1.

Proses Pemisahan (Separation Processes) Unit operasi yang digunakan dalam penyulingan minyak biasanya sederhana tetapi dalam proses interkoneksi dan interaksinya cukup kompleks. Proses pemisahan tersebut adalah: a. Destilasi fraksinasi Bensin, kerosin dan minyak gas pada umumnya dipisahkan dengan destilasi fraksinasi dengan tekanan yang tinggi, fraksi-fraksi minyak pelumas akan mencapai suhu yang lebih tinggi. Pada saat zat-zat hidrokarbon mulai terpisah (pada umumnya kira-kira antara suhu 375 -400°C), sehingga lebih baik jika minyak pelumas didestilasi pada dengan tekanan yang diturunkan. Pengurangan tekanan diperoleh dengan menggunakan sebuah pompa vakum (vacum pump). b. Absorpsi Absorpsi pada umumnya digunakan untuk memisahkan zat yang memliki titik didih tinggi dengan gas. Proses ini dilakukan terutama untuk mendapatkan fraksi-fraksi gasolin alami dan memisahkan gas-gas rekahan dalam suatu fraksi yang sangat ringan (misalnya fraksi yang terdiri dari zat hidrogen, metana, etana) dan fraksi yang lebih berat yaitu yang mempunyai komponen-komponen yang lebih tinggi. c. Adsorpsi Proses adsorpsi digunakan untuk memperoleh material berat dari gas. Pemakaian terpenting proses adsorpsi pada perindustrian minyak adalah : 1) Untuk mendapatkan bagian-bagian yang berisi bensin (natural gasoline) dari gas-gas bumi, pada umumnya digunakan karbon aktif. 2) Untuk menghilangkan bagian-bagian yang memberikan warna dan zat-zat lain yang tidak dikehendaki dari minyak, pada umumnya digunakan tanah liat untuk menghilangkan warna dan bauksit (biji oksidaaluminium). d. Filtrasi Digunakan untuk menyaring endapan lilin dari lilin yang mengandung destilat e. Kristalisasi Sebelum dilakukan filtrasi, lilin harus dikristalisasi terlebih dahulu untuk menyesuaikan ukuran kristal dengan cooling dan stirring. Lilin yang tidak diinginkan dipisahkan. f. Ekstraksi Ekstraksi ini digunakan untuk memisahkan dua zat yang tidak bercampur atau mempunyai sifat kelarutan yang berbeda. Proses ekstraksi ini menggunakan pelarut tertentu misalnya menggunakan air atau pelarut organik). Proses Konversi (Conversion Processes) Hampir 70% dari minyak mentah di proses secara konversi, mekanisme reaksi yang terjadi adalah pembentukan "ion karbonium" dan "radikal bebas". Berikut ini beberapa contoh reaksi konversi dasar yang cukup penting dalam pengolahan minyak mentah. a. Cracking atau Pyrolisis Cracking atau pyirolisis merupakan proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan pemanasan atau menggunakan katalis. Dengan adanya pemanasan yang cukup tinggi dan menggunakan katalis hidrokarbon alkana dengan rantai yang panjang akan pecah menjadi dua atau lebih senyawa dan salah satunya dapat berupa olefin. Reaksi cracking merupakan reaksi endotermik dan melibatkan energi yang tinggi. Proses cracking

Hidrogenasi . Proses alkilasi termasuk reaksi eksotermik dan pada dasarnya sama dengan polimerisasi. butilen dan amilen. serta digunakan untuk bahan baku petrokimia. 3. seperti propilen. dimana alkena¬ dengan rantai lurus diubah menjadi alkana bercabang.4. b) Bahan-bahan yang dapat dikerjakan jumlahnya terbatas. Bahan yang tidak mengandung aromatik (misalnya alkana murni) dengan 2 atau 5% AlCl3 dapat mengubah sebagian besar (90%) dari bahan itu menjadi fraksi bensin. selanjutnya juga akan terjadi aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi akan dapat mempengaruhi bilangan oktan. Dengan adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi. Sebagai hasilnya adalah produk alkilat yang tidak mengandung olefin dan memiliki bilangan oktan yang tinggi. pada polimerasasi molekulnya sama sedangkan pada alkilasi molekulnya berbeda. Beberapa kelemahan dari dari proses ini adalah : a) Mahal karena AlCl3 yang dipakai akan menyublim dan mengurai. hanya berbeda pada reaktannya. Metode ini didasarkan pada reaktifitas dari karbon tersier dari isobutan dengan olefin. 3) Proses cracking dengan chlorida-aluminium (AlCl3) yang bebas air Bila minyak dengan kadar aromatik rendah dipanaskan dengan AlCl3 bebas air pada suhu 180-2000C maka akan terbentuk bensin. 2. 2) Proses cracking thermis dengan katalisator Dengan adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada suhu yang lebih rendah. sisanya akan menjadii arang dalam ketel. Sebagai bahan dasar dalam proses polimerisasi adalah olefin yang diperoleh dari proses cracking. c) Pada saat reaksi berlangsung. 3. Proses cracking ini biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline). akan menghasilkan molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul yang lebih besar (memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin). misalnya dari 45-50 hingga 75-80. Hal ini menyebabkan bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi. Fungsi dari proses cracking adalah untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat sehingga pada cracking bensin berat akan diperoleh suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2 hal. banyak sekali gas asam garam sehingga harus memakai alat-alat yang tahan terhadap korosi.Alkilasi Proses alkilasi merupakan proses penggabungan olefin dengan hidrokarbon alkana. Proses polimerisasi akan merubah produk samping yaitu gas hidrokarbon yang dihasilkan pada proses cracking menjadi hidrokarbon cair yang dapat digunakan sebagai bahan bakar motor dan penerbangan yang memiliki bilangan oktan tinggi. Keuntungan dari proses thermis-katalisator adalah: a) Perbandingan antara bensin terhadap gas adalah sangat baik karena disebabkan oleh pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah. Polimerisasi Terbentuknya polimer antara molekul yang sama. Pada proses ini bensin yang dihasilkan tidak mengandung alkena tetapi masih memiliki bilangan oktan yang cukup baik. b) Bensin yang dihasilkan menunjukkan angka oktan yang lebih baik. yaitu penurunan titik didih rata-rata dan terbentuknya alkena.meliputi: 1) Proses cracking thermis murni Pada proses ini terjadi pemecahan molekul-molekul yang besar dari zat hidrokarbon dan dilakukan pada suhu tinggi.

lilin batik.Proses ini adalah penambahan hidrogen pada olefin. dan jenis logam yang dipilih tergantung pada senyawa yang akan di reduksi dan pada kondisi hidrogenasi. minyak solar untuk kendaraan mesin diesel dengan rotasi tinggi. Nafta digunakan untuk sintesis senyawa organik lainnya yang digunakan untuk pembuatan plastik. isolasi listrik dan pengedap suara pada lantai . 6. platinum dan chromium. Proses ini menjadi penting karena dapat menghasilkan iso-butana. Katalis hidrogenasi adalah logam. Logam yang umumnya dipakai adalah Pt.5. Hal ini terkait dengan kekentalan (viskositas) yang cukup besar. industri pemanas. serta semir sepatu. Lilin > C20 > 350 Sebagai lilin parafin untuk membuat lilin. Disamping untuk menjenuhkan ikatan rangkap (tak jenuh). korek api.C20 300 350 Digunakan sebagai minyak pelumas. Bensin (Gasolin) C5-C10 40 180 Bahan bakar kendaraan bermotor. Isomerisasi Proses isomerisasi mengubah rumus struktur dari atom dalam molekul tanpa adanya perubahan jumlah atom. Minyak solar dan diesel C15. Hydrocracking Proses hydrocracking merupakan penambahan hidrogen pada proses cracking.C4 < 20 oC Sebagai bahan bakar elpiji (LPG-Liquefied Petroleum Gas) dan bahan baku untuk sintesis senyawa organik. Aspal juga digunakan sebagai lapisan anti korosi. Nafta C5C10 70 180 Fraksi nafta diperoleh dari fraksi bensin. hidrogenasi dapat digunakan untuk mengeliminasi (menghilangkan) atom-atom selain C dan H seperti atom oksigen. Pd. dalam proses ini biasanya menggunakan katalis rhenium.C17 250 300 Digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermesin diesel. Kerosin C11. karet sintetis. nitrogen. bahan pakaian. CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH3 + 4 H2 Tabel II. Ni. cat. dan bahan pengkilap. sedangkan minyak diesel untuk rotasi sedang/rendah. Bitumen > C40 > 350 Materi aspal jalan dan atap bangunan. Minyak bakar > C20 > 350 Bahan bakar di kapal. deterjen. dan pembangkit listrik. kertas pembungkus berlapis lilin.C14 180 250 Digunakan sebagai bahan bakar pesawat udara dan bahan bakar kompor parafin. dan Cu.2 Fraksi fraksi pada minyak bumi dan kegunaannya Fraksi Jumlah atom C Titik didih Kegunaan Gas C1. halogen dan sulfur sehingga diperoleh rantai hidrokarbon. dan kosmetik. Reforming atau Aromatisasi Reforming merupakan proses konversi dari naptha untuk memperoleh produk yang memiliki bilangan oktan yang tinggi. obat.7. disamping sebagai bahan bakar tungku di industri Minyak pelumas C18 .