah berpotensi merusak lingkungan, yang menyebabkan menurunnya kualitas dan jumlah air. Cakupan layanan air bersih perpipaan untuk kawasan urban adalah 60% sementara untuk kawasan rural mencapai 15%. Akses yang terbatas akhirnya hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Dimana air merupakan kebutuhan manusia untuk hidup. Pengelolaan air sangatlah penting untuk melestarikan air. Salah upaya dalam pelestarian adalah melalui jalur sekolah atau pendidikan. Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya membekali manusia bisa bertahan hidup juga. Untuk bertahan hidup manusia harus bisa mengenali lingkungan sekitarnya dan harus menggunakan potensi-potensi yang ada untuk kehidupannya dan kelanjutan kelestariannya untuk anak cucu. Pengaruh lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada pemikiran dan tingkah laku anak. Kehidupan sehari-hari anak haruslah dikedepankan untuk bekal hidup mereka dari pada pendidikan yang menyajikan impian yang jauh dari kehidupan anak. Inovasi dan kreatifitas untuk menghadapi kehidupan sehari-hari tersebut akan menjadikan anak belajar untuk mengenal diri dan lingkungannya beserta kemampuan untuk hidup. Penggunaan lingkungan sekitar sebagai media belajar siswa saat ini belum dimaksimalkan. Guru masih terkungkung dalam ruangan kelas, padahal banyak potensi yang ada di lingkungan sekitar yang bisa menjadi bahan ajar untuk siswa. 134

Sumberdaya dalam komunitas lokal meliputi sumberdaya manusia (orang atau masyarakat), tempat-tempat, atau lokasi yang bisa memfasilitasi pencapaian tujuan pendidikan. Pendidikan lingkungan sendiri memberikan peluang untuk sebuah pendidikan atau pengajaran berorientasi komunitas lokal. Penggunaan sumberdaya lokal dapat mempertinggi nilai dan memperluas kurikulum sekolah. Sumberdaya komunitas lokal dapat membantu sekolah dan guru untuk mengajar lebih efektif dengan cara memberikan motivasi kepada siswa, membantu siswa mencapai tujuan pembelajarannya, dan menghubungkan langsung siswa dengan model-model peranan dan situasi “kenyataan hidup”. Dimana dibutuhkan untuk hidup bersih sehat dan nyaman. Berperilaku hidup bersih dan sehat sebenarnya telah menjadi bagian dari kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun apakah kesadaran ini telah mampu menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari, suatu hal yang masih memerlukan adanya peningkatan kapasitas lebih mendalam. Pemberian pengetahuan dan pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat dirasa sangat efektif ketika dilakukan semenjak usia dini. Berdasarkan pada kondisi ini implementasi program penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat cukup tepat dilakukan pada murid Sekolah Dasar. Di sisi lain peran guru dalam dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar masihlah dominan. Oleh sebab itu kepala sekolah, guru dan Komite Sekolah akan dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan program penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah sebagai salah satu wadah peningkatan pengetahuan dan kemampuan anak memiliki peran penting dalam menyumbang perubahan yang terjadi di dalam keluarga. Bagaimana menghargai air bersih, memahami pentingnya penghijauan, memanfaatkan fasilitas sanitasi secara tepat serta mengelola sampah menjadi poin tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagai komponen terkecil dalam masyarakat perubahan yang terjadi dalam keluarga akan memberi pengaruh pada

masyarakatnya. Kesadaran masyarakat di daerah hulu sungai terhadap kebersihan, kesehatan dan penghijauan lahan akan menjadi titik awal menguntungkan dalam upaya menjaga kelestarian alam/lingkungan. Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan dalam rangka konservasi dan upaya menjaga kelestarian tersebut. Dibutuhkan dukungan dan kontribusi 135

masyarakat media dalam isu Clean, Green and Hygene (CGH), serta penyebarluasan lebih meluas tentang kesehatan air, peranan masyarakat media sebagai pengawal isu pelestarian. Peran media sangatlah penting disini sebagai penyambung dan penyebarluasan informasi. Penyebaran informasi ini diharapkan dapat merubah perilaku dari peduli ke tindakan. Saat ini, masyarakat media belum banyak yang terlibat dalam penyebarluasan isu tentang CGH dan kesehatan air, dikarenakan keterbatasan akses informasi tentang isu tersebut.

2. Bijak menggunakan air Air merupakan kebutuhan pokok kita. Air sedikit dan banyak adalah bencana. Lalu bisakah kita bersahabat dengan bencana tersebut. Banyak di daerah di Indonesia yang tiap tahun berhadapan dengan air, air sedikit dan air yang banyak. Dalam kehidupan kita, bahkan di tubuh kita terdiri dari air. Sejak bangun tidur sampai dengan menjelang tidur lagi, kita tidak terpisahkan dari air. Air adalah sumber kehidupan. Banyak yang bisa kita lakukan dan perbuat, mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi. Dari hal-hal kecil, sekitar kita, diri kita sendiri dan mulai sekarang juga. Perilaku konservasi dalam kehidupan sehari-hari sudah harus kita tanaman sejak dini. Ada beberapa petunjuk praktis yang dapat dilakukan setiap orang untuk menuju perilaku konservasi tersebut. a. Instalasi dan sarana - Pastikan bahwa instalasi pipa air di sekitar rumah tidak ada yang bocor sekalipun hanya menetes. Segera perbaiki keran dan pipa jika terjadi kebocoran. Lakukan pemeriksaan secara rutin. Ingat, setitik air yang terbuang tiap detiknya menyebabkan berkurangnya air sebanyak 2.400 galon (9.000 liter) per tahunnya. - Pasang keran pancur, toilet, dan keran aerasi dengan aliran rendah. Aerasi dapat mengurangi jumlah penggunaan air hingga 60 persen. - Simpan air minum di dalam kulkas daripada membiarkan keran mengalir selama menunggu air menjadi dingin - Pastikan pada setiap lubang buka tutup pemakaian terpasang keran. Lubang pemakain jangan sembarang memakai penutup yang mudah lepas dan mudah bocor.

136

- Pada bak penampung sebaiknya dipasang penutup otomatis (pelampung) dengan kualitas baik. Jangan biasakan mengisi bak penampung dari instalasi utama hanya mengandalkan kran dan ditutup secara manual saat air sudah melimpah. Sebab jika lupa menutup air akan melimpah terbuang percuma.

b. Pemakaian air - Gunakanlah air sesuai keperluan dengan senantiasa hemat. - Mesin cuci pakaian atau piring hanya dipakai saat kapasitas cucian sudah memenuhi standar kapasitas pemakaian. Jika hanya sedikit sebaiknya dilakukan secara manual. Menggunakan mesin membutuhkan air banyak sekalipun cucian sedikit. - Mencuci atau membersihkan pakaian jangan langsung dari keran. Lakukanlah dalam ember yang telah berisi air. - Jangan membiasakan meninggalkan tempat saat membuka keran, seperti saat mengisi mesin cuci atau ember. Jika ini dilakukan biasanya terkena penyakit lupa sehingga air tumpah dengan sendirinya. - Biasakan menutup keran sementara tangan membilas atau melakukan aktivitas lain tidak di bawah keran, seperti saat mencuci piring atau menggosok gigi. - Saat mencuci sesuatu langsung dari keran, terutama kegiatan di dapur seperti mencuci piring, keran sebaiknya tidak dibuka penuh atau hanya setengahnya. - Batasi mandi dengan shower (pancuran). Mandi dengan shower bisa menghabiskan air antara 30 sampai 50 liter. Mandi dengan menggunakan gayung jauh lebih hemat. - Kurangi mencuci kendaraan dengan menyemprotkan air langsung dari keran. Cucilah kendaraan anda dengan menggunakan tempat air (ember) atau tutuplah keran atau ujung selang selama membasuh mobil dengan sabun. Selain di rumah, perilaku konservasi air dapat dilakukan di mana dan kapan saja. Di tempat umum seperti di terminal, di kantor, atau masjid, kita sering menjumpai keran terbuka dan air mengalir tanpa ada yang memakainya. Jika kita jumpai hal-hal semacam itu, bertindaklah, nyalakan nyali kepedulian Anda dengan segera menutup keran tanpa harus berpikir bekas siapa dan untuk apa air mengalir percuma. Sikap peduli juga dapat dilakukan pada pemanfaatan air bekas. Air bekas atau yang tidak terpakai sering kali berguna untuk keperluan lain. Bekas air minum 137

masih bisa bermanfaat untuk menyiram tanaman. Saat membangun rumah, untuk membasahi campuran semen dan pasir (mengaduk) bisa menggunakan air bekas mencuci atau dari air dapur. Caranya, sediakan tempat atau ember pada ujung saluran pembuangan sehingga air terkumpul di situ untuk memudahkan pegawai bangunan memanfaatkannya. Masih merupakan bagian dari upaya konservasi air adalah kegiatan menanam pohon. Jadilah orang berjasa dalam hidup ini dengan menanam pohon sekalipun hanya sepohon dalam seumur hidup. Pohon berfungsi menyerapkan air ke tanah, mengikat butir-butir tanah, mengikatkan air ke pori-pori tanah. dan menghasilkan oksigen hingga 1,2 kg per hari. Apalagi pohon di tempat permukiman sangat multifungsi. Menghadirkan kesejukan dan keindahan.

138

BAB 5 Pemimpin Masa Depan Memiliki Prestasi
Prestasi tidak dapat dipisahkan dari berbuatan belajar, karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut. Bagi seorang siswa belajar merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa tersebut. Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan latihan. Belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat dilakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun dilingkungan masyarakat. Belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya Belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu pelajar mempergunakan pancainderanya. Pancaindera tidak terbatas hanya indera pengelihatan saja, tetapi juga berlaku bagi indera yang lain. Belajar dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan dalam diri kita, namun tidak semua perubahan perilaku dapat dikatakan belajar karena perubahan tingkah laku akibat belajar memiliki ciri-ciri perwujudan perubahan dalam proses berlajar karena pengalaman atau praktek yang dilakukan secara sengaja dan disadari. Pada ciri ini kita menyadari bahwa ada perubahan dalam diri, seperti penambahan pengetahuan, kebiasaan, dan keterampilan. Belajar juga mengarah pada perubahan positif yang berarti perubahan tersebut baik dan bermanfaat bagi kehidupan serta sesuai dengan harapan karena memperoleh sesuatu yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan aktif

139

artinya perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha dari siswa yang bersangkutan. Belajar dikatakan efektif apabila membawa pengaruh dan manfaat tertentu bagi kita. Sedangkan perubahan yang fungsional artinya perubahan dalam diri siswa tersebut relatif menetap dan apabila dibutuhkan perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan lagi. Berdasarkan dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan kita untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara sengaja, disadari dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh dan manfaat yang positif bagi siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi. Berikut penjelasan lengkap bagaimana seorang pemimpin yang unggul dapat berprestasi dengan tingkat kepedulian belajar pada dirinya.

A. Peduli terhadap Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Sumber: www. tripwow.tripadvisor.com

Gbr. 5.1 140

Ciri pemimpin adalah peduli ilmu pengetahuan Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara runtut dan diuji dengan seperangkat cara yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara kepedulian kita akan ilmu pengetahuan adalah dengan belajar. Seorang pemimpin akan selalu penasaran akan ilmu baru dan dilakukannya dengan belajar. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk belajar dengan menggunakan rasa penasaran, yakni sebagai berikut: Mulailah untuk tidak mencari jawaban, tapi cenderung untuk mencari

pertanyaan. Semakin banyak pertanyaan yang kita ajukan, maka akan semakin banyak pengetahuan yang didapat, dan sebisa mungkin ubahlah pengetahuan tersebut menjadi pertanyaan kembali untuk terus dan terus belajar. Justru dengan didapatkannya sebuah solusi atau jawaban, hal tersebut akan menghentikan kita untuk berpikir lagi. - Dengan menggunakan rasa penasaran, umumnya yang muncul adalah rasa percaya diri, dan cenderung untuk berani menanyakan tentang sesuatu. Justru dengan tidak memiliki pertanyaan, hal tersebut dapat melemahkan pemikiran kita, atau bahkan membuat kita merasa lemah, karena kita masih memiliki banyak hal yang tidak kita ketahui sebelumnya. - Bertanyalah, bila hendak belajar. Siapa bilang orang yang sering bertanya adalah orang yang lemah dan bodoh? Justru, mereka adalah orang yang kuat lagi pemberani dan mulia. - Dengan menjadi orang yang sering bertanya, maka kita akan cenderung menjadi pendengar. Dengan menjadi pendengar, suatu hal yang sulit sekali dilakukan, mana kala kita telah memiliki jawaban untuk segala sesuatu yang kita telah ketahui. Dengan menggunakan rasa penasaran terus menerus, menjadikan kita "pendengar" sejati. Lagipula, saat seseorang menolak menjadi pendengar, maka dalam dirinya muncul sifat arogan, dan sifat arogan adalah hal yang tidak disukai oleh semuanya. Ternyata belajar dengan rasa penasaran membuat kita lebih memiliki antusiasme, ketimbang tanpa rasa penasaran, atau bahkan sudah memprediksi kirakira jawaban apa yang bakal keluar sebagai jawaban yang benar. Yang pasti, dalam 141

proses belajar dengan rasa penasaran ini, tidak ada kata "tua", yang ada adalah sang muda yang selalu bersemangat mencari ilmu. Kegiata belajar untuk mencari ilmu pengetahuan dapat kita lakukan dengan mencarinya dari beragam sumber, misalnya media cetak (koran, majalah, tabloid), radio, televisi, internet, mengunjungi museum, atau pergi ke perpustakaan. Belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan merupakan proses aktif dimana pengetahuan, pengalaman belajar, serta perubahan perilaku terbentuk dari dalam diri kita. Untuk itu kita hendakna bebas untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Kita tidak selalu menggantungkan sumber ilmu pengetahuan hanya berasal dari guru yang diajarkan di kela. Pembelajaran yang berorientasi pada guru tentu saja untuk sekarang ini tentu saja tidak memadai. Karena pembelajaran yang berorientasi pada guru dianggap kurang efektif. Kita akanmenjadi berperan pasif, hanya memperoleh pengetahuan dari satu sumber yaitu guru. Kita tidak dapat mengembangkan diri karena sudah terbiasa mengandalkan materi yang diajarkan guru. Kita pun tidak dilatih untuk belajar secara mandiri, sehingga guru tidak dapat mengukur tingkat pemahaman masing-masing terhadap kita.

Sumber: www.smansara.blogspot.com

Gbr. 5.2 Kita bisa mencari sumber ilmu dari beragam referensi Kita dapat mengembangkan sendiri dalam mencari sumber ilmu pengetahuan baru. Proses pencarian materi dari berbagai sumber itu bertujuan agar kita dapat mendorong kemampuan pengembangan diri, memecahkan masalah, mengambil keputusan, keterampilan mengevaluasi, menggunakan informasi/materi

142

tersebut serta menyebarluaskan atau menyajikan informasi/ materi tersebut kepada teman lainnya.

B. Peduli terhadap Kegemaran Membaca
Pepatah bijak mengatakan bahwa orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca. Hal ini karena membaca itu sumber hikmah. Dengan membaca, kita menyediakan waktu untuk berpikir karena berpikir itu pokok kemajuan. Sementara, dengan membaca berarti menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan. Semakin sering kita membaca, maka kita akan semakin paham akan kehidupan. Lebih dari itu, kita pun harus juga mempunyai teknik membaca dengan memahami teori membaca yang baik. Pemahaman tentang teori membaca cepat ini belumlah cukup karena membaca cepat merupakan aspek keterampilan. Oleh karena itu, kita harus berlatih menerapkan model dan teknik membaca cepat tersebut. Melatih membaca perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan cara ini, kita akan terbiasa membaca cepat. Selanjutnya, kita akan senang membaca walaupun dihadapkan kepada tumpukan buku banyak dan tebal. Mohammad Hatta, salah seorang pemimpin bangsa ini mempunyai kebiasaan membaca yang patut diteladani. Buku pelajaran beliau baca malam hari, sedangkan buku lain termasuk roman untuk meluaskan cakrawala pengetahuan beliau baca pada sore hari. Dalam dua tahun buku yang berjilid-jilid itu sudah habis dibaca, bahkan ada yang sampai tiga kali diulang-ulang.

143

Sumber: www. community.kompas.com Gbr. 5.3 Muh. Hatta salah seorang pemimpin yang gemar membaca Peristiwa perbukuan lain yang dilakoni Pak Hatta ketika sedang berada di Hamburg Jerman. Peristiwa ini merupakan keberuntungan tersendiri bagi Pak Hatta, karena adanya perbedaan nilai mata uang gulden dengan mark. Pak Hatta dapat memborong banyak buku disana. Kegiatan mengumpulkan buku terus dilakukan Pak Hatta selama 11 tahun berada di Belanda. Begitu pulang ke tanah air, Pak Hatta membawa serta 16 peti berisi buku, sedangkan pakaian hanya sekoper. Setiba dirumah, buku tersebut disusun ke dalam almari yang menghabiskan masa selama tiga hari. Perpustakaan pribadi tersebut terus dibina dan dikembangkan oleh Pak Hatta. Sekalipun beliau sibuk dalam pergerakan nasional, menjadi proklamator, wakil presiden dan perdana menteri sampai menjadi rakyat biasa kembali. Bahkan sewaktu dibuang ke Boven Digul dan Banda Neira, ratusan buku juga dibawa serta. Kecintaan Pak Hatta terhadap buku telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bukittingi dengan meminta nama beliau untuk menjadi nama perpustakaan.

144

Sumber: www.politikana.com Gbr. 5.4 Perpustakaan pribadi milik Muhammad Hatta Maka berdirilah Perpustakaan Muhammad Hatta di kota kelahirannya Bukittinggi yang beliau resmikan sendiri tepat pada ulang tahun yang ke-74 tanggal 12 Agustus 1976. Saya menganjurkan agar pemuda-pemuda membaca buku-buku untuk menambah ilmu dan mengamalkannya guna membangun Indonesia yang adil dan makmur, itulah pesan beliau yang tertulis di nisan peresmian. Betapa besarnya manfaat membaca ternyata tidak sesuai dengan tren membaca di kalangan masyarakat Indonesia. Kebiasaan membaca buku di kalangan masyarakat masih rendah Berdasarkan penelitian media informasi, seperti radio dan televisi lebih populer dibanding buku. Dalam menyerap informasi masyarakat Indonesia lebih memilih mendengar dan menonton daripada membaca. Membaca adalah perilaku positif bagi seorang calon pemimpin. Perilaku membaca harus diawali dengan pembiasaan (conditioning) sebelum akhirnya mendarah daging dalam keseharian kita. Ketika aktivitas membaca sudah menjadi kebiasaan, maka aktivitas membaca pun terus kita lakukan tanpa harus dipaksa. Banyak dari kita mungkin merasa enggan untuk membuka lembaran demi lembaran buku. Entah karena apa, kita sepertinya tidak memiliki semangat untuk melahap bahan-bahan bacaan. Kerap kali kita membaca hanya sekilas lalu alias tak merampungkan bacaan sampai selesai.

145

Sumber: www.muslimdaily.net

Gbr. 5.5 Gemar membaca adalah perilaku positif Apakah membaca harus berupa buku? Membaca tidak harus berupa buku. Banyak bahan bacaan yang bisa kita baca, misalnya surat kabar. Membaca surat kabar juga penting bagi kita karena kita bisa terus mengikuti perkembanganperkembangan aktual, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Banyak orang pintar dan cerdas disebabkan dari rajin membaca. Membaca juga bisa membuat orang lebih dewasa. Dewasa di sini artinya memiliki pola pikir yang tidak lagi kekanak-kanakan. Dengan membaca, orang bisa memandang setiap permasalahan hidup bukan sebagai beban, namun tantangan yang harus diselesaikan. Permasalahan dalam kehidupan tidak dipandang hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai sisi. Orang yang memandang permasalahan hidup dari berbagai sisi biasanya lebih bijaksana dan arif dalam menjalani kehidupan. Berikut ini beberapa manfaat dari membaca: 1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan. 2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan. 3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja. 4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangakan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata. 5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir. 6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

146

7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana. 8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup. 9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia. 10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

C. Peduli terhadap Sikap Mandiri
Kemandirian, meliputi perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi masalah/hambatan, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. Kemandirian adalah hasrat untuk mengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa kemandirian mengandung pengertian suatu keadaan dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya. Dengan demikian akan berperilaku yang: 1. mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi, 2. memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya, 3. bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Pengertian mandiri adalah suasana dimana seseorang mau dan

mampu mewujudkan kehendak dirinya yang terlihat dalam perbuatan nyata guna menghasilkan sesuatu (barang/jasa) demi pemenuhan kebutuhan hidupnya dan sesamanya. Hidup mandiri diartikan sebagai kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain. Anak yang mandiri mengandalkan dirinya sendiri dalam merencanakan dan membuat keputusan penting. Kendati demikian, mereka bisa saja meminta dan

147

mempertimbangkan pendapat orang lain sebelum akhirnya membuat keputusan yang tepat bagi mereka sendiri. Mereka bisa meminta pendapat orang tua, kakak, guru, ataupun teman. Tetapi yang mengambil keputusan dalam menentukan sesuatu adalah anak itu sendiri. Ingat, meminta pendapat orang lain jangan selalu dianggap pertanda keetergantungan. Kemandirian merupakan salah satu sifat dalam diri orang yang memiliki identitas diri (jati diri). Kemandirian ialah sifat yang tidak tergantung pada diri orang lain. Ia akan berusaha menyelesaikan masalah dalam hidupnya sendiri. Ia akan berusaha menggunakan segenap kemampuan, inisiatif, daya kreasi, kecerdasannya dengan sebaik-baiknya. Dengan kemandirian inilah justru merupakan tantangan untuk membuktikan kreativitasnya. Dengan demikian akan mendorong diri dapat mengaktualisasikan dirinya dengan sebaik-baiknya. Kemandirian itu terdiri dari beberapa aspek, yaitu : 1. Emosi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi dari orang lain, 2. Ekonomi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengatur ekonomi dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orang lain, 3. Intelektual, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan kemampuan mengembangkan daya kreasi dan inovasi. 4. Sosial, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak menunggu aksi dari orang lain. Secara khusus beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menggapai kemandirian adalah sebagai berikut.

1. Menggali potensi diri bahwa kita sebagai aset bangsa Kita adalah generasi yang produktif saat ini. Perlu kiranya kita memanfaatkan masa produktif untuk berbuat yang bermanfaat karena ditangan kitalah tersimpan masa depan dan aset yang sangat prospektif. Hal ini dipertegas menyatakan bahwa kita sebagai generasi muda adalah aset bangsa yang harus dilestarikan. Cara melestarikannya tidak lain adalah membina diri agar menemukan potensi diri yang sebenarnya. Maksudnya, agar kita mencurahkan pikiran, tenaga, keahlian, ilmu, dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negara.

148

2. Membentuk diri yang bermoral dan berakhlak mulia Moral dan akhlak yang mulia selalu menjadi ukuran baik tidaknya seorang individu atau remaja di mata masyarakat. Sikap ini selalu menjadi harapan orang tua, masyarakat, dan bangsa terhadap generasi penerus bangsa. Bahkan banyak pendapat menyatakan bahwa tampa moral dan akhlak yang mulia, manusia tidak berarti apa-apa. Dimilikinya hal tersebut menjadi kekuatan besar yang menjadi pondasi dalam membangun dan menjawab tantangan zaman yang kompleks. Sopan santun, bertanggung jawab, disiplin, pekerja keras, dan rendah hati adalah tujuan yang hendaknya kita capai dalam pembinaan diri pada aspek moral dan akhlak mulia.

3. Menjadi manusia cerdas dan terampil Cerdas dan terampil disini tidak diartikan sacara sempit tetapi mencakup beragam jenis ilmu pengetahuan dan keterampilan. Seperti cerdas dalam arti berwawasan luas berbagai kehidupan, tampil mengurus diri, memimpin, memahami orang lain, atau cerdas dan terampil memandang dan menjalani kehidupan. Banyak kita temukan model-model pembinaan diri kita secara tidak lansung mengajarkan berbagai hal, termasuk di dalamnya keahlian berkomunikasi dengan orang. Hal ini merupakan dasar penting dalam kehidupan manusia yang jarang diperoleh dalam pendidikan formal. Melalui organisasi-organisasi pembinaan diri dapat menemukan berbagai pengalaman yang mengarah pada peningkatan kualitas pribadinya. Pada akhirnya diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara. Berikut pandangan seberapa penting mengenai syarat menciptakan sikap mandiri: 1. Perlu latihan agar supaya tidak bergantung dalam segala sesuatu terhadap orang lain.setidaknya bisa berusaha sendiri dengan batas-batas kemampuan diri sendiri,bila sampai titik tertentu menemukan kesulitan bisa bertanya pada yang lebih tahu atau yang lebih mengerti. 2. Sikap mandiri dalam kehidupan pribadi seseorang akan dengan sendirinya menimbulkan rasa percaya diri. Alangkah rendah dirinya seseorang bila tidak percaya diri, sehingga tidak bisa meyakinkan orang lain bahkan dirinya sendiri atas segala kemampuan yang dimiliki. Hal ini sangat berbahaya,kecuali menyebabkan perasaan seseorang lebih rendah dari orang lain yang akibatnya menutup dirinya 149

sendiri dari pengembangan diri, juga menyulitkan diri sendiri untuk maju ke arah lebih baik. 3. Sikap mental meminta sedini mungkin dihindari, tanamkan pada diri sendiri bahwa semua orang diberi kaemapuan lebih. Semua orang diberi cirikhas masingmasing,jadi bersyukurlah dengan ciri khas kita, tentunya yang baik. Mentalitas meminta kecualimerendahkan diri sendiri juga mengakibatkan diri sulit berkembang. Sedikit-sedikit minta,sedikit-sedikit tolong,maka kemungkinan besar kita akan biasa bergantung pada orang lain sehingga saat orang lain tidak ada maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Berusahalah dengan kemampuan maksimal yang kita miliki, percayalah setiap kesulitan ada jalan dan setiap lorong gelap pasti ada ujung dan cahaya terang. Jadi jangan biarkan diri kita terendam dalam kefanaan hati tanpa usaha,tanpa tujuan,tanpa motivasi. 4. Sikap malu dan rendah diri menghambat kemandirian seseorang. Bila kita mempunyai sikap pemalu kita bisa mengatasinya dengan banyak bergaul dengan orang di sekitar kita, Percayalah pada diri kita, Bahwa kita itu sangat istimewa dan kita sangat bisa untuk berkembang. Ingat bahwa dengan orang lain pun punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, mengapa harus minder dengan diri sendiri? 5. Jika kita punya keinginan, kemudian kita berusaha untuk mewujudkan keinginan Anda bagaimanapun caranya dan sesuai ciri khas kita. Maka dalam diri kita sebetulnya sudah tertanam sikap mandiri. Tinggal melangkah sesuai hati nurani kita, tanpa perlu malu dan ragu-ragu. Setiap orang akan mempunyai penilaian sendiri-sendiri sesuai sudut pandang orang tersebut. Jadi, jangan samakan orang lain dengan diri kita. Kita istimewa, kita mampu, kita percaya diri dan berani mengambil keputusan tentunya konsekuen dengan resiko sendiri itu berarti kita sudah mandiri. 6. Mandiri sejak kecil akan sangat-sangat bermanfaat takala sudah usia dewasa. Disaat kita harus membawa diri kita sendiri tanpa unsur pengaruh dan bujukan orang lain, tanpa meninggalkan hati nurani dan prinsip hidup yang sudah tertanam pada diri kita sejak kecil, maka tidak perlu lagi sikap ragu-ragu dalam berfikir,bertindak dan mewujudkan keinginan dan cita-cita hidup kita. 7. Sikap mandiri berarti kita berusaha menggali kemampuan diri sendiri. Kemana arah dan tujuanya akan dengan sendirinya mengikuti alur hati nurani kita. Bila kita bisa mandiri maka kita tidak perlu menunduk saat berhadapan dengan orang lain. 150

Namun sebaliknya bila kita tidak ada sedikitpun prinsip hidup mandiri dan sikap mandiri dalam diri kita maka orang lain pun tidak akan menghargai kita.

151

BAB 6 Pemimpin Masa Depan Bervisi Nasionalis
Pembahasan bab ini mengenai watak seorang pemimpin yang cinta tanah air (nasionalis) yang berhubungan dengan nasionalisme. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.

Sumber: www.mtsbahrululumawipari.wordpress.com

Gbr. 6.1 Nasonalisme telah tumbuh sejak zaman perjuangan Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan

152

kebanyakan istilah nasionalisme mencampuradukkan sebagian atau semua bagian tersebut. Pada zaman sekarang, sudah banyak anak muda yang nantinya akan memimpin negara kita yang tercinya ini yang tidak memiliki sikap nasionalisme pada diri mereka. Sikap nasionalisme dapat tumbuh, jika ada kesadaran pada diri masing-masing individu. Sikap Nasionalisme harus dimiliki oleh setiap warga Negara, sebab dengan adanya sikap cinta tanah air, kita dapat menjaga dan melindungi Negara kita dari ancaman dalam bentuk apapun. Sikap nasionalisme dapat diamalakan tidak harus dengan ikut menjaga di perairan atau diperbatas seperti Para TNI. Akan Tetapi, bagi para anak muda dan pelajar dapat mengamalkannya melalui kegiatan yang biasa mereka lakukan sehari-hari. Contohmya: Bagi para pelajar, mereka harus rajin belajar, agar kelak mereka berguna bagi bangsa dan tanah air kita yang tercinta ini, menggunakan produk dalam negeri. Kita harus yakin bahwa produkproduk negera kitapun tidak kalah dengan produk-produk luarnegei, dsb. Itu salah satu contoh sikap cinta tanah air yang harus kita miliki. Jika kita ingin menjadi pemimpin, semangat nasionalisme harus dikembangkan dalam diri. Berikut ini beberapa ciri sikap pemimpin yang menjunjung tinggi nasionalisme.

A. Pelopor Rasa Bangga terhadap Bahasa
Pemuda-pemudi Indonesia pada masa pergerakan berhasil menyelenggarakan Kongres Pemuda Indonesia. Dalam kongres tersebut tercetuslah ikrar bersama yang lebih dikenal dengan Sumpah Pemuda . Ikrar Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928 itu salah satu butirnya adalah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Adapun bunyi ikrar lengkap pemuda Indonesia yang dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda itu adalah sebagai berikut. - Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia. - Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

153

- Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasanya warga Negara Indonesia. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi warga Negara Indonesia untuk merawat dan melestarikannya. Tidak hanya dipakai dalam menyusun naskah pidato atau naskah undang-undang saja namun seharusnya bahasa Indonesia dipakai dalam segala hal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dewasa ini, bahasa Indonesia mulai ditinggalkan si empunya. Maraknya bahasa gaul atau bahasa modern yang kini menyebar luas di kalangan pemudapemudi Indonesia tampaknya telah menggeser kedudukan bahasa Indonesia di mata mereka. Kini mereka tidak lagi bersemangat untuk mempelajari bahasa nasional kita seperti halnya semangat pemuda sebelum kemerdekaan. Dahulu, pemuda dan pemudi Indonesia begitu kerasnya berjuang mempersatukan Indonesia hingga pada akhirnya tercetuslah sumpah yang sangat terkenal yakni sumpah pemuda. Isi sumpah tersebut di antaranya adalah seluruh pemuda Indonesia bersumpah untuk menjunjung suatu bahasa yang akan mempersatukan bangsa Indonesia, bahasa yang akan menjadi bahasa seluruh warga Negara Indonesia, bahasa Indonesia. Untuk mencintai bahasa Indonesia, perlu diberikan motivasi dan alasan bagi seluruh warga Indonesia untuk kembali mencintai dan bangga akan bahasa Indonesia. Motivasi dan alasan tersebut ada lima yakni: 1. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Fakta sejarah mengatakan jika bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau. (Baca di sini) yang mana menurut Jan Huygen Van linschoten dalam bukunya Itinerario disebutkan bahwa bahasa Melayu terkenal sebagai bahasa yang paling sopan dan paling pas di kawasan timur. Maka dari itu, meski bahasa Indonesia kini sudah berbeda dari bahasa melayu dulu, namun kita harus bangga karena bahasa kita dahulu adalah bahasa mulia dan hingga kini masih merupakan bahasa yang mulia serta selayaknya kita jaga dan tingkatkan kemuliaannya dengan merawat dan melestarikannya 2. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang berbeda dari bahasa lain di dunia. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah karena bahasa ini tidak memiliki

154

tingkatan kata atau pun kalimat. Maksudnya walau pun kejadian tersebut terjadi kemarin, sekarang atau pun besok, kata yang dipergunakan tetap sama. 3. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik. Meski bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu namun bahasa Indonesia kini telah berbeda dari bahasa Melayu, baik dari susunan kata atau fungsi kata. Contohnya adalah pada kasus Manohara yang tengah hangat akhirakhir ini. Jika kita simak dialog antara warga Negara Indonesia dengan warga Negara Malaysia di televisi, maka akan Anda temukan beberapa penggunaan kata yang berbeda seperti kata ‘boleh’, ‘bisa’ dan sebagainya. Dengan kata lain, bahasa Indonesia adalah bahasa yang hanya ada satu-satunya di dunia. Satu-satunya bahasa yang menjadi identitas warga Negara Indonesia. 4. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya. Pada mulanya bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu dan bahasa Melayu pada mulanya adalah bahasa pasar. Bahasa pasar tercipta dari gabungan bahasabahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia yang dulu singgah di Melayu. Kemudian bahasa tersebut berkembang pesat kosa katanya dan pada akhirnya terbentuk bahasa yang paling terkenal dari wilayah timur yaitu bahasa Melayu. Oleh bangsa Indonesia, bahasa melayu kemudian dijadikan pondasi awal untuk membentuk bahasa baru dengan proses yang tidak sebentar. Proses tersebut di antaranya adalah penambahan kosakata baru baik diserap dari bahasa asing maupun dari bahasa daerah. Hingga pada akhirnya ejaannya disempurnakan. Namun proses penyerapan kata tidak terputus hingga sekarang ini. Karena pada awalnya bahasa Indonesia adalah bentukan dari bahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia, maka bahasa Indonesia memiliki ribuan kata yang diserap dari bahasa beberapa bangsa di dunia. Proses tersebut menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang kaya. 5. Bahasa Indonesia mulai dipelajari bangsa lain. Bahasa Indonesia ternyata tidak hanya dipelajari oleh bangsa Indonesia saja. Bahasa Indonesia sendiri kini tengah dipelajari oleh warga Negara di Australia. (Untuk lebih lengkapnya baca beritanya di sini). Alasan warga Negara Australia mempelajari bahasa Indonesia adalah karena mereka tertarik dengan budaya bangsa Indonesia dan ingin memperdalam pengetahuan akan Indoensia dengan mempelajari bahasa Indonesia. Sungguh membanggakan, bahasa kita ternyata dikagumi bangsa selain bangsa Indonesia. Dengan begini bukan mustahil 155

jika bahasa Indonesia kelak mampu menjadi bahasa Internasional menggantikan bahasa Inggris. Bangsa Indonesia beruntung memiliki bahasa Indonesia yang

berkududukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia digunakan sebagai lambang idendtitas nasional, lambang kebanggaan nasional, alat pemersatu bangsa dan alat komunikasi antarsuku bangsa. Sedangkan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa administrasi negara, bahasa pengantar di lembaga pendidikan dan sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Keberhasilan bangsa Indonesia menjadikan bahasa Indonesia menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara tak terlepas dari perjuangan pemuda generasi tahun 20-an melalui ikrar Sumpah Pemuda. Ikrar Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting sebab melibatkan kepentingan kehidupan nasional dan generasi muda. Sumpah Pemuda juga menyatakan kebulatan tekad sosial, budaya dan politik yamg menjiwai perjuangan generasi Indonesia pada masa sekarang. Karena itu, Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang amat penting, baik pada masa itu dan lebih-lebih bagi pertumbuhan bangsa Indonesia di masa sekarang dan mendatang. Sumpah Pemuda merupakan jaringan pernyataan kebulatan tekad yang dijalin oleh tiga unsur yang berkaitan erat dan memiliki hubungan timbal balik. Tiga unsur tersebut adalah bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Amran Halim berpendapat bahwa penghayatan dan penerapan isi dan semangat ketiga unsur itulah yang dimaksud dengan pembinaan bahasa Indonesia. Dengan kata lain, pembinaan bahasa Indonesia adalah proses sosial budaya dan kebahasaan yang bertujuan menempatkan bahasa Indonesia pada kedudukannya yang terhormat dalam kemasyarakatan bangsa Indonesia. Masalah pembinaan bahasa Indonesia adalah masalah yang menyangkut pemeliharaan bahasa Indonesia. Sedangkan salah satu wujud pembinaan bahasa Indonesia adalah terselenggaranya pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, masalah pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah masalah nasional Indonesia.

156

Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa cocok dengan situasi pemakaiannya. Ada dua situasi pemakaian bahasa, yaitu situasi resmi dan tidak resmi. Situasi resmi adalah situasi kebahasaan yang berkaitan dengan masalah kedinasan, keilmuan, berbicara di depan umum dan berbicara dengan orang dihormati misalnya mengajar, surat-menyurat, membuat laporan, karya ilmiah, berbicara dengan atasan dan guru. Pada situasi seperti ini selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga sebagai alat untuk menyampaikan gagasan. Karena itu, perlu menggunakan bahasa baku. Sedangkan situasi tidak resmi adalah pemakaian bahasa dalam pergaulan sehari-hari dengan masalah pokok keseharian. Obrolan di warung, tawar-menawar di pasar adalah contoh situasi kebahasaan tidak resmi. Pada situasi seperti ini, bahasa hanyalah merupakan alat komunikasi. Asal lawan bicara memahami maksud pembicaraan memadailah bahasa tersebut. Penyimpangan kaidah bukanlah hal yang tercela benar, asal pelanggaran tidak mengubah makna. Bahkan penyisipan bahasa asing atau daerah bukanlah suatu hal yang tidak mustahil. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang penggunaannya selalu menaati kaidah bahasa Indonesia (baku). Menurut Suwito, ada beberapa ciri kebahasaan ragam baku antara lain kebakuan ejaan, peristilahan, kosakata, tata bahasa dan lafal. Ragam baku bahasa Indonesia ialah bahasa Indonesia yang tata cara dan tertib penulisannya mengikuti ejaan bahasa Indonesia yang

disempurnakan serta tertib dalam pembentukan istilahnya yang berpedoman kepada pedoman umum pembentukan istilah bahasa Indonesia. Bahasa baku harus menggunakan kata-kata baku seperti bagaimana, mengapa, memberi bukannya gimana, kenapa, kasih dan sebagainya. Selain itu, bahasa baku harus taat asas pada kaidah ketatabahasaan yaitu konsisten menggunakan hukum diterangkan

menerangkan pada pembentukan kata serta menggunakan subjek predikat dalam pembentukan kalimat. Pada bahasa lisan, ragam baku bahasa Indonesia adalah ragam bahasa yang relatif bebas dari atau sesedikit mungkin diwarnai oleh lafal bahasa daerah atau dialek setempat. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai situasinya dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Berdasar asumsi ini, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi pemakai bahasa Indonesia agar pemakaian bahasa Indonesia-nya baik dan benar. Syarat tersebut adalah memahami secara baik kaidah bahasa Indonesia dan memahami 157

benar situasi kebahasaan yang dihadapi. Seseorang yang menggunakan bahasa baku dalam situasi resmi dan menggunakan ragam tidak baku dalam situasi tidak resmi adalah orang yang mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena sesuai dengan fungsi dan situasinya. Agar bisa memakai bahasa Indonesia secara baik dan benar, maka perlu adanya sikap positif para pemakai bahasa Indonesia. Sikap ini setidaknya mengandung tiga ciri pokok yaitu kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa dan kesadaran akan adanya norma bahasa. Kesetiaan adalah sikap yang mendorong masyarakat untuk mempertahankan kemandirian bahasanya. Kebanggaan bahasa adalah sikap yang mendorong orang atau sekelompok menjadikan bahasanya sebagai identitas pribadi atau kelompoknya sekaligus membedakan dengan yang lain. Sedangkan kesadaran adanya norma adalah sikap yang mendorong penggunaan bahasa secara cermat, korek, santun dan layak. Kesadaran demikian merupakan faktor yang menentukan dalam perilaku tutur. Sikap tidak ada gairah untuk mempertahankan kemandirian bahasanya, mengalihkan kebanggaan kepada bahasa lain yang bukan miliknya dan sikap tidak memelihara cermat bahasa dan santun bahasanya harus dicegah karena akan merugikan pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Karena itu, sebagai wujud penghargaan dan perhormatan terhadap pahlawan bangsa yang telah mencetuskan ikrar Sumpah Pemuda, marilah kita tumbuh kembangkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

B. Pelopor Rasa Bangga terhadap Budaya
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Adapun kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni: Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada

158

pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.

Sumber: www.senidaerah.wordpress.com

Gbr. 6.2 Pemimpin sejati memiliki kebanggaan pada budaya bangsa Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan keberadaan kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Sebelum diamandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncakpuncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional

159

sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradsional, Kongres Kebudayaan 1991: Kebudayaan Nasional Kini dan di Masa Depan, Kebudayaan Indonesia itu beraneka ragam dan berasal dari berbagai suku di penjuru tanah air Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau bermacam-macam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya, seperti kebudayan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Seperti kesenian tarian Melayu: Serampang Dua Belas, Joget lambak, Zapin, tari Tanggai yang pada dasarnya dipengaruhi kebudayaan negeri tetangga kita,

Malaysia.Ampar-ampar Pisang (kalimantan Selatan), Cik-cik Periuk (kalimantan barat), Ayam Den lapeh (Sumatera Barat), Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung (Jakarta) juga merupakan lagu-lagu daerah. Sesungguhnya banyak sekali kesenian budaya yang diwariskan, tetapi banyak anak muda yang tidak meneruskan warisan leluhur ini, anak muda yang masa bodoh dengan budayanya. Ini sama saja dengan membunuh identitas negara, misalnya mereka lebih memilih musik barat yang lebih populer. Semestinya bukan hanya pemerintah yang berperan aktif dalam menjaga kebudayaan tetapi masyarakat terutama remaja juga harus berperan aktif dalam mengenalkan budaya Indonesia ke dunia luar. Karena sebagai anak bangsa kita wajib berbangga dengan budaya Indonesia, dan wajib untuk melestarikan budaya sebagai identitas Indonesia. Kebanggaan kepada bangsa kita, Indonesia berarti kita juga bangga dengan budaya bangsa Indonesia. Bangga dengan budaya bangsa Indonesis berarti juga kita harus mau menggunakan kebudayaan itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita menyatakan bangga dengan budaya Indonesia namun kita tidak mau menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, maka bisa dipastikan bahwa kebanggaan kita itu hanyalah kebanggaan semu, tidak merasuk dalam hati nurani kita. Hal ini penting untuk dipahami, karena banyak diantara masyarakat Indonesia, terutama remaja dan pelajarnya yang secara lisan menyatakan bangga 160

dengan budaya Indonesia, namun kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari mereka jarang sekali bersentuhan dengan budaya yang mereka akui mereka banggakan itu. Bahkan mungkin bisa dikatakan bahwa remaja kita merasa malu jika menggunakan produk budaya Indonesia. Misalnya saja memakai pakaian batik kebaya pada remaa putri, menyanyikan lagu dangdut/lagu daerah pada pertunjukan musik, menonton wayang, dan sebagainya. Mengapa ditekankan pentingnya kebanggaan budaya bangsa di kalangan remaja atau pelajar? Karena merekalah generasi penerus bangsa ini. Jika pada saat ini mereka sudah tidak bangga lagi dengan keberadaan kebudayaan bangsanya sendiri, maka bisa dipastikan di masa yang akan datang, generasi kita akan semakin asing dan tidak mengenal kebudayaan bangsanya sendiri. Jadi, agar kebudayaan bangsa kita bisa tetap ada, maka mulailah dari diri kita sendiri. Merasalah bangga dengan budaya bangsa dengan cara

menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Beragam wujud warisan budaya lokal yang ada di sekitar memberi kita kesempatan untuk mempelajari kearifan lokal dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di masa lalu. Masalahnya kearifan lokal tersebut seringkali diabaikan, dianggap tidak ada hubungannya dengan masa sekarang apalagi masa depan. Dampaknya adalah banyak warisan budaya yang lapuk dimakan usia, terlantar, terabaikan bahkan dilecehkan keberadaannya. Padahal banyak bangsa yang kurang kuat sejarahnya justru mencari-cari jatidirinya dari tinggalan sejarah dan warisan budayanya yang sedikit jumlahnya. Kita sendiri, bangsa Indonesia, yang kaya dengan warisan budaya justru mengabaikan asset yang tidak ternilai tersebut. Sungguh kondisi yang menyedihkan, kita sebagai bangsa dengan jejak perjalanan sejarah yang panjang sehingga kaya dengan keanekaragaman budaya lokal seharusnya mati-matian melestarikan warisan budaya yang sampai kepada kita. Melestarikan tidak berarti membuat sesuatu menjadi awet dan tidak mungkin punah. Melestarikan berarti memelihara untuk waktu yang sangat lama. Jadi upaya pelestarian warisan budaya lokal berarti upaya memelihara warisan budaya lokal untuk waktu yang sangat lama. Karena upaya pelestarian merupakan upaya memelihara untuk waktu yang sangat lama maka perlu dikembangkan pelestarian sebagai upaya yang berkelanjutan (sustainable). Jadi bukan pelestarian yang hanya mode sesaat, 161

berbasis proyek, berbasis donor dan elitis (tanpa akar yang kuat di masyarakat). Pelestarian tidak akan dapat bertahan dan berkembang jika tidak didukung oleh masyarakat luas dan tidak menjadi bagian nyata dari kehidupan kita. Singkat kata pelestarian akan dapat bertahan jka berbasis pada kekuatan dalam kekuatan lokal, kekuatan swadaya. Karenanya sangat diperlukan penggerak, pemerhati, pecinta dan pendukung dari berbagai lapisan masyarakat. Untuk itu perlu ditumbuhkembangkan motivasi yang kuat untuk ikut tergerak berpartisipasi melaksanakan pelestarian, antara lain: 1. Motivasi untuk menjaga, mempertahankan dan mewariskan warisan budaya yang diwarisinya dari generasi sebelumnya; 2. Motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan generasi penerus bangsa terhadap nilai-nilai sejarah kepribadian bangsa dari masa ke masa melalui pewarisan khasanah budaya dan nilai-nilai budaya secara nyata yang dapat dilihat, dikenang dan dihayati; 3. Motivasi untuk menjamin terwujudnya keragaman atau variasi lingkungan budaya; 4. Motivasi ekonomi yang percaya bahwa nilai budaya local akan meningkat bila terpelihara dengan baik sehingga memiliki nilai komersial untuk meningkatkan kesejahteraan pengampunya; dan 5. Motivasi simbolis yang meyakini bahwa budaya lokal adalah manifestasi dari jatidiri suatu kelompok atau masyarakat sehingga dapat menumbuhkembangkan rasa kebanggaan, harga diri dan percaya diri yang kuat. Dari penjelasan diatas dapat diketahi bahwa pelestarian budaya lokal juga mempunyai muatan ideologis yaitu sebagai gerakan untuk mengukuhkan kebudayaan, sejarah dan identitas, dan juga sebagai penumbuh kepedulian masyarakat untuk mendorong munculnya rasa memiliki masa lalu yang sama diantara anggota masyarakat.

C. Pelopor Rasa Bangga terhadap Tanah Air
Perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, dilanjutkan dengan era merebut dan

mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai zamannya. Kondisi dan

162

tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasrkan kesamaan nilai- nilai kejuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa,tekad, dan semangat kebangsaan. Semua itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRI. Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air dan bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Saya sangat yakin mereka adalah contoh paling pas untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa. Dalam perkembengan selanjutnya, sejak terjadinya krisis moneter yang kemudian dilanjutkan dengan krisis multidimensi telah melahirkan era reformasi yang mengakibatkan terjadinya perubahan sosial sangat mendasar, antara lain berupa tuntutan masyarakat akan keterbukaan,demokratisasi dan HAM.

Perkembangan lingkungan strategik baik global,regional maupun nasional sangat erat kaitannya dengan upaya bela Negara terhadap cinta tanah air yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Kondisi perkembangan lingkungan strategik sangat menarik sebagai bahan kajian, terutama dikaitkan dengan upaya bela negara karena pada dasarnya hal ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi ketahanan nasional bangsa Indonesia. Generasi pendiri bangsa pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa dan mungkin kemiskinan tidak merjarela seperti sekarang ini. Walaupun bagaimana, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya. Sungguh sayang apabila warisan NKRI yang sudah diwariskan kepada kita dengan banyak 163

pengorbanan darah dan airmata dari para “founding fathers” ini tidak kita cintai untuk dijadikan Negara dan Bangsa yang maju dengan masyarakatnya yang adil, makmur dan sejahtera seperti halnya negara-negara maju lainya seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dll. Salah satu bukti cinta tanah air adalah bela negara. Bela Negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional serta nilai- nilai Pancasila dan UUD 45. Upaya bela negara adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penuaian hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara. Upaya bela negara merupakan kehormatan yang dilakukan oleh setiap warga negara secara adil dan merata. Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi negara, kerelaan berkorban untuk negara, serta memberikan kemampuan awal bela negara. Rumusan tersebut sangat jelas tujuan dan sasarannya yaitu setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah NKRI. Namun demikian, mengingat kemajemukan masyarakat dan keragaman budaya yang melatar belakanginya, maka pengertian bela negara mempunyai implikasi sosial budaya yang tidak boleh diabaikan dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian segenap warga negara. Rasa cinta tanah air dapat ditanamkan kepada kita sejak usia dini agar rasa terhadap cinta tanah air tertananam d hati dan kita dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya. Hal ini adapat dilakukan misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin yang di lakukan di sekolah dengan 164

menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh bangga, dan mengucapkan Pancasila dengan semangat. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin ada upacara, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu. Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema pembelajaran.Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari negara tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap Negara Republik Indonesia.selain melakukan upacara ada juga cara menanamkan sikap cinta tanah air dengan mengadakan lomba 17 Agustus sebagaimana di tanggal setiap 17 Agustus semua masyarakat Indonesia selalau memperingati hari kemerdekaan Negara republik Indonesia yang di cetuskan oleh presiden pertama Indonesia Bung Karno yang jatuh tnggal 17 Agustus 1945. Kegiatannya seperi ini bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan. Perkembangan zaman sudah membawa pengaruh yang cukup besar bagi warga negara indonesia yang dapat mendatangkan dampak positif maupun negatif sekalipun. Memang tidak dipungkiri setiap hal-hal yang baru pasti membawa dampak yang baik maupun yang buruk dalam segala bidang. Hal ini apalagi menyangkut negara dan bangsa pasti sangatlah banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkannya. Dampak yang ditimbulkan dari perkembangan zaman bagi suatu negara dapat berupa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya pastinya didalam dampak yang ditimbulkan ini sangatlah mengandung hal-hal positif, sehingga suatu negara dapat berkembang dan maju, contoh dampak positif yang ditimbulkan misalnya negara semakin maju, alat-alat canggih sering bermunculan, fasilitas umum banyak dan merajalela dan masih banyak contoh-contoh yang lain yang dapat ditimbulkan dan mendatangkan pengaruh yang positif. Dampak negatifnya misalnya dengan adanya perdagangan bebas dari luar negeri dan masuk ke Indonesia maka banyak orang-orang dengan mudah membelinya tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu dengan barang-brang 165

lokal yang tidak kalah kualitasnya dan bisa juga barang-barang lokal atau yang ada di dalam negeri harganya tidak dapat bersaing. Dampak lain yang dapat ditimbulkan adalah mudahnya pengeluaran paspor maka warga indonesia dengan mudahnya ke luar negeri hanya sekadar untuk berlibur saja, padahal di negara kita Indonesia banyak tempat-tempat wisata yang tidak kalah dibandingkan dengan luar negeri. Semua dampak-dampak pastinya dapat terjadi karena kurang sadarnya mereka dengan tanah airnya sendiri dan kurangnya rasa cinta tanah air mereka terhadap tanah air mereka. Sebenarnya tidak ada kata menyerah dan terlambat untuk memperbaiki semua ini. Rasa bangga dan cinta tanah air dapat kita tumbuhkan secara peralahan dengan cara menyadarkan diri kita bahwa rasa cinta tanah air dapat kita tumbuhkan dan kita pupuk dengan banyak cara diantaranya adalah senang memakai produk dalam negeri, senang mengunjungi tempat-tempat wisata yang tidak kalah dibandingkan luar negeri, dan masih banyak cara lagi yang dapat ditingkatkan lagi untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kita.

Sumber: www.bolangunix.co.cc

Gbr. 6.3 Pemimpin sejati adalah yang mempunyai kebanggan pada bangsanya Kita bisa tumbuhkan rasa cinta tanah air kita terhadap bangsa dan negara kita Indonesia. Ingat, Indonesia ini kaya akan segala hal maka dari itu kita sebagai warga negara yang baik mari kita cintai tanah air kita Indonesia. Segala hal dapat kita tempuh untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kita terhadap bangsa ini. Hal ini dengan berbagai macam cara sekalipun, asalkan rasa cinta itu tumbuh dari dalam hati kita sendiri pastinya kita bisa. Semakin banyak warga negara kita 166

mencintai negara ini maka diharapkan negara ini akan semakin maju dan berkembang dalam segala bidang. Mulai saat ini marilah kita cintai produk dalam negeri agar rasa cinta tanah air kita akan semakin besar.

167

BAB 7 Pemimpin Masa Depan Pandai Bergaul
Pergaulan sehari-hari memilki andil sangat besar bagi keberhasilan. Kalau sehari-harinya hanya bergaul dengan orang loyo, risau, pesimis, tidak memiliki semangat hidup, berarti hampir dipastikan kita pun akan sama dengan mereka. Kita akan gagal untuk meraih sukses di masa depan. Namun sebaliknya, jika berteman dan bergaul dengan orang–orang yang sukses, memiliki semangat luar biasa, memiliki optimisme yang besar, selalu memiliki mimpi yang besar untuk meraih kesuksesan, berarti kita sudah berada di jalur yang tepat dan benar. Kitaakan mudah sekali meraih kesuksesan dan keberhasilan. Banyak yang terjadi di hadapan kita bahwa teman dan lingkungan pergaulan merupakan salah satu ‘sarana’ yang dapat membawa kita ke arah yang lebih positif maupun kea rah yang lebih negativf. Contoh yang paling mudah, jika teman-teman sekeliling adalah pembolos. Akibatnya, kita bisa ikut-ikutan menjadi pembolos. Akan tetapi, jika temannya adalah orang-orang yang rajin, kita yang belum rajin akan ikut-ikutan menjadi rajin. Kita sebagai calon pemimpin harus pandai memilih teman dalam suatu lingkunga pergaulan karena pengaruhnya sangat besr dalam pengembangan diri dan kehidupan kita sendiri. Kita sudah memiliki tekad untuk mengembangkan diri menjadi pemimpin yang unggul sehingga harus memilih teman–teman yang dapat diandalkan. Kita biasanya senang bila memiliki banyak teman dan hampir sebagian besar waktu digunakan untuk bergaul baik dengan teman sebaya dalam suatu komunitas. Hal tersebut dilakukan dengan atau tanpa pengawasan dari orang tua kita. Meski kita mengetahui bahwa pergaulan memiliki pengaruh positif dan negatif bagi perkembangan mental dan prestasi akademik. Dampak positif dari pergaulan adalah membantu dalam pencarian harga diri dan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Bahkan bila memilih teman bergaul yang tepat, akan meningkatkan prestasi akademik. Akan tetapi, bila kita salah bergaul dapat berdampak negatif, seperti terjadinya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang, misal dalam cara berpacaran. Hal ini dapat memperburuk mental dan

168

prestasi akademik serta masa depan kita. Oleh sebab itu, alangkah sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam memilih teman pergaulan. Berikut merupakan trik sederhana memilih pergaulan remaja yang tepat: - Pergaulan dapat dibentuk bila terdapat penerimaan dan persetujuan dari orang lain. Biasanya penerimaan terjadi dikarenakan suatu persamaan atau kecocokan karakter atau status sosial. Maka sebaiknya pergaulan kita ciptakan dari kesamaan bakat atau semangat untuk menjadi remaja yang berkualitas. Misalnya persabahatan dengan teman kelas les musik, sehingga saling terpacu untuk membuat prestasi di bidang musik. - Sebaiknya memilih teman dari suatu komunitas kegiatan positif yang kita lakukan. Misalnya kita mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah seperti basket, tim jurnalis sekolah, tim penelitian sekolah yang sering disebut Karya Ilmiah Remaja (KIR), atau bidang lain yang sesuai dengan minat. Pastilah disana kita akan menemukan teman yang memiliki kesamaan bakat dan minat. - Sebelum memutuskan untuk lebih dekat dengan seseorang, mempertimbangkan kepribadian dan latar belakang orang tersebut. Sebab jika kita memiliki teman dengan kebiasaan buruk, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kepribadian dan citra diri kita. - Kita juga dapat memperoleh pertemanan melalui jaringan sosial di internet, contohnya seperti Friendster, Facebook, My Space atau Twitter. Tetapi alangkah sebaiknya sebelum kita memutuskan memperoleh teman melalui jaringan sosial, bergabunglah terlebih dahulu dalam forum-forum kegiatan positif di Internet. Tetapi harus tetap berhati-hati dan waspada, sebab perlu diingat bahwa sesuatu yang disampaikan teman melalui situs jaringan sosial tidak dapat dipercayai kebenarannya 100%. - Banyak penelitian menyatakan bahwa remaja mengalami peningkatan fungsi hormon tubuh. Sehingga masa remaja dianggap fase ketertarikan pada lawan jenis. Oleh sebab itu, kita membutuhkan komunikasi aktif dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain, yang dapat membimbing kita tentang bagaimana cara menjelaskan perasaan cinta kepada orang lain, dan bagaimana mengaplikasikan perasaan, serta cara pacaran sehat yang sesuai dengan usia kita. Ketika kita mengetahui bagaimana seharusnya bertindak, sebaiknya membandingkan dengan perilaku berpacaran di lingkungan pergaulan. Bila menurut orang tua kurang sesuai, sebaiknya kita tinggalkan lingkungan pergaulan tersebut. Sebab cara 169

pacaran yang berlebihan dapat mengakibatkan hal-hal negatif, contohnya seperti seks bebas.

A. Bersikap Terbuka dan Cinta Perdamaian
Bersikap terbuka berarti kita membuka diri kepada orang lain untuk mengetahui tentang diri kita, juga membuka kesempatan kepada mereka untuk menceritakan diri mereka. Sikap terbuka sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bergaul, karena dengan terbuka orang akan mudah menerima kita untuk jadi bagian mereka. Orang yang terbuka pasti lebih disukai daripada orang yang tertutup, untuk itu kita harus senantiasa terbuka kepada teman maupun keluarga kita, biarkan oranglain mengetahui tentang diri kita yang sebenarnya, apapun pendapat mereka baik ataupun buruk janganlah dipikirkan, yang penting kita sudah bisa dan mau berbagi kepada mereka. Hidup itu akan selalu di kelilingi masalah dan kesulitan jika kita tidak pernah terbuka dan selalu menutup diri, karena orang lain akan enggan membantu kita jika tidak terbuka kepada mereka, mereka akan beranggapan bahwa kita bukanlah orang yang dekat dengan mereka dan dimata mereka kita tidak begitu penting, sehingga mereka tidak akan memberikan kepercayaanya kepada kita. Banyak sekali keuntungan-keuntungan yang bisa kita dapatkan dari keterbukaan, jadi dimanapun kamu berada biasakanlah untuk selalu terbuka, karena hidup itu indah jika kita bisa mengenalkan kepada dunia tentang diri kita. Sikap terbuka (open mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi yang efektif. Lawannya: dogmatisme. Mari kita lihat bagaimana karakteristik orang yang bersikap terbuka: 1. Seorang yang bersifat terbuka biasanya menilai pesan secara obyektif, dengan menggunakn data dan keajegan logika. 2. Orang terbuka rata-rata lebih mampu membedakan sesuatu dengan mudah, mampu melihat nuansa-nuansa. 3. Orang yang bersifat terbuka lebih banyak berorientasi pada isi (content) ketimbang orangnya, bungkus atau polesan-polesannya. 4. Orang ini mau mencari informasi dari berbagai sumber, tidak hanya puas dengan satu nara sumber.

170

5. Ia lebih profesional dan bersedia tanpa malu-malu dan tanpa khawatir bersedia untuk mengubah kepercayaannya, keyakinannya, pendapatnya, jika memang itu terbukti salah. Adapun orang yang cinta damai, di mana saja akan disambut lainnya. Dari dirinya dulu cinta damai, barulah bisa menjadikan orang lain juga cinta damai. Dari dirinya dulu rendah hati, barulah bisa hidup berdampingan dengan orang lain. Kita harus bisa tenang terlebih dahulu, baru bisa meminta orang lain tenang. Orang yang cinta damai, lebih bermanfaat daripada orang-orang yang berpendidikan tinggi tetapi tidak cinta damai. Orang yang dalam melakukan segala sesuatunya selalu mengikuti nafsunya, urusan yang baik akan menjadi jelek, karena yang diingat itu hanyalah kesalahan orang lain saja. Orang yang cinta damai dapat memandu kebaikan dari segala permasalahan. Orang yang cinta damai tidak akan banyak curiga terhadap orang lain. Hanyalah orang yang tidak damai batinnya yang selalu mencurigai orang lain, sehingga dirinya tidak akan tenang, juga tidak inginkan orang lain dapatkan ketenangan.

1. Damai di Sekolah Untuk belajar memaknai hidup damai, dapat kita lakukan dalam lingkup kecil, misalnya di sekolah. Sekolah yang damai adalah sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar yang memberikan jaminan suasana kenyamanan dan keamanan pada setiap komponen di sekolah karena adanya kasih sayang, perhatian, kepercayaan dan kebersamaan. Sekolah yang damai adalah sekolah yang pada beberapa aspeknya memiliki indikasi tertentu. Pada bagian dibawah ini tiap aspek beserta indikasinya akan dijelaskan secara lebih rinci. Proses belajar mengajar adalah proses transfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai etika. Pada sekolah yang damai proses belajar dan mengajar berlangsung dengan efektif yang ditandai dengan: - Siswa dapat memaksimalkan potensinya dalam memahami materi pelajaran dan guru dapat mengajar dengan baik - Siswa dapat menguasai mata pelajaran - Ide-gagasan dan daya nalar siswa mengenai pelajaran tidak terhambat - Proses belajar dan mengajar berjalan dengan menyenangkan - Suasana sekolah dan kelas sangat kondusif dalam belajar 171

- Siswa dilibatkan secara aktif dalam proses belajar Suasana di sekolah adalah situasi dan kondisi objektif di sekolah yang dipersepsi oleh siswa. Suasana sekolah yang damai penuh dengan kenyamanan dan keamanan baik secara fisik maupun secara psikologis. Secara psikologis suasana yang yang nyaman dan aman terlihat pada : - Tidak adanya rasa was-was pada siswa karena dirinya merasa takut dan terancam keselamatannya - Hubungan yang penuh kekeluargaan. - Tidak ada keributan di sekolah karena perselisihan dan permusuhan - Barang-barang siswa di sekolah atau fasilitas sekolah jauh dari pencurian - Tidak ada pemalakan atau pemerasan - Bebas dari prasangka dan isu negatif - Siswa merasa diterima dan dihargai keberadaanya di sekolah - Harga diri siswa tumbuh dan berkembang menjadi optimal - Siswa memiliki kebebasan dalam beraktivitas - Bebas dari intimidasi dan rongrongan baik dari dalam maupun luar sekolah Secara fisik suasana yang yang nyaman dan aman terlihat pada : - Lingkungan sekolah yang asri dan terjaga kelestariannya - Kebersihan, kerapian dan kesehatan sekolah dapat terjaga - Siswa merasa betah lingkungan sekolah - Fasilitas sekolah memadai - Ventilasi dan penerangan di dalam kelas yang cukup - Bebas dari polusi (polusi penciuman, pendengaran dsb) - Tidak ada perusakan dan pencurian pada sarana sekolah

172

Sumber: www.erp-pendidikan.com

Gbr. 7.1 Salah satu ciri sekolah damai adalah adanya ketenangan dalam belajar Komunikasi dan hubungan adalah pola yang dikembangkan sekolah dalam mengatur interaksi antar warganya. Komunikasi dan hubungan merupakan satu hal yang tidak dapat diindahkan dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Pada sekolah yang damai komunikasi dan hubungan yang terjadi antar warga sekolah antara lain: - Hubungan antar warga sekolah penuh dengan kerukunan dan kekeluargaan - Adanya sikap saling mencintai, menghargai, menghormati, memperhatikan dan mempercayai sesama warga sekolah - Adanya perasaan sederajat dan senasib sepenanggungan (solidaritas) - Adanya komunikasi nonformal antara guru dn siswa, misalnya siswa dapat mengeluarkan keluh kesahnya atau menceritakan masalah yang dihadapi - Guru dapat bertindak sebagai sahabat siswa

173

Sumber: www.pulaudebu.blogspot.com

Gbr. 7.2 Adanya komunikasi guru-murid adalah salah satu ciri sekolah damai Begitu pun kedamaian di sekolah dapat tercipta jika peraturan/tata tertib di sekolah dilaksanakan dan dipatuh. Peraturan di sekolah adalah kesepakatan yang harus ditaati karena dibuat untuk mengatur semua aktifitas di sekolah. Peraturan d sekolah meliputi peraturan mengenai proses belajar mengajar, pola hubungan, kebiasaan, serta cara bersikap dan bertindak. Peraturan ini secara tidak langusng akan mempengaruhi budaya sekolah. Kebijakan adalah ketentuan dan ketetapan yang dikeluarkan oleh pihak manajemen sekolah dalam menangani sebuah masalah. Pada sekolah yang damai, peraturan dan kebijakan di sekolah ditaati, dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik oleh segenap komponen sekolah dengan konsisten. Selain itu, keterkaitan antara peraturan dan kebijakan sekolah dengan budaya damai antara lain: - Warga sekolah tidak merasa terkekang dengan adanya peraturan di sekolahnya - Kebutuhan akan pengungkapan aspirasi terwadahi - Sistem yang dijalankan di sekolah adalah sistem terbuka dan transparan - Iklim demokratis dapat tumbuh - Adanya kesadaran terhadap peraturan sekolah - Adanya sosialisasi peraturan sekolah yang berkesinambungan

174

Sumber: www. sdsmarsudiriniperawang.blogspot.com

Gbr. 7.3 Tata tertib sekolah untuk menciptakan kedamaian di sekolah Untuk menurunkan konsep kedamaian pada tataran yang lebih operasional diperlukan pengenalan aspek-aspek yang tercakup pada kedamaian di sekolah. Sebelum mengenal aspek-aspek budaya damai, perlu dilihat aspek yang berkaitan dengan budaya damai dan anti kekerasan, yang telah ditentukan UNESCO. Aspekaspek tersebut antara lain disebutkan di bawah ini: 1. Penghargaan terhadap kehidupan (Respect All Life) 2. Anti Kekerasan (Reject Violence) 3. Berbagi dengan yang lain (Share With Others) 4. Mendengar untuk memahami (Listen to Understand) 5. Menjaga Kelestarian Bumi (Preserve the Planet) 6. Solidaritas (Rediscover Solidarity) 7. Persamaan antara laki-laki dan perempuan 8. Demokrasi (Democracy)

175

Kedamaian di sekolah dapat dilihat berdasarkan paparan dan pernyataan guru dan siswa. Aspek-aspek tersebut merupakan rangkuman dari beberapa ciri dan indikator yang mencerminkan budaya damai anti kekerasan di sekolah. Aspekaspek tersebut antara lain : 1. Saling percaya 2. Kerja sama 3. Tenggang rasa 4. Penerimaan terhadap perbedaan 5. Penghargaan terhadap kelestarian lingkungan Pengenalan aspek secara terbuka berdasarkan budaya Indonesia sangat diperlukan agar karena akan berguna kesuksesan pada penyusunan dan pelaksanaan program yang hendak dilaksanakan di sekolah. Kedamaian di sekolah dapat terbentuk dengan memperhatikan aspek-aspek berikut:

a Saling Percaya

Kedamaian tidak akan tercipta tanpa adanya rasa percaya antara satu pihak dengan pihak lainnya dalam satu lingkungan. Rasa percaya adalah landasan dalam membentuk hubungan yang terjadi jika kedua pihak saling percaya terhadap satu sama lainnya. Lawan dari rasa percaya adalah rasa curiga yang merupakan isyarat adanya disintegrasi. Rasa percaya adalah penerimaan terhadap segala aspek kepribadian orang lain beserta keunikannya. Rasa percaya juga memuat pandangan mengenai kekuatan orang lain dalam mengembangkan potensi diri mereka masingmasing. Rasa percaya dilandasai oleh pikiran positif dapat memunculkan prasangka baik terhadap orang lain. Selain prasangka baik rasa percaya juga menurunkan beberapa sikap dan perilaku seperti penerimaan diri orang lain, kemauan untuk membina hubungan, kemauan untuk berbagi serta membantu individu

berkembang. Jika sebuah sekolah tiap komponennya memiliki rasa percaya satu dengan lainnya, maka siswa tidak akan merasa tertekan dan nyaman, ketika sekolah mengeluarkan peraturan tertentu, karena siswa telah percaya bahwa sekolah mempunyai itikad baik dalam untuk mewujudkan kelancaran proses belajar mengajar; guru tidak akan memberikan hukuman yang berat kepada siswa yang 176

berbuat salah, karena guru telah mempercayai bahwa apa yang dilakukan siswa adalah karena lalai dan siswa telah menyadari kesalahannya. Sebaliknya kenyamanan dan kadamaian tidak akan terwujud ketika satu pihak saling mendikte dan membaca gelagat pihak lainnya, mengira-ngira apa yang akan diperbuat pihak lain yang mungkin akan mengganggunya, lalu menyiapkan diri sedemikian rupa sebagai antisipasi gangguan yang akan terjadi, padahal pihak tersebut tidak seperti yang diperkirakan.

b. Kerja Sama Kerja sama tidak dapat lepas dari masalah budaya damai dan anti kekerasan. Kerja sama dapat meredam kecenderungan individu untuk bersikap individualis dan egois dengan mementingkan diri mereka sendiri. Sekolah yang penuh dengan kedamaian dan antikekerasan memerlukan adanya kerja sama antar komponen sekolah. Kerja sama diperlukan untuk mengatasai persoalan yang muncul dalam tubuh sekolah. Kerja sama hanya mungkin terjadi jika setiap komponen sekolah bersedia untuk mengorbankan sebagian dari apa yang diperoleh dari kerja sama tersebut. Kerja sama bukan berarti menutup munculnya perbedaan pendapat antar individu karena tanpa perbedaan pendapat yang berkembang menjadi konflik demokrasi tidak mungkin berkembang. Perbedaan pendapat ini dapat mendorong setiap kelompok untuk bersaing satu sama lain dalam mencapai tujuan yang lebih baik. Dalam pengertian yang lebih luas, kerja sama dapat meredahkan persaingan yang ketat sehingga masing-masing kelompok berpotensi untuk saling

menjatuhkan bahkan menghancurkan. Diperlukan nilai-nilai kompromi agar persaingan menjadi lebih bermanfaat karena dengan kompromi sisi agresif persaingan dapat diperhalus menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Nilai-nilai di dalam kerja sama yang patut dikedepankan dalam membentuk sekolah yang damai dan anti kekerasan antara lain : a. Hubungan yang saling menguntungkan b. Persahabatan antar pribadi c. Keseimbangan fokus perhatian antara kepentingan pribadi dan hubungan d. Kolaborasi dan Kooperasi 177

e. Identitas kelompok yang dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan komitmen

c. Tenggang Rasa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tenggang rasa diartikan dengan menghormati perasaan orang lain. Pada istilah tradisional, tenggang rasa kerap juga disebut dengan tepa selira, sedangkan pada istilah yang lebih masa kini tenggang rasa disejajarkan dengan empati. Tenggang rasa perlu ditanamkan pada siswa di sekolah dalam kerangka upaya menciptakan budaya damai anti kekerasan di sekolah. Tenggang rasa dapat ditingkatkan melalui peningkatan daya empati individu.

d. Penerimaan terhadap Perbedaan Salah satu pilar dalam menciptakan kedamaian di sekolah adalah penerimaan terhadap perbedaan. Penerimaan terhadap perbedaan adalah menerima bahwa orang lain juga memiliki baik pendapat, cita-cita, harapan dan keinginan yang mungkin berbeda. Penerimanaan terhadap perbedaan juga mencakup penerimaan bahwa orang lain memiliki latar belakang agama, suku bangsa, ras yang berbeda sehingga tidak ada alasan untuk bertindak secara diskriminatif Beberapa kasus yang menggambarkan tidak adanya kedamaian di sekolah dikarenakan masih adanya individu yang tidak menghargai dan menerima perbedaan. Penerimaan terhadap perbedaan tergantung pada seberapa luas pemahaman individu terhadap individu lain yang dapat ditingkatkan melalui peningkatan keterampilan sosialnya.

e. Penghargaan Terhadap Kelestarian Lingkungan Kedamaian di sekolah dapat tercipta ketika kelestarian dan keasrian lingkungan sekolah dapat terjaga dengan baik. Kelestarian lingkungan dapat tercipta ketika komponen sekolah memiliki sikap yang berwawasan ekologis. Sikap berwawasan ekologi adalah sikap yang memuat kesadaran terhadap prinsip-prinsip kelestarian alam yang termanifestasikan dalam keyakinan, motivasi, perasaan, serta kebiasaan komponen sekolah ketika berinteraksi dengan lingkungan hidup di sekolah. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sikap berwawasan ekologis adalah sikap yang didasari oleh

178

tanggung jawab terhadap keseimbangan lingkungan sekolah (ekosistem sekolah) yang dijabarkan dalam berbagai aspek- aspek: a. Menjaga kelestarian lingkungan sekolah. b. Tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas sekolah. c. Hemat terhadap sumber daya. Pada sisi yang lain kelestarian lingkungan juga berkaitan dengan masalah polusi. Beberapa sekolah sangat terganggu dengan polusi suara yang ditimbulkan oleh kebisingan lalu lintas atau industri yang dekat dengan area sekolah. Kebisingan ini sangat mengganggu konsentrasi siswa ketika belajar sehingga suasana damai di sekolah terganggu. Terganggunya konsentrasi ini dapat berperan pada siswa yang cenderung berbuat onar atau berperilaku delinkuen. Kelestarian di sekolah harus diperhatikan dalam mewujudkan kedamaian di sekolah. Seperti yang dinyatakan oleh beberapa guru dan siswa bahwa sekolah yang damai adalah sekolah yang mampu memberikan kenyamanan bagi warganya dalam bentuk kenyamanan secara fisik dan psikologis. Lingkungan yang lestari dan asri adalah faktor yang dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan fisik anggota sekolah yang dapat mempengaruhi terciptanya kedamaian di sekolah. Secara umum, penghargaan terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui peningkatan kepekaan terhadap masalah sosial.

2. Menghindari Budaya Tawuran Pelajar yang sedang menempuh pendidikan di SMP maupun SMA, bila ditinjau dari segi usianya, sedang mengalami periode yang sangat potensial bermasalah. Periode ini sering digambarkan sebagai storm and drang period (topan dan badai). Dalam kurun ini timbul gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Dari situasi konflik dan problem ini remaja tergolong dalam sosok pribadi yang tengah mencari identitas dan membutuhkan tempat penyaluran kreativitas. Jika tempat penyaluran tersebut tidak ada atau kurang memadai, mereka akan mencari berbagai cara sebagai penyaluran. Salah satu eksesnya, yaitu “tawuran”. “Tawuran” mungkin kata tersebut sering kita dengar dan baca di media massa. Bagi warga Jakarta, aksi-aksi kekerasan baik individual maupun massal mungkin sudah merupakan berita harian. Saat ini beberapa televisi bahkan membuat program-program khusus yang menyiarkan berita-berita tentang aksi 179

kekerasan. Aksi-aksi kekerasan dapat terjadi di mana saja, seperti di jalan-jalan, di sekolah, bahkan di kompleks-kompleks perumahan. Aksi tersebut dapat berupa kekerasan verbal (mencaci maki) maupun kekerasan fisik (memukul, meninju, dll). Pada kalangan remaja aksi yang biasa dikenal sebagai tawuran pelajar/masal merupakan hal yang sudah terlalu sering kita saksikan, bahkan cenderung dianggap biasa. Pelaku-pelaku tindakan aksi ini bahkan sudah mulai dilakukan oleh siswa-siswa di tingkat SMP. Hal ini sangatlah memprihatinkan bagi kita semua. Hal yang terjadi pada saat tawuran sebenarnya adalah perilaku agresi dari seorang individu atau kelompok. Agresi itu didefinisikan sebagai suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, berkelahi, melukai, menyerang, membunuh,atau menghukum orang lain. Atau secara singkatnya agresi adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik orang lain. Dalam hal ini, jika menyakiti orang lain karena unsur ketidaksengajaan, maka perilaku tersebut bukan dikategorikan perilaku agresi. Rasa sakit akibat tindakan medis misalnya, walaupun sengaja dilakukan bukan termasuk agresi. Sebaliknya, niat menyakiti orang lain tetapi tidak berhasil, hal ini dapat dikatakan sebagai perilaku agresi. Perilaku agresif adalah perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti dan merugikan orang lain. Jenis Agresi digolongkan menjadi dua, yaitu (1) agresi permusuhan (hostile aggression) semata- mata dilakukan dengan maksud menyakiti orang lain atau sebagai ungkapan kemarahan dan ditandai dengan emosi yang tinggi. Perilaku agresif dalam jenis pertama ini adalah tujuan dari agresi itu sendiri dan (2) agresi instrumental (instrumental aggression) pada umumnya tidak disertai emosi. Perilaku agresif hanya merupakan sarana untuk mencapai tujuan lain selain penderitaan korbannya. Agresi instrumental mencakup perkelahian untuk membela diri, penyerangan terhadap seseorang ketika terjadi perampokan, perkelahian untuk membuktikan kekuasaan atau dominasi seseorang Perbedaan kedua jenis agresi ini terletak pada tujuan yang mendasarinya. Jenis pertama semata- mata untuk melampiaskan emosi, sedangkan agresi jenis kedua dilakukan untuk mencapai tujuan lain.

180

Bentuk atau ekspresi agresi dapat berupa fisik maupun verbal. Agresi yang berbentuk fisik seperti memukul, menendang, melempar, merusak serta bentukbentuk lain yang dapat mengakibatkan sakit/ luka pada objek atau sumber frustasi. Sedangkan bentuk agresi yang bersifat verbal seperti mencaci-maki, berteriakteriak, mengeluarkan kata-kata yang kasar/kotor dan bentuk-bentuk lain yang sifatnya verbal/ lisan. Tawuran merupakan salah satu bentuk perilaku agresi, karena dalam tawuran terdapat perilaku baik fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti dan merugikan orang lain. Masa remaja merupakan masa manusia mencari jati diri. Pencarian tersebut direfleksikan melalui aktivitas berkelompok dan menonjolkan keegoannya. Yang dinamakan kelompok tidak hanya lima atau sepuluh orang saja. Satu sekolah pun bisa dinamakan kelompok. Kalau kelompok sudah terbentuk, akan timbul adanya semacam ikatan batin antara sesama kelompoknya untuk menjaga harga diri kelomponya. Maka tidak heran, apabila kelompoknya diremehkan, emosianal-lah yang akan mudah berbicara. Pada fase ini, remaja termasuk kelompok yang rentan melakukan berbagai perilaku negatif secara kolektif (group deviation). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang sangat kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan yang dilakukan kelompok, umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan atau teman. Kesatuan dan persatuan kelompok dapat memaksa seseorang untuk ikut dalam kejahatan kelompok, supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. Disinilah letak bahayanya bagi perkembangan remaja yakni apabila nilai yang dikembangkan dalam kelompok sebaya adalah nilai yang negatif. Tawuran pelajar merupakan salah satu bentuk perilaku penyimpangan sosial kolektif remaja dan perilaku agresif yang marak terjadi di daerah perkotaan. Penyebab tawuran kadang tidak jelas. Disinilah uniknya, sampai sampai kelompok kerja (pokja penanggulangan masalah tawuran tidak mampu memberi jawaban yang jelas mengenai apa penyebab tawuran. Mungkin dianggap telah menjadi tradisi. Kadang juga hanya sekedar untuk balas dendam atau pun unjuk kekuatan saja. Tidak jarang pula melibatkan penggunaan senjata tajam atau bahkan senjata api dan menimbulkan banyak korban berjatuhan. Aksi-aksi yang dilakukan para 181

pelajar dalam tawuran semakin beringas saja. Selain itu, tawuran juga melahirkan dendam berkepanjangan bagi para pelaku yang terlibat di dalamnya dan sering berlanjut pada tahun tahun berikutnya. Kiranya, ada baiknya kita memahami sebab terjadinya tawuran dengan teori agresi, karena tawuran merupakan salah satu bentuk perilaku agresi.

a. Teori Frustrasi–Agresi Frustrasi terjadi bila seseorang terhalang oleh sesuatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara berespon terhadap frustrasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustrasi yang berhubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan dan adanya kebutuhan yang harus segera terpenuhi tetapi sulit sekali tercapai. Akibatnya mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresi.

Sumber: www.faefamily-repro.blogspot.com

Gbr. 7.4 Pencetus agresi salah satunya adalah frustrasi Frustrasi yang berujung pada perilaku agresi sangat banyak contohnya, salah satunya tawuran pelajar yang terjadi di Jakarta ada kemungkinan faktor frustrasi ini memberi sumbangan yang cukup berarti pada terjadinya peristiwa tersebut. Sebagai contoh banyaknya anak-anak sekolah yang bosan dengan waktu

182

luang yang sangat banyak dengan cara nongkrong-nongkrong di pinggir jalan dan ditambah lagi saling ejek mengejek yang bermuara pada terjadinya perkelahian. Banyak juga perkelahian disulut oleh karena frustrasi yang diakibatkan hampir setiap saat dipalak (diminta uangnya) oleh anak sekolah lain padahal sebenarnya uang yang di palak adalah untuk kebutuhan dirinya. Dalam setiap frsutrasi selalu menimbulkan perilaku agresi. Pada yahun 1941, Miller menyatakn bahwa frustasi menimbulkan sejumlah respons yang berbeda dan tidak selalu menimbulkan perilaku agresi. Perilaku agresi hanya salah satu bentuk respon yang muncul. Frustasi yang muncul dari akibat faktor luar menimbulkan perilaku agresi yang lebih besar dibandingkan dengan halangan yang diebabkan diri sendiri. Hasil penelitian menyatakan bahwa frustrasi yang menetap akan mendorong perilaku agresi. Dalam hal ini, orang siap melakukan perilaku agresi karena orang menahan ekspresi agresi. Frustrasi yang disebabkan situasi yang tidak menentu (uncertaint) akan memicu perilaku agresi semakin besar dibandingkan dengan frustasi karena situasi yang menentu. Walaupun frustrasi menimbulkan perilaku agresi tetapi perilaku agresi dapat dicegah jika ada hukuman terhadap perilaku agresi. Dalam kenyataannya, tidak setiap perilaku agresi dapat diarahkan pada sumber frustasi, sehingga orang akan mengarahkan.

b. Teori Belajar Sosial Tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini anak-anak dan remaja banyak belajar menyaksikan adegan kekerasan melalui Televisi dan juga games atau pun mainan yang bertema kekerasan. Acara-acara yang menampilan adegan kekerasan hampir setiap saat dapat ditemui dalam tontonan yang disajikan di televisi mulai dari film kartun, sinetron, sampai film laga. Selain itu ada pula acara-acara TV yang menyajikan acara khusus perkelahian yang sangat populer dikalangan remaja. Walaupun pembawa acara berulang kali mengingatkan penonton untuk tidak mencontoh apa yang mereka saksikan namun diyakini bahwa tontonan tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa penontonnya. Model pahlawan di film-film seringkali mendapat imbalan setelah mereka melakukan tindak kekerasan. Hal ini sudah barang tentu membuat penonton akan semakin mendapat penguatan bahwa hal tersebut merupakan hal yang menyenangka dan dapat dijadikan suatu sistem nilai bagi dirinya. Dengan 183

menyaksikan adegan kekerasan tersebut terjadi proses belajar peran model kekerasan dan hal ini menjadi sangat efektif untuk terciptanya perilaku agresi. Video-game kekerasan mengajukan suatu ancaman kesehatan-masyarakat terhadap anak-anak dan remaja, khususnya para individu usia mahasiswa dimana video game kekerasan berhubungan secara positif dengan tingkat agresi yang dipertinggi pada dewasa muda dan anak-anak. Selain itu, video game kekerasan berhubungan secara positif dengan mekansime-mekanisme utama yang mendasari efek-efek jangka panjang terhadap perkembangan kepribadian yang agresif – kognisi agresif. Selain model dari yang di saksikan di televisi belajar model juga dapat berlangsung secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Bila seorang yang sering menyaksiksikan tawuran di jalan, mereka secara langsung menyaksikan kebanggaan orang yang melakukan agresi secara langsung. Atau dalam kehidupan bila terbiasa di lingkungan rumah menyaksikan peristiwa perkelahian antar orang tua dilingkungan rumah, ayah dan ibu yang sering cekcok dan peristiwa sejenisnya, semua itu dapat memperkuat perilaku agresi yang ternyata sangat efektif bagi dirinya. Model kekerasan juga seringkali ditampilkan dalam bentuk mainan yang dijual di toko-toko. Seringkali orang tua tidak terlalu perduli mainan apa yang di minta anak, yang penting anaknya senang dan tidak nangis lagi. Sebenarnya permainan-permainan sangat efektif dalam memperkuat perilaku agresif anak dimasa mendatang. Permainan-permainan yang mengandung unsur kekerasan yang dapat kita temui di pasaran misalnya pistol-pistolan, pedang, model mainan perang-perangan, bahkan ada mainan yang dengan model Goilotine (alat penggal kepala sebagai hukuman mati di Perancis jaman dulu). Mainan kekerasan ini bisa mempengaruhi anak karena memberikan informasi bahwa kekerasan (agresi) adalah sesuatu yang menyenangkan. Permainan lain yang sama efektifnya adalah permainan dalam video game atau play station yang juga banyak menyajikan bentuk-bentuk kekerasan sebagai suatu permainan yang mengasikkan.

c. Teori kualitas lingkungan dilihat dari kualitas lingkungan sekolah Setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan sekolah. Pertama adalah faktor fisik sekolah, seperti berdekatan dengan pusat-pusat 184

hiburan/keramaian, kurangnya sistem pengamanan lingkungan, serta tidak tersedianya sarana yang membuat anak-anak betah di sekolah. Kedua adalah faktor psikoedukatif, yaitu ketertiban dan kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah. Ketiga adalah faktor efektivitas interaksi edukatif di sekolah. Kedua dari manajemen rumah tangga yang tidak efektif. Pola asuh yang tidak tepat (pola asuh keras menguasai maupun pola membebaskan) serta hubungan yang tidak harmonis antar anggota keluarga dapat menyebabkan anak tidak betah di rumah dan mencari pelampiasan kegiatan di luar bersama temantemannya. Hal ini tidak jarang menyeret mereka kepada pergaulan remaja yang tak sehat, seperti perkelahian. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak berkualitas, tidak nyaman dan tidak layak, akan mempengaruhi remaja dalam menyikapi dan membangun hubungan dengan dunia sekitarnya. Bagi remaja yang hidup di tempat kumuh dan kotor kemungkinan besar mereka tidak akan nyaman tinggal di rumah sehingga akan melarikan diri dari kenyataan. Pada kondisi inilah remaja mudah tergiur untuk berbuat menyimpang karena lepas dari norma dan pengawasan di rumah .

B. Bersikap Santun dalam Berbahasa
Bahasa menunjukkan cerminan pribadi seseorang. Karakter, watak, atau pribadi seseorang dapat dikenali dari perkataan yang ia ucapkan. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penuturnya berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang kasar, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan,

memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencitrakan pribadi yang tidak berbudi. Tepatlah bunyi peribahasa, "bahasa menunjukkan bangsa". Bagaimanakah sebenarnya tingkat peradaban dan jati diri bangsa tersebut? Apakah ia termasuk bangsa yang ramah, bersahabat, santun, damai, dan menyenangkan? Ataukah sebaliknya, ia termasuk bangsa yang senang menebar bibit-bibit kebencian, menebar permusuhan, suka menyakiti, bersikap arogan, dan suka menang sendiri. Bahasa memang memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional. Begitu pentingnya bahasa dalam kehidupan bermasyarakat,

185

berbangsa, dan bernegara sehingga perlu suatu kebijakan yang berakibat pada pembinaan dan pembelajaran di sekolah. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan manusia lain. Homo homini socius, artinya manusia adalah kawan bagi manusia lain. Kebutuhan ini mendorong manusia menjalin komunikasi dengan sesamanya. Untuk menjalankan komunikasi ini mutlak diperlukan bahasa. Kelancaran komunikasi dan hubungan sosial banyak ditentukan oleh bagaimana individu santun berbahasa. Tidak ada manusia yang senang diperlakukan secara kasar dan tidak patut oleh manusia lain. Semua manusia pasti ingin diperlakukan secara baik, santun, dan manusiawi. Nilai-nilai etika yang dipegang oleh individu-individu dalam masyarakat sangat berperan dalam hal ini. Sebuah masyarakat yang tidak memiliki etika adalah masyarakat yang sedang menjelang kehancuran. Prinsip-prinsip etika merupakan prasyarat wajib bagi keberadaan sebuah komunitas sosial.

Sumber: wwwnugrohou.blogspot.com

Gbr. 7.5 Salah satu berjalannya etika di sekolah adalah dengan adanya komunikasi yang santun Jika tidak ada prinsip-prinsip etika, manusia tidak mungkin dapat hidup secara harmonis. Tanpa prinsip-prinsip etika, manusia akan hidup dalam ketakutan, kecemasan, keputusasaan, kekecewaan, dan ketidakpastian.

186

Salah satu wujud individu yang beretika adalah individu tersebut santun berbahasa. Santun berbahasa di sini tak sekadar pada nada suara yang digunakan ketika berbahasa, namun juga pada pemilihan kata-kata yang digunakan. Mengapa seseorang harus membiasakan dirinya santun berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan kepada orang lain? Ada beberapa alasan, antara lain:

1. Penghormatan kepada orang lain Dengan menggunakan bahasa yang santun, berarti seseorang telah menunjukkan sikap penghargaannya kepada orang lain serta memperlakukan manusia sebagaimana seharusnya manusia.

2. Harmonis Kehidupan yang harmonis antarindividu dalam masyarakat akan sulit tercapai jika anggota-anggota masyarakat tersebut tidak memiliki etika dan sopan santun berbahasa. Kasus-kasus perkelahian antarindividu, antarkelompok, atau bahkan antarkampung sering terjadi karena ketidaksantunan dalam berbahasa. Saling ejek, saling melontarkan kata-kata kasar, menghina, dan

merendahkan lawan bicara dapat memancing emosi yang berujung pada perkelahian. Jangankan kata-kata yang yang memang kasar dan bermuatan penghinaan, kata-kata yang awalnya dimaksudkan untuk bercanda saja pun dapat mengundang datangnya pertengkaran jika disampaikan pada orang dan saat yang tidak tepat.

3. Saling pengertian Santun berbahasa juga dapat menghindarkan terjadinya kesalahpahaman antara orang-orang yang melakukan kegiatan komunikasi tersebut. Sebagai anggota masyarakat, sudah selayaknya jika kita pun melatih diri untuk santun berbahasa. Dalam keseharian, kita tidak hanya bersosialisasi dengan teman sebaya namun juga dengan orang-orang yang lebih tua.

187

Sumber: www.reportaseonline.com

Gbr. 7.6 Hubungan komunikasi guru-murid untuk kenyamanan belajar Banyak ditemukan kasus terjadinya ketidakhamonisan dan kesalahpahaman antara remaja dengan orang di sekitarnya, terutama yang lebih tua, karena masalah berbahasa ini. Ketidakharmonisan dan kesalahpahaman ini tak hanya terjadi dalam penggunaan bahasa lisan, namun juga tulisan. Dalam bahasa lisan, seorang remaja bisa dinilai tidak santun berbahasa jika menggunakan intonasi yang keras pada lawan bicara yang lebih tua, menggunakan pilihan kata yang tidak tepat (misalnya menggunakan kata “kamu” pada orang yang secara usia atau kedudukan lebih tinggi). Dalam bahasa tulisan, remaja bisa dinilai tidak santun berbahasa gara-gara menggunakan bahasa alay. Bahasa alay ini adalah bahasa gaul yang sering digunakan oleh remaja pada sesama mereka. Bahasa ini melanggaran semua aturan penggunaan huruf besar dan kecil, mencampuradukkan penggunaan huruf dan angka dalam penulisan kata, dan menyingkat-nyingkat kata tanpa memperhatikan kelaziman. Komunikasi antar individu baru akan disebut berhasil jika tercapai saling pengertian antarindividu yang terlibat. Saling perngertian itu bisa diperoleh melalui perilaku santun berbahasa. Dalam teori percakapan, ada dua prinsip penggunaan bahasa yang wajar alamiah, yakni sebagai prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan. Pada prinsip kerjasama menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan bentuk yang

188

lugas, jelas, isinya benar dan relevan dengan konteksnya. Sementara prinsip kesopanan menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan sopan yakni bijaksana, mudah diterima, murah hati, rendah hati, cocok dan simpatik. Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting. Karena jika tidak digunakan sesuai dengan fungsinya, bahasa dapat menjadi alat kekerasan verbal yang terwujud dalam tutur kata seperti memaki, memfitnah, menghasut, menghina, dan lain sebagainya. Selain itu dampak dari kekerasan verbal tersebut akan berlanjut pada kekerasan fisik seperti permusuhan, perkelahian, aksi anarkisme, provokasi dan sebagainya. Di Indonesia hal tersebut sering terjadi. Bahkan perilaku tersebut sudah menjadi rahasia umum. Seseorang dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang tak pantas. Tak aneh bila pembicaraan yang mengabaikan sopan santun menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Kenyataan bahwa kita tidak bisa ketidaksopanan itu tidak direspons, lama kelamaan kebiasan buruk itu akan ditinggalkan. Dan ini butuh kesadaran dari semua pihak agar jati diri bangsa ini tidak ternodai hanya karena tidak bisa menghargai bahasa sendiri, sebab bahasa memiliki peranan sentral dalam perkembangan intelektual sosial dan emosional seseorang. menciptakan

lingkungan yang bebas dari ungkapan yang tidak baik karena bahasa merupakan ekspresi, tapi sebenarnya jika Jadi kalau bukan kita sendiri yang menghargai Bahasa Indonesia siapa lagi? Apalagi UUD 1945 pasal 36 mengamanatkan dengan jelas bahwa “Bahasa negara adalah Bahasa Indonesia.” Jangan sampai kita mengingkari amanat tersebut. Kalaupun belum dapat berbahasa dengan santun dan baik setidaknya menghindari kekerasan berbahasa, kita tidak ingin generasi yang akan datang tidak mengenal bahasa yang baik dan benar. Pengguna bahasa Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dari bahasa Perancis atau bahasa Arab, tapi dalam forum internasional Bahasa Indonesia atau Melayu belum diakui sebagai bahasa resmi PBB. Jadi mari kita jadi pergunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, jangan malu untuk menggunakannya di manapun. JS Badudu (ahli bahasa) pernah mengatakan, “Hendaknya kita tunjukkan bila kita menggunakan bahasa kita sendiri agar bahasa kita tumbuh menjadi bahasa yang teratur dan mantap.” Sekaranglah saat yang tepat untuk mengkampanyekan kembali sopan santun berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah lebih bijak mengambil 189

manfaat yang baik daripada sesuatu yang tidak baik demi perbaikan kualitas anak bangsa ini. Kita harus memantapkan dan menggelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda dengan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Jika kita slalu menggunakan bahasa yang baik dan penuh kesantunan orang akan mencitrakan kita sebagai pribadi yang baik dan berbudi. Karena melalui tutur kata seseorang mampu menilai pribadi dari orang tersebut. Sementara itu jika dalam kesehariannya kita tidak memenuhi etika berbahasa santun. Orang lain akan mencitrakan kita sebagai pribadi yang buruk. Demikian pula dengan pentingnya bahasa bagi suatu bangsa. Melalui bahasa suatu bangsa akan dikenal oleh masyarakat dunia. Apakah bangsa tersebut termasuk bangsa yang ramah, sopan, dan santun. Atau bangsa yang cinta akankebencian, permusuhan, dan perseteruan.

C. Bersikap Ramah dan Santun kepada Semua Orang
Secantik apapun atau setampan apapun seorang pemimpin, jika ia termasuk orang yang judes, ketus, pemarah, pasti akan hilanglah segala keindahan fisiknya. Bahkan bisa jadi yang tampak adalah kebalikannya, wajah yang tidak sedap dipandang, sikap yang menyebalkan dan tentu saja orang enggan berakrab-akrab dengannya. Adapun sebaliknya, kita menumpai pemimpin yang penampilan luarnya biasa-biasa saja namun tampak bersahaja, dan tampak begitu manis serta menyejukkan. Kita yang bergaul dengannya pun akan merasa nyaman dalam memandang dan mendengarkannya.

190

Sumber: www.infoluarbiasa.com

Gbr. 7.7 Ramah dan santun adalah ciri bangsa Indonesia Tidak salah lagi dialah “si ramah“ sosok pribadi yang tampil dengan segala keramahannya dan bersikap santun kepada siapapun. Ia tak memerlukan make up yang tebal, jas atau atribut-atribut mahal untuk menutupi kekurangannya, karena keindahan hakiki itu tidak terletak pada topeng yang kita kenakan, sebagus apapun aksesoris tubuh kita, melainkan terdapat pada isinya, pada hati kita yang bersih. Itulah keindahan hakiki. Tetapi tentu saja kita yang biasa-biasa saja, baik penampilan maupun harta dan pangkat tidak perlu merasa pesimis dan kecewa. Sebab, kita masih bias menampilkan keindahan yang mengesankan buat siapapun, kuncinya adalah dengan menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan dan tulus. Percaya atau tidak, ternyata sumber kesusahan itu bukan terletak semata-mata pada masalah yang sedang dihadapi, melainkan terletak pada sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut. Orang yang emosional, sebenarnya tidak sedang menyelesaikan masalah dengan baik, melainkan sedang mempersulit diri. Terkadang banyak masalah yang sepele dan sederhana menjadi rumit dan sangat merugikan. Tentu semua itu terjadi disebabkan oleh pribadi yang jauh dari kebeningan hati, dan akibatnya sudah jelas, suasana batin akan selalu lelah, tegang, jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.

191

Kondisi seperti ini jelas akan berpengaruh kepada perilakunya, sebab reaksi apapun yang kita tampilkan akan jauh berbeda dengan suasana hati. Untuk itu, cobalah hadapi hidup ini dengan penuh semangat, pasang wajah yang cerah dan jernih, senyumlah dengan wajar dan tulus, temuilah orang lain dengan sikap yang sopan dan santun, dan sapalah dengan ramah dan penuh penghormatan. Ternyata beban yang menghimpit hati ini kan terasa jauh lebih ringan dan lega. Semangat untuk menghadapi persoalanpun akan berlipatganda, apalagi ketika orang lain pun membalas keramahan kita, tentu semua itu akan menjadi tambahan energi dalam menghadapi aneka persoalan rumit yang menghadang, tidak hanya bagi orang lain yang melihatnya, tapi terutama sekali bagi diri kita. Bukankah kita menginginkan hidup ini menyenangkan dan bahagia? Marilah kita mulai dari sikap paling murah dan paling ringan tapi paling cepat dirasakan hasilnya, hidup menjadi orang yang ramah dan santun kepada siapapun. Dalam keadaan apapun, tetap lah bersikap ramah. Usahakan jadikan ramah menjadi karakter diri kita. Karena terus terang bangsa kita dahulu terkenal oleh sikap ramah-tamahnya, karena ramah adalah menyenangkan. Dengan bersikap ramah, kita bisa selalu merasa dekat dan nyaman bila semuanya baik-baik saja, dan bersikap ramah bisa mencegah pertengkaran berkobar dimana-mana. Salah satu contohnya adalah di jalan raya, dimana sikap ramah dan saling menghargai telah hilang, semua orang dengan egonya ingin mendahulukan dirinya sendiri. Dimana sopir angkot dengan seenaknya berhenti sembarangan, motor-motor saling sikut-sikutan, mobil pribadi main selak-selakan, pejalan kaki menyeberang sembarangan sehingga terjadi kesemerawutan yang parah. Sikap kita dalam menunjukan keramahan yang tulus tidak berarti menyungging senyum ketika kita sedang tidak ingin tersenyum atau berpura-pura riang padahal hati anda sedang kusut. Sikap yang tepat adalah memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan oleh orang lain.. Terkadang dalam hidup ini yang mungkin harus kita ingat adalah kita mengajarkan orang lain bagaimana dia harus memperlakukan kita. Memang benar cara terbaik untuk mengingatkan orang lain bahwa kita ingin diperlakukan ramah adalah dengan terlebih dahulu memperlakukan orang lain dengan ramah. Sikap ramah adalah menular, coba kamu uji coba dengan orang terdekat. 192

Untuk bersikap ramah mulailah dari hal-hal yang terkecil menjadi pendengar yang baik, penuh hormat dan perhatian ke setiap orang. Bersikap ramah berarti meminta izin bila mana perlu, mengatakan "maaf ", "terimakasih", "tolong" bila kita telah berinteraksi dengan sesama, dengan atasan, bawahan, tetangga, pasangan, dll. Bersikap ramah adalah peduli dengan sesama didasari dari hal-hal kecil. Manusia adalah cermin bagi manusia lain. Pada umumnya, kita mendapat imbalan yang sebanding dengan apa yang kita lakukan. Yakinlah bahwa sikap ramah, yang diperaktekan setiap hari, adalah kunci kehangatan kebersamaan kita. Jika begitu, ada harapan bahwa Indonesia menjadi tempat yang paling ramah sedunia, dimana sesama manusia saling peduli, semua ramah, sedikit konflik. Maukah kita mewujudkan Indonesia ramah dengan memulai bersikap ramah kepada teman, orang tua, atasan, bawahan, sopir angkot, tukang roti, polisi, tukang parkir, atau siapapun yang dekat dengan kita. Tanamkan lah benih budi baik kepada semua orang, Maka akan tumbuh pohon kedamaian yang kokoh dan menenteramkan sebagai tempat berteduh . Keramahan dan kesantunan kepada orang lain berkitan erat dengan cara kita memosisikan diri dan memperlakukan orang lain. Berikut ini beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk sukses menjadi orang ramah dan santun.

1.Berilah pujian kepada orang lain Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Kalau selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, kita berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus. Walau orang tersebut melakukan kesalahan tetapi dengan memberikan pujian maka kita akan disukai. Namun patut diingat, pujian harus lahir dari sikap yang tulus, bukan berusaha menjadi seorang penjilat. 2. Buatlah orang lain merasa dirinya sebagai orang penting Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa kita menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb. Hargai setiap perkataannya dan buat dia menjadi malu karena kita terlalu peduli padanya.

193

3. Jadilah pendengar yang baik Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta. Inilah cara yang cukup efektif, jangan suka memotong pembicaraan.

Sumber: www.freedomscope.com

Gbr. 7.5 Ciri pemimpin adalah menjadi pendengar yang baik 4. Usahakanlah untuk selalu menyebutkan nama orang dengan benar Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar.

5. Bersikaplah ramah dan sopan Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Kita. Jadi bersikaplah ramah pada siapapun.

6. Bermurah hatilah

194

Kita tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian, kemurahan hati di satu sisi baik untuk kita dan di sisi lain berguna bagi orang lain.

7. Hindari kebiasaan mengkritik, mencela, atau menganggap remeh Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat. Jadi jangan ejek temanmu yang salah, berusahalah untuk menghargai pendapatnya walau kamu tidak setuju dengan pendapatnya.

8. Bersikaplah asertif Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata: Ya! tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat kita berseberangan dengan orang lain. Kita tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan kita. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibandingkan sikap menurut tanpa tahu maksudnya.

9. Perbuatlah apa yang ingin orang lain perbuat kepada kita Perlakuan apapun yang kita inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus kita lakukuan terlebih dahulu. Kita harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

10. Cintailah diri sendiri Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin kita menyukai diri sendiri, semakin mudah kita menyukai orang lain, maka semakin besar peluang kita untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, kita akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, 195

menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari kita memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai kita.

196

BAB 8 PENUTUP

A. Bangsa yang Besar Mendambakan Pemimpin
Keberadaan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya akan sumber daya alam dan manusia, adalah sebuah anugerah Tuhan yang patut kita syukuri Sebagai warga negara yang lahir dan tinggal di negara ini, sudah sepatutnya kita bisa mempertanggungjawabkan akan anugerah dan karunia yang telah diberikan. Sejarah telah menempa bangsa ini agar bisa tumbuh dan berkembang menuju bangsa yang adil dan makmur Keberagaman budaya dan suku memberikan warna-warni tersendiri bagi sebuah bangsa yang patut dibanggakan

Keanekaragaman dan kekayaan alamnya menyadarkan kita akan betapa beruntungnya bangsa kita. Untuk itu, Indonesia ke depan sebagai bangsa yang besar memerlukan sosok pemimpin yang unggul. Berdasarkan uraian dalam setiap bab, dapat disimpulkan bahwa untuk mencari pemimpin ideal perlu diperhatikan hal-hal berikut sebagai kriteria calon pemimpin.

A. Modal Dasar 1. Kejujuran Ini adalah modal utama yang harus dimiliki. Tidak terkecuali menjadi seorang pemimpin. Bila seseorang melakukan sesuatu pekerjaan dengan jujur maka pekerjaan itu akan membawa keberhasilan yang kekal. 2. Cakap dan Cerdas Hal ini merupakan salah satu modal bagi seseorang pemimpin. 3. Pemberani Seorang pemimpin haruslah berani dalam mengambil sikap dan keputusan. Demikian juga dalam menanggung resiko dari keputusan yang diambilnya. 4. Kondisi Fisik Prima "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Seorang pemimpin dituntut memiliki kondisi fisik yang bagus agar dapat menjalankan roda-roda

197

kepemimpinannya secara maksimal. Hal ini diperlukan karena tidak jarang pemimpin harus turun sendiri dalam menyelesaikan permasalahan.

B. Kriteria Pemimpin

1. Memiliki Pengaruh Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki banyak pendukung serta turut membesarkan nama sang pimpinan. John C. maxwel, seorang penulis buku-buku ternama tentang kepemimpinan berkata "Leadership is influence" kepemimpin adalah soal pengaruh.

2. Memiliki Wewenang Hal ini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk menetapkan sebuah putusan dalam melaksanakan suatu kewajiban.

3. Kekuasaan Seorang pemimpin umumnya memiliki pengaruh sehingga dia memiliki kekuasaan yang membuat orang lain menghargainya. Kekuasaan yang dimiliki hendaknya tidak menjadikan seorang pemimpin itu bertindak sesuka hati melainkan harus rendah hati dan jumawa terhadap rakyat yang dipimpinnya.

C. Pemimpin Sejati Pemimpin sejati adalah sorang pemimpin yang dinanti-nantikan

kedatangannya oleh rakyat. Dalam hal ini ada tiga kriteria pemimpin sejati. 1. Visi Seorang pemimpin sejati memiliki tujuan pasti dan jelas serta tahu ke mana akan membawa pengikutnya. Maksudnya seorang pemimpin sejati pasti tidak akan membawa kesesatan dan kehancuran bagi rakyatnya.. Pemimpin sejati dapat digambarkan seperti seorang pengembala yang mengembala

ternaknya.Pengembala itu pastilah memiliki tujuan mengembala ternaknya yaitu, agar ternaknya makan yang banyak lalu pulang setelah ternaknya kenyang. 2. Sukses untuk Bersama

198

Seorang pemimpin sejati membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk suskes bersamanya. Pemimpin sejati tidak akan memimpin jika ia tahu kapasitasnya di bawah standar. 3. Regenerasi Pemimpin sejati bukan hanya melaksanakan dan menikmati

kepemimpinannya semata. Seorang pemimpin sejati selalu mempersiapkan pemimpin berikutnya yang berjiwa kepemimpinan sejati juga.

B. Refleksi
Pemimpin dilahirkan dan dibentuk lewat pendidikan serta latihan. Dalam kemampuan mempengaruhi tercakup dalam menguasai beragam aspek. - Berbasis kemampuan konseptual, yaitu pemimpin dapat menganalisis, merencanakan, mengadakan koordinasi semua yang terlibat dalam organisasi. - Sebagai pemimpin harus menguasai teknis-teknis dalam kepentingan efektifitas dan efisiensi pengawasan. - Kepentingan kemampuan sosial tampak pada situasi hubungan yang nyaman baik dengan beragam kalangan dengan latar belakang yang berbeda.

199

Daftar Pustaka
Adair, John. 2008. Kepemimpinan yang Memotivasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Agustian, Ary Ginanjar. 2004. Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power. Jakarta: Arga. Campbell, David.1986. Mengembangkan Kreativitas. Yogyakarta: Kanisius. Dwiwibawa, F.Rudi. 2009. Siap Jadi Pemimpin? Latihan Dasar Kepemimpinan. Jogjakarta. Kanisius Littauer, Florence. 1996. Personality Plus (terjemahan Anton Adiwiyoto). Jakarta: Binarupa Aksara. Porter, Bobbi De dan Mike Hernacki. 2001. Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga. Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.

Sumber Internet www.ginandjar.com www.sayidiman.suryohadiprojo.com

200

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->