P. 1
MAKALAH PENDEKATAN PEMBELAJARAN

MAKALAH PENDEKATAN PEMBELAJARAN

|Views: 519|Likes:
Published by Ifadatul Ummah

More info:

Published by: Ifadatul Ummah on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

MAKALAH PENDEKATAN PEMBELAJARAN

BAB IPENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia terus diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman yang semakin global. Peningkatan sumber daya manusia ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Pendidikan yang merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan pendidikan tersebut harus sesuai dengan proses pengajaran yang tepat agar anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik. Proses pengajaran akan lebih hidup dan menjalin kerjasama diantara siswa, maka proses pembelajaran dengan paradigma lama harus diubah dengan paradigma baru yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah pembelajaran yang lebih kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa, maka dengan demikian siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik. Dalam kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari berbagai variabel pokok yang saling berkaitan yaitu kurikulum, guru/pendidik, pembelajaran, peserta. Dimana semua komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta. Berdasarkan hal tersebut pendidik dituntut harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan. Hal ini dilatar belakangi bahwa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran. Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik. Berdasarkan pandangan diatas, maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil balajar siswa dengan pendekatan yang tepat. Salah satu solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang membuat siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar. Beberapa pendekatan pembelajaran yang dianggap efisien adalah pendekatan pembelajaran komunikatif, pendekatan pembelajaran kontekstual, dan pendekatan pembelajaran humanistik.

B. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan macam-macam pendekatan pembelajaran untuk peserta didik. BAB PEMBAHASAN II

Perilaku belajar dapat ditemukan di sembarang tempat. Informasi lewat radio, televisi, surat kabar, dll mudah di dapat. Dalam kegiatan belajar mengajar guru dihadapkan pada siswa. Siswa yang dihadapi oleh guru rata-rata satu kelas yang terdiri dari 40 orang. Kemungkinan dapat terjadi seorang guru menghadapi sejumlah ratusan siswa. Hal ini menunjukkan betapa

memasukkan. Kemampuan-kemampuan tersebut diperkembangkan bersama dengan pemerolehan pengalaman-pengalaman belajar sesuatu. A. Tiap kelompok diminta menarik kesimpulan. Seorang siswa memegang dan mendengarkan garpu tala. (i) tiap siswa mencatat kata-kata sulit yang ditemukan dibacaan. Seorang siswa lain memegang tabung terbuka. Seorang siswa mengisi bejana dengan air. guru membagikan karangan siswa kembali. Suatu prasyarat untuk dapat membelajarkan adalah bahwa seorang pembelajar (guru) sudah pernah bertindak belajar itu sendiri. karangan siswa dikumpulkan oleh guru. Ada kelompok yang menyimpulkan bahwa bunyi makin lemah terdengar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keterampilan mengolah pesan. Tiap kelompok diberi tugas sama tentang resonansi udara. dan menjelaskan bagaimana menggunakan kamus. afektif. sebuah tabung yang terbuka kedua ujungnya dan sebuah garpu tala kepada tiap kelompok. 20cm. member komentar dan memperbaiki cara kerja kelompok melakukan percobaan resonansi. Setelah kelompok selesai melakukan percobaan. Tiap kelompok terdiri dari lima orang siswa. dan keterampilan siswa. Setelah tiap siswa mengemukakan hasil tugas.pentingnya keterampilan mengorganisasi siswa agar belajar. dan membubuhkan komentar yang memberanikan siswa mengungkapkan buah pikirannya. garpu tala tersebut dibunyikan. bila panjang tabung di atas permukaan air semakin . dan proses pemerolehan pengalaman. berbagai pesan yang terkandung dalam bahan ajar. Setelah selesai. tetapi ragu-ragu tentang keras atau lemahnya bunyi garpu tala. dari kehidupan. peningkatan kemampuan pebelajar. Guru memberikan sebuah bejana. Pada tiap kelompok siswa mempunyai tugas tertentu. guru memperbaiki µtanggapan isi bacaan´ dan kalimat-kalimat siswa. atau induktif. Kemudian siswa diberi tugas berikut. Pada saat tabung terbuka di angkat atau di masukkan ke dalam bejana. 25cm. Setelah selesai catatan ³kata-kata sulit´ dikumpulkan guru. Pengorganisasian Siswa Guru kelas satu SMP membagi buku bacaan merata ke semua siswa di kelasnya. Guru kelas dua SMP membagi siswa di kelasnya menjadi delapan kelompok. Pengukur mengukur dan mencatat panjang tabung di atas permukaan air. (ii) tiap siswa diminta mengemukakan peristiwa Gunung Kelud meletus dengan kalimat sendiri. Guru juga menjelaskan kata-kata yang sulit ditemukan dalam bacaan. sumber informasi lain. Tiap siswa diminta memilih satu di antara delapan buah judul karangan. Dengan menghadapi sejumlah pebelajar. Bunyi makin keras terdengar. Kemudian guru SMP kelas satu tersebut menulis delapan judul karangan di papan tulis. bila panjang tabung di atas air semakin pendek. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan tata cara menulis karangan. Kemudian. Pemerolehan pengalaman-pengaaman tersebut merupakan suatu proses yang berlaku secara deduktif. Ada kelompok yang memberi ukuran panjang tabung di atas air secara rinci seperti 15cm. membantu siswa yang memperoleh kesukaran dalam menulis karangan. Topik yang dibaca tentang Gunung Kelud meletus. dan 30cm. Dari diskusi antar-kelompok diperoleh kesimpulan sebagai berikut. atau kenyataan di sekitar sekolah. Guru berkeliling kelas. Ada kelompok yang menyimpulkan bahwa bunyi makin keras terdengar. Siswa diminta membaca dalam hati selama 5 menit. bila panjang tabung di atas air semakin panjang. Dua siswa yang lain bertindak mengobservasi dan membuat catatan kelompok. Di samping itu guru menunjukkan kamus bahasa Indonesia. kemudian guru membimbing diskusi antarkelompok berkenaan dengan hasil percobaan. siswa menulis karangan selama tiga puluh lima menit. Guru juga menghadapi bahan pengetahuan yang berasal dari buku teks. Guru berkeliling kelompok. Keesokan harinya. Guru memeriksa karangan. atau proses yang lain. Pembelajaran juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif. dan mengangkat tabung tersebut dalam bejana air. maka setiap guru memerlukan pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran.

. dalam pengajaran klasikal guru menggunakan ukuran kemampuan rata-rata kelas. Siswa diberi kesempatan bertanya sebanyak-sebanyaknya. Tiruan terjemahan perjanjian dengan Belanda tersedia. B. watak tokoh-tokoh. Segala media dan sumber belajar digunakan. bantuan guru kelas tiga kepada siswa yang membaca dalam hati dan menulis karangan adalah pembelajaran individual. Ketiga pembelajaran tersebut memiliki tujuan. Dalam Tanya jawab tersebut guru berusaha memperoleh kesan umum tentang perolehan hasil belajar siswa selama jam pelajaran. Guru kelas satu SMA memerankan pembelajaran kelas. Guru kelas satu SMP memerankan pembelajaran individual. yang sesuai dengan tujuan belajarnya secara individual juga. (iii) guru sebagai pembelajar. Sebagai penutu. (ii) kebebasan menggunakan waktu belajar. dan berakhirnya perang. dalam hal ini siswa bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukannya. (2) pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. sedangkan pada pengajaran klasikal awal pelajaran berdasarkan kemampuan rata-rata kelas. dan Indonesia tersedia. Tujuan Pengajaran pada Pembelajaran secara Individual Perilaku belajar mengajar di sekolah yang menganut system klasikal tampak serupa. dan tekanan utama yang berbeda-beda. Sebaliknya. Pebelajar merupakan pusat layanan pengajaran. Adapun tujuan pembelajaran yang menonjol adalah : (1) pemberian kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Pada akhir pelajaraqn guru membuat ikhtisar dan melakukan Tanya jawab. a. Peta Jawa. Guru membantu siswa yang menghadapi kesukaran. Sebagai ilustrasi. b. prinsip. Ketiga lukisan perilaku mengajar tersebut menggambarkan pengorganisasian siswa belajar. jalannya peperangan. Siswa memperoleh kesempatan melihat foto. Pada pembelajaran individual. Siswa menyesuaikan diri dengan kemampuan rata-rata kelas. Sedangkan pada pembelajaran klasikal. bunyi makin lemah terdengar. Bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal. sebab-sebab terjadinya perang. serta (v) orientasi dan tekanan utama dalam peaksanaan pembelajaran. (iv) program pembelajaran. Peran Siswa dalam Pembelajaran secara Individual Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual bersifat sentral. dan membaca tiruan terjemahan dokumen sehubungan dengan perang Diponegoro. ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individual dapat ditinjau dari segi (i) tujuan pengajaran.panjang. Guru menjelaskan secara rinci berkenaan dengan perang beserta akibat perang. Dalam pengajaran individual awal pelajaran adalah kemampuan tiap individual. Tiap individu memiliki paket belajar sendiri-sendiri. Guru menjelaskan situasi sebelum perang. (ii) siswa sebagai subjek yang belajar. guru memberi bantuan kepada masing-masing pribadi. guru mengharapkan agar siswa mempelajari bahan tersebut lebih lanjut. Berbeda dengan pengajaran klasikal. Pada membaca dalam hati secara individual siswa menemukan kesukaran sendirisendiri. Guru bertindak sebagai penceramah tunggal. Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran 1. Guru kelas dua SMP memerankan pembelajaran kelas kelompok. Guru kelas satu SMA menerangkan perang Diponegoro. Dalam kelas tampak siswa yang rata-rata berjumlah 40 an orang. Sulawesi . bila panjang tabung di atas air semakin pendek. tetapi prinsipnya berbeda. gambar. Ia meletakkan peta peperangan Diponegoro di papan tulis. guru member bantuan secara umum. maka siswa memiliki keleluasaan berupa (i) keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri. tetapi siswa diberi peran belajar aktif. Beberapa foto dan lukisan yang berhubungan dengan perang Diponegoro tersedia. Pembelajaran secara Individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu.

membuat program belajar sesuai kemampuan siswa. Bantuan guru berkenaan dengan komponen pembelajaran berupa (i) perencanaan kegiatan belajar. Pada pembelajaran secara individual. guru membantu memilih program belajar dengan suatu modul. kecepatan. (ii) siswa mudah memahami petunjuk atau perintah dengan baik. menentukan waktu dan kondisi belajar. 1989). Timbul soal berikut .(iii) keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. . dan intensitas belajar.) Peranan guru dalam pengorganisasian kegiatan belajar adalah mengatur dan memonitor kegiatan belajar sejak awal sampai akhir. Dari segi kebutuhan pebelajar. (iv) membagi perhatian pada sejumlah pebelajar. materi. serta (vi) siswa memiliki kesempatan untuk menyusun program belajarnya sendiri. dan (iii) siswa dapat bekerja mandiri dan bekerja sama dengan baik. Knoers. (v) siswa dapat mengetahui kemampuan dan hasil belajar sendiri.0-15. dan (vi) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar berupa laporan atau pameran hasil kerja. Hal ini tidak terjadi dalam pembelajaran individual. Peranan guru sebagai berikut: (i) memberikan orientasi umum sehubungan dengan belajar topic tertentu. program pembelajaran individual lebih efektif. (v) memberikan balikan terhadap setiap pebelajar. unjuk kerja hasil belajar tersebut umumnya diakhiri dengan evaluasi kemajuan belajar. (ii) pengorganisasian kegiatan belajar. Program Pembelajaran dalam Pembelajaran Individual Program pembelajaran individual merupakan usaha memperbaiki kelemahan pengajaran klasikal. mengemukakan criteria keberhasilan belajar. (iii) berperan sebagai penasihat atau pembimbing. (iii) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. apakah siswa telah memiliki rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri? hal ini terkait dengan perkembangan emansipasi diri siswa. Dari segi usia perkembangan pebelajar. Siti Rahayu Haditono. Pebelajar bertanggung jawab penuh untuk belajar sendiri. 1990: 69-83. Pada pembelajaran klaskal. dan sumber. (ii) membuat variasi kegiatan belajar agar tidak terjadi kebosanan. (ii) membicarakan pelaksanaan belajar. Dalam pengajaran klasikal pada umumnya peranan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran sangat besar. d. dan hal itu akan melelahkan guru. (iv) siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar.0) siswa dididik untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam beajar sendiri (Monks. maka program pembelajaran individual cocok bagi siswa SLTP ke atas. Perenan guru dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut : (i) membantu merencanakan kegiatan belajar siswa. sebagai ilustrasi. Peranan guru dalam penciptaan hubungan terbuka dengan siswa bertujuan menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. Peran Guru dalam Pembelajaran secara Individual Kedudukan guru dalam pembelajaran individual bersifat membantu. tampnk kurang efisien. dengan musyawarah guru membantu siswa menetapkan tujuan belajar. (iii) penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa. c. dan (iv) fasilitas yang mempermudah belajar. Ruijter. media. Meskipun demikian pada tempatnya sejak usia pendidikan dasar (6. tanggung jawab guru dalam membelajarkan siswa cukup besar. Dari segi guru. Jumlah siswa sebesar empat puluh orang mem inta perhatian besarguru. sebab siswa belajar sesuai dengan programnya sendiri. yang terkait dengan jumlah pebelajar. Keenam jenis kedudukan siswa tersebut berakibat pada adanya perbedaan tanggung jawab belajar mengajar. tanggung jawab siswa untuk belajar sendiri sangat besar. dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. dan (iv) membantu siswa dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri. (Tjipto Utomo & Kees. Hal ini disebabkan oleh (i) umumnya siswa sudah dapat membaca dengan baik. menurut tugas dan kebutuhan pebelajar.

Peran Siswa dalam Pembelajaran Kelompok Kecil Siswa dalam kelompok kecil adalah anggota kelompok yang belajar untuk memecahkan masalah kelompok. b. Program pembelajaran individual dapat dilaksanakan secara efektif. sebab (i) hubungan antarguru-siswa menjadi lebih sehat dan akrab. bukan instruktur. kesenian. Siswa berbagi tugas. Bidang studi yang dapat diprogramkan secara individual adalah pengajaran bahasa. Kelompok tersebut umumnya terdiri dari 3-8 orang siswa. Dalam hal ' ini timbullah rasa bangga dan rasa "memiliki" kelompok pada tiap anggota kelompok. Dari segi individu. dan IPS bagi bahan ajaran tertentu.Dari segi bidang studi. dan (v) keterlibatan guru dalam evaluasi dimengerti siswa. Bruce & Weil. Sebagai ilustrasi. dan olah raga yang bersifat perorangan. Pendekatan Pembelajaran secara Kelompok Dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas adakalanya guru membentuk kelompok kecil. tetapi merasa . kemampuan. serta (v) ada tindakan bersama sebagai perwujudan tcji^gung jawab kelompok. a. cara belajar. (ii) mengembangkan sikap sosial dan semangat bergotong-royong dalam kehidupan. dan (iv) mengembangkan kemampuan kepemimpinan-keteipimpinan pada tiap anggota kelompok dalam pemecahan masalah kelompok. rencana guru berbeda dengan pengajaran klasikal. kesempatan. keanggotaan siswa dalam kelompok kecil merupakan pemenuhan kebutuhan berasosiasi. 2. serta (iii) siswa dilibatkan dalam penentuan tujuan belajar. dan minat. (iii) mendinamiskan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga tiap anggota mcrasa diri sebagai bagian kelompok yang bertanggung jawab. Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran sfccara kelompok dapat ditinjau dari segi (i) tujuan pengajaran. (iv) ada interaksi dari komunikasi antaranggota. Dalam pembelajaran kelompok kecil. Hal ini dapat terjadi. Kemandirian belajar tersebut merupakan tuntutan perkembangan individu. Ciri-ciri kelompok kecil yang menonjol sebagai berikut: (i) tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok. Dalam pelaksanaan guru berperan sebagai fasilitator. kriteria keberhasilan. (iii) memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung. (iii) guru sebagai pembelajar. 1980). lomba karya tulis ilmiah kelompok di SMA menimbulkan kerja sama tim. Dalam menciptakan pembelajaran individual. Tujuan Pengajaran pada Kelompok Kecil Pembelajaran kelompok kecil merupakan perbaikan dari kelemahan pengajaran klasikal. (iii) prosedur dan cara kerja dimengerti oleh siswa. (iv) kriteria keberhasilan dimengerti oleh siswa. pendiagnosis kesukaran belajar. (ii) tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh siswa. Marsha. Guru berperan sebagai guru pendidik. (ii) pebelajar. Uraian selanjutnya di bawah ini. (ii) tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. IPA. (i) disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. dan rekan diskusi. dan sekaligus kompetisi sehat antar-kelompok (Joyce. e. bila mem pert imbangkan hal-hal berikut. (ii) siswa memperoleh bantuan. guru memberikan bantuan atau bimbingan kepada tiap anggota kelompok lebih intensif. Adapun tujuan pengajaran pada pembelajaran kelompok kecil adalah (i) memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. juga cocok untuk program pembelajaran individual. pembimbing. sesuai dengan kebutuhan. Orientasi dan Tekanan Utama Pelaksanaan Program pembelajaran individual berorientasi pada pemberian bantuan kepada se:iap siswa agar ia dapat belajar secara mandiri. Kelompok kecil merupakan satuan kerja yang kompak dan kohesif. matematika. Tiap siswa dalam kelompok kecil menyadari bahwa kehadiran kelompok diakui bila kelompok berhasil memecahkan tugas yang dibebankan. Bagi bidang studi musik. dan (v) orientasi dan tekanan utama pelaksanaan pembelajaran. maka tidak semua bidang studi cocok untuk diprogramkan secara indr idual. (iv) program pembelajaran.

Pembentukan kelompok kecil merupakan kunci keberhasilan belajar kelompok. maka perhatian guru dalam pembelajaran kelompok tertuju pada semangat kelompok dalair memecahkan masalah. (iii) tiap anggota kelompok membina hubungan akrab yang mendorong timbulnya semangat tim. Berkelompok memang merupakan kebutuhan individu sebagai makhluk sosial. Peran Guru dalam Pembelajaran Kelompok Pembelajaran kelompok bermaksud menimbulkan dinamika kelompok agar kualitas belajar meningkat. seprovinsi. maka kelompok melaksanakan tugas. sampai tingkat nasional. Kelas dibagi menjadi lima kelompok belajar. Dalam perencanaan tugas kelompok tersebut siswa sebaiknya diikutsertakan. kriteria keberhasilan belajar. Dalam berkelompok. regu bola voli SMP akan berjuang memenang-kan kejuaraan lomba voli. Bila di kelas ada delapan kelompok kecil misalnya. Perencanaan tugas kelompok perlu disiapkan oleh guru. maka guru dapat merekayasa kelompok kecil sebagai alat mendidik tiap anggota kelompok.) c. maka siswa dididik mewujudkan cita kemanusiaan secara objektif dan benar. sekolah SMP sekota. (Schein. (i) pemberi informasi umum tentang proses belajar kelompok. dan (iv) evaluasi hasil belajar kelompok. Siswa dalam kelompok kecil berperan serta dalam tugas-tugas kelompok. Tidak ada pedoman khusus tentang pembentukan kelompok yang jelas. dan (iii) minat atau pusat perhatian siswa. Sebagai ilustrasi kelas satu SMP belajar tentang topik "koperasi angkutan kota" di kota A. dan pengendali ketertiban kerja. pcmbinaan disiplin kerja beregu. perilaku dan tata kerja. alat. (ii) perencanaan tugas kelompok. dan membandingkan dengan kelompok lain. Dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan. sebagai ilustrasi untuk meningkatkan kualitas hasil belajar. dan (iv) kelompok mewujud dalam satuan kerja yang kohesif. maka perlu direncanakan 4-8 tugas. Bila perhatian guru dalam pembelajaran individual tertuju pada tiap individu. Peranan guru dalam pembelajaran kelompok terdiri dari (i) pembentukan kelompok. tata kerja. (ii) latar belakang pengalaman siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator. (ii) setelah kelompok memahami tugasnya. pembimbing. Sebagai ilustrasi. (ii) siswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab. sejak tingkat kelas. tiap kelompok melaporkan hasil kerja. (iii) pada akhir pelajaran. hasil kerja. latihan bergotong-royong. Agar kelompok kecil berperan konstruktif dan produktif. Tugas kelompok dapat paralel atau komplementer. guru dapat berperan sebagai berikut. maupun jadwal penyelenggaraan tugas juga harus direncanakan. Dalam pelaksanaan mengajar. (iii) pelaksanaan. dan sumber belajar. dalam hal ini tindakan individual selalu diperhitungkan sebagai anggota kelompok. Dalam pembelajaran kelompok jumlah siswa yang bemiutu diharapkan menjadi lebih banyak. Meskipun demikian ada hal yang patut dipenimbangkan. diharapkan (i) anggota kelompok sadar diri menjadi anggota kelompok. dan evaluasi. Pertimbangan pembentukan adalah (i) tujuan yang akan diperoleh siswa dalam berkelompok. sesuai .satu dalam semangat kerja. Penyiapan tempat kerja. guru memberi informasi lentang tujuan belajar. Guru menginformasikan bahwa anggota koperasi angkutan tersebut terdiri dari pcmilik kcndaraan dan sopir angkutan. Meskipun demikian bertugas dalam suatu kelompok memang harus dididikkan. Sedangkan tugas komplementer berarti kelompok saling melengkapi pcmecahan masalah. dan (iv) guru melakukan evaluasi tentang proses kerja kelompok sebagai satuan. Jika guru menghendaki tugas komplementer berarti hams membual beberapa satuan rencana pengajaran. 1991 : 205-209. peningkatan kecepatan dan ketepatan kerja. Dalam evaluasi pada tempatnya siswa juga diikutsertakan. Tugas paralel berarti semua kelompok bertugas yang sama. Anggota kelompok yang "berkemampuan tinggi" dijadikan motor penggerak pemecah masalah kelompok.

(v) pengorganisasian belajar sesuai dengan kondisi siswa. pembiayaan kelas lebih murah. dan lainnya. dan (ii) pengelolaan pembelajaran. Pada pembelajaran kelompok. 3. dalam hal ini guru perlu mencegah terjadinya perilaku siswa sebaeai parasit belajar. yaitu (i) pengelolaan kelas. orientasi dan tekanan ufama pelaksanaan adalah peningkatan kemampuan kerja kelompok. Program pembelajaran kelompok memberikan tekanan utama pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Dalam masyarakat modem keterampilan memimpin dan terpimpin diperlukan dalam kehidupan. (ii) penciptaan suasana senang dalam belajar. maka pembelajaran kelas dapat dilakukan dengan tindakan sebagai berikut: (i) penciptaan tertib belajar di kelas. Dalam pengelolaan kelas dapat terjadi masaiah yang bersumber dari (i) kondisi tempat belajar. Guru. Pembelajaran kelompok kecil merupakan strategi pembelajaran "antara" untuk memperhatikan individu. jaringan angkutan. Pembelajaran kelompok dapat ditempuh gum dengan jalan (i) membagi kelas kc dalam beberapa kelompok kecil. Hal itu disebabkan oleh pengajaran klasikal merupakan kegiatan ‡ mengajar yang tergolong efisien. Pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. Sedangkan masaiah siswa dapat berupa masaiah individual atau kelompok. Gangguan belajar di kelas dapat berasal dari seorang siswa atau sekelompok siswa. atau (ii) membagi kelas dengan memberi kesempatan untuk belajar perorangan dan berkelompok kecil. BAB IIIPENUTUP . Siswa mempelajari topik tersebut selama empat minggu belajar. Secara ekonomis. pendidikan anggota. pemeliharaan kendaraan. Hal-hal yang diurusi adalah kesejahteraan anggota. Peran guru dalam pembelajaran secara individual dan kelompok kecil berlaku dalam pembelajaran secara klasikal.dengan hal yang diurusi koperasi. Kerja kelompok berarti belajar kepemimpinan dan keterpimpipan. Oleh karena itu adajumlah minimum siswa dalam kelas. Pembelajaran kelas berarti melaksanakan dua kegiatan sekaligus. Kondisi tempat belajar yang berupa ruaj. Pendekatan Pembelajaran secara Klasikal Pembelajaran klasikal merupakan kemampuan guru yang utama. Bagi guru. Tekanan utama pembelajaran adalah seluruh anggota kelas. sebagai ilustrasi empat puluh siswa dibagi dalam delapan kelompok kecil. Kelas yang berisi empat puluhan siswa adalah kelompok besar. Bila guru menjadi tirn pembelajar. Tiap siswa dalam kelompok mempelajari hal tertentu. Dalam pembelajaran kelas. memimpin dan terpimpin. dan (ii) siswa yang teriibat dalam bclajar. Kedua keterampilan tersebut.. perhatian terhadap empat puluhan siswa dalam waktu serempak bukanlah mudah. dan anggota kelompok melakukan evaluasi hasil kerja kelompok. guru dapat mcnggunakan teknik-teknik penguatan agar ketertiban belajar terwujud. (iii) pemusatan perhatian pada bahan ajai". guru dapat mengajar seorang diri atau bertindak sebagai rim pembelajar. Pada minggu kelima diadakan laporan hasil kerja kelompok dan diskusi kelas.'itasi gangguan belajar dari siswa. Dengan Jumlah tersebut seorang guru masih dapat membelajarkan siswa secara bertiasil. guru dituntut berketerampilan mcng. Tim pembelajar perlu menyusun desain pembelajaran kelas secara baik. dan (iv) mengikutsertakan siswa belajar aktif. meja-kursi rusak misalnya. Pengelolaan pembelajaran bertujuan mencapai tujuan belajar.g kotor. Sudah tentu. dapat mengganggu belajar. maka asas tim pembelajar hams dipatuhi. papan rulis njsak. Di samping penyusunan desain instniksional yang dibuat. Jumlah siswa tiap kelas pada umumnya berkisar dari 10 45 orang. Dalam hal ini. dan ketakmampuan kerja kelompok. periu dipelajari oleh tiap siswa. kelompok.

dan pendekatan pembelajaran klasikal. Pendekatan pembelajaran individual lebih menitikberatkan pada pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masingmasing individu. Pendekatan pembelajaran klasikal lebih berpusat pada guru. pendekatan pembelajaran kelompok. Pendekatan pembelajaran kelompok lebih mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok kecil dalam proses belajar mengajar. Dengan pendekatan pembelajaran tersebut diharapkam peserta didik dapat termotivasi untuk belajar. Beberapa pendekatan pembelajaran antara lain pendekatan pembelajaran individual. .Untuk memotivasi siswa agar lebih senang belajar maka diperlukan pendekatan pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->